WorldWideScience

Sample records for tanah tanaman teh

  1. Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L. yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Amir

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kadar  nitogen  tanah  dan  pertumbuhantanaman bayam yang diberi pupuk kompos Azolla. Penelitian ini menggunakan rancanganacak kelompok (RAK yang terdiri atas 2 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri atas 4perlakuan dan  1  kontrol  dengan  3  ulangan.  Parameter  pengamatan adalah  pertumbuhantanaman bayam yang meliputi tinggi tanaman (cm, berat kering tanaman bayam (gram,kadar amonium (NH4+ dan nitrat (NO3- pada tanah serta kadar nitrat (NO3- air lindihan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk  kompos  Azolla  mulai  berpengaruh  nyataterhadap  tinggi  tanaman  sejak  pengamatan  minggu  ke-tiga  dan  berpengaruh  nyata  pulaterhadap berat kering tanaman bayam. Pemberian pupuk kompos Azolla berpengaruh nyataterhadap kadar amonium dan nitrat tanah masing-masing pada minggu ke dua dan mingguke  dua  dan  ke  empat.  Disamping  itu  pemberian  pupuk  tersebut  juga  berpengaruh  nyataterhadap kadar nitrat pada air lindihan.Kata kunci : Pupuk kompos Azolla, pertumbuhan tanaman bayam, nitrogen tanah

  2. Keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono, Boyolali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AYU OKTARIANA VIDYA

    2014-05-01

    Full Text Available Vidya AO, Sugiyarto, Sunarto. 2013. Diversity of soil macrofauna on the ricefield with rorarion and monoculture systems in Banyudono Village, Boyolali. Bioteknologi 11: 19-22. Makrofauna tanah berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah persawahan. Perbedaan sistem pengelolaan lahan mempengaruhi populasi dan komposisi makrofauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono Boyolali, Jawa Tengah. Koleksi makrofauna dalam tanah dilakukan dengan metode hand sorting. Lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling, yang masing-masing stasiun terdapat 5 titik sampling. Indeks dinyatakan dengan indeks keanekaragaman Simpson. Perbandingan studi komunitas antar penggunaan lahan dinyatakan dengan Indeks Similaritas Sorensen. Hubungan antara keanekaragaman makrofauna tanah dengan faktor lingkungan abiotik dianalisis dengan korelasi Pearson. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 3 phylum yaitu annelida, arthopoda dan mollusca. Indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah tertinggi adalah pada lahan tanaman padi monokultur umur 80 hari (0,66. Berdasarkan hasil korelasi pearson menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah berhubungan kuat dengan suhu tanah (-0,732.

  3. FITOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL,KROM, DAN KADMIUM DARI TANAH MENGGUNAKAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans poir)

    OpenAIRE

    Asmawati A; Taba, Paulina; Lion, Syarifuddin

    2008-01-01

    ABSTRAK TEKNOSAINS 2009 Telah dilakukan penelitian fioakumulasi spesies logam berat Cd,cr,dan Pb pada tanah tercemar dengan menggunakan tanaman kangkung darat (Ipomoae reptans Poir) pada variasi waktu panen dan konsentrasi masing-masing logam pada media tanaman kangkung tersebut. Hasil analisis ketiga logam dengan spektrofotometer serapan atom menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum ketiga logam ini masing-masing adalah ; 1342,01; 1067,55; dan 1627,90 mg/kg berat dengan waktu tanam 21 hari....

  4. Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogeae L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neni Marlina

    2015-09-01

    Full Text Available Pupuk kandang kotoran ayam diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, sehingga dapat menyuburkan tanah dan membantu dalam menyumbangkan unsur hara yang dapat digunakan dalam meningkatkan hasil kacang tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran pupuk kandang kotoran ayam yang tepat dalam meningkatkan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun petani di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dari bulan Januari sampai dengan April  2014. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan tiga perlakuan dan delapan kelompok, sehingga berjumlah 24 petak penelitian dan setiap petak diambil 10 tanaman sebagai sampel .  Perlakuannya adalah takaran pupuk kandang kotoran ayam 5, 10 dan 15 ton ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 10 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik dengan ditunjukkan produksi per petak sebesar 2,73 kg petak-1.Poultry manure is expected to improve soil physical, chemical and biological properties. It can improve soil fertility and help in nutrients contribution that can be used to increase the yield of peanut. This study aimed to get the right dose of poultry manure fertilizer in increasing the production of ground peanut plants. This research was conducted in farmyard in the North Indralaya Payakabung District of Ogan Ilir from January to April 2014. The design used in this study was a randomized block design with three treatments and eight groups, thus consisting 24 research plots and each plot was taken as a sample of 10 plants. The treatments of poultry manure fertilizer rate 5, 10 and 15 ton ha-1. The results showed that poultry manure fertilizer rate as much as 10 tons ha-1 gave the best growth and production of 2.73 kg per plot.

  5. Studi Laju Transpirasi Peltophorum dassyrachis dan Gliricidia sepium Pada Sistem Budidaya Tanaman Pagar Serta Pengaruhnya Terhadap Konduktivitas Hidrolik Tidak Jenuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Prijono

    2016-01-01

    Full Text Available Laju transpirasi tanaman bervariasi dengan karakter vegetasi, karakter tanah, lingkungan dan budidaya tanaman. Studi ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan kadar lengas tanah dan laju transpirasi tanaman pagar, dan pengaruh laju transpirasi tanaman terhadap konduktivitas hidrolik tidak jenuh. Studi ini dilakukan di Daerah Karta, Lampung Utara, Indonesia selama tiga bulan. Studi ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan dua perlakuan petak utama (jenis tanaman pagar yaitu Peltophorum dassyrachis (P dan Gliricidia sepium (G. Dua perlakuan (anak petak adalah jarak tanaman 40 cm (A dan 120 cm (B. Masing-masing perlakuan ini diulang empat kali.  Pengamatan kadar lengas tanah dilakukan dengan mengkalibrasikan hasil pengukuran Neutron Probe dengan kadar air gravimetrik. Laju transpirasi tanaman dihitung berdasarkan selisih antara kadar lengas tanah pada perlakuan tanaman pagar tanpa perakaran (T dengan kadar lengas tanah pada perlakuan tanaman pagar dengan perakaran (R. Konduktivitas hidrolik tidak jenuh diukur dengan menggunakan metode Pedo Transfer Functions. Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis ragam (ANOVA, uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lengas tanah di bawah G. sepium lebih tinggi dibandingkan dengan P. dassyrachis, kecuali pengamatan hari ke-0 di kedalaman 40-70 cm. Kadar lengas tanah cenderung menurun seiring dengan waktu pengamatan pada semua jenis tanaman pagar dan jarak tanamnya. Laju transpirasi G. sepium lebih tinggi dibandingkan dengan P. dassyrachis pada kedalaman tanah 0-40 cm, sedangkan pada kedalaman 40-60 cm laju transpirasi kedua jenis tanaman pagar tersebut adalah sama. Pada kedalaman tanah 0-20 cm, laju transpirasi tanaman pagar dengan jarak tanam 40 cm lebih tinggi dibandingkan dengan jarak 120 cm. Sedangkan pada kedalaman tanah 20-60 cm, laju transpirasi tanaman pagar dengan jarak 120 cm lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam 40 cm. Hasil uji

  6. PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Kusmiyati

    2015-06-01

    Full Text Available Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi wilayah pemukimam dan industri menyebabkan semakinberkurangnya lahan pertanian.Hal tersebut menyebabkan pengembangan pertanian perlu diarahkan padalahan-lahan marginal seperti tanah salin.Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam terlarut netraldalam jumlah tertentu yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.Penelitian yangdilaksanakan bertujuan mengkaji pengaruh perbaikan tanah salin secara kimia dan biologi terhadap karakterfisiologis Calopogonium mucunoides. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3ulangan. Perbaikan tanah salin dilakukan melalui penambahan gipsum (P1, pupuk kandang (P2, abu sekampadi (P3, tanaman halofita (P4, gipsum dan pupuk kandang (P5, gipsum dan abu sekam padi (P6, gipsumdantanamanhalofita (P7, pupuk kandang dan abu sekam padi (P8, pupuk kandang dan tanaman halofita(P9, abusekam padi dan tanaman halofita (P10 dan tanpa penambahan sebagai kontrol (P0. Parameter yangdiamati adalah kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan total klorofil, aktivitas nitrat reduktase,luas daun dan laju fotosintesis.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan ujiwilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil a, klorofil b, total klorofil, aktivitasnitrat reduktase dan laju fotosintesis calopo berbeda nyata (P<0,05 lebih tinggi pada perlakuan perbaikantanah salin dibandingkan kontrol. Kandungan klorofil a, klorofil b dan total klorofil calopo pada perlakuankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta kombinasi gipsum dan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05 lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aktivitas nitrat reduktase dan laju fotosintesis calopopada perlakuan kombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta perlakuan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05 lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Simpulan adalah perbaikan tanah salin dengan penambahankombinasi pupuk kandang dan abu

  7. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishak Juarsah

    2015-07-01

    Full Text Available Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan alang-alang dapat dikendalikan/dikelola menjadi lahan produktif setelah direhabilitasi dengan tanaman legume (Mucuna sp. untuk usaha tani tanaman pangan lahan kering berorientasi konservasi tanah. Bahan hijauan tanaman Mucuna dapat meningkatkan kadar C-organik, memperbaiki sifat fisika, kimia tanah dan meningkatkan  produksi tanaman pangan. In Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv is one of important weeds and included to ten most problematic weeds around the world. Through its seeds and roots, alang-alang can grow and expand in nearly all soil conditions. Many technologies for controlling have been known but can not ensure the eradication of weeds population, however the controlling via food crops cropping systems for the whole years is the best method so far to have sustainability of the agriculture land. Research showed that alang-alang area could be controlled/managed became more productive land after rehabilitation with legume (ie Mucuna sp. especially for dry land conservation oriented. Mucuna green materials might increase C-organic content, both soil chemical and physical improvement, furthermore increased foodcrops production.

  8. Kajian Penggunaan Pupuk Hayati untuk Mengendalikan Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae pada Tanaman Sawi Daging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Rachmawati

    2016-03-01

    Full Text Available Pada budidaya tanaman sawi daging (pakcoi  dijumpai berbagai masalah  serius  yang menghambat upaya peningkatan produksi dan kualitas hasil. Salah satu kendala utama adalah penyakit tular tanah yang disebabkan oleh cendawan Plasmopara brassicae Wor . Serangan patogen tular tanah dapat menekan produksi tanaman hortikultura secara significan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan patogen tular tanah antara lain dengan menggunakan bekterisida sistemik . Salah satu alternatif pengendalian yang paling prospektif adalah dengan menggunakan pupuk hayati yang telah diperkaya dengan mikroorganisme. antara lain bakteri selulotik, Azotobacter sp., Azospirillium sp., Rhizobium sp., Pseudomonas sp., Lactobacillus sp., dan  bakteri pelarut fosfat yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengendalikan penyakit tular tanah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Karangploso BPTP Jatim,  pada bulan Januari sampai dengan April 2014, menggunakan rancangan acak kelompok, 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan  terdiri dari  : A = Pupuk hayati dosis 15 kg/ha,   B = Pupuk hayati dosis 30 kg/ha,  C = Pupuk hayati dosis 45 kg/ha, D = Cara petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pupuk hayati dalam mengendalikan penyakit akar gada  P.brassicae  pada tanaman sawi daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan yang baik terhadap tinggi tanaman ( 26,50 cm, jumlah daun (21 helai, lebar tajuk (33,25 cm, panjang akar (14,38 cm dan bobot/tanaman (380 g/tanaman. Persentase serangan penyakit akar gada terendah juga ditunjukkan oleh pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha, yaitu sebesar 1,75 % dan penekanan penyakit sebesar 70,83 %.Kata Kunci : Brassica juncea, pupuk hayati, penyakit bengkak akar

  9. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-06-01

    pupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  10. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2017-08-01

    Full Text Available Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1 mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2 menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.

  11. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  12. Pengaruh Beberapa Dosis Kompos Dan Azolla ( Azolla Pinnata R. B ) Segar Pada Pertumbuhan Dan Hasil 2 Varietas Tanaman Wortel ( Daucus Carotta L. )

    OpenAIRE

    Huda, M. Syahrial; Widaryanto, Eko; Nugroho, Agung

    2016-01-01

    Wortel termasuk jenis sayuran umbi yang bernilai ekonomis penting di dunia. Salah satu factor budidaya wortel adalah tanah yang tidak hanya sebagai media akar tanaman namun sebagai media tanaman dapat menyerap nutrisi, air dan oksigen. Salah satu peranan bahan organik adalah memperbaiki sifat fisik tanah. Azolla (Azolla pinnata) ialah tumbuhan paku air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk memperbaiki agregat tanah. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui pengaruh dosis kom...

  13. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-11-01

    Full Text Available Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir. merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb, padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan pemberianpupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  14. Fitoakumulasi Ion Logam Tembaga(II) Oleh Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain)

    OpenAIRE

    Ayu Ika Pratiwi, Asmawati, Syarifuddin Liong

    2017-01-01

    Limbah Cu yang bersumber dari aktivitas industri memiliki sifat toksik bagi makhluk hidup. Pengolahan limbah Cu dapat dilakukan dengan teknik fitoremediasi yaitu teknik pembersihan lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan tanaman hiperakumulator dan telah dikembangkan menjadi metode yang murah dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini digunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) untuk menarik ion logam berat Cu(II) dari tanah dengan variasi waktu sehingga dapat diketahui...

  15. PENGEMBANGAN TANAMAN TALAS BENTUL KOMODITAS UNGGULAN PADA LAHAN RAKYAT DI KECAMATAN PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainol Arifin

    2015-12-01

    Full Text Available Kebutuhan karbohidrat dari tahun ke tahun terus meningkat, penyediaan karbihidrat dan karbohidarat serelia saja tidak mencukupi, sehingga peranan tanaman penghasil karbohidratat yang memiliki peranan cukup strategis tidak hanya sebagai sumber bahan pangan.Oleh karena itu tanaman bentul menjadi sangat penting artinya didalam kaitan terhadap penyediaan bahan panga dari umbi-umbian khususnya bentul semakin penting. Tanaman bentul merupakan tanaman karbohidrat non beras, diversifikasi/ penganekaaragaman konsumsi pangan local/budaya local, substitusi gandum/terigu, pengembangan industry pengolahan hsil dan industry I serta komoditi strtegis sebagai pemasok devisa melaui ekspor.. Hasil analisa tanah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Jawa Timur Tahun 2011 berdasarkan data usahatani ubijalar tahun 2010,Vareitas unggul didefinisikan sebagai varietas yang dapat berproduksi di atas rata-rata pada lingkungan spesifik.Benih bermutu sering dikaitkan dengan istilah benih bersertifikat atau benih bermutu. Sertifikat tersebut sebagai jaminan bahwa benih diperoleh dari proses yang standar, memiliki kemampuan tumbuh dengan tingkat keseragaman tinggi, dan terbebas dari penyakit tular benih (seed born diseases.Pemilihan varietas atau klon yang sesuai dengan karakteristik agroekologi lahan akan mengurangi biaya input seperti penggunaan kultivar ganjah, toleran penyakit tertentu. Perakitan vareitas atau klon yang memiliki kemampuan berproduksi tinggi pada lingkungan spesifik seperti tahan terhadap intensitas cahaya yang rendah, tahan kekeringan, tahan terhadap genangan air.Hasil survey tentang bibit yang dipakai dalam budidaya tanaman talas di Kecamatan Pegantenan menunjukkan mereka mengatakan 100% bibit yang dipakai menggunakan bibit turun temurun dari nenek moyang mereka. Bibit mereka menghasilkan produksi sedang yaitu 2 sampai 7 Kg per bibit. Akan tetapi bibit yang mereka tanam mempunyai kelemahan

  16. Pengaruh Bokhasi Eceng Gondok pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seprita Lidar

    2016-03-01

    Full Text Available Isu pertanian organik akhir-akhir ini memang mulai berkembang kembali dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan dan mutu bahan pangan yang dikonsumsi. Selain alasan kesehatan, pertanian organik juga diyakini ramah lingkungan karena dapat meminimalkan penggunaan bahan kimia dalam proses produksinya, karena penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dengan dosis yang meningkat justru dapat menyebabkan tanah menjadi keras dan keseimbangan unsur hara tanah terganggu.  Permintaan pasar terhadap tanaman sayuran khususnya selada yang biasanya dikonsumsi mentah terus meningkat, apalagi tanaman selada yang dipupuk dengan pupuk organik. Tanah di Kota Pekanbaru tergolong tanah Podsolid Merah Kuning (PMK yang kandungan bahan organik dan unsur haranya relatif rendah, maka salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara pemupukan yang aman bagi tanaman dan tanah yaitu pupuk bokhasi eceng gondok yang mengandung unsur hara N, P dan K, juga memanfaatkan yang ada di lingkungan yang kalau tidak dimanfaatkan akan menyebabkan pencemaran di perairan.  Dari penelitian yang dilakukan pemberian bokhasi eceng gondok berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada dengan dosis terbaik adalah 2000 g/m2. Kata Kunci : Selada, Bokhasi, Eceng Gondok.The issue of organic farming lately indeed began to grow back more and more people will realize the importance of health and quality of food consumed. In addition to health reasons, organic farming is also believed to be environmentally friendly because it can minimize the use of chemicals in the production process, due to the use of chemical fertilizers continuously with increasing doses it can cause the soil to be loud and disturbed soil nutrient balance. Market demand for vegetable crops, especially lettuce is usually consumed raw continue to rise, especially lettuce plants are fertilized with organic fertilizer. Land in the city of Pekanbaru classified as

  17. IMPLEMENTASI FUZZY TSUKAMOTO DALAM PENENTUAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DAN KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Yusida

    2017-09-01

    Full Text Available Land suitability is the suitability of a plot of land for a particular use. In the determination of appropriate plant recommendations on land, the Banjarbaru Swampland Food Crops Research Institute sets out 8 criteria in its assessment. These criteria include Soil Depth (cm, CEC Soil (cmol, Saturation Bases (%, pH (H2O, C-Organic (%, N Total (%, P2O5 (mg / 100g, K2O (mg / 100g. Making this expert system using Fuzzy Tsukamoto method. The results obtained from this expert system in the form of data on land suitability for rubber and palm oil plantations that are prioritized to be planted in a field based on the growing requirements of a plant. Keywords: Expert System, Land Suitability, Fuzzy Tsukamoto Kesesuaian lahan adalah kecocokan sebidang lahan untuk penggunaan tertentu. Dalam penentuan rekomendasi tanaman yang sesuai terhadap lahan, Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa Banjarbaru menetapkan 8 kriteria dalam penilaiannya. Kriteria tersebut meliputi Kedalaman Tanah (cm, KTK Tanah (cmol, Kejenuhan Basa (%, pH (H2O, C-Organik (%, N Total (%, P2O5 (mg/100g, K2O (mg/100g. Pembuatan sistem pakar ini menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Hasil yang didapat dari sistem pakar ini berupa data tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman karet dan kelapa sawit yang lebih diprioritaskan untuk ditanam disuatu lahan berdasarkan syarat tumbuh suatu tanaman. Kata Kunci : Sistem Pakar, Kesesuaian Lahan, Fuzzy Tsukamoto

  18. DAMPAK FASILITATIF TUMBUHAN LEGUM PENUTUP TANAH DAN TANAMAN BERMIKORIZA PADA SUKSESI PRIMER DI LAHAN BEKAS TAMBANG KAPUR (Facilitative Impacts of Legume Cover-crop and Mycorrhizal-inoculated Plant on Primary Succession of Limestone Quarries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Prayudyaningsih

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penambangan batu kapur dengan metode penambangan terbuka yang meliputi penghilangan vegetasi, pengeboran dan pengebomanan untuk mengeksplotiasi material batu kapur mengakibatkan kerusakan ekosistem. Pemulihan secara alami pada lahan tersebut berjalan lambat karena kondisi tapak dalam proses suksesi tidak mendukung perkembangan vegetasi alaminya. Pembentukan pertanaman diduga memfasilitasi kehadiran tanaman lain melalui perbaikan karateristik lingkungan yang rusak dan/atau peningkatan ketersediaan sumber hara. Dampak fasilitatif pembentukan pertanaman tumbuhan legum penutup tanah (Centrosema pubescens dan tanaman bermikoriza (Vitex cofassus dipelajari pada suksesi primer di lahan bekas tambang kapur TNS. Kehadiran tumbuhan alami diukur menggunakan kerapatan individu, keanekaragaman dan jumlah jenis melalui sampling vegetasi dengan metode plot kuadrat secara sistematis berdasarkan tingkat habitusnya. Kondisi tapak diukur berdasarkan ketebalan dan biomasa seresah, kadar bahan organik tanah dan kadar karbon organik tanah. Penelitian dilakukan pada 4 tipe areal di lahan bekas tambang kapur yaitu areal terbuka/kondisi alami tanpa pertanaman, areal pertanaman legum penutup tanah, areal pertanaman tanpa mikoriza dan areal pertanaman bermikoriza. Hasil penelitian menunjukkan pertanaman legum penutup tanah dan pertanaman bermikoriza memperbaiki kondisi tapak lahan bekas tambang kapur. Pembentukan tanaman legum penutup menghasilkan banyak seresahdengan ketebalan 1,08 cm dan biomassa 188,96 g/m2 dan dekomposisi selanjutnya meningkatkan bahan organik tanah sebesar 3,80% dan kandungan karbonorganik sebesar 2,20%. Pembentukan pertanaman juga memberikan dampak yang sama, khususnya yang diinokulasi FungiMikoriza Arbuskula (FMA menghasilkan seresah dengan ketebalan 1,32 cm dan biomassa 220,48 g/m2, dengan kadar bahan organik tanah sebesar 3,66% dan karbon organik tanah sebesar 2,03%. Perbaikan kondisi tapak tersebut mempercepat kehadiran tumbuhan alami

  19. STATUS KESUBURAN TANAH DI BAWAH TEGAKAN EUCALYPTUS PELLITA F.Muell: STUDI KASUS DI HPHTI PT. ARARA ABADI, RIAU (Soil fertility under Eucalyptus pellita F.Muell stands: Case study in PT. Arara Abadi, Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung B. Supangat

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Informasi status kesuburan tanah di hutan tanaman sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana teknik manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan tindakan silvikultur lainnya.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di bawah tegakan Eucalyptus pellita pada rotasi ketiga, melalui analisis sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Typic Kandiudults pada lokasi HTI E. pellita rotasi ketiga di Perawang memiliki tingkat kesuburan yang rendah baik secara fisik, kimia maupun biologi, dan lebih rendah dibandingkan pada tanah di hutan alam. Kenaikan umur tanaman E. pellita membentuk ekosistem hutan yang semakin mantap bagi perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi secara umum, yang ditunjukkan perbaikan sebagian besar dari  parameter yang diamati.  Berdasarkan hasil identifikasi status kesuburan tanah di atas, dalam pengelolaan tanah di lahan HTI, diperlukan perlakuan upaya manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan weeding secara tepat melalui uji coba dan penelitian yang lebih teknis baik dalam skala laboratorium maupun lapangan.  Untuk itu, disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah di lahan HTI E. pellita baik secara hidrologis maupun keharaan pada masing-masing umur tanaman, sehingga upaya pengelolaan lahan tanaman menjadi lebih baik.   ABSTRACT Information on status of forest soil fertility in the plantation forest is needed as a basis for planning the manipulation techniques of growth environmental such as fertilization and other silvicultural techniques. The study aims to evaluate the soil fertility status under eucalyptus pellita stands on the third rotation, through the analysis of physical, chemical and biological soil properties. The results showed that the soil of Typic Kandiudults at E. pellita stands in Perawang on the third rotation has a low fertility level, physically, chemically and biologically

  20. RESPON BIBIT SURIAN (Toona sinensis (Juss, M. Roem. TERHADAP INOKULASI BEBERAPA DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA TANAH ULTISOL YANG DICAMPUR PUPUK KOMPOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feby Zulya

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian tentang pertumbuhan bibit surian (Toona sinensis (Juss, M. Roem pada tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA telah dilakukan pada bulan November 2014 sampai April 2015 di Rumah Kaca dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit surian pada media tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan FMA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuannya adalah tanpa inokulasi (hanya pupuk organik, 5 g inokulan per tanaman, 10 g inokulan per tanaman, 15 g inokulan per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit surian pada media tanah ultisol yang dicampur pupuk kompos dengan penambahan FMA memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter batang.Abstract Study on the seedling growth of surian inoculated with some doses of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF on ultisol mixed compost has been conducted from November 2014 until February 2015 in the Greenhouse and Plant Physiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Andalas University, Padang. The aim of this study was to find the growth of surian seedling that inoculated with some dosages of AMF on ultisol mixed compost. The study used a Completely Randomized Design with four treatments and six replications. The treatments were done without inoculation, 5 g inoculants/ plant, 10 g inoculants/ plant, 15 g inoculants/ plant. Result of this study indicated that AMF given on ultisol soil gave significant effect on increasing stem diameter of surian seedlings.

  1. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  2. POTENSI PENYERAPAN KARBON PADA KARET POLA TUMPANGSARI TANAMAN HUTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahuri Sahuri

    2017-10-01

    cadangan karbon terdiri dari biomasa pohon dan bahan organik tanah. Hasil penghitungan menunjukan bahwa jumlah penyerapan CO2/tahun di perkebunan karet selama 10 tahun untuk PT1, PT2, PT3, PT4, dan PT5 masing-masing adalah 86,46 ton/ha, 125,90 ton/ha, 77,90 ton/ha, 36,26 ton/ha, dan 49,03 ton/ha. Penambahan penyerapan karbon selama 10 tahun akibat adanya pola tumpang sari karet dan tanaman hutan adalah 30,13% atau 49,17 ton CO2/ha dibandingkan tanaman karet monokultur.

  3. Akselerasi Pertumbuhan Cendana (Santalum album dengan Aplikasi Unsur Hara Makro Ensensial pada Tiga Jenis Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eny Faridah

    2014-01-01

    Full Text Available Cendana (Santalum album Linn. merupakan satu dari pilihan penting untuk digunakan dalam program rehabilitasi lahan-lahan kritis di Indonesia. Upaya untuk mempercepat tingkat pertumbuhannya menjadi sangat penting karena pertumbuhannya yang lambat mengganggu tingkat keberhasilan program rehabilitasi hutan. Mempertimbangkan permasalahan tersebut, studi ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formulasi pendekatan untuk mempercepat pertumbuhan cendana melalui aplikasi unsur hara makro esensial yang dibutuhkan cendana pada tiga tipe tanah, dalam bentuk pupuk biologi seperti biofosfo dan biosulfo. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: 1 Pengaruh jenis media tanah (Grumusol (Vertisol, Mediteran (Alfisol dan Regosol (Entisol terhadap pertumbuhan semai cendana, 2 Pengaruh jenis dan dosis pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK terhadap pertumbuhan semai cendana, dan 3 Pengaruh jenis media tanah, jenis serta dosis pupuk terhadap ketersediaan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Penelitian dilakukan di Lab. Silvikultur Intensif, Klebengan, Fakultas Kehutanan UGM dengan menggunakan anakan cendana umur enam bulan. Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL digunakan dengan perlakuan berupa 3 tipe tanah (Grumusol (Vertisol, Mediterran (Alfisol dan Regosol (Entisol, 3 tipe pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK, serta 5 dosis pupuk (0; 2,5; 5; 7,5 dan 10 g dengan 5 ulangan untuk setiap unit eksperimen. Parameter yang diukur meliputi tingkat pertumbuhan tanaman (pertumbuhan tinggi & diameter, panjang akar dan tingkat kandungan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Mediteran secara positif mempengaruhi semua parameter pertumbuhan diikuti oleh Regosol dan Grumusol, sementara aplikasi jenis dan dosis pupuk yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Tanah Mediteran memiliki kandungan N dan K paling tinggi dibandingkan dengan jenis tanah Regosol dan Grumusol, sementara tanah

  4. PEMANGKASAN AKAR DAN INOKULASI JMA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MERKURI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS OLEH TANAMAN JATI DI KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA (Under ground root pruning and JMA inoculation to improve phytoremediation of soil contaminated with mercury due to gold mining by Tectona grandis in Kokap Kulonprogo Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhsin Zulkoni

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan akar (underground root pruning/URP terhadap fitoremediasi tanah yang tercemar merkuri di Kokap Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah URP, yaitu dengan dan tanpa URP. Faktor kedua ialah takaran Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA, meliputi 0; 50; 100, dan 150 g/pot. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa pemangkasan akar serta inokulasi JMA ke dalam tanah sisa olahan penambangan emas telah berhasil memacu proses fitoremediasi melalui perluasan rizosfer. Serapan merkuri oleh tanaman Jati yang menjalani pemangkasan akar serta inokulasi JMA sebanyak 100% paling tinggi dibanding perlakuan lain maupun kontrol. Pada perlakuan ini, efisiensi penurunan merkuri di dalam tanah oleh tanaman jati sebesar 88,61%, sedangkan kontrol hanya mencapai 64,11%.   ABSTRACT This study aims to determine the effect of underground root pruning (URP of the mercury-contaminated soil phytoremediation in Kokap Kulon Progo, Yogyakarta. This study was conducted using complete randomized block design with three replications. The first factor is the URP, that divided as with and without URP (root pruning. The second factor is the dose of JMA, are 0; 50; 100, and 150 g/pot. Results of studies have proven that the root pruning and inoculation of JMA into the residual gold mining soil has successfully accelerated the process of phytoremediation through the expansion of the rhizosphere. Mercury uptake by Tectona grandis, Linn F that is with root pruning and 100% JMA inoculation are highest other treatment and control. In this treatment, the removal efficiency of mercury in the soil by plants amounted to 88.61% identity, meanwhile control only reached 64.11%.

  5. PEMANFAATAN DAUN TANAMAN BERKAYU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMAN SAYURAN DAN JAGUNG - (UTILIZATION OF WOODY PLANT LEAVES AS ORGANIC FERTILIZER FOR VEGETABLES AND CORN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Priadi

    2017-12-01

    Full Text Available This study aimed to use woody plant leaves as organic fertilizer (compost and their effects on vegetables and corn. The compost was made from leaves of Samanea saman, Swietenia macrophylla, Nephelium lappaceum and cow dung (1:3, 2:2 and 3:1 using OrgaDec (0.5% w/w, Decomic (0.1% v/w and Dectro (0.1 v/w as bioactivator. The result showed that compost from Samanea saman leaves and cow dung (1:3 using Decomic (0.1% v/w met the organic fertilizer standard. The compost was applied to Ipomoea reptans, Capsicum annuum and Zea mays on a media from compost and latosol soil (1:3, 2:2 and 3:1 using Completely Randomized Design (CRD with 3 replications. The analyzed data using ANOVA showed no significant difference in the growth parameter of tested plants. The best media for Ipomoea reptans was the mixture of compost and latosol soil (3:1 meanwhile for Zea mays and Capsicum annuum were 1:3 and 2:2, respectively.Keywords: compost, compost application, organic fertilizer, woody plant leavesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun tumbuhan berkayu menjadi pupuk organik (kompos serta pengaruhnya terhadap tanaman sayuran dan jagung. Kompos dibuat dari daun kihujan (Samanea saman, daun mahoni (Swietenia macrophylla daun rambutan (Nephelium lappaceum dan kotoran sapi (1:3, 2:2 dan 3:1 dengan penambahan bioaktivator OrgaDec (0,5% w/w, Decomic (0,1% v/w dan Dectro (0,1 v/w. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kompos yang dibuat dari daun kihujan dan kotoran sapi (1:3 yang menggunakan bioaktivator Decomic (0,1% v/w adalah perlakuan yang paling sesuai dengan baku mutu pupuk organik berdasarkan Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Kompos hasil penelitian diujicobakan kepada tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, cabe keriting (Capsicum annuum dan jagung manis (Zea mays pada media campuran kompos dan tanah latosol (1:3, 2:2 dan 3:1 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 3 ulangan sedangkan data yang diperoleh diolah dengan ANOVA

  6. Pengaruh Tingkat Kepadatan Tanah terhadap Daya Dukung Tanah

    OpenAIRE

    Martini, Martini

    2009-01-01

    Untuk mendapatkan lahan yang datar pada daerah perbukitan adalah dengan melakukan “cut and fill”, sehingga kemungkinan bangunan dilatakan pada daerah “cut and fill”. Perbedaan kepadatan tanah asli dengan tanah timbunan akan berpengaruh pada daya dukung tanahnya. Hasil penelitian ini menunjukan, kepadatan tanah timbunan lebih rendah 13% - 39% dari kepadatan tanah ditempat, daya dukung tanah timbunan lebih rendah hingga 50% dari daya dukung tanah asli. Tetapi bila kepadatan tanah timbunan lebih...

  7. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  8. STUDI PEMBUATAN TEH DAUN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L SEBAGAI MINUMAN PENYEGAR (Production of Tea from Cocoa Leaves (Theobroma cacao L as Refreshment Beverage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto Supriyanto

    2015-02-01

    kakao kering berkadar air 3-5%. Dilakukan pengamatan dan analisis meliputi kadar air, warna, kadar total polifenol, aktivitas antioksidan dan uji sensoris pada air rebusan teh daun kakao sebagai minuman penyegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman penyegar hasil rebusan teh daun kakao dapat diterima oleh panelis, dan  yang paling disukai adalah air rebusan teh yang dibuat dari daun kakao muda dilayukan 10 menit. Air rebusan tersebut  warnanya sangat coklat, sedikit berbau daun, agak pahit dan sedikit sepat. Bubuk teh daun kakao mengandung total polifenol antara 0,42-0,74 mg/100 g, mempunyai aktivitas antioksidan antara 20,31 – 36,86%. Kata kunci: Daun kakao, pelayuan, umur daun, teh daun kakao, polifenol

  9. UJI POTENSI Gliocladium sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Herlina

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakMikroorganisme tanah seperti Gliocladium sp dapat bertindak sebagai dekomposer dan juga sebagai agen pengendali hayati patogen tanaman hal ini memberikan harapan untuk mengurangi penggunaan pupuk dan fungisida sintetik. Tujuan penelitian untuk menguji potensi biofertililzer Gliocladium sp terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Variabel bebas yaitu bioferlizer Gliocladium sp  dengan dosis (g/tanaman 0,50, 100, 150, dan 200 .Variabel tergantung adalah pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah  tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan b. Parameter hasil tanaman yang diukur adalah berat buah setelah panen. Hasil uji Anava satu jalan menunjukkan bahwa pemberian Gliocladium sp perpengaruh terhadap tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan klorofil b, berat tomat  . Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa dosis 100, g 150 g dan 200 g tidak berbeda signifikan terhadap tinggi tanaman, dosis 150g dan 200 g tidak berbedan nyata dalam pembentukan klorofil a dan klorofil b. Pemberian Gliocladium dosis 150g paling tinggi terhadap berat buah. Simpulan dalam penelitian ini bahwa pemberian Gliokompos sp berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. AbstractSoil microorganisms such as Gliocladium sp. can play role in the decomposition and can also become the biological control of pathogenic plants. The animal is potentially reduce the use of fertilizers and synthetic fungidid. The aim of the study was to test the potential effect of biofertililzer Gliocladium sp. on the growth and production of tomatoes. The independent variables was biofertilizer Gliocladium sp. at various dosages (g/plant of 0, 50, 100, 150, dan 200. The dependent variables were the growth and the production of tomatoes. The growth parameter measured were plant height, as well as a and b chlorophyl contents.  The crop parameter was the fruit weight post-harvest.  A one-way anova showed that Gliocladium sp. affected the

  10. Penapisan PGPF untuk Pengendalian Penyakit Busuk Lunak Lidah Buaya (Aloe vera di Tanah Gambut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto Supriyanto

    2009-12-01

    Full Text Available Aloe (Aloe vera planted in West Borneo peat soil is well known as having the best product quality in Indonesia. Soft rot disease is one of the constraints of Aloe cultivation on peat soil. Many methods have no significant result for controlling this disease. This research objectives are to obtain Plant Growth Promoting Fungi (PGPF for controlling Aloe bacterial soft rot in peat soil. The research was conducted in Clinical Laboratory of Plant Pathology and glass house of Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta from October 2008 to September 2009. The methods included fungal isolation from peat land, hypovirulent and PGPF ability test, and biological control test in the glass house. Among 42 peat soil fungi tested, 28 isolates were hypovirulent and only 2 isolates i.e. SNTH001 (Penicillium sp. and SNTH003 (Aspergillus sp. showed the PGPF ability. Glass house trial showed that single application of SNTH001 and SNTH003 isolates were able to increase the growth of Aloe. In the biological control of Aloe soft rot disease test showed that the lowest intensity (25% might be obtained by using SNTH001 isolate.   Lidah buaya (Aloe vera asal tanah gambut Kalimantan Barat dikenal mempunyai kualitas terbaik di Indonesia. Penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakterimerupakan salah satu kendala dalam pengembangan tanaman lidah buaya dilahan gambut dan beberapa cara pengendalian yang telah dilakukan belum memberikan hasil nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jamur asal tanah gambut yang mampu berperan sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman untuk pengendalian penyakit busuk lunak di tanah gambut. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Klinik dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta dari bulan Oktober 2008 sampai September 2009, meliputi isolasi jamur dari tanah gambut, uji hipovirulensi dan uji kemampuan sebagai PGPF serta uji pengendalian hayati penyakit busuk lunak lidah buaya di rumah kaca. Dari

  11. MODEL PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH DENGAN PELARUT ISOPROPIL ALKHOHOL 50% DENGAN PENGONTAKAN SECARA DISPERSI MENGGUNAKAN ANALISIS DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Prasetyo

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Menurut data dari Deptan 2010, dengan luas lahan sebesar 127712 ha, Indonesia dapat menghasilkan produktivitas teh sebesar 153971 ton/tahun. Namun sayangnya, selama ini pemanfaatan tanaman teh di Indonesia masih terbatas pada pucuk daunnya saja. Bagian tanaman teh yang memiliki kandungan potensial namun belum dimanfaatkan adalah  biji teh, mengandung 26% saponin, 20-60% minyak dan 11% protein. Saponin merupakan salah satu komponen bioaktif yang telah dimanfaatkan sebagai insektisida pembasmi hama pada tambak udang, bahan baku industri deterjen, shampoo, minuman bir, pembentuk busa pada pemadam kebakaran, dan dapat dimanfaatkan pula sebagai pupuk organik. Pada penelitian ini, saponin biji teh diperoleh melalui ekstraksi biji teh pasca pengepresan menggunakan pelarut IPA 50% secara batch di dalam sebuah ekstraktor berkapasitas 2 L. Pengontakan solvent dengan biji teh dilakukan secara dispersi. Pada penelitian ini, rasio massa pelarut terhadap massa umpan diset 20:1; temperatur divariasikan 25-60 oC, kecepatan pengadukan 100-400 rpm, serta ukuran biji teh divariasikan -40+50 mesh s.d -100+200 mesh. Ekstraksi dilakukan hingga tercapai kesetimbangan. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor vakum pada temperatur di bawah 40oC. Ekstrak pekat saponin kasar yang didapat dimurnikan dengan penambahan eter, etanol dan petroleum eter secara bertahap sehingga diperoleh endapan saponin murni yang kemudian dikeringkan menggunakan tray drier pada temperatur 40oC. Pada penelitian ini, model perpindahan massa sederhana dikembangkan untuk menggambarkan proses ekstraksi padat-cair saponin biji teh. Berdasarkan hasil analisis dimensi diperoleh hubungan antara koefisien perpindahan massa volumetrik (kLa pada lapisan antar fasa padat-cair dengan variabel-variabel ekstraksi yang dinyatakan dalam persamaan bilangan tak berdimensi dengan ralat rata-rata 3,7904 %.DIMENSIONAL ANALYSIS FOR MASS

  12. Geok Bee Teh

    Indian Academy of Sciences (India)

    Geok Bee Teh. Articles written in Sadhana. Volume 35 Issue 1 February 2010 pp 87-95. Preparation and characterization of plasticized high molecular weight PVC-based polymer electrolytes · S Ramesh Geok Bee Teh Rong-Fuh Louh Yong Kong Hou Pung Yen Sin Lim Jing Yi · More Details Abstract Fulltext PDF.

  13. KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN JENIS VEGETASI MANGROVE DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS UNTUK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2011-04-01

    Full Text Available Kondisi lahan mangrove sangat ekstrem, sehingga vegetasi yang tumbuh merupakan vegetasi yang telah beradaptasi dan berevolusi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah di bawah tegakan vegetasi mangrove dan kedalaman tanah berbeda yang dapat dijadikan indikator biologis untuk memprediksi karakteristik tanah untuk budidaya tambak. Pengukuran dan pengambilan contoh tanah dilakukan di bawah tegakan paku laut (Acrostichum aureum, bakau (Rhizophora apiculata, api-api (Avicennia alba, dan nipah (Nypa fruticans masing-masing pada kedalaman tanah 0-0,25 m dan 0,50-0,75 m di hutan mangrove Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kualitas tanah yang diukur langsung di lapangan adalah pHF, pHFOX, dan potensial redoks, sedangkan yang dianalisis di laboratorium adalah kandungan air, pHKCl, pHOX, SP, SKCl, SPOS, TPA, TAA, TSA, pirit, karbon organik, N-total, PO4, Fe, Al, tekstur, dan nilai n. Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar vegetasi mangrove pada kedalaman yang sama, sedangkan Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar kedalaman pada vegetasi mangrove yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan bakau, api-api, nipah, dan paku laut yang tumbuh pada tanah sulfat masam Kabupaten Mamuju diklasifikasikan sebagai Sulfaquent dan Sulfihemits untuk kategori Kelompok Besar. pHF tanah pada vegetasi dan kedalaman tanah yang berbeda relatif sama, tetapi peubah kemasaman tanah lainnya menunjukkan bahwa tanah vegetasi paku laut memiliki potensi kemasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Kesuburan dan sifat fisik tanah vegetasi paku laut lebih mendukung untuk lahan budidaya tambak daripada vegetasi lainnya (bakau, api-api, nipah. Kualitas tanah pada setiap vegetasi relatif sama pada kedua kedalaman, kecuali tanah vegetasi paku laut dan api-api yang memiliki pH dan kandungan PO4 yang

  14. DAMPAK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Acacia crassicarpa DI LAHAN GAMBUT TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN DAN LAJU PENURUNAN PERMUKAAN TANAH (The Impact of Development of Industrial Plantation Forest Acacia crassicarpa in Peatland Towards the Maturity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Lisnawati

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan hutan tanaman di lahan gambut tidak terlepas dari sorotan isu negatif lingkungan terkait dengan penurunan kedalaman muka air tanah, sehingga terjadi perubahan ekosistem asli. Kegiatan reklamasi lahan untuk HTI Acacia crassicarpa dalam jangka panjang disinyalir akan menimbulkan dampak negatif terhadap perubahan karakteristik tanah gambutnya seperti tingkat kematangan dan laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden. Kajian mengenai dampak pembangunan HTI di lahan gambut terhadap tingkat kematangan dan laju subsiden perlu dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi exsisting daya dukung lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan gambut baik secara vertikal (berdasarkan kedalaman gambut maupun secara horizontal (berdasarkan jarak dari bibir kanal dan mengetahui laju subsiden sebagai dampak dari reklamasi lahan gambut menjadi HTI A. crassicarpa. Penelitian dilakukan di PT AA, Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak, Riau. Plot penelitian ditempatkan dalam satu transek sepanjang 100 m yang dibuat tegak lurus dengan kanal tersier, terdapat 12 plot dan dalam satu transek terdapat 3 titik pengamatan sehingga total titik pengamatan adalah 36 titik. Parameter yang diamati adalah dinamika kedalaman muka air tanah, nilai kadar serat tanah gambut dan laju subsiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan kedalaman muka air tanah gambut di lokasi penelitian hanya mempengaruhi tingkat kematangan gambut pada kedalaman kurang dari 2 m, sedangkan jarak kanal tersier sebesar 125 m tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat kematangan gambut. Pada kedalaman kurang dari 2 m tingkat kematangan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Pembangunan HTI A. crassicarpa di lokasi penelitian menyebabkan laju subsiden sebesar rata-rata 5,5 cm/tahun.  ABSTRACT The establishment of forest on peat areas is insepatable from the glare of the negative environmental issues associated

  15. Efektifitas Pemberian Ramuan Jahe (Zingibers officinale dan Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Haid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlaili Ramli

    2017-05-01

    Full Text Available As many as 72% of women reported experiencing Dysmenorrhea, 38% require treatment, 15% of them had to leave school or work during menstruation. In nonpharmacologic giving herbs may help reduce menstrual pain. Plants that can reduce pain is Zingibers Rosc Officinale, rhizome sections to function as an analgesic, antipyretic and anti-inflammatory. Rosella can also reduce pain and inflammation at the time of dysmenorrhea. This study aims to determine the differences in the level of pain on a group of teens who received the herb ginger and groups of teenagers given Rosella tea. The study design is a quasi-experiment with pretest-posttest design nonrandomized, do start. The sample is a student of midwifery experience dysmenorrhea amounted to 177 people, 57 groups, and 60 people ginger herb Rosella tea group and the control group of 60 people. The study began in May 2015. Research and herb ginger tea separately Rosella very effective in reducing menstrual pain intensity at 24.48 and 72 hours, but there is no difference in the pain scale before and after getting the herb ginger and Rosella tea. Conclusions and Recommendations: There is no difference between the herb ginger pain scale and Rosella tea before and after treatment. It is recommended that health workers can provide health education to adolescents by using herbs to reduce menstrual pain.  Keywords:   Dysmenorrhea, ginger herb, tea Rosella  Sebanyak 72% wanita dilaporkan mengalami dismenorhea, 38% memerlukan pengobatan, 15 % diantaranya harus meninggalkan sekolah atau pekerjaan selama menstruasi. Secara nonfarmakologis pemberian rempah-rempah dapat membantu mengurangi nyeri haid. Tanaman yang dapat mengurangi nyeri adalah Zingibers Officinale Rosc, bagian rimpangnya berfungsi sebagai analgesik, antipiretik dan anti inflamasi. Rosella juga dapat mengurangi nyeri dan inflamasi pada saat dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri pada kelompok remaja yang

  16. Pengaruh Pemberian Cendawan Endofit Asal Tanaman Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit Pada Tanah Terinfeksi Ganoderma Spp.

    OpenAIRE

    Kurniawan, Rendi; pinem, Mukhtar iskandar; lisnawita, lisnawita

    2017-01-01

    Penggunaan mikroorganisme antagonis merupakan salah satu alternatif pencegahan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganodermaspp. pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cendawan endofit asal tanaman kelapa sawit yang berpotensi sebagai agens biokontroluntuk mengendalikan Ganodermapadapembibitan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian USU pada Juni 2015 sampai Januari 2016 menggunakanRancanganAcakKelompoknon faktori...

  17. KAJIAN ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH PEMANFAATAN AIR TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acep Hidayat

    2017-02-01

    Full Text Available Perkembangan pertumbuhan kota meningkat sehingga fenomena yang berkaitan dengan sumber daya air semakin meningkat. Pertumbuhan penduduk setiap tahun bertambah menyertai pertumbuhan kota, menjadikan pemanfaatan air tanah semakin meningkat. Fenomena yang terjadi adalah bahwa ketersediaan lahan untuk prosesnya terjadinya resapan air ke dalam tanah semakin berkurang, dimana luasan lahan yang ada sangat tidak mencukupi resapan air ke dalam tanah. Di samping itu, resapan air ke dalam tanah dipengaruhi tingkat permeabilitas dari jenis tanah pada lingkungan daerah sekitar resapan. Akibat dari jumlah resapan air ke dalam tanah yang tidak seimbang dengan jumlah pemakaian air tanah yang digunakan mengakibatkan terjadinya penurunan muka air tanah dengan disertai penurunan lapisan tanah. Bila hal ini terjadi secara terus menerus menjadikan elevasi permukaan tanah akan lebih rendah dari permukaan laut. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, maka penelitian ini melakukan kajian tingkat permeabilitas daya resap air untuk macam jenis tanah dengan melakukan tes-tes tanah, sehingga dapat diketahui titik imbang antara jumlah air tanah yang dapat diambil dengan air yang dapat meresap ke dalam tanah. Berdasarkan perhitungan curah hujan didapat bahwa besar curah hujan dalam satu tahun sebesar 54.56 m3/detik dan yang meresap hanya 5.37 m3/detik atau 9.84 %. Hal ini menunjukkan bahwa jenis tanah di sekitar wilayah penelitian berjenis lanau dan clay, sehingga mempunyai angka pori yang kecil. Dengan kondisi tersebut maka wilayah tersebut dapat diprogramkan dengan membuat folder-folder tampungan, sumur-sumur resapan, lubang-lubang biopori dan lainya.

  18. Uji Angka Paling Mungkin (APM) Coliform pada Teh Kering Dalam Kemasan

    OpenAIRE

    Gaol, Patma Lumban

    2017-01-01

    142410054 Teh kering dalam kemasan adalah produk teh kering tunggal atau campuran dari teh hitam, teh hijau, teh putih dan atau teh beraroma lain yang harus memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian ini bertujuan untuk memeriksa adanya bakteri coliform pada teh kering dalam kemasan dengan persyaratan SNI yang berlaku. Pengujian bakteri coliform dilakukan dengan metode Angka Paling Mungkin (APM) Coliform menggunakan metode tiga tabung berdasarkan metode MA Supp 69/MIK/0...

  19. Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mela Faridlah

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. Research on volcanic residual soil characteristics using magnetic methods and geotechnic methods was carried out on a stable slope and landslide slope are located in Langensari Lembang west Bandung, West Java Province. This study are intended to describe the characteristics of the magnetic susceptibility and residual volcanic soil engineering parameters. Geotechnical characteristics were determined by physical properties tests such as bulk density test, wet density, dry density, water content, degree of saturation and porosity

  20. Near-infrared emission bands of TeH and TeD

    Science.gov (United States)

    Fink, E. H.; Setzer, K. D.; Ramsay, D. A.; Vervloet, M.

    1989-11-01

    High-resolution emission spectra of TeH and TeD have been obtained in the region 4200 to 3600 cm -1 using a Bomem DA3.002 Fourier transform spectrometer. Analyses are given for the 0-0 and 1-1 bands of the X 22Π{1}/{2}-X 12Π{3}/{2} system of TeH and for the 0-0 band of TeD. In addition the 2-0 vibrational overtone bands of 130TeH, 128TeH, and 126TeH are observed and analyzed. Accurate molecular constants are given for the first time.

  1. KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risda Muli

    2016-03-01

    Full Text Available Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh penambangan minyak bumi berpengaruh terhadap lingkungan, vegetasi, dan kelimpahan arthropoda. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran minyak bumi di tanah terhadap komunitas Arthropoda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lokasi eksplorasi minyak bumi. Kelembapan, pH, suhu tanah, dan kadar TPH tanah diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arthropoda. Penelitian dilakukan di sumur minyak bumi Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Arthropoda dikoleksi menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, pengambilan sampel dilakukan di 96 titik. Identifikasi arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah menggunakan metode Gravimetri dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi minyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada eksplorasi oleh masyarakat. Kelembaban dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembaban, dan suhu tanah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arhtropoda. Rata-rata indeks keanekaragaman arthropoda tergolong rendah dengan nilai indeks kurang dari 1. Soil contamination caused by the extraction of petroleum affects the environment, vegetation, and abundance of arthropods. Therefore, it is necessary to study the impact of oil pollution on the ground against arthropod community. The research has conducted to determine the differences of terrestrial arthropod around petroleum exploration. Moisture, pH, temperature, and soil TPH (Total Petroleum Hydrocarbon

  2. PERAN REVEGETASI TERHADAP RESTORASI TANAH PADA LAHAN REHABILITASI TAMBANG BATUBARA DI DAERAH TROPIKA (The Role of Revegetation on the Soil Restoration in Rehabilitation Areas of Tropical Coal Mining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyono Agus

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertambangan batubara terbuka menyebabkan degradasi lahan, sehingga perlu upaya rehabilitasi lahan melalui program revegetasi. Penelitian dilakukan di areal PT. Berau Coal  pada site Binungan, Lati dan Sambarata, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap ber-blok dengan umur revegetasi sebagai perlakuan, tiga kali ulangan dan tiga site sebagai blok. Pemilihan lokasi menggunakan metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan pada umur pengolahan lahan revegetasi, meliputi S1 : area hutan sebelum ditambang (rona awal, S2 : revegetasi awal, umur tanaman  5 tahun. Pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0–20 dan 20-40 cm pada setiap perlakuan di ketiga lokasi, selanjutnya dianalisis sifat fisik dan kimianya. Tanah Typic Hapludult pada lahan hutan sebelum ditambang batubara secara terbuka (S1,  rona awal mempunyai kadar C-organik (1,87 %, N-total (0,14 %, P-tersedia (31,40 ppm, K-tertukar (0,11 me/100g, pH (3,98, KTK (10,72 me/100g dan kejenuhan basa (17 %. Penambangan terbuka batubara telah menyebabkan lapisan bawah dan  permukaan tanah menjadi terbongkar dan terjadi penurunan kualitas tanah yang sangat drastis. Penimbunan lahan dengan media tanah permukaan sebelumnya, telah cukup  mampu memperbaiki sifat-sifat tanah tertambang namun belum sesuai sebagai media pertumbuhan, serta sangat rentan terhadap degradasi lahan lebih lanjut. Revegetasi menggunakan tanaman pionir, cepat tumbuh dan adaptif seperti Sengon, Akasia, Sungkai, Melina, Angsana, Jarak serta Legume Cover Crop (LCC pada area bekas tambang  batubara memberikan pengaruh yang  nyata terhadap peningkatan kandungan C-organik, N-total dan  pH tanah. Revegetasi menggunakan spesies cepat tumbuh setelah berumur 5 tahun telah mengembalikan bahkan memperbaiki sifat kimia tanah dibanding dengan kondisi pada hutan tropika basah sebelum dilakukan penambangan terbuka.   ABSTRACT Open coal mining

  3. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEH INDONESIA KE NEGARA INGGRIS 1979-2012

    OpenAIRE

    Muhammad Chadhir

    2017-01-01

    Salah satu hasil perkebunan di Indonesia adalah komoditi teh yang mempunyai kontribusi penting dalam menghasilkan devisa negara. Fluktuasi pada ekspor teh Indonesia secara keseluruhan baik volume maupun nilai ekspor teh Indonesia, ternyata tidak mempengaruhi besarnya ekspor teh Indonesia ke negara Inggris, besarnya ekspor teh yang dikirim dari tahun 2007-2012 mengalami kenaikan secara kontinyu dibandingkan dengan negara tujuan utama ekspor teh Indonesia lainnya yang mengalami fluktuasi. Hanya...

  4. PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP MUTU MINUMAN INSTAN DARI TEH KOMBUCHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risa Meutia Fiana

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi maltodekstrin yang tepat untuk membuat minuman instan teh kombuca dan menciptakan variasi jenis olahan teh kombucha.  Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi maltodekstrin yang digunakan pada minuman instan teh kombuca.Konsentrasi maltodekstrin yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL. Data dianalisa secara statistika dengan uji F dan jika berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT pada taraf nyata 5%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik yang digunakan untuk membuat minuman instan teh kombucha adalah 20%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik dipilih berdasarkan kadar antioksidan dan polifenol dari minuman instan teh kombucha. Analisa kimia minuman instan teh kombucha dengan menggunakan maltodekstrin sebanyak 20 % adalah kadar air 6,39%, pH 3,12, kadar asam laktat 0,15%, vitamin C 0,16 %, antioksidan 10,39% dalam 100 ppm dan kadar polifenol 41,3% dalam 100 ppm.

  5. Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Genjer (Limnocharis flava (L. Buch di Kabupaten Pangandaran Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liberty Chaidir

    2016-12-01

    Full Text Available Genjer merupakan tanaman yang tumbuh liar di area persawahan, rawa, atau sungai yang keberadaannya sering dianggap sebagai gulma. Tanaman genjer memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan penyerap logam berat dalam tanah dan sebagai obat yang memiliki banyak kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan karakter agronomi untuk mengetahui hubungan kekerabatan tanaman genjer antar daerah di Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran pada Mei sampai Oktober 2015. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi purposive sampling pada 77 aksesi genjer yang diambil dari Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman fenotipik yang luas pada karakter morfologi ujung daun, warna batang, tekstur daun, warna daun, panjang lekukan bawah daun, warna kelopak bunga dan warna bunga. Karakter agronomi yang mempunyai keragaman yang luas ialah tinggi tanaman, jumlah batang per rumpun, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah bunga dan diameter batang. Tanaman genjer di Kabupaten Pangandaran memiliki kekerabatan yang jauh dengan rentang jarak Euclidian 0,48 sampai 10,17. Aksesi yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu Ciakar (001 dengan jarak Euclidian 10,17, sedangkan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat yaitu Cikalong (003 dan Cikalong (004 dengan jarak Euclidian 0,48. Genjer or Yellow velvetleaf is a plant that grows wild in lowland area, swamp or river which existence is considered as a weed. Genjer has a lot of benefits, such as material absorbent for heavy metals in the soil and medicine that has a lot of nutrition. This study aimed to determine the variety of morphological and agronomic characters of Genjer in Pangandaran Regency and to determine the genetic relationship of genjer between regions in Pangandaran. The research was conducted in the Pangandaran Regency on May to October 2015. The method used purposive sampling

  6. Infrared and near infrared emission spectra of TeH and TeD

    Science.gov (United States)

    Yu, Shanshan; Shayesteh, Alireza; Fu, Dejian; Bernath, Peter F.

    2005-04-01

    The vibration-rotation emission spectra for the X2Π ground state and the near infrared emission spectra of the X2Π 1/2- X2Π 3/2 system of the TeH and TeD free radicals have been measured at high resolution using a Fourier transform spectrometer. TeH and TeD were generated in a tube furnace with a DC discharge of a flowing mixture of argon, hydrogen (or deuterium), and tellurium vapor. In the infrared region, for the X2Π 3/2 spin component we observed the 1-0, 2-1, and 3-2 vibrational bands for most of the eight isotopologues of TeH and the 1-0 and 2-1 bands for three isotopologues of TeD. For the X2Π 1/2- X2Π 3/2 transition, we observed the 0-0 and 1-1 bands for TeH and the 0-0, 1-1, and 2-2 bands for TeD. Except for a few lines, the tellurium isotopic shift was not resolved for the X2Π 1/2- X2Π 3/2 transitions of TeH and TeD. Local perturbations with Δ v = 2 between the two spin components of the X2Π state of TeH were found: X2Π 1/2, v = 0 with X2Π 3/2, v = 2; X2Π 1/2, v = 1 with X2Π 3/2, v = 3. The new data were combined with the previous data from the literature and two kinds of fits (Hund's case (a) and Hund's case (c)) were carried out for each of the 10 observed isotopologues: 130TeD, 128TeD, 126TeD, 130TeH, 128TeH, 126TeH, 125TeH, 124TeH, 123TeH, and 122TeH.

  7. PERAN GANDA PEREMPUAN PEMETIK TEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Kusumawati

    2013-04-01

    Full Text Available Tingkat sosial ekonomi keluarga yang rendah membuat perempuan memiliki peran ganda. Terbatasnya lapangan kerja di pedesaan, ketrampilan yang terbatas dan pendidikan yang rendah menjadikan pemetik teh sebagai pilihan pekerjaan para perempuan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana pembagian waktu perempuan pemetik teh sebagai efek dari beban ganda dan bagaimana kondisi sosial ekonominya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di desa Keteleng, Batang yang berlokasi di dekat perkebunan teh PT Pagilaran dimana  banyak perempuan desa ini yang menjadi pemetik teh. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan dalam pengambilan data. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis data dilakukan dengan analisis interpretatif. Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan dengan peran ganda, memiliki waktu domestik dan waktu publik yang berdampak dalam kehidupannya. Hal ini berpengaruh pada kondisi sosial, dimana perempuan pemetik teh tetap memiliki interaksi sosial yang baik dengan keluarga, bahkan memperluas pergaulan dengan masyarakat. Dari segi ekonomi, profesi sebagai perempuan pemetik teh tidak menaikkan kesejahteraan secara signifikan karena rendahnya upah yang diterima. Namun dengan kemandirian ekonominya, perempuan ini memiliki peran yang aktif dalam pengambilan keputusan di keluarga. Tuntutan sosial ekonomi yang dibebankan kepada perempuan ini juga mendorong masyarakat untuk tidak bertindak diskriminatif. Levels of low socioeconomic families lead women to have double roles. Limited employment opportunities in rural areas, limited skills and low education make tea picking as the most possible work for women. The objective of this study is to describe the time division of women tea pickers and their social and economic conditions. The study used a qualitative approach and specifically phenomenology. The study site is in the village Keteleng, Batang

  8. POSMODERNISME DALAM IKLAN TEH “JAVANA”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adji Nugroho

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Pesatnya perkembangan periklanan Indonesia ditandai dengan banyaknya iklan di media televisi. Produk makanan dan minuman memanfaatkan iklan untuk saling bersaing dengan kompetitor. Minuman dalam kemasan menjadi populer khususnya teh yang paling banyak dikonsumsi selain air mineral. Beberapa produk teh dalam kemasan menampilkan iklan yang mengusung konsep kesegaran, aktivitas, serta kehidupan era kini. Teh “Javana” memiliki konsep iklan yang berbeda dengan iklan produk serupa. Iklan ini menampilkan perpaduan budaya tradisional dengan budaya kekinian yang dikemas dalam satu bingkai. Perbedaan konsep visualisasi dibanding dengan iklan sejenis serta penggunaan dua budaya di atas mendorong peneliti menemukan maksud di balik konsep iklan dengan menggunakan pendekatan posmodernisme, yang dibatasi pada idiom estetik: dekonstruksi, hiperrealitas, simulasi, intertekstualitas, kitsch, dan pastiche. Proses analisis dimulai dari pengamatan iklan audio visual, dilanjutkan penjabaran dengan mengambil beberapa elemen yakni gambar, teks, dan audio dalam posisi waktu yang ditentukan. Hasil analisis elemen-elemen digabungkan menjadi satu, kemudian disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya garis besar posmodernisme dalam iklan teh “Javana” melalui idiom-idiom estetik di atas, yang menciptakan kontradiksi dan paradoks terkait budaya tradisi dan budaya kini. Kata Kunci: budaya, iklan, teh, posmodernisme, idiom estetik Abstract The fast growth of Indonesian advertising is shown by a lot of ads on television medium. The food and beverage products use ad to compete against the competitors. The beverage which included in Ready To Drink (RTD category becomes popular, especially tea as the most widely consumed besides mineral water. Some bottled tea products show the ads with concept of freshness, activity, and contemporary lifestyle. “Javana” Tea has different ad concept with the similar products. This ad shows the blend of traditional

  9. Efektivitas Pupuk Organik Dan Pupuk N Pada Pertumbuhan Bibit Eboni (Diospyros Celebica Bakh.)

    OpenAIRE

    Siregar, Hartutiningsih M; Utami, Ning Wikan

    2002-01-01

    Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan tanaman keras dan termasuk jenis kayu mewah yang tumbuh alami di Sulawesi.Masalah yang dihadapi adalah pertumbuhan bibit yang lamban sehingga diperlukan percobaan tentang media pertumbuhan bibit yang sesuai. Bahan yang digunakan adalah bibit eboni berumur 6 bulan dengan pertumbuhan seragam.Percobaan I: Bibit ditanam pada polybag berkapasitas 5 kg yang masing-masing berisi campuran media tanam yakni A (tanah); B (tanah:kompos = 1:1); C (tanah:pupuk ka...

  10. ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN PENYERTIFIKATAN TANAH (KASUS DAERAH KECAMATAN SALAM KABUPATEN SLEMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Su Ritohardoyo

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Pemilikan tanah sangat rawan terhadap terjadinya sengketa di masyarakat perkotaan maupun perdesaan. Konsekuensinya, pemilik tanah sangat mutlak memiliki sertifikat tanah. Namun demimian, banyak tanah di perdesaan belum atau tidak bersertifikat, akibat sebagian besar pemilik tanah menghadapi banyak kendala sosial ekonomi untuk mensertifikatkan tanah. Pemasalahan ini mendasari tujuan pene,itian untuk mengungkap keterkaitan dengan faktor-faktor sosial ekonomi pemegang hak tanah dengan minat penyertifikatan tanah yang dikuasai, antar daerah yang berbeda aksesbilitasnya terhadap kota. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Salam menggunakan metode survei. Responden penelitian adalah kepala keluarga (KK penguasa tanah baik yang sudah atau belum memiliki sertifikat tanah. Penentuan sampel secara quota sampling berdasar tingkat aksesbilitas desa terhadap kota. Jumlah sampel responden secara total 120 KK, yang diambil 60 KK di setiap sampel desa yang berbeda aksesbilitas. Data identitas sosial ekonomi rumah tangga, persepsi tentang sertifikat tanah, dan minat untuk mensertifikatkan tanah, dikumpulkan menggunakan teknik wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji statistic analisi regresi ganda dan uji beda rata-rata yakni uji ‘t’. Hasil penelitian menunjukkah bahwa luas tanah hak rakyat yang bersertifikat baru sekitar 58 persen. Pelaksanaan program penyertifikatan tanah secara masal belum sepenuhnya berhasil, ditunjukkan dari tanah bersertifikat di daerah aksesbilitas rendah, lebih sedikit (29% daripada di daerah aksesbilitas tinggi (71%. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang sertifikat tanah, sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan di setiap daerah yang berbeda aksesbilitas. Tingkat persepsi masyarakat terhadap biaya pengurusan dan waktu penyelesaian sertifikat tanah, secara keruangan bervariasi. Pengaruh tingkat pendidikan terhadap persepsi, hanya berlaku pada masyarakat di daerah aksesbilitas rendah; sedangkan pengaruh

  11. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPASIAL Land Suitability Assessment Of Corn (Zea mays L. Using Spasial Analysis Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruslan Wirosoedarmo

    2012-05-01

    Full Text Available Land suitability assessment was needed to plan productive and sustainable land use. The aim of this research was to de- liver an informative data about land suitability of corn using spatial analysis model. The research was conducted from July 2007 to January 2008, located in Blitar district. The land survey and analysis covered several parameters needed for suitability assessment for corn such as temperature, rainfall, soil drainage, soil texture, pH, effective depth of soil, organic- C, soil content, Cation Exchange Capacity of clay, slope, altitude, and erosion endangered. The land suitability classes were classified into four classes, those were very suitable, suitable, marginally suitable, and not suitable. The data were finally analyzed using Map Calculator in Arc View GIS Software.The results showed that there were three classes of land suitability for corn i.e. very suitable, suitable and marginally suitable which accounted for 85 %, 10 %, and 5 % of 150.96 hectare areas in Blitar. The suitable class mainly located in the northern of Blitar district, while the marginally suitable class mostly located in more than 1200 meters height above sea level covered 10, 117, and 52 hectares area of Wlingi, Gandusari, and Doko county area respectively. ABSTRAK Evaluasi kesesuaian lahan diperlukan untuk perencanaan penggunaan lahan yang produktif dan lestari. Tujuan peneli- tian adalah untuk menyajikan data dan informasi tentang evaluasi kesesuaian lahan bagi tanaman jagung menggunakan model analisa spasial. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2007 sampai bulan Januari 2008. Lokasi penelitian dilaksanakan di Blitar, Jawa Timur. Data yang diperlukan meliputi data spasial berupa peta kontur dan peta jenis tanah skala 1:25000 serta data atribut berupa data klimatologi wilayah dan hasil pengamatan lapangan terhadap sifat fisik, morfologi dan kimia tanah. Parameter kesesuaian untuk tanaman jagung yang ditetapkan meliputi temperatur, curah hujan

  12. Pembuatan Pewarna Biru Dari Tanaman Indigofera tinctoria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Lestari

    2016-04-01

    Full Text Available Tanaman Indigofera yang terdapat di beberapa daerah di persada nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dll menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi SDA yang melimpah yang dikaitkan dengan perbendaharaan sumber pewarna alami. Sementara itu telah dilakukan percobaan pengambilan zat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan ranting tanaman Indigofera terdapat zat warna alam yang mengandung senyawa indigoida dengan struktur >N-H dan kromofor gugus carbonyl (>C == 0.Daun dan ranting tanaman Indigo/era segar direndam dalam air dengan perbandingan 1: 5. Ekstrak larutan dibuat suasana alkalis dengan penambahan kapur untuk mengendapkan indigo.Dari hasil percobaan ternyata bahwa kondisi optimum pembuatan pasta indigo dari daun segar tanaman Indigofera tinctoria adalah pada penggunaan kapur/alkali 30 g/kg daun, dengan waktu fermentasi antara 24 - 48 jam (24 jamTanaman Indigofera yang terdapat di beberapa daerah di persada nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera dll menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi SDA yang melimpah yang dikaitkan dengan perbendaharaan sumber pewarna alami. Sementara itu telah dilakukan percobaan pengambilan zat warna indigo dari daun dan ranting tanaman liar Indigofera tinctoria secara fermentasi dingin. Dalam daun dan

  13. Analisis Kandungan Timbal (Pb Pada Daun Tanaman Teh (Camellia sinensis O.K dan Tanah Perkebunan Teh yang Berada Di Kawasan Puncak Malino

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dirgadwijuarti Azis

    2012-04-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFDescriptive research was done to know the contents of lead (Pb in tea leaf (Camellia sinensis at top, under hills as well as soil of tea plantation at top and under the hills in Malino district. The Variable of these researches was lead content in tea leaf at top and under the hills. Another variable was soial of tea plantation at the top and under hills. The samples were taken from six stations, which were 1, 2, and 3 stations at top hill and 4, 5 and 6 stations at under hill. The leaf sample that taken was small sprout. Lead content was analyzed by using Absorption Automatic Spectrophotometer.  The results showed that mean content of lead in tea leaf at top hill was 3,4 µg/kg and mean content of lead at under hill was 5,7 µg/kg. The mean content of soil at top hill was 8,4 µg/kg and the average Pb content of soil at under hill was 7,5 µg/kg. After calculated by Mann-Whitney test found that there was difference Pb between concentration in the leaves on tea plants at top and under hills. There was no differences between lead concentration in soil at the top and under of hills. Test correlation with Spearman Rank found that there was correlation between Pb contents in the leaf of tea plants on the hill with soil at the hill. Study also showed that no correlation between lead content at tea leaf and soil at under of the hill.   Key words: Tea leaf (Camellia sinensis,  lead (Pb,  Malino tea plantation.

  14. Konsolidasi Tanah: Studi Kasus Kecamatan Gedebage, Kota Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marenda Ishak S

    2011-06-01

    Full Text Available To create equal distribution of development, Gedebage region was developed as activity centre initiated by building a Sport Centre. In order to do so, a land consolidation program to collect citizen land was launched.  The program was carefully designed to protect people’s right on land and support the whole process. This study examines Land Consolidation Program. The research is carried out by Participatory Rural Appraisal (PRA approach, using focus group discussion to collect data. The research showed that land consolidation activity was failed due to the absence of land legal document, lack of people participation and lack of government roles. Guna menciptakan pemerataan pembangunan, wilayah Gedebage dikembangkan sebagai pusat aktivitas yang diawali dengan pembangunan Pusat Olahraga (Sport Centre. Untuk itu, program konsolidasi tanah guna mengumpulkan tanah warga diluncurkan. Program tersebut dirancang dengan cermat untuk melindungi hak warga atas tanah, serta mendukung keseluruhan proses. Kajian ini meneliti Program Konsolidasi Tanah Gedebage, dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA, yang menggunakan diskusi kelompok terarah guna mengumpulkan data. Hasilnya, terlihat bahwa aktivitas konsolidasi tanah telah mengalami kegagalan karena ketiadaan dokumen legal menyangkut status tanah, kurangnya partisipasi penduduk, dan lemahnya peran pemerintah.

  15. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEH INDONESIA KE NEGARA INGGRIS 1979-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Chadhir

    2017-06-01

    Full Text Available Salah satu hasil perkebunan di Indonesia adalah komoditi teh yang mempunyai kontribusi penting dalam menghasilkan devisa negara. Fluktuasi pada ekspor teh Indonesia secara keseluruhan baik volume maupun nilai ekspor teh Indonesia, ternyata tidak mempengaruhi besarnya ekspor teh Indonesia ke negara Inggris, besarnya ekspor teh yang dikirim dari tahun 2007-2012 mengalami kenaikan secara kontinyu dibandingkan dengan negara tujuan utama ekspor teh Indonesia lainnya yang mengalami fluktuasi. Hanya pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 8934,1 ton yang sebelumnya pada tahun 2009 sebesar 9843,3 ton. Data dalam penelitian ini adalah data runtut waktu yang diolah dan dianalisis menggunakan regresi linier (OLS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurs riil rupiah terhadap dollar AS, harga riil teh internasional, GDP riil Inggris terhadap ekspor teh Indonesia ke negara Inggris. Hasil penelitian menunjukkan variabel kurs riil rupiah terhadap dollar AS berpengaruh positif dan signifikan, harga riil teh internasional berpengaruh positif dan signifikan, GDP riil Inggris berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor teh Indonesia ke negara Inggris. Upaya meningkatkan ekspor teh Indonesia negara ke Inggris, maka diperlukanya penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS, penambahan kuota ekspor teh Indonesia ke Inggris, dan perbaikan produk teh Indonesia baik dari segi kualitas maupun kuantitas.  One of the results of estates in indonesia is commodities tea have important contributions in producing state foreign exchange. Fluctuations on the export of tea indonesia in the overall good of the volume and the value of indonesia exports of tea, Did not affect the size of the indonesia exports of tea into a country england, the size of the tea exports sent from 2007-2012 years increased continuously compared to the destination country main export tea other indonesian that experienced fluctuations. Only in the year 2010 decreased by 8934,1 tons

  16. MODEL TANAMAN HORTIKULTURA ORGANIK PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS PERTANIAN TERPADU UNIVERSITAS LANCANG KUNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifa Siswati

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian ini mengetahui model pertanian tanaman hortikultura organic  .Pertanian organik merupakan suatu usahatani untuk melakukan pemberian pupuk berasal dari urin sapi dan tidak mengandung zat kimia . ini berarti limbah yang dihasilkan akan dimanfaatkan kembali menjadi sumberdaya yang dapat menghasilkan.  Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah menemukan tanaman hortikultura organik. Mengetahui pendapatan jenis hortikultura.menerapkan pengembangan agribisnis tanaman unggulan dengan   pupuk urin sapi di lahan  dengan pertanian terpadu memiliki manfaat ekonomis dan ekologis.Metode penelitian adalah ekperimen , dilakukan penanaman tanaman hortikultura kangkung,timun, pare, gambas Unit Pelaksana Teknis Univ.Lancang Kuning kota Pekanbaru. Penelitian ini  dapat memberikan model tanaman hortikultura organic serta  mengurangi biaya pupuk tanaman.Hasil penelitian Model tanaman kacang panjang diberikan pupuk urin sapi  yang terbaik. penaman sayur di Unit Pelaksana Teknis  Pertanian terpadu diperoleh hasil tanaman dengan pemakaian pupuk urin cair terjadi peningkatan berat tanaman .Pendapatan pertanian terpadu Rp 514.000- per periode.Key word: pupuk cair, hortikultura,pendapatan 

  17. Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 50% terhadap Glukosa Darah Tikus Putih

    OpenAIRE

    TANA, SILVANA; ISDADIYANTO, SRI

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% terhadap kondisi glukosa darah dengan variasi waktu fermentasi. Teh kombucha termasuk pangan fungsional karena memiliki karakteristik sensori seperti penampakan, warna, tekstur, atau konsistensi dan citarasa yang dapat diterima oleh konsumen. Hewan uji yang dipakai adalah tikus putih (Rattus norvegicus)jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 ha...

  18. Uji Kualitas Mikrobiologis Minuman Teh Poci yang Dijual Pedagang Kaki Lima di Pasar Raya Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Genta Pradana

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Minuman Teh Poci merupakan produk minuman yang berkembang pesat dan banyak dijual oleh pedagang kaki lima di Padang terutama di Pasar Raya kota Padang. Penjualan Teh Poci oleh pedagang kaki lima di Pasar Raya tidak mengikuti sistem franchise yang mempunyai standar kebersihan penyajian menyebabkan proses pembuatan Teh Pociyang  dijual di Pasar Raya tidak terjamin kebersihan penyajianya. Tujuan penelitian ini adalah menguji kualitas mikrobiologis  minuman Teh Poci yang dijual pedagang kaki lima di Pasar Raya Padang. Minuman yang diperiksa adalah minuman Teh Poci yang dijual di sepanjang jalan Pasar Raya dengan mengambil 13 sampel. Penelitian dilakukan dari bulan November 2011- September 2012 dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN yang terdiri dari tes penduga dan tes konfirmasi. Dari 13 sampel minuman yang diperiksa seluruh sampel tersebutmengandung bakteri Coliform. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adalah kebersihan penjual minuman dalam menutup kemasan minuman, kurangnya higiene perseorangan, lokasi penjualan di tengah pasar, es batu yang tidak bersih, dan alat-alat yang digunakan. Kesimpulan penelitian ini ialah minuman Teh Poci yang dijual di Pasar Raya Padang tidak memenuhi standar kualitas mikrobiologis air minum yang sudah ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan tahun No. 492 tahun 2010.Kata kunci: pedagang kaki lima, teh Poci, higieneAbstract Teh Poci has become popular nowadays. There is a significant movement of Teh Poci street sellers in Padang especially in Pasar Raya Padang. Teh Poci street sellers in Pasar Raya do not buy the franchise system which has the appropriate standard for food serving. The Teh Poci stands are also located in the middle of traditional market which cause the serving to the society do not fulfill the sanitary standard.One of the indicators of water contamination is by measuring the amount of the coliform bacteria presents in water.  The objective of this study was to do

  19. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN AKUMULASI MINERAL TANAH PADA BANGUNAN SARANG RAYAP TANAH Macrotermes gilvus Hagen (BLATTODEA: TERMITIDAE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Subekti

    2012-03-01

    Full Text Available Rayap Macrotermes gilvus Hagen mempunyai peranan ekologis rayap tanah M. gilvus sebagai degradator primer di dalam hutan, eksplorasi perananannya sebagai agen biologis dalam perbaikan vegetasi dan perbaikan kualitas tanah. Rayap dapat memodifikasi sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian tentang kandungan bahan organik telah dilakukan dengan analisis proksimat (metode Weende, sementara akumulasi mineral tanah menggunakan metode X-Ray berdasarkan Analysis Program Cristallynity. Rayap M. gilvus Hagen merupakan komponen penting dalam memodifikasi beragam mineral dari tanah disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara komposisi mineral tanah dalam sarang rayap M. gilvus Hagen dengan mineral tanah disekitar sarang. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik dalam bangunan sarang menghasilkan sebesar 98.33% dan padatannya 1.67%. Padatan ini terdiri dari karbohidrat sebesar 3.16%, abu 4.19%, lemak 23.95%, protein sebesar 39.52%, dan sisanya 29.18% berupa mineral-mineral. Bangunan sarang rayap yaitu SiO2 dan Despujolsite yang dibawa dari lingkungan sekitar kedalan bangunan sarang. Unsur-unsur yang lain diperoleh dari sebagian material yang berasal dari saliva, humus dan tanah sekitar sarang. The termite Macrotermes gilvus Hagen plays an ecological role. Subterranean termites M. gilvus is considered as the primary degradator in the forest, and therefore the exploration of its role as the biological agent to recover the vegetation and soil quality might be useful. Termites could modify the physical and chemical nature of soil. M. gilvus Hagen was an important component in modifying various minerals of the surrounding soil.  Research on the content of the organic materials had been proximat analysis (Weende methode, and the accumulation of soil mineral structure in the mound with X-Ray Methode (Analysis Program Cristallynity 2006. The result of the research indicated that there was significant difference

  20. ROLE OF SOIL AS A RESERVOIR OF DISEASE = PERAN TANAH SEBAGAI RESERVOIR PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nugroho

    2015-03-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractSoil is home to biodiversity where 25% of the Earth’s species live in the soil. Soil can provide ecosystem function through complex interactions between organisms in the soil and the soil itself as soil formation, water filtration, as well as providing useful compounds. However, the soil can be a reservoir of disease in humans. This is because the soil is the recipient of the solid waste that causes contamination of soil that may contain hazardous organic and inorganic materials as well as pathogenic microorganisms. The spread of disease-causing agents through the soil can occur as a result of floods, strong winds or transporting soil from endemic areas to other regions. Pathogens that have caused the role of soil-borne diseases are divided into two groups: Euedaphic Pathogenic Organisms (EPOs and Soil Transmitted Pathogens (STP. Prevention efforts need to avoid the spread of disease from soil to human beings as to conduct remediation of soils contaminated with hazardous chemicals as well as efforts to provide a disinfectant, and sanitary environment to prevent contamination of pathogenic microorganisms in the soil.INDONESIANAbstrakTanah merupakan tempat tinggal bagi keragaman hayati dimana 25% dari spesies bumi tinggal di tanah. Tanah dapat berfungsi menyediakan ekosistem melalui berbagai interaksi yang kompleks antara organisme dalam tanah dan tanah itu sendiri seperti pembentukan tanah, penyaringan air, maupun penyediaan senyawa yang bermanfaat. Namun, tanah dapat menjadi reservoir penyakit pada manusia. Hal ini karena tanah adalah penerima limbah padat sehingga menyebabkan kontaminasi tanah yang dapat mengandung bahan organik dan anorganik berbahaya serta mikroorganisme patogen. Penyebaran agen penyebab penyakit melalui tanah dapat terjadi akibat banjir, tiupan angin kencang atau pengangkutan tanah dari daerah endemik ke daerah lainnya. Patogen yang mempunyai peran menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui tanah di bagi

  1. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  2. KANDUNGAN KATEKIN DAN KUALITAS (WARNA AIR SEDUHAN, FLAVOR, KENAMPAKAN ENAM KLON TEH (Camellia sinensis (L. O. Kuntze DI KETINGGIAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Mitrowihardjo

    2012-05-01

    Full Text Available Catechins Content and Quality (Colour, Flavor, Appearance of Six Tea Clones (Camellia sinensis (L. O. Kuntze at Different Altitude Growings  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi klon-klon yang dapat memberikan katekin dan kualitas hasil yang tinggi yang diharapkan bermanfaat sebagai arahan perbaikan dalam pengembangan tanaman teh ke depan. Ketinggian tempat tumbuh (1200 – 1300 m dari permukaan laut dan 700 – 900 m dari permukaan laut yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hasil juga dievaluasi, karena terkait dengan ketersediaan lahan pengembangan. Analisis catechin (C, epicatechin (EC, epigallocatechin (EGC, epicatechin gallate (ECG, epigallocatechin gallate (EGCG dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography, sedang evaluasi kualitas (warna air seduhan, flavor, kenampakan dilakukan oleh tiga orang tester teh bersertifi kat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total katekin yang tinggi diperlihatkan TRI 2025, PGL 10, GMB 9 di lokasi ketinggian 1200-1300 m dpl, dan total katekin tinggi juga diperlihatkan PGL 15, GMB 9, dan PGL 10 di lokasi ketinggian 700 – 900 m dpl. Skor warna air seduhan tidak menunjukkan perbedaan antar klon maupun antar lokasi, namun skor flavor GMB 7 dan PGL 15 unggul di lokasi atas maupun di lokasi bawah. Ada kecenderungan skor fl avor lebih unggul di lokasi bawah dibanding dengan lokasi atas. Skor kenampakan ampas setelah teh diseduh tinggi untuk PGL 15, TRI 2025, dan GMB 9 di lokasi atas, sedang TRI 2025 tinggi di lokasi bawah. Serupa dengan skor fl avor, skor kenampakan ampas teh berkecenderungan unggul di lokasi bawah. Kata kunci: Teh, ketinggian tempat, katekin, kualitas (warna air seduhan, fl avor, kenampakan  ABSTRACT The purpose of the study was to fi nd out high catechins content and quality of six tea clones which might contribute to tea clone improvements in the future. Altitudes growing (1200 – 1300 m above sea level and 700 – 900 m above sea level which

  3. PENGARUH PEMBERIAN “KOMBUCHA” TEH ROSELLA TERHADAP PROFIL DARAH MENCIT (Mus musculus L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhani Dwi Hidayanti

    2015-02-01

    dan hemoglobin, serta penurunan jumlah leukosit mencit akibat perlakuan “Kombucha” teh rosella pada ketiga dosis dibanding kontrol. Kata kunci: “Kombucha”, rosella, teh fermentasi, profil darah, mencit

  4. PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Heruwati

    2009-12-01

    Full Text Available Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC. Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG yang merupakan penghambat enzim HDC, sehingga dekarboksilasi histidin menjadi histamin dapat dicegah. Perendaman ikan tongkol dalarn ekstrak teh hijau pada konsentrasi 0, 2, dan 4% dilakukan selama 30 menit, diikuti dengan pernindangan dalam larutan gararn 15% selama 30 menit diteruskan dengan penyimpanan ikan pindang pada suhu kamar. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selarna 4 hari penyimpanan untuk diamati perubahan mutu kimiawi (TVB dan kadar histarnin, mikrobiologi JPC dan bakteri pembentuk histamin, serta organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, lendir, rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang direndam dalam ekstrak teh 4% mempunyai kadar histamin 21,3 ppm, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ikan yang direndam dalam ekstrak teh 2% dan 0% yang masing-masing mencapai 64,4 pprn dan 101,4 ppm. Penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau masih terjadi selama penyimpanan, yang terlihat dari rendahnya jumlah bakteri pembentuk histarnin dan kadar histamin dibandingkan dengan kontrol. Pada penyimpanan hari ke-3, penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau tidak efektif, kemungkinan karena terlalu tingginya jurnlah bakteri pembentuk histamin, yaitu mencapai 108 cfu/g.

  5. Analisis Mikrobiologi Minuman Teh Seduhan Berbeda Merk Berdasarkan Nilai Mpn Coliform di Kota Malang

    OpenAIRE

    Nisa, Ana Syarifatun; Hastuti, Utami Sri; Witjoro, Agung

    2012-01-01

    Minuman teh seduhan memiliki beberapa kelebihan dalam menarik minat konsumen, diantaranya kemasan yang mudah dibawa dan selalu segar tetapi juga dapat mengalami kontaminasi oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Nilai MPN coliform dan coliform fekal minuman teh seduhan yang dijual di tiga pusat perbelanjaan Kota Malang; 2) Kualitas mikrobiologi minuman teh seduhan yang dijual di tiga tempat pusat perbelanjaan Kota Malang. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif o...

  6. DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium lappaceum L. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMULAWAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Istri Mirah Dharmadewi

    2015-12-01

    Full Text Available Rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L. merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat yang termasuk kedalam family Sapindaceae. Rambutan mengandung senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman yang tumbuh disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun rambutan rapiah terhadap pertumbuhan temulawak serta mengetahui kemampuan tanaman temulawak untuk bertahan terhadap pemberian ekstrak daun rambutan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah tunas dan berat rimpang yang diamati pada akhir pengamatan. Pemberian ekstrak daun rambutan dengan konsentrasi 5%,10%,15%, 20% mengakibatkan tinggi tanaman, panjang daun, lebardaun, jumlah daun dan berat rimpang lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol.

  7. Pemetaan Sebaran Dan Karakter Populasi Tanaman Buah Di Sepanjang Koridor Jalur Wisatadesa Kemiren, Tamansuruh, Dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyah Zakiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta persebaran tanaman buah, karakter populasi tanaman buah, serta persepsi masyarakat pemilik tanaman buah di sepanjang jalur wisata Desa Kemiren, Tamansuruh, dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan meliputi survei pemetaan tanaman buah (mangga, rambutan, manggis, durian, jambu air dan jambu biji dengan merekam titik koordinat dari GPS untuk setiap tanaman buah. Penentuan karakter populasi tanaman buah dilakukan dengan mengamati morfologi tanaman terkait vitalitas dan periodisitas. Persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan mengolah data koordinat dan data pengamatan karakter populasi tanaman buah ke dalam peta dasar melalui aplikasi GIS. Pemetaan persepsi masyarakat diperoleh dengan wawancara dan kuisioner yang dihitung dengan skala Likert kemudian dipetakan sebaran spasialnya dengan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran tanaman buah yang ada di pekarangan rumah banyak tersebar di sepanjang jalur desa wisata dengan perbandingan jumlah buah yang ditemukan di Desa Kemiren 76 pohon, Tamansuruh 53 pohon, dan Kampunganyar 40 pohon. Kondisi tanaman buah dalam keadaan tumbuh dengan baik, bertunas, berbunga dan berbuah, hal ini dikarenakan pada saat penelitian waktunya tanaman buah memasuki masa berbuah dan masa panen. Antusiasme masyarakat tinggi untuk menjadikan tanaman buah yang ada di sepanjang jalur desa wisata sebagai daya tarik wisatawan. Kata Kunci: jalur wisata, karakter populasi, pemetaan, persepsi, tanaman buah

  8. KANDUNGAN KADMIUM (Cd PADA TANAH DAN CACING TANAH DI TPAS PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Cadmium (Cd Content in Soil and Earthworms in Piyungan Controlled Landfill Municipal Waste Disposal, Bantul Yogyakarta Special District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heny Mayasari Setyoningrum

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Analisis kandungan logam berat cadmium (Cd pada tanah dan cacing tanah telah dilakukan di TPAS Piyungan Bantul untuk mengetahui tingkat pencemaran Cd dalam tanah. Penelitian dibagi menjadi penelitian di lapangan yang meliputi pengambilan sampel tanah-cacing tanah dan pengukuran parameter lingkungan, serta penelitian di laboratorium yang meliputi analisis kandungan kadmium, bahan organik dan tekstur tanah. Tingkat pencemaran kadmium ditentukan menggunakan Indeks Kontaminasi-Polusi. Hasil penelitian memperlihatkan kandungan kadmium pada tanah di TPAS Piyungan antara tidak terdeteksi (< 0.01 – 0.47 ppm. Kandungan kadmium di TPAS Piyungan lebih rendah dibandingkan jumlah maksimum kadmium yang diperbolehkan di tanah dan khusus untuk zona III dan zona I titik sampling 1 dan 2 lebih tinggi dari standar kandungan kadmium pada tanah yang bebas polusi, sedangkan kandungan kadmium pada tanah kontrol lebih rendah dibandingkan kandungan kadmium secara umum pada tanah bebas polusi tersebut. Kandungan kadmium dalam tanah di lokasi TPAS tidak selalu lebih tinggi bila dibanding kontrol. Cacing tanah mengandung kadmium antara 0.35 – 0.45 ppm, kandungan kadmium dalam cacing tanah di beberapa lokasi TPAS lebih rendah dibanding kontrol. Tingkat pencemaran kadmium di TPAS Piyungan berada pada tingkat kontaminasi sangat ringan hingga kontaminasi sangat berat. Lokasi TPAS yang masih aktif digunakan memiliki tingkat kontaminasi lebih tinggi bila dibanding lokasi lain. Rasio kadmium pada tanah dan cacing tanah di TPAS Piyungan adalah 0.13 : 1.75.   ABSTRACT Cadmium (Cd analysis has been done at Piyungan TPAS (Piyungan TPAS, stands for Tempat Pembuangan Akhir Sampah for knowing the level of Cd contamination insoil. The research was divided into in-sites study, which consisted of soil and earthworms sampling, and soil environmental factors measurement, and laboratory analysis, which consisted of cadmium content, organic compounds and soil textures analysis

  9. Efektifitas Berkumur dengan Larutan Teh Rosella dalam Menghambat Plak Gigi Serta Mempercepat Penyembuhan Gingivitis Pasca Scaling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasri Nasri

    2017-05-01

    Full Text Available Rosella (Hibiscus sabdariffa L. is an ornamental plant flower petals were thick belonging to the hibiscus family or Malvaceae. Rosella flower contains polyphenols which are useful as an antibacterial. Polyphenols appear to function as an antibacterial in a way denature bacterial cell proteins. Gingivitis is an inflammation of the gingiva caused by microorganisms attached to the tooth surface. The purpose of this study to determine the effect of rinsing with roselle tea to speed healing of gingivitis pas casketing. The analytical method used is paired samples t-test for comparative analysis of pre-test and post-test in each test group and independent sample t-test for comparative analysis of treatment group and the control group with a total sample of 120 people. Gargling with tea treatment group and the control group rosella gargle with salt water. Rinsing is done in the morning and evening for five days. The research instrument used was Loe gingival index and Silliness 1963. The results showed that a decline in gingival inflammation plaque score well in the treatment group or the control group. There is a significant difference between the treatment group and control group (p <0.05. It can be concluded that gargling with tea rosella more effectively inhibit the formation of plaque and gingivitis accelerate the healing of post-scaling. Keywords:   Gingivitis, a plaque, the Rosella Bunga   rosella   (Hibiscus   sabdariffa   L.   merupakan   tanaman   hias berkelopak bunga tebal yang tergolong pada keluarga kembang sepatu atau Malviceae. Bunga rosella mengandung polifenol yang berkhasiat sebagai antibakteri. Polifenol  berfungsi  sebagai antibakteri dengan  cara mendenaturasi protein   sel   bakteri.   Gingivitis   merupakan   peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh mikroorganisme yang melekat pada permukaan gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan teh rosella terhadap kecepatan

  10. TEKNIK PENGATURAN AIR PADA INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI-BERBASIS ORGANIK (IPAT-BO UNTUK MENINGKATKAN POPULASI RHIZOBACTERIA, EFISIENSI PENGGUNAAN AIR, PERAKARAN TANAMAN, DAN HASIL TANAMAN PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hingdri -

    2013-03-01

    Full Text Available Teknik pengaturan air pada budidaya tanaman padi melalui Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui aktivitas rhizobacteria, tingkat efisiensi penggunaan air, perkaran tanaman, dan hasil tanaman pada berbagai teknik pengaturan air.Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari pada inceptisol pada skala pot plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK faktor tunggal dengan 16 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu terdiri dari kombinasi antara perlakuan air dan empat varietas. Perlakuan air: tinggi muka air + 5cm, 0 cm, – 5 cm dan  – 10 cm. Empat varietas: Ciherang, Sintanur, Inpari 13 dan Fatmawati..Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhnyata terhadap populasi Rhizobacteria, perkembangan akar, dan hasil tanaman. Perlakuan tinggi muka air – 10 cm varietas Fatmawati memberikan hasil tertinggi pada volume akar 186,67 ml, populasi bakteri Azotobacter sp. (1,43 x 1010 CFU g-1, bakteri pelarut fosfat (6,07 x 108 CFU g-1, hasil tanaman tertinggi 95,9 g rumpun-1 setara dengan 9,14 ton ha-1 serta meningkatkan efisiensi penggunaan air 47,1 % dibandingkan dengan pengenangan 5 cm.Kata kunci:  Teknik pengaturan air, efisiensi penggunaan air, IPAT-BO, populasi rhizobakteria

  11. TEH võrgustik - viis aastat Eestis / Marika Kusnets

    Index Scriptorium Estoniae

    Kusnets, Marika

    2005-01-01

    Eestis on tervist edendavate haiglate (TEH) võrgustik tegutsenud juba viis aastat, sellega on liitunud 22 haiglat. Tänavust konverentsi peeti teemal "Tervise edendamine ja kvaliteedi tagamine haiglas: standardid ja praktika"

  12. ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI TANAH SAWAH DI DESA SUKAWALI DAN DESA BELIMBING, KABUPATEN TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Pambudi

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Penggunaan pupuk kimia secara berlebih dapat menyebabkan kerusakan tanah dan menyebabkan ekosistem yang ada didalamnya terganggu. Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR adalah bakteri yang hidup di daerah rizosfer tanaman yang dapat berperan sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui karakteristik bakteri tanah yang berasal dari dua area persawahan, lokasi pertama di Desa Sukawali (TGR 1 dan lokasi kedua di Desa Belimbing (TGR 2, Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah, kemudian sampel dikultur dalam media agar nutrien dengan pengenceran bertingkat. Total bakteri dihitung dan isolat yang diperoleh diuji kemampuan dan karakternya dalam menambat nitrogen (BPN, melarutkan fosfat (BPF, menghasilkan indole acetic acid (IAA, menghasilkan Hidrogen Cyanide (HCN, aktivitas katalase, jenis Gram dan karakter motilitas. Total bakteri yang dapat tumbuh dari kedua lokasi sebanyak 2,4x106 CFU/g dan 1,8x106 CFU/g. Kedua lokasi diperoleh total 45 isolat dengan seluruhnya positif BPN, 42 isolat positif BPF, 24 isolat menghasilkan IAA, 27 isolat menghasilkan HCN, 43 isolat katalase positif, 39 isolat Gram positif, 6 isolat Gram negatif, serta 41 isolat motil. Berdasarkan uji yang dilakukan, terdapat 16 isolat yang berpotensi sebagai pupuk hayati.  Abstract Excessive use of chemical fertilizer may cause soil damage and disturb the ecosystem. Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR is a consortium bacteria that live in plant rhizosphere which acts as biofertilizer, biostimulant, and bioprotectant. The objective of this research is to isolate and investigate the characteristics of soil bacteria originating from two rice fields in Sukawali Village (TGR 1 and Belimbing Village (TGR 2, Tangerang Regency. The research was conducted by collecting soil samples and then culturing the bacteria onto nutrient agar medium with serial dilution. The total bacteria

  13. Analisis Risiko Tanah Longsor Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elna Multi Astuti

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Desa Tieng Kecamatan Kejajar secara umum memiliki kondisi topografi yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya tanah longsor seiring dengan perkembangan perkembangan aktivitas manusia. Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya bencana alam tanah tanah longsor, maka perlu disediakan peta risiko tanah tanah longsor di Desa Tieng yang merupakan perpaduan antara peta bahaya dan peta kerentanan sebagai bahan pertimbangan yang penting dalam pencegahan dan penanggulangan tanah longsor. Penyusunan peta bahaya, kerentanan, dan risiko tanah longsor menggunakan ArcGIS dan ILWIS dengan menggunakan parameter hujan, lereng lahan, geologi, keberadaan sesar, kedalaman tanah, penggunaan lahan, infrastruktur, kepadatan pemukiman. Skoring dan pemberatan digunakan dalam penentuan peta bahaya dan  kerentanan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak berstrata dengan berdasarkan zona bahaya tanah longsor di lokasi penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zona tingkat bahaya tanah longsor terbagi menjadi 3 zona yaitu zona bahaya tinggi, sedang, dan rendah. Wilayah pemukiman berada pada zona bahaya tinggi dan sedang. Tingkat kerentanan total merupakan fungsi dari tingkat kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Tingkat kerentanan fisik menggunakan faktor persentase kawasan terbangun, kepadatan bangunan, dan jenis material banguan. Tingkat kerentanan sosial menggunakan faktor kepadatan penduduk, persentase penduduk usia tua-balita, dan penduduk wanita. Tingkat kerentanan ekonomi menggunakan faktor persentase rumah tangga yang bekerja di sektor rentan, dan persentase rumah tangga miskin. Masyarakat Desa Tieng membuat sistem terassering untuk berkebun dan membuat bangunan penahan dari batu untuk mengurangi bahaya tanah longsor.  Kesimpulan penelitian ini Desa Tieng berada pada risiko tanah longsor sedang dan tinggi. Penduduk yang berada pada zona risiko tinggi sebaiknya direlokasi terutama penduduk

  14. PENYISIHAN LIMBAH NITROGEN DARI SISTEM AKUAKULTUR MULTITROFIK TERPADU MENGGUNAKAN TANAMAN SAYUR SEBAGAI KONVERTER FOTOAUTOTROF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumoharjo Sumoharjo

    2016-04-01

    Full Text Available Tiga spesies tanaman sayur, kangkung darat (Ipomoea reptana, sawi (Brassica juncea, dan kemangi (Ocimum basilicum dibandingkan guna mengonversi ammonium dan nitrat nitrogen dari sistem akuakultur. Tanaman tersebut ditanam secara hidroponik menggunakan teknik rakit (rafting technique dengan tata letak rancangan acak kelompok lengkap (RAKL. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat konversi nitrogen oleh ketiga jenis tanaman berbeda secara nyata dengan tingkat retensi nitrogen tertinggi pada tanaman kangkung sebesar 0,73±0,28 g; diikuti oleh kemangi (0,30±0,17 g; dan terakhir oleh sawi (0,03±0,07 g. Secara keseluruhan ketiga tanaman mampu menyisihkan limbah nitrogen sebesar 6,70% dari total produksi TAN dari sisa metabolisme ikan yang dibudidayakan.

  15. Pengaruh Waktu Aplikasi Pyraclostrobin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.)

    OpenAIRE

    Muryasani, Ayu Ainullah; Sulistyaningsih, Endang; Susila Putra, Eka Tarwaca

    2018-01-01

    Pemberian pyraclostrobin yang merupakan fungisida dari jenis strobilurin memiliki kemampuan untuk memacu sintesis prekursor IAA yaitu L-tryptopha yang dapat memicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi pyraclostrobin terbaik terhadap pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian dilakukan di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari-Agustu...

  16. Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nana Kariada Tri Martuti

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan pencemaran udara terutama di jalan-jalan protokol. Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan kendaraan bermotor. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui peranan tanaman di jalan-jalan protokol Kota Semarang dilihat dari kualitas dan kuantitasnya. Data mengenai jenis tanaman peneduh yang ada di jalan protokol Kota Semarang dihitung dengan metode line intercept. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Hasil penelitian terhadap jenis tanaman yang ada di jalan protokol Kota Semarang, dapat diketahui jenis tanaman yang ditanam di 5 jalan protokol Kota Semarang berjumlah 29 jenis. Jenis maupun jumlah tanaman yang ada pada masing-masing stasiun penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Simpulan dari penelitian ini ialah kualitas maupun kuantitas tanaman yang ada pada jalan-jalan protokol lokasi penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Hal ini dikarenakan jenis dan jumlah tanaman pada masing-masing jalan protokol tidak sesuai dengan tanaman peneduh yang mempunyai fungsi sebagai penjerap dan penyerap polutan udara.The increasing number of motor vehicles might potentially increase the air pollution in main roads. To reduce the increasing concentration of pollutants generated by motor vehicles, the trees are planted to absorb the pollutants and the dust in the air. The objective of the research was to understand the role of the plants along the main roads in Semarang City, from point of view of quality and quantity. Data on the kind and density of shedding plants along the main roads of Semarang City was collected using line intercept method

  17. Pengaruh Pemberian Pyraclotrobin Terhadap Efisiensi Penyerapan Nitrogen Dan Kualitas Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merr.)

    OpenAIRE

    Mansur, Mansur; Ashari, Sumeru; Kuswanto, Kuswanto

    2015-01-01

    Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) adalah tanaman kacang-kacangan (Leguminosae) yang menjadi komoditas tanaman pangan penting karena tingginya kandungan protein. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pyraclostrobin terhadap efisiensi penyerapan nitrogen, pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman kedelai. Bahan penelitian yang digunakan adalah benih kedelai varietas wilis, pyraclostrobin dan pupuk urea 46% N. Rancangan yang digunakan adalah rancangan tersarang yang terdiri da...

  18. ALGORITMA ESTIMASI KANDUNGAN KLOROFIL TANAMAN PADI DENGAN DATA AIRBORNE HYPERSPECTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hyperspectral dibutuhkan algoritma khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model algoritma   estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk airborne hyperspectral.  Dalam penelitian ini beberapa indeks vegetasi seperti normalized difference vegetation index (NDVI, modified simple ratio (MSR  , modified/transformed chlorophyll absorption ratio index (MCARI, TCARI dan bentuk integrasi (MCARI/OSAVI and TCARI/OSAVI digunakan untuk membentuk model estimasi dengan metode regresi linear. Selain itu juga digunakan  Blue/Green/Yellow/Red Edge Absorption Clhorophyll Index. Dari proses regresi di dapatkan tiga ground model yang mempunyai korelasi kuat (R2≥0.5 terhadap klorofil tanaman padi. Ketiga model tersebut yaitu MSR (705,750 dengan R2 sebesar 0.51, TCARI/OSAVI (705, 750 dengan R2 sebesar 0.52 dan REACL 2 dengan R2 sebesar 0.57. Dari ketiga tersebut dipilih groun model terbaik REACL 2 untuk di upscalling ke model algoritma airborne hyperspectral.  Pembentukan algoritma dengan data airborne hyperspectral sensor Hymap dan REACL 2 menghasilkan model algoritma ( Klorofil (SPAD unit = 3.031((B22-B18/(B18-B13 + 31.596 dengan R2 sebesar 0.78

  19. PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN TANAMAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dirgahani Putri

    2016-06-01

    Full Text Available Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk mengga-bungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyam-bungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm.Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman;sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada peubah persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada peubah persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang atas tetapi berpengaruh nyata pada peubah jumlah tunas. Perlakuan panjang entres 15 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 6 cm, 12 cm memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan panjang entres 3 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 92%, peubah jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.

  20. Potensi Trichoderma Spp. Sebagai Agens Pengendali Fusarium Spp. Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Stroberi

    OpenAIRE

    Dwiastuti, Mutia Erti; Fajri, Melisa N; Yunimar, Yunimar

    2015-01-01

    Layu yang disebabkan oleh Fusarium spp. merupakan salah satu penyakit penting tanaman stroberi (Fragaria x ananassa Dutch.) di daerah subtropika, yang dapat menggagalkan panen. Penelitian bertujuan untuk mempelajari potensi Trichoderma spp. dalam mengendalikan Fusarium spp. Isolat Trichoderma spp. diisolasi dari rizosfer tanaman stroberi dan Fusarium spp. diisolasi dari tanaman stroberi yang mengalami layu fusarium. Isolat cendawan dimurnikan, dikarakterisasi, dan dibandingkan dengan isolat c...

  1. Studi Kemampuan Tanaman Rumah dalam Penyerapan Panas Matahari untuk Mengatasi Panas Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Syuhada

    2015-07-01

    Full Text Available Energi matahari sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup untuk berbagai macamkeperluan kehidupan. Pemakaian dengan jumlah yang tepat untuk setiap makhluk hidupmerupakan usaha untuk kelangsungan hidupnya. Tetapi apabila berlebihan akan sangatmengganggu kenyamanan thermal hidupnya. Banyaknya keluhan dari masyarakat yangmengatakan bahwa keadaan cuaca semakin panas khususnya di perkotaan, keadaan ini terjadiakibat tidak seimbangnya banyak bangunan dan jumlah tanaman yang ada sehingga penyerappanas radiasi yang dipancarkan matahari berkurang drastis. Untuk mengurangiketidaknyamanan thermal lokal di Banda Aceh dan sekitarnya dilakukan dengan caramemperbanyak pepohonan, dimulai dari lingkungan pekarangan rumah masing-masing, tamankota maupun taman-taman pekarangan rumah, sehingga akan tercipta kenyamanan thermal dilingkungan sekitarnya, karena fungsi tanaman adalah menguraikan karbondioksida menjadiOksigen serta menyerap panas matahari yang digunakan pada proses fotosintesis. Untukmemilih tanaman yang akan di tanam di pekarangan rumah supaya dapat mengurangi panas,diperlukan pengetahuan tentang kemampuannya tanaman dalam menyerap panas matahari.Karena itulah perlu kajian untuk mengetahui jenis tanaman yang paling banyak menyerappanas akibat radiasi matahari. Tanaman yang dikaji adalan tanaman yang biasa ditanam olehmasyarakat disekitar rumahnya seperti tanaman melinjo, jeruk nipis, mangga dan jambu.Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi bagimasyarakat khususnya di Banda Aceh tentang kemampuan masing-masing tanaman dalammenyerap panas untuk kenyamanan thermal di linkungan perumahan, dan tanaman mana yanglayak dan bagus untuk menjadikan suasana rumah sejuk dan nyaman terhadap panas.Kata kunci: panas, matahari, tanaman, kenyamanan termal Solar energy is needed by all living beings for various purposes of life. The use of the rightamount for every living being is an attempt for survival. But it would be very

  2. PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK DALAM PEMBIBITAN NYAWAI (Ficus variegata Blume

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Danu

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan baku  untuk industri pengolahan kayu dan serat dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pasokan bahan baku dari hutan alam semakin menurun, akibatnya terjadi kelangkaan bahan baku industri pengolahan kayu dan pulp. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan hutan tanaman yang memadai. Tanaman nyawai (Ficus variegata Blume  merupakan jenis alternatif prioritas dalam pembangunan hutan tanaman penghasil kayu. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan hutan tanaman nyawai adalah penggunaan bibit bermutu, karena bibit yang berkualitas akan menghasilkan tegakan dengan tingkat produktivitas tinggi. Pengadaan bibit nyawai bermutu dapat melalui teknik perbanyakan generatif maupun vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi pemupukan dan mikoriza yang tepat untuk menghasilkan bibit nyawai yang berkualitas. Buah nyawai dikumpulkan dari Kebun Raya Cibodas (Cianjur. Lokasi Penelitian di persemaian Nagrak. Perkecambahan dilakukan dengan menabur benih pada bak kecambah yang berisi media yang telah disterilkan. Media penyapihan menggunakan tanah sub soil ditambah mikoriza: tanpa mikoriza (C0, Glomus sp. (C1, Acaulospora sp. (C2 dan dosis NPK sebanyak : 0,0 g (P0, 0,5 g/polybag (P1, 1,0 g/poybag (P2. Pengadaan bibit nyawai dapat menggunakan campuran media tanah subsoil + 30 % serbuk sabut kelapa (coco peat +10 % arang sekam padi (v/v, CMA Glomus sp dan Acaulospora sp mampu berkolonisasi dengan akar bibit nyawai. Pemberian pupuk NPK 0,5 – 1,0 gram per polybag dapat meningkatkan serapan hara P.

  3. SKRINING FITOKIMIA TANAMAN OBAT DI KABUPATEN BIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sry Agustina

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat-obatan tradisional diantaranya kunyit, temulawak, jahe, kulit buah delima dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman obat lokal yang berperan aktif dalam penyembuhan penyakit. Tanaman obat yang dianalisis pada penelitian ini adalah rimpang kunyit (Curcumma longa Linn, rimpang jahe (Zingiber officinale, rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza, rimpang lengkuas (Alpinia galanga, daun jambu biji (Psidium guajava, daun sirsak (Annona muricata L., daun sirih (Piper betle L., daun salam (Syzygium polyanthum, kulit buah delima (Punica granatum dan daun kecubung (Datura metel L. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penapisan/skrining fitokimia untuk mendeteksi kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin dan tanin. Dari hasil skrining fitokimia ekstrak etanol tanaman obat yang telah dianalisis menunjukkan bahwa 10 sampel mengandung flavonoid, 9 sampel mengandung alkaloid, 9 sampel mengandung steroid, 4 sampel mengandung terpenoid, 5 sampel mengandung saponin dan 7 sampel mengandung tanin.   ABSTRACT : A research on the phytochemical screening of medicinal plants are often used by Bima community as a traditional medicine was been done. Some types of plants used by Bima community as traditional medicines such as turmeric, ginger, pomegranate skin and so on. This study aims to determine the content of active compound contained in local medicinal plants an active compound in the healing of disease. Medicinal plants are analyzed in this study are turmeric, ginger rhizome, rhizome of ginger, galangal rhizome, the leaves of guava, soursop leaves, betel leaves, bay leaves, bark and leaves of pomegranate. The

  4. ANALISIS PENGARUH VARIABILITAS TANAH PADA VARIABILITAS SPEKTRUM RESPON GEMPABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Sukanta

    2010-11-01

    Full Text Available Salah satu komplek perkantoran yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta, dipilih sebagai lokasi penelitian. Hasil pemodelan data tanah, menghasilkan 3 lapisan tanah yang berbeda dengan kriteria jenis tanahnya cenderung lunak, dengan nilai N-SPT rata–rata = 11,23. Perhitungan percepatan puncak muka tanah (PGA dan nilai spektrum respon di permukaan tanah menggunakan metoda analisis linier equivalen dengan simulasi Monte Carlo. Program aplikasi SHAKE2000 merupakan alat bantu dalam simulasi, dengan memasukkan beberapa asumsi sebagai data masukan. Data masukan dinamik menggunakan sumber gempabumi Elcentro dan Mexico yang mempunyai kandungan frekuensi berbeda. Asumsi nilai percepatan puncak batuan dasar (PBA untuk kedua sumber gempabumi tersebut sebesar 0,18 g. Hasil analisis menunjukkan nilai spektrum respon dan percepatan puncak muka tanah sangat bervariasi. Gempabumi Elcentro menghasilkan nilai rata–rata PGA = 0,36 g dengan spektrum responnya = 1,0 g  pada Tc = 0,6 detik. Untuk gempabumi Mexico menghasilkan nilai rata–rata PGA = 0,30 g dengan spektrum responnya = 0,9 g pada Tc = 0,6 detik. Artinya, variabilitas jenis tanah sangat berpengaruh tehadap variabilitas spektrum respon di permukaan tanah.   One of the office complex located at Jalan Thamrin, Jakarta, was chosen as the location of the reseach. Results of data modeling soil, produces 3 different soil layers with soil type criteria tend to be soft, with a value of N-SPT  average = 11.23. Calculation of peak ground acceleration (PGA and the value of the response spectrum at ground surface using the method of equivalent linear analysis with Monte Carlo simulation. SHAKE2000 application software  is a tool in the simulation, by including some assumptions as input data. Dynamic input data using Elcentro and Mexican  earthquakes  which have different frequency contents. Assumed value of peak base acceleration (PBA for the two earthquakes was 0.18 g. The result of analysis was the value

  5. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  6. SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA DI DUSUN KETHITANG-RAWALO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afit Nadhar Pratitis

    2010-02-01

    Full Text Available Terbatasnya jumlah pakar membuat proses penyuluhan terhadap petani khususnya petani pepaya dalam pengendalian penyakit dan hama tidak maksimal, sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat di jadikan alternatif berkonsultasi bagi para petani. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan membangun sistem pakar diagnosa penyakit dan hama tanaman pepaya california yang dapat dijadikan pendamping bagi pakar tanaman pepaya california. Batasan masalah dari penelitian diantaranya hanya meneliti tanaman pepaya california, metode inferensi forward chaining, representasi pengetahuan menggunakan kaidah produksi, diterapkan pada sistem berbasis web. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall. Hasil dari penelitian ini telah berhasil dibuat aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit dan hama pada tanaman pepaya california menggunakan Adobe Dreamweaver CS5 dan XAMPP-Win32-1.7.7. Dengan adanya sistem pakar diagnosa penyakit dan hama pada tanaman pepaya california dapat menjadi media alternatif konsultasi para petani pepaya california, serta sistem pakar ini dapat dijadikan pendamping untuk pakar dalam memberikan ilmu pengetahuannya.

  7. Pengaruh Konsentrasi Subletal Deltametrin terhadap Nutrisi dan Pertumbuhan Tanaman Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Ratna

    2011-12-01

    Full Text Available Increasing the reproductive capacity through increasing plant growth and nutrition is one plausible mechanism of resurgence. This research was intended to determine the effect of deltamethrin on plant vigor and nutrition contents. The experiment was carried out outdoor. The treatments tested were deltamethrin (50 ppm, buprofezin (100 ppm, and control (water. Insecticide applications were applied one time (at age 26 d or 50 d and two times (at age 26 and 50 d. Deltamethrin applications as many as two times did not increase the total chlorophyll and the photosynthesis rate, nutrients (total nitrogen, total protein, total sugar, total reducing sugar at aged 26 d, and sucrose, growth (plant height and number of tillers, and yield (number of panicles. However, application of deltamethrin at aged 26 d increased the amount of asparagine. Asparagine is known to be associated with the feeding rate of Nilaparvata lugens stimulation. Therefore, increasing level of asparagine after application of deltamethrin at sublethal concentration was considered as one of the factors that might be involved in the mechanism of N. lugens resurgence. Salah satu mekanisme resurjensi adalah peningkatan reproduksi hama melalui peningkatan nutrisi dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh deltametrin terhadap kandungan nutrisi dan vigor tanaman. Pengujian dilakukan di lapangan. Perlakuan yang diuji adalah deltametrin 50 ppm, buprofezin 100 ppm, dan kontrol (air. Aplikasi insektisida dilakukan satu kali masing-masing pada umur tanaman 26 dan 50 hst dan dua kali pada umur 26 dan 50 hst. Aplikasi deltametrin sebanyak dua kali tidak meningkatkan total klorofil dan laju fotosintesis, nutrisi (total nitrogen, total protein, total gula, total gula reduksi pada 26 hst, dan sukrosa kecuali asparagin, pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah anakan, dan hasil (jumlah malai tanaman. Oleh karena asparagin berperan sebagai pemacu laju makan Nilaparvata

  8. PENGARUH ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH PADA TANAMAN BELIMBING DI KABUPATEN BLITAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch. Sodiq

    2016-09-01

    Full Text Available Lalat buah telah menjadi salah satu hama penting pada tanaman belimbing (Averrhoa carambola L..  Guna mengatasi serangan lalat buah, petani selalu membungkus buah dan memasang atraktan metil eugenol pada tanaman belimbing pada saat tanaman berbunga sampai dengan buah belimbing dipanen, namun hasilnya belum optimal dalam mengendalikan lalat buah, sehingga perlu dicari cara lain untuk mengendalikan lalat buah belimbing yang lebih efektif.  Penelitian dilakukan pada lahan belimbing petani Kabupaten Blitar.  Sedangkan untuk mengetahui jenis lalat buah yang menyerang buah belimbing, dilakukan identifikasi di Laboratorium HamaTanaman.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan setiap perlakuan diulang 4 kali.  Parameter yang diamati adalah spesies, intensitas serangan, jumlah, dan kelamin lalat buah yang terperangkap.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan lalat buah.  Lalat buah yang terperangkap hanya satu spesies yaitu Bactrocera carambolae dan kombinasi jenis atraktan, perangsang bau pakan, warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap ketertarikan lalat buah jantan dan betina. Kata kunci : pengaruh, atraktan, lalat buah

  9. PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH

    OpenAIRE

    Endang Sri Heruwati; Farida Ariyani; Radestya Triwibowo; Novalia Rachmawati; Irma Hermana

    2009-01-01

    Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC). Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG) yang merupakan penghambat enzim H...

  10. REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG DENGAN PENANAMAN LCC DAN AGEN HAYATI TRICHODERMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidayat

    2017-10-01

    Full Text Available With this reclamation  is expected that the land will be well and restore its function, so that the productivity of the soil can increase, resulting in added value for the environment and create thins are better.  The purpose of this research is to utilize  Centrosoma pubescens (Cp (LCC and Trichoderma as media to improve physical and chemical properties of soil by way of reclamation in former coal mine area. This research has been done on reclaimed damaged and poor nutrient land in 2015, with LCC planting and the Tricoderma biological agents to improve soil physical and chemical properties. Planting of  LCC and giving of trichoderma biological agent with duration of 6 months observation (deadly LCC plant after composting is done analysis of physical and chemical properties of soil after treatment to see the change then compared with data of laboratory result before being treated in the field the result obtained is analyzed with using the complete randomized and Least Significance Different test. Based on the results of the study, LCC and Trichoderma have a very significant effect on the variables of Ca, Mg, Na, K, Al, C Organic, H +, P2O5, K2O, Total N, C/N ratio, CEC and significantly unaffected pH soil, physical properties of soil such as Bulk Density, Porosity, Water content, texture, consistency and soil stabilization.  Giving LCC and Trichoderma improves soil chemical properties such as; Ca, Mg, Na, K2O, C / N Ratio. Giving LCC improves chemical properties such as total N and C / N ratio while Trichoderma improves soil chemical properties of Al, C Organic, H +, C / N Ratio and CEC. Reklamasi dilakukan untuk menjaga lahan agar tidak labil dan lebih produktif. Dengan reklamasi ini diharapkan tanah menjadi baik dan mengembalikan fungsinya sehingga produktifitas tanah dapat meningkat,  menghasilkan nilai tambah bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tanaman LCC dan

  11. Pemanfaatan Limbah Tanaman Rambutan Sebagai Pupuk dan Sirup Di Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Anas Dzakiy,

    2014-05-01

    Program IbM meliputi brainstorming enterpreneurship dan strategi mengoptimalisasi potensi daerah khususnya tanaman rambutan; pengenalan tentang rambutan dan alternatif pemanfaatannya; pengenalan tentang variasi pupuk dan dampak pupuk kimia terhadap lingkungan; pelatihan pembuatan sirup rambutan; serta pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah tanaman rambutan dengan aktivator MOL (Mikro Organisme Lokal. Hasil yang dicapai adalah terbukanya wacana tentang strategi peningkatan taraf hidup masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal tanaman rambutan sebagai produk sirup dan pupuk organik cair yang lebih murah dan ramah lingkungan Kata kunci : Rambutan, Enterpreneurship, Pupuk Organik Cair, Sirup

  12. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Tanaman Obat Tradisional Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Surya Cahyani Putri

    2016-01-01

    Full Text Available Makalah ini membahas mengenai hubungan client-server yang terjadi pada Sistem Informasi Tanaman Obat Tradisional. Sistem informasi tanaman obat tradisional dibuat berbasis Android, untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dengan menggunakan mobile phone. aplikasi ini menggunakan database server, dimana hanya admin yang dapat mengakses dan melakukan edit, hapus dan update data pada database server. Aplikasi client dibangun pada perangkat mobile dengan sistem operasi Android. Aplikasi client hanya dapat mengakses informasi yang sudah disediakan oleh admin, dimana admin merupakan entitas yang bertugas untuk mengelola data master. Sisi server dibangun dengan basis web. Server memegang peranan khusus untuk mengelola data master pada basis data sistem. Hubungan client-server yang terjadi pada sistem menjaga data yang ada pada basis data sistem baik pada client maupun server tetap sinkron.   Kata kunci: Client-server, Tanaman Obat Tradisional, Sistem Informasi, Android.

  13. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  14. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  15. HUBUNGAN KEDEKATAN EKOLOGIS ANTARA FAUNA TANAH DENGAN KARAKTERISTIK TANAH GAMBUT YANG DIDRAINASE UNTUK HTI Acacia crassicarpa (Ecological Proximity Relationship Between Soil Fauna and The Characteristics of Drained Peatland for Industrial Plantation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Lisnawati

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengelolaan lahan gambut untuk pengembangan HTI Acacia crassicarpa diawali dengan pembuatan saluran drainase dan pembukaan lahan (land clearing yang kemudian dilanjutkan dengan penyiapan lahan untuk penanaman, sedangkan kegiatan pemeliharaan meliputi pemberantasan gulma dengan menggunakan herbisida dan pemupukan. Kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan tentunya mempunyai dampak bagi kondisi ekologis lahan gambut. Perubahan kondisi ekologis terjadi karena perubahan lahan yang selanjutnya berpengaruh terhadap kelimpahan dan keragaman fauna tanah.Kelimpahan dan keragaman fauna tanah serta fungsi ekosistem menunjukkan hubungan yang sangat kompleks dan belum banyak diketahui dengan pasti. Kecenderungan fauna tanah untuk memilih suatu habitat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan baik biotik maupun abiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kedekatan ekologis antara karakteristik tanah gambut yang didrainase untuk HTI A. crassicarpa dengan kelimpahan fauna tanahnya. Penelitian dilakukan di HTI lahan gambut  PT. Arara Abadi, Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak, Riau.  Pengambilan sampel fauna tanah dengan metode pencuplikan contoh tanah yang berukuran 25 x 25 x 25 cm3, pemisahan fauna tanah dengan tanah dilakukan dengan menggunakan modifikasi corong barlese.  Parameter yang diamati adalah kelimpahan dan keragaman fauna tanah, kematangan gambut (C/N, kadar air gambut, dan kedalaman muka air tanah gambut. Untuk menilai kedekatan ekologis digunakan analisis hirarki.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fauna tanah tertinggi terdapat pada tegakan A. crassicarpa umur 2 tahun. Keragaman jenis fauna tanah di lokasi penelitian termasuk melimpah sedang dengan nilai H’ 1,2. Formicidae berpotensi sebagai bioindikator kelembaban tanah gambut yang rendah yang dicirikan dengan kandungan kadar air yang rendah dan mempunyai tingkat kematangan gambut yang lebih tinggi. Entomobryidae berpotensi sebagai bioindikator kadar air

  16. Analisis Hasil Filtering Karous-Hjelt Berdasarkan Beda Spasi Dalam Penggambaran Struktur Bawah Permukaan Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Maulidina

    2017-04-01

    Full Text Available Struktur penyusun tanah di setiap wilayah dapat digambarkan melalui pemodelan berdasarkan nilai resistivitas material penyusunnya. Tujuan penelitian ini membuat penggambaran struktur bawah permukaan tanah melalui filtering Karous-Hjelt dengan variasi spasi. Adapun spasi dalam pengambilan data di lapangan adalah spasi 1 meter dan spasi 0,5 meter pada masing-masing line. Penelitian ini sekaligus melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang penentuan struktur bawah permukaan tanah di sekitar Candi Gambar Wetan (Maulidina, 2015. Data yang dimasukkan merupakan data hasil pengukuran Very Low Frequency Electromagnetic di area Candi Gambar Wetan. Metode yang digunakan yaitu pengolahan data menggunakan filtering Karous-Hjelt untuk penggambaran struktur bawah permukaan tanah pada kedalaman 0 – 6 meter untuk dua jenis data berdasarkan variasi spasi. Hasil pengolahan menunjukkan penggambaran struktur bawah permukaan tanah spasi 0,5 m memiliki rentang nilai resistivitas yang lebih mendetail dibandingkan spasi 1 m. Hasil ini dapat menambah informasi dan bisa digunakan sebagai acuan dalam penelitian berikutnya.

  17. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    OpenAIRE

    Ishak Juarsah

    2015-01-01

    Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv) merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa...

  18. Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq. Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudradjat

    2015-09-01

    Full Text Available Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1. Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.

  19. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  20. Tinjauan Yuridis Kepemilikan Tanah Absentee Dikaji dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria

    OpenAIRE

    Abdurahman, Sultan

    2016-01-01

    Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kedudukan Kepemilikan Tanah Absentee ditinjau dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok Agraria dan bagaimana Penerapan Dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok Agraria terhadap Tanah Yang Dimiliki Secara Absentee. Dengan menggunkan metode penelitian yuridis normatif dsimpulkan: 1. Kepemilikan tanah secara Absentee memang memunculkan fenomena dalam dunia hukum, hal ini dikarenakan kepemilikan tanah seca...

  1. MOTIVASI PEREMPUAN MEMBUKA USAHA SEKTOR INFORMAL DI DAYA TARIK WISATA TANAH LOT, TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Aritiana Kumala Pratiwi

    2016-08-01

    Full Text Available The development of tourism in Tanah Lot has been able to open up opportunities for local women. The businesses that mostly cultivated by women are the selling of traditional snacks of klepon, postcards, and hairpins.Women who participate should reconsider their decision to choose a dual role, both as housewives and sellers in Tanah Lot.This article analyzes the motivation of Women in opening a business in Tanah Lot area.The results showed that the motivation of women to open a business in the informal sector in Tanah Lot, namely to be able to meet the physiological needs, safety needs, affiliations, appreciation, self-actualization, and add to work experience. The factors that affect women’s motivations are internal factors such as age, educational background, family income, and marital status. While the external factors namely selling location, the condition of selling place, and having their own income.

  2. TANAH LONGSOR : MEMPERKECIL RESIKO BENCANA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Kecamatan Kokap, Kulon Progo, DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Aan Jiwa Permana

    2012-03-01

    Full Text Available Setiap saat Indonesia mengalami ancaman bencana alam. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya bencana alam yang beruntun menimpa negara ini. Mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan gempa. Dengan adanya hal-hal semacam ini, terpikirkan bagaimana caranya untuk melakukan pencegahan awal agar dampak kerugian material dan korban yang ditimbulkan dapat lebih diminimalisir. Misalnya saja bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini terjadi karena penambangan dan minimnya daerah tangkapan air sehingga menjadi penyebab maraknya kasus-kasus longsor di Kulon Progo baik karena aktivitas penambangan yang dilakukan legal atau ilegal. Khusus daerah yang menjadi sasaran penambangan emas di Yogya adalah Kecamatan Kokap. Sehingga menyebabkan banyak kejadian tanah longsor di daerah tersebut. Dengan kondisi daerah yang sering mengalami bahaya longsor, nampaknya perlu dikembangkan sebuah sistem informasi geografis yang dapat membantu dalam manajemen resiko bencana tanah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Sehingga nantinya jika sistem ini dapat dikembangkan, dapat membantu melakukan analisis resiko dari dampak bencana tanah longsor di era cyber seperti saat ini. Lokasi yang menjadi titik rawan bencana, diharapkan dapat dideteksi dan hasilnya dapat dianalisis untuk kepentingan lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini adalah sudah dapat menghasilkan peta bahaya longsor dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.   Kata-kata kunci: Tanah Longsor,  Bencana Alam,  Sistem Informasi Geografis.

  3. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L. SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiwit Widowati

    2016-06-01

    Full Text Available Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L. The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%. Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%. Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit

  4. PENGADAAN TANAH DENGAN CARA JUAL BELI OLEH INSTANSI PEMERINTAH MENURUT PASAL 33 AYAT (3 UUD 1945

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Hernawan

    2016-01-01

    Full Text Available The Development of physical infrastructure always requires  the availability of land, it  is not limited to the State land but also to the land rights. Small-scale land acquisition in the area of less than five (5 acre, can be bought or sold  between government agencies with land owners,  then the land belongs to the government or local government. This provision is problematic because according to Indonesian laws, the  land is controlled  by the State instead of owned. The writer will conduct the research with the aim of knowing the Judicial consequences of the implementation of land for development in the public interest by sale and purchase as stipulated in the laws. Knowing supposed to be done by government institution in order to land acquisition for public development. From the research  it can be concluded that: Knowing the Judicial consequences of the implementation of land for development in the public interest by sale and purchase as stipulated in the law number 2 year 2012 on procurement land for development for public interest, presidential decree number 40 year 2014 which resulted in the land of inheritance of government, is contrary to the provision set forth in article 33 paragraph 3 of the constitution 1945 and the provision of the basic law of agrarian number 5 year 1960. The supposed to be done by government institution in order to land acquisition for public development is trough waiver process/or extraction right by compensation, the amount of compesation itself supposed to be based on the price not based on the tax value of the land. Keywords: land; buying and selling; waiver Pembangunan sarana prasarana fisik memerlukan ketersediaan tanah, baik tanah negara dan tanah hak. Pengadaan tanah dalam skala kecil yang luasnya kurang dari 5 (lima hektar, dapat dilakukan dengan  jual beli antara instansi pemerintah dengan pemilik tanah, tanahnya kemudian menjadi milik pemerintah atau pemerintah daerah. Penelitian ini membahas

  5. ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fara Meriyan Sari

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak :            Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas di Kota Pekanbaru (studi kasus Kelurahan Tuah Karya dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas tersebut. Adapun manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini nanti nya antara lain, Pertama : untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berfikir melaui penerapan teori yang didapat penulis. Kedua : untuk menambah pengetahuan penulis tentang pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas, sebagai pertimbangan dan masukan bagi instansi terkait dan sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian dengan topik atau permasaahan yang sama. Kata Kunci :      Kebijakan, implementasi kebijakan dan program konversi minyak tanah. Abstract :             This research is intended to find out which programme  execution to gas conversion kerosene in the city of Peknabaru (a case study of village of Tuah Karya and the factors that influence the implementation  of any Convention program ground to gas oil. As for the benefits that can be taken from the results of this research would include, among others, first : to develop and enhance the ability to think through the application of the theory in the can author. The second : to add to the knowledge of the author about the implementation of the programme of conversion of kerosene into a gas, as a consideration and input for relevant agencies and as reference material for those who want to do research with the same topic or problem. Keyword :              Policy, implementation of policies and kerosen.

  6. Uji Kandungan Timbal (Pb dalam Daun Tanaman Peneduh di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pawit Dwi Istiaroh

    2014-03-01

    Full Text Available Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor pengguna bahan bakar bensin bertimbal mengemisikan Pb ke dalam lingkungan dan berpotensi terserap ke dalam jaringan daun tanaman peneduh jalan. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan timbal (Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Sampel penelitian adalah daun angsana (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F dan mahoni (Swietenia mahagoni (L. Jacq. yang dominan digunakan sebagai peneduh di lima jalan protokol Kota Semarang yaitu Jl. Kalibanteng, Jl. Pemuda, Jl. Brigjen Katamso, Jl. Kaligawe dan Jl. Setyabudi. Kandungan Pb dalam daun tanaman angsana, glodokan dan mahoni diuji menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometery di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI Semarang. Hasil penelitian ditemukan kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Kandungan Pb dalam daun tertinggi 0,05 ppm/g daun basah terdapat pada tanaman angsana dan terendah sebesar 0,01 ppm/g terdapat pada tanaman glodokan dan mahoni. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang berkisar 0,01-0,05 ppm/g daun basah dan tergolong rendah dibawah kadar normal Pb dalam tanaman yaitu 0,5-3,0 ppm.Exhaust gases produced by motor vehicle users leaded gasoline emits Pb into the environment and potentially absorbed into the leaf tissue of plants along the roadside. The study aimed to examine the content of lead (Pb in the shade plant leaves in the Semarang City road protocol. Samples were angsana leaves (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F and mahogany (Swietenia mahagoni (L. Jacq.. They were predominantly used as a shade in five main streets of Semarang is Kalibanteng St, Youth St, Brig Katamso St, Kaligawe St and Setyabudi St. The content of Pb in the Angsana, glodokan and mahogany leaves were

  7. STATUS HUKUM PERALIHAN HAK ATAS TANAH YANG DIPEROLEH DARI LELANG BERDASARKAN HAK MENDAHULU NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Martini Dwi Putri A.T.

    2017-04-01

    Abstrak Pajak merupakan salah satu pendukung sumber dana terbesar dalam kegiatan pembangunan Indonesia. Pembayaran pajak merupakan kewajiban bagi setiap Subyek Pajak. Mereka akan dikenal memiliki utang kepada Negara setelah mereka tidak membayar pajak. Kewajiban pajak adalah utang yang sangat timbul karena hukum, sehingga memiliki karakteristik didahulukan dari hutang lainnya. Apabila Wajib Pajak tidak membayar pajak mereka, Pemerintah dapat menjual hasil aset yang bernilai tinggi oleh yang berdasarkan Hak Mendahulu Negara. Di Kota Bandar Lampung, pendaftaran tanah judul transfer yang diperoleh dengan lelang berdasarkan Hak Mendahulu Negara terjadi tanah kepemilikan properti pribadi atas nama pribadi milik, yang menjadi pembayaran kewajiban pajak perusahaan, dan juga obyek sengketa warisan. Judul tanah validitas pendaftaran pengalihan kemudian menjadi hukum dipertanyakan, karena objek lelang dicatat atas nama kepemilikan individu, bukan perusahaan. Selain itu, di bawah sengketa warisan dan telah diblokade di Kantor Pertanahan Bandar Lampung.   Kata Kunci: Hak Mendahulu Negara, Lelang, Pemblokiran Sertifikat Tanah

  8. Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

    OpenAIRE

    Sinaga, Terry Praganda

    2016-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi komoditi tanaman pangan selama periode tersebut sehingga dapat menganalisis komoditi subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan di Sumatera Utara. Komoditi unggulan tersebut juga dijabarkan untuk setiap kabupatem/kota yang ada di Sumatera Utara. Metode yang digunakan yaitu secara Convenience Sampling, dan metode analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient. Hasil penelitian menyimpulkan ba...

  9. Pemanfaatan Limbah Tanaman Rambutan sebagai Pupuk dan Sirup di Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang

    OpenAIRE

    Dzakiy,, M. Anas; Sulistyoningsih, Mei; Ristanto, Sigit; Rakhmawati, Reni; Handayani, Diana Endah

    2013-01-01

    Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah tetapi keberadaannya belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang memiliki potensi tanaman rambutan yang melimpah tetapi ironisnya masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tujuan dari IbM ini meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Ngadirgo melalui optimalisasi pemanfaatan tanaman rambutan. Program IbM meliputi brainstorming enterpreneurship dan strategi mengoptimalisasi poten...

  10. ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Herawati

    2014-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.

  11. KEDUDUKAN PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH (BUILD OPERATE AND TRANSFER/BOT DALAM HUKUM TANAH NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Anita

    2017-12-01

    Full Text Available Indonesia is a state based on a rule of law the goal of which is to realize a just, prosperous, and materially and spiritually equal people. To realize the goal, progressively, sustainable national development has been conducted. The implementation of the development needs, besides from money, the availability of strategic land. To bridge the lack in both of them, BOT concept can be applied, as an agreement between the owner of land right and investor, where the former provides a feasibility study, building, and operation to the latter for a specified period of time, on the condition that when the BOT period of time has expired then the land together with the buildings and their appliances should be transferred to the former, so that both the owner of land right and the investors are mutually benefited. Keywords : National Development; Land; Capital; BOT   ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara hukum yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Guna mewujudkan tujuan tersebut,  dilakukan pembangunan nasional secara bertahap dan berkelanjutan. Pelaksanaan pembangunan tersebut selain perlu didukung oleh dana juga ketersediaan lahan strategis. Keterbatasan keduanya dapat dilakukan melalui konsep BOT,  sebagai suatu perjanjian antara pemilik hak atas tanah dengan investor, dimana pemilik hak atas tanah menyerahkan studi kelayakan, pembangunan, pengoperasian kepada investor pada suatu jangka waktu tertentu, dengan ketentuan apabila masa BOT telah habis, tanah beserta bangunan, serta kelengkapan bangunan diserahkan kepada pemilik hak atas tanah, sehingga baik pemilik hak atas tanah maupun pihak investor yang mendanai pembangunan objek BOT memiliki keuntungan. Kata Kunci : Pembangunan Nasional; Tanah; Dana; BOT

  12. EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM PEMBERANTASAN FILARIASIS DI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Waris

    2012-11-01

    Full Text Available Elephantiasis in this lime has still become the problem of trensetter health of society these days. This disease can be catching and have the character of chronical which because of worm of filaria attacking lymph gland and channel causing and lymphangitis of elephantiasis. Borneo South Province, counted 13 Sub-Province/town (100% expressed as Filariasis endemis among others in Tanah Bumbu Sub Province. Target of this research is to know policy of execution of filaria eliminasi in Tanah Bumbu Sub-Province and also applying of strategy of eliminasi mount District and factors which and resistor of PSP society of endemis filariasis. This Research methode is observasional and conducted to organizer of program and also taker of policy of Tanah Bumbu Sub-Province (study qualitative and quantitative study's chosen society by using transversal crosscut Desain study (cross secsional by statistical analysis. Result of research indicate that all taker of policy is not to know surely case picture of filariasis in Tanah Bumbu Sub-Province, so that cannot do resource allocation and over come take action in eradication of filariasis. Result of assessment of knowledge of attitude and behavior of responder, productive age (26-35 year though living many as farmer with education of finish mean of SMA more is owning of knowledge, positive behavior and attitude if compared to other age group. Pursuant to statistical analysis of productive age group at most counselling terpapar by officer of health so that they more is knowing of disease of filaria in general. Key words: filariasis, study policy, tanah bumbu sub province

  13. Analisis Pengaruh Communal Activation terhadap Keputusan Membeli untuk Meningkatkan Brand Loyalty (Studi Kasus Teh Botol Sosro Less Sugar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annetta Gunawan

    2013-11-01

    Full Text Available Established in 1974 PT Sinar Sosro is the first bottled ready-to-drink tea producer in Indonesia. In order to fulfill its lovers wherever they are, the newest innovation has been launched, i.e. Teh Botol Sosro Less Sugar, which focuses on diabetics, sportsmen/athletes, and young executives as its target markets. To foster brand loyalty and control the community, PT Sinar Sosro utilizes crowd combo marketing concept, especiallycommunal activation activity that is adjusted with the current New Wave Marketing era, so PT Sinar Sosro can integrate supply and access of Teh Botol Sosro Less Sugar product. The objectives of this research are to analyze the influence of Communal Activation on Buying Decision of Teh Botol Sosro Less Sugar, and to analyze the influence of Communal Activation and Buying Decision on Brand Loyalty of Teh Botol Sosro Less Sugar. The data collection technique used was questionnaire disseminated to the members of Teh Botol Sosro Less Sugar online community, using Likert scale. While the data analysis technique used was Path Analysis. The result of Path Analysis shows the structural equation Y = 0,523 X + 0,8526 ε1 which Communal Activation significantly contributes to Buying Decision at 27,3% and Z = 0,552 X2 + 0,229 Y + 0,7141 ε2 which Communal Activation and Buying Decision simultantly and significantly contribute to Brand Loyalty at 49%.

  14. Karakter Morfologi dan Pertumbuhan Tiga Jenis Cacing Tanah Lokal Pekanbaru pada Dua Macam Media Pertumbuhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Indriyani Roslim

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah organik dari limbah rumah tangga, pertanian, perkebunan, dan peternakan sering menimbulkan masalah, karena mencemari lingkungan. Cacing tanah dapat menggunakan limbah organik tersebut sebagai media pertumbuhannya dan juga merombaknya menjadi pupuk kasting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan tiga jenis cacing tanah yang ditemui di kota Pekanbaru pada dua media pertumbuhan. Tiga jenis cacing tanah yang diteliti adalah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Faktorial Lengkap. Masing-masing cacing tanah ditumbuhkan pada dua media, yaitu serasah dan campuran kotoran sapi+tanah, di dalam pot plastik. Medium tanpa cacing tanah digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cacing tanah Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, Perionyx sp1 (Cacing Merah, dan Perionyx sp2 (Cacing Susu memiliki perbedaan karakter morfologi pada panjang tubuh, warna kulit, jumlah segmen, tipe prostomium, jumlah seta per segmen, warna dan posisi klitellum, posisi dan jumlah lubang jantan. Medium campuran kotoran sapi+tanah lebih cocok untuk pertumbuhan Perionyx sp2 (Cacing Susu, media serasah untuk pertumbuhan Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh, dan media kotoran sapi saja tanpa penambahan tanah untuk Perionyx sp1 (Cacing Merah.Organic waste produced from household, agriculture, plantation, and animal husbandry may cause environmental pollution. Earthworms can utilize this organic waste for their growth medium and decompose them to produce casting fertilizer. The objective of this study was to analyze the growth of three earthworm species from Pekanbaru using two types of media, i.e. Perionyx sp1 (Cacing Merah, Perionyx sp2 (Cacing Susu, and Amynthas aspergillum (Cacing Gila Bodoh. All these earthworms were grown in litter media and manure-soil mixture. Media without the earthworms were used as control. The experiment design used in this

  15. PERAN SERTA ONDOFOLO DALAM GANTI RUGI TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM YANG BERKEADILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Mumpuni

    2017-06-01

    Full Text Available Abstract: This paper aims to describe the process of compensation in the procurement of land for the public interest in the expansion of Sentani Airport, the legal implication that Ondofolo is not involved in the process of providing compensation for the procurement of land for public purposes, and the correct way of putting the role or position of Ondofolo in procurement of land for the just public interest. The study used a sociological juridical approach. The process of providing compensation in the procurement of land for public purposes in the expansion of a sentani airport involves ondofolo. The legal implications if Ondofolo not involved in the process of compensation for land acquisition for public purposes is a violation of the provisions of Article 43 of Law No. 21 of 2001 on Special Autonomy for Papua which has resulted in the validity of the decision of the government in acquiring the land. The role of Ondofolo in the procurement of land for the public interest is limited to affect the behavior of people in order to work together in realizing mutually agreed objectives for the creation of justice and the guaranteed rights of indigenous peoples both customary and constitutional of the Republic of Indonesia as long as it does not violate the rules applicable   Abstrak:Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberian ganti rugi dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam perluasan Bandar Udara Sentani, implikasi hukum jika Ondofolo tidak dilibatkan dalam proses pemberian ganti rugi atas pengadaan tanah untuk kepentingan umum,  dan cara yang benar dalam meletakkan peran atau posisi Ondofolo dalam pengadaan tanah bagi kepentingan umum yang berkeadilan. Kajian menggunakan pendekatan  yuridis sosiologis. Pproses pemberian ganti rugi dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam perluasan bandar udara sentani melibatkan ondofolo. Implikasi hukum jika Ondofolo tidak dilibatkan dalam proses pemberian ganti rugi atas

  16. PENGGUNAAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR UNTUK MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DALAM ESTIMASI KLOROFIL DAUN TANAMAN PADI DENGAN CITRA HIPERSPEKTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdi Sukmono

    2015-02-01

    Full Text Available Klorofil merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. Tanaman sehat yang mampu tumbuh maksimum umumnya  memiliki jumlah klorofil yang lebih besar daripada tanaman yang tidak sehat. Dalam Estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan airborne hiperspektral dibutuhkan model khusus untuk mendaaptkan akurasi yang baik. Citra Hhiperspektral mempunyai ratusan band dan julat yang sempit pada setiap bandnya, sehingga mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk estimasi klorofil. Akan tetapi karena julat yang cukup sempit ini menyebabkan adanya efek multikolinearitas. Objek dari penelitian ini mengembangkan reflektan in situ menjadi model  estimasi kandungan klorofil tanaman padi untuk citra airborne hiperspektral dengan menggunakan metode partial least square regression untuk menghilangkan efek multikolinearitas.  Dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik hubungan reflektan dan klorofil dipilih band-band yang berhungan dan efektif untuk estimasi klorofil. Dari hasil seleksi tersebut terpilih 44 band yang efektif untuk estimasi kandungan klorofil daun tanaman padi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mertode PLSR dapat menghasilkan model yang cukup baik untuk estimasi kandungan klorofil tanaman padi dengan nilai Koefisien determinasi (R2 mencapai 0.75 pada PC no 11 dan mempunyai RMSE sebesar 1.44 SPAD unit. Validasi menggunakan data citra airborne hiperspektral menghasilkan RMSE sebesar 1.07 SPAD Unit.

  17. PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN TANAH DATAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astriana Rahmi Setiawati

    2016-08-01

    Full Text Available Tanah Datar is one of regency in West Sumatera that has a great potential in agriculture, which is more than 70% of  its population are farmers. Unfortunately, the economic income of this regency is lowest than another regency in West Sumatera. This research aimed: (1 to identify superior estate comodities of Tanah Datar Regency; (2 to identify present land use of Tanah Datar Regency; (3 to analyze land availability and to evaluate land suitability of superior estate commodities; (4 to arrange the direction of superior estate commodities development. Land  suitability  evaluation was  done  by  using the matching method  between land characteristics and crops requirement. The study showed that the available land for development of  superior comodities is about 38.210 ha which is suitable for robusta coffee (X koto; nutmeg (Batipuh; cocoa (Batipuh selatan, Rambatan, Limo kaum, Tanjung emas, and Lintau buo utara; rubber (Padang gantiang; cassievera (Pariangan and Salimpauang; vanilla (Sungai tarap; and arabica coffee (Salimpauang, respectively.

  18. Analisis Manfaat Biaya Biochar di Lahan Pertanian untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Merauke

    OpenAIRE

    Diana Widiastuti, Maria Magdalena

    2016-01-01

    Biochar terbukti dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah, meningkatkan produktivitas dan menambah pendapatan petani. Biochar dapat dibuat dari limbah kehutanan/pertanian dan tidak membutuhkan teknologi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis rasio manfaat biaya pembuatan biochar dari limbah sekam padi, (2) Membandingkan produktivitas tanaman padi dengan perlakuan biochar, dan (3) Menganalisis USAha tani padi sawah dengan perlakuan biochar. Metode penelitian m...

  19. Pembuatan Pasta Gigi Katekin Teh Hijau dan Uji Daya Hambat terhadap Bakteri Streptococcus Mutans dan Lactobascillus Ascidopillus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajriani Fajriani

    2015-06-01

    Peracikan formula dan pembuatan pasta gigi katekin teh hijau dilakukan sesuai hasil uji KHM (MIC. Pasta gigi katekin teh hijau ini dilakukan pengukuran kadar total flavonoid dan total polifenol, selanjutnya pengukuran uji daya hambat pasta gigi katekin teh hijau dilakukan dengan metode difusi menggunakan well (sumuran sebagai reservoar sampel uji terhadap bakteri streptococus mutans dan lactobacilus acidophilus. Hasil diperoleh prodak pasta gigi katekin teh hijau dengan kandungan kadar flavonoid 77% dan kadar polifenol 41%, sedangkan hasil uji diameter hambatan pasta gigi katekin teh hijau terhadap bakteri streptococcus mutans 17,2 mm dan bakteri lactobacillus acidophilus 19,6 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa prodak katekin teh hijau ini sangat efektif digunakan sehari-hari sebagai perawatan gigi dan juga sebagai antibakteri kariogenik.   Making Green Tea Catechin Toothpaste and Inhibition Test Against Streptococcus Mutans and Acidophilus Lactobaccilus. The manufacture of this toothpaste is motivated by the desire of researchers to facilitate the public to use natural ingredients of green tea catechins whose result effectiveness against cariogenic bacteria was directly tested inhibition. This study is to find the right formula composition for greentea catechins toothpaste based on the result of the inhibition properties of greentea cathecins against tostreptococcus mutans dan lactobacillus acidophilus. The manufacture of greentea catechins toothpaste was after making catechins extracts and testing minimal inhibition concentration (MIC and minimal bactericidal concentration (MBC using liquid dilution method. The toothpaste was then made according to the result of MIC. The toothpaste’s flavonoid and polyphenol total contain was measured; then the inhibition property of the toothpaste to was measured using diffusion method with wells as the sample reservoar for streptococus mutans dan lactobacilus acidophilus. It is found that the toothpaste contains

  20. KOEFISIEN TANAMAN PADI SAWAH PADA SISTEM IRIGASI HEMAT AIR Crop Coefficient for Paddy Rice Field under Water Saving Irrigation Systems

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Sujono

    2012-05-01

    with wetting and drying (SWD, semi-dry cultivation (SDC, AWD dengan mulsa (AWD-Mul dan system of rice intensification (SRI  diterapkan di lahan percobaan (pot. Jumlah dan kapan air irigasi harus diberikan tergantung pada besarnya laju penguapan, kelembaban tanah dan sistem irigasi hemat air yang digunakan. Untuk itu penimbangan pot dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah pemberian air irigasi. Selanjutnya k dihitung berdasarkan ratio antara evapotranspirasi tanaman (aktual dengan evapotranspirasi acuan yang dihitung dengan metoda Penman-Montheit berdasarkan data klimat yang tersedia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal tanam hingga fase pertumbuhan vegetatif (hingga 45 hari setelah tanam koefisien tanaman k  sistem irigasi hemat air hampir setengahnya cdari nilai k (Prosida. Sebaliknya pada fase produktif nilai k metoda sistem irigasi hemat air hampir sama (AWD dan SDC atau lebih besar (SRI, SWD dari nilai k (Prosida. Berdasarkan nilai k , maka sistem pemberian air AWD dan SDC dapat menghemat air jauh lebih besar dibandingkan dengan metoda SRI dan SWD, penghematan air dapatditingkatkan apabila sistem AWD dikombinasikan dengan mulsa.

  1. Aspek Hukum Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardianto Djanggih

    2018-01-01

    Full Text Available Tanah adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa bagi rakyat, bangsa dan Negara Indonesia, yang harus diusahakan, dimanfaatkan, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artikel ini menganalisis tentang pengadaan tanah yang berorientasi pada terciptanya kepastian hukum pengadaan tanah bagi pemerintah daerah. Metode Penelitian digunakan Metode penelitian normatif dengan Pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach dan Pendekatan analisis/konsep (analytical or conceptual approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintahan daerah berhak serta berwenang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan daerahnya menurut prinsip-prinsip otonomi daerah, terutama dalam hal pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. Namun kewenangan yang diberikan kepada setiap pemerintah daerah, aplikasinya harus bersinergi dengan program pemerintah pusat. Jika eksistensi pemerintah daerah tidak dapat dilepaskan dari pemerintah pusat. Land is a gift of God Almighty for the people, the nation and the State of Indonesia, which must be cultivated, utilized, and used for the greatest prosperity of the people. This article examines the land procurement oriented to the creation of legal certainty of land procurement for local government. Methods Research used normative research methods with statutory approach and analytical or conceptual approach. The results of research indicate that local government has the right and authority to arrange and manage its own regional government affairs according to the principles of regional autonomy, especially in terms of land acquisition for the implementation of development for the public interest. However, the authority given to each local government, the application must be in synergy with the central government program. If the existence of local government can not be separated from the central government.

  2. Uji Efektifitas Pyraclostrobin Sebagai Agensia Planth Health Dengan Beberapa Level Cekaman Air Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.)

    OpenAIRE

    Pradana, Febry Mitra; Sumarni, Titin; Wicaksono, Karuniawan Puji

    2015-01-01

    Pyraclostrobin ialah salah satu bahan aktif golongan strobirulin yang dapat memberikan efek toleran terhadap cekaman pada fase pertumbuhan tanaman seperti cekaman suhu dan air. Pada penelitian ini agensia Pyraclostrobin akan diuji pada berbagai cekaman air dan menggunakan tanaman sawi hijau sebagai indikator. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari sejauh mana agensia pyraclostrobin dapat membantu tanaman menghadapi stress air. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik pada bulan...

  3. APLIKASI SISTEM INFORMASI PERTANAHAN BERDASARKAN JENIS-JENIS HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (STUDI KASUS KELURAHAN GENTENG, KECAMATAN GENTENG, SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Abdul Baary

    2015-02-01

    Full Text Available Di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, sistem informasi pertanahan belum diterapkan, jadi untuk melaksanakan tugasnya hanya menggunakan sebatas peta digital, maka dari itu perlu adanya sistem informasi pertanahan yang terpadu dan mutakhir untuk mendukung dan mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pertanahan di Kota Surabaya II.Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sistem informasi pertanahan berdasarkan jenis hak atas tanah dengan menggunakan peta digital Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya skala 1:1000, citra Quickbird 2010, database mengenai bidang tanah dan data hasil survey. Pengolahan data menggunakan software utama Autodesk Land Dekstop 2009, ArcGIS 9.3. Pembuatan program aplikasi menggunakan software Visual Basic 6.0 yang dilengkapi dengan software tambahan MapObject 2.2.Dari hasil pembuatan Sistem informasi pertanahan di Kelurahan Genteng, Program ini mampu mengidentifikasi informasi bidang tanah mengenai jenis hak atas tanah yang meliputi 224 bidang tanah yang terdiri dari 132 bidang tanah atas hak guna bangunan, 89 bidang tanah atas hak milik, dan 3 bidang tanah atas hak pakai, serta dilengkapi dengan buku panduan sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pelaksanaan program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

  4. TRANSPARANSI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN SERTIFIKAT TANAH DI KOTA MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadli Fadli

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to identify the process of land services in serving the people in charge of land titles in Makassar, the proliferation of land without a certificate becomes a problem for society. This type of research is qualitative deskriftip which give an idea or an exact explanation objectively related to the actual state of the object that diteliti.Jenis data used consist of primary data, interviews and direct observation in the field and secondary data sourced from books, documents / notes / reports and legislation relating to issues diteliti.Dari research result shows the implementation of the People for Land Certification Service (Larasita in Makassar been transparent or open but less effective. This is caused because the indicator execution and settlement services in terms of time, where the completion of the certifiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pelayanan pertanahan dalam melayani masyarakat mengurusi sertifikat tanah di Makassar, menjamurnya tanah-tanah tanpa sertifikat menjadi permasalahan bagi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftip yaitu memberikan gambaran atau penjelasan yang tepat secara objektif terkait keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu wawancara dan observasi langsung dilapangan dan data sekunder yang bersumber dari buku-buku, dokumen/catatan/laporan dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan pelaksanaan Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita di Kota Makassar sudah Transparan atau terbuka namun kurang efektif. Hal ini diakibatkan karena indikator pelaksanaan dan penyelesaian pelayanan dari segi waktu, dimana penyelesaian sertifikasi dan pelaksanaan Larasita tidak sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat sebelumnya.cation and implementation Larasita not in accordance with the provisions that have been made

  5. SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN MESIN INFERENSI FUZZY UNTUK MENENTUKAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilis Kaswidjanti

    2010-01-01

    Penelitian ini dilakukan berdasarkan atas kebutuhan akan adanya alat bantu bagi petani dalam menentukan hama/penyakit pada tanaman sayuran/palawija serta bagaimana mengendalikannya agar tidak keliru dalam memakai peptisida. Alat bantu tersebut merupakan sistem pakar yang selain untuk mendiagnosis, sistem ini diharapkan mampu memberikan saran-saran pengendalian. Pada dasarnya perangkat lunak ini terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian input basis pengetahuan, dan bagian konsultasi. Keputusan yang diambil dengan menggunakan metode aturan. Metode inferensi yang digunakan adalah metode inferensi fuzzy dengan defuzzifikasi menggunakan metode max-min dan center average. Keluaran dari perangkat lunak ini adalah jenis hama/penyakit yang menyerang tanaman dan saran pengendaliannya sesuai dengan besar kerusakan yang dialami oleh tanaman tersebut.

  6. UPAYA PEMEGANG HAK TANGGUNGAN MENGANTISIPASI HAPUSNYA HAK ATAS TANAH SEBAGAI OBYEK HAK TANGGUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acep Rohendi

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract  - Mortgage abolishment because the expiration of the Right of Exploitation (HGU, Right of Building (HGB, and Right of Use burdened not cause the abolishment of collateralized debt obligations. Duration HGU, HGB and wear rights expire, then the mortgage that is charged against the land becomes clear. This additional agreement means clear. Instead principal agreement (credit agreement is not necessarily to be clear, and move on. In this case resulted in the creditors are in a weak position because of unpaid debts, Mortgage over land as collateral to remove. This study discusses the normative legal efforts to do the lender to avoid the possible risk of the abolishment of land rights based on Law Number 42 Year 1996, which includes the manufacture of promise land extend rights in the imposition of mortgage deed, power of attorney making mortgage charging time HGB changes become ownership rights residential, Object insurance burden for advantage mortgage holder mortgage, debitor to request additional collateral.   Keywords: Mortgage, Creditors, Land Rights   Abstrak - Hapusnya Hak Tanggungan karena berakhirnya jangka waktu HGU ( Hak Guna Usaha, HGB (Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai yang dibebani Hak Tanggungan tidak menyebabkan hapusnya utang yang dijamin(Pasal 18 Ayat (4 UUHT . Dengan ketentuan ini, apabila jangka waktu HGU, HGB dan Hak pakai, maka hak tanggungan yang dibebankan terhadap tanah tersebut menjadi hapus. Artinya perjanjian tambahan ini hapus. Sebaliknya perjanjian pokok (perjanjian kredit tidak serta merta menjadi hapus, dan berjalan terus. Dalam hal ini mengakibatkan pihak kreditor berada pada posisi yang lemah karena utang belum dilunasi, Hak Tanggungan atas tanah yang dijadikan jaminan menjadi hapus. Pihak kreditor  yang tadinya berposisi sebagai Kreditor yang bersifat Preferen atas pelunasan utang tersebut dengan jaminan tanah tersebut, dengan hapusnya Hak Tanggungan atas tanah tersebut, maka pihak kreditor preferen

  7. SKRINING FARMAKOGNOSI TANAMAN ETNOFARMASI ASAL KABUPATEN BULUKUMBA YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asni Amin

    2012-06-01

    Full Text Available The use of traditional medicine has long been known and used by the people of South Sulawesi and recorded since the 15th century in lontara 'pabbura. Bulukumba as one of the areas of south Sulawesi inhabited by ethnic of Kajang and ethnic of Makassar has also been used plants to treat several of diseases including. Screening studies pharmacognostic origin Bulukumba conducted to identify medicinal plants used by the community Bulukumba to treat cancer. The research location is the village of Bahari Bonto Lembanna District Bulukumba, The research location is the village Lembana of Bonto Bahari District Regency of Bulukumba, the surveys plants etnofarmasi through sanro (traditional healers, public figures and society who have knowledge of traditional medicine with purposive sampling method. Pharmacognosy screening includes determination etnofarmasi plants that have been collected, organoleptic examination, morphology, anatomy and identification of chemical constituents using color reagent and precipitation reactions. The results obtained five plants etnofarmasi potential for the treatment of cancer, leaf of landep (Barleria prionitis L. Family Acanthaceae, gewor (Basella rubra L Famili Acanhtaceae, pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis Family Loranthaceae, rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L. family Rubiaceae dan gondola (Commelina benghalensis L. Family Commelinaceae, with chemical ingredients contain flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins. The content of flavonoids and alkaloids in plants has the potential to be used as a cancer treatment. Keywords : Etnopharmacy, anticancer, Pharmacognosy screening. Abstrak Penggunaan obat tradisional telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan dan dibukukan sejak abad ke-15 dalam lontara’ pabbura. Bulukumba sebagai salah satu wilayah Sulawesi Selatan dihuni oleh etnis Makassar dan etnis Kajang juga telah menggunakan tanaman termasuk untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian

  8. PENGARUH TINDAKAN KONSERVASI TANAH TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN, EROSI, KEHILANGAN HARA DAN PENGHASILAN PADA USAHA TANI KENTANG DAN KUBIS (Effect of Coil and Water Conservation Practices on Runoff, Erosion, Nutrient Loss and Farmer Income of Potato

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Baroroh Lili Utami

    2001-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Laju erosi yang terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah sangat tinggi karena pertanian yang dominan adalah sayuran, dan umumnya petani tidak melaksanakan teknik konservasi tanah dan air secara benar. Karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mencari tindakan konservasi tanah yang memadai agar dapat menekan erosi dan aliran permukaan, kehilangan hara dan meningkatkan penghasilan pada usaha tani kentang (Solanum toberosum L dan kubis (Brassica oleracea l. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tindakan konservasi tanah terhadap aliran permukaan, erosi, kehilangan hara, dan penghasilan sehingga diharapkan teknik konservasi yang sesuai pada usaha tani kentang dan kubis dapat ditemukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur aliran permukaan dan erosi tiap kejadian hujan mulai bulan Februari hingga Mei 2000 selama satu musim tanam pada plot erosi berukuran 2 x 10 meter dengan kemiringan 34 %. Kehilangan hara tanah ditentukan dengan mengukur kandungan hara sedimen tanah. Penghasilan usaha tani dihitung setelah panen. Penelitian dirancang secara faktorial dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT dengan dua faktor. Faktor pertama adalah usaha tani, yaitu kentang (C1 dan kubis (C2. Faktor kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan memotong kontur (P1 sebagai kontrol, guludan sejajar kontur dan teras-gulud yang di tanami serai (P2, guludan sejajar kontur dengm penutupan mulsa alang-alang (P3, dan guludan sejajar kontur dengan mulsa plastik perak hitam (P4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada usaha tani kentang, tindakan konservasi P2, P3 dan P4 mampu menekan erosi. Tindakan konservasi P2 dan P4 mampu meningkatkan penghasilan, namun P3 menurunkan penghasilan. Pada usaha tani kubis, tindakan konservasi tanah yang mampu menekan erosi hanya P3. Tindakan konservasi P2, P3, dan P4 mampu meningkatkan penghasilan. Tindakan konservasi kentang yang bagus, baik secara lingkungan maupun

  9. PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK DALAM PEMBIBITAN JABON MERAH (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Danu

    2016-09-01

    Full Text Available Pembangunan hutan tanaman jabon merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb. Havil memerlukan bibit yang bermutu. Bibit berkualitas dapat dihasilkan dengan mengoptimalkan proses fisiologis tanaman seperti fotosintesa dan metabolisme yang dipengaruhi oleh faktor luar seperti sinar matahari, air, hara mineral dan kondisi tempat tumbuh. Penambahan inokulan mikoriza dan pupuk sebagai penyedia hara dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan daya hidup bibit. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan mikoriza dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit jabon merah. Penambahan mikoriza 5 gram dan NPK 0,5 - 1,0 gram/polybag media tanah solum B dapat menghasilkan bibit jabon merah dengan tinggi 28,33 – 30,33 cm dan diameter 5,42 – 6,70 mm pada umur 5 bulan.

  10. Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin Terhadap Efisiensi Pupuk Nitrogen Dan Kualitas Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

    OpenAIRE

    Kaido, Boris; Kuswanto, Kuswanto; Wicaksono, Karuniawan Puji

    2013-01-01

    Jagung adalah tanaman komoditas utama di Indonesia sebagai bahan baku makanan dan pakan. Pyraclostrobin adalah salah satu fungisida yang diasumsikan memberi efek untuk meningkatkan efisiensi nitrogen dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas Pyraclostrobin dalam meningkatakan amilosa pada biji jagung. Perlakuan kombinasi nitrogen dan pyraclostrobin menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk semua parameter. Tetapi perlakuan ini tidak signifikan pada parameter umur be...

  11. Rancang bangun mesin penyangrai kacang tanah pada Industri Mochi di Sukabumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvi Ariyanti

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Banyaknya penggunaan kacang tanah yang disangrai untuk diolah menjadi Tingting Gepuk sebagai isi dari kue Mochi sehingga kacang tanah merupakan bahan utama kedua yang banyak digunakan dalam produksi kue Mochi selain dari tepung ketan. Dalam proses pembuatan Titing Gepuk kacang tanah harus disangrai selama 30 menit dengan kapasitas penyangraian 20 Kg/jam. Proses penyangraian kacang tanah dilakukan dengan menggunakan dua buah kuali dan dua buah kompor. Selama proses penyangraian kacang harus terus diaduk tanpa henti oleh satu orang tenaga kerja dengan menggunakan kedua tangannya kanan dan kiri. Hal ini dilakukan karena apabila pekerja berhenti mengaduk karena kelelahan maka kacang akan hangus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana rancang bangun dan pembuatan mesin penyangraian kacang tanah dengan kapasitas 2 kg/proses untuk menunjang produksi kue Mochi di Sukabumi. Berdasarkan persyaratan teknologi tepat guna bagi industri kecil, antara lain: biaya operasinya terjangkau oleh industri kecil; bentuknya menarik, ergonomis, sederhana; mudah dioperasikan, dirawat, dan aman, dapat meningkatkan mutu produk, dapat mengurangi kelelahan dari pekerja. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, pengembangan konsep dan perancangan detail. Dan hari hasil penelitian ini telah dihasilkan disain mesin penyangaraian kacang tanah yang dapat mengurangkan beban kerja pada pekerja penyangraian, pengurangan hawa yang disebabkan oleh proses penyangraian, meningkatkan produktivitas yang disebabkan banyaknya kacang yang hangus, kacang yang dihasilkan dari proses penyangraian yang dihasilkan telah bersih dari dari kulit ari. Kata kunci: Penyangrai, kacang tanah, ergonomis Abstract The amount of use of peanuts roasted to extract the contents of Tingting Gepuk as mochi cake so that the peanut is the main ingredient is widely used both in the production of Mochi Cake apart from glutinous rice flour. In the

  12. RANCANG BANGUN PROTOTIPE GARDENING SMART SYSTEM (GSS UNTUK PERAWATAN TANAMAN ANGGREK BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Kurnia

    2016-04-01

    Full Text Available Gardening Smart System (GSS adalah protitipe sistem perawatan tanaman yang pengontrolannya dirancang melalui web. Prototipe ini dimaksudkan untuk membantu pengontrolan sistem perawatan tanaman berjenis anggrek pada tingkat perorangan (personal user yang kedepannya dapat dikembangkan lebih luas lagi aplikasinya. Perancangan prototipe ini meliputi aspek hardware dan software. Dari sisi hardware prototipe dirancang menggunakan soil mosturise sensor, arduino, ethernet shield dan waterpump, sedangkan dari sisi software prototipe dirancang dengan membangun user interface berbasis HTML dan CSS. Komunikasi data antara software dengan hardware dilakukan melalui IP address yang dapat diakses melalui mobile phone (HP maupun desktop/PC. Pengujian prototipe diterapkan pada salah satu tanaman anggrek berjenis Phalaenopsis. Setelah dilakukan pengujian pada aspek hardware dan software, hasil yang diperoleh sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah direncanakan. Kedepan, pengembangan prototipe ini masih terbuka lebar untuk mengontrol sistem berbasis web dengan aplikasi lebih kompleks lagi. Kata kunci: aplikasi berbasis web, komunikasi data, IOT (internet of thing.

  13. DESAIN VEGETASI BERNILAI KONSERVASI DAN EKONOMI PADA KAWASAN PENYANGGA SISTEM TATA AIR DAS BOLANGO (Designing of Vegetation which Conservation and Economic Values in the Buffer Area of Water System at the Bolango Watershed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Wahyu Purnomo

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Perencanaan pembangunan arboretum di DAS Bolango dengan konsep konservasi dan ekonomi perlu dilakukan karena DAS ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi tentang komposisi dan struktur vegetasi penyusun hutan pada kawasan arboretum sebagai pemelihara mata air Sungai Bolango. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi sumber mata air, tanah, dan kondisi vegetasi eksisting. Metode wawancara kepada masyarakat setempat dilakukan untuk mendukung data etnobotani. Kajian lahan dilakukan antara lain tata guna, kelas kemampuan, konsep pengelolaan, kesesuaian lahan, dan penentuan vegetasinya. Hasil identifikasi sumber mata air menunjukkan bahwa terdapat 3 lokasi yang potensial dibangun arboretum, yaitu Desa Meranti Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, dan Desa Mongiilo Kecamatan Bolango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan data kualitas tanah, ketiga lokasi memiliki media perakaran yang cukup baik untuk tanaman budi daya. Secara umum, semua jenis tanaman budi daya sesuai untuk ditanam di ketiga lokasi arboretum. Perlu dilakukan pembuatan teras dan penerapan pola tanam konservasi yang mengaplikasikan tanaman penutup tanah (cover crop, tanaman budi daya, dan pohon penyusun hutan. Selain itu, perlu pemberian pupuk organik berupa kompos dan pupuk kandang.   ABSTRACT Arboretum development planning in Bolango Watershed using concept of conservation and economy is conducted because the watershed has an important role in people's lives around. This study aims to provide recommendations about composition and structure of forest vegetation in the arboretum area for conserving of Bolango River’s water springs. The study began by identifying the source of the springs, soil, and the existing vegetation. Interview to local communities was conducted to support the data of ethnobotany. Land observation was studied

  14. ANALISIS KADAR HARA PUPUK ORGANIK KASCING DARI LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfayetti Elfayetti

    2017-04-01

    Full Text Available Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodeversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(International Federation of Organic Agriculture Movements,2014. Geografi Pertanian merupakan mata kuliah di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed merupakan matakuliah wajib pada semester genap, tepatnya pada semester IV (empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing dari limbah kangkung dan bayam dan untuk mengetahui kandungan hara N, P, K dan pH kascing dari limbah kangkung dan bayam pada tanah ultisol. Untuk mengatasi permasalahan pada pupuk organik, maka harus diupayakan bagaimana memperoleh pupuk yang memiliki unsur hara yang padat dan pengadaannya relatif murah dan mudah. Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya cacing tanah merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rendahnya bahan organik, N, P, K menunjukkan bahwa tanah pada percobaan ini membutuhkan bahan organik. Pemberian bahan organik seperti cacing diharapkan dapat meningkatkan Produktivitas Ultisol dimana Kascing mempunyai sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi tanah yang baik, sehingga dapat meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan cacing tanah dan kualitas kascing yang dihasilkan. 2.Terdapat perbedaaan pada bobot cacing tanah yang dihasilkan dengan adanya perbedaan jenis makanan. Jenis makanan bayam memberikan tingkat pertumbuhan cacing tanah terbaik dengan terjadinya pertambahan bobot sebesar 650 gram yang awalnya hanya 250 gram. 3. Dari beberapa parameter sifat kimia dan biologi kascing, maka jenis makanan bayam memberikan nilai N tertinggi yaitu 0,52 dan pada pakan kangkung terdapatnilai p tertinggi yaitu 0,35. Kata Kunci

  15. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    OpenAIRE

    Brata Pantjara; Muhammad Natsir Nessa; Winarni Monoarfa; Iqbal Djawad

    2016-01-01

    Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan ...

  16. PENGARUH TOLUENA DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS SELULASE DARI TANAH HUTAN MANGROVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Lia Wahyuni

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Tanah hutan mangrove diketahui memiliki biodiversitas yang tinggi sebagai lokasi yang berpotensi untuk eksplorasi enzim. Salah satu enzim yang dapat dieksplorasi dari tanah hutan mangrove adalah selulase yang merupakan biokatalisator yang banyak digunakan dalam bidang industri. Tidak seperti pengukuran aktivitas selulase murni atau ekstrak kasar yang berasal dari salah satu sumbernya, pengukuran aktivitas selulase secara langsung dari tanah sering mengalami kesulitan dan banyak faktor yang harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis terhadap aktivitas selulase yang terdapat pada tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Pengukuran aktivitas selulase dilakukan dengan metode CMC (Carboxymethyl Cellulose Assay pada sampel tanah (slurry, pelet, dan supernatan dengan dan tanpa penambahan toluena dengan waktu inkubasi reaksi enzimatis 1 dan 24 jam. Glukosa yang dihasilkan dari reaksi dengan substrat CMC (Carboxymethyl Cellulose dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm setelah direaksikan dengan asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan antiseptik toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis berpengaruh terhadap aktivitas selulase tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Aktivitas selulase tertinggi sebesar 249,26 U/mL diperoleh pada lumpur dengan penambahan toluena dan inkubasi reaksi enzimatis 1 jam.   ABSTRACT: Mangrove soil has high biodiversity and has been well known as potential location for enzymes exploration. One of the enzymes explored from mangrove soil is cellulase which is a biocatalysator commonly used in industries. Unlike the measurement of cellulase activity of pure or crude extract obtained from one source, direct measurement of cellulase activity of the soil often counter many obstacles and many factors are involved that need to be elaborated. The aim of this study is to

  17. ANALISIS PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM WILAYAH YOGYAKARTA DENGAN METODE ATENUASI PATWARDHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam Haris

    2013-05-01

    Full Text Available Gempabumi merupakan peristiwa alam yang sangat merusak dalam hitunggan waktu yang sangat singkat. Sebagai contoh gempabumi Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan  6,4 SR. Gempa tersebut banyak sekali memakan harta dan korban jiwa. Penelitian ini  bertujuan  untuk  menganalisa dan  mengetahui sebaran  nilai  percepatan  getaran  tanah  daerah Yogyakarta  dan  untuk  mengetahui  tingkat  risiko  kerusakan  yang  diakibatkan  gempa  di  daerah tersebut periode 1980-2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumbert dari USGS dengan skala magnitudo ≥ 4 SR, pada batasan 110°04 BT - 110°08 BT dan 7°5 LS - 8°2 LS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  atenuasi Patwardhan. Metode  ini dipilih karena lebih sesuai dengan   hasil verifikasi   riil di lapangan   sebagaimana telah dilaporkan oleh Sucipto, 2010 bahwa  gempa    merusak yang    terjadi    di  Yogyakarta tercatat rata -rata  memiliki intensitas antara V-VII   MMI. Metode ini digunakan untuk menganalisis nilai percepatan getaran tanah dan nilai intensitas gempabumi sebagai acuan untuk mengetahui daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa. Berdasarkan hasil penelusuran data USGS diketahui bahwa   sebagian besar wilayah Yogyakarta didominasi gempa berskala  5  SR  dengan tingkat seismisitas yang tinggi, dimana  gempa-gempa berskala menengah ke atas sering terjadi di wilayah ini. Selanjutnya, setelah dilakukan analisa data dengan menghitung  nilai percepatan getaran tanah  diketahui bahwa  nilai percepatan getaran tanah maksimum di daerah ini berkisar antara  50-60 gal. Sebaran daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa berkonsentrasi di kabupaten Bantul serta beberapa daerah Kulon Progo dan Gunung Kidul.

  18. TEKNIK PENGELOLAAN USAHATANI TANAMAN CABAI BERKELANJUTAN DI DATARAN TINGGI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT (Management Technique of Sustainable Red Pepper Crop Farming System in Upland Distric of Cikajang Garut Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wa Ode Muliastuty

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani cabai merah dataran tinggi adalah penurunan produktivitas tanaman akibat ketidaksesuaian agroteknologi dengan karakteristik lahan dan kebutuhan tanaman. Hal ini mempercepat proses erosi dan meningkatkan kehilangan lapisan atas tanah yang lebih subur sehingga menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar erosi, menganalisis kontribusi pendapatan usahatani terhadap Kebutuhan Hidup Layak (KHL petani, dan mengkaji alternatif teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA.Erosi dianalisis menggunakan persamaan USLE. Pendapatan usahatani menggunakan analisis anggaran arus uang tunai. KHL petani dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga petani, didekati dari kebutuhan fisik minimal ditambah kebutuhan hidup tambahan. Teknik konservasi tanah diuji pada percobaan petak erosi berukuran 2 x 20 meter dan dibuat pada kemiringan lereng 40 %. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Pertama adalah pola tanam, yaitu cabai merah monokultur (T1 dan cabai merah tumpangsari dengan kubis (T2. Kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan searah lereng sebagai kontrol (K1, guludan searah lereng + guludan memotong lereng jarak 6,60 meter (K2, guludan memotong lereng (K3, dan guludan memotong lereng miring 20° (K4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curam kemiringan lereng maka erosi semakin besar melebihi batasETol dan kontribusi pendapatan usahatani terhadapKHL petani semakin rendah. Pola tanam cabai merah monokultur mempunyai erosi yang lebih besar dan kontribusi pendapatan terhadapKHL lebih kecil daripada tumpangsari. Teknik konservasi T1K3, T2K3, T1K4 dan T2K4 dapat diterapkan pada lahan dataran tinggi karena mampu menurunkan erosi ≤ ETol (30,92 ton.ha-1.th-1 dan meningkatkan pendapatan usahatani ≥ KHL (Rp. 23.920.000 kk-1.th-1, sehingga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi dapat tercapai. ABSTRACT The problems encountered in red pepper

  19. PENGARUH NAUNGAN, ZAT PENGATUR TUMBUH , DAN TANAMAN INDUK TERHADAP PERAKARAN STEK JABON (Anthocephaus cadamba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Astho Pramono

    2015-12-01

    Full Text Available Teknologi pembiakan vegetatif perlu dikuasai dalam perbanyakan masal terhadap klon terseleksi yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan, dosis IBA dan tanaman induk terhadap perakaran stek jabon. Intensitas naungan yang diuji adalah: tanpa naungan, naungan (25%, dan dosis IBA yang diuji adalah: 0 ppm, 750 ppm, 1500 ppm, dan 3000 ppm. Asal tanaman induk yaitu: bibit berasal dari biakan stek, dan bibit berasal dari biakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IBA dari konsentrasi 0 sampai 3000 ppm tidak berpengaruh secara nyata terhadap kualitas perakaran stek jabon. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perkaran stek adalah perlakuan naungan. Perlakuan naungan mampu meningkatkan kualitas perkaran stek jabon. Stek yang ditanam pada media dengan naungan 25% mampu meningkatkan keberhasilan hidup stek dari 57,5% menjadi 74,38% dan nilai panjang akar meningkat dari 9,75 cm menjadi 16,37 cm. Pucuk jabon dari bibit yang dibiakkan secara stek mampu meningkatkan keberhasilan stek dibandingkan dengan pucuk dari bibit biakan generatif.

  20. Ekstraksi Gula Stevia Dari Tanaman Stevia Rebaudiana Bertoni

    OpenAIRE

    Ratnani, R. D; Anggraeni, R

    2005-01-01

    Stevia Rebaudiana Bertoni adalah sejenis Tanaman perdu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Didalam Industri, banyak digunakan sebagai bahan pemanis untuk produk makanan dan minuman berkalori rendah atau sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes.Proses pengambilan bahan pemanis dari daun Stevia Rebaudiana dilakukan dengan cara ekstraksi bubuk daun didalam pelarut ( metanol,etanol ,spiritus , aquadest ) yang dilanjutkan dengan pencucian menggunakan Khloroform.Kemudian dicuci kemb...

  1. PEMBATASAN HAK BAGI PEMILIK SERTIFIKAT HAK MILIK ATAS TANAH DI WILAYAH ADAT KEBIRANGGA KECAMATAN MAUKARO KABUPATEN ENDE (STUDI DI WILAYAH ADAT KEBIRANGGA KECAMATAN MAUKARO KABUPATEN ENDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Cicilia Pricemarina

    2016-03-01

    Abstrak Pendaftaran hak atas tanah bertujuan agar para pemegang hak atas tanah akan dengan mudah membuktikan bahwa dirinya sebagai pemegang hak serta dapat memberikan jaminan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi pemegang hak. Namun di wilayah adat Kebirangga terdapat pembatasan hak bagi pemilik sertifikat hak milik atas tanah di wilayat adat Kebirangga karena tanah diperoleh berdasarkan pembagian tanah ulayat oleh Mosalaki, sehingga fai wazu ana azo (warga adat hanya dipandang sebagai penggarap tanpa mempunyai hak untuk mengalihkan hak atas tanah tersebut ( menjual atau menjaminkan pada Bank hal ini bertentangan dengan ciri dari hak Milik dalam ketentuan Peraturan perundang-undangan yaitu hak milik adalah hak untuk menikmati suatu benda/ tanah dengan sebebas-bebasnya dijadikan jaminan utang dengan dibebani Hak Tanggungan bisa dialihkan atau beralih kepihak lain, dapat dilepas secara suka rela serta dapat diwakafkan asal tidak bertentangan dengan undang-undang atau peraturan lainnya dan tidak mengganggu hak orang lain. Dalam Jurnal ini Peneliti menggunakan metode penelitian socio legal research, yang merupakan penelitian yang menitik beratkan perilaku individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah adat Kebirangga di Kecamatan Maukaro belum mampu menghilangkan peran hukum adat khusus dalam penguasaan hak atas tanah dari Mosalaki sebagai Kepala adat, meskipun telah ada sertifikat hak milik atas nama masing-masing orang (fai wazu ana azo, sehingga hak milik masih menjadi hak Mosalaki yang berlaku hingga saat ini, merupakan fakta masih adanya pertentangan akan kepemilikan berdasarkan ketentuan hukum positif dalam kepastian hukum antara hukum positif dan hukum adat. Kata kunci: pembatasan hak, sertifikat hak milik atas tanah, hak menguasai oleh mosalaki (kepala adat

  2. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS (Studi Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahrita .

    2016-08-01

    Full Text Available This study aimed to analyze the effects of job satisfaction (X1 and Transformational Leadership Style (X2 as independent variables simultaneously and partially on Organizational Citizenship Behavior (Y as the dependent variable in the Civil Service, Tanah Laut District Land Office. This research method uses a questionnaire to 32 employees in Tanah Laut District Land Office as a sample. Sampling technique used is the Census. Using variable measurement technique Likert scale with a weight scale from 1 to 5. To analyze the influence of variables Job Satisfaction and Transformational Leadership Style on Organizational Citizenship Behavior (Y using a statistical technique of linear regression. The results showed that the variables job satisfaction and Transformational Leadership Style jointly significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variables Job Satisfaction partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variable Transformational Leadership Style partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Keywords: Job Satisfaction, and Transformational Leadership Style Organizational Citizenship Behavior

  3. Upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Dalam Rangka Implementasi Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Asmari

    2013-09-01

    Full Text Available Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 merupakan dokumen perencanaan untuk mencapai sasaran makro pembangunan tanaman pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.   Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan dan menganalisis upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dalam rangka mengimplementasikan Renstra tersebut dan faktor pendukung serta penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman.  Upaya Dinas Pertanian Kabupaten Blitar antara lain pengelolaan produksi tanaman pangan melalui SLPTT, pengelolaan sistem penyediaan benih dan pelayanan penanganan pasca panen.  Perencanaannya bersifat top down dan implementasi rencananya sesuai dengan nature of planning process. Sebagian besar rencana tahun 2010-2012 berhasil diimplementasikan, tetapi terdapat kegiatan yang tidak tepat sasaran dari segi waktu dan target group.  Faktor pendukungnya adanya dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, ketersediaan dana, dan keberlanjutan program.  Sedangkan faktor penghambatnya perubahan kebijakan dari Pusat, keterbatasan ketersediaan benih di tingkat penyalur, keterbatasan tenaga administrasi dan lapang. Kata kunci: upaya, implementasi, renstra, top down

  4. Geology and Uranium Mineralization of Tanah Merah and Dendang Arai Sectors, West Kalimantan

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bambang-Soetopo

    2004-01-01

    Tanah Merah and Dendang Arai sectors are one of the mineralized sectors at Kalan. Goal of this study is to understand the relationship between geology and uranium mineralization character of Tanah Merah and Dendang Arai sectors. In general geology of Tanah Merah is similar with Dendang Arai which consist of biotite quartzite, leopard quartzite, muscovite quartzite, biotite muscovite quartzite, metasilt, metapelite, and granite. The folding is anticline with axel N45F in direction. The prominent fault is NE-SW sinistral fault, NW-SE dextral fault and N-S normal faults. U mineralization fills in the area space between minerals and also as the vein that fill in the fracture system W-E to WNW-ESE in direction. The thickness of mineralization is milimetric to centrimetric. Uranium minerals are uraninite, monazite, autunite and gummite associated with feldspar, tourmaline, zircon, biotite, quartz, pyrite, pyrhotite, hematite, rutile, chalcopyrite, magnenite ilmenite and molybdenite. Radiometric value is in the range of 1.000 to 15.000 c/s and the total grade of U are 12.6 to 2661.25 ppm. U mineralization process connected with intrusion of granite and in the secondary phase. (author)

  5. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Politeknik Tanah Laut Di Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Ismail

    2016-04-01

    Full Text Available Leadership  style  and  work  motivation  are  elements  that  can  affect  on  job satisfaction to improve employees’ job satisfaction. This research aims to know and analyze the infl uence of leadership style and work motivation on employees’ job satisfaction on the Polytechnic Tanah laut in Tanah Laut Regency. The  type  of  research  is  explanatory  research.  All  of  the  population  are  the samples of the research. Extracting information on 81 employees’ who were the respondents in the study, by using questionnaire in fi ve scales of likert. Data analysis is taken from multiple linear regression analysis, Coeffi cient of Multiple Determination, F-test and t-test. The  results  showed  leadership  style  and  work  motivation  partially  or simultaneously  positive  and  signifi cant  effect  on  the  the  employees’  job satisfaction. Based on these results, implications for the management employees’ that further enhance the confi dence of the leadership and employees’ motivation in order to improve employees’ job satisfaction and institutional goals can be achieved. Keywords : Leadership style, motivation, job satisfaction

  6. APLIKASI THERMAL PRE-TREATMENT LIMBAH TANAMAN JAGUNG (Zea mays SEBAGAI CO·SUBSTRAT PADA PROSES ANAEROBIK DIGESTI UNTUK PRODUKSI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Darwin

    2016-04-01

    Full Text Available Thermal pre-treatment was given on corn stover in the purpose of breaking the lignin content; thus, it may help anaerobic microorganisms to convert polymer including cellulose and hemicelluloses into biogas. This study aimed to investigate the effects of thermal pre-treatment on corn stover in anaerobic digestion process related to the production of biogas as well as digestion process efficiency. This research was carried out by utilizing batch reactors where the temperature was maintained at mesophilic conditions above room temperature (33 ± 2 oC. Based on the result, it was known that thermal pre-treatment given on the corn stover may enhance anaerobic digestion process for biogas production at the first 10 days. This condition reduced the time of lag phase during anaerobic digestion. The biogas production of corn stover given thermal pre-treatment was slow at 26 days where their average total production were 12,412.5 mL,12,310 mL at 15 and 25 minutes thermal pre-treatment, respectively while biogas production of non pre-treated corn stover was 12,557 mL. The highest daily biogas production was accomplished by corn stover that was given thermal pre-treatment at 25 minutes (915 mL. Corn stover given with 15 minutes thermal pre-treatment also generated higher daily biogas production at day 9 (772.5 mL compared with corn stover that was not pre-treated (405 mL. This research also revealed that corn stover given thermal pre-treatment reached higher biogas yield compared with non pre-treated corn stover where their biogas yield were 670.39, 690.65 mL/g volatile solids added at 15 and 25 minutes thermal pre- treatment respectively, and 456.37 mL/g volatile solids added of non pre-treated corn stover. Keywords: Thermal pre-treatment, corn stover, anaerobic digestion, biogas   ABSTRAK Thermal pre-treatment diberikan pada limbah tanaman jagung dengan tujuan untuk memecahkan kandungan lignin yang terdapat pada limbah tanaman jagung sehingga memudahkan

  7. EFEKTIVITAS AGENS PENGENDALI HAYATI DAN INSEKTISIDA SINTETIK TERHADAP HAMA TANAMAN PADI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Maghfiratul

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAKPadi (Oryza sativa L merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hambatan dalam produksi padi yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas APH (Agens Pengendali Hayati dalam mengendalikan OPT serta mengetahui pengaruh pengendalian APH terhadap produksi padi. Penelitian dilakukan di lahan pertanaman padi di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember pada bulan juni sampai september 2014. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri 5 perlakuan yaitu: P1 = Nematoda Entomopatogen (NEP, P2 = Beauveria bassiana, P3 = Bakteri Merah Serratia spp., P4 = Insektisida, dan P5 = Kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati meliputi jenis hama pada tanaman padi: belalang hijau, kepik hijau, dan walang sangit, populasi hama pada tanaman padi, produksi padi yang meliputi berat basah dan berat kering hasil panen padi. Hasil pengematan menunjukkan bahwa berbagai jenis APH memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap penurunan populasi hama belalang hijau (Oxya sp dengan rerata populasi mencapai 4,12 ekor/10rumpun, populasi kepik hijau (Nezara viridula dengan rerata 0,56 ekor/10rumpun dan walang sangit (Leptocorisa oratorius F. dengan rerata 4,76 ekor/10rumpun diakhir pengamatan (91 HST. Hasil berat gabah kering sawah dan berat gabah kering giling terbanyak yaitu pada perlakuan P4 (Insektisida sebesar 532 gram dan 432 gram, sedangkan hasil produksi terkecil pada perlakuan P3 (Bakteri merah sebesar 468 gram dan 390 gram.Kata kunci: Padi, Hama, Agens hayati 

  8. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Pupuk Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir)

    OpenAIRE

    Aliyenah, Aliyenah; A Napoleon, A Napoleon; Yudono, Bambang

    2015-01-01

    Penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) ini telah dilaksanakan pada Ja-nuari - Maret 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan limbah cair industri tahu agar dapat digunakan sebagai pupuk cair organik untuk tanaman kangkung darat. Penelitian ini dilakukan dengan meng-gunakan Rancang Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan konsentrasi pupuk cair organik dari ...

  9. STABILISASI TANAH LIAT SANGAT LUNAK DENGAN GARAM DAN PC (PORTLAND CEMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tirta Djusman Arief

    2006-01-01

    Full Text Available Adding sodium chloride, as admixture, and Portland Cement, as stabilizer, to a very soft clay increase its plasticity index (PI, Californian Bearing Ratio (CBR, and Unconfined Compression Strength (UCS. This paper presents the results of testings done to very soft clay from Margomulyo, Surabaya. The results show a promising tendency. Anyhow a wider and comprehensive research is still needed to ensure the long-term effect of the soil stabilization. Abstract in Bahasa Indonesia : Penambahan garam (sodium chloride dan PC (Portland Cement meningkatkan PI (Plasticity Index, CBR (Californian Bearing Ratio, dan UCS (Unconfined Compression Strength dari tanah lempung sangat lunak. Dalam makalah ini disajikan hasil pengujian yang dilakukan terhadap lempung sangat lunak dari daerah Margomulyo, Surabaya. Hasilnya menunjukkan kecenderungan yang menggembirakan, namun penelitian yang luas dan komprehensif masih diperlukan untuk peningkatan stabilitas tanah dalam jangka panjang.

  10. Plants diversity of farm forestry in Tanah Laut District, South Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MOCHAMAD ARIEF SOENDJOTO

    2008-04-01

    Full Text Available Both monoculture and polyculture farm forestry were in Tanah Laut District. The plants forming the monoculture farm forestry were rubber, teak, coconut, and acacias. The areas of rubber farm forestry were scattered all over the district. Based on Surat Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut No. 522/202/PPHH/Dishut, there were 43 plant species in the polyculture one; 16 species were categorized as the farm wood and 27 as the other wood. Based on Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK 272/Menhut-V/2004, there were 44 plant species and 16 of those were the multi purpose tree species. The density and the potential of plants indicated the preference of the community to plant the non-wood producing species of the farm-wood group as well as durian and rambutan of the other wood one.

  11. Kualitas Air Tanah di Tiga Ibu Kota Kecamatan (Kutowinangun, Prembun dan Kutoarjo dan Kaitannya dengan Sanitasi Lingkungan Sekitar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Sudarmadji

    2016-12-01

    Full Text Available Air tanah masih merupakan sumber air untuk keperluan sehari-hari bagi penduduk perkotaan, lebih-lebih kota kecil pada umumnya. Sumber daya air menunjukkan gejala penurunan kualitas yang disebabkan oleh dampak berbagai macam kegiatan yang menghasilkan limbah dan sistem sanitasi lingkungan yang kurang baik. Daerah-daerah perkotaan yang terletak di dataran alluvial pantai dapat merupakan daerah yang rawan terhadap pencemaran air tanah. Tiga ibu kota kecamatan, yaitu Kutowinangun dan Prembun, Kabupaten Kebumen dan Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang terletak saling berdekatan diteliti untuk mengetahui kualitas air tanah yang merupakan sumber air domestik penduduknya dalam kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan serta persepsi masyarakat terhadap pencemaran sumber air tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan di lapangan wawancara dengan penduduk serta analisis laboratorium terhadap sampel air tanah yang diambil. Hasil analisis laboratorium menunjukkan gejala kualitas air di tiga kota tersebut sudah memperlihatkan gejala penurunan, walaupun belum sampai melampaui ambang batas baku mutu air Golongan B. Penurunan tersebut terlibat dengan tingginya kadar NO2, SO4, Cl, COD dan bakteri coli. Diperkirakan bahwa tingginya kadar zat tersebut terkait dengan masalah limbah yang dibuang, yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang masih belum baik. Kadar NO2 dan NO3 cenderung lebih tinggi di daerah pusat kota yang merupakan pusat aktivitas penduduk, dibandingkan dengan daerah pinggir kota. Limbah dari aktivitas kegiatan penduduk di pusat-pusat pelayanan umum, termasuk juga dari sarana transportasi di jalan raya dapat merupakan sumber pencemar air tanah. Bakteri coli pada umumnya tinggi di ketiga kota yang diteliti, melebihi 2400 MPN/100ml. Angka COD yang tinggi teramati didalam air tanah Kutowinangun dan Prembun, lebih dari 25% sampel di kedua kota ini memiliki COD diatas 10 mg/l, sedangkan di Kutoarjo relatif lebih rendah. Hal yang

  12. Sistem Pakar Diagnosis Hama dan Penyakit Tanaman Hortikultura dengan Teknik Inferensi Forward dan Backward Chaining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ginanjar Wiro Sasmito

    2017-05-01

    Full Text Available One of the obstacles to doing cultivation of horticulture plant is to overcome pest and disease. Pest and disease attack can decrease productivity and even causes harvest fail that influence toward one of income sources the country. Therefore the diagnose on pest and disease must be done fastly and accurately. One of horticulture plant is red onion and chili plant. An expert system is offered as the second choice after expert on consultation. Using Expert System Development Life Cycle (ESDLC method, combination inference engine of and backward chaining for diagnosing pest and horticulture plant disease created as giving the solution. The technique of reasoning used in this research is the rule-based. The result of the research is an application that can be used to diagnosis pest and disease horticulture plant, that are red onion and chili. By this application, the farmer can determine quick action should be taken if the farm pests and diseases, without waiting for a consultation with an expert to do the handling. The application result also could be a learning system to the farmer about pest and disease horticulture plant. Salah satu kendala melakukan budidaya tanaman hortikultura adalah dalam mengatasi hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas dan bahkan menyebabkan gagal panen yang berpengaruh terhadap salah satu sumber devisa negara. Oleh karena itu, diagnosis terhadap hama dan penyakit harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Tanaman hortikultura tersebut salah satunya adalah bawang merah dan cabai. Sistem pakar dihadirkan sebagai pilihan kedua setelah pakar dalam melakukan konsultasi. Dengan menggunakan metode Expert System Development Life Cycle (ESDLC, penggabungan teknik inferensi forward dan backward chaining untuk diagnosis hama dan penyakit tanaman hortikultura dibuat sebagai solusi atas permasalahan yang ada. Teknik penalaran yang digunakan dalam penelitian ini yakni rule-based reasoning. Hasil

  13. GROUND WATER ASSESSMENT IN AGRICULTURAL AREA, CASE STUDY FROM MACHANG-MALAYSIA (Penilaian Air Tanah di Daerah Pertanian, Studi Kasus di Machang Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRACT The study area is located in Machang, North Kelantan - Malaysia. The North Kelantan plain is covered with Quaternary sediments overlying granite bedrock. The drainage system is dendritic with the main river flowing into the South China Sea. Hydrogeochemical method was used to study groundwater of shallow aquifer characters within the area. Based on water samples analysis collected from the study area, it can be deduced that the cations and anions concentration are good for domestic use except in the southern region which the nitrate concentration is higher (more than 20 mg/l compared to the northern region (relatively zero. The areas that possibly possess nitrate-contaminated groundwater have been mapped along with groundwater flow patterns. The southern and middle part of the study area has an east to west groundwater flow pattern, making it impossible for contaminated water from the southern region to enter the northern area, despite in the northern area has lower elevation. ABSTRAK Lokasi area studi adalah berada di Machang, Kelantan Utara – Malaysia. Dataran tanah wilayah Kelantan Utara dilapisi oleh batuan Sedimen Kuarter yang mana batuan granit sebagai batuan dasar. Sistem pengairan adalah berbentuk jaringan dendritik dengan sungai utama mengalir ke Laut Cina Selatan. Metoda hydrogeochemical digunakan untuk mempelajari karakter air tanah dari akuifer dangkal untuk keseluruhan area studi. Berdasarkan pada analisa air yang diperoleh dari area studi, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kation dan anion baik digunakan untuk kehidupan sehari hari kecuali air tanah di area sebelah selatan yang mana kandungan nitratnya tinggi (lebih dari 20 mg/l dibandingkan di area sebelah utara (hampir tidak ada kandungan nitrat. Area yang memungkinkan memiliki konsentrasi nitrat pada air tanah dipetakan dengan kombinasi pola aliran air tanah. Pola aliran air tanah di area belahan selatan dan bagian tengah adalah dari timur ke barat yang mana tidak

  14. Land Exploration Study and Water Quality Changes in Tanah Tinggi Lojing, Kelantan, Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Wan Adi Yusoff; Mokhtar Jaafar; Mohd Khairul Amri Kamarudin; Mohd Khairul Amri Kamarudin; Mohd Ekhwan Toriman; Mohd Ekhwan Toriman

    2015-01-01

    Land exploration activities in the highlands areas without mitigation can give more impact on the environment health in the river basin. Tanah Tinggi Lojing Gua Musang is one of the commercial areas developed for agricultural activities. Sungai Belatop is one of the affected river at Tanah Tinggi Lojing. This article was conducted to investigate the relationship of land development and water quality changes in the Belatop river basin.The study was conducted by analyzing data from the Department of Environment starts from February to October 2012. The results indicated the development of land exploration activities in the Tanah Tinggi Lojing area has affected on water quality parameters in the area. Where, the suspended sediment (SS) is high with 1161 mg/L, turbidity value is 991 (NTU) and this parameters is increasing on the rainy season impacted from surface erosion and surface runoff at land is not covered. Magnisium content also has increased from 0.66 mg/L to 1.38 mg/L. The high content magnesium result is from fertilizers used in agricultural activities in the study area. Chemical fertilizers content excessive causes the contents of calcium (Ca) high (3.18 mg/L). Ferum content in the water has also exceeded (0.3 mg/L), in Class IIA/B and Class III by WQI. Therefore, some recommendations is proposed to reduce and solving this problem. (author)

  15. Analisis Kelayakan USAhatani Tanaman Padi di Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak

    OpenAIRE

    Sulistyanto, Gunardi Dwi; Kusrini, Novira; Maswadi, Maswadi

    2013-01-01

    Pemerintah mempunyai peranan yang penting dalam USAha meningkatkan produktivitas pertanian yaitu salah satunya dengan perbaikan sistem pertanian yang ada sekarang dan pembentukan lahan pertanian baru. Pembangunan pertanian ini ditujukan pada daerah yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan dibidang pertanian, salah satunya adalah Kecamatan Sebangki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan finansial yang mencakup biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan dari USAhatani tanaman...

  16. PENGUKURAN NILAI TUKAR NELAYAN DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Budiono

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian  bertujuan untuk mengukur nilai tukar nelayan dan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Data yang didapat dengan metode survei,  sedangkan data sekunder  dari instansi pemerintah terkait.  Nilai tukar nelayan yang diukur selama bulan nopember 2012 – pebruari 2013.  Penelitian menggunakan formula Indeks Laspeyres yang dikembangkan dan pengujian dengan teori ekonomi kesejahteraan. Perhitungan nilai tukar nelayan dalam  penelitian didapatkan enam  formula, yaitu (1 NTN-pemilik  (2 NTN-perseorangan  (3 NTN-juragan (4 NTN-ABK terampil (5 NTN- ABK biasa  dan (6 NTN-tradisional.  Hasil penelitian memperlihatkan NTN Kabupaten Tanah Laut berada diatas seratus dan INTN berada diatas satu.  Sedangkan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan mengalami kenaikan. Purpose of the research was to measure trade turn and economic welfare of  fisherman living  in the Sea Land Regency  South Borneo Province.  The research use descriptive method in valving that primary data were obtained by survey and secondary data oven collected from relevant government agencies.  Exchange rate index of thratmen was measured during 4 months (November 2012 – February 2013.  Index formulation was developed Laspeyres the economic welfare of the fisherman. Analysis of fisherman trade term found 6 formulation, in cloding (1 NTN-owner (2 NTN-individual (3-NTN squire (4 NTN-skilled crew (5 NTN-ordinary crew and (6 NTN-traditional. Research results showed that NTN for Tanah Laut district was above 100  and INTN was above 1.  Eventhough economic welfare of fisherman was increase.

  17. Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung Di Kota Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaka A. I. Paski

    2018-01-01

    Citation: Paski, J.A.I., Faski, G.I.S.L., Handoyo, M.F. dan Pertiwi, D.A.S. (2017. Analisis Neraca Air Lahan untuk Tanaman Padi dan Jagung di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2, 83-89, doi:10.14710/jil.15.2.83-89

  18. Analisis Kepuasan Pelanggan Pembuatan Sertifikat Tanah Dengan Menggunakan Servqual Dan Kansei Engineering Berdasarkan Twitter BPN Salatiga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwita Artanti Kusumaningtyas

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak BPN (Badan Pertanahan Nasional merupakan instansi pemerintah dengan tugas di bidang pertanahan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2015. Salah satu tugas BPN yaitu melaksanakan kebijakan penetapan hak tanah, pendaftaran tanah, dan pemberdayaan masyarakat. Fungsi tugas pendaftaran dan penetapan hak tanah tertuang dalam salah satunya pelayanan BPN yaitu pembuatan sertifikat tanah. Pemberdayaan masyarakat sendiri dilakukan BPN Salatiga dengan memanfaatkan media sosial twitter untuk berbagi informasi kepada masyarakat terkait program kerja dan pelayanan. Melalui twitter BPN Salatiga, masyarakat dapat mengetahui pelayanan BPN Salatiga dan menjadi forum diskusi masyakarat dengan pihak BPN, sehingga dapat mengetahui keluhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan BPN Salatiga khususnya mengenai sertifikat tanah. Berdasarkan tweet BPN Salatiga ada 20 atribut layanan yang akan diolah dengan metode Servqual dan menggunakan metode Kansei Engineering untuk melakukan perbaikan. Analisis ini diharapkan dapat memberi pandangan kepada BPN untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dan mengetahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan sertifikat tanah melalui twitter BPN Salatiga. Hasilnya tingkat harapan tertinggi ada pada dimensi Tangible (4,50 dan persepsi tertinggi pada dimensi Reliability (4,49 dengan 12 kansei words. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Servqual, Kansei Engineering, Twitter Abstract BPN (National Land Agency is a government agency with a task in the field of land in accordance with the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 20 of 2015. One of the duties of BPN is implementing the policy of land titling, land registration, and community empowerment. The function of registration and assignment of land rights is contained in one of the BPN services namely the making of land certificate. Community empowerment itself is done by BPN Salatiga by utilizing social media

  19. Keragaman Semut pada Ekosistem Tanaman Kakao di Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Ikbal

    2014-12-01

    Full Text Available This study aims to determine the diversity of ants in cocoa (Theobroma cacao L. ecosystems in six hamlets in the village of Banjaroya, District Kalibawang Yogyakarta. The sampling was carried out by the method of feeding ants using tuna and sugar solution, which is placed on the cacao tree and the ground surface; pit-fall traps; and direct picking by hand. Six sub-family of ants, namely Cerapachynae, Dolichoderinae, Myrmicinae, Ponerinae, and Pseudomyrmicinae were found. Six of the most abundant genera found in each catchment were Dolichoderus sp., Anoplolepis sp., Paratrechina sp., Crematogaster sp., Pheidole sp., and Pheidologeton sp., which is known to be aggressive and invasive. The analysis showed that the diversity of ant communities in the Village Banjaroya categorized as medium (H ‘> 1-3, meaning that the overall state of the ecosystem of the cocoa crop was classified as stable or steady. Meanwhile, the results of the analysis of the dominance index (C shows that the community of ants in each village tends was tended to be dominated by a single species (C close to 0. The relationship between habitat condition and the diversity of ant was discussed in this article.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman semut pada ekosistem kakao (Theobroma cacao L. di 6 dusun di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Yogyakarta. Pengambilan sampel semut dilakukan dengan metode pengumpanan menggunakan ikan tuna dan larutan gula yang diletakkan pada pohon kakao dan permukaan tanah; lubang perangkap; dan pemungutan dengan tangan. Enam subfamili semut, yaitu Cerapachynae, Dolichoderinae, Myrmicinae, Ponerinae, dan Pseudomyrmicinae telah ditemukan di lokasi pengambilan sampel. Enam genus yaitu Dolichoderus sp., Anoplolepis sp., Paratrechina sp., Crematogaster sp., Pheidole sp. dan Pheidologeton sp. yang dikenal agresif dan invasif, ditemukan paling melimpah di setiap dusun. Hasil analisis keragaman komunitas semut di Desa

  20. Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif dan Zeolit dalam Meningkatkan Kualitas Air Tanah Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah

    OpenAIRE

    Nainggolan, Abdul Hafidz

    2016-01-01

    12 0407 022 Air merupakan kebutuhan vital makhluk hidup. Kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air sangat diperlukan untuk aktivitas manusia sehari-hari. Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah merupakan salah satu sarana pendidikan yang menggunakan air tanah sebagai sumber air untuk segala kebutuhan. Air tanah yang jika dibiarkan membentuk endapan kuning menunjukkan bahwa masih mengandung kadar Fe dan Mn yang tinggi, sehingga diperlukan suatu metode yang baik dalam kualitas dan ekono...

  1. Identifikasi Transgene pada Tanaman Padi (oryza sativa var. koshihikari yang Ditransformasi dengan Bantuan Agrobacterium tumefaciens, Menggunakan Metode Tanpa Teknik Kultur Jaringan.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Suparthana

    2015-04-01

    Full Text Available Metode transformasi tanaman dengan bantuan Agrobacterium tumefaciens biasa dilakukan dengan melibatkan teknik kultur jaringan, akan tetapi teknik kultur jaringan memiliki beberapa kelemahan yaitu memerlukan suatu kondisi steril, memakan banyak waktu, sering terjadi mutasi dalam proses kultur in vitro dan sejumlah tanaman bersifat rekalsitran pada tahap regenerasi. Disisi lain metode baru (in planta transformation system yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Penelitian dilakukan pada tanaman padi dengan bantuan A. tumefaciens sebagai inokulum namun tidak melibatkan teknik kultur jaringan pada masa regenerasinya. Biji padi (Oryza sativa L. var. Koshihikari direndam dalam air selama 2 hari, dengan demikian embrionya yang mengandung sel apikal meristem dapat diinokulasi dengan cara menusukkan jarum yang telah dicelupkan dalam inokulum. Biji padi yang telah diinokulasi selanjutnya ditumbuhkan dilapangan selayaknya pembenihan biasa tanpa perlakuan steril. Untuk menentukan keberhasilan teknik ini, dua jenis strain mutan A. tumefaciens (M-21 dan LBA4404 digunakan dalam transformasi. Mutan M-21 mengandung Tn5 tersisip dalam gen iaaM dan mutan LBA4404 membawa binari plasmid vektor. Transgen dari mutan M-21 dapat diidentifikasi dari perubahan fenotipe pada tanaman padi transgenik sedangkan dari mutan LBA4404 dapat diidentifikasi dengan uji histokimia dan ketahanan terhadap antibitik (hygromycin B.Kata kunci: in planta transformation, A. tumefaciens, transformation method

  2. Pengelolaan Kutu Kebul (Bemisia tabaci Gen. dengan Sistem Barier pada Tanaman Tembakau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Maruto Aji

    2015-07-01

    Full Text Available Since 2009, the leaf curl disease was observed on tobacco plants grown under net shadow of PTPN X (Persero and has caused yield losses up to 70%. The disease was likely to be associated with the existence of a high population of the sweet potato whitefly (Bemisia tabaci Gen. and the symptoms resembled that reported for Begomovirus infection on eggplant and tomatoes. This study aimed to know the effectiveness of physical barriers in combination with a biological barrier to avoid B. tabaci in infesting the farm. The research was done by monitoring tobacco diseases to measure the diseases intensity. Research for the management of insect vectorsB. tabaci were done based on two pretexts: (1 physical barrier using the type of net; and (2 combinations of a net with a plant (corn belt. The result showed that an effective control was obtained using a net with higher mesh size rather than using a standard net with low mesh size which was presently used by PTPN X (Persero. Corn barrier did not effective to control B. tabaci except as a wind breaker. INTISARI Peningkatan populasi kutu kebul (B. tabaci Gen. di daerah Klaten, Jawa Tengah pada tahun 2009 ternyata menjadi penyebab mewabahnya penyakit kerupuk pada tanaman Solanaceae di wilayah tersebut. Tanaman tembakau cerutu Vorstenlanden milik PTPN X (Persero yang ditanam di area bawah naungan (TBN yang berada di wilayah tersebut turut terjangkit wabah penyakit kerupuk setelah sebelumnya terindikasi terjadi peningkatan jumlah kutu kebul. Wabah penyakit kerupuk pada tembakau cerutu Vorstenlanden milik PTPN X (Persero telah menurunkan hasil hingga 70%. Gejala penyakit pada tembakau berupa penyakit kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan barier fisik sebagai langkah awal untuk mengendalikan populasi kutu kebul pada pertanaman tembakau cerutu milik PTPN X (Persero. Penelitian dimulai dengan memonitoring populasi kutu kebul dan peningkatan intensitas penyakit kerupuk pada tanaman

  3. STRATEGI DAYLIGHTING PADA BANGUNAN MULTI-LANTAI DI ATAS DAN DI BAWAH PERMUKAAN TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Santoso Mintorogo

    1999-01-01

    Full Text Available One of the common factor for Energy Saving on buildings has dealed a lot with the lightings on building, especially for multi level floors above and below grade. In order for saving energy on lightings, many daylighting strategies on multi floors building are being used and under-developed by many architects. This paper discusses the strategies of the daylighting techniques on multi floors building both above and below grade Abstract in Bahasa Indonesia : Strategi hemat energi sangat erat hubungan dengan faktor penerangan dalam bangunan, lebih-lebih pada bangunan berlantai banyak diatas atau dibawah permukaan tanah. Untuk menghemat pemakaian energi listrik dari penerangan ini, maka strategi-strategi penerangan alami "Daylighting" terus dikembangkan. Tulisan ini bertujuan memaparkan berbagai strategi daylighting pada bangunan yang berlantai banyak yang dibangun diatas maupun dibawah permukaan tanah. Kata kunci : daylighting, energi

  4. A Study on Labelling of Linolenic Acid as A Model of Isolated Benalu Teh for Cancer Diagnosis with Iodine-131

    International Nuclear Information System (INIS)

    Isti Daruwati; Eva Maria Widyasari; Nanny Kartini Oekar

    2009-01-01

    A study on active fraction of benalu teh has been carried out at Center for Application of Isotope and Radiation Technology - BATAN. This benalu teh active fraction has inhibition capability about 99% to the cancer cell. The isolated fraction is octadeca-8,10,12-triyonic acid compound which have long chain unsaturated fatty acid compound with three triple bonds. The Benalu teh active fraction has similar structure with linolenic acid which is a long chain unsaturated fatty acid with three triple bonds. Based on this similarity, the study of labelling of linolenic acid with iodine-131 has been conducted. The research was focused on optimum conditions for labelling of linolenic acid using Iodine-131 radionuclide. Labelling with iodine-131 was conducted using KIO 3 as an oxidizing agent, which can additionated linolenic acid and sodium metabisulfite for ending the reaction. Labelling efficiency determination was conducted using paper chromatography technique. The result showed that the optimum condition achieved by using KIO 3 as an oxidizing agent that gave radiochemical purity of 99,44% in virgin coconut oil, and labelling efficiency of about 69,9%. The labelled compound has high radiochemical purity i.e 96,85% in chloroform and 98,33% virgin coconut oil that was stable until 10 days in refrigerator. (author)

  5. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifat – sifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  6. KONSENSUS SEBAGAI PILAR UTAMA GOOD GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN TANAH ULAYAT DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU (Consensus as the Main Pillar of Good Governance in Managing Tanah Ulayat in the Regency of Kuantan Singingi Riau Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Mandar

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Salah satu persoalan penting pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi adalah konflik dalam pengelolaan tanah ulayat. Terjadi paling tidak 15 kasus konflik yang melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan di kabupaten ini. Berdasarkan hasil penyelesaian konflik terdapat 3 katagori penyelesaian yakni: penyelesaian kasus yang penuh, penyelesaian semu, dan tanpa penyelesaian. Penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme penyelesaian konflik tanah ulayat. Melalui teori good governance penelitian ini mengkaji mekanisme penyelesaian konflik prinsip-prinsip good governance dicobakaitkan dengan nilai-nilai lokal. Penelitian ini menemukan bahwa apabila prinsip-prinsip good governance diterapkan dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal, maka konflik-konflik tersebut dapat diselesaikan.   ABSTRACT One of the most well-known and crucial problems in the Regency of Kuantan Singingi development is the conflict in managing tanah ulayat. There are fifteen cases in which conflicts may take place among the local community and the private companies running the land in the Regency. These cases have been categorized into three. There are no consensus cases artificial consensus cases, and truly consensus case. In the analysis process, the researcher has applied theories and the concepts of Local Good Governance. The Good Governance, which can be applied universally, was convergent and applied in a way suitable with the local community traditions in the Kuantan Singingi. This research has proven that the determinant factor of problem solving is the cooperation between the involved polities (the Local Government, Private Companies, and Local Community in the interaction of tanah ulayat management. The consensus can be achieved when the Local Government is able to establish to Good Governance, the private companies is operating Good Corporate Governance paradigm, which arises through the process of crafting the local community’s culture, based on the

  7. EMISI CO2 TANAH AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN RAWA GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT (Soil Emissions of CO2 Due to Land Use Change of Peat Swamp Forest at West Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rossie Wiedya Nusantara

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi lahan gambut yang menyebabkan perubahan emisi CO2 tanah pada hutan rawa gambut primer (HP, hutan gambut sekunder (HS, semak belukar (SB, kebun sawit (KS, dan kebun jagung (KJ dan menganalisis pengaruh suhu dan jeluk muka air tanah (water-table depth terhadap emisi CO2 tanah. Sampel dari tiap tipe lahan diambil sebanyak lima ulangan, total sampel 25. Saat pengukuran respirasi CO2 tanah gambut dilakukan pengukuran suhu tanah dan muka air tanah. Pengukuran di lapangan dilaksanakan dua kali yaitu awal musim kemarau dan musim hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO2 tanah tertinggi dan terendah pada dua waktu pengukuran tersebut adalah pada tipe lahan KJ (6,512 ton ha-1 th-1 dan SB (1,698  ton ha-1 th-1 serta pada tipe lahan KS (6,701 ton ha-1 th-1 dan SB (3,169 ton ha-1 th-1 berturut-turut. Suhu tanah gambut tertinggi dan terendah pada dua waktu pengukuran tersebut berturut-turut adalah pada tipe lahan SB (27,78 oC dan HP (22,78 oC, dan pada tipe lahan KS (29,08 oC dan HP (26,56 oC serta jeluk muka air tanah gambut berturut-turut pada tipe lahan KJ (56,2 cm dan  SB (32,1 cm. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan emisi CO2 tanah gambut adalah suhu tanah, jeluk muka air tanah dan pengelolaan lahan yang menyebabkan perubahan sifat tanah gambut, seperti ketersediaan C-organik (jumlah dan kualitas bahan organik, pH tanah dan kematangan gambut. ABSTRACT This study aims to analyze peatland use change that caused changes soil emissions of CO2 at primary peat swamp forest (HP, secondary peat forest (HS, shrub (SB, oil palm plantations (KS and corn field (KJ, and to analyze the influence of temperature and water-table depth to soil emission of CO2. Soil samples were taken from each five replications that accunt for 25 samples. Simultaneously with measurement of soil respiration measuremnts soil temperature. Field measurement is carried out twice at the beginning of dry season and

  8. Masalah Tanah dan Krisis Lingkungan di Bali dalam Antologi Puisi Dongeng dari Utara Karya Made Adnyana Ole

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Retno Hardiningtyas

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendekripsikan masalah tanah dan krisis lingkungan di Bali dalam antologi puisi Dongeng dari Utara. Sumber data penelitian ini adalah sepuluh puisi bertema masalah tanah dan krisis lingkungan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah interpretasi dan pemahaman dengan teknik analisis konten. Teori yang digunakan adalah teori konflik dan ekokritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik lingkungan di Bali berkembang sebab faktor pariwisata yang menggerus lahan pertanian di Bali. Sementara itu, krisis lingkungan di Bali merupakan masalah pokok dalam pemanfaatan lingkungan dan upaya pelestarian tanah sebagai unsur alam. Dengan demikian, kehadiran sastra, khususnya puisi, merupakan potret sosial tentang kondisi lingkungan yang terjadi di Bali. Kata-Kata Kunci: puisi, masalah tanah, krisis, lingkungan Abstract: This study aims to describe the land problem and the environment crisis in Bali in the anthology Dongeng dari Utara. The data sources of this research were ten poems themed on the land problem and environmental crisis. The data were collected through library method using recording technique. The data were analyzed by interpretation and understanding using content analysis technique. The theory used was the theory of conflict and ecocriticism. The result indicates that tourism is gradually destroying agricultural soils in Bali and therefore causing the number of environmental conflicts in Bali to grow. Meanwhile, the environmental crisis in Bali is the central issue in the use of the environment and the conservation of soil as a natural element. Thus, the presence of literature, especially poetry, is a social portrait of the environmental condition existing in Bali. Key Words: poetry, land problem, crisis, environment

  9. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2016-11-01

    Full Text Available Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan serta sintasan udang windu. Penelitian dilakukan di Instalasi Tambak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Sebanyak 9 tambak berukuran luasan 800 m2 dan padat penebaran tokolan udang windu 5 ekor/m2. Pemeliharaan terhadap hewan uji dilakukan selama 12 minggu. Perlakuan kondisi pematang adalah pematang yang dilapisi kapur (A; Pematang yang permukaannya ditambah dolomit (B; Pematang yang permukaannya dilapisi plastik (C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak dengan kondisi pematang pada A dan C menghasilkan kualitas air yang lebih baik dibandingkan B. Semua perlakuan kondisi pematang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05 terhadap pertumbuhan udang windu. Kondisi pematang pada perlakuan A dan C di tambak tanah sulfat masam berpengaruh nyata (P0.05. The pond dyke condition to A and C treatments in acid sulphate soil was significantly (P<0.15 to compare with B treatment to survival rate. The survival rate was obtained by the end of research each to the A and C treatments were 29.86% and 28.82% and B treatment was 6.1%.

  10. Ragam Vegetasi dalam Puisi‐Puisi Palestina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hindun Hindun

    2016-12-01

    Full Text Available Vegetasi Palestina adalah sekelompok tanaman yang tumbuh di bumi Palestina. Para penyair Palestina, melalui puisinya, mengemukakan beragam vegetasi yang tumbuh di Palestina sehingga menimbulkan permasalahan ragam vegetasi apa saja yang disebut dalam puisi dan apa fungsi penyebutannya? Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ragam vegetasi asli Palestina dalam puisi karya penyair Palestina. Teori yang dimanfaatkan adalah teori adab al-muqawamah, yang mengatakan bahwa karya sastra merupakan piranti perlawanan terhadap segala penjajah dalam bentuk kata sehingga karya sastra tersebut dapat menggugah semangat pembacanya untuk berjuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam vegetasi Palestina adalah penanda keberadaan wilayah dan bangsa Palestina yang berarti bahwa ada tanah tempat tanaman itu tumbuh dan ada bangsa yang memanfaatkan tanaman itu dalam kehidupan mereka. Penyebutan ragam vegetasi Palestina itu menjadi simbol perlawanan bangsa Palestina terhadap penjajahan Israel yang menduduki tanah Palestina melalui aneksasi dan kolonialisasi. Puisi perlawanan ini merupakan sebuah upaya untuk membangkitkan kesadaran umat manusia di dunia, khususnya bangsa Palestina, untuk melawan segala bentuk penjajahan di muka bumi. Palestine’s vegetation is a group of plants growing in the Palestine’s soil. The Palestinian poets, through their poetries, explained the variety of plants growing in Palestine. Therefore, the research questions are what kinds of native plant growing in Palestine and why the Palestinian poets explain those plants in their poetries? The analysis theory is adab al-muqawamah meaning that literary work is an instrument to fight all forms of occupation and colonialism by using words to inspire the readers to fight. The result is that Palestine’s plant variety is a symbol of the presence of the region and the Palestinians, which means that there is a land where the plants grow and there is a nation that use the plants in their lives

  11. Trichoderma sp. dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat

    OpenAIRE

    Novita, Trias

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Trichoderma sp dalam pengendalianpenyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Jambi, perlakuannya terdiri dari : t0 = tanpa Trichoderma sp; t1 = 25 gTrichoderma sp/8 kg media; t2 = 50 g Trichoderma sp/8 kg media; t3 = 75 g Trichoderma sp/8 kgmedia; dan t4 = 100 g Trichoderma sp /8 kg media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp berperan dalam mengendalikan penyakit layu...

  12. GREEN MARKETING AND REPRESENTATION OF THE OTHER (An Analysis of Green Image Ad Represented by Teh Kotak Ad, ‘Persembahan dari Alam’ Version

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Okta Wibowo

    2017-12-01

    Full Text Available This paper presents a theoretical link among green marketing of Teh Kotak ad, “Persembahan dari Alam” version. This is an ad telling as if the product of Teh Kotak is truly from nature. In addition, this research explored the portrayal of how this ad contains metaphorical element to juxtapose nature and technology as the same level. In the analysis, this study attempts to use Green marketing theory as a tool for analysis to explore what is the message behind the ad. Moreover, exploring the representation of the portion of the position of gender where the ad uses a woman as the main actor picking tea leaf, as if this ad looks natural. The result of the study revealed that Green marketing showed it competences to cover with political agenda. It is reflected in green image which told that The Kotak is a gift from nature. Overall, this study concludes that green image of this ad relays the hidden meaning, where the main aim is inviting people to buy its product as political agendas. Keywords: Green marketing; gift; Nature; Teh Kotak

  13. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  14. PERANAN PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT PERUSAHAAN BATUBARA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS KABUPATEN TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Metafurry

    2016-05-01

    Full Text Available Community development (comdev is a form of corporate social responsibility program to increase community welfare. On the other side, comdev also aims to minimize the impact arising from mining activities. The present study aims to analyze the benefit of comdev and to calculate comdev contribution to increase community welfare. The method used to answer the research are Second Order Confirmatory Factor Analysis (2nd CFA and Multiple Linier Regression with Principal Component Analysis (PCA. The result show that benefit of comdev was perceived by community in Tanah Bumbu, South Kalimantan. Comdev also contributes positively to increase human resource development in Tanah Bumbu, but comdev not enough to compensate for the negative impact of mining especially enviromental issues.

  15. KONFLIK TANAH ULAYAT ANTARA KAMANAKAN MALAKOK VS NINIAK MAMAK SUKU TOBO DI NAGARI PADANG LAWEH, KEC. KOTO VII, KAB. SIJUNJUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Welda Ningsih

    2013-06-01

    Full Text Available Conflict of communal land between kamanakan malakok with niniak mamak in Tobo clan Nagari Padang Laweh, District Koto VII Sijunjung which in this conflict kamanakan malakok from areas Bukit Bual seeks to maintain in order to get the management rights of communal land that is the intersection of SMP 8 Nagari Padang Laweh which is the possession of niniak mamak Tobo tribe does not comply with the decision of niniak mamak. The approach used in this study is a qualitative research method and descriptive. The data collection is done by observation and in-depth interviews. Based on the results of research conducted, communal land conflicts caused by kamanakan malakok who worked and fence off communal land without the permission and niniak mamak Tobo Tribe resulting land conflict issues. While the forms of conflict resolution is performed by the deliberation and consensus between the two sides, the conflict is not resolved by the prince of the tribe resulted in the issue resolved through official institutions, namely guardian Nagari, the prince of the tribe and the latter through the police, after receiving the decision of the police. Konflik tanah ulayat antara kamanakan malakok dengan niniak mamak Suku Tobo di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung yang mana di dalam konflik ini kamanakan malakok yang berasal dari daerah Bukit Bual berupaya mempertahankan supaya mendapatkan hak pengelolaan tanah ulayat yang ada simpang SMP 8 Nagari Padang Laweh yang merupakan kepunyaan dari niniak mamak suku Tobo dengan jalan tidak mematuhi keputusan dari niniak mamak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, konflik tanah ulayat disebabkan oleh kamanakan malakok yang menggarap dan memagari tanah ulayat tanpa seizin dan sepengatahuan niniak mamak Suku Tobo sehingga

  16. PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA TERSENSITISASI DYE DARI TINTA SOTONG DAN EKSTRAK TEH HITAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Choirul Umam

    2013-05-01

    Full Text Available Sel surya merupakan energy alternatif yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu jenis sel surya adalah sel surya organic yang menggunakan elektrolit sebagai medium transport muatan dan dye sebagai penyerap sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama perendaman dalam dye hasil ekstraksi teh hitam dan tinta sotong terhadap efisiensi sel surya dan mengetahui efisiensi sel surya tersensitisasi dye dengan menggunakan kaca TCO. Pembuatan Dye-sensitized solar cell (DSSC diawali dengan menyiapkan elektroda yang dibuat dari nanokristal TiO2 yang dilapiskan pada substrat kaca konduktif, yang kemudian direndam dalam dye. Sedangkan elektroda lawan dibuat dengan cara melapiskan grafit pensil pada kaca konduktif. Sel surya dibentuk dengan struktur sandwich dimana dua substrat kaca konduktif mengapit komponen- komponen dari DSSC. Lama perendaman sel surya dalam dye mempengaruhi voltase dan arus keluaran. Daya dan efisiensi maksimum yang dihasilkan menggunakan dye teh hitam sebesar    8,85 x 10-8  W dan 8,5 x 10-3  %. Sedangkan daya dan efisiensi maksimum yang dihasilkan menggunakan dye tinta sotong sebesar 23,4 x 10-8 W dan 23,19 x 10-3 %.

  17. STRATEGI DISTRIBUSI PRODUK TEH SIAP SAJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sally Wiedjarnarko

    2015-03-01

    Full Text Available Freshbrew Mels Beverages is a small-sized packaged tea beverage company. The brand product is "Mary Tea" which consists of two types of tea beverages. The company uses forwarding channel in delivering its products to the markets in Central Java, Lampung and Bali. The current problems faced by the company include the channel distribution which is not optimum in delivering its total products and costs it has spent. This study was designed to analyze the optimum distribution system and formulate the most cost-effective product delivery strategy.  The methods used were descriptive and quantitative approaches. The descriptive method included a method of benchmarking, and the quantitative approach included analysis of the distribution margin, Data Envelopment Analysis (DEA, Analytic Hierarchy Process (AHP, and financial analysis. The results show that: 1 a forwarder was the only distribution system used by the company, 2 Central Java was ‘under-performing group’, whereas Lampung and Bali were in ‘effectively managed but sales’ group, 3 the critical factor that affected the highest distribution costs was the number of authorized distributors owned by the company, 4 the best alternative strategy was to expand sales locations in the area of production, and 5 the investment for purchasing a container truck in order to minimize cost was feasible with NET B/C of 4.88 for 5 years and 6 months. The recommended strategies for solving the problem include developing markets, selecting transportation and expedition, having authorized distributors, increasing sales, and creating coordinated management system. Keywords: distribution, distribution margin, DEA, AHP, financial analysisABSTRAKFreshbrew Mels Beverages adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan yang memproduksi teh dalam kemasan. Merek produknya adalah “Mary Tea” yang terdiri dari dua jenis minuman teh. Freshbrew Mels Beverages menggunakan sistem distribusi

  18. Analisis Neraca Air Lahan terhadap Jenis Tanah yang Berkembang pada Daerah Karts di Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Tufaila

    2017-09-01

    Full Text Available Soil water balance is describes the condition of the water in an area. The difference of climatic conditions and land characteristic denotes the effect of the soil water balance. The objective of this study is to determine soil water balance on the type of soil that developed at parent material karts. Village Parigi district Muna has an area of 16245.88 ha consists of Inceptisol, Mollisol, and Andosol and developing in Qal and Qpw geological formation. The results of research showed that surplus on rainwater occurred in February, March, and April. While the water deficit occurred in January, May, June, July, August, September, October, November, and December. Soil water balance in the research site was affected by climate, soil condition, and soil characteristic. Soil was formed above the karst rock showing little effect on the soil water balance.  ABSTRAK Neraca air lahan menggambarkan kondisi air pada suatu wilayah. Perbedaan kondisi iklim dan karateristik lahan memberikan pengaruh terhadap nerca air lahan. Tujuan penelitiaan ini yaitu untuk mengetahui neraca air lahan pada jenis tanah yang berkembang pada bahan induk karts. Kecamatan Parigi Kabupaten Muna memiliki luas 16.245,88 ha terdiri dari jenis tanah Iceptisol, Mollisol, dan Andisol dan  berkembang pada formasi geologi Qal dan Qpw. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa surpulus air hujan terjadi pada bulan Februari, Maret dan April, sedangkan divisit air terjadi pada bulan Januari, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Neraca air lahan dilokasi penelitian dipengaruhi oleh iklim, kondisi lahan, dan karateristik tanah. Tanah yang terbentuk diatas batuan karts memberikan pengaruh yang kecil terhadap neraca air lahan.

  19. Potensi Tanaman Di Indonesia Sebagai Larvasida Alami Untuk Aedes aegypti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoke Astriani

    2017-02-01

    merangkum dari beberapa hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh informasi bahwa 68% dari 25 jenis tanaman memiliki efektifitas yang tinggi LC50<750 ppm. Melati, Zodia dan Tembakau merupakan tanaman dengan efektifitas yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya dengan nilai LC50 yaitu 0,999 ppm, 1,94 ppm dan 1,94 ppm. Kedua puluh lima tanaman yang kami sajikan cocok dibudidayakan di wilayah Indonesia dengan iklim tropis sehingga masyarakat dapat dengan mudah membudidayakannya dan memanfaatkannya sebagai larvasida nabati.Kata Kunci: Larvasida alami, Aedes aegypti, LC50, dan minyak atsiri.

  20. PERILAKU PENGGUNAAN KONDOM DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV PADA MASYARAKAT UMUM DI TANAH PAPUA DAN PADA ICELOMPOK RISIKO DI INDONESIA, 2004-2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Bisara Lolong

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract. Although Indonesia's HIV epidemic was classified as low epidemic in general, however since2000 in some high risk groups population classified as concentrated such asFSW (Female Sex Workers,IDUs (Injecting Drug Users and transsexual, HIV prevalence tend to increase. While in Papua and WestPapua (Tanah  Papua,the increase of the disease is growing further that have been reaching generalizedclassification namely 2.41% (>1%. This article examines the behaviour on usingcomdom  amongcommunity in Tanah  Papua and among risk groups namely FSW  (Female Sex Workers, FSW  clients,transsexual, Gay, Male Sex Workers and IDUs  in Indonesia. The data were obtained from communitybased of the Integrated Behavioral and Biological Surveillance Survey(IBBS  2006 in 10 districts in Tanah Papua.The other data were obtained from Behavioral Surveillance Survey (BSS 2004-2005 ofFSW  and FSW clients in 14 provinces, transsexual in four districts, Gay and Male Sex Workers in three districts andIDUs  in five cities. This survey reveals that knowledge of three programmatically important ways toprevent from HIV transmission ABC: abstinent, being faithful and using condom is still concern. Theyoungest and the oldest ages know less the three ways to preventing from HIV transmission. It is verycorcern  that always using condoms among risk groups when they commit commercial sexual activity werevery low, ranging from 3% to 56% for sex workers and their clients, 17% for IDUs.  While amongcommunity in Tanah  Papua ranging from 2% (highland to 35% (easy land when they commit the lastsexual activity with payment. Findings also show that the use in condoms is affected by condomavailability and frequency in suggesting condom use among sex workres.  Therefore it is needed to maintainthe continuity of campaign on 100% condom use and provide condoms in work places of commercial sexworkers and also in all areas in Tanah  Papua.

  1. Lactobacillus bulgaricus Sebagai Probiotik Guna Peningkatan Kualitas Ampas Tahu Untuk Pakan Cacing Tanah

    OpenAIRE

    Purkan, Purkan

    2017-01-01

    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas protease dari probiotik Lactobacillus bulgaricus dan pengaruh probiotik Lactobacillus bulgaricus dalam fermentasi pakan ampas tahu untuk meningkatkan produktivitas cacing tanah. Metode yang digunakan untuk penentuan aktivitas protease dalam hidrolisis substrat kasein adalah metode Bradford. Dari hasil penelitian, probiotik Lactobacillus bulgaricus mengeluarkan protease selama 18 jam pertumbuhan, dengan aktivitas protease sebesar 131,0...

  2. Efektifitas Fungsida Berbahan Aktif Pyraclostrobin 50 G/KG + Metiram G/KG untuk Mengendalikan Penyakit Embun Tepung (Podosphaera leucotrica Pada Tanaman Apel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eli Korlina

    2016-03-01

    Full Text Available Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl, mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan, disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha.

  3. Implementasi Data Mining Dalam Data Bencana Tanah Longsor Di Jawa Barat Menggunakan Algoritma Fp-Growth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Castaka Agus Sugianto

    2017-11-01

    Full Text Available Jawa Barat merupakan salah satu zona rawan longsor di Indonesia. Pengurangan resiko bencana diantaranya adalah peringatan dini dengan langkah awal menganalisis data yang ada. Salah satu cara menganalisis data ini yaitu dengan teknik data mining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hubungan aturan assosiatif antara suatu kombinasi data dan membentuk pola kombinasi datasets dengan menggunakan algoritma Fp-growth dalam data bencana tanah longsor yang di dapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat periode data dari 2011 sampai dengan 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai confidence tertinggi sebesar 1 dengan premises malam, jalan rusak dan conclusion hujan deras dan premises tanah labil, korban jiwa, sore dengan conclusion hujan deras yang berarti keterkaitan satu kondisi dengan kondisi lain sebesar 100%. Untuk nilai support tertinggi dalam pola asosiatif didapatkan sebesar 0,629 dengan confidence 0,901 dengan premises rumah rusak dan conclusion hujan deras yang berarti 90% keterkaitan dengan kejadian 63% kemunculan.

  4. Pola Penguasaan Tanah Sawah secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.

  5. Pertumbuhan Setek Sambung Kina (Cinchona sp. Klon QRC Akibat Perbedaan Panjang Setek Batang Atas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi panjang setek terhadap  pertumbuhan setek sambung kina (Cinchona sp klon QRC telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter di atas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe iklim B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951 dengan curah hujan rata-rata antara 2000 - 3000 mm per tahun dan suhu rata-rata 13,5oC- 21,1oC.  Kelembaban relatif antara 68% sampai 97%. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 5 perlakuan dan diulang lima kali. Jumlah tanaman per plot adalah 50 tanaman: perlakuan panjang setek terdiri dari  5 cm,  7 cm,  9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panjang setek sambung atas yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap persentase setek hidup, panjang setek, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar bibit kina di pembibitan. Penggunaan setek sambung dengan panjang 7 cm,  memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit sambung kina (Cinchona ledgeriana Moens di pembibitan yang ditunjukkan oleh persentase hidup, jumlah daun, tinggi bibit dan jumlah akar yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. The objective of this research was to evaluate the effect of variation in the length of cuttings on the growth of grafted cutting of cinchona (Cinchona  Sp. clone QRC. The research was conducted in Gambung Experimental Garden, Research Institute for Tea and Cinchona, Bandung at 1,300 m above sea level, Andisol soil type with type B of climate according to the classification of Schmidt and Fergusson (1951, average of rainfall between 2,000 mm – 3,000 mm per year, average temperature of 13,5oC – 21,1oC, and relative humidity of 68% – 97%. The research used randomized block design (RBD with five treatments and five replications. The treatment was length of cutting was consisted of 5, 7, 9, 11, and 13 cm. The

  6. Perception and Motivation Study as a Determinants of Ecotourism Development in Tanah Datar Region

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam Rachmatullah

    2018-03-01

    Full Text Available During the last decade, many countries are paying special concern to develop of tourism and ecotourism industry cause able to accelerate development in a region. This research aims to analyze stakeholder perceptions and motivation determinants, a long with to formulate ecotourism development strategy. The research method used in closed ended questionnaire instrument and then data were analyzed by using one score one criteria scoring system. The result of the study showed that a local community and government perceptions have as a conclusion is a good or stil the positive sphere so that it is feasible to be develop as all forms of ecotourism. Afterwards, the result of motivations data showed that stakeholders have a high interest (score 6-7 to be actively involved in any form of ecotourism development. In order to realize the integrated ecotourism development in Tanah Datar Region, then some important things that need to be optimized, among others: 1 regional development perspective; 2 social-culture perspective; 3 capacity building perspective; 4 marketing perspective.  Keywords: ecotourism, motivation, perception, Tanah Datar Region 

  7. KERAGAMAN MIKOFLORA TANAH PADA HABITAT TANAMAN PISANG DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    l MADE SUDARMA

    2015-05-01

    Full Text Available Fungi in the soil plays an important role in maintaining the health and quality ofland, one of several indicators of soil health that is the diversity of soil fungi. This study was done in order to know the soil fungi diversity in the soil of banana plants habitat. The soil samples were collected from three regencies in Bali, i.e. Karangasem, Klungkung and Jembrana which are the main banana growing areas in Bali. Soil sampling was done in two sites in each regency, by collecting 100 grams of soil surrounding the banana plant at the depth of 20 cm, with three replication. Soil microbes population density particularly for bacteria, fungi and actinomycetes were determined based on plate account technique, while the microbes diversity was determined based on Diversity Index of Shannon-Wiener. Diversity index of soil fungi of all soil samples ranged from 0.8785 to 2.1458 (criteria oflow to moderate, with population densities ranging from 1.1 x 104 to 2.8 x 104 cfu / g soil. Evenness index at all sites soil samples obtained ranged from 0.6688 to 0.9766, this means the fungus species found there are no outstanding domination. Similarity index on all soil samples showed less than 0.5, which means one does not have a kinship with each other. Physicochemical factors that affect population density of soil fungi on the banana plant habitats: organic C, total N, available P, available K, soil moisture content (air dry capacity and field capacity, sand and clay. W hile soil physicochemical factors that influence the number of species (diversity of soil fungi namely: C-organic content, total N and the dust has positive influence on the number of species in banana plants habitat, whereas soil sand content negatively affected the number of types of soil fungi.

  8. TECHNOLOGY NEEDS ASSESSMENT (TNA FOR CLIMATE CHANGE MITIGATION IN AGRICULTURE SECTOR: CRITERIA, PRIORITIZING AND BARRIERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasdi Subagyono

    2010-11-01

    Full Text Available Upaya mitigasi di sektor pertanian menjadi sangat penting karena sektor ini berkontribusi terhadap munculnya emisi gas rumah kaca (GRK, namun demikian kajian terhadap kebutuhan teknologi untuk mitigasi belum dilakukan. Kajian difokuskan pada seleksi teknologi, kendala dan peluang untuk mengatasi masalah. Seleksi teknologi didasarkan pada criteria dan opsi teknologi yang diperlukan. Data dan informasi dikumpulkan dari berbagai lembaga baik badan, pusat dan lembaga-lembaga terkait lainnya serta melalui lokakarya yang melibatkan para pemangku kepentingan. Seleksi teknologi untuk mitigasi mempertimbangkan criteria umum yang meliputi pengurangan emisi GRK dari tanaman dan ternak, konservasi sumberdaya, untuk keberlanjutan keanekaragaman hayati, mengangkat isu energi hijau, keberlanjutan keamanan pangan, dan mengangkat isu energi alternatif; dan spesifik criteria yang meliputi memprioritaskan teknologi lokal untuk mitigasi, keberlanjutan plasma nutfah spesifik lokasi, memprioritaskan teknologi yang murah untuk petani miskin, introduksi varietas tanaman yang rendah emisi, mengganti sebagian pupuk kimia dengan pupuk organik, serta mengurangi emisi gas metana (CH4. Kriteria tersebut diskor kedalam 4 kelas, yaitu nilai tinggi/relevansi tinggi/sangat berdampak (skor 5, nilai sedang/relevan/berdampak sedang (skor: 3; nilai rendah/kurang relevan/kurang berdampak (skor: 1; dan tidak relevan/tidak berdampak (skor: 0. Hasil kjian menunjukkan bahwa prioritas teknologi yang dibutuhkan untuk mitigasi: (a untuk lahan sawah: varietas tanaman dengan emisi rendah, pemupukan yang tepat, tanpa olah tanah/olah tanah minimum, dan irigasi berselang, (b untuk tanaman tahunan: teknologi tebang baker yang tepat dan biofuel, (c untuk peternakan: teknologi pengomposan dan biogas, dan (d untuk lahan gambut: menghindari tebang bakar, menghindari drainasi yang berlebihan dan menjaga kelembaban tanah.   Mitigation action in agriculture sector is crucial since it contributes to

  9. Evaluasi Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak Serta Kontribusinya dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi pada KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Safira Dewi

    2012-05-01

    Full Text Available In 2010, a number of efforts such as the safeguard mechanism has been implemented by the KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua, one of the safeguard mechanism is an intensification of activity or potential tax starting from the unified tax mapping activities, benchmarking and profiling, with an analysis of the sectors found on the contribution of a region (eg county or city or the sectors contained in the contribution of tax revenue a tax services office or regional office of the Directorate General of Taxes. Given the working area of KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua are in the economic and strategic business centers and many residents which don’t have tax ID, provide more opportunity for KPP in capturing the public to serve the taxpayer by providing tax ID. But in actual KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua should be able to read situations and anticipate the various circumstances that might be a problem in the smooth operation of extending the taxpayer, such as mutations in the population without changing the domicile of the candidate statements taxpayers of local authorities and social conditions change.

  10. Determination of Quality, Quantity, and Geometry of Uranium Deposit at North Tanah Merah, Kalan, West Kalimantan

    International Nuclear Information System (INIS)

    Lilik-Subiantoro; Widiyanta; Widito, P.

    2004-01-01

    The research based on 1997/1998 the systematic prospect ion result which was discovered a uranium mineralization zones indication with in the area of 11,733 m 2 at Tanah Merah. That mineralization were found with in favourable, rock of quartzite that intruded by granitic rock. Uranium minerals are uraninite and brannerite, fill in spots and incontinously WNW-ESE fractures. The aim of this research was to find information about sub surfaces uranium geology characteristic, geometric, and U resources available at North Tanah Merah using shallow geological exploration drilling. The result of drilling at 3 locations arising 60 m depth each, have found some uranium mineralization indications that was identified as in uranium ore lensis. The geometri of the lensis is 5 cm-3 m lenght, 15 cm maximum wide and 5-150 thick. The result of U reserve estimation around 3 drill holes with in 5.064 m 2 area and at 66 m depth, is contain 31.348 tons U with in inferred category. (author)

  11. Pola Penguasaan Tanah Sawah Secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan  bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna  mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.   Kata kunci: sistem gilir...

  12. Studi Pengaruh Pemasangan NGR 40 Ohm pada Uprating Transformator 2 GI Gianyar Terhadap Gangguan Hubung Singkat 1 Phasa Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Surya Darma

    2017-08-01

    Full Text Available Along with the development of ever-increasing burden on the GI Gianyar then the transformer unit 2 with a capacity of 30 MVA will be uprating with a capacity of 60 MVA transformer. To maintain the continuity and reliability of the flow of electrical power to the consumer , NGR (Neutral Grounding Resistance and relay SBEF is used as the safety equipment of the short circuit 1 phase to ground was not in to the neutral point of the transformer. Uprating of transformers that have been done changes on 1 phase fault current to ground when using a direct earthing systems with a value to become 1838.21 A. While the value of the short-circuit current 1 phase to ground after pairing NGR 40 Ohm value is fixed at 288.675 A, so that the current setting and time relay SBEF fixed at 90 A and 7.067 seconds. The analysis result from the effect of installation NGR and rele SBEF on the transformer 60 MVA against short circuit 1 phase to ground has the ability good protection for the value of the fault current is able to be reduced from 1838,21 A into 288.675 A after pairing NGR 40 Ohm and time is needed SBEF to handle distractions 7.067 seconds. Intisari- Seiring dengan perkembangan beban yang terus meningkat di GI Gianyar maka transformator unit 2 berkapasitas 30 MVA akan di lakukan uprating (penggantian dengan transformator berkapasitas 60 MVA. Untuk menjaga kontinyuitas dan keandalan aliran daya listrik sampai ke konsumen (beban, NGR (Neutral Grounding Resistance dan rele SBEF dipergunakan sebagai peralatan pengaman dari gangguan hubung singkat phasa tanah agar arus gangguan 1 phasa ke tanah tidak sampai mengalir ke titik netral transformator. Dari uprating transformator yang sudah di lakukan terjadi perubahan pada arus gangguan 1 phasa ke tanah jika menggunakan sistem pentanahan langsung (solid grounding menjadi 1838,21 A. Sedangkan nilai dari arus hubung singkat 1 phasa ke tanah setelah dipasangkan NGR 40 Ohm nilainya tetap sebesar 288,675 A

  13. Kandungan Inulin Dari Umbi Dahliasp Yang Ditanam Pada Jenis Tanah Vertisol, Inceptisol Dan Andisol

    OpenAIRE

    Iskandar, Yetti Mulyati; Pudjiraharti, Sri; Ratnaningrum, Diah

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kandungan inulin dari umbi Dahlia sp yang ditanam didaerah sejuk seperti Cianjur, Lembang dan Sukabumi pada jenis tanah yang berbeda dalam rangka rencana produksi di Jawa Barat. Inulin adalah oligosacharida yang terjadi secara alami dengan komposisi gabungan fruktooligosacharida dari oligomer dengan derajat polimerisasi yang berbeda. Umbi dahlia dari bunga berwarna ungu, merah, kuning dan putih yang ditanam di tiga lokasi digunaka...

  14. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  15. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KHAMIR SECARA MORFOLOGI DI TANAH KEBUN WISATA PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jumiyati -

    2012-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi khamir secara morfologi di tanah Kebun Wisata Pendidikan Unnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Unnes. Populasi penelitian adalah khamir di tanah Kebun Wisata Pendidikan Unnes. Sampel penelitian adalah isolat khamir yang diambil dengan teknik Purposive Sampling yaitu membagi kebun menjadi lima zona dan setiap zona diambil secara acak lima titik pengambilan kemudian dihomogenkan. Sampel dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan isolasi, purifikasi dan identifikasi secara morfologi koloni dan sel. Simpulan penelitian ditemukan tujuh isolat khamir dan termasuk ke dalam lima genus yaitu Saccharomyces, Candida, Debaromyces, Brettanomyces dan Saccharomycodes. The purpose of the research was to isolate and to identify morphologically the individually-isolated yeasts from the soil of Biology Educational Garden Semarang State University. The exploration research was conducted in the Microbiology Laboratory Department of Biology, FMIPA Semarang State University. The yeasts were collected using purposive sampling technique in five zones and from each zone five random plots were selected to obtain the samples. Samples were isolated, purified and identified morphologically in terms of the colonies and the cells. Result revealed that seven isolated yeasts from five generas (Saccharomyces, Candida, Debaromyces, Brettanomyces, and Saccharomycodes had been collected from the soil of Biology Educational Garden Semarang State University.

  16. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  17. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  18. SOIL PROPERTIES OF EIGHT FOREST STANDS RESULTED FROM REHABILITATION OF DEGRADED LAND ON THE TROPICAL AREA FOR ALMOST A HALF CENTURY (Sifat-sifat Tanah Delapan Tegakan Hutan Hasil Rehabilitasi Lahan Terdegradasi pada Daerah Tropika Selama Setengah Abad

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Supriyo

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical, chemical and biological properties of soil are influenced by vegetation types which grow above it. Different tree species of stands will produce difference litter quantity, litter quality and also plants’ root system. Therefore quantifying physical and chemical soil properties in several stands after rehabilitation of degraded land will increase the understanding of forest soil characteristics. The research was conducted in 8 forest stands in Wanagama I, Gunungkidul, Yogyakarta. Collection of soil samples was done at the depth of 0-10, 10-30 and 30-50 cm by making soil profile. The result showed that the textural classes were from sandy clay loam to clay. The content of clay increased with increasing soil depth. Bulk density did not differ much among the profiles and soil depth, ranging from 0.90 to 1.28 g/cm3, and so were particle density ranged from 2.19 to 2.55 g/cm3 and pore space ranged from 47.89 to 58.08 %. pH H2O ranging from 5.81 to 7.49 (slightly acid to neutral, meanwhile  pH KCl ranging from 4.44 to 6.37. C-organic content varied widely among the vegetations and soil depth ranged between 0.11 and 5.17 %. Available P and total P varied widely from 1 to 104 ppm and from 20 to 390 ppm, respectively. CEC were not much different among the profiles and soil depths, ranging from 19.80 to 38.06 cmol (+/kg and base saturation in all samples were very high i.e. > 100 %.   ABSTRAK Sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah dipengaruhi oleh tipe vegetasi yang tumbuh di atasnya. Perbedaan spesies pohon suatu tegakan akan menghasilkan perbedaan jumlah seresah, kualitas seresah dan juga sistem perakaran. Kuantifikasi sifat-sifat fisik dan kimia tanah pada beberapa tegakan hutan pada lahan terdegradasi setelah direhabilitasi akan meningkatkan pemahaman mengenai sifat-sifat tanah hutan. Penelitian dilakukan pada I jenis tegakan hutan di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada

  19. SISTEM PEMANTAU PERTUMBUHAN POHON DI AREA HUTAN PENAMPUNG AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH (INDERAJA DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahaya Jatmoko

    2015-05-01

    Full Text Available Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor dan banjir adalah rusaknya kawasan hutan, namun karena illegal logging , pembukaan ilegal taman , dan perambahan hutan memicu pencabutan hak pengusahaan hutan ( HPH , yang diserahkan kepada kendali lokal , tapi tidak berjalan dengan baik . Dari area data akses terbuka pada tahun 2010 ada sekitar 20 juta hektar dan tidak ditindaklanjuti pengelolaannya.Hutan yang telah mengalami kerusakan akibat penebangan liar perlu direhabilitasi.Dengan menggunakan data spasial ini , kegiatan rehabilitasi dapat diidentifikasi dan dimonitor dengan lebih baik. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memantau kegiatan rehabilitasi yang dalam penelitian ini menggunakan data Landsat TM, Data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis ( GIS merupakan suatu metode yang dapat diterapkan bersama-sama , untuk memantau dan menganalisa data dengan cepat dan akurat . Penelitian ini menggunakan data penginderaan jauh dengan mengumpulkan fitur tutupan lahan di daerah tertentu yang terjangkau ke seluruh pelosok area hutan penampung air tanah di Provinsi Jawa Tengah . Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menangkap dan menganalisa data pertumbuhan pohon . Hasil yang diharapkan adalah terwujudnya sistem informasi geografis yang dapat memantau pertumbuhan pohon di area hutan penampung air tanah di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kata Kunci : data spasial, Landsat TM, Remote Sensing

  20. Desain Ilustrasi Foto Pada Baju Kaos Dengan Media Fotografi Digital Pendukung Pariwisata Budaya Di Pura Tanah Lot Dan Taman Ayun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Saryana

    2018-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan industri kreatif dengan menerapkan fotografi digital melalui pengembangan produk instan dengan desain ilustrasi foto pada baju kaos. Pemilihan Obyek wisata Pura Tanah Lot Tabanan dan Pura Taman Ayun Badung Bali, dijadikan obyek penelitian karena obyek wisata tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dianalisis dengan menggunakan metode penciptaan seni, sehingga hasil análisis dapat dijadikan pedoman atau konsep dasar dalam pengembangan produk sovenir baju kaos. Penelitian ini dilakukan dengan (1 Mengidentifikasi berbagai jenis sovenir baju kaos yang dijual pada kawasan obyek wisata Tanah Lot Tabanan dan Pura Taman Ayun Badung Bali, baik dari bahan, desain ilustrasinya serta teknik pembuatannya. (2 Menganalisis harga, tingkat penjualan, serta bahan, desain ilustrasinya dan teknik pembuatannya.  (3. Melakukan eksperimen desain ilustrasi foto dengan fotografi digital dan pengolahan melalui komputer. (4 Pembuatan ilustrasi foto dan menerapkannya dengan fotografi dan sablon digital pada baju kaos. This research started with observation of several tourism destinations  in Bali such as Tanah Lot in Tabanan and Taman Ayun Badung. The observation is that by taking pictures of tourists and then selling it on photo printed  paper, profit margins are minimized. Furthermore, selling t-shirts as souvenirs on which the design is lacking in representation of the location show restricted and minimized monetization capabilities. Based on these observations, the researcher intends to conduct research while creating an innovative product which is capable of representing the aforementioned locations. Through implementation of digital photography and patternization modalities, designed photos can instantaneously be printed on the t-shirt, and automatically it may be worn by tourists. This

  1. Kajian Tanah di Kawasan Penyangga (Buffer Zone) Taman Nasional Gunung Leuser Kecamatan Sei Bingei Kabupaten LangkatBerdasarkan Toposekuen

    OpenAIRE

    Anderson

    2012-01-01

    Penelitian dilaksanakan di daerah penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Leuser tepatnya di daerah Pamah Semilir Keeamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengklasifIkasikan tanah yang terdapat di kawasan penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Leuser pada toposekuen menurut Soil Taxonomy USDA 1998 sampai tingkat sub grup. 950303003

  2. Perbaikan Tanah Dasar Menggunakan Pre-Fabricated Vertical Drain Dengan Variasi Kedalaman Dan Perkuatan Lereng Dengan Turap Studi Kasus : Lapangan Penumpukan Peti Kemas, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dofran Winner

    2017-03-01

    Full Text Available Metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD dipilih untuk proyek pengembangan lapangan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama masa preloading, ternyata kelongsoran selebar 37 meter terjadi di area penumpukan. Diketahui bahwa kelongsoran terjadi saat preloading setinggi 4,0 meter. Agar lapangan penumpukan dapat beroperasi kembali, diperlukan perencanaan untuk perkuatan lereng dan untuk menghilangkan pemampatan tanah dasar di area lapangan penumpukan. Perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD digunakan untuk Zona 3, 4, dan 5, dan perkuatan lereng dengan turap digunakan untuk Zona-1 dan Zona-2 yang merupakan bagian lereng dari lapangan penumpukan. Direncanakan PVD dipasang pada kedalaman yang berbeda: 1/3H, 2/3H, dan H (H adalah ketebalan lapisan tanah lunak untuk melihat kondisi yang menghasilkan biaya paling murah. Dari hasil perencanaan yang dilakukan, diketahui bahwa turap yang digunakan adalah Corrugated Concrete sheet pile type W-600 A1000. Turap dipasang sedalam 18 meter di Zona-1 dan sedalam 22 meter di Zona-2; selain itu, angker dipasang pada turap untuk meningkatkan kekakuan turap. Hasil perencanaan juga menunjukkan bahwa biaya yang paling ekonomis adalah PVD dipasang sampai 2/3H di Zona-3, dan tanpa PVD di Zona-4 dan Zona-5. Total biaya konstruksi adalah sebesar Rp 843.106.053,00 untuk Zona-1 dan Zona-2; Rp 9.446.530.597,00 untuk Zona-3; Rp 1.869.613.200,00 untuk Zona 4; dan Rp 3.577.392.000,00 untuk Zona 5.

  3. Tradisi dan Perubahan Budi Daya Pohon di Desa Rambahan Kuansing dan Desa Ranggang Tanah Laut (Tradition and Change of Tree Cultivation in Rambahan Kuansing and Ranggang Tanah Laut Villages

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Suharjito

    2012-01-01

    Full Text Available The phenomenon of widespread tree cultivation by local community in some countries during the last threedecades has been explained by researchers with a macro perspective. This study is to understand the phenomenonat the micro level and from the native (peasant or farmer point of view. This study aims to explain the traditionand changes in tree cultivation. Theoris economic system were used as the basis to explain the tradition andchanges in tree cultivation in Rambahan village community of the Kuansing District and Ranggang Villagecommunity of Tanah Laut District. Case study method was used in this study. The data were collected  frominformants through individual interviews and focused group discussions. The results of this study show that thecultivation of trees has been practiced and institutionalized in the everyday lives of local people and passeddown from generation to generation, as well as a source of socio-economic stability of families. Factors thatfarmers take into consideration in the selection of tree crops to be cultivated are price, easy to sell, harvestingintensity, knowledge and skills, labor availability (particularly family labor, and capital availability. Theresults of this study also indicate that some elements of the economic system of Ranggang and Rambahancommunities have the characteristics of capitalism adherent, while some other elements have the characteristicsof pre-capitalism. In other words, two communities are in a transition between pre-capitalism and capitalism asshown in the practice of tree cultivation.Keyword: tree cultivation tradition, tenancy system of land and tree,  pre-capitalism community, Kuansing, Tanah Laut

  4. Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L. pada Sistem Instalasi Aeroponik Vertikal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pusdima Rahma Pratiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Kebutuhan akan tanaman sawi semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya teknik budidaya aeroponik vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman sawi yang terbaik terhadap pengaruh tingkat EC pada larutan nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Bekasi Timur dengan ketinggian 25 m di atas permukaan laut, dimulai pada bulan April 2014 sampai Juli 2014. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yaitu A (Tingkat EC 1 mS cm-1, B (Tingkat EC 1,5 mS cm-1, C (Tingkat EC 2 mS cm-1, dan D (Tingkat EC 2,5 mS cm-1 dengan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat EC berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi pada umur 14 dan 18 hst, luas daun pada umur 26 dan 30 hst, panjang akar pada umur 30 hst, dan bobot basah pada umur 30 hst. Tingkat EC 2,5 mS cm-1 memberikan pengaruh baik terhadap bobot basah. The increasing need of mustard require technologies that can maximize result and improve cultivation, one of them is aeroponic vertical cultivation technique. This research aimed to know the best response of mustard growth on influence of nutrient EC level. This research was carried out in Bekasi Timur with altitude of 25 m above sea level, form April 2014 to July 2014. The design used was Randomized Block Design with 4 treatments that A (EC level 1 mS cm-1, B (EC level 1,5 mS cm-1, C (EC level 2 mS cm-1, and D (EC level  2,5 mS cm-1 with 4 replications. The results showed that EC level affected on plant height at 14 and 18 dap, leaf area at 26 and 30 dap, root length at 30 dap, and wet weight at the age of 30 dap. The EC level 2,5 mS cm-1had better effect on wet weight.

  5. Tanaman Genetically Modified Organism (GMO dan Perspektif Hukumnya di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuwono Prianto

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Genetically modified organism (GMO merupakan organisme yang gen-gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Produk rekayasa genetika diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu generasi pertama: satu sifat; generasi kedua: kumpulan sifat; generasi ketiga dan keempat: near-intragenic, intragenic, dan cisgenic. Adapun produk rekayasa genetika pada tanaman di Indonesia di antaranya adalah padi, tomat, tebu, singkong, dan kentang. Regulasi tanaman hasil rekayasa genetika diatur oleh beberapa lembaga, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Komisi Keamanan Hayati, Tim Teknis Keamanan Hayati, dan Biosafety Clearing House, berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 2005. Pengujian yang dilakukan pada produk rekayasa genetika meliputi analisis sumber gen penyebab alergi, sekuens homolog asam amino, resistensi pepsin, skrining serum, serta penggunaan hewan uji. Berbagai produk GMO di Indonesia sejauh ini merupakan produk yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, yang perlu diawasi secara ketat dari segi dampaknya terhadap lingkungan melalui ketentuan hukum yang berlaku, yang diwakili oleh instansi-instansi terkait tersebut.Abstract Genetically modified organism (GMO is an organism whose genes that have been altered by using genetic engineering techniques. Genetic engineering products are classified into 4 types, which are the first generation: one trait; the second generation: a collection of properties; the third and fourth generation: near-intragenic, intragenic, and cisgenic. The genetic engineering products in plants in Indonesia include rice, tomatoes, sugar cane, cassava, and potatoes. The application of the genetically engineered crops is regulated by several institutions, including the Ministry of Environment, the Ministry of Agriculture, the Biosafety Commission, the Biosafety Technical Team and the Biosafety Clearing House, under government regulation No. 21 of the year

  6. Pengaruh Waktu Pemberian Pupuk Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Paprika (Capsicum Annum Var Grossum L.)

    OpenAIRE

    Milla, Yulius Ndara; Widnyana, I Ketut; Pandawani, Ni Putu

    2016-01-01

    Paprika (Capsicum annum var grossum L.) adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas dari suku terong-terongan atau Solanaceae. Sama dengan jenis cabai lainnya. Paprika memiliki nilai jual yang bagus, permintaan pasar akan sayuran ini juga terus meningkat, terutama permintaan dari banyak restoran dan hotel berkembang di Bali. Kenyataan ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan budidaya tanaman paprika untuk memasok kebutuhan pasar akan paprika yang kian hari kian me...

  7. Pengaruh Jingle Iklan Teh Botol Sosro di RCTI terhadap Pengingatan Merek Barang pada Pemirsa Remaja Pelajar SMUN Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurrahmawati  Nurrahmawati

    2002-06-01

    Full Text Available This research was intended to know the amount ofverbaI and nonverbal message s influence in thejingle ads, both partially and simultaneously, on the teenager s attention and retention toward product brand. As a kind ofcausality research. which was conducted with survey method, this research was located in Bandung Town District, with some High Senior School students as its respondents. The sampling techniques usedfor this research was random sampling techniques and Path Analysis as its toolfor data analysis. In general, this research concluded that messagefactor hadsome influences on the teenagers attention toward the Teh Botol Sosro s ad. On the other hand, the attention influenced brand retention as well. Therefore, in general, commercialjingle variables which are carried through intermediary variable (which is, attention, gave a relatively significant influence toward the teen s brand retention. Meanwhile, verbal messagefactor provided less meaningful influence. Based on the research result, it was concluded that the verbal and nonverbal message factors in the commercia/jingle simultaneously aroused teenager s retention toward the ads. That attention could arousing teenager retention then toward the product brand as well. Nonverbal message implied on the commercialjingle partially aroused the teen s attention toward the ad, meanwhile the verbal message on the same commercial didn ~ arouse the same attention toward the Teh Botol Sosro sad. More originality, variations and uniqueness are needed in arranging a copywritingfor such and in order to attract more attentionfrom teenager audience.

  8. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bowo Susilo

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian yang masih menjadi unggulan di berbagai wilayah di Indonesia, menempatkan sektor ini sebagai aktivitas utama ekonomi masyarakat dan juga sumber penguatan perekonomian rakyat. Penelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu untuk mengembangkan model integrasi antar faktor fisik dan sosial ekonomi dalam menentukan prioritas arahan pengembangan di sektor pertanian, terutama untuk menentukan jenis komoditas yang paling sesuai pada suatu satuan lahan atau wilayah tertentu yang menjadi daerah basis pertanian. Selain itu juga mengukur keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif daerah basis pertanian DIY ditinjau dari sub sektor tanaman pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Provinsi DIY yang sangat sesuai untuk tanaman padi sebesar 25,4%, sedangkan untuk tanaman kacang tanah lebih kecil lagi yaitu 16% dan untuk tanaman jagung hanya 2%. Faktor yang membatasi tingkat kesesuaian lahan pada 3 jenis tamanan pangan tersebut adalah kondisi perakaran tanaman, ketersediaan unsur hara, retensi hara dan medan atau lokasi. Lahan yang mampu diusahakan untuk aktivitas pertanian dan sesuai dengan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan adalah di Ledok Wonosari, Lereng Tengah Merapi, Lereng Bawah Merapi dan Batur Agung.   ABSTRACT The agricultural sector is a sector of the economy is still seeded in various regions in Indonesia, putting this sector as the main economic activity of society and also the source of strengthening the economy of the people. This research has a long-term goal is to develop a model of integration between the physical and socio-economic factors in determining the priority direction of development in the agricultural sector, especially to determine the most appropriate types of commodities on a unit of land or a particular region of the local agricultural base. It also measures the comparative advantage and competitive advantage DIY agricultural base area in terms of

  9. KAJIAN SPASIAL KUALITAS AIR TANAH BEBAS BERDASARKAN KEDALAM MUKA AIR TANAH: STUDI KASUS DI DATARAN ALUVIAL DAS PEMALI KABUPATEN BREBES (Spatial Study of the Quality of Free Groundwater Based on the Surface Depth of Groundwater at an Alluvial Land

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sundari Miswadi

    2009-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebagian besar dataran aluvial DAS Pemali Kabupaten Brebes adalah sentra produksi pertanian bawang merah, kedelai, ubi kayu dan cabai. Selain itu, daerah ini terkenal pula dengna usaha peternakan itik yang menghasilkan telur dan berkembang pesat. Kegiatan pertanian dan usaha peternakan itik banyak dijumpai di lingkungan permukiman, padahal kegiatan tersebut menggunakan pupuk dan pestisida serta menghasilkan kotoran ternak yang tentunya akan mencemari sumur-sumur penduduk. Oleh karena layanan air bersih oleh PDAM belum menjangkau semua wilayah DAS Pemali, terutama di permukiman DAS Pemali, maka untuk keperluan masak, minum, mandi, cuci dan keperluan lainnya, penduduk membuat sumur gali dengan kedalaman yang bervariasi, dan tanpa memperhatikan syarat-syarat kesehtan dan syarat pembuatan sumur gali yang benar.  Tujuan penelitian adalah memetakan kualitas air tanah bebas berdasarkan kedalaman muka air tanah di dataran aluvial DAS Pemali. Metode yang digunakan adalah menganalisis kualitas air tanah bebas secara laboratoris dan hasilnya diplotkan pada peta kedalaman muka air tanah yang dibagi menjadi 11 kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 parameter kualitas air yang kadarnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB, yaitu  TDS, DHL, alaklinitas, COD, BOD, total coliform, coliform tinja, pH, karbamat dan organoklorin, sedangkan parameter-paramater NO3-, NO2-, SO4=, Ca2+, fosfat dan kekeruhan umumnya mempunyai kadar di bawah NAB. Dilihat dari beberapa titik sampel yang jumlah parameternya mempunyai kadar melebihi NAB, maka kedalaman muka air tanah 0,37-3,98 meter mempunyai delapan parameter yang melebihi NAB, kemudian kedalaman muka air tanah 0,10-0,36 meter dengan lima parameter, dan kedalaman 3,99-8,50 meter dengan empat parameter yang melebihi NAB.  Berdasarkan jumlah parameter setiap titik sampel, maka pada kedalam MAT 0,37-1,27 meter terdapat tujuh titik sampel yang masing-masing sampel mempunyai lima parameter kualitas air yang

  10. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb) TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.)

    OpenAIRE

    Listiatie Budi Utami; Ulfah Rachmawati

    2016-01-01

    Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb), padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb) kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb) dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan...

  11. SELEKSI IN VITRO EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM MENGGUNAKAN KANAMISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aisyah Aisyah

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal untuk seleksi in vitro kedelai varietas tahan tanah kering masam dan mengetahui respon pertumbuhan kedelai varietas tahan tanah kering masam terhadap berbagai konsentrasi antibiotik kanamisin. Jenis eksplan yang digunakan adalah setengah biji. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi kanamisin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L, dan varietas kedelai yang tahan tanah kering masam (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, dan Burangrang. Parameter yang diukur adalah hari muncul tunas, jumlah eksplan yang tumbuh tunas, jumlah tunas yang tumbuh dan jumlah eksplan yang hidup. Data dianalisis menggunakan Anava dua jalur dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kanamisin optimal berdasarkan LD50 (Lethal Dosis 50% untuk setiap varietas memiliki sensitivitas yang berbeda. Varietas Gema, Gepak Kuning dan Tanggamus pada 150 mg/L, varietas Grobogan pada 100 mg/L, sedangkan varietas Burangrang sensitif pada konsentrasi 200 mg/L. Semakin meningkatnya konsentrasi kanamisin menyebabkan penurunan jumlah eksplan hidup, jumlah tunas dan eksplan yang membentuk tunas, serta penundaan munculnya tunas.This research aimed to determine the optimal concentration for in vitro selection of dry acid soil resistance soybean variety and evaluate the growth response of dry acid soil resistance soybean variety to various concentrations of the kanamycin antibiotic. The half-seed explants were used. The research used completely randomized design with two factors: the concentration of kanamycin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, and 200 mg/L, and soybean varieties which are resistant to dry acid soil (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, and Burangrang. Parameters measured were: the emerging shoot day, number of explants emerging shoots, number of shoots, and the number of survive explants. Data were analyzed used two

  12. DAMPAK APLIKASI HERBISIDA IPA GLIFOSAT DALAM SISTEM TANPA OLAH TANAH (TOT TERHADAP TANAH DAN TANAMAN PADI SAWAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Dharma Kesuma

    2015-07-01

    Full Text Available Weed is one of the important constraints in rice production, and therefore its effective control measure should be considered that the production can be optimized. The application of no tillage by using herbicide is assumed more effective and efficient than conventional one. However, herbicide which is used as contionusly can influence residue in soil, plant and rice. The objectives of the research were to analyze the effect of no tillage and its combination of IPA glyphosate herbicide concentration levels to rice productivity and to analyze IPA glyphosate herbicide residue in soil, straw and rice. The study was conducted in the field by using IPA glyphosate herbicide with five treatments, namely maximum tillage (Gm, no herbicide spraying (G0, glyphosate herbicide doses 1.5 l ha-1(G1, 3 l ha-1 (G2 and 4.5 l ha-1(G3. The analysis of glyphosate residue was done in soil, straw and rice samples by using HPLC (high performance liquid chromatography method. The research results showed that Gm and G1 treatments had highest with rice yield average were 938 g m-2 and 728 g m-2, respectively. Gm treatmen more profitable with R / C ratio of 1.84 with a profit of Rp 13.714 million, but using more labor than G1 treatment. Thereby, no-tillage treatment (G1 could be done by using glyphosate herbicide in doses 1.5 l ha-1, economically. Glyphosate contained in soil samples, straw, and rice proved that using of gyphosate intensively could have negative impacts on soil microbial activity, plant resistance to plant diseases and residue of glyphosate carried by plants. Glyphosate residue concentration was highest found on rice sample in treatments G3 was 0.272 mg kg-1. These glyphosate residual values on rice was highest than maximum residue limit which was decided by Indonesia government (0.1 mg kg-1. Glyphosate residues contained in food is not within safe limits if taken every day and can cause adverse effects to human health. Keywords: glyphosate herbicide, maximum residue limits, paddy field, weed control

  13. ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA DARI RIZOSFER TANAH PERTANIAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L. SEBAGAI BAHAN AJAR KINGDOM FUNGI UNTUK SISWA KELAS X SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesy Maulina Nadhifah

    2016-10-01

    Full Text Available Agricultural area, particularly in the rhizosfer area there are various species of mold which lives mainly in the soil. The students have known molds which live in nature but they have not recognized mold which lives in the soil. It is required to develop a teaching material in the form of module which is created based on a research result. The results of this study were; (1 it has been discovered 7 species of mold, which are Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 the most dominant mold species was Trichoderma harzianum with the total number 1,8 x 104 cfu for every gram soil sample, and (3 there has been arranged of the learning module about fungi kingdom for students in high school level. Tanah pertanian, khususnya di daerah rizosfer, merupakan habitat dari berbagai spesies kapang yang hidup di dalamnya. Para siswa telah mengenal kapang yang tumbuh di alam tetapi mereka belum mengenal kapang yang hidup di dalam tanah pertanian. Perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini, meliputi (1 ditemukan 7 spesies kapang, yaitu Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 spesies kapang yang paling dominan adalah Trichoderma harzianum dengan total jumlah 1,8 x 104 cfu/g sampel tanah, dan (3 telah tersusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi para siswa SMA.

  14. Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Hi. Manrulu

    2018-03-01

    Full Text Available Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.

  15. Perencanaan Pondasi Jembatan dan Perbaikan Tanah untuk Oprit Jembatan Overpass Mungkung di Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono STA 150+331

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prathiso Panuntun Unggul Listyono

    2017-03-01

    Full Text Available Mainroad jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono pada STA 150+331 terdapat perencanaan jembatan overpass Mungkung. Oprit jembatan overpass Mungkung berdiri di atas tanah dasar lempung lunak, sehingga tanah dasar memiliki daya dukung yang rendah yang dapat mengakibatkan kelongsoran pada oprit timbunan dan memiliki kemampumampatan yang tinggi. Pada Penelitian ini struktur bawah jembatan overpass Mungkung direncanakan memiliki 3 buah pilar dan 2 buah abutment. Untuk oprit timbunan jembatan akan direncanakan metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD. Untuk perkuatan oprit akan direncanakan 2 alternatif perkuatan yaitu dengan geotextile wall atau sistem freyssisol. Pada tahap akhir dilakukan analisis perbandingan dari 2 alternatif untuk sistem perkuatan oprit jembatan. Dari hasil analisis didapatkan untuk alternatif 1 yaitu dengan geotextile walls diperoleh kebutuhan geotextile untuk H oprit 3 m – 8 m adalah 5 - 27 lapis. Pada perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile sebanyak 27 lapis. Pada alternatif 2 yaitu dengan freyssisol diperoleh masing-masing kebutuhan paraweb straps untuk Tu 30 kN adalah 183,2 kg, untuk Tu 50 kN adalah 967,9 kg, dan untuk Tu 100 kN adalah 2587,1 kg. Untuk perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile sebanyak 11 lapis. Dari kedua alternatif dipilih alternatif 1 karena ketersediaan material geotextile di Indonesia dan kemudahan mendapatkan material dibanding freyssisol yang harus diimpor dari luar Indonesia. Pondasi pilar 1 (pilar tengah adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 25 buah dan kedalaman tiang 27,5 m. Pondasi pilar 2 adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 16 buah dan kedalaman tiang 27,5 m.Pondasi abutment adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 24 buah dan kedalaman tiang 27,5 m.

  16. Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handajani Asriningpuri

    2015-08-01

    Full Text Available Masyarakat tradisional umumnya tidak berkebutuhan majemuk; sederhana; bersahaja; dan menerima keberadaan alam sebagai sahabat, bahkan merupakan bagian kehidupannya. Keadaan ini terjadi di Kampung Naga, Garut, Tanah Parahyangan sebagai suatu kearifan lokal. Dari sudut pandang arsitektur, hal tersebut menginspirasi konsep perancangan. Penelitian ini, membuktikan dari sudut pandang ilmu lingkungan dan arsitektur tentang adanya kaitan kearifan lokal dengan teknologi hijau yang menerapkan “green concept”(ZEB – Zero Energy Building dan 3R – Reuse, Reduce, Recycle. Metoda yang dilakukan adalah metoda diskriptif kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder hasil observasi lapangan dan literatur. Kemudian dikaji melalui teori Aarsitektur dan pendekatan Teknologi Hijau, dan dibuktikan melalui Greenship Home Assestment (ketentuan GBCI – Green Building Council Indonesia Hasil kajian dan temuan pemahaman kearifan lokal, akan menginspirasi, membangkitkan semangat hijau, dan menambah wawasan bagiperancang bangunan. Bagi para regulator (pemerintah daerah kearifan lokal harus di pertahankan dan dapat menyadarkan penduduk kampung Naga untuk tetap berkehidupan sesuai ketentuan yang di yakini. Kata Kunci : Green Concept, Kampung Naga, Kearifan lokal, Teknologi Arsitektur

  17. ANALISIS KAPASITAS KERJA DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TRAKTOR TANGAN BERDASARKAN VARIASI POLA PENGOLAHAN TANAH, KEDALAMAN PEMBAJAKAN DAN KECEPATAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulias Mardinata

    2014-10-01

    ha, pada pola berkeliling adalah 4,651 jam/ha, dan interaksinya adalah 0,868 – 1,787 l/jam.  Kecepatan dan kedalaman pembajakan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja. Pola pengolahan tanah terbaik agar konsumsi bahan bakar efi sien dan kapasitas  kerja maksimal adalah pola berkeliling. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, kapasitas kerja, kecepatan, kedalaman, pola pengolahan

  18. Mycorrhizal Inoculum Production Technique for Land Rehabilitation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yadi Setiadi

    2011-01-01

    Full Text Available Spora cendawan mikoriza arbuskula (CMA telah dikoleksi dan diisolasi dari berbagai jenis tanah masam berfikasi P-tinggi di Indonesia. Lima isolate CMA lokal telah berhasil diperoleh dari spora tunggal dengan teknik “test tube culture” dan dikembangkan-biakan dengan sistem “open pot culture”. Kelima isolate tersebut adalah Acaulospora delicata (EJ-01. Acaulospora tuberculata (INDO-2, Glomus manihotis (INDO-1, Glomus mosseae (PAL-03 dan Entrophospora colombiana (LAM-36. Kelima biakan isolate CMA tersebut, dipelihara dengan tanaman inang Kudzu pada media zeolit yang diperkaya nutrisi. Dengan mempelajari berbagai tipe media, ukuran partikel, pH dan komposisi nutrisi, isolate CMA terpilih telah berhasil dapat diperbanyak dalam skala industri dengan menggunakan inang sorghum. Dengan tehnik pra-inokulasi di persemaiaan maka penggunaan mikoriza dalam skala besar di bidang kehutanan dapat direalisasikan.

  19. Pengaruh Kepekatan Esktrak Daun Nimba Terhadap Penekanan Serangan (Alternaria porri (EII.CIF) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)

    OpenAIRE

    Enni Sahrani Nst

    2009-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepekatan ekstrak daun mimba terhadap penekanan Alternaria porri (EII. Cif.) pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Sumatera Utara, pada ketinggian tempat lebih kurang 25 m dpl. Penelitian dimulai bulan Nopember 2007 sampai Januari 2008. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Non factorial yang terdiri dari P0 (Kontrol tanpa perlakuan), P1 (100 gr daun mimba d...

  20. Pembentukan mother plant Bacopa australis secara In-vitro dan aklimatisasi dalam aquascape air tawar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2017-12-01

    Full Text Available Tanaman air adalah bagian penting dari ekosistem air tawar. Salah satu spesies yang terkenal adalah Bacopa australis. Hobiis aquascape saat ini memiliki ketertarikan tinggi terhadap tanaman air dengan kualitas yang bagus dari setiap spesiesnya. Metode perbanyakan tanaman air tanpa tanah, lahan pertanian dan air perlu dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula media kultur jaringan dan zat pengatur tumbuh yang tepat untuk multiplikasi dalam perakitan mother plant (tanaman induk Bacopa australis, serta mendapatkan media terbaik untuk aklimatisasi. Media yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS A padat dengan perbedaan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Perlakuan uji dalam kombinasi zat pengatur tumbuh (a 0,50 mg/L BAP + 0,50 mg/L kinetin; (b 0,50 mg/L BAP; dan (c 0,50 mg/L 2,4-D. Aklimatisasi tanaman induk dilakukan pada berbagai media antara lain 1 pasir silika + pupuk aqua soil amazonia, 2. pasir malang + pupuk aqua soil amazonia, 3 pasir silika + pupuk cair; 4 pasir malang + pupuk. Hasil yang diperoleh, yaitu formula media kultur terbaik untuk multiplikasi tunas tanaman B. australis secara in-vitro adalah media MS (A yang diperkaya dengan 0,5 mg/L BAP + 0,5 mg/L kinetin, sedangkan aklimatisasi terbaik pada media pasir malang + pupuk aqua soil amazonia. Water plant is an important part of freshwater ecosystems. One of the famous species is Bacopa australis. Today, many aquascape hobbyists have a high interest in aquatic plant species that have good aesthetic appearances. To answer this challenge, a new method in-vitro propagation of aquatic plants, planted without soil, agricultural land and water was conducted. The aim of this research was to find the best growth regulator hormon formula and aclimatisation medium, in creating the mother plant Bacopa australis. The medium used was MS (Murashige and Skoog, 1974 with different growth regulator hormon, i.e: (a 0.50 mg L-1 BAP

  1. Relationship of Respondent’s Characteristic with The Risk of Diabetes Mellitus and Dislipidemia at Tanah Kalikedinding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Widyasari

    2017-04-01

    Full Text Available Non-communicable diseases is one of the health problems of the world and Indonesia, which until now is still a concern in the world of health because of one cause of death. Several types of PTM encountered are dyslipidemia and diabetes mellitus (DM. The purpose of this study is to describe the relationship of age, sex, and education with DM and dyslipidemia in Tanah Kecamatan kecamatan kecamatan This study is a cross sectional study. The population in this study is all residents who live in RT 05 RW 02 Kelurahan Tanah kali Kedinding Kenjeran District with a population of 125 KK consisting of 402 people. The sample was taken by simple random sampling with Slovin formula of 125 KK. The sample in this research is 50 people. The results of this study indicate that there is a relationship of age of respondents (p value = 0.005; Respondent’s gender (p value = 0,000; Education last respondent (p value = 0,001 with risk of Diabetes Mellitus disease. And there is a significant relation between age of respondent (p value = 0,007; Gender (p value = 0,000; Education (p value = 0,000 with the risk of dyslipidemia. It is suggested to residents of Kalikedinding lands that implementing improved lifestyle by undergoing regular control of eating habits, exercise, and blood glucose and dyslipidemia checkups is necessary. Keywords: non-communicable diseases, diabetes mellitus, dislipidemia

  2. APLIKASI KOMBINASI KOMPOS JERAMI, KOMPOS AZOLLA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH POPULASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI BERRBASIS IPAT-BO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferina Rosiana

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kompos jerami dengan Azolla dan pupuk hayati majemuk terhadap peningkatan populasi bakteri penambat N dan produktivitas tanaman padi dengan teknologi IPAT-BO dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2012 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian + 740 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan dua belas perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (A tanpa kompos jerami, (B kompos jerami 2,5 ton ha-1, (C kompos jerami 5 ton ha-1, (D kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (E kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (F kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1, (G pupuk hayati 400 g ha-1, (H kompos jerami 2,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (I kompos jerami 5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (J kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (K kompos jerami 2,5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1, (L kompos jerami 5 ton ha-1 + kompos Azolla 0,5 ton ha-1 + pupuk hayati 400 g ha-1.Aplikasi perlakuan kompos jerami, kompos Azolla dan pupuk hayati majemuk memberikan pengaruh terhadap populasi penambat N (Azotobacter sp. dan Azospirilium sp. dan produktifitas tanaman padi. Aplikasi kompos jerami 2,5 ton ha-1 dengan pupuk hayati 400 g ha-1 memberikan hasil GKP yaitu 64,39 g tanaman-1 (6,13 ton ha-1. Kata kunci: IPAT-BO, kompos Azolla, kompos jerami, pupuk hayati.

  3. Penyuluhan Dan Pelatihan Teknologi Pemanfaatan Tanaman Obat Berbasis Kearifan Dan Sumber Daya Alam Lokal Untuk Perbaikan Tingkat Kesehatan Masyarakat Desa Karangsari Wedomartani Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Handayani

    2017-02-01

    Full Text Available Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan teknologi pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan dan sumber daya alam lokal untuk perbaikan tingkat kesehatan masyarakat desa karangsari wedomartani Sleman. Pada akhirnya kegiatan ini akan memberikan wawasan, pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan kepada warga terutama para remaja dan  ibu –ibu dalam memanfaatkan bahan alam di lingkungan sekitar sebagai minuman kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2016 dengan peserta kegiatan adalah remaja dan ibu-ibu PKK desa Wedomartani Sleman. Kegiatan ini diawali dengan analisis permasalahan di lapangan, diikuti oleh persiapan rancangan  pelaksanaan program, pelatihan dan sosialisasi program yang dilengkapi alat dan bahan serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan sosialisasi serta pengarahan pembuatan minuman kesehatan berbasis sumber daya alam local. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 100% para peserta pelatihan merasakan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan memiliki kemauan yang kuat untuk belajar hal baru. Dengan pelatihan yang berkelanjutan,diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup bahkan menunjang kebutuhan ekonomi.   Kata kunci: Tanaman obat, sumber daya alam local

  4. Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kursiah Warti Ningsih

    2016-05-01

    Full Text Available Low Back Pain (LBP adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakannyeri lokal (inflamasi, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Low back pain merupakan penyakit yang paling banyak dialami pekerja, dimana kejadian nyeri punggung bawah tidak mengenal perbedaan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, maupun tingkat pendidikan/pengetahuan, semua dapat terkena. Lebih dari 70% manusia dalam kehidupannya pernah mengalami nyeri punggung bawah, dengan rata-rata puncak kejadian berusia 35-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada bulan Juli 2014.Desain Penelitian adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 32 pekerja. Pengumpulan data low back pain  dilakukan dengan intrumen berupa body mapping checklist, dan intrumen pengumpulan variabel pengetahuan, masa bekerja dan umur pekerja dengan kuesionersebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Analisis data yang  menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur pekerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin umur pekerja maka akan terjadi peningkatan 0,084 poin low back pain pada pekerja dan peningkatan 1 poin masa kerja maka akan terjadi peningkatan 0,097 poin low back pain pada pekerja. Disarankan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk mengadakan senam pagi setiap minggunya guna memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut mengingat kejadian low back pain ini berhubungan dengan umur dan masa kerja.

  5. Pengaruh Pemberian Berbagai Bentuk Azolla Dan Pupuk N Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Var. Saccharata)

    OpenAIRE

    Putra, Dwi Firmansyah; Soenaryo, Soenaryo; Tyasmoro, Setyono Yudo

    2013-01-01

    Jagung manis sangat responsif terhadap pupuk N, agar kebutuhan N terpenuhi dan memberikan nilai tambah dapat menyuburkan tanah tanpa menurunkan produktifitas jagung manis, maka diperlukan penyeimbang berupa pupuk organik yang memiliki kandungan N tinggi. Pupuk organik potensial yang memiliki kandungan N tinggi yaitu Azolla. Azolla dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Azolla segar, Azolla...

  6. ADSORPSI LOGAM SENG (Zn DAN TIMBAL (Pb PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Rianti Priadi

    2014-05-01

    Full Text Available ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L; Cu (0.033 mg/L; Pb (1.20 mg/L; and Zn (7.00 mg/L. Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb and zinc (Zn with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L; Cu (0,033 mg/L; Pb (1,20 mg/L; dan Zn (7,00 mg/L. Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan

  7. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERMAIN PERAN UNTUK PENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR SISWA KELAS V PADA MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosnawati -

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian berfokus pada pengembangan model pembelajaran berbasis masalah-bermain peran untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa. Tujuan  penelitian ini untuk mendapatkan model pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Sistem pendukung model pembelajaran yang dikembangkan antara lain silabus pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP, Bahan Ajar dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS, serta instrumen pembelajaran yang terdiri dari Lembar observasi, lembar angket pengukuran rasa cinta tanah air, dan lembar soal. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Muktiharjo Lor Genuk kota Semarang. Model pembelajaran yang dikembangkan tergolong valid. Respon positif siswa terhadap pembelajaran 80% dan guru memberi komentar yang baik, sehingga model pembelajaran yang dikembangkan praktis digunakan. Rasa cinta tanah air siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas pembanding hanya mencapai kategori tinggi. Hasil belajar meningkat dengan kualitas peningkatan tinggi pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas pembanding meningkat dengan kualitas peningkatan pada kategori sedang. The research focuses on the development of problembased learning-role playing model to enhance the students' patriotism. The purpose of this study was to obtain a valid learning model, effective and practical. The method is research and development. Support system of learning model developed include syllabus (planning for learning, Learning Implementation Plan (RPP, equipped with Instructional Materials Student Worksheet (LKS, as well as learning an instrument consisting of a sheet of observation, measurement questionnaire sheet of the students' patriotism, and the booklet. The study was conducted in fifth grade in SDN Muktiharjo Lor Genuk Semarang. Learning model developed relatively valid. The positive response of 80% of students towards learning and teachers gave

  8. KASUS KECACINGAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MENTEWE, KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Bisara

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACTHelminthiasis is one disease that has become a public health problem in Indonesia that is closely linked toenvironmental conditions. Helminthiasis in a district varies greatly depending on several factors , such asmoisture, soil conditions, hygiene sanitation and age group. Primary school age .children are the mostfrequently infected by helminthiasis, because they are often relating to land that are infected byhelminthiasis. The purpose of this study is to find out helminthiasis cases on the primary school childrenand to evaluate Knowledge Attitude and Practice ( KAP of residential community around the former coalmining in Mantewe Sub -district, Tanah Bumbu South Kalimantan in 2010 . The design of this study wascrossectional. Examination of fecal samples on research site was done by direct inspection on glass objectsusing a liquid logol 2 % . The research found that among 106 primary school children, 18 children (17 % was infected by helminthiasis, with the parasite rate byAscaris lumbricodes7 children (38.9 %,Trichuristrichiura 2 children (11.1%, hookworm 3 children ( 16.7 % , and mix infection 5 children (27.8 % ,namely ; 3 children with two types of worms withAsc . lumbricoidesand T. trichiuraand 2 children with two species of wormsAsc . lumbricoidesand hookworm . In addition, there was another type of wormfound in 1 child, namelyHymenolepis nana.This survey also found that 98,5% of respondens have ever heard about helminthiasis however the parents considered that helminthiasis was not dangerous issue. Theconclusion of this study found helminthiasis among primary school students were worms, Ttrichiuria , Hymenolepis nana Ascaris lumbricoides and hookworm. Knowledge, attitudes and behavior of societytowards treatment, and prevention of helminthiasis was very poor.Keywords: Helminthiasis . KAP (Konwledge, attitude and Practice, Elementary School Students ABSTRAK Kecacingan merupakan salah sate penyakit yang masih menjadi masalah

  9. Aplikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular (Cma) Dan Bokashi Dalam Meminimalisir Pemberian Pupuk Anorganik Pada Produksi Benih Tanaman Jagung Ketan (Zea Mays Ceratina)

    OpenAIRE

    Ningrum, Dhona Puspita; Muhibuddin, Anton; Sumarni, Titin

    2013-01-01

    Peningkatan produksi jagung di Indonesia kebanyakan dilakukan dengan meningkatkan dosis pupuk anorganik, akan tetapi hasil yang didapat masih rendah, sehingga perlu diupayakan suatu teknologi ramah lingkungan untuk dapat mengefektifkan pemupukan serta memperbaiki kesuburan tanah melalui pemberian bokashi dan penggunaan mikroba potensial seperti cendawan mikoriza arbuskular (CMA). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi CMA dan bokashi dalam meminimalisir pupuk anorganik pada ...

  10. ANALISIS MODEL FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI INFEKSI KECACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM, PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Semuel Sandy

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah masih merupakan masalah kesehatan di daerah pedesaan. Parasit cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides, Cacing tambang (hookworm dan Trichuris trichiura. Penyakit ini umumnya terkait dengan faktor sosial-ekonomi, perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian bertujuan mengetahui prevalensi infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada siswa sekolah dasar (SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom dan mengetahui hubungan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah terhadap status gizi, status anemia, sosial ekonomi orang tua murid, sanitasi lingkungan dan higiene perorangan. Penelitian menggunakan metode potong lintang (cross sectional dengan melakukan pengukuran antropometri tinggi badan, berat badan, pengukuran kadar Hb untuk melihat status anemia pada 224 murid SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom. Pengumpulan data sosial-ekonomi, sanitasi, higiene perorangan mengunakan kuesioner. Pemeriksaan infeksi kecacingan menggunakan metode Kato-Katz dan pengukuran variable intensitas infeksi berdasarkan metode WHO. Analisis statistik bivariat dan multivariat digunakan untuk melihat variabel faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Hasil penelitian menunjukkan infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar didapatkan sebesar 29,9% dari 224 murid SD. Jumlah murid sekolah dasar yang terinfeksi ascariasis 23,2%, terinfeksi cacing tambang 7,6% dan terinfeksi trikhuriasis 4,9%. Sedangkan murid SD yang mengalami anemia 12,5% dan indeks massa tubuh (IMT kurang 79,5%. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik diperoleh variabel faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi kecacingan STH yaitu: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan air dan sabun (OR = 0,33; 95% CI 0, 14-0, 78 dan nilai p = 0,012. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan yang

  11. Ikonografi dan Ikonologi Lukisan Djoko Pekik: ‘Tuan Tanah Kawin Muda’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Agus Burhan

    2013-09-01

    ABSTRAK   Penelitian ini tentang lukisan Djoko Pekik yang berjudul ‘Tuan Tanah Kawin Muda’ yang dianalisis dengan pendekatan sejarah seni dan memakai teori ikonografi dan ikonolo- gi Erwin Panofsky. Metode yang dipakai adalah metode sejarah dengan langkah pencarian sumber di lapangan dan pustaka (heuristik, seleksi dan kritik, analisis dan interpretasi sumber untuk menghasilkan sintesis, dan penyusunan historiografi. Hasil penelitian ini berupa: Deskripsi pra ikonografi berisi tanggapan awal aspek tekstual, mengungkap ko- munikasi dan konflik antara dua figur. Analisis ikonografis yaitu tentang tema dan konsep penindasan kaum laki-laki pada perempuan lewat kekuasaan modal ekonomi, sosial dan kultural. Konsep dasar penciptaannya tentang konflik antara kekuasaan yang menindas dan hak yang harus dipertahankan. Interpretasi ikonologis yaitu tentang nilai simbolik yang diungkap dalam lukisan. Lewat pengalaman psikologis pelukis dengan berbagai ke- kerasan dan penderitaan, serta pandangan hidup dari latar belakang sosial dan kultural- nya, maka lukisan ini merupakan kristalisasi simbol dari perampasan dan pertahanan hak rakyat bawah yang menderita..   Kata kunci: realisme sosial, konflik sosial, simbol ketertindasan

  12. Pengaruh Fungi Indigenous Toleran Zn terhadap Pertumbuhan Bibit Jagung di Media Tailing Steril

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Santi

    2015-07-01

    Full Text Available Keberadaan logam Zn dalam jumlah tertentu di tailing pasca tambang akan berdampak pada rendahnya populasi mikroba tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Aplikasi pemanfaatan fungi indigenus dari lahan tercemar merupakan salah satu usaha dalam memperbaiki sifat tanah untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi fungi dan toksisitas Zn terhadap pertumbuhan jagung pada fase VE-V9 di media tailing steril.  Fungi diisolasi dari tailing lahan pasca penambangan timah di Sungailiat  Bangka. Tiga isolat dari 15 isolat dipilih untuk pengujian pengaruh inokulasi fungi terhadap pertumbuhan jagung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK dua faktor dengan perlakuan jenis fungi dan konsentrasi Zn. Isolat yang digunakan toleran terhadap Zn pada konsentrasi 0-25 ppm dan mampu menghasilkan fitohormon. Hasil percobaan di rumah kaca menunjukkan bahwa inokulasi fungi nyata memperbaiki pertumbuhan jagung, dibandingkan tanpa inokulan. Serapan tertinggi ditunjukkan oleh isolat R 7J1, namun pertumbuhan jagung terbaik didapatkan dari inokulasi isolat B 2J1. The existence of Zn metal in a certain amount in the post tin mine tailings will result in low soil microbial populations and inhibit plant growth. Application of indigenous fungi utilization on contaminated land is one effort to improve soil properties for plant growth.This study aimed to determine the effect of inoculation of fungi and toxicity of zinc on the growth of corn in the phase of VE-V9 in sterile tailings medium. Fungi were isolated from post tin mining tailings tin lands in Bangka Sungailiat. Three isolates from 15 isolates were selected to test the effect of fungal inoculation on the growth of corn. Experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD two factors with fungi and Zn concentration treatments.Tolerant isolates used were at a concentration of 0-25 ppm Zn and capable to produce phytohormones. Result of experiment in greenhouse

  13. Potensi Jamur Parasit Telur Sebagai Agens Hayati Pengendali Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita pada Tanaman Tomat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siwi Indarti

    2014-12-01

    Full Text Available Root-knot nematodes Meloidogyne spp. are sedentary endoparasitic that attacks various economically important plants. Utilization of nematode’s fungal egg parasite as biocontrol agents of sedentary endoparasitic nematodes have a good possibility of potential success to be applied in the field level, because this fungi is able to colonize in and causes damage to eggs as well as female nematodes inside the root. The purpose of this research are to know the parasitism ability of this parasitic fungi to Meloidogyne incognita eggs, and its effects on second stage larvae hatching rate and the development of galls number in the host. The result shows that the parasitic fungi, those of Trichoderma, Penicillium, Talaromyces, Fusarium genera were able to parasitize root-knot nematode eggs (25.09 to 89.79%, caused root-knot nematode egg hatching to decrease, suppressed the formation of galls, and reduced the population of second stage nematode larvae in the greenhouse. Nematoda puru-akar Meloidogyne spp. adalah nematoda endoparasitik sedentari, bersifat polifag, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan jamur parasit telur sebagai agens hayati pengendali nematoda endoparasitik sedentari mempunyai potensi tingkat keberhasilan tinggi untuk diterapkan pada aras lapangan karena mampu mengoloni dan merusak telur maupun stadium nematoda betina yang terlindungi jaringan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan parasitasi isolat-isolat jamur parasit telur terhadap telur nematoda Meloidogyne incognita, dan pengaruhnya terhadap tingkat penetasan telur menjadi L-2, serta pembentukan jumlah puru pada tanaman terserang. Hasil penelitian didapatkan bahwa jamur parasit telur yang termasuk genera Tricoderma, Penicillium, Talaromyces, dan Fusarium mampu memarasit telur M. incognita berkisar antara 25,09–89,79%, mengakibatkan penurunan persentase jumlah L-2 nematoda yang bersangkutan, serta menekan pembentukan puru akar pada aplikasi aras

  14. Pola Sebaran Kelompok Telur Ostrinia furnacalis Guenée (Lepidoptera: Crambidae pada Beberapa Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subiadi Subiadi

    2014-07-01

    Full Text Available A field study was conducted to determine the distribution of egg masses of Ostrinia furnacalis on corn leaves and within corn field. The corn field was divided into three regions: the inner edge closed to other crops and outer edge closed to main road and the middle region. The numbers of egg masses laid were recorded entirely in all corn plants existed (census method. Egg laying period lasted for 34 days, with 11 days from initiation of egg laying to the peak of oviposition and 23 days from the peak to termination of egg laying. The egg masses laid on corn leaves were distributed in aggregation pattern. During eight-opened-leaf to twelve-opened-leaf stages, there were 847 egg masses found, and 80.9% was laid on the sixth-to-ninth leaves. From tasseling to blister stages there were 491 egg masses found of which approximately 80.7% was laid on the seventh-to-11 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively. leaves. Egg masses laid within corn field varied, in which 37.4, 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively.   Kajian lapang dilaksanakan untuk mengetahui pola sebaran peletakan kelompok telur ngengat Ostrinia furnacalis pada daun tanaman jagung dan penyebarannya pada lahan pertanaman jagung. Lahan penelitian dibagi menjadi tiga kelompok yaitu lahan pinggir dalam berdekatan dengan pertanaman lain, bagian tengah lahan, dan lahan pinggir luar berdekatan dengan jalan raya. Pengamatan kelompok telur dilakukan pada seluruh tanaman jagung (sensus. Periode peletakan telur berlangsung selama 34 hari, dengan periode inisiasi hingga puncak 11 hari dan periode setelah puncak hingga akhir peletakan telur 23 hari. Peletakan telur O. furnacalis pada daun tanaman jagung menyebar secara berkelompok. Pada fase 8 hingga 10 daun telah terbuka sempurna ditemukan sebanyak 847 kelompok telur, 80,9% diantaranya  ditemukan pada daun ke 6–9

  15. PENGARUH WAKTU PENYADAPAN DAN UMUR TANAMAN KARET TERHADAP PRODUKSI GETAH (Lateks

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Ulfah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara waktu penyadapan dan Usia Tanaman Karet terhadap produksi Lateks. Penelitian dilakukan di desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan model desain eksperimental RAL (Rancangan Acak Lengkap desain faktorial 3 x 2 dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon-pohon karet berusia 15 tahun menghasilkan lateks lebih besar dibandingkan usia 7 tahun dan 11 tahun. Pada usia 15 tahun memiliki rata-rata produksi 56,2 gram, sedangkan pada usia 7 tahun dan 11 tahun adalah 50,0 gr dan 48,5 gr. Hal ini karena pada usia 15 tahun pertumbuhan pohon telah stabil sehingga dapat melakukan aktivitas fotosintesis dengan baik dan sel-selnya mengandung pembuluh lateks lebih banyak dari pada dua usia lainnya sehingga pada 15 tahun produksi lateks lebih tinggi dibandingkan usia 7 dan 11 tahun. Selain umur tanaman diketahui bahwa produksi lateks di pagi hari pada jam 06-07 menghasilkan 54,69 gram sedangkan pada jam 09-10 pm adalah 48,47 gr karena penyadapan yang dilakukan pagi 06- 07:00, bersamaan dengan keadaan turgor pembuluh lateks masih tinggi sehingga keluarnya lateks dari pembuluh lateks yang terpotong berlangsung dengan aliran yang kuat. This study aims to determine the effect of the relationship between time and age intercepts the production Latex Rubber Plant. The study was conducted in the village tumbles Lahang, District Middle Katingan, Central Kalimantan. The study was conducted using an experimental design model CRD (completely randomized design 3 x 2 factorial design with 5 replications. The results showed that the rubber trees aged 15 years to produce latex is greater than the age of 7 years and 11 years. At the age of 15 years had an average production of 56.2 grams, while at the age of 7 years and 11 years was 50.0 g and 48.5 g. This is because at the age of 15 years of tree growth has been stable so that it can

  16. RESPON EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM TERHADAP HIGROMISIN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Rizania

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan konsentrasi optimal higromisin terhadap pertumbuhan eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, faktor kedua adalah konsentrasi higromisin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data dianalisis dengan Anava dua jalan, bila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai dan konsentrasi higromisin berpengaruh sangat signifikan pada jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas. Interaksi dari varietas kedelai dan konsentrasi higromisin tersebut juga berpengaruh signifikan pada semua parameter. Konsentrasi optimal higromisin yang diperlukan untuk menyeleksi eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam pada parameter jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas yaitu pada konsentrasi 15 mg/l.This research aims to determine the response and optimal concentration of hygromycin on the growth of dry acid soil resintant soybean variety explant. This research was used a completely randomized design factorial consisting of two factors. The first factor was soybean variety (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, the second factor is the concentration of hygromycin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data were analyzed by using two-way ANOVA, followed by significant when using DMRT further test (Duncan's Multiple Range Test. The results showed soybean variety and concentration of hygromycin significantly effect on the number of live explants, number of shoots, and the emerging shoots. The interaction of soybean varieties and the hygromycin concentration was also a significant effect on all

  17. HASIL AIR PENGGUNAAN LAHAN HUTAN DALAM MENYUMBANG ALIRAN SUNGAI Water yield of Forest Land Use contributing in river stream

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Junaidi

    2016-09-01

    Full Text Available Pemahaman tentang neraca air suatu penggunaan lahan berkaitan dengan hasil air total yang berkontribusi terhadap aliran sungai. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan hidrologi hutan (hutan alam dan hutan tanaman terhadap aliran sungai  ditinjau dari neraca air dengan membandingkan penggunaan lahan hutan dan penggunaan lahan lain. Penelitian yang mengkaji penggunaan lahan hutan dan penggunaan lahan lain (pertanian, pemukiman, kebun campuran dan semak belukar di DAS Cisadane menggunakan model hidrologi Soil and Water Assessment Toll (SWAT dalam mengkaji neraca air penggunaan lahan. Hasil neraca air tahunan untuk penggunaan lahan hutan berupa nilai yang lebih besar untuk evapotranspirasi dan lebih kecil untuk aliran permukaan dibandingkan pengunaan lahan yang lain. Hal ini berpengaruh terhadap kontribusi aliran permukaan lahan hutan pada aliran sungai. Sedangkan nilai perkolasi dan simpanan air tanah berdasarkan perhitungan neraca air yang lebih besar untuk penggunaan lahan hutan. Hal ini juga berpengaruh terhadap kontribusi aliran lateral dan aliran dasar lahan hutan pada aliran sungai. Kata kunci : Neraca air, aliran sungai dan hutan

  18. Peran LSM Dalam Resolusi Konflik Tapal Batas Antara Nagari Sumpur Dengan Nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahmadani

    2015-12-01

    Full Text Available The Third parties in the resolution of conflictwas expected to change the behavior of the parties in conflict, even pushed the parties toward an agreement to end the conflict. NGO as the third party is seen independent and can be fair in the resolution of conflict, can do some attempts to encourage the parties in conflict toward an agreement.One example of conflict involving NGO in an effort to resolve the boundary conflicts between Nagari Sumpur and Nagari Bungo Tanjuang, regency of Tanah Datar. Assignment NGO as mediator in resolution of conflict after several attempts taken by the government. This article explained the various efforts and achievement has done by NGO as mediator resolution of conflict both nagari until the formation of representative group become key success in mediation. In addition in this article is also explained the reason NGO that has not been able to achieve an aggrement in resolution of conflict both nagari. Pihak ketiga dalam resolusi konflik diharapkan dapat merubah perilaku para pihak yang berkonflik, bahkan mendorong para pihak menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. LSM sebagai pihak ketiga dipandang independen dan dapat bersikap adil dalam resolusi konflik, dapat melakukan beberapa upaya untuk mendorong pihak yang berkonflik menuju kesepakatan. Salah satu contoh konflik yang melibatkan LSM dalam penyelesaiannya adalah konflik tapal batas antara Nagari Sumpur dengan Nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar. Penunjukan LSM sebagai mediator dalam penyelesaian konflik setelah beberapa upaya yang ditempuh oleh beberapa pihak dari pemerintahan. Tulisan ini memaparkan berbagai upaya dan pencapaian yang telah dilakukan LSM sebagai mediator penyelesaian konflik kedua nagari hingga terbentuknya perwakilan kelompok yang menjadi kunci keberhasilan dalam mediasi. Selain itu dalam tulisan ini juga memaparkan alasan LSM yang belum mampu mencapai kesepakatan dalam penyelesaian konflik kedua nagari.

  19. Site suitability for riverbed filtration system in Tanah Merah, Kelantan-A physical model study for turbidity removal

    Science.gov (United States)

    Ghani, Mastura; Adlan, Mohd Nordin; Kamal, Nurul Hana Mokhtar; Aziz, Hamidi Abdul

    2017-10-01

    A laboratory physical model study on riverbed filtration (RBeF) was conducted to investigate site suitability of soil from Tanah Merah, Kelantan for RBeF. Soil samples were collected and transported to the Geotechnical Engineering Laboratory, Universiti Sains Malaysia for sieve analysis and hydraulic conductivity tests. A physical model was fabricated with gravel packs laid at the bottom of it to cover the screen and then soil sample were placed above gravel pack for 30 cm depth. River water samples from Lubok Buntar, Kedah were used to simulate the effectiveness of RBeF for turbidity removal. Turbidity readings were tested at the inlet and outlet of the filter with specified flow rate. Results from soil characterization show that the soil samples were classified as poorly graded sand with hydraulic conductivity ranged from 7.95 x 10-3 to 6.61 x 10-2 cm/s. Turbidity removal ranged from 44.91% - 92.75% based on the turbidity of water samples before filtration in the range of 33.1-161 NTU. The turbidity of water samples after RBeF could be enhanced up to 2.53 NTU. River water samples with higher turbidity of more than 160 NTU could only reach 50% or less removal by the physical model. Flow rates of the RBeF were in the range of 0.11-1.61 L/min while flow rates at the inlet were set up between 2-4 L/min. Based on the result of soil classification, Tanah Merah site is suitable for RBeF whereas result from physical model study suggested that 30 cm depth of filter media is not sufficient to be used if river water turbidity is higher.

  20. PENINGKATAN USAHA TERNAK DOMBA MELALUI DIVERSIFIKASI TANAMAN PANGAN: EKONOMI PENDAPATAN PETANI (IMPROVEMENT OF CATTLE SHEEP THROUGH CROPS DIVERSIFICATION: ECONOMIC INCOME FARMERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana dan L. Praharani

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPeningkatan usaha ternak domba dan tanaman pangan dapat dilakukan pada semua agroekosistem wilayah lahan kering dataran tinggi maupun dataran rendah, baik di lahan sawah, lahan tegalan, lahan perkebunan, bahkan lahan di sekitar hutan. Diversifikasi usaha ternak dan tanaman pangan di Indonedia berpariasi,populasi ternak domba 2013 sekitar 12.7 juta ekor dan produksi ubi kayu 2013 sekitar 21 juta ton. Mengingat basarrnya peran petani terhadap pertumbuhan ekonomi, perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas,agar lebih produktif dan efisien. Tujuan tulisan untuk mengetahui peningkatan usaha pemeliharaan ternak domba melalui diversifikasi tanaman pangan dalam analisis ekonomi pendapatan, dengan melakukan diversifikasi usaha dapat mengurangi risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan terhadap petani. Diversifikasi ternak dan tatanam, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan skala  5 ekor domba jantan dapat dicapai pada nilai penjualan BEP Produksi sekitar 4,17 ekor dan BEP harga jual sekitar Rp.1.043.625/ekor, keuntungan bersih sekitar  Rp.1.121.875/ periode, dengan nilai B/C sekitar 1,19, usaha tanaman ubi kayu varietas mentega dan arsin dengan luas sekitar 2 ha, keuntungan ubi kayu varietas mentega sekitar Rp.8.414.085/ha/tahun, keuntungan ubi kayu varietas Arsin sekitar Rp.6.921.705/ha/tahun,nilai B/C ratio, sekitar 2,7 dan 2,6 tidak berbeda nyata hasil yang diperoleh petani. Usaha secara diversifikasi ternyata semakin penting untuk diusahakan oleh petani, karena sumber penghasilan yang dapat di degarakan sebagai roda ekonomi petani di pedesaan perhitungan biaya dan investasi, ternyata usaha ternk domba dan ubi kayu sebagai produk utama secara teknis sangat layak, ekonomis dan secara ekonomi finansial cukup baik, artinya usaha dengan melakukan diversifikasisangat  layak untuk dilanjutkan.ABSTRACTIncrease of sheep and crops can be performed in all dryland agroecosystem plateau region and lowlands, both in the paddy field, dry

  1. Ruangan Bawah Tanah di Sekolah Menengah Pertama 1 Kuningan Analisa Bentuk dan Fungsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octaviadi Abrianto

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract The underground chamber as a recent of archaeological remain in West Java was found al SMPNI Kuningan. It occurred when workers digs foun­dation for the new teacher lounge and they accidentally found concrete struc­ture, after they breached the concrete they found a chamber big enough for a man to stand in, and also the other rooms in the chamber. The finding then was reported to BP3 Serang which then sun'eyed it and recommending Balar Band­ung to carryout archaeological research. The paper tries to elaborate about the shape and function of the find. To know its dimension, material, and construction of the chamber as well as what it func­tions when it was used in the last time. Based on data found at the research it's inferential that the underground chamber builds around 1918 when the school was used as HIS. Kata kunci: Kuningan, SMPN 1 Kuningan, ruang bawah tanah, peturasan, septic tank

  2. DEGRADASI EKOSISTEM RAWA PESISIR DI KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Iriadenta

    2016-06-01

    Full Text Available Decreasing area of coastal swamp ecosystem causing stress to aquatic biota which living in those habitat, and give impact to fishermen’s prosperity level. Study of coastal swamp’s condition really important, with aim as consideration to decide policies that needed to reach environmental balancing and sustainibility of exploitation. Study was done to both primary and secundary data, which include tabulative, graphical, qualitative and quantitative/statistics and computative, both description and inferential, and so spatial analysis for reach locally information of mangrove area’s degradation, and temporal information of comparation with secondary data. Condition of ecosystem of coastal swamp in Jorong subdistrict, which representated by condition of ecosystem of mangrove showing damaged to really damaged condition. Rate of decreasing of mangrove areas in Jorong subdistrict reach of 614,49 ha, or average rate of areas decreasing were 38,41 ha/year. Factors that caused damaged/degradation process of coastal swamp in Jorong subdistrict, Tanah Laut Regency dominated by wave activities and area’s converted

  3. TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Suatu Deskripsi Inter-Relasi dan Kesiapan Para Pihak dalam rangka Rehabilitasi-Rekonstruksi Rumah Warga Terdampak Pascagempa di Kabupaten Tanah Datar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin -

    2015-03-01

    Full Text Available At the time of the earthquake affecting substantial losses due to the damage they cause, usually very high expectations of the people to the government for rehabilitation and reconstruction (rehabilitation and reconstruction of homes affected. Therefore readiness to undertake the rehabilitation of earthquake remains an important concern by the parties in the response to natural disasters, both government and society.  This study is a qualitative study to describe the experience of the parties in order to direct the rehabilitation of houses affected by the earthquake of 2007 in Tanah Datar, West Sumatra province. The results of this study found the application of the principles of transparency, participation and accountability in the interrelation between the government and society in the process of preparation and implementation of the rehabilitation of earthquake-affected neighborhoods. Open governance practices have proven quite successful even minimize complaints and public protests or other social conflict that impacts are not uncommon in post-disaster management in the region. Experiences of good practice organizing the rehabilitation of houses affected by the earthquake in Tanah Datar this would even be used as a pilot, and learning resources of many parties in implementing the governance of disaster management in the various regions

  4. Bioremediasi sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di Job Pertamina – Petrochina East Java Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Siti Fatimah

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam skala ex-situ, data yang diperoleh dari setiap perlakuan berupa data deskriptif komparatif. Tujuan penelitian adalah : 1 Mengkaji efektifitas indigeneous sebagai pendegradasi penurunan TPH(Total Petroleum Hydrokarbon, pada sumur Sukowati#4, Sukowati #6, dan Sukowati #7. 2 Mengetahui penyebab penurunan laju degradasi TPH Sukowati#4, lebih cepat dibanding Sukowati #6 dan Sukowati #7. 3 Pemanfaatan hasil bioremediasi untuk masyarakat sekitar lokasi dan rekomendasi saran strategis pengelolaan limbah hasil olahan bioremediasi. Teknik remediasi yang dilakukan secara land farming, dengan menambahkan end-product pada treatment bioremediasi. Variable perlakuan tanah 3:1, pengamatan yang dilakukan selama 20 minggu Indigeneous dan end-product mampu mendegradasi mikroorganisme sumur pemboran Sukowati #4 dengan penurunan TPH yang signifikan sedangkan pada Sukowati #6 mengalami penurunan TPH 25% dan Sukowati #7 penurunan TPH mencapai 20%. Pada minggu ke-8 penurunan TPH mencapai 90 %. Tanah hasil olahan bioremediasi dengan teknik land farming banyak mengandung komponen kimia (N, P, K, memungkinkan untuk digunakan lahan tanaman jarah sebagai rekomendasi saran strategi pengelolaan lingkungan. Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi memanfaatkan tanah hasil olahan bioremediasi sebagai tanah urug dan pembuatan batako.   ABSTRACT This research was conducted in the scale of ex-situ, the data obtained from each treatment in the form of comparative descriptive data. Research objectives are: 1 Assess the effectiveness of indigeneous as degrading reduction in TPH (Total Petroleum hydrocarbon, on wells Sukowati # 4, Sragen # 6, and # 7 Sragen. 2 Determine the cause of a decrease in the degradation rate of TPH Sragen # 4, faster than Sragen Sragen # 6 and # 7. 3 Using the findings of bioremediation for the community around the location and strategic advice on the management of waste processed bioremediation. Remediation techniques

  5. PEUBAH KUALITAS AIR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KECAMATAN ANGKONA KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2009-04-01

    Full Text Available Rumput laut (Gracilaria verrucosa telah dibudidayakan di tambak tanah sulfat masam dengan kualitas dan kuantitas produksi yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peubah kualitas air yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan di 30 petak tambak  terpilih selama 6 minggu. Bibit rumput laut dengan bobot 100 g basah ditebar dalam hapa berukuran 1,0 m x 1,0 m x 1,2 m. Peubah tidak bebas yang diamati adalah laju pertumbuhan relatif, sedangkan peubah bebas adalah peubah kualitas air yang meliputi: intensitas cahaya, salinitas, suhu, pH, karbondioksida, nitrat, amonium, fosfat, dan besi. Analisis regresi berganda digunakan untuk menentukan peubah bebas yang dapat digunakan untuk memprediksi peubah tidak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan relatif rumput laut di tambak tanah sulfat masam berkisar antara 1,52% dan 3,63%/hari dengan rata-rata 2,88% ± 0,56%/hari. Di antara 9 peubah kualitas air yang diamati ternyata hanya 5 peubah kualitas air yaitu: nitrat, salinitas, amonium, besi, dan fosfat yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut secara nyata. Untuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung nitrogen untuk meningkatkan kandungan amonium dan nitrat serta pemberian pupuk yang mengandung fosfor untuk meningkatkan kandungan fosfat sampai pada nilai tertentu, melakukan remediasi untuk menurunkan kandungan besi serta memelihara rumput laut pada salinitas air yang lebih tinggi, tetapi tidak melebihi 30 ppt. Seaweed (Gracilaria verrucosa has been cultivated in acid sulfate soil-affected ponds with relatively high quality and quantity of seaweed production. A research has been conducted to study water quality variables that influence the

  6. VALUASI EKONOMI PARIWISATA BAHARI DI PESISIR PANTAI DESA ANGSANA KECAMATAN ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arwis Umar Gaib

    2017-05-01

    Full Text Available The purposes of this study are (1 to analyze the economic valuation of marine tourism in the coastal village of Angsana, Angsana District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan (2 to be a Governmental recommendation for original income and marine tourism model in the coastal village of Angsana. Implementation of the study was conducted in the village of Angsana, Angsana District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan province for one month (in April 2016. Calculating the value of the economic of the benefit of marine tourism of Angsana using travel cost method with an individual approach. Calculating the cost incurred for tourism activities. The number of visitors when the study was conducted has not known yet, so this study was done by using a non-probability sampling by setting the quota of 100 respondents. From the calculation of the number of visitors from January to April 2016 is as many as 26,719 visitors. Based on the calculation of a number of costs incurred every time a visitor travels to Angsana beach is Rp 4,118,00. Having obtained the number of visitors on years of study and the costs incurred per person when visiting Angsana beach, then it is calculated the economic valuation of marine tourism of Angsana beach. Based on the results of the calculation of the amount of the Economic Valuation of Angsana beach is in the amount of Rp 110,028,842,000. Angsana beach tourism is one of the tourists that presents the beauty of reef under the sea. There is an increasing number of visitors each year while the opening of the resort. For this reason, this marine coastal tourism could be one of the recommendations for the government in terms of raising revenue (the original income. In order to be sustainable in the future, Angsana beach should have a Tourism model in order to have an appeal and can attract the attention of visitors.

  7. ANALISIS AKTIVITAS NITROGENASE DAN GEN NIFH ISOLAT BAKTERI RHIZOSFER TANAMAN PADI DARI LAHAN SAWAH PESISIR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Ningsih Susilowati

    2016-12-01

    Full Text Available AbstrakPenambatan nitrogen oleh bakteri rhizosfer dapat dimanfaatkan untuk menyiasati dampak salinitas pada tanah sawah pesisir. Kemampuan tersebut disebabkan oleh aktivitas nitrogenase yang disandikan gen nifH pada komponen II. Penelitian  ini bertujuan  menganalisis aktivitas nitrogenase pada kondisi salin dan mengidentifikasi gen nifH. Sebanyak 50 isolat bakteri rhizosfer asal tanah sawah pesisir daerah Eretan dan Patimban, Jawa Barat telah dianalisis. Lima isolat yang menunjukkan aktivitas nitrogenase pada kondisi salin adalah Er B1 3, Er B1 4, Er B1 9, Er B2 10, dan Ptb B1 4. Gen nifH kelima sampel diidentifikasi menggunakan PCR menghasilkan amplikon berukuran ~360 bp. Aktivitas nitrogenase tertinggi berdasarkan Analisis Reduksi Asetilen (ARA diperoleh pada isolat Er B2 10 yang memiliki kekerabatan terdekat dengan bakteri Providencia sp. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa beberapa bakteri asal sawah pesisir dapat menambat nitrogen pada kondisi salin.AbstractThe ability of nitrogen fixation by rhizosphere bacteria could be used to decrease salinity impact in coastal paddy field, due to nitrogenase capability, encoded by a nifH gene in component II. The objectives of this research are to analyze nitrogenase activity in saline condition and identify the presense of the nifH gene. A total of 50 isolates of the rhizosphere bacteria coastal from wetland areas of Eretan and Patimban, West Java, has been isolated and being analyzed. Among them, five isolates i.e. Er B1 3, ER B1 4, Er B1 9, Er B2 10 and Ptb B1 4, showed the nitrogenase activity under saline condition. The polymerase chain reaction (PCR of the nifH gene from those five samples resulted in the amplicon size of  ~360 bp. The highest activity of nitrogenase assessed by acetylene reduction assay (ARA was shown by Er B2 10 which closely related to bacteria of Providencia sp. The obtained result showed that several bacteria from coastal paddy field were able to conduct nitrogen

  8. PERBANDINGAN K-NEAREST NEIGHBOR DAN NAIVE BAYES UNTUK KLASIFIKASI TANAH LAYAK TANAM POHON JATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Srianto

    2016-10-01

    Full Text Available Data mining adalah proses menganalisa data dari perspektif yang berbeda dan menyimpulkannya menjadi informasi-informasi penting yang dapat dipakai untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil biaya pengeluaran, atau bahkan keduanya. Secara teknis, data mining dapat disebut sebagai proses untuk menemukan korelasi atau pola dari ratusan atau ribuan field dari sebuah relasional database yang besar. Pada perum perhutani KPH SEMARANG saat ini masih menggunakan cara manual untuk menentukan jenis tanaman (jati / non jati. K-Nearest Neighbour atau k-NN merupakan algoritma data mining yang dapat digunakan untuk proses klasifikasi dan regresi. Naive bayes Classifier merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk teknik klasifikasi. Pada penelitian ini k-NN dan Naive Bayes akan digunakan untuk mengklasifikasi data pohon jati dari perum perhutani KPH SEMARANG. Yang mana hasil klasifikasi dari k-NN dan Naive Bayes akan dibandingkan hasilnya. Pengujian dilakukan menggunakan software RapidMiner. Setelah dilakukan pengujian k-NN dianggap lebih baik dari Naife Bayes dengan akurasi 96.66% dan 82.63. Kata kunci -k-NN,Klasifikasi,Naive Bayes,Penanaman Pohon Jati

  9. Synthesis of cristobalite from silica sands of Tuban and Tanah Laut

    Science.gov (United States)

    Nurbaiti, U.; Pratapa, S.

    2018-03-01

    Synthesis of SiO2 cristobalite powders has been successfully carried out by a coprecipitation method by making use of local silica sands from districts of Tuban and Tanah Laut, Indonesia. Cristobalite is a phase of SiO2 polymorphs which can be used as a composite filler, a coating material, a surface finishing media, and structural ceramics. In the first stage of the synthesis, the as-received sands were processed by a magnetic separation, grinding, and soaking with HCl to increase the purity of silica content. X-ray fluorescence (XRF) spectroscopy showed that the atomic content of Si (excluding oxygen) in both powders reached 95.3 and 97.4%. A coprecipitation process was then performed by dissolving the silica powders in a 7M NaOH solution followed by a titration with 2M HCl to achieve a normal pH and to form a gel. Furthermore, the silica gel is washed, dried and then calcined at a temperature of between 950-1200 °C with a variation of holding time for 1, 4 dan 10 hrs to produce white powders. X-ray diffraction (XRD) data analyses showed that the powder with calcination temperature of 1150 °C for 4 hrs exhibited the highest cristobalite content of up to 95wt%. Its scanning electron microscopy (SEM) image showed that its grain morphology was relatively homogeneous.

  10. Profile in various organic soil depth shrimp pond, Tambak Inti Rakyat, Karawang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTOrganic material in the bottom of the pond is part of the land is a complex and dynamic system, which is sourced from the rest of the feed, plants, and or animals found in the soil that continuously change shape, because it is influenced by biology, physics, and chemistry. This study was aimed to see the profile of organic material consisting of C, N, and C/N ratio and phosphate in different depths of pond with different culture systems. Observation were conducted at Tambak Inti Rakyat, Karawang in traditional, semi-intensive and intensive culture systems. Observation at mangrove area was also observed as control. Sediment samples at the inlet and outlet at three different depths (0‒5 cm, 5‒10 cm, and 10‒15 cm was taken every 30 days to measure the content of C, N, C/N ratio, and total phosphate. During the 120 day maintenance period could be known that in all pond systems were used (traditional, semi-intensive, and intensive the concentration of C-organic and organic-N on average was located in the bottom layer which is a layer of 10‒15 cm. The lack of human intervention from ground pond system, the more diverse the type and amount of organic material contained therein.Keywords: organic materials, subgrade, depth, aquaculture systems, long maintenanceABSTRAKBahan organik di dasar tambak merupakan bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa pakan, tanaman, dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil bahan organik yang terdiri dari C, N, dan C/N rasio serta fosfat pada kedalaman tambak yang berbeda dengan sistem budidaya yang berbeda pula. Pengamatan dilakukan di Tambak Inti Rakyat Karawang pada sistem budidaya tradisional, semi intensif, dan intensif. Pengamatan di daerah mangrove diamati pula sebagai kontrol. Sampel sedimen di

  11. ANALISIS PERHITUNGAN TOLERANSI EROSI DI DAERAH TANGKAPAN WADUK KEDUNG OMBO, BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Harjadi

    2018-01-01

    Full Text Available The purpose of this research is to get the distribution of erosion tolerance value (T-value in KedungOmbo Dam Catchment Area. The KedungOmbo Dam Catchment Area is located in Boyolali area as a food granary with the main supply of vegetables and rice producers. This situation requires soil conditions to be maintained and no land degradation or erosion that exceeds the limits of erosion or erosion tolerance allowed. The method used to calculate the T-value is the survey and by the calculation of raster analysis with satellite imagery. The parameter collected in the field includes soil conditions (soil solum and crop conditions (effective root depth. Based on T-value calculation formula with 300 years life resource, this will get the amount of erosion allowed in KedungOmbo Dam Catchment Area. Areas with low T values should be maintained for land conditions because mild erosion will be a serious threat. The erosion tolerance in the KedungOmbo Dam Catchment Area is 59%, which is dominated by high T-values, with an area of 34,092 ha and a very high 24% or an area of 14,136 ha. Keywords: Land degradation; Sheet erosion; Value-T; Land productivity Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan sebarannilai toleransi erosi (nilai-T di Daerah Tangkapan Waduk (DTW Kedung Ombo. Mengingat DTW Kedung Ombo termasuk wilayah Boyolali sebagai lumbung pangan dengan pasokan utama sayuran dan juga produsen padi. Situasi ini membutuhkan kondisi tanah harus dipertahankan dan tidak ada degradasi lahan atau erosi yang melebihi batas toleransi erosi atau erosi diperbolehkan. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai-T dengan cara survei dan dibantu dengan perhitungan analisis raster dengan citra satelit. Parameter yang dikumpulkan di lapangan meliputi kondisi tanah (solum tanah dan kondisi tanaman (kedalaman perakaran efektif. Dari rumus perhitungan nilai-T dengan resource life 300 tahun akan mendapatkan besarnya erosi yang diperbolehkan di seluruh DTW Kedung Ombo

  12. Ekstraksi Dan Karakterisasi Serbuk Nano Pigmen Dari Daun Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn. F

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riahna br Kembaren

    2014-04-01

    Full Text Available Tanaman Jati (Tectona grandis linn. F umumnya hanya dimanfaatkan bagian kayunya untuk industri meubel, namun bagian lain seperti daun kurang dimanfaatkan. Daun jati terutama bagian pucuk daun muda dapat menghasilkan pigmen. Produksi serbuk nano pigmen dari daun jati dan karakterisasi serbuk nano pigmen tersebut belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan nano pigmen dari pucuk daun jati muda dalam bentuk serbuk dengan menggunakan persentase filler yang berbeda dan melakukan karakterisasi serbuk nano pigmen jati tersebut. Pucuk daun jati muda diberi perlakuan mekanik dengan penggerusan kemudian disaring, larutan yang diperoleh diukur partikelnya dengan Particle Size Analyzer (PSA, dan dikeringkan dengan penambahan filler maltodekstrin 5% dan 10%. Serbuk yang diperoleh dihitung rendemen, ukuran partikel, dan kelarutan dalam air. Warna merah yang dihasilkan dari filtrat pucuk daun jati muda berasal dari zat warna antosianin yang terkandung dalam daun jati muda. Ekstrak dari pucuk daun jati muda memiliki ukuran dengan kisaran 87,8- 318,1 nm dengan ukuran rata-rata 109,2 nm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut merupakan produk nano di alam. Penambahan filler dengan konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap warna, rendemen, ukuran partikel serbuk, dan kelarutan pigmen serbuk dalam air. 

  13. Glycaemic control of diabetic patients in an urban primary health care setting in Sarawak: the Tanah Puteh Health Centre experience.

    Science.gov (United States)

    Wong, J S; Rahimah, N

    2004-08-01

    Achieving glycaemic goals in diabetics has always been a problem, especially in a developing country with inadequate facilities such as in Sarawak in Malaysia. There are no reported studies on the control of diabetes mellitus in a diabetic clinic in the primary health care setting in Sarawak. This paper describes the profile of 1031 patients treated in Klinik Kesihatan Tanah Puteh Health Centre. The mean age was 59 years, the mean BMI 27 kg/m2. There was a female preponderance and mainly type-2 diabetes. Mean HbA1c was 7.4%. Glycaemic control was optimal in 28% (HbA1c 7.5%). Reasonable glycaemic control can be achieved in the primary health care setting in Sarawak.

  14. PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Dwi Ardi

    2015-01-01

    Full Text Available Makalah ini menampilkan sebuah pendekatan dalam penyelidikan rongga-rongga di bawah tanah. Akuisisi data resistivitas telah dilakukan di Gua Dago Pakar, Bandung. Lintasan resistivitas telah diukur dan dilanjutkan dengan pengukuran secara manual dengan menggunakan tali serta GPS untuk memperkirakan bentuk gua secara akurat. Sistem konfigurasi lintasan resistivitas menggunakan konfigurasi elektroda WennerSchlumberger. Pemrosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv dengan metode komputasi kuadrat terkecil. Hasil dari pemodelan inverse 2D menunjukkan bahwa bentuk tubuh gua berlokasi sekitar 10 – 12,4 m di bawah lintasan resistivitas dengan rentang nilai resistivitas 540-600 Ohm meter. Hasil ini dikorelasikan dengan data geologi dan pengukuran secara manual di dalam gua. Kata kunci:  Rongga, Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Inversi

  15. PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L. VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L. BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ekowati

    2011-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Lahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol; 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK.   ABSTRACT Sand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron

  16. Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    , Triadiati

    2013-10-01

    Full Text Available The use of acid tolerant rhizobacteria such as Bradyrhizobium japonicum is one effort for increasing soybeanproductivity in acid soil. B. japonicum is a N-fixing bacteria that can promote soybean growth through symbiosis with thehost plants. The objective of this study was to investigate the growth and production of soybean var. Wilis inoculated by B.japonicum and NPK inorganic fertilizer application in acid soil. Two isolates of B. japonicum that were BJ 11(19 and BJ11(wt were used as inoculant for soybean. BJ 11(19 was resulted by transposons mutagenesis, whereas BJ 11(wt is a wild type of bacteria. Both isolates of B. japonicum were acid tolerant. Soybean was inoculated with BJ 11(19 and BJ 11(wtcombined with compost and nitrogen fertilizer (with two rates. The field experiment was conducted at Cikabayan, Darmaga,in a randomized complete block design with 12 treatments and 3 replicates. The results showed that application of the acidtolerant B. japonicum BJ 11(wt, compost, and nitrogen fertilizer (10 g m-2 increased the plant height, dry weight of shootsand roots, nodule number, dry weight of nodules, nitrogenase activity, number of pod and seed, seed weight, and nitrogencontent of seeds in acid soil.Keywords: acid soil, acid tolerant rhizobia, Bradyrhizobium japonicum, compost, nitrogen fertilizer

  17. STUDI KUALITATIF PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BAYI SETELAH PENERAPAN KW-SPM DI KABUPATEN BADUNG, TANAH DATAR, DAN KOTA KUPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Ariningrum

    2012-11-01

    Full Text Available The Ministry of Health had set targets and obligatoried for minimum health standards that have to be Implemented in each district/municipality. The maternal and neonatal health (MNH services is one of services in the district health system that has to be delivered by puskesmas to enhance the maternal and neonatal health towards reducing the maternal and neonatal mortality. It was a cross sectional study health policy. The study was conducted in three districts/municipality, namely district of Badung, Bali; District of Tanah Datar, West Sumatera and Kupang Municipality in East Nusa Tenggara. February to November 2006. Every area had to make special strategy and specified activity priority to execute the policy on mother and baby healthy program. The roles of other and private sectors need continuality. Attainment of mother and baby healthy program activity year 2005 in general were still under the goals. Constraints to execute the policy on mother and baby healthy program had limitation on the quality and quantity of human resources, availibility of equipments, knowledgeof community concerning health was still lower, attention of local government was very limited on budget allocation; and also the expectation of community to soothsayer was high, especially in Municipality of Kupang and District of Tanah Datar. The other limitation was of training on mother and baby healthy program. The access of community to public health services is good enough. Network with the other sectors in general worked well. There were some areas faced coverage goals so high, that difficult to achieve pregnant mother visit coverage (4 and high referral. Target of coverage that were achieved better were the coverage diving birth by midwifes or healthy staffed midwifery compentency. There were some coverage needs re-socializing as definition, because of the difference perception between the right definition and the perception of health staffs on the coverage of neonatus

  18. PENYUSUNAN SKENARIO MASA TANAM BERDASARKAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN DI SENTRA PRODUKSI PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Estiningtyas

    2008-11-01

    Penggunaan model deterministik untuk prediksi curah hujan di daerah tropik yang faktor determinannya sangat komplek, dinamis dan acak sangat rumit. Oleh karena itu diperlukan model statistik yang dapat diperbarui secara real time. Filter Kalman menggabungkan pendekatan model fisik dan statistik menjadi model stokastik yang dapat diperbarui setiap saat untuk tujuan peramalan segera (on line forecasting. Validasi model yang menghubungkan curah hujan dan suhu permukaan laut Nio 3.4 menghasilkan nilai koefisien korelasi lebih dari 75%. Artinya model prediksi dengan Filter Kalman ini dapat digunakan untuk memprakirakan curah hujan bulanan dan diaplikasikan untuk penyusunan masa tanam. Selama ini neraca air tanaman dihitung berdasarkan pola curah hujan setempat, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi anomali iklim akan menyebabkan hasil komputasi neraca air harus diperbarui setiap saat melalui penyusunan masa tanam yang memperhitungkan aspek prediksi. Prakiraan curah hujan dengan metode Filter Kalman menghasilkan nilai koefisien korelasi validasi 48-92%. Hasil skenario pola tanam berdasarkan data prediksi curah hujan memperlihatkan bahwa ditemukan periode-periode dengan persentase kehilangan hasil lebih dari 20%, terutama pada lokasi dengan distribusi curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Dengan demikian tidak disarankan untuk melakukan penanaman pada periode tersebut. Lokasi Sukamandi memperlihatkan karakteristik model yang lebih bagus dibandingkan Tamanbogo, Batang, Wonosari. Tanggal tanam yang diperkirakan beresiko menurunkan hasil adalah 1 dan 11 November (di Tamanbogo, 1 November-1 Januari, dan 21 Februari (di Sukamandi, 1 November-1 Desember (di Batang dan  1 November, 11 dan 21 Februari (di Wonosari. Untuk aplikasi skenario masa tanam, model prakiraan hujan perlu di perbarui di setiap saat dan tempat berdasarkan data prakiraan curah hujan terbaru di dukung dengan data tanah dan tanaman. Selain itu perlu diperhatikan cakupan wilayah yang bisa

  19. STRATEGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KOMERSIAL DARI LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2015-09-01

    Full Text Available Limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH Kota Semarang yang didominasi oleh rumen sapi jika tidak diolah dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada manusia dan kerusakan lingkungan. Dampak negatif dari limbah adalah proses pembuangan dan pembersihannya memerlukan biaya serta efeknya dapat mencemari lingkungan. Hal ini mendorong adanya inovasi dan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang murah dan mudah operasional dan pemeliharaannya serta biaya yang sedikit. Upaya meningkatkan keuntungan akan keberadaan limbah dilakukan cara mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Keuntungan yang bisa diperoleh dari proses pengolahan limbah tersebut menjadi biogas, bioenergi, dan pupuk. Pupuk yang mengandung magnesium yang tinggi yang beredar di pasaran biasanya berbentuk granul/ serbuk. Apabila tanaman mengalami kekurangan magnesium maka akan menyebabkan kuningnya daun dan menghambat proses fotosintesis yang terjadi di daun. Penambahan limbah garam pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan unsur hara makro C,N,P,K, dan Mg, tidak mencemari lingkungan, tidak merusak struktur tanah, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Variasi rasio serat kasar dengan cairan rumen bertujuan untuk mengetahui kandungan paling optimum,antara lain: 100:0 ,75:25 , 50:50 , 25:75 , 0:100 (serat kasar:cairan rumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan limbah garam tidak mempengaruhi terhadap kandungan unsur hara C-Organik dan Nitrogen, sedangkan pada kandungan Fospor, Kalium, dan Magnesium memiliki pengaruh dari penambahan limbah garam. Kandungan unsur hara makro paling optimum yaitu C-Organik pada fermentor B1 sebesar 1,44%, Ntotal pada fermentor B2 sebesar 0,73%, Fospor (P2O5 pada fermentor B3 sebesar 2,243%, Kalium pada fermentor B3 sebesar 13,05, dan Mg pada fermentor B3 sebesar 26,82%. meskipun demikian, pupuk organik cair ini belum memenuhi persyaratan teknis Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik, pupuk

  20. ANALISIS KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKANBARU (PADA SEKSI HAK TANAH DAN PENDAFTARAN TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masirun Masirun

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak : Penelitian ini dilakukan di Kantor pertanahan kota pekanbaru riau, yang terletak dijalan, Pepaya NO 47 Kantor pertanahan merupakan kantor pelayanan masyarakat bertujuan membuat sertifikat-sertifikat tanah dan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja karyawan pada kantor pertanahan kota pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada kantor pertanahan Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian, diperoleh jumlah sampel sebanyak 62 karyawan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif.Dalam penelitian ini, jenis dan sumber data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari kantor pertanahan kota pekanbaru.diolah lebih lanjut, serta data sekunder yang berupa data yang telah jadi tanpa mengalami perubahan seperti sejarah singkat perusahaan, job description masing-masing bagian perusahaan, serta struktur organisasi perusahaan.Adapun pendidikan dan pelatihan pada kantor pertanahan kota pekanbaru riau jugak di katagorikan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kualitas, produktivitas yang meningkat dengan adanya pendidikan dan pelatihan serta pengembangan idividu dan jugak dengan adanya pendidikan dan pelatihan tersebut sangat membantu dalam hal meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja serta merupakan perencanaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik lagi.Dari hasil analisis penelitian tersebut diketahui bahwa rata-rata karyawan yang bekerja pada kantor pertanahan kota pekanbaru cukup baik, Kinerja karyawan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Sifat, Perilaku, Kompetensi. Abstract : This study was conducted in the Office of Riau pekanbaru city land, which is located in the street, Papaya NO 47. The land office is aimed at making the civil service of the certificates of land and the purpose of this study is to analyze the performance of employees at the land office

  1. Evaluation of the exploration drilling result of TML-3, TML-4, TML-5, TML-6 at Tanah Merah sector West Kalimantan

    International Nuclear Information System (INIS)

    Manto-Widodo; Sartapa; Widito, P

    2000-01-01

    Previous researcher obvioused that the uranium favourable zone at Tanah Merah has been existed, it is oriented NW-SE. In those zones have been discovered uranium mineralizations of NW-SE orientation and sub vertical dipping. This research intend to get knowledge about the uranium geology, character and geometry of the sub surface mineralization using exploration drilling. The result shows that lithologically the area dominated by biotite quartzite which is intruded by granitic rocks and lamprophyres. The mineralization consist of uraninite/ pitchblende associated by pyrite, chalcopyrite, pyrhotite, ilmenite, molybdenite, quartz, feldsphart and biotite. It seems to be granitic related mineralization as a vein type. Surface mineralization could be correlable to those of sub surface with in the lensoid or tabular shape favourable zones. Geological reserve of those mineralization is about 157 ton U 3 O 8

  2. MITIGASI PELINDIAN NITRAT PADA TANAH INCEPTISOL MELALUI PEMANFAATAN BAHAN NITRAT INHIBITOR ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Pramono

    2012-05-01

    Full Text Available Mitigation of Nitrate Leaching in Inceptisol Soil Through the Use of Natural Nitrate Inhibitor ABSTRAK Pelindian NO3- merupakan salah satu mekanisme kehilangan N dalam aktivitas pertanian, yang dapat berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan bahan alami sebagai nitrat inhibitor terhadap pelindian nitrat pada tanah Inceptisol. Pada penelitian ini diuji tiga jenis bahan nitrat inhibitor (NI alami yang berasal dari; serbuk biji Mimba (SBM, serbuk kulit kayu bakau (SKKB, dan serbuk daun kopi (SDK,yang dikombinasikan dengan tiga taraf dosis NI, yaitu: 20 %, 30 % dan 40 % dari urea yang diberikan, dan ditambah satu perlakuan kontrol tanpa NI. Bahan nitrat inhibitor diberikan bersama urea pada permukaan tanah dalam pot percobaan yang telah dibasahi dengan air suling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan NI yang berbeda memberikan respon terhadap penghambatan nitrifi kasi yang berbeda. Bahan NI yang berasal dari serbuk biji mimba memberikan tingkat penghambatan tertinggi sebesar (25,6 %, serbuk kulit kayu bakau sebesar (19,1 %, dan serbuk daun kopi sebesar 11,8 %. Bahan NI alami mampu menghambat nitrifi kasi melalui penghambatan pertumbuhan bakteri nitrifi kasi (pengoksida ammonium yang bersifat sementara pada kisaran 7-14 hari setelah aplikasi. Perlakuan berbagai bahan dan dosis NI mampu menekan pelindian nitrat rata-rata pada kisaran antara 56,6 sampai 62,8 % dan berbeda sangat nyata terhadap perlakuan kontrol tanpa NI. Bahan NI yang mampu menurunkan rata-rata pelindian nitrat pada pengamatan 14 hari setelah aplikasi tertinggi adalah SBM sebesar 74,15 %. Dosis optimal dua bahan NI terpilih yang menunjukkan kinerja penghambatan nitrifi kasi terbaik (SBM dan SKKB pada 7 hsa, masing-masing 18,30 % (R2 = 0,694 dan 21,67 % (R2=0.691 dari dosis urea yang diberikan. Kata kunci: Nitrifi kasi, nitrat inhibitor, pelindian nitrat ABSTRACT NO3 - leaching is one mechanism of N reduction in agricultural

  3. Intensitas dan Luas Serangan Beberapa Isolat Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi pada Jahe Gajah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermawati Cahyaningrum

    2017-07-01

    Full Text Available Ginger is one of the spices and medicinal commodities which is cultivated in Indonesia. One of the obstacles encountered in the cultivation of ginger is the rhizome rot disease which is mainly caused by Fusarium oxysporum Schlecht f.sp. zingiberi Trujillo. This study is aimed to know the growth ability and virulence level of the isolates on ginger rhizome and plants. The research was conducted in the laboratory and in the screen house by using Complete Random Design consisted of 10 treatments and 4 replications. The parameters observed were growth ability of F. oxysporum f.sp. zingiberi, rhizome rot disease symptoms, incubation period, extensive decay and weight difference of the rhizomes. The results showed that F. oxysporum f.sp. zingiberi which was stored for 4 years in sterile soil medium was still capable to cause damage to the rhizome and plants. Incubation periods of rhizome decay and plant symptoms were from 3 to 11.5 and 55.5 to 68.5 days, respectively. The most virulent isolate was MSO1 with extensive decay of rhizome and the wilting intensity were 108.95 mm2 dan 33.88%, respectively.   Intisari Jahe merupakan salah satu komoditas rempah dan obat yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya jahe adalah adanya gangguan penyakit busuk rimpang yang disebabkan (terutama oleh Fusarium oxysporum Schlecht f.sp. zingiberi Trujillo. Penelitian bertujuan untuk menguji daya tumbuh dan virulensi isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi pada rimpang dan tanaman jahe gajah. Penelitian dilakukan di laboratorium dan di rumah kasa menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL yang masing-masing terdiri dari 10 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tumbuh F. oxysporum f.sp. zingiberi, gejala penyakit busuk rimpang, masa inkubasi, luas pembusukan dan selisih bobot basah rimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F. oxysporum f.sp. zingiberi yang telah di simpan 4 tahun dalam medium tanah

  4. Biological Control of Bacterial Wilt in South East Asia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwidodo Arwiyanto

    2014-12-01

    pada antagonisme antara agen pengendalian biologi dan patogen. Agen pengendalian biologi tersebut dimaksudkan untuk mengurangi inokulum awal patogen. Upaya untuk meminimalkan inokulum awal patogen dengan umpan dengan menggunakan tanaman inang sangat rentan hanya dapat diandalkan ketika dilakukan dalam percobaan rumah kaca. Berbagai mikroorganisme telah diteliti kemungkinannya sebagai agensia pengendalian biologi seperti bentuk avirulen dari patogen, bakteri tanah atau bakteri rizosfer (Bacillus spp. dan pseudomonad fluorescen, actinomycetes (Streptomyces spp., khamir (Pichia guillermondii, Candida ethanolica, dan konsorsium mikroorganisme yang dikenal sebagai EM (Effective Microorganisms. Meskipun demikian tidak satupun agensia pengendalian biologi ini sampai pada taraf aplikasi lapangan sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Peluang dan tantangan dalam mengembangkan pengendalian biologi untuk memerangi penyakit layu bakteri dibahas pada tulisan ini.

  5. PROSPEK USAHA PENGOLAHAN UDANG REBON SKALA RUMAH TANGGA DI DESA MUARA KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Syahrin

    2016-12-01

    Full Text Available The problems in rebon shrimp processing business at household scale in Desa Muara Kintap  are in processing, utilization, and improvement in processing business which have not been maximized, and rebon shrimp quality of the business community at household scale because of inappropriate processing and handling, lack of interest, and cheap selling price. To overcome these problems, one possible way is to provide proper handling to the products of rebon shrimp either in producing or packaging as well as diversifying the processing of rebon shrimp. Therefore, this study aims to (1 determine benefits, eligibility, fluctuation and variation in price and (2 analyze marketing channels of rebon shrimp in Desa Muara Kintap. The significance of this research is that it can be used as an input or a reference in order to increase profits and development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, South Kalimantan Province; and it is also useful for those who want to learn more about the development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, or for those who are interested in the issues in this study. The results showed that the processing business of dried rebon shrimp in Muara Kintap was profitable to do because the total revenue was greater than the total cost, and based on the analysis of the eligibility on the season of NPV, Net BCR, and IRR were on top of the value of 13%, making it eligible to do business processing, and there was also a price fluctuation with an average selling price fluctuation of rebon shrimp in Desa Muara Kintap  between ‘season’ and ‘not season' the prices was 41.05%, and the variation of the fishing season prices ranged from Rp 19,000 to Rp 20,000, while during ‘not season’ the prices were between Rp 26,000 and Rp 30,000. This happened because of the

  6. Pengendalian Pemberian Hak Guna Usaha atas Tanah sebagai Upaya Pencegahan Kerusakan Hutan karena Perambahan Kawasan Hutan yang Dilakukan oleh Perkebunan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Saepul Zamil

    2015-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Kasus kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau dan beberapa daerah di Indonesia menjadi bencana nasional karena dampak dari kebakaran hutan tersebut menyebabkan kabut asap yang merusak kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak ekosistem tumbuh-tumbuhan dan hewan, membahayakan penerbangan, protes dari negara tetangga karena adanya kabut asap, dan kerugian-kerugian lainnya. Perambahan hutan juga menyebabkan masyarakat adat dipaksa keluar dari tanah leluhur karena hutan tempat hidup dan mencari penghidupan hangus terbakar. Hal ini adalah kejahatan kemanusiaan luar biasa yang dilakukan oleh para penjarah hutan. Pemberian hak guna usaha atas tanah untuk perkebunan yang mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi kawasan perkebunan seharusnya terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, walaupun hak guna usaha yang dimohonkan berada pada kawasan area penggunaan lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah. Pengendalian izin pengelolaan dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan yang merambah kawasan hutan dapat dilakukan antara lain: membuat peraturan daerah tentang tata ruang wilayah dengan menetapkan kawasan hutan di dalam tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan atau kawasan lainnya, menetapkan hutan abadi di beberapa wilayah di Indonesia, dan kebijakan moratorium izin-izin usaha perkebunan. Abstract Cases of fires in Riau Province and some areas in Indonesia became a national disaster due to the impact of forest fires causing smog that damage health, disrupt community activities, destruction of the ecosystem of plants and animals, endanger the flight, protests from neighboring countries because of the smog, and other loses. Encroachment also led to indigenous people being forced out of their ancestral lands as forest where they live and make a living is burned down. This is an incredible crimes against humanity committed by forest dwellers. Granting land use permit which transforms

  7. Populasi Bakteri Rhizobium di Tanah pada beberapa Tanaman dari Pulau Buton, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Purwaningsih

    2009-01-01

    Full Text Available The research was conducted in order to know population of Rhizobium bacteria in the soil at several plant from Buton island, Muna regency, Southeast Sulawesi. The purpose of the study was to get the population data and pure cultures of Rhizobium bacteria. Rhizobium bacteria were isolated from 13 sample from rhizosphere of fruit plant, 14 sample soil from rhizosphere of yield plant, 5 sample soil from rhizosphere of horticulture plant, and 8 samples soil was from forest plant. Isolation was conducted in standard medium of Yeast Extract Mannitol Agar (YEMA, the inoculation at (27-280C, and the population was counted by plate count methods. The growth characteristic of strain was observed by using YEMA medium mixed respectively with Brom Thymol Blue and Congo Red as an indicators. The population of Rhizobium bacteria was in the range of 7-115 × 105 CFU g-1 soil, and the highest population was found from the sample soil from rhizosphere with Ipomea batatas plant. Forty nine gave of pure culture, thirty five isolates can be grouped as fast growing, while fourteen can be grouped as slow growing.

  8. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  9. Aetiology of thrombosed external haemorrhoids: a questionnaire study

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohde Henning

    2009-10-01

    Full Text Available Abstract Background It is important to better understand the aetiology of thrombosed external haemorrhoids (TEH because recurrence rates are high, prophylaxis is unknown, and optimal therapy is highly debated. Findings We conducted a questionnaire study of individuals with and without TEH. Aetiology was studied by comparison of answers to a questionnaire given to individuals with and without TEH concerning demography, history, and published aetiologic hypotheses. Participants were evaluated consecutively at our institution from March 2004 through August 2005. One hundred forty-eight individuals were enrolled, including 72 patients with TEH and 76 individuals without TEH but with alternative diagnoses, such as a screening colonoscopy or colonic polyps. Out of 38 possible aetiologic factors evaluated, 20 showed no significant bivariate correlation to TEH and were no longer traced, and 16 factors showed a significant bivariate relationship to TEH. By multivariate analysis, six independent variables were found to predict TEH correctly in 79.1% of cases: age of 46 years or younger, use of excessive physical effort, and use of dry toilet paper combined with wet cleaning methods after defaecation were associated with a significantly higher risk of developing TEH; use of bathtub, use of the shower, and genital cleaning before sleep at least once a week were associated with a significantly lower risk of developing TEH. Conclusion Six hypotheses on the causes of TEH have a high probability of being correct and should be considered in future studies on aetiology, prophylaxis, and therapy of TEH.

  10. Inventory of uranium potential sector at Tanah Merah (continuation), West Kalimantan, systematic prospection stage

    International Nuclear Information System (INIS)

    Subiantoro, L.; Sudarmadi; Sularto, P.; Widito, P.; Marzuki, A.; Paimin

    2000-01-01

    The investigation based on the previous study by CEA-BATAN (1977) and PPBGN-BATAN (1992-1994/1996), which was found radiometric anomalies on several outcrops (> 15.000 c/s) and soil (> 200 c/s). In again to find information of distribution, geometry and characteristically of mineralization zones, the systematic prospection was done by radiometric and topographic mapping and uranium geology aspect identification. Zones of mineralization were identified in Tanah Merah had total area 5468.4 m 2 . The outcrops of quarzitic rocks in this zone are characterized by vein distribution which contain uraninite, brannerite, autunite, gummite and gutite. The dominantly associated of their minerals are monazite, tourmaline, molybdenite, pirhotite, pyrite, ilmenite, sphalerite, chalcopyrite and hematite. By chips sampling in quarsite rock to appear of a lowest value is 8.45 ppm, highest 15259.73 ppm and average value is 319.9 to 489.5 ppm. Elements group correlation matrices from each rocks sample shows that the uranium had relatively good correlation with Cu, Pb, Zn, Co and Ni. The mineralized zone are consist of localized mineralization in lateral and vertically distribution. Structurally the mineralization exist in intersection WNW - ESE, NNE - SSw and WNW - ESE (sub horizontal) fracture. The mineralization are identified as vein type, granite related sub type, perigranitic class and polymetallic veins type, type deposits in metamorphic rocks sub class. (author)

  11. Intron retention in mRNA encoding ancillary subunit of insect voltage-gated sodium channel modulates channel expression, gating regulation and drug sensitivity.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Céline M Bourdin

    Full Text Available Insect voltage-gated sodium (Nav channels are formed by a well-known pore-forming α-subunit encoded by para-like gene and ancillary subunits related to TipE from the mutation "temperature-induced-paralysis locus E." The role of these ancillary subunits in the modulation of biophysical and pharmacological properties of Na(+ currents are not enough documented. The unique neuronal ancillary subunit TipE-homologous protein 1 of Drosophila melanogaster (DmTEH1 strongly enhances the expression of insect Nav channels when heterologously expressed in Xenopus oocytes. Here we report the cloning and functional expression of two neuronal DmTEH1-homologs of the cockroach, Periplaneta americana, PaTEH1A and PaTEH1B, encoded by a single bicistronic gene. In PaTEH1B, the second exon encoding the last 11-amino-acid residues of PaTEH1A is shifted to 3'UTR by the retention of a 96-bp intron-containing coding-message, thus generating a new C-terminal end. We investigated the gating and pharmacological properties of the Drosophila Nav channel variant (DmNav1-1 co-expressed with DmTEH1, PaTEH1A, PaTEH1B or a truncated mutant PaTEH1Δ(270-280 in Xenopus oocytes. PaTEH1B caused a 2.2-fold current density decrease, concomitant with an equivalent α-subunit incorporation decrease in the plasma membrane, compared to PaTEH1A and PaTEH1Δ(270-280. PaTEH1B positively shifted the voltage-dependences of activation and slow inactivation of DmNav1-1 channels to more positive potentials compared to PaTEH1A, suggesting that the C-terminal end of both proteins may influence the function of the voltage-sensor and the pore of Nav channel. Interestingly, our findings showed that the sensitivity of DmNav1-1 channels to lidocaine and to the pyrazoline-type insecticide metabolite DCJW depends on associated TEH1-like subunits. In conclusion, our work demonstrates for the first time that density, gating and pharmacological properties of Nav channels expressed in Xenopus oocytes can be

  12. PROFIL DAN KARAKTER SOSIAL EKONOMI PETANI TANAMAN PANGAN DIBOJONEGORO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuntoro Boga Andri

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKPetani Bojonegoro saat ini didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara optimalisasi pertanian, revitalisasi agribisnis, diversifikasi pertanian dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui profil petani di Kabupaten Bojonegoro yang berisi tentang kondisi petani, kepemilikan lahan, pendapatan dan potensi yang dimiliki, serta menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi perilaku petani dan kondisi sosial ekonomi mereka. Penelitian dilaksanakan dengan memahami dan mengelola data sekunder maupun data primer untuk kemudian dianalisis deskriptif dan finansial untuk mengetahui profil petani dalam usaha bidang petanian, sehingga mampu memberikan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Hasil analisa usahatani menggambarkan sebagian besar komoditas tanaman pangan yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bojonegoro sudah memberikan tingkat keuntungan yang sangat memuaskan. Meski demikian masih diperlukan optimalisasi penerapan teknologi dan input pertanian agar  potensi  unggulan dapat dimaksimalkan dengan intervensi  berbagai  program meliputi  keseluruhan  proses  mulai  dari  on  farm/ produksi/ hulu  sampai  off  farm/industri/ hilir dan permodalan usahatani.ABSTRACTFarmers in Bojonegoro are currently supported to improve their welfare by means of optimization of agriculture, revitalize agribusiness, agricultural diversification and facilitation of the local government. This study aims to determine the profile of farmers in Bojonegoro which contains the conditions of farmers, land ownership , revenue and potential, and to analyze the determinants that influence the behavior of farmers and their socio-economic conditions. The experiment was conducted with the understanding and managing secondary data and primary data for the analysis to determine the financial and descriptive profile of farmers in the business of agricultural fields

  13. ANALISIS PERGERAKAN POLUTAN TRIKLOROETILEN DALAM MEDIA BERPORI MENGGUNAKAN SENTRIFUG GEOTEKNIK (Analysis of Trichloroethylene Pollutant Migration in Porous Media Using Geotechnical Centrifuge

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchlis Muchlis

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Trikloroetilen (TCE adalah pelarut organik yang sering digunakan dalam proses industri. TCE adalah salah satu contoh dari Non Aqueous Phase Liquid (NAPL yang sudah banyak mencemari tanah dan air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat pergerakan TCE dalam berbagai jenis tanah yang berbeda, mengkaji sifat-sifat pergerakan TCE dalam tanah dengan menggunakan kecepatan 1 dan 25 Gravitasi, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan TCE dalam tanah. Sifat pergerakan TCE dalam tanah riolit dan granit adalah TCE akan masuk langsung secara vertikal dan horizontal dalam tanah hingga ke dasar tanah. Pergerakan TCE akan terhambat pada tanah yang banyak mengandung partikel berukuran kecil. Pergerakan TCE secara vertikal pada gaya 1G dan 25G dalam tanah granit adalah paling cepat berbanding dalam tanah riolit. Pergerakan TCE dalam tanah kering dipengaruhi oleh sifat tanah terutama ukuran butir dan Kapasitas Pertukaran Kation (KPK. ABSTRACT Tricholoroethylene (TCE is an organic solvent used in many industrial processes. TCE is one of Non-Aqueous Phase Liquid (NAPL which has already contaminated soil and groundwater. The objectives of this study are to determine the migration of TCE in rhyolite and granite soil, to determine the migration of TCE in soil using 1 and 25 Gravity (G force, and to determine the migration of TCE influencing factors in the soil. The characteristics of TCE migration in rhyolite and granite soil will migrate vertically and laterally to the bottom of the ground. The migration will be retarded in small particle size of soil. The fastest migration of TCE at 1G and 25G was found in the granite soil. The migration of TCE in dry soil is affected by properties of soil particularly particle size and cation exchange capacity.

  14. Keragaman Jenis Salak Bangkalan {Salacca Zalacca (Gaertner) Voss} Menggunakan Penanda Morfologi Dan Analisis Isozim

    OpenAIRE

    Ariestin, Yuliamita; Kuswanto, Kuswanto; Ashari, Sumeru

    2015-01-01

    Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam sektor pertanian khususnya salak. Keragaman tanaman salak yang ada di Kabupaten Bangkalan perlu diidentifikasi untuk melihat sifat dan keragaman genetik. Untuk tujuan pemuliaan tanaman salak, telah dilakukan penelitian identifikasi tanaman pada bulan Februari sampai bulan Maret 2014. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan petani telah ditemukan enam jenis tanaman salak antara lain salak Apel, Bunter...

  15. Respon Enam Generasi Kentang (Solanum Tuberosum L.) Terhadap Pemberian Pyraclostrobin Di Dataran Medium

    OpenAIRE

    Setiawan, Hans Kurnia; Ainurrasyid, Ainurrasyid; Kuswanto, Kuswanto

    2016-01-01

    Kentang ialah salah satu tanaman yang dibudidayakan karena kaya akan karbohidrat, mineral dan vitamin. Pyraclostrobin merupakan fungisida sis-temik yang berbentuk emulsi yang dapat larut dalam air, yang berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain sebagai fungisida, Pyraclostrobin dapat digunakan sebagai tambahan unsur hara bagi tanaman karena Pyraclostrobin juga mengandung unsur nitrogen (N) dan klor (Cl) yang diperlukan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji resp...

  16. Pemberian Zeolit Dan Arang Sekam Pada Lahan Sawah Tercemar Limbah Pabrik Terhadap Pb Tanah Dan Tanaman Padi

    OpenAIRE

    Juliana, Ester; Sarifuddin, Sarifuddin; Jamilah, Jamilah

    2015-01-01

    This study aimed to determine the effect of zeolites and rice husk to soil Pb and growth and production of paddy rice. The research was conducted in the screen house at Faculty of Agriculture USU and soil analyzed at the Laboratory Institute for Agricultural Technology ( BPTP) Medan North Sumatra . This experiment using a factorial randomized block design with two factors , namely zeolite treatment consists of 3 levels: Z0 = 0 g / pot , Z1 = 12.5 g / pot , Z2 = 25 g / pot and rice Husk consis...

  17. Efektivitas Aspergillus Niger Dan Penicillium SP. Dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfat Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Andiso

    OpenAIRE

    Artha, Putri Juli; Hardy Guchi, Hardy Guchi; Posma Marbun, Posma Marbun

    2013-01-01

    This research topic is the effectiveness of Aspergillus Niger and Penicillium sp. in increasingphosphate and growth of corn on Andisol. The objective is to compare the effect of Aspergillusniger application with Penicillium sp. in increasing phosphate and corn growth on Andisol.Andisols material was taken from Kuta Rakyat Village, Namanteran Subdistrict, Karo District. Thisresearch was conducted at green house, Soil Biology Laboratory, and Soil Fertility and ChemistryLaboratory. The design us...

  18. Evaluasi Sifat Biologi Tanah Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Beberapa Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal

    OpenAIRE

    Matondang, Daniel

    2016-01-01

    Coffee is one of the agricultural commodities that has a sufficiently high economic value. Mandailaing Natal is the one of the coffee-producing areas in Indonesia. This study aimed to evaluate the biological properties of the soil, among others organic carbon, total nitrogen, total soil respiration and total soil microorganisms to the production of coffee. This study conducted using survey method. Samples were taken at random method deliberately based on deployment coffee plants from various ...

  19. Potensi Cendawan Asal Tanah Perakaran Bambu Sebagai Endofit dan Agen Biokontrol Penyakit Akar Gada Pada Tanaman Brokoli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Asniah

    2014-03-01

    Full Text Available The potential of fungi from bamboo rhizosphic soils as endophytic and biocontrol agents of  clubroot disease (Plasmodiophora brassicae on Brocoli. Clubroot, caused by Plasmodiophora brassicae is a serious soilborne disease of plants worldwide, capable of severe infection on broccoli, cabbage and cauliflower. Clubroot is the most destructive diseases on cruciferae in Indonesia.  The existing control measures, including biological control do not provide satisfactory result.  The objective of the study was to explore fungi from bamboo rhizospheric soils as endophytic that can suppress clubroot disease in broccoli.  There were two steps in this study: (1 exploration and identification of fungi from bamboo rhizospheric soils. (2 Effectiveness test of the fungi in suppressing clubroot disease.  There were four species of fungi as endophytes in brocoli in this study, e.g Aspergillus sp., Mortierella sp., Paecilomyces sp., and Chaetomium globosum. They had colonized broccoli root endophytically and suppressing clubroot disease.  Paecilomyces sp. of endophytic fungi can suppress clubroot diseases incidence for 18.75%.

  20. KINERJA USAHA TANAMAN HIAS POTONG PT PESONA DAUN MAS ASRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Arief Bangun Sanjaya

    2017-01-01

    manajerial untuk Pesona Daun Mas Asri. Hasil pengukuran menunjukan kinerja dariPesona Daun Mas Asri termasuk sangat baik dengan nilai mencapai 78,04%. Pada setiap sasaran strategis mencapai kinerja yang baik. Namun, target pada sasaran strategis tingkat pertumbuhan penjualan dan kegiatan pemasaran menunjukan perlu pengembangan karena sasaran strategis tersebut masuk ke dalam skala penilaian rata-rata (average.Kata kunci: balanced scorecard, evaluasi kinerja, indeks kinerja, KPI, tanaman hias potong

  1. UJI FITOKIMIA SENYAWA KIMIA AKTIF AKAR NIPAH (Nyfa Fruticans WURMB SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidah R Radam

    2017-02-01

    Full Text Available Nipa (Nypa fruticans WURMB classified in Palma family and grow in riptide area. This Research aims to know active Chemical compounds in Nipa root. We Hope that this Research will provide new information about active Chemical compounds in Nipa root, so that we can improve the benefit value of Nipa as One of the medicinal herb. Nipa root samples is taken in Tanah Bumbu District, samples examined in Laboratory of F-MIPA UNLAM. The observed parameters in thus Chemical Test are the active Chemical compounds: alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, and tannin. The Content of active Chemical compound is presented in Table and concluded descriptively. The Result of active Chemical compound consist in Nipa’s root shows that Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , and tannin compound is do contains in Nipa root. This active Chemical compound in Nipa root can be Led as the basic Chemical informative to utilize Nipa root as analgesics Medical for such disease. Nipah (nypa fruticans WURMB merupakan tumbuhan yang termasuk famili Palmae dan   tumbuh di daerah  pasang   surut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kandungan senyawa-senyawa kimia aktif pada akar nipah. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan informasi baru tentang senyawa aktif yang terdapat pada akar nipah, sehingga dapat meningkatkan nilai guna dan manfaat tumbuhan nipah sebagai salah satu tanaman obat. Pengambilan sample akar nipah dilakukan Kabupaten Tanah Bumbu  sedangkan pengujian sample akar nipah dilakukan di Laboratorium F-MIFA UNLAM. Parameter-parameter yang diamati pada pengujian kimia tersebut adalah senyawa-senyawa kimia aktif yaitu alkaloid, steroid, triterpenoid flavonoid, dan tanin. Data hasil uji kandungan senyawa kimia aktif  ditabulasi dan disimpulkan secara diskriptif. Hasil pengujian terhadap senyawa kimia aktif yang terkandung dalam akar Nifah ini menunjukan bahwa senyawa Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , dan tanin memang dikandung

  2. PRODUKTIVITAS DAN PROFITABILITAS BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias gariepinus HASIL SELEKSI DAN NON-SELEKSI PADA PEMELIHARAAN DI KOLAM TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi

    2016-12-01

    Full Text Available Ikan lele (Clarias gariepinus merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang populer di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ikan lele di antaranya melalui perbaikan kualitas genetik. Upaya peningkatan kualitas genetik ikan lele untuk mempercepat pertumbuhan dilakukan melalui proses seleksi. Pengujian performa ikan lele hasil seleksi (strain Mutiara pada skala komersial dilakukan dengan membandingkannya dengan strain non-seleksi (strain Paiton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan produktivitas dan profitabilitas budidaya ikan lele hasil seleksi dan non-seleksi yang dibesarkan di kolam tanah pada skala komersial. Ikan lele ukuran sekitar 2,5 g dipelihara di kolam tanah berukuran 50 m2 dengan kepadatan 200 ekor/m2. Pemeliharaan dilakukan sampai ikan mencapai ukuran panen (sekitar 100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan hasil seleksi memiliki laju pertumbuhan spesifik lebih tinggi (5,75 ± 1,25 g/hari, konversi pakan lebih rendah (0,90 ± 0,08, dan periode pemeliharaan lebih singkat (68 ± 13 hari dibandingkan ikan non-seleksi (4,33 ± 0,70 g/hari; 1,09 ± 0,01; 90 ± 12 hari. Berdasarkan analisis bioekonomi, budidaya pembesaran ikan lele hasil seleksi mampu menekan biaya produksi hingga Rp2.365,00/kg dan mendatangkan rasio keuntungan (61,09 ± 5,17% hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan non-seleksi (32,54 ± 4,12%. African catfish (Clarias gariepinus is one of the freshwater aquaculture commodity that are popular in Indonesia. Various attempts had been conducted to increase its productivity including through genetic quality improvement. Efforts to improve the genetic quality of African catfish on growth trait was conducted by selection method. Evaluation the performance of improved strain of African catfish (Mutiara strain on a commercial scale was done by comparing with local (non-improved strain (Paiton strain. The purpose of this study was to compare the productivity and

  3. Potato Cyst Nematode in East Java: Newly Infected Areas and Identification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Cahya Nugrahana

    2017-12-01

    Full Text Available Potato Cyst Nematodes (PCN, Globodera rostochiensis has noted to be a devastated pest on potato in Indonesia. It is listed as the A2 pest by Plant Quarantine of Republik Indonesia, and it was also being a highly concerned plant parasitic nematode species worlwide. Therefore, both intensive and extensive surveys should be done to monitor the spread of PCN, especially in East Java as one of the centre of potato plantations in Indonesia. The aim of this study was to study the distribution of PCN in four potato plantations in East Java, i.e. Batu, Magetan, Probolinggo, and Pasuruan which were located between 1,205 to 2,063 m above the sea level. Extraction and isolation of cysts from soil samples was done using Baunacke method, and it was followed by identification of the nematodes using morphological and molecular approaches according to Baldwin and Mundo-Ocampo. The results showed that PCN was found on all sampling sites, i.e. Batu (Sumber Brantas, Jurang Kuali, Tunggangan, Junggo, Brakseng; Magetan (Dadi, Sarangan, Singolangu; Probolinggo (Tukul, Pandansari, Ledokombo, Sumberanom, Wonokerto, Ngadas, Pasuruan (Wonokerto, Tosari, Ledoksari, Ngadiwono. Magetan and Pasuruan were noted as new infested areas in East Java. Both morphological and molecular methods showed that the species found on all sites was Globodera rostochiensis.   Intisari Nematoda Sista Kentang (NSK, Globodera rostochiensis telah tercatat sebagai hama yang menghancurkan tanaman kentang di Indonesia. NSK terdaftar sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina golongan A2 oleh Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia, dan juga merupakan spesies nematoda parasit tanaman yang sangat merugikan di seluruh dunia. Oleh karena itu, baik survei intensif maupun ekstensif harus dilakukan untuk memantau penyebaran NSK, terutama di Jawa Timur sebagai salah satu sentra tanaman kentang di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari distribusi NSK pada empat daerah sentra

  4. PENILAIAN POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PARIWISATA PANTAI BATAKAN DI KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarti Sukarti

    2016-05-01

    Full Text Available The tourism potential of Batakan Beach Resort, which is the slope coast with the bed of brownish white sand along ±12 km, is the special attraction for the visitors. Batakan beach is the area of Animal Conservation in Pelaihari Tanah Laut. Its function is converted to Natural Tourism Park on the basis of Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 695/Kpts-II/1991. The assessment is required to find out the potentials of the development as the sustainable tourism resort. The objective of the research was to study the development potentials of the tourism resort of Batakan beach. The assessments were on the land suitability, the supporting factors of the beach tourism resort, and the plan for increasing the potential of the sustainable development of the resort. The land suitability assessment included: the suitability with Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW, the area width and the level of the physical suitability of the beach. The assessment of the supporting factors included: the recreation, health, shopping, entertainment, accommodation, and infrastructure facilities, the public acceptance and the government policy. The research was descriptive and applied the analysis survey method. The result of the research indicated that the assessment of the land suitability received total score 471,1. It indicated that the tourism resort of Batakan beach was at the first rank with the total score 742,46. The Batakan beach was very reliable to develop as the sustainable tourism resort although there were some supporting factors receiving lower score namely the health, shopping, entertainment, and infrastructure facilities.

  5. Fitoremediasi Tanaman Akar Wangi (Vetiver zizanioides Terhadap Tanah Tercemar Logam Kadmium (Cd Pada Lahan TPA Tamangapa Antang Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfia Patandungan

    2016-07-01

    Full Text Available One example of soil contamination on land landfill is (TPA Makassar. The method of prevention is phytoremediation of the contaminated land. This study examined the ability of the plant will vetiver (Vetiver zizanioides in reducing the levels of Cd in the soil. To increase the potential of these plants to remediate Cd, the soil where the plants grow is combined with compost in which bacteria within the compost might improve the absorption of Cd. Planting medium used is pure soil and compost from Tamangapa Makassar. Research carried out for 28 days with a variation of the study. The composition of the media that the contaminated soil (TT metal kadmium  (Cd  and compost (K with a ratio of 100% (TT: 0 K, 5 (TT: 1 (K, 4.5 (TT: 1.5 (K and 4 (TT: 2 (K. The results shwed that vetiver plants were able to absorb Cd of 0,298 mg/Kg so it can be concluded that the composition of the planting medium with a combination of compost less significant because the combination of the contaminated soil with compost are less precise in  helping vetiver plants accumulate or reduce metal pollution cadmium in  contaminated soil Tamangapa Antang Makassar.

  6. PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN JERAMI KACANG TANAH SEBAGAI BOKASHI CAIR BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)

    OpenAIRE

    Artiana Artiana; Lilis Hartati; Abrani Sulaiman; Jamzuri Hadie

    2016-01-01

    Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.)". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.). Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control...

  7. PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN JERAMI KACANG TANAH SEBAGAI BOKASHI CAIR BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Artiana Artiana

    2016-12-01

    Full Text Available Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.. Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control using Bokashi solid. This research was conducted with four replications. Bokashi liquid nutrient content of C of 0,1045%, 0,0461% of N, P and K amounted to 0.0172% at 0.2500%. The content of nutrient dense Bokashi C of 6,0874%, 2,0169% of N, P and K amounted to 0,0218% at 5,7802%. Bokashi dosing different liquid to the growth of mustard (Brassica juncea L. significant effect on the growth of mustard, but still lower than the solid Bokashi. Dose liquid Bokashi most optimal for growing mustard (Brassica juncea L. is at 375 ml.

  8. PRODUKSI TANAMAN CABE RAWIT (Capsicum frutescent L.) DI TANAH ULTISOL MENGGUNAKAN BOKASHI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DAN NPK

    OpenAIRE

    Mega Silvia; Hilda Susanti; Samharinto Samharinto; Gt. Muhammad Sugian Noor

    2016-01-01

    Research on the production of chilli in utisol soil using organic household waste bokashi and NPK was conducted  in Banjarbaru from February to June 2015. The research used Completely Randomized Design (CRD) with six treatments. The treatments were (P1) 100% NPK, (P2) 100% NPK + bokashi, (P3) 75% NPK + bokashi, (P4) 50% NPK + bokashi, (P5) 25% NPK + bokashi, (P6) 100% bokashi. 100% NPK and 100% bokashi were 250 kg ha-1 NPK and 10 t ha-1 bokashi respectively. The result showed that the aplicat...

  9. PRODUKSI TANAMAN CABE RAWIT (Capsicum frutescent L. DI TANAH ULTISOL MENGGUNAKAN BOKASHI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DAN NPK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Silvia

    2016-06-01

    Full Text Available Research on the production of chilli in utisol soil using organic household waste bokashi and NPK was conducted  in Banjarbaru from February to June 2015. The research used Completely Randomized Design (CRD with six treatments. The treatments were (P1 100% NPK, (P2 100% NPK + bokashi, (P3 75% NPK + bokashi, (P4 50% NPK + bokashi, (P5 25% NPK + bokashi, (P6 100% bokashi. 100% NPK and 100% bokashi were 250 kg ha-1 NPK and 10 t ha-1 bokashi respectively. The result showed that the aplication of treatments gave affected to height increase, number of nodes, first day of appearing flower, biomass, fruit number and weight of fresh fruit The combination of 75% NPK and organic household waste bokashi can be recomended as the best doses for production of chilli. Organic household waste bokashi can contribute to reduce 25% of NPK aplication on the production of chili.

  10. Produksi Tanaman Cabe Rawit (Capsicum Frutescent L.) Di Tanah Ultisol Menggunakan Bokashi Sampah Organik Rumah Tangga Dan Npk

    OpenAIRE

    Mega Silvia; Hilda Susanti; Samharinto Samharinto; Gt Muhammad Sugian Noor

    2016-01-01

    Research on the production of chilli in utisol soil using organic household waste bokashi and NPK was conducted in Banjarbaru from February to June 2015. The research used Completely Randomized Design (CRD) with six treatments. The treatments were (P1) 100% NPK, (P2) 100% NPK + bokashi, (P3) 75% NPK + bokashi, (P4) 50% NPK + bokashi, (P5) 25% NPK + bokashi, (P6) 100% bokashi. 100% NPK and 100% bokashi were 250 kg ha-1 NPK and 10 t ha-1 bokashi respectively. The result showed that the aplicat...

  11. Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Dan Jerami Kacang Tanah Sebagai Bokashi Cair Bagi Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)

    OpenAIRE

    Artiana Artiana; Lilis Hartati; Abrani Sulaiman; Jamzuri Hadie

    2016-01-01

    Has conducted a study entitled " Cow Manure Waste Utilization and Straw Peanut For Liquid Bokashi For Plant Growth mustard (Brassica juncea L.)". This study aimed to analyze the nutrient content in the liquid Bokashi is derived from cow dung and straw peanuts, and study the effect of dosing Bokashi different liquid to the growth of the mustard plant (Brassica juncea L.). Methods using a completely randomized design with one factor at a dose of 125 ml, 250 ml, 375 ml and 500 ml, and as control...

  12. Penularan Fitoplasma Sapu pada Tanaman Kacang Tanah oleh Serangga Vektor Orosius argentatus dan Deteksi Molekuler dengan Teknik PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatit Sastrini

    2014-02-01

    Full Text Available Witches’ broom disease caused by phytoplasma is a very serious disease on peanut (Arachis hypogaea which may potentially lead to high yield loss. Insects are the most important agents of phytoplasma transmission in the field. The objective of this research was to examine the potential role of leafhoppers species as insect vector of phytoplasma and to determine their transmission characteristic. Two species of leafhopper i.e. O. argentatus and Empoasca sp. (both belong to Hemiptera: Cicadellidae were chosen for this study. The methodology involved were transmission study of phytoplasma by O. argentatus and Empoasca sp., and molecular detection of phytoplasma by PCR technique to confirm the association of pathogen, insect vector and symptomatic plants. The result showed that specific symptom was observed when using O. argentatus in the transmission study with number of insect as low as 1 insect per plant, whereas Empoasca sp. was not able to transmit the disease. Incubation period of phytoplasma in the host plant was affected by the number of insect, i.e. the more insect vector the shortest incubation period. The phytoplasma was successfully detected using P1/P7 primer in symptomatic plants as well as in the insect vector.Key words: Empoasca sp., leafhoppers, polymerase chain reaction

  13. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan Di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi

    OpenAIRE

    Kuswandi, Kuswandi; Sobir, Sobir; Suwarno, Willy Bayuardi

    2014-01-01

    Rambutan merupakan tanaman menyerbuk silang sehingga secara alami memiliki keragaman tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari kemiripan genetik dan pengelompokan aksesi plasma nutfah rambutan (Nephelium lappaceum) dan kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) di Indonesia berdasarkan karakteristik morfologi. Penelitian dilakukan di (1) Kebun Percobaan (KP) Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (2) KP Subang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (3) KP Cipaku Balai Pengkajian Teknologi Pert...

  14. Respon 2 Varietas Padi (Oryza Sativa L.) Terhadap Pyraclostrobin Dalam Efisiensi Penyerapan Nitrogen

    OpenAIRE

    Rudyanto, Mochamad Yusuf; Basuki, Nur; Kuswanto, Kuswanto

    2014-01-01

    Penggunaan varietas unggul serta berumur pendek memiliki sifat responsif terhadap aplikasi nitrogen. Pyraclostrobin merupakan fungisida sistemik berbentuk emulsi yang dapat larut dalam air dan memiliki fungsi sebagai Zat Pengatur Tanaman (ZPT) yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pyraclostrobin dalam peningkatan efisiensi nitrogen dan produktivitas serta pertumbuhan tanaman padi. Bahan percobaan varietas padi yaitu varietas Ciherang d...

  15. Respon Tiga Varietas Sawi (Brassica Rapa L.) Terhadap Cekaman Air

    OpenAIRE

    Moctava, Mohammad Aries; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam

    2013-01-01

    Kebutuhan air tanaman berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Ketersediaan air bagi tanaman yang tidak mencukupi akan mempengaruhi morfologi dan fisiologis sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian mendapatkan varietas sawi (Brassica rapa L.) yang tahan terhadap cekaman air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012. Tempat penelitian Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang.Penelitian menggunakan ...

  16. Pemanfaatan Bentonite sebagai Media Pembumian Elektroda Batang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winanda Riga Tamma

    2017-03-01

    Full Text Available Sistem pentanahan merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mengamankan sistem tenaga listrik dari gangguan ke tanah maupun gangguan hubung singkat. Pada sistem pentanahan yang baik, resistansi pentanahan harus bernilai dibawah lima ohm. Resistansi pentanahan bergantung pada berbagai aspek antara lain yaitu struktur tanah, kelembapan tanah, dan kandungan yang ada dalam tanah itu sendiri. Dalam pengujian pada penelitian ini akan dilakukan perbaikan pada tanah dengan mencampurkan bentonite ke dalam tanah sebagai media pentanahan. Pencampuran bentonite bertujuan agar mendapatkan nilai resistansi pentanahan yang baik sesuai dengan standar sistem pentanahan. Pengujian dilakukan menggunakan elektroda batang dan alat earth resistance tester dengan metode tiga titik dimana elektroda utama atau elektroda pengukuran diberikan treatment sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Diharapkan pada pengujian ini akan diketahui dampak dari bentonite terhadap penurunan nilai resistansi pentanahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan mencampurkan bentonite pada media pentanahan, resistansi pentanahan menjadi lebih baik. Meskipun tidak terlalu signifikan, rata-rata penurunan dari setiap masing-masing treatment adalah sebesar 2 ohm.

  17. Survey on The Occurrence of Viruses Infecting Cucurbits in Yogyakarta and Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setiadi Daryono

    2009-12-01

    Full Text Available Cucurbits are grown throughout the Java Island as dry season crops. Plants having mosaic, mottling, chlorosis and leaf distortion symptoms were frequently found in most of the cucurbit fields during the survey which conducted in Central Java including Sleman, Kulon Progo, and Klaten during July–September 2000 and 2001. Using double antibody sandwich enzyme-linked immunosorbent assay (DAS-ELISA; Cucumber mosaic virus (CMV, Cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV and Kyuri green mottle mosaic virus (KGMMV were found infecting cucurbits. CMV was widespread, infecting 48.9% of the samples tested followed by CGMMV (12.8% and KGMMV (6.4%, while others samples (31.9% were not tested, double infections were common with 8.5 % of the samples being infected with two viruses (CGMMV and KGMMV and 34% with three viruses (CMV, CGMMV, and KGMMV. Severe mosaic and mottle symptoms were associated most often with single infection of CGMMV and KGMMV respectively. In addition, these are the first detections of CGMMV and KGMMV infecting cucurbit plants in Indonesia. Tanaman labu-labuan umumnya tumbuh sepanjang musim kemarau diPulau Jawa. Tanaman labu-labuan dengan gejala mosaik, klorosis, mottling dan bentuk daun serta buah yang berubah banyak dijumpai selama survei yang dilakukan di Kulon Progo, Sleman dan Klaten pada bulan Juli sampai September tahun 2000 dan 2001. Deteksi menggunakan metode double antibody sandwich enzyme-linked immunosorbent assay (DAS-ELISA telah berhasil mengetahui keberadaan dan infeksiCucumber mosaic virus(CMV,Cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV dan Kyuri green mottle mosaic virus (KGMMV pada tanaman labu-labuan di tiga kabupaten tersebut. CMV menginfeksi tanaman labu-labuan tinggi yaitu 48,9% dari jumlah sampel tanaman yang dikoleksi, kemudian CGMMV (12,8% dan KGMMV(6,4%, sedangkan sebanyak 14 sampel tanaman (31,9%tidak dideteksi.Infeksi ganda banyak ditemukan dan 8,5 % sampel tanaman terinfeksi oleh dua jenis virus (CGMMV dan

  18. Potensi Diversifikasi Rosela Herbal (Hibiscus Sabdariffa L.) untuk Pangan dan Kesehatan

    OpenAIRE

    Nurnasari, Elda; Khuluq, Ahmad Dhiaul

    2017-01-01

    Tanaman penghasil serat alami dari genus Hibiscus yang cukup populer di Indonesia adalah rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Nilai kemanfaatan rosela sangat luas baik untuk pangan dan kesehatan, sehingga potensi diversifikasi rosela cukup besar. Tujuan penulisan review ini adalah untuk memberikan informasi kandungan fitokimia potensial tanaman rosela herbal yang memiliki efek farmakologis dan fisiologis serta beberapa diversifikasi produk makanan, minuman dan produk kesehatan. Bagian tanaman ro...

  19. DISEASE DETECTION FROM FIELD SPECTROMETER DATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    O. H. Tawfik

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACT: Oil palm plants have been planted in large scale of areas. Ganoderma disease has been recognized and diagnosed in oil palm plants to infect almost half of the oil palm plants in Malaysia. To deal with this problem, the use of vegetation indices analysis on hyper spectral field data we will examine the ability of this data in discrimination between Ganoderma disease stages in oil palm plants which will be helpful in control the spread of the diseases. By using vegetation indices the oil palm plants could be classified into 1 (T1 healthy, 2 (T2 semi healthy and 3 (T3 severe damage plant classes accurately. The results showed that the best vegetation index is the Modified Red Edge Simple Ratio (MSR705 among the vegetation indices to discriminate between oil palm health stages. It was realized that the modification that was applied to the Modified Red Edge Simple Ratio (MSR705 index of Narrowband greenness VIs has been exhibited an acceptable results in differentiate between the oil palm plant stage 1 (T1 healthy and stage 2 (T2 semi healthy. ABSTRAK: Tanaman kelapa sawit ditanam secara meluas.  Penyakit ganoderma dikenali dan didiagnosikan menjangkiti hampir separuh tanaman kelapa sawit di Malaysia. Untuk mengawal penyakit ini daripada merebak, analisis indeks tanaman dijalankan ke atas data kawasan spektrum melampau di mana keupayaan data ini diuji dalam membezakan peringkat-peringkat penyakit Ganoderma terhadap tanaman kelapa sawit. Dengan menggunakan indeks tanaman, kelapa sawit dapat diklasifikasikan kepada 1 (T1 sihat, 2 (T2 separa sihat dan 3 (T3 rosak; kelas tanaman dengan tepat. Keputusan menunjukkan indeks tanaman terbaik sebagai Modified Red Edge Simple Ratio (MSR705 yang merupakan indeks tanaman dalam membezakan peringkat kesihatan kelapa sawit. Adalah didapati pengubahsuaian terhadap indeks Modified Red Edge Simple Ratio (MSR705 yang juga indeks Jalur Sempit Hijau VI telah memberikan keputusan yang munasabah dalam

  20. PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

    OpenAIRE

    Ni Luh Arpiwi; Guijun Yan; Elizabeth L Barbour; Julie A Plummer

    2015-01-01

    Millettia pinnata L. Panigrahi atau Pongamia pinnata L. Piere adalah tumbuhan legum yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak yang cocok untuk biodiesel. Fenologi dan polinasi pada tanaman ini dipantau dan dimanipulasi untuk meningkatkan pembentukan biji dan hasil panen. Musim berbunga di Kununurra berlangsung selama satu bulan dari awal Oktober dan pembungaan terjadi tidak bersamaan baik pada satu tanaman maupun di antara tanaman yang berbeda. Dua spesies lebah lokal sebagai polinator, ...

  1. Produksi Manggis pada Beberapa Kelompok Umur Tanaman dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Manggis di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Nuraniputri

    2017-03-01

    Full Text Available Mangosteen is one of the prospective horticultural commodities in Indonesia. Mangosteen has been set as national commodities in RUSNAS Buah  (Fruit of the National Strategic Research since 2000. Mangosteen production in Indonesia has increased rapidly. In 1997 the production of mangosteen in Indonesia amounted to 17 475 tonnes and increased to 114 755 tonnes in 2014. However, mangosteen production in Indonesia is not optimal, because the productivity  is still low. The average Indonesian mangosteen tree can produce 30-50 kg of fruit per tree, lower than in Malaysia, Thailand and India were able to reach the 200-300 kg of fruit per tree. Mangosteen production centers in Indonesia are in the province of West Java, with a contribution of 41% of the total production of mangosteen in Indonesia in 2012. In West Java , mangosteen production centers scattered in Five Districts, namely Tasikmalaya, Subang, Sukabumi, Bogor and Ciamis Districts. Therefore, the purpose of this study was to analyze the level of production and the factors that affect the production of mangosteen in Sukabumi. The results showed that the production of mangosteen in Sukabumi is still low and has not reached the production target set by Direktorat Tanaman Buah. Factors that influence the production of mangosteen in Sukabumi are the number and ages of productive plants owned by farmers.

  2. Abstrak Proposal

    OpenAIRE

    Ir.Fatahuddin, MP

    2012-01-01

    PENERAPAN TEKNOLOGI PERBANYAKAN DAN PELEPASAN Diadegma semiclausum SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI Plutella xylostella PADA TANAMAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERBANYAKAN DAN PELEPASAN Diadegma semiclausum SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI Plutella xylostella PADA TANAMAN

  3. THE ROLE OF COMMUNICATION NETWORK IN DEVELOPING THE COHESIVENESS OF DRUG PLANT FARMER GROUP IN WEST JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iriana Bakti, dkk

    2015-10-01

      Abstrak, Penelitian ini berjudul "Peran  jejaring komunikasi   dalam membangun kohesivitas kelompok tani tanaman obat di Jawa Barat". Penelitian ini merujuk pada keberadaan kelompok tani tanaman obat yang memiliki komitmen  untuk berjumpa dengan sesama komunitas lainnya melalui interaksi dan berkolaborasi sehingga terbangun jaringan komunikasi dalam pengelolaan tanam obat, namun jaringan komunikasi kurang menunjukkan  kedinamisan kelompok, aktivitasnya lebih mengarah kepada sekedar upaya pertemuan kelompok tani untuk menjelaskan informasi tentang suatu program dan tempat menjalin tali silaturahmi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui 1 Tingkat jejaring komunikasi dalam penyebarluasan informasi tanaman herbal. 2 Kohesivitas kelompok yang terlibat dalam jejaring komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kuantitatif dan kualitatif, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1 Anggota kelompok tani sering membicarakan, berdialog, dan menerima masukan  tentang masalah tanaman obat dengan sesama anggota kelompok maupun dengan pihak lain, sehingga tingkat jejaring komunikasi dalam kelompok ini dikategorikan tinggi. 2 Sebagian besar anggota kelompok tani memiliki kesamaan pandangan tentang tanaman obat, senang mengikuti kegiatan kelompok, senang diberi tugas, dan sering bekerja sama baik dengan sesama anggota kelompok maupun dengan pihak lain. Dengan demikian, tingkat kohesivitas kelompok tani tanaman obat dikategorikan tinggi.  Kata kunci: Jejaring komunikasi,  Kohesivitas. (ditambahan minimal 1 Kata kunci lagi

  4. Aetiology of thrombosed external haemorrhoids: a questionnaire study

    OpenAIRE

    Gebbensleben, Ole; Hilger, York; Rohde, Henning

    2009-01-01

    Abstract Background It is important to better understand the aetiology of thrombosed external haemorrhoids (TEH) because recurrence rates are high, prophylaxis is unknown, and optimal therapy is highly debated. Findings We conducted a questionnaire study of individuals with and without TEH. Aetiology was studied by comparison of answers to a questionnaire given to individuals with and without TEH concerning demography, history, and published aetiologic hypotheses. Participants were evaluated ...

  5. PEMANFAATAN SEREH (Cymbopogon Cytratus DALAM MENURUNKAN BAU PADA PUPUK ORGANIK CAIR DAN POTENSINYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum Annum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhasanah Nurhasanah

    2013-09-01

    pupuk organik cair yang dihasilkan ditambahkan sereh sebagai bahan penghilang bau dengan dosis 0, 10%, 20% dan 30% (w/v. Setelah itu didiamkan selama 2 minggu. Tahapan berikutnya merupakan pengaplikasian pupuk organik cair tersebut sebagai pupuk daun pada pertanaman cabai (Capsicum annum dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL 1 faktor jenis pupuk organik cair yang digunakan (kontrol, pupuk organik cair tanpa sereh, pupuk organik cair + 10% sereh, pupuk organik cair + 20% sereh dan pupuk organik cair + 30% sereh masing-masing pada dosis 0, 6, 12 dan 18 ppm. Parameter yang diukur adalah parameter kebauan (NH3 dan H2S, kadar hara makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S dan kadar hara mikro (Cu, Zn, Mn, dan Fe setelah proses pemeraman, dan produksi tanaman (jumlah buah dan bobot buah setelah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis sereh yang ditambahkan menyebabkan kadar gas penyebab bau (NH3 dan H2S pada pupuk organik cair makin berkurang dan kadar hara makro, hara mikro maupun fitohormon makin meningkat. Hasil pertanaman menunjukkan pemberian pupuk organik cair yang ditambahkan 20% sereh pada dosis 12 ppm merupakan dosis paling optimal dalam meningkatkan produksi tanaman.

  6. Goodnip - Good Practices in Nordic Innovation Policies. Part 3

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jensen, Søren Christrup; Edwards, Kasper; Pedersen, Jørgen Lindgaard

    This report 3 is essentially a reference book for innovation policies in the Nordic countries and includes presentations of the innovation policy governance structures of teh Nordic countries. There are summaries of relevant policy documents, datasheets presenting selected innovation policy measu...... measures and an extended list of policy measures that goes beyond teh ones presented in teh datasheet section. For more information see the GoodNIP web site at http://www.step.no/goodnip...

  7. The Dialectics of Diaspora

    DEFF Research Database (Denmark)

    Dencik, Lars

    2011-01-01

    This article provides a perspective on "what a Jewish way of relating to life" builds upon and signifies.From this the questionof how the specific Jewish traditional frame of mind and its understanding of the concept of religion and identity, and particularly the predicament of living as a minority...... in teh Diaspora have rendered teh Jewish group capable of today being at the same time a distinct national minority in Sweden and formly integrated in teh modern society....

  8. Disease Incidence of Melon Leaf Curl in East Java and Special Province of Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Julijantono

    2010-12-01

    Infeksi penyebab penyakit yang disebabkan oleh geminivirus telah menyebabkan kerugian secara ekonomi berbagai jenis tanaman penting yang dibudidayakan. Kejadian penyakit pada tanaman melon telah diamati sejak tahun 2004, dan tersebar secara luas di pusat penanaman melon di Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY. Di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, pada tahun 2008 kejadian penyakit daun keriting melon mencapai 100% dan 14,3%. Penyebab penyakit telah dideteksi menggunakan teknik polymerase chain reaction. Amplifikasi Fragmen DNA virus dari tanaman yang terinfeksi dihasilkan dengan ukuran 770 bp menggunakan sepasang primer CPA5 dan CPA2.

  9. POTENTIAL USE OF ENDOPHYTIC BACTERIA TO CONTROL Pratylenchus brachyurus ON PATCHOULI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Harni

    2012-10-01

    tana-man nilam yang dapat menurunkan hasil dan kualitas minyak nilam. Salah satu cara pengendalian yang potensial terhadap nematoda tersebut adalah menggunakan bakteri endofit. Selain dapat membunuh nematoda, bakteri endofit juga dapat meng-induksi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk  mengevaluasi potensi bakteri endofit yang berasal dari tanaman nilam untuk mengendalikan namatoda parasit P. brachyurus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, serta di  laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, pada bulan April sampai Desember 2007. Bakteri endofit diisolasi dari sampel akar tanaman nilam dari beberapa lokasi di Jawa Barat. Isolat-isolat bakteri endofit diseleksi kemampuannya untuk membunuh P. brachyurus dan menginduksi pertumbuhan tanam-an nilam. Isolat bakteri endofit yang potensial selanjutnya diidentifikasi secara molekuler menggunakan primer universal 16S rRNA. Penelitian memperoleh 257 isolat bakteri endofit dengan kerapatan populasi 2,3 x 102 sampai 6,0 x 105  cfu g-1 berat basah akar. Enam puluh isolat (23,34% di antaranya bersifat antagonis terhadap P. brachyurus dengan mortalitas 70-100%, 72 isolat (28,01% dapat memacu pertumbuhan tanaman nilam, 93 isolat (36,18% bersifat netral, dan 32 isolat (12,47% dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil peng-ujian antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman, lima isolat bakteri, yaitu Achromobacter xylosoxidans TT2, Alcaligenes faecalis NJ16,  Pseudomonas putida EH11, Bacillus cereus MSK, dan Bacillus subtilis NJ57 dapat menekan populasi nematoda 74,0-81,6% dan meningkatkan pertumbuhan nilam 46,97-86,79%. Penelitian mengindikasikan bahwa bakteri endofit dari tanaman nilam berpotensi mengendalikan P. brachyurus pada tanaman nilam.

  10. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  11. PERAN KEPEMIMPINAN KONTAK TANI DALAM PROSES DIFUSI INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pepi Rospina Pertiwi

    2013-03-01

    Full Text Available Farmers group is lead by a farmer leader that was expected to improve a dynamic of group activities. The farmer leader has significant role in ensuring the relationship between farmers in relation to the information sharing of the agricultural innovation. This study was aimed to examine the leadership role of the farmer leaders in the process of technology diffusion namely PTT Paddy, an innovation that was currently being introduced. An explanatory research design was chosen to describe the phenomenon of the leadership role of farmer leaders that was evaluated by other farmers. The research was conducted in the subdistrict Carenang, Serang, Banten. Forty participants in successfull farmer groups were selected to evaluate farmer leadership characteristics. The results showed that the farmer leaders have been helping the group to achieve goals, improving communication, increasing the motivation of the farmers, facilitating the farming infrastructure, and solving problems. The role of the farmer leaders as bridging agent in communication is categorized satisfactory. This role is effectively used in the process of the innovation dissemination of PTT Paddy to the farmers. Kelompok tani dipimpin oleh seorang kontak tani yang diharapkan dapat meningkatkan dinamika kegiatan kelompok. Kontak tani memiliki peran penting dalam memastikan hubungan antara petani dengan berbagi informasi mengenai inovasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran kontak tani dalam proses difusi teknologi yaitu Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT Padi, sebuah inovasi yang saat ini sedang diperkenalkan. Desain penelitian adalah eksplanatory research dipilih untuk menggambarkan fenomena peran kontak tani yang dievaluasi oleh petani lain. Penelitian dilakukan di Kecamatan Carenang, Serang, Banten. Empat puluh peserta dalam kelompok tani terpilih untuk mengevaluasi karakteristik kontak tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontak tani telah membantu

  12. Tervise edendamine ja kvaliteedi tagamine Eesti haiglates / Kaja Põlluste, Jane Alop, Eda Merisalu...[jt.

    Index Scriptorium Estoniae

    2006-01-01

    1990ndate aastate keskel algatati Maailma Terviseorganisatsiooni eestvedamisel tervist edendavate haiglate (TEH) liikumine. TEH-võrgustikuga ühinenud ja võrgustikku mittekuuluvate Eesti haiglate tegevusest tervise edendamisel ja tervishoiuteenuste kvaliteedi tagamisel. Lisatud statistilised tabelid ja diagrammid

  13. AKUMULASI TIMBAL (PB DAN STRUKTUR STOMATA DAUN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM LAM. BLUME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi Sulistiana

    2016-12-01

    Full Text Available Tanaman mempunyai kemampuan untuk mengatasi atau mengeliminir pencemaran udara yang terjadi di kota, salah satunya adalah tanaman puring. Stomata adalah salah satu organ tumbuhan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Fungsi utama stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2 yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur masuknya polutan khususnya polutan yang berasal dari udara. Untuk mempertegas pengaruh akumulasi timbal terhadap daun tanaman puring secara morfologi yang telah dilakukan oleh Sulistiana dan Setijorini tahun 2014, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan pengamatan anatomi daun terutama struktur stomata daun tanaman puring. Penelitian bertujuan membandingkan struktur stomata antar kultivar puring dan membuktikan adanya hubungan antara akumulasi timbal (Pb dengan struktur stomata daun dari beberapa kultivar puring. Bahan penelitian yang digunakan adalah daun segar dari 13 kultivar tanaman puring yang ditanam di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Kademangan, Tangerang Selatan. Pengamatan struktur stomata daun dilakukan dengan cara pembuatan preparat paradermal Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah stomata, jumlah sel epidermis, panjang stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata. Hasil yang diperoleh adanya korelasi positif antara kadar Pb dan struktur stomata daun kultivar puring melalui parameter-paramater yang diamati terutama jumlah stomata, lebar stomata, indeks stomata, dan kerapatan stomata.

  14. DAMPAK KEBERADAAN KAPAL PENYAMBANG TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN EKONOMI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN MUARA KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martiah Akhdianti

    2016-06-01

    Full Text Available Kintap coastal area is one of the areas that developed as a coastal fishery production.    Area-based coastal fisheries as Kintap Muara district is consisting of the main activities of fishing activity in the form of Fish Landing Base (PPI with a variety of amenities. Coastal areas in the village of Muara Kintap pattern fisheries are people who are known to pattern  middlemen (Indonesian : penyambang and developed since 2003. Study was conducted to see how the existence determines penyambang ships for fishing communities and the fishing estuary fishing port Kintap with : identifying the impact of fishing communities penyambang vessel catch and fishing port Muara Kintap; analyze business profits as penyambang ship; formulate strategy development as a fishing port economic zone fisheries. Technique uses qualitative and quantitative methods with a descriptive approach. The existence of the ship penyambang was a positive impact on fishermen catch. Fishermen catch will work more effectively and provide capital as a form of business development, while for the Port of Muara Kintap, penyambang ship has negatif impact on the port becauses penyambang ship can not be loading and unloading in the port. So that data from the catches of fishermen willnot be sould to penyambang as data the basis for determining the policy is difficult to know and retribution for PAD port no.  Average profit businesses penyambang vessel during fishing season is Rp. 2.773.611,00 per month while the crew (ABK get Rp.1.386.806, 00 per month and crew still above the local minimum wage (UMR South Kalimantan Province of  Rp. 1.337.500.00. Fishing harbor in the village of Muara Kintap, Tanah Laut District as district fisheries economy still needs a better development strategy so that the presence of the ship penyambang can contribute to Improved Income (PAD Kintap Estuary Fishery Port.

  15. PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KELESTARIAN HUTAN MANGROVE (Studi Kasus Di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Huda Safitri

    2016-10-01

    Full Text Available The research was implemented in the village of Kuala Tambangan Takisung District Tanah Laut Regency. Specifically this study aims: 1. Analyze the level of community participation in conservation of coastal mangrove forests, 2. Analyze the factors related to personal participation in the preservation of mangrove forests. The variables observed were: age, education level, income, occupation, activity and participation level in the organization with the indicator; participation in the planning phase, implementation phase and monitoring phase. To see the factors that influence personal participation rates used in analysis of serial correlation (r ser, to know the correlation of community participation with the age, education and  income. Using analysis of contingency coefficient (KK, for measurements with the nominal scale is occupation and the ordinal scale is community participation and Spearman correlation analysis (rs, to measure whether or not the relationship between the two ordinal variables that activity within the organization means that rs is a measure of the level/degree of relationship between two ordinal data. The participation rate with 84 respondents coastal village of Kuala Tambang communities in the preservation of mangrove forests by 42 %, as the stage level of participation at this stage of planning, implementation, and monitoring is low amounting to between 20-50%. There is a significant relationship between personal factors that work with a very significant level of participation by the contingency coefficient (KK = 0.63%. Activity in the organization with the level of participation by the coefficient spearman = 0.60. Education with a significant level of participation by the serial correlation = 0.42. Revenue by a significant level of the participation by the serial correlation = 0.26.

  16. Optimalisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Aset Tanah dan Bangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN yang Melaksanakan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU0 dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kania Sugiharti

    2014-08-01

    Full Text Available Abstrak Perguruan Tinggi Negeri Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PTN-PK BLU merupakan instansi pemerintah yang diberi kewenangan untuk melakukan pengelolaan keuangan badan layanan umum, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan bidang pendidikan kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan PTNPKBLU berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, serta penerapan praktik bisnis yang sehat. Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2005 dan PP Nomor 6 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 38 Tahun 2008, fleksibilitas tersebut hanya berlaku dalam pengelolaan keuangan. Tanah dan bangunan yang berada dalam penguasaan PTNPKBLU, wajib dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi PTNPKBLU tersebut. Secara normatif, tidak ada ketentuan yang memberikan wewenang kepada kuasa pengguna barang untuk memanfaatkannya untuk tujuan lain. Aturan memberi peluang untuk mendayagunakan barang milik negara yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, yaitu dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah dengan tidak mengubah status kepemilikan, namun pemanfaatan tersebut hanya dapat dilakukan oleh pengelola barang, bukan oleh kuasa pengguna barang. Dalam hal ini, kuasa pengguna barang milik negara hanya berwenang dan bertanggung jawab untuk menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kantor yang dipimpinnya tersebut, kepada pengguna barang. Abstract State University implementing PK BLU is a government agency with the right to use Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU to better increase educational service in order to improve the intellectual life of the people of Indonesia. Flexibility in a State University implementing PK BLU has to be based on economic principles, productivity, and fairness. Based on Government Regulation 23/2005 and Government

  17. PENILAIAN PROPERTI DI SURABAYA PADA PERUMAHAN PAKUWON INDAH GRAHA FAMILI DAN CITRARAYA (Studi Kasus pada ERA Tjandra II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2004-01-01

    Full Text Available In the same area, the land price had variation caused land characteristics. That is internal factor (lot size, frontage, wide of road, and facing and factor external (economic, politic, and social. This research discusses the market value of property in Pakuwon Indah, Graha Famili, and CitraRaya housing estates with regression model to reduce valuer subjectivity based on internal factor. The result showed at Pakuwon Indah, wide of road influenced the market value of land. At Graha Famili and CitraRaya, market value of land influenced by the lot size and wide of road. The market value of housing at CitraRaya influenced by size of building, number of bedroom, facing to the west and to the east, marble floor quality, and story of building. The other result showed that difference market value indication and listing price at Pakuwon Indah and Graha Famili about 11%-12%, but at CitraRaya the difference is 1%.. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam kawasan yang sama, harga tanah dapat bervariasi disebabkan karakteristik tanah tersebut yaitu faktor internal (luas tanah, frontage, lebar jalan, dan arah hadap dan faktor eksternal (kondisi ekonomi, politik dan sosial. Penelitian ini bertujuan mencari indikasi nilai pasar properti di perumahan Pakuwon Indah, Graha Famili, dan CitraRaya dengan model regresi untuk mengurangi subyektifitas penilai berdasarkan faktor internal. Hasil penelitian menunjukkan di Pakuwon Indah, lebar jalan mempengaruhi nilai tanah. Di Graha Famili dan CitraRaya nilai tanah dipengaruhi oleh luas tanah dan lebar jalan. Sedangkan untuk nilai rumah di CitraRaya dipengaruhi oleh luas bangunan, jumlah kamar tidur, hadap rumah ke Barat dan Timur, kualitas lantai marmer, dan tingkat bangunan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan 11%-12% antara indikasi nilai pasar dengan harga listing untuk tanah di Pakuwon Indah dan Graha Famili, sedangkan untuk rumah di CitraRaya terjadi perbedaaan sekitar 1%. Kata kunci: faktor internal

  18. Potensi Bencana Geologi Pada Penambangan Emas dan Lempung di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2015-04-01

    Full Text Available Desa Cihonje di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, memiliki sumber daya mineral seperti emas dan tanah liat kaolin. Kedua mineral ini telah dilakukaneksploitasi oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan sumber daya ini telah memberikan kemakmuran bagi warga setempat. Namun, upaya pertambangan tidak dalam kondisi baik dan masih belum berlisensi. Penggalian emas dan tanah liat di sekitar area perumahan telah membawa dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap keselamatan para penambang dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini pada potensi bencana yang mungkin menjadi ancaman bagi masyarakat setempat dilakukan dengan pengamatan langsung. observasi lapangan ini dilakukan dengan memetakan lokasi operasi pertambangan, perubahan lingkungan dilakukan deskripsi, mengambil gambar dan wawancara dengan penduduk dan para penambang. pertambangan emas primer mengambil urat mineral dengan membuat sumur vertikal dan horizontal. sumur ini sangat dalam dan mencapai puluhan meter. Hal ini telah mengancam keselamatan para penambang, mengganggu penggunaan lahan sebagai daerah pertanian, yang mempengaruhi ketersediaan sumber air tanah, menyebabkan tanah longsor dan mencemari sumber air sungai. pertambangan emas sekunder pada deposito aluvial di tepi sungai telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian, erosi sungai dan pencemaran air. Pertambangan tanah liat telah menyebabkan perubahan dalam pengaturan lingkungan dan potensi longsor.

  19. USAHA DOMESTIFIKASI TUMBUHAN POKEM (Setaria italica L. MASYARAKAT LOKAL PULAU NUMFOR, KABUPATEN BIAK NUMFOR SEBAGAI UPAYA MENUNJANG KETAHANAN PANGAN NASIONAL (The Effort of Domestication of Pokem {Setaria italica (L. Beauv} by Local Communities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharno Suharno

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Daya dukung lingkungan (habitat sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Usaha domestikasi tumbuhan pokem (Setaria italica L. di Pulau Numfor Kabupaten Biak Numfor telah diusahakan sejak lama oleh masyarakat lokal. Tumbuhan yang termasuk kelompok rumput–rumputan (Familia: Poaceae telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan proses budidaya yang dilakukan oleh masyarakat lokal di pulau Numfor sebagai upaya dalam memenuhi bahan pangan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya pokem telah lama berlangsung secara turun–temurun sejak nenek moyang mereka tinggal di Pulau Numfor. Sistem budidaya yang mereka lakukan masih tergolong sederhana (konvensional. Masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar kampung masing–masing karena mudah terjangkau. Sistem pertanian yang dilakukan masih dengan pola ladang berpindah. Kondisi sumber daya alam di wilayah pulau ini sangat terbatas. Kondisi tanah berkapur dan ketidaktersediaan tanaman sagu sebagaimana sumber bahan pangan utama orang Papua menyebabkan masyarakat berusaha menyediakan bahan pangan lokal, termasuk pokem. Nilai gizi biji tanaman ini cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu upaya dalam mengatasi ketahanan pangan nasional. ABSTRACT Carrying capacity of the habitat plays important role in the fulfillment of human needs. The effort of pokem plant {Setaria italica (L. Beauv} domestication in Numfor Island, Biak Numfor regency has been started by local communities since long time ago. The Plant grouping as grass (Family: Poaceae have been used as local foodstuff. The aim of the study is to know the usage and cultivation of the plant performed by local communities in Numfor Island in strugling of fulfilling local foodstuff.  The result showed cultication of pokem has been done from one to other generation since their ancestors had arrived for the first time in the

  20. PENGARUH BERBAGAI LUAS PERMUKAAN DAUN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata ‘Golden Hahnii’ TERHADAP PENURUNAN RADIASI KOMPUTER RUANG KERJA DI RS KIA SADEWA, YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Larasati

    2017-04-01

    Full Text Available Komputer yang banyak digunakan oleh masyarakat karena bermanfaat dalam menyelesaikan banyak pekerjaan, memiliki dampak negatif berupa radiasi jenis non pengion. Berdasarkan sur-vei pendahuluan, hasil pengukuran radiasi komputer di RS KIA Sadewa tidak melebihi baku mu-tu, tetapi apabila terpapar terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Lidah Mertua merupakan salah satu tanaman yang dapat mengurangi radiasi komputer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai luas permukaan daun jenis Sansevie-ria trifasciata ‘Golden Hahnii’ terhadap penurunan radiasi komputer. Ada tiga perlakuan yang di-gunakan, yaitu: Perlakuan A (510-570 cm2 luas daun, Perlakuan B (1020-1140 cm2 luas daun, dan Perlakuan C (1530-1710 cm2 luas daun. Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan menggunakan desain pre-test post-test with control group. Ada 10 komputer dalam 10 ruangan berbeda yang diukur radiasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penurunan radiasi setelah diletakkan Perlakuan A adalah sebesar 0.142 x 10-4 mT, Perlakuan B sebesar 0.277 x 10-4 mT dan Perlakuan C sebesar 0.351 x 10-4 mT. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Anova pada derajat kepercayaan 95 % menghasilkan p-value < 0,001 yang berarti perbedaan penurunan tersebut bermakna. Hasil uji lanjutan dengan LSD menyimpulkan bahwa Perlakuan C menghasilkan penurunan radiasi komputer yang paling tinggi.

  1. EFEKTIVITAS DAN KONSTRIBUSI PENERIMAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afita Lianawati

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana tingkat efektivitas dan konstribusi penerimaan pajak BPHTB terhadap PAD di Kabupaten Semarang setelah pengalihan 2011-2014. Metode analisis data menggunakan analisis pertumbuhan pajak BPHTB selama dipungut oleh Pemerintah Daerah, analisis efektivitas digunakan untuk mengetahui seberapa besar pencapaian target pajak BPHTB, analisis konstribusi digunakan untuk melihat seberapa besar sumbangan pajak BPHTB dan analisis forcasting untuk mengetahui bagaimana proyeksi penerimaan pajak BPHTB di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian diperoleh kondisi penerimaan pajak BPHTB selama periode setelah pengalihan tahun 2011-2014 mengalami pertumbuhan yang baik di tahun 2012  namun pada tahun 2014 pajak PBHTB menurun. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pertumbuhan pajak BPHTB berfluktuatif, pemungutan pajak BPHTB di Kabupaten Semarang selama empat tahun setelah pengalihan tergolong sangat efektif dengan rata-rata efektivitas 109%, konstribusi pajak BPHTB terhadap PAD sangat kurang dengan rata-rata 8,87%,  dan proyeksi pajak pada tahun 2015-2017 mengalami kenaikan, ada 2 kendala yang dihadapi Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD yaitu kendala yang bersifat internal dan eksternal. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu Pemerintah Daerah bergerak cepat dalam menilai dan mendata langsung kelapangan sehingga potensi pajak BPHTB dapat dipungut secara maksimal, Kementerian dan Agraria segera memformulasikan NJOP dengan menerapkan Zona Nilai Tanah (ZNT.  Purpose of this study was to analyze how the effectiveness and contribution of tax revenue to the Local Revenue BPHTB in Semarang district during the period after the transfer of 2011-2014. The data used is four years from 2011-2014. Data were collected by interview, observation, documentation. In the method of data analysis using growth analysis is used to determine how the growth trend BPHTB tax Effectiveness Analysis is used

  2. STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN KONSERVASI LAHAN DI KAWASAN SEGARA ANAKAN, JAWA TENGAH (Agriculture and Land Conservation Development Strategy in Segara Anakan Region, Central Java, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suratman Suratman

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Segara Anakan merupakan suatu kesatuan kawasan laguna yang mempunyai keunikan, tidak sebagaimana umumnya lahan pantai pasang surut di Indonesia. Beberapa keadaan dan proses yang khas terjadi di kawasan ini, antara lain adanya pasang surut yang bergantian secara musiman antara air asin dan tawar, sedimentasi sungai sangat cepat sehingga terbentuk “tanah timbul”, penyempitan kawasan perairan, pembentukan dan perubahan alur sungai, serta penciutan hutan mangrove. Keadaan ini menyebabkan perubahan yang drastis terhadap mata pencaharian penduduk yang tadinya nelayan menjadi petambak dan petani. Untuk itu diperlukan masukan strategi pengembangan pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan yang khas tersebut. Sesuai dengan karakteristik lahannya, daerah ini dapat dikelompokkan menjadi zona pengembangan tambak, pengembangan lahan basah, lahan kering, tanaman tahunan, dan areal konservasi. Dari segi konservasi diperlukan tindakan pengendalian sedimen dan mempertahankan keberadaan areal sempadan pantai dan hutan mangrove.   ABSTRACT Segara Anakan is a lagoon which has unique characteristics different from other swamp lands in Indonesia. Its characteristics include seasonal fluctuation of fresh water river and sea water, rapid river sedimentation, narrowing water area, forming and changing river channels, and decreasing forest area. These phenomena have drastically changed people occupation. They, who were previously fishermen, have changed to be farmers. These conditions require an agriculture development strategy suitable for that area. Based on its characteristics, the area can be categorized into development zones for fishpond, wetland, dry land, annual crop, and conservation. This area requires actions to control the sedimentation process for maintaining its coastal belt and mangrove forest.

  3. PERENCANAAN\tPENGEMBANGAN KOMODITAS KEDELAI DALAM UPAYA PEMENUHAN KEDELAI DI KABUPATEN WONOGIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Revian Adhiaksa

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi daerah mana yang memiliki lahan pertanaian potensial untuk dikembangkan komoditas tanaman kedelai, mengidentifikasi daerah yang memiliki kelengkapan infrastruktur dan nantinya berpotensi sebagai wilayah pendirian industri olahan kedelai, menyusun pemetaan pengembangan komoditas tanaman kedelai, dan menyusun strategi pengambangan tanaman kedelai di Kabupaten Wonogiri. Hasil  penelitian  menunjukkan  Kecamatan Batuwarno, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Manyaran, Kecamatan Selogiri, Kecamatan Jatiroto, Kecamatan Purwantoro dan Kecamatan Jatisrono merupakan kecamatan potensial untuk pengembangan komoditas tanaman kedelai. Kecamatan Selogiri, Kecamatan Purwantoro, dan Kecamatan Jatisrono mempunyai arah pengembangan menjadi sentra produksi komoditas tanaman kedelai dan sentra industri pengolahan kedelai. Strategi yang dapat mendukung pengembangan komoditas tanaman kedelai antara lain optimalisasi lahan pertanian, peningkatan kualitas sumberdaya manusia petani, perubahan tata niaga kedelai, kebijakan impor dan pemberian stimulus dari pemerintah baik berupa bantuan langsung seperti benih unggul maupun subsidi pupuk. Kecamatan yang berpotensi menjadi sentra produksi kedelai dapat lebih mengembangkan komoditas tanaman kedelainya sehingga pemerintah dapat mengoptimalkan kemampuan produksi dan kecamatan yang menjadi sentra industri pengolahan kedelai dapat lebih meningkatkan nilai tambah komoditas kedelai.  The purpose of this study was to identify which areas have the potential for soybean commodity development, identify which areas have proper infrastructure and potentiality as a region for soybean processing industry establishment in the future,  compile commodity development mapping of soybean, and strategize soybean development in the Wonogiri Regency. The result showed Batuwarno District, Nguntoronadi District, Manyaran District, Selogiri District, Jatiroto District, Purwantoro District and

  4. Pendugaan Kedalaman Paisan dan Resistivitas Batuan dengan Metode Geolistrik di Daerah Temon Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Hartono

    2009-02-01

    Full Text Available Intrusi air laut ke daratan (air tanah sering dijumpai di daerah-daerah pantai. Dengan terjadinya intrusi maka kualitas air tanah menjadi berubah dan mungkin tidak dapat lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tanga. Penelitian ini dilakukan di daerah Temon Kabupaten Kulonprogo DIY, yang merupakan daerah pantai, dengan tujuan untuk mengetahui resistivitas (tahanan jenis dan kedalaman lapisan-lapisan batuannya. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik Schlumberger dengan interprestasi datanya secara manual. Berdasarkan interprestasi data penelitian maka dapat diperkirakan bahwa lapisan batuan di daerah penelitian terdiri dari: (1 batuan lembab mengandung air tanah dangkal dengan kedalaman 1,5 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; (2 lapisan batuan kedap air pada kedalaman 20 meter dengan resistivitas 22,0 ohm/m; (3 batuan/akifer mengandung air tanah dalam pada kedalaman 100 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; dan (4 batuan/akifer mengandung air asin pada kedalaman 200 meter dengan resistivitas 2,5 ohm/m.

  5. Sanitasi, Higiene Perorangan, dan Pencemaran Tanah oleh Cacing pada Kecacingan pada Anak di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Sinaga

    2014-02-01

    Full Text Available Abstrak Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi, higiene perorangan, pencemaran tanah oleh cacing dengan kejadian kecacingan pada anak usia 1–5 tahun di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study dilakukan pada Mei–November 2012. Sampel penelitian 50 anak usia 1–5 tahun sebanyak 50 orang yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi kuadrat (X2 dengan program statistical product and service solution (SPSS. Prevalensi kecacingan pada anak usia 1-5tahun di Kelurahan Liliba adalah 38%. Hasil Uji chi kuadrat menunjukkan hanya ada satu variabel yang berhubungan dengan kejadian kecacingan di Liliba yaitu higiene perorangan (p=0,005. Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak 1–5 tahun di Liliba yaitu kondisi sarana air bersih (p=0,07, kondisi jamban (p=0,128, dan pencemaran tanah oleh cacing (p=0,309. Penelitian ini membuktikan ada hubungan bermakna antara higiene perorangan dan kejadian kecacingan, sehingga diharapkan orangtua lebih memperhatikan higiene perorangan anaknya seperti memotong kuku, mencuci tangan setelah bermain dan sebelum makan, mencuci tangan setelah buang air besar dan memberikan alas kaki saat bermain. Dinkes Kota dan Puskesmas khususnya secara periodic setiap 6 bulan sekali diharapkan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan kecacingan dengan penyuluhan dan pemberian obat cacing kepada anak usia 1–5 tahun. Kata kunci: Higiene perorangan, kecacingan, kondisi lingkungan   Sanitation, Personal Hygiene, and Helminth Contamination of Helminth infectionin Children at Liliba Subdistrict, Oebobo Kupang, East Nusa Tenggara Province Abstract Helminth infection was found

  6. RESPON TANAMAN ROSELA BUNGA MERAH (Hibiscus sabdariffa L. TERHADAP APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK UREA PADA TANAH JENIS GRUMOSOL (VERTISOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sinar Suryawati

    2011-03-01

    Full Text Available This research aims to study the effect of combined aplication Arbuscular Mycorrhiza (AM and Urea to the growth, productivity and quality of roselle plants (Hibiscus sabdariffa L.. The research was conducted at the experimental garden and the Laboratory of Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, University of Trunojoyo. The study consist of six treatment combinations, repeated 3 times, and based on randomized block design. The observation parameters includes the growth, production and quality of leaf and flower. ANOVA showed that there is no significant effect of combination of AMF and urea on growth parameters, productivity and leaf quality observations, but the real impact on the quality of flowers. Aplication of urea up to 50 kg / ha is still giving the highest effect on growth, plant productivity, vitamine C and protein rosella flowers but decreased the content of vitamin C and protein of leaves. Aplication of AM up to 5 g / plant had the same pattern with the aplication of urea.

  7. Trichoderma spp. dan Penicillium spp. dari Tanah Rizosfer Lahan Rawa Lebak dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Serangan Penyakit Rebah Kecambah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muslim

    2014-08-01

    Full Text Available Soil microbes associated with rhizosphere are important for promoting plant growth and inducing resistance to diseases. The research was conducted to study the ability of Trichoderma spp. and Penicillium spp. isolated from rhizosphere in lowland swampy area for controlling damping-off disease caused by Rhizoctonia solani Khun. Trichoderma spp. and Penicillium spp. were cultured in bran, corn meal, and rice straw containing media and applied as inoculum to 2-weeks old seedlings. Application of two fungi isolates effectively induced resistance of chili plants to damping-off disease. Trichoderma spp. and Penicillium spp. were significantly reduced disease incidence by 61.5–100% to 46.2–100%, respectively and disease severity by 50–100% and 30–95.9%, respectively. This experiment showed the potential of Trichoderma spp. and Penicillium spp. as biocontrol agents to control damping-off disease on chili.  

  8. EFIKASI DOSIS PUPUK TEPUNG TULANG (TULAG SAPI DAN TULANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SORGHUM (Sorghum bicolor, (L MOENCH PADA TANAH PMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Utami Lestari

    2015-02-01

    Full Text Available ABSTRACT                  Sorghum has the advantage on agroecology broad adaptability, resistant to drought, higher production, and greater resistance to pests and diseases than other food crops. In addition to food substitution of sorghum utilization can also be used as a raw material source of alternative energy, namely as a fertilizer industry bioethanol.Dengan the bones of calcium and magnesium in the soil can be supplied and is also expected to increase the soil pH.                The purpose of this study was to determine the effect and get a good dose of fertilizer tlang on the growth of sorghum.                Research conducted an experiment with completely randomized design consisting of 4 levels treatments and 3 replications. S0 = Without treatment (control, S1 = Giving bone meal 5 g / plant, S2 = Giving bone flour 10 gr / plant, S3 = Giving bone flour 15 gr / plant. Data were analyzed using analysis of variance if F count ≥ F tables at the level of 5%, then followed by a further test Duncans.                The results Award bone meal no real effect on all parameters of plant growth (plant height, leaf width and leaf length, results showed an increasing trend of numerical results with increasing dose given bone meal.

  9. PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI MAJEMUK DAN BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP SERAPAN P OLEH TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. DI TANAH ANDISOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Maryanto

    2010-09-01

    Full Text Available The aims of the experiment were to study the effect of Compound Biofertilizer (CB and Rock Phosphate (RP on the several soil chemistry properties of Andisols as well as the P-uptake by lettuce. The research had been conducted in the greenhouse of Agriculture Faculty, Unsoed at Karangreja, Purbalingga, since May up to August, 2009. The experiment was arranged in factorial 4 x 4 based on Completely Block Randomyzed Design with three replications. The firsrt factor was the concentration of CB consists of 4 levels, i.e. 0, 1, 2 and 3 %; and the second factor was the dosage of RP consists of 4 levels, i.e. 0; 25, 50 and 75 kg P2O5 per hectare.  The variables observed were the soil pH, exchangeable aluminium, the availability of P, P-uptake by plant, plant height, number of leaf, fresh weight of plant and dry weight of plant. The data collected was analyzed using Fisher and DMR-test. The results indicated that the application of 75 kg P2O5 of RP could increase soil pH, reduce exchangeable-Al, increase the availability of P in the soil, P-uptake by plant, the fresh weight and dry weight of plant. The application of 2% concentration of CB could reduce exchangeable-Al, increase the availability of P in the soil, P-uptake by plant, the fresh weight and dry weight of plant.

  10. Pengaruh Communal Activation untuk Membentuk Brand Loyalty Produk Minuman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartiwi Prabowo

    2012-05-01

    Full Text Available Established in 1974, PT Sinar Sosro is the first ready-to-drink tea beverage in bottles in Indonesia and in the world. Teh Botol Sosro market position is the leader in ready to drink tea industry. One of the leading products of PT Sinar Sosro is Teh Botol Sosro glass bottle often called RGB (returnable Glass Bottle. To meet the lovers’ needs anywhere they are, the latest innovation from Teh Botol Sosro products is Teh Botol Sosro Less Sugar which was launched on August 20, 2008. As the time passes by, the market condition encourages a change in marketing plan that leads to a decentralized system (horizontal in which the customer demands the same service from the same brand from any location they are. This era is called the New Wave Marketing (2008, which is still running today. The purpose of this research is to analyze the influence of communal activation of the buying decisions to increase brand loyalty in Teh Botol Sosro Less Sugar product. Data collecting technique is the questionnaire to members of the online community Botol Sosro Less Sugar and interviews, while the data analysis technique using path analysis. Path Analysis Results show there was an impact dan significant between Communal Activation and Buying Decisions, and there was also a positive correlation and significant between Buying Decisions and Brand Loyalty.

  11. GEJALA INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PESISIR PADELEGAN, PADEMAWU DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Arya Gemilang

    2016-11-01

    Full Text Available Sebagian wilayah pesisir Pademawu dan sekitarnya, Pamekasan, dijumpai adanya air tanah payau hingga asin dengan pelamparan yang cukup luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran air tanah asin hingga payau tersebut, baik pada akuifer dangkal maupun akuifer dalam dan juga untuk mengetahui penyebab keasinan air tanah tersebut. Sebaran air tanah asin dipetakan berdasarkan nilai daya hantar listrik (DHL dengan kriteria tingkat keasinan sebagaimana ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. Sedangkan penyebab keasinan air tanah dianalisa berdasarkan fasies hidrokimia dengan diagram Trilinier Piper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akuifer dangkal air tanah agak payau hingga asin dengan nilai DHL > 15.000 µS/cm – 50.000 µS/cm dijumpai pada bagian Selatan Pademawu sepanjang pesisir pantai meliputi Padelegan, Jumiang, Tanjung, Manjungan dan Pademawu Timur. Sedangkan untuk air tanah dalam seluruhnya dalam kondisi tawar dengan nilai DHL < 1500 µS/cm, berada pada bagian Utara dari daerah penelitian meliputi kecamatan Tlanakan, Galis, Pamekasan dan  Larangan. Berdasarkan nilai DHL bahwa daerah bagian Utara penelitian tidak terdeteksi adanya proses penyusupan air laut pada air tanah.INDICATION OF SEA WATER INTRUSION IN COASTAL PADELEGAN, PADEMAWU AREAIn the part of Pademawu coastal areas, Pamekasan, was found brackish groundwater that spreading progressively. The purpose of this study was to map the distribution of salt to brackish groundwater, both in the shallow aquifer and the deep aquifer and also to find out the cause of the salinity of the ground water. Salt groundwater distribution was mapped based on the electrical conductivity (EC with a salinity level criteria as established by Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. While the causes of groundwater salinity were analyzed based on hydrochemical facies with Trilinier Piper diagram. The results showed that the shallow groundwater aquifers slightly brackish to

  12. KAJIAN KELAYAKAN MODEL PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN RAKYAT POLA MANDIRI BERBASIS AGROFORESTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djohar Efendi

    2017-06-01

    = 1,31 dan IRR = 34,75 % , 4 Karel, rnahoni & jagung  : NPV = Rp.26.348.000,-, BCR  = 1,23 dan  IRR = 31,25%, 5 Mahoni &jagung:    NPV = Rp. 8.924.000,-,  BCR  = 1,11 dan IRR = 17,45%.  Secara finansial dengan menggunakan  suku bunga 15% selama jangka pengusahaan 30   tahun, pelaksanaan pembangunan HTR Poia Mandiri berbasis agroforestri dengan  kombinasi jenis  tanaman  karet & jagung;  jabon  & jagung;  mahoni & jagung;  karet, jabon & jagung; dan karet, mahoni dan jagung, menguntungkan/layak untuk diusahakan. Penerapan agroforestri dalam  pembangunan HTR poia  mandiri dapat meningkatkan  pendapatan  petani pengelola.

  13. ACCESSIBILITY TO CENTER BUSINESS DISTRICT AND LAND PRICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparmono Suparmono

    2014-10-01

    Full Text Available AbstractThis paper models land price for housing in Sleman district. It uses a multiple regression model to estimate the land price based on various variables. It finds six variables that influence the land price, namely the land width, width of the nearest road, width of the nearest main road, distance to the nearest main road, distance to Yogyakarta ring road, and the travel time to Gadjah Mada University campus. It also finds four insignificant variables, namely distance to Malioboro road, distance to Gadjah Mada University campus, travel time to Yogyakarta ring road, and travel time to Malioboro. Keyword: Land price, center of business district, accessibilityJEL classification numbers: D46, D49AbstrakPaper ini memodelkan harga tanah untuk perumahan di Kabupaten Sleman menggunakan model regresi berganda untuk memperkirakan harga tanah berdasarkan berbagai variabel. Paper ini menemukan enam variabel yang mempengaruhi harga tanah, yaitu lebar tanah, lebar jalan terdekat, lebar jalan utama terdekat, jarak ke jalan utama terdekat, jarak ke jalan lingkar Yogyakarta, dan waktu perjalanan ke Universitas Gadjah Mada. Paper ini juga menemukan empat variabel yang tidak signifikan, yaitu jarak ke jalan Malioboro, jarak ke kampus Universitas Gadjah Mada, waktu tempuh ke jalan lingkar Yogyakarta, dan waktu tempuh ke Malioboro.Keyword: Harga tanah, center of business district, aksesibilitasJEL classification numbers: D46, D49

  14. Pengaruh Penurunan Kadar Air Terhadap Perubahan Fisiologi Dan Kand Ungan Biokimia Benih Eboni (Diospyros Celebica Bakh.)

    OpenAIRE

    Yuniarti, Naning; Syamsuwida, Dida; Aminah, Aam

    2008-01-01

    Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan jenis tanaman yang potensial untuk dikembangkan pada pembangunan hutan tanaman. Secara alami benih eboni mengalami kemunduran dengan bertambahnya waktu.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Perubahan fisiologi dan biokimia yang terjadi pada benih eboni selama pengeringan (penurunan kadar air). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perub...

  15. TEMPUYUNG SEBAGAI ALTERNATIF PENGHANCUR BATU GINJAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martuti Budiharto

    2012-09-01

    Full Text Available Sonchus arvensis L, atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan tempuyung, adalah salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk penghancur batu ginjal baik dalam bentuk rebusan maupun bentuk preparat farmasi seperti kapsul ataupun serbuk biasa.Dalam makalah ini dikemukakan tentang review hasil uji toksisitas akut dan uji aktivitas farmakodinamik efek anti kalkuli tanaman Sonchus arvensiss L dari beberapa penelitian

  16. PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urip Santoso

    2014-06-01

    Full Text Available Status of land that can be controlled by the local government is the right of use and the right of management. The right of management can be the object of Agreement on Build, Operate, and Transfer between the local government and the company. Then, the company gets the right of management through the Government Decision which is written up in to a form of Decree of Granting Rights. In the last term of the Agreement on Build, Operate, and Transfer, the land and the building with all support facilities submitted by company to the local government.   Status tanah yang dapat dikuasai oleh pemerintah kabupaten/kota adalah hak pakai dan hak pengelolaan. Tanah yang berstatus hak pengelolaan pemerintah kabupaten/kota yang dapat menjadi objek Perjanjian Banguna Guna Serah dengan Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas mendapatkan hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan melalui Penetapan Pemerintah dalam bentuk Surat Keputusan Pemberian Hak. Pada akhir masa Perjanjian Banguna Guna Serah, tanah dan bangunan beserta sarana pendukungnya diserahkan oleh Perseroan Terbatas kepada pemerintah kabupaten/kota.

  17. PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urip Santoso

    2014-06-01

    Full Text Available Status of land that can be controlled by the local government is the right of use and the right of management. The right of management can be the object of Agreement on Build, Operate, and Transfer between the local government and the company. Then, the company gets the right of management through the Government Decision which is written up in to a form of Decree of Granting Rights. In the last term of the Agreement on Build, Operate, and Transfer, the land and the building with all support facilities submitted by company to the local government. Status tanah yang dapat dikuasai oleh pemerintah kabupaten/kota adalah hak pakai dan hak pengelolaan. Tanah yang berstatus hak pengelolaan pemerintah kabupaten/kota yang dapat menjadi objek Perjanjian Banguna Guna Serah dengan Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas mendapatkan hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan melalui Penetapan Pemerintah dalam bentuk Surat Keputusan Pemberian Hak. Pada akhir masa Perjanjian Banguna Guna Serah, tanah dan bangunan beserta sarana pendukungnya diserahkan oleh Perseroan Terbatas kepada pemerintah kabupaten/kota.

  18. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  19. KEARIFAN LOKAL PENGGUNAAN KAYU GELAM DALAM TANAH RAWA GAMBUT DI KALIMANTAN TENGAH (Local Wisdom of Utilization of Gelam Wood on Peatswamp Land of Central Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Supriyati

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Masyarakat di daerah rawa gambut memerlukan kayu sebagai cerucuk atau tiang pancang rumah. Kayu Gelam (Maleleuca sp ditemukan melimpah di hutan rawa gambut di Kalimantan. Kayu Gelam termasuk kelas awet 3 yang berarti hanya dapat dipergunakan di bila berhubungan dengan tanah selama 3 tahun. Kenyataan yang ada kayu Gelam sebagai cerucuk /tiang pancang rumah dalam tanah rawa tetap kuat lebih selama lebih dari 30 tahun. Pemanfaatan kayu ini mendukung untuk konservasi hutan rawa gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melestarikan hutan di peatwamp melalui penghematan pemanfaatan kayu yaitu dengan mempelajari pengaruh lama penimbunan dan letak radial terhadap sifat fisika, mekanika dan kandungan silika kayu Gelam. Penelitian dilakukan pada kayu Gelam yang telah ditimbun dalam rawa gambut selama 10, 19, 31 dan 38 tahun. Sifat kayu yang dianalisis adalah sifat fisika mekanika mengikuti BS No 373. Uji silika dengan spektrometer. Analisis menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktorial. Hasil menunjukkan bahwa lama penimbunan meningkatkan berat jenis kayu Gelam secara signifikan. Semakin lama penimbunan, semakin tinggi berat jenis (0,54-0,75. Persamaan yang diperoleh Y=0,449+0,063x1+0,01x2 (Y=BJ kering tanur, x1= lama penimbunan, x2= letak radial. Pengaruh lama penimbunan pada kekerasan sejalan dengan BJ. Kadar silika kayu Gelam meningkat dengan semakin lama penimbunan. Lama penimbunan (10-38 tahun meningkatkan BJ kering tanur 28,13 %, kekerasan 12,83%; kandungan silika 1,25%. Penggunaan kayu Gelam merupakan kearifan lokal yang terbukti melestarikan lingkungan karena menghemat pemanfaatan kayu yang dinyatakan dengan kualitas kayu Gelam yang relatif tidak menurun dalam penimbunan. ABSTRACT Local community on peatswamp area need woods as poles. Gelam (Maleleuca sp wood is found abundantly in peatswamp forest area in Kalimantan. It is 3th durability class and expected to withstand up to three years of utilitation outdoor. However, gelam

  20. Pengaruh Konsentrasi Tawas Terhadap Ketuaan Dan Ketahanan Luntur Warna Pada Pencelupan Kain Sutera Dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Suheryanto, Dwi; Haryanto, Tri

    2008-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  1. Uji Infeksi Mycosphaerella spp Terhadap Bibit Eucalyptus spp

    OpenAIRE

    Lidya Morita Sondang

    2009-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan 2 klon Eucalyptus spp yaitu Eucalyptus grandis x Eucalyptus pellita dan Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla terhadap Mycosphaerella spp serta mengetahui virulensi Mycospaherella spp pada 2 kelas umur (2 dan 3 bulan) pada tanaman Eucalyptus spp. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengambilan sampel bibit tanaman Eucalyptus grandis x Eucalyptus pellita dan Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla dari pembibitan PT.Toba Pulp...

  2. Determination of Te in soldering tin using continuous flowing electrochemical hydride generation atomic fluorescence spectrometry

    International Nuclear Information System (INIS)

    Jiang Xianjuan; Gan Wuer; Han Suping; He Youzhao

    2008-01-01

    An electrochemical hydride generation system was developed for the detection of Te by coupling an electrochemical hydride generator with atomic fluorescence spectrometry. Since TeH 2 is unstable and easily decomposes in solution, a reticular W filament cathode was used in the present system. The TeH 2 generated on the cathode surface was effectively driven out by sweeping gas from the cathode chamber. In addition, a low temperature electrochemical cell (10 deg. C) was applied to reduce the decomposition of TeH 2 in solution. The limit of detection (LOD) was 2.2 ng ml -1 and the relative standard deviation (RSD) was 3.9% for nine consecutive measurements of standard solution. This method was successfully employed for determination of Te in soldering tin material

  3. Pemanfaatan Tithonia Diversifolia pada Tanah Sawah yang Dipupuk P Secara Starter terhadap Produksi serta Serapan Hara N, P, dan K Tanaman Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusnidar

    2008-09-01

    Full Text Available The research of Tithonia diversifolia utilization in the paddy soil that was fertilized P-starter on yield and N, P, K uptake on rice crop, has been conducted from August to December 2005. The objective of this research was to determine an interaction between P-starter levels, and tithonia levels on production and N, P, K element uptake of rice crop. The research was pot experiment in the green house in factorial design 4 x 4. First factor was 4 levels of tithonia with reduce dosage fertilizer applied (T0 = 0 t ha-1 of tithonia + 200 kg ha-1 of urea + 75 kg ha-1 of KCl ; T1= 2,5 t ha-1 of tithonia+ 150 kg ha-1 of urea , without KCl; T2 = 5,0 ton ha-1 of tithonia+ 100 kg ha-1 of urea , without KCl; dan T3 = 7,5 t ha-1 of tithonia + 50 kg ha-1 of urea, without KCl. The second factor was 4 levels of P-starter (0, 2, 4, and 6 kg P ha-1. The result showed that combination of T3 treatment and 2-4 kg P-starter ha-1 increased the grain yield 20,51-21,08 g pot-1 (18,65-19,21 %. Effect of T3 treatment was not significantly differences with T2 treatment on the grain yield. The best interaction was T3 treatment on N and K uptake (0,84 g pot-1 for N, dan 0,82 g pot-1 for K.

  4. EFISIENSI CONSTRUCTION WETLAND TYPHA SP. SEBAGAI PENGOLAH AIR LIMPASAN JALAN RAYA SECARA ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudatin Windraswara

    2011-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bersifat desain eksperimental pada skala laboratorium untuk mengetahui kemampuan Typha latifolia. sebagai tanaman wetland dalam mereduksi BOD dan COD yang berasal polutan air limpasan jalan raya sebagai bagian dari sistem drainase yang berkelanjutan. Sampel dalam penelitian ini adalah air limpasan jalan yang berasal dari air hujan yang kemudian masuk ke saluran pengumpul (drainase jalan. Habitat wetland disimulasikan menggunakan kolom dengan tabung yang memiliki volume kosong 20 liter. Susunan tabung adalah sebagai berikut; tanaman wetland, air, pasir dan batu kerikil. Satu tabung lagi akan berlaku sebagai kontrol dengan susunan yang sama tanpa tanaman wetland. Desain tabung memiliki spesifikasi sebagai berikut bahan acrylic dengan ukuran diameter 9,7 cm, tinggi 40 cm, volume 20 liter, media pasir setinggi 10 cm, kerikil 15 cm, kemudian diisi air setinggi 15 cm dari batas kerikil. Nilai BOD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 104 mg/l sedangkan nilai BOD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 44 mg/l dari nilai semula 104 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman tersebut mampu menghilangkan nilai BOD sebesar 65% atau BOD removal sebesar 65%. Nilai COD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 309 mg/l dari nilai semula 210 mg/l sedangkan nilai COD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 210 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman Typha latifolia mampu menghilangkan nilai COD sebesar 58,6% atau COD removal sebesar 58,6%. Kedua parameter tersebut telah sesuai dengan baku mutu Kepmen LH no 112 tahun 2003 dan Kepmen LH no 51 tahun 1999.

  5. Pengaruh Konsentrasi Tawas terhadap Ketuaan dan Ketahanan Luntur Warna pada Pencelupan Kain Sutera dengan Zat Warna Gambir

    OpenAIRE

    Dwi Suheryanto; Tri Haryanto

    2016-01-01

    Zar warna gambir diperoleh dari hasil ekstrak tanaman gambir yang merupakan saah satu tanaman komoditi ekspor unggulan Sumatera Barat yang memberikan devisa cukup besar dengan prospek pengembangan yang cukup baik. Zat warna gambir adalah zat wama alam jenis mordan-dye dan  tidak tahan terhadap garam yang dipakai dalam pencucian. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian memegang peranan penting dan sebagai penentu kualitas produk batik. Untuk meningkatkan kualitas hasil celupan zat warna gamb...

  6. Virus Nilam: Identifikasi, Karakter Biologi dan Fisik, Serta Upaya Pengendaliannya

    OpenAIRE

    Miftakhurohmah, Miftakhurohmah; Noveriza, Rita

    2015-01-01

    Infeksi virus pada tanaman nilam dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas minyak. Sembilan jenis virus diidentifikasi menginfeksi tanaman nilam, yaitu Patchouli mosaic virus (PatMoV), Patchouli mild mosaic virus (PatMMV), Telosma mosaic virus (TeMV), Peanut stripe virus (PStV), Patchouli yellow mosaic virus (PatYMV), Tobacco necrosis virus (TNV), Broad bean wilt virus 2 (BBWV2), Cucumber mosaic virus (CMV), dan Cymbidium mosaic virus (CymMV). Kesembilan virus tersebut memiliki genom ...

  7. The Battle that Weber Lost: Exploring The Fate of Weber's Contribution to the Methodenstreit

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jagd, Søren

    This paper explores the outcome of Max Weber's contribution to the Methodenstreit between teh Austrian marginal utility economists and teh German historicist economists in his methodological writings. The main conclusion is the neither economists nor sociologists have found Weber's contribution...... worth a closer look. The result is that Weber's contribution never has found its way int the methodological discussions in economics as well as into economic sociology...

  8. METODE PELAKSANAAN DEWATERING YANG RAMAH LINGKUNGAN PADA PROYEK THE NEST CONDOTEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Intara

    2016-03-01

    Full Text Available Proyek Pembangunan The Nest Condotel merupakan salah satu upaya untuk memenuhi sarana dan prasarana pariwisata khusunya daerah Nusa Dua-Bali. Proyek ini dibangun di tengah-tengah pemukiman penduduk dan berdekatan dengan Pengolahan Limbah BTDC. Setelah dilaksanakan survei lapangan ada permasalahan yang dihadapi pada pembangunan proyek ini yaitu pada pengerjaan struktur basement. Kondisi muka air tanah lebih tinggi daripada rencana pemukaan galian lantai basement yang akan dibuat. Di samping itu, kondisi tanah yang kurang baik dengan kondisi tanah yang berpasir. Berdasarkan permasalahan di atas perlu adanya pemilihan perencanaan metode penanganan muka air tanah yang paling tepat dalam pekerjaan  galian basement. Dewatering adalah proses penurunan muka air tanah pada suatu area tertentu dengan cara pemompaan dari sebuah sumur ataupun saluran. Tujuannya adalah untuk menjaga area galian tetap kering dalam proses konstruksi dan menjaga kestabilan lereng galian. Pemompaan dilakukan melalui sumur-sumur dewatering (dewatering well atau well point atau saluran-saluran (sump dengan menggunakan pompa submersible (submersible pump. Dengan demikian penggalian basement bisa dikerjakan dengan baik. Penelitian ini adalah menentukan metode pelaksanaan pekerjaan dewatering yang paling tepat dari metode-metode pelaksanaan yang mungkin untuk dilaksankan berdasarkan biaya, waktu, dan dampak terhadap lingkungan. Metodelogi yang digunakan untuk analisis data adalah menganalisis metode-metode pelaksanaan yang ada dan dari hasil analisis akan ditetapkan metode pelaksanaan terbaik. Hasil analisis dari beberapa metode pelaksanaan yang ada untuk pekerjaan dewatering digunakan adalah predrainage dan open pumping, metode yang terpilih yaitu open pumping adalah metode terbaik untuk dilaksanakan pada proyek tersebut dengan biaya yang terendah, waktu pelaksanaan yang lebih cepat, dan dampak lingkungan yang dapat diminimalisir

  9. Perubahan Entitas Palestina Oleh Pbb Dan Eksistensinya Sebagai Negara Pemantau Non Anggota

    OpenAIRE

    Utami, Windy Widya

    2015-01-01

    Konflik Israel-Palestina bermula ketika dikeluarkannya resolusi PBB yang membagi tanah Palestina menjadi dua bagian. Israel mendapatkan tanah lebih luas sementara Palestina mendapat bagian yang lebih kecil. Konflik semakin memuncak ketika Israel mendirikan Negara Israel pada tahun 1948 di Palestina berdasarkan resolusi tersebut. Konflik terus berlangsung, tak sedikit masyarakat sipil baik dari Palestina maupun Israel yang menjadi korban. Palestina adalah sebuah Negara yang sedang memperjuangk...

  10. PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMBANGUN HUTAN RAKYAT (Studi di Desa Ranggang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idin Saepudin Ruhimat

    2014-11-01

    Full Text Available Hutan rakyat memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Optimasi terhadap peranan penting hutan rakyat dapat dilakukan dengan memberikan perhatian kepada faktor psikologis yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis (sikap, persepsi, dan motivasi terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang baik secara bersama-sama maupun masing-masing. Penelitian dilaksanakan di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupatan Tanah Laut, Kalimantan Selatan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey eksplanasi. Data dianalisis dengan menggunakan analasis jalur (path analysis. Hasil penelitian menunjukkan (1 faktor  psikologis yang terdiri dari sikap, persepsi dan motivasi  secara bersama-sama berpengaruh nyata sebesar 52,90 % terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang, dan (2 faktor  psikologis yang terdiri dari sikap, persepsi dan motivasi  secara masing-masing berpengaruh nyata sebesar 12,60 % untuk sikap, 11,36 % untuk persepsi, dan 9,86 % untuk motivasi terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang. Community forest has an important role in Indonesian life. Optimization of the important role of community forest can be done by giving attention to the psychological factors that influence farmers' decisions in community forests development. This study aims to determine the influence of psychological factors (attitudes, perceptions, and motivations to farmers decision in community forest development in Ranggang Village either jointly or respectively. This Study was conducted in Ranggang Village, District Takisung, South Kalimantan use quantitative research design with explanatory survey research methods. Data were analyzed using path analysis. The results showed (1 psychological factors consisting of attitudes, perceptions and

  11. Probabilitas Tegangan Sentuh Dan Tegangan Langkah Di Lokasi Rencana Gardu Induk 500 kV Antosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Latif

    2016-06-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya pertindustrian di Indonesia, maka kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut pada tahun 2016, PT PLN (Persero merencanakan pembangunan GITET 500 kV Antosari. Pembangunan GITET 500 kV Antosari merupakan tindak lanjut dari rencana PT PLN (Persero yang akan menambah pasokan energi listrik ke Bali melalui sistem interkoneksi Jawa – Bali menggunakan jaringan transmisi SUTET 500 kV, dimulai dari GITET 500 kV Paiton dan akan sampai di GITET 500 kV Antosari. Untuk mengamankan gardu induk dari ancaman sambaran petir, salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengamankan sistem perntanahan dilokasi gardu induk. Maka dipilih sistem pentanahan grid di lokasi rencana pembangunan Gardu Induk 500 kV Antosari. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perbandingan ukuran luas pentanahan dengan kedalaman batang konduktor terhadap tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas timbulnya tegangan sentuh dan tegangan langkah. Data tahanan tanah yang didapatkan dari pengukuran secara langsung digunakan untuk mengetahui  nilai tahanan jenis tanah kemudian digunakan untuk menghitung tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas tegangan sentuh dan tegangan langkah. Perhitungan tahanan pentanahan grid menggunakan persamaan IEEE, Standard 80-2000 sedangkan untuk perhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah menggunakan IEEE, Standard 665-1995. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi gardu induk untuk kondisi tanah basah dengan luas grid 3 m x 3 m dan kedalaman 5 m didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 0,49 ohm dan nilai tegangan langkah 125 volt dengan probabilitas 0,72%. Sedangkan untuk kondisi tanah kering dengan luas grid 3 m x 3m dan kedalaman 5 didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 1,11 ohm dan nilai tegangan langkah 281 volt dengan probabilitas 0,72%. Dari hasil analisis juga menunjukan dengan luas grid 3 m x 3

  12. Kombucha Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) dan Kemampuannya sebagai Antihiperkolesterolemia

    OpenAIRE

    Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria; Purwanti, Indrias Tri

    2009-01-01

    Kita mengenal adanya teh yang diekstrak dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn). Teh jenis ini dapat dibuat menjadi kombucha dengan cara memfermentasikan ekstrak rosella menggunakan peran mikrobia dalam fer­ mentasi kombucha. Mikrobia dalam fermentasi kombucha ini ditumbuhkan dalam ekstrak rosella sebagai medium per­ tumbuhan dengan variasi konsentrasi rosella (30, 40, 50 gram rosella kering/L). Selama proses fermentasi, kombucha rosella dianalisis pH, total asam, dan aktivitas ...

  13. Keefektivan Trichoderma harzianum sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Pembuluh kayu (Vascular Streak Dieback Pada Tanaman Kakao Klon ICCRI 03 dan TSH 858

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    joko susiyanto

    2017-06-01

     Kata Kunci: Trichoderma harzianum ; Penyakit Pembuluh kayu; Tanaman kakao.  

  14. Isolasi dan Karakterisasi Ralstonia syzygii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanuar Danaatmadja

    2009-07-01

    Full Text Available Ralstonia syzygii is one of important pathogens of cloves. This study was aimed at obtaining pure culture of R. syzygi from diseased plant tissue samples. The acterium was isolated from infected clove plantations in Ungaran, Central Java. It had the ability to make clove seedlings show symptoms and then die 41 days after inoculation. The reisolated bacterium also showed its ability to kill clove seedlings after 17 days. The bacterium is gram negative, able to ultilize glucose, sucrose, maltose, mannitol, sorbitol, dulcitol, and glycerol, able to hydrolyze starch, grow well at 27oC, able to catalyze and release water and oxygen from hydrogen peroxyde (H2O2 and aerobically.   Ralstonia syzygii merupakan salah satu patogen penting pada tanaman cengkeh. Penelitian ini dilakukan untuk mendapakan isolat murni R syzygii dari jaringan tanaman terinfeksi. Bakteri diisolasi dari pertanaman cengkeh sakit yang berasal dari daerah Ungaran, Jawa Tengah. Bakteri menunjukkan kemampuan untuk menyebabkan bibit tanaman cangkeh sakit dan kemudian mati 41 hsi. Bakteri hasil reisolasi juga menunjukkan kemampuannya menyebabkan sakit dan kematian pada bibit tanaman cengkeh setelah 17 hsi. Bakteri yang diperoleh bersifat gram negatif, mampu memanfaatkan glukosa, sukrosa, maltosa, manitol, sorbitol, dulsitol, dan gliserol, mampu menghidrolisis pati, tumbuh baik pada suhu 27o C, mampu mengkatalisis dan melepaskan air dan oksigen dari hydrogen peroxide (H2O2 dan bersifat aerob.

  15. Desempenho de híbridos experimentais de tomateiro para processamento industrial nas condições edafo-climáticas do cerrado brasileiro Field performance of processing tomato hybrids in the "Cerrado" region of Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fernando A.S. Aragão

    2004-09-01

    Full Text Available Foram avaliadas as características de produção e qualidade industrial de 26 híbridos experimentais de tomateiro. Os híbridos comerciais 'Hypeel 108' e 'RTP 1095' foram utilizados como testemunhas. O ensaio foi conduzido de julho a novembro de 2001, na fazenda Agriter (Coopercentro no município de Cristalina-GO, empregando um sistema de irrigação via pivô central. O delineamento experimental foi o de blocos casualizados completos com três repetições. As parcelas foram compostas de duas linhas com 30 plantas cada, em um espaçamento de 0,5 m entre fileiras e 0,25 m entre plantas. Foram avaliadas as características: produção de fruto maduro (FM, produção de fruto verde (FV, produção total (PT, uniformidade de maturação (UM, sólidos solúveis [(grau brix (°B], rendimento de pasta (RP, firmeza do fruto (FF e cor do fruto (CF. O híbrido 'TEH-22' obteve a maior produção de frutos maduros (109,04 t/ha, o 'TEH-26' a melhor uniformidade de maturação (94,56%, o 'TEH-06' a maior produtividade total (124,31 t/ha, o híbrido comercial 'Hypeel 108' o maior valor de °B e o híbrido 'TEH-01' o melhor rendimento de pasta (17,40 t/ha. Observaram-se diferenças estatisticamente significativas para todas as características avaliadas, exceto para firmeza de fruto. O contraste "híbridos experimentais" x "híbridos comerciais" foi significativo para FM, FV, PT, °B e RP e não significativo para UM, CF e FF. Os híbridos 'TEH-01', 'TEH-03', 'TEH-14', 'TEH-21', 'TEH-22', 'TEH-23', 'TEH-25' e 'TEH-26' foram selecionados simultaneamente por três índices de seleção: Clássico, Multiplicativo e distância Genótipo-Ideótipo. As linhagens 'CNPH 1299', 'CNPH 1306', 'CNPH 1346' e 'CNPH 1278' se destacaram por estarem presentes, como parentais, nas combinações que deram origem aos híbridos selecionados. Os grupos dos híbridos obtidos a partir de cruzamentos com a linhagem 'CNPH 1299' e da linhagem 'CNPH 1346' foram os que apresentaram

  16. Diagnóstico socioeconómico y de salud de cuatro comunidades indígenas del Municipio Huautla: un sustento para la vinculación de la carrera de Enfermería del CECyTEH.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Bravo Vargas

    2011-04-01

    Full Text Available This article presents the results of a socioeconomic study and of health with the aim to possess a database of four communities near to the College of Scientific and Technological Studies of the Nobleman's State (CECyTEH. The offer was thought from the perspective of the social infirmary, the theory of the autocare and the educational entail. Methodology: The study is of exploratory and descriptive type. The theoretical method of analysis - synthesis was applied. There was applied a survey that explored two dimensions: socioeconomic and of health. There was in use the random sampling stratified with a level of reliability of 95 % and 3 % of margin of mistake and in base in the number of homes for community brought by the INEGI, 2000. With a sample of 79 selected homes. It was realized a quantitative and qualitative valuation. Result: from the survey to the communities it appeared to an indigenous population, with a high degree of vulnerability and I leave behind socially. The most frequent sufferings are the Diabetes mellitus, Hypertension and problems of the myocardium, arthritis, rheumatism and renal problems. Conclusion: a program of educational entail, produced from the perspective of the community infirmary is urgent and feasible of realizing. It is necessary that an economic offer of entail is effected, where the functions of the college have to be taken advantage by the community.

  17. Hong Kong domestic health spending: financial years 1989/90 to 2010/11.

    Science.gov (United States)

    Tin, K Y K; Tsoi, P K O; Lee, Y H; Tsui, E L H; Lam, D W S; Yeung, A Y T; Chui, A W M; Tay, M S M

    2013-12-01

    This report presents the latest estimates of Hong Kong domestic health spending for financial years 1989/90 to 2010/11, cross-stratified and categorised by financing source, provider, and function.Total expenditure on health (TEH) was HK$93 433 million in financial year 2010/11, which represents an increase of HK$5364 million or 6.1% over the preceding year. As a result of a gradual recovery from the financial tsunami in 2008, gross domestic product (GDP) grew faster relative to TEH leading to a drop in TEH as a percentage of GDP from 5.2% in 2009/10 to 5.1% in 2010/11.During the period 1989/90 to 2010/11, TEH per capita (at constant 2011 prices)grew at an average annual rate of 4.8%, which was faster than the average annual growth rate of per capita GDP by 1.8 percentage points.Compared to 2009/10, in 2010/11 public and private expenditure on health increased by 3.7% and 8.5% and reached HK$45 491 million and HK$47 943 million, respectively. Consequently, the public share of TEH dropped slightly from 49.8% to 48.7% over the year. Regarding private spending, the most important source was out-of-pocket payments by households (35.0% of TEH),followed by employer-provided group medical benefits (7.4%), and private insurance (7.2%). It is worth noting that private insurance will likely overtake employer benefits as the second largest private payer if the insurance market continues to expand at the current rate.Of the HK$93 433 million TEH in 2010/11, HK$88 987 million (95.2%) was current expenditure and HK$4446 million (4.8%) was for capital expenses (ie investment in medical facilities). Analysed by health care function, services for curative care accounted for the largest share of TEH (65.8%), which was made up of ambulatory services (34.0%), in-patient curative care (27.0%), day patient hospital services (4.2%), and home care (0.5%). Notwithstanding its small share,the total spending for day patient hospital services shows an increasing trend over the period 1989

  18. Faktor-faktor yang Mengakibatkan Perceraian dalam Perkawinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armansyah Matondang

    2014-12-01

    Full Text Available This study aims to identify factors that lead to divorce in the Village of Hope Tanah Pinem Dairi. The study population was Muslim communities have been divorced and remarried totaling 120 households. These samples included 30 heads of families who are Muslims and have been divorced and remarried to the sample in this study were randomly (random sampling. The results showed that the factors that lead to divorce in the household in the village of Hope Tanah Pinem Dairi, among others, namely: fakor young age, economic factors, factors not yet have offspring and factors husband often be harsh to be the cause of divorce in the Village of Hope. Happens result of Divorce in the Village of Hope Tanah Pinem Dairi is the loss of filial affection and Loosening of family relationship between the wife and husband

  19. ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SIRIH (Piper betle L. SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    desi - sagita

    2017-03-01

    Full Text Available Bakteri endofit adalah salah satu alternatif penghasil senyawa antimikroba. Keberadaan bakteri dalam tanaman memungkinkan bakteri menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti yang terkandung dalam tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri endofit yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Aktifitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirbi Bauer. Sirih (Piper bettle adalah tanaman yang telah digunakan oleh banyak orang karena mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan. Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi adalah 13 isolat yaitu E1, E2, E3,E4,E7,E8, E9, E10, E11, E12 dan E13. Berdasarkan uji aktifitas antibakteri, 6 dari 13 isolat endofit yang berpotensi memberikan aktifitas antibakteri. 5 dari isolat tersebut yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphyl,ococcus aureus dan E8 yang aktifitas nya tinggi dengan diameter zona bening 18.96 mm dan hanya 1 isolat yaitu E7 yang mampu menghambat  Escherichia coli dengan diameter zona bening 14.01 mm.

  20. PERUBAHAN KARAKTER KUANTITATIF MUCUNA PRURIENS GENERASI M1 PASCA IRRADIASI SINAR GAMMA CO-60

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Ulung Anggraito

    2015-02-01

    Full Text Available Koro benguk (Mucuna pruriens berpotensi sebagai bahan substitusi kedelai. Keragaman genetik koro benguk termasuk kategori rendah, sehingga perlu ditingkatkan keragaman genetiknya terutama pada faktor-faktor produksi. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi mutasi mikro pada koro benguk generasi M1 setelah diradiasi dengan sinar gamma dari Cobalt-60. Benih koro benguk diperoleh dari Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BP2TPH Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta. Radiasi sinar gamma dilakukan di PAIR BATAN Pasar Jumat, Jakarta. Dosis radiasi gamma yang digunakan adalah 0; 25 Gy, 50 Gy; 100 Gy; 150 Gy, 200 Gy, dan 250 Gy. Eksperimen dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, jumlah polong, jumlah biji, berat 100 biji tanaman generasi M1. Data dianalisis menggunakan Anava, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Duncan (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis radiasi sinar gamma akan memperpanjang hari munculnya bunga dan berat biji, namun menurunkan jumlah polong dan jumlah biji pada tanaman generasi M1.

  1. Identifikasi Keragaman Genetik Dengan Karakter Morfologi Artocarpus heterophyllus Lamk Nangka Kalimantan Barat, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nugraha Banu Safitri

    2018-01-01

    Full Text Available Nangka Artocarpus heterophyllus Lamk. Merupakan buah yang sudah lama dikenal namun belum banyak penelitian tentang nangka.  Kalimantan  Barat  merupakan  provinsi yang kaya plasma  nutfah baik  tanaman  hutan,  perkebunan dan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  keragaman  genetik dengan karakter morfologi dan untuk mengetahui  nilai  similaritas jarak antar aksesi  keragaman nangka di Kalimantan Barat.  Metode yang digunakan  adalah metode observasi pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling. Identifikasi morfologi menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif dengan passport data IPGRI diubah menjadi data numerik. Hasil identifikasi keragaman morfologi pada nangka diperoleh tiga kelompok besar dalam skala 20 analisis cluster menggunakan software SPSS versi 22. Hasil pengelompokan pertama Kubu Raya02 dan Pontianak01; kelompok kedua Sambas01,Singkawang02, Sambas02, Kubu Raya05, Kubu Raya01 dan Singkawang01; kelompok ketiga terdiri Pontianak02, Kuburaya04 dan  Kubu Raya03. Hasil analisis similaritas menunjukkan bahwa memiliki nilai koefisien similaritas tertinggi pasangan Kubu Raya02 dengan Kubu Raya02 dan nilai koefisien terendah pada pasangan Kubu Raya04 dengan Pontianak02. Dengan identifikasi kelompok dapat merancang dan merencanakan pemuliaan tanaman dengan metode persilangan konfensional maupun menggunakan rekayasa genetika. Pemetaan menggunakan analisis cluster memberikan peran penting untuk memperbaiki sifat-sifat tanaman yang dikehendaki.Kata kunci: Artocarpus heterophyllus. Lamk, Genetik, Identifikasi, Kalimantan Barat, Keragaman, Morfologi, Nangka, Pengelompokan.

  2. Effectiveness of Nutrition Education vs. Non-Nutrition Education Intervention in Improving Awareness Pertaining Iron Deficiency among Anemic Adolescents

    OpenAIRE

    Hafzan Yusoff; Wan Nudri Wan Daud; Zulkifli Ahmad

    2013-01-01

    Background This study was carried out to compare the effect between nutrition education intervention and non-nutrition education intervention on awareness regarding iron deficiency among schooling adolescents in Tanah Merah, one of rural district in Kelantan, Malaysia. Methods: This study which was started in year 2010 involved 280 respondents (223 girls, 57 boys, age: 16 yr) from schools in Tanah Merah. The selection criteria were based on hemoglobin level (Hb = 7 ? 11.9 g/dL for girls; Hb =...

  3. Urban Mining

    DEFF Research Database (Denmark)

    2015-01-01

    The catalogue is one of the results of a small taught course at teh Aarhus School of Architecture. The course was offered to bachelor students and was specific focused on harvesting materials in an urban context and on building with waste.......The catalogue is one of the results of a small taught course at teh Aarhus School of Architecture. The course was offered to bachelor students and was specific focused on harvesting materials in an urban context and on building with waste....

  4. Rancang Bangun Deteksi Jalur Pipa Terpendam Menggunakan Mobile Robot dengan Metal Detector

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Indah Pratiwi

    2017-03-01

    Full Text Available Ketika melaksanakan pembangunan atau perbaikan sesuatu di dalam tanah diperlukan secara akurat mengetahui lokasi utilitas bawah tanah, seperti instalasi pipa logam dan kabel listrik. Sedangkan selama ini masih cenderung kurang adanya pemetaan jaringan utilitas bawah tanah yang jelas. Telah banyak kasus dan pihak yang dirugikan karena masalah ini, seperti kebocoran atau bahkan ledakan. Utilitas bawah tanah yang mengandung logam seperti pipa logam, dapat dideteksi dengan metal detector. Dalam penelitian ini, metal detector yang dibuat menggunakan prinsip beat frequency oscillator (BFO dimana prinsipnya memanfaatkan perubahan frekuensi untuk mendeteksi keberadaan logam. Mikrokontroller Arduino Uno digunakan dalam rangkaian metal detector sebagai frequency counter. Metal detector ini kemudian diaplikasikan sebagai sensor ke sebuah mobile robot. Dengan membaca data metal detector dari Arduino Uno, robot kemudian dapat bergerak mengikuti jalur pipa logam. Robot juga dilengkapi dengan sistem navigasi berdasarkan posisi GPS, sehingga posisi dan gerakan robot dapat diketahui. Pengujian dilakukan pada 3 jenis bahan logam, yaitu besi (ferromagnetik, alumunium (paramagnetik, dan seng (diamagnetik. Hasil pendeteksian paling kuat didapatkan pada bahan besi. Jarak deteksi sensor bervariasi tergantung konstruksi kumparan dan jenis benda logam yang diuji. Pada pengujian dengan pipa besi berdiameter 3 cm, sensor dapat mendeteksi maksimal pada jarak 10 cm tanpa halangan. Dalam aplikasi mobile robot, digunakan 3 sensor untuk mempermudah pendeteksian ketika ada jalur yang berkelok tajam.  

  5. Directives for Mangrove Forest and Coastal Forest Rehabilitation in Earthquake and Tsunami Disaster Area in the Provinces of Manggroe Aceh Darussalam and Sumatera Utara (Nias Island, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cecep Kusmara

    2011-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD dan Pulau Nias Sumatera Utara pada bulan Desember 2004 telah mengakibatkan rusaknya sebagian besar hutan mangrove dan hutan pantai di kedua wilayah tersebut. Berhubung kedua tipe hutan tersebut sangat penting untuk menopang kelangsungan hidup penduduk pantai, maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan arahan rehabilitasi hutan mangrove dan pantai yang rusak akibat tsunami di NAD dan Pulau Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pantai yang tanahnya berupa tanah mineral yang bukan lumpur dengan salinitas yang tinggi (di atas 10 0/00 seyogyanya ditanami oleh jenis mangrove eklusif (Rhizophora stylosa, R. apiculata, Sonneratia alba, Ceriops tagal dan Aegeciros floridum dan mangrove asosiat (Osbornea octodonta dan Scyphiphora sp., tanah bukan lumpur dengan salinitas rendah oleh berbagai jenis pohon hutan pantai (Casuarina equisetifolia, dan lain-lain, tanah lumpur bersalinitas tinggi oleh Avicenia spp. dan R. Mucronata; dan tanah gambut seyogyanya ditanami oleh Bruguiera gymnorrizha. Adapun lebar  jalur hijau vegetasi yang disarankan adalah minimal 225 m untuk wilayah NAD dan 211 m untuk wilayah pulau Nias. Untuk merealisasikan kegiatan rehabilitasi vegetasi pantai yang bersifat multitahun di NAD dan Nias maka kegiatan rehabilitasi tersebut harus ditempatkan dalam rangka pembangunan daerah Kata kunci: hutan mangrove, hutan pantai, jalur hijau, mangrove asosiat, mangrove eksklusif

  6. PENETAPAN RESIDU DAN PERKIRAAN PENETAPAN BATAS MAKSIMUM RESIDU (BMR ORGANOKLORIN PADA SIMPLISIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaaan bahan obat tradisional (simplisia untuk skala industri dan peningkatan produksi tanaman obat dalam skala besar menjadi tidak ekonomis tanpa pestisida. Disatu sisi penggunaan pestisida dapat menguntungkan yaitu menyebabkan toksis pada hama namun disisi lain toksisitas dapat terjadi juga pada manusia, sehingga residu pestisida dalam tanaman obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang akan merugikan kesehatan. Batas maksimum Residu (BMR pestisida dalam simplisia baik di Indonesia maupun di negara lain belum ditetapkan. Sehingga untuk itu untuk mengetahui adanya residu pestisida jenis organoklorin yang telah dilarang penggunaannya melalui Permentan No.434.1/kpts/TP.270/7/2001 dan untuk mengetahui batas keamanannya, maka perlu dilakukan penetapan residu organoklorin dalam simplisia dan menetapkan batas keamanan berdasarkan perhitungan secara teoritis. Pengujian residu dilakukan terhadap golongan pestisida organoklorin pada 4 jenis simplisia (daun wungu (Graptophyllum pictum (L Grifl, daun sambiloto Andrographis paniculata Ness, herba pegagan (Centella  asiatica (L Urban, daun tempuyung (Sonchus arvensis (L yang berasal dari 3 lokasi penanaman, yaitu : perkebunan Tanaman Obat Manako (Jawa Barat, Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu (BPTO di Jawa Tengah dan Perkebunan Tanaman Obat Purwodadi (Jawa Timur. Pemeriksaan residu pestisida organoklorin menggunakan kromatografi gas dan perhitungan batas keamanan dihitung dengan adanya nilai ADI (Acceptable daily intake yang telah ditetapkan bersama antara JAO dan WHO serta perkiraan banyaknya konsumsi simplisia. Hasil Pengujian residu pestisida organoklorin diperoleh bahwa simplisia daun Wungu (Tawangmangu mengandung residu lindan dengan kadar 0,24 mg/kg, pegagan (Purwodadi, mengandung lindan 0,36 mg/kg dan aldrin 0,31 mg/kg serta pegagan (Manako mengandung heptaklor 0,15 mg/kg dan op-DDE 0,11 mg/kg. Adapun penghitungan BMR heptaklor dan lindan secara teoritis dengan asumsi rata

  7. Pengolahan Biodiesel dari Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L Dengan Cara Purifikasi Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Alamsyah

    2012-10-01

    Full Text Available Tanaman nyamplung atau hutaulo merupakan tanaman yang tumbuh di banyak tempat di Indonesia. Tanaman ini menghasilkan biji yang mempunyai kadar minyak yang tinggi dan dapat diubah menjadi biodiesel. Salah satu masalah dalam proses purifikasi (pencucian biodiesel kasar adalah kebutuhan air dan energi yang tinggi untuk pemanasan air tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan purifikasi/pencucian kering biodiesel dan menggantikan metode pencucian dengan air dan proses pengeringan. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan minyak nyamplung dengan metanol (MeOH pada suhu 65oC menggunakan katalis NaOH 1% dari berat minyak. Rasio molar minyak nyamplung dan metanol adalah 1 : 11,5. Pencucian kering biodiesel kasar dilakukan dengan penambahan cleaning agent (CA, arang aktif (AA, dan campuran cleaning agent dan arang aktif (AACA. Pencucian kering dilakukan dengan mereaksikan biodiesel kasar dengan CA (1%, 3%, dan 5%, AA (1%, 3%, dan 5%, AACA (1%, 3%, dan 5% dilanjutkan dengan penyaringan vakum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan campuran CA dan AA (5% ke dalam biodiesel menunjukkan hasil terbaik dalam memperoleh kandungan fatty acid methyl ester (FAME sesuai SNI sebesar 96,5%. 

  8. Penentuan Kawasan Agroindustri Berbasis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Probolinggo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firda Nurul Lailia

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan kawasan agroindustri di Kabupaten Probolinggo yang berbasis komoditas unggulan sektor pertanian. Sasaran pertama yang dilakukan adalah menentukan komoditas unggulan yang potensial menggunakan alat analisis LQ dan Shift-Share, kedua menentukan bobot faktor-faktor penentu kawasan agroindustri menggunakan analisis AHP, kemudian ketiga menentukan kawasan agroindustri berdasarkan komoditas unggulan sektor pertanian Kabupaten Probolinggo dengan analisis penilaian variabel. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 18 komoditas unggulan yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga subsektor unggulan yaitu Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Subsektor Peternakan dan Subsektor Perikanan. Dalam penentuan kawasan agroindustri, faktor ketersediaan bahan baku memiliki nilai bobot (tingkat pengaruh paling besar baik untuk subsektor tanaman pangan dan hortikultura, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan. Berdasarkan analisa penilaian variabel adapun kecamatan yang terpilih sebagai kawasan yang paling potensial sebagai kawasan agroindustri subsektor tanaman pangan dan hortikultura yaitu Kecamatan Tongas dengan komoditas unggulan mangga dan jagung, kawasan agroindustri subsektor peternakan yaitu Kecamatan Kraksaan dengan komoditas unggulan sapi potong, dan kawasan agroindustri perikanan di Kecamatan Paiton dengan komoditas unggulan perikanan laut.

  9. Analisis Laju Sedimen DAS Serayu Hulu dengan Menggunakan Model SWAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nugroho Christanto

    2018-03-01

    Full Text Available Wilayah DAS Serayu Hulu merupakan DAS prioritas yang memerlukan langkah pengelolaan yang komprehensif. Aplikasi model Soil and Water Assessment Tool (SWAT dapat digunakan sebagai media untuk  perencanaan konservasi ataupun evaluasi respon DAS (debit aliran permukaan, sedimen dan pencemaran sungai. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menjalankan model SWAT di DAS Serayu Hulu untuk mengetahui laju sedimen di wilayah ini. Pemodelan SWAT membutuhkan sejumlah input parameter berupa relief, tanah, tutupan lahan dan pengelolaan lahan. Pedogeomorfologi digunakan sebagai batas satuan tanah karena tidak tersedianya peta tanah di wilayah penelitian. Hasil Penerapan model SWAT di DAS Serayu Hulu menghasilkan nilai yang cukup memuaskan, hal ini ditunjukkan nilai R2 mencapai 0,94. Hasil pemodelan SWAT dengan menggunakan data selama 10 tahun (2004-2013 menunjukkan bahwa DAS Serayu Hulu memiliki rerata hasil sedimen sebesar 1.926.900 ton/tahun. Sub DAS 8,9 11, 17, 18, dan 19 merupakan penghasil sedimen tertinggi di DAS Serayu Hulu dengan hasil sedimen 43.931– 121.434 ton/ha/tahun.

  10. PERFORMANSI SISTEM AGROFORESTRI TRADISIONAL DI DESA TELAGA LANGSAT, KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adistina Fitriani

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACT. The study aims to learn: (1 study the system and process of formation of agroforestri, (2 study management system which includes the Division of labor, working time and work as well as the institusional system, and (3 figure out the composition and structure of plants with agroforestry system. The object of the research is the agroforestry system has been developed by the community in the Sungai Langsat village, Banjar Regency in which consists of a type and composition that forms a system. The results showed that the system agroforestry in the Sungai Langsat village consists of one system of agroforestry, agrisilvikultur system, with two sub system, i.e. the sub system agroforestri rubber garden and Orchard blend. The history of the development of the process of formation of agroforestry system in location research in the beginning was the natural forest or scrub. Then opened by the community for the annual crop of shifting cultivation. As time goes by, in addition to the annual planting crops, also grow fruits and plants producing wooden resin (rubber. In its development the plant fruits into orchards mixture that consists of a variety of fruit trees are scattered at random and irregular, while rubber plantations were planted in irregular and tend to even aged. Keywords: Performance, Traditional, Agroforestry System ABSTRAK.  Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari : (1 mempelajari sistem dan proses terbentuknya agroforestri, (2 Mendiskripsikan sistem pengelolaan yang meliputi pembagian kerja, waktu kerja dan sistem kerja serta kelembagaannya, dan (3 mengetahui komposisi dan struktur tanaman dengan sistem agroforestri. Obyek penelitian ini adalah sistem agroforestry yang telah dikembangkan oleh masyarakat di desa Sungai Langsat Kabupaten Banjar yang di dalamnya terdiri atas jenis dan komposisinya yang membentuk suatu sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang terdapat di desa Sungai Langsat terdiri dari

  11. PETA SELERA PASAR TEH DUNIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohayati Suprihatini

    2011-08-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 In order to increase Indonesia tea export market share is required product improvement of Indonesian tea supply to serve the market preference in each world tea market region.   Research results showed that world tea market based on preference attibutes namely (1 tea type, (2 tea grade, and (3 organoleptic score apllying hierarchical cluster analysis, between-groups linkage method and Euclidean method can be classified in to five groups of tea markets.  Market Group-1 consist of Poland, Hungary, USA, and Canada; Market Group-2 consist of West Europe Region, Australia, Japan, East Europe in general, Turkey, North America Region, South America Region in general, and India; Market Group-3 consist of Pakistan, Afghanistan, Egypt, Malaysia, and Singapore; Market Group-4 consist of Iran and Middle East Region in general; and Market Group-5 consist of Iraq, Syria, and Russian Region especially Russian Federation.  Market Group-4 are markets typical having the highest preference due to only the best tea is accepted.    On the other hand, Market Group-1 are tea markets having lowest preference, while others Market Groups are in medium preference. 

  12. Treatability testing of intrinsic bioremediation, biostimulation, and bioaugmentation of diesel-oil contaminated soil at 5 degrees C

    International Nuclear Information System (INIS)

    Wilson, J. J.

    1997-01-01

    The likely success of in-situ bioremediation on diesel-contaminated soil was studied at 5 degrees C under four conditions of soil amendments. The four conditions were: (1) intrinsic bioremediation where the soil received only water, (2) biostimulation with one application of slow-release fertilizer, (3) bioaugmentation with one application of fertilizer and a cold-adapted hydrocarbon-degrading bacterial culture, and (4) surfactant enhanced bioavailability, where the soil received one application of fertilizer and treatment with a biodegradable surfactant solution. All tests showed significant reduction in diesel range under aerobic conditions after a 40-day incubation. The intrinsic control (No.1) was least effective, with 66 per cent of extractable hydrocarbons (TEH) at 5 degrees C. The biostimulated soil (No.2) was most effective, allowing a reduction in TEH of 86 per cent. The bioaugmented soil and surfactant treated soil allowed TEH reduction of about 75 per cent. Based on these results, biostimulation with slow-release fertilizer will be implemented as the most cost-effective means of bioremediation, combined with appropriate monitoring of results. 2 refs., 3 tabs., 4 figs

  13. Etnobotani Upacara Kasada Masyarakat Tengger, di Desa Ngadas, Kecamatan Malang, Poncokusumo, Kabupaten Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindya Helvy Pramita

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  persepsi masyarakat, mengetahui  jenis-jenis  tanaman  yang  digunakan  untuk upacara  Kasada serta  mengetahui  peran  serta  masyarakat  Tengger  di Desa    Ngadas dalam mengkonservasi  tanaman  yang  digunakan upacara  Kasada.  Metode penelitian  yang  digunakan  adalah  metode survei,  observasi  dan wawancara semi  terstruktur  dengan menggunakan  50  responden.  Analisis penggunaan tumbuhan  dengan menggunakan  rumus  indeks  konsensus / fidelity  level. Hasil  penelitian ini  menunjukkan  persepsi  masyarakat sangat tinggi terhadap pelaksanaan  upacara  Kasada  serta  penyerahan  hasil  bumi. Tanaman yang  digunakan  untuk  upacara  Kasada  meliputi  16  jenis tanaman. Nilai  penggunaan  tanaman  tertinggi  adalah  edelweis (Anaphalis longifolia 96%,  padi  (Oryza  sativa  94%,  kentang (Solanum tuberosum 90%,  bawang  prei  (Allium  fistulosum  86%, putihan(Buddleja asiatica  84%, kubis  (Brassica  oleraceae  80%, antinganting  (Fuchsia magellanica  78%, pisang  raja  (Musa  paradisiaca 74%,  telotok  (Curculigo latifolia  70%, kenikir/gumitir  (Cosmos caudatus  68%,  pinang  (Areca catechu  dan beringin  (Ficus benjamina    46%,  danglu  (Engelhardia spicata  40%,  janur daun kelapa  (Cocos  nucifera  30%,  sirih  (Piper  betle 28%,  dan  jagung(Zea mays  24%.  Upaya  konservasi  keanekaragaman hayati  yang dilakukan  oleh masyarakat  Tengger  telah  berkembang  sejak lama, khususnya  pada masyarakat  yang  memiliki  pengetahuan lokal. Konservasi  dilakukan dengan menanam  flora  tersebut  di ladang, pekarangan  dan  jalan-jalan sekitar desa. Konsep pengelolaannya mengacu  pada  pemanfaatan  berkelanjutan  untuk memperoleh dinamika  ekosistem  yang  selaras  dan  seimbang  bagi kehidupan masyarakat Tengger.Kata  kunci: Desa  Ngadas,  indek

  14. PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Kamilah Ratnasari

    2014-07-01

    Full Text Available Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM. Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN. Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.

  15. KAYU ULIN DI KALIMANTAN : POTENSI, MANFAAT, PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK KELESTARIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riskan Effendi

    2016-11-01

    Full Text Available Eusideroxylon zwageri T et B yang dikenal dengan ulin termasuk salah satu jenis pohon asli pulau Kalimantan. Kayu besi Borneo ini telah digunakan oleh suku asli Kalimantan sejak ratusan tahun yang lalu terutama pada rumah tradisional seperti Betang di Kalimantan Tengah dan Lamin di Kalimantan Timur. Sampai sekarang pemanfaatan ulin mencakup atap, lantai, kerangka jendela, jembatan, patung, ornament di depan bangunan tradisional dan kantor, turus tanaman merica dan lain-lain. Sayangnya penyebaran dan potensi di hutan alam menurun secara signifikan terutama pada tiga dekade belakangan ini dikarenakan pembalakan yang berlebihan dan kurang efektifnya penegakan hukum. Kepedulian dunia terkait dengan kelestarian jenis ini ditunjukkan melalui masuknya jenis ini dalam CITES. Berbagai pertauran juga diterapan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kelestariannya. Makalah ini mencoba menyajikan beberapa aspek terkait dengan Eusideroxylon zwageri I yaitu penyebaran di alam, potensi, pemanfaatan kayu ulin, pengadaan bibit dan penanaman, masalah dan kebijakan yang diperlukan. Kebijakan tersebut meliputi penanaman ulin di hutan adat, hutan lindung, taman nasional dan areal bekas tempat tumbuh aslinya.  Kewajiban menanam jenis pohon asli termasuk Eusideroxylon zwageri pada sebagian areal hutan tanaman industri (HTI dan hutan tanaman lainnya untuk meningkatkan biodiversitas perlu didorong oleh pemerintah.

  16. UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuska Novi Yanti

    2017-03-01

    Full Text Available Tumbuhan memiliki zat kimia aktif yang memiliki potensi besar salah satunya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia,berbagai aktivitas farmakologi dari sambiloto adalah antiinflamasi,antibakteri,antipiretik dan antioksidan.Sampel dalam penelitan ini adalah koloni Staphylococcus aureus dan ekstrak kental tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees . Ekstraksi dengan metode maserasi Salanjutnya di rotary dengan menggunakan Rotary evaporator dan dilakukan uji susut pengeringan. Kemudian ekstrak dibagi menjadi lima perlakuan yaitu 10 µg/ml, 50 µg/ml, 100 µg/ml, 500 µg/ml, 1000 µg/ml dibuat kontrol posistif dan negatif lalu dilakukan pembuatan media NA dan NB. Selanjutnya dibuat peremajaan bakteri dan pembuatan larutan uji lalu dilalukan pengujian daya hambat dengan metode cakram lalu diikubasi dan diukur diameter zona hambat.Dari hasil pengujian menunjukan bahwa semua konsentrasi ekstrak sambiloto memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat ekstrak sambiloto ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar cakram. Diketahui bahwa pada dosis 100 µg/mL, 1000 µg/mL memiliki daya hambat lemah dan dilanjutkan dengan analisa SPSS diperoleh hasil yang tidak berbeda secara signifikan.

  17. ESTIMASI ALIRAN AIR LINDI TPA BANTAR GEBANG BEKASI MENGGUNAKAN METODA SP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsu Rosid

    2012-02-01

    Full Text Available Air lindi merupakan limbah sampah organik yang biasanya diproduksi dari sampah rumah tangga. Pencemaran air tanah (groundwater oleh air lindi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Penduduk Bantar Gebang, Bekasi merasa terancam kehidupannya dengan adanya tempat pembuangan akhir (TPA sampah yang dikirim dari DKI Jakarta. Beberapa penduduk di sekitar TPA mengeluhkan bahwa air sumurnya agak bau dan tidak lagi terasa segar. Untuk mengetahui seperti apa polusi air lindi yang terjadi, ke arah mana dan sudah sejauh mana sebarannya, dan memetakan daerah resiko tinggi terkena polusi maka telah dilakukan pengukuran geolistrik metoda self potential (SP di sebelah Tenggara dan Selatan daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dari data SP diketahui bahwa aliran air tanah bawah permukaan di daerah tersebut berarah Selatan ke Utara. Meskipun lokasi TPA berada di Utara daerah penelitian, limbah air lindi diduga telah mencemari air tanah bawah permukaan hingga radius ratusan meter dari lokasi TPA. Penyebaran air limbah ini  diperkirakan melalui proses osmosis, mekanisme kapilaritas dan proses elektrokinetik.   Kata kunci: air lindi, metoda SP, TPA Bantar Gebang.

  18. Simulacija procesa in gospodarnosti izločanja ogljikovega dioksida iz dimnih plinov termoelektrarn

    OpenAIRE

    Kekec, Primož

    2012-01-01

    V diplomskem delu je bil obravnavan proces za izločanje ogljikovega dioksida (CO2) iz dimnih plinov termoelektrarn, angleško imenovan »Calcium Looping« [7,21]. Ta proces je ena od možnih rešitev v sklopu tehnologij za tako imenovani CCS. Kar je angleška kratica za »Carbon Capture and Storage« in v prevodu pomeni zajem in shramba ogljika. Pri teh tehnologijah je CO2 izločen iz dimnih plinov, očiščen, utekočinjen, transportiran in shranjen na geološko primerni lokaciji. Cilj teh tehnologij je z...

  19. Sifat Kimia Tanah Dan Kesesuaian Lahan Pada Masing-masing Tipologi Lahan Rawa Lebak Untuk Budidaya Tanaman Padi, Kasus Di Desa Tanjung Elai, Ogan Komering Ilir

    OpenAIRE

    Waluyo, Waluyo; Djamhari, Sudaryanto

    2011-01-01

    Research conducted in the village of Tanjung Alai, District of Padang Sira Island Komering Ogan Ilir district of South Sumatra with an area of 100 ha. This study aims to determine the soil chemical properties and suitability of land in each valley swamp land typology. Result interpretation and field observation and analysis of soil samples, the soil in the study area can be categorized as follows: 1) Typic Haplosaprists; saprik, shallow, drainage is blocked, flat pH 4.6, covering 13.5 hectare...

  20. SIFAT KIMIA TANAH DAN KESESUAIAN LAHAN PADA MASING-MASING TIPOLOGI LAHAN RAWA LEBAK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PADI, KASUS DI DESA TANJUNG ELAI, OGAN KOMERING ILIR

    OpenAIRE

    Waluyo, Waluyo; Djamhari, Sudaryanto

    2013-01-01

    Research conducted in the village of Tanjung Alai, District of Padang Sira Island Komering Ogan Ilir district of South Sumatra with an area of 100 ha. This study aims to determine the soil chemical properties and suitability of land in each valley swamp land typology. Result interpretation and field observation and analysis of soil samples, the soil in the study area can be categorized as follows: 1) Typic Haplosaprists; saprik, shallow, drainage is blocked, flat pH 4.6, covering 13.5 hectare...

  1. Deteksi Pengimbasan Ketahanan Pisang terhadap Penyakit Layu Fusarium dengan Asam Fusarat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christanti Sumardiyono

    2015-07-01

    tilosis yaitu pertumbuhan sel dalam jaringan xilem. Pengimbasan ketahanan diharapkan dapat menjadi salah satu cara pengendalian penyakit layu fusarium. Penelitian sebelumnya menunjukkan penambahan asam fusarat dalam kultur jaringan dapat mengimbas ketahanan bibit pisang terhadap penyakit layu fusarium. Asam salisilat adalah salah satu signal ketahanan yang akan meningkat kandungannya bila terjadi peningkatan ketahanan akibat pengimbasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi hasil pengimbasan ketahanan pisang dengan asam fusarat dalam kultur jaringan. Tanaman telah ditanam di lapangan yang terinfeksi berat oleh Foc. Intensitas penyakit di lapang diamati dengan menghitung persentase daun menguning dan atau layu. Intensitas kerusakan akar diamati dengan pembuatan irisan tipis dan pengamatan tilosis dengan cara skoring. Analisis asam salisilat dalam akar dilakukan dengan metode analisis senyawa fenol menggunakan HPLC. Hasil penelitian tanaman dari bibit yang diimbas dengan 1,165 ppm asam fusarat dalam kultur jaringan menunjukkan peningkatan ketahanan di lapang. Intensitas tilosis lebih rendah pada tanaman yang diimbas ketahanannya dibandingkan yang tidak diimbas. Asam salisilat dalam tanaman yang diimbas ketahannnya denga asam fusarat 9,32 ppm terdeteksi pada konsentrasi yang sangat rendah yaitu 2 ppb, dengan ketahanan moderat. Pada tanaman hasil pengimbasan yang menunjukkan kriteria tahan asam salisilat tidak terdeteksi, namun terdeteksi tiga puncak senyawa fenol yang belum teridentifikasi. Intensitas tilosis pada tanaman yang diimbas ketahanannya tidak menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tanaman yang tidak diperlakukan. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan sampel yang lebih banyak. Identifikasi jenis senyawa fenol perlu dilakukan dalam penelitian lanjutan.

  2. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ARANG DARI BATANG TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta PADA BERBAGAI SUHU DAN WAKTU PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Siaka

    2017-03-01

    Full Text Available ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dan karakterisasi arang dari batang tanaman gumitir (Tagetes erecta pada berbagai suhu dan waktu pirolisis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh suhu dan waktu yang optimum dalam pembuatan arang serta mengetahui karakteristik arang yang dihasilkan pada suhu dan waktu optimumnya. Karakteristik arang mengacu pada SNI 06–3730-1995 dengan melakukan analisis terhadap kadar air, abu, volatile, dan karbon serta daya serapnya terhadap odine dan metilen biru. Suhu optimum pirolisis pembuatan arang adalah 300oC dengan karakteristik terbaik berupa rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 40,27 ±; 4,00 ± 0,00; 6,58 ± 0,07; 4,34 ± 1,22; dan 85,06%, serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 631,0935 ± 0,00 dan 131,34 ± 1,7 mg/g arang. Waktu pirolisis optimum adalah 90 menit dengan karakterisitik paling baik, yakni rendemen, kadar air, volatile, abu, dan karbon berturut-turut sebesar 42,30 ± 8,7; 2,00 ± 0,00; 2,87 ± 0,07; 9,68 ± 1,17; dan 85,44% serta daya serapnya terhadap iodin dan metilen biru sebesar 647,4642 ± 0,00 dan 136,20 ± 1,28 mg/g arang. Arang yang dihasilkan dari pirolisis pada suhu dan waktu optimum memiliki karakteristik yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 memiliki gugus fungsi O-H dan berupa karbon alifatik.   ABSTRACT: This paper discusses the manufacture and characterization of carbon made from the stems of marigold (Tagetes erecta at various temperatures and times of pyrolysis. This research aimed to obtain the optimum temperature and time of pyrolising in producing carbon, as well asto recognize the characteristics of the carbon produced. Characteristics of the carbon quality followed the Indonesian National Standard (SNI 06-3730-1995 by analyzing the contents of water, volatile substances, ash, and carbon, as well as, the ability of the carbon in absorption capacities of iodine and methylene blue. The optimum pyrolysis

  3. Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebub Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herawikan Mandiriati

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengeloaan Kebun Raya Baturraden di Kawasan Hutan Produksi terbatas dapat menimbulkan permasalahan surface run off apabila penanganan lokasi tidak dilakukan secara konservatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika Perubahan ekositem Hutan Produksi Terbatas yang bersifat homogen menjadi Kebun Raya Baturraden merupakan hutan heterogen. Dengan cara membuat PU (Petak Ukur di zona pemanfaatan keluasan 77,4 Ha, sebanyak 109 PU (Petak Ukur dengan ukuran 20x20 m, intensitas 5,5, jarak antar PU 1, 3 m. Hasil pengamatan   parameter yang menjadi pertimbangan ketinggian tanah antara 1076-760 Dpl, kelerengan tanah 12⁰-30⁰, kedalaman tanah < 85 Cm – 90<, erodibilitas tanah 0,43, jenis tanah Latosol Coklat dan curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. Dari hasil pengamatan kawasan Kebun Raya Baturraden tanah mudah sekali terjadi   proses surface run off. Mengatasi dan merubah ekosistem dari hutan homogeny menjadi heterogen (1 penjarangan harus bertahap sesuai lahan yang akan dikelola, (2 Dengan kondisi tegakan pohon sangat rapat untuk melakukan tebangan sebaiknya menggunakan tebangan penerangan atau penjarangan jangan sampai tanah terbuka mengingat mempunyai curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. (3 pada lokasi tertentu yang rawan terjadi erosi harus dibuat terasering untuk mengurangi terjadinya surface run off.   Kata Kunci: Kebun Raya, Hutan Produksi terbatas surface run off, ekosistem ABSTRACT Managing Baturraden Botanical Garden in the Limited Production Forest Area can cause problems of surface run off if the location is not handled conservatively. This study aims to overcome the problem of ecosystem changes of the homogeneous Limited Production Forest to become Baturraden Botanical Garden which is heterogeneous forest by making PU (sample plots in the utilization zone of 77.4 hectares in breadth, a total of 109 PU (sample plots with a size of 20x20 m, intensity of 5.5, the distance between PU’s 1, 3 m. The

  4. PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Arpiwi

    2015-02-01

    Full Text Available Millettia pinnata L. Panigrahi atau Pongamia pinnata L. Piere adalah tumbuhan legum yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak yang cocok untuk biodiesel. Fenologi dan polinasi pada tanaman ini dipantau dan dimanipulasi untuk meningkatkan pembentukan biji dan hasil panen. Musim berbunga di Kununurra berlangsung selama satu bulan dari awal Oktober dan pembungaan terjadi tidak bersamaan baik pada satu tanaman maupun di antara tanaman yang berbeda. Dua spesies lebah lokal sebagai polinator, Megachile sp., dan Nomia sp., memiliki tingkat kunjungan yang sangat rendah (6-13 kunjungan dengan puncak waktu kunjungan dari jam 9.00 sampai jam 10.00 dan periode aktivitas mencari makan yang pendek (dari jam 6.00 sampai 12.00. Hal ini mungkin terjadi karena sedikitnya volume nektar yang dihasilkan (1.0 ± 0.04 ?l dan tingginya temperatur di Kununurra. Viabilitas polen yang tinggi (85 ± 3% menurun tajam menjadi 10 ± 3% dengan penyimpanan selama satu tahun pada suhu 4oC, tetapi hanya sedikit menurun menjadi 62 ± 3% pada suhu penyimpanan -20oC dan -80oC. Kunjungan lebah madu (Apis mellifera meningkatkan hasil panen biji dari 296 menjadi 4.981 g/pohon, tetapi hasil panen ini masih rendah dan sangat bervariasi.

  5. PENGEBLUR DAUN INDIGO PENGHASIL PASTA PEWARNA ALAMI BAGI UKM PENGRAJIN BATIK DI KECAMATAN GUNUNG PATI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayuningsih

    2016-03-01

    Full Text Available Pewarna alami dari daun indigo yang berupa pasta sangat mudah dalam pemrosesannya, sangat menjanjikan apabila dijadikan suatu usaha karena pengusaha batik saat ini sudah tersebar diseluruh propinsi, sehingga kedepannya batik bisa menjadi komoditi eksport dengan pemanfaatan pewarna alamiah ini. Pewarna alami dari pasta daun indigo sangat ramah lingkungan, limbah yang dihasilkan bisa menyuburkan tanaman, selain itu pola penanaman yang sangat mudah. Pasta Indigo pada proses pembuatannya berbiaya rendah, sehingga sangat menguntungkan. Hal ini bisa mensejahterakan penduduk pedesaan dengan memanfaatkan sumberdaya pedesaan dengan budidaya tanaman indigo dengan pemanfaatan lahan-lahan kosong dimana masa petiknya adalah 3 bulan dan setelah 3 tahun tanaman diganti yang baru. Metode kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dan bimbingan implementasi IPTEK sederhana melalui pengenalan sistem produksi tepat guna. Hasil yang dicapai adalah mesin pengeblur dan mesin perajang daun khusus berbahan stenlis, sehingga umur ekonomisnya panjang, alat bisa diatur sedemikian rupa sehingga hasil pemotongan daun indigo dengan mesin perajang bisa terpotong sempurna karena kalau dilakukan perendaman bisa maksimal, demikian juga mesin pengeblur sangat efektif karena tidak melakukan secara manual pada proses pengebluran. Pasta Indigo diharapkan mampu meningkatkan peran industri mikro dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan bagi Pengrajin batik, maupun yang berkeinginan menekuni usaha penghasil pasta dengan menggandeng para pengrajin batik.

  6. Kajian Pemilihan Sumber Mikroorganisme Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC Berdasarkan Jenis dan Volume Sampah, Power Density dan Efisiensi Penurunan COD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2017-06-01

    Full Text Available Mikroorganisme merupakan salah satu komponen penting dalam proses Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC untuk degradasi bahan organik dan transfer elektron. Pemilihan sumber mikroorganisme menjadi metode yang paling sederhana untuk dikaji sebagai informasi awal ketersediaan dan identifikasi jenis mikroorganisme yang mendukung proses SMFC. Tujuan kajian ini adalah untuk memilih sumber mikroorganisme tanah, septic tank dan sedimen sungai yang tepat digunakan dalam proses SMFC berdasarkan jenis dan volume sampah, power density, dan efisiensi penurunan COD. Kajian ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan reaktor SMFC tipe single chamber microbial fuel cell dengan variabel jenis dan volume sampah , serta sumber mikroorganisme. Metode perbandingan secara kuantitatif dilakukan berdasarkan kecenderungan nilai power density dan efisiensi penurunan COD tertinggi di antara jenis dan volume sampah kantin, dedaunan dan komposit kantin-dedaunan. Hasil yang didapatkan adalah sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 2/3 dari volume reaktor, sedangkan sumber mikroorganisme septic tank tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 1/2 dari volume reaktor. Sumber mikroorganisme dari septic tank menunjukkan kinerja power density dan efisiensi penurunan COD yang lebih rendah dibandingkan sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai.

  7. THE STATUS OF MATRIMONIAL PROPERTY OWNERSHIP IN MIXED MARRIAGES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sonny Dewi Judiasih

    2015-02-01

    Full Text Available Many Indonesians have committed themselves into a mixed marriage, both in Indonesia and outside the country. Mixed marriage would mean that there are differing nationalities who abide under two different state laws and as consequence of this, issues of private international law in joint property would emerge. On the status of ownership on immovable assets such as land, the nationality principle must be paid attention to, because according to Indonesian law, only Indonesian citizens may have access to Land Ownership Rights. Thus, in mixed marriages, foreign spouses (husband or wife may not have land ownership rights.   Masyarakat Indonesia banyak yang melakukan perkawinan campuran, baik yang dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri. Pelaksanaan perkawinan campuran menyebabkan adanya perbedaan kewarganegaraan dimana mereka tunduk pada sistem hukum yang berlainan sehingga melahirkan masalah hukum perdata internasional dalam pengaturan harta bersama. Mengenai status kepemilikan atas benda tidak bergerak seperti tanah, terdapat asas nasionalitas yang harus diperhatikan, yaitu hanya WNI saja yang boleh mempunyai Hak Milik Atas Tanah. Oleh karena itu, dalam perkawinan campuran, suami atau istri yang berkewarganegaraan asing tidak boleh mempunyai hak milik atas tanah.

  8. Pengaruh kadar air tanah terhadap biomassa cacing tanah Pontoscolex corethrurus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfiah Hayati

    1995-03-01

    Full Text Available This research was done in order to study of effect the soil humidity on earthworm Pontoscolex corethrurus biomass. 80 earthworm were placed in plastic pot (12.5 cm in diameter an 10 cm on deep contained soil media (four individuals in each pot. Four treatment of humidity (45 %, 5 %, 55 % and 60% with five replication was carried out up to six weeks. At the end of experiment animals were wighting. The difference between pre and post experimental body weigh was calculated, F test was used to test biomass differences among the four condition of humidity. The result shown that the optimum biomass was in 50% soil humidity in the soil media.

  9. Pencemaran Tanah dan Air Tanah oleh Pestisida dan Cara Menanggulanginya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachman Sutanto

    2001-07-01

    Full Text Available The large increase in the use of modern agricultural chemicals, including pesticides and fertilizers has made agriculture an important non-point source of soil and groundwater contamination. Nitrogen, heavy metals, and organic associated with pesticides are presumably the most common contaminants introduced into the environment by modern agricultural practices. The present and abundance of the chemical contaminants in the soil and underlying groundwater largely depends on their chemical species as well as the various physical, biological and chemical properties of the soil. Understanding these processes and interactions between the contaminants and soil constituents would be useful in identifying effective techniques to restore the soil and groundwater contaminated by modern agricultural practices and others modern society activities. When the level of these contaminants in the soil are such that the quality of the plants, food crops and the groundwater are being compromised, then remedial actions are necessary. Such remediation could include in situ technologies, including bioremediation or phytoremediation combined as well as agronomic-types approaches. The best strategy in reducing soil contamination is to reduce pollution at the source and to use best management practices, such as adopting the most appropriate land use for a given type of soil contamination. Key words: pesticide, contamination, adsorption, bioremediation

  10. ANALISIS KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs DI CILACAP, JAWA TENGAH SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pupung Susilanto

    2015-09-01

    Full Text Available Cilacap merupakan daerah yang sering merasakan dampak guncangan gempabumi. Populasi penduduk yang besar dan keberadaan obyek penting pemerintah menjadi suatu pertimbangan diperlukannya kajian efek guncangan gempabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan daerah yang memiliki potensi mengalami kerusakan akibat guncangan gempabumi berdasarkan jenis tanah hasil analisis kecepatan gelombang geser (Vs sebagai salah satu upaya mitigasi bencana gempabumi. Nilai Vs didapatkan dari pengukuran Multichannel Analysis of Surface Wave (MASW pada 14 lokasi dan pengolahan menggunakan perangkat lunak WinMASW untuk mendapatkan profil Vs 1D. Selanjutnya dibuat sayatan selatan – utara dan barat daya–timur laut untuk mendapatkan gambaran Vs secara 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai Vs rata-rata (0-30 m antara 153 m/s – 355 m/s. Berdasarkan sayatan 2D tersusun oleh jenis tanah lunak (Vs ≤ 175 m/s, jenis tanah sedang (175 < Vs ≤ 350m/s, dan jenis tanah keras (Vs ≥ 350 m/s, dengan dominasi utama adalah tanah sedang dengan endapan sedimen yang cukup tebal. Hal ini menyebabkan daerah penelitian terutama di bagian selatan, tengah, dan barat berpeluang besar mengalami guncangan yang lebih besar ketika terjadi gempabumi, sehingga berpotensi mengalami kerusakan yang lebih besar. Sedangkan daerah yang relatif aman untuk pengembangan wilayah berada di sisi utara dan timur daerah penelitian karena tersusun atas endapan sedimen tipis dan tanah yang keras.   Cilacap is an area that often suffers earthquake shocks impact. Large population and existence of important government object becomes a consideration for a study related to earthquake shocks effect. This study aims to map areas that have potential damages due to earthquake, based on soil type from shear wave velocity (Vs analysis, as an effort to earthquake disaster mitigation. Vs obtained from Multichannel Analysis of Surface Wave(MASW at 14 locations and processed

  11. SELEKSI BAKTERI METHANOTROF (PEREDUKSI EMISI GAS METAN DI LAHAN SAWAH BERDASARKAN AKTIVITAS ENZIM METHAN MONOOKSIGENASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maimuna Nonci

    2016-03-01

    Full Text Available Kehadiran bakteri metanotrof pada daerah rhizosfer padi sangat dibutuhkan untuk mereduksi metan yang dihasilkan oleh bakteri metanogen, sehingga tidak terjadi emisi gas metan ke atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan koleksi dan seleksi bakteri methanotrof asal rhizosfer tanaman padi yang mampu menghasilkan enzim metan monooksigenase. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tiga fase pertumbuhan tanaman padi yaitu fase vegetatif, reproduktif dan pematangan. Koleksi isolat dilakukan dengan metode isolasi dan pemurnian. Seleksi isolat dilakukan dengan pengujian reaksi gram, motil, indol, aerob/anaerob dan aktivitas enzim monooksigenase dianalisis dengan metode kolorimetrik.  Hasil penelitian diperoleh 52 koleksi isolat bakteri. Berdasarkan reaksi gram terseleksi 22 isolat gram negatif, berdasarkan analisis kolorimetrik  diperoleh 10 isolat  menghasilkan enzim metan monooksigenase.

  12. Peran Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Investor dalam Membangun Wisata Pedesaan Di Jawa Barat Sebagai Upaya Mengurangi Kemiskinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede R Oktini

    2007-06-01

    Full Text Available Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat semakin lama semakin bertambah, sumber  mengatakan bahwa pada bulan Februari  2005 tingkat kemiskinan di Jawa Barat hanya 16 %, sedangkan per Juli 2005 naik menjadi 18,7% dan estimasi sementara untuk maret 2006 mencapai 22 %. (www.bps.co.id. Jumlah penduduk miskin di pedesaan lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan, misalnya saja pada tahun 2005 persentase kemiskinan di perkotaan hanya 11,37 % sedangkan di pedesaan mencapai 19,51 %. Demikian pula pada tahun-tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin yang ada di pedesaan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan. Fenomena kemiskinan ini juga tampak dari aktivitas sehari-hari yang mana di pedesaan lebih terlihat bahwa banyak orang yang hanya menghabiskan waktu dengan duduk-duduk, sementara gadis dan pemudanya berkumpul di pos-pos ronda mengobrol hal-hal yang kurang bermanfaat. Kondisi buruk seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan dan masyarakat pedesaan khususnya di Jawa Barat tidak bisa tinggal diam hanya mengharapkan belas kasihan dari pemerintah, namun harus segera bergerak untuk berupaya terlepas dari  kemiskinan yang membelenggu. Di setiap daearah di Jawa Barat memiliki potensi yakni lahan pertanian seperti sawah, kebun dan ladang yang hingga saat ini hanya dimanfaatkan sesuai dengan fungsi dasarnya saja yaitu menanam padi dan tanaman lain, padahal sebenarnya lahan-lahan tersebut dapat lebih dimanfaatkan misalnya dijadikan lokasi pariwisata pedesaan tradisional. Namun demikian untuk mewujudkannya tentu diperlukan dukungan dari berbagai pihak yakni Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia / masyarakat setempat sebagai calon pramuwisata atau calon wirausaha, penghubung antara calon pramuwisata/ wirausahawan dengan pihak investor, sedangkan pemerintah berperan dalam menyediakan infrastruktur seperti jalan raya, listrik serta mendidik masyarakat agar lebih mencintai alam pedesaan. Sedangkan

  13. PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS INTERPRETATION FOR GROUNDWATER QUALITY ASSESSMENT IN THE COASTAL AREA, NORTH KELANTAN, MALAYSIA (Interpretasi Karakterisasi Fisika dan Kimia Untuk Penilaian Kualitas Airtanah di Area Pesisir, Kelantan Utara, Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical and chemical groundwater interpretation has been done in order to characterize and assess its associated problem in the coastal area, North Kelantan, Malaysia. A total of thirty three groundwater samples that consisted of sixteen groundwater samples were collected directly from existing well and together with seventeen groundwater data obtained from government agency, were used in this study. The depth of groundwater sample was varied from the shallow (3.5 m to the deeper (130 m aquifer. The physical groundwater characteristics were measured directly at the site just after the groundwater collected. The chemical content of the groundwater sample were analysed using Ion Chromatography (IC and Inductively Coupled Plasma (ICP. Finally the data was presented and interpreted using the bivariate and piper diagram to improve interpretation and analysis of the whole data. Analysis result of the groundwater sample indicates that the shallow aquifer can be categorized as fresh water. In the zone with marine soil deposit, chloride and sulphate concentration tend to be higher in the water sample. However, the concentration of water sample is still within the accepted limit for human consumption. In places with relatively higher usage of chemical fertilizer, the groundwater sample exhibits higher nitrate concentration more than limit of safe for human consumption (>45 mg/L. K, Ca, Mg and Na content have a positive correlation with chloride concentration in deeper aquifer, indicating that the ions are derived from the same source of saline waters. The relationship between Cl/HCO3 ratios and chloride also shows that the fresh groundwater and seawater mixing in aquifer, and the samples with lower ratios can be categorized as fresh waters. In the shallow aquifer most ions exhibit a poor correlation to chloride indicating that such ions are derived from a different source. ABSTRAK Interpretasi karakter fisika dan kimia air tanah telah dilakukan

  14. Menikmati Secangkir Teh Nasgithel Rasa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rujiyanto Rujiyanto

    2013-10-01

    Full Text Available Enjoying the art exhibition is like enjoying a cup of hot sweet tea in the afternoon. There are mixed feelings that we enjoy when walking by the spaces and searching for the meaning of artworks. Exhibition "Negari Ngayogyakarta" is a great exhibition of Yogyakarta, Sri Sultan Palace, and Hamengkubuwono IX. A very special exhibition is associated with the day of 100 years of the birth of a great leader of Ngayogyakarta Hadiningrat, Sultan HB IX. The exhibition was loaded with messages of journey of Yogyakarta and HB IX in the political role scene in the early period of independence until the present realities of Yogyakarta. Yogyakarta as the Kawah Candradimuka place to learn talented artists, reflected in the works of heavily loaded with the deepening of the concepts and ideas are very visionary and imaginary. 

  15. PENGARUH MEDIA KOMPOS DAN ASAL BENIH KRANJI (Pongamia pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN TINGGI BIBIT DI PERSEMAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aam Aminah

    2014-11-01

    Full Text Available Salah satu hal terpenting dalam penyediaan bibit tanaman adalah media yang digunakan dalam pembibitan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kompos yang diberikan dan asal benih kranji (Pongamia pinnata terhadap pertumbuhan tinggi bibit di persemaian.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih yang berasal dari Bangka, Carita, Batukaras dan banyuwangi.  Masing-masing bibit hasil perkecambahan dilakukan penyapihan dalam polybag dan dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada α = 5% pertumbuhan bibit tanaman kranji sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis kompos dan tidak dipengaruhi oleh lokasi asal benih. Pembibitan tanaman kranji lebih membutuhkan pupuk kompos sebagai pemberi nutrisi dan perbaikan struktur media.   Media is an important in the making seedling and it use in the production of cultivated seeds have economic value, is easily available and the range of non-destructive.  Determination of nutrients in the medium nursery is one of the factors to produce seedlings with a good quality.   The aim of research is produce of good seedling based on the compost type (conventional and brand and origin of seed (Bangka, Carita and Banyuwangi. The result is  α = 5% come from type of compost (conventional of randomized block design with 4 treatments. Compost, besides as fertilizer also contribute improving the structure of media for producing kranji (Pongamia pinnata seedlings.

  16. Boundaries Delineation of Marine Management Sharing According to Local Government Law No. 23/2014 (Case Study: Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan and Sampang)

    Science.gov (United States)

    Khomsin; Intan Ary Prayogi, S.

    2018-03-01

    Regional autonomy is the right, the authority, and the obligation of autonomous region to set up and manage their own affairs and interests of the community in accordance with the potential and peculiarities of each area. To implement regional autonomy, the autonomous region must be clear where the location of its borders. Boundary area is divided into two, namely boundaries in the land and boundaries in the sea. Based on the authority of region government that regulated in Law of Republic Indonesia Number 23 in 2014, the regional maritime boundary consist of maritime management boundary for the province and maritime income sharing boundary for the district/city. This study aimed to determine the maritime income sharing boundary between Surabaya City, Sidoarjo, Bangkalan and Sampang District related to the presence of tanah oloran. Tanah oloran is located in the border of Surabaya City and Sidoarjo district which is currently being disputed border and seizure of property by the two districts/cities. The results of research represent that the claim ownership of Tanah Oloran can impact on maritime income sharing boundaries of Surabaya City and Sidoarjo District with region maritime overlapping is 2,258 ha and will benefit for the region maritime income sharing Sidoarjo District Government.

  17. PERSEPSI PENGEMBANGAN PETA RAWAN GEMPA KOTA SEMARANG MELALUI PENELITIAN HAZARD GEMPA DETERMINISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Windu Partono

    2015-07-01

    Full Text Available Pengembangan peta resiko gempa berdasarkan analisa hazard gempa deterministik (DSHA merupakan salah satu tahapan yang sangat penting untuk mitigasi kegempaan Kota Semarang. Penelitian peta resiko gempa mencakup perhitungan hazard gempa, analisa kondisi tanah lokal (SSA dan analisa tingkat resiko kegempaan. Analisa hazard gempa diimplementasikan dengan pendekatan deterministic akibat gempa untuk sumber gempa sesar aktif disekitar Kota Semarang. Parameter geoteknik diperoleh dari hasil pengamatan atau pengujian geoteknik. Hasil dari penelitian ini mencakup pengembangan peta spektra percepatan gerakan tanah di permukaan dan faktor amplifikasi percepatan tanah yang sangat diperlukan pada pengembangan peta rawan gempa Kota Semarang.[Perception Development of Seismic Risk Map Semarang City Through Deterministic Hazard Analysis Research] Development of seismic risk map based on Deterministic Hazard Analysis (DSHA is an important step for seismic disaster mitigation for Semarang City. The study includes estimation of seismic hazard (DSHA, site specific response analysis (SSA and risk assessment. Seismic hazard is performed based on deterministic approach considering shallow crustal fault sources influencing Semarang City. Geotechnical parameters are interpreted from previous geotechnical measurements. The result of the hazard analysis includes the distribution of site response spectral acceleration and amplification ratios are performed corresponding to seismic risk assessment for Semarang City. 

  18. STUDI EMISI TUNGKU MASAK RUMAH TANGGA (Study for Emission Characteristic of Household Stoves

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2013-03-01

    Full Text Available The objective of this research was to study emission characteristic of household stoves. Five stoves were tested, namely clay pot biomass stove, brick biomass stove, kerosene stove, coal stove, and LPG stove.  Emission parameters to be measured were CO, NO2, SO2, and particulates. Gas emission was measured using gas analyzer Wolfsense TG 501, while particulate was determined based on Indonesian National Standard (SNI: 19-7117.12-2005. Results showed that LPG stove emitted no CO indicating that complete burning existed. Other stoves emitted CO with kerosene stove exhibited the highest CO emission of 1074 μg/m3. Biomass pot stoves produced SO2 (722 μg/m3 which is lower than LPG stove (1488 μg/m3 and kerosene stove (1055 μg/m3, but higher than coal stove (290 μg/m3. On the other side, biomass pot stoves produced more NO2 (99 μg/m3 with pot stove as compared to kerosene stove (25 μg/m3. Particulate emission increased based on the fuels used with an order from the lowest was LPG stove, kerosene stove, coal stove, and biomass stove. Key words: emission, stove, biomass, fossil fuels   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik emisi beberapa tungku atau kompor dapur rumah tangga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima jenis tungku atau kompor, yaitu tungku biomassa pot tebal, tungku biomassa bata, kompor minyak tanah, kompor batubara, dan kompor LPG. Parameter emisi yang diukur meliputi CO, NO2, SO2 dan partikel. Emisi gas diukur menggunakan gas analyser Wolfsense TG 501, sedangkan emisi partikel debu ditentukan berdasarkan standar SNI 19-7117.12-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor LPG tidak menghasilkan emisi CO. Kompor minyak tanah menghasilkan emisi CO paling tinggi yaitu (1074 μg/m3. Kompor LPG menghasilkan emisi SO2 paling banyak (1488 μg/m3, diikuti kompor minyak tanah (1055 μg/m3, tungku kayu pot (722 μg/m3, dan kompor batubara (290 μg/m3. Di pihak lain, tungku biomassa pot tebal

  19. Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Nur Istina

    2014-12-01

    Full Text Available Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the

  20. Natural Disasters (Environmental Health Student Portal)

    Science.gov (United States)

    ... be prepared. Games and Activities Stop Disasters (International Strategy for Disaster Reduction) - Online game to learn how to stop various disasters ... | Accessibility Videos and Players Contact Us: tehip@teh.nlm.nih. ...

  1. Sinansari et al., Afr., J. Infect. Dis. (2018) 12(S): 140-147 https://doi ...

    African Journals Online (AJOL)

    2017-10-17

    Oct 17, 2017 ... Based on the studies, the methanol and ethanol extracts of J. .... Leaves of J. gendarussa were obtained from a cultivated crop in Pacet, ..... Pengaruh Ekstrak Heksan, Metanol, dan Etanol Tanaman Obat Justicia gendarussa.

  2. FLOODPLAIN, HILL COUNTY, TEXAS

    Data.gov (United States)

    Federal Emergency Management Agency, Department of Homeland Security — The Floodplain Mapping/Redelineation study deliverables depict and quantify the flood risks for teh study area. The primary risk classificatinos used are the...

  3. FLOODPLAIN, MONTAGUE COUNTY, TEXAS

    Data.gov (United States)

    Federal Emergency Management Agency, Department of Homeland Security — The Floodplain Mapping/Redelineation study deliverables depict and quantify the flood risks for teh study area. The primary risk classificatinos used are the...

  4. KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priyono

    2014-02-01

    Full Text Available Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013 menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk. Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan. Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala.

  5. KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang P

    2015-02-01

    Full Text Available Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013 menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk.Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x 20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan. Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala

  6. KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN FINASIAL USAHA RUMAH TANGGA BRIKET BIOMASSA DARI KULIT NIPAH DENGAN TEMPURUNG KELAPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martanto Martanto

    2016-04-01

    Full Text Available Nipah merupakan salah satu tanaman  didaerah pasang surut. Di Indonesia terdapat Sekitar tujuh juta hektar (7 Ha  tanaman Nipah. Pemanfaatan kulit nipah  sampai saat ini belum maksimal. Penelitian ini mencoba membuat briket arang dengan campuran arang kelapa. Metode pernelitian ini menggunakan eksperimen untuk pembuatan briket kulit nipah dan metode kuantitatif tehadap nilai ekonomisnya Dari hasil penelitian didapat kadar air 9,2 % ,kadar abu 3,51 % dan kadar zat menguap  2,62 %. Hasil penelitian tersebut layak dan kulaitasnya hampir sama dengan batu bara muda. Dari perhitungan analisa finansial perhitungan NPV, IRR, Payback period  B/C ratio adalah masing-masing menghasilkan nilai masing-masing adalah 8.843.001, 41 %, 3 tahun 7 bulan dan  2,04. Sehingga usaha briket arang dari kulit nipah dengan tempurung kelapa sangat layak untuk dijadikan usaha skala rumah tangga

  7. Household Products Database

    Science.gov (United States)

    ... your bathroom, and on the shelves in your laundry room? Learn more about what's in these products, ... MD 20894 National Institutes of Health , Health & Human Services Customer Service: tehip@teh.nlm.nih.gov Last ...

  8. An Evaluation of Users' Satisfaction with Property Management ...

    African Journals Online (AJOL)

    Customer or user satisfaction is an overall attitude regarding a good or service ... that influence users' satisfaction with management of commercial properties. ... attention and value to teh performance measurement of users' satisfaction so as ...

  9. KORELASI PENURUNAN MUKA TANAH DENGAN PENURUNAN MUKA AIR TANAH DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Darmo Yuwono

    2013-12-01

    Full Text Available The characteristics of the pattern of land subsidence need to be mapped for the purposes of planning and structuring the city as well as taking appropriate actions in anticipating and mitigating the impact. These characteristics can be determined by combining the land subsidence measurements done with various methods such as levelling, GPS, direct measurement and InSAR. Land subsidence that occurred in Semarang had a rate that varied between 0 - 13 cm / year with an increasing trend towards the north east (northeast of Semarang. The areas which had a high rate of land subsidence between 9 -13 cm / year included PRPP, Tanjungmas, Terboyo and Kaligawe. In this paper will show spatial distribution of landsubsidence which have identical pattern  with the change of ground water level .Observations GPS method has a high correlation with changes in ground water level reaches 0.956 compared with InSAR observations, GPS, direct observation

  10. Pengaruh Unsur Alam terhadap Minat Berkunjung Kembali di Mal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Septriani Dewi

    2016-12-01

    Full Text Available Pusat perbelanjaan yang berkonsep alam dianggap lebih diminati pengunjung. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh unsur-unsur alam terhadap minat konsumen untuk berkunjung kembali. Variabel yang akan dikaji terdiri dari variabel bebas, yaitu air (diam-bergerak dan vegetasi (tanaman rendah-tanaman tinggi, dan variabel terikat, yaitu persepsi alam dan sikap berkunjung kembali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen stimulus-respon melalui pendekatan kuantitatif dengan prinsip between-subject factorial design. Simulasi gambar digital dari interior pusat perbelanjaan pada 4 kondisi sebagai kombinasi variabel tersebut di atas digunakan sebagai stimulus percobaan, di mana 4 kelompok responden, masing-masing 20 orang, akan menilai stimulus eksperimen dalam kondisi berbeda, atas dasar persepsi alam dan sikap berkunjung kembali. Data eksperimen dihitung dan dianalisa dengan statistik one-way ANOVA. Efek kombinasi variabel air bergerak dan tanaman tinggi ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persepsi alam responden. Efek kombinasi variabel air diam dengan tanaman tinggi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat responden untuk berkunjung kembali. Namun, efek kombinasi variabel air mengalir dengan tanaman rendah cenderung lebih mengundang persepsi alam yang baik dan minat berkunjung kembali. Hasil eksperimen ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi perkembangan ilmu desain dan sebagai salah satu referensi bagi desainer dan pengembang.Kata Kunci: mal; minat berkunjung; persepsi alam; perilaku konsumen.Effects of Natural Elements on Interest to Revisit a MallShopping malls with a natural concept are more attractive to visitors. This study examined the influence of natural interior design elements on client interest to revisit a mall. The assessed elements consisted of independent variables, namely water (still-standing/flowing and vegetation (ground plants/potted plants, and dependent variables, namely nature

  11. Earthquakes; May-June 1982

    Science.gov (United States)

    Person, W.J.

    1982-01-01

    There were four major earthquakes (7.0-7.9) during this reporting period: two struck in Mexico, one in El Salvador, and one in teh Kuril Islands. Mexico, El Salvador, and China experienced fatalities from earthquakes.

  12. Effects of Population Density and Host Availability on The Migration Process of Brown Planthopper Fed Using Susceptible and Resistant Rice Varieties

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Habibi

    2016-12-01

    Full Text Available Brown planthopper, Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae, is an important pest of rice. This pest can cause hopperburn and field failure. This research aimed to determine the effects of population density and host availability on migration of N. lugens. The criteria used to justify the effects of host availability and population density on migration of N. lugens were based the hardness and tannin tests of the rice stems, fecundity of N. lugens, and the life cycle of N. lugens. The research was conducted under the temperature of 29.42°C with relative humidity of 61% and Light 12: Dark 12 times, using ten pairs of N. lugens brachypterous (F0 constant and then was added with five male adults on fifth days after the first infestation (F0 changed. The varieties used were IR64, as a resistant variety, and Ketan Lusi, as a susceptible variety. The results showed that the adding of the macropterous males did not affect the number of macropterous, because of that has been preplanned by the F0. Therefore, the percentage of existing macropterous was 51−52%.   INTISARI   Wereng Batang Cokelat (WBC merupakan salah satu hama tanaman padi yang sangat penting. Kerusakan parah dapat menyebabkan hopperburn dan puso (gagal panen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kepadatan populasi dan tanaman inang sebagai tempat migrasi WBC. Parameter yang dikaji untuk mengetahui pengaruh kepadatan populasi WBC dan tanaman inang tempat migrasi WBC berdasarkan tingkat kekerasan dan kandungan tanin batang tanaman padi, fekunditas WBC, dan siklus hidup WBC. Penelitian ini dilakukan pada temperatur 29.42˚C dengan kelembapan relatif 61% dan durasi siang hari 12 jam: durasi malam hari 12 jam. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan 10 pasang imago WBC brakhiptera (F0 konstan, kemudian dilakukan penambahan 5 ekor imago jantan pada hari kelima setelah infestasi awal (F0 diubah. Varietas padi yang digunakan yaitu padi varietas IR64 sebagai varietas

  13. KESEDERHANAAN WABICHA DALAM UPACARA MINUM TEH JEPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajria Noviana

    2015-09-01

    Full Text Available The Japanese tea ceremony is called chanoyu in Japanese. It is a multifaceted traditional activity strongly influenced by Zen Buddhism, in which powdered green tea, or matcha, is ceremonially prepared and served to the guests. Wabicha is a style of Japanese tea ceremony particularly associated with Sen no Rikyū that emphasizes simplicity. He refined the art of Japanese tea ceremony equipment and tea house design, with a preference for very simple and very small tea rooms, and natural materials with simpler decoration

  14. MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI PENYERBUKAN PADA TUMBUHAN MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sasono Wibowo

    2015-07-01

    Full Text Available Proses pembelajaran khususnya  didalam mata pelajaran biologi bagi sebagian siswa dianggap kurang menarik, terutama yang menyangkut tentang siklus kehidupan. Para siswa kurang bisa menangkap apa yang disampaikan oleh guru, karena ilustrasi penyampaian materi kurang bisa memberikan gambaran yang jelas. Untuk itu harus ada media pembelajaran yang bisa membuat siswa tertarik dan dapat memahami dengan mudah. Pembuatan media pembelajaran animasi penyerbukan pada tumbuhan dengan menggunakan Macromedia Flash 8 adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memungkinkan siswa mudah dan tertarik untuk belajar dan memahami mata pelajaran biologi khususnya tentang siklus penyerbukan  pada tanaman. Program bantu belajar ini dibuat menggunakan model Waterfall metode desain dan system analisis rekayasa perangkat lunak analisis persyaratan, desain, program, pengujian dan pemeliharaan program untuk menambah pengetahuan tentang gambaran bagaimana penyerbukan pada tanaman dilakukan dalam bentuk animasi dan soal latihan. Kata kunci : belajar, penyerbukan, animasi, multimedia.

  15. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Prasetia Yanuar

    2017-01-01

    Full Text Available Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non-toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%.

  16. Tervist edendavas haiglas on patsiendi võit igal juhul suurem

    Index Scriptorium Estoniae

    2005-01-01

    Maailma Terviseorganisatsiooni (WHO) poolt 1993. aastal algatatud tervist edendavate haiglate liikumisega (TEH) ühines Eesti 1999. aastal, kui käivitati kaheaastane pilootprojekt "Järve haigla - tervist edendav haigla". Lisa: Sõbralik haigla (Eestis on 22 tervist edendavat haiglat)

  17. SIMULASI PRODUKSI DAN ASPEK FINANSIAL KEBUN HUTAN (MUNAAN GENERASI KEDUA DI KABUPATEN KUTAI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marten Apuy

    2014-11-01

    Full Text Available Pelaksanaan penelitian pada kebun hutan (munaan di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur Indonesia bertujuan untuk (1 mengetahui simulasi produksi dan  besarnya  pendapatan jenis-jenis tanaman kebun hutan (munaan generasi kedua oleh rakyat; (2 mengetahui tingkat kelayakan finansial pengusahaan kebun hutan (munaan muda oleh rakyat. Objek penelitianya adalah petani atau masyarakat yang mengusahakan kebun hutan generasi kedua oleh rakyat dengan komoditi tanaman yang akan diteliti adalah tanaman durian, rambutan, cempedak, langsat, meranti dan kapur. Adapun plot penelitian di lakukan pada 5 kampung/desa di Kecamatan Barong Tongkok dengan masing-masing plot berukuran 20 x 20 m. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan rumus volume, riap, basal area untuk menghitung pohon meranti dan kapur, produksi buah-buahan dengan cara menimbang berat buah-buahan tersebut, sedangkan hubungan antar variabel dengan menggunakan persamaan regresi polynomial dengan melihat nilai koefisien regresi determinasi (R2; analisis kelayakan finansial menggunakan yaitu Pay Back Periode (PP, Net Present Value (NPV, Net B/C ratio dan IRR. Besarnya tingkat pendapatan pada masing-masing jenis buah durian, rambutan, langsat dan cempedak berbeda-beda tergantung besarnya produksi buah dan harga jualnya. Sedangkan besarnya total pendapatan pengusahaan kapur dan meranti tergantung total volume kayu sesuai dengan diameter dan basal areanya  dan dikalikan dengan harga kayu itu sendiri. Kebun hutan (munaan oleh rakyat sangat layak untuk diusahakan dengan nilai Pay Back Periode, Net Present Value (NPV dan Net B/C pada tingkat diskon faktor 5% berturut-turut sebesar 19,8 tahun; Rp.21.340.000,- dan 1,40 serta IRR sebesar 6,8%.

  18. Netarifní opatření v unitárním obchodě

    OpenAIRE

    Čančíková, Tereza

    2008-01-01

    First chapter is about the Common trade policy of the EU. Second chapter refers to preferential treatments. Third chapter describes tariff policy of teh EU. Fourth chapter concernes non-tariff trade restrictions. Fiftr chapter narrates about the antidumping policy.

  19. Plaadid / Immo Mihkelson

    Index Scriptorium Estoniae

    Mihkelson, Immo, 1959-

    2002-01-01

    Heliplaatide Orlando poleo "La Buenode la Vida", Spider-Man "Music from and inspired by", James Last "Gentleman of Music", Morcheeba "Charango", The Vines "Highly Evolved", Jesus and Teh Mary Chain "21 Singles", Sarah Brightman "Encore", Wyclef Jean "Masquerade" arvustus

  20. KESESUAIAN LAHAN DAN REVITALISASI TAMBAK BUDIDAYA UDANG DI KAWASAN INDUSTRIALISASI KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tambak budidaya udang di kawasan industrialisasi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan mengkaji strategi revitalisasi tambak berdasarkan hasil penelitian remediasi kualitas tanah dan air tambak. Data primer meliputi: topografi, lahan, dan hidrologi pesisir diperoleh melalui survai lapangan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data sekunder yang digunakan berupa data iklim, peta Rupa Bumi Indonesia kawasan Probolinggo skala 1:25.000 dan citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2010. Data lapangan (topografi, pasang surut, fisika-kimia air dan tanah, data citra satelit ALOS AVNIR-2 dan data sekunder yang lain, dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG untuk memperoleh tingkat kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan tambak dari total luasan tambak 2.143 ha, lahan yang sangat sesuai dan sesuai untuk budidaya udang yaitu 56 ha dan 618 ha. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tongas dan Pajarakan. Lahan yang cukup sesuai ditemukan sebesar 1.235 ha, dan tersebar di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Kraksaan, Pajarakan, dan Paiton. Sedangkan lahan yang tidak sesuai yaitu 234 ha, terdapat di Kecamatan Sumberasih, Gending, dan Kraksaan. Percepatan target peningkatan produksi di tambak budidaya udang kawasan industrialisasi dapat dicapai melalui kesesuaian lahan dan revitalisasi tambak (perbaikan kualitas tanah dan air.

  1. Risk Analysis of Coastal Disaster of Semarang City, Indonesia

    Science.gov (United States)

    Sunaryo; Ambariyanto; Sugianto, Denny Nugroho; Helmi, Muhammad; Kaimuddin, Awaluddin Halirin; Indarjo, Agus

    2018-02-01

    Coastal areas are highly vulnerable to disasters, as they are affected by events occurring both on land and at sea. In the development of cities in these areas, information on vulnerability levels is needed as a consideration in determining policy. This study aims to identify potential vulnerability of Semarang city, and to investigate the potential of hazard and disaster risk levels of the city. The study was conducted in 17 villages in the northern coastal area of Semarang. The assessment approach used was score analysis to some variables, i.e geomorphology, erosion, coastal slope, waves and socio-economic aspects. The research showed that the highest level of coastal vulnerability in the Semarang city were at three villages i.e.Terboyo Kulon, Terboyo Wetan and Trimulyo with value of 4.5; while the lowest level were at the Maron beach, Marina beach and Tanah Mas with value of 2.8. The highest potential coastal hazard in the Semarang city were at two villages i.e. Tanjung Mas and Tambak Lorok with value of 4.5; and the lowest value were in the village of Randugarut, Karanganyar, Tugurejo, Marina beach and Tanah Mas with value of 1.25.The highest level of coastal risk in the Semarang city were in the Trimulyo village with value of 3.13; and the lowest level were in the Marina beach and Tanah mas with value of 1.32.

  2. KUALITAS TANAH, AIR TANAH, DAN VEGETASI PADA LAHAN REKLAMASI PANTAI MUTIARA, JAKARTA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Rusdiyanto

    2016-09-01

    Full Text Available The development of reclamation land of Mutiara Coast for settlement could impact to environment especially soil, groundwater, and organisms. The aim of this study is to examine soil and water qualities which were observed from physical and chemical properties, plants and birds varieties in the reclamation land of Mutiara Coast, North Jakarta. Soil sample is taken in 0-30 cm deep. Groundwater is taken in artessian well which has been built by the developer. Plants specimens is reconded and taken for further identification. All of those data have been analyzed descriptively. The results show that average of physical and chemical of soil parameter vary, on the other hand condition of groundwater in the reclamation land of Mutiara coast is not qualified as clean water. Plants varieties based on Simpson index is relatively low (C=0.1072, and also birds varieties (C=0.521. It was only 4 species found in those area.

  3. KAJIAN KONSERVASI Pinus merkusii strain Tapanuli DI SUMATERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendi Suhendi

    2017-01-01

    Full Text Available Di Indonesia, Pinus yang tumbuh secara alami hanyalah Pinus merkusii di Sumatera yang terdiri dari strain Tapanuli, strain Kerinci dan strain Aceh. Berdasarkan persebarannya, strain Tapanuli tidak banyak dijumpai karena tercampur dengan jenis-jenis kayu daun lebar. Secara alami, strain Tapanuli ditemukan di Cagar Alam Dolok Sipirok dan Cagar Alam Dolok Saut. Dalam bentuk hutan tanaman, strain Tapanuli dibuat oleh masyarakat atau rakyat dengan anakan alam dan diambil secara cabutan di Tegakan Benih Dolok Tusam, dan sekarang sudah habis ditebang karena digantikan oleh tanaman kopi. Di wilayah kerja Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara hampir tidak pernah didapatkan informasi tentang keberadaan strain Tapanuli. Konservasi in situ dalam bentuk Cagar Alam perlu dilengkapi dengan konservasi ex situ. Sebagai langkah awal konservasi, terlebih dahulu perlu dikaji permudaan alamnya. Di samping itu, analisis kebijakan berkaitan dengan pentingnya eksplorasi dengan metode sensus pada semua kawasan konservasi di Sumatera perlu dipertimbangkan, dan pertemuan formal antar pengambil kebijakan di Departemen Kehutanan perlu direkomendasikan

  4. Identifikasi Sistim Peternakan di Manokwari, Papua Barat-Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. A. Iyai

    2015-06-01

    Full Text Available Pembangunan peternakan yang moderen membutuhkan kejelasan dan ketegasan batasan, corak dan dinamika produksinya. Penelitian eksploratif dengan metode survei melalui pendekatan Participative Rural Appraisal selama satu bulan dilakukan untuk mencatat sumberdaya yang dimiliki oleh para peternak berdasarkan kawasan agro-ekologi di Manokwari, yang meliputi Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Warmare, Prafi, Masni, Oransbari, Ransiki, Anggi dan Minyambouw. Karakteristik agroekologi dibuat dengan software Microsoft Office VISIO. Matriks sederhana digunakan untuk pengelompokan kriteria komoditi ternak, komoditi pertanian, dan komoditi perikanan dan indikator BioFisik. Sistim peternakan terpadu yang dapat diidentifikasi pada wilayah agroekologi pesisir adalah sistim peternakan sapi berbasis tanaman kelapa (cocobeef dan tanaman pertanian (crops livestock farming system serta backyard poultry farming system. Pada daerah dataran rendah sistim yang dikembangkan adalah cattle-palm farming system, pig palm farming system, goat faming system, poultry farming system dan Crops livestock farming system. Pada kawasan Agroekologi Dataran Tinggi, Crop Pig Farming System, Poultry Farming System dan Backyard Cattle farming system sudah dikembangkan.

  5. Model Revitalisasi Lahan Dampak Pertambangan Pasir Besi (Perspektif Implementasi Perda Kabupaten Cilacap Nomor 17 Tahun 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Zaini Khakim

    2014-01-01

    Full Text Available Pertambangan pasir besi menimbulkan kerusakan lingkungan yang menyebabkan kemunduran kualitas tanah dan kerusakan jalan. Di Kabupaten Cilacap banyak pihak penambang pasir besi yang tidak menjalankan kewajibannya dalam mereklamasi lahan bekas pertambangan pasir besi sehingga lahan bekas pertambangan tidak dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan Implementasi Perda Kabupaten Cilacap Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Informasi Pertambangan di Kabupaten Cilacap di lapangan dan menemukan model pelaksanaan yang digunakan untuk merevitalisasi lahan dampak pertambangan pasir besi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, jenis penelitian yuridis sosiologis. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi tinjauan pustaka. Analisis data menggunakan Interactive Analysis Models. Hasil penelitian menunjukan pertambangan pasir besi menyebabkan kerusakan lingkungan dan pelanggaran banyak terjadi terutama pada saat proses perijinan dan pascatambang. Model yang digunakan dalam merevitalisasi dampak pertambangan pasir besi adalah pasir tailing yang digunakan untuk menutup kembali lahan bekas pertambangan pasir besi dan penanaman bibit tanaman oleh pemilik lahan atas dana dari pihak penambang. Iron sand mining causes environmental damage soil quality deterioration and damage to roads. In Cilacap many iron sand miners who do not fulfill their obligations in reclaiming mined land so that the iron sand mined land can not be utilized according to its designation. Implementation research purposes to describe the Cilacap District Regulation No. 17 Year 2010 on Mineral and Coal Mining Management and Levies Map Information Mining in Cilacap on the field and find the model that is used to revitalize the implementation of land iron sand mining impacts. The method used in this study uses

  6. South African Journal of Animal Science - Vol 17, No 2 (1987)

    African Journals Online (AJOL)

    sterilized blood meal as measured in combination with whey protein · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. T.E.H. Downes, L.D. Nourse, F.K. Siebrits, J.W. Hastings, 55-58 ...

  7. Proceedings of the Nordic society for radiation protection 12. ordinary meeting

    DEFF Research Database (Denmark)

    The key themes of teh 12th ordinary general meeting of the Nordic Society for Radiation Protection were: RADIATION - ENVIRONMENT - INFORMATION. A number of outstanding international experts accepted to contribute on the meetings first day with invited presentations, which focussed on these themes...

  8. ANALISA PERBANDINGAN ANOMALI GRAVITASI DENGAN PERSEBARAN INTRUSI AIR ASIN (STUDI KASUS JAKARTA 2006-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Litanya Octonovrilna

    2009-07-01

    Full Text Available Aplikasi pada bidang geofisika, berupa pengukuran gravitasi dilakukan di lapangan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan untuk mendeteksi perubahan kondisi bawah permukaan bumi. Dalam hal ini dilakukan pengukuran gravitasi di wilayah Jakarta untuk mendeteksi perubahan kondisi hidrologi Jakarta dalam kaitannya dengan fenomena intrusi air asin. Secara geografis daerah penelitian berada pada -6.35158 s.d -6.08655 LS dan 106.689 s.d. 106.955 BT. Pengolahan data gravitasi wilayah Jakarta dilakukan dalam 2 periode, yaitu periode I (September 2006 dan periode II (November–Desember 2007. Anomali gravitasi  tertinggi terdapat pada bagian pusat dan barat Jakarta ini mengindikasikan terjadinya fenomena subsidensi dan kekosongan massa akibat eksploitasi air tanah serta tekanan dari sejumlah gedung tinggi yang berpusat pada daerah tersebut. Anomali gravitasi terendah terdapat di bagian barat laut Jakarta yang bersesuaian konsentrasi nilai kepayauan tertinggi, mengindikasikan adanya intrusi air asin yang diakibatkan oleh adanya fenomena Conate Water yang menyusup  pada aquifer air tanah akibat eksplotasi air tanah berlebih. Hubungan pola aliran sungai dengan nilai kepayauan air, membuktikan adanya pengaruh sungai aquifer air tanah, namun dampaknya tidak terlalu berpengaruh terlebih pada aquifer dalam.   Gravity measurements are conducted in the field within a certain period in order to detect changes in the earth's surface conditions. We conducted gravity measurements in Jakarta to detect changes in hydrologic conditions in connection to salt water intrusion phenomena. The data processing performed in the two periods, the first period is September 2006 and the second one is November-December 2007. The highest gravity anomalies are in central and western parts of Jakarta. This implies the occurrence of mass subsidence and void due to the exploitation of ground water and the pressure from a number of high buildings based on the area. The lowest gravity

  9. PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH LIKUIFAKSI PADA PROYEK PEMBANGUNGAN HOTEL DI LOMBOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD ILHAM GUMILANG SYAFEI

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi letak geografis Indonesia, bahwa Indonesia merupakan tempat bertemunya 4 lempeng dunia yaitu, lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Filipina dan lempeng Pasific. Bukti lainnya adalah banyaknya jumlah gunung berapi yang aktif di Indonesia. Jika mendesain sebuah bangunan pada lokasi tanah yang dominan pasir, maka salah satu bahaya yang dihadapi adalah likuifaksi. Likuifaksi adalah suatu kondisi berubahnya perilaku tanah dari padat menjadi cair akibat adanya getaran atau beban sklik. Salah satu penyebab dapat terjadinya likuifaksi adalah gempa. Maka jika mendesain bangunan yang berada pada kondisi tanah pasir serta daerah gempa tinggi, harus dilakukan analisa zona likuifaksi. Saat ini terdapat sebuah proyek pembangunan hotel di Pantai Malimbu, Lombok. Proyek tersebut berada di tanah dominan pasir dan juga termasuk daerah dengan resiko gempa tinggi. Pada perencanaan yang telah dilakukan, pihak perencana tidak melakukan analisa terhadap zona likuifaksi dan pengurangan daya dukung pondasi tiang pancang akibat dari likuifaksi. Untuk menangggulangi adanya bahaya akibat likuifaksi, hanya dilakukan dengan menggunakan angka keamanan (safety factor = 5. Pada tugas akhir ini akan dilakukan perencanaan pondasi tiang pancang dengan membandingkan kondisi likuifaksi dan kondisi tidak likuifaksi. Perencanaan pondasi dilakukan terhadap 4 kondisi. Kondisi 1 adalah kondisi eksisting proyek, dimana tidak meninjau terhadap kemungkinan likuifaksi, meninjau beban gempa, dan safety factor = 5. Kondisi 2 adalah kondisi dimana meninjau kemungkinan likufaksi dan penggunaan safety factor = 1.5. Kondisi 3 adalah kondisi tidak meninjau adanya kemungkinan likuifaksi, meninjau beban gempa dan safety factor = 2. Kondisi 4 adalah kondisi tidak meninjau kemungkinan likuifaksi, tidak meninjau beban gempa dan safety factor = 3. Struktur bangunan atas akan di modelkan dengan program bantu SAP

  10. Do we at all need surgery to treat thrombosed external hemorrhoids? Results of a prospective cohort study

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ole Gebbensleben

    2009-06-01

    Full Text Available Ole Gebbensleben1, York Hilger2, Henning Rohde31Park-Klinik Berlin-Weissensee, Berlin, Germany; 2Institut für Biostatistik, Freiburg im Breisgau, Germany; 3Praxis für Endoskopie und Proktologie, Berlin, GermanyBackground: It is unknown whether surgery is the gold standard for therapy of thrombosed external hemorrhoids (TEH.Methods: A prospective cohort study of 72 adults with TEH was conducted: no surgery, no sitz baths but gentle dry cleaning with smooth toilet paper after defecation. Follow-up information was collected six months after admission by questionnaire.Results: Despite our strict conservative management policy 62.5% (45/72 of patients (95% confidence interval [CI]: 51.0–74.0 described themselves as “healed” or “ameliorated”, and 61.1% (44/72, 95% CI: 49.6–72.6 found our management policy as “valuable to test” or “impracticable”. 13.9% (10/72, 95% CI: 5.7–22.1 of patients suspected to have recurrences. 4.2% did not know. Twenty-two of the 48 responding patients reported symptoms such as itching (18.8%, soiling (12.5%, pricking (10.4%, or a sore bottom (8.3% once a month (59.1%, 13/22, once a week (27.3%, 6/22, or every day (13.6%, 3/22. Conclusions: The dictum that surgery is the gold standard for therapy for TEH should be checked by randomized controlled trials.Keywords: hemorrhoids, acute hemorrhoidal disease, thrombosed external hemorrhoid, perianal thrombosis, conservative therapy, surgery

  11. Pengaruh Tepung Cangkang Telur dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap pH, Ketersediaan Hara P dan Ca Tanah Inseptisol dan Serapan P dan Ca pada Tanaman Jagung (Zea mays .L)

    OpenAIRE

    Simanjuntak, Desi

    2017-01-01

    This study was to know the effect of eggshell flour and manure in increasing soil pH, P- availability and Ca of inceptisol with P-absorption and Ca-absorption of corn (Zea mays L.). The research had been conducted from march to september 2015 at screen hoise faculty of agriculture,USU. The experimental design used was Randomized Block Design with 2 factors and 2 replications. The first factor was dosage of manure 0, 18,75, 37,5 and 56,25g /5 Kg soil and the second factor was dosage of chic...

  12. Quantitative aspects of the cytochemical demonstration of glucose-6-phosphate dehydrogenase with tetrazolium salts studied in a model system of polyacrylamide films

    NARCIS (Netherlands)

    van Noorden, C. J.; Tas, J.; Sanders, J. A.

    1981-01-01

    The enzyme cytochemical demonstration of glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PDH) with several tetrazolium salts has been studied with an artificial model of polyacrylamide films in corporated with the enzyme, which enabled teh correlation of cytochemical and biochemical data. In the model films no

  13. PROTOTIPE SISTEM JARINGAN SENSOR UNTUK MONITORING TEMPERATUR-KELEMBABAN PERMUKAAN DAN BAWAH LAHAN GAMBUT BERBASIS DATABASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Rosada Nasution

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK. Lahan gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terpendam dalam jangka  waktu yang sangat lama. Lahan gambut memiliki  karakteristik mudah terbakar  pada kondisi panas tertentu yang membentuk bara api di bawah permukaan dan menjalar ke atas permukaan hingga menyebabkan terbakarnya semak belukar atau hutan yang berada di atasnya, sehingga perlu dilakukan monitoring temperatur dan kelembaban permukaan dan bawah lahan gambut. Prototipe yang dibuat terdiri dari dua perangkat transmitter yang dilengkapi dengan sensor sebagai pengukur parameter dan satu perangkat receiver sebagai penerima data kedua transmitter. Pengukuran temperatur tanah di bawah permukaan digunakan sensor LM35 berbentuk probe, kemudian pengukuran temperatur dan kelembaban udara di permukaan digunakan sensor SHT11. pengiriman data dilakukan secara nirkabel menggunakan nRF24L01 dengan jarak maksimal 450 meter dengan jarak yang baik 200 meter. Perangkat receiver dilengkapi sistem interface PC berbasis database pada server  localhost/phpmyadmin. Hasil karakterisasi sensor LM35 dalam bentuk probe menunjukan linieritasnya adalah 0,9994 dan 0,9996; deviasi error 0,380C dan 0,400C; sensitivitas 0,960C dan 0,810C. Hasil lima kali pengukuran pada dua titik pengujian setiap transmitter menunjukkan temperatur tanah memiliki nilai 30,200C - 38,100C dan 24,800C - 38,600C, temperatur udara 25,000C - 38,860C dan 24,850C - 40,150C, kelembaban udara 51,65% - 96,51% dan 43,03% - 96,17%.   Kata kunci : Prototipe, Database, Lahan Gambut, LM35, nRF24L01, SHT11

  14. ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadli Irsyad

    2015-12-01

    Full Text Available Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff.  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1 dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah. Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha, Lambung Bukit (42,27 ha, Gunung Sarik (86,32 ha, Kuranji (60,20 ha, dan Lubuk Minturun (64,45 ha. Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT.

  15. OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI BERBASIS KAKAO UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KRUENG SEULIMUM PROVINSI ACEH (Land Optimization of Cocoa Based on Farming for Agricultural Sustainable Development in Krueng Seulimum Watershed Aceh Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Halim Akbar

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Perubahan penggunaan lahan di DAS Krueng Seulimum menjadi lahan pertanian tanpa penerapan agroteknologi telah menyebabkan tingginya erosi dan produktivitas lahan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik lahan dan agroteknologi yang diterapkan pada tanaman kakao, menganalisis alokasi lahan optimal untuk usahatani berbasis kakao dan agroteknologi yang cocok untuk mengurangi erosi dan meningkatkan pendapatan petani, dan merumuskan perencanaan usahatani berbasis kakao berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani berbasis kakao berkelanjutan dapat dicapai dengan penerapan agroteknologi pemupukan lengkap pada lereng 7%, pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras pada lereng 14% dan pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras + pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 pada lereng 21% dapat mengendalikan erosi hingga lebih kecil dari erosi yang dapat ditoleransikan (ETol dan memberikan pendapatan usahatani lebih besar dari kebutuhan untuk hidup layak (KHL. Tipe usahatani yang optimal di DAS Krueng Seulimum adalah tipe usahatani kakao+pisang (KPs pada lahan 1,50 ha dengan menerapkan agroteknologi pemupukan+pembuatan teras gulud+tanaman penguat teras ditambah dengan pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 dapat menekan erosi di bawah ETol (16,03-38,64 ton.ha-1.thn-1 dengan pendapatan optimum sebesar Rp 42,954,150 kk.thn-1.   ABSTRACT Land use changes in the Krueng Seulimum watershed into agricultural land without application of suitable agro-technology have led to high erosion and low land productivity. This study aims to assess the characteristics of the land and agro-technology applied the cocoa crop, analyze the allocation of optimal land for cocoa farming and suitable agro-technology to reduce erosion and to increase farmers’ income and formulate cocoa based on sustainable farming plans. The results show that sustainable cocoa based farming can be achieved with the

  16. Anthroposophy in Denmark

    DEFF Research Database (Denmark)

    Dybdal, René

    2016-01-01

    The Anthroposophical worldview has had an significant impact on a range of initiatives and institutions within esoteric thinking in many western countries during teh 20th Century - which is also the case in Denmark. This article gives a brief review over the development of Anthroposophical Societ...

  17. Cs-137 in milk produced in lituania dose in infants by infants

    International Nuclear Information System (INIS)

    Jerez Vegueria, S.F.; Frometa Suarez, I.

    1997-01-01

    The Chernovil accident caused a wide dispersion of radionuclides over extended in Europe and a part of the Spetentrional hemisphere giving to radionuclides enters in teh food cahins. Our country recived a shipment of evaporated, milkproduced in Lituania to fed infants la Habana City. Taking into account the origin and the final use of the mentioned product, a study was necessary in order to determine the content of Cs-137, one of the radionuclides released in teh accident withmost persistance in the environment because its long half life /30 yeras), and the doses produced by ingestion. The analysi were performed by a gamma spectrometry system using a 7,62cm.x7,62cm. NaI(TL) detector. The content of radioactivity measured in milk was 9,48+2,37 Bq/I and the effective committment dose per caput, due the consumption in four months, was appraised to be 9,40 uSv for a collective dose of 0,22 man-Sv

  18. An Examination of Perceived Quality, Satisfaction, and Loyalty Relationship: Applicability of Comparative and Noncomparative Evaluation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Licen Indahwati Darsono

    2006-09-01

    Full Text Available This paper evaluates alternative measurement approaches to investigating the relationship amongst perceived quality, customer satisfaction, and loyalty. The authors define and measure the constructs within a relative attitudinal framework and compare these results to a noncomparative or individual evaluation of brands. In addition, loyalty is measured by and defined as a behavioral and attitudinal loyalty. The object of this research is teh botol whilst the subjects are undergraduate students in Surabaya and Yogyakarta. The proposed model, with satisfaction as a mediator between quality and loyalty, is found to be an acceptable representation of data across three brands of teh botol and for both comparative and noncomparative evaluation. The use of relative attitude, however, indicates a much stronger relationship amongst perceived quality, satisfaction, and loyalty than the attitude towards a brand when they are performed in individual evaluation. With respect to predictive ability, this study’s findings suggest that comparative evaluation has higher degree of applicability than does noncomparative evaluation.

  19. Kinetic and empirical design criteria for constructed wetlands

    International Nuclear Information System (INIS)

    Nix, P.G.; Gulley, J.R.

    1995-01-01

    A study was conducted to demonstrate the capabilities of wetlands as long-term, self-sustaining natural systems for the treatment of large quantities of waste water released from tailings ponds after mine abandonment. Constructed wetlands were built and planted with aquatic plants. The experimental design included three replicate trenches for each of two treatment systems. The objective of the research was to assess the optimum contaminant loading rates which would result in an acceptable quality of the effluent water. Using empirical data (i.e., hydrocarbon loading rates versus effluent quality), the optimal range of hydrocarbon loading was 5 to 25 gTEH/m 2/ month. Using more conservative kinetic data (i.e. microbial mineralization rates), the range of optimal treatment effectiveness was 9.6 to 13.2 gTEH/m 2/ month. The two design criteria methodologies were calculated using two independent analytical methods. The similarity in results was judged to be a confirmation of their accuracy. 20 refs., 5 figs

  20. SISTEM PENGENDALI KEMUDI TRAKTOR OTOMATIS EMPAT RODA PADA PENGUJIAN LINTASAN LURUS (Tracking Control System of Autonomous Four Wheel Tractor on Straight Path

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Permana Sutisna

    2015-05-01

    dilapangan pada lintasan lurus sepanjang 30 m dengan kecepatan traktor 0.5 m/s. Hasil pengujian di lapangan diperoleh tingkat akurasi kinerja kontrol sebesar 97.13% dan besar simpangan rata-rata terhadap lintasan acuan sebesar 8.62 cm. Kata kunci: Traktor otomatis, sistem pengendali kemudi, pengolahan tanah

  1. Studi Pengaruh Stabilisasi Tanah Lempung Lunak Menggunakan Kolom Kapur Terhadap Parameter Kecepatan Penurunan Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arwan Apriyono

    2008-09-01

    Full Text Available Soft clay is kind of problem in building and highway foundation design. This type of soils, have low coefficient consolidation (Cv parameter. This condition will cause that soils have very long duration in consolidation process. Limes column stabilization method can be applicable to solve this problem.This research be conducted to analyzed coefficient consolidation behavior in limes column stabilization method. The change variety of coefficient consolidation w ill be observe due to variation of limes column diameter. The limes column stabilization method be wished to increase the value of coefficient consolidation so settlement process of the soil get more rapidly. This research was conducted through experimentalin laboratory, with box that have 40 cm in diameters and this height is 40 cm. Five various of diameters applied in this research and this affect to value of Cv would be examined. Those are 3 cm, 5 cm, 8 cm, 10 cm and 12 cm diameters The result of this research show that limes column could increasing the value of coefficient consolidation. The average change of Cv is 0,000051 (6,38 % compare w i th Cv without limes column stabilization. However, increasing of limes column diameters have no significant affects to the value of coefficient consolidation.

  2. Analisa Pembuatan Tabung Gas Lpg 3 Kg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustafa -

    2012-11-01

    Full Text Available Program konversi minyak tanah ke LPG merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangisubsidi BBM, dengan mengalihkan pemakaian minyak tanah ke LPG. Tujuan analisa untuk mengetahui proses pembuatantabung gas, proses deep drawing dan metode pengelasan yang baik. Karena masih banyak orang yang takut memakai bahanbakar LPG tersebut karena takut meledak akibat kualitasnya yang kurang bagus. Deep Drawing atau biasa disebut drawingadalah salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu mempunyaikedalaman tertentu. Pada proses pembuatan tabung gas elpiji untuk mendisain suatu proses pembentukan logam , sepertipenarikan (drawing. Salah satu pekerjaan yang harus kita lakukan adalah menentukan atau memilih kapasitas mesin(energi, gaya, torsi serta perkakas dan peralatan yang akan digunakan untuk proses tersebut. Pada proses deep drawingdengan kecepatan tekan yang telah ditentukan (sesuai tabel daya tekan maksimal tidak boleh melebihi: 167,330 kg. Padaproses pengelasan circum, tegangan normal mencapai 61.16 kg/cm2, karena masih diatas uji ketahanan hidrostastik, makamasih dalam batas aman.

  3. IDENTIFIKASI KOMODITI UNGGULAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisca Vaulina

    2016-12-01

    Full Text Available Setelah otonomi masing-masing daerah memiliki lebih dari kebebasan dalam menentukan komoditas yang diprioritaskan dalam pembangunannya. Salah satu potensi di Kabupaten Indragiri Hilir adalah pertanian. Untuk pertanian diperlukan identifikasi komoditas pertanian utama yang akan dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi komoditas pertanian utama terlihat dari dasar komoditas pertanian, spesialisasi dan lokalisasi komoditas pertanian yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan metode studi kasus, data yang digunakan adalah data dari tahun 2014-2015, menggunakan analisis ekonomi LQ regional, spesialisasi quotient dan lokalisasi quotient. Hasil penelitian menunjukkan komoditas di Kabupaten Indragiri Hilir kering padi, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, durian, mangga, kelapa, pinang, kelapa, sagu, domba, sapi dan perikanan umum. KS dan KL nilai kegiatan pertanian terspesialisasi di setiap kabupaten. Pengembangan prioritas komoditas padi kering, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, mangga, durian, jeruk, pinang, kakao, domba dan perikanan umum. Kata kunci : Komoditas Unggulan, Komoditas Pertanian

  4. Location Analysis of Freight Distribution Terminal of Jakarta City, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nahry Nahry

    2016-03-01

    Full Text Available Currently Jakarta has two freight terminals, namely Pulo Gebang and Tanah Merdeka. But, both terminals are just functioned for parking and have not been utilized properly yet, e.g. for consolidation. Goods consolidation, which is usually performed in distribution terminal, may reduce number of freight flow within the city. This paper is aimed to determine the best location of distribution terminal in Jakarta among those two terminals and two additional alternative sites, namely Lodan and Rawa Buaya. It is initialized by the identification of important factors that affect the location selection. It is carried out by Likert analysis through the questionnaires distributed to logistics firms. The best location is determined by applying Overlay Analysis using ArcGIS 9.2. Four grid maps are produced to represent the accessibility, cost, time, and environment factors as the important factors of location. The result shows that the ranking from the best is; Lodan, Tanah Merdeka, Pulo Gebang, and Rawa Buaya.

  5. Reduction in density of suspended - sediment - laden natural waters

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Joseph, A.; Desa, E.; Desa, E.; Smith, D.; Peshwe, V.B.; VijayKumar, K.; Desa, J.A.E.

    to 0.4% - 4.5%) that of the density of the same water without suspended sediment. Teh values of peff in a given site differed from one tidal cycle to another (approx equal to 1.9%). These values varied slightly (less than 0.8%) from mid-tide to slack...

  6. Waarden in Crowdfunding : Empirisch onderzoek naar de achterliggende waardeoriëntaties van crowdfunders in Nederland

    NARCIS (Netherlands)

    van den Hoogen, Quirijn

    2017-01-01

    This research aims to sketch the values driving crowdfunding of art and culture in the Netherlands. It is based on qualitative and quantitative analyses of donors through the website voordekunst.nl. the reserach instrument is based on teh value sociology of Boltanski en Thévenot which was alos

  7. Effects of ractopamine and gender on protein turnover in skeletal ...

    African Journals Online (AJOL)

    p2492989

    Ractopamine significantly decreased rates of in vitro protein degradation ... with 140 mg trenbolone acetate and 14 mg estradiol (Component TE-H, Vet Life). ... samples were not used for statistical analysis, and samples collected after 15 and 29 ..... and its interaction with gender for RNA, DNA, and protein concentrations as.

  8. KONDISI HABITAT DAN EKOSISTEM MANGROVE KECAMATAN SIMPANG PESAK, BELITUNG TIMUR UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK UDANG (Habitat Conditions and Mangrove Ecosystem in Simpang Pesak District, East Belitung for Development of Shrimp Pond

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Juwita

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kondisi habitat dan eksosistem mangrove menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha perikanan budidaya di wilayah pesisir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi habitat dan ekosistem mangrove berdasarkan kualitas perairan, tanah, dan vegetasi mangrove serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan di empat desa Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur pada bulan April – November 2013. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air seperti salinitas 28–30, suhu 27–36 oC, pH 7–7,5, kecerahan 50–70, TSS 11–85 mg/L dan kekeruhan 0,91–46,00 NTU, yang rata-rata tidak melebihi ambang batas baku mutu untuk tambak udang dan biota laut, sedangkan kualitas tanah yaitu tekstur tanah (liat berpasir, pH tanah 4,8–6,8 dan bahan organik tanah 9–13% juga menunjukkan nilai yang tidak lebih dari ambang batas yang ditentukan. Kajian lainnya yaitu kondisi mangrove dengan kisaran indeks nilai penting 0–300 menunjukkan mangrove yang berperan dalam ekosistem tersebut dan dalam status mutu baik yang didukung dengan kerapatan 460 pohon/hektar. Oleh karena itu, nilai kerapatan yang tinggi dapat mendukung kegiatan pengembangan tambak udang yaitu dengan konsep ramah lingkungan (silvofisheries. Selain secara ekologi, secara sosial masyarakat juga mendukung pengembangan budidaya tambak udang (wawancara dengan menyediakan (sewa lahan dan tidak mengabaikan kerusakan lingkungan yaitu tetap mempertahankan mangrove. ABSTRACT This research discusses about conditions of habitats and mangrove ecosystems which become an important aspect to develop a good aquaculture in coastal areas. This study aims to analyze the condition of the habitat and mangrove ecosystem based on the quality of water, soil, vegetation of mangroves, and socio-economic conditions of the social community. The study was conducted in four villages in Simpang Pesak, East Belitung Regency from April to November 2013. The results showed the indicator for water

  9. Proper Motion Of Teh Magellanic Clouds Using SPM

    Science.gov (United States)

    2013-01-01

    1.05,−1.03) ± (0.30, 0.29) masa año−1, basado en dos muestras de 3800 y 769 es- trellas gigantes rojas de la LMC y SMC respectivamente. Una porción...justment also helps to correct residual distortions, as they are statistically smoothed out in the average frame. To avoid frames drifting away from the

  10. Gorod nagrazhdajet teh, kto ego ukrasil / Anna Orshanskaja

    Index Scriptorium Estoniae

    Orshanskaja, Anna

    2006-01-01

    Konkursi "Kaunis Eesti kodu 2006" võitjate autasustamisest Narva lossis. Konkursist. أKodu kauniksؤ (käesolevast aastast uue nimega أKaunis Eesti koduؤ) liikumise taastas 1997. aastal president Lennart Meri

  11. Injection system of teh SSC Medium Energy Booster

    International Nuclear Information System (INIS)

    Mao, N.; Gerig, R.; McGill, J.; Brown, K.

    1994-04-01

    The Medium Energy Booster (MEB) is the third of the SSCL accelerators and the largest of the resistive magnet synchrotrons. It accelerates protons from an injection momentum of 12 GeV/c to a top momentum of 200 GeV/c. A beam injection system has been designed to inject the beam transferred from the Low Energy Booster onto the MEB closed orbit in the MEB injection insertion region. The beam is injected via a vertical bending Lambertson septum magnet and a horizontal kicker with appropriate matching and very little beam loss and emittance dilution. The beam optics of the injection system is described in this paper. The required parameters of the Lambertson septum magnet and the injection kicker are given

  12. Isolation of endophyic bacteria from purwoceng (Pimpinella alpina Kds.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Widayat

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Purwoceng (Pimpinella alpina Kds. merupakan tanaman obat langka yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Tanaman yang mengandung kumarin tersebut berinteraksi dengan bakteri endofi t. Senyawa kumarin dalam industri dimanfaatkan untuk bahan aditif makanan dan parfum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri endofi t dari tanaman purwoceng, menganalisis kemampuan tumbuh bakteri endofi t dalam medium yang mengandung kumarin, dan pengaruh bakteri tersebut terhadap jumlah kumarin dalam medium pertumbuhan.Metode: Isolasi bakteri endofi t dilakukan secara langsung dari akar dan daun purwoceng. Seleksi bakteri endofi t penghasil kumarin dilakukan berdasarkan kemampuan bertahan hidup pada medium cair ammoniumsalt sugar (ASS yang mengandung infusa herba purwoceng. Pengaruh bakteri terhadap jumlah kumarin di dalam medium pertumbuhan diuji melalui percobaan kultivasi isolat bakteri terpilih pada medium yang sama. Jumlah kumarin dalam kultur dideteksi menggunakan teknik kromatografi lapis tipis (KLT.Hasil: Sembilan isolat bakteri endofi t yang berhasil diisolasi dari akar dan daun tanaman purwoceng mampu bertahan hidup pada medium basal yang diberi infusa herba purwoceng dengan waktu generasi (g 2,7-5,07jam dan kecepatan pertumbuhan spesifi k (μ 0,14-0,26/jam. Kultivasi isolat terpilih menunjukkan bahwa BAP5 menghasilkan senyawa dengan Rf 0,27 yang diduga sebagai turunan kumarin. Bakteri BAP5 mampu tumbuh dengan jumlah kumarin 1072 arbitrary unit (AU dalam medium.Kesimpulan: Bakteri endofi t dapat diisolasi dari tanaman purwoceng dan secara in vitro mampu mempertahankan jumlah kumarin yang terkandung di dalam medium. (Health Science Indones 2012;1:31-6Kata kunci: bakteri endofi t, purwoceng, Pimpinella alpina Kds, kumarinAbstractBackground: Purwoceng (Pimpinella alpina Kds. is a medicinal plant species used as aphrodisiac. Like any other plants, the coumarin containing plant probably interacts with endophytic bacteria. Coumarin

  13. POTENSI DAUN PANDAN (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS DAN MANGKOKAN (NOTOPHANAX SCUTELLARIUM SEBAGAI REPELEN NYAMUK AEDES ALBOPICTUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Marina

    2013-03-01

    Full Text Available Abstract. Aedes aegypti and Ae. albopictus mosquitoes being the vector of Dengue Haemorrhagic Fever (DHF. Various efJort have been done to control the mosquitoes, including using plant extract as repellent. Pandanus amaryllifolius and Notophanax scutellarium leaf were known to posses repellent activity for mosquito species. The study aimed to examine efJectiveness ofP. amaryllifolius and N. scutellarium leaf as repellent for Ae. albopictus. The result study on i-hr treatment showed that power protection of pandan leaves (N. scutellarium was 93.55%, while mangkokan leaves (p. amaryllifolius was 87.5%. Based on ANOVA analysis, there was not significantly dijJerent of power protection between N. scutellarium leafs and P. amaryllifolius leafs extracts against Ae. albopictus mosquitoes. Both of these test, plants has showed the potential to be a repellent and eliminate the emergence of Ae. albopictus mosquitoes, so it may efJectively reduce contact between host and dengue vector. Keywords: P. amaryllifolius, N. scutellarium, repellent, Ae. albopictus, dengue Abstrak. Nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus merupakan vektor dari Demam Berdarah Dengue. Pengendalian nyamuk vektor untuk memutus rantai penularan di antaranya menggunakan repelen tanaman. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius dan mangkokan (Notophanax scutellarium adalah tanaman lokal yang mempunyai potensi sebagai repelensi nyamuk. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tentang efektivitas daun F amaryllifolius dan N scutellarium sebagai bahan repelen nyamuk Ae. albopictus. Daya proteksi daun pandan (N scutellarium pada jam satu jam pertama perlakuan adalah 93,55%, sedangkan daun mangkokan (F amaryllifolius sebesar 87,5%. Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa daya proteksi ekstrak daun pandan dan mangkokan terhadap nyamuk Ae.albopictus berdasarkan jam perlakuan tidak berbeda nyata. Kedua tanaman uji tersebut mempunyai potensi sebagai repelen atau dapat menghalau kedatangan nyamuk Ae

  14. Penyakit-Penyakit Penting Buah Naga di Tiga Sentra Pertanaman di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wibowo

    2011-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to identify the causal agent of some dragon fruit disease emerging in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY and Central Java. Samples were taken from the dragon fruit plantation from the district of Sleman and Kulonprogo, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta as well as Magelang, Province of Central Java. Isolation of pathogen from symptomatic plant tissue was performed on Potato Dextrose Agar (PDA for fungi and Nutrient Agar (NA for bacteria and continued with Koch's postulates testing. The results of field observation showed that the disease commonly occured in all 3 plantations of dragon fruit were stem rot caused by Erwinia sp. and scab caused by Pestalotiopsis sp. Other miscellaneous diseases found among the plantations were brown spot (Fusarium sp., anthracnose (Colletotrichum sp., mosaic that might be caused by Cactus Virus X, root knotnematode (Meloidogyne sp., black rot and red spot which were still unidentified. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyait penting pada tanaman buah naga yang ditanam pada sentra pertanaman buah naga di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY dan Jawa Tengah, serta untuk mengidentifikasi penyebab penyakit penting tersebut. Sampel tanaman buah naga diambil dari pertanaman buah naga di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo untuk Provinsi DIY serta Magelang untuk Propinsi Jawa Tengah. Isolasi patogen dari jaringan tanaman bergejala dilakukan pada medium Potato Dextrose Agar (PDA untuk jamur dan Nutrient Agar (NA untuk bakteri serta dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penyakit yang umum terdapat di 3 lokasi pertanaman buah naga tersebut adalah busuk batang yang disebabkan oleh Erwinia sp. dan kudis yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. Adapun penyakit-penyakit lain yang dijumpai antara lain bercak coklat (Fusarium sp., antraknosa (Colletotrichum sp., mosaik yang kemungkinan disebabkan oleh Cactus Virus X, puru akar

  15. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Tingkat Kekritisan Air Sub-DAS Citarum Hulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Latif Indra

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Sehubungan dengan pertumbuhan penduduk yang membutuhkan ruang untuk hidup telah mengubah pola penggunaan tanah khususnya di DAS Citarum Hulu yang juga merupakan salah satu DAS kritis di Indonesia. Perubahan penggunaan tanah tersebut akan berakibat pada berkurangnya sumberdaya air sehingga menjadikan tingkat kekritisan air semakin tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta jaringan sungai, peta penggunaan lahan yang diperoleh dari Badan Pertanahan Nasional (BPN, data curah hujandan suhu Tahun 1975-2005, peta tanah, peta kemiringan lereng, tutupan vegetasi dan data kebutuhan air primer. Melalui metode GIS yang dipadukan pendekatan hidrologis telah menghasilkan wilayah-wilayah sub DAS yang mengalami kekurangan air dalam hal ini kekritisan air. ABSTRACT The population growth and the need for living space have changeq the patterns of land use especially in Upper Sub Citarum Watershed as one of the critical watersheds in Indonesia. The changes in land use will result in the reduction of water resources and make the higher level of water criticality. Data used in this research including river network map, landuse map obtained from Indonesian National Land Agency (BPN, precipitation and temperature data of 1975-2005, soil map, slope map, vegetation cover and primary water demand data. The critical level of watershed is deterimined based on the comparison of primary water demand and water availability in Upper Citarum Sub Watershed. Through GIS method combined with hydrological approach, the areas of sub watershed experiencing water shortage, in this case is water critical level can be determined. The combination of GIS method and a hydrological approach has resulted in sub-catchment areas experiencing water shortages in this case the critical water level.

  16. Nigerian Journal of Physics - Vol 18, No 1 (2006)

    African Journals Online (AJOL)

    ... by a modified reactive thermal deposition process · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL ... Horizontal infiltration and trace element measurements for Savannah soils in ... On the electric signal direction indicator for teh control of road traffic · EMAIL ... A model instrumentation design technique and construction of a 120W, 8Ω, ...

  17. IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN PESISIR BARAT-LAMPUNG DAN KABUPATEN TEBO-JAMBI (Implementation of Community Timber Plantation in Pesisir Barat District-Lampung and Tebo District-Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sanudin Sanudin

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan dengan didasari oleh prinsip-prinsip pengelolaan hutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi HTR pada koperasi yang mendapatkan Pinjaman Dana Bergulir (PDB dari Pusat Pembiyaan Pembangunan Hutan (PPPH. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 – Januari 2015 di KLL, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan KMB, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Data primer seperti pengelolaan HTR, kinerja PDB, dan permasalahan yang dihadapi dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola koperasi, pejabat di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP, Dinas Kehutanan Kabupaten/Provinsi, petani dan melalui pengamatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program HTR masih rendah akibat kurang maksimalnya kegiatan sosialisasi. Hal ini menyebabkan konflik dalam implementasi HTR. Berdasarkan kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi, tingkat keberhasilan implementasi HTR di KLL sangat tergantung kepada kesungguhan pihak koperasi dalam melakukan teknik silvikultur dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sementara implementasi HTR di KMB dari sisi silvikultur sudah cukup baik namun perlu pendekatan persuasif dalam penanganan masalah sosial. Sifat dari PDB adalah untuk memperkuat modal, oleh karena itu koperasi HTR harus mencari sumber permodalan lainnya baik lembaga keuangan maupun pihak swasta lainnya.   ABSTRACT Development of Community Timber Plantation (HTR is government effort to increase participation and responsibility of community around the forest on forest management based on management production forest. This study aimed is to know HTR implementation of cooperative which get revolving fund scheme (PDB-HTR from Forest Development

  18. ANALISIS PEMBIAYAAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN BAYI DI KABUPATEN/KOTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Aryastami

    2012-11-01

    Full Text Available The Ministry of Health had set target it and obligatory for minimum health standard (KW-SPM that has to be implemented in each district/municipality. Maternal and neonatal health (MNH services is one of the services in district health system that has to be delivered by puskesmas to improve the maternal and neonatal health towards reducing the maternal and neonatal mortality. It was a cross sectional study on health policy and financing. The study was conducted in three districts/municipality, namely Badung District, Bali; Tanah Datar District, West Sumatera and Kupang Municipality in East NusaTenggara. Time of the study was February to November 2006. Results showed that the highest allocation of budgetting according to the district health competency was for basic health services, the preventions of communicable diseases, and nutrition program. Budget allocation for investation in maternal and neonatal health was relatively low, only 2-7%. except for Badung District that was 47.2%. The allocated budget for the basic health services has a similar pattern among theareas under study, except for Tanah Datar District, the proportion of operational costs for immunization seem lower than two other districts. There gap between budget allocation and budget necessity. The budget was hardly used to serve the community. Indirect budget, most of provided for staff trainings, building capacity, as well as facility improvements. Per capita allocation for MNH varied among the districts/municapality. Badung District got the lowest (Rp. 20,000 per capita allocation, albeit it had the highest fiscal capacity; meanwhile Tanah Datar District, the middle fiscal capacity had the highest (Rp. 47,000. Kupang Municipality. the lowest fiscal capacity had the middle per capita allocation, which was Rp. 40,000. According to the health services function, the proportion allocating for training was the highest, more than 70% (Kupang and Tanah Datar Districts, and basic health

  19. Aplikasi Trichoderma Harzianum Terhadap Hasil Tiga Varietas Kentang Di Dataran Medium

    OpenAIRE

    Hermawan, Rifqi; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik

    2013-01-01

    Faktor kelestarian lingkungan menyebabkan ekstensifikasi lahan pertanian kentang di dataran tinggi tidak dapat dilakukan, sehingga dataran medium menjadi alternatif eksplorasi lahan budidaya kentang. Untuk meningkatkan produktivitas kentang di dataran medium disamping pemilihan bibit yang tepat adalah dengan menggunakan Trichoderma harzianum. Trichoderma harzianum selain berperan antagonis terhadap pathogen, juga berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi auksin dan pros...

  20. UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum, L.) DENGAN METODE LINOLEAT-TIOSIANAT

    OpenAIRE

    Suparmi, Suparmi; Anshory, Hady; Dirmawati, Niche

    2016-01-01

    ABSTRAKRambutan adalah buah yang banyak dikonsumsi masyarakat dan digunakan untuk pengobatan. Kulit buah rambutan diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid. Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum, L.) dengan menggunakan metode linoleat-tiosianat ditinjau dari daya penghambatan pembentukan radikal bebas asam linoleat. Ekstrak et...

  1. KEDUDUKAN HUKUM PERSEWAAN TANAH NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Permadi

    2017-05-01

    Full Text Available This paper examines how the legal status of leasing the public land in deal with the State's Right of Controlling is and how the further regulating them in the implementation of regional autonomy is. The used method is a normative legal research with secondary data sources through primary legal materials, secondary and tertiary. The results show that leasing the land that the object is a public land constitutes an action against the law, because the state is in fact not the owner of the land. The state only has the right to control the public land and the only the owner has the right to lease the land. Therefore, there is a smuggling law in case of leasing the public land through enacting the regional regulations that contain the permit to use the public land, that the third parties can use public land but the third party must pay a sum of money.

  2. TANAH ULAYAT DAN KEMISKINAN PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Hanani

    2013-01-01

    Full Text Available The community family land tenure in the traditional Minangkabau fall entirely on women (Bundo Kanduang. Communal land should not be dominated by men and should not be traded individually. If community family land has been converted from women, then women will lose a valuable asset in his people even poverty will colonize Minangkabau women. As a result women will be trapped at the Minangkabau starvation issues, domestic violence, prostitution, and dropout from school or college. Keywords : Minangkabau, matrilineal, communal landCopyright © 2013 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v3i1.67

  3. Sadhana | Indian Academy of Sciences

    Indian Academy of Sciences (India)

    S Ramesh1 Geok Bee Teh1 Rong-Fuh Louh2 Yong Kong Hou1 Pung Yen Sin1 Lim Jing Yi1. Faculty of Engineering and Science, Universiti Tunku Abdul Rahman, Setapak, 53300 Kuala Lumpur, Malaysia; Department of Materials Science and Engineering, Feng Chia University, 100, Wenhwa Road, Seatwen, Taichung, ...

  4. Sadhana | Indian Academy of Sciences

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Sadhana. S Ramesh. Articles written in Sadhana. Volume 35 Issue 1 February 2010 pp 87-95. Preparation and characterization of plasticized high molecular weight PVC-based polymer electrolytes · S Ramesh Geok Bee Teh Rong-Fuh Louh Yong Kong Hou Pung Yen Sin Lim Jing Yi · More Details ...

  5. PILIHAN HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH DI LUAR PENGADILAN (STUDI KASUS TANAH ROWOK, LOMBOK TENGAH, NTB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Sahnan

    2016-02-01

    Full Text Available The tendency of people to choose outside of the court to solve their disputes should basically be viewed as a legal phenomenon in people lives. Settlement of disputes outside the court has put parties in a position to win-win (win-win solution, different from the way of dispute settlement through the courts that put a party on the win position and the other on the lose position (win-lose solution. Legal dispute settlement through the courts rather than solve the problems it has created more problems between the disputants. Kecenderungan warga masyarakat untuk menyelesaikan sengketanya dengan menggunakan cara di luar pengadilan pada dasarnya harus dipandang sebagai suatu gejala hukum dalam kehidupan warga masyarakat. Penyelesaian sengketa melalui cara di luar pengadilan telah mendudukkan pihak yang bersengketa pada posisi menang-menang (win-win solution, berbeda dengan cara penyelesaian sengketa melalui pengadilan yang mendudukkan pihak yang bersengketa pada posisi ada yang kalah dan ada yang menang. Penyelesaian sengketa melalui pengadilan bukan menyelesaikan masalah justru menambah masalah di antara pihak yang bersengketa.

  6. PROTEIN ANTIMIKROB DARI TANAMAN TRICHOSANTHES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukma D

    2008-08-01

    Full Text Available The research was aimed to study morphology, growth, development, pest and disease of 3 Trichosanthes species, initiate shoots, callus and hairy root culture in vitro, analyze chitinase and peroxidase activities and the effect of salicylic acid (SA and etefon (ETF on the chitinase and peroxidase activities of crude protein extract from Trichosanthes, and evaluate in vitro antifungal activity of crude protein extract of Trichosanthes. The results of the research showed the differences of morphological characters, growth habit of T. cucumerina var. anguina, T.tricuspidata and the differences of pest and diseases problem of T. quinquangulata. T. cucumerina var. anguina and T. quinquangulata. T. tricuspidata had the highest chitinase activity in crude protein extract of in vitro shoots, calli and plant roots and peroxidase activity in plant roots grown in field. T. cucumerina var. anguina showed the highest chitinase and peroxidase activities in crude protein extract of plant roots grown in field and calli. Chitinase and peroxidase activities of calli crude protein extract of T. tricuspidata could be increased by SA and ETF. Adversely, ETF decreased the peroxidase activity of calli crude protein exract ofT. tricuspidata. In T. cucumerina var. anguina, SA could not increase the chitinase activity but increase the peroxidase activity. The crude protein from in vitro shoots of T. tricuspidata could inhibited the spore germination of Fusarium sp. from T. cucumerina var. anguina, Fusarium oxysporum from shallot, Puccinia arachidis from peanut and Pseudoperonospora cubensis from cucumber. The protein could not inhibit spore germination of Curvularia eragrostidis from Dendrobium orchids

  7. Investigation on Adaptive Re-use of Heritage Building in George Town, Penang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marhamah Abdul Hadi

    2013-09-01

    Full Text Available Adaptive re-use of heritage buildings in George Town has gained attention from their owners. Their owners either private owners or government, want to adapt their respective buildings to new usage for instance to become a gallery, museum, restaurant, boutique hotel and many more. Every heritage building that is being adapted to paper main objective is to identify the changes made in terms of structure, space and material when adapting the heritage buildings to a new usage specifically into a gallery. Two heritage buildings are chosen as case studies for this paper which are Rumah Teh Bunga and Fort Cornwallis; both buildings located in Penang, Malaysia. The changes made to these two buildings were analyzed using the guidelines provided which are Guideline for Conservation areas and Heritage Buildings and National Heritage Acts 2005. Both buildings will be analyzed using National Heritage Acts, while only Fort Cornwallis will be analyzed using Guideline for Conservation areas and Heritage Buildings. Adaptation of these two heritage buildings requires changes in structure, space and material. The changes in Rumah Teh Bunga focuses more on materials and space while changes in Fort Cornwallis emphasize more to space and addition of other structures. Analysis on the changes are made by using the guideline provided, most of the changes made to both of these heritage buildings comply the rules and regulations stated in the guideline. It was found from the data that some of the reasons on why the owner change Rumah Teh Bunga to gallery are because of its complicated procedure that involves in privatization of this building to other owner and the need to promote the heritage significance of this building to the public. As for Fort Cornwallis, the adaptation is more on strengthening its value as a fort and becoming a tourist attraction.

  8. Cardiac imaging. Direct diagnosis in radiology

    International Nuclear Information System (INIS)

    Claussen, C.D.; Miller, S.; Fenchel, M.; Kramer, U.; Riessen, R.

    2008-01-01

    Teh book covers chest radiographic findings, echocardiographic findings, PET findings, CT findings, MRI findings and invasive diagnostic procedures within the following chapters: ischemic heart diseases; heart failure; acquired valvular heart diseases, cardiomyopathy; inflammatory heart diseases, hypertension, tumors and other masses; trauma; congenital heart diseases, diseases of the great vessels; and standard views of the heart

  9. Pertumbuhan dan Hasil Seledri (Apium graveolens L. pada Sistem Hidroponik Sumbu dengan Jenis Sumbu dan Media Tanam Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riana Pradina Embarsari

    2015-12-01

    Full Text Available Tanaman seledri dipergunakan sebagai pelengkap masakan ataupun sebagai obat. Tingginya permintaan seledri dalam bentuk segar oleh masyarakat  Indonesia belum dapat terpenuhi, selain itu tanaman seledri bersifat aditif dalam bahan makanan sehingga dipergunakan dalam jumlah sedikit tetapi penting. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2014 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 700-800 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 2 taraf, yaitu kain sumbu bahan wol dan kain sumbu bahan katun. Faktor ke dua adalah media tanam yang terdiri dari beberapa 5 taraf yaitu media tanam 100% kompos, media tanam 50% kompos + 50% arang sekam, media tanam 25% kompos daun bambu + 75% arang sekam, media tanam 75% kompos daun bambu + 25% arang sekam dan media tanam 100% arang sekam. Sehingga terdapat 10 kombinasi taraf perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali.Uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan. Parameter utama yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah batang, dan bobot segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jenis sumbu dan media tanam pada tinggi tanaman dari umur 3 MST sampai umur 8 MST dengan perlakuan (s2m2, pada jumlah batang terjadi interaksi pada umur 6 dan 8 MST dengan perlakuan (s2m3, bobot segar terjadi interaksi umur 8 MST dengan perlakuan (s2m2. Jenis sumbu dan media tanam yang paling baik pada umur 8 MST terhadap tinggi tanaman dan bobot segar adalah (s2m2 sedangkan pada jumlah batang terdapat pada perlakuan (s2m3. Celery plant is used as a food supplement or as a medicine. The high demand in the form of fresh celery by the people of Indonesia has not been met by supply, besides celery plants are additive in food ingredients also used in small amounts but vital. The experiment was conducted in May until August 2014 at screen house

  10. Respon Lima Varietas Jagung (Zea Mays L.) Pada Aplikasi Pyraclostrobin

    OpenAIRE

    Amin, Adi Wiyono Basori; Kuswanto, Kuswanto; Soegianto, Andy

    2013-01-01

    Aktivitas nitrat reduktase dapat ditingkatkan oleh pyraclostrobin. Penyerapan nitrogen pada tanaman dipengaruhi oleh aktivitas nitrat reduktase. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari respon lima varietas jagung pada aplikasi pyraclostrobin. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai Oktober 2011. Bahan tanam yang di...

  11. Selektivitas Beberapa Insektisida Terhadap Hama Liriomyza Huidobrensis Blanchard (Diptera : Agromyzidae) Dan Parasitoid Hemiptarsenus Varicornis Girault (Hymenoptera : Eulophidae)

    OpenAIRE

    Setiawati, Wiwin; Somantri, Aang

    2002-01-01

    Liriomyza huidobrensis merupakan hama baru pada tanaman kentang. Hama ini pertama kali dilaporkan menyerangtanaman kentang di Puncak, Jawa Barat pada tahun 1994 dan diduga telah resisten terhadap berbagai jenis insektisidadari golongan organofosfat, karbamat, dan piretroid sintetik. Upaya pengendalian hama tersebut diarahkan pada pro -gram pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam pro gram tersebut penggunaan insektisida hanya dilakukan apabilapopulasi hama sudah mencapai ambang pengendalian dan...

  12. PENGENDALIAN SERANGAN GANODERMA SPP. (60-80% PADA TANAMAN SENGON SEBAGAI PELINDUNG TANAMAN KOPI DAN KAKAO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elis Nina Herliyana

    2011-04-01

    Full Text Available Information about genetic variation of Ganoderma spp. As a cause of rot disease on plantation crops is necessary for consideration in efforts to protect crops. Exploration of the use of biological agents, especially Trichoderma spp., For the control of Ganoderma on forestry crops is still limited to laboratory testing. Its effectiveness to control Trichoderma spp. To protect plants in the nursery sengon being carried out, as well as to determine its role in improving plant growth

  13. Analisis Highest and Best Use (HBU pada Lahan Jl. Gubeng Raya No. 54 Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akmaluddin Akmaluddin

    2013-03-01

    Full Text Available Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di  kota-kota besar seperti Surabaya, bertolak belakang dengan  ketersediaan lahan yang terbatas. Selayaknya properti yang akan dibangun di atas suatu lahan dapat memberikan manfaat yang maksimal serta efisien agar hasilnya dapat dirasakan demi pembangunan wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan  penggunaan yang paling memungkinkan dan diizinkan dari suatu tanah kosong atau tanah