WorldWideScience

Sample records for suplementasi rumput laut

  1. MENGENAL RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2007-06-01

    ditas ini semakin banyak diminati. Indonesia merupakan penghasil rumput laut karaginan terbesar kedua dunia setelah Filipina. Untuk mengenal lebih dekat rumput laut tersebut, makalah ini akan memberikan gambaran secara umum dari karakteristik K. alvarezii yang meliputi taksonomi, morfologi, reproduksi, eko-fisiologi, dan distribusi, serta dilengkapi dengan dukungan hasil riset mengenai pertumbuhan dan analisis genetik antara dua perbedaan warna dari spesies rumput laut tersebut.

  2. SELEKSI KLON BIBIT RUMPUT LAUT, Gracilaria verrucosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Petrus Rani Pong-Masak

    2011-06-01

    di setiap sentra produksi rumput laut. Tujuan seleksi klon ini adalah untuk mendapatkan bibit unggul varietas rumput laut Gracilaria verrucosa yang cepat pertumbuhannya. Sasaran penerapan metode seleksi klon ini adalah penyediaan bibit unggul untuk mendukung target peningkatan produksi. Selain itu, sasaran dari seleksi klon/ massa adalah penyediaan bibit untuk mendukung pengembangan kebun bibit di setiap sentra produksi.

  3. PENGEMBANGAN BIBIT RUMPUT LAUT Gracilaria sp. HASIL KULTUR JARINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF   Ketersediaan bibit rumput laut untuk menunjang kegiatan budidaya yang berkelanjutan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Dengan kultur jaringan, penyediaan bibit rumput laut unggul untuk kegiatan budidaya diharapkan dapat dilakukan secara kontinu. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP Maros telah mengembangkan bibit rumput laut hasil kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi pengembangan bibit rumput laut hasil kultur jaringan sehingga dapat digunakan dalam kegiatan budidaya.

  4. PENGEMBANGAN BIBIT RUMPUT LAUT Gracilaria sp. HASIL KULTUR JARINGAN

    OpenAIRE

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum; Rohama Daud

    2014-01-01

    Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF   Ketersediaan bibit rumput laut untuk menunjang kegiatan budidaya yang berkelanjutan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Dengan kultur jaringan, penyediaan bibit rumput laut unggul untuk kegiatan budidaya diharapkan dapat dilakukan secara kontinu. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Maros telah mengembangkan bibit rumput laut hasil kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai ...

  5. SELEKSI KLON BIBIT RUMPUT LAUT, Gracilaria verrucosa

    OpenAIRE

    Petrus Rani Pong-Masak; Bambang Priono; Irsyaphiani Insan

    2011-01-01

    Upaya peningkatan produksi rumput laut juga tidak terlepas dari permasalahan, yaitu:ketersediaan bibit unggul dalam jumlah yang cukup, adanya serangan  hama dan penyakit, dan faktor pembatas musim tanam. Bibit rumput laut unggul dapat diperoleh dengan menggunakan metode seleksi klon dan   bioteknologi (kultur jaringan dan rekayasa gen). Seleksi klon/massa dapat dilakukan dengan mudah dan dapat menghasilkan varietas bibit unggul dalam pertumbuhan relatif cepat, daya tahan terhadap penyak...

  6. PENGARUH MASA TANAM TERHADAP KUALITAS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    OpenAIRE

    Rohama Daud

    2013-01-01

    Budidaya rumput laut memliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Beberapa kendala yang masih dijumpai di lapangan antara lain kualitas hasil panen yang masih rendah akibat pemanenan rumput laut yang lebih awal dari waktu panen yang seharusnya (6-7 minggu), akibat permintaan rumput laut cukup tinggi. Percobaan ini bertujuan untuk memperlihatkan kandungan nilai gizi rumput laut yang dipanen pada masa tanam 10, 20, dan...

  7. KAJIAN PENDAHULUAN PEMBIBITAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MELALUI PENGEMBANGAN SPORA

    OpenAIRE

    Syamsuddin, Rajuddin

    2015-01-01

    Dalam budidaya rumput laut Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezii) di Indonesia, tallus yang telah belasan tahun digunakan sebagai bibit dari panen budidaya sebelumnya, dapat mengalami penurunan kualitas sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas dan produksi rumput laut yang dihasilkan. Salah satu teknik penyediaan bibit yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan teknik penyediaan bibit melalui persporaan. Penelitian pelepasan spora dan perkembangannya menjadi ...

  8. BUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM UPAYA PENINGKATAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priono

    2016-02-01

    Full Text Available Rumput laut (seaweed merupakan salah satu komoditas potensial dan dapat dijadikan andalan bagi upaya pengembangan usaha skala kecil dan menengah yang sering disebut sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM. Ini terjadi karena rumput laut sangat banyak manfaatnya, baik melalui pengolahan sederhana yang langsung dapat dikonsumsi maupun melalui pengolahan yang lebih kompleks, seperti produk farmasi, kosmetik, dan pangan, serta produk lainnya. Perairan Indonesia yang luasnya sekitar 70% dari wilayah Nusantara mempunyai potensi untuk usaha budidaya laut, termasuk di antaranya budidaya rumput laut. Jenis rumput laut yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan adalah Eucheuma sp. dan Gracilaria sp. Upaya mengembangkan budidaya rumput laut jenis ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya, khususnya dalam rangka memenuhi permintaan industri. Tulisan ini membahas mengenai budidaya rumput laut yang sangat erat kaitannya dengan industri pengolahannya menjadi barang setengah jadi, yaitu tepung rumput laut atau biasa disebut “karaginan”, sebagai bahan baku industri produk farmasi dan lain sebagainya.

  9. ANALISIS KUALITAS RUMPUT LAUT Gracilaria gigas YANG DIBUDIDAYA PADA HABITAT LAUT DAN TAMBAK, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farah Diana

    2014-03-01

    dengan kandungan N perairan dan indeks percabangan. Kualitas rumput laut berhubungan erat dengan suhu, DO, PO4-P, dan NH3-N terlarut dalam air. Tingginya rendemen agar dan kekuatan gel di tambak disebabkan oleh banyaknya kandungan nutrien dan unsur hara, sedangkan tingginya produktivitas hasil budidaya Gracilaria gigas di laut disebabkan oleh adanya respons struktural dan tekanan turgor pada rumput laut.

  10. PENGARUH MASA TANAM TERHADAP KUALITAS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohama Daud

    2013-12-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut memliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Beberapa kendala yang masih dijumpai di lapangan antara lain kualitas hasil panen yang masih rendah akibat pemanenan rumput laut yang lebih awal dari waktu panen yang seharusnya (6-7 minggu, akibat permintaan rumput laut cukup tinggi. Percobaan ini bertujuan untuk memperlihatkan kandungan nilai gizi rumput laut yang dipanen pada masa tanam 10, 20, dan 30 hari. Jenis rumput laut yang ditanam adalah Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di sekitar perairan Teluk Maumere Desa Kojadoi Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Metode budidaya rumput laut yang digunakan adalah metode tali panjang (long line, dengan panjang tali 35 m sebanyak 750 bentangan. Jarak antara bentangan 1 m, jarak tanam yang diaplikasikan adalah 15 cm, dengan bobot awal bibit 50 g. Setiap 10 hari sampel diambil secara acak untuk dianalisis proksimatnya (kadar air, protein, karbohidrat, serat, dan abu, sehingga diperoleh masa tanam 10, 20, dan 30 hari. Sebelum dianalisis, rumput laut tersebut dijemur selama 3 hari sampai kering. Untuk mengetahui kadar air, abu, lemak, dan serat kasar, rumput laut dianalisis dengan menggunakan metode gravimetrik, sedang kadar protein dan BETN dengan metode trimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, abu, lemak, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN menurun seiring dengan lamanya masa tanam, sedangkan kadar protein dan serat kasar meningkat seiring dengan lamanya masa tanam.

  11. REGENERASI DAN PERBANYAKAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN SUPEROKSIDA DISMUTASE (MaSOD)

    OpenAIRE

    Emma Suryati; Hidayah Triana; Utut Widiastuti; Andi Tenriulo

    2017-01-01

    Transformasi gen superoxide dismutase (MaSOD) pada rumput laut Kappaphycus alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefacient telah dilakukan secara in vitro. Transformasi gen MaSOD ke dalam genom rumput laut diharapkan dapat mengurangi cekaman oksidatif terutama yang disebabkan oleh perubahan suhu, salinitas, dan cemaran logam di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk regenerasi rumput laut hasil introduksi gen MaSOD dan non-transgenik pada labu kultur. Regenerasi dan perbanyakan rumput laut ...

  12. SELEKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus striatum DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PERTUMBUHAN BIBIT UNTUK BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2017-01-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut di Indonesia semakin berkembang seiring dengan peningkatan permintaan bahan baku industri untuk pasar domestik dan eksport. Rumput laut Kappaphycus striatum, salah satu spesies rumput laut komersil, telah intensif dibudidayakan di perairan pantai. Saat ini, masalah utama yang dihadapi pembudidaya adalah rendahnya kualitas bibit yang berasal dari hasil budidaya. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh seleksi varietas terhadap pertumbuhan rumput laut sehingga dapat dilakukan produksi bibit unggul untuk keperluan budidaya. Budidaya rumput laut K. striatum telah dilakukan di Teluk Laikang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode long line. Seleksi varietas dilakukan berdasarkan parameter laju pertumbuhan harian (LPH dan metode seleksi mengacu pada protokol seleksi yang telah dikembangkan pada rumput laut K. alvarezii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPH bibit hasil seleksi lebih tinggi (P

  13. SCREENING DAN ANALISIS KADAR OMEGA-3 DARI RUMPUT LAUT PULAU LOMBOK NTB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erin Ryantin Gunawan

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi jenis rumput laut yang mengandung omega-3 dan mengetahui kadar omega-3 dari rumput laut yang terdapat di pantai Pulau Lombok NTB. Minyak yang terdapat dalam rumput laut diekstraksi dengan metoda soxhletasi. Identifikasi dan kadar asam lemak dalam rumput laut ditentukan dengan alat GC-MS. Sembilan jenis rumput laut telah dianalisa dengan kadar air berkisar antara 42% -86,5%. Minyak hasil ekstraksi mempunyai kadar antara 0,63%-4,39%. Dari ke sembilan jenis dipilih 4 jenis rumput laut yang mempunyai kadar minyak yang paling tinggi. Dua jenis rumput laut yang biasa dikonsumsi (Eucheuma Spinosum dan Eucheuma Cottoni dan dua jenis lagi yang tidak biasa dikonsumsi (Gracilaria salicornia dan Ulva sp. Asam-asam lemak omega-3 yang dapat teridentifikasi dari keempat jenis rumput laut adalah asam linolenat, Eikosatrienoat (ETE, eikosapentaenoat (EPA dan (dokosaheksaenoat DHA dalam jumlah yang bervariasi. Kadar asam lemak dalam keempat jenis rumput laut berkisar antara 26,8%-52,26% dan kandungan omega-3 antara 1,86%-5,46%.

  14. PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT: IMPLIKASI PENERAPAN BLUE ECONOMY DI TELUK SEREWEH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2015-12-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan komoditas budidaya yang juga berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan perairan, sehingga dijadikan sebagai salah satu komponen pengembangan budidaya laut dengan konsep ekonomi biru (blue economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perairan bagi pengembangan budidaya rumput laut sebagai implikasi penerapan blue economy di Teluk Sereweh, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data lapangan meliputi beberapa paremeter kualitas perairan pada 32 titik pengamatan in situ dan 16 titik pengamatan ek situ yang disebar pada seluruh kawasan penelitian, serta kondisi existing budidaya rumput laut melalui wawancara langsung dengan masyarakat pembudidaya. Data yang terkumpul digunakan untuk mengestimasi daya dukung lingkungan perairan untuk budidaya rumput laut dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi perairan Teluk Sereweh sangat baik untuk pengembangan budidaya rumput laut dengan daya dukung mencapai 93,3 ha untuk sistem long line dan 142,2 ha untuk sistem rakit apung. Namun pemanfaatan kawasan perairan untuk budidaya rumput laut perlu diatur berdasarkan daya dukung perairan tersebut, sehingga dapat menghasilkan produksi yang optimum, dan rumput laut sebagai komponen budidaya berbasis blue economy dapat memperlihatkan peranannya untuk mendukung keberlanjutan usaha budidaya rumput lautoleh masyarakat pesisir.

  15. PROPAGASI VEGETATIF RUMPUT LAUT Gracilaria sp. MELALUI KULTUR JARINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2014-08-01

    Full Text Available Kultur jaringan merupakan salah satu metode untuk menghasilkan bibit rumput laut secara kontinu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan bibit rumput laut Gracilaria sp. pada setiap tahapan proses propagasi vegetatif melalui kultur jaringan. Propagasi di laboratorium dilakukan selama 60 hari menggunakan kontainer kaca berkapasitas 2 L dengan kepadatan eksplan 1.000; 1.500; dan 2.000 eksplan/kontainer, selanjutnya dilakukan aklimatisasi eksplan di tambak menggunakan hapa berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm selama 60 hari dengan kepadatan eksplan 10, 20 dan 30 g/hapa. Propagasi di tambak dilakukan selama lima bulan dengan metode long line dan setiap 30 hari dilakukan perbanyakan bibit dan pengamatan terhadap pertumbuhan. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah sintasan eksplan di laboratorium, pertumbuhan, dan perkembangan bibit. Hasil yang diperoleh pada kultur di laboratorium yaitu sintasan tertinggi (45,38% diperoleh pada kepadatan 1.500 eksplan/kontainer, pada aklimatisasi di tambak kepadatan eksplan hingga 30 g tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan harian bibit (P>0,05; bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan 30 g/hapa. Laju pertumbuhan bibit rumput laut hasil kultur jaringan pada propagasi di tambak berada pada kisaran 2,33%-4,31%.

  16. ANALISIS POLA MUSIM TANAM RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii MELALUI PENDEKATAN KESESUAIAN LAHAN DI NUSA PENIDA, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2014-08-01

    Full Text Available Usaha budidaya rumput laut sangat dipengaruhi oleh lokasi dan iklim. Penyusunan pola musim tanam rumput laut yang benar dapat membantu dalam keberlanjutan usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola musim tanam rumput laut, Kappaphycus alvarezii, berdasarkan pendekatan kesesuaian lahan pengembangan budidaya rumput laut di Nusa Penida, Bali. Data dikumpulkan pada bulan Mei dan September 2013. Kesesuaian lahan dianalisis secara spasial berdasarkan sistem informasi geografis, dengan memadukan antara faktor kualitas perairan dan sosialinfrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa bulan Mei merupakan bulan yang sesuai untuk K. alvarezii dibandingkan dengan bulan September. Kawasan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan merupakan kawasan yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi musim tanam di Nusa Penida.

  17. IDENTIFIKASI KELAYAKAN LOKASI LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma sp DI PERAIRAN TELUK TAMIANG, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2006-12-01

    Full Text Available Kalimantan selatan memiliki sumber daya lahan perikanan pesisir yang cukup potensial untuk pengembangan budidaya rumput laut, namun demikian belum diperoleh data rinci kelayakanannya

  18. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DENGAN MENGETAHUI FAKTOR PENGELOLAAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruzkiah Asaf

    2014-12-01

    Full Text Available Rumput laut di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu komoditas unggulan. Metode budidaya yang digunakan adalah metode apung atau tali panjang (long line. Penelitian dilakukan untuk mengetahui produktivitas rumput laut pada beberapa faktor pengelolaan yang dilakukan dalam budidaya rumput laut. Metode survai digunakan dalam penelitian dengan mengajukan kuisioner kepada responden secara terstruktur. Peubah tidak bebas dalam penelitian ini adalah produksi rumput laut, sedangkan faktor pengelolaan budidaya adalah peubah bebas. Untuk memprediksi produksi rumput laut digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rumput laut di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara berkisar antara 540-2.160 kg/3.000 m2 dengan rata-rata 942 kg kering/3.000 m2. Upaya peningkatan produktivitas rumput laut dapat dilakukan melalui (1 penambahan jumlah tali ris dengan memperhatikan aspek ketersediaan bibit, arus, kondisi dasar perairan, kedalaman, salinitas, kecerahan, pencemaran, dan tenaga kerja; (2 penggunaan bibit rumput laut yang berkualitas baik dan berumur antara 25-35 hari; (3 penambahan jarak antar rumpun dalam tali ris maksimal 30 cm; dan (4 pengontrolan rumput laut secara rutin agar dapat meminimalkan masalah selama budidaya.

  19. KARAKTERISTIK PEMANASAN OHMIC SELAMA PROSES ALKALISASI RUMPUT LAUT JENIS Eucheuma cottonii.

    OpenAIRE

    Supratomo; Salengke; Abdul, Azis

    2012-01-01

    Fenomena pembangkitan panas dalam suatu bahan akibat disipasi energi listrik menjadi energi panas dikenal dengan Joule heating atau Ohmic heating. Fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk pengolahan bahan pangan karena bahan tersebut memiliki kemampuan sebagai penghantar listrik. Dalam pengolahan rumput laut sebagai bahan untuk menghasilkan agar, karaginan dan alginat, proses pengolahannya dapat dilakukan dengan memanaskan rumput laut di dalam larutan alkali yang umumnya merupakan senyawa basa k...

  20. PERBEDAAN SIKLUS TANAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii, TERHADAP VARIABILITAS TINGKAT SERAPAN KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2014-03-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan komoditas penting kelautan dan perikanan. Komoditas ini selain berperan untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir juga mempunyai fungsi sebagai penyerap karbon. Penelitian ini telah dilaksanakan untuk menganalisis pengaruh perbedaan waktu siklus tanam terhadap tingkat serapan karbon oleh rumput laut, Kappaphycus alvarezii, terkait fluktuasi kondisi lingkungan perairan. Rumput laut dibudidayakan dengan sistem long line di Perairan Teluk Gerupuk selama tiga siklus tanam pada bulan Juli-November 2012. Pengamatan dan analisis sampel rumput laut dilakukan pada hari ke-0, 15, 30, dan 45 untuk masing-masing siklus tanam, dengan parameter yang dianalisis adalah laju serapan karbon, laju pertumbuhan harian, dan produktivitas budidaya. Pengukuran parameter kualitas air dilakukan secara in situ untuk mengetahui fluktuasi kondisi perairan Teluk Gerupuk. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus tanam rumput laut yang berlangsung pada musim tanam berbeda memberikan pengaruh pada perbedaan pola serapan karbon oleh rumput laut hasil budidaya. Tingkat serapan karbon tertinggi dari tiap siklus diperoleh pada waktu yang sama yaitu pada periode awal budidaya, dengan nilai berturut-turut 33,13; 88,73; dan 18,16 ton C/ha/tahun. Budidaya yang berlangsung pada saat musim tanam produktif memberikan serapan karbon yang optimum, dan sebaliknya saat musim tanam kurang produktif serapan karbon yang dihasilkan juga minimum.

  1. ISOLASI DAN KULTUR PROTOPLAS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2007-12-01

    Full Text Available Isolasi protoplas rumput laut K. alvarezii, telah dilakukan dalam rangka penyiapan protoplas untuk penyilangan melalui fusi protoplas. Metode yang digunakan antara lain melalui cara kimia dengan melisis tallus rumput laut dengan campuran enzim komersial, kemudian enzim yang berasal dari viscera keong mas baik yang segar maupun yang beku, dengan media kultur yang digunakan pada pemeliharaan makro algae antara lain Conwy, PES, dan air laut steril. Tallus rumput laut yang digunakan berasal dari bagian pangkal, tengah dan ujung. Protoplas yang hidup diuji menggunakan evans blue 0,1%, hormon perangsang tumbuh yang digunakan pada media pertumbuhan antara lain auxin, IAA, dan Kinetin. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah protoplas hidup, pertumbuhan, dan sintasan.  Hasil percobaan memperlihatkan bahwa enzim yang paling baik digunakan adalah campuran enzim komersial dengan media kultur Conwy dengan jumlah protoplas mencapai 19,8 x 106 sel/mL, bagian tallus yang paling baik adalah bagian pangkal berkisar antara 8,1x106 hingga 18,8 x 106 sel/ mL.  Perangsang tumbuh yang paling baik adalah auxin. Filamen terbentuk setelah 5 hari dengan fotoperiod L:D=12:12. Isolation of seaweed’s protoplast Kappaphycus alvarezii had been done to provide protoplast for crossbreeding purpose by protoplast fusion. The method was chemically done by lyses of tallus used commercial enzyme mixture, enzyme from viscera of snail both fresh and frozen, culture media were Conwy (CW, PES, and sterile sea water (SSW which were used to maintain the macro algae. Part of used tallus were upper, middle and tip of tallus. The viable protoplast was examined by using 0.1% evans blue and the growth-stimulating hormone were auxin, IAA, and Kinetin. Observation was concerned to the amount of viable protoplast, the growth, and the long live. Result showed that the best enzyme was commercial enzyme mixture with Conwy as the best culture media, provided protoplast until 19.8 x 106 cell/mL. The

  2. PENGARUH JARAK LOKASI PEMELIHARAAN TERHADAP MORFOLOGI SEL DAN MORFOLOGI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI DESA LOBUK KECAMATAN BLUTO, KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardiansyah Rozaki

    2013-10-01

    Full Text Available Lokasi pemeliharaan rumput laut pada jarak yang berbeda akan dipengaruhi oleh parameter oceanografi. Rumput laut memiliki syarat hidup pada kondisi yang baik dan mendukung pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi sel dan rumput laut terhadap jarak lokasi pemeliharaan berbeda pada rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di desa Lobuk, kecamatan Bluto, kabupaten Sumenep. Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan  metode rakit apung  sebanyak 3 buah diletakkan pada jarak 300 m, 600 m, 900 m. Rancangan percobaan menggunakan RAK kemudian hasil dianalisis dengan sidik ragam untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian didapatkan rata – rata panjang thallus utama rumput laut 13,85 cm (300 m, 13,58 cm (600 m, 14,26 cm (900 m. Rata – rata diameter thallus utama rumput laut 10,19 mm (300 m, 9,97 mm (600 m, 10 mm (900 m. Kemudian untuk hasil ADG, diperoleh 2,43 % (300 m, 3,09 % (600 m, 3,46 % (900 m. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa  morfologi sel dan morfologi rumput laut tidak menunjukkan perbedaaan yang nyata dari setiap jarak lokasi pemeliharaan. Jarak lokasi pemeliharaan 300 m dari garis pantai masih layak digunakan untuk pembudidayaan rumput laut.Kata Kunci: jarak lokasi, morfologi , Kappaphycus alvarezii

  3. INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Firdaus

    2015-07-01

    Full Text Available AbstrakIndeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.

  4. DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT (Euchema spinosum TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y Yunus

    2009-10-01

    Full Text Available Rumput laut secara tradisional telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kosmetik dan obat-obatan, karena kaya akan mineral, elemen makro dan elemen  mikro lainnya, disamping itu rumput laut juga berfungsi sebagai bahan antimikroba seperti penyakit bakteri Aeromonas hydrophila yang sering menginfeksi ikan pada budidaya air tawar sehingga banyak merugikan petani. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian tentang konsentrasi ekstrak metanol rumput laut yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak metanol rumput laut Eucheuma spinosum yang tepat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophyla. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, Pertama menggunakan Uji MIC  konsentrasi sebagai berikut : 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; 1,56%; 0,78%; 0,39%; 0,195%; 0,098%; 0,049%; 0,025%; dan 0,0125%. Kedua menggunakan Uji Cakram konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12%, dan 0%  sebagai kontrol. Hasil uji MIC setelah dibandingkan dengan kontrol positif sangat rendah yaitu sebesar 0,049%, hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi tersebut menghambat pertumbuhan bakteri Aeromnas hydrophila. Pada hasil uji cakram kemampuan ekstrak rumput laut pada konsentrasi 3%, 6% dan 9% dalam menghambat bakteri Aeromons hydrophila bersifat bakteriostatik, sedangkan pada konsentrasi 12% bersifat bakteriosidal.  Kata Kunci : Eucheuma spinosum, Polifenol, Aeromonas hydrophila

  5. ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2016-04-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan aktivitas dominan budidaya laut di Kabupaten Parigi Moutong. Namun demikian belum ada data dan informasi mengenai kesesuaian lahan maupun sarana penunjangnya. Untuk itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta sarana penunjangnya di Kabupaten Parigi Moutong. Metode survai diaplikasikan dalam pengambilan data terutama data primer. Model kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Parigi Moutong disusun berdasarkan model hirarki. Analisis kesesuaian lahan dilakukan secara spasial dengan memadukan antara SIG dan multicriteria analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kondisi perairan pesisir Kabupaten Parigi Moutong dapat mendukung usaha budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode tali panjang. Perairan pesisir Parigi Moutong dicirikan dengan kisaran pasang surut 1,38 m dan rata-rata kecepatan arus 0,11 m/detik; kecerahan 12,51 m; kedalaman 24,06 m; suhu 29,47oC; salinitas 32,95 ppt; pH 8,14; dan oksigen terlarut 6,77 mg/L. Substrat dasar perairan didominasi oleh karang yaitu 27% dari total titik pengamatan. Kondisi masyarakat di kawasan Minapolitan sangat mendukung dalam pengembangan usaha budidaya rumput laut. Dari hasil analisis dapat ditentukan bahwa sepanjang pesisir pantai layak untuk dikembangkan budidaya rumput laut dengan total luas 61.804 ha, mulai dari Kecamatan Ampibabo, Kasimbar, dan Tinombo. Lokasi yang memiliki tingkat sangat sesuai (S1 seluas 9.350 ha (15,13%, sesuai (S2 seluas 52.265 ha (84,57%, dan cukup sesuai (S3 seluas 189 ha (0,31%.

  6. POLIKULTUR RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DENGAN BANDENG DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priono

    2012-06-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hampir seluruh perairan pantai Indonesia dapat ditanami rumput laut, termasuk jenis Gracilaria verrucosa yang banyak dibudidayakan di tambak-tambak rakyat yang kurang produktif. Beberapa faktor penyebab produktivitas belum optimal adalah paket teknologi budidayanya yang belum tersosialisasikan dengan baik. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai polikultur rumput laut dengan bandeng di tambak untuk mengetahui performan bibit terbaik dari beberapa kultivar berdasarkan lokasi sumber bibit. Penelitian dilakukan di tambak pembudidaya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah seluas 6 ha dan masing-masing berukuran 0,5-1 ha/petak. Persiapan yang dilakukan meliputi perbaikan saluran inlet, outlet, pematang, pintu air dan pelataran, pemberantasan hama dan biota liar, pemupukkan, serta pengisian air (ketinggian 60 cm. Pada setiap petak dibuat 3 petak pengamatan berbentuk segi empat berukuran 1 m2 (sebagai ulangan. Bibit rumput laut yang ditanam sebanyak 2.200 kg/ha, sedangkan pada petak pengamatan ditanam sebanyak 1 kg/petak. Guna meminimalkan pertumbuhan klekap dan lumut maka pada setiap petak tambak ditebari gelondongan bandeng sebanyak 2.500 ekor/ha. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rumput laut yang ditanam dapat tumbuh mencapai lebih dari 375% selama lebih dari 2 bulan pemeliharaan dan menunjukkan bahwa rumput laut Gracilaria verrucosa dapat dipelihara bersama dengan bandeng.

  7. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DAN Eucheuma denticullatum TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Budi Wiyanto

    2010-04-01

    Full Text Available Penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticullatum Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii dilakukan, mengingat banyak dijumpai  penyakit pada usaha budidaya ikan dan udang, terutama bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senyawa bioaktif rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol sebagai antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii.  Penelitian dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu: (1 Uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut; dan (2 Analisa senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak rumput laut, dimana masing-masing tahapan dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan, dua jenis ekstrak rumput laut dengan pelarut metanol dan etanol, mempunyai daya antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekstrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap A. hydrophila (19.43±0,55 mm. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekastrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap V. harveyii (19.85±0,23 mm. Asam heksadekanoat merupakan senyawa paling dominan dijumpai pada ekstrak rumput laut K. alvarezii, dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol. Kata Kunci : Aktivitas Antibakteri, Rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum,  Bakteri A.  hydrophila dan V. harveyii. 

  8. POTENSI DAN PROSPEK SERTA PERMASALAHAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Malik Tangko

    2008-12-01

    Full Text Available Provinsi Sulawesi Selatan cukup strategis, menyebabkan pembangunan perikanannya berkembang pesat termasuk di sektor budidaya rumput laut. Menonjolnya budidaya rumput laut di daerah ini disebabkan selain tempatnya yang strategis juga didukung oleh fasilitas budidaya yang cukup memadai seperti tersedianya lahan untuk budidaya Eucheuma sp. sekitar 193.700 ha dan untuk budidaya Gracilaria sp. di tambak tersedia lahan sekitar 50.201 ha. Di Sulawesi Selatan budidaya Gracilaria sp. di tambak dan Euchema sp. di laut telah berkembang yang cukup pesat. Di Sulawesi Selatan kedua jenis rumput laut ini telah dinobatkan sebagai komoditas unggulan. Produksi rumput laut di Sulawesi Selatan pada tahun 2006 yaitu jenis Gracilaria sp. sebesar 15.144,8 ton dengan nilai sebesar Rp213.946,6,00 dan jenis Eucheuma sp. sebesar 403.201 ton dengan nilai sebesar Rp604.801.500.000,00. Sistem budidaya Gracilaria sp. di tambak dilakukan dengan pola budidaya polikultur dengan bandeng dan udang windu, sedangkan sistem budidaya Eucheuma sp. di laut dilakukan dengan sistem rakit apung. Lama pemeliharaan Gracilaria sp. di tambak 45--60 hari/siklus, sedangkan Eucheuma sp. di laut sekitar 45 hari/siklus, sehingga panen dapat dilakukan enam kali per tahun. Produksi Gracilaria sp. basah di tambak sekitar 7--12 ton/ha/siklus atau setara sekitar 700--1.200 kg Gracilaria sp. kering. Sedangkan produksi Eucheuma sp. basah hasil budidaya di laut sekitar 8--10 ton/unit rakit apung/siklus, atau setara dengan 800--1.000 kg Eucheuma sp. kering.

  9. RUMPUT LAUT JENIS CAULERPA DAN PELUANG BUDI DAYANYA DI SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Petrus Rani Pong-Masak; Abdul Mansyur; Rachmansyah Rachmansyah

    2007-01-01

    Caulerpa merupakan salah satu komoditas rumput laut yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung sebagai makanan dalam bentuk lalapan dan sayuran. Di Sulawesi Selatan, Caulerpa yang dipanen dari laut sangat digemari bahkan telah diproduksi melalui usaha budi daya pada tambak-tambak terlantar di pinggir pantai. Produksi Caulerpa telah menjadi komoditas yang bernilai ekonomi dan diperjualbelikan di pasarpasar lokal dan telah menjadi sajian menu khas di sejumlah restoran menengah. Stu...

  10. INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad - Firdaus

    2014-06-01

    Full Text Available Indeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.Kata kunci: difenilpikrilhidrasil, ekstrak, indeks aktivitas antioksidan, Sargassum aquifolium

  11. MODEL PENERAPAN IPTEK PENGEMBANGAN KEBUN BIBIT RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii, DI KABUPATEN MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2013-06-01

    Full Text Available Kabupaten Minahasa Utara dengan luas laut sekitar 295.000 km² dan panjang garis pantai sekitar 229,2 km memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Kabupaten ini telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan rumput laut sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.39/MEN/2011. Kebutuhan bibit merupakan faktor utama dalam pengembangan rumput laut. Ketersediaan bibit yang memadai, berkualitas, dan berkesinambung merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya rumput laut. Model penerapan IPTEK dari program IPTEKMAS (ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat, merupakan langkah efektif yang ditempuh oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya dengan tujuan penyebar luasan hasil penelitian dan pengembangan berupa teknologi pengembangan kebun bibit di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Pelaksanaan IPTEKMAS di kabupaten ini melibatkan lima kelompok pembudidaya rumput laut dari dua desa yang berdampingan yaitu Desa Kema II dan Desa Kema III Kecamatan Kema. Pengembangan kebun bibit model IPTEKMAS ini diterapkan dengan sistem rawai (long line berukuran 50 m x 35 m. Hasil kegiatan menunjukkan pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan di lokasi kegiatan sangat baik dengan rata-rata pertumbuhan setiap siklus pemeliharaan bibit adalah 200 g (bibit awal 50 g. Model penerapan IPTEK ini mendapat respons positif dari masyarakat pembudidaya.

  12. HUBUNGAN SUBSTRAT DASAR PERAIRAN DENGAN KEHADIRAN RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN UJUNG GENTENG, SUKABUMI, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ofri Johan

    2015-12-01

    dari garis pantai dengan perbedaan karakteristik antar masing-masing kawasan tersebut, yaitu kawasan 1, 2, dan 3 dengan jarak 0-100 m, 100-300 m, dan > 300 m dari garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 genus dari 34 spesies rumput laut yang termasuk dalam kelompok alga coklat, merah, dan hijau ditemukan pada ketiga kawasan dengan persentase total tutupan masing-masing 25,88%; 27,72%; dan 46,40%. Tutupan rumput laut tertinggi ditemukan pada kawasan 1, yang dicirikan oleh substrat pasir yang berasosiasi dengan lamun, dan diikuti oleh kawasan 2 dan 3. Hasil analisis diskriminan menunjukkan hubungan yang signifikan antara distribusi alga merah dengan tipe substrat pasir; alga coklat dengan tipe substrat batu karang, pecahan karang, dan karang hidup; sedangkan alga hijau tersebar hampir di seluruh kawasan dengan tipe substrat yang berbeda. Informasi keterkaitan substrat dan keberadaan jenis rumput laut sangat penting dalam mendukung pengembangan teknologi budidaya rumput laut.

  13. PENGARUH IKLIM TERHADAP MUSIM TANAM RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii DI TELUK GERUPUK KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2016-04-01

    Pengembangan kawasan budidaya rumput laut dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan biofisik perairan dan kondisi iklim. Salah satu faktor pembatas dalam budidaya rumput laut adalah musim tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola musim tanam rumput laut yang dihubungkan dengan perubahan iklim yang terjadi di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data keragaan budidaya rumput laut dan pola musim tanam. Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait meliputi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, NOAA Center for Weather and Climate Prediction, dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Data yang terkumpul dianalisis dan dibahas secara deskriptif yang disertai dengan gambar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas lahan pengembangan rumput laut sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Adanya perubahan iklim baik nasional maupun global (El Niño dan La Niña sangat memengaruhi pola musim tanam rumput laut di Teluk Gerupuk. Musim tanam produktif umumnya terjadi pada bulan di mana curah hujan rendah (musim kemarau dan suhu udara juga rendah (24oC-27oC.

  14. KONDISI RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN PANTAI UJUNG GENTENG, SUKABUMI DAN LABUHANBUA, SUMBAWA: POTENSI KARBON BIRU DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2015-06-01

    Full Text Available Sumberdaya rumput laut alam yang berlimpah di perairan Indonesia merefleksikan besarnya potensi penyerapan karbon oleh rumput laut untuk mengurangi gas rumah kaca, CO2, yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serapan karbon oleh rumput laut alam di kawasan pesisir Labuhanbua, Kabupaten Sumbawa, NTB dan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data lapangan berdasarkan titik-titik pengamatan yang disebar pada transek garis yang tegak lurus terhadap garis pantai; meliputi data luas tutupan, jenis, dan kandungan karbon rumput laut alam yang dominan ditemukan pada kedua lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan pantai Ujung Genteng terdiri atas 36 spesies dan di Labuhanbua 28 spesies. Berdasarkan besarnya simpanan karbon dalam bentuk biomassa pada berbagai spesies rumput laut alam di kedua lokasi penelitian, maka Sargassum sp., Padina sp., Dictyota dichotoma, Hydroclathrus clatratus, Gracilaria sp., G. foliifera, G. salicornia, Gelidium sp., dan Turbinaria sp., merupakan spesies potensial yang berperan sebagai media penyimpanan karbon biru, dan semua jenis tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas budidaya.

  15. HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS TAMBAK UNTUK RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI PANTAI TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2010-06-01

    Full Text Available Di pantai Timur Provinsi Sulawesi Selatan dijumpai tambak yang lebih luas dibandingkan dengan tambak di pantai Barat dan pantai Selatan. Tambak di pantai timur Sulawesi Selatan umumnya digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan kualitas dan kuantitas produksi yang tergolong tinggi. Informasi mengenai hubungan antara faktor lingkungan tambak (kualitas tanah dan kualitas air dengan produktivitas tambak untuk budidaya rumput laut di pantai Timur Sulawesi Selatan menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini. Produktivitas tambak untuk rumput laut di pantai Timur Sulawesi Selatan berkisar antara 150 dan 40.909 dengan rata-rata 7.187 kg kering/ha/tahun. Produktivitas tambak untuk rumput laut yang lebih tinggi di pantai Timur Sulawesi Selatan didapatkan pada tanah dengan pHF lebih besar 6,5; pHFOX lebih besar 4,0; pHF-pHFOX kurang dari 2,5; dan SPOS kurang dari 1,00%. Kandungan Fe tanah yang melebihi 5.000 mg/L dan Al yang melebihi 490 mg/L menyebabkan penurunan produktivitas tambak untuk rumput laut. Peningkatan kandungan PO4 tanah lebih besar dari 6,0 mg/L dapat meningkatkan produktivitas tambak untuk rumput laut secara nyata. Produktivitas tambak untuk rumput laut tertinggi didapatkan pada salinitas 25,6 ppt dan oksigen terlarut 8,39 mg/L dan tumbuh baik pada kisaran pH antara 6,00 dan 9,32; suhu antara 26,00°C dan 37,86°C; fosfat lebih besar 0,1000 mg/L; dan besi kurang dari 0,1000 mg/L di pantai Timur Sulawesi Selatan.

  16. INTRODUKSI GEN Sitrat Sintase KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristanti Frinra Daud

    2013-08-01

    ekonomis penting. Ice-ice merupakan penyakit yang paling umum menyerang rumput laut dan menyebabkan menurunnya produksi rumput laut. Penyakit ini disebabkan oleh perubahan salinitas, suhu, dan pencemaran logam berat. Asam sitrat digunakan sebagai pengkelat logam berat. Introduksi gen sitrat sintase ke dalam genom tanaman diketahui dapat mengurangi cekaman oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksi gen sitrat sintase ke dalam genom K. alvarezii menggunakan perantara Agrobacterium tumefaciens. Berdasarkan eksplan yang tahan pada media seleksi higromisin, efisiensi transformasi pada K. alvarezii sebesar 7,5%. Efisiensi regenerasi tunas transgenik putatif sebesar 100%, efisiensi tunas non transgenik sebesar 100%. Analisis molekular menggunakan teknik PCR, satu dari lima K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  17. EVALUASI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DARI SUMBER YANG BERBEDA DI PERAIRAN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makmur Makmur

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performansi rumput laut dari bibit berbeda. Penelitian dilakukan di perairan Desa Tambeanga, Konawe Selatan. Budidaya rumput laut menggunakan metode tali bentangan sepanjang 50 m. Waktu penelitian terdiri atas tiga siklus yang menggunakan rumput laut dari empat sumber yang berbeda, yaitu: Sirica (Seaweed Improvementfrom Coastal Aquaculture 1, Sirica 2, lokal 1, dan lokal 2. Parameter yang diamati selama penelitian adalah pertumbuhan, kandungan alginat, kandungan keraginan, dan kandungan kadar air rumput laut serta kualitas perairan. Hasil penelitian selama tiga siklus pemeliharaan menunjukkan bahwa pertumbuhan, produksi, kandungan alginat, dan karagenan tertinggi pada bibit rumput laut Sirica 1. Khusus untuk laju pertumbuhan harian jenis bibit Sirica 1 tertinggi pada siklus ketiga dengan nilai 6,54% dan untuk produksi tertinggi pada siklus kedua sebesar 20.865 ton/ha. Pertumbuhan dan produksi terendah terjadi pada jenis bibit lokal 2 dengan laju pertumbuhan harian 2,27% dan produksi 6.840 ton/ha yang terjadi pada siklus ketiga. Kandungan alginat juga tertinggi pada bibit Sirica 1= 600,6 g/cm2 dan terendah pada jenis bibit lokal 2= 446,1 g/cm2 begitu pula kandungan keraginan masih tertinggi pada jenis bibit rumput laut Sirica 1= 54,4% dan terendah pada jenis bibit lokal 2= 38,4%. Sedangkan kandungan kadar air untuk bibit rumput laut yang dipanen pada umur 30 hari berkisar 20%-30%. Disimpulkan bahwa penggunaan bibit rumput laut Sirica memberikan performa yang lebih baik dibandingkan bibit lokal. This study aims to evaluate the performance of seaweed Kappaphycus alavarezii cultured from different seed sources. This studywas conducted in Tambeanga Village, South Konawe. The seaweeds were cultured by using long-line method. The seaweed was cultured in three culture cyclesusing seeds from different sources, namely Sirica (Seaweed Improvementfrom Coastal Aquaculture 1, Sirica 2, Local 1, and Local 2. The

  18. BUDIDAYA RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii SECARA TERINTEGRASI DENGAN IKAN KERAPU DI TELUK GERUPUK KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2014-03-01

    Full Text Available Budidaya ikan laut dalam keramba jaring apung menghasilkan banyak sisa pakan dan feses yang dapat meningkatkan kandungan nutrien berupa nitrogen dan fosfat perairan. Pemanfaatan nutrien tersebut dapat dilakukan melalui budidaya rumput laut di sekitar keramba ikan laut. Pengamatan pertumbuhan dan laju pertumbuhan spesifik terhadap dua varietas rumput laut (Kappaphycus alvarezii var. Maumere dan Tambalang telah dilakukan di Teluk Gerupuk, Lombok Tengah untuk satu siklus musim tanam pada bulan September-Oktober 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performansi pertumbuhan rumput laut yang terintegrasi dengan keramba ikan laut sangat baik. Laju pertumbuhan spesifik terbesar ditemukan pada varian Maumere yaitu berkisar antara 4,26%-4,68%/hari dibandingkan dengan varian Tambalang yaitu berkisar antara 3,90%-4,20%/hari. Secara umum melalui sistem budidaya multi-tropik terintegrasi (IMTA ini, peningkatan produksi rumput laut dapat mencapai 74% dibandingkan dengan sistem monokultur. Model IMTA sangat relevan dengan program ekonomi biru Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan.

  19. PERTUMBUHAN SPORA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PENGATUR PERTUMBUHAN PADA TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-11-01

    Full Text Available Perbaikan mutu genetik rumput laut Gracilaria verrucosa dapat dilakukan melalui perkawinan silang dari spora atau melalui fusi protoplas. Perkembangan spora rumput laut sangat tergantung pada media tumbuh dan kondisi lingkungan dimana spora tersebut berada. Untuk memacu perkembangan spora pada kondisi laboratorium, diperlukan perlakuan khusus agar spora dapat tumbuh dan bertahan hidup. Pemberian kinetin yang berfungsi sebagai hormon perangsang tumbuh pada tanaman dapat mempercepat pertumbuhan dari spora membentuk anakan baru. Konsentrasi kinetin yang digunakan berkisar antara 0,5–2 mg/L. Sintasan spora dan pertumbuhan yang optimum diperoleh pada pemberian kinetin 1 mg/L baik pada media padat maupun pada media cair. Pemeliharaan anakan rumput laut secara in vitro dipertahankan hingga mencapai ukuran 2 cm. Genetic improvement of seaweed, G. verrucosa can be done through spore cross breeding or protoplast fusion. Seaweed spore development is very dependent on the medium and environment where the spore grows. To stimulate the development of the spore in laboratory, special treatment is needed in order to foster spore growth and survival. Kinetin treatment as a plant growth regulator can stimulate the growth of seaweed from spore to bud. Applied kinetin range was 0.5–2 mg/L. Optimum survival rate and growth of spore achieved by the addition of 1 ppm kinetin concentration both in solid and liquid media. In vitro nursery of buds was continued until the buds reached 2–3 cm in size.

  20. FORMULASI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DALAM PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI TINGGI SERAT DAN IODIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lovi Dwi Princestasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to formulate seaweed Gracilaria sp. in producing meatballs with high fiber and iodine content. The formulation was made by seaweed porridge addition as much as 30%, 40%, and 50% of total weight of raw material. Meatball product with the addition of 40% of seaweed porridge was the most accepted in organoleptic tests. The proximate analysis of the selected meatballs showed that the content of water, ash, fat, protein, and carbohydrate was 76.93%, 2.31%, 0.5%, and 8.11% respectively. The total dietary fiber and iodine content was 5.98% and 1.14 ppm. The acceptance test done by 31 elementary school students showed that 90% of them stated “like” and could accept the product properly. The contribution of selected product to nutrient adequacy level of 6-12 years old’s children was 2.12-2.67% for energy, 7.03-12.05% for protein, 0.36-0.42% for fat, 2.19-2.87% for carbohydrate, 10.37-14.13% for fiber, and 49.4% for iodine. Hence, the meatball product with addition of Gracilaria sp. 40% is a high fiber and iodine product.Keywords: fiber, Gracilaria sp. seaweed, iodine, meatballsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memformulasikan rumput laut Gracilaria sp. dalam pembuatan bakso daging sapi agar diperoleh produk dengan kadar serat dan iodium yang tinggi. Formulasi dibuat dengan penambahan bubur rumput laut Gracilaria sp. sebesar 30%, 40%, dan 50% terhadap berat adonan total. Produk bakso dengan penambahan rumput laut sebanyak 40% menunjukkan nilai penerimaan tertinggi secara organoleptik dan dipilih sebagai produk terpilih. Hasil uji proksimat kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat secara berturut-turut adalah 76,93%; 2,31%; 0,5%; 8,11%, dan 12,16%. Kadar serat pangan total dan iodium produk terpilih masing-masing adalah 5,98% dan 1,14 ppm. Hasil uji daya terima terhadap 31 anak SD menunjukkan 90,3% subjek menyatakan suka dan dapat menerima produk bakso terpilih dengan baik. Produk bakso terpilih

  1. PROPAGASI BIBIT RUMPUT LAUT Gracilaria gigas PADA TAHAP KULTUR JARINGAN, AKLIMATISASI, DAN PEMBESARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Fadilah

    2017-01-01

    Full Text Available Ketersediaan bibit rumput laut secara berkesinambungan diperlukan untuk meningkatkan produktivitas budidayanya. Kultur jaringan adalah salah satu metode yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bibit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performansi pertumbuhan dan sintasan bibit rumput laut Gracilaria gigas pada tiga tahap propagasi bibit rumput laut. Propagasi bibit rumput laut dilakukan melalui tahap kultur jaringan, kemudian dilanjutkan dengan aklimatisasi dan pembesaran bibit. Pada tahap kultur, eksplan dengan panjang awal ± 2 cm dikultur dalam 2 L media air laut yang diperkaya pupuk PES 20 mL/L. Kepadatan eksplan adalah 500, 750, 1.000, dan 1.250 per L. Eksplan dipelihara selama delapan minggu dengan pembaruan media setiap minggu. Pada tahap aklimatisasi bibit, perlakuan yang dicobakan adalah penambahan pupuk organik dengan dosis 0,025; 0,05; dan 0,1 mL/L. Aklimatisasi dilakukan dengan menggunakan kontainer plastik dengan 20 L media air laut selama delapan minggu. Pembesaran bibit dilakukan di kotak hapa berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm di laut selama tujuh minggu. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada beda nyata (P>0,05 sintasan antar kepadatan eksplan. Sintasan eksplan pada tahap kultur di atas 95%. Pada tahap aklimatisasi, dosis pupuk organik 0,05 mL/L cenderung memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik daripada dosis lainnya. Pertumbuhan bibit rumput laut pada pembesaran di laut setelah tujuh minggu mengikuti persamaan y= 17,09x + 27,8 dengan rata-rata LPH sebesar 3,57%/hari. Sustainability supply of seaweed seedlings is needed to improve its productivity. Tissue culture is one of the methods applied to fulfill the seedlings demands. This study aims to evaluate the growth performance and survival rate of seaweed seedlings Gracilaria gigas at three stages of seedling propagation. Seedling propagation was carried out by three stages namely, tissue culture acclimatization and seedlings rearing. For the stage of tissue

  2. PENYERAPAN KARBON PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas DI PERAIRAN TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2013-08-01

    Full Text Available Pengikatan karbon oleh algae fotoautotrofik berpotensi untuk mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer dan dapat membantu mencegah percepatan terjadinya pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan karbon pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas berdasarkan aktivitas fotosintesis serta variabel-variabel yang mempengaruhinya. Budidaya rumput laut dilakukan dengan metode long-line di perairan Teluk Gerupuk, Lombok Tengah pada satu unit long-line dengan luas area 1.250 m2. Selama penelitian, dilakukan pengujian terhadap sampel rumput laut dan sampel air laut dari lokasi budidaya yang diambil pada hari ke-0, 10, 20, 30, dan 45 pemeliharaan. Laju penyerapan karbon total berdasarkan biomassa panen pada G. gigas hampir 300% lebih tinggi dibandingkan K. alvarezii. Selain itu, laju pertumbuhan dan produksi karbohidrat pada G. gigas juga lebih tinggi, yang mengindikasikan laju fotosintesis yang lebih tinggi, dan didukung oleh indeks percabangan yang juga lebih tinggi. Potensi penyerapan karbon di perairan Teluk Gerupuk mencapai 6.656,51 ton C/tahun untuk budidaya K. Alvarezii dan 19.339,02 ton C/tahun untuk budidaya G. gigas. Penyerapan karbon berhubungan dengan kandungan pigmen dan laju pertumbuhan rumput laut, serta konsentrasi CO2 dan kecerahan perairan.

  3. PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA SUMBER MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP SERAPAN, RETENSI, UTILISASI NITROGEN, DAN PROTEIN DARAH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. PUTRA

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Suatu penelitian tingkat stasiun telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi beberapa sumber mineral dalam ransum terhadap serapan semu nitrogen (N, protein darah, retensi N, dan jumlah bersih N yang dimanfaatkan ternak kambing PE (NNU yang diberi pakan dasar rumput alami. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah bujur sangkar latin yang terdiri atas 4 perlakuan ransum, 4 ekor kambing PE, dan 4 periode (minggu. Keempat perlakuan ransum tersebut adalah ransum A rumput alami + konsentrat tanpa suplemen-tasi sumber mineral; ransum B rumput alami + konsentrat yang disuplementasi MINERAL 10; ransum C adalah ransum B disuplementasi amonium sulfat; dan ransum D adalah ransum C disuplementasi PIGNOX. Nisbah antara rumput alami dengan konsentrat adalah 68% : 32%. Keempat ekor kambing tersebut mempunyai berat badan (? SD rata-rata 18,2 ? 1,8 kg. Setiap periode dialokasikan waktu selama 3 minggu dengan 2 minggu pertama untuk periode pengamatan dan satu minggu terakhir untuk periode koleksi total. Namun, di antara periode diberikan waktu selama 7 hari sebagai waktu adaptasi atau istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sumber mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05 terhadap konsumsi N, serapan N, kadar protein darah, retensi N, nilai hayati protein ransum (BV, dan NNU, tetapi berpengaruh nyata (P0,05 setelah perlakuan C. Ini berarti bahwa sumber N tersebut dapat dimanfaatkan kambing D secara lebih efisien. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitatif suplementasi MINERAL 10, amonium sulfat, dan PIGNOX pada perlakuan D adalah kombinasi terbaik dalam upaya meningkatkan N terserap, teretensi dan terutilisasi serta kadar protein darah ternak.

  4. PEMETAAN KELAYAKAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvareziiDI KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2012-04-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan komoditas unggulan ekspor perikanan budidaya di Indonesia. Untuk mempertahankan ataupun meningkatkan produksinya dapat dilakukan melalui perluasan areal budidaya. Pemilihan lokasi yang sesuai merupakan tahapan awal untuk mendukung keberhasilan usaha budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan lahan untuk budidaya rumput laut dengan metode apung di kawasan minapolitan Kabupaten Bintan. Data kualitas perairan telah dikumpulkan saat survai lapangan bulan Juli 2010. ALOS AVNIR-2 digunakan untuk mengekstrak data sosial infrastruktur. Data kualitas perairan dan sosial infrastruktur kemudian dianalisis secara spasial dengan sistem informasi geografis dan multi criteria analysis. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa dari total potensial pengembangan (904 km2, sekitar 13% tergolong sangat layak untuk pengembangan budidaya rumput laut. Lokasi dengan kategori sangat layak terkonsentrasi di Pulau Mantang, Telang Kecil, Gin Besar, Numbing, Gin Kecil, Buton, Poto, dan Kelong. Hasil penelitian ini sangat relevan dengan penetapan Kabupaten Bintan, meliputi: Kecamatan Bintan Timur, Mantang, dan Bintan Pesisir, sebagai kawasan sentra pengembangan minapolitan.

  5. APLIKASI PUPUK BERIMBANG TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT, Gracilaria verrucosa Di Tambak Tanah Sulfat Masam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2016-11-01

    Full Text Available Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi rumput laut, Gracilaria verrucosa adalah kualitas tanah. Rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di tambak tanah sulfat masam yang tergolong tanah dengan kesuburan rendah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui imbangan dosis pupuk yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam. Penelitian dilakukan di Desa Lampuara Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu. Penentuan dosis pupuk dan frekuensi aplikasi mengacu pada penelitian pendahuluan skala laboratorium. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbandingan pupuk urea dan SP-36, masing-masing secara berurutan adalah 150 dan 0 kg/ha (A; 112,5 dan 37,5 kg/ha (B; 75 dan 75 kg/ha (C; 37,5 dan 112,5 kg/ha (D; 0 dan150 kg/ha dan tanpa pupuk (E. Bibit rumput laut ditebar dengan kepadatan 2 ton/ha dan dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang dicobakan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05 terhadap rumput laut basah, di mana produksi tertinggi didapatkan pada perlakuan B dan C yaitu 2.090 g/m2 (20,9 ton/ha dan 1.986,7 g/m2 (19,9 ton/ha selama 60 hari dengan laju pertumbuhan harian (LPH sebesar 6,97% dan 6,62% per hari. One of the environment factors that influences seaweed, Gracilaria verrucosa production is soil quality. This seaweed is commonly cultured in acid sulphate-affected soil ponds that is classified as a soil with low fertility. The objective of the research was to know the optimum fertilizer dosage for seaweed growth in acid sulphate-affected soil ponds. The research was conducted in Lampuara Village Ponrang Sub-district Luwu Regency. Dosages and frequencies of fertilizer were determined by referring to a preliminary research in the laboratory. The treatments of this research were using Urea and SP-36 fertilizers with composition of 150 and 0 kg/ha (A; 112.5 and 37.5 kg/ha (B; 75 and 75 kg/ha (C; 37.5 and 112.5 kg/ha (D; 0 and 150 kg/ha and

  6. REGENERASI DAN PERBANYAKAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN SUPEROKSIDA DISMUTASE (MaSOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2017-01-01

    Full Text Available Transformasi gen superoxide dismutase (MaSOD pada rumput laut Kappaphycus alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefacient telah dilakukan secara in vitro. Transformasi gen MaSOD ke dalam genom rumput laut diharapkan dapat mengurangi cekaman oksidatif terutama yang disebabkan oleh perubahan suhu, salinitas, dan cemaran logam di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk regenerasi rumput laut hasil introduksi gen MaSOD dan non-transgenik pada labu kultur. Regenerasi dan perbanyakan rumput laut hasil transformasi gen MaSOD dilakukan di laboratorium pada labu kultur yang diletakkan dalam “culture chamber” yang dilengkapi dengan aerasi menggunakan media kultur yang diperkaya dengan pupuk PES, Grund, Conwy, dan SSW sebagai kontrol, salinitas 20, 25, 30, 35, dan 40 g/L, pH 4, 5, 6, 7, dan 8. Intensitas cahaya antara 500-2.000 lux dengan fotoperiode terang dan gelap 8:16; 12:12; dan 16:8. Untuk merangsang pertumbuhan eksplan dilakukan pemeliharaan dengan penambahan hormon tumbuh IAA dan BAP dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Penelitian dilakukan secara bertahap. Evaluasi transgenik dilakukan menggunakan teknik PCR. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sintasan yang paling tinggi diperoleh menggunakan media PES (94%, salinitas 30 g/L (90%, pH 7 (96%, intensitas cahaya pada 1.500 lux (80%, fotoperiode 12:12 (84%, komposisi ZPT dengan campuran IAA dan BAP dengan perbandingan 2:1. Hasil analisis PCR memperlihatkan K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen MaSOD sebanyak 78% dari hasil transformasi. Superoxide dismutase transformation (MaSOD gene of seaweed Kappaphycus alvarezii mediated by Agrobacterium tumefacient has been successfully done in vitro. MaSOD genes introduced into the seaweed genome is expected to reduce oxidative stress caused by environmental conditions such as changes in temperature, salinity and metal contamination of the water. This study aimed to regenerate both the MaSOD transformed seaweed and non-transgenic in a

  7. Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayuningsih Ria Sapitri

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts. The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesis   Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P<0,05, dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari. Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesis

  8. POLIKULTUR RAJUNGAN (Portunus pelagicus, UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei , IKAN BANDENG (Chanos chanos, DAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp. DI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharyanto Suharyanto

    2008-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi tentang sintasan dan produksi rajungan, udang vaname, ikan bandeng, dan rumput laut yang dipelihara secara polikultur di tambak. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Tambak Percobaan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Marana-Maros selama 105 hari. Tambak yang digunakan berukuran 25 m x 10 m/250 m2 dengan kedalaman 100 cm. Rajungan yang ditebar berukuran bobot 0,05 g sebanyak 500 ind., udang vaname dengan bobot 0,009 g sebanyak 1.000 ind., ikan bandeng berbobot 25 g sebanyak 50 ind., sedangkan rumput laut sebanyak 25 kg. Selama pemeliharaan diberikan pakan ikan rucah (Clupea sp. dengan dosis 15% dari total biomass per hari. Sampling dilakukan pada awal dan akhir percobaan. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sintasan dan produksi rajungan masing-masing adalah 32,6% (18 kg, udang vaname 70% (10 kg, ikan bandeng 100% (30 kg, dan rumput laut 125% (36,25 kg.

  9. RUMPUT LAUT JENIS CAULERPA DAN PELUANG BUDI DAYANYA DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Petrus Rani Pong-Masak

    2007-07-01

    Full Text Available Caulerpa merupakan salah satu komoditas rumput laut yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung sebagai makanan dalam bentuk lalapan dan sayuran. Di Sulawesi Selatan, Caulerpa yang dipanen dari laut sangat digemari bahkan telah diproduksi melalui usaha budi daya pada tambak-tambak terlantar di pinggir pantai. Produksi Caulerpa telah menjadi komoditas yang bernilai ekonomi dan diperjualbelikan di pasarpasar lokal dan telah menjadi sajian menu khas di sejumlah restoran menengah. Studi awal telah dilakukan di wilayah pesisir Sulawesi Selatan, yaitu untuk pengamatan lahan budi daya serta analisis proksimat terhadap spesies Caulerpa lentillifera, Caulerpa recemosa var macrophysa, dan Caulerpa sp. di tambak dan pantai. Terlihat bahwa kandungan air 3,09±1,03; abu 60,67±2,62; lemak 0,39±0,33; protein 7,93±2,32; serat kasar 13,33±8,33; dan BETN 17,67±3,88. Tekstur tanah dengan debu berpasir atau pasir berdebu cocok untuk budi daya Caulerpa, di mana budi daya dengan penerapan metode long-line kurang produktif.

  10. FAKTOR PENGELOLAAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN PANTAI SELATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Perairan pantai Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba merupakan sentra produksi rumput laut Kappaphycus alvarezii di Sulawesi Selatan. Pengelolaan budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya di daerah tersebut cukup bervariasi sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor pengelolaan budidaya yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode survai melalui pengajuan kuesioner kepada 62 responden secara terstruktur. Sebagai peubah tidak bebas dalam penelitian ini adalah produksi rumput laut, sedangkan peubah bebas adalah faktor pengelolaan budidaya. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rumput laut di perairan selatan Sulawesi Selatan berkisar antara 463-5.000 dengan rata-rata 1.502,3 kg kering/3.000 m2 yang dibudidayakan dengan tali panjang. Faktor pengelolaan budidaya yang mempengaruhi produksi rumput laut adalah jarak antar tali ris, jarak antar rumpun dalam tali ris, hama baronang, penyakit ice-ice, bobot bibit, asal bibit dan sumber cemaran. Untuk meningkatkan produksi rumput laut di perairan selatan Sulawesi Selatan dapat dilakukan melalui peningkatan bobot bibit antara 36,9 sampai 100,0 g/rumpun, menggunakan bibit yang tidak diangkut terlalu lama, tidak menambah jarak antar tali ris sampai melebihi 1,0 m, tidak menambah jarak antar rumpun dalam tali ris yang melebihi 25 cm serta melakukan penanaman berdasar kalender musim tanam untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit serta cemaran. Coastal waters of Jeneponto, Bantaeng, and Bulukumba Regencies are the centre of seaweed Kappaphycus alvarezii production in South Sulawesi. Culture management practices applied by farmers in these areas are highly variable. Therefore, this research was conducted to study culture management practices affect the seaweed production in the area. Field survey was conducted by interviewing 62 respondents using questionnaires. The

  11. KARAKTERISASI GENETIKA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii YANG DIBUDIDAYAKAN DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2016-11-01

    Full Text Available Karakterisasi genetika rumput laut Kappaphycus alvarezii telah dilakukan dengan menggunakan teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD dengan tujuan untuk mengetahui variasi genetika rumput laut K. alvarezii dari beberapa lokasi budi daya di Sulawesi Selatan yakni Polmas, Pinrang, Takalar, dan Bantaeng. Sampel dipreservasi dengan menggunakan larutan TNES-Urea sebelum ekstraksi DNA. Ekstraksi genom DNA dilakukan dengan menggunakan metode konvensional fenol-khloroform. Amplifikasi DNA dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR. Untuk dokumentasi riset, hasil PCR dielektroforesis pada agarosa gel dengan menggunakan buffer TBE. Data dianalisis menggunakan program Tools for Population Genetic Analyses (TFPGA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima “primers” (P-40, P-50, DALRP, Ca01, dan Ca-02 yang digunakan dapat menghasilkan beberapa fragmen spesifik yang mengindikasikan fragmen spesifik spesies dan lokasi budi daya K. alvarezii. Keragaan genetika intra dan inter lokasi rumput laut menunjukkan variasi yang relatif kecil yang ditandai dengan rendahnya perbedaan jumlah/ukuran fragmen DNA, polimorfisme, indeks similaritas, dan jarak genetikanya. Total fragmen yang didapatkan dari lima primer adalah 47—55 pada ukuran fragmen 175—2.600 bp, sedangkan polimorfisme dan indeks similaritas masing-masing adalah 3,6%—31,0% dan 0,79%—0,99%. Jarak genetika antar beberapa lokasi K. alvarezii berkisar antara 0,1758—0,5689 di mana kekerabatan yang terdekat didapatkan antara Takalar dan Bantaeng. Genetic characterization of seaweed Kappaphycus alvarezii was observed using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD technique to reveal the genetic variability of seaweed from different locations in South Sulawesi. The sample of farmed seaweed K. alvarezii was collected from Polmas, Pinrang, Takalar, and Bantaeng. Genomic DNA was extracted by using the conventional method of phenol-chloroform. Sample was preserved by TNES-Urea buffer prior to

  12. INTRODUKSI GEN METALLOTHIONEIN TIPE II KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulia Fajriah

    2014-12-01

    Full Text Available Kappaphycus alvarezii adalah jenis alga merah yang memproduksi kappa karagenan yang sangat penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk meningkatkan produksi, diperlukan ketersediaan bahan baku yang baik. Salah satu yang memengaruhi ketersediaan bahan baku adalah kondisi ingkungan perairan untuk budidaya. Metallothionein (MT adalah protein yang memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam seperti Cd, Zn, dan Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintroduksi gen Metallothionein Tipe II (MaMt2 ke dalam genom K. alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Talus rumput laut diinokulasi dengan A. tumefaciens mengandung plasmid pIG6-SMt2 yang membawa gen MaMt2, selanjutnya dilakukan seleksi bertingkat menggunakan higromisin 10 mg/L dan 20 mg/L. Hasil efisiensi transformasi yang diperoleh adalah 27,4%, efisiensi regenerasi tunas transgenik adalah 27,6%. Analisis molekuler dengan PCR menunjukkan bahwa 13 tunas transgenik mengandung gen MaMt2. Tunas transgenik putatif ditumbuhkan hingga menjadi talus baru dan dapat dilakukan uji tantang pada penelitian selanjutnya.

  13. Variasi Temporal dan Stabilitas Fisik dan Kimia Senyawa Bioaktif Karotenoid Rumput Laut Coklat Turbinaria decurrens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2014-06-01

    Full Text Available Pada pengembangan senyawa bioaktif karotenoid dari rumput laut coklat Turbinaria decurrens sebagai produk nutrasetikal atau pangan fungsional, pengetahuan mengenai variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa tersebut merupakan hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid dari T. decurrens. Bahan baku T. decurrens diambil dari Pantai Binuangeun, Banten. Kuantifikasi kadar karotenoid pada sampel dilakukan terhadap ekstrak kasar etanol dari sampel dengan menggunakan teknik spektrofotometri UV-Vis. Variasi temporal kadar karotenoid dilakukan dengan pengambilan sampel pada musim penghujan (Februari, musim peralihan (April dan Oktober, serta musim kemarau (Juni dan Agustus, pada tahun 2012. Analisis variabel air (DO, pH, suhu, temperatur, salinitas, fosfat, dan nitrogen anorganik terlarut dari titik pengambilan sampel juga dilakukan, untuk mengetahui faktor utama yang mempengaruhi produksi senyawa ini di alam. Analisis stabilitas senyawa dilakukan dengan perlakuan penambahan asam, basa, oksidator, dan suhu. Hasil pengujian menunjukan bahwa kadar karotenoid temporal dari alga ini berkisar 0,002–0,063 mg/g (bobot segar. Analisis korelasi terhadap variabel air menunjukkan bahwa kadar karotenoid dipengaruhi faktor musim, tidak tergantung pada variabel air lokal. Terkait dengan probabilitas fungsinya dalam fotosintesis, kadar tertinggi senyawa ini terdapat pada musim penghujan. Karotenoid dapat meluruh sebesar 84% pada perlakuan asam, 15% pada perlakukan basa, 28% pada perlakukan oksidasi, dan 15% pada suhu tinggi (70 oC. Dengan demikian, pada pengembangannya sebagai produk pangan fungsional atau nutrasetikal, diperlukan teknik mikroenkapsulasi untuk menjaga stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid T. decurrens.

  14. KAJIAN INDUKSI KALUS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii UNTUK PRODUKSI EMBRIO SOMATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Alias L. Rajamuddin

    2016-11-01

    Full Text Available Untuk mendukung program transgenesis pada rumput laut, embrio somatik dapat digunakan sebagai material untuk transfer gen baik secara individu sel ataupun kluster sel embriogenik, sehingga mempercepat keberhasilan dengan peluang transformasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji induksi kalus rumput laut K. alvarezii untuk produksi sel embrio somatik (e.s. dengan beberapa rasio zat pengatur tumbuh (ZPT dan konsentrasi agar media induksi, sampai sel menjadi filamen. Penelitian terdiri atas dua tahap: Tahap (1 induksi kalus, dengan rasio ZPT asam indol asetat (IAA:kinetin = 0,5:0,0 mg/L; 1,0:1,0 mg/L; dan 2,0:0,2 mg/L dengan konsentrasi agar media induksi = 0,6%; 0,8%; 1,0%; dan 1,5%. Tahap (2 regenerasi massa sel e.s., dengan rasio IAA:kinetin = 0,1:1,0 mg/L; 0,0:0,1 mg/L dan tanpa ZPT dengan konsentrasi agar media = 0,4%; 0,6%; dan 0,8%. Untuk perkembangan sel-sel e.s. lebih lanjut dipelihara pada kultur cair. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap induksi kalus, rasio IAA: kinetin = 1:1 mg/L dengan konsentrasi agar media 0,8% dan 1,0% menghasilkan persentase induksi kalus tertinggi (90%. Pada tahap regenerasi massa sel e.s., ZPT tidak berpengaruh terhadap perkembangan massa sel e.s., di mana tanpa ZPT dengan konsentrasi agar 0,6% memperlihatkan perkembangan tertinggi (rata-rata diameter massa sel 5 mm. Pada media cair, perkembangan sel e.s. dari single cell ukuran 3-4 mm menjadi filamen-filamen ukuran rata-rata 0,5 mm dapat dicapai dalam satu bulan kultur. Keberhasilan produksi sel e.s. K. alvarezii, selain sebagai material untuk transfer gen juga dapat dijadikan acuan dalam produksi benih rumput laut kultur jaringan. To support the program of seaweed transgenesis, somatic embryo can be used as a materials for gene transfer purpose either by individual or cluster of cells in accelerating the higher rate of transformation. This research aims to study the callus induction of seaweed K. alvarezii for production of somatic

  15. PEUBAH KUALITAS AIR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KECAMATAN ANGKONA KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2009-04-01

    Full Text Available Rumput laut (Gracilaria verrucosa telah dibudidayakan di tambak tanah sulfat masam dengan kualitas dan kuantitas produksi yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peubah kualitas air yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan di 30 petak tambak  terpilih selama 6 minggu. Bibit rumput laut dengan bobot 100 g basah ditebar dalam hapa berukuran 1,0 m x 1,0 m x 1,2 m. Peubah tidak bebas yang diamati adalah laju pertumbuhan relatif, sedangkan peubah bebas adalah peubah kualitas air yang meliputi: intensitas cahaya, salinitas, suhu, pH, karbondioksida, nitrat, amonium, fosfat, dan besi. Analisis regresi berganda digunakan untuk menentukan peubah bebas yang dapat digunakan untuk memprediksi peubah tidak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan relatif rumput laut di tambak tanah sulfat masam berkisar antara 1,52% dan 3,63%/hari dengan rata-rata 2,88% ± 0,56%/hari. Di antara 9 peubah kualitas air yang diamati ternyata hanya 5 peubah kualitas air yaitu: nitrat, salinitas, amonium, besi, dan fosfat yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut secara nyata. Untuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung nitrogen untuk meningkatkan kandungan amonium dan nitrat serta pemberian pupuk yang mengandung fosfor untuk meningkatkan kandungan fosfat sampai pada nilai tertentu, melakukan remediasi untuk menurunkan kandungan besi serta memelihara rumput laut pada salinitas air yang lebih tinggi, tetapi tidak melebihi 30 ppt. Seaweed (Gracilaria verrucosa has been cultivated in acid sulfate soil-affected ponds with relatively high quality and quantity of seaweed production. A research has been conducted to study water quality variables that influence the

  16. ISOLASI, SELEKSI, DAN IDENTIFIKASI BAKTERI SELULOLITIK DARI RUMPUT LAUT Turbinaria sp. DAN Sargassum sp. SEBAGAI KANDIDAT PENDEGRADASI SERAT KASAR PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulyasari Mulyasari

    2015-03-01

    Full Text Available Kecernaan karbohidrat oleh ikan dapat ditingkatkan antara lain melalui penambahan bakteri selulolitik dalam pakan. Salah satu sumber bakteri selulolitik adalah rumput laut. Oleh karena itu, suatu penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bakteri selulolitik dari rumput laut Turbinaria sp. dan Sargassum sp. Bakteri selulolitik diisolasi dengan metode pengenceran, streaking dan spreading pada media carboxymethylcellulose (CMC. Koloni yang didapat dimurnikan dan diseleksi dengan menggunakan uji aktivitas enzim selulase secara kualitatif (zona bening dan kuantitatif, serta diidentifikasi secara biokimia dan molekuler menggunakan gen 16S-rRNA. Pada penelitian ini diperoleh 22 isolat murni bakteri dengan dua isolat yang mempunyai aktivitas selulolitik tertinggi, yaitu TS2b dan SS4b. Hasil uji biokimia dan karakterisasi secara molekuler menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut adalah Bacillus subtilis dan B. megaterium.

  17. FORMULASI AUKSIN (INDOLE ACETIC ACID DAN SITOKININ (KINETIN, ZEATIN UNTUK MORFOGENESIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN LAJU REGENERASI KALUS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2013-03-01

    Full Text Available Interaksi auksin dan sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang optimum untuk morfogenesis kalus rumput laut K. alvarezii, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan laju regenerasi kalus. Kultur kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT indole acetic acid (IAA : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut: A 0,4:0:1 mg/L; B 0,4:0,25:0,75 mg/L; C 0,4:0,5:0,5 mg/L; D 0,4:0,75: 0,25 mg/L; E 0,4:1:0 mg/L; kontrol (tanpa ZPT. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pengulangan tiga kali untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, laju regenerasi, panjang tunas, dan morfologi tunas. Analisis data dilakukan dengan uji keragaman (ANOVA dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk morfogenesis rumput laut K. alvarezii adalah formula A dengan komposisi IAA : zeatin = 0,4:1 mg/L. Penggunaan formula zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05 terhadap sintasan kalus. Tunas rumput laut K. alvarezii mulai terbentuk pada hari ke-15 masa kultur.

  18. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  19. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKELAT (Sargassum polycystum (Antioxidant Activity of Brown Seaweed (Sargassum polycystum Extracts

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Cahyaningrum

    2016-10-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine antioxidant activity of polyphenol and phlorotannin extracts from brown algae Sargassum polycystum. Polyphenol was extracted with ethanol 96% then tested total phenolic content, while phlorotannin was extracted with methanol, chloroform, aquabidest, and ethyl acetate then tested total phlorotannin content. After crude polyphenol and crude phlorotannin extracts were obtained, the studied compounds were extracted using column chromatography. The extracts were then analyzed with HPLC (High Performance Liquid Chromatograpys. Antioxidant activity was analyzed by radical scavenging activity (RSA and ferrous ion chelating ability (FIC for four samples, crude polyphenol, crude phlorotannin, polyphenol, and phlorotannin. The result of total phenolic content was 1.18±0.67 mg GAE/g dry sample and total phlorotannin content was 0.61±0.27 mg PGE/g dry sample. Based on RSA and FIC analysis, phlorotannin (IC50 1.12±0.02 mg/mL and 1.34±0.01 mg/mL showed the highest activity followed by crude phlorotannin (IC50 1.20±0.01 mg/mL and 1.47±0.10 mg/mL, polyphenol (IC50 1.23±0.01 and 1.55±0.02 mg/mL, and crude polyphenol (IC50 1.27±0.01 mg/mL and 1.63±0.02 mg/mL. The results of chromatographic analysis showed that S. polycystum extract contains phenolic compounds similar to the phloroglucinol. Keywords: Sargassum polycystum, antioxidant, polyphenol, phlorotannin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak polifenol dan florotanin dari rumput laut cokelat Sargassum polycystum. Polifenol diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% kemudian diuji kandungan total fenolik, sedangkan florotanin diekstrak dengan menggunakan pelarut metanol, kloroform, akuades, dan etil asetat kemudian diuji kandungan total florotanin. Setelah memperoleh ekstrak polifenol dan florotanin, kedua senyawa tersebut dipurifikasi dengan kromatografi kolom. Hasil kromatografi kolom dianalisis menggunakan HPLC (High

  20. POTENSI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKELAT CORONG (Turbinaria conoides UNTUK MENGURANGI RESIKO KANKER TIROID PADA MANUSIA YANG TERPAPAR RADIASI IODIUM 131 AKIBAT KECELAKAAN NUKLIR FUKUSHIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwita Tando

    2014-04-01

    radiasi mengaktifkan komponen dari jalur MAPK terutama melalui inversi paracentric kromosom. Sebuah metode pengobatan yang umum untuk mencegah eksposur I131 adalah dengan menjenuhkan tiroid secara regular dengan non-radioaktif I127. Ada alasan untuk berhati-hati dalam penggunaan kalium iodide atau suplemen yodium, karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kondisi seperti fenomena Jod-Basedow, efek Wolff-Chaikoff, memperburuk hipertiroid dan hipotiroid. Untuk itulah diperlukan adanya konsumsi iodium non radioaktif yang berasal dari unsur alami. Salah satu bahan yang dapat dikonsumsi yaitu Turbinaria conoides yang dikenal dimasyarakat Indonesia dengan rumput laut coklat corong.

  1. ANALISIS STRATEGI PENANGANAN RISIKO KEKURANGAN PASOKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT: KASUS DI SULAWESI SELATAN (A Risk Handling Strategy for Supply Shortage in Seaweed Agro-Industry: A Case in South Celebes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarinah Sarinah

    2015-09-01

    Full Text Available production processes. It is critical in the sense that it can be employed to identify any potential risks before they be used to reduce the potential shortage of dried seaweed supply needed by PT XYZ using pemasok selection. This supply chain model. The best selected suppliers were determined through assessing different assigned weights to the criteria and sub-criteria constructed in a Analytic Hierarchy Process (AHP tree. PT XYZ is an alkali treated cottoni (ATC chips and SRC powder supplier network with low risk supply chain partnership. Keywords: Supplier selection, supply chain risk management, MFMEA, AHP   ABSTRAK   Strategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya. Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode  risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah. Kata kunci: Pemilihan pemasok, manajemen risiko rantai pasok, MFMEA, AHP

  2. PENGEMBANGAN METODE EKSTRAKSI ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp. SEBAGAI BAHAN PENGENTAL ( Development of Alginate Extraction Method from Sargassum sp. as Thickening

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Husni

    2012-05-01

    Full Text Available Indonesia has a lot of seaweed that have high potential as a producer of alginate, but the method of extraction has not been as expected. The objective of this study to develop a method of extraction of sodium alginate from seaweed Sargassum through the calcium alginate pathway. This study used different variations of the concentration of calcium chloride. The concentration of calcium chloride used varied 0.5, 0.75 and 1 M. As a control, the extraction of alginate performed through alginic acid pathway which was developed at the Center for Research Product Processing and Biotechnology of Marine and Fisheries, Jakarta. Quality parameters were observed including alginate yield, product appearance, viscosity and gel strength. The result showed that the yield of alginate produced successively for 32.67; 44.67 and 53.33 % and 31.67 % for controls. In appearance, the concentration of calcium chloride did not significantly affect the alginate product appearance, but darker when compared with the product extracted through the alginic acid. Viscosity alginate produced successively 149, 131 and 144 cP, while 304 cP for control. In general, the alginate gel strength extracted through of calcium alginate pathway is lower than the alginic acid pathway. Keywords: Extraction, sodium alginate, seaweed, Sargassum, calcium alginate, viscosity   Abstrak Indonesia  mempunyai  banyak  rumput  laut  yang  berpotensi  tinggi  sebagai  penghasil  alginate,  namun  metode ekstraksinya belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum melalui jalur kalsium alginat. Dalam penelitian ini digunakan berbagai variasi konsentrasi kalsium klorida yang digunakan pada pemisahan alginat dari filtrat hasil ekstraksinya. Konsentrasi kalsium klorida yang digunakan divariasi 0,5; 0,75 dan 1 M. Sebagai kontrol dilakukan ekstraksi alginat melalui jalur asam alginat yang dikembangkan di

  3. EKSTRAK RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii SEBAGAI CROSS LINKING AGENT PADA PEMBENTUKAN EDIBLE FILM GELATIN KULIT IKAN NILA HITAM (Oreochromis mossambicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Sutono

    2016-02-01

    . Ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii mengandung senyawa fenol yang ketika dioksidasi akan berubah menjadi quinone sehingga diharapkan dapat berperan sebagai cross linking agent. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible film gelatin kulit O.mossambicus dengan perlakuan penambahan ekstrak K.alvarezii teroksidasi. Pembuatan larutan film dilakukan dengan menambahkan ekstrak K. alvarezii (E dengan konsentrasi; 0%(E0; 2%(E1; 4%(E2; 6%(E3; 8%(E4 (v/w dari masing-masing perlakuan berat gelatin (G yaitu 3g(G1; 6g(G2; 9g(G3; 12g(G4 dalam 150 ml aquades yang mengandung 10% gliserol (w/w dari gelatin. Larutan dilakukan pengadukan pada suhu 50oC selama 30 menit, dan dikeringkan dalam kabinet dryer suhu 50oC. Penambahan ekstrak K. alvarezii teroksidasi memberikan pengaruh pada tensile strenght (TS, elongation at break yang lebih tinggi. Nilai TS tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan G4E1(8% gelatin w/v, dan 2% ekstrak K.alvarezii v/w yaitu sebesar 3,08 MMa, dengan nilai water vapor permeability (WVP terkecil ditunjukkan pada film G4E1 yaitu sebesar 0,01 x 10-10 g.H2O/m.s.Pa. Pengamatan spektra FTIR dan mikrostruktur (SEM menunjukkan indikasi terjadinya peningkatan ikatan cross linking pada G4E1 dibandingkan G4E0. Hasil pengamatan SEM pada film G4E1 menunjukkan struktur yang lebih kompak dibanding G4E0. Nilai TS yang tinggi dan WVP yang rendah pada sampel G4E1 kemungkinan disebabkan adanya optimasi konsentrasi penambahan ekstrak K alvarezii teroksidasi untuk dapat membentuk ikatan cross linking secara optimal dengan gelatin. Kata kunci: Edible film, cross linking agent, ekstrak K. alvarezii teroksidasi, quinone, gelatin, O.mossambicus

  4. PENGARUH UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN FUNGSIONAL KARAGENAN Effect of Harvest Time of Seaweed Eucheuma cottonii on Physical, Chemical and Fungsional Properties of Carra- geenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djagal W. Marseno

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of different harvesting times of Eucheuma cottonii on both physical, chemical and functional properties of carrageenan. Seaweed Eucheuma cottonii was obtained from water territorial of Tablolong Kupang. The study was carried out into two steps. The first step was to investigate the effect of harvesting time of 30, 45, and 60 days after planting on physical and chemical properties of obtained carrageenan. The second step was to study the effect of functional properties of obtained carrageenan on viscocity and the stability of tomato sauce. The results showed that seaweed which was harvested in 45 days after planting has good physical and chemical properties of carrageenan in term of moisture 12.45 %; protein 5.03 %; extract ether 1.40 %; ash 21.29 %; carbohy- drate 72.28 %; sulphate 19.69 %; and crude extract 48.20 %. The obtained carrageenan at concentration of 1,5%, also give highest viscocity of 11.50-45 cps and gel strength of 0.8961-4.0709 kg/cm2. Further identification show that the obtained carrageenan produced was classified as kappa carrageenan and at 0,2 % (w/v was able to stabilize tomato sauce up to 86 % and viscosity of 60 cps after 2 weeks of storage at room temperature. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengkaji sifat fisik dan kimia karagenan yang diperoleh dari rumput laut Eucheuma cot- tonii pada umur panen yang berbeda dari perairan Tablolong Kupang dan mengetahui sifat fungsionalnya sebagai stabilizer dan thickener dalam saos tomat. Penelitian diawali dengan menanam rumput laut pada interval tanam yang berbeda, sehingga pada saat panen yang bersamaan diperoleh rumput laut dengan umur yang berbeda yaitu 30, 45,60 hari. Tahap berikutnya adalah ekstraksi dan karakterisasi karaginan yang dihasilkan, kemudian aplikasi karaginan yang diperoleh untuk menjaga stabilitas viskositas saos tomat pada konsentrasi karagenan (0,1 %, 0,15 %, 0,2 % b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  5. AKTIVITAS ENZIM KOMERSIAL, EKSTRAK KASAR ENZIM DARI VISCERA KEONG MAS (Pila polita, ABALON (Haliotis asinina, DAN BEKICOT (Achatina fulica UNTUK LISIS JARINGAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA KULTUR PROTOPLAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2008-12-01

    Full Text Available Dalam usaha perbaikan kualitas bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan kultur protoplas dengan isolasi protoplas menggunakan enzim. Untuk mendapatkan sumber enzim yang ekonomis sebagai alternatif pengganti enzim komersial dan untuk mengetahui perbandingan konsentrasi enzim komersial yang optimum agar menghasilkan jumlah protoplas yang maksimum, dilakukan karakterisasi terhadap enzim dari berbagai sumber. Aktivitas ekstrak kasar enzim dari viscera bekicot (Achatina fulica tidak berbeda nyata dengan enzim komersial (P>0,05 dengan aktivitas sebesar 0,729 unit/mL; enzim komersial 0,354 unit/mL; ekstrak kasar enzim dari viscera keong mas (Pila polita 0,048 unit/mL; dan ekstrak kasar enzim dari viscera abalon (Haliotis asinina 0,014 unit/mL. Perbandingan enzim komersial yang optimum adalah 2:1 menghasilkan protoplas sebanyak 1,26 x 108 sel/mL; kemudian 1:2 dengan jumlah protoplas 1,22 x 108 sel/mL; perbandingan 1:1 menghasilkan protoplas sebanyak 8,36 x 107 sel/mL; perbandingan 0:1 menghasilkan protoplas sebanyak 6,33 x 107 sel/mL; dan perbandingan 1:0 menghasilkan protoplas sebanyak 9,55 x 106 sel/mL. Rumput laut asal Takalar memiliki protoplas dengan kepadatan tertinggi sebesar 3,7 x 108 sel/mL. Effort to improve the quality of seaweed seed Kappaphycus alvarezii has been done by protoplast culture with protoplast isolation using enzyme. To find out economical enzyme sources as alternatives to substitute the expensive commercial enzyme and to determine the optimum concentration ratio of commercial enzyme to produce maximum amount of protoplast, characterization was executed to several potential sources. Activity of crude extract enzyme from viscera of garden snail (Achatina fulica was not significantly different with commercial enzyme (P>0.05 it was 0.729 unit/mL, commercial enzyme 0.354 unit/mL activity; crude extract enzyme from viscera of golden snail (Pila polita 0.048 unit/mL activity and crude extract enzyme from viscera of abalone

  6. PENGEMBANGAN MAKANAN FORMULA ANAK BALITA MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS IKAN LAUT DAN RUMPUT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background:  Deficiency in energy, protein and micronutrient of children under five years can cause growth faltering, besides the delayed in mental development and easily infected. Indonesia is highly potential in marine food sources, included fishes and seaweeds which are rich in macro and micronutrients. Formulated food made of fish were well accepted, but was not proven to improve growth significantly; while usage of seaweeds has not been explored. Objectives:  To produce formulated food, which contain macro and micronutrient that important for growth and mental development. The results will encourage usage of marine food sources and development of feasible food processing. Methods:  Food base included carbohydrate sources: rice flour, sweet corn, yellow yam, and sweet plaintain; protein sources: stingray, shark, tuna, greyfish and soybean. Sources of micronutrients were vegetables and seaweeds. Cooking oil and sugar were added to make 400 kCal energy content per 100 g formula and improve taste. Quality evaluation were tested: protein score, nutrient content, sensoric test and water absorbability of the formulated food.Results: Four kinds of formula were developed and well accepted by the panelist. Those formula have low water absorbtion and good sensoric quality. Protein scores are 84-97%, higher than that of soybean. Content of folate, vitamin A, iodine and Zn per 100 g formula can fulfill 70-110% daily allowance of children under five years old. Conclusions: Formulated food based on marine fishes and seaweeds were well accepted, with calculated protein scores were higher than soybean’s. Micronutrients content were high in all formula. There is a need to explore all potential benefits of the marine food sources, both protein sources and seaweeds, to develop other formulated foods for children. [Penel Gizi Makan 2007, 30(1: 1-7] Keywords:  food formula, marine fishes, seaweeds, sensoric quality, children under five years old.

  7. KOEFESIEN CERNA BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI HIJAUAN DENGAN SUPLEMENTASI KONSENTRAT MOLAMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IGLO. CAKRA

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Padanggalak, Denpasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi konsentrat Molamik terhadap koefesien cerna bahan kering dan nutrien ransum kambing PE yang diberi hijauan berbasis leguminosa. Penelitian menggunakan tancangan acak kelompok (RAK dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok (blok sebagai ulangan. Ternak yang digunakan berjumlah 9 ekor, rata-rata berat badan awal 15,56±1,63 kg. Ketiga perlakuan tersebut adalah: perlakuan A: 100% ransum hijauan (20% Rumput lapangan, 60% Gamal dan 20% Waru, perlakuan B: 92,5% ransum A + 7,5% konsentrat Molamix dan perlakuan C: 85% ransum A+15% konsentrat Molamix. Peubah yang diamati adalahk oefisien cerna bahan kering, dan nutrien ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien cerna bahan kering, bahan organik, protein kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan perlakuan A. Koefesien cerna serat kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,01 dibandingkan dengan perlakuan A. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum hijauan berbasis leguminosa dengan suplementasi 7,5% dan 15% konsentrat Molamik pada kambing Peranakan Etawah secara nyata dapat meningkatkan koefisien cerna bahan kering dan nutrien ransum (bahan organik, protein kasar dan serat kasar. COEFESIEN DIGESTIBILITY OF DRY MATTER AND NUTRITION CONTENT OF ETAWAH CROSS BREED GOAT RATION WITH FORAGE AND MOLAMIK CONSENRAT ABSTRACT This experiment was conducted to find out the effect of suplement molamik consentrat on digestibility of dry matter and nutrien content on etawah cross breed goat ration with leguminosa forage.The experiment used nine goats that had an average initial weight of 15.56 ±1.63 that were alocated into three treatment group of diets i. e. Diet A =100% forage (20% grass, 60 % Gliricidia sepium and 20% Hibiscus teilleaceus ; Diet B = 92,5% diet A + 7.5% Molamik consentrat ; Diet C = 85 % diet A

  8. PERFORMA KOMODITAS BUDIDAYA LAUT PADA SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA DI TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Radiarta

    2016-11-01

    ikan bawal bintang sebesar 161,27 ± 30,05 g/ekor. Pertumbuhan rumput laut selama tiga siklus menunjukkan bahwa siklus pertama (Juni-Juli dan siklus kedua (Agustus-September menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan siklus ketiga (Oktober–November. Laju pertumbuhan harian rumput laut di sekitar keramba jarring apung (KJA ikan sebesar 4,22%-6,09%/hari lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (jarak 2-3 km dari KJA ikan yaitu 3,90%-5,53%/hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan efektivitas sistem IMTA dalam hal peningkatan produktivitas budidaya rumput laut. Model IMTA dapat diterapkan sebagai model pengembangan budidaya laut yang berwawasan lingkungan melalui peningkatan produksi, sistem produksi bersih, dan berkelanjutan. Mariculture activity with Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA is an aquaculture development technique which in line with environment conservation concept. This study was aimed to analyze perfomance of mariculture commodities that cultured under integrated multi-trophic aquaculture (IMTA system. The study was conducted in Gerupuk Bay, Central Lombok, West Nusa Tenggara during June-November 2015. The IMTA model was combined between tiger grouper fish (Epinephelus fuscoguttatus, silver pompano fish (Trachinotus blochii, Lacepede, and seaweed (Kappaphycus alvarezii. The result showed that during 150 days of cultured periods, both of grouper and pompano indicated a good growth performance, with mean body weight at the end of culture period about 173.45 ± 36.61 g/ind. and 161.27 ± 30.05 g/ind., respectively. Seaweed growth performance from three cultivation cycles showed that cycle-1 (June- July and cycle-2 (August-September had better growth performance than cycle-3 (October November. Daily growth rate of seaweed that cultured near fish cages was higher (4.22%-6.09% than control, 2-3 km distance to fish cages (3.90%-5.53%. This study indicated the effectiveness of IMTA system to increase seaweed culture production. IMTA

  9. RESPON PENAWARAN IKAN LAUT SEGAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd Rahim

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Supply Response of Fresh Sea Fish This study aimed to analyze the influence of the real price and production time ago and the differences in the response area offers fresh sea fish (indian mackerel, sardinella longiceps, and scads mackerel in South Sulawesi period 1996 - 2013. The objective is to use multiple regression analysis and classical assumption test ( multi-collinearity and autocorrelation approach to panel data method with fixed effect. Based on the time dimension using time series data for 1996 to 2013 are derived from secondary data. The study found that in general the price of sea fish such as mackerel itself, lemuru, and overpasses affect positively to the offer of fresh sea fish in the consumer market in South Sulawesi. This means that any increase in the price of sea fish will increase the quantity offers fresh seafood. Furthermore, the production of fresh fish last time either in the form of commodities bloating, lemuru, and no effect on the overpass offers fresh seafood. This is because the current supply decisions are not influenced by the production time ago (last year in the marine waters Sulwesi Selatan.Lain well as regional difference positive or negative influence on the demand for fresh seafood. The positive effects occurred in the district of Barru and Jeneponto, meaning that at Barru district offers fresh sea fish on the kind of bloated and Lemuru larger than other districts (Jeneponto, as well as Jeneponto also larger than other districts (Sinjai. While the negative effects happen to occur at Layang fish either in Barru and Sinjai defined Layang good deals in Barru and Jeneponto smaller than other districts as a comparison region.Abstrak. Respon Penawaran Ikan Laut Segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga rill dan produksi waktu  lalu serta perbedaan wilayah terhadap respon penawaran ikan laut segar (kembung, lemuru, dan layang di Sulawesi Selatan periode tahun  1996 - 2013. Tujuan

  10. PENGARUH SUPLEMENTASI MIKROALGA SPIRULINA TERHADAP ASUPAN IODIUM PADA WANITA USIA SUBUR DI DAERAH ENDEMIK GAKI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nuryani Wahyuningrum

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTIodine is an essential micronutrient for thyroid hormone function. The government has implemented mandatory salt iodization to control iodine deficiency disorder (IDD. Spirulina is a microalgae contaiing 94,5μg/g iodine (60 percent RDI of iodine in adult woman, which can be used as alternative source of natural iodine. The purpose of this study was to determine the effect of spirulina supplementation on iodine intake in women of childbearing age in the IDD endemic area. The design of the study was Randomized Control Trial (RCT double-blind. The subjects were 60 women of childbearing aged 18-40 years in Kulo Progo, Yogyakarta. Subjects were divided into 2 groups randomly, the treatment group was given spirulina 1 gr/day and the control group was given pacebo, for 3 months. Median Urinary Iodine Excretion (UIE was used to measure iodine intake. The result showed that median UIE in both groups at weeks 0 and 6 were sufficient (100-199 μg/L. At week 12 the median UIE in the treatment group were increase to 211 μg/L. There was a significant difference in median UIE at week 12 between 2 groups (P<0,05. There was a relationship between the increasing in median UIE with iodine intake at week 12 in the treatment group. Spirulina supplementation improves iodine intake in woman of childbearing age in IDD endemic area.Keywords: intervention, urinary iodine excretio, spirulina microalgaeABSTRAKIodium merupakan mikronutrien penting untuk pembentukan hormon tiroid. Progam nasional pemerintah untuk memenuhi asupan iodium masyarakat yaitu melalui fortifikasi iodium dalam garam. Spirulina merupakan mikroalga laut yang mempunyai kandungan iodium 94,5 μg/gr (60 persen AKG iodium pada wanita dewasa, diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai sumber iodium alami alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi spirulina terhadap asupan iodium pada Wanita Usia Subur (WUS di daerah endemik GAKI. Desain penelittian adalah

  11. REGENERASIRUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty MELALUI INDUKSI KALUS DAN EMBRIO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PERANGSANG TUMBUH SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2009-04-01

    Full Text Available Regenerasi rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan dalam rangka penyediaan benih yang bermutu dan mempunyai keunggulan melalui induksi kalus dan embrio dengan penambahan hormon pertumbuhan yang diintroduksi ke dalam media kultur yang dapat memacu induksi kalus dan penebalan pigmen rumput laut. Media kultur yang digunakan adalah media Conwy padat dengan penambahan agar 0,8%-1,6%. Hormon perangsang tumbuh yang digunakan untuk memacu pertumbuhan kalus dan filamen embrio yaitu IAA (Indol acetic acid, kinetin, dan auxilin dengan konsentrasi berkisar 0,4-1 mg/L. Embrio yang dihasilkan merupakan anakan yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Sintasan dan perkembangan embrio yang paling baik yaitu dengan penambahan IAA dengan konsentrasi 0,4 mg/L pada media padat. Pembentukan anakan dilakukan dengan mengiris embrio dan menumbuhkan pada media cair yang diperkaya dengan hormon yang sama. Pemeliharaan anakan pada media kultur dilakukan hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Regeneration of seaweed Kappaphycus alvarezii was done to provide high quality seed through callus and embryo induction using plant growth regulator which was introducted to the culture medium. This growth regulator can stimulate the callus induction procces and thickening the seaweed pigment. Applied medium culture was agar medium with 0.8%-1.6% concentration enriched with Conwy and the applied growth regulators were IAA (Indol acetic acid, kinetin dan auxilin with 0.4-1 mg/L concentration range. Resulted embryo has the same characteristics with the stock. The best survival rate and embryo growth was IAA treatment with 0.4 mg/L concentration. Formation of embryo was done by transferring them from solid medium to the liquid one with the same growth regulator treatment. The nursery of the seed in culture medium was carried out until it has reached 2-3 cm in size.

  12. KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN TELUK MALLASORO YANG LAYAK UNTUK LOKASI PENGEMBANGAN BUDI DAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    The aim of this research is to find location which was suitable to develop seaweed culture in Mallsoro Bay, Jeneponto Regency, South Sulawesi. Secondary data such as wheather data, seaweed production data, Indonesia earth surface map of Jeneponto area scale of 1:50,000, citra landsat-7 ETM digital product, and navigation map scale 1: 200,000. The primary data (water quality was found  with survey method in research location. Simple systematic random sampling was used to allocate sampling points.Digital Remote sensing (Landsat ETM+ data, secundary data, and field data (water quality were analyzed using PATTERN method and Geographic Information System (GIS. Tematic map of area suitability as the main expected output of the study was made through spatial analysis and GIS as suggested by reference. The potential areas which are suitable for seaweed culture development are 1,087.7 ha, namely either for seaweed culture with high suitability (297.7 ha, moderate (403.0 ha, and low (387.0 ha was distribution in the sea waters of Mallasoro Bay.

  13. PEKERJA PEREMPUAN PESISIR SEKTOR PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT DALAM PERSPEKTIF ANALISIS GENDER DI PAKANDANGAN TENGAH KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Ariwidodo

    2017-01-01

    Full Text Available This study aims to describe the characteristics of seaweed fishermen ; to describe the division of labor among husband and wife fishing seaweed, to analyse the differences in access to and control over production resources between husband and wife fishing seaweed, and to analyse the contribution of women towards seaweed fisherman family’s income in Laok Lorong village. This study is quantitative in design which is supported by qualitative one. Quantitative research is conducted by survey study and integrated with interview of qualitative. Wife's involvement in productive activities also contributes to her family's income. Wife’s income can cover the family expenses when the husband does not have any. Husband tends to play a role in the productive activity, whereas the wife plays her role in reproductive and social activities. The husband had access to the land of seaweed cultivation, cultivation equipment, the crab catcher, credit, livestock, and crab. Wife’s access tend to land for farming, the income of seaweed cultivation, and peeling crabs, as well as the crops of the fields. Husband’s control is almost all of the resources and benefits such as the land for cultivation, land for farming, cultivation equipment, the crab catcher, credit, livestock, labor, the cultivation of seaweed, crabs, and counseling. Contributions of the wife in this study is not only focused on the amount of income but also related to the amount of time she spends in productive, reproductive, and social activities.

  14. POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE

    OpenAIRE

    Supatno, S; Wahyu Andy Nugraha; I Insafitri

    2010-01-01

    The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method use...

  15. Tepung Rumput Laut (Eucheuma Cottonii Menaikkan Level Superoksida Dismutase (Sod Ginjal Tikus Hiperkolesterolemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tutik Wresdiyati

    2012-11-01

    Full Text Available Hypercholesterolemia condition was reported can decrease activities of antioxidant superoxidedismutase, catalase, and glutathione peroxide. This study was conducted to observe the role of seaweed(Eucheuma cottonii powder in increasing the level of antioxidant cooper, zinc-superoxide dismutase (Cu,Zn-SOD in kidney tissues of hypercholesterolemic rats. Twenty male Wistar rats were used in this study.Those rats were divided into four groups ; (1 Negative control group (A, (2 and (3 werehypercholesterolemic groups that were treated with 5% (B, and 10% (C of seaweed powder, and (4Hypercholesterolemic group as positive control (D. The treatment was carried out for 35 days.Hypercholesterolemia condition (>130 mg/dl, except for group A, was achieved by feeding the rat withcommercial diet containing 1% cholesterol and drinking water ad libitum for 40 days. Serum total cholesterolwas analyzed both before and after treatment. Rat kidneys were taken at the end of treatment, andprocessed by using paraffin embedding standard method. The tissues were then stained usingimmunohistochemical technique to Cu,Zn-SOD. The results showed the seaweed powder decreased serumtotal cholesterol, increased caecum cholesterol, repaired alteration of kidney tissues, and increased thelevel of antioxidant Cu,Zn-SOD in the kidney of hypercholesterolemic rats. Dietary fibers and antioxidantactivity of 10% seaweed powder was better than the of 5%.

  16. REGENERASI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN Sitrat Sintase MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-02-01

    seleksi 85%, dan efisiensi regenerasi thalus non transgenik sebesar 95% pada media non selektif. Media recovery dengan penambahan pupuk PES memperlihatkan sintasan yang paling baik pada regenerasi thalus transgenik. Hasil analisis PCR memperlihatkan K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  17. STUDI KOMUNITAS RUMPUT LAUT DI PANTAI SANUR DAN PANTAI SAWANGAN NUSA DUA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    GALIH INDRAWATI

    2012-11-01

    Full Text Available Aims of this research are to analyze structure community population, relative population, variety domination, heterogeneous, and equality of seaweed species in Sanur and Sawangan Beach Nusa Dua.The result of the study shows that in Sanur and Sawangan Beach observed 13 related seaweed species were observed, which are: Ulva reticulata, Chaetomorpha crassa, Bornetella nitida, Halimeda macroloba, Padina australis, Sargassum binderi, Hypnea asperi, Dictyopteris sp, Gracilaria coronapifolia, Gracilaria gracilis, Acanthopora spicifera, Euchema edule, Euchema denticulatum Meanwhile, , Caulerpa racemosa, Boergesiana forbessii, Sargassum crassifolium, Gelidium sp, Turbinaria ornata, Gracilaria foliifera only observed in Sanur Beach and species of Actinotrichia fragilis, Ulva lactuca, Euchema serra, Turbinaria conoides observed in Sawangan Beach, Nusa Dua.Heterogeneous value index (H in Sanur Beach is 0.75 – 1.87 categorized as medium category, except in station five characterized as low category. Domination index (C is 0.10 – 0.28, where there is no dominated species. Equality index value (E is 0.32 – 0.85 in unstable condition, except in station one is stable. In Sawangan Beach, heterogeneous indexes is 1.04 – 1.54, that spread in all stations by medium category. Domination index is 0.14 – 0.30, indicated that there is no dominant species. Equality index is 0.47 – 0.74, by stabile condition in station one, while others station is unstable. Highest relatif population in Sanur Beach is 37.63% in station three (Gracilaria foliifera. In Sawangan Nusa Dua Beach is Hypnea asperi (48.65%.Substrate analysis show that Sanur and Sawangan Beach has mud sand types. Water temperature in both research locations approximately is 28.90 C – 30.40 C, pH 7.00 – 7.80 and dissolved oxygen around 6.8mg/1-7.4mg/l.

  18. POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Supatno

    2010-10-01

    Full Text Available The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method used in the measurement of the population bacteria is total fiat analysis (TFA. Data collection was done three times weekly on three different places Lobuk village, Bluto sub district, Sumenep. The result of observation shows that the average of bacteria population on those three different locations and also different time-observing are significantly different. The total average of bacteria populations ranges from 7278 to 18060 coloni/gr. The high value of this population is assumed as a part of the environment parameter that supports the growing of E. cottonii such as temperature and velocity.Keywords : Bacteria population, Ice-ice, E. cottonli

  19. POTENSI RUMPUT LAUT DI PANTAI BAYAH, KABUPATEN LEBAK, BANTEN SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triastinurmiatiningsih Triastinurmiatiningsih

    2008-07-01

    Full Text Available Antibacterial potency of some seaweed against Escherichia coli has been known. The aim of this research is to know the species of seaweeds from Bayah beach Lebak Banten which may be used as antibacterial against Escherichia coli. Twenty one seaweed species samples from Bayah Beach Lebak Banten were exstracted by organic solvent of absolute methanol according to Espeche, Fraile, and Mayer (1984 and Darusman, Sayuti, Komar & Pamungkas (1992 methods. The antibacterial activities were examined by means of Kirby-Bauer or diffusion method. The results showed antibacterial activities occur from the extract of Boodlea composite, Chaetomorpha crassa, Ulva fasciata, Sargassum crustaefolium, Padina australis and Halimeda gracilis. Sofar, Padina australis extract had shown better inhibitory activities than others.

  20. POTENSI RUMPUT LAUT DI PANTAI BAYAH, KABUPATEN LEBAK, BANTEN SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli

    OpenAIRE

    Triastinurmiatiningsih Triastinurmiatiningsih; Tri Saptari Haryani

    2008-01-01

    Antibacterial potency of some seaweed against Escherichia coli has been known. The aim of this research is to know the species of seaweeds from Bayah beach Lebak Banten which may be used as antibacterial against Escherichia coli. Twenty one seaweed species samples from Bayah Beach Lebak Banten were exstracted by organic solvent of absolute methanol according to Espeche, Fraile, and Mayer (1984) and Darusman, Sayuti, Komar & Pamungkas (1992) methods. The antibacterial activities were examined ...

  1. STUDI KOMUNITAS RUMPUT LAUT DI PANTAI SANUR DAN PANTAI SAWANGAN NUSA DUA BALI

    OpenAIRE

    GALIH INDRAWATI; I Wayan Arthana; I Nyoman Merit

    2012-01-01

    Aims of this research are to analyze structure community population, relative population, variety domination, heterogeneous, and equality of seaweed species in Sanur and Sawangan Beach Nusa Dua.The result of the study shows that in Sanur and Sawangan Beach observed 13 related seaweed species were observed, which are: Ulva reticulata, Chaetomorpha crassa, Bornetella nitida, Halimeda macroloba, Padina australis, Sargassum binderi, Hypnea asperi, Dictyopteris sp, Gracilaria coronapifolia, Gracil...

  2. Isolasi Natrium Alginat Dari Talus Rumput Laut Coklat Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agard

    OpenAIRE

    Windy, Wahyuni

    2016-01-01

    Brown seaweed contains several different polysaccharides include alginic acid (alginate), laminaran (laminarin) and fucoidan (sulfate fucan). Brown seaweed Sargassum sp. isthe only brown algae as an export commodity after the red algae. Alginate is one of type polysaccharide found in the cell walls of brown algae with levels reaching 40% of the total dry weight and plays an important role in maintaining tissue structureof brown algae. In the pharmaceutical industry, alginate is used to manufa...

  3. KAJIAN PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottoni (Studi Kasus Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maftuhah

    2012-10-01

    Full Text Available Pamekasan, have great potential for the development of seaweed farming. The aims of this study are to know: marketing channels and marketing margins. The method of sampling was done by using incidental sampling and snowball sampling. Mean while, the methods of collecting data through observations, distributing questionnaires, interviews, library research and documentation.Data analysis using analysis of R/C ratio to determine the feasibility of the business and margin analysis to determine the efficiency of marketing. The results showed that a. seaweed farming are viable with R/C ratio 1.151 for the wet sales and 1.77 for the dry sales. B there are two seaweed marketing channels, first: farmers – middlemen – plant collectors – factories, second: farmers – plant collectors – factories. The analysis of marketing margins, showed that marketing channels of wet seaweed was inefficient, while marketing channels of dried seaweed was efficient.

  4. PEMBUATAN BIOETANOL DARI RUMPUT LAUT Gracilaria sp. MELALUI HIDROLISIS MENGGUNAKAN SELULASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Anaawang

    2017-04-01

    Full Text Available The main aim of this research was to determine the concentration of ethanol from seaweed Gracilaria sp. through separately and simultaneous fermentations. The Gracilaria sp. was hydrolyzed using cellulase (SQsyme CS 6% w/v. Three concentration of hydrolyzate levels (25% v/v, 75% v/v and 90% v/v were set up, combined with four concentration levels of urea (0% w/v; 1%w/v; 1.5% w/v; and 2% w/v. Test parameters measured such as pH of the medium, the number of yeast cells, total of residual sugar and ethanol content. The results showed that the optimum consentration of ethanol 1.05% v/v (separated fermentation and 1.66% v/v  (simultaneous fermentation or 8.28 g/L and 13.18 g/L occurred at day 5 and this was achieved by a combination of 90% v/v seaweed hydrolyzate and 1% w/v urea (fermented separately and seaweed substrate of 90% w/v and urea 2% w/v (fermentation simultaneously. Simultaneous fermentation produces ethanol content higher than fermentation separately.

  5. Pengendalian Getah Kuning Manggis Menggunakan Ekstrak Rumput Laut dan Pemupukan Kalium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I KETUT SUADA

    2016-01-01

    Full Text Available The Control of Mangosteen Yellow Latex Using Seaweed Extract and Potassium Fertilizer. The yellow latex disease decreases fruit quality of mangosteen because of exogenic latex causes dirty fruit and the endogenic latex makes the bitter fruit taste, then it does not deserve to be consumed. The causal agent of the disease was Verticillium alboatrum, Fusarium oxysporum, and Pestalotia macrotricha. Control using synthetic chemical for the fungus is severely decreasing the quality of the environment, therefore the use of organic agent such as botanical fungicide and the use of potassium fertilizer is recommended. The purpose of this research is to find the dose of potassium fertilizer and sea weed extract to decrease yellow latex disease of mangosteen fruit. The research was done in-vivo in the field with indicator of the decrease of yellow latex incident. The research showed that potassium fertilizer of 1.5 kg/plant combine with 1% extract was the best treatment with the lowest yellow latex incident of 9.4%. The treatment effective decreasing the disease of 56.3% compared to control and 56.9% when it is compared to 0,2% Antracol fungicide.

  6. SIRKULASI TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etsa Purnama Sari

    2014-01-01

    Full Text Available Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau dan perairan menjadikan angkutan laut menjadi salah satu sarana transportasi yang cukup efektif di negara ini. Daya angkut yang besar dan beragam serta biaya yang lebih murah dengan jarak jangkauan yang luas, membuat sarana ini banyak diminati oleh masyarakat sekaligus juga merupakan pendukung utama perkembangan kehidupan sosial budaya dan roda perekonomian. Untuk mendukung proses transportasi laut ini perlu sarana berupa pelabuhan. Pelabuhan dalam melakukan pelayanan terhadap kapal memiliki beberapa fasilitas pokok dan penunjang yang wajib dimiliki. Salah satunya adalah terminal penumpang kapal laut dengan berbagai kegiatan di dalamnya untuk kedatangan maupun keberangkatan. Masalah ketidaknyamanan dalam berkegiatan, jauhnya akses sirkulasi antara satu kegiatan dengan kegiatan kegiatan embarkasi dan debarkasi yang tidak teratur, pembagian jalur sirkulasi penumpang dan pengantar penumpang yang tidak jelas seringkali muncul akibat sirkulasi yang tidak direncanakan dengan baik pada terminal penumpang kapal laut. Bahkan tidak jarang dapat menimbulkan adanya calo tiket hingga adanya penumpang tanpa tiket yang dapat masuk ke dalam kapal hingga kapal berlayar. Perencanaan sebuah sirkulasi yang tepat pada terminal penumpang kapal laut memerlukan kajian terhadap unsur-unsur sirkulasi seperti pencapaian, pola sirkulasi, jalur sirkulasi, serta bentuk ruang sirkulasi. Kajian unsur-unsur ini selanjutnya diselidiki melalui penelusuran masalah dengan analisis deskriptif melalui penggambaran objek penelitian yang terdapat pada Terminal Penumpang Pelabuhan International Yokohama, Terminal Penumpang Pelabuhan Kobe dan Terminal Penumpang Pelabuhan Osanbashi Hall   As one of the largest archipelago country, sea transportation acts as one of the most effective means of transportation in Indonesia. Large and diverse carrying capacity, lower cost with wide range of distances, are factors which making sea

  7. KONSERVASI MAMALIA LAUT (CETACEA DI PERAIRAN LAUT SAWU NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiuddin Salim

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan Indonesia merupakan daerah ruaya (migrationdari jenis-jenis mamalia laut (marine mammals seperti paus, lumba-lumba dan ikan duyung, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.Cetacea dan berbagai jenis biota laut peruaya lainnya termasuk jenis penyu hingga saat ini keberadaannya semakin terancam.Pemerintah Indonesia, melalui Departemen Kelautan dan Perikanan melakukan upaya perlindungan spesies bagi mamalia laut dengan membentuk dan menetapkan kawasan konservasi Laut Sawu sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKNP.Penetapan suatu kawasan menjadi kawasan yang dilindungi tidak lepas dari kendala dan hambatan yang dihadapinya, tetapi hambatan dan kendala ini dapat dijadikan suatu tantangan dalam mengelola sumberdaya alam yang lebih efektif.Pengelolaan yang efektif bagi mamalia laut yakni dengan tetap melindungi ekosistem dan habitatnya, melakukan penelitian dan monitoring, pemantauan terhadap illegal fishing maupun destructive fishing.Kata Kunci :Cetacea, Konservasi, Tantangan, Pengelolaan efektif

  8. PENGARUH SUPLEMENTASI FETAL CALF SERUM TERHADAP KEMAMPUAN MATURASI IN VITRO OOSIT SAPI

    OpenAIRE

    Denvy Meidian Daoed; Nono Ngadiyono; Diah Tri Widayati

    2014-01-01

    Penelitian ini memanfaatkan hasil samping rumah potong hewan (RPH) sebagai sumber oosit untuk in vitro fertilization (IVF). Untuk meningkatkan keberhasilan IVF dilakukan suplementasi fetal calf serum (FCS) pada medium maturasi in vitro. Ovarium sapi dari RPH dibawa ke laboratorium dalam medium NaCl 0,9% pada suhu 31-34ºC. Selanjutnya oosit diaspirasi menggunakan syringe 3 ml dan jarum 23 G yang berisi Dulbeco’s-Phosphate Buffer Saline (DPBS), kemudian dimaturasikan pada inkubator CO2 modifika...

  9. PENGARUH KONSUMSI TEMPE TERHADAP SUPLEMENTASI ZAT BESI PADA TIKUS YANG MENDERITA ANEMI GIZI BESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudith Herlinda

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persentasi absorpsi zat besi kedele dan beberapa produk protein kedele tergolong rendah. Sekiranya tempe sebagai produk fermentasi kedele juga mempunyai daya absorpsi zat besi yang rendah, apakah ini akan juga menghambat penyerapan suplementasi besi yang diberikan pada penderita anemi gizi yang biasa mengkonsumsi tempe? Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tempe terhadap suplementasi besi pada tikus yang menderita anemi gizi. Empat kelompok tikus percobaan diberi ransum yang defisien besi selama 6 minggu sehingga mengalami penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit yang nyata dibanding dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, kelompok tikus yang defisiensi besi tersebut selama 4 minggu berikutnya, disamping mendapat suplementasi zat besi juga mendapat ransum yang berbeda-beda, yaitu ransum yang sama dengan kelompok kontrol dan ransum yang mengandung campuran tempe dan sususkim dengan rasio protein tempe terhadap susu skim berbeda-beda, yaitu 10:90; 25:75; dan 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum tikus dengan campuran tempe yang tertinggi pun (50:50 tidak mempengaruhi absorpsi zat besi yang diberikan sebagai tambahan pada tikus yang menderita anemi gizi besi.

  10. Studi sosioliguistik bahasa Fataluku di Lautém

    NARCIS (Netherlands)

    Conceição Savio, Edegar da

    2016-01-01

    This book describes the end result of a research in Lautém between 2010 and 2014, as part of a research project on Adult Literacy Education in Timor-Leste. This book focuses on the Fataluku language that is spoken in Lautém District, specifically in the sub districts of Lospalos and Tutuala. Fataluk

  11. PEMILIHAN LOKASI BUDI DAYA IKAN, RUMPUT LAUT, DAN TIRAM MUTIARA YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Central Sulawesi had coastal resources which are potential to be developed for mariculture i.e Tomini Bay, however the scientific data support was unavailable. This study was conducted by survey method to find out suitable location to be developed for mariculture in Togean Archipelago, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. Secondary data such as wheather, tidal plate, coastal fisheries production, Indonesia earth surface map of scale 1:50,000, citra land sat-7ETM digital product, and navigation map of scale 1:200,000 were collected before the study. The primary data was collected from each study areas and interpreted as mariculture requirement for several domesticated species i.e. fish, seaweed, and mollusca. Tematic map of area, suitability as the main expected out put of the study was made through spatial analysis and GIS as suggested by reference. The total potential areas which were suitable for mariculture development  are 1,601.3 hectares, namely either for fish culture in floating net cage (1,021.9 hectares, seaweed and pearl oysters (579.4 hectares were distribution in the sea waters of Siatu, Salaka, Kadidiri, Huo, and Bungin island.

  12. Identifikasi Bakteri pada Rumput Laut Euchema spinosum yang terserang penyakit Ice-ice di Perairan Pantai Kutuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprabadevi Ayumayasari Saraswati

    2016-01-01

    Full Text Available The main causes of ice-ice disease that seaweed production will decline. Bacterial infections occur due to fluctuations in climate change resulted in a decrease in water quality resulting in the durability of seaweed. When seaweed stress will facilitate pathogen infection. Disease pathogens cause damage to internal organs. The spread of bacterial disease in seaweed is generally very fast and can lead to death, so that the loss caused by this disease is quite large. Ice-ice disease occurrence is seasonal and contagious, so the impact on the selling price low. The results showed that there are two types of pathogenic bacteria that can potentially cause disease in which bacteria Vibrio alginoliticus and Pseudomonas aeruginosa. Climate change affects the spatial distribution of micro seaweed bacterial pathogens.

  13. ANALISIS KEKUATAN GEL (GEL STRENGTH PRODUK PERMEN JELLY DARI GELATIN KULIT IKAN CUCUT DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN DAN RUMPUT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    pipih - suptijah

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakPermen jelly merupakan permen bertekstur kenyal dengan penambahan komponen hidrokoloid,misalnya agar, gum, pektin, pati, karaginan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk modifi kasitekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan menentukan kekuatan gel (gelstrength dan formulasi terbaik dari permen jelly yang berasal dari gelatin kulit ikan cucut dan karaginan.Metode analisis yang digunakan, meliputi analisis proksimat, pH, rendemen, viskositas, analisis sensori,dan kekuatan gel. Konsentrasi asam asetat terbaik dalam pembuatan gelatin adalah 0,1 N dan formulasipermen jelly terbaik terdapat pada permen jelly yang dibuat dari gelatin 1,75% dan karaginan 3,50% denganmenghasilkan kekuatan gel 169,35 N/cm2.Kata kunci: gelatin, ikan cucut, kekuatan gel (gel strength, permen jelly

  14. FORMULASI LEDOK INSTAN YANG DITAMBAHKAN IKAN TONGKOL DAN RUMPUT LAUT [Instant Ledok Formulation by Addition of Frigate Mackerel and Seaweed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Suter*

    2011-12-01

    Full Text Available Ledok is a traditional food from Nusa Penida, Bali, in form of non-rice porridge. The main ingredients of ledok are corn and cassava, and other ingredients are peanut, red bean and spinach. These ingredients are locally available. In this study, nutrient content of instant ledok was increased through improving the formulation by adding frigate mackerel and seaweed. The study was conducted in order to find out the best formulation of instant ledok. The experiment was carried out through a Random Block Design, with five formulations of frigate mackerel and seaweed ratio in two replicates. The treatment was ratio of frigate mackerel and seaweed: (1 RI = 0 : 0, (2 R2 = 0 : 30, (3 R3 = 10 : 20, (4 R4 = 20 : 10 and (5 R5 = 30 : 0. The characteristics of instant ledok observed were: sensory characteristics and nutrient contents. The results of the study showed that there was no significant effect of formulation to acceptability of colour and odour, but there were significant effects to taste, texture and general acceptability of instant ledok. The best formulation of instant ledok was formulation R5 with addition of frigate mackerel and seaweed ratio of 30 : 0.The nutrition contents of this instant ledok were 79.60% of water, 0.74% of ash, 3.17% of protein, 3.85% of fat, 12.64% of carbohydrate, 21.15 mg/100 g of vitamin C and 3.43% of vitamin C.

  15. TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH IKAN HIAS LAUT UNTUK MELESTARIKAN SUMBERDAYA GENETIKNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Kusrini

    2012-12-01

    Full Text Available Ikan hias laut merupakan salah satu komoditas sumberdaya kelautan yang potensinya masih kurang diperhatikan. Padahal beberapa jenis ikan hias laut tersebut mempunyai nilai jual tinggi di pasaran internasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbenihan guna mendapatkan benih yang unggul agar produksi budidaya dapat lebih maju. Sumberdaya genetik ikan hias laut yang tersebar di perairan Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam. Sumberdaya genetik yang ada selama ini telah termanfaatkan untuk komoditas ekspor dan telah dilakukan penangkapan yang terus-menerus. Eksploitasi yang berlebihan dikhawatirkan akan menyebabkan sumberdaya genetik yang ada habis. Penelitian dan pengembangan budidaya ikan hias laut telah dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, dan Balai Budidaya Laut Ambon untuk beberapa jenis di antaranya clown fish, banggai cardinal fish, clown biak, dan letter six. Teknologi pembenihan ikan hias laut tersebut telah dikuasai dengan baik, namun tingkat sintasan dan kualitas benih belum seperti yang diharapkan. Keberhasilan suatu usaha pembenihan ikan hias laut sangat tergantung pada sistem pengelolaan pembenihannya yaitu cara penyediaan dan pematangan induk, cara melakukan pemijahan, pemeliharaan larva dan benih, pengelolaan pakan, penanganan lingkungan, dan pengendalian penyakit. Pada makalah ini akan dipaparkan tentang teknik budidaya ikan hias laut yang telah berhasil dilakukan baik tahap domestikasi maupun pembenihannya, guna ke depannya produksi benih tersebut dapat dijadikan induk-induk yang berkualitas sehingga dapat melestarikan plasma nutfahnya.

  16. Book Review: Hukum Laut Internasional dan Pengaturannya di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Puji Lestari

    2016-08-01

    Full Text Available Buku ini ditulis oleh Prof. Dikdik Mohamad Sodik, S.H., M.H., Ph.D., dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA. Beliau merupakan pakar dalam bidang hukum laut internasional. Selain menjadi akademisi, Penulis juga aktif mengikuti training programme terkait hukum laut internasional yang diselenggarakan oleh International Ocean Institute Malta, dan Centre of Maritime Policy, Fakultas Hukum, Universitas Wollongong, New South Wales, Australia. Beliau juga aktif dalam menulis artikel hukum laut internasional mengenai masalah Illegal, Unreported and Unregulated (IUU Fishing pada 4 jurnal internasional. Beliau juga menjadi Guru Besar Utama di Fakultas Hukum UNISBA.

  17. The Orang Suku Laut of Riau, Indonesia

    DEFF Research Database (Denmark)

    Chou, Cynthia Gek Hua

    Land reform has been an indisputable part of Indonesian revolution. The consequent execution of development programmes for nation-building have provoked intense hostility over territorial rights. Global market forces in Indonesia have seen increasing flows of transnational investments, technology...... and resources that have resulted in great demand on sea and land spaces. In this momentum of change, several aspects of rural culture including indigenous populations, like the Orang Suku Laut (people of the sea) of Riau have been deemed by the state architects of development programmes to hinder progress...... the social assimilation of indigenous peoples as citizens, religious conversion and cultural identity. Cynthia Chou discusses how Indonesian nation-building development programmes have generated intense struggles over issues pertaining to territorial rights, social assimilation of indigenous peoples...

  18. PENGARUH SUPLEMENTASI FETAL CALF SERUM TERHADAP KEMAMPUAN MATURASI IN VITRO OOSIT SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denvy Meidian Daoed

    2014-01-01

    Full Text Available Penelitian ini memanfaatkan hasil samping rumah potong hewan (RPH sebagai sumber oosit untuk in vitro fertilization (IVF. Untuk meningkatkan keberhasilan IVF dilakukan suplementasi fetal calf serum (FCS pada medium maturasi in vitro. Ovarium sapi dari RPH dibawa ke laboratorium dalam medium NaCl 0,9% pada suhu 31-34ºC. Selanjutnya oosit diaspirasi menggunakan syringe 3 ml dan jarum 23 G yang berisi Dulbeco’s-Phosphate Buffer Saline (DPBS, kemudian dimaturasikan pada inkubator CO2 modifikasi dalam medium Tissue Culture Medium-199 (TCM-199 (CO2 5%, kelembaban 99% dan suhu 37-39ºC. Oosit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (TCM-199 dan kelompok perlakuan (TCM-199 + 10% FCS. Angka maturasi dianalisa dengan Chi-Square, sedangkan kualitas oosit dianalisis secara deskriptif. Maturasi oosit sapi pada kelompok perlakuan berbeda nyata (P≤0,05 dibandingkan kelompok kontrol (55,22% vs 40,09%. Penggunaan 10% FCS pada medium maturasi dapat menghasilkan kualitas oosit matur yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan 10% FCS suplementasi dapat meningkatkan kemampuan maturasi oosit sapi in vitro. (Kata kunci: Fetal calf serum, Kultur oosit, Maturasi in vitro, Oosit sapi

  19. PEMANFAATAN MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris SUMBER DHA DAN EPA

    OpenAIRE

    2016-01-01

    Penelitian tentang mikroalga laut jenis Chlorella vulgaris telah dilakukan. Chlorella vulgaris dipilih sebagai bahan penambah gizi untuk di fortifikasi kedalam makanan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dengan menganalisis kandungan DHA dan EPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultur fitoplankton Chlorella vulgaris dan dipanen setelah media kultur mencapai fase Stasioner. Kemudian, dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer, biomassa kering dianalisis kandungan DH...

  20. IKAN HIAS LAUT: TANTANGAN BUDIDAYA DAN PELUANG BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anjang Bangun Prasetio

    2012-12-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai potensi ikan hias laut cukup besar, selain ikan yang unik, baik warna, bentuk, dan tingkah laku, serta sifat-sifat lain yang dimilikinya, juga potensi jenis yang cukup banyak di alam. Hal ini cukup menarik untuk peluang bisnis, karena tidak hanya bagi para pencinta ikan hias (hobiis akan tetapi para pemula juga mulai menggemari ikan hias. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terkait ikan hias laut ini sehingga upaya untuk memproduksi benih dan induk dari hasil budidaya sudah harus digalakkan, mengingat banyak jenis-jenis budidaya ikan hias laut yang potensial untuk dikembangkan berdasarkan permintaan pasar baik domestik maupun internasional. Beberapa dukungan kebijakan yang dapat dilakukan terkait status budidaya ikan hias laut, antara lain pengembangan ke arah budidaya, industrialisasi budidaya, serta penataan sistem perdagangan.

  1. Internalisasi Biaya Eksternal pada Angkutan Laut BBM Domestik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Intan Pratiwi

    2013-03-01

    Full Text Available Aktivitas pengangkutan BBM domestik lewat laut, seperti halnya aktivitas transportasi yang lain memiliki biaya transportasi yang harus ditanggung oleh penyedia jasa angkutan. Biaya ini adalah biaya internal transportasi yang timbul oleh angkutan (moda untuk mengangkut BBM dari pelabuhan muat (loading ke pelabuhan bongkar (discharge. Biaya ini adalah biaya yang terlihat langsung dan merupakan biaya yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan transportasi. Namun selain menimbulkan biaya internal, aktivitas pengangkutan BBM domestik juga menimbulkan biaya eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis seberapa besar biaya eksternal yang timbul akibat proses pengangkutan BBM domestik lewat laut dan dampaknya pada unit biaya transportasi. Biaya eksternal adalah eksternalitas yang dikuantifikasi ke dalam satuan biaya. Biaya eksternal ini merupakan biaya yang biasanya tidak diperhitungkan, padahal biaya ini berdampak besar bagi pengangkutan BBM domestik. Biaya eksternal yang dijabarkan dalam penelitian ini antara lain biaya atas utilitas armada, biaya atas kongesti dan biaya atas polusi udara.Internalisasi biaya eksternal merupakan digunakan untuk mengetahui signifikansi biaya eksternal tersebut terhadap unit biaya angkutan laut BBM domestik, mengingat beberapa jenis BBM masih disubsidi. Analisis sensitivitas juga dilakukan untuk masing-masing komponen biaya eksternal untuk mengetahui efek dari biaya tersebut terhadap unit biaya transportasi. Internalisasi ini akan menyebabkan rata-rata kenaikan unit biaya angkutan laut BBM domestik dari 363 Rp/Liter menjadi 586 Rp/Liter. Namun, proses internalisasi ini akan membuat penyedia jasa angkutan terhindar dari pengeluaran yang tidak terencana akibat eskternalitas.

  2. SEJARAH PENGUASAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DI TELUK TOMINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Obie

    2015-01-01

    Full Text Available This article aims to analyze the historical milestones of coastal and sea resources management in Tomini Bay. It used a critical theory paradigm with two strategies, namely historical sociology and case studies. The collected data were primary and secondary ones, then were analyzed by using qualitative approach. The analysis results indicated that coastal and sea management in To-mini Bay could be divided into era before 1901, when Bajo Tribe was the sea adventurer in To-mini Bay as well as owning the resources. Since 1901 to independence era of Old Order, Bajo tribe began to settle to coastal area, built houses above the sea surfaces with economic resources coming from fishing and other sea pickings.  During the New Order, precisely from 1977 to Reformation Order, the existence of Bajo Tribe was terribly disturbed by the wood company, fishpond, and conservation policy. In this era, Bajo Tribe faced the resettlement pressure that caused their community was divided, Sea Bajo and Land Bajo.  This reality caused the access of the Land Bajo community to the coastal and sea resources was limited, while the Sea Bajo community was progressively under the pressure of of the expansion of the wood company, fishpond, and conservation policy.Key words: Bajo Tribe, wood company, fishpond, conservation, resettlement, cultural tourismTujuan penelitian ini adalah menganalisis tonggak-tonggak sejarah penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan paradigma teori kritis, dengan strategi sosiologi sejarah dan studi kasus. Data yang terkumpul berupa data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini dapat dibagi atas masa sebelum tahun 1901, yang ditandai Suku Bajo sebagai pengembara laut di Teluk Tomini sekaligus me-nguasai sumber daya yang ada. Sejak tahun 1901 sampai masa kemerdekaan (Orde Lama, Suku Bajo

  3. IDENTIFIKASI Anisakis sp. PADA BEBERAPA IKAN LAUT DI BEBERAPA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) CILACAP

    OpenAIRE

    Prasetyarti Utami

    2015-01-01

    Konsumsi ikan laut makin meningkat di masyarakat, tetapi beberapa jenis penyakit zoonosis yang berasal dari ikan laut telah ditemukan, salah satunya anisakiasis. Anisakiasis adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi larva stadium III cacing nematode anisakis, dan dapat menginfeksi manusia (zoonosis). Transmisi larva stadium III Anisakis sp. ke manusia terjadi ketika manusia mengkonsumsi ikan laut mentah. Anisakis sp. menyebabkan penyakit granuloma eosinofilik dalam usus manusia....

  4. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  5. KAJIAN INTERAKSI ZAT BESI DENGAN ZAT GIZI MIKRO LAIN DALAM SUPLEMENTASI (REVIEW OF INTERACTIONS BETWEEN IRON AND OTHER MICRONUTRIENTS IN SUPPLEMENTATION Endi Ridwan1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endi Ridwan

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Micronutrients play a necessary and important role in the metabolism. One way to improve micronutrient deficiency condition is by supplementing these nutrients, both single or in combination. The impact of nutritional supplementation with a combination of two substances is the interaction of the nutrients, either synergistic or antagonistic. Some interactions of iron with other micronutrients, such as the iron with zinc, vitamin A, copper and vitamin C that are commonly found in several studies shows that iron supplementation with zinc causes a synergistic effect when they are  given along with food and drink. However, iron and zinc complete each other if they are given only with drinks. Supplementation of iron combined with vitamin A produce a synergistic Interaction. This supplementation can increase the levels of iron and vitamin A simultaneously. Iron and copper can not be given in combination because they compete in the process of absorption in the intestine. The combine supplementation of iron and vitamin C has a significant impact in increasing the iron status of anemia subjects. The supplementation of combine nutrition should consider the condition of the subject, food consumption, mode of administration and the absorption of these nutrients in the body. Keywords: iron, other micronutrients, supplementation, interaction, administration     ABSTRAK Zat gizi mikro sangat diperlukan dan berperan penting dalam metabolisme tubuh. Salah satu cara untuk memperbaiki kekurangan zat gizi mikro adalah dengan suplementasi zat gizi tersebut secara tunggal atau kombinasi. Dampak dari suplementasi kombinasi dua zat gizi adalah terjadinya interaksi dari kedua zat gizi, baik secara sinergis ataupun antagonis. Beberapa interaksi zat besi dengan zat gizi mikro lain, seperti antara zat besi dengan zat seng (zinc, vitamin A, tembaga dan vitamin C yang sering dijumpai dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa suplementasi zat besi dengan zinc

  6. ???Di Laut kita (Belum) Jaya??? Koran Nasional Fajar

    OpenAIRE

    Burhanuddin, andi Iqbal

    2016-01-01

    Di Laut Kita (Belum) Jaya Andi Iqbal Burhanuddin (Guru Besar Ilmu Kelautan Unhas) Salah satu kementerian dalam Kabinet Kerja Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang banyak mendapat sorotan media di awal pelantikannya adalah kementerian kemaritiman. Hal tersebut dikarenakan komitmen dan janji presiden Jokowi-JK dalam visinya yaitu ingin menjadikan maritim sebagai salah satu prioritas dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Pemerintah RI memang perlu kembali fokus dalam pengemb...

  7. Pengaruh Pemanfaatan Rumput Laut Gracilaria Edulis dalam Pakan terhadap Kinerja Ayam Fase Pullet (The Influence of Seaweed Gracilaria Edulis in the Diets on the Performance of Pullet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiesje Martha Horhoruw

    2012-02-01

    ppm; 0.50 ppm; 0.52 ppm; 0.55 ppm; 0.56 ppm and 0.60 ppm. It was concluded that the use of seaweed Gracilaria edulis until 15.00% in the diet did not decrease the performance of pullet phase and increased egg yolk color, also did not increase iodine in the yolk. (Key words: Seaweed Gracilaria edulis, Diets, Chicken’s work, Pullet phase

  8. MENGENAL JENIS-JENIS CACING LAUT DAN PELUANG BUDIDAYANYA UNTUK PENYEDIAAN PAKAN ALAMI DI PEMBENIHAN UDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasidi Rasidi

    2013-06-01

    Full Text Available Cacing laut merupakan salah satu jenis pakan alami yang banyak digunakan sebagai pakan induk udang di pembenihan udang. Jenis-jenis cacing laut yang dimanfaatkan sebagai pakan alami induk udang di pembenihan udang antara lain dari famili Nereidae dan Eunicidae. Famili Nereidae terdiri atas Nereis sp., Namalycastis, Perinereis nuntia. Famili Eunicidae terdiri atas Marphysa sp.-1, dan Marphysa sp.-2. Berbagai jenis cacing laut tersebut mempunyai nama lokal yang berbeda-beda di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Serang, Cilacap, Situbondo, dan Barru. Masyarakat setempat memperoleh cacing laut tersebut dari penangkapan di alam antara lain di kawasan mangrove, tambak, dan pantai. Pembenihan udang sebagai pengguna sangat mengharapkan cacing laut dapat dibudidayakan sehingga kebutuhan pakan alami tidak tergantung dari hasil penangkapan saja. Pembenihan udang telah siap menerima produksi cacing laut dari hasil budidaya jika cacing laut berhasil dikembangkan, hal ini menjadi peluang pasar yang menjanjikan sehingga potensi dan peluang sebagai salah satu komoditas penting untuk memenuhi kebutuhan pakan alami dalam industri akuakultur terpenuhi.

  9. Kandungan Pb Pada Daun Angsana (Pterocarpus indicus dan Rumput Gajah Mini (Axonopus.SpDi Jalan Protokol Kota Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nihayatul Inayah

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui akumulasi Pb pada daun Angsana (Pterocarpus indicus dan rumput Gajah Mini (Axonopus.Sp yang terletak dibeberapa jalan protokol Kota Tangerang. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di Sembilan lokasi utama Kota Tangerang dan satu di lokasi permukiman. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret dan April 2009. Sampel dianalisa menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA melalui metode destruksi basah. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kandungan Pb pada daun Angsana (2.04 – 7.30 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 1.12 – 7.61 μg/g pada bulan April 2009 dan rumput Gajah Mini (2.12 – 12.38 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 5.89 – 10.32 μg/g pada bulan April 2009. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Pterocarpus indicus dan Axonopus.Sp mampu mengakumulasi Pb pada kisaran 1.12-12.38 μg/g. Kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini hasil penelitian tidak mencapai 1000 ppm (μg/g. Hal ini berarti kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini di Kota Tangerang belum melampaui ambang batas toksisitasnya terhadap tanaman.

  10. PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT MENGGUNAKAN DATUM GEODESI NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutomo Kahar

    2012-08-01

    Full Text Available According to Minister of Internal Affair regulation which is Permendagri No.1 Tahun 2006, Peta LingkunganLaut Indonesia (LLN must be utilized to define boundaries of province sea jurisdiction. Unfortunately, PetaLingkunan Laut Indonesia still applies Indonesia Datum 1974 instead of Datum Geodesi Nasional 1995. It iscontrary with Permendagri No 76 Tahun 2012 and UU No.4 Tahun 2011 which declare the urgency of singlereference datum for Indonesia region. To fit the requirement, Peta Lingkungan Laut Indonesia must betransformed into official datum. This research applied two transformation formulae. There was LaufTransformations to accomodate 2 Dimension Transformation. Computation of transformation parameters andapplication of those parameters were tested at North Coast of Java from Kendal regency to Brebes regency. Ascalculated in MatLab software, this research concluded that Lauf transformation was good for transformingLingkungan Laut Indonesia from ID74 to DGN95.

  11. ANCAMAN DI BALIK HASIL LAUT DI PERAIRAN TELUK JAKARTA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Wisaksono

    2012-10-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri dan disangsikan bahwa bahan makanan yang berasal dari hasil perikanan laut mempunyai kadar nilai gizi tinggi. lkan laut misalnya selain dagingnya mudah dicerna, juga kandungan protein, vitamin, mineral serta lemak tak jenuh sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Jenis-jenis ikan laut segar yang banyak dikonsumsi dan disajikan di restoran seafood adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, kerang, cumi, sotong, udang, kepiting, rajungan, dan lain sebagainya.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI bekerjasama dengan IPB tahun 1997 menunjukkan bahwa contoh komoditi hasil laut yang diperoleh mengandung logam berat Hg adalah dari kelompok kerang-kerangan (Bivalvia yaitu kerang darah, hijau dan tahu.

  12. Distribusi patogen dan kualitas lingkungan pada budidaya perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Romi Novriadi

    2014-04-01

    Full Text Available Peningkatan laju produksi perikanan budidaya secara umum berperan penting dalam peningkatan masalah lingkungan dan patogen di beberapa unit produksi budidaya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian penyakit saat ini menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan menilai distribusi patogen pada beberapa sentra produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau. Monitoing dilakukan mulai Februari 2011 sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodavirus dan Iridovirus merupakan agen penyebab penyakit virus yang umum ditemukan di budidaya ikan laut. Sementara Vibrio spp., Aeromonas spp. dan Edwardsiella spp. merupakan mikroorganisme patogen yang umum ditemukan di sentra budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Hasil kajian monitoring juga menunjukkan bahwa Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp. dan Cylodonela sp. merupakan parasit yang memiliki distribusi tinggi di berbagai sentra produksi ikan air laut dan tawar di Kepulauan Riau.

  13. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OSCILATING WATER COLUMN DI PERAIRAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Arta Wijaya

    2010-12-01

    Full Text Available Untuk di Bali saat ini, telah berdiri beberapa jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu adalahpembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga gas. Dari semua jenispembangkit yang telah ada, keseluruhannya tergantung dari pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaranfosil yang berumur jutaan tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang sudahada ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap lingkungan, kesehatan dan ekonomi.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan suatu upaya dengan penyediaan energi listrik berbahan bakaralternatif yang sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Pembangkit listrik tenagagelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC. Energi gelombangmerupakan energi yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.Dalam penelitian ini dianalisis mengenai besarnya energi yang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaanteknologi oscilatting water column (OWC di perairan Samudra Hindia, tepatnya di laut yang ada di kawasanJimbaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya energi yang dihasilkan gelombanglaut dengan penggunaan teknologi oscilatting water column (OWC di laut yang ada di kawasan Jimbaran. Manfaatpenelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu pembangkit listrik tenagagelombang laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran, sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan dayalistrik guna melayani konsumen yang ada di pulau Bali. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisisbesarnya energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC di lautyang ada di kawasan Jimbaran.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut denganteknologi oscilatting water

  14. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Politeknik Tanah Laut Di Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Ismail

    2016-04-01

    Full Text Available Leadership  style  and  work  motivation  are  elements  that  can  affect  on  job satisfaction to improve employees’ job satisfaction. This research aims to know and analyze the infl uence of leadership style and work motivation on employees’ job satisfaction on the Polytechnic Tanah laut in Tanah Laut Regency. The  type  of  research  is  explanatory  research.  All  of  the  population  are  the samples of the research. Extracting information on 81 employees’ who were the respondents in the study, by using questionnaire in fi ve scales of likert. Data analysis is taken from multiple linear regression analysis, Coeffi cient of Multiple Determination, F-test and t-test. The  results  showed  leadership  style  and  work  motivation  partially  or simultaneously  positive  and  signifi cant  effect  on  the  the  employees’  job satisfaction. Based on these results, implications for the management employees’ that further enhance the confi dence of the leadership and employees’ motivation in order to improve employees’ job satisfaction and institutional goals can be achieved. Keywords : Leadership style, motivation, job satisfaction

  15. Analisis Hubungan Pola Migrasi Penduduk dengan Transportasi Laut (Studi Kasus: Jawa – Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Ramadhan Eka Putra

    2013-03-01

    Full Text Available Transportasi laut yang handal dibutuhkan untuk mengangkut para migran Jawa – Kalimantan karena kondisi geografisnya yang dipisahkan oleh laut. Tetapi pada saat peak time terjadi lonjakan penumpang kapal yang drastis sehingga kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya dan melebihi load factor yang diijinkan. Selain itu, terdapat beberapa kapal yang tidak cocok dioperasikan pada rute Jawa – Kalimantan. Tugas Akhir ini menganalisis tentang hubungan pola migrasi penduduk dengan transportasi laut menggunakan metode kuesioner dan analisis regresi logistik biner. Selain itu, di dalam tugas akhir ini juga berisi analisis pangsa pasar perusahaan pelayaran yang melayani rute Jawa – Kalimantan menggunakan Herfindahl-Hirschman Indeks (HHI dan perencanaan transportasi laut untuk migrasi Jawa – Kalimantan menggunakan vehicle routing problem (VRP. Hasil hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variabel X dan atribut Y yang mempengaruhi jumlah migrasi melalui transportasi laut. Setiap lokasi penelitian menghasilkan variabel X dan atribut Y yang berbeda-beda. Di dalam analisis pangsa pasar menunjukkan PT. Pelni mempunyai pangsa pasar terbesar dan struktur pasar adalah pasar ekonomi monopoli. Pada perencanaan transportasi laut menghasilkan skenario 3.2 sebagai rute dan penugasan kapal yang optimal untuk melayani migrasi penduduk Jawa – Kalimantan beserta tarif yang akan dibebankan kepada para migran.

  16. IDENTIFIKASI Anisakis sp. PADA BEBERAPA IKAN LAUT DI BEBERAPA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prasetyarti Utami

    2015-04-01

    Full Text Available Konsumsi ikan laut makin meningkat di masyarakat, tetapi beberapa jenis penyakit zoonosis yang berasal dari ikan laut telah ditemukan, salah satunya anisakiasis. Anisakiasis adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi larva stadium III cacing nematode anisakis, dan dapat menginfeksi manusia (zoonosis. Transmisi larva stadium III Anisakis sp. ke manusia terjadi ketika manusia mengkonsumsi ikan laut mentah. Anisakis sp. menyebabkan penyakit granuloma eosinofilik dalam usus manusia. Penemuan larva Anisakis sp. dalam beberapa ikan laut dapat digunakan sebagai indikator kualitas daging ikan berdasarkan nilai intensitas parasit. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi Anisakis sp. pada beberapa ikan laut di 3 tempat pelelangan ikan (TPI Cilacap. Metode penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Area sampling di 3 TPI yaitu: Pelabuhan Samudra, Teluk Penyu, dan Lengkong. Ikan sampel berupa kembung, selar, dan ikan tengiri swanggi. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi dan Entomologi, Fakultas Biologi Unsoed, yang meneliti organ internal, tubuh, dan daging ikan. Identifikasi Anisakis sp. dilakukan berdasarkan Moller dan Anders, 1986. Larva Anisakis sp. ditemukan dan diidentifikasi adalah larva stadium III Anisakis sp. Jumlah Anisakis sp. tertinggi ditemukan pada ikan selar. Nilai Prevalensi larva Anisakis sp. yang ditemukan di selar, kembung, dan ikan tengiri swanggi dapat menunjukkan bahwa ikan-ikan tersebut memiliki kualitas daging yang relatif buruk.

  17. PENENTUAN POLA SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI PESISIR PANTAI BATAKAN KALIMANTAN SELATAN DENGAN METODE GEOLISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ori Minarto

    2017-01-01

    Full Text Available Abstrak: Desa Batakan merupakan daerah paling Selatan dari Kabupaten Tanah Laut yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Survei geolistrik metode Schlumberger 1D untuk mengetahui sebaran intrusi air laut di pesisir pantai Batakan Kalimantan Selatan bertujuan untuk mengetahui pola intrusi air laut baik sebaranya maupun kedalamannya yang ditinjau dari nilai resistivitasnya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui sifat-sifat air tanah dangkal berupa salinitas dan derajat keasamannya. Dengan sembilan titik pengukuran geolistrik, dan sembilan titik pengambilan sampel air yang berasal dari sumur warga, diperoleh potensi intrusi air laut di daerah pesisir terjadi pada titik GL1 yang berjarak 175 meter dari bibir pantai yang mencapai kedalaman 10,02 meter. Pada titik pengukuran GL4 yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga kedalaman 14,21 meter. Pada titik pengukuran GL7 yang berjarak 190 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga 65 meter di bawah permukaan tanah. Berdasarkan pengukuran salinitas di sembilan titik sampel dari sumur dangkal milik warga, terdapat satu sumur yang tergolong dalam air payau yaitu dengan nilai salinitas 7 0/00 dan delapan sumur lainnya tergolong dalam air tawar dengan kadar 0-5 0/00 dengan pH antara 7-7,7.   Kata Kunci: salinitas, intrusi, geolistrik, Batakan.

  18. SUPLEMENTASI MIKROENKAPSULAT EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (KBM MENURUNKAN KADAR MALONALDEHIDA HATI TIKUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nesya Nova Febriane

    2015-12-01

    terkandung dalam KBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mikroenkapsulasi ekstrak KBMuntuk menurunkan kadar malonaldehida (MDA hati tikus percobaan yang mengonsumsi minyak sawit teroksidasi. Antioksidan diekstrak dari tepung KBM dengan metanol dan dimikroenkapsulasi menggunakan gelatin, karboksimetil selulosa (CMC, dan maltodekstrin. Kapasitas antioksidan diukur dengan metode 2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH. Ekstrak dengan dosis 100 mg/kg bb (KBM 1 serta mikroenkapsulat KBMdengan dosis 100 (KBM 2 dan 200 mg/kg bb (KBM 3 disuplementasi pada pakan tikus dengan penambahan minyak sawit teroksidasi selama 50 hari perlakuan. Setelah diterminasi, hati tikus diambil lalu diukurkonsentrasi malonaldehida (MDA yang terkandung. Penurunan kadar MDA pada KBM 1, KBM 2, dan KBM 3 yaitu sebesar 11,64 persen, 40,18 persen, dan 53,43 persen. Suplementasi ekstrak KBM yang dimikroenkapsulasi maupun tanpa enkapsulasi tidak mempengaruhi berat dan konsumsi pakan tikus. Mikroenkapsulat KBM efektif untuk menurunkan kadar MDA hati tikus dibandingkan ekstrak tanpa enkapsulasi, dimana konsentrasi terbaik yaitu 200 mg/kg bb. Proses ekstraksi dan mikroenkapsulasi dapat mengurangi rasa pahit dan getir KBM. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1: 61-70]Kata kunci: antioksidan, kulit buah manggis, minyak sawit teroksidasi, mikroenkapsulasi, kadar MDA hati

  19. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  20. Analisa Pengaruh Penambahan Kapasitor Terhadap Proses Pengisian Baterai Wahana Bawah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Muhammad Chanif

    2014-03-01

    Full Text Available Potensi wisata bawah laut Indonesia banyak yang belum dikembangkan, hanya Pulau Bali yang sudah memanfaatkannya dengan membuat wahana bawah laut yang berpenggerak motor DC yang listriknya disuplai oleh baterai. Setiap satu jam pelayanan berupa penyelaman, wahana bawah laut ini melakukan pengisian baterai sekaligus muat penumpang. Agar terdapat nilai ekonomis dan efektivitas selama proses itu di pelabuhan, dalam skripsi ini akan diuraikan mengenai pengaruh kapasitor untuk menambah muatan baterai charger, sehingga arus yang masuk bisa bertambah. Dalam rangkaian baterai charger yang telah dimodifikasi jumlah kapasitor menjadi 3 buah, nilai arus yang keluar sebesar 18 Ah dan tegangan yang keluar adalah tegangan input ditambah 4 V. Perbandingan rangkaian baterai charger yang termodifikasi penambahan kapasitor mampu mempercepat 1.44 kali dibanding dengan rangkaian sederhana. Selain itu, penambahan kapasitor bank juga mampu memberikan penghematan daya sebesar 22 % dengan menambahkan kapasitor berkapasitas 0.00519 Farad.

  1. SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp. DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb. DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Marwita Sari Putri

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp. dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1 persiapan bahan baku (Discodoris sp, 2 formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1 untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2 untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%, T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20% dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%.Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin

  2. Pemodelan Sistem Hidrolis Terhadap Variasi Tinggi Gelombang Air Laut Pada Sistem Wave Energy Hyperbaric Converter (WEHC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frengki Mohamad Felayati

    2015-12-01

    Full Text Available Perbedaan karakteristik gelombang berpengaruh terhadap listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Termasuk WEHC (Wave Energy Hyperbaric Converter dalam instalasinya perlu dianalisa aliran energi terhadap variasi tinggi gelombang air laut dan mengetahui tinggi gelombang optimum untuk instalasinya. Sistem ini bekerja dengan sub sistem antara lain buoy, arm, hydraulic pump, hyperbaric accumulator, hyperbaric chamber, dan turbin pelton. Sistem bekerja secara tertutup dengan menggunakan fluida fresh water. Implementasi dari converter ini yaitu di daerah pantai curam atau dengan rekayasa struktur yang sesuai. Pembuatan simulasi menggunakan MATLAB Simulink dengan memvariasikan tinggi gelombang laut antara 1 – 2 m dan periode gelombang 5 – 7 m. Rancangan sistem ini menghasilkan daya terkecil 8.8 kW yaitu pada periode gelombang 7 s dan tinggi gelombang 1 m. Sedangkan daya terbesar yaitu 24.9 kW pada periode gelombang 5 s dan tinggi gelombang 2 m dengan efisiensi sebesar 82.8%.

  3. DISTRIBUSI UKURAN TUNA HASIL TANGKAPAN PANCING LONGLINE DAN DAERAH PENANGKAPANNYA DI PERAIRAN LAUT BANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Chodrijah

    2016-04-01

    Full Text Available Pemanfaatan sumber daya ikan tuna di perairan Laut Banda sudah berlangsung lama. Penelitian tentang komposisi jenis hasil tangkapan dan distribusi ukuran tuna hasil tangkapan longline di perairan Laut Banda yang didaratkan di Pelabuhan Benoa dilakukan pada bulan Februari, Juni, Oktober dan November 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan longline yang dominan dari perairan Laut Banda adalah madidihang dan tuna mata besar. Ukuran madidihang yang tertangkap berada pada kisaran 95–165 FLcm dengan modus pada ukuran 105 FLcm dan tuna mata besar pada kisaran 75–185 FLcm dengan modus 115 dan 125 FLcm. Daerah penangkapan kapal longline di perairan Laut Banda berada pada koordinat 5–60 LS dan 124-1280 BT. Utilization of tuna resources in the Banda Sea waters had been conducting on since long time ago. Research on species composition and size distribution caught by tuna longline in the Banda Sea waters that landed in the port of Benoa  was conducted in February, June, October and November 2011. The results showed that the caught of dominant fish from longline in the Banda Sea waters were yellowfin and bigeye tuna. Size of yellowfin caught was 95–165 FLcm with a mode size of 105 FLcm and bigeye tuna was 75–185 FLcm with mode 115 and 125 FLcm. The fishing ground of longline vessels in the Banda Sea waters were 5–60 S and 124–1280 E.

  4. POTENSI PENGEMBANGAN CACING LAUT (POLYCHAETA SEBAGAI SUMBER PAKAN INDUK UDANG WINDU DI KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Haryadi

    2012-12-01

    Full Text Available Permintaan terhadap cacing laut sebagai sumber pakan induk terus meningkat. Sementara ketersediaan cacing di habitatnya sudah mulai menurun. Hal ini disebabkan telah rusaknya ekosistem pantai terutama mangrove akibat dikonversi lahan mangrove menjadi lahan budidaya tambak. Untuk itu, kajian potensi terhadap potensi cacing laut di perairan pantai. Kabupaten Barru menjadi hal menarik karena diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap kondisi terkini dari populasi dan habitat serta jumlah kebutuhan hatceri terhadap cacing sebagai sumber pakan broodstock udang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode survai dengan teknik purposive sampling method dan intervews dengan responden yang terdiri atas pemilik hatcheri, penjual cacing, dan penangkap cacing laut. Survai dilakukan pada tanggal 11-12 April 2012 di Desa Mallawa dan Ujung Labua Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Hasil survai menunjukkan bahwa umumnya hatcheri di Kabupaten Barru menggunakan cacing laut sebagai pakan induk udang. Jumlah populasi cacing sedikit menurun, terutama di kawasan habitat yang berpasir dibandingkan dengan habitat cacing yamg berada di bawah tegakan mangrove.

  5. STRATEGY FOR BUSINESS PORTFOLIO DEVELOPMENT OF PT SEKAR LAUT, TBK.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Homisah Homisah

    2016-01-01

    Full Text Available PT Sekar Laut, Tbk. (PTSL, as a local company, has three main business units including snack crackers, cooking spices and private label.  Due to the potentials of Indonesia, it is expected that PTSL can upscale its competitive advantage and has an ability to compete with global companies as well.  The objectives of this research were 1 analyzing relative positioning of PTSL compared with market leaders in snack and cooking spices industries, 2 analyzing Life Cycle phase per business unit, 3 analyzing positioning of each product category in portfolio matrix, 4 formulating strategic recommendations to  the management for each product category of PTSL.  The method used in this study was descriptive analysis. The analysis tools used in this study were BCG matrix, Life Cycle model, IFE, IFI and GE matrix. The results showed that relative positioning of crackers and cooking spices business units in BCG matrix is in Question Marks quadrant.  The results of Life Cycle model for snack crackers, cooking spices, and private label showed that they are in Growth phase.  The result of portfolio analysis by GE matrix showed that shrimp cracker and fish cracker product categories are in Selective Growth quadrant. Vegetables cracker, cooking spices, uleg chili sauce, burger buns are in Investment and Growth quadrant. The strategic recommendation for shrimp and fish crackers is to identify the growth segment, aggressive investment and uphold position.  The strategic recommendations for vegetable cracker, cooking spices, uleg chili sauce, and burger buns are growth, seeking for dominance and maximum investment.Keywords: portfolio analyzing, crackers, cooking spices, uleg chili sauce, burger buns

  6. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  7. KEMAMPUAN HUTAN MANGROVE RUMPUN RHIZHOPHORA SP DAN AVICENNIA SP DALAM MEREDAM GELOMBANG LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Kristiyanto

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKProses abrasi yang terjadi di wilayah pantai dapat dicegah dengan meredam gelombang laut menggunakan vegetasi mangrove. Tingkat kemampuan vegetasi mangrove dalam meredam gelombang dapat ditentukan dengan mengetahui karakteristik gelombang laut yang menuju garispantai. Pelaksanaan penelitian ini diawalidengan survei lokasi pada mangrove rumpun rhizophora sp dan avicennia sp yang memiliki dasar pantai yang landaidanfluktuasi pasang surut yang cukup tinggi.Kemudian pada area tersebut dibuat kanal dengan ukuran 30 x 6,5 x 1 meter, selanjutnya dihitung porositasnya melalui pengukuran diameter, panjang akar dan batang pohon yang terendam air laut. Pengukuran tinggi dan periode gelombang datang serta gelombang yang ditransmisikan dengan alat ukur SBE (Sea Bird Electronic pada jarak dan porositas tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padarumpun Rhizophora sp dengan tingkat porositas sebesar 0,9828 memiliki kemampuan meredam gelombang laut  sebesar 57,73 %,sedangkan pada rumpun Avicennia sp dengan tingkat porositas 0,9941menghasilkan redaman gelombang laut sebesar 39,60 %. ABSTRACTAbrasion process that occurs at the coastal areas can be prevented by minimizing the sea wave  using mangrove vegetation.The ability of mangrove vegetation in minimizing the wave can be determined bystudying  the sea wave characteristic approaching to the coastal line. The observation starts by finding the location of Rhizophora sp class and Avicennia sp class which have flat coastal areas with high tide fluctuation.The canal with size of 30 x 6,5 x 1 meter were made on the area.The diameter and length of tree roots as well assubmerged trunk were measured to define the porosity. The height and period of both incoming wave and transmited wave were recorded by SBE (Sea Bird Electronic in a particular distance and porosity. The result of observation showed that on porosity of 0.9828 the ability in minimizing sea wave value of rhizopora sp class is 57.73 %, while

  8. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU CAIR KIHUJAN (Samanea saman) DAN AZOLLA (Azolla pinnata) TERHADAP KANDUNGAN SELULOSA DAN HEMISELULOSA RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)

    OpenAIRE

    KARIMUDDIN, KHAERUN NUR

    2016-01-01

    2016 KHAERUN NUR KARIMUDDIN (I11111018). Pengaruh Pemberian Pupuk Hijau Cair Ki hujan (Samanea saman) dan Azolla (Azolla pinnata) Terhadap Kandungan Selulosa dan Hemiselulosa Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Dibawah bimbingan SYAMSUDDIN NOMPO sebagai pembimbing utama dan MARHAMAH NADIR sebagai pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau cair dari tanaman Ki hujan (Samanea saman), dan Azolla (Azolla pinnata) terhadap ...

  9. Efektivitas Suplementasi Giberelin (GA3) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas Ulat Sutera (Bombyx mori L.) Serta Inkorporasi 14C-gIisin dan 14C-serin dalam kokon

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Giberelin merupakan zat tumbuh tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas giberelin (GA3) dalam merangsang pertumbuhan dan produktivitas ulat sutera (Bombyx mori L.) serta inkorporasi 14C-glisin dan 14C-serin dalam kokon. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima dosis perlakuan ( 0, 50, 100, 150, dan 200 ppm GA3) dan 30 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi g...

  10. PENGUATAN KELEMBAGAAN UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ralph Thomas Mahulette

    2014-11-01

    Full Text Available Perairan Arafura yang berada di bagian Tenggara Maluku memiliki sumber daya perikanan laut demersal maupun udang dan jika dikelola dengan baik, mampu mendatangkan pendapatan bagi pemerintah pusat, daerah dan masyarakat pesisir. Pengelolan sumber daya udang dan ikan demersal sudah berlansung cukup lama di perairan Arafura dan status pemanfaatannya sudah berada dalam tahapan yang lebih tangkap (over-exploited. Kondisi yang demikian terjadi karena belum adanya pengelolaan yang tepat akibat kurangnya kualitas kebijakan dan informasi hasil penelitian untuk mendasari kebijakan tersebut. Makalah ini dimaksudkan untuk mengkaji strategi penguatan kelembagaan pengelolaan perikanan di lokal. Data sekunder dan observasi lapangan digunakan dalam kajian ini. Analisis data dilakukan secara diskriftif kualitatif. Hasil kajian mengindikasi bahwa dari sisi peraturan perundangan belum dijumpai adanya peraturan perundangan yang dibuat oleh pemerintah daerah yang mampu merespon isu dan permasalahan lokal. Oleh sebab itu strategis penguatan kelembagaan pengelolaan perikanan dirumuskan dalam kajian ini.   Arafura waters are located in the Southeast Maluku sea, demersal fisheries resources as well as shrimp and if managed properly, able to bring in revenue for the central government, regional and coastal communities. Resource management of shrimp and demersal fish has been taking place for a long time in the waters of the Arafura and utilization status already in the stage of more catch (over-exploited. Such conditions occur due to lack of proper management due to lack of quality policies and information research results to the policy underlying. This paper is intended to examine the  institutional  strengthening  of  fisheries management  strategies  in  local.  Secondary  data  and field observations used in this study. Data analysis was done qualitatively  diskriftif.  results of the study  indicate  that  the  legislation  has  not  encountered

  11. Screening Senyawa Metabolit Sekunder Pada Fungi Laut Emericella Nidulans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irah Namirah

    2016-01-01

    Full Text Available Abstract: Investigation bioactive secondary metabolite previously, Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology found anticancer properties to Emericella nidulans marine fungi strain MFW39 isolated from ascidia Aplidium longithorax collected from Wakatobi Marine National Park. Emestrin was a compound with an ETP (epipolithiodioxopiperazine group that found in Emericella nidulans marine fungi have cytotoxicity properties. Emestrin show cytotoxic activity to breast cancer cell line [T47D], cancer cervic cell line [HeLa], colon cancer cell line [WiDr] and liver cancer cell line (HepG2. The aim of the research to investigated other derivative of emestrin compound. The screening with UPLC (Ultra Performance Liquid Chromatography mass analysis q-TOF/MS (quadrupole-Time of Flight/Mass spectra positif mode (ES+.. Monoisotopic ion Derivative compound of emestrin that detected from (ES+ UPLC-ESI-qTOF-MS spectrum are emestrin B, emestrin C. Another compound that detected are cytochalasin B dan C.Keywords: Emericella nidulans, Emestrin, Emestrin derivative, UPLC- q-TOF/MS spectrum Abstrak: Pada penelitian pencarian metabolit sekunder bioaktif sebelumnya, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan menemukan fungi Emericella nidulans strain MFW39 yang diisolasi dari ascidia Aplidium longithorax dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi tenggara memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel kanker, diantaranya sel turunan kanker payudara (T47D, liver (HepG2, kanker usus (C28 dan serviks (HeLa. Senyawa yang berkontribusi terhadap sifat sitotoksik adalah senyawa emestrin yang memiliki gugus ETP (epipolithiodioxopiperazine. Hasil isolasi dan karakterisasi senyawa bioaktif yang ditemukan pada fungi Emericella nidulans strain MFW39 adalah senyawa emestrin. Penelitian ini bertujuan mencari derivat senyawa emestrin lain. Proses screening dilakukan dengan mencari puncak monoisotopik senyawa

  12. PEMETAAN PASANG SURUT DAN ARUS LAUT PULAU BATAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP JALUR TRANSPORTASI ANTARPULAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudra Irawan

    2016-03-01

    Full Text Available TIDAL AND CURRENT MAPPING OF BATAM ISLAND AND THEIR EFFECT ON THE INTER-ISLAND TRANSPORTATIONThe strategic geographical position of Batam Island makes sea transportation become a basic means connecting the islands of the Riau Islands, Riau, Kalimantan, even with neighboring Singapore and Malaysia. The development of coastal areas and the determination of the transportation ways needs tidal and ocean currents data. This study measures and analyzes the tidal type usingmeasuring signs and current patterns using Lagrangian method, then presented in the web form. Five research sites were selected by purposive sampling method with a measurement time of 24 hours in one hour intervals. The results showed that the type of tidal in Batam Island in general is semidiurnal tide. Tidal period an average of 12 hours and 24 minutes. Wave height of about 0.2 to 2.77 meters from the south to the northwest. Batam Island ocean current patterns ranging from 0.02 m/s to 0.1 m/s from north towards the northeast. Tidal and current survey is one of the conditions in developing inter-island transportation. The tidal and current is useful in design port building, determining the route of transport, port basin design and planning of the breakwater.Keywords: current patterns, lagrangian, signs measure, tidal, transport route.ABSTRAKPosisi geografis Pulau Batam yang strategis membuat jalur transportasi laut merupakan sarana dasar menghubungkan antarpulau di Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan, bahkan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Pengembangan wilayah pesisir dan penentuan jalur transportasi membutuhkan data pasang surut dan arus laut. Penelitian ini mengukur dan menganalisis tipe pasang surut dengan rambu ukur dan pola arus dengan metode metode Lagrangian, kemudian disajikan dalam bentuk web. Dipilih lima lokasi penelitian berdasarkan metode Purposive Sampling dengan waktu pengukuran 24 jam dalam interval satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang

  13. DINAMIKA EKOLOGI LAUT SULAWESI (WPP 716 SEBAGAI DAYA DUKUNG TERHADAP PERIKANAN MALALUGIS (Decapterus macarellus Cuvier, 1833

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Rahmadi

    2015-06-01

    Full Text Available Ikan Malalugis adalah ikan pelagis kecil yang merupakan hasil tangkapan utama nelayan di perairan Laut Sulawesi. Pada tahun 2012 dilaporkan bahwa perikanan pelagis kecil menjadi salah satu hasil perikanan yang penting, dan hasil tangkapan yang dominan dari perikanan pelagis kecil tersebut adalah ikan malalugis biru (Decapterus macarellus. Jenis ikan malalugis memiliki sifat bermigrasi dan membentuk gerombolan kecil yang mana sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Tipe arus pasut di Teluk Manado (Laut Sulawesi merupakan arus pasut bolak balik (reversing current. Banyaknya arus yang begitu aktif merupakan salah satu faktor yang mendukung habitat ikan malalugis. Diduga kekhasan sifat distribusi arus di daerah laut Sulawesi ini yang membuat kelimpahan ikan malalugis relatif tinggi di perairan Sulawesi Utara dibandingkan dengan daerah perairan lainnya di Indonesia. Kelimpahan ikan malalugis yang tinggi mendorong ikan ini menjadi komoditas penting dalam sektor perikanan di Laut Sulawesi. Meski demikian pada tahun 2012 dilaporkan bahwa tingkat produksi ikan malalugis mengalami penurunan. Hal ini diduga karena terlalu tingginya tingkat eksploitasi atau diakibatkan oleh adanya perubahan dalam kondisi ekosistem ikan tersebut di Laut Sulawesi. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mengkaji tingkat daya dukung lingkungan terhadap keberlangsungan sumberdaya perikanan malalugis di wilayah perairan Laut Sulawesi. Malalugis fish is a small pelagic fish that constitute the main catch of fishermen in the waters of North Celebes Sea. In 2012 it was reported that small pelagic fishery became one of the important fishery products and it was dominated by the species of Malalugis (Decapterus macarellus. This species has a typical behavior which was highly mobility and forming fish schooling and strongly influenced by environmental conditions. The type of tidal current in North Sulawesi coast is reversing current. This kind of current

  14. Isolasi Actinomycetes Laut Penghasil Metabolit Sekunder yang Aktif terhadap Sel Kanker A549

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiq Sunaryanto

    2010-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan isolasi Actinomycetes laut yang mampu menghasilkan senyawa aktif citropeptin yang memiliki efek toksik terhadap sel kanker paru-paru A549. Isolasi dilakukan dengan menggunakan medium agar starch caseinyang ditambah dengan cycloheximidedan nistatin sebagai antifungi serta rifampisin dan nalidixic acids ebagai antibakteri. Sampel sedimen laut diperoleh dari pelabuhan Kamaishi-shi Iwate, Jepang pada kedalaman 5 meter. Dari 71 isolat yang diperoleh, hanya 9 isolat menunjukkan aktivitas terhadap sel kanker A549 pada konsentrasi 1 µg/200 µL. Hasil studi lebih lanjut menunjukkan bahwa isolat RS02-85 yang merupakan isolat terpilih adalah Streptomyces tsukubaensis dengan tingkat kemiripan 98%. Dari hasil identifikasi senyawa aktif, diduga senyawa tersebut adalah citropeptin dengan m/z (M+H+ 1035,4 g/mol dan rumus molekul C50H82N8O15

  15. Isolasi dan Elusidasi Struktur Kimia Antimikroba yang Dihasilkan Oleh Aktinomisetes Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofiq Sunaryanto

    2010-06-01

    Full Text Available Isolasi senyawa aktif dari aktinomisetes laut yang memiliki aktivitas antimikroba telah dilakukan. Isolasi aktinomisetes dilakukan dengan pengenceran dan praperlakuan sampel dengan cara pemanasan dan pengasaman. Sampel diambil dari sedimen laut di 6 titik lokasi Pantai Anyer, Banten. Dari total 29 isolat yang diperoleh, isolat A32 merupakan isolat terpilih untuk penelitian lebih lanjut. Isolat A32 memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus ATCC25923 dan Candida albican BIOMCC00122. Elusidasi struktur kimia menggunakan ESI-LCMS, 1 HNMR, dan COSY menunjukkan bahwa senyawa aktif tersebut memiliki bobot molekul 501,2 g/mol dan rumus molekul C26H35N3O7. Diduga senyawa ini termasuk dalam golongan makrolakton virginiamycin yaitu Madumycin I.

  16. Analisis Pengaruh Salinitas dan Suhu Air Laut Terhadap Laju Korosi Baja A36 Pada Pengelasan SMAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nova M. K.

    2012-09-01

    Full Text Available Korosi merupakan masalah serius yang terjadi pada logam karena bisa mengurangi nilai ekonomis dari logam tersebut. Korosi pada baja kapal dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kadar salinitas dan suhu air laut. Tulisan ini membahas hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas dan suhu air laut terhadap laju korosi baja kapal A36 pada pengelasan SMAW menggunakan pengujian sel tiga elektroda. Elektroda yang digunakan adalah AWS A5.1 E6013. Suhu yang digunakan adalah 70C, 170C, 270C. Salinitas yang digunakan adalah 320/00, 350/00 dan 380/00. Hasil pengujian menunjukkan jika semakin besar suhu dan salinitas, maka semakin besar pula laju korosinya. Korosi terbesar terjadi pada salinitas 380/00 dengan suhu 270C yaitu sebesar 0,5616 mmpy. Penambahan laju korosi setiap kenaikan suhu 100C sebesar 0,2052 mmpy. Sedangkan penambahan laju korosi setiap kenaikan salinitas 30/00 sebesar 0,0415 mmpy.

  17. ESTIMASI PARAMETER POPULASI IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis) DI PERAIRAN LAUT JAWA

    OpenAIRE

    Umi Chodrijah; Thomas Hidayat; Tegoeh Noegroho

    2016-01-01

    Tongkol komo (Euthynnus affinis) yang dikenal dengan nama perdagangan kawa-kawa termasuk dalam family Scombridae. Sebagai ikan pelagis mereka membentuk gerombolan, perenang cepat dan pemakan daging (carnivore). Penelitian tentang estimasi parameter populasi ikan tongkol komo di Laut Jawa didasarkan pada pengumpulan data di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, pada bulan Februari-Desember 2012. Analisis parameter populasi menggunakan program “Electronic Length Frequency Analysis (ELEFAN-1...

  18. KARAKTERISTIK PERIKANAN PANCING TONDA DI LAUT BANDA CHARACTERISTICS TROLL LINE FISHERY IN THE BANDA SEA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas Hidayat

    2016-03-01

    Full Text Available Perikanan pancing tonda yang berbasis rumpon di Laut Banda telah lama berkembang. Penelitian ini dilakukan mulai Februari sampai Desember 2011 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS Kendari yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang laju tangkap, komposisi hasil tangkapan, dan  ukuran ikan yang tertangkap pancing tonda dari Laut Banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju tangkap rata-rata pancing tonda di Laut Banda   adalah  3.492 kg/trip dengan lama trip10-12 hari. Komposisi jenis hasil tangkapan pancing tonda di Laut Banda yaitu : cakalang (Katsuwonus pelamis 67 %, madidihang (Thunnus albacares 27 %, tuna mata besar (Thunnus obesus 5 %, lemadang (Coryphaena hippurus 1%. Ukuran ikan cakalang dan madidihang yang tertangkap pancing tonda antara  20-70 cm, sedangkan ukuran keduanya paling banyak  tertangkap antara 40-50 cm. Ikan madidihang yang tertangkap pancing tonda di Laut Banda masih tergolong ikan yang masih muda. Penangkapan juvenil tuna dalam jumlah besar dan terus-menerus dapat menyebabkan sumber daya ikan tuna akan terus menurun di masa mendatang.   Troll line fishery operated around FADs in the Banda Sea has been long developing.  The study was conducted from February to December 2011 in  Kendari Fishing Port aimed to obtain data and information on the catch rate, catch composition and size structure of the fish caught by trolling line in the Banda Sea. The study was conducted by recording catches of troll line fishing boats. The results showed that the average catch rate of  trolling in the Banda Sea is 3,492 kg / trip (10-12 days trip. Catch composition consist of  skipjack tuna (Katsuwonus pelamis 67%, yellowfin tuna (Thunnus albacares, bigeye tuna (Thunnus obesus 5 %, common dolphin fish (Coryphaena hippurus 1%, The length  of skipjack tuna and yellowfin tuna were caught troll line  ranged of 20-70 cm, while the dominant caught with length was 40-50 cm. Yellowfin tuna caught by troll line in the Banda

  19. ALTERNATIF PETA BATAS LAUT DAERAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 76 TAHUN 2012 (STUDI KASUS : SENGKETA PULAU GALANG PERBATASAN ANTARA KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Widiastuty

    2015-02-01

    Full Text Available Batas kewenangan daerah di laut, memiliki arti penting bagi kabupaten/kota dan pemerintah propinsi terkait dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Batas daerah yang tidak jelas dapat memicu konflik di wilayah perbatasan dan menghambat penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah. Bila tidak segera diselesaikan maka berpotensi menurunkan tingkat pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Penetapan batas laut daerah diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan pemberian hak sehingga dapat menghindari konflik yang akan terjadi. Pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dijelaskan bahwa pembagian wilayah kewenangan propinsi sejauh 12 mil dan sepertiganya adalah wilayah kabupaten/kota. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan batas pengelolaan laut di sekitar daerah perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik yang terdapat sebuah pulau hasil endapan Kali Lamong yaitu Pulau Galang. Pulau ini sedang menjadi konflik dan menjadi perebutan hak milik antar dua daerah tersebut. Hasil penelitian ini adalah peta batas pengelolaan laut di sekitar daerah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan berbagai alternatif penarikan batas yang sesuai dengan pedoman penegasan batas secara kartometrik pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dengan menggunakan prinsip equidistance dan median line. Dalam penelitian ini terdapat empat alternatif diantaranya, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dianggap tidak ada, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dibagi sama luas, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kota Surabaya dan penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kabupaten Gresik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan kepemilikkan Pulau Galang dan kejelasan administrasi batas laut daerah sangat dibutuhkan karena keberadaan pulau ini berpengaruh terhadap batas pengelolaan laut daerah antara Kota Surabaya maupun Kabupaten Gresik secara keseluruhan.

  20. Assessment of the characteristic of nutrients, total metals, and fecal coliform in Sibu Laut River, Sarawak, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Soo, Chen-Lin; Ling, Teck-Yee; Lee, Nyanti; Apun, Kasing

    2016-03-01

    The concentrations of nutrients (nitrogen and phosphorus), total metals, and fecal coliform (FC) coupling with chlorophyll- a (chl- a), 5-day biochemical oxygen demand (BOD5) and other general environmental parameters were evaluated at the sub-surface and near-bottom water columns of 13 stations in the Sibu Laut River during low and high slack waters. The results indicated that inorganic nitrogen (mainly nitrate) was the primary form of nitrogen whereas organic phosphorus was the major form of phosphorus. The abundance of total heavy metals in Sibu Laut River and its tributaries was in the order of Pb metals. Nevertheless, the influence was merely noticeable in the intake creek and amended rapidly along Selang Sibu River and brought minimal effects on the Sibu Laut River. Besides, the domestic sewage effluents from villages nearby also contributed a substantial amount of pollutants.

  1. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU CAIR KIHUJAN (Samanea saman) DAN AZOLLA (Azolla pinnata) TERHADAP KANDUNGAN NDF DAN ADF PADA RUMPUT SIGNAL (Brachiaria decumbens)

    OpenAIRE

    SYAM, NURFAJRI

    2016-01-01

    2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau cair dari tanaman Kihujan (Samanea saman), dan Azolla (Azolla pinnata) terhadap kandungan NDF dan ADF rumput signal.Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di peroleh 15 unit percobaan. Perlakuan penelitian ini yaitu P0 (Kontrol), P1 (azolla), P2 (kihujan). Parameter yaitu kandungan NDF dan ADF. Hasil penelitian menunjukkan b...

  2. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU CAIR KIHUJAN (Samanea saman) DAN AZOLLA (Azolla pinnata) TERHADAP KANDUNGAN NDF DAN ADF PADA RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)

    OpenAIRE

    -, SUCI RAMADANI

    2016-01-01

    2016 ABSTRAK Suci Ramadani (I111 11 006). Pengaruh Pemberian Pupuk Hijau Cair Kihujan (Samanea saman) dan Azolla (Azolla pinnata) Terhadap Kandungan NDF dan ADF Pada Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Dibawah bimbingan Dr. Ir Syamsuddin Nompo, MP sebagai Pembimbing Utama dan Dr Ir Budiman Nohong,MP sebagai Pembimbing Anggota. Hijauan merupakan sumber makanan utama bagi ternak ruminansia untuk dapat bertahan hidup, berproduksi serta berkembangbiak. Produksi ternak...

  3. KARAKTERISASI GLIKOSAMINOGLIKAN DARI TULANG RAWAN IKAN PARI AIR LAUT (Neotrygon kuhlii DAN PARI AIR TAWAR (Himantura signifer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang - Riyanto

    2014-06-01

    Full Text Available Ikan pari merupakan komoditas perikanan yang populasinya besar di Indonesia, tetapi pemanfaatannyabelum optimal. Jaringan tulang rawan ikan pari mengandung molekul glikosaminoglikan dan telahdimanfaatkan dalam terapi osteoarthritis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristikglikosaminoglikan dari tulang rawan ikan pari air laut (Neotrygon kuhlii dan pari air tawar (Himanturasignifer. Spektrum FTIR memperlihatkan pola yang sama dengan kondroitin sulfat. Konsentrasiglikosaminoglikan pada pari air laut adalah 74,767 mg/100 mL, konsentrasi ini lebih tinggi dibandingkandari ikan pari air tawar, yaitu 66,767 mg/100 mL.Kata kunci: glikosaminoglikan, Himantura signifer, kondroitin sulfat, Neotrygon kuhlii, osteoarthritis

  4. KERENTANAN PENYUSUPAN AIR LAUT DI PESISIR UTARA PULAU TERNATE (Vulnerability of Sea Water Intrusion in Northern Coastal of Ternate Island

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahim Achmad

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir bagian utara Pulau Ternate, dengan tujuan mengetahui kedalaman batas kontak airtanah dengan air laut dan menganalisis akuifer serta cara pengambilan airtanah sehingga tidak terjadi penyusupan air laut ke dalam tubuh airtanah. Sampel air sumur diukur untuk mengetahui kadar salinitas dan daya hantar listrik (DHL. Kedalaman batas kontak airtanah dengan air laut dukur dengan menggunakan metode geolistrik. Hasil pengukuran DHL dan salinitas airtanah di wilayah pesisir utara menunjukkan, terdapat penyusupan air laut di Desa Tobolo dan Sulamadaha, dengan rentang nilai masing-masing antara 0,5-3,3 mS/cm dan 0,2-1,7 ppt. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan batas kontak airtanah dengan air laut rata-rata antara 12-15 m dari permukaan. Nilai resistivitas air laut berkisar antara 0,01-20 Ωm. Hasil penelitian ini memberikan peringatan untuk tidak melakukan pengeboran sumur di wilayah pesisir. Sebagai contoh kasus, pengeboran sumur hingga 80 m dengan jarak sekitar 250 m dari garis pantai di Desa Takome, di mana batas kontak airtanah dengan air laut pada kedalaman 15 m. Pengukuran nilai DHL dan salinatas air dari sumur ini menunjukkan masing-masing 6,1 mS/cm dan 3,3 ppt. Nilai ini menunjukkan kedalaman sumur bor telah melewati zona pencampuran antara airtanah dengan air laut (interface.   ABSTRACT This research was conducted in the coastal areas of northern part of Ternate island, in order to know the depth of interface and to analyze the aquifers and to avoid seawater intrusion caused of groundwater extraction. Well water samples were measured to determine levels of salinity and DHL. The depth of interface was measured using geoelectric method. The results of electrical conductivity (EC and salinity of groundwater measurement in the northern coastal area showed that, there is infiltration of sea water in Tobolo and Sulamadaha. The EC and salinity values ranging between 0.5-3.3 mS/cm and 0.2-1.7 ppt

  5. ANALISA PERBANDINGAN TINGGI PERMUKAAN LAUT DARI DATA SGDR RETRACKING DAN GDR SATELIT ALTIMETRI JASON-2 TAHUN 2011 (STUDI KASUS : PESISIR PANTAI SELATAN JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewangga Eka Mahardian

    2015-02-01

    Full Text Available Indonesia adalah negara maritim dimana memiliki wilayah laut sekitar 70% sehingga segala aktifitas sangat dipengaruhi oleh kondisi laut. Sea surface high (SSH merupakan tinggi permukaan air laut di atas ellipsoid. Pengkajian tentang sea surface high (SSH sangat penting dilakukan di Indonesia untuk memperoleh informasi spasial tentang kondisi perairannya. Saat ini telah dikembangkan suatu sistem satelit yang mempunyai obyek penelitian mengamati kondisi perairan yakni satelit altimetri Jason-2.Metode analisa perbandingan tinggi permukaan laut retracking dari data SGDR dengan tinggi permukaan laut non retracking dari data GDR menggunakan metode Center of gravity. Metode ini digunakan untuk mendapatkan  sea surface high retracking. Pengolahan data netcdf satelit altimetri jason-2 menggunakan software radar altimetry toolbox (BRAT dan matrix laboratory. Pengolahan data tinggi permukaan laut dilakukan tiap pass perbulan pada tahun 2011.Hasil penelitian SSH pada 2011 didapatkan nilai SSH onboard  6,0430 m – 28,1084 m. Banyak faktor yang menyebabkan tinggi rendah SSH pada daerah pesisir yakni Ketinggian air laut , morfologi pantai , Iklim dan cuaca. Dari beberapa faktor tersebut , ketinggian air laut dapat langsung di olah dari satelit altimetri, didapatkan Ketinggian air laut onboard berkisar 5,7611 m – 28,2212 m.Hasil penelitian dari proses retracking SSH OCOG menujukan bahwa nilai SSH pada lintasan satelit dari daratan ke lautan (pass genap lebih besar  daripada lautan ke daratan (pass ganjil. Yang disebabkan oleh pantulan dan noise dari daratan yang relatif besar. Selain itu hasil ploting SSH OCOG masih sangat noise dibandingkan SSH onboard / SSH non retracking tetapi SSH memiliki keuntungan data lebih luas mencakup wilayah pesisir daripada SSH onboard.   

  6. MEMANTAPKAN HISTORIOGRAFI MASJID TUA KAMPUNG LAUT MELALUI ANALISIS PERBANDINGAN DENGAN MASJID AGUNG DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mastor Surat, Nangkula Utaberta

    2012-03-01

    Full Text Available The importance of this research is to ensconce the historiography of Masjid Tua Kampung Laut through data collection, observation, analysis and comparative study on ancient mosques at Malay World with emphasis on Masjid Agung Demak situated at Jawa Tengah Province. Both mosques have similar characteristics on typology but have different histories. The historiography of Masjid Tua Kampung Laut is related to the spread of Islam to the whole Malay World especially at Jawa Island and Champa, however until today has no cross research been done to correlate the historiography of the three places. Eventhough Masjid Tua Kampung Laut has a unique history, not much research and writing have been done about it. So far, most of the writings on the mosque are done by Abd. Rahman Al-Ahmadi, students of Universiti Teknologi Malaysia, Abdullah Mohamed (Nakula and Salleh Mohd. Akib. These researchs and writings were made based on heresay and laymen observation to the surviving structure. Therefore, this research is made with the intention to enrich and develop intellectual discourse in the aspect of traditional Malay architecture especially on the development of Muslim architecture of Malay World. The scope of this research is focused on site survey with critical and analytic observation, verbal information by the local communities and literature reviews. From the gathered information, a theoretical framework is developed concurrent with the rising of new issues which all the while have not been discussed in a proper systematic way especially on the aspects of design approach and construction tradition of both mosques. Besides that, the ealiest theories on the origin, architectural approach and construction aspects were intepereted in different perspectives. The outcome of this research will provide a clearer overview on architectural development of the earlier Muslims in the Malay World.

  7. PENGUKURAN NILAI TUKAR NELAYAN DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Budiono

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian  bertujuan untuk mengukur nilai tukar nelayan dan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Data yang didapat dengan metode survei,  sedangkan data sekunder  dari instansi pemerintah terkait.  Nilai tukar nelayan yang diukur selama bulan nopember 2012 – pebruari 2013.  Penelitian menggunakan formula Indeks Laspeyres yang dikembangkan dan pengujian dengan teori ekonomi kesejahteraan. Perhitungan nilai tukar nelayan dalam  penelitian didapatkan enam  formula, yaitu (1 NTN-pemilik  (2 NTN-perseorangan  (3 NTN-juragan (4 NTN-ABK terampil (5 NTN- ABK biasa  dan (6 NTN-tradisional.  Hasil penelitian memperlihatkan NTN Kabupaten Tanah Laut berada diatas seratus dan INTN berada diatas satu.  Sedangkan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan mengalami kenaikan. Purpose of the research was to measure trade turn and economic welfare of  fisherman living  in the Sea Land Regency  South Borneo Province.  The research use descriptive method in valving that primary data were obtained by survey and secondary data oven collected from relevant government agencies.  Exchange rate index of thratmen was measured during 4 months (November 2012 – February 2013.  Index formulation was developed Laspeyres the economic welfare of the fisherman. Analysis of fisherman trade term found 6 formulation, in cloding (1 NTN-owner (2 NTN-individual (3-NTN squire (4 NTN-skilled crew (5 NTN-ordinary crew and (6 NTN-traditional. Research results showed that NTN for Tanah Laut district was above 100  and INTN was above 1.  Eventhough economic welfare of fisherman was increase.

  8. PRODUKTIVITAS ARMADA PENANGKAPAN DAN POTENSI PRODUKSI PERIKANAN UDANG DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-03-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi produksi dan upaya penangkapan optimal serta menjelaskan perkembangan perikanan udang di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak dari peningkatan upaya penangkapan terhadap produktivitas kapal dan hasil tangkapan udang. Berdasarkan hasil analisis, potensi produksi udang penaeid yang dapat dihasilkan secara lestari dari pemanfaatan stok udang di Laut Arafura adalah 49,5 ribu ton/tahun dengan upaya penangkapan sekitar 635 unit kapal pukat udang 130 GT. Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapan optimal untuk menghasilkan MSY, stok udang penaeid tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimum akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian hasil tangkapan akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini.   This paper presents result of the assessment of potential production and optimal fishing effort, and briefly describes the past development of the shrimp fishery in the Arafura Sea, including estimated impact of increasing fishing pressure on the vessel productivity and the quantity of catch. Based on the result of analysis, the maximum sustainable yield from the utilisation of the penaeid shrimp stock in the Arafura Sea was about 49,500 tonnes/year resulting from the operation of 635 units of shrimp trawlers. Although fishing effort from vessels granted license in 2011 was lower than the optimum level to produce MSY, the penaeid shrimp stock was overexploited as the intensity of illegal fishing practices by unlicensed vessels was high.The estimate of catch losses caused by illegal fishing is also presented here.

  9. PENGARUH KONSUMSI GEL DAN LARUTAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii TERHADAP HIPERKOLESTEROLEMIA DARAH TIKUS WISTAR [The Consumption Effect of Gel and Solution Types of Eucheuma cottonii Seaweeds on Hypercholesterolemic of Blood Wistar Rat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardoko

    2008-12-01

    Full Text Available The consumption effect of gel and solution of Eucheuma cottonii seaweed on blood lipid level were studied on hypercholesterolemic male wistar rat. The rat were made hypercholesterolemic by a ration that contained high lipid and cholesterol, and then they were given standard ration orally and 10, 15, and 20% (w/w feed of gel and solution seaweed parenterally. The results show that the standard ration could not reduce hypercholesterolemic to normal level while gel and solution of the seaweed could. The gel type of the seaweed has higher capacity decrease of cholesterol and triglyceride blood level. The consumption of seaweed gel 20% and 15% could reduce cholesterol to normal level in 9 and 15 days, respectively, while the solution type 20% needed 18 days. The seaweed gel 10%, solution 15% and 10% could reduce blood cholesterol level, but they could not reach to normal level in 18 days.

  10. PERUBAHAN PROFIL LIPIDA, KOLESTEROL DIGESTA DAN ASAM PROPIONAT PADA TIKUS DENGAN DIET TEPUNG RUMPUT LAUT [Change in the profiles lipid, digesta cholesterol and propionic acid of rats fed with of seaweed powder-based diets

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herpandi1

    2006-12-01

    Full Text Available Community’s consumption pattern with high fat-low fiber has caused the prevalence of degenerative disease, i.e.cardivascular disease. Coronary Heart Disease (CHD is the first cause of death in Indonesia. Seaweed is a fiber rich food and has a hypocholesterolemic effect. Objectives of the research were to investigate the changes of lipid profiles, digesta cholesterol and propionic acid of rats fed with seaweed powder-based diet. Five groups of six male Sprague Dawley hypercolesterolemia rats were feed by 0% cholesterol and 0% seaweed powder (negative control; 1% cholesterol and 10% Eucheuma cottonii, 1% cholesterol and 10% Gelidium sp,1% cholesterol and 10% Sargassum sp, and 1% cholesterol and 0% seaweed powder (positive control for 31 days. The experiment result showed that the seaweed powder did not have a significant effect (P>0,05 on the growth and feed consumption, and serum HDL (Hight Density Lipoprotein but has a significant effect (P<0,05 on reduction of cholesterol total, LDL (Low Density Lipoprotein, triglycerides, and the increase in digested cholesterol. The seaweed powder effected the level of propionate acids, though were significantly different only for the group with 1% cholesterol and 10% Gelidium sp. The addition of E. cottonii produced a better hypocholesterolemic effect than that of Gelidium sp and Sargassum sp.

  11. KELIMPAHAN STOK SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN SUB AREA LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrudin Badrudin

    2016-06-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan data dan informasi tentang present status perikanan demersal di Laut Jawa, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di sub area Laut Jawa yang tidak merata. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal pada tahun 2010 dan pada periode tahun sebelumnya. Eksploitasi sumber daya ikan demersal di perairan Laut Jawa sudah berlangsung sejak lama dan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1970-an di mana trawl dioperasikan secara intensif terutama di sepanjang pantai utara Jawa. Tingginya tekanan penangkapan di perairan pantai sampai kedalaman 40-an m telah menyebabkan menurunnya kelimpahan sumber daya, sebagaimana tampak pada hasil tangkapan cantrang kecil dan jaring arad yang dioperasikan secara harian. Kelimpahan dan ukuran individu ikan demersal di kawasan yang lebih dalam tampak cukup besar sebagaimana tercermin dari hasil tangkapan cantrang besar yang dioperasikan lebih lama. Dari fenomena tersebut dapat diduga bahwa sumber daya ikan demersal di perairan pantai sudah mengalami tangkap lebih (overfishing yang mengarah kepada penurunan stok atau bahkan depleted. Kegiatan penangkapan ikan di perairan yang lebih dalam di mana tekanan penangkapan relatif lebih rendah tampak memberikan keuntungan.   Based on data analysis and information collected, this paper describes the present status of demersal fisheries in the Java Sea and the uneven level of exploitation of the fish resources in the Java Sea sub areas. Data analyzed provide part of research results carried out by the Research Institute for Marine Fisheries. Data were obtained from a number of surveis carried out in Tegal landing place in 2010 and from the previous years. Demersal resources in the Java Sea have been exploited for years, where high fishing intensity occurred in the north coast of Java. High fishing pressure in the coastal waters lead to the decreasing fish resources abundance, as

  12. Struktur Mikroanatomi Hati dan Kadar Kolesterol Total Plasma Darah Tikus Putih Strain Wistar Pasca Suplementasi Minyak Lemuru dan Minyak Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngudy Jaka Surasa

    2014-09-01

    Full Text Available Mengkonsumsi minyak lemuru dan minyak sawit secara terus menerus, diduga dapat menyebabkan kerusakan mikroanatomi hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur mikroanatomi hati dan kadar kolesterol total plasma darah tikus putih strain Wistar paska suplementasi minyak lemuru dan minyak sawit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan rancangan acak lengkap. Penelitian menggunakan 25 ekor tikus usia ± 3 bulan. Masing-masing diberi minyak sawit dan minyak lemuru sebanyak 0%+0%, 5%+5%, 10%+10%, 15%+15%, dan 20%+20% secara per oral selama 28 hari. Data kadar kolesterol total plasma darah, berat badan tikus dan berat hati tikus dianalisis secara kuantitatif menggunakan ANAVA satu arah, dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak sawit dan minyak lemuru bersifat toksik terhadap hati dan dapat menurunan kadar kolesterol total plasma darah. Sifat toksik minyak lemuru dan minyak sawit terhadap hati dapat dilihat dari adanya perubahan struktur mikroanatomi hati, makroskopis hati tikus, dan berat hati tikus. Kerusakan struktur mikroanatomi hati yang ditemukan berupa kerusakan sel hati (nekrosis hati serta melebarnya sinusoid. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian minyak sawit dan minyak lemuru mengakibatkan kerusakan mikroanatomi berupa nekrosis sel hati, sehingga mempengaruhi makroskopis hati (perubahan tekstur dan warna, berat hati, dan mempengaruhi berat badan tikus.Consuming lemuru oil and palm oil continuously could be expected to cause damage to the liver micro-anatomy. This study aimed to determine the micro-anatomy structure of liver and blood plasma total cholesterol level of white rats Wistar strain by post-oil supplementation of lemuru and palm oil. This research was experimental, with a completely randomized design. The research used 25 mice aged ± 3 months. Each was given a palm oil and lemuru oil as much as 0%+0%, 5%+5%, 10%+10%, 15%+15%, and 20%+20% orally for 28 days

  13. HUBUNGAN ANTARA SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA IBU NIFAS DAN MORBIDITAS BAYI UMUR 0—6 BULAN DI KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mei Rini Safitri

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to analyze correlation between vitamin A supplementation among postpartum mothers and the morbidity of infant 0—6 month in Ciampea Sub-district. A cross sectional study of 56 subjects was conducted. The data collected in this study were breastfeeding practices, vitamin A supplementation, immunization and morbidity. The results showed that infants 0—6 months suffered from acute respiratory infection (ARI 66.1%, fever (25.0%, diarrhea (14.3%, skin disease (7.1%, hepatitis B (3.6%, dengue fever (1.8%, and sprue (1.8%. There were a correlation between immunization and frequency/duration of hepatitis B; between the number of taking vitamin A supplement and incident of diseases as well as complementary feeding; complete immunization and duration of all illness (p<0.05. The logistic regression analysis showed that there were significant effects of complete immunization with duration of all illness (OR=0.110; 95%CI:0.013—0.940, and between number of taking vitamin A supplement with incident of diseases (OR=0.103; 95%CI:0.015—0.715.Keywords: infant, morbidity, postpartum maternal, vitamin AABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara suplementasi vitamin A pada ibu nifas dan morbiditas bayi umur 0—6 bulan di Kecamatan Ciampea. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan subjek sebanyak 56 bayi. Data yang digunakan meliputi riwayat pemberian ASI, suplementasi vitamin A, imunisasi dan morbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi 0—6 bulan pernah menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA (66.1%, demam (25.0%, diare (14.3%, penyakit kulit (7.1%, hepatitis B (3.6%, demam berdarah (1.8%, dan sariawan (1.8%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian imunisasi dengan frekuensi dan lama penyakit hepatitis B, jumlah konsumsi vitamin A dengan kejadian sakit, pemberian makanan atau minuman tambahan selain ASI dan kelengkapan imunisasi dengan

  14. Kajian Intrusi Air Laut melalui Sungai di Pesisir Kabupaten Demak Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmakusuma Darmanto

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial salinitas air sungai di Kabupaten Demak dengan melakukan pengukuran salinitas di lapangan menggunakan Electric Conductivity (EC meter. Intrusi air laut yang dianalisis dalam penelitian ini terbatas hanya pada penyusupan air laut melalui sungai. Penelitian dilakukan dengan pengukuran daya hantar listrik (DHL di sepanjang sungai denganjarak setiap 500 meter, dimulai dari muara sungai untuk di Sungai Demangan dan 1.000 meter untuk Sungai Tuntang Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intrusi melalui sungai di Pesisir Demak berpengaruh besar pada kualitas air sungai. Kualitas air sungai yang menjadi payau sampai dengan asin pada jarak > 4 km di Sungai Demangan dan > 7 km di Sungai Tuntang Lama. ABSTRACT This study is aimed to determine the spatial distribution oj river water salinity in Demak by measuring electrical conductivity in thefield using EC meter. Seawater intrusion analyzed in this study is limited to intrusion through the river. The study is conducted by measuring the electrical conductivity along the river with a distance oj 500 meters every. The measurements began 500 meterfrom the mouth oj the river at the River Demangan, and 1000 meter on the River Tuntang Lama. The result shows that the intrusion through the river in the coastal Demak has a big impact on the quality oj river water. Brackish to brine water quality isfound up to a distance oj 4 kilometers on the river Demangan, and 7 kilometers long on the River Tuntang.

  15. Perancangan Sistem Kontrol Trajectory pada Kondisi Gangguan Arus Laut Non Uniform di Ketapang-Gilimanuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindita Adikaputri Vinaya

    2013-03-01

    Full Text Available Sebuah kapal yang berlayar pada dasarnya telah memiliki tujuan pelayaran. Tujuan pelayaran dari sebuah kapal telah ditetapkan sebelumnya dan direpresentasikan oleh suatu bentuk trajectory. Pada dasarnya, apabila kondisi gangguan relatif kecil, kapal masih dapat memenuhi trajectory-nya. Akan tetapi, apabila kondisi gangguan di laut secara mendadak berubah sewaktu-waktu (non uniform, maka kapal tidak dapat memenuhi trajectory-nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah kriteria sistem kontrol trajectory pada kondisi gangguan arus laut tidak statis di Ketapang-Gilimanuk. Perancangan sistem berdasarkan spesifikasi kapal Ferry Ro-Ro 1000GT. Kontrol logika fuzzy (KLF yang digunakan adalah Sugeno-Takagi dengan masukan berupa error yaw, dan yaw rate sedangkan keluaran berupa aksi command rudder. Jumlah aturan pada KLF adalah 49 aturan dengan 7 fungsi keanggotaan pada masing-masing masukannya. Berdasarkan hasil simulasi secara keseluruhan, KLF yang dirancang mampu mengontrol dinamika kapal sehingga kapal tersebut mampu melawan arus yang ada dan mengikuti desire sesuai skenario yang telah dibuat dengan rata-rata error lintasan terkecil yaitu 0,328 m dengan nilai ITAE sebesar 246,016 pada saat kapal berlayar tanpa ada gangguan dan rata-rata error lintasan terbesar yaitu 7,43m dengan nilai ITAE sebesar 302615,11 pada saat kecepatan arus rata-rata mencapai 7knot.

  16. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN JAJANAN, PENDIDIKAN GIZI, DAN SUPLEMENTASI BESI TERHADAP STATUS GIZI, PENGETAHUAN GIZI, DAN STATUS ANEMIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Aji Candra

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research were to analyze the effect of snack feeding, nutrition education, and iron supplementation to nutritional status, nutrition knowledge, and anemia status in elementary school students. The study was conducted in SDN Palasari 02 Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. The design of this study was pre-post intervention study. The number of subjects were 81 students. The result showed that snacking did not give significant improvement on nutritional status (p>0.05. Nutrition education was significant in improving nutrition knowledge (p<0.05, while iron supplementation intake gave a significant improvement on anemia status (p<0.05.Keywords: anemia status, nutrition knowledge, nutritional status, snack foodABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian makanan jajanan, pendidikan gizi, dan suplementasi besi terhadap status gizi, pengetahuan gizi, dan status anemia pada siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDN Palasari 02 Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post intervention study dengan menggunakan 81 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan jajanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap status gizi (p>0.05. Pendidikan gizi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan gizi (p<0.05, sedangkan pemberian suplemen besi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap status anemia (p<0.05.Kata kunci: makanan jajanan, pengetahuan gizi, status anemia, status gizi

  17. CAKUPAN SUPLEMENTASI KAPSUL VITAMIN A PADA IBU MASA NIFAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DI INDONESIA ANALISIS DATA RISKESDAS 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sandjaja Sandjaja

    2013-03-01

    education on importance of vitamin A supplementation. Key words: vitamin A supplementation, post-partum mothers, acces to health services, household characteristics ABSTRAK Program suplementasi kapsul vitamin A pada ibu nifas di lndonesia sejak 1996 bertujuan meningkatkan status vitamin A ibu nifas dan diteruskan ke bayi melalui ASI. Riskesdas 2010 menunjukkan hanya satu dari 2 ibu nifas mendapatkan kapsul vitamin A, lebih rendah dibanding cakupan balita. Tulisan ini bertujuan menganalisis faktor rumah tangga, ibu, dan akses pelayanan kesehatan yang berperan dalam cakupan kapsul vitamin A pada ibu nifas. Penelitian menggunakan data sekunder Riskesdas 2010, mencakup 19.000 ibu 10-59 tahun yang ditanyakan mendapat kapsul vitamin A saat masa nifas anak terakhir yang lahir pada periode lima tahun terakhir. Analisis regresi logistik multivariat dilakukan untuk mengetahui odd rasio cakupan kapsul vitamin A. Cakupan suplementasi vitamin A ibu nifas 56,1% bervariasi 35-70% antar provinsi, lebih tinggi di perkotaan (61,4% dibandingkan perdesaan (50,8%. Analisis multivariat menunjukkan odd rasio ibu nifas tidak menerima kapsul vitamin A berhubungan nyata jika bayinya tidak mendapatkan pemeriksaan neonatus (AGR = 2,334 95% CI 2, 156-2,530, ibu tidak mendapatkan pil besi (AGR = 2,076,95% CI 1,874-2,298, periksa hamil 1-3 kali (AGR = 1.252,95% CI 1,095-1,431, atau tidak periksa hamil (AGR = 1,355, 95% CI 1,217-1,510, tidak imunisasi TT (AGR = 1,245,95% CI 1, 156-1,341. Cakupan juga berhubungan nyata dengan tidak ke posyandu, tidak tahu lokasi polindes atau RS, pendidikan ibu rendah, tinggal di perdesaan walaupun dengan nilai AGR mendekati nilai 1, tetapi tidak nyata dengan umur dan status perkawinan ibu. Nilai AGR menunjukkan akses pelayanan kesehatan sejak kehamilan sampai persalinan merupakan faktor utama tingginya cakupan suplementasi vitamin A. Cakupan masih perlu ditingkatkan dengan perbaikan akses pelayanan kesehatan bumil dan persalinan di masyarakat dan penyuluhan bumiI. Kata

  18. BIOMASA, PRODUKTIVITAS KAPAL PENANGKAP DAN POTENSI PRODUKSI IKAN DEMERSAL DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2015-09-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi produksi dan upaya penangkapan optimal serta menjelaskan perkembangan perikanan demersal di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak peningkatan upaya penangkapan terhadap produktivitas kapal dan hasil tangkapan ikan demersal. Kajian menggunakan data statistik produksi perikanan yang dikoreksi dengan menambahkan estimasi hasil tangkapan yang tidak tercatat dan data jumlah kapal penangkap dengan memperhitungkan pula estimasi jumlah kapal yang beroperasi secara ilegal. Berdasarkan hasil analisis, potensi produksi ikan demersal yang dapat dihasilkan secara lestari dari pemanfaatan stok ikan demersal di Laut Arafura adalah 539 ribu ton/tahun dengan upaya penangkapan sekitar 903 unit kapal pukat ikan 180 GT. Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapan optimal untuk menghasilkan MSY, stok ikan demersal tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimumnya akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian hasil tangkapan akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini. This paper presents result of the assessment of potential production and optimal fishing effort, and briefly describes the past development of the demersal fishery in the Arafura Sea, including the estimated impact of increased fishing effort on the productivity of vessels and demersal fish catches. The assessment used corrected fisheries statistic data taking into account unreported catches and corrected fishing vessel data taking into account vessels operated illegally. Based on the analysis, the production potential of demersal fish that can be produced in a sustainable manner of demersal fish stocks in the Arafura Sea is 539 thousand tons/year to attempt the arrest of about 903 units of fishing trawlers 180 GT. Although fishing effort from vessels granted license in

  19. EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (STUDI KASUS DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiuddin Salim

    2014-10-01

    Full Text Available Makalah ini menilai efektivitas manajemen di Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut atau DPL dari Mattiro Labangeng Kabupaten Village-Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dan efektivitas proses manajemen dinilai menggunakan indikator, termasuk indikator biofisik, sosial ekonomi dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak positif dalam beberapa indikator ekologi (karang, ikan dan benthos, sosio-ekonomi dan institusi. The increasion total persen tutupan karang diikuti oleh kelompok meningkatkan ikan karang (indikator, target dan jurusan dan benthos organisme di DPL. Dari sudut ekonomi ini pandangan, nilai-nilai ekonomi terumbu karang sumber daya dari kegiatan perikanan sebelum dan sesudah DPL adalah Rp 42,635,910.51/ha/tahun dan Rp 52,084,390.18/ha/tahun, masing-masing. Efektivitas DPL ini ditunjukkan oleh grafik teknik Amoeba dan hasil yang disajikan nilai-nilai positif. Ringkasan adalah nilai indikator saat ini lebih besar dari nilai ambang batas kritis / CTV.Kata Kunci: CTV, efektivitas, indikator, perlindungan laut, teknik amubaTHE EFFECTIVITY OF MARINE SANCTUARY MANAGEMENT (CASE STUDY OF MATTIRO VILLAGE OF LABANGENG PANGKEP DISTRICTABSTRAKThis paper is assessing management effectiveness in Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut or DPL of Mattiro Labangeng Village-Pangkep Regency. It is showed that impacts and effectiveness of the management process was assessed using indicators, includes biophysical, socio-economic and institution indicators. The results showed that there are positive impacts in some indicators of ecology (corals, fish and benthos, socio-economic and institution. The increasion in percent total of coral cover was followed by the increasing groups of reef fish (indicators, targets, and majors and benthos organisms in DPL. From economic’s point of views, the economic values of coral reefs resource from fisheries activities before and after DPL were Rp 42,635,910.51/ha/year and Rp 52,084,390.18/ha

  20. STATUS STOK, EKSPLOITASI DAN OPSI PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN TUNA DI LAUT BANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Anung Widodo

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Banda merupakan salah satu daerah penangkapan tuna yang potensial di Indonesia, Jenis alat tangkap yang digunakan terdiri dari pukat cincin, huhate, rawai tuna, pancing ulur dan pancing tonda. Hasil tangkapan tuna di Laut Banda meliputi cakalang, madidihang dan tuna mata besar. Sumberdaya tuna di Laut Banda diduga masih merupakan sub stok sumberdaya tuna di perairan Pasifik Tengah dan Barat. Hasil kajian stok tuna oleh Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC pada 2012 melaporkan bahwa stok cakalang dan madidihang tidak mengalami overfishing dan overfished, sedangkan tuna mata besar telah mengalami overfishing dan overfished. Hasil penelitian Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (P4KSI pada 2012 menunjukkan madidihang dan tuna mata besar tertangkap pukat cincin, huhate serta kombinasi pancing ulur permukaan dan pancing tonda pada stadium yuwana, dengan indikasi nilai LcFmsy while YFT and SKJ are not in overfishing or overfished state. It was also reported by RCFMC that the size of catch of those species by various fishing gear indicating that value of Lc

  1. Studi Perancangan Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Tipe Salter Duck

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luthfi Prasetya Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan mencakup ¾ dari wilayah negara.Lautan menyimpan banyak energi yang tidak diketahui, diantaranya adalah gelombang laut yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber daya listrik.Banyak metode untuk mengubah energi gelombang menjadi energi listrik. Salah satunya adalah salter duck, alat ini akan mengangguk ketika paruhnya terkena gelombang. Gerakan anggukan ini yang dapat menghasilkan listrik. Dalam penelitian ini akan dibuat prototype dari salter duck dengan lebar 0.4 m. Setelah itu akan dilakukan pengujian besarnya daya listrik yang bisa dihasilkan. Dari hasil pengujian terlihat daya listrik yang disupply oleh salter duck berbeda dengan perhitungan yang telah dibuat. Dalam perhitungan rata-rata daya yang bisa dikeluarkan sebesar 7.89 Watt.Sedangkan pada saat uji coba daya yang didapatkan sebesar 0.4 mWatt.

  2. Identifikasi Bijih Besi Menggunakan Metode Geolistrik Schlumberger Di Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmat Kosidahrta

    2017-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Desa Sumber Mulia, Kabupaten Tanah Laut yang bertujuan untuk mengetahui tipe bijih besi dan sebarannya di bawah permukaan tanah. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi schlumberger dan karakterisasi X-Ray Flourescence (XRF. Hasil pengolahan 4 titik duga menggunakan perangkat lunak IPI2win diperoleh nilai hambatan jenis berkisar antara 2,37 - 5,6 Ωm dengan potensi kedalaman ±11 - 33 meter. Data XRF menunjukan kandungan bijih besi yang ada di Desa Sumber Mulia didominasi besi (Fe dengan nilai rata-rata sebesar 97,876%. Berdasarkan nilai hambatan jenis dan hasil XRF diperkirakan tipe bijih besi di Desa Sumber Mulia adalah Hematite.

  3. The Malayic-speaking; Orang Laut Dialects and directions for research

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karl Anderbeck

    2012-10-01

    Full Text Available Southeast Asia is home to many distinct groups of sea nomads, some of which are known collectively as Orang (Suku Laut. Those located between Sumatra and the Malay Peninsula are all Malayic-speaking. Information about their speech is paltry and scattered; while starting points are provided in publications such as Skeat and Blagden (1906, Kähler (1946a, b, 1960, Sopher (1977: 178–180, Kadir et al. (1986, Stokhof (1987, and Collins (1988, 1995, a comprehensive account and description of Malayic Sea Tribe lects has not been provided to date. This study brings together disparate sources, including a bit of original research, to sketch a unified linguistic picture and point the way for further investigation. While much is still unknown, this paper demonstrates relationships within and between individual Sea Tribe varieties and neighbouring canonical Malay lects. It is proposed that Sea Tribe lects can be assigned to four groupings: Kedah, Riau Islands, Duano, and Sekak.

  4. EVALUASI POTENSI IKAN LAYANG (Decapterus spp. DI WPP 712– LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Triharyuni

    2016-03-01

    Full Text Available Dalam rangka menjaga pelestarian sumberdaya ikan di kawasan perairan tertentu, maka tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tersebut harus seimbang dengan potensi produksinya. Ikan layang (Decapterus spp. merupakan hasil tangkapan dominan mencapai 60% dari total tangkapan perikanan pukat cincin yang beroperasi di Laut Jawa. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian beberapa model produksi surplus pada dinamika perikanan layang di Laut Jawa (WPP-712 dengan menggunakan pendekatan lima model produksi, yaitu model Schaefer, Fox, Walter & Hilborn, Clarke Yoshimoto Pooley (CYP dan Schnute. Model produksi yang sesuai digunakan untuk estimasi tangkapan maksimum lestari (MSY dan upaya optimum (Fopt serta parameter pertumbuhan stok ikan layang. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan layang dan jumlah trip penangkapan kapal pukat cincin yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Tegal, Pekalongan, Juana dan Rembang yang beroperasi di Laut Jawa selama periode 2004-2012. Ketepatan model dianalisis dengan membandingkan tanda regresi, uji F, uji t dan nilai konstanta determinasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan model Fox merupakan model yang paling tepat dengan estimasi MSY sebesar 24.447 ton dan upaya penangkapan sebesar 5.784 trip/tahun setara pukat cincin. Berdasarkan model Fox juga diperoleh nilai parameter pertumbuhan stok ikan layang, yaitu nilai pertumbuhan intrinsik (r sebesar 0,7172, koefisien penangkapan (q sebesar 5,075 x 10-5 dan daya dukung lingkungan perairan (K sebesar 48.072 ton. Perikanan layang di Laut Jawa telah berada pada kondisi lebih tangkap sehingga intervensi pengelolaan, yaitu pengurangan intensitas upaya penangkapan ke titik optimal atau pengaturan hasil tangkapan di bawah tangkapan lestari untuk menjamin keberlanjutannya perlu dilakukan.   The general principle to sustain fish resources in a certain area is the exploitation level should not exceed its carrying capacity. Round scads (Depcaterus spp. are

  5. Identifikasi Lalat Buah yang Menyerang Buah Naga (Hylocereus sp. di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Indar Pramudi

    2016-08-01

    Full Text Available Identification of fruit flies of dragon fruit in Tanah Laut has never been conducted. This research was aimed to identify fruit flies species of dragon fruit and its natural enemies in Batu Ampar, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. The fruit flies attacking dragon fruit in the field was collected. Observation was performed on the development of the larvae until adult and finally emerging adult was identified as well as its parasitoid. The result showed that the obtained fruit flies was Bactrocera dorsalis Hendel and Aceratoneuro myiaindica (Hymenoptera: Eulophidae: Tetrastichinae was found as the parasitoid. Five predators was found as its natural enemies, namely red ants (Hymenoptera: Formicidae: Solenopsis, rangrang ant (Hymenoptera: Formicidae: Oecophylla, spiders (Arachnida, kumbang stafilinid (Coleoptera: Staphylinidae: Paederinae and earwig (Dermaptera: Forficulidae: Forficula.

  6. STUDI PEMETAAN KESESUAIAN BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna Viridis MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DAN SIG DI PERAIRAN LAUT TEJAKULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Yudi Wisnawa

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lokasi dan seberapa luas lahan perairan pesisir dan laut Tejakula yang dapat dikembangkan untuk budidaya kerang hijau (Perna Viridis.         Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengkompilasi data citra satelit, kemudian dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menjelaskan dan menggambarkan kesesuaian aspek biofisik lingkungan perairan laut di daerah penelitian terhadap budidaya kerang hijau. Hasil analisis kesesuaian perairan bagi pengembangan budidaya kerang hijau di perairan Tejakula berada pada kelas sesuai bersyarat (S3. Berdasarkan pada empat parameter biofisik (klorofil-a, substrat perairan, suhu permukaan, dan kedalaman perairan, hanya parameter substrat perairan dan kedalaman perairan yang menjadi variabel paling berpengaruh, sehingga sebaran lokasi budidaya ideal dibatasi oleh parameter substrat dan kedalaman perairan.

  7. PERTUMBUHAN EUCHEUMA COTTONII PADA KEDALAMAN 150 CM DENGAN JARAK TANAM YANG BERBEDA

    OpenAIRE

    Ihsan Fadilulhak; Nunik Cokrowati; P Paryono

    2012-01-01

    Budidaya rumput laut memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Budidaya rumput laut dapat dilakukan dengan menggunakan metode rawai, yang saat ini merupakan metode yang dapat dianggap fleksibel dalam pemilihan lokasi dan biaya lebih rendah dibanding metode lain. Namun pada saat ini, dari metode tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu diperlukan pene...

  8. KAJIAN PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii HASIL KULTUR JARINGAN PADA PERLAKUAN SUHU YANG BERBEDA

    OpenAIRE

    Apri Arisandi; Marsoedi, M; Happy Nursyam; Aida Sartimbul

    2011-01-01

    Saat ini awal dan akhir periode budidaya rumput laut sudah tidak dapat dipastikan lagi karena mengalami pergeseran yang diduga akibat perubahan iklim global.  Hal tersebut mengakibatkan gagal panen dan rendahnya rendemen karaginan.  Salah satu cara untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) adalah dengan mengkaji parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhannya yaitu suhu.  Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh temuan baru mengen...

  9. Identifikasi Bakteri Coliform yang Terdapat pada Minuman Es Teh di Rumah Makan Tepi Laut Purus Padang Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nurman Ariefiansyah

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Minuman es teh merupakan minuman yang paling digemari konsumen rumah makan. Sampel penelitian ini adalah minuman es teh dirumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas minuman es teh di rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat secara mikrobiologis. Sampel diambil dari 14 rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat. Penelitian dilaksanakan dua tahap; 1. pengambilan sampel minuman es teh disertai observasi dan wawancara, 2. pemeriksaan mikrobiologis dengan metode Most Propable Number (MPN terhadap sampel yang terdiri dari tes presumtif, tes konfirmatif dan tes pelengkap. Hasil penelitian mendapatkan seluruh sampel minuman es teh mengandung bakteri Coliform. Tiga belas dari empat belas sampel positif mengandung E. coli, sedangkan satu sampel lain mengandung bakteri Klebsiella. Dari penelitian ini dapat disimpulkan minuman es teh di rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat tidak memenuhi syarat mikrobiologis yang telah ditetapkan pemerintah.Kata kunci: minuman es teh, bakteri coliform, most propable number (MPN Abstract Ice tea is the common consumer favorite beverage at restaurant. Samples of this research is ice tea beverages at Purus Beach restaurant West Padang. The objective of this study was to identify the quality of ice tea sold at Purus Beach Restaurant in Purus West Padang microbiological. Samples were taken from restaurant of Purus Beach in West Padang. This research implemented in two steps; First, taking the ice tea sample and observing also interviewing. Second, microbiological inspection using Most Propable Number (MPN methods to the sample consist of presumptivetest, confirmation test and complementary test. All of the sample of the ice tea beverage containing Coliform bacteria. Thirteen of fourteen positive contained E.Coli and the other contain Clebsiella. This result showed that ice tea from Purus Beach West Padang restaurant is unqualified as government has set required

  10. STUDI APLIKASI MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR UNTUK MENDETEKSI FREE SPAN PADA SALURAN PIPA BAWAH LAUT

    OpenAIRE

    I Made Dwifa Satya Nugraha; Yuwono Yuwono

    2015-01-01

    Saluran pipa bawah laut sebagai salah satu sistem distribusi dalam industri minyak dan gas harus selalu diperhatikan kondisinya agar terhindar dari risiko kerugian material maupun dampak terhadap lingkungan. Salah satu yang harus diperhatikan yakni bentang bebas (free span) atau bagian pipa yang tidak tertumpu. Informasi panjang dan tinggi free span dapat diperoleh melalui survei inspeksi dengan memanfaatkan instrumen hidroakustik, seperti Multibeam Echosounder dan Side Scan Sonar. Ditemukan ...

  11. SOIL AND WATER MICROORGANISM DIVERSITY OF MANGROVE FOREST OF TELUK KELUMPANG, SELAT LAUT AND SELAT SEBUKU NATURAL RESERVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Halwany

    2015-12-01

    Full Text Available Mangrove is a unique ecosystem that has complex biotic and abiotic components. Soil and water microorganisms have function as decomposer in mangrove forest ecosystem. This paper studies the soil and water microorganisms' diversity, their potential, function in ecosystem and their role as environmental parameters in mangrove area of Teluk Kelumpang, Selat Laut and Selat Sebuku Natural Reserve (Kelautku Natural Reserve. Data of soil and water microorganisms were recorded from soil and water samplings then analyzed in the laboratory. Results show that benthos in Selat Sebuku figure the highest diversity index. Anadara granosa is one of the common benthos found in Selat Sebuku. In contrary the phytoplankton in Selat Sebuku is the lowest value compared to the other two locations, due to the settlements in the locations and it was suspected that Selat Sebuku has a relatively larger wave exposure than the two other locations. In addition, input of organic matters from the settlements in Teluk Kelumpang and Selat Laut is also effected by the growth of phytoplankton. Cyanophyta found in Teluk Kelumpang and Selat Laut was genera of Oscillatoria that showed high tolerance genera to the environment conditions.

  12. PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Mutia

    2017-02-01

    1 g TKM/Kg ransum, R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50% dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%. Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05 menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05 meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01 meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.

  13. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS (Studi Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahrita .

    2016-08-01

    Full Text Available This study aimed to analyze the effects of job satisfaction (X1 and Transformational Leadership Style (X2 as independent variables simultaneously and partially on Organizational Citizenship Behavior (Y as the dependent variable in the Civil Service, Tanah Laut District Land Office. This research method uses a questionnaire to 32 employees in Tanah Laut District Land Office as a sample. Sampling technique used is the Census. Using variable measurement technique Likert scale with a weight scale from 1 to 5. To analyze the influence of variables Job Satisfaction and Transformational Leadership Style on Organizational Citizenship Behavior (Y using a statistical technique of linear regression. The results showed that the variables job satisfaction and Transformational Leadership Style jointly significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variables Job Satisfaction partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Variable Transformational Leadership Style partially not significant effect on Organizational Citizenship Behavior PNS Tanah Laut District Land Office. Keywords: Job Satisfaction, and Transformational Leadership Style Organizational Citizenship Behavior

  14. IDENTIFIKASI PROFIL DASAR LAUT MENGGUNAKAN INSTRUMEN SIDE SCAN SONAR DENGAN METODE BEAM PATTERN DISCRETE-EQUI-SPACED UNSHADED LINE ARRAY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zainuddin Lubis

    2017-05-01

    Full Text Available Laut Punggur merupakan laut yang terletak di Batam, Kepulauan Riau yang mempunyai beragam habitat objek,dan bentuk struktur bawah laut yang memiliki dinamika laut yang sangat tinggi. Side scan sonar (SSS merupakan instrumen pengembangan sistem sonar yang mampu menunjukkan dalam gambar dua dimensional permukaan dasar laut dengan kondisi kontur, topografi, dan target secara bersamaan. Metode Beam Pattern Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array digunakan untuk menghitung beam pattern dua dimensi yang tergantung pada sudut dari gelombang suara yang masuk dari sumbu array yang diterima tergantung pada sudut di mana sinar suara pada array. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2016 di laut Punggur,Batam, Kepulauan Riau-Indonesia, dengan koordinat 104 ° 08,7102 E dan 1° 03,2448 N sampai 1 ° 03.3977 N dan 104 ° 08,8133 E, menggunakan instrumen Side Scan Sonar C-Max CM2 Tow fish dengan frekuensi 325 kHz. Hasil yang diperoleh dari perekaman terdapat 7 target, dan Beam pattern dari metode Beam Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array target 4 memiliki nilai tertinggi pada directivity Pattern yaitu 21.08 dB. Hasil model beam pattern ini memiliki nilai pusat pada incidence angle (o terhadap Directivity pattern (dB tidak berada di nilai 0 ataupun pada pusat beam pattern yang dihasilkan pada target 6 dengan nilai incident angle -1.5 o dan 1.5o mengalami penurunan hingga -40 dB. Karakteristik sedimen dasar perairan di laut punggur ditemukan lebih banyak pasir. Hasil metode Beam Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array ditemukan bangkai kapal tenggelam.Kata Kunci: Side Scan Sonar, Beam Pattern Discrete-Equi-Spaced Unshaded Line Array, Incidence angle, Directivity pattern IDENTIFICATION OF SEABED PROFILE USING SIDE SCAN SONAR INSTRUMENT WITH PATTERN DISCRETE-EQUI-SPACED UNSHADED LINE ARRAY METHODRiau Islands is an island that has a variety of habitat objects, and forms of submarine structures that have a very high ocean dynamics, Punggur Sea is the sea

  15. ADSORPSI ION CU(II MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DS Pambudi

    2014-11-01

    Full Text Available Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak. Optimasi pH diperoleh pada pH 7, optimasi konsentasi ion logam diperoleh 250 ppm untuk pasir hitam dan 200 ppm untuk pasir putih, dan optimasi waktu diperoleh 60 menit untuk pasir hitam dan 90 menit untuk pasir putih. Kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 dalam menyerap ion logam tembaga sebesar 24,8634 mg/g untuk pasir hitam dan 19,8854 mg/g untuk pasir putih. Sebanyak 6,5 g pasir hitam teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 digunakan untuk menyerap limbah pada konsentrasi Cu(II sebesar 2960,32 ppm dengan persentase teradsorpsi sebesar 94,70%. Sedangkan pada pasir putih teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3, sebanyak 8 g pasir digunakan untuk menyerap limbah dengan konsentrasi Cu(II sebesar 2984,13 ppm, hasilnya menunjukkan 92,56% ion logam Cu(II teradsorp. Sea sand is abundant natural materials. In addition to be used as a building material, sand can be utilized as heavy metal ion adsorbent, because it has quite a lot of pores, i.e 30% more than its volume. The purpose of this study was to determine the adsorption capacity of Cu(II ions using sea sand alone as control, H2SO4-activated sea sand, Fe2O3-coated sea sand, as well as H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand. Two kinds of sea sand have been used in the research, i.e the black sand and the white sand. Studies were performed to examine the optimization of the

  16. ADAPTASI PERIKANAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2014-11-01

    Full Text Available Usaha perikanan akan mengalami fluktuasi terkait dengan dinamika faktor alam, sedangkan nelayan mempunyai kemampuan yang lentur dan adaptif dalam kelangsungan usahanya. Tujuan utama makalah ini adalah membahas tentang kemampuan adaptasi perikanan purse seine untuk bertahan dari usaha perikanan tangkap. Pemetaan rekaman data sistem pemantauan kapal (VMS purse seine pelagis kecil tahun 2012 dilakukan berdasarkan kriteria kecepatan kapal nol adalah waktu melakukan aktifitas penangkapan. Daerah penangkapan perikanan pukat cincin pada saat ini telah menyebar semakin luas, tidak terbatas di wilayah teritorial dan perairan nusantara, tetapi sudah sampai ke wilayah Samudera (ZEEI. Jumlah hari laut pada perikanan cantrang kurang dari sebulan memperoleh rata – rata pendapatan nelayan ABK hampir dua kali lipat dari pada ABK pukat cincin yang beroperasi lebih dari sebulan. Rotasi penggunaan alat tangkap di Laut Jawa adalah suatu kondisi yang muncul ke permukaan sebagai sinyal pergeseran populasi ikan dari karakteristik sumber daya yang multi-spesies. Fenomena hasil tangkapan yang tidak tercatat dan dilaporkan menyebabkan pendugaan stok ikan dengan akurat yang rendah akan menimbulkan ketidakpastian dalam penyusunan rekomendasi. Tersedianya sistem pemantauan kapal perlu didukung oleh kegiatan validasi hasil tangkapan yang didaratkan, untuk itu sangat perlu meningkatkan keterlibatkan enumerator dan observer di atas kapal serta penguatan sistem log-book yang sedang berjalan.   The fishing business will fluctuate as a result of high connectivity with the dynamic and nature of environmental factors, in the other side, experience fishers have flexible and adaptive capabilities in order to sustain their business. The objective of this paper is to describe the purse seine fishery adaptability to survive from long term fishing. Plotting data on recorded vessel monitoring system (VMS of small pelagic purse seine in 2012 were applied based on the criteria of the

  17. STATUS PEMANFAATAN DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus spp. DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tenggiri (Scomberomorus spp. di Laut Jawa merupakan jenis ikan pelagis ekonomis penting yang banyak dieksploitasi karena permintaan dan harga yang tinggi. Agar pengelolaan dapat dilakukan dengan benar maka   diperlukan informasi mengenai status pemanfaatan dan musim penangkapannya. Data primer untuk  penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui pencatatan hasil tangkapan ikan tenggiri periode 1999-2012 oleh enumerator di PPN Pekalongan dan kajian hasil peneitian terdahulu. Metode analisis model surplus produksi dan indeks musim penangkapan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Maximum Sustainable Yield (MSY ikan tenggiri di Laut Jawa sebesar 438 ton sedangkan effort maksimum sebesar 1000 trip setara jaring insang (gill net < 30 GT. Nilai CPUE cenderung menurun selama periode tahun 1999 hingga tahun 2012 yakni sebesar 1,73 ton/trip pada tahun 2005 menjadi hanya sebesar 0,37 ton/trip pada tahun 2011. Indeks musim Penangkapan (IMP menunjukkan bahwa ikan tenggiri melimpah pada periode Maret sampai dengan Juni dan periode Oktober hingga Desember sepanjang tahun. Narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorous commerson is an economically important pelagic species in Java Sea that continue to be exploited due to the high demand and prices. The research regarding status of utilization and fishing season was conducted in order to obtain the optimal efforts and sustainable management. The research was conducted through interviews method to fishermen while the secondary data collected during the period of 1999-2012 through field enumerators in PPN Pekalongan as well as reviewing previous research studies. The results showed that Maximum Sustainable Yield (MSY was 243.5 tons, while the maximum effort as much as 1000 trips equivalent to gill nets. Catch Per Unit Effort (CPUE was declined during the period 1999 through 2012 of 0.251 tons / trip in 2005 became 0.052 tons

  18. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut selama Penyimpanan dalam Es Curai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian kadar formaldehid alami pada beberapa jenis ikan laut selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan laut hidup yang terdiri dari 6 jenis ikan yaitu bawal bintang (Trachinotus blochii, kakap putih (Lates calcarifer, bloch., cobia (Rachycentron canadum, bandeng (Chanos chanos, kerapu cantrang Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus, dan kakap merah/jenaha (Lutjanus johnii. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara bertahap dan setiap pengambilan terdiri dari dua jenis ikan. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP dalam keadaan hidup, kemudian ikan dimatikan dengan cara hipotermal (dimasukkan dalam air es dengan suhu 0–4oC selama 30 menit. Setelah mati ikan dibagi menjadi 3 kelompok dan disimpan dalam peti insulasi yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1 : 3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA, trimethil amin oksida (TMAO dan kadar total volatile base (TVB serta komposisi proksimat pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 12 penyimpanan pada bawal bintang, kakap putih, cobia, bandeng, kakap merah, dan kerapu cantrang berturut-turut adalah 0.954; 1.572; 0.964; 0,715; 1.381; dan 1.303 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mN% kecuali ikan cobia (28,94 mgN%. Kandungan TMA berkisar 6,09–11,81 mgN% dan TMAO 3,22–11,3 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat.

  19. ESTIMASI PARAMETER POPULASI IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis DI PERAIRAN LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Chodrijah

    2016-03-01

    Full Text Available Tongkol komo (Euthynnus affinis yang dikenal dengan nama perdagangan kawa-kawa termasuk dalam family Scombridae. Sebagai ikan pelagis mereka membentuk gerombolan, perenang cepat dan pemakan daging (carnivore. Penelitian tentang estimasi parameter populasi ikan tongkol komo di Laut Jawa didasarkan pada pengumpulan data di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, pada bulan Februari-Desember 2012. Analisis parameter populasi menggunakan program “Electronic Length Frequency Analysis (ELEFAN-1. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi panjang cagak ikan tongkol komo selama penelitian diperoleh panjang minimum 11,7 cm FL, panjang maksimum 55,4 cmFL dan panjang-rata-rata 34,1 cm. Persamaan dari hubungan panjang dan bobot ikan tongkol komo adalah W=0,00001L3,1267 (r2=0,986. Parameter populasi menunjukkan panjang asimtotik (L∞ = 59,63 cm, kecepatan pertumbuhan ikan tongkol (K =  0,91 per tahun dan umur pada saat ditetaskan (t0  = 0,178 tahun. Mortalitas total (Z adalah 2,64 per tahun dengan mortalitas alami (M dan mortalitas penangkapan (F masing-masing 1,13/tahun dan  1,51/tahun. Rasio eksploitasi ikan tongkol adalah 0,57 pertahun. Hal ini berarti bahwa pemanfaatan ikan tongkol komo di Laut Jawa sudah dimanfaatkan secara penuh (fully exploited. As pelagic fish, kawa-kawa (Euthynnus affinis were included in the family Scombridae, Schooling behaviours, fast swimmers and carnivore. Research on population parameter estimates of kawa-kawa of the Java Sea conducted in the Pekalongan fishing port during February to December 2012. Data analyzed using analytical model application with program of “Electronic Length Frequency Analysis (ELEFAN -1”. The results showed that the frequency distribution of fish during sampling periods ranged of 11.7 cm FL to 55.4 cmFL with average length of 34.1 cmFL. Equation of a length and weight relationship of W = 0.00001 L3, 1267 (r2 = 0.986. Population parameters included asymptotic length growth rate (L∞ was

  20. EFIKASI SUPLEMENTASI FORMULA TEMPE BENGKUANG TERHADAP KADAR ALBUMIN DAN Z-SKOR BERAT BADAN MENURUT UMUR (BB/U PADA ANAK GIZI KURANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denas Symond

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aim of this study was to determine the efficacy of formulated tempe-yam supplementation on weight for age z-score of underweight children aged 2-4 years. A quasi experiment pre-post test with control group design was applied in this study for four weeks. The intervention group consist of 19 children given formulated tempe-yam 100 g/d; and the control group consist of 19 children given biscuit 100 g/d in Padang Pariaman district, West Sumatera. Data collected included weight, height, and albumin level. Paired t-test was applied for the data analysis. The results of this study found significant differences in albumin level before and after on control group (p<0.05. Then, the results of this study also found significant differences in weight for age z-score before and after on intervention group (p<0.05. Therefore, formulated tempe-yam supplementation as food sumplementation need to be considered for underweight children.Keywords: albumin level, food suplementation, tempe-yam, weight-for age z-scoreABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi dari suplementasi formula tempe-bengkuang berdasarkan z-skor BB/U pada anak gizi kurang usia 2-4 tahun. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat,menggunakan pendekatan quasi experiment pre-post test with control group design selama empat minggu. Kelompok intervensi terdiri atas 19 anak yang diberi formula tempe-bengkuang sebanyak 100 g/hari dan kelompok kontrol terdiri 19 anak yang diberi biskuit 100 g/hari. Data yang dikumpulkan adalah berat badan,tinggi badan, dan kadar albumin anak. Pengujian statistik menggunakan paired t-test. Terdapat perbedaan kadar albumin yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok biskuit (p<0,05 dan terdapat perbedaaan antropometri berdasarkan BB/U yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok formula tempe bengkuang (p<0,05. Penelitian ini juga menemukan adanya perubahan nilai antropometri

  1. DESAIN SELF-PROPELLED CAR BARGE UNTUK DISTRIBUSI MOBIL BARU RUTE CIKARANG BEKASI LAUT (CBL – TANJUNG PERAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bintang Jiwa Jiwa

    2017-01-01

    Full Text Available Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk dapat mengurangi kemacetan jalur Pantura. Mulai dari pemberian jalur alternatif, pelebaran jalan, hingga pembuatan jalan tol baru. Segala upaya tersebut tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat melewati jalur Pantura, khususnya kendaraan-kendaraan barang seperti truk dan kontainer. Hal ini tidak terlepas dari geliat perekonomian yang terus tumbuh. Kawasan industri otomotif di sekitar Cikarang dan Bekasi salah satu contohnya. Jumlah produksi mobil domestik dan permintaan yang terus meningkat ini membutuhkan sarana yang baik dan cepat dalam mendistribusikan mobil baru ke berbagai daerah. Dalam beberapa tahun ini, Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat permintaan mobil yang cukup tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan untuk dapat mengurangi kemacetan di jalur darat adalah berupa pengalihan transportasi darat ke sungai atau laut. Berdasarkan solusi tersebut, maka dibutuhkan alat transportasi pengangkut barang, dalam hal ini mobil, yang dapat melewati sungai dan laut. Self-propelled car barge diharapkan mampu menjadi inovasi yang cukup baik dalam mendistribusikan barang melalui rute Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk mendapatkan ukuran utama yang optimum digunakan metode optimation design approach dengan bantuan fitur solver pada program Microsoft Excel dengan menjadikan biaya pembangunan paling minimum sebagai fungsi objektif, serta adanya batasan-batasan dari persyaratan teknis dan regulasi yang ada. Dari proses optimisasi, didapatkan ukuran utama optimum Self-Propelled Car Barge adalah L=53.10 m, B=15.17 m, TFW=3.09 m, TSW=3.02 m, dan H=4.66 m, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar $1.435.270,56 atau setara Rp.19.281.424.757,10.

  2. STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI LAUT JAWA (WPPNRI 712

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Budiarto

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Jawa (WPPNRI 712 memiliki karakteristik permasalahan dalam pengelolaan perikanan rajungan yaitu berkurangnya stok sumberdaya rajungan dan tinggi nya jumlah armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan rajungan di perairan Laut Jawa berdasarkan pada indikator pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management-EAFM. Enam domain indikator EAFM yang digunakan sebagai dasar untuk analisis adalah (1 Sumber Daya Ikan; (2 Habitat dan Ekosistem; (3 Teknik Penangkapan; (4 Sosial; (5 Ekonomi; dan (6 Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor komposit EAFM tergolong kategori sedang dengan kisaran antara 1,5 – 2,5. Hasil penilaian aggregat seluruh domain diperoleh nilai skor densitas berkisar antara 6,3 – 55,9. Domain memiliki densitas tertinggi adalah domain sosial dan domain kelembagaan sebesar 54,7 dan 55,9 dengan kategori sedang. Domain habitat/ekosistem dan domain ekonomi memiliki nilai skor 36,5 dan 20,7 dengan kategori kurang. Domain sumberdaya ikan dan domain teknik penangkapan memiliki nilai skor 6,3 dan 16,3 dengan kategori buruk. Secara keseluruhan hasil penilaian indikator EAFM menunjukkan bahwa pengelolaan rajungan di WPPNRI 712 dalam kategori buruk hingga sedang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melaksanakan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan secara bertahap dengan melakukan 5 (lima langkah pengelolaan yaitu; pengaturan rajungan yang boleh ditangkap, pengaturan musim penangkapan, pengendalian alat tangkap dan daerah penangkapan, perlindungan dan rehabilitasi habitat serta melaksanakan restoking.   Java Sea waters (Fisheries Management Area 712 is one of the main live crab habitat which is also the main blue swimming crab (BSC production centers in Indonesia. FMA 712 has the characteristics of BSC fishery management problems is lower stock of crabs and the high number of fishing fleet. This study was aims to determine

  3. Analisis Pengaruh Salinitas dan Temperatur Air Laut pada Wet Underwater Welding terhadap Laju Korosi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Dwilaksono

    2013-03-01

    Full Text Available Struktur konstruksi badan kapal lambat laut mengalami kerusakan . Apabila kapal mengalami kerusakan pada konisi darurat, pekerjaan las bawah air menjadi hal yang diutamakan. Sedangkan faktor korosi pada pengelasan basah bawah air merupakan masalah yang pasti terjadi. Melalu penelitian ini dikaji perbandingan laju korosi sambungan las material baja karbon rendah yang diberi perlakuan pengelasan basah bawah air dengan salinitas 33‰ , 35‰ dan suhu 200C, 250C. Dari keempat variasi pengelasan tersebut diberikan variasi ketebalan pelat sebagai pembanding. Penelitian laju korosi dilakukan dengan pengujian terhadap material baja A36 yang dilas menggunakan metode SMAW pada pengelasan basah bawah air pada posisi 1G (datar dengan elektroda AWS E-6013 yang dilapisi isolasi yang bersifat kedap air. Dari data pengujian laju korosi  diketahui bahwa pengelasan basah bawah air dengan salinitas 35‰ lebih tinggi di bandingkan dengan pengelasan basah bawah air dengan salinitas 33‰, sedangkan untuk pengujian laju korosi dengan variasi suhu diketahui bahwa dengan suhu 250C cenderung lebih besar, meskipun hasil nya tidak signifikan dibandingkan dengan suhu 200C, dan semakin tebal pelat, laju korosinya juga cenderung lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketebalan yang berkurang pada Salinitas 33‰ dan Suhu 200C yaitu sebesar 0.2124 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.2139(mm/year pada plat 10mm, Sedangkan untuk plat 12 mm , suhu 200C yaitu sebesar 0.3203 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.3205 (mm/year. Untuk Salinitas 35‰ dan Suhu 200C yaitu sebesar 0.4521 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.4538(mm/year pada plat 10mm, Sedangkan untuk plat 12 mm , suhu 200C yaitu sebesar 0.5547 (mm/year , untuk Suhu 250C yaitu sebesar 0.5550 (mm/year.

  4. Studi Kelayakan Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Wisata Bahari Lamongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmaputri Sadewa

    2013-09-01

    Full Text Available Wisata Bahari Lamongan merupakan salah satu wisata di Kabupaten Lamongan yang banyak didatangi pengunjung setiap tahunnya. Namun, di Wisata Bahari Lamongan sendiri masih memiliki kekurangan dari segi kualitas air bersih yang ada. Untuk itu direncanakan pengolahan air laut menjadi air bersih guna memperbaiki kualitas air bersih. Perencanaan pengolahan pada Tugas Akhir ini menggunakan sistem Reverse Osmosis. Perencanaan pengolahan menggunakan Reverse Osmosis didasarkan pada kebutuhan air bersih, jumlah pengunjung dan hasil kualitas air baku di Wisata Bahari Lamongan. Melalui perhitungan proyeksi menggunakan perangkat lunak Minitab 16, didapatkan total kebutuhan air setiap tahunnya sebanyak 30.200 m3/hari, dengan jumlah pengunjung yang selalu bertambah setiap tahunnya, serta didapatkan hasil kualitas air baku yaitu TDS sebesar 24.200 mg/L, kadar klorida sebesar 19.500 mg/L Cl-, dengan suhu 25’C. Dengan hasil tersebut, ditentukan pengolahan menggunakan SWRO Unit tipe BETAQUA RO-SW8-15 dengan besar debit air baku sebesar 29,31 m3/jam, debit air olahan sebesar 10,26 m3/jam  dan debit air reject sebesar 19,05 m3/jam. Air reject hasil olahan dimanfaatkan sebagai air nigari dan pemanfaatan wahana kolam apung di Wisata Bahari Lamongan. Analisa yang dilakukan untuk perencanaan pengolahan ini adalah analisa teknis dan ekonomis. Analisa teknis pada perencanaan ini dikatakan layak karena peralatan memenuhi kebutuhan untuk pengolahan, seperti tekanan pada Reverse Osmosis sebesar 12 bar, kapasitas debit untuk air baku dan air bersih memenuhi syarat. Sedangkan untuk analisa ekonomis, dibagi menjadi tiga kondisi antara lain : perencanaan dengan sistem konvensional, perencanaan dengan Reverse Osmosis metode tiket individual, dan perencanaan dengan sistem Reverse Osmosis metode tiket terusan. Dari ketiga kondisi tersebut, dipilih kondisi ketiga karena memenuhi secara ekonomis, dengan nilai NPV sebesar Rp 9.710.530.215 , nilai IRR sebesar 21% dimana nilai IRR

  5. Spawning seasons of Rasbora tawarensis (Pisces: Cyprinidae in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musman Musri

    2010-05-01

    Full Text Available Abstract Background Rasbora tawarensis is an endemic freshwater fish in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia. Unfortunately, its status is regarded as critical endangered with populations decreasing in recent years. To date no information on the spawning activities of the fish are available. Therefore, this study provides a contribution to the knowledge on reproductive biology of R. tawarensis especially on spawning seasons as well as basic information for conservation of the species. Methods Monthly sampling was conducted from April 2008 to March 2009 by using selective gillnets. The gonadosomatic index, size composition and sex ratio were assessed. The gonadal development was evaluated based on macroscopic and microscopic examinations of the gonads. Results The gonadosomatic index (GSI varied between 6.65 to 18.16 in female and 4.94 to 8.56 for male. GSI of the female R. tawarensis was higher in March, September and December indicating the onset of reproductive seasons, the GSI and oocyte size being directly correlated with gonadal development stages. Although, a greater proportion of mature male than female was detected during the study, the sex ratio showed that the overall number of female was higher than male. The ovaries had multiple oocyte size classes at every stage of gonadal development, thus R. tawarensis can be classified as a group synchronous spawner or a fractional multiple spawner. Conclusion The spawning seasons of R. tawarensis were three times a year and September being the peak of the reproductive season and the female was the predominant sex. This species is classified as a group synchronous spawner.

  6. Studi Kelayakan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Kawasan Wisata dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Pantai Prigi, Trenggalek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agista Ayuningtyas Puspita Dwijayani

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih diperlukan pula dalam bidang kepariwisataan. Salah satunya ialah kawasan wisata alam Pantai Prigi, Trenggalek. Namun kondisi air saat ini masih memiliki kandungan TDS (Total Dissolved Solid dan salinitas yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk mengolah air asin menjadi air tawar agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengolah air asin atau payau menjadi air tawar adalah dengan sistem Reverse Osmosis (RO. Penentuan kapasitas SWRO ditentukan dengan memproyeksikan jumlah pengunjung kawasan wisata Pantai Prigi dan kebutuhan air kolam apung hingga tahun 2023. Hasil proyeksi diperoleh kebutuhan air sebesar 729,40 m3/hari pada penggunaan maksimum. Dengan desain SWRO yaitu menggunakan pretreatment rapid sand filter dan filter karbon aktif untuk meremoval kandungan TDS, kesadahan total, khlorida, sulfat, dan bilangan KMnO4 (zat organik. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem pengolahan air laut dengan SWRO sebesar Rp 5.077.307.500,00.Perencanaan sistem pengolahan air laut menjadi layak jika air reject dari SWRO sebesar 1463,28 m3/hari dimanfaatkan menjadi wisata kolam apung, garam, dan air nigari dengan investasi total sebesar Rp 7.326.095.500,00. Dengan analisa kelayakan secara ekonomi  menggunakan prinsip ekonomi teknik, pada alternatif ini diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25.024.360.250,24 ; IRR sebesar 23,7% ; dan Payback periode pada tahun ke-3 dengan keuntungan yang diperoleh Rp 3.915.665.044,80 per tahun.

  7. MODEL SPASIAL DINAMIK GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PESISIR SEMARANG (Spatial Dynamic Model of Inundated area due to Sea Level rise at Semarang coastal Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ifan R Suhelmi

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Kota Semarang merupakan kota pesisir di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki topografi datar pada wilayah laut yang biasa disebut dengan kota bawah dan bergunung pada bagian atasnya yang biasa disebut dengan kota atas. Kota bawah memiliki kerentanan yang tinggi terhadap genangan akibat kenaikan muka air laut, hal ini disebabkan olehkondisi topografi yang datar. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara dinamik distribusi genangan akibat berbagai skenario kenaikan muka air laut. Model spasial dinamik menggunakan Flash yang berfungsi memberikan gambaran secara interaktif dan real time pada berbagai skenario kenaikan muka air laut. Skenario kenaikan muka air laut menggunakan skenario IPCC hingga tahun 2100. Hasil studi menunjukkan bahwa terjadi kenaikan jumlah genangan dari 599,4 ha pada tahun 2020 menjadi 4.235,4 ha pada tahun 2100.   ABSTRACT Semarang is one of coastal city located at Central Java Province. It has flatten topography at coastal area called “downside town” and hilly topography at upper area called “topside town”.  Ownside town was highly vulnerable to sea level rise caused by it’s topographic condition and the land subsidence phenomena. This research conducted to mapeed the inundated area due to sea level rise at many scenarios of sea level rise. The dynamic spatialmodel of sea level rise represented using flash techmology to showed distributed area inundated by sea level rise. The scenario of sea level rise by IPCC prediction was used at this study. The stuty showed that the inundated area increased from 599.4 ha at year 2020 to 4,235.4 ha at 2100.

  8. Daya antibakteri obat kumur chlorhexidine, povidone iodine, fluoride suplementasi zinc terhadap, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis (Antibacterial effect of mouth washes containing chlorhexidine, povidone iodine, fluoride plus zinc on Strep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Betadion Rizki Sinaredi

    2014-12-01

    dengan suplementasi zinc. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek antibakteri dari obat kumur berbahan aktif chlorhexidine, povidone iodine dan fluoride dengan suplementasi zinc terhadap bakteri campur plak, S. mutans dan P. gingivalis. Metode: Pengukuran efek antibakteri dilakukan dengan metode disk diffusion. Bakteri sampel (bakteri campur plak, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis ditanam secara merata pada cawan petri dengan medium MHA. Cakram kertas yang mengandung obat kumur diletakkan di tengah cawan petri dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37o C (anaerob untuk P. gingivalis, aerob untuk S.mutans dan bakteri campur. Diameter zona hambat bakteri yang mengelilingi cakram kertas diukur dan dibandingkan antara masing-masing bahan aktif yang terkandung dalam obat kumur. Hasil: Chlorhexidine mempunyai efek antibakteri paling kuat dibanding povidone iodine dan fluoride. Chlorhexidine lebih ampuh menghambat pertumbuhan bakteri S.mutans dibanding terhadap bakteri P.gingivalis dan bakteri campur dalam plak, sedang Povidone iodine dan fluoride lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri campur. Simpulan: Obat kumur chlorhexidine lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri campur dari plak, Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dibanding povidone iodine dan fluoride dengan suplementasi zinc.

  9. POTENSI PROBIOTIK INDIGENUS Lactobacillus plantarum Dad 13 PADA YOGURT DENGAN SUPLEMENTASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU UNTUK PENURUN DIARE DAN RADIKAL BEBAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Intan Niken Tari

    2016-04-01

    Full Text Available The purpose of this study was studying the effectiveness of selected indigenous probiotic strains (Lactobacillus plantarum Dad 13 in yoghurt with purple sweet potato extract suplementation as reducing diarrhea and free radicals on white rats albino Norway rats (Rattus novergicus Sprague dawley strain. The study was designed using factorial completely randomized design, with treatment of purple sweet potato extract yogurt without probiotics (P0, purple sweet potato extract yogurt with probiotic (P1 to 2 groups of male Sprague dawley rats were treated without Enteropathogenik Escherichia coli (EPEC ATCC 35218 (E0 and with Enteropathogenik Escherichia coli (EPEC ATCC 35218 (E1. Probiotic treatment was conducted using the sonde at day 1st to 21st at a dose of 1 ml / 120 g weight or average 109 CFU/ ml. While the treatment of EPEC ATCC 35218 was conducted using the sonde at dose of 106 CFU/ml on day 7th to 14th. The observed parameters include fecal water content, water content of cecum, malonaldehide levels (MDA blood and liver. The results showed that (1 There was interaction between the treatment of indigenous probiotic yogurt purple sweet potato extract and EPEC ATCC 35218 on water content of faecal, water content of cecum, MDA levels blood and liver (2.Culture of Lactobacillus plantarum Dad 13 was able to provide health effects as reducing of diarrhea and free radicals. Keywords: Reducing of diarrhea, free radicals, purple sweet potato extract yogurt, probiotic bacteria   ABSTRAK Penelitian bertujuan mempelajari efektivitas strain probiotik indigenus terpilih (Lactobacillus plantarum Dad 13 pada yogurt dengan suplementasi ekstrak ubi jalar ungu sebagai penurun diare dan radikal bebas pada tikus putih albino Norway rats (Rattus novergicus galur Sprague dawley. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan perlakuan yogurt ekstrak ubi jalar ungu tanpa probiotik (P0, yogurt ekstrak ubi jalar ungu dengan probiotik (P1

  10. GEJALA INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PESISIR PADELEGAN, PADEMAWU DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Arya Gemilang

    2016-11-01

    Full Text Available Sebagian wilayah pesisir Pademawu dan sekitarnya, Pamekasan, dijumpai adanya air tanah payau hingga asin dengan pelamparan yang cukup luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran air tanah asin hingga payau tersebut, baik pada akuifer dangkal maupun akuifer dalam dan juga untuk mengetahui penyebab keasinan air tanah tersebut. Sebaran air tanah asin dipetakan berdasarkan nilai daya hantar listrik (DHL dengan kriteria tingkat keasinan sebagaimana ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. Sedangkan penyebab keasinan air tanah dianalisa berdasarkan fasies hidrokimia dengan diagram Trilinier Piper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akuifer dangkal air tanah agak payau hingga asin dengan nilai DHL > 15.000 µS/cm – 50.000 µS/cm dijumpai pada bagian Selatan Pademawu sepanjang pesisir pantai meliputi Padelegan, Jumiang, Tanjung, Manjungan dan Pademawu Timur. Sedangkan untuk air tanah dalam seluruhnya dalam kondisi tawar dengan nilai DHL < 1500 µS/cm, berada pada bagian Utara dari daerah penelitian meliputi kecamatan Tlanakan, Galis, Pamekasan dan  Larangan. Berdasarkan nilai DHL bahwa daerah bagian Utara penelitian tidak terdeteksi adanya proses penyusupan air laut pada air tanah.INDICATION OF SEA WATER INTRUSION IN COASTAL PADELEGAN, PADEMAWU AREAIn the part of Pademawu coastal areas, Pamekasan, was found brackish groundwater that spreading progressively. The purpose of this study was to map the distribution of salt to brackish groundwater, both in the shallow aquifer and the deep aquifer and also to find out the cause of the salinity of the ground water. Salt groundwater distribution was mapped based on the electrical conductivity (EC with a salinity level criteria as established by Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. While the causes of groundwater salinity were analyzed based on hydrochemical facies with Trilinier Piper diagram. The results showed that the shallow groundwater aquifers slightly brackish to

  11. Perangkat Lunak Untuk Analisis Gaya Gelombang Di Laboratorium Lingkungan Dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, Ftk-Its

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fendi Hidayat

    2013-09-01

    Full Text Available Laboratorium Lingkungan dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, FTK-ITS sering digunakan untuk pengujian. Salah satunya menguji gaya mooring pada floating breakwater. Hal tersebut menjadi salah satu alasan untuk membuat suatu perangkat lunak dalam membantu dalam proses analisis gaya mooring tersebut. Perangkat lunak yang dibuat berfungsi untuk membantu proses kalibrasi sensor load cell LUB-B 5 to 50 KB dan melakukan analisis gaya gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan regresi linier, korelasi linier, perhitungan varian, standar deviasi, dan hukum Newton yang kemudian disusun dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2008. Penyusunan perangkat lunak yang bernama FORYS ini memiliki tampilan antarmuka pengguna yang mudah dalam pemakaian. Perangkat lunak yang telah dibuat juga bersifat portable sehingga bisa digunakan di berbagai komputer atau laptop. Hasil pengujian yang telah dilakukan menghasilkan bahwa semakin besar gaya gelombang yang terjadi, maka semakin besar pula tegangan yang terjadi pada tali.  

  12. KAJIAN PENGEMBANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI DI SENTRA KAWASAN PELABUHAN PERIKANAN MUARA KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Syarwani

    2016-09-01

    Full Text Available The potential Fish Auction Place in the fish port of Muara Kintap is expected to become the center of economic growth and development of fisheries. The existence of the facility is an input to the process of the function implementation in Fish Auction Place which condition is related to its availability and number in the fish port. The facilities which are managed optimally will produce the optimum output anyway. This study aimed to identify the presence of TPI in the central area of the Muara Kintap in Kecamatan Tanah Laut which has the potential to be developed. This study uses descriptive qualitative research and literature survey.  Based on the survey results, it was revealed that the condition of Fish Auction Place (TPI in the fish port of Muara Kintap in Kecamatan Tanah Laut did not implement a pure  auction, it was due to the basic facilities, unwell maintained functional and supporting tools, and also due to the collaboration of some merchants in controlling prices. Several attempts to optimize Fish Auction Place (TPI including the addition of supporting facilities, such as clean water, cool boxes, scales and carts/baskets as well as banks as partners in financial institutions to access capitals for a business group of fishermen. The comfortable condition of loading and unloading activities, as well as sanitation and hygiene, really needs to be fulfilled, including the revitalization of the fish fleet. Ideally, in every region of fishery activities in a fishermen concentration area, a fish port should be built, or at least fish hauling with clean Fish Auction Unit, to meet the requirements of the integrated quality program so that the selling prices of fish caught by fishermen con be rewarded appropriately. SWOT analysis results  indicated that strategy chosen was the S - O (Strengths – Opportunities which utilized all power of Muara Kintap Fish Port to take advantage of development opportunities as much as possible.

  13. Money, magic and fear : identity and exchange amongst the Orang Suku Laut (sea nomads) and other groups of Riau and Batam, Indonesia.

    OpenAIRE

    Chou, Cynthia

    1994-01-01

    The central focus of my thesis is the symbolism of money and the power it holds in the Riau archipelago and Batam of Indonesia to affect the nature of social relationships. These social relationships in turn affect the different forms of exchange that take place in the archipelago. In particular, I am exploring the meaning and moral implications of monetary and commercial exchanges in contrast to exchanges of other kinds that take place between the Orang Suku Laut and other ...

  14. HUBUNGAN IKAN PELAGIS DENGAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2015-12-01

    Full Text Available Klorofil-a banyak ditemukan pada fitoplankton dan menjadi indikator kesuburan perairan. Keberadaan fitoplankton ditandai dengan kandungan klorofil-a yang tinggi dan diikuti oleh keberadaan zooplankton yang akhirnya mempengaruhi keberadaan organisme perairan lainnya seperti ikan pelagis kecil maupun ikan pelagis besar sebagai suatu rantai makanan. Interaksi antara konsentrasi klorofil-a terhadap keberadaan dan konsentrasi ikan pelagis di Laut Jawa belum banyak diketahui. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan interaksi antara klorofil-a terhadap konsentrasi ikan pelagis. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data runtun waktu hasil tangkapan beberapa jenis pelagis besar dan kecil yang didaratkan di PPI Pekalongan tahun 2007-2011 serta data runtun waktu konsentrasi klorofil-a dari perairan utara Jawa yang diperoleh dari informasi sekunder.Metode analisis korelasi linear sederhana (bivariate correlation digunakan untukmengetahui ada atau tidaknya pengaruh antar variabel klorofil-a dan konsentrasi ikan pelagis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan layang (Decapterus russelli paling nyata mendapat pengaruh dari konsentrasi klorofil-a (P<0,05 dan berkorelasi positif terhadap konsentrasi klorofil-a dengan nilai koefisien korelasi ( r sebesar 0,56, sedangkan ikan pelagis lainnya berkorelasi negatif. Ikan tongkol (Euthynnus affinis posisinya menempati rantai makanan paling tinggi sebagai pemangsa, mempunyai korelasi positif (r = 0,5 terhadap Rastrelliger kanagurta dan r = 0,56 terhadap Amblygaster sirm. Chlorophyll-a is a light-absorbing pigment that can be found in photosynthetic organisms such as algae and phytoplankton. The evidence of phytoplankton that indicated by high contents of chlorophyll-a may followed the evidence of zooplankton and other micro aquatic organism as a food chain component. An overview of interrelationships between chlorophyll-a and pelagic fishes in the waters around Java Sea have not much

  15. FLUKTUASI KADAR TSH DAN FREE T4 SELAMA SUPLEMENTASI SPIRULINA SEBAGAI SUMBER IODIUM ALAMI PADA WANITA USIA SUBUR DI DAERAH ENDEMIK GAKI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nuryani Wahyuningrum

    2015-04-01

    Full Text Available AbstractSpirulina is seawater microalgae that have potential as natural source of iodine and contain of 94.5 ppm iodine. The purpose of this study was to determine the effect of spirulina consumption on TSH and fT4 level at women of childbearing age in IDD (Iodine Deficiency Disorder endemicarea, who at risk of hypothyroidism. This is a Randomized Control Trial (RCT, double-blind research. Subjects were women of childbearing age (18-40 years, with TSH levels 3 to 6.2 μIU /L, divided into 2 groups. The control group was given placebo and the treatment group were given spirulina, 1 g/day, for 3 months. Spirulina and placebo were capsulated in similar capsul. TSH and FT4 levels were analyzed by ELISA method from blood serum samples. Two cc of blood were taken from subject’s arm vein. The results showed that spirulina supplementation did not affect TSH levels (P > 0.05, but increasing thyroid hormone levels (fT4 higher than the control group (P < 0.05. Spirulina can be used as alternative source of iodine beside salt fortification to improve thyroid function.Keywords : iodine, fT4, spirulina, TSHAbstrakSpirulina merupakan mikroalga berasal dari laut yang berpotensi menjadi sumber iodium alami dengan kandungan iodium sebesar 94,5 ppm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi spirulina terhadap kadar TSH dan fT4 pada wanita usia subur yang beresiko hipotiroid. Jenis penelitian adalah Randomized Control Trial (RCT double blind. Subyek penelitian adalah Wanita Usia Subur (WUS usia 18 - 40 tahun, mempunyai kadar TSH 3-6,2 μIU/L, dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi plasebo dan kelompok perlakuandiberi spirulina, sebanyak 1 gr/hr, selama 3 bulan. Spirulina dan plasebo dikemas dalam bentuk kapsul yang serupa. Kadar TSH dan fT4 dianalisis dengan metode ELISA dari sampel serum darah subyek. Darah subyek diambil dari pembuluh vena lengan sebanyak 2 cc. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian spirulina tidak

  16. KAJIAN PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii HASIL KULTUR JARINGAN PADA PERLAKUAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Apri Arisandi

    2011-04-01

    Full Text Available Saat ini awal dan akhir periode budidaya rumput laut sudah tidak dapat dipastikan lagi karena mengalami pergeseran yang diduga akibat perubahan iklim global.  Hal tersebut mengakibatkan gagal panen dan rendahnya rendemen karaginan.  Salah satu cara untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii adalah dengan mengkaji parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhannya yaitu suhu.  Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh temuan baru mengenai pengaruh suhu terhadap pertumbuhan rumput laut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kappaphycus alvarezii yang diberi perlakuan suhu 200C, 250C, 300C, 350C dan 400C tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap rata-rata pertumbuhan hariannya. Kata kunci: suhu, pertumbuhan, Kappaphycus alvarezii

  17. PROSPEK USAHA PENGOLAHAN UDANG REBON SKALA RUMAH TANGGA DI DESA MUARA KINTAP KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Syahrin

    2016-12-01

    Full Text Available The problems in rebon shrimp processing business at household scale in Desa Muara Kintap  are in processing, utilization, and improvement in processing business which have not been maximized, and rebon shrimp quality of the business community at household scale because of inappropriate processing and handling, lack of interest, and cheap selling price. To overcome these problems, one possible way is to provide proper handling to the products of rebon shrimp either in producing or packaging as well as diversifying the processing of rebon shrimp. Therefore, this study aims to (1 determine benefits, eligibility, fluctuation and variation in price and (2 analyze marketing channels of rebon shrimp in Desa Muara Kintap. The significance of this research is that it can be used as an input or a reference in order to increase profits and development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, South Kalimantan Province; and it is also useful for those who want to learn more about the development of business prospect of rebon shrimp processing at household scale in Desa Muara Kintap,Kecamatan Kintap,Kabupaten Tanah Laut, or for those who are interested in the issues in this study. The results showed that the processing business of dried rebon shrimp in Muara Kintap was profitable to do because the total revenue was greater than the total cost, and based on the analysis of the eligibility on the season of NPV, Net BCR, and IRR were on top of the value of 13%, making it eligible to do business processing, and there was also a price fluctuation with an average selling price fluctuation of rebon shrimp in Desa Muara Kintap  between ‘season’ and ‘not season' the prices was 41.05%, and the variation of the fishing season prices ranged from Rp 19,000 to Rp 20,000, while during ‘not season’ the prices were between Rp 26,000 and Rp 30,000. This happened because of the

  18. ANALISIS KERENTANAN JENIS IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN SELAT BALI DAN SELAT MAKASSAR TERHADAP DINAMIKA SUHU PERMUKAAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Puspasari

    2016-09-01

    Full Text Available Kondisi oseanografi Indonesia dipengaruhi oleh dinamika proses oseanografi global. Salah satu proses tersebut adalah Arlindo yang menghantarkan massa air bersuhu hangat dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia melalui Selat Makassar. Dinamika suhu perairan akan mempengaruhi kondisi sumberdaya ikan di perairan tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak dinamika suhu permukaan laut terhadap empat jenis ikan pelagis yaitu ikan layang biru (Decapterus macarellus, kembung (Ratrelliger kanagurta, lemuru (Sardinella lemuru dan tongkol (Auxis thazard.  Penelitian dilakukan pada tahun 2015 dengan membuat profil biologis setiap jenis ikan, kemudian dilakukan penilaian oleh para ahli mengenai kerentanan setiap jenis ikan terhadap paparan dinamika SPL.  Hasil penilaian para ahli kemudian dianalisis menggunakan metode kerentanan jenis yang digunakan oleh NOAA.  Hasil analisis menunjukkan bahwa empat jenis ikan pelagis yang dianalisis mempunyai tingkat kerentanan yang rendah terhadap paparan dinamika suhu permukaan laut.  Tingkat kerentanan ikan pelagis kecil di perairan Selat Bali lebih tinggi bila dibandingkan dengan Selat Makassar.   Oceanographic condition of Indonesian waters is highly influenced by global oceanographic processes. Indonesian through flow is one of the global oceanographic processes that affect the oceanographic condition in Indonesia waters, it delivers warm water from Pacific Ocean to Indian Ocean through the strait of Makassar. Therefore, the dynamic of sea water temperature will affect the fish resources condition. The objective of this study is to analyze the impact of the dynamic of sea surface temperature to pelagic fishes such as mackerel scad (Decapterus macarellus, Indian mackerel (Ratrelliger. kanagurta, Bali sardine (Sardinella. lemuru and frigate tuna (Auxis. thazard. The study was conducted in 2015 consists of three phases of process, describing biological profile of the species, then scoring based on

  19. Analisis Pengaruh Scouring Pada Pipa Bawah Laut (Studi Kasus Pipa Gas Transmisi SSWJ Jalur Pipa Gas Labuhan Maringgai – Muara Bekasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Catur Nugraha

    2012-09-01

    Full Text Available Abstrak— Jalur pipa gas bawah laut merupakan salah satu infrastruktur transportasi jarak jauh untuk minyak dan gas yang paling efesien untuk pemindahan produksi minyak dan gas  dibandingkan dengan penggunaan struktur terapung seperti kapal tanker. Pada struktur pipa bawah laut fenomena scouring juga dapat terjadi yang berpengaruh kepada struktur pipa. Akibat yang timbul darinya ialah adanya freespan yang dapat menyebabkan defleksi dan vibrasi atau biasa dikenal sebagai fenomena Vortex Induced Vibration (VIV. Tugas akhir ini adalah melakukan analisis pengaruh scouring pada pipa bawah laut, data yang digunakan adalah data Pipa Gas Labuhan Maringgai – Muara Bekasi yang dioperasikan oleh Perusahaan Gas Negara, berdasarkan code DnV RP F105 untuk analisa dinamis. Dari hasil analisa, maka diperoleh kedalaman scouring maksimal pada tiap zona yang dianalisa adalah 0.65 m, 0.26 m, 0.2 m, 0.15 m, 0,2 m dan 0.48 m sedankan panjang span yang dijinkan ialah panjang span yang dihitung berdasarkan gerak inline flow yaitu 29.13 m, 36.93 m, 44.53 m, 47.43 m, 34.17 m dan 30.61 m untuk zona yang sama. Dari hasil panjang span yang ijinkan tersebut didapatkan defleksi yang terjadi tiap zona yaitu  0.001873 m, 0.004013 m, 0,007476 m, 0.009259 m, 0.003117 m dan 0.003117 m. Sedangkan dari hasil analisa terjadinya osilasi pada pipa diketahui bahwa pada tiap zona menghasilkan frekuensi natural yang lebih besar daripada frekuensi vortex shedding sehingga osilasi pada pipa akibat vortex tidak terjadi dan pipa aman dioperasikan.

  20. Completed suicides in the district of timur laut, penang island - a preliminary investigation of 3 years (2007-2009) prospective data.

    Science.gov (United States)

    Bhupinder, S; Kumara, T K; Syed, A M

    2010-06-01

    This article describes the completed suicide patterns which occurred in the Timur Laut district of Penang Island, Malaysia. In a prospective cohort study over the three years period (2007-2009) there were 138 cases of suicide deaths. The number of suicide deaths for the year 2007, 2008 and 2009 were 45, 41 and 52 deaths, respectively. Majority of the suicide deaths were by jumping from height (47.1%), followed by hanging (34.1%) and by drowning (10.9%). The male victims outnumbered females in a 3 : 1 ratio.

  1. MODEL PREDIKSI PENGARUH LIMBAH CAIR HOTEL TERHADAP KUALITAS AIR LAUT DI PESISIR TELUK KUPANG (A Prediction Model of Liquid Waste Hotel Impact on The Sea Water along The Coast of Kupang Bay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inty Megarini

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Hotel-hotel di pesisir Teluk Kupang sebagian besar membuang efluen limbah cairnya ke laut. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kualitas air laut dan berdampak pada kelangsungan hidup biota dan mikroorganisme laut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prediksi pengaruh efluen limbah cair hotel yang dibuang terhadap kualitas air laut di hadapannya. Parameter yang diteliti adalah minyak dan lemak dan ortofosfat efluen limbah cair hotel. Parameter kualitas air laut yang diteliti adalah kekeruhan, minyak dan lemak dan klorofil. Metode pengambilan sampel dan pengujian menggunakan SNI dan USEPA. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan air laut pada jarak 0 meter dan 25 meter dapat diprediksi dari kadar minyak dan lemak efluen limbah cair hotel melalui model regresi y = 0,0051 x + 4,8456 dan y = 0,0015 x + 4,5440. Kadar klorofil air laut pada jarak 25 meter dan 75 meter dapat diprediksi dari kadar ortofosfat efluen limbah cair hotel melalui persamaan regresi y = 0,0430 x + 0,0004 dan y = 0,0075 x + 0,0001. ABSTRACT Most of the hotels located along the coast of Kupang Bay dump their effluent liquid waste to the sea. This action will definitely affect the sea water quality and in turn, will unavoidably give deep impact on the life of both microorganism and all the living things in the sea. This research intends to make an impact prediction on the sea water quality over the dumping hotels’ affluent liquid waste to the sea. The parameters which are observed are oil and fat and orthophosphate of the hotels’ affluent liquid waste. While the observed parameters of the sea water quality are turbidity, oil and fat, and chlorophyll. The methods used to take and test the sample are SNI and USEPA. And to analyze the data, testing on both correlation and regression are applied. The result of the study reveals that the turbidity of the sea water within the range of 0 to 25 meters can be

  2. SEBARAN DAN HUBUNGAN PARAMETER REPRODUKSI IKAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares DENGAN SUHU DAN KLOROFIL-a DI LAUT BANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karsono Wagiyo

    2015-12-01

    Full Text Available Laut Banda diketahui mempunyai kondisi lingkungan yangmendukung sebagai daerah pemijahan ikan tuna madidihang (Thunnus albacares. Sebaran parameter reproduksi dan hubungannya dengan lingkungan perlu diketahui sebagai dasar pengelolaan sumberdaya yang lestari. Penelitian dilakukan tahun 2011-2012 dengan basis pendataan di Bandaneira. Pengamatan parameter reproduksi dilakukan terhadap ikan sampel melalui observasi dan enumerasi. Suhu dan klorofil-a diperoleh = dari analisis citra satelit. Penelitian mendapatkan persentase gonad matang (100 % dan indeks kematangan gonad tertinggi (3,75 serta nisbah kelamin seimbang, secara temporal ditemukan pada bulan antara September-Desember, secara spasial ditemukan di Perairan Gunung Api dan Selatan Kepulauan Lease. Tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad meningkat terjadi pada saat suhu mulai menghangat dan klorofil-a mulai menurun. Tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad menurun terjadi pada saat awal penurunan suhu dan awal kenaikan klorofil-a. Besides known as the Banda Sea region yellowfin tuna migration (Thunnus albacares is also a spawning area. Distribution of Reproduction parameter and their relationship with environmental parameter should be known as the basis for sustainable resource management. The reproduction parameter obtaianed by observation and enumeration. Temperature and chlorophyll-a obtained by satellite image analysis. Research gets a high percentage of the gonads mature (100% and gonad maturity index (3,75 and a balanced sex ratio, temporally be found in the September-December, spatially found in the waters of Pulau Gunung Api and Lease Islands. The maturity level of gonads and gonadal maturation index increases occurred when the temperatures begin to warm and chlorophyll-a start to decline. The maturity level of gonads and gonadal maturation index decreases occurred at the beginning of the early drop in temperature and increase in chlorophyll-a.

  3. KARAKTER GENETIK INDUK (F-0 DAN TURUNANNYA (F-1 PADA IKAN HIAS LAUT CLOWN (Amphiprion percula MENGGUNAKAN MARKER RAPD (Random Amplified Polymorfism DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2016-11-01

    Full Text Available Studi analisis karakter genetik ikan hias laut clown menggunakan metode penanda DNA RAPD dilakukan dalam upaya membantu pengembangan perbenihan dan budidaya ikan hias laut clown di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeterminasi karakter genetik dengan menggunakan analisis individu dari populasi induk (F-0 dan turunannya (F-1 sehingga diperoleh tingkat penurunan keragaman genetik dan keterkaitannya dengan karakter morfologi. Sampel yang dianalisis terdiri atas 5 pasang induk ikan clown (10 sampel dan masing-masing turunannya sebanyak 10 ekor (50 sampel sehingga total 60 sampel. Nilai rata-rata keragaman genetik induk ikan clown dari semua lokus primer sebesar 0,253, sedangkan pada turunannya (F-1 adalah 0,157. Hal ini menggambarkan adanya pengaruh genetik terhadap perbedaan pola pemunculan band putih. Study genetic characteristic of clownfish, Amphiprion percula using RAPD DNA marker was conducted in order to support development of breeding and culture program of marine ornamental clownfish in Indonesia. The objective of this research was to determine of genetic characteristic of clown fish using individual analysis from F-0 population and its generations (F-1 to find specific marker which is related to its morphology. Total samples analyzed were 60, consist of 5 pairs of clownfish broodstock (10 samples and 10 ind each generations (50 samples. Mean value of genetic diversity of clown fish broodstock from all primer loci was 0.253, while on its generation F-1 was 0.157. This result showed there was effect of genetic on the differences of white band pattern appearance.

  4. STUDI BIOAKUMULASI MERKURI DARI JALUR AIR LAUT OLEH KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA DAN KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heny Suseno

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACT Blood cockle and green mussel are source of protein that vulnerable to contamination by mercury (Hg through bioaccumulation process. The research of Hg2+ bioaccumulation ability by bloodcockle (Anadara granosa and green mussel (Perna viridis using the radiotracer 203Hg2+ was conducted based on laboratory experiments design. Biokinetic parameters, such as the uptake and depuration rate and Concentration Factor, were determined to obtain predictions of Bioconcentration Factor (BCF and steady state conditions. The results of experiment using non-linear model showed that blood cockle and green mussel have the capability to accumulate Hg2+ by 15429.38 and 6963.68 times higher than its concentration in seawater after 51 days. Based on the BCF value obtained from the experiments, the predicted concentration of mercury in Anadara granosa and Perna viridis from Jakarta Bay was 1.327 and 0.599 mg.Kg-1 respectively. The predicted concentration of Hg2+ in Anadara granosa exceeds those required by ISO 7387:2009. On the other hand, the predicted in Perna viridis still meet the requirements of ISO 7387 2009. Keywords: Bioaccumulation, mercury, Perna viridis, Anadara granosa   ABSTRAK Kerang darah dan kerang hijau merupakan salah satu sumber protein yang rentan terkontaminasi merkuri (Hg melalui proses bioakumulasi. Penelitian kemampuan bioakumulasi Hg2+ oleh kerang darah (Anadara granosa dan kerang hijau (Perna viridis menggunakan radiotracer 203Hg2+ dilakukan dengan desain eksperimen di laboratorium. Parameter biokinetika seperti kecepatan pengambilan, kecepatan pelepasan dan Faktor Konsentrasi ditetapkan untuk memprediksi Faktor Biokonsentrasi dan kondisi steady state proses bioakumulasi. Hasil percobaan yang dimodelkan dalam persamaan non linier menunjukkan bahwa Anadara granosa maupun Perna viridis mampu mengakumulasi Hg2+ masing-masing 15429,38 dan 6963,68 kali dari konsentrasinya di dalam air laut setelah 51 hari. Berdasarkan nilai BCF masing

  5. Perilaku sadar gizi dan ketahanan pangan keluarga serta hubungannya dengan status gizi balita di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmadi .

    2016-03-01

    Full Text Available Background: Act No. 25/2000 about National Development Program and Vision Healthy Indonesia 2010 specifi ed that 80% of Indonesian families become nutrition aware families. The result of survey on nutrition aware families in indicated that in 2006 as much as 52.7% and in 2007 as much as 27.2% of families were not yet nutrition aware. The result of nutritional status monitoring of underfi ves (Z-score showed undernourishment increased from 5.1% in 2004 to 10.1% in 2005.Objective: To analyze association between nutrition aware behavior and food security of the family and nutrition status of underfi ves at District of Tanah Laut, Province of Kalimantan Selatan.Method: The study was observational with cross sectional design. The dependentvariable was nutritional status of underfi ves (z-score for weight/length; the independent variables were nutrition aware behavior and food security of the family; and the confounding variables were characteristics of the family (parents’ education, number of the family members, knowledge of mothers about nutrition and family income. Subject consisted of underfi ves of 6–24 months with as many as 198 underfi ves. Data analysis used chi square and double logistic regression (multiple logistic regression and qualitative analysis with indepth interview for families that were not yet nutrition aware.Result: There were 145 families (73.2% that were nutrition aware and 53 (26.8% that were not yet nutrition aware; based on energy consumption 51.1% of families had enough food and 48.9% were undernourished; based on protein consumption 52.5% of families had enough food and 47.5% were undernourished; and children with good nutrition status were 72.6% for boys and 72.8% or girls. There was signifi cant association between nutrition aware behavior and nutrition status of underfi ves (p=0.010. The result of logistic regression test showed that there was signifi cant association between the number of family members

  6. Pengaruh Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum Pada Budidaya dengan Metode Rawai

    OpenAIRE

    Yuniarlin Hilmi Farnani; Nunik Cokrowati; Nihla Farida

    2011-01-01

    Eucheuma spinosum merupakan algae makro bentik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung agar-agar, keraginan dan alginat. Bahan baku tersebut dimanfaatkan dalam industri tekstil, kosmetik, dan makanan. Luasnya pemanfaatan hasil olahan rumput laut dalam berbagai industri, mengakibatkan peningkatan kebutuhan Eucheuma spinosum. Budidaya Eucheuma spinosum yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah menggunakan metode rakit apung (floating raft method), metode lepas dasar (off bottom...

  7. EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis H-14 STRAIN LOKAL DALAM BUAH KELAPA TERHADAP LARVA Anopheles sp dan Culex sp di KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blondine Ch. P

    2013-07-01

    Full Text Available Abstrak Bacillus thuringiensis serotipe H-14 strain lokal adalah bakteri patogen bersifat target spesifiknya larva nyamuk, aman bagi mamalia dan lingkungan. Penelitian bertujuan menentukan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal yang dikembangbiakkan dalam buah kelapa untuk pengendalian larva Anopheles sp dan Culex sp. Rancangan eksperimental semu, terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Bacillus thuringiensis H-14 strain lokal dikembangbiakan dalam10 buah kelapa umur 6–8 bulan, dengan berat kira-kira 1 kg, telah berisi air kelapa sekitar 400-500 ml/buah kelapa yang diperoleh dari Desa Klaces, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diinkubasi selama 14 hari pada temperatur kamar dan ditebarkan di 6 kolam yang menjadi habitat perkembangbiakan larva nyamuk dengan luas berkisar 3–100 m2.Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas B. thuringiensis H-14 strain lokal terhadap larva Anopheles sp dan Culex sp selama 1 hari sesudah penebaran kematian larva berturut-turut sebesar 80–100% dan 79,31–100%. Sedangkan pada hari ke-14 sebesar 69,30–76,71% dan 67,69–86,04%. Buah kelapa dapat digunakan sebagai media lokal alternatif untuk pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 strain lokal Kata kunci: B. thuringiensis H-14,  strain  lokal, buah kelapa, pengendalian larva Abstract Bacillus thuringiensis serotype H-14 local strain is pathogenic bacteria which specific  target to mosquito larvae. It is safe for mammals and enviroment. The aims of this study was to determine the effectivity of B. thuringiensis H-14 local strain which culturing in thecoconut wates against Anopheles sp and Culex sp mosquito larvae. This research is quasi experiment which consist of treated  and control groups. Bacillus thuringiensis H-14 local strain was cultured in 10 coconuts with 6–8 months age with weight around 1 kg that contained were approximately 400-500 ml/coconut were taken from Klaces village, Kampung Laut. After that the coconuts incubated for 14

  8. STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU RAYA, PULAU RUSA, PULAU RONDO DAN TAMAN LAUT RINOI DAN RUBIAH, NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Nagib Edrus

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian struktur komunitas ikan karang dilakukan di 10 stasiun pada perairan pulau terluar dan 2 stasiun pada taman laut Nanggroe Aceh Darussalam.  Tujuan penelitian untuk mengindentifikasi struktur komunitas ikan karang. Metode yang digunakan adalah transek sabuk dan sensus visual dalam area 250 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapat 235 jenis ikan karang yang mewakili 45 suku. Komposisi jenis dan keanekaragaman (H bervariasi antar stasiun. Pulau Raya memiliki jumlah jenis ikan karang dan keanekaragaman jenis yang paling rendah dibanding Pulau Rusa dan Pulau Rondo. Lokasi Pulau Rondo lebih jauh dari daratan utama dan memiliki jenis dan keanekaragaman yang lebih tinggi dari pada Pulau Raya dan Rusa, tetapi semua itu masih rendah jika dibandingkan dengan dua lokasi taman laut, Rinoi dan Rubiah. Ikan hias yang umum dijumpai di perairan Nanggroe Aceh Darusasalam, tetapi jarang dijumpai di tempat lain, adalah dari jenis kepe-kepe seperti Chaetodon andamanensis, Chaetodon xanthocephalus, Hemitaurichthys zoster dan jenis ikan antias punggung kuning, Pseudanthias  evansi. Sementara, kepadatan individu per meter persegi tergolong rendah pada semua stasiun penelitian.   The community structure study of reef fish was conducted in 10 stations of the adjacent bordered off islands and 2 stations of  around sea gardens of Nanggroe Aceh Darussalam waters. The study objective is to identify the reef fish community structures. Methods used was belt transect and visual census within area of   250 m2. The results showed that there were at least 235 species of reef fishes with 45 families. Species compositions and diversity indices (R were varied among transect sites. Raya Island have the lowest of reef fish species numbers and it’s diversity than those in Rusa and Rondo islands. Rondo island, the remote area from the main land, have the higher  species numbers and diversity than those in Raya and Rusa islands; however, species numbers and

  9. community Participation for culturing Local Strain of bacillus Thuringiensis H-14 in coconut Medium to controlanopheles Sundaicus Larvae at kampung Laut, cilacap regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Trapsilowati

    2015-01-01

    Full Text Available background: Community participation was necessary for culturinglocal strain of Bacillus thuringiensis H-14 in coconut medium and adoption this bioinsecticide to control Anopheles sundaicus. This study aimed to evaluate community participation for culturing local strain of B. thuringiensis H-14 using coconut media and spreading the results of inoculation against Anopheles sundaicus larvae. Methods: The study design was a quasi-experiment. Reseach was conducted in February-November 2007 in Kampung Laut, Cilacap. Samples were 30 person which were choosed purposively. The sample criterias were at least 15 years of age and have a pond. Community participation was evaluated for 6 times using checklist. results: Results showed that all respondents (> 80% could have on every element of 9 elements properly. Ninety percent of respondents could prepare coconut independently and made local strains of B. thuringiensis H-14 inoculation in coconuts properly (96. 67%. The density of An. sundaicuslarvae was decreased by 80–100% after 1 day spreading with culture of local strain of B. thuringiensis H-14. conclusion: Communities could participate independently for culturinglocal strain of B. thuringiensis H-14 in coconuts to control An. sundaicus larvae. The inoculation capable todecrease An. sundaicus larvae density 80–100% after 1 day. Further research was recomended to calculate cost benefit and cost effectiveness.

  10. ANALISA PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL ANTARA CITRA SATELIT TERRA DAN AQUA/MODIS DITINJAU DARI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI (STUDI KASUS : PERAIRAN SELAT MADURA DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risdina Trisna Wardani

    2015-02-01

    Full Text Available Penentuan daerah tangkapan ikan memerlukan pengamatan persebaran konsentrasi klorofil di permukaan laut untuk menentukan tempat berkumpulnya ikan. Pada umumnya untuk mengekstrak informasi mengenai persebaran klorofil metode yang banyak digunakan adalah metode penginderaan jauh.Pemantauan hasil yang terbaik diperlukan dalam melakukan analisa untuk pengamatan daerah tangkapan ikan dari keberadaan klorofil. Analisa tersebut menggunakan citra satelit Terra dan Aqua MODIS. Algoritma menggunakan algoritma Algorithm Theoretical Basic Document Modis  (ATBD 19 Modis dan O’Reilly (1998 untuk menentukan konsentrasi klorofil pada daerah penelitian, dengan waktu penelitian pada musim timur yang dilakukan pada bulan Juli 2011. Daerah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah perairan Selat Madura dan sekitarnya.Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan citra yang mempunyai hasil yang baik adalah citra Aqua MODIS, dengan rata-rata klorofil tahun 2011 sebesar 0,01692 mg/m3 dengan nilai SPL dan MPT sebesar 31,5⁰C dan 98,87 mg/l. Uji validasi yang dilakukan bernilai 77,57%, yang menunjukkan klorofil pengolahan citra mempresentasikan kondisi sesungguhnya. Data hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya.

  11. Perbedaan Tolerabilitas Meloxicam dengan Natrium Diklofenak terhadap Saluran Cerna pada Pasien Rawat Jalan di PoliklinikPenyakit Saraf Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lailan Azizah

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Obat anti inflamasi non steroid dihubungkan dengan insiden efek samping yang tinggi terhadap saluran cerna. Penghambatan enzim siklooksigenase merupakan dasar efikasi dan toksisitas obat anti inflamasi non steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis obat anti inflamasi non steroid yang digunakan di poliklinik penyakit saraf Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital Dr. Mintohardjo Jakarta dan mengevaluasi tolerabilitas meloxicam 15 mg dengan natrium diklofenak 100 mg terhadap saluran cerna. Metode penelitian ini observasi cross-sectional dan cohortprospektif pada periode Desember 2010–Maret 2011. Pengambilan data mengenai keluhan dispepsia terkait penggunaan obat anti inflamasi non steroid terdiri dari nyeri abdomen atas, mual, muntah, kembung abdomen, dan cepat kenyang dilakukan melalui wawancara berdasarkan kuesioner the porto alegre dyspeptic symptoms questionnaire (PADYQyaitu sebelum, setelah 2 minggu, dan setelah 4 minggu pengobatan. Hasil penelitian menyatakan obat anti inflamasi non steroid paling banyak diresepkan di poliklinik penyakit saraf Rumkital Dr. Mintohardjo adalah meloxicam (48,21%, selanjutnya natrium diklofenak (31,07%, asam mefenamat (15,36%, piroxicam (3,93% dan asetaminofen (1,43%. Meloxicam secara bermakna menunjukkan risiko yang lebih kecil terhadap insiden saluran cerna daripada natrium diklofenak setelah 2 minggu pengobatan dalam hal keluhan nyeri abdomen atas dan kembung abdomen dengannilai kebermaknaan pengujian masing-masing sebesar 0,020 dan 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui meloxicam memiliki tolerabilitas saluran cerna lebih baik daripada natrium diklofenak setelah 2 minggu pengobatan. AbstractPerbedaan Tolerabilitas Meloxicam dengan Natrium Diklofenak terhadap Saluran Cerna pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Saraf Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, Jakarta 2011. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs are associated with a high incidence of

  12. ANALISIS POLA KEMITRAAN AGROFORESTRI DALAM RANGKA MENGURANGI ANCAMAN PERAMBAHAN HUTAN (STUDI KASUS TUMPANGSARI TANAMAN PANGAN DI IUPHHK-HT PULAU LAUT KOTABARU KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Suyodono

    2014-07-01

    Full Text Available Indonesia's forest covers about 133 million hectares. Local people of Pulau Laut in Kalimantan used to do shifting cultivation to manage their agricultural activities for food crops in the forest due to its poor soil of minerals and nutrients for years.The increased population and industrial development of forestry, plantation and mining caused decreasing of forest area, hence the shifting cultivation period has been shortened and encroach forest area. In consequence, degradation of the forest area is increasing.This study was conducted to identify how significant the role of agroforestry (“tumpangsari” to prevent forest encroachment.The objectives of study were to analyze:(1 the contribution of agroforestry as forest partnership management to minimize the encroachment of forest area, (2 the “tumpangsari” cost and revenue,(3 the benefits of this program for local people, the estate forest company and for food security. In general, the growth of Acacia mangium planted in agroforestry model area has better performance compared with those planted in non agroforestry area significantly shown fortwo years of A.mangium growth period. The productivity of rice in “tumpangsari” model was 3.3 tones ha-1which higher than that of in shifting cultivation area in secondary forest of about 3.1 tones ha-1. The revenue from rice cultivation by “tumpangsari” model was Rp 10.032 million ha-1 and the production cost was Rp 5.932 million ha-1 and R/C ratio of about 1.69.This research pointed out that agroforestry have many benefits for minimize forest encroachment as it provides opportunity to increase the rice production through the partnership management on forest land without change its function.Keywords: agroforestry, “tumpangsari”, forest encroachment, partnership

  13. Evaluasi Kinerja KKIP Dalam Kerjasama Republik Indonesia-Korea Selatan Pada Pembangunan Kapal Selam Untuk Mendukung Ketahanan Alutsista TNI Angkatan Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunggul Prasetyo

    2017-04-01

    maupun Industri Pertahanan yang terlibat dalam program kerjasama tersebut Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya proses alih teknologi yang masih kurang dari angka 85% sebagai salah satu dasar bagi percepatan revitalisasi industri pertahanan dalam mencapai ketahanan alutsista Angkatan Laut

  14. PERSEPSI DAN PERILAKU,NELAYAN DALAM MEMANFAATKAN SUMBER DAYA LAUT DI PULAU KODINGARENG, SULAWESI SELATAN (Fisherman Perception and Behavior of Marine Resources Exploitation in Kodingareng Island, South Sulawesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S.A. Bachtiar

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi nelayan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang, serta perilaku nelayan dalam memanfaatkan sumber daya alam laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner (sebagai alat bantu untuk mengukur tingkat pengetahuan dan persepsi nelayan, kemudian dilakukan pengkategorian dengan menggunakan indeks komposit. Untuk menggambarkan perilaku nelayan yang terkait dengan sistem spasial digunakan metode pemetaan perilaku, dengan peta dasar sebagai alat bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan terumbu karang yang signifikan karena penggunaan bom oleh nelayan. Penelitian juga menemukan bahwa tingkat persepsi nelayan yang melakukan penangkapan non destruktif untuk kategori "sedang" sebanyak 21% dan kategori "baik" sebanyak 79%, sedang yang melakukan penangkapan destruktif untuk kategori "sedang" sebanyak 85% dan kategori "baik" sebanyak 15%. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi dan perilaku. Perilaku nelayan, khususnya yang destruktip lebih disebabkan karena faktor tekanan ekonomi serta longgarnya sistem kontrol sosial yang ada. Diperlukan upaya-upaya untuk memperkuat kontrol sosial untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin parah, khususnya penggunaan bom oleh nelayan untuk menangkap ikan.   ABSTRACT This research aims to explore fishermen perception and their attitude toward their surrounding environment, particularly the important of coral reef ecosystem and marine resources exploitation. This research was conducted by survey method with questionnaire to explore fishermen perception. These data were then analyzed and categorized by composite index. The behavior mapping was conducted to explore that fishermen behavior in exploiting marine resources (fish in the area.The results found that the using of bomb for fish coaching has caused environmental damaged, particularly the coal reef

  15. PERTUMBUHAN EUCHEUMA COTTONII PADA KEDALAMAN 150 CM DENGAN JARAK TANAM YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan Fadilulhak

    2012-04-01

    Full Text Available Budidaya rumput laut memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Budidaya rumput laut dapat dilakukan dengan menggunakan metode rawai, yang saat ini merupakan metode yang dapat dianggap fleksibel dalam pemilihan lokasi dan biaya lebih rendah dibanding metode lain. Namun pada saat ini, dari metode tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu diperlukan penelitian yang berkaitan dengan metode budidaya yang tepat mengenai jarak tanam, sehingga dapat meningkatkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam (30 cm, 35 cm, 40 cm, 45 cm, dan 50 cm terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonli pada kedalaman 150 cm. Rancangan yang digunalcan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan faktor tunggal yaitu jarak tanam yang terdiri was lima perlakuan jarak tanam yaitu ; 30 cm (JT(30, 35 cm (JT(35, 40 cm (JT (40, 45 cm (JT(45, dan 50 cm (JT(50 dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus 2010 di perairan Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh terhadappertumbuhan Eucheuma cottonii pada kedalaman 150 cm. Jarak tanam yang memberikan pertumbuhan paling balk pada kedalaman 150 cm untuk pertumbuhan Eucheuma cottonii adalah 45 clan 50 cm.Kata Kunci: Eucheuma cottonli, kedalaman, jarak tanam, pertumbuhan

  16. PENGARUH PENUTUPAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN INTRUSI AIR LAUT DI HILIR DAS CIASEM DAN DAS CIPUNEGARA, KABUPATEN SUBANG (Effect of Mangrove Vegetation Cover to the Shoreline Change and Seawater Intrusion at Downstream of Ciasem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Gustiani Salim

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lainnya seringkali diikuti oleh penurunan fungsi tanah sebagai pengatur tata air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tutupan mangrove terhadap perubahan garis pantai dan intrusi air laut pada hilir DAS. Penelitian difokuskan pada penentuan jenis penggunaan lahan pantai melalui interpretasi citra satelit dan pengecekan lapangan, analisis kondisi fisik tanah, pengamatan intrusi air laut, dan analisis perubahan garis pantai akibat abrasi atau ekresi. Hasil penelitian menunjukkan pada periode tahun 1989 hingga 2013, tambak yang ditanami mangrove di Kabupaten Subang mengalami penurunan luas dari 3402,6 ha menjadi 2384,9 ha, sebaliknya terjadi peningkatan luas tambak tanpa mangrove dari 5745 ha menjadi 8741,5 ha. Analisis perubahan garis pantai menunjukkan adanya abrasi di Ujung Pamanukan dan Teluk Ciasem mencapai 1,2 km ke arah daratan. Akresi dijumpai di Teluk Blanakan dan Muara Cipunagara mencapai 1,3 km dalam kurun waktu 1989 – 2013, sedangkan di Muara Sungai Cipunagara mencapai 1,7 km. Air tanah di Desa Muara dan Desa Legon Wetan termasuk air agak payau karena memiliki nilai DHL yang lebih besar dari 1500 µS/cm dan TDS di Legon Wetan > 1000 ppm, sedangkan di Muara TDS nya mendekati 1000 ppm. Perbandingan konsentrasi khlorida-bikarbonat di Desa Muara dan Desa Legon Wetan menunjukkan angka R > 1 sehingga tingginya kadar garam pada air tanah diakibatkan oleh intrusi air laut. Hal sebaliknya terjadi di Desa Tegalurung yang penggunaan pantainya didominasi tambak bermangrove memiliki nilai DHL dan TDS air tanah yang masuk dalam klasifikasi air tawar.   ABSTRACT Changes in land use from forest to other uses are often followed by a decrease in soil functions as a regulator of the water system. This research aimed to study the effect of mangrove cover to a change of a coastline and sea water intrusion in the downstream watershed. The research were focused on determining the

  17. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  18. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU NON NAKES TERHADAP FAKTOR RISIKO DAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN PERSALINAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN RUJUKAN (Studi di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukmini Rukmini

    2012-11-01

    Full Text Available Background: In Indonesia the maternal deaths at rural areas was still high because most deliveries were conducted by non health workers and many occurred homes. Early detection for risk factors, complicated pregnancies and deliveries are one of the efforts to prevent the maternal deaths in community. The purpose of the study was to determine knowledge, attitude and behavior of the non health workers on risk factors, complicated pregnancies and deliveries. Methods: It was an observational study with a cross sectional approach, sample were taken purposively. The study was conducted at four public health center in two district (Banjar and Tanah Laut in South Kalimantan Province. Respondents were non health workers composed of traditional birth attendants (TBAs, Posyandu cadres and families of pregnant and deliveries mothers. Results: The study showed that the majority of respondents had low knowledge on risk factors and complicated pregnancies and deliveries. The majority of respondents, 95% cadres and 83.3% family members were disagree if the delivery services only assisted by health workers. Furthermore, the majority of TBAs (65% agreed that deliveries would be assisted by health workers if they were given some compensation. The majority of the patients would be referred to health facilities if they were found complicated pregnancies and deliveries. Therefore, the knowledge of non health workers has to be improved. So that they have good knowledge and abilities to refer patients rightly and promptly. Key words: the non health workers, knowledge, attitude, behavior, referring, risk factors, complicated pregnancies and deliveries

  19. PENURUNAN TINGKAT INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN "CHLORIDE BICARBONATE RATIO" MENGGUNAKAN LUBANG RESAPAN BIOPORI : STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG (Decreased of Sea Water Intrusion Based On “Chloride-Bicarbonater Ratio”Using the Biopore Absorption Hole

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sundari Miswadi

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai di Kota Semarang. Namun sekarang, wilayah yang jauh dari pantaipun kini sudah tidak luput dari banjir dan intrusi air laut. Hal ini terjadi karena airtanah sudah melebihi besarnya pengisian kembali (recharge, dan tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air akibat maraknya pembangunan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat intrusi air laut di sumur-sumur gali berdasarkan "Chloride-Bicarbonate Ratio", dan daya hantar listrik (DHL serta salinitas di Kota Semarang. Penelitian dilakukan terhadap 30 sumur gali milik penduduk dengan jarak dari pantai antara 0,5-5 (lima kilometer. Tingkat intrusi air laut dihitung berdasarkan rasio klorida terhadap karbonat dan bikarbonat, dan hasilnya diplotkan pada peta dasar. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat intrusi air laut dan nilai DHL di Kota Semarang bagian timur jauh lebih jelek dibandingkan dengan wilayah pantai sebelah barat Kota Semarang, sedangkan kadar salinitas di sebagian besar daerah penelitian rata-rata kadarnya sedang. Hasil penelitian menggunakan lubang resapan biopori (LRB sebagai adsorben menunjukkan, pada minggu ketiga setelah pembuatan LRB didapatkan tingkat intrusi air laut naik sebesar 66,64 % sumur, dan sebanyak 33,33% sumur turun tingkat intrusinya, sedangkan pada mingggu keenam terjadi penurunan tingkat intrusi sebesar 66,64% sumur, dan 33,33% sumur naik. Kadar salinitas pada minggu ketiga turun sebanyak 83,30 %sumur, dan 16,66% tetap, sedangkan pada minggu keenam 49,90 % sumur salinitasnya naik, 33,33% turun, dan 16,66% tetap. Nilai daya hantar tistrik (DHL pada minggu ketiga terdeteksi 16,66% sumur naik, dan 83,30% sumur turun, sedangkan pada minggu keenam 49,98 % sumur DHL-nya naik, dan 49,98% turun. Nilai pH pada minggu ketiga terdeteksi 100% sumur turun, sedangkan minggu kelima 66,64 % turun dan 33,33 % sumur p

  20. Kualitas Rumput Unggul Tropika Hasil Ensilase dengan Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Terfermentasi

    OpenAIRE

    B. Santoso; B. Tj. Hariadi; H. Manik; H. Abubakar

    2009-01-01

    The aim of this study was to evaluate the quality of napier grass (Pennisetum purpureum) and king grass (Pennisetum purpureophoides) ensiled with addition of lactic acid bacteria (LAB) prepared from fermented grass extract (LBFG). Four treatments were napier grass without additive (EG), napier grass with 3% (v/w) of LBFG (EGL), king grass without additive (KG) and king grass with 3% (v/w) of BLEF (KGL). Ensiling was conducted in silos of 225 g capacity at room temperatures (approximately 28 °...

  1. PENINGKATAN PRODUKSI RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum DAN RUMPUT SETARIA (Setaria splendida Stapf MELALUI PEMUPUKAN BIOURIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I M. Nuriyasa

    2014-06-01

    Full Text Available Research aimed to increase forage production through improved soil fertility by using biourine organic fertilizer. Grass differences as the main plot consisting of elephant grass (Pennisetum purpureum or R1 and Setaria (Setaria splendida Stapf or R2. Biourin fertilization as sub plot ie without cattle biourine fertilizer (B0, 25 000 lt/ha cattle biourin fertilizer (B1, 50 000 lt/ha cattle biourin fertilizer (B2 and 75 000 lt/ha cattle biourine fertilizer (B3. No significant interaction on all the variables observed between grass differences with biourine fertilization level. The study concluded elephant grass production was higher than those setaria grass. Biourine Fertilization with a dose 75.000 l/ha produced grass production was higher than those 50 000 l/ha, 25,000 l/ ha and without fertilization.

  2. Determinan keberhasilan program suplementasi zat besi pada siswi sekolah

    OpenAIRE

    Briawan, Dodik; Adriyani, Ari; Pusporini, Pusporini

    2017-01-01

    Background: The iron supplementation program is implemented in many countries for improving the iron status. However, this program is not always successfully reducing the prevalence of anemia due to the various factors.Objective: To determine the success factors of iron supplementation program at the female school students. Method: The program of iron supplementation at the school was run by the Health Office of Bekasi City. The pre-post design study was applied among junior and senior high s...

  3. PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PANTAI DI TELUK GERUPUK DAN TELUK BUMBANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2015-03-01

    Full Text Available Tersedianya informasi mengenai karakteristik pantai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perencanaan dan pengelolaan perikanan budidaya pesisir berbasis lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pantai khususnya aspek topografi dan hidrologi di Teluk Gerupuk dan Teluk Bumbang Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB, hubungannya dengan status eksisting dan kemungkinan pengembangan perikanan budidaya. Variabel topografi dan hidrologi teluk yang diukur meliputi: pasang surut (pasut, kedalaman, dan kelandaian pantai. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik pasut dengan tunggang pasut sekitar 2,85 m secara teknis masih tergolong ideal untuk pengembangan berbagai sistem budidaya tambak udang (tradisional plus, semi-intensif, intensif, dan super-intensif. Khusus untuk tambak intensif dan super-intensif, tunggang pasut yang besar harus dicermati sehubungan dengan jauhnya jarak pengambilan air bersih. Secara umum Teluk Gerupuk dan Teluk Bumbang dengan luas ± 940 ha (9,4 km2 dan kedalaman rata-rata perairan 4,17±0,12 cukup mendukung untuk kegiatan budidaya rumput laut. Berkembangnya pemanfaatan lahan selain budidaya rumput laut di sekitar dan pada teluk seperti pemukiman, pariwisata, dan budidaya tambak, dapat memengaruhi kualitas kimia fisik perairan dan kemungkinan berkaitan erat dengan menurunnya produksi rumput laut pada tahun-tahun terakhir. Dengan batasan karakteristik topografi dan hidrologis teluk yang menjadi pusat berlabuhnya aktivitas penggunaan lahan pantai dan darat, dibutuhkan perhatian serius mengenai rencana umum tata ruang wilayah teluk termasuk penanganan limbah agar tidak berdampak negatif secara ekologis dan sosial yang pada akhirnya akan mengganggu keberlanjutan usaha perikanan budidaya di wilayah ini. hidrologi, topografi, perikanan budidaya, Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat

  4. Laju Pertumbuhan SomatikKappaphycus alvarezii Di Perairan Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nally Y.G.F. Erbabley

    2014-05-01

    Full Text Available Rumput laut Kappaphycus alvareziidijadikan unggulan bagi pengembangan dan peningkatan komoditi sumber daya laut di Maluku Tenggara dan merupakan komoditas unggulan yang ditetapkan oleh PEMDA Maluku Tenggara. Aspek penting dan karakteristik menguntungkan yang berkaitan dengan pengembangan budidaya rumput laut ini antara lain meliputi aspek ekonomi, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan harian (pertumbuhan somatik Kappaphycus alvarezii varieatas hijau dan coklatdi perairan desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara.Penelitian dilakukan di perairan desa Sathean pada bulan Januari-September 2013 dengan 2 (dua perlakuan bibit yang dipelihara selama 6 kali musim tanam.Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan metode longline. Hasil penelitian menunjukanparameter kualitas air diamati secara in-situ selama pemeliharaan berlangsung.Oksigen terlarut (DO pada stasiun I - III berkisar antara 3.4-4.58  ppm,  suhu  300C,  salinitas  antara  27-32  ppt,  pH  berkisara  antara  8.15-8.26. Sedangkan nilai nitrit (NO2 0.009 mg/L, nitrat (NO3 < 5 mg/L,  ammonia (NH3 berkisar antara 0.0010– 0.126mg/L dan phosphat (PO4 berkisar antara <0.25 mg/L.Laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan rata-rata harian Kappaphycus alvarezii selama pemeliharaan (42 hari adalah nilai rata-rata pengukuran rumpur laut pada long line 1- long line 5, dengan periode penanaman I - IV di desa Sathean diperoleh untuk bibit varietas hijau (BHT berat rata-rata tertinggi ditemukan pada periode penanaman IV pada long line 4 dengan berat yaitu 407 gr sedangkan nilai rata-rata terendah ditemukan pada periode penanaman I pada long line 5 dengan berat 24 gr. Sebaliknya berat  rata-rata rumput laut dengan bibit varietas coklat (BCT ditemukan bahwa berat tertinggi masih pada periode ke IV long line ke 2, dengan berat 427 gr sedangkan berat terendah ditemukan pada periode penanaman I long line 5 dengan berat 52 gr. Waktu tanam pada bulan

  5. The Orang Suku Laut of Riau, Indonesia

    DEFF Research Database (Denmark)

    Chou, Cynthia Gek Hua

    Land reform has been an indisputable part of Indonesian revolution. The consequent execution of development programmes for nation-building have provoked intense hostility over territorial rights. Global market forces in Indonesia have seen increasing flows of transnational investments, technology...

  6. PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR KABUPATEN BULELENG MELALUI PENGEMBANGAN MINA WISATA BAHARI (Management of Buleleng Coastal Areas Through the Marine Fisheries Tourism Development

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Ari Yudasmara

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Kawasan pesisir Kabupaten Buleleng saat ini telah dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan kepariwisataan, akan tetapi kegiatan tersebut masih belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan memiliki kecenderungan mengalami kejenuhan. Untuk itu, diperlukan suatu pengembangan wisata alternatif yang sesuai dengan kondisi dan potensi sumber daya alam yang ada serta saling bersinergi dengan aktivitas wisata lainnya, seperti contohnya pengembangan mina wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir dan laut, tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang pengembangan mina wisata dan menghasilkan model aktivitas mina wisata di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kesesuaian kawasan dengan rancangan penelitiannya berupa survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesisir Kabupaten Buleleng apabila dilihat dari kondisi dan potensi sumberdaya alamnya masih mampu untuk mendukung aktivitas mina wisata dengan tingkat kesesuaian kawasan berdasarkan indeks kesesuaian wisata, yaitu pesisir Buleleng timur terkategori cukup sesuai (76,92, pesisir Buleleng tengah terkategori cukup sesuai (61,53 dan pesisir Buleleng barat terkategori sangat sesuai (87,17. Rencana model mina wisata yang dapat dikembangkan antara lain pesisir Buleleng timur adalah mina wisata budidaya laut (ikan hias dan karang dan mina wisata perikanan tangkap (pemancingan dan spearfishing adventures, pesisir Buleleng tengah adalah mina wisata budidaya laut (rumput laut dan mina wisata perikanan tangkap (pemancingan dan spearfishing adventures, dan pesisir Buleleng barat adalah mina wisata budidaya laut (rumput laut, Bandeng, Kerapu, Mutiara, ikan hias dan karang dan mina wisata perikanan tangkap (pemancingan dan spearfishing adventures.    ABSTRACT Buleleng coastal area has been used for various tourism activities, however, the activities

  7. Kajian Rumput Vetiver Sebagai Pengaman Lereng Secara Berkelanjutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Susilawati

    2016-12-01

    Full Text Available Flores is the island in the NTT province, which has a row of volcanoes, with the mountainous topography. Transportation is state road, along the coast with high cliffs on the other side. That often causes problems during the rainy season as several landslides. Various methods are used to overcome this landslide. Studies on vetiver grass as slope protection done to secure the slopes on a sustainable basis. First, an evaluation done for the slope construction along the slope safety from Nangaroro to Aegela, which are using vetiver grass as a safety slopes in addition to other security structures. It is also done for the same job of the road from Ende to Nangaroro and Ende-Detusoko. This study covers the technical aspects, ecological, construction and sustainability of the infrastructure that has been built. Furthermore, it is done the literature study to find more appropriate method, environmentally friendly and sustainable in securing these slopes problematic. From the literature studies and the field survey done, it can be concluded and recommended several models of eco-friendly structural design of vetiver grass and geotextile for slope protection, which is based on technical-meet standard strength, ecologically-friendly environment, locally-developed local wisdom, so it is easy to construct.

  8. PENYELESAIAN SENGKETA PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT DALAM KASUS TUMPAHAN MINYAK MONTARA DI LAUT TIMOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Suci Meinarni

    2017-05-01

    Full Text Available Diplomacy as a means of communication made by various parties, including the negotiations between representations who have been recognized or defined as well as the negotiations when it was not possible to see a bright spot, the one party or two countries who consider necessary, can choose the path of another in the settlement of disputes. Regarding the case Montara, Indonesia can choose the legal path is through ITLOS. When all lanes closed negotiations and diplomacy, international legal channels under the umbrella of ITLOS is open for the settlement of cases of oil spills in the Montara platform. If ITLOS considered too early to have as a line dispute resolution, since the country rarely choose ITLOS as a settlement of the dispute, as evidenced since it entry into force (between 1994 to 2006, only 13 cases were handled by ITLOS, and in UNCLOS itself is possible for more flexible judicial selection and Arbitration still in the high demand. Diplomasi sebagai suatu cara komunikasi yang dilakukan oleh berbagai pihak termasuk negosiasi antara wakil-wakil yang sudah diakui atau yang diartikan pula sebagai perundingan-perundingan ketika sudah tidak memungkinkan untuk menemui titik terang maka salah satu pihak maupun kedua negara yang mengganggap perlu, dapat memilih jalur lain dalam penyelesaian sengketa. Berkaitan dengan kasus Montara, Indonesia dapat memilih jalur hukum yaitu melalui ITLOS. Bila semua jalur negosiasi dan diplomasi tertutup, jalur hukum internasional dibawah payung ITLOS terbuka untuk penyelesaian kasus tumpahan minyak di sumur Montara. Apabila ITLOS dianggap terlalu dini untuk dipilih sebagai jalur penyelesaian sengketa, karena memang negara jarang sekali memilih ITLOS sebagai tempat penyelesaian sengketa, terbukti sejak entry into force  (diantara tahun 1994 sampai dengan tahun 2006, hanya 13 kasus yang di tangani ITLOS di dalam  UNCLOS masih memungkinkan adanya pilihan peradilan yang lebih fleksbel dan lebih diminati oleh negara-negara yaitu Arbitrase.

  9. SIKAP AFEKTIF IBU TERHADAP IKAN LAUT NYATA MENINGKATKAN APRESIASI ANAK MENGONSUMSI IKAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Waysima

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The relationship of mother’s attitude towards specific food consumption is known to influence children’s attitude and eating behavior. Fish consumption is critical towards children development, such as brain development and overall physical health. The objectives of this research were to elaborate the determinants of children’s appreciation for consuming fish or attitude towards consuming fish. This cross-sectional study was conducted in two different locations in Central Java in a coastal and in a non-coastal area. There are 248 students from the fifth and sixth grades of elementary schools participating as subjects, which is the same as that of their mothers. Observations and interviews were carried out using standardized questionnaires to describe the mother and children relationship that determined children’s appreciation for consuming fish by using path analysis. The results showed that location of residence namely coastal area, family collective eating pattern, mother’s affective attitude towards fish and mother’s higher education significantly improved children appreciation for consuming fish. However, cognitive attitude and conduct to make fish available in family menu did not contribute significantly to children appreciation for consuming fish. It can be concluded that even though mother understands the benefits of fish and makes fish available in family menu, when children unable to feel her preference towards fish, children will not appreciate to consume. Therefore, mother’s preference towards fish needs special considerations, since it positively influence children’s appreciation for consuming fish, which will contribute importantly to children’s well-being. Key words: Elementary  students,  attitude  toward  consuming  fish,  mother’s  affective                   attitude.

  10. PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ASTER DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN BARAT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Sulistyo Rini

    2010-10-01

    Full Text Available Oceanographical temperature in Java Sea is very important to be considered. This research was combines in-site observation technique, Geographical Information System (GLS and remote sensing in order to get accurate, present and updateable data. The aim of this research is to determine the distribution of sea-surface temperature and accuration-test value in Java Sea especially on western coast of Madura using ASTER satellite imagery. This research were used software of ENVI 4.5, ILWIS 3.3, and ArcGIS 9.3 and also changed the radian value until °C. Result showed that using ASTER satellite imagery within band 10 range between 32 "C-35 "C. Band 11,between 24.9"C 25,2"C. Band 12 between 16,7"C to 17"C. Band while band 13 abd 14 between 30.7, band 28. Band 11 is more accurate compared to Band 10, 12, 13. 14, the RMS Error on band 11 showed lower value compared to the other band.Keywords: Sea-surface Temperature. ASTER satellite imagery. Java Sea, Western coast of Madura

  11. KANDUNGAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN E BEBERAPA JENIS DAGING, TELUR, IKAN DAN UDANG LAUT DI BOGOR DAN SEKITARNYA (VITAMIN B6, B9, B12 AND E CONTENT OF SEVERAL TYPES OF MEATS, EGGS, FISHES AND MARINE SHRIMPS IN BOGOR AND SURROUNDING AREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Food Composition Table (DKBM in Indonesia has not mentioned all types of nutrients available in the food, particularly vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E. Therefore this study aimed to analyze the content of vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E in several types of meat, eggs, fish and marine shrimps consumed in Bogor and surrounding areas. Vitamin B6, B9, B12, and vitamin E from three kinds of meat (chicken, beef, lamb, two types of eggs (chicken, duck, and four species of fish (snapper, bloating, carp and tuna and crayfish are analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC. The samples used are raw and taken from three locations in Bogor and surrounding areas. Fishes, meats and eggs contain high levels of folic acid, however the amount of folic acid content in meat varies depending on which part of meat the samples are taken, types of organ, and the fat content of the meat. The folic acid content in chicken wings is different with those in thigh. In fatty mutton the folic acid is higher than in those lean meat, and in yolk is higher than those in egg white. Vitamin E content of snapper is the highest amongs other types of fishes (6.54 µg/100 g.Chicken eggs contain a higher amount of vitamin E than duck eggs, while the yolk contains ahigher amount of vitamin E than those egg white. Keywords: animal foods, vitamin B6, vitamin B9 (folic Acid, vitamin B12, vitamin E   ABSTRAK Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM yang ada di Indonesia belum memuat semua jenis zat gizi dalam makanan, khususnya vitamin B6, B9 (asam folat, B12 dan vitamin E. Menganalisis kandungan vitamin B6, B9 (asam folat, B12, dan vitamin E dalam beberapa jenis daging, telur, ikan dan udang laut yang dikonsumsi masyarakat di Bogor dan sekitarnya. Kandungan vitamin B6, B9, B12 dan vitamin E dari tiga jenis daging (ayam, sapi, kambing, dua jenis telur (ayam, itik, serta empat jenis ikan (kakap, kembung, mas, tongkol dan udang laut

  12. MEKANISME PROSES TAHAP EKSTRAKSI KARAGENAN DARI Eucheuma cottonii MENGGUNAKAN PELARUT ALKALI (The Mechanism of Carrageenan Extraction from Eucheuma cottonii Using Alkaline Solvent

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sperisa Distantina

    2013-03-01

    Full Text Available Carrageenan recovery process was developed for Eucheuma cottonii by investigating the effects of distilled water, KOH (0.1-0.5 N and NaOH (0.1-1.0 N as the solvent on carrageenan yield and gel properties. Extraction process was carried out with a constant ratio of seaweed weight to solvent volume (1: 50; g/mL at 80oC.  A certain amount of the liquid sample was withdrawn at regular interval time for analysis. Filtrate was separated from residue by pouring ethanol. The precipitated carrageenans were collected and oven dried at 50-60oC to a constant weight. The extraction product was found to have virtually identical infrared spectra to the reference samples of kappa-carrageenan. Distilled water was the most efficient solvent with regard to yield but certainly not gel strength. Increasing KOH concentration led to carrageenan containing less sulfate content. In extraction process using alkali, the ion exchange occurred between cation from alkali solution and anion from sulphate in the seaweed. Compared with cation of sodium, the cation of potassium was able to form helixes aggregation indicated by the higher gel strength value. Alkali concentrations affected the gel strength of the extracted carrageenan significantly. Keywords: Eucheuma cottonii, KOH, NaOH, carrageenan, sulfate   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengembangkan proses ekstraksi karagenan dari rumput laut Eucheuma cottonii dengan mempelajari pengaruh jenis pelarut pada tahap ekstraksi, yaitu air suling, KOH, dan NaOH terhadap rendemen dan sifat gel karagenan.  Ekstraksi dilakukan dengan perbandingan bobot rumput laut – volume pelarut dijaga tetap yaitu 1:50 g/mL pada 80oC. Cuplikan diambil setiap interval waktu tertentu untuk dianalisis. Karagenan dalam filtrat diendapkan dengan etanol dan serat yang dihasilkan dikeringkan sampai bobot konstan. Spektrum infra merah menunjukkan bahwa karagenan yang dihasilkan identik dengan jenis kappa. Air suling merupakan pelarut yang efisien

  13. KAJIAN PENGEMBANGAN PERIKANAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN MUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlenny Sirait

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji komoditas unggulan perikanan dalam upaya pengembangan perikanan dan menyusun strategi kebijakan produksi perikanan yang didasarkan pada komoditas unggulan di Kabupaten Muna.  Hasil analisis LQ diperoleh  bahwa perikanan darat merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Muna, dengan arah pengembangan komiditi rumput laut dan budidaya kerapu. Dalam menjamin keberlanjutan dari usaha perikanan di kabupaten Muna maka diarahkan diantaranya (1 Pengembangan sumber daya manusia mulai dari proses produksi, penanganan pasca panen dan pengolahan sampai kepada pemasaran (2 Pengembangan kelembagaan KUB pembudidaya rumput laut perlu segera difasilitasi di seluruh kawasan perikanan. (3 Pengembangan teknologi budidaya perlu dilakukan khususnya dalam rangka menghadapi perubahan iklim global (4 Pengembangan sarana dan prasarana pengembangan komoditas unggulan.Kata Kunci: perikanan, komoditas unggulan, Kabupaten Muna STUDY ON THE DEVELOPMENT OF FISHERIES MAIN COMMODITIES OF MUNA DISTRICT This study was conducted to assess the main commodity fishery in the development of fisheries and fishery production policy strategy that is based on the main commodity in the Muna District. LQ analysis results showed that inland fisheries were the main commodity in the Muna, especially supported by the development of seaweeds commodity and grouper aquaculture. In order to ensure the sustainability of fisheries in Muna then directed polices includes (1 development of human resources from production, post harvest handling and processing to fulfill market demand (2 institutional development KUB of seaweed farmers needs to be facilitated throughout the area of fisheries. (3 development of cultivation technology needs to be done, especially in order to face global climate change (4 development of infrastructure development of main commodities.Key Words : fisheries, main commodity, Muna district

  14. SUPLEMENTASI STEROL LEMBAGA GANDUM (Triticum sp. PADA MARGARIN (Supplementation of Margarine with Wheat Germ Sterol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Anna Marliyati1*

    2010-06-01

    Full Text Available Margarine is a water in oil (w/o emulsion product which is widely used for household cooking and baking industry. Consuming of margarine, which contains trans fatty acid may cause health problem due to the increase of LDL cholesterol. Since margarine is also a good carrier of phytosterol which prevent the absorption of cholesterol, there is a possibility to formulate a healthier margarine. In this research formulation and characteristics of products was investigated. The research work consisted of two steps: (1 supplementation of wheat germ sterol into margarine (two methods and (2 analysis of physical, chemical characteristics and hedonic score. Parameters of physical characteristics were melting point and emulsion stability, whereas chemical characteristics were water and oil contents. The hedonic test was carried out based on product’s color, odor, taste, texture, and spreadability. Results showed that method II of supplementation produced better margarine than method I, in which the concentration of sterol in the margarine was higher with a melting point similar to that of control, better emulsion stability, and higher hedonic score. Supplementation process was carried out by mixing sterol into fat phase melted at 50 0C, followed by mixing with aqueous phase at 4 0C. Sterol used for method II was extracted using mixed solvent of hexane and ethanol at the ratio of 1:2 (v/v, which was resulted from previous experimentation.

  15. Hubungan antara Pemberian Suplementasi Madu dengan Peningkatan Berat Badan Mencit (Mus musculus)

    OpenAIRE

    Limanjaya, Muliadi

    2012-01-01

    Background : Honey is a substance derived from the nectar plants gathered, modified, and stored in the honeycomb by honey bees. Fructose is the monosaccharide with the highest concentrations in honey. Fructose, unlike glucose, does not stimulate insulin secretion from the islet of Langerhans cells in the pancreas. Insulin stimulates the release of leptin in fat cells, and suppress the release of ghrelin by the stomach that causes a tendency to weight gain due to an increased appetite. Objecti...

  16. Peningkatan Performa Ayam Broiler dengan Suplementasi Daun Salam [Syzygium polyanthum (Wight) Walp] Sebagai Antibakteri Escherichia coli

    OpenAIRE

    K.G. Wiryawan; S. Luvianti; W. Hermana; S. Suharti

    2007-01-01

    The objective of this experiment was to determine the effect of bay leaves (S. polyanthum (Wight) Walp) used in the diet as E. coli antibacteria in improving broiler performances. This experiment used 180 day old chicks (DOC) of Cobb strain which were kept in litter system for five weeks. The experiment used completely randomized design with six treatments and three replications consisting of 10 broilers in each replication. The treatment diets were R0 = control diet, R1 = R0 infected with E....

  17. Peningkatan Performa Ayam Broiler dengan Suplementasi Daun Salam [Syzygium polyanthum (Wight Walp] Sebagai Antibakteri Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Wiryawan

    2007-04-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to determine the effect of bay leaves (S. polyanthum (Wight Walp used in the diet as E. coli antibacteria in improving broiler performances. This experiment used 180 day old chicks (DOC of Cobb strain which were kept in litter system for five weeks. The experiment used completely randomized design with six treatments and three replications consisting of 10 broilers in each replication. The treatment diets were R0 = control diet, R1 = R0 infected with E. coli, R2 = R1 + 1% bay leaves, R3 = R1 + 2% bay leaves, R4 = R1 + 3% bay leaves, R5 = R1 + antibiotic. The data were analyzed with analysis of variance. The variables observed were feed consumption, body weight gain, final body weight, feed conversion ratio, mortality, and total colony of E. coli in broiler excreta. The results showed that the use of bay leaves up to 3% in the ration increased broiler performance by increasing feed consumption and body weight gain, depressing the number of E. coli in excreta, and reducing mortality compared to the other treatments, but it did not affect the feed conversion ratio.

  18. PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI ASAM AMINOBERCABANG TERHADAP PRESTASI PEJUDO DI PUSLATNAS JUDO CILOTO, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. S. Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa faktor berpengaruh terhadap peningkatan prestasi olahragawan, antara lain bobot latihan fisik dan masukan zat gizi, terutama saat dan menjelang bertanding. Kebutuhan energi diharapkan bagi olahragawan lebih besar daripada bukan olahragawan. Bila energi dari karbohidrat dipakai terus menerus selama bertanding, kebutuhan energi diambil dari protein. Bila keadaan tersebut berlanjut dapat menurunkan prestasi olahragawan tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dengan disuplementasi asam amino bercabang ke dalam makanan olahragawan akan digunakan pada waktu proses metabolisme protein sebagai sumber energi selama bertanding. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bila ke dalam makanan olahragawan diberikan asam amino bercabang (BCAA akan meningkatkan prestasi olahragawan. Subyek diambil dari cabang olahraga judo sebanyak 15 orang pejudo yunior, umur antara 14-19 tahun, dibagi dalam 2 kelompok (A dan B masing-masing terdiri dari komposisi, berat badan dan jenis kelamin yang sama, tinggal di asrama dan mendapat makanan yang sama pula. Perlakuan ada 3 periode, masing-masing selama 12 hari. Periode I subyek diberi kapsul placebo ke dalam makanannya selama 12 hari. Hari ke 11 subyek diperiksa keadaan klinis, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode II, subyek diberi kapsul placebo selama 12 hari, pada hari ke 11 dilakukan pemerlksaan klinis, biokimia darah menjelang uji kebugaran jasmani. subyek diberi kapsul asam amino bercabang (BCAA. Setelah diistirahatkan selama 14 hari, dilakukan Periode III, pemberian kapsul placebo diganti dengan kapsul yang berisi asam amino campuran selama 12 hari. Pada hari ke 11 diperiksa ulang klinis dan biokimia darah. Menjelang uji kebugaran jasmani subyek diberi kapsul BCAA. Parameter yang digunakan adalah masukan dan keluaran energi, zat gizi makanan yang dikonsumsi, biokimia darah dan uji kebugaran jasmani. Periode I, II, III, dengan melalui statistik uji-t. Hasil dari penelitian tersebut sebagai berikut: Penggunaan energi pada perlakuan Periode II lebih besar dari masukan energi. Keadaan biokimia darah selama 3 macam perlakuan (PI, PII, PIII tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Uji kebugaran jasmani selama 3 periode dibandingkan dengan standar minimum dari KONI, beberapa kegiatan memberi pengaruh, terutama yang menggunakan otot walaupun setelah diuji t memberikan hasil yang tak nyata. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian asam amino bercabang (BCAA terhadap para pejudo yunior sedikit meningkatkan prestasi terhadap beberapa kegiatan uji kebugaran jasmani, yaitu yang menggunakan tenaga otot, sedangkan terhadap ketahanan fisik (endurance belum tampak pengaruhnya.

  19. Suplementasi ekstrak albumin ikan gabus terhadap status gizi dan imunitas pasien stroke

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivien Novarina Kasim

    2017-01-01

    Full Text Available Background: Malnutrition and immunology change in stroke would affect the outcome of the stroke patient. The supplement of the extract of snakehead fish as an alternative is expected could reduce the effect pasca stroke. Objective: This study aims to assess the effect of snakehead fish supplementation on nutritional status, levels of albumin, TLC and TNF-α in stroke patients. Method: This type of study is a quasi-experimental, pre-test post-test group design, by providing treatment to the subject of research and treatment effects were measured and analyzed. Subjects were divided into two groups; a first group which receives 3 x 2 capsule of snakehead fish supplementation as well as diet and nutrition education (intervention group and the second group that received only diet and education (control group. Results: From the results, it was found that nutritional status, which was obtained by measuring UAC in cases and controls are good (SG ≥ 85% but no significant differences between them (p=0.914. There are significant differences between albumin levels before and after intervention (p=0.023 with an average increase of 0.2 g/dl, but not in the control group (p=0.931. For TLC values increased in the intervention group (990,5 sel/mm3 and a decrease in the control group (645,03 sel/mm3 with a significant difference in both groups (p=0.034. There was a decrease of TNFα in both group; for cases (mean=-2.91 and controls (mean=-2.58 with significant differences between the two groups (p=0.001. Conclusion: The supplementation of an extract of snakehead fish could increase the albumin and TLC level and decrease the TNFα in stroke patients.

  20. Strategi Suplementasi Protein Ransum Sapi Potong Berbasis Jerami dan Dedak Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B.W.H.E. Prasetiyono

    2007-12-01

    Full Text Available Rice straw and bran are low in protein. This study examined protein supplement (SPN composed of CASREA (cassava-urea complex and SOYXYL (protected-protein soybean meal in rice straw and bran based ration offered to beef cattle. Experiment 1: Casrea1 (no extruded 32% urea and 58% cassava, Casrea2 (extruded 22% urea and 68% cassava, Casrea3 (extruded 27% urea and 63% cassava, and Casrea4 (extruded 32% urea and 58% cassava were incubated in ruminal fluid. Experiment 2: Protected-protein soybean meal with xylose from Black Liquor’s (BL of 0, 3, 6, or 9% and extruded at 120, 150, or 180oC, were incubated in ruminal fluid. Experiment 3: The best treatments of experiments 1 and 2 were used as SPN. Sixteen dairy cattle bulls aged 12-15 months were divided into 4 blocks to receive one of the following treatments: R0= rice straw and bran, R1= R0 with SPN A, R2= R0 with SPN B, R3= R0 with SPN C. SPN A, B and C composed of CASREA:SOYXYL in ratio of 20:80, 50:50, and 80:20, respectively. Casrea 2 had the highest microbial protein and post rumen protein digestibility of 29.04 mg and 76.16%, respectively. Protected-protein soybean meal with xylose from BL 3% and extruded at 150oC had the highest microbial protein and post rumen protein digestibility. SPN increased dry matter, organic matter and protein intake and their digestibility, ration efficiency, and daily gain. The highest daily gain (0.85 kg.d-1, ration efficiency (11%, and income over feed cost (Rp 7500 head-1.d-1 were R3. R3 had lower methane energy compare to R0. The result indicated that JDP supplemented with SPN (80% CASREA and 20% SOYXYL improved ration efficiency and performance of cattle.

  1. PENGARUH SUPLEMENTASI SERAT GALAKTOMANAN AMPAS KELAPA TERHADAP PENGHAMBATAN KENAIKAN KADAR KOLESTEROL DARAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-10-01

    Full Text Available The high level of blood cholesterol is one of the risk factor for artherosclerotic cardiovascular disease. The number of people suffering from cardiovascular disease as the consequence of their life style, particularly in the city. On the other hand, it was reported that dietary fiber supplementation could inhibit the increase of the blood cholesterol level. One of these dietary fibers known as galactomannan found sufficiently in the residue of coconut kernel. This study was to prove the effect cif this dietary fiber supplementation to the increased level of the blood cholesterol, low-density lipoprotein (LDJ, high-density lipoprotein (HDL, and triglyceride, in the rabbit experiment. The result of the study shown  that the effect of supplemention of galactomannan dietary fiber of the coconut kernel to the cholesterol level was in the form of isolated galactomanan. In 26 days, the isolated galactomannan reduced the cholesterol level by 12 mg/dl (p=0.069, 10 mg/dl (p=0.231 of the LDL, and 7 mg/dl (p=0.138 of the triglyceride. The HDL level raised 1 mgldl (p=0.021. The inhihitation raises significantly when the supplemetation was continued for 52 days. There were an increase of 24 mg/dl (p=0.010 for cholesterol, 15 mg/dl for HDL (p=0.045, 18 mg/dl (p=0.015 for triglyceride. Whereas the increase of the HDL level remained in 1 mg/dl (p=0.032. The conclusion of this study was that the effect of supplemention of galactomannan dietary fiber contained in the coconut kernel to the cholesterol, trigliseride was in the form of the isolated galactomannan. It could he suggested that the isolated galactomannan produced from the residue of coconut kernel was becoming an alternative food supplementation for reducing the cholesterol level of hyperlipidemia.

  2. UJICOBA SUPLEMENTASI BESI ASAM FOLAT DAN VITAMIN B12 UNTUK MENANGGULANGI ANEMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartika

    2012-11-01

    Full Text Available An experiment was done to cope with anemia in subdistrict Cugenang, District Cianjur, West Java. By supplementation iron pills, folic acid and vitamin B12, the experiment was carried out among women of productive age. The three supplements were given to 135 women once a week over a duration of four months. The women were divided into four groups. Group I (control was given placebo, group II was given iron pills. Folic acid and vitamin B12 (as the programme of heath centre, while group IV was given iron pills and vitamin B12. Observation on haemoglobin (Hb from blood samples was done once a month during the four months. The results showed that the 135 women had relatively equal initial Hb contents. Group I had 9,32 gr/l, group II had 9,08 gr/l, group III had 9,09 gr/l and group IV had 9,00 gr/l. At the end of the fourth month, the Hb contents increased, except that of group I. Group II showed an increased to 11,92 gr/l, group III to 12.09 gr/l and group IV to 11.87 gr/l. A statistical examination explained that group II -IV were significantly different from group I, but there was not any significant difference among the three groups. It was obvious that the highest increase in Hb content belongs to group III, being 3,00 gr/l, leading to the largest decrease in the percentage of anemic condition, being 69,6%. The smallest decrease 61,2%, belong to group II, while 67,8% was the decrease of group IV. Group I did not show any decrease in the percentage of anemic condition. The increase in Hb contents was evidence that three supplement could improve the condition of the women. Iron pills, folic acid and vitamin B12 combined together proved to be the best intervention. However, in case of insufficiency or impossibility, iron pills and folic acid (as the programme of heath centre were considered to be good supplements to improve the Hb contents.Keywords: anemia, nutritional supplements, haemoglobin (HB

  3. Pengaruh suplementasi tablet Fe dengan supervisi suami pada ibu hamil terhadap umur kehamilan di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhuto Widagdo

    2005-07-01

    Full Text Available Background: The high prevalence of anemia pregnant women anemia in Indonesia reaches 50%–70%, and it is caused by many factors. First, it may be caused by low compliance of iron supplementation and second, it may be caused by bad distribution of iron supplementation. This prevalence results some effect: high maternal mortality rate, neonatal mortality rate, anemia in infancy, and low productivity. One solution to overcome this prevalence is by giving iron supplementation to pregnant women with husband’s supervision. Objective: This study aims to examine the relationship between iron supplementation with compliance, Hb value, and average of age gestation under husband’s supervision. Methods: This was quasi experimental non-equivalent control group design. Subjects were pregnant women aged 20–28 weeks whose hemoglobin level 8 gr/dl to 15 gr/dl. Subject were taken from three sub-districts of Bantul District, Special Teritory of Yogyakarta. Subject were divided into two groups, the first group (n=55 received 60 mg iron supplementation with husband’s supervision and the second group (n=65 received 60 mg iron supplementation without husband’s supervision. Results: The compliance of first the group was higher than the second group (x2=19,48 p0,05. In the second group, iron supplementation was also effective to increase Hb level and it is statistically significant (p<0,05. The difference of Hb level between two groups was insignifi cant. After the predictor variable was controlled using multivariate regression test, it showed that iron supplementation with husband’s supervision was effective to increased Hb level 0,8 gr/dl and statistically signifi cant (p<0,05. The gestation average of two groups was similar, but after predictor variable was controlled using multivariate test, it showed that iron supplementation with husband’s supervision had one week gestation longer than those group without husband’s supervision. Conclusion: Iron supplementation with husband’s supervision are effective to lengthen one week age gestation.

  4. DAMPAK SUPLEMENTASI YODIUM PADA IBU ATAU BAYI TERHADAP STATUS YODIUM, STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ance M. Dahro

    2012-11-01

    Full Text Available plementasi yodium pada ibu menyusui dan bayi di 2 kecamatan Magelang. Responden adalah ibu menyusui sebanyak 216 orang dan bayinya yang berumur 7-12 minggu dalam keadaan sehat. Responden dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu I: ibu dan bayi diberi kapsul yodium; II: hanya ibu yang diberi kapsul yodium; III: hanya bayi yang diberi kapsul yodium; IV: ibu dan bayi sebagai pembanding. Yodium yang diberikan pada ibu menyusui dosis 200 mg, sedangkan untuk bayi dosis 100 mg. Dilihat dampaknya pada status yodium melalui pemeriksaan yodium dalam urin bayi pada hari ke 0, 1, 7, 60, 90 dan 180 dihitung dari hari pertama intervensi; kadar hemoglobin pada hari ke 180 dan status gizi bayi berdasarkan hasil pengukuran anthropometri pada hari ke 0, 90 dan 180. Dari hasil penelitian didapati median kadar yodium dalam urin bayi kelompok I, II dan III naik mencapai puncaknya pada hari pertama setelah pemberian kapsul yodium masing-masing yaitu 27450 ug/l, 15500 ug/l dan 26000 ug/l. Bila dibandingkan dengan awal pemeriksaan kenaikan ekskresi yodium dalam urin kelompok I, II dan III masing-masing adalah 283 kali, 152 kali dan 245 kali. Yodium dalam urin bayi kelompok I dibandingkan dengan kelompok II diasumsikan tidak sama pada setiap waktu pemeriksaan ternyata cenderung tidak terlalu berbeda. Yodium dalam urin bayi pada hri pertama kelompok II dan kelompok III yang bila dibandingkan dengan ekskresi yodium urin kelompok I menunjukkan bahwa ekskresi kadar yodium urin bayi makin tidak konsisten bila dosis suplemen makin tinggi. Ekskresi yodium dalam urin bayi yang mendapat yodium dosis hanya 100 mg ternyata jumlahnya cenderung sama dengan ekskresi yodium dalam urin ibu yang memperoleh dosis 200 mg, yang menunjukkan adanya perbedaan toleransi penyerapan yodium oleh tubuh bayi dan dewasa. Bayi yang hanya mendapat ASI saja (kelompok II ekskresi yodium dalam urinnya sudah menggambarkan kecukupan perolehan yodium pada bayi hingga hari ke 180. Pada akhir penelitian bayi dengan status gizi baik (standar BB/U, WHO-NCHS dari ketiga kelompok perlakuan jumlahnya turun sekitar 5-8% dan kelompok pembanding naik 1%, sedangkan bayi dengan status gizi kurang pada ketiga kelompok perlakuan jumlahnya naik 5-10% dan kelompok pembanding turun 1%. Riwayat penyakit seminggu sebelum pemeriksaan menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan angka sakit pada setiap kali pemeriksaan meningkat jumlahnya, tidak demikian pada kelompok pembanding. Hal ini sesuai dengan data status gizi baik pada kelompok perlakuan yang cenderung menurun, sehingga pemberian yodium tidak terlalu berpengaruh terhadap status gizi. Kadar hemoglobin setiap kelompok bayi pada hari ke 180 cenderung sama dan tidak berbeda bermakna (Fsign=0.919. Kadar Hb kelompok I, II, III dan IV masing-masing yaitu 11.1±1.07, 11.2±1.03, 11.1±1.12 dan 11.1±1.17 ug/dl, sehingga dapat dikatakan pemberian yodium tidak berpengaruh pada kadar hemoglobin.

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK IKAN LEMURU TERHADAP STATUS KESEHATAN AYAM PETELUR YANG DIIMUNISASI BERULANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ronald Tarigan

    2016-12-01

    Full Text Available The experiment was carried out to observe the effect of adding lemuru fish oil in immunized laying hens diet on the health status of chicken through leucocyte profile, stress index, erythrocyte profile, and malonildehyde concentration in liver and spleen. The research design was completely randomized and the obtained data was analized with analysis of variance and continued with Tukey’s Post Hoc test for differences. The experiment used thirty 18 weeks hens ISA brown strain and were divided into five groups. The groups were: A (immunization with lipase and control diet; B (immunization with lipase, control diet + 1% lemuru fish oil; C (immunization with lipase, control diet + 2% lemuru fish oil; D (immunization with lipase, control diet + 3% lemuru fish oil; and E (unimmunized and control diet. The immunization was repeated three times with four weeks interval, blood was collected and analyzed two weeks after immunization and the malonyldehyde concentration in liver and spleen was measured two weeks after third immunization. The results showed that there was no significant difference (P>0.05 on all variables. The conclusion of this research that lemuru fish oil supplementation did not affect the health status of immunized hens

  6. Pengaruh Suplementasi Probiotik Bakteri Asam Laktat Terhadap Histomorfologi Usus Dan Performan Puyuh Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sapta Chandra Marnadi Hidayat

    2016-06-01

    Full Text Available The present study was conducted to investigate the effects of lactic acid bacteria (LAB probiotics supplementation on intestinal histomorpholgy and performance of male quail. The LAB probiotics supplement contained of three strains, those are Lactobacillus murinus, Streptococcus thermophilus, and Pediococcus acidilactici. A total of 96 day-old  male quails (DOQ were randomly divided into four groups of LAB probiotic supplementation reared for 42 days. Oral supplementation of LAB probiotic were 0 (P0, 107(P1, 108 (P2, and 109(P3CFU/mL/bird/day. Data were analyzed by analysis of variance CRD One-Way Anova continued with Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT. The results showed that LAB probiotic treatment affected on the intestinal morphology, body weight gain, and feed conversion of male quail (P <0.05. Height of intestinal villi were 288.45±8.18, 322.72±1.84, 324.82±2.06, and 390.80±13.24 (µm respectively. Width of intestinal villi were 112.82±2.35, 138.62±2.35, 162.57±17.15 and 130.72±13.45 (µm respectively. Depth of intestinal crypts were 61.25±1.49, 72.50±6.25, 69.85±4.55, and 69.05±4.57 (µm respectively. Feed intake were not different, but resulted difference body weight gain, which were 102.85±4.72, 109.20±4.13, 115.07±7.61, and 118.75±2.54 (g, respectively. Feed conversion were 4.30±0.43, 4.26±0.17, 3.91±0.30, and 3.79±0.27, respectively. This study indicated that supplementation of 109 CFU/mL/bird/day of LAB probiotics showed the best result.

  7. Suplementasi Fitase, Seng dan Tembaga dalam Ransum Sebagai Stimulan Pertumbuhan Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Setiyatwan

    2007-08-01

    Full Text Available Zinc and Cu have important roles in growth and immune system, but their bioavailability are low due to the phytic acid content in poultry diet. This experiment was conducted in order to obtain the best combination of phytase, Zn, and Cu as growth stimulants for broiler fed diet containing phytic acid. Two hundred eighty eight Day Old Chicks unsexed were allocated into nine treatment diets with four replications (eight chicks in each replicate. The birds were raised up to 42 days old. Combination of the treatment diets were: R1 (positive control, R2 (negative control, R3 (R2 + 132.70 ppm ZnO, R4 (R2 + 286.16 ppm CuSO4, R5 (R2 + 132.70 ppm ZnO + 286.16 ppm CuSO4, R6 (R2 + phytase 1000 FTU/kg, R7 (R2 + phytase 1000 FTU/kg + 132.70 ppm ZnO, R8 (R2 + phytase 1000 FTU/kg + 286.16 ppm CuSO4 , R9 (R2 + phytase 1000 FTU/kg + 132.70 ppm ZnO + 286.16 ppm CuSO4. The results of this research indicated that the phytase supplementation (1000 FTU/kg, ZnO (132.70 ppm, and CuSO4 (286.16 ppm in poultry diet 1 improved the body weight and feed conversion, but did not significantly influence the feed consumption, 2 increased serum Zn, and 3 increased the alkalin and phosphatase activity.

  8. PENGARUH SUPLEMENTASI SERAT GALAKTOMANAN AMPAS KELAPA TERHADAP PENGHAMBATAN KENAIKAN KADAR KOLESTEROL DARAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryana Purawisastra

    2012-10-01

    Full Text Available The high level of blood cholesterol is one of the risk factor for artherosclerotic cardiovascular disease. The number of people suffering from cardiovascular disease as the consequence of their life style, particularly in the city. On the other hand, it was reported that dietary fiber supplementation could inhibit the increase of the blood cholesterol level. One of these dietary fibers known as galactomannan found sufficiently in the residue of coconut kernel. This study was to prove the effect cif this dietary fiber supplementation to the increased level of the blood cholesterol, low-density lipoprotein (LDJ, high-density lipoprotein (HDL, and triglyceride, in the rabbit experiment. The result of the study shown  that the effect of supplemention of galactomannan dietary fiber of the coconut kernel to the cholesterol level was in the form of isolated galactomanan. In 26 days, the isolated galactomannan reduced the cholesterol level by 12 mg/dl (p=0.069, 10 mg/dl (p=0.231 of the LDL, and 7 mg/dl (p=0.138 of the triglyceride. The HDL level raised 1 mgldl (p=0.021. The inhihitation raises significantly when the supplemetation was continued for 52 days. There were an increase of 24 mg/dl (p=0.010 for cholesterol, 15 mg/dl for HDL (p=0.045, 18 mg/dl (p=0.015 for triglyceride. Whereas the increase of the HDL level remained in 1 mg/dl (p=0.032. The conclusion of this study was that the effect of supplemention of galactomannan dietary fiber contained in the coconut kernel to the cholesterol, trigliseride was in the form of the isolated galactomannan. It could he suggested that the isolated galactomannan produced from the residue of coconut kernel was becoming an alternative food supplementation for reducing the cholesterol level of hyperlipidemia.

  9. Suplementasi Urea Molasis Blok untuk Meningkatkan Penampilan Kambing Peranakan Etawah yang Diberi Pakan Hijauan Gamal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Siti

    2012-10-01

    Full Text Available The supplementation of urea molasses block for increasing performance of ettawah crossbred goats fed diet containing gliricidia spium green forage ABSTRACT. The aimed of this experiment to study the supplementation of urea molasses block for performance increased of ettawah crossbred goats fed diet containing Gliricidia spium green forage has been conducted at Tabanan regency and Animal Nutrition Laboratory. The Latin Square Design which four treatments and four replicates was used in this experiment. The four treatments were the levels of urea molasses block : 0, 50, 100 and 150g respectively. The animal access to ad libitum Gliricidia spium green forage and drink water. The animal fed twice a day urea molasses block at the morning and at the afternoon. The variables which were observed including feed consumption, nutrient digestibility, body weight gain and feed conversion ratio. The result of this experiment showed dry matter feed consumption, drink water, nutrient digestibility of the four treatments is not significantly different (P >0.05. The body weight gain at treatment C was significantly higher (P <0.05, but feed conversion ratio (FCR was significantly lower (P <0.05 than treatments A, B and D. From the results in this experiment it can be concluded that the used of urea molasses block 100g on the effect to increased the performance of ettawah crossbred goats with basal diet Gliricidia spium green forage.

  10. TINGKAT KESEMBUHAN TB PARU PADA ANAK BALITA YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi S. Suwardi

    2012-11-01

    Full Text Available THE RECOVERY RATE OF PULMONARY TUBERCULOSIS OF THE UNDERFIVE CHILDREN SUPPLEMENTED BY HIGHDOSE VITAMIN A.Background: Tuberculosis (TB is the most common cause of death among other Infection disease. It Is recognized thattuberculosis affects various age groups, Including underfive children. The complete and fast treatments are needed to reduce the prevalence and Incidence of TB in the communities. Considering the role of vitamin A In reducing the severely of Infection, supplementation of hlghdose (200.000 IU vitamin A in every two months for 6 months will be helpful to increase recovery rate of pulmonary tuberculosis.Design: This study was conducted at the hospital in Bogor region. Sample size was 66 children of underfive years old, whowere suffered pulmonary TB according to Mantoux test, clinical examination, and chest x-ray (CXR. Physical examination, morbidity, and anthropometric data were assessed every month. Food consumption recall, serum vitamin A concentration, hemoglobin content, hematocrit, blood sedimen rate (BSR, and CXR were assessed at 0 and 6 months. The children wererandomly assigned to either vitamin A-supplemented (AS, n=33 group or vitamin A-unsupplemented (AUS, n=37. All of the children were treated by isoniazide, ethambutol and rifampicin. The recovery rate was assessed according to the score of 3 variabels: nutrition status, BSR, and CXR.Results: Nutrition status and hemoglobin increased significantly in both groups (p<0,05. The clinical symptoms subsided and BSR decreased in both groups, but was not significant different between groups. The CXR data showed there were improvement in 84,5% of AS group and 67,7% of AUS group. There were scoring improvement of the recovery rate in bothgroups, but was not significant different between groups.Conclusions: There was significant relation between vitamin A status and the recovery rate of pulmonary tuberculosis, but was not significant different between groups.Keywords: tuberculosis, vitamin A supplementation, recovery rate

  11. MODEL PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andhika Prima Prasetyo

    2016-05-01

    Fisheries productivity are effected by many factor, such as effort and environment factors; including SST, SSH, chlorophyll-a, wind, current, SOI, DMI and rainfall. That factors are tested by multicolinearity analysis and principle component analysis (PCA first, to reduce factors. Furthermore, simplified factors will entered to Forcaster XL for artificial neural network (ANN analysis. This analysis was used monthly time series for 16 years (1996-2011, as a prediction target is purse seine productivity in 2011 and will validated by actual values. Results show that 9 factors were independently (no multicolinearity, furthermore that factors was simplified to 4 factors using PCA. ANN training resulted the best fit coefficient to predict productivity which have correlation value (r and Root Mean Square Error (RMSE 78.03% and 48.93% respectively.

  12. Pengaruh Perendaman Air Laut Terhadap Kualitas Mortar Semen

    OpenAIRE

    Damayanti, Mentari C.; Rauf, Nurlaela; Juarlin, Eko

    2015-01-01

    This research of fabrication cement with adding sugarcane bagasse ash (SBA) as pozzolan. Then chemical composition of cement sample is measured by XRF, setting time of cement and mortar compressive strength is examined with and without immersion. The result showed sea water gives influence for mortar compressive strength. Mortar compressive strength without immersion increases with 6% persentage composition of SBA. While mortar compressive strength with immersion of sea water decreases along ...

  13. Autonomous Underwater Vehicle untuk Survei dan Pemantauan Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henry M. Manik

    2017-04-01

    Full Text Available AUV is an unmanned submersible platform to accomplish a mission. Side-scan sonar, Conductivity Temperature Depth (CTD, and underwater video camera are usually attached on AUV. These sensors were used for identifying seawater and seabed condition. Data acquired from a survey with an AUV in Kepulauan Riau processed by Neptus software. Side-scan sonar (SSS visualization is compared to the video image. SSS signal visualization has a unique pattern that can be identified within the video image. Different substrate structure caused different signal visualization.  The relation between the video image and SSS visualization can be used for identifying habitat benthic profile.

  14. STATUS BIO-EKONOMI PERIKANAN UDANG DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-03-01

    This paper presents result of the assessment of economic potential and optimal fishing effort of the shrimp fishery in the Arafura Sea, including estimated impact of increasing fishing pressure on the vessel profitability and the fishery profit. Based on the result of analysis, the optimal profitfrom the exploitation of the penaeid shrimp stock in the Arafura Sea was about US$ 168.4 million per year resulting from the operation of 388 units of shrimp trawlers. Although fishing effort from licensed vessels in 2011 was lower than the optimum level to optimal profit, the penaeid shrimp stock was overexploited as the intensity of illegal fishing by unlicensed vessels was high. Estimate of economic losses caused by illegal fishing is also presented.

  15. UPAYA KONSERVASI INDONESIA ATAS SUMBER DAYA IKAN DI LAUT LEPAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Insan Tarigan

    2016-04-01

    Full Text Available The principle of freedom of fishing on the high seas was recognized as one of the principles in customary international law, the Geneva Convention on the High Seas1958, and Part VII of UNCLOS 1982. Regarding to thehigh level of utilization of fish led to the crisis of fishery resources, then the responsible fisheries management becomes a common agenda of the international community. Thisresearch is a normative legal research, data collection was done through studyliterature and documentaries on the primary and secondarylegal materials related to this problem.After conductedthe identification and classification of the data, then data was analysed normatively. There are some international conventions as a basis for maintainingthe conservation of fish on the high seas. UNCLOS 1982, the 1993 FAO Compliance Agreement, the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF in 1995, the IPOA-IUU Fishing, 2001. The result showed thatIndonesia has had several regulations concerning to fisheries, such as Law Number 31 of 2004 concerning to Fisheries and Law Number 45 of 2009 concerning to Fisheries, and the Minister of Marine and Fisheries Regulation Number PER.03/MEN/2009 on Fishing and/or Transporting Fish on the High Seas and the Ministerial Regulation Number Per.12/Men/2012 concerning toEnterprises Capture Fishery on the High Seas. The Government of Indonesia should be able to take advantage of such participation and to improve the exchange of information, data, research fisheries, combating illegal arrests, and other forms of cooperation.Keywords: High Seas, Fish Resources, Indonesia, conservation

  16. Perancangan Konstruksi Turbin Angin Diatas Hybrid Energi Gelombang Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musfirotul Ula

    2014-09-01

    Full Text Available Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Prinsip dasar kerjanya yaitu mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik. Turbin angin yang dirancang yaitu diatas floating. Maka diperlukan perancangan konstruksi turbin angin dengan dipilih tipe Vertical Axis Wind Turbine dengan blade yang sudah ada di pasaran dengan merk ‘Richuan’. Dengan spesifikasi power 5 KW, dimensi blade (4x0,6 m, jumlah blade 5, tinggi tower 8 m, diameter rotor 2,5 m, kecepatan laju angin 10 m / s, kecepatan angin beroperasi 3-25 m / s, dan 100 rpm. Kemudian konstruksi turbin angin akan digambarkan menggunakan software Solidworks dengan pembuat pemodelan terlebih dahulu. Model yang sudah dibuat kemudian di simulasikan untuk mendapatkan hasil analisa. Beban eksternal untuk di input sebesar 655 N dan 1300 N. Dari hasil simulasi dan analisa turbin angin diperoleh hasil untuk stress von mises sebesar 10,583,224.00 N / m2, displacement sebesar 7.781 mm, strain maksimal yaitu sebesar 3.84126, dan safety factor minimal yaitu sebesar 23.62. Dapat disimpulkan perancangan konstruksi turbin angin ini aman untuk pembebanan yang sudah ditentukan

  17. STUDI PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT DI LAUT JAWA PADA MUSIM TENGGARA DAN BARAT LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bardiyanto -

    2012-11-01

    Full Text Available caught and consumed by local community. Monsoon is the main factor governing the characteristics of the Java Sea. This research location is in Java Sea. Chlorophyll-a and SST data will be obtained from Aqua-Modis Satellite. Wind data is `from QuikScat Satellite. Sea surface height data is from Jason 1 Satellite. Fishery data will be taken from the Fishing Port of Dadap (West Java and Pekalongan (Central Java. Pattern of fish catching season will be analyzed using time series technique with ratio to moving average method. Effort optimum and MSY will be taken with Surplus production models by Schaefer (1957. The Total Allowed Catch is 80% x MSY. Wind direction during northwest monsoon flows southeastward and during southeast monsoon flows northwestward. Generally, wind speed and chlorophyll-a in Java Sea during southeast monsoon is relatively higher compare with it during northwest monsoon. Generally, SST and SSH in Java Sea during southeast monsoon is relatively lower compare with it during northwest monsoon. Correlation between chlorophyll-a and SST is inversely correlated with correlation coefficient - 0.578. Correlation value between wind speed and SST is -0.728. SST and SSH correlation is 0.78.During northwest monsoon, low potential area was bigger than potential area. This is cause by chlorophyll-a and low wind speed, SSH and high SST. Therefore, fish production becomes few. Potential area was located in western part of Java Sea. Meanwhile in southeast monsoon, mainly high potential area were in Bawean Island, Masalembo Island and Kangean Island. And potential area was over the Java Sea. This is cause by chlorophyll-a and high wind speed, SSH and low SST. This is indicating upwelling. So, fish production during southeast monsoon was bigger than during northwest monsoon. This match-up value between fishing ground GIS and fishing ground by fisherman is 80.2%. Catching season index shown that the increase of Indian Mackerel abundance is occurring in April and the maximum number is in July and Augustus. This is caused by the highest chlorophyll-a concentration (0.42 mg/m³ and a low SST (27-28ºC, so create a high primary productivity. This environment condition will support fish spawning. Optimum effort value is 345 vessel/month. And TAC value is 437.808 kg/month. The number of fishing vessel since 2002 increased to 2007, over optimum effort. Meanwhile, the fish production is over TAC until the end of 2004. Then it decreased under TAC to 2007. This indicates that fish catching of Indian Mackerel in Java Sea is classified over fishing. Correlation value between Indian Mackerel fish catch to ENSO in Java Sea is 0.127. This is indication of ENSO phenomena did not influence fish catching. F calculates is 6.513 with significant level 0.005. This means, chlorophyll-a and SST are together influence fish catching of Indian Mackerel in Java Sea. And correlation between fish catching with SST and chlorophyll-a is 0.57.

  18. Pengaruh Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum Pada Budidaya dengan Metode Rawai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniarlin Hilmi Farnani

    2011-10-01

    Full Text Available Eucheuma spinosum merupakan algae makro bentik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung agar-agar, keraginan dan alginat. Bahan baku tersebut dimanfaatkan dalam industri tekstil, kosmetik, dan makanan. Luasnya pemanfaatan hasil olahan rumput laut dalam berbagai industri, mengakibatkan peningkatan kebutuhan Eucheuma spinosum. Budidaya Eucheuma spinosum yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah menggunakan metode rakit apung (floating raft method, metode lepas dasar (off bottom method dan metode rawai (long line method. Namun dari ketiga metode ini yang lebih memberikan keuntungan dan lebih digemari oleh petani adalah metode rawai. Sehingga perlu dilakukan penelitian ”Pengaruh Beberapa Kedalaman Penanaman Terhadap Pertumbuhan Eucheuma spinosum pada Budidaya dengan Metode Rawai”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman penanaman terhadap pertumbuhan Eucheuma spinosum pada budidaya dengan metode rawai. Penelitian dilaksanakan di Balai Budidaya Laut (BBL Lombok Desa Gerupuk Lombok Tengah Agustus 2010 hingga Oktober 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL, terdiri atas 4 perlakuan kedalaman penanaman yakni A (25 cm, B (35 cm, C (45 cm dan D (55 cm. Setiap perlakuan terdiri 4 ulangan dalam enam sisi karena akan dilakukan pengamatan destruktif sebanyak enam kali, sehingga diperoleh 96 plot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan kedalaman penanaman Eucheuma spinosum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berdasarkan berat basah, berat komersil dan berat kering. Pada kedalaman penanaman 45 cm memberikan hasil pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kedalaman lainnya. Kata Kunci: Budidaya, Eucheuma spinosum, kedalaman, pertumbuhan, metode rawai 

  19. PENGEMBANGAN RUMPUT BRACHIARIA HUMIDICOLA PADA LAHAN PASCA TAMBANG SEMEN DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P.D.M.H. Karti

    2011-08-01

    Full Text Available Impact of Mining Operations that can remove some parts of the vegetation, destroying most of the original ecosystem, increase the rate of erosion and runoff, reducing the biodiversity of native species, environmental destruction and wildlife, watershed degradation and unprofitable to support plant growth. Post-mining land must be done reclamation on the ground and then followed by revegetation. The study was conducted in February to June 2009 in Indocement Tunggal Prakarsa company. The design was used is a completely randomized Design Group with four treatments and three replications. The first treatment is without fertilizers (A, the second is adding of manure (B, the third treatment with artificial fertilizers (C, and manure combination with artificial fertilizers treatment (D. Data were analyzed using variance analysis (ANOVA, and if there is a significantly different followed by Duncan multiple range test. Variables have been observed were a number of primary and secondary tiller, production of the primary and secondary tiller, root and shoot dry weight production and absorption of N, P and K. The results showed on the first and second harvest in the treatment D showed significantly different (P <0.05 can increase the number of primary and secondary tillers, the length of spreading, dry weight production and uptake of N, P and K. Treatment D on the first and second harvest showed the optimal results compared with other treatments, although in some variables that are not significantly different with C and B, while A showed the lowest results. This proves that the fertilizer can improve soil fertility in the long term. D treatment is recommended in the development of pasture for Livestock Breeding Center and Incubator Lamb in Indocement Tunggal Prakarsa company.

  20. Karakteristik dan Kualitas Silase Rumput Raja Menggunakan Berbagai Sumber dan Tingkat Penambahan Karbohidrat Fermentable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidayat

    2014-04-01

    Full Text Available (Characteristics and quality of king grass silages treated with various sources and level of carbohydrate fermentable ABSTRACT . An experiment was carried out from April 1st up to August 18 th 2013. The purpose of this study was to evaluate the effect of source and level fermentable carbohydrate as an additive on the characteristic of ensilage and the contents of crude protein and crude fibre of king grass silage. The methods of this study was experimental, by using Completely Randomized Design. There were 9 treatments, each of which consisted of three replications. The treatments were : A = 1 % of mollases; B = 2 % of mollases; C = 3 % mollases; D = 5 % of rice bran E = 10 % of rice bran; F = 15 % of rice bran; G = 5 % of of cassava cake; H = 10 % of of cassava cake; I = 15 % of cassava cake. Note: all percentages were on the basis of king grass fresh weight. The observed variable were physical characteristics (color, aroma, texture, fungi, pH, temperature, and nutrient contents (crude protein and crude fibre. The result of this study showed that the color change of the silage was as follow: at the 14th and 28th day. The treatment had highly significant effect (P 0,05 on the aroma (smell, temperature, pH and crude fibre. The contrast orthogonal test to the color, aroma, infestation of fungy, crude protein, the treatment of ABC was different relative to those of DEFGHI treatments. This study could be conclude that by wilting of king grass (water content of 60 %, the 1–3 of 3 % of mollases snd 5-15 % usage of rice bran an additive the results are better compared to the usage with additive of cassava cake, viewed from silage’s physical quality as well as its nutrient contents.

  1. PENAMPILAN KELINCI YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT DENGAN SUPLEMTASI KONSENTRAT DAN LEMAK TELO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.K. SUMADI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The experiment that aimed for knowing the influence of increase tallow into concentrate diet for rabbits performance that are given basic diet field grass had done. This experiment used Randomized Completely Design (RCD with five treatments and each treatment consisted of four replicates. Those five treatments were concentrate diet without tallow (treatment A and concentrate diet with 2%, 4%, 6% and 8% tallow (followed as treatment B, C, D and E. The research had done into diet consumption, energy consumption, protein consumption, crude fiber consumption, calcium consumption, phosphor consumption, body weight gain, final body weight and FCR. The result of this experiment showed that diet consumption, crude fiber consumption, calcium consumption, phosphor consumption, body weight gain and final body weight for all treatments were non significant different (P>0.05. Energy consumption and FCR were significant different (P<0.05. From the result can be concluded that the rabbits that have concentrate diet treatment with 6% tallow resulted the highest body weight gain and the lowest FCR.

  2. PENDUGAAN DAYA TAMPUNG RUSA LIAR (Cervus timorensis DI PADANG RUMPUT MAR TAMAN NASIONAL WASUR MERAUKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Tjahyono Hariadi

    2014-06-01

    Full Text Available The objective of this experiment was to know carrying capacity of rusa deer (Cervus timorensisi at Mar, Wasur National Park Merauke district. The data collected were spesies of grasses, production each species and carrying capacity. The results showed species of grasses were Cynadon dactylon, Imperata cylindrica and Phragmites karka. Mar was dominated by Cynadon dactylon. The production of Cynodon dactylon was 2.183 kg/ha. The carryng capacity of rusa deer was 0.5 ha/head/year.

  3. Karakteristik dan Kualitas Silase Rumput Raja Menggunakan Berbagai Sumber dan Tingkat Penambahan Karbohidrat Fermentable

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidayat

    2014-04-01

    Full Text Available (Characteristics and quality of king grass silages treated with various sources and level of carbohydrate fermentable ABSTRACT . An experiment was carried out from April 1st up to August 18 th 2013. The purpose of this study was to evaluate the effect of source and level fermentable carbohydrate as an additive on the characteristic of ensilage and the contents of crude protein and crude fibre of king grass silage. The methods of this study was experimental, by using Completely Randomized Design. There were 9 treatments, each of which consisted of three replications. The treatments were : A = 1 % of mollases; B = 2 % of mollases; C = 3 % mollases; D = 5 % of rice bran E = 10 % of rice bran; F = 15 % of rice bran; G = 5 % of of cassava cake; H = 10 % of of cassava cake; I = 15 % of cassava cake. Note: all percentages were on the basis of king grass fresh weight. The observed variable were physical characteristics (color, aroma, texture, fungi, pH, temperature, and nutrient contents (crude protein and crude fibre. The result of this study showed that the color change of the silage was as follow: at the 14th and 28th day. The treatment had highly significant effect (P 0,05 on the aroma (smell, temperature, pH and crude fibre. The contrast orthogonal test to the color, aroma, infestation of fungy, crude protein, the treatment of ABC was different relative to those of DEFGHI treatments. This study could be conclude that by wilting of king grass (water content of 60 %, the 1–3 of 3 % of mollases snd 5-15 % usage of rice bran an additive the results are better compared to the usage with additive of cassava cake, viewed from silage’s physical quality as well as its nutrient contents.

  4. Penggunaan Pupuk Kandang pada Padang Rumput di Lahan Kering Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harapin Hafid H

    2007-12-01

    Full Text Available Generally, the permanent pasture of dry farming in South East Sulawesi is dominated by the perennial grass and coppi plant, which have very low palatability and benefit for livestock. The aim of the research was to increase the productivity of pasture in South East Sulawesi by introducing perennial grasses and manure application. The experiment was conducted in UPTD and analytical laboratory of FMIPA from April to September 2006 using three types of perennial grasses i.e. Brachiaria decumbens, Paspalum dilatatum and Cynodon plectostachyrus. Perception conducted to calculate the botanical composition and soil properties before and after the treatment. The field experiment was carried out as two factorial experiment arranged in Randomized Block Design. The first factor was the species of perennial grass and the second factor was different level of manure fertilizer. The result of the experiment showed that the crude fibre content of B. decumbens was lower than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. The crude fibre content increased with the increasing manure application. But the protein content of B. decumbens was higher than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. It is suggested to plant B. decumbens to get higher quality forage for livestock in South East Sulawesi.

  5. Pengaruh Suplementasi Acacia mangium Willd pada Pennisetum purpureum terhadap Karakteristik Fermentasi dan Produksi Gas Metana in Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Santoso

    2007-08-01

    Full Text Available An in vitro study was conducted to determine the effect of Acacia mangium Willd supplementation to Pennisetum purpureum on fermentation characteristics, protozoal numbers, nutrients degradability and in vitro methane production. Treatments consisted of four composite substrates with P. purpureum and A. mangium Willd ratios at 100:0 (0%, 85:15 (15%, 70:30 (30%, and 55:45 (45%. Crude saponin and total tannin contents of A. mangium were 1.67% and 4.51%, respectively. Methane and gas productions decreased linearly (P<0.01 in response to acacia levels. Addition of A. mangium at 15%, 30% and 45% decreased CH4 production by 16.2%, 26.8% and 61.1%, respectively as compared to the control. There were linear decreases in total VFA and acetate concentrations (P<0.01, and propionate production (P<0.05 in response to increase in acacia addition. Total protozoal populations increased linearly (P<0.05 with added acacia. In vitro dry matter and organic matter degradabilities of substrate decreased linearly (P<0.01 with acacia addition. It is concluded that methane production is not essentially associated with protozoal population. A. mangium has a potential use for mitigation of enteric methane production.

  6. PENGARUH SUPLEMENTASI ZINC SULFAT DAN BISKUIT TERHADAP KONSENTRASI ZINC RAMBUT BALITA (PROGRAM MP ASI BISKUIT DI KERTOSONO JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Budiastutik

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Nganjuk was included in 7districts with highest malnutrition in East Java. Prevalence index of weight/age was 4.80%, height/age was 17.40% and weight/height was > 20% (Riskesdas, 2008. In 2009 malnourished under five children was 715. Objective of this research was analyzing the effect of zinc supplement and biscuit MP-ASI for the nutritional status and hair zinc concentration for under five children. Methods: conducted in the working area community health center Kertosono, Nganjuk regency, East Java. Sample of research was children 12-60 months who have Zinc hair concentration < 150 Jig/Kg that was divided into two groups. Total subject was 26 under five children that divided into two groups. One was treatment group who received biscuit MP-ASI and zinc syrup and the other was control group who received biscuit MP-ASI and placebo syrup. Each group was collected by simple random sampling. Results: There were significant differences of body weight in the treatment group and control group before and after research,using paired t-test (p = 0.000. There were significant differences of body height in the treatment group and control group before and after research, using paired t test (p = 0.000. There were significant differences of category hair zinc concentration in the treatment group before and after research with Me Nemar Test (p = 0.031. Conclusion: Supplementation can increase the body weight and body height both of two groups, but nutrition status in the treatment group increased  highly than in the control  group. Hair zinc concentration in the treatment group increased highly than in the control group.   Key words: Malnutrition, zinc sulfate, biscuit Complementary feeding, levels of hair zinc

  7. Pengaruh Suplementasi Vitamin E, Mineral Selenium dan Zink Terhadap Konsumsi Nutrien, Produksi dan Kualitas Semen Sapi Simental

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrah Khairi

    2014-04-01

    Full Text Available (Effect of supplementation of vitamin E, Selenium and Zinc mineral against to nutrient consumption, production and quality cement simental cow ABSTRACT. Simental bulls often experience a decline in production and semen quality in the rainy season, which have a higher humidity and high rainfall. This study aims to maintain nutrient consumption, production and semen quality Simental bulls during the rainy season through the supplementation of Vitamin E, Selenium and Zinc Minerals. The study was conducted in July-December 2012 at the Artificial Insemination Center (BIB Unggaran. The research material used in this study were 12 males Simental cows BIB Unggaran grouped by age. The experimental design used in this study is a randomized block design (RBD with 3 treatments T1 (ration + Vit. E, T2 (ration + Vit. E + Se, T3 (ration + Vit. E + Se + Zn and 4 groups as replicates. Parameters measured were dry matter intake and nutrient consumption, production and semen quality. Cement production was measured from fresh semen volume during the study, whereas semen quality measured motility and concentration of spermatozoa from fresh semen. Data consumption of dry matter and nutrient intake obtained were processed using analysis of variance, followed by Duncan test. While data on production and semen quality were analyzed descriptively. The results showed that the combination of vitamin E supplementation, minerals Selenium and Zinc did not affect dry matter intake, total digestible nutriens and crude protein, but resulted in a decrease in the percentage of shelter, semen volume, sperm motility and concentration smaller than before treatment. Treatment T1, T2 and T3 resulted in a decrease in the number of shelter respectively 41,55%, 19,56% and 13,63% compared to before treatment, whereas a decrease in semen volume unchanged at 44,9 %, 43,7% and 40,99%. Sperm motility due to treatment T1, T2 and T3 respectively decreased by 55,87%, 22,10% and 13,63% compared to before treatment. In line with sperm motility, sperm concentration in treatment T , T2 and T3, respectively decreased by 49,16%, 22,85% and 14,88%. The conclusion is a combination of vitamin E supplementation, minerals Selenium and Zinc can prevent the decline in cement production, sperm motility and sperm concentration Simental bulls during the rainy season.

  8. EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI VITAMIN A DOSIS TINGGI TERHADAP TINGKAT PENYEMBUHAN DAN STATUS IMUN ANAK BALITA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi S. Suwardi

    2012-11-01

    Full Text Available Effectiveness of High Dose Vitamin A Supplementation on The Recovery Rate and Immune Status of Underfive Children Suffering From Tuberculosis.Tuberculosis (TB, the infectious disease, is still one of the health problems in Indonesia. TB does not just make the people sick physically, but also interfere the immunity. As we have known that vitamin A can improve the immunity. The aimed of this randomized double blind study was to know the effect of high dose vitamin A on the improvement, immune status and the relationship between vitamin A and immune status in TB. Sixtyfive underfive children were selected from the Pediatrics Wards for out patient in Salak and Clsarua Hospital. They were grouped into 11 treatment group who received standard regimen therapy for TB plus high dose vitamin A in each month for 6 months and 21 control group who received the same TB regimen plus placebo also in each month for 6 months. Data on physical examination, weight, height, hemoglobin (Hb, hematocrit (Ht, blood sedimen rate (BSR, serum vitamin A, immunoglobulin G (IgG to TB, chest X ray (CXR and food consumption were collected before and after (6 months intervention. Information on morbidity and socioeconomic also were recorded. To evaluate the degree of improvement, score on nutritional status, BSR and CXR were made. The results showed that after 6 month there were improvement in anthropometry status, morbidity rate, Hb, Ht, BSR, IgG and CXR for both groups. The treatment group was improved in 7.2% subjects meanwhile the control group was improved in 58% subjects. Analysis for scoring improvement showed that the treatment group had better improvement 2,4 times than the control group. The conclusions are that the high dose vitamin A has a positive effect on the recovery and immune status of underfive children suffering TB. This study suggests to give high dose vitamin A to the regimen therapy for TB in children to get better results.Keywords: tuberculosis, vitamin A supplementation, IgG, recovery rate.

  9. Respons terhadap Suplementasi Sabun Mineral dan Mineral Organik serta Kacang Kedelai Sangrai pada Indikator Fermentabilitas Ransum dalam Rumen Domba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adawiah

    2007-04-01

    Full Text Available The objective of this study was to evaluate the effect of supplementation with mineral soap, organic mineral and roasted soyabean on ration fermentability in the rumen of sheep. Thirty two Garut Sheep (initial weight 22.38 ± 3.56 kg were assigned into a randomized complete block design with 8 treatments. Body weight was used as blocks (4 blocks. The treatments were FO: basal diet + fish oil, CO: basal diet + corn oil, CaFO: basal diet + calcium soap of fish oil, CaCO: basal diet + calcium soap of corn oil, ZnFO: basal diet + zinc soap of fish oil, ZnCO: basal diet + zinc soap of corn oil, RSB: basal diet + roasted soya bean, MM: basal diet + mineral mix (Zn, Cu, Cr, and Se-organic. The experimental diets were offered for 8 weeks. The results showed that ammonia concentrations of sheep fed CO, CaFO, CaCO, and MM were higher than those of sheep fed FO, ZnFO, ZnCO, RSB diets (9.28 v 6.75 mM. Vollatile fatty acid production was not affected by treatments (110.6 ± 7.69 mM. The levels of amonia and VFA in this experiment were suitable for microbial growth. Rumen bacterial population of sheep fed FO was the lowest (P<0.05. Rumen protozoa population of sheep fed CO, CaFO, ZnFO, ZnCO, and MM were lower (P<0.05 than those of sheep fed FO, CaCO, and RSB. It is concluded that supplemention of Ca-soap, organic minerals, and roasted soyabeans to sheep ration increased ration fermentability in the rumen. Ammonia and VFA concentrations were suitable for rumen microbial growth. Fat protection (Ca-soap did not inhibit bacterial growth in the rumen.

  10. Suplementasi Hormon Gonadotropin Pada Medium Maturasi In Vitro Untuk Meningkatkan Perkembangan Embrio Stadium 4 Sel Kambing Bligon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Pranatasari

    2016-06-01

    Full Text Available The study was carried out to investigate the effect of gonadotropin hormone supplementation into in vitro maturation medium on maturation, fertilization and embryo development of Bligon goats. This research steps consist of oocyte collection, in vitro maturation, in vitro fertilization, and in vitro embryo development. At the maturation stage the oocyte that had been collected and divided into two groups based on the maturation medium, that was tissue culture medium (TCM with supplementation of GnRH 0 IU/mL and GnRH 25 IU/mL. Oocyte and embryo morphology data were analyzed descriptively. Maturation rate and embryo development data were analyzed by using independent sample t-test. Fertilization data was analyzed descriptively. The result showed the percentages of mature oocytes from gonadotropin supplementation of 0 IU/mL and 25 IU/mL were 54.10±25.97 and 54.89±26.44%, respectively. Expansion cumulus cells surrounding the oocytes might indicated the mature oocytes. Cleavage rate of the 2 cells stage were 13,02±11,09 and 27,01±16,65%; respectively, and for the 4 cells stage were 10,16±10,01% and 16,67±14.91%. Embryos obtained from the treatment, indicated uniform of blastomeres in the size, tight, compact, intact, and round-spherical shape. It could be concluded that supplementation of gonadotropin hormone into in vitro maturation medium could not increase the rate of oocyte maturation and 4 cell embryo development, but it could increase 2 cell embryo development of Bligon goats. Hormone supplementation could improved the maturation and embryo quality.

  11. Respon Pertumbuhan Ayam Lokal Pedaging terhadap Suplementasi Protein Isolasi Biji-bijian (PIB dan Perbedaan Level Protein Ransum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Aman Yaman

    2009-10-01

    Full Text Available The response of local meat chicken growth to supplementation of isolated grain protein and the difference in ration protein level ABSTRACT. A research which aims to determine the response of local meat chicken growth of protein supplementation with Isolation Grains Protein (IGB and the difference in ration protein level has been conducted in the Laboratory of Experimental Farm, Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University-Darussalam, Banda Aceh for 90 days. This study used a completely randomized design factorial with 2 factors, consisting of factors namely male gender (JJ and female (JB and the ration is a combination of factors and levels IGB in the ration, ie: treatment A: 17% protein and 0.4% IGB; treatment B 19% protein and 0.6% IGB and treatment C 21% protein and 0.8% IGB. Each combination consisted of 4 replications and each replication consists of 5 chickens. Parameters observed in the study were weight gain, achievement of final weight, consumption, conversion and efficiency of ration. DOC used a derivative result of selection of local meat chicken which are in the process of selection. Data acquired and processed by ANOVA. The results showed that supplementation of IGB and ration protein level difference was significantly effect (P <0.01 on weight gain, final weight, rate of consumption, conversion efficiency of rations and rations, but there is no interaction effect between sex and ration factors . The highest weight gain obtained in the male local chicken achieved by feeding a ration B (93.23 grams, while the hen rations achieved by providing treatment C (63.86 grams / week. The highest final body weight of male chicken on treatment B (1491.5 gram/90 days and hens in treatment C (1061.5 gram/90 days. However, the highest ration consumption in both male and female local chickens obtained from the ration A. Feed conversion value and the best feed efficiency obtained in treatment B for the treatment of male and C for female chicken. The study concluded that there were different responses between male and female local chickens of the use of IGB in the rations. In male local chicken, IGB is more effective when added in the ration with a protein level of 19% whereas in female at the protein level of 21%.

  12. Suplementasi multi mikronutrien dibandingkan Fe-asam folat terhadap kadar hemoglobin dan berat badan ibu hamil anemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herta Masthalina

    2012-07-01

    Conclusion: There were no significant differences in Hb level and weight gain between pregnant mothers consuming multi-micronutrient supplements compared to those consuming Fe – folic acid supplements.

  13. BUDI DAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei POLA TRADISIONAL PLUS DI KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erfan A. Hendarajat

    2007-12-01

    Full Text Available Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan, di samping rumput laut dan tuna. Pada awalnya, jenis udang yang dibudidayakan di air payau adalah udang windu, namun setelah mewabahnya penyakit terutama WSSV yang mengakibatkan menurunnya usaha budi daya udang windu, pemerintah kemudian mengintroduksi udang vannamei pada tahun 2001 untuk membangkitkan kembali usaha perudangan di Indonesia dan dalam rangka diversifikasi komoditas perikanan. Untuk mengembangkan budi daya udang kedepan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah antara lain: (i Revitalisasi tambak intensif dengan udang vannamei seluas 7.000 ha dengan produktivitas 30 ton/ha/tahun, (ii revitalisasi tambak tradisional seluas 140.000 ha (40% dari tambak tradisional dengan produktivitas 600--700 kg/ha/tahun, (iii impor vannamei SPF/SPR, (iv pengembangan induk SPF vannamei dalam negeri, (v revitalisasi backyard hatchery  (HSRT, (vi penerapan sertifikasi, (vii pengembangan laboratorium, dan (viii pengembangan sarana/prasarana (Nurjana, 2005. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha budi daya udang vannamei pola tradisional plus antara lain: persiapan tambak, kualitas benih, teknik penebaran, padat penebaran, manajemen pakan, pemeliharaan kualitas air, dan teknik panen. Tulisan ini menjelaskan secara ringkas mengenai teknologi budi daya udang vannamei pola tradisional plus di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dapat dilakukan oleh pembudi daya udang.

  14. PUPUK PHOSPHO-KOMPOS ORGANIK YANG DIPERKAYA DENGAN MIKROORGANISME PELARUT P DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT Setaria splendida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Dianita

    2014-06-01

    Full Text Available The aimed of this experiment was to investigate the effect phosphorus-enriched compost fertilizer with P solubilizing microorganisms on the growth of Setaria splendida. The experiment was designed in completely randomized designed with 4 treatments, consisted of R0 = Rock phosphate, R1 = Rock phosphate + rice straw + chicken manure, R2 = Rock phosphate +  rice straw + chicken manure + Trichoderma harzianum. R3 = Rock phosphate + rice straw+ chicken manure + Aspergillus niger. Preparation of phosphorus-enriched compost was modified from Bangar et al. (1989; Biswas (2008 with the dosage of aplication based on Apniyarni, (2003 and Dewi (2002. Physical and chemical characteristics of phosphorus-enriched compost fertilizer and the growth of S. splendida were observed in this experiments. The results showed that phosphorus- enriched compost fertilizer with and without P solubilizing microorganisms resulted good physical and chemical characteristics. The growth of S. splendida did not significantly different for phosphorus-enriched compost with and without P solubilizing microorganism treatments. Application of enriched phospho-compost fertilizer with and without P solubilizing microorganisms significantly increased the growth of S. splendida compared to control (rock phosphate.

  15. Penggunaan Azospirillum pada Tanah Masam dengan Aluminium Tinggi Terhadap Produksi dan Serapan Nitrogen Rumput Setaria splendida dan Chloris gayana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P.D.M.H. Karti

    2005-04-01

    Full Text Available High content of Al on the soil maybe harmful (toxic for plant. Red and yellow podzolic soil was marginal land that characterized by high Al content. Azospirillum is free living N fixing bacteria that can be associated with grass. This research was conducted to find the best yield of grass planted on the soil inoculated with Azospirillum. The research consisted of some steps; 1 soil sampling 2 laboratory research: bacterial isolation, isolate selection, standardized of population, content of IAA 3 pod experiment. Pod experiment in the glass house was designed in completely randomized design, that consisted of six treatments. The variables observed were dry mass production of shoot and root, nitrogen content of shoot and root, and nitrogen absorption. Four best isolates chosen were; SM Setaria, OBIS/BD, PO2 and PM2. Azospirillum isolates enhanced shoot and root production, nitrogen content and N total absorption of tolerance one (S. splendida. The susceptible (C. gayana, Azospirillum significantly enhanced shoot and root nitrogen content, but did not affect the growth, production and N total absorption. Root growth that was inhibited by Al toxicity, decreased the symbiotic capability of nitrogen fixing bacteria. PM2 isolate showed the best effect on production and quality of S. splendida as well as on C. gayana. This isolate will be used for future research. PM2 produces 6.4 ppm Indole Acetic Acid that promoted root growth.

  16. SIMPANAN KARBON DAN KANDUNGAN NUTRISI BEBERAPA SPESIES RUMPUT TROPIS ASAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN SAROLANGUN PROPINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Martaguri

    2015-06-01

    Full Text Available Grasses are known as part of palm plantation ecology and has benefits as source of ruminant feed. Besides, it is believed to have ability as Carbon Storage. However, to what extent the grass can be capable as Carbon Storage and what are the species that can be best fitted as Carbon Storage are still questionable especially for those that are grown on plantation. Thus, investigation was carried out to identify tropical grasses grown under palm plantation coverage that can be functioned as Carbon Storage as well as to determine its nutrition contents. Due to having many traditional plantations, Pauh District of Sarolangon Jambi was opted as observation area. From there, samples were taken randomly from plots and sub-plots that were pre-created. Grass samples are grouped into three groups; leave, stem and root, and taken to laboratory for analysis. Among those that were observed, Panicum brevifolium, Axonopus compressus, Centotheca longilamina, Centotheca longilamina ohwi and Schleria sumatrensis were shown their capability as carbon storage. However, those are carbon storage capable have slightly different in carbon and nitrogen contents, Acid Detergent Fiber (ADF and Neutral Detergent Fiber (NDF analysis and almost the same in fiber fractions.

  17. PRODUKSI BAHAN KERING, KOMPATIBILITAS BIOLOGIS DAN KUALITAS  TANAMAN CAMPURAN RUMPUT BENGGALA (Brachiaria decumbens DAN CENTRO (Centrosema pubescens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rusdy

    2014-06-01

    Full Text Available The objectives of this experiment to determine dry matter yield, biological compatibility and  quality of guinea grass (Panicum maximum- centro (Centrosema pubescens mixtures planted at different population. Population of guinea grass planted were 4, 3, 2, 1 and 0 plants/pot combined with 0, 1, 2, 3, 4 and 0  of centro/pot. The plants were fertilized with phosphate fertilizer at the doses of 0, 100 and 200 kg P2O5/ha and harvested at interval of 30, 45 and 90 days. Results of experiment showed that dry matter yields of mixed plant were higher than those of guinea grass or centro planted as monoculture. Guinea grass was compatible when planted with centro because their relative yield totals > 1. With increasing centro planting population and decreasing harvest interval,  relative feed value and relative forage quality increased. Based on fibre content and quality, the quality of guniea grass and centro, both planted as sole crops and mixture are categorized as low to medium.

  18. Tropical Peatland water management modelling of the Air Hitam Laut catchment in Indonesia

    NARCIS (Netherlands)

    Wösten, H.; Hooijer, A.; Siderius, C.; Dira Satriadi Rais,; Aswandi Idris,; Rieley, J.

    2006-01-01

    Human induced land use change and associated fire alter profoundly the hydrology of tropical peatlands and thus affect the functioning of entire river catchments. The hydrological model SIMGRO was used to calculate the effects of drainage on peat water levels, peat surface morphology and river flows

  19. Senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH dalam air laut di Teluk Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-12-01

    Full Text Available Research on polycyclic aromatic hydrocarbons (pahs compound at Jakarta Bay seawater were carried out on July 2011. The objectives of this research were to measure the concentration of total polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH compound, concentration of individual PAH compound, and to identify sources of PAH compound in seawater. PAH compound concentration was measured by Gas Chromatography (Gas Chromatography-Flame Ionization Detector and sources of polycyclic aromatic hydrocarbons compound were identified by diagnostic ratio analysis. The results show that the concentration of PAH compound in the middle of Jakarta Bay was higher compared to the west and the east. In the west and middle of Jakarta Bay, it is found that 11 PAH types, and 10 types in the east. Individual PAH compound dominated by high moleculer weight of PAH Benzo(aAnthracene, Chrysene, Benzo(bFluoranthene, Benzo(aPyrene, dan Indeno(123-cd Pyrene. The results of PAH compound ratio individual analysis showed that polycyclic aromatic hydrocarbons compound at Jakarta Bay seawater came from oil spill and incomplete combustion mixture of organic material such as wood, grass, fuel oil, and fuel industry combustion activity.

  20. Desain Kontrol Tracking Underactuated Autonomous Underwater Vehicle (AUV dengan Pengaruh Gangguan Arus Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilmi Rizki I

    2016-11-01

    Full Text Available Paper ini membahas masalah gerak AUV pada bidang horizontal yang dipengaruhi oleh arah sudut yaw. Arah sudut yaw merupakan ukuran utama dalam mengatur gerak horizontal pada AUV. Pengaturan gerak pada AUV berupa perubahan arah sudut yaw merupakan permasalahan kontrol tracking AUV. Kontrol tracking pada paper ini digunakan untuk kebutuhan heading control. Heading control tersebut digunakan untuk mengatur arah sudut yaw AUV agar sesuai dengan sinyal referensi yaw yang diberikan. Kompleksitas dalam mendesain heading control akibat karakteristik-karakteristik dari dinamika AUV yang high nonlinear dan uncertainty parameter yang ditentukan oleh hydrodynamic forces dan environmental forces berupa gangguan ocean current menjadi permasalahan yang tidak mudah dipecahkan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu menggunaan metode State Dependent Riccati Equations berdasarkan Linear Quadratic Tracking (SDRE-LQT. Algoritma ini menghitung perubahan permasalahan tracking pada sudut yaw dan dapat mengatasi gangguan ocean current melalui perhitungan perubahan parameter dari AUV secara online melalui algebraic Riccati equation.sehingga sinyal kontrol yang diberikan ke plant dapat mengikuti perubahan kondisi dari plant itu sendiri, termasuk perubahan parameter akibat gangguan berupa ocean current. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode kontrol yang digunakan mampu membawa sudut yaw pada nilai yang diharapkan dan gangguan arus dapat diatasi dengan memberikan nilai sinyal kontrol yang baru secara online, sehingga AUV dapat melakukan  tracking secara otomatis pada kondisi ada atau tanpa gangguan ocean current dengan dengan nilai error steady state . Kata kunci — AUV, Tracking Control, SDRE-LQT, Ocean Current Disturbance

  1. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, TRANSAKSIONAL, MOTIVASI KERJA, DAN KINERJA PERSONEL SATUAN PROVOST DETASEMEN MARKAS MABES ANGKATAN LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Adin Affandi

    2017-09-01

    Full Text Available The study aimed to investigate the effect of transformational leadership, transactional leadership and work of motivation on performance of personnel (Y provost detachment headquarter of Indonesian Navy, either simultaneously or partialy. 59 respondent from provost detachment headquarter of Indonesian Navy, completed 71 item self-reorted measures. The data collected survey and quesionares distributed to respondent. The statistic methode used was Multiple Regression. As expected, result indicated that transformational leadership, transactional leadership and work of motivation has positive effects on performance personnel. The result show that Fcount26.154 is greater than Ftable 2.77 at significant level 0.05 then H0 is rejected, which means that the transformational leadership (X1, transactional leadership (X2 and work of motivation (X3 together-equally significant effect on performance of personnel (Y. Partial test, all the independent variables have a value of significant alpa below 0.05 or tcount independent variables is greater than ttables thus proving the influence of transformational leadership, transactional leadership and work of motivation partially on performance personnel.

  2. HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN PADA PUKAT UDANG DAN ALTERNATIF PEMANFAATANNYA DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sumiono

    2012-11-01

    menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan untuk pemanfaatan HTS yang melimpah dan belum dimanfaatkan optimal. Tulisan ini membahas secara ringkas tentang densitas dan komposisi jenis ikan, daerah penyebaran, rasio HTS terhadap udang serta beberapa saran upaya pemanfaatan HTS untuk kepentingan industri perikanan. Commercially shrimp fishery in the Arafura Sea exploits a large amount of by-catch fishing composed mostly of demersal fish. In recent years, the small size of finfish and non edible crabs are found in large quantities in certain areas, meanwhile large finfish are rarely caught. Based on average value by sub areas of bycatch to shrimps, the average of ratio fish to shrimp in the Arafura Sea was 12 : 1. By-catch is remained the main issues of shrimp fishery management in the Arafura Sea. This is because of the by-catch was mostly discarded to the sea and only small portion of that by-catch was utilized by vessel’s crew. This phenomenon was ironic due to the by-catch was potentially suitable for human food consumption or processed to be animal feed. Management policies for improving the utilization of by-catch are still needed. Resource abundance and catch composition, ratio of shrimp and fish, and some recommendations for management option as a possible solution to the problem of utilization of shrimp by-catch in the Arafura Sea for fishing industry were discussed in this paper

  3. MODEL PENGENDALIAN PENCEMARAN LAUT UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TELUK JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irman Firmansyah

    2012-07-01

    Full Text Available Jakarta Bay is important in coastal management for ecological and economical approach. Another case, it’s also as a river estuary area. Many rivers pass Jakarta Capital City, Bogor, Tangerang and Bekasi areas. The objective of this research were conducted to identify kind of source contamination, assimilation capacities of Jakarta Bay, important elements for contamination effect, and then to construct Sea Contamination Control model, for management policy instruction to prevent Jakarta Bay contamination. This research was operated from Agustus 2005 until April 2006. The analysis of this research used the system approach (dynamic system model. The contamination sources of this area were domestic waste, industrial disposal and waste of market. This contamination levels have an exceeded assimilation capacities: TDS is equal to 2 313 609.07 ton/month, PO4 is equal to 518.85 ton/month, SO4 is equal to 141 610.11 ton/month, MBAS is equal to 441.87 ton/month, KMnO4 is equal to 23 785.43 ton/month, BOD is equal to 16 369.05 ton/month, dan COD is equal to 52 983.15 ton/month. The interpretative structural modelling (ISM indicated that there are five primary factors, namely law enforcement, good cooperation of stakeholders, good relation of area management, good compromise of need assessment, vision, target and mission to managing the environment. Keywords: assimilation capacities, contamination, dynamic system model, jakarta bay

  4. DINAMIKA POPULASI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson DI PERAIRAN TELUK KWANDANG, LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tegoeh Noegroho

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tenggiri merupakan komoditas penting yang pengusahaannya telah dilakukan secara intensif untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik dalam negeri  maupun ekspor.Belum adanya kontrol baik penangkapan dan biologi terhadap pemanfaatannya dapat membahayakan keberlanjutan perikanan ikan tenggiri. Penelitian telah dilakukan pada Februari-Desember 2012 di Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara yang potensial sebagai daerah produsen ikan tenggiri. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis parameter dinamika populasi seperti laju pertumbuhan, tingkat kematian, tingkat eksploitasi, dan pola rekrutmen ikan tenggiri (Scomberomorus commerson. Sampel ukuran ikan tenggiri diambil secara acak dari hasil tangkapan kapalpurse seine(pajeko dan pancing ulur (handline. Data ukuran ikan yang diperoleh digunakan untuk perhitungan frekuensi panjang, hubungan panjang berat, dan dinamika populasi. Beberapa parameter dinamika populasi diestimasi dengan menggunakan program FISAT II. Dari parameter pertumbuhan Von Bertalanffy diperoleh L∞ (cm dan laju pertumbuhan (K masing-masing 142,3 cm dan 0,81/ tahun. Laju mortalitas total (Z sebesar 1,19 per tahun. Tingkat kematian karena penangkapan (F sebesar 0,53/tahun lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kematian alami (M sebesar 0,66/tahun. Tingkat eksploitasi (E ikan tenggiri di Teluk Kwandang adalah 0,39/tahun, yang artinya dalam kondisi hampir fullexsploited (Eoptimalsebesar 0,40/tahun. Pola rekrutmen ikan tenggiri terjadi dua kali, puncak pertama terjadi pada Maret-Juli (76,37%, dan yang kedua pada September-Oktober (23,63%. Narrow barred spanish mackerel is an an important commodity that has commercialized intensively to fulfill needs of the market, both domestic and exports. A research has been conducted in February-December 2012 in Kwandang, North Gorontalo regency. The purpose of this study is to analyze the dynamics of population parameters such as growth rate, mortality rate, exploitation rates, and recruitment patterns of spanish mackerel (Scomberomorus commerson. Sample size of spanish mackerel was taken at randomly from the purse seiner and handline catches. Data of size obtained were used for analyzed of population dynamics parameter. Some population dynamics parameters wereestimated using the program FISAT II. Von Bertalanffy growth parameters was derived L∞ and growth rate (K, 142.3 cm and 0.81/year cm, respectively. Total mortality was 1.19/year. Fishing mortality rate (F was 0.53/year lower than natural mortality rate (M 0.66/year. Exploitation rate (E of spanish mackerel in the Kwandang Bay was 0.39, that almost full exploited when compared with Eoptimum 0.40. Recruitment pattern of spanish mackerel was occured twice, the first take a place in March-July (60.09%, and the second in September-October (18.14%.

  5. BENTURAN ANTARA KREDITOR PRIVILEGE DENGAN KREDITOR PREFEREN PEMEGANG HIPOTEK KAPAL LAUT TERKAIT ADANYA FORCE MAJEURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fani Martiawan Kumara Putra

    2013-01-01

    Full Text Available Property rights will engender creditors, creditors which are produced due to the existence of zakelijke zekerheid (property guarantee are preferred creditors who has various superior characteristics, including the payment will be prioritized than other concurrent creditors. But the superior characteristics of the preferred creditors will looks weak when it crashed with privilege creditors which the existence are regulated in Law. The conflict between preferred creditors and privilege creditors makes the preferred creditors character become so weak, it is related to debt fulfillment because of force majeure and guarantee payment by the insurance company. This situation happened because when there was a force majeure, then the preferred creditors now should be just a concurrent creditors but they still hold the characters of preferred creditors because of the implication of the promises when the ship mortgage agreement made.

  6. KAJIAN DAERAH TERINTRUSI AIR LAUT DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sukearsana

    2016-01-01

    Full Text Available The total population of District Kuta Utara 2014 recorded 68.422 people with an average population density of 2,021 people/km2 while the number of tourism accommodation facilities (hotels, villas, restaurants recorded 399 pieces. The rapid of population growth and the development of tourism accommodation facilities require ground water more increasing. Intake of large amounts of ground water potential to cause pollution/ sea water intrusion. This study aims to determine the quality of the groundwater, knowing distribution maps sea water intrusion and to predict the level of sea water intrusion coming years. This research method uses descriptive quantitative method. Furthermore, to determine the quantity and quality of ground water was measured groundwater levels and analysis of the parameters of temperature, total dissolved solid, pH, chloride, hardness and electrical conductivity of the 60 sample wells. Results of analysis of each of the key parameters that can be mapped and known overlay distribution maps sea water intruded area. The observation of the quantity and quality of groundwater in coastal areas of Kuta Utara subdistrict shows the range of the depth of the ground water level between -5.15 meters to -22.16 meters. Results of the analysis of ground water quality of the 60 groundwater samples showed that there has been a decline in the quality of ground water is as much as 14 samples total dissolved solid (TDS the highest reaches 1,122 mg/ l, the highest electrical conductivity reached 1,677 ìMhos / cm and the highest chloride reached 532, 5 mg/l. Distribution maps sea water intruded area shows that in coastal areas troubled district of Kuta Utara indicated seawater intrusion, especially in the area of Petitenget and Batubelig, Kerobokan Kelod Village area of 78.44 Ha. Prediction of sea water intrusion in 2022 was highest in the area of tourism accommodation caused by ground water extraction enough much, kind of gray-brown soil regosol has a rough texture and high permeability characteristics so it is easy to pass groundwater.

  7. TELAAHAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PERAIRAN BARAT LAUT DUMAI – RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahminan Syahminan

    2015-08-01

    Full Text Available This research was conducted in Dumai sea western waters, Riau Province. Dumai marine waters are part of the territorial waters of Riau that relate directly to the Strait of Malacca, and are at Rupat Strait region, and has a high accessibility of the region, both locally and internationally. Dumai waters is also an estuary waters affected by the activities of the land, and the waters that receive input from various types of waste from various activities in Dumai city and surrounding areas. The research was aimed to knowing the general condition of the Dumai sea western waters, analyzing the content of Pb and Cd in sediments, observing the correlation between organic matter and heavy metal of Pb and Cd, and find out the status of pollution Dumai Sea Western Waters by comparing the results of the analysis with some quality standard countries, The method used is a survey method. Based on the Decree of The Minister of Environment No. 51 of 2004, that the general condition of the Dumai sea western waters still can support the life activities of marine organisms in the waters. The results showed that the concentrations of Pb and Cd in sediments of Dumai is below the threshold value. The results of simple linear regression analysis of heavy metals Pb and Cd with organic matter content showed that the concentration of heavy metals Pb and Cd is not influenced by organic matter content or have a very weak correlation with linear regression equation consecutive y = 0,0834x + 7,7866 and y = -0,001x + 0,0559. The status of pollution of Dumai sea western waters for Pb 8,76 µg/g and Cd 0,04 µg/g still under quality standardsKeywords: Dumai Sea Western Waters, Sediments, Heavy Metal Pb and Cd

  8. Senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH dalam air laut di Teluk Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward .

    2014-01-01

    Full Text Available Research on polycyclic aromatic hydrocarbons (pahs compound at Jakarta Bay seawater were carried out on July 2011. The objectives of this research were to measure the concentration of total polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH compound, concentration of individual PAH compound, and to identify sources of PAH compound in seawater. PAH compound concentration was measured by Gas Chromatography (Gas Chromatography-Flame Ionization Detector and sources of polycyclic aromatic hydrocarbons compound were identified by diagnostic ratio analysis. The results show that the concentration of PAH compound in the middle of Jakarta Bay was higher compared to the west and the east. In the west and middle of Jakarta Bay, it is found that 11 PAH types, and 10 types in the east. Individual PAH compound dominated by high moleculer weight of PAH Benzo(aAnthracene, Chrysene, Benzo(bFluoranthene, Benzo(aPyrene, dan Indeno(123-cd Pyrene. The results of PAH compound ratio individual analysis showed that polycyclic aromatic hydrocarbons compound at Jakarta Bay seawater came from oil spill and incomplete combustion mixture of organic material such as wood, grass, fuel oil, and fuel industry combustion activity.

  9. OPTIMISASI HASIL TANGKAPAN PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2016-04-01

    The dynamic and existence of purse seine fisheries operated in the Java Sea need to be explored from a broader view to manage the fisheries. This situation allow to describe and discuss the integration of bio-economy to determine the level optimum of catch, fishing effort and biomass, through application of surplus production models and concepts Gordon & Schaefer. It has been generally accepted that most of fisheries management reference points rely on effort level which produces maximum economic yield (MEY rather than at effort level produces maximum sustainable yield (MSY. Overall, the higher the ratio price/exploitation cost (p/c then optimum sustainable yield (OSY close to MSY.  If OSY or TAC (Total Allowable Catch seriously applied as a baseline of fisheries management plan on purse seine fleets in the Java Sea, the on going fishing efforts should be decreased by about 30%. In addition a regular monitoring and control of technological creep or effort creep including additional investment restrictions on other inputs must be done.

  10. ANALISIS LINGKUNGAN PERAIRAN UNTUK ZONA PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT DI TELUK GERUPUK KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUS MULIADI PUTRA

    2015-06-01

    Full Text Available This research aims to identify the water suitability and carrying capacity level based on marine culture activity used. The research treated on May to July 2011 at Gerupuk Bay, Subdistrict of Pujut, Central Lombok Regency. The methods used in this research are analyzing the parameter, processing the data, and analyzing the data based spatial named Geographic Information System (GIS. This analysis proves that Gerupuk Bay might be used as marine culture development area with total area 339,768 Ha. Highly suitable area with 60,343 Ha, is for seaweeds area. For grouper fish most of the area is marginally suitable area with 99,198 Ha, for moderately suitable is 68,105 Ha and for unsuitable area found is 112,122 Ha. After identifying the data, the total maximum carrying capacity area for seaweeds activity is 8 units for long line which 7 units (87,5% have been used, and 18 units for floating raft method which 10 units (55,5% have been used. The maximum total unit for the grouper fish is 26 units for net floating cages method whlch only 1 unit (4% has been used. Finally, the conclusion of U1is research is that the water environmental for each marine culture activity is less then 50% of all area. For lhe estimation of the maximum carrying capacity of grouper fish is less then 50%, in other hand the maximum carrying capacity of seaweeds is up to 50%.

  11. SUMBER DAYA LAUT INDONESIA DALAM KANCAH MASYARAKAT EKONOMI ASEAN, ANTARA JEBAKAN REIFIKASI DAN DEEP ECOLOGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rustamaji

    2014-06-01

    Full Text Available The  sea area of  Indonesia  reached 5.8 million  km2, with  a cluster of more  than 17,500  islands, promising a great  resource  in  facing  the ASEAN  single market. A  coastline  of  81,000  km which  is  actually  the  second longest  in  the world  after  Canada,  potentially,  become  a  storefront  variety  of  national  products which  are marketed around  the world.  But  the  single market  proposed  in  Asean  Economic Community  (AEC,  leaving homework, which  is  not  simple  in  the  ecological  sector.  The purpose  of  this writing  is  actually wanting  to show challenges  that must be faced when AEC creating  a single ASEAN market. Based on  the categorization of  legal  study analysis method,  the method  in use,  including method of dogmatic  research which developed legal  studies  as  a dogmatic  law  (Rechtsdogmatiek.  The  results  showed  that,  consciously or  not,  the Asean single market has brought a new myth called rationality efficiency of the commodity. Horkheimer and Adorno in  their  enlightment  dialectic  explained  that  in  the  field  of  economy,  efficiency  is  the  law  of  the market, substitutes  all  kinds of  feudal  and  religious  restrictions.  Then  rationality  equated with  efficiency. When  this efficiency is applied in the dynamics of the capitalist economy, what happens next is the entire field of human life will  become  a  commodity.  Then  came  the  so-called  reification,  that  is when  everything  becomes  acommodity,  people  no  longer  feel  enjoy  but  only  for  the  sake  of  consumption without  establishing  social relations  in  the  true  sense. At  this  situation,  the  ecological  damage  becomes  inevitable,  even  consideredreasonable  as  a price worth paying.  Law, which  in  essence  is  the  ethical  conversation  humans  to  produce justice,  easily  forgotten  because  of  greed.  In-depth  perspective  on  the  ecological  (deep  ecology, which essentially  is  in  the  interests  of  civilization,  began  excluded. But  all  such  reification  excesses  can  be  avoided when the law still pursued progressively, so the law must arrive at the radicality demolition on law assumptions. The  law  is not only  to  check  the  fairness,  but  it  should produce  justice, even  a new  kind of  justice,  namely justice  for the sake of  future generations  (intergeneration  justice.  It can be concluded  that the ocean  should not only being  taken  for  its wealth  resources  in  the  trap of  reification of  the ASEAN  single market, but also should be maintained,  its preservation  for  the  sake of our next generation  in  regard of  deep ecology.

  12. Pengaruh Rendaman Air Laut terhadap Kapasitas Rekatan GFRP-Sheet pada Balok Beton Bertulang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mufti Amir Sultan

    2017-04-01

    Full Text Available Construction of concrete structures that located in extreme environments are such as coastal areas will result in decreased strength or even the damage of the structures. As well know, chloride contained in sea water is responsible for strength reduction or structure failed were hence maintenance and repairs on concrete structure urgently needed. One popular method of structural improvements which under investigation is to use the material Glass Fiber Reinforced Polymer which has one of the advantages such as corrosion resistance. This research will be conducted experimental studies to investigate the flexural behavior of reinforced concrete beams with reinforcement GFRP-Sheet immersed in sea water using immersion time of 1, 3, 6 and 12 months. Test specimen consists of 11 pieces of reinforced beams with dimensions (15x20x330 cm that had been reinforced with GFRPSheet in the area of bending. The test specimen tested by providing a static load until it reaches the power limit, to record data during the test strain gauge mounted on the surface of the specimen and the GFRP-Sheet to collect the strain value. The result of analysis indicates the bonding capacity of GFRP Sheet decreases about 11.04% after immersed for 12 months in sea water.

  13. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DI KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus di Kecamatan Pulau Laut Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Rabiatul Adawiah

    2016-05-01

    Full Text Available The aims of the research were to identify and describe the form of the community’s participation in the waste management of urban area in the Kotabaru Regency; to know the community’s participation level for the waste management of urban areas; and to know the affecting factors the community’s participation for the waste management of urban areas. The research was conducted in Kotabaru Regency. The sampel village was determined purposively, namely semayapVillage, North Sea Island Subdistrict. Where was included the ragion of the waste management for the urban Development and Housing Service Kotabaru Regency, with the most densely number of inhabitant and household. Data collection used survey and interview method. Sampling was in accidental method on 10% of the total sample populationin the three of the most densely neighbourhood associations (RT on the sample village. The results showed that the community’s participation in the waste management of urban areas in the Kotabaru Regency observed to community activity related with the cleanliness of the residence and the environment around, covered three stages, namely planning, the implementation and the supervision. The community’s participation for the waste management of urban areas in the Kotabaru Regency, totally dominant was classed as moderate to high, and very few be classed as low, so as the hypothesis that the level of the community's participation in the waste management of urban areas in the Kotabaru Regency still was classified as low could be refused. The community’s participation level for the waste management of urban areas was significantly affected by formal education level and the government institution role, but that was not affected by age and household income.

  14. TANTANGAN SISTEM KOMUNIKASI LAUT DI INDONESIA SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Windyandari

    2012-02-01

    Full Text Available Shipping safety topics lately skyrocketed in the surface and became a hot news, both print and electronic media,along with marine accidents which occurred in late 2006 and early 2007. The role of shipping safety in marinetransportation system is essential for this type of transport is reflected as full-tinged danger and threat of storms,fog, and the movements of the sea as waves, currents, sea corals, sedimentation and cruise lines are fixed andchanged. That’s why our shipping have very high risk, and therefore the safety aspects must be absolutelyguaranteed.Therefore necessary communication equipment that support the safety of the ship sailing. Due to sophisticatedcommunications equipment on board, will reduce the number of ship accidents and casualties in the case ofaccident in shipping.

  15. Internet(forschung in der arabischen Welt: Laute Hoffnungen, leiser Wandel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ines Braune

    2011-05-01

    Full Text Available Seit der Einführung neuer Medien in der arabischen Welt werden immer wieder die Hoffnungen und Visionen genährt, der veränderte Zugang zu und Umgang mit Informationen bringe die starren Systeme ins Wanken. Satellitenfernsehen versprach erstmals Zugang zu Informationen (und Unterhaltung, die nicht von den jeweiligen nationalstaatlichen Fernseh- und Rundfunkanstalten für die Bevölkerung konzipiert waren. Standen die Entstehung und Entwicklung der Rundfunk- und Fernsehsysteme in engem Zusammenhang mit der Etablierung der Nationalstaaten nach ihrer Unabhängigkeit, so versprach der Zugang zu Informationen über auswärtige Kanäle neue Impulse für die Entwicklung. Die Regierungen der arabischen Staaten reagierten in den 1990er Jahren zunächst mehr oder weniger restriktiv auf die Einführung des Satellitenfernsehens bis sie selbst Satellitensender entwickelten. Viel unbeherrschbarer scheinen die Konsequenzen, die mit der Einführung des Internets verbunden sind. Losgelöst von raumzeitlichen Grenzen werden Informationen für jedermann verfügbar, auch für die politischen Oppositionsbewegungen, die sich mit Hilfe des Internets sammeln und vereinen können.

  16. STUDI DAMPAK PERKEMBANGAN PEMBENIHAN IKAN LAUT TERHADAP PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suko Ismi

    2012-11-01

    Full Text Available The purpose of this research is to investigate influence of marine fish hatchery to degradation environmentalquality in Gerokgak District, measurement was done through physical, chemical and microbiologycal analysis.Thesample was taken from 17 stations well water, and 8 stations sea water with 2 stations coming from water discard marinefish hatchery of Gondol Orchard. Data analysis of wells water to campare with water quality standart category I and seawater comparing with the live for animal sea water according to Regulation of The Governor Bali No. 8 Year 2007. Seawater pollutan level was counted through index of diversity and integrated score, to know the resemblance physical andchemical caracteristic among station was analysis by cluster.Result of the research indicates that some parameters of wells water have passed standart water quality namely :Salinity, BOD5, nitrit, phospat, iron , mangan, copper, zink, cobalt, cadmium, dan bacteria coliform feces content. Clusteranalysis wells water if we classify into 3 groups namely first group station 2, 4, 5, 8 until 17, the location of wells 2, 4 and5 near for hatcheries but have resemblance caracteristic with wells far for hatcheries that is station 8-17. Second groupstation 3, 6 and 7 have location near hatcheries and third group station 1 only near hatcheries location. Nearness betweenstation on one group caused resemblace caracteristic, although different wells distance. Parameters sea water have passedstandart water quality namely : nitrat and phospat. Can be found 21 genus plankton from 6 phylum with composition 61%Bacillariophyta, 5% Cyanophyta, 10% Protozoa, 5% Ctenophora, 14% Arthropoda. Index diversity (H’ 0.078 – 1.968 itindicates about medium to high pollution, index uniformities (E 0,033 – 0,473 its means that uniformities low tomedium, index domination (C 0,167 – 0,974 it’s meaning have domination partial of plankton a low until high. Integrated score rate have value 4,63 – 6,25 the meaning is water have a medium until heavy of pollution. Cluster analysissea water if it is classified into 3 groups namely first group that is station 1 until 5 that in coastal area with direct watercoming from discard water marine fish hatchery different caracteritic with second group station 6,7 and 8 this area farfrom the beach, next third group B1 and B2 this station water discard from marine fish hatchery.

  17. Gumuk gunung api purba bawah laut di Tawangsari - Jomboran, Sukoharjo - Wonogiri, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gendoet Hartono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no1.20084This paper discusses the study on the basalt volcanic rocks and the volcano morphology indicating the existence of an ancient submarine volcano in Tawangsari-Jomboran sub-regency, Sukoharjo- Wonogiri, Central Java. In general, this basalt volcanic rocks were identified as andesite breccia which might be grouped into the Mandalika Formation of Oligosen-Miosen age (Surono et al., 1992. The origin of the Mandalika Formation in relation to the classic sedimentation process and the submarine volcanism is still needed to be evaluated. The present study was based on the detailed descriptions of the rocks both in the field and in the laboratory. The autoclastic basalt outcrops consisting of breccias show the characteristics of the igneous rock fragment component embedded in the groundmass with the same composition, namely igneous rock, dark grey to black in colour; porphyritic texture, rough surface, brecciated; pillow structures, massive, fine vesicularities, amygdaloidal filled with calcite, and radial fractures; calk-alkaline andesite composition ( SiO = 54.71% , K O = 1.15% . This rock body attains the  dimension of 2 - 5 m length, and 40 cm - 1 m in diameter with the direction of the deposition varies following the direction of the eruption source. Brecciated structures on the surface was controlled by the high cooling rate and the low flow, while the interior of the rock is massive because it was not in a direct contact to the cooler mass outside. Autoclastic basalt breccias and or the pillow basalt lava was interpreted to be formed by the undulating low gradient of morphology with the average angle of <10o. On the other hand, the low basaltic magma viscosity produced the effusive eruption related to the formation of the low angle morphology. The distance between the hills generally composed of pillow basalt is between 500 m - 1 km. The typical pillow structure of the igneous rock as described above is interpreted to be the product of the lava flow related to the effusive eruption  from a submarine volcano located under or close to the seawater surface.   

  18. Kultur In-vitro Anggur Laut (Caulerpa lentilifera dan Identifikasi Jenis Mikroba yang Berasosiasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI WAYAN SUNITI

    2013-08-01

    Full Text Available This research aims to find the best condition for the cultivation of fragment of Caulerpa lentilifera, to determine the factors that influence its growth in-vitro, and to identify the types of microbes associated. The study was conducted at the Marine Tech Laboratory and Marine Biology Laboratory of Udayana University. The study begins with the in-vitro culture of C. lentilifera seaweed at the incubator and the tank. The observations of the morphology and the seaweed growth to determine the suitable conditions, the influens of growth factors and microscopic observation to determine the types of microbes were associated. The best results in in-vitro culture in incubator was achieved by provision of 2 ml of PES in 500 ml of sea water, 5000 lux of light intensity, 12 hours irradiation and 100% medium replacement once a week. Best results in-vitro culture in the using net method was achieved by provision of 3500 lux light intensity, 12 hours irradiation and 70% culture replacement once a week. The microbes associated with the C. lentilifera came from the protozoa phylum, flagellate, and cilliata classes.

  19. Kultur In-vitro Anggur Laut (Caulerpa lentilifera) dan Identifikasi Jenis Mikroba yang Berasosiasi

    OpenAIRE

    NI WAYAN SUNITI; I KETUT SUADA

    2013-01-01

    This research aims to find the best condition for the cultivation of fragment of Caulerpa lentilifera, to determine the factors that influence its growth in-vitro, and to identify the types of microbes associated. The study was conducted at the Marine Tech Laboratory and Marine Biology Laboratory of Udayana University. The study begins with the in-vitro culture of C. lentilifera seaweed at the incubator and the tank. The observations of the morphology and the seaweed growth to determine the s...

  20. Isolasi dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder dari bakteri laut Streptomyces sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad bahi

    2012-12-01

    Full Text Available Streptomyces is one of bacterial genus which has been considered as a potential source of many novel antibiotics from both terrestrial and marinemicroorganism. In this paper, four secondary metabolites have been isolated and characterized from a marine Streptomyces sp. B5798, namely phydroxyphenylaceticacid (2, indole-3-carboxylic acid (3, indole-3-acetic acid (4, and Macrolactin A (5, respectively. Two of them are commoncompounds, namely indole-3-carboxylic acid (3 and indole-3-acetic acid (4. The 3,4-dihydroxybenzaldehyde is a degradation product of phydroxyphenylacetic(2 in microorganism. Macrolactin A (5 showed cytotoxicity against brine shrimps test (A. salina. All structures of the isolatedcompounds were elucidated based on spectroscopic and mass spectrometry data.

  1. STATUS BAKU MUTU AIR LAUT PERAIRAN TELUK AMBON LUAR UNTUK WISATA BAHARI KAPAL TENGGELAM SS AQUILA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guntur Adhi Rahmawan

    2017-09-01

    Full Text Available Ambon Bay waters consist of two parts, Inner Ambon Bay and Outer Ambon Bay separated by a gap that is narrow and shallow. Ambon Bay has a lot of functionality and usability both in transportation, conservation, and tourism. The existence of one of the sites SS. Aquila sinking ship that sank since May 27, 1958, became one of the tourist attraction diving in Ambon Bay. Determination of water pollution index Ambon Bay becomes very important to do as support material and development of sea travel. Determining pollution index is done by direct measurement using the sea water quality parameters Water Quality Checker (DKK TOA WQC Type-24, as well as laboratory analysis to determine the chemical parameters of seawater (pH, TSS, salinity, turbidity, oil, grease. The results showed that the waters of the Bay of Ambon Affairs based on some parameters water quality standard for marine tourism is still included in accordance with the standard criteria by Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 on Guidelines for Determination of Water Quality Status.

  2. STUDI KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN DI DAERAH BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DI TELUK KAPING DAN TELUK PEGAMETAN, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bejo Slamet

    2012-11-01

    Full Text Available The purpose of this study was to know the coastal environmental quality of Kaping and Pegametan Bay coastal area. Thestudy was conducted from 14 stations with 3 replicates of water sampling and 5 replicates of makrozoobenthos sampling.The result showed that water quality namely TSS, DO, NH3 and BOD5 were still in line criterion stated by office of KLH(2004. About 49 species of makrozoobenthos were examined, with abundance of makrozoobenthos was 58-209 ind./ 1,125 cm2 anddiversity indeks was 1,56-2,91. The result on the integrated water quality analyses showed that the water quality all of station wasclassified to light pollution.This result showed that the enviromnental of Kaping Bay dan Pegametan Bay coastal area was competent for mariculturealthough lower compered with control. For the continuity of fisheries aquaculture in Kaping Bay dan Pegametan Bay, Long termeffort in environment conservation is needed better stretegy and action in an integrated and sustainable manners.

  3. PERUBAHAN RUANG PADA TRADISI SEDEKAH LAUT DI KAMPUNG NELAYAN KARANGSARI KABUPATEN TUBAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helena Ramantika

    2014-12-01

    Full Text Available Tradition “Sedekah Laut” often done by fishing communities is one of Indonesian culture. Karangsari village is one of the villages that still maintain this tradition. It becomes  a form of gratitude in daily life, after their needs can be fulfilled well, the health of local residents guaranteed, and they got  abundant catches. This study aimed to identify space changes in either micro, meso and macro scales of the tradition. The method used in this research is qualitative descriptive exploring the space and activities in it. The result showed that there was a change in the space in the tradition activity which occurs either in micro, meso and macro scales. The space chages followed the needs of the process in the tradition.

  4. PENELITIAN TENTANG CARA PENGOLAHAN IKAN LAUT (TONGKOL DAN KEMBUNG YANG AMAN UNTUK KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2012-09-01

    Full Text Available Incidence of food poisoning are still happening. Result of a study as reported by the Directorate General of Communicable Disease Control, Ministry of Health, indicated that the poisoning are frequently caused by sea fish especially tuna fish (Auxis thazard. That's why Health Ecology Research Centre has done another research to find a safe way how to cook sea fish especially tuna fish for safe consumption. This research was conducted from June 1997 until March 1998. The samples consisted of tuna fish (Auxis thazard and kembung fish (Rastrelliger spp bought from Fish Auction in Cilincing and Cilincing market. The fishes were carried in an ice box to be analized in the laboratory and prepared in different cooking methods: fresh steamedfish, fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. Measurement of histamine levels were done by the Mopper Method and observation of microflora for fungi and bacteria, to know wich way of cooking fish was related to the lowest histamine level. By analizing histamine level it was found that fresh steamed fish contained the lowest histamine (tuna 6,34 ppm, kembung 3,91 ppm,fish cooked in coconut milk (tuna 8,11 ppm, kembung 5,20 ppm, fried fish (tuna 14,86 ppm, kembung 13,18 ppm and grilled fish (tuna 31,12 ppm, kembung 19,49 ppm. It has been proven that the histamine level of cooked fresh fish is less than 50 ppm (US Food and Drug Administration/FDAs, allowable concentration. The conclusion of this research : to cook fresh fish is the best and that fish must be handled carefully. The rotary histamin content was lowest in fresh steamed fish, followed by fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. The kinds of fungi found were : Aspergillus niger, Aspergillus ochraceus, Khamir and Rhizopus sp. In the cooked fish we did not find any pathogenic bacteria.

  5. PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN DI LAUT MELALUI YURISDIKSI MAHKAMAH PIDANA INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yordan Gunawan

    2012-06-01

    Full Text Available The international community, nowadays is facing the most serious problem of the piracy in the sea on a large scale than ever before. Todays piracy is destroying and disturbing the shipping industry worldwide with the modern way. The problem of piracy becomes increase day by day rather than to decrease. It is universally called as hostis humani generis. The piracy today is directed against victims from around the world, creates harms that are felt by the international community, and involves many of the same violation, as like as a murder and hostage-taking, that are used to commit the crimes within the jurisdiction of International Criminal Court (ICC. The main purpose of this paper is to describe the piracy in details which could be seen in some international laws concerning this problem as for UNCLOS 1982 and SUA Convention 1988. This paper also will elaborate how piracy could be called as a crime under international law, as well as the jurisdiction of the ICC. This permanent international judicial body is empowered to prosecute crimes of concern to the international community as a whole, in accordance with the Rome Statute 1998 and ICC is expected to fullfil the impunity as the biggest obstacle for countries to bring the pirates into the justice.

  6. SISTEM PERAKARAN BIDARA LAUT (Strychnos lucida R.Br. UNTUK PENGENDALIAN TANAH LONGSOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ogi Setiawan

    2013-12-01

    Full Text Available One of potential Non Timber Forest Products (NTFPs in West Nusa Tenggara and Bali is Strychnos lucida R.Br. which is used for medicinal purposes. The species is also potential to use in land rehabilitation of dry land where it offers an additional benefit of landslide control. Part of the plant which has important role in landslide control is root system. Therefore this study aimed to investigate the Strychnos lucida root system in landslide control. The study was held in Bali Barat National Park. Root characteristics observed in the study were the penetration position in the soil, root architecture, and Index of Roots Anchoring (IRA and Index of Roots Binding (IRB. The result showed that Strychnos lucida root was able to penetrate into deep soil layer and had R-tipe root architecture which can increase shear resistance of soil. Value of IRA and IRB indicated the species had a more vertical roots in every growth stage and a high enough horizontal roots. Based on its root characteristics, Strychnos lucida was able to decrease landslide risk, especially shallow and surface landslide.Keywords: Strychnos lucida R.Br., root system, landslide

  7. KEBIJAKAN RUMPONISASI PERIKANAN PUKAT CINCIN INDONESIA YANG BEROPERASI DI PERAIRAN LAUT LEPAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duto Nugroho

    2013-11-01

    Indonesia would always be rely on social dimension. Nevertheles, reorientation on fishers understanding on controllable number of fishing vessels and its technological creeps should strongly be implemented to avoid collapse their existing fisheries.

  8. PENELITIAN TENTANG CARA PENGOLAHAN IKAN LAUT (TONGKOL DAN KEMBUNG YANG AMAN UNTUK KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2012-09-01

    Full Text Available Incidence of food poisoning are still happening. Result of a study as reported by the Directorate General of Communicable Disease Control, Ministry of Health, indicated that the poisoning are frequently caused by sea fish especially tuna fish (Auxis thazard. That's why Health Ecology Research Centre has done another research to find a safe way how to cook sea fish especially tuna fish for safe consumption. This research was conducted from June 1997 until March 1998. The samples consisted of tuna fish (Auxis thazard and kembung fish (Rastrelliger spp bought from Fish Auction in Cilincing and Cilincing market. The fishes were carried in an ice box to be analized in the laboratory and prepared in different cooking methods: fresh steamedfish, fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. Measurement of histamine levels were done by the Mopper Method and observation of microflora for fungi and bacteria, to know wich way of cooking fish was related to the lowest histamine level. By analizing histamine level it was found that fresh steamed fish contained the lowest histamine (tuna 6,34 ppm, kembung 3,91 ppm,fish cooked in coconut milk (tuna 8,11 ppm, kembung 5,20 ppm, fried fish (tuna 14,86 ppm, kembung 13,18 ppm and grilled fish (tuna 31,12 ppm, kembung 19,49 ppm. It has been proven that the histamine level of cooked fresh fish is less than 50 ppm (US Food and Drug Administration/FDAs, allowable concentration. The conclusion of this research : to cook fresh fish is the best and that fish must be handled carefully. The rotary histamin content was lowest in fresh steamed fish, followed by fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. The kinds of fungi found were : Aspergillus niger, Aspergillus ochraceus, Khamir and Rhizopus sp. In the cooked fish we did not find any pathogenic bacteria.

  9. Identifikasi longsoran bawah laut berdasarkan penafsiran seismik pantul di perairan Flores

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kris Budiono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no1.20092Submarine sliding frequently cause tsunami or a high velocity big wave around the submarine slid- ing area which enable to reach a long distance. This sliding is not always as a causal factor for hazard and even associate with storm and earthquake. Some of them occur in a narrow area and it’s just formed due to gravitational movement. Different with mechanism of landslide, which is commonly due to water saturated soil, the submarine sliding is a more complex event. The submarine sliding is an important natural process which causes a big volume of sediment mass moves from a shallow area to a much deeper area of seafloor. There are many types and causal factors of seafloor instability, but the sliding terminology is predominantly used for the phenomena. A variety of seafloor materials, environments and sediment masses are some extreme influential factors in creat- ing the types of submarine sliding. The reflector of seismics is usefull to interpret the indications of the occurrence of geological structure and sub-marine slumping In case of the Flores Sea, earthquake is a major causal factor for creating submarine sliding. The bigger magnitude of earthquake, the greater the dimension of submarine sliding. Eventually, it may affect to the more possible occurrence of a potential hazardous tsunami.  

  10. STUDI KOMPARATIF ANGKUTAN BARANG MENGGUNAKAN MODA LAUT DAN DARAT DI PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Ridwan

    2012-02-01

    Full Text Available A comparative study of the use of marine and land modes of transportation of goods, aiming to get the value ofgoods transport which is more economical, especially in Java. The output from this study can be used asstepping and the consideration for the government in planning the transport infrastructure of goods and assistemployers to make decisions in order to utilize the mode of transport of goods/ containers that will be marketed.There are many modes of transport that can be utilized in the transportation of goods, namely land modes:Railway containers, trucks/ trailer containers, marine modes: container ship, barge and container ship, RoRocontainer and trailer / truck, so it is necessary for technical and economic studies to assess the transport ofgoods by means of which one is more economical.The results of this study, is the most economical freight rate is the mode of sea transportation of container bargethat only Rp. 13,028,845.93 / TEU (Rp. 651,4/kg.

  11. Identifikasi longsoran bawah laut berdasarkan penafsiran seismik pantul di perairan Flores

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kris Budiono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no1.20092Submarine sliding frequently cause tsunami or a high velocity big wave around the submarine slid- ing area which enable to reach a long distance. This sliding is not always as a causal factor for hazard and even associate with storm and earthquake. Some of them occur in a narrow area and it’s just formed due to gravitational movement. Different with mechanism of landslide, which is commonly due to water saturated soil, the submarine sliding is a more complex event. The submarine sliding is an important natural process which causes a big volume of sediment mass moves from a shallow area to a much deeper area of seafloor. There are many types and causal factors of seafloor instability, but the sliding terminology is predominantly used for the phenomena. A variety of seafloor materials, environments and sediment masses are some extreme influential factors in creat- ing the types of submarine sliding. The reflector of seismics is usefull to interpret the indications of the occurrence of geological structure and sub-marine slumping In case of the Flores Sea, earthquake is a major causal factor for creating submarine sliding. The bigger magnitude of earthquake, the greater the dimension of submarine sliding. Eventually, it may affect to the more possible occurrence of a potential hazardous tsunami.  

  12. Hak Ulayat Laut dalam Perspektif Otonomi Daerah di Kepulauan Kei dan Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roberth Kurniawan Ruslak Hammar

    2012-02-01

    Full Text Available Structure of customary right for land go out to sea as source of subsistence at society of Moluccas and Papua, existence still be confessed and adhered, goodness by citizen of federation punish, and also the foreigner, and if impinged to be sanctioned coherent. Autono­mous execution of area hotly the reform and on the side of socialize, giving living space for execution of rights of customary right for land of deep sea construct reinforcement of rights socialize custom utilize to support area development.

  13. Pengaruh suplementasi serat Psyllium husk dan diet rendah kalori seimbang terhadap berat badan, kadar kolesterol high-density lipoprotein, dan trigliserida serum pada obes I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irnawaty Rasyid

    2014-07-01

    Full Text Available Background: The increased prevalence of obesity will bring a great impact in the health sector, due to the effect of the influence of organ in the body such as type 2 diabetes mellitus (T2DM and cardiovascular disease (CVD. Reduced energy diet and exercise are effective for management weight loss. During the restriction diet, an obese person should increase the amount of dietary fiber up to 20−35 g/day, specifically of soluble fiber, to more effective fat loss and improve serum high-density lipoprotein (HDL and triglyceride (TG cholesterol concentration. Psyllium husk (PH is a source of natural soluble fiber obtained from Plantago ovate Forssk seed. Objective: The aim of the study have investigated the change of body weight, serum HDL cholesterol, and TG concentration in obese I after supplemented PH 8.4 g/day and balanced deficit calories diet (BDCD for 4 weeks. Method: The survey used double-blind randomized clinical trial with parallel design. Subjects were randomly divided into two groups; treatment (T group and placebo (P group. The T subjects received psyllium husk (PH 8.4 g/day and BDCD 1200 kcal/day and the P subjects received placebo and BDCD 1200 kcal/day. The analyzed used independent t-test and Mann-Whitney. Results: A total 28 subjects (14 subjects in each group had completed the intervention. There were no serious adverse effects reported during the intervention. Intake of dietary fiber in T group was 17.2 ± 2.8 g/day had significantly higher than P group 8.6 (5.2−15.2 g/day, although supplemented with PH didn’t meet the recommendation of fiber intake (20-35 g/day. Decrease of body weight was -1,8 ± 0,8 kg and triglyceride level was -1,5 (-416−77 in T group that statistically insignificant difference (p=0,39 and p=0,84 with P group -1,6 ± 0,9 kg and -10,0 ± 31,3. Soluble supplementation (P group increased serum HDL cholesterol concentration was 0,0 ± 4,3 mg/dL that statistically insignificant difference (p=0,86 with T group -0,4 ± 5,9. Conclusion: PH supplementation 8.4 g/day and BDCD 1200 kcal/day in obese I can not reduce body weight, serum high-density lipoprotein cholesterol, and triglyceride concentration level in 4 weeks.

  14. SUPLEMENTASI Lactobacillus acidophilus SNP-2 PADA TAPE DAN PENGARUHNYA PADA RELAWAN [Supplementation of Lactocbacillus acidophilus SNP-2 Into Tape and its Effect to the Volunteer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang S Rahayu1

    2004-08-01

    Full Text Available Functional food is defined as any potentially healthful food or food ingredient that may provide a health benefit beyond the traditional nutrients it contains. Many researches have been conducted on the health benefit of probiotic (life bacterial cells, one of the ingredient of functional foods. One of the potential bacteria used for probiotic agent and also involved in traditional fermented foods are lactic acid bacteria (LAB. Previous research showed that Lactobacillus acidophilus SNP-2 isolated from faecal material of healthy infant is resistant to acid and bile salt, and has an antagonistic effect against several enteric bacterial pathogens. The objective of this research was to study the effect of L. acidophilus SNP-2 as probiotic agent to the health benefits. These bacteria were supplemented into tape ketan (fermented sticky rice, the indigenous Indonesian fermented food. Tape ketan was chosen as the carrier of probiotic biomass based on the high population of LAB in this product, i.e., 1.3 x 108 CFU/g. Addition of L. acidophilus SNP-2 biomass prior to fermentation of tape ketan resulted in a higher total of LAB cells, i.e. 2.1 x 109 CFU/g compared to the amount of 1.5 x 108 CFU/g when the addition was done after fermentation. Consumption of tape ketan containing probiotic agent by the volunteers increased the population of lactobacilli (from 1.7x107 CFU/g to 9.9x107 CFU/g and decreased the population of enterobacteriacea (from 5.4x109 CFU/g to 4.4x108 in their faecal material. This phenomenon revealed that probiotic agent was able to colonize and inhibit the growth of enterobacteriaceae in the gastrointestinal tract. The result implied that tape ketan can be used as a carrier for probiotic agent and it can be categorized as functional food

  15. Pengaruh suplementasi besi-folat, vitamin A dan seng terhadap durasi dan frekuensi sakit ISPA pada anak sekolah dasar dengan status gizi kurang di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulyati

    2007-07-01

    Conclusion: There were influence differences between iron-folate supplementation with Vitamin A and/or zinc and iron-folate supplementation to ISPA duration, but it did not give smaller influence statistically among frequency of ARI. Students with iron-folate, zinc and vitamin A supplementation had the shortest duration of ARI while students with iron-folate supplementation had the longest duration of ARI.

  16. Efek suplementasi minyak ikan lemuru dan L-karnitin dalam rasum komersial terhadap produksi dan kualitas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALIK DWI FEBRIANTO

    2015-05-01

    Full Text Available Febrianto AD, Puspitasari R, Sudibya, Hanifa A. 2015. Effect of fish oil supplementation lemuru and L-carnitine in commercial rasum the quail egg production (Coturnix coturnix japonica. Bioteknologi 12: 1-7. This study aims to determine the effect supplementation of lemuru fish oil of L-carnitine and the production and quality of quail eggs. Animals used in this study were 240 female quails aged 45 weeks. Rations used in the form of commercial rations, lemuru fish oil and L-carnitine. The experimental study was conducted using completely randomized design (CRD. The treatments provided include commercial ration without lemuru fish oil and L-carnitine (P0, whereas commercial ration and supplemented with lemuru fish oil level of 1%, 2 %, 3 %, and 4 % containing 0.002 % L-carnitine is referred to as P1, P2, P3, and P4. The results showed that supplementation lemuru fish oil up to 4 % of L-carnitine containing 0.002 % can improve quail egg yolk color but can not fix the variable production and other egg quality. Supplementation lemuru fish oil 1 % and 2 % on commercial ration containing L-carnitine same of 0.002 % can fix quail feed conversion.

  17. PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK IKAN DAN L-KARNITIN DALAM PAKAN JAGUNG KUNING TERFERMENTASI TERHADAP KECERNAAN PAKAN DAN PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sinelsa Wulandari Sani

    2015-02-01

    the diet of fermented yellow corn increased the value of the HDP and improved feed conversion. Substitution of yellow corn with fermented yellow corn in the feed increased dry matter digestibility, organic matter digestibility, extract ether digestibility, egg weight, whereas the addition of L-carnitine 10 ppm in the feed of fermented yellow corn improved the HDP. Suplementation of tuna fish oil 4% in the diets increased egg weight. Suplementation of tuna fish oil and lemuru fish oil in the yellow corn supplemented diets improved feed conversion of quail at production phase. (Key words: Fermented yellow corn, Fish oil, L-carnitine, Growth performance, Japanese quail

  18. EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tidi Dhalika

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   

  19. JENIS DAN DOSIS AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KOMPOS BERBAHAN BAKU MAKROALGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2011-06-01

    Full Text Available Kompos (pupuk organik merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Salah satu material organik yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kompos adalah makroalga dari jenis rumput laut terutama dari jenis yang kurang memiliki nilai ekonomis (fluktuasi harga dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat karena dapat menjadi limbah dalam perairan. Teknologi pengomposan sangat beragam, di antaranya dengan penggunaan aktivator yang bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan. Beberapa aktivator komersil telah banyak beredar di pasaran sesuai dengan peruntukan dan keunggulannya masing-masing. Akan tetapi aktivator yang diperoleh dari bahan baku yang akan dijadikan kompos atau pupuk organik belum banyak dilakukan begitu pula mengenai dosis penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis aktivator komersil dan aktivator hasil isolasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk pembuatan kompos berbahan baku makroalga. Sebanyak 3 jenis makroalga yang digunakan sebagai bahan baku yaitu: Sargassum sp., E. spinosum, dan Gracilaria sp., menggunakan 2 (dua jenis aktivator yaitu aktivator hasil isolasi dari bahan baku dan EM 4 sebagai aktivator pembanding dengan 3 tingkatan dosis aktivator 104, 106, dan 108 CFU/mL. Peubah yang diamati meliputi perubahan kompos yang terjadi secara morfologi pada akhir penelitian, suhu, kadar C-organik, N-total, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sargassum dengan aktivator hasil isolasi pada dosis 108 CFU/mL menghasilkan kompos dengan mutu yang lebih baik.

  20. KARAKTERISTIK GENETIK Kappaphycus alvarezii SEHAT DAN TERINFEKSI PENYAKIT ICE-ICE DENGAN METODE Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2013-03-01

    Full Text Available Infeksi penyakit ice-ice pada Kappaphycus alvarezii seringkali menyebabkan penurunan produksi yang sangat signifikan. K. alvarezii merupakan alga merah penghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti farmasi, makanan, stabilizer, dan kosmetik. Perbaikan genetik sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kemiripan genetik K. alvarezii sehat dan terinfeksi penyakit dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP, Maros dengan metode Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP. Pada penelitian ini juga dianalisis K. alvarezii asal Bone (BNE, Gorontalo (GRL, Tambalang (TMB, dan Kendari (KND sebagai kontrol rumput laut sehat. Metode AFLP menggunakan enzim restriksi Psti dan Mset, preamplifikasi dan amplifikasi selektif diawali dengan isolsi DNA, uji genimoc DNA, restriksi dan ligasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan marker AFLP dengan primer forward P11 dan primer reverse M48, M49 dan M50 terhadap K. alvarezii yang berasal dari Takalar (TKL, dan Mataram (MTR, tanpa infeksi (sehat dan terinfeksi penyakit Takalar ice (TKL+, Mataram ice (MTR+, serta K. alvarezii kontrol (BNE, (GRL, (TMB, dan (KND menghasilkan 519 fragmen dalam 122 lokus dengan ukuran 50 - ~370 pb. Kemiripan genetik K. alvarezii yang terinfeksi penyakit ice-ice lebih rendah jika dibandingkan dengan yang sehat. Kemiripan genetik K. alvarezii dari Takalar sehat (TKL dan terinfeksi ice-ice (TKL+ adalah 0,8176 dan MTR-MTR+ adalah 0,8033.

  1. PEMETAAN KELAYAKAN LAHAN BUDI DAYA IKAN LAUT DI KECATAMAN MORO, KEPULAUAN RIAU: DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2006-08-01

    This study used geographic information system to analysis site suitability of marine fish culture in adjacent water of Moro Sub District, Riau Archipelago. Simple random sampling was used for collecting data on August and October 2004. Important parameters for marine fish culture from field measurement were categorized into two criteria, namely environmental factor (include: bathymetry, transparency, water current, and wave height and water quality factor (include: temperature, salinity, dissolve oxygen, and pH. Multi criteria analysis (MCA technique was used to weight of factors and parameters. Based on overlay of environmental factors and water quality factors using spatial analysis showed that most of areas of Moro sub district (Riau Archipelago were identified as being suitable, moderately suitable or highly suitable, and none was identified as totally unsuitable for marine fish culture.

  2. DAMPAK AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PENCEMARAN AIR LAUT DI PANTAI KUTA KABUPATEN BADUNG SERTA UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Elyazar

    2012-11-01

    Full Text Available Sea and coastal areas of Badung Regency, especially Kuta Political District is growing rapidly as atourism area. Increasing community activities created pollution and affected conservation areas, includeKuta Beach.This research aimed to know the positive and negative impacts of community activities of hotels,restaurants, settlement/housing, tradings and services, industries and fisherman. Besides, identificationseawater quality of Kuta Beach on their physical, chemical and microbiological parameters during rainyseasons as well as to find out effort on environment conservation done by government and local communitiesin Kuta Political District.Samples were determined using purposive sampling method collected from three locations at KutaBeach, which then analysed insite and at analytical laboratory. Seawater quality on their physical, chemicaland microbiological parameters ratio was compared with based on standard of seawater quality for marinerecreation according to Decree of the State’s Minister Environment Act Number 51 years 2004. The index ofthe population was then calculated to gain the population index. Samples of community activities werecollected using questioner, interview and observation and then analysed by qualitative description method.The result showed that activities at the sea and coastal areas of Kuta Political District had an impactsuch as increase population and job availability, provision of income to Badung Regency and TraditionVillage, environment aesthetics, perception of community, culture and region perform, waste andenvironment sanitation, land use degradation of coastal border, mobility of motorized vehicle and seawaterintrusion. The water quality of Kuta Beach during rainy seasons in February year 2006 exceeded thethreshold level or quality standard such as rubbish, NH3, NO2, NO3, PO4, Cu, Cd, Pb, E. coli and coliform.DO exceeded the minimum limits of seawater quality standard. Whereas, parameters which did not yetexceed the maximum limits namely: temperature, colour, smell, turbidity, TDS, salinity, pH, BOD, COD, fatand oil, fenol, Hg and Fe. The result showed that score of calculation pollution index of Kuta Beachseawater in three research zone, were between 6,46 and 6,77. The effort on environment conservation inKuta Political District had been conducted by local community and government, but long term effort inenvironment conservation is still needed better strategy and actions in an integrated and sustainablemanners.

  3. Tren kenaikan suhu permukaan laut pada abad ke-14 berdasarkan data geokimia Sr/Ca dari fosil koral Mentawai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Y. Cahyarini

    2014-06-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v5i2.96Sr/Ca content ratio in coral is a promising tool for a sea surface temperature reconstruction. In this study, Sr/Ca was analyzed from the top core of fossil coral from Central Mentawai, Indonesia (BLS. The dating of U/Th is used for the age determination of the fossil coral. Based on the U/Th dating, the fossil coral used in this study was deposited in 14th century which approximately has a time range 11 years. The result of this study shows that in the 14th century, the sea surface temperature increased by 3.20 C during 11 years period.

  4. KARAKTERISTIK GELOMBANG SIGNIFIKAN DI SELAT KARIMATA DAN LAUT JAWA BERDASARKAN RERATA ANGIN 9 TAHUNAN (2005-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Wicaksana

    2015-11-01

    Full Text Available Karimata strait and the java sea is one of the most densely shipping lanes in the maritime country of Indonesia. Information of a significant wave is needed to safety navigation. The prediction of a significant wave mostly employs the modeling using wind as input data to produce an early warning warning prediction. Characteristic of a significant wave shows the maximum wave height in the strait and the java sea karimata occurs in west monsoon (January and east season (August every year. Especially at the peak of west monsoon (January maximum wave height reach 1.5-3 meters in Karimata Strait, and reach 0.5-2.5 meters in Java Sea. The frequency of significant wave occurences mostly extend until February, where wave height in Java Sea will stay the same (0.5-2.5 meters, while in Karimata Strait is little bit decrease (1-2.5 meters. Recommended to all sea transportation users, in those regions during January and February, to avoid using ship with the hull is less than 3 meters height. Keywords: significant wave characteristic, Karimata Strait, Jawa Sea, Wind, Modeling

  5. PENERAPAN ASAS PACTA TERTIIS NEC NOCENT NEC PROSUNT BERKAITAN DENGAN STATUS HUKUM DAERAH DASAR LAUT SAMUDERA DALAM (SEA BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryuni Yuliatiningsih

    2010-01-01

    Full Text Available International ocean seabed area out of national jurisdiction recognized as a common heritage of mankind. Its regulations under International authority based on UNCLOS 1982. UNCLOS 1982 didn’t universal acceptance because there are several states unwilling consent to be bound by a treaty. In the law of treaty there is pacta tertiis nec nocent nec prosunt principle, means a treaty does not either obligations or rights for a third State without its consent. Nevertheless, rules in a treaty becoming binding upon on third states through international custom and there is a principle has character erga omnes

  6. PERAN MASYARAKAT PESISIR DALAM PENERAPAN STRATEGI KONSERVASI SUMBERDAYA LAUT (KASUS DI KELURAHAN PALABUHANRATU, KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Winata

    2012-02-01

    Full Text Available This article is objected to measure the coastal communities role in the implementation of marine resource conservation strategies. The population were all coastal communities in Palabuhanratu, Sukabumi. Respondents of 50 people were chosen randomly. Data were collected by using survey method, and were analyzed by Pearson correlation. The results indicated that the level of education of coastal communities was a primary school. Respondents have been working more than 10 years. Those who knew the meaning of the protection and conservation of marine resources was 56%, while 88% of them did not know the meaning of preservation of marine resources. The role of coastal communities in aspects of marine resource protection was low, in the aspects of marine resource conservation was high, and in the preservation of marine resources was low. The characteristics of coastal communities correlated positively with the level of knowledge of coastal communities (0,3 and ? = 0,05. Furthermore, the level of knowledge of coastal communities associated with the role of coastal communities in the implementation of conservation strategies (0,5 and ? = 0,05.

  7. ANALISIS KESESUAIAN WISATA DIVING DI KAWASAN PERAIRAN PULAU KUNYIT SEBELAH TIMUR KECAMATAN PULAU LAUT TANJUNG SELAYAR KABUPATEN KOTABARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Koriyandi

    2016-12-01

    Full Text Available The waters of Kunyit Island on the east is one of the coastal waters in Kotabaru Regency that has the potential for marine tourism. However, in development is still a lot of obstacles, including the suitability of land for marine tourism have not been identified. Utilization of coastal and marine resources in the waters of Kunyit Island on east may be the development of marine tourism such as diving. The purpose of this study was to determine the suitability of land suitability level of marine tourism in the waters of Kunyit Island on  east based on physical oceanographic parameters and BioEcology. The method used is the descriptive method with the help of analysis Travel Suitability Index (IKW which generates the conformity travel. The results of this study indicate that the results of marine tourism suitability for diving in a class quite suitable (S2 with an area of 17.44 ha (78.72% and is not suitable (N with an area of 4.71 ha (21.28%.

  8. KEEFEKTIVAN EKSTRAK BIOTA LAUT AGLAOPHENIA TERHADAP AKTIVITAS ENZIM EKSTRASELULER DAN KANDUNGAN PROTEIN FUSARIUM SERTA PERSENTASE BUSUK BATANG VANILI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Suada

    2011-11-01

    Full Text Available The aim of this research was to investigate the effect of Aglaophenia extract on the activity of cellulase and pectinase, protein content of Fusarium, and percentage of vanilla stem rot. This reasearch  was carried out in-vitro with concentration of extract of 2000, 1000, 500, 250, 125, 63, and 0 ppm (w/v. The treatments were also applied on vanilla plant to determine their effect on the stem rot incidence.  The results exhibited that the higher the concentration of the extract given, both enzymes activity and mycelial protein content of Fusarium decreased. The decrease of enzymes activity resulted in the decrease of vanilla stem rot percentage. The effectiveness of the extract to suppress stem rot was higher than mancozeb, therefore, the extract could be used as a control agent against vanilla stem rot.

  9. IDENTIFIKASI JEJARING PENGELOLAAN KONSERVASI PENYU HIJAU (Chelonia mydas MELALUI PENENTUAN KOMPOSISI GENETIK DAN METAL TAG DI LAUT SULU SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Kadek Dita Cahyani

    2012-11-01

    Full Text Available The research used 51 tissue samples taken from 51 individual Green Turtles in Pulau Panjang, EastKalimantan. The isolation of mtDNA was achieved by adding Proteinase K into the samples prior to the utilization ofthe PCR (Polimerase Chain Reaction technique. The MEGA 3.1 computer program was employed to read the DNAsequences obtained through the PCR technique.Seven different haplotypes were identified from the analyzed samples. The haplotypes are: A3 (N=7; 13.73%,A4 (N=1; 1.96%, A6 (N=2; 3.92%, C3 (N=5; 9.80%, C5 (N=6; 11.76%, C14 (N=5; 9.80% dan D2 (N=25;49.02%. Tag findings clearly demonstrated that the Green Turtles, which feed on the seagrass beds of Pulau Panjang,originated in different nesting sites, including Sabah and Trengganu in Malaysia, Sangalaki and Derawan inIndonesia, and Phillipine. The MSA (Mixed Stock Analysis showed that the Green Turtles population in PulauPanjang was composed of several management units (nesting sites, which were Berau (47%, Sulu Sea (34% andMicronesia (6%.

  10. Fecundity and spawning frequency of Rasbora tawarensis (Pisces: Cyprinidae an endemic species from Lake Laut Tawar, Aceh, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal A. Muchlisin

    2011-07-01

    Full Text Available This paper is contributing the additional importance information on the reproductive biology ofRasbora tawarensis in relation to provide comprehensive our understanding on the reproductive biologyof this species. Monthly sampling was conducted from April 2008 to July 2009. The highest absolutefecundity was observed in December, but it was not significantly different (p>0.05 from January, May,July, August, October and November. The highest relative fecundity was observed in July but it was notdifferent significantly (p>0.05 from January, May, June, August, September, November and December.The average absolute fecundity was 3715.4±893.6 eggs, while the average relative fecundity was518±95.64 eggs.g-1 body weight. The spawning frequency of the female was 2 to 11 days and fish wasfrequent spawned during the reproductive seasons in March, September and December.

  11. Pengaruh Penambahan Tepung Gaplek dan Isolat Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Jasin

    2015-04-01

    Full Text Available (The effect of cassava meal  and  Lactic Acid Bacteria isolated  from  rumen liquid of PO cattle on  napier grass silage quality  ABSTRACT. The objective of this study was to evaluate the effect of cassava meal as carbohydrate source and inoculums of lactic acid bacteria  incubated from PO cattle’s rumen liquid on the quality of Napier grass (pennisetum purpureum silages. The research was conducted at Ujung-ujung village Pabelan District Semarang Regency. Feed analysis was carried out in of Biochemical Nutrition, Animal Feed Science, Animal Science Faculty, Gadjah Mada University. This study was assigned into Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 replicated. The treatments were addition of cassava meal and inoculums of lactic acid bacteria level into the Napier grass; 0, 1, 3 and 5% (w/w and incubated for 30 days. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA and the significant effect was tested by Duncans  Multiple Range Test. The results showed that the addition of 1 – 5% cassava meal significantly affected (P<0,05 lactic acid content, pH, and NH3 concentration. Should be revised However, among the treatment groups of 1, 3 and 5 % of cassava meal was not significantly  (P<0,05 different on the lactic acid content, pH and NH3 concentration.

  12. Pola Aktivitas Harian dan Interaksi Banteng dan Rusa dalam Pemanfaatan Kawasan Padang Rumput Sadengan di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subeno -

    2013-01-01

    Full Text Available Daily Activities Pattern and InteractionBetween Banteng and Deerin Sadengan Grazing a Area in Alas Purwo National Park, Banyuwangi, East Java This research was aimed to compare the pattern of daily activities between banteng and deer, and their interaction on using feeding ground in Alas Purwo National Park, Banyuwangi, East Java. Methods used in this research were scan sampling, focused on groups of banteng and deer and focal animal sampling for four chosen individuals from each group. The observations began at 06.00 until 18.00. Daily activities recorded were resting, moving, feeding and drinking. Data analysis was done through arrangement of an ethogram to show daily activity and the time budget, and descriptive analysis to portray daily activity and interaction between banteng and deer. The results show that there are differences in the time used for resting and feeding between banteng and deer. Banteng used feeding ground more for resting (93,2% and moving (5,7%. While deer used more for feeding (36,6% and resting (61,8% . Among chosen individuals of banteng and deer time variation in daily activities was apparent. Adult female of banteng has the highest time for resting (10,6 hours. It also occurred in adult female of deer (8,4 hours. Individual of deer which has the highest time for feeding is offspring with duration of 6,1 hours. Interaction between banteng and deer on using feeding ground tended toward symbiosis of commensalisms, in which they use it together without fighting. They too will vocalize together whenever other species wants to use the feeding ground.

  13. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KE DEPAN DEVELOPMEN POLICY OF MARINE AND FISHERIES

    OpenAIRE

    Sharif Cicip Sutardjo

    2014-01-01

    Konsep negara kepulauan sangat besar manfaatnya bagi Indonesia, karena dapat menjadikan laut sebagai penyatu pulau-pulau serta memperluas wilayah perairan kita. Sumber daya kelautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, dengan potensi sumber daya ikan tangkap laut sebesar 6,5 juta ton per tahun, potensi perikanan budidaya payau mencapai 2,96 juta hektar dan potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12,55 juta hektar. Selain itu laut Indonesia memiliki potens...

  14. Efek suplementasi kombinasi zat besi, vitamin C, dan asam folat terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan kapasitas VO2 maks pada atlet sepak bola divisi utama dan satu nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Abidin

    2006-11-01

    Full Text Available Background: Excessive endurance exercise of football players may break their blood cells and decrease the level of haemoglobin (Hb. These will influence the aerobic capacity (VO2 max and make the need for iron (Fe of an athlete more than that of common people. Objective: To know the influence of Fe, vitamin C (ascorbic acid, and  folic  acid  combined supplementation to the increase of VO2 max capacity  of  the  national  main  and  first division  club football players in Daerah Istimewa Yogyakarta. Method: The study was RCT (Randomized Controlled Trial experimental with a completely randomized design plan. The subjects were football players of Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM, Perserikatan Sepak Bola Sleman (PSS, and Perserikatan Sepak Bola Bantul (PERSIBA. They were then divided into two groups: treatment group and control group, each of them consisted of 35 players. Treatment group were given combined supplement capsules of 100 mg Fe, 100 mg vitamin C, and 2 mg folic acid three times a week for eight weeks, while the control group were given the placebo capsules. Before and after supplementation, their Hb and VO2  max were measured. However, the physical exercises were done based on the schedule, programmed by the clubs. Results: Combined supplementation of Fe, vitamin C, and folic acid could increase Hb level significantly (p=0.008, but there was no significant difference of VO2  max capacity between treatment group and control group (p=0.062. However, there was significant correlation between the increase of Hb level and VO  max capacity (r=0.712; p<0.001. Conclusion: Combined supplementation of Fe, vitamin C, and folic acid led to the increase of Hb level of main and first division clubs football players in Daerah Istimewa Yogyakarta, but could not influence their VO2 max capacity.

  15. Supplementation of Lactic Acid Bacteria in Feed Induced Non-Specific Immune Response of Tiger Grouper (SUPLEMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA PAKAN MERANGSANG TANGGAP KEBAL NON SPESIFIK IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nursyirwani .

    2013-11-01

    Full Text Available Lactic acid bacteria (LAB have an ability to enhance innate responses in fish. The aim of this studywas to study the effect of three LAB isolates (Kerapu Situbondo Usus: KSBU 12C, KSBU 5Da, and KSBU9 on non-specific immune responses of tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus. The fish were fed dietsupplemented with each of the bacterial isolates at final concentration of 108 CFU mL-1 twice every day.The haematology parameters (haematocrit, leucocyte count, heterophils/neutrophils, monocytes,lymphocytes, phagocytic activity and total LAB were measured every seven days. After 28 days, the fishwere challenged with Vibrio alginolyticus. During the feeding period, the haematocrit values of fish fed withLAB isolates were higher than those of control group, and values ranged from 24.67±8.33 % to 40.50±7.09%. The leucocyte counts increased, mainly after being challenged with V. alginolyticus, and the valuesranged from 40.33 ±6.03 × 1000 cell mL-1 to 139.33±15.57 × 1000 cell mL-1. With the exception oflymphocytes, proportion of heterophils and monocytes, and phagocytic activity were higher in fish fed withLAB isolates than those of control. The presence of LAB in the gastrointestinal tract of fish fed with LABresulted in higher haematology parameters and phagocytic activity in comparison to fish fed control diet.In conclusion, supplementation of LAB in diet could enhance non-specific immune response of tiger grouper.

  16. EFEK SUPLEMENTASI EKSTRAK PROTEIN KECAMBAH KEDELAI TERHADAP KADAR IL-1BETA PENDERITA DIABETES TIPE-2 [The Effect of Soy Germ Protein Extract Supplementation on the Level of IL-1 Beta of Type-2 Diabetic Woman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Winarsi1*

    2010-06-01

    Full Text Available The research was conducted to determine the effect of soy germ protein extract supplementation on the IL-1beta level of type-2 diabetic women. Research subjects were 32 type-2 diabetic women, outpatients of Diabetic Clinics of Margono Soekarjo General Hospital-Purwokerto. These women had blood glucose level above normal, BMI > 23 kg/m2, over 40 years old, lived in Purwokerto, and signed the informed consent. Group A (n=8 was given milk containing soy germ protein extract plus Zinc, Group B (n=8 was given milk containing soy germ protein extract without Zinc, Group C (n=8 was given placebo, and Group D (n=8 was given glibenclamide for 8 weeks. Blood samples ware taken 3 times: 0, 4 and 8 weeks after intervention. The plasma IL-1beta level was analyzed using Elisa. After 8 weeks, the IL-1beta level decreased from 6.01 pg/mL to 2.63 pg/mL (p=0.022 in group A. However, the IL-1beta level in Group A was not different from the Group B (p=0.51. Soy germ protein extract decreased cytokine inflammatory production of type-2 dibetic. Soy germ protein extract with or without Zn had similar effects to glibenclamide in reducing the IL-1beta level (p=0.76.

  17. SUPLEMENTASI DAUN TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR UNTUK MENURUNKAN KELUHAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI (SUPPLEMENTATION OF TORBANGUN LEAVES [COLEUS AMBOINICUS LOUR] IN REDUCING THE COMPLAINST OF PRE-MENSTRUAL SYNDROME [PMS] AMONG TEENAGE G

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazarina Devi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Torbangun leaves (Coleus ambonicus Lour is one of type of species from Labiatae family which contains a lot of micronutrient and active element which have been examined as beneficial for human health and quality of life. The plants containing iridoid and flavonoid as well as phytochemical which deal with reproduction hormone is applicable to traditional medication toward PMS cases. Methods: The present study was aimed to assess the efficacy of CAL leaves in the management of PMS. An experimental clinical trial was conducted in 35 teenagers with PMS. Three intervention groups were defined: CAL leaves; commercial preparation; and placebo. Participants were followed-up individually for 1 month. Result: The results showed average menarche occurred around age 13 years, with menstruation lasting 5 days. During each successive treatment cycle, participants experienced a lower pain intensity score. Chi Square test, after adjusting each cycle for baseline pain, treatment compliance and other variables, showed that the group receiving CAL extract had significantly reduced pain intensity (p<0.05 compared with commercial preparation and placebo. Conclusion: The torbangun leaves supplement can be used as treatment to relief symptoms of the premenstrual syndrome. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2:180-194]   Keywords: Torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour, pre-menstrual syndrome (PMS, teenage girls

  18. Prediksi Zona Tangkapan Ikan Menggunakan Citra Klorofil-a Dan Citra Suhu Permukaan Laut Satelit Aqua MODIS Di Perairan Pulo Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursyidin Mursyidin

    2015-12-01

    prediction of fishing zone can be done by detecting chlorophyll-a and sea surface temperature distribution of Aqua MODIS Imagery. The aim of this study is to predict fishing zone on the waters of Pulo Aceh based on the chlorophyll distribution and sea surface temperature by utilizing the data of Aqua MODIS Satellite Imagery level 3. The stages of this study included collecting imagery, cutting the image according to the desired area, giving lands mark to display a more informative image, extracting information of chlorophyll-a and the distribution of sea surface temperature, and interpolating by using Kriging method. The highest distribution of chlorophyll-a happened in June and August, the spread moved from the the North Pulo Aceh to the South. The distribution of sea surface temperature that suitable for fishing was detected in August around the North Ujung Pulo Breuh and around pulau Keureusik. The potential zone of fishing on the waters of Pulo Aceh was only detected in August in the eastern of pulau Keureusik to Ujong Keumuroh. Pulo Aceh waters is suitable for fishing destination in August.

  19. PEMANFAATAN RUMPUT LAUN (Eucheuma cottoni UNTUK MENINGKATKAN KADAR IODIUM DAN SERAT PANGAN PADA SELAI DAN DODOL [The Utilization of Seaweed (Eucheuma cottoni to Increase Iodine and Dietary Fiber Contents of Jam and Dodol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Astawan1

    2004-04-01

    Full Text Available Indonesia is known as a country rich in species of seaweed. The most important components of seaweed are iodine and dietary fiber. Eucheuma cottoni is one species of seaweed that can be used as a source of iodine and dietary fiber. Iodine deficiency can cause several diseases also known as IDD (Iodine Deficiency Disorder, while deficiency of dietary fiber can cause some degenerative diseases. This research is taken to develop the utilization of Eucheuma cottoni as an ingredient in the making of jam and “dodol” (Indonesian traditional snack food.The best ratio of seaweed and sugar for jam production was 37:63, while the best ratio of seaweed and glutinous flour in making dodol was 5:2. The addition of seaweed on jam and dodol formula increased their iodine and dietary fiber contents. The iodine content of jam and dodol was 17.79 and 19.57µg/g, respectively. The dietary fiber content of jam and dodol was 5.75 and 5.63%, respectively.

  20. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ali Akbar

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0, konsentrasi 5% (K1, 10% (K2, 15% (K3. Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1, 60 menit (T2 dan 90 menit (T3.  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research

  1. EFEK SUPLEMENTASI LAKTOFERIN PADA SUSU FORMULA TERHADAP AVAILABILITAS ZAT BESI, OKSIDASI LEMAK DAN PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA SALURAN PENCERNAAN TIKUS [The Effects of Lactoferrin Supplementation to Infant Formula on Iron Availability, Lipid Oxidation and Escherichia coli Growth in RatsIntestine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Purwati Nurlaili 1

    2002-12-01

    Full Text Available A research on lactoferrin supplementation to infant formula has been conducted. The objectives of this research were to study the effects of consumption of the supplemented formula on iron availability, lipid oxidation and growth of Escherichia coli in the intestine. Fifthly newly born rats and their mother (10 rats were used.They were divided into 5 groups of 10 newly born and 2 mother rats, and were given five different infant formula respectivelly i.e. FEAN (inorganic Fe supplementation, FEOR ( lactoferrin supplementation, FECAMP (inorganic and lactoferrin supplementation, Control (no Fe supplementation and Placebo. FeSO4. 7 H2O and lactoferrin were used as the source of inorganic and organic Fe respectively. During the experiment the rat baby also got regular milk from their mothers which were fed by AIN 93 diet. After 30 days of intervention, blood were withdrawn from the retro orbital plexus for Hb, Fe and TBARS determination. The rats were executed and liver was taken for Fe and TBARS analysis and large intestine were withdrawn for Escherichia coli determination. It was found that Fe supplementation of the formula have no effects on the serum total Fe, increase the total hemoglobin of the baby but was not significantly different between the sources of the Fe. Total Fe of the liver was highest in FECAMP and FEOR rats (101.3 ppm and 83.38 ppm, respectively and lowest in the Placebo groups (58.1 ppm. Inorganic Fe supplementation increase TBARS of the serum and liver of the rats. Number of total Escherichia coli was lowest in FEOR groups (1.7 10 7 cfu and was highest in FEAN rats (7.5 10 7 cfu.

  2. KONSUMSI IKAN LAUT KADAR MERCURY DALAM RAMBUT DAN KESEHATAN NELAYAN DI PANTAI KENJERAN SURABAYA (Sea Fish Consumption, Degree of Mercury Content in Hair, and Fisherman Health at Surabaya Kenjeran Beach, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmaji Sudarmaji

    2004-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pantai Kenjeran di Surabaya mempunyai banyak fungsi baik sebagai tempat rekreasi, perikanan serta tempat pembuangan limbah dari kota Surabaya. Studi sebelumnya telah menjelaskan bahwa pantai Kenjeran telah tercemar khususnya Hg. Polutan ini telah diindikasikan terdapat dalam ikan yang dikonsumsi masyarakat sekitar. Penelitian ini mengkaji dampak mengkonsumsi ikan dari Kenjeran kaitannya dengan kesehatan masyarakat yang menkonsumsi ikan. Peneliltian ini rnengambil sample 70 orang yang mengkonsumsi ikan dan 45 orang sebagai kontrol grup. Dalarn penelitian ini rambut responden diambil dan dikaji dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS. Penelitian ini menghasilkan bahwa responden yang mengkonsumsi ikan sebanyak rata-rata 99,11 gram/hari mempunyai kadar Hg dalam rambutnya sebesar 0.511 ppb. Penelitian ini mengindikasikan gejala-gejala penyakit yang terjadi pada mereka yang rnengkonsumsi ikan antara lain ginjal, pusing-pusing, tumor, pendarahan gusi, dan gangguan penglihatan. Penelitian ini rnenyimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara responden yang mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan kadar Hg dalam rambutnya.   ABSTRACT Surabaya Kenjeran Beach, as a part of Eastern coastal area at East Java, functions as a sea recreation place and fishing. The condition of Surabaya Kenderan Beach is polluted by Hg as observed by previous researchers. They suggested that water, sediment, and fish from Kenjeran beach were already contaminated by Hg at dangerous level. Fisherman communities is one of the group which have a risk of getting affected by methyl Hg, because they usually consume fish from sea. This research is to study the relationship between consumption of sea fish and degree of Hg in fisherman’s hair, to measure the average degree of Hg in their hair and then to compare it with limit value. It is also studying the health disorder that likely appears as a result of Hg poisoning. This research took place at Kenjeran district, Bulak sub district, Surabaya. The number of samples for group who affected by Hg are 70 persons and controlled group are 45 person. Respondent’s hair (research subject was taken and then observed by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS No Flame. In conclusion, statically there is a significant relationship between the consumption of sea fish and the degree of Hg in hair. The average degree of Hg in the affected group’s hair is higher than that of the controlled group. However, it does not exceed the limit value recommended by the National Research Council (NRC. Also, there is significant relations between degree of Hg in hair and healthy disorder sigh (subjective symptoms.

  3. Keberlanjutan Penatakelolaan Zona Pemanfaatan Tradisional dalam Kawasan Konservasi Laut Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua Barat (Governance Sustainability of Traditional Use Zone within Marine Protected Area National Park of Cenderawasih Bay, West P

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Bawole

    2012-01-01

    Full Text Available Understanding the governability of traditional use zone (TUZ on Marine National Parks is still debated due tovarious reasons since successful implemented of the governing system could be observed in some areas only.There is a need to assess the contributions and limitations of governance performance sustainability. Using theCenderawasih Bay National Park as a case, we studied the governance system (GS, system to be governed (SG,and interactive governance (IG in managing TUZ.  Multi-dimension scaling analysis showed that the existingmanagement showed low sustainability (36% caused by limitation of stakeholders capacity and violations ofrules (GS, impact of live fish fishing, coastal ecosystem degradation and low income (SG, adaptive managementand feedback from monitoring and evaluation that were not be able to create effective governance (IT.Improvement could be achieved by increasing the integration of these three systems, in which social-ecologysystem benefit could work under effective governance.  This paper also supported the previous finding thathousehold income alternative was the priority for improving management and conservation.  It is justified thatboth direct and indirect benefits to the society or stakeholders could be provided by well-performed governance.Keywords: governance, traditional use zone, marine national park

  4. PERANAN ASEAN DALAM MENGATASI KONFLIK ANTARA REPUBLIK RAKYAT CINA (RRC) DENGAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN TERKAIT PENDAKUAN REPUBLIK RAKYAT CINA (RRC) ATAS SELURUH WILAYAH PERAIRAN LAUT CINA SELATAN

    OpenAIRE

    JELA, REIGER MAHULE JELA

    2014-01-01

    The title of this study is “ASEAN Role in Overcoming the Conflict Between the People's Republic of China (PRC) with ASEAN Member Countries in Relevant to People’s Republic of China (PRC) Claimants on the Whole Waters Area of South China Sea”. The purpose of this study was to determine the role of ASEAN in conflict resolution efforts in the South China Sea. This research is a normative legal research that focuses on secondary data that serve as the primary legal materials con...

  5. FRAKSINASI PROTEIN KAPANG LAUT Xylaria psidii KT30 DAN SITOTOKSISITASNYA TERHADAP SEL HeLa [Fractionation of Proteins of Marine Fungus Xylaria psidii KT30 and their Cytotoxicity against HeLa Cells

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Gebriella Inthe

    2014-06-01

    Full Text Available Cervical cancer is the most common cause of death for Indonesian women after human breast cancer. One of the efforts of cancer treatment is the utilization of natural compounds. One of the microorganisms having the potential as anticancer agent is endophytic fungi. Endophytic fungi from the marine habitat can be isolated from sea weeds, sea grasses, sponges, and mangroves. Xylaria psidii KT30, a marine fungus used in this study was isolated from red seaweed Kappaphycus alvarezii. Xylaria psidii KT30 was cultivated in potato dextrose broth medium for nine days at room temperature 27-29°C in shaking condition. This study aimed to obtain protein fractions from X. psidii KT30 and determine their toxicity againt Chang and HeLa cells. The fractionation process was conducted using DEAE Sephadex A-50 column chromatography and the toxicity was determined by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. The metabolites excreted in the culture broth was extracted using 90% of ammonium sulphate. The extract was then tested for their toxicity against HeLa and Chang cells by Microculture Tetrazolium Technique (MTT assay.The results revealed that LC50 of the protein extract of X. psidii KT30 was 104.95 ppm and IC50 was 69.9 ppm. Based on the National Cancer Institute (NCI, this value showed moderate cytotoxicity against HeLa cells.

  6. Põlvkondadevaheline sotsiaalne mobiilsus kahe sünnikohordi näitel = Intergenerational social mobility on the sample of two birth cohorts : I koht bakalaureusetööde kategoorias / Birgit Laut

    Index Scriptorium Estoniae

    Laut, Birgit

    2009-01-01

    Uuringust eesmärgiks oli selgitada, millistes suundades ja ulatuses on toimunud mobiilsusmehhanismid Eesti ühiskonnas, kuivõrd on indiviidi sotsiaalne päritolu mõjutanud tema saavutatud sotsiaalset positsiooni, kas Eesti on pigem avatud või suletud ühiskond

  7. Põlvkondadevaheline sotsiaalne mobiilsus kahe sünnikohordi näitel = Intergenerational social mobility on the sample of two birth cohorts : I koht bakalaureusetööde kategoorias / Birgit Laut

    Index Scriptorium Estoniae

    Laut, Birgit

    2009-01-01

    Uuringust eesmärgiks oli selgitada, millistes suundades ja ulatuses on toimunud mobiilsusmehhanismid Eesti ühiskonnas, kuivõrd on indiviidi sotsiaalne päritolu mõjutanud tema saavutatud sotsiaalset positsiooni, kas Eesti on pigem avatud või suletud ühiskond

  8. Game Bahari Menggunakan Algoritma Fisher Yates Suffle Sebagai Pengacak Posisi NPC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachrul Kurniawan

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak- Latar belakang laut merupakan sebuah hal yang unik dan bisa dikembangkan, karena game dengan latar belakang darat dan udara telah banyak digunakan. Game bahari yang berbentuk 2 dimensi dan dimainkan menggunakan sensor accelerometer adalah pengembangan game berlatar belakang bawah laut. Karakter penyelam sebagai pembersih sampah bawah laut, dimana algoritma fisher yatesshuffle digunakan untuk menentukan posisi dari Non Playable Character(NPC. Dari hasil pengujian implementasi algoritma Fisher Yates Shuffle untuk menentukan posisi NPC pada game Bahari dapat berjalan dengan baik, yaitu dapat digunakan untuk mengacak posisi NPC agar posisinya tidak berulang pada permainan berikutnya. Pengujian dilakukan pada perangkat mobile yang menggunakan platform Android.

  9. Talupidamisega seotud pärandkultuur / Vaike Pommer

    Index Scriptorium Estoniae

    Pommer, Vaike, 1947-

    2012-01-01

    Guido von Glasenappi talu Haanjamaal, Otsa talu popsikoht Palamusel, Mahtja talli varemed Haanjamaal, Tuha talu sepikoda ja laut ning Sepa küla kobarkelder Saaremaal, Muhu suurkaev Igakülas Muhumaal

  10. Pengaruh Pemberian ZPT Dekamon 22,43 L Dan Pupuk Majemuk Totaro Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) di Pembibitan Utama

    OpenAIRE

    Sander, Alex

    2012-01-01

    Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian UISU Kecamatan Medan Johor dengan ketinggian 27 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari - Mei 2000. Rancangan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. 950301004

  11. ANALISIS PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE (MSI PADA KAPAL CATAMARAN 1000 GT DALAM TAHAP DESAIN AWAL (INITIAL DESIGN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardi Santoso

    2015-02-01

    Full Text Available Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness.  Pada kapal penumpang(ferrykondisi ini menjadi suatu persyaratan penting yang harus dipertimbangkan dalam proses desain. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap hasil perhitungan dan simulasi percepatan vertikal gerakan kapal catamaran 1000GT sehingga bisa dilihat unjuk kerja kapal terhadap kenyamanan penumpang. Kenyamanan pada penumpang dilihat dari indeks jumlah penumpang yang mengalami mabuk laut pada periode tertentu dengan mengacu pada standard ISO-2631/1997. Perhitungan dan simulasi dilakukan pada beberapat titik di kapal untuk melihat percepatan vertikal yang terjadi. Dari hasil simulasi didapatkan pengaruh dari lokasi pengukuran, durasi dan arah ombak terhadap persentase jumlah penumpang yang mengalami gejala mabuk laut atau motion sickness incidence (MSI.

  12. STUDI PASANG SURUT DI PERAIRAN INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Raharjanto

    2015-02-01

    Full Text Available Hampir 70% wilayah Indonesia adalah wilayah perairan. Indonesia menyimpan potensi kekayaan sumber daya kelautan yang masih belum dieksplorasi dan dieksploitasi secara optimal, bahkan sebagian belum diketahui potensi yang sebenarnya. Hal ini mendasari akan pentingnya informasi spasial di wilayah perairan Indonesia. Fenomena naik atau turunnya permukaan laut atau SLA (Sea Level Anomaly merupakan hal yang sering mengemuka dengan perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang, dan benda-benda angkasa lainnya yang diakibatkan aksi tarik menarik atau yang sering disebut dengan pasang surut. Saat ini telah dikembangkan sistem satelit altimetri Jason-1 yang mempunyai obyek penelitian mengamati pasang surut. Pengolahan data biner dari satelit altimetri Jason-1 dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan, yaitu : konversi data, pembentukan grid, dan pemodelan serta analisa trend pasang surut. Pemantauan SLA beserta trend dan analisa pasang surut dilakukan setiap cycle dalam kurun waktu empat tahun (2008-2011.Hasil pemantauan SLA (Sea Level Anomaly dengan menggunakan data satelit altimetri Jason-1 mulai dari tahun 2008 sampai 2011 diperoleh terjadinya trend pasang tertinggi dan surut terendah di wilayah perairan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pasang tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada cycle 236 yaitu sebesar 1,9982 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 236 yaitu sebesar -3,6954 m di Laut Arafuru. Nilai pasang tertinggi pada tahun 2009 terjadi pada cycle 290 sebesar 1,9325 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 258 sebesar -3,309 m di Laut Arafuru. Nilai pasang tertinggi pada tahun 2010 terjadi pada cycle 308 sebesar 2,1511 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 297 sebesar -2,8303 m.  Nilai pasang tertinggi pada tahun 2011 terjadi pada cycle 345 sebesar 1,8402 m di Laut Arafuru dan nilai surut terendah terjadi pada cycle 348 sebesar -3,57 m. Dalam

  13. Konsentrasi merkuri dan hubungannya dengan indeks kepadatan keong popaco (Telescopium telescopium) di Kao Teluk, Halmahera Utara

    OpenAIRE

    Ardan Samman; Djamar T.F. Lumban Batu; Isdradjad Setyobudiandi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi merkuri pada air laut, sedimen dan keong popaco (T. telescopium), serta hubungannya dengan indeks kepadatan. Sampling dilakukan pada tiga stasiun yaitu di muara Sungai Balaotin, Cibok dan Kobok. Analisis konsentrasi merkuri menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi merkuri pada air laut pada ketiga stasiun di Perairan Kao Teluk berkisar antara 0,000239-0,000560 ppm. Konsentrasi merkuri pada ...

  14. Terminal Feri Domestik Sekupang - Batam (Arsitektur Simbolis)

    OpenAIRE

    Andiani, Dita

    2011-01-01

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang lebih dari 2/3 wilayahnya berupa perairan. Dari zaman nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal dan menggunakan transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau yang dipisahkan oleh perairan. Sehingga sejak zaman nenek moyang dulu Indonesia dikenal dengan Negara maritim yang memiliki armada yang maju dan perkembangan transportasi laut semakin berkembang pesat. Seiring perkembangan zaman semakin banyak alat transportasi yang digunakan baik transpor...

  15. Andreas Harder, Laut- und Formenlehre der Mundart von Ripatransone, Dis­ sertation zur Erlangung des Doktorgrades der Philosophischen Fakultät der Chris­ tian-Aibrechts- Universität zu Kiel; Kiel 1988, pp. XII + 411 (policopiato.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pavao Tekavčić

    1990-12-01

    Full Text Available La ricchezza dei dialetti italiani non cessa di offrire occasioni sia per scoperte di fatti nuovi che per rielaborazioni di quanto già noto. Fra le curiosità linguistiche davvero uniche non solo in ltalia rna addirittura nella Romània uno dei prirni posti spetta alia penetrazione della categoria del genere in tutto il sistema verbale, che si osserva net dialetto della cittadina di Ripatransone e in minore misura nella vicina Cossignano, al confine delle Marche con gli Abruzzi. La citata curiosità del ripano non è naturalmente passata inosservata finora: infatti, sene sono occupati H. Lüdt­ ke e F. Parrino. Il presente studio di A. Harder è tuttavia_ una trattazione sistemati­ ca, sincronica e diacronica, non soltanto della coniugazione ma, come dice il titolo, anche della fonetica e di tutta Ia morfologia del dialetto della città marchigiana.

  16. APLIKASI ANALISIS KLASTER DAN INDEKS TRIX UNTUK MENGKAJI VARIABILITAS STATUS TROFIK DI TELUK PEGAMETAN, SINGARAJA, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Turmuzi Tammi

    2015-06-01

    klaster dan indeks TRIX telah menunjukkan secara jelas bahwa kondisi kawasan klaster K1 lebih baik dibandingkan kawasan klaster K2. Kawasan K1 masih dapat dikembangkan untuk budidaya laut keramba jaring apung (KJA, namun dalam perkembangannya, budidaya laut secara terintegrasi berbasis integrated multi-trophic aquaculture (IMTA dapat diterapkan guna menjaga daya dukung lingkungan perairan Teluk Pegametan. Tren secara temporal menunjukkan pola yang mengikuti fluktuasi air atau pasang surut, serta jadwal kematian massal ikan setiap tahunnya dan berbeda nyata pada saat Agustus hingga September-Oktober. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang kondisi perairan Teluk Pegametan sehingga dapat dilakukan pengelolaan kawasan yang lebih baik untuk kegiatan budidaya laut yang berkelanjutan.

  17. ANALISA SEA LEVEL RISE PERAIRAN INDONESIA MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-2 TAHUN 2009-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Rahman

    2015-02-01

    Full Text Available Kenaikan muka air laut (Sea Level Rise disebabkan oleh semakin meningkatnya suhu global bumi atau yang biasa disebut dengan pemanasan global. Fenomena ini harus diwaspadai, mengingat luas perairan di Indonesia mendominasi sebesar 75,32 % serta banyak terdapat pemukiman maupun pusat perekonomian yang terletak dekat dengan perairan. Dengan luas perairan yang sangat besar maka metode pengamatan konvensional seperti menggunakan kapal survei kelautan bukanlah metode yang efektif dan efisien. Penggunaan teknologi satelit altimetri menjadi salah satu alternatif yang tepat untuk mengamati fenomena ini. Salah satu satelit altimetri tersebut adalah Satelit Jason-2. Pemantauan kenaikan muka air laut dilakukan pada perairan Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun (2009-2012 dengan mengambil 20 titik pengamatan. Terdapat 12 titik yang mengalami kenaikan dengan kenaikan terbesar mencapai 12 mm/tahun yaitu di titik Samudera Pasifik tepatnya sebelah utara Papua Barat, sedangkan kenaikan muka air laut terkecil terjadi pada titik Selat Makassar dengan kenaikan sebesar 0,587 mm/tahun.

  18. THE COMPLEXITY IN COPING CONFLICTING GROUPS IN SURROUNDING NUSAKAMBANGAN ISLANDS CENTRAL JAVA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairu Roojiqien Sobandi

    2016-01-01

    Full Text Available This study explores social and political conflicts in grassroots level, specifically, the challenge of natural degradations on a mangrove-fringed lagoon in Central Java, Indonesia. Segara Anakan is a significant environmental zone, with many unique ecosystem features, all of which are under threat from illegal land reclamation and timber theft, which have caused great damage. This study analyses how conflict arises between groups and how the rulers interact with villagers in Kampung Laut sur-rounding Nusakambangan Island. The result shows, as Reichel et al. (2009 notes, population growth and lagoon sedimentation indeed have directing to crucial conflicts between groups. However, histori-cal and the rulers approach factors also contribute to Kampung Laut conflicts. Long historical journey contribute to the formation of Kampung Laut villagers’ characters. It is the history of Galuh and Mata-ram Kingdoms’ networks through Babad Pasirluhur and Tanah Jawi in conquering Nusakambangan. More importantly, rulers’ policies and state apparatuses approaches also contribute to the creation of Kampung Laut villagers’ identity. The policies are often inconsistent and create more problems than solutions. Thus, dissatisfaction has directing to the creation of Kampung Laut identity marker as rebel-lions. In short, this hard situation led to conflicts between villagers and rulers. Our study suggest that it is very important to bring the state back in on the isolated and poor area like Kampung Laut Sub-District through more affirmative regional public policies and more over create additional income re-sources, for example eco-tourism that could support its sustainable outcomes.

  19. KEPATUHAN KONSUMSI SUPLEMEN KALSIUM SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KECUKUPAN KALSIUM PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih Purnasari

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract Background: World Health Organization (WHO recommended supplementation of 1500-2000 mg/day calcium to be integrated into antenatal care (ANC programmes to prevent pre-eclampsia, but the current program has not followed these recommendation. There was limited information about factors related to calcium supplements compliance and calcium adequacy in pregnant women in Indonesia. Objective: The study aims to analyze factors related to calcium supplements compliance and calcium adequacy in pregnant women. Method: This research was observational with cross sectional design. Subjects were 96 pregnant women received calcium supplements and attended ANC in Sumbersari and Ambulu Community Health Centre, Jember Regency. Data was analyzed using logistic regression to assess factors related to calcium intake compliance. Result: Factors associated to calcium supplements compliance were family support (OR= 3.40; 95% CI: 1.29–9.01 and perceived calcium benefits (OR= 3.02; 95% CI: 1.22-7.48. A high number of subjects (76.1% was below estimated average requirement (EAR of calcium. The average contribution of calcium intake from supplements was only 2.6% of subject’s EAR. Conclusion: This study implies that family support can improve compliance among the pregnant women and the needs of optimizing calcium supplementation program in Indonesia.Keywords: Calcium supplements, calcium adequacy, pregnant women, ANC Abstrak Latar belakang: WHO menganjurkan suplementasi kalsium 1500-2000 mg/hari bagi ibu hamil sebagai bagian dari ANC untuk pencegahan pre-eklampsi, namun program suplementasi kalsium di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mengikuti anjuran tersebut. Belum banyak informasi mengenai faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen kalsium maupun informasi kecukupan kalsium pada ibu hamil di Indonesia. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen kalsium dan tingkat

  20. Solar cycle lengths and climate: A reference revisited - Reply

    DEFF Research Database (Denmark)

    Lassen, K.; Friis-Christensen, Eigil

    2000-01-01

    In a critical assessment of the results regarding a possible association between solar activity variations and climate by Friis-Christensen and Lassen [1991] and Lassen and Friis-Christensen [1995], Laut and Gundermann [this issue] conclude that the correlation between the solar cycle length para...

  1. Pengaruh Pupuk Nitrophoska dan ZPT Dekamon terhadap pertuubuhan dan Produksi Jagung (Zea Mays L. ) Varietas Bisi-2

    OpenAIRE

    Gultom, Yunidix

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Nitrophoska dan ZPT Dekamon terhadap pertumbuhan dan produksi jagung Varietas Bisi - 2. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian Johor Indah Jl.Karya Wisata, Medan Johor dengan ketinggian 27 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini berlangsung dari bulan April hingga Agustus 2000. 950301084

  2. Pengaruh ZPT Dekamon 22,43 L dan Pupuk Pelengkap Cair TNF terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pernbibitan Utama

    OpenAIRE

    Flato Genius S

    2012-01-01

    Penelitian ini elilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian UISU Kecamatan Medan Johor dengan ketinggian 27 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei -September 2000. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. 950301025

  3. AKTIVITAS EKONOMI NELAYAN SAWI PURSE SEINE DI PULAU KODINGARENG KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Adhawaty, Sri Suro

    2011-01-01

    PENDAHULUAN Kunci pemenuhan ketersediaan pangan rumah tangga sangat bergantung kepada pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi yang dilakukan. Pada umumnya aktivitas ekonomi nelayan hanya untuk kegiatan menangkap ikan di laut. Ritme fluktuasi aktivitas melaut nelayan cukup extrem. Pada musim puncak, biasanya aktivitas melaut nelayan sangat tinggi sehingga alokasi waktu untuk melakukan aktivitas melaut juga tinggi. Pada musim sedang, walaupun aktivitas melaut relatif tinggi dan ...

  4. Pengaruh Pemberian Limbah Kalapa sawit (Sludge) dan Pupuk Majemuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinsensis Jacq) di Pembibitan Awal

    OpenAIRE

    Siregar, Zulkarnain

    2012-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian Limbah Kelapa Sawit (Sludge) dan Pupuk Majemuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pre Nursery. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor pada ketinggian 27 meter diatas permukaan laut. Penelitian berlangsung dari bulan November-Maret 2001. 950301088

  5. Perancangan Sistem Kontrol Sandar Kapal Otomatis Berbasis Logika Fuzzy di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randika Gunawan

    2013-09-01

    Full Text Available Tugas akhir ini berkaitan dengan perancangan simulasi sistem kontrol sandar otomatis dengan jenis kapal AHTS (Anchor Handling Tug Supply. Sistem auto pilot yang digunakan dalam simulasi ini menggunakan Kontrol Logika Fuzzy (KLF Sugeno-Takagi. Kontrol Logika Fuzzy digunakan untuk kontrol kemudi (rudder, stern thruster, dan bow thruster selama proses sandar kapal. Simulasi ini menggunakan data dari spesifikasi kapal yang sebenarnya dan menggunakan model pendekatan Nomoto orde II. Agar hasil simulasi mendekati kondisi yang sebenarnya, dilakukan pemodelan arus laut dengan kecepatan arus sesuai dengan kondisi di pelabuhan Tanjung Perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi sistem kontrol sandar kapal otomatis dapat mengikuti trayektori (set point yang telah ditentukan dan mempertahankan posisi heading sandar kapal. Dengan error trayektori antara jalur yang ditentukan dengan jalur sebenarnya jika tidak ada gangguan arus laut maka root square error maksimum trayektori sebesar 0.39 m. Dengan adanya gangguan arus laut 2; 2,25 dan 2,5 knot root square error maksimum trayekori sebesar 1,26; 0,64 dan 2,68 m. Sedangkan untuk tahapan sandar kapal arah kapal dengan gagguan arus laut 2; 2,25 dan 2,5 knot menghasilkan error sebesar -0,110; -0,060 dan -0,030. Waktu yang ditempuh untuk sandar kapal tanpa ada gangguan selama 668 detik, dengan adanya gangguan arus 2; 2,25 dan 2,5 knot berturut-turut selama 113, 96, dan 99 detik.

  6. PENGATURAN TENTANG PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI ZONA EKONOMI EKSLUSIF INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isetyowati Andayani

    2001-01-01

    Full Text Available Wilayah perikananIndonesiameliputi perairan pedalaman, laut wilayah dan Zona Ekonomi Ekslusif. Perikanan semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan perikanan. Dalam kerangka itu, dimungkinkan adanya kerjasama dengan pihak negara lain, keterlibatan negara asing diperkenankan sepanjang hak-hak kedaulatanIndonesiatetap dilindungi. Hak berdaulat dalam ZEE untuk eksplorasi, eksploitasi, pengelolaan serta konservasi sumber daya alam hayati dan non hayati.

  7. Fauna Simalurensis. Reptilia

    NARCIS (Netherlands)

    Rooij, de N.

    1922-01-01

    The collection of reptiles from Simalur, made by Mr. Edw. Jacobson in 1913 is a very interesting one and consists of 35 species: Lacertilia 17, Chelonia and Crocodilia 2, Ophidia 16. Besides, some reptiles were collected at Pulu Babi, at Pulu Si Laut (one of the Cocos Islands, north off Simalur) and

  8. Analisa Gerakan Ponton Model Tripod untuk Energi Gelombang Sistem Bandulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasin Besari Mustofa

    2012-09-01

    Full Text Available Abstrak—Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber energinya. Ponton berfungsi untuk mengangkut bandul yang terhubung dengan dinamo. Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul untuk memutar dinamo sehingga menghasilkan energi listrik. Perbedaan model ponton berpengaruh terhadap gerakan yang akan dihasilkan. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dan masih dikembangkan pada model ponton segidelapan. Apabila penelitian ini berhasil, maka diperlukan lebih dari satu ponton yang akan dioperasikan. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi dari jumlah pemasangan ponton. Penelitian ini dilakukan pada ponton model tripod, yaitu tiga buah ponton segidelapan yang dihubungkan dengan membentuk pola segitiga sama sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan terbaik pada ponton model tripod. Pada tinggi gelombang 0.5 – 1.5 meter, gerakan terbaik didapat pada tinggi gelombang 1.5 meter. Pada periode gelombang 4 – 12 detik, gerakan terbaik didapat pada periode gelombang 4 detik. Ponton model tripod sesuai untuk diaplikasikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB jika dibandingkan dengan ponton segidelapan.

  9. Kultivasi Fungi Mfw-01-08 yang Diisolasi dari Ascidia Aplidium longithorax dan Uji Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel Kanker Payudara T47D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nursid

    2010-12-01

    Full Text Available Mikroba laut, khususnya fungi, banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru. Banyak dari senyawa ini digunakan sebagai senyawa pemandu dalam pencarian obat-obatan baru antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak fungi MFW -01-08. Fungi diisolasi dari ascidia laut Aplidium longithoraxyang diambil dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Fungi MFW-01-08 diisolasi dengan menggunakan media malt extract agar (MEA kemudian dikultivasi selama 5 minggu (statis pada suhu 27–29oC dalam media SWS yang mengandung pepton soya (0,1%, pati larut air (2,0%, dan air laut buatan (1 L. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan sel lestari T47D (kanker payudara berdasarkan metode MTT assay. Senyawa metabolit sekunder dari miselium fungi diekstraksi dengan campuran diklorometan – metanol 1 : 1 sedangkan media kultur fungi diekstraksi dengan etil asetat. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa ekstrak media kultur memiliki aktivitas sitotoksik medium (IC50= 92,6 µg/mL dan ekstrak miselium tidak menunjukkan aktivitas sitotoksik (IC50183,6µg/mL terhadap sel T47D. Oleh karena itu penelitian lanjutan akan difokuskan pada ekstrak media kultur.

  10. Pengaruh Pemberian Zat Besi dan Asam Folat dibandingkan dengan Multivitamin dan Mineral pada Pekerja WanitaUsia Subur di Agroindustri Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Riyadi

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Pekerja wanita usia subur (WUS sebagai sumber daya manusia utama di banyak industri, rawan terkena anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan status besi pekerja WUS yang anemia atau memiliki hemoglobin (Hb rendah, yang bekerja di perusahaan pengalengan nanas denganmelakukan suplementasi zat besi. Penelitian ini dilakukan dua periode, menggunakan rancangan acak lengkap buta ganda. Subyek penelitian adalah pekerja WUS yang dibagi menjadi dua grup perlakuan suplemen, yakni grup-besi folat (BF yang diberi zat besi dan asam folat dan grup-multivitamin dan mineral (MVM yang diberi multivitamin dan mineral yang mengandung 15 macam vitamin dan mineral termasuk zat besi dan asam folat. Subyek penelitian pada periode-1 sebanyak 25 pekerja WUS sudah menikah (BF=13; MVM=12 dan periode-2 sebanyak 15 pekerja WUS belum menikah(BF=7; MVM=8. Suplementasi dilakukan tiga kali per minggu selama 10 minggu dengan pengawasan. Sesudah suplementasi tingkat Hb, hematokrit (Ht dan serum feritingrup BF meningkat, sedangkan pada grup MVM ada yang menurun. Peningkatan Hb dan Ht pada yang sudah menikah lebih tinggi dibandingkan yang belum menikah. Namun, Hb tersebut turun saat suplementasi dilanjutkan tanpa pengawasan dan semakin turun saat tidak lagi diberi suplemen. Pemberian suplemen yang mengandung zat besi menjadikeharusan bagi pekerja WUS, karena mereka tidak mampu meningkatkan Hb-nya jika hanya mengandalkan dari makanan. Abstract The Supplementation Effects of Iron and Folic Acid Compared with the Multivitamin and Mineral on Female Workers of Childbearing Age in the Pineapple Agribusiness. Female workers of childbearing age (WUS as a majorof human resources in many agribusiness exposed to anemia. This study aims to improve the iron status of anemic WUS workers with low hemoglobin (Hb levels, who work in a pineapple agribusiness by iron supplementation.This study was conducted two periods, using a double-blind randomized trial design. Subjects were

  11. A SURVEY OF THE SPECIES AND DISTRIBUTION OF AEDES AT SEAPORTS AND AIRPORTS OF IRIAN JAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumengen Sumengen

    2012-09-01

    Full Text Available Walaupun penyakit demam berdarah terdapat dimana-mana didaerah Asia Tenggara termasuk Indonesia, namun demikian belum pernah dilaporkan adanya di propinsi Irian Jaya. Vector utama penyakit tersebut adalah A. (Stegomya aegypti meskipun A. (S albopictus juga dapat menjadi vectornya. Penyakit lain yang terpenting dapat ditularkan oleh A. aegypti ialah yellow fever, dimana virusnya hanya terdapat di Afrika dan Amerika. Mengingat letak geografis yang sangat dekat dan kommunikasi yang regular baik melalui laut dan udara dengan negara-negara seperti Philipana, Thailand, Singapura, Vietnam, India, Ceylon dan Indonesia, maka setiap saat kedua penyakit tersebut kemungkinan dapat menginfeksi penduduk Irian Jaya. Untuk membantu mempelajari apakah infeksi dapat terjadi maka dari bulan September sampai dengan Desember 1968 telah dilakukan survey pendahuluan untuk mengetahui species Aedes yang ada dan distribusinya di pelabuhan-pelabuhan laut maupun udara terpenting di Irian Jaya. Survey ini dilakukan dengan cara mengadakan penangkapan serta pemeriksaan nyamuk dan larva yang terdapat pada setiap bangunan didaerah pelabuhan laut maupun udara. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan ternyata ditemukan adanya 7 species Aedes yaitu, A. aegypti, A. albopictus, A. (S scutellaris, A. (Finlaya koehi, A. (Ochlerotatus vigilax, A. (S alboleneatus, dan A. (F novalbitarsis. Walaupun Van Den Assem & Bonne Wepster (1964 menyatakan bahwa sebagian besar di wilayah Irian Jaya masih belum ditemukan adanya A. aegypti tetapi pada penelitian ini ternyata dari 11 pelabuhan laut dan udara, 9 diantaranya ditemukan A. aegypti. Timbulnya A. aegypti pada beberapa kota diwilayah Irian Jaya pada tahun 1968 mungkin disebabkan karena pemindahan vector tersebut dari daerah-daerah lain melalui kapal laut maupun udara yang merupakan alat pengangkut dari satu daerah kedaerah lain.

  12. Penampilan Produksi Sapi Peranakan Ongole yang Diberi Pakan Konsentrat yang Mengandung Tepung Daun Murbei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duta Setiawan

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan pakan konsentrat yang mengandung tepung daun murbei terhadap performa sapi peranakan ongole. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat komplit, P2 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat jagung, P3 Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat dedak padi, P4 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat onggok. Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC, dan R-C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun murbei pada konsentrat yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P> 0,05 terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC, dan R-C rasio. Kesimpulan penelitian ini bahwa konsentrat yang mengandung tepung daun murbei dapat dikombinasikan dengan konsentrat tunggal seperti jagung, onggok atau konsentrat komplit.    (Performance of local cattle (Peranakan Ongole-PO feed concentrates containing mulberry leave meal  ABSTRACT. The research has been conducted to study the ability of mulberry leaves that mixed in concentrates feed on the performance of Local cattle. A randomized block design, with 4 treatments and 4 blocks applied. The treatments consisted of 4 different mix of feed which were P1 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves and concentrate complete, P2 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and corn concentrate, P3 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and rice bran concentrate, P4 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and tapioca

  13. KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN JENIS VEGETASI MANGROVE DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS UNTUK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2011-04-01

    Full Text Available Kondisi lahan mangrove sangat ekstrem, sehingga vegetasi yang tumbuh merupakan vegetasi yang telah beradaptasi dan berevolusi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah di bawah tegakan vegetasi mangrove dan kedalaman tanah berbeda yang dapat dijadikan indikator biologis untuk memprediksi karakteristik tanah untuk budidaya tambak. Pengukuran dan pengambilan contoh tanah dilakukan di bawah tegakan paku laut (Acrostichum aureum, bakau (Rhizophora apiculata, api-api (Avicennia alba, dan nipah (Nypa fruticans masing-masing pada kedalaman tanah 0-0,25 m dan 0,50-0,75 m di hutan mangrove Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kualitas tanah yang diukur langsung di lapangan adalah pHF, pHFOX, dan potensial redoks, sedangkan yang dianalisis di laboratorium adalah kandungan air, pHKCl, pHOX, SP, SKCl, SPOS, TPA, TAA, TSA, pirit, karbon organik, N-total, PO4, Fe, Al, tekstur, dan nilai n. Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar vegetasi mangrove pada kedalaman yang sama, sedangkan Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar kedalaman pada vegetasi mangrove yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan bakau, api-api, nipah, dan paku laut yang tumbuh pada tanah sulfat masam Kabupaten Mamuju diklasifikasikan sebagai Sulfaquent dan Sulfihemits untuk kategori Kelompok Besar. pHF tanah pada vegetasi dan kedalaman tanah yang berbeda relatif sama, tetapi peubah kemasaman tanah lainnya menunjukkan bahwa tanah vegetasi paku laut memiliki potensi kemasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Kesuburan dan sifat fisik tanah vegetasi paku laut lebih mendukung untuk lahan budidaya tambak daripada vegetasi lainnya (bakau, api-api, nipah. Kualitas tanah pada setiap vegetasi relatif sama pada kedua kedalaman, kecuali tanah vegetasi paku laut dan api-api yang memiliki pH dan kandungan PO4 yang

  14. Penggunaan Biokompos dalam Bioremediasi Lahan Tercemar Limbah Minyak Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barokah Aliyanta

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas biokompos, rumput gajah dan kelompok mikroba yang efektif dalam bioremediasi lahan tercemar minyak bumi yang dilakukan dalam skala laboratorium, dan bahan tambahan yang digunakan urea sebagai sumber nitrogen. Pada penelitian ini dilakukan berdasarkan rasio C/N yaitu 15, 10, dan 5. Parameter uji yang dilakukan untuk mengetahui kondisi optimal yang dicapai pada remediasi terdiri atas pH, kadar air, kadar abu, dan kemampuan ikat air/water holding capacity (WHC. Hasilnya menunjukan degradasi TPH (Total Petroleum Hidrokarbon sebesar 91,15% dengan komposisi medium (100 g berat kering lumpur minyak bumi, 100 g berat kering biokompos, 9 g urea, rasio C/N = 5 menggunakan perlakuan dari kombinasi rumput gajah, mikroorganisme, urea dan biokompos selama 35 hari. Faktor lingkungan yang menghasilkan kondisi optimal ini dicapai pada remediasi diperoleh melalui kondisi awal pH 8,25; kadar air 49,97%; WHC 101,64%; dan kadar abu 63,76% dan kondisi akhir pH 6,25; kadar air 55,04%; kadar abu 73,39%; dan WHC 124,11%. Penambahan kompos dan urea dapat meningkatkan efisiensi degradasi TPH dan diperoleh hubungan positif antara jumlah penambahan kompos dan urea terhadap tingkat degradasi TPH. Kata kunci : biokompos, bioremediasi, degradasi, WHC, TPH

  15. UJI AKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG PASIR YANG TELAH DIFORMULASIKAN TERHADAP KEMAMPUAN SEX REVERSAL DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG GALAH (Macrobrachium rosembergii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryo Triajie

    2010-04-01

    Full Text Available Teripang atau Timun laut (Echinodermata adalah salah satu jenis komoditi laut yang bernilai domestik maupun internasional sub sektor perikanan yang cukup potensial. Salah satu zat bioaktif yang terkandung dalam teripang adalah senyawa steroid. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat efektivitas ekstrak kasar daging teripang yang telah diformulasikan dalam air media pemeliharaan juvenile udang galah terhadap keberhasilan mendapatkan jantan fenotif. Hipotesa yang dipakai pada penelitian ini adalah bahwa masa aktif pemberian ekstrak kasar daging teripang hasil formulasi yang diberikan dalam air media, efektif dapat berpengaruh dalam perkembangan juvenil menjadi jantan fenotif. Metode perendaman dengan dosis ekstrak teripang 10 mg/L, 15 mg/L dan 25 mg/L, dapat menghasilkan populasi jantan lebih tinggi dari kontrol (kontrol negatif/tanpa perlakuan hormon. Kata Kunci : teripang, steroid, jantan fenotif

  16. Desain Multi-purpose Support Ship sebagai Sarana Pengamanan, Pemetaan, dan Pusat Komando untuk Meningkatkan Keamanan Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewangga Aradea Widjatmiko

    2017-03-01

    Full Text Available Akibat maraknya pelanggaran-pelanggaran seperti illegal fishing, perompakan, penyelundupan, dan pelanggaran wilayah perbatasan laut Sulawesi, Indonesia. maka dibutuhkan kapal yang memiliki beragam kemampuan yaitu sebagai kapal kombatan (anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan anti serangan udara, kapal markas (command ship, kapal hidro-oseonagrafi (kapal survey dan riset, kapal bantu angkut personel dan kendaraan tempur (support ships, dan kapal pengawas lingkungan (environmental protection. Jenis kapal yang dibuat adalah Multi-purpose Support Ship (MSS, dikarenakan kegunaan yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan laut Indonesia. Dari proses desain ini didapat ukuran Multi-purpose Support Ship yaitu; Lpp = 110.0 m, B =14 m, H = 6.5 m, T= 4,5 m.

  17. Keanekaragaman Hayati Di Kawasan Pantai Kota Ambon Dan Konsekuensi Untuk Pengembangan Pariwisata Pesisir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel A. Sihasale

    2013-07-01

    Full Text Available Sebagai suatu daerah yang berada di wilayah Indonesia bagian timur, Pulau Ambon memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman daya tarik wisata. Dengan kondisi biogeofisik, sosial budaya masyarakat dapat dijadikan sebagai potensi bagi pengembangan pariwisata. Sebagai ibukota propinsi, kota Ambon memiliki pantai dan kelautan dengan keanekaragaman hayati yang khas, sehingga mempunyai peluang untuk dapat dijadikan sebagai objek wisata bahari termasuk potensi wisata bawah laut, dengan hal tersebut maka propinsi Ambon dikenal dengan  sebutan “The Spice Island Exotic Marine Paradise”.  Keberadaan akan potensi wilayah pesisir laut tersebut dewasa ini belum sepenuhnya dikelola dan di kembangkan dengan baik untuk pengembangan pariwisata, hal ini dikarenakan minimnya pemahaman akan bagaimana cara mengelola dan mengembangkan potensi keanekaragaman hayati tersebut dengan baik.Kata Kunci: Keanekaragaman hayati, Kota Ambon, potensi, pengembangan

  18. Die Rolle der Glukosetransporter an der Blut-Hirn-Schranke nach einem Schädel-Hirn-Trauma und deren eventueller Einfluss auf die Entwicklung eines sekundären Hirnödems

    OpenAIRE

    Wais, Sebastian

    2013-01-01

    Laut der Weltgesundheitsorganisation (WHO) waren in Deutschland 2006 akute ischämische Ereignisse des Zentralen Nervensystems (ZNS) die fünfthäufigste Todesursache. Zu diesen ischämischen Ereignissen zählen Schlaganfall, Kardiopulmonale Reanimation, traumatische Hirnverletzungen, sowie perioperative ischämische Komplikationen. Aufgrund der schwerwiegenden Folgen, die ein Verlust von Nervenzellen für den Patienten bedeutet, muss die weitere medizinische Akutversorgung den sekundären neuronalen...

  19. Die Weichholzauen und deren Bedeutung für den Hochwasserschutz im Elbegebiet

    OpenAIRE

    2003-01-01

    Vor dem Hintergrund der Hochwässer des Jahres 2002 werden immer wieder Fragen laut, wie die Weichholzauen bezüglich der hydraulischhydrologischen Wirkungen zu beurteilen sind. Die folgenden Aussagen sollen versuchen, einige dieser Fragestellungen unter Bezugnahme auf die mittlere Elbe zu beantworten. Sicherlich ist es nicht möglich, in diesem Zusammenhang jeden Einzelaspekt ausreichend zu beleuchten, zumal sich auch die Autoren der ausgewerteten Quellen hinsichtlich eindeutiger Aussagen relat...

  20. KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN SOCAH DAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Andy Nugraha

    2009-10-01

    Full Text Available Logam berat sangat berbahaya bagi biota laut maupun trofik level diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat di perairan Socah dan Kwanyar kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan. Pengambilan sampel air menggunakan botol sampel, sedangkan pengambilan sampel sedimen menggunakan grab sampler. Sampel kemudian dianalisa dengan spektrofotometer serapan atom (SSA. Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam berat Cd, Cu, Pb, dan Hg pada air di perairan Socah dan Kwanyar masih dibawah ambang batas baku mutu air laut, sedangkan kandungan logam berat di sedimen melebihi ambang batas baku mutu air laut untuk biota laut. Secara umum, kandungan logam berat di sedimen lebih tinggi dari pada kandungan logam berat di air. Kata Kunci : Logam berat, Pencemaran, Spektrophotometer  HEAVY METALS CONTENTS IN WATER AND SEDIMENT IN KWANYAR AND SOCAH WATER, BANGKALANHeavy metals are very dangerous for marine life as well as the trophic level above. This study aims to determine the content of heavy metals in the waters Socah and Kwanyar Bangkalan. This study was conducted over 3 months. Water sampled using a sample bottle, while sediment samples was taken using a grab sampler. The sample was then analyzed by atomic absorption spectrophotometer (AAS. Results showed that the content of heavy metals Cd, Cu, Pb and Hg in the water in the Socah and Kwanyar waters still below the seawater quality standard limits, whereas the heavy metal content in sediments exceeded the water quality standard for marine sea. In general, the content of heavy metals in sediment is higher than on the water.Keywords: Heavy metals, Pollution, AAS

  1. Prozessmanagement im Krankenhaus : Spielarten und deren Wirkungsweisen

    OpenAIRE

    Merz, Juergen; Bucher, Silke Verena; Rüegg-Stürm, Johannes

    2008-01-01

    Mit Versuchen, die Ausgaben im Gesundheitswesen zu beschränken, ist das Krankenhaus als einer der zentralen Erbringer von Gesundheitsleistungen seit längerem in den Mittelpunkt von Effizienz- und Effektivitätsbestrebungen gerückt. Nicht selten wird dabei der Ruf nach «Prozessmanagement » laut, verbunden mit dem Wunsch, die im System vorhandenen Kostensenkungsund Leistungspotentiale über dieses Konzept auszuschöpfen. In der Praxis zeigt sich dann, dass «Prozessman...

  2. The Causes and Prospect of the Southern Philippines Secessionist Movement

    Science.gov (United States)

    2003-12-01

    provinces, as follows, in alphabetical order: Agusan del Norte, Agusan del Sur, Basilan, Bukidnon , Camiguin, Compostela Valley, Cotabato, Maguindanao...Kolibugan, Sangil, Badjao or Samal Laut, Muslim Subanun in Zamboanga and Bukidnons . Majul, p. 364. Also see, Kalinaw Mindanao, available at [http...sultanate’s range of influence include, aside from his traditional dominion over the whole of Cotabato, Lanao, Davao, Misamis, Bukidnon and Zamboanga

  3. Pengaruh Pupuk Daun Bayfolan Dan Dekamon 22,43 L Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit(Elaeis Gutneensis Jacq) Di Pembibitan Utama

    OpenAIRE

    Naiborhu, Josua

    2013-01-01

    "Pengaruh Pupuk Daun Bayfolan dan Dekamon 22,43 L terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (FJaeis guineemis Jacq) di Pembibitan Utama". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk daun Bayfolan dan Dekamon 22,43 L terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan ulama. Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Kejaksaan Gang Pertambangan, Medan dengan ketinggian 25 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Agustus 2000. Ran...

  4. Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Terhadap Dosis Pupuk NPK Organik dan Konsentrasi ZPT Dekamon 22,43 L di Pembibitan Utama

    OpenAIRE

    Bukhari

    2012-01-01

    Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Jl. Ternak Simalingkar B Medan dengan ketinggian tempat lebih kurang 30 meter diatas permukaan laut, berlangsung dari bulan Juni 2002 sampai bulan Oktober 2002. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu : Faktor pertama pemberian dosis pupuk N PK Organik (N) tcrdrri dari 4 taraf yaitu : No = 0 g/polybag, Ni = 40 g/polybag, N2 = 80 g/polybag, Ns = 120 g/...

  5. Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba Terhadap Kualitas Legum Stylo (Stylosanthes gracilis)

    OpenAIRE

    Samosir, Arianto F

    2012-01-01

    Penelitian ini dilakukan di areal rumah kaea Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dengan ketinggian 25 meter diatas permukaan laut. Berlangsung selama kurang lebih tiga bulan mulai bulan Maret sampai juni 2001. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba terhadap kualitas legum Stylo (Stylosanthes gra,c ilis). Metode penelitian yang digunakan adalah Raneangan Aeak Lengkap fak...

  6. FODMAP-arme Diät bei Reizdarmsyndrom: Literaturübersicht und Pilotstudie über Österreich-adaptierte Diät

    OpenAIRE

    Auer A; Pail E; Toplak H; Hammer J; Betz C; Hammer HF

    2016-01-01

    Hintergrund: Die FODMAP-arme Diät beruht auf dem Konzept einer Reduzierung von fermentierbaren, kurzkettigen Kohlenhydraten in der Ernährung mit dem Effekt, unspezifische gastrointestinale Symptome vorrangig bei Reizdarmsydrom (RDS) zu mildern. Methode: Eine unsystematische Literaturrecherche und ein Pilotprojekt mit einer Diät, welche österreichische Ernährungsgewohnheiten berücksichtigte, wurden durchgeführt. 10 Patienten mit abdominellen Symptomen (laut ROM-III-Kriterien) wurden im ...

  7. Untersuchung des Reinigungseffektes von Ultraschall auf Oberflächen von Chirurgie-Instrumenten und dessen prototypische Umsetzung in ein Dekontaminationsverfahren

    OpenAIRE

    Kahlen, Insa

    2012-01-01

    Viele Medizinprodukte aus der Chirurgie stellen besonders hohe Anforderungen an ihre Aufbereitung, da sie z.B. wie die so genannten „Langschaftinstrumente“ enge und sehr langgestreckte Lumen aufweisen, die zum Teil nicht einsehbar sind. Laut der Richtlinie „Anforderungen an die Hygiene bei der Aufbereitung von Medizinprodukten“ vom RKI und der BfArM soll die Aufbereitung von solchen Medizinprodukten durch Anwendung validierter Verfahren durchgeführt werden und der Erfolg stets nachvollziehbar...

  8. HASILTANGKAPANTERIPANG(Sea cucumber) DI PERAIRANKARANGSCOTTPULAUDATUAUSTRALIA

    OpenAIRE

    Anthony Sisco Panggabean; Ralph Thomas Mahulette; Jim Prescott

    2016-01-01

    Perairan karang Scott (Scott Reef) yang terletak disekitar Pulau Datu berada di Perairan Laut Timor – Australia khususnya di lokasi MoU Box 74. Banyak nelayan tradisional Indonesia yang berasal dari Pulau Rote Alor dan Madura menangkap teripang di kawasan tersebut sebagai mata pencahariannya secara turun temurun. Suatu penelitian merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia (Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan) dan Pemerintah Australia (Australian Fisheries Management ...

  9. Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Landing Craft Tank (LCT Menjadi Self-Propelled Oil Barge (SPOB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainul Arifin Fatahillah

    2013-03-01

    Full Text Available Konversi Landing Craft Tank (LCT menjadi Self - Propelled Oil Barge (SPOB makin marak dilakukan. Hal ini dilakukan karena LCT sudah tidak dapat digunakan sebagai sarana pengangkut  minyak karena secara teknis tidak memenuhi persyaratan sebagai oil tank dan tertuang dalam kebijakan Direktur PT Pertamina Nomor: 754/F34100/2011-SO. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai konversi LCT menjadi SPOB serta penambahan satu ruang muat sepanjang 6 meter. Analisa teknis yang dilakukan yaitu kapal hasil konversi harus memenuhi owner’s requirement, harus memenuhi batasan Lambung Timbul minimum berdasarkan Peraturan Garis Muat Indonesia, memenuhi kekuatan memanjang kapal sesuai dengan Rules BKI, serta memenuhi stabilitas kapal berdasarkan IMO. Dari hasil perhitungan didapatkan SPOB Kuda Laut 8 dengan Kapasitas Ruang Muat 202.656 ton Diesel Oil dengan Massa jenis 0.84 tom/m3. Lambung timbul minimum kapal sebesar 231.90 mm dengan sarat kapal maksimal adalah 1.74 m, serta tegangan  maksimum kapal sebesar  484.395 kg/cm2 terjadi pada saat kapal mengalami Hogging. Analisa ekonomis dapat dihitung biaya yang dibutuhkan untuk melakukan konversi dari Landing Craft Tank menjadi Self-Propelled Oil Barge.  Biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan konversi LCT Kuda Laut menjadi SPOB Kuda Laut 8 adalah sebesar 3.036.830.850,00 Rupiah.

  10. PENINGKATAN KETAHANAN BENDING KOMPOSIT HIBRID SANDWICH SERAT KENAF DAN SERAT GELAS BERMATRIK POLYESTER DENGAN CORE KAYU SENGON LAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Hariyanto

    2017-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh ketebalan core dan perlakuan alkali serat kenaf terhadap peningkatan kekuatan bending komposit hibrid sandwich kombinasi serat kenaf dan serat gelas bermatrix Polyester dengan core kayu sengon laut. Mekanisme perpatahan diamati dengan photo makro.Bahan yang digunakan adalah serat kenaf (acak, anyam, serat E-Glass (anyam, resin unsaturated polyester 157 BQTN (UPRs, kayu sengon laut, dan NaOH teknis. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan. Komposit  hibrid sandwich  tersusun  terdiri  dari dua lamina komposit hibrid dengan core ditengahnya. Lamina komposit hibrid sebagai skin terdiri  dari satu lamina serat gelas anyam dan 3 lamina serat kenaf (acak - anyam – acak. Fraksi volume serat komposit hibrid adalah 30%. Core yang digunakan adalah kayu sengon laut yang dipotong pada arah melintang. Variabel utama penelitian yaitu perlakuan alkali serat kenaf  (0 & 2 jam dan tebal core (5,10,15,20 mm. Spesimen dan prosedur pengujian bending mengacu pada standard ASTM C 393. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ketebalan core mampu meningkatkan kekuatan bending dan momen bending komposit hibrid sandwich. Perlakuan alkali pada serat kenaf menurunkan kekuatan bending pada komposit hybrid sandwich. Mekanisme patahan diawali oleh kegagalan komposit skin bagian tarik, core gagal geser, dan diakhiri oleh kegagalan skin sisi tekan. Pada bagian daerah batas core dan komposit skin menunjukkan adanya kegagalan delaminasi.

  11. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  12. Konsentrasi merkuri dan hubungannya dengan indeks kepadatan keong popaco (Telescopium telescopium di Kao Teluk, Halmahera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardan Samman

    2014-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi merkuri pada air laut, sedimen dan keong popaco (T. telescopium, serta hubungannya dengan indeks kepadatan. Sampling dilakukan pada tiga stasiun yaitu di muara Sungai Balaotin, Cibok dan Kobok. Analisis konsentrasi merkuri menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi merkuri pada air laut pada ketiga stasiun di Perairan Kao Teluk berkisar antara 0,000239-0,000560 ppm. Konsentrasi merkuri pada sedimen berkisar antara 0,003-0,08 ppm. Konsentrasi merkuri pada keong berkisar antara 0,06-0,15 ppm. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut, dan US Environmental Protection Agency tentang baku mutu sedimen, serta World Health Organization/Food and Agriculture Organization (WHO/FAO tentang keamanan pangan maka kandungan merkuri pada air, sedimen dan keong popaco masih berada dibawah baku mutu yang ditetapkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara konsentrasi merkuri pada air dan sedimen dengan indek kepadatan keong popaco, dimana pada kepadatan tinggi maka kandungan merkuri cenderung rendah.

  13. ANALISA PERUBAHAN POLA HIDROLOGI DI DAERAH MUARA KALI PORONG PASCA PERISTIWA LAPINDO DENGAN CITRA SATELIT SPOT 4 DAN ALOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Machfud

    2015-02-01

    Full Text Available Pesisir merupakan salah satu tempat untuk muara sungai dimana hilir dari suatu sungai itu berakhir sebelum menuju lepas laut. Di kabupaten Sidoarjo tedapat kali yaitu Kali Porong yang merupakan ujung dari sungai Brantas yang semenjak tahun 2006 digunakan sebagai tempat untuk mengalirkan lumpur Lapindo ke laut. Hal ini menyebabkan perubahan dari ekologi dari Kali Porong. Salah satunya adalah mengganggu pola hidrologi yang ada di Kali Porong.  Oleh karena itu diperlukan analisa untuk penentuan pola hidrologi secara multitemporal setelah Kali Porong digunakan sebagai tempat mengalirkannya lumpur untuk menuju laut timur Jawa yang dimana akan mempercepat terbentuk sedimentasi yang dapat menggagu pola hidrologi Kali Porong. Pengamatan dilakukan dengan metode penginderaan jauh dengan menganalisa citra ALOS dan SPOT 4 dari tahun 2010 sampai 2011. Klasifikasi yang digunakan dalam analisa ini adalah klasifikasi Terselia atau klasifikasi beracuan yang menggunakan Maximum Likehood Standard dan menganalisa DEM SRTM dengan menggunakan menu spatial analyst tools untuk menentukan arah aliran sungai (flow direction dan akumulasi aliran sungai (flow accumulation.Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam peta aliran sungai terlihat gradasi warna dari biru tua menuju ke biru muda menjelaskan bahwa arah aliran sungai yang menunjukan semakin besar akumulasi pencampuran antara air sungai dengan lumpur dititik tersebut. Daerah pesisir Sidoarjo lebih di dominasi oleh pola aliran sungai dendritik. Pola aliran sungai daerah muara Kali Porong relatif tetap.

  14. QUANTIFICATION OF THE EFFICIENCY OF RUMEN MICROBIAL PROTEIN SYNTHESIS IN STEERS FED GREEN TROPICAL GRASS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MARTHEN L. MULLIK

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The rate of rumen microbial crude protein (MCP supply to the intestines is a crucial element in the current rumen models to predict respond of ruminants to a certain diet. Data from tropical pastures always below predicted results from the existing rumen models. Thus, quantification of the rumen MCP supply from tropical grass will improve predictive rate under tropical feeding conditions. Four Brahman crossbred steers (457±20.1 kg were used in a metabolism study. Pangola grass (Digitaria erianthe cv. Steudal was harvested every morning and fed to the animals soon after. Parameters measured were EMPS, intake, fractional passage rates, and rumen ammonia concentration. The EMPS was estimated using purine derivative excretion in urine. Crude protein and water soluble carbohydrates content were 6.3 and 7.4% of dry matter (DM respectively. DM intake was 1.6% live weight. Average rumen ammonia concentration was 69 mg/L whilst rumen passage rates were 7.84 and 6.92 %/h for fluid and solids respectively. EMPS was only 72 g MCP/kg digestible organic matter. It might be concluded that EMPS in steers consuming green pangola grass was below the minimum level for forage diets adopted in the current feeding standards. ABSTRAK Tingkat pasokan protein mikroba rumen (MCP ke usus halus merupakan salah satu unsur kunci dalam meramal respon pertumbuhan ruminan terhadap ransum tertentu. Data MCP hijauan tropis selalu berada di bawah nilai prediksi model rumen yang dipakai saat ini. Dengan demikian, kuantifikasi pasokan MCP rumput tropis diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan kemampuan prediksi model rumen untuk pakan daerah tropis. Empat sapi jantan muda Brahman persilangan (457±20,1 kg digunakan dalam sebuah penelitian metabolisme. Rumput pangola (Digitaria erianthe cv. Steudal dipanen setiap pagi dan langsung diberikan kepada ternak dalam kandang metabolis. Parameter yang diukur adalah produksi MCP dan efisiensi sintesis MCP (Emps, konsumsi, laju

  15. LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei BERSALINITAS RENDAH (Constructed Wetland for Remediation of Brackish Wastewater from White Shrimp (Litopenaeus vannamaei Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Raharjo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. ABSTRACT The amount of wastewater shrimp cultivation is relatively/too much, contains a variety of pollutants and potentially pollute the environment. In other side, The wastewater can be treated and also recirculated in shrimp cultivation systems. The purpose of research is to investigate the ability of flow water surface-constructed wetland system (FWS-CWs that planted vetiver grass (Chrysopogon zizanioides, L that removes of pollutants (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43- from wastewater vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamaei on conditions mesohaline and with the aim of evaluating the performance of the system. The results of the research indicate that FWS-CWs able to eliminate the parameters significantly of NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43-. Vetiver grass could grow on mesohaline conditions and it can perform remediation of the wastewater. Uptake of

  16. THE JOURNAL OF TROPICAL LIFE SCIENCE OPEN ACCESS Freely available online VOL. 5, NO. 2, pp. 88-91, May, 2015 Isolation of an Anti-Cancer Asperuloside from Hedyotis corymbosa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Artanti

    2015-05-01

    Full Text Available Hedyotis corymbosa L., with local name rumput mutiara, is an anti-inflammatory, anti-cancer and hepatoprotective traditional medicine. The ethanol extract of H. corymbosa L. shows inhibitory activity to humanYMB-1 breast cancer cell line with an IC50 of 6.51 μg/mL. The methylene chloride fraction shows a potential cytotoxic activity with an IC50 of 2.75 μg/mL. To obtain a lead compound, the extract was further purified by column chromatography. A pure compound is obtained which shows inhibitory activities against YMB-1, HL60 and KB human cell lines with IC50 values of 0.7; 11.0 and 104.2 μg/mL, respectively. Based on the 1D and 2D FT-NMR data, the isolated compound is an asperuloside.

  17. Media Sosial sebagai Strategi Gerakan Bali Tolak Reklamasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Agung Ayu Kade Galuh

    2016-06-01

    refl ection in the matter of mobilization. This means social media is capable to encourage the representation of democracy when the online activism successfully transformed into action. Abstrak: Tulisan ini mengaji bagaimana media sosial bermakna bagi aktivis gerakan. Media sosial dipandang sebagai salah satu strategi gerakan sosial baru. Menggunakan metode studi kasus serta kerangka berpikir new social movement dan cyberprotest, penelitian ini melihat bagaimana peran karakteristik media sosial ikut mempengaruhi proses demokrasi akar rumput di Indonesia. Karakteristik media sosial seperti bentuk, konten, dan khalayak memengaruhi pembentukan nalar dan refl eksi publik atas isu reklamasi Teluk Benoa. Kesimpulannya, posisi media sosial sebagai strategi gerakan sosial baru berperan memfasilitasi strategi nalar dan refl eksi dalam mobilisasi dukungan. Ini berarti media sosial mampu mendorong representasi demokratis ketika berhasil bertransformasi menjadi aksi nyata.

  18. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  19. PENGARUH PEMBERIAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT MENGANDUNG UREA-KAPUR DAN UBI KAYU TERHADAP PENAMPILAN KAMBING PE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I G. Mahardika

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian hijauan dan konsentrat yang mengandung urea-kapur dan ubi kayu terhadap produktivitas kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ke empat perlakuan yang dicobakan adalah Perlakuan A: ransum dengan 75% konsentrat (mengandung 4% urea, 2% kapur dan 50% ubikayu dan 25% hijauan (40% gamal dan 60% rumput raja, perlakuan B: rasnsum yang terdiri 60% konsentrat 40% hijauan, perlakuan C: ransum dengan 45% konsentrat dan 55% hijauan dan perlakuan D: ransum dengan 30% konsentrat dan 70% hijauan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa produktivitas kambing yang mendapat ransum dengan level konsentrat 45% sampai 75% tidak berbeda sedangkan yang mendapat ransum dengan level konsentrat 30% lebih rendah. Ransum yang memebrikan nilai ekonomi tertinggi adalah ransum yang mengandung konsentrat antara 45% sampai 60%.

  20. PRODUKTIVITAS TENAGA PENGARIT BERDASARKAN MODA PENGANGKUT DI PETERNAKAN SAPI PERAH PONDOK RANGGON, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Prihantoro

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga pengarit dan efektivitasnya berdasarkan moda pengangkut yang dipergunakan di peternakan sapi perah Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Peternakan sapi perah Pondok Rangon merupakan salah satu peternakan yang masih bertahan di DKI Jakarta yang ketersediaan hijauan pakannya berasal pada padang rumput alam. Penelitian didasarkan pada sumber data primer dan sekunder dengan cara sensus dari total 22 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak di Pondok Rangon 40,91% telah berumur > 55 tahun dan 45,46% telah memiliki pengalaman >20 tahun. Kapasitas mengarit tertinggi pada umur 38 tahun (395 kg/hari dan moda truck lebih efisien dalam penyediaan hijauan dibanding pick up dan becak motor.

  1. Morphological and Molecular Identification of Holothuria (Merthensiothuria) leucospilota and Stichopus horrens from Pangkor Island, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Kamarudin, Kamarul Rahim; Rehan, Maryam Mohamed

    2015-04-01

    This preliminary study aimed to identify a commercial gamat species, Stichopus horrens Selenka, 1867, and a timun laut species, Holothuria (Mertensiothuria) leucospilota (Brandt, 1835), from Pangkor Island, Perak, Malaysia, employing morphological techniques based on the shape of the ossicles and molecular techniques based on the cytochrome c oxidase I (COI) mitochondrial DNA (mtDNA) gene. In Malaysia, a gamat is defined as a sea cucumber species of the family Stichopodidae with medicinal value, and timun laut refers to non-gamat species. S. horrens is very popular on Pangkor Island as a main ingredient in the traditional production of air gamat and minyak gamat, while H. leucospilota is the most abundant species in Malaysia. In contrast to previous studies, internal body parts (the respiratory tree and gastrointestine) were examined in this study to obtain better inferences based on morphology. The results showed that there were no ossicles present in the gastrointestine of H. leucospilota, and this characteristic is suggested as a unique diagnostic marker for the timun laut species. In addition, the presence of Y-shaped rods in the respiratory tree of S. horrens subsequently supported the potential to use internal body parts to identify the gamat species. Phylogenetic analysis of the COI mtDNA gene of the sea cucumber specimens using the neighbour-joining method and maximum likelihood methods further confirmed the species status of H. leucospilota and S. horrens from Pangkor Island, Perak, Malaysia. The COI mtDNA gene sequences were registered with GenBank, National Center for Biotechnology Information (NCBI), US National Library of Medicine (GenBank accession no.: KC405565-KC405568). Although additional specimens from various localities will be required to produce more conclusive results, the current findings provide better insight into the importance of complementary approaches involving morphological and molecular techniques in the identification of the two

  2. Studi Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope dan Lowest Height Dengan Aster GDEMV2 dan Alos Palsar (Studi Kasus: Gunung Kelud, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Sigit Arisandy

    2017-01-01

    Full Text Available Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 mdpl dengan kemiringan lebih dari 40º. Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur memiliki tipe erupsi stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosit. Mempunyai nilai volcanic explosive index 4, dengan durasi letusan ± 12 menit. Letusan Gunung Kelud salah satunya menghasilkan aliran hidrologi yaitu berupa lahar dan lava yang dapat memberikan ancaman tinggi bagi masyarakat sekitar. Data yang digunakan untuk penentuan aliran hidrologi (lahar dan lava tersebut adalah DEM Aster GDEMV2 dan Alos Palsar. DEM memiliki informasi data ketinggian yang dapat digunakan untuk memodelkan penentuan arah aliran hidrologi. Hasil pemodelannya menyerupai bentuk di lapangan, sehingga dapat digunakan untuk mitigasi bencana. Teknik penentuan aliran hidrologi pada penelitian ini menggunakan metode steepest slope dan lowest height berdasarkan teori aliran hidrologi. Dari hasil arah pemodelan aliran metode steepest slope, arah aliran hidrologi yang dominan dari puncak Gunung Kelud adalah menuju ke arah barat (21%, utara (19%, dan selatan (16%. Sedangkan untuk Metode lowest height lebih dominan menuju ke arah barat (19%, barat laut (18%, dan barat laut (19%. dapat disimpulkan bahwa aliran dominan menuju arah barat, barat laut, barat daya, selatan dan utara. Sedangkan hasil perbandingan akumulasi aliran yang di-overlay dengan data BNPB, pada metode steepest slope dari data DEM Aster GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 9,81% sedangkan data DEM Alos Palsar 7,29%. Sedangkan metode lowest height dari data DEM Aster GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 12,18% sedangkan data DEM Alos Palsar 11,25%. Desa yang terdampak letusan Gunung Kelud yaitu untuk Kabupaten Kediri 29 desa, Blitar 26 desa dan Malang 2 desa.

  3. Lesekompetenz gehörloser und schwerhöriger SchülerInnen

    OpenAIRE

    Hennies, Johannes

    2010-01-01

    In der Arbeit wird die Lesekompetenz von SchülerInnen in Hörgeschädigtenschulen untersucht. Es werden Verfahren genutzt, die im Rahmen der aktuellen Bildungsevaluation nach der PISA- und IGLU-Studie zum Einsatz kommen. In den drei durchgeführten Teiluntersuchungen ist die Klasse des Berliner Schulversuchs als Beispiel eines bilingualen (d. h. gebärden-, laut- und schriftsprachlichen Unterrichts) beteiligt: a) 49 hörgeschädigte ViertklässlerInnen werden mit Hilfe einer IGLU-Textaufgabe untersu...

  4. Flüchtlingskrise im Nahen Osten : Syrien und Jordanien überfordert

    OpenAIRE

    Zorob, Anja

    2007-01-01

    "Täglich berichten deutsche und internationale Medien über Anschläge und Tote im Irak. Relativ verborgen vor dem Auge der Öffentlichkeit blieb bislang jedoch das, was durch Besetzung, Gewalt und Zerstörung ausgelöst wurde - die seit 1948 größte Flüchtlingskrise im Nahen Osten. Laut Angaben des UN-Flüchtlingswerks (United Nations High Commissioner for Refugees - UNHCR) haben seit 2003, als US-amerikanische und britische Truppen in das Land einmarschierten, um das Regime von Saddam Hussein zu s...

  5. Implication of Land-Use and Land-Cover Change into Carbon Dioxide Emissions in Karang Gading and Langkat Timur Wildlife Reserve, North Sumatra, Indonesia

    OpenAIRE

    Mohammad Basyuni; Lollie Agustina Pancawaraswati Putri; Muammar Bakar Murni

    2015-01-01

    Mangrove forest in the context of climate change is important sector to be included in the inventory of greenhouse gas (GHG) emissions. The present study describes land-use and land-cover change during 2006–2012 of a mangrove forest conservation area, Karang Gading and Langkat Timur Laut Wildlife Reserve (KGLTLWR) in North Sumatra, Indonesia and their implications to carbon dioxide emissions. A land-use change matrix showed that the decrease of mangrove forest due to increases of other land-u...

  6. Westernhagen – Keine Zeit

    OpenAIRE

    2010-01-01

    Im Gespräch mit Liz Stubbs spricht Pennebaker mit der Finanzierung einen der zentralsten Produktionsfaktoren an. Als unabhängiger Filmemacher war er im Laufe seiner Karriere immer wieder gezwungen, hohe finanzielle Risiken einzugehen. Das Filmemachen ist teuer, erst recht, wenn mit Filmen wie THE WAR ROOM (1993) US-Präsidentschaftskandidaten begleitet werden und über längere Zeiträume viel Personal und Material eingesetzt werden muss. Laut eigener Aussage (Stubbs 2002, 48) macht Pennebaker ni...

  7. Kronos und der walfisch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janez Stanovnik

    1956-12-01

    Full Text Available Nach Hesiod, Theog. 154—210 entmannte Kronos seinen Vater Uranos, als sich dieser Gaia in der Nacht nahte, indem er ihm mit der von seiner Mutter gegebenen Sichel sein Glied abschnitt. Es ist bekannt, daß das Verhältnis zwischen Uranos und Kronos eine Dublette des Verhältnisses zwischen Kronos und seinen Kindern, insbesondere Zeus, ist. Laut der Theogonie hat auch Zeus dasselbe seinem Vater Kronos angetan: er hat ihn mit Honig trunken gemacht und ihn damn im Schlaf gefesselt und entmannt.

  8. KEMAMPUAN Gracilaria sp. SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi N Ihsan

    2015-04-01

    Full Text Available Efek negatif dari kegiatan industri telah menyebar tidak hanya di darat tapi juga di ekosistem perairan, termasuk laut. Polusi dari kegiatan industri ke air laut terutama heavymetal, menjadi masalah di seluruh dunia. Penelitian tentang makroalga Gracilaria sp. menyerap Timbal telah dilakukan dalam percobaan 6-hari untuk menyelidiki kemampuan potensial sebagai agen bioremediasi. Penurunan konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut selama percobaan 144 jam diukur dalam suhu kamar. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua faktor, amonium dan Timbal (Pb. Memimpin digunakan dalam tiga tingkat (0,0, 0,5, dan 1 ppm dan amonium digunakan dalam satu tingkat (0,5 ppm. Setiap pengobatan menggunakan tiga ulangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa konsentrasi Timbal dalam Gracilaria sp. selama pengobatan A (0.00 ppm dari amonium naik ke 0,03 ppm, perlakuan B (0,05 ppm dari amonium naik 0,55 ppm, perlakuan C (0,50 ppm dari amonium naik ke 1,77 ppm dan perlakuan D (1 ppm dari amonium naik ke 2.94 ppm. Konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut menurun secara berkala. Pada periode 96 jam eksperimental, konsentrasi Timbal di semua perawatan mencapai 0.00 ppm.Kata kunci: Ammonium, Bioremediasi, Gracillaria, Timbal (Pb THE ABILITY OF Gracilaria sp. AS BIOREMEDIATION AGENT IN ABSORBING HEAVY METAL PbABSTRACTThe negative effect of industrial activities has been spread out not only in terrestrial but also in aquatic ecosystems, including ocean. The pollution from industrial activities to the seawater especially heavymetal, become problem all over the world. Research on macroalgae Gracilaria sp. to absorb Lead has been conducted in 6-day experiment to investigate the potential ability as bioremediation agent. The decline of Lead concentration found in the seawater during 144 hours experiment measured in room temperature. This experiments used Completely Randomized Design (CRD with two factors, ammonium and Lead (Pb. Lead used in three level (0

  9. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KE DEPAN DEVELOPMEN POLICY OF MARINE AND FISHERIES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sharif Cicip Sutardjo

    2014-05-01

    Full Text Available Konsep negara kepulauan sangat besar manfaatnya bagi Indonesia, karena dapat menjadikan laut sebagai penyatu pulau-pulau serta memperluas wilayah perairan kita. Sumber daya kelautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, dengan potensi sumber daya ikan tangkap laut sebesar 6,5 juta ton per tahun, potensi perikanan budidaya payau mencapai 2,96 juta hektar dan potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12,55 juta hektar. Selain itu laut Indonesia memiliki potensi migas dan wisata yang besar. Hasil pembangunan kelautan dan perikanan telah dapat meningkatkan PDB perikanan menjadi 6,48 % dengan nilai nominal sebesar Rp 57,69 triliun dan meningkatkan ekspor dengan surplus sebesar US$ 3,52 milyar. Selain itu juga dapat meningkatkan produksi perikanan, tingkat konsumsi ikan, produk olahan dan surplus produksi garam. Luas kawasan konservasi juga meningkat tajam, begitu juga pengelolaan pulaupulau kecil dan pengawasan. Keberhasilan pembangunan perikanan tersebut tercapai berkat program industrialisasi perikanan dengan pendekatan ekonomi biru. Kebijakan pembangunan ke depan adalah kebijakan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development dengan mempertimbangkan konsep negara kepulauan dan potensi kelautan yang besar.   Concept of archipelagic country gives a big benefit for Indonesia, since the concept introduces the sea as unifying islands and widensour territorial waters. Indonesian marine resources are the largest marine mega-biodiversityin the world, in which the potencies for capture fisheries resources, brackishwater aquaculture area, and marine culture area are 6.5 millions/year,2.96 million ha and 12.55 million ha respectively. Meanwhile, the sea has also huge potency for oil and gas as well as tourism. Marine and fisheries development has increased GDP of fisheries into 6.48% which is approximately valued Rp 57.69 trilliun and increased export surplus of US$ 3.52 billion. The development has also increased

  10. STUDY OF CHLOROPHYLL-A DISTRIBUTIONS IN LOMBOK STRAIT USING BIOGEOCHEMICAL MODEL BASED ON REGIONAL OCEAN MODELLING SYSTEM (ROMS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KADEK ARY ANGGRENI

    2015-05-01

    Full Text Available Regional Ocean Modelling System atau Sistem Pemodelan Laut Regional (ROMS telah digunakan untuk bermacam keperluan, bermacam pemodelan kelautan. Model Biogeokimia yang dipasangkan dengan ROMS terdiri dari tujuh pasang bagian persamaan yang berbeda-beda mencakup: nitrat, amonium, detritus kecil dan besar, fitoplankton, zooplankton, dan karbon fitoplankton yang dinamis menjadi suatu rasio klorofi.1. Studi pola penyebaran klorofil-a di Selat Lombok (-7 °N - -10 °5 dan 114 °E - 117 °E pada tahun 2006 telah dianalisis menggunakan model Biogeokimia berdasar pada ROMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran klorofil-a teramati rendah (0,20 mgChl-a/m3 di Selat Lombok pada bulan Januari. Klorofil-a diperkirakan di bagian sebelah selatan Selat Bali dan penyebaran klorofil-a rendah pada lapisan atas dari Selat Lombok. Klorofil-a berlimpah (0,32 mgChl-a/m3 teramati di bulan Agustus. Arah arus timur laut bergerak kearah barat clan bagian selatan di daerah penelitian melalui Selat Lombok. Konsentrasi klorofil-a tertinggi diperkirakan di sebelah utara hingga bagian barat daya Pulau Bali clan juga di bagian selatan Pulau Lombok. Selama musim kering, angin arah tenggara berhembus dari Australia memicu terjadinya proses upwelling ( temperatur rendah clan air yang kaya nutrien di dekat permukaan juga diperkirakan berdasarkan ROMS.

  11. Geochemical speciation and risk assessment of heavy metals in the surface sediments of Jemberau Lake, Tasik Chini, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Krishnankutty, Nimisha; Idris, Mushrifah; Hamzah, Firdaus Mohamad; Vijayan, Neethu

    2016-11-01

    The mine tailings from the iron ore mining in Jemberau catchment, Tasik Chini is directly seeping into Laut Jemberau. The caustic red sludge which consists of trace amounts of heavy metals from the mining site is also being washed and ultimately gets accumulated in the lake sediment. Under favorable conditions, the heavy metals are remobilized to the aquatic system, causing danger to the benthic organisms. Hence, a risk assessment study of surface sediment was conducted at Laut Jemberau, Tasik Chini. The results suggested that Mn, Co, and Cd are the most easily exchangeable metals in the sediment. Among these metals, the concentration of Mn (mean value = 12.04 ppm ± 13.25) is higher and it has adverse effect on aquatic biota. The risk assessment code (RAC) results also identified that the risk associated with Co, Cd, Mn are highly dangerous due to its high bioavailability and labiality in Jemberau aquatic system. The closer vicinity of mining site poses higher risk in comparative to other sampling stations. The geoaccumulation index (Igeo) shows that level of contamination in surface sediment due to anthropogenic activities is extremely higher especially in S2- near to mining site.

  12. Cost Effective pada Sistem Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dananto Adi Nugroho

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan  untuk  melakukan evaluasi dan  mendapatkan data desain dan  biaya  efektif  terhadap tiga teknologi  regasifikasi LNG  yaitu  Open Rack Vaporizer (ORV  dengan  menggunakan  air  laut  sebagai  sumber  panas,  Direct  Natural  Draft, Ambient  Air  Vaporizer  (DND-AAV  dan  Direct  Forced  Draft  Ambient  Air  Vaporizer, (DFD-AAV  yang  menggunakan  udara  ambien  sebagai  sumber  panas. Ketiga proses ini dijalankan dengan kapasitas sama. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program simulasi menggunakan program HYSYS 7.3 untuk mendapatkan kondisi operasi untuk tiap teknologi regasifikasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sistem regasifikasi menggunakan ORV dengan medium air laut memiliki IRR yang paling tinggi dibanding kedua sistem regasifikasi lainnya.

  13. ANALISIS PERIKANAN HUHATE DI PERAIRAN LARANTUKA, FLORES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Adha Akbar

    2016-11-01

    Full Text Available Informasi mengenai beberapa aspek perikanan huhate sangat diperlukan sebagai bahan untuk perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di Larantuka, Flores Timur pada tahun 2014 dengan tujuan untuk menganalisis perikanan huhate sebagai salah satu tulang punggung perikanan TCT. Kegiatan penelitian diprioritaskan pada analisis unit alat tangkap, daerah penangkapan, komposisi hasil tangkapan dan estimasi Total Faktor Produktivitas (TFP perikanan huhate. Basis data pengukuran adalah himpunan  data pendaratan dan observasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik armada terdiri dari kapal yang terbuat dari fibreglass dengan kisaran bobot kapal 6 - 30 GT. Daerah penangkapan di sekitar perairan Laut Sawu dan Laut Flores. Hasil tangkapan utama didominansi oleh cakalang (Katsuwonus pelamis sebanyak 82%, juwana tuna (Thunnus spp. 17% dan tongkol (Auxis spp. 1% serta hasil tangkapan ikutan lemadang (Coryphaena hippurus dan marlin (Makaira spp. < 1%. Hasil analisis tangkapan per unit upaya (CPUE memberikan nilai rata-rata sebesar 1,1 ton/trip (0,4-1,7 ton/trip dengan nilai tertinggi terjadi pada Februari, sedangkan terendah terjadi pada Januari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tren bulanan CPUE dan nilai TFP.

  14. Protokol Interchangeable Data pada VMeS (Vessel Messaging System dan AIS (Automatic Identification System

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farid Andhika

    2012-09-01

    Full Text Available VMeS (Vessel Messaging System merupakan komunikasi berbasis radio untuk mengirimkan pesan antara VMeS terminal kapal di laut dengan VMeS gateway di darat. Dalam perkembangan sistem monitoring kapal di laut umumnya menggunakan AIS (Automatic Identification System yang telah digunakan di seluruh pelabuhan untuk memantau kondisi kapal dan mencegah tabrakan antar kapal. Dalam penelitian ini akan dirancang format data yang sesuai untuk VMeS agar bisa dilakukan proses interchangeable ke AIS sehingga bisa dibaca oleh AIS receiver yang ditujukan untuk kapal dengan ukuran dibawah 30 GT (Gross Tonnage. Format data VmeS dirancang dalam tiga jenis yaitu data posisi, data informasi kapal dan data pesan pendek yang akan dilakukan interchangeable dengan AIS tipe 1,4 dan 8. Pengujian kinerja sistem interchangeable menunjukkan bahwa dengan peningkatan periode pengiriman pesan maka lama delay total meningkat tetapi packet loss menurun. Pada pengiriman pesan setiap 5 detik dengan kecepatan 0-40 km/jam, 96,67 % data dapat diterima dengan baik. Data akan mengalami packet loss jika level daya terima dibawah -112 dBm . Jarak terjauh yang dapat dijangkau modem dengan kondisi bergerak yaitu informatika ITS dengan jarak 530 meter terhadap Laboratorium B406 dengan level daya terima -110 dBm.

  15. PEMETAAN KETEBALAN LAPISAN PENUTUP BATU GAMPING BAHAN BAKU SEMEN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiyawan Adi Saputro

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penelitian geolistrik resistivitas untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta kedalaman dari batu gamping di Daerah Paciran Kabupaten Rembang Jawa Tengah telah dilakukan menggunakan konfigurasi Schlumberger. Pengambilan data sebanyak sembilan belas titik sounding dengan bentangan AB/2 sejauh 150 m. Peralatan yang digunakan diantaranya yaitu seperangkat resistivitymeter OYO MODEL 2119C MCOHM-EL. Pertama pengolahan data yaitu menggunakan software IP2Win untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan secara vertikal. Kedua, hasil interpretasi VES menjadi masukan software RockWork 14 dalam membuat cross section. Hasilnya menunjukan terdeteksi 3 lapisan batuan yang diduga sebagai top soil, batu gamping dengan kandungan MgO tinggi dan batu gamping dengan kandungan CaO tinggi. Lapisan top soil terdeteksi dengan ketebalan antara 0,140–1,53 m. Sedangkan lapisan kedua diduga sebagai lapisan batu gamping dengan kandungan MgO tinggi terdeteksi dengan ketebalan antara 2,16–10,3 m. Dengan demikian, kedalaman lapisan batu gamping dengan CaO tinggi terdeteksi pada kedalaman 2,30–10,3 m. Hal ini menunjukan pada bagian Timur kedalaman batu gamping dengan kandungan CaO tinggi lebih dalam dibandingkan bagian Barat. Namun kedalaman paling dalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara. Pada bagian tengah kedalaman lebih dalam dari yang diperoleh pada bagian Barat pada lokasi penelitian, tapi tidak sedalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara.   Kata kunci: Geolistrik, batu gamping, Rembang

  16. THE DEVELOPMENT OF AGROINDUSTRY AND TRANSPORTATIONAL NETWORK IN THE CENTRAL JAVA DURING DUTCH COLONIZATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sri Hartatik

    2014-01-01

    Full Text Available The Java Land has been developed into a big plantation area, especially a sugar cane and coffee plantation. Those plantation was carried out since the seventeenth century by VOC , and then it is developed rapidly in nineteenth century, especially in the cultivation system period. The development of plantation company needs supporting vehicles and facilities. As a result of this, there are a development of land transportation, especially a train since the middle of the nineteenth century and the water transportation includes a big ships which enliven some harbours in Java, such as Semarang, Jakarta, Cirebon and Surabaya. Keywords: agroindustry, transportation network, Dutch colonization  Tanah Jawa pernah berkembang menjadi wilayah perkebunan yang besar, terutama perkebunan tebu dan kopi. Usaha perkebunan itu mulai dilakukan sejak abad ke-17 oleh VOC, dan berkembang pesat pada abad ke-19, terutama sejak masa Tanam Paksa. Perkembangan perusahaan perkebunan memerlukan sarana pendukung transportasi. Akibatnya berkembanglah transportasi darat, terutama kereta api sejak pertengahan abad ke -19 dan transportasi laut berupa kapal-kapal besar yang meramaikan sejumlah pelabuhan laut di Jawa, seperti Semarang, Jakarta, Cirebon, dan Surabaya. Kata kunci:  agroindustry, jaringan transportasi, kolonial Belanda  

  17. Perancangan Prediktor Cuaca Maritim Berbasis Logika Fuzzy Menggunakan User Interface Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Kahfi Anshari

    2013-09-01

    Full Text Available Pola iklim dan cuaca di Indonesia yang tidak ber¬aturan dan eskstrim akan mengganggu transportasi laut. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan prediktor cuaca maritim berbasis logika fuzzy takagi sugeno menggunakan user interface smartphone android.  User interface smar¬t¬phone an¬droid dipilih karena android banyak digunakan masy¬arakat indonesia. Data yang digunakan untuk membangun basis atu¬ran dan fungsi keanggotaan berasal dari data BMKG II Perak yang direkam perjam selama 6 tahun yaitu dari januari 2007 hingga desember 2012. Digunakan data cuaca maritim dari tahun 2007 hingga 2012 untuk membangun basis aturan dan fungsi keanggotaan logika fuzzy.  Validasi prediksi cuaca maritim di¬lakukan dengan menggunakan data BMKG bulan februari 2013. Selain menggunakan data BMKG juga  dilakukan validasi real¬time menggunakan data maritim buoyweather. Hasil pene¬litian didapatkan akurasi prediksi cuaca maritim tertinggi, yaitu: suhu udara, kelembaban udara, kecepatan arus laut, tinggi gelombang dan curah hujan adalah 83%, 84.5%, 87 %, 85.7% dan 95%.

  18. Pemanfaatan Perbedaan Temperatur pada Main Engine Cooling System sebagai Energi Alternatif untuk Pembangkit Listrik di Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Julianto

    2017-01-01

    Full Text Available Dari 100 persen bahan bakar yang masuk ke dalam mesin kapal, hanya sekitar 40 persem yang dikonversi menjadi daya. Sedangkan 30 persen panas dilepas menuju sistem pendingin (cooling system dan sisanya menjadi gas buang (exhaust. Energi panas yang terbuang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik. Perbedaan temperatur antara air panas yang keluar dari mesin kapal dan air laut yang digunakan sebagai pendingin dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan thermoelectric. Besarnya daya listrik yang dihasilkan tergantung pada besarnya perbedaan temperatur dan jumlah thermoelectric yang dipasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode yang tepat guna memanfaatkan energi panas yang terbuang pada sistem pendingin mesin. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian pustaka serta analisa ekperimen menggunakan prototype. Hasil penelitian berdasarkan keluaran  jacket water mesin Wartsila 6L20 sebesar 91 oC yang harus didinginkan dengan air laut bertemperatur 30oC didapatkan daya sebesar 32,4 Watt dari 12 thermoelectric yang dipasang. Dengan penyerapan energi sebesar 0,4 persen. Dengan begitu, masih banyak potensi energi yang masih bisa diserap untuk diubah menjadi energi listrik. Sehingga, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa panas yang terbuang dari mesin yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

  19. ANALISA SEA LEVEL ANOMALY MENGGUNAKAN RETRACKING WAVEFORMS DARI DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-2 (STUDI KASUS : PESISIR PULAU BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwipayana Kusumawardhana

    2015-02-01

    Full Text Available Sea Level Anomaly (SLA adalah perubahan sebenarnya dari topografi laut yang berhubungan dengan arus laut. Teknologi satelit altimetri yang sudah dikembangkan sejak tahun 1975 menjadi salah satu alternatif dalam memperoleh informasi tentang dinamika lautan. Salah satu misi dari satelit ini adalah dengan diluncurkannya satelit altimetri Jason-2 pada tahun 2008.Retracking waveforms merupakan pemodelan kembali bentuk gelombang yang dihantarkan oleh satelit altimetri ke daratan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Pada dasarnnya satelit altimetri memiliki ketelitian yang baik di lautan lepas, tetapi untuk di daerah pesisir mengalami gangguan dalam penerimaan gelombang di akibatkan oleh ombak, vegetasi dan bentuk pesisir pantai tersebut.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses retracking waveforms di wilayah pesisir Pulau Bali didapatkan nilai SLA tertinggi pada tahun 2011 adalah 1.1242 m pada bulan Desember dan nilai SLA terendahnya adalah -2.0084 m pada bulan yang sama dan untuk proses tanpa retracking waveforms didapatkan nilai SLA tertinggi pada tahun 2011 adalah 1.6436 m yaitu pada bulan Desember dan nilai SLA terendahnya adalah -1.5690 m pada bulan November dan Desember. Dengan melalui proses retracking waveforms didapatkan nilai SLA yang lebih teliti dan akurat dibandingkan tanpa melalui proses retracking waveforms terlebih dahulu.

  20. PEMANFAATAN KLOBOT JAGUNG SEBAGAI WAFER RANSUM KOMPLIT UNTUK DOMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    YULI RETNANI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah pertanian pada umumnya memiliki kandungan protein, kecernaan, dan palatabilitas yang rendah disamping itu sifatnya yang voluminous menyulitkan dalam penanganan, baik pada saat transportasi maupun penyimpanannya, sehingga memerlukan suatu cara untuk meningkatkan nilai guna limbah pertanian. Klobot jagung merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat, karena kandungan seratnya tinggi yaitu sebesar 32%. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan klobot jagung sebagai pakan ternak yaitu sifatnya yang voluminous, sehingga masih belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk memudahkan penyimpanan dan menjaga ketersediaannya maka klobot jagung dimanfaatkan dengan pengolahan fisik dalam bentuk wafer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui taraf terbaik dari klobot jagung yang dapat digunakan sebagai substitusi sumber serat pengganti rumput lapang di dalam wafer ransum komplit untuk domba ditinjau dari kualitas sifat fisik yaitu kadar air, kerapatan wafer, daya serap air, dan palatabilitas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: ransum yang mengandung 30% rumput lapang + 70% konsentrat (R1; ransum yang mengandung 20% rumput lapang + 10% klobot jagung + 70% konsentrat (R2; ransum yang mengandung 10% rumput lapang + 20% klobot jagung + 70% konsentrat (R3; dan ransum yang mengandung 30% klobot jagung + 70% konsentrat (R4. Variabel yang diukur adalah kandungan air, densitas, penyerapan air, dan palatabitas dari wafer klobot jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R2 dan R3 berpengaruh terhadap kandungan air (p<0,05. Perlakuan R2, R3, dan R4 berpengaruh sangat nyata terhadap daya serap air (p<0,01, tetapi tidak berpengaruh terhadap densitas. Nilai kandungan air berkisar antara 9,39%-12,61%, dan nilai densitas berkisar antara 0,70 g/cm3-0,75 g/cm3, sedangkan nilai palatabilitas wafer berkisar 550-885 g

  1. PENGGUNAAN BAKTERI PROBIOTIK DENGAN KOMPOSISI BERBEDA UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR DAN SINTASAN PASCALARVA UDANG WINDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muharijadi Atmomarsono

    2009-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi jenis bakteri probiotik terhadap perbaikan kualitas air dan sintasan pascalarva udang windu pada skala laboratorium. Rancangan acak lengkap (RAL dengan menggunakan 24 akuarium yang masing-masing diisi 10 L air bersalinitas 28 ppt dan 200 ekor benur windu PL-15 telah diaplikasikan pada percobaan di Laboratorium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP Maros. Delapan perlakuan yang dicobakan adalah A Bakteri probiotik asal laut (BL536+BL542+BL548; B Bakteri asal mangrove (PK446+BR883+BR931+MY1112; C Bakteri probiotik asal tambak (MR55+BT950+BT951+PR1080+BN2067; D Bakteri laut+mangrove; E Bakteri laut+tambak; F Bakteri mangrove+tambak; G Bakteri laut+mangrove+tambak; H Kontrol (tanpa bakteri probiotik. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Setelah 96 jam aplikasi didapatkan bahwa kombinasi bakteri probiotik asal mangrove dan tambak mampu mengendalikan kandungan bahan organik secara signifikan (P0,05. Walaupun konsentrasinya masih aman (0,0136—0,0184 mg/L, peningkatan kandungan nitrit kurang mampu dikendalikan oleh bakteri probiotik yang diaplikasikan (P>0,05. Sintasan pascalarva udang windu pada perlakuan bakteri probiotik asal laut (97,5% nyata lebih tinggi (P<0,05 daripada kontrol (82,0%. Secara keseluruhan, peningkatan populasi bakteri Vibrio spp. dalam air telah menyebabkan menurunnya sintasan pascalarva udang windu (r = -0,834; P<0,01. The objective of this study was to know the effect of different probiotic bacteria compositions on water quality improvement and survival rate of tiger shrimp postlarvae. This experiment was carried out in completely randomized design using 24 aquaria filled with 10 L of 28 ppt water and 200 pcs of tiger shrimp PL15 at the RICA laboratory. Eight treatments tested here were A Sea bacteria (BL536+BL542+BL548; B Mangrove bacteria (PK446+BR883+BR931+MY1112; C Brackishwater pond bacteria (MR55+BT950+BT951+PR1080+BN2067; D Bacteria of A+B; E

  2. STUDI PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Dwi Siswanto

    2014-04-01

    Full Text Available Fenomena dan dinamika di perairan laut menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan dalam berbagai aktifitas yang dilakukan dilingkungan perairan laut. Pergerakan massa air laut dinamis sepanjang waktu memberikan pengaruh terhadap dinamika perairan. Angin menjadi salah satu parameter penting yang berpengaruh terhadap fenomena dan dinamika perairan laut. Beberapa parameter oseanografi yang dipengaruhi oleh angin adalah arus dan gelombang. Parameter lainnya yaitu pasang surut, yang dipengaruhi oleh letak bulan dan matahari menjadikan dinamika lautan semakin kompleks. Arus, gelombang, dan pasang surut diduga berpangaruh signifikan terhadap kompleksitas di lautan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik parameter oseanografi di perairan Selat Madura, Kabupaten Bangkalan. Data utama penelitian berupa data arus, pasang surut, dan gelombang. Data pasang surut diperoleh dari BMKG Perak, Surabaya. Data yang digunakan adalah data bulan September 2012. Data arus dan gelombang diolah secara deskriptif untuk mengetahui dominasi arah dan kecepatan, sedangkan data pasut diolah menggunakan metode Admiralty untuk mengetahui tipe pasang surut perairan. Hasil analisa menunjukkan kisaran arus relatif kecil (0,28-3.54 cm/detik dengan arah Timur laut, Timur dan Tenggara. Karakteristik gelombang menunjukkan kecenderungan semakin besar pada setiap minggunya dengan pola harian cenderung stabil sepanjang hari. Tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda.Kata Kunci: hidrooseanografi, total suspended solid (TSS STUDY OF OCEANOGRAPHYC PARAMETERS IN THE MADURA STRAIT WATERS OF BANGKALAN DISTRICTABSTRACTPhenomenon and the dynamics in marine waters become important to be considered in some activities. The movement of sea water mass is dynamic along the time which gives influence toward waters dynamics. Wind become one of the important parameters influenced the phenomenon and sea waters dynamics. Some oceanography parameters were

  3. ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL AKTIVITAS KAPAL IKAN DI PERAIRAN SELATAN ARU MENGGUNAKAN CITRA MODIS DAN RADARSAT-2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dendy Mahabror

    2016-11-01

    Full Text Available Perairan selatan Aru merupakan daerah penangkapan  ikan yang potensial dengan sumberdaya ikannya yang berlimpah. Kapal-kapal ikan melakukan penangkapan ikan dengan mempertimbangkan kondisi kesuburan perairan yaitu fenomena upwelling melalui parameter suhu permukaan laut dan kelimpahan konsentrasi klorofil-a. Penggunaan citra MODIS secara periodik dapat menggambarkan waktu dan lokasi upwelling. Variabilitas suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a di lintang 7 LS dan 7.5 LS, bujur 133.1 – 136 BT menunjukkan fenomena upwelling pada musim Timur dimana suhu permukaan laut menurun hingga 24 oC sedangkan konsentrasi klorofil-a rata-rata meningkat hingga 3.61 mg/m3. Fenomena downwelling terjadi di musim Barat dimana suhu permukaan laut di lintang yang sama menjadi hangat berkisar 30 oC dengan konsentrasi rata-rata klorofil-a <1 mg/m3. Jumlah kapal ikan yang beroperasi di daerah penangkapan diketahui dengan menggunakan citra Radarsat-2 dan data VMS yang disesuaikan dengan waktu pengambilan citra di setiap bulannya dengan lokasi yang sama. Analisis spasial dan temporal dilakukan untuk mengetahui sebaran kapal ikan pada musim timur saat kesuburan perairan tinggi dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan mencapai 5.01 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi >150 unit/hari. Pada musim Barat kesuburan perairan rendah dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan <1 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi <40 unit/hari. KATA KUNCIklorofil-a, Modis, perairan selatan Aru, Radarsat-2, suhu permukaan laut. SPATIAL AND TEMPORAL ANALYSIS OF WATER PRODUCTIVITY AFFECTING ACTIVITIES IN FISHING VESSEL AT SOUTH ARU FISHING GROUND USING MODIS IMAGE AND RADARSAT-2Southern Aru waters is a potential fishing areas with abundant fish resources. Fishing boats catch fish by considering the condition of the waters productivity such as upwelling phenomenon through the parameters of sea surface temperatures and an abundance of chlorophyll

  4. APLIKASI TEKNIK AAN DI REAKTOR RSG-GAS PADA PENENTUAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DI DALAM IKAN DAN PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saeful Yusuf

    2015-03-01

    Full Text Available Pada makalah ini diuraikan tentang aplikasi teknik AAN (Analisis Aktivasi Neutron dalam penentuan konsentrasi unsur-unsur esensial dan cemaran yang terkandung di dalam beberapa spesies ikan dan pakan ikan. Unsur-unsur esensial yang terkandung dalam pakan ikan buatan juga dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Penentuan unsur menggunakan teknik AAN dengan metode perbandingan dan metode k0-AAN. Sampel diiradiasi di reaktor RSG-GAS yang memiliki fluks neutron thermal 5 x 1013 n.cm-2.s-1 pada daya 15 MW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 unsur di dalam 11 spesies ikan air laut dan air tawar telah ditentukan yaitu As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. Konsentrasi cemaran As didalam ikan laut sudah melampaui batas maksimum 1 mg/kg, sedangkan konsentrasi cemaran Hg masih dibawah batas maksimum 0,5 mg/kg, baik untuk ikan laut maupun ikan air tawar. Unsur K dan Na merupakan unsur makroesensial sedangkan unsur Cr, Co, Fe, Se and Zn adalah termasuk unsur mikroesensial. Secara umum ditunjukkan bahwa kandungan mineral didalam ikan laut lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan ikan air tawar. Br, Cs dan Rb merupakan unsur-unsur non esensial yang teridentifikasi dalam semua ikan yang dianalisis. Penelitian terhadap pakan ikan air tawar menunjukkan bahwa semua unsur yang teridentifikasi juga terdapat di dalam ikan laut dan ikan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa pakan ikan berkontribusi terhadap konsentrasi unsur di dalam ikan air tawar. Kata kunci : Analisis aktivasi neutron, unsur esensial, unsur cemaran, ikan, pakan ikan   This paper reported on the application of NAA (Neutron Activation Analysis Technique in the determination of the concentration of the essential and toxic elements in some species of fish and fish feed. Determination of elements using instrumental NAA technique with comparison and k0-INAA methods. Samples were irradiated in the RSG-GAS which has a thermal neutron flux  5.0E +13 ncm-2s-1. The results

  5. Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Alianto

    2016-12-01

    Full Text Available Total Nitrogen (TN and Phosphate (TP are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies. Total Nitrogen (TN dan Fosfat (TP merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur  dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 – 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L.  Konsentasi TP berkisar dari  0,017 – 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan.  Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung  bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi.

  6. PENGAMATAN JENIS-JENIS JAMUR YANG DITEMUKAN PADA MINUMAN SUSU SEGAR DAN SUSU KEMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Siti Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Minum susu dari wadah kemasan lebih praktis daripada minum susu segar yang harus dimasak lebih dahulu. Pengolahan susu biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses Ultra High Temperature (UHT yang menggunakan panas tinggi sekitar 140° C dalam waktu 14 detik dan cara Pasteurisasi yang menggunakan suhu 63° C dalam waktu 30 menit. Menurut label yang tertera dalam kemasan, susu dengan proses pengolahan di atas mempunyai daya simpan selama 10 bulan, terhindar dari cemaran bakteri serta efek luar seperti udara dan cahaya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa susu dalam kemasan kardus, kaleng, botol kaca dan plastik tidak bebas dari cemaran jamur seperti Aspergillus sp. , Penicillium sp., Geotrichum sp. dan Khamir. Dari tempat pemerahan susu ditemukan cemaran jamur yang sama dengan jamur yang ditemukan pada susu kemasan. Jamur Geotrichum sp ditemukan pada tanah yang berada di sekitar tempat pemerahan susu. Aspergillus sp ditemukan pada pakan sapi perah yang berupa rumput - rumputan, Risophus sp ditemukan pada sumber air yang berada disekitar tempat pemerahan susu. Pada susu kemasan kaleng yang berasal dari luar negeri baik yang legal maupun yang ilegal hanya ditemukan Penicillium sp dan Khamir berarti cemaran jamur berasal dari udara. Sedangkan susu kemasan dalam negeri ditemukan jamur A.niger, Penicillium sp., Khamir, dan Geotrichum sp.yang menandakan dapat tercemar dari bahan/susu perah karena penanganannya kurang higienis. ' Keywords: Jamur, susu segar dan susu kemasan.

  7. ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DALAM PENGOLAHAN CITRA DIGITAL LANDSAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Ridha Apriyanti

    2016-04-01

    Full Text Available Digital image processing can now be done with a variety of assistive software, one of which ArcGIS. At ArcGIS there are some features of image classification with multiple algorithms, but there is an algorithm that has not been used, this is K-Means algorithm. From the test results are obtained 12 land cover classes as follows pastures, airports, mining, open land, plantations, swamps, bushes, shrubs, settlements, plantations, dryland agriculture, and vegetated land. Results of field inspections showed 94.4% fit, and 5.6% did not correspond to actual field conditions. Keywords : Digital Image Processing, K-Means Algorithm, Clustering. Pengolahan citra digital saat ini bisa dilakukan dengan berbagai macam software bantu, salah satunya ArcGIS. Pada ArcGIS terdapat beberapa fitur klasifikasi citra dengan beberapa algoritma, namun ada satu algoritma yang belum digunakan yaitu algoritma K-Means. Dari hasil pengujian didapatkan 12 kelas penutupan lahan sebagai berikut padang rumput, bandara udara, pertambangan, lahan terbuka, hutan tanaman, rawa, semak, belukar, pemukiman, perkebunan, pertanian lahan kering, dan lahan bervegetasi. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan 94,4% sesuai, dan 5,6% tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya. Kata kunci : Pengolahan Citra Digital, Algoritma K-Means, Clustering

  8. Land Surface Coverage, Main Vegetation and Physical Soil Characteristics of West Side of Lawu Mountain

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahayu

    2015-07-01

    Full Text Available Sustainability of catchment area management of a mountain requeres identification the vegetation and condition of the major vegetation. This reserachs purpouse was characterizing major vegetation, coverage and soil properties at 1000 m elevation sea level to the top of Lawu mountain. Survey was started by identification of every vegetation unit followed by taking soil sample that was analyzed in laboratory for identifying the properties. Sampling and identification conducted close by common climbing track line to the top, including Jogorogo and Cemoro Sewu East Java, and Cemoro Kandang and Sukuh Central java. Coverage of vegetation used sattellite immage landsad and was analyzed by Arview software. Results showed that intens and dense forest was 36,22% and the other was rare density forest. Major vegetation of Lawu mountain was Pinus (Pinus merkusii, Cemara (Casuarina equisatifolia, Tanganan (Schleptera sp, Akasia gunung (Acasia decurren, rumput vestuca, Cantigi (Vaccinium sp kayu pasang (Lithocarpus pruinusa and vegetables on agriculture land. Every type of vegetation unit had different soil physycal properties of topsoil, while elevation had effect on soil bulk volume and porocity.

  9. Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Figur Alfenza

    2012-09-01

    Full Text Available Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.

  10. KARAKTERISTIK SPASIAL PERMUKIMAN VERNAKULAR PERAIRAN DI SULAWESI TENGAH (Characteristic Settlement on The Spatial of Aquatic Vernacular at Central Sulawesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahda Mulyati

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Permukiman masyarakat perairan terbentuk karena kondisi alam dan geografi yang rentan terhadap bencana. Masyarakat setempat membangun rumah tinggal berbentuk panggung, di mana sebagian atau seluruhnya berada di atas air, menggunakan bahan bangunan yang mudah diperoleh di lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran karakteristik spasial permukiman vernakular perairan khususnya di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data dilakukan secara naturalistik dan teknik analisis secara induktif. Awalnya permukiman dibentuk oleh pemukim karena kebutuhan tempat bernaung dan berlindung. Tempat dipilih yang dapat memberi keamanan bersama keluarga, sehingga pulau-pulau karang menjadi pilihannya. Kelompok terdiri atas beberapa keluarga, membangun tempat tinggal mengelilingi daratan bukit karang sesuai pengetahuan lokalnya. Dalam perkembangannya, jumlah permukim bertambah, sehingga unit-unit permukiman tumbuh dan berkembang ke laut. Permukiman terdiri atas deretan rumah tinggal dihubungkan oleh jalan atau jembatan kayu (tetean. Unit-unit permukiman membentuk spasial di mana rumah tinggal mengelilingi ruang-ruang publik. Interaksi sosial dilakukan pada dego-dego, jalan setapak (tetean dan ruang-ruang publik permukiman. Interaksi lain biasanya dilakukan pada saat melaut mencari ikan. Laut sebagai akses antar unit-unit lingkungan, tempat bermain bagi anak-anak dan ruang kehidupan bagi pemukim. Rumah tinggal merupakan ruang privat, sedang dego-dego, tetean jalan dan pasar adalah ruang publik. Spasial permukiman membentuk pola melingkar satu arah mengelilingi daratan bukit karang atau linier satu dan dua arah. Orientasi lain dan bersifat privat yaitu laut sehingga ruang belakang rumah tinggal (tatambe menghadap ke laut. Pusat permukiman adalah mesjid sebagai ruang sakral sekaligus ruang publik.   ABSTRACT Community settlements waters formed due to natural and geographical

  11. Herpetological Diversity of Timor-Leste: Updates and a Review of Species Distributions

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Mark O'SHEA; Caitlin SANCHEZ; Andrew KATHRINER; Sven MECKE; Venancio LOPES CARVALHO; Agivedo VARELA RIBEIRO; Zito AFRANIO SOARES; Luis LEMOS DE ARAUJO; Hinrich KAISER

    2015-01-01

    We report the results of five herpetological surveys during 2011–2013 that included visits to all districts of Timor-Leste (Aileu, Ainaro, Baucau, Bobonaro, Dili, Covalima, Ermera, Lautém, Liqui?a, Manatuto,Manufahi, Viqueque) except the Oecusse exclave. Our fieldwork culminated in the discovery of one putative new frog species (genus Kaloula), at least five putative new lizard species (genera Cyrtodactylus,Cryptoblepharus, and Sphenomorphus), and two putative new snake species (genera Stegonotus and Indotyphlops). In addition, we present new distribution records of amphibians and reptiles for 11 of the country's 12 contiguous districts, along with additional natural history data. Results from our surveys increase the number of amphibian and reptiles known to occur in Timor-Leste from 22 species before our surveys began to over 60, including over 20 as yet undescribed species.

  12. POTENSI DAN TINGKAT PEMAFAATAN IKAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN DI SELATAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Rosana

    2015-10-01

    Full Text Available Jawa Timur (Jatim adalah salah satu propinsi yang memiliki potensi sumberdaya perikanan laut yang terdiri dari ikan pelagis dan ikan demersal. Wilayah pengelolaan perikanan laut di Jawa Timur bagian selatan memiliki potensi yang sangat besar karena berhadapan langsung dengan samudera Hindia dan memiliki potensi ikan khususnya kelompok pelagis besar seperti tuna (Thunnus sp dan cakalang (Katsuwonus pelamis. Untuk mengetahui informasi tentang potensi dan tingkat pemanfaatan perikanan laut di Jatim perlu dianalisis data yang ada, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan sektor perikanan laut kedepannya dengan memperhatikan kelestarian sumberdayanya. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi dan tingkat pemanfaatan ikan di wilayah Selatan Jatim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan analisa data menggunakan metode Maximum Sustainable Yield (MSY. MSY atau potensi lestari ikan adalah besarnya jumlah stok ikan tertinggi yang yang dapat ditangkap secara terus menerus dari suatu sumberdaya tanpa mempengaruhi kelestarian stok ikan tersebut. Dengan menggunakan metode surplus produksi, potensi lestari ikan (MSY di wilayah Selatan Jatim periode 2009-2013 adalah sebesar 219.189,453 ton. Tingkat pemanfaatan ikan di perairan Selatan Jatim tahun 2009-2013 nilai rata-ratanya sebesar 49,48% yang berarti masih dibawah nilai jumlah tangkapan yang diperbolahkan (JTB sebesar 80%. Dari nilai tingkat pemanfaatan selama 5 (lima tahun tersebut dapat dikatakan perairan Selatan Jatim masih dalam kondisi underfishing karena tingkat pemanfaatannya masih dibawah nilai JTB (kurang dari 80%. Rata-rata nilai upaya penangkapan sebesar 577.764 trip dengan upaya optimum sebesar 523.437 trip, maka dapat disimpulkan bahwa upaya optimum lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata upaya penangkapan selama 5 (lima tahun.Kata Kunci: CPUE, MSY, potensi, tingkat pemanfaatan, upaya UTILIZATION POTENTIAL AND LEVEL OF FISH AS A BASIS FOR

  13. Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ankiq Taofiqurohman

    2013-08-01

    Full Text Available Penilaian risiko terhadap suatu habitat dan pemetaannya sangat penting dalam penilaian keadaan lingkungan. Pulau Biawak merupakan daerah konservasi dan pariwisata, yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada sumber daya laut baik ekologi maupun ekonomi. Pulau Biawak dikelilingi oleh terumbu karang dan banyak aktivitas manusia terjadi pada terumbu karang tersebut.Survey lapangan telah dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Pulau Biawak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko terumbu karang di Pulau Biawak, dengan membandingkan tiga aktivitas kelautan yaitu penangkapan ikan, menyelam dan snorkeling. Pemodelan spasial menunjukan bahwa semua kawasan terumbu karang di Pulau Biawak pada tingkat kondisi risiko tinggi, terutama di daerah selatan. Hasil perhitungan Euclidean menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan memberikan dampak yang paling tinggi terhadap habitat terumbu karang di Pulau Biawak

  14. NH[sub 3] semi-hermetic compressor from ILKA Mafa. NH[sub 3]-Halbhermetikverdichter von ILKA Mafa

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Anon.

    1999-03-01

    Towards the end of the lecture programme at the 1998 DKV Congress there was a well-visited and interesting lecture by Dipl.-Ing. Siegfried Laute on the revolutionary development by ILKA Mafa Kltemaschinenbau GmbH from Halle of the NH[sub 3] semi-hermetic compressor and on the results obtained with it in the course of its five years' use in practice (see DKV Report KK 2/99, p. 19). This development is of the greatest importance for the further spread of NH[sub 3] as a substitute for R22 as well as for applications which have always worked with NH[sub 3].

  15. PERKEMBANGAN EMBRIO IKAN TUNA SIRIP KUNING ( Thunnus albacares

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jhon Harianto Hutapea

    2016-11-01

    Full Text Available Pemeliharaan induk ikan tuna sirip kuning dalam bak beton telah berhasil dilakukan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol-Bali bekerja sama dengan Overseas Fishery Cooperation Foundation (OFCF Jepang. Pemijahan induk secara alami juga telah berhasil. Untuk mendukung program pembenihan ikan tuna, maka perlu diketahui informasi dasar yang dimulai dengan pengamatan perkembangan embrio. Telur yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil pemijahan secara alami dari induk-induk yang dipelihara dalam bak beton. Telur yang terkumpul dalam kolektor telur dipanen lalu diinkubasi dalam bak penetasan bervolume 200 L yang dilengkapi dengan aerasi dan sistem pergantian air secara kontinyu.  Pengamatan dilakukan dengan mengambil sampel telur dari bak penetasan lalu diamati di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan dari pemijahan hingga telur menetas adalah 18 jam 55 menit pada suhu air alami (27oC—28oC.

  16. Interview with Brian Tomlinson on Humanising Education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vahid Nimehchisalem

    2016-04-01

    Full Text Available Brian Tomlinson is a Visiting Professor at The University of Liverpool and a TESOL Professor at Anaheim University. He has worked as a teacher, teacher trainer, curriculum developer, university academic and soccer coach in Indonesia, Japan, Nigeria, Oman, Singapore, Vanuatu, UK and Zambia and has given presentations in over 60 countries. He is the Founder and President of MATSDA and has published many articles and books including Developing Materials for Language Teaching, Openings etc. The interview you are about to read here was recorded after his plenary talk at the 11th Malaysia International Conference on English Language Teaching (MICELT 2016 in Swiss-Garden Beach Resort, Damai Laut, Perak, Malaysia.

  17. Aussprachliche Interferenzen der Studenten bei der DaF-Lehrerausbildung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayhan BAYRAK

    2013-12-01

    Full Text Available Ziel dieser Untersuchung ist es, die Aussprachefehler der türkischen Studenten, die an der Anadolu Universität Deutsch als Fremdsprache studieren, zu bestimmen und näher auf die wirkenden Einflussfaktoren einzugehen. Dazu wurde von den StudentInnen verlangt, 15 deutsche Sätze und 20 deutsche Wörter vorzulesen, wobei Tonbandaufnahmen gemacht wurden. Danach wurde diese Tonbandaufnahmen analysiert. Im segmentalen Bereich haben sie Schwierigkeiten der kurzen und langen Vokale (% 38. Der zweithäufigste Fehler entstand beim Schwa-Laut [∂] (% 15,9. Bei den Konsonanten wurden folgende Abweichungen festgestellt; [Ik] statt [Iç] (% 8,4; Artikulation des [h] an medialer und finaler Stelle (% 7,3; [s] statt [z] (% 4,2; [z] statt [ts] (% 4,2. Im suprasegmentalen Bereich wurden die Abweichungen von Normen bei der Akzentuierung festgestellt (% 33, 1.

  18. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0

  19. MENGENAL LEBIH DEKAT KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis HASIL BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2015-06-01

    Full Text Available Kerapu bebek/kerapu tikus/humpback grouper (Cromileptes altivelis merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya laut yang memiliki nilai jual tinggi. Sebelum berkembangnya kerapu hibrid, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, sudah berhasil mengembangkan pembenihan ikan kerapu bebek meskipun sintasan yang diperoleh masih bervariasi. Pemantauan benih hasil budidaya sebagian besar terfokus pada pertumbuhan dan jika sudah mencapai ukuran konsumsi bisa dijual atau diekspor ke Hongkong. Sebagai institusi penelitian nampaknya masih perlu mengupas lebih detail komoditas yang dikembangkan. Beberapa catatan yang dapat diperhatikan, untuk lebih mengenal komoditas kerapu bebek, sebelum dijadikan sebagai ikon jenis ikan yang pernah memiliki masa kejayaan, karena saat ini popularitasnya relatif menurun karena ada larangan ekspor dan masuk dalam satwa CITES. Catatan tersebut antara lain; kerapu bebek selama fase yuwana (2-3 bulan dapat dijadikan sebagai kandidat ikan hias dengan performasi bintik bintik hitam pada permukaan tubuh yang merupakan keunikan tersendiri, karena jumlah dan polanya berbeda antara satu individu dengan yang lainnya serta akan bertambah jumlahnya seiring dengan bertambahnya umur dan bobot badan. Spot/bintik hitam kemungkinan identik dengan sidik jari manusia, yang bisa digunakan untuk membedakan antara satu individu dengan individu lainnya dalam satu populasi. Gonad kerapu bebek turunan pertama (F1 dengan umur dan kisaran bobot badan yang kurang lebih sama (600-900 g, menunjukkan 95% berada pada fase betina. Sementara pematangan dan pembentukan gonad jantan pada kerapu bebek hasil budidaya dapat dipacu dengan rangsangan hormonal dan pemberian pakan segar dengan kualitas yang baik. Dari hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa kerapu bebek hasil budidaya dapat memijah dengan baik dan menghasilkan turunan generasi kedua (F2, akan tetapi kualitas telur dan larva yang dihasilkan masih lebih rendah bila

  20. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  1. PROSENTASE PENUTUPAN KARANG DI PULAU KANGEAN-SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Insafitri

    2010-10-01

    Full Text Available Terumbu karang merupakan habitat bagi spesies laut yang mernpunyai nilai komersial tinggi dan juga berfungsi untuk melakukan pemijahan, peneturan, pembesaran anak, makan dan mencari makan (Peding foraging. Sehingga terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperiukan di bidang medis dan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase penutupan karang di lokasi penelitian yang nantinya merupakan informasi awal dalam menentukan kondisi terumbu karang di Kepulauan Kangean Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Agustus 2010 di Pulau Kangean — Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase penutupan terumbu karang di pulau Kangean termasuk dalam kondisi buruk.Kata Kunci : terumbu karang, pulau kangean sumenep, prosentase peneutupanCORAL COVER IN THE KANGEAN ISLAND SUMENEPCoral reefs are habitat for marine species that have high commercial value and also serves as spawning, hatching, breeding, feeding and foraging (Peding foraging. So the coral reefs as marine biodiversity warehouse. Currently, the role of coral reefs as a house of biodiversity making it an important resource for a variety of bioactive materials that needed in the medical and pharmaceutical field. the purpose of this study was to determine the percentage of coral cover in the study site which will constitute the initial information in determining the condition of coral reefs in Kangean Islands, Sumenep. This research was conducted on August 2010 in Kangean Island - Sumenep. The results showed that the percentage of the coral cover in the Kangean Island including in adverse conditions.Keywords: Coral reefs, Kangean Island Sumenep, Coral cover

  2. BAKTERI INDIKATOR PENCEMARAN DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Ari Wahyuni

    2015-04-01

    Full Text Available Perairan Selat Madura, khususnya di Kecamatan Kamal dan Socah Kabupaten Bangkalan, merupakan wilayah perairan yang terdampak langsung oleh berbagai aktivitas di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik serta adanya Jembatan Suramadu. Beberapa dampak, salah satunya adalah dampak negative berupa potensi pencemaran di lingkungan perairan laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan bakteri pencemar, salah satu indikatornya adalah bakteri pathogen, di perairan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Pengambilan data berupa sampel air laut dilakukan di tiga stasiun, dibiakkan dalam media agar. Selanjutnya, proses kultur pada media selektif. Hasil kultur menunjukkan ada bakteri pathogen dari jenis coliform. Keberadaan bakteri pathogen menjadi salah satu indicator awal yang menunjukkan adanya peluang terjadinya pencemaran di lokasi penelitian.Kata Kunci: Bakteri pathogen, Coliform, Indikator pencemaranPOLLUTION INDICATOR BACTERIA IN BANGKALAN DISTRICT WATERSABSTRACTMadura Strait, especially in Sub Kamal and Socah Bangkalan, a water area directly affected by the activities in the city of Surabaya and Gresik as well as the Bridge. Some effects, one of which is in the form of the potential negative impact of pollution in the marine environment. The purpose of this study to determine the presence of bacterial contaminants, one indicator is the bacterial pathogen, in the waters of the District Kamal Bangkalan. Retrieval of data in the form of sea water samples carried out at three stations, cultured in an agar medium. Furthermore, the process of culture in selective media. Culture results showed no coliform bacterial pathogens of this type. The existence of pathogenic bacteria becomes one of the early indicators that indicate the chances of contamination at the sites.Keywords: Coliform, Pathogenic bacteria, pollution indicators

  3. An Analysis of Language Code Used by the Cross- Married Couples, Banjarese- Javanese Ethnics: A Case Study in South Kalimantan Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supiani

    2016-08-01

    Full Text Available This research aims to describe the use of language code applied by the participants and to find out the factors influencing the choice of language codes. This research is qualitative research that describe the use of language code in the cross married couples. The data are taken from the discourses about language code phenomena dealing with the cross- married couples, Banjarese- Javanese ethnics in Tanah Laut regency South Kalimantan, Indonesia. The conversations occur in the family and social life such as between a husband and a wife, a father and his son/daughter, a mother and her son/daughter, a husband and his friends, a wife and her neighbor, and so on. There are 23 data observed and recoded by the researcher based on a certain criteria. Tanah Laut regency is chosen as a purposive sample where this regency has many different ethnics so that they do cross cultural marriage for example between Banjarese- Javanese ethnics. Findings reveal that mostly the cross married couple used code mixing and code switching in their conversation of daily activities. Code mixing is uttered by Javanese father or mother to their children. Mixed codes are used namely Banjarese+Javanese+Indonesian. Meanwhile, code switching occurs when there is another factor or a new participant who join in the discourse. The codes change from Banjarese to Indonesian codes or Javanese to Indonesian codes due to new participant who involve himself/herself in the dialogue. The influential factors are situational factors, the environment (neighborhood, relative status, and ethnicity. Keywords: Language codes, Cross- married couples, Banjarese and Javanese ethics, Dialects

  4. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat merupakan perairan yang potensial untuk budidaya laut. Namun demikian belum ada data dan informasi kesesuaian lahan untuk budidaya laut termasuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA di perairan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan di perairan pesisir Kabupaten Mamuju untuk budidaya ikan dalam KJA yang diharapkan juga dapat menjadi acuan dalam penentuan tata ruang wilayah pesisir. Metode survai diaplikasi pada wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, mulai dari perbatasan Kabupaten Majene di bagian selatan sampai perbatasan Kabupaten Mamuju Utara di utara. Kualitas air perairan yang diukur adalah: pH, salinitas, kecepatan arus, arah arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, fosfat, dan besi. Data lainnya diperoleh dari hasil ekstrak citra ALOS AVNIR-2 akuisisi 28 Juli 2009. Analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografis digunakan dalam penentuan kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan dalam KJA di Kabupaten Mamuju tersebar di Pulau Karampuang, Perairan Kalukku, Pulau Bakengkeng, Perairan Papalang, Pulau Kambunong, dan Tanjung Dapurang. Untuk pengembangan kegiatan budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, hanya sekitar 10% dari potensi perairan pesisir yang secara efektif dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di perairan Kabupaten Mamuju yaitu 698,18 ha yang terdiri atas sangat sesuai seluas 133,18 ha; cukup sesuai 512,41 ha dan kurang sesuai 52,59 ha

  5. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0

  6. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PERUMAHAN NASIONAL DI KOTA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Fahreza

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1 Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas Kota Medan ditinjau dari luasan, vegetasi, jenis dan perawatan. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini yaitu Perumahan Nasional Martubung, dan Perumahan Nasional Helvetia karna kedua Perumahan nasional ini berada di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi (Total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa (1 kondisi RTH publik pada kedua perumahan nasional ini ditinjau dari luasan, jenis, vegetasi dan perawatan. Untuk luasan RTH, kedua perumahan nasional ini belum optimal dan belum memenuhi syarat yang ditentukan Kementrian PU yang mensyratkan 20% dari luas kawasan. Jenis RTH pada perumahan nasional ini yaitu taman, lapangan sepak bola, lapangan olahraga, bantaran danau, dan lahan kosong terbengkalai. Untuk vegetasi pada RTH, masih terlalu sedikit sehingga mengurangi nilai keindahan dan keteduhan pada RTH kedua perumahan nasional ini, hal itu terlihat dari tanaman-tanaman yang layu, kering dan gersang. Perawatan RTH yang dilakukan kurang maksimal hal itu terlihat dari rumput yang tidak teratur dan lebat, ranting pohon yang berjatuhan serta fasilitas didalam RTH yang rusak. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Ada beberapa RTH yang tidak dilakukan pemanfaatan aktifitas didalamnya. Jenis aktifitas yang ada pada kedua perumahan nasional ini hampir sama, yaitu bermain bola, bermain bulu tangkis, bermain futsal, bermain voli, berolahraga seperti jogging dan senam, bermain anak-anak, bersosialisasi, berjualan dan acara-acara tahunan. Kata Kunci: RTH, perumnas

  7. Penilaian tingkat pencemaran logam berat dalam sedimen di perairan Pulau Morotai, Maluku Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward .

    2015-09-01

    Full Text Available Abstract. Morotai Waters, located in North of Maluku, has panoramic coastal waters and marine natural beautiful view, and rich of fishery resources, so it is potentially to be developed as a location for recreation area, mariculture, and fisheries industries. For those reasons, the development need a lot of base data, one of the data base is heavy metals. Heavy metals comes from various human activities, both on land and at sea and geological process. Heavy metals in low levels needed by aquatic organisms for the growth and development of its life, but high levels are toxic. Measurement of levels of heavy metals Pb, Cd, Cu, Zn, Ni, and Cr in the sediment in the waters of Morotai was conducted in June 2005. Sediment samples is taken using gravity cores at 13 research stations. The levels of heavy metals were measured using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS. The purpose of this study was to evaluate the contamination and pollution of heavy metals pollution level in Morotai Island waters using CF, I_geo, and PLI. The results of this study show that, based on the value of contamination factors (CF, geoaccumulation indices (I_geo and pollution load indices (PLI, sediment in this water is include to uncontamination and unpolluted category and is still safe for marine life (CF<0, I_geo<0 and PLI <1. Keywords:  Morotai; sediment; heavy metal; pollutions   Abstrak. Perairan Morotai terletak di Maluku Utara, perairan ini memiliki panorama pantai dan alam laut yang indah, serta kaya akan sumberdaya perikanan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi  wisata bahari, budidaya, dan industri perikanan. Untuk pengembangan tersebut diperlukan data dasar, salah satu data dasar tersebut adalah data  logam berat. Logam berat berasal dari berbagai aktivitas manusia yang ada di darat maupun di laut, dan proses geologis di alam. Logam berat dalam kadar yang rendah diperlukan oleh organisme perairan untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya

  8. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  9. STUDI KONDISI HIDROLOGIS SEBAGAI LOKASI PENEMPATAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN TANJUNG BENOA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Rahman As-Syakur

    2016-03-01

    adanya tujuan tertentu dengan berbagai pertimbangan. Pengambilan sampel dilakukan di 3 (tiga stasiun yang diambil secara acak di lokasi penelitian (Tanjung Benoa. Pengukuran kondisi hidrologis meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, kedalaman, kekeruhan, TSS, DO, Nitrat, Fosfat. Pengukuran kondisi hidrologis dilakukan secara insitu (langsung dan pengujian skala laboratorium. Data di analisis secara diskriptif kualitatif dengan membandingkan kualitas air berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut. Berdasarkan hasil pengukuran kondisi hidrologis, kondisi parameter lingkungan masih dalam batas toleransi untuk pertumbuhan biota laut. Kondisi dasar perairan sangat tidak cocok untuk penempatan terumbu karang buatan (artificial reef, hal ini dikarenakan substrat dasar perairan yaitu pasir berlumpur, dimana kondisi dasar perairan tersebut akan menenggelamkan terumbu karang buatan (artificial reef kedalam pasir. Kata Kunci: kondisi hidrologis, terumbu buatan, Tanjung Benoa

  10. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  11. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding, Kode Analisis (Axial Coding dan Pemilihan Kode (Selective Coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1 masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2 pelanggaran jalur penangkapan; (3 perbedaan teknologi penangkapan; (4 kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5 belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1 Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut, jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2 Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3 Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4

  12. Kajian kesesuaian lingkungan untuk pengembangan wisata di Pantai Ganting, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herdiana Mutmainah

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Simeulue Island is situated Indian Ocean in western part of Aceh Province, this is one of the outer island in Indonesia. Simeulue has big potency in marine resources such as  clean waters and beautiful beach, coral reefs and mangrove ecosystems. Therefore, Simeulue is very promising as an ecotourism destination. The objective of present study was to evaluate the condition of the water quality and the potency for a marine ecotourism development. The feasibility study was conducted on August in Ganting Beach, Village of Kuala Makmur, Simeulue Island. The purposive random sampling method was used to determine twelve sampling stations. The measured water quality parameters were pH, temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen, brightness, BOD5, odors, oil and debris. These parameters were analyized and mapped using software ODV, and then compared to the sea water quality standard for marine tourism as well as the characteristics of the coast to the suitability index of recreational area. The results showed that the water quality of Ganting Beach is very suitable for recreational activities (index 77, category S1  andit is suitable for swimming and also for boating tourism activities, banana boats and jet skis (index 16, category S2. Keywords: water quality; marine tourism; Ganting Beach   Abstrak. Pulau Simeulue, merupakan salah satu pulau terdepan sebelah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, dan terletak di Samudera Hindia.Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang besar, diantaranya perairan yang besih dan jenih, pantai yang indah, terumbu karang dan hutan bakau, sehingga sangat berpotensi untuk dikembang menjadi tujuan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kualitas perairan dan potensi kesesuaian wisata Pulau Simeulue.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 bertempat di Pantai Ganting, Kelurahan Kuala Makmur, Kabupaten Simeulue. Sebanyak 12 lokasi pengambilan sampel kualitas air

  13. SIMULASI NUMERIK GELOMBANG (SPECTRAL WAVES DAN BENCANA ROB MENGGUNAKAN FLEXIBLE MESH DAN DATA ELEVATION MODEL DI PERAIRAN KECAMATAN SAYUNG, DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Koko Ondara

    2016-11-01

    Full Text Available Pesisir Kecamatan Sayung merupakan wilayah abrasi di Kabupaten Demak yang terkena dampak paling parah dari kenaikan muka air laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika gelombang yang terjadi pada setiap kondisi pasang surut dan pengaruhnya terhadap rob serta overtopping yang terjadi. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif menggunakan persamaan numerik, simulasi MIKE 21 dan model elevasi ArcGis. Hs tahun 2016 pada pasang purnama 0,015 – 0,359 m dan pada surut purnama 0,009 – 0,358 m. Hasil pengolahan data menunjukkan ada perbedaan yang drastis genangan yang terjadi pada saat pasang dan surut. Luas area model genangan rob pada tahun 2016 sebesar 7200,36 Ha. Untuk jarak terjauh genangan rob dari garis pantai pada tahun 2016 sejauh 10826,7 m. Terdapat peningkatan tinggi gelombang termasuk kondisi pasut purnama dan perbani tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan abrasi terjadi di pengaruhi oleh kikisan gelombang yang terjadi secara terus-menerus. Kenaikan muka air laut yang terjadi setiap tahunnya berbanding terbalik dengan luas genangan yang dihasilkan, sehingga perlu dilakukan tindakan yang preventif pada proses tata kelola ruang pesisir.  Kata kunci: model elevasi, gelombang, model numerik, banjir rob, SayungNUMERICAL SIMULATION OF SPECTRAL WAVES AND ROB DISASTER USING FLEXIBLE MESH AND DATA ELEVATION MODEL IN WATERS OF SAYUNG DISTRICT, DEMAKCoastline area in subdistrict Sayung is an abrasion area in Demak which has the worst affected of sea level rise. The purpose of this study to determine the wave dynamics that occur in any tidal conditions and their effects on tidal flood and overtopping happened. The research method is quantitative descriptive using numerical equations, MIKE 21 simulation and ArcGIS elevation models. Hs 2016 on a tide 0.015 to 0.359 m and in full retroactively from 0.009 to 0.358 m. The results of data processing showed no drastic difference puddle that occur at high tide and low tide. The area of tidal

  14. PERAMALAN NILAI RUPIAH TERHADAP US DOLLAR UNTUK MEMPERSIAPKAN EKSPOR UNGGULAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delu Damelia

    2017-06-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara kepulauan dan mempunyai bentang laut yang cukup besar sebesar 5,8 juta km2 dan Indonesia sangat memiliki berbagai macam biota laut yang cukup lengkap dan beragam. Salah satu produk perikanan di Indonesia yaitu udang. Terdapat banyak produk turunan udang,   ada   frozen,   fresh   ataupun   jenis   spesies   udangnya.   Bicara   mengenai perdagangan Internasional Indonesia salah satunya yaitu eksport, Udang menjadi komoditi yang merajai ekspor perikanan, dengan nilai yang disumbang sebesar US$ 1,280 juta, disusul tuna US$606 juta, ikan lainnya US$ 700 juta dan hasil perikanan lainnya US$ 746 juta. Ekspor udang merupakan   ekspor terbesar  dalam  penyumbangannya  secara  value.  Ekspor  udang  sendiri  merambah ke berbagai Negara di dunia. Udang sendiri sudah ditetapkan untuk komoditi ekspor unggulan Indonesia. Ekspor udang terbesar Indonesia dengan dasar harga paling besar adalah ke Negara USA atau amerika serikat. Maka dalam penelitian ini meneliti bagaimana kondisi pertukaran atau transaksi Rupiah dengan US Dollar untuk menghadapi kondisi eksport udang yang semakin membesar dan sebagian besarnya ekspor udang merambah ke amerika serikat.  Indonesia is an archipelago and has a fairly large seascape by 5.8 million km2 and Indonesia is to have a wide variety of marine life that is quite complete and diverse. One of fishery products in Indonesia, namely shrimp. There are many products derived shrimp, there are frozen, fresh or shrimp species. Talk about International trade Indonesia one of which is exported, Shrimp become a commodity which dominated the fishery exports, with the value of the contributed amount of US $ 1.280 million, followed by US $ 606 million tuna, other fish US $ 700 million and other fishery products of US $ 746 million. Exports of shrimp is the largest export value in penyumbangannya basis. Shrimp exports alone expanded to various countries in the world. Shrimp itself is

  15. DISTRIBUSI Solen sp DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Ari Wahyuni

    2016-03-01

    grabsampler, sieveshaker, dan pemipetan dengan metode gravimetri. Hasil analisa menunjukkan kisaran nilai suhu 29-300C, salinitas 31-32 ppt, pH 7.9-8.0, dan jenis substrat berupa lumpur berpasir, serta kepadatan Solen sp 8-10 individu/m2. Semua hasil pengukuran menunjukkan kondisi normal dan sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota laut, sehingga dapat menjadi habitat yang cocok untuk tumbuh dan kembang Solen sp. Kondisi ini diduga mempengaruhi kepadatan Solen sp.   Kata kunci:  Bangkalan, distribusi, kepadatan, Solen sp, substrat.

  16. PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei DENGAN KOMBINASI PAKAN BERBEDA DALAM WADAH TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi Tahe

    2011-04-01

    Full Text Available Pakan merupakan satu di antara faktor yang perlu diperhatikan dalam sistem budidaya udang di tambak, karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, sintasan, dan efisiensi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pakan yang tepat terhadap pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Perbenihan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Wadah yang digunakan adalah bak fiber glass ukuran 1 m x 1 m x 0,7 m sebanyak 9 buah. Setiap bak diisi air laut salinitas 32 ppt sebanyak 500 L dan dilengkapi 1 buah aerasi. Hewan uji yang digunakan adalah tokolan udang vaname dengan bobot rata-rata 0,45 g/ekor dan ditebar kepadatan 100 ekor/bak. Penelitian diset menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu: (A pakan PV 100%, (B pakan PV 75% + pakan EB 25%, dan (C pakan PV 50% + EB 50%, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Selama pemeliharan 85 hari, udang diberi pakan dosis 50-5% dari total bobot biomassa/hari. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi pakan berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap pertumbuhan, sintasan, rasio konversi pakan, dan produksi udang vaname. Pertumbuhan dan sintasan udang vaname terbaik yaitu masing-masing 6,31g dan 86% diperoleh pada perlakuan B bila dibanding perlakuan lainnya.

  17. ANALISA ANOMALI GAYABERAT TERHADAP KONDISI TATANAN TEKTONIK ZONA SUBDUKSI SUNDA MEGATHRUST DI SEBELAH BARAT PULAU SUMATERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Thea Saraswati

    2015-02-01

    Full Text Available Aktivitas tektonik yang terjadi di bumi merupakan hal yang masih terus diteliti sampai sekarang. Sumatera yang terletak pada area Sunda Megathrust, yang merupakan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, mengakibatkan daerah ini rentan dengan aktivitas seismogenic. Salah satu akibat dari adanya pergerakan kedua lempeng ini adalah terbentuknya tatanan tektonik di wilayah Sumatera. GOCE (Gravity field and steady-state Ocean Circulation Explorer menawarkan metode yang cepat dengan cakupan global untuk mendapatkan data gayaberat bumi. Dengan memanfaatkan hitungan dari spherical harmonic coeffisien (SHC serta dilengkapi dengan data Digital Elevation Model (DEM, dapat diketahui nilai anomali gayaberat pada suatu wilayah. Distribusi anomali gayaberat mampu mencerminkan kondisi tektonik di suatu area. Variasi spasial dari anomali gayaberat menunjukkan bahwa pada palung yang terbentuk akibat subduksi kedua lempeng memiliki nilai anomali gayaberat negatif dengan nilai rata-rata sebesar -42.8729 mgal. Forearc ridge yang terbentuk akibat konvergensi lempeng memiliki nilai anomali gayaberat positif, sedangkan forearc basin yang merupakan cekungan diantara backarc dan forearc ridge, memiliki nilai anomali gayaberat negatif yang lebih kuat daripada yang terdapat pada Sunda Megathrust. Variasi temporal yang teramati menunjukkan bahwa distribusi anomali gayaberat positif yang terdapat pada prisma akresi di kedua tepian palung bergerak semakin mendekati Sunda Megathrust pada tiap seri pengamatannya, sedangkan distribusi anomali gayaberat negatif pada palung laut dan forearc basin membentuk suatu  pola distribusi yang semakin menyempit sehingga menyebabkan semakin curamnya gradient anomali gayaberat pada area di sekitarnya.

  18. WISATA HUTAN MANGROVE WONOREJO : POTENSI ECOTOURISM DAN EDUTOURISM DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nurdin

    2011-04-01

    Full Text Available Kawasan ekosistem mangrove Wonorejo Surabaya adalah salah satu kawasan hutan yang masih terjaga secara alami. Selain beranekaragam jenis mangrove, di wilayah hutan ini dapat pula dijumpai spesies-spesies biota laut dan pesisir lainnya, baik reptil, amphibi maupun aves (burung. Oleh sebab itu, kawasan ini sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata alternative di Kota Surabaya. Agar menjadi ”ikon” kelestarian lingkungan pesisir di Surabaya, direkomendasikan bahwa lokasi ini sesuai untuk dijadikan sarana Eco-Tourism dan Edu-Tourism. Pengembangan 2 jenis wisata alternatif akan memiliki nilai tambah baik untuk peningkatan potesi ekonomi lokal masyarakat pesisir maupun untuk sarana pendidikan untuk mengenalkan keragaman ekosistem dan biota wilayah pesisir dan lautan.Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya dukungan dari pemerintah Kota Surabaya untuk mempersiapkan fasilitas, meyediakan sarana dan prasarana, memberdayakan masyarakat sekitar serta yang tak kalah pentingnya adalah mempromosikan wilayah tersebut sebagai daerah tujuan wisata alternatif. Kata Kunci : Wonorejo Surabaya, mangrove, eco-tourism, edu-tourism 

  19. Management Effectiveness of Southeast Aru Islands Marine Conservation Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fernando Dayandri Willem Dangeubun

    2013-08-01

    Full Text Available Southeast Aru Islands Marine Conservation Area (SE Aru MCA has been existed for nearly 21 years, a period that long enough for a timely evaluation about how far improvement of management has been made in the area in question, i.e. whether management has improved situation of local communities and marine resources availability in the area. This study, therefore, aims at assessing management effectiveness and impacts of SE Aru MCA. Results suggest that the MCA, which was originally established as a marine nature reserve (Cagar Alam Laut, CAL in 1991 and changed status into marine sanctuary in 2009, has not yet produced the expected positive impacts. Assessment using available tools indicated that the management level of SE Aru MCA is at level 1, with percentage of 34.12%, meaning it is still at initiation stage and less effective in terms of management outcomes. Index of conservation area effectiveness with a value of 0.387 shows that the overall conservation area in the 3 categories mentioned above is less effective, therefore conservation effect has not been able to solve area problems. It is concluded that, after more than 20 years exists in the area, few benefits have been produced by SE Aru MCA for local people associated with it and biological resources in it.Keywords: marine sanctuary, conservation, effectiveness, impactDOI: 10.7226/jtfm.19.2.119

  20. Kontaminasi senyawa poliklorobifenil (PCB pada kerang hijau, Perna viridis dari Teluk Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward .

    2016-05-01

    Full Text Available Abstract. The objective of this research was to examine the contamination level of polychlorinated biphenyl compound in green mussels. Green mussels samples were collected in Jakarta Bay in March 2013. Polychlorinated biphenyl level were quantified by gas chromatography HP 5880 series II completely with Electron Capture Detector (ECD. The levels of polychlorinatedbiphenyl in small size mussels was 0.846 ppb, in medium size mussels was 0.854 ppb, and in biger size mussels was 2.018 ppb. These levels were lowercompared to the safe threshold value for seafood which in 2,000 ppb. Therefore the green mussels from Jakarta Bay is safe to consumpt. Keywords: Jakarta Bay; contamination; PCB; green Mussels Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kontaminasi senyawa polikloro bifenil dalam kerang hijau. Contoh kerang hijau dikumpulkan di Teluk Jakarta pada bulan Maret 2013. Kadar polikloro bifenil diukur  dengan alat kromatografi gas HP 5880 series II, yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron (ECD. Kadar polikloro bifenil dalam kerang hijau ukuran kecil adalah 0,846 ppb, kerang ukuran sedang adalah 0,854 ppb dan kerang ukuran besar adalah 2,018 ppb. Kadar ini masih rendah bila dibandingkan dengan nilai ambang batas aman untuk makanan hasil laut yakni 2000 ppb. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat apakah kerang hijau di Teluk Jakarta ini masih aman untuk dikonsumsi. Kata kunci: Teluk Jakarta; kontaminasi; PCB; kerang hijau

  1. Utilization of computational simulator for comparison of correlations in multiphase flow in ESP (Electrical Submersible Pumping) systems; Utilizacao de simulador computacional para a comparacao das correlacoes de escoamento multifasico em sistemas BCS

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Anjos, Roselaine M. dos; Maitelli, Carla Wilza S.P.; Maitelli, Andre L. [Universidade Federal do Rio Grande do Norte (UFRN), Natal, RN (Brazil); Costa, Rutacio O. [Petroleo Brasileiro S.A. (PETROBRAS), Rio de Janeiro, RJ (Brazil)

    2012-07-01

    Electrical Submersible Pumping (ESP) is an artificial lifting method which can be used both onshore and offshore for the production of high flow rates of liquid. By using the computational simulator for systems ESP developed by the AUTOPOC/LAUT - UFRN, this work aimed to evaluate empirical correlations for calculation of multiphase flow in tubing typical of artificial lifting systems operating by ESP. The parameters used for evaluating the correlations are some of the dynamic variables of the system such as head that indicates the lifting capacity of the system, the flow rate of fluid in the pump and the discharge pressure at the pump. Five (5) correlations were evaluated, from which only one considered slipping between phases, but does not take into account flow patterns and, four others considering slipping between the phases as well the flow patterns. The simulation results obtained for all these correlations were compared to results from a commercial computational simulator, extensively used in the oil industry. For both simulators, input values and simulation time, were virtually the same. The results showed that the simulator used in this work showed satisfactory performance, since no significant differences from those obtained with the commercial simulator. (author)

  2. Synchrotron WAXS and XANES studies of silica (SiO2) powders synthesized from Indonesian natural sands

    Science.gov (United States)

    Muchlis, Khairanissa; Aini Fauziyah, Nur; Soontaranon, Siriwat; Limpirat, Wanwisa; Pratapa, Suminar

    2017-01-01

    In this study, we have investigated polymorphic silica (SiO2) powders using, Wide Angle X-ray Scattering (WAXS) and X-Ray Absorption Near Edge Spectroscopy (XANES), laboratory X-Ray Diffraction (XRD) instruments. The WAXS and XANES spectra were collected using synchrotron radiation at Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Nakhon Ratchasima, Thailand. The silica powders were obtained by processing silica sand from Tanah Laut, South Kalimantan, Indonesia. Purification process of silica sand was done by magnetic separation and immersion with HCl. The purification step was needed to reduce impurity or undesirable non Si elements. Three polymorphs of silica were produced, i.e. amorphous phase (A), quartz (B), and cristobalite (C). WAXS profile for each phase was presented in terms of intensity vs. 2θ prior to analyses. Both XRD (λCuKα=1.54056 Å) and WAXS (λ=1.09 Å) patttern show that (1) A sample contains no crystallites, (2) B sample is monophasic, contains only quartz, and (3) C sample contains cristobalite and trydimite. XRD quantitative analysis using Rietica gave 98,8 wt% cristobalite, while the associated WAXS data provided 98.7 wt% cristobalite. Si K-edge XANES spectra were measured at energy range 1840 to 1920 eV. Qualitatively, the pre-edge and edge features for all phases are similar, but their main peaks in the post-edge region are different.

  3. DESAIN KAPAL LCU TNI-AL MENGGUNAKAN METODE OPTIMISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanudin Hasanudin

    2015-02-01

    Full Text Available Landing Craft Utility (LCU mempunyai peranan yang penting bagi Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI-AL digunakan sebagai kapal amphibious mendaratkan: pasukan, logistik dan kendaraan. Desain  LCU TNI-AL mengunakan metode optimasi belum pernah dilakukan, desain kapal umumnya menggunakan metode spiral design yang berlangsung beberapa putaran secara manual yang membutuhkan waktu yang lama dan seringkali tidak mencapai hasil yang optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam makalah ini digunakan metode Non Linier Constrains Optimization sehingga perlu satu putaran untuk menyelesaikannya yaitu pada tahap preliminary design. Pemodelan optimasinya dilibatkan ukuran utama dan hull form secara bersamaan sehingga tidak diperlukan pembuatan lines plan. Variables yang dicari adalah ukuran utama dan propulsi kapal; constrains adalah ukuran utama, rasio ukuran utama, stabilitas dan propulsi; objective functions adalah meminimalkan biaya pembanguan.  Dari hasil perhitungan didapatkan Landing Craft Utility yang optimal adalah: bentuk round bilge, Lpp=46,76m, B=9,63m, T=2,56m, H=4,63m, dan Vs= 11knot.

  4. Development of Community Forest in South Kalimantan Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Syahrany Noor

    2014-12-01

    Full Text Available The purpose of this study is to provide an overview of the development of community forests in South Kalimantan and information about the properties and benefits of community forest timber, the hopes community forests timber can be developed into a source of raw materials of natural forest wood substitute that can support the development of the wood processing industry in South Kalimantan. The result showed that Community forest proved to be very useful both for the owner, the community and the environment as well as for the government especially in order to meet the timber supply for local. Until the year 2011 the community forest area that was developed by the government in South Kalimantan has reached 2,895 ha, and the most widely are the Tanah Laut district covering 935 ha. The wood species that developed is sengon, jati, mahoni, karet, petai, akasia, galam, kemiri. The properties of the wood need to be understood and known before the relevant timber used both as a building material or as raw material for the industry, because these properties are basically determining the quality of wood products that will be produced. Technically private community forest wood can be used for building materials, components boat/ship and industrial raw materials.

  5. Studi Pengaruh Gerak Semi-submersible Drilling Rig dengan Variasi Pre-tension Mooring Line terhadap Keamanan Drilling Riser

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arda Arda

    2012-09-01

    Full Text Available Analisis terhadap sistem tambat pada anjungan pengeboran semi-submersible drilling rig perlu dilakukan sebelum dilakukannya operasi di lapangan untuk mengetahui perencanaan sistem tambat yang tepat dan aman. Dalam penelitian ini dilakukan analisa perilaku gerak semi-submersible dengan variasi pre-tension mooring line untuk mengetahui berapa besar pre-tension minimal yang harus digunakan agar operasi pengeboran di lingkungan laut Natuna dapat berjalan dengan aman. Variasi pre-tension yang digunakan adalah sebesar 400kN-2000kN dengan penambahan sebesar 400kN. Karakteristik gerakan semi-submersible diprediksi dengan menghitung RAO free floating dengan pemodelan numerik dalam domain frekuensi. Kemudian dilakukan analisa simulasi sistem lengkap (platform, mooring dan drilling riser dengan pemodelan numerik dalam domain waktu. Hasil yang didapat yakni nilai maksimum tegangan mooring line memenuhi batas kriteria API-RP2SK untuk semua variasi pre-tension dengan safety factor terkecil 2.44. Sudut flex joint drilling riser yang terjadi melewati batas kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-800kN yang mencapai 6.20 untuk sudut maksimum dan 4.80 untuk sudut rata-rata. Tegangan von Mises yang terjadi pada drilling riser melebihi kriteria API-RP16Q pada pre-tension 400kN-1200kN karena nilainya mencapai 369 MPa (0.82 yield stress.

  6. Chirurgische Möglichkeiten bei Epilepsie

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wurm G

    2001-01-01

    Full Text Available Epilepsie ist eine der häufigsten Erkrankungen des Nervensystems; sie betrifft 0,5-1 % der Bevölkerung, geschätzt etwa 50 Millionen Menschen weltweit. Trotz der Entwicklung neuer antiepileptisch wirksamer Medikamente erweisen sich bis zu 30 % der Patienten als medikamentös refraktär. Laut Hochrechnungen aus internationalen Vergleichszahlen gibt es in dieser Patientengruppe allein in Österreich 6000 Patienten, die von einer epilepsiechirurgischen Intervention profitieren würden, und jährlich kommen etwa 170 Patienten dazu. Patienten, die nicht zufriedenstellend auf die medikamentöse Therapie ansprechen, sollten daher an einem spezialisierten Epilepsiezentrum vorgestellt werden. Mittels oft aufwendiger Untersuchungen können dort im Rahmen der prächirurgischen Abklärung operativ behandelbare Syndrome abgegrenzt und schließlich dem chirurgischen Eingriff zugeführt werden. Technische Errungenschaften auf diagnostischer und operativer Seite haben in den letzten Jahren zu einem beträchtlichen Aufschwung der Epilepsiechirurgie geführt. Verschiedene resektive, diskonnektierende und stimulierende Verfahren werden für den einzelnen Patienten evaluiert und durchgeführt. Am häufigsten und erfolgreichsten sind temporale und mesiotemporale Resektionen, die in 70-80 % zur Anfallsfreiheit führen. Aufgrund der großen sozialmedizinischen und volkswirtschaftlichen Bedeutung des Krankheitsbildes Epilepsie wäre eine Sensibilisierung auf die chirurgische Behandlungsmöglichkeit wünschenswert.

  7. Palladium-cobalt alloy for applications in electrical engineering and electronics. New coating processes; Palladium-Kobalt-Legierung fuer Elektrotechnik/Elektronik. Neue Verfahren zur Oberflaechenbeschichtung

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Abys, J.A.; Breck, G.F.; Straschil, H.K. [Lucent Technologies Electroplating Chemicals and Services, Murray Hill, NJ (United States); Boguslavsky, I. [Molex Inc., Lisle, IL (USA); Holmbom, G. [CSM Materialteknik AB, Linkoping (Sweden)

    1999-11-01

    Surface properties are particularly important in plug-and-socket connections. Hard gold and palladium-nickel compounds are the most common. Lucent Electroplating Chemicals and Services (EC and S), a company of Lucent Technologies, recently developed a palladium-cobalt compound (PallaTechPdCo) with high abrasion resistance ensuring long life. The thickness of the coating layer can be controlled accurately during galvanization, which will reduce the cost as well. [German] Gerade bei elektronischen Steckverbindungen spielt die Oberflaeche eine entscheidende Rolle. Gaengig waren seither Hartgold-Ueberzuege oder Schichten aus Palladium-Nickel-Verbindungen. Bei der Lucent Electroplating Chemicals and Services (EC and S), einem Unternehmen von Lucent Technologies, hat man nun eine Palladium-Kobalt-Verbindung (PallaTechPdCo) als Legierungsmaterial entwickelt, die gegenueber den herkoemmlichen Galvanisierungswerkstoffen entscheidende Vorteile aufweisen soll. Laut Hersteller ist diese PdCo-Legierung aufgrund ihrer hohen Abriebfestigkeit haltbarer als herkoemmliche Verbindungen und gewaehrleistet somit eine groessere Zuverlaessigkeit und Sicherheit der Produkte. Weiterhin laesst sich die Masse der aufzutragenden Schicht beim Galvanisierungsprozess exakt kontrollieren. Diese Optimierung der Leistung verringert auch die anfallenden Kosten. (orig.)

  8. KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK ABALON Haliotis squamata Reeve (1846 HASIL SELEKSI F-1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2015-12-01

    Full Text Available Produksi benih abalon Haliotis squamata skala massal di hatcheri telah berhasil dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali. Permasalahan utama dalam budidaya abalon adalah pertumbuhan yang lambat. Keadaan tersebut diduga karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pertumbuhan dan variasi genetik abalon tumbuh cepat hasil seleksi individu. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pembentukan populasi F-1 mempunyai pertumbuhan yang lebih baik dengan F-1 kontrol. Peningkatan bobot yang dicapai 22,15 g atau 17,93% lebih baik dibandingkan F-1 kontrol. Keragaman genetik F-1 terseleksi yang ditunjukkan dari nilai heterozigositas adalah (Ho. 0,023 terjadi penurunan 21,7% jika dibandingkan F-0. Hal ini dapat terjadi karena hilangnya beberapa allele dalam proses seleksi. Terdapat hubungan antara jumlah heterozigot pada lokus tertentu dengan pertumbuhan abalon. Hasil ini diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan produksi benih yang mempunyai performa fenotipe dan genotipe unggul sehingga dapat mendukung kegiatan budidaya abalon yang berkelanjutan.

  9. Book Reviews

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tilman Seebass et al.

    1979-10-01

    Full Text Available - David T. Hill, Ajip Rosidi, Laut biru langit biru. Pustaka Jaya (PJ 330, Jakarta, 1977. - J.E. van Lohuizen-De Leeuw, Mildred Archer, Indian popular painting in the India Office Library, Her Majesty’s Stationery Office, London 1977, 196 pp., 92 black-and-white and 6 coloured illus. - J.M. Pluvier, R.C. Kwantes, De ontwikkeling van de nationalistische beweging in Nederlandsch-Indië; bronnenpublikatie. Tweede stuk, medio 1923-1928. Groningen, Wolters-Noordhoff, 1978. xxxviii + 783 blz. Afkortingen, woordenlijst, registers. - J.J. Ras, Niels Mulder, Mysticism and everyday life in contemporary Java, Cultural persistence and change, issued under the auspices of the Institute of Southeast Asian Studies, Singapore University Press, 1978, XIX and 150 pages. - Danker H. Schaareman, Tilman Seebass et al., The Music of Lombok. A first survey, Forum Ethnomusicologicum, Series I: Basler Studien zur Ethnomusikologie 2, Francke-Verlag Bern, 1976. 71 blz., 8 platen, 1 kaart. - Danker H. Schaareman, Ernst Schlager, Rituelle Siebenton-Musik auf Bali, Herausgegeben von Hans Oesch. Forum Ethnomusicologicum, Series I: Basler Studien zur Ethnomusikologie I, Francke-Verlag Bern, 1976. Vol I: 222 pp., Vol II: 82 musical examples. - A. Teeuw, Rainer Carle, Rendras Gedichtsammlungen (1957-1972. Ein beitrag zur kenntnis der zeitgenössischen indonesischen Literatur. Veröffentlichungen des seminars für Indonesische und Südseesprachen der Universität Hamburg. Band 11 Hamburg 1977. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin. IV und 385 Seiten.

  10. PRODUKSI PROTEIN REKOMBINAN HORMON PERTUMBUHAN IKAN KERAPU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irvan Faizal

    2012-08-01

    Full Text Available Salah satu spesies ikan yang menjadi target produksi perikanan budidaya nasional adalah ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis. Ikan kerapu tikus merupakan ikan laut budidaya komoditas ekspor, namun laju pertumbuhannya sangat lambat. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha budidaya yang mampu menaikkan laju pertumbuhan ikan kerapu tikus. Pendekatan nutrisi melalui penggunaan hormon pertumbuhan (Growth Hormone, GH pada usaha budidaya diyakini mampu meningkatkan kecepatan tumbuh ikan budidaya. Pada penelitian ini, melalui teknologi DNA rekombinan telah dilakukan isolasi dan identifikasi gen GH yang selanjutnya dilakukan produksi protein rekombinan GH (recombinant Growth Hormone, rGH dengan memanfaatkan penggunaan bakteri E. coli. Dalam pelaksanaan penelitian dilakukan konstruksi rGH yang menghasilkan bakteri E. coli BL21 (DE3 yang mampu memproduksi protein rGH. Produksi rGH dilakukan pada skala bioreaktor. Proses isolasi produk rGH-nya dalam bentuk pellet inclusion bodies yang selanjutnya dicampur dengan pelet pakan komersil hingga konsentrasi akhir protein dalam pakan mencapai 1 ng/6 mg pakan, di mana setelah dikering-anginkan, pelet pakan protein rekombinan GH dapat diaplikasikan untuk budidaya ikan kerapu tikus dan ikan budidaya lainnya.

  11. Development of chloroplast simple sequence repeats (cpSSRs) for the intraspecific study of Gracilaria tenuistipitata (Gracilariales, Rhodophyta) from different populations.

    Science.gov (United States)

    Song, Sze-Looi; Lim, Phaik-Eem; Phang, Siew-Moi; Lee, Weng-Wah; Hong, Dang Diem; Prathep, Anchana

    2014-02-04

    Gracilaria tenuistipitata is an agarophyte with substantial economic potential because of its high growth rate and tolerance to a wide range of environment factors. This red seaweed is intensively cultured in China for the production of agar and fodder for abalone. Microsatellite markers were developed from the chloroplast genome of G. tenuistipitata var. liui to differentiate G. tenuistipitata obtained from six different localities: four from Peninsular Malaysia, one from Thailand and one from Vietnam. Eighty G. tenuistipitata specimens were analyzed using eight simple sequence repeat (SSR) primer-pairs that we developed for polymerase chain reaction (PCR) amplification. Five mononucleotide primer-pairs and one trinucleotide primer-pair exhibited monomorphic alleles, whereas the other two primer-pairs separated the G. tenuistipitata specimens into two main clades. G. tenuistipitata from Thailand and Vietnam were grouped into one clade, and the populations from Batu Laut, Middle Banks and Kuah (Malaysia) were grouped into another clade. The combined dataset of these two primer-pairs separated G. tenuistipitata obtained from Kelantan, Malaysia from that obtained from other localities. Based on the variations in repeated nucleotides of microsatellite markers, our results suggested that the populations of G. tenuistipitata were distributed into two main geographical regions: (i) populations in the west coast of Peninsular Malaysia and (ii) populations facing the South China Sea. The correct identification of G. tenuistipitata strains with traits of high economic potential will be advantageous for the mass cultivation of seaweeds.

  12. PENANGGULANGAN PENANGKAPAN IKAN SECARA TIDAK SAH (ILLEGAL FISHING OLEH KAPAL IKAN ASING DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melly Aida

    2014-03-01

    Full Text Available Penangkapan ikan secara tidak sah ( illegal fishing oleh kapal ikan asing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia ( ZEEI semakin tahun semakin meningkat. Seiring dengan kondisi tersebut negara menderita kerugian yang besar dari tindakan ini. Ada anggapan bahwa terjadinya hal tersebut karena kewenangan penegakan hukum oleh negara pantai  ( Indonesia yang terbatas disebabkan  ketentuan yang ada di dalam Konvensi Hukum Laut 1982 ( KHL 1982 . Kemudian jika  dilihat dari segi penegakan hukum oleh pemerintah, penanganan illegal fishing nampaknya masih memprihatinkan. Tulisan ini ingin mengkaji bagaimana kewenangan Indonesia dalam menanggulangi illegal fishing di wilayah ZEEI berdasar KHL 1982. Selain itu dalam tulisan ini juga ingin dikaji bagaimana penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap tindak illegal fishing ini. Data dalam tulisan ini dicari dengan cara melakukan studi kepustakaan, artinya dengan cara mempelajari buku-buku, naskah-naskah yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Data yang didapat kemudian dikumpulkan lalu disistematisasi.  Data yang sudah disistematisasi itu kemudian  dijelaskan untuk dapat menjawab permasalahan yang diajukan. Hasil yang didapat dari pembahasan dalam tulisan ini adalah: Indonesia berdasar KHL 1982 mempunyai kewenangan yang tegas dalam menindak pelaku illegal fishing, namun dalam pelaksanaan penanggulangan illegal fishing di wilayah ZEE masih mengalami beberapa hambatan.

  13. PERKEMBANGAN EMBRIO DAN LARVA IKAN LETTER SIX, Paracanthurus hepatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniar Kusumawati

    2015-06-01

    Full Text Available Dalam upaya memperkaya populasi ikan letter six (Paracanthurus hepatus di alam yang telah mendekati kepunahan akibat adanya illegal fishing maka dilakukan usaha perbenihan. Kegiatan perbenihan ikan letter six memerlukan informasi awal tentang perkembangan telur dan pemeliharaan larva yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan pengembangan teknik pemeliharaan larva ikan letter six yang tepat. Koleksi induk ikan letter six hasil tangkapan di alam dari perairan Maluku dan Papua. Induk letter six dipelihara dalam tangki policarbonat bulat berkapasitas dua ton dengan sistem air mengalir. Selama pemeliharaan, induk letter six mampu memijah secara alami. Durasi perkembangan embrio hingga menetas memerlukan waktu 22 jam 24 menit pada suhu normal air laut 29°C. Penyerapan kuning telur optimum terjadi pada hari kedua dan maksimum terserap habis pada hari ketiga, sedangkan butir minyak terserap habis tepat pada hari ketiga. Korelasi pertumbuhan panjang dan tinggi larva mengikuti hubungan alometrik negatif di mana konstanta pertumbuhan b = 0,6629 (b < 1. Berdasarkan perkembangan larva, umur D-2 (terbentuk bintik mata mulai diberikan pakan alami berupa plankton dan pada D-3 (bukaan mulut mulai diberikan zooplankton yaitu rotifer. Dengan metode pemeliharaan ini, larva ikan letter six mati pada D-25 sehingga perlu adanya perbaikan metode pemeliharaan melalui pendekatan lingkungan maupun pakan.

  14. PROFIL PEMIJAHAN DAN PERKEMBANGAN MORFOLOGI LARVA DAN YUWANA IKAN CLOWN HITAM (Amphiprion percula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniar Kusumawati

    2016-11-01

    Full Text Available Amphiprion percula (ikan clown hitam atau clown Biak merupakan salah satu spesies ikan hias laut yang umumnya ditangkap untuk tujuan komersial. Di samping itu, indikasi menurunnya jumlah ikan clown hitam disebabkan oleh kematian secara alami di alam sebesar 75% akibat tingkat agresivitas ikan clown hitam dalam mempertahankan wilayahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pemijahan dan perkembangan morfologi larva dan yuwana ikan clown hitam. 10 pasang koleksi induk diperoleh dari Biak. Pengamatan dilakukan selama 1 tahun yang meliputi pengamatan reproduksi biologis dan aspek morfologi dan perkembangan larva dan yuwana ikan clown hitam. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa 70% dari populasi induk ikan clown hitam telah berhasil bertelur dengan periode pemijahan 9-30 hari. Jumlah produksi telur yang diperoleh 25 hingga 2.244 butir. Jumlah telur dengan bobot induk betina berkorelasi positif. Masa inkubasi telur terjadi selama 6 hingga 7 hari. Sesaat setelah menetas, larva (D0 dapat mengkonsumsi rotifer. Artemia dan pakan pelet yang diberikan mulai dari D6 dan D17. Periode perkembangan larva sangat singkat yaitu 17 hari. Selama pengamatan ikan clown hitam menunjukkan pertumbuhan yang relatif lambat

  15. KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBE