WorldWideScience

Sample records for suplementasi rumput laut

  1. MENGENAL RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2007-06-01

    ditas ini semakin banyak diminati. Indonesia merupakan penghasil rumput laut karaginan terbesar kedua dunia setelah Filipina. Untuk mengenal lebih dekat rumput laut tersebut, makalah ini akan memberikan gambaran secara umum dari karakteristik K. alvarezii yang meliputi taksonomi, morfologi, reproduksi, eko-fisiologi, dan distribusi, serta dilengkapi dengan dukungan hasil riset mengenai pertumbuhan dan analisis genetik antara dua perbedaan warna dari spesies rumput laut tersebut.

  2. PEMANFAATAN RUMPUT LAUT NON-KOMERSIL SEBAGAI BIOKONTROL PENYAKIT ???ICE-ICE??? PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI, SERTA KUANTITAS DAN KUALITAS KARAGINAN

    OpenAIRE

    Zainuddin, Elmi Nurhaidah; . A. Manggau, Marianti; Badraeni

    2014-01-01

    Penyakit ???ice-ice??? pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii berdampak signifikan terhadap penurunan produksi rumput laut di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Untuk mengatasi permasalahan ini maka telah dilakukan penelitian untuk mencegah penyakit ???ice-ice??? pada rumput laut K. alvarezii dengan menggunakan rumput laut non-komersil. Sampel dari rumput laut K. alvarezii yang berpenyakit ???ice-ice??? telah diambil dari beberapa lokasi budidaya rumput laut, sepe...

  3. Konversi Rumput Laut Menjadi Monosakarida Secara Hidrotermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Eka Andansari

    2014-09-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir dan merupakan salah satu komoditi laut yang sangat populer dalam perdagangan dunia, karena pemanfaatannya yang demikian luas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai sumber pangan, obat-obatan dan bahan baku industri. Pada proses hidrolisis biasanya menggunakan katalisator asam seperti HCl, asam sulfat. Bahan yang digunakan untuk proses hidrolisis adalah pati. Hidrolisis merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu senyawa. Tujuan penelitian ini antara lain mempelajari proses, pengaruh waktu, suhu, dan konsentrasi katalis terhadap reaksi konversi, serta kinetika reaksi proses hidrolisis rumput laut menjadi monosakarida secara hidrotermal. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan, didapatkan analisa gula pereduksi menggunakan metode HPLC dan spektofotometer reagen Nelson-Somogyi. Hidrolisis termal rumput laut dengan katalis asam sulfat dapat menghasilkan gula reduksi. Dari hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi suhu, dan semakin besar konsentrasi katalis yang diberikan dapat menghasilkan % gula reduksi yang besar yaitu pada kondisi 80 menit; 240°C; 1N katalis menghasilkan presentase gula reduksi sebesar 0,2848 %. Dengan reaksi yang didapatkan adalah reaksi orde 1, diperoleh energi aktivasi yang lebih kecil pada konsentrasi katalis 1N yaitu sebesar 12.675 J/mol.

  4. Studi Kinetika Pembentukan Karaginan dari Rumput Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Fathmawati

    2014-03-01

    Full Text Available Karaginan merupakan senyawa polisakarida galaktosa.Senyawa-senyawa polisakarida mudah terhidrolisis dalam larutan yang bersifat asam dan stabil dalam suasana basa.Karaginan juga merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri atas ester kalium, natrium, magnesium dan kalium sulfat dengan galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa kopolimer. Karaginan adalah suatu bentuk polisakarida linear dengan berat molekul di atas 100 kDa atau berkisar antara 100-800 ribu Da.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel konsentrasi NaOH dan konsentrasi rumput laut terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari pengaruh variabel suhu dan waktu terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari kinetika reaksi pembentukan karaginan dari rumput laut.Analisa identifikasi karaginan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR menunjukkan bahwa jenisnya adalah kappa karaginan dan iota karaginan.Semakin besar konsentrasi NaOH, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Semakin besar suhu ekstraksi, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Dengan persamaan reaksi rate adalah rp = k’CAn , harga Ea (E.Spinosum NaOH 6% = 43989,37 J/mol, dan harga Ea (E.Cottoni NaOH 6%= 43066,52  J/mol. Untuk harga k masing-masing pada saat NaOH 6%, yaitu:E. Spinosum : k 80 oC  = 3,2949072;k 85 oC = 3,7439337; c. k 90 oC = 5,5655806. E. Cottoni :k 80 oC  = 0,04925;  k 85 oC = 0,0577; dan k 90 oC = 0,08249. Dari hasil penelitian yang di dapat, kecepatan reaksi pada E. Spinosum dan E. Cottoni ditetapkan orde reaksi 1,5.

  5. SELEKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus striatum DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PERTUMBUHAN BIBIT UNTUK BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2017-01-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut di Indonesia semakin berkembang seiring dengan peningkatan permintaan bahan baku industri untuk pasar domestik dan eksport. Rumput laut Kappaphycus striatum, salah satu spesies rumput laut komersil, telah intensif dibudidayakan di perairan pantai. Saat ini, masalah utama yang dihadapi pembudidaya adalah rendahnya kualitas bibit yang berasal dari hasil budidaya. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh seleksi varietas terhadap pertumbuhan rumput laut sehingga dapat dilakukan produksi bibit unggul untuk keperluan budidaya. Budidaya rumput laut K. striatum telah dilakukan di Teluk Laikang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode long line. Seleksi varietas dilakukan berdasarkan parameter laju pertumbuhan harian (LPH dan metode seleksi mengacu pada protokol seleksi yang telah dikembangkan pada rumput laut K. alvarezii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPH bibit hasil seleksi lebih tinggi (P

  6. Kualitas Karaginan dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Lokasi Berbeda di Perairan Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu - kumayanjati

    2018-06-01

    Full Text Available Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut yang dibudidayakan di Maluku Tenggara. Rumput laut jenis ini merupakan rumput laut penghasil karaginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karaginan dari rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan di tiga lokasi di Maluku Tenggara, yaitu Letman, Letvuan dan Revav. Kualitas karaginan yang diamati antara lain rendemen, kadar air, kadar abu, viskositas, gel strength, dan derajat putih. Rumput laut diekstrak dengan metode perlakuan alkali dengan larutan NaOH 9%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan program statistik IBM SPSS Statistics 24 untuk mengetahui perbedaan kualitas karaginan dari tiga lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas karaginan dari tiga lokasi berbeda nyata (<0,05 untuk semua parameter. Karaginan dari rumput laut Letvuan memiliki nilai rendemen dan gel strength terbaik dibandingkan rumput laut Letman dan Revav, yaitu 43,25% untuk rendemen dan 207,50 g/cm2 untuk gel strength. Karaginan dari rumput laut Revav memiliki nilai viskositas terbaik yaitu sebesar 54,39 cP. Karaginan dari rumput laut Letman memiliki kenampakan terbaik dibandingkan dengan Letvuan dan Revav dengan nilai derajat putih sebesar 68,22%. Berdasarkan hasil pengujian, maka hanya karaginan dari lokasi Revav yang memenuhi standar kualitas FAO.

  7. Keadaan Budidaya Rumput Laut di Pulau Panjang Provinsi Bangka Belitung

    OpenAIRE

    Melki, Melki; Agussalim, Andi

    2004-01-01

    Penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 20 dan 21 Desember 2003 di Pulau Panjang Provinsi Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah metode survey dan wawancara serta data diperoleh dengan pengukuran langsung. Dari hasil pengamatan bahwa Pulau Panjang cocok dijadikan daerah budidaya, karena sudah tersedia bibit alami rumput laut Eucheuma cottonii, faktor lingkungan yang mendukung kegiatan budidaya serta adanya pangsa pasar. Namun kendala yang dihadapi adalah rendahnya nilai jual rum...

  8. UTILISASI NITROGEN DAN KOMPOSISI TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN RUMPUT LAPANGAN DENGAN SUPLEMENTASI DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. W. SITI

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui utilisasi nitrogen dan komposisi tubuh kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan dengan suplementasi dedak padi, telah dilaksanakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah Rumput lapangan ad libitum sebagai perlakuan (A; perlakuan B= perlakuan A + 75 g dedak padi; perlakuan C = perlakuan A + 150 g dedak padi dan perlakuan D= perlakuan A + 225 g dedak padi. Pemberian rumput lapangan 2 kali sehari yaitu pagi pukul 7.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita, sedangkan dedak padi diberikan sekali pada pukul 7.00 Wita. Air minum yang diberikan berasal dari PDAM secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah komposisi tubuh, konsentrasi urea darah, konsumsi nitrogen, retensi nitrogen dan utilisasi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari pada kambing PE yang diberi pakan hijauan rumput lapangan secara nyata (P0,05 menurunkan urea darah. Namun suplementasi dedak padi 75 g/e/h belum berpengaruh terhadap air tubuh dan lemak tubuh, tetapi suplementasi dedak padi pada level 150-225 g/e/h dapat menurunkan air tubuh dan meningkatkan lemak tubuh. Suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari belum berpengaruh nyata terhadap penurunan protein tubuh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari dapat meningkatkan utilisasi nitrogen pada kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan.

  9. Karakteristik dan Model Matematika Kurva Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diini Fithriani

    2017-05-01

    Full Text Available Studi ini dimaksudkan untuk menginvestigasi karakteristik dan model matematika kurvapengeringan rumput laut  Eucheuma cottonii. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakanuntuk perancangan alat pengering rumput laut yang efisien. Pengeringan E.cottonii dilakukandengan menggunakan alat pengering laboratorium terkendali yang dilengkapi dengan sistemakuisisi data dengan kecepatan udara 0,5 m/detik. Empat variasi RH yang dilakukan pada suhu50 °C adalah 30%, 40%, 50% dan 60% serta empat variasi suhu yang dilakukan pada RH 40%adalah 40 °C, 50 °C, 60 °C dan 70 °C. Tiga model pengeringan yang diuji adalah model Newton, Henderson & Pabis dan Page. Simulasi model yang paling tepat ditentukan berdasarkan nilai R2 yang paling tinggi, serta nilai  sum square error  (SSE dan  root mean square error  RMSE yang paling rendah. Laju pengeringan lapis tipis rumput laut  E.cottonii umumnya berada pada periodelaju menurun. Hal ini sesuai dengan karakteristik pengeringan bahan-bahan biopolimer yang umumnya berlangsung dengan laju menurun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan RH cukup efektif dalam menurunkan kadar air dibandingkan peningkatan suhu. Pada RH rendah yaitu 30% suhu 50 °C, penurunan kadar air 50% dicapai dalam waktu 80-85 menit jauh lebih cepat dari RH 60% suhu 50 °C yaitu 165-170 menit. Pada suhu tertinggi yaitu 70 °C RH 40%penurunan kadar air 50% dicapai dalam waktu 90 menit selisih 15 menit lebih cepat dibandingkan suhu terendah yaitu 40 °C RH 40%. Kajian ini mendapati model pengeringan  E.Cotonii yang paling sesuai adalah model pengeringan Page dengan nilai R2, R2 terkoreksi, SSE and RMSE berturut - turut sebesar 0,98-0,99 ; 0,96-0,98 ; 0,0002-0,0126 dan 0,0002- 0,0206.

  10. ANALISIS POLA MUSIM TANAM RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii MELALUI PENDEKATAN KESESUAIAN LAHAN DI NUSA PENIDA, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2014-08-01

    Full Text Available Usaha budidaya rumput laut sangat dipengaruhi oleh lokasi dan iklim. Penyusunan pola musim tanam rumput laut yang benar dapat membantu dalam keberlanjutan usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola musim tanam rumput laut, Kappaphycus alvarezii, berdasarkan pendekatan kesesuaian lahan pengembangan budidaya rumput laut di Nusa Penida, Bali. Data dikumpulkan pada bulan Mei dan September 2013. Kesesuaian lahan dianalisis secara spasial berdasarkan sistem informasi geografis, dengan memadukan antara faktor kualitas perairan dan sosialinfrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa bulan Mei merupakan bulan yang sesuai untuk K. alvarezii dibandingkan dengan bulan September. Kawasan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan merupakan kawasan yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi musim tanam di Nusa Penida.

  11. ISOLASI DAN KULTUR PROTOPLAS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2007-12-01

    Full Text Available Isolasi protoplas rumput laut K. alvarezii, telah dilakukan dalam rangka penyiapan protoplas untuk penyilangan melalui fusi protoplas. Metode yang digunakan antara lain melalui cara kimia dengan melisis tallus rumput laut dengan campuran enzim komersial, kemudian enzim yang berasal dari viscera keong mas baik yang segar maupun yang beku, dengan media kultur yang digunakan pada pemeliharaan makro algae antara lain Conwy, PES, dan air laut steril. Tallus rumput laut yang digunakan berasal dari bagian pangkal, tengah dan ujung. Protoplas yang hidup diuji menggunakan evans blue 0,1%, hormon perangsang tumbuh yang digunakan pada media pertumbuhan antara lain auxin, IAA, dan Kinetin. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah protoplas hidup, pertumbuhan, dan sintasan.  Hasil percobaan memperlihatkan bahwa enzim yang paling baik digunakan adalah campuran enzim komersial dengan media kultur Conwy dengan jumlah protoplas mencapai 19,8 x 106 sel/mL, bagian tallus yang paling baik adalah bagian pangkal berkisar antara 8,1x106 hingga 18,8 x 106 sel/ mL.  Perangsang tumbuh yang paling baik adalah auxin. Filamen terbentuk setelah 5 hari dengan fotoperiod L:D=12:12. Isolation of seaweed’s protoplast Kappaphycus alvarezii had been done to provide protoplast for crossbreeding purpose by protoplast fusion. The method was chemically done by lyses of tallus used commercial enzyme mixture, enzyme from viscera of snail both fresh and frozen, culture media were Conwy (CW, PES, and sterile sea water (SSW which were used to maintain the macro algae. Part of used tallus were upper, middle and tip of tallus. The viable protoplast was examined by using 0.1% evans blue and the growth-stimulating hormone were auxin, IAA, and Kinetin. Observation was concerned to the amount of viable protoplast, the growth, and the long live. Result showed that the best enzyme was commercial enzyme mixture with Conwy as the best culture media, provided protoplast until 19.8 x 106 cell/mL. The

  12. INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Firdaus

    2015-07-01

    Full Text Available AbstrakIndeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.

  13. PENGGUNAAN RUMPUT LAUT SEBAGAI STABILIZER ES KRIM SUSU SARI KEDELAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aviani Violisa

    2013-07-01

    Full Text Available The used of seaweed as stabilizing agent on the soymilk-based ice cream. The purpose of this study is to investigate the chemical, physical and organoleptic characteristics of soymilk-based ice cream, in which seaweed is used as a stabilizing agent. The results of this study showed that soymilk-based ice cream with seaweed at the concen­tration of 0.5% have the highest fat and protein contents, viscosity, and the longest melt-down rate. Ice cream with the concentration of 0.4% had the highest solid level, while the concentration of 0.3% produced the highest overrun of ice cream. For the hedonic-quality parameter, ice cream with the concentration of 0.5% had the highest of aroma score and soft texture, while at the concentra­tion of 0.3% had the highest sweet flavor. For the hedonic parameter, ice cream with the con­cen­tra­tion of 0.4% had the highest aroma and sweet flavor preference. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sifat kimia, fisik, dan organoleptik es krim susu sari kedelai dengan rumput laut sebagai stabilizer. Hasil penelitian me­nunjukkan bahwa es krim susu sari kedelai dengan stabilizer rumput laut konsentrasi 0,5% memiliki kadar lemak tertinggi, kadar protein tertinggi, viskositas tertinggi, dan waktu meleleh paling lama. Es krim padatan tertinggi diperoleh dari stabilizer kon­sentrasi 0,4%. Overrun tertinggi terdapat pada es krim dengan stabilizer konsentrasi 0,3%. Hasil uji mutu hedonik, es krim dengan stabilizer konsentrasi 0,5% menghasil­kan aroma tertinggi dan tekstur paling lembut, sedangkan es krim dengan stabilizer 0,3% menghasilkan rasa termanis. Hasil uji hedonik, es krim dengan stabilizer kon­sen­trasi 0,4% memiliki nilai kesukaan aroma tertinggi dan kesukaan rasa tertinggi.

  14. PERBEDAAN MUSIM TANAM TERHADAP PERFORMA BUDIDAYA EMPAT VARIAN RUMPUT LAUT EUCHEUMATOIDS DI TELUK GERUPUK, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2014-08-01

    Full Text Available Musim tanam rumput laut di perairan Teluk Gerupuk dikelompokkan menjadi musim produktif dan non-produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan performa budidaya dari empat varian rumput laut: Kappaphycus alvarezii varian Tambalang dan Maumere, Eucheuma denticulatum, dan K. striatum yang dibudidayakan di perairan Teluk Gerupuk dengan metode long line pada musim tanam yang berbeda. Pengamatan terhadap parameter performa budidaya meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa, dan produksi rumput laut, yang dilakukan setiap 15 hari sekali selama masa budidaya yaitu 45 hari per siklus. Pengamatan dilakukan selama tiga siklus tanam dari bulan Juli-Desember. Analisis ragam (ANOVA dengan rancangan acak lengkap faktorial dan uji lanjut Tukey Test dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan varian rumput laut dan periode musim tanam terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim tanam (produktif dan non-produktif merupakan salah satu aspek penting yang berpengaruh nyata terhadap performa budidaya rumput laut (P<0,05. Dari keempat varian yang dibudidayakan, E. denticulatum merupakan varian yang memiliki performa terbaik yang berbeda nyata dengan ketiga varian lainnya (P<0,05, baik pada musim produktif maupun musim non-produktif. Pemilihan varian rumput laut yang tepat dengan tingkat pertumbuhan dan daya adaptasi yang lebih baik terhadap perbedaan kondisi lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan budidaya rumput laut.

  15. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DAN Eucheuma denticullatum TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Budi Wiyanto

    2010-04-01

    Full Text Available Penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticullatum Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii dilakukan, mengingat banyak dijumpai  penyakit pada usaha budidaya ikan dan udang, terutama bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senyawa bioaktif rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol sebagai antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii.  Penelitian dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu: (1 Uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut; dan (2 Analisa senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak rumput laut, dimana masing-masing tahapan dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan, dua jenis ekstrak rumput laut dengan pelarut metanol dan etanol, mempunyai daya antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekstrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap A. hydrophila (19.43±0,55 mm. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekastrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap V. harveyii (19.85±0,23 mm. Asam heksadekanoat merupakan senyawa paling dominan dijumpai pada ekstrak rumput laut K. alvarezii, dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol. Kata Kunci : Aktivitas Antibakteri, Rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum,  Bakteri A.  hydrophila dan V. harveyii. 

  16. KONDISI RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN PANTAI UJUNG GENTENG, SUKABUMI DAN LABUHANBUA, SUMBAWA: POTENSI KARBON BIRU DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2015-06-01

    Full Text Available Sumberdaya rumput laut alam yang berlimpah di perairan Indonesia merefleksikan besarnya potensi penyerapan karbon oleh rumput laut untuk mengurangi gas rumah kaca, CO2, yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serapan karbon oleh rumput laut alam di kawasan pesisir Labuhanbua, Kabupaten Sumbawa, NTB dan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data lapangan berdasarkan titik-titik pengamatan yang disebar pada transek garis yang tegak lurus terhadap garis pantai; meliputi data luas tutupan, jenis, dan kandungan karbon rumput laut alam yang dominan ditemukan pada kedua lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan pantai Ujung Genteng terdiri atas 36 spesies dan di Labuhanbua 28 spesies. Berdasarkan besarnya simpanan karbon dalam bentuk biomassa pada berbagai spesies rumput laut alam di kedua lokasi penelitian, maka Sargassum sp., Padina sp., Dictyota dichotoma, Hydroclathrus clatratus, Gracilaria sp., G. foliifera, G. salicornia, Gelidium sp., dan Turbinaria sp., merupakan spesies potensial yang berperan sebagai media penyimpanan karbon biru, dan semua jenis tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas budidaya.

  17. Karakteristik Fisika Kimia Karaginan Rumput Laut Jenis Kappaphycus Alvarezii Pada Umur Panen Yang Berbeda Di Perairan Desa Tihengo Kabupaten Gorontalo Utara

    OpenAIRE

    Harun, Maya; Montolalu, Roike Iwan; Suwetja, I Ketut

    2013-01-01

    Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten Gorontalo Utara. Salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan di Kabupaten Gorontalo Utara adalah Kappaphycus alvarezii. K. Alvarezii memiliki nilai ekonomis penting karena menghasilkan karaginan. Karaginan banyak digunakan sebagai bahan tambahan industri farmasi, bahan tambahan kosmetik, pengatur keseimbangan, bahan pengental, pembentuk gel dan pengemulsi. Mutu karaginan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis ru...

  18. INTRODUKSI GEN Sitrat Sintase KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristanti Frinra Daud

    2013-08-01

    ekonomis penting. Ice-ice merupakan penyakit yang paling umum menyerang rumput laut dan menyebabkan menurunnya produksi rumput laut. Penyakit ini disebabkan oleh perubahan salinitas, suhu, dan pencemaran logam berat. Asam sitrat digunakan sebagai pengkelat logam berat. Introduksi gen sitrat sintase ke dalam genom tanaman diketahui dapat mengurangi cekaman oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksi gen sitrat sintase ke dalam genom K. alvarezii menggunakan perantara Agrobacterium tumefaciens. Berdasarkan eksplan yang tahan pada media seleksi higromisin, efisiensi transformasi pada K. alvarezii sebesar 7,5%. Efisiensi regenerasi tunas transgenik putatif sebesar 100%, efisiensi tunas non transgenik sebesar 100%. Analisis molekular menggunakan teknik PCR, satu dari lima K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  19. FORMULASI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DALAM PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI TINGGI SERAT DAN IODIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lovi Dwi Princestasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to formulate seaweed Gracilaria sp. in producing meatballs with high fiber and iodine content. The formulation was made by seaweed porridge addition as much as 30%, 40%, and 50% of total weight of raw material. Meatball product with the addition of 40% of seaweed porridge was the most accepted in organoleptic tests. The proximate analysis of the selected meatballs showed that the content of water, ash, fat, protein, and carbohydrate was 76.93%, 2.31%, 0.5%, and 8.11% respectively. The total dietary fiber and iodine content was 5.98% and 1.14 ppm. The acceptance test done by 31 elementary school students showed that 90% of them stated “like” and could accept the product properly. The contribution of selected product to nutrient adequacy level of 6-12 years old’s children was 2.12-2.67% for energy, 7.03-12.05% for protein, 0.36-0.42% for fat, 2.19-2.87% for carbohydrate, 10.37-14.13% for fiber, and 49.4% for iodine. Hence, the meatball product with addition of Gracilaria sp. 40% is a high fiber and iodine product.Keywords: fiber, Gracilaria sp. seaweed, iodine, meatballsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memformulasikan rumput laut Gracilaria sp. dalam pembuatan bakso daging sapi agar diperoleh produk dengan kadar serat dan iodium yang tinggi. Formulasi dibuat dengan penambahan bubur rumput laut Gracilaria sp. sebesar 30%, 40%, dan 50% terhadap berat adonan total. Produk bakso dengan penambahan rumput laut sebanyak 40% menunjukkan nilai penerimaan tertinggi secara organoleptik dan dipilih sebagai produk terpilih. Hasil uji proksimat kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat secara berturut-turut adalah 76,93%; 2,31%; 0,5%; 8,11%, dan 12,16%. Kadar serat pangan total dan iodium produk terpilih masing-masing adalah 5,98% dan 1,14 ppm. Hasil uji daya terima terhadap 31 anak SD menunjukkan 90,3% subjek menyatakan suka dan dapat menerima produk bakso terpilih dengan baik. Produk bakso terpilih

  20. KERTAS SENI BERBAHAN LIMBAH PEWARNA ALAM RUMPUT LAUT JENIS SARGASSUM, ULVA DAN PELEPAH PISANG ABAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guring Briegel Mandegani

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKKertas seni merupakan kerajinan tangan dengan bahan dasar berbagai macam tanaman berserat. Serat pisang abaka, serat jerami dan serat padi telah mampu diolah menjadi kertas seni secara mandiri tanpa bahan perekat tambahan. Selama ini industri kertas seni yang ada sebagian besar menggunakan bahan baku pelepah pisang raja, pisang abaka, jerami, serat padi dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan keanekaragaman bahan baku, di antaranya dengan memanfaatkan material dari rumput laut maupun limbah rumput laut limbah pewarna alam tekstil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter kertas seni yang terbuat dari limbah pewarna alam dari rumput laut Sargassum sp. dan Ulva serta kombinasinya dengan material serat pisang abaka. Bahan baku pelepah pisang abaka dan limbah rumput laut diolah dengan cara pencacahan dengan ukuran 2-3 cm, direbus dengan soda api selama 2 jam, kemudian disaring dan didinginkan. Bahan kemudian saling dikombinasi dan dijadikan pulp menggunakan mesin blender. Pulp kemudian dicetak dan dianalisis secara fisik. Limbah rumput laut jenis Sargassum sp. dan Ulva dalam keadaan murni (100% tidak dapat digunakan sebagai bahan pembuatan produk kertas seni, dikarenakan kandungan selulosa yang masih di bawah 40% sehingga kertas yang dihasilkan dari proses pencetakan bersifat rapuh, mudah sobek dan tidak rekat antara satu dengan yang lain. Sedangkan kertas dengan campuran serat pisang abaka, menghasilkan kualitas kertas seni dengan kekuatan fisik yang lebih baik daripada kertas seni murni dari rumput laut Sargassum sp. dan Ulva. Kata Kunci: kertas seni, rumput laut, Sargassum sp., Ulva, pisang abaka  ABSTRACTPaper art is a craft that uses a wide variety of fibrous plants. Abaca, straw and rice fibers can be processed into paper art independently without additional adhesive material. During this time, the existing art paper industries use many raw materials such as banana, abaca, etc., Therefore, it is

  1. PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA SUMBER MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP SERAPAN, RETENSI, UTILISASI NITROGEN, DAN PROTEIN DARAH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. PUTRA

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Suatu penelitian tingkat stasiun telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi beberapa sumber mineral dalam ransum terhadap serapan semu nitrogen (N, protein darah, retensi N, dan jumlah bersih N yang dimanfaatkan ternak kambing PE (NNU yang diberi pakan dasar rumput alami. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah bujur sangkar latin yang terdiri atas 4 perlakuan ransum, 4 ekor kambing PE, dan 4 periode (minggu. Keempat perlakuan ransum tersebut adalah ransum A rumput alami + konsentrat tanpa suplemen-tasi sumber mineral; ransum B rumput alami + konsentrat yang disuplementasi MINERAL 10; ransum C adalah ransum B disuplementasi amonium sulfat; dan ransum D adalah ransum C disuplementasi PIGNOX. Nisbah antara rumput alami dengan konsentrat adalah 68% : 32%. Keempat ekor kambing tersebut mempunyai berat badan (? SD rata-rata 18,2 ? 1,8 kg. Setiap periode dialokasikan waktu selama 3 minggu dengan 2 minggu pertama untuk periode pengamatan dan satu minggu terakhir untuk periode koleksi total. Namun, di antara periode diberikan waktu selama 7 hari sebagai waktu adaptasi atau istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sumber mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05 terhadap konsumsi N, serapan N, kadar protein darah, retensi N, nilai hayati protein ransum (BV, dan NNU, tetapi berpengaruh nyata (P0,05 setelah perlakuan C. Ini berarti bahwa sumber N tersebut dapat dimanfaatkan kambing D secara lebih efisien. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitatif suplementasi MINERAL 10, amonium sulfat, dan PIGNOX pada perlakuan D adalah kombinasi terbaik dalam upaya meningkatkan N terserap, teretensi dan terutilisasi serta kadar protein darah ternak.

  2. PENYERAPAN KARBON PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas DI PERAIRAN TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2013-08-01

    Full Text Available Pengikatan karbon oleh algae fotoautotrofik berpotensi untuk mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer dan dapat membantu mencegah percepatan terjadinya pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan karbon pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas berdasarkan aktivitas fotosintesis serta variabel-variabel yang mempengaruhinya. Budidaya rumput laut dilakukan dengan metode long-line di perairan Teluk Gerupuk, Lombok Tengah pada satu unit long-line dengan luas area 1.250 m2. Selama penelitian, dilakukan pengujian terhadap sampel rumput laut dan sampel air laut dari lokasi budidaya yang diambil pada hari ke-0, 10, 20, 30, dan 45 pemeliharaan. Laju penyerapan karbon total berdasarkan biomassa panen pada G. gigas hampir 300% lebih tinggi dibandingkan K. alvarezii. Selain itu, laju pertumbuhan dan produksi karbohidrat pada G. gigas juga lebih tinggi, yang mengindikasikan laju fotosintesis yang lebih tinggi, dan didukung oleh indeks percabangan yang juga lebih tinggi. Potensi penyerapan karbon di perairan Teluk Gerupuk mencapai 6.656,51 ton C/tahun untuk budidaya K. Alvarezii dan 19.339,02 ton C/tahun untuk budidaya G. gigas. Penyerapan karbon berhubungan dengan kandungan pigmen dan laju pertumbuhan rumput laut, serta konsentrasi CO2 dan kecerahan perairan.

  3. TINGKAT PENYERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERBASIS IMTA (INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE DI TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Yuniarsih

    2014-12-01

    Full Text Available Pengembangan budidaya laut berbasis IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture merupakan suatu metode yang dirancang untuk mengatasi masalah lingkungan yang terkait dengan penggunaan pakan pada kegiatan akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor pada budidaya rumput laut berbasis IMTA di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum dibudidayakan dengan metode rawai (long line. Pengamatan terhadap rumput laut dan kondisi perairan dilakukan setiap 15 hari; mulai hari ke-0 sampai hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor antara dua jenis rumput laut yang dibudidayakan. Total penyerapan nitrogen rumput laut K. alvarezii di lokasi IMTA mencapai 86,95 ton N/ha/tahun atau lebih tinggi 24,6% dibandingkan dengan E. spinosum yang mencapai 69,78 ton N/ha/tahun. Sedangkan untuk tingkat penyerapan fosfor, K. alvarezii mencapai 20,56 ton P/ha/tahun atau lebih tinggi 136,7% dibandingkan dengan E. spinosum yang hanya mencapai 8,69 ton P/ha/tahun. Berdasarkan luasan kawasan potensial budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk, maka potensi penyerapan nitrogen dan fosfor untuk rumput laut K. alvarezii di kawasan ini masing-masing mencapai 27.996,93 ton N/tahun dan 6.619,16 ton P/tahun. Sedangkan untuk E. spinosum potensi penyerapan nitrogen dan fosfor masing-masing mencapai 22.470,02 ton N/tahun dan 2.796,82 ton P/tahun. Penerapan budidaya rumput laut berbasis IMTA secara jelas memberikan keuntungan ekonomi dan ekologi dengan adanya peningkatan biomassa dan perbaikan kondisi lingkungan budidaya.

  4. Komposisi Nutrisi Rumput Laut Calcareous Halimeda opuntia pada Lingkungan Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2017-06-01

    Full Text Available Halimeda opuntia merupakan rumput laut Chlorophyta berkapur yang memiliki kandungan nutrisi untuk pangan fungsional. Namun, pergeseran komposisi nutrisi dapat terjadi akibat perubahan lingkungan akibat limpasan nutrien dan bahan organik lainnya yang umum terjadi di perairan pesisir Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi pergeseran kandungan nutrisi H. opuntia yang tumbuh di zona intertidal agar dapat digunakan sebagai dasar pemilihan lokasi pengambilan bahan baku H. opuntia untuk produk fungsional. Pengambilan sampel dilakukan di empat lokasi perairan di Indonesia, yaitu perairan Binuangeun (Banten, Lampung Selatan, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara. Karakteristik nutrisi dari rumput laut target meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar. Informasi lingkungan dari habitat sampel ditunjukkan melalui variabel kimia air yaitu DO, pH, salinitas, pCO2, kalsium aragonit, nitrogen anorganik terlarut, serta fosfat anorganik terlarut. Hasil analisis menunjukkan kondisi lingkungan eutrofik berpengaruh secara signifikan terhadap komposisi nutrisi H. opuntia. pH dan salinitas menjadi faktor determinan positif (R2 = 0,75 pada p<0,05 terhadap kadar karbohidrat, sementara nitrogen anorganik terlarut menjadi faktor determinan negatif terhadap kadar protein dan lemak (R2= 0,81 dan 0,61 pada p<0,05. Berdasarkan kandungan nutrisinya, maka H. opuntia yang diperoleh dari habitat alamiah merupakan bahan baku produk fungsional yang  lebih baik dibandingkan dengan biota selaras dari perairan eutrofik.

  5. Pembuatan Bakto Agar dari Rumput Laut Gelidium rigidum untuk Media Tumbuh bagi Mikroorganisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murdinah murdinah

    2008-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bakto agar dari rumput laut Gelidium rigidum untuk media tumbuh bagi mikroorganisme. Pembuatan bakto agar dilakukan dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 1, 2, dan 3 jam pada suhu 121°C dan tekanan 1,1 atm. Bakto agar dianalisis rendemen dan mutunya yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sulfat, kekuatan gel, pH, titik leleh, dan titik jendal. Uji mikrobiologi yang diamati meliputi angka lempeng total bakteri (ALT dan diameter koloni. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bakto agar hasil ekstraksi dari rumput laut jenis Gelidium rigidum selama 2 jam mutunya menyamai bakto agar komersial, khususnya dari nilai kadar air, pH, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kekuatan gel, serta kemampuannya menumbuhkan bakteri yang terdapat pada ikan segar dan kultur murni yaitu E. coli dan L. lactis. Tetapi dalam hal kadar sulfat, titik leleh, dan titik jendal masih di bawah mutu bakto agar komersial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa waktu ekstraksi selama 2 jam menghasilkan bakto agar yang memenuhi standar bakto agar komersial dengan karakteristik kadar air 10,41%, kadar abu 2,1%, kadar abu tak larut asam 0,18%, kekuatan gel 670,72 g/cm2, dan pH 7,1.

  6. Peningkatan kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode budidaya keranjang jaring

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Failu

    2016-12-01

    Full Text Available ABSTRACT This study aimed to analyze the quality of Kappaphycus alvarezii seaweed carrageenan cultured using methods basket nets in waters of Baruta, Sangia, Wambulu, District of Buton, Southeast Sulawesi. The study consisted of three treatments in triplicates. Seaweed culture used different cultivation net-basket forms i.e. net-basket box, net-basket lantern, and longline without net-basket (control. Quality of K. alvarezii seaweed obtained in this study varied from each treatments. Daily growth rate in each treatment were not significantly different. Production of seaweed with a net-basket box (201.61 g/m2 was higher than the net-basket lanterns (183.22 g/m2, but not significantly different from control (196.98 g/m2. Carageenan yield value of control (46.74% was the highest of all treatments. The water content of carrageenan in each treatment was not significantly different and it ranged from 17.20–17.39%. The viscosity of carrageenan in net-basket lantern (179.40 cPs was the highest of all treatments. Carrageenan gel strength was the best treatment (702.53 g/cm². As conclusion, using the net-basket lantern  as cultivation method provided quality improvement of carrageenan in K. alvarezii seaweed. Keywords: Kappaphycus alvarezii, cultivation methods, carrageenan quality  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya menggunakan metode keranjang jaring di perairan Baruta, Kecamatan Sangia, Wambulu, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Penelitian terdiri atas tiga pelakuan dan tiga ulangan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan dengan metode keranjang jaring berbeda yaitu metode keranjang jaring kotak, keranjang jaring lampion, dan longline tanpa menggunakan keranjang jaring (kontrol. Hasil pengamatan kualitas rumput laut K. alvarezii dalam penelitian ini bervariasi dari setiap perlakuan yang diberikan. Laju pertumbuhan harian pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata

  7. REGENERASI DAN PERBANYAKAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN SUPEROKSIDA DISMUTASE (MaSOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2017-01-01

    Full Text Available Transformasi gen superoxide dismutase (MaSOD pada rumput laut Kappaphycus alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefacient telah dilakukan secara in vitro. Transformasi gen MaSOD ke dalam genom rumput laut diharapkan dapat mengurangi cekaman oksidatif terutama yang disebabkan oleh perubahan suhu, salinitas, dan cemaran logam di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk regenerasi rumput laut hasil introduksi gen MaSOD dan non-transgenik pada labu kultur. Regenerasi dan perbanyakan rumput laut hasil transformasi gen MaSOD dilakukan di laboratorium pada labu kultur yang diletakkan dalam “culture chamber” yang dilengkapi dengan aerasi menggunakan media kultur yang diperkaya dengan pupuk PES, Grund, Conwy, dan SSW sebagai kontrol, salinitas 20, 25, 30, 35, dan 40 g/L, pH 4, 5, 6, 7, dan 8. Intensitas cahaya antara 500-2.000 lux dengan fotoperiode terang dan gelap 8:16; 12:12; dan 16:8. Untuk merangsang pertumbuhan eksplan dilakukan pemeliharaan dengan penambahan hormon tumbuh IAA dan BAP dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Penelitian dilakukan secara bertahap. Evaluasi transgenik dilakukan menggunakan teknik PCR. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sintasan yang paling tinggi diperoleh menggunakan media PES (94%, salinitas 30 g/L (90%, pH 7 (96%, intensitas cahaya pada 1.500 lux (80%, fotoperiode 12:12 (84%, komposisi ZPT dengan campuran IAA dan BAP dengan perbandingan 2:1. Hasil analisis PCR memperlihatkan K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen MaSOD sebanyak 78% dari hasil transformasi. Superoxide dismutase transformation (MaSOD gene of seaweed Kappaphycus alvarezii mediated by Agrobacterium tumefacient has been successfully done in vitro. MaSOD genes introduced into the seaweed genome is expected to reduce oxidative stress caused by environmental conditions such as changes in temperature, salinity and metal contamination of the water. This study aimed to regenerate both the MaSOD transformed seaweed and non-transgenic in a

  8. FORMULASI DAN APLIKASI PAKAN BUATAN BERBASIS RUMPUT LAUT UNTUK PENDEDERAN BENIH TERIPANG PASIR (Holothuria scabra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2018-01-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu komoditas perikanan penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi di Asia. Teknologi pembenihan teripang sudah mulai dikembangkan dan telah mampu memproduksi benih secara massal untuk budidaya. Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa formula pakan berbasis rumput laut untuk pendederan teripang pasir. Empat pakan percobaan diformulasi menggunakan kombinasi beberapa jenis bahan baku, khususnya rumput laut. Pakan dibuat dalam bentuk pelet dengan kandungan protein 14% dan lemak 4,5%. Kontrol adalah pakan berupa bentos segar. Benih teripang pasir yang digunakan berukuran bobot 2,0 ± 0,6 g dengan panjang 2,8 ± 0,5 cm. Benih teripang dipelihara dalam bak persegi berkapasitas 150 L dengan kepadatan 50 ekor per bak. Benih teripang diberi pakan percobaan sekali dalam sehari pada sore hari. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas lima perlakuan pakan dan empat ulangan. Percobaan berlangsung selama 120 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih teripang pasir yang diberi pakan buatan menghasilkan pertumbuhan (pertambahan bobot 341,3%-386,8% dan sintasan (92,5%-97,5% lebih tinggi dan berbeda nyata (P0,05. Kandungan protein teripang yang diberi pakan buatan (22,3%-24,4% lebih tinggi (P0.05. Protein content of sea cucumber fed the artificial feeds was significantly higher (22.3%-24.4% (P<0.05 than that of the control (18.4%. Results of this study indicated that juveniles of sea cucumber could utilize artificial feed properly and Sargassum sp. based diet could be applied for nursery of sea cucumber juveniles.

  9. Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayuningsih Ria Sapitri

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts. The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesis   Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P<0,05, dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari. Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesis

  10. Kecernaan In Vitro Fraksi Serat (NDF, ADF dan Selulosa Lima Jenis Rumput Laut Coklat dari Pantai Sungai Nipah Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y.L. Dewi

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan fraksi serat (NDF, ADF dan Selulosa lima jenis rumput laut coklat dari Pantai Sungai Nipah Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK terdiri dari lima perlakuan rumput laut coklat yang berbeda jenis ( A = Padina australis, B = Turbinaria decurrens, C = Turbinaria murayana, D = Sargassum crassifolium dan E = Sargassum binderi dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali sebagai kelompok. Kelompok didasarkan atas tiga kali pengambilan cairan rumen kambing yang berbeda. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kecernaan NDF, kecernaan ADF dan kecernaan selulosa. Hasil penelitian menunjukkan 5 jenis rumput laut coklat berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap kecernaan NDF, kecernaan ADF dan kecernaan selulosa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rumput laut Sargassum crassifolium dan Sargassum binderi memiliki kecernaan NDF tertinggi (15,65% dan 20,56% dan ADF tertinggi (15,43% dan 17,80% dibandingkan dengan jenis rumput laut coklat lainnya.

  11. BUDIDAYA RUMPUT LAUT Sargassum sp. DENGAN METODE KANTONG PADA BEBERAPA TINGKAT KEDALAMAN DI DUA WILAYAH PERAIRAN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslimin Muslimin

    2018-01-01

    Full Text Available Optimalisasi produksi rumput laut memerlukan teknologi budidaya yang tepat. Rumput laut Sargassum sp. mudah mengalami kerontokan talus. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kajian penerapan metode kantong untuk budidaya rumput laut Sargassum sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. yang dibudidayakan dengan metode kantong pada beberapa tingkat kedalaman. Penelitian dilakukan di dua lokasi berbeda yakni perairan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dan perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Maret-Mei 2016. Desain penelitian menggunakan RAL faktorial yang terdiri atas faktor wadah kantong (tanpa kantong, wadah kantong dengan ukuran mata jaring 1,5; 0,75; dan 0,25 inci dan kedalaman (permukaan 0; 50; 100; 150; dan 200 cm masing-masing diulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor wadah kantong dan kedalaman, serta interaksi keduanya berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. pada taraf uji 5% (P<0,05 di kedua lokasi penelitian. Pertumbuhan terbaik diperoleh dari perlakuan K0D0 (tanpa kantong dan di permukaan air sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada perlakuan K3D4 (kantong meshsize 0,25 inci pada kedalaman 200 cm. Bobot tertinggi di lokasi-I mencapai 235,8 g dan terendah 19,2 g; sedangkan di lokasi-II tertinggi 208,4 g dan terendah 42,2 g. Penggunaan kantong rumput laut kurang efektif dalam memacu pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. Pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, karenanya budidaya Sargassum sp. perlu memperhatikan faktor kedalaman perairan yang berkorelasi dengan intensitas cahaya matahari. Optimization of seaweed production requires an appropriate cultivation technology. The thallus of Sargassum sp. is easy to break. This was the underlying reason to study the application of bag method in cultivating Sargassum sp. The research aimed to find out the growth response of Sargassum sp

  12. KARAKTERISASI GENETIKA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii YANG DIBUDIDAYAKAN DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2016-11-01

    Full Text Available Karakterisasi genetika rumput laut Kappaphycus alvarezii telah dilakukan dengan menggunakan teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD dengan tujuan untuk mengetahui variasi genetika rumput laut K. alvarezii dari beberapa lokasi budi daya di Sulawesi Selatan yakni Polmas, Pinrang, Takalar, dan Bantaeng. Sampel dipreservasi dengan menggunakan larutan TNES-Urea sebelum ekstraksi DNA. Ekstraksi genom DNA dilakukan dengan menggunakan metode konvensional fenol-khloroform. Amplifikasi DNA dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR. Untuk dokumentasi riset, hasil PCR dielektroforesis pada agarosa gel dengan menggunakan buffer TBE. Data dianalisis menggunakan program Tools for Population Genetic Analyses (TFPGA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima “primers” (P-40, P-50, DALRP, Ca01, dan Ca-02 yang digunakan dapat menghasilkan beberapa fragmen spesifik yang mengindikasikan fragmen spesifik spesies dan lokasi budi daya K. alvarezii. Keragaan genetika intra dan inter lokasi rumput laut menunjukkan variasi yang relatif kecil yang ditandai dengan rendahnya perbedaan jumlah/ukuran fragmen DNA, polimorfisme, indeks similaritas, dan jarak genetikanya. Total fragmen yang didapatkan dari lima primer adalah 47—55 pada ukuran fragmen 175—2.600 bp, sedangkan polimorfisme dan indeks similaritas masing-masing adalah 3,6%—31,0% dan 0,79%—0,99%. Jarak genetika antar beberapa lokasi K. alvarezii berkisar antara 0,1758—0,5689 di mana kekerabatan yang terdekat didapatkan antara Takalar dan Bantaeng. Genetic characterization of seaweed Kappaphycus alvarezii was observed using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD technique to reveal the genetic variability of seaweed from different locations in South Sulawesi. The sample of farmed seaweed K. alvarezii was collected from Polmas, Pinrang, Takalar, and Bantaeng. Genomic DNA was extracted by using the conventional method of phenol-chloroform. Sample was preserved by TNES-Urea buffer prior to

  13. INTRODUKSI GEN METALLOTHIONEIN TIPE II KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulia Fajriah

    2014-12-01

    Full Text Available Kappaphycus alvarezii adalah jenis alga merah yang memproduksi kappa karagenan yang sangat penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk meningkatkan produksi, diperlukan ketersediaan bahan baku yang baik. Salah satu yang memengaruhi ketersediaan bahan baku adalah kondisi ingkungan perairan untuk budidaya. Metallothionein (MT adalah protein yang memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam seperti Cd, Zn, dan Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintroduksi gen Metallothionein Tipe II (MaMt2 ke dalam genom K. alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Talus rumput laut diinokulasi dengan A. tumefaciens mengandung plasmid pIG6-SMt2 yang membawa gen MaMt2, selanjutnya dilakukan seleksi bertingkat menggunakan higromisin 10 mg/L dan 20 mg/L. Hasil efisiensi transformasi yang diperoleh adalah 27,4%, efisiensi regenerasi tunas transgenik adalah 27,6%. Analisis molekuler dengan PCR menunjukkan bahwa 13 tunas transgenik mengandung gen MaMt2. Tunas transgenik putatif ditumbuhkan hingga menjadi talus baru dan dapat dilakukan uji tantang pada penelitian selanjutnya.

  14. Variasi Temporal dan Stabilitas Fisik dan Kimia Senyawa Bioaktif Karotenoid Rumput Laut Coklat Turbinaria decurrens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2014-06-01

    Full Text Available Pada pengembangan senyawa bioaktif karotenoid dari rumput laut coklat Turbinaria decurrens sebagai produk nutrasetikal atau pangan fungsional, pengetahuan mengenai variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa tersebut merupakan hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid dari T. decurrens. Bahan baku T. decurrens diambil dari Pantai Binuangeun, Banten. Kuantifikasi kadar karotenoid pada sampel dilakukan terhadap ekstrak kasar etanol dari sampel dengan menggunakan teknik spektrofotometri UV-Vis. Variasi temporal kadar karotenoid dilakukan dengan pengambilan sampel pada musim penghujan (Februari, musim peralihan (April dan Oktober, serta musim kemarau (Juni dan Agustus, pada tahun 2012. Analisis variabel air (DO, pH, suhu, temperatur, salinitas, fosfat, dan nitrogen anorganik terlarut dari titik pengambilan sampel juga dilakukan, untuk mengetahui faktor utama yang mempengaruhi produksi senyawa ini di alam. Analisis stabilitas senyawa dilakukan dengan perlakuan penambahan asam, basa, oksidator, dan suhu. Hasil pengujian menunjukan bahwa kadar karotenoid temporal dari alga ini berkisar 0,002–0,063 mg/g (bobot segar. Analisis korelasi terhadap variabel air menunjukkan bahwa kadar karotenoid dipengaruhi faktor musim, tidak tergantung pada variabel air lokal. Terkait dengan probabilitas fungsinya dalam fotosintesis, kadar tertinggi senyawa ini terdapat pada musim penghujan. Karotenoid dapat meluruh sebesar 84% pada perlakuan asam, 15% pada perlakukan basa, 28% pada perlakukan oksidasi, dan 15% pada suhu tinggi (70 oC. Dengan demikian, pada pengembangannya sebagai produk pangan fungsional atau nutrasetikal, diperlukan teknik mikroenkapsulasi untuk menjaga stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid T. decurrens.

  15. KAJIAN INDUKSI KALUS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii UNTUK PRODUKSI EMBRIO SOMATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Alias L. Rajamuddin

    2016-11-01

    Full Text Available Untuk mendukung program transgenesis pada rumput laut, embrio somatik dapat digunakan sebagai material untuk transfer gen baik secara individu sel ataupun kluster sel embriogenik, sehingga mempercepat keberhasilan dengan peluang transformasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji induksi kalus rumput laut K. alvarezii untuk produksi sel embrio somatik (e.s. dengan beberapa rasio zat pengatur tumbuh (ZPT dan konsentrasi agar media induksi, sampai sel menjadi filamen. Penelitian terdiri atas dua tahap: Tahap (1 induksi kalus, dengan rasio ZPT asam indol asetat (IAA:kinetin = 0,5:0,0 mg/L; 1,0:1,0 mg/L; dan 2,0:0,2 mg/L dengan konsentrasi agar media induksi = 0,6%; 0,8%; 1,0%; dan 1,5%. Tahap (2 regenerasi massa sel e.s., dengan rasio IAA:kinetin = 0,1:1,0 mg/L; 0,0:0,1 mg/L dan tanpa ZPT dengan konsentrasi agar media = 0,4%; 0,6%; dan 0,8%. Untuk perkembangan sel-sel e.s. lebih lanjut dipelihara pada kultur cair. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap induksi kalus, rasio IAA: kinetin = 1:1 mg/L dengan konsentrasi agar media 0,8% dan 1,0% menghasilkan persentase induksi kalus tertinggi (90%. Pada tahap regenerasi massa sel e.s., ZPT tidak berpengaruh terhadap perkembangan massa sel e.s., di mana tanpa ZPT dengan konsentrasi agar 0,6% memperlihatkan perkembangan tertinggi (rata-rata diameter massa sel 5 mm. Pada media cair, perkembangan sel e.s. dari single cell ukuran 3-4 mm menjadi filamen-filamen ukuran rata-rata 0,5 mm dapat dicapai dalam satu bulan kultur. Keberhasilan produksi sel e.s. K. alvarezii, selain sebagai material untuk transfer gen juga dapat dijadikan acuan dalam produksi benih rumput laut kultur jaringan. To support the program of seaweed transgenesis, somatic embryo can be used as a materials for gene transfer purpose either by individual or cluster of cells in accelerating the higher rate of transformation. This research aims to study the callus induction of seaweed K. alvarezii for production of somatic

  16. PEUBAH KUALITAS AIR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KECAMATAN ANGKONA KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2009-04-01

    Full Text Available Rumput laut (Gracilaria verrucosa telah dibudidayakan di tambak tanah sulfat masam dengan kualitas dan kuantitas produksi yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peubah kualitas air yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan di 30 petak tambak  terpilih selama 6 minggu. Bibit rumput laut dengan bobot 100 g basah ditebar dalam hapa berukuran 1,0 m x 1,0 m x 1,2 m. Peubah tidak bebas yang diamati adalah laju pertumbuhan relatif, sedangkan peubah bebas adalah peubah kualitas air yang meliputi: intensitas cahaya, salinitas, suhu, pH, karbondioksida, nitrat, amonium, fosfat, dan besi. Analisis regresi berganda digunakan untuk menentukan peubah bebas yang dapat digunakan untuk memprediksi peubah tidak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan relatif rumput laut di tambak tanah sulfat masam berkisar antara 1,52% dan 3,63%/hari dengan rata-rata 2,88% ± 0,56%/hari. Di antara 9 peubah kualitas air yang diamati ternyata hanya 5 peubah kualitas air yaitu: nitrat, salinitas, amonium, besi, dan fosfat yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut secara nyata. Untuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung nitrogen untuk meningkatkan kandungan amonium dan nitrat serta pemberian pupuk yang mengandung fosfor untuk meningkatkan kandungan fosfat sampai pada nilai tertentu, melakukan remediasi untuk menurunkan kandungan besi serta memelihara rumput laut pada salinitas air yang lebih tinggi, tetapi tidak melebihi 30 ppt. Seaweed (Gracilaria verrucosa has been cultivated in acid sulfate soil-affected ponds with relatively high quality and quantity of seaweed production. A research has been conducted to study water quality variables that influence the

  17. FORMULASI AUKSIN (INDOLE ACETIC ACID DAN SITOKININ (KINETIN, ZEATIN UNTUK MORFOGENESIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN LAJU REGENERASI KALUS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2013-03-01

    Full Text Available Interaksi auksin dan sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang optimum untuk morfogenesis kalus rumput laut K. alvarezii, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan laju regenerasi kalus. Kultur kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT indole acetic acid (IAA : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut: A 0,4:0:1 mg/L; B 0,4:0,25:0,75 mg/L; C 0,4:0,5:0,5 mg/L; D 0,4:0,75: 0,25 mg/L; E 0,4:1:0 mg/L; kontrol (tanpa ZPT. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pengulangan tiga kali untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, laju regenerasi, panjang tunas, dan morfologi tunas. Analisis data dilakukan dengan uji keragaman (ANOVA dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk morfogenesis rumput laut K. alvarezii adalah formula A dengan komposisi IAA : zeatin = 0,4:1 mg/L. Penggunaan formula zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05 terhadap sintasan kalus. Tunas rumput laut K. alvarezii mulai terbentuk pada hari ke-15 masa kultur.

  18. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  19. Model Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon Fab, Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal dan Rumput Laut (Gracillaria Sp. Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murachman - -

    2012-05-01

    Full Text Available Abstrak Polikultur merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan air yang mengakibatkan penurunan produksi ikan di kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menyusun pola manajemen polikultur udang windu (Penaeus monodon Fab., ikan bandeng (Chanos-chanos Forskal dan rumput laut (Gracillaria sp.. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di Dusun Tanjung Sari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Sampel penelitian diambil pada 18 lokasi polikultur dari tiga komoditas tersebut (udang windu, ikan bandeng dan rumput laut dan 20 lokasi polikultur dari dua komunitas (udang windu dan ikan bandeng. Variabel yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Variabel penelitian meliputi lingkungan makro tambak, karakteristik pembudidaya, cara pengelolaan tambak dan perlakuan–perlakuan yang diberikan, padat tebar, kualitas air, kesuburan air, produksi tambak, keuntungan pembudidaya polikultur dan model budidaya polikultur tiga komoditas. Model budidaya polikultur terdiri dari enam komponen yaitu penentuan lokasi tambak, persiapan tambak, pemeliharaan, panen, kelembagaan sosial dan kelembagaan ekonomi. Masing-masing komponne tersebut saling berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga faktor yang mendukung penentuan lokasi kolam, yaitu jenis tanah di atas kolam, sumber air tawar, sumber air laut, dan keberadaan hutan mangrove. Kualitas dan kesuburan air cukup baik dan berada pada kisaran standard kualitas air untuk tambak. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara padat tebar untuk udang windu dan ikan bandeng pada tipe polikultur tiga komoditas dan polikultur dua komoditas. Padat tebar rumput laut pada polikultur tiga komoditas adalah 975 kgha-1. Keberadaan rumput laut pada polikultur tiga komoditas dapat meningkatkan kualitas air menjadi lebih baik dibandingkan pada polikultur dua komoditas. Kandungan oksigen terlarut pada tambak adalah 165 mgl-1, tingkat kejernihan air 50.875 cm, NH3 0

  20. Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii (Determining of Seasonal Generative Reproduction and Attaching Preferences of Seaweed Spores (Eucheuma cottonii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma'ruf Kasim

    2013-07-01

    Full Text Available Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii adalah mengupayakan regenerasi secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pelepasan spora rumput laut E. cottonii secara alami dan preferensi perekatan spora pada substrat. Penelitian dilaksanakan di pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode kurungan rumput laut induk pada dasar perairan digunakan untuk memudahkan pengamatan musim reproduksi. Untuk mengetahui preferensi pelekatan spora digunakan substrat dari berbagai bahan yang digantung disekitar kurungan dasar. Selama penelitian, bentuk morfologi rumput laut terlihat sehat berwarna cokelat tua dan diameter thallus utama berukuran besar. Pada pangkal thallus utama tersebut, terlihat membentuk tonjolan kecil menumpul yang cukup banyak. Tonjolan tersebut diduga sebagai tempat pengeluaran gametosit jantan dan betina. Pada akhir bulan September sampai tengah Oktober terlihat penempelan bibit rumput laut pada substrat karang dan batuan. Bibit yang ditemukan terlihat (kasat mata setelah berukuran 0,3–0,6 cm dengan bobot 0,018 - 0,038 g. Untuk bobot basah, ukuran 0,4 g pada minggu pertama pemeliharaan dan hanya terjadi perubahan bobot sebesar 2,7 g pada minggu kedelapan pemeliharaan. Penelitian ini memberikan informasi mengenai musim reproduksi generatif pada bulan September-Oktober. Informasi lainnya adalah spora E. cottonii banyak ditemukan melekat pada karang mati bercabang. Sehingga untuk mendapatkan bibit generatif E. cottonii di perairan Sulawesi Tenggara, dapat dilakukan pada bulan tersebut. Bibit yang dikoleksi dialam terbukti mempunyai pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan dengan bibit vegetatif yang dipelihara pada areal budidaya masyarakat. Kata kunci: Eucheuma cottonii, bibit, musim perekatan, spora, generatif One of the few ways to improve the quality of seed types Eucheuma cottonii is to seek methods of regenerating seeds by generative ways. This study aims

  1. PENENTUAN LOKASI BUDI DAYA RUMPUT LAUT (Euchema spp. BERDASARKAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN KECAMATAN MORO, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kelayakan perairan untuk budi daya rumput laut dengan menggunakan metode long line berdasarkan parameter lingkungan di perairan Kecamatan Moro Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 87 stasiun telah dikumpulkan selama survai lapangan pada bulan Agustus dan Oktober 2004. Data parameter lingkungan dan data penginderaan jauh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan sistem informasi geografis dan multi kriteria analisis. Dari total potensial lokasi penelitian seluas 417 km2 (jarak 1 km dari garis pantai, kategori sangat layak di temukan di perairan sekitar Pulau Sugie dan Pulau Combol seluas 110 km2. Hasil verifikasi dari klasifikasi tingkat kelayakan menunjukkan bahwa sekitar 44% dari budi daya yang ada menempati kategori sangat layak. Terdapat sekitar 6% yang menempati perairan dengan kategori tidak layak. This study was conducted to identify suitability site for seaweed culture using long line method based on environmental parameters in adjacent water of Moro Sub District, Riau Island Province. Field observation was primary data sources used in this study that was conducted on August and October 2000. Total of 87 sampling stations were collected during the field survey. Environmental data together with remote sensing data were analyzed using geographic information system and multi criteria analysis. The final result showed that from the total potential site of about 417 km2 (1 km buffer from coastline, area around Sugie Island and Combol Island (about 110 km2 were classified as highly suitable. The result has been verified with the existing seaweed aquaculture. About 44% of existing seaweed culture matched with highly suitable site and about 6% was located in unsuitable site.

  2. ANALISIS STRATEGI PENANGANAN RISIKO KEKURANGAN PASOKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT: KASUS DI SULAWESI SELATAN (A Risk Handling Strategy for Supply Shortage in Seaweed Agro-Industry: A Case in South Celebes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarinah Sarinah

    2015-09-01

    Full Text Available production processes. It is critical in the sense that it can be employed to identify any potential risks before they be used to reduce the potential shortage of dried seaweed supply needed by PT XYZ using pemasok selection. This supply chain model. The best selected suppliers were determined through assessing different assigned weights to the criteria and sub-criteria constructed in a Analytic Hierarchy Process (AHP tree. PT XYZ is an alkali treated cottoni (ATC chips and SRC powder supplier network with low risk supply chain partnership. Keywords: Supplier selection, supply chain risk management, MFMEA, AHP   ABSTRAK   Strategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya. Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode  risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah. Kata kunci: Pemilihan pemasok, manajemen risiko rantai pasok, MFMEA, AHP

  3. EKSTRAK RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii SEBAGAI CROSS LINKING AGENT PADA PEMBENTUKAN EDIBLE FILM GELATIN KULIT IKAN NILA HITAM (Oreochromis mossambicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Sutono

    2016-02-01

    . Ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii mengandung senyawa fenol yang ketika dioksidasi akan berubah menjadi quinone sehingga diharapkan dapat berperan sebagai cross linking agent. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible film gelatin kulit O.mossambicus dengan perlakuan penambahan ekstrak K.alvarezii teroksidasi. Pembuatan larutan film dilakukan dengan menambahkan ekstrak K. alvarezii (E dengan konsentrasi; 0%(E0; 2%(E1; 4%(E2; 6%(E3; 8%(E4 (v/w dari masing-masing perlakuan berat gelatin (G yaitu 3g(G1; 6g(G2; 9g(G3; 12g(G4 dalam 150 ml aquades yang mengandung 10% gliserol (w/w dari gelatin. Larutan dilakukan pengadukan pada suhu 50oC selama 30 menit, dan dikeringkan dalam kabinet dryer suhu 50oC. Penambahan ekstrak K. alvarezii teroksidasi memberikan pengaruh pada tensile strenght (TS, elongation at break yang lebih tinggi. Nilai TS tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan G4E1(8% gelatin w/v, dan 2% ekstrak K.alvarezii v/w yaitu sebesar 3,08 MMa, dengan nilai water vapor permeability (WVP terkecil ditunjukkan pada film G4E1 yaitu sebesar 0,01 x 10-10 g.H2O/m.s.Pa. Pengamatan spektra FTIR dan mikrostruktur (SEM menunjukkan indikasi terjadinya peningkatan ikatan cross linking pada G4E1 dibandingkan G4E0. Hasil pengamatan SEM pada film G4E1 menunjukkan struktur yang lebih kompak dibanding G4E0. Nilai TS yang tinggi dan WVP yang rendah pada sampel G4E1 kemungkinan disebabkan adanya optimasi konsentrasi penambahan ekstrak K alvarezii teroksidasi untuk dapat membentuk ikatan cross linking secara optimal dengan gelatin. Kata kunci: Edible film, cross linking agent, ekstrak K. alvarezii teroksidasi, quinone, gelatin, O.mossambicus

  4. PENGARUH UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN FUNGSIONAL KARAGENAN Effect of Harvest Time of Seaweed Eucheuma cottonii on Physical, Chemical and Fungsional Properties of Carra- geenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djagal W. Marseno

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of different harvesting times of Eucheuma cottonii on both physical, chemical and functional properties of carrageenan. Seaweed Eucheuma cottonii was obtained from water territorial of Tablolong Kupang. The study was carried out into two steps. The first step was to investigate the effect of harvesting time of 30, 45, and 60 days after planting on physical and chemical properties of obtained carrageenan. The second step was to study the effect of functional properties of obtained carrageenan on viscocity and the stability of tomato sauce. The results showed that seaweed which was harvested in 45 days after planting has good physical and chemical properties of carrageenan in term of moisture 12.45 %; protein 5.03 %; extract ether 1.40 %; ash 21.29 %; carbohy- drate 72.28 %; sulphate 19.69 %; and crude extract 48.20 %. The obtained carrageenan at concentration of 1,5%, also give highest viscocity of 11.50-45 cps and gel strength of 0.8961-4.0709 kg/cm2. Further identification show that the obtained carrageenan produced was classified as kappa carrageenan and at 0,2 % (w/v was able to stabilize tomato sauce up to 86 % and viscosity of 60 cps after 2 weeks of storage at room temperature. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengkaji sifat fisik dan kimia karagenan yang diperoleh dari rumput laut Eucheuma cot- tonii pada umur panen yang berbeda dari perairan Tablolong Kupang dan mengetahui sifat fungsionalnya sebagai stabilizer dan thickener dalam saos tomat. Penelitian diawali dengan menanam rumput laut pada interval tanam yang berbeda, sehingga pada saat panen yang bersamaan diperoleh rumput laut dengan umur yang berbeda yaitu 30, 45,60 hari. Tahap berikutnya adalah ekstraksi dan karakterisasi karaginan yang dihasilkan, kemudian aplikasi karaginan yang diperoleh untuk menjaga stabilitas viskositas saos tomat pada konsentrasi karagenan (0,1 %, 0,15 %, 0,2 % b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  5. AKTIVITAS ENZIM KOMERSIAL, EKSTRAK KASAR ENZIM DARI VISCERA KEONG MAS (Pila polita, ABALON (Haliotis asinina, DAN BEKICOT (Achatina fulica UNTUK LISIS JARINGAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA KULTUR PROTOPLAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2008-12-01

    Full Text Available Dalam usaha perbaikan kualitas bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan kultur protoplas dengan isolasi protoplas menggunakan enzim. Untuk mendapatkan sumber enzim yang ekonomis sebagai alternatif pengganti enzim komersial dan untuk mengetahui perbandingan konsentrasi enzim komersial yang optimum agar menghasilkan jumlah protoplas yang maksimum, dilakukan karakterisasi terhadap enzim dari berbagai sumber. Aktivitas ekstrak kasar enzim dari viscera bekicot (Achatina fulica tidak berbeda nyata dengan enzim komersial (P>0,05 dengan aktivitas sebesar 0,729 unit/mL; enzim komersial 0,354 unit/mL; ekstrak kasar enzim dari viscera keong mas (Pila polita 0,048 unit/mL; dan ekstrak kasar enzim dari viscera abalon (Haliotis asinina 0,014 unit/mL. Perbandingan enzim komersial yang optimum adalah 2:1 menghasilkan protoplas sebanyak 1,26 x 108 sel/mL; kemudian 1:2 dengan jumlah protoplas 1,22 x 108 sel/mL; perbandingan 1:1 menghasilkan protoplas sebanyak 8,36 x 107 sel/mL; perbandingan 0:1 menghasilkan protoplas sebanyak 6,33 x 107 sel/mL; dan perbandingan 1:0 menghasilkan protoplas sebanyak 9,55 x 106 sel/mL. Rumput laut asal Takalar memiliki protoplas dengan kepadatan tertinggi sebesar 3,7 x 108 sel/mL. Effort to improve the quality of seaweed seed Kappaphycus alvarezii has been done by protoplast culture with protoplast isolation using enzyme. To find out economical enzyme sources as alternatives to substitute the expensive commercial enzyme and to determine the optimum concentration ratio of commercial enzyme to produce maximum amount of protoplast, characterization was executed to several potential sources. Activity of crude extract enzyme from viscera of garden snail (Achatina fulica was not significantly different with commercial enzyme (P>0.05 it was 0.729 unit/mL, commercial enzyme 0.354 unit/mL activity; crude extract enzyme from viscera of golden snail (Pila polita 0.048 unit/mL activity and crude extract enzyme from viscera of abalone

  6. KECERNAAN NUTRIEN KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT LAPANGAN DISUPLEMENTASI DENGAN DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W. WIRAWAN

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien kambing Peranakan Etawah (PE yang diberi pakan dasar rumput lapangan disuplementasi dengan dedak padi, telah dilaksanakan di Tabanan dan Lab. Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 4 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kambing PE dengan berat badan awal 15,92 ± 1,34 kg. Ke empat perlakuan tersebut adalah: perlakuan A rumput lapangan tanpa suplementasi dedak padi, perlakuan B : rumput lapangan + 75 g dedak padi, perlakuan C : rumput lapangan + 150 g dedak padi, dan perlakuan D : rumput lapangan + 225 g dedak padi. Pemberian dedak padi sekali dalam sehari yaitu pagi hari, sedangkan rumput lapangan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan nutrien (bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar, pH, VFA dan amonia cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum dan DMI pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata (P0,05 lebih tinggi dari perlakuan A, tetapi konsumsi air minum pada perlakuan C dan D nyata (P0,05 lebih tinggi dari pada perlakuan A, namun koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan C dan D nyata (P0,05. Konsentrasi asam asetat dan butirat pada ke-empat perlakuan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05, tetapi konsentrasi asam propionat pada peralakuan suplementasi dedak padi nyata (P0.05 difference, but water consumption on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but the propionate concentration on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05 than treatment A. From the result in this experiment it can be concluded that the supplemented rice bran 75g-225g on the effect to increased

  7. KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2016-10-01

    Full Text Available Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.

  8. PENGEMBANGAN MAKANAN FORMULA ANAK BALITA MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS IKAN LAUT DAN RUMPUT LAUT

    OpenAIRE

    Uken Soetrisno; Elisa D. Julianti

    2012-01-01

    ABSTRACT Background:  Deficiency in energy, protein and micronutrient of children under five years can cause growth faltering, besides the delayed in mental development and easily infected. Indonesia is highly potential in marine food sources, included fishes and seaweeds which are rich in macro and micronutrients. Formulated food made of fish were well accepted, but was not proven to improve growth significantly; while usage of seaweeds has not been explored. Objectives:  To produce formula...

  9. PENGEMBANGAN MAKANAN FORMULA ANAK BALITA MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS IKAN LAUT DAN RUMPUT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background:  Deficiency in energy, protein and micronutrient of children under five years can cause growth faltering, besides the delayed in mental development and easily infected. Indonesia is highly potential in marine food sources, included fishes and seaweeds which are rich in macro and micronutrients. Formulated food made of fish were well accepted, but was not proven to improve growth significantly; while usage of seaweeds has not been explored. Objectives:  To produce formulated food, which contain macro and micronutrient that important for growth and mental development. The results will encourage usage of marine food sources and development of feasible food processing. Methods:  Food base included carbohydrate sources: rice flour, sweet corn, yellow yam, and sweet plaintain; protein sources: stingray, shark, tuna, greyfish and soybean. Sources of micronutrients were vegetables and seaweeds. Cooking oil and sugar were added to make 400 kCal energy content per 100 g formula and improve taste. Quality evaluation were tested: protein score, nutrient content, sensoric test and water absorbability of the formulated food.Results: Four kinds of formula were developed and well accepted by the panelist. Those formula have low water absorbtion and good sensoric quality. Protein scores are 84-97%, higher than that of soybean. Content of folate, vitamin A, iodine and Zn per 100 g formula can fulfill 70-110% daily allowance of children under five years old. Conclusions: Formulated food based on marine fishes and seaweeds were well accepted, with calculated protein scores were higher than soybean’s. Micronutrients content were high in all formula. There is a need to explore all potential benefits of the marine food sources, both protein sources and seaweeds, to develop other formulated foods for children. [Penel Gizi Makan 2007, 30(1: 1-7] Keywords:  food formula, marine fishes, seaweeds, sensoric quality, children under five years old.

  10. PERFORMA KOMODITAS BUDIDAYA LAUT PADA SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA DI TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Radiarta

    2016-11-01

    ikan bawal bintang sebesar 161,27 ± 30,05 g/ekor. Pertumbuhan rumput laut selama tiga siklus menunjukkan bahwa siklus pertama (Juni-Juli dan siklus kedua (Agustus-September menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan siklus ketiga (Oktober–November. Laju pertumbuhan harian rumput laut di sekitar keramba jarring apung (KJA ikan sebesar 4,22%-6,09%/hari lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (jarak 2-3 km dari KJA ikan yaitu 3,90%-5,53%/hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan efektivitas sistem IMTA dalam hal peningkatan produktivitas budidaya rumput laut. Model IMTA dapat diterapkan sebagai model pengembangan budidaya laut yang berwawasan lingkungan melalui peningkatan produksi, sistem produksi bersih, dan berkelanjutan. Mariculture activity with Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA is an aquaculture development technique which in line with environment conservation concept. This study was aimed to analyze perfomance of mariculture commodities that cultured under integrated multi-trophic aquaculture (IMTA system. The study was conducted in Gerupuk Bay, Central Lombok, West Nusa Tenggara during June-November 2015. The IMTA model was combined between tiger grouper fish (Epinephelus fuscoguttatus, silver pompano fish (Trachinotus blochii, Lacepede, and seaweed (Kappaphycus alvarezii. The result showed that during 150 days of cultured periods, both of grouper and pompano indicated a good growth performance, with mean body weight at the end of culture period about 173.45 ± 36.61 g/ind. and 161.27 ± 30.05 g/ind., respectively. Seaweed growth performance from three cultivation cycles showed that cycle-1 (June- July and cycle-2 (August-September had better growth performance than cycle-3 (October November. Daily growth rate of seaweed that cultured near fish cages was higher (4.22%-6.09% than control, 2-3 km distance to fish cages (3.90%-5.53%. This study indicated the effectiveness of IMTA system to increase seaweed culture production. IMTA

  11. PEMBERDAYAAN KELUARGA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PA’JUKUKANG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifuddin Mane

    2017-08-01

    Full Text Available Implementation of Real Community Empowerment Learning Lecture (KKN PPM to be implemented in Pa village, jukukang aims to empower and change the mindset of Seaweed farmer's family about how to optimize the utilization of natural resource potential of the area in Kecamatan Pa, jukukang. Potentials owned by Pa Village, jukkang are natural resources that include; unlimited sea livelihoods, 18 kilometers of coastal area, number of seaweed farmer group 25, have one fish auction location and number of fishing boats 187 pieces. While the potential of human resources that include; The number of family harmony 320 families, with a population of 2234 inhabitants. While the small and medium micro business sector in Pa village, jukukang covers the business field; business areas of basic necessities, marine fish sales business services, sewing services business, and craft business of making seaweed cake and others. From some potential areas owned above, can be optimized utilization through empowerment program KKN PPM namely; assistance of family empowerment of Seaweed Farmers and micro, small and medium enterprises with active participative approach with integrated coaching which is adjusted with Medium Term Development Plan of Bantaeng Regency Government, special processing of Seaweed Management will be conducted training product diserpefikasi with Raw Seaweed to make Krupuk Seaweed, Seaweed Seaweed Seaweed. Potential marine resources in the village of Pa, jukukan is a business opportunity for the development of seaweed cultivation and seaweed processing to become a source of income for the family of Seaweed Farmers. The potential of this business has the prospect to be cultivated that is supported by the demand of seaweed is increasing, the area of ​​land is quite available, the labor is plenty and quite close to the capital city of Makassar as the central area of ​​the investor so that the circulation of import-export trade more smoothly. The potential empowerment of Pa village, jukukang both natural resources and human resources (family of seaweed farmers and fishermen is an effort to improve household economy and community life so that by itself can increase income and prosperity of society.

  12. POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Supatno

    2010-10-01

    Full Text Available The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method used in the measurement of the population bacteria is total fiat analysis (TFA. Data collection was done three times weekly on three different places Lobuk village, Bluto sub district, Sumenep. The result of observation shows that the average of bacteria population on those three different locations and also different time-observing are significantly different. The total average of bacteria populations ranges from 7278 to 18060 coloni/gr. The high value of this population is assumed as a part of the environment parameter that supports the growing of E. cottonii such as temperature and velocity.Keywords : Bacteria population, Ice-ice, E. cottonli

  13. STUDI KOMUNITAS RUMPUT LAUT DI PANTAI SANUR DAN PANTAI SAWANGAN NUSA DUA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    GALIH INDRAWATI

    2012-11-01

    Full Text Available Aims of this research are to analyze structure community population, relative population, variety domination, heterogeneous, and equality of seaweed species in Sanur and Sawangan Beach Nusa Dua.The result of the study shows that in Sanur and Sawangan Beach observed 13 related seaweed species were observed, which are: Ulva reticulata, Chaetomorpha crassa, Bornetella nitida, Halimeda macroloba, Padina australis, Sargassum binderi, Hypnea asperi, Dictyopteris sp, Gracilaria coronapifolia, Gracilaria gracilis, Acanthopora spicifera, Euchema edule, Euchema denticulatum Meanwhile, , Caulerpa racemosa, Boergesiana forbessii, Sargassum crassifolium, Gelidium sp, Turbinaria ornata, Gracilaria foliifera only observed in Sanur Beach and species of Actinotrichia fragilis, Ulva lactuca, Euchema serra, Turbinaria conoides observed in Sawangan Beach, Nusa Dua.Heterogeneous value index (H in Sanur Beach is 0.75 – 1.87 categorized as medium category, except in station five characterized as low category. Domination index (C is 0.10 – 0.28, where there is no dominated species. Equality index value (E is 0.32 – 0.85 in unstable condition, except in station one is stable. In Sawangan Beach, heterogeneous indexes is 1.04 – 1.54, that spread in all stations by medium category. Domination index is 0.14 – 0.30, indicated that there is no dominant species. Equality index is 0.47 – 0.74, by stabile condition in station one, while others station is unstable. Highest relatif population in Sanur Beach is 37.63% in station three (Gracilaria foliifera. In Sawangan Nusa Dua Beach is Hypnea asperi (48.65%.Substrate analysis show that Sanur and Sawangan Beach has mud sand types. Water temperature in both research locations approximately is 28.90 C – 30.40 C, pH 7.00 – 7.80 and dissolved oxygen around 6.8mg/1-7.4mg/l.

  14. STUDI KOMUNITAS RUMPUT LAUT PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI PERAIRAN PANTAI PERMISAN KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eti Ferawati

    2014-03-01

    Full Text Available Seaweed naturally grows in substrate of sand, mixing between sand, mud and shell fragments, and also coral. Previous researches stated that there were types of seaweed that able to grow in more than one substrates. The aims of this research was to know the community structure such as diversity, domination, evenness, and similarity of seaweed on various substrates in Permisan beach, Central java. This research used survey method and samples were randomly selected for each substrate with quadrate of 1 x 1 m2. The research found that 20 kinds of seaweeds with biomass for about 4,669 g. Seven kinds of seaweed that grow in sand substrate with biomass for about 0,636 g, 20 kinds of seaweed in coral substrate with biomass for about 2,399 g, and 12 kinds of seaweeds in mixing substrate with biomass for about 1,634 g. Diversity index value in Permisan beach was ranging between 0,064-0,828 and categorized as low. Domination index value was ranging between 0,213-1,193, which means there was dominating variety. Evenness index value was ranging between 0,021-0,276, which means the community was unstable. The highest similarity index value was coral substrate-mixing for about 75%.

  15. Pengendalian Getah Kuning Manggis Menggunakan Ekstrak Rumput Laut dan Pemupukan Kalium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I KETUT SUADA

    2016-01-01

    Full Text Available The Control of Mangosteen Yellow Latex Using Seaweed Extract and Potassium Fertilizer. The yellow latex disease decreases fruit quality of mangosteen because of exogenic latex causes dirty fruit and the endogenic latex makes the bitter fruit taste, then it does not deserve to be consumed. The causal agent of the disease was Verticillium alboatrum, Fusarium oxysporum, and Pestalotia macrotricha. Control using synthetic chemical for the fungus is severely decreasing the quality of the environment, therefore the use of organic agent such as botanical fungicide and the use of potassium fertilizer is recommended. The purpose of this research is to find the dose of potassium fertilizer and sea weed extract to decrease yellow latex disease of mangosteen fruit. The research was done in-vivo in the field with indicator of the decrease of yellow latex incident. The research showed that potassium fertilizer of 1.5 kg/plant combine with 1% extract was the best treatment with the lowest yellow latex incident of 9.4%. The treatment effective decreasing the disease of 56.3% compared to control and 56.9% when it is compared to 0,2% Antracol fungicide.

  16. REGENERASI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN Sitrat Sintase MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-02-01

    seleksi 85%, dan efisiensi regenerasi thalus non transgenik sebesar 95% pada media non selektif. Media recovery dengan penambahan pupuk PES memperlihatkan sintasan yang paling baik pada regenerasi thalus transgenik. Hasil analisis PCR memperlihatkan K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  17. Peningkatan potensi pangan fungsional naget daging kelinci dengan substitusi wheat bran, pollard dan rumput laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Errythrina Vinifera Arnyke

    2014-07-01

    Full Text Available The purpose of this study was to find out the optimum additional level of composite filler (wheat bran and pollard and seaweed in making of rabbit nugget on moisture level, fat, protein, ash, iodine, antioxidants and dietary fiber contents. The method of the study was experimental research using completely randomized design with 3 replications and then it would be continued by Duncan’s multiple range tests if it was found significant differences among the treatments. The study showed that the addition of wheat bran and pollard had unsignificant effect (P>0.05 on moisture, fat, protein and iodine of rabbit nugget. Meanwhile the addition of seaweed had a very significant effect (P<0.01 on moisture level and had a significant effect (P<0.05 on fat and ash content of rabbit nugget. The average percentage of moisture, fat, protein, ash and iodine content of rabbit nuggets with wheat bran, pollard and seaweed substitution was 75.45; 14.22; 13.89; 1.91% and 35.22 µg/kg respectively. The best combination was found on treatment F3T1 (30% of wheat bran and pollard substitution without seaweed because it was able to increase the nutritional value of rabbit nuggets as a functional food which had 5.00 mg/g antioxidant and 0.08% dietary fiber content. Keywords: Functional food, rabbit nugget, wheat bran, pollard, seaweed

  18. Keanekaragaman dan Kerapatan Rumput Laut Alami Perairan Pulau Serangan Denpasar Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Desak Putu Dita Herlinawati

    2017-08-01

    Full Text Available Serangan Island was a costal area located in the Serangan village, South Denpasar district, near with Sanur and Nusa Dua tourism area. Serangan beach has a biodiversity such as natural macroalgae. This study was conducted in January 2017 at the seaweed cultivation area with the aims of research were to know the variety and density of macroalgae. The method used was a 1x1 m quadrat transect. Sampling was carried out during low tide. Macroalgae found in the area, consist of 12 species namely Ulva lactuca, Chaetomorpha linum. Chaetomorpha aera, Padina australis, Sargassum fluitans, Turbinaria ornate, Gelidium sp., Hypnea cornuta, Hypnea spicifera, Gracilaria salicornia, Acanthophora spicifera, Halimeda opuntia. Those species were belonging to 3 divisi namely Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta. The highest density of macroalgae was Padina australis while the lowest density was Chaetomorpha linum. Type of dominated macroalgae was from a group of Phaeophyta (brown algae with highest dominance from the species of Padina australis. Water quality namely acidity (pH was in the range of 7.54 to 7.75, salinity of 31.33-32.00 ppt, the water temperature was 26.50-27.30? C, which all was categorized as the optimal parameters for the growth of macroalgae. Assosiation of biota found were 9 species namely fish of larva, Cypraea lynx (Molusca, Emerita sp., Halodule sp., Synapta maculate, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Hermit crab, Ophiuroidea sp. The conditions coastal waters substrate was varied from white sand stone type to stony type by coral pieces.

  19. PEMBUATAN BIOETANOL DARI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. MELALUI HIDROLISIS MENGGUNAKAN SELULASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Anaawang

    2017-04-01

    Full Text Available The main aim of this research was to determine the concentration of ethanol from seaweed Gracilaria sp. through separately and simultaneous fermentations. The Gracilaria sp. was hydrolyzed using cellulase (SQsyme CS 6% w/v. Three concentration of hydrolyzate levels (25% v/v, 75% v/v and 90% v/v were set up, combined with four concentration levels of urea (0% w/v; 1%w/v; 1.5% w/v; and 2% w/v. Test parameters measured such as pH of the medium, the number of yeast cells, total of residual sugar and ethanol content. The results showed that the optimum consentration of ethanol 1.05% v/v (separated fermentation and 1.66% v/v  (simultaneous fermentation or 8.28 g/L and 13.18 g/L occurred at day 5 and this was achieved by a combination of 90% v/v seaweed hydrolyzate and 1% w/v urea (fermented separately and seaweed substrate of 90% w/v and urea 2% w/v (fermentation simultaneously. Simultaneous fermentation produces ethanol content higher than fermentation separately.

  20. Pemanfaatan Mangga Arum Manis dalam Pembuatan Dodol dengan Perbedaan Konsentrasi Tepung Ketan dan Rumput Laut

    OpenAIRE

    Pasaribu, Hamid Ucok; Ali, Akhyar; Hamzah, Faizah

    2015-01-01

    Utilization of cotton candy mango in directly encourage mango processing into derived products. One cotton candy mango derivative products is Dodol. Dodol is expected to be high in fiber. Fiber can be obtained from the addition of seaweed in the manufacture Dodol. The purpose of research is the use in the manufacture of cotton candy mango Dodol with different concentrations ofb glutinous rice and seaweed. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and...

  1. KAJIAN PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottoni (Studi Kasus Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maftuhah

    2012-10-01

    Full Text Available Pamekasan, have great potential for the development of seaweed farming. The aims of this study are to know: marketing channels and marketing margins. The method of sampling was done by using incidental sampling and snowball sampling. Mean while, the methods of collecting data through observations, distributing questionnaires, interviews, library research and documentation.Data analysis using analysis of R/C ratio to determine the feasibility of the business and margin analysis to determine the efficiency of marketing. The results showed that a. seaweed farming are viable with R/C ratio 1.151 for the wet sales and 1.77 for the dry sales. B there are two seaweed marketing channels, first: farmers – middlemen – plant collectors – factories, second: farmers – plant collectors – factories. The analysis of marketing margins, showed that marketing channels of wet seaweed was inefficient, while marketing channels of dried seaweed was efficient.

  2. Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Bolu Kukus yang Terbuat Dari Tepung Ubi Jalar dan Rumput Laut

    OpenAIRE

    Alamsyah, Wahidatul Ukhra

    2016-01-01

    Steamed sponge cake made from purple sweet potato flour and seaweed flour is an alternative food are subsituting wheat flour with purple sweet potatoes and seaweeds. Purple sweet potatoes contents much β-carotene which is caused this steamed sponge cake as a kind of cake rich in antioxidants. Purple sweet potato can be processed into refined products, one of them into flour. Through the purple sweet potato flour caan also be processed into steamed sponge cake. To enrich the fiber, steamed spo...

  3. POTENSI RUMPUT LAUT DI PANTAI BAYAH, KABUPATEN LEBAK, BANTEN SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triastinurmiatiningsih Triastinurmiatiningsih

    2008-07-01

    Full Text Available Antibacterial potency of some seaweed against Escherichia coli has been known. The aim of this research is to know the species of seaweeds from Bayah beach Lebak Banten which may be used as antibacterial against Escherichia coli. Twenty one seaweed species samples from Bayah Beach Lebak Banten were exstracted by organic solvent of absolute methanol according to Espeche, Fraile, and Mayer (1984 and Darusman, Sayuti, Komar & Pamungkas (1992 methods. The antibacterial activities were examined by means of Kirby-Bauer or diffusion method. The results showed antibacterial activities occur from the extract of Boodlea composite, Chaetomorpha crassa, Ulva fasciata, Sargassum crustaefolium, Padina australis and Halimeda gracilis. Sofar, Padina australis extract had shown better inhibitory activities than others.

  4. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRIALISASI RUMPUT LAUT ATC Chips DI TUJUH PROPINSI INDONESIA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Susanto

    2017-05-01

    Full Text Available Indonesia has one of the largest wet seaweed producer in the World. It will impact the  economic value if the seaweed processing industry small and medium-scale can be established disentra seaweed production centers such as in Eastern Indonesia. The establishment of the seaweed industry small and medium-scale can be realized through several approaches, both economic and financial approach. The research method using descriptive analytic  with field surveys as reinforcement data analysis . The object of  this study is the financial analysis of the seaweed industry in Indonesia, especially in eastern regions such as South Sulawesi, Central Sulawesi, North Sulawesi, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, Maluku and North Maluku. The results of the financial analysis of the overall approach to demonstrate the positive zone seen from the feasibility, both NPV, IRR, and Payback Ratio ratio BC

  5. PEKERJA PEREMPUAN PESISIR SEKTOR PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT DALAM PERSPEKTIF ANALISIS GENDER DI PAKANDANGAN TENGAH KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Ariwidodo

    2016-12-01

    Full Text Available This study aims to describe the characteristics of seaweed fishermen ; to describe the division of labor among husband and wife fishing seaweed, to analyse the differences in access to and control over production resources between husband and wife fishing seaweed, and to analyse the contribution of women towards seaweed fisherman family’s income in Laok Lorong village. This study is quantitative in design which is supported by qualitative one. Quantitative research is conducted by survey study and integrated with interview of qualitative. Wife's involvement in productive activities also contributes to her family's income. Wife’s income can cover the family expenses when the husband does not have any. Husband tends to play a role in the productive activity, whereas the wife plays her role in reproductive and social activities. The husband had access to the land of seaweed cultivation, cultivation equipment, the crab catcher, credit, livestock, and crab. Wife’s access tend to land for farming, the income of seaweed cultivation, and peeling crabs, as well as the crops of the fields. Husband’s control is almost all of the resources and benefits such as the land for cultivation, land for farming, cultivation equipment, the crab catcher, credit, livestock, labor, the cultivation of seaweed, crabs, and counseling. Contributions of the wife in this study is not only focused on the amount of income but also related to the amount of time she spends in productive, reproductive, and social activities.

  6. REGENERASIRUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty MELALUI INDUKSI KALUS DAN EMBRIO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PERANGSANG TUMBUH SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2009-04-01

    Full Text Available Regenerasi rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan dalam rangka penyediaan benih yang bermutu dan mempunyai keunggulan melalui induksi kalus dan embrio dengan penambahan hormon pertumbuhan yang diintroduksi ke dalam media kultur yang dapat memacu induksi kalus dan penebalan pigmen rumput laut. Media kultur yang digunakan adalah media Conwy padat dengan penambahan agar 0,8%-1,6%. Hormon perangsang tumbuh yang digunakan untuk memacu pertumbuhan kalus dan filamen embrio yaitu IAA (Indol acetic acid, kinetin, dan auxilin dengan konsentrasi berkisar 0,4-1 mg/L. Embrio yang dihasilkan merupakan anakan yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Sintasan dan perkembangan embrio yang paling baik yaitu dengan penambahan IAA dengan konsentrasi 0,4 mg/L pada media padat. Pembentukan anakan dilakukan dengan mengiris embrio dan menumbuhkan pada media cair yang diperkaya dengan hormon yang sama. Pemeliharaan anakan pada media kultur dilakukan hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Regeneration of seaweed Kappaphycus alvarezii was done to provide high quality seed through callus and embryo induction using plant growth regulator which was introducted to the culture medium. This growth regulator can stimulate the callus induction procces and thickening the seaweed pigment. Applied medium culture was agar medium with 0.8%-1.6% concentration enriched with Conwy and the applied growth regulators were IAA (Indol acetic acid, kinetin dan auxilin with 0.4-1 mg/L concentration range. Resulted embryo has the same characteristics with the stock. The best survival rate and embryo growth was IAA treatment with 0.4 mg/L concentration. Formation of embryo was done by transferring them from solid medium to the liquid one with the same growth regulator treatment. The nursery of the seed in culture medium was carried out until it has reached 2-3 cm in size.

  7. SIRKULASI TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etsa Purnama Sari

    2014-01-01

    Full Text Available Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau dan perairan menjadikan angkutan laut menjadi salah satu sarana transportasi yang cukup efektif di negara ini. Daya angkut yang besar dan beragam serta biaya yang lebih murah dengan jarak jangkauan yang luas, membuat sarana ini banyak diminati oleh masyarakat sekaligus juga merupakan pendukung utama perkembangan kehidupan sosial budaya dan roda perekonomian. Untuk mendukung proses transportasi laut ini perlu sarana berupa pelabuhan. Pelabuhan dalam melakukan pelayanan terhadap kapal memiliki beberapa fasilitas pokok dan penunjang yang wajib dimiliki. Salah satunya adalah terminal penumpang kapal laut dengan berbagai kegiatan di dalamnya untuk kedatangan maupun keberangkatan. Masalah ketidaknyamanan dalam berkegiatan, jauhnya akses sirkulasi antara satu kegiatan dengan kegiatan kegiatan embarkasi dan debarkasi yang tidak teratur, pembagian jalur sirkulasi penumpang dan pengantar penumpang yang tidak jelas seringkali muncul akibat sirkulasi yang tidak direncanakan dengan baik pada terminal penumpang kapal laut. Bahkan tidak jarang dapat menimbulkan adanya calo tiket hingga adanya penumpang tanpa tiket yang dapat masuk ke dalam kapal hingga kapal berlayar. Perencanaan sebuah sirkulasi yang tepat pada terminal penumpang kapal laut memerlukan kajian terhadap unsur-unsur sirkulasi seperti pencapaian, pola sirkulasi, jalur sirkulasi, serta bentuk ruang sirkulasi. Kajian unsur-unsur ini selanjutnya diselidiki melalui penelusuran masalah dengan analisis deskriptif melalui penggambaran objek penelitian yang terdapat pada Terminal Penumpang Pelabuhan International Yokohama, Terminal Penumpang Pelabuhan Kobe dan Terminal Penumpang Pelabuhan Osanbashi Hall   As one of the largest archipelago country, sea transportation acts as one of the most effective means of transportation in Indonesia. Large and diverse carrying capacity, lower cost with wide range of distances, are factors which making sea

  8. Pengaruh Suplementasi Seng terhadap CD 4+ Pengidap Human Immunodeficiency Virus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Zen Rahfiludin

    2015-01-01

    respon imun terhadap berbagai infeksi, namun belum banyak diketahui perannya terhadap infeksi HIV. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek suplementasi seng terhadap CD4+ pengidap HIV. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan pre test post test control group design. Dua puluh orang pengidap HIV ikut dalam penelitian ini, dibagi menjadi dua kelompok. Sepuluh orang menerima azidothymidine (AZT ditambah suplementasi seng dengan dosis 5 mg seng/hari selama satu bulan, sepuluh orang memperoleh AZT saja. Kepatuhan mengkonsumsi AZT dan suplementasi seng dicatat dan disupervisi oleh petugas lapangan. Semua sampel diambil darah venanya, diperiksa CD4+ dan dianalisis masukan zat gizi hariannya. Pengukuran CD4+ dilakukan dengan metode flowcytometri. Data asupan makanan harian dikumpulkan dengan metode recall 2 X 24 jam tidak berturutan harinya. Uji beda antara kedua kelompok

  9. PENGARUH SUPLEMENTASI HIDROLISAT BULU AYAM DAN MINERAL ORGANIK TERHADAP KECERNAAN ZAT MAKANAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN EFISIENSI RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhtarudin Muhtarudin

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral, makro organik (Ca, Mg organik serta mikro organik (Zn, Cu, Cr, Se organik guna meningkatkan kecernaan zat-zat makanan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum kambing peranakan Etawah jantan. Percobaan menggunakan kambing peranakan Etawah jantan sebanyak 20 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: R0 = 40% rumput gajah + 60% konsentrat, R1 = R0 + 3 % tepung bulu ayam, R2 = R1 + Mineral Makro-organik (Ca, Mg organik, R3 = R2 + Mineral Mikro-organik (Zn,Cu, Cr, Se organik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik atau R3 dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum dari kambing peranakan Etawah jantan. THE EFFECT SUPLEMENTATION OF HYDROLYZED OF FEATHER MEAL AND ORGANIC MINERAL ON NUTRIENTS DIGESTIBILITY, DAILY GAIN, AND RATIONS EFFICIENCY OF MALE ETAWAH CROSS GOATS ABSTRACT The objective of research were to evaluate the effect of supplementation of hydrolyzed of feather meal, organic macro mineral (Ca and Mg-Polyunsaturated Fatty Acid /PUFA and organic micro mineral (Zn, Cu, Cr, and Se-lysinat to improve nutrient digestibility, daily gain and rations efficiency of male Etawah cross goats. The research were used 20 male Etawah cross goats. Random block design were used this research was used, with 4 treatments and 5 replications. The treatments were arranged : R0= 40 % of forage + 60% concentrates; R1= R0 + 3% of hydrolyzed of feather meal ; R2= R1 + organic macro mineral (Ca and Mg -PUFA; R3 = R2+ organic micro mineral (Zn,Cu, Cr, and Se-lysinat. The results showed that mixing treatment of hydrolyzed feathers meal, organic macro and micro mineral (Ca and Mg

  10. SUPLEMENTASI BESI MINGGUAN MENINGKATKAN HEMOGLOBIN SAMA EFEKTIF DENGAN KOMBINASI MINGGUAN DAN HARIAN PADA REMAJA PUTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeti Sutanti

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this quasi experimental study was to analyze effectiveness of three iron supplementation on hemoglobin concentration of adolescent girls. Three intervention groups have received iron supplements (60 mg of iron elemental and 0.25 mg folic acid for 14 weeks in March-June 2015 in Tasikmalaya District. The groups received supplementation weekly (M, weekly and daily for ten days during menstruation period (M+Mens, and weekly and nutrition education (M+PG supplementation respectively. The result showed that the mean change of hemoglobin was not significantly different among the three groups (M+PG 0.63±1.16 g/dl, M+Mens 0.48±1.04 g/dl, and M 0.44±1.13 g/dl (p>0.05. Iron supplementation could reduce the prevalence of anaemia by 15.8% (M, 18.0% (M+Mens, and 4.9% (M+PG. Weekly iron supplementation was as effective as weekly and daily during menstruation period on hemoglobin change among adolescent girls. Iron supplementation in adolescent is better done intermittently (weekly with benefit addition the high compliance in supplement consumption.Keywords: adolescent, anaemia, hemoglobin, iron supplementationABSTRAKPenelitian kuasi eksperimental ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan efektivitas tiga cara pemberian suplementasi besi terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri. Tiga kelompok intervensi menerima suplemen besi (60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat selama 14 minggu di Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Maret-Juni 2015. Kelompok tersebut masing-masing menerima suplemen besi secara mingguan (M, mingguan dan setiap hari selama 10 hari menstruasi (M+Mens, serta mingguan disertai pendidikan gizi (M+PG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar hemoglobin tidak berbeda nyata (p>0,05 pada semua kelompok perlakuan (M+PG 0,63±1,16 g/dl, M+Mens 0,48±1,04 g/dl, dan M 0,44±1,13 g/dl. Suplementasi besi dapat menurunkan prevalensi anemia masing-masing sebesar 15,8% (M, 18,0% (M+Mens dan 4,9% (M

  11. Identifikasi Bakteri pada Rumput Laut Euchema spinosum yang terserang penyakit Ice-ice di Perairan Pantai Kutuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprabadevi Ayumayasari Saraswati

    2016-01-01

    Full Text Available The main causes of ice-ice disease that seaweed production will decline. Bacterial infections occur due to fluctuations in climate change resulted in a decrease in water quality resulting in the durability of seaweed. When seaweed stress will facilitate pathogen infection. Disease pathogens cause damage to internal organs. The spread of bacterial disease in seaweed is generally very fast and can lead to death, so that the loss caused by this disease is quite large. Ice-ice disease occurrence is seasonal and contagious, so the impact on the selling price low. The results showed that there are two types of pathogenic bacteria that can potentially cause disease in which bacteria Vibrio alginoliticus and Pseudomonas aeruginosa. Climate change affects the spatial distribution of micro seaweed bacterial pathogens.

  12. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Pada Berbagai Tingkat Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans

    OpenAIRE

    Saifuddin, Agus; Raharjo, Sapto; Eso, Amiruddin

    2015-01-01

    Red algae Kappaphycus alvarezii contain flavonoids compound which has activity as an anti bacterial. This study aims to determine the difference of inhibition zone of the growth of Streptococcus mutans bacteria by seaweed methanol extract (K. alvarezii) at each concentrations. This research was conducted by post–test only design (one-shot case study) with a variable treatment of the seaweed methanol extract (K. alvarezii) against S. mutans. Extracts were then divided into 7 concentration of 5...

  13. PEMILIHAN LOKASI BUDI DAYA IKAN, RUMPUT LAUT, DAN TIRAM MUTIARA YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Central Sulawesi had coastal resources which are potential to be developed for mariculture i.e Tomini Bay, however the scientific data support was unavailable. This study was conducted by survey method to find out suitable location to be developed for mariculture in Togean Archipelago, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. Secondary data such as wheather, tidal plate, coastal fisheries production, Indonesia earth surface map of scale 1:50,000, citra land sat-7ETM digital product, and navigation map of scale 1:200,000 were collected before the study. The primary data was collected from each study areas and interpreted as mariculture requirement for several domesticated species i.e. fish, seaweed, and mollusca. Tematic map of area, suitability as the main expected out put of the study was made through spatial analysis and GIS as suggested by reference. The total potential areas which were suitable for mariculture development  are 1,601.3 hectares, namely either for fish culture in floating net cage (1,021.9 hectares, seaweed and pearl oysters (579.4 hectares were distribution in the sea waters of Siatu, Salaka, Kadidiri, Huo, and Bungin island.

  14. KAJIAN TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT (STUDI KASUS DI DESA SERANGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR)

    OpenAIRE

    M.Th. Handayani

    2012-01-01

    One indicator of woman role in national development can be seen from an increase of woman participation in working. Eventhough, there is an increase in variety of woman jobs, it does not mean that the woman welfare increases automatically. The woman faces discrimination, not only in domestic sector (non-economy) but also in public sector (economy). Therefore, the study on woman labor analysis was carried out at Serangan village, Denpasar Regency. The study was focused on the woman labor in se...

  15. Identifikasi Kedalaman Laut (Bathymetry berdasarkan Warna Permukaan Laut pada Citra Satelit menggunakan Metode ANFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diwan Mukti Pambuko

    2013-10-01

    mengetahui warna permukaan pada posisi tersebut dapat dibuat sebuah sistem yang bisa mengidentifikasi kedalaman laut pada posisi tertentu dari warna pada permukaan laut tersebut. Sistem yang dibangun ini menggunakan data kedalaman laut hasil pengukuran manual dan dipadukan dengan data gambar satelit pada posisi yang sama. Kemudian dilakukan proses learning menggunakan teknik Neuro-Fuzzy dengan metode ANFIS (Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System dengan kinerja model identifikasi dapat diketahui dari nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error dan MSE (Mean Square Error. Hasil dari pembuatan model identifikasi, diperoleh sistem yang dapat melakukan identifikasi sangat baik dengan error yang diperoleh pada saat proses pengujian sebesar MAPE 9.0024 % dan MSE 0.0034. Kata kunci: bathymetry, citra satelit, neuro-fuzzy, ANFIS

  16. PENGARUH SUBSTITUSI SILASE ISI RUMEN SAPI PADA PAKAN BASAL RUMPUT DAN KONSENTRAT TERHADAP KINERJA SAPI POTONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Engkus Ainul Yakin

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase isi rumen sapi sebagai pakan pengganti rumput terhadap kinerja sapi potong. Sapi persilangan Simmental-Peranakan Ongole (SimPO jantan sebanyak 12 ekor, umur 1,5-2 tahun, digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan selama 8 minggu (2 bulan dengan pemberian pakan sebesar 3% dari bobot badan berdasarkan bahan kering dan air minum diberikan secara ad libitum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dilanjutkan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT. Perlakuan yang diberikan yaitu mengganti sebagian rumput dengan silase isi rumen sapi, yaitu P0 = pemberian pakan 100% rumput , P1= pemberian pakan 25% silase isi rumen sapi dan 75% rumput, dan P2 = pemberian pakan 50% silase isi rumen sapi dan 50% rumput. Imbangan pakan antara rumput dan konsentrat adalah 20% : 80%. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering (BK (13,23±0,63 kg/ekor/hari, konsumsi bahan organik (BO (10,41±0,50 kg/ekor/hari, konsumsi total digestible nutrients (TDN (7,38±0,37 kg/ekor/hari, PBBH (0,95±0,04 kg/ekor/hari, dan konversi pakan (7,38±0,37. Perlakuan berpengaruh (P<0,05 terhadap konsumsi protein kasar (PK (P0 = 0,94±0,03, P1 = 1,00±0,06 dan P2 = 0,98±0,01, dan serat kasar (SK (P0 = 3,26±0,10, P1 = 3,44±0,22 dan P2 = 3,27±0,04. Disimpulkan bahwa penggantian sebagian rumput dengan silase isi rumen sampai 50% tidak mempengaruhi kinerja sapi potong. (Kata kunci: Isi rumen sapi, Sapi potong, Silase

  17. Suplementasi Besi Mampu Memperbaiki Kadar Hormon TSH Anak Sekolah di Daerah Endemik GAKI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusi Dwi Nurcahyani

    2015-01-01

    , termasuk defisiensi mikronutrien lain diantaranya zat besi. Di negara berkembang, banyak anak-anak menderita GAKI dan defisiensi besi secara bersamaan. Defisiensi besi dapat mengganggu metabolisme tiroid dan mengurangi efektivitas garam beriodum. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh suplementasi besi dosis 60 mg/minggu terhadap hormon tiroid pada anak sekolah di daerah endemik GAKI. Suplementasi besi diberikan pada anak sekolah dasar umur 9-12 tahun di daerah dengan kasus kretin, di Kertek Wonosobo (n = 35 dan kelompok lainnya mendapatkan plasebo (n = 35. Awal penelitian dilakukan pengukuran antropometri, kadar TSH, ferritin, UIE dan kadar garam. Setelah 13 minggu suplementasi dilakukan pengukuran yang sama. Tingkat kepatuhan subyek mengonsumsi bahan intervensi 100%, tetapi 2 orang dikeluarkan dari analisis karena data biokimia yang ekstrim dibandingkan rerata keseluruhan. Umur dan jenis kelamin subyek tidak berbeda secara statistik. Setelah suplementasi, status gizi, kadar UIE dan kadar iodium dalam garam tidak berbeda nyata, tetapi ada peningkatan kadar ferritin yang signifikan pada kelompok Fe (31.0 menjadi 44.8 μg/l, p <0.05. Ada perbedaan asupan protein dan zat besi yang signifikan (p <0.05 antara kelompok Fe dan plasebo, tetapi tidak pada asupan energi. Tidak ada perbedaan perubahan kadar TSH yang signifikan antara kelompok Fe dan plasebo. Setelah memperhitungkan efek modifikasi (kecukupan protein >70% AKG, terbukti suplementasi besi berpengaruh terhadap perubahan TSH (p <0.05. Peningkatan status besi dapat memperbaiki hormon TSH setelah memperhitungkan tingkat kecukupan protein (AKG. Kata kunci: GAKI, suplementasi besi, fungsi tiroid.

  18. Pengaruh Penambahan Molases Terhadap Komposisi Kimia Silase Beberapa Jenis Rumput Yang Ditanam Bercampur Dengan Stylos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Yunus

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT. This study was conducted in UPTD (Unit Pelaksana Tugas Dinas Saree Aceh Besar about 4 weeks. The matter of this study are 4 kinds of grass there are rumput benggala (panicum maximum rumput BD (Brachiaria decumbent. The grass that use in this study ditanam mixe with stylosanthes guyanesis legume, while the additive in silage is molasses. The study was designed into Completely Randomized Design (CDR Factorial 4x3. There were 3 replications. First factor was R1 (Rumput Benggala + Stylosanthes guyanesis, R2 (Rumput lampung+Stylosanthes guyanesis, R3 (Rumput BD + Stylosanthes guyanesis, R4 (Rumput Star grass + Stylosanthes guyanesis and the second factor were 3 level there were M1 (0%0,M2(3% dan M3 (5%. Invetigated variabes included pH, Dry matter, crude protein, crude fiber, ash and water containet..The data were analyzed by an analysis of variance and as a significant effect was detected, the analysis was contained by Uji Beda Nyata Terkecil (BNT, Steel and Torrie (1991. The result of this study showed that the different of several grass have hight significantly (P,0.010 of dry matter, crude protein, ash and water containing but have no significantly on pH and crude fiber silage. The diferent among molasses have significantly on pH, crude protein and crude fiber silage. From BNT test showed that molasses increased dry matter and crude protein of silage compared to no molasses added. However, th used of molasses decreased crude fiber and water contain compared to no molasses added. The quality of silage found at level of 5.5% molasses especially on star grass (R4M3. The study concluded that using different level molasses es on several grass producted better silage than without molasses.

  19. The Orang Suku Laut of Riau, Indonesia

    DEFF Research Database (Denmark)

    Chou, Cynthia Gek Hua

    and resources that have resulted in great demand on sea and land spaces. In this momentum of change, several aspects of rural culture including indigenous populations, like the Orang Suku Laut (people of the sea) of Riau have been deemed by the state architects of development programmes to hinder progress......Land reform has been an indisputable part of Indonesian revolution. The consequent execution of development programmes for nation-building have provoked intense hostility over territorial rights. Global market forces in Indonesia have seen increasing flows of transnational investments, technology...... the social assimilation of indigenous peoples as citizens, religious conversion and cultural identity. Cynthia Chou discusses how Indonesian nation-building development programmes have generated intense struggles over issues pertaining to territorial rights, social assimilation of indigenous peoples...

  20. IKAN HIAS LAUT: TANTANGAN BUDIDAYA DAN PELUANG BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anjang Bangun Prasetio

    2012-12-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai potensi ikan hias laut cukup besar, selain ikan yang unik, baik warna, bentuk, dan tingkah laku, serta sifat-sifat lain yang dimilikinya, juga potensi jenis yang cukup banyak di alam. Hal ini cukup menarik untuk peluang bisnis, karena tidak hanya bagi para pencinta ikan hias (hobiis akan tetapi para pemula juga mulai menggemari ikan hias. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terkait ikan hias laut ini sehingga upaya untuk memproduksi benih dan induk dari hasil budidaya sudah harus digalakkan, mengingat banyak jenis-jenis budidaya ikan hias laut yang potensial untuk dikembangkan berdasarkan permintaan pasar baik domestik maupun internasional. Beberapa dukungan kebijakan yang dapat dilakukan terkait status budidaya ikan hias laut, antara lain pengembangan ke arah budidaya, industrialisasi budidaya, serta penataan sistem perdagangan.

  1. PEMANFAATAN MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris SUMBER DHA DAN EPA

    OpenAIRE

    Anggraeni, Peni

    2016-01-01

    Penelitian tentang mikroalga laut jenis Chlorella vulgaris telah dilakukan. Chlorella vulgaris dipilih sebagai bahan penambah gizi untuk di fortifikasi kedalam makanan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dengan menganalisis kandungan DHA dan EPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultur fitoplankton Chlorella vulgaris dan dipanen setelah media kultur mencapai fase Stasioner. Kemudian, dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer, biomassa kering dianalisis kandungan DH...

  2. Mencegah Pembentukan Kalsium Sulfat pada Desalinasi Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirna Rahmah Lubis

    2007-06-01

    Full Text Available Resin penukar-anion, Relite MG 1/P, dapat digunakan untuk memisahkan sulfat dalam air laut guna mencegah pembentukan kerak kalsium sulfat pada heat exchanger. Resin tersebut menunjukkan selektivitas sulfat yang tinggi dalam air laut sintetis. Resin yang telah dipakai dapat diregenerasi menggunakan air asin yang dipekatkan dengan asam hingga mencapai pH 4. Untuk waktu pemakaian dan regenerasi yang sama, faktor konsentrasi desalinasi (misalnya 2 hingga 4 menaikkan konsentrasi klorida dalam air asin yang diblowdown. Dengan faktor konsentrasi yang tetap, kenaikan laju alir (pengurangan waktu pemakaian dan regenerasi memperendah efisiensi regenerasi dan menaikkan pemisahan sulfat. Akibat kelarutan kalsium sulfat yang bersifat terbalik tersebut, temperatur air asin yang tinggi memerlukan pemisahan sulfat yang lebih banyak, yang dapat dicapai dengan mengurangi laju alir air laut. Pengurangan laju alir tersebut membutuhkan peralatan yang lebih besar dan resin yang lebih banyak, sehingga biaya modal bertambah. Untuk pabrik desalinasi dengan kapasitas produksi 1 juta gallon per hari dan faktor konsentrasi sebesar 2, biaya pemisahan sulfat meliputi biaya resin dan biaya peralatan. Biaya tersebut bervariasi dari $0.246 hingga $0.356/kgalon (per ribu galon air yang diproduksi karena temperatur maksimum air asin berubah dari 140°C menjadi 180°C. Keywords: desalinasi air laut, ion exchange, kalsium sulfat, kerak; mechanical vapor compression (MVC, pemisahan sulfat, resin penukar-anion basa lemah

  3. Internalisasi Biaya Eksternal pada Angkutan Laut BBM Domestik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Intan Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available Aktivitas pengangkutan BBM domestik lewat laut, seperti halnya aktivitas transportasi yang lain memiliki biaya transportasi yang harus ditanggung oleh penyedia jasa angkutan. Biaya ini adalah biaya internal transportasi yang timbul oleh angkutan (moda untuk mengangkut BBM dari pelabuhan muat (loading ke pelabuhan bongkar (discharge. Biaya ini adalah biaya yang terlihat langsung dan merupakan biaya yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan transportasi. Namun selain menimbulkan biaya internal, aktivitas pengangkutan BBM domestik juga menimbulkan biaya eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis seberapa besar biaya eksternal yang timbul akibat proses pengangkutan BBM domestik lewat laut dan dampaknya pada unit biaya transportasi. Biaya eksternal adalah eksternalitas yang dikuantifikasi ke dalam satuan biaya. Biaya eksternal ini merupakan biaya yang biasanya tidak diperhitungkan, padahal biaya ini berdampak besar bagi pengangkutan BBM domestik. Biaya eksternal yang dijabarkan dalam penelitian ini antara lain biaya atas utilitas armada, biaya atas kongesti dan biaya atas polusi udara.Internalisasi biaya eksternal merupakan digunakan untuk mengetahui signifikansi biaya eksternal tersebut terhadap unit biaya angkutan laut BBM domestik, mengingat beberapa jenis BBM masih disubsidi. Analisis sensitivitas juga dilakukan untuk masing-masing komponen biaya eksternal untuk mengetahui efek dari biaya tersebut terhadap unit biaya transportasi. Internalisasi ini akan menyebabkan rata-rata kenaikan unit biaya angkutan laut BBM domestik dari 363 Rp/Liter menjadi 586 Rp/Liter. Namun, proses internalisasi ini akan membuat penyedia jasa angkutan terhindar dari pengeluaran yang tidak terencana akibat eskternalitas.

  4. SEJARAH PENGUASAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DI TELUK TOMINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Obie

    2015-01-01

    Full Text Available This article aims to analyze the historical milestones of coastal and sea resources management in Tomini Bay. It used a critical theory paradigm with two strategies, namely historical sociology and case studies. The collected data were primary and secondary ones, then were analyzed by using qualitative approach. The analysis results indicated that coastal and sea management in To-mini Bay could be divided into era before 1901, when Bajo Tribe was the sea adventurer in To-mini Bay as well as owning the resources. Since 1901 to independence era of Old Order, Bajo tribe began to settle to coastal area, built houses above the sea surfaces with economic resources coming from fishing and other sea pickings.  During the New Order, precisely from 1977 to Reformation Order, the existence of Bajo Tribe was terribly disturbed by the wood company, fishpond, and conservation policy. In this era, Bajo Tribe faced the resettlement pressure that caused their community was divided, Sea Bajo and Land Bajo.  This reality caused the access of the Land Bajo community to the coastal and sea resources was limited, while the Sea Bajo community was progressively under the pressure of of the expansion of the wood company, fishpond, and conservation policy.Key words: Bajo Tribe, wood company, fishpond, conservation, resettlement, cultural tourismTujuan penelitian ini adalah menganalisis tonggak-tonggak sejarah penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan paradigma teori kritis, dengan strategi sosiologi sejarah dan studi kasus. Data yang terkumpul berupa data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini dapat dibagi atas masa sebelum tahun 1901, yang ditandai Suku Bajo sebagai pengembara laut di Teluk Tomini sekaligus me-nguasai sumber daya yang ada. Sejak tahun 1901 sampai masa kemerdekaan (Orde Lama, Suku Bajo

  5. Dominant Factors for Kampung Laut Bontang Kuala Development through Ecotourism Concept

    Science.gov (United States)

    Idajati, Hertiari; Andastry, Fonita

    2017-07-01

    Bontang is one of the cities in East Kalimantan Province which is known oil and gas industry and condensate. Besides that, Bontang also has potential tourism that can be developed in the form of Kampung Laut Bontang Kuala. This tourism area can be a leading tourism spot based on ecotourism in Bontang. Based on these fact, conducted a study to find out how Kampung Laut Bontang Kuala can be developed. This study aims to determine the dominant factors that affect Kampung Laut Bontang Kuala development through ecotourism. This research stage begins with interviewing stakeholders related to Kampung Laut Bontang Kuala development through ecotourism. The interview results were analysed using quantitative content analysis which showed the factors that affect Kampung Laut Bontang Kuala development through ecotourism in accordance with the assessment of stakeholders. The research result showed there are 9 of dominant factors for Kampung Laut Bontang Kuala Development ecotourism development.

  6. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK PASANG SURUT AIR LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferry Johnny Sangari

    2014-05-01

    Full Text Available Designing a Tidal Power Plant in Mangatasik Minahasa. This research aims to de­sign a tidal powerplant in Mangatasik Minahasa. Data is collected through observations and measurements using GPS, and analyzed using a computer program. Then, the analysis of data is used to design a tidal power plant. The results show that the potential tidal wave in North Sulawesi has a maximum height of 207.68 cm. This tidal wave has a potential electrical energy of 85.57 kilo Joule and potential electrical power of 30.38 kilo Watt. The dam is designed using con­crete buis filled with gravel and covered with a mixture of concrete and equipped with a three water gate. The water turbin is designed using a propeller turbine model type of undershot and made from fiberglass or stainless steel material.   Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan rancangan pembangkit listrik pasang surut air laut di Mangatasik Minahasa. Data didapat melalui pengamatan dan pengukuran meng­gu­na­kan GPS, serta dianalisis menggunakan program komputer. Selanjutnya, hasil analisis di­gu­na­kan untuk merancang pembangkit listrik. Hasil penelitian menunjukkan potensi gelombang pa­sang surut di Sulawesi Utara mem­punyai tinggi maksimum 207,68 cm. Gelombang pasang surut ini memiliki potensi energi listrik mencapai 85,57 kilo Joule dan daya listrik 30,38 kilo Watt. Ran­cangan dam/bendungan menggunakan buis beton yang diisi dengan sirtu padat dan ditutup de­ngan campuran beton dan dilengkapi dengan 3 pintu air. Rancangan turbin air menggunakan mo­del turbin propeller tipe undershot dan terbuat dari bahan fiberglass atau baja tahan karat.

  7. PENGARUH SUPLEMENTASI KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN ASAM LAKTAT PADA ATLET PENCAK SILAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Sudargo

    2014-10-01

    digunakan  untuk  melihat  perbedaan  antara  masing-masing  kelompok  suplementasi  dengan  plasebo, sedangkan  ANOVA  digunakan  untuk  melihat  perbedaan  kadar  glukosa  dan  laktat  darah  antara  semua kelompok perlakuan.  Hasil menunjukkan bahawa kadar glukosa darah pada kelompok suplementasi MCT + CHO  +BCAA, memiliki hasil  yang signifikan (p <0,05  dibandingkan dengan plasebo, dan kadar laktat dalam waktu 3 menit latihan dalam kelompok ditambah  CHO + MCT telah menurun secara signifikan (p < 0,05. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan, baik kadar glukosa dalam darah (p =  0,098  dan  kadar  laktat  darah  (p  =  0,273  dan p  =  0,972.  Dapat  disimpulan  bahwa  terdapat  perbedaan kadar  glukosa  dan  laktat  darah  yang  signifikan  antara  kelompok  atlet  yang  diberi  suplementasi  MCT  + CHO  +  BCAA  dibandingkan  dengan  plasebo.  Tidak  ada  perbedaan  yang  signifikan  antara  kelompok perlakuan, baik kadar glukosa darah dan kadar laktat darah. Kata kunci: karbohidrat ,lemak, protein suplementation, laktat darah, glukosa darah

  8. BOGOO: WARISAN PERAHU KOMUNITI BAJAU LAUT DI SABAH, MALAYSIA (BOGOO: THE BOAT HERITAGE OF THE BAJAU LAUT IN SABAH, MALAYSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Ali

    2007-01-01

    Full Text Available The Bajau Laut (Samal people, also known as pala’u, is among theBajau ethnic tribes in the east coast of Sabah who are still practicing the sea nomads lifestyle. They are synonym with the lepa-lepa, a boat in which they live on the sea. In the effort to preserve this heritage and culture, the Ministry of Culture, Arts and Tourism of Sabah has gazette the “Lepa-Lepa Regatta” in the Sabah tourism calendar. Other than Lepa-Lepa, the Bajau Laut community actually treasures another sampan design that is unique only to the tribe. It is the winged sampan called bogoo that is used for fishing. Nevertheless, this unique heritage and culture has never been exposed to the public by any scholar studying this subject. This article is written for the purpose of documenting the sampan as one of the heritage and culture of the Bajau Laut community in order to avoid the disappearance of this culture tothe development. This writing is based on the field work done by theauthor regarding the tradition of Bajau Laut community in the east coast of Sabah in Mac 2007.

  9. Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

    OpenAIRE

    Gustiana, R. Zalia

    2014-01-01

    This research aimed to examine the role of perceive threat against avoidance behavior toward Orang Laut conducted by Malay in Kepulauan Riau. As well as Malay, Orang Laut is one of the original tribes who inhabit the Riau Archipelago. However, this does not make the both of them loose from ethnicity conflict. The ethnic conflicts can be seen from the avoidance behavior that conducted by suku melayu. Avoidance response that conducted by suku melayu against orang laut is one of conflict managem...

  10. IDENTIFIKASI JENIS JAMUR ASOSIASI KUDA LAUT Hippocampus barbouriYANG HIDUP DI PERAIRAN ALAMI DAN PENANGKARAN

    OpenAIRE

    Sari, Ratna

    2017-01-01

    Jamur merupakan organisme heterotrof yang menggunakan bahan organik untuk nutrisinya. Jamur dapat sebagai patogen yang bersifat infeksi sekunder. Penyakit yang umum terjadi pada banyak ikan dapat juga terjadi pada kuda laut, diantaranya adalah jamur, parasit dan bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenisjamuryang berasosiasi dengan kuda laut (Hippocampus barbouri). Jamur asosiasi kuda laut diperoleh dengan metode swab menggunakan cotton swab microbiology. Identifikasi dil...

  11. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  12. Proses Treatment Dengan Menggunakan NaOCl Dan H2SO4 Untuk Mempercepat Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Rumput Laut Eucheuma Cottonii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Winjaya Putra

    2012-11-01

    Full Text Available The fermentation process of the waste of Eucheuma cottonii seaweed to become bioethanol can beaccelerated by providing special treatment, such as delignification process using NaOCl and immersion byusing a mixture of H2SO4 for different variations. The fermentation process is also be done by using the yeast ofSaccharomyces cerevisiae with a variety of mixtures, to determine the rate of bioethanol fermentation.In this study NaOCl has been used with variation of 0.25%, 0.50% and 0.75%. H2SO4 is used with aconcentration of 0.5% and the variations of Saccharomyces cerevisiae yeast with a ratio of 1: 0.0015; 1: 0.003;1: 0.0045; 1: 0.006 and 1: 0.0075 for every kilogram of waste Eucheuma Cottonii and yeast, and withfermentation time of 3, 6 and 9 days. As a comparison is the same treatment, but without the use of H2SO4.Based on the research, the following results obtained. The highest rate of bioethanol fermentation is4.4% per day and the highest levels of ethanol produced is 14.0%. This is achieved for where each kilogram ofwaste of Eucheuma cottonii is delignificated with a concentration of 0.5% NaOCl followed by a treatment inphysics, with the variations of yeast 1: 0.006 and with a time of fermentation for 3 days.

  13. Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp Melalui Budidaya IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture di Pantai Geger, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Yudiastuti

    2017-10-01

    Full Text Available Gracilaria sp is red alga which belong to class rhodophyceae. It can grow in shallow salt water with a general characteristic is having a cylindrical and branched thallus form. Seaweed cultivation can be performed through IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture method. The basic principle of cultivation through the IMTA method is utilizing service of the low thropic level species in marine ecosystems, such as shells and seaweed.  This method is believed to be able to overcome the environmental problems caused by cultivation activities, such as feces and uneaten feed. This research was perfomed 45 days, from February 25 to April 11, 2017. It was held at Geger Beach, Nusa Dua, Badung Regency, Bali, using a complete randomized design method that consist of three treatments and three repetition for each treatment. Treatment control (T1 consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams without the abalone, treatement 2 (T2 consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams and 20 abalones and treatement 3 (T3 consisted of 10 bunches of seaweed 100 grams and 40 abalones. The result showed that specific growth rate in Gracilaria sp.  was highest in treatment T1, compared to treatment T2 and T3. This was caused by the cage construction of abalone amd the present of small mesh size net to cover the seaweed  planting, which made the growth was not optimal.  However, the use of a nets system in seaweed cultivation could minimize the loss of thallus. It was proved by the survival rate of seaweed in first, second and third, that is averagely high, ranging from 90% to 100%. Physical and chemical water quality parameters are also measured, and It showed that the water quality was suitable for the cultivation of both, seaweed and abalone.

  14. PENGARUH RASIO RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L. DENGAN JAHE (Zingiber officinale TERHADAP KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU WEDANG TEKI INSTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwikan Sutralestari

    2018-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memperoleh proses pengolahan wedang teki ins­tan, mengetahui kapasitas antioksidan serta mutu (rendemen, waktu rehidrasi, sifat fi­sik warna, dan uji hedonik wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe berbeda. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen meng­­­­gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua kali pengulangan. Data ha­sil analisis diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variances. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe yang berbeda berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, waktu rehidrasi, si­­fat fisik warna, serta uji hedonik rasa dan warna. Kapasitas antioksidan dan ke­su­ka­an rasa terbaik  pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 2½. Waktu rehidrasi tercepat, sifat fisik warna paling cerah dan kesukaan war­­­­na pada wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1½.

  15. The development of sasi laut in the preservation of sea in Kei community

    Science.gov (United States)

    Ananingsih, Sri Wahyu

    2018-02-01

    "Sasi laut" is a local wisdom of Kei society that prohibits community members to take natural resources in a particular area over a period of time. Sasi laut has an important role in the preservation of the sea. This article is based on research. The purpose of the research is to analyze causal factors of sasi laut are not practiced anymore in Kei kecil society, and the efforts to revitalize sasi laut as a local wisdom to preserve sea. This article uses socio-legal approach and the analysis is qualitative. The data consist of primary and secondary data. The results of the research show that sasi laut in several villages of Kei kecil is not practiced anymore because of the damage to sea and ecosystem, market problem, the society problem and adat institution problem. The efforts to revitalize sasi laut are improve the quality of the sea environment, legal awareness Kei society and the participation of local government. This article can be a recommendation for the local government of Southeast Maluku in order to determine the policy of sasi laut.

  16. STUDI PERTUMBUHAN LAMUN Enhalus sp DALAM UPAYA PENGELOLAAN PESISIR DI PULAU TANAKEKE

    OpenAIRE

    Syarifuddin Kune

    2016-01-01

    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan E. acoroides pada satu perlakukan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan A = lamun E. acoroides tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii,  B = lamun E. acoroides dengan kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan E. acoroides pada semua hamparan baik dengan dan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii tidak berbeda nyata...

  17. ANCAMAN DI BALIK HASIL LAUT DI PERAIRAN TELUK JAKARTA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Wisaksono

    2012-10-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri dan disangsikan bahwa bahan makanan yang berasal dari hasil perikanan laut mempunyai kadar nilai gizi tinggi. lkan laut misalnya selain dagingnya mudah dicerna, juga kandungan protein, vitamin, mineral serta lemak tak jenuh sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Jenis-jenis ikan laut segar yang banyak dikonsumsi dan disajikan di restoran seafood adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, kerang, cumi, sotong, udang, kepiting, rajungan, dan lain sebagainya.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI bekerjasama dengan IPB tahun 1997 menunjukkan bahwa contoh komoditi hasil laut yang diperoleh mengandung logam berat Hg adalah dari kelompok kerang-kerangan (Bivalvia yaitu kerang darah, hijau dan tahu.

  18. Distribusi patogen dan kualitas lingkungan pada budidaya perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Romi Novriadi

    2014-04-01

    Full Text Available Peningkatan laju produksi perikanan budidaya secara umum berperan penting dalam peningkatan masalah lingkungan dan patogen di beberapa unit produksi budidaya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian penyakit saat ini menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan menilai distribusi patogen pada beberapa sentra produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau. Monitoing dilakukan mulai Februari 2011 sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodavirus dan Iridovirus merupakan agen penyebab penyakit virus yang umum ditemukan di budidaya ikan laut. Sementara Vibrio spp., Aeromonas spp. dan Edwardsiella spp. merupakan mikroorganisme patogen yang umum ditemukan di sentra budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Hasil kajian monitoring juga menunjukkan bahwa Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp. dan Cylodonela sp. merupakan parasit yang memiliki distribusi tinggi di berbagai sentra produksi ikan air laut dan tawar di Kepulauan Riau.

  19. KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP DI INDUSTRI RAJUNGAN PT.KELOLA MINA LAUT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bhiaztika Ristyanadi

    2016-11-01

    Full Text Available Good manufacturing practice is the first step implementation of food safety regulation. PT. Kelola Mina Laut is one of chilled sea crab producers in Madura. It has four branches in Madura,those are in Tanjung Bumi, Noreh, Sampang, and Lobuk. The objective of this research is to assess the effectiveness GMP in four branches of PT. Kelola Mina Laut. The research  uses field observation, data analysis and GMP development as the method. Based on GMP analysis, four branches of PT. Kelola Mina Laut appear to have a cummulative score between 337-369, in which Lobuk has the highest score. Therefore, it can be concluded that PT. Kelola Mina Laut has applied most of GMP elements

  20. Gunungapi Bawah Laut Kawio Barat, Perairan Sangihe, Sulawesi Utara: Aktivitas Hidrotermal dan Mineralisasi

    OpenAIRE

    Troa, Rainer Arief; Sarmili, Lili; Permana, Haryadi; Triarso, Eko

    2013-01-01

    Ekspedisi INDEX-SATAL 2010 telah mengungkapkan fenomena aktivitas hidrotermal di bawah perairan barat Kepulauan Sangihe pada Gunungapi Bawah Laut Kawio Barat dengan puncaknya yang berada pada kedalaman laut sekitar 1860 m dan kakinya pada kedalaman sekitar 5400 m. Penyelaman ROV (Remotely Operated Vehicle) Little Hercules di Gunungapi Kawio Barat yang dipusatkan di sisi baratlaut dari puncak gunung menyapu mulai kedalaman 3000 m hingga menuju ke arah puncak pada kedalaman 1860 m. Kelompok bat...

  1. Pengaruh ENSO (El Niño and Southern Oscillation terhadap transpor massa air laut di Selat Malaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad

    2012-04-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh ENSO (El Niño and Southern Oscillation di Selat Malaka dengan memakai indek osilasi selatan Samudera Pasifik dalam menentukan kondisi Normal, El Niño dan La Nina sebagai analisis transpor massa air laut, elevasi muka laut dan densitas laut. Metode penelitian menggunakan persamaan Navier-Stokes dengan gaya pembangkit pasang surut, angin dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP Tahun 1980-2007, Salinitas (Levitus dan Boyer, 1994a dan Temperatur (Levitus dan Boyer, 1994b. Persamaan gerak air laut tersebut dimodelkan dengan model Hamburg Shelf Ocean Model (HAMSOM. Hasil-hasil menunjukkan bahwa transpor di bagian barat laut Selat Malaka pergerakannya melemah dan transpor di bagian tenggara pergerakannya menguat dibandingkan pada kondisi tahun Normal dan La Nina. Sedangkan elevasi muka air di Selat Malaka pada kondisi tahun El Niño lebih rendah dibandingkan pada kondisi Normal dan La Nina. Selanjutnya densitas permukaan laut di Selat Malaka pada kondisi tahun Normal, El Niño dan La Nina berkisar 18,5 s/d 20,5 kg/m3. Densitas laut lapisan 30-50 m di Selat Malaka pada kondisi tahun Normal, El Niño dan La Nina berkisar 19 s/d 21 kg/m3. Densitas permukaan laut dan densitas laut kedalaman 30-50 m di bagian tenggara Selat Malaka pada kondisi El Niño lebih besar dibandingkan pada tahun Normal maupun tahun La Nina.

  2. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Politeknik Tanah Laut Di Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Ismail

    2016-04-01

    Full Text Available Leadership  style  and  work  motivation  are  elements  that  can  affect  on  job satisfaction to improve employees’ job satisfaction. This research aims to know and analyze the infl uence of leadership style and work motivation on employees’ job satisfaction on the Polytechnic Tanah laut in Tanah Laut Regency. The  type  of  research  is  explanatory  research.  All  of  the  population  are  the samples of the research. Extracting information on 81 employees’ who were the respondents in the study, by using questionnaire in fi ve scales of likert. Data analysis is taken from multiple linear regression analysis, Coeffi cient of Multiple Determination, F-test and t-test. The  results  showed  leadership  style  and  work  motivation  partially  or simultaneously  positive  and  signifi cant  effect  on  the  the  employees’  job satisfaction. Based on these results, implications for the management employees’ that further enhance the confi dence of the leadership and employees’ motivation in order to improve employees’ job satisfaction and institutional goals can be achieved. Keywords : Leadership style, motivation, job satisfaction

  3. Studi Efisiensi Penyisihan COD dalam Lindi dengan Sistem Evapotranspirasi Menggunakan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza dan Rumput Belulang (Eleusine indica

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrus Zaman

    2017-11-01

    Full Text Available COD dalam lindi merupakan salah satu parameter yang secara umum berada pada konsentrasi yang tiggi sebagai salah satu hasil biodegradasi material organik dan anorganik dalam sampah di TPA. Sistem evapotranspirasi yang menggunakan tumbuhan lokal merupakan salah satu sistem yang menjanjikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efisiensi penyisihan COD dalam lindi dengan reaktor evapotranspirasi secara kontinyu yang menggunakan tumbuhan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza dan Rumput Belulang (Eleusine indica. Hasil uji menunjukkan efisiensi pada semua reaktor mulai sekitar hari ke 3 hingga hari ke 25 mengalami fluktuasi yang cenderung menurun (dari ± 75% menjadi ± 50%, tetapi hari selanjutnya cenderung meningkat. Pola tersebut dipengaruhi oleh peran media tanam, bakteri dalam media tanam, bakteri pada akar tumbuhan dan aktivitas metabolisme tumbuhan uji. Secara keseluruhan reaktor yang menggunakan Tumbuhan Sente (Alocasia macrorrhiza lebih fluktuatif dibandingkan denga menggunakan Rumput Belulang (Eleusine indica yang dipengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangannya.

  4. Transportation Limitation Access to the Small Islands (Case Study: Banggai Laut Regency)

    Science.gov (United States)

    Sunarti, S.

    2018-02-01

    Indonesia is as an archipelago and maritime country, the large number of Islands owned and scattered in all directions makes a challenge for the Government in equitable development. Development in Indonesia has not been spread evenly and tends to focus on the big island, while the smaller islands are still far behind and lack of government attention. One of them is the lack of infrastructure especially the access to the small islands. Among the small islands in Indonesia with minimal maritime infrastructure or transportation is Banggai Laut Regency, Central Sulawesi Province. This Regency is a new regency that separate itself from its previous regency that is Banggai Kepulauan Regency in about 4 years ago. For the development of the Banggai Laut Regency, access to reach that regency is quite difficult. Therefore, the aim of this research is to find infrastructure development strategy to support the development of Banggai Laut Regency. The research method used was the concurrent model mixed method. Data collection method was done with primary data through field observation and interview, secondary data through literature and document review. Analytical techniques used are qualitative descriptive and Map Overlay techniques using GIS to describe the characteristics of study areas and spatial relationships between islands. The results of this research conclude that the Banggai Laut Regency requires infrastructure development particularly maritime transportation to enhance accessibility of the community headed to Banggi Laut Regency or headed to another island from the Banggai Laut Regency.

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  6. TINJAUAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT AKIBAT SAMPAH DI SAMUDERA PASIFIK (THE GREAT PACIFIC GARBAGE PATCH)

    OpenAIRE

    MUHARLIS

    2014-01-01

    2014 Muharlis (B111 08 402), Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Pencemaran Lingkungan Laut Akibat Sampah Di Samudera Pasifik (The Great Pacific Garbage Patch). Dibimbing oleh Alma Manuputty, selaku Pembimbing I dan Marcel Hendrapaty, selaku Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta kerugian yang ditimbulkan, salah satunya kerugian ekologis dan ekonomi yang secara langsung dapat mengancam ekosistem laut...

  7. Analisa Pengaruh Penambahan Kapasitor Terhadap Proses Pengisian Baterai Wahana Bawah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Muhammad Chanif

    2014-03-01

    Full Text Available Potensi wisata bawah laut Indonesia banyak yang belum dikembangkan, hanya Pulau Bali yang sudah memanfaatkannya dengan membuat wahana bawah laut yang berpenggerak motor DC yang listriknya disuplai oleh baterai. Setiap satu jam pelayanan berupa penyelaman, wahana bawah laut ini melakukan pengisian baterai sekaligus muat penumpang. Agar terdapat nilai ekonomis dan efektivitas selama proses itu di pelabuhan, dalam skripsi ini akan diuraikan mengenai pengaruh kapasitor untuk menambah muatan baterai charger, sehingga arus yang masuk bisa bertambah. Dalam rangkaian baterai charger yang telah dimodifikasi jumlah kapasitor menjadi 3 buah, nilai arus yang keluar sebesar 18 Ah dan tegangan yang keluar adalah tegangan input ditambah 4 V. Perbandingan rangkaian baterai charger yang termodifikasi penambahan kapasitor mampu mempercepat 1.44 kali dibanding dengan rangkaian sederhana. Selain itu, penambahan kapasitor bank juga mampu memberikan penghematan daya sebesar 22 % dengan menambahkan kapasitor berkapasitas 0.00519 Farad.

  8. SEBARAN LARVA IKAN DAN KAITANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Amri

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Sulawesi diketahui sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial sekaligus diduga sebagai lokasi pemijahan. Berbagai jenis larva ikan pelagis maupun demersal ditemukan di perairan ini. Kelimpahan dan sebaran larva ikan di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi seperti temperatur, salinitas dan sejumlah parameter lainnya termasuk ketersediaan pakan. Untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan di Laut Sulawesi, telah dilakukan penelitian menggunakan kapal riset KR Baruna Jaya VII pada Oktober 2012. Parameter oseanografi yaitu temperatur dan salinitas diukur menggunakan iCTD dan sampling larva menggunakan bonggo net pada 18 stasiun pengukuran. Analisa hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran larva dilakukan secara deskriptif dan pemetaan sebarannya dilakukan secara spasial. Hasil menunjukan keterkaitan sejumlah parameter oseanografi dengan kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan. Sebaran larva famili Scombroidae dominan berada pada perairan bersalinitas tinggi karena merupakan jenis ikan oseanik. Larva ikan demersal banyak ditemukan di perairan sekitar Kep.Sangihe Talaud. Kelimpahan larva tertinggi ditemukan di perairan bagian utara dan barat lokasi penelitian dimana kelimpahan plankton tinggi ditemukan.   Celebes Sea is known as a potential fishing and spawning grounds for several pelagic fish species. Abundance and distribution of fish larvae are allegedly linked to oceanographic conditions such as temperature, salinity and others oceanographic parameters including food availablity. To see the effect of oceanographic on the abundance and spatial distribution of fish larvae in the Celebes Sea, has conducted a research in October 2012using the research vessel KR Baruna Jaya VII. The measurement of oceanographic parameters including temperature and salinity and larval sampling were done respectively by using iCTD and Bonggo net at 18 measuring stations. The

  9. STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA UDANG LAUT DALAM SECARA BERKELANJUTAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Suman

    2013-05-01

    Full Text Available Pemanfaatan sumber daya udang di Indonesia dilakukan pada wilayah perairan laut dangkal dan status pengusahaannya sudah dalam tahapan jenuh (over-fishing. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang tanpa adanya usaha pengelolaan yang berkelanjutan, maka akan menyebabkan kelestarian sumber daya udang akan terancam dan bahkan bisa punah. Salah satu hal yang harus dilakukan dalam mengantisipasinya adalah mencari daerah penangkapan baru di perairan laut dalam, berupa sumber daya udang yang potensial dan belum pernah dimanfaatkan (untapped resources. Komposisi jenis udang laut dalam di perairan Indonesia lebih dari sekitar 38 jenis dengan jenis udang yang mendominasi adalah Plesiopenaeus edwardsianus dan Aristeus virilis serta alat tangkap yang disarankan untuk pemanfaatannya adalah bubu laut dalam tipe silinder. Potensi penangkapan udang laut dalam di Kawasan Barat Indonesia (KBI sebagai 640 ton per tahun dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI sebagai 2.840 ton per tahun. Agar pengelolaan sumber daya udang laut dalam dapat dilakukan berkelanjutan, maka harus dikelola dari awal pemanfaatannya. Strategi pengelolaan yang harus dilakukan adalah membatasi upaya penangkapan pada tingkat upaya sekitar 285 armada bubu laut dalam di KBI dan sekitar 1.250 armada bubu laut dalam di KTI. Selain itu harus dilakukan penutupan musim dan daerah penangkapan serta dilakukan penetapan kuota penangkapan. The utilization of Indonesia’s shrimps resources are commonly taking from shallow marine water while its status is currently on overfishing stage. In the long run without appropriate management will threat its sutainability and may be worsen to become extinct. A possible anticipition is finding a new fishing ground at deep sea area for potential deep sea shrimps as untapped resource. Deep sea shrimps species composition have been identified for more than 38 species with mainly dominated by Plesiopenaeus edwardsianus and Aristeus virili. Recommended fihing gear

  10. STUDI PERTUMBUHAN LAMUN Enhalus sp DALAM UPAYA PENGELOLAAN PESISIR DI PULAU TANAKEKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifuddin Kune

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan E. acoroides pada satu perlakukan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan A = lamun E. acoroides tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii,  B = lamun E. acoroides dengan kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan E. acoroides pada semua hamparan baik dengan dan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii tidak berbeda nyata. Secara kuantitatif pada hamparan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii (A, rata-rata pertumbuhan E. acoroides 1,1695 cm/hari, dan pada kawasan dengan aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii dan hutan mangrove (B, rata-rata pertumbuhan 1,1365 cm/hari.  Hasil pengukuran kualitas air menunjukan  bahwa suhu air, salinitas, pH, kecepatan arus, DO dan kecerahan tidak berbeda nyata antara area lamun E. acoroides dengan maupun tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii.  Nitrat dan fosfat lebih banyak terdeteksi pada perlakuan lamun E. acoroides dengan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya (B dibandingkan tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii (A

  11. KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI FILIPINA PADA MASA PEMERINTAHAN RODRIGO DUTERTE TENTANG LAUT CINA SELATAN

    OpenAIRE

    BEATRICE G. P., JENNIFER

    2017-01-01

    2017 Jennifer Beatrice Glorianna Putri, E131 13 308. ???Kebijakan Politik Luar Negeri Filipina Pada Masa Pemerintahan Rodrigo Duterte tentang Laut Cina Selatan???, dibawah bimbingan Patrice Lumumba, selaku Pembimbing I, dan Aswin Baharuddin, selaku Pembimbing II, pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan politik luar negeri Filipi...

  12. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  13. STRATEGY FOR BUSINESS PORTFOLIO DEVELOPMENT OF PT SEKAR LAUT, TBK.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Homisah Homisah

    2016-01-01

    Full Text Available PT Sekar Laut, Tbk. (PTSL, as a local company, has three main business units including snack crackers, cooking spices and private label.  Due to the potentials of Indonesia, it is expected that PTSL can upscale its competitive advantage and has an ability to compete with global companies as well.  The objectives of this research were 1 analyzing relative positioning of PTSL compared with market leaders in snack and cooking spices industries, 2 analyzing Life Cycle phase per business unit, 3 analyzing positioning of each product category in portfolio matrix, 4 formulating strategic recommendations to  the management for each product category of PTSL.  The method used in this study was descriptive analysis. The analysis tools used in this study were BCG matrix, Life Cycle model, IFE, IFI and GE matrix. The results showed that relative positioning of crackers and cooking spices business units in BCG matrix is in Question Marks quadrant.  The results of Life Cycle model for snack crackers, cooking spices, and private label showed that they are in Growth phase.  The result of portfolio analysis by GE matrix showed that shrimp cracker and fish cracker product categories are in Selective Growth quadrant. Vegetables cracker, cooking spices, uleg chili sauce, burger buns are in Investment and Growth quadrant. The strategic recommendation for shrimp and fish crackers is to identify the growth segment, aggressive investment and uphold position.  The strategic recommendations for vegetable cracker, cooking spices, uleg chili sauce, and burger buns are growth, seeking for dominance and maximum investment.Keywords: portfolio analyzing, crackers, cooking spices, uleg chili sauce, burger buns

  14. Screening Senyawa Metabolit Sekunder Pada Fungi Laut Emericella Nidulans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irah Namirah

    2016-01-01

    Full Text Available Abstract: Investigation bioactive secondary metabolite previously, Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology found anticancer properties to Emericella nidulans marine fungi strain MFW39 isolated from ascidia Aplidium longithorax collected from Wakatobi Marine National Park. Emestrin was a compound with an ETP (epipolithiodioxopiperazine group that found in Emericella nidulans marine fungi have cytotoxicity properties. Emestrin show cytotoxic activity to breast cancer cell line [T47D], cancer cervic cell line [HeLa], colon cancer cell line [WiDr] and liver cancer cell line (HepG2. The aim of the research to investigated other derivative of emestrin compound. The screening with UPLC (Ultra Performance Liquid Chromatography mass analysis q-TOF/MS (quadrupole-Time of Flight/Mass spectra positif mode (ES+.. Monoisotopic ion Derivative compound of emestrin that detected from (ES+ UPLC-ESI-qTOF-MS spectrum are emestrin B, emestrin C. Another compound that detected are cytochalasin B dan C.Keywords: Emericella nidulans, Emestrin, Emestrin derivative, UPLC- q-TOF/MS spectrum Abstrak: Pada penelitian pencarian metabolit sekunder bioaktif sebelumnya, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan menemukan fungi Emericella nidulans strain MFW39 yang diisolasi dari ascidia Aplidium longithorax dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi tenggara memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel kanker, diantaranya sel turunan kanker payudara (T47D, liver (HepG2, kanker usus (C28 dan serviks (HeLa. Senyawa yang berkontribusi terhadap sifat sitotoksik adalah senyawa emestrin yang memiliki gugus ETP (epipolithiodioxopiperazine. Hasil isolasi dan karakterisasi senyawa bioaktif yang ditemukan pada fungi Emericella nidulans strain MFW39 adalah senyawa emestrin. Penelitian ini bertujuan mencari derivat senyawa emestrin lain. Proses screening dilakukan dengan mencari puncak monoisotopik senyawa

  15. DINAMIKA EKOLOGI LAUT SULAWESI (WPP 716 SEBAGAI DAYA DUKUNG TERHADAP PERIKANAN MALALUGIS (Decapterus macarellus Cuvier, 1833

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Rahmadi

    2015-06-01

    Full Text Available Ikan Malalugis adalah ikan pelagis kecil yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan di perairan Laut Sulawesi. Pada tahun 2012 dilaporkan bahwa perikanan pelagis kecil menjadi salah satu hasil perikanan yang penting, dan hasil tangkapan yang dominan dari perikanan pelagis kecil tersebut adalah ikan malalugis biru (Decapterus macarellus. Jenis ikan malalugis memiliki sifat bermigrasi dan membentuk gerombolan kecil yang mana sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Tipe arus pasut di Teluk Manado (Laut Sulawesi merupakan arus pasut bolak balik (reversing current. Banyaknya arus yang begitu aktif merupakan salah satu faktor yang mendukung habitat ikan malalugis. Diduga kekhasan sifat distribusi arus di daerah laut Sulawesi ini yang membuat kelimpahan ikan malalugis relatif tinggi di perairan Sulawesi Utara dibandingkan dengan daerah perairan lainnya di Indonesia. Kelimpahan ikan malalugis yang tinggi mendorong ikan ini menjadi komoditas penting dalam sektor perikanan di Laut Sulawesi. Meski demikian pada tahun 2012 dilaporkan bahwa tingkat produksi ikan malalugis mengalami penurunan. Hal ini diduga karena terlalu tingginya tingkat eksploitasi atau diakibatkan oleh adanya perubahan dalam kondisi ekosistem ikan tersebut di Laut Sulawesi. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mengkaji tingkat daya dukung lingkungan terhadap keberlangsungan sumberdaya perikanan malalugis di wilayah perairan Laut Sulawesi. Malalugis fish is a small pelagic fish that constitute the main catch of fishermen in the waters of North Celebes Sea. In 2012 it was reported that small pelagic fishery became one of the important fishery products and it was dominated by the species of Malalugis (Decapterus macarellus. This species has a typical behavior which was highly mobility and forming fish schooling and strongly influenced by environmental conditions. The type of tidal current in North Sulawesi coast is reversing current. This kind of current

  16. PEMETAAN PASANG SURUT DAN ARUS LAUT PULAU BATAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP JALUR TRANSPORTASI ANTARPULAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudra Irawan

    2016-03-01

    Full Text Available TIDAL AND CURRENT MAPPING OF BATAM ISLAND AND THEIR EFFECT ON THE INTER-ISLAND TRANSPORTATIONThe strategic geographical position of Batam Island makes sea transportation become a basic means connecting the islands of the Riau Islands, Riau, Kalimantan, even with neighboring Singapore and Malaysia. The development of coastal areas and the determination of the transportation ways needs tidal and ocean currents data. This study measures and analyzes the tidal type usingmeasuring signs and current patterns using Lagrangian method, then presented in the web form. Five research sites were selected by purposive sampling method with a measurement time of 24 hours in one hour intervals. The results showed that the type of tidal in Batam Island in general is semidiurnal tide. Tidal period an average of 12 hours and 24 minutes. Wave height of about 0.2 to 2.77 meters from the south to the northwest. Batam Island ocean current patterns ranging from 0.02 m/s to 0.1 m/s from north towards the northeast. Tidal and current survey is one of the conditions in developing inter-island transportation. The tidal and current is useful in design port building, determining the route of transport, port basin design and planning of the breakwater.Keywords: current patterns, lagrangian, signs measure, tidal, transport route.ABSTRAKPosisi geografis Pulau Batam yang strategis membuat jalur transportasi laut merupakan sarana dasar menghubungkan antarpulau di Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan, bahkan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Pengembangan wilayah pesisir dan penentuan jalur transportasi membutuhkan data pasang surut dan arus laut. Penelitian ini mengukur dan menganalisis tipe pasang surut dengan rambu ukur dan pola arus dengan metode metode Lagrangian, kemudian disajikan dalam bentuk web. Dipilih lima lokasi penelitian berdasarkan metode Purposive Sampling dengan waktu pengukuran 24 jam dalam interval satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang

  17. Penentuan Batas Pengelolaan Wilayah Laut Antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rainhard Sumarto Simatupang

    2017-01-01

    Full Text Available Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah merupakan pembaharuan dari undang-undang sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dikarenakan beberapa hal yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan pada saat ini[1]. Beberapa perubahan peraturan dalam hal penentuan batas wilayah pengelolaan laut daerah yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dari undang-undang sebelumnya yaitu mengenai penentuan garis pantai, batas wilayah bagi hasil kabupaten/kota, serta kewenangan setiap daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ditetapkan bahwa batas maksimal wilayah laut provinsi sejauh 12 mil laut, sedangkan batas bagi hasil kelautan kabupaten/kota maksimal sejauh 4 mil laut. Apabila wilayah laut antar provinsi tidak mencapai batas maksimal masing-masing, maka batas akan dibagi sama jarak dengan prinsip garis tengah (median line. Penelitian ini merupakan bentuk pengaplikasian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dalam memperbaharui penentuan batas pengelolaan wilayah laut daerah. Dalam penelitian ini  dibahas bagaimana menentukan batas pengelolaan wilayah laut daerah serta dilakukan analisa dari hasil penentuan batas pengelolaan wilayah laut. Lokasi Penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali tepatnya perbatasan pada Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur dan Kabupaten Buleleng (Bali sampai Kabupaten Jembrana (Bali. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan metode kartometrik menggunakan data Citra Satelit SPOT 7 2015 dan data Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI 2002. Dari penelitian ini dihasilkan median line sepanjang 40,3 km yang dibentuk oleh 41 titik, serta diperoleh luas wilayah pengelolaan laut Provinsi Jawa Timur sebesar 233,37 km2 dan Provinsi Bali sebesar 233,77 km2 (sesuai batasan lokasi dengan selisih sebesar 0,4 km2 serta batas wilayah bagi hasil kelautan untuk kabupaten/kota. Dihasilkan juga peta batas

  18. Plants diversity of farm forestry in Tanah Laut District, South Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MOCHAMAD ARIEF SOENDJOTO

    2008-04-01

    Full Text Available Both monoculture and polyculture farm forestry were in Tanah Laut District. The plants forming the monoculture farm forestry were rubber, teak, coconut, and acacias. The areas of rubber farm forestry were scattered all over the district. Based on Surat Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut No. 522/202/PPHH/Dishut, there were 43 plant species in the polyculture one; 16 species were categorized as the farm wood and 27 as the other wood. Based on Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK 272/Menhut-V/2004, there were 44 plant species and 16 of those were the multi purpose tree species. The density and the potential of plants indicated the preference of the community to plant the non-wood producing species of the farm-wood group as well as durian and rambutan of the other wood one.

  19. Keragaman genetik simbion alga Zooxanthellae pada anemone laut Stichodactyla gigantea (Forsskal 1775 hasil reproduksi aseksual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. AHSIN RIFA’I

    2012-11-01

    Full Text Available Rifa’i MA. 2012. Keragaman genetik simbion alga Zooxanthellae pada anemone laut Stichodactyla gigantea (Forsskal 1775 hasil reproduksi aseksual. Bioteknologi 9: 49-56. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik simbion alga zooxanthellae yang bersimbiosis dengan anemon laut Stichodactyla gigantea hasil reproduksi aseksual dengan teknik fragmentasi. Penelitian dilaksanakan selama 10 bulan, mulai Oktober 2011 – Juli 2012, bertempat di kolam pembibitan Universitas Hasanuddin di Pulau Barrang Lompo dan kawasan terumbu karang Pulau Barrang Lompo. Rangkaian penelitian meliputi koleksi induk anemon laut, aklimatisasi, fragmentasi tubuh, dan kultur anemon di kawasan terumbu karang, serta koleksi alga zooxanthellae untuk analisis PCR-ISSR. Keragaman genetik dianalisis menggunakan analisis pengelompokan data matriks (cluster analysis dan pembuatan dendrogram pohon kekerabatan menggunakan metode UPGMA melalui program NTSYS. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh primer menghasilkan pita polimorfis antara 16,67%-66,67%. Hasil analisis variasi genetik terhadap zooxanthellae yang ditemukan pada anemon uji menunjukkan polimorfisme sebesar 37,93%. Sedangkan berdasarkan analisis jarak genetik ditemukan tingkat ketidakmiripan sebesar 19% yang bersumber dari 2 kelompok anemon utama yaitu kelompok anemon hasil fragmentasi 4 bagian (AF4 yang terpisah dengan kelompok anemon alami (AA dan anemon hasil fragmentasi 2 bagian (AF2.

  20. KERENTANAN KAWASAN TEPI AIR TERHADAP KENAIKAN PERMUKAAN AIR LAUT Kasus Kawasan Tepi Air Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Suprijanto

    2003-01-01

    Full Text Available Even though global warming are still debates whether it will or not be happened, the changes on climate will influence activities of human. Regarding global warming issue, one of the impact that is very interesting to be investigated is sea level rise. Sea level rise is predicted has very big impact since, in general, in coastal areas locate a lot of important activities for such city or country. On the context of Indonesian locality, most of big cities such as Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar, etc. are located on the coastal area. Since a lot of important activities located on those cities, in general, sea level rise will influence the development processes of those cities. On the basis of the observation gathering in Surabaya City, the impact of sea level rise will influence not only the development of coastal area but also development of Surabaya City in general. The influence is because the area accommodates activities which are very important in city development both for present and future. The activities are port, industrial estate and location for new housing. Abstract in Bahasa Indonesia : Terlepas dari ketidakpastian mengenai terjadi atau tidaknya pemanasan global, setiap perubahan iklim di bumi akan memberikan dampak terhadap kelangsungan hidup manusia. Salah satu kajian yang saat ini banyak dilakukan berkaitan dengan isu pemanasan global adalah mengenai kenaikan permukaan air laut. Pengkajian mengenai kenaikan permukaan air laut tersebut penting mengingat dampak yang akan ditimbulkannya dan dengan kenyataan secara umum kawasan tepi air memegang peranan penting dalam perkembangan suatu kota ataupun negara. Hal ditandai dengan banyaknya aktivitas yang berlokasi di kawasan tepi air. Kondisi geografis Indonesia dengan duapertiga bagian wilayahnya adalah perairan, menjadikan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Hal tersebut menjadikan pula beberapa bagian wilayah di Indonesia merupakan kawasan pesisir atau tepi air

  1. HUBUNGAN ANTARA SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA IBU NIFAS DAN MORBIDITAS BAYI UMUR 0—6 BULAN DI KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mei Rini Safitri

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to analyze correlation between vitamin A supplementation among postpartum mothers and the morbidity of infant 0—6 month in Ciampea Sub-district. A cross sectional study of 56 subjects was conducted. The data collected in this study were breastfeeding practices, vitamin A supplementation, immunization and morbidity. The results showed that infants 0—6 months suffered from acute respiratory infection (ARI 66.1%, fever (25.0%, diarrhea (14.3%, skin disease (7.1%, hepatitis B (3.6%, dengue fever (1.8%, and sprue (1.8%. There were a correlation between immunization and frequency/duration of hepatitis B; between the number of taking vitamin A supplement and incident of diseases as well as complementary feeding; complete immunization and duration of all illness (p<0.05. The logistic regression analysis showed that there were significant effects of complete immunization with duration of all illness (OR=0.110; 95%CI:0.013—0.940, and between number of taking vitamin A supplement with incident of diseases (OR=0.103; 95%CI:0.015—0.715.Keywords: infant, morbidity, postpartum maternal, vitamin AABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara suplementasi vitamin A pada ibu nifas dan morbiditas bayi umur 0—6 bulan di Kecamatan Ciampea. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan subjek sebanyak 56 bayi. Data yang digunakan meliputi riwayat pemberian ASI, suplementasi vitamin A, imunisasi dan morbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi 0—6 bulan pernah menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA (66.1%, demam (25.0%, diare (14.3%, penyakit kulit (7.1%, hepatitis B (3.6%, demam berdarah (1.8%, dan sariawan (1.8%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian imunisasi dengan frekuensi dan lama penyakit hepatitis B, jumlah konsumsi vitamin A dengan kejadian sakit, pemberian makanan atau minuman tambahan selain ASI dan kelengkapan imunisasi dengan

  2. PERUBAHAN PROFIL LIPIDA, KOLESTEROL DIGESTA DAN ASAM PROPIONAT PADA TIKUS DENGAN DIET TEPUNG RUMPUT LAUT [Change in the profiles lipid, digesta cholesterol and propionic acid of rats fed with of seaweed powder-based diets

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herpandi1

    2006-12-01

    Full Text Available Community’s consumption pattern with high fat-low fiber has caused the prevalence of degenerative disease, i.e.cardivascular disease. Coronary Heart Disease (CHD is the first cause of death in Indonesia. Seaweed is a fiber rich food and has a hypocholesterolemic effect. Objectives of the research were to investigate the changes of lipid profiles, digesta cholesterol and propionic acid of rats fed with seaweed powder-based diet. Five groups of six male Sprague Dawley hypercolesterolemia rats were feed by 0% cholesterol and 0% seaweed powder (negative control; 1% cholesterol and 10% Eucheuma cottonii, 1% cholesterol and 10% Gelidium sp,1% cholesterol and 10% Sargassum sp, and 1% cholesterol and 0% seaweed powder (positive control for 31 days. The experiment result showed that the seaweed powder did not have a significant effect (P>0,05 on the growth and feed consumption, and serum HDL (Hight Density Lipoprotein but has a significant effect (P<0,05 on reduction of cholesterol total, LDL (Low Density Lipoprotein, triglycerides, and the increase in digested cholesterol. The seaweed powder effected the level of propionate acids, though were significantly different only for the group with 1% cholesterol and 10% Gelidium sp. The addition of E. cottonii produced a better hypocholesterolemic effect than that of Gelidium sp and Sargassum sp.

  3. PENGARUH KONSUMSI GEL DAN LARUTAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii TERHADAP HIPERKOLESTEROLEMIA DARAH TIKUS WISTAR [The Consumption Effect of Gel and Solution Types of Eucheuma cottonii Seaweeds on Hypercholesterolemic of Blood Wistar Rat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardoko

    2008-12-01

    Full Text Available The consumption effect of gel and solution of Eucheuma cottonii seaweed on blood lipid level were studied on hypercholesterolemic male wistar rat. The rat were made hypercholesterolemic by a ration that contained high lipid and cholesterol, and then they were given standard ration orally and 10, 15, and 20% (w/w feed of gel and solution seaweed parenterally. The results show that the standard ration could not reduce hypercholesterolemic to normal level while gel and solution of the seaweed could. The gel type of the seaweed has higher capacity decrease of cholesterol and triglyceride blood level. The consumption of seaweed gel 20% and 15% could reduce cholesterol to normal level in 9 and 15 days, respectively, while the solution type 20% needed 18 days. The seaweed gel 10%, solution 15% and 10% could reduce blood cholesterol level, but they could not reach to normal level in 18 days.

  4. KERENTANAN PENYUSUPAN AIR LAUT DI PESISIR UTARA PULAU TERNATE (Vulnerability of Sea Water Intrusion in Northern Coastal of Ternate Island

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahim Achmad

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir bagian utara Pulau Ternate, dengan tujuan mengetahui kedalaman batas kontak airtanah dengan air laut dan menganalisis akuifer serta cara pengambilan airtanah sehingga tidak terjadi penyusupan air laut ke dalam tubuh airtanah. Sampel air sumur diukur untuk mengetahui kadar salinitas dan daya hantar listrik (DHL. Kedalaman batas kontak airtanah dengan air laut dukur dengan menggunakan metode geolistrik. Hasil pengukuran DHL dan salinitas airtanah di wilayah pesisir utara menunjukkan, terdapat penyusupan air laut di Desa Tobolo dan Sulamadaha, dengan rentang nilai masing-masing antara 0,5-3,3 mS/cm dan 0,2-1,7 ppt. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan batas kontak airtanah dengan air laut rata-rata antara 12-15 m dari permukaan. Nilai resistivitas air laut berkisar antara 0,01-20 Ωm. Hasil penelitian ini memberikan peringatan untuk tidak melakukan pengeboran sumur di wilayah pesisir. Sebagai contoh kasus, pengeboran sumur hingga 80 m dengan jarak sekitar 250 m dari garis pantai di Desa Takome, di mana batas kontak airtanah dengan air laut pada kedalaman 15 m. Pengukuran nilai DHL dan salinatas air dari sumur ini menunjukkan masing-masing 6,1 mS/cm dan 3,3 ppt. Nilai ini menunjukkan kedalaman sumur bor telah melewati zona pencampuran antara airtanah dengan air laut (interface.   ABSTRACT This research was conducted in the coastal areas of northern part of Ternate island, in order to know the depth of interface and to analyze the aquifers and to avoid seawater intrusion caused of groundwater extraction. Well water samples were measured to determine levels of salinity and DHL. The depth of interface was measured using geoelectric method. The results of electrical conductivity (EC and salinity of groundwater measurement in the northern coastal area showed that, there is infiltration of sea water in Tobolo and Sulamadaha. The EC and salinity values ranging between 0.5-3.3 mS/cm and 0.2-1.7 ppt

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI RAGI TAPE DAN ENZIM KOMPLEKS DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG POD KAKAO TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI UMUR 2-8 MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IDA BAGUS GAGA PARTAMA

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi enzim kompleks dan ragi tape dalam ransumyang mengandung pod kakao terhadap penampilan itik bali jantan umur 2-8 minggu, dilakukan di Denpasar,Bali. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan empatmacam perlakuan dan enam kali ulangan. Tiap ulangan menggunakan 5 ekor itik Bali jantan umur 2 minggu denganberat badan homogen (243±8,05 g. Ke empat perlakuan yang dicobakan, yaitu itik yang diberi ransum basaltanpa penggunaan pod kakao sebagai kontrol (A, ransum dengan 15% tepung pod kakao (B, ransum dengan 15%pod kakao+0,20% ragi tape (C, dan ransum dengan 15% pod kakao+0,20% enzim kompleks (D. Ransum yangdiberikan selama periode penelitian (umur 2-8 minggu disusun dengan kandungan protein kasar 16% dan energitermetabolis 2900 kkal/kg. Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati adalah: konsumsiransum, air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan feed conversion ratio (FCR. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan 15% pod kakao (B dalam ransum secara nyata (P0,05 dengankontrol (A. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 15% pod kakao dalam ransum itik Balijantan umur 2-8 minggu belum dapat direkomendasikan, dan baru dapat direkomendasikan apabila disuplementasidengan 0,20% ragi tape atau enzim kompleks.

  6. MEMAHAMI DAN MENGANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PESISIR DAN LAUT DI INDONESIA BAGIAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Sofian

    2014-06-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai peran yang cukup besar dalam negosiasi internasional untuk mengelola dampak dari perubahan iklim. Peran tersebut antara lain dengan menyelenggarakan the 13th Conference of the Parties to the UNFCCC di Bali yang menghasilkan the Bali Action Plan. Peran pada isu perubahan iklim di atas merupakan konsekuensi logis dari besarnya bahaya dan kerentanan wilayah Indonesia terhadap fenomena global tersebut, antara lain di wilayah pesisir dan laut. Secara lebih spesifik, wilayah Indonesia bagian timur memiliki karakteristik bahaya dan kerentanan terhadap perubahan iklim. Kenaikan muka air laut dengan laju sekitar 0,6 – 0,8 cm/tahun, yang dapat menimbulkan dampak pada wilayah pemukiman, infrastruktur, dan ekosistem di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil. Sementara itu, peningkatan intensitas El Niño dan La Niña menyebabkan terjadinya perubahan pola arus dan sirkulasi laut seperti Arus Lintas Indonesia di Selat Makassar yang akan berdampak pada hasil tangkapan ikan. Selanjutnya, karakteristik gelombang laut juga mengalami perubahan sebagai akibat dari perubahan variabilitas iklim yang berdampak pada sektor transportasi laut. Selain itu, peningkatan intensitas La Niña, menyebabkan kenaikan intensitas pemutihan terumbu karang (coral bleaching sebagai akibat dari kenaikan suhu permukaan laut yang drastis. Mengingat besarnya dampak dan kerentanan di wilayah Indonesia bagian timur tersebut, perlu disusun strategi adaptasi, yang meliputi strategi proteksi, akomodasi, dan retreat-adaptation.   Indonesia has provided substantial role in international negotiations to manage the impacts of climate change. Roles include the holding of the 13th Conference of the Parties to the UNFCCC in Bali who produce the Bali Action Plan. Role in climate change issues is a logical consequence of the hazard and vulnerability of Indonesia to the global phenomenon, including in coastal areas and sea. More specifically, the eastern part of Indonesia has the

  7. MEMANTAPKAN HISTORIOGRAFI MASJID TUA KAMPUNG LAUT MELALUI ANALISIS PERBANDINGAN DENGAN MASJID AGUNG DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mastor Surat, Nangkula Utaberta

    2012-03-01

    Full Text Available The importance of this research is to ensconce the historiography of Masjid Tua Kampung Laut through data collection, observation, analysis and comparative study on ancient mosques at Malay World with emphasis on Masjid Agung Demak situated at Jawa Tengah Province. Both mosques have similar characteristics on typology but have different histories. The historiography of Masjid Tua Kampung Laut is related to the spread of Islam to the whole Malay World especially at Jawa Island and Champa, however until today has no cross research been done to correlate the historiography of the three places. Eventhough Masjid Tua Kampung Laut has a unique history, not much research and writing have been done about it. So far, most of the writings on the mosque are done by Abd. Rahman Al-Ahmadi, students of Universiti Teknologi Malaysia, Abdullah Mohamed (Nakula and Salleh Mohd. Akib. These researchs and writings were made based on heresay and laymen observation to the surviving structure. Therefore, this research is made with the intention to enrich and develop intellectual discourse in the aspect of traditional Malay architecture especially on the development of Muslim architecture of Malay World. The scope of this research is focused on site survey with critical and analytic observation, verbal information by the local communities and literature reviews. From the gathered information, a theoretical framework is developed concurrent with the rising of new issues which all the while have not been discussed in a proper systematic way especially on the aspects of design approach and construction tradition of both mosques. Besides that, the ealiest theories on the origin, architectural approach and construction aspects were intepereted in different perspectives. The outcome of this research will provide a clearer overview on architectural development of the earlier Muslims in the Malay World.

  8. PENGUKURAN NILAI TUKAR NELAYAN DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Budiono

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian  bertujuan untuk mengukur nilai tukar nelayan dan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Data yang didapat dengan metode survei,  sedangkan data sekunder  dari instansi pemerintah terkait.  Nilai tukar nelayan yang diukur selama bulan nopember 2012 – pebruari 2013.  Penelitian menggunakan formula Indeks Laspeyres yang dikembangkan dan pengujian dengan teori ekonomi kesejahteraan. Perhitungan nilai tukar nelayan dalam  penelitian didapatkan enam  formula, yaitu (1 NTN-pemilik  (2 NTN-perseorangan  (3 NTN-juragan (4 NTN-ABK terampil (5 NTN- ABK biasa  dan (6 NTN-tradisional.  Hasil penelitian memperlihatkan NTN Kabupaten Tanah Laut berada diatas seratus dan INTN berada diatas satu.  Sedangkan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan mengalami kenaikan. Purpose of the research was to measure trade turn and economic welfare of  fisherman living  in the Sea Land Regency  South Borneo Province.  The research use descriptive method in valving that primary data were obtained by survey and secondary data oven collected from relevant government agencies.  Exchange rate index of thratmen was measured during 4 months (November 2012 – February 2013.  Index formulation was developed Laspeyres the economic welfare of the fisherman. Analysis of fisherman trade term found 6 formulation, in cloding (1 NTN-owner (2 NTN-individual (3-NTN squire (4 NTN-skilled crew (5 NTN-ordinary crew and (6 NTN-traditional. Research results showed that NTN for Tanah Laut district was above 100  and INTN was above 1.  Eventhough economic welfare of fisherman was increase.

  9. KELIMPAHAN STOK SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN SUB AREA LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrudin Badrudin

    2016-06-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan data dan informasi tentang present status perikanan demersal di Laut Jawa, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di sub area Laut Jawa yang tidak merata. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal pada tahun 2010 dan pada periode tahun sebelumnya. Eksploitasi sumber daya ikan demersal di perairan Laut Jawa sudah berlangsung sejak lama dan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1970-an di mana trawl dioperasikan secara intensif terutama di sepanjang pantai utara Jawa. Tingginya tekanan penangkapan di perairan pantai sampai kedalaman 40-an m telah menyebabkan menurunnya kelimpahan sumber daya, sebagaimana tampak pada hasil tangkapan cantrang kecil dan jaring arad yang dioperasikan secara harian. Kelimpahan dan ukuran individu ikan demersal di kawasan yang lebih dalam tampak cukup besar sebagaimana tercermin dari hasil tangkapan cantrang besar yang dioperasikan lebih lama. Dari fenomena tersebut dapat diduga bahwa sumber daya ikan demersal di perairan pantai sudah mengalami tangkap lebih (overfishing yang mengarah kepada penurunan stok atau bahkan depleted. Kegiatan penangkapan ikan di perairan yang lebih dalam di mana tekanan penangkapan relatif lebih rendah tampak memberikan keuntungan.   Based on data analysis and information collected, this paper describes the present status of demersal fisheries in the Java Sea and the uneven level of exploitation of the fish resources in the Java Sea sub areas. Data analyzed provide part of research results carried out by the Research Institute for Marine Fisheries. Data were obtained from a number of surveis carried out in Tegal landing place in 2010 and from the previous years. Demersal resources in the Java Sea have been exploited for years, where high fishing intensity occurred in the north coast of Java. High fishing pressure in the coastal waters lead to the decreasing fish resources abundance, as

  10. STUDI AWAL ANALISIS INTERAKSI LAUT-ATMOSFER PADA TEKANAN PARSIAL CO2 DI TELUK BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salvienty Makarim

    2014-07-01

    Full Text Available Teluk Banten yang terletak di Laut Jawa merupakan suatu daerah yang berpotensi untuk terjadi tekanan parsial karbon dioksida (pCO2 yang siginifikan akibat aktivitas sosial-ekonomi di daerah ini. Kajian awal ini merupakan analisis menggunakan data survei dari parameter-parameter oseanografik dan atmosferik. Hasil studi awal interaksi laut-atmosfer terhadap tekanan parsial CO2 di Teluk Banten memperlihatkan bahwa pCO2 yang tinggi berada di area open sea dan relatif berkurang mendekati arah muara. Kondisi ini disebabkan oleh kecepatan angin yang dapat mempengaruhi kondisi suhu dan elevasi permukaan laut, sedangkan profil salinitas di Teluk Banten memperlihatkan bahwa nilai salinitas tinggi ke arah open sea dan rendah ke arah teluk, sedangkan profil stratifikasi sampai kedalaman sekitar 12 meter tidak banyak berubah. Data pengukuran elevasi laut dengan mengindikasikan adanya pola asymmetric pasut diurnal (24 jam-an dan pola pasut 8 jam-an. Pola Curah Hujan terhadap konsentrasi CO2 atmosfer pada data per bulan-an (monthly menunjukkan bahwa pada musim penghujan 2007 (bulan Januari-Februari Curah Hujan (CH tinggi dan nilai CO2 juga tinggi khususnya di bulan Februari 2007, sedangkan di musim peralihan 2007 (Februari-Maret CO2 menurun.   Banten Bay located in the Java Sea is a potential place for occurrence of significant partial pressure of Carbon Dioxide (pCO2 values due to the social-economic activities on this area. This preliminary study used analysis of survey data of oceanographic and atmospheric parameters. It provided pCO2 values were high at the open sea and relatively decreased close to the bay. This condition was caused by wind speed affecting to the temperature and surface elevation. Meanwhile the salinity profile gave high values at the open sea and lower values at the area close to the bay, while the stratification profile up to 12 meter depth did not change much. The sea elevation data indicated asymmetric diurnal and 8 hours tide

  11. Assessment of the characteristic of nutrients, total metals, and fecal coliform in Sibu Laut River, Sarawak, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Soo, Chen-Lin; Ling, Teck-Yee; Lee, Nyanti; Apun, Kasing

    2016-03-01

    The concentrations of nutrients (nitrogen and phosphorus), total metals, and fecal coliform (FC) coupling with chlorophyll- a (chl- a), 5-day biochemical oxygen demand (BOD5) and other general environmental parameters were evaluated at the sub-surface and near-bottom water columns of 13 stations in the Sibu Laut River during low and high slack waters. The results indicated that inorganic nitrogen (mainly nitrate) was the primary form of nitrogen whereas organic phosphorus was the major form of phosphorus. The abundance of total heavy metals in Sibu Laut River and its tributaries was in the order of Pb < Cu < Zn < Cd. Fecal coliform concentration was relatively low along Sibu Laut River. The shrimp farm effluents contributed a substantial amount of chl- a, BOD5, nutrients, and FC to the receiving creek except for total metals. Nevertheless, the influence was merely noticeable in the intake creek and amended rapidly along Selang Sibu River and brought minimal effects on the Sibu Laut River. Besides, the domestic sewage effluents from villages nearby also contributed a substantial amount of pollutants.

  12. Religion and Culture Encounters in Misool Raja Ampat: Marine Ritual Practice of Sasi Laut

    Science.gov (United States)

    Suardi Wekke, Ismail; Aghsari, Diah; Evizariza, Evizariza; Junaidi, Junaidi; Harun, Nurlaila

    2018-05-01

    The acculturation of religion and culture in such a way are gradually accepted without causing the loss of the native culture in one community will influence the social process. When religion and culture arise and merged into one, it can be clear to be found in their rituals. This ethnography study on qualitative in nature was conducted to see how the existence, practices, and acculturation between local culture and Islam in, Sasi marine rituals in Misool Raja Ampat in West Papua Indonesia. Data collection was done through observation, in-depth interview including library research on community manuscript and local government database. Using snowball sampling technique, this study is able to gain solid information from native people in Misoo that willing to take part as the informants. The informants in this study were found as influences native people in Misool community e.g; the head of Fafanlap village, community figures, female figures and youth figures. This study considers Misool community which still strongly maintains their cultures including sasi laut as a sign to start and stop harvesting the specific sea resources to maintain the sustainability of nature. The acculturation between the culture of Islam runs smoothly in changing the native mindset to eliminate the things that can cause syirik but did not eliminate the characteristics and the main part of the ritual of sasi laut.

  13. PENTOKOLAN UDANG WINDU, Penaeus monodon DENGAN KEPADATAN BERBEDA DALAM KERAMBA JARING APUNG (KJA DI LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifuddin Tonnek

    2016-11-01

    Full Text Available Produksi tokolan udang windu PL 54 menggunakan hapa pada unit keramba jaring apung (KJA di laut telah dilakukan di Teluk Labuange, Kabupaten Barru dari bulan Mei—Juli 2002. Penelitian ini bertujuan mendapatkan padat penebaran terbaik untuk pendederan benur udang windu dalam KJA di laut. Perlakuan yang dicobakan adalah padat penebaran benur PL 12 sebanyak padat tebar 2.000 ekor/m2 (A, 3.000 ekor/m2 (B, dan 4.000 ekor/m2 (C masing-masing 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tokolan pada perlakuan 2.000 dan 3.000 ekor/m2 tidak berbeda nyata (0,57—0,65 g/ekor (P>0,05, tetapi berbeda nyata pada padat penebaran 4.000 ekor/m2 (0,39 g/ekor (P0.05, but significantly different with stocking density of 4,000 pcs/m2 (P<0.05. Nevertheless average survival rate of juvenile shrimps was not significant on stocking density 2,000 pcs and 3,000 pcs/m2, but significant different with stocking density of 4,000 pcs/me.Therefore, for juvenill production in floating net cages, the best (maximum stocking density of potensial 12 is 3,000 pcs/m2.

  14. Sitotoksisitas Invertebrata Laut sebagai Biomarker Lingkungan Di Kawasan Konservasi Perairan Pulau Banda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Pratitis

    2017-05-01

    Full Text Available Penelitian di bidang ekologi menunjukkan bahwa wilayah terumbu karang yang terjaga denganbaik oleh konservasi menjadi tempat yang ideal bagi biota invertebrata untuk menghasilkansenyawa bioaktif farmakologis. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenaisitotoksisitas dari spons, karang lunak dan ascidian yang berasal dari perairan Pulau Banda. Informasi sitotoksisitas invertebrata laut tersebut selanjutnya digunakan sebagai acuan dalammempelajari sistem konservasi yang telah dilakukan. Lima jenis invertebrata laut (Sarcophyton sp., Nephthea sp., Hyrtios sp., Stylissa sp., dan Polycarpa sp. diambil (lima ulangan acak di kawasan konservasi Pantai Wali, Desa Solomon, Pulau Banda. Penapisan sitotoksisitas dilakukan terhadap ekstrak etanol dari keseluruhan sampel. Hasil penapisan memperlihatkan bahwa  Stylissa sp. merupakan biota yang paling potensial karena ekstrak etanol dari  Stylissa sp. memiliki daya sitotoksisitas tertinggi dibandingkan jenis invertebrata yang diujikan lainnya. Namun demikian, sitotoksisitas biota-biota yang diperoleh dari perairan ini tergolong rendah.Perbandingan multidimensional scaling(MDS nilai sitotoksisitas antara sampel invertebratadari perairan Banda dan perairan lainnya menunjukkan bahwa karakteristik perairan Pulau Banda berada pada level baik dan rendah. Oleh karena itu, sistem konservasi harus dioptimasi lebihlanjut agar dapat menjaga keberlangsungan plasma nutfah di perairan Pulau Banda.

  15. PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Mutia

    2017-02-01

    1 g TKM/Kg ransum, R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50% dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%. Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05 menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05 meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01 meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.

  16. EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (STUDI KASUS DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiuddin Salim

    2014-10-01

    Full Text Available Makalah ini menilai efektivitas manajemen di Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut atau DPL dari Mattiro Labangeng Kabupaten Village-Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dan efektivitas proses manajemen dinilai menggunakan indikator, termasuk indikator biofisik, sosial ekonomi dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak positif dalam beberapa indikator ekologi (karang, ikan dan benthos, sosio-ekonomi dan institusi. The increasion total persen tutupan karang diikuti oleh kelompok meningkatkan ikan karang (indikator, target dan jurusan dan benthos organisme di DPL. Dari sudut ekonomi ini pandangan, nilai-nilai ekonomi terumbu karang sumber daya dari kegiatan perikanan sebelum dan sesudah DPL adalah Rp 42,635,910.51/ha/tahun dan Rp 52,084,390.18/ha/tahun, masing-masing. Efektivitas DPL ini ditunjukkan oleh grafik teknik Amoeba dan hasil yang disajikan nilai-nilai positif. Ringkasan adalah nilai indikator saat ini lebih besar dari nilai ambang batas kritis / CTV.Kata Kunci: CTV, efektivitas, indikator, perlindungan laut, teknik amubaTHE EFFECTIVITY OF MARINE SANCTUARY MANAGEMENT (CASE STUDY OF MATTIRO VILLAGE OF LABANGENG PANGKEP DISTRICTABSTRAKThis paper is assessing management effectiveness in Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut or DPL of Mattiro Labangeng Village-Pangkep Regency. It is showed that impacts and effectiveness of the management process was assessed using indicators, includes biophysical, socio-economic and institution indicators. The results showed that there are positive impacts in some indicators of ecology (corals, fish and benthos, socio-economic and institution. The increasion in percent total of coral cover was followed by the increasing groups of reef fish (indicators, targets, and majors and benthos organisms in DPL. From economic’s point of views, the economic values of coral reefs resource from fisheries activities before and after DPL were Rp 42,635,910.51/ha/year and Rp 52,084,390.18/ha

  17. BIOMASA, PRODUKTIVITAS KAPAL PENANGKAP DAN POTENSI PRODUKSI IKAN DEMERSAL DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2015-09-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi produksi dan upaya penangkapan optimal serta menjelaskan perkembangan perikanan demersal di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak peningkatan upaya penangkapan terhadap produktivitas kapal dan hasil tangkapan ikan demersal. Kajian menggunakan data statistik produksi perikanan yang dikoreksi dengan menambahkan estimasi hasil tangkapan yang tidak tercatat dan data jumlah kapal penangkap dengan memperhitungkan pula estimasi jumlah kapal yang beroperasi secara ilegal. Berdasarkan hasil analisis, potensi produksi ikan demersal yang dapat dihasilkan secara lestari dari pemanfaatan stok ikan demersal di Laut Arafura adalah 539 ribu ton/tahun dengan upaya penangkapan sekitar 903 unit kapal pukat ikan 180 GT. Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapan optimal untuk menghasilkan MSY, stok ikan demersal tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimumnya akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian hasil tangkapan akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini. This paper presents result of the assessment of potential production and optimal fishing effort, and briefly describes the past development of the demersal fishery in the Arafura Sea, including the estimated impact of increased fishing effort on the productivity of vessels and demersal fish catches. The assessment used corrected fisheries statistic data taking into account unreported catches and corrected fishing vessel data taking into account vessels operated illegally. Based on the analysis, the production potential of demersal fish that can be produced in a sustainable manner of demersal fish stocks in the Arafura Sea is 539 thousand tons/year to attempt the arrest of about 903 units of fishing trawlers 180 GT. Although fishing effort from vessels granted license in

  18. EVALUASI POTENSI IKAN LAYANG (Decapterus spp. DI WPP 712– LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Triharyuni

    2016-03-01

    Full Text Available Dalam rangka menjaga pelestarian sumberdaya ikan di kawasan perairan tertentu, maka tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tersebut harus seimbang dengan potensi produksinya. Ikan layang (Decapterus spp. merupakan hasil tangkapan dominan mencapai 60% dari total tangkapan perikanan pukat cincin yang beroperasi di Laut Jawa. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian beberapa model produksi surplus pada dinamika perikanan layang di Laut Jawa (WPP-712 dengan menggunakan pendekatan lima model produksi, yaitu model Schaefer, Fox, Walter & Hilborn, Clarke Yoshimoto Pooley (CYP dan Schnute. Model produksi yang sesuai digunakan untuk estimasi tangkapan maksimum lestari (MSY dan upaya optimum (Fopt serta parameter pertumbuhan stok ikan layang. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan layang dan jumlah trip penangkapan kapal pukat cincin yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Tegal, Pekalongan, Juana dan Rembang yang beroperasi di Laut Jawa selama periode 2004-2012. Ketepatan model dianalisis dengan membandingkan tanda regresi, uji F, uji t dan nilai konstanta determinasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan model Fox merupakan model yang paling tepat dengan estimasi MSY sebesar 24.447 ton dan upaya penangkapan sebesar 5.784 trip/tahun setara pukat cincin. Berdasarkan model Fox juga diperoleh nilai parameter pertumbuhan stok ikan layang, yaitu nilai pertumbuhan intrinsik (r sebesar 0,7172, koefisien penangkapan (q sebesar 5,075 x 10-5 dan daya dukung lingkungan perairan (K sebesar 48.072 ton. Perikanan layang di Laut Jawa telah berada pada kondisi lebih tangkap sehingga intervensi pengelolaan, yaitu pengurangan intensitas upaya penangkapan ke titik optimal atau pengaturan hasil tangkapan di bawah tangkapan lestari untuk menjamin keberlanjutannya perlu dilakukan.   The general principle to sustain fish resources in a certain area is the exploitation level should not exceed its carrying capacity. Round scads (Depcaterus spp. are

  19. PENENTUAN GARIS BATAS LAUT ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DI PULAU SENTUT BERDASARKAN UNCLOS 1982

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma’arif

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia sebagai Negara kepulauan ( Archipelagic State terbesar di dunia dengan luas wilayah 5.193.252 km² dimana dua pertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia merupakan lautan yang diperkirakan seluas 3.288.683 km² . Jumlah 17.504 pulau-pulau yang tersebar di seluruh perairan Indonesia, ditambah dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah kanada yaitu lebih kurang 81.791 km. ¹Selain Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI yang menduduki urutan pertama di kawasan Asia seluas 1.577.300 mil. Dengan luas wilayah perairan yang dimiliki Indonesia tentunya ini tidak terlepas dari permasalahan dengan Negara tetangga. Permasalahan yang sangat krusial dan hingga sekarang belum mendapatkan penyelesaian yang tegas berkaitan dengan batas laut dengan beberapa Negara diantaranya adalah penyelesaian sengketa batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di Pulau Sentut. Penelitian hukum yang dilakukan merupakan penelitian yuridis normatif. penelitian ini dilakukan dengan menganalisis teori-teori hukum internasional yang berkaitan dengan pengaturan subjek hukum internasional dan kedaulatan suatu negara. Data yang telah terkumpul dikategorisasi sesuai dengan tujuan penulisan hukum ini kemudian dianalisa dengan metode deduktif dan disajikan dalam uraian yang bersifat deskriptif analitis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teori, dan pendekatan perundangundangan. Kesimpulan yang dapat diberikan untuk saat ini adalah tidak adanya perhatian dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap kondisi keberadaan Pulau sentut yang dinyatakan sebagai garis pangkal pengukuran batas laut antara Indonesia dan Malaysia berupa langkah nyata yaitu rekonstruksi dan pemeliharaan Titik Referensi dan Titik Dasar, pengawasan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta rekonstruksi pelindung pantai.

  20. Konflik versus Kooperasi: Upaya Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan dan Integrasi ASEAN ke Iklim Ekonomi Global

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Garry Gumelar Pratama

    2016-04-01

    Full Text Available Negara-negara ASEAN tengah mencanangkan untuk melaksanakan integrasi ekonomi, tak hanya intra-regional namun juga integrasi regional terhadap iklim ekonomi global. Namun demikian, negara-negara ASEAN sampai saat ini masih menghadapi sengketa internasional mengenai Laut Tiongkok Selatan. Sengketa antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok tersebut dianggap sebagai sengketa yang paling rumit pada abad ke-21. Terlebih lagi, Tiongkok cenderung untuk menghindari hukum internasional dalam isu tersebut. Tulisan ini akan menganalisis bagaimana Sengketa Laut Tiongkok Selatan yang sulit diselesaikan dengan hukum internasional dapat menghambat integrasi ASEAN ke iklim ekonomi global. Dalam hal ini, peran serta ASEAN dalam menyelesaikan masalah sengketa internasional harus diberikan porsi yang sama besarnya dengan upaya integrasi ekonomi. Untuk itu, artikel ini juga akan berusaha mencari model penyelesaian sengketa internasional yang dapat dilakukan ASEAN untuk meredam konflik dan mendorong kesuksesan integrasi ekonomi ASEAN ke iklim ekonomi global. Abstract ASEAN is planning to implement an economic integration, not only intra-regional economic integration but also integration to the global economic. Nevertheless, ASEAN countries up until now are still facing international disputes concerning the South China Sea. The dispute between ASEAN countries and China is regarded as the most complex dispute in the 21st Century. Moreover, China tends to avoid international law in the issue. This paper will analyze how the complicated South China Sea international dispute may impede ASEAN integration to the global economic. In this regard, the role of ASEAN in resolving the international dispute should be given the same portion as economic integration efforts. To that end, this article will also seek international dispute resolution model that can be used by ASEAN to reduce conflict and enhance the success of ASEAN's economic integration to the global economic.

  1. Uji kinerja Turbin arus laut-Twin Hull 10 Kilowatt di Jembatan Suramadu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afian Kasharjanto

    2017-11-01

    Full Text Available Abstrak Melalui Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI - Ristekdikti tahun 2016 telah di lakukan uji fungsi Turbin arus laut Twin Turbine -10 Kilowatt selama 1 (satu bulan sejak 28 Nopember sampai dengan 30 Desember 2016. Turbin yang di gunakan adalah turbin yang pernah di uji pada tahun 2015 dilokasi yang sama  yaitu di bawah Jembatan Suramadu – Pile   56 tetapi rasio transmisi yang pada awalnya di buat 1 : 22,5 di turunkan menjadi 1: 12. Perubahan di lakukan karena putaran generator melebihi putaran maksimum yang di ijinkan generator sehingga terjadi beban arus besar (melebihi kapasitas Inverter sehingga Inverter dapat terbakar. Tujuan dari kegiatan adalah untuk mengetahui daya listrik yang dapat di hasilkan oleh turbin tipe dua rotor (Twin Turbine untuk operasional di bawah Jembatan.  Melalui pengukuran langsung selama 30 hari siang dan malam, akan di dapat data daya listrik maksimal sebagai fungsi dari kecepatan arus laut dan ukuran rotor Tubin. Data kemudian di olah untuk mendapatkan nilai besaran daya listrik dan efisiensi. Cutt-in speed terjadi pada kecepatan arus 0,6 m/dt dan menghasilkan daya minimal pada masing – masing generator sebesar 480 Watt dan kecepatan arus maksimal terjadi pada 1,10 m/dt , menghasilkan daya maksimal 2,230 watt.Beban lampu di distribusikan bukan hanya di dalam turbin tetapi juga di tempelkan pada tiang Plie – 56 sebagai uji coba untuk penerangan di sepanjang jalan raya pada Pile-56 Jembatan Suramadu.           Kata kunci : Uji Fungsi turbin, Jembatan Suramadu, Rasio transmisi mekanik, Cutt-in speed

  2. Restoration of mangrove forest landscape in Babulu Laut village, sub district of Babulu, Penajam Paser Utara district

    Science.gov (United States)

    Febrina, W. K.; Marjenah; Sumaryono

    2018-04-01

    The reforestation activities of mangrove forest carried out in various regions have not been well known as the success and influence of landscape in rehabilitation area. Utilization of existing land along the coastal Babulu Laut Village has reduced the area of mangrove forest from day to day. Due to the use of land by the community without considering the conservation aspect causes the loss of mangrove forest. This study aims to determine the final condition of the success rate of forest and land rehabilitation, land cover and the benefits of mangrove forest restoration for the surrounding people. The research method used is the preparation and orientation of research location, data input, codefication, data processing, the field verification and analysis of data. The results of the execution of the inventory mangrove in 22 research location in the Babulu Laut Village, Babulu Subdistrict, Penajam Paser Utara District of 125 ha of plant a whole is kind of Rhizophora sp, where the intensity of sampling 2% with the growing plants of 65.92 %or 2,175 stem/ha then success rate of Mangrove Forest Rehabilitation at Babulu Laut Village Babulu Subdistrict is medium level (55-75%).

  3. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS (Studi Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahrita .

    2016-08-01

    Full Text Available This study aimed to analyze the effects of job satisfaction (X1 and Transformational Leadership Style (X2 as independent variables simultaneously and partially on Organizational Citizenship Behavior (Y as the dependent variable in the Civil Service, Tanah Laut District Land Office. This research method uses a questionnaire to 32 employees in Tanah Laut District Land Office as a sample. Sampling technique used is the Census. Using variable measurement technique Likert scale with a weight scale from 1 to 5. To analyze the influence of variables Job Satisfaction and Transformational Leadership Style on Organizational Citizenship Behavior (Y using a statistical technique of linear regression. The results showed that the variables job satisfaction and Transformational Leadership Style jointly significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variables Job Satisfaction partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variable Transformational Leadership Style partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Keywords: Job Satisfaction, and Transformational Leadership Style Organizational Citizenship Behavior

  4. IDENTIFIKASI PROFIL DASAR LAUT MENGGUNAKAN INSTRUMEN SIDE SCAN SONAR DENGAN METODE BEAM PATTERN DISCRETE-EQUI-SPACED UNSHADED LINE ARRAY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zainuddin Lubis

    2017-05-01

    Full Text Available Laut Punggur merupakan laut yang terletak di Batam, Kepulauan Riau yang mempunyai beragam habitat objek,dan bentuk struktur bawah laut yang memiliki dinamika laut yang sangat tinggi. Side scan sonar (SSS merupakan instrumen pengembangan sistem sonar yang mampu menunjukkan dalam gambar dua dimensional permukaan dasar laut dengan kondisi kontur, topografi, dan target secara bersamaan. Metode Beam Pattern Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array digunakan untuk menghitung beam pattern dua dimensi yang tergantung pada sudut dari gelombang suara yang masuk dari sumbu array yang diterima tergantung pada sudut di mana sinar suara pada array. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2016 di laut Punggur,Batam, Kepulauan Riau-Indonesia, dengan koordinat 104 ° 08,7102 E dan 1° 03,2448 N sampai 1 ° 03.3977 N dan 104 ° 08,8133 E, menggunakan instrumen Side Scan Sonar C-Max CM2 Tow fish dengan frekuensi 325 kHz. Hasil yang diperoleh dari perekaman terdapat 7 target, dan Beam pattern dari metode Beam Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array target 4 memiliki nilai tertinggi pada directivity Pattern yaitu 21.08 dB. Hasil model beam pattern ini memiliki nilai pusat pada incidence angle (o terhadap Directivity pattern (dB tidak berada di nilai 0 ataupun pada pusat beam pattern yang dihasilkan pada target 6 dengan nilai incident angle -1.5 o dan 1.5o mengalami penurunan hingga -40 dB. Karakteristik sedimen dasar perairan di laut punggur ditemukan lebih banyak pasir. Hasil metode Beam Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array ditemukan bangkai kapal tenggelam.Kata Kunci: Side Scan Sonar, Beam Pattern Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array, Incidence angle, Directivity pattern IDENTIFICATION OF SEABED PROFILE USING SIDE SCAN SONAR INSTRUMENT WITH PATTERN DISCRETE-EQUI-SPACED UNSHADED LINE ARRAY METHODRiau Islands is an island that has a variety of habitat objects, and forms of submarine structures that have a very high ocean dynamics, Punggur Sea is the sea

  5. ADAPTASI PERIKANAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2014-11-01

    Full Text Available Usaha perikanan akan mengalami fluktuasi terkait dengan dinamika faktor alam, sedangkan nelayan mempunyai kemampuan yang lentur dan adaptif dalam kelangsungan usahanya. Tujuan utama makalah ini adalah membahas tentang kemampuan adaptasi perikanan purse seine untuk bertahan dari usaha perikanan tangkap. Pemetaan rekaman data sistem pemantauan kapal (VMS purse seine pelagis kecil tahun 2012 dilakukan berdasarkan kriteria kecepatan kapal nol adalah waktu melakukan aktifitas penangkapan. Daerah penangkapan perikanan pukat cincin pada saat ini telah menyebar semakin luas, tidak terbatas di wilayah teritorial dan perairan nusantara, tetapi sudah sampai ke wilayah Samudera (ZEEI. Jumlah hari laut pada perikanan cantrang kurang dari sebulan memperoleh rata – rata pendapatan nelayan ABK hampir dua kali lipat dari pada ABK pukat cincin yang beroperasi lebih dari sebulan. Rotasi penggunaan alat tangkap di Laut Jawa adalah suatu kondisi yang muncul ke permukaan sebagai sinyal pergeseran populasi ikan dari karakteristik sumber daya yang multi-spesies. Fenomena hasil tangkapan yang tidak tercatat dan dilaporkan menyebabkan pendugaan stok ikan dengan akurat yang rendah akan menimbulkan ketidakpastian dalam penyusunan rekomendasi. Tersedianya sistem pemantauan kapal perlu didukung oleh kegiatan validasi hasil tangkapan yang didaratkan, untuk itu sangat perlu meningkatkan keterlibatkan enumerator dan observer di atas kapal serta penguatan sistem log-book yang sedang berjalan.   The fishing business will fluctuate as a result of high connectivity with the dynamic and nature of environmental factors, in the other side, experience fishers have flexible and adaptive capabilities in order to sustain their business. The objective of this paper is to describe the purse seine fishery adaptability to survive from long term fishing. Plotting data on recorded vessel monitoring system (VMS of small pelagic purse seine in 2012 were applied based on the criteria of the

  6. STATUS PEMANFAATAN DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus spp. DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tenggiri (Scomberomorus spp. di Laut Jawa merupakan jenis ikan pelagis ekonomis penting yang banyak dieksploitasi karena permintaan dan harga yang tinggi. Agar pengelolaan dapat dilakukan dengan benar maka   diperlukan informasi mengenai status pemanfaatan dan musim penangkapannya. Data primer untuk  penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui pencatatan hasil tangkapan ikan tenggiri periode 1999-2012 oleh enumerator di PPN Pekalongan dan kajian hasil peneitian terdahulu. Metode analisis model surplus produksi dan indeks musim penangkapan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Maximum Sustainable Yield (MSY ikan tenggiri di Laut Jawa sebesar 438 ton sedangkan effort maksimum sebesar 1000 trip setara jaring insang (gill net < 30 GT. Nilai CPUE cenderung menurun selama periode tahun 1999 hingga tahun 2012 yakni sebesar 1,73 ton/trip pada tahun 2005 menjadi hanya sebesar 0,37 ton/trip pada tahun 2011. Indeks musim Penangkapan (IMP menunjukkan bahwa ikan tenggiri melimpah pada periode Maret sampai dengan Juni dan periode Oktober hingga Desember sepanjang tahun. Narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorous commerson is an economically important pelagic species in Java Sea that continue to be exploited due to the high demand and prices. The research regarding status of utilization and fishing season was conducted in order to obtain the optimal efforts and sustainable management. The research was conducted through interviews method to fishermen while the secondary data collected during the period of 1999-2012 through field enumerators in PPN Pekalongan as well as reviewing previous research studies. The results showed that Maximum Sustainable Yield (MSY was 243.5 tons, while the maximum effort as much as 1000 trips equivalent to gill nets. Catch Per Unit Effort (CPUE was declined during the period 1999 through 2012 of 0.251 tons / trip in 2005 became 0.052 tons

  7. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut selama Penyimpanan dalam Es Curai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian kadar formaldehid alami pada beberapa jenis ikan laut selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan laut hidup yang terdiri dari 6 jenis ikan yaitu bawal bintang (Trachinotus blochii, kakap putih (Lates calcarifer, bloch., cobia (Rachycentron canadum, bandeng (Chanos chanos, kerapu cantrang Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus, dan kakap merah/jenaha (Lutjanus johnii. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara bertahap dan setiap pengambilan terdiri dari dua jenis ikan. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP dalam keadaan hidup, kemudian ikan dimatikan dengan cara hipotermal (dimasukkan dalam air es dengan suhu 0–4oC selama 30 menit. Setelah mati ikan dibagi menjadi 3 kelompok dan disimpan dalam peti insulasi yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1 : 3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA, trimethil amin oksida (TMAO dan kadar total volatile base (TVB serta komposisi proksimat pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 12 penyimpanan pada bawal bintang, kakap putih, cobia, bandeng, kakap merah, dan kerapu cantrang berturut-turut adalah 0.954; 1.572; 0.964; 0,715; 1.381; dan 1.303 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mN% kecuali ikan cobia (28,94 mgN%. Kandungan TMA berkisar 6,09–11,81 mgN% dan TMAO 3,22–11,3 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat.

  8. Isolasi dan Karakterisasi Bakteriosin yang Dihasilkan Oleh Lactobacillus lactis dari Sedimen Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiq Sunaryanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus lactis yang berasal dari sedimen laut. Karakterisasi bakteriosin meliputi uji aktivitas antimikroba, stabilitas terhadap suhu, pH, penambahan enzim, surfaktan, dan stabilitas bakteriosin terhadap penyinaran lampu UV. Aktivitas antimikroba bakteriosin diuji melawan bakteri uji Escherichia coli ATCC 25922, Enterococcus faecalis ATCC 29212, Bacillus subtilis ATCC 66923, Staphyllococcus aureus ATCC 25923, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, dan Candida albican. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteriosin mampu menghambat pertumbuhan E.coli ATCC 25922, E. faecalis ATCC 29212, S. aureus ATCC 25923 dan B. subtilis ATCC 66923, namun demikian tidak mampu menghambat pertumbuhan L. plantarum, L. bulgaricus, L. casei, dan C. albican. Bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus lactis stabil terhadap pemanasan sampai dengan suhu 70 °C dan stabil pada rentang pH 3 sampai dengan 7. Aktivitas bakteriosin hilang dengan penambahan tripsin, pepsin, dan proteinase-K, namun aktivitas bakteriosin stabil terhadap penambahan a-amilase. Penambahan tween 20, tween 80, dan EDTA mampu meningkatkan aktivitas bakteriosin sebesar 1,1 sampai dengan 1,2 kali dibandingkan dengan tanpa penambahan surfaktan. Penyinaran lampu UV selama 15 menit tidak berpengaruh terhadap aktivitas bakteriosin.

  9. DEGRADASI EKOSISTEM RAWA PESISIR DI KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Iriadenta

    2016-06-01

    Full Text Available Decreasing area of coastal swamp ecosystem causing stress to aquatic biota which living in those habitat, and give impact to fishermen’s prosperity level. Study of coastal swamp’s condition really important, with aim as consideration to decide policies that needed to reach environmental balancing and sustainibility of exploitation. Study was done to both primary and secundary data, which include tabulative, graphical, qualitative and quantitative/statistics and computative, both description and inferential, and so spatial analysis for reach locally information of mangrove area’s degradation, and temporal information of comparation with secondary data. Condition of ecosystem of coastal swamp in Jorong subdistrict, which representated by condition of ecosystem of mangrove showing damaged to really damaged condition. Rate of decreasing of mangrove areas in Jorong subdistrict reach of 614,49 ha, or average rate of areas decreasing were 38,41 ha/year. Factors that caused damaged/degradation process of coastal swamp in Jorong subdistrict, Tanah Laut Regency dominated by wave activities and area’s converted

  10. Synthesis of cristobalite from silica sands of Tuban and Tanah Laut

    Science.gov (United States)

    Nurbaiti, U.; Pratapa, S.

    2018-03-01

    Synthesis of SiO2 cristobalite powders has been successfully carried out by a coprecipitation method by making use of local silica sands from districts of Tuban and Tanah Laut, Indonesia. Cristobalite is a phase of SiO2 polymorphs which can be used as a composite filler, a coating material, a surface finishing media, and structural ceramics. In the first stage of the synthesis, the as-received sands were processed by a magnetic separation, grinding, and soaking with HCl to increase the purity of silica content. X-ray fluorescence (XRF) spectroscopy showed that the atomic content of Si (excluding oxygen) in both powders reached 95.3 and 97.4%. A coprecipitation process was then performed by dissolving the silica powders in a 7M NaOH solution followed by a titration with 2M HCl to achieve a normal pH and to form a gel. Furthermore, the silica gel is washed, dried and then calcined at a temperature of between 950-1200 °C with a variation of holding time for 1, 4 dan 10 hrs to produce white powders. X-ray diffraction (XRD) data analyses showed that the powder with calcination temperature of 1150 °C for 4 hrs exhibited the highest cristobalite content of up to 95wt%. Its scanning electron microscopy (SEM) image showed that its grain morphology was relatively homogeneous.

  11. Bintangor Laut (Calophylum Inophylum L.) Oil: A promising source of bio diesel

    International Nuclear Information System (INIS)

    Shaharuddin, H.; Wan Asma, I.; Rafidah, J.; Puad, E.; Mahanim, S.

    2010-01-01

    Full text: Bintangor Laut (BL) oil is non-edible oil extracted from the seeds of Calophylum Inophylum L. It is a tree of 12-20 m height, with spread branches. The BL tree grows along coastal areas and adjacent lowland forests, although it occasionally occurs inland at higher elevations and it is native to east Africa, India, Southeast Asia, Australia, and the South Pacific. This study investigates the potential of BL oil as an alternative source of bio energy (bio diesel). The average oil content of BL seeds is 35% by weight. Fuel properties of trans esterified BL oil chemically known as methyl esters (bio diesel) were compared with bio diesel standards of American Standard Testing Method (ASTM). The fuel properties of BL bio diesel (100%) that is specific gravity is 0.92, kinematic viscosity at 40 degree Celsius, 7.43, flash point 151 degree Celsius, pour point -4 degree Celsius, cloud point 4 degree Celsius, B10 were very close to petroleum diesel. On the basis of these fuel properties, it is concluded that BL bio diesel is a good option for renewable energy to reduce dependency on import of foreign oil. (author)

  12. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Prasetia Yanuar

    2017-01-01

    Full Text Available Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non-toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%.

  13. KARAKTERISTIK OSEANOGRAFI FISIK (BATIMETRI, PASANG SURUT, GELOMBANG SIGNIFIKAN DAN ARUS LAUT PERAIRAN TELUK BUNGUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Try Al Tanto

    2016-11-01

    Full Text Available Perairan Teluk Bungus berlangsung cukup banyak aktivitas, namun belum ada data-data valid berkaitan dengan parameter oseanografi perairannya. Perlu dilakukan kajian dinamika pesisir, terutama berupa kajian oseanografi fisik, tujuannya adalah diperoleh informasi dasar parameter oseanografi fisik yang berguna untuk kelancaran aktifitas di sekitar perairan. Data batimetri diperoleh dari peta yang dikeluarkan oleh Dishidros, dianalisis berupa tampilan peta 2D dan 3D. Data pasang surut air laut terukur dari alat ukur ADCP yang memiliki sensor tekanan, merupakan alat ukur utama untuk arus laut. Sedangkan data gelombang diperoleh dari ECMWF berupa tinggi gelombang signifikan. Kedalaman laut Teluk Bungus tergolong dangkal, yaitu mencapai 30 m. Bentuk relief dasar lautnya tidak terlihat dampak signifikan dari pengaruh samudera, karena perairan cukup terlindungi oleh bentuk teluk. Pasang surut yang terjadi adalah tipe campuran dominan ganda, tunggang pasut sebesar 139.30 cm (Oktober - November 2014. Gelombang signifikan perairan Teluk Bungus dan sekitarnya (Januari - Oktober 2013 adalah 0.42-1.7 m. Tinggi gelombang cukup besar terjadi terutama tanggal 9 Oktober 2013 hingga 11 Oktober 2013 yaitu 1.5-1.7 m. Arus laut perairan Teluk Bungus umumnya didominasi oleh pengaruh arus zonal, baik arus kedalaman 10.5 m maupun arus pada kedalaman 18.5 m. Kecepatan rata-rata arus kedalaman 10.5 m sebesar 0.0477 m/s, namun terjadi arus cukup besar 0.5240 m/s tanggal 11 November 2013 pukul 14.50 WIB dengan arah Tenggara-Selatan. Pada kedalaman 18.5 m, kecepatan arus rata-rata 0.3799 m/s dan arus maksimum 0.9320 m/s tanggal 14 November 2013 pukul 22.00 WIB dengan arah Barat Daya. CHARACTERISTICS OF PHYSICAL OCEANOGRAPHY (BATHYMETRY, TIDE, WAVE SIGNIFICANT HEIGHT AND SEA CURRRENT IN BUNGUS BAYBungus bay waters have a lot of activity, but there is no reliable data related to their oceanographic parameters. It is necessary to study their physical oceanography, to acquire

  14. DESAIN SELF-PROPELLED CAR BARGE UNTUK DISTRIBUSI MOBIL BARU RUTE CIKARANG BEKASI LAUT (CBL – TANJUNG PERAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bintang Jiwa Jiwa

    2017-01-01

    Full Text Available Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk dapat mengurangi kemacetan jalur Pantura. Mulai dari pemberian jalur alternatif, pelebaran jalan, hingga pembuatan jalan tol baru. Segala upaya tersebut tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat melewati jalur Pantura, khususnya kendaraan-kendaraan barang seperti truk dan kontainer. Hal ini tidak terlepas dari geliat perekonomian yang terus tumbuh. Kawasan industri otomotif di sekitar Cikarang dan Bekasi salah satu contohnya. Jumlah produksi mobil domestik dan permintaan yang terus meningkat ini membutuhkan sarana yang baik dan cepat dalam mendistribusikan mobil baru ke berbagai daerah. Dalam beberapa tahun ini, Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat permintaan mobil yang cukup tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan untuk dapat mengurangi kemacetan di jalur darat adalah berupa pengalihan transportasi darat ke sungai atau laut. Berdasarkan solusi tersebut, maka dibutuhkan alat transportasi pengangkut barang, dalam hal ini mobil, yang dapat melewati sungai dan laut. Self-propelled car barge diharapkan mampu menjadi inovasi yang cukup baik dalam mendistribusikan barang melalui rute Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk mendapatkan ukuran utama yang optimum digunakan metode optimation design approach dengan bantuan fitur solver pada program Microsoft Excel dengan menjadikan biaya pembangunan paling minimum sebagai fungsi objektif, serta adanya batasan-batasan dari persyaratan teknis dan regulasi yang ada. Dari proses optimisasi, didapatkan ukuran utama optimum Self-Propelled Car Barge adalah L=53.10 m, B=15.17 m, TFW=3.09 m, TSW=3.02 m, dan H=4.66 m, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar $1.435.270,56 atau setara Rp.19.281.424.757,10.

  15. POTENSI PROBIOTIK INDIGENUS Lactobacillus plantarum Dad 13 PADA YOGURT DENGAN SUPLEMENTASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU UNTUK PENURUN DIARE DAN RADIKAL BEBAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Intan Niken Tari

    2016-04-01

    Full Text Available The purpose of this study was studying the effectiveness of selected indigenous probiotic strains (Lactobacillus plantarum Dad 13 in yoghurt with purple sweet potato extract suplementation as reducing diarrhea and free radicals on white rats albino Norway rats (Rattus novergicus Sprague dawley strain. The study was designed using factorial completely randomized design, with treatment of purple sweet potato extract yogurt without probiotics (P0, purple sweet potato extract yogurt with probiotic (P1 to 2 groups of male Sprague dawley rats were treated without Enteropathogenik Escherichia coli (EPEC ATCC 35218 (E0 and with Enteropathogenik Escherichia coli (EPEC ATCC 35218 (E1. Probiotic treatment was conducted using the sonde at day 1st to 21st at a dose of 1 ml / 120 g weight or average 109 CFU/ ml. While the treatment of EPEC ATCC 35218 was conducted using the sonde at dose of 106 CFU/ml on day 7th to 14th. The observed parameters include fecal water content, water content of cecum, malonaldehide levels (MDA blood and liver. The results showed that (1 There was interaction between the treatment of indigenous probiotic yogurt purple sweet potato extract and EPEC ATCC 35218 on water content of faecal, water content of cecum, MDA levels blood and liver (2.Culture of Lactobacillus plantarum Dad 13 was able to provide health effects as reducing of diarrhea and free radicals. Keywords: Reducing of diarrhea, free radicals, purple sweet potato extract yogurt, probiotic bacteria   ABSTRAK Penelitian bertujuan mempelajari efektivitas strain probiotik indigenus terpilih (Lactobacillus plantarum Dad 13 pada yogurt dengan suplementasi ekstrak ubi jalar ungu sebagai penurun diare dan radikal bebas pada tikus putih albino Norway rats (Rattus novergicus galur Sprague dawley. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan perlakuan yogurt ekstrak ubi jalar ungu tanpa probiotik (P0, yogurt ekstrak ubi jalar ungu dengan probiotik (P1

  16. Daya antibakteri obat kumur chlorhexidine, povidone iodine, fluoride suplementasi zinc terhadap, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis (Antibacterial effect of mouth washes containing chlorhexidine, povidone iodine, fluoride plus zinc on Strep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Betadion Rizki Sinaredi

    2014-12-01

    dengan suplementasi zinc. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek antibakteri dari obat kumur berbahan aktif chlorhexidine, povidone iodine dan fluoride dengan suplementasi zinc terhadap bakteri campur plak, S. mutans dan P. gingivalis. Metode: Pengukuran efek antibakteri dilakukan dengan metode disk diffusion. Bakteri sampel (bakteri campur plak, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis ditanam secara merata pada cawan petri dengan medium MHA. Cakram kertas yang mengandung obat kumur diletakkan di tengah cawan petri dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37o C (anaerob untuk P. gingivalis, aerob untuk S.mutans dan bakteri campur. Diameter zona hambat bakteri yang mengelilingi cakram kertas diukur dan dibandingkan antara masing-masing bahan aktif yang terkandung dalam obat kumur. Hasil: Chlorhexidine mempunyai efek antibakteri paling kuat dibanding povidone iodine dan fluoride. Chlorhexidine lebih ampuh menghambat pertumbuhan bakteri S.mutans dibanding terhadap bakteri P.gingivalis dan bakteri campur dalam plak, sedang Povidone iodine dan fluoride lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri campur. Simpulan: Obat kumur chlorhexidine lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri campur dari plak, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dibanding povidone iodine dan fluoride dengan suplementasi zinc.

  17. STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI LAUT JAWA (WPPNRI 712

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Budiarto

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Jawa (WPPNRI 712 memiliki karakteristik permasalahan dalam pengelolaan perikanan rajungan yaitu berkurangnya stok sumberdaya rajungan dan tinggi nya jumlah armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan rajungan di perairan Laut Jawa berdasarkan pada indikator pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management-EAFM. Enam domain indikator EAFM yang digunakan sebagai dasar untuk analisis adalah (1 Sumber Daya Ikan; (2 Habitat dan Ekosistem; (3 Teknik Penangkapan; (4 Sosial; (5 Ekonomi; dan (6 Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor komposit EAFM tergolong kategori sedang dengan kisaran antara 1,5 – 2,5. Hasil penilaian aggregat seluruh domain diperoleh nilai skor densitas berkisar antara 6,3 – 55,9. Domain memiliki densitas tertinggi adalah domain sosial dan domain kelembagaan sebesar 54,7 dan 55,9 dengan kategori sedang. Domain habitat/ekosistem dan domain ekonomi memiliki nilai skor 36,5 dan 20,7 dengan kategori kurang. Domain sumberdaya ikan dan domain teknik penangkapan memiliki nilai skor 6,3 dan 16,3 dengan kategori buruk. Secara keseluruhan hasil penilaian indikator EAFM menunjukkan bahwa pengelolaan rajungan di WPPNRI 712 dalam kategori buruk hingga sedang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melaksanakan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan secara bertahap dengan melakukan 5 (lima langkah pengelolaan yaitu; pengaturan rajungan yang boleh ditangkap, pengaturan musim penangkapan, pengendalian alat tangkap dan daerah penangkapan, perlindungan dan rehabilitasi habitat serta melaksanakan restoking.   Java Sea waters (Fisheries Management Area 712 is one of the main live crab habitat which is also the main blue swimming crab (BSC production centers in Indonesia. FMA 712 has the characteristics of BSC fishery management problems is lower stock of crabs and the high number of fishing fleet. This study was aims to determine

  18. FLUKTUASI DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TUNA NERITIK TERTANGKAP JARING INSANG DI PERAIRAN LAUT CINA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2016-03-01

    Full Text Available Saat ini tuna neritik merupakan komoditas penting perikanan di Indonesia, namun ketersediaan data dan informasi hasil tangkapan jenis tuna ini masih tergolong kurang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai sebaran daerah penangkapan, fluktuasi hasil tangkapan tuna neritik yang tertangkap jaring insang yang beroperasi di Laut Cina Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui program enumerasi monitoring hasil tangkapan harian di Pemangkat pada tahun 2011-2012. Hasil menunjukkan daerah penangkapan tersebar di perairan Laut Cina Selatan pada koordinat 01°03’ LS-04°57’ LU; dan 104°65’-110°00’ BT. Hasil tangkapan jenis tuna neritik menunjukan variasi yang cenderung sama dimana puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan Oktober dan November. Pola CPUE berfluktuasi dan cenderung mengalami peningkatan dan puncaknya terjadi pada bulan November 2011 dan 2012, yaitu 402,85 dan 444,57 kg/hari/trip. Secara statistik hasil tangkapan pada periode 2011-2012 tidak berbeda nyata (p<0,05. Komposisi hasil tangkapan bulanan jenis tuna neritik bervariasi berdasarkan atas spesies yang didominasi oleh Euthynnus affinis (49,7% diikuti dengan Thunnus tonggol (33,4%; Scomberomorus commerson (15,9%; dan Scomberomorus guttatus (1%. Kelimpahan Euthynnus affinis terjadi pada musim timur hingga musim peralihan 2 (Juni- November, sedangkan kelimpahan Thunnus tonggol terjadi pada musim barat (Januari-Februari. Nowadays, neritic tuna just become an important commodity Indonesia. However, the information about catch of tuna neritic species in Indonesia still quite lacks. This This study aims to obtain information about catch fluctuation, monthly catch per unit of effort, and catch composition of neritic tuna species caught by gill net operated in the South China Sea. Data was collected by daily catch monitoring program by enumerator in Pemangkat during period 2011-2012. The result showed that gillnetter fishing ground is scattered between 01°03

  19. Spawning seasons of Rasbora tawarensis (Pisces: Cyprinidae in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musman Musri

    2010-05-01

    Full Text Available Abstract Background Rasbora tawarensis is an endemic freshwater fish in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia. Unfortunately, its status is regarded as critical endangered with populations decreasing in recent years. To date no information on the spawning activities of the fish are available. Therefore, this study provides a contribution to the knowledge on reproductive biology of R. tawarensis especially on spawning seasons as well as basic information for conservation of the species. Methods Monthly sampling was conducted from April 2008 to March 2009 by using selective gillnets. The gonadosomatic index, size composition and sex ratio were assessed. The gonadal development was evaluated based on macroscopic and microscopic examinations of the gonads. Results The gonadosomatic index (GSI varied between 6.65 to 18.16 in female and 4.94 to 8.56 for male. GSI of the female R. tawarensis was higher in March, September and December indicating the onset of reproductive seasons, the GSI and oocyte size being directly correlated with gonadal development stages. Although, a greater proportion of mature male than female was detected during the study, the sex ratio showed that the overall number of female was higher than male. The ovaries had multiple oocyte size classes at every stage of gonadal development, thus R. tawarensis can be classified as a group synchronous spawner or a fractional multiple spawner. Conclusion The spawning seasons of R. tawarensis were three times a year and September being the peak of the reproductive season and the female was the predominant sex. This species is classified as a group synchronous spawner.

  20. PENILAIAN POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PARIWISATA PANTAI BATAKAN DI KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarti Sukarti

    2016-05-01

    Full Text Available The tourism potential of Batakan Beach Resort, which is the slope coast with the bed of brownish white sand along ±12 km, is the special attraction for the visitors. Batakan beach is the area of Animal Conservation in Pelaihari Tanah Laut. Its function is converted to Natural Tourism Park on the basis of Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 695/Kpts-II/1991. The assessment is required to find out the potentials of the development as the sustainable tourism resort. The objective of the research was to study the development potentials of the tourism resort of Batakan beach. The assessments were on the land suitability, the supporting factors of the beach tourism resort, and the plan for increasing the potential of the sustainable development of the resort. The land suitability assessment included: the suitability with Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW, the area width and the level of the physical suitability of the beach. The assessment of the supporting factors included: the recreation, health, shopping, entertainment, accommodation, and infrastructure facilities, the public acceptance and the government policy. The research was descriptive and applied the analysis survey method. The result of the research indicated that the assessment of the land suitability received total score 471,1. It indicated that the tourism resort of Batakan beach was at the first rank with the total score 742,46. The Batakan beach was very reliable to develop as the sustainable tourism resort although there were some supporting factors receiving lower score namely the health, shopping, entertainment, and infrastructure facilities.

  1. Studi Kelayakan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Kawasan Wisata dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Pantai Prigi, Trenggalek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agista Ayuningtyas Puspita Dwijayani

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih diperlukan pula dalam bidang kepariwisataan. Salah satunya ialah kawasan wisata alam Pantai Prigi, Trenggalek. Namun kondisi air saat ini masih memiliki kandungan TDS (Total Dissolved Solid dan salinitas yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk mengolah air asin menjadi air tawar agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengolah air asin atau payau menjadi air tawar adalah dengan sistem Reverse Osmosis (RO. Penentuan kapasitas SWRO ditentukan dengan memproyeksikan jumlah pengunjung kawasan wisata Pantai Prigi dan kebutuhan air kolam apung hingga tahun 2023. Hasil proyeksi diperoleh kebutuhan air sebesar 729,40 m3/hari pada penggunaan maksimum. Dengan desain SWRO yaitu menggunakan pretreatment rapid sand filter dan filter karbon aktif untuk meremoval kandungan TDS, kesadahan total, khlorida, sulfat, dan bilangan KMnO4 (zat organik. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem pengolahan air laut dengan SWRO sebesar Rp 5.077.307.500,00.Perencanaan sistem pengolahan air laut menjadi layak jika air reject dari SWRO sebesar 1463,28 m3/hari dimanfaatkan menjadi wisata kolam apung, garam, dan air nigari dengan investasi total sebesar Rp 7.326.095.500,00. Dengan analisa kelayakan secara ekonomi  menggunakan prinsip ekonomi teknik, pada alternatif ini diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25.024.360.250,24 ; IRR sebesar 23,7% ; dan Payback periode pada tahun ke-3 dengan keuntungan yang diperoleh Rp 3.915.665.044,80 per tahun.

  2. MODEL SPASIAL DINAMIK GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PESISIR SEMARANG (Spatial Dynamic Model of Inundated area due to Sea Level rise at Semarang coastal Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ifan R Suhelmi

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Kota Semarang merupakan kota pesisir di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki topografi datar pada wilayah laut yang biasa disebut dengan kota bawah dan bergunung pada bagian atasnya yang biasa disebut dengan kota atas. Kota bawah memiliki kerentanan yang tinggi terhadap genangan akibat kenaikan muka air laut, hal ini disebabkan olehkondisi topografi yang datar. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara dinamik distribusi genangan akibat berbagai skenario kenaikan muka air laut. Model spasial dinamik menggunakan Flash yang berfungsi memberikan gambaran secara interaktif dan real time pada berbagai skenario kenaikan muka air laut. Skenario kenaikan muka air laut menggunakan skenario IPCC hingga tahun 2100. Hasil studi menunjukkan bahwa terjadi kenaikan jumlah genangan dari 599,4 ha pada tahun 2020 menjadi 4.235,4 ha pada tahun 2100.   ABSTRACT Semarang is one of coastal city located at Central Java Province. It has flatten topography at coastal area called “downside town” and hilly topography at upper area called “topside town”.  Ownside town was highly vulnerable to sea level rise caused by it’s topographic condition and the land subsidence phenomena. This research conducted to mapeed the inundated area due to sea level rise at many scenarios of sea level rise. The dynamic spatialmodel of sea level rise represented using flash techmology to showed distributed area inundated by sea level rise. The scenario of sea level rise by IPCC prediction was used at this study. The stuty showed that the inundated area increased from 599.4 ha at year 2020 to 4,235.4 ha at 2100.

  3. Pementasan Tari Gandrung Dalam Tradisi Petik Laut di Pantai Muncar, Desa Kedungrejo, Kec.Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (Suatu Kajian Filosofis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Relin D.E

    2017-06-01

    Full Text Available Tari Gandrung merupakan kekayaan budaya lokal banyuwangi dan dijadikan maskot daerah Banyuwangi. Tari gandrung banyak dipentaskan diberbagai acara publik termasuk di dalam tradisi petik laut. Pementasan Tari Gandrung dalam tradisi petik laut memiliki makna tersendiri karena tradisi ini diyakini sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Laut agar nelayan dianugrahkan ikan yang berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Tari Gandrung dan makna filosofi Tari gandrung yang terkandung dalam tradisi Petik laut di pantai Muncar Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. dengan analisis deskriftip kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (data-data sekunder. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Setiap peragaan Gandrung Banyuwangi selalu berpola jejer, paju dan seblang-seblang. Dalam pementasannya memasuki tiga babak yakni pertama  jejer, gending terdiri dari lagu Padha Nonton yang terdiri dari delapan bait 32 baris setiap baitnya terbagi menjadi empat baris, baru kemudian dilanjutkan dengan gending Padha Nonton pada bait-bait berikutnya dengan gerak tari yang sesuai warna lagu yang dibawakan. Kemudian babak kedua disebut Paju gending yang dibawakan bebas sesuai permintaan yang akan ikut menari (maju gandrung dan ketiga Seblang-seblang yang selalu diawali dengan gending atau lagu yang berjudul Seblang Lukito dan gending-gending lainnya. Pementasan tari gandrung dalam tradisi petik laut secara filosofis bila diamati dari lagu Padha nonton dengan syairnya berbentuk bebas dan pola yang berkembang ini merupakan gambaran filosofis hidup tentang manusia. Filosofis yang diekspresikan dalam bentuk tari dan nyanyi sebagai simbol pesan tentang hidup dan kehidupan. Terutama dalam adegan seblang-seblang memvisualisasikan perpaduan bentuk gerak dan nyanyian yang indah untuk menyampaikan pesan-pesan tentang hidup dan kehidupan segala suka dukanya sebagai manusia. Demikian juga ucapan rasa syukur

  4. SEBARAN UNIT STOK IKAN LAYANG (Decapterus spp. DAN RISIKO PENGELOLAAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2013-05-01

    dalam di sekitar Sulawesi (malalugis, D. macarellus. Pola migrasi ikan layang/pelagis dalam arah Laut Jawa – Selat Makasar dan sebaliknya dimungkinkan juga terkait dengan penstrukturan populasi layang tersebut. Layang scad (Decapterus russelli and round scad (D. macrosoma was a main component of small pelagic fishes around Java Sea-Makasar Strait. Increasing of uncontrolled effort of purse seine had caused a biomass decrease and clearly impact to the lower catch, so that a goal of sustainable fishery was difficult to reach; in addition, knowledge on biological characteristics and inter-relationship within the stock unit in the main zone was not understood yet. Study on stock distribution and its management impacts was conducted based on the population structuring of the two scads species exist (D. russelli and D. macrosoma which was observed fromthe genetic analyses of the mitochondria DNA marker (RFLP method, and the capture fishery data (species composition, distribution of fishing ground from some main landing sites such as Pekalongan, Samarinda, Mamuju, and Bone. Results showed the two species of scads had two sub population (stock unit respectively. D. russelli distribute in the eastern part of Java Sea, southern Flores Sea, and western Banda Sea exist as a sub population or stock unit 1, while a stock unit 2 was distributed around the coastal waters of Makasar Strait in eastern Kalimantan. However, stock unit 1 of D. macrosoma that distribute in Banda Sea was separated (clearly different from the stock unit 2 that was distributed in the coastal habitat of Flores Sea, eastern Java Sea, and the coastal area of Makasar Strait (east Kalimantan. Thus, a sustainable management of small pelagic fish in the areas of Java Sea (FMA 712 and Makasar Strait (FMA 713 have to be managed as a one stock unit (sub population and one management unit. On the other hand, we would like to propose that for a small pelagic fish that was distributed in the oceanic habitat of

  5. GEJALA INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PESISIR PADELEGAN, PADEMAWU DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Arya Gemilang

    2016-11-01

    Full Text Available Sebagian wilayah pesisir Pademawu dan sekitarnya, Pamekasan, dijumpai adanya air tanah payau hingga asin dengan pelamparan yang cukup luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran air tanah asin hingga payau tersebut, baik pada akuifer dangkal maupun akuifer dalam dan juga untuk mengetahui penyebab keasinan air tanah tersebut. Sebaran air tanah asin dipetakan berdasarkan nilai daya hantar listrik (DHL dengan kriteria tingkat keasinan sebagaimana ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. Sedangkan penyebab keasinan air tanah dianalisa berdasarkan fasies hidrokimia dengan diagram Trilinier Piper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akuifer dangkal air tanah agak payau hingga asin dengan nilai DHL > 15.000 µS/cm – 50.000 µS/cm dijumpai pada bagian Selatan Pademawu sepanjang pesisir pantai meliputi Padelegan, Jumiang, Tanjung, Manjungan dan Pademawu Timur. Sedangkan untuk air tanah dalam seluruhnya dalam kondisi tawar dengan nilai DHL < 1500 µS/cm, berada pada bagian Utara dari daerah penelitian meliputi kecamatan Tlanakan, Galis, Pamekasan dan  Larangan. Berdasarkan nilai DHL bahwa daerah bagian Utara penelitian tidak terdeteksi adanya proses penyusupan air laut pada air tanah.INDICATION OF SEA WATER INTRUSION IN COASTAL PADELEGAN, PADEMAWU AREAIn the part of Pademawu coastal areas, Pamekasan, was found brackish groundwater that spreading progressively. The purpose of this study was to map the distribution of salt to brackish groundwater, both in the shallow aquifer and the deep aquifer and also to find out the cause of the salinity of the ground water. Salt groundwater distribution was mapped based on the electrical conductivity (EC with a salinity level criteria as established by Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. While the causes of groundwater salinity were analyzed based on hydrochemical facies with Trilinier Piper diagram. The results showed that the shallow groundwater aquifers slightly brackish to

  6. Tradisi dan Perubahan Budi Daya Pohon di Desa Rambahan Kuansing dan Desa Ranggang Tanah Laut (Tradition and Change of Tree Cultivation in Rambahan Kuansing and Ranggang Tanah Laut Villages

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Suharjito

    2012-01-01

    Full Text Available The phenomenon of widespread tree cultivation by local community in some countries during the last threedecades has been explained by researchers with a macro perspective. This study is to understand the phenomenonat the micro level and from the native (peasant or farmer point of view. This study aims to explain the traditionand changes in tree cultivation. Theoris economic system were used as the basis to explain the tradition andchanges in tree cultivation in Rambahan village community of the Kuansing District and Ranggang Villagecommunity of Tanah Laut District. Case study method was used in this study. The data were collected  frominformants through individual interviews and focused group discussions. The results of this study show that thecultivation of trees has been practiced and institutionalized in the everyday lives of local people and passeddown from generation to generation, as well as a source of socio-economic stability of families. Factors thatfarmers take into consideration in the selection of tree crops to be cultivated are price, easy to sell, harvestingintensity, knowledge and skills, labor availability (particularly family labor, and capital availability. Theresults of this study also indicate that some elements of the economic system of Ranggang and Rambahancommunities have the characteristics of capitalism adherent, while some other elements have the characteristicsof pre-capitalism. In other words, two communities are in a transition between pre-capitalism and capitalism asshown in the practice of tree cultivation.Keyword: tree cultivation tradition, tenancy system of land and tree,  pre-capitalism community, Kuansing, Tanah Laut

  7. Perangkat Lunak Untuk Analisis Gaya Gelombang Di Laboratorium Lingkungan Dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, Ftk-Its

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fendi Hidayat

    2013-09-01

    Full Text Available Laboratorium Lingkungan dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, FTK-ITS sering digunakan untuk pengujian. Salah satunya menguji gaya mooring pada floating breakwater. Hal tersebut menjadi salah satu alasan untuk membuat suatu perangkat lunak dalam membantu dalam proses analisis gaya mooring tersebut. Perangkat lunak yang dibuat berfungsi untuk membantu proses kalibrasi sensor load cell LUB-B 5 to 50 KB dan melakukan analisis gaya gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan regresi linier, korelasi linier, perhitungan varian, standar deviasi, dan hukum Newton yang kemudian disusun dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2008. Penyusunan perangkat lunak yang bernama FORYS ini memiliki tampilan antarmuka pengguna yang mudah dalam pemakaian. Perangkat lunak yang telah dibuat juga bersifat portable sehingga bisa digunakan di berbagai komputer atau laptop. Hasil pengujian yang telah dilakukan menghasilkan bahwa semakin besar gaya gelombang yang terjadi, maka semakin besar pula tegangan yang terjadi pada tali.  

  8. Kajian Spasial Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Pltu Paiton Menggunakan Saluran Termal Satelit Landsat 7/etm+ Di Pantai Bhinor Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Ismayati, Qorihah; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk memetakan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton Probolinggo dan mengkaji sebaran spasial termal perairan akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0 dan ArcGIS 9.3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra Satelit Landsat 7ETM+ tahun 2009 hingga tahun 2012, data arus permukaan dan angin yang diperoleh dari BMKG Maritim Perak Surabaya dan data hasil pengukuran la...

  9. PERANCANGAN TURBIN ARUS LAUT UNTUK DAERAH PESISIR PANTAI TIPE KOBOLD DENGAN BILAH HLIFT DAN NACA 0018 YANG DIMODIFIKASI DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-01-01

    Full Text Available Sebagai negara dengan wilayah lautan yang cukup besar membuat Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan energi alternatif yang meliputi antara lain energi panas laut, energi arus akibat pasang surut, energi gelombang laut dan energi arus laut. Selain ramah lingkungan, energi yang dibangkitkan dari arus laut membutuhkan alat konversi yang kecil, tidak bising, memiliki densitas yang tinggi dibandingkan angin. Menurut sistem pembangkitan energi laut yang ada terbagi menjadi dua yaitu sistem turbin dan non turbin (Khan et al,2008.Turbin  Darrieus adalah salah satu tipe turbin penggerak vertikal axis sedangkan bilah yang digunakan adalah NACA simetris(0012 dan 0018. Turbin tipe ini memiliki permasalahan tersendiri dalam start awal/self starting( Brian,2008,  dibandingkan Turbin Kobold yang menggunakan bilah tipe HLIFT  yang dikembangkan untuk penggunaan dalam air(Coiro et al,2005 memiliki kinerja yang lebih baik. Modifikasi dengan cara memberi flap pada tralling edgenya memiliki pengaruh yang singnifikan terhadap torsi statik berkisar 35% kenaikan yang terjadi dibandingkan dengan tanpa flap (Tabassum,1987. Untuk mendapatkan performansi tersebut maka penelitian ini bermaksud memodifikasi bilah HLIFT dan NACA dengan cara memvariasi ketebalan,kelengkungan camber serta panjang bilah diharapkan hasil dari memodifikasi bilah ini dapat menghasilkan varian baru dari untuk turbin arus tipe vertical axis. Penelitian ini bermaksud mengetahui performansi modifikasi bilah HLIFT  maupun NACA berdasarkan variasi ketebalan,camber dan panjang bilah tersebut dengan menggunakan metode numerik yaitu Computational Fluid Dynamics( CFD . Hasil simulasi numerik menunjukkan performansi terbaik untuk satu foil HLIFT ditunjukkan pada modifikasi kelengkungan camber ke empat nilai CL,CD serta rasio CL/CD dan untuk NACA 0018 ditunjukkan oleh tunggal ditunjukkan pada modifikasi penambahan panjang chord ketiga yaitu panjang chord + 15%. Setelah modifikasi Torsi poros

  10. PROSPEK USAHA PENGOLAHAN UDANG REBON SKALA RUMAH TANGGA DI DESA MUARA KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Syahrin

    2016-12-01

    Full Text Available The problems in rebon shrimp processing business at household scale in Desa Muara Kintap  are in processing, utilization, and improvement in processing business which have not been maximized, and rebon shrimp quality of the business community at household scale because of inappropriate processing and handling, lack of interest, and cheap selling price. To overcome these problems, one possible way is to provide proper handling to the products of rebon shrimp either in producing or packaging as well as diversifying the processing of rebon shrimp. Therefore, this study aims to (1 determine benefits, eligibility, fluctuation and variation in price and (2 analyze marketing channels of rebon shrimp in Desa Muara Kintap. The significance of this research is that it can be used as an input or a reference in order to increase profits and development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, South Kalimantan Province; and it is also useful for those who want to learn more about the development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, or for those who are interested in the issues in this study. The results showed that the processing business of dried rebon shrimp in Muara Kintap was profitable to do because the total revenue was greater than the total cost, and based on the analysis of the eligibility on the season of NPV, Net BCR, and IRR were on top of the value of 13%, making it eligible to do business processing, and there was also a price fluctuation with an average selling price fluctuation of rebon shrimp in Desa Muara Kintap  between ‘season’ and ‘not season' the prices was 41.05%, and the variation of the fishing season prices ranged from Rp 19,000 to Rp 20,000, while during ‘not season’ the prices were between Rp 26,000 and Rp 30,000. This happened because of the

  11. Pengujian Ketelitian Hasil Pengamatan Pasang Surut dengan Sensor Ultrasonik (Studi Kasus: Desa Ujung Alang, Kampung Laut, Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Kurniawan

    2017-01-01

    Full Text Available Teknologi untuk melakukan pengamatan pasang surut dewasa ini sudah meningkat dengan ditemukannya berbagai sensor yang dapat melakukan pengamatan pasang surut secara otomatis. Pembuatan stasiun pengamatan pasang surut otomatis permanen diseluruh perairan Indonesia tentunya memerlukan biaya yang besar sehingga dalam tugas akhir ini dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui ketelitian data pengamatan dan komponen pasang surut yang dihasilkan oleh alat pengamat pasang surut otomatis menggunakan sensor ultrasonik yang lebih murah. Penelitian ini menggunakan data pengamatan pasang surut dengan palem ukur untuk menguji data pengamatan pasang surut menggunakan sensor ultrasonik. Pengambilan data primer pengamatan pasang surut dilakukan selama 15 piantan di Perairan Laguna Segara Anakan, tepatnya di Desa Ujung Alang, Kampung Laut Cilacap. Analisis ketelitian terhadap data pengamatan pasang surut menggunakan sensor ultrasonik memberikan nilai RMSE 0,049 m dari datapengamatan menggunakan palemukur. Sedangkan kompoonen harmonik pasang surut yang dihasilkan memiliki RMSE 0,022 m untuk komponen amplitudo dan 4,8570 untuk komponen fase. Selisih nilai referensi vertikal yang dihasilkan oleh komponen harmonik pasang surut pengamatan pasang surut menggunakan sensor ultrasonik adalah -0,041m (MSL, -0,004 m (HHWL dan -0,079 m (LLWL.

  12. MODEL PREDIKSI PENGARUH LIMBAH CAIR HOTEL TERHADAP KUALITAS AIR LAUT DI PESISIR TELUK KUPANG (A Prediction Model of Liquid Waste Hotel Impact on The Sea Water along The Coast of Kupang Bay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inty Megarini

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Hotel-hotel di pesisir Teluk Kupang sebagian besar membuang efluen limbah cairnya ke laut. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kualitas air laut dan berdampak pada kelangsungan hidup biota dan mikroorganisme laut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prediksi pengaruh efluen limbah cair hotel yang dibuang terhadap kualitas air laut di hadapannya. Parameter yang diteliti adalah minyak dan lemak dan ortofosfat efluen limbah cair hotel. Parameter kualitas air laut yang diteliti adalah kekeruhan, minyak dan lemak dan klorofil. Metode pengambilan sampel dan pengujian menggunakan SNI dan USEPA. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan air laut pada jarak 0 meter dan 25 meter dapat diprediksi dari kadar minyak dan lemak efluen limbah cair hotel melalui model regresi y = 0,0051 x + 4,8456 dan y = 0,0015 x + 4,5440. Kadar klorofil air laut pada jarak 25 meter dan 75 meter dapat diprediksi dari kadar ortofosfat efluen limbah cair hotel melalui persamaan regresi y = 0,0430 x + 0,0004 dan y = 0,0075 x + 0,0001. ABSTRACT Most of the hotels located along the coast of Kupang Bay dump their effluent liquid waste to the sea. This action will definitely affect the sea water quality and in turn, will unavoidably give deep impact on the life of both microorganism and all the living things in the sea. This research intends to make an impact prediction on the sea water quality over the dumping hotels’ affluent liquid waste to the sea. The parameters which are observed are oil and fat and orthophosphate of the hotels’ affluent liquid waste. While the observed parameters of the sea water quality are turbidity, oil and fat, and chlorophyll. The methods used to take and test the sample are SNI and USEPA. And to analyze the data, testing on both correlation and regression are applied. The result of the study reveals that the turbidity of the sea water within the range of 0 to 25 meters can be

  13. POLA PERMUKIMAN TEPIAN AIR, STUDI KASUS: DESA SEPUK LAUT, PUNGUR BESAR DAN TANJUNG SALEH KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jawas Dwijo Putro

    2015-01-01

    Full Text Available Proses terbentuknya lingkungan permukiman dimungkinkan karena adanya proses penciptaan lingkungan hunian sebagai wadah fungsional yang menampung segala kebutuhan manusia dan dilandasi oleh pola aktifitas serta merupakan hasil interaksi antara manusia atau kelompok masyarakat dengan setting (rona lingkungan baik bersifat fisik maupun non fisik (sosial budaya. Manusia dalam menempati lingkungan huniannya disesuaikan dengan preferensi lingkungan yang menyangkut pemahaman karakteristik alam dan manusia serta hubungan timbal baliknya. Penyesuaian ini memunculkan konsep bermukim yang memperlihatkan cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungan dan membentuk pola permukiman. Seperti halnya yang dibahas dalam penelitian ini dengan mengambil kasus masyarakat di tiga desa yaitu ; Desa Sepuk Laut, Desa Tanjung Saleh, dan Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, yang beradaptasi dengan lingkungan dan membentuk pola pemukiman pada kawasan tepian air. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pola permukiman yang terbentuk pada tiga desa diatas mengacu pada tahapan perkembangan kawasan pinggiran sungai atau air, struktur pola permukiman kawasan yang linier, orientasi kearah tepian air, kepadatan dan kualitas bangunan, serta topografi tepian air   The process of settlements formation was possibly made by the process of creating dwelling environment as a functional space that accommodate all human needs, These condition are based on the patterns of activity and interaction between people or society with the their environmen setting; both physical and non-physical (social and cultural. In occupied their environment, humans are adapt  to the  environment  preferences  concerning their understanding  to  the natural  characteristics  and  vice-versa.  This adaptation  led to  the concept of  living  that shows  how  people adapt  to the environment  and  creating  their settlement patterns. This study used case

  14. PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KELESTARIAN HUTAN MANGROVE (Studi Kasus Di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Huda Safitri

    2016-10-01

    Full Text Available The research was implemented in the village of Kuala Tambangan Takisung District Tanah Laut Regency. Specifically this study aims: 1. Analyze the level of community participation in conservation of coastal mangrove forests, 2. Analyze the factors related to personal participation in the preservation of mangrove forests. The variables observed were: age, education level, income, occupation, activity and participation level in the organization with the indicator; participation in the planning phase, implementation phase and monitoring phase. To see the factors that influence personal participation rates used in analysis of serial correlation (r ser, to know the correlation of community participation with the age, education and  income. Using analysis of contingency coefficient (KK, for measurements with the nominal scale is occupation and the ordinal scale is community participation and Spearman correlation analysis (rs, to measure whether or not the relationship between the two ordinal variables that activity within the organization means that rs is a measure of the level/degree of relationship between two ordinal data. The participation rate with 84 respondents coastal village of Kuala Tambang communities in the preservation of mangrove forests by 42 %, as the stage level of participation at this stage of planning, implementation, and monitoring is low amounting to between 20-50%. There is a significant relationship between personal factors that work with a very significant level of participation by the contingency coefficient (KK = 0.63%. Activity in the organization with the level of participation by the coefficient spearman = 0.60. Education with a significant level of participation by the serial correlation = 0.42. Revenue by a significant level of the participation by the serial correlation = 0.26.

  15. DAMPAK KEBERADAAN KAPAL PENYAMBANG TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN EKONOMI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN MUARA KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martiah Akhdianti

    2016-06-01

    Full Text Available Kintap coastal area is one of the areas that developed as a coastal fishery production.    Area-based coastal fisheries as Kintap Muara district is consisting of the main activities of fishing activity in the form of Fish Landing Base (PPI with a variety of amenities. Coastal areas in the village of Muara Kintap pattern fisheries are people who are known to pattern  middlemen (Indonesian : penyambang and developed since 2003. Study was conducted to see how the existence determines penyambang ships for fishing communities and the fishing estuary fishing port Kintap with : identifying the impact of fishing communities penyambang vessel catch and fishing port Muara Kintap; analyze business profits as penyambang ship; formulate strategy development as a fishing port economic zone fisheries. Technique uses qualitative and quantitative methods with a descriptive approach. The existence of the ship penyambang was a positive impact on fishermen catch. Fishermen catch will work more effectively and provide capital as a form of business development, while for the Port of Muara Kintap, penyambang ship has negatif impact on the port becauses penyambang ship can not be loading and unloading in the port. So that data from the catches of fishermen willnot be sould to penyambang as data the basis for determining the policy is difficult to know and retribution for PAD port no.  Average profit businesses penyambang vessel during fishing season is Rp. 2.773.611,00 per month while the crew (ABK get Rp.1.386.806, 00 per month and crew still above the local minimum wage (UMR South Kalimantan Province of  Rp. 1.337.500.00. Fishing harbor in the village of Muara Kintap, Tanah Laut District as district fisheries economy still needs a better development strategy so that the presence of the ship penyambang can contribute to Improved Income (PAD Kintap Estuary Fishery Port.

  16. PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMBANGUN HUTAN RAKYAT (Studi di Desa Ranggang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idin Saepudin Ruhimat

    2014-11-01

    Full Text Available Hutan rakyat memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Optimasi terhadap peranan penting hutan rakyat dapat dilakukan dengan memberikan perhatian kepada faktor psikologis yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis (sikap, persepsi, dan motivasi terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang baik secara bersama-sama maupun masing-masing. Penelitian dilaksanakan di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupatan Tanah Laut, Kalimantan Selatan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey eksplanasi. Data dianalisis dengan menggunakan analasis jalur (path analysis. Hasil penelitian menunjukkan (1 faktor  psikologis yang terdiri dari sikap, persepsi dan motivasi  secara bersama-sama berpengaruh nyata sebesar 52,90 % terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang, dan (2 faktor  psikologis yang terdiri dari sikap, persepsi dan motivasi  secara masing-masing berpengaruh nyata sebesar 12,60 % untuk sikap, 11,36 % untuk persepsi, dan 9,86 % untuk motivasi terhadap keputusan petani dalam membangun hutan rakyat di Desa Ranggang. Community forest has an important role in Indonesian life. Optimization of the important role of community forest can be done by giving attention to the psychological factors that influence farmers' decisions in community forests development. This study aims to determine the influence of psychological factors (attitudes, perceptions, and motivations to farmers decision in community forest development in Ranggang Village either jointly or respectively. This Study was conducted in Ranggang Village, District Takisung, South Kalimantan use quantitative research design with explanatory survey research methods. Data were analyzed using path analysis. The results showed (1 psychological factors consisting of attitudes, perceptions and

  17. Pelanggaran Prinsip Iktikad Baik terhadap Negosiasi Treaty on Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (Kesepakatan Maritim Khusus di Laut Timor oleh Australia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Ika Winarni

    2015-04-01

    Full Text Available Pada tahun 2006, Australia dan Timor Leste menyepakati Kesepakatan Maritim Khusus Laut Timor (CMATS sebagai pengaturan sementara mengenai pengelolaan sumber daya alam di ladang Greater Sunrise. Namun, 6 tahun kemudian salah seorang mantan agen Dinas Rahasia Intelijen Australia memberikan informasi kepada pemerintah Timor Leste, bahwa Australia telah melakukan penyadapan terhadap diskusi internal pemerintah Timor Leste mengenai negosiasi CMATS pada tahun 2004. Penyadapan di dalam negosiasi CMATS dianggap suatu bentuk pelanggaran terhadap kewajiban untuk melaksanakan prinsip iktikad baik di dalam pembentukan perjanjian internasional berdasarkan ketentuan di dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun Konvensi Wina 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisa penyadapan sebagai bentuk pelanggaran terhadap kewajiban untuk melaksanakan prinsip iktikad baik di dalam proses negosiasi CMATS, sehingga kesepakatan tersebut dapat dibatalkan. Penyadapan dapat dilihat sebagai unsur penipuan yang merupakan bentuk kecurangan berdasarkan Pasal 49 Konvensi Wina. Dengan demikian, penyadapan merupakan suatu bentuk kecurangan yang merupakan pelanggaran terhadap kewajiban untuk melaksanakan prinsip iktikad baik dalam negosiasi sebagai tahap pembentukan CMATS. Penetapan batas maritim permanen dapat menjadi solusi bagi kedua negara agar dapat memperoleh kepastian hukum bagi pengelolaan ladang sumber daya alam, serta penyelesaian sengketa dapat mengikutsertakan pihak ketiga. Abstract In 2006, Australia and Timor Leste have agreed on Treaty on Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS as a provisional arrangement in regards to resources management in Greater Sunrise field. However, 6 years later a former agent of Australian Secret Intelligence Service provided some information to the government of Timor Leste that Australia has intercepted the internal discussion of CMATS negotiation in

  18. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14

  19. Distributions of the endemic and threatened freshwater fish depik, Rasbora tawarensis Weber & de Beaufort, 1916 in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal A. Muchlisin

    2013-08-01

    Full Text Available Depik fish, Rasbora tawarensis is an endemic and threatened species in Lake Laut Tawar (Central Aceh, Indonesia,and the population of depik has been decreased drastically over the last two decades. Information about distribution patternsis crucially needed in relation to plan better conservation strategies. Hence, the objective of present study was to evaluate thedistribution patterns (spatial and seasonal distribution based on catch per unit efforts and fish abundance data. Stratifiedrandom sampling was utilized in this study. Two fishing grounds were selected based on information from local fishermen,and a total of 14 fishing sites (seven sites per fishing ground were determined randomly. Sampling was conducted in differentseasons; dry and wet season. The Rasbora tawarensis is widespread in the lake but most abundant in shallow waters andthe near shore, however, the size is small on average for this area. In contrast, bigger fish was found in deep waters offshore,but with lower abundance. In conclusion, the distribution of depik is not seasonally dependent, but more spatially.

  20. Perbedaan Tolerabilitas Meloxicam dengan Natrium Diklofenak terhadap Saluran Cerna pada Pasien Rawat Jalan di PoliklinikPenyakit Saraf Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lailan Azizah

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Obat anti inflamasi non steroid dihubungkan dengan insiden efek samping yang tinggi terhadap saluran cerna. Penghambatan enzim siklooksigenase merupakan dasar efikasi dan toksisitas obat anti inflamasi non steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis obat anti inflamasi non steroid yang digunakan di poliklinik penyakit saraf Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital Dr. Mintohardjo Jakarta dan mengevaluasi tolerabilitas meloxicam 15 mg dengan natrium diklofenak 100 mg terhadap saluran cerna. Metode penelitian ini observasi cross-sectional dan cohortprospektif pada periode Desember 2010–Maret 2011. Pengambilan data mengenai keluhan dispepsia terkait penggunaan obat anti inflamasi non steroid terdiri dari nyeri abdomen atas, mual, muntah, kembung abdomen, dan cepat kenyang dilakukan melalui wawancara berdasarkan kuesioner the porto alegre dyspeptic symptoms questionnaire (PADYQyaitu sebelum, setelah 2 minggu, dan setelah 4 minggu pengobatan. Hasil penelitian menyatakan obat anti inflamasi non steroid paling banyak diresepkan di poliklinik penyakit saraf Rumkital Dr. Mintohardjo adalah meloxicam (48,21%, selanjutnya natrium diklofenak (31,07%, asam mefenamat (15,36%, piroxicam (3,93% dan asetaminofen (1,43%. Meloxicam secara bermakna menunjukkan risiko yang lebih kecil terhadap insiden saluran cerna daripada natrium diklofenak setelah 2 minggu pengobatan dalam hal keluhan nyeri abdomen atas dan kembung abdomen dengannilai kebermaknaan pengujian masing-masing sebesar 0,020 dan 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui meloxicam memiliki tolerabilitas saluran cerna lebih baik daripada natrium diklofenak setelah 2 minggu pengobatan. AbstractPerbedaan Tolerabilitas Meloxicam dengan Natrium Diklofenak terhadap Saluran Cerna pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Saraf Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, Jakarta 2011. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs are associated with a high incidence of

  1. Evaluasi Kinerja KKIP Dalam Kerjasama Republik Indonesia-Korea Selatan Pada Pembangunan Kapal Selam Untuk Mendukung Ketahanan Alutsista TNI Angkatan Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunggul Prasetyo

    2017-04-01

    maupun Industri Pertahanan yang terlibat dalam program kerjasama tersebut Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya proses alih teknologi yang masih kurang dari angka 85% sebagai salah satu dasar bagi percepatan revitalisasi industri pertahanan dalam mencapai ketahanan alutsista Angkatan Laut

  2. ANALISIS POLA KEMITRAAN AGROFORESTRI DALAM RANGKA MENGURANGI ANCAMAN PERAMBAHAN HUTAN (STUDI KASUS TUMPANGSARI TANAMAN PANGAN DI IUPHHK-HT PULAU LAUT KOTABARU KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Suyodono

    2014-07-01

    Full Text Available Indonesia's forest covers about 133 million hectares. Local people of Pulau Laut in Kalimantan used to do shifting cultivation to manage their agricultural activities for food crops in the forest due to its poor soil of minerals and nutrients for years.The increased population and industrial development of forestry, plantation and mining caused decreasing of forest area, hence the shifting cultivation period has been shortened and encroach forest area. In consequence, degradation of the forest area is increasing.This study was conducted to identify how significant the role of agroforestry (“tumpangsari” to prevent forest encroachment.The objectives of study were to analyze:(1 the contribution of agroforestry as forest partnership management to minimize the encroachment of forest area, (2 the “tumpangsari” cost and revenue,(3 the benefits of this program for local people, the estate forest company and for food security. In general, the growth of Acacia mangium planted in agroforestry model area has better performance compared with those planted in non agroforestry area significantly shown fortwo years of A.mangium growth period. The productivity of rice in “tumpangsari” model was 3.3 tones ha-1which higher than that of in shifting cultivation area in secondary forest of about 3.1 tones ha-1. The revenue from rice cultivation by “tumpangsari” model was Rp 10.032 million ha-1 and the production cost was Rp 5.932 million ha-1 and R/C ratio of about 1.69.This research pointed out that agroforestry have many benefits for minimize forest encroachment as it provides opportunity to increase the rice production through the partnership management on forest land without change its function.Keywords: agroforestry, “tumpangsari”, forest encroachment, partnership

  3. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  4. PENURUNAN TINGKAT INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN "CHLORIDE BICARBONATE RATIO" MENGGUNAKAN LUBANG RESAPAN BIOPORI : STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG (Decreased of Sea Water Intrusion Based On “Chloride-Bicarbonater Ratio”Using the Biopore Absorption Hole

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sundari Miswadi

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai di Kota Semarang. Namun sekarang, wilayah yang jauh dari pantaipun kini sudah tidak luput dari banjir dan intrusi air laut. Hal ini terjadi karena airtanah sudah melebihi besarnya pengisian kembali (recharge, dan tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air akibat maraknya pembangunan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat intrusi air laut di sumur-sumur gali berdasarkan "Chloride-Bicarbonate Ratio", dan daya hantar listrik (DHL serta salinitas di Kota Semarang. Penelitian dilakukan terhadap 30 sumur gali milik penduduk dengan jarak dari pantai antara 0,5-5 (lima kilometer. Tingkat intrusi air laut dihitung berdasarkan rasio klorida terhadap karbonat dan bikarbonat, dan hasilnya diplotkan pada peta dasar. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat intrusi air laut dan nilai DHL di Kota Semarang bagian timur jauh lebih jelek dibandingkan dengan wilayah pantai sebelah barat Kota Semarang, sedangkan kadar salinitas di sebagian besar daerah penelitian rata-rata kadarnya sedang. Hasil penelitian menggunakan lubang resapan biopori (LRB sebagai adsorben menunjukkan, pada minggu ketiga setelah pembuatan LRB didapatkan tingkat intrusi air laut naik sebesar 66,64 % sumur, dan sebanyak 33,33% sumur turun tingkat intrusinya, sedangkan pada mingggu keenam terjadi penurunan tingkat intrusi sebesar 66,64% sumur, dan 33,33% sumur naik. Kadar salinitas pada minggu ketiga turun sebanyak 83,30 %sumur, dan 16,66% tetap, sedangkan pada minggu keenam 49,90 % sumur salinitasnya naik, 33,33% turun, dan 16,66% tetap. Nilai daya hantar tistrik (DHL pada minggu ketiga terdeteksi 16,66% sumur naik, dan 83,30% sumur turun, sedangkan pada minggu keenam 49,98 % sumur DHL-nya naik, dan 49,98% turun. Nilai pH pada minggu ketiga terdeteksi 100% sumur turun, sedangkan minggu kelima 66,64 % turun dan 33,33 % sumur p

  5. EFIKASI SUPLEMENTASI ZAT GIZI PADA IBU HAMIL TERHADAP HASIL KEHAMILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prita Dhyani Swamilaksita

    2017-03-01

    Full Text Available Background. The prevalence of anemia in the world still reached 41.8% and 11.9% in Indonesia. This problem requires special attention because it may cause interference or constraint on fetal growth, both in body and brain cells. Anemia can also cause death of the fetus, abortion, congenital defects and low birth weight (LBW. This can lead to maternal morbidity and mortality and increased perinatal mortality. Activities of anemia prevention and control issues have been widely implemented in the form of 90 tablets iron supplementation during pregnancy and special program for pregnant women with anemia (Hb<11 g/dl are given special treatment in the clinic or hospital. The impact of these programs has not been satisfactory, since there were still high prevalence of iron deficiency anemia causing abortion (10.2%, prematurity (4.3%, and growth retardation (7.8%. Some alternative were studied using either combination or multi-micronutrient supplementation. Method. This study was a systematic review approach, study using 11 studies on supplementation in pregnant women. The article were obtained through google schoolar scientific electronic publications. Meta-synthesis carried out to obtain a new concept or a theory and a deeper level of understanding regarding the topic. The criterias for the study were selected on study on supplementation of nutrients in for certain period of time on pregnant woman. Results. Results showed that multivitamin (MVM and multi-micronutrient (MMN supplementation are very effective in improving pregnancy outcomes compared to single one such as Fe supplementation or even compared to 2-3 suplement combination. For example Fe with folic acid or a combination of Fe with Vitamin C. Suggestion. It is recommended that supplementation should be given in early pregnancy, or even before pregnancy in order to store nutrients in the body to meet the increased needs during pregnancy.

  6. EFEK SUPLEMENTASI OMEGA-3 PADA PENDERITA ARTRITIS REUMATOID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reviana Christiani

    2012-11-01

    Full Text Available Effects of Omega-3 Supplementation on Patients With Rheumatoid Arthritis.A study on omega-3 supplementation was conducted to women of 55-90 years old with active rheumatoid arthritis who stay at home for elderly (in six nursing home in Bogor. The objective of this study is to see the effects of omega-3 supplementation on patients with active rheumatoid arthritis. Sixty subjects (respondents were devided into two groups. The first group, 30 respondents, were given an omega-3 capsuls (180 mg EPA and 120 mg DHA every day for two months; the second group, also 30 respondents, were given placebo capsules (equal. Data collected including identity of respondents, anthropometric, clinical status, radiology (rontgen, and blood sample analysis (LED and ARF. The results of this study showed that omega-3 supplementation proportionally decreased the quantity of patients with morning stiffness significantly, decreased the quantity of patients with joint swelling (not significant, failed inreducing the quantity of patients with joint pain, and failed in changing the value of RF (from + to - of patients. The omega-3 supplementation on patients with active rheumatoid arthritis also failed in decreasing the average of LED of the patients, and failed in changing the result of rontgen.Keywords: rheumatoid arthritis, EPA & DHA omega-3, supplementtaion, elderly.

  7. Fermentation of seaweed flour with various fermenters to improve the quality of fish feed ingredients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aslamyah

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT  The purpose of this study was to evaluate various types of fermentor for dry matter digestibility (DMD, organic matter digestibility (OMD, and the chemical composition of fermented seaweed. Five types of seaweed were used as substrates included green strain of Kappaphycus alvarezii, brown strain of K. alvarezii, Gracilaria gigas, Sargassum sp., and Caulerpa sp. The treatments were four fermentors, namely Bacillus sp. 2 mL/100 g of seaweed flour; 1.5% of tape yeast as a source of Rhizopus sp.; 1.5% of baker’s yeast as a source of Saccharomyces sp.; a mix of Bacillus sp., tape yeast of Rhizopus sp. and baker’s yeast of Saccharomyces sp. with compositions of 1 mL+1 g+1 g/100 g of seaweed flour; and control treatment. The results showed an increase in the percentage of DMD (21.94–27.76% and OMD (8.35–11.66% of all seaweed fermented using fermentor compared to control (DMD of 17.65–20.36% and OMD of 4.36–5.98%. Moreover, the highest result was obtained by the fermentor mix (DMD of 24.86–27.76% and OMD of 10.02–11.66%. Similar result was also found in the chemical composition of fermented seaweed, there was increase in protein content of 9.23–15.93% and nitrogen free extract (NFE of 56.05–70.26% in each seaweed treated with fermentation using fermentors, compared to controls (protein of 8.82–11.54% and NFE of 52.26–65.72%. Furthermore, the highest value was shown by seaweed fermented with mixed fermentors (protein of 9.92–15.93% and NFE of 58.47–70.26%. Yet, the opposite result was present in the ash, crude fiber, and fat content of seaweed fermented using fermentors of which the lowest value was found in treatment of mixed fermentor. Keywords: fermentation, fermentor, seaweed, quality, feed ingredients  ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi berbagai jenis fermentor terhadap kecernaan bahan kering (KBK, kecernaan bahan organik (KBO, dan komposisi kimia rumput laut terfermentasi. Lima jenis rumput

  8. Laju Pertumbuhan SomatikKappaphycus alvarezii Di Perairan Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nally Y.G.F. Erbabley

    2014-05-01

    Full Text Available Rumput laut Kappaphycus alvareziidijadikan unggulan bagi pengembangan dan peningkatan komoditi sumber daya laut di Maluku Tenggara dan merupakan komoditas unggulan yang ditetapkan oleh PEMDA Maluku Tenggara. Aspek penting dan karakteristik menguntungkan yang berkaitan dengan pengembangan budidaya rumput laut ini antara lain meliputi aspek ekonomi, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan harian (pertumbuhan somatik Kappaphycus alvarezii varieatas hijau dan coklatdi perairan desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara.Penelitian dilakukan di perairan desa Sathean pada bulan Januari-September 2013 dengan 2 (dua perlakuan bibit yang dipelihara selama 6 kali musim tanam.Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan metode longline. Hasil penelitian menunjukanparameter kualitas air diamati secara in-situ selama pemeliharaan berlangsung.Oksigen terlarut (DO pada stasiun I - III berkisar antara 3.4-4.58  ppm,  suhu  300C,  salinitas  antara  27-32  ppt,  pH  berkisara  antara  8.15-8.26. Sedangkan nilai nitrit (NO2 0.009 mg/L, nitrat (NO3 < 5 mg/L,  ammonia (NH3 berkisar antara 0.0010– 0.126mg/L dan phosphat (PO4 berkisar antara <0.25 mg/L.Laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan rata-rata harian Kappaphycus alvarezii selama pemeliharaan (42 hari adalah nilai rata-rata pengukuran rumpur laut pada long line 1- long line 5, dengan periode penanaman I - IV di desa Sathean diperoleh untuk bibit varietas hijau (BHT berat rata-rata tertinggi ditemukan pada periode penanaman IV pada long line 4 dengan berat yaitu 407 gr sedangkan nilai rata-rata terendah ditemukan pada periode penanaman I pada long line 5 dengan berat 24 gr. Sebaliknya berat  rata-rata rumput laut dengan bibit varietas coklat (BCT ditemukan bahwa berat tertinggi masih pada periode ke IV long line ke 2, dengan berat 427 gr sedangkan berat terendah ditemukan pada periode penanaman I long line 5 dengan berat 52 gr. Waktu tanam pada bulan

  9. Analisis Tekuk Lateral Pipa Gas Bawah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrotul Laeli Hidayaturrohmah

    2016-08-01

    Full Text Available To prevent solidification on the pipeline, hydrocarbon is transferred in high temperature and high pressure. High presure and temperature lead to axial tension appearence along the pipeline. Interaction between soil and the surface of pipeline trigering frictional resistance which holding axial force on the pipeline and could cause the occurence of global buckling. According to DNV RP F110, global buckling may occur in several directions which one of them is in the lateral direction. Lateral buckling usually occurs only in the exposed pipe which occurs when the compressive force on the pipe imperfection released at one point so that the excess force in the slip zone turn into buckling. According to DNV RP F 110, there are three methods of analysis that can be used to perform the analysis of lateral buckling the pipe. Those are methods of Hobbs, Van GAF, and Spinazle. In this paper, lateral buckling analysis performed on a 7.67 km subsea gas pipeline by using Hobbs method which concluded that the pipeline has the potential to lateral buckling. Analysis by using software ABAQUS was also carried out to determine the location of the lateral buckling which is the location where overstressed occur.

  10. PENATAAN RUANG LAUT BERDASARKAN INTEGRATED COASTAL MANAGEMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Sunyowati

    2008-10-01

    Full Text Available The planning of coastal spatial arrangement must be put in the valid spatial planning system. Law Number 26 of 2007 on Spatial Planning and it is in fact related with land spatial planning, although that ocean and air spatial management will be arranged in separate law. The legal for coastal zone management is determined by using the principles of integrated coastal management by focusing on area or zone authority system. The integrated of coastal zones management regulations should be followed by the planning of coastal spatial arrange­ment. Therefore, certain synchronization at coastal zones governance is very important issue since by integrating and coordinating other related regulations and therefore conflict of norm can be minimized in the spatial planning coastal zone.

  11. Kajian Rumput Vetiver Sebagai Pengaman Lereng Secara Berkelanjutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Susilawati

    2016-12-01

    Full Text Available Flores is the island in the NTT province, which has a row of volcanoes, with the mountainous topography. Transportation is state road, along the coast with high cliffs on the other side. That often causes problems during the rainy season as several landslides. Various methods are used to overcome this landslide. Studies on vetiver grass as slope protection done to secure the slopes on a sustainable basis. First, an evaluation done for the slope construction along the slope safety from Nangaroro to Aegela, which are using vetiver grass as a safety slopes in addition to other security structures. It is also done for the same job of the road from Ende to Nangaroro and Ende-Detusoko. This study covers the technical aspects, ecological, construction and sustainability of the infrastructure that has been built. Furthermore, it is done the literature study to find more appropriate method, environmentally friendly and sustainable in securing these slopes problematic. From the literature studies and the field survey done, it can be concluded and recommended several models of eco-friendly structural design of vetiver grass and geotextile for slope protection, which is based on technical-meet standard strength, ecologically-friendly environment, locally-developed local wisdom, so it is easy to construct.

  12. PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ASTER DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN BARAT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Sulistyo Rini

    2010-10-01

    Full Text Available Oceanographical temperature in Java Sea is very important to be considered. This research was combines in-site observation technique, Geographical Information System (GLS and remote sensing in order to get accurate, present and updateable data. The aim of this research is to determine the distribution of sea-surface temperature and accuration-test value in Java Sea especially on western coast of Madura using ASTER satellite imagery. This research were used software of ENVI 4.5, ILWIS 3.3, and ArcGIS 9.3 and also changed the radian value until °C. Result showed that using ASTER satellite imagery within band 10 range between 32 "C-35 "C. Band 11,between 24.9"C 25,2"C. Band 12 between 16,7"C to 17"C. Band while band 13 abd 14 between 30.7, band 28. Band 11 is more accurate compared to Band 10, 12, 13. 14, the RMS Error on band 11 showed lower value compared to the other band.Keywords: Sea-surface Temperature. ASTER satellite imagery. Java Sea, Western coast of Madura

  13. Kajian Kualitas Perairan Laut Kota Semarang Dan Kelayakannya Untuk Budidaya Laut

    OpenAIRE

    Riyadi, Agung

    2005-01-01

    Marine culture develoment at Semarang Central java coast is notincreased. Based on water quality, a good water quality conditions at line 3,beside far for human activities, the dissolved oxygen and turbidity level stillsuitable for marine culture activities. The dissolved oxygen value from 4.8 – 5mg/l. Comparing with the second station (line l and 2) dissolved oxygen (DO) israther low and turbidity level is very hight, turbidity value until 4 FTU. The method using digital device Chlorotech ty...

  14. KAJIAN KUALITAS PERAIRAN LAUT KOTA SEMARANG DAN KELAYAKANNYA UNTUK BUDIDAYA LAUT

    OpenAIRE

    Riyadi, Agung

    2011-01-01

          Marine culture develoment at Semarang Central java coast is notincreased. Based on water quality, a good water quality conditions at line 3,beside far for human activities, the dissolved oxygen and turbidity level stillsuitable for marine culture activities. The dissolved oxygen value from 4.8 – 5mg/l. Comparing with the second station (line l and 2) dissolved oxygen (DO) israther low and turbidity level is very hight, turbidity value until 4 FTU. The method using digital device Chlorot...

  15. SIKAP AFEKTIF IBU TERHADAP IKAN LAUT NYATA MENINGKATKAN APRESIASI ANAK MENGONSUMSI IKAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Waysima

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The relationship of mother’s attitude towards specific food consumption is known to influence children’s attitude and eating behavior. Fish consumption is critical towards children development, such as brain development and overall physical health. The objectives of this research were to elaborate the determinants of children’s appreciation for consuming fish or attitude towards consuming fish. This cross-sectional study was conducted in two different locations in Central Java in a coastal and in a non-coastal area. There are 248 students from the fifth and sixth grades of elementary schools participating as subjects, which is the same as that of their mothers. Observations and interviews were carried out using standardized questionnaires to describe the mother and children relationship that determined children’s appreciation for consuming fish by using path analysis. The results showed that location of residence namely coastal area, family collective eating pattern, mother’s affective attitude towards fish and mother’s higher education significantly improved children appreciation for consuming fish. However, cognitive attitude and conduct to make fish available in family menu did not contribute significantly to children appreciation for consuming fish. It can be concluded that even though mother understands the benefits of fish and makes fish available in family menu, when children unable to feel her preference towards fish, children will not appreciate to consume. Therefore, mother’s preference towards fish needs special considerations, since it positively influence children’s appreciation for consuming fish, which will contribute importantly to children’s well-being. Key words: Elementary  students,  attitude  toward  consuming  fish,  mother’s  affective                   attitude.

  16. KANDUNGAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN E BEBERAPA JENIS DAGING, TELUR, IKAN DAN UDANG LAUT DI BOGOR DAN SEKITARNYA (VITAMIN B6, B9, B12 AND E CONTENT OF SEVERAL TYPES OF MEATS, EGGS, FISHES AND MARINE SHRIMPS IN BOGOR AND SURROUNDING AREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Food Composition Table (DKBM in Indonesia has not mentioned all types of nutrients available in the food, particularly vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E. Therefore this study aimed to analyze the content of vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E in several types of meat, eggs, fish and marine shrimps consumed in Bogor and surrounding areas. Vitamin B6, B9, B12, and vitamin E from three kinds of meat (chicken, beef, lamb, two types of eggs (chicken, duck, and four species of fish (snapper, bloating, carp and tuna and crayfish are analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC. The samples used are raw and taken from three locations in Bogor and surrounding areas. Fishes, meats and eggs contain high levels of folic acid, however the amount of folic acid content in meat varies depending on which part of meat the samples are taken, types of organ, and the fat content of the meat. The folic acid content in chicken wings is different with those in thigh. In fatty mutton the folic acid is higher than in those lean meat, and in yolk is higher than those in egg white. Vitamin E content of snapper is the highest amongs other types of fishes (6.54 µg/100 g.Chicken eggs contain a higher amount of vitamin E than duck eggs, while the yolk contains ahigher amount of vitamin E than those egg white. Keywords: animal foods, vitamin B6, vitamin B9 (folic Acid, vitamin B12, vitamin E   ABSTRAK Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM yang ada di Indonesia belum memuat semua jenis zat gizi dalam makanan, khususnya vitamin B6, B9 (asam folat, B12 dan vitamin E. Menganalisis kandungan vitamin B6, B9 (asam folat, B12, dan vitamin E dalam beberapa jenis daging, telur, ikan dan udang laut yang dikonsumsi masyarakat di Bogor dan sekitarnya. Kandungan vitamin B6, B9, B12 dan vitamin E dari tiga jenis daging (ayam, sapi, kambing, dua jenis telur (ayam, itik, serta empat jenis ikan (kakap, kembung, mas, tongkol dan udang laut

  17. PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI ASAM AMINOBERCABANG TERHADAP PRESTASI PEJUDO DI PUSLATNAS JUDO CILOTO, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. S. Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa faktor berpengaruh terhadap peningkatan prestasi olahragawan, antara lain bobot latihan fisik dan masukan zat gizi, terutama saat dan menjelang bertanding. Kebutuhan energi diharapkan bagi olahragawan lebih besar daripada bukan olahragawan. Bila energi dari karbohidrat dipakai terus menerus selama bertanding, kebutuhan energi diambil dari protein. Bila keadaan tersebut berlanjut dapat menurunkan prestasi olahragawan tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dengan disuplementasi asam amino bercabang ke dalam makanan olahragawan akan digunakan pada waktu proses metabolisme protein sebagai sumber energi selama bertanding. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bila ke dalam makanan olahragawan diberikan asam amino bercabang (BCAA akan meningkatkan prestasi olahragawan. Subyek diambil dari cabang olahraga judo sebanyak 15 orang pejudo yunior, umur antara 14-19 tahun, dibagi dalam 2 kelompok (A dan B masing-masing terdiri dari komposisi, berat badan dan jenis kelamin yang sama, tinggal di asrama dan mendapat makanan yang sama pula. Perlakuan ada 3 periode, masing-masing selama 12 hari. Periode I subyek diberi kapsul placebo ke dalam makanannya selama 12 hari. Hari ke 11 subyek diperiksa keadaan klinis, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode II, subyek diberi kapsul placebo selama 12 hari, pada hari ke 11 dilakukan pemerlksaan klinis, biokimia darah menjelang uji kebugaran jasmani. subyek diberi kapsul asam amino bercabang (BCAA. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode III, pemberian kapsul placebo diganti dengan kapsul yang berisi asam amino campuran selama 12 hari. Pada hari ke 11 diperiksa ulang klinis dan biokimia darah. Menjelang uji kebugaran jasmani subyek diberi kapsul BCAA. Parameter yang digunakan adalah masukan dan keluaran energi, zat gizi makanan yang dikonsumsi, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Periode I, II, III, dengan melalui statistik uji-t. Hasil dari penelitian tersebut sebagai berikut: Penggunaan energi pada perlakuan Periode II lebih besar dari masukan energi. Keadaan biokimia darah selama 3 macam perlakuan (PI, PII, PIII tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Uji kebugaran jasmani selama 3 periode dibandingkan dengan standar minimum dari KONI, beberapa kegiatan memberi pengaruh, terutama yang menggunakan otot walaupun setelah diuji t memberikan hasil yang tak nyata. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian asam amino bercabang (BCAA terhadap para pejudo yunior sedikit meningkatkan prestasi terhadap beberapa kegiatan uji kebugaran jasmani, yaitu yang menggunakan tenaga otot, sedangkan terhadap ketahanan fisik (endurance belum tampak pengaruhnya.

  18. Pengaruh Suplementasi Infusa Daun Sirih (Piper betle L. terhadap Kualitas Telur Puyuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fensa Eka Widjaya

    2018-04-01

    Full Text Available Natural feed additive supplementation could lead to higher production performance of quails on many occasions. This study was aimed to evaluate the effect of Piper betle L. (betel leaf infuse supplementation on egg characteristics of quails. Quails were raised in Slamet Quail Farm, Sukabumi, West Java, Indonesia for 3 months. Quails had been fed adlibtum using a commercial diet. Betel leaf supplementation in different concentration had been given to replace drinking water. The treatments were P0: 0% supplementation, P1: 10% supplementation was given since day old quail (DOQ, P2: 20% supplementation was given since DOQ, P3: 30% supplementation was given since DOQ, P4: 10% supplementation was given since laying phase, P5: 20% supplementation was given since laying phase, P6: 30% supplementation was given since laying phase. The results showed that betel leaf infuse supplementation reduced the weight of egg shell, increasing the weight of egg albumin and increased egg weight significantly (P0.05 on another egg quality variables. It could be concluded that betel leaf infuses supplementation could affect the egg shell, albumin, and egg weight without affecting other egg quality traits. Overall, betel leaf supplementation could be applicated because it could increase egg albumin quality and egg weight. Even though additional handling is needed because betle leaf infuses supplementation could reduce egg shell quality and the egg could break easily.

  19. Pengaruh Suplementasi Baking Soda dalam Pakan terhadap Urea Darah dan Urea Susu Sapi Perah Laktasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W. A. Harjanti

    2017-06-01

    Full Text Available The aim of the research was to assess the effect of suplementation of sodium bicarbonate in feed rations on the concentration of Blood Urea Nitrogen (BUN and Milk Urea Nitrogen (MUN of lactating dairy cattle. The materials used were 12 lactating Friesian Holstein cattle in the 1th lactation period and the month lactation of 5 and 6th. The experiment used a completely randomized design with 3 treatments and 4 replications. The experimental treatmens were basal ration (T0, and basal ration supplemented with 0,8 % (T0 and 1 % (T2 of sodium bicarbonate, on a dry matter (DM basis. The parameters determined were crude protein intake (CPI and the concentration of BUN and MUN. The data were analyzed using variance the F-test. The result showed that the CPI, and the concentration of BUN and MUN were not affected by the treatments. The CPI were 2.097,43 ; 2.079,19 and 2.053,17 g/d. The concentration of BUN were 14,04 ; 13,05 and 12,75 mg/dl, whereas the concentration of MUN were 12,43 ; 10,01 and 10,07 mg/dl for T0, T1 dan T2 respectively. Overall, 0,8 and 1% of sodium bicarbonate supplementations into feed ration was not found to significantly alter the quantity of crude protein intake and the concentration of BUN and MUN in lactating dairy cattle in the present study.

  20. Suplementasi Urea Molasis Blok untuk Meningkatkan Penampilan Kambing Peranakan Etawah yang Diberi Pakan Hijauan Gamal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Siti

    2012-10-01

    Full Text Available The supplementation of urea molasses block for increasing performance of ettawah crossbred goats fed diet containing gliricidia spium green forage ABSTRACT. The aimed of this experiment to study the supplementation of urea molasses block for performance increased of ettawah crossbred goats fed diet containing Gliricidia spium green forage has been conducted at Tabanan regency and Animal Nutrition Laboratory. The Latin Square Design which four treatments and four replicates was used in this experiment. The four treatments were the levels of urea molasses block : 0, 50, 100 and 150g respectively. The animal access to ad libitum Gliricidia spium green forage and drink water. The animal fed twice a day urea molasses block at the morning and at the afternoon. The variables which were observed including feed consumption, nutrient digestibility, body weight gain and feed conversion ratio. The result of this experiment showed dry matter feed consumption, drink water, nutrient digestibility of the four treatments is not significantly different (P >0.05. The body weight gain at treatment C was significantly higher (P <0.05, but feed conversion ratio (FCR was significantly lower (P <0.05 than treatments A, B and D. From the results in this experiment it can be concluded that the used of urea molasses block 100g on the effect to increased the performance of ettawah crossbred goats with basal diet Gliricidia spium green forage.

  1. Pengaruh suplementasi tablet Fe dengan supervisi suami pada ibu hamil terhadap umur kehamilan di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhuto Widagdo

    2005-07-01

    Full Text Available Background: The high prevalence of anemia pregnant women anemia in Indonesia reaches 50%–70%, and it is caused by many factors. First, it may be caused by low compliance of iron supplementation and second, it may be caused by bad distribution of iron supplementation. This prevalence results some effect: high maternal mortality rate, neonatal mortality rate, anemia in infancy, and low productivity. One solution to overcome this prevalence is by giving iron supplementation to pregnant women with husband’s supervision. Objective: This study aims to examine the relationship between iron supplementation with compliance, Hb value, and average of age gestation under husband’s supervision. Methods: This was quasi experimental non-equivalent control group design. Subjects were pregnant women aged 20–28 weeks whose hemoglobin level 8 gr/dl to 15 gr/dl. Subject were taken from three sub-districts of Bantul District, Special Teritory of Yogyakarta. Subject were divided into two groups, the first group (n=55 received 60 mg iron supplementation with husband’s supervision and the second group (n=65 received 60 mg iron supplementation without husband’s supervision. Results: The compliance of first the group was higher than the second group (x2=19,48 p0,05. In the second group, iron supplementation was also effective to increase Hb level and it is statistically significant (p<0,05. The difference of Hb level between two groups was insignifi cant. After the predictor variable was controlled using multivariate regression test, it showed that iron supplementation with husband’s supervision was effective to increased Hb level 0,8 gr/dl and statistically signifi cant (p<0,05. The gestation average of two groups was similar, but after predictor variable was controlled using multivariate test, it showed that iron supplementation with husband’s supervision had one week gestation longer than those group without husband’s supervision. Conclusion: Iron supplementation with husband’s supervision are effective to lengthen one week age gestation.

  2. SUPLEMENTASI STEROL LEMBAGA GANDUM (Triticum sp. PADA MARGARIN (Supplementation of Margarine with Wheat Germ Sterol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Anna Marliyati1*

    2010-06-01

    Full Text Available Margarine is a water in oil (w/o emulsion product which is widely used for household cooking and baking industry. Consuming of margarine, which contains trans fatty acid may cause health problem due to the increase of LDL cholesterol. Since margarine is also a good carrier of phytosterol which prevent the absorption of cholesterol, there is a possibility to formulate a healthier margarine. In this research formulation and characteristics of products was investigated. The research work consisted of two steps: (1 supplementation of wheat germ sterol into margarine (two methods and (2 analysis of physical, chemical characteristics and hedonic score. Parameters of physical characteristics were melting point and emulsion stability, whereas chemical characteristics were water and oil contents. The hedonic test was carried out based on product’s color, odor, taste, texture, and spreadability. Results showed that method II of supplementation produced better margarine than method I, in which the concentration of sterol in the margarine was higher with a melting point similar to that of control, better emulsion stability, and higher hedonic score. Supplementation process was carried out by mixing sterol into fat phase melted at 50 0C, followed by mixing with aqueous phase at 4 0C. Sterol used for method II was extracted using mixed solvent of hexane and ethanol at the ratio of 1:2 (v/v, which was resulted from previous experimentation.

  3. Peningkatan Performa Ayam Broiler dengan Suplementasi Daun Salam [Syzygium polyanthum (Wight Walp] Sebagai Antibakteri Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Wiryawan

    2007-04-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to determine the effect of bay leaves (S. polyanthum (Wight Walp used in the diet as E. coli antibacteria in improving broiler performances. This experiment used 180 day old chicks (DOC of Cobb strain which were kept in litter system for five weeks. The experiment used completely randomized design with six treatments and three replications consisting of 10 broilers in each replication. The treatment diets were R0 = control diet, R1 = R0 infected with E. coli, R2 = R1 + 1% bay leaves, R3 = R1 + 2% bay leaves, R4 = R1 + 3% bay leaves, R5 = R1 + antibiotic. The data were analyzed with analysis of variance. The variables observed were feed consumption, body weight gain, final body weight, feed conversion ratio, mortality, and total colony of E. coli in broiler excreta. The results showed that the use of bay leaves up to 3% in the ration increased broiler performance by increasing feed consumption and body weight gain, depressing the number of E. coli in excreta, and reducing mortality compared to the other treatments, but it did not affect the feed conversion ratio.

  4. Suplementasi ekstrak albumin ikan gabus terhadap status gizi dan imunitas pasien stroke

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivien Novarina Kasim

    2017-01-01

    Full Text Available Background: Malnutrition and immunology change in stroke would affect the outcome of the stroke patient. The supplement of the extract of snakehead fish as an alternative is expected could reduce the effect pasca stroke. Objective: This study aims to assess the effect of snakehead fish supplementation on nutritional status, levels of albumin, TLC and TNF-α in stroke patients. Method: This type of study is a quasi-experimental, pre-test post-test group design, by providing treatment to the subject of research and treatment effects were measured and analyzed. Subjects were divided into two groups; a first group which receives 3 x 2 capsule of snakehead fish supplementation as well as diet and nutrition education (intervention group and the second group that received only diet and education (control group. Results: From the results, it was found that nutritional status, which was obtained by measuring UAC in cases and controls are good (SG ≥ 85% but no significant differences between them (p=0.914. There are significant differences between albumin levels before and after intervention (p=0.023 with an average increase of 0.2 g/dl, but not in the control group (p=0.931. For TLC values increased in the intervention group (990,5 sel/mm3 and a decrease in the control group (645,03 sel/mm3 with a significant difference in both groups (p=0.034. There was a decrease of TNFα in both group; for cases (mean=-2.91 and controls (mean=-2.58 with significant differences between the two groups (p=0.001. Conclusion: The supplementation of an extract of snakehead fish could increase the albumin and TLC level and decrease the TNFα in stroke patients.

  5. DAMPAK SUPLEMENTASI YODIUM PADA IBU ATAU BAYI TERHADAP STATUS YODIUM, STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ance M. Dahro

    2012-11-01

    Full Text Available plementasi yodium pada ibu menyusui dan bayi di 2 kecamatan Magelang. Responden adalah ibu menyusui sebanyak 216 orang dan bayinya yang berumur 7-12 minggu dalam keadaan sehat. Responden dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu I: ibu dan bayi diberi kapsul yodium; II: hanya ibu yang diberi kapsul yodium; III: hanya bayi yang diberi kapsul yodium; IV: ibu dan bayi sebagai pembanding. Yodium yang diberikan pada ibu menyusui dosis 200 mg, sedangkan untuk bayi dosis 100 mg. Dilihat dampaknya pada status yodium melalui pemeriksaan yodium dalam urin bayi pada hari ke 0, 1, 7, 60, 90 dan 180 dihitung dari hari pertama intervensi; kadar hemoglobin pada hari ke 180 dan status gizi bayi berdasarkan hasil pengukuran anthropometri pada hari ke 0, 90 dan 180. Dari hasil penelitian didapati median kadar yodium dalam urin bayi kelompok I, II dan III naik mencapai puncaknya pada hari pertama setelah pemberian kapsul yodium masing-masing yaitu 27450 ug/l, 15500 ug/l dan 26000 ug/l. Bila dibandingkan dengan awal pemeriksaan kenaikan ekskresi yodium dalam urin kelompok I, II dan III masing-masing adalah 283 kali, 152 kali dan 245 kali. Yodium dalam urin bayi kelompok I dibandingkan dengan kelompok II diasumsikan tidak sama pada setiap waktu pemeriksaan ternyata cenderung tidak terlalu berbeda. Yodium dalam urin bayi pada hri pertama kelompok II dan kelompok III yang bila dibandingkan dengan ekskresi yodium urin kelompok I menunjukkan bahwa ekskresi kadar yodium urin bayi makin tidak konsisten bila dosis suplemen makin tinggi. Ekskresi yodium dalam urin bayi yang mendapat yodium dosis hanya 100 mg ternyata jumlahnya cenderung sama dengan ekskresi yodium dalam urin ibu yang memperoleh dosis 200 mg, yang menunjukkan adanya perbedaan toleransi penyerapan yodium oleh tubuh bayi dan dewasa. Bayi yang hanya mendapat ASI saja (kelompok II ekskresi yodium dalam urinnya sudah menggambarkan kecukupan perolehan yodium pada bayi hingga hari ke 180. Pada akhir penelitian bayi dengan status gizi baik (standar BB/U, WHO-NCHS dari ketiga kelompok perlakuan jumlahnya turun sekitar 5-8% dan kelompok pembanding naik 1%, sedangkan bayi dengan status gizi kurang pada ketiga kelompok perlakuan jumlahnya naik 5-10% dan kelompok pembanding turun 1%. Riwayat penyakit seminggu sebelum pemeriksaan menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan angka sakit pada setiap kali pemeriksaan meningkat jumlahnya, tidak demikian pada kelompok pembanding. Hal ini sesuai dengan data status gizi baik pada kelompok perlakuan yang cenderung menurun, sehingga pemberian yodium tidak terlalu berpengaruh terhadap status gizi. Kadar hemoglobin setiap kelompok bayi pada hari ke 180 cenderung sama dan tidak berbeda bermakna (Fsign=0.919. Kadar Hb kelompok I, II, III dan IV masing-masing yaitu 11.1±1.07, 11.2±1.03, 11.1±1.12 dan 11.1±1.17 ug/dl, sehingga dapat dikatakan pemberian yodium tidak berpengaruh pada kadar hemoglobin.

  6. Suplementasi Tepung Putih Telur untuk Memperbaiki Nilai Nutrisi Snack Ekstrusi Berbahan Grits Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiman

    2009-12-01

    Full Text Available Snack is popular for children and adult. It could be made by extrusion process. Snack is low in protein content because it is made up of cereal such as rice and corn. On the basis of nutritional and functional properties, egg was used in food industries. The objectives of the research were to analyze the nutrient content and in vitro digestibility of extruded snack from corn grits which was supplemented by egg white powder as a protein source. Randomized complete block design was used in this experiment with production periods as block. Water content was not significantly different between treatments. Supplementation with 10% egg white powder significantly increased the fat content of extrusion snack. Protein content and digestible protein increased significantly as increasing of egg white powder added. Protein digestibility of products with 10%, 15%, and 20% of egg white addition was significantly lower than those added with 0% and 5% egg white. Protein, fat, and carbohydrate linkage had formed porous product. This linkage affects product nutritive content and digestibility.

  7. Suplementasi Tepung Putih Telur untuk Memperbaiki Nilai Nutrisi Snack Ekstrusi Berbahan Grits Jagung

    OpenAIRE

    Budiman, C; Wulandari, Z; Suryati, T

    2009-01-01

    Snack is popular for children and adult. It could be made by extrusion process. Snack is low in protein content because it is made up of cereal such as rice and corn. On the basis of nutritional and functional properties, egg was used in food industries. The objectives of the research were to analyze the nutrient content and in vitro digestibility of extruded snack from corn grits which was supplemented by egg white powder as a protein source. Randomized complete block design was used in this...

  8. KAJIAN PENGEMBANGAN PERIKANAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN MUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlenny Sirait

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji komoditas unggulan perikanan dalam upaya pengembangan perikanan dan menyusun strategi kebijakan produksi perikanan yang didasarkan pada komoditas unggulan di Kabupaten Muna.  Hasil analisis LQ diperoleh  bahwa perikanan darat merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Muna, dengan arah pengembangan komiditi rumput laut dan budidaya kerapu. Dalam menjamin keberlanjutan dari usaha perikanan di kabupaten Muna maka diarahkan diantaranya (1 Pengembangan sumber daya manusia mulai dari proses produksi, penanganan pasca panen dan pengolahan sampai kepada pemasaran (2 Pengembangan kelembagaan KUB pembudidaya rumput laut perlu segera difasilitasi di seluruh kawasan perikanan. (3 Pengembangan teknologi budidaya perlu dilakukan khususnya dalam rangka menghadapi perubahan iklim global (4 Pengembangan sarana dan prasarana pengembangan komoditas unggulan.Kata Kunci: perikanan, komoditas unggulan, Kabupaten Muna STUDY ON THE DEVELOPMENT OF FISHERIES MAIN COMMODITIES OF MUNA DISTRICT This study was conducted to assess the main commodity fishery in the development of fisheries and fishery production policy strategy that is based on the main commodity in the Muna District. LQ analysis results showed that inland fisheries were the main commodity in the Muna, especially supported by the development of seaweeds commodity and grouper aquaculture. In order to ensure the sustainability of fisheries in Muna then directed polices includes (1 development of human resources from production, post harvest handling and processing to fulfill market demand (2 institutional development KUB of seaweed farmers needs to be facilitated throughout the area of fisheries. (3 development of cultivation technology needs to be done, especially in order to face global climate change (4 development of infrastructure development of main commodities.Key Words : fisheries, main commodity, Muna district

  9. pemeliharaan yuwana abalon (Haliotis squamata TURUNAN F-1 SECARA TERKONTROL DENGAN JENIS pakan BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Susanto

    2016-11-01

    Full Text Available Abalon (Haliotis squamata merupakan jenis kekerangan yang mulai dikembangkan untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Tingkat pertumbuhan abalon sangat lambat sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memacu pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pakan yang cocok dan dapat memacu pertumbuhan yuwana abalon. Biota uji yang digunakan adalah yuwana abalon dengan ukuran panjang cangkang awal 12,51 ± 1,27 mm, yang ditempatkan dalam wadah plastik berukuran 35 cm x 25 cm x13 cm, diisi dengan kepadatan 25 ekor/wadah. Perlakuan jenis pakan berbeda adalah (A pelet, (B pakan rumput laut (Gracilaria spp., dan (C kombinasi rumput laut dan pelet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap tingkat pertumbuhan panjang, lebar cangkang, dan bobot badan yuwana abalon turunan F-1. Abalone (Haliotis squamata is one of shellfish to develop for market demand. The growth of abalone is slow and this experiment was purposed to increase to find out the suitable kinds of feed to promote the growth of abalone juvenile in hatchery. The rearing of abalone juvenile was conducted in plastic boxes size of 35 cm x 25 cm x 13 cm, filled with density of 25 ind./box with initial shell length of 12.51 ± 1.27 mm. The experiment applied different kinds of feed, (A pellet, (B seaweed/Gracilaria spp., and (C combination of seaweed and pellet with three replicates in each treatment. The result of the experiment indicated that different feeding resulted in significant difference (P<0.05 on growth of width and length of shell and body weight abalone juvenile F-1 generation.

  10. Sistem Pengolahan Air Laut Menjadi Air Minum Menggunakan Tenaga Matahari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswadi Iswadi

    2013-07-01

    Full Text Available Has done research about the system of purification of sea water into drinking water using solar energy. Utilization of solar energy as power naturally adopts the system of evaporation that occurs in a siklur water. Design and construction of tools created in the shape of a pyramid so that the absorption of thermal energy from the Sun can be maximum. Methods of work of the system is very simple, namely the souls imprisoned in the air that the pyramid would experience an increase in temperature significantly along with the searing Sun. The temperature of the hot air in the space pyramid is causing sea water which is at the bottom (floor pyramid will evaporate and stick on the wall side of the inside of the pyramid. With the help of gravity, the water vapour will fall in the form of green ears water down the wall of the pyramid. The water will flow through the channel leading into the shelter is. This water is not already contain salt and pure water is so that it can be consumed directly. The results showed that the pyramid with size 160 cm x 160 cm 3 mm fiberglass-wall capable of producing fresh water as much as 2,100 mL. These results have been tested in the laboratory with a result salinity = 0,0 at T = 29,4 °C; TDS = 11 mg/L, 22.2 ms/cm conductivity, at T = 29.3 °C, no taste and no smell.

  11. PEMANFAATAN WAKTU LUANG NELAYAN DI LUAR PEKERJAANNYA KE LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariyam Musawa

    2016-03-01

    Full Text Available In order side of his work in fishing and sailing on the sea, the fisherman has a lot of time that useless effectively. There are many hours that can be used for increasing his income or earning. His unoccupied time generally used for selling “bakso”, as a driver of “ojek” small trading, boot rental for fishing as hobbies etc. Using this unoccupied time ussally caused of the grand wave on the sea, so, it’s dangerous for him to sail. Other fisherman has skill to make something got from the sea has value added, like to make “terasi”. The fisherman got the information from the government how to develop his skill to increasing his income.

  12. Perancangan Konstruksi Turbin Angin Diatas Hybrid Energi Gelombang Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musfirotul Ula

    2014-09-01

    Full Text Available Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Prinsip dasar kerjanya yaitu mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik. Turbin angin yang dirancang yaitu diatas floating. Maka diperlukan perancangan konstruksi turbin angin dengan dipilih tipe Vertical Axis Wind Turbine dengan blade yang sudah ada di pasaran dengan merk ‘Richuan’. Dengan spesifikasi power 5 KW, dimensi blade (4x0,6 m, jumlah blade 5, tinggi tower 8 m, diameter rotor 2,5 m, kecepatan laju angin 10 m / s, kecepatan angin beroperasi 3-25 m / s, dan 100 rpm. Kemudian konstruksi turbin angin akan digambarkan menggunakan software Solidworks dengan pembuat pemodelan terlebih dahulu. Model yang sudah dibuat kemudian di simulasikan untuk mendapatkan hasil analisa. Beban eksternal untuk di input sebesar 655 N dan 1300 N. Dari hasil simulasi dan analisa turbin angin diperoleh hasil untuk stress von mises sebesar 10,583,224.00 N / m2, displacement sebesar 7.781 mm, strain maksimal yaitu sebesar 3.84126, dan safety factor minimal yaitu sebesar 23.62. Dapat disimpulkan perancangan konstruksi turbin angin ini aman untuk pembebanan yang sudah ditentukan

  13. STATUS BIO-EKONOMI PERIKANAN UDANG DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-03-01

    This paper presents result of the assessment of economic potential and optimal fishing effort of the shrimp fishery in the Arafura Sea, including estimated impact of increasing fishing pressure on the vessel profitability and the fishery profit. Based on the result of analysis, the optimal profitfrom the exploitation of the penaeid shrimp stock in the Arafura Sea was about US$ 168.4 million per year resulting from the operation of 388 units of shrimp trawlers. Although fishing effort from licensed vessels in 2011 was lower than the optimum level to optimal profit, the penaeid shrimp stock was overexploited as the intensity of illegal fishing by unlicensed vessels was high. Estimate of economic losses caused by illegal fishing is also presented.

  14. PENINGKATAN KADAR HISTAMIN PADA IKAN LAUT YANG SUDAH DIOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djarismawati Djarismawati

    2012-10-01

    Full Text Available  It was very difficult to recover the condition of people·s nutntion especially among the children during the economic crisis, even though that problem could be overcome by consuming protein especially from sea-fish. But handling food originated from sea-fish was very difficult, because sea-fish could be easily contaminated by toxins. In this study the histamine contents in fresh and processed sea-fish will be analized. The objective of the study was to test the best way of fish cooking to minimize the histamine content. The limiting time of the fish remain fresh after taken from the market was also studied. The result showed that the time taken to bring the fish from the sampling points to the laboratory and the way of fish cooking would influence the histamine content in cooked fish. We also found that cooking fish with coconut milk has resulted the lowest histamine content as compared with frying or roasting. Keywords: histamine, sea fish, nutrition

  15. POTENSI DAYA TARIK DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP EKOWISATA LAUT DI PULAU HARAPAN, TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU (TNKpS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meyliana Astriyantika

    2016-07-01

    Full Text Available Harapan Island is the area of the island situated in the settlement of the KepulauanSeribu Marine National Park (TNKpS. The abundance of natural resources of the sea and the beauty of the natural landscape into a tourist attraction to this location, so it looks the existence value of benefits and high economic value. This study done to assess the potential of natural resources to be the object of ecotourism activities in the Harapan island KepulauanSeribu Marine National Park (TNKpS, as well as assess the perceptions of visitors who do the activities of ecotourism in the location to know how the assessment of visitors to the satisfaction felt.Research conducted in december 2014 until april 2015, using a questionnaire, interviews and observations roomy to look at the location and the availability of the object of attraction.The results that the visitors who come to the location of the Harapan island in the dominant is the visitors who come in groups, and visitors can feel satisfied with what they get from ecotourism activities in the Harapan island. Harapan island of being the places are in the zone TNKpS settlement with the potential of natural resources abiotik (23,43%, algae (19,66%, hard corals (50,07%, soft corals (0,00%, corals die (3,24%, and biota other (3,60%.But as the object to the main tourist activities in the island of hope that is the beauty of the sea, coral reefs, ornamental fish and as tourist attraction of maritime and coastal tourist attractive to visitors.Based on the results of research, the latest data in TNKpS known that there are 36 the type of coral reefs and 56 kind of ornamental fish in the Harapan island. Keyword: harapan Island, Kepulauan Seribu National Park, marine ecotourism, perception of visitors, the potential of attractiveness

  16. STUDI PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT DI LAUT JAWA PADA MUSIM TENGGARA DAN BARAT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bardiyanto -

    2012-11-01

    Full Text Available caught and consumed by local community. Monsoon is the main factor governing the characteristics of the Java Sea. This research location is in Java Sea. Chlorophyll-a and SST data will be obtained from Aqua-Modis Satellite. Wind data is `from QuikScat Satellite. Sea surface height data is from Jason 1 Satellite. Fishery data will be taken from the Fishing Port of Dadap (West Java and Pekalongan (Central Java. Pattern of fish catching season will be analyzed using time series technique with ratio to moving average method. Effort optimum and MSY will be taken with Surplus production models by Schaefer (1957. The Total Allowed Catch is 80% x MSY. Wind direction during northwest monsoon flows southeastward and during southeast monsoon flows northwestward. Generally, wind speed and chlorophyll-a in Java Sea during southeast monsoon is relatively higher compare with it during northwest monsoon. Generally, SST and SSH in Java Sea during southeast monsoon is relatively lower compare with it during northwest monsoon. Correlation between chlorophyll-a and SST is inversely correlated with correlation coefficient - 0.578. Correlation value between wind speed and SST is -0.728. SST and SSH correlation is 0.78.During northwest monsoon, low potential area was bigger than potential area. This is cause by chlorophyll-a and low wind speed, SSH and high SST. Therefore, fish production becomes few. Potential area was located in western part of Java Sea. Meanwhile in southeast monsoon, mainly high potential area were in Bawean Island, Masalembo Island and Kangean Island. And potential area was over the Java Sea. This is cause by chlorophyll-a and high wind speed, SSH and low SST. This is indicating upwelling. So, fish production during southeast monsoon was bigger than during northwest monsoon. This match-up value between fishing ground GIS and fishing ground by fisherman is 80.2%. Catching season index shown that the increase of Indian Mackerel abundance is occurring in April and the maximum number is in July and Augustus. This is caused by the highest chlorophyll-a concentration (0.42 mg/m³ and a low SST (27-28ºC, so create a high primary productivity. This environment condition will support fish spawning. Optimum effort value is 345 vessel/month. And TAC value is 437.808 kg/month. The number of fishing vessel since 2002 increased to 2007, over optimum effort. Meanwhile, the fish production is over TAC until the end of 2004. Then it decreased under TAC to 2007. This indicates that fish catching of Indian Mackerel in Java Sea is classified over fishing. Correlation value between Indian Mackerel fish catch to ENSO in Java Sea is 0.127. This is indication of ENSO phenomena did not influence fish catching. F calculates is 6.513 with significant level 0.005. This means, chlorophyll-a and SST are together influence fish catching of Indian Mackerel in Java Sea. And correlation between fish catching with SST and chlorophyll-a is 0.57.

  17. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR LIPID Ulva fasciata TERHADAP Bacillus cereus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riong Seulina Panjaitan

    2017-01-01

    Full Text Available Abstract: The increasing of antimicrobial resistance in medical field has become a serious problem which is have to be solved by exploring raw material on natural product. Seaweed or macroalgae is one of marine natural wealth of Indonesia’s sea. In this research, lipid extraction of seaweed (macroalgae Ulva fasciata has been done according to Folch method by using sochlet and mixure of solvent namely chloroform:methanol (2:1/ (v/v. The result gave two phase namely chloroform phase (0,6% (v/b and methanol phase (7,79% (v/b. Furthermore, both of phase of crude extract lipid Ulva fasciata were tested their antibacterial activities against Bacillus cereus bacterial which is three times. Tetracyclin is used as positive control and the solvent (methanol-chloroform is used as negative control. The results were both of phase gave antibacterial activity namely 0,02 mm/ μg extract for chloroform phase and 0,02 mm/ μg extract for methanol phase.Abstrak: Peningkatan kasus resistensi antimikroba pada dunia medis telah menjadi masalah yang serius sehingga perlu dilakukan pengeksplorasian bahan baku untuk antibiotik khususnya dari bahan alam. Rumput laut (makroalga merupakan salah satu kekayaan alam hayati laut Indonesia yang memiliki kandungan lipid. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi lipid rumput laut (makroalga Ulva fasciata berdasarkan metode Folch dengan menggunakan sokhlet dan campuran pelarut yang digunakan yaitu kloroform:metanol (2:1/ (v/v. Hasil ekstraksi lipid Ulva fasciata menghasilkan dua fasa yaitu fasa kloroform sebanyak 0,6 % (v/b dan fasa metanol sebanyak 7,79 % (v/b. Selanjutnya kedua fasa ekstrak kasar lipid Ulva fasciata tersebut diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Bacillus cereus sebanyak tiga kali pengulangan. Kontrol positif yang digunakan adalah tetrasiklin dan kontrol negatifnya adalah pelarut yaitu kloroform dan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua fasa tersebut memberikan aktivitas antibakteri

  18. Pola produksi dan nutrisi rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense pada lingkungan alamiahnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohana Kamlasi

    2014-08-01

    Full Text Available The purpose of the study was to know the production system and nutrition content of Kume grass (Shorgum plumosum var. Timorense. The study used experimental method. The data were analyzed descriptively to know the production system and nutrition content of Kume grass. Two variables namely independent variables (cutting age and dependent variables (nutritive values, plant height, dry matter production, organic matter and crude protein were analysed statistically using correlation. The growth pattern of Kume grass from 14 to 112 days was polinomial. The increase of cutting age was followed by the increase of dry matter, organic matter, crude fiber and the decrease of crude protein. The crude fiber also increased together with the cutting age. Keywords:growth, production, nutrition, Kume grass

  19. Penggunaan Pupuk Kandang pada Padang Rumput di Lahan Kering Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harapin Hafid H

    2007-12-01

    Full Text Available Generally, the permanent pasture of dry farming in South East Sulawesi is dominated by the perennial grass and coppi plant, which have very low palatability and benefit for livestock. The aim of the research was to increase the productivity of pasture in South East Sulawesi by introducing perennial grasses and manure application. The experiment was conducted in UPTD and analytical laboratory of FMIPA from April to September 2006 using three types of perennial grasses i.e. Brachiaria decumbens, Paspalum dilatatum and Cynodon plectostachyrus. Perception conducted to calculate the botanical composition and soil properties before and after the treatment. The field experiment was carried out as two factorial experiment arranged in Randomized Block Design. The first factor was the species of perennial grass and the second factor was different level of manure fertilizer. The result of the experiment showed that the crude fibre content of B. decumbens was lower than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. The crude fibre content increased with the increasing manure application. But the protein content of B. decumbens was higher than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. It is suggested to plant B. decumbens to get higher quality forage for livestock in South East Sulawesi.

  20. APLIKASI FMA DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Schum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Khalidin

    2014-06-01

    Full Text Available The objectives of the study were to evaluate effects of arbuscular mycorrhiza fungi (AMF and manure on production and quality of the elephant grass. The experiment used a factorial randomized completely block design, consisting of two factors: AMF and manure, with three replications. AMF consisted of two levels, i.e. without AMF and with AMF 10 g hole-1, while manure consisted of 0, 15, 30, and 45 tons ha-1. Results showedthat the best combination for crude proteinandcrude fibergrass at age of 50 days after planting was found at without AMF and 15tons ha-1of animal manure. Manure of45 tonsha-1produced higher elephantgrass production than that of30tons ha-1, 15tons ha-1, andwithoutmanure.

  1. PENDUGAAN DAYA TAMPUNG RUSA LIAR (Cervus timorensis DI PADANG RUMPUT MAR TAMAN NASIONAL WASUR MERAUKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Tjahyono Hariadi

    2014-06-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to know carrying capacity of rusa deer (Cervus timorensisi at Mar, Wasur National Park Merauke district. The data collected were spesies of grasses, production each species and carrying capacity. The results showed species of grasses were Cynadon dactylon, Imperata cylindrica and Phragmites karka. Mar was dominated by Cynadon dactylon. The production of Cynodon dactylon was 2.183 kg/ha. The carryng capacity of rusa deer was 0.5 ha/head/year.

  2. Respon Pertumbuhan Ayam Lokal Pedaging terhadap Suplementasi Protein Isolasi Biji-bijian (PIB dan Perbedaan Level Protein Ransum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Aman Yaman

    2009-10-01

    Full Text Available The response of local meat chicken growth to supplementation of isolated grain protein and the difference in ration protein level ABSTRACT. A research which aims to determine the response of local meat chicken growth of protein supplementation with Isolation Grains Protein (IGB and the difference in ration protein level has been conducted in the Laboratory of Experimental Farm, Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University-Darussalam, Banda Aceh for 90 days. This study used a completely randomized design factorial with 2 factors, consisting of factors namely male gender (JJ and female (JB and the ration is a combination of factors and levels IGB in the ration, ie: treatment A: 17% protein and 0.4% IGB; treatment B 19% protein and 0.6% IGB and treatment C 21% protein and 0.8% IGB. Each combination consisted of 4 replications and each replication consists of 5 chickens. Parameters observed in the study were weight gain, achievement of final weight, consumption, conversion and efficiency of ration. DOC used a derivative result of selection of local meat chicken which are in the process of selection. Data acquired and processed by ANOVA. The results showed that supplementation of IGB and ration protein level difference was significantly effect (P <0.01 on weight gain, final weight, rate of consumption, conversion efficiency of rations and rations, but there is no interaction effect between sex and ration factors . The highest weight gain obtained in the male local chicken achieved by feeding a ration B (93.23 grams, while the hen rations achieved by providing treatment C (63.86 grams / week. The highest final body weight of male chicken on treatment B (1491.5 gram/90 days and hens in treatment C (1061.5 gram/90 days. However, the highest ration consumption in both male and female local chickens obtained from the ration A. Feed conversion value and the best feed efficiency obtained in treatment B for the treatment of male and C for female chicken. The study concluded that there were different responses between male and female local chickens of the use of IGB in the rations. In male local chicken, IGB is more effective when added in the ration with a protein level of 19% whereas in female at the protein level of 21%.

  3. Pengetahuan Gizi dan Kadar Hemoglobin Anak Sekolah Dasar Penderita Anemia Setelah Mendapatkan Suplementasi Besi dan Pendidikan Gizi

    OpenAIRE

    Zulaekah, Siti; Widajanti, Laksmi

    2010-01-01

    Anemia is the major health problem for 26,5 % of the school children and teenagers in Indonesia. It is expected that by giving nutrition education to the anemic school age children, their nutritional knowledge and their diet pattern improve. Their better food intake especially higher iron intake willthen increase their hemoglobin levels. The study was conducted to investigate the effect of iron supplementation and nutrition education on hemoglobin levels of the anemic school age children. Thi...

  4. Pengaruh suplementasi taburia (sprinkle terhadap kadar hemoglobin balita gizi kurang usia 3-5 tahun di Kecamatan Lewimunding Kabupaten Majalengka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Akbar Budiana

    2016-12-01

    Full Text Available Background: Anemia is the most common nutritional problem found in the world, whichal sooccurred in under five children. Anemia is one of themain nutritional problems in Indonesia. Anemia treatment by iron (Fe supplementation the community level were not successfull yet. This research aimed to investigate the effect of sprinkle supplementation on hemoglobin level of malnourished children aged 3-5 years. Method: Randomized pretest - posttest control group design was implemented on 66 anemic malnourished children aged 3-5 years. Study was conducted in Lewimunding subdistrict. Subjects were divided into two groups, treatment and control groups. Sprinkle supplementation and nurition education were given to treatment group for 2 months, while control group were only recieved nutrition education. All subjects treated by 400 mg Albendazol before supplementation. Data were nutrient intake collected by 24 hour Recall method. Hb was measured by Cyamethaemoglobin. Data were analyzed by Mann-Whitney,  Independent Sample Test, Wilcoxon Signed Ranks, Paired Test and linear regression method. Result: There was no difference in energy, protein, iron, vitamin B6, vitamin B12 and vitamin C on both treatment and control groups. There is no difference in hemoglobin levels between the groups before supplementation (p=0.290. Hemoglobin increased on treatment group from (11.14±0.85 mg/dl to (12.31±0.55 mg/dl with p=0.001. Hemoglobin also increased from (10,95 ± 0,71 mg/dl to (11,81 ±0,53 mg/dl in the control group (p=0.001. Sprinkle  supplementation increased by hemoglobin level  0.69 mg/dl higher than the control group (p=0.001. Multivariate analysis that hemoglobin level increased by  0.66 mg/dl higher compared to the control group after controlled by initial hemoglobin. Conclusion: Sprinkle supplementation for two months increase hemoglobin level of anemic malnourished children.

  5. EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI TERHADAP TINGKAT PENYEMBUHAN DAN STATUS IMUN ANAK BALITA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi S. Suwardi

    2012-11-01

    Full Text Available Effectiveness of High Dose Vitamin A Supplementation on The Recovery Rate and Immune Status of Underfive Children Suffering From Tuberculosis.Tuberculosis (TB, the infectious disease, is still one of the health problems in Indonesia. TB does not just make the people sick physically, but also interfere the immunity. As we have known that vitamin A can improve the immunity. The aimed of this randomized double blind study was to know the effect of high dose vitamin A on the improvement, immune status and the relationship between vitamin A and immune status in TB. Sixtyfive underfive children were selected from the Pediatrics Wards for out patient in Salak and Clsarua Hospital. They were grouped into 11 treatment group who received standard regimen therapy for TB plus high dose vitamin A in each month for 6 months and 21 control group who received the same TB regimen plus placebo also in each month for 6 months. Data on physical examination, weight, height, hemoglobin (Hb, hematocrit (Ht, blood sedimen rate (BSR, serum vitamin A, immunoglobulin G (IgG to TB, chest X ray (CXR and food consumption were collected before and after (6 months intervention. Information on morbidity and socioeconomic also were recorded. To evaluate the degree of improvement, score on nutritional status, BSR and CXR were made. The results showed that after 6 month there were improvement in anthropometry status, morbidity rate, Hb, Ht, BSR, IgG and CXR for both groups. The treatment group was improved in 7.2% subjects meanwhile the control group was improved in 58% subjects. Analysis for scoring improvement showed that the treatment group had better improvement 2,4 times than the control group. The conclusions are that the high dose vitamin A has a positive effect on the recovery and immune status of underfive children suffering TB. This study suggests to give high dose vitamin A to the regimen therapy for TB in children to get better results.Keywords: tuberculosis, vitamin A supplementation, IgG, recovery rate.

  6. Suplementasi Hormon Gonadotropin Pada Medium Maturasi In Vitro Untuk Meningkatkan Perkembangan Embrio Stadium 4 Sel Kambing Bligon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Pranatasari

    2016-06-01

    Full Text Available The study was carried out to investigate the effect of gonadotropin hormone supplementation into in vitro maturation medium on maturation, fertilization and embryo development of Bligon goats. This research steps consist of oocyte collection, in vitro maturation, in vitro fertilization, and in vitro embryo development. At the maturation stage the oocyte that had been collected and divided into two groups based on the maturation medium, that was tissue culture medium (TCM with supplementation of GnRH 0 IU/mL and GnRH 25 IU/mL. Oocyte and embryo morphology data were analyzed descriptively. Maturation rate and embryo development data were analyzed by using independent sample t-test. Fertilization data was analyzed descriptively. The result showed the percentages of mature oocytes from gonadotropin supplementation of 0 IU/mL and 25 IU/mL were 54.10±25.97 and 54.89±26.44%, respectively. Expansion cumulus cells surrounding the oocytes might indicated the mature oocytes. Cleavage rate of the 2 cells stage were 13,02±11,09 and 27,01±16,65%; respectively, and for the 4 cells stage were 10,16±10,01% and 16,67±14.91%. Embryos obtained from the treatment, indicated uniform of blastomeres in the size, tight, compact, intact, and round-spherical shape. It could be concluded that supplementation of gonadotropin hormone into in vitro maturation medium could not increase the rate of oocyte maturation and 4 cell embryo development, but it could increase 2 cell embryo development of Bligon goats. Hormone supplementation could improved the maturation and embryo quality.

  7. EFEK SUPLEMENTASI EKSTRAK IKAN GABUS DAN VITAMIN C TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN, LEKOSIT, LIMFOSIT, ALBUMIN DAN IMT PADA PASIEN HIV/ AIDS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rezeki Pettalolo

    2015-03-01

      HIV/AIDS patients require adequate intake of macronutrients and micronutrients. Extract of snakehead fish and vitamin C play an important role in cleaning and capturing Reactive Oxygen Species (ROS and protecting cells and tissues towards damages from Reactive oxygenand Nitrogen Species. The objective of the study is to analyze the effect of snake head fish extract and vitamin C supplementations in improving immunity and nutritional status of HIV/AIDS patients. This study was a randomized controlled clinical trial, involving 36 subjects and subjects were allocated into two groups randomly. Treatment group received fish and vitamin C extract and controlled group only got vitamin C, given for 4 weeks Data were analyzed using paired t-test, independent t-test and covariance tests. The results showed that lymphocytes increased in treatment group (ẍ ± SD= 7,3 ± 12,6% and controlled group (11,8±10,8% after supplementation. Albumin increased in treatment group (0,5±0,7 g/L. There was no increase in Hb and leukocytes and BMIin both groups and there was no difference in all parameters. In conclusion, supplementation of fish extract and vitamin C for 4 weeks increased albumin, and lymphocytes in HIV/AIDS patients. Keywords: snakehead fish extract, vitamin C, HIV/ AIDS

  8. Persaingan Tanaman Jagung (Zea Mays) dan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) pada Pengaruh Cekaman Garam (NaCl)

    OpenAIRE

    Pranasari, Rizka Amalia; Nurhidayati, Tutik; Purwani, Kristanti Indah

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Zea mays yang bersaing dengan Cyperus rotundus pada pengaruh cekaman garam (NaCl).Metode yang digunakan replacement series menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Dengan perlakuan cekaman garam (NaCl) 0ppm, 500ppm, 1000ppm, dan 1500ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kultur tunggal terjadi persaingan intraspesies antara Zea mays maupun Cyperus rotundus sedangkan pada kultur campuran terjadi persaingan interspesies ant...

  9. SIMPANAN KARBON DAN KANDUNGAN NUTRISI BEBERAPA SPESIES RUMPUT TROPIS ASAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN SAROLANGUN PROPINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Martaguri

    2015-06-01

    Full Text Available Grasses are known as part of palm plantation ecology and has benefits as source of ruminant feed. Besides, it is believed to have ability as Carbon Storage. However, to what extent the grass can be capable as Carbon Storage and what are the species that can be best fitted as Carbon Storage are still questionable especially for those that are grown on plantation. Thus, investigation was carried out to identify tropical grasses grown under palm plantation coverage that can be functioned as Carbon Storage as well as to determine its nutrition contents. Due to having many traditional plantations, Pauh District of Sarolangon Jambi was opted as observation area. From there, samples were taken randomly from plots and sub-plots that were pre-created. Grass samples are grouped into three groups; leave, stem and root, and taken to laboratory for analysis. Among those that were observed, Panicum brevifolium, Axonopus compressus, Centotheca longilamina, Centotheca longilamina ohwi and Schleria sumatrensis were shown their capability as carbon storage. However, those are carbon storage capable have slightly different in carbon and nitrogen contents, Acid Detergent Fiber (ADF and Neutral Detergent Fiber (NDF analysis and almost the same in fiber fractions.

  10. Komposisi Kimia, Degradasi Nutrien dan Produksi Gas Metana in Vitro Rumput Tropik yang Diawetkan dengan Metode Silase dan Hay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Santoso

    2008-08-01

    Full Text Available Six grass species (Pennisetum purpureum, Pennisetum purpureophoides, Sorghum sudanense, Brachiaria brizantha, Imperata cylindrica, and Panicum maximum were harvested at 49 days and preserved as silage or as hay. Samples of silage and hay were evaluated by an in vitro gas production and in vitro nutrient degradability. Total gas production at 24 and 48 h as well as CH4 were higher (P<0.01 in silage than in hay. Brachiaria brizantha had the highest (P<0.01 gas production compared to other species, whereas P. purpureum had the highest CH4 production (mM/g organic matter degraded. Dry matter (DM and organic matter (OM degradations were higher (P<0.01 in silage than hay. When compared with hay, silage had higher (P<0.01 ammonia-N concentration (20.3 vs. 10.6 mg/100 ml and higher (P<0.05 butyric acid concentration (7.9 vs. 7.0 mM. Non-fiber carbohydrate (NFC and crude protein contents were positively correlated with gas production (r = 0.51; P<0.05 and CH4 production (r = 0.64; P<0.01 at 48 h of in vitro incubation. However total gas and CH4 productions were negatively correlated with neutral detergent fiber (NDF content. There were positive correlation between DM (r = 0.90; P<0.01, OM (r = 0.93; P<0.01, and NDF (r = 0.84; P<0.01 degradations and gas production.

  11. Penggunaan Azospirillum pada Tanah Masam dengan Aluminium Tinggi Terhadap Produksi dan Serapan Nitrogen Rumput Setaria splendida dan Chloris gayana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P.D.M.H. Karti

    2005-04-01

    Full Text Available High content of Al on the soil maybe harmful (toxic for plant. Red and yellow podzolic soil was marginal land that characterized by high Al content. Azospirillum is free living N fixing bacteria that can be associated with grass. This research was conducted to find the best yield of grass planted on the soil inoculated with Azospirillum. The research consisted of some steps; 1 soil sampling 2 laboratory research: bacterial isolation, isolate selection, standardized of population, content of IAA 3 pod experiment. Pod experiment in the glass house was designed in completely randomized design, that consisted of six treatments. The variables observed were dry mass production of shoot and root, nitrogen content of shoot and root, and nitrogen absorption. Four best isolates chosen were; SM Setaria, OBIS/BD, PO2 and PM2. Azospirillum isolates enhanced shoot and root production, nitrogen content and N total absorption of tolerance one (S. splendida. The susceptible (C. gayana, Azospirillum significantly enhanced shoot and root nitrogen content, but did not affect the growth, production and N total absorption. Root growth that was inhibited by Al toxicity, decreased the symbiotic capability of nitrogen fixing bacteria. PM2 isolate showed the best effect on production and quality of S. splendida as well as on C. gayana. This isolate will be used for future research. PM2 produces 6.4 ppm Indole Acetic Acid that promoted root growth.

  12. SUPLEMENTASI Lactobacillus acidophilus SNP-2 PADA TAPE DAN PENGARUHNYA PADA RELAWAN [Supplementation of Lactocbacillus acidophilus SNP-2 Into Tape and its Effect to the Volunteer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang S Rahayu1

    2004-08-01

    Full Text Available Functional food is defined as any potentially healthful food or food ingredient that may provide a health benefit beyond the traditional nutrients it contains. Many researches have been conducted on the health benefit of probiotic (life bacterial cells, one of the ingredient of functional foods. One of the potential bacteria used for probiotic agent and also involved in traditional fermented foods are lactic acid bacteria (LAB. Previous research showed that Lactobacillus acidophilus SNP-2 isolated from faecal material of healthy infant is resistant to acid and bile salt, and has an antagonistic effect against several enteric bacterial pathogens. The objective of this research was to study the effect of L. acidophilus SNP-2 as probiotic agent to the health benefits. These bacteria were supplemented into tape ketan (fermented sticky rice, the indigenous Indonesian fermented food. Tape ketan was chosen as the carrier of probiotic biomass based on the high population of LAB in this product, i.e., 1.3 x 108 CFU/g. Addition of L. acidophilus SNP-2 biomass prior to fermentation of tape ketan resulted in a higher total of LAB cells, i.e. 2.1 x 109 CFU/g compared to the amount of 1.5 x 108 CFU/g when the addition was done after fermentation. Consumption of tape ketan containing probiotic agent by the volunteers increased the population of lactobacilli (from 1.7x107 CFU/g to 9.9x107 CFU/g and decreased the population of enterobacteriacea (from 5.4x109 CFU/g to 4.4x108 in their faecal material. This phenomenon revealed that probiotic agent was able to colonize and inhibit the growth of enterobacteriaceae in the gastrointestinal tract. The result implied that tape ketan can be used as a carrier for probiotic agent and it can be categorized as functional food

  13. PENGEMBANGAN FORMULA SIRUP ZINK DARI EKSTRAK IKAN BILIH (Mystacoleucus- padangensis SEBAGAI ALTERNATIF SUPLEMENTASI ZINK ORGANIK PADA ANAK PENDEK (STUNTED USIA 12-36 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Yuniritha

    2015-03-01

      The extract of bilih fish (mystaleuseuspadangensis zinc syrup is made from basic ingredient of bilih fish which contains 27,8 mg zinc/100 gram syrup. It is much higher than other food zinc source. The use of the extract of bilih fish as an alternative of organic zinc supplementation can be used for those who have zinc deficiency. Therefore, it is essential to be studied as an alternative intervention program for stunting in children aged 12-36 months. This objective of this study is to develop zinc formula syrup from the extract of bilih fish (mystaleuseuspadangensis as an organic zinc supplementation for stunted children. This laboratory experimental research is begun by extracting the fish bilih using a standard method. The extract of bilih fish is formulated in the form of suspension syrup, at the laboratory of Biology and Liquid Preparation in the Faculty of Pharmacy, Gajah Mada University in Yogyakarta. The extract of bilih fish is very high in zinc content (161, 97 mg/100 gram, with main preparation of Zinc Citrate, Vitamin A and protein, added with simplex syrup (64%, CMC-Na, Citric Acid, fruit flavor and food color subtances. This supplement syrup formula is based on International Zinc Nutrition Consultative Group (IZiNCG, with 3 best formulas based on organoleptic test, formula F 4.1, F 2.2 and F 2.3. The zinc syrup formula from extract of bilih fish could be an alternative of organic zinc supplementation to address zinc deficiency in stunted children. Keywords: extract bilih, zinc supplementation, stunting

  14. EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tidi Dhalika

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   

  15. PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA PAKAN PEMBESARAN IKAN BANDENG DALAM KERAMBA JARING APUNG DI LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Malik Tangko

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian telah dilaksanakan di Teluk Labuange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan keramba jaring apung ukuran 1x1x1,2 m3 yang ditebari ikan bandeng ukuran 90—100 g/ekor sebanyak 25 ekor/keramba. Sebagai perlakuan adalah penambahan probiotik (Haimix-S dalam pakan masing-masing perlakuan A (kontrol tanpa probiotik; B (0,1%; C (0,2%; dan D (0,3%/kg pakan masingmasing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dalam rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan respon pertumbuhan harian terbaik, dan berbeda nyata (P0,05. Sedang rasio konversi pakan terbaik diperoleh pada perlakuan C dan D, dan berbeda nyata (P0.05. There was also showed not significantly different (P>0.5% on feed conversio ratio between treatment C and B, but there were significantly different (P<0.05 with the treatment A and D.

  16. PENGARUH LAJU KOROSI PELAT BAJA LUNAK PADA LINGKUNGAN AIR LAUT TERHADAP PERUBAHAN BERAT.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Hartono

    2012-03-01

    Full Text Available One of the usage of soft steel sheet at human life among others as boat sheet. Existence of electrochemical reaction between metal and environment can cause the corrosion. Corrosion represent an situation having the destroying nature at most of all metal. Trial of rate of corrosion at soft steel sheet to sea water can be conducted by using overvoltage. Heavy change (losing of weight of specimen will be progressively increase by increasing its test time.

  17. ATURAN PERANG DI LAUT: SAN REMO MANUAL SEBAGAI SUMBER HUKUM INTERNASIONAL

    OpenAIRE

    Narwati, Enny

    2008-01-01

    Law of naval warfare did not develop since Den Haag Convention in 1907. In 1994, international community was succeeding in making a regulation on naval warfare, which could be used by countries, which did naval warfare. That regulation called San Remo Manual. This Manual was prepared by famous international law scholars and members of navy around the world, in their individual capacity. The making of this Manual can be done with fully supported from International Institute of International Hu...

  18. POLA AGROFORESTRI DAN POTENSI KARBON KEBUN CAMPURAN DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Prihatiningtyas

    2017-10-01

    Full Text Available Agroforestry classification will help to analyze agroforest implementation in order to optimize benefits and function for society. Carbon sequestration potential in certain area can be predicted by measuring biomass in it. In this research, we measure the carbon stock in trees. This research aimed to evaluate supporting components in mixed garden Telaga Langsat Village; observe complexity of agroforestry; and estimate the carbon stock in tree stand. Methods applied by using plot samples represent agroforest types; record the species, benefits, stand age of all components in plot; measuring Tree base area and tree crown width in plot; then describe them horizontally and vertically. Carbon stock measurement approached by using non-destructive method, applying allometric equation. Agroforestry System evaluation and the planting pattern occupied by observing the entities of afforded commodity. The Result shows that supporting components in mixed garden Telaga Langsat Village are: woody components such as rubber and mahogany; annual crops such as eggplant, corn, string bean, chili, kangkung and chives; and the pastoral components are cows and goats. Agroforestri pattern that applied in Telaga Langsat Village are agrisilviculture and silvopastoral, and included in particular agroforestry practise. Total carbon stock estimation per unit land management is 0,511 kg/m2. Pengklasifikasian agroforestri dapat membantu analisis bentuk implementasi agroforestri untuk mengoptimalkan fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat. Potensi serapan karbon suatu kawasan dapat diprediksi dengan mengukur besarnya biomassa yang terdapat di dalamnya. Potensi yang dihitung dalam penelitian ini adalah potensi tegakan berkayu saja. Tujuan penelitian adalah melakukan evaluasi komponen penyusun dalam kebun campuran di Desa Telaga Langsat; mengetahui kompleksitas bentuk agroforestri yang dilaksanakan, dan mengetahui cadangan karbon dari tegakan yang ada di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah  dengan membuat beberapa plot pengamatan yang mewakili jenis agroforestri; mencatat nama jenis, fungsi, umur semua komponen dalam plot; mengukur Luas Bidang Dasar dan Lebar tajuk pohon dalam plot; kemudian memproyeksikannya secara horizontal dan vertikal. Penghitungan potensi karbon menggunakan metode non-destruktif, dengan persamaan alometrik. Evaluasi sistem agroforestri dan pola tanamnya dilakukan dengan mencatat banyaknya komoditas yang diusahakan. Hasil menunjukkan komponen penyusun dalam kebun campuran di Desa Telaga Langsat antara lain: komponen berkayu berupa karet dan mahoni; komponen pertanian berupa terong, jagung, kacang panjang, cabai, kangkung dan bawang prei; dan komponen satwa berupa sapi dan kambing. Pola agroforestri yang diterapkan adalah agrisilvikultur dan silvopastoral, termasuk dalam agroforestri sederhana. Estimasi cadangan karbon total pada lokasi penelitian per luasan lahan adalah sebesar 0,511 kg/m2.

  19. ANALISIS ASPEK PENGELOLAAN KOLABORATIF DI TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU (TNKpS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Dana Prabowo

    2016-07-01

    Full Text Available TNKpS gap management for achieving management goals can be emerge when the goals are not able to compensated with the resources owned. So alternative management that can be done was colaborated with other stakeholders. One of the basic collaboration is to know the goals detail and resources that belonging to the stakeholders. The purpose of  this research is to analyze the goals and resources belonging to the stakeholders. Research carried out in all SPTN TNKpS, at November and December 2014 and January and February 2015. The data that collected consist of supporting data in the form of management document, report activities, and literature. While the main data consist of RPTN TNKpS documents, the perception score of management goals (economic, social, and ecology and stakeholders resources (human, financial, physical, DIT with functionality, importance, availability, and tangibility attributes. The stakeholders with ecological goals like BTNKpS, NGOs, and local government while the community, universities, and the private sector more in neutral role. The social goals done by local government with assessment score of 6,15 (appropriate category, also by BTNKpS and NGOs. While the economic goals done by private sector (5,97, appropriate category, and community (5,69 (appropriate category.  The resources aspect, the quality of human resources TNKpS, local government, private sector, and NGOs is good enough, but less in the term of number. The financial aspect quite a lot in the private sector and NGO as well as more adaptive. The physical aspects of private sector and local government quite a lot, while the community and the other institutions have less. SDIT aspects that owned by community are very much, but not in systematic and structured form. As a whole the purpose and resources which is owned by the stakeholders had been suitable and sufficient to cover up the gap management. Keyword: collaboratif management, gap, goals and resources, stakeholders, TNKpS

  20. KEBIJAKAN RUMPONISASI PERIKANAN PUKAT CINCIN INDONESIA YANG BEROPERASI DI PERAIRAN LAUT LEPAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duto Nugroho

    2013-11-01

    Indonesia would always be rely on social dimension. Nevertheles, reorientation on fishers understanding on controllable number of fishing vessels and its technological creeps should strongly be implemented to avoid collapse their existing fisheries.

  1. Analisis Kualitas Perairan Pada Wilayah Perairan Pulau Serangan Bagian Utara Berdasarkan Baku Mutu Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Gede Rai Ayu Saraswati

    2017-06-01

    Full Text Available Water quality monitoring is one of important activity, especially in coastal water, which susceptive with pollution. Water area of Serangan Island is a tidal flat area, influenced by fresh water and sea water inputs. The existence activities, such as cage aquaculture and tourism, and input from river, are threatened to decrease the water quality in north of Serangan water. This research was conducted to the condition of water quality based on water quality standard for aquatic organisms and its spatial distribution. The parameters measured were temperature, salinity, pH, DO, turbidity, and BOD5, in 8 sample points. Some parameters measured directly on water surface (temperature, salinity, pH and DO and the others were analyzed in laboratory (turbidity, and BOD5. BOD5 was analyzed by standard method of Delzer & McKenzie. Based on research, the result of temperature values ranged from 28,9°C-30,5°C; salinity 29,6 ppt-32,7 ppt; pH 7,7-7,9; DO 3 mg/L-4,4 mg/L; turbidity 1,9 ntu-7,6 ntu; and BOD5 2,8 mg/L-5,4 mg/L. The water quality in Serangan had a different spatial distribution in each parameters. Overall, based on research result, the water quality condition in the body water of Serangan island was good and suitable to support aquatic organisms living.

  2. STUDI DAMPAK PERKEMBANGAN PEMBENIHAN IKAN LAUT TERHADAP PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suko Ismi

    2012-11-01

    Full Text Available The purpose of this research is to investigate influence of marine fish hatchery to degradation environmentalquality in Gerokgak District, measurement was done through physical, chemical and microbiologycal analysis.Thesample was taken from 17 stations well water, and 8 stations sea water with 2 stations coming from water discard marinefish hatchery of Gondol Orchard. Data analysis of wells water to campare with water quality standart category I and seawater comparing with the live for animal sea water according to Regulation of The Governor Bali No. 8 Year 2007. Seawater pollutan level was counted through index of diversity and integrated score, to know the resemblance physical andchemical caracteristic among station was analysis by cluster.Result of the research indicates that some parameters of wells water have passed standart water quality namely :Salinity, BOD5, nitrit, phospat, iron , mangan, copper, zink, cobalt, cadmium, dan bacteria coliform feces content. Clusteranalysis wells water if we classify into 3 groups namely first group station 2, 4, 5, 8 until 17, the location of wells 2, 4 and5 near for hatcheries but have resemblance caracteristic with wells far for hatcheries that is station 8-17. Second groupstation 3, 6 and 7 have location near hatcheries and third group station 1 only near hatcheries location. Nearness betweenstation on one group caused resemblace caracteristic, although different wells distance. Parameters sea water have passedstandart water quality namely : nitrat and phospat. Can be found 21 genus plankton from 6 phylum with composition 61%Bacillariophyta, 5% Cyanophyta, 10% Protozoa, 5% Ctenophora, 14% Arthropoda. Index diversity (H’ 0.078 – 1.968 itindicates about medium to high pollution, index uniformities (E 0,033 – 0,473 its means that uniformities low tomedium, index domination (C 0,167 – 0,974 it’s meaning have domination partial of plankton a low until high. Integrated score rate have value 4,63 – 6,25 the meaning is water have a medium until heavy of pollution. Cluster analysissea water if it is classified into 3 groups namely first group that is station 1 until 5 that in coastal area with direct watercoming from discard water marine fish hatchery different caracteritic with second group station 6,7 and 8 this area farfrom the beach, next third group B1 and B2 this station water discard from marine fish hatchery.

  3. Implikasi Declaration of Conduct Laut Tiongkok Selatan Tahun 2002 Terhadap Proses Penyelesaian Sengketa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2017-08-01

    Full Text Available Overlapping sovereignty in the South China Sea (SCS has been serious problem since the 1970s. A formal agreement was reached between China and ASEAN is Declaration of Conduct (DoC that signed in 2002. However, the existence of the DoC has not yet been able to defuse the dispute in the SCS. This paper will elaborate the DoC weaknesses that have a low bonds, precision and delegation. Thus, it is understandable if the DoC was not able to organize parties - disputants. Therefore the parties need to have a Code of Conduct (CoC to follow up the DoC.

  4. Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe Bergelombang Berbahan Dasar Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Astawa

    2012-11-01

    Full Text Available In principle, the distillation is a way to get clean water through desalination process dirty. In the refining processthere is a process of heat transfer, evaporation, and condensation. Heat transfer occurs from the heat source to the dirtywater. If water continues - it will happen again heated evaporation process. This steam on contact with cold surfaces it willbe a process of condensation on cold surfaces. In the distillation process condensate water is captured, germs and bacteriawill die by the heating process, and dirt will settle to the bottom basin One can use the sun's energy.In the system of solar distillation of sea water, absorber plate very important role because it serves as an absorberof solar radiation and convert light into heat energy that will heat the sea water above it. Based on the initial hypothesis ofthe authors that the type of flat-plate absorber is less than optimal, I will attempt to create a design and compare theperformance of sea water distillation appliance that uses a flat type absorber, absorber types of wavy, and wavy-coatedabsorbent type gravel. On the premise that type absorber has a broad corrugated heat absorption field is greater than theflat type absorber.Tests conducted from 09:00 am until 17:00 pm. The volume of sea water in the test as much as 30 liters. Testresults show the type of radiation absorber coated corrugated gravel produces more condensate is equal to 1295 grams withan average efficiency reaches 12.33%, and the type of radiation absorbent corrugated produce condensate for 1250 gramswith an average efficiency reaches 12.84% . While the radiation absorber can only produce a flat type of 795 ml with anaverage efficiency reaches 8.48%.

  5. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, TRANSAKSIONAL, MOTIVASI KERJA, DAN KINERJA PERSONEL SATUAN PROVOST DETASEMEN MARKAS MABES ANGKATAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Adin Affandi

    2017-09-01

    Full Text Available The study aimed to investigate the effect of transformational leadership, transactional leadership and work of motivation on performance of personnel (Y provost detachment headquarter of Indonesian Navy, either simultaneously or partialy. 59 respondent from provost detachment headquarter of Indonesian Navy, completed 71 item self-reorted measures. The data collected survey and quesionares distributed to respondent. The statistic methode used was Multiple Regression. As expected, result indicated that transformational leadership, transactional leadership and work of motivation has positive effects on performance personnel. The result show that Fcount26.154 is greater than Ftable 2.77 at significant level 0.05 then H0 is rejected, which means that the transformational leadership (X1, transactional leadership (X2 and work of motivation (X3 together-equally significant effect on performance of personnel (Y. Partial test, all the independent variables have a value of significant alpa below 0.05 or tcount independent variables is greater than ttables thus proving the influence of transformational leadership, transactional leadership and work of motivation partially on performance personnel.

  6. Senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH dalam air laut di Teluk Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward .

    2014-01-01

    Full Text Available Research on polycyclic aromatic hydrocarbons (pahs compound at Jakarta Bay seawater were carried out on July 2011. The objectives of this research were to measure the concentration of total polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH compound, concentration of individual PAH compound, and to identify sources of PAH compound in seawater. PAH compound concentration was measured by Gas Chromatography (Gas Chromatography-Flame Ionization Detector and sources of polycyclic aromatic hydrocarbons compound were identified by diagnostic ratio analysis. The results show that the concentration of PAH compound in the middle of Jakarta Bay was higher compared to the west and the east. In the west and middle of Jakarta Bay, it is found that 11 PAH types, and 10 types in the east. Individual PAH compound dominated by high moleculer weight of PAH Benzo(aAnthracene, Chrysene, Benzo(bFluoranthene, Benzo(aPyrene, dan Indeno(123-cd Pyrene. The results of PAH compound ratio individual analysis showed that polycyclic aromatic hydrocarbons compound at Jakarta Bay seawater came from oil spill and incomplete combustion mixture of organic material such as wood, grass, fuel oil, and fuel industry combustion activity.

  7. STATUS BAKU MUTU AIR LAUT PERAIRAN TELUK AMBON LUAR UNTUK WISATA BAHARI KAPAL TENGGELAM SS AQUILA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guntur Adhi Rahmawan

    2017-09-01

    Full Text Available Ambon Bay waters consist of two parts, Inner Ambon Bay and Outer Ambon Bay separated by a gap that is narrow and shallow. Ambon Bay has a lot of functionality and usability both in transportation, conservation, and tourism. The existence of one of the sites SS. Aquila sinking ship that sank since May 27, 1958, became one of the tourist attraction diving in Ambon Bay. Determination of water pollution index Ambon Bay becomes very important to do as support material and development of sea travel. Determining pollution index is done by direct measurement using the sea water quality parameters Water Quality Checker (DKK TOA WQC Type-24, as well as laboratory analysis to determine the chemical parameters of seawater (pH, TSS, salinity, turbidity, oil, grease. The results showed that the waters of the Bay of Ambon Affairs based on some parameters water quality standard for marine tourism is still included in accordance with the standard criteria by Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 on Guidelines for Determination of Water Quality Status.

  8. TELAAHAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PERAIRAN BARAT LAUT DUMAI – RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahminan Syahminan

    2015-08-01

    Full Text Available This research was conducted in Dumai sea western waters, Riau Province. Dumai marine waters are part of the territorial waters of Riau that relate directly to the Strait of Malacca, and are at Rupat Strait region, and has a high accessibility of the region, both locally and internationally. Dumai waters is also an estuary waters affected by the activities of the land, and the waters that receive input from various types of waste from various activities in Dumai city and surrounding areas. The research was aimed to knowing the general condition of the Dumai sea western waters, analyzing the content of Pb and Cd in sediments, observing the correlation between organic matter and heavy metal of Pb and Cd, and find out the status of pollution Dumai Sea Western Waters by comparing the results of the analysis with some quality standard countries, The method used is a survey method. Based on the Decree of The Minister of Environment No. 51 of 2004, that the general condition of the Dumai sea western waters still can support the life activities of marine organisms in the waters. The results showed that the concentrations of Pb and Cd in sediments of Dumai is below the threshold value. The results of simple linear regression analysis of heavy metals Pb and Cd with organic matter content showed that the concentration of heavy metals Pb and Cd is not influenced by organic matter content or have a very weak correlation with linear regression equation consecutive y = 0,0834x + 7,7866 and y = -0,001x + 0,0559. The status of pollution of Dumai sea western waters for Pb 8,76 µg/g and Cd 0,04 µg/g still under quality standardsKeywords: Dumai Sea Western Waters, Sediments, Heavy Metal Pb and Cd

  9. Persepsi Crew dan Manajemen dalam Penerapan Ism Code Bagi Keselamatan Pelayaran dan Perlindungan Lingkungan Laut

    OpenAIRE

    Nurhasanah, Nina; Joni, Asmar; Shabrina, Nur

    2015-01-01

    About 80% shipwreck occurred by human error, human error is 75% due to the poor management system, it must bemade to the management system that is able to create a good and close cooperation between the management boardand land management. International Safety Management Code (ISM Code) is an International standard of safetymanagement regulations for the security and safety of the operation of the ship and the prevention of pollution of themarine environment established by the IMO Maritime Sa...

  10. Potensi Isolat Bakteri Penghasil Biosurfaktan Asal Laut Tanjung Balai Dan Sibolga Sumatera Utara Dalam Mendegradasi Glifosat

    OpenAIRE

    Nasution, Nilawati

    2012-01-01

    The study on potency of biosurfactant producing bacteria from Tanjung Balai and Sibolga sea, Nort Sumatera Utara in degrading gliphosate, was done in the Microbiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences University of Sumatera Utara from February until July 2011. Two isolates used were TJB 01 and SBG 05, that were cultured on media that contain 2% Roundup for six days. The higher growth was shown by TJB 01 on day 6 (6.3 x 1012 CFU/ml). The higher prod...

  11. Efisiensi Penurunan Kadar Kalsium pada Air Laut dengan Metoda Penukar Ion yang Memanfaatkan Tanah

    OpenAIRE

    Kurniati, Roselyn Indah; Elystia, Shinta; Zultiniar, Zultiniar

    2014-01-01

    Source of water in Bengkalis is difficult. Sea water can be a source of water in there. Once of alternative can be process sea water be clean water use ion exchange with clay. This experiment use coloumn with diameter 2 inchi and high 1,2 meter. Media who used is clay. Ratention time and particle measure used variation of this experiment. Rate of retention time are 60, 120, 180 minute and particle measure are -3+5, -5+10, -10+15 mesh. Concentration Ca before process is 128 mg/l and after proc...

  12. KAJIAN DAERAH TERINTRUSI AIR LAUT DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sukearsana

    2016-01-01

    Full Text Available The total population of District Kuta Utara 2014 recorded 68.422 people with an average population density of 2,021 people/km2 while the number of tourism accommodation facilities (hotels, villas, restaurants recorded 399 pieces. The rapid of population growth and the development of tourism accommodation facilities require ground water more increasing. Intake of large amounts of ground water potential to cause pollution/ sea water intrusion. This study aims to determine the quality of the groundwater, knowing distribution maps sea water intrusion and to predict the level of sea water intrusion coming years. This research method uses descriptive quantitative method. Furthermore, to determine the quantity and quality of ground water was measured groundwater levels and analysis of the parameters of temperature, total dissolved solid, pH, chloride, hardness and electrical conductivity of the 60 sample wells. Results of analysis of each of the key parameters that can be mapped and known overlay distribution maps sea water intruded area. The observation of the quantity and quality of groundwater in coastal areas of Kuta Utara subdistrict shows the range of the depth of the ground water level between -5.15 meters to -22.16 meters. Results of the analysis of ground water quality of the 60 groundwater samples showed that there has been a decline in the quality of ground water is as much as 14 samples total dissolved solid (TDS the highest reaches 1,122 mg/ l, the highest electrical conductivity reached 1,677 ìMhos / cm and the highest chloride reached 532, 5 mg/l. Distribution maps sea water intruded area shows that in coastal areas troubled district of Kuta Utara indicated seawater intrusion, especially in the area of Petitenget and Batubelig, Kerobokan Kelod Village area of 78.44 Ha. Prediction of sea water intrusion in 2022 was highest in the area of tourism accommodation caused by ground water extraction enough much, kind of gray-brown soil regosol has a rough texture and high permeability characteristics so it is easy to pass groundwater.

  13. Strategi Hedging Indonesia terhadap Klaim Teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aisha Rasyidila Kusumasomantri

    2016-04-01

    Full Text Available China's territorial claim extended along the waters of South China Sea. With the support of its economic and military power as a rising power of Asia Pacific, China exert a lot of expense to conduct diplomacy with other claimant states, and did not hesitate to use its force. China's effort to asset its claim seen as am agresive behavior, and developing concern among the littoral state, especialy members of ASEAN who are involved with China in the dispute of South China Sea. Meanwhile, Indonesia, as the largest country in ASEAN, approaching china both in diplomacy and military aspect while still maintaining a good relation with United States. This study will discuss further about decision-making and rationale of Indonesia as a middle power country, in response to a conflict that involving a regional great power.

  14. BENTURAN ANTARA KREDITOR PRIVILEGE DENGAN KREDITOR PREFEREN PEMEGANG HIPOTEK KAPAL LAUT TERKAIT ADANYA FORCE MAJEURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fani Martiawan Kumara Putra

    2013-01-01

    Full Text Available Property rights will engender creditors, creditors which are produced due to the existence of zakelijke zekerheid (property guarantee are preferred creditors who has various superior characteristics, including the payment will be prioritized than other concurrent creditors. But the superior characteristics of the preferred creditors will looks weak when it crashed with privilege creditors which the existence are regulated in Law. The conflict between preferred creditors and privilege creditors makes the preferred creditors character become so weak, it is related to debt fulfillment because of force majeure and guarantee payment by the insurance company. This situation happened because when there was a force majeure, then the preferred creditors now should be just a concurrent creditors but they still hold the characters of preferred creditors because of the implication of the promises when the ship mortgage agreement made.

  15. Kajian Aktivitas Antibakteri Minyak Daun Sereh (Cymbopogon citratus pada Adonan Sate Lilit Ikan Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DewaNyoman Adi Paramartha

    2015-03-01

    Full Text Available Lemongrass is one of the spceies often used in cooking or as traditional medicine.The importance components in lemongrass oil that act as antimicrobial is citral. In this research lemongrass oil isolated by steam distilation method and lemongrass oil were tested against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Salmonella typhi using the agar diffusion method. Antibacterial activity also evaluated on traditional fish satay dough, and tested its organoleptic value. The result showed that lemongrass oil significantly inhibited E. coli with minimum inhibiting concentration (MIC 0.72 µl/ml and minimum bactericidal concentration (MBC 2.89 µl/ml, S. typhi with MIC 0.65 µl/ml and MBC 2.59 µl/ml, S. aureus with MIC 0.64 µl/ml and MBC 2.57 µl/ml. Antibacterial activity studies of lemongrass oil as potential food aditive was evaluated by adding highest MIC and MBC value (0.72 and 2.89 µl/g on traditional fish satay dough. The result showed that adding lemongrass oil 0.72µl/g is not significantly inhibit nature growing bacteria E. coli, Salmonella, and Staphylococcus on satay dough, but adding 2.89 µl/g lemongras oil only can signigicantly inhibit E. coli, Salmnoella, and Staphylococcus at 0 hours of incubation period, but cannot inhibit it’s log phase up to 24 hours of incubation. Organoleptic of added lemongrass oil on fish satay douh was showed that adding 0.72 µl/g of lemongrass oil was not significant on taste and smell, but adding 2.89 µl/g was significant on taste and smell compared to control.

  16. PENELITIAN TENTANG CARA PENGOLAHAN IKAN LAUT (TONGKOL DAN KEMBUNG YANG AMAN UNTUK KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2012-09-01

    Full Text Available Incidence of food poisoning are still happening. Result of a study as reported by the Directorate General of Communicable Disease Control, Ministry of Health, indicated that the poisoning are frequently caused by sea fish especially tuna fish (Auxis thazard. That's why Health Ecology Research Centre has done another research to find a safe way how to cook sea fish especially tuna fish for safe consumption. This research was conducted from June 1997 until March 1998. The samples consisted of tuna fish (Auxis thazard and kembung fish (Rastrelliger spp bought from Fish Auction in Cilincing and Cilincing market. The fishes were carried in an ice box to be analized in the laboratory and prepared in different cooking methods: fresh steamedfish, fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. Measurement of histamine levels were done by the Mopper Method and observation of microflora for fungi and bacteria, to know wich way of cooking fish was related to the lowest histamine level. By analizing histamine level it was found that fresh steamed fish contained the lowest histamine (tuna 6,34 ppm, kembung 3,91 ppm,fish cooked in coconut milk (tuna 8,11 ppm, kembung 5,20 ppm, fried fish (tuna 14,86 ppm, kembung 13,18 ppm and grilled fish (tuna 31,12 ppm, kembung 19,49 ppm. It has been proven that the histamine level of cooked fresh fish is less than 50 ppm (US Food and Drug Administration/FDAs, allowable concentration. The conclusion of this research : to cook fresh fish is the best and that fish must be handled carefully. The rotary histamin content was lowest in fresh steamed fish, followed by fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. The kinds of fungi found were : Aspergillus niger, Aspergillus ochraceus, Khamir and Rhizopus sp. In the cooked fish we did not find any pathogenic bacteria.

  17. PERUBAHAN RUANG PADA TRADISI SEDEKAH LAUT DI KAMPUNG NELAYAN KARANGSARI KABUPATEN TUBAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helena Ramantika

    2014-12-01

    Full Text Available Tradition “Sedekah Laut” often done by fishing communities is one of Indonesian culture. Karangsari village is one of the villages that still maintain this tradition. It becomes  a form of gratitude in daily life, after their needs can be fulfilled well, the health of local residents guaranteed, and they got  abundant catches. This study aimed to identify space changes in either micro, meso and macro scales of the tradition. The method used in this research is qualitative descriptive exploring the space and activities in it. The result showed that there was a change in the space in the tradition activity which occurs either in micro, meso and macro scales. The space chages followed the needs of the process in the tradition.

  18. Implementasi Prinsip Yurisdiksi Universal Mengenai Pemberantasan Kejahatan Perompakan Laut Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Korea

    2018-04-01

    Full Text Available The high seas are all parts of the sea that are not included in the exclusive economic zone, territorial sea, inland waters of a country, or in the archipelagic waters of an archipelago country. Consequently, the case of the interpretation of the case. This happens with the MV Ship. Sinar Kudus is an Indonesian ship that is a jurisdiction of the Indonesian state. For the case, Indonesia is obliged to participate in resolving the piracy case that happened on the MV ship. Sinar Kudus, so the jurisdiction of the Indonesian state against the MV ship. The Holy Light captured by Somali pirates is a passive nationality jurisdiction. In this jurisdictional principle, Indonesia has the right to protect its citizens who are victims of crimes abroad. Constraints in the implementation of Indonesian state jurisdiction over MV Ship. Sinar Kudus which was held hostage by Somali pirates such as MV ship. The holy rays while sailing in international waters were not accompanied by Indonesian warships, so the Indonesian Navy could not directly attack the pirates at the time of piracy. MV Ship. The holy rays are brought to the territorial waters of Somalia by pirates, so what prevails here is the jurisdiction of the Somali state. Seeing the weakness of law enforcement in Somalia makes it difficult for Indonesia to cooperate in the release of the crew of the Sinar Kudus ship held hostage by Somali pirates. Indonesia voted for negotiations on the release of the crew of Sinar Sudus for the safety of crew members being held hostage by Somali pirates.

  19. TANTANGAN SISTEM KOMUNIKASI LAUT DI INDONESIA SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Windyandari

    2012-02-01

    Full Text Available Shipping safety topics lately skyrocketed in the surface and became a hot news, both print and electronic media,along with marine accidents which occurred in late 2006 and early 2007. The role of shipping safety in marinetransportation system is essential for this type of transport is reflected as full-tinged danger and threat of storms,fog, and the movements of the sea as waves, currents, sea corals, sedimentation and cruise lines are fixed andchanged. That’s why our shipping have very high risk, and therefore the safety aspects must be absolutelyguaranteed.Therefore necessary communication equipment that support the safety of the ship sailing. Due to sophisticatedcommunications equipment on board, will reduce the number of ship accidents and casualties in the case ofaccident in shipping.

  20. PROF. ULRICH GERHARD LAUTS (1787— 1865). In sy studie „De ...

    African Journals Online (AJOL)

    Test

    In sy studie „De beteekenis van 1813 voor Nederlands geestelijke beschaving"') het die .... af te lê. Daarna het hulle hul eed nog weer bevestig om trou te bly aan ..... L. 'n ver dedigende skrywe aan die Minister gestuur na aanleiding van 'n twis met die militêre geneesheer („Rijksarchief," Dept. van Marine. Prof. U. G..

  1. Desain Kontrol Tracking Underactuated Autonomous Underwater Vehicle (AUV dengan Pengaruh Gangguan Arus Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilmi Rizki I

    2016-11-01

    Full Text Available Paper ini membahas masalah gerak AUV pada bidang horizontal yang dipengaruhi oleh arah sudut yaw. Arah sudut yaw merupakan ukuran utama dalam mengatur gerak horizontal pada AUV. Pengaturan gerak pada AUV berupa perubahan arah sudut yaw merupakan permasalahan kontrol tracking AUV. Kontrol tracking pada paper ini digunakan untuk kebutuhan heading control. Heading control tersebut digunakan untuk mengatur arah sudut yaw AUV agar sesuai dengan sinyal referensi yaw yang diberikan. Kompleksitas dalam mendesain heading control akibat karakteristik-karakteristik dari dinamika AUV yang high nonlinear dan uncertainty parameter yang ditentukan oleh hydrodynamic forces dan environmental forces berupa gangguan ocean current menjadi permasalahan yang tidak mudah dipecahkan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu menggunaan metode State Dependent Riccati Equations berdasarkan Linear Quadratic Tracking (SDRE-LQT. Algoritma ini menghitung perubahan permasalahan tracking pada sudut yaw dan dapat mengatasi gangguan ocean current melalui perhitungan perubahan parameter dari AUV secara online melalui algebraic Riccati equation.sehingga sinyal kontrol yang diberikan ke plant dapat mengikuti perubahan kondisi dari plant itu sendiri, termasuk perubahan parameter akibat gangguan berupa ocean current. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode kontrol yang digunakan mampu membawa sudut yaw pada nilai yang diharapkan dan gangguan arus dapat diatasi dengan memberikan nilai sinyal kontrol yang baru secara online, sehingga AUV dapat melakukan  tracking secara otomatis pada kondisi ada atau tanpa gangguan ocean current dengan dengan nilai error steady state . Kata kunci — AUV, Tracking Control, SDRE-LQT, Ocean Current Disturbance

  2. PENGUKURAN LEBAR LAUT TERITORIAL MENGGUNAKAN GARIS PANGKAL MENURUT UNCLOS 1982 DAN PENERAPANNYA DALAM HUKUM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Johan

    2009-01-01

    Full Text Available Arrangement of concerning wide determination the territorial of sea is conducted by withdrawal the jetty lines that done by harmonizing the regulation of the stipulating the useful of the archipelago jetty lines that matching with region of NKRI by positive law instrument of Indonesia. But which require to be reemphasized is Indonesia obligation to make a map of the regional border line of Indonesia, because till in the end Indonesia still use the illustrative map that made in the 1960 year. The government of Indonesia have to immediately make the map of the region of Indonesia by using dot co-ordinate of the jetty lines of Indonesia archipelago which have been specified according to PP No.37 year 2008 to take care the sovereignty of Indonesia.

  3. Stabilisasi Tanah Liat Dengan Kapur Pada Konstruksi Badan Jalan Hutan Di Pulau Laut

    OpenAIRE

    Suparto, Rahardjo S; Sutopo, S

    1984-01-01

    Subgrade construction is an important part in forest road building, Subgrade soils with a high clay content could not be used satisfactorily as forest road construction material unless it is treated to increase its stability. The improvement of the physical characteristics of clay soils related to subgrade construction can be achieved by mixing lime of certain proportion into the soil. The purpose of this investigation is to determine the amount of lime required for s...

  4. Identifikasi longsoran bawah laut berdasarkan penafsiran seismik pantul di perairan Flores

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kris Budiono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no1.20092Submarine sliding frequently cause tsunami or a high velocity big wave around the submarine slid- ing area which enable to reach a long distance. This sliding is not always as a causal factor for hazard and even associate with storm and earthquake. Some of them occur in a narrow area and it’s just formed due to gravitational movement. Different with mechanism of landslide, which is commonly due to water saturated soil, the submarine sliding is a more complex event. The submarine sliding is an important natural process which causes a big volume of sediment mass moves from a shallow area to a much deeper area of seafloor. There are many types and causal factors of seafloor instability, but the sliding terminology is predominantly used for the phenomena. A variety of seafloor materials, environments and sediment masses are some extreme influential factors in creat- ing the types of submarine sliding. The reflector of seismics is usefull to interpret the indications of the occurrence of geological structure and sub-marine slumping In case of the Flores Sea, earthquake is a major causal factor for creating submarine sliding. The bigger magnitude of earthquake, the greater the dimension of submarine sliding. Eventually, it may affect to the more possible occurrence of a potential hazardous tsunami.  

  5. ANALISIS LINGKUNGAN PERAIRAN UNTUK ZONA PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT DI TELUK GERUPUK KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUS MULIADI PUTRA

    2015-06-01

    Full Text Available This research aims to identify the water suitability and carrying capacity level based on marine culture activity used. The research treated on May to July 2011 at Gerupuk Bay, Subdistrict of Pujut, Central Lombok Regency. The methods used in this research are analyzing the parameter, processing the data, and analyzing the data based spatial named Geographic Information System (GIS. This analysis proves that Gerupuk Bay might be used as marine culture development area with total area 339,768 Ha. Highly suitable area with 60,343 Ha, is for seaweeds area. For grouper fish most of the area is marginally suitable area with 99,198 Ha, for moderately suitable is 68,105 Ha and for unsuitable area found is 112,122 Ha. After identifying the data, the total maximum carrying capacity area for seaweeds activity is 8 units for long line which 7 units (87,5% have been used, and 18 units for floating raft method which 10 units (55,5% have been used. The maximum total unit for the grouper fish is 26 units for net floating cages method whlch only 1 unit (4% has been used. Finally, the conclusion of U1is research is that the water environmental for each marine culture activity is less then 50% of all area. For lhe estimation of the maximum carrying capacity of grouper fish is less then 50%, in other hand the maximum carrying capacity of seaweeds is up to 50%.

  6. PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN DI LAUT MELALUI YURISDIKSI MAHKAMAH PIDANA INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yordan Gunawan

    2012-06-01

    Full Text Available The international community, nowadays is facing the most serious problem of the piracy in the sea on a large scale than ever before. Todays piracy is destroying and disturbing the shipping industry worldwide with the modern way. The problem of piracy becomes increase day by day rather than to decrease. It is universally called as hostis humani generis. The piracy today is directed against victims from around the world, creates harms that are felt by the international community, and involves many of the same violation, as like as a murder and hostage-taking, that are used to commit the crimes within the jurisdiction of International Criminal Court (ICC. The main purpose of this paper is to describe the piracy in details which could be seen in some international laws concerning this problem as for UNCLOS 1982 and SUA Convention 1988. This paper also will elaborate how piracy could be called as a crime under international law, as well as the jurisdiction of the ICC. This permanent international judicial body is empowered to prosecute crimes of concern to the international community as a whole, in accordance with the Rome Statute 1998 and ICC is expected to fullfil the impunity as the biggest obstacle for countries to bring the pirates into the justice.

  7. PENGARUH KARAKTERISTIK PERSONAL AUDITOR TERHADAP PENERIMAAN PERILAKU DISFUNGSI AUDIT PADA UNIT ORGANISASI TNI ANGKATAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sukesi

    2017-08-01

    Full Text Available He purpose of this study is to determine the influence of Locus of Control, self-esteem relating to ambition, professional commitment, personal performance of employees to acceptance of dysfunctional audit behavior. The data of this research is officer of examiner who work in Ispektorat Jenderal TNI Navy force as many as 74 people. The research methodology used is descriptive statistic with validity test, reliability test and simple linear regression test. The results of this study indicate that the locus of control and professional commitment have a significant positive influence on the acceptance of dysfunctional audit behavior, while the self-esteem associated with ambition, personal performance and turn over interntion significantly negatively affect the acceptance of dysfunctional audit behavior. In order to control the reception of dysfunctional audit behavior, Irjenal needs to encourage self-esteem enhancement, improved personal performance of pegwai and turn over intention. Key Word : Locus of Control,Self Esteem In Relation to Ambition, Profesional commitment, profesional, self rate employee performance , turn over intension, Disfungsional Auditor Behaviour

  8. Kapasitas Rekatan GFRP-S pada Balok Beton Akibat Perendaman Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Djamaluddin

    2015-04-01

    Full Text Available Glass Fiber Reinforced Polymer Sheet (GFRP-S is the non-corrosive material used for strengthening and has been widely used for many kinds of structures, such as buildings and structures exposed to marine environment. Its noncorrosive property is suitably purposed for the application of structures exposed to marine environment. Therefore, this study was conducted for analyzing the effect of sea water on bonding capacity of GFRP-S. Specimens were 12 concrete beams of 10 cm x 12 cm x 60 cm strengthened with GFRP-S. Three beams were not submersed in the sea while three beams were each submersed in the sea for 1 month, 3 months and 6 months, respectively. Testing was conducted on the ultimate load, the deflection, the GFRP-S strain and the concrete strain. From this study, it can be concluded that both the ultimate load and the bonding capacity of GFRP-S decreases along with the increasing of submersion period. The flexural capacity was decreased due to the decreasing of the bonding capacity of GFRP-S. The result of analysis indicates that the bonding capacity of GFRP-S decreased about 15% after submersed for 6 months in sea water.

  9. Pengaruh Rendaman Air Laut terhadap Kapasitas Rekatan GFRP-Sheet pada Balok Beton Bertulang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mufti Amir Sultan

    2017-04-01

    Full Text Available Construction of concrete structures that located in extreme environments are such as coastal areas will result in decreased strength or even the damage of the structures. As well know, chloride contained in sea water is responsible for strength reduction or structure failed were hence maintenance and repairs on concrete structure urgently needed. One popular method of structural improvements which under investigation is to use the material Glass Fiber Reinforced Polymer which has one of the advantages such as corrosion resistance. This research will be conducted experimental studies to investigate the flexural behavior of reinforced concrete beams with reinforcement GFRP-Sheet immersed in sea water using immersion time of 1, 3, 6 and 12 months. Test specimen consists of 11 pieces of reinforced beams with dimensions (15x20x330 cm that had been reinforced with GFRPSheet in the area of bending. The test specimen tested by providing a static load until it reaches the power limit, to record data during the test strain gauge mounted on the surface of the specimen and the GFRP-Sheet to collect the strain value. The result of analysis indicates the bonding capacity of GFRP Sheet decreases about 11.04% after immersed for 12 months in sea water.

  10. WALI DAN KARAMAH AMANG GAGA DI DESA UJUNG BARU, KECAMATAN BATI-BATI, KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiah Zakiah

    2016-10-01

    Full Text Available This research took up from perspective about the importance of discussing society opinion on Wali’s and the people are reputed as holy people or the people who has a special ability as a popular religion expression which still exists in the certain society. Paying homage by society to Wali’s are not only when they are still alive, but it also continue when they are died. Amang Gaga is one of them, he was respected and reputed as a Wali and he had a special ability (karamah by people in Ujung Baru village, Bati-Bati, with the result that this research needs to be done. The questions of this research are (1 How does people opinion about Wali and Amang Gaga’s karamah? (2 What is level of guardian status of Amang Gaga as a Wali and his karamah according to tasawwuf?. Based on the findings that Amang Gaga is a Wali because his loyalty, his consistency and his karamah. The level of his guardian status is al-Quthub atau al-Ghawts. It means that the humans need him when they have difficulties, when he prayed to Allah, it would be answered Allah very fast. People pray to Allah through him as a medium. However, there is any evidence to show that Amang Gaga as the leader of Wali’s.

  11. Desalinasi Air Laut Berbasis Energi Surya Sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Yogi Dewantara

    2018-03-01

    Full Text Available Penelitian ini berkonsentrasi pada kemampuan alat desalinasi tipe solar still dalam menyerap energi kalor matahari dan penggunaannya dalam proses kondensasi guna memproduksi air tawar untuk keperluan masyarakat. Alat desalinasi ini terdiri dari kotak distiller dengan plat absorber dan kain yang terdapat di dalamnya, serta kaca sebagai pentransmisian. Sistem kerja berawal dari air diteteskan melalui pipa dan jatuh pada kain yang akan menyerap air. Radiasi matahari akan memanaskan plat absober melalui kaca kemudian panas plat memanaskan air pada kain hingga menjadi uap dan menempel pada permukaan dalam kaca hingga terkonsensasi menjadi air suling. Pengukuran volume minimal dan maksimal alat sebesar 5 lt dan 7 lt dilakukan selama 4 hari. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa intensitas matahari telah ada saat cahaya matahari mulai terlihat pada pukul 6 pagi dan difusi energi kalor matahari telah mulai dimanfaatkan pada waktu tersebut. Akan tetapi kinerja alat desalinasi masih sangat rendah, hal ini terlihat dari angka efisiensi yang hanya mencapai 4,45%.

  12. Diplomasi Indonesia terhadap Singapura dalam Penetapan Garis Batas Laut di Bagian Timur Selat Singapura

    OpenAIRE

    Harto, Syafri; ", Akmaludin

    2016-01-01

    This research aims analyze €œIndonesian Diplomacy to Singapore in the determination of the sea border in the eastern part of the Singapore€™s strait€. The boundary of Indonesian and Singapore comprise the region Singapore€™s Strait. But the boundary of Indonesia and Singapore resolved yet. This condition will disturb Indonesia sovereignty in the region.This research use library research method. All data in this research from books, literatur, magazine articles, journals, bulletins, dokuments...

  13. STUDI KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN DI DAERAH BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DI TELUK KAPING DAN TELUK PEGAMETAN, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bejo Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available The purpose of this study was to know the coastal environmental quality of Kaping and Pegametan Bay coastal area. Thestudy was conducted from 14 stations with 3 replicates of water sampling and 5 replicates of makrozoobenthos sampling.The result showed that water quality namely TSS, DO, NH3 and BOD5 were still in line criterion stated by office of KLH(2004. About 49 species of makrozoobenthos were examined, with abundance of makrozoobenthos was 58-209 ind./ 1,125 cm2 anddiversity indeks was 1,56-2,91. The result on the integrated water quality analyses showed that the water quality all of station wasclassified to light pollution.This result showed that the enviromnental of Kaping Bay dan Pegametan Bay coastal area was competent for mariculturealthough lower compered with control. For the continuity of fisheries aquaculture in Kaping Bay dan Pegametan Bay, Long termeffort in environment conservation is needed better stretegy and action in an integrated and sustainable manners.

  14. OPTIMISASI HASIL TANGKAPAN PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2016-04-01

    The dynamic and existence of purse seine fisheries operated in the Java Sea need to be explored from a broader view to manage the fisheries. This situation allow to describe and discuss the integration of bio-economy to determine the level optimum of catch, fishing effort and biomass, through application of surplus production models and concepts Gordon & Schaefer. It has been generally accepted that most of fisheries management reference points rely on effort level which produces maximum economic yield (MEY rather than at effort level produces maximum sustainable yield (MSY. Overall, the higher the ratio price/exploitation cost (p/c then optimum sustainable yield (OSY close to MSY.  If OSY or TAC (Total Allowable Catch seriously applied as a baseline of fisheries management plan on purse seine fleets in the Java Sea, the on going fishing efforts should be decreased by about 30%. In addition a regular monitoring and control of technological creep or effort creep including additional investment restrictions on other inputs must be done.

  15. KARAKTERISTIK GENETIK Kappaphycus alvarezii SEHAT DAN TERINFEKSI PENYAKIT ICE-ICE DENGAN METODE Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2013-03-01

    Full Text Available Infeksi penyakit ice-ice pada Kappaphycus alvarezii seringkali menyebabkan penurunan produksi yang sangat signifikan. K. alvarezii merupakan alga merah penghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti farmasi, makanan, stabilizer, dan kosmetik. Perbaikan genetik sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kemiripan genetik K. alvarezii sehat dan terinfeksi penyakit dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP, Maros dengan metode Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP. Pada penelitian ini juga dianalisis K. alvarezii asal Bone (BNE, Gorontalo (GRL, Tambalang (TMB, dan Kendari (KND sebagai kontrol rumput laut sehat. Metode AFLP menggunakan enzim restriksi Psti dan Mset, preamplifikasi dan amplifikasi selektif diawali dengan isolsi DNA, uji genimoc DNA, restriksi dan ligasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan marker AFLP dengan primer forward P11 dan primer reverse M48, M49 dan M50 terhadap K. alvarezii yang berasal dari Takalar (TKL, dan Mataram (MTR, tanpa infeksi (sehat dan terinfeksi penyakit Takalar ice (TKL+, Mataram ice (MTR+, serta K. alvarezii kontrol (BNE, (GRL, (TMB, dan (KND menghasilkan 519 fragmen dalam 122 lokus dengan ukuran 50 - ~370 pb. Kemiripan genetik K. alvarezii yang terinfeksi penyakit ice-ice lebih rendah jika dibandingkan dengan yang sehat. Kemiripan genetik K. alvarezii dari Takalar sehat (TKL dan terinfeksi ice-ice (TKL+ adalah 0,8176 dan MTR-MTR+ adalah 0,8033.

  16. Pengaruh pemberian Azolla (Azolla microphyla, Kaulfuss dan mikroorganisme efektif terhadap produksi rumput raja (Pennisetum purpureum, Schumacher & Thonn c.v King

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Yuniati

    2013-12-01

    Full Text Available The research aims at determining the influence of azolla compost and effective microorganism (EM application on the production of King Grass at the 1st and the 2nd cuttings at Sumbersekar field laboratory, Faculty of Animal Husbandry Brawijaya University for four months. The Randomized Block Factorial design was applied with two factors. The first factor was EM4 consists of E1 (EM4 addition and E0 (without EM4. The second factor was the dosage of fertilizer consists of A100 (100% azolla + 0% urea, A75 (75% azolla + 25% urea, A50 (50% azolla + 50% urea, A25 (25% azolla + 75% urea and A0 (0% azolla + 100% urea. The parameters observed comprised the number of tillers, plant height, dry matter (DM leaf production, organic matter (OM content, crude protein (CP content. The study indicates that there were interaction (P<0.05 between EM4 and fertilizer (azolla dosage on plant height, total OM, total CP, DM leaf production, DM stem production, total DM production, and total CP production at the first cutting. Then, at the second cutting there were interaction (P<0.05 among treatments on the number of tillers, total OM, total CP, DM leaf pro-duction, total DM production, and total CP. At the first cutting, the highest values of plant height, leaf OM, stem OM, leaf CP, stem CP, OM production were 86.39%, 92.40%, 7.85%, and 3.89% respectively found at ElA25. Furthermore, at the second cutting the best treatment were ElA25 in which the value of leaf CP content and total DM content were 8.08% and 4.64 kg/plot respectively. The leaf DM production and stem OM content at the first cutting were higher than those at the second cutting. It can be concluded that azolla can substitute the role of urea by 25%.

  17. Determination of {sup 90}Sr Abundance in Different Kind of Pasture at PPTN Serpong; Distribusi {sup 90}Sr dalam Beberapa Jenis Rumput di Kawasan PPTN Serpong

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Sudiyati,; Makmur, Murdahayu; S, Agus Gindo [Centre for Radioactive Waste Technology, National Nuclear Energy Agency, Serpong (Indonesia)

    2007-06-15

    The determination of {sup 90}Sr abundance in the pasture grass around Serpong had been done. The aim of the research is to determine {sup 90}Sr abundance in the pasture which could be used to estimate the dose received by human in food chain pathways. The mean of {sup 90}Sr mean activities in pasture around PPTN Serpong is 14.14 ± 3.7 mBq/kg, this result is insignificantly different compared to its control (off-site), i.e. 14.18 ± 6.9 mBq/kg. Elephant grass (Penisettum Purpureum) has the highest abundance of {sup 90}Sr which is 24.8 ± 15.6 mBq/kg, followed by teki grass (Setaria Spha Celata) and ilalang grass (Imperata Cylinrica) which are 14.9 ± 6.0 mBq/kg and 8.0 ± 4.8 mBq/kg, respectively. (author)

  18. RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT AKIBAT KONSUMSI AIR BERSIH DAN HASIL LAUT YANG MENGANDUNG KADMIUM (CD DI KEPULAUAN SERIBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Athena

    2012-11-01

    Full Text Available The Risk of Public Health Impact of Cadmium (Cd Contaminated Drinking Water and Marine products in Kepulauan Seribu.Study on the risk assessment of public health impact of Cadmium contaminated drinking waterand marine products (fish and shellfish was conducted on Lancang, Panggang, Untung Jawa and TidungIs land Kepulauan Seribu District, OK! Jakarta in 2006. The aim of this research was to predict risk due tothe consumption of drinking water and marine products. Forty three samples of drinking the water and 110 samples of marine products were taken. Samples were determined by using atomic absorption spectrophotometer (AAS, with air-acetylene flame method. One hundred and fifty two respondents who have dietary habits (including marine products consumption were interviewed to study consumption pattern of drinking water and marine products. The results were: Soil water, rain water, and reverse osmosis product were used as drinking water resources in Kepulauan Seribu which has below detection limit up to 0.021 ppm level of cadmium concentration. More than 30% drinking water samples were exceeding the cadmium concentration standard (regulation of the Ministry of Health, Permenkes no.416/1990. The highest concentration of cadmium was detected in Tidung island (7 times higher than permissible standard levels. The result of marine products sample analysis showed that Cadmium concentration was in the range of 0.024-0.795 part per million (ppm. Risk assessment showed that detected Cd in drinking water and marine products in all area did not have significant impact to its public health (RQ<1.Keywords: Cadmium, risk asssessment, drinking water, marine products

  19. Memahami Makna-Makna Simbolik Pada Upacara Adat Sedekah Laut di Desa Tanjungan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Abdurrohman

    2016-03-01

    Full Text Available This study aims to determine the meanings contained in the sequence of the ceremonial procession in the village of Sea Alms Tanjungan as an annual tradition organized by the local community. Theory basis used is the symbol by Susanne Langer's theory which states that a symbol or set of symbols works by connecting a concept, the general idea, pattern, or shape. Symbols are human conceptualization of a thing, there is a symbol for something. Research methods in use is descriptive qualitative, by describing the results that have been obtained from observation and depth interviews with informants. Results in the can that is symbolic ceremonies Sea Alms is a form of implementation of gratitude local community to God Almighty for the gift that has been given, as well as their respect to guard the sea are believed during this important role for the safety of the villagers Tanjungan. This research linkages with communication studies is that people can establish a value of life by applying them in the form of symbols that can be agreed upon by the perpetrators so as to form a culture.

  20. ANALISIS RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT AKIBAT KONSUMSI HASIL LAUT YANG MENGANDUNG MERKURI (Hg DI KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Athena

    2012-11-01

    Full Text Available Risk assessment of public health impact of mercury containing drinking water and marine products (fish and shellfish was conducted on Lancang, Panggang, Untung Jawa and Tidung Island Kepulauan Seribu District, Jakarta in 2006. The aim of this research was to predict risk of the consumption of marine products. The number of samples were 99 from those island. Mercury concentration in those samples were determined by using mercury analyser. One hundred and fifty two respondents who have consumed fish and shellfish were interviewed to study consumption pattern. The result of marine products sample analysis showed that mercury concentration was in the range of no detection to 3.05 part per million (ppm. The highest concentration of mercury was detected in Untung Jawa Island (6 times higher than maximum allowable concentration. Risk assessment showed that Hg content in marine product samples from Untung Jawa and Tidung Islands have significant impact to its public health (RQ>1, but Hg content in marine product samples from Lancang and Panggang Islands have no impact to its public health (RQ<1. There was no health impact difference between male and female respondents due to consumption patterns in all islands. Keywords : mercury, marine products, risk assessment, seribu islands

  1. PENERAPAN ASAS PACTA TERTIIS NEC NOCENT NEC PROSUNT BERKAITAN DENGAN STATUS HUKUM DAERAH DASAR LAUT SAMUDERA DALAM (SEA BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryuni Yuliatiningsih

    2010-01-01

    Full Text Available International ocean seabed area out of national jurisdiction recognized as a common heritage of mankind. Its regulations under International authority based on UNCLOS 1982. UNCLOS 1982 didn’t universal acceptance because there are several states unwilling consent to be bound by a treaty. In the law of treaty there is pacta tertiis nec nocent nec prosunt principle, means a treaty does not either obligations or rights for a third State without its consent. Nevertheless, rules in a treaty becoming binding upon on third states through international custom and there is a principle has character erga omnes Key Words: pacta tertiis nec nocent nec prosunt principle, legal status, ocean seabed, erga omnes

  2. PERAN MASYARAKAT PESISIR DALAM PENERAPAN STRATEGI KONSERVASI SUMBERDAYA LAUT (KASUS DI KELURAHAN PALABUHANRATU, KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Winata

    2012-02-01

    Full Text Available This article is objected to measure the coastal communities role in the implementation of marine resource conservation strategies. The population were all coastal communities in Palabuhanratu, Sukabumi. Respondents of 50 people were chosen randomly. Data were collected by using survey method, and were analyzed by Pearson correlation. The results indicated that the level of education of coastal communities was a primary school. Respondents have been working more than 10 years. Those who knew the meaning of the protection and conservation of marine resources was 56%, while 88% of them did not know the meaning of preservation of marine resources. The role of coastal communities in aspects of marine resource protection was low, in the aspects of marine resource conservation was high, and in the preservation of marine resources was low. The characteristics of coastal communities correlated positively with the level of knowledge of coastal communities (0,3 and ? = 0,05. Furthermore, the level of knowledge of coastal communities associated with the role of coastal communities in the implementation of conservation strategies (0,5 and ? = 0,05.

  3. Penurunan Garam Klorida Air Laut Dengan Memanfaatkan Modifikasi Pati Dari Limbah Bonggol Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var Sapientum)

    OpenAIRE

    Rabbani, Aulia Husna; -, Alimuddin; Saleh, Chairul

    2015-01-01

    The research of desalination the sea water by utilization of the strach bump a “Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum)” modification has been done. Modification of starch bump “Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum)” had be a ability better than starch bump “Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum)” in the levels of chloride. The variation upon which to do to absorb chloride of sea water which are starch, starch been activated NaOH and starch acetate bump of a “Pisang Ambon...

  4. DAMPAK AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PENCEMARAN AIR LAUT DI PANTAI KUTA KABUPATEN BADUNG SERTA UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Elyazar

    2012-11-01

    Full Text Available Sea and coastal areas of Badung Regency, especially Kuta Political District is growing rapidly as atourism area. Increasing community activities created pollution and affected conservation areas, includeKuta Beach.This research aimed to know the positive and negative impacts of community activities of hotels,restaurants, settlement/housing, tradings and services, industries and fisherman. Besides, identificationseawater quality of Kuta Beach on their physical, chemical and microbiological parameters during rainyseasons as well as to find out effort on environment conservation done by government and local communitiesin Kuta Political District.Samples were determined using purposive sampling method collected from three locations at KutaBeach, which then analysed insite and at analytical laboratory. Seawater quality on their physical, chemicaland microbiological parameters ratio was compared with based on standard of seawater quality for marinerecreation according to Decree of the State’s Minister Environment Act Number 51 years 2004. The index ofthe population was then calculated to gain the population index. Samples of community activities werecollected using questioner, interview and observation and then analysed by qualitative description method.The result showed that activities at the sea and coastal areas of Kuta Political District had an impactsuch as increase population and job availability, provision of income to Badung Regency and TraditionVillage, environment aesthetics, perception of community, culture and region perform, waste andenvironment sanitation, land use degradation of coastal border, mobility of motorized vehicle and seawaterintrusion. The water quality of Kuta Beach during rainy seasons in February year 2006 exceeded thethreshold level or quality standard such as rubbish, NH3, NO2, NO3, PO4, Cu, Cd, Pb, E. coli and coliform.DO exceeded the minimum limits of seawater quality standard. Whereas, parameters which did not yetexceed the maximum limits namely: temperature, colour, smell, turbidity, TDS, salinity, pH, BOD, COD, fatand oil, fenol, Hg and Fe. The result showed that score of calculation pollution index of Kuta Beachseawater in three research zone, were between 6,46 and 6,77. The effort on environment conservation inKuta Political District had been conducted by local community and government, but long term effort inenvironment conservation is still needed better strategy and actions in an integrated and sustainablemanners.

  5. Aplikasi Soft System Methodology dalam Analisis Diplomasi Angkatan Laut Indonesia melalui Pengiriman Satgas Maritim TNI Pada Misi UNIFIL MTF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trio Sirmareza

    2017-05-01

    Full Text Available This article discusses Indonesia's participation in UNIFIL MTF, as a way for the country to exercise its naval diplomacy. Using Ken Booth's theory of naval diplomacy as analytical framework and employing the Soft System Methodology model, this article seeks to explain Indonesia's motives for joining UNIFIL MTF, namely the maintenance of the world peace as stipulated by the country's constitution and concomitantly, Indonesia's interest to enhance its global role as middle power. The application of naval diplomacy and Soft System Methodology in this article provides a theoretical and methodological-informed analysis in scrutinising Indonesia's participation in international peacekeeping operation. By doing so, this article attemps to fill the lacuna in the existing body of works which commonly neglect the theoretical basis and/or sound methodological framework in their observation and evaluation concerning the topic at hand. The article finds that Indonesian maritime task force in UNIFIL MTF has flexibility, mobility, projection ability and access potential to carry out Indonesia's diplomatic agenda. However, Indonesia still needs to consider improving the capacity of its maritime task force in order for it to function as maximum signifier for Indonesia's prestige and foreign policy commitment.

  6. KARAKTERISTIK GELOMBANG SIGNIFIKAN DI SELAT KARIMATA DAN LAUT JAWA BERDASARKAN RERATA ANGIN 9 TAHUNAN (2005-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Wicaksana

    2015-11-01

    Full Text Available Karimata strait and the java sea is one of the most densely shipping lanes in the maritime country of Indonesia. Information of a significant wave is needed to safety navigation. The prediction of a significant wave mostly employs the modeling using wind as input data to produce an early warning warning prediction. Characteristic of a significant wave shows the maximum wave height in the strait and the java sea karimata occurs in west monsoon (January and east season (August every year. Especially at the peak of west monsoon (January maximum wave height reach 1.5-3 meters in Karimata Strait, and reach 0.5-2.5 meters in Java Sea. The frequency of significant wave occurences mostly extend until February, where wave height in Java Sea will stay the same (0.5-2.5 meters, while in Karimata Strait is little bit decrease (1-2.5 meters. Recommended to all sea transportation users, in those regions during January and February, to avoid using ship with the hull is less than 3 meters height. Keywords: significant wave characteristic, Karimata Strait, Jawa Sea, Wind, Modeling

  7. THE IMPLEMENTATION OF A SIMPLE LINIER REGRESSIVE ALGORITHM ON DATA FACTORY CASSAVA SINAR LAUT AT THE NORTH OF LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Marisa Efendi

    2018-04-01

    Full Text Available Cassava is one type of plant that can be planted in tropical climates. Cassava commodity is one of the leading sub-sectors in the plantation area. Cassava plant is the main ingredient of sago flour which is now experiencing price decline. The condition of the abundant supply of sago or tapioca flour production is due to the increase of cassava planting in each farmer. With the increasing number of cassava planting in farmer's plantation cause the price of cassava received by farmer is not suitable. So for the need of making sago or tapioca flour often excess in buying raw material of cassava This resulted in a lot of rotten cassava and the factory bought cassava for a low price. Based on the problem, this research is done using data mining modeled with multiple linear regression algorithm which aim to estimate the amount of Sago or Tapioca flour that can be produced, so that the future can improve the balance between the amount of cassava supply and tapioca production. The variables used in linear regression analysis are dependent variable and independent variable . From the data obtained, the dependent variable is the number of Tapioca (kg symbolized by Y while the independent variable is milled cassava symbolized by X. From the results obtained with an accuracy of 95% confidence level, then obtained coefficient of determination (R2 is 1.00. While the estimation results almost closer to the actual data value, with an average error of 0.00.

  8. Pengaruh Pemberian Fraksi Protein Ekstrak Kuda Laut (Hippocampus Kuda Bleeker, 1852) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Mencit (Mus Musculus L)

    OpenAIRE

    Adam, Kindi; Fitria, Laksmindra; Sarto, Mulyati

    2014-01-01

    Seahorse (Hippocampus kuda) is known to have a high concentration of iron, taurin and progesteron as testosteron precursor. Seahorse extract can increase the production of testosterone hormone of mice. On the erythrocytes development, kidney is stimulated to release erythropoietin hormone in case of hypoxia and also related with testosterone production. Erythropoietin control erythrocytes development and increase hemoglobin synthesis. The objective of experiment was to study the effect of sea...

  9. Pengaruh Pemberian Fraksi Protein Ekstrak Kuda Laut (Hippocampus kuda Bleeker, 1852) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Mencit (Mus musculus L)

    OpenAIRE

    Kindi Adam; Laksmindra Fitria; Mulyati Sarto

    2015-01-01

    Seahorse (Hippocampus kuda) is known to have a high concentration of iron, taurin and progesteron as testosteron precursor. Seahorse extract can increase the production of testosterone hormone of mice. On the erythrocytes development, kidney is stimulated to release erythropoietin hormone in case of hypoxia and also related with testosterone production. Erythropoietin control erythrocytes development and increase hemoglobin synthesis. The objective of experiment was to study the effect of sea...

  10. SUPLEMENTASI DAUN TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR UNTUK MENURUNKAN KELUHAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI (SUPPLEMENTATION OF TORBANGUN LEAVES [COLEUS AMBOINICUS LOUR] IN REDUCING THE COMPLAINST OF PRE-MENSTRUAL SYNDROME [PMS] AMONG TEENAGE G

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazarina Devi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Torbangun leaves (Coleus ambonicus Lour is one of type of species from Labiatae family which contains a lot of micronutrient and active element which have been examined as beneficial for human health and quality of life. The plants containing iridoid and flavonoid as well as phytochemical which deal with reproduction hormone is applicable to traditional medication toward PMS cases. Methods: The present study was aimed to assess the efficacy of CAL leaves in the management of PMS. An experimental clinical trial was conducted in 35 teenagers with PMS. Three intervention groups were defined: CAL leaves; commercial preparation; and placebo. Participants were followed-up individually for 1 month. Result: The results showed average menarche occurred around age 13 years, with menstruation lasting 5 days. During each successive treatment cycle, participants experienced a lower pain intensity score. Chi Square test, after adjusting each cycle for baseline pain, treatment compliance and other variables, showed that the group receiving CAL extract had significantly reduced pain intensity (p<0.05 compared with commercial preparation and placebo. Conclusion: The torbangun leaves supplement can be used as treatment to relief symptoms of the premenstrual syndrome. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2:180-194]   Keywords: Torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour, pre-menstrual syndrome (PMS, teenage girls

  11. Suplementasi Daun Torbangun (Coleus Amboinicus Lour) Untuk Menurunkan Keluhan Sindrom Pramenstruasi Pada Remaja Putri (Supplementation of Torbangun Leaves [Coleus Amboinicus Lour] in Reducing the Complainst of Pre-menstrual Syndrome [Pms] Among Teenage G

    OpenAIRE

    Devi, Mazarina; Syarief, Hidayat; Damanik, Rizal; Sulaeman, Ahmad; Setiawan, Budi; Dewi, Rousmala

    2010-01-01

    ABSTRACT Background: Torbangun leaves (Coleus ambonicus Lour) is one of type of species from Labiatae family which contains a lot of micronutrient and active element which have been examined as beneficial for human health and quality of life. The plants containing iridoid and flavonoid as well as phytochemical which deal with reproduction hormone is applicable to traditional medication toward PMS cases. Methods: The present study was aimed to assess the efficacy of CAL leaves in the managemen...

  12. Suplementasi Probiotik dan Temulawak pada Ayam Pedaging terhadap Populasi Salmonella sp dan kolesterol darah (PROBIOTICS AND TEMULAWAK SUPPLEMENTATION ON BROILER CHICKENS AGAINST SALMONELLA SP POPULATION AND BLOOD CHOLESTEROL LEVEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartiawati Alipin

    2017-01-01

    Full Text Available Probiotics is a live microbial feed supplements that improve the microbial balance in the digestivetract of cattle host. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb is one of native Indonesian spices that areuseful for prevention and treatment of human disease but also can be used for broiler chickens supplement.Bioactive contents known acting as an anti-bacterial, anti-inflammatory, and anti-fungal. The study wasconducted to determine the effects of probiotic and temulawak supplementation on population of Salmonellasp and broiler chickens blood cholesterol. This study used 300 DOC final stock. Probiotic concentration 109cell/mL administered through drinking water every day while of temulawak extract dose 0.25 g/L 0.50 g/Lonce a week, for five weeks. The variables measured were Salmonella sp populations and blood cholesterollevels. The results showed that combination administered of probiotics with temulawak dose 0.50 g/Ldecreased of population of Salmonella amount to 87.04% and decreased of blood cholesterol amount21,48% at administered of probiotics with temulawak dose 0,25 g/L. The conclusions of this study showedthat the percentage decrease of Salmonella sp population and blood cholesterol levels in combinationprobiotic and temulawak supplementation so that broiler produced is safe for consumption.

  13. KAJIAN KERUSAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD GILI SULAT DAN GILI LAWANG LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Subhan

    2015-06-01

    Full Text Available Coral reef and its life within is a high value natural resources. Management of KKLD GiliSulat-GiliLawas has been going for 8 years, however the management was still not maximal, in particular on preservation of coral reef ecosystem in the conservation area, and community commitment in managing and conserving fish resources and other biota. Therefore, to improve management planning, study need to be done with the aim to find out destruction level of coral reef at KKLD GiliSulat – GiliLawang, based on coverage percentage, fishermen, private sector and government perception. Also to identify policy related with coral reef management in this area, then to formulate its management strategies. Results of the survey shows that in general, average condition of the coral reef in this area is fair (lifeform= 49,26%. Recommended management strategies in KKLD GiliSulat-GiliLawang include SO strategies (Strength - Opportunity which are coral reef management should be based on ecotourism, increasing community involvement in managing the coral reed and improve institutional strength of KPPL, and maximizing function and task of UPTD KKLD. WO strategies (Weakness - Opportunity are increasing monitoring, give training on coral reef conservation, improving partnership in management, and increasing quality and quantity of KKLD human resources. ST strategies are (Strength – Threats socialization of regulation, increasing effective coordination among stake holder, accurate analysis of environmental impact and improve research and sustainable diversification on fishing businesses. WT strategies are (Weakness-Threats compliance to law, involving all parties in every decision made and making a good coastal areas plan.

  14. ANALISIS USAHA PENGOLAHAN KERUPUK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commersoni SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Fakhrida

    2016-09-01

    Full Text Available The aim of this study was to analyze the advantages mackerel fish cracker business, analyze the feasibility crackers mackerel, and analyze business opportunities in the district crackers mackerel North Sea island of Kotabaru district. This study was carried out in the district of Sea Island Utara Kabupaten Kotabaru. This study took place starting in February 2015 until April 2015, ranging from consulting research proposal, the conduct of research, data collection and data analysis to preparing reports. Research conducted purposively (intentionally by the consideration that the districts are one of the industrial center's mackerel Fish Crackers manufacture of household scale. In the District of North Sea island amounted to 6 industrialists mackerel fish crackers. Data analysis included analysis of profits, business feasibility analysis, and analysis of business opportunities. The results showed a mackerel fish cracker processing business households in the district-scale North Sea island Kotabaru District profitable. By using the analytical calculation of the advantage of total revenues minus total expenses results are favorable. Mackerel fish cracker processing business household scale in the District of North Sea island of Kotabaru district eligible to try for. Feasibility test results were analyzed by calculating the NPV at the time 12%, Net BCR 12% and 12.45% IRR at the time showed that mackerel fish cracker processing business households in the district-scale North Sea island of Kotabaru district deserve to be developed and expanded. Mackerel fish cracker processing business households in the district-scale North Sea island of Kotabaru district has a very bright business opportunity in the past to the future. It is seen from a greater demand from consumers is about 7000 packs of offers from manufacturers about 5000 packs. Seen when the price of mackerel increased market demand was still high. Judging also from the many days and they produce fish crackers in a month and always sold out.

  15. EFEK SUPLEMENTASI LAKTOFERIN PADA SUSU FORMULA TERHADAP AVAILABILITAS ZAT BESI, OKSIDASI LEMAK DAN PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA SALURAN PENCERNAAN TIKUS [The Effects of Lactoferrin Supplementation to Infant Formula on Iron Availability, Lipid Oxidation and Escherichia coli Growth in RatsIntestine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Purwati Nurlaili 1

    2002-12-01

    Full Text Available A research on lactoferrin supplementation to infant formula has been conducted. The objectives of this research were to study the effects of consumption of the supplemented formula on iron availability, lipid oxidation and growth of Escherichia coli in the intestine. Fifthly newly born rats and their mother (10 rats were used.They were divided into 5 groups of 10 newly born and 2 mother rats, and were given five different infant formula respectivelly i.e. FEAN (inorganic Fe supplementation, FEOR ( lactoferrin supplementation, FECAMP (inorganic and lactoferrin supplementation, Control (no Fe supplementation and Placebo. FeSO4. 7 H2O and lactoferrin were used as the source of inorganic and organic Fe respectively. During the experiment the rat baby also got regular milk from their mothers which were fed by AIN 93 diet. After 30 days of intervention, blood were withdrawn from the retro orbital plexus for Hb, Fe and TBARS determination. The rats were executed and liver was taken for Fe and TBARS analysis and large intestine were withdrawn for Escherichia coli determination. It was found that Fe supplementation of the formula have no effects on the serum total Fe, increase the total hemoglobin of the baby but was not significantly different between the sources of the Fe. Total Fe of the liver was highest in FECAMP and FEOR rats (101.3 ppm and 83.38 ppm, respectively and lowest in the Placebo groups (58.1 ppm. Inorganic Fe supplementation increase TBARS of the serum and liver of the rats. Number of total Escherichia coli was lowest in FEOR groups (1.7 10 7 cfu and was highest in FEAN rats (7.5 10 7 cfu.

  16. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ali Akbar

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0, konsentrasi 5% (K1, 10% (K2, 15% (K3. Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1, 60 menit (T2 dan 90 menit (T3.  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research

  17. PERFORMANSI INSTALASI PENGOLAH AIR LIMBAH TAMBAK SUPERINTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachman Syah

    2017-12-01

    Full Text Available Pengolahan air buangan tambak superintensif (TSI adalah usaha untuk mengurangi beban bahan pencemar yang terkandung di dalam air buangan TSI sehingga aman dan tidak membahayakan saat dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain dan performansi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL dalam memperbaiki kualitas air buangan TSI sebelum dibuang ke badan air. IPAL terdiri atas kolam sedimentasi, dua kolam aerasi, dan satu kolam penampungan. Ke dalam kolam penampungan ditebari ikan mujair serta rumput laut Gracilaria sp. yang dibudidayakan dengan metode long line, berfungsi sebagai biokontrol. Sampel air diambil di bagian inlet IPAL, oulet kolam sedimentasi atau inlet kolam aerasi-1, outlet kolam aerasi-1 atau inlet kolam aerasi-2, outlet kolam aerasi-2 atau inlet kolam penampungan, serta outlet kolam penampungan, setiap dua minggu selama 105 hari pemeliharaan. Parameter yang diukur adalah total padatan tersuspensi (TSS, total amonia nitrogen (TAN, nitrit, nitrat, fosfat, bahan organik terlarut (BOT, dan biological oxygen demand (BOD-5. Spesifikasi teknis IPAL yang diamati meliputi ukuran dan volume IPAL, volume dan waktu tinggal air buangan tambak, dan efisiensi kinerja IPAL, serta rasio volume IPAL dan volume total air tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPAL dapat mengurangi beban bahan pencemar dengan tingkat efisiensi antara 53,1%-99,4%; namun masih diperlukan peningkatan kapasitas dalam mengurangi konsentrasi BOT. IPAL menghasilkan efisiensi yang tinggi terhadap TSS, TAN, nitrit, Total Nitrogen (TN, dan fosfat. Rasio volume IPAL dan volume air tambak 30:70 dengan waktu tinggal minimal lima hari, dapat dijadikan acuan dalam pembangunan IPAL tambak superintensif. A wastewater treatment plant (WTP in a super-intensive shrimp farm is used to reduce organic matters contained in super-intensive shrimp farm effluent. Through the WTP, the waste water from shrimp facilities can safely and harmlessly be released to the

  18. Põlvkondadevaheline sotsiaalne mobiilsus kahe sünnikohordi näitel = Intergenerational social mobility on the sample of two birth cohorts : I koht bakalaureusetööde kategoorias / Birgit Laut

    Index Scriptorium Estoniae

    Laut, Birgit

    2009-01-01

    Uuringust eesmärgiks oli selgitada, millistes suundades ja ulatuses on toimunud mobiilsusmehhanismid Eesti ühiskonnas, kuivõrd on indiviidi sotsiaalne päritolu mõjutanud tema saavutatud sotsiaalset positsiooni, kas Eesti on pigem avatud või suletud ühiskond

  19. DAMPAK PENERAPAN PRINSIP COMMON HERITAGE OF MANKIND DI KAWASAN DASAR LAUT DAN SAMUDERA YANG BERADA DI LUAR YURISDIKSI NASIONAL SERTA PEMANFAATAN SUMBER DAYA MINERAL DI KAWASAN TERSEBUT BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Davina Oktivana, S.H., M.H.

    2016-05-01

    Full Text Available Seabed and ocean floor known as the site where many non-biological sources found in the form of rocks rich in metals and minerals. Convention on the Law of the Sea 1982 regulates the of oceans and seas which are beyond national jurisdiction or referred to as the Region, as well as the utilization of non-living resources, especially mineral resources by applying the principle of common heritage of mankind. All activities related to the exploration and exploitation in the area governed by the International Seabed Authority (ISBA. ISBA have the authority to determine the country or which company will do mine, which location do mining, as well as the time period a set fee. In this article will explore how the legal aspects of the concept of benefit for mankind and benefit sharing in the application of the principle of common heritage of mankind against the Region and mineral resources contained therein, starting from its origins and developments that accompany it, then what about the other aspects that affect the application of the principle. The last, in this article will explain the impact on the protection of the marine environment arising from the exploration and exploitation of mineral resources. The results showed that the application of the principle of common heritage of mankind gave birth to the concept of benefit for mankind and benefit sharing in the exploration and exploitation of mineral resources in the Area. The concept of benefit for mankind means all countries without exception have the same rights to perform activities in the Region, while benefit sharing is the sharing of benefits from countries miners were distributed evenly to the state or the status of least-developed countries are not locked (land-locked states. There are zoning regulation and differentiation of species in an effort to make conservation measures, as well as special arrangements regarding pollution of the marine environment by mining activities in the area based KHL 1982, 1994 Agreement, The Mining Code (ISBA and the principles that apply under customary international law.

  20. KASUS DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN FORMALIN DALAM PENGAWETAN KOMODITI IKAN LAUT SEGAR (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG [Formaldehyde Distribution and Using for Preserving Fresh Fish (A Case Study in Bandar Lampung City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dias Yusdianson Girsang

    2014-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to identify the presence of formaldehyde in some fresh fish commodities and to trace formaldehyde distribution in Bandar Lampung City. The  formadelhyde tests were done  on the storage water of fresh fish samples. The study conducted in July to October 2013 was devided in two stages: a survey to fill out a questionnaire to a number of respondents, followed by sampling some storage water of fresh fish to be tested in the laboratory.  The tests were  carried out on 52 sampling points taken from the fishing boats in the fishing landing port (17 boats, fish supplier car from outside Bandar Lampung (6 cars as well as some fish sellers in 5 traditional market in Bandar Lampung (29 sellers. By conducting a laboratory test using Formaldehyde Test Kit, there were 2 samples that were purple (positively contain formaldehyde, which were taken from 2 boats in fish landing port of Lempasing. Then the assertion test was carried out to the positive samples using chromotropic acid (SNI 01 – 2894 – 1992. The results showed that the samples positively contained formaldehyde indeed, which was characterized by a bluish purple color. Based on the survey results and tracking, there was a distortion of formaldehyde distribution in Bandar Lampung, where domestic industries (including fisherman obtained formaldehyde illegally, either from End Users, a local manufacturer or drugstore/hospital/other health care facilities. Keywords: formaldehyde, fresh fish storage water, distribution distortion.

  1. KASUS DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN FORMALIN DALAM PENGAWETAN KOMODITI IKAN LAUT SEGAR (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG [Formaldehyde Distribution and Using for Preserving Fresh Fish (A Case Study in Bandar Lampung City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dias Yusdianson Girsang

    2014-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to identify the presence of formaldehyde in some fresh fish commodities and to trace formaldehyde distribution in Bandar Lampung City. The  formadelhyde tests were done  on the storage water of fresh fish samples. The study conducted in July to October 2013 was devided in two stages: a survey to fill out a questionnaire to a number of respondents, followed by sampling some storage water of fresh fish to be tested in the laboratory.  The tests were  carried out on 52 sampling points taken from the fishing boats in the fishing landing port (17 boats, fish supplier car from outside Bandar Lampung (6 cars as well as some

  2. KASUS DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN FORMALIN DALAM PENGAWETAN KOMODITI IKAN LAUT SEGAR (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG Formaldehyde Distribution and Using for Preserving Fresh Fish (A Case Study in Bandar Lampung City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dias Yusdianson Girsang

    2014-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to identify the presence of formaldehyde in some fresh fish commodities and to trace formaldehyde distribution in Bandar Lampung City. The  formadelhyde tests were done  on the storage water of fresh fish samples. The study conducted in July to October 2013 was devided in two stages: a survey to fill out a questionnaire to a number of respondents, followed by sampling some storage water of fresh fish to be tested in the laboratory.  The tests were  carried out on 52 sampling points taken from the fishing boats in the fishing landing port (17 boats, fish supplier car from outside Bandar Lampung (6 cars as well as some fish sellers in 5 traditional market in Bandar Lampung (29 sellers. By conducting a laboratory test using Formaldehyde Test Kit, there were 2 samples that were purple (positively contain formaldehyde, which were taken from 2 boats in fish landing port of Lempasing. Then the assertion test was carried out to the positive samples using chromotropic acid (SNI 01 – 2894 – 1992. The results showed that the samples positively contained formaldehyde indeed, which was characterized by a bluish purple color. Based on the survey results and tracking, there was a distortion of formaldehyde distribution in Bandar Lampung, where domestic industries (including fisherman obtained formaldehyde illegally, either from End Users, a local manufacturer or drugstore/hospital/other health care facilities. Key word: formaldehyde, fresh fish storage water, distribution distortion.

  3. FRAKSINASI PROTEIN KAPANG LAUT Xylaria psidii KT30 DAN SITOTOKSISITASNYA TERHADAP SEL HeLa [Fractionation of Proteins of Marine Fungus Xylaria psidii KT30 and their Cytotoxicity against HeLa Cells

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Gebriella Inthe

    2014-06-01

    Full Text Available Cervical cancer is the most common cause of death for Indonesian women after human breast cancer. One of the efforts of cancer treatment is the utilization of natural compounds. One of the microorganisms having the potential as anticancer agent is endophytic fungi. Endophytic fungi from the marine habitat can be isolated from sea weeds, sea grasses, sponges, and mangroves. Xylaria psidii KT30, a marine fungus used in this study was isolated from red seaweed Kappaphycus alvarezii. Xylaria psidii KT30 was cultivated in potato dextrose broth medium for nine days at room temperature 27-29°C in shaking condition. This study aimed to obtain protein fractions from X. psidii KT30 and determine their toxicity againt Chang and HeLa cells. The fractionation process was conducted using DEAE Sephadex A-50 column chromatography and the toxicity was determined by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. The metabolites excreted in the culture broth was extracted using 90% of ammonium sulphate. The extract was then tested for their toxicity against HeLa and Chang cells by Microculture Tetrazolium Technique (MTT assay.The results revealed that LC50 of the protein extract of X. psidii KT30 was 104.95 ppm and IC50 was 69.9 ppm. Based on the National Cancer Institute (NCI, this value showed moderate cytotoxicity against HeLa cells.

  4. KONSUMSI IKAN LAUT KADAR MERCURY DALAM RAMBUT DAN KESEHATAN NELAYAN DI PANTAI KENJERAN SURABAYA (Sea Fish Consumption, Degree of Mercury Content in Hair, and Fisherman Health at Surabaya Kenjeran Beach, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmaji Sudarmaji

    2004-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pantai Kenjeran di Surabaya mempunyai banyak fungsi baik sebagai tempat rekreasi, perikanan serta tempat pembuangan limbah dari kota Surabaya. Studi sebelumnya telah menjelaskan bahwa pantai Kenjeran telah tercemar khususnya Hg. Polutan ini telah diindikasikan terdapat dalam ikan yang dikonsumsi masyarakat sekitar. Penelitian ini mengkaji dampak mengkonsumsi ikan dari Kenjeran kaitannya dengan kesehatan masyarakat yang menkonsumsi ikan. Peneliltian ini rnengambil sample 70 orang yang mengkonsumsi ikan dan 45 orang sebagai kontrol grup. Dalarn penelitian ini rambut responden diambil dan dikaji dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS. Penelitian ini menghasilkan bahwa responden yang mengkonsumsi ikan sebanyak rata-rata 99,11 gram/hari mempunyai kadar Hg dalam rambutnya sebesar 0.511 ppb. Penelitian ini mengindikasikan gejala-gejala penyakit yang terjadi pada mereka yang rnengkonsumsi ikan antara lain ginjal, pusing-pusing, tumor, pendarahan gusi, dan gangguan penglihatan. Penelitian ini rnenyimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara responden yang mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan kadar Hg dalam rambutnya.   ABSTRACT Surabaya Kenjeran Beach, as a part of Eastern coastal area at East Java, functions as a sea recreation place and fishing. The condition of Surabaya Kenderan Beach is polluted by Hg as observed by previous researchers. They suggested that water, sediment, and fish from Kenjeran beach were already contaminated by Hg at dangerous level. Fisherman communities is one of the group which have a risk of getting affected by methyl Hg, because they usually consume fish from sea. This research is to study the relationship between consumption of sea fish and degree of Hg in fisherman’s hair, to measure the average degree of Hg in their hair and then to compare it with limit value. It is also studying the health disorder that likely appears as a result of Hg poisoning. This research took place at Kenjeran district, Bulak sub district, Surabaya. The number of samples for group who affected by Hg are 70 persons and controlled group are 45 person. Respondent’s hair (research subject was taken and then observed by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS No Flame. In conclusion, statically there is a significant relationship between the consumption of sea fish and the degree of Hg in hair. The average degree of Hg in the affected group’s hair is higher than that of the controlled group. However, it does not exceed the limit value recommended by the National Research Council (NRC. Also, there is significant relations between degree of Hg in hair and healthy disorder sigh (subjective symptoms.

  5. Lumba-Lumba Hidung Botol Laut Jawa Adalah Tursiops aduncus Berdasar Sekuen Gen NADH Dehidrogenase Subunit 6 (VERIFICATION BOTTLENOSE DOLPHINS FROM JAVA SEA IS TURSIOPS ADUNCUS BASED ON GENE SEQUENCES OF NADH DEHYDROGENASE SUBUNIT 6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Widayanti

    2014-05-01

    Full Text Available Bottlenose dolphins (Tursiops sp. is one of the aquatic mammals widely spread in the marines ofIndonesia archipelago, especially the Java Sea. The taxonomy of the genus Tursiops is still  controversial.The purpose of this study was to examine the molecular basis of Tursiops sp of Java sea marine origin onthe basis of its NADH dehydrogenase gene subunit 6 (ND6 sequences. Samples of blood were collectedfrom five male bottle nose dolphins from captivity of PT. Wersut Seguni Indonesia. DNA was isolated,amplified by polymerase chain reaction (PCR, sequenced, and analyzed the data using the MEGA v. 5.1program. The results of PCR amplification was 868 base pairs (bp, DNA sequencing showed that 528nucleotides were ND6 gene, nucleotide at the position of 387 could be used to distinguish the bottle nosedolphins Java marine origin with T. aduncus.   Filogram using Neighbor joining method based on thenucleotide sequence of the gene ND6, showed that bottle nose dolphins Java marine origin belong to groupof T. aduncus.

  6. Early Inititation of Breastfeeding and Vitamin A Supplementation with Nutritional Status of Children Aged 6-59 Months

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Betty Yosephin Simanjuntak

    2018-02-01

    berat lahir, suplementasi vitamin Adikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Berat dan tinggi anak diperoleh melalui pengukuran antropometri. Lebih dari setengah balita (54,6% tidak mendapat inisiasi menyusui dini. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan terkait dengan indikator weight/age, height/age dan weight/height adalah inisiasi menyusui dini dan suplemen vitamin A. Balita yang tidak mendapat inisiasi menyusui dini berisiko 1,555 kali me-ngalami stunting dibanding balita yang mendapat inisiasi menyusui dini. Variabel yang paling dominan terkait dengan height/age adalah suplementasi vitamin A. Anak yang tidak mendapatkan suplemen vitamin A berisiko mengalami stunting 2,402 kali dibandingkan anak yang mendapat suplemen vitamin A.

  7. Dampak Ketiadaan Pengaturan Kuota Ekspor Hiu Tikus (Alopias Ssp. di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hardiningsih

    2017-12-01

    Full Text Available Kuota ekspor merupakan salah satu mekanisme perlindungan ekosistem laut. Banyaknya perburuan Ikan Hiu Tikus (Alopias Ssp. di Indonesia saat ini karena permintaan pasar yang tinggi, khususnya dari luar negeri. Tingginya permintaan menyebabkan ikan jenis ini masuk ke dalam daftar Convention on International Trade in Endanger Species of Wild Fauna and Flora (CITES Appendiks II pada tahun 2016. Jika Ikan Hiu Tikus yang merupakan predator puncak pada rantai makanan di laut ini sampai terancam punah, maka ekosistem laut akan mengalami kerusakan parah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang memadai terkait dengan penentuan komponen-komponen kuota ekspor Ikan Hiu, khususnya Ikan Hiu Tikus sebagaimana ketentuan yang diatur di dalam CITES. Keadaan ini menimbulkan dampak terhadap kelestarian Ikan Hiu Tikus itu sendiri, kepentingan masyarakat Indonesia, keberlangsungan lingkungan laut dan generasi yang memanfaatkannya, serta berdampak terhadap perdagangan internasional.

  8. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula) POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    OpenAIRE

    Ruby Vidia Kusumah; Sawung Cindelaras; Anjang Bangun Prasetio

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula) populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap varias...

  9. PERKEMBANGAN PERIKANAN CUMI–CUMI DI SENTRA PENDARATAN IKAN UTARA PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2016-04-01

    Full Text Available Studi pendahuluan tentang perikanan cumi-cumi yang berasal dari kapal purse seine telah dilakukan di sentra pendaratan ikan utara Pulau Jawa.  Setelah deplesi stok ikan pelagis di Laut Jawa, pada perikanan purse seine semi industri peralihan spesies target dan diversifikasi usaha penangkapan merupakan strategi dan respon adaptif pengusaha (pemilik kapal dan nelayan terhadap perubahan dalam kelimpahan sumber daya, kondisi lingkungan dan hambatan peraturan. Berdasarkan atas data kapal keluar–masuk di PPS Nizam Zachman Jakarta dan data sistem pemantauan kapal (VMS, vessel monitoring system menunjukkan daerah penangkapan menyebar ke 5 wilayah pengelolaan perikanan, yaitu WPP 712 Laut Jawa, WPP 572 Samudera Hindia, WPP 711 Selat Karimata dan Laut Cina Selatan, WPP 714 Selat Makassar dan Laut Flores, WPP 718 Laut Aru dan Laut Arafuru.  Rata–rata hari operasi di Laut Jawa dan Selat Karimata berkisar 40-110 hari, sedangkan rata–rata hari operasi di Laut Aru dan Laut Arafuru berkisar 126-253 hari. Perubahan kapal purse seine menjadi kapal cumi-cumi menunjukkan sinyal yang nyata mengenai terjadinya penurunan biomassa ikan-ikan tertentu dan kenaikan kelimpahan ikan lainnya.   This paper presents a preliminary study of the squid fishery originally come from purse seiners in center of fish landing at Northern of Java Island.  After depletion of pelagic fish stocks in the Java Sea, shift target species and fishing effort diversification of semi-industrial purse seine fishery is a strategy and an adaptive response of enterpreneur (owner’s and fishermen to changes in the abundance of the resources, environmental conditions and regulatory barriers.  Based on data entry–exit vessel in landing sites of Nizam Zachman Jakarta and VMS data showed that the fishing ground spreaded to five fisheries management areas, i.e., FMA 712 Java Sea, FMA 572 Indian Ocean, FMA 711 Karimata Strait and South China Sea, FMA 714 Macassar Strait and Flores Sea, FMA 718

  10. THE COMPLEXITY IN COPING CONFLICTING GROUPS IN SURROUNDING NUSAKAMBANGAN ISLANDS CENTRAL JAVA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairu Roojiqien Sobandi

    2016-01-01

    Full Text Available This study explores social and political conflicts in grassroots level, specifically, the challenge of natural degradations on a mangrove-fringed lagoon in Central Java, Indonesia. Segara Anakan is a significant environmental zone, with many unique ecosystem features, all of which are under threat from illegal land reclamation and timber theft, which have caused great damage. This study analyses how conflict arises between groups and how the rulers interact with villagers in Kampung Laut sur-rounding Nusakambangan Island. The result shows, as Reichel et al. (2009 notes, population growth and lagoon sedimentation indeed have directing to crucial conflicts between groups. However, histori-cal and the rulers approach factors also contribute to Kampung Laut conflicts. Long historical journey contribute to the formation of Kampung Laut villagers’ characters. It is the history of Galuh and Mata-ram Kingdoms’ networks through Babad Pasirluhur and Tanah Jawi in conquering Nusakambangan. More importantly, rulers’ policies and state apparatuses approaches also contribute to the creation of Kampung Laut villagers’ identity. The policies are often inconsistent and create more problems than solutions. Thus, dissatisfaction has directing to the creation of Kampung Laut identity marker as rebel-lions. In short, this hard situation led to conflicts between villagers and rulers. Our study suggest that it is very important to bring the state back in on the isolated and poor area like Kampung Laut Sub-District through more affirmative regional public policies and more over create additional income re-sources, for example eco-tourism that could support its sustainable outcomes.

  11. EDITORIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Singgih Tri Sulistiyono

    2016-02-01

    Full Text Available Jika ada pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara maritim yang terbesar, maka pendapat tersebut tidak lah salah. Laut yang memisahkan daratan terbukti tidak menjadi pemisah, tetapimerupakan jembatan penghubung kehidupan dalam segala aspeknya, baik politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Pelayaran dan perdagangan misalnya, juga telah berkembang dengan berbagai macam bentuk dan tipe. Oleh karena itu, Indonesia dapat pula disebut sebagai kawasan kepulauan (insular region yang paling luas di dunia. Indonesia memiliki pulau paling banyak di dunia, yaitu sekitar 18.108 pulau baik besar maupun kecil. Kurang lebih dua per tiga wilayah Indonesia berupa perairan laut (Purwaka, 1989; Lihat juga Kamaludin, 2005.

  12. Persepsi Masyarakat Pelayaran Dalam Penerapan ISM-Code Bagi Keselamatan Pelayaran Dan...

    OpenAIRE

    A. Utoyo Hadi

    2007-01-01

    International Safety Management-Code yang disingkat ISM-Code adalah merupakan kebijakan internasional maupun nasional terbaru untuk standar mutu bagi setiap perusahaan pelayaran beserta kapal-kapalnya dalam menjamin terwujudnya keselamatan kapal dan perlindungan lingkungan laut, oleh A. Utoyo Hadi D0100559

  13. Die Abfallwirtschaft braucht keine Regulierungsbehörde

    OpenAIRE

    Heistermann, Franz; Müller, Martina

    2005-01-01

    In der Folge von stark gestiegenen Preisen für die Abfallentsorgung nach dem Inkrafttreten von abfallrechtlichen Vorschriften am 1. Juni 2005 wurde der Ruf nach einer Regulierungsbehörde für Abfallwirtschaft laut. Besteht Regulierungsbedarf in der Abfallwirtschaft?

  14. Leibniz und die Psychophysik des Gehirns

    NARCIS (Netherlands)

    S. Tuinen (Sjoerd)

    2011-01-01

    textabstract1. Das Gehirn als Medium allen Denkens Die Probleme der Philosophie sind laut Deleuze niemals von sich aus philosophisch. Bereits eine Antwort auf die Frage Was ist Philosophie? setzt ein nicht-philosophisches 'Bild des Denkens' voraus, eine Art absoluten Hintergrund, in den die

  15. KEPATUHAN KONSUMSI SUPLEMEN KALSIUM SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KECUKUPAN KALSIUM PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih Purnasari

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract Background: World Health Organization (WHO recommended supplementation of 1500-2000 mg/day calcium to be integrated into antenatal care (ANC programmes to prevent pre-eclampsia, but the current program has not followed these recommendation. There was limited information about factors related to calcium supplements compliance and calcium adequacy in pregnant women in Indonesia. Objective: The study aims to analyze factors related to calcium supplements compliance and calcium adequacy in pregnant women. Method: This research was observational with cross sectional design. Subjects were 96 pregnant women received calcium supplements and attended ANC in Sumbersari and Ambulu Community Health Centre, Jember Regency. Data was analyzed using logistic regression to assess factors related to calcium intake compliance. Result: Factors associated to calcium supplements compliance were family support (OR= 3.40; 95% CI: 1.29–9.01 and perceived calcium benefits (OR= 3.02; 95% CI: 1.22-7.48. A high number of subjects (76.1% was below estimated average requirement (EAR of calcium. The average contribution of calcium intake from supplements was only 2.6% of subject’s EAR. Conclusion: This study implies that family support can improve compliance among the pregnant women and the needs of optimizing calcium supplementation program in Indonesia.Keywords: Calcium supplements, calcium adequacy, pregnant women, ANC Abstrak Latar belakang: WHO menganjurkan suplementasi kalsium 1500-2000 mg/hari bagi ibu hamil sebagai bagian dari ANC untuk pencegahan pre-eklampsi, namun program suplementasi kalsium di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mengikuti anjuran tersebut. Belum banyak informasi mengenai faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen kalsium maupun informasi kecukupan kalsium pada ibu hamil di Indonesia. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen kalsium dan tingkat

  16. Dietary vitamin E on the reproductive performance of the fantail goldfish Carassius auratus auratus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harton Arfah

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRACT This research was conducted to examine the different dose of vitamin E in the diet on female broodstock reproduction performance of the fantail goldfish Carassius auratus auratus. This research consisted of four treatments with three replications. The use of vitamin E doses was 0, 125, 250, and 375 mg/kg. The vitamin E was dissolved in vegetable oil and mixed with albumen as a binder in feed. The vitamin E was sprayed at feed and was air dried. Female broodstock of the fantail goldfishes were reared for 40 days. The result showed that 375 mg/kg treatment performed the highest quality of reproduction. Egg diameter, gonadosomatic index, fecundity, and germinal vesicle breakdown of fish which are treated by 375 mg/kg vitamin E were respectively 0.92±0.05 mm, 8.86±4.62%, 56.00±29.18%, and 67.35±17.67% higher than control. Thus, 375 mg/kg of dietary vitamin E suplementating was a best dose to improve female broodstock productivity of the fantail goldfish Keywords: female broodstock, fantail goldfish, vitamin E, reproduction quality  ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk menguji suplementasi vitamin E dengan dosis berbeda dicampur ke dalam pakan komersial terhadap produktivitas induk betina ikan komet Carassius auratus auratus. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan dengan tiga ulangan. Dosis vitamin E yang diberikan, yaitu 0, 125, 250, dan 375 mg/kg pakan. Vitamin E dilarutkan dalam minyak nabati dan dicampur dengan putih telur sebagai perekat pada pakan. Vitamin E disemprotkan ke pakan dan dikeringanginkan. Induk betina ikan komet pascasalin dengan bobot 72,78±19,47 g diberi perlakuan selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk betina ikan komet yang diberi suplementasi vitamin E sebanyak 375 mg/kg dalam pakan memiliki diameter telur 0,92±0,05 mm, gonadosomatic index 8,86±4,62%, fekunditas 56,00±29,18 butir/g ikan, dan germinal vesicle breakdown 67,35±17,67% yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Dengan demikian

  17. A SURVEY OF THE SPECIES AND DISTRIBUTION OF AEDES AT SEAPORTS AND AIRPORTS OF IRIAN JAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumengen Sumengen

    2012-09-01

    Full Text Available Walaupun penyakit demam berdarah terdapat dimana-mana didaerah Asia Tenggara termasuk Indonesia, namun demikian belum pernah dilaporkan adanya di propinsi Irian Jaya. Vector utama penyakit tersebut adalah A. (Stegomya aegypti meskipun A. (S albopictus juga dapat menjadi vectornya. Penyakit lain yang terpenting dapat ditularkan oleh A. aegypti ialah yellow fever, dimana virusnya hanya terdapat di Afrika dan Amerika. Mengingat letak geografis yang sangat dekat dan kommunikasi yang regular baik melalui laut dan udara dengan negara-negara seperti Philipana, Thailand, Singapura, Vietnam, India, Ceylon dan Indonesia, maka setiap saat kedua penyakit tersebut kemungkinan dapat menginfeksi penduduk Irian Jaya. Untuk membantu mempelajari apakah infeksi dapat terjadi maka dari bulan September sampai dengan Desember 1968 telah dilakukan survey pendahuluan untuk mengetahui species Aedes yang ada dan distribusinya di pelabuhan-pelabuhan laut maupun udara terpenting di Irian Jaya. Survey ini dilakukan dengan cara mengadakan penangkapan serta pemeriksaan nyamuk dan larva yang terdapat pada setiap bangunan didaerah pelabuhan laut maupun udara. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan ternyata ditemukan adanya 7 species Aedes yaitu, A. aegypti, A. albopictus, A. (S scutellaris, A. (Finlaya koehi, A. (Ochlerotatus vigilax, A. (S alboleneatus, dan A. (F novalbitarsis. Walaupun Van Den Assem & Bonne Wepster (1964 menyatakan bahwa sebagian besar di wilayah Irian Jaya masih belum ditemukan adanya A. aegypti tetapi pada penelitian ini ternyata dari 11 pelabuhan laut dan udara, 9 diantaranya ditemukan A. aegypti. Timbulnya A. aegypti pada beberapa kota diwilayah Irian Jaya pada tahun 1968 mungkin disebabkan karena pemindahan vector tersebut dari daerah-daerah lain melalui kapal laut maupun udara yang merupakan alat pengangkut dari satu daerah kedaerah lain.

  18. Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jahn Leonard Saragih

    2013-09-01

    Full Text Available Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.

  19. Penampilan Produksi Sapi Peranakan Ongole yang Diberi Pakan Konsentrat yang Mengandung Tepung Daun Murbei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duta Setiawan

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan pakan konsentrat yang mengandung tepung daun murbei terhadap performa sapi peranakan ongole. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat komplit, P2 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat jagung, P3 Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat dedak padi, P4 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat onggok. Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC, dan R-C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun murbei pada konsentrat yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P> 0,05 terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC, dan R-C rasio. Kesimpulan penelitian ini bahwa konsentrat yang mengandung tepung daun murbei dapat dikombinasikan dengan konsentrat tunggal seperti jagung, onggok atau konsentrat komplit.    (Performance of local cattle (Peranakan Ongole-PO feed concentrates containing mulberry leave meal  ABSTRACT. The research has been conducted to study the ability of mulberry leaves that mixed in concentrates feed on the performance of Local cattle. A randomized block design, with 4 treatments and 4 blocks applied. The treatments consisted of 4 different mix of feed which were P1 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves and concentrate complete, P2 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and corn concentrate, P3 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and rice bran concentrate, P4 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and tapioca

  20. Pembagian Kewenangan Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan Di Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muthalib Tahar

    2012-10-01

    Full Text Available Sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2006 Indonesia merupakan Negara Kepulauan. Berdasarkan Undang-undang tersebut, perairan Indonesia meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan Indonesia, dan perairan pedalaman Indonesia. Perairan ini tunduk dan berada di bawah kedaulatan negara Indonesia. Di samping itu Negara Indonesia juga memiliki hak berdaulat atas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1983, dan memiliki hak berdaulat atas zona tambahan, dan landas kontinen. Perairan Indonesia merupakan sumber daya hayati (perikanan, dan daerah dasar laut dan tanah di bawahnya merupakan sumber daya non-hayati bagi bangsa Indonesia. Perairan Indonesia juga dimanfaatkan oleh kapal-kapal Indonesia dan asing untuk navigasi antar pulau maupun antar Negara. Begitu besar manfaat dan pentingnya perairan Indonesia, di perairan Indonesia seringkali terjadi pelanggaran perundang-undangan yang berkaitan dengan perairan Indonesia, seperti pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal penangkap ikan asing (illegal fishing, usaha penyelundupan barang-barang, keimigrasian, pembuangan limbah minyak dari kapal-kapal, dan lalu-lintas kapal yang tidak damai. Terhadap pelanggaran perundang-undangan ini perlu dilakukan penindakan; akan tetapi dalam upaya penindakan ini sering kali terjadi tumpang tindih kewenangan di antara berbagai instansi yang memiliki kewenangan penegakan hukum di perairan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ketentuan UU No. 5 Tahun 1983 tentang ZEEI, bahwa satu-satunya aparatur penegak hukum di bidang penyidikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang ditunjuk oleh Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia untuk penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan, dan perairan pedalaman Indonesia, serta ZEEI. Berdasarkan ketentuan UU No. 31

  1. KEPATUHAN KONSUMSI SUPLEMEN BESI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KOTA TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Pradilla Fitri

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this cross sectional study was to analyze the iron supplementation compliance and its influences on anemia prevalence among pregnant women in Tangerang. Structured interviews with pregnant women (n=91 were conducted between February and June 2015 in Tangerang, Banten. Duration of pregnancy, frequency of antenatal care (ANC visits, and health worker’s practices on iron supplementation were correlated with women’s compliance to take the iron supplements (p<0.05. The prevalence of anemia was 42.9%. Poor compliance with iron supplementation was significantly associated with increased risk of anemia (OR=4.250; 95%CI: 1.425-12.671. This study implies the importance of enhancing the quality of ANC counselling to improve utilization of iron supplements and prevent anemia among pregnant women.Keywords: anemia, compliance, iron supplementation, pregnant womenABSTRAKPenelitian cross sectional study ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan konsumsi suplemen besi dan pengaruhnya terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Tangerang. Wawancara terstruktur kepada ibu hamil (n=91 dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2015 di Tangerang, Banten. Usia kehamilan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC, dan praktik petugas kesehatan dalam suplementasi besi berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen (p<0,05. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 42,9%. Ketidakpatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen besi meningkatkan risiko terjadinya anemia secara signifikan (OR=4,250; 95%CI: 1,425-12,671. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas konseling saat ANC untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen besi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil.Kata kunci: anemia, ibu hamil, kepatuhan, suplementasi besi

  2. KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN JENIS VEGETASI MANGROVE DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS UNTUK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2011-04-01

    Full Text Available Kondisi lahan mangrove sangat ekstrem, sehingga vegetasi yang tumbuh merupakan vegetasi yang telah beradaptasi dan berevolusi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah di bawah tegakan vegetasi mangrove dan kedalaman tanah berbeda yang dapat dijadikan indikator biologis untuk memprediksi karakteristik tanah untuk budidaya tambak. Pengukuran dan pengambilan contoh tanah dilakukan di bawah tegakan paku laut (Acrostichum aureum, bakau (Rhizophora apiculata, api-api (Avicennia alba, dan nipah (Nypa fruticans masing-masing pada kedalaman tanah 0-0,25 m dan 0,50-0,75 m di hutan mangrove Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kualitas tanah yang diukur langsung di lapangan adalah pHF, pHFOX, dan potensial redoks, sedangkan yang dianalisis di laboratorium adalah kandungan air, pHKCl, pHOX, SP, SKCl, SPOS, TPA, TAA, TSA, pirit, karbon organik, N-total, PO4, Fe, Al, tekstur, dan nilai n. Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar vegetasi mangrove pada kedalaman yang sama, sedangkan Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar kedalaman pada vegetasi mangrove yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan bakau, api-api, nipah, dan paku laut yang tumbuh pada tanah sulfat masam Kabupaten Mamuju diklasifikasikan sebagai Sulfaquent dan Sulfihemits untuk kategori Kelompok Besar. pHF tanah pada vegetasi dan kedalaman tanah yang berbeda relatif sama, tetapi peubah kemasaman tanah lainnya menunjukkan bahwa tanah vegetasi paku laut memiliki potensi kemasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Kesuburan dan sifat fisik tanah vegetasi paku laut lebih mendukung untuk lahan budidaya tambak daripada vegetasi lainnya (bakau, api-api, nipah. Kualitas tanah pada setiap vegetasi relatif sama pada kedua kedalaman, kecuali tanah vegetasi paku laut dan api-api yang memiliki pH dan kandungan PO4 yang

  3. Impact Test Size and Type of Echinometra mathaei as Agent of Bioerosion on Reef Flat (Pengaruh Ukuran dan Tipe Echinometra mathaei pada Bioerosi Karang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cristiana Manullang

    2014-06-01

    Full Text Available Bioerosi adalah aktivitas berbagai organisme yang menyebabkan terjadinya erosi dan kerusakan misalnya pada kalsium karbonat karang. Aktivitas ini merupakan faktor utama yang mempengaruhi morfologi terumbu karang. Bioerosi dipengaruhi oleh tiga variabel yakni jenis spesies, ukuran dan kelimpahan spesies tersebut. Tujuh puluh lima persen dari bioerosi disebabkan oleh landak laut. Perbedaan pada ukuran dan jenis landak laut memberikan dampak signifikan terhadap daerah yang terjadi bioerosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran dan jenis landak laut E. mathaei (tipe A dan B pada komposisi CaCO3 dalam isi usus dan tinja organisme tersebut sebagai agen bioersi. Landak laut yang digunakan diperoleh dari ekosistem karang di pantai Minatogawa, Okinawa-Jepang. Masing-masing tipe landak laut dibedakan berdasarkan ukuran ≥30 mm dan <30mm. Penelitian dilakukan dengan tiga ulangan. Pemeliharaan ini dilakukan di laboratorium dengan analisis komposisi CaCO3 pada tinja dan konten usus. Hasil penelitian membuktikan bahwa komposisi CaCO3 disebabkan karena aktivitas bioerosi harian dari E. mathaei. Landak laut dengan ukuran diameter ≥30 mm terbukti lebih aktif dibandingkan dengan diameter <30mm. Disamping itu landak laut tipe B lebih aktif dibandingkan tipe A dengan ukuran yang sama. Persentase CaCO3 dalam usus selama pemeliharaan di laboratorium adalah 73% dan sisa 27% berupa bahan organik dan anorganik. Bierosion harian E. mathaei tipe A ≥ 30 mm 166,70 mg.hari-1, tipe A <30 mm 77.78 mg.hari-1, tipe B ≥ 30 mm 126,30 mg.hari-1, tipe B <30 mm 116,17 mg.hari-1. Tingkat bioerosion harian E. mathaei dipengaruhi oleh jenis, spesies, kecepatan menggiling, dan ukuran landak laut. Kata kunci: ukuran; Echinometra mathaei; bioerosi; karang Bioerosion is an activity of various organisms such as erosion and destruction of coral calcium carbonate and become a major factor influencing coral reefs morphology. Bioerosion is influenced by three variables

  4. POTENSI “IKAN MURAI AIR TAWAR” (Gymnothorax polyuranodon SEBAGAI IKAN HIAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Musa

    2011-12-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi sumberdaya alam hayati termasuk di dalamnya ikan-ikan air tawar, payau, dan laut yang prospeknya dikembangkan sebagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Ikan murai air tawar (Gymnothorax polyuranodon merupakan salah satu spesies ikan yang sebarannya cukup luas di Indonesia. Dalam siklus hidupnya ikan murai ini hidup di air tawar, payau dan laut. Corak warna coklat kekuningan dengan bintik hitam bulat yang tidak teratur pada kepala seperti pita-pita yang warnanya memanjang yang lengkap serta bentuknya yang mirip ular menyebabkan ikan murai ini juga dijadikan ikan hias. Tiga kali koleksi ikan murai di alam telah dilakukan di Sungai Lasusua, Sulawesi Tenggara pada September 2008, Oktober, dan November 2009.

  5. UJI AKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG PASIR YANG TELAH DIFORMULASIKAN TERHADAP KEMAMPUAN SEX REVERSAL DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG GALAH (Macrobrachium rosembergii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryo Triajie

    2010-04-01

    Full Text Available Teripang atau Timun laut (Echinodermata adalah salah satu jenis komoditi laut yang bernilai domestik maupun internasional sub sektor perikanan yang cukup potensial. Salah satu zat bioaktif yang terkandung dalam teripang adalah senyawa steroid. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat efektivitas ekstrak kasar daging teripang yang telah diformulasikan dalam air media pemeliharaan juvenile udang galah terhadap keberhasilan mendapatkan jantan fenotif. Hipotesa yang dipakai pada penelitian ini adalah bahwa masa aktif pemberian ekstrak kasar daging teripang hasil formulasi yang diberikan dalam air media, efektif dapat berpengaruh dalam perkembangan juvenil menjadi jantan fenotif. Metode perendaman dengan dosis ekstrak teripang 10 mg/L, 15 mg/L dan 25 mg/L, dapat menghasilkan populasi jantan lebih tinggi dari kontrol (kontrol negatif/tanpa perlakuan hormon. Kata Kunci : teripang, steroid, jantan fenotif

  6. Analisis Sebaran Padatan Tersuspensi dan Transparansi Perairan Menggunakan Landsat 8 (Studi Kasus : Perairan Bintan, Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma'atus Sholihah

    2017-01-01

    Full Text Available Perairan Bintan memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang sangat potensial untuk wisata bahari dan kehidupan biota laut. Akan tetapi, adanya kegiatan manusia seperti penambangan, pembuangan limbah rumah tangga akan memberikan dampak negatif terhadap penurunan kualitas perairan dan sumber daya pesisir. Faktor utama yang mempengaruhi kualitas perairan pada badan air pada setiap bentang lahan adalah padatan tersuspensi dan transparansi. Analisis padatan tersuspensi dan transparansi menggunakan metode penginderaan jauh dengan didukung data in situ. Data in situ digunakan untuk melakukan validasi data estimasi citra menggunakan NMAE. Pada penelitian ini konsentrasi TSS yang dihasilkan memiliki rentang nilai antara 0-45 mg/l. Sedangkan sebaran nilai transparansinya memiliki rentang nilai antara 3-6 meter. Kondisi TSS dan transparansi tersebut masih berada pada batas yang ditentukan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004.

  7. Blockchain

    OpenAIRE

    Gayvoronskaya, Tatiana (M. Sc.); Meinel, Christoph (Prof. Dr.); Schnjakin, Maxim (Dr.)

    2018-01-01

    Der Begriff Blockchain ist in letzter Zeit zu einem Schlagwort geworden, aber nur wenige wissen, was sich genau dahinter verbirgt. Laut einer Umfrage, die im ersten Quartal 2017 veröffentlicht wurde, ist der Begriff nur bei 35 Prozent der deutschen Mittelständler bekannt. Dabei ist die Blockchain-Technologie durch ihre rasante Entwicklung und die globale Eroberung unterschiedlicher Märkte für Massenmedien sehr interessant. So sehen viele die Blockchain-Technologie entweder als eine Allzwec...

  8. Penilaian Kerentanan Habitat Mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang terhadap Variabel Oseanografi Berdasarkan Metode Cvi (Coastal Vulnerability Index)

    OpenAIRE

    Wahyudi, Agus; Hendrarto, Boedi; Hartoko, Agus

    2014-01-01

    Mangrove merupakan tumbuhan atau vegetasi pantai tropis yang hidup di wilayah pesisir yang luas dan terbuka. Hutan mangrove disebut juga sabuk hijau karena mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut. Habitat mangrove memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang khusus diantaranya salinitas, pasang surut, angin, dan substrat yang berlumpur. Kerentanan variabel oseanografi di habitat mangrove dan pembukaan lahan kawasan hutan mangrove menjadi lahan tambak budida...

  9. Never let me go : ein Drehbuch nach dem gleichnamigen Roman von Kazuo Ishiguro

    OpenAIRE

    Wendel, Johann

    2011-01-01

    By their very existence, adaptations remind us there is no such thing as an autonomous text or an original genius transcending history, either public or private. They also affirm, however, that this is not to be lamented. - Linda Hutcheon, A Theory of Adaptation (2006) 1 Einführung Adaptionen - ob sie auf einer Literaturvorlage, einem Zeitungsbericht oder einem historischen Ereignis basieren - sind in der heutigen Filmindustrie eher die Regel als die Ausnahme: so waren laut eine...

  10. Strategi Pengembangan Kota Surakarta Menjadi Kota Mice (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)

    OpenAIRE

    Mahadi, Khairul; Hidayat, Teguh

    2013-01-01

    Seiring dengan berkembangnnya sistem transportasi yang ada di dunia baik transportasi laut, darat, dan udara dimana dapat memudahkan seseorang atau sebuah kelompok berpergian dari satu wilayah ke wilayah lain, dari sinilah MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dilihat sebagai peluang bisnis dimana seseorang atau kelompok melakukan sebuah pertemuan atau konferensi conference). Indonesia sudah berkembang menjadi salah satu negara tujuan bisnis dan wisata. Hal itu dibuktikan dengan p...

  11. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan yang Terdampak Air Bahang PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Muzaki, Farid Kamal; Aunurohim, Aunurohim; Indraswari, Boing

    2015-01-01

    PLTU Paiton merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap menggunakan air sebagai pendingin kondensor kemudian dikembalikan lagi ke perairan sekitar sebagai air bahang, sehingga akan memberikan input panas bagi perairan. Meningkatnya suhu perairan akibat air bahang ini, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem laut, salah satu yang akan terpengaruh adalah fitoplankton yakni berupa struktur komunitas yang meliputi keane...

  12. Population Fluctuations of Insect Predators Species Found on Almond and WildAlmond Tree Adjacent to Pistachio Orchard in Şanlıurfa

    OpenAIRE

    YANIK, Ertan

    2013-01-01

    Almond (Prunus amygdalus Batsch) and wild almond (Amygdalus orientalis) trees are the most abundant species adjacent to pistachio orchards of Sanliurfa province. This study focused on trees that located in the vicinity of the pistachio orchards, to determine whether these alternative habitats are a source of pistachio psilla’s (Agonoscena pistaciae Burck. and Laut.) insect predators species. For this purpose surveys were conducted to population fluctuations of insect predatory species of pist...

  13. Analisa Kinerja Pneumatic Wave Energy Converter (WEC Dengan Menggunakan Oscillating Water Column(OWC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rico Ary Sona

    2014-03-01

    Full Text Available Sistem konversi energi gelombang laut merupakan sistem yang menangkap energi gelombang laut untuk dikonversi menjadi energi lain seperti energi listrik. Salah satu jenis wave energy converter (WEC yang banyak digunakan diantaranya yaitu Oscillating Water Columnatau OWC. Prinsip kerja sistem WEC ini ialah mengubah pergerakan naik turunnya gelombang pada silinder kolom udara untuk menghasilkan udara bertekanan yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik. Penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui kinerja dari Oscillating Water Column (OWC dalam menangkap energi gelombang laut. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan beberapa perlatan yaitu pembuatan konfigurasi peralatan pembuat dan penangkapan gelombang yang terdiri dari pelampung dan silinder Oscillating Water Column (OWC. Percobaan ini dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dan tinggi gelombang pada flow water channel dengan mengatur bukaan pada pneumatic speed control. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa kinerja paling efektif diperoleh pada panjang gelombang 0.9 m dan tinggi gelombang 0.23m. Pada karakteristik gelombang tersebut diperoleh tekanan, kecepatan dan volume pada silinder Oscillating Water Column (OWC sebesar  1.11 bar, 39.39 m/s dan 0.0057 m3. Dari hasil percobaan juga diperoleh waktu pengisian Pressure Vessel selama 100 menit dengan tekanan 3 Psi.

  14. QUANTIFICATION OF THE EFFICIENCY OF RUMEN MICROBIAL PROTEIN SYNTHESIS IN STEERS FED GREEN TROPICAL GRASS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MARTHEN L. MULLIK

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The rate of rumen microbial crude protein (MCP supply to the intestines is a crucial element in the current rumen models to predict respond of ruminants to a certain diet. Data from tropical pastures always below predicted results from the existing rumen models. Thus, quantification of the rumen MCP supply from tropical grass will improve predictive rate under tropical feeding conditions. Four Brahman crossbred steers (457±20.1 kg were used in a metabolism study. Pangola grass (Digitaria erianthe cv. Steudal was harvested every morning and fed to the animals soon after. Parameters measured were EMPS, intake, fractional passage rates, and rumen ammonia concentration. The EMPS was estimated using purine derivative excretion in urine. Crude protein and water soluble carbohydrates content were 6.3 and 7.4% of dry matter (DM respectively. DM intake was 1.6% live weight. Average rumen ammonia concentration was 69 mg/L whilst rumen passage rates were 7.84 and 6.92 %/h for fluid and solids respectively. EMPS was only 72 g MCP/kg digestible organic matter. It might be concluded that EMPS in steers consuming green pangola grass was below the minimum level for forage diets adopted in the current feeding standards. ABSTRAK Tingkat pasokan protein mikroba rumen (MCP ke usus halus merupakan salah satu unsur kunci dalam meramal respon pertumbuhan ruminan terhadap ransum tertentu. Data MCP hijauan tropis selalu berada di bawah nilai prediksi model rumen yang dipakai saat ini. Dengan demikian, kuantifikasi pasokan MCP rumput tropis diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan kemampuan prediksi model rumen untuk pakan daerah tropis. Empat sapi jantan muda Brahman persilangan (457±20,1 kg digunakan dalam sebuah penelitian metabolisme. Rumput pangola (Digitaria erianthe cv. Steudal dipanen setiap pagi dan langsung diberikan kepada ternak dalam kandang metabolis. Parameter yang diukur adalah produksi MCP dan efisiensi sintesis MCP (Emps, konsumsi, laju

  15. LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei BERSALINITAS RENDAH (Constructed Wetland for Remediation of Brackish Wastewater from White Shrimp (Litopenaeus vannamaei Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Raharjo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. ABSTRACT The amount of wastewater shrimp cultivation is relatively/too much, contains a variety of pollutants and potentially pollute the environment. In other side, The wastewater can be treated and also recirculated in shrimp cultivation systems. The purpose of research is to investigate the ability of flow water surface-constructed wetland system (FWS-CWs that planted vetiver grass (Chrysopogon zizanioides, L that removes of pollutants (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43- from wastewater vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamaei on conditions mesohaline and with the aim of evaluating the performance of the system. The results of the research indicate that FWS-CWs able to eliminate the parameters significantly of NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43-. Vetiver grass could grow on mesohaline conditions and it can perform remediation of the wastewater. Uptake of

  16. Pair replacement on the spawning success of broodstock Seahorse (Hippocampus barbouri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Syafiuddin

    2011-01-01

    Full Text Available Seahorse, (Hippocampus barbouri is one of marine living resources having high commercial values and has commonly been traded especially as live ornamental aquarium fish, raw material of traditional medicine and as souvenirs. This expriment was conducted to determine the succces of spawning rate by replacing the broodstock pair of seahorse. This study was done experimentally with treatment of replacement of broodstock pair after spawning under control condition. The experiment was designed to apply completely randomize design by using the following treatments: Treatment A, without replacement neither male nor female. Treatment B, spawned female broodstock  was being mated with her unpaired male broodstock.  Treatment C, a male broodstock that still brood was being mated with his unpaired female broodstock.  Treatment D, a spawned male broodstock that has released larva was being mated with his unpaired female broodstock.  Results showed that under control condition the replacement of broodstock pairs of seahorse had significantly influenced the spawning interval, number of eggs released and number of juveniles produced (P0,05.  It can be concluded that seahorse is not monogamous, either male or female after being spawned may accept other pair for the next spawning. Key words: pair replacement, broodstock, success spawning, Hippocampus barbouri   ABSTRAK Kuda laut, (Hippocampus barbouri merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang memiliki nilai komersial dan telah banyak diperdagangkan terutama sebagai ikan hias, bahan baku obat tradisional dan juga sebagai suvenir. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji tingkat keberhasilan pemijahan dengan penggantian pasangan induk kuda laut pada wadah budidaya. Percobaan ini dilakukan secara ekperimental dengan perlakuan penggantian pasangan induk setelah pemijahan dalam wadah budidaya. Percobaan dirancang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan perlakuan sebagai berikut

  17. Media Sosial sebagai Strategi Gerakan Bali Tolak Reklamasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Agung Ayu Kade Galuh

    2016-06-01

    refl ection in the matter of mobilization. This means social media is capable to encourage the representation of democracy when the online activism successfully transformed into action. Abstrak: Tulisan ini mengaji bagaimana media sosial bermakna bagi aktivis gerakan. Media sosial dipandang sebagai salah satu strategi gerakan sosial baru. Menggunakan metode studi kasus serta kerangka berpikir new social movement dan cyberprotest, penelitian ini melihat bagaimana peran karakteristik media sosial ikut mempengaruhi proses demokrasi akar rumput di Indonesia. Karakteristik media sosial seperti bentuk, konten, dan khalayak memengaruhi pembentukan nalar dan refl eksi publik atas isu reklamasi Teluk Benoa. Kesimpulannya, posisi media sosial sebagai strategi gerakan sosial baru berperan memfasilitasi strategi nalar dan refl eksi dalam mobilisasi dukungan. Ini berarti media sosial mampu mendorong representasi demokratis ketika berhasil bertransformasi menjadi aksi nyata.

  18. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  19. Bacillus NP5 Improves Growth Performance and Resistance Against Infectious Myonecrosis Virus in White Shrimp (Litopenaeus vannamei (Bacillus NP5 Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Terhadap Infeksi Virus Myonecrosis pada Udang Putih (L. vannamei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widanarni Widanarni

    2015-07-01

    Full Text Available Infectious Myonecrosis (IMN merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname. Probiotik banyak digunakan pada budidaya udang karena terbukti mampu mengurangi serangan penyakit pada udang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian probiotik Bacillus NP5 melalui pakan terhadap kinerja pertumbuhan, respons imun, dan resistensi udang vaname terhadap infeksi Infectious Myonecrosis Virus (IMNV. Udang vaname Litopenaeus vannamei (2.41±0.07 g ekor-1 diberi pakan yang disuplementasi probiotik Bacillus NP5 dengan dosis yang berbeda, 102 CFU.g-1 (A, 104 CFU.g-1 (B, 106 CFU.g-1 (C, dan kontrol tanpa suplementasi probiotik (kontrol negatif, KN; kontrol positif, KP selama 30 hari dan dengan tiga ulangan untuk masing-masing dosis, kemudian KP, perlakuan A, B, dan C diuji tantang secara intramuskular dengan IMNV (100 µl.ekor-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa udang vaname yang diberi pakan dengan suplementasi probiotik mempunyai laju pertumbuhan harian (LPH, rasio konversi pakan (RKP, dan respons imun yang lebih tinggi. Udang tersebut juga mempunyai total hemocyte count (THC dan resistensi terhadap IMNV yang lebih tinggi dibandingkan kontrol positif. Konsentrasi probiotik 106 CFU.g-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan, respon imun, dan resistensi udang vaname terhadap infeksi IMNV. Kata kunci: probiotik, Bacillus NP5, Litopenaeus vannamei, pertumbuhan, IMNV Infectious Myonecrosis (IMN is one of the most prevalent white shrimp diseases. Probiotics are widely used in shrimp cultivation because they have been proven to reduce shrimp disease outbreak. This study aimed to observe the effect of oraly administered probiotic Bacillus NP5 on the white shrimp's growth performance, immune response, and resistance to Infectious Myonecrosis Virus (IMNV infection. White shrimp Litopenaeus vannamei (2.41±0.07 g individual-1 were fed with a feed supplemented with different doses of the probiotic Bacillus NP5, i

  20. KELIMPAHAN COPEPODA (ORDO: CALANOIDA DI TELUK PEGAMETAN, BALI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede S. Sumiarsa

    2009-04-01

    Full Text Available Pengamatan kelimpahan spesies copepoda, ordo Calanoida di Teluk Pegametan, Bali telah dilaksanakan pada bulan April 2007. Teluk Pegametan adalah salah satu wilayah yang potensial untuk budidaya laut yang terletak di bagian barat Laut Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies-spesies copepoda dari ordo Calanoida yang hidup di perairan Teluk Pegametan. Penelitian ini dilakukan pada 10 stasiun sampling dengan metode sampling secara horizontal pada permukaan laut. Plankton net berdiameter 31 cm dengan ukuran mesh 40 mm ditarik sepanjang 10 meter dengan menggunakan speed boat di sekitar stasiun pengamatan. Sampel diawetkan dengan formalin 4% untuk diidentifikasi. Dari hasil pengamatan di sepuluh stasiun terdapat 14 spesies copepoda ordo Calanoida yaitu: Acrocalanus gracilis, Calanus minor, C. sinicus, C. tenuicornis, Centropoges abdominalis, Eucalanus attenuatus, Haloptilus longicornis, Lucicutia curta, L. flavicornis, Parvocalanus crassirostris, Pseudocalanus gracilis, Rinchalanus cornutus, Scolecithricella minor, dan Temora turbinata. Spesies dominan adalah Calanus sinicus dengan proporsi 65,6% dari jumlah individu yang dijumpai. Observation on the abundance of copepod species (order: Calanoida in Pegametan Bay has been conducted in April 2007. Pegametan Bay is located on the North West of Bali and is one of several potential areas for mariculture. The purpose of this study was to find out the abundance of copepod (Order: Calanoida in the bay. Research sampling was conducted in 10 sampling points where planktons were collected using plankton net of 40 µm mesh size with diameter of 31 cm dragged horizontally on the sea water surface as far as 10 m each. Samples were preserved in 4% formalin for identification.  There were 14 species of Calanoida copepod species found during the research: Acrocalanus gracilis, Calanus minor, C. sinicus, C. tenuicornis, Centropoges abdominalis, Eucalanus attenuatus, Haloptilus longicornis

  1. Immune response and growth of Lates calcarifer fed on hydrolized protein-supplemented diet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Romi Novriadi

    2015-10-01

       ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas suplementasi protein hidrolisis pada pakan terhadap respons kekebalan tubuh dan performa pertumbuhan ikan kakap putih Lates calcarifer. Penelitian dilakukan di dua fase pemeliharaan, yakni fase pendederan dan pembesaran dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dan masing–masing perlakuan memiliki tiga ulangan, dengan deskripsi perlakuan adalah kontrol, aplikasi 3% dan 2% protein hidrolisis. Uji tantang dilakukan dengan menggunakan Vibrio parahaemolyticus pada konsentrasi 105 sel/mL dengan metode perendaman. Hasil analisa respons kekebalan tubuh menunjukkan bahwa neutrofil, leukosit, dan monosit pada kelompok ikan yang mendapatkan aplikasi protein hidrolisis meningkat secara nyata dibandingkan kontrol (P<0,05. Sementara limfosit pada kelompok perlakuan protein hidrolisis tidak memiliki perbedaan yang nyata dibandingkan kontrol (P<0,05. Performa pertumbuhan ikan kakap putih yang mendapatkan suplementasi protein hidrolisis juga memiliki total bobot (g, % bobot relatif, % laju pertumbuhan spesifik, bobot akhir (g dan panjang akhir (cm yang secara nyata lebih baik jika dibandingkan dengan kontrol (P<0,05 baik pada masa pemeliharaan di pendederan maupun di pembesaran. Sintasan paling tinggi pada fase pendederan dan pembesaran terdapat pada kelompok suplementasi 3% dengan 97,28±0,18% dan 86,0±4,3%. Diikuti oleh kelompok 2% dengan 96,75±0,28% dan 78,4±7,7%; dan paling rendah diperoleh pada kelompok kontrol dengan 93,65±0,13 % dan 20,1±21,1% masing-masing dari fase pembenihan dan pembesaran. Hasil uji tantang menunjukkan bahwa suplementasi protein hidrolisis mampu meningkatkan sintasan dan meningkatkan resistensi ikan uji terhadap infeksi V. parahaemolyticus. Pemberian protein hidrolisis dengan konsentrasi 3% merupakan dosis terbaik dengan sintasan 78,33±2,89%, diikuti oleh aplikasi 2% dengan 73,33±5,77% dan kontrol dengan 31,67±7,64% setelah lima hari masa uji tantang (P<0,05.

  2. Identifiksi Sebaran Litologi berdasarkan Analisis Data Resistivitas di Gunung Wungkal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Dzakiya

    2017-05-01

    Full Text Available Analisis data untuk mengidentifikasi sebaran litologi yang memiliki potensi bahan galian industri di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta dengan menggunakan metode resistivitas dan survei geologi permukaan telah dilakukan. Hasil korelasi kedua data tersebut menunjukkan sebaran litologi merupakan pelapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan material lempung (6,0-10 m, lempung pasiran (11-30 m dan lapukan batuan diorit (30-55 m yang berada di kedalaman berbeda. Ketebalan batuan di permukaan sekitar 225-231 meter berdasarkan penampang peta geologi dengan arah sebaran dari Barat Laut hingga Tenggara. Proses pelapukan dan alterasi di daerah ini intensif (alterasi argilik dengan jenis morfologi perbukitan intrusi terdenudasi dan dataran Alluvial.

  3. Interface of Science, Technology and Security: Areas of Most Concern, Now and Ahead

    Science.gov (United States)

    2017-03-28

    Ph.D. Co-director, Center for International Security and Cooperation, Stanford University Director Emeritus, Los Alamos National Laboratory...either modest, primitive sea-based civilizations, like the Orang Laut of the Malayan peninsula or the Uros of Lake Titicaca in the Andes mountains, or...areas of MosT concern, noW and ahead F Ig U R e 1 C h in a’ s O rg an iz at io n al S tr u ct u re f o r L if e S ci en ce /B io te ch n o lo g

  4. PengaruhKorosiAir LautpadaKekuatanTarik SambunganLas KombinasiStainless Steel 304-201

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjokorda Gde Tirta Nindhia

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak: Instalasi konstruksi yang dibangun dengan bahan stainless steel merupakan pilihan pertama dari daftar lis yang akan digunakan untuk konstruksi dekat laut. Dengan ditemukannya teknologi tungsten inert gas (TIG belakangan ini maka kontruksi dengan bahan stainles steel dapat direalisasikan. Dalam beberapa kasus sampungan las stainless steel dilakukan dengan menyambung dengan stainless steel dari jenis yang berbeda tanpa peduli dengan kekuatan yang dihasilkan khusunya jika mengalami korosi dalam hal ini korosi akibat air laut. Dalam penelitian ini kekuatan tarik sambungan kombinasi stainles steel dari jenis 304- 201 diuji dan dibandingkan dengan sambungan sejenis dari jenis 304-304 dan 201-201 Pengerauh korosi air laut terhadap kekuatan tarik sambungan stainless steel tersebut juga diteliti. Penelitian menemukan bahwa kekuatan tarik paling tinggi dimiliki oleh sambungan sejenis 304-304 diikuti oleh samnbungan kombinasi 304-201 dan yang terendah adalah sambungan 201-201. Pengaruh korosi airlaut diketahui menurunkan kekuatan dari semua jenis sambungan Kata Kunci : Stainless steel, las, air laut, korosi, kekuatan tarik Abstract: Installation of construction made from stainless steel is in the first list to be selected for location near the sea. The construction is by recent technology is much realize by using welding technology especially tungsten inert gas (TIG. In some case the welded joint of stainless steel are realized by joining 2 different type of stainless steel such as between type of 304 and 201 without any concern to the strength that will be achieved especially after exposure to the sea water. In this research the tensile strength of a combination of welding between stainless steel of 304- 201 is tested and compare to the welded of 304-304 and welded of 201-201. The effect of sea water corrosion in 30 days to the strength of the welded joint is observed . It is found that the tensile strength of welded 304-304 is found the highest

  5. SUBMARINE LANDSLIDE AND LOCALIZED TSUNAMI POTENTIALITY OF MENTAWAI BASIN, SUMATRA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryadi Permana

    2017-07-01

    Full Text Available The new bathymetry and seismic data were acquired during the PreTI-Gap marine survey (February 15 to March 6, 2008. The survey was carried out along the NE margin of Mentawai Island using multi-beam swath bathymetry equipment, and 28-channels seismic streamer and four-airgun source. The first target was the Mega Island region near the epicenter of the 2007 great earthquake. The shallow bathymetry is characterized as a flat coral platform suggesting that 200 km elongated plateau is slowly subsiding without any active faults. Further north, from South Pagai to North of Siberut Islands, the seafloor morphology changes significantly. The deep and wide canyons or valleys produce very rough seafloor morphology between 50 and 1100 m water. In general, the submarine topography shows two break slopes at different depths. Between slope breaks, the undulating, hilly and circular features dominate, possibly caused by landslides. A push-up ridge is observed that dams the sediments eroded within a steep slope northeastward side. The seismic reflection data acquired along 14 dip seismic lines at the NE flank of Mentawai Islands, from Siberut to the South of Pagai Islands. We observed a set of southwestward dipping back thrust bounding the NE margin of the Mentawai Island. Keywords: submarine landslide, tsunami, Mentawai basin, Sumatra. Data batimetri dan seismik baru telah dihasilkan selama survey kelautan PreTi-Gap (15 Februari hingga 6 Maret 2008. Survei dilaksanakan sepanjang tepian timurlaut P. Mentawai menggunakan peralatan multibeam, seismic saluran ganda 28 kanal dengan sumber energi airgun. Sasaran pertama adalah memetakan kawasan pulau dekat pusat gempa tahun 2007. Kenampakan batimetri dangkal dicirikan dengan adanya dataran terumbu karang yang secara perlahan mengalami penurunan tanpa aktifitas sesar. Lebih jauh ke Utar, dari Pagai Selatan ke utara P. Siberut, morfologi dasar laut memperlihatkan perubahan secara signifikan, dimana lembah dasar laut

  6. Des méthodes et des hommes. La production sociale du savoir sur l’efficacité de la peine de mort

    OpenAIRE

    Raoult, Sacha

    2015-01-01

    International audience; Forschungen zur abschreckenden Wirkung von Strafen haben eine beeindruckende Quantität erreicht, aller-dings mit widersprüchlichen und schwer verdaulichen Ergebnissen. Eine Untersuchung der Forschergruppen, die über die Korrelationen von Mord und Todesstrafe arbeiten, erlaubt die Identifikation einer« laute Minderheit », die für die abschreckende Wirkung der Todesstrafe plädiert. Die Kenntnis eines Autors stellt einen bedeutenderen Prädiktor für die Ergebnisse der empi...

  7. Der Euro als Triebfeder des deutschen Exports?

    OpenAIRE

    Götz Zeddies

    2011-01-01

    Die ausufernde Verschuldung insbesondere der südeuropäischen Mitgliedstaaten stellt die Europäische Währungsunion (EWU) derzeit vor große Herausforderungen. Während über lange Zeit Einigkeit darüber herrschte, den vollständigen Erhalt der Währungsunion mit einem milliardenschweren Rettungsschirm zu sichern, wurden jüngst erste Forderungen nach einem Austritt Griechenlands aus dem Euroraum laut. Insbesondere in Deutschland wird befürchtet, dass ein Austritt einzelner Länder oder gar ein komple...

  8. Analysis Of Inland Waterway Transport For Container Shipping: Cikarang To Port Of TanjungPriok

    Science.gov (United States)

    Achmadi, T.; Nur, H. I.; Rahmadhon, L. R.

    2018-03-01

    Industry's development which is in the center of Cikarang's industrial estate causes a considerable increase from 7% to 13% of container's flow from and to Port of Tanjung Priok per year. Therefore, those obstacles rise the number of traffic congestion and transport cost. This research aims to analyze the potential alternative of transportation in order to transport containers at the route of Tanjung Priok to Cikarang utilizing Inland Waterways Transport through Cikarang Bekasi Laut (CBL) river. This research will be conducted by comparing component of total logistic cost that emerging caused by container trucks and vessels. Self Propelled Container Barge (SPCB) is a pointed alternative transportation in which it is used to transport containers through the waterways. The result of analysis obtained that the capacity of Cikarang Bekasi Laut river is 18,558 roundtrip per year. Furthermore, the collaboration of 3 SPCB operations, as well payload 32 TEUS can decrease the amount of road traffic congestion/density of Cikarang-Port of Tanjung Priok as much as 18.6%. The cost of containers shipping per unit transported by truck is IDR 2.2 Million per TEUs, whereas containers shipping transported by Inland Waterways cost only IDR 1.8 Million per TEUs.

  9. Perancangan Prediktor Cuaca Maritim Berbasis Logika Fuzzy Menggunakan User Interface Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Kahfi Anshari

    2013-09-01

    Full Text Available Pola iklim dan cuaca di Indonesia yang tidak ber¬aturan dan eskstrim akan mengganggu transportasi laut. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan prediktor cuaca maritim berbasis logika fuzzy takagi sugeno menggunakan user interface smartphone android.  User interface smar¬t¬phone an¬droid dipilih karena android banyak digunakan masy¬arakat indonesia. Data yang digunakan untuk membangun basis atu¬ran dan fungsi keanggotaan berasal dari data BMKG II Perak yang direkam perjam selama 6 tahun yaitu dari januari 2007 hingga desember 2012. Digunakan data cuaca maritim dari tahun 2007 hingga 2012 untuk membangun basis aturan dan fungsi keanggotaan logika fuzzy.  Validasi prediksi cuaca maritim di¬lakukan dengan menggunakan data BMKG bulan februari 2013. Selain menggunakan data BMKG juga  dilakukan validasi real¬time menggunakan data maritim buoyweather. Hasil pene¬litian didapatkan akurasi prediksi cuaca maritim tertinggi, yaitu: suhu udara, kelembaban udara, kecepatan arus laut, tinggi gelombang dan curah hujan adalah 83%, 84.5%, 87 %, 85.7% dan 95%.

  10. RETAID DI PERAIRAN PESISIR BARAT TABLASUPA KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA (Red-tide at Western Coast of Tablasupa, Jayapura, Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarno Hadisusanto

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Retaid (red-tide adalah fenomena alam yang sering terjadi baik di perairan laut dan tawar. Fenomena ini menunjukkan perubahan warna dari biru laut menjadi merah, coklat, kuning bahkan putih susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi terjadinya retaid di perairan Tablasupa, Jayapura, Papua. Pencuplikan plankton dilakukan pada tanggal 8-10 Agustus 2007 di dua lokasi dengan empat ulangan waktu (pagi, siang, sore dan malanr. Hasil analisis laboratorium menunjukkan adanya 18 genus tetapi hanya dua genus yang berpotensi menimbulkan retaid yaitu Ceratium dan Chaetoceros. Kemungkinan kecil terjadinya retaid di perairan Tablasupa karena kemelimpahan fitoplankton cukup rendah.   ABSTRACT Red-tide is natural fenomenon and can be raised at marine and fresh-waters. This fenomenon was visualized by color changes from dark-blue to become redess, browness, yellowish and milkess. The objectives to find red-tide potentially at Tablasupa west coast, Jayapura, Papua. The sample was collected on August 8-10st, 2007, at two locations and four replicated. The results there were 18 genera and two red-tide potential genera was Ceratium dan Chaetoceros. There will no red-tide in Tablasupa because low abundance of phytoplankton.

  11. Kandungan Senyawa Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH di Teluk Jakarta (Polycyclic Aromatic Compounds Hydrocarbons (PAH Content in Jakarta Bay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fasmi Ahmad

    2013-07-01

    Full Text Available Perairan Teluk Jakarta menerima limbah yang berasal dari darat maupun perairan itu sendiri. Salah satu limbah tersebut adalah senyawa organik Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH yang merupakan senyawa organik bersifat toksik terhadap biota laut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kandungan PAH air laut dan sedimen dalam kaitannya dengan kehidupan biota laut serta mengetahui sumber senyawa tersebut. Pengukuran dilakukan bulan Maret 2011. Contoh air laut diambil dengan water sampler dan contoh sedimen dengan grab pada 15 stasiun. Kadar PAH dianalisa dengan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector. Hasil penelitian menunjukkan kadar PAH air laut di Teluk Jakarta Bagian Barat > Bagian Tengah > Bagian Timur. Kandungan PAH di Teluk Jakarta Bagian Barat berkisar 201,57-474,68 ppb dengan total PAH 1404,68 ppb, di Bagian Tengah 104,61-337,07 ppb dengan total 825,63 ppb, dan di Bagian Timur 112,91-370,79 ppb dengan total 806,73 ppb. Data ini menunjukkan Teluk Jakarta Bagian Barat lebih banyak menerima masukan limbah yang mengandung PAH. Sedangkan Kadar PAH sedimen di Teluk Jakarta Bagian Timur > Bagian Tengah > Bagian Barat. Kadar PAH di Teluk Jakarta Bagian Barat berkisar 1,92-64,241 ppm dengan total 107,931 ppm, di Bagian Tengah 16,14-77,71 ppm dengan total 170,61 ppm, dan di Bagian Timur 8,72-115,39 ppm dengan total 252,25 ppm. Data ini menunjukkan sedimen di Teluk Jakarta Bagian Timur lebih banyak mengakumulasi limbah yang mengandung PAH. Sumber PAH dalam air laut dan sedimen ini berasal dari berbagai sumber yakni pembakaran bahan organik, pembakaran minyak bumi, dan tumpahan minyak. Kadar PAH dalam air laut di Teluk Jakarta ini telah melebihi Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh KMNLH untuk biota laut, dan Nilai Ambang Batas untuk sedimen yang ditetapkan oleh Handbook for Sediment Quality Assessment. Kata kunci: Teluk Jakarta, Polisiklik Aromatik Hidrokarbon, PAH, polusi Jakarta Bay receives various kinds of waste both from land and waters

  12. ANALISIS PERIKANAN HUHATE DI PERAIRAN LARANTUKA, FLORES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Adha Akbar

    2016-11-01

    Full Text Available Informasi mengenai beberapa aspek perikanan huhate sangat diperlukan sebagai bahan untuk perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di Larantuka, Flores Timur pada tahun 2014 dengan tujuan untuk menganalisis perikanan huhate sebagai salah satu tulang punggung perikanan TCT. Kegiatan penelitian diprioritaskan pada analisis unit alat tangkap, daerah penangkapan, komposisi hasil tangkapan dan estimasi Total Faktor Produktivitas (TFP perikanan huhate. Basis data pengukuran adalah himpunan  data pendaratan dan observasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik armada terdiri dari kapal yang terbuat dari fibreglass dengan kisaran bobot kapal 6 - 30 GT. Daerah penangkapan di sekitar perairan Laut Sawu dan Laut Flores. Hasil tangkapan utama didominansi oleh cakalang (Katsuwonus pelamis sebanyak 82%, juwana tuna (Thunnus spp. 17% dan tongkol (Auxis spp. 1% serta hasil tangkapan ikutan lemadang (Coryphaena hippurus dan marlin (Makaira spp. < 1%. Hasil analisis tangkapan per unit upaya (CPUE memberikan nilai rata-rata sebesar 1,1 ton/trip (0,4-1,7 ton/trip dengan nilai tertinggi terjadi pada Februari, sedangkan terendah terjadi pada Januari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tren bulanan CPUE dan nilai TFP.

  13. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air ma­sih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarena­kan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  14. Stenting und technische Stentumgebung

    Science.gov (United States)

    Hoffstetter, Marc; Pfeifer, Stefan; Schratzenstaller, Thomas; Wintermantel, Erich

    In hoch entwickelten Industrieländern stehen laut Weltgesundheitsorganisation (WHO) Herz-Kreislauf-Erkrankungen und speziell die Koronare Herzkrankheit (KHK) an erster Stelle der Todesursachen. In Deutschland betrug die Zahl der erfassten, an KHK erkrankten Personen ohne Berücksichtigung der Dunkelziffer allein im Jahre 2001 über 473.000. Die KHK war im Jahre 2003 mit 92.673 erfassten Todesfällen immer noch die häufigste Todesursache, obgleich in Deutschland die Häufigkeit der Koronarinterventionen zur Behandlung der KHK zwischen 1984 und 2003 um fast das 80fache von 2.809 auf 221.867 Eingriffe pro Jahr gestiegen ist [1]. Neben der hohen Zahl an Todesfällen haben die betroffenen Personen durch chronische Schmerzen und eingeschränkte körperliche Leistungsfähigkeit zusätzlich eine starke Beeinträchtigung der Lebensqualität [2].In Folge dessen wird die erkrankte Person häufig zum Pflegefall was neben den gesundheitlichen Aspekten auch eine sozioökonomische Komponente in Form der fehlenden Arbeitskraft und den auftretenden Pflegekosten nach sich zieht. Die Kosten für die Behandlung der KHK in Deutschland beliefen sich im Jahre 2002 laut Statistischem Bundesamt auf rund 6,9 Mrd. €. Verglichen mit ähnlichen Zahlen der USA dürfte sich der entstandene Schaden für die deutsche Volkswirtschaft im zwei- bis dreistelligen Milliardenbereich bewegen [3].

  15. Analisa Pengaruh Jenis Elektroda terhadap Laju Korosi pada Pengelasan Pipa API 5L Grade X65 dengan Media Korosi FeCl3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gita Anggaretno

    2012-09-01

    Full Text Available Submarine pipelines (pipa bawah laut di desain untuk transportasi minyak, gas atau air dari lepas pantai menuju receiving point. Baja API 5L Grade X65 merupakan jenis pipa baja yang banyak digunakan pada pipa penyalur gas, air, dan minyak pada pipa bawah laut. Sistem perpipaan ini tidak mungkin terbentuk tanpa adanya proses las. Pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW  merupakan las yang umum digunakan dalam struktur anjungan lepas pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi elektroda pengelasan terhadap laju korosi pada pipa API 5L Grade X65. Variasi elektroda yang digunakan adalah elektroda spesifikasi AWS yaitu E7018, E6010 dan E6013. Metode pengujian korosi ini menggunakan bantuan sel tiga elektroda dengan media korosi FeCl3 yang mengacu pada ASTM G48. Dari pengujian ini didapatkan hasil laju korosi pada pengelasan pipa dengan elektroda E7018 adalah 0,53 mmpy, untuk elektroda E6013 adalah 0,69 mmpy, dan untuk E6010 adalah 0,62 mmpy. Perbedaan laju korosi tersebut dipengaruhi oleh tensile strength pada elektroda dan baja yang di las. Selisih kandungan unsur Mangan (Mn pada pipa dan elektroda las juga mempengaruhi perbedaan laju korosi pada pipa. Berdasarkan hasil foto SEM (Scanning Electron Microscope, secara morfologi permukaan weldmetal dengan nilai laju korosi paling tinggi, permukaanya terlihat lebih kasar. Akan tetapi laju korosi hasil las dengan elektroda-elektroda trsebut masih berada pada level yang diijinkan.

  16. Performans Produksi, Jumlah Nematoda Usus, dan Profil Metabolik Darah Kambing yang Diberi Pakan Hijauan Rawa Kalimantan (PRODUCTION PERFORMANS, INTESTINE NEMATODE NUMBER AND METABOLIC BLOOD PROFILE OF GOAT FEED WITH BORNEO SWAMP FORAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tintin Rostini

    2017-09-01

    acak lengkap pola faktorial (2x4 dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama berdasarkan bangsa ternak kambing (kambing kacang dan kambing PE. Faktor kedua adalah jenis pakan yang terdiri dari terdiri dari: (PRO yaitu 40% rumput lapang dan 60% konsentrat; (PR1 yaitu 60% hijauan rumput lapang dan 40% konsentrat; (PR2 yaitu 40% hijauan rawa dan konsentrat 60%; (PR3 yaitu 60% hijauan rawa dan 40% konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan perbedaan nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi nutrien, PBBH dan efisiensi pakan dengan perlakuan pemberian hijauan rawa sampai 60% (PR3 menunjukkan hasil terbaik berdasarkan profil metabolik darah (total protein, glukosa, kolesterol, Ca dan P. Jumlah telur cacing dalam tinja masih dalam kisaran batasan yang normal pada semua ternak kambing. Disimpulkan bahwa hijauan rawa memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pengganti rumput lapang.

  17. Rancang Bangun Instrumen Sistem Buoy Menggunakan A-Wsn Protokol Zigbee Untuk Pengamatan Ekosistem Pesisir (Development of Buoy System Instrument using A-WSN ZigBee Protocol for Coastal Ecosystem Monitoring

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acta Withamana

    2013-12-01

    Full Text Available Luasnya perairan dan lingkungan laut yang tidak bersahabat menimbulkan tantangan tersendiri untuk diobservasi. Aktivitas observasi secara konvensional di laut, yang menggunakan kapal sebagai wahana bergerak, membutuhkan biaya yang tinggi dan tidak efisien untuk memperoleh resolusi spasial dan temporal yang diinginkan. Buoy tertambat telah lama digunakan sebagai salah satu pilihan untuk aktivitas observasi laut. Namun ukuran yang besar dari rancangan buoy yang ada pada umumnya tidak cocok untuk pengamatan ekosistem pesisir. Perkembangan teknologi semikonduktor yang pesat melahirkan konsep wireless sensor network (WSN. Komunikasi protokol ZigBee memiliki kelebihan penggunaan energi yang efisien dan kemudahan pemasangan. Riset ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen buoy tertambat dan menguji apakah WSN dapat diaplikasikan di wilayah pesisir. Buoy tertambat yang dikembangkan memiliki kinerja yang baik dan stabil sebagai wahana instrumen. Kinerja jaringan ZigBee menunjukan tingkat keberhasilan pengiriman data sebesar 100% pada uji coba statis. Menggunakan empat buah baterai NiMH, instrumen ini dapat bekerja selama kurang lebih 39 jam untuk coordinator dan router, serta 89 jam untuk end device. Pengujian di lapangan menunjukan hasil terburuk sebesar 84.94% keberhasilan pengiriman data pada E1, dan hasil terbaik sebesar 100% keberhasilan pengiriman data pada R1 dan E3. Data suhu permukaan laut yang diterima juga dapat menggambarkan sebaran suhu permukaan di Pulau Panggang. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa Instrumen Sistem Buoy Menggunakan A-Wsn Protokol Zigbee sangat berpotensi untuk digunakan dalam pengamatan ekosistem pesisir. Kata kunci: instrumen, buoy tertambat, ZigBee, suhu permukaan laut, observasi pesisir   Ocean observation has become a challenge due to its vast and rough condition. The conventional observation, for example using ship as a mobile platform, is very expensive and inefficient to obtain desired spatial and temporal

  18. APLIKASI TEKNIK AAN DI REAKTOR RSG-GAS PADA PENENTUAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DI DALAM IKAN DAN PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saeful Yusuf

    2015-03-01

    Full Text Available Pada makalah ini diuraikan tentang aplikasi teknik AAN (Analisis Aktivasi Neutron dalam penentuan konsentrasi unsur-unsur esensial dan cemaran yang terkandung di dalam beberapa spesies ikan dan pakan ikan. Unsur-unsur esensial yang terkandung dalam pakan ikan buatan juga dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Penentuan unsur menggunakan teknik AAN dengan metode perbandingan dan metode k0-AAN. Sampel diiradiasi di reaktor RSG-GAS yang memiliki fluks neutron thermal 5 x 1013 n.cm-2.s-1 pada daya 15 MW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 unsur di dalam 11 spesies ikan air laut dan air tawar telah ditentukan yaitu As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. Konsentrasi cemaran As didalam ikan laut sudah melampaui batas maksimum 1 mg/kg, sedangkan konsentrasi cemaran Hg masih dibawah batas maksimum 0,5 mg/kg, baik untuk ikan laut maupun ikan air tawar. Unsur K dan Na merupakan unsur makroesensial sedangkan unsur Cr, Co, Fe, Se and Zn adalah termasuk unsur mikroesensial. Secara umum ditunjukkan bahwa kandungan mineral didalam ikan laut lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan ikan air tawar. Br, Cs dan Rb merupakan unsur-unsur non esensial yang teridentifikasi dalam semua ikan yang dianalisis. Penelitian terhadap pakan ikan air tawar menunjukkan bahwa semua unsur yang teridentifikasi juga terdapat di dalam ikan laut dan ikan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa pakan ikan berkontribusi terhadap konsentrasi unsur di dalam ikan air tawar. Kata kunci : Analisis aktivasi neutron, unsur esensial, unsur cemaran, ikan, pakan ikan   This paper reported on the application of NAA (Neutron Activation Analysis Technique in the determination of the concentration of the essential and toxic elements in some species of fish and fish feed. Determination of elements using instrumental NAA technique with comparison and k0-INAA methods. Samples were irradiated in the RSG-GAS which has a thermal neutron flux  5.0E +13 ncm-2s-1. The results

  19. Optimasi Kandungan Gizi Susu Kambing Peranakan Etawa (PE Menggunakan ELM-PSO Di UPT Pembibitan Ternak Dan Hijauan Makanan Ternak Singosari-Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Cholissodin

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh. Ternak penghasil susu utama di Indonesia yaitu sapi perah, namun produksi susunya belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Alternatifnya adalah kambing peranakan etawa (PE. Tingginya kualitas kandungan gizi susu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya, yaitu faktor pakan. Bagian peternakan kambing PE di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Singosari-Malang masih menghadapi permasalahan, yaitu rendahnya kemampuan dalam memberikan komposisi pakan terhadap kambing PE. Kekurangan tersebut berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Diperlukan pengetahuan rekayasa kandungan gizi susu untuk menentukan komposisi pakan dalam menghasilkan susu premium dengan kandungan gizi optimal. Penulis menggunakan metode Extreme Learning Machine (ELMdan Particle Swarm Optimization (PSO  untuk membuat pemodelan pakan kambing dalam mengoptimasi kandungan gizi susu kambing. Dalam analisa pengujian konvergensi menggunakan metode ELM-PSO yang dilakukan dengan kasus untuk berat badan kambing 32 kg, serta jenis pakan yang digunakan yaitu rumput Odot 70% dan rumput Raja 30% menghasilkan sistem mencapai kestabilan dalam konvergensi pada iterasi ke-20 dengan fitness terbaik yaitu 16.2712. Kata Kunci: Susu Kambing, Optimasi, Artificial Neural Network (ANN, Particle Swarm Optimization (PSO, Genetic Algorithm (GA, Kandungan Nutrisi Pakan. Abstract Milk is one of the animal protein sources which it contains all of the substances needed by human body. The main milk producer cattle in Indonesia is dairy cow, however its milk production has not fulfilled the society needs. The alternative is the goat, the Etawa crossbreed (PE. The high quality of milk nutrients content is greatly influenced by some factors one of them, is the food factor. The PE goat livestock division of the UPT Cattle Breeding and the Cattle Food Greenery in Singosari

  20. SKRINING FARMAKOGNOSI TANAMAN ETNOFARMASI ASAL KABUPATEN BULUKUMBA YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asni Amin

    2012-06-01

    Full Text Available The use of traditional medicine has long been known and used by the people of South Sulawesi and recorded since the 15th century in lontara 'pabbura. Bulukumba as one of the areas of south Sulawesi inhabited by ethnic of Kajang and ethnic of Makassar has also been used plants to treat several of diseases including. Screening studies pharmacognostic origin Bulukumba conducted to identify medicinal plants used by the community Bulukumba to treat cancer. The research location is the village of Bahari Bonto Lembanna District Bulukumba, The research location is the village Lembana of Bonto Bahari District Regency of Bulukumba, the surveys plants etnofarmasi through sanro (traditional healers, public figures and society who have knowledge of traditional medicine with purposive sampling method. Pharmacognosy screening includes determination etnofarmasi plants that have been collected, organoleptic examination, morphology, anatomy and identification of chemical constituents using color reagent and precipitation reactions. The results obtained five plants etnofarmasi potential for the treatment of cancer, leaf of landep (Barleria prionitis L. Family Acanthaceae, gewor (Basella rubra L Famili Acanhtaceae, pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis Family Loranthaceae, rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L. family Rubiaceae dan gondola (Commelina benghalensis L. Family Commelinaceae, with chemical ingredients contain flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins. The content of flavonoids and alkaloids in plants has the potential to be used as a cancer treatment. Keywords : Etnopharmacy, anticancer, Pharmacognosy screening. Abstrak Penggunaan obat tradisional telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan dan dibukukan sejak abad ke-15 dalam lontara’ pabbura. Bulukumba sebagai salah satu wilayah Sulawesi Selatan dihuni oleh etnis Makassar dan etnis Kajang juga telah menggunakan tanaman termasuk untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian

  1. PERSEPSI IBU HAMIL DAN NIFAS TENTANG ANEMIA DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH SELAMA KEHAMILAN : STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN PURWAKARTA DAN LEBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titaley CR

    2015-04-01

    Full Text Available Latar belakang: Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah melalui pemberian tablet tambah darah (tablet besi-folat selama kehamilan; Tujuan: Memberikan gambaran persepsi ibu hamil dan nifas (42 hari setelah melahirkan tentang anemia dan pemberian tablet tambah darah selama kehamilan di Kabupaten Lebak  dan Purwakarta. Metode: Data dalam penulisan ini berasal dari studi kualitatif di Kabupaten Lebak dan Purwakarta pada bulan Maret 2012. Informasi yang dianalisis bersumber dari 24 wawancara mendalam (WM dan enam diskusi kelompok terarah  (DKT, melibatkan 46 ibu hamil dan 17 ibu nifas. Analisis konten dan tematik dilakukan melalui identifikasi tema yang muncul dari hasil WM dan DKT; Hasil: Walaupun pengetahuan ibu tentang penyebab dan cara mengatasi anemia di kedua daerah studi cukup baik, persepsi yang keliru dengan menyamakan anemia dengan tekanan darah rendah masih kerap ditemukan. Penjelasan tentang tablet tambah darah telah diberikan bidan, namun informasi terkait efek samping tablet tambah darah masih dianggap kurang. Beberapa faktor pendorong minum tablet tambah darah termasuk pengetahuan ibu tentang tablet tambah darah, manfaat yang dirasakan setelah minum tablet tambah darah, anjuran tenaga kesehatan, serta dorongan anggota keluarga. Beberapa faktor penghambat yang disebutkan termasuk efek samping minum tablet tambah darah, adanya pemahaman yang keliru tentang manfaat minum tablet tambah darah, larangan paraji, dan akses yang sulit untuk mendapatkan tablet tambah darah; Kesimpulan: Diperlukan upaya komprehensif untuk meningkatkan kepatuhan ibu minum tablet tambah darah, termasuk program edukasi dan penguatan keterampilan konseling bidan dan kader, peningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tablet tambah darah, serta peningkatan keterlibatan suami dan paraji terutama bagi masyarakat daerah terpencil.   Kata kunci: Persepsi, pengetahuan, anemia, suplementasi besi

  2. KAJIAN DAERAH RAWAN GELOMBANG TINGGI DI PERAIRAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Kurniawan

    2014-08-01

    Full Text Available Berkaitan dengan pentingnya informasi tentang gelombang laut, terutama bagi keselamatan beragam kegiatan di laut, berdasarkan data periode tahun 2000-2010, dilakukan studi tentang gelombang tinggi di perairan Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa variasi spasial dan temporal tinggi gelombang dan frekuensi terjadinya gelombang tinggi mempunyai pola yang berasosiasi dengan siklus angin monsunal, periode monsun Australia (Desember, Januari, Februari dan monsoon Australia (Juni, Juli, Agustus. Daerah rawan gelombang tinggi pada periode monsun Asia umumnya lebih luas daripada pada periode monsun Australia. Pada periode peralihan antar monsun, sebagian besar wilayah perairan Indonesia tidak rawan gelombang tinggi. Daerah rawan gelombang tinggi pada periode peralihan antar monsun umumnya lebih sempit dan terdapat di perairan Indonesia yang menjadi bagian dari Laut Cina Selatan, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, terutama selatan Jawa sampai Bengkulu. Meskipun korelasinya tidak signifikan, berlangsungnya El- Nino menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di wilayah perairan Indonesia bagian timur, terutama utara ekuator dan berlangsungnya La-Nina menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di perairan Indonesia yang berada di Samudera Hindia terutama di selatan Jawa. Sedangkan terjadinya IODM negatif menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang di perairan barat Sumatera sebelah utara ekuator.   Related to the importance of information about ocean waves, especially for the safety of a variety activities at sea, based on data in the period 2000-2010 obtained by numerical wave model, conducted a study of high waves in the Indonesian waters.The study shows that the spatial and temporal variations in wave height and frequency of high waves have a pattern associated with monsunal wind cycle, Australia monsoon period (December, January, February and the Australian monsoon (June, July, August. High waves prone areas in the period of monsoon Asia are

  3. Revealing Hidden Diversity in Menjangan Besar Island, Karimunjawa: Reef-Associated Decapods as a Proxy of Biodiversity Estimation (Mengungkap Keanekaragaman Tersembunyi di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa: Estimasi Biodiversitas Menggunakan Dekapoda..

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Dian Pertiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Kepulauan Indonesiamemiliki sejumlahArea Perlindungan Laut dan Taman Nasional yang merupakan tempat tinggal bagi organisme laut dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Karimunjawa sebagai salah satu Taman Nasional, dikenal mempunyai keanekaragaman terumbu karang yang tinggi dan merupakan salah satu kawasan yang digunakan sebagai area studi keanekaragaman laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi keanekaragaman organisme pada habitat terumbu karang yang terdapat di kawasan pesisir Karimunjawa. Metode sampling semi-kuantitatif digunakan untuk mengestimasi keanekaragaman terumbu karang, dengan menggunakan anggota kelompok dekapoda sebagai perwakilan. Enam belas terumbu karang mati (dead coral head dari anggota Pocillopora, di koleksi dengan ukuran yang sama pada kedalaman 10 meter di kawasan Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa. Seluruh dekapoda yang dikumpulkan, diidentifikasi sampai tingkat famili dan menunjukkan terdapat 11 famili dari total 203 individu. Nilai statistik dari kekayaan spesies (Chao1 and ACE menunjukkan hanya 11 famili dekapoda yang dapat ditemukan di kawasan tersebut. Hasil kurva rarefaksi menunjukkan nilai yang mencapai titik kesetimbangan setelah karang mati ke-empat belas, yang mengindikasikan bahwa penambahan koleksi sampel tidak akan mengubah estimasi keanekaragaman yang ditemukan. Index keanekaragaman Shanon-Wiener juga menunjukkan nilai keanekaragaman yang rendah dengan nilai 1.9. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pemahaman bagi keseluruhan keanekaragaman terumbu karang yang terdapat pada suatu kawasan dan sebagai dasar pengetahuan untuk tujuan pengamatan ekosistem terumbu karang bagi perlindungan dan konservasi. Kata kunci: keanekaragaman, terumbu karang, dekapoda, Indonesia, Karimunjawa. The Indonesian archipelago, with its higher number of Marine Protected Areas (MPA and National Parks, is a home to a high diversity of marine organisms. Karimunjawa is an Indonesian National Park that is well

  4. PENGAMATAN JENIS-JENIS JAMUR YANG DITEMUKAN PADA MINUMAN SUSU SEGAR DAN SUSU KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Siti Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Minum susu dari wadah kemasan lebih praktis daripada minum susu segar yang harus dimasak lebih dahulu. Pengolahan susu biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses Ultra High Temperature (UHT yang menggunakan panas tinggi sekitar 140° C dalam waktu 14 detik dan cara Pasteurisasi yang menggunakan suhu 63° C dalam waktu 30 menit. Menurut label yang tertera dalam kemasan, susu dengan proses pengolahan di atas mempunyai daya simpan selama 10 bulan, terhindar dari cemaran bakteri serta efek luar seperti udara dan cahaya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa susu dalam kemasan kardus, kaleng, botol kaca dan plastik tidak bebas dari cemaran jamur seperti Aspergillus sp. , Penicillium sp., Geotrichum sp. dan Khamir. Dari tempat pemerahan susu ditemukan cemaran jamur yang sama dengan jamur yang ditemukan pada susu kemasan. Jamur Geotrichum sp ditemukan pada tanah yang berada di sekitar tempat pemerahan susu. Aspergillus sp ditemukan pada pakan sapi perah yang berupa rumput - rumputan, Risophus sp ditemukan pada sumber air yang berada disekitar tempat pemerahan susu. Pada susu kemasan kaleng yang berasal dari luar negeri baik yang legal maupun yang ilegal hanya ditemukan Penicillium sp dan Khamir berarti cemaran jamur berasal dari udara. Sedangkan susu kemasan dalam negeri ditemukan jamur A.niger, Penicillium sp., Khamir, dan Geotrichum sp.yang menandakan dapat tercemar dari bahan/susu perah karena penanganannya kurang higienis. ' Keywords: Jamur, susu segar dan susu kemasan.

  5. KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priyono

    2014-02-01

    Full Text Available Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013 menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk. Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan. Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala.

  6. KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang P

    2015-02-01

    Full Text Available Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013 menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk.Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x 20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan. Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala

  7. Spesies Tumbuhan Penyusun Vegetasi Lantai di Wilayah Restorasi Taman Nasional Gunung Merapi di Ngablak, Magelang, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purnomo Purnomo

    2017-04-01

    Full Text Available Vegetation restoration by Mount Merapi National Park (TNGM in Ngablak, Magelang, Central Java need the floristic data composition of understory vegetation. The objectives of this research were to identify and to determine the importance values of each plants species that composed of that restoration area. Sample collections were conducted using survey method for their morphological characters as voucher specimens that were used for species identification. Vegetation analysis was conducted using the quadratic method; shrubs (5x5 m2, grasses and herbs (1x1 m2, and importance values were analysed using relative frequencies and densities. The result shows that understory vegetation on the restoration area in Ngablak was composed of 60 seed plant species from 18 plant families. There were 7 plant families that dominate the region; Papilionaceae (13 species, Asteraceae (11, Poaceae (Grasses (10, Cyperaceae (Sedges (5, Amaranthaceae (3, Mimosaceae (3 and Commelinaceae (3. Plants species that have important value more than 25% in this restoration area were Cymbopogon citratus (sereh, Mimosa pudica (Putri malu, Gomphrena serrata (Bunga kancing, Pannisetum purpureum (Rumput gajah, Ageratum conyzoides (Wedusan, dan Euphatorium inulifolium (kirinyuh. The external factors that influence the growth of the understory vegetation are pH of soil and soil moisture.

  8. Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Nepa Berdasarkan Preferensi Pengunjung Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tadaki Santoso Hasegawa

    2017-03-01

    Full Text Available Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memiliki kawasan wisata pantai Nepa, yang terdiri dari 6 potensi wisata di 3 desa, yakni wisata alam pantai Nepa, wisata alam hutan kera Nepa, makam petilasan Raden Segoro, wisata arung laut, wisata budaya Rokat Tase’, dan wisata buatan waduk Nipah, di Desa Batioh, Desa Nepa, dan Desa Montor. Penelitian deskriptif ini menggunakan analisis deskriptif, yang digunakan untuk mencapai sasaran pertama analisis potensi wisata, sasaran kedua analisis preferensi pengunjung, hingga sasaran terakhir merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata pantai Nepa berdasarkan preferensi pengunjung. Rumusan arahan pengembangan kawasan tersebut menghasilkan arahan pengembangan berupa penyediaan, perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan akses prasarana dan sarana pariwisata, peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan sikap masyarakat terhadap pengunjung dengan nilai-nilai sapta pesona, penambahan jenis atraksi wisata, penyediaan akomodasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan promosi kawasan, untuk setiap potensi wisata.

  9. Developing physics learning media using 3D cartoon

    Science.gov (United States)

    Wati, M.; Hartini, S.; Hikmah, N.; Mahtari, S.

    2018-03-01

    This study focuses on developing physics learning media using 3D cartoon on the static fluid topic. The purpose of this study is to describe: (1) the validity of the learning media, (2) the practicality of the learning media, and (3) the effectiveness of the learning media. This study is a research and development using ADDIE model. The subject of the implementation of media used class XI Science of SMAN 1 Pulau Laut Timur. The data were obtained from the validation sheet of the learning media, questionnaire, and the test of learning outcomes. The results showed that: (1) the validity of the media category is valid, (2) the practicality of the media category is practice, and (3) the effectiveness of the media category is effective. It is concluded that the learning using 3D cartoon on the static fluid topic is eligible to use in learning.

  10. ANALISIS ANOMALI GRAVITASI SEBAGAI ACUAN DALAM PENENTUAN STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN POTENSI GEOTHERMAL (Studi Kasus Di Daerah Songgoriti Kota Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Hidayat, Abdul Basid

    2012-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian dengan metode gravitasi pada tanggal 26 - 27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola anomali Bouguer dan struktur geologi bawah permukaan serta potensi panasbumi di daerah tersebut. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada kontur anomali Bouguer  lengkap didapatkan variasi nilai anomali Bouguer antara  47,3 - 67,4 mGal dengan nilai anomali tinggi terdapat pada arah tenggara penelitian dan nilai anomali sedang pada arah tenggara-selatan dan timur laut daerah penelitian. Hampir 75% daerah penelitian didominasi oleh nilai anomali Bouguer rendah. Hasil interpretasi kuantitatif pada model penampang 2D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh lapisan batuan di bawah permukaan yaitu lapisan lapuk, tufa pasiran, anglomerat, lempung pasir, breksi tufaan terlempungkan, lava, dan breksi Vulkanik. Berdasarkan interpretasi kualitatif dan kuantitatif serta penelitian sebelumya dapat disimpulkan bahwa potensi geothermal di daerah penelitian sangat kecil.

  11. PENGARUH VARIASI MEDIA QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIS RANTAI ELEVATOR FRUIT KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saufik Luthfianto

    2017-03-01

    Full Text Available Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air+garam terhadap sifat mekanis rantai elevator,  mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin oli 20w – 50w terhadap sifat mekanis rantai elevator, mengetahui pengaruh proses heat treatment dengan media pendingin air laut terhadap sifat mekanis rantai elevator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Hasil uji one way ANOVA yang telah dilakukan mengindikasikan bawa Fhitung uji kuat tarik sebesar 2,046, yang lebih kecil daripada Ftabel (2,6 sebesar 5,14 (Fhitung Ftabel, artinya uji kekerasan (Quenching pada ketiga jenis media signifikan berbeda atau terdapat perbedaan kekerasan yang signifikan diantara ketiga jenis penggunaan media

  12. The Role of Adat Justice and Its Adat Institutons in Preventing Transnational Crimes in Aceh Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Walny Rahayu

    2017-12-01

    Lebih dari satu dekade setelah berlakunya Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, kemampuan adaptif peradilan adat dan lembaga adat Aceh terus bertahan karena memiliki dasar legalitas penormaan yang kuat diatur dalam undang-undang dan peraturan di Indonesia. Di sisi lain jika dikaji, konsekuensi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA efektif berlaku 31 Desember 2015 di Indonesia berpotensi menimbulkan ancaman seperti munculnya berbagai bentuk kejahatan transnasional yang melintasi perbatasan suatu negara, dilakukan oleh pelaku dari dua atau lebih negara dengan modus operandi modern. Berlakunya MEA bagi Aceh merupakan tantangan memanfaatkan peluang peradilan adat dan lembaga adat mengantisipasi kejahatan tersebut. Berdasarkan data dari ASEAN Rencana Aksi untuk memerangi kejahatan transnasional terdapat delapan bentuk kejahatan yaitu, perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, laut-pembajakan, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, kejahatan ekonomi internasional dan cyber crimes. Tulisan ini bertujuan menjelaskan kemampuan adaptif peradilan adat, lembaga adat Aceh, dan model intervensi peradilan adat di Aceh menghadapi kejahatan transnasional era MEA.

  13. Wave Transformation for International Hub Port Planning (Transformasi Gelombang untuk Perencanaan Pelabuhan Hub Internasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Nugroho Sugianto

    2015-02-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia sehingga peran pelabuhan sangat vital dalam pembangunan ekonomi. Pelabuhan bukan hanya sekedar sebagai pelengkap infrastruktur, melainkan harus direncanakan dan dikelola dengan baik serta memperhatikan fenomena dinamika perairan laut seperti pola gelombang laut. Data gelombang laut menjadi faktor penting dalam perencanaan tata letak dan tipe bangunan pantai karena dipengaruhi oleh tinggi gelombang signifikan, tunggang pasang surut dan transformasi gelombang. Penelitian ini mengalisis karaketristrik dan bentuk transformasi gelombang untuk perencanaan Pelabuhan Hub Internasional, sebagai studi kasus adalah pelabuhan di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara. Pelabuhan di Kuala Tanjung merupakan salah satu dari 2 pelabuhan hub internasional yang direncanakan akan dibangun oleh pemerintah Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang dilakukan dengan perhitungan statistik dan pemodelan matematik dengan modul hydrodinamic dan spectral wave untuk mengetahui arah penjalaran dan transformasi gelombang. Hasil dari data ECMWF selama 1999–Juni 2014, diketahui tinggi gelombang signifikan (Hs maksimum mencapai 1,69 m dan periode maksimum 8 detik. Karakteristik gelombang termasuk klasifikasi gelombang laut transisi dengan nilai d.L-1 berkisar anrata 0,27–0,48 dan berdasarkan periodenya diklasifikasikan sebagai gelombang gravitasi.Transformasi gelombang terjadi akibat pendangkalan dengan koefesian pendangkalan Ks 0,93–0,98 dan proses refraksi gelombang dengan koefesien Kr 0,97–0,99. Tinggi gelombang pecah Hb sebesar 1,24 meter dengan kedalaman gelombang pecah db sebesar 1,82 meter. Efektifitas desain bangunan terminal di Pelabuhan Kuala Tanjung secara keseluruhan untuk sepanjang musim sebesar 79,8% atau dapat dikatakan cukup efektif dalam meredam gelombang. Kata kunci: transformasi gelombang, tinggi dan periode gelombang, pelabuhan Indonesia is one of the largest

  14. DAMPAK PEMBANGUNAN PESISIR PANTAI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsu .

    2015-11-01

    kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan yang meliputi: Pembangunan pesisir pantai mendorong terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat nelayan Punggawa-Sawi yang pada umumnya berada di atas kategori tinggi. Kondisi ini berimplikasi pada terjadinya perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan ke arah yang lebih baik, perbaikan kondisi perumahan, semakin membaiknya kondisi kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, sistem jaringan produksi dan distribusi hasil laut, terbuka peluang usaha perikanan, serta terjadinya modernisasi pada sistem penangkapan ikan. Hambatan nelayan dalam memperbaiki taraf ekonominya adalah tingkat pendidikan dan pelatihan yang rendah, kurangnya alat produksi, sistem bagi hasil, serta faktor pemasaran dan harga ikan. Faktor pemasaran di lokasi ini relatif dapat teratasi dengan baiknya jalur transportasi, banyaknya usaha pengeringan ikan, dan dimanfaatkannya ikan kecil sebagai pakan udang. Kata Kunci: Dampak pembangunan, Pesisir Pantai, produksi dan distribusi, sistem perikanan

  15. 1969

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Novenanto

    2017-09-01

    Full Text Available 1969 adalah momentum kebenaran bagi studi sosial-budaya atas ruang dan tempat. Di tahun itu, kita tidak sekadar menyaksikan realitas ala petualangan bajak laut Kapten Jack Sparrow dalam kisah fantasi Disney Pirates of the Carribean. Kita disuguhi ekspedisi luar angkasa layaknya fiksi-ilmiah Hollywood, seperti E.T., Star Wars, Avatar, ataupun Interstellar. Berkat kemajuan teknologi, peristiwa pendaratan manusia di Bulan pada 20 Juli 1969 itu disebarluaskan menembus batas-batas ruang dan waktu sehingga manusia di seluruh dunia dalam kurun waktu berbeda dapat menyaksikan (kembali momentum kebenaran itu. Akan tetapi, peristiwa bersejarah itu adalah juga tonggak peneguhan mental egosentris-kolonialis. Gagasan dan penjelajahan telah membongkar logika atas ruang, namun produksi pengetahuan tentangnya masih berpusat dan berorientasi pada para penghuni bumi.

  16. GAME INTERAKTIF MENCEGAH TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL UNTUK ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryati Wuryandari

    2016-04-01

    Full Text Available Pemanasan global merupakan kenaikan suhu bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya kosentrasi gas rumah kaca akibat dari ulah dan aktifitas manusia. Banyak sekali kerusakan yang diakibatkan oleh pemanasan global diantaranya meningkatnya air permukaan laut sampai dengan kepunahan makluk hidup. Kesadaran dan kepedulian untuk menindak lanjuti sangat diperlukan untuk menyikapi akibat dari pemanasan global. Pembelajaran tentang pemanasan global kepada anak sejak usia dini menjadi salah satu solusi dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu cara menanamkan kesadaran akibat dari pemanasan global dan pentingnya memelihara bumi ini dapat ditanggulangi dengan memberikan pembelajaran berbasis game interaktif yang menyenangkan buat anak. Game interaktif mencegah pemanasan global dibuat dengan menggunakan Adobe Flash CS 5 dan menggunakan Action Script 3.0. Diharapkan kesadaran anak anak untuk mencintai dan melestarikan lingkungan akan muncul dari pembelajaran tersebut sehingga pemanasan global dapat dicegah sedini mungkin. Kata kunci: pemanasan global, game, action script 3.0, adobe flash cs 5.

  17. ANALISIS MODEL PREDIKSI AWAL MUSIM HUJAN DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alimatul Rahim

    2016-03-01

    Full Text Available Model prediksi awal musim hujan merupakan salah satu kunci yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko kegagalan panen padi yang disebabkan oleh faktor iklim di provinsi Sulawesi Selatan. Model prediksi awal musim hujan dibangun  dengan menggunakan data curah hujan observasi Sulawesi Selatan dan anomali suhu muka laut di kawasan Pasifik dan perairan Sulawesi. Pada studi ini dilakukan analisis pemilihan stasiun hujan observasi, penentuan awal musim hujan, analisis komponen utama dan pengelompokan, analisis korelasi awal musim hujan terhadap anomali suhu muka laut, pembangunan model untuk prediksi awal musimhujan dan verifikasi model.Hasil analisis awal musim hujan menunjukkan setiap stasiun hujan mempunyai perbedaan awal musim hujan dengan rata-rata jatuh pada Julian Date (JD ke-348 (14 Desember. Berdasarkan hasil analisis PCA dan cluster, diperoleh bahwa di Sulawesi Selatan terbagi menjadi 3 cluster wilayah. Cluster 1 mempunyai pola hujan lokal, sedangkan cluster 2 dan 3 mempunyai pola hujan monsun. Pada peta korelasi antara awal musim hujan di Sulawesi Selatan dan anomali suhu muka laut menunjukkan bahwa terdapat korelasi nyata(r≥0.5 antara kawasan Pasifik dan Laut Sulawesi pada cluster 1 dan 2 pada bulan Juni Juli Agustus September(JJAS. Sedangkan pada cluster 3, korelasi nyata hanya pada bulan Juni di perairan Sulawesi. Model prediksi AMH terbaik, pada cluster 2 terdapat di domain prediktor kawasan pasifik dengan nilai r=0.82, sedangkan pada cluster 1 dan 3, terdapat di domain perairan Sulawesi dengan nilai r=0.78 dan r-0.48. Verifikasi model terpilih pada cluster 3 mempunyai RMSE = 3, sedangkan cluster 1 dan 2, nilai RMSE berturut-turut sebesar 16 dan 29.   Model prediction of rainy season onset is one of the keys to reduce the risk of paddy haverst failure because of climate factor in South Sulawesi province. The model prediction for rainy season onset was build using rainfall data in South Sulawesi and SST anomaly in Pacific Ocean and

  18. Clinical effectiveness and cost-effectiveness of central venous catheters treated with Minocycline and Rifampicin in preventing bloodstream infections in intensive care patients [Medizinische Wirksamkeit und Kosteneffektivität von Minocyclin/Rifampicin-beschichteten zentralvenösen Kathetern zur Prävention von Blutbahninfektionen bei Patienten in intensivmedizinischer Betreuung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neusser, Silke

    2012-10-01

    Full Text Available [english] The use of central venous catheters coated with antibiotics can avoid bloodstream infections with intensive care patients. This is the result of a scientific examination which has been published by the DIMDI. Costs could be also saved in this way. However, according to the authors, the underlying studies do not allow absolutely valid statements.[german] Der Einsatz bestimmter Antibiotika-beschichteter Venenkatheter kann bei Intensivpatienten Blutbahninfektionen vermeiden. So das Ergebnis einer wissenschaftlichen Untersuchung, die das DIMDI veröffentlicht hat. Auch ließen sich damit Kosten einsparen. Allerdings erlauben, laut den Autoren, die zugrunde gelegten Studien keine uneingeschränkt gültigen Aussagen.

  19. PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FILTER UNTUK PEMELIHARAAN IKAN HIAS AIR TAWAR DI AKUARIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priono

    2012-12-01

    Full Text Available Akuarium merupakan salah satu wadah untuk pemeliharaan ikan hias baik tawar maupun laut, betapapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan, aksesoris, dan dekorasi yang memadai, maka nilai keindahan akan berkurang. Penggunaan filter untuk mendukung salah satu sintasan ikan hias sangat penting. Terdapat banyak jenis-jenis filter yang dapat digunakan di dalam akuarium, dengan bentuk, desain, ukuran, dan harga yang bermacam-macam pula. Namun demikian, fungsi utama filter sebernarnya adalah untuk (1 menghilangkan atau mengangkat kotoran atau sisa kotoran dari air, (2 mengangkat atau menghilangkan bahan kimia dari air yang membuat air menjadi berwarna (warna coklat/keruh atau bahan yang tak dikehendaki, dan (3 menghilangkan kotoran ikan dan menguraikan produk atau zat yang beracun menjadi tak beracun untuk ikan.

  20. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat merupakan perairan yang potensial untuk budidaya laut. Namun demikian belum ada data dan informasi kesesuaian lahan untuk budidaya laut termasuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA di perairan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan di perairan pesisir Kabupaten Mamuju untuk budidaya ikan dalam KJA yang diharapkan juga dapat menjadi acuan dalam penentuan tata ruang wilayah pesisir. Metode survai diaplikasi pada wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, mulai dari perbatasan Kabupaten Majene di bagian selatan sampai perbatasan Kabupaten Mamuju Utara di utara. Kualitas air perairan yang diukur adalah: pH, salinitas, kecepatan arus, arah arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, fosfat, dan besi. Data lainnya diperoleh dari hasil ekstrak citra ALOS AVNIR-2 akuisisi 28 Juli 2009. Analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografis digunakan dalam penentuan kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan dalam KJA di Kabupaten Mamuju tersebar di Pulau Karampuang, Perairan Kalukku, Pulau Bakengkeng, Perairan Papalang, Pulau Kambunong, dan Tanjung Dapurang. Untuk pengembangan kegiatan budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, hanya sekitar 10% dari potensi perairan pesisir yang secara efektif dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di perairan Kabupaten Mamuju yaitu 698,18 ha yang terdiri atas sangat sesuai seluas 133,18 ha; cukup sesuai 512,41 ha dan kurang sesuai 52,59 ha

  1. EFFECT OF ALUMINUM ON PLANT GROWTH, PHOSPORUS AND CALCIUM UPTAKE OF TROPICAL RICE (Oryza sativa, MAIZE (Zea mays, AND SOYBEAN (Glycine max

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Nursyamsi

    2018-01-01

    Full Text Available Aluminum toxicity is the most limiting factor to plant growth on acid soils. Structural and functional damages in the root system by Al decrease nutrient uptake and lead to reduce plant growth and mineral deficiency in shoot. Greenhouse experiment was conducted to study the effect of Al on plant growth, and P and Ca uptake of rice, maize, and soybean. The plants were grown in hydroponic solution added with 0, 5, 10, and 30 ppm Al, at pH 4.0. The results showed that relative growth of shoots and roots of upland rice, lowland rice, maize, and soybean decreased with an increase of Al level. However, sometimes the low Al level (5 ppm stimulated shoot and root growth of some varieties in these species. According to total AlRG30 values, which is Al concentration in solution when relative growth decreased to 50%, Al tolerance of species was in order of barley < maize < soybean < lowland rice < upland rice. For maize, Al tolerance was in the order of Arjuna < Kalingga < P 3540 < SA 5 < SA 4 < PM 95 A < SA 3 < Antasena; for soybean was Wilis < INPS < Galunggung < Kerinci < Kitamusume; for lowland rice was RD 23 < Kapuas < Cisadane < KDML 105 < IR 66 < RD 13, and for upland rice was Dodokan < JAC165 < Cirata < Orizyca sabana 6 < Danau Tempe < Laut Tawar. Based on the rank of Al tolerance, rice was the useful crop to be planted in acid soils. Antasena (maize, Kitamusume ( soybean , RD 13 (lowland rice, and Laut Tawar (upland rice were also recommended for acid soils. P and Ca concentration in shoots and roots commonly decreased with an increase of Al level. However, the low Al level stimulated absorption of P and Ca concentrations in shoots and roots.

  2. KEANEKARAGAMAN DAN MIGRASI VERTIKAL COPEPODA DI TELUK SUMBERKIMA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian keanekaragaman spesies copepoda yang hidup di sekitar keramba jaring apung (KJA di Teluk Sumberkima, Bali Utara dilaksanakan pada bulan Februari 2007 dengan posisi sampling 50L 0237293 UTM 9101738. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi vertikal populasi zooplankton khususnya copepoda di sekitar KJA Teluk Sumberkima pada beberapa tingkat kedalaman. Sampling copepoda dilakukan dengan memompa air laut sejumlah volume tertentu pada tingkat kedalaman masing-masing 0 m, 3 m, 6 m, 9 m, 12 m, dan 15 m. Air laut tersebut kemudian disaring pada 200 µm secara terpisah. Sampel copepoda diawetkan dengan formalin 4% untuk analisis mikroskopik di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan terdapat 3 ordo yang terdiri atas 22 spesies copepoda. Ordo yang mendominasi adalah Calanoida yang ditemukan pada setiap kedalaman, dilanjutkan oleh ordo Cyclopoida yang ditemukan pada kedalaman 0 m, 3 m, 6 m, 12 m, dan 15 m dan ordo Harpacticoida yang ditemukan di semua lapisan kedalaman. Spesies yang mendominasi di setiap kedalaman adalah Calanus sinicus dan Calanus minor. The aim of this experiment was to study biodiversity and vertical distribution of copepods around floating cage culture in Sumberkima Bay, North Bali, in sea water depth levels of 0, 3, 6, 9, 12, and 15 meters at sampling site of 50L 0237293 UTM 9101738. The observation was done in February 2007. Samples were obtained by pumping and then filtering the seawater through 200 µm membrane filter. Samples were preserved in 4% formaldehyde for microscopic observation. Results showed that there were three orders from 22 copepod species dominated by the order of Calanoida found in any depth level followed by the order of Cyclopoida found at 0, 3, 6, 12, and 15 meters depth. Even though the order of Harpacticoida copepods was found in each observed depth level but this order was in little quantity. Dominant species at each depth level was Calanus

  3. Pembuatan Alur Pelayaran dalam Rencana Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Didi Darmawan

    2017-01-01

    Full Text Available Pantai Boom merupakan pantai yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai tersebut rencananya akan dibangun pelabuhan marina. Pelabuhan harus dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk mendukung rencana tersebut seperti salah satunya adalah alur pelayaran. Untuk membuat alur pelayaran diperlukan penelitian mengenai pasang surut, topografi dasar laut, serta jenis kapal yang melintas untuk memastikan kapal yang berlayar aman dari kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini menggunakan data hasil pemeruman, data pasang surut yang diperoleh dari pengamatan langsung, serta berbagai jenis kapal yacht. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa rencana dermaga sebaiknya dibangun 60 meter menjorok ke arah laut dengan panjang dermaga 25 meter. Dalam keadaan air rendah terendah (LLWL, ketiga jenis kapal yang ditentukan dapat merapat ke rencana Dermaga Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi. Daerah yang tidak bisa dilewati pada saat LLWL, pada saat MSL daerah tersebut sudah dapat dilewati oleh ketiga jenis kapal tersebut. Pada keadaan muka air tinggi tertinggi (HHWL, Kapal Yacht Class 8 dan 6 dapat melewati sebagian perairan sungai Pantai Boom.         Waktu yang tidak tepat untuk melakukan pelayaran pada saat LLWL dari alur pelayaran yang telah dibuat yaitu antara pukul 04:00 – 06:00 WIB pada saat bulan November 2015-Februari 2016 dan pukul 16:00-18:00 pada saat bulan Juni-Agustus 2016. Sedangkan Waktu yang tepat untuk melakukan pelayaran pada saat HHWL yaitu antara pukul 20:00–23:00 WIB pada saat bulan Desember 2015- Maret 2016 dan pukul 8:00-11:00 pada saat bulan Juni-September 2016.

  4. MENGENAL LEBIH DEKAT KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis HASIL BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2015-06-01

    Full Text Available Kerapu bebek/kerapu tikus/humpback grouper (Cromileptes altivelis merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya laut yang memiliki nilai jual tinggi. Sebelum berkembangnya kerapu hibrid, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, sudah berhasil mengembangkan pembenihan ikan kerapu bebek meskipun sintasan yang diperoleh masih bervariasi. Pemantauan benih hasil budidaya sebagian besar terfokus pada pertumbuhan dan jika sudah mencapai ukuran konsumsi bisa dijual atau diekspor ke Hongkong. Sebagai institusi penelitian nampaknya masih perlu mengupas lebih detail komoditas yang dikembangkan. Beberapa catatan yang dapat diperhatikan, untuk lebih mengenal komoditas kerapu bebek, sebelum dijadikan sebagai ikon jenis ikan yang pernah memiliki masa kejayaan, karena saat ini popularitasnya relatif menurun karena ada larangan ekspor dan masuk dalam satwa CITES. Catatan tersebut antara lain; kerapu bebek selama fase yuwana (2-3 bulan dapat dijadikan sebagai kandidat ikan hias dengan performasi bintik bintik hitam pada permukaan tubuh yang merupakan keunikan tersendiri, karena jumlah dan polanya berbeda antara satu individu dengan yang lainnya serta akan bertambah jumlahnya seiring dengan bertambahnya umur dan bobot badan. Spot/bintik hitam kemungkinan identik dengan sidik jari manusia, yang bisa digunakan untuk membedakan antara satu individu dengan individu lainnya dalam satu populasi. Gonad kerapu bebek turunan pertama (F1 dengan umur dan kisaran bobot badan yang kurang lebih sama (600-900 g, menunjukkan 95% berada pada fase betina. Sementara pematangan dan pembentukan gonad jantan pada kerapu bebek hasil budidaya dapat dipacu dengan rangsangan hormonal dan pemberian pakan segar dengan kualitas yang baik. Dari hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa kerapu bebek hasil budidaya dapat memijah dengan baik dan menghasilkan turunan generasi kedua (F2, akan tetapi kualitas telur dan larva yang dihasilkan masih lebih rendah bila

  5. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  6. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0

  7. An Analysis of Language Code Used by the Cross- Married Couples, Banjarese- Javanese Ethnics: A Case Study in South Kalimantan Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supiani

    2016-08-01

    Full Text Available This research aims to describe the use of language code applied by the participants and to find out the factors influencing the choice of language codes. This research is qualitative research that describe the use of language code in the cross married couples. The data are taken from the discourses about language code phenomena dealing with the cross- married couples, Banjarese- Javanese ethnics in Tanah Laut regency South Kalimantan, Indonesia. The conversations occur in the family and social life such as between a husband and a wife, a father and his son/daughter, a mother and her son/daughter, a husband and his friends, a wife and her neighbor, and so on. There are 23 data observed and recoded by the researcher based on a certain criteria. Tanah Laut regency is chosen as a purposive sample where this regency has many different ethnics so that they do cross cultural marriage for example between Banjarese- Javanese ethnics. Findings reveal that mostly the cross married couple used code mixing and code switching in their conversation of daily activities. Code mixing is uttered by Javanese father or mother to their children. Mixed codes are used namely Banjarese+Javanese+Indonesian. Meanwhile, code switching occurs when there is another factor or a new participant who join in the discourse. The codes change from Banjarese to Indonesian codes or Javanese to Indonesian codes due to new participant who involve himself/herself in the dialogue. The influential factors are situational factors, the environment (neighborhood, relative status, and ethnicity. Keywords: Language codes, Cross- married couples, Banjarese and Javanese ethics, Dialects

  8. PROSENTASE PENUTUPAN KARANG DI PULAU KANGEAN-SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Insafitri

    2010-10-01

    Full Text Available Terumbu karang merupakan habitat bagi spesies laut yang mernpunyai nilai komersial tinggi dan juga berfungsi untuk melakukan pemijahan, peneturan, pembesaran anak, makan dan mencari makan (Peding foraging. Sehingga terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperiukan di bidang medis dan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase penutupan karang di lokasi penelitian yang nantinya merupakan informasi awal dalam menentukan kondisi terumbu karang di Kepulauan Kangean Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Agustus 2010 di Pulau Kangean — Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase penutupan terumbu karang di pulau Kangean termasuk dalam kondisi buruk.Kata Kunci : terumbu karang, pulau kangean sumenep, prosentase peneutupanCORAL COVER IN THE KANGEAN ISLAND SUMENEPCoral reefs are habitat for marine species that have high commercial value and also serves as spawning, hatching, breeding, feeding and foraging (Peding foraging. So the coral reefs as marine biodiversity warehouse. Currently, the role of coral reefs as a house of biodiversity making it an important resource for a variety of bioactive materials that needed in the medical and pharmaceutical field. the purpose of this study was to determine the percentage of coral cover in the study site which will constitute the initial information in determining the condition of coral reefs in Kangean Islands, Sumenep. This research was conducted on August 2010 in Kangean Island - Sumenep. The results showed that the percentage of the coral cover in the Kangean Island including in adverse conditions.Keywords: Coral reefs, Kangean Island Sumenep, Coral cover

  9. Fermentation of Azolla sp. leaves and the utilization as a feed ingredient of tilapia Oreochromis sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Bambang Priyo Utomo

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to study the effect of incubation period on the nutritional content of Azolla sp. meal fermented by Trichoderma harzianum, and its optimum supplementation level in the feed of tilapia Oreochromis sp. In incubation period treatments, fermentation of Azolla meal was performed in two, six, eight, and ten days (AF2, AF6, AF8, AF10 using Trichoderma harzianum as the fermentor. The fish used in this study was tilapia Oreochromis sp. with an average weight of 10.59±1.29 g. The design of the feeding treatments was repeletting commercial feed with Azolla leaves by with different supplementation levels, i.e. 0% (A/control, 30% (B, 60% (C, and 90% (D. Faecal collection for digestibility measurement was conducted for 15 days and fish growth rate was observed for 40 days. Azolla meal fermented for two days (AF2 showed the best results among the other treatments with a crude fiber decrease of 37.19% and protein increase of 38.65%. The results of this study indicate that fermentation can increase the nutritional quality of Azolla meal and its most optimal supplementation level in the diet of tilapia is 30%.Keywords: crude fiber, Azolla sp., tilapiaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi daun mata lele Azolla sp. menggunakan kapang Trichoderma harzianum serta dosis optimal dalam pakan ikan nila Oreochromis sp. Proses fermentasi tepung daun mata lele dilakukan selama dua, enam, delapan, dan sepuluh hari (AF2, AF6, AF8, AF10. Ikan uji pada penelitian ini menggunakan ikan nila Oreochromis sp. dengan bobot rata-rata 10,59±1,29 g yang ditebar sebanyak 6 ekor/akuarium berukuran 50×45×30 cm3. Sebagai pakan perlakuan yakni repeletting daun mata lele dengan pakan komersil pada tingkat suplementasi 0% (A/kontrol, 30% (B, 60% (C, dan 90% (D. Pemeliharaan ikan uji dan pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan feses ikan untuk uji ketercernaan selama 15 hari dan mengamati pertumbuhan

  10. Profil Imunoglobulin-G Serum Kambing Peranakan Etawah Bunting yang Diberi Imbuhan Pakan Mineral Seng (SERUM IMUNOGLOBULIN-G LEVEL ON PREGNANT ETTAWAH CROSSBRED WERE GIVEN ZINC MINERAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2017-04-01

    Full Text Available The objective of this study was to find out the effect of zinc supplementation on the profile of immunoglobulin-G (IgG in the pregnant etawah-cross ewes. Fifteen etawah-cross ewes (3-6 years old and 30-50 kg body weight were used in this experiment and they were divided into three groups each of which consisted of 5 ewes. The first group (Zn40 received 40 ppm Zn as control, the second group (Zn60 received 60 ppm Zn, and the third group (Zn80 received 80 ppm Zn. Blood samples were collected from jugular vein every two weeks, started at twelve weeks of pregnancy up to eight weeks post partum for immunoglobulin-G analysis. IgG level were analyzed by competitive Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA technique. Results showed that there were no significant difference of immunoglobulin-G level (P>0,05 among the three treatment groups ( Zn40, Zn60, and Zn80. However, IgG level of Zn40 and Zn80 groups tended to decrease during the last staget of pregnancy until two weeks post partum. In conclusion, supplementation of 60 ppm Zn showed higher IgG level than Zn 80 ppm. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suplementasi seng (Zn terhadap imunoglobulin-G (IgG pada kambing peranakan etawah (PE bunting. Penelitian ini menggunakan 15 ekor kambing PE umur sekitar tiga sampai enam tahun, bobot badan sekitar 30-50 kg dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing terdiri dari lima ekor. Kelompok Zn40 (kontrol diberi pakan mengandung mineral Zn 40 ppm, kelompok Zn60 mengandung mineral Zn 60 ppm, dan kelompok Zn80 mengandung mineral Zn 80 ppm. Sampel darah diambil melalui vena jugularis untuk menganalisis konsentrasi IgG. Pengambilan sampel darah dilakukan setiap dua minggu mulai umur kebuntingan 12 minggu sampai delapan minggu setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IgG serum tidak menunjukkan perbedaan secara nyata antar kelompok (P>0,05 antara kelompok Zn 0, Zn 40 dan Zn 80 ppm. Kelompok Zn 40 ppm dan 80 ppm cendrung

  11. EFEKTIVITAS KOMBINASI PROBIOTIK MIKROENKAPSULASI MELALUI PAKAN UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT MOTILE AEROMONADS SEPTICEMIA PADA IKAN LELE, Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi probiotik mikroenkapsulasi melalui pakan dalam pengendalian penyakit pada ikan lele, Clarias gariepinus. Penelitian dilakukan mulai dari penyiapan kombinasi probiotik Bacillus cereus ND2 dan Staphylococcus lentus L1K, mikroenkapsulasi probiotik, uji probiotik mikroenkapsulasi, serta uji dosis secara in vivo. Proses mikroenkapsulasi menggunakan BUCHI mini spray dryer dengan suhu inlet 131°C-133°C dan suhu outlet 65°C-70°C. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan dengan kadar protein 38% yang dicampur dengan probiotik mikroenkapsulasi sesuai dengan dosis perlakuan dan diberi putih telur 2% sebagai binder. Perlakuan yang dilakukan adalah membandingkan secara in vivo probiotik mikroenkapsulasi (PM dan probiotik non-mikroenkapsulasi (PNM, dan dilanjutkan pengujian dosis melalui pakan untuk memperoleh dosis terbaik dari aplikasi probiotik mikroenkapsulasi. Parameter pengamatan berupa tingkat sintasan, biomassa, kadar hematokrit, hemoglobin, respiratory burst activity, dan total bacterial count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi probiotik mikroenkapsulasi Bacillus cereus ND2 dan Staphylococcus lentus L1K pada pakan lebih efektif, dan dengan dosis 2% menunjukkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sintasan hingga 97,33%, biomassa dan respons imun (NBT assay, hematocrit, hemoglobin ikan lele terhadap A. hydrophila. This study was aimed to know the effectivity of microencapsulated probiotic combinations administered through diet to control motile aeromonads septicemia disease in catfish (Clarias gariepinus. The research stages consisted of preparation probiotics, microencapsulation of probiotics and probiotic microencapsulation testing in vivo. BUCHI mini spray dryer was used in the microencapsulation process with inlet temperature ranged between 131°C-133°C and outlet temperature ranged between 65°C-70°C. The diets used in the research were pelleted

  12. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PERUMAHAN NASIONAL DI KOTA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Fahreza

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1 Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas Kota Medan ditinjau dari luasan, vegetasi, jenis dan perawatan. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini yaitu Perumahan Nasional Martubung, dan Perumahan Nasional Helvetia karna kedua Perumahan nasional ini berada di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi (Total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa (1 kondisi RTH publik pada kedua perumahan nasional ini ditinjau dari luasan, jenis, vegetasi dan perawatan. Untuk luasan RTH, kedua perumahan nasional ini belum optimal dan belum memenuhi syarat yang ditentukan Kementrian PU yang mensyratkan 20% dari luas kawasan. Jenis RTH pada perumahan nasional ini yaitu taman, lapangan sepak bola, lapangan olahraga, bantaran danau, dan lahan kosong terbengkalai. Untuk vegetasi pada RTH, masih terlalu sedikit sehingga mengurangi nilai keindahan dan keteduhan pada RTH kedua perumahan nasional ini, hal itu terlihat dari tanaman-tanaman yang layu, kering dan gersang. Perawatan RTH yang dilakukan kurang maksimal hal itu terlihat dari rumput yang tidak teratur dan lebat, ranting pohon yang berjatuhan serta fasilitas didalam RTH yang rusak. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Ada beberapa RTH yang tidak dilakukan pemanfaatan aktifitas didalamnya. Jenis aktifitas yang ada pada kedua perumahan nasional ini hampir sama, yaitu bermain bola, bermain bulu tangkis, bermain futsal, bermain voli, berolahraga seperti jogging dan senam, bermain anak-anak, bersosialisasi, berjualan dan acara-acara tahunan. Kata Kunci: RTH, perumnas

  13. Sebaran Horizontal Zat Hara di Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur (Horizontal Distribution of Nutrients in the Waters Lamalera, East Nusa Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marojahan Simanjuntak

    2012-06-01

    Full Text Available Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur merupakan perairan yang sangat penting karena kondisi oseanografinya yang dipengaruhi daratan, Laut Sawu, dan Samudera Hindia sehingga kaya akan sumberdaya laut. Penelitian oseanografi di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur telah dilakukan pada bulan Juli 2011. Tujuan penelitian tersebut untuk mengkaji kualitas air ditinjau dari kandungan zat hara yang merupakan indikator kesuburan perairan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diteliti meliputi fosfat, nitrat, dan silikat serta parameter kualitas air yaitu oksigen terlarut, dan keasaman (pH. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan air laut dari lapisan permukaan (5 m, termoklin (15-150 m dan dibawah termoklin (100-300 m pada 19 stasiun penelitian. Kadar fosfat, nitrat, dan silikat dianalisis menurut metode Strickland dan Parsons. Kadar oksigen terlarut diukur dengan menggunakan metode Winkler. Derajat keasaman (pH diukur dengan pH meter Cyber Scan 300. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar zat hara pada umumnya lebih tinggi di sebelah selatan perairan ini. Kadar fosfat berkisar 0,53–5,93 μg A/l; nitrat 0,34–28,31 μg A/l, dan silikat 0,69–44,60 μg A/l. Kadar oksigen terlarut berkisar 2,30–4,90 ml/l, dan nilai pH 7,85–8,21. Parameter yang diteliti di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur masih baik untuk kehidupan berbagai biota mengacu pada Baku Mutu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH. Kata kunci: Kualitas air, fosfat, nitrat, silikat, Perairan Lamalera. Lamalera Waters, East Nusa Tenggara is one of the waters are very important because the condition of the affected land, Sawu Sea, and Indian Ocean, so rich in marine resources. Oceanographic research in the Lamalera Waters, East Nusa Tenggara have been carried out in July 2011. The research objective was to assess water quality in terms of the nutrients content, which is an

  14. SELEKSI BAKTERI PROBIOTIK UNTUK BIOKONTROL VIBRIOSIS PADA LARVA UDANG WINDU, Penaeus monodon MENGGUNAKAN CARA KULTUR BERSAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widanarni Widanarni

    2009-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri probiotik yang mampu menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi mengggunakan metode kultur bersama. Sebanyak 51 isolat kandidat probiotik berhasil diisolasi dari larva udang dan lingkungan pemeliharaannya di Balai Pengembangan Benih Ikan Air Payau dan Udang (BPBILAPU, Pangandaran serta hatcheri udang PT Biru Laut Khatulistiwa dan tambak udang intensif di Lampung. Dari total isolat tersebut setelah diseleksi secara in vitro menggunakan metode kultur bersama dipilih 3 isolat kandidat probiotik yang paling potensial dalam menekan atau menghambat pertumbuhan V. harveyi MR 5399 RfR yakni 1Ub, P20Bf, dan 10a. Ketiga isolat tersebut selanjutnya digunakan pada uji patogenisitas dan uji tantang pada larva udang windu. Hasil uji patogenisitas dengan konsentrasi bakteri 106 CFU/mL menunjukkan bahwa ketiga isolat tersebut tidak bersifat patogen pada larva udang windu. Hasil uji tantang pada larva udang juga menunjukkan bahwa ketiga isolat tersebut mampu meningkatkan sintasan larva udang windu. Nilai sintasan larva pada perlakuan yang selain diinfeksi dengan V. harveyi MR5399 RfR juga ditambah probiotik 1Ub, P20Bf, dan 10a masing-masing adalah 90,0%; 86,7%; dan 78,3% sedangkan pada perlakuan yang hanya diinfeksi dengan V. harveyi MR5399 RfR tanpa probiotik nilai sintasannya hanya mencapai 73,3%. Populasi bakteri V. harveyi pada perlakuan dengan penambahan bakteri probiotik lebih rendah dibanding perlakuan tanpa probiotik, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya kompetisi antara bakteri V. harveyi dengan 1Ub. This research was aimed to obtain probiotic bacteria that can be used to inhibit the growth of Vibrio harveyi using co-culture method. This method succeeded in isolating 51 probiotic bacteria candidates from shrimp larva and their rearing environment in Balai Pengembangan Benih Ikan Laut Payau dan Udang (BPBILAPU, Pangandaran and shrimp hatchery of PT Biru Laut Khatulistiwa and intensively managed shrimp pond

  15. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  16. HIGH WAVE AND COASTAL INUNDATION IN SOUTH OF JAVA AND WEST OF SUMATERA (CASE STUDIES ON 7-10 JUNE 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Kurniawan

    2017-10-01

    Full Text Available The high wave and spring tide occurred on June 7 to 10, 2016 had led to storm tide and coastal inundation at a number of coastal areas in south of Java and west of Sumatera, this incident caused substantial losses to coastal communities. The aim of this study is to understand the cause of storm tide, so it can be serve as a strategic contribution to assess, evaluate and mitigate the impact. The output of Wavewatch-III (WW3 model and Aviso Altimetry indicates the occurrence high wave in Indian Ocean reach more than 6 meters, this wave triggered by high wind speed around the Mascarene high event in Western Australia. Further analysis based on the output resulted by WW3 showed that the extreme wave in west Sumatera and south of Java (7-10 June, 2016 was dominated by swell waves generated by Mascarene High superposed with the highest diurnal tide as well as sea surface height anomaly, triggers the storm tide that consequentially costed more damaging impact in the south of Java and west of Sumatera. Gelombang tinggi dan pasang air laut yang terjadi pada tanggal 7 -10 Juni 2016 menyebabkan sejumlah wilayah pesisir di selatan Jawa dan Barat Sumatera mengalami gelombang pasang dan banjir rob, yang mengakibatkan kerugian cukup besar bagi masyarakat pesisir. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya gelombang pasang tersebut, sehingga dapat bermanfaat sebagai evaluasi dan mitigasi kedepan. Data luaran model Wavewatch-III (WW3 dan Aviso-Satellite altimetry menunjukkan adanya gelombang tinggi lebih dari 6 meter di Samudera Hindia yang dipicu oleh angin kencang di sekitar wilayah kejadian Mascarene High di sebelah barat Australia. Analisis lebih lanjut berdasarkan output yang dihasilkan oleh WW3 menunjukkan bahwa gelombang ekstrim di selatan Jawa dan barat Sumatera (tanggal 7 – 10 Juni 2016 lebih didominasi oleh swell yang dihasilkan oleh kejadian Mascarene High. Terjadinya swell ini bersuperposisi dengan pasang tertinggi dan anomali tinggi

  17. PARAMETER POPULASI IKAN KADAH (VALAMUGIL SPEIGLERI SEBAGAI INDIKATOR PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERAIRAN ESTUARIA DI PEMALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Damora

    2016-03-01

    Full Text Available Kemungkinan intrusi air laut, perubahan musim, penurunan hasil pertambakan, abrasi air laut yang cukup parah dan rhob besar di Kabupaten Pemalang diperkirakan akan mengancam kelestarian ekosistem mangrove, termasuk ikan-ikan estuari diantaranya adalah ikan Kadah (Valamugil speigleri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan status populasi ikan Kadah di perairan estuaria Pemalang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Nopember 2010. Sebanyak 753 ekor contoh ikan Kadah yang diambil secara acak dari berbagai alat tangkap di TPI Ketapang, Kabupaten Pemalang. Data yang diperoleh diolah dengan aplikasi model analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Kadah bersifat allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya. Rata-rata panjang ikan Kadah tertangkap adalah 14,48 cm. Laju pertumbuhan (K ikan Kadah 0,98/tahun dan panjang total maksimum (L∞ sebagai 21,53 cm. laju kematian total (Z ikan Kadah 5,56/tahun dan laju kematian alamiah (M 2,00/tahun, sementara laju kematian karena penangkapan (F 3,56/tahun, serta laju pengusahaan (E sekitar 0,64/tahun. Laju pengusahaan ikan Kadah sudah berada dalam keadaan jenuh (fully exploited yang menandakan intensitas pemanfaatan sumber daya perikanan estuaria yang tinggi.   Sustainability of Pemalang mangrove ecosystems and their estuarine fish such as, Speigler’s mullet (V. speigleri could be threaten by salt water intrusion, seasonal change, sea water abrasion and highest water tide. Therefore, a study aimed to identify the population status of Speigler’s mullet in Pemalang estuarine was conducted from June to Nopember 2010. Approximately 753 samples of Speigler’s mullet were collected from varieties of fishing gears at Ketapang fish landing area (site, Pemalang. The data were analyzed using the analytical model application. The results showed that Speigler’s mullet has a negative allometric growth indicating growth of fish length

  18. DISTRIBUSI Solen sp DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Ari Wahyuni

    2016-03-01

    grabsampler, sieveshaker, dan pemipetan dengan metode gravimetri. Hasil analisa menunjukkan kisaran nilai suhu 29-300C, salinitas 31-32 ppt, pH 7.9-8.0, dan jenis substrat berupa lumpur berpasir, serta kepadatan Solen sp 8-10 individu/m2. Semua hasil pengukuran menunjukkan kondisi normal dan sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota laut, sehingga dapat menjadi habitat yang cocok untuk tumbuh dan kembang Solen sp. Kondisi ini diduga mempengaruhi kepadatan Solen sp.   Kata kunci:  Bangkalan, distribusi, kepadatan, Solen sp, substrat.

  19. Strategi Pengembangan Daerah Growth Pole melalui Pemanfaatan Potensi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusdarti Rusdarti

    2016-12-01

    Full Text Available This research aims to determine the leading sectors that could be developed in each district in Cilacap Regency as a growth pole area. We use location quotient, shift share, and klassen typology as analysis methods. The research results show that not all of the district at Cilacap regency have a leading sector. Further, districts that have leading sectors are as follows. Wanareja only has a leading sector, i.e. agriculture. Secondly, Kawunganten has two leading sectors, agriculture and finance, rent, and company services. Thirdly, Agriculture becomes the only leading sector of Kampung Laut District. Fourthly, Mining and extraction are the leading sectors of Kesugihan District. Fifthly, Sampang District has buildings and finance sectors as the leading sectors. Sixthly, Kroya District leads in trade, hotel, and restaurant sectors. Seventhly, South Cilacap District leads in mining and extraction sectors. Eighthly, Central Cilacap District has manufacturing, electricity, gas and clean water, building and services as leading sectors. Lastly, North Cilacap District has electricity, gas and clean water, manufacturing, building and services as leading sectors. Abstrak   Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sektor unggulan yang dapat dikembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap sebagai salah satu daerah growth pole. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu location quotient, shift share dan klassen typologi. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua kecamatan di kabupaten Cilacap memiliki sektor unggulan. Beberapa daerah yang memiliki sektor unggulan diantaranya adalah  Kecamatan Wanareja hanya memiliki satu sektor unggulan yaitu pertanian. Kedua adalah Kecamatan Kawunganten memiliki dua sektor unggulan yaitu sektor pertanian dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kecamatan Kampung Laut, dimana sektor pertanian pada kecamatan ini sangatlah unggul. Kecamatan kesugihan juga memiliki satu sektor unggulan yaitu

  20. STUDI KONDISI HIDROLOGIS SEBAGAI LOKASI PENEMPATAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN TANJUNG BENOA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Rahman As-Syakur

    2016-03-01

    adanya tujuan tertentu dengan berbagai pertimbangan. Pengambilan sampel dilakukan di 3 (tiga stasiun yang diambil secara acak di lokasi penelitian (Tanjung Benoa. Pengukuran kondisi hidrologis meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, kedalaman, kekeruhan, TSS, DO, Nitrat, Fosfat. Pengukuran kondisi hidrologis dilakukan secara insitu (langsung dan pengujian skala laboratorium. Data di analisis secara diskriptif kualitatif dengan membandingkan kualitas air berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut. Berdasarkan hasil pengukuran kondisi hidrologis, kondisi parameter lingkungan masih dalam batas toleransi untuk pertumbuhan biota laut. Kondisi dasar perairan sangat tidak cocok untuk penempatan terumbu karang buatan (artificial reef, hal ini dikarenakan substrat dasar perairan yaitu pasir berlumpur, dimana kondisi dasar perairan tersebut akan menenggelamkan terumbu karang buatan (artificial reef kedalam pasir. Kata Kunci: kondisi hidrologis, terumbu buatan, Tanjung Benoa

  1. DISTRIBUSI NITRAT, OKSIGEN TERLARUT, DAN SUHU DI PERAIRAN SOCAH-KAMAL KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewy Septiyanti Yolanda

    2016-11-01

    Full Text Available Kondisi dan dinamika perairan laut sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya adalah parameter fisika, kimia, biologi, dan lain sebagainya. Diantara parameter penting tersebut adalah nitrat, oksigen terlarut, dan suhu. Ketiga parameter ini penting karena berpengaruh terhadap kondisi dan kualitas perairan, khususnya di perairan Socah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan distribusi nitrat, oksigen terlarut, dan suhu di perairan Socah-Kamal Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 dengan 10 titik sampling. Analisa nitrat dianalisa dengan menggunakan spektrofotometri dengan panjang gelombang 410 nm dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura. Hasil analisa menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar 0.002-0.022 mg/l, oksigen terlarut berkisar 6,01-9,04 mg/l, dan suhu permukaan berkisar 29.0-32,7˚C. Hasil analisa menunjukkan kondisi baik dan cocok untuk kehidupan biota laut sesuai standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH.Kata Kunci : Nitrat, Oksigen Terlarut, Suhu, Perairan Socah-KamalDISTRIBUTION OF NITRATE, DISSOLVED OXYGEN AND TEMPERATURE IN SOCAH WATERS, DISTRICT OF KAMAL, BANGKALANThe conditions and the dynamics of ocean waters is influenced by several parameters, including the parameters of physics, chemistry, biology, and others. Among the important parameters are nitrates, dissolved oxygen, and temperature. Those parameters are important because it affects the quality and condition of the waters, particularly in Socah waters, District of Kamal, Bangkalan. The purpose of this study was to determine the characteristics and distribution of nitrate, dissolved oxygen, and temperature in the Socah waters, Kamal, Bangkalan. The study was conducted in October 2014 with 10 sampling points. Nitrate was analyzed using spectrophotometry with a wavelength of 410 nm performed at the

  2. Kajian awal kadar merkuri (Hg dalam ikan dan kerang di Teluk Kao, Pulau Halmahera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward Edward

    2017-09-01

    Full Text Available The aim of the study was to determine the concentration of Hg  in some species of fish and mussels harvested from Kao Bay . Fish and mussels samples were purchased from fishermen at Kao Bay  in November 2015. The Hg concentration was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS.The results showed that the highest concentration of Hg was found in gurara fish (Nemipterus japonicus  that is 0.98 ppm, followed by suo fish  (Sphyraena jello  0.89 ppm,  tatameri fish (Gazza minuta  0.38 ppm, gaca fish (Lutjanus argentimaculatus 0.31 ppm, totodi fish (Synodus foetens  0.24 ppm,  bubara fish (Caranx sp 0, 19 ppm, ngafi fish (Stolephorus indicus 0.19 ppm and biji nangka fish (Upeneus vittatus 0.15 ppm. In the shelfish meat, the highest concentration of Hg is found in the blood mussels (Anadara granosa, that is 0.42 ppm, and then followed by papaco (Telescopium telescopium 0.05 ppm. The concentration of Hg in all samples of fish and shelfish were below from the threshold value for seafood fish and shellfish of 0.5 ppm and 1.0 ppm, respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Hg dalam beberapa jenis ikan dan kerang yang ada di Teluk Kao dalam kaitannya dengan kesehatan makanan hasil laut. Contoh ikan dan kerang di beli dari nelayan di Teluk Kao pada bulan November 2015. Kadar Hg  diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS. Hasilnya menunjukkan kadar Hg tertinggi dalam ikan dijumpai dalam daging ikan gurara (Nemipterus japonicus yakni 0,98 ppm, selanjutnya diikuti oleh ikan suo (Sphyraena jello 0,89 ppm, ikan tatameri (Gazza minuta 0,38 ppm, ikan gaca (Lutjanus argentimaculatus 0,31 ppm, ikan totodi (Synodus foetens 0,24 ppm, ikan bubara (Caranx sp 0,19 ppm, ikan ngafi (Stolephorus indicus  0,19 ppm, dan ikan biji nangka (Upeneus vittatus 0,15 ppm. Dalam daging kerang kadar Hg tertinggi dijumpai dalam kerang darah (Anadara granosa yakni 0,42 ppm selanjutnya dikuti oleh kerang papaco (Telescopium

  3. Kajian kesesuaian lingkungan untuk pengembangan wisata di Pantai Ganting, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herdiana Mutmainah

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Simeulue Island is situated Indian Ocean in western part of Aceh Province, this is one of the outer island in Indonesia. Simeulue has big potency in marine resources such as  clean waters and beautiful beach, coral reefs and mangrove ecosystems. Therefore, Simeulue is very promising as an ecotourism destination. The objective of present study was to evaluate the condition of the water quality and the potency for a marine ecotourism development. The feasibility study was conducted on August in Ganting Beach, Village of Kuala Makmur, Simeulue Island. The purposive random sampling method was used to determine twelve sampling stations. The measured water quality parameters were pH, temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen, brightness, BOD5, odors, oil and debris. These parameters were analyized and mapped using software ODV, and then compared to the sea water quality standard for marine tourism as well as the characteristics of the coast to the suitability index of recreational area. The results showed that the water quality of Ganting Beach is very suitable for recreational activities (index 77, category S1  andit is suitable for swimming and also for boating tourism activities, banana boats and jet skis (index 16, category S2. Keywords: water quality; marine tourism; Ganting Beach   Abstrak. Pulau Simeulue, merupakan salah satu pulau terdepan sebelah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, dan terletak di Samudera Hindia.Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang besar, diantaranya perairan yang besih dan jenih, pantai yang indah, terumbu karang dan hutan bakau, sehingga sangat berpotensi untuk dikembang menjadi tujuan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kualitas perairan dan potensi kesesuaian wisata Pulau Simeulue.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 bertempat di Pantai Ganting, Kelurahan Kuala Makmur, Kabupaten Simeulue. Sebanyak 12 lokasi pengambilan sampel kualitas air

  4. Potential Marine Fungi Hypocreaceae sp. as Agarase Enzyme to Hydrolyze Macroalgae Gelidium latifolium (Potensi Jamur Hypocreaceae sp. sebagai Enzim Agarase untuk menghidrolisis Makroalga Gelidium latifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujizat Kawaroe

    2015-03-01

    Full Text Available Agarase dapat mendegradasi agar ke oligosakarida dan memiliki banyak manfaat untuk makanan, kosmetik, dan lain-lain. Banyak spesies pendegradasi agar adalah organismelaut. Beberapa agarase telah diisolasi dari genera yang berbeda dari mikroorganisme yang ditemukan di air dan sedimen laut. Hypocreaceae sp. diisolasi dari air laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Berdasarkan hasil identifikasi gen 16S rDNA dari 500 basis pasangan, isolat A10 memiliki 99% kesamaan dengan Hypocreaceae sp. Enzim agarase ekstraseluler dari Hypocreaceae sp. memiliki pH dan suhu optimum pada 8 TrisHCl (0,148 μ.mL-1 dan 50°C (0,182 μ.mL-1, masing-masing. Enzim Agarase dari Hypocreaceae sp. mencapai kondisi optimum pada aktivitas enzim tertinggi selama inkubasi dalam 24 jam (0,323 μ.mL-1. SDS page mengungkapkan bahwa ada dua band dari protein yang dihasilkan oleh agarase dari Hypocreaceae sp. yang berada di berat molekul 39 kDa dan 44 kDa dan hidrolisis Gelidium latifolium diperoleh 0,88% etanol. Kata kunci: enzim agarase, Hypocreaceae sp., hidrolisis, fungi, rDNA. Agarase can degradedagarto oligosaccharide and has a lot of benefits for food, cosmetics, and others. Many species of agar- degrader are marine-organism. Several agarases have been isolated from different genera of microorganisms found in seawater and marine sediments. Hypocreaceae sp. was isolated from sea water of Pari Islands, Seribu Islands, Jakarta, Indonesia. Based on the results of the 16S rDNA gene identification of 500 base pairs, A10 isolates had 99 % similarity toHypocreaceae sp. The extracellular agarase enzyme from Hypocreaceae sp. have optimum pH and temperature at 8 TrisHCl (0.148 µ.mL-1 and 50 °C (0.182 µ.mL-1, respectively. Agarase enzyme of Hypocreaceae sp. reach an optimum condition at the highest enzyme activity during incubation in 24 hours (0.323 µ.mL-1. SDS Page revealed that there are two bands of protein produced by agarase of Hypocreaceae sp. which are at

  5. POPULASI BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PULAU BULANG BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Notowinarto Notowinarto

    2015-11-01

    Full Text Available Sepanjang pesisir pantai pada perairan di kawasan Kecamatan Bulang Kota Batam sebagai lokasi penelitian dengan banyak dijumpai pemukiman penduduk dan industri galangan kapal (Shipyard serta banyak mengeluarkan limbah yang langsung dibuang keperairan terbuka. Sampai saat ini masih minim informasi tentang populasi bakteri heterotrof, sehingga di perlukan pengkajian secara biologi perairan yakni bagaimana populasi bakteri Heterotrof di perairan Pulau Bulang Batam. Tujuan mengetahui estimasi total bakteri umum dan virus (TBU;TBV serta hubungan antara padatan populasi bakteri dengan kondisi in-situ kualitas antar perairan yang berbeda. Penelitian bersifat lapangan insitu dengan pengambilan sampling secara teknik purposive sampling dan ek-situ yakni sampel air segera di bawa ke Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Budidaya Laut. Analisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk mencari hubungan antara perkiraan populasi bakteri heterotrof dengan kondisi kualitas air antar lokasi sampling menggunakan pendekatan analisis sidik ragam (Ansira. Hasil sebagai berikut: a bahwa diperkiraan populasi bakteri heterotroph baik total bakteri umum (TBU maupun total bakteri virus (TBV yang nyata dengan kecenderungan (trend meningkat akibat adanya perubahan kualitas in-situ perairan, yakni pada lokasi Kuala Bulang 2 dan Selat Awa; b Kandungan nitrat memperlihatkan kisaran nilai yang tinggi berada di lokasi Selat Awa dan terendah terdapat pada stasiun Teluk Sepaku serta ammonium memperlihatkan nilai tertinggi pada stasiun Kuala Bulang Dua dan kandungan phospat kandungan tertinggi di stasiun Selat Awa, sehingga akan menimbulkan terjadinya peledakan populasi (blooming; dan c Hubungan korelasi antar stasiun pengamatan terhadap sebaran kepadatan total bakteri umum maupun vibrio (TBU/TBV tampaknya tidak nyata (non-signifikan. Walaupun tingkat hubungan (nilai r lebih dari 50%. Begitupula terhadap parameter kualitas air, hanya ada indikasi korelasi

  6. PERAMALAN NILAI RUPIAH TERHADAP US DOLLAR UNTUK MEMPERSIAPKAN EKSPOR UNGGULAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delu Damelia

    2017-06-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dan mempunyai bentang laut yang cukup besar sebesar 5,8 juta km2 dan Indonesia sangat memiliki berbagai macam biota laut yang cukup lengkap dan beragam. Salah satu produk perikanan di Indonesia yaitu udang. Terdapat banyak produk turunan udang,   ada   frozen,   fresh   ataupun   jenis   spesies   udangnya.   Bicara   mengenai perdagangan Internasional Indonesia salah satunya yaitu eksport, Udang menjadi komoditi yang merajai ekspor perikanan, dengan nilai yang disumbang sebesar US$ 1,280 juta, disusul tuna US$606 juta, ikan lainnya US$ 700 juta dan hasil perikanan lainnya US$ 746 juta. Ekspor udang merupakan   ekspor terbesar  dalam  penyumbangannya  secara  value.  Ekspor  udang  sendiri  merambah ke berbagai Negara di dunia. Udang sendiri sudah ditetapkan untuk komoditi ekspor unggulan Indonesia. Ekspor udang terbesar Indonesia dengan dasar harga paling besar adalah ke Negara USA atau amerika serikat. Maka dalam penelitian ini meneliti bagaimana kondisi pertukaran atau transaksi Rupiah dengan US Dollar untuk menghadapi kondisi eksport udang yang semakin membesar dan sebagian besarnya ekspor udang merambah ke amerika serikat.  Indonesia is an archipelago and has a fairly large seascape by 5.8 million km2 and Indonesia is to have a wide variety of marine life that is quite complete and diverse. One of fishery products in Indonesia, namely shrimp. There are many products derived shrimp, there are frozen, fresh or shrimp species. Talk about International trade Indonesia one of which is exported, Shrimp become a commodity which dominated the fishery exports, with the value of the contributed amount of US $ 1.280 million, followed by US $ 606 million tuna, other fish US $ 700 million and other fishery products of US $ 746 million. Exports of shrimp is the largest export value in penyumbangannya basis. Shrimp exports alone expanded to various countries in the world. Shrimp itself is

  7. Preliminary study on the coconut crab (Birgus latro rearing in captive pond

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Sulistiono

    2009-01-01

    Full Text Available Preliminary study on the coconut crab (Birgus latro rearing was employed in captive pond at Citarate village, Lebak Regency (Banten from May to December 2008.  The rearing activity was done in captive pond sized 5x5x1.3 m3 divided into 22 smaller ponds sized 1x1x1.3 m3 with a hiding hole (constructed by pile stones, supported by two small ponds sized 30x40x40 cm3 for sea and fresh water stocks, respectively.  The coconut crab (N=22 individuals at cement pond I and N=18 individuals at cement pond II were reared in each small ponds (density: 1 individual/pond, feed by a piece of coconut (20-50 gram per individual in each cement pond.  The coconut and the water (sea and fresh water were replaced for 2-3 times per week. Result of the study showed that survival rate was around 82% (ponds I and 83% (ponds II, and mortality was around 18% (ponds I and 18% (ponds II. The coconut crab growth at captive ponds I and II were around 17.5 and 52 gram per month, respectively. Key words:  Preliminary study, rearing, coconut crab (Birgus latro   ABSTRAK Uji coba pemeliharaan kepiting kelapa (Birgus latro dilakukan di kolam penangkaran di Desa Citarate, Kabupaten Lebak (Banten pada Bulan Mei sampai Desember 2008.  Kegiatan pemeliharaan dilakukan pada bak semen berukuran 5x5x1.3 m2 yang terbagi menjadi 22 bak semen lebih kecil yang berukuran 1x1x1.3 m3 dilengkapi dengan tempat persembunyian (berupa tumpukan batu, serta bak kecil sebagai tempat penampungan air laut dan tawar masing-masing berukuran 30x40x40 cm3. Kepiting kelapa (N=22 ekor pada kolam I dan N=18 pada kolam II dimasukkan ke dalam setiap kolam (kepadatan 1 individu/kolam, dan diberikan pakan utama berupa potongan kelapa ukuran sekitar 20-50 gram per individu per kolam.  Penggantian kelapa dan air (tawar dan laut dilakukan 2-3 kali per minggu. Hasil uji coba pemeliharaan kepiting kelapa menunjukkan bahwa tingkat sintasan (survival rate di kolam peliharaan berkisar 82 (Kolam I dan 83% (Kolam II

  8. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding, Kode Analisis (Axial Coding dan Pemilihan Kode (Selective Coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1 masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2 pelanggaran jalur penangkapan; (3 perbedaan teknologi penangkapan; (4 kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5 belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1 Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut, jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2 Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3 Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4

  9. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  10. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  11. CARA PENETAPAN BATAS ZEE ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DI SELAT MALAKA DENGAN MEDIAN LINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ansori

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini secara menyeluruh mempunyai tujuan untuk memperjelas batas-batas ZEE antara Indonesia dengan Malaysia di selat Malaka, dan sebagai masukan serta informasi kepada masyarakat dan instansi-instansi penegakan hukum di laut agar lebih memahami tentang batas-batas ZEE dengan Negara Malaysia terutama di selat Malaka. Metode pendekatan masalah yang dipakai dalam penulisan penelitian ini dilakukan secara Yuridis Normatif, yaitu menitikberatkan pada peraturan perundangundangan yang berlaku sebagai dasar pembahasan serta kaitannya dengan penerapannya dalam praktek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Indonesia harus mengkaji ulang hasil perjanjian landas kontinen tahun 1969 dengan melakukan rekonstruksi penetapan garis batas ZEE Indonesia dengan Malaysia di Selat Malaka, karena penetapan batas tersebut menggunakan titik – titik dasar dan garis dasar pada air rendah (kontur no. l di pantai Timur Sumatera seperti tercantum dalam UU. No : 4 / Prp. Tahun 1960, sedangkan Malaysia menarik garis dasar dari Pulau Jarak ke Pulau Perak sejauh 123 nm, ini tidak sesuai dengan ketentuan dalam UNCLOS’ 82 dimana pada Pasal 47 ayat (2 hanya membolehkan maksimal 100 nm. Garis batas ZEE yang dihasilkan dari rekonstruksi penetapan di atas mempunyai cakupan perairan yang lebih luas dibandingkan cakupan perairan hasil perjanjian batas landas kontinen tahun 1969. Apabila konsep penetapan batas ZEE di Selat Malaka dihitung luasnya mulai dari garis dasar (baseline sampai ke garis batas ZEE, maka Indonesia memperoleh cakupan perairan sebesar 36.700 km2. Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan yang besar baik secara ekonomis maupun secara kedaulatan.

  12. Coal handling equipment - making the right choices in a competitive market

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dodds-Ely, L.

    2009-02-15

    Liebherr is a dominant crane supplier for coal-handling in Kalimantan, the main coal producing area of Indonesia. Since the delivery of the first heavy-duty, high-performance CBG from-rope grab cranes to Pulau Laut Coal Terminal and Balikpapan Coal Terminal ten years ago the number of fixed cargo cranes (FCC) operating on jetties and quaysides alone in Kalimantan has risen to no fewer than ten further orders in the pipeline, confirming the high quality and reliability of Liebherr's producers and the company's excellent reputation in the coal-handling business. The Liebherr CBG heavy-duty high-performance four-rope grab cranes are specially designed for continuous operation and ensure rapid and efficient turnover of all types of bulk cargo. With maximum lifting capacities of 30 tonnes at an outreach of 28 metres, each of the Balikpapan cranes achievers an hourly turnover of approximately ,000 tonnes. The article describes the key characteristics of the crane and its additional optimal features. 2 photos.

  13. MEMECAHKAN MASALAH GEOGRAFI MELALUI PROBLEM BASED LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sujiono Sujiono

    2018-01-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of Problem Based Learning model on geography problem-solving sklills. This research model is quasi experiment with non-equivalent control group design. The subjects of the study were the students of XI IPS SMA Negeri 1 Pulau Laut Timur, academic year 2016/2017. The assessment instrument is an essay test based on an indicator of problem solving skills, ie (1 identifying problems; (2 formulate the problem; (3 finding alternative solutions; (4 choose alternative solutions; and (5 make conclusions. Data analysis using independent sample t-test model with 5% significance level. The results showed that there is an influence of PBL model on geography problem-solving sklills. The geography problem-solving skills of experimental class with PBL model is higher than control class with conventional model. Suggestion given, that is to make a plan of learning well and doing learning PBL on outdoor study.   Keywords Problem Based Learning, problem-solving skills, geography   http://dx.doi.org/10.17977/um022v2i22017p072

  14. Israel-Solidarität in Welt und Jungle World: Die Grenzen des Links-Rechts-Spektrums

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anja Hempel

    2014-07-01

    Full Text Available Die vorliegende Studie untersucht Gemeinsamkeiten und Unterschiede in der Israel- Berichterstattung der Zeitungen Welt und Jungle World. Trotz ihrer gegensätzlichen Positionierung im politischen Links-Rechts-Spektrum, ist den beiden Medien eine solidarische Haltung gegenüber dem Staat Israel gemeinsam. Damit stehen sie dem Mainstream deutscher Medien entgegen, die laut bestehenden empirischen Untersuchungen eher israelkritisch berichten. Eine einführende Analyse des historischen Hintergrunds verortet das Verhältnis von Deutschland und deutschen Medien zu Israel und beschreibt die Entwicklung der Israel-Solidarität innerhalb der deutschen Linken und der Axel Springer AG. Mittels einer explorativen Clusteranalyse wurden Medien-Frames ermittelt, die sich in Meinungsartikeln der Jungle World und der Welt widerspiegeln. Ein intermedialer Vergleich zur quantitativen Verwendung dieser Frames wurde durch eine qualitative Sprach- und Themenanalyse ergänzt. Im Ergebnis des Forschungsberichts werden Hypothesen abgeleitet, die vielfältige Anknüpfungspunkte für weiterführende Forschung bieten.

  15. ANALISIS DEREPLIKASI UNTUK IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI SPONGE Axinella sp. DARI PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedi Indra Januar

    2009-06-01

    Full Text Available Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri pada Axinella sp. yang diambil dari kepulauan Karimunjawa dengan metode dereplikasi menggunakan LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometer dan FT-MS (Fourier Transfer Mass Spectrometer. Data pola spektra massa dan LC-MS menunjukkan adanya tiga senyawa terbrominasi yang mungkin memiliki bioakfivitas antibakteri. Analisis massa akurat (limit kesalahan di bawah 20 ppm menggunakan FT-MS menemukan bahwa ketiga senyawa tersebut memliki monosotop negatif (M-H pada m/z 321,9931 [senyawa (a]; m/z 383,9089 [senyawa (b]; dan m/z 385,9249 [senyawa (c]. Analisis komposisi kimia dari besaran massa tersebut yang menggunakan Elemental Composition Calculator menemukan bahwa komposisi kimia dari ketiga senyawa tersebut adalah C11H10N5O2Br (a, C11H9N5Br2 (b dan C11H11Br2N5O (c. Penelusuran struktur kima yang didasarkan pada komposisi tersebut di database MarinLit 2008 (Database struktur kimia senyawa-senyawa dari biota laut menemukan bahwa ketiga senyawa tersebut merupakan hymeniadisine (a, 3-bromohymenialdiside (b, dan dibromophakelin (c.

  16. PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KEPULAUAN SIKAKAP, KABUPATEN MENTAWAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismi Andriyani

    2012-12-01

    Full Text Available The potential area to be a tourist destination is should attention to the elements of tourism development. Sikakap is one of the villages in the Mentawai islands which beautiful beach and sea. Since 2003, the development of marine tourism in the islands Sikakap has been run and driven by government. The marine tourism development in Sikakap village has impacted to coastal communities in Sikakap village. The development of marine tourism can boost the economy of coastal communities. Research conducted through qualitative and historical approach. The results is showed the marine tourism in the islands impacted to the socio-economic society in positive. The indicators is development of transportation facilities, hotels, markets and other public facilities and reduced unemployment. Daerah yang potensial menjadi daerah tujuan wisata dalam pengembangannya harus memperhatikan unsur-unsur pengembangan pariwisata. Sikakap merupakan salah satu desa di kepulauan Mentawai yang memilki pantai dan laut yang sangat indah. Sejak tahun 2003, pembangunan wisata bahari di kepulauan Sikakap telah dijalankan dan digerakkan oleh pemerintah. Pembangunan wisata bahari di desa Sikakap ini memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir pantai desa Sikakap. Pengembangan wisata bahari mampu menaikkan perekonomian masyakat pesisir pantai desa Sikakap. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pembanguan wisata bahari terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan historis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wisata bahari yang dikembangkan di kepulauan Sikakap memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial-ekonomi masyarakat Sikakap. Hal ini ditunjukkan oleh perkembangan sarana transportasi, perhotelan, pasar dan fasilitas umum yang lainnya dan berkurangnya angka pengangguran.

  17. PERFORMA BENIH TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima DARI HASIL PERSILANGAN INDUK ALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2015-09-01

    Full Text Available Tiram mutiara merupakan salah satu komoditas andalan dalam budidaya laut. Masalah utama yang dihadapi adalah pasok benih baik kuantitas maupun kualitas. Upaya perbaikan dilakukan dengan perkawinan silang antar varietas tiram dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas benih Tiram Mutiara (Pinctada maxima baik secara fenotip maupun genotip. Induk yang disilangkan secara resiprokal mempunyai karakter nacre putih (P dan kuning (K baik populasi Bali maupun Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan dua populasi tersebut menghasilkan tiga varietas yaitu: varietas I (K x P, varietas II (K x K dan varietas III (P x K. Nilai SR pada fase pediveliger dari ketiga varietas menghasilkan sintasan berturut-turut 65%, 59%, dan 45%. Pertumbuhan varietas III menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan kisaran panjang cangkang 3,0-4,5 cm pada umur dua bulan pemeliharaan. Analisis genetik dengan RAPD-DNA menunjukkan bahwa induk-induk yang berhasil memijah mempunyai variasi genetik 0,3755; 0,3938; dan 0,1600. Sedangkan turunan F1 mempunyai variasi genetik lebih rendah yaitu: 0,2738; 0,2667; dan 0,0924.

  18. DESAIN KAPAL LCU TNI-AL MENGGUNAKAN METODE OPTIMISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanudin Hasanudin

    2015-02-01

    Full Text Available Landing Craft Utility (LCU mempunyai peranan yang penting bagi Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI-AL digunakan sebagai kapal amphibious mendaratkan: pasukan, logistik dan kendaraan. Desain  LCU TNI-AL mengunakan metode optimasi belum pernah dilakukan, desain kapal umumnya menggunakan metode spiral design yang berlangsung beberapa putaran secara manual yang membutuhkan waktu yang lama dan seringkali tidak mencapai hasil yang optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam makalah ini digunakan metode Non Linier Constrains Optimization sehingga perlu satu putaran untuk menyelesaikannya yaitu pada tahap preliminary design. Pemodelan optimasinya dilibatkan ukuran utama dan hull form secara bersamaan sehingga tidak diperlukan pembuatan lines plan. Variables yang dicari adalah ukuran utama dan propulsi kapal; constrains adalah ukuran utama, rasio ukuran utama, stabilitas dan propulsi; objective functions adalah meminimalkan biaya pembanguan.  Dari hasil perhitungan didapatkan Landing Craft Utility yang optimal adalah: bentuk round bilge, Lpp=46,76m, B=9,63m, T=2,56m, H=4,63m, dan Vs= 11knot.

  19. Penentuan Rute Patroli Sekuriti Optimal Dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbour Dan Insertion (Studi Kasus : South Processing Unit PT. X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fuaddillah Fuaddillah

    2017-03-01

    Full Text Available South Processing Unit (SPU merupakan salah satu lapangan migas di PT. X dengan estimasi harian produksi gas sekitar 450 gas (MMscf/d dan 5000 kondensat (BOPD. Gas dan kondesat yang terpisah dari masing-masing sumur produksi akan dikumpulkan ke dalam satu stasiun pengumpul yang disebut Gathering and Testing Satellite (GTS. Karena statusnya sebagai objek vital nasional, melakukan patroli sekuriti di laut antara GTS yang satu dengan GTS lainnya wajib dilakukan. Proses patroli sekuriti dengan seatruck pada kawasan SPU PT. X masih menggunakan intuisi dari supir seatruck dimana rute yang dipilih adalah rute yang dirasa lebih dekat, lebih nyaman dilalui, dan lebih familiar dengan pengetahuan supir sendiri sehingga menghasilkan total jarak tempuh yang lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan metode intuitif yang dilakukan oleh supir seatruck dengan metode nearest neighbour dan metode insertion dalam permasalahan penentuan rute patroli sekuriti yang optimal di PT. X pada lokasi SPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak tempuh dengan menggunakan metode intuitif yang telah diterapkan oleh supir seatruck adalah 72,76 km. Sedangkan, total jarak tempuh yang didapatkan dari menggunakan metode nearest neighbour yaitu 67,67 km dengan persentase penghematan jarak sebesar 6,9%. Dengan metode insertion, didapatkan total jarak tempuh sebesar 61,40 km, dengan persentase penghematan jarak sebesar 15,6% dibandingkan dengan metode intuitif supir seatruck.

  20. The synergistic effects of 2,4-D dimethyl amine and propanil herbicides on weed population in rice agroecosystem

    International Nuclear Information System (INIS)

    Nashriyah Mat; Ramli Ishak; Sabri Junoh; Ismail Sahid

    2002-01-01

    Four treatments with the herbicides 2,4-D dimethyl amine and propanil were carried out in two consecutive rice planting seasons, to study the synergistic effect of 2,4-D dimethyl amine and propanil on rice weed populations at Pasir Panjang, the Northwest Selangor Project (PBLS), Projek Barat Laut Selangor) rice granary area. The treatments were control, 1x recommended rate (single dose), 2x recommended rate (double dose) of 2,4-D dimethyl amine and farmer practice. In all plots, propanil herbicide was applied at similar rate. Among the ecological indices measured were Simpson Index of diversity and importance (I.V.). A total number of 19 weed species was identified and the most common important weed was Najas graminae Del. The second most commonly found important weed was Scirpus lateriflorus Gmel. Other important weeds frequently found were Echinochloa crus-galli (L.) Beauv. and Fimbristylis miliacea (L.) Vahl. In the rice agroecosystem, species diversity of weeds was affected but total weed biomass was not affected synergistically by the mixture of 2,4-D dimethyl amine and propanil. The negative synergistic effect of 2,4-D dimethyl amine and propanil was to increase the total biomass of Scirpus lateriflorus, at 2x recommended dose rate of 2,4-D dimethyl amine. (Author)

  1. Fabrikasi Kapal Fiberglass Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Kapal Kayu Untuk Meningkatkan Produktifitas Nelayan Di Perairan Bengkalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P Pardi

    2017-08-01

    Full Text Available Ketersediaan material kayu sebagai bahan baku kapal nelayan saat ini semakin menipis. Hal ini menjadi masalah yang serius bagi sebagian besar masyarakat kabupaten Bengkalis yang berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu dalam penelitian ini memberikan solusi secara ilmiah untuk menggunakan bahan alternatif fiberglass sebagai bahan dasar fabrikasi kapal nelayan. Penelitian ini membahas tentang cara fabrikasi kapal fiberglass yang efektif dengan ukuran utama sebagai berikut : Lpp = 7,798m, B=1,575m, H=0,678m, T=0,4m dan Cb=0,449. Gambar desain yang digunakan untuk fabrikasi adalah gambar rencana garis (lines plan dan gambar rencana umum (general arrangement. Langkah awal proses fabrikasi adalah membuat cetakan positif menggunakan material kayu dan multiplek. Cetakan positif lambung kapal mengikuti bentuk body kapal disesuaikan dengan gambar rencana garis setiap station. Sebelum proses laminasi  dilakukan menggunakan material resin, serat glass (matt, woven roving(WR, katalis dan tepung aerosil cetakan diberi mirorglass untuk mempermudah pelepasan hasil cetakan. Ketebalan yang digunakan pada pembuatan lambung kapal ini adalah sekitar 6 mm atau 6 layer. Setelah lambung selesai dilaminasi kemudian dibuat gading (frame memanjang dan melintang sesuai dengan desain gambar general arrangement. Sekat dan bangunan atas dibuat bentuknya menggunakan multiplek 12 mm kemudian dilaminasi menggunakan fiberglass untuk memperkuat dan menghindari kerusakan karena faktor air laut.

  2. The geothermal potentials for electric development in Maluku Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vijaya Isnaniawardhani

    2018-03-01

    Full Text Available The characteristic of small to medium size islands is the limited amount of natural resources for electric generation. Presently the needs of energy in Maluku Province are supplied by the diesel generation units. The electricity distributes through an isolated grid system of each island. There are 10 separate systems in Maluku Province, namely Ambon, Namlea, Tual, Saumlaki, Mako, Piru, Bula, Masohi, Dobo and Langgur. From the geothermal point of view, this condition is suitable because the nature of the generation is small to medium and the locations are dispersed. The geological condition of Maluku Province is conducive for the formation of geothermal resources. The advanced utilization of geothermal energy in Maluku Province is in Tulehu located about 8 kilometers NE of Ambon. It is expected that 60 MW electric will be produced at the first stage in 2019. A total of 100 MW resources were estimated. Other places of geothermal potentials are Lauke and Tawen both located in Ambon Island with the potentials of 25 MW respectively. In Oma Haruku, Saparua and Nusa Laut the geothermal potentials were estimated to be 25 MW each. The total amount of geothermal energy in Maluku Province is thus, 225 MW which will contribute significantly to the needs of projected 184 MW in the year 2025.

  3. Synchrotron WAXS and XANES studies of silica (SiO2) powders synthesized from Indonesian natural sands

    International Nuclear Information System (INIS)

    Muchlis, Khairanissa; Fauziyah, Nur Aini; Pratapa, Suminar; Soontaranon, Siriwat; Limpirat, Wanwisa

    2017-01-01

    In this study, we have investigated polymorphic silica (SiO 2 ) powders using, Wide Angle X-ray Scattering (WAXS) and X-Ray Absorption Near Edge Spectroscopy (XANES), laboratory X-Ray Diffraction (XRD) instruments. The WAXS and XANES spectra were collected using synchrotron radiation at Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Nakhon Ratchasima, Thailand. The silica powders were obtained by processing silica sand from Tanah Laut, South Kalimantan, Indonesia. Purification process of silica sand was done by magnetic separation and immersion with HCl. The purification step was needed to reduce impurity or undesirable non Si elements. Three polymorphs of silica were produced, i.e. amorphous phase (A), quartz (B), and cristobalite (C). WAXS profile for each phase was presented in terms of intensity vs. 2θ prior to analyses. Both XRD (λ CuKα =1.54056 Å) and WAXS (λ=1.09 Å) patttern show that (1) A sample contains no crystallites, (2) B sample is monophasic, contains only quartz, and (3) C sample contains cristobalite and trydimite. XRD quantitative analysis using Rietica gave 98,8 wt% cristobalite, while the associated WAXS data provided 98.7 wt% cristobalite. Si K-edge XANES spectra were measured at energy range 1840 to 1920 eV. Qualitatively, the pre-edge and edge features for all phases are similar, but their main peaks in the post-edge region are different. (paper)

  4. GUDANG-GUDANG DI KARAWANG: KELETAKAN DAN FUNGSINYA DALAM SEJARAH PERNIAGAAN MASA HINDIA BELANDA The Storehouses In Karawang: Location and Functions On Commerce History in The Netherlands Indie Period

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Libra Hari Inagurasi

    2014-06-01

    Abstrak Tulisan ini mencoba membahas keberadaan gudang-gudang kuna kolonial di Karawang, yang selama ini belum banyak ditulis. Topik gudang dalam tulisan ini dikaitkan dengan konteks perniagaan lokal, yang berlangsung di wilayah Karawang dengan daerah sekitarnya pada periode akhir Hindia Belanda. Melalui tulisan ini berhasil diungkapkan dua buah gudang kuna dari masa Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yakni gudang di Tanjungbungin dan gudang di Cilamaya. Letak dua buah gudang berada di tepi Ci Tarum, jalur perniagaan antara Tanjungbungin dengan Batavia, dan berada stasiun kereta Cilamaya jalur perniagaan antara Cilamaya dengan Cikampek. Jenis-jenis komoditas penting yang didistribusikan, misalnya, garam,  padi, ikan, kayu, dan kapur. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan garam, padi, yang  didistribusikan dari Laut Jawa menuju ke Tanjungbungin, dan dari Cilamaya ke Cikampek. Garam dan padi merupakan jenis-jenis komoditas penting untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Tulisan bertema gudang di Karawang ini berhasil diselesaikan setelah melalui tahap-tahap penelusuran literatur, deskripsi data gudang kuna, dan sintesa antara data arkeologi dengan sumber tertulis.   Kata kunci: gudang, komoditas perniagaan lokal, Karawang, Hindia  Belanda.

  5. CROSS MARRIAGE (Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa dan Madura di Sumenep Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masyhur Abadi Masyhur Abadi

    2012-04-01

    Full Text Available Abstrak: Kekayaan budaya Sumenep kota merupakan hasil prosess difusi ,akulturasi, dan asimilasi yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan berkelanjutan dari berbagai kebudayaaan yang berasal dari berbagai komunitas ras/etnis yang mendiami kota kuno ini. Proses pembauran budaya ini berjalan secara alamiah sebagai konsekuensi wajar dari interaksi antar komunitas dalam memenuhi kebutuhan dan harapan hidup mereka. Dalam pembauran panjang yang menghasilkan masyarakat multikultural ini, budaya Sumenep muncul dengan suatu karakteristik unik sebagai suatu entitas kebudayaan Sumenep. Unsur-unsur budaya non-Sumenep/Madura tetap terlihat, tetapi sebagai sebuah entitas kebudayaan ia telah menjadi budaya  kahas Sumenep, Perkawinan silang (cross marriage merupakan salah satu lembaga yang menjadi faktor berjalannya proses pembauran multi etnis/ras berjalan secara alamiah dengan intensitas yang tinggi dan total. Hal ini menghasilkan suatu pembauran budaya yang berkualitas dalam berbagai ranah kehidupan: bahasa, arsitektur, model pergaulan,masakan, kesenian  dan juga piranti-piranti lainnya yang diperlukan dalam memenuhi hajat hidup masyarakat seperti alat transportasi laut, pertanian, dan perabot rumah tangga; dan yang terlebih penting memberikan pengalaman aktual bagaimana menjalani hidup dalam banyak warna. Kata kunci: pembauran, perkawinan silang, asimilasi, akulturasi, alamiah

  6. Perancangan Low Noise Amplifier dengan Teknik Non Simultaneous Conjugate Match untuk Aplikasi Radar S-Band

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yana Taryana

    2016-06-01

    Full Text Available Radar merupakan sistem pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat peta benda benda seperti pesawat terbang, kapal laut, kendaran bermotor dan informasi cuaca. Salah satu kendala yang dihadapi pada sistem radar adalah sinyal pantulan yang memiliki daya yang rendah sehingga kualitas penerimaan menjadi kurang baik. Untuk mengatasi kendala tersebut dibutuhkan penguat daya pada sistem penerima yaitu Low Noise Amplifier (LNA. Oleh karena itu, tulisan ini memaparkan perancangan LNA dengan menggunakan teknik Non Simultaneous Conjugate Match (NSCM untuk aplikasi radar S-Band. Teknik ini memberikan kemudahan dalam menentukan nilai trade off (TO untuk nilai gain, noise figure (NF dan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR yang diinginkan. Dalam proses perancangannya, perangkat lunak Agilent Design System (ADS 2011 digunakan untuk mendapatkan hubungan antara lingkaran gain, lingkaran NF, lingkaran VSWR, dan lingkaran mismatch factor (M. Dari hubungan tersebut diperoleh nilai impedansi masukan dan keluaran dari komponen aktif. Dalam tulisan ini, LNA dirancang dua tingkat untuk mendapatkan penguatan yang tinggi. Masing-masing tingkat menggunakan komponen aktif BJT BFP420 dengan penguatan dirancang sebesar 13,50 dB untuk tingkat pertama dan kedua, dan M sebesar 0,98. Sedangkan untuk saluran penyesuai impedansinya menggunakan substrat teflon fiberglass DiClad527. Hasil simulasi menunjukkan karakteristik LNA pada frekuensi 3 GHz yaitu gain sebesar 28,80 dB, NF sebesar 2,80 dB, VSWRin sebesar 1,05 dan VSWRout sebesar 1,1.

  7. Studi Angkutan Sedimen Sudetan Pelangwot-Sedayu Lawas Sungai Bengawan Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Murprabowo Mudjib

    2013-12-01

    Full Text Available Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir mulai dari area hulu di Kabupaten Wonogiri dan Ponorogo hingga ke area hilir di Kabupaten Gresik. Perubahan fungsi lahan di area hulu dan peningkatan debit yang melalui Sungai Bengawan Solo membuat banjir terjadi di area hilir sungai yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Gresik. Sudetan Pelangwot sepanjang 13 km merupakan saluran yang dibuat untuk mengurangi debit banjir yang terjadi dengan mengalirkannya ke laut Jawa. Namun dikarenakan pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi, kapasitas Sudetan Pelangwot dalam mengalirkan debit menurun. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sedimentasi yang terjadi pada sudetan Pelangwot dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0 Konsep yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan memodelkan Sudetan Pelangwot menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 kemudian melakukan simulasi aliran sudetan untuk mengetahui sedimentasi yang terjadi. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 diketahui perkiraan volume sedimentasi yang terjadi di sudetan selama musim penghujan dari tanggal 1 Desember 2010 hingga 21 Mei 2011 adalah sebesar 325.030,23 m3. Agradasi terjadi di sebagian besar penampang sudetan sedangkan degradasi hanya terjadi di beberapa titik. Kantong sedimen dapat dibuat sebagai upaya pengendalian sedimen pada dasar saluran sudetan di tiga titik yang berbeda dengan kapasitas total 175.875 m3.Pemeliharaan kantong sedimen dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan melakukan pengerukan pada kantong sedimen.

  8. Estimasi Kanal Akustik Bawah Air Untuk Perairan Dangkal Menggunakan Metode Least Square (LS dan Minimum Mean Square Error (MMSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardawia M Panrereng

    2015-06-01

    Full Text Available Dalam beberapa tahun terakhir, sistem komunikasi akustik bawah air banyak dikembangkan oleh beberapa peneliti. Besarnya tantangan yang dihadapi membuat para peneliti semakin tertarik untuk mengembangkan penelitian dibidang ini. Kanal bawah air merupakan media komunikasi yang sulit karena adanya attenuasi, absorption, dan multipath yang disebabkan oleh gerakan gelombang air setiap saat. Untuk perairan dangkal, multipath disebabkan adanya pantulan dari permukaan dan dasar laut. Kebutuhan pengiriman data cepat dengan bandwidth terbatas menjadikan Ortogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM sebagai solusi untuk komunikasi transmisi tinggi dengan modulasi menggunakan Binary Phase-Shift Keying (BPSK. Estimasi kanal bertujuan untuk mengetahui karakteristik respon impuls kanal propagasi dengan mengirimkan pilot simbol. Pada estimasi kanal menggunakan metode Least Square (LS nilai Mean Square Error (MSE yang diperoleh cenderung lebih besar dari metode estimasi kanal menggunakan metode Minimum Mean Square (MMSE. Hasil kinerja estimasi kanal berdasarkan perhitungan Bit Error Rate (BER untuk estimasi kanal menggunakan metode LS dan metode MMSE tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu berselisih satu SNR untuk setiap metode estimasi kanal yang digunakan.

  9. Penentuan Kawasan Agroindustri Berbasis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Probolinggo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firda Nurul Lailia

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan kawasan agroindustri di Kabupaten Probolinggo yang berbasis komoditas unggulan sektor pertanian. Sasaran pertama yang dilakukan adalah menentukan komoditas unggulan yang potensial menggunakan alat analisis LQ dan Shift-Share, kedua menentukan bobot faktor-faktor penentu kawasan agroindustri menggunakan analisis AHP, kemudian ketiga menentukan kawasan agroindustri berdasarkan komoditas unggulan sektor pertanian Kabupaten Probolinggo dengan analisis penilaian variabel. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 18 komoditas unggulan yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga subsektor unggulan yaitu Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Subsektor Peternakan dan Subsektor Perikanan. Dalam penentuan kawasan agroindustri, faktor ketersediaan bahan baku memiliki nilai bobot (tingkat pengaruh paling besar baik untuk subsektor tanaman pangan dan hortikultura, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan. Berdasarkan analisa penilaian variabel adapun kecamatan yang terpilih sebagai kawasan yang paling potensial sebagai kawasan agroindustri subsektor tanaman pangan dan hortikultura yaitu Kecamatan Tongas dengan komoditas unggulan mangga dan jagung, kawasan agroindustri subsektor peternakan yaitu Kecamatan Kraksaan dengan komoditas unggulan sapi potong, dan kawasan agroindustri perikanan di Kecamatan Paiton dengan komoditas unggulan perikanan laut.

  10. ANALISA ANOMALI GAYABERAT TERHADAP KONDISI TATANAN TEKTONIK ZONA SUBDUKSI SUNDA MEGATHRUST DI SEBELAH BARAT PULAU SUMATERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Thea Saraswati

    2015-02-01

    Full Text Available Aktivitas tektonik yang terjadi di bumi merupakan hal yang masih terus diteliti sampai sekarang. Sumatera yang terletak pada area Sunda Megathrust, yang merupakan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, mengakibatkan daerah ini rentan dengan aktivitas seismogenic. Salah satu akibat dari adanya pergerakan kedua lempeng ini adalah terbentuknya tatanan tektonik di wilayah Sumatera. GOCE (Gravity field and steady-state Ocean Circulation Explorer menawarkan metode yang cepat dengan cakupan global untuk mendapatkan data gayaberat bumi. Dengan memanfaatkan hitungan dari spherical harmonic coeffisien (SHC serta dilengkapi dengan data Digital Elevation Model (DEM, dapat diketahui nilai anomali gayaberat pada suatu wilayah. Distribusi anomali gayaberat mampu mencerminkan kondisi tektonik di suatu area. Variasi spasial dari anomali gayaberat menunjukkan bahwa pada palung yang terbentuk akibat subduksi kedua lempeng memiliki nilai anomali gayaberat negatif dengan nilai rata-rata sebesar -42.8729 mgal. Forearc ridge yang terbentuk akibat konvergensi lempeng memiliki nilai anomali gayaberat positif, sedangkan forearc basin yang merupakan cekungan diantara backarc dan forearc ridge, memiliki nilai anomali gayaberat negatif yang lebih kuat daripada yang terdapat pada Sunda Megathrust. Variasi temporal yang teramati menunjukkan bahwa distribusi anomali gayaberat positif yang terdapat pada prisma akresi di kedua tepian palung bergerak semakin mendekati Sunda Megathrust pada tiap seri pengamatannya, sedangkan distribusi anomali gayaberat negatif pada palung laut dan forearc basin membentuk suatu  pola distribusi yang semakin menyempit sehingga menyebabkan semakin curamnya gradient anomali gayaberat pada area di sekitarnya.

  11. Implementation of hazard analysis and critical control point (HACCP) in dried anchovy production process

    Science.gov (United States)

    Citraresmi, A. D. P.; Wahyuni, E. E.

    2018-03-01

    The aim of this study was to inspect the implementation of Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) for identification and prevention of potential hazards in the production process of dried anchovy at PT. Kelola Mina Laut (KML), Lobuk unit, Sumenep. Cold storage process is needed in each anchovy processing step in order to maintain its physical and chemical condition. In addition, the implementation of quality assurance system should be undertaken to maintain product quality. The research was conducted using a survey method, by following the whole process of making anchovy from the receiving raw materials to the packaging of final product. The method of data analysis used was descriptive analysis method. Implementation of HACCP at PT. KML, Lobuk unit, Sumenep was conducted by applying Pre Requisite Programs (PRP) and preparation stage consisting of 5 initial stages and 7 principles of HACCP. The results showed that CCP was found in boiling process flow with significant hazard of Listeria monocytogenesis bacteria and final sorting process with significant hazard of foreign material contamination in the product. Actions taken were controlling boiling temperature of 100 – 105°C for 3 - 5 minutes and training for sorting process employees.

  12. Utilization of computational simulator for comparison of correlations in multiphase flow in ESP (Electrical Submersible Pumping) systems; Utilizacao de simulador computacional para a comparacao das correlacoes de escoamento multifasico em sistemas BCS

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Anjos, Roselaine M. dos; Maitelli, Carla Wilza S.P.; Maitelli, Andre L. [Universidade Federal do Rio Grande do Norte (UFRN), Natal, RN (Brazil); Costa, Rutacio O. [Petroleo Brasileiro S.A. (PETROBRAS), Rio de Janeiro, RJ (Brazil)

    2012-07-01

    Electrical Submersible Pumping (ESP) is an artificial lifting method which can be used both onshore and offshore for the production of high flow rates of liquid. By using the computational simulator for systems ESP developed by the AUTOPOC/LAUT - UFRN, this work aimed to evaluate empirical correlations for calculation of multiphase flow in tubing typical of artificial lifting systems operating by ESP. The parameters used for evaluating the correlations are some of the dynamic variables of the system such as head that indicates the lifting capacity of the system, the flow rate of fluid in the pump and the discharge pressure at the pump. Five (5) correlations were evaluated, from which only one considered slipping between phases, but does not take into account flow patterns and, four others considering slipping between the phases as well the flow patterns. The simulation results obtained for all these correlations were compared to results from a commercial computational simulator, extensively used in the oil industry. For both simulators, input values and simulation time, were virtually the same. The results showed that the simulator used in this work showed satisfactory performance, since no significant differences from those obtained with the commercial simulator. (author)

  13. KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK ABALON Haliotis squamata Reeve (1846 HASIL SELEKSI F-1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2015-12-01

    Full Text Available Produksi benih abalon Haliotis squamata skala massal di hatcheri telah berhasil dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali. Permasalahan utama dalam budidaya abalon adalah pertumbuhan yang lambat. Keadaan tersebut diduga karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pertumbuhan dan variasi genetik abalon tumbuh cepat hasil seleksi individu. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pembentukan populasi F-1 mempunyai pertumbuhan yang lebih baik dengan F-1 kontrol. Peningkatan bobot yang dicapai 22,15 g atau 17,93% lebih baik dibandingkan F-1 kontrol. Keragaman genetik F-1 terseleksi yang ditunjukkan dari nilai heterozigositas adalah (Ho. 0,023 terjadi penurunan 21,7% jika dibandingkan F-0. Hal ini dapat terjadi karena hilangnya beberapa allele dalam proses seleksi. Terdapat hubungan antara jumlah heterozigot pada lokus tertentu dengan pertumbuhan abalon. Hasil ini diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan produksi benih yang mempunyai performa fenotipe dan genotipe unggul sehingga dapat mendukung kegiatan budidaya abalon yang berkelanjutan.

  14. KARAKTERISASI ENZIM KITOSANASE DAR] ISOLAT BAKTERI KPU 2123 DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUKS1 OLIGOMER KITOSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2009-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan sebagian dari rangkaian penelitian mengenai eksplorasi enzim kitinolitik dari mikroba lingkungan laut, khususnya dari limbah udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat bakteri KPU 2123 dari limbah udang, mengkarakterisasi dan mengaplikasikan enzim kitosanase yang dihasilkan oleh bakteri tersebut untuk produksi oligomer kitosan dan menguji bioaktivitas oligomer kitosan tersebut sebagai antitumor dan antibakteri. Karakterisasi enzim dilakukan dengan menguji aktivitas enzim pada berbagai suhu dan pH. Selain itu juga ditentukan besarnya aktivitas yang tersisa setelah enzim diinkubasi pada suhu dan lama waktu tertentu. Pengaruh ion logam terhadap aktivitas enzim juga dilihat dengan mereaksikan enzim dengan 1 mM ion logam dalam bentuk larutan khlorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis gen 16S-rRNA, isolat bakteri KPU 2123 memiliki kemiripan 95% dengan Stanotrophomonas maltophilia. Enzim kitosanase dari isolat ini bekerja optimal pada suhu 50 ºC dan pH 6. Enzim ini cukup stabil pada suhu 37 ºC selama 120 menit. Penambahan ion logam berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Ion logam Zn²+ (sebagai garam klorida 1 mM menghambat 100% aktivitas enzim tersebut. Penggunaan enzim kitosanase dalam menghidrolisis substrat kitosan, menghasilkan oligomer kitosan yang mengandung tetramer, pentamer dan heksamer Oligor kitosan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,06% dan dapat menyebabkan kematian sel HeLa dengan LC50 pada dosis 120 ppm.

  15. Preliminary Study on Bacterial Pathogenic in Grouper Culture and Its Inhibitor Bacteria in Lampung Bay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hatmanti

    2008-01-01

    Full Text Available Investigation of pathogenic bacteria and its inhibitor on grouper culture in some places of Lampung Bay had been carried out. Six strains of pathogenic bacteria and 28 strains of inhibitior bacteria were found in grouper and its habitat.  By inhibition test, 4 strains inhibited pathogenic bacteria were obtained. Inhibition test for Vibrio harveyi had also been performed using a bacterial collection of Marine Microbiology Laboratory of Research Center of Oceanography-LIPI.  The result showed that 3 strains could be used against bacterial infection. This study offers a positive prospect to prevent outbreak of bacterial diseases in grouper culture. Keywords: grouper culture, Lampung, inhibitor bacteria, pathogenic bacteria, inhibition test   ABSTRAK Penelitian penyakit bakterial dan bakteri penghambatnya pada budidaya ikan kerapu di beberapa tempat di perairan Teluk Lampung telah dilakukan. Enam strain bakteri patogen dan 28 strain bakteri penghambat telah berhasil diisolasi dari ikan kerapu dan habitat tempat hidupnya.  Dari hasil uji tantang (inhibition test yang dilakukan, diperoleh 4 strain bakteri penghambat yang mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen. Selain itu, uji tantang terhadap bakteri patogen Vibrio harveyi, menggunakan bakteri penghambat koleksi Laboratorium Mikrobiologi Laut Puslit Oseanografi LIPI juga telah dilakukan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 strain bakteri mampu memberikan hambatan terhadap pertumbuhan Vibrio harveyi.  Studi ini memberikan prospek positif terhadap penanggulangan penyakit bakterial pada budidaya ikan kerapu. Kata kunci: budidaya kerapu, Lampung, bakteri penghambat, bakteri patogen, uji tantang

  16. Review of the effusus group of the Lanternfly genus Pyrops Spinola, 1839, with one new species and notes on trophobiosis (Hemiptera: Fulgoromorpha: Fulgoridae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jérôme Constant

    2015-07-01

    Full Text Available The species group effusus of the genus Pyrops Spinola, 1839 is reviewed and the nomenclatural history of the genus Pyrops is briefly summarized. One new species from eastern Borneo, Pyrops synavei sp. nov., is described. P. gunjii (Satô & Nagai, 1994 stat. nov. is proposed as a valid species instead of a subspecies of P. whiteheadi (Distant, 1889. P. maquilinganus (Baker, 1925 is removed from the effusus group and placed back into the candelaria group. P. cyanirostris (Guérin-Méneville, 1845 is removed from the group and not attributed to any of the currently defined species groups. An illustrated key to the species of the group with the addition of P. intricatus (Walker, 1857 and a distribution map are given. The effusus group is restricted to Borneo and adjacent Laut Island and presently contains 4 species: P. effusus (Distant, 1891, P. gunjii (Satô & Nagai, 1994 stat.nov., P. synavei sp. nov. and P. whiteheadi (Distant, 1889. Trophobiosis observations with the gecko Gehyra mutilata (Wiegmann, 1835 (Reptilia: Squamata: Gekkonidae and two species of cockroaches (Insecta: Blattodea, one Dorylaea sp. and an unidentified species of Pseudophyllodromiinae, are reported and illustrated for P. whiteheadi; observation with a cockroach, Dorylaea sp., is reported for P. intricatus.

  17. The use of vascular plants as traditional boat raw material by Yachai tribe in Mappi Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    YOHANES YOSEPH RAHAWARIN

    2005-07-01

    Full Text Available This research is executed aim to know the plant species and the way of exploiting permanent wood upon which traditional boat making by Yachai tribe in Mappi regency. The Method that used in this research is descriptive method with the structural semi interview technique and direct perception in field. Result of research indicate that the tribe Yachai exploit the plant species have permanent wood upon which traditional boat as much 26 species from 14 family. There are 8 wood species which is often used for the body of boat and also own the good quality according to Yachai tribe, that is Atam (Scihizomeria serrata Hochr, Batki (Adinandra forbesii Baker. F, Chomach (Gordonia papuana Kobuski, Rupke (Tristania sp., Bao (Dillenia papuana artelli, Top (Buchanania macrocarpa Laut, Mitbo (Cordia Dichtoma Forst., and Yunun (Camnosperma brevipetiolata Volkens. While to part of oar exploit 2 wood species that is Bach (Buchanania Arborescens.Bi and Tup (Litsea ampala Merr. Yachai Tribe recognized 3 boat model owning different size measure and function, that is Junun Ramchai, Junun Pochoi and Junun Toch.

  18. Perancangan Aplikasi Komputer Berbasis Android Untuk Estimasi Biaya Reparasi Kapal Interaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dave Hansel

    2017-01-01

    Full Text Available Tujuan dari pengerjaan tugas akhir ini adalah untuk membuat suatu aplikasi komputer berbasis android yang berfungi sebagai media atau sarana dalam memperkirakan besarnya biaya reparasi kapal. Aplikasi ini berisikan item-item yang akan dikerjakan saat kapal akan melakukan docking. Item-item dan pekerjaan ini diambil berdasarkan repair list yang telah dibuat oleh galangan untuk pihak owner kapal. Tingginya permintaan reparasi kapal di galangan, membuat owner kapal harus menentukan anggaran biaya yang diperlukan ketika akan melakukan reparasi kapal pada saat kapal masih berada diatas laut. Software yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah bahasa pemrograman PHP, Android Studio, dan MySQL. Aplikasi android interaktif ini mampu memberikan informasi berupa jenis jenis pekerjaan reparasi yang dilakukan. Semua kebutuhan akan reparasi di input oleh owner kapal sendiri menyesuaikan dengan besar satuan yang akan dilakukan reparasi, kebutuhan material apa saja yang diperlukan & berapa jumlahnya. Setelah input yang diberikan telah selesai aplikasi ini akan memberikan besaran harga yang diperlukan, sehingga mampu memberikan kesempatan terhadap owner kapal dalam menyiapkan anggaran biaya untuk melakukan reparasi kapal. Setelah dilakukan analisa perbandingan sistem dan uji verifikasi dengan menguji aplikasi kepada pihak user, didapatkan bahwa aplikasi ini jauh lebih baik dibandingkan sistem eksisting yang dilakukan pemilik kapal untuk melakukan estimasi biaya, dengan nilai rata-rata hasil kuisioner 4,04 dengan nilai maksimum 5,00.

  19. Studi Pengaruh Gerak Semi-submersible Drilling Rig dengan Variasi Pre-tension Mooring Line terhadap Keamanan Drilling Riser

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arda Arda

    2012-09-01

    Full Text Available Analisis terhadap sistem tambat pada anjungan pengeboran semi-submersible drilling rig perlu dilakukan sebelum dilakukannya operasi di lapangan untuk mengetahui perencanaan sistem tambat yang tepat dan aman. Dalam penelitian ini dilakukan analisa perilaku gerak semi-submersible dengan variasi pre-tension mooring line untuk mengetahui berapa besar pre-tension minimal yang harus digunakan agar operasi pengeboran di lingkungan laut Natuna dapat berjalan dengan aman. Variasi pre-tension yang digunakan adalah sebesar 400kN-2000kN dengan penambahan sebesar 400kN. Karakteristik gerakan semi-submersible diprediksi dengan menghitung RAO free floating dengan pemodelan numerik dalam domain frekuensi. Kemudian dilakukan analisa simulasi sistem lengkap (platform, mooring dan drilling riser dengan pemodelan numerik dalam domain waktu. Hasil yang didapat yakni nilai maksimum tegangan mooring line memenuhi batas kriteria API-RP2SK untuk semua variasi pre-tension dengan safety factor terkecil 2.44. Sudut flex joint drilling riser yang terjadi melewati batas kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-800kN yang mencapai 6.20 untuk sudut maksimum dan 4.80 untuk sudut rata-rata. Tegangan von Mises yang terjadi pada drilling riser melebihi kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-1200kN karena nilainya mencapai 369 MPa (0.82 yield stress.

  20. Kualitas Air Hujan dan Faktor Lingkungan yang Mempengaruhinya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Sudarmadji

    2016-07-01

    Full Text Available Hujan merupakan masukan dalam sistem hidrologi. Ditinjau dari kualitasnya dibandingkan dengan air aami lainnya, air hujan merupakan air paling murni dalam arti komposisinya hampir mendekati H2O. Namun demikian, pada hakekatnya tidak pernah dijumpai air hujan yang betul-betul hanya tersusun atas H2O saja, berbagai faktor lingkungan telah mempengaruhi kualitas air hujan tersebut. Pencemaran udara yang terjadi di kota-kota besar, baik yang berupa buangan gas maupun emisi dari kendaraan bermotor. Serta buangan gas dari pabrik telah mempengaruhi kualitas air hujan yang jatuh di daerah kota. Air hujan di daerah pantai juga terpengaruh oleh laut dengan segala aktifitas dan komposisi airnya. Di daerah gunung api yang masih aktif air hujan juga dipengaruhi oleh aktifitas tersebut. Masing-masing lingkungan tersebut di atas mempengaruhi komposisi air hujan. Kajian kualitas air hujan dilakukan dengan mengambil hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya di daerah pulau Jawa, namun demikian hasil penelitian yang dilakukan di luar negeri juga digunakan sebagai pembanding.

  1. UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF EKSTRAK Sargassum sp. DAN Gracilaria sp. SEBAGAI INHIBITOR BIO-KOROSI PADA BAJA KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isriyanti Affifah

    2016-07-01

    Full Text Available Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi suatu logam dengan udara atau elektrolit. Udara atau elektrolit tersebut akan mengalami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses elektrokimia. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa korosi yang disebabkan mikroorganisme pengoksidasi besi (Thiobacillus ferooxidans memiliki peranan yang cukup signifikan terhadap kerugian ekonomi bagi industri. Lapisan biofilm yang dihasilkan mikroorganisme pada permukaan logam dapat mengubah karakteristik elektrokimia permukaan logam tersebut dan dapat menginduksi terjadinya korosi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini dilakukan ekstraksi Sargassum sp. dan Gracilaria sp. yang diduga efektif menginhibisi pertumbuhan mikroba pengoksidasi besi (Thibacillus ferooxidans yang biasanya terdapat di bangunan bawah laut. Hasil ekstraksi Sargassum sp. dan Gracilaria sp. menggunakan pelarut metanol-kloroform (1:1 memberikan yield terhadap berat basah sebesar 44,5% dan 36,5%. Ekstrak tersebut diuji bioaktivitasnya terhadap pertumbuhan T. ferooxidans secara kualitatif (kasat mata dan kuantitatif (metode weight-loss. Melalui kurva pertumbuhan diketahui bahwa T. ferooxidans mampu tumbuh sampai hari ke-7 dan mengalami fasa stasioner pada hari ke-8. Analisis metode weight-loss dilakukan menggunakan coupon dengan luas permukaan 3,6 cm2. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak Gracilaria sp mampu menginhibisi 29,3% lebih efektif daripada biocide komersial.

  2. KIMA, PERLUKAH MENUNGGU F2 UNTUK PERDAGANGAN? SUATU KAJIAN BERDASARKAN MARKER GENETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estu Nugroho

    2008-12-01

    Full Text Available Kima (Tridagnidae merupakan salah satu komoditas air laut yang prospektif secara ekonomis, tercatat harga di Taiwan adalah $35--$142 per kg. Dalam pengembangan akuabisnis kima masih dijumpai kendala di antaranya adalah adanya aturan bahwa hanya turunan kedua atau F2 yang boleh diperdagangkan karena masuk dalam daftar CITES (Convention on Trade of Endangered Species menurut PP No. 8 tahun 1999 tentang pemanfaatan satwa. Karena pertumbuhannya yang relatif lambat serta adanya negara lain, misalnya Filipina, Fiji, dan Taiwan yang memperdagangkan hasil budidaya pada turunan F1, maka keadaan ini sangat merugikan pihak Indonesia. Kajian tentang permasalahan penurunan variasi genetik merupakan salah satu alternatif untuk mendukung adanya pelonggaran persyaratan perdagangan kima tersebut. Kajian genetika dengan menggunakan marker genetik menunjukkan bahwa tidak terjadi penurunan variasi genetik seperti yang dikuatirkan sebelumnya. Keragaman genetik pada F1 meningkat dibandingkan dengan induknya, yaitu 0,073 dan 0,023. Jarak genetik antar populasi yang diuji adalah sebesar 0,016.

  3. Pendugaan Kedalaman Paisan dan Resistivitas Batuan dengan Metode Geolistrik di Daerah Temon Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Hartono

    2009-02-01

    Full Text Available Intrusi air laut ke daratan (air tanah sering dijumpai di daerah-daerah pantai. Dengan terjadinya intrusi maka kualitas air tanah menjadi berubah dan mungkin tidak dapat lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tanga. Penelitian ini dilakukan di daerah Temon Kabupaten Kulonprogo DIY, yang merupakan daerah pantai, dengan tujuan untuk mengetahui resistivitas (tahanan jenis dan kedalaman lapisan-lapisan batuannya. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik Schlumberger dengan interprestasi datanya secara manual. Berdasarkan interprestasi data penelitian maka dapat diperkirakan bahwa lapisan batuan di daerah penelitian terdiri dari: (1 batuan lembab mengandung air tanah dangkal dengan kedalaman 1,5 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; (2 lapisan batuan kedap air pada kedalaman 20 meter dengan resistivitas 22,0 ohm/m; (3 batuan/akifer mengandung air tanah dalam pada kedalaman 100 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; dan (4 batuan/akifer mengandung air asin pada kedalaman 200 meter dengan resistivitas 2,5 ohm/m.

  4. KAJIAN ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH PEMANFAATAN AIR TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acep Hidayat

    2017-02-01

    Full Text Available Perkembangan pertumbuhan kota meningkat sehingga fenomena yang berkaitan dengan sumber daya air semakin meningkat. Pertumbuhan penduduk setiap tahun bertambah menyertai pertumbuhan kota, menjadikan pemanfaatan air tanah semakin meningkat. Fenomena yang terjadi adalah bahwa ketersediaan lahan untuk prosesnya terjadinya resapan air ke dalam tanah semakin berkurang, dimana luasan lahan yang ada sangat tidak mencukupi resapan air ke dalam tanah. Di samping itu, resapan air ke dalam tanah dipengaruhi tingkat permeabilitas dari jenis tanah pada lingkungan daerah sekitar resapan. Akibat dari jumlah resapan air ke dalam tanah yang tidak seimbang dengan jumlah pemakaian air tanah yang digunakan mengakibatkan terjadinya penurunan muka air tanah dengan disertai penurunan lapisan tanah. Bila hal ini terjadi secara terus menerus menjadikan elevasi permukaan tanah akan lebih rendah dari permukaan laut. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, maka penelitian ini melakukan kajian tingkat permeabilitas daya resap air untuk macam jenis tanah dengan melakukan tes-tes tanah, sehingga dapat diketahui titik imbang antara jumlah air tanah yang dapat diambil dengan air yang dapat meresap ke dalam tanah. Berdasarkan perhitungan curah hujan didapat bahwa besar curah hujan dalam satu tahun sebesar 54.56 m3/detik dan yang meresap hanya 5.37 m3/detik atau 9.84 %. Hal ini menunjukkan bahwa jenis tanah di sekitar wilayah penelitian berjenis lanau dan clay, sehingga mempunyai angka pori yang kecil. Dengan kondisi tersebut maka wilayah tersebut dapat diprogramkan dengan membuat folder-folder tampungan, sumur-sumur resapan, lubang-lubang biopori dan lainya.

  5. Efektifitas Fungsida Berbahan Aktif Pyraclostrobin 50 G/KG + Metiram G/KG untuk Mengendalikan Penyakit Embun Tepung (Podosphaera leucotrica Pada Tanaman Apel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eli Korlina

    2016-03-01

    Full Text Available Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl, mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan, disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha.

  6. Desain Kapal 3-in-1 Penumpang-Barang-Container Rute Surabaya – Lombok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Hadi Saputra

    2017-01-01

    Full Text Available Dalam proses pembangunan ekonomi Indonesia, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah antara lain program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI dan juga Program Tol Laut. Program-program tersebut diambil oleh pemerintah agar terjadi pemerataan pembangunan ekonomi di setiap daerah demi meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia. Dalam mengaplikasikan program tersebut, pemerintah membutuhkan sarana transportasi yang efisien dan salah satu alat transportasi tersebut adalah kapal 3-in-1. Kapal ini diharapkan mampu menjadi sarana transportasi dan juga sarana dalam pendistribusian barang dari Jawa ke Indonesia Timur sehingga mampu meningkatkan ekonomi di Indonesia bagian timur khususnya. Kapal 3-in-1 ini akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Lembar, Lombok dengan kecepatan 17 knot. Dalam mendesain kapal dilakukan analisis teknis dan juga analisis ekonomis berupa menghitung biaya pembangunan kapal. Kapal yang didesain memiliki ukuran utama Length of Waterline (LWL: 130 meter, length of perpendicular (LPP: 125 meter, Breadth (B: 22 meter, Height (H: 11.7 meter, dan Draft (T: 6.6 meter. Dengan ukuran tersebut kapal ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 488 orang, kontainer sebanyak 161 TEUs, dan semen sebanyak 3200 ton (di dalam bentuk sak di mana 1 sak semen sama dengan 40 kg. Dengan ukuran dan jumlah muatan tersebut seluruh regulasi dan ketentuan teknis telah terpenuhi. Besar biaya pembangunan kapal adalah sebesar Rp 77,302,629,498.00.

  7. The Role of Agency and Institutional Theory in the Planning and Realization for Capital Expenditures

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Hifni

    2017-03-01

    Full Text Available The capital expenditures are part of direct expenditure in the regional budget. The other elements of capital expenditures are: personnel expenditure, and spending on goods and services. Planning and realization for capital expenditure in the regional budget for each Government Regional Work Units is a part of policy regional financial management in fiscal decentralization policy which need be increased to achieve value significantly over time. Increasing in planning and realization of capital expenditures is directly related to the amount of capital expenditure element that strengthens physical infrastructure which would strengthen economic growth for social welfare, regional competitiveness for facilitation and liberalization a single market and production base in AEC era. This study examines the role of agency theory and institutional theory in relation with planning and realization of capital expenditures of 82 (Eighty Two Government Work Units of 3 (Three regional government, namely Banjarmasin City, Banjar District, and Tanah Laut District in South Kalimantan Province. This study contributes to the accounting literature to assess role of conceptual framework with agency theory and institutional theory. The result of study showed: there are differences in the implementation of capital expenditure to meet AEC pillars and social welfare purposes by increasing capital expenditure through the role of the agency theory, and institutional theory. Relationship of agency theory and institutional theory with social welfare and AEC with the amount of C Contingency coefficient 0,313 and Cramer Coefficient of Association 0.191 indicates there are Moderate correlation: substantial relationship and Small correlation; Lower relationship association.

  8. Development of Community Forest in South Kalimantan Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Syahrany Noor

    2014-12-01

    Full Text Available The purpose of this study is to provide an overview of the development of community forests in South Kalimantan and information about the properties and benefits of community forest timber, the hopes community forests timber can be developed into a source of raw materials of natural forest wood substitute that can support the development of the wood processing industry in South Kalimantan. The result showed that Community forest proved to be very useful both for the owner, the community and the environment as well as for the government especially in order to meet the timber supply for local. Until the year 2011 the community forest area that was developed by the government in South Kalimantan has reached 2,895 ha, and the most widely are the Tanah Laut district covering 935 ha. The wood species that developed is sengon, jati, mahoni, karet, petai, akasia, galam, kemiri. The properties of the wood need to be understood and known before the relevant timber used both as a building material or as raw material for the industry, because these properties are basically determining the quality of wood products that will be produced. Technically private community forest wood can be used for building materials, components boat/ship and industrial raw materials.

  9. Book Reviews

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tilman Seebass et al.

    1979-10-01

    Full Text Available - David T. Hill, Ajip Rosidi, Laut biru langit biru. Pustaka Jaya (PJ 330, Jakarta, 1977. - J.E. van Lohuizen-De Leeuw, Mildred Archer, Indian popular painting in the India Office Library, Her Majesty’s Stationery Office, London 1977, 196 pp., 92 black-and-white and 6 coloured illus. - J.M. Pluvier, R.C. Kwantes, De ontwikkeling van de nationalistische beweging in Nederlandsch-Indië; bronnenpublikatie. Tweede stuk, medio 1923-1928. Groningen, Wolters-Noordhoff, 1978. xxxviii + 783 blz. Afkortingen, woordenlijst, registers. - J.J. Ras, Niels Mulder, Mysticism and everyday life in contemporary Java, Cultural persistence and change, issued under the auspices of the Institute of Southeast Asian Studies, Singapore University Press, 1978, XIX and 150 pages. - Danker H. Schaareman, Tilman Seebass et al., The Music of Lombok. A first survey, Forum Ethnomusicologicum, Series I: Basler Studien zur Ethnomusikologie 2, Francke-Verlag Bern, 1976. 71 blz., 8 platen, 1 kaart. - Danker H. Schaareman, Ernst Schlager, Rituelle Siebenton-Musik auf Bali, Herausgegeben von Hans Oesch. Forum Ethnomusicologicum, Series I: Basler Studien zur Ethnomusikologie I, Francke-Verlag Bern, 1976. Vol I: 222 pp., Vol II: 82 musical examples. - A. Teeuw, Rainer Carle, Rendras Gedichtsammlungen (1957-1972. Ein beitrag zur kenntnis der zeitgenössischen indonesischen Literatur. Veröffentlichungen des seminars für Indonesische und Südseesprachen der Universität Hamburg. Band 11 Hamburg 1977. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin. IV und 385 Seiten.

  10. Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di Kedungmalang, Jepara (Fish Community Structure in Mangrove Ecosystem at Kedung Malang, Jepara Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki

    2014-06-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove di Kedungmalang, Kabupaten Jepara dilaporkan telah mengalami kerusakan ekologis. Kondisi ini mempengaruhi biota termasuk ikan yang hidup di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan ikan di ekosistem mangrove di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Agustus 2011. Pengambilan sampel ikan dilakukan di 3 lokasi perairan bervegetasi mangrove sejati (true mangrove Rhizophora sp. dan mangrove asosiasi (associate mangrove rumput Cyperus sp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 famili ikan, yaitu Mugilidae, Ariidae, Eleotridae, Pristigasteridae, Gobiidae, Drepanidae, Belonidae, Adrianichtyidae, Aplocheilidae, dan Haemulidae. Ikan paling banyak ditemui adalah famili Mugilidae, sedangkan ikan yang jarang ditemui adalah Famili Belonidae. Ikan Mugilidae hidup pada kisaran salinitas luas, sering masuk estuari dan sungai serta bersifat katadromous, biasanya membentuk kelompok besar di daerah dengan dasar pasir atau lumpur. Ikan famili Mugilidae yang paling banyak tertangkap adalah fase anakan dan juvenil. Jenis ikan Belanak ini merupakan ikan  yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai berdekatan dengan hutan mangrove. Secara umum kelimpahan ikan pada saat surut selalu lebih tinggi dibandingkan saat pasang. Kelimpahan ikan di Rhizophora sp. lebih tinggi dibandingkan Cyperus sp. baik pada saat surut maupun pasang. Kata kunci: ekosistem mangrove, ikan, komposisi, Mugillidae Mangrove ecosystem at Kedungmalang has been reported experiencing  an ecological damage. This condition directly or indirectly affect the organisms, including fish that live around the area ecosystem. The purpose of this study was to identify and determine the abundance the fish communities in mangrove ecosystem in the Kedungmalang Village, Kedung District, Jepara Regency. The research

  11. ISLAMIC MICROFINANCE AND POVERTY ALLEVIATION PROGRAM: PRELIMINARY RESEARCH FINDINGS FROM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasushi Suzuki

    2016-06-01

    pengembangan masyarakat yang merupakan satu strategi dalam pengentasan kemiskinan. Keuangan mikro syariah dapat memainkan peran penting dalam memerangi dilema kemiskinan, khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya Muslim. Pendekatan yang diusulkan oleh Bigg dan Satterthwaite (2005 adalah dengan cara penguatan organisasi lokal dan program pengembangan masyarakat dimana keuangan mikro syariah harus terlibat dalam kemitraan-kemitraan strategis dengan masjid-masjid dan lembaga-lembaga sosial lainnya (seperti lembaga zakat dan wakaf. Aliansi strategis ini akan menghasilkan program-program yang lebih terintegrasi dan juga ada penguatan capacity building dari lembaga-lembaga yang terlibat. Makalah ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memberikan model akar rumput dalam hal pengentasan kemiskinan dalam kerangka sistem ekonomi Islam.

  12. PEMODELAN DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK KELILING DENGAN MODEL SWAT (Keliling Reservoir Catchment Area Modeling Using SWAT Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teuku Ferijal

    2015-05-01

    ditutupi oleh hutan (53%, dan pandang rumput (31%. Hasil analisa menunjukkan bahwa 10 parameter model yang sangat mempengaruhi debit adalah GW_DELAY, CN2, REVAPMN, ALPHA_BF, SOL_AWC, GW_REVAP, GWQMN, CH_K2 dan ESCO. Kinerja model sangat baik dalam memprediksikan volume tampungan waduk bulanan dengan nilai ENS 0,95, RSR 0,23, dan PBIAS 2,97. Namun, kinerja model menurun ketika mensimulasikan debit inflow harian dengan nilai-nilai ENS 0,55, RSR 0,67, dan PBIAS 3,46. Kata kunci: Waduk Keliling, SWAT, Daerah Tangkapan Air

  13. Kelimpahan dan Keanekaragam Tanaman Pakan Rusa Bawean di Kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subeno -

    2009-01-01

    Full Text Available Abundance and Diversity of Bawean Deer Foods in Bawean Wildlife Sanctuary,Bawean Island,East Java Bawean deer (Axis kuhlii is an endemic species to Bawean. Habitat change and loss, land conversion, and over exploitation affect the availability of potential food forBawean deer. The aims of this research were to identifi  types ofpotential food for Bawean deer in Bawean Wildlife Sanctuary, the abundance ofpotential foods in Bawean Wildlife Sanctuary and the diversity of such potential foods. Data collected using line transects whose length was adjusted according to field condition. The line transects were located in parallel to natural trail of study area. Observation was done in the plots established along transect, where plant being eaten by Bawean deer was found. Plot has a circular form with diameter of 3.14 m. Distance between plots was determined to be 100 m. Indicators used to collect data were feces, footprint and bite or chew mark on food plants. Identification ofplant species was conducted directly for every plant which showed bite or chew mark Data concerning type ofplant and its number, part of plants which was bitten or chewed and plant height were recorded. Abundance will be determined from the number of potential foods in each location. The results were afterwards compared among three forest regions. The diversity of food plant species was determined using Shannon index. The result showed that there are 29 plants considered as potential food for Bawean deer. Most of the plants are grasses, and herbs, while woody plants are found in a small number. Leaves, shoots (buds and fruits are part of plant often being eaten. There are 14 food plants occurred in Gunung Mas forest region, 27 food plants were found in Gunung Besar forest region and 13 food plants in Tanjung Cina Island. Taliata, rumput padang and gadung have high abundance in Gunung Mas forest region, the smallest abundance was occupied by kayu flat. Kabek-kabekan putih, lading

  14. The Association Between LH Serum Levels at the time of hCG Injection and Clinical Pregnancy during IVF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Wiweko

    2015-12-01

    Full Text Available Some studies showed that recombinant follicle stimulating hormone (r-FSH administration without LH supplementation has a good success rate on in vitro fertilization (IVF. However, LH role in IVF has been controversial. This study was conducted to evaluate the association between serum LH levels at the time of hCG injection and clinical pregnancy during IVF. This retrospective study included 136 patients underwent long protocol IVF from January 2005 to December 2009 in Yasmin Clinic, Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. The controlled ovarian hyper-stimulation protocol used in this study was gonadotropin-releasing hormone (GnRH agonist and r-FSH.  Serum LH level was measured on the day of hCG administration and the outcome evaluated was the clinical pregnancy following IVF cycles. There were 32 IVF cycles resulted in pregnancy out of 136 cycles (23.5%. There was significant difference between serum LH levels on the day of hCG administration and clinical pregnancy outcome (p=0.036. LH serum level cut-off value of ≥1.050 IU/l was the best value to predict pregnancy outcome with 62.5% sensitivity, 59.4% specificity, 83.3% positive predictive value, and 32.76% negative predictive value. It was concluded that there was an association between serum LH levels at the time of hCG injection and clinical pregnancy during IVF. Keywords: IVF cycles, LH levels serum, hCG administration   Hubungan Kadar LH saat Penyuntikan hCG dengan Kejadian Kehamilan pada Fertilisasi In vitro Abstrak Pemberian follicles stimulating hormone rekombinan (r-FSH tanpa suplementasi LH memiliki tingkat keberhasilan fertilisasi in vitro (FIV yang baik namun, peran LH pada FIV masih kontroversial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara kadar serum LH pada hari penyuntikan hCG dengan kehamilan klinis selama FIV. Penelitian retrospektif ini melibatkan 136 perempuan yang menjalani FIV siklus pertama dengan protokol panjang mulai bulan Januari 2005 sampai

  15. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU MENGONSUMSI TABLET BESI-FOLAT SELAMA KEHAMILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Ade Ari Wiradnyani

    2013-11-01

    mendapat tablet dengan jumlah yang cukup dan mengurangi kesempatan ibu untuk mendapat dukungan dari petugas ANC untuk minum tablet besi sesuai anjuran. Suplai tablet juga menjadi penting karena tidak semua ibu mendapat 30 tablet pada setiap kunjungan ANC seperti seharusnya. Pengaruh efek samping konsumsi tablet besi terhadap kepatuhan ibu belum dapat disimpulkan. Pengaruh efek samping ditemukan sangat kecil dan dapat diatasi dengan baik terutama pada ibu dengan pendidikan yang lebih tinggi atau yang mendapat penyuluhan yang cukup. Studi juga menemukan bahwa dukungan keluarga sangat penting untuk membantu mengingatkan ibu untuk mengonsumsi tablet besi. Hal ini menjadi penting karena salah satu faktor utama rendahnya kepatuhan ibu adalah karena ibu lupa mengonsumsi tablet tersebut. Kualitas penyuluhan, misalnya kejelasan pesan dari petugas kesehatan, berhubungan dengan kepatuhan ibu. Sebagai kesimpulan, dukungan yang lebih baik pada ibu, baik dari petugas ANC (misalnya pemberian tablet besi dalam jumlah yang cukup, kejelasan pesan tentang manfaat tablet maupun keluarga dapat berkontribusi pada kepatuhan yang lebih baik pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet besi.Kata kunci: kehamilan, kepatuhan, suplementasi tablet besi

  16. SURVAI DASAR GIZI DAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA WORLD VISION INDONESIA DAN WAHANA VISI INDONESIA DI KABUPATEN MERAUKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lindawati Wibowo

    2012-11-01

    data dilakukan pada ibu balita (n=542 di unit klaster terpilih. Hasil penelitian menunjukkan estimasi prevalensi balita dengan berat badan kurang, pendek, kurus, serta menderita anemia berturut-turut adalah 11.7%, 21.0%, 7.5% dan 73.7%. Masalah ini diasumsikan terkait dengan beberapa faktor seperti: pendapatan keluarga, tingkat literasi pengasuh, pengetahuan dan praktik pengasuh yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan, serta implementasi program gizi dan kesehatan. Penelitianini menyimpulkan bahwa kasus kurang gizi masih tergolong permasalahan kesehatan masyarakat. Sebagai rekomendasi, disarankan untuk menjalankan dua strategi secara paralel yaitu 1 dengan mengoptimalkan program-program yang sudah berjalan seperti pemantauan status gizi di posyandu, program suplementasi vitamin A, pencegahan dan pengendalian penyakit, dan promosi pemberian ASI dan MP ASI dengan didahului oleh review sistem kesehatan agar diketahui komponen sistem yang mana yang perlu penguatan, 2 melalui kerjasama lintas sektor dan melibatkan partisipasi masyarakat bersama-sama dengan pemerintah untuk mengentaskankemiskinan dan iliterasi yang menjadi akar permasalahan kasus kurang gizi.Kata kunci: masalah gizi, balita, anemia, kualitas pelayanan kesehatan, Merauke

  17. Scale brightness of common goldfish on diet supplemented with seaweed Sargassum sp. and pumpkin Cucurbita moschata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfina Manda Astari

    2016-02-01

    labu kuning, dan menentukan dosis masing-masing tepung tersebut yang memberikan tingkat kecerahan tertinggi pada sisik ikan komet. Pakan ikan komet ditambahkan dengan tepung Sargassum sp. atau tepung labu kuning sebanyak 10, 20 dan 30%, serta tanpa suplementasi sebagai kontrol. Ikan dipelihara selama 75 hari dan diberi pakan uji sebanyak 5% biomassa setiap hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan tepung Sargassum sp. dan labu kuning berpengaruh nyata terhadap peningkatan kecerahan sisik ikan komet. Semakin tinggi kadar tepung Sargassum sp. dan labu kuning yang ditambahkan ke pakan, maka semakin tinggi tingkat kecerahan sisik ikan komet. Tingkat kecerahan tertinggi terjadi pada ikan komet yang diberi pakan tambahan berupa tepung Sargassum sp. sebesar  30% dengan nilai kecerahan 2,67 dan jumlah kromatofor sebanyak 2.890,67 sel. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sargassum sp. lebih bagus digunakan untuk meningkatkan kecerahan sisik ikan komet daripada labu kuning. Kata kunci: Carassius auratus auratus, Sargassum sp., Cucurbita moschata, karotenoid, kecerahan

  18. Perlawanan Bangsa Terjajah Atas Harkat dan Martabat Bangsa: Telaah Postkolonial Atas Tiga Sajak Indonesia Modern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Santosa

    2009-12-01

    Full Text Available Kesadaran kebangsaan mengenyahkan peniajahan adalah persoalan nasionalisme suatu bangsa. Nasionalisme di wilayah jajahan adalah reaksi dari tekanan-tekanan sosial dan poliris yang beraneka macam dari para penjajah. Indonesia telah mengalami penjajahan bcrulang kali, seperti penjajahan Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Jejak-jejak penjajahan bangsa Eropa dan bangsa Asia Timur Raya tersebut di Indonesia terekam secara jelas dalam sastra Indonesia modern, misalnya dalam tiga sajak Indonesia modern, yaitu sajak "Hang Tuah" karya Amir Hamzah yang merekam jejak pcrlawanan terhadap kolonial bangsa Postugis, sajak "Apa Kata Laut Banda" karya Mansur Samin yang merekam jejak perlawanan pahlawan Maluku terhadap kolonial bangsa Belanda, dan sajak "Sontanglelo" karya Mansur Samin yang merekam jejak perlawanan pcmuda Batak terhadap penjajahan bangsa Jepang. Ketiga sajak Indonesia modem itu dipilih sebagai percontoh pembicaraan tentang kritik postkolonial dengan alasan: (1 Ketiga sajak di atas merekam sejarah bangsa tentang jejak- jejak penjajahan di Indonesia, yakni suatu semangat kesadaran anak bangsa unluk berdaulat, terbebas dari penjajahan serta membangkitkan semangat nasionalisme bangsa, (2 Ketiga sajak di atas ditulis dalam bentuk puisi naratif atau balada yang berisi kisah perlawanan anak bangsa terhadap kolonial, yakni diwakili oleh tokoh Hang Tuah yang rnengadakan perlawanan terhadap bangsa Portugis, tokoh Maria Christina Martha yang mcngadakan perlawanan terhadap bangsa Belanda, dan tokoh Sontanglelo yang mengadakan pcrlawanan terhadap bangsa Jepang. Wujud perlawanan kctiga tokoh di atas merupakan reaksi atas tekanan sosial dan politik dari para kolonialis untuk pembebasan negerinya. Abstract: National awareness to evict colonialization is a nationalism issue of a nation. Nationalism in a colourized territory is a reaction from various social and political pressures of the colonizers. Indonesia had suffered from colonialization for many times

  19. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    keselamatan melekat serta sistem keselamatan yang secara total bersifat pasif. Desain PCMSR terdiri dari tiga modul, yaitu modul reaktor, modul turbin dan modul pengelolaan bahan bakar. Analisis dilakukan dengan melakukan perhitungan parametrik sistem turbin untuk menghitung efisiensi sistem turbin dan kalor yang tersedia bagi desalinasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan neraca massa dan neraca energi proses desalinasi untuk menghitung jumlah distilat yang dihasilkan serta umpan air laut yang dibutuhkan. Modul turbin PCMSR dirancang untuk dapat dioperasikan pada suhu siklus maksimum 1373 K (1200 0C dan suhu siklus minimum 333 K (60 0K. Perhitungan parametrik menunjukkan bahwa perbandingan tekanan turbin yang optimum adalah 4,3 dan memberikan efisiensi maksimum sebesar 56 % dengan menggunakan 4 tingkat turbin serta 4 tingkat kompresor yang dilengkapi dengan rekuperator. Pada kondisi optimum ini, turbin PCMSR dengan daya keluaran 250 MWe menghasilkan kalor sisa sebesar 196 MWth dengan suhu fluida pendingin berkisar dari 327 K (54 0C hingga 368 K (95 0C. Kalor sisa ini dapat digunakan untuk memproduksi air tawar dengan cara desalinasi air laut. Dengan menggunakan sistem desalinasi MMED, jumlah destilat yang dapat dihasilkan adalah 48663 ton per hari dengan menggunakan 15 efek destilasi. Nilai rasio performansi adalah 2,8722 dengan menggunakan 15 efek destilasi. Kata kunci: PCMSR, kalor sisa, MMED desalinasi

  20. KANDUNGAN KATEKIN DAN KUALITAS (WARNA AIR SEDUHAN, FLAVOR, KENAMPAKAN ENAM KLON TEH (Camellia sinensis (L. O. Kuntze DI KETINGGIAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Mitrowihardjo

    2012-05-01

    Full Text Available Catechins Content and Quality (Colour, Flavor, Appearance of Six Tea Clones (Camellia sinensis (L. O. Kuntze at Different Altitude Growings  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi klon-klon yang dapat memberikan katekin dan kualitas hasil yang tinggi yang diharapkan bermanfaat sebagai arahan perbaikan dalam pengembangan tanaman teh ke depan. Ketinggian tempat tumbuh (1200 – 1300 m dari permukaan laut dan 700 – 900 m dari permukaan laut yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hasil juga dievaluasi, karena terkait dengan ketersediaan lahan pengembangan. Analisis catechin (C, epicatechin (EC, epigallocatechin (EGC, epicatechin gallate (ECG, epigallocatechin gallate (EGCG dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography, sedang evaluasi kualitas (warna air seduhan, flavor, kenampakan dilakukan oleh tiga orang tester teh bersertifi kat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total katekin yang tinggi diperlihatkan TRI 2025, PGL 10, GMB 9 di lokasi ketinggian 1200-1300 m dpl, dan total katekin tinggi juga diperlihatkan PGL 15, GMB 9, dan PGL 10 di lokasi ketinggian 700 – 900 m dpl. Skor warna air seduhan tidak menunjukkan perbedaan antar klon maupun antar lokasi, namun skor flavor GMB 7 dan PGL 15 unggul di lokasi atas maupun di lokasi bawah. Ada kecenderungan skor fl avor lebih unggul di lokasi bawah dibanding dengan lokasi atas. Skor kenampakan ampas setelah teh diseduh tinggi untuk PGL 15, TRI 2025, dan GMB 9 di lokasi atas, sedang TRI 2025 tinggi di lokasi bawah. Serupa dengan skor fl avor, skor kenampakan ampas teh berkecenderungan unggul di lokasi bawah. Kata kunci: Teh, ketinggian tempat, katekin, kualitas (warna air seduhan, fl avor, kenampakan  ABSTRACT The purpose of the study was to fi nd out high catechins content and quality