WorldWideScience

Sample records for sebaran logam berat

  1. SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Cd PADA SEDIMEN DI MUARA SUNGAI WAY KUALA BANDAR LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diky Hidayat

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian penentuan penyebaran konsentrasi logam berat Cd pada sedimen di muara sungai Way Kuala telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat penyebaran konsentrasi logam berat pada sedimen di muara tersebut. Konsentrasi Cd ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA, dengan menggunakan empat validasi metode yaitu batas deteksi, presisi, akurasi, dan linieritas. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cd dalam sampel sedimen di hulu, badan, dan hilir dari muara sungai Way Kuala berada dalam kisaran 20.73 ± 0.18 sampai 23.00 ± 0.81 ppm diatas kualitas standar sedimen (0.65 sampai 2.49 ppm yang telah ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA pada tahun 2004. Validasi metode pada penentuan logam berat Cd dalam sedimen menunjukkan presisi dengan nilai simpangan baku relatif lebih kecil dari 5% (RSD <5%; akurasi 80-120%; batas deteksi dan koefisien korelasi pada logam Cd sebesar 0.01 dan 0.998.

  2. FITOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL,KROM, DAN KADMIUM DARI TANAH MENGGUNAKAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans poir)

    OpenAIRE

    Asmawati A; Taba, Paulina; Lion, Syarifuddin

    2008-01-01

    ABSTRAK TEKNOSAINS 2009 Telah dilakukan penelitian fioakumulasi spesies logam berat Cd,cr,dan Pb pada tanah tercemar dengan menggunakan tanaman kangkung darat (Ipomoae reptans Poir) pada variasi waktu panen dan konsentrasi masing-masing logam pada media tanaman kangkung tersebut. Hasil analisis ketiga logam dengan spektrofotometer serapan atom menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum ketiga logam ini masing-masing adalah ; 1342,01; 1067,55; dan 1627,90 mg/kg berat dengan waktu tanam 21 hari....

  3. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  4. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  5. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  6. PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT (ACHATINA FULICA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT SENG (ZN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stevano Victor Marangratu

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak- Telah dilakukan pemanfaatan cangkang bekicot (Achatina fulica sebagai adsorben logam berat seng (Zn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kitosan yang didapat dari cangkang bekicot, dan mengetahui kemampuan adsorben kitosan dalam uji adsorpsi yang menggunakan sampel air yang tercemar seng (Zn. Pembuatan kitosan dari cangkang bekicot dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pembuatan kitosan dengan variasi ukuran kitosan 250 micron dan 355 micron. Tahap pembuatan kitosan terdiri dari pembuatan serbuk cangkang bekicot, deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi dan deasetilasi. Tahap ke dua yaitu uji penyerapan kitosan terhadap logam berat seng (Zn dengan variasi jumlah massa kitosan yang digunakan yaitu: 1 gram, 3 gram, 6 gram dan 9 gram. Sampel tersebut diuji dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat seng (Zn yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kitosan yang didapat dari cangkang bekicot untuk ukuran 250 micron yang sebesar 95,27%, dan untuk ukuran 355 micron yaitu sebesar 96,18%. Daya serap optimum kitosan didapat pada kitosan berukuran 250 micron dengan massa kitosan 9 gram.

  7. PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOTEKNOLOGI BERBASIS PENELITIAN BIOREMIDIASI LOGAM BERAT KADMIUM UNTUK MAHASISWA S1 BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Pambudiono

    2016-06-01

    Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan buku ajar berbasis penelitian tentang bioremidiasi logam berat. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Dick & Carey. Kelayakan buku ajar didasarkan pada hasil uji coba produk oleh tim ahli dan kelompok kecil. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi memberikan nilai persentase kevalidan buku ajar sebesar 91.6%, penilaian dari ahli media sebesar 90.81%. sedangkan penilaian kelompok kecil sebesar 85.56%. Berdasarkan hasil validasi maka buku ajar yang dikembangkan dikategorikan sangat valid dan layak untuk dipergunakan.

  8. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk

  9. KONTAMINASI LOGAM BERAT DI SEDIMEN: STUDI KASUS PADA WADUK SAGULING JAWA BARAT (Heavy Metals Contamination in Sediment: Saguling Reservoir Case Study West Java, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoyok Sudarso

    2005-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Waduk Saguling merupakan salah satu waduk cascade yang berlokasi di Jawa Barat, yang sekarang ini mengalami beberapa permasalahan antara lain: proses sedimentasi yangtinggi, korositas turbin, penurunan kualitas air akibat blooming alga, polusi organik, pestisida, dan logam-logam berat yang berasal dari buangan limbah domestik, industri, aktivitas gunung berapi, dan sebagainya. Logam berat di ekosistem akuatik mempunyai kecenderungan untuk berikatan dengan sedimen yang mampu bertindak sebagai sumber polusi sekunder ke kolom air. Penelitian pada tahun 2004 ini bertujuan untuk mengungkap kontaminasi logam berat Cu, Cd, dan Pb pada sedimen Waduk Saguling. Sampling dilakukan tiga kali mulai bulan Juni hingga September 2004 dengan l3 titik stasiun pengamatan. Hasil kontaminasi logam berat pada sedimen di setiap stasiun pengamatan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan diantara masing-masing stasiun pengamatan yaitu: untuk logam Cd (F: 17,803 dan p = 0,00001, Pb (F= 154,343 dan p < 0,01, dan Cu (F:36,499, P<0,000001. Konsentrasi logam berat hasil pengamatan dibandingkan dengan guideline dari kementrian lingkungan Ontario, SEPA, ERL, ERM, PEL, SEL, dan TEL, secara umum menunjukkan bahwa kontaminasi logam Pb dan Cu yang paling berpotensi menimbulkan gangguan pada ekosistem perairan, sedangkan logam Cd masih dibawah ambang batas dari guideline tersebut diatas. Khusus untuk guideline yang berasal dari US-EPAregion Y Great lakes ke tiga logam tersebut diatas sudah masuk dalam kategori terpolusi berat dari St. Gunung Wayang hingga Stasiun Rajamandala.   ABSTRACT Saguling reservoir is one of three cascade reservoirs, which is located in West Java. Nowadays, the reservoir has some serious problems such as: high sedimentation rate, turbine corrosity, water quality depletion caused by blooming algae, organic pollution, pesticide, and heavy metals which are resulted from domestic and industrial wastes, as well as teaching from volcano

  10. PROFIL LOGAM BERAT Cd, Cr (VI DAN Pb PADA LOKASI BERBEDA DI PROVINSI LAMPUNG SERTA BIOAKUMULASINYA PADA TANAMAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Widowati

    2015-11-01

    Full Text Available The heavy metal profile analysis of Cd, Cr(VI and Pb in the different location in Lampung Province and their bioaccumulation to crops has been conducted. The aims were finding out the difference of metal accumulation in the different pollutant area and determining how it happened to the vegetables surrounding, which were kangkoong and spinach. The research methods were purposive sampling in the different location in Lampung Province, namely 1 highlands, 2 paddy fields, 3 road sides and 4industrial areas. Based on the results, it is found that the highest metal concentration of Cd, Cr(VI and Pb are in the industrial area. Commonly, the value of BCFo-w (0,12-2,00 is higher than BCF¬o-s (0,01-0,18 which shows that there is low metal accumulation of Cd, Cr(VI and Pb in kangkoong and spinach. Furthermore, the BCF value of Cd and Cr(VI are higher compared to Pb.  Keywords: Logam berat, Cd, Cr(VI, Pb,bioakumulasi.

  11. LAJU PENURUNAN LOGAM BERAT PLUMBUM (PB) DAN CADMIUM (CD) OLEH EICHORNIA CRASSIPES DAN CYPERUS PAPYRUS (The Diminution Rate Of Heavy Metals, Plumbum And Cadmium By Eichornia Crassipes And Cyperus)

    OpenAIRE

    Tosepu, Ramadhan

    2012-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis lama waktu (hari) laju penurunan logam berat plumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. (2) membandingkan laju penurunan logam lumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan pemeriksaan sampel air dilakukan di Laboratotium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dengan uji T test d...

  12. LAJU PENURUNAN LOGAM BERAT PLUMBUM (PB DAN CADMIUM (CD OLEH EICHORNIA CRASSIPES DAN CYPERUS PAPYRUS (The Diminution Rate Of Heavy Metals, Plumbum And Cadmium By Eichornia Crassipes And Cyperus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramadhan Tosepu

    2012-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1 menganalisis lama waktu (hari laju penurunan logam berat plumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. (2 membandingkan laju penurunan logam lumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan pemeriksaan sampel air dilakukan di Laboratotium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dengan uji T test dan uji Post Hoc Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat plumbum lebih cepat terakumulasi habis dengan menggunakan tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus. Logam berat plumbum dan cadmium memiliki laju penurunan yang cepat oleh tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan tumbuhan Cyperus papyrus. ABSTRACT The aim of the study was to analyze the diminution rate of heavy metals, plumbum and cadmium by Eichornia crassipes and Cyperus papyrus and to compare the rate of their decrease. The study conducted in Makassar city by examining the water sample in the Brackish Water Culture Fishery Research in Maros.  The data were analyzed statistically by employing T test and Post Hoc test. The results of the study indicate that the concentration of heavy metal, plumbum is quicker by using Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant. The heavy metals, plumbum and cadmium have rapid rates of diminution by  Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant.

  13. AKUMULASI LOGAM BERAT Cr DAN Pb PADA TUMBUHAN MANGROVE AVICENNIA MARINA DI MUARA SUNGAI BABON PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH (Accumulation of Heavy Metals Cr and Pb in Mangrove Plant Avicennia marina On Babon River’s Estuari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartikasari

    2002-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Ekosistem mangrove cenderung dapat mengakumulasi unsur-unsur logam berat yang berada dalam perairan sekitar tumbuhan mengrove. Kajian ini dilakukan di muara sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove, Avicennia murina, dalam mengakumulasi unsur logam berat Cr dan Pb; mengetahui organ (akar, cabang, dan daun yang paling banyak mengakumulasi unsur logam berat dan mengetahui peran tumbuhan mangrove dalam mengurangi kandungan logam berat (Cr dan Pb yang ada di perairan muara sungai Babon. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap observasi pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove dan menentukan keberadaan unsur logam berat dalam organ tumbuhan mangrove. Setelah observasi pendahuluan dapat ditentukan lokasi sampling yang ada tumbuhan mangrove A. marina dan lokasi yang tidak ada tumbuhan tersebut. Penelitian utama ditujukan untuk memperoleh data primer konsentrasi Cr dan Pb dengan cara mencuplik dari organ tumbuhan (akar, cabang dan daun, sedimen dan air. Cuplikan dibawa ke laboratorium untuk dikeringkan dengan Microwave Digestion MLS-1200 MEGA dan ditentukan kadar Cr dan Pbnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik Uji Non Parametric Kruskal Wallis dan Uji Two Test Kolmogorov Smimov. Hasil penelitian menampakkian Cr terakumulasi lebih banyak daripada Pb di tumbuhan mlangrove. Kecepatan faktor biokonsentrasi untuk Cr adalah 1052.66 dan Pb adalah 349.54. Tempat konsentrasi tertinggi Cr dan Pb dalam organ tumbuhan berturut-turut: akar, cabang dan dedaunan. Daun menyerap unsur Pb lebih besar daripada cabang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi Cr dan Pb di sedimen yang perairannya ditumbuhi mangrove lebilr besar dari pada di sedimen yang perairannya tanpa ditumbuhi mangrove. Konsentrasi unsur logam berat dalam perairan yang ditumbuhi magrove.   ABSTRACT Mangrove have a tendency to accumulate

  14. LOGAM-LOGAM BERAT PENCEMAR LINGKUNGAN DAN EFEK TERHADAP MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi Endrinaldi

    2009-09-01

    Full Text Available Heavy metals are the hazardous substance that produced by industrial waste, included arsenic (As, lead (Pb, mercury (Hg and cadmium (Cd. That heavy metal could cause acute and chronic body intoxication. Health effects of heavy metal intoxication such as nervous system, kidney, liver, bone, respiratory system, reproductive system, hematopoietic system, cardiovascular, gastrointestinal tract disorders. The manifestation of the toxic effect in tissue and organ is caused by interaction between heavy metal and important cell molecules thus destruct the structure and the function of the cell at the target organ.

  15. PENCEMARAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg PADA AIRTANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas Triadi Putranto

    2012-02-01

    Full Text Available The earth consists largely of water because the land area is smaller than the ocean. Human beings on this earthcan not escape the need for water. Water is the main requirement for the process of life on the earth.Relatively clean water that is coveted by men, whether for purposes of daily life, for industrial purposes, for thecleanliness of city sanitation, as well as for agricultural purposes and so forth. Heavy metal pollution is a veryserious issue to be handled, because of adverse environmental and ecosystem in general. Heavy metallic elementis the element which has a density of more than 5 gr/cm3. Hg has a density of 13.55 gr/cm3. Disaster is anoutbreak of Minamata mercury poisoning in people who eat fish contaminated by mercury in Minamata Japan,and this event is known as Minamata Disease. Efforts to tackle the heavy metal pollution can actually be doneusing a chemical process or by microorganism such as microbes and bacteria.

  16. Biorsopsi Ion Logam Zink (II dalam Larutan Menggunakan Daun Kari (Murraya Koenigii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bhayu Gita Bhernama

    2017-06-01

    Full Text Available Penyerapan ion logam Zn (II menggunakan daun kari (murraya koenigii telah dilakukan, Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar ion logam Zn (II yang dapat diserap oleh daun kari (murraya koenigii. Kemampuan daun kari untuk menyerap ion logam Zn (II telah dievaluasi dengan variasi pH larutan, kosentrasi, ukuran partikel berat biomaterial. Kadar ion logam yang terserap diukur menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA. Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum penyerapan ion logam Zn 9II menggunakan daun kari dengan pH 5 kapasitas penyerapan 0,611 mg/g, ukuran partikel 150 µm kapasitas penyerapan 0,689 mg/g, konsentrasi 50 ppm dengan kapasitas penyerapan 0,443 mg/g dan berat material 0,5 g kapasitas penyerapan 1,505 mg/g. Berdasarkan persamaan isoterm Langmuir didapatkan kapasitas penyerapan maksimum Qmax -0,127. Hasil analisis FTIR memperlihatkan adanya gugus hidroksil yang dapat mengikat ion logam Zn (II. Kata kunci : logam berat Zn (II, penyerapan, daun kari

  17. Fitoakumulasi Ion Logam Tembaga(II) Oleh Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain)

    OpenAIRE

    Ayu Ika Pratiwi, Asmawati, Syarifuddin Liong

    2017-01-01

    Limbah Cu yang bersumber dari aktivitas industri memiliki sifat toksik bagi makhluk hidup. Pengolahan limbah Cu dapat dilakukan dengan teknik fitoremediasi yaitu teknik pembersihan lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan tanaman hiperakumulator dan telah dikembangkan menjadi metode yang murah dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini digunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) untuk menarik ion logam berat Cu(II) dari tanah dengan variasi waktu sehingga dapat diketahui...

  18. Bioakumulasi Logam Berat oleh Beberapa Galur Bradyrhizobium japonicum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ADE NOOR SYAMSUDIN

    2005-09-01

    Full Text Available Heavy metal utilization in industry and agriculture have caused an environmental problem to existing life. Bioaccumulation is made up by a concentration of certain chemical compounds in living tissues. The objective of this research was to reveal the ability of lipopolysaccharides (LPSs of heavy metal Bradyrhizobium japonicum tolerant strains in accumulating heavy metals. The strains used were BDG 10, KDR 10, and KDR 15. The ability of each strains on heavy metal accumulation of Cu, Pb, Zn, Ni, and Cd were quantitatively determined using atomic absorption spectrophotometry. The result showed that each strains has its own capacity to accumulate heavy metals. Accumulation of Cu (0.100, Pb (0.320, and Cd (0.048 ppm/mg dry weight by KDR 10 seem higher than BDG 10 and KDR 15. The highest accumulation of Zn and Ni was shown by KDR 15 in which the value were 0.360 and 0.165 ppm/mg dry weight, respectively and the least accumulation of all heavy metal studied was shown by BDG 10.

  19. KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM SUMBER AIR MINUM DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inswiasri Suprijanto

    2012-09-01

    Full Text Available Survey on heavy metal pollution in drinking water was conducted in Jakarta from August to Octo­ber 1986. The purpose of this study was to measure the concentration of heavy metals in drinking water served by the Water Supply Enterprise and private dug wells. Ninety water samples from Water Suply Enterprise and 140 samples from Community dug wells were analysed. The mercury concentration was analysed using the Cold Vapour Technique, while other metals (Cd, Cu, Pb, Zn were analysed using the Air Acetylene Method by Atomic Absorption Spectrophoto­meter (AAS. The concentration of mercury of 30% samples from Water Suply Enterprise and 44% samples from Dug Wells varied from 0.0002- 0.0024 ppm and 0.0002-0.021 ppm respectively. Pb and Cd were undetectable. The concentration of Cu of 21% samples from Water Supply Enterprise and 1 3% samples from Dug Wells were 0.12 ppm and 0.06 ppm. The concentration of Zn of 81% samples from Water Supply Enterprise and 56% from Dug Wells varied from 0.01 -4.97 ppm and 0-01- 5.59 ppm respec­tively.

  20. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    OpenAIRE

    Prasasti, Corie Indria; Mukono, J.; Sudarmaji, Sudarmaji

    2006-01-01

    Heavy metals are the hazardous substances that produced by industrial waste, included lead (Pb), mercury (Hg), kadnium (Cd), arsenic (As), copper (Cu), and chromium (Cr). Characteristics of lead (Pb) are soft consistency and black color. That heavy metal could cause acute and chronic body intoxication. Health effects of lead intoxication, such as neurology, kidney, reproductive system, hemopoitic system disorders. Characteristics of mercury are white liquid and boiling point is 356,90oC. The ...

  1. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  2. ADSORPSI LOGAM SENG (Zn DAN TIMBAL (Pb PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Rianti Priadi

    2014-05-01

    Full Text Available ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L; Cu (0.033 mg/L; Pb (1.20 mg/L; and Zn (7.00 mg/L. Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb and zinc (Zn with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L; Cu (0,033 mg/L; Pb (1,20 mg/L; dan Zn (7,00 mg/L. Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan

  3. Identifiksi Sebaran Litologi berdasarkan Analisis Data Resistivitas di Gunung Wungkal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Dzakiya

    2017-05-01

    Full Text Available Analisis data untuk mengidentifikasi sebaran litologi yang memiliki potensi bahan galian industri di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta dengan menggunakan metode resistivitas dan survei geologi permukaan telah dilakukan. Hasil korelasi kedua data tersebut menunjukkan sebaran litologi merupakan pelapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan material lempung (6,0-10 m, lempung pasiran (11-30 m dan lapukan batuan diorit (30-55 m yang berada di kedalaman berbeda. Ketebalan batuan di permukaan sekitar 225-231 meter berdasarkan penampang peta geologi dengan arah sebaran dari Barat Laut hingga Tenggara. Proses pelapukan dan alterasi di daerah ini intensif (alterasi argilik dengan jenis morfologi perbukitan intrusi terdenudasi dan dataran Alluvial.

  4. Identifiksi Sebaran Litologi berdasarkan Analisis Data Resistivitas di Gunung Wungkal

    OpenAIRE

    Nurul Dzakiya; MGS. Dwiki Nugraha; Nenden L. Sidik; Trias Galena

    2017-01-01

    Analisis data untuk mengidentifikasi sebaran litologi yang memiliki potensi bahan galian industri di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta dengan menggunakan metode resistivitas dan survei geologi permukaan telah dilakukan. Hasil korelasi kedua data tersebut menunjukkan sebaran litologi merupakan pelapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan material lempung (6,0-10 m), lempung pasiran (11-30 m) dan lapukan batuan diorit (30-55 m) yang berada di kedalaman berbeda. Ketebalan batuan di pe...

  5. PERBEDAAN TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN MENURUT PERHITUNGAN FORMULA BERAT BADAN LAHIR BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricvan Dana Nindrea

    2017-03-01

    Full Text Available Prediksi dari berat badan lahir adalah faktor yang penting dalam perawatan ibu hamil termasuk rencana perawatan, pencegahan komplikasi dan perawatan yang tepat, namun saat ini tidak banyak bidan yang mengetahui mengenai perhitungan taksiran berat badan lahir bayi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rerata taksiran berat badan janin antara formula Dare dan Risanto. Penelitian ini merupakan penelitian diagnostik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional study di kamar bersalin Rumah Sakit Satelit Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sejak bulan Maret-September 2016. Didapatkan sampel penelitian sebanyak 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perhitungan dilakukan dengan melakukan pengukuran taksiran berat badan janin dengan formula Dare dan Risanto serta berat badan lahir bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T dependent serta analisis Receiver Operating Curve (ROC. Diperoleh hasil tidak ada perbedaan rerata taksiran berat badan janin formula Dare dengan berat badan lahir bayi (p value > 0,05 dan ada perbedaan rerata taksiran berat badan janin formula Risanto dengan berat badan lahir bayi (p value < 0,05. Hasil analisis Receiver Operating Curve (ROC didapatkan bahwa Formula Dare lebih akurat untuk memprediksi taksiran berat badan janin dengan luas area dibawah kurva adalah 76,4%, sedangkan Formula Risanto 66,8%. Formula Dare lebih akurat dalam menentukan taksiran berat badan janin dibandingkan Formula Risanto.

  6. PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR LINDI DENGAN MEDIA ZEOLIT MENGGUNAKAN METODE BATCH DAN METODE KONTINYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liliya Dewi Susanawati

    2016-11-01

    Full Text Available Leacheate could be defined as a liquid from the biological decomposition of decomposed waste that caused by external water that flowing in into the pile of waste. Leacheate caused by a prescipitation liquid into the Final Disposal, both from the rain infiltration or from the water content of the waste itself. Leachate is toxic due to impurities in the deposits that may be derived from industrial waste disposal, dust, the result of processing waste, household hazardous waste, or from the normal decomposition that occurs in trash. If the problem doesnt solved then the landfill that fille with leacheate could contamine the environment and more specific it would contamine ground water and surface water. The results of this study showed the levels of chromium (Cr was at 0.3892 mg / l and the result treatment that have the most decreasing rate of chromium is at 0.1751 mg / l, while the result for Lead (Pb is at 2.2923 mg / l and the average result treatment with the best decreasing rate is 0.3940 mg / l at the retention time of 3 weeks. Selection of the best treatment is based on qualitative parameters of wastewater, which is allowed according to the waste quality standard set by the government and different residence time in combinatiaon treatment. Selection of the best treatment P1Z2 give the average Cr content of the smallest since the levels of Cr on initial observation and after treatment P and Z has decreased significantly. And also on treatment P2Z2 give the decreasing rate for the smallest Pb. Pb is a levels at the beginning of the observation and treatment after being given P and Z. Both of these treatments can be interpreted that the treatment effect on levels of Cr and Pb.

  7. KANDUNGAN LOGAM BERAT (Hg, Cd, dan Pb DALAM AIR TANAH PADA PERUMAHAN TIPE KECIL DI JABOTABEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Athena

    2012-09-01

    Full Text Available A survey of heavy metals (Hg, Cd, Pb in drinking water at small and very small houses was conducted in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi (Jabotabek, in 1992. The purpose of this study was to get information about water quality and environmental condition of water sources at low cost housing and very low cost housing in Jabotabek. Forty to sixty water samples were taken from each location and analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer. The mercury concentration was analyzed using Cold Vapor Technique, whereas Cd and Pb were analized using The Air-acetylene method. Water samples were collected in dry season and rainy season. Interview of the owners of the house and of environmental observation of the water sources were done to get information about the condition of drinking water sources. The highest concentration of mercury detected in Jakarta was in the rainy season (2.50 mg/l. Cadmium and Lead were detected in Bogor, (Cd: 0.26 mg/l in the rainy season and Pb : 0.16 mg/l in dry season. However 41.5% water samples from Jakarta were exceeding the mercury concentration standard, 25.4% water samples from Bogor were exceeding cadmium concentration standard, and 41.1% water samples from Bogor were exceeding lead concentration standard Heavy metals concentration in drinking water at Bekasi and Tangerang were relatively lower than Bogor and Jakarta. The environmental condition of shallow wells in Bekasi and Tangerang were also better than Bogor and Jakarta.

  8. DEFORMITAS LIGULA LARVA TANYPODINAE SEBAGAI INDIKATOR PENCEMARAN LOGAM BERAT DI DANAU LIDO, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tyas Dita Pramesthy

    2014-08-01

    Full Text Available As one group of Chironomidae Tanypodinae larvae can be used in biological assessment to detect the heavymetal pollution in aquatic environment, because they could show morphological changes due to the pollution. Thestudy was aimed to describe ligula deformities in Tanypodinae larvae in a heavy metal polluted lake. The study wasconducted in Mei to June 2014 at Lake Lido, West Java. The results showed that lead (Pb concentration in LidoLake was quaite high, i.e. 0.08 0.19 mg/L. Ten of fifty-five collected Tanypodinae larve exhibited deformation in theirligulae. Index of severity of ligula deformation (ILSD was 4.4 indicating the response of the Chironomidae larvae tolead pollution.

  9. MODEL INTERPOLASI GEOSTATISTIK LOGAM BERAT DAN BIOTA DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KUIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdur Rahman

    2016-10-01

    Full Text Available This study aimed to model the spatial content of heavy metals in water bodies and biota in the waters of the River Estuary Kuin. Data analysis methods are used to determine water quality status with spatial interpolation models Semivariogram (kriging and Inverse Distance weighting (IDW is integrated with  Geographic Information System (GIS. Based on calculations using the Ordinary Kriging method with Semivariogram/covariance modeling to model the heavy metals in water bodies Average Standard Error values average of 0.01641 (RMS = 0.01430 at the station Kuin River Estuary. Results of calculations using the Inverse Distance weighting method (IDW for models of heavy metals in biota obtained Root Mean Square value (RMS-error average of 0.29787 on Kuin River Estuary, and the mean value of the average station of 0.0138.

  10. TELAAHAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PERAIRAN BARAT LAUT DUMAI – RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahminan Syahminan

    2015-08-01

    Full Text Available This research was conducted in Dumai sea western waters, Riau Province. Dumai marine waters are part of the territorial waters of Riau that relate directly to the Strait of Malacca, and are at Rupat Strait region, and has a high accessibility of the region, both locally and internationally. Dumai waters is also an estuary waters affected by the activities of the land, and the waters that receive input from various types of waste from various activities in Dumai city and surrounding areas. The research was aimed to knowing the general condition of the Dumai sea western waters, analyzing the content of Pb and Cd in sediments, observing the correlation between organic matter and heavy metal of Pb and Cd, and find out the status of pollution Dumai Sea Western Waters by comparing the results of the analysis with some quality standard countries, The method used is a survey method. Based on the Decree of The Minister of Environment No. 51 of 2004, that the general condition of the Dumai sea western waters still can support the life activities of marine organisms in the waters. The results showed that the concentrations of Pb and Cd in sediments of Dumai is below the threshold value. The results of simple linear regression analysis of heavy metals Pb and Cd with organic matter content showed that the concentration of heavy metals Pb and Cd is not influenced by organic matter content or have a very weak correlation with linear regression equation consecutive y = 0,0834x + 7,7866 and y = -0,001x + 0,0559. The status of pollution of Dumai sea western waters for Pb 8,76 µg/g and Cd 0,04 µg/g still under quality standardsKeywords: Dumai Sea Western Waters, Sediments, Heavy Metal Pb and Cd

  11. Pengaruh Biomassa Azolla Terhadap Status Logam Berat Timbal (Pb) Pada Tanah

    OpenAIRE

    Abror, Muhammad; Sabrina, Teuku; Hidayat, Benny

    2013-01-01

    Research on title the effect of Pb-Polluted azolla biomass on polluted on lead heavy metal status at polluted and unpolluted soil with Pb aimed to evaluate the potency of Pb-polluted azolla biomass on the availability of Pb in soil. The experiment design was factorial randomized block design with 2 factors and 3 replications. First factor was Pb-polluted azolla biomass with 3 treatments 0 g/kg, 15 g/kg and 30g/kg, second factor was Pb application with 3 treatments 0 ppm/kg, 150 ppm/kg, and 3...

  12. PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT (ACHATINA FULICA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT SENG (ZN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stevano Victor Marangratu

    2016-04-01

    Full Text Available The used of snail shell (Achatina fulica as adsorbent of heavy metals zinc (Zn. This study aims to determine the amount of chitosan derived from snail shells, and knowing the ability of chitosan adsorbent in adsorption tests using water samples were contaminated zinc (Zn. Preparation of chitosan from the shells of snails be done in two phases: the manufacture of chitosan with chitosan size variation of 250 micron and 355 micron. Production stage consists of the manufacture of chitosan powder snail shells, deproteinization, demineralization, depigmentasi and deacetylation. The second phase of the test chitosan absorption of heavy metals zinc (Zn with a variation of the mass amount of chitosan that is used as follows: 1 gram, 3 grams, 6 grams and 9 grams. The sample is tested by using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS to determine the concentration of heavy metals zinc (Zn contained in it. The result showed that chitosan is obtained from the snail shell to the size of 250 microns, which equal to 95.27%, and for the size of 355 microns that is equal to 96.18%. Optimum absorption of chitosan obtained at chitosan measure 250 microns with a mass of 9 grams of chitosan.

  13. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART. SOLMS. DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sumiyati

    2012-02-01

    Full Text Available Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and it’s mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 100% waste water in witch we repeated it 3 times. At the 3rd week; day 18; the plants becameyellowish and became wilted. Knowing this fact, we applied the time for our experiment the we were goingto executed, with assuming at the 18th day the plants will become wilted as an indicator that the waterhyacinth are saturated in adsorbing chrome as the heavy metal pollutant. This became the parameter indesigning the time treatment for the plant zone, 4 until 15 days.The treatment was done by making variation in the amount of plants that are planted, which was 0 plants(as the control, 1 plant, 2 plants, 3 plants, and 4 plants; with 3 times repeating at each stage. The result ofthis experiment after 18 days shows the chrome concentration and the efficiently in decreasing theconcentration on each stage. The highest efficiently for each plant was the treatment by 1 plant only. Thehighest efficiently in decreasing the concentration was 78,95% ad it was done by the treatment with 4plants. To get chrom concentration which is fill with the standard, we can add more water hyacinth into thewaste with the balance equivalent or we need the lower beginning concentration.

  14. PENGARUH LOGAM BERAT Cd, Pb TERHADAP PERUBAHAN WARNA BATANG DAN DAUN SAYURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Widowati

    2011-04-01

    Full Text Available Cd, Pb heavy metal absorption in aquatic vegetables: Genjer (Limnocharis flava, Kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk dan Selada air (Nasturtium officinale R. Br, studied to see the relationship with green figure scale. The research objective was to identify the accumulated Cd, Pb in the consumed organ vegetable, and their impacts to the levels of green figure scale. The research was undertaken by planting three kinds of the aquatic vegetables to the contaminated pure Cd,pure Pb media, mixture of Cd and Pb with factorial randomized block design. Data were analyzed by factorial One-Way Anova and further test of Duncan and HSD to see the difference of Cd, Pb and green figure scale, regression and correlation to know the contribution of Cd, Pb in influencing the green figure scale. Variety of vegetables, media, organ, and the interaction influences the accumulation of Cd, Pb and level of green figure scale. There is a relationship between Cd, Pb metal accumulation to the level of green figure scale of the aquatic vegetables, with negative correlation that Cd, Pb decreased the vegetable green figure scale.

  15. Efektivitas Bioremediasi Lima Jenis Tanaman Terhadap Kandungan Logam Berat (Cr2+dan Pb2+ dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di Laboratorium, tentang efektivitas bioremediasi lima jenis tanaman ; mendong {Scirpus articularis welingi (Cyperus sp, purun (Typha sp., tales-talesan (Typhonium sp, kangkung (Ipomoea aquatica terhadap kandungan Cr2+ dan Pb2+ dalam air tercemar di Jakarta, Desember 1994. Kelima jenis tanaman tersebut ditempatkan dalam akuarium berkapasitas 10 liter, yang diisi air tercemar Cr2+ dan Pb2+ sebanyak lima liter. Penelitian ini dilengkapi dengan akuarium kontrol, seluruh perlakuan diulang dua kali. Hasilnya menunjukkan, bahwa semua jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan yang paling kuat ditunjukkan oleh purun disusul berturut-turut oleh welingi, mendong, kangkung dan tales-talesan. Pengaruh tanam terhadap Pb2+ menunjukkan, daya serap yang cukup kuat dan pola urutannya sama seperti yang ditunjukkan terhadap Cr2+. Tanaman yang tumbuh tegak dengan batang yang kuat (rumput-rumputan mempunyai daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman menjalar.

  16. Akumulasi dan Distribusi Logam Berat pada Vegetasi Mangrove di Pesisir Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Setiawan

    2013-01-01

    Full Text Available Mangroves have ecological functions to absorb, transport and stockpile toxic materials, e.g., heavy metal from surrounding environment. This research aimed to know the accumulation and distribution of heavy metals, i.e. Lead (Pb, Cuprum (Cu and Cadmium (Cd in mangrove vegetation of South Sulawesi. Vegetation samples were collected from four research location, which were Tanjung Bunga Makassar, Tallo River Makassar, Pare-Pare Bay and Bone Bay. Distribution of heavy metals in mangrove tissues was devided into five areas: pneumatophora, cable root, young leaves, old leaves and twig. Heavy metal content in the samples was measured using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS. The results showed that the highest accumulation of Pb was derived from the sample in Tallo River with 36.1 ppm. The highest accumulation of Cu was derived from Tanjung Bunga Makassar with 42.8 ppm. The highest accumulation of Cd was derived from Tallo River with 29.3 ppm. The distribution of heavy metals in mangrove showed that the highest accumulation of Pb was found in the cable roots with 9.5 ppm. The highest concentration of Cd was found in the young leaf with 3.1 ppm. The highest concentration of Cu was found in the cable roots with 10.1 ppm. Generally, Avicennia marina is mangrove species that has the highest concentration of heavy metals with Pb 24.2 ppm, Cd 30.9 ppm and Cu 71.2 ppm.

  17. PENGARUH PENCEMARAN LOGAM BERAT TERHADAP STRUKTUR POPULASI DAN ORGAN TUBUH RAJUNGAN (Portunus pelagicus, LINN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arie Prabawa

    2014-07-01

    Full Text Available Blue Swimming crab (Portunus pelagicus is one of important fishery in Indonesia that captured nearshore on the bottom of the sea. There has been a significant water contamination on the Jakarta bay and the fishery are reported to be effected. Many heavy metals and other contaminants are introduced into the waters, sediments, and fishery that living in the bay. Heavy metals such as Pb, Cd, Hg and As are the most lethal contaminants and found in Jakarta Bay. This study aims to determine the effect of heavy metals contaminants to the blue swimming crab morphometric, body organs and population structure of blue swimming crabs in Jakarta bay, which compared to the study in healthier environment in Madura island. The results of this study showed that 1 The morphometric parameter of blue swimming crab population in Jakarta and Madura are significantly different. 2 The internal organ of the blue swimming crab (hepatopancreas, gonad and gill in Jakarta bay are also significantly different than in Madura. The histological analysis are confirmed some abnormal indication of the internal body of the blue swimming crab in Jakarta bay.3 Some population parameters of the blue swimming crab in jakarta bay are significantly different than in Madura island. The fishery structure in Jakarta bay showed the size of first maturity of the crabs is relatively smaller than in Madura and other area of Inodonesia. The fishery mangament based on spatial area management is recommended to apply in different area of Indonesia.

  18. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria T. Indarwati

    2012-11-01

    Full Text Available Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand mining that is extracted from the sands by using water from the river, as a result, the waste water wasinundated in the mining area and flows into Sekonyer river. The objectives of this research are first of all, to identifythe heavy metal degree of the water, such as mercury, copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, and chrome. The secondone is to identify the source of pollution, and the last one is to identify the potential heavy metal that pollute the water.Composite method was used in collecting the water samples, i.e. in Sekonyer river and the mining location.Water and puya samples were analyzed in Analytical Laboratory of University of Udayana, and then its pollutionindexes were counted, and the quality of the water was fixed based on Third Degree of quality standardized criteria,Government Rule Number 82 Year 2001.The results of the research show that along the Sekonyer river, from upper to lower courses of the river sideswith the following conditions: from the lower course of mining area it was found light pollution with pollution index of 2,51, after puya mine it was found heavy pollution with pollution index of 17,84, up to mid of Rimba Orangutan Eco-Lodge with Sekonyer river estuary there were found light pollution with pollution indexes of 3,71; 4,59; and 2,88respectively, but in the junction of Sekonyer river and Ulin river it was found moderate pollution with pollution indexof 5,13, and in Sekonyer river estuary it was found heavy pollution with pollution index of 16,35.It was also found heavy pollution with pollution index of 16,26 in the inundated water in the puya mininglocation . It was also happened to puya in the mining location that was contaminated by heavy metal of mercury in0,1168 ppm and zinc in 0,195 ppm degrees, whilst in Kumai river, upper side of Kumai quay it was found heavypollution with pollution index of 17,42.From the results of the analysis, it can be concluded that the heavy metals was derived from mining area(Aspai, from the sea and also from upper course of Kumai river. The potential metals as the pollutant were cadmium,zinc, lead, and mercury.

  19. Sebaran Spasial Komunitas Lamun di Pulau Bone Batang Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Priosambodo

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian mengenai sebaran spasial komunitas lamun dilakukan di pulau Bone Batang, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik habitat dan faktor lingkungan khususnya pada fauna yang hidup pada spesies lamun dan sebaran spasialnya. Data kepadatan lamun diperoleh dari 8 stasiun disekitar pulau. Komposisi spesies lamun pada kawasan terumbu karang diamati dengan metode Tarp. Melalui persamaan Bay-Curtis dan analisis n-MDS, hasil menunjukkan bahwa komposisi lamun dari stasiun yang ada pada pulau Bone Batang terdiri atas spesies yang sama dengan Indeks kesamaan lebih dari 75% kecuali pada stasiun 2 dan 3. Komposisi lamun dibagi dalam 3 kelompok. Analisis korespondensi menunjukkan bahwa sebaran spasial dari stasiun berbeda dan dipengaruhi oleh karakteristik habitat. Thalassia hemprichii mendominasi stasiun 1, 3, 7, 8 sementara Cymodea rotundata mendominasi stasiun 2, 5, 6. Spesies perintis contohnya Halodule uninervis dan Halophila ovalis mendominasi stasiun 3 dan 4. Spesies lamun terbesar Enhalus acoroides mendominasi stasiun 7 dan 8. Sebaran spasial dan komposisi spesies juga menunjukkan bahwa padang lamun di Bone Batang dalam tahap dewasa. Fauna yang hidup di padang lamun Bone Batang melimpah dan didominasi spesies liang. Dapat disimpulkan, bahwa campuran komunitas lamun dengan beragam spesies lamun dan dipengaruhi oleh karakteristik habitat dan fauna yang hidup di dalamnya.Kata kunci: Sebaran Spasial, Lamun, Asosiasi Fauna, Sulawesi Selatan

  20. STUDI FENOMENOLOGI FINANCIAL LITERACY PENGRAJIN LOGAM DI PROPINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilia Pasca Riani

    2017-09-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan memetakan kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur. Adapun pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan 8 pengrajin logam. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti memperoleh 4 dimensi kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur, yaitu dimensi pengetahuan tentang istilah keuangan, dimensi manajemen uang, dimensi pencatatan keuanga dan sistem kerjan, serta penjelasan kondisi financial literacy pengrajin logam dari sisi pengetahuan tentang pajak.

  1. HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus DI PERAIRAN SELATAN GUNUNG KIDUL DAN PACITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fauzi Fauzi

    2016-03-01

    Full Text Available Perairan di sebelah selatan Gunung Kidul dan Pacitan merupakan daerah penangkapan lobster yang cukup potensial. Analisis hubungan panjang berat, faktor kondisi dan sebaran kisaran panjang lobster batu (Panulirus penicillatus di perairan tersebut dilakukan pada bulan Maret 2010 hingga Maret 2012. Pengukuran panjang-berat terhadap 1.803 individu lobster batu menunjukkan pola pertumbuhan yang bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi lobster memiliki kesamaan antara jenis kelamin jantan dan betina dan terdapat kecenderungan menurunnya faktor kondisi dengan bertambahnya panjang (umur. Panjang karapas dominan berada pada kisaran antara 45-50mm. Lobster betina yang membawa telur ditemukan pertama kali pada kelas panjang karapas antara 35-40mm. The waters in the south of Gunung Kidul and Pacitan were indicated as a potentially fishing ground of spiny lobster. Analysis of Length-weight relationship, condition factor and distribution of the pronghorn spiny lobster (Panulirus penicillatus in those waters were conducted in March 2010 through March 2012. Length-weight measurements on 1.803 individual lobsters showed allometric negative growth patterns. Lobster have in common condition factor between male and female, and there is a tendency condition factor decreased with increasing length (age. Dominant carapace length is in the range between 45-50mm. Female lobsters carrying eggs were first discovered in the class of carapace length between 35-40mm.

  2. SEBARAN LARVA IKAN DAN KAITANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Amri

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Sulawesi diketahui sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial sekaligus diduga sebagai lokasi pemijahan. Berbagai jenis larva ikan pelagis maupun demersal ditemukan di perairan ini. Kelimpahan dan sebaran larva ikan di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi seperti temperatur, salinitas dan sejumlah parameter lainnya termasuk ketersediaan pakan. Untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan di Laut Sulawesi, telah dilakukan penelitian menggunakan kapal riset KR Baruna Jaya VII pada Oktober 2012. Parameter oseanografi yaitu temperatur dan salinitas diukur menggunakan iCTD dan sampling larva menggunakan bonggo net pada 18 stasiun pengukuran. Analisa hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran larva dilakukan secara deskriptif dan pemetaan sebarannya dilakukan secara spasial. Hasil menunjukan keterkaitan sejumlah parameter oseanografi dengan kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan. Sebaran larva famili Scombroidae dominan berada pada perairan bersalinitas tinggi karena merupakan jenis ikan oseanik. Larva ikan demersal banyak ditemukan di perairan sekitar Kep.Sangihe Talaud. Kelimpahan larva tertinggi ditemukan di perairan bagian utara dan barat lokasi penelitian dimana kelimpahan plankton tinggi ditemukan.   Celebes Sea is known as a potential fishing and spawning grounds for several pelagic fish species. Abundance and distribution of fish larvae are allegedly linked to oceanographic conditions such as temperature, salinity and others oceanographic parameters including food availablity. To see the effect of oceanographic on the abundance and spatial distribution of fish larvae in the Celebes Sea, has conducted a research in October 2012using the research vessel KR Baruna Jaya VII. The measurement of oceanographic parameters including temperature and salinity and larval sampling were done respectively by using iCTD and Bonggo net at 18 measuring stations. The

  3. Status Gizi Ibu dan Berat Badan Lahir Bayi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaula Karima

    2012-10-01

    Full Text Available Berat badan lahir 2.500 gram yang hingga kini merupakan standar ukuran risiko morbiditas dan mortalitas bayi merupakan faktor risiko penting yang berdampak hingga usia dewasa. Saat ini, bayi dengan berat badan lahir di bawah 3.000 gram dihubungkan dengan risiko penyakit degeneratif pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berat badan lahir dengan status gizi ibu meliputi berat badan prahamil, pertambahan berat badan selama kehamilan, dan kadar hemoglobin ibu pada trimester ketiga kehamilan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini menggunakan sumber data sekunder rekam medis Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan Jakarta. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan metode uji chi square dan korelasi regresi. Hasil studi menunjukkan hubungan yang bermakna antara berat badan prahamil dan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat badan lahir. Setelah dikontrol berbagai variabel lain, analisis regresi logistik ganda menemukan berat badan ibu prahamil, pertambahan berat badan selama kehamilan, usia ibu, dan urutan kelahiran merupakan faktor yang memengaruhi berat badan lahir. Berat badan prahamil ibu merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan lahir (odds ratio, OR = 6,64. Oleh sebab itu, ibu dengan status gizi prahamil kurang yang sedang merencanakan kehamilan perlu lebih diperhatikan. Kata kunci: Berat badan lahir, kehamilan, mortalitas bayi, status gizi ibu Abstract The weight of 2.500 gram is still being used as the cut off point to predict the risk of baby’s morbidity and mortality. Recently birth weight of less than 3.000 gram is being rigorously assess as a risk factor for noncommunicable disease in adulthood. Therefore it is important to assess factors that are affecting the fetal growth and development. The objectives of this study is to determine the relationship between infant’s birth weight and mother’s nutritional status, i.e. pre

  4. ANALISIS RESIKO KESEHATAN PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR, SEDIMEN, DAN SIMPING (Placuna placenta DI PESISIR KABUPATEN TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Rejeki Simbolon

    2014-07-01

    Full Text Available Waste containing heavy metals originating from human activity in Tangerang will go into the waters and tributaries of the Coastal District Tangerang. Heavy metals accumulate in bodies of water, sediment and biota scallop will go into the human body through exposure to direct dermal contact or intake. The purpose of this study to determine the public health risk due to exposure to heavy metals and formulate risk management that can be done. The approach taken by the USEPA methods of risk analysis and quantification of health risks from exposure to water and sediment using SEDISOIL risk analysis model developed by the National Institute of Public Health and Environmental Protection.. The results showed that in general water quality parameters are still below the quality standard by decree No. 51 of 2004 LH. Analysis of health risks for people who move directly (bathing, swimming, fishing shows the value of RQ > 1, meaning that coastal communities at risk for adverse effects of exposure to heavy metals Pb, Cd and Zn. Similarly, the results of the analysis of risk through consumption of biota scallop, with RQ values > 1 and ECR > 10-4. It shows that scallop (Placuna placenta is not suitable for consumption by the public, because the content of Pd , Cd, and Zn health risk for consuming.Keywords: risk assessment, heavy metals, Tangerang District littoral

  5. PENGGUNAAN Aspergilus niger YANG DIRADIASI GAMMA SEBAGAI BIOREMEDIAN RESIDU TRIAZOFOS DAN LOGAM BERAT PADA BAWANG MERAH (Allium cepa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Maulana Satria

    2015-06-01

    Full Text Available The use of pesticides and fertilizers containing Pb in agriculture will leave residues in soil, water, and plants. This Pb will be accumulated in the human body and, have a negative impact gradually on human health. The use of gamma-irradiation of Aspergillus niger is expected to reduce the levels of metals and residues triazofos onions. Bioremediation technique using gamma rays against a. niger is still quite a bit or a new research so the research on this is still a little The purpose of this study was to determine the effectiveness of technology A. niger low dose gamma irradiation in reducing heavy metals and low triazofos residue on onion. Apergillus niger low dose gamma irradiated, mixed with organic materials such as Kohe, rice husk and bran. The mixture is fermented for 8 days and then applied to the soil of onion in Bradford to measure levels of Pb and triazofosnya residue. The Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS and Gas Chromatography Mass Spectrophotometer (GCMS was used in this study. The result showed Pb that goes into the water very small and more are stuck in the ground and Pb accumulated in onion is still quite high. Triazofos residue concentrations in onions undetectable or very low in quality standards established under 0,005 ppm. The conclusion of this study, Aspergillus niger were not irradiated and irradiated can withstand heavy metals Pb in soil so it goes into the water a little, but not optimal in Pb which adsorbs into the onion and pesticide residues on onions Triazofos undetected.Keywords: Aspergillus niger, residual triazofos, gamma radiation, onion

  6. Sebaran Potensi Budaya Prasejarah di Enrekang, Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernadeta Kuswarini Wardaninggar

    2016-12-01

    Kabupaten Enrekang merupakan salah satu daerah yang terletak di bagian utara Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan. Potensi temuan-temuan prasejarah di Enrekang diperoleh dari serangkaian kegiatan survei permukaan dengan teknik pencuplikan sampel yang menunjukkan ciri-ciri teknologi prasejarah. Temuan-temuan survei adalah lukisan cap tangan di dinding tebing karst, gua-gua dengan temuan artefak batu, tulang, tembikar dan wadah kubur dari kayu yang disebut mandu atau duni. Selain itu juga ditemukan situs megalitik di atas puncak gunung yang memiliki peninggalan seperti lumpang batu, fragmen tembikar dan susunan batu yang merupakan pembatas daerah permukiman. Secara makro, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran situs-situs prasejarah dalam rangka memahami karakter budaya Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enrekang memiliki diversitas budaya prasejarah yang memiliki aksesibiltas dengan sumber daya alam yang sekaligus menunjang permukiman manusia masa praneolitik hingga persentuhan budaya Austronesia sekitar 3,500 tahun yang lalu dengan pemanfaatan sumber-sumber alamnya.

  7. PENGEMBANGAN ISI KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNIK ALAT BERAT BERBASIS KEBUTUHAN INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Bruri Triyono

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengetahui rumusan kompetensi tenaga mekanik alat berat sesuai standar industri; (2 mengetahui kualifikasi tenaga instruktur alat berat yang dibutuhkan industri sesuai standar industri; (3 merumuskan isi kurikulum untuk materi ajar produktif untuk menciptakan tenaga kerja di bidang alat berat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan model pilihan pengembangan kurikulum Task Analysis. Penelitian dilaksanakan di industri yang bergerak di bidang alat berat dan institusi pendidikan perguruan tinggi dan SMK yang bekerja sama dengan industri alat berat yaitu PT Thiess Contractors Indonesia, PT United Tractors Indonesia, dan PT Trakindo Utama. Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1 kompetensi mekanik alat berat meliputi: menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja, menguasai dasar mekanik alat berat, melaksanakan perawatan dan perbaikan engine, sistem hidrolik, powertrain, sistem vehicle control, serta sistem kelistrikan alat berat minimal pada level capable (di bawah supervisi; (2 kualifikasi tenaga instruktur alat berat meliputi: memiliki kemampuan mekanik alat berat level III, memiliki kemampuan mengelola pelatihan, memiliki pengalaman kerja, serta mendapatkan pelatihan instruktur; (3 isi kurikulum untuk materi ajar produktif mekanik alat berat meliputi: dasar mekanik alat berat dan keselamatan kerja, dasar engine, dasar hidrolik, dasar vehicle control, dasar kelistrikan, materi sistem engine lanjut, sistem hidrolik lanjut, sistem powertrain lanjut, sistem vehicle control lanjut, sistem kelistrikan lanjut, product training, serta electronic machine control. Kata kunci: kompetensi, instruktur alat berat, isi kurikulum, materi ajar   THE CONTENT CURRICULLUM DEVELOPMENT OF EDUCATION TECHNIC IN HEAVY EQUIPMENT BASED ON INDUSTRIAL NEEDS ABSTRACT This study aims to: (1 find out the formula of competency for heavy equipment mechanic based on industry needs, (2 determine the qualifications of instructors in heavy

  8. Semen Basis Sebagai Insulator Terhadap Therma Shock Di Bawah Restorasi Logam

    OpenAIRE

    Kadariani

    2008-01-01

    Restorasi yang terbuat dari bahan logam dapat menghantarkan perubahan suhu yang berasal dari makanan dan minuman ke pulpa sehingga menyebabkan perasaan yang tidak nyaman pada pasien. Untuk menanggulangi hal ini maka diperlukan semen basis yang diletakkan di bawah restorasi logam sebagai semen insulator. Penggunaan semen basis dengan tujuan sebagai insulator terhadap perubahan suhu tergantung pada ketebalan dentin yang tersisa setelah preparasi kavitas. Penggunaan semen basis hanya diindika...

  9. Logam Merkuri pada Pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Sumantri

    2014-05-01

    Full Text Available Potensi produksi pertambangan emas di Indonesia termasuk dalam kategori cukup besar dengan produksi rata-rata 113.720,4423 kg/tahun. Penggunaan merkuri pada proses pengolahan emas berpotensi menyebabkan terjadinya masalah kesehatan seperti keracunan merkuri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko akumulasi merkuri pada rambut pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI di Desa Cisarua, Nanggung, Bogor tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja PETI Desa Cisarua. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 40 pekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan. Pengukuran konsentrasi merkuri dalam rambut pekerja menggunakan AAS FIMS dengan Reverence Recovery Material 100%. Variabel bebas pada penelitian ini adalah umur, masa kerja, jam kerja dan konsumsi ikan dengan variabel terikatnya adalah akumulasi logam merkuri pada rambut pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata akumulasi logam merkuri dalam rambut pekerja antara 2,03 sampai 9,04 ppm atau terdapat 24 orang (60% mengalami keracunan merkuri lebih dari 2 ppm. Faktor masa kerja (nilai p = 0,000 memiliki korelasi dengan akumulasi logam merkuri pada sampel rambut pekerja yang menunjukan korelasi positif dengan kekuatan sedang (r = 0,552. Hasil analisis multivariat dijelaskan dalam model (akumulasi logam merkuri = -0,315 + 0,896*masa kerja dengan variabel Adjusted R Square masa kerja sebesar 52,6%. Indonesia has a quite large potential production of gold mining with average production 113.720,4423 kg/year. Gold mining production by mercury could cause health problems, such as mercury poisoning. The purpose of this study was to analyze the risk factor of mercury accumulation in hair samples from illegal gold mining (IGM workers in Cisarua, Nanggung, Bogor in 2013. This research was a quantitative study by cross sectional approach. The population in

  10. PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ADSORBEN BIJI TREMBESI TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM KROMIUM (CR TOTAL PADA LIMBAH INDUSTRI SASIRANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Indah hayati

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak- Proses pembuatan kain sasirangan menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan dan pencelupan kain. Salah satu polutan yang terkandung pada limbah cair industri sasirangan adalah logam Cr. Reduksi logam Cr total limbah cair industri sasirangan dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben dari biji Trembesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi adsorben 1, 2, 3 dan 4% w/v terhadap proses reduksi logam Cr total industri sasirangan. Variasi konsentrasi adsorben yang digunakan sebesar 1 g/100 mL, 2 g/100 mL, 3 g/100 mL dan 4 g/100 mL limbah sasirangan dengan pengadukan selama 30 menit pada 100 rpm suhu 55oC dengan ukuran adsorben 250 mikron. Proses pirolisis berlangsung selama 5 jam dengan suhu operasi 450oC. Adsorben diaktifkan menggunakan HCl 0,1 N yang berlangsung selama 24 jam. Analisa yang dilakukan yaitu ICP (Inductively Coupled Plasma untuk mengetahui kadar logam yang masih tersisa didalam limbah setelah dilakukannya proses adsorpsi. Semakin banyak jumlah adsorben yang ditambahkan maka penurunan konsentrasi logam Cr dalam air limbah semakin besar. Hasil penelitian diperoleh penurunan konsentrasi logam Cr maksimum sebesar 82,65%. Konsentrasi logam Cr mula-mula pada limbah cair kain sasirangan sebesar 2 ppm dan penurunan konsentrasi logam Cr maksimum pada penambahan adsorben 2 g sebesar 0,347 ppm.

  11. KAJIAN IKATAN HIDROGEN DAN KRISTALINITAS KITOSAN DALAM PROSES ADSORBSI ION LOGAM PERAK (Ag

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. Purnawan

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan kajian tentang ikatan hidrogen inter dan intramolekuler kitosan yang dapat menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan akibat masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya ion logam Ag ke dalam polimer kitosan dapat mempengaruhi mempengaruhi ikatan hidrogen inter dan intramolekuler sehingga menyebabkan perubahan keteraturan dan tingkat kristalinitas polimer kitosan. Kristalinitas kitosan meningkat hingga perbandingan Ag/kitosan = 0.25/100 (b/b. Setelah perbandingan Ag/kitosan lebih besar dari 0.25/100 (b/b, kristalinitas kitosan menurun.

  12. EKSISTENSI DAN SEBARAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN AEDES ALBOPICTUS DI KAMPUS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosefina Dota T

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan sebaran nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus telah dilakukan di Kampus Universitas Hasanuddin, Kec. Tamalanrea, Makassar. Penelitian bersifat eksploratif dengan melakukan sampling terhadap lima lokasi yaitu : a Fak. Peternakan (Utara, b Fak. Hukum (Timur, c Pusat Kegiatan Penelitian/PKP (Selatan, d Workshop/Dekat Pondokan mahasiswa (Barat dan e Fak. MIPA (Tengah. Sampling nyamuk menggunakan metode ovitrap (menggunakan attraktan Eluisine Indica L. dan survei terhadap berbagai tempat penampungan air. Sampel telur dan larva nyamuk yang diperoleh disimpan dalam microtube berisi alkohol 70% kemudian diidentifikasi berdasarkan Rueda (2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus ditemukan hidup dan berkembang biak di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. Eksistensi dan sebaran kedua jenis nyamuk tersebut dipengaruhi oleh faktor adanya manusia/masyarakat kampus yang beraktivitas baik di dalam ruangan (indoor maupun di luar ruangan (outdoor, adanya berbagai tempat penampungan air baik buatan (bak mandi, ember maupun barang bekas (botol/kaleng bekas, tempurung kelapa, vegetasi/tanaman dan berbagai macam hewan yang berada di sekitaran kampus. Hasil penelitian dalam ruangan (indoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di dalam ruangan gedung PKP sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di Fak. Hukum. Hasil penelitian di luar ruangan (outdoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di area Workshop sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di area PKP.

  13. POTENSI HAYATI SERAT PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS DALAM PROSES ADSORPSI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (HG, TSS DAN COD PADA LIMBAH CAIR PERTAMBANGAN EMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairul Irawan

    2014-04-01

    Full Text Available Activity of gold mining in Kalimantan potentially can give waste that include into “Bahan Beracun Berbahaya (B3” such as mercury. An effort to make out this contamination is adsorption method. Eleocharis dulcis contain high amount of cellulose, about 40,92% so it can be used as an adsorbent. The purpose of this research are studying the capability of eleocharis dulcis as a natural adsorbent, studying the process of biocomposite making from eleocharis dulcis with iron oxide nanoparticle, and studying the influent of result iron oxide nanoparticle added to biocomposite in order to make a lower amount of heavy metal mercury (Hg, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD in waste water of gold mining. Eleocharis dulcis (PT through delignification process use 1% NaOH solution and then the PT-D is made to become biocomposite with iron oxide nanoparticle apply “one-pot solvothermal reaction” method. The biocomposite have two variation: without amina cluster added (PT-M and with amina cluster added (PT-MA. It’s characterization are consist of Scanning Electron Microscope (SEM and X-Ray Diffraction (XRD. Adsorption process is applied for 8 hours with mixing rate is 150 rpm. Analysis after adsorption process including three methods: AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer method for Hg analysis, titrimetric method for COD, and gravimetric method for TSS. The result of adsorption process for mercury (Hg, COD, and TSS are optimally at pH 7 which the value of their effectiveness are 65,04%, 80%, and 81,25%. The maximum amount of Hg adsorption capacity for PT-D, PT-M, and PT-MA respectively are 6,504 mg/g, 6,984 mg/g, and 6,911 mg/g. The addition of iron oxide nanoparticle can increase adsorben capability of eleocharis dulcis.

  14. Penjajakan Kadar Logam Berat Pb Pada Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir) Asal Kecamatan Medan Deli Dan Kangkung Air (Ipomea aquatica Forsk) Asal Kecamatan Sunggal Kota Medan.

    OpenAIRE

    Rumajar, Antonius Theodorus B

    2011-01-01

    Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian kangkung darat (Ipomea reptans Poir) asal kecamatan Medan Deli dan kangkung air (Ipomea aquatica Forsk) asal kecamatan Sunggal kota Medan dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Medan yang dilakukan pada bulan Juni 2010 sampai Oktober 2010. Penelitian ini menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) dengan dua (2) kali ulangan berdasarkan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan ba...

  15. KONTAMINASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg DAN TIMBAL (Pb PADA AIR, SEDIMEN DAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla L DI TELUK PALU, SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Matius Paundanan

    2015-09-01

    Full Text Available Palu bay waters is susceptible to heavy metal pollution due to the inclusion of the waste product of Palu city, and such as agriculture, and traditional mining. The objective of this research was to determine the contamination of heavy metals mercury (Hg and lead (Pb in water, sediment, and torpedo scad fish (Megalaspis cordyla. Sampling was done purposively at 10 sampling points. Parameters of water quality measurements were done in the field for temperature, pH, brightness, turbidity, and dissolved oxygen (DO, and at laboratory analysis for salinity, chemical oxygen demand (COD, ammonia, and nitrates. Heavy metals were analized by following APHA, and Indonesian National Standard (SNI methods. The results showed that Hg consentrations in water, sediment, gill, meat, liver, and spleen were 0.0008-0.0042 mg/l, 0.017-0.287 mg/kg, 0.007-0.145 mg/kg, 0.014-0.046 mg/kg, 0.052-0.106 mg/kg, and 0.043-0.414 mg/kg, respectively. Pb concentrations in water, sediments, gill, meat, liver, and spleen were 0.0130-0.0392 mg/l, 2.647-8.987 mg/kg, 0.132-0.775 mg/kg, 0.005-0.734 mg/kg, 0.295-1.871 mg/kg, and 1.654-12.92 mg/kg, respectively. The average of Hg and Pb concentrations in the water had exceeded the specified quality standards, while in the sediment were still below the quality standards. The average of Hg and Pb concentrations in all observed fish organs were below the quality standards, except for Pb concentrations in gill, liver, and spleen.Keywords: heavy metals, water, sediment, Megalaspis cordyla, Palu Bay

  16. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Fisika Materi Suhu Dan Pemuaian Berbasis Potensi Lokal “Kerajinan Logam Sayangan” Untuk Siswa SMP Di Kalibaru Banyuwangi

    OpenAIRE

    Yulicahyani, Tria; Prihandono, Trapsilo; Lesmono, Albertus Djoko

    2017-01-01

    Development of local potential “Kerajinan Logam Sayangan” based temperature and expansion of physics science learning module is a develop of module to conect between temperature and expansion of material with “Kerajinan Logam Sayangan”. The purposes of this research are to describe the validty local potential “Kerajinan Logam Sayangan” based temperature and expansion of physics science learning module, student' learning achievement, and student' responses. This type of research is the develop...

  17. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  18. Analisis Sebaran Padatan Tersuspensi dan Transparansi Perairan Menggunakan Landsat 8 (Studi Kasus : Perairan Bintan, Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma'atus Sholihah

    2017-01-01

    Full Text Available Perairan Bintan memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang sangat potensial untuk wisata bahari dan kehidupan biota laut. Akan tetapi, adanya kegiatan manusia seperti penambangan, pembuangan limbah rumah tangga akan memberikan dampak negatif terhadap penurunan kualitas perairan dan sumber daya pesisir. Faktor utama yang mempengaruhi kualitas perairan pada badan air pada setiap bentang lahan adalah padatan tersuspensi dan transparansi. Analisis padatan tersuspensi dan transparansi menggunakan metode penginderaan jauh dengan didukung data in situ. Data in situ digunakan untuk melakukan validasi data estimasi citra menggunakan NMAE. Pada penelitian ini konsentrasi TSS yang dihasilkan memiliki rentang nilai antara 0-45 mg/l. Sedangkan sebaran nilai transparansinya memiliki rentang nilai antara 3-6 meter. Kondisi TSS dan transparansi tersebut masih berada pada batas yang ditentukan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004.

  19. Perancangan Alat Ukur Digital untuk Tinggi dan Berat Badan dengan Output Suara berbasis Arduino UNO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD AFDALI

    2018-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Alat pengukur tinggi badan dan penimbang berat badan yang sekaligus memberikan informasi berat badan ideal akan sangat bermanfaat bagi para pengguna. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dirancang dan direalisasikan suatu alat ukur yang sekaligus dapat mengukur tinggi badan dan berat badan serta memberikan informasi ideal atau tidaknya berat badan yang terukur. Alat ukur ini menggunakan Arduino Uno sebagai otaknya, sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, dan sensor strain gauge untuk mengukur berat badan. Data dari kedua sensor tersebut diolah oleh Arduino untuk mendapatkan indeks massa tubuh (IMT dan berat badan ideal (BBI. Nilai tinggi badan, berat badan, dan berat badan ideal akan ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, informasi suara menyangkut kondisi berat badan yaitu ideal, gemuk, atau kurus akan dikeluarkan oleh speaker. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data maka diperoleh nilai persentase keberhasilan rata-rata pada pengukuran tinggi badan adalah 96,80% dan pada pengukuran berat badan adalah 99,04%. Sedangkan tingkat keberhasilan penampilan informasi suara adalah 95%. Kata kunci: Alat ukur digital, tinggi badan, beratbadan, Arduino, output suara. ABSTRACT An instument for measuring height and weight while providing information ideal weight for users will be very helpful. Therefore, in this study, it was designed and realized a measuring instrument which can simultaneously measure the height and weight as well as providing the ideal information whether or not the weight measured. This instrument uses an Arduino Uno as the brain, the ultrasonic sensor to measure the height and strain gauge sensor for measuring weight. Data from the sensors is processed by the Arduino to get a body mass index and ideal weight. The values of height, weight, and ideal weights will display on LCD. Furthermore, voice information regarding the ideal conditions of weight, namely ideal, fat, or thin will be emitted by a speaker. Based on test

  20. SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS PADA PROFIL VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Dwi Siswanto

    2015-04-01

    Full Text Available Sebaran sedimen tersuspensi (Total Suspended Solid (TSS dapat dipelajari secara horizontal maupun vertikal. Akumulasi sedimen tersuspensi (TSS secara horizontal sangat dipengaruhi oleh arus permukaan maupun gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Keterdapatan TSS ini diduga berpengaruh terhadap sebarannya pada profil vertical. Kedua kondisi sebaran sedimen tersuspensi (TSS berpengaruh terhadap optimalisasi penetrasi cahaya matahari di perairan. Sedimen tersuspensi (TSS menjadi salah satu factor fisika yang penting sebagai indicator kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran Total Suspended Solid (TSS di perairan Kabupaten Bangkalan. Materi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh air dan data parameter lingkungan (pasang surut dan kecerahan yang diambil pada 7 stasiun pada bulan Agustus-September 2013 di Perairan Selat Madura, Kabupaten Bangkalan. Metode gravimetric (SNI-06-6989.3-2004 digunakan untuk analisa Total Suspended Solid (TSS. Data parameter lingkungan dianalisa secara deskriptif. Analisa TSS menunjukkan nilai yang berbeda pada beberapa stasiun penelitian untuk setiap minggunya. Konsentrasi TSS terendah sebesar 35 mg/L (Stasiun 3, profil permukaan, minggu pertama dan tertinggi sebesar 620 mg/L (Stasiun 4, profil dasar, minggu pertama. Secara umum, konsentrasi TSS secara vertikal (dari permukaan-dasar cenderung semakin besar, diduga dipengaruhi oleh jenis substrat dan parameter arus yang berpeluang untuk menimbulkan pengadukan di profil dasar. Kondisi lingkungan (kecerahan dan arus menunjukkan bahwa daerah dengan konsentrasi TSS yang tinggi cenderung memilki nilai kecerahan yang rendah dengan kecepatan arus yang lebih besar.Kata Kunci: kecerahan, pola arus, Total Suspended Solid (TSS DISTRIBUTION OF TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS IN THE VERTICAL PROFILE IN THE MADURA STRAIT WATERS BANGKALAN DISTRICTABSTRACTDistribution of suspended sediment (Total Suspended Solid (TSS can be studied through

  1. SEBARAN STASIONER PADA SISTEM BONUS-MALUS SWISS SERTA MODIFIKASINYA (Stationary Distribution of Swiss Bonus-Malus System and its Modification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cherry Galatia Ballangan

    2002-01-01

    Full Text Available Bonus-Malus System is a system in actuary that introduce the premium class (state partition, where the state is influenced by the number of annual claims reported by the policy holder. We could base the determination of the state on the stationary distribution that represent the number of policy holders in any state. Swiss Bonus-Malus System has 22 state. The number of state that involved in this system result in the difficulty of stationary distribution determination. Therefore, the aim of this paper is to study a method to obtain stationary distribution of Swiss Bonus-Malus System by recursive formula, with this recursive formula, the stationary distribution of Swiss Bonus-Malus System can be determined easier. Modification of this system with infinite state result in the changes of recursive formula to obtain the stationary. This changes including the determining of base value of the recursive formula. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem Bonus-Malus merupakan sistem dalam aktuaria yang memperkenalkan pembagian kelas premi (state yang dipengaruhi oleh jumlah klaim yang diajukan oleh pemegang polis tiap tahunnya. Penetapan state dalam sistem ini didasarkan pada pencarian sebaran stasioner yang menyatakan banyaknya pemegang polis dalam tiap state. Sistem Bonus-Malus Swiss (BMS memiliki 22 state. Banyaknya state yang terlibat dalam sistem ini mengakibatkan sulitnya penentuan sebaran stasioner pada sistem BMS tersebut. Karena itu dalam tulisan ini dipelajari suatu metode penentuan sebaran stasioner dari sistem BMS tersebut, yaitu dengan menggunakan formula rekursif. Dengan formula rekursif ini, sebaran stasioner sistem BMS dapat ditentukan dengan mudah. Modifikasi sistem BMS untuk jumlah state yang tak hingga mengakibatkan perubahan pada formula rekursif untuk mencari sebaran stasionernya. Perubahan ini meliputi penetapan nilai awal dari formula rekursif tersebut. Kata kunci: sebaran stasioner, formula rekursif, sistem Monus-Malus Swiss.

  2. Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia ,

    2017-02-01

    Full Text Available Berat Badan Lahir Rendah (BBLR adalah bayi dengan berat badan  bayi lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi BBLR di ruang inap perinatology  RSUD Dr.Achmad  Mochtar Bukittinggi tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan desain  Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan  sampel 10 orang. Hasil penelitian  di dapatkan rata-rata berat badan bayi sebelum perawatan metode kanguru adalah 1738,60 gram, sedangkan setelah dilakukan perawatan metode kanguru berat badan bayi meningkat menjadi 1766,90 gram, dengan peningkatan berat badan sebanyak 28,30 gram dimana  p value = 0.00 <  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap perubahan berat badan bayi BBLR di ruang inap perinatologi RSUD dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Dan disarankan kepada ibu-ibu untuk melakukan perawatan metode kanguru secara rutin dan pemberian ASI yang cukup terhadap bayi BBLR.Kata kunci: Perawatan Metode Kanguru, Berat Badan bayi. Low Birth Weight (LBW is a baby with a birth weight less than 2500 grams regardless of gestation. This research used a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The samples were taken using purposive sampling technique. The results showed that all respondents experienced weight gain. The weight of babies before applying kangaroo care method was 1738.60 grams in average. While after applying the kangaroo care method, the baby's weight increased to 1766.90 grams. After using a statistical test of dependent t-test (paired t-test, pvalue gotten was 0.000, with standard error (α 0.05. It means that there is a significant difference between the average weight before and after the treatment of kangaroo care methods with weight gain as much as 28.30 gram. Based

  3. Karakterisasi Adsorben dari Kulit Manggis dan Kinerjanya pada Adsorpsi Logam Pb(II dan Cr(VI - (Adsorbent Characterization from Mangosteen Peel and Its Adsorption Performance on Pb(II and Cr(VI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulfa Haura

    2017-06-01

    Full Text Available The usage of biomass waste-based adsorbent for the adsorption of hazardous metal in wastewater is not only reducing waste but also lowering adsorbent price. This research aims to study the characteristics of adsorbent from mangosteen peel (Garcinia Mangostana L. and activated charcoal from mangosteen peel, also to compare the adsorption performance on metal ion Pb(II and Cr(VI. Synthetic wastewater used from a solution of Pb(NO32 and K2Cr2O7 with variations in initial concentration of 20, 40, 80, 100 and 200 mg/L. Adsorption performed at pH 5, ratio of adsorbent and waste solution 1/200 (w/v, 60 rpm, 0.5 gs nano-sized adsorbent. Characterization using SEM, FTIR and SEM-EDS showed that both adsorbents characteristics met the requirements of SNI 06-3730-1995. The highest adsorption capacity of activated carbon to adsorb Pb(II and Cr(VI were 38.543 mg/g and 36.838 mg/g while biosorbent adsorb Pb(II and Cr(VI respectively 3.98 mg/g and 36.12 mg/g.Keywords: adsorption, biosorbent, Cr(VI, mangosteen peel, Pb(IIABSTRAKPenggunaan adsorben berbasis limbah biomassa untuk adsorpsi kandungan logam berbahaya dari limbah cair industri selain dapat mengurangi limbah juga dapat menekan harga jual adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik adsorben yang terbuat dari limbah kulit manggis (Garcinia mangostana L. dan arang aktif dari limbah kulit manggis serta membandingkan kinerja kedua jenis adsorben tersebut pada proses adsorpsi ion logam Pb(II dan Cr(VI. Limbah sintetis yang digunakan berupa ion dari Pb(II dan Cr(VI dari larutan Pb(NO32 dan K2Cr2O7 dengan variasi konsentrasi awal 20, 40, 80, 100 dan 200 mg/L. Proses adsorpsi dilakukan pada pH 5, rasio perbandingan berat adsorben dan volume larutan limbah 1:200, kecepatan pengadukan 60 rpm, adsorben berukuran nano dengan berat adsorben 0,5 g. Masing-masing adsorben dikarakterisasi menggunakan SEM untuk mengetahui sturktur morfologi, FTIR untuk mengetahui gugus fungsi dan SEM-EDS untuk

  4. ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA PADA KONDISI NORMAL UNTUK REAKTOR AEC 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis sebaran radionuklida pada reaktor daya Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWTh, setara dengan 1000 Mwe untuk kondisi operasi normal. Analisis dilakukan untuk dua reaktor yang terpisah sejauh 500 m dan sudut 90o satu dengan yang lain. Langkah awal dalam melakukan analisis adalah menentukan suku sumber reaktor menggunakan program komputer ORIGEN2 dan EMERALD NORMAL. ORIGEN2 digunakan untuk menentukan inventori radionuklida yang terdapat di reaktor. Selanjutnya dengan dengan menggunakan program EMERALD NORMAL dihitung suku sumber yang sampai ke cerobong reaktor. Untuk menganalisis dosis yang diterima penduduk dilakukan dengan menggunakan program PC-CREAM. Perhitungan dilakukan untuk satu dan dua PLTN di calon tapak PLTN. Hasil yang diperoleh adalah sebaran radionuklida terbesar untuk satu PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 9 (191,25o dan untuk dua PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 10 (213,75o. Radionuklida yang sampai ke penduduk melalui dua alur yaitu alur makanan dan hirupan. Untuk alur makanan berasal dari radionuklida I-131, dan terbesar melalui alur produk susu sebesar 53,40 % untuk satu maupun dua PLTN . Untuk alur hirupan ranionuklida pemberi kontribusi paparan terbesar berasal dari Kr-85m sebesar 53,80 %. Dosis total terbesar yang diterima penduduk terdapat pada jarak 1 Km untuk bayi yaitu sebesar 4,10 μSi dan 11,26 μSi untuk satu dan dua PLTN. Hasil ini sangat kecil dibandingkan dengan batas dosis yang diijinkan oleh badan pengawas (BAPETEN untuk penduduk yaitu sebesar 1 mSi. Kata Kunci : Reaktor daya, komputer code, radionuklida, alur makanan, hirupan   Analysis for radionuclide dispersion for the Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWth Power Reactor, equal to the 1000 MWe at normal condition has been done. Analysis was done for two piles that is separated by 500 m distance and angle of 90o one to other. Initial pace in doing the analysis is to determine reactors source term using ORIGEN2 and EMERALD NORMAL

  5. SEBARAN UKURAN MORFOLOGI LABI-LABI (Amyda cartilaginea Boddaert, 1770 HASIL TANGKAPAN DI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Arifin Sentosa

    2016-03-01

    Full Text Available Labi-labi (Amydacartilaginea merupakan salah satu komoditas tangkapan untuk ekspor di Sumatera Selatan. Status perlindungannya telah masuk dalam Appendix II CITES dan kategori rawan menurut IUCN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran morfologi A. cartilaginea hasil tangkapan di Sumatera Selatan. Data tangkapan labi-labi diperoleh dari catatan enumerator  selama 2013 di Kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Lubuklinggau. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa labi-labi yang tertangkap dari Musi Rawas dan Lubuklinggau memiliki ukuran morfologi yang lebih besar dibandingkan dari MusiBanyuasin. Labi-labi yang dominan tertangkap memiliki bobot 1000 kg dan total tangkapan > 200 ekor tahun-1 terdapat di Jaya Loka, Megang Sakti dan Lakitan Ulu (Kabupaten Musi Rawas serta di Sekayu, Batanghari Leko dan Babat Toman (Kabupaten Musi Banyuasin. The Asiatic softshell turtle (Amyda cartilaginea Boddaert, 1770 is one of the export commodities in South Sumatera. Its conservation status has been included in Appendix II CITES and IUCN vulnerable category. The objective of study is to determine the distribution of morphological size of A. cartilaginea caught in South Sumatera. The softshell turtle catch data was collected and recorded by enumerators during 2013 in District Musi Rawas, Musi Banyuasin and Lubuklinggau. Data were analysed descriptively. The results show that the morphological size of softshell turtle caught from Musi Rawas and Lubuklinggau were bigger than from Musi Banyuasin. The Asiatic softshell turtle catch distribution with a total catch body mass >1000 kg and total catch >200 individuals year-1 were found in Jaya Loka, Megang Sakti and Lakitan Ulu (Musi Rawas Regency and Sekayu, Batanghari Leko and Babat Toman (Musi Banyuasin Regency.

  6. Analisis Faktor Relationship Satisfaction Pada Kerjasama Antar UMKM Berbasis Logam di Waru, Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Tri Wibowo

    2012-09-01

    Full Text Available Industri berskala mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan yang penting di dalam perekonomian Indonesia. Jawa Timur sebagai penyumbang Produk Regional Domestik Bruto terbesar kedua pada tahun 2010 memiliki andil di dalam perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM di Indonesia. Salah satu industri berskala UMKM di Jawa Timur yang sedang berkembang adalah industri berbasis logam di Waru, Sidoarjo. Seiring dengan berjalannya waktu agar dapat bersaing dengan UMKM sejenis dari daerah lain dan produk impor, maka industri berbasis logam harus menguatkan kerjasama di dalam kegiatan industrinya. Untuk menguatkan kerjasama antar UMKM, maka tiap UMKM harus memperhatikan kepuasan di dalam hubungan kerjasamanya (relationship satisfaction. Hasil studi literatur dan observasi awal menunjukkan bahwa faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation berpengaruh terhadap relationship satisfaction. Sehingga pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap relationship satisfaction pada kerjasama antar UMKM di Waru, Sidoarjo dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling. Faktor relationship satisfaction sebagai konstruk endogen dan faktor benevolence, credibility, opportunism, relationship commitment, dan mutual cooperation sebagai konstruk endogen. Masing-masing konstruk tersebut kemudian dilakukan uji confirmatory factor analysis (CFA untuk mengetahui bahwa faktor tersebut berada pada kondisi unidimensionalitas.

  7. PEMANFAATAN TEPUNG KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PAKAN JADI UNTUK PERTAMBAHAN BERAT ITIK PEDAGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Trianto

    2017-04-01

    Full Text Available Itik sebagai penghasil daging di Indonesia, menurut data statistik tahun 2010 perannya masih rendah, yaitu hanya dapat memenuhi 44,75 % dari kebutuhan 14,3 ribu ton. Sementara itu, lim-bah kulit udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan bagi pakan itik. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kulit udang (dengan variasi 0 % sebagai kontrol, 10 %,12 % dan 14 % dalam pakan terhadap pertumbuhan berat itik pedaging. Pene-litian yang dilakukan di Dusun Jarakan, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Kla-ten ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pre-test post-test with control group. Obyek penelitian yang digunakan adalah 60 ekor itik pedaging yang berumur 0-5 hari, sementara lim-bah kulit udang diperoleh dari rumah makan di Rawa Jimbung. Masing-masing campuran pakan diberikan kepada 15 ekor itik yang ditaruh dalam kandang yang berbeda, sebanyak 150 gr/ming-gu/ekor dengan frekuensi dua kali per hari. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anava dengan α = 0,05. Hasil analisis menghasilkan nilai p lebih kecil dari 0,001 yang berarti bahwa perbedaan peningkatan berat itik di antara variasi pakan memang bermakna, sehingga dapat di-interpretasikan bahwa variasi konsentrasi tepung kulit udang sebagai bahan tambahan mem-pengaruhi berat itik pedaging. Dengan uji lanjutan LSD dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan 14 % tepung kulit udang di dalam pakan merupakan konsentrasi yang paling efektif

  8. Hubungan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Kehamilan Aterm di RSUD Achmad Darwis Suliki

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryam Syifaurrahmah Syifaurrahmah

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakAnemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb dalam darah <11,0 g%. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR. Bayi berat lahir rendah memiliki efek jangka pendek maupun panjang terhadap bayi tersebut dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasional dengan mengumpulkan data rekam medis ibu hamil aterm yang melahirkan di RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota periode Januari – Desember 2013. Dari 73 sampel ibu hamil aterm anemia dan tidak anemia didapatkan nilai rerata berat bayi pada ibu hamil aterm anemia adalah 2722 gram dan rerata berat badan bayi pada ibu hamil aterm tanpa anemia adalah 2967 gram. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan  nilai p:0,047 (p<0,05 dengan rasio prevalensi sebesar 1,7. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil aterm dengan berat bayi lahir rendah di RSUD Suliki Kabupaten Lima Puluh KotaKata kunci: Anemia, hamil aterm, BBLR. AbstractAnaemia in pregnancy is a condition where hemoglobin concentration in blood <11.0 gr%. Indonesia government has an  issue about the high prevalence of anaemia in pregnancy which is the main issue correlates to the low birth baby weight. Low birth baby weight has a short and long term effects with high risk of morbidity and mortality. This analytic research with observational retrospective design obtaining datas from medical records of aterm pregnant mother who gave a birth in RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota in a period from January – Desember 2013. From 73 samples of aterm pregnant mother who had anaemia and non anaemia, known mean of baby weight in normal aterm pregnant mothers who had anaemia is 2722 gram and mean of baby weight from aterm pregnant

  9. SEBARAN HASIL TANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788 DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2015-06-01

    Full Text Available Ikan Madidihang (Thunnus albacares Bobbaterre, 1788 merupakan salah satu komoditaspenting bagi industri perikanan di Indonesia dimana hasil tangkapannya merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis tuna lainnya. Saat ini, kondisi stok madidihang berada dalam kondisi yang baik. Namun, untuk menjaga kelangsungan pemantaatan stok ikan tuna, diperlukan upaya pengelolaan sumber daya tuna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi laju tangkap madidihang di Samudera Hindia Bagian Timur. Pengumpulan data dilakukan oleh pemantau ilmiah pada kapal rawai tuna komersial yang berbasis di Benoa, Pelabuhanratu dan Bungus dari Agustus 2005 sampai Desember 2013; serta program monitoring pendaratan tuna yang berbasis di Benoa tahun 2010-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pancing bervariasi secara bulanan dan tahunan. Rata-rata bulanan laju pancing tertinggi terjadi pada Mei (0,17 ekor/100 pancing dan terendah pada Februari (0,01 ekor/100 pancing, sedangkan rata-rata laju pancing tahunan tertinggi pada 2006 (0,11 ekor/100 pancing dan terendah pada 2011 (0,06 ekor/100 pancing. Rata-rata laju pancing tahunan cenderung mengalami penurunan sebesar 29,48%/ tahun. Ikan madidihang tertangkap oleh rawai tuna Indonesia tersebar dari 0°-34° LS dan 76°-134° BT. Sebaran spasial laju pancing tertinggi berada di sekitar Kepulauan Mentawai dan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara. Yellowfin tuna (Thunnus albacares Bobbaterre, 1788 is one of the important commodity for the fishing industry in Indonesia because it has the highest catches compared with other tunas. Nowadays, the yellowfin stock is currently in good condition (not overfished and not subject to overfishing. However, management measure was required to support sustainability of tuna fishery. This study aims to determine the hook rate distribution of yellowfin tuna in the Eastern Indian Ocean. Data was obtained by scientific observers on commercial tuna longline vessels

  10. ANALISIS KADAR LOGAM DAN CARA MUDAH MENGENALI UDANG YANG TERAKUMULASI LOGAM: STUDI KASUS TENTANG UDANG DI SUNGAI DONAN CILACAP, JAWA TENGAH (Metal Content Analysis and Easily Recognize for Shrimps that Accumulates of Metal: Case Study about Shrimps

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumisem Tumisem

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Kadar Logam dan Cara Mudah Mengenali Berbagai Udang yang Terakumulasi Logam dilakukan dengan: mengidentifikasi berbagai jenis udang, menganalisis kadar logam dan menganalisis secara morfologi berbagai jenis udang terkait dengan morfologi tubuhnya. Penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Donan Cilacap dengan cara menangkap berbagai jenis udang di sepanjang sungai tersebut setiap musim. Analisis kadar logam dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik UGM, identifikasi dan analisis morfologi udang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia UMP. Hasil identifikasi diperoleh enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Berdasarkan hasil analisis morfologi (warna tubuh menunjukkan semua jenis udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan, dan yang berasal dari lokasi sungai yang memiliki tanaman bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening. Hasil analisis kadar logam jenis Cd dan Pb pada semua udang tidak terdeteksi, sedangkan analisis kadar Cu terdeteksi pada udang Pletok, Wuku dan Sikat dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan 0,1 ppm. Rata-rata kadar Cu pada udang tersebut sebesar 66,256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis morfologi (bentuk tubuh dari semua jenis udang baik yang terakumulasi logam maupun tidak memiliki bentuk yang sama, sehingga tidak dapat menjadi patokan dalam mengenali udang yang tercemar logam. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan udang yang terakumulasi bahan pencemar di atas standar keamanan pangan berwarna hijau kehitaman dan merah kehitaman, sedangkan udang yang tidak terakumulasi bahan pencemar berwarna putih segar. ABSTRACT Research on the metal content analysis and Easily Recognize for shrimps that accumulates of metal have done by identify various types of shrimps, metal content analysis, and analyzed morphologically various types of shrimp related

  11. Sebaran nutrien, intensitas cahaya, klorofil-a dan kualitas air di Selat Badung, Bali pada Monsun Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winona Abigail

    2015-08-01

    Full Text Available Abstract. Badung Strait generally have nutrient distribution patterns influenced by Sea-atmosphere interactions. The waters of the Lombok Strait is also branching traversed by Indonesian Throughflow (ARLINDO, which will be followed by Indonesian Throughflow variability of sea surface temperature changes. The distribution of nutrients is closely related to light intensity to produce primary productivity. The purpose of this research was conducted to determine the distribution of nutrient concentration and light intensity and chlorophyll-a in Badung Strait during Southeast Monsoon (June 2014. The variables investigated are the concentration of nitrate, phosphate, ammonia, light intensity and chlorophyll-a. The results showed the average value of the concentration of nitrate, phosphate and ammonia at 0.01106 mg/L, 0.01 mg/L and 0.13475 mg/L. The average value of the light intensity at 272.8775 W/m2 and the average value of chlorophyll-a concentration of 0.40925 mg/L. The visualitation images show that there is homogeneus pattern for the phosphate concertration and konvergen patterns for the other paramaters. It is cause of physical parameters influence when obtain the waters sample. Based on the result, it can be conclude that the waters productivity of Badung Strait, Bali is in good condition. The role of other water quality parameters such as temperature, salinity and dissolved oxygen also supports fertility waters. Keywords: nutrients; light intensity; chlorophyll-a; water quality; Badung Strait Abstrak. Perairan Selat Badung secara umum merupakan perairan yang memiliki pola sebaran nutrien yang dipengaruhi oleh interaksi Laut-Atmosfer. Perairan tersebut juga merupakan percabangan Selat Lombok yang dilalui oleh ARLINDO (Arus Lintas Indonesia, dimana variabilitas ARLINDO akan diikuti oleh perubahan suhu permukaan laut. Sebaran nutrien tersebut berkaitan erat dengan intensitas cahaya untuk menghasilkan produktivitas primer. Penelitian ini

  12. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793 yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Muthmainnah

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.

  13. ANALISIS RISIKO KANDUNGAN LOGAM KROMIUM HEKSAVALEN (CR6+ DAN ARSEN (AS DALAM AIR MINUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Mursidi

    2015-11-01

    Full Text Available Abstract: Risk Analysis Metal Content of Hexavalent Chromium (Cr6 + and arsenic (As in drinking water. The research objective is to determine estimates of health risks from exposure to hexavalent chromium metal and arsenic in drinking water. Research conducted on Kalanganyar population that uses clean water supply wells for drinking water as many as 200 people, and the examination of samples of drinking water as many as 32 samples. Design research using cross-sectional design using the descriptive-analytic method. The results showed that the percentage of respondents who have a non-cancerous disease risk due to exposure to hexavalent chromium (RQ≥1 by 16%, while the percentage of respondents that have exceeded the risk of non-cancer diseases due to exposure to arsenic (RQ≥1 by 59%. The risk of cancer due to arsenic exposure on average the respondents amounted to 1.5 per 10,000 population. The concentration of hexavalent chromium has relation with health risk (p <0.05 with r = 0.927. Arsenic concentrations also have a relationship with a health risk (p <0.05 with r = 0.936. Abstrak : Analisis Risiko Kandungan Logam Kromium Heksavalen (Cr6+ Dan Arsen (As Dalam Air Minum. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perkiraan risiko kesehatan akibat pajanan logam kromium heksavalen dan arsen dalam air minum. Penelitian dilakukan terhadap penduduk Kalanganyar yang menggunakan sarana air bersih sumur gali sebagai sumber air minum sebanyak 200 orang, dan pemeriksaan sampel air minum sebanyak 32 sampel. Rancang penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase responden yang mempunyai risiko penyakit non kanker akibat pajanan kromium heksavalen (RQ≥1 sebesar 16%, sedangkan persentase responden yang telah melampaui batas risiko penyakit non kanker akibat pajanan arsen (RQ≥1 sebesar 59%. Besar risiko kanker akibat pajanan arsen rata-rata pada responden sebesar 1

  14. Hubungan Asupan Asam Folat, Zink, dan Vitamin A Ibu Hamil Trimester III terhadap Berat Badan Lahir di Kabupaten Padang Pariaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wici Septiyeni

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak             Berat badan lahir merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir. Berat badan lahir dipengaruhi oleh berbagai faktor yang salah satunya adalah mikronutrien seperti: asam folat, zink dan vitamin A yang disinyalir memiliki hubungan dengan berat badan lahir.Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara asupan asam folat, seng, dan vitamin A terhadap berat badan lahir. Penelitian ini merupakan cross sectional study pada 59 ibu hamil di Kabupaten Padang Pariaman. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran berat badan lahir. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini yaitu rata-rata umur ibu hamil sebesar 26,5424 tahun. Rata-rata berat badan lahir 3181,36 gram dan rata-rata tinggi badan ibu adalah 153,8305 cm. Rata-rata konsumsi asam folat subjek penelitian adalah 341,9525 ug, zink  5,0727 mg dan vitamin A 688,9300 RE. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan asam folat dan berat badan lahir (p>0,05,asupan zink dan berat badan (p>0,05 dan asupan vitamin A dan berat badan lahir (p>0,05.bKesimpulan penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara asupan asam folat, zink dan vitamin A ibu hamil trimester III terhadap berat badan lahir.Kata kunci: asam folat, zink, vitamin A, berat badan lahir, Ibu hamil trimester III AbstractBirth weight is an indicator of the health of the newborn. Birth weight is influenced by various factors like micronutrients such as: folic acid, zinc and vitamin A which allegedly had a relationship with birth weight. The objective of this study was to determine the relationship between the intake of folic acid, zinc, and vitamin A on birth weight. This study was a cross sectional study to 59 pregnant women in the district of Padang Pariaman. Data collection with interviews and birth weight measurements. Statistical analysis used the Spearman correlation test. The results of this

  15. Pemetaan Sebaran Dan Karakter Populasi Tanaman Buah Di Sepanjang Koridor Jalur Wisatadesa Kemiren, Tamansuruh, Dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakiyah Zakiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta persebaran tanaman buah, karakter populasi tanaman buah, serta persepsi masyarakat pemilik tanaman buah di sepanjang jalur wisata Desa Kemiren, Tamansuruh, dan Kampunganyar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan meliputi survei pemetaan tanaman buah (mangga, rambutan, manggis, durian, jambu air dan jambu biji dengan merekam titik koordinat dari GPS untuk setiap tanaman buah. Penentuan karakter populasi tanaman buah dilakukan dengan mengamati morfologi tanaman terkait vitalitas dan periodisitas. Persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan mengolah data koordinat dan data pengamatan karakter populasi tanaman buah ke dalam peta dasar melalui aplikasi GIS. Pemetaan persepsi masyarakat diperoleh dengan wawancara dan kuisioner yang dihitung dengan skala Likert kemudian dipetakan sebaran spasialnya dengan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran tanaman buah yang ada di pekarangan rumah banyak tersebar di sepanjang jalur desa wisata dengan perbandingan jumlah buah yang ditemukan di Desa Kemiren 76 pohon, Tamansuruh 53 pohon, dan Kampunganyar 40 pohon. Kondisi tanaman buah dalam keadaan tumbuh dengan baik, bertunas, berbunga dan berbuah, hal ini dikarenakan pada saat penelitian waktunya tanaman buah memasuki masa berbuah dan masa panen. Antusiasme masyarakat tinggi untuk menjadikan tanaman buah yang ada di sepanjang jalur desa wisata sebagai daya tarik wisatawan. Kata Kunci: jalur wisata, karakter populasi, pemetaan, persepsi, tanaman buah

  16. Laju Penurunan Logam Berat Plumbum (Pb) Dan Cadmium (Cd) Oleh Eichornia Crassipes Dan Cyperus Papyrus (the Diminution Rate of Heavy Metals, Plumbum and Cadmium by Eichornia Crassipes and Cyperus)

    OpenAIRE

    Tosepu, Ramadhan

    2012-01-01

    The aim of the study was to analyze the diminution rate of heavy metals, plumbum and cadmium by Eichornia crassipes and Cyperus papyrus and to compare the rate of their decrease. The study conducted in Makassar city by examining the water sample in the Brackish Water Culture Fishery Research in Maros. The data were analyzed statistically by employing T test and Post Hoc test. The results of the study indicate that the concentration of heavy metal, plumbum is quicker by using Eichornia crassi...

  17. EFEK POLIMORFISME GENA GSTP-1 TERHADAP AKTIVITAS GLUTATION S-TRANSFERASE (GST PADA INDIVIDU TERPAPAR LOGAM BERAT TIMBAL (Effect of GSTP-1 Gene Polymorphismson Glutation S- Transferase (GST Activity in Heavy Metals Lead-Exposed Individual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hernayanti Hernayanti

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Gena GSTP-1 merupakan penghasil enzim glutation S- transferase (GST, yang berfungsi dalam proses detoksifikasi senyawa toksik di hati. Faktor keberadaan polimorfisme gena GSTP-1 akan menyebabkan penurunan ekspresi GST, sehingga proses detoksifikasi terhadap senyawa toksik akan terhambat. Kerentanan terhadap paparan senyawa toksik pada manusia akan meningkat apabila dijumpai polimorfisme gena. Salah satu senyawa toksik yang dapat menghambat aktivitas GST adalah timbal (Pb, terutama dalam bentuk tetra ethyl lead (TEL. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gena GSTP-1 terhadap aktivitas GST pada individu terpapar Pb, yang diwakili pekerja bengkel mobil. Faktor keberadaan polimorfisme gena individu ditentukan dengan metode PCR-RFLP dan enzim restriksi BsmA1. Parameter yang diukur adalah kadar Pb dan aktivitas GST. Analisis molekuler gena GSTP-1 dilakukan secara deskriptif. Data kadar Pb dan aktivitas GST dianalisis dengan uji t independent. Hasil analisis gena GSTP-1 dari 40 orang subyek kasus setelah dilakukan digesti dengan enzim BsmA1, ditemukan sebanyak 10 orang individu dengan polimorfisme Ile105Val gena GSTP 1 atau sekitar 25% dengan genotip Ile-Val, sedangkan 30 orang atau 75% ditemukan tanpa polimorfisme dengan genotip Ile-Ile. Pita DNA individu dengan polimorfisme terpotong menjadi 3 fragmen sepanjang 176, 91 dan 85 pp (mutan heterozygot, sedangkan tanpa polimorfisme terletak pada 176 bp. Subyek kasus dengan polimorfisme gena GSTP-1 memiliki kadar Pb lebih tinggi dan aktivitas GST lebih rendah dibandingkan individu non polimorfisme. Telah terbukti bahwa polimorfisme gena GSTP-1 menyebabkan penurunan ekspresi enzim GST. Pada individu terpapar Pb dengan polimorfisme gena GSTP-1 memiliki aktivitas GST lebih rendah dibandingkan individu tanpa polimorfisme. ABSTRACT GSTP-1 gene regulates the expression of gluthation S-transferase enzyme, which role in detoxification of toxicant on liver. If the polymorphisms gene is found in individual, the production of GST is decreased and the enzyme failed to eliminate toxicants. Lead is one of toxic agents that could inhibite GST activity especially tetra ethyl lead (TEL. The susceptibility to lead exposure will increase if the polymorphisms gene is found in population. The objective of this studies were to know the effect of gene GSTP-1 polymorphisms to GST activity on lead-exposed individual ie. autorepair workers. The genotype individu were analyzed by Polymerase Chain Reaction (PCR-Restriction Fragment Length Polymorphisms with BsmA1 restriction enzyme followed by descriptived analyzed. Parameter recorded were blood lead and GST activity and data were analyzed by independent t-test. These result showed that 25% of 40 individual cases subject were detected by enzyme BsmA1 as polymorphisms individual of GSTP-1 gene, with Ile105Val genotype. As many as 75% were detected as non polymorphisms with Ile-Ile genotype. Three fragment DNA of polymorphisms individual of GSTP-1 is located on 176, 91 and 85 bp (heterozygote mutant but non polymorphisms individual is only located on 176 bp. The Pb level of individual with polymorphisms GSTP-1 gene is higher than non polymorphisms individual but their GST activity was lower than non polymorphisms individual. It could be concluded that polymorphisms GSTP-1 gene could decrease the expression gene of GST enzyme and intoxication of lead-exposured could increased the decreasing of this activity.

  18. Pengaruh Konsentrasi H2so4 Dan Berat Dari Bentonit Alam Teraktivasi Dan Komersil Terhadap Adsorpsi Logam Kadmium (Cd) Dan Tembaga (Cu) Dalam Larutan Standar Dalam Metode Spektrofotometri Serapan Atom

    OpenAIRE

    Ramadani, Eko

    2011-01-01

    The various concentration effect’s of H2SO4 and weight of activated bleaching earth and commercial to adsoption of cadmium metal (Cd) and copper (Cu) in standard solution using Atomic Absorption Spectrophotometric method has been studied. Bleaching earth activation process assessed various concentration of H2SO4 which is 0,4; 0,8; 1,2; 1,6; and 2,0 M. 1, 2, 3, 4, and 5 g activated bleaching earth and commercial added into cadmium standard solution (Cd) and copper (Cu) , stirred up to 6 hours,...

  19. PREDIKSI SEBARAN ASAP KEBAKARAN HUTAN/LAHAN MENGGUNAKAN WRF/CHEM (Studi Kasus: Tanggal 14 dan 20 Juni 2012, Pekanbaru-Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Heriyanto

    2015-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengembangkan prediksi sebaran asap kebakaran hutan/lahan di wilayah Indonesia. Simulasi prediksi sebaran  asap (hindcast menggunakan model Weather Research and Forecasting with CHEMistry (WRF/CHEM pada kasus kebakaran hutan/lahan tanggal 14 dan 20 Juni 2012 di wilayah Pekanbaru-Riau. Dalam penelitian ini digunakan data luaran WRF resolusi 25 km dan emisi global . Hasil simulasi  konsentrasi Carbon Monoxide (CO luaran WRF/CHEM menggambarkan pola yang identik dengan hasil luaran Monitoring Atmospheric Composition and Climate (MACC-Reanalysis 1.10. Dilakukan juga analisis kualitatif terhadap hasil simulasi kedua model dengan citra satelit Aqua-Terra MODIS, NOAA-18, dan total column CO Atmospheric Infrared Sounder (AIRS dari NASA. Korelasi simulasi kedua model menunjukkan nilai yang baik antara 0.55 – 0.83. Secara umum dapat disimpulkan bahwa WRF/CHEM mampu mensimulasikan sebaran asap kebakaran hutan/lahan secara akurat. Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan sistem peringatan dini sebaran asap kebakaran hutan/lahan di wilayah Indonesia.   This study aims to develop a predictive distribution of forest fire smoke/land in the territory of Indonesia. The simulation of smoke spread prediction (hindcast is using the Weather Research and Forecasting Model with CHEMistry (WRF/CHEM in the case of forest fires/land dated June 14, 2012 in Pekanbaru-Riau region. This study uses the WRF data output resolution 25 km and global emissions. Carbon Monoxide concentration simulation results (CO which is the WRF/CHEM output describes patterns that are identical to the results of Monitoring Atmospheric Composition and Climate (MACC-Reanalysis 1.1250 outcomes. a qualitative analysis of the results of the both simulation models with satellite imagery MODIS Aqua-Terra,NOAA-18 and the Total column CO Atmospheric Infrared Sounder (Airs from NASA has  been conducted as well. Both simulation models show a

  20. Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Malnutrisi Akut Berat Melalui Program Home Care

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Haryanti

    2014-12-01

    Full Text Available Malnutrisi pada balita masih merupakan permasalahan di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan, 2,6% balita mengalami malnutrisi akut berat. Pada beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran paradigma dalam penanganan balita malnutrisi, yang sebelumnya berbasis pendekatan fasilitas kesehatan bergeser menjadi pendekatan berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh program home care terhadap peningkatan status gizi balita malnutrisi pada anak usia 6-60 bulan. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pretest dan posttest control group melalui tiga tahap pendampingan yaitu intensif, mandiri, dan penguatan dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel adalah 56 balita malnutrisi akut di dua wilayah, yaitu 33 balita di Kota Yogyakarta (eksperimen dan 23 balita di Kabupaten Sleman (kontrol dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Intervensi home care diberikan selama tiga 3 bulan (Januari sampai Maret 2013. Hasil penelitian menunjukkan setelah program home care, terjadi peningkatan yang signifikan pada status gizi balita (p < 0,05. Pada akhir intervensi, terjadi penurunan kejadian malnutrisi akut berat dari 100% menjadi 56,7% (p < 0,05. Improving Nutritional Status of Children with Severe Acute Malnutrition Through Home Care Program Children undernutrition is still an issue in Indonesia, including in the Special Region of Yogyakarta. Based on weight for height indicator, 2.6% children experience severe acute malnutrition. In the last few decades, there has been a paradigm shift in the management of acute malnutrition from a facility- based to community-centered approach. The purpose of this study was to analyze the effect of home care intervention on the improvement of nutritional status of severe acute malnutrition children aged 6-60 months. This study was designed with quasi-experimental and pretest-posttest control

  1. Analisis Kualitas Batu-bata Bersumber Bahan Tambahan Sampah Serbuk Gergaji dalam Berbagai Variasi Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Slamet Mulyati

    2017-11-01

    Full Text Available Latar belakang: Serbuk gergaji kayu merupakan salah satu sumber sampah organik yang belum banyak dimanfaatkan. Keberadaannya tidak jauh di sekitar kita, relatif murah dan mudah mendapatkannya. Di beberapa negara luar seperti Uganda, Algeria, India dan lain-lain memanfaatkan serbuk gergaji ini untuk berbagai keperluan diantaranya sebagai bahan campuran batu-bata, pembentuk polimer selulosa nitrat, dan bahan adsorben polutan organik phenol. Penelitian sebelumnya memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan tambahan campuran batu-bata (kaolin, tanah liat, serbuk gergaji dengan rasio 90:70:40. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu. Selanjutnya penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian tersebut, untuk serbuk gergaji dibuat variasi berat bahannya, sementara yang lainnya tetap. Ukuran batu-bata dirancang berukuran 10,00 x 5,00 x 2,00 cm. Untuk mengetahui kualitas batu-bata yang dihasilkan, penulis melakukan analisis kualitas terhadap batu-bata yang dihasilkan dengan berbagai variasi berat tersebut. Kualitas yang diuji baru pada tahapan daya serap air dan kandungan garam. Selain uji kualitas batu-bata juga dilakukan analisis valuasi ekonominya. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium dengan harapan dapat dijadikan bahan acuan apabila akan diaplikasikan di lapangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat serbuk gergaji antara rasio 20:70:90 dan 40:70:90 menunjukkan ada perbedaan peringkat rata-rata yang bermakna dalam hal daya serap batu-bata terhadap air begitu juga antara rasio 20:70:90 dan 60:70:90. Semua campuran batu-bata berdaya serap > 20%, belum memenuhi standar kualitas berdasarkan SNI 15-2094-2000, namun semua campuran batu-bata mempunyai kadar garam  (NaCl 20%, yet meet the standards of quality based on SNI 15-2094-2000, but all of a mixture of brick had higher levels of salt (NaCl <50%, this means that it meets quality standards based on SNI 15-2094 -2000. Conclusion:Burning of bricks made from sawdust

  2. Validasi Sistem Skoring Rondinelli untuk Mendeteksi Komplikasi Infeksi Berat pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut L1 dengan Demam Neutropenia Selama Kemoterapi Fase Induksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renno Hidayat

    2016-11-01

    Kesimpulan. Sistem skoring Rondinelli merupakan instrumen yang cukup baik untuk mendeteksi komplikasi infeksi berat pada anak dengan LLA-L1 yang mengalami demam neutropenia selama pemberian kemoterapi fase induksi.

  3. SEBARAN ASPEK KERUANGAN TIPE LONGSORAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALO PROVINSI GORONTALO (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitryane Lihawa

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebaran aspek keruangan tipe longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo telah dikaji dan dievaluasi menggunakan bentuk Peta Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000. Lokasi penelitian ini meliputi seluruh wilayah DAS Alo Provinsi Gorontalo dengan luas 7.588 Ha. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan melakukan penelusuran di seluruh wilayah yang rawan longsor di DAS Alo untuk menemukan titik-titik kejadian longsoran. Dalam pengkajian tipe dan sebaran longsoran, dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kejadian longsoran yang terjadi pada seluruh wilayah DAS Alo yaitu sejumlah 15 (lima belas titik kejadian longsoran.  Tipe longsoran ditentukan melalui pengukuran dan pengamatan morfometri longsoran untuk menentukan indeks klasifikasi longsoran dan hasil analisis tersebut di plot ke dalam Peta Lokasi Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000 untuk mengetahui sebaran keruangan dari kejadian longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo. Berdasarkan analisis morfometri dan indeks klasifikasi longsoran menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi adalah rotational slide, planar slide, slide flow dan rock block slide. Kejadian longsoran yang terjadi di DAS Alo Provinsi Gorontalo tersebar pada wilayah dengan kemiringan lereng curam dan sangat curam dengan bentuk permukaan lereng cembung dan cenderung lurus. Kejadian longsoran juga terjadi pada wilayah dengan tekstur tanah lempung dan lempung berlanau, serta jenis batuan vulkanik dan batuan beku yang mengandung silika tinggi dan telah mengalami pelapukan. Berdasarkan wilayah  administrasi, kejadian longsoran tersebar di wilayah Kecamatan Tibawa, Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Isimu Utara.    ABSTRACT Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an

  4. METODE SPEOS (STIMULASI PIJAT ENDORPHIN, OKSITOSIN DAN SUGESTIF DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    diah eka nugraheni

    2017-04-01

    Full Text Available Target pencapaian ASI eksklusif  masih Rendah  yaitu  33,6% (SDKI 2010. ASI eksklusif dimaksudkan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk 6 bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga setiap ibu akan memberikan ASI eksklusif kepada bayi (PP no.23, 2012, masalah ASI  tidak keluar di hari pertama kelahiran harus diantisipasi sejak kehamilan melalui konseling laktasi, tetapi penyebaran informasi di antara petugas belum dioptimalkan sehingga perlu dilakukan  alternatif cara merangsang produksi susu (Wiwin W, 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode SPEOS (Pijat endorphin, oksitosin dan sugestif untuk meningkatkan produksi susu dan berat badan bayi. Desain penelitian ini digunakan Percobaan Quasi dengan sampel ibu nifas primipara diberi metode intervensi SPEOS pada hari postpartum pertama mulai 1-6 jam sampai minggu keempat, produksi ASI diukur sebelum dan setelah intervensi untuk melihat produksi susu dan peningkatan berat badan bayi. Data dianalisis univariat analisis dan analisis Wilcoxon uji bivariat dan analisis multivariat untuk mengontrol faktor pembaur dengan analisis ANCOVA. Hasil menunjukkan efek metode SPEOS rata-rata produksi susu dari 131,87 (p=0,00 dan peningkatan bayi rata-rata berat 483,30 g (p 0,00, umur dan makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama studi (gizi ibu tidak mempengaruhi produksi susu, sedangkan efek IMD pada produksi susu dengan 0,389 r persegi (p 0,04. Kesimpulan: metode SPEOS berpengaruh pada produksi susu dan peningkatan berat badan bayi pada ibu nifas di Kota Bengkulu di BPM, 2016.Diharapkan semua petugas kesehatan yang memberikan bayi untuk dapat menggunakan metode sebagai prosedur standar dalam SPEOS merangsang produksi susu untuk meningkatkan target pemberian ASI eksklusif.

  5. Berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeyen Supriyanto

    2018-01-01

    yang rendah. Prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 37,2%, sementara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY sebesar 27%, di Kabupaten Bantul sebesar 18,08%. Bayi BBLR memiliki kesempatan hidup dan ketika bertahan mereka mudah terkena penyakit, retardasi pertumbuhan dan gangguan perkembangan mental. Statistik menunjukan bahwa 90% dari kejadian BBLR didapatkan di negara berkembang dan angka kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan pada bayi dengan bayi berat badan lahir lebih dari 2.500 gram. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak yang berumur 6-23 bulan yang berjumlah 1217 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 190 yang diambil dengan teknik proporsional probability to size yaitu prosedur penarikan sampel dimana peluang terpilihnya suatu unit sampel sebanding dengan ukuran. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Berdasarkan analisis Chi-Square menunjukkan anak yang BBLR memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p value <0,000 dengan nilai OR 6,16 (95% Cl: 3,007-12,656, dengan kata lain anak yang lahir dengan berpeluang 6,16 kali lebih besar untuk mengalami stunting dari pada anak yang memiliki berat badan lahir normal. Kesimpulan: Ada hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, Yogyakarta. KATA KUNCI: stunting, berat badan bayi lahir rendah (BBLR, anak usia 6-23 bulan 

  6. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ​​of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0

  7. PERBANDINGAN KEMAMPUAN SILIKA GEL DARI ABU SABUT KELAPA DAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Cd2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AF Yusrin

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK dan abu sekam padi (ASP telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP. Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASK adalah pada pH 6, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi optimum 7,45 ppm. Hasil uji penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASP pada pH 7, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi optimum 11,78 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan SG-ASP lebih besar dibandingkan dengan kemampuan SG-ASK dalam menurunkan kadar ion logam Cd2+ dalam larutan.Research on the manufacture of gel silica from coconut husk ash (ASK and rice husk ash (ASP has been conducted by utilizing their silica contents. ASK and ASP were added by an NaOH solution, then by heated and melted at temperature 500C for 30 minutes to produce sodium silicate solution. The solution was then acidified separately with HCl 3 M up to pH 7 and dried into silica gel of coconut husk ash (SG-ASK and silica gel of rice husk ash (SG-ASP. The result of XRD characterization showed that SG-ASK and SG-ASP both produced amorphous silica, while the result of FT-IR analysis showed that silica gel had functional groups of Si-OH, Si-O and Si-H. The research on the test adsorption of Cd2+ metal ions showed that the optimum adsorption of Cd2+ metal ions in solution by SG

  8. Rancang Bangun Alat Uji Komposisi Massa Pada Logam Paduan Berdasarkan Prinsip Gaya Angkat Fluida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Slamet

    2012-02-01

    Full Text Available Spectro Analyser merupakan alat uji komposisi yang sangat presisi dan harganya sangat mahal, maka diperlukan alat uji komposisi yang lebih sederhana dan murah tapi dapat berfungsi sebagai alat uji komposisi logam paduan yang terdiri dua unsur saja.                 Prinsip kerja dari rancang bangun Alat Uji Komposisi Massa ini adalah berdasarkan benda terbenam atau terapung pada permukaan fluida cair maka gaya yang bekerja pada benda tersebut terjadi karena tekanan fluida cair atau disebut sebagai gaya angkat (bouyancy.,                 Pengujian ini akan mendapatkan data dari alat uji adalah volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji dan massa bahan uji saat di dalam fluida sebagai representasi dari resultan gaya..                 Metode penelitian yang dilakukan dimulai dari perancangan dan pembuatan alat ,kemudian dilanjutkan dengan pengujian, pengambilan data dengan cara mencelupkan bahan uji ke dalam fluida pada gelas ukur. Bahan uji yang digunakan mengandung dua unsur yaitu alumunium (Al dan zink (Zn dengan komposisi massa Bahan uji A :76,35% Al ;23,65% Zn, bahan uji B : 73,42% Al ;26,58% Zn dan bahan uji C: 83,38% Al ; 16,62% Zn. Dari hasil pengukuran dihitung ketidakpastian hasil pengukuran dari alat uji.                 Hasil pengujian dan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa Alat uji komposisi massa dapat berfungsi untuk mengukur logam dengan paduan dua unsur dengan luaran massa bahan uji sebelum maupun saat di dalam fluida (air dan volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji. Dari ketiga bahan uji menghasilkan perbedaan nilai komposisi massa dibandingkan dengan nilai yang sudah ditentukan. Nilai perbedaan untuk bahan uji A,B dan C berturut-turut 3.31%, 5,10% dan 4,96%, sedangkan alat uji ini mempunyai ketidakpastian hasil pengukurannya sebesar 3,33%. Kata kunci : komposisi, massa,volume     The Spectro Analyzer is a very accurate and expensive test device

  9. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  10. Kajian Sebaran Radioaktif Gamma dalam Lingkungan Airtanah di Sisi Selatan Gunungapi Merapi, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas R. P. Lakafi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Radioaktif alam adalah radioaktif yang berasal dari radiasi yang ada di bumi. Radionuklida alam penyumbang terbesar terhadap besarnya paparan gamma ke manusia adalah anak luruh Uranium-238 (U-238. Radionuklida tersebut akan sangat berbahaya bagi manusia jika mencemari airtanah yang akan digunakan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran radioaktivitas gamma dalam airtanah bebasdi daerah penelitianakibat erupsi Gunungapi Merapi 2010 dan merumuskan upaya strategik pengelolaan lingkungan untuk menangani permasalahan potensi terkontaminasinya airtanah oleh radioaktif. Penelitian ini menggunakan metode survey.Metode sistematik berdasarkan grid untuk menentukan titik sampel dan pola aliran airtanah. Untuk memperoleh data kualitas airtanah menggunakan metode purposif dengan mempertimbangkan titik sampel yang diambil harus berada pada satu jalur aliran airtanah yang ditunjukkan dalam pola aliran airtanah. Data yang diperoleh berupa data aktivitas radioaktif dan dosis efektif. Tujuan kedua dicapai dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sebaran dosis efektif sebagai acuan alternatif strategi pengelolaan lingkungan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas radioaktif gamma U-238 pada airtanah dilokasi penelitian masih aman karena masih di bawah baku mutu berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor: 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku tingkat radioaktivitas lingkungan yaitu 1x103 Bq/liter untuk syarat aktivitas U-238 di air. Dari hasil pengujian didapati bahwa, aktivitas U-238 rentang  yaitu 0,123±0,04 Bq/liter sampai 0,283±0,011 Bq/liter. Untuk dosis efektif didapati bahwa sebaran dosis efektif di daerah penelitian juga masih sangat rendah dan aman yaitu berada pada 4,00 µSv/tahun hingga 8,14 µSv/tahun. Dosis efektif di daerah penelitian masih jauh di bawah batas ambang yang ditentukan

  11. ANALISIS JULAT PASANG SURUT (TIDAL RANGE DAN PENGARUHNYA TERHADAP SEBARAN TOTAL SEDIMEN TERSUSPENSI (TSS DI PERAIRAN TELUK PARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2016-03-01

    Full Text Available ANALYSIS OF TIDAL RANGE AND ITS EFFECT ON DISTRIBUTION OF TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS IN THE PARE BAY WATERSPare Bay conditions is closely related to the mechanism of circulation in Makasar Strait. One of the problems that occur in Pare Bay waters is increased turbidity and low dynamics of transport inside the bay, which caused silting in some parts of the bay. The aim of this study was to determine tidal range characteristics and the influence of suspended sediment distribution as analysis of the sedimentation process and siltation at Pare bay. Descriptive quantitative method was used and the survey location was based on purposive sampling method. Tidal type in Pare Bay water was mix mainly semidiurnal tides with Formzahl Value was 0.895. The value of the water level below the lowest tide (Z0 was 1036.44 cm. Mean sea level (MSL value was 1107.97 cm. The vertical datum of MHHWS and MLLWS were 1143.47 cm and 1072.47 cm. Tidal range cycle in spring condition was 102-129,56 cm bigger than cycle in neap condition ranged from 55.53-82.47 cm. TSS concentrations ranged from 0-7.0 mg/L in the surface and ranged from 0- 10.0 mg/L in 5 meters depth. At high tide down, sediment was settling and at the time of high tide, sediment mixed back.Keywords: Pare Bay, suspended solid, tidal range, tide.ABSTRAKKondisi perairan di Teluk Pare sangat berkaitan dengan mekanisme sirkulasi di Selat Makasar, Permasalahan yang terjadi di Teluk Pare salah satunya adalah tingginya tingkat kekeruhan dan rendahnya dinamika transport didalam teluk yang menyebabkan pendangkalan di beberapa bagian teluk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik julat pasang surut dan pengaruhnya terhadap sebaran sedimen tersuspensi sebagai analisis proses sedimentasi dan pendangkalan di perairan Teluk Pare. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan lokasi titik pengambilan sampel air yaitu metode purposive sampling. Tipe pasang surut Teluk

  12. Pengaruh variasi berat polimer terhadap sifat fisik Patch NaF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diyah Fatmasari

    2018-04-01

    mendapatkan plester dengan variasi berat polimer yang menghasilkan sifat fisik yang baik. Desain penelitian adalah quasy experimental dengan post test groupresearch design sebagai rancangan penelitian. Variabel pengaruh adalah variasi polimer dan lama penyimpanan (1 dan 7 hari, variabel terpengaruh adalah ketebalan, daya tahan terhadap lipatan, berat, kandungan obat, persentase moisture uptake dan persentase loss on drying. Pembuatan plester NaF menggunakan solvent casting method PVA; PVP dipanaskan dalam water bath sampai polimer larut; NaF 100 mg diaduk dalam 2 ml aquabides; 0,1 ml asam oleat; 0,1 ml IPA dicampur menjadi satu dalam tabung kacadan dilarutkan dalam 3,8 ml aquabides. Dibuat 3 jenis plester NaF dengan konsentrasi polimer bervariasi. Semua bahan kemudian dicampur menjadi satu dalam tabung kaca dan diaduk sampai larut, dituang dalam cawan petri dan didiamkan selama ± 3 hari. Jika sudah kering maka matriks diambil dengan pisau khusus dan disimpan dalam alumunium foil sampai digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sifat fisik pada ke tiga jenis plester NaF. Plester dengan perbandingan PVP : PVA = 1 : 2 menghasilkan sifat fisik paling baik. Penyimpanan dalam alumunium foil tidak menyebabkan terjadinya perbedaan sifat fisik plester NaF. Plester NaF dengan variasi polimer yang baik dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Perlu dikembangkan plester NaF dengan variasi polimer terbaik.

  13. Analisa Perilaku Arah Kendaraan dengan Variasi Posisi Titik Berat, Sudut Belok dan Kecepatan Pada Mobil Formula Sapuangin Speed 3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjahyadi Rizky Pradana

    2017-01-01

    Full Text Available Pada tahun 2015, ITS Team Sapuangin untuk ketiga kalinya mengikuti lomba Student Formula Japan yang diadakan oleh Japan Society of Automotive Enginee (JSAE. Target Team Sapuangin yaitu menjuarai skid-pad. Namun kenyataannya ITS Team Sapuangin hanya mampu menyelesaikan skid-pad dengan waktu 5,73 detik. Pada perlombaan ini, TU Graz adalah tim yang berhasil menjuarai perlombaan skid-pad ini dengan waktu 5,03 detik. Kendala yang dialami Sapuangin Speed 3 adalah sulit dikendalikan dan mengalami understeer maupun oversteer. Permasalahan ini akan dicoba dianalisa penyebabnya agar pada tahun berikutnya mobil Sapuangin Speed 4 bisa tampil dengan baik. Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisa tentang perilaku arah kendaraan pada mobil formula Sapuangin Speed 3 dengan variasi posisi titik berat dan kecepatan di lintasan skid pad. Pada awalnya, menentukan posisi titik berat untuk dianalisa, kemudian menghitung gaya-gaya yang terjadi pada ban yang mampu mempengaruhi perilaku arah pada kendaraan, lalu divariasikan dengan kecepatan tertentu hingga mampu memperoleh waktu yang optimal. Sedangkan pada steering system yaitu meneliti sudut belok agar mencapai kondisi ideal (Ackermann. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh posisi titik berat yang optimal yaitu tepat ditengah (50% : 50% dengan Kus 0,0678 pada radius 8,982 m. Kemudian dari analisa skid kendaraan mengalami oversteer pada yaw rate sebesar 2,2677. Dari analisa steering Pengaturan steering pada Sapuangin Speed 3, settingan yang cocok yaitu menggunakan settingan bawah. Karena mobil Sapuangin Speed 3 cenderung mengalami understeer, namun mobil Sapuangin Speed 3 mengalami oversteer akibat yaw rate settingan atas merupakan settingan terbaik karena untuk mengatasi oversteer yang berlebih.

  14. Studi Kasus; “Koreksi terhadap Pengukuran Polutan di Udara Unit Perajin Logam dan Dampaknya terhadap Kesehatan”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Husaini

    2016-09-01

    Full Text Available AbstractUnderstanding on the reaction of various air pollutants until today continues to grow, even it is hard to find information about the results of the reaction of various air pollutants standard. The aim of the research was to analyze and to correct of the the various air pollutants as well as to determine the health impact of blacksmith in 2014. The samples consisted of 38 blacksmith from 38 working units in Hulu Sungai Selatan of South Kalimantan. Analytical approach of the examination of air pollutants, blood samples and pulmonary functions of selected workers was applied in this study. The results showed a decrease in lung function and abnormalization workers immune response, as a result of exposure to various air pollutants. It is very difficult to determine and predict the causality of air pollution and health impact since there must be various factors contributing to the the health impact. because it is caused by pollutants singly or may be caused from the various reactions of these pollutants, for that, the correction need on the measurement and analysis of air pollutants that made so far, including its impact on the human body. The benefit of this research as a form of correction to use the Threshold Limit Value (TLV and measurement of air pollutants, including the impact of the target organ in the human body.Keywords : Measurements correction, pollutants, lung function, immune response.AbstrakPemahaman reaksi berbagai polutan di udara sampai saat ini terus berkembang, bahkan hampir tidak ditemukan informasi tentang standar hasil reaksi berbagai polutan di udara. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan koreksi pengukuran berbagai polutan di udara serta dampaknya terhadap kesehatan perajin logam. Studi kasus dilakukan pada 38 perajin logam serta 38 unit kerjanya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan tahun 2013 dengan pendekatan observational analitik beserta pengambilan contoh polutan di udara dan pengambilan sampel

  15. Pajanan NO2 Bulan Pertama dan Kedua Kehamilan terhadap Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Oktora

    2014-01-01

    Full Text Available Pajanan pencemar udara selama kehamilan berhubungan dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR. Untuk menghubungkan konsentrasi NO2 dalam udara ambien, telah dilakukan studi ekologi di Jakarta. Konsentrasi NO2 didapat dari data monitoring BPLHD DKI Jakarta 2009 – 2011, sedangkan kasus-kasus bayi BBLR diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Data dianalisis dengan Anova, uji korelasi, dan regresi linier dan berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dalam bulan pertama dan kedua kehamilan berhubungan bermakna dengan BBLR (masing-masing dengan R = 0,464, nilai p = 0,0001 dan R = 0,243, nilai p = 0,013. Regresi linier berganda menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dapat meramalkan 25% kasus BBLR (R = 0,5; R2 = 0,25; nilai p = 0,0001. Variabel yang paling memengaruhi BBLR adalah pajanan terhadap NO2 pada bulan pertama gestasi (B = 259. Disimpulkan, pajanan NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan dan tempat wilayah tinggal berhubungan dengan BBLR, dengan pajanan NO2 pada bulan pertama kehamilan merupakan faktor utama BBLR. It has been known that exposure to air pollutant during pregnancy was associated with low birth weight. To correlate NO2 concentration in ambient air with baby with low birth weight (LBW, an ecological study has been carried in Jakarta. NO2 concentration was obtained from 2009 – 2011 monitoring data (Jakarta BPLHD, while low birth weight data were obtained from Jakarta Provincial Health Office. Anova, correlation, linear and multiple linear regressions were employed to analyze NO2 concentration with LBW. It showed that NO2 concentrations during first and second month of pregnancy were significantly correlated with the LBW (R = 0.464, p value = 0.0001 and R = 0.243, p value = 0.013. Multiple linear regression showed that the concentration of NO2 in the first and second month of pregnancy can predict 25% of LBW cases (R = 0.5, R2 = 0.25; p value = 0.0001. The most influence variable on LBW is exposure

  16. Penurunan Logam Timbal (Pb pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Siswoyo

    2015-10-01

    Full Text Available Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya lindi di TPA Piyungan yaitu pencemaran pada badan air, sungai dan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan sistem Constructed Wetlands dengan menggunakan tumbuhah eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan konsentrasi Timbal (Pb yang terdapat dalam limbah cair TPA Piyungan dengan Constructed Wetlands menggunakan tumbuhan eceng gondok dan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan tumbuhan eceng gondok terhadap kandungan Timbal (Pb dalam limbah cair TPA Piyungan.Dalam penelitian ini digunakan reaktor yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik dengan ukuran 0,5 m x 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah 5 cm, dan diberi tumbuhan sebanyak 14 buah. Reaktor tersebut diberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%, dan waktu pengambilan sampel (0, 3, 6, 9, 12 hari. Dengan menggunakan metode SSA (Spektrofotometri Serapan Atom.Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa penurunan logam Pb pada limbah cair TPA Piyungan hari ke- 12, yaitu sebesar 0.0501mg/L pada konsentrasi 100%, 0.0295mg/L pada konsentrasi 75%, 0.0267mg/L pada konsentrasi 50% dan 0.0041 mg/L pada konsentrasi 25%.

  17. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  18. STATUS GIZI IBU SEBELUM HAMIL SEBAGAI PREDIKSI BERAT DAN PANJANG BAYI LAHIR DI KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR: STUDI KOHOR PROSPEKTIF TUMBUH KEMBANG ANAK TAHUN 2012 - 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anies Irawati

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTWeight and length at birth are the good indicators to evaluate the possibility of survival, growth, and chronic disease as adults. This analysis aims to assess the effect of maternal nutritional status as pre-pregnant and pregnant on birth weight and length of infants at risk of chronic disease in adulthood. The design of this study was a prospective cohort, starting from pre pregnancy, during pregnancy until infant birth. Data analysis used multiple logistic regression. The result showed that 6 percent of infants birth weight <2500 g and 26.4 percent of infants birth weight to chronic disease risk (<3000 g. Approximately 30.1 percent of infants stunted at birth (<48 cm and 62.6 percent infants at birth length <50 cm (standard WHO 2006. Mean of height pre-pregnancy is 151.9±5.6 cm and mean of body mass index (BMI pre-pregnancy is 20.6±3.1 kg/m2. Maternal BMI pre-pregnancy is a major risk factor for birth weight infants < 3000 g after controlled by maternal height, weight gain during pregnancy, maternal age, parity, diarrhea, energy and protein intake and sex of the baby. Maternal height is a major risk factor for infant birth length (<50 cm after controlled by pre-pregnant maternal BMI, maternal age, parity, weight gain during pregnancy, diarrhea, energy and protein intake. Conclusions, maternal nutritional status is a risk factor for pre-pregnant weight and birth length.Keywords: infant, birth weight, body mass index, length, maternalABSTRAKBerat dan panjang saat lahir merupakan indikator yang baik untuk melihat kemungkinan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan penyakit kronis ketika dewasa. Analisis ini bertujuan menilai pengaruh status gizi ibu ketika pra hamil dan hamil terhadap berat dan panjang bayi lahir yang berisiko pada penyakit kronis ketika dewasa. Disain penelitian adalah kohor prospektif sejak ibu pra hamil sampai bayi lahir. Studi kohor ini dimulai sejak tahun 2012 dan direncanakan berlanjut sampai tahun 2030. Data yang

  19. KEUNGGULAN KOMPETITIF INDUSTRI KECIL DI KLASTER INDUSTRI KECIL TRADISIONAL DENGAN PENDEKATAN BERBASIS SUMBER DAYA: STUDI KASUS PENGUSAHA INDUSTRI KECIL LOGAM KIARA CONDONG, BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widjajani Widjajani

    2008-01-01

    industri kecil yang berhasil di klaster Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong. Paradigma penelitian yang digunakan adalah interpretatif-induktif-kualitatif dengan penggabungan antara soft systems methodology (SSM dan grounded theory. Hasil dari penelitian ini berupa model konseptual yang menggambarkan proses Industri Kecil Logam di Industri Kecil Tradisional Logam Kiara Condong dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Perilaku strategis yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari empat model, yaitu model perilaku penentuan strategi, model perilaku pelaksanaan produksi, model perilaku pelaksanaan litbang dan inovasi, serta model perilaku pelaksanaan pemasaran. Kata kunci:industri kecil, keunggulan kompetitif, perilaku strategis, resource based view (RBV, soft systems methodology (SSM, grounded theory.

  20. Pengaruh Penyakit Penyerta Kehamilan dan Kehamilan Ganda dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Triana

    2014-11-01

    Full Text Available Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dari tahun 2011 sampai 2013 untuk kejadian BBLR yaitu pada tahun 2011 tercatat 46 kasus (1,62% dari 2833 persalinan, tahun 2012 tercatat 179 kasus (5,44% dari 3290 persalinan dan tahun 2013 tercatat 130 kasus (4,56% dari 2848 persalinan dan BBLR masih termasuk ke dalam 3 besar dari 15 penyakit penyebab kematian Neonatal. Tujuan  penelitian  adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Provinsi  Riau  Tahun 2011- 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol (case control study. Kasus yaitu bayi lahir dengan BBLR di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang dan kontrol yaitu bayi lahir dengan berat lahir normal di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang. Hasil penelitian ibu dengan penyakit penyerta kehamilan lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 10 kali (CI 95% 6,2-16,6, ibu dengan kehamilan ganda lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 15 kali (CI 95% 4,8-45,1. Kesimpulan yaitu variabel independen yang memiliki hubungan sebab akibat dengan kejadian BBLR adalah umur, penyakit penyerta kehamilan, preeklampsia/eklampsia, kehamilan ganda, KPD, hidramnion dan plasenta previa. Saran ditujukan bagi tenaga kesehatan yaitu aktif dalam memberikan konseling, bagi RSUD Arifin Achmad Riau perlu keaktifan dalam upaya pencegahan BBLR

  1. Pola Sebaran Kelompok Telur Ostrinia furnacalis Guenée (Lepidoptera: Crambidae pada Beberapa Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subiadi Subiadi

    2014-07-01

    Full Text Available A field study was conducted to determine the distribution of egg masses of Ostrinia furnacalis on corn leaves and within corn field. The corn field was divided into three regions: the inner edge closed to other crops and outer edge closed to main road and the middle region. The numbers of egg masses laid were recorded entirely in all corn plants existed (census method. Egg laying period lasted for 34 days, with 11 days from initiation of egg laying to the peak of oviposition and 23 days from the peak to termination of egg laying. The egg masses laid on corn leaves were distributed in aggregation pattern. During eight-opened-leaf to twelve-opened-leaf stages, there were 847 egg masses found, and 80.9% was laid on the sixth-to-ninth leaves. From tasseling to blister stages there were 491 egg masses found of which approximately 80.7% was laid on the seventh-to-11 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively. leaves. Egg masses laid within corn field varied, in which 37.4, 32.8, and 29.8% of those were found in the inner edge, middle, and outer edge of corn field, respectively.   Kajian lapang dilaksanakan untuk mengetahui pola sebaran peletakan kelompok telur ngengat Ostrinia furnacalis pada daun tanaman jagung dan penyebarannya pada lahan pertanaman jagung. Lahan penelitian dibagi menjadi tiga kelompok yaitu lahan pinggir dalam berdekatan dengan pertanaman lain, bagian tengah lahan, dan lahan pinggir luar berdekatan dengan jalan raya. Pengamatan kelompok telur dilakukan pada seluruh tanaman jagung (sensus. Periode peletakan telur berlangsung selama 34 hari, dengan periode inisiasi hingga puncak 11 hari dan periode setelah puncak hingga akhir peletakan telur 23 hari. Peletakan telur O. furnacalis pada daun tanaman jagung menyebar secara berkelompok. Pada fase 8 hingga 10 daun telah terbuka sempurna ditemukan sebanyak 847 kelompok telur, 80,9% diantaranya  ditemukan pada daun ke 6–9

  2. Pemilihan food outlet sebagai faktor risiko berat badan lebih anak usia sekolah dasar di Kecamatan Tegalsari Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Evelyn Hartono

    2016-08-01

    , physical activity,gender, and total expenditure had relationship with overweight/obesity status.KEYWORDS: food outlet, obesity, overweightABSTRAKLatar belakang: Overweight dan obesitas adalah keadaan akibat ketidakseimbangan kalori dalam tubuh yang terjadi dalam waktu lama dan menjadi penyebab kematian lebih banyak dibanding underweight. Salah satu faktor yang berhubungan langsung adalah pola makan, yang juga dipengaruhi pemilihan food outlet. Surabaya merupakan daerah perkotaan sehingga memiliki jenis dan karakteristik food oulet lebih beragam. Anak usia SD kelas IV, V, VI sudah tidak terlalu bergantung pada orang tua, sehingga konsumsi pangan dan aktivitas fisiknya mulai beragam. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemilihan food outlet dan status berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di Kecamatan Tegalsari, Surabaya.Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus-kontrol. Sampel penelitian adalah 51 anak untuk masing-masing kelompok kasus dan kontrol dari 11 SD di 5 Kelurahan di Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Data diperoleh dengan wawancara, observasi langsung ke food outlet dan wawancara alasan pemilihan food outlet pada informan terpilih. Data kuantitatif diolah dengan uji bivariat (chi-square dan multivariariat (regresi binomial.Hasil: Uji bivariat menyatakan terdapat hubungan signifi kan antara frekuensi datang ke pedagang kaki lima (OR=4,09, 95% CI:1,60-10,75, frekuensi konsumsi fast food (OR=2,86, 95% CI:1,19-6,94 dan kudapan (OR=6,05, 95% CI:2,20-17,62, aktivitas fi sik (OR=3,09, 95% CI:1,28-7,51 serta jenis kelamin (OR=2,70, 95% CI:1,11-6,64 dengan berat badan lebih, sedangkan frekuensi ke food store (total, supermarket, pasar, mini-market, frekuensi ke food service place total, rumah makan, restoran fast food, pola konsumsi sayur buah, dan sosial ekonomi responden tidak berhubungan signifi kan. Pada analisis multivariat, variabel yang mempengaruhi frekuensi datang ke pedagang kaki lima adalah frekuensi konsumsi kudapan, aktivitas fisik, jenis kelamin

  3. Perawatan Maloklusi Angle Klas I dengan Gigi Depan Crowding Berat dan Cross Bite Menggunakan Teknik Begg pada Pasien dengan Kebersihan Mulut Buruk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyuningsih

    2014-12-01

    Full Text Available Gigi depan crowding/berjejal parah dan cross bite adalah kasus yang sering dijumpai pada perawatan ortodontik. Gigi crowding dapat menyulitkan membersihkan mulut pada area gigi crowding sehingga dapat menyebabkan masalah periodontal. Salah satu keuntungan perawatan ortodontik cekat dengan teknik Begg adalah menghasilkan gaya yang ringan dalam megkoreksi gigi berjejal dan cross bite dapat memberikan kenyamanan pada pasien. Tujuan perawatan ini adalah untuk mengkoreksi gigi berjejal dan cross bite dalam waktu yang singkat menggunakan teknik Begg. Seorang pasien wanita umur 24 tahun dengan maloklusi Angle klas I dan skeletal klas III protrusif mandibula, gigi depan crowding berat dan cross bite, konstraksi lengkung pada kedua rahang, pergeseran median line rahang atas dan bawah disertai, gingivitis berat dan karies. Skaling, perawatan saluran akar dan pencabutan gigi non vital dilakukan sebelum perawatan ortodontik dilakukan. Koreksi dengan teknik Begg memerlukan waktu selama 6 bulan untuk mengkoreksi gigi crowding dan cross bite semuanya dalam waktu yang sama. Koreksi kasus gigi depan crowding berat dan cross bite disertai masalah periodontal dapat dilakukan dengan teknik Begg dalam waktu yang singkat dengan kemajuan yang bagus.   Treatment of Class I Angle Malocclusion with Severe Crowding and Crossbite of Anterior Teeth Using Begg Technique in Bad Oral Hygiene Patient. The severe crowding and cross bite of anterior teeth were very common type cases in orthodontic. Crowding teeth compromised the oral hygiene due to the difficulty in oral cleansing on the crowding area that cause periodontal problem. One of advantages of fixed orthodontic treatment using Begg technique produced the light forces in correcting crowding and cross bite could give convenience to patients. The purpose of this treatment is to correct crowding and cross bite in a short period of time using Begg technique. A 24 years old female patient with Class I Angle

  4. PERBEDAAN RISK PRIORITY NUMBER DALAM FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS FMEA SISTEM ALAT BERAT HEAVY DUTY TRUCK HD 785-7

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Syafwansyah Effendi

    2015-04-01

    Full Text Available Failure Mode and Efect Analysis (FMEA adalah jenis desain dan teknologi untuk menganalisis keandalan pencegahan, yang merupakan formula yang sistematis terstruktur untuk mengidentifikasi modus kerusakan yang potensial dalam desain atau manufaktur, kemudian mempelajari pengaruh kerusakan pada sistem, kemudian mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengkoreksi dan sebagai metode pencegahan sementara yang mengarah pada masalah dalam sistam keandalan. Secara tradisional, menggunakan teknologi dari FMEA adalah untuk memperbaiki keputusan dalam urutan dari besar Risk Priority Number (RPN ke yang lebih kecil State of art permasalahan yang mendasar dari RPN Failure and Efect Analysis adalah bagaimana menerapkannya dalam cakupan cukup luas dalam berbagai bidang sebagai alat atau metode yang bermanfaat untuk membantu menjustifikasi pengambilan suatu keputusan dalam menentukan keandalan suatu sistem. Dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan penerapan Model ini banyak dilakukan di lingkungan industri, dan belum ada yang mengapilikasikannya dalam menganalisa mode kegagalan sistem pada peralatan Berat terutama yang dioperasikan disektor pertambangan. Sehingga pada penelitian ini, adalah perlu untuk menguji apakah ada Perbedaan Dalam Risk Priority Number Failure Mode and Effects Analysis Pada Unit Sistem Alat Berat Heavy Duty Truck HD 785-7. Data diambil dari data History Preventive Maintanance pada sebuah perusahaan tambang di Kalimantan Selatan, selama periode 5 tahun. Unit yang diuji nilai RPN dan sistem adalah Mine Truck Heavy Duty Truck HD 785-7 sebagai sampel diambil 10 unit. Dari data tersebut nilai RPN dihitung masing-masing sistem. Selanjutnya data olahan tersebut di uji dengan uji ANOVA, dengan menggunakan uji F selanjutnya ilakukan analisis untuk setiap kelompok rata-rata atau pasangan rata-rata. Pengujian data dengan menggunakan uji Posteriori (Post Hoc uji Tukey HSD dan Duncan untuk melihat sistem yang mana dari 15 sistem yang rata

  5. Perbedaan Efek Infusa Bubuk Kedelai (Glycine max, Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus, dan Campuran Keduanya terhadap Kadar Kolesterol LDL, Ekspresi Gen Reseptor LDL Hati, dan Berat Omentum Majus Mencit Model Hiperlipidemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Suganda Prawiradilaga

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Angka kejadian dislipidemia di Indonesia semakin meningkat. Dislipidemia dan obesitas abdominal merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Diperlukan solusi yang efektif dengan bahan alami seperti kedelai dan jamur tiram. Tujuan penelitian ini melihat efektivitas infusa bubuk kedelai, jamur tiram, dan campuran keduanya terhadap kadar kolesterol LDL, ekspresi gen LDLR hati, dan berat omentum majus mencit percobaan. Penelitian eksperimental di Laboratorium Farmakologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2010 memakai rancangan postes kelompok kontrol. Mencit jantan sebanyak 20 ekor dibagi 5 kelompok perlakuan, yaitu A pakan standar, B induksi kolesterol, C infusa kedelai dengan induksi kolesterol, D infusa jamur tiram dengan induksi kolesterol, dan E infusa campuran dengan induksi kolesterol. Pada akhir penelitian mencit dikorbankan lalu dibedah untuk diambil darah jantung, juga sedikit bagian hati dan omentum majus. Kolesterol LDL darah kelompok E (12±5,48 mg/dL sama dengan kelompok D (12±6,06 mg/dL, tetapi lebih rendah daripada kelompok C (15±5,35 mg/dL dan kelompok B (13,5±5,45 mg/dL, namun tidak signifikan. Didapatkan ekspresi gen LDLR yang sedang pada kelompok A dan C, ekspresi gen LDLR yang lemah pada kelompok B, dan tidak terekspresi pada kelompok D dan E. Berat basah omentum majus kelompok E (0,40±0,07 g lebih rendah bermakna dibanding kelompok A (0,55±0,07 g, B (0,8±0,49 g, C (1,28±0,28 g, D (0,74±0,11 g (p<0,05. Berat kering omentum majus kelompok E (0,16±0,03 g lebih rendah bermakna daripada kelompok B (0,27±0,25 g, C (0,39±0,06 g, dan D (0,31±0,07 g (p=0,025. Simpulan, infusa kedelai 100 mg/hari meningkatkan kadar kolesterol LDL darah dan berat omentum majus, tetapi jamur tiram 75 mg/hari sebaliknya, menurunkan kadar kolesterol LDL darah dan berat omentum majus mencit.

  6. Koreksi dimensi vertikal oklusal dengan modifikasi restorasi mahkota logam pada kasus severe early childhood caries (Correcting occlusal vertical dimension using modified stainless steel crown restoration in severe early childhood caries case

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrita Widyagarini

    2014-06-01

    melaporkan mengenai pertimbangan dan koreksi dimensi vertikal pada anak SECC. Kasus: Anak perempuan, 5 tahun, diantar ibunya ke klinik gigi anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dengan keluhan semua giginya karies. Klinis, seluruh gigi sulung karies, #16, #46 belum mencapai oklusi, #26 erupsi sebagian dan beroklusi dengan #36, gigitan dalam regio anterior. Diagnosis adalah gigitan dalam regio anterior karena SECC. Tatalaksana kasus: Perawatan operatif-rehabilitatif bertujuan mengembalikan DVO guna mencegah maloklusi, antara lain dengan memodifikasi restorasi mahkota logam gigi posterior. Dilakukan koreksi gigitan dalam regio anterior dengan modifikasi restorasi mahkota logam gigi posterior. Tahap pertama, restorasi glass-ionomer cement dengan meninggikan gigitan gigi posterior. Adaptasi gigitan selama 1 minggu dan pengamatan fungsi pengunyahan serta analisa fungsional temporomandibular joint. Kedua, restorasi mahkota logam gigi molar, dengan mempertahankan tinggi gigit tahap pertama, dilanjutkan restorasi mahkota untuk gigi anterior. Simpulan: Modifikasi tinggi restorasi mahkota logam seluruh gigi molar sulung kasus SECC, dapat mengembalikan DVO, sehingga erupsi empat gigi molar satu permanen dapat mencapai oklusi sempurna, dan mencegah maloklusi dini.

  7. Hubungan Berat Induk dan Berat Sapi Anak Sapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulaiman Ibrahim

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT. A survey conducted to study a relationship between a dam body weight and a calf birth weight of cattle. There were six dams of Brahman Cross (B.C, six females calves of B.C dam, eleven local cattle dams and her eleven females calves, and another seven dams of local cattle and her seven male calves. The mean birth weight were local cattle and her seven male calves. The mean birth weight were 20.67 ±13.47 Kg for the female calf of B.C dam, and 19.27 ± 4.41 Kg for thr female calf of local cattle dam, and 18 ± 2.33 Kg for the male calf of local cattle dam. The mating method used was an artificial insemination and Brahman Cross frozen semen. The birth weight between the two groups of these female calves were not significantly different, and berween the two groubs of these female calves and the male calves were not significantly different. The body weights of B.C dams were not significantly correlated with their female calves ( r= + 0.7166, P>0.05, and the local dam body weights were not significantly correlated with their female calves (r=+0.7450, P>0.05, and with their male calves (r=+ 0.1948, P>0.05. The equation of the regression lines were Y = 5.38 + 0.07 X for female calves and Y = 16.21 + 0.01 X for male calves. X dam body wight, and Y = calf birth weight.

  8. Sebaran Disparitas Antar Daerah di Kabupaten Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede Prabowo Wiguna

    2016-09-01

    Full Text Available This study aims to examine regional disparities in Banyumas. Feature disparities such as slums and congestion being targeted research. In addition, connectivity become an integral part of this research by looking at the disparity of road infrastructure network. The results of this study indicate that by Williamson Index disparities between regions is small. However, if comparing with the dynamic economic approach of the GDP - capita looks different and Banyumas looked disparity, which is based on data obtained that the highest achievements is owned by a large part in Purwokerto area. From geography to numbers cynclomatic approach looks balanced regional development in the area of Purwokerto. The density of this area is also very high which when done observation, local slums and congestion are only found in the Purwokerto area and not in other areas within the administrative area of Banyumas. This arises from the polarization of development in the eastern part of Banyumas

  9. AKUMULASI CADMIUM (CD PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V, DI SUNGAI KALIGARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Prabowo

    2016-11-01

    Full Text Available Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air. Penelitian ini bertujuan (1 mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2 Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd di Sungai Kaligarang, serta (3 mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality. This study aimes to (1 identify general description of Kaligarang water quality, (2 heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd in Kaligarang river and (3 identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters

  10. PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL PELAPISAN LOGAM

    OpenAIRE

    Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman

    2017-01-01

    Water pollution in Jakarta area, especially river and shallow groundwater, had become a very serious problem. Pollution problem caused by small industrial activities had not been got attetion. Some activities, which often cause water pollution problem, were wastewater from electroplating small industry. This wastewater was one of the most potential pollutant sources, because it contains high concentration of heavy metal pollutant such as Fe, Ni, Zn, Cr, ect. To anticipate its negative effect ...

  11. Tembaga (Cu Menurunkan Kandungan Pigmen dan Pertumbuhan Mikroalga Merah, Porphyridium cruentum (Effect of Copper on Pigments Content and Growth of Red Microalgae, Porphyridium cruentum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Hafiz Pranajaya

    2014-06-01

    Full Text Available Logam berat tembaga (Cu merupakan salah satu pencemar yang paling mengkhawatirkan di wilayah pesisir dan lautan. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran logam berat, baik secara fisika, kimia dan biologi. Masalah teknis dan biaya yang mahal menyebabkan manusia menggunakan cara biologis (bioremediasi. Salah satu diantaranya menggunakan mikroalga Porphyridium cruentum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi logam berat Cu terhadap kandungan klorofil, pigmen fikobiliprotein dan pertumbuhan mikroalga P. cruentum. Bibit mikroalga diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Situbondo. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Konsentrasi logam berat Cu yang digunakan adalah 0 ppm sebagai kontrol, 1, 2, 3  dan 4 ppm. Logam berat Cu dianalisa menggunakan AAS dan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil yang didapat menunjukkan bahwa logam berat Cu dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01 terhadap kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein, BCF dan pengaruh nyata (P<0,05 terhadap laju pertumbuhan P. cruentum. Semakin tinggi logam berat Cu membuat laju pertumbuhan, kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein, dan BCF pada P. cruentum semakin menurun. Prosentase penyerapan logam berat Cu tertinggi sebesar  13,1 % (1 ppm, 8,2 % (2 ppm, 6,9 % (3 ppm, dan 2,6% (4 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P. cruentum berpotensi sebagai bioremediator. Kata kunci: Porphyridium cruentum; pigmen; klorofil; fikobiliprotein; pertumbuhan; tembaga   Copper (Cu is one of heavy metals and the most pollutant at seawater ecosystem. Various methods have been developed to reduce heavy metal pollution with in physics, chemistry and biology method. Technical problems and high costs cause human use biological method (bioremediation. One of them used microalgae Porphyridium

  12. INTRODUKSI GEN Sitrat Sintase KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristanti Frinra Daud

    2013-08-01

    ekonomis penting. Ice-ice merupakan penyakit yang paling umum menyerang rumput laut dan menyebabkan menurunnya produksi rumput laut. Penyakit ini disebabkan oleh perubahan salinitas, suhu, dan pencemaran logam berat. Asam sitrat digunakan sebagai pengkelat logam berat. Introduksi gen sitrat sintase ke dalam genom tanaman diketahui dapat mengurangi cekaman oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksi gen sitrat sintase ke dalam genom K. alvarezii menggunakan perantara Agrobacterium tumefaciens. Berdasarkan eksplan yang tahan pada media seleksi higromisin, efisiensi transformasi pada K. alvarezii sebesar 7,5%. Efisiensi regenerasi tunas transgenik putatif sebesar 100%, efisiensi tunas non transgenik sebesar 100%. Analisis molekular menggunakan teknik PCR, satu dari lima K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  13. Inovasi Pupuk Organik Kotoran Ayam Dan Eceng Gondok Dikombinasi Dengan Bioteknologi Mikoriza Bentuk Granul

    OpenAIRE

    Asngad, A

    2013-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk orga...

  14. INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL

    OpenAIRE

    A Asngad

    2014-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk orga...

  15. Pendugaan Struktur Patahan Dengan Metode Gaya Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibrahim Sota

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pendugaan struktur patahan mengguankan metode gayaberat. Kontras densitas tersebut berasosiasi dengan ketebalan sedimen dan keberadaan struktur patahan atau lipatan. Untuk mengetahui lokasi patahan dan lipatan maka anomali residual terlebih dahulu dipisahkan dari anomali total (anomali Bouguer dengan metode perata-rataan bergerak. Kontur anomali residual memperlihatkan keberadaan lipatan dan patahan secara kualitatif sedangkan interpretasi kuantitatif dengan pemodelan kedepan 2D memperlihatkan secara jelas lokasi patahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa lokasi patahan/sesar naik berada di bagian timurlaut yang berorientasi baratlaut-tenggara sedangkan patahan/sesar normal tersebar secara lokal yang juga berorientasi baratlaut-tenggara.

  16. Pre-eklampsia Berat dan Kematian Ibu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Muhani

    2015-11-01

    death 12 times higher (95%CI 2.9 – 53.7 and eclampsia had the risk 12.1 times higher (95%CI 3.8 – 38.6. Then diastolic blood pressure 110 – 119 mmHg had the risk 7.4 times higher (95%CI 1.8 – 29.2, diastolic blood pressure ≥ 120 mmHg had the risk 5.5 times higher (95%CI 1.1 – 23.1, sistolic blood pressure > 190 mmHg had the risk 2.1 times higher (95%CI 0.5 – 7.4, sistolic blood pressure 170 – 190 mmHg had the risk 1.6 times higher (95%CI 0.5 – 4.5, proteinuria +3 had the risk 4.2 times higher (95%CI 0.3 – 27.4, proteinuria +4 had the risk 3.2 times higher (95%CI 0.5 – 31.7 after controlled by maternal age, gravida, pregnancy age, delivery method, diazepam provision, education, domicile and employment. Therefore, it needs to improve early detection of pregnancy complication and good management of preeclampsia case to prevent maternal death due to eclampsia and HELLP syndrome.

  17. PENGUJIAN FORMAT DAN ISI KARTU BERAT BADAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hindle Hindle

    2012-09-01

    Full Text Available Although there is much experience in the use of weight charts to monitor the growth of children, there have been virtually no comparative experiments that is, where one type of chart is scientifically tested against alternatives. This paper describes a simple comparative experiment, where the effect of inserting an instruction on interpretation is measured. The experiment was conducted at the Nursing Teachers Training School, and the Health Services Research and Development Centre in Surabaya in May 1977. The results show that nurses arc better able to interpret the trend of growth when an ins­truction on the meaning of trend is inserted on the chart. This paper recommends that further compar­ative experiments of this type be undertaken so that decisions on the further development of the weight chart can be based on scientific analysis rather than on personal judgments.

  18. Political scientists discuss Ukraine, berate Moscow

    Index Scriptorium Estoniae

    2004-01-01

    Leedus toimunud demokraatia ja Euroopa integratsiooni teemalisel konverentsil, arutleti muu hulgas olukorra üle Ukrainas. Paljud osalised olid nõus, et Ukraina sündmused võivad mõjutada demokraatia arengut kogu endise Nõukogude Liidu piirkonnas

  19. PELATIHAN TEKNIK PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELEKTROPLATING UNTUK INDUSTRI KERAJINAN LOGAM DI KAMASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    PRIAMBADI PRIAMBADI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT Electroplating is a metal or non-metal coating process with electrolyze that use direct current (DC and electrolyte (chemical solution that has a function as medium to supply metal ions. The function of electroplating are protecting metal from corrotion attack, adding surface hardness and improving quality of metal surface. Electroplating process basically has four steps; cleaning, washing, coating and protecting. For a quality result, the coating process need a right and optimum condition of operation, such as, a right concentration of electrolyte, a right voltage or current, and a right temperature.

  20. Analisis Energi dan Sebaran Suhu pada Gasifier Unggun Tetap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yogi Sirodz Gaos

    2007-06-01

    Full Text Available Performance test of Imbert Downdraft Gesifier by using cyclone as an auxiliary for tar filtering has been conducted with three kinds of feeding chips, i. e; borneo wood, tamarind wood and leucena wood. The research has been developed to support as an energy source for combined heat power generation. Gesifier will be coupled to diesel generating set and waste heat from the exhaust gas will be used as energy source for an adsorption type refrigeration system. The test had produced the best combustible gas with the chemical composition CO = 55,59 %, CH4 = 0,14 %, C2H6 = 0,3 % and C3H8= 0, 08 %. The maximum temperature 1142 oC has been found in oxidation zone based on the leucena wood test, meanwhile the calculation result of energy availability for the combustible gas was 60,39 kW and specific energy availability was 0,082 kg/kWh. The test result of temperature distribution along the reactor compare to numerical solution of mathemathicai modelling has got the similar curve.

  1. Sebaran Nyamuk Vektor Di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanelza Supranelfy

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractMosquito-borne disease still a public health problem, both in urban and rural areas, such as: dengue hemorrhagic fever (DHF, malaria, lymphatic filariasis (elephantiasis, chikungunya and japanese encephalitis. Muaro Jambi is one of regencies in Jambi Province were found to vector borne diseases. The aim of this study is to get more information about the mosquito diversity in Muaro Jambi Regency for comprehensive data. The activities carried out are catching mosquitoes at night using human landing and resting collection methods. There were a total of 1.722 mosquitoes of four genera were collected (Aedes, Anopheles, Culex and Mansonia that consists of 24 species. The results of this study give additional information on the diversity of mosquitoes found in Muaro Jambi Regency.Keywords: Mosquito, vector, Muaro Jambi RegencyAbstrakPenyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, seperti demam berdarah dengue (DBD, malaria, filariasis (kaki gajah, chikungunya dan japanese encephalitis. Muaro Jambi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang ditemukan beberapa penyakit tular vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah informasi mengenai fauna nyamuk di Kabupaten Muaro Jambi untuk mendapatkan data yang komprehensif. Kegiatan yang dilakukan yaitu penangkapan nyamuk pada malam hari dengan metode human landing collection dan nyamuk istirahat (resting collection. Sebanyak 1.722 ekor nyamuk berhasil diangkap yang terdiri dari empat genera (Aedes, Anopheles, Culex dan Mansonia meliputi 24 spesies. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi mengenai keragaman nyamuk yang ditemukan di Kabupaten Muaro Jambi.Kata Kunci: Nyamuk, vektor, Kabupaten Muaro Jambi

  2. POLA BERAT DAGING RAJUNGAN BERDASARKAN BERAT TUBUH YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SELAT MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zainuri

    2016-11-01

    Full Text Available Informations on ratio of meat blue swimming crab weight have both economically and ecological meanings.  The aim of this research is to know actual ratio of the weight of meat where as catches on Selat Madura fishing ground.  Samples were taken from October 2012 ~ December 2013 and May 2014 ~ November 2014 by longline and trammelnet.  The result showed that having tree (3 modes of average ratio of meat  blue swimming crab weight which reached highest on May, October and December of year; whereas the percentage of actual the weight of meat ( ratio between average of the weight of meat and body weight appeared on June and September of year. Consider result of Zainuri (2015 that the 10 cm wide carapace of blue swimming crab identical with  50 g of body weight, the result of this research also be known that there is tendency slightly increased of percentage of actual meat weight on blue swimming crab’s 50 g of body weight and more. Keywords: ratio of meat, Selat Madura, blue swimming crabPATTERN OF CRAB MEAT WEIGHT BASED ON BODY WEIGHT CAUGHT IN THE MADURA STRAITInformation on ratio of meat blue swimming crab weight have both economically and ecological meanings.  The aim of this research is to know actual ratio of the weight of meat whereas catches on Madura Strait fishing ground.  Samples were taken from October 2012 - December 2013 and May 2014 - November 2014 by long-line and trammel net.  The result showed that having tree (3 modes of average ratio of meat  blue swimming crab weight which reached highest on May, October and December of year; whereas the percentage of actual the weight of meat (ratio between average of the weight of meat and body weight appeared on June and September of year. The result of this research also be known that there is tendency slightly increased of percentage of actual meat weight on blue swimming crab’s 50 g of body weight and more.  Keywords: Ratio of meat, Body weight, Madura Strait, blue swimming crab

  3. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air ma­sih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarena­kan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  4. UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF EKSTRAK Sargassum sp. DAN Gracilaria sp. SEBAGAI INHIBITOR BIO-KOROSI PADA BAJA KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isriyanti Affifah

    2016-07-01

    Full Text Available Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi suatu logam dengan udara atau elektrolit. Udara atau elektrolit tersebut akan mengalami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses elektrokimia. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa korosi yang disebabkan mikroorganisme pengoksidasi besi (Thiobacillus ferooxidans memiliki peranan yang cukup signifikan terhadap kerugian ekonomi bagi industri. Lapisan biofilm yang dihasilkan mikroorganisme pada permukaan logam dapat mengubah karakteristik elektrokimia permukaan logam tersebut dan dapat menginduksi terjadinya korosi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini dilakukan ekstraksi Sargassum sp. dan Gracilaria sp. yang diduga efektif menginhibisi pertumbuhan mikroba pengoksidasi besi (Thibacillus ferooxidans yang biasanya terdapat di bangunan bawah laut. Hasil ekstraksi Sargassum sp. dan Gracilaria sp. menggunakan pelarut metanol-kloroform (1:1 memberikan yield terhadap berat basah sebesar 44,5% dan 36,5%. Ekstrak tersebut diuji bioaktivitasnya terhadap pertumbuhan T. ferooxidans secara kualitatif (kasat mata dan kuantitatif (metode weight-loss. Melalui kurva pertumbuhan diketahui bahwa T. ferooxidans mampu tumbuh sampai hari ke-7 dan mengalami fasa stasioner pada hari ke-8. Analisis metode weight-loss dilakukan menggunakan coupon dengan luas permukaan 3,6 cm2. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak Gracilaria sp mampu menginhibisi 29,3% lebih efektif daripada biocide komersial.

  5. Studi Perancangan Degaussing System untuk Melindungi Kapal Perang Tipe OPV 90m dari Medan Magnet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emil Faridhan Primaseta

    2012-09-01

    Full Text Available Degaussing system adalah suatu sistem yang digunakan pada bagian logam atau perangkat elektronik yang beresiko medan magnetik. Pada kapal militer sistem ini digunakan untuk menghindari ranjau magnetik maupun torpedo yang menggunakan medan magnet sebagai sensor pendeteksi logam ketika kapal sedang berpatroli maupun sedang berperang. Dari studi literatur yang dilakukan, dapat diketahui bagaimana cara instalasi degaussing system pada kapal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem tersebut. Degaussing system yang didesain pada skripsi ini mempunyai kekuatan medan magnet sebesar 27,5 Tesla dengan daya sebesar 12 kW. Desain koil diletakkan pada lambung kapal tepat dibawah garis air untuk mendapatkan daya hantar magnet yang baik. Berat dari instalasi untuk degaussing system ini adalah 1040 kg.

  6. Pelapisan aksesoris logam untuk produk kulit menggunakan resin akrilat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustin Suraswati

    2003-06-01

    Full Text Available Abstract The aim of the research is to aquire an appropriate plating technique on leather product accessories made from metal without lessening the wonderful appearance of the accessories, to maintain the shade and to keep the rust away from the accessories that avoid or diminish defects on the leather. The plating was carried out by spraying using spraying-gun one, two, and three times, and repeated three times for each treatment to chrome plated metal, gold plated metal and roasted metal. The smaples were then pinned on a piece of chrome tanning leather and vegetable tanned leather, whereas the test carried out was wet and dry rub fastness. Data from completely randomized design are analyzed by factorial pattern according to Gasperz (1991, showed that there was not significant effect on plating neither metal on chrome and vegetable tanned leather having been stored for one, two, or three months, neither on similar things having not been stored yet. However there was significant difference on accessories having been do treated as the stated above and set on a piece of vegetable tanned leather stored for three months. Conclusion could be drawn from the research that the use of acrylate using spray system for plating metal accessories was able to maintain its beautiful appearance, kept the rust away, that was not create defects neither on chrome nor vegetable tanned leather.

  7. Gigi Tiruan Sebagian Kerangka Logam sebagai Penunjang Kesehatan Jaringan Periodontal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Lenggogeny

    2015-12-01

    Frame Partial Denture as a Supportive Therapy for Periodontal Health. Partial denture is very important in maintaining periodontal health and maintaining the stability of the remaining teeth. The fabrication of denture is an important phase in comprehensive periodontal health therapy, so as to maintain the periodontal health. Removable partial dentures should be designed to reduce the accumulation of food residue and plaque on the teeth and gingival edge of the abutment. The selection of metallic materials as denture in case of periodontal compromise can help in preventing tooth movement and maintain the position of the teeth after periodontal treatment because the nature of metal is more rigid when compared with other materials, so that the success of the treatment can be achieved. Making good metal framework denture and good cooperation between all members of the medical team in handling the case will result in a successful treatment. The aim of the study is to enrich the knowledge for periodontists and prosthodontists in using metal removable prothesis in compromised periodontal patients. Providing information and educating patients in maintaining the cleanliness of denture and mouth are also an important factor that determines the success of the manufacture of dentures.

  8. LOGAM (Logistic Analysis Model). Volume 2. Users Manual.

    Science.gov (United States)

    1982-08-01

    as opposed to simulation models which represent a system’s behavior as a function of time. These latter classes of models are often complex. They...includes the cost of ammunition and missiles comsumed by the system being costed during unit training. Excluded is the cost of ammunition consumed during...data. The results obtained from sensitivity testing may be used to construct graphs which display the behavior of the maintenance concept over the range

  9. Perbedaan Kadar HSP90 pada Preeklamsi Berat dengan Kehamilan Normal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soetrisno

    2015-06-01

    Full Text Available Severe pre-eclampsia is the second highest cause of maternal mortality. Free radicals that stimulate heat shock protein 90 (HSP 90 are believed to determine severe pre-eclampsia. HSP90 is an important protein that helps the establishment and maintenance of other proteins. It also increases the life time of cells after various pathological conditions (chaperone function. The chaperone function is the adaptation key factor to endogenous stress in tissues. By recognizing HSP90 level in early detection of severe pre-eclampsia, prevention and management can be started early. This study aimed to prove that the HSP90 level in pregnancy with severe pre-eclampsia is higher than normal pregnancy. This was a quantitative study using cross sectional approach by testing the HSP90 level. The study was conducted during the period of September to November 2013, at the Obstetrics and Gynecological Unit, Moewardi Hospital Surakarta and Prodia Laboratory Jakarta. The number of subjects was 30 patients, consisting of 15 normal pregnant mothers and 15 pregnant mothers with pre-eclampsia . The calculation of serum HSP90 level was conducted using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA. Data were analyzed using t-test using SPSS for Windows version 17 for Windows. The mean of HSP90 in the severe pre-eclampsia group was 131.91±26.66 while the mean in the normal pregnancy group was 80.28±13.39 with p=0.00 (p<0.05. Level of HSP90 serum in severe pre-eclampsia is higher than in normal pregnancy, due to the occurrence of oxidative stress in severe pre-eclampsia

  10. Efektivitas KMK dan Na2 EDTA dalam Mengabsorbsi Paparan Merkuri pada Ikan Lele (Clarias batrachus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Hartati Siregar

    2010-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati efektivitas karboksimetil kitosan (KMK sebagai bahan pengkelat alami dan Na2 EDTA sebagai bahan pengkelat sintetis logam berat merkuri (Hg pada ikan lele. Ikan lele yang digunakan adalah jenis lele dumbo yang diperoleh dari Bogor. Ikan dipelihara dalam kolam berukuran 380 x 150 x 60 cm 3. Air kolam sebanyak 570 L yang berisi 200 ekor ikan lele dipapar dengan Hg 60–90 ppb secara bertahap selama 1 bulan dan penggantian air kolam dilakukan setiap minggu. Sebelum pemaparan dengan Hg dilakukan, ikan lele dikondisikan pada kolam percobaan selama 1 minggu. Pada minggu ke dua ikan dipapar merkuri 60 ppb, kemudian konsentrasi merkuri dinaikkan 15 ppb setiap minggu sampai dengan minggu ke empat. Pemaparan dihentikan setelah minggu ke empat. Setelah itu ikan dipanen kemudian difilet dan dikelat dengan cara direndam dalam larutan KMK dan Na 2EDTA masing-masing pada konsentrasi 0; 0,5; 1,0; dan 1,5% selama 0, 30, 60, dan 90 menit. Perendaman dalam air digunakan sebagai kontrol terhadap perlakuan tersebut. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan yang dilakukan meliputi kandungan awal dan kandungan akhir Hg setelah perlakuan perendaman. Analisis dilakukan menggunakan instrumen AAS (Perkin Elmer tipe Aanalyst800. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perendaman dalam KMK dan Na 2 EDTA 0,5% selama 30 menit memberikan hasil yang terbaik, dan tidak ada perbedaan antara KMK dan Na2EDTA dalam fungsinya sebagai absorben logam berat.

  11. Adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ pada Biomassa Imperata cylindrica

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noer Komari

    2017-03-01

    Full Text Available Metode alternatif untuk mengatasi pencemaran logam berat adalah biosorpsi menggunakan biomassa sebagai adsorben. Telah dilakukan penelitian kajian adsorpsi campuran Pb2+ dan Zn2+ pada biomassa Imperata cylindrica sebagai adsorben. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan biomassa mengadsorpsi Pb2+ dan Zn2+. Preparasi biomassa dilakukan dengan aktivasi menggunakan asam nitrat dan amonium hidroksida. Adsorpsi dilakukan dengan sistem batch. Parameter yang diukur adalah pH optimum, waktu kontak optimum, kapasitas adsorpsi dan recovery ion logam. Analisis kadar logam dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS. Hasil penelitian menunjukkan pH optimum adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ masing-masing pada pH 5 dan pH 6. Waktu kontak optimum adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ masing masing pada 40 menit dan 30 pertama. Kapasitas adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ pada konsentrasi awal 10 ppm masing-masing adalah 90,95% dan 43,60%. Recovery Pb2+ dan Zn2+ masing-masing 84,45% dan 57,13%.

  12. Sebaran Nyamuk Anopheles pada Topografi Wilayah yang Berbeda di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Taviv

    2015-09-01

    Full Text Available Penularan penyakit tular vektor seperti malaria dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yangtelah diketahui memiliki asosiasi dengan malaria adalah topograf wilayah yang erat hubungannya denganpola penularan. Berdasarkan tempat atau lokasi terhadap penyakit yang ditularkan oleh vektor makaperlu diperhatikan pembagian zoogeografi dimana jenis-jenis nyamuk di setiap lokasi akan dipengaruhifaktor-faktor lingkungan di setiap daerah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenisAnopheles serta habitat perkembangbiakannya pada dua wilayah dengan topograf yang berbeda diProvinsi Jambi. Kegiatan yang dilakukan adalah penangkapan nyamuk dewasa dengan metode humanlanding collection dan survei habitat perkembangbiakan Anopheles. Penangkapan nyamuk dilakukanselama 12 jam dimulai dari jam 18.00 WIB hingga jam 06.00 WIB. Larva Anopheles yang berhasilditangkap selanjutnya dibawa ke laboratorium dan dipelihara hingga dewasa dan selanjutnya diidentifiasijenisnya. Hasil penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Nipah Panjang Kabupaten Tanjung JabungTimur (dataran rendah adalah An. separatus, An. sinensis, An. tesselatus dan An. letifer. Anophelesletifer memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 3,33, kelimpahan nisbi 40, dominansi 133,33 danMan Bitting Rate (MBR 0,07. Penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Teluk Rendak KabupatenSarolangun (dataran tinggi meliputi An. nigerrimus, An. annularis, An. letifer, An. maculatus dan An.barbumbrosus. Anopheles nigerrimus memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 21,67, kelimpahannisbi 60,98, dominansi 1321,14 dan MBR 0,63.

  13. SEBARAN UNIT STOK IKAN LAYANG (Decapterus spp. DAN RISIKO PENGELOLAAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2013-05-01

    dalam di sekitar Sulawesi (malalugis, D. macarellus. Pola migrasi ikan layang/pelagis dalam arah Laut Jawa – Selat Makasar dan sebaliknya dimungkinkan juga terkait dengan penstrukturan populasi layang tersebut. Layang scad (Decapterus russelli and round scad (D. macrosoma was a main component of small pelagic fishes around Java Sea-Makasar Strait. Increasing of uncontrolled effort of purse seine had caused a biomass decrease and clearly impact to the lower catch, so that a goal of sustainable fishery was difficult to reach; in addition, knowledge on biological characteristics and inter-relationship within the stock unit in the main zone was not understood yet. Study on stock distribution and its management impacts was conducted based on the population structuring of the two scads species exist (D. russelli and D. macrosoma which was observed fromthe genetic analyses of the mitochondria DNA marker (RFLP method, and the capture fishery data (species composition, distribution of fishing ground from some main landing sites such as Pekalongan, Samarinda, Mamuju, and Bone. Results showed the two species of scads had two sub population (stock unit respectively. D. russelli distribute in the eastern part of Java Sea, southern Flores Sea, and western Banda Sea exist as a sub population or stock unit 1, while a stock unit 2 was distributed around the coastal waters of Makasar Strait in eastern Kalimantan. However, stock unit 1 of D. macrosoma that distribute in Banda Sea was separated (clearly different from the stock unit 2 that was distributed in the coastal habitat of Flores Sea, eastern Java Sea, and the coastal area of Makasar Strait (east Kalimantan. Thus, a sustainable management of small pelagic fish in the areas of Java Sea (FMA 712 and Makasar Strait (FMA 713 have to be managed as a one stock unit (sub population and one management unit. On the other hand, we would like to propose that for a small pelagic fish that was distributed in the oceanic habitat of Makasar Strait (western Sulawesi should be managed in the context of population structuring of scad mackerel/malalugis (D. macarellus as the main oceanic species of small pelagic fish around Sulawesi. Migration pattern of that two scads (D. russelli and D. macrosoma along the Java Sea and Makasar Strait and vise versa may be related to that proposed population structuring of scads.

  14. Sistem Informasi Geografis Berbasis Web untuk Pemetaan Sebaran Alumni Menggunakan Metode K-Means

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Handoko Handoko

    2014-01-01

    Full Text Available The  graduates  of  State  Polytechnic  of  Semarang  are  not  only  the  member  of  social  community  but  also part  of  State Polytechnic  of Semarang  community  who  have  academic  knowledge  and  special  skills.  Based  on  the  researcher  observation  the  graduates  of  State Polytechnic  of  Semarang  are  not  recorded,  the  management  of  State  Polytechnic  of  Semarang  has  not  provided  a  system  that  can facilitate  the  interaction  between  State  Polytechnic  of  Semarang  and  graduates.  In  this  thesis,  the  system  for  mapping  the  graduates distribution is aimed to measure the level of the  graduates  compliance skill with the competence area of their job. The method of KMeans Clustering is used for grouping the distribution of State Polytechnic of Semarang graduates. Grouping or clustering mechanism in this system is based on four variables. They are  type of company, job classification, working area, and competency of study program. While  the geographical position of graduates is used to filter the data when the users are searching the graduates location in a ce rtain province.  In  this  research  the  cluster  is  divided  into  three,  they  are,  cluster  one:  graduates  have  matching  competence,  cluster  two: graduates have matching enough competence, and cluster three: graduates have no matching competence.Keywords: Clustering;  GIS ;  K-Means

  15. ANALISIS DINAMIKA SEBARAN SPASIAL SEDIMENTASI MUARA SUNGAI CANTUNG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulaiha Zulaiha

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT: Given the pivotal role played by the Cantung River for the supervision and management of the public good becomes important. Incoming sediment load can damage the uncontrolled flow conditions of the Cantung river and estuary. Observations of suspended sediment can take advantage of multitemporal Landsat imagery. This study uses Landsat satellite image data corrected 5TM March 5, 1992 data acquisition path/row 117/62, Landsat data acquisition 5TM 22 May 1997 path/row 117/62, Landsat data acquisition 5TM March 27, 2000 the path/row 117/62. Several stages in processing the image, that is the conversion of DN to reflectance values, cropping, water-not water secession, and the class divide sediment concentration by density slicing technique. Spatial distribution of suspended sediment in the estuary of the Cantung River Landsat image processing results 5TM March 5, 1992, Landsat 5TM May 22, 1997, and March 27, 2000 Landsat 5TM show distribution patterns of suspended sediment from the River Cantung the same direction, that is northeast. Sediment concentrations were detected in the Landsat image processing 5TM March 5, 1992 the largest-value 27,564096 mg/l and the smallest 14,886048 mg/l. Sediment concentrations were detected in the Landsat image processing 5TM May 22, 1997 the largest-value 121,476776 mg/l and the smallest 12,647415 mg/l. Sediment concentrations were detected in the Landsat image processing 5TM March 27, 2000 most valuable 159,256704 mg/l and the smallest 10,584161 mg/l. Getting away from the effect Cantung River estuary sediment concentration of river flow Cantung tends to get smaller. Changes in the distribution area of the sediments of March 5, 1992 until March 27, 2000 amounted to 450 m2/year.   Keywords: Remote Sensing, Sedimentation, Landsat, Cantung River

  16. Struktur Geologi dan Sebaran Batubara daerah Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2013-06-01

    Full Text Available This study is a surface geological mapping work to determine the geological conditions in the study area and in particular the presence of coal of Bentian Besar District, West Kutai Regency, East Kalimantan Province. The goal is to determine the position and spread of coal layer, coal quality and quantity of coal resources in the study area. Research on the existence of coal deposits is done through field survey methods, by observing, define and measure elements of geological structures encountered. At this stage of field work carried identification, observation, measurement of the coal position and takes it sample. In the study area encountered 2 (two rock formations, Pamaluan, and Pulubalang Formation. Coal deposits found in rock unit known as Pulubalang Formation. Direction of the dip of the rock layers in the study area form a syncline structure. At this structure of the coal seam, there are three dip directions, namely: rocks on the southeast side of syncline axis tilted toward the northwest, rocks on the northwest side of the syncline axis tilted to the southeast, while the dip of the rocks on the southwest side Syncline tilted toward the northeast.

  17. Analisis Sebaran Pemanfaatan Internet Blog/Weblog untuk Kategori Bisnis dan Ekonomi di Dunia Maya Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cooky Tri Adhikara

    2010-12-01

    Full Text Available Internet Weblog / Blog is a medium of communication that are simple, affordable and easy to build. This cause numbers of Blogs in Indonesia grew rapidly. Bloggers, readers and third-party (Internet Provider, Advertiser, mediators get the benefits of blogs according to their capacity such as mind-sharing, media discourse, promotions, sales, and many other benefits. There are many categories of blogs. Some studies classify them into various categories. This study focus on the business and economic blog category. The aim of this study is to create blog benefiting map of Indonesia’s virtual society, find any Indonesian particular form of blog benefiting, and to seek any suggestion of blog benefit enhance for society.  

  18. POPULASI, SEBARAN DAN ASOSIASI KEPUH (Sterculia foetida L. DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Arismaya Metananda

    2016-07-01

    Full Text Available  Kepuh (Sterculia foetida L. is a multi-function plant that presently in danger of extinction. Various acts of illegal logging, convertion of the region, as well as their skin dormancy is a challenge in conservation kepuh in nature. As racing with these conditions, conservation efforts must be known in advance regarding kepuh’s  population, how the spatial distribution and association as well. This data is important as a basis of the policy making and action in the field of handling. Therefore, the research was conducted to identify the population of kepuh, spatial distribution of kepuh and associated with other spesies. This research was conducted in 12 districts in Sumbawa Regency through surveys and literature review. The result of exploration and single quadrat method were found 169 individuals (65 seedlings, 5 saplings, 14 poles, 85 trees kepuh in 12 districts. Based on its distribution, kepuh was unevened these days. The patterns of kepuh’s distribution was clumped. This means  that socio ecologically the existence of food and beverage is concentrated in certain locations. On the other side of the socio biological clumped distribution also indicate social interaction/association among kepuh and other plants. Associations pattern shown, kepuh in nature are relatively positive. However, when it is viewed from the level of the association by applying Jaccard index showed that the associations were formed relatively weak (average value 0,38. Population presented infomation, distribution and distribution patterns and associations of kepuh would be the basis for sustainable management of kepuh in nature. Keyword: association, conservation, distribution, kepuh, population.

  19. Tinjauan Kemungkinan Sebaran Unsur Tanah Jarang (REE di Lingkungan Panas Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no1.20091Geothermal areas occur mainly in an environment of volcanic/magmatic arc where magma chambers play a role as heat sources. The environment is situated within the convergent plate boundaries. A variety of igneous rocks is associated with this environment ranging from basalt (gabbro to rhyolite (granite but andesite is normally the most abundant igneous rock. The most obvious geothermal indications are exhibited by some surface manifestations comprising hot water seepage, fumaroles, hot spring, geyser, and hydrotermal alteration zones which are being evidences of an active hydrothermal system beneath the surface as a part of volcanism. Despite being a causal factor for alteration of country rocks, most hydrothermal fluids enable to change distribution pattern and content of rare earth elements (REE for instance Ce, Eu, La, Lu, Sm, Nd, and Y particularly during a reaction process. This may have a connection with development of element mobility rates, whilst the characteristics of REE pattern within hydrothermal fluid would have a high variable due to dependency of their original magma source. Considering the important role of hydrothermal fluid in REE mobility development, it is inspired to review the possible relationship of active hydrothermal system and potency of REE distribution pattern in areas of geothermal manifestation.  

  20. Analisis Sebaran Reklame Billboard Terhadap Lokasi Dan Nilai Pajak Reklame Berbasis Sistem Informasi Geografis

    OpenAIRE

    Widyaningrum, Dyah; Sudarsono, Bambang; Nugraha, Arief Laila

    2017-01-01

    Advertising holding important role in economic development in Indonesia. The success of a national economy is largely determined by the activities of advertising.Advertisement is the one of that representing a message in the form of goods or services. Advertisement managed by goverments and there is a tax on the advertisement, which are often referred to by the advertisement tax. Implementation of billboards in the Semarang city set on Regional Regulation No. 14 of 2012, which also regulates ...

  1. POTENSI SEBARAN LIMBAH MERKURI PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT DI DESA CISUNGSANG, KABUPATEN LEBAK, BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helmi Setia Ritma Pamungkas

    2016-03-01

    Full Text Available The amalgamation in artisanal gold mining process in order to separate gold from the ore (gold-amalgam will produce mercury waste. Poor waste management of mercury can pollute the environment. This research aims to identify  a potential distribution pattern of mercury waste or tailing in Cisungsang village, Cibeber sub-district. Methods used are survei and spatial analysis. Samples taken from the research site are the gold miners (as subjects of research, sample of mercury waste, environmental samples (water, soil, fish, vegetables, and rice. The research results show that the use of mercury (100gr every tromol, every shift has strong correlation (r = 0,791 with mercury concentrations in the waste ponds. Mercury concentrations in the liquid of waste ponds are 0,083-0,265 ppm and mercury concentration in the tailing (sludge are 0,304-0,407 ppm. Researcher also develop a potential distribution pattern of mercury that consider slopes of 35% in the area, high precipitation, which can reach 4000 mm per year, and the condition of open waste ponds, which can speed up the   mercury disposal process in the environment. Mercury concentration in the environment has exceeded the quality standard. Test result on environmental samples show that mercury concentration in fish is 1,66 ppm, in spinach is 4,61 ppm, and soil 0,0127 ppm.

  2. Pemanfaatan TKKS Sebagai Pengisi Komposit Epoxy Untuk Struktur Bergerak Mesin CNC Perkayuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farkhan

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract CNC machinery is widely used at various kind of industrial sector to manufacture of art products up to satellite products. Instead of its massive utilization in automotive and electronic industry which mostly use metallic component, wood working industry has been using it to produces furniture’s, merchandises, and other house ware products which apply light weight non-metallic low density material. High removal rate in wood machining process needs high speed application due to its low density material; however most of wood working CNC machine is built on heavy steel structure for both its supporting structure and moving structure. In fact, the raw material is much lighter than the carrier itself. Its wasteful dynamic movement causes energy loses and vibrations that effect on machining accuracy, live of cutting tool, and productivity. This research applied new light weight composite material base on renewable resource of oil palm empty fruit bunch (EFB natural fiber as filler material combine with polymer epoxy as it’s matrix to be constructed as moving mechanical structure of high speed 3D CNC woodworking machine to improve its dynamic performance. Comparative analysis showed that it has better dynamic performance on high speed machining process compared with traditional cast iron material. Abstrak Mesin Perkakas CNC (Computerized Numerical Control digunakan luas oleh industri untuk memproduksi mulai dari benda-benda seni kerajinan hingga untuk membuat satelit. Selain pemanfaatannya secara besar-besaran di industri otomotif dan elektronika yang umumnya menggunakan komponen logam, industri perkayuan telah banyak menggunakannya untuk memproduksi mebel, barang kerajinan, dan peralatan rumah tangga lainnya dengan mengaplikasikan bahan bukan logam seperti kayu yang berberat jenis rendah dan ringan. Tingkat pemotongan yang tinggi pada proses permesinan kayu membutuhkan permesinan cepat akibat berat jenis bahannya yang rendah tersebut

  3. KARAKTERISTIK SIFAT FISIK KAYU JABON(Anthocephalus cadamba Miq PADA ARAH LONGITUDINAL DAN RADIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-06-01

    , Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.Parameter-parameter sifat fisika kayu yang diukur adalah kadar air segar (KAS, kadar air kering udara (KAKU,  berat jenis pada volume segar (BJS dan berat jenis pada volume kering udara (BJKU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu jabon memiliki KAS rata-rata  118,43%, KAKU  15,36%, BJS 0,33 dan BJKU  0,37.Berat jenis kayu jabon berbeda sangat nyata pada arah longitudinal maupun radial, sedangkan KAS dan KAS berbeda nyata untuk arah arah radial tetapi relatif seragam pada arah longitudinal.  KAS kayu jabon pada arah radial memiliki pola sebaran menurun dari arah dekat empulur ke bagian tengah, kemudian meningkat ke arah sisi; sementara KAKU menurun secara konsisten dari bagian dekat empulur ke bagian dekat kulit. Berat jenis kayu jabon pada arah longitudinal memiliki pola sebaran meningkat secara konsisten dari bagian pangkal ke bagian ujung. Pola sebaran berat jenis pada arah radial meningkat secara konsisten dari bagian dekat empulur ke arah kulit kayu.

  4. ANCAMAN DI BALIK HASIL LAUT DI PERAIRAN TELUK JAKARTA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Wisaksono

    2012-10-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri dan disangsikan bahwa bahan makanan yang berasal dari hasil perikanan laut mempunyai kadar nilai gizi tinggi. lkan laut misalnya selain dagingnya mudah dicerna, juga kandungan protein, vitamin, mineral serta lemak tak jenuh sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Jenis-jenis ikan laut segar yang banyak dikonsumsi dan disajikan di restoran seafood adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, kerang, cumi, sotong, udang, kepiting, rajungan, dan lain sebagainya.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI bekerjasama dengan IPB tahun 1997 menunjukkan bahwa contoh komoditi hasil laut yang diperoleh mengandung logam berat Hg adalah dari kelompok kerang-kerangan (Bivalvia yaitu kerang darah, hijau dan tahu.

  5. IDENTIFIKASI KAPANG PADA KECAP KEDELAI MANIS PRODUKSI LOKAL KEDIRI DENGAN METODE PENGENCERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Durroh Humairoh

    2017-03-01

    Full Text Available Kecap kedelai merupakan salah satu produk fermentasi yang telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di berbagai negara termasuk Indonesia. Namun kecap kedelai manis merupakan produk kecap kedelai yang merupakan produk khas Indonesia. Faktor keamanan pangan berkaitan dengan tercemar tidaknya pangan oleh cemaran mikrobiologis, logam berat, dan bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kapang dan jenis kapang yang ditemukan pada sampel kecap produk lokal Kediri. Penelitian ini menggunakan metode pengenceran hingga 101 dari 10 sampel kecap kedelai manis produksi lokal Kediri dengan merek yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada sampel kecap kedelai manis ditemukan jumlah kapang sebanyak < 50 koloni/ml pada setiap sampelnya dan jenis kapang yang ditemukan meliputi Penicillium sp., Aspergillus sp., Rhizopus sp., dan Mucor sp. sehingga dapat disimpulkan bahwa kecap produksi Kediri aman dikonsumsi karena sesuai standar yang ditetapkan Pemerintah dalam SNI 3543: 2013.   Kata kunci: Jumlah koloni, Jenis kapang, Kecap kedelai manis, produk lokal Kediri

  6. EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Musbita Tyastuti

    2016-09-01

    Full Text Available Limbah cair batik di Solo sebagian besar dibuang langsung ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu dan menyebabkan pencemaran air. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik dapat memicu efek genotoksik seperti pembentukan mikronukleus. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagen dan mencegah pembentukan mikronukleus karena mengandung senyawa aktif seperti karoten dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi UMS dengan pemaparan limbah cair batik 0ppm/L, 2500 ppm/L, 5000 ppm/L dan 7500 ppm/L terhadap 2 kelompok ikan nila dengan diet pelet dan Lemna minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik memicu pembentukan mikronukleus dengan frekwensi tertinggi pada konsentrasi paparan 7500 ppm/L. Lemna minor juga terbukti memiliki potensi antimutagenik karena mampu menekan frekwensi mikronukleus lebih rendah dibandingkan diet pelet.

  7. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  8. Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Perambatan Balik untuk Memprediksi Harga Logam Mulia Emas Menggunakan Algoritma Lavenberg Marquardt

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reza Najib Hidayat

    2013-04-01

    Full Text Available Gold is one of commodities investment which its value continue to increase by year. The rising price of gold will encourage investors to choose to invest in gold rather than the stock market. With the risks that are relatively low, gold can give better resultsin accordance with its increasing price. In addition, gold can also be a safe value protector in the future.The Objectives of the research are to predict the price of gold using artificial neural networks backpropagations methods and to analyze best network used in prediction. In the process of training data, it is used some training parameters to decide the best gold prediction architecture. Comparative parameters that is used are the variation of the number of hidden layers, number of neurons in each hidden layer, learning rate, minimum gradients and fault tolerance. The results showed that the best architecture has an accuracy rate of 99,7604% of data training and test data at 98,849% with architecture combinations are have two hidden layer neurons combined 10-30, the error rate 0.00001 and 0.00001 of learning rate.

  9. Protesa Maksilo Fasial Kerangka Logam Kombinasi Bahan Termoplastik pada Defek Kelas II Aramany Pasca Hemimaxillectomy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyus Mohamad Ilyas Djunaedy

    2012-06-01

    Full Text Available Background: Hemimaxilectomy surgery may cause facial defects, impaired function of speech, swallowing, mastication, esthetics as well as psychiatric patients and can cause problems I rehabilitation. Objective: This case report aims to determine the effect of maxillofacial prosthesis using ametal frame combination of thermoplastic materials in class II defects aramany to the aesthetic, retention, and stabilization of the prosthesis. Case: a 58- year old woman has done hemimaxilectomy, since ayear ago. Defective class II aramany, most of the maxillary teeth are gone, the teeth are still there 11, 13 and 17. Taking impression using hidrocoloid irreversible material was done following subjective, objective and radiographic examination, then the processs of ametal frame, MMR, teeth  arrangement, wax denture try in, then do the lab thermoplastic material, and insertion of the prosthesis. Manufacture of metal framework prosthesis combination of thermoplastic materials of class II defects aramany is the right choice. Conclusion: it can result in the retention, stabilization, good occlusion and esthetics.

  10. Pelindian Logam Tanah Jarang dari Terak Timah dengan Asam Klorida setelah Proses Fusi Alkali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Trinopiawan

    2016-05-01

    Full Text Available Tin slag, a waste product from tin smelting process, has a potency to be utilized further by extracting the valuable metals inside, such as rare earth elements(REE. The objective of this study is to determine the optimum leaching condition of REE from tin slag after alkali fusion. Silica structure in slag is causing the direct leaching uneffective. Therefore, pre-treatment step using alkali fusion is required to break the structure of silica and to increase the porosity of slag. Fusion is conducted in 2 hours at 700 oC, with ratio of natrium hidroxide (NaOH : slag = 2 : 1. Later, frit which is leached by water then leached by chloride acid to dissolve REE. As much as 87,5% of REE is dissolved at 2 M on chloride acid (HCl concentration, in 40o C temperature, -325 mesh particle size, 15g/100ml of S/L, 150 rpm of agitation speed, and 5 minutes of leaching time

  11. ANALISIS STRUKTUR MIKRO LAPISAN BOND COAT NIAL THERMAL BARRIER COATING (TBC PADA PADUAN LOGAM BERBASIS CO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Sudiro

    2012-11-01

    Full Text Available Kehandalan dan umur pakai sistem Thermal Barrier Coating (TBC ditentukan oleh kestabilan lapisan bond coat dan thermal grown oxide (TGO. Sehingga sangatlah penting untuk memahami mekanisme pembentukan dan degradasi lapisan ini. Pada makalah ini akan dibahas analisis struktur mikro lapisan bond coat NiAl yang dideposisikan pada substrat CoCrNi dengan menggunakan gabungan metoda electroplating dan pack-cementation. Pada makalah ini juga dibahas mekanisme pembentukan void disepanjang interface bond coat¬-substrat setelah tes oksidasi.

  12. ADSORPSI LOGAM BESI (FE SUNGAI BARITO MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI BATANG PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidayah

    2012-10-01

    Full Text Available Grounded on BLHD’s report of South Borneo on 2009, Fe contents in Barito river achieve 2,5455 mg/L. This level pass by KEPMENKES on 2002 which only permit Fe contents in water as many 0,3 mg/L. The goals of this research are to study ability of banana stem to decrease Fe contents in water sample of Barito river. Knowing the best adsorbent condition to decrease Fe contents in Barito river based on variations of activation process, kind of activator, adsorbent diameter size, stirring of velocity and adsorption duration as well as to find water of Barito river which appropriate with clean or drink water standart based on KEPMENKES on 2002.This research started with adsorption process and finishing with filtration process. Banana stem is washed until clean and then cut to small slice to abridge vaporization of water contents when is hoted under the sun. The dried banana stem be broken with blender. Banana stem is screned to find diameter size as big as 20, 30 and 40 mesh. Then, banana stem is activated using KMnO4 ­0,1 M dan ZnCl2 0,1 M solution during 24 hours. Whereas in physics activation, banana stem is pyrolysed during 30 minute at 500oC. Activated carbon is used to adsorption with some variation. The result will test use spectofotometry.Result of this research indicate that banana stem can decrease Fe content in water of Barito river. Activated carbon with size 40 mesh which use physic-chemical activation with KMnO40,1 M solution as well as 150 rpm strring velocity and ahour adsorption duration give the best result.

  13. PENGAMBILAN LOGAM CR6+ DAN CR TOTAL DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING SECARA ELEKTROKOGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nizar Pahlevi

    2012-10-01

    Full Text Available Electroplating industry is a metal coating industry by way of metal precipitate coatings on metal or plastic which is done so that the electrolytic waste containing heavy metals. Electrocoagulation is a process of merging clumps resulting from the flux of electrical current (DC for the extraction of metal compounds contained in wastewater. In this process of reduction and oxidation reactions occur. Where the metal is reduced and the positive electrode (Al will be oxidized to (Al (OH 3 which serves as a coagulant. The purpose of this research to study methods of electrocoagulation using aluminum electrodes and the influence of the length of time stirring and stirring speed of decision-CR6+ levels and total Cr. This electrocoagulation electroplating wastewater with electricity so that the ions are absorbed by the coagulant in waste binder in the release of the electrode and causes the bond between the metal ions with coagulant. Variation of stirrer speed of 200, 400 and 600 rpm, whereas the long stirring time 25, 50 and 75 minutes. Based on test results, after an analysis showed a significant reduction of the levels of total CR6 + and Cr in the electroplating wastes. CR6+ to obtain a decrease of 95.1% at minute 50 and the stirrer speed of 200 rpm, whereas the total Cr obtained a decrease of 82.69% at minute 75 and a stirrer speed of 600 rpm.

  14. PEMANFAATAN ARANG BATOK KELAPA DAN TANAH HUMUS BATURRADEN UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM KROM (Cr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anung Riapanitra

    2010-11-01

    Full Text Available Waste containing hazardous and toxic chemical compounds into the environment leads to water pollution, soil and air. These chemical compounds will endanger human life and environment. One type of compound that may pollute the environment is chromium. The metal is commonly found in industrial waste such as from exhaust and industrial wastewater from etal plating company. The purpose of this research is to utilize coconut shell charcoal and soil humus as a low-cost and ready-made alternative material to reduce the concentration chromium (Cr on wastewater. Humus was taken from Baturraden region and was isolated using NaOH extraction and was furthermore purified using mixtures of HF(aq: HCl(aq. Coconut shell charcoal was produced and was mixed with the humus. Adsorption process was carried out by batch method on variations of charcoal: humus composition, pH, and contact time. Humus soil was identified using infrared spectrophotometry (IR. Determination of chromium concentration was performed using atomic absorption spectroscopy (AAS. The purified humus yielded was 25.92% (w/w, with 34.18% moisture, and ash content of 18.09%. The results showed that the variation of composition ratio of 2:1 charcoal and humus produced the greatest percent reduction of 18.20%, and the optimum pH for the adsorption is 9. For the variation of contacts time, the optimum reaction time is at 180minutes with decreasing concentration of Pb up to 56.07%.

  15. PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM PB DAN CR LEACHATE MELALUI FITOREMEDIASI BAMBU AIR (EQUISETUM HYEMALE DAN ZEOLIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Suharto

    2016-11-01

    Full Text Available The very large numbers of trash in the TPA (end disposal place will cause the natural decomposition process goes on massively as well. The decomposition process will change trash into organic fertilizer that if there any water input from the outside, it will dissolve metals that later become the byproduct that is leachate. The introduction of chemical contained in the leachate into the waters ecosystem may also affect the existing biota. Therefore, it is need the waste treatment before released into the environment. Leachate waste treatment by using the phytoremediation principle by means of Bambu air plant (Equisetum hyemale, with zeolite planting media was to be the choice in the effort of liquid waste treatment the Phytoremediation system was taken with a various considerations that very potential to develop into new innovation in the process of leachate waste treatment.This research had the purpose to know the effectiveness of phytoremediation system using water bamboo plant (Equisetum hyemale and zeolit planting media by batch system and continue system in reducing Pb and Cr heavy metals contents of leachate. Research method used was the experimental method. Observations carried out involved environmental temperature and humidity, solution pH and treatment temperature, Reduction of Pb and Cr Metals Contents on leachate.Batch system and continue system as a whole, mean of leachate pH tested during this treatment was about 7,466. Leachate pH tested did not less than 7,200 and not more that 7,810. Mean of leachate temperature from the first week through third week was of 22,283°C. The best treatment was on the K­2S1 (60 batch system plants treatment with reduction of Pb metal content of 82,2% in the last week of observation. While the reduction of Cr metal of 61,2% was on the K2S2 (60 continue system plants treatment.

  16. Kekuatan Geser Semen Ionomer Kaca Modifikasi Sebagai Pelekat Braket Begg Logam Dengan dan Tanpa Etsa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Karunia

    2015-10-01

    Full Text Available The adhesive of composite resin has been used for direct bonding of a bracket system of bracket fixed orthodontic treatment by etching. The disadvantage of etching is enamel loss and difficult procedure. Modified glass ionomer cement has been suggested as a bracket bonding system without etching. The chemical bonding without etching can reduce enamel loss and make the procedure more efficient. The purpose of this study was to determine the shear bond strength of modified glass ionomer cement as metal Begg bracket bonding system with and without etching. The subject of this study consisted of two groups which had 15 intact extracted permanent human upper bicuspids for each group. Group I was etched with ortho phosphate acid (37% for 20 seconds and bonded with modified glass ionomer cement. Group II was untreated and bonded with the same adhesive. The shear bond strength was measured with Pearson Pankee Equipment, and bond failure location was observed under stereo microscope. To differentiate the effects with and without etching, t test was performed, while to observe the location of bond failures, chi-square test was conducted. The results of this study indicated that the shear bond strength of modified glass ionomer cement as bonding system metal Begg Brackets with etching was significantly higher (p<0.001 than without etching. Without etching, bond failure occurred between enamel and bonding agent. With etching, the bond failure was mostly found within the adhesive.

  17. SPESIASI DAN BIOAVAILABILITAS LOGAM Pb DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SANUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Dian Meita Sari

    2015-06-01

    Full Text Available Total content of Pb metal in sediments has been reported or published frequently, but it could not provide information about various forms of metals contained in sediments and did not show the true metal concentrations involved in the process of bioaccumulation by organisms. Therefore, this study was aimed to determine the bioavailability of Pb metal and speciation the metal in various forms or compounds existing in the sediments. A quantitative analysis of total metal content, Pb in the sediments was initiated performing the digestion method using the mixture of HNO3 and HCl (3:1 in ultrasonic bath at 60 0C for 45 minutes, and continued heating on a hotplate for another 45 minutes at 140 0C. Moreover, analysis of Pb metals as bioavailability fraction was perfomed by single extraction method of EDTA and HCl, while for metal speciation fractions on each phase using Sequential Extraction Technique. Consequently, the metal concentrations of digestion and extraction solutions were measured by using an atomic absorption spectroscopy (AAS technique with the aplication of calibration method. The total concentrations of Pb in sediments collected from Sanur Beach ranged from 139,9945 to 260,1521 mg/kg. The highest bioavailability of Pb obtained in sediments at site II (Sindhu Beach, in which the Pb extracted from sediments was 21.44%. Generally, the Pb metal associated in the sediments at Sanur Beach was bounded in oxidisable organic fraction (2.08 – 3.50%.

  18. PENCEMARAN KADMIUM DI SEDIMEN WADUK SAGULING PROVINSI JAWA BARAT (Cadmium Pollution in Saguling DAM Sediment West Java Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Wardhani

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Citarum Hulu merupakan sumber air utama Waduk Saguling. Kualitas air sungai ini telah mengalami penurunan bahkan terpantau beberapa logam berat terkandung dalam air Sungai Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pencemaran Cd di sedimen Waduk Saguling pada dua musim yang berbeda. Lokasi penelitian dilakukan di 10 titik di Waduk Saguling. Penelitian mengkaji perbedaan konsentrasi Cd pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau dan Bulan November 2015 mewakili musim hujan. Sedimen yang diperiksa merupakan sedimen permukaan pada kedalaman 0-10 cm pada dasar waduk. Konsentrasi Cd di sedimen dianalisis menggunakan ICP-MS. Tingkat pencemaran sedimen akibat Cd dinilai dengan menggunakan dua metode yaitu: faktor contaminasi/contamination factor, CF dan indeks pencemaran logam/Metal Pollution Index, MPI. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi Cd dalam air selama satu dekade mulai tahun 2008-2014 cenderung mengalami peningkatan, dengan konsentrasi berkisar antara 0 mg/L-0,14 mg/L. Konsentrasi rata-rata Cd di sedimen Waduk Saguling pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau sebesar 13,54 mg/kg, sedangkan pada Bulan November 2015 mewakili musim hujan sebesar 21,08 mg/kg. Konsentrasi Cd di sedimen Waduk Saguling tidak memenuhi baku mutu kualitas sedimen berdasarkan baku mutu yang berlaku di Australian dan New Zaeland mengingat Indonesia belum memiliki baku mutu kualitas sedimen yaitu sebesar 1,5 mg/kg. Hasil penilaian kualitas sedimen dengan menggunakan metode CF di semua titik penelitian di Waduk Saguling termasuk kategori terkontaminasi sangat tinggi sedangkan berdasarkan hasil penilaian dengan MPI kualitas sedimen Waduk Saguling termasuk kategori tercemar oleh logam berat Cd. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pengelolaan Waduk Saguling mengenai kondisi pencemaran logam berat yang telah terjadi di waduk tersebut. ABSTRACT Citarum river is the main water source for Saguling Dam. The river waters quality

  19. Penerapan Three Tier-Test untuk Identifikasi Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Pada Materi Magnet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Silviani

    2017-10-01

    Full Text Available Proses pembelajaran yang bersifat informative dan hanya ditekankan pada konsep teoritik saja dapat menyebabkan siswa kurang menguasai konsep ilmiah.Faktor yang menyebabkan rendahnya penguasaan konsep siswa adalah miskonsepsi. Miskonsepsi merupakan kekeliruan dalam memahami suatu konsep materi pembelajaran yang tidak akurat, yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara konsep yang dimiliki pribadi dengan konsep ilmiah. Dengan adanya miskonsepsi yang terjadi, hal ini dapat menghambat siswa untuk menerima informasi yang baru, sehingga siswa menolak untuk mengubah miskonsepsinya menjadi konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi magnet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah three tier-test. Penggunaan three tier-test yaitu untuk mengidentifikasi kuantita ssiswa yang miskonsepsi. Jawaban yang telah dianalisis, selanjutnya akan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 konsep distribusi atau sebaran miskonsepsi pada materi magnet, yaitu; 1. Semua benda berwarna perak ditarik magnet; 2. Tarikan magnet yang lebih besar pasti lebih kuat dari tarikan magnet yang kecil; 3. Semua logam dapat ditarik magnet.Miskonsepsi tertinggi terdapat pada konsep tarikan magnet yang lebih besar pasti lebih kuat dari tarikan magnet yang kecil. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk mencari solusi dalam menurunkan kuantitas siswa yang miskonsepsik hususnya pada materi magnet.

  20. SEBARAN DAN EFIKASI BERBAGAI GENUS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN TERHADAP Riptortus linearis PADA KEDELAI DI LAMPUNG DAN SUMATRA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusmani Prayogo .

    2012-02-01

    Full Text Available Distribution and efficacy on various entomopathogenic fungi at Lampung and South Sumatra as a biological control agent against Riptortus linearis. This study was conducted from June to September 2005.  The fungi were isolated from insect cadavers, insect bait, and soil sample from the soybean land. Each fungal sample was identified  base on their morphology using determination keys.  The fungal isolates were inoculated to the pod sucking bug Riptortus linearis.  The results showed that there were six genera of entomopathogenic fungi that can be isolated, i.e.  Fusarium sp., Penicillium sp., Metarhizium sp., Verticillium sp., Paecilomyces sp., and  Beauveria sp.  The fungus-induced  mortality of R. linearis varied between 5 - 30%.  Paecilomyces sp. isolated from Lebak Batang Baru induced 25%; Beauveria sp. isolated from Pulung Kencana 25%; Verticillium sp. isolated from Kaliungu 20%. Metarhizium sp. isolated from Terbanggi Subing 20% and Verticillium sp. isolated from Lebak batang Baru 20% mortality. It was suggested that these fungi have potential as biological control agents  for the pod sucking bug in dry acid land.

  1. Sebaran Generalized Extreme Value (GEV dan Generalized Pareto (GP untuk Pendugaan Curah Hujan Ekstrim di Wilayah DKI Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achi Rinaldi

    2016-06-01

    Full Text Available Extreme event such as extreme rainfall have been analyzed and most concern for the country all around the world. There are two common distribution for extreme value which are Generalized Extreme Value distribution and Generalized Pareto distribution. These two distribution have shown good performace to estimate the parameter of  extreme value. This research was aim to estimate parameter of extreme value using GEV distribution and GP distribution, and also to characterized effect of extreme event such as flood. The rainfall data was taken from BMKG for 5 location in DKI Jakarta. Both of distribution shown a good perfromance. The resut showed that Tanjung Priok station has biggest location parameter for GEV and also the biggest scale parameter for GP, that mean the biggest probability to take flood effect of the extreme rainfall.

  2. Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Hi. Manrulu

    2018-03-01

    Full Text Available Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.

  3. Efektifitas Pemberlakuan Sistem Satu Arah pada Jalan Indraprasta Kota Semarang dalam Rangka Pemerataan Sebaran Beban Lalu Lintas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Purwanto

    2016-06-01

    Full Text Available The traffic problems in a big city such as Semarang generally caused by the typical situation like overcrowding at peak hours. To overcome this problem, Semarang Government has implemented “One Way System” on the Indraprasta Street section without providing road partner. This study is intended to identify the effectiveness of this policy. The following streets were reviewed: Indraprasta, Imam Bonjol, Mgr. Soegiyopranoto, and Pierre Tendean. Further, the intersections which studied are Indraprasta-Imam Bonjol-Pierre Tendean and Tugu Muda. Traffic survey data were collected in the morning and afternoon peak hours. Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 was used in the data analysis procedure. This short-term study was conducted by simulating the proposed scenario and compared with the existing situations.In conclusion, “One Way System” on Indraprasta Street section is assessed not effective due to its relatively small degree of saturation, while Mgr. Soegiyopranoto Street has a large degree of saturation. Therefore, the one-way system to Imam Bonjol Street and Mgr. Soegiyopranoto Street also needed to implement and form a “rotary link“. In addition, enacting contraflow for public transport on Soegiyopranoto Street and Imam Bonjol Street is necessary, also the arrangement of signals and geometric in the intersection that linked those three streets.

  4. PENGARUH LAJU KOROSI PELAT BAJA LUNAK PADA LINGKUNGAN AIR LAUT TERHADAP PERUBAHAN BERAT.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Hartono

    2012-03-01

    Full Text Available One of the usage of soft steel sheet at human life among others as boat sheet. Existence of electrochemical reaction between metal and environment can cause the corrosion. Corrosion represent an situation having the destroying nature at most of all metal. Trial of rate of corrosion at soft steel sheet to sea water can be conducted by using overvoltage. Heavy change (losing of weight of specimen will be progressively increase by increasing its test time.

  5. STATUS GIZI AWAL KEHAMILAN DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL KAITANNYA DENGAN BBLR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Yongky

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The objectives of this research were to analyze nutritional status of pregnant women in Jakarta Timur and Bekasi and the accretion of body weight and its relationship with low birth weight. As many as 638 pregnant women had been followed since first examination until delivery. At the first trimester, most of pregnant women (53.8% were categorized as normal nutritional status (BMI 19.8-26; underweight (BMI > 26.01 6.2%. The accretion of pregnant women body weight was relatively higher in high socio-economic status rather than low socio-economic status. The prevalence of low birth weight was higher among mothers from low socio-economic status. It is important for pregnant women to pay attention on her nutritional status in the early pregnancy and the accretion of body weight. Keywords: nutritional status of pregnant women, birth weight

  6. Blended Counseling – Neue Herausforderungen für BeraterInnen (und Ratsuchende!)

    OpenAIRE

    Stefanie Weiß; Emily Engelhardt

    2012-01-01

    According to Nestmann (2008, S. 13) "in the future, e-counseling, online counseling and counseling chats will ... be part of psychosocial advisors' daily routine. (...) "Blended Counseling", in which face-to-face sessions alternate with electronic communication, will likewise shape the future of counseling in social work." To encourage and enable synergy between online and offline counseling, the present parallel structures of face-to-face counseling and online counseling must continue to mer...

  7. POLA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI INDONESIA TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Low Birth Weight (LBW is still a public health problem in many countries because it is considered to be one of the causes of infant mortality. LBW can also seriously  affected the quality of future generations because it can slow the growth and development of children, and therefore contributes to a decrease of intelligence. Methods: This was a secondary data analysis, where data sources are result of Basic Health Research (Riskesdas in 2010 with coverage of all provinces in Indonesia. Data were analyzed using descriptive analysis and multivariate analysis using binary logistic regression. Results: The data of children aged 5 years and under (born in the period 2006-2010 and filled with infant birth weight is equal to 14,428 children. Of these as many as 824 children of low birth weight (5.7%. Based on descriptive data analysis provinces LBW was high among the Riau Islands (8.3%, Bali (8.9%, NTT (10%, Central Kalimantan (10.8%, South Kalimantan (9.1% North Sulawesi (9.3%, South (9.6% and North Maluku (11.3% and West Papua (8.9%. Based on multivariate analysis method concluded that the incidence of LBW was influenced by maternal use of ferrous sulfate, area residence and incidence of complications during pregnancy. Mothers who are taking ferrous sulfate tablets is less than 90 LBW infants have 1.7 times the risk compared to mothers who took iron tablets 90 and above. Location of residence in the rural areas had 0.68 times the risk for LBW than women  who happen  to live in urban. Mothers who experience complications during pregnancy have 2.3 times the risk for LBW than women who happen not experience complications during pregnancy. Suggestion: The need for policies to improve the coverage  of ferrous sulfate and reduce the risk of complications in addition to education and health promotion on the risk factors of LBW in the community.   Key words: Low birth weight babies (LBW, ferrous sulfate, pregnancy  complications

  8. Berat badan lahir rendah (BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Nasution

    2014-07-01

    Full Text Available Background: Stunting is one of the main problems of malnutrition often found in under-five children. The impacts include a delay in child’s growth, low endurance, lack of intelligence and productivity. The direct factors that influence the incidence of stunting are low birth weight (LBW while the indirect factors are socioeconomic factors such as maternal education, low family income and a large number of family members. Objective: To analyze the relationship between LBW and the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta Municipality. Method: This was a case-control study. The subjects were children aged 6-24 months with a group of cases comprising stunted children based on the indicator of height/age with a cut-off < -2 SD Z-score and the control group comprising normal children. The number of subjects for the study was 242 with the under-five children’s mothers as the research respondents. The sample selection used non-probability sampling with a consecutive sampling method. The data were analyzed by Chi-Square and multiple logistic regression. Results: The proportion of children 6-24 months who had low birth weight was 15.7 %. There was a significant relationship between LBW and the incidence of stunting in children aged 6-24 months (OR=5.60; 95%CI:2.27 to 15.70. There was a relationship between maternal height and the incidence of stunting in children aged 6-24 months (OR=2.14; 95%CI:1.08 to 4.33. Socioeconomic factors (maternal education, family income and a number of family members did not have a significant relationship with the incidence of stunting. Conclusion: LBW had a relationship with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta Municipality.

  9. Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT pada ibu hamil terhadap berat lahir bayi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hana Shafiyyah Zulaidah

    2014-10-01

    Full Text Available Background: Anemia causes fetal growth disorders that affect birth weight. Antenatal care (ANC coverage and provision of high Fe if not followed by a decrease in the incidence of anemia can result indirectly in the risk of low birth weight. Supplementary feeding is expected to resolve the issue. Objective: To assess the effect of supplementary feeding on the third trimester of pregnancy on birth weight. Method: This was a quantitative study with a study design of quasi-experiment and non-equivalent control group. The given intervention was fish-processed feeding for 30 days. The study population was pregnant women in the third trimester in all health centers in the City of Yogyakarta and the samples were 104 pregnant women in some health centers with convenience sampling technique. The subjects were divided into two, namely the treatment group (PMT and the comparison group (non-PMT. Birth weight was weighed immediately after the baby was born. Statistical analysis used t-test and logistic regression. Results: The mean birth weight of infants in the treatment group and the comparison group was 3248 g and 2974 g, respectively, so that the difference in the mean birth weight of both groups was 274 g (p=0.0002; 95%C:131-416. Thus, supplementary feeding was shown significantly affect the birth weight. The extraneous variables that significantly influenced birth weight were pregnancy interval. Other extraneous variables were age, mid-upper-arm circumference (MUAC, education, occupation, economic status, parity, protein intake, compliance of Fe tablet intake, antenatal care, gestational age at delivery and anemia status were not proven statistically significant to affect birth weight. Conclusion: Supplementary feeding effect on birth weight.

  10. PROFIL BIOKIMIA DARAH PEKERJA LAKI-LAKI DENGAN KATEGORI RINGAN DAN BERAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Biochemical Profile of Male Workers According To Hard or Light Works.Background: Various occupations could be categorized as light, moderate and heavy activities as well. Heavy workers by mean those who mainly work based on muscle strength usually received low salary, therefore they have low purchasing power for providing better nutrition, including for adequate energy intake. In contrary for those who work mainly using brain capacity rather than muscle strength usually received higher salary and consumed food with high content of fat. The difference of income could result difference of nutrition intake, even different impact to health/nutrition status and sensitivity to certain diseases as well. The profile of nutritional biochemistry could indicate the health status of people.Objectives: To study the relationship between biochemical profile of worker and different type of work.Methods: The subjects were 43 worker of sandal handicraft considered as light level workers and 44 workers of sand and stone as heavy workers whose met criteria 30-55 years old, physically healthy and agreed to involve in this study. Body composition was measured using anthropometry and blood analysis. Anthropometric measurement was applied including body weight, height, MUAC and skin fold thickness. Blood analysis was hemoglobin, albumin, protein and triglyceride. Nutrient intake was collected by combination weighing and 24 hours recall method for 3 consecutive days. Other data collection includes physical examination by a medical doctor and interview was done to identify their characteristic and socio demografi.Results: The proportion of workers who had serum albumin below normal was higher in heavy worker compared to light worker (56.8% vs. 23.3%. This finding indicated that more than half of hard workers had protein depletion as result of break down protein stores in thebody. The average of serum albumin of light workers was significantly higher compared to heavy workers. No significantly different based on the hemoglobin, protein and triglyceride concentration between the heavy and the light workers. The average energy and protein intake shows the heavy worker had higher intake on both nutrients compared to the lightworkers. The average energy intake of light worker was 1923 ± 295 Kcal and protein 41.6 ± 8.99 g, while the energy intake of heavy worker was 2232 ± 500 Kcal and protein 46.7 ± 14.7g.Conclusions: There was no significantly different found regarding biochemical profile oftwo workers, except serum albumin concentration. The lower profile of serum albumin concentration indicated that the heavy workers sacrificed of prolonged protein depletion of the body.Keywords: hemoglobin, protein, albumin, triglyceride, male worker.

  11. GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN DEFISIT BERAT BADAN PADA BALITA DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Muljati

    2014-09-01

    Full Text Available GROWTH FAILURE AND BODY WEIGHT DEFICIT OF UNDERFIVE CHILDREN IN URBAN AND RURAL AREAS The prevalence of malnutrition in Indonesia in 2003 is 19 percents; three percents of them are severe malnutrition. Study on the age beginning deviation of growth failure and the extent of the deficit in body weight of underfive children in Indonesia is scarce. We analysed 1694 records of children underfive year old from National Household Survey (SKRT having complete data in weight, height and age. The study revealed that 42.9% children underfives suffered from growth failure, in which the magnitude was greater in rural than urban e.i. 53.8% and 46.2% respectively growth failure started. In the age 4 months, infant begins deficit his her body weight and the peak of the deficit is infant in six months e.i 21.05%. This analysis supports international finding that deviation in growth failure begin at 4 month for Indonesian children should be considered Keywords: under five year children, growth

  12. INPUT PELAKSANAAN KANGAROO MOTHER CARE PADA BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Kasrida Dahlan

    2017-07-01

    Full Text Available Abstract: The research was aimed to explain the implementation ofKMC on LBW input. The research was qualitative descriptive phenomenologystudy was conducted at Hospital Sawerigading Palopo with4 main informant midwife / nurse who has done KMC. Collecting datausing the technique of in-depth interviews, observation and documentation.Analysis of the data with models Miles and Huberman. The resultsof this study showed that there is a policy, but still lacking socializationrelated to the implementation of KMC mothers and families with babiesof low birth weight, lack of human resources training and infrastructuredo not meet the standards. Conclusion: The availability of input componentsKMC implementation is notmaximized.Keywords: input, implementation, KMC, LBW, qualitative

  13. Deviasi Taksiran Berat Janin pada Metode Johnson-Toshack, Formula Sederhana dan Formula Dare

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Rianti

    2017-08-01

    Full Text Available The ability of the birth attendant to estimate the birth weight of the fetus is very important that it does not cause childbirth dystocia that may cause rip in the birth canal. The aim of this study was to compare the deviation of fetal weight estimation according to Johnson-Toshack method, simple formula and Dare formula. Thedesign used was cross sectional, the data taken primarily, involving 100 respondents at Fatmawati General Hospital Jakarta, from August to September 2015. The findings showed that the smallest deviation mean of fetal weight estimation is Johnson-Toshack method. The results of this method of measurement tend to be close to infant birth weight, especially in the client childbirth with abdominal circumference 90 - 100 cm. The conclusion of this study is that Johnson-Toshack's fetal weighing estimates are more appropriate for childbirth with 90 to 100 cm abdominal circumference size, except in childbirth with ruptured membranes, applying a fetal weight estimate based on the Dare formula would be more appropriate.

  14. Pengaruh Tebal Venir dan Berat Labur Perekat terhadap Keteguhan Rekat Kayu Lapis Damar

    OpenAIRE

    Santoso, Adi

    1995-01-01

    This paper present the study results on the effect of veneer thickness and glue spread on bonding strength of damar (Agathis spec.) plywood. The responses observed were the corrected absorption height measurement, depth of lathe check of veneers, veneers thickness, moisture content, specific gravity and plywood bonding strength. The design employed was tire randomized completely design with factorial experiment.The results showed that the effect of veneers thickness on plywood bondi...

  15. "Inspired and Assisted", or "Berated and Destroyed"? Research Leadership, Management and Performativity in Troubled Times

    Science.gov (United States)

    Saltmarsh, Sue; Sutherland-Smith, Wendy; Randell-Moon, Holly

    2011-01-01

    Research leadership in Australian universities takes place against a backdrop of policy reforms concerned with measurement and comparison of institutional research performance. In particular, the Excellence in Research in Australian initiative undertaken by the Australian Research Council sets out to evaluate research quality in Australian…

  16. Pengaruh viskositas kitosan dari berbagai berat molekul terhadap pembuatan kitosan nanopartikel dengan menggunakan Ultrasonic Bath

    OpenAIRE

    Nasution, Zuhairiah

    2015-01-01

    The effect of chitosan viscosity from various molecular weight to the making of nano particle chitosan by using ultrasonic bath has been studied. Chitosan is one of the natural polysaccharide obtained from the deacetylation of chitin. Today the applications of chitosan have been very numerous and widespread. The development of chitosan research has also highly developed, one of them by modifying chitosan into the nano-sized one. Many ways to modify chitosan into nanoparticles chitosan. In thi...

  17. Sistem Informasi Antropometri Terintegrasi Dengan Sistem Tertanam Sebagai Pengukur Berat Dan Tinggi Balita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nugroho Budi Wicaksono

    2016-01-01

    Full Text Available Indonesian children’s growth are monitored monthly and can be seen by the KMS graphic and posyandu cadre’s book. The data from posyandu activity will be evaluated by the government health department. In practice, there are many obstacles to make posyandu works ideally. First, the cadres of posyandu have a difficulty to use the conventional anthropometric equipment, so the measurement data may not be valid and precise. Second, noting the KMS graphic needs an accuracy. Third, the measurement result in posyandu is not rapidly integrated to the central health data. A technology innovation of automatization anthropometry measurement called OTOTIM designed for infants that supported by an integrated information system is needed to solve those problems. OTOTIM designed to make anthropometric measurement for infants more fast, valid, and accurate. The measurement result will be stored in the database and transferred to an image that describe the nutrition status in the KMS. Microcontroller will process the data from load sensor that measure baby’s weight and ping sensor that measure baby’s height. Then those raw data will be sent to main component of OTOTIM, which is the software itself to gain informative result of measurement, that consist of right suggestion on what kind of treatment used to take care various nutrition condition of infant and comparison against the previous measurement. OTOTIM will also generate statistics which group the infant by nutritional condition for each month. Those statistics will also include information on how percentage of male and female babies which have certain nutritional condition. However those statistic will provide information which is relevant only for specific district as OTOTIM used in regional manner. In order to create statistic which is relevant to consumed by public, those measurement data must be processed in central server which can calculate whole data and grouped them by nutritional condition. OTOTIM introduces the central server that bring synchronization service between OTOTIM software which is installed locally on client PC and the server itself. OTOTIM software have to establish a connection to server to publish subdistrict-specific statistic, however this connection is not mandatory to run primary function. So if client have trouble to connect, this will not interrupt the primary function as OTOTIM supposed to run in less-signal environment.

  18. Rancang Bangun Pengaturan Suhu dan Pengukuran Berat Badan pada Inkubator Bayi Berbasis MikrokontrolerATMega8535

    OpenAIRE

    Putri, Fatya Amy

    2017-01-01

    150821037 Incubator is an instrument for keeping warm of premature baby after born so that can adapt to around. The main feature of incubator is room temperature controlling for keep warming baby so it will not be hypothermia. The temperature controlling is not enough for caring premature baby, there are another procedure like monitoring baby’s weight regularly. The system aims to acquire design of temperature control of incubator with range 32oC – 37oC and design of weig...

  19. Pembuatan Aplikasi Penduga Berat Badan Sapi dengan Meanfaatkan Kamera Smartphone Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Riyanto

    2016-10-01

    Full Text Available Weight is an important parameter in cattle breeding. In determining price of cattle, weight must be known accurately. If the estimation of weight is not accurate, this will cause losses for farmers. On the other hand, traditional farmers don’t have enough money to buy the expensive conventional scale. Even in cattle’s market, more common ranchers estimate cattle's weight only by their feelings. This is not only causes greater potential’s loss, but also does not have a scientific foundation. This study aims to help farmers in estimating cattle's weight. Cattle's weight can be estimated by knowing Within Cow's Breast (WCB as described in DAHAGA formula discovered by Winoto and friends in 2015. This study aims to implement the DAHAGA formula that has accuracy until 97.9% into an android application. The application runs by using the camera to estimate the object’s height to determine real value of WCB. This calculation is performed using template matching method which compares the real object with image caught on camera. After WCB parameter known, then application will execute DAHAGA formula and issued cattle’s weight as final result. This application is expected to be an easy, inexpensive and accurate solution for farmers in estimating cattle’s weight. Keywords: Cattle, Weight, Android, Camera, Template Matching Abstrak - Bobot merupakan parameter penting dalam peternakan. Dalam menentukan harga sapi, bobo harus diketahui secara akurat. Apabila perhitungan bobot tidak akurat, maka akan menyebabkan kerugian. Disisi lain, peternak tidak memiliki cukup uang untuk membeli timbangan konvensional. Bahkan di pasar ternak, peternak lebih umum memperkirakan bobot ternak hanya dengan indera. Hal ini bukan hanya menyebabkan potensi kerugian, namun juga tidak memiliki landasan ilmiah. Penelitian ini dilakukan untuk membantu peternak dalam perkiraan bobot ternak. bobot ternak dapat diukur dengan mengetahui besar Dalam Dada (DD. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan rumus DAHAGA yang memiliki akurasi mencapai 97,9% ke dalam sebuah aplikasi android. Aplikasi ini berjalan dengan memanfaatkan kamera untuk memperkirakan tinggi objek untuk menentukan nilai asli dari DD. Perhitungan ini dilakukan dengan memanfaatkan metode template matching yang membandingkan obyek asli dengan citra yang tertangkap kamera. Kemudian aplikasi akan mengeksekusi rumus DAHAGA dan menampilkan bobot sebagai hasil akhir.

  20. Pola asuh oleh ibu pada balita dengan berat badan di Bawah Garis Merah (BGM di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novida D Airinda

    2015-07-01

    Full Text Available Widely known as Asian rice producer in the past, Indonesia is still struggling with the issue of malnutrition until recent times. Growth and development of toddler are not maximal because their nutrition are not properly fulfilled since their early age. This research tries to explain mother's parenting pattern for toddler under the red line (bawah garis merah/BGM. The research was conducted in Kenjeran, District of Bulak, Surabaya, by interviewing and observing five informants. Data were analyzed by interview and observation, later to be interpreted. The research found that mother's knowledge about parenting and child's health are still influenced by belief that do not solve problem properly. Giving solid food to baby is a common thing and believed to resulted better than giving breast milk before their minimum age. This action is not medically recommended because baby has a minimum age to be able to digest solid food as complementer to breast milk.

  1. Ibu hamil perokok pasif sebagai faktor risiko bayi berat lahir rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irnawati Irnawati

    2011-10-01

    Full Text Available Background: Low birth weigth babies (LBW are most likely a cause of the infant mortality and morbidity. Many factors causes LBW babies as maternal health, behavior during pregnancy, environmental  as well as fetal and placental factors. Negative behavior during pregnancy such as exposure of cigarette smoke can affect the body’s supply of oxygen from mother to fetus and placenta. Exposure to cigarette smoke may also reduce maternal folic acid level which causes disruption of fetal growth inside the womb. Objective: This study was aimed to fnd out the risk of low birth weight baby in the passive smoker pregnant woman. Method: The study used a case control design. The subject consisted of mothers who delivered at RSU dr. Zainoel Abidin in Banda Aceh municipality. The case group were mothers who delivered babies of less than 2,500 grams and the control group were those who delivered babies of 2,500 grams or more. Each group consisted of 105 mothers (1:1. Sample were taken using non probability with consecutive sampling method. Data analysis used univariable method with frequency distribution, bivariable with chi square and multivariable with logistic regression. Results: Passive smoker pregnant woman exposed the 1-10 cigarettes a day had risk 2,4 times greater of getting low birth weight baby (OR=2,42; 95%CI 1,24-4,71. Pregnant mother exposed to ≥11 cigarettes a day had the risk 3,1 times greates in having LBW infants than those not exposed (OR=3,1; 95%CI 1,50-6,70. Conclusion: Passive smoker of pregnant mother increased the risk of low birth weight babies.

  2. BIOAKUMULASI KADMIUM PADA IKAN BANDENG DI TAMBAK DUKUH TAPAK SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NKT Martuti

    2017-03-01

    Full Text Available Dukuh Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di daerah aliran sungai (DAS Tapak, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat adanya pencemaran limbah yang mengandung logam berat. Penurunan kualitas perairan tersebut akan mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara pada tambak-tambak di Dukuh Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air dan ikan bandeng di tambak Dukuh Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif. Analisis kadar Cd menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak 0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak 0,0045mg/l, melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah 0,01mg/l, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, namun kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas. Meskipun demikian, perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif.District Tapak is an estuary of Tapak river which most of the area is formed of milk fish aqua farming region. Tapak watershed industry growth has affected in Tapak water degradation quality. Due to waste contamination containing heavy metals. It affects the quality of breeding milk fish. This research aims to discover Cadmium (Cd content both in watershed and milk fish in district Tapak, Semarang. This observational analytic research using comparative analysis, purposive random sampling method. Data analysis method using AAS. Cadmium (Cd content in Tapak

  3. Peningkatan Sifat Mekanik Kawat Anyam (Wire Mesh) Baja Melalui Proses Pelapisan Nikel

    OpenAIRE

    Widagdo, Baskara Surya; Sulistyo, Sulistyo

    2017-01-01

    Teknologi pelapisan logam telah berkembang dengan pesat. Metode yang dikembangkan bervariasi. Salah satu tujuan teknologi pelapisan logam adalah untuk meningkatkan kualitas logam baik dari sifat ketahanan korosi maupun peningkatan ketahanan sifat mekanik seperti tahan aus maupun kekuatan tarik logam tersebut. Paper ini membahas tentang teknologi pelapisan logam berbentuk kawt anyam (wire mesh) menggunakan lapisan nikel. Kawat anyam dibersihkan dengan larutan HCl dan dicuci dengan air sabun ke...

  4. AKUMULASI KROMIUM (Cr PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis ssp. DALAM KARAMBA JARING APUNG DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RI Handayani

    2015-07-01

    Full Text Available Sungai Winongo merupakan salah satu sungai penting di Yogyakarta, karena berperan dalam menunjang dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr pada air dan daging ikan nila merah di Sungai Winongo Yogyakarta serta mengetahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survai, dengan penetapan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Metode analisis uji kandungan logam berat Cr pada air dan ikan nila merah menggunakan AAS. Konsentrasi Cr pada air di Sungai Winongo Yogyakarta adalah 0,0213 mg/L, nilai ini masih berada di bawah ambang batas yang sudah ditetapkan PPRI No. 82 Tahun 2001 yakni  sebesar 0,05 mg/L. Pada ikan nila merah diketahui akumulasi tertinggi pada stasiun 1 sebesar 10,2265 mg/Kg; kemudian pada stasiun 3 dan 2 sebesar 9,81075 mg/Kg dan 9,2245 mg/Kg. Nilai ini melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Dirjen POM 1989 yakni sebesar 2,5 mg/Kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cr dalam air masih di bawah ambang batas. Ikan nila merah di sungai Winongo sudah mengakumulasi Cr di atas ambang batas, sehingga tidak layak konsumsi.Winongo river is one of the important rivers in Yogyakarta because this supports and fulfils the people’s needs. The purpose of this study was to determine the heavy metal content of Cr in water and red tilapia fish meat captured in Winongo Yogyakarta and to know whether the meat is edible or not. The study design was used exploration design with survey method, in which the determination of sampling was using purposive random sampling. Method of test analysis of heavy metals Cr in water and red tilapia was using AAS. Chromium concentration in water of Winongo river was 0.0213 mg/l, this value remains below the threshold set by PPRI No. 82 year 2001 which was 0.05 mg/L, the highest accumulation of Cr in red tilapia meat was at station 1 i.e. 10

  5. INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Asngad

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk organik menurut SK Mentan 2009. Hasil analisis hara makro dan mikro, serta logam berat pada pupuk organik dasar sudah memenuhi persyaratan baku mutu pupuk organik. Perbanyakan pupuk  hayati CMA diperoleh 35 butir spora CMA/gram. Formula pembuatan campuran pupuk organik dasar: 2 kotoran ayam, 1 eceng gondok. Pupuk tersebut ditambah dengan 1 kg inokulum CMA atau pupuk hayati, 0,5 kg clay merah, 0,5 kg fosfat alam, 0,25 kg clay putih; 500 cc air. Hasil analisis hara makro dan mikro, campuran pupuk organik dasar dan hayati yang telah digranul sesuai dengan standar pupuk organik dari SK Mentan 2009. Disimpulkan bahwa campuran pupuk organik dari bahan dasar (kotoran ayam dan gulma air, yang ditambah dengan pupuk hayati dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. Pupuk granul lebih efisien dan efektif digunakan untuk berbagai campuran dan di lapang. The research objective is to make the formula of organic fertilizer from water weed and chicken poop mixture as the basic organic fertilizer and to produce excellent organic fertilizer from the combination of basic organic fertilizer and biologic CMA spore fertilizer in a granule package. The study was conducted with an experimental method and laboratory analysis to determine the quantity and quality of fertilizer nutrients and heavy metal content that was descriptively compared to the standard organic fertilizer by SK Mentan 2009. The results showed that the quantity and quality of the fertilizer

  6. Fitoremediasi Tanaman Akar Wangi (Vetiver zizanioides Terhadap Tanah Tercemar Logam Kadmium (Cd Pada Lahan TPA Tamangapa Antang Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfia Patandungan

    2016-07-01

    Full Text Available One example of soil contamination on land landfill is (TPA Makassar. The method of prevention is phytoremediation of the contaminated land. This study examined the ability of the plant will vetiver (Vetiver zizanioides in reducing the levels of Cd in the soil. To increase the potential of these plants to remediate Cd, the soil where the plants grow is combined with compost in which bacteria within the compost might improve the absorption of Cd. Planting medium used is pure soil and compost from Tamangapa Makassar. Research carried out for 28 days with a variation of the study. The composition of the media that the contaminated soil (TT metal kadmium  (Cd  and compost (K with a ratio of 100% (TT: 0 K, 5 (TT: 1 (K, 4.5 (TT: 1.5 (K and 4 (TT: 2 (K. The results shwed that vetiver plants were able to absorb Cd of 0,298 mg/Kg so it can be concluded that the composition of the planting medium with a combination of compost less significant because the combination of the contaminated soil with compost are less precise in  helping vetiver plants accumulate or reduce metal pollution cadmium in  contaminated soil Tamangapa Antang Makassar.

  7. Paduan Ni-Cu-Mn Sebagai Logam Alternatif Kedokteran Gigi: Efek Perendaman dalam Larutan 0,1% Sodium Sulfida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-09-01

    Full Text Available In this study, the ternary base alloys of nickel-copper-manganese (Ni-Cu-Mn alloys are prepared and these ternary alloys systems, which were constituted from higher nickel and lower copper contents than copper-base alloy ones, were evaluated by a tarnish test. Tarnish tests conducted in a 0,1% sodium sulphide solution (pH=12 at 37◦C. All test specimens were case into square paddles of 15 mm x 20 mm x 2,5 mm using the lost-wax technique with a phosphate-bonded investment. The surface of the specimens were then prepared with abrasion papers down to a 600 grit finish. Tarnish attack was quantitatively evaluated by Fibre colorimetry. The results of tarnish test showed that ternary nickel-copper-manganese alloys, such as 40Ni-30Cu-30Mn and 50Ni-30Cu-20Mn, have superior tarnishment resistance than other alloys, e.g. 20Ni-40Cu-40Mn, 30Ni-30Cu-40Mn and 30Ni-40Cu-30Mn. It was also found that 40Ni-30Cu-30Mn and 50Ni-30Cu-20Mn alloys have lower values of colour change vector than the other alloys given above.

  8. Aplikasi Cetakan Permanen untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Produk IKM Pengecoran Logam Kuningan di Ngawen, Sidokarto, Godean, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyitno Suyitno

    2016-12-01

    Full Text Available Small and Medium Enterprises (SME brass foundry in Ngawen Sidokarto, District of Godean, Sleman, Yogyakarta mostly produced cow necklace accessories (klonthong and jathilan accessories (klinthing. Te industry and business management are arranged within the scope of family. Te products are relatively low in quality and its market share is limited and tend to be traditional. Tis condition is caused by the weak knowledge of the management and the method of casting metals and metal science. Brass casting methode, that was used at IKM partner, is casting with mold of sand or soil. Tis process requires the making process of sand molds, that is removed afer the brass solidify. For large quantities products, this process is inefcient and takes a long time. It would require a more efcient and faster method in the production process. Method of sand casting and ceramics have been used by SMEs cast brass in Yogyakarta, however it  has many disadvantages in terms of increased productivity and quality as well as the expansion of product applications. Te permanent mold casting of iron is a casting method which has many advantages over other methods, but the use for SMEs has not been applied in the SME of cast brass. Te permanen mold casting methods was introduced to SME partners. Tis replaces the sand mold materials and molding sand. It is expected the casting process is faster because the mold can be used for a large number of products. Te results show that the application of the technology results in products with precision and consistent in shape and size. Community Service of UGM with Appropriate Technology has also collaborated with  Industry and Trade service of Yogyakarta donation of production machinery for making permanent mold. It can be concluded that the application of permanen mold in the brass foundry industry improve the product precision and the speed of produsction.

  9. Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar Arsen (As, Merkuri (Hg, Timbal (Pb, dan Kadmium (Cd dari sisa pengolahan bijih logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no1.20064aWhen tailing of a mining activity is discharged into either landscape or river body, the pollutan element wastes are possible to disperse within those areas and may cause pollution on environment. The environment pollution hazards of arsenic (As, mercury (Hg, lead (Pb and cadmium (Cd probably occurred if tailing with the content of those elements is not handled properly. Particularly in the tropical regions, higher rates of chemical weathering and bio-chemical activity will contribute a rapid mobilization of the most potentially toxic elements.One of adverse health effects from arsenic to human life is in the case of arsenic-contained drinking waters exceed the threshold limit value. As a result, it will create chronic symptoms of toxicity within the human body such as gastro-intestinal irritation, nerve damage and tissue wastage. Tailing originated from amalgamation processing of gold ore enables its mercury waste to disperse in the vicinity of mining area and may form environment pollution by either organic or inorganic mercury. The pollution would be more hazardous to human health if mercury element in the water body transform biochemically into a compound of methylmercury. There is a variety of mechanisms by micro-organism which can bring about the formation of the very toxic methylmercury species, particularly with regard to its uptake by fish. Effects to the human health from the organic mercury include the blood-brain barrier and upsetting the metabolism of the nervous system. Whilst the main toxic effect of inorganic mercury is disruption the functions of kidneys and liver within human body. Most mining activity of base metal may discharge tailing with a significant lead (Pb content. Lead is a cumulative poison, hence absorbing this element by human body with particularly exceeding its threshold limit value will bind strongly to a large number of molecules such as amino acids, haemoglobin, many enzymes, RNA and DNA. Then it will bring into disruption of many metabolic pathways, blood hypertension, hyperactivity and brain damage. Problems of cadmium could arise from a lead-zinc mining and smelting operation, from where pollution due to cadmium-contained tailing with additional aerial pollution associates with cadmium-contained fumes and particles. The toxic effects of cadmium to human health are suffering from lumbago-type pains, bone damage with multiple fractures of the softened bones and kidney failure.    

  10. Studi Pemisahan Thorium dari Besi dan Logam Tanah Jarang dalam Larutan Asam Nitrat dengan Ekstraksi Pelarut Menggunakan Ekstraktan Trioctylphosphine Oxide

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Briliant

    2017-11-01

    Full Text Available A series of solvent extraction experiment to separate thorium(Th from iron (Fe and rare earth metals (REE using trioctylphosphine oxide (TOPO conducted with variations of nitric acid concentration, extraction time, ratio between exctractan and diluent (g/mL, and ratio between organic solution and aqueous solution volumes (O/A, and variation of nictric acid concentration in stripping process. Thorium, iron and rare earth metals early concentration in solution feed were measured by using Inductively Coupling Plasma (ICP, Atomic Absorption Spectroscopy (AAS, dan Ultraviolet Visible Spectroscopy (UV-VIS Spectro respectively. The nitric acid concentration was varied at 1M, 2M, 3M, 4M, and 5M. The extraction time was varied at 2, 5, 10, 15, and 20 minutes, meanwhile the ratio between extractan and diluent (g/mL was varied at 2:100, 3:100, 4:100, 5:100, and 6:100 with O/A ratio at 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, and 3:1. At stripping stage, the nitric acid concentration was varied at 0.1M; 0.2M; 0.3M; 0.4M; and 0.5M. The result of the experiments show that the best condition was obtained on 3M nitric acid concentration, 10 minutes extraction time, 5:100 (g/mL extractan and diluent ratio, and 1:1 O/A ratio, that resulted in 97.26% Th extraction, 7.97% Fe extraction, and 62.15% rare earth metals extraction with βTh-Fe and βTh-REE value 273.62 and 14.43 respectively. On the stripping experiment, the highest Th stripping percentage obtained as much as 51.37% at 0.3M nitric acid concentration with Fe and REE stripping percentage up to 2.72% and 2.55% respectively.

  11. PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ADSORBEN BIJI TREMBESI TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM KROMIUM (CR TOTAL PADA LIMBAH INDUSTRI SASIRANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Indah Hayati

    2016-10-01

    Full Text Available The production process of sasirangan fabric produced liquid waste from dyeing and coloring process. One of the pollutant that contained in liquid waste was chrom metal. Reduction of Cr metal from sasirangan industrial liquid waste used tamarind (trembesi seeds as the adsorbent. The purpose of this research was to know the effect of adsorbent concentration 1; 2; 3 and 4 % w/v to reduction of Cr metal in sasirangan industry. Variation of adsorbent concentration that used 1 g/100 ml, 2 g/100 ml, 3 g/100 ml and 4 g/100 ml Sasirangan liquid waste by stirring for 30 minutes in 100 rpm at 55oC and the size of adsorbent was 250 micron. The pyrolisis process had setting at 450oC temperatures for 5 hours operation. Adsorbent was activated by HCl 0.1N for 24 hours. Chrom metal residu which contained in sasirangan waste was analyzed using ICP (inductively coupled plasma. This analysis aims to determine residual chrom metal concentration in sasirangan industries after adsorption process. The greater adsorbent was added at adsorption process, the less residual chrom metal concentration which contained in sasirngan waste. The results of this research showed that adsorbent can decrease Cr metal up to 80.65%. The initial concentration of Cr metal in sasirangan waste was 2 ppm and the decreasing of Cr metal maximum remaining was 0.347 ppm at 2 g adsorbent.

  12. MODEL PENGENDALIAN KESEHATAN TENAGA KERJA PADA KEGIATAN PENGECORAN LOGAM TRADISIONAL STUDI KASUS DI KAWASAN INDUSTRI BATUR KLATEN- JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifah Hanum Damanik, Adi Heru Husodo, Totok Gunawan, dan Pramono Hadi

    2015-11-01

    Full Text Available Research conducted at PT. Bonjor Klaten the distribution of the metal dust in a casting chamber having an effect on the health of the workforce. Diseases caused by exposure to chemicals are dominant in the production process of metal casting in the PT.Bonjor Jaya Klaten is silica and manganese. This substance is thought to impact diseases such as silicosis, which silicosis is pneumoconiosis caused sucked (inhaled dust silica free (SiO2 and suspected disease caused liveliest chemicals silica, the disease is becoming an important  issue for workers at factories has been running for twenty years. The method used in the study with the path analisys. Based on the results obtained that the activity in the kitchen cupola foundry chemicals produce particles coming from the chimney and output channels cupola kitchen spread the longer the exposure, the disease can affect the lungs and skin. Model of labor control in PT . Bonjor in the form of research findings include: digital simulation on the distribution pattern of the direction and the fall of the particle chemical substances silicon and manganese are dispersed in space foundry, planning SOP activity raw material preparation, filling and operation of the kitchen cupola based hazard in the workplace environment, in an effort metal dust pollution control by using personal protective equipment and supervision of the workplace environment, and the application of legislation  occupational safety and health related licensing and application SMK3 company in PT. Bonjor in efforts to control health workers traditionally casting.

  13. Pengaruh Implantasi Subkutan Logam Kobalt Kromium sebagai Bahan Alternatif Mini Screw Orthodontics terhadap Reaksi Jaringan Kelinci Albino

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ananto Ali Alhasyimi

    2015-06-01

    t-test untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah sel-sel inflamasi pada kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil pengamatan makroskopis, kelompok perlakuan maupun kontrol hanya terlihat tanda inflamasi ringan berupa eritema. Rerata dan Simpangan baku jumlah PMN, limfosit, sel plasma, makrofag, giant cell, neovaskularisasi, fibrosis kobalt kromium dan kontrol berturut turut yaitu (0,6 ± 0,49; 0,7 ± 0,48; (0,9 ± 0,87; 1,0 ± 0,67; (0,6 ± 0,24; 0,6 ± 0,21; (1,4 ± 0,84; 0,9 ± 0,74; (0,5 ± 0,27; 0; (0,6 ± 0,33; 0,7 ± 0,48; (0,5 ± 0,27; 0,1 ± 0,02. Hasil t-test menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05 pada 6 parameter inflamasi sedangkan parameter giant cell menunjukkan perbedaan yang signifikan (p0.05. The conclusion of this study is that the cobalt chromium alloy can affect the subcutaneous tissue by inducing giant cell infiltration on day 14 post-implantation as the result of foreign body reactions.

  14. Cultural/Heritage Tourism Strategic Planning in Albania. Analysing Berat, as a World Heritage Patrimony, Protected by UNESCO

    OpenAIRE

    Frosina Londo; Fioralba Vela

    2014-01-01

    Cultural/Heritage tourism market has always been seen as very important in tourism development in Albania, even before 90‘s. It‘s important in nowadays to be focused in a very well planned development of this form of tourism, as cultural tourism is trying to be one of the key determinants of Albanian tourism development. In Albania it has been developed since before 90‘s, time when tourism itself did not have the proper attention by the government. It must be emphasized that cultural tourism ...

  15. Hubungan berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, status gizi dan stimulasi kognitif dengan kecerdasan anak usia 5–6 Tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Andarwati

    2006-03-01

    Full Text Available Background: Intellegence is affected by 2 factors, internal (genetics and external (nutrition intake, infection, toxin, stimu- lation, environmental factors. Sufficient nutrition is very important during pregnancy. Birth weight and exclusive breastfeeding affect brain growth and development. Malnutrition during infancy results in stunting and impaired cognitive function in children. Lack of stimulation may affect intelligence. Objective: The objective of the study was to find out the relationship among birth weight, exclusive breastfeeding, nutrition status and cognitive stimulation and intelligence. Method: An analytic observational study was conducted with cross sectional design, at kindergarten in Prambanan Subdistrict. Subjects were recruited based on a cluster random sampling technique. There were 50 children and mothers met the inclusion criteria of mothers who knew the child’s background (birth weight, breastfeeding practices and were willing to be included in this study. Intelligence was assessed using Stanford Binet test. Data were analyzed with chi square and logistic regression tests. Results: The study showed that 76% of children had normal intelligence and 24% of children had abnormal intelligence. Based on multivariable analysis, low cognitive stimulation was a risk factor of getting low IQ score (OR=15.6; CI 95%=1.725– 141.272, whereas birth weight (OR=1.1; CI 95%=0.126– 9.751, exclusive breastfeeding (OR=4.9; CI 95%=0.494– 49.054 and nutrition status did not relate to intelligence. Conclusion: There was significant relationship between cognitive stimulation and intelligence, whereas birth weight, exclusive breastfeeding and nutrition status did not significantly relate with intelligence.

  16. Hubungan berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, status gizi dan stimulasi kognitif dengan kecerdasan anak usia 5–6 Tahun

    OpenAIRE

    Andarwati, Rini; Prawirohartono, Endy Paryanto; Gamayanti, Indira Laksmi

    2006-01-01

    Background: Intellegence is affected by 2 factors, internal (genetics) and external (nutrition intake, infection, toxin, stimu- lation, environmental) factors. Sufficient nutrition is very important during pregnancy. Birth weight and exclusive breastfeeding affect brain growth and development. Malnutrition during infancy results in stunting and impaired cognitive function in children. Lack of stimulation may affect intelligence. Objective: The objective of the study was to find out the re...

  17. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa balbisiana TERHADAP ASUPAN MAKAN DAN BERAT BADAN TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwiek Fatchurohmah

    2017-09-01

    Full Text Available A positive energy imbalance results in overweight and obesity. Overweight and obesity are the major risk factors for many diseases, including diabetes, cardiovascular diseases, and mental health. Animal studies suggested that serotonin involves in food intake control. The Banana peel is a potential natural source of serotonin precursor; furthermore, it may influence food intake. This study aimed to determine the effect of banana peel extract on food intake and body weight gain in male Wistar rats. Twenty-four male Wistar rats (8-10 weeks old, were divided into four groups for feeding treatment. All four group were; the control group (C, the banana peel extract dosage of 4 g/kg BW group (T1, the banana peel extract dosage of 8 g/kg BW (T2, and the banana peel extract dosage of 16 g/kg BW (T3. The food intakes were measured daily, while rats body weights were recorded at the beginning and the end of the three days experimental periods. The study found the rats in the T1 group (8.80 ± 2.63 showed no significant difference in food intake compared to C group (10.68 ± 1.89, T2 group (6.65 ± 3.12, and T3 group (5.42 ± 1.59. Rats in the T2 group (p = 0.038 and T3 group (p = 0.005 showed lower food intake significantly compared to control group. After three days of treatment, the T3 group showed a significant decrease in body weight compared to control group (p = 0.008. This study concluded, the administration of banana peel extract dosage of 8 g/kg BW and 16 g/kg BW suppressed food intake, while the dosage of 16 g/kg BW reduced the body weight in male Wistar rats.

  18. Pengaruh Berat Molekul Kitosan Nanopartikel Sebagai Penyalut Vitamin E Untuk Menyerap Asam Lemak Bebas (ALB) Dalam Minyak Goreng Curah

    OpenAIRE

    Suyoto

    2011-01-01

    Chitosan is one of the medium which is used as absorber of free fatty acids in palm oil. The making of chitosan nanoparticles is intended to make the absorbtive power of the chitosan effective on the free fatty acids in palm oil by expanding the surface of the chitosan. Kinetic theory of quick tealction states that the wider the surface of a substance the faster the reaction of the chitosan nanoparticles as the coat of vitamin E is needed to find out how mach chitosan nanoparticles solution c...

  19. Perbedaan Pengaruh Pemberian Insulin dan Ekstrak Zingiber officinale Terhadap Berat Badan Lahir Anak Rattus Norvegicus Model Diabetes Melitus Pragestasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Mega Septiasari

    2018-01-01

    Full Text Available Diabetes during pregnancy can be divided into pregestational diabetes and gestational diabetes. The risk of fetal Diabetes Mellitus pregestational (DMpG patients can be either macrosomia or low birth weight. The purpose of this study was to investigate the differences in the administration effect of insulin and Zingiber officinale extract on birth weight of Rattus norvegicus pregestational diabetes mellitus model. This research is an experimental research using post test only control group design. Samples contained 30 pregnant Rattus norvegicus and divided into 5 groups, where K0 (negative control group and K1 (positive control group given aquadest 1cc, K2 given insulin 1IU, K3 given ginger extract 500mg/ kg BW, K4 given insulin 1IU and ginger extract 500mg/ kg BW. Treatment was administered during the first 16 days of pregnancy. On the 17th day, the rats were terminated and then the birth weight was measured with the scale. Data analysis using One-way ANOVA test followed by Tamhane test. The results showed that there was a difference of birth weight in the insulin treatment group and ginger extract treatment group (p-value = 0,037 < α =0,05. The conclusion of this study was Zingiber officinale can be used as a single therapy or combination with insulin of Rattus norvegicus pregestational diabetes mellitus model.

  20. APLIKASI STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM DALAM PENENTUAN ALTERNATIF PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI KOMPONEN ALAT BERAT BERBASIS PARTISIPASI DAN KEMITRAAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setyo Utomo

    2012-07-01

    Full Text Available As a company engaged in the industrial sector by producing certain components and localized in an industrial area, there will be an impact on the environment. These impacts can be positive in the form of employment, reducing dependence on imported heavy equipment, increase in foreign exchange due to reduced imports and increased exports, increased government revenue from taxes, public facilities improvement and supporting infrastructure, and opening up opportunities for other related industries. These impacts can also be negative in the form of environmental degradation such as noise disturbance, dust, and micro climate change, and changes in social and cultural conditions surrounding the industry. Data analysis was performed descriptively and with the Structural Equation Model (SEM. SEM is a multivariate statistical technique which is a combination of factor analysis and regression analysis (correlation, which aims to test the connections between existing variables in a model, whether it is between the indicator with the construct, or the connections between constructs. SEM model consists of two parts, which is the latent variable model and the observed variable model. In contrast to ordinary regression linking the causality between the observed variables, it is also possible in SEM to identify the causality between latent variables. The results of SEM analysis showed that the developed model has a fairly high level of validity that is shown by the minimum fit chi-square value of 93.15 (P = 0.00029. Based on said model, it shows that the company's performance in waste management is largely determined by employee integrity and objectivity of the new employees followed later by the independence of the employees in waste management. The most important factor that determines the employee integrity in waste management in the model is honesty, individual wisdom, and a sense of responsibility. The most important factor in the employee objectivity in waste management is the support of accurate data in each report of waste management by the company and transparency on reports of the company’s activity. While the factors that determine the employee independency is the company's interests, a sense of employee volunteering, and openness between the company and employees. Keywords : heavy equipment industry, management, environment, Structural Equation Model (SEM

  1. Kombinasi Berat Beban dan Lama Pengepresan pada Pembuatan Keju Lunak Rampelas (Ficus ampelas dengan Koagulan Alami Pengganti Rennet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sugitha

    2017-03-01

    Full Text Available This aims of the research to obtain coagulant alternative materials as rennet replacement ,which until now its has still a great price and should to import for manufacturing process ofsoft cheese . The long-term goal of this research is to produce a good cheese qualityproduction by using a natural coagulant of babakan rampelas (Ficus ampelas as rennetsubstitute has a price cheaper than the natural cheese processing product .. The specificpurpose of this research is to know the optimum pressing time and the heavy burden forproducing soft cheese product that combined with lactic acid bacteria in the proceses. Thisstudy used a Randomized Complete Design with time as a treatment consists of 4 levels,namely 12, 14, 16 and 18 hours and heavy pressing load l which consists of 3 levels i.e. 1 kg,1.5 kg and 2 kg. The treatment repeated as many as 3 times so that the retrieved 36 unitexperiment. The observed parameters include: Rendement, water, protein, fat, Lactic acidbacteria and sensory evaluation test. The conclution of the research that 16 hr and 2 kgloading weight of the best treatment were efected to rendement,(54.57%,; water( 64,22%;ash( 0,94%; protein(14,16%, fat(24,27%; and LAB content(5.0330 log cfu/g of soft cheseproduct.

  2. Hubungan Antropometri Ibu Hamil (Berat Badan, Lingkar Atas, Tinggi Fundus Uteri dengan Reflek Fisiologi Bayi Baru Lahir Normal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Halimatussakdiah Halimatussakdiah

    2016-11-01

    Full Text Available Maternal Mortality is mostly caused by bleeding (32 %, hypertension during pregnancy (25 %. Infection (5 %, long parturition  5 %,  and chronic energy deficiency (27.66 %. The objective of this research was to find out of correlation Between Maternal  Anthropometry  (Body Weight, Mid Upper Arm Circumference, Fundal Height And Reflex physiology Of Normal Newborn Babies In delivery room  of Regional Public Hospital Of Meuraxa Banda  Aceh. The research was conducted from September 4 to September 22, 2016. The descriptive  correlation design with cross sectional study approach was used in this research. There were thirty  research sample that were chosen by using accidental sampling method. The result of this research indicated that were was  no correlation between body Weight of pregnant woman with reflex physiology of their normal Newborn Babies In Delivery Room  Of Regional Public Hospital of Meuraxa Banda  Aceh (p Value 0.174. There was a correlation Between Mid Upper Arm Circumference (MUAC of pregnant women with reflex physiology of their normal Newborn Babies (p Value 0.020. There was also  a correlation between fundal height with reflex physiology of their normal Newborn Babies (p Value 0.000. Based on those result, it is suggest that the pregnant women should pay nurse attention to their health by doing regular check -ups during  pregnancy in order to prevent any complication. It is also suggested that the health worker keep enhancing the medical service, such us the measurement of body weight, MUAC and fundal height. Keywords: Anthropometry, reflex physiology, normal newborn babies

  3. Gambaran Perilaku Sisiwi SMA dalam Upaya Mendapatkan Berat Badan Ideal di SMA Negeri 1 Babalan Pangkalan Berandan Tahun 2016

    OpenAIRE

    Rizky A., Felany

    2016-01-01

    The development of a child into an adult certainly through the adolescent phase. In this phase, the physical person continues to evolve, as well as social and psychological aspects. This changed make a teenager especially those of girls experienced many different styles alive, is no exception experienced in determining self-actualization by showed that they were interesting mainly in girls intending to have the ideal body image. This research is a descriptive survey was use quantitative re...

  4. Identifikasi berat, diameter, dan tebal daging buah melon (Cucumis melo L. kultivar action 434 tetraploid akibat perlakuan kolkisin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Ulung Anggraito

    2012-02-01

    Full Text Available Indonesian farmers are very dependence on certificated seed from another countries. In the other side the natural resources andmen powers very abundance. For these reason it is properly developed the research in agriculture sector, especially on plants breeding.It can be hoped that in the future the dependence on certificated seed from another countries can be minimized. The objective of thisresearch were: (1 to find out the concentration and dipping period which is effective to induce polyploid in musk melon plant, (2identify the weight, diameter, dan flesh thickness of tetraploid musk melon as result of colchicines treatment. The sample of this researchwas Action 434 musk melon cultivar, product of Chia-Thai Seed, Thailand. The number of sample was 480 plants, which plants on fieldrandomly. There were four colchicines concentration as an independent variable: 0.0%, 0.05%, 0.10% and 0.2%. The dipping periodwere 12, 16, 20, and 24 hours for each concentration respectively. Completely Random Design was used in three replications. Datameasurement were analyzed with Two Way ANOVA, DMRT, and LSD. From this research can be concluded that: (1 0.2 % colchicinesis the most effective concentration to induce polyploid on musk melon, with dipping period effective varied from 16–24 hours, (2 thereare changes in weight, diameter, and flesh thickness characters, with the increased tendency of each character in definite norm.

  5. BAKTERI PATOGEN PERIODONTAL PUTATIF PADA IBU HAMIL SEBAGAI PENYEBAB KELAHIRAN BAYI PREMATUR DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayuningtyas Herlianti

    2015-08-01

    Full Text Available Preterm low birth weight (PLBW infants are more likely to die during the neonatal period, and PLBW survivors face neurodevelopmental problems, respiratory problems, and congenital anomalies. It is said that the poor periodontal health of the pregnant woman is a potential risk factor of PLBW. This investigation aims to study the oral hygiene and gingival inflammation condition of 2nd and 3rd trimester of pregnancy women and relate to the putative periodontal pathogen bacteriae as the probable cause of PLBW. The plaque index (PII, calculus index (CI, and bleeding on probing (BOP of the subjects of both groups were measured and compared. Maternal infection during pregnancy has been demonstrated to perturb cytokines and hormone-regulated gestation because of the translocation of the infection. The level of gingival crevicular fluid prostaglandin E2 (PG E2, interleukin 1β (IL-1β, IL-6, tumor necrotizing factors α (TNF-α are usually highly correlated with those in amnion fluid of pregnant women without bacterial vaginosis (BV and with intact placental membrane. It is concluded that the periodontal health of pregnant women must be in good condition to prevent the risk of having PLBW still need to be anticipated due to the presence of the inflammation signs.

  6. Pemilihan food outlet sebagai faktor risiko berat badan lebih anak usia sekolah dasar di Kecamatan Tegalsari Surabaya

    OpenAIRE

    Renny Evelyn Hartono; BJ. Istiti Kandarina; Siti Helmyati

    2016-01-01

    ABSTRACTIntroduction: Overweight and obesity are conditions resulting from an imbalance of calories in the body that occur in a long time and cause more deaths than underweight. One of factors related is food pattern, which also infl uenced the selection of food outlets. Surabaya is an urban area so it has many types and characteristic s of food outlet. Elementary school (4, 5, 6) do not really depend on their parents, so their food consumption and physical activity began to vary. Objectives:...

  7. Penggunaan Hukum Hagen-Poiseuille dalam Penentuan Koefisien Viskositas Zat Cair dengan Prinsip Kontrol Berat Berbantuan Software Logger Pro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Adini

    2017-10-01

    Full Text Available Pengukuran koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille dengan metode Microcomputer Based Laboratory telah dilakukan. Viskositas merupakan ukuran penolakan fluida terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Hukum Hagen-Poiseuille digunakan dalam penelitian ini karena zat cair yang digunakan merupakan zat cair Newtonian. Tangki viskometer kapiler yang dikaitkan ke sensor gaya diisi zat cair untuk kemudian dialirkan keluar melalui pipa kapiler dengan panjang (9,8±0,09×10-2 m dan diameter dalam (2,1620±0,0096 ×10-3 m. Data penurunan massa zat cair direkam menggunakan sensor gaya buatan Vernier Tecnology dan analisis fitting data menggunakan software Logger Pro. Nilai karakteristik waktu diperoleh dari hasil fitting data digunakan untuk perhitungan koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille. Dari percobaan ini diperoleh nilai koefisien viskositas air sebesar (1,063±0,113 mPa.s yang sesuai dengan nilai acuan teori yaitu 1,002 mPa.s, oli SAE 10W-30 sebesar (79,01±8,90 Pa.s sesuai dengan nilai acuan teori 76,8 Pa.s, dan gliserin sebesar (593,4±56,7 mPa.s sesuai dengan nilai acuan teori 612 mPa.s.Measurement of liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law with Microcomputer-Based Laboratory method has been done. Viscosity is the fluid declination measure of form changes under sheer pressure. Hagen-Poiseuille law is used in this study because the liquid used is a Newtonian liquid. Capillary viscometer tanks attached to force sensors are filled with liquid to be streamed out through capillary tubes of length (9.8 ± 0.09 × 10-2 m and the inner diameter (2.1620 ± 0.0096 × 10-3 m. Data on the mass degradation of liquids was recorded using a Vernier Technology force sensor while the data fitting analysis using Logger Pro software. The time characteristic values which obtained from the data fittings are used in the calculation of the liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law. From this experiment, the obtained water viscosity coefficient value is (1.063 ± 0.113 mPa.s corresponds to the reference value of the theory is 1.002 mPa.s, the SAE oil 10W-30 is (79.01 ± 8.90 Pa.s corresponds to the reference value of the theory 76.8 Pa.s, and glycerin is (593.4 ± 56.7 mPa.s corresponds to the reference value of the theory 612 mPa.s.

  8. Pemanfaatan Residu Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Naryono

    2013-09-01

    Full Text Available Pembakaran sampah organik rumah tangga menghasilkan residu padat 25-30% yang terdiri dari abu bawah (BA, abu atas (FA dan kondensat air yang mengandung tar. Abu bawah sebagian besar terdiri dari bahan anorganik seperti Si, Al, Fe, Ca, Mg, K, Na, Cl dan logam berat antara lain Cd, Cr, Cu, Hg, Ni, Pb dan Zn, sedangkan abu atas tersusun dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terdapat dalam residu antara lain polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH, chloro benzene (CB, polychlorinated biphenyl (PCB, polychlorinated dibenzo-p-dioksin (PCDD dan furan (PCDF. Residu pembakaran biomass perlu diolah atau dimanfaatkan agar tidak mengganggu lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang mudah diterapkan dan aman terhadap lingkungan adalah pemadatan dan stabilisasi menggunakan semen atau lempung sebagai binder. Pemanfaatan produk ini dapat digunakan untuk batako atau batu bata. Berdasarkan prediksi, pembakaran sampah kota Malang sebesar 400 ton/hari menghasilkan abu 72 ton/hari. Pemakaian abu sebesar 25% pada pembuatan batako dengan perbandingan semen : pasir : abu sebesar 3,75 : 30 : 1,25 dapat menghasilkan batako setiap hari 366545 buah. Kata kunci : Abu, Batako, Residu, Pemadatan, Sampah organik rumah tangga

  9. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-11-01

    Full Text Available Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir. merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb, padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan pemberianpupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  10. PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2016-03-01

    Full Text Available Lumpur Lapindo (LL atau Lumpur Sidoarjo (Lusi merupakan lumpur panas, yang pemanfaatannya sangat terbatas dan menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang cukup besar. Karakteristik Lumpur Lapindo mengandung silikat (SiO2 dan kapur (CaO yang cukup tinggi dan bersifat pozoland. Selain kandungan kimia yang menguntungkan, Lumpur Lapindo juga bersifat B3 dengan kandungan logam berat Pb 35,41 ppm dan Cu 21,9 ppm yang melebihi baku mutu Kepmenkes no.907/2002, PP no.82/2001 dan PP no.18/1999. Teknik olidifikasi menjadi paving block dapat digunakan untuk mengubah watak fisik dan kimia limbah B3 dengan cara penambahan senyawa pengikat sehingga pergerakan senyawa-senyawa B3 dapat dihambat dan membentuk ikatan massa monolit dengan struktur yang kekar. Penambahan Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen dan pasir ditentukan sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, dengan pengujian terhadap kuat tekan, daya serap air dan perlindian. Penelitian ini didapatkan variasi Lumpur Lapindo sebagai substitusi pasir dan semen optimum asingmasing sebesar 30% dengan kuat tekan 408 kg/cm2 , daya serap air 10,17% dan uji perlindian dihasilkan dibawah 0,03 ppm Pb dan Cu, serta biaya pembuatan 1 buah paving block berkurang dari Rp 1.302,86 per buah menjadi Rp 1.059,40 per buah. Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen lebih baik penggunaannya dalam pembuatan paving block ramah ingkungan.

  11. PENDUGAAN MODEL PERTUMBUHAN DAN BENTUK SEBARAN SPASIAL POPULASI BANTENG (BOS SONDAICUS D'ALTON DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanto Santosa

    2009-12-01

    Full Text Available Population of bulls in the world is decreasing to 80%. On Java and Bali, the habitat of the species has declined by about 20% and 30% respectively (IUCN 2003. In Java, especially in Alas Purwo National Park, the decreasing population of bulls is caused by hunting and degradation of habitat. The estimation of growth bulls population in APNP is increase. The size of population in the beginning is 588 individuals the rate of growth is 0.093 and carrying capacity of habitat is 4772 individuals. The population will reach the carrying capacity by the year of 2126. The pattern of spatial distribution of bulls in APNP based on analysis of chi-square test is grouped (2hit>220.025. The pattern of distribution in low-land forest and platation forest is randomized (20.9752hit20.025, meanwhile it is grouped in coastal forest ecosystem. The pattern of distribution in each type of ecoystem is influenced by the factor of resources (feedings, water, and salty water and predation factor

  12. Studi Sebaran Akar Tanaman Kelapa Sawit(Elaeis guineensis Jacq.) Pada Lahan Gambut Di Perkebunan PT. Hari Sawit Jaya Kabupaten Labuhan Batu

    OpenAIRE

    Sinuraya, Zulkasta

    2011-01-01

    ZULKASTA SINURAYA, Study Of Extended Spread of Root System of Oil Palm at Peat Soil (Elaeis guineensis Jacq.) at Peat Soil in PT. Hari Sawit Jaya Plantation, Kabupaten Labuhan Batu (Advisor EDISON PURBA and ABDUL RAUF). Extended spread of root system of oil palm at peat soil has unknown clearly and no study previously. Amount of roots and extended spread of root system has estimated to influenced by the thickness of peat level, physical and chemical charasteristic of peat. There is estim...

  13. Karakteristik Dan Pergerakan Sebaran Penderita DBD Berdasarkan Geographic Information System Sebagai Bagian Sistem Informasi Surveilans di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Lasut

    2009-06-01

    Full Text Available West Karawang is a part of Karawang District that have high case incidence in three years later. This research uses cross sectional study method was conducted that aimed to gain information of mapping DHF endemic region use GIS (Geographic Information sys-tems as a part of surveillance informatics system 2008. The special goals are to know the spatial aspect of the movement pattern , sociodemographic, larvae index, vector control programs, land systems and precipitation. The results of study are movement pattern of DHF in West Karawang is local, the sociodemographic of sex and marital status there are no special different, group of class age 15 – 44 years old (53,70%, non-formal working (81,48% is the highest. The sociodemographic of education Senior High School (38,89% is the highest too. Almost of The housing type permanent (94,44% is the dominant and the average wide building 50-100 meters (66,67% is the highest. House index larvae is 55,10% and container larvae index is 15,51%. The vector control program of fogging in study area 70,37% is done and PSN program activity (81,48% this fact shown that there are many possibility for breeding place in this district. The Use of GIS helps to handle huge of data easily and much more information can be display clearly.

  14. Karakteristik Dan Pergerakan Sebaran Penderita DBD Berdasarkan Geographic Information System Sebagai Bagian Sistem Informasi Surveilans di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Lasut

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract. West Karawang is a part of Karawang District that have high case incidence in three years la ter. This research uses cross sectional study method was conducted that aimed to gain information of map ping DHF endemie region use GIS (Geographic Information sys­tems as a part of surveillance informatics system 2008. The special goals are to know the spatial aspect of the movement pattern , socio-demographic, larvae index, vector control programs, land systems and precipitation. The results of study are movement pattern of DHF in West Karawang is local, the socio-demographic of sex and marital status there are no special different, group of class age 15 - 44 years old (53,70%, non-formal working (81,48% is the h igh est. The socio-demographic of education Senior High School (38,89% is the highest too. Almost of The housing type permanent (94,44% is the dominant and the average wide building 50-100 meters (66,67% is the h igh est. House index larvae is 55,10% and container larvae index is 15,51 %. The vector control program of fogging in study area 70,37% is done and PSN program activity (81,48% this fact shown that there are many possibility for breeding place in this district. The Use of GIS helps to handle huge of data easily and much more information can be display clearly.Key Words : DHF, GIS, PSN, Fogging, Larvae Index

  15. Sebaran Horizontal Zat Hara di Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur (Horizontal Distribution of Nutrients in the Waters Lamalera, East Nusa Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marojahan Simanjuntak

    2012-06-01

    Full Text Available Perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur merupakan perairan yang sangat penting karena kondisi oseanografinya yang dipengaruhi daratan, Laut Sawu, dan Samudera Hindia sehingga kaya akan sumberdaya laut. Penelitian oseanografi di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur telah dilakukan pada bulan Juli 2011. Tujuan penelitian tersebut untuk mengkaji kualitas air ditinjau dari kandungan zat hara yang merupakan indikator kesuburan perairan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diteliti meliputi fosfat, nitrat, dan silikat serta parameter kualitas air yaitu oksigen terlarut, dan keasaman (pH. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan air laut dari lapisan permukaan (5 m, termoklin (15-150 m dan dibawah termoklin (100-300 m pada 19 stasiun penelitian. Kadar fosfat, nitrat, dan silikat dianalisis menurut metode Strickland dan Parsons. Kadar oksigen terlarut diukur dengan menggunakan metode Winkler. Derajat keasaman (pH diukur dengan pH meter Cyber Scan 300. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar zat hara pada umumnya lebih tinggi di sebelah selatan perairan ini. Kadar fosfat berkisar 0,53–5,93 μg A/l; nitrat 0,34–28,31 μg A/l, dan silikat 0,69–44,60 μg A/l. Kadar oksigen terlarut berkisar 2,30–4,90 ml/l, dan nilai pH 7,85–8,21. Parameter yang diteliti di perairan Lamalera, Nusa Tenggara Timur masih baik untuk kehidupan berbagai biota mengacu pada Baku Mutu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH. Kata kunci: Kualitas air, fosfat, nitrat, silikat, Perairan Lamalera. Lamalera Waters, East Nusa Tenggara is one of the waters are very important because the condition of the affected land, Sawu Sea, and Indian Ocean, so rich in marine resources. Oceanographic research in the Lamalera Waters, East Nusa Tenggara have been carried out in July 2011. The research objective was to assess water quality in terms of the nutrients content, which is an indicator of fertility waters, and the factors influencing it in the Lamalera Waters, East Nusa Tenggara. The parameters studied include phosphate, nitrate, silicate, and water quality parameters of dissolved oxygen and acidity (pH. The research method used is by taking seawater from a layer of surface (5 m, thermocline (15-150 m, and below the thermocline (100-300 m at 19 research stations. Levels of phosphate, nitrate, and silicate were analyzed according to the method of Strickland and Parsons. Dissolved oxygen levels were measured by using the method of Winkler. The degree of acidity (pH was measured with pH meter Cyber Scan 300. The results obtained indicate that nutrient levels are generally higher in southern waters. Phosphate levels ranged from 0.53 to 5.93 ug A/l nitrate 0.34-28.31 ug A/l, and silicate 0.69-44.60 ug A/l. Dissolved oxygen levels ranged from 2.30 to 4.90 ml/l, and pH values from 7.85 to 8.21. Parameters studied in the Lamalera Waters, East Nusa Tenggara is still good for the life of various biota refers to the Quality Standards set by the Ministry of Environment (KMNLH. Key words: water quality, phosphate, nitrate, silicate, Lamalera Waters.

  16. WELDABILITY, WELDING METALLURGY, WELDING CHEMISTRY

    OpenAIRE

    Sarjito Jokosisworo

    2012-01-01

    Sambungan las merupakan bagian penting dari stuktur/bangunan yang dilas, dan kunci dari logam induk yang baik adalah kemampuan las (weld ability). Kemampuan las yang baik dan kemudahan dalam fabrikasi dari suatu logam merupakan pertimbangan dalam memilih suatu logam untuk konstruksi.

  17. Rice Husk Packed Bed Column Reactor To Remove Cadmium From Landfill Leachate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monik Kasman

    2014-06-01

    Full Text Available The landfill leachate can be a major problem due to large variability of high organic, inorganic, heavy metal content and toxicity characteristics from landfill leachate such as  cadmium. Thus, this study was aimed to observe the application of rice husk packed bed column to reduce cadmium from landfill leachate. Experiment was conducted in gravity down flow system by pumping landfill leachate into packed bed column. The effect of influent flow rate to adsorption capacity was studied by varying flow rate (5 mL/min and 10 mL/min. The effluent-influent concentration ratio Ce/C0 (% as a function of throughput volume (L was used to represent the breakthrough curve in column systems. Result shows that the flow rate of 5 mL/min was favorable to achieve higher removal rates with the percentage of cadmium was 57 %. At breakthrough time, the cadmium effluent concentration reached on 0.01 mg/l for both of flow rate.ABSTRAKLindi yang dihasilkan dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir menimbulkan permasalahan lingkungan karena kandungan pencemarnya meliputi material organik, material anorganik, logam dan material beracun. Salah satu logam berat yang terdapat dalam lindi tersebut adalah kadmium. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi kadmium dalam lindi dengan menggunakan sekam padi yang diinstal dalam packed bed column. Lindi dipompakan dari tangki penampung lindi ke dalam packed bed column dan dialirkan dari atas ke bawah kolom secara gravitasi. Fokus pada penelitian ini adalah pengaruh laju alir influen terhadap kapasitas adsorpsi. Dimana lindi dialirkan dengan laju alir 5 mL/menit dan 10 mL/menit. Kurva breakthrough (titik jenuh kolom dipresentasikan oleh hubungan antara rasio konsentrasi efluen-influen Ce/C0 (% dan jumlah aliran lindi yang diolah dalam kolom. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa persentase reduksi tertinggi dicapai pada laju alir 5 mL/menit yaitu 57%. Waktu jenuh kedua laju alir (5 mL/menit dan 10 mL/menit tercapai saat konsentrasi efluen

  18. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Lokasi dan Harga terhadap Kepuasan Nasabah melalui Keputusan Pembelian sebagai Variabel Intervening pada Penjualan Logam Mulia Emas

    OpenAIRE

    Hasanuddin, Makmur

    2016-01-01

    To improve customer satisfaction, the company required the efforts of every management in all outlets PT Pegadaian (Persero) throughout Indonesia to improve service quality. The results showed that the indirect effect of service quality on customer satisfaction through purchasing decisions influence positively and significantly. The direct effect of the location of the customer satisfaction is a positive, but not significant. Indirect effect on location about customer satisfaction through the...

  19. Studi Ekstraksi Bijih Thorit dengan Metode Digesti Asam dan Pemisahan Thorium dari Logam Tanah Jarang dengan Metode Oksidasi-Presipitasi Selektif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch Iqbal Nur Said

    2017-11-01

    Full Text Available Thorium (Th is a radioactive metal that can be formed along with uranumand rare earth metals (REM. Minerals contain radioactive elements are monazite ((Ce,La,Y,U/ThPO4, thorianite ((Th,UO2, and thorite (ThSiO4. Mamuju Area is containing radioactive minerals, thorite is one of them. To separate REM from radioactive elements can be conducted by exctracting thorium from thorite ore by acid digestion method using sulphuric acid (H2SO4, followed by leaching and thorium recovery in the form of thorium hydroxide by chemical precipitation using ammonium hydroxide (NH4OH. The experimental results showed that the optimum conditions of acid digestion that give the highest Th extraction percentage on solid to liquid ratio are obtained at 1:2 (g/mL in 60 minutes with extraction percentages of Th, iron (Fe and REM are 82.47%, 80.08%, and 83.31% respectively. The highest thorium precipitation percentage, as much as 95.47% , was obtained at pH 4.5 on room temperature (26 ± 1°C. At higher temperature (70°C, a lower percentage of thorium precipitation is obtained, as much as 83.69%. Pre-oxidation by using H2O2 solution with two times stoichiometry for 1.5 hours at room temperature is increasing Fe precipitation percentage from 93.08% to 99.93%.

  20. KAJIAN ADSORPSI ION LOGAM Cr(VI OLEH ADSORBEN KOMBINASI ARANG AKTIF SEKAM PADI DAN ZEOLIT MENGGUNAKAN METODE SOLID-PHASE SPECTROPHOTOMETRY (SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistyo Saputro

    2016-10-01

      This study aims to study the use of activated rice husk charcoal and zeolite as combination adsorbents to adsorb Cr(VI metal ions; the effect of the combination adsorbents of activated rice husk charcoal and zeolite’s compositions to adsorb Cr(VI metal ions; and the sensitivity of solid-phase spectrophotometry (SPS as a method to determine the reduced levels of Cr(VI metal ions in the level of 15μ"> g/L. The activated rice husk charcoal used were obtained through the activation process by soaking in a solution of ZnCl2 10% while the zeolite with a solution of H2SO4 10%. The contacting process of the adsorbents with Cr(VI metal ions was done by varying the compositions of the activated rice husk charcoal and zeolite adsorbent, 1:1, 1:2, 1:3, and 2:1. The data analysis of the Cr(VI level used solid-phase spectrophotometry (SPS method. Characterization of activated rice husk charcoal and zeolite used FTIR. The results showed that: (1 a combination of activated rice husk charcoal and zeolite can be used as adsorbent to adsorb Cr(VI metal ions with the adsorption capacity was 0,28 15μ"> g/g; (2 the optimum composition of adsorbents was 1:2 with the percentage of absorption was 40,99%; (3 solid-phase spectrophotometry (SPS is a sensitive method to determine the reduced levels of Cr(VI in the level of 15μ"> g/L with the limit of detection (LOD was 0,021 15μ"> g/L.   Keywords: adsorption, Cr(VI,  activated  rice husk charcoal,  zeolite, solid-phase spectrophotometry

  1. Pemeriksaan Kandungan Logam Merkuri, Timbal, dan Kadmium dalam Daging Rajungan Segar yang Berasal dari TPI Gabion Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom

    OpenAIRE

    Lubis, Hayati; Aman, Chalikuddin

    2010-01-01

    A research has been done to determine the quantitative of mercury (Hg), lead (Pb), and cadmium (Cd) in meat of crab which was taken from TPI Gabion Belawan. The determination of the metals was done by qualitative and quantitative methods. Qualitative analysis by using Na2S 10% b/v and dithizone 0,005% b/v reagent at the diffrent pH. The reaction with Na2S 10% b/v reagent will occur turbidity to the metals, where as with the dithizone 0,005% b/v reagent for Hg is not give a change of colour ch...

  2. Penyerapan Logam Zinkum (Zn) dalam Air Limbah Pabrik Benang Karet Menggunakan Batubara yang Diaktifasi dan Analisisnya dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

    OpenAIRE

    Susilawati

    2015-01-01

    In the industrial production ofrubber thread, zinkum use das filler material to improve the highelasticityof rubber thread before the clotting process.A study of metal absorption zinkum (Zn) using actived coal in the waste water plant the rubber thread manufactory and analysis by atomic absorption spectrophotometry method. Adsorbent were taken from lumps of coal. Do adsorption process of the variation of the activation solution using HCl with a concentration of 0.3 N, 0.5 N and 0.7 N. While t...

  3. Efektivitas Unit Pengolahan Air di Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU Dalam Menurunkan Kadar Logam (Fe, Mn dan Mikroba di Kota Pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmiati Saleh

    2013-12-01

    Full Text Available Background:The number of drinking-water-refill center were increasing only in quantity but not in providing the quality of water. Therefore it takes a special handling and attention, not only because the low-quality of water causing various diseases.The data from the Pekalongan City Health servic showed that only 13 of 55 drinking-water-refill center (24% which have actively examined their sample water each month in bacteriological test, 3 of them (20% proved to be unqualified. Furthermore, while for chemical examination, there were only 6 (11% which actively doing it, and 2 of them (33% mentioned as unqualified. After doing examination to the raw water, it was found that the content of Fe metal was 2.51 mg/1, Mn metal was 2.41 mg/1, the parameters found was beyond the standard. Methode:The kind of research held was explanatory research using cross sectional design. The sample was taken by proportional sampling. The number of samples was 35 refill centers.The data would be analyzed uding Chi-Square,pairedt-test,Kruskall Wallis, McNemar Test and multivariate test (Logistc regression. Result:The results of this research showed that 23 samples (66% had an unqualified Fe metal content with the average content was 0,34 mg/l, 19 samples (54% had an unqualified Mn metal content, with the average content was 0.47 mg/1, 26 samples (74% with The unqualified quality of E.coli. The other test carried out in the drinking-water refill, resulted that 25 samples (71% had a qualified Fe metal content, the average was 0.29/1 and 22 samples (63% had a qualified E.coli content.The results of Bivariate analysis showed that the condition of raw water, the equipment, the processing, the sanitation, the SOP compliance, significantly related to the decreasing of Fe, Mn metal content and E.coli (p. <0.05. While the results of the multivariate analysis from 5 variables, 1 of which were statistically proven that there was a asosiation relationship between raw water conditions and the decreasing E.coli with p= 0.02 with theOR(95%CI= 2.238(1.299 - 67.645. The effectiveness of drinking-water-refill center management in reducing the levels of Fe, Mn and E.coli, with Fe, p= 0.00, Mn p= 0.04,E.colip= 0.00. is strongly influenced by the condition of the raw water, the condition of the equipment, and the processing. Keywords : The effectiveness of drinking-water-refill treatment, chemical and bacteriological quality

  4. KANDUNGAN KADMIUM (Cd PADA TANAH DAN CACING TANAH DI TPAS PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Cadmium (Cd Content in Soil and Earthworms in Piyungan Controlled Landfill Municipal Waste Disposal, Bantul Yogyakarta Special District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heny Mayasari Setyoningrum

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Analisis kandungan logam berat cadmium (Cd pada tanah dan cacing tanah telah dilakukan di TPAS Piyungan Bantul untuk mengetahui tingkat pencemaran Cd dalam tanah. Penelitian dibagi menjadi penelitian di lapangan yang meliputi pengambilan sampel tanah-cacing tanah dan pengukuran parameter lingkungan, serta penelitian di laboratorium yang meliputi analisis kandungan kadmium, bahan organik dan tekstur tanah. Tingkat pencemaran kadmium ditentukan menggunakan Indeks Kontaminasi-Polusi. Hasil penelitian memperlihatkan kandungan kadmium pada tanah di TPAS Piyungan antara tidak terdeteksi (< 0.01 – 0.47 ppm. Kandungan kadmium di TPAS Piyungan lebih rendah dibandingkan jumlah maksimum kadmium yang diperbolehkan di tanah dan khusus untuk zona III dan zona I titik sampling 1 dan 2 lebih tinggi dari standar kandungan kadmium pada tanah yang bebas polusi, sedangkan kandungan kadmium pada tanah kontrol lebih rendah dibandingkan kandungan kadmium secara umum pada tanah bebas polusi tersebut. Kandungan kadmium dalam tanah di lokasi TPAS tidak selalu lebih tinggi bila dibanding kontrol. Cacing tanah mengandung kadmium antara 0.35 – 0.45 ppm, kandungan kadmium dalam cacing tanah di beberapa lokasi TPAS lebih rendah dibanding kontrol. Tingkat pencemaran kadmium di TPAS Piyungan berada pada tingkat kontaminasi sangat ringan hingga kontaminasi sangat berat. Lokasi TPAS yang masih aktif digunakan memiliki tingkat kontaminasi lebih tinggi bila dibanding lokasi lain. Rasio kadmium pada tanah dan cacing tanah di TPAS Piyungan adalah 0.13 : 1.75.   ABSTRACT Cadmium (Cd analysis has been done at Piyungan TPAS (Piyungan TPAS, stands for Tempat Pembuangan Akhir Sampah for knowing the level of Cd contamination insoil. The research was divided into in-sites study, which consisted of soil and earthworms sampling, and soil environmental factors measurement, and laboratory analysis, which consisted of cadmium content, organic compounds and soil textures analysis

  5. PENGENDALIAN KROMIUM (CR YANG TERDAPAT DI LIMBAH BATIK DENGAN METODE FITOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andik Setiyono

    2017-07-01

    Full Text Available Motif dan warna batik dihasilkan dengan pewarna yang mengandung logam berat kromium (Cr. Industri batik secara umum tergolong usaha kecil dan menengah sehingga sebagian besar tidak mengolah limbah batik yang mengandung logam berat Cr. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif solusi dari dampak pencemaran Cr dengan memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk menyerap Cr pada limbah batik. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan desain pre and post test. Tanaman air yang dipilih adalah enceng gondok (Eichornia crassipes, kayu apu (Pistia stratiotes, dan kayambang (Salvinia cucullata yang ditanam pada wadah yang berisi air limbah selama 5 hari. Konsentrasi Cr pada air limbah kelompok 1 menurun dari 0,0546 mg/l menjadi 0,0378 mg/l setelah diberi perlakuan dengan enceng gondok. Konsentrasi Cr pada air limbah kelompok 2 menurun dari 0,0488 mg/l menjadi 0,0315 mg/l setelah diberi perlakuan dengan kayambang. Konsentrasi Cr pada air limbah kelompok 1 menurun dari 0,0464 mg/l menjadi 0,0240 mg/l setelah diberi perlakuan dengan kayu apu. Hasil uji statistik dengan uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p= 0,280 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan penyerapan Cr yang terdapat pada limbah batik pada jenis tanaman enceng gondok, kayu apu, dan kayambang.   Kata Kunci : Cr, Limbah batik, Fitoremediasi   Abstract Batik motifs and colors are produced with dyes containing heavy metal chromium (Cr. Batik industries is generally classified as small and medium enterprises, so most of them do not process batik waste containing heavy metal Cr. The purpose of this research was to provide alternative solution from Cr pollution impact by utilizing various plants to absorb Cr in batik waste. This research was a quasi experiment with pre and post test design. The selected aquatic plants were water hyacinth or “enceng gondok” (Eichornia crassipes, “kayu apu” (Pistia stratiotes, and “kayambang” (Salvinia cucullata. They were grown in

  6. PERANAN MANGROVE SEBAGAI BIOFILTER PENCEMARAN AIR WILAYAH TAMBAK BANDENG TAPAK, SEMARANG (Role of Mangrove as Water Pollution Biofilter in Milkfish Pond, Tapak, Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nana T.M. Kariada

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang terdapat dalam ekosistem tempat tumbuhnya. Tujuan yang hendak dicapai dari  penelitian ini adalah mengkaji peranan mangrove sebagai biofilter pencemaran air dan  mengetahui jenis mangrove yang terbaik berperan sebagai biofilter pencemaran air di di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian tentang akumulasi logam berat Cu antara air dan sedimen tambak, diperoleh hasil telah terjadi akumulasi Cu dengan Faktor Konsentrasi antara 43-400.  Pada stasiun 3 dan 4 terdapat akumulasi Cu dengan nilai Faktor Konsentrasi 3 dan 0,3. Hal ini menunjukkan akumulasi Cu dari sedimen ke akar mangrove relatif masih kecil. Perbedaan akumulasi dari tiap stasiun penelitian yang diamati menunjukkan adanya perbedaan jenis mangrove yang tumbuh pada masing-masing stasiun penelitian. Mangrove yang berada di lingkungan tambak bandeng wilayah Tapak Kota Semarang disimpulkan dapat berperan sebagai biofilter pencemaran air yang ada di perairan tersebut. Mangrove dari jenis Avicennia marina mempunyai peranan yang lebih baik dari jenis Rhizophora sp sebagai biofilter pencemaran air di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang.   ABSTRACT Mangroves,  that is growing at the end of a great river, has a role as the last place for the waste water from urban and domestic industry at the upstream that were carried by the flow of river. Mangrove area  has  ability to accumulate a heavy metals  which is contained in it. The  goals  from this research is to assess role of mangrove as biofilter of water pollution and to find out the best species of mangrove as biofilter of water pollution in milkifish pond in Tapak, Semarang

  7. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  8. Gambaran Pasien Tuli Mendadak di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedo Hidayat

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakTuli mendadak adalah penurunan pendengaran sensorineural yang berlangsung dalam waktu kurang dari 72 jam. Penyakit ini merupakan salah satu kegawatdaruratan neurotologi dan memerlukan penatalaksanaan dini untuk menghindari kecacatan yang dapat ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran kejadian tuli mendadak di Bagian THT-KL RSUP Dr. M.Djamil. Ini merupakan penelititan deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik di RSUP Dr. M. Djamil Padang selama tahun 2010 sampai tahun 2013. Didapatkan hasil sebanyak 26 kasus yang masuk kriteria inklusi pada periode tersebut. Sebaran umur penderita dari 8 sampai 79 tahun, dengan distribusi terbanyak pada usia 40 – 60 tahun. Faktor resiko yang ditemukan berupa hipertensi dan diabetes melitus sama besar yaitu 11,54%. Gejala klinis terdiri atas tinitus (76,92%, diikuti vertigo (38,46%, dan rasa penuh di telinga (15,38%. Pasien terbanyak pada derajat ketulian sangat berat (38,46%, kemudian derajat sedang berat dan berat (23,08%, diikuti derajat ringan (11,54% dan sedang (3,85%. Distribusi onset terapi terbanyak pada 0 – 7 hari (50,00%, kemudian onset > 14 hari (30,77% dan onset 8 – 14 hari (19,23%. Perbaikan pendengaran ditemukan sama banyak pada kategori sangat baik dan baik sebanyak 6 kasus dan diikuti kategori sembuh satu kasus. Dari penelitian ini dapat dikatakan tidak hanya satu faktor yang menentukan perbaikan tuli mendadak.Kata kunci: tuli mendadak, retrospektif, gejala klinis1Mahasiswa FK Unand, 2Bagian Pulmonologi FK Unand, 3Bagian Patologi Anatomi FK UnandAbstractSudden deafness is a sensorineural hearing loss  in less than 72 hours. Sudden deafness is a neurotological emergency and requiring an early management to avoid the defects that can be caused. The objective of  this study was to see cases of sudden deafness in Dr. M. Djamil General Hospital. This was a descriptive research with retrospective design using medical record data in Dr. M. Djamil General

  9. DAMPAK PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (Analisis Lanjut SDKI 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-09-01

    Full Text Available The prevalence of low birth weight (LBW in Indonesia varied between 2.1 - 17.2%. At the end of Five years Development Plan V (Repelita V it was 15.0%, and is expected to decrease to 10.0% by the end of Repelita VI. Low Birth Weight infant (less than 2500 grm is an important issue, because of its relationship with the survival and health status of the infant in the future. The prevalence of anemia in pregnant women is 63.5%. The cause of anemia is mostly iron deficiency. The need of iron in pregnant women is quite high which is an average of 800 mg during pregnancy. Daily food contains 10 - 20 mg iron but the human body can absorb only less than 10.0%. To overcome the problem, iron pills distribution program is implemented. The iron pills contain 200 mg ferro sulfate and 0.25 mg folic acid, and are given to all pregnant women who visit Community Health Centres (Puskesmas and Integrated Health Service Posts (Posyandu. Each pregnant women is expected to have at least 90 iron pills during the pregnancy. The objective of further analysis of the Demographic and Health Survey 1994 is to obtain information on the impact of iron pills on low birth weight. Among the 1689 weighted children born in 1994, there were 6.7% (112 children with low birth weight. The percentage of low birth weight (10.6% in the mothers who did not take the iron pills is the highest, followed by mothers who took less than 90 pills (6.0% and the lowest percentage of low birth weight is found among mothers who took the least iron pills (5.9%, and statistically the difference is significant at p=0.0271. Among mothers who weighted their new born children, 14.6% did not take iron pills during pregnancy, only 26.1% mothers who took at least 90 iron pills during pregnancy. There is variation among the number of iron pills taken. Iron pill is useful for pregnant women. Based on the pills consumed by the pregnant women, the risk for having low birth weight infant for mother who did not take pills compared with those who take at least 90 pills is 3.5 times (95% CI: 1.41 - 9.09 in Java Bali, 10.3 times (95% CI: 1.11-14.29 for mothers with education Junior High School and 2.7 times (95% CI: 1.11 - 6.66 for mothers who give birth for the first child.Based on the number of pills taken by pregnant women, risk for Low Birth Weight in urban and rural area is not different, in Java Bali and as outer Java Bali. To reduce the Low Birth Weght, it is important to intensify monitoring, educating, informating on the importance of iron pills with balanced nutrition through health attendant and community key person and involvement of private company through mass media. It is important to have examination of women before she get pregnant and give proper treatment to the diseases which can worsen the anemia during pregnancy. It is also important to do special research on the high risk of anemia by considerating factors which determine low birth weight in the effort of promoting the health of pregnant women and the infants, so that specific and or appropriate methods of intervention can be developed and applied. 

  10. PENINGKATAN KUALITAS EFLUEN SISTEM LUMPUR AKTIF LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN VARIASI BERAT ARANG AKTIF TERHADAP VOLUME EFLUEN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handayani Handayani

    2016-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to (1 analyze the effect of the activation of iron wood charcoal towards improving the quality of activated charcoal based on moisture content, ash content and adsorption I2, (2 analyze the effect of weight variation activated iron wood charcoal in the activated sludge effluent to temperature parameter, TSS, pH, BOD5, COD and Ammonia, as well as getting the weight ratio of optimum active iron wood charcoal toward activated sludge effluent.  The research design used a completely randomized design. The variation of weight variation of active charcoal from 0, 1, 2, 3, 4, 5 and 6 g with 3 (three repetitions. This Research was done at the laboratory of Badan Lingkungan Hidup Banjarbaru. The conclusion of this study was that the effect of the activation of ironwood charcoal towards improvement of the quality of activated charcoal were moisture content, ash content and adsorption I2 obtained before activation was 3,02%; 2,41% and 609 mg/g, while moisture content, ash contents and adsorption I2 after being activated were 2,88%; 2,02 % and 685 mg/g. The moisture content and ash contents had reached the quality standard of SNI 06–3730-1995, but the adsorption I2 not yet. The eEffect of weight variation activated charcoal ironwood in the effluent sludge to the temperature, TSS, pH, BOD5, COD and ammonia parameter based on F-test results were highly significant (p<0,01. The parameter of temperature and pH increased as the weight of activated charcoal ironwood increased. The parameter of TSS, BOD5, COD and ammonia decreased as the weight of activated ironwood charcoal. The Parameter that did not reach the quality standard were COD and Ammonia. Optimum weight activated charcoal ironwood active against effluent activated sludge of 6 g. Optimum weight activated ironwood charcoal obtained temperature, TSS, pH, BOD5, COD and ammonia. The values of each were  27,7 0C; 35,7 mg/L; 9,01; 44,2 mg/L; 108 mg/L and 15,2 mg/L.

  11. Daya Cerna Protein Pakan, Kandungan Protein Daging, dan Pertambahan Berat Badan Ayam Broiler setelah Pemberian Pakan yang Difermentasi dengan Effective Microorganisms-4 (EM-4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUTARNO

    2006-05-01

    Full Text Available Effective Microorganisms-4 ( EM-4 is a mixture consists of photosynthetic bacteria, lactic acid bacteria (Lactobacillus sp, yeast (Saccharomyces sp, Actinomycetes and fermentation mushroom (Aspergillus sp, Penicillium sp. EM-4 able to increase digestibility capacity through the balancing of microorganism in digestive tract. The objectives of the research are to know the influence of giving various concentration of EM-4 fermented feed on feed protein digestibility, meat protein and increasing body weight of broiler chicken. Complete Random Design (RAL involving five treatments with five repetitions were used in this study. The treatments given were subsequently of: addition of 5% (PI, 10% (P2, 15% (P3 and 20% (P4 of starter solution and a control group (P0 without any addition of starter solution. The Broiler Chicken used was 25 broiler cocks produced by CP 707 of PT. Charoen Pokphand Jaya Farma. The protein content was measured by Kjedahl method. Collected data were then analyzed statistically by ANOVA and followed with DMRT test with significance level of 5%. The result of the research indicated that the treatment significantly increased the digestibility of feed protein, meat protein content and increasing of body weight of broiler chicken. The use of EM-4 at the concentration of 15% (P3 increased feed quality and feed efficiency by increasing feed protein content. Therefore, addition of EM-4 fermented feed could increase feed protein digestibility, meat protein content and increasing body weight of broiler chicken.

  12. Hubungan Kumpulan Mineral Berat pada Sedimen Pantai dan Lepas Pantai dengan Batuan Asal Darat di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deny Setiady

    2014-06-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v5i1.93Based on the depth contour, the sea bottom morphology in southern part of the researched area is very steep, while in the northern area it is sloped slightly. It shows that sedimentation process is from south to the north and continues to the west. It is supported by the current process in studied area. Rock slope stability of hilly morphology in the Cimandiri River area is related to weathering, erosion, and transportation process in coastal and nearshore areas. The presence of mineral in the studied area caused by those processes, was accumulated in the mouth of Cimandiri River, coastal, and nearshore areas. Those minerals were deposited in Cibelendung to Karangbeureum nearshore area by the longshore current. Magnetite and pyroxene minerals are dominant along the coastal and offshore areas of Pelabuhan Ratu Bay. The presence of augite and diopside shows that the source rock is basic igneous rocks (basalt, while the presence of hornblende and biotite minerals tend to indicate that the source rock is intermediate igneous rocks (andesite.

  13. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PISANG (Musa acuminate L DAN BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill TERHADAP BERAT HATI MENCIT (Mus musculus BETINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heny Utami Ningsih

    2018-02-01

    Full Text Available Male reproductive ability ability has a linear correlation with libido and testosterone. Both are associated with various things main food consumption such as protein, vitamins and minerals. Aphrodisiac  is an ingredient or drug that arouses sexual arousal or libido. Pumpkin is an example of food from plants with the highest content of zinc. This study was to determine whether there is a difference between the content of zinc on the peel, flesh and pumpkin seeds against sexual activity of mice. The experimental animals used were 24 male, group I mice as control group, Group II was grouped with pumpkin peel extract, Group III was grouped with extract of pumpkin flesh, Group IV was grouped with extract of pumpkin seeds. The dose used is 2gr / kg BB and volume of 0.2 ml is given for 35 days. Sexual Activity is observed every day  by the position of male mice riding females. Based on Anova One Way test results showed there are differences in sexual activity  mice males in each group (ρ 0.000. The difference of the result of the number of mounts indicated that the giving of yellow pumpkin extract had an effect on the increase of mating behavior of male mice. The group treated with the extract of pumpkin flesh showed the highest number of mice mounts (mean = 24,1667.Further research is needed to get a clearer picture of the composition of the pumpkin nutrients that indirectly affect fertility in men.

  14. Perbandingan Berat Lahir, Persentase Jenis Kelamin Anak dan Sifat Prolifik Induk Kambing Peranakan Etawah pada Paritas Pertama dan Kedua di Kota Metro

    OpenAIRE

    Muhammad Dima Iqbal Hamdani

    2015-01-01

    The aim of research was to compare birth weight, sex of kids, prolificacy of does between the first and second parity of Ettawa grade goat at Metro City to select replacement stock that was prolific and high at birth weight. Survey method was used in this research to observe birth weight of male and female kid, percentage of male and female kid, percentage of does foals single kid and twin, litter size between the first and second parity. Survey was conducted by observation recording of 80 he...

  15. EVALUASI PENGELOLAAN MP-ASI LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endo Dardjito

    2012-11-01

    Full Text Available The Evaluation of Management MP-ASI Local and The Influence Towards Body Heavy Enchanced and Children Under Five Nutrient Status Age 6-24 Months In Banyumas Regency.Background: Nutrient problem besides problem sindroma tight poverty with also concern behaviour change problem less support in alive pattern wells. In baby and child, nutrient deficit will evoke growth disturbance and development when not be overcome according to early continue up to adult. MP-ASI that given should made from cheap food stuff and easy goat local region. The wacthfullness aims to detect about management MP-ASI local and the influence toward age child body heavy enchanced 6 - 24 months.Objectives: This study aims to evaluate the local MP-ASI management and effect on growth of children aged 6 to 24 months in the Health Center of South Purwokerto, Banyumas.Methods: Study design is cohort retrospective. Total samples are 35 children under two years old (6-24 months at Community Health Centre South Purwokerto. Samples has get local supplementary feeding (MP-ASI in 2007. Data collected was socio economic household, weight of children and supplementary feeding management by interview with mother and report from Community Health Centre. Data analysis is descriptive. Nutritional status is base on Z score WHO-NCHS.Results: The local supplementary feeding (MP-ASI local that given disagrees with guides from Health Department. A large of samples (42.9% has given raw food stuff, 11.4% has give money and others 45.7%. There influence used MP-ASI local with body heavy enchanced especially 1 in 2 and 3 and the gift influence MP ASI local towards nutrient status enchanced especially in to 3, although low the connection with value p 0.032 and association value 0.289.Conclusions: Alternative nutrient problem in family necessary with approach multisector among others well being sector, industrial, agricultures and others. Necessary family enableness movement existence so that can increase economy social level and can run family function in especially well being area. Gift MP-ASI that done according to adekuat the nutrient value in target as according to age and instruction that determined can increase growth and children under five development in an optimal fashion.Keywords: colleague food, heavy body, nutrient status

  16. Lactate Clearance sebagai Prediktor Mortalitas pada Pasien Sepsis Berat dan Syok Septik di Intesive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Budi Kurniawan

    2017-04-01

    Full Text Available Mortality incidence predictor used for sepsis and shock septic in Intensive Care Unit (ICU were measured using Acute Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE II score, which needs many complex examinations. The purpose of this study was to examine lactate clearance as an alternative mortality predictor. Decreased percentage of lactate clearance is related to poor perfusion in microcirculation which leads to the possibility that lactate clearance can be used to predict mortality incidence in severe sepsis and shock septic patients in the ICU of Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung. This was a prospective observational cohort study involving 51 patients who met sepsis and shock septic criteria during the period of September to November 2015. Lactate was examined continuously in all patients at first hour (H0 and H24 and then the lactate clearance value was measured using the following formula: lactate initial–lactate delayed/lactate initial x100%. Subjects were divided into two groups according to the low lactate clearance(40%. The Mann Whitney test was used for numeric data and exact Fisher test was used for categorical data. Results showed that the lactate clearance had a sensitivity of 100%, specificity of 88.4%, positive predictive value of 89.2%, negative predictive value of 100%, likelihood ratio positive of 86.6%, likelihood ratio negative of 0% and accuracy of 94.11%. Thus, lactate clearance can be used to predict mortality incidence in severe sepsis and shock septic patients.

  17. Kajian Aus Pahat pada pembubutan Baja Aisi 4340 Menggunakan Pahat Karbida PVD Berlapis

    OpenAIRE

    Carnegie, Dale

    2017-01-01

    120401084 Pada industri pemotongan logam, cairan pendingin banyak digunakan untuk memperoleh umur pahat yang lebih lama, tetapi cairan pendingin yang digunakan pada proses pemotongan logam mempunyai beberapa dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu dilakukan permesinan kering pada penelitian ini untuk membuat proses pemotongan logam yang bersih dan aman terhadap lingkungan. Proses pembubutan dilakukan juga dengan permesinan keras untuk membubut material baja AISI 4340 ...

  18. Studi Histopatologi Limpa Anjing Penderita Distemper Dikaitkan Dengan Sebaran Sel-Sel Radang Pada Otak Dan Paru (HISTOPHATOLOGICAL STUDY OF SPLEEN ON DOGS INFECTED WITH DISTEMPER ASSOCIATED TO INFLAMATION IN THE BRAIN AND LUNGS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Furkam Fadilah

    2015-08-01

    Full Text Available This study aim was to determine the distribution of inflammatory cells in canine distemper in terms of the level of inflammation in the spleen, brain and lungs. The sample used 20 infected dogs wihich from the spleens, brains, and lungs of the dogs were collected. These organs were processed for histophatological observation using harris hematoxilyn-eosyn stain. The inflammation of the organs examined by using binocular microscope with 200X magnification. the results showed that inflammation was observed in the spleens: 9 samples (45% showed the presence of lymphoidcells that experienced a mild inflammation 7 (35% moderate inflammation, and 4 (20% severe inflammation in brain, 3 samples (15% did not show observe inflammation, 12 (60% mild, 5(25% moderate inflammation, and not observed any severe inflammation in brain, pulmonary: 6(30% mild inflammation, 11 (55% moderate inflammation, and 3 (15% severe inflammation. It can be concluded that the inflammation was observed microscopically in the spleen, brain and lungin the dog that infected with canine distemper virus

  19. Penemuan Baru Plasmodium Knowlesi pada Manusia di Kalimantan Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahat Ompusunggu

    2015-07-01

    polymerase chain reaction (PCR. Penderita juga diperiksa secara klinis dan diwawancarai untuk mengetahui sejarah infeksi. Hasil menunjukkan bahwa di antara 287 sampel yang diperiksa, tiga sampel (1,05 % positif P. knowlesi. Ketiga kasus tersebut terinfeksi secara lokal, yang terdiridari dua di Kalimantan Tengah dan satu di Kalimantan Selatan. Kasus di Kalimantan Tengah ini merupakan penemuan pertama kasus malaria P. knowlesi di provinsi itu. Gejala klinis pada dua kasus adalah ringan sedangkan pada kasus lainnya agak berat. Morfologi P. knowlesi mempunyai ciri khusus meskipun mirip dengan P. falciparum, P. vivax dan P. malariae. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan wilayah sebaran lain malaria P. knowlesi di IndonesiaKata kunci : Plasmodium knowlesi, manusia, gejala klinis, morfologi, Kalimantan Tengah.

  20. ADSORPSI POLUTAN ION DIKROMAT MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM TERMODIFIKASI AMINA (Adsorption of Dichromate Ions Pollutant Using Ammine Modified-Natural Zeolites

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sri Kunarti

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Kromium (VI merupakan polutan logam berat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan oleh karena itu pengambilan ion Cr(VI dalam air penting dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Proses adsorpsi merupakan salah satu teknik sederhana yang dapat digunakan untuk pengambilan ion logam. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian adsorpsi ion dikromat sebagai model limbah Cr(VI dalam air menggunakan adsorben zeolit alam termodifikasi amina. Penelitian diawali dengan preparasi adsorben zeolit alam termodifikasi amina. Preparasi dimulai dengan pencucian zeolit alam menggunakan akuades, kemudian refluks zeolit alam menggunakan HCl 3M. Zeolit hasil refluks selanjutnya dimodifikasi menggunakan garam ammonium kuarterner, N-cethyl-N,N,N-trimethylammonium bromide (CTAB dan amina primer, propilamin (PA. Zeolit alam (Z, zeolit teraktivasi asam (ZA dan zeolit hasil modifikasi amina selanjutnya digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi anion dikromat. Karakterisasi adsorben dilakukan dengan mengunakan metode spektroskopi infaramerah dan difraksi sinar-X, sedangkan jumlah anion dikromat yang teradsorpsi dianalisis dengan spektroskopi serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel zeolit mengandung mineral klinoptilolit, mordernit dan kuarsa. Struktur zeolit tidak mengalami kerusakan oleh perlakuan termal dan perlakuan kimia. Modifikasi zeolit meningkatkan efisiensi adsorpsi zeolit alam. Ion dikromat dapat teradsorpsi dengan lebih baik oleh zeolit termodifikasi amina daripada zeolit teraktivasi asam dan zeolit tanpa modifikasi, dengan kemampuan adsorpsi zeolit termodifikasi CTAB (CTAB-Z lebih besar daripada zeolit termodifikasi propilamin (PA-Z. Adsorpsi ion dikromat pada adsorben zeolit berlangsung baik dengan urutan CTAB-Z > PA-Z > ZA > Z, dengan kemampuan adsorpsi masing-masing sebesar 1,96; 1,74; 0,90 dan 0,48 mg/g. Adsorpsi anion dikromat oleh zeolit termodifikasi CTAB merupakan adsorpsi kimia (kemisorpsi dengan energi adsorpsi sebesar

  1. Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Genjer (Limnocharis flava (L. Buch di Kabupaten Pangandaran Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liberty Chaidir

    2016-12-01

    Full Text Available Genjer merupakan tanaman yang tumbuh liar di area persawahan, rawa, atau sungai yang keberadaannya sering dianggap sebagai gulma. Tanaman genjer memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan penyerap logam berat dalam tanah dan sebagai obat yang memiliki banyak kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karakter morfologi dan karakter agronomi untuk mengetahui hubungan kekerabatan tanaman genjer antar daerah di Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran pada Mei sampai Oktober 2015. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi purposive sampling pada 77 aksesi genjer yang diambil dari Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman fenotipik yang luas pada karakter morfologi ujung daun, warna batang, tekstur daun, warna daun, panjang lekukan bawah daun, warna kelopak bunga dan warna bunga. Karakter agronomi yang mempunyai keragaman yang luas ialah tinggi tanaman, jumlah batang per rumpun, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah bunga dan diameter batang. Tanaman genjer di Kabupaten Pangandaran memiliki kekerabatan yang jauh dengan rentang jarak Euclidian 0,48 sampai 10,17. Aksesi yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu Ciakar (001 dengan jarak Euclidian 10,17, sedangkan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat yaitu Cikalong (003 dan Cikalong (004 dengan jarak Euclidian 0,48. Genjer or Yellow velvetleaf is a plant that grows wild in lowland area, swamp or river which existence is considered as a weed. Genjer has a lot of benefits, such as material absorbent for heavy metals in the soil and medicine that has a lot of nutrition. This study aimed to determine the variety of morphological and agronomic characters of Genjer in Pangandaran Regency and to determine the genetic relationship of genjer between regions in Pangandaran. The research was conducted in the Pangandaran Regency on May to October 2015. The method used purposive sampling

  2. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  3. KAJIAN ASPEK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI PERAIRAN SITU RAWABEBEK, KARAWANG, DALAM RANGKA PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS BUDI DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Gunadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian tentang aspek-aspek fisika, kimia, dan biologi perairan bekas galian pasir telah dilakukan di Situ Rawabebek Kabupaten Karawang. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dasar bagi penyusunan model pengelolaan perikanan di perairan bekas galian pasir berdasarkan prinsip perikanan berbasis budi daya (culture-based fisheries, CBF. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fluktuasi air di Situ Rawabebek mencapai hingga 1,90 m dan sangat dipengaruhi oleh ketinggian air Sungai Citarum. Nilai semua parameter kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk mendukung kehidupan ikan sementara kadar logam berat berada dalam ambang aman untuk kehidupan organisme akuatik termasuk ikan dan kesehatan manusia. Indeks keragaman plankton (Indeks Shanon-Wiener pada setiap stasiun dan musim pengamatan berkisar antara 3,95—4,52 yang berarti bahwa komunitas plankton di Situ Rawabebek stabil dan perairannya dalam kondisi belum tercemar. Jenis ikan yang teramati untuk mengetahui pola reproduksinya di Situ Rawabebek antara lain lalawak (Puntius bramoides, paray (Rasbora argyrotaenia, dan seren (Cyclocheilichthys apogon dengan tingkat Indeks Kematangan Gonad (IKG masing-masing 3,43%; 12,82%; dan 3,95%. Dari analisis terhadap kondisi fisika, kimia, dan biologinya disimpulkan bahwa perairan bekas galian pasir Situ Rawabebek cukup layak untuk pengembangan perikanan berbasis budi daya. A study on the physical, chemical, and biological aspects of the abandoned sand mining reservoir was conducted in Rawabebek Reservoir (Karawang Regency, West Java. This study aimed to develop a model of fisheries management in the reservoir based on the culture based fisheries (CBF system. The study showed that the fluctuation of water level in the Rawabebek Reservoir was monitored up to 1.90 m and highly influenced by the water level of Citarum River. The average value of all water quality parameters and heavy metals were in the suitable range for aquatic organism, fish and

  4. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p

  5. VIDEO EDUKASI ANIMASI 2 DIMENSI MENGENAI BAHAYA MERKURI TERHADAP MASYARAKAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH SEBAGAI DAMPAK PENAMBANGAN EMAS ILEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Marthana Yusa

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Merkuri adalah salah satu jenis logam berat yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batuan, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Merkuri dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri, salah satunya industri emas. Pengelolaan limbah hasil industri pengolahan emas yang tidak sesuai dengan prosedur yang baik dan benar akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Merkuri yang telah mengontaminasi lingkungan dalam jangka waktu panjang akan membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia yang sering berinteraksi dengan bahan merkuri ini. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan video berbasis animasi 2 dimensi, sebagai salah satu rekomendasi solusi edukasi, untuk pencegahan dampak kesehatan, akibat pencemaran lingkungan oleh merkuri di Lombok Tengah. Dari hasil penelitian didapatkan fakta bahwa responden yang terdiri dari staf Konservasi dan Sumber Daya Alam serta staf Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah menilai video edukasi berbasis animasi 2 dimensi yang dihasilkan sangat baik dari segi desain maupun penyampaian informasinya. Video ini juga bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat penambang emas di Lombok Tengah agar lebih mewaspadai merkuri dan bahayanya, juga menghargai kesehatan diri dan keselamatan kerja. Kata Kunci: Animasi 2 Dimensi, Bahaya Merkuri, Merkuri, Metil Merkuri, Video Edukasi Abstract Mercury is one of the heavy metals found in nature and spread in rocks, soil, water and air as inorganic and organic compounds. Mercury can be utilized in various industrial fields, one of which is the gold industry. Waste management of gold processing industry that is not in accordance with good and correct procedures will cause environmental pollution. Mercury that has been contaminating the environment over the long term will have adverse effects on human health that often interact with these mercury ingredients. A 2-dimensional animation based video has been

  6. PERANCANGAN DAN PEMBUATAB ALAT UKUR KADAR KROM DALAM AIR DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tin Yunis Mahfudloh, Mohammad Tirono

    2012-04-01

    Full Text Available Air adalah bahan yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Air steril dengan kandungan mineral yang cukup dan tidak terpolusi dapat berperan sebagai cairan yang menata keseimbangan tubuh. Apabila air yang dikosumsi manusia telah tercemar oleh sampah dan limbah industri yang mengandung zat-zat kimia/logam berat yang bersifat racun akan berbahaya Seperti kromium/krom dengan kode kimiawi Cr. Penelitian dilakukan untuk membuat alat ukur kadar krom dalam air dengan metode absorpsi dengan instrumen fotometri. Alat ukur kadar krom dalam air menggunakan prinsip spektroskopi serapan atom terdiri dari 2 sistem, yaitu sistem optik dan sistem elektronik. Sistem optik terdiri dari lampu halogen, filter cahaya dengan panjang gelombang 520.4, kuvet dan sensor photodioda. Sedangkan sistem elektronik terdiri dari ADC 0804, MCU AT89S51 dan LCD.  Prinsip keja alat ini adalah cahaya polikromatis yang dipancarkan oleh lampu halogen akan melewati filter sehingga cahaya polikromatis akan bersifat monokromatis. Cahaya akan melewati air dengan kadar krom 0% untuk mereset reagen dan pelarut kemudian dideteksi oleh sensor sehingga menghasilkan data I0. Setelah dideteksi air  akan bergeser ke atas dan sensor bergeser kebelakang untuk mendeteksi sampel yang mempunyai kadar krom tertentu dan menghasilkan data I1. Di dalam sampel ini terjadi penyerapan intensitas cahaya oleh atom krom. Kemudian data I0 dan I1 akan diolah oleh MCU AT89S51 dan ditampilkan pada LCD. Sampel yang digunakan adalah larutan H2O dengan K2Cr2O7 sebanyak 10 sampel dengan variasi kadar 0%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3%, 3.5%, 4%, 4.5%, dan 5%. Larutan krom diperoleh dengan cara mengencerkan 10gr K2Cr2O7 dalam 100ml H2O sehingga didapatkan K2Cr2O7 10% sebagai larutan stok, selanjutnya untuk mendapatkan K2Cr2O7 dengan kadar tertentu, maka diambil dari larutan stok kemudian diencerkan sampai volume 25 ml sesuai dengan rumus M1 V1 =M 2 V2 Hasil pegujian pada sistem elektronik menunjukkan

  7. Dampak Transformasi Mata Pencaharian Terhadap Kondisi Ekonomi dan Sosial Masyarakat (Studi Kasus pada Usaha / Kegiatan Penambangan Mineral Logam Mangan di Wilayah IUP PT Bun Yan Hasanah di Desa Nian Kecamatan Miomafo Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanus Frengki Mbawo

    2014-08-01

    Full Text Available This research was conducted in the area of North Central Timor Government District of Central Miomafo Nian village on 18 November 2013 to 18 May 2014 This study examines the impact of the transformation of the livelihood and economic and social conditions (Case Study On Business / Manganese Mineral Mining Activities Region Iup PT. Bun Yan Hasanah in Nian village Miomafo District of Central North Central Timor. With the aim to determine the impact of the transformation of the livelihood  and  economic  and  social  conditions,  the  type  of  research  used  is descriptive analytical approach using ex post facto that the data collected after the incident  took place.  With each  study variable,  namely  (1 changes  in the orientation of the public about livelihood, (2 economic conditions, (3 social conditions. The sampling technique was conducted by distributing questionnaires and direct interviews or questionnaires to 20 respondents who are involved actively in mining activities. Data were collected and analyzed by using AHP method. Results and discussion illustrate that the impact on the livelihood transformation of economic conditions  showed  the  highest  value  of  67%  and  is  followed  by  changes  in  the livelihood of 25% and 8% of social conditions. The fact indicates that the level 1 criteria matiks that economic criteria with sub-criteria fulfillment necessities of life ie 27% priority to the welfare of society villagers Nian District of Central Miomafo TTU.

  8. PENENTUAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN BERBASIS ANALISA CITRA ASTER DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfian Pujian Hadi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kekeringan lahan yang melanda suatu daerah menimbulkan dampak yang besar terhadap produktivitas lahan pertanian. Terjadinya kekeringan ini disebabkan oleh defisit air akibat kurangnya hujan yang jatuh, laju infiltrasi air yang tinggi serta jenis tanaman yang tidak sesuai dengan ketersediaan air. Untuk meminimalkan dampak yang terjadi akibat kekeringan lahan maka perlu dilakukan antisipasi dengan mengetahui defisit dan surflus air lahan melalui data curah hujan serta kemampuan tanah menahan air (water holding capasity. Untuk keperluan analisis kekeringan lahan dapat menggunakan citra penginderaan jauh dan neraca air lahan sebagai pengetahuan awal guna perencanaan antisipasi kekeringan lahan sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi setiap saat. Penelitian ini dilakukan di sebagian wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Tujuan penelitian ini adalah : (1 Mengkaji akurasi berbagai saluran TIR Citra Aster untuk mendapatkan informasi sebaran suhu permukaan, (2 Mengkaji sebaran kekeringan melalui indeks TVDI (Temperature Vegetation Dryness Indeks yang diekstrak dari suhu permukaan (Land Surface Temperature dan indeks NDVI. (3 Mengkaji tingkat kekeringan lahan dengan menggunakan metode Thornthwaite-Mather,  (4 Mengkaji pola tanam yang sesuai diterapkan di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran 13 Citra Aster memiliki akurasi paling tinggi jika dibandingkan dengan saluran 10,11,12, serta 14 Citra Aster karena memiliki selisih paling kecil dengan suhu permukaan lapangan. Berdasarkan analisis RMS difference diperoleh nilai 1,140. Luas sebaran kekeringan berdasarkan indeks TVDI pada seluruh penggunaan lahan dengan tingkat kekeringan tinggi, sedang dan rendah masingmasing melanda daerah seluas 2.922,8 Ha (4,6%, 20.286,16 Ha (32,11% serta 39.962,72 Ha (63,26%. Dari total luas 2.922,8 Ha lahan yang dilanda kekeringan dengan tingkat kekeringan tinggi (kering/kurang air seluas 2.069,47 Ha merupakan sawah tadah hujan. Analisis

  9. Rancang Bangun Deteksi Jalur Pipa Terpendam Menggunakan Mobile Robot dengan Metal Detector

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Indah Pratiwi

    2017-03-01

    Full Text Available Ketika melaksanakan pembangunan atau perbaikan sesuatu di dalam tanah diperlukan secara akurat mengetahui lokasi utilitas bawah tanah, seperti instalasi pipa logam dan kabel listrik. Sedangkan selama ini masih cenderung kurang adanya pemetaan jaringan utilitas bawah tanah yang jelas. Telah banyak kasus dan pihak yang dirugikan karena masalah ini, seperti kebocoran atau bahkan ledakan. Utilitas bawah tanah yang mengandung logam seperti pipa logam, dapat dideteksi dengan metal detector. Dalam penelitian ini, metal detector yang dibuat menggunakan prinsip beat frequency oscillator (BFO dimana prinsipnya memanfaatkan perubahan frekuensi untuk mendeteksi keberadaan logam. Mikrokontroller Arduino Uno digunakan dalam rangkaian metal detector sebagai frequency counter. Metal detector ini kemudian diaplikasikan sebagai sensor ke sebuah mobile robot. Dengan membaca data metal detector dari Arduino Uno, robot kemudian dapat bergerak mengikuti jalur pipa logam. Robot juga dilengkapi dengan sistem navigasi berdasarkan posisi GPS, sehingga posisi dan gerakan robot dapat diketahui. Pengujian dilakukan pada 3 jenis bahan logam, yaitu besi (ferromagnetik, alumunium (paramagnetik, dan seng (diamagnetik. Hasil pendeteksian paling kuat didapatkan pada bahan besi. Jarak deteksi sensor bervariasi tergantung konstruksi kumparan dan jenis benda logam yang diuji. Pada pengujian dengan pipa besi berdiameter 3 cm, sensor dapat mendeteksi maksimal pada jarak 10 cm tanpa halangan. Dalam aplikasi mobile robot, digunakan 3 sensor untuk mempermudah pendeteksian ketika ada jalur yang berkelok tajam.  

  10. PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) DALAM AIR MENGGUNAKAN MEDIA MANGANESE GREENSAND DAN ZEOLIT TERPADUKAN RESIN

    OpenAIRE

    QASWAINI, ARNIA

    2017-01-01

    Kadar logam yang terlarut dalam air sumur salah satunya adalah logam Mangan (Mn). Terlarutnya kadar mangan dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning coklat setelah terjadi kontak dengan udara. Diperlukan teknologi untuk menurunkan kandungan mangan pada air sumur agar layak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis efektivitas media filtrasi manganese greensand dan zeolit terpadukan resin terhadap penurunan kadar Mangan (Mn) dalam air. (2...

  11. SELEKSI PADA SAPI ACEH BERDASARKAN METODE INDEKS SELEKSI (IS DAN NILAI PEMULIAAN (NP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya P. B. P

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil seleksi pada calon induk (heifer dan calon pejantan (bull sapi Aceh menggunakan metode nilai pemuliaan (NP dan indeks seleksi (IS terhadap performans berat badan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data recording ternak dari tahun 2010 sampai 2014 yang meliputi data silsilah ternak, data kelahiran dan dan data berat badan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU-Hijauan Pakan Ternak (HPT Sapi Aceh Indrapuri. Data recording ternak yang diperoleh digunakan untuk mengestimasi heritabilitas, korelasi genetik dan korelasi fenotip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heritabilitas berat sapih (BS, berat setahunan (BY dan berat akhir (BAtermasuk kategori tinggi. Korelasi genetik BS dengan BY dan BS dengan BA termasuk kategori positifsedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 14 ekor heifer (48%dan bull (53%yang memiliki peringkat NPBA dan IS yang sama dari masing-masing 29dan 26 ekorsapi yang diuji.Metode IS dapat digunakan sebagai salah satu kriteria seleksi ternak yang lebih akurat.

  12. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  13. Kromium, Timbal, dan Merkuri dalam Air Sumur Masyarakat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Ashar

    2013-04-01

    Full Text Available Tempat pembuangan akhir (TPA sampah domestik dengan sistem penampungan terbuka sangat berisiko mencemari air tanah milik warga yang bermukim di sekitarnya melalui proses perlindian. Untuk mengetahui kandungan logam berat dalam air tanah di sekitar TPA, sebanyak 68 sampel air sumur gali (45 sumur Dusun I dan 23 sumur Dusun IV dari Desa Namobintang Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, telah dianalisis dengan inductively couple plasma atomic emission spectroscopy. Hubungan jarak sumur dengan konsentrasi kromium, merkuri, dan timbal diuji dengan Mann-Whitney, Spearman’s Correlation dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kromium, timbal, dan merkuri (rerata ± deviasi standar, mg/L masing-masing 0,036 ± 0,0096; 0,0003 ± 0,00018; dan 0,005 ± 0,0041 (Dusun I; 0,0370 ± 0,0115; 0,00026 ± 0,00013; dan 0,0070 ± 0,0069 (Dusun IV. Dari 68 sumur yang dianalisis, hanya ada 8 sumur yang konsentrasi timbalnya melebihi batas menurut Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Per/IV/2010. Sementara itu, tidak ada korelasi jarak sumur gali ke TPA dengan konsentrasi kromium, merkuri, dan timbal dalam air sumur gali tersebut. Disimpulkan bahwa perlindian sampah di Namobintang tidak mencemari air sumur-sumur gali yang berjarak 84 meter atau lebih dari TPA. Dumping site of domestic wastes has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding population through leaching process. To determine heavy metals (chromium, lead, and mercury in groundwater at surrounding dumping site, a total of 68 dig well water samples (45 from Hamlet I and 23 from Hamlet IV of Namobintang Village, Pancurbatu Sub-District of Deli Serdang Regency, North Sumatra, were analyzed using Inductively Couple Plasma Atomic Emission Spectroscopy. The relationship between the dig well distance and chromium, mercury, and lead content was tested by Mann-Whitney, Spearman’s Correlation and Simple Linier

  14. TIMBULAN SAMPAH B3 RUMAHTANGGA DAN POTENSI DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA (Generation of Household Hazardous Solid Waste and Potential Impacts on Environmental Health in Sleman Regency, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswanto Iswanto

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Sampah rumahtangga yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3 seperti baterai, lampu listrik, elektronik, kemasan pestisida, pemutih pakaian, pembersih lantai, cat, kaleng bertekanan (aerosol, sisa obat-obatan, termometer dan jarum suntik berpotensi mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Meskipun kuantitas sampah B3 rumahtangga (SB3-RT di Kabupaten Sleman hanya 2,44 g/orang/hari atau sekitar 0,488% dari sampah domestik, tetapi karena memiliki karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, infeksius dan/atau korosif maka sangat membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan (air, tanah, udara. Sampai saat ini, SB3-RT di Kabupaten Sleman masih ditangani seperti layaknya sampah domestik, yaitu dibakar, dibuang ke sungai, ditimbun di pekarangan, dibuang ke tempat pembuangan sampah ilegal atau dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA Piyungan. Jenis SB3-RT yang banyak ditemukan adalah sampah elektronik (24,91%, lampu listrik bekas (18,08% dan baterai bekas (16,71%. Ketiga jenis sampah tersebut mengandung berbagai unsur logam berat seperti Cd, Pb, Hg, Cr, As, Ni, Co, Zn, Cu, Al, Mn, Li, Sb dan Fe yang umumnya bersifat toksik, karsinogenik dan akumulatif yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia secara langsung atau melalui rantai makanan. Pemaparan bahan berbahaya beracun (B3 dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan/organ tubuh pada masyarakat sekitar tempat pembuangan, petugas sampah, pemulung, pengepul, pemanfaat dan pelaku daur ulang SB3-RT. Oleh karena itu SB3-RT perlu dikelola sebagaimana mestinya sesuai dengan sifat dan karakteristiknya.   ABSTRACT Household solid waste containing hazardous and toxic materials such as batteries, electric light, electronics, pesticides, bleach, cleaner, paint, pressurized cans (aerosol, unused medicines, thermometers and syringes can threaten human and environment. Although the quantity of Household Hazardous Solid Waste (HHSW in Sleman Regency only 2.44 g/person/day or

  15. Pemanfaatan serat silicon carbon dan partikel alumina pada matrik aluminium untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Suarsana

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Pemanfaatan penguat material komposit berbasis serat dan juga partikel pada pembuatan bahan komposit sekarang ini sangatpotensial untuk dikembangkan dan diteliti. Beragam sumber serat dan juga penguat dalam bentuk partikel bisa didapat dari seratalami dari tumbuh-tubuhan dan juga serat yang sudah dikenakan perlakuan sebelumnya. Indonesia memiliki potensi sumberalam yang sangat potensial terutama sebgai sumber serat dari tumbuhan juga berupa logam aluminium (bauxite dari fosil.Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat industri sebagai bahan dasar pembuatan komposit bermatrikAluminium dan sebagai penguat berupa serat maupun partikel alumina. Metode pembuatan Aluminum Matrix Composite (AMCdengan proses metalurgi serbuk pada gaya tekan/kompaksi 2,5 ton mengunakan alat press hydrolik, waktu penahanan 15menit, serta proses perlakuan pada variasi komposisi berat (%wt. Variasi komposisi penguat serat Silicon Carbon (SiC danAl2O3 (alumina pada matrik Aluminium adalah : 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 dan 21% SiC+ 9% Al203 dengan matrik 70% Al, pada kondisi tempertaur 500oC, 550oC dan 600oC. Setelah material komposit terbentuk, diujiuntuk mengetahui sifat mekanik akibat pengaruh variasi komposisi antara matrik dan penguatan pada komposit. Uji karakteristikdilakukan di laboratorium untuk menggetahui sifat kekuatan dan kekerasan material komposit. Selanjutnya dicari hubunganantara sifat masing-masing komposisi penguat serat SiC dan Al2O3 pembentuk komposit yang dibuat untuk mengetahui manfaatdari penguat serat dan partikel alumina.Kata Kunci: Sifat kekuatan, kekerasan, serat SiC dan Al2O3 Abstract: Utilization reinforcement fiber-based composite material and particles in the manufacture of composite materials now havepotential to be developed and researched. Various sources of fiber and reinforcement in particle form can be obtained fromnatural fibers from plants and fiber that has been subjected to a

  16. PERAN MIKROBA STARTER DALAM DEKOMPOSISI KOTORAN TERNAK DAN PERBAIKAN KUALITAS PUPUK KANDANG (The Role of Microbial Starter in Animal Dung Decomposition and Manure Quality Improvement

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyono Agus

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Pupuk organik perlu didekomposisi oleh mikroba dan memerlukan lingkungan yang sesuai agar cepat matang sempurna dan tidak memberikan dampak negatif pada aspek sosial, estetika maupun kesehatan pada makluk hidup dan lingkungan. Dekomposisi bahan pupuk organik dilakukan dengan menggunakan kotoran sapi, dengan 2 perlakuan mikroba (tanpa dan dengan mikroba starter dan 3 variasi waktu, yaitu 0, 6 dan 24 jam setelah diberi mikroba starter. Analisis meliputi  uji fisik bahan pupuk yang meliputi pH, warna, aroma, lengas, dan DHL,  uji mikroba patogen (Eschericia. coli dan Salmonella pada pupuk, pengujian kandungan hara pupuk total (C, N, P, K, Ca, Mg, Na, S, Cd, Cr, B, Fe, Cu, Zn  dan Ntersedia (NH4 dan NO3,  serta analisis emisi gas amonia (NH3, oksigen (O2, karbon monoksida (CO, karbon dioksida (CO2, metana (CH4, NOx, NO, dan SO2. Mikroba starter mengandung mikrobia dan unsur hara yang sangat diperlukan dalam proses dekomposisi bahan organik. Pupuk kandang sapi setelah aplikasi  mikroba starter masih mengandung E. coli dan Salmonella sp. yang cenderung menurun seiring dengan lama waktu inkubasi. Terjadi dinamika kandungan unsur-unsur hara seperti P, K, Mg, Fe dan Cu serta logam berat Cr selama proses inkubasi baik pada pupuk kandang ayam maupun sapi. Dengan perlakuan mikroba starter, bagian senyawa sulfur dari bahan organik banyak yang terombak menjadi gas SO2 yang relatif tidak berbau, dan sebaliknya H2S serta senyawa reduktif sulfida lainnya menjadi terhambat pembentukannya. Perombakan dengan  mikroba starter sebaiknya diupayakan dalam suasana aerobik atau dengan suasana lembab tetapi tidak sampai anaerobik sehingga kehadiran senyawa H2S dan senyawa sulfur reduktif lainnya dapat dikurangi atau tidak terbentuk. Hasil penelitian ini menunjukkkan pentingnya penggunaan mikroba starter optimal dan benar untuk memperbaiki kandungan nutrisi dan kualitas pupuk kandang.   ABSTRACT Process of decomposition of organic fertilizer relies on the

  17. EFFISIENSI INHIBISI KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIA ASAM DENGAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Yetri

    2016-11-01

    Full Text Available Efek inhibisi korosi dan sifat-sifat adsorpsi oleh ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao  pada baja lunak (mild steel dalam larutan asam 1,5M HCl telah dipelajari menggunakan teknik konvensional metode berat hilang pada variasi waktu, konsentrasi dan suhu. Parameter-parameter termodinamika seperti energi aktivasi, entalpi, entropi dan perubahan energi bebas dihitung. Polarisasi elektrokimia telah dievaluasi untuk memastikan jenis inhibitor. Spektra infrared dan GCMS dilakukan untuk mengetahui senyawa ekstrak yang berperan  dalam proses inhibisi. Morfologi permukaan sampel diamati dengan menggunakan scanning electro microscopy dengan  energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX . Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polar kulit buah coklat  dapat digunakan sebagai inhibitor korosi yang efektif pada baja karbon di lingkungan 1,5M HCl dengan pencapaian efisiensi  inhibisi   terkorosi sebesar 96.26% (weight loss dan 92.08% (Tafel pada konsentrasi ekstrak 2,5% selama768 jam. Mekanisme inhibisi adalah  adsorpsi chemiadsorpsi berdasar tingginya nilai entalpi dan energi bebas.Effisiensi Inhibisi diketahui meningkat dengan peningkatan konsentrasi dari ekstrak serta menurun dengan peningkatan suhu. Kurva polarisasi menunjukkan inhibitor ini berperilaku sebagai inhibitor campuran dengan dominan pada inhibisi katodik. Ekstrak diadsorpsi oleh permukaan mild steel  mengikuti model adsorpsi isotherm Langmuir. Kondisi permukaan mild steel menunjukan terjadinya adsorpsi di permukaan membentuk lapisan tipis di permukaan logam. Penambahan ekstrak kulit buah kakao ke dalam larutan HCl sangat efektif untuk mengurangi serangan korosi di permukaan mild steel.  Kata kunci: Korosi, Inhibitor, Theobroma cacao, Mild steel, Potensiodinamik Corrosion Inhibition Efficiency Mild Steel in Acid Media with Inhibitor Peels Extract of Cacao (Theobroma cacaoABSTRACT Inhibition and adsorption properties of Theobroma cacao peel polar extract

  18. Faktor-faktor pada kejadian GAKY ibu hamil di Tabunganen Barito Kuala, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi tri

    2016-03-01

    kekurangan yodium (GAKY merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. GAKY tidak hanya disebabkan oleh kekurangan yodium, tetapi juga dipengaruhi oleh zat goitrogen(tiosianat, logam berat Pb, dan kekurangan Fe yang menghambat biosintesis hormon dan berakibat pada pembesaran kelenjar gondok.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi yodium, goitrogen (golongan tiosianat, Fe, serta status anemia dan status Pb dalam darah dengan status GAKY pada ibu hamil di  Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Data pembesaran kelenjar tiroid diperiksa denganpalpasi di daerah kelenjar tiroid, kadar TSH dengan metode ELISA, tingkat konsumsi yodium dan tingkat konsumsi tiosianat dengan metode food recall 2 x 24 jam dan food frequency questionnaire  (FFQ, tingkat konsumsi Fe dengan FFQ, kadar Hb dalam darah dengan metode fotometrik, kadar Pb darah dengan metode AAS.Data dianalisis menggunakan chi-square dan logistic regression.Hasil: Ada hubungan signifi kan (p<0,05 antara tingkat konsumsi yodium (ikan laut berdasarkan FFQ dan status terhadap status GAKY (gondok dengan OR=3,44 dan status GAKY (TSH dengan OR=8,00.Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi tiosianat dan Fe yang diukur dengan food recall, FFQ, dan status GAKY (gondok dan TSH. Antara status Pb dan status GAKY (TSH juga tidak ditemukan adanya hubungan dengan OR=9,35.Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi yodium berdasarkan FFQ (ikan laut dan status GAKY (gondok dan antara konsumsi yodium (FFQ dengan status anemia dan prevalensi GAKY (TSH.KATA KUNCI: gangguan akibat kekurangan yodium, wanita hamil, yodium, tiosianat, Fe, anemia, Pb

  19. Identifikasi Urat (Vein) Sulfida Menggunakan Metode Induksi Polarisasi di Daerah Kemawi

    OpenAIRE

    Wibowo, Alamsyah

    2014-01-01

    Metode induksi polarisasi merupakan pengembangan dari metode tahanan jenis yang didasarkan pada pengukuran efek polarisasi yang terjadi akibat induksi arus. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan, analisis dan interpretasi data pengukuran induksi polarisasi untuk mengidentifikasi sebaran mineralisasi sulfida pada daerah Kemawi, Jawa Tengah. Data yang digunakan berjumlah 11 lintasan dengan spasi 200 meter antar lintasan dan spasi elektroda 50 meter. Pengukuran dilakukan dalam domain...

  20. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KETELA RAMBAT (Ipomea Batatas L SEBAGAI SUMBER ENERGI TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PEDAGING FASE FINISHER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heli Tistiana

    2012-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan tepung ketela rambat sebagai sumber energi pakan ayam pedaging periode finisher terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot dan konversi pakan, berat karkas dan berat lemak abdominal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor ayam pedaging jantan Strain Lohman Platinum umur 21- 35 hari dengan berat awal 866,77± 7,449 gram. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 4 perlakuan, yakni pakan kontrol, penggantian dengan ketela rambat 10%, 20% dan 30% pakan sumber energy (jagung. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, berat karkas dan berat lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung ketela rambat sebagai sumber energi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05 terhadap komsumsi pakan, berat karkas dan berat lemak. Sementara pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P 0,05.  But in body growth and feed conversion gave the significant  effect to (P< 0,01. The research yield can be concluded that utilizing cassava flour as source energy up to 10% step (PI.  The utilizing cassava flour recommended as source energy proportion last than 10% from total feed. Key Words: energy, cassava fllur, Broiler performance

  1. Profil Sepsis Neonatus di Unit Perawatan Neonatus RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2008 - 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pertin Sianturi

    2016-11-01

    Kesimpulan. Sepsis salah satu penyebab utama kematian neonatus yang dipengaruhi oleh berat lahir rendah, prematuritas, resistensi kuman terhadap antibiotik empirik dan jenis kuman. Penyebab sepsis neonatus terbanyak adalah kuman Gram negatif yang berkontribusi terhadap angka mortalitas

  2. Pengaruh Proses Delignifikasi Pada Produksi Glukosa Dari Tongkol Jagung Dengan Hidrolisis Asam Encer

    OpenAIRE

    Mardina, Primata; Talalangi, Adelina I; Sitinjak, Jhon F. M; Nugroho, Andri; Fahrizal, M. Reza

    2013-01-01

    Hidrolisis asam encer dari tongkol jagung untuk produksi glukosa mengalami hambatan karena adanya lignin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari proses Perusakan lignin dengan proses menggunakan hidrolisis basa Hidrolisis basa yang biasa disebut delignifikasi dilakukan pada suhu 55oC selama 4 jam dengan konsentrasi larutan basa, yaitu NaOH 5%, 10% dan 15% berat Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH yang optimal untuk pengurangan lignin adalah 15% berat dengan persentase penguran...

  3. KARAKTERISASI ENZIM KITOSANASE DAR] ISOLAT BAKTERI KPU 2123 DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUKS1 OLIGOMER KITOSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2009-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan sebagian dari rangkaian penelitian mengenai eksplorasi enzim kitinolitik dari mikroba lingkungan laut, khususnya dari limbah udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat bakteri KPU 2123 dari limbah udang, mengkarakterisasi dan mengaplikasikan enzim kitosanase yang dihasilkan oleh bakteri tersebut untuk produksi oligomer kitosan dan menguji bioaktivitas oligomer kitosan tersebut sebagai antitumor dan antibakteri. Karakterisasi enzim dilakukan dengan menguji aktivitas enzim pada berbagai suhu dan pH. Selain itu juga ditentukan besarnya aktivitas yang tersisa setelah enzim diinkubasi pada suhu dan lama waktu tertentu. Pengaruh ion logam terhadap aktivitas enzim juga dilihat dengan mereaksikan enzim dengan 1 mM ion logam dalam bentuk larutan khlorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis gen 16S-rRNA, isolat bakteri KPU 2123 memiliki kemiripan 95% dengan Stanotrophomonas maltophilia. Enzim kitosanase dari isolat ini bekerja optimal pada suhu 50 ºC dan pH 6. Enzim ini cukup stabil pada suhu 37 ºC selama 120 menit. Penambahan ion logam berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Ion logam Zn²+ (sebagai garam klorida 1 mM menghambat 100% aktivitas enzim tersebut. Penggunaan enzim kitosanase dalam menghidrolisis substrat kitosan, menghasilkan oligomer kitosan yang mengandung tetramer, pentamer dan heksamer Oligor kitosan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,06% dan dapat menyebabkan kematian sel HeLa dengan LC50 pada dosis 120 ppm.

  4. STRUKTUR MORFOLOGI, KOMPOSISI KIMIA DAN RESISTANSI LAPISAN TIO2-CU SEBAGAI LAPISAN AKTIF PADA SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2013-11-01

    Full Text Available Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalah memodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi dengan logam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cu dengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (Scanning Electron Microscopy untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersive X-ray spectroscopy untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukur menggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitu cukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDX diperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandung  unsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkan lapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%. Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilai resistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah 6,624 kilo ohm.

  5. Kandungan Tembaga (Cu dan Timbal (Pb pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismarti Ismarti

    2017-02-01

    Full Text Available The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu dan timbal (Pb pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb.

  6. Pendugaan Model Sumber Anomali Magnetik Bawah Permukaan Di Area Pertambangan Emas Rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas (Halaman 38 S.d. 42)

    OpenAIRE

    -, Sehah; Anom Raharjo, Sukmaji; Wibowo, Okky

    2014-01-01

    Telah dilakukan survei magnetik dan pendugaan model sebaran sumber anomali magnetik bawah permukaan di kawasan pertambangan emas rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Data awal yang diperoleh dalam survei magnetik adalah kuat medan magnetik total. Setelah dilakukan beberapa koreksi dan reduksi diperoleh data anomali magnetik residual. Berdasarkan hasil pemodelan terhadap data anomali magnetik residual menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Window pada lintasan AB, di...

  7. Pendugaan Model Sumber Anomali Magnetik Bawah Permukaan di Area Pertambangan Emas Rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas (Halaman 38 s.d. 42)

    OpenAIRE

    -, Sehah; Anom Raharjo, Sukmaji; Wibowo, Okky

    2015-01-01

    Telah dilakukan survei magnetik dan pendugaan model sebaran sumber anomali magnetik bawah permukaan di kawasan pertambangan emas rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Data awal yang diperoleh dalam survei magnetik adalah kuat medan magnetik total. Setelah dilakukan beberapa koreksi dan reduksi diperoleh data anomali magnetik residual. Berdasarkan hasil pemodelan terhadap data anomali magnetik residual menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Window pada lintasan AB, di...

  8. Kajian Spasial Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Pltu Paiton Menggunakan Saluran Termal Satelit Landsat 7/etm+ Di Pantai Bhinor Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Ismayati, Qorihah; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk memetakan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton Probolinggo dan mengkaji sebaran spasial termal perairan akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0 dan ArcGIS 9.3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra Satelit Landsat 7ETM+ tahun 2009 hingga tahun 2012, data arus permukaan dan angin yang diperoleh dari BMKG Maritim Perak Surabaya dan data hasil pengukuran la...

  9. PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Yudi Eka Risano

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan pada alat pengering biji kakao untuk proses pengeringan biji kakao milik Usaha Mandiri di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana agar proses pengeringan lebih efektif dan didapat kualitas hasil pengeringan biji kakao lebih baik. Perhitungan yang dilakukan meliputi dimensi alat pengering, termal yang terjadi pada alat pengering, dan kebutuhan bahan bakar pada alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana, serta dilakukan simulasi pada model alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana yang telah dirancang menggunakan Software Autodesk CFD untuk mengetahui sebaran suhu pada model alat pengering yang telah dirancang.  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana ini memiliki dimensi ruang pengering dengan diameter 90 cm, panjang 108 cm, dan tebal 1,2 mm. sebaran suhu pada ruang pengering sebesar 65,06oC , kalor yang dibutuhkan untuk proses pengeringan biji kakao sebesar 1028906,047 KJ, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan ± 8 jam 14 menit dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pengeringan sebanyak 302,62 kg atau 0,30260 kubik serta sebaran suhu rata-rata hasil simulasi menggunkan Software Autodesk CFD sebesar 63,5116oC.  Kata Kunci: kakao, pengeringan, Autodesk CFD, suhu

  10. APLIKASI BERBAGAI JENIS ADSORBEN PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG SINTETIK SKALA MINI PLANT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subriyer Nasir

    2016-09-01

    Full Text Available Pengolahan air asam tambang sintetis dengan memanfaatkan abu terbang batubara, tanah diatom dan abu sekam padi sebagai adsorben yang diikuti dengan pengolahan menggunakan metode sand filtrasi, ultrafiltrasi dan reverse osmosis. air asam tambang sintetik dibuat dengan variasi pH 3; .,5; dan 4. Persentase kenaikan pH karena pemakaian masing-masing adsorben dan penurunan kadar ion besi, mangan dan sulfat juga diteliti. Hasil yang diperoleh coal fly ash merupakan adsorben yang paling efektif dalam menaikkan pH dan menurunkan EC serta ion logam dari air asam tambang sintetik. Persentase kenaikan pH sebesar 97,40%, persentase penurunan EC 96,71%, dan persentase penurunan ion logam mangan, besi, sulfat tertinggi berturut-turut adalah 99,1%, 98,4%, dan 99,7% serta prosentase perolehan air (WRP sebesar 75%. .

  11. Penapisan dan Karakterisasi Protease dari Bakteri Termo-Asidofilik P5-A dari Sumber Air Panas Tambarana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Seswita Zilda

    2008-12-01

    (ekstrak kasar bekerja optimal pada pH 6 dan suhu 500C. Aktivitas enzim dipacu oleh adanya ion Ca2+ dan Fe2+ (sebagai garam klorida;1mM, sedangkan Co2+, Zn2+, dan EDTA dalam konsentrasi yang sama menghambat aktivitas enzim tersebut. Enzim protease P5-a tahan terhadap deterjen (SDS 1%, Triton X-100 (5%, dan PMSF (1 dan 5 mM, menunjukkan bahwa enzim protease tersebut kemungkinan termasuk ke dalam protease logam.

  12. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb) TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.)

    OpenAIRE

    Listiatie Budi Utami; Ulfah Rachmawati

    2016-01-01

    Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan tanaman hiperakumulator  logam timbal (Pb), padahal kangkung darat banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan timbal (Pb) kangkung darat pada berbagai dosis pupuk organik; serta untuk mengetahui dosis pupuk organik yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan kandungan timbal (Pb) dalam kangkung darat. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan...

  13. EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINYAK SAWIT DAN MINYAK LEMURU DALAM MEMPERCEPAT PUBERTAS TIKUS BETINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirtaati Na’ima

    2012-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemberian minyak sawit dan minyak lemuru dalam mempercepat pubertas tikus betina, pada parameter peningkatan berat badan, berat ovarium dan perkembangan folikel ovarium. Tikus betina usia 21 hari sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok variasi pemberian minyak sawit dan minyak lemuru per oral, yaitu kelompok A (0%+0%, B (3%+3%, C (4%+4%, dan D (5%+5%. Pada akhir penelitian (hari ke-20, dilakukan pengambilan data peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Data dianalisis secara deskripsi dan statistik dengan anava satu arah. Jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak sawit dan minyak lemuru dapat mempercepat pubertas tikus betina khususnya dari peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Dosis paling efektif untuk mempercepat pubertas adalah 4% minyak sawit + 4% minyak lemuru. This study was aimed to examine the effectiveness of palm and lemuru oil for the acceleration of female rat puberty, especially in increasing the body weight, the ovarian weight and the follicle development. Twenty female rats aged 21 days were divided into 4 based on the variation of orally feeding palm and lemuru oil, namely group A (0% +0%, B (3% +3%, C (4% +4%, and D (5% +5%. At the twentieth day, data of the increase of the body weight, the ovarian weight and the follicle development were collected and then analyzed descriptively and statistically using one-way ANOVA. For any difference, the Least Significance Difference Test would be performed. The result of this study showed that palm and lemuru oil can accelerate the puberty of female rats. The most effective dose was 4% palm oil and 4% lemuru oil.

  14. PENGARUH VARIASI SUHU POST WELD HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA EMS-45 DENGAN METODE PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusiyanto Rusiyanto

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kekerasan Vickers material Baja EMS-45 sebelum proses pengelasan dan setelah dilakukan proses pengelasan tanpa post weld heat treatment annealing, Untuk mengetahui berapakah suhu optimal post weld heat treatment annealing untuk material baja EMS-45 dengan variasi suhu yang digunakan 350 o C, 550 o C, dan 750 C. Untuk mengetahui struktur mikro dari material baja EMS-45 akibat variasi suhu post weld heat treatment annealing pada proses pengelasan dengan menggunakan metode pengelasan shielded metal arc welding. Bahan atau material dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja EMS-45 dengan ketebalan pelat 10 mm, lebar pelat 20 mm dan panjang 100 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kekerasan tertinggi setelah proses pengelasan terletak pada daerah Logam Las. Pengelasan non PWHT memiliki nilai kekerasan paling tinggi setelah proses pengelasan yaitu sebesar 183,2 VHN. Suhu optimal Post Weld Heat Treatment Annealing untuk material baja EMS-45 adalah pada suhu 750 C. Karena pada PWHT pada suhu tersebut mengalami penurunan kekerasan yang besar yaitu sebesar 127,2 VHN, sehingga material baja EMS-45 dapat memperbaiki sifat mampu mesinnya. Struktur mikro dari material baja EMS-45 sebelum proses pengelasan berupa grafit serpih, perlit dan ferit, setelah dilakukan proses pengelasan mempunyai struktur mikro berupa matrik ferit dan grafit pada daerah logam las, matrik perlit kasar dan grafit serpih pada daerah HAZ dan struktur perlit, grafit serpih dan ferit pada daerah logam induk o o

  15. Laju Pertumbuhan SomatikKappaphycus alvarezii Di Perairan Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nally Y.G.F. Erbabley

    2014-05-01

    Full Text Available Rumput laut Kappaphycus alvareziidijadikan unggulan bagi pengembangan dan peningkatan komoditi sumber daya laut di Maluku Tenggara dan merupakan komoditas unggulan yang ditetapkan oleh PEMDA Maluku Tenggara. Aspek penting dan karakteristik menguntungkan yang berkaitan dengan pengembangan budidaya rumput laut ini antara lain meliputi aspek ekonomi, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan harian (pertumbuhan somatik Kappaphycus alvarezii varieatas hijau dan coklatdi perairan desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara.Penelitian dilakukan di perairan desa Sathean pada bulan Januari-September 2013 dengan 2 (dua perlakuan bibit yang dipelihara selama 6 kali musim tanam.Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan metode longline. Hasil penelitian menunjukanparameter kualitas air diamati secara in-situ selama pemeliharaan berlangsung.Oksigen terlarut (DO pada stasiun I - III berkisar antara 3.4-4.58  ppm,  suhu  300C,  salinitas  antara  27-32  ppt,  pH  berkisara  antara  8.15-8.26. Sedangkan nilai nitrit (NO2 0.009 mg/L, nitrat (NO3 < 5 mg/L,  ammonia (NH3 berkisar antara 0.0010– 0.126mg/L dan phosphat (PO4 berkisar antara <0.25 mg/L.Laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan rata-rata harian Kappaphycus alvarezii selama pemeliharaan (42 hari adalah nilai rata-rata pengukuran rumpur laut pada long line 1- long line 5, dengan periode penanaman I - IV di desa Sathean diperoleh untuk bibit varietas hijau (BHT berat rata-rata tertinggi ditemukan pada periode penanaman IV pada long line 4 dengan berat yaitu 407 gr sedangkan nilai rata-rata terendah ditemukan pada periode penanaman I pada long line 5 dengan berat 24 gr. Sebaliknya berat  rata-rata rumput laut dengan bibit varietas coklat (BCT ditemukan bahwa berat tertinggi masih pada periode ke IV long line ke 2, dengan berat 427 gr sedangkan berat terendah ditemukan pada periode penanaman I long line 5 dengan berat 52 gr. Waktu tanam pada bulan

  16. DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium lappaceum L. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMULAWAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Istri Mirah Dharmadewi

    2015-12-01

    Full Text Available Rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L. merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat yang termasuk kedalam family Sapindaceae. Rambutan mengandung senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman yang tumbuh disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun rambutan rapiah terhadap pertumbuhan temulawak serta mengetahui kemampuan tanaman temulawak untuk bertahan terhadap pemberian ekstrak daun rambutan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah tunas dan berat rimpang yang diamati pada akhir pengamatan. Pemberian ekstrak daun rambutan dengan konsentrasi 5%,10%,15%, 20% mengakibatkan tinggi tanaman, panjang daun, lebardaun, jumlah daun dan berat rimpang lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol.

  17. Identification of Pathogenic Leptospira in Rat and Shrew Populations Using rpoB Gene and Its Spatial Distribution in Boyolali District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Widiastuti

    2016-08-01

    Ngemplak dan Desa Jeron Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction dilakukan pada 104 sampel ginjal tikus dari dua lokasi penelitian. Analisis spasial sederhana dilakukan untuk memetakan sebaran tikus yang positif Leptospira. Terdapat enam sampel positif gen rpoB Leptospira pada Rattus tanezumi, Rattus argentiventer dan Suncus murinus. Lima dari keenam sampel menunjukkan hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan Leptospira borgpetersenii serovar Sejroe berdasarkan gen rpoB. Satu isolat tidak memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan serovar manapun yang masuk dalam cluster. Analisis spasial berdasarkan jarak aktivitas harian tikus menunjukkan tikus positif Leptospira ditemukan berada dalam kisaran 30 meter dan 150 meter dari penderita leptospirosis.

  18. Hubungan Derajat Asma Persisten dan Kualitas Hidup Pasien Asma Dinilai dengan Asthma Quality Of Life Questionnaire (Aqlq) di Poli Paru RSUD Dokter Soedarso Pontianak Tahun 2014

    OpenAIRE

    M Jahari Supianto

    2015-01-01

    Latar Belakang: Asma merupakan masalah kesehatan yang serius di dunia. Asma mempunyai dampak negatif pada kualitas hiduppenderitanya. Asma persisten sedang sampai berat mengakibatkan penurunan kualitas hidup penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan derajat asma persisten dan kualitas hidup pasien asma di Poli Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metodologi:Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian di...

  19. KECUKUPAN ENERGI DAN POLA KEGIATAN WANITA HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Krisdinamurtirin

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dihitung penggunaan energi berdasarkan kegiatan sehari-hari 33 orang wanita hamil triwulan kedua pengunjung Puskesmas Semplak, Bogor, Jawa Barat. Data kegiatan fisik responden dikumpulkan secara "recall" 2x24 jam oleh peneliti pada saat kunjungan rumah. Data antropometri, termasuk tebal lemak bawah kulit, serta data konsumsi makanan juga dikumpulkan. Umur kehamilan responden antara (6-24 minggu (±20,4, rata-rata berat badan 50,54 kg (±5,7 kg atau 4 kg lebih tinggi daripada rata-rata berat badan wanita tidak hamil tidak menyusui di kecamatan yang sama; tinggi badan 149,7 cm (±3,7cm dan tebal lemak badan 27,5% (±1,9% berat badan. Rata-rata masukan energi menurut hasil "recall" hanya 7652 (±527,4 kal, atau 79% dari kecukupan menurut Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi 1983. Pengeluaran energi, dihitung berdasarkan kegiatan fisik, rata-rata 2609 Kal; berdasarkan BMR menurut cara FAO/WHO/UNU 1985, juga hampir sama 2611 Kal. Angka kecukupan energi wanita hamil triwulan kedua dengan berat badan 50 kg, menurut penelitian ini adalah 2600 Kal.

  20. Pola Penguasaan Tanah Sawah secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.

  1. AFRREV IJAH, Vol.1 (4) November, 2012

    African Journals Online (AJOL)

    First Lady

    Little had wondered why it was so difficult to find a more positive image of women in African .... craftily agrees with the drones that they have a right to berate, banish, or even kill her. ... Told in the first person, the story is a lament, a despairing ...

  2. EFEKTIVITAS AGENS PENGENDALI HAYATI DAN INSEKTISIDA SINTETIK TERHADAP HAMA TANAMAN PADI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Maghfiratul

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAKPadi (Oryza sativa L merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hambatan dalam produksi padi yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas APH (Agens Pengendali Hayati dalam mengendalikan OPT serta mengetahui pengaruh pengendalian APH terhadap produksi padi. Penelitian dilakukan di lahan pertanaman padi di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember pada bulan juni sampai september 2014. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri 5 perlakuan yaitu: P1 = Nematoda Entomopatogen (NEP, P2 = Beauveria bassiana, P3 = Bakteri Merah Serratia spp., P4 = Insektisida, dan P5 = Kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati meliputi jenis hama pada tanaman padi: belalang hijau, kepik hijau, dan walang sangit, populasi hama pada tanaman padi, produksi padi yang meliputi berat basah dan berat kering hasil panen padi. Hasil pengematan menunjukkan bahwa berbagai jenis APH memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap penurunan populasi hama belalang hijau (Oxya sp dengan rerata populasi mencapai 4,12 ekor/10rumpun, populasi kepik hijau (Nezara viridula dengan rerata 0,56 ekor/10rumpun dan walang sangit (Leptocorisa oratorius F. dengan rerata 4,76 ekor/10rumpun diakhir pengamatan (91 HST. Hasil berat gabah kering sawah dan berat gabah kering giling terbanyak yaitu pada perlakuan P4 (Insektisida sebesar 532 gram dan 432 gram, sedangkan hasil produksi terkecil pada perlakuan P3 (Bakteri merah sebesar 468 gram dan 390 gram.Kata kunci: Padi, Hama, Agens hayati 

  3. A new leadership for a new ecclesiology | Mothoagae | Acta ...

    African Journals Online (AJOL)

    While many berate the poor level of leadership in the Church, it is noticeable that the same complaint is made about leadership in the corporate world. It is the authors' contention that the new ecclesiology that has been spoken and written about during the past decades cannot be implemented until there is a change in the ...

  4. Use of fault tree technique to determine the failure probability of electrical systems of IE class in nuclear installations

    International Nuclear Information System (INIS)

    Cruz S, W.D.

    1988-01-01

    This paper refers to emergency safety systems of Angra INPP (Brazil 1626 Mw(e)) such as containment, heat removal, emergency removal system, radioactive elements removal from containment environment, berated water infection, etc. Associated with these systems, the failure probability calculation of IE Class bars is achieved, this is a safety classification for electrical equipment essential for the systems mentioned above

  5. REAKSI KATALITIS ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN METANOL MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE DISTILASI REAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-01-01

    Full Text Available Biodiesel is an alternative diesel fuel that is produced from vegetable oils and animal fats. Generally, it is formed by trans etherification reaction of triglycerides in the vegetable oil or animal fat with an alcohol. In this work, etherification reaction was carried out using oleic acid, methanol and sulphuric acid as a catalyst by reactive distillation method. In order to determine the best conditions for biodiesel production by reactive distillation, the experiments were carried out at different temperature (1000C, 1200C, 1500C and 1800C using methanol/oleic acid molar ratios (1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1, catalyst/ oleic acid molar ratios (0.5%wt, 1%wt, 1.5%wt and 2%wt and reaction times (15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Result show that at temperature 1800C, methanol/oleic acid molar ratio of 8:1, amount of catalyst 1% for 90 minute reaction time gives the highest conversion of oleic acid above 0.9581. Biodiesel product from oleic acid was analyzed by ASTM (American Standard for Testing Material. The results show that the biodiesel produced has the quality required to be a diesel substitute. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diproduksi dari bahan baku minyak nabati dan lemak hewan. Secara umum biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan dan alkohol. Pada penelitian ini proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku asam oleat murni (99%, metanol dan katalis asam sulfat dengan metode distilasi reaktif. Distilasi reaktif merupakan penggabungan antara proses reaksi dan proses pemisahan dalam satu unit proses sehingga memungkinkan diperoleh biodiesel dengan kemurnian yang tinggi. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah temperatur (1000C, 1200C, 1500C, 1800C, jumlah katalis H2SO4 (0,5% berat, 1% berat, 1,5% berat, 2% berat, rasio metanol : asam oleat dinyatakan 1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1 (dalam % berat terhadap konversi

  6. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  7. PENGARUH PENGGUNAAN GAS PELINDUNG ARGON GRADE A DAN GRADE C TERHADAP KEKUATAN TARIK LASAN SAMBUNGAN BUTT PADA MATERIAL KAPAL ALUMINIUM 5083

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Yudo

    2012-04-01

    Full Text Available Material aluminum 5083 banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Jika dilakukan pengelasan untuk penyambungan material aluminum 5083 akan terdapat kekurangsempurnaan hasil  pengelasanya ditinjau dari kekuatanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan tarik hasil las material aluminum 5083 dengan menggunakan dua jenis gas pelindung yang berbeda yakni argon grade A dan argon grade C. Pada perancangan percobaan ini menggunakan material kapal aluminium crew boat KM. Pan Maitime dengan LOA (length over all 35 m, yaitu material aluminium 5083 dengan ketebalan 6 mm dengan Elektrode ER 5356 sesuai rekomdeasi ANSI/ AWS spesification A 5 10/ A 5 10 M dengan  proses pengelasan MIG (metal inert gas. Hasil penelitian menunjukan  bahwa penggunaan gas pelindung argon grade C sebagai gas pelindung pengelasan material aluminum 5083 memiliki kekuatan tarik yang lebih besar 57,89 %  untuk spesimen sambungan las dan 19,85 %  untuk spesimen logam las (weld metal daripada gas pelindung argon grade A. Dimana kekuatan tarik (s rata-rata spesimen sambungan las menggunakan argon grade C adalah 202.5 N/mm2, dan spesimen sambungan las menggunakan argon grade A adalah 128.25 N/mm2, sedangkan untuk kekuatan tarik (s rata-rata spesimen logam las menggunakan argon grade C adalah 299,01 N/mm2, dan spesimen logam las menggunakan argon grade A adalah  249,47 N/mm2. Selain pengujian juga dilakukan analisa menggunakan software Nastran 4.5  dengan hasil tegangan spesimen 111,40 N/mm2 untuk beban tarik 7700 N yang terjadi pada sambungan las.

  8. Analisa Kekuatan Sambungan Pipa Baja Karbon dan Besi Cor Berbasis Teknologi Las Gesek (Friction Welding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Husodo

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Adanya kesulitan yang akan terjadi manakala dilakukan proses penyambungan dua buah logam yang berbedakomposisi. Namun ada alternative metode proses penyambungan logam baja yang berbeda komposisi dengan metodelas gesek. Selain itu metode las gesek ini mempunyai banyak keunggulan antara lain waktu proses cepat, tidak perlulogam pengisi, panas yang terjadi tidak sampai logam mencair, panas yang terjadi tidak terlalu tinggi juga mudahditerapkan karena dapat memanfaatkan mesin perkakas. Oleh karena itu perlu dilakukan proses penyambungan denganmetode las gesek untuk alternative proses pembuatan produk stang sepeda motor. Penelitian dilakukan denganmemvariasi tekanan tempa sebesar 375, 437,5 dan 500 kgf/cm2 , tekanan gesek 62,5 kgf/cm2 dan durasi waktu gesek120 detik. Sampel uji yang dihasilkan dilakukan pengujian struktur mikro dengan metallografi sedangkan sifat mekanikdilakukan dengan pengujian kekerasan dan kekuatan tarik. Analisa dilakukan untuk mengetahui peluang las gesekdipakai sebagai alternative proses produksi produk stang sepeda motor. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode lasgesek dapat digunakan menyambung dua buah logam baja yang berbeda kompisi yaitu pipa baja karbon rendah denganbesi cor. Kekuatan las akan meningkat ketika tekanan tempa juga meningkat. Kekuatan sambungan tertinggi sebesar546,66 N/mm2.Kata kunci: Las gesek, pipa baja karbon rendah, besi cor, tekanan tempa, tekanan gesek Abstract: The difficulties that will occur when the process of joining two pieces made of different metal compositions. However,there are alternative methods of process connection of different steel metal composition with friction welding method.Besides this friction welding method has many advantages such as faster processing time, do not need filler metal, theheat does not occur until the metal melts, heat is happening is not too high is also easy to implement because it can takeadvantage of machine tools. Therefore, it is necessary to the

  9. Karakterisasi Serbuk Hasil Produksi Menggunakan Metode Atomisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Halim Asiri

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak : Metalurgi serbuk (powder metallurgy,yaitu merupakan teknologi produksi logam dengan bahan dasar Aluminum dengan unsur lain Ti,Mn,Mg,Si,sebagai unsur penguat sebelum diproses pencairan terlebidahulu melakukan pengujian sifat mekanik antara lain uji struktur makro dan mikro kemudianuji kekerasan (hardness tes, uji kekuatan (tensile strength. Setelah selesai diadakan pengujian sifat-sifat mekanik terhadap logam dasar, maka proses selanjutnya mencairkan logam dasar denganmelalui dapur peleburan (fornaices dengan temperature panas sekitar 1200 s/d 1350? dan titik cair logam aluminum 650?. Setelah mencair kemudian di holding time selama 20 menit selanjutnya pembuatan proses granulasi (pembutiran dengan menggunakan sistim Atomisasi Air (water atomization dengan menggunakan variasi tekanan penyemprotan sebesar 20 s/d 25 Psi, dengan debit 4 l/s,variasi waktu yg digunakan 6 s/d 8 detik. Hasil dari proses sistim metode Atomisasi ini kita dapatkan macam-macam karakteristik bentuk butiran mulai dari Mesh 8 (2360????m,mesh 16 (1180????m, mesh 30(600????m, mesh 50(300????????,mesh 100 (150????m,mesh 200 (75????m. Untuk mengetahui data-data ini melalui pengamatan dengan menggunakan mikroskop makro dan mikro.Selanjutnya bisa juga melakukan pengujian dengan menggunakan alat uji SEM dan X – Ray (XRD.Kata kunci: uji sifat – sifat mekanik, sifat bahan, komposisi kimia dan porositas (civitis Abstract : Powder metallurgy (powder metallurgy, which is a production technology with basic materialsAluminum metal with other elements Ti, Mn, Mg, Si, as a reinforcement agent before beingprocessed casting prior testing of mechanical properties among others, macro and micro structuraltest then hardness test, test of strength. After completion of the testing of mechanical properties ofthe base metal, then the next process with the base metal melt through the furnace with atemperature of about 1200 s / d in 1350 and the melting point of aluminum is 650C. After melt

  10. Disposal of household burned garbage and risk of low birth weight in Central Sulawesi Province, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puti Sari Hidayangsih

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Pembakaran sampah di dalam rumah tanggadapat mempengaruhi berat badan bayi lahir rendah (BBLR. Pada tulisan ini disajikan pembakaran sampah di rumah tangga terhadap risiko BBLR.Metode: Analisis data menggunakan sebagian data studi potong lintang Riskesdas 2013 di Provinsi Sulawesi Tengah. Data yang dianalisis ialah data bayi berusia 0-11 bulan. Berat badan bayi waktu lahir berdasarkan catatan berat bayi saat lahir yang tercatat dalam kuesioner Riskesdas. Bayi dikategorikan BBLR jika berat badan waktu lahir kurang dari 2500 gram. Hasil: Di antara 281 bayi yang mempunyai catatan berat badan lahir terdapat 10,6% (23 bayi yang BBLR. Bayi yang tinggal di rumah tangga dengan perilaku pengelolaan sampah dengan cara dibakar dibandingkan dengan selain dibakar mempunyai risiko 2,3 kali lipat mengalami BBLR (RRa=2,28; 95% CI=1,18-8,61. Kesimpulan: Bayi yang tinggal di rumah tangga dengan sampah dibakar dibandingkan dengan tanpa sampah dibakar mempunyai risiko lebih tinggi BBLR di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. (Health Science Indones 2014;2:89-93Kata kunci: berat badan lahir rendah, pembakaran sampahAbstractBackground: The management of household waste by burning can affect the incidence of low birth weight (LBW. This paper aims to identify the burning of garbage at home and risk of low birth weight. Methods: This analysis used a part of Riskesdas 2013 data in the Central Sulawesi Province. Subjects analyzed were infants aged 0-11 months. Baby’s weight was based on the baby’s birth weightwhich was recorded in the questionnaire of Riskesdas. The infants were categorized as LBW, if the recorded birth weight was less than 2500 grams. Results: Out of 392 babies,  281 babies had recorded birth weightswhich could be proved by documentary evidence. The majority of babies were boys (50.9% and lived in rural areas (58.7%. The proportion of babies who had LBW was 10.6% (23 infants. The babies who were living in households with

  11. Efektifitas Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum sebagai Additif Pakan dan Antimikrobia terhadap Pertumbuhan Bakteri Anaerob dan Coliform Secara In Vivo pada Ayam Pedaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J.R. Manullang

    2015-10-01

    Full Text Available Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum dikenal sebagai bakteriasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial bubuk jahe terhadap pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (Escherichia coli dan Salmonella sp. secara in vivo pada Broiler. Penelitian ini menggunakan dua puluh empat DOC dengan berat badan 40,7 g. Pemberian bubuk jahe diberikan pada Broiler selama 5 hari dengan konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu, 0,5, 1, dan 1,5% per kg pakan. Peubah yang diamati adalah berat badan, asupan pakan dan koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak jahe merah pada total koloni bakteri yang cenderung menurun dengan semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe merah, semakin tinggi efek hambatan pertumbuhan bakteri. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki sejumlah aktivitas antibakteri untuk pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (E. coli dan Salmonella sp..

  12. PERUBAHAN KARAKTER KUANTITATIF MUCUNA PRURIENS GENERASI M1 PASCA IRRADIASI SINAR GAMMA CO-60

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Ulung Anggraito

    2015-02-01

    Full Text Available Koro benguk (Mucuna pruriens berpotensi sebagai bahan substitusi kedelai. Keragaman genetik koro benguk termasuk kategori rendah, sehingga perlu ditingkatkan keragaman genetiknya terutama pada faktor-faktor produksi. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi mutasi mikro pada koro benguk generasi M1 setelah diradiasi dengan sinar gamma dari Cobalt-60. Benih koro benguk diperoleh dari Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BP2TPH Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta. Radiasi sinar gamma dilakukan di PAIR BATAN Pasar Jumat, Jakarta. Dosis radiasi gamma yang digunakan adalah 0; 25 Gy, 50 Gy; 100 Gy; 150 Gy, 200 Gy, dan 250 Gy. Eksperimen dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, jumlah polong, jumlah biji, berat 100 biji tanaman generasi M1. Data dianalisis menggunakan Anava, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Duncan (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis radiasi sinar gamma akan memperpanjang hari munculnya bunga dan berat biji, namun menurunkan jumlah polong dan jumlah biji pada tanaman generasi M1.

  13. EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca MENGGUNAKAN PELARUT HCl SEBAGAI EDIBLE FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2016-06-01

    Full Text Available Pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh manusia, baik secara langsung setelah buahnya matang ataupun diolah menjadi makanan lain. Kulit pisang biasanya hanya dibuang menjadi limbah, padahal didalam pisang terdapat kandungan pektin sebanyak 22,4%. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi pektin dengan bahan dasar kulit pisang yang bertujuan untuk mengetahui jenis pisang yang banyak mengandung pektin, pengaruh variasi bahan serta jenis pelarut yang menghasilkan pektin maksimum. Percobaan dilakukan memakai pisang kepok yang dikeringkan dan diekstraksi menggunakan pelarut dengan suhu ekstraksi 600 W, variasi berat bahan 10 dan 15 gram dengan waktu ekstraksi 20 menit. Dengan pelarut HCl. Hasil ekstraksi ditambahkan dengan etanol hingga terbentuk endapan, kemudian disaring dan di oven pada suhu 65 0C sampai berat konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan metode MAE kadar yield nya yaitu 16,53% lebih besar daripada menggunakan metode konvensional kadar yield nya yaitu 12,8%.

  14. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  15. THE CHANGE OF PREVALENCE OF XEROPHTHALMIA ON LOMBOK, SEPTEMBER 1977 - SEPTEMBER 1983

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Tarwotjo

    2012-11-01

    Full Text Available Berdasarkan data "Survei Prevalensi Kebutaan Gizi" tahun 1977, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dinyatakan sebagai wilayah tinggi prevalensi xeroftalmia. Sebagai suatu wilayah dengan prevalensi xeroftalmia paling tinggi di Indonesia, banyak faktor risiko yang diidentifikasi bagi daerah ini, termasuk kejadian kecacingan, kekurangan frekuensi pemberian ASI pada anak yang masih menyusu; kekurangan "kamar cuci" di dalam rumah; variasi diet yang terbatas, tidak ada variasi konsumsi bahan pokok selain beras; dan kecilnya konsumsi sumber-sumber protein. Faktor risiko khusus xeroftalmi-korneal berkaitan dengan riwayat penyakit yang baru diderita si anak (campak dan infestasi berat kecacingan dan kurang kalori protein berat. Sejak tahun 1978, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai macam pendekatan untuk mengawasi (kontrol xeroftalmia; sampai tahun 1982 telah mencapai 80% sasaran (anak Balita dan telah menghasilkan penurunan prevalensi xeroftalmia di wilayah ini. Penurunan prevalensi ini dicapai tanpa penurunan secara proporsional faktor-faktor risiko terkait.

  16. Early Inititation of Breastfeeding and Vitamin A Supplementation with Nutritional Status of Children Aged 6-59 Months

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Betty Yosephin Simanjuntak

    2018-02-01

    berat lahir, suplementasi vitamin Adikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Berat dan tinggi anak diperoleh melalui pengukuran antropometri. Lebih dari setengah balita (54,6% tidak mendapat inisiasi menyusui dini. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan terkait dengan indikator weight/age, height/age dan weight/height adalah inisiasi menyusui dini dan suplemen vitamin A. Balita yang tidak mendapat inisiasi menyusui dini berisiko 1,555 kali me-ngalami stunting dibanding balita yang mendapat inisiasi menyusui dini. Variabel yang paling dominan terkait dengan height/age adalah suplementasi vitamin A. Anak yang tidak mendapatkan suplemen vitamin A berisiko mengalami stunting 2,402 kali dibandingkan anak yang mendapat suplemen vitamin A.

  17. Pengaruh Konsentrasi Karbon Terhadap Performa Elektrokimia Katoda Lifepo4 Untuk Aplikasi Baterai Lithium Ion Tipe Aqueous Electrolyte

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Okta Yurwendra

    2014-09-01

    Full Text Available Baterai lithium ion rechargeable telah dipertimbangkan sebagai sebuah sumber tenaga listrik yang digunakan untuk berbagai aplikasi. LiFePO4 yang digunakan sebagai katoda, dipilih karena memiliki sifat yang ramah lingkungan tetapi memiliki konduktivitas yang lemah. LiFePO4 dilakukan proses konduktif coating menggunakan sukrosa dengan pemanasan 600oC selama 3 jam didalam atmosfer argon untuk membentuk karbon coating LiFePO4 (LiFePO4/C dengan variasi persentase berat karbon 9%, 14.5%, dan 17.8% karbon. Dari analisis cyclic voltammetry penambahan karbon coating dapat meningkatkan stabilitas didalam aqueous electrolyte. Hasil galvanostatic charge/discharge didapatkan hasil terbaik pada LiFePO4/C dengan persentase berat karbon 9% dengan kapasitas discharge 13.3 mAhg-1 dan mengalami penurunan kapasitas sebesar 2.2% setelah cycle ke 100. Penambahan karbon yang berlebihan menurunkan kapasitas LiFePO4

  18. KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KONSENTRASI TSS SEBAGAI INDIKATOR PENENTU KONDISI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2016-11-01

    Full Text Available Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong diduga akan berdampak bagi lingkungan sekitarnya, khususnya meningkatnya konsentrasi padatan tersuspensi (TSS dan mempengaruhi sebaran fitoplankton di wilayah tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi, kekeruhan dan kelimpahan fitoplankton di perairan muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah muatan padatan tersuspensi, kekeruhan, kelimpahan fitoplankton dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data pasang surut dan peta bathimetri wilayah muara Sungai Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Konsentrasi muatan padatan tersuspensi 542-885 mg/l. konsentrasi kekeruhan 3.7-20.5 NTU. Kelimpahan fitoplankton 153-238 ind/l. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa sebaran muatan padatan tersuspensi dan kekeruhan memiliki kaitan dengan kelimpahan fitoplankton pada saat surut, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama. Arah sebaran bergerak ke arah Timur atau menjauhi muara sungai. ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON AND TSS VALUE AS AN INDICATOR FOR PORONG RIVER ESTUARY WATER CONDITIONSDisposal of waste and mud into Porong River is expected to have an impact to the surrounding environment, particularly the increasing concentration of suspended solids (TSS and affect the distribution of phytoplankton in the region. The purpose of this study was to determine the correlation between the concentration of TSS and abundance of phytoplankton as an indicator for determinate condition of Porong River Estuary. Determining the location of sampling by purposive sampling method. The data were then analyzed with statistical methods and spatially using ArcGIS 10 program. The concentration of suspended solids charge 542-885 mg

  19. Karakteristik Gejala Dysmenorrhea dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Belajar Mahasiswi S1 Keperawatan Kelas Ekstensi di Fakultas Keperawatan USU

    OpenAIRE

    Roza, Desni

    2011-01-01

    Dysmenorrhea adalah nyeri saat menstruasi yang terjadi pada perut bagian bawah yang terasa seperti kram yang dimulai saat menstruasi datang sehingga dapat menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari. Wanita yang mengalami dysmenorrhea mempunyai tingkat gejala nyeri yang berbeda-beda pada setiap wanita yang mengalaminya mulai dari gejala nyeri dysmenorrhea ringan sampai berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gejala dysmenorrhea dan pengaruh terhadap aktifitas belaj...

  20. Perancangan Line Balancing Dalam Upaya Perbaikkan Lini Produksi Dengan Simulasi Promodel Di PT Caterpillar Indonesia

    OpenAIRE

    Puteri, renty Anugerah Mahaji; Sudarwati, Wiwik

    2016-01-01

    P.T. Caterpillar Indonesia adalah suatu Perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif khusus alat berat. Pada bagian produksi PT. Caterpillar Indonesia terdapat proses produksi perakitan part dengan cara pengelasan dengan produk akhir swing frame, pada lini produksi khususnya Department Fabrication ada empat Section Department yaitu Boom, Stick, Swing Frame dan Base Frame dimana terdapat masalah diantaranya mengurangi waktu menganggur pada bagian welding swing frame dan biaya pro...

  1. PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENSIMULASIKAN DEKORASI RUANGAN SECARA REAL TIME

    OpenAIRE

    Ulva Erida Nur Rochmah; Aris Rakhmadi

    2016-01-01

    Abstrak Mendekorasi ruangan merupakan kegiatan  yang memakan banyak waktu dan tenaga, terutama jika objek yang digunakan besar dan berat. Akan merepotkan jika seseorang harus menggeser setiap objek untuk menentukan letak yang sesuai. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual dengan cara menampilkan objek-objek virtual di dunia nyata secara real time. Tujuan uta...

  2. 2014 Center for Army Leadership Annual Survey of Army Leadership (CASAL): Army Civilian Leader Findings

    Science.gov (United States)

    2015-06-01

    at preparing them for future responsibilities. Engagement is a measure of initiative and productivity . It is highest among civilian leaders but is at...are reported to exhibit counter- productive or negative leadership behaviors such as berating subordinates for small mistakes (15%), blaming other...outcomes (e.g., employee satisfaction, motivation, job performance) and organizational outcomes (e.g., turnover and absenteeism ). CASAL results

  3. Desain dan Implementsi Soft Switching Boost Konverter dengan Simple Auxillary Resonant Switch (Sarc)

    OpenAIRE

    Saputra, Dimas Bagus; Suryoatmojo, Heri; Musthofa, Arif

    2016-01-01

    Boost konverter merupakan penaik tegangan DC ke tegangan DC yang mempunyai tegangan output yang lebih tinggi dibanding inputnya. Penggunaan boost konverter diera modern semakin meningkat dan dibuat dengan dimensi yang lebih kecil, berat yang lebih ringan dan efisiensi yang lebih tinggi dibanding dengan boost konverter generasi terdahulu. Tetapi rugi-rugi periodik saat on/off meningkat. Untuk meraih kriteria tersebut, teknik hard switching boost konverter berevolusi menjadi teknik soft switchi...

  4. STUDI BIODEGRADASI POLI HIDROKSI BUTIRAT DALAM MEDIA CAIR (Biodegradation of Poly Hydroxy Butyrate in Liquid Medium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Sari

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Poli hidroksi butirat (PHS termasuk dalam golongan bioplastik. Plastik jenis ini diharapkan dapat menjadi plastik altematif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sintetis yang bersifat sangat suI it terdegradasi. Penelitian ini bertujuan menguji potensi biodegradabilitas PHS komersial dalam media cair dengan menggunakan lumpur aktif dan unit pengolahan limbah pabrik plastik sintetik. Identifikasi proses degradasi dilakukan dengan cara mengamati perubahan karakteristik PHS yang meliputi perubahan visual, perubahan morfologi permukaan, penurunan berat, perubahan kristalinitas, dan perubahan berat molekul selama 15 pekan inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan PHS se1ama proses degradasi dapat dilihat secara visual. Disamping itu, morfologi permukaan mengalami perubahan signifikan. Adapun penurunan berat, kristalinitas, dan berat molekul berturut-turut mencapai 22,91 %,57.44 %, dan 29,52 %.   ABSTRACT  Poly hidroxy butyrate (PHB is a member of bioplastic group. This type of plastic is expected to be alternative plastic which is environmently friendly to replace synthetic plastic that is known to be very difficult to degrade. This research aims to test the biodegradability of commercial PHB in liquid mediums used activated sludge from waste water treatment plant in plastic synthetic factory. Identification of biodegradation process  was done by monitoring the changes of PHB characteristics including visual change, surface morphology change, reduction of weight, reduction of crystallinity, and reduction of molecular weight during 15 weeks incubation. The result shows that  the damage of PHB sample during biodegradation could be seen visually and liquid medium show the existence of change which can be seen visually and the surface morphology of PHB changed significantly. Weight reduction, crystallinity  reduction, and molecular  weight reduction  revealed of 22.91%, 57.44%, and 29.52% respectively.

  5. GAMBARAN JENIS DAN JUMLAH KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK PADA MAHASISWA OBESITAS DI UNIVERSITAS HASANUDDIN

    OpenAIRE

    Suryanti, Rut; Jafar, Nurhaedar; Syam, Aminuddin

    2013-01-01

    Konsumsi fast food dan soft drink dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis dan jumlah zat gizi makro dari konsumsi fast food dan soft drink pada mahasiswa yang obesitas.Jenis penelitian adalah deskriptif, dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013 di Universitas Hasanuddin dengan jumlah responden 60 orang. Instrument penelitian adalah kuesioner identitas diri dan food frekuensiSemiQuantitatif fast food dan soft drink, food pictur...

  6. Pengaruh Penambahan Kutub Bantu Pada Motor Arus Searah Penguatan Seri Dan Shunt Untuk Memperkecil Rugi-Rugi

    OpenAIRE

    Fahni, Al Magrizi

    2015-01-01

    Penggunaan motor DC akhir-akhir ini mengalami perkembangan, khususnya dalam pemakaiannya sebagai motor penggerak. Terutama untuk menggerakkan beban yang berat dan bervarisasi. Oleh sebab itu, diharapkan motor DC dapat bekerja secara efisien. Pada saat motor DC dibebani, akan mengalir arus jangkar yang mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar. Arus jangkar yang terlalu besar akan mengakibat timbulnya rugi-rugi daya pada motor DC, salah satu cara untuk memperkecil rugi-rugi day...

  7. Pengaruh Penambahan Kutub Bantu Pada Motor Arus Searah Penguatan Seri Dan Shunt Untuk Memperkecil Rugi-Rugi (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

    OpenAIRE

    Fahni, Al Magrizi

    2015-01-01

    Penggunaan motor DC akhir-akhir ini mengalami perkembangan, khususnya dalam pemakaiannya sebagai motor penggerak. Terutama untuk menggerakkan beban yang berat dan bervarisasi. Oleh sebab itu, diharapkan motor DC dapat bekerja secara efisien. Pada saat motor DC dibebani, akan mengalir arus jangkar yang mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar. Arus jangkar yang terlalu besar akan mengakibat timbulnya rugi-rugi daya pada motor DC, salah satu cara untuk memperkecil rugi-rugi day...

  8. STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Christijanti

    2011-02-01

    Full Text Available Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.

  9. PENGARUH BRAND EQUITY KAWASAN BELANJA KAIN CIGONDEWAH KOTA BANDUNG TERHADAP CITRA KAWASAN DAN KEPUTUSAN BERBELANJA (Survei Pada Konsumen Akhir Pengunjung Kawasan Belanja Kain Cigondewah)

    OpenAIRE

    Ani Solihat

    2016-01-01

    ABSTRAK   Pemerintah daerah Indonesia, dewasa ini mulai meninjau ulang pendekatan dan cara pandang dalam mengelola daerah dengan memberikan otonomi untuk membangun sarana dan prasarana dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, manajemen tata ruang dan lingkungan bagi daerah, termasuk diantaranya Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya bagi Kota Bandung merupakan suatu tantangan yang berat, karena adanya tuntutan untuk mewujudkan kemandirian ...

  10. Perbandingan Nilai Fleksibilitas Tubuh Ibu Post Partum Yang Melakukan Dan Tidak Melakukan Senam Pilates

    OpenAIRE

    Prabandani, Dyah Ayu; Laksono, Budi

    2016-01-01

    Latar Belakang : Mengukur nilai fleksibilitas tubuh adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kelenturan tubuh seorang ibu, yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Pada ibu post partum akan mengalami beberapa Perubahan seperti pengendoran otot dan bertambahnya berat badan yang dapat berpengaruh terhadap ruang gerak sendi. Senam pilates merupakan jenis senam yang populer di Indonesia yang menonjolkan stretching sehingga melatih kelenturan tubuh.Tujuan Penelitian : Membuktikan ...

  11. Delignifikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Dilanjutkan dengan Hidrolisis Bertahap untuk Menghasilkan Glukosa

    OpenAIRE

    Nasruddin

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses delignifikasi lignin dari tandan kosong kelapa sawit untuk masing-masing perlakuan dengan berat 500 g dengan larutan NaOH pada konsentrasi 2%; 4%; 6%; dan 8%. Proses delignifikasi berlangsung pada temperatur uap panas dari proses sterilisasi dengan autoclave selama 50 menit; 75 menit; 100 menit; dan 125 menit. Hasil delignifikasi tandan kosong kelapa sawit dicuci dengan air pH 6 – 6,5. Setelah dicuci ditiriskan di atas kawat kasa selama 60 men...

  12. Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Air Minum (Studi Kasus Di PDAM Cabang Medan)

    OpenAIRE

    Nasruddin

    2008-01-01

    Dunia industri dan perdagangan nasional dewasa ini mulai menunjukkan adanya berbagai gejala persaingan cukup berat yang ditunjukkan dengan adanya tingkat pemanfaatan kapasitas barang-barang produk nasional yang rendah dan perbuatan pasar yang sering tidak sehat, tidak simpati serta tidak mengindahkan nilai-nilai etis dalam praktek perdagangan yang sering sekali bukan hanya merugikan para pengusaha atau produsen, akan tetapi konsumen khususnya sangat dirugikan. Berdasarkan hal tersebut perm...

  13. Kejahatan Seksual Pedofilia dalam Perspektif Hukum Pidana dan Islam

    OpenAIRE

    Eko Setiawan

    2017-01-01

    Kejahatan seksual pedofilia akan berdampak negative bagi anak. Bukan hanya merusak masa depan secara fisik saja, tetapi juga akan merusak mental dan kejiwaan anak, seperti gangguan depresi berat dapat terbawa kelak hingga dewasa. Apalagi kebanyakan penderita pedofilia disebabkan karena dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual serupa pada masa kanak-kanak. Tindak pidana pedofilia sangat merugikan korban dan masyarakat luas. Oleh karena itu, korban membutuhkan perhatian dan perlindungan ...

  14. Hubungan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SD Pertiwi 2 Padang

    OpenAIRE

    Rizki Nur Amalia; Delmi Sulastri; Rima Semiarty

    2016-01-01

    AbstrakGizi lebih adalah keadaan tubuh seseorang yang mengalami berat badan berlebih karena kelebihan jumlah asupan energi yang disimpan dalam bentuk cadangan berupa lemak. Prevalensi gizi lebih pada anak di Indonesia mencapai 10,4. Salah satu faktor risiko terjadinya gizi lebih adalah kebiasaan mengonsumsi junk food. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi lebih pada anak usia sekolah. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan ranc...

  15. Pola Penguasaan Tanah Sawah Secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan  bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna  mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.   Kata kunci: sistem gilir...

  16. Anestesi Pada Operasi Palatoplasty Dengan Penyulit Tetralogy of Fallot

    OpenAIRE

    Munandar, Arief

    2004-01-01

    Di laporkan penatalaksanaan anestesi pada pasien Labiopalatoschisis dengan penyulit Tetralogy of Fallot yang dilakukan operasi palatoplasti pada seorang anak wanita umur 4 tahun, berat badan 9 kg, dengan anestesi umum, status fisik ASA III. Premedikasi dengan midazolam 0,75 mg, sulfas atropin 0,25 mg, ketalar 5 mg. Induksi dengan ketalar 15 mg, fasilitas intubasi dengan Esmeron 6 mg. Pemeliharaan dengan fentanil 20 mg, halotan 0,5% dan oksigen 5 1/mnt. Durante operasi dilakukan monitoring pad...

  17. Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal

    OpenAIRE

    Ayu Fitriani; I Nyoman Suartha; Sri Kayati Widyastuti

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blo...

  18. MUTU FISIK, FISIOLOGIS, DAN KANDUNGAN BIOKIMIA BENIH TREMA (Trema orientalis Linn. Blume BERDASARAN TINGKAT KEMASAKAN BUAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naning Yuniarti

    2016-12-01

    Full Text Available Trema (Trema orientalis Linn. Blume merupakan tanaman serba guna karena semua bagian pohon dapat digunakan. Dalam pengembangan tanaman ini, diperlukan benih bermutu, dimana salah satu syarat untuk menentukan benih bermutu adalah benih harus berasal dari buah yang sudah masak fisiologis. Tujuan penelitian adalah mengetahui mutu fisik, mutu fisiologis, dan kandungan biokimia (lemak, karbohidrat dan protein benih trema berdasarkan tingkat kemasakan buah. Benih trema yang digunakan berasal dari Badung, Bali. Buah trema dikelompokkan menjadi 3 warna (hijau, coklat, hitam. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan parameter yang diamati : ukuran buah dan benih, berat buah dan benih, kadar air buah dan benih, kandungan biokimia (protein, lemak, karbohidrat, daya berkecambah, dan kecepatan berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan : (1 Tingkat kemasakan buah berpengaruh nyata terhadap mutu fisik (ukuran buah dan benih, berat buah dan benih, kadar air buah dan benih, fisiologis (daya berkecambah, kecepatan berkecambah, dan kandungan biokimia (lemak, karbohidrat, protein benih trema, (2 Mutu fisik dan fisiologis benih yang berasal dari buah yang berwarna hitam lebih baik dibandingkan dengan buah berwarna hijau dan coklat, (3 Kandungan lemak, karbohidrat dan protein benih trema berbeda dari masing-masing tingkat kemasakan (hijau, coklat, hitam, (4 Buah trema yang sudah mencapai masak fisiologis adalah buah berwarna hitam, dengan kriteria yaitu : panjang buah 3,87 ± 0,05 mm dan lebar 3,41 ± 0,02 mm; panjang benih 2,10 ± 0,05 mm dan lebar 1,81 ± 0,06 mm; berat 1000 butir buah 25,6883 gr; berat 1000 butir benih 3,8288 gr; kadar air buah 54,74%; kadar air benih 12,03%; daya berkecambah 78%; kecepatan berkecambah 3,05%/Etmal; kandungan karbohidrat 20,10%; kandungan protein 2,84%; kandungan lemak 0,65%.

  19. Elemen Kebangsawanan dalam Pemilihan Pemimpin: Analisis Kontekstual Pemilihan Saidina Abu Bakr, Muawiyyah serta Kesultanan Melayu

    OpenAIRE

    Mohd Haidhar Kamarzaman; Norakmal Azraf Awaluddin; Muhammad Akmal Othoman; Yusri Mohamad Ramli

    2013-01-01

    Pemilihan pemimpin negara dalam Islam merupakan tugas yang berat ini selaras dengan kepentingannya dilihat sebagai pengganti Rasulullah (s.a.w) iaitu menyebarkan Islam dan mentadbir kelangsungan Islam. Namun yang menjadi fokus kepada penulisan ini adalah faktor kebangsawanan dalam pelantikan pemimpin dalam Islam. Kajian ini memfokuskan kepada sejarah bagaimana elemen kebangsawanan kaum Quraisy bagi Saidina Abu Bakar r.a menjadi faktor yang berpengaruh dalam pelantikan beliau sebagai khalifah ...

  20. Politico-Islamic Issues in Malaysia in 1999

    OpenAIRE

    Abubakar, Ibrahim

    2001-01-01

    Tulisan ini merupakan kajian singkat sekitar isu politik Islam di Malaysia tahun 1999. Pada November 1999, Malaysia menyelenggarakan pemilihan Federal dan Negara Bagian yang ke-10. Titik berat tulisan ini ada pada beberapa isu politik Islam yang dipublikasikan di koran-koran Malaysia yang dilihat dari perspektif partai-partai politik serta para pendukmgnya. Partai politik di Malaysia cukup banyak, dan disini diangkat empat partai politik yaitu: Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO), Aso...

  1. DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sulistiawati

    2012-10-01

    Full Text Available Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China, dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah. Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper dan limbah pertanian yaitu abu jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik. Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram, lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan kayu sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai, hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara bambu awal dan akhir (kering dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam, dengan selisih berat (basis kering mencapai 44,5%.

  2. Virtuelle Auskunft mit Mehrwert : Chatbots in Bibliotheken

    OpenAIRE

    Christensen, Anne

    2008-01-01

    Die virtuelle Auskunft mit Hilfe elektronischer Informationsassistenten, auch Chatbots oder Chatterbots genannt, ist ein seit dem Jahr 2004 zu beobachtender Trend im deutschen Bibliothekswesen. Die Arbeit stellt die vier Chatbots ASKademicus, Stella, INA und das Sachsen-I vor. Am Beispiel von Stella aus der SUB Hamburg werden dann die Funktionsweise von Chatbots sowie die Anforderungen an die Konzeption dieser virtuellen Berater erläutert. Den Schwerpunkt der Arbeit bilden der Vergleich von C...

  3. Analisa Pembuatan Tabung Gas Lpg 3 Kg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustafa -

    2012-11-01

    Full Text Available Program konversi minyak tanah ke LPG merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangisubsidi BBM, dengan mengalihkan pemakaian minyak tanah ke LPG. Tujuan analisa untuk mengetahui proses pembuatantabung gas, proses deep drawing dan metode pengelasan yang baik. Karena masih banyak orang yang takut memakai bahanbakar LPG tersebut karena takut meledak akibat kualitasnya yang kurang bagus. Deep Drawing atau biasa disebut drawingadalah salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu mempunyaikedalaman tertentu. Pada proses pembuatan tabung gas elpiji untuk mendisain suatu proses pembentukan logam , sepertipenarikan (drawing. Salah satu pekerjaan yang harus kita lakukan adalah menentukan atau memilih kapasitas mesin(energi, gaya, torsi serta perkakas dan peralatan yang akan digunakan untuk proses tersebut. Pada proses deep drawingdengan kecepatan tekan yang telah ditentukan (sesuai tabel daya tekan maksimal tidak boleh melebihi: 167,330 kg. Padaproses pengelasan circum, tegangan normal mencapai 61.16 kg/cm2, karena masih diatas uji ketahanan hidrostastik, makamasih dalam batas aman.

  4. Rekayasa Katalis Ni/Zn-HZSM-5 untuk Memproduksi Biofuel dari Minyak Bintaro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Iqbal

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber energi alternatif terbarukan sangat diperlukan pada masa kini, sebab penggunaan sumber energi fosil tidak dapat menjadi andalan untuk masa depan. Hal ini karena sumber energi fosil semakin menipis dan penggunaannya menghasilkan emisi CO2 yang tidak ramah lingkungan. Salah satu sumber energi alternatif yang menjanjikan adalah biofuel. Biofuel merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis berpromotor ganda Ni/Zn-HZSM-5 dan suhu terhadap proses perengkahan minyak bintaro untuk memproduksi biofuel. Variabel yang digunakan adalah perbandingan massa Ni terhadap Zn, perbandingan massa logam terhadap katalis total serta suhu. Parameter kualitas biofuel dapat dilihat dari nilai selektivitas. Selektivitas maksimum gasoline sebesar 52,42% tercapai pada suhu 350°C dan selektivitas maksimum kerosene sebesar 86,72% tercapai pada suhu 400°C pada pengguunaan katalis dengan perbandingan Ni:Zn sebesar 1:1 dengan logam 2% massa total katalis. Diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk memproduksi biofuel yang lebih berkualitas pada suhu yang lebih tinggi dan massa katalis yang lebih besar.

  5. PROSES BRAZING Cu-Ag BERBAHAN BAKAR BIOGAS TERMURNIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Kusrijadi

    2015-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan biogas sebagai salah satu alternatif bahan bakar  pada proses brazing merupakan langkah diversifikasi biogas, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan keramahan teknologi. Permasalahan yang bersifat teknis dan menjadi kendala dalam pemanfaatan biogas ini adalah rendahnya konsentrasi CH4 dikarenakan adanya pengotor utama berupa air, karbondioksida dan asam disulfida. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu  tahap  pressureized storage process meliputi pemisahan komponen pengotor yang terdapat dalam biogas melalui teknik absorbsi sehingga dihasilkan biogas yang berkualitas gas alam terbarukan dan proses injeksi ke dalam suatu tangki penyimpanan, dan tahap selanjutnya adalah menggunakan biogas tersebut pada proses brazing logam Cu (tembaga dengan bahan tambah Ag (silver. Analisis hasil brazing dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi untuk melihat kualitas tampak dari hasil brazing, serta analisis kekerasan mikro dan analisis parameter fisik standar terhadap hasil proses brazing. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat alat pemurnian biogas yang dapat memurnikan biogas menjadi metana mendekati 100% dan sistem pengemasan (storage system  biogas bertekanan hingga 2 bar. Dari hasil analisis struktur mikro dan uji kekerasan mikro diketahui bahwa hasil proses brazing dengan biogas menghasilkan kualitas yang sama dengan hasil proses brazing dengan gas acetylene sehingga disimpulkan bahwa biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk proses brazing, khususnya untuk logam Cu dengan bahan tambah Ag.  Kata kunci : Biogas, Pressureized Storage, Brazing

  6. PERFORMANS KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis YANG DIBERI RANSUM DENGAN KANDUNGAN ENERGI BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I M. NURIYASA

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans kelinci jantan lokal (Lepus nigricollis yang diberi ransum dengan kandungan energi termetabolis berbeda. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: ransum dengan kandungan energi termetabolis 2200 K.kal/kg (R1, 2500 K.kal/kg (R2, 2800 K.kal/kg (R3 dan 3100 K.kal/kg (R4. Ransum dibuat iso protein dengan kandungan protein kasar 16%. Kelinci yang dipergunakan adalah kelinci jantan lokal lepas sapih dengan umur 4-5 minggu. Variabel yang diamati adalah koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE, berat badan akhir, konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konsumsi air minum. Tidak terjadi perbedaan yang nyata (P>0,05 pada perlakuan ransum terhadap variabel koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE dan konsumsi air minum. Kelinci yang mendapat perlakuan ransum R1 menghasilkan berat badan akhir paling rendah yang berbeda nyata (P0,05 dibandingkan dengan R4. Nilai konversi ransum pada kelinci yang mendapat perlakuan R1 paling tinggi yang berbeda nyata (P<0,05 dibandingkan dengan R2, R3 dan R4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ransum dengan kandungan energi termetabolis 2800 K.kal/kg (R3 menghasilkan performans lebih tinggi daripada 2200 K.kal/kg (R1, 2500 K.kal/kg (R2 dan 3100 K.kal/kg (R4.

  7. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  8. UJI COBA PERANGKAP UDANG DENGAN BENTUK YANG BERBEDA (EXPERIMENTAL FISHING WITH TRAP PRAWN DIFFERENT FORM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irhamsyah Irhamsyah

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan hasil tangkapan udang dari tamba dan ayunan modifikasi dan hasil tangkapan selain udang.  Dari hasil penelitian diperoleh perlakuan A (tamba diperoleh hasil tangkapan udang sebanyak 52 ekor, dengan berat total 2.210 gram.  Perlakuan B (ayunan modifikasi lantai bambu, diperoleh hasil tangkapan udang sebanyak 29 ekor, dengan berat total  180 gram.  Total hasil tangkapan udang dengan menggunakan tamba dan ayunan modifikasi lantai bambu selama 16 hari pengamatan adalah 81 ekor dengan berat total 2.390 gram.  Jenis hasil tangkapan utama yaitu Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man dengan hasil tangkapan sampingan adalah ikan Lundu (Mystus gulio dan  ikan Sapu-Sapu (Hypostomus plecostomus. This study aims to (1 know the difference between the catch of prawns from tamba and ayunan, and (2 to determine the catch other than prawn. The results, treatment A (tamba gained as much as 52 prawns, with a total weight of 2,210 grams. Treatment B (ayunan modifications bamboo flooring, gained as much as 29 prawns, with a total weight of 180 grams. Total catch of prawns using swing modifications and addi bamboo flooring for 16 days of observation was 81 prawns with a total weight of 2,390 grams. Main types of catches fresh water prawn (Macrobrachium rosenbergii de Man with a side of the catch is Lundu (Mystus Gulio and Sapu-sapu (Hypostomus plecostomus.

  9. Penentuan konsentrasi stainless steel 316L dan kobalt kromium remanium GM-800 pada uji GPMT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikmal Hafizi

    2016-12-01

    Full Text Available Concentration determination of stainless steel 316L and cobalt chromium remanium GM - 800 on GPMT test. Dentistry had used metals such as cobalt chromium and stainless steel in maxillofacial surgery, cardiovascular, and as a dental material. 316L stainless steel is austenistic stainless steel which has low carbon composition to improve the corrosion resistance as well as the content of molybdenum in the material. Cobalt chromium (CoCr is a cobaltbased alloy with a mixture of chromium. Density of a metal cobalt chromium alloy is about 8-9 g/cm3 that caused metal interference relatively mild. Remanium GM-800 is one type of a cobalt chromium alloy with the advantages of having high resistance to fracture and high modulus of elasticity. This study aims to determine the exact concentration used in 316L stainless steel and cobalt chromium GM-800 as the GPMT test material. Subjects were cobalt chromium Remanium GM-800 and 316L stainless steel concentration of 5%, 10%, 20%, 40% and 80%. Patch containing stainless steel or cobalt chromium paste was af xed for 24 hours each on three experimental animals, then the erythema and edema were observed using the Magnusson and Kligman scale. In the study, concentration of 5% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 as material in challenge phase GPMT test, while the concentration of 40% is the concentration recommended for stainless steel 316L and cobalt chromium GM-800 in the induction phase. ABSTRAK Dunia kedokteran gigi banyak menggunakan logam pada pembedahan maxillofacial, cardiovascular, dan sebagai material dental. Logam yang banyak digunakan antara lain adalah kobalt kromium dan stainless steel. Stainless steel 316L merupakan austenistic stainless steel yang memiliki komposisi karbon rendah sehingga dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi sama halnya dengan kandungan molybdenum pada material tersebut. Kobalt kromium (CoCr adalah cobalt-based alloy dengan

  10. Validasi Algoritma Estimasi konsentrasi Klorofil-a dan Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Terra dan Aqua Modis dengan Data In situ (Studi Kasus : Perairan Selat Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Prinina

    2017-01-01

    Full Text Available Klorofil-a dan Padatan Tersuspensi (TSS merupakan parameter fisik kualitas perairan. Pigmen klorofil-a memiliki daya serap yang tinggi pada gelombang tampak biru dan merah. TSS merupakan zat padatan sedimentasi dari aliran sungai yang membawa material-material organik maupun anorganik. Kandungan TSS yang tinggi sangat mengganggu proses fotosintesis pada fitoplankton yang merupakan produsen penghasil zat klorofil-a. Sehingga TSS juga mampu menyerap gelombang tampak. Kemampuan klorofil-a dan TSS dalam menyerap gelombang tampak dapat di amati dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Pemanfaatan teknologi ini membutuhkan algoritma dalam menentukan nilai estimasi konsentrasi klorofil-a dan TSS. Penelitian ini menggunakan citra Terra dan Aqua MODIS. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi hasil algoritma klorofil-a dan TSS yang telah ada dalam perangkat lunak SeaDAS 7.3.1. Dari hasil penelitian ini didapatkan koreksi atmosfer terbaik dalam pendugaan klorofil-a dan TSS yaitu koreksi atmosfer MUMM. Dari hasil pemetaan klorofil-a dan TSS menghasilkan nilai NMAE sebesar 158,34% dan 65,28%. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma empiris ini tidak dapat diterapkan pada Selat Makassar. Sebaran klorofil-a terendah sebesar 0,105 µg/l dan tertinggi sebesar 0,783 µg/l pada citra Terra MODIS. Sedangkan sebaran TSS terendah 0,02 mg/l dan tertinggi 6,88 mg/l pada citra Terra MODIS. Citra Terra MODIS lebih baik dalam pendugaan klorofil-a dan TSS dengan menggunakan algoritma empiris di SeaDAS 7.3.1 daripada menggunakan citra Aqua MODIS.

  11. PENDUGAAN RESERVOIR SISTEM PANAS BUMI DENGAN MENGGUNAKAN SURVEY GEOLISTRIK, RESISTIVITAS DAN SELF POTENSIAL (Studi Kasus: Daerah Manifestasi Panas Bumi di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Basid

    2014-10-01

    Full Text Available Meningkatnya kebutuhan energi listrik, berkurangnya produksi dan meningkatnya harga minyak, memacu banyak negara, termasuk Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Jika dihitung potensi daya yang dihasilkan mencapai ±27.000 MWe. Daya sebesar ini membuat Indonesia merupakan Negara yang memiliki 40% potensi panas bumi dunia, tetapi baru 3%. dari potensi panas bumi tersebut dimanfaatkan. Salah satu penelitian untuk mengetahui potensi sebaran panas bumi dilakukan di Desa Lombang Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep dengan menggunakan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole dan Self Potensial (SP. Hasil penelitian dengan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole menunjukkan bahwa letak air tanah berada pada kedalaman + 15 dan + 20 m di bawah permukaan tanah. Menurut teori gradient geothermal, semakin ke dalam pusat bumi, maka temperaturnya semakin tinggi pula. Demikian dengan prinsip hidrotermal yang seharusnya semakin ke bawah nilai resistivitas air semakin kecil karena konduktivitas air semakin besar. Dengan metode SP diperoleh sebaran data potensial daerah penelitian dengan nilai tertinggi mencapai 90 mV dan terendah -100 mV serta rata-ratanya 0,47 mV. Berdasarkan peta kontur isopotensial yang diperoleh dapat diinterpretasi bahwa daerah penelitian merupakan zona konduktif, yang diduga berasal dari mineral sulfida dalam fluida panas. Hal ini terindikasi dengan rendahnya nilai potensial yang terukur, yang secara numerik bernilai negatif dan aliran air panas dari reservoir cenderung mengalir dari barat ke timur. Dari kajian geologi, lokasi penelitian sama sekali tidak berhubungan dengan aktivitas geologi vulkanik. Panas bumi yang

  12. THE PROPERTIES OF CHARCOAL FROM THE BLACK LIQUOR OF THE SODA PULPING OF RICE STRAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Jaya Wistara

    2013-11-01

    Full Text Available The main goal of the present works was to determine chemical changes, thermal decomposition, and the content of moisture, ash, volatile, fixed carbon and calorific value of soda pulping black liquor of the rice straw. Neutralized black liquor was dried to a moisture content of 10% and then pyrolized at 106oC-750oC. It was found that calorific value, fixed carbon, volatile mater, and moisture content were in the range of 2782-4716 cal/g, 49.2-81.6%, 15.5-47.5%, and 0.2-3.5%, respectively. Ash content was not influenced by the temperature of pyrolysis and was thought to depend on its initial silicate content. The weight loss of pulp was higher than that of black liquor. Extreme weight loss has been found in the temperature of 200-400oC. Noticeable functional groups changes were found with the increasing temperature of pyrolysis. Hydroxyl group completely disappeared at 300oC and above. Carbonyl related groups were also disappeared at 300-500oC, but it was reformed at 650 and 750oC. It might be brought about by the deformation of chemical bonding of oxygen ring in lignin structures. SIFAT-SIFAT ARANG LINDI HITAM DARI PEMASAKAN JERAMI DENGAN LARUTAN SODA API. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan sifat kimia, dekomposisi termal dan kadar air, abu, zat terbang, karbon terikat serta nilai kalor arang lindi hitam pemasakan soda jerami padi. Dalam penelitian ini, lindi hitam netral dikeringkan (kadar air 10%, kemudian dipirolisis pada selang suhu 100-750oC di dalam reaktor berpengatur suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor, karbon terikat, zat terbang dan kadar air masing-masing berselangdari 2782-4716 cal/g, 49,2-81,6%, 15,5-47,5%, dan 0,2-3,5%. Kadar abu tidak dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan diduga bergantung pada kadar silika bahan bakunya. Nilai kalor meningkat dengan meningkatnya kadar karbon terikat. Perilaku kehilangan berat arang dari lindi hitam berbeda dengan perilaku kehilangan berat pulp jerami. Kehilangan

  13. Cold working room temperature increased moderate/severe qualitative work stressor risk in Air Traffic Controllers

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Astuti

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang: Pemandu lalu lintas udara (PLLU kemungkinan lebih besar terkena stresor kerja kualitatif. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang berkaitan dengan stresor kerja kualitatif moderat (SBKL sedang di antara PLLU di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.Metode:  Studi  potong  lintang  dilakukan  pada  bulan  November 2008  dengan  subjek  PLLU  aktif  bekerja minimal  6  bulan. Penelitian  menggunakan  kuesioner  standar  survei  diagnostik stres  dan  kuesioner  stresor rumah tangga. Kuesioner diisi oleh subjek.Hasil: Subjek berumur 27-55 tahun terdiri dari 122 PLLU dengan SBKL sedang/berat dan serta 13 (9,6% PLLU dengan SBKL rendah. Model menunjukkan bahwa mereka yang merasa dibandingkan dengan yang tidak merasa suhu ruangan terlalu dingin mempunyai 11-lipat risiko SBKL sedang/berat [rasio odds suaian (ORa = 10,63: 95% interval kepercayaan (CI = 1,79-65,59]. Dibandingkan dengan subjek tanpa stresor ketaksaan peran, mereka yang mempunyai stresor ketaksaan peran sedang/berat berisiko 8,2-lipat SBKL sedang/berat (ORa = 8,23: 95% CI = 1,13-59,90. Di samping itu, mereka yang mempunyai stresor tanggung jawab sedang/berat mendapatkan dibandingkan dengan tanpa stesor ini 6,6-kali berisiko SBKL sedang/berat (ORa = 6,64: 95% CI = 1.13-38.85, Selanjutntya mereka yang mempunyai dibandingkan dengan yang tanpa stresor pengembangan karir sedang/berat mempunyai 3,7-kali risiko SBKL sedang/berat  (ORa = 3,67: 95% CI = 0.88-15.35; P = 0,075.Kesimpulan: Subjek LLU yang merasa suhu ruangan terlalu dingin, stresor ketaksaan peran, tanggung jawab personal dan pengembangan karir sedang/berat mengalami peningkatan risiko SBKL sedang/berat. (Health Science Indones 2011;2:58-65.AbstractBack ground: Air traffic controllers (ATCs have a high level of responsibility which may lead to qualitative work load stressor (QLWS. This study identified several risk factors related to moderate qualitative

  14. PENENTUAN KOEFISIEN DISPERSI ATMOSFERIK UNTUK ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR PWR DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-03-01

    Full Text Available Atmosfer merupakan pathway penting pada perpindahan radionuklida yang lepas dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN ke lingkungan dan manusia. Penerimaan dosis pada lingkungan dan manusia dipengaruhi oleh sourceterm dan kondisi tapak PLTN. Untuk mengetahui penerimaan dosis lingkungan untuk PLTN di Indonesia, maka diperlukan nilai koefisien dispersi untuk tapak potensial yang dipilih. Model perhitungan dalam penelitian ini menggunakan model yang diterapkan pada paket program pada modul ATMOS dan CONCERN dari PC-Cosyma yaitu model perhitungan segmented plume model. Perhitungan dilakukan untuk PLTN tipe PWR kapasitas 1000 MWe berbahan bakar UO2, postulasi kejadian untuk kecelakaan DBA, kondisi tapak kasar, untuk 6 tapak contoh tapak Semenanjung Muria, Pesisir Banten, dan tapak yang didominasi oleh stabilitas cuaca C,D,E, dan F. Koefisien dispersi dihitung untuk 8 kelompok nuklida produk fisi yang lepas dari PLTN yaitu: kelompok gas mulia, lantanida, logam mulia, halogen, logam alkali, tellurium, cerium, dan kelompok stronsium & barium. Perhitungan input menggunakan paket program ORIGEN-2 dan Arc View untuk penyiapan input perhitungan. Hasil pemetaan untuk parameter dispersi maksimum rerata diperoleh pada jarak radius 800 m dari sumber lepasan untuk nuklida dari kelompok logam mulia, logam alkali dan kelompok nuklida cerium. Parameter dispersi untuk Tapak Muria maksimum 1,53E-04 s/m3, Tapak Serang adalah 1,40E-03 s/m3, tapak dengan stabilitas C: 1,72E-04 s/m3, stabilitas D: 1,40E-04 s/m3, Stabilitas E: 1,07E-04 s/m3, dan tapak dengan stabilitas F : 2,14E-05 s/m3. Kata kunci: koefisien dispersi, atmosferik, PWR, kecelakaan, Indonesia   The atmosphere is an important pathway in the migration of radionuclides transport from the Nuclear Power Plant (NPP to the environment and humans. The dose accepted in the environment and humans is influenced by the sourceterm and NPP siting condition. Distribution of radionuclides in the atmosphere is determined

  15. Overdenture dengan Pegangan Telescopic Crown

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pambudi Santoso

    2014-06-01

    Full Text Available Kaitan presisi merupakan alat retensi mekanis yang menghubungkan antara satu atau lebih pegangan gigi tiruan, yang bertujuan untuk menambah retensi dan/atau stabilisasi. Kaitan presisi dapat digunakan secara luas pada gigi tiruan cekat, gigi tiruan sebagian lepasan, overdenture, implant untuk retensi overdenture, dan protesa maksilo fasial. Overdenture dengan kaitan presisi dapat membantu dalam pembagian beban kunyah, meminimalkan trauma pada gigi pegangan dan jaringan lunak, meminimalkan resorbsi tulang, dan meningkatkan estetik dan pengucapan suara. Salah satu jenis dari kaitan presisi adalah telescopic crown, terdiri dari 2 macam mahkota, yaitu mahkota primer yang melekat secara permanen pada gigi penyangga, dan mahkota sekunder yang melekat pada gigi tiruan. Tujuan pemaparan kasus ini adalah untuk memberikan informasi tentang rehabilitasi pasien edentulous sebagian rahang atas dengan telescopic crown..  Pasien wanita berusia 45 tahun datang ke klinik prostodonsia RSGM Prof.Soedomo dengan keluhan ingin dibuatkan gigi tiruan. Pasien kehilangan gigi 11 12 15 16 17 21 22 24 25 26 dan 27 yang diindikasikan untuk pembuatan overdenture gigi tiruan sebagian lepasan (GTS kerangka logam dengan pegangan telescopic crown pada gigi 13 dan 14 dengan sistem parallel-sided crown. Tahap-tahap pembuatan telescopic crown yaitu mencetak model study dengan catatan gigit pendahuluan. Perawatan saluran dilakukan pada akar gigi 13, dilanjutkan pemasangan pasak fiber serta rewalling dinding bukal. Gigi 13 dan 14 dilakukan preparasi mahkota penuh, dilanjutkan dengan pencetakan model kerja untuk coping primer dan kerangka logam dengan metode double impression. Coping primer disementasi pada gigi penyangga, dilanjutkan pasang coba coping sekunder beserta kerangka logam. Selanjutnya dilakukan pencatatan gigit, pencetakan model kerja, penyusunan gigi dan pasang coba penyusunan gigi pada pasien. Prosedur dilanjutkan dengan proses di laboratorium, serta insersi pada

  16. INTERKALASI XILENOL ORANGE PADA ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI ELEKTRODA ZEOLIT TERMODIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Fitriyah

    2016-07-01

    Full Text Available Zeolit terbagi menjadi zeolit alam dan zeolit sintesis, kapasitas adsorpsi zeolit alam umumnya lebih rendah daripada zeolit sintesis, sehingga untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya, karakter permukaan zeolit alam perlu diubah dengan melakukan proses modifikasi permukaan melalui berbagai metode, salah satunya dengan metode interkalasi. Tujuan penelitian ini yaitu menginterkalasi zat warna xilenol orange ke dalam zeolit alam Lampung dan mengaplikasikannya sebagai elektroda zeolit termodifikasi. Melalui proses interkalasi diharapkan dapat meningkatkan kegunaan dan nilai tambah dari zeolit. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa xilenol orange (XO dapat diinterkalasikan ke dalam zeolit, hal ini dapat dilihat dari pita spektrum FTIR yang memiliki serapan pada bilangan gelombang 1383 cm-1, yaitu menunjukkan serapan dari S=O simetris dan asimetris pada gugus –SO3H,hal ini diduga karena XO memiliki gugus SO3 sehingga menyebabkan adanya serangan pada proton zeolit. Berdasarkan penelitian dapat disarikan bahwa xilanol orange dapat terinterkalasi pada zeolit alam Lampung dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda pendeteksi logam.

  17. PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KETANGGUHAN IMPAK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGECORAN ALUMINIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Tofa Wijaya

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh temperatur tuang terhadap ketangguhan impak dan struktur mikro hasil pengecoran paduan aluminium dengan menggunakan cetakan pasir. Bahan penelitian ini adalah paduan alumunium dari scrap aluminium, kemudian dilebur dan dituang ke dalam cetakan dengan variasi temperatur tuang dari 660 °C, 700 °C dan 740 °C. Pengujian impak dilakukan untuk mengetahui ketangguhan impak pada hasil coran dengan menggunakan alat uji impak Charpy (ASTM E 23-02a. Foto struktur mikro dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik Nikon seri 661103. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur tuang pada saat pengecoran berpengaruh terhadap nilai ketangguhan impak dan struktur mikro hasil coran. Dari tiga variasi temperatur tuang yang dilakukan, semakin tinggi temperatur tuang maka nilai ketangguhan impaknya juga semakin meningkat. Struktur mikro yang terbentuk dari  logam paduan aluminium coran secara umum memiliki bentuk struktur mikro berupa struktur dendrite.

  18. Suspected alcohol and addictive narcotic use were more at risk to severe head injury

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Riyadina

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang: Cedera kepala menyebabkan dampak seperti gangguan kognitif, perilaku dan keterbatasan fisik. Tujuan studi ini untuk menentukan faktor utama yang berkontribusi terhadap keparahan cedera kepala pada pasien yang dirawat inap di rumah sakit. Metode: Studi ini merupakan bagian dari penelitian “Pengembangan Database Registri Trauma sebagai Penunjang Sistem Surveilans Cedera”. Data dikumpulkan dengan cara abstraksi dari rekam medis oleh petugas terlatih dengan formulir registri pada pasien cedera yang dirawat inap di 3 rumah sakit dari bulan Januari – Agustus 2010. Keparahan cedera diklasifikasikan berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS dengan batasan nilai 3-9 mengalami cedera kepala berat, 10-12 cedera kepala sedang dan 13-15 cedera kepala ringan. Hasil: Dari 450 pasien cedera rawat inap terdapat 36 pasien (8% yang mengalami cedera kepala berat. Pasien dengan indikasi mengkonsumsi alkohol/narkotik mempunyai risiko hampir 5 kali mengalami cedera kepala berat [rasio odds suaian (ORa = 4,77; 95% interval kepercayaan (CI=1,04–21,75] dibanding tanpa indikasi. Pasien yang tidak dirujuk mempunyai risiko 5,5 kali  mengalami cedera kepala berat (ORa=5,50; 95% CI=2,28–13,27 dibanding pasien yang dirujuk. Pasien cedera karena kecelakaaan lalu lintas dibanding bukan kecelakaan lalu lintas mempunyai risiko 3 kali mengalami cedera kepala berat (ORa=3,43; 95% CI=1,14–10,32. Kesimpulan: Indikasi mengkonsumsi alkohol/narkotik berkontribusi paling besar terhadap keparahan cedera kepala. Kampanye anti alkohol/narkotik dan perlu dilakukan untuk mencegah cedera kepala berat. (Health Science Indones 2011;2:34-40   Abstract Background: The impact of head injuries were cognitive disorder, behavioral disorder and physical limitation. The objective of this study was to identify a major factor that contributes to head injury severity in hospitalized patients. Methods: This study was part of research "Development of Trauma Registry Databases as a

  19. Low birth weights and risk of neonatal mortality in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparmi Suparmi

    2016-12-01

    Full Text Available Latar Belakang: Angka kematian neonatal di Indonesia mengalami stagnansi sejak sepuluh tahun terakhir. Dalam rangka mengakselerasi penurunan angka kematian neonatal di Indonesia, intervensi spesifik diperlukan pada faktor utama penyebab kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi berat badan lahir rendah terhadap kematian neonatal di Indonesia. Metode: Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 digunakan untuk analisis. Sejumlah 18021 kelahiran hidup dalam periode lima tahun terakhir telah dilaporkan oleh responden. Terdapat 14837 anak memiliki informasi lengkap untuk analisis. Adjusted relative risk dengan analisis survival digunakan untuk mengukur hubungan antara variable dengan kematian neonatal. Hasil: Anak yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko 9.89 kali lebih tinggi untuk kematian neonatal bila dibandingkan dengan anak yang lahir dengan berat badan normal [adjusted relative risk (aRR = 9.89; 95% confidence interval (CI: 7.41 – 13.19; P = < 0.0001]. Anak yang lahir dari ibu berumur muda (15 - 19 tahun memiliki risiko 94% lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu dengan umur antara 20-35 years. Anak dari ibu yang bekerja 81% memiliki risiko kematian neonatal lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu tidak bekerja. Kesimpulan: Anak yang lahir dengan berat badan rendah dan lahir dari ibu muda memiliki risiko kematian neonatal lebih tinggi. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah membutuhkan perawatan yang tepat untuk memperpanjang ketahanan hidup anak. (Health Science Journal of Indonesia 2016;7(2:113-117 Kata kunci: Berat badan lahir rendah, kematian neonatal, Indonesia Abstract Background: Neonatal mortality rates in Indonesia remain steady in the past decades (20 in 2002 to 19 per 1000 live births in 2012. In order to accelerate the decline in neonatal mortality rate in Indonesia, specific interventions would have to target key factors causing

  20. ANALISIS PENJUALAN VOLVO COMPACTOR PADA PT. INTRACO PENTA, Tbk CABANG PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasril Tasril

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebijaksanaan manajemen dalam menerapkan penjualanalat berat merek Volvo  pada PT. Intraco Penta, Tbk Pekanbaru Daerah pemasaran Riau, dan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang menyebabkan belum tercapainya realisasi penjualan alat berat merek Volvo pada PT. Intraco Penta, Tbk Pekanbaru. populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang membeli dan menggunakan alat berat Compactor merek Volvo yang berjumlah 42 perusahaan.Teknik penggunaan sampel yang di gunakan adalah metode sensus (keseluruhan. Analisis data yang digunakan yaitu analisa secara deskriptif.Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa kurangnya promosi yang di lakukan oleh perusahaan PT. Intraco Penta, Tbk cabang Pekanbaru menyebabkan tidak tercapainya target penjualan Volvo Compactor selama periode penelitian, hal ini terlihat dari 26 responden atau 61% menyatakan tidak pernah.Abstract : This study aims to look at the management's discretion in applying heavy penjualanalat Volvo at PT. Intraco Penta, Tbk Pekanbaru Riau marketing area, and to see what factors are causing yet achieved sales of heavy equipment on the Volvo brand PT. Intraco Penta, Tbk Pekanbaru. population in this study are all companies that buy and use heavy equipment Compactor Volvo totaling 42 perusahaan.Teknik use of sample used is a method of census (overall . Analysis of the data used is descriptive analysis. Based on the results obtained known that the lack of promotion undertaken by the company PT. Intraco Penta, Tbk Pekanbaru branch caused not achieving the sales targets of Volvo Compactor during the study period, it is seen from 26 respondents or 61 % said never. Keywords : Sales, Pricing, Promotion

  1. STATUS GIZI PADA BALITA DAN ANAK VEGETARIAN DI KOMUNITAS ASRAM SRI SRI RADHA MADHAVA, DESA SIANGAN, KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ayu Risma Pramita

    2015-06-01

    Full Text Available Masalah gizi adalah salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang belum tuntas ditanggulangi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas 2010, prevalensi balita yang mengalami gizi buruk secara nasional adalah 4,9%, gizi kurang 13%, dan gizi lebih 5,8%. Asram Sri Sri Radha Madhava berada di wilayah kerja Puskesmas Gianyar II. Masyarakat tersebut adalah kelompok vegetarian lakto mulai dari remaja, hamil, sampai pada anak yang dilahirkan. Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Gianyar II tahun 2012 terjadi masalah gizi kurang sebesar 2,3%. Pada tahun 2013 di Puskesmas Gianyar II tercatat masalah gizi kurang pada balita meningkat menjadi 5%, sedangkan jumlah balita gizi buruk adalah sebesar 2%. Puskesmas Gianyar II belum dapat mencapai target yakni 0% untuk balita gizi buruk maupun gizi kurang. Balita dan anak-anak Asram jarang mengikuti kegiatan Posyandu sehingga pertumbuhan dan perkembangannya sulit untuk dipantau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi bayi dan balita serta anak vegetarian di komunitas Asram Sri Sri Radha Madhava. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan serta wawancara. Status gizi pada 36 orang yang termasuk kelompok balita dan anak vegetarian dilihat berdasarkan indeks berat badan terhadap umur (BB/U, tinggi badan terhadap umur (TB/U, berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB, dan indeks masa tubuh terhadap umur (IMT/U dari grafik WHO. Sebagian besar tergolong gizi baik berdasarkan BB/U (80,6%, TB/U normal (72,2%, BB/TB normal (63,9%, dan IMT/U normal (72,2%. Sebanyak 2,8% termasuk kategori obese, 11,1% kategori gemuk (overweight dan 13,9% kategori kurus (underweight.

  2. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT SHIGELLA (DISENTRI DI JAKARTA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sapardiyah Santoso

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengenai perilaku dan sosial budaya dalam penanggulangan penyakit shigella (disentri. Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat Jakarta Utara mengenai penyakit shigella (disentri. Rancangan penelitian cross sectional. Responden berumur diatas 22 tahun laki-laki dan perempuan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan koesioner terstruktur kepada 500 responden (250 laki-laki dan 250 wanita. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil, menurut responden laki-laki dan perempuan. Masyarakat menganggap serius penyakit shigella (disentri berkisar antara 72,4% - 77,6%. Masyarakat cukup peduli terhadap penyakit tersebut berkisar antara 59,6% - 63,2%. Masyarakat menganggap sakit shigella (disentri lebih berat dari penyakit diare lainnya berkisar antara 67,2% - 71,2%. Kelompok mudah terserang penyakit tersebut adalah balita berkisar antara 85,2% - 86,6%, anak 6 -14 tahun berkisar antara 79,2% -80,8%, bayi 0-1 tahun berkisar antara 79,6% - 86,4%. Lama waktu sembuh yang mengatakan seminggu berkisar antara 54,0% - 55,6%. Penyakit tersebut berpengaruh terhadap sosial ekonomi keluarga dan dianggap serius berkisar antara 52,4% - 53,6%. Biaya bila sakit shigella (disentri ringan maupun berat dianggap mahal berkisar antara 33, 6% - 39,2%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat menganggap peduli dan serius terhadap penyakit shigella (disentri karena dianggap lebih parah dari diare lainnya dan pengobatannya dianggap mahal baik shigella (disentri ringan maupun berat.

  3. PENGARUH INFUS BUAH PARE (Momordica charantia L TERHADAP KELENJAR PROSTAT TIKUS PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wien Winarno

    2012-10-01

    Full Text Available Buah pare (Momordica charantia L.. selain dikenal sebagai sayuran juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa perasan buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. Sebagai kontrasepsi pria, buah pare terbukti menyebabkan abnormalitas struktur morfologi sperma dan menurunkan kadar testosteron darah. Ekstrak buah pare secara invitro menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Buah pare mengandung momordisin, momordin, asam resinal dan sterol. Berdasarkan efeknya yaitu dapat menurunkan hormon testosteron, dan secara invitro menghambat sel-sel kanker prostat dan adanya kandungan sterol, maka dilakukan penelitian Pengaruh infus buah pare (M. charantia L. terhadap kelenjar prostat tikus putih. Penelitian menggunakan hewan coba tikus putih, galur Wistar dengan bobot badan 180-200 gram. Rancangan penelitian yang digunakan "Rancangan Acak Lengkap". Bahan yang diteliti berupa infus buah pare dengan dosis pemberian 625 mg, 1250 mg, 2500 mg dan 5000 mg/kg bb. Sebagai pembanding digunakan akuades. Bahan diberikan secara oral, satu kali sehari selama 30 hari. Hari ke-31 hewan dibunuh, diambil kelenjar prostatnya untuk dibuat preparat histopatologi. Pengamatan meliputi berat dan ketebalan sel epitel kelenjar prostat. Hasilnya, pemberian infus buah pare pada semua dasis dibandingkan dengan akuades (kontrol berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap berat kelenjar prostat. Sementara infus buah pare dosis 2500 mg/kg bb. berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap tebal set epitel kelenjar prostat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infus buah pare dapat menurunkan berat kelenjar prostat normal dan menipiskan sel epitel dari kelenjar prostat.   Kata kunci : pare, Momordica charantia L., kelenjar prostat

  4. Komputasi Data Isotermal Reaksi Pertukaran Ion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarbagiono Sumarbagiono

    2017-03-01

    Full Text Available Sebagian besar data penelitian yang masih bersifat teknis perlu dievaluasi lebih lanjut denganmenggunakan metode komputasi Data Isotermal Reaksi Pertukaran Ion dalam proses penyerapanlogam berat dan radionukleotida oleh material sorben dari limbah cair. Melalui perhitungan KonstantaKesetimbangan (Ka dan Kuotisi Kielland diperoleh nilai entropi dan entalpi yang dapat digunakanuntuk mengetahui selektifitas unsur yang teradsorsi dalam zeolit. Program Kielland denganmenggunakan Delphi 5 dapat digunakan secara praktis oleh para peneliti untuk menganalisa dataisothermal pertukaran ion dari reaksi kesetimbangan dengan menghasilkan data yang lebih baik.

  5. Pengaruh Olahraga Jalan Cepat dan Diet terhadap Tekanan Darah Penderita Prahipertensi Pria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustafa Kamal

    2013-01-01

    Full Text Available Diet mengendalikan hipertensi orang Indonesia di Jakarta (dietary approach to stop hypertension for Indonesian at Jakarta, disingkat DASHI-J dan olahraga jalan cepat dapat mengurangi berat badan dan menurunkan tekanan darah pada pasien prahipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi diet dan olahraga tersebut dengan desain penelitian clinical trial terhadap 100 laki-laki berusia 25 – 55 tahun di PT Krama Yudha Ratu Motor. Responden dialokasikan secara acak dalam 4 kelompok perlakuan meliputi kelompok diet (A, kelompok olahraga jalan cepat (B, kelompok diet dan olahraga jalan cepat (C, dan kelompok kontrol (D. Kelompok A dan C menerima diet 5 hari dalam seminggu selama 8 minggu. Kelompok diet DASHI-J diberikan makan siang dan makan malam. Setelah 2 bulan intervensi, berat badan, indeks massa tubuh, visceral fat, body fat, lingkar perut, tekanan darah sistolik dan diastolik, kolesterol serum dari semua kelompok menurun secara signifikan. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok diet DASHI-J dan olahraga jalan cepat dengan penurunan berat badan 4,18 kg, indeks massa tubuh 1,50 kg/m2, tekanan darah 12,00 mmHg/8,60 mmHg. Diet DASHI-J dan olahraga jalan cepat berperan menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, serta tekanan darah sistolik dan diastolik. Dietary approach to stop hypertension for Indonesian at Jakarta (DASHI-J and brisk walking exercise could reduce body weight and blood pressure of males prehypertension. The objective of the study was to evaluate DASHI-J by an experimental clinical trial conducted with 100 male subjects, aged 25 – 55 years divided randomly into 4 groups: DASHI-J diet group (A, brisk walking exercise group (B, DASHI-J and brisk walking exercise group (C, and control group (D. Group A and C got 5 days a week for 8 weeks diet. DASHI-J group was given lunch and dinner. After 2 months of intervension, the body weight, body mass index, body fat, visceral fat, waist circumference, systole, diastole, cholesterol

  6. PERFORMANS DAN INDEKS KELEMBABAN SUHU KELINCI JANTAN (Lepus nigricollis YANG DIPELIHARA DENGAN LUAS LANTAI KANDANG DAN DIBERI RANSUM DENGAN IMBANGAN ENERGI DAN PROTEIN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eny Puspani

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan mempelajari indeks kelembaban suhu atau temperature humidity index dan performans kelinci jantan lokal pada kepadatan ternak berbeda dan diberi ransum dengan imbangan energi protein berbeda telah dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK pola Faktorial 2 x 3 dengan empat kali ulangan (blok. Sebagai perlakuan pertama adalah imbangan energi dan protein pada ransum (R yang terdiri dari ransum dengan kandungan energi termetabolis 2500 kkal/kg dan protein kasar 17% dengan imbangan energi dan protein 147 (R1, ransum dengan kandungan energi termetabolis 2800 kkal/kg dengan kandungan protein kasar 18,5% dengan imbangan energy dan protein 151 (R2. Sebagai perlakuan kedua adalah luas lantai kandang (L yang terdiri dari 3500 cm2 (L1, 1750 cm2 (L2 dan 1166 cm2 (L3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim mikro pada perlakuan tingkat kepadatan ternak dan ransum dengan imbangan energi dan protein yang berbeda memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05 terhadap kelembapan udara, temperatur udara, “temperature humidity index” dan radiasi matahari. Performans pada perlakuan ransum dengan imbangan energy dan protein R1 menyebabkan konsumsi air, ransum, berat badan akhir dan pertambahan berat badan lebih tinggi (P0,05. Performans pada perlakuan tingkat kepadatan ternak L2 dan L3 menyebabkan konsumsi air dan ransum lebih tinggi sehingga berat badan akhir pada kandang L2 dan L3 juga lebih tinggi dibandingkan L1 kecuali pertambahan berat badan dan FCR memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perbedaan iklim mikro pada kandang dengan perlakuan ransum dengan imbangan energi dan protein berbeda serta perlakuan dengan tingkat kepadatan ternak berbeda. Kelinci yang diberi ransum dengan imbangan energi dan protein 147 (R1 menghasilkan performans lebih tinggi daripada imbangan energi dan protein 151 (R2. Kelinci yang dipelihara pada tingkat

  7. PENGARUH LINAMARIN TERHADAP PENAMPILAN REPRODUKSI INDUK MENCIT (Mus musculus L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitra Wahyuni

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was performed to observe the effect of linamarin on reproductive performance, that consist of the number of live fetuses, reabsorption embryo or fetal, fetal death and fetal body weight together with length. Pregnant mice were divided into one control group with administration of distilled water (0 mg/kgb.w/days and six treatment groups linamarin dose is 0.36; 0.72; 1.26 mg; 2; 4; and 8 mg/kgb.w./days. Linamarin dosing and control begins at 5th to 16th gestation days, at 17-days of gestation caesarean section were performed to pregnant mice to remove foetuses. Statistical analysis used was a variation analysis by ANOVA followed by comparisons between treatments HSD test (Tukey. Giving linamarin observed in the parent mice led to a decrease in average weight gain of the mother during pregnancy compared with controls. In linamarin dose 8 mg/kgb.w/day an increase in embryo reabsorption and fetal death, as well as the observed decrease in fetal body weight and length, but after statistical analysis of the decrease was not significantly different. Linamarin with the doses given in this study is not expected to interfere with pregnancy based on reproductive performance were observed. Keywords: Linamarin, reproductive performance, fetal weight, fetal body length ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengamati pengaruh linamarin pada penampilan reproduksi yang meliputi jumlah fetus hidup, embrio resorpsi, fetus mati dan berat beserta panjang badan fetus. Induk mencit yang bunting dikelompokkan ke dalam satu kelompok kontrol dengan pemberian akuades (0 mg/kgb.b./hari dan enam kelompok perlakuan dosis linamarin yaitu 0,36; 0,72; 1,26 mg; 2; 4; dan 8 mg/kgb.b./hari. Pemberian dosis linamarin dan kontrol dimulai pada umur kebuntingan 5 sampai 16 hari, setelah itu pada umur kebuntingan 17 hari mencit dikorbankan nyawanya untuk pengambilan fetus. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis variasi dengan ANOVA dan

  8. INFEKSI LEPTOSPIROSIS DENGAN GEJALA JAUNDICE DAN ACUTE KIDNEY INJURY: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Ade Sukma Gautama

    2015-01-01

    Full Text Available Infeksi leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikro organisme dari genus Leptospira. Penularan penyakit ini melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dari urin hewan yang terinfeksi. Angka perkiraan kejadian infeksi leptospirosis di dunia antara 100 per 100.000 populasi pada grup yang berisiko tinggi, dengan proporsi angka kematian mencapai 22%, tepatnya penanganan yang diberikan akan menurunkan angka kematian akibat infeksi ini dan komplikasi yang lebih berat yang dapat terjadi seperti Weil disease. Laporan kasus ini membahas tentang infeksi leptospirosis pada seorang laki-laki berusia 21 tahun disertai pemeriksaan serologi antibodi leptospira menunjukkan hasil positif. Pada pasien ini dilakukan penanganan berupa hemodialisa cito dan pemberian antibiotik ceftriaxone.

  9. Pengaruh Stomata dan Klorofil pada Ketahanan Beberapa Varietas Jagung terhadap Penyakit Bulai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Agustamia

    2016-12-01

    Full Text Available Resistant varieties are more advisable for controlling maize downy mildew compared with fungicides which is not effective and not environmentally friendly. This study is aimed to determine resistance of some varieties of maize against downy mildew. The maize varieties used were BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, Sweet Corn and BISI 2. The parameters measured were disease incidence and intensity, chlorophyll content of leaves, stomatal density and plants dry weight. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT. The results indicated that PAC 105, BS 0214 and BS 0314 were resistant varieties, while BS 0114, Sweet Corn and BISI 2 were susceptible. PAC 105 variety has the lowest stomatal density (65.353/mm2, and Sweet Corn variety has the highest stomatal density (110.79/mm2. Stomatal density was positively correlated with the disease intensity. Higher disease intensity has lower chlorophyll content compared with the lower intensity. PAC 105 variety has the highest chlorophyll content and plant dry weight, while Sweet Corn variety has the lowest chlorophyll content and plant dry weight.   INTISARI   Penggunaan varietas tahan bulai lebih dianjurkan digunakan dalam pengendalian penyakit bulai pada jagung dibandingkan dengan penggunaan fungisida karena tidak efektif dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas jagung terhadap penyakit bulai. Varietas yang digunakan meliputi BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, jagung manis, dan BISI 2. Parameter yang diamati adalah insidensi dan intensitas penyakit, kandungan klorofil setelah inokulasi, kerapatan stomata dan berat kering tanaman. Data yang diperoleh diuji dengan analisis varians (ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian rumah kaca menunjukkan bahwa varietas PAC 105, BS 0214 dan BS 0314 merupakan varietas tahan, sedangkan varietas BS 0114, jagung manis dan

  10. Kejahatan Seksual Pedofilia dalam Perspektif Hukum Pidana dan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Setiawan

    2017-02-01

    Full Text Available Kejahatan seksual pedofilia akan berdampak negative bagi anak. Bukan hanya merusak masa depan secara fisik saja, tetapi juga akan merusak mental dan kejiwaan anak, seperti gangguan depresi berat dapat terbawa kelak hingga dewasa. Apalagi kebanyakan penderita pedofilia disebabkan karena dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual serupa pada masa kanak-kanak. Tindak pidana pedofilia sangat merugikan korban dan masyarakat luas. Oleh karena itu, korban membutuhkan perhatian dan perlindungan hukum. Hukum di Indonesia yang menjerat pelaku praktek pedofilia tidaklah serius. Sehingga hukuman bagi kaum pedofil tidak setimpal dengan apa yang telah diperbuat dan resiko rusaknya masa depan para korban. Selain itu, perlindungan dari masyarakat bagi korban pedofil juga sangat kurang.

  11. Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Fitriani

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blood Cell, Red Blood Cell, Hematocrite, Platelet, dan Hemoglobin rendah sedangkan Lymphocytes tinggi. Pada uji glukosa darah menunjukan bahwa glukosa darah tinggi. Tes fungsi hati menunjukkan bahwa AST tinggi tetapi ALT normal.

  12. Kesintasan Undur-Undur pada Media Aklimatisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mayang Arundina

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesintasan undur-undur pada media aklimatisasi. Penelitian dilakukan di rumah teduh Jalan Tumpang I/82 Semarang dan Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNNES. Variabel utamanya kesintasan undur-undur, berat dan panjang undur-undur, sedangkan variabel pendukungnya jenis media aklimatisasi, meliputi tanah kering, abu dan serbuk batu bata. Tahap awal, disiapkan media hidup undur-undur, media kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, diberi cangkup dan dibiarkan selama 10 hari. Undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, masing-masing kotak diisi15 undur-undur. Kesintasan hidup undur-undur pada masing-masing media diamati selama 45 hari, data diambil seminggu sekali. Undur-undur diberi makan 2 - 3 ekor semut sehari 3 kali. Setelah 45 hari undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kembali. Data kesintasan hidup undur-undur dianalisis menggunakan Anava Dua jalur. Berat dan panjang undur-undur dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan undur-undur dapat sintas pada media aklimatisasi, yaitu tanah kering dan abu. Undur-undur mengalami pertambahan berat dan panjang sesudah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa undur-undurdapat sintas pada media aklimatisasi yaitu tanah kering dan abu. Ukuran berat dan panjang undur-undur mengalami pertambahan sesudah penelitian. This research was aimed to know the survival of gratus at the acclimatization media. The research was held in the shady house at Jalan Tumpang I/82 Semarang and in the Laboratory of Biology Departement of FMIPA UNNES. The main variables were the survival of gratus, the weight and length of gratus, whereas the supporting variable was the acclimatization media, that is the dry sandy soil, the dust and the powder of bricks. Initially, the acclimatization media was prepared for the gratus, then the media was distributed into the boxes of

  13. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADA MEDIA TANAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listiatie Budi Utami

    2016-06-01

    pupuk organik dengan dosis 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram dalam 2 kg tanah dari TPA Piyungan, Bantul. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan dilakukan selama 4 minggu. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat basah tanaman. Pada minggu ke-4, dilakukan pengukuran kadar timbal (Pb dalam daun. Dilakukan uji ANOVA dan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Dosis yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 200 gram dalam 2 kg tanah. Pemberian pupuk organik tidak dapat menurunkan kandungan Pb dalam tanaman kangkung darat.

  14. POPULASI BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PULAU BULANG BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Notowinarto Notowinarto

    2015-11-01

    Full Text Available Sepanjang pesisir pantai pada perairan di kawasan Kecamatan Bulang Kota Batam sebagai lokasi penelitian dengan banyak dijumpai pemukiman penduduk dan industri galangan kapal (Shipyard serta banyak mengeluarkan limbah yang langsung dibuang keperairan terbuka. Sampai saat ini masih minim informasi tentang populasi bakteri heterotrof, sehingga di perlukan pengkajian secara biologi perairan yakni bagaimana populasi bakteri Heterotrof di perairan Pulau Bulang Batam. Tujuan mengetahui estimasi total bakteri umum dan virus (TBU;TBV serta hubungan antara padatan populasi bakteri dengan kondisi in-situ kualitas antar perairan yang berbeda. Penelitian bersifat lapangan insitu dengan pengambilan sampling secara teknik purposive sampling dan ek-situ yakni sampel air segera di bawa ke Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Budidaya Laut. Analisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk mencari hubungan antara perkiraan populasi bakteri heterotrof dengan kondisi kualitas air antar lokasi sampling menggunakan pendekatan analisis sidik ragam (Ansira. Hasil sebagai berikut: a bahwa diperkiraan populasi bakteri heterotroph baik total bakteri umum (TBU maupun total bakteri virus (TBV yang nyata dengan kecenderungan (trend meningkat akibat adanya perubahan kualitas in-situ perairan, yakni pada lokasi Kuala Bulang 2 dan Selat Awa; b Kandungan nitrat memperlihatkan kisaran nilai yang tinggi berada di lokasi Selat Awa dan terendah terdapat pada stasiun Teluk Sepaku serta ammonium memperlihatkan nilai tertinggi pada stasiun Kuala Bulang Dua dan kandungan phospat kandungan tertinggi di stasiun Selat Awa, sehingga akan menimbulkan terjadinya peledakan populasi (blooming; dan c Hubungan korelasi antar stasiun pengamatan terhadap sebaran kepadatan total bakteri umum maupun vibrio (TBU/TBV tampaknya tidak nyata (non-signifikan. Walaupun tingkat hubungan (nilai r lebih dari 50%. Begitupula terhadap parameter kualitas air, hanya ada indikasi korelasi

  15. GEJALA INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PESISIR PADELEGAN, PADEMAWU DAN SEKITARNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Arya Gemilang

    2016-11-01

    Full Text Available Sebagian wilayah pesisir Pademawu dan sekitarnya, Pamekasan, dijumpai adanya air tanah payau hingga asin dengan pelamparan yang cukup luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran air tanah asin hingga payau tersebut, baik pada akuifer dangkal maupun akuifer dalam dan juga untuk mengetahui penyebab keasinan air tanah tersebut. Sebaran air tanah asin dipetakan berdasarkan nilai daya hantar listrik (DHL dengan kriteria tingkat keasinan sebagaimana ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. Sedangkan penyebab keasinan air tanah dianalisa berdasarkan fasies hidrokimia dengan diagram Trilinier Piper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akuifer dangkal air tanah agak payau hingga asin dengan nilai DHL > 15.000 µS/cm – 50.000 µS/cm dijumpai pada bagian Selatan Pademawu sepanjang pesisir pantai meliputi Padelegan, Jumiang, Tanjung, Manjungan dan Pademawu Timur. Sedangkan untuk air tanah dalam seluruhnya dalam kondisi tawar dengan nilai DHL < 1500 µS/cm, berada pada bagian Utara dari daerah penelitian meliputi kecamatan Tlanakan, Galis, Pamekasan dan  Larangan. Berdasarkan nilai DHL bahwa daerah bagian Utara penelitian tidak terdeteksi adanya proses penyusupan air laut pada air tanah.INDICATION OF SEA WATER INTRUSION IN COASTAL PADELEGAN, PADEMAWU AREAIn the part of Pademawu coastal areas, Pamekasan, was found brackish groundwater that spreading progressively. The purpose of this study was to map the distribution of salt to brackish groundwater, both in the shallow aquifer and the deep aquifer and also to find out the cause of the salinity of the ground water. Salt groundwater distribution was mapped based on the electrical conductivity (EC with a salinity level criteria as established by Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin Jakarta. While the causes of groundwater salinity were analyzed based on hydrochemical facies with Trilinier Piper diagram. The results showed that the shallow groundwater aquifers slightly brackish to

  16. ANALISIS PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM WILAYAH YOGYAKARTA DENGAN METODE ATENUASI PATWARDHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam Haris

    2013-05-01

    Full Text Available Gempabumi merupakan peristiwa alam yang sangat merusak dalam hitunggan waktu yang sangat singkat. Sebagai contoh gempabumi Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan  6,4 SR. Gempa tersebut banyak sekali memakan harta dan korban jiwa. Penelitian ini  bertujuan  untuk  menganalisa dan  mengetahui sebaran  nilai  percepatan  getaran  tanah  daerah Yogyakarta  dan  untuk  mengetahui  tingkat  risiko  kerusakan  yang  diakibatkan  gempa  di  daerah tersebut periode 1980-2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumbert dari USGS dengan skala magnitudo ≥ 4 SR, pada batasan 110°04 BT - 110°08 BT dan 7°5 LS - 8°2 LS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  atenuasi Patwardhan. Metode  ini dipilih karena lebih sesuai dengan   hasil verifikasi   riil di lapangan   sebagaimana telah dilaporkan oleh Sucipto, 2010 bahwa  gempa    merusak yang    terjadi    di  Yogyakarta tercatat rata -rata  memiliki intensitas antara V-VII   MMI. Metode ini digunakan untuk menganalisis nilai percepatan getaran tanah dan nilai intensitas gempabumi sebagai acuan untuk mengetahui daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa. Berdasarkan hasil penelusuran data USGS diketahui bahwa   sebagian besar wilayah Yogyakarta didominasi gempa berskala  5  SR  dengan tingkat seismisitas yang tinggi, dimana  gempa-gempa berskala menengah ke atas sering terjadi di wilayah ini. Selanjutnya, setelah dilakukan analisa data dengan menghitung  nilai percepatan getaran tanah  diketahui bahwa  nilai percepatan getaran tanah maksimum di daerah ini berkisar antara  50-60 gal. Sebaran daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa berkonsentrasi di kabupaten Bantul serta beberapa daerah Kulon Progo dan Gunung Kidul.

  17. Mendengkur pada Anak: kapan waktu yang tepat untuk dilakukan tonsiloadenoidektomi?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Supriyatno

    2016-10-01

    Full Text Available Mendengkur atau mengorok adalah suara nyaring yang keluar dari saluran respiratori atas sebagai hasil getaran palatum molle dan uvula. Mendengkur bukanlah suatu diagnosis, melainkan gejala yang harus dicari diagnosisnya. Mendengkur perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah respiratori di kemudian hari, dan terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu occasional snoring dan habitual snoring. Spektrum mendengkur terdiri dari ringan hingga berat, yaitu primary snoring, upper airway resistance syndrome, obstructive hypoventilation, dan obstructive sleep apnea syndrome (OSAS. Pemeriksaan baku emas untuk membedakan spektrum mendengkur tersebut adalah polisomnografi (PSG, namun pemeriksaan ini belum merata di seluruh daerah. Sebagai alternatif, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah poligrafi, pulse-oximetri, rekaman video, dan tape recorder. Faktor risiko utama OSAS pada anak adalah hipertrofi tonsil dan/atau adenoid, dengan demikian kecenderungan tata laksana saat ini adalah tonsiloadenoidektomi (TA. Sebelum tindakan TA, kortikosteroid intranasal, selama 4-8 minggu, dapat diberikan untuk menurunkan ukuran tonsil dan/atau adenoid. Indikasi TA adalah OSAS sedang dan berat pada anak, tonsilitis akut yang berulang, abses peritonsil, dan tersangka keganasan. Pada daerah dengan fasilitas terbatas, TA dapat dipertimbangkan pada habitual snoring yang tidak respons dengan pemberian kortikosteroid intranasal selama 8 minggu. Setelah dilakukan TA, pemantauan lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat proses catch up terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak

  18. Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L. yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Amir

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kadar  nitogen  tanah  dan  pertumbuhantanaman bayam yang diberi pupuk kompos Azolla. Penelitian ini menggunakan rancanganacak kelompok (RAK yang terdiri atas 2 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri atas 4perlakuan dan  1  kontrol  dengan  3  ulangan.  Parameter  pengamatan adalah  pertumbuhantanaman bayam yang meliputi tinggi tanaman (cm, berat kering tanaman bayam (gram,kadar amonium (NH4+ dan nitrat (NO3- pada tanah serta kadar nitrat (NO3- air lindihan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk  kompos  Azolla  mulai  berpengaruh  nyataterhadap  tinggi  tanaman  sejak  pengamatan  minggu  ke-tiga  dan  berpengaruh  nyata  pulaterhadap berat kering tanaman bayam. Pemberian pupuk kompos Azolla berpengaruh nyataterhadap kadar amonium dan nitrat tanah masing-masing pada minggu ke dua dan mingguke  dua  dan  ke  empat.  Disamping  itu  pemberian  pupuk  tersebut  juga  berpengaruh  nyataterhadap kadar nitrat pada air lindihan.Kata kunci : Pupuk kompos Azolla, pertumbuhan tanaman bayam, nitrogen tanah

  19. Pemanfaatan Mikrobakteri Terhadap Beton Mutu Tinggi dengan Tambahan Silica Fume

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Annas

    2016-04-01

    Full Text Available Beton mutu tinggi adalah beton yang kuat tekan tinggi sekitar 50 MPa – 100 MPa. Untuk meningkatkan kuat tekan, material pozollan seperti silica fume dan flyash biasanya digunakan untuk mengganti material beton Dalam laporan ini, beton mutu tinggi dengan silica fume sebagai pengganti semen dipelajari. Kadar silica fume yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Selain itu pengaruh dari mikrobakteri juga dipelajari. Faktor water per binder yang dipakai adalah 25% dari berat binder, dan untuk membuat workabilitynya bagus maka digunakan superplasticizer. Kadar superplasticizer yang digunakan dicari lewat trial pengujian di laboratorium. Pengujian yang dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 21, 28 adalah uji tekan pasta, mortar dan beton, selain itu pada benda uji beton umur 28 hari akan dilakukan uji split beton dan uji porositas. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari (B7,5M adalah 69,71 MPa, sedangkan variasi silica fume yang paling optimum ada pada kadar 7,5%. Penambahan mikrobakteri tidak berpengaruh pada berat volume beton tetapi berpengaruh pada kuat tekan beton tersebut. Dengan penambahan mikrobakteri maka kuat tekan beton meningkat sebesar ± 30%. Sedangkan porositas total dan porositas tertutup yang terjadi pada beton semakin kecil, ini dibuktikan dengan hasil SEM terlihat bahwa bakteri mengisi area antara aggregat dan matrix beton.

  20. THE EFFECTIVENESS OF 70% METHANOLIC EXTRACT OF AVOCADO LEAF (Persea americana Mill IN DECREASING BLOOD SUGAR LEVELS IN MALE RATS (Rattus norvegicus WISTAR STRAIN INDUCED ALLOXAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Sintowati

    2017-01-01

    Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian pretest – posttest with control group design. Hewan uji yang digunakan 25 ekor tikus jantan galur Wistar, umur 2-3 bulan, dan berat badan 150-200 gram yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I: kontrol negatif (aquades, kelompok II: kontrol positif (glibenklamid, kelompok III, IV, V : ekstrak metanol 70% daun alpukat dengan dosis berturut-turut adalah sebagbai berikut: 100 mg/ 200 grBB, 150 mg/ 200 grBB, 200 mg/ 200 grBB. Gula darah diukur dengan alat spektrofotometer. Berdasarkan hasil uji ANOVA, data penurunan kadar gula darah hari ke-7 pemberian ekstrak nilai probabilitas signifikan p = 0, 000 dengan demikian p < 0, 05 maka terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah yang bermakna. Berdasarkan uji LSD dari semua kelompok didapatkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah yang signifikan antara2 kelompok. Kesimpulan: Ekstrak metanol 70% daun alpukat (Persea americana Mill dosis 200 mg/200; 100 mg/200 and 150 mg/ 200 gram/berat badan dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur wistar Kata Kunci : Ekstrak metanol 70%, Alpukat (Persea americana Mill, gula darah, diabetes mellitus.

  1. PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA PROCION MERAH DARI INDUSTRI SONGKET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melyza Fitri Permanda Sari

    2017-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian penggunaan karbon aktif dari ampas tebu untuk menyerap zat warna procion merah dari industri songket. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses karbonisasi pada temperatur 4500C selama 2 jam, karbon aktif yang dihasilkan dilakukan karakterisasi FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya serta karakterisasi BET untuk mengetahui luas permukan. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu terhadap procion merah dilakukan dengan beberapa variabel, meliputi waktu kontak, berat karbon aktif, dan pH. Hasil karakterisasi FTIR pada karbon aktif dari ampas tebu memiliki gugus fungsi -CO- dan –OH, sedangkan karakterisasi BET karbon aktif dari ampas tebu sebesar 29,2 m2/g. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu diperoleh waktu kontak 90 menit dengan berat karbon aktif 0,1 g dan pH optimum 5. Karbon aktif dari ampas tebu mengikuti isotherm Langmuir, efektifitas penyerapan zat warna procion merah dari limbah cair industri songket oleh karbon aktif dari ampas tebu dalam kondisi optimum, sebesar 76,3%.

  2. PENGARUH UMUR BAHAN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK AKOR (Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nurmawati siregar

    2016-09-01

    Full Text Available Akor (Acacia auriculiformis termasuk salah satu jenis sumber energi biomassa mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk pengembangannya adalah ketersediaan bibit bermutu. Bibit bermutu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif (biji dan vegetatif (setek. Melalui setek dapat diproduksi bibit bermutu dalam jumlah yang cukup, setiap waktu dan tidak tergantung dengan musim. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perbanyakan vegetatif dengan setek adalah juvenilitas (umur bahan setek, oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh umur bahan setek. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan perlakuan umur bahan setek yaitu umur 2,3,4 dan 5 bulan, ulangan tiga kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 45 setek. Respon pertumbuhan yang diamati meliputi: waktu tumbuh tunas setek, persentase tumbuh setek, panjang akar, jumlah akar, panjang tunas, berat kering akar, berat kering tunas, ratio tunas dengan akar dan analisis ratio C/N. Umur bahan setek berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali persen tumbuh setek. Bahan setek yang paling optimal digunakan untuk jenis akor adalah pada umur 3 - 4 bulan.

  3. Uji teratogenik ekstrak Pandanus conoideus varietas buah kuning terhadap perkembangan embrio tikus putih (Rattus norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    LINTAL MUNA

    2011-11-01

    Full Text Available Muna L, Astirin OP, Sugiyarto. 2011. Uji teratogenik ekstrak Pandanus conoideus varietas buah kuning terhadap perkembangan embrio tikus putih (Rattus norvegicus. Bioteknologi 8: 65-77. Penelitiian ini betujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak Pandanus conoideus Lam. var. buah kuning terhadap persentase fetus hidup, kematian intrauterus, berat dan panjang fetus, keadaan morfologi fetus, serta struktur skeleton fetus tikus putih. Dalam penelitian ini diggunakan 25 tikus bunting yang dibagi menjadi lima kelompok secara acak, sehingga masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Setiap kelompok diberi dosis yang berbeda. P1 (kontrol diberi 1 mL minyak wijen, P2 , P3, P4 dan P5 diberi ekstrak masing-masing: 0,02 mL, 0,04 mL, 0,08 mL dan 0,16 mL. Ekstrak tersebut diberikan secara oral pada kebuntingan hari ke 5 sampai hari ke 17 (fase organogenesis. Pengamatan dilakukan pada hari ke 18 dengan cara bedah sesar untuk menggambil fetus dari uterus. Morfologi fetu s diamati setelah fetus dikeluarkan dari uterus, sedangkan untuk pengamatan struktur skeleton dibuat preparat wholemount dengan pewarnaan ganda Alcian blue dan Allizarrin Red-S. Hasil percobaan diianalisis dengan ANAVA satu jalur. Hasil penelitiann menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tidak berpengaruh terhadap persentase fetus hidup, kematian intrauterus, serta berat dan panjang fetus (P≥0,05. Pemberian ekstrak pada induk mengakibatkan kecacatan skeleton (lordosis fetus pada dosis 0,16 mL dan menghambat osifikasi fetus.

  4. PENGHEMATAN ENERGI PADA MENARA DISTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Budiman

    2012-02-01

    Full Text Available Distilasi merupakan salah satu unit operasi yang banyak digunakan dalam industri, tetapi dikenal boros energi, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan efisiensi energi agar terjadi penurunan beaya produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan heat integrated distillation column (HIDIC, yang merupakan aplikasi dari heat pump. Dari sisi analisis thermodinamika, penulis telah mengembangkan metoda grafis berdasarkan hukum thermodinamika satu & dua dengan material-utilization diagram (MUD. Metoda ini mempunyai peran penting untuk proses sintesa dan pengembangan proses distilasi yang efisien. Dengan analisis ini akan diperoleh informasi tentang thermodynamic efficiency, lokasi dengan efisiensi energi rendah sehingga dapat dilakukan targeting untuk penghematan energi. Kelebihan dari MUD adalah tersedianya informasi konsentrasi komponen ringan & komponen berat di setiap plate dan karakteristik exergy, yang berupa; exergy loss yang disebabkan oleh baik mixing pada fase cair & fase gas, evaporation dari komponen ringan maupun condensation dari komponen berat.  Tulisan ini akan membahas tentang HIDiC, meliputi pengaruh kenaikan tekanan rectifying section pada HIDiC terhadap kemurnian hasil, kebutuhan panas  dan exergy loss. Pada operasi HIDiC dengan energy level kondenser lebih besar dari pada energi level reboiler akan bisa dihemat sekitar 75% kebutuhan panas pada reboiler.

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI RAGI TAPE DAN ENZIM KOMPLEKS DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG POD KAKAO TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI UMUR 2-8 MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IDA BAGUS GAGA PARTAMA

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi enzim kompleks dan ragi tape dalam ransumyang mengandung pod kakao terhadap penampilan itik bali jantan umur 2-8 minggu, dilakukan di Denpasar,Bali. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan empatmacam perlakuan dan enam kali ulangan. Tiap ulangan menggunakan 5 ekor itik Bali jantan umur 2 minggu denganberat badan homogen (243±8,05 g. Ke empat perlakuan yang dicobakan, yaitu itik yang diberi ransum basaltanpa penggunaan pod kakao sebagai kontrol (A, ransum dengan 15% tepung pod kakao (B, ransum dengan 15%pod kakao+0,20% ragi tape (C, dan ransum dengan 15% pod kakao+0,20% enzim kompleks (D. Ransum yangdiberikan selama periode penelitian (umur 2-8 minggu disusun dengan kandungan protein kasar 16% dan energitermetabolis 2900 kkal/kg. Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati adalah: konsumsiransum, air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan feed conversion ratio (FCR. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan 15% pod kakao (B dalam ransum secara nyata (P0,05 dengankontrol (A. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 15% pod kakao dalam ransum itik Balijantan umur 2-8 minggu belum dapat direkomendasikan, dan baru dapat direkomendasikan apabila disuplementasidengan 0,20% ragi tape atau enzim kompleks.

  6. PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparti Suparti

    2015-08-01

    Full Text Available Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%, masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3 memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

  7. Brugia timori INFECTION IN LEKEBAI, FLORES: clinical aspects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arbain Joesoef

    2012-09-01

    Full Text Available Pengamatan filariasis pada penduduk Nualolo-Lekebai, Pulau Flores telah dilakukan pada bulan Februari 1975. Kampung Nualolo-Lekebai berpenduduk 680 jiwa, pekerjaan bertani dan menganut agama Nasrani. Kebiasaan hidup di antara penduduk di daerah ini adalah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan berat pada kaum wanita, baik di rumah ataupun di kebun. Dalam perjalanan jauh baik ke kebun atau ke pasar, kaum wanitanya selalu berjalan kaki sedangkan kaum prianya menunggang kuda. Sejumlah 80% dari penduduk kampung ini telah diperiksa terhadap infeksi parasit filaria dan terhadap gejala filariasis. Dari hasil yang ditemukan ternyata penduduk kampung ini menderita infeksi Brugia timori dengan angka derajat infeksi sebesar 7.0% dan angka derajat elephantiasis sebesar 10.3%. Hal yang menarik yang ditemukan dalam pengamatan ini adalah tingginya angka derajat elephantiasis pada kaum wanita dibandingkan dengan pada kaum pria. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan hidup kaum wanita di daerah ini sehari-hari yang bekerja lebih berat dan berjalan kaki lebih sering dan lebih jauh dibandingkan kaum prianya.

  8. Gangguan Ginjal terkait Obesitas pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudung Oloan Pardede

    2017-06-01

    Full Text Available Prevalensi obesitas pada anak serta komplikasinya cenderung mengalami peningkatan. Salah satu komplikasi obesitas adalah kelainan ginjal yang disebut obesity-related renal injury atau gangguan ginjal terkait obesitas. Banyak faktor yang berperan dalam terjadinya obesity-related renal injury. Overweight atau obesitas berhubungan erat dengan berbagai faktor risiko penyakit ginjal kronik yaitu hiperinsulinemia, gangguan metabolisme glukosa, hipertensi, hiperlipidemia, dan sindrom metabolik. Di antara semua faktor tersebut, faktor yang paling berperan antara obesitas dan kerusakan ginjal adalah berkurangnya sensitivitas insulin. Manifestasi klinis  obesity related renal injury biasanya berupa proteinuria bermakna tanpa edema, albumin plasma sedikit menurun, dan kolesterol normal atau sedikit meningkat. Salah satu tata laksana obesity-related renal injury adalah penurunan berat badan. Pengurangan asupan diet dan penurunan berat badan dapat menyebabkan berkurangnya lesi glomerulosklerosis fokal segmental. Terapi lainnya adalah pemberian obat yang memiliki efek negatif terhadap sistem renin-angiotensin seperti inhibitor angiotensin-converting-enzyme dan angitensin receptor blocker. Dapat juga diberikan obat yang meningkatkan sensitivitas insulin. Golongan statin mempunyai peranan dalam melindungi ginjal. Usaha mencegah atau menangani obesitas sejak dini memberikan dampak besar terhadap insidens, progresivitas, biaya, dan komorbiditas penyakit ginjal

  9. PENANGKAPAN BENIH BETUTU (Oxyeleotris marmorata (Bleeker DENGAN PANGILAR (Fish Trap MENGGUNAKAN UMPAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iriansyah Iriansyah

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat yang cocok untuk menangkap bibit benih betutu dalam keadaan hidup dan sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan pangilar dalam jumlah (ekor dan berat (gram terdapat perbedaan hasil tangkapan antara perlakuan A dan B sebesar 7 ekor dan 1050 gram.  Jumlah total hasil tangkapan Pangilar (Fish Trap baik yang menggunakan umpan hidup dan yang tidak menggunakan umpan hidup adalah 75 ekor  atau dengan berat 5350 gram (5,350 Kg  dalam 16 kali pengambilan data dengan menggunakan 30 buah alat tangkap This study aims to determine a suitable tool to capture betutu seed seedlings alive and healthy. The results showed that the amount of the catch pangilar (tail and weight (g there are differences in catches between treatment A and B by 7 tails and 1050 grams. The total amount of the catch Pangilar (Fish Trap whether using live bait and live bait are not using tail is 75 or weighing 5350 grams (5.350 kg to 16 times the retrieval of data by using 30 pieces of gear.

  10. KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA DI BAWAH DUA TAHUN (BADUTA DI KELURAHAN KEBON KALAPA, KECAMATAN BOGOR TENGAH, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Handayani Utami

    2015-09-01

    Ketahanan pangan rumah tangga dalam beberapa studi sebelumnya ditemukan berhubungan dengan terjadinya kekurangan gizi pada anak. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan terjadinya pendek pada anak usia di bawah 2 tahun (6-23 bulan di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Studi ini memiliki disain potong lintang dan dilakukan di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Sebanyak 216 anak usia dibawah dua tahun (6-23 bulan beserta ibu nya menjadi sampel dalam penelitian ini. Variabel terikat dalam studi ini adalah status gizi anak (TB/U, sedangkan variabel bebas utama yaitu: ketahanan pangan rumah tangga. Ketahanan pangan diukur dengan menggunakan instrumen Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh rumah tangga termasuk dalam kategori tahan pangan (63%. Di antara rumah tangga responden masih ada yang tergolong dalam kategori tidak tahan pangan tingkat ringan, sedang dan berat 17 persen, 11 persen dan 9 persen. Studi ini menyimpulkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga merupakan risiko terhadap kejadian pendek pada baduta, dimana anak baduta dengan keluarga yang ketahanan pangan nya tidak baik memiliki resiko sebesar 10,9 kali anak badutanya menjadi pendek setelah dikoreksi oleh usia anak, berat lahir, konsumsi ASI, penggunaan dot, keragaman makanan, usia ibu, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, praktek higiene makanan, pendidikan ayah serta pekerjaan ayah.

  11. Bula Hemoragik dengan Komplikasi Perforasi Gaster Sebagai Manifestasi Klinis Purpura Henoch-Schonlein yang Tidak Biasa pada Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setiabudiawan

    2016-11-01

    Full Text Available Purpura Henoch-Schonlein (PHS merupakan vaskulitis pada pembuluh darah kecil tersering terjadi pada anak. Penyakit ini ditandai dengan purpura palpablenontrombositopenia disertai salah satu gejala nyeri perut, artritis atau atralgia, glomerulonefritis, dan hasil biopsi jaringan berupa gambaran vaskulitis leukositoklastik. Bula hemoragik disertai edema jaringan subkutan merupakan gambaran yang tidak umum pada PHS dan sering terlewatkan. Manifestasi klinis vesikobulosa PHS sering ditemukan pada pasien dewasa, 16%–60% kasus, sedangkan pada anak kurang dari 2% kasus. Walaupun PHS secara tipikal merupakan penyakit selflimiting, tetapi komplikasi serius dapat terjadi. Perforasi gaster sangat jarang dilaporkan sebagai komplikasi PHS. Kami melaporkan 2 kasus PHS dengan manifestasi kulit yang berat, yaitu timbulnya bula hemoragik disertai dengan perforasi gaster. Pada kedua kasus dilakukan tindakan operatif dengan keluaran yang berbeda, pada kasus pertama pasien dipulangkan dalam kondisi baik pascaoperasi setelah dilakukan laparatomi eksplorasi, walaupun masih menderita nefritis. Sedangkan pasien kedua meninggal setelah tindakan diagnostic peritoneal lavagedisebabkan sepsis berat. Simpulan, bula hemoragik dapat dipertimbangkan sebagai prediktor komplikasi perforasi gaster pada PHS yang akan meningkatkan kewaspadaan dalam tata laksana PHS

  12. PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG MERAPI SEBAGAI GEOPOLIMER (SUATU POLIMER ANORGANIK ALUMINOSILIKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Kusumastuti

    2012-09-01

    Full Text Available Sintesis geopolimer telah dilakukan dengan memanfaatkan abu vulkanik Gunung Merapi. Geopolimer merupakan suatu polimer anorganik aluminosilikat dengan rantai Si-O-Al yang disintesis dari material yang kaya akan silika dan alumina dengan larutan pengaktif natrium hidroksida. Analisis kandungan kimia abu vulkanik Merapi menunjukkan bahwa material ini termasuk material pozzolan dengan kandungan silika dan alumina yang tinggi, yakni 45,7% berat SiO2; 14,00% berat Al2O3; 16,1% berat CaO; 18,2% berat Fe2O3 dan 3,86% berat K2O. Perbandingan mol SiO2/Al2O3 dalam abu vulkanik Merapi tergolong tinggi yakni 5,55. Abu vulkanik Merapi dapat disintesis menjadi geopolimer meskipun mempunyai rasio mol SiO2/Al2O3 yang tinggi dengan menggunakan larutan pengaktif NaOH 66,67% serta menambah waktu curing selama 3 hari pada suhu 70°C untuk membantu proses kondensasi (lepasnya molekul air pada proses geopolimerisasinya. Geopolimerisasi abu vulkanik Merapi pada suhu kamar tidak dapat terjadi, ditandai dengan kekuatannya yang sangat rendah. Karakterisasi pada geopolimer berbahan dasar abu vulkanik menunjukkan bahwa kuat tekan optimum dicapai pada komposisi dengan perbandingan abu vulkanik/Na silikat/NaOH/H2O sebesar 50/10/4/6 dengan kekuatan 61,16 MPa. Analisis kualitatif berupa fasa mineral dengan XRD dan ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa telah terbentuk fasa amorf aluminosilikat geopolimer dengan ikatan Si–O–Si atau Si–O–Al. Synthesis of geopolymer has been done by using Merapi volcanic ash. Geopolymer is an aluminosilicate inorganic polymer with Si-O-Al chain that has been synthesized from silica-and alumina-rich materials by using activator solution natrium hydroxide. The analysis of Merapi volcanic ash content showed that it was a pozzolan material containing high-silica alumina, with 45,7% of SiO2; 14,00% of Al2O3; 16,1% of  CaO; 18,2% of Fe2O3 and 3,86% of K2O. Mol ratio of SiO2/Al2O3 was high, it is 5,55. Although it

  13. PEMANFAATAN LM35 SEBAGAI SENSOR SUHU OTOMATIS PADA SISEM PENGONTROLAN SUHU RUANGAN PENGERING (STUDI KASUS : PENGERING TIPE RAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Rahayuningtyas

    2016-01-01

    Full Text Available Aliran udara dan suhu pada ruang pengering memegang peranan penting dalam proses pengeringan suatu produk. Laju penguapan air bahan dalam pengeringan sangat ditentukan oleh kenaikan suhu. Pada penelitian ini pengontrolan suhu ruang pengering dilakukan dengan merancang bangun sensor suhu dengan menggunakan LM35 dan berbasis mikrokontroler ATMEGA 8535. Input berupa suhu disensor oleh LM35 yang kemudian diolah dan dikontrol oleh mikrokontroler. Keluaran dari mikrokontroler berupa nilai bacaan suhu yang akan ditampilan pada LCD display 16 x 2. Pengamatan ini bertujuan untuk menguji parameter teknis yang terkait dengan unjuk kerja mesin pengering tipe rak meliputi sebaran suhu dengan konveksi paksa menggunakan kipas mekanik. Pengamatan dilakukan pada suhu 50ºC dan 60ºC, dengan 2 buah kipas dengan kecepatan masing-masing 3,9 m/dt dan 4,7 m/dt. Setiap 30 menit data suhu pada 6 titik diambil dalam ruang pengering. Dengan membandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan termometer raksa dapat terlihat bahwa tidak terjadi perbedaan suhu yang jauh. Jika terdapat perbedaan hasil pembacaan, hal tersebut masih diijinkan karena nilainya berada dalam jangkauan toleransi. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh tata letak kipas yang mengakibatkan perbedaan hembusan udara dan berpengaruh pada rataan suhu dalam ruang pengering.

  14. PERENCANAAN LOKASI SITE BTS LAYANAN 3G-WCDMA DI PEMERINTAH KOTA DENPASAR DENGAN MEMANFAATKAN BALAI BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Aryadi

    2015-03-01

    Full Text Available Seiring dengan perkembangan kebutuhan bit rate dan kapasitas layanan data yang meningkat di wilayah Kota Denpasar, diperlukan perencanaan lokasi site BTS (Base Transceiver Station yang dapat melayani kebutuhan pelanggan secara kuantitas maupun kualitas. Untuk memperoleh nilai bit rate yang maksimal dibutuhkan jari-jari sel yang kecil. Dengan perbandingan luas wilayah sebesar 130,48 km2 jika dibagi dengan 399 balai banjar di Kota Denpasar maka diperoleh coverage area 0,327 km2 per banjar dengan jari-jari sel sekitar 285 m. Maka pada penelitian ini lokasi site BTS yang digunakan adalah pada Balai Banjar di Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang lokasi site BTS layanan 3G-WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access untuk wilayah Pemerintah Kota Denpasar sesuai data sebaran penduduk dan mengetahui perbandingan jumlah site BTS secara teoritis untuk layanan 3G-WCDMA memanfaatkan Balai Banjar Pemerintah Kota Denpasar dengan model pemetaan secara geografis. Metode penelitian terdiri dari 3 alur, yaitu perkiraan pertumbuhan pelanggan 3G-WCDMA dan Offered Bit Quantity (OBQ per desa di Kota Denpasar, Perhitungan jumlah dan jari-jari site secara teoritis per desa di Kota Denpasar, dan Pemetaan site di Kota Denpasar memanfaatkan Balai Banjar. Perhitungan secara teoritis menunjukkan bahwa 257 site yang diperlukan untuk melingkupi seluruh wilayah Denpasar. Sementara pemetaan secara geografis dengan memanfaatkan lokasi Balai Banjar adalah sebanyak 311 site. Dari 311 site, 155 site (49,84% terdapat pada kawasan Balai Banjar dan 156 site (50,16% terdapat di luar kawasan Balai Banjar.

  15. Urgensi Integrasi Sistem Informasi Akuntansi Instansi Pemerintah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Nasrun

    2012-09-01

    Full Text Available Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2003 mewajibkan Pengguna APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan mempunyai peran penting untuk mengukur kinerja pemerintah, apakah terkendali sesuai landasan dan mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam APBN, serta menjadi pendukung pengambilan keputusan. Diantara kualitas laporan keuangan yang harus dicapai adalah lengkap dan tepat waktu. Sistem informasi akuntansi yang berjalan pada pemerintah Republik Indonesia saat ini bersifat desentralisasi atau menyebar ke seluruh instansi dalam platform desktop application. Kondisi ini tentu menimbulkan kendala-kendala dalam mencapai kualitas laporan keuangan yang lengkap dan tepat waktu. Jumlah instansi penyelenggara akuntansi yang ribuan banyaknya dan tersebarnya lokasi geografis dengan dukungan fasilitas komunikasi yang tidak semuanya baik, telah cukup untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi. Integrasi sistem informasi adalah salah satu solusi yang dapat diambil. Pemerintah perlu segera membuat sistem informasi yang sebaran database dan aplikasinya sesedikit mungkin atau jika mungkin membuat single database dan aplikasi. Banyak teknologi yang bisa dijadikan pilihan, baik database engine maupun front end-nya. Diantara database engine adalah PostrgeSQL, MySQL, SQLServer, dan lain-lain.  Diantara front end yang berbasis web adalah PHP, ASP, JAVA, dan lain-lain.

  16. EVALUASI EFISIENSI REPRODUKSI SAPI PERAH PERANAKAN FRIES HOLLAND (PFH PADA BERBAGAI PARITAS DI KUD “ SUMBER MAKMUR” KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Retno A

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan Days Open (DO, Service per Conception (S/C, dan Calving Interval (CI. serta mengetahui penampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas di Wilayah KUD “Sumber Makmur”, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan study kasus. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 100 ekor sapi perah betina yang minimal telah partus dua kali agar dapat diketahui Calving Intervalnya. Sampel dipilih secara acak dalam satu Kecamatan. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui rataan dan standar deviasi dari DO, S/C, dan CI serta analisis data dengan metode Kruskall Wallis menggunakan sebaran uji Chi Square untuk membandingkan tampilan reproduksi pada berbagai paritas berdasarkan DO, S/C, dan CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan dari DO, S/C, dan CI berturut-turut: 100,66±51,06 hari; 1,9±O,44 kali; dan 385,50±55,13 hari dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa antar DO pada berbagai paritas, S/C danCI tidak berbeda nyata (P>0,05.Disimpulkan bahwa rata-rata DO panjang, S/C tinggi pada paritas tertentu dan CI juga masih panjang, membuktikan bahwa keberhasilan Inseminasi Buatan masih rendah dan tidak terdapat perbedaan penampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas berdasarkan DO, S/C, dan CI. Kata Kunci : Inseminasi Buatan, Days Open, Service per Conception, dan Calving Interval.

  17. Kata Pengantar Redaksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Redaksi Jurnal Udayana Mengabdi

    2014-04-01

    Full Text Available Para pembaca yang budiman, salah satu industri kecil yang perkembangannya sangat pesat di Baliadalah kerajinan logam. Penggerak utama industri logam adalah para pengrajin dan senimankarya logam, yang terhimpun dalam kelompok pengrajin dan seniman. Selama ini prosespengerjaan yang dilakukan oleh pengrajin biasanya diukur berdasarkan pengalaman dari pekerjapengecoran, karena proses pengerjaan masih tradisional maka ada beberapa parameter yang sulitdikontrol, misalnya temperatur pencairan logam, temperatur penuangan dan sebagainya. Berdasarkankenyataan tersebut dan atas dasar pemikiran keinginan untuk meningkatkan kualitas hasil industricoran logam, maka perlu dilakukan perbaikan proses, yaitu penentuan atau pemilihan temperaturpenuangan atau pencairan logam sehingga dapat menghasilkan produk coran yang berkualitas.Permasalahan yang dihadapi oleh pengerajin pembuat komponen lampu hias saat ini adalah kurangbagusnya kualitas produk yang dihasilkan. Ditemukan cukup banyak produk yang cacat, seperti halnyabentuk dari hasil coran yang kurang sempurna dan terdapat lubang kecil-kecil (lubang jarum.Guna mengatasinya perlu proses finishing yang lebih rumit atau pengecoran ulang yang akhirnyamembutuhkan biaya dan waktu proses yang cukup banyak. Kondisi ini akan berpengaruh terhadappemenuhan pesanan dari konsumen yang pada akhirnya berdampak pada kinerja dan pendapatanperusahaan. Melihat permasalahan tersebut I Made Astika dan kawan-kawan dari Jurusan TeknikMesin, Fakultas Teknik Universitas Udayana melakukan pengabdian untuk memperbaiki kualitashasil produk kerajinan aluminium di UD Sari Rejeki Desa Batubulan Gianyar.Hasil penelitian Persatuan Endokrinologi (PERKENI cabang Bali mendapatkan bahwa jumlahpenderita obesitas dan diabetes di Bali cenderung meningkat. Peningkatan ini lebih terlihat padapenduduk yang bermukim di daerah pariwisata. Contohnya di wilayah Legian dan Ubud, dimanatingkat penderita obesitas dan diabetes cukup tinggi. Di Legian didapatkan

  18. Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mela Faridlah

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. Research on volcanic residual soil characteristics using magnetic methods and geotechnic methods was carried out on a stable slope and landslide slope are located in Langensari Lembang west Bandung, West Java Province. This study are intended to describe the characteristics of the magnetic susceptibility and residual volcanic soil engineering parameters. Geotechnical characteristics were determined by physical properties tests such as bulk density test, wet density, dry density, water content, degree of saturation and porosity

  19. UJI POTENSI Gliocladium sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Herlina

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakMikroorganisme tanah seperti Gliocladium sp dapat bertindak sebagai dekomposer dan juga sebagai agen pengendali hayati patogen tanaman hal ini memberikan harapan untuk mengurangi penggunaan pupuk dan fungisida sintetik. Tujuan penelitian untuk menguji potensi biofertililzer Gliocladium sp terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Variabel bebas yaitu bioferlizer Gliocladium sp  dengan dosis (g/tanaman 0,50, 100, 150, dan 200 .Variabel tergantung adalah pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah  tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan b. Parameter hasil tanaman yang diukur adalah berat buah setelah panen. Hasil uji Anava satu jalan menunjukkan bahwa pemberian Gliocladium sp perpengaruh terhadap tinggi tanaman, kandungan klorofil a dan klorofil b, berat tomat  . Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa dosis 100, g 150 g dan 200 g tidak berbeda signifikan terhadap tinggi tanaman, dosis 150g dan 200 g tidak berbedan nyata dalam pembentukan klorofil a dan klorofil b. Pemberian Gliocladium dosis 150g paling tinggi terhadap berat buah. Simpulan dalam penelitian ini bahwa pemberian Gliokompos sp berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. AbstractSoil microorganisms such as Gliocladium sp. can play role in the decomposition and can also become the biological control of pathogenic plants. The animal is potentially reduce the use of fertilizers and synthetic fungidid. The aim of the study was to test the potential effect of biofertililzer Gliocladium sp. on the growth and production of tomatoes. The independent variables was biofertilizer Gliocladium sp. at various dosages (g/plant of 0, 50, 100, 150, dan 200. The dependent variables were the growth and the production of tomatoes. The growth parameter measured were plant height, as well as a and b chlorophyl contents.  The crop parameter was the fruit weight post-harvest.  A one-way anova showed that Gliocladium sp. affected the

  20. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Redha Putri

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akibatnya persalinan dapat mengalami perlambatan atau terhenti. Semakin berat anemia, semakin berat manifestasi klinis yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian persalinan disfungsional pada pasien anemia dalam kehamilan berdasarkan derajat anemia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif bagian rekam medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2012. Data yang digunakan sebanyak 61 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian persalinan disfungsional paling tinggi pada anemia derajat ringan yaitu sebanyak 4 orang (8,7%, anemia derajat sedang sebanyak 1 orang (8,3% dan anemia derajat berat 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat anemia dalam kehamilan tidak mempengaruhi angka kejadian persalinan disfungsional.Kata kunci: anemia dalam kehamilan, persalinan disfungsional, distosia, ibu hamil AbstractDysfunctional labor (dystocia due to abnormal labor is a worldwide labor problem and one of the indications for intervention during labor with prevalence rate 4-40%. Dysfunctional labor can be caused by anemia in pregnancy. The strength of uterine contractions or his in pregnant women with anemia is less than normal, weak and short in duration so it is not strong enough to bear the fetus and the pregnant women will get tired, causing a slow or stopped. The more severe anemia, the more severe clinical manifestations appear. The objective of this study was to know

  1. Integrasi Model SWAT dan SIG dalam Upaya Menekan Laju Erosi DAD Deli, Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riki Rahmad

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan simulasi model SWAT dalam menghitung besarnya laju erosi DAS, menguji kesesuaian model dalam memprediksi erosi, serta menentukan skenario penggunaan lahan yang paling optimal menurunkan laju erosi. Penelitian ini dilakukan di DAS Deli, Sumatera Utara. Pada penelitian ini analisis SWAT dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG melalui 4 proses yaitu delineasi, pembentukan Hydrological Response Unit (HRU, pengolahan data dan simulasi, serta proses visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi rata-rata DAS Deli adalah 410,72 ton/ha/tahun. Hasil ini menunjukkan DAS Deli termasuk kedalam Tingkat Bahaya Erosi (TBE kategori Berat dengan kriteria sangat berat 37,04%, berat 17,07%, sedang 21,46%, ringan 17,38%, dan sangat ringan 7,04%. Uji validasi model menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara debit model dan observasi dimana persentase perbedaan nilainya sangat kecil yang artinya besarnya debit model hampir sangat mendekati besarnya debit observasi, serta model dikategorikan sangat baik dalam melakukan simulasi debit aliran harian pada Sungai Deli. Metode skenario adalah berdasarkan analisis TBE. Hasil skenario penggunaan lahan berhasil menurunkan laju erosi DAS Deli 34,78% menjadi 267,88 ton/ha/tahun. This study aims to conduct SWAT model simulation calculation of the rate of erosion of the watershed, testing the suitability of the model in predicting erosion, land use scenarios and determine the most optimal decrease the rate of erosion. This research was conducted in the watershed Deli, North Sumatra. In this study, SWAT analysis performed with the help of Geographical Information Systems (GIS through 4 delineation process, namely, the establishment of Hydrological Response Unit (HRU, data processing and simulation, as well as the visualization process. The results show the average amount of erosion DAS Deli is 410.72 ton/ha/year. These results indicate DAS Deli included into

  2. Tingkat Keamanan Konsumsi Residu Karbamat dalam Buah dan Sayur Menurut Analisis Pascakolom Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Wispriyono

    2013-02-01

    Full Text Available Karbamat merupakan salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan untuk membasmi hama buah dan sayur. Untuk menentukan bahwa residu karbamat dalam sayuran masih aman dikonsumsi manusia, telah dilakukan analisis beberapa residu karbamat seperti metomil, karbaril, karbofuran, dan propoksur. Sampel-sampel tomat, apel, selada air, kubis, dan sawi hijau dikumpulkan dari tiga supermarket dan satu pasar tradisional di Depok, Jawa Barat. Analisis dilakukan serempak untuk ke empat residu karbamat menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi denganpereaksi o-ftalaldehida dan 2-merkaptoetanol dalam reaktor pascakolom dengan detektor fluoresensi. Dari sampel-sampel buah dan sayur yang dianalisis, hanya sawi hijau asal pasar tradisional yang positif mengandung propoksur dengan kadar 1,2 mg/25 gram berat basah (0,048 mg/g berat basah. Dengan Acceptable Daily Intake(ADI propoksur 0,005 mg/kg berat badan/hari, konsumsi sawi hijau harian seberat 20 g/hari masih cukup aman dari gangguan kesehatan akibat pajanan kronik propoksur dengan margin of safety 298,7 (> 100 sebagai batas aman. Carbamat is a group of pesticides which is commonly used to control fruits and vegetables pests. To determine that carbamat residues in fruits and vegetables are safe for human consumption, carbamate residues such as methomyl, carbaryl, carbofuran, and propoxur in vegetables and fruits have been analyzed. Samples of tomato, apple, water lettuces, cabbage, and mustard greens were collected from three supermarkets and one traditional market in Depok, West Java. The analysis was carried out simultaneously for all four carbamate residues by high performance liquid chromatography using o-phtaladehyde and 2 mercaptoethanol reagents in post-column reactor with a fluorescence detector. Of fruits and vegetable samples analyzed, only mustard greens from traditional market positively containe propoxur at 1.2 mg/ 25 gram wet weight (0,048 mg/gram wet weight. With Acceptable Daily Intake (ADI

  3. Efek Electro Convulsive Therapy (ECT terhadap Daya Ingat Pasien Skizofrenia di RSJ Prof. HB. Sa’anin Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikky Nabila Nandinanti

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak  ECT merupakan terapi kejang listrik dengan menghantarkan arus listrik pada elektroda dan dipasang pada kepala sehingga menyebabkan konvulsi. ECT terbukti dapat memperbaiki gejala skizofrenia, namun ECT juga memiliki efek samping terutama pada daya ingat. Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui efek ECT terhadap daya ingat pasien skizofrenia. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan jumlah sampel 15 orang penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ Prof. HB. Sa’anin Padang dengan teknik pengambilan consecutive sampling.Pemeriksaan daya ingat menggunakan Tes Memori Indonesia, dilakukan sehari sebelum ECT dan 2 jam sesudah ECT. Analisis data dengan uji T berpasangan. Gangguan daya ingat sebelum ECT terjadi pada 90% sampel dengan terganggu sedang pada kemampuan immediate memory, terganggu ringan pada kemampuan recent memory, dan terganggu berat pada remote memory. Gangguan daya ingat sesudah ECT terjadi pada seluruh sampel (100% dengan terganggu sedang pada immediate memory, terganggu berat pada recent memory, dan terganggu berat padaremote memory. Uji hipotesis pada nilai kemampuan immediate dan recent memory menghasilkan nilai p 0,018 dan 0,031 (p < 0,05, berarti Ho ditolak, sedangkan nilai p remote memory 0,678 (p > 0,05, berarti Ho diterima. Kesimpulan adalah perbedaan daya ingat immediate dan recent memory pada pasien skizofrenia sebelum dan sesudah ECT, sedangkan kemampuan remote memory tidak mengalami perubahan.Kata kunci: skizofrenia, ECT, daya ingat Abstract ECT is an electric convulsive therapy by delivering electrical current to electrodes and mounted on the head causing convulsions. ECT shown to improve schizophrenia symptoms, but ECT also has side effects especially on memory. The objective of this study was to determine the effects of ECT on memory schizophrenic patients. Current study was conducted with analytic design with sample size was 15 schizophrenia people at RSJ Prof. HB. Sa'anin Padang

  4. KOMBINASI INJEKSI sGNRH-a + ad , PADA KETINGGIAN AIR YANG BERBEDA UNTUK PEMIJAHAN SNAKEHEAD , Channa Striata DI WADAH BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Bijaksana

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sGnRH-a+ad dan ketinggian air yang berbeda pada pemijahan ikan snakehead, Channa striata dalam tangki concreat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat . Ada dua faktor utama sebagai perlakuan yaitu: Faktor A = dosis sGnRH -a + ad dengan tiga tingkat ( A1 = 0,2 ml / kg , A2 = 0,4 ml / kg , A3 = 0,6 ml / kg dan faktor B = tinggi air dengan tiga tingkat ( B1 = 15 cm; B2 = 20 cm; B3 = 25 cm   diulang 4 kali untuk mendapatkan 36 unit percobaan. Pengamatan dilakukan pada parameter : berat badan, berat gonad, berat hati , estradiol - 17β , diameter telur, IGS, IHS, fekunditas, pemupukan dan derajat penetasan. Terdapat Hubungan yagn sangat erat atara parameter pengamatan IGS dan IHS.  Perlakuan yang diberikan waktu laten diperoleh kisaran  antara 12 jam sampai 25 jam, fekunditas antara 5047-5072 butir, derajat fertilisasi antara 60-60,3 persen dan 76,6 derajat fertilisasi antara 83,9 persen.  Perkembangan setelah menetas mencapai panjang tubuh 3,5 mm dan 45,5 mm pada hari 20 . This study aims to look at the effectiveness of injection of sGnRH-a + ad and height of water on fish spawning snakehead, Channa striata in the concreat tank. The research was conducted at the Wet Laboratory Aguaculture Departement Faculty of Fisheries University of Lambung Mangkurat. There are two main factors as treatment namely: Factor A = dose of sGnRH-a + ad with three levels (A1 = 0.2 ml / kg; A2 = 0.4 ml / kg; A3 = 0.6 ml / kg and factor B = height of water with three levels (B1 = 15 cm; B2 = 20 cm; B3 = 25 cm made repeated 4 times to obtain 36 units of the experiment. Observations made on the parameters: body weight, gonad weight, liver weight, estradiol-17β, egg diameter, IGS, IHS, fecundity, fertilization and hatching degrees. The strongest relationship obtained from the treatment of observational parameter is IGS and IHS. Of

  5. Missed deadline notification in best-effort schedulers

    Science.gov (United States)

    Banachowski, Scott A.; Wu, Joel; Brandt, Scott A.

    2003-12-01

    It is common to run multimedia and other periodic, soft real-time applications on general-purpose computer systems. These systems use best-effort scheduling algorithms that cannot guarantee applications will receive responsive scheduling to meet deadline or timing requirements. We present a simple mechanism called Missed Deadline Notification (MDN) that allows applications to notify the system when they do not receive their desired level of responsiveness. Consisting of a single system call with no arguments, this simple interface allows the operating system to provide better support for soft real-time applications without any a priori information about their timing or resource needs. We implemented MDN in three different schedulers: Linux, BEST, and BeRate. We describe these implementations and their performance when running real-time applications and discuss policies to prevent applications from abusing MDN to gain extra resources.

  6. Enamel defect of primary dentition in SGA children in relation to onset time of intrauterine growth disturbance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willyanti Soewondo Sjarif

    2013-06-01

    Full Text Available Background: Prenatal disturbances disturb the development of organs resulting in small for gestational age (SGA babies and also causes enamel defects in primary teeth. There are disturbances occur in the beginning of pregnancy causing symmetrical SGA, and asymmetrical type of SGA, where the disturbances occur late in pregnancy. Purpose: This research was to determined differences in severity of enamel defect of primary dentition in small for gestational age children based on the time of intrauterine growth restriction. Methods: This was a clinical epidemiological cohort study. The Ponderal index was used to determine SGA type. The subjects were 129 SGA children aged 9-42 months, 82 with asymmetrical SGA and 47 with symmetrical SGA. Two hundred normal birth weight children were the control group. Intra-oral examinations to determine enamel defect used the FDI modification of the Developmental Defect of Enamel score at 3 months intervals. Statistical t-tests were used to test the difference in severity of enamel defect, and chisquare to find out the difference of Relative Risk Ratio (RRR. Results: The results showed that the enamel defect scores of symmetrical SGA were significantly higher than those with asymmetrical SGA. RRR for severe defect was also significantly higher in symmetrical type for anterior and canines. Conclusion: The study suggested that the severity of enamel defect for infants with symmetrical SGA was higher than those with asymmetrical SGA, indicating that the severity of the defect occurs in the beginning of pregnancy is more severe than in the late pregnancy.Latar belakang: Adanya gangguan prenatal mengganggu perkembangan organ, mengakibatkan terjadinya bayi lahir dengan kecil masa kehamilan (KMK dan defek email pada gigi sulung. Terdapat 2 tipe KMK yaitu tipe simetri; gangguan terjadi pada awal kehamilan; dimana lingkar kepala, berat dan panjang lahir lebih rendah dari normal. Tipe asimetri dimana gangguan terjadi saat

  7. Resin Poliester Tak Jenuh Untuk Imobilisasi Resin Bekas Pengolahan Simulasi Limbah Radioaktif Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlan Martono

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang imobilisasi resin bekas pengolah limbah trans-uranium denganresin poliester tak jenuh untuk mengetahui kualitas blok polimer-limbah sebagai fungsi kandunganlimbah. Polimerisasi dilakukan dengan mencampurkan resin poliester tak jenuh dengan katalisdengan perbandingan katalis 1% dari jumlah resin poliester tak jenuh yang digunakan, kemudianditambahkan limbah cair transuranium simulasi. blok polimer-limbah yang terjadi diukur densitas,kuat tekan dengan alat Paul Weber, dan laju pelindihan dengan alat soxhlet pada 100 0C dan 1 atmselama 6 jam. Blok polimer dibuat dengan kandungan limbah 10, 20, 30, 40, dan 50 % berat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin besar kandungan limbah maka kuat tekan blok polimerlimbahsemakin kecil, sedangkan laju pelindihannya semakin besar. Berdasarkan kuat tekan dan lajupelindihan, maka hasil terbaik diperoleh untuk blok-polimer dengan kandungan limbah 20 % dan 30%.

  8. Higher risk of probable mental emotional disorder in low or severe vision subjects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfah Rif’ati

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang: Gangguan penglihatan berat dan kebutaan, belum menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia, dapat menimbulkan gangguan mental emosional. Pada tulisan ini disajikan penilaian gangguan mental emosional yang berkaitan dengan gangguan penglihatan berat. Metode: Analisis ini menggunakan sebagian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007. Subjek untuk keperluan analisis ini ialah yang berusia 15 tahun atau lebih. Gangguan mental emosional diukur dengan Self  Reporting Questionnaire (SRQ 20. Subjek yang mungkin menderita gangguan mental emosional, jika hasil SRQ sebesar 6 atau lebih, dan sebaliknya. Tajam penglihatan  ditentukan berdasarkan tes Snellen chart.  Visus normal/ringan ialah 20/20 to 20/60, visus rendah ialah kurang dari 20/60-3/60, sedangkan buta dengan visus kurang dari 3/60 sampai 0/0. Hasil: Di antara 972,989 subjek data Rskesdas 2007 terdapat 46,7% (554,886 yang berusia 15 tahun atau lebih. Subjek yang menderita gangguan mental emosional sebesar 11,4% (63,279/554,886,  prevalensi visus rendah sebesar 5,1% dan kebutaan 0,9%. Subjek yang menderita visus rendah dibandingkan subjek yang normal atau dengan gangguan tajam penglihatan ringan mempunyai 75% lebih besar menderita risiko gangguan mental emosional [risiko relatif (RRa=1,75; 95% interval kepercayaan (CI=1,71-1,79]. Sedangkan subjek yang buta dibandingkan subjek yang normal atau dengan gangguan tajam penglihatan ringan mempunyai risiko 2,7 kali lipat menderita gangguan mental emosional (RRa= 2,69; 95% (CI=2.60-2.78. Kesimpulan: Subjek dengan gangguan penglihatan makin berat mempunyai risiko menderita gangguan mental emosional. Oleh karena itu subjek yang menderita gangguan penglihatan berat perlu diperhatikan mental emosionalnya. (Health Science Indones 2011;2:9-13 Abstract Background: Severe visual impairments are able to induce psychological stress, especially among adults, which may stimulate mental emotional disorder (MED. Eye health problems are not a

  9. A practical example of how companies can cut down their costs by means of an environmental management system; Moeglichkeit der Kostensenkung in Betrieben durch Umweltmanagement am praktischen Beispiel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Grooterhorst, A. [SIG Consult GmbH, Essen (Germany)

    1997-01-01

    Regular acquisition of environmentally relevant data permits systematic monitoring of the environmental impact of industrial operations. This, together with a systematic documentation and the efficient organization of operations, creates the basis for an environmental management system. When designing an environmental protection concept or introducing an environmental management system, it may be convenient to make use of the services of consultancies. (orig./ABI) [Deutsch] Durch regelmaessige Erfassung umweltrelevanter Daten wird eine systematische Kontrolle betrieblicher Umweltauswirkungen moeglich. Zusammen mit einer systematischen Dokumentation und einer nachweislichen Regelung zur Aufbau- und Ablauforganisation ist damit die Grundlage fuer ein Umweltmanagementsystem geschaffen. Bei der Erarbeitung eines Umweltschutzkonzeptes und der Einfuehrung eines Umweltmanagementsystems kann es sinnvoll sein einen externen Berater einzuschalten. (orig./ABI)

  10. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  11. MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM: MENCARI FORMAT BARU MANAJEMEN YANG EFEKTIF DI ERA GLOBALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tobroni roni

    2016-06-01

    Full Text Available Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk merubah dari siklus negatif menjadi siklus positif atau untuk merubah dari sekolah yang tidak berkualitas (bad school menjadi sekolah berkualitas (good school, faktor kepemimpinan memegang peran yang sangat menentukan. Lembaga pendidikan yang baik dipimpin oleh pemimpin yang baik, walaupun tidak semua pemimpin yang baik mampu menjadikan lembaga pendidikan menjadi baik. Bagi lembaga pendidikan Islam yang menghadapi persoalan berat dan misi yang sangat mulia (pendidikan dan dakwah, perlu dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kekuatan luar biasa. Model kepemimpinan konvensional seperti kepemimpinan situasional, transaksional dan transformasional perlu disempurnakan dengan model kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang mendasarkan visi, misi dan perilaku kepemimpinannya pada nilai-nilai ketuhanan.

  12. INCLUSION BODY MYOSITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Yeni Laksmini

    2014-09-01

    Full Text Available Inclusion body myositis (IBM merupakan penyakit inflamasi pada otot yang bersifat progresif dengan penyebab yang tidak diketahui dan tidak menunjukkan respon yang baik terhadap berbagai terapi. Gambaran histopatologi IBM ditandai dengan infiltrat sel-sel limfosit diantara ruangan endomisial, di dalam otot dan di sekitar otot dengan fokus-fokus inklusi di dalam miosit (rimmed vacuole serta beberapa serat otot terlihat atrofi dan nekrosis. Dilaporkan wanita, usia 46 tahun dengan IBM. Keluhan utama pasien berupa kelemahan pada kedua tangan, kaki kanan terasa berat jika diangkat sehingga susah berjalan. Pemeriksaan saraf sensorik ekstremitas dekstra dan sinistra dalam batas normal. Pemeriksaan enzim cretinine kinase meningkat secara dramatik. Pemeriksaan histopatologi dari biospi otot gastrocnemius menunjukkan gambaran yang sesuai untuk IBM dan telah dilakukan penanganan dengan pemberian oral methilprednisolon 3x32 mg dan mecobalmin 1x500ìg intravena, namun tidak menunjukkan respon yang baik terhadap terapi dan akhirnya pasien meninggal. [MEDICINA 2013;44:118-123].

  13. PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L. VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L. BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ekowati

    2011-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Lahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol; 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK.   ABSTRACT Sand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron

  14. RANCANG BANGUN SISTEM E-RECRUITMENT BERBASIS ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Taufik Syastra

    2017-08-01

    Full Text Available Rancang bangun sistem e-recruitment ini bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan perusahaan yang berkaitan dengan proses rekrutmen karyawan. Pada penelitian ini mengambil studi pada PT Mega Petro Synergy (PT MPS. PT. MPS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penyedia rekayasa konstruksi dan tenaga kerja industri berat. Kebutuhan PT MPS saat ini berkaitan dengan minimalisir biaya iklan, data yang real time dan juga kesalahan akibat proses penginputan data pelamar. Perancangan diarahkan pada pengembangan aplikasi berbasis android yang terintegrasi pada Man Power Information System (MPIS. Model SDLC yang digunakan adalah Waterfall. Perancangan aplikasi ini menggunakan pemodelan Unified Modelling Languange (UML meliputi use case diagram, class diagram, activity diagram, dan sequence diagram. Selain UML, teknologi yang digunakan dalam proses perancangan adalah javascript, PHP, AngularJS, Laravel dan MySql. Penelitian ini menghasilkan aplikasi berbasis android yang dapat gunakan sebagai media iklan, penyedia data real time, serta mempermudah proses penginputan data pelamar.

  15. CARA MENGHILANGKAN RASA DAN BAU PADA PENGOLAHAN AIR MINUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-12-01

    Full Text Available Salah satu syarat kualitas air minum adalah tidak berwarna, tidak ada rasa, dan tidak berbau. Kebanyakan konsumen air minum menilai baik tidaknya kualitas air minum hanya secara visual, keruh atau jernih, berwarna atau tidak dan dengan indera pengecap apakah ada rasa atau tidak serta dengan indera pencium; berbau atau tidak. Tulisan ini hanya akan membahas dua aspek yaitu rasa dan bau yang sering dikeluhkan oleh konsumen.Sumber kontaminasi yang menimbulkan rasa dan bau dalam air dapat bersifat alami maupun anthropogenik.Untuk menghilangkan rasa dan bau karena sebab alami ada beberapa pilihan cara pengolahan yaitu sedimentasi konvensional secara gaya berat (Conventional Gravity Sedimentatin = CGS dan pengembangan udara terlarut (Dissolved Air Flotation = DAF, ozonisasi dan filtrasi dengan karbon aktif granular (Granular Activated Carbon = GAC. 

  16. Perbandingan Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi yang Diberi Amoksisilin-Deksametason dan Amoksisilin-Asam Mefenamat pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Kadek Laura Sastrawan

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus yang diberikan obat deksametason dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi tiga perlakuan, yang diinsisi pada daerah linea alba dengan panjang insisi dua cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL. Pengamatan makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan hari ke14, lima ekor tikus dari semua kelompok dieutanasi, kemudian kulit hingga peritoneum lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan makroskopik dianalis secara deskriptif dan pemeriksaan histopatologis dianalisis menggunakan uji Non Parametrik. Hasil pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik menunjukan bahwa tikus perlakuan III memberikan efek kesembuhan luka lebih cepat dibandingkan tikus perlakuan II dan tikus perlakuan I karena efek dari peradangan terjadi lebih sedikit (minimal dan kerapatan kolagen yang lebih padat.

  17. Aktivitas Inhibitor Enzim Pengubah Angiotensin (ACE dan Antioksidan Peptida Kolagen dari Teripang Gama (Stichopus variegatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Habbib Khirzin

    2015-05-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu echinodermata yang memiliki kandungan protein tinggi dan sekitar 70% dari proteinnya merupakan kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibitor Angiotensin Converting Enzyme (ACE dan antioksidan dari peptida kolagen teripang Gama (Stichopus variegatus. Ekstraksi kolagen dilakukan menggunakan asam asetat 0,5 M. Peptida kolagen diperoleh melalui hidrolisis kolagen menggunakan enzim pepsin dengan konsentrasi 0,1 U/g kolagen, selama 0; 30; 60; 90; 120; 180; dan 240 menit. Aktivitas inhibitor ACE dan antioksidan peptida kolagen diuji dengan metode spektroskopi. Kolagen yang dihasilkan memiliki rendemen 16,40% dengan berat molekul 130,33 kDa. Aktivitas inhibitor ACE tertinggi dihasilkan dari proses hidrolisis selama 180 menit dengan penghambatan sebesar 82,31%, sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh peptida kolagen dari hidrolisis kolagen selama 120 menit dengan nilai IC50 1,9 mg/ml.

  18. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DI PROVINSI JAMBI: Studi Multi Kasus pada MAN Olak Kemang Kota Jambi, MAN Pulau Temiang Kabupaten Tebo, dan MAN 2 Kabupaten Tanjung Jabung Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarto Sumarto

    2017-01-01

    Full Text Available The objective of this study was to find out why the transformational headmaster can instill islamic school culture, the role of transformational leadership and the success of transformational leadership role in instilling islamic shool culture in province of Jambi. The approach used in this study is a qualitative descriptive ap-proach. Data collection techniques using observation, interviews and documenta-tion. Analysis of the data using the model of Miles and Huberman. Research re-sult; Principals have a muslim personality as Prophet, know the needs of his staff, build his staff confidence, building a shared commitment to make the shift to-wards change for the better, creative, productive and innovative, exemplary and courage to face challenges, sensitive to complaints and suggestions of staff, deli-beration and spirit of motivation. Principal transformational leadership roles are as Direction Setter, Agent of Change, Spokesperson, Coach, support-getter, suc-ces-guarantor and path-finder.

  19. KANDIDIASIS VAGINA YANG MENDAPAT TERAPI SISTEMIK DAN TOPIKAL: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Made Rendy Sanjaya

    2014-08-01

    Full Text Available Kandidiasis vulvovaginitis ialah penyakit jamur candida yang mengenai mukosa vagina danvulva.Penyebabnya yang tersering biasanya adalah candida albicans.Gejala klinis KandidiasisVulvovaginitis ialah gatal didaerah vulva, dan pada yang berat terdapat rasa panas,dispaneuria.lesi eritema, hiperemis dilabia mayora, dan vagina 1/3 bawah. Dilaporkan satu  kasusseorang wanita. berumur 26 tahun dengan keluhan keputihan pada daerah vagina sertamengalami kegatalan dan rasa nyeri terjadi sejak 2 minggu yang lalu. Pada gambaran klinis tampak dinding vagina eritema, erosi dengan secret putih kental. Pada pengecatan gram darisecret mukosa vagina didapatkan leukosit blastopsora dan pseudohifa. Pemerikaan KOH 10%dari sekret vagina didapatkan blastopore dan pesudohifa.Penanganan yang diberikan adalah obatsistemik dengan flukonazol 1x150 mg dosis tunggal dan topical diberikan ketokenazol cream.Prognosis kasus tersebut adalah baik..

  20. Efek Penambahan Jus dan Daun Sirih (Piper bettle linn Sebagai Aditif Pakan Terhadap Peforma Ayam Petelur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nining Haryun

    2017-11-01

    Full Text Available Pengembangan unggas telah dilakukan dalam hal perkembangbiakan, pemberian pakan dan manajemen. Namun, implementasinya masih menghadapi banyak tantangan seperti masalah penurunan produksi. Salah satu penyebab penurunan produksi adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri patogen (Salmonella sp dan Escherichia coli. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan bettle linn Juice sebagai pakan tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bettle linn Juice sebagai pakan tambahan terhadap kinerja ayam petelur. Metode yang digunakan adalah uji biologis ayam petelur umur 69 minggu Isa Brown Strain dari 250 ayam petelur, menggunakan Completely Randomized Design (RAL dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piper bettle linn Juice tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P> 0,05 terhadap konsumsi pakan dan angka kematian. Mempengaruhi secara signifikan (P <0,01 terhadap Hen Day Production (HDP, berat telur dan Feed Conversion Ratio (FCR.

  1. Analisis Framing Pemberitaan Media Online mengenai Kasus Pedofilia di Akun Facebook

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rieka Mustika

    2017-12-01

    Full Text Available Kasus terhadap anak yang sering terjadi membuat banyak pihak sadar betapa rentannya anak menjadi korban kejahatan asusila. Kekerasan seksual terhadap anak akan memberikan dampak atau efek yang berat kepada anak sebagai korban. Di media sosial terdapat grup Facebook (FB bernama Loli Candy's yang mengumpulkan foto porno anak-anak. Pada kasus terungkapnya jaringan pedofilia di Facebook, beberapa media memiliki gaya masing-masing dalam penulisan beritanya. Setiap media sesungguhnya memiliki ideologi yang berbeda mengingat bahwa media bukanlah saluran yang bebas tetapi telah mengonstruksi berita sedemikian rupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dua media online yaitu Kompas.com dan Republika Online membingkai pemberitaan tentang pedofilia melalui akun Facebook. Model analisis framing yang digunakan adalah model Robert N. Entman. Perbedaan pembingkaian dalam berita yang dimunculkan oleh Kompas.com dan Republika Online yang paling sering terlihat adalah terletak pada  pemilihan narasumber. Republika Online sebagai media bernuansa Islam selalu memilih narasumber yang memiliki pemikiran Islam.

  2. Dinamika Teater Modern Di Bandung 1958 - 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatang Abdulah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji dinamika perkembangan teater modern di Bandung dari tahun 1958 sampai dengan 2002. Objek Sampel penelitian ini adalah ‘Studiklub Teater Bandung’ (STB. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sejarah dengan tujuan untuk mengetahui metode dan ideology karya-karya Suyatna Anirun.  Dari penelusuran melalui dokumen dan wawancara dengan berbagai pihak akhirnya ditemukan kesimpulan bahwa STB di bawah penyutradaraan Suyatna Anirun selalu bertitik tolak dari naskah Barat yang dianggap berat. Untuk mengakrabkan antara tontonan dengan penonton, naskah sebagai titik tolak garapan seringkali disadur terlebih dulu. Setiap pertunjukan STB selalu menonjolkan posisi actor, artinya deol slalu menjadi titik pusat petunjukan. Dalam pengelompokan gaya, STB dianggap sebagai salah satu kelompok teater yang konsisten membawakan gaya teater realis. Pola metode dan deology berkarya Suyatna Anirun sangat mempengaruhi kelompok-kelompok teater modern lainnya yang tumbuh dan berkembang di kota Bandung. Kata kunci: Metode,  Penyutradaraan, Pertunjukan Teater.

  3. DESAIN SABIT PERKEBUNAN SALAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nastiti Septi Kinasih

    2012-04-01

    Full Text Available Salak merupakan komoditas unggulan dari Kabupaten Sleman. Saat ini proses produksi pertanian salak masih dilakukan secara tradisional menggunakan sabit yang tidak ergonomis sehingga banyak salak yang rusak saat di panen dan tidak jarang petani tertusuk duri pohon salak karena ujung handle sabit yang terlalu pendek. Selain itu petani juga sering mengalami keluhan fisik dan kelelahan karena sabit yang digunakan cukup berat dan kurang tajam. Dengan penerapan metode Quality Function Deployment (QFD berdasarkan voice of custumer melalui pendekatan partisipatori didapatkan sebuah sabit yang dapat mengakomodir keinginan petani, yaitu sabit yang handlenya panjang dan tidak licin dengan tekstur gelombang, sesuai dengan dimensi tubuh petani dan tajam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain sabit yang diinginkan petani mampu menurunkan keluhan muskuloskeletal sebesar 34,51%, penurunan kelelahan sebesar 13,74% serta peningkatan produktivitas sebesar 43,95%.

  4. Pengaruh Tekanan Parsial Oksigen Terhadap Koefisien Absorpsi Lapisan Tipis Indium Tin Oxide (ITO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslimin Muslimin

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFProses  absorpsi  foton  dengan  energi  tertentu  akan  mengeksitasi  elektron  darikeadaan energi yang lebih rendah ke keadaan energi yang lebih tinggi. Untuk menentukankoefisien  ini  secara  eksperimen  terutama  karena  adanya  pengaruh  interferensi  optis  daripola-pola  transmitansi  dan  reflektansi.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menentukanbesarnya absorpsi lapisan tipis In2O3: SnO2dengan berbagai kadar oksigen yang diberikanpada saat deposisi. Proses pelapisan dilakukan 90% berat In2O3 dan 10% berat SnO2padasubstrat kaca dengan cara sputtering. Pada saat sputtering dilakukan penambahan oksigentertentu  yaitu  2,50%,  3,70%,  5,10%,  6,15%  dan  8,90%  yang  dilakukan  deposisi  padatemperature 1750C. Hasil analisis teramati adanya pergeseran interferensi dan transmitansike arah panjang gelombang yang lebih pendek sebanding dengan kenaikan kadar oksigen.Pada  kadar  oksigen  2,50%  dan  3,70%  koefisien  absorbsi  makin  naik,  tetapi  pada  kadaroksigen  5,10%,  6,15%  dan   8,90%  koefisien  absorpsi  mulai  menurun.  Perlakuan  kadaroksigen  pada  saat  deposisi  lapisan  tipis  ITO  dapat  mempengaruhi  koefisien  absorpsilapisan tipis yang terbentuk.Kata kunci : Kadar oksigen, koefisien absorpsi

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Mutia

    2017-02-01

    1 g TKM/Kg ransum, R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50% dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%. Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01 menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05 menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05 meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01 meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.

  6. Pengambilan Keputusan Waktu Panen Pada Usaha Pembesaran Lobster di Pulau Lombok Provinsi NTB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deden Kurniawan

    2017-08-01

    Full Text Available Lobsters represent as a valuable commodity to be determined by their length and weight. In Indonesia, the minimum legal size of lobster is 7cm of carapace length and 200 grams of weight, and this is stipulated on regulation of Ministry of Marine Affairs and Fisheries No.1/2015. Instead of behaving in accordance with the rule, farmers still harvest lobsters as soon as they are of marketable size to reduce the risk of mortality and to generate income instantly. This paper develops a structural equation model partially least square (SEM PLS to analyze decision making process to harvest lobster in Indonesia. The study established by structural equation modeling partially least square shows that the decision making to harvest lobster is driven by patron-client relationship, time constraint, and working complexity.Keywords: lobster growing activities, decision to harvest, Lombok, SEM PLSABSTRAKLobster sebagai komoditas yang berharga ditentukan oleh ukuran panjang dan berat. Di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.1 / 2015, ukuran minimal lobster adalah memiliki panjang karapas 7cm dan berat 200 gram. Pelaku usaha pembesaran lobster justru tidak mentaati aturan yang ada, ukuran lobster yang dipanen justru ditentukan oleh permintaan pasar yang dilakukan untuk mengurangi risiko kematian lobster dan mempercepat waktu dalam memperoleh penghsilan. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis keputusan waktu panen lobster di Indonesia. Metode yang digunakan adalah model persamaan struktural sebagian least square (SEM PLS. Hasil studi menunjukkan bahwa keputusan untuk memanen lobster ditentukan oleh hubungan patron dengan klien, keterbatasan waktu, dan kompleksitas pekerjaan.Kata kunci: kegiatan pembesaran lobster, keputusan waktu panen, Lombok, SEM PLS

  7. Isolation and Analytical Characterization of Local Malaysian Leech Saliva

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamed Alaama

    2011-12-01

    Full Text Available Leech saliva contains biologically active compounds that are mainly proteins and peptides. In this study a modified and smooth extraction method of saliva was used without leeches' scarification. UV and Bradford Assay protein methods showed that the saliva extract contains high concentrations of proteins. RP-HPLC chromatogram revealed that more than 30 different peaks were observed in leech saliva extract. Gel electrophoresis revealed the existence of proteins and peptides with different molecular weights. The gel showed up to 25 different bands. Comparison of gel electrophoresis data with protein database revealed the closeness of four molecular weights to known proteins from Hirudinaria leech family. Other proteins detected by gel electrophoresis may be related to completely new biologically active proteins and peptides in the saliva extract or to a modification (isoforms of the existing ones or finally to a mixture of both.ABSTRAK: Air liur pacat secara biologinya mengandungi sebahagian besar campuran aktif protein dan peptida. Dalam kajian ini, kaedah pengestrakan air liur pacat yang telah diubah suai digunakan tanpa perlu membunuh pacat. Kaedah protein Cerakin UV dan Bradford menunjukkan air liur pacat yang diekstrak mengandungi konsentrasi protein yang tinggi. Kromatogram RP-HPLC memperlihatkan lebih daripada 30 puncak berbeza diperolehi semasa air liur pacat diekstrak. Gel elektroforesis memperlihatkan kewujudan protein dan peptida dengan berat molekul yang berbeza. Gel menunjukkan hingga 25 jalur yang berbeza. Perbandingan data menggunakan gel elektroforesis seiring dengan pangkalan data protein memperlihatkan persamaan empat berat molekul, dengan protein yang yang dikenali daripada keluarga pacat Hirudinaria. Jenis protein lain yang dikesan dengan menggunakan gel elektrofosis mungkin juga berkait secara biologinya dengan protein dan peptida aktif yang baru, dalam ekstrak air liur atau pengubahsuaian (beberapa jenis yang berbeza daripada

  8. LATIHAN FISIK MENCETUSKAN ASMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afriwardi Afriwardi

    2008-05-01

    Full Text Available AbstrakAsma yang dicetuskan latihan fisik (exercise-induced asthma merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan terjadinya bronkospasme serta hipersekresi mukosa bronkus yang dicetuskan oleh kegiatan olahraga atau aktifitas fisik. Kami melaporkan satu kasus seorang atlet putri karate, umur 24 tahun yang sudah menekuni olahraga selama 10 tahun. Serangan sesak nafas yang kadang menimbulkan mengi dan dada terasa berat seringkali timbul saat melakukan latihan. Pada umumnya sesak dan dada berat akan berkurang setelah latihan dihentikan. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan pada saat serangan yang terakhir serta adanya catatan medis yang sempat terdokumentasi. Perlu dilakukan kajian yang mendalam terhadap kasus ini karena serangan tersebut sangat mengganggu program latihan yang diberikan untuk atlet tersebut. Penelusuran terhadap faktor pencetus serta pemahaman karakteristik serangan akan sangat membantu pelatih dalam menyiapkan program latihan untuk atlet ini guna memperoleh prestasi terbaik.Kata kunci: exercise induced asthma – diagnosis - program latihanAbstractAsthma triggered by physical exercise (exercise-induced asthma is a marked disorder with the occurrence of bronchospasm and hypersecretion of bronchial mucous triggered by sports or physical activity. We report a case of a karate sportswoman, aged 24 years old who has engaged in sports for 10 years. Shortness of breath attacks that sometimes followed with wheezing and chest heaviness often occurs during exercise. In general, shortness of breath and chest heaviness will decrease after the training is stopped. Diagnosis by interview and physical examination conducted at the time of the attack, and documented n the medical record. In-depth study of the case need to be performed because the attack seriously affects training provided to the athlete. Studying the triggering factors and understanding the characteristics of the attack will greatly help

  9. Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Nur Istina

    2014-12-01

    Full Text Available Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the

  10. Model Prediksi Kebutuhan Darah untuk Penderita Talasemia Mayor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sarwani Sri Rejeki

    2014-02-01

    Full Text Available Pada dua tahun pertama kehidupan penderita talasemia mayor, umumnya menderita anemia dan membutuhkan tranfusi darah. Penelitian ini bertujuan membuat model prediksi kebutuhan darah bagi penderita talasemia mayor. Penelitian observasional dengan desain studi pendekatan potong lintang ini dilakukan pada sampel 79 penderita talasemia mayor yang melakukan transfusi rutin minimal satu bulan satu kali di Rumah Sakit Umum Banyumas, selama tahun 2012. Analisis regresi linier ganda digunakan untuk membuat model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,7% kebutuhan darah penderia talasemia mayor dijelaskan oleh variabel usia, berat badan, dan kadar hemoglobin sedangkan 19,3% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Rumus prediksi menyatakan setiap kenaikan usia 1 tahun maka kebutuhan darah akan bertambah sebanyak 0,816 mililiter dan setiap kenaikan 1 kilogram berat badan maka kebutuhan darah akan bertambah 13,4 mililiter serta apabila kadar hemoglobin mengalami penurunan 1 g/dL maka kebutuhan darah akan bertambah sebesar 81 mililiter. Patients with thalassemia major usually present within the first two years of life with severe anemia, need red blood cell transfusion. The objective of this study was to create a prediction model of blood transfusion need for patients with thalassemia mayor. This type of research was observational with cross sectional design. Samples are 79 patients with thalassemia major who perform routine transfusion at least once in a month at Banyumas hospital in 2012. Multiple linier regression analysis was used to create the model. The results showed that 80.7% blood requirements can be explained by variables of weight, haemoglobin level and age, while 19.3% is explained by other causes. Prediction formula states every increment of one year in age, the need for blood will increase by 0.816 millilitres and every increment of one kilogram of body weight, the need for blood will increase 13.4 millilitres, and when the haemoglobin

  11. 30 PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI SAMPAH PLASTIK UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN PHOSPHAT PADA LIMBAH CAI R (Studi Kasus: Limbah Cair Industri Laundry di Temb alang, Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irawan Wisnu Wardhana

    2013-03-01

    Full Text Available Meningkatnya jumlah industri laundry akan mengakibatkan meningkatnya penggunaan deterjen. Zat yang dominan terkandung dalam deterjen adalah natrium tripolyphosphat yang berfungsi sebagai builder dan surfaktan, sehingga limbahnyapun mengandung phosphat. Hampir semua industri laundry membuang limbahnya tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu, hal tersebut akan menyebabkan eutrofikasi dimana badan air menjadi kaya akan nutrien terlarut, menurunnya kandungan oksigen terlarut dan kemampuan daya dukung badan air terhad ap biota air. Menurut hasi uji pendahuluan, limbah cair industri tersebut mengandung kadar phos phat sebesar 10,21 mg/l. Kadar tersebut melebihi baku mutu Perda Prop. Jateng No 10 tahun 2004, dimana kadar maksimum untuk phosphat total adalah 2 mg/l. Salah satu cara pengolahan limbah adalah dengan proses adsorpsi menggunakan karbon aktif dari sampah plastik jenis polyethylene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemamapuan karbon aktif dari sampah plas tik dalam menurunkan kandungan phosphat dengan percobaan batch dan kontinyu. Percobaan batch menggunakan variasi berat karbon aktif dari sampah plastik 1,2, dan 3 gram untuk masing-masimg variasi ukuran media 30-60 mesh dan 100-200 mesh. Percobaan batch mempunyai efisiensi penurunan phosphat tertinggi pada berat 3 gram (100-200mesh sebesar 45,45%. Sedangkan percobaan kontinyu dilakukan pada kolom berdiameter 1 inchi dengan variasi debit 50 ml/menit dan 100 ml/menit. Percobaan kontinyu mempunyai efisiensi penurunan phosphat terbesar pada debit 50 ml/menit sebesar 54,75%. Nilai konstanta kecepatan (k1 0,0108 ml/mg.dtk dengan kapasitas serap (qo 0,677 mg/g.

  12. EVANS SYNDROME IN A 10 YEAR OLD GIRL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Ariputra

    2015-10-01

    Full Text Available Evans syndrome is a coexistence of simultaneous or sequential positive direct Coombs test in conjunctionwith  immune-mediated  thrombocytopenia with no known underlying etiology. The  clinical  course  ischronic and relapsing, and the therapy is generally progressive. Recurrences of thrombocytopenia, anemiaand neutropenia are common, as well as episodes of hemorrhage and serious infections. Noncrossreactingautoantibodies are directed against red cells, platelets, and neutrophils antigens. Evans syndrome isa rare condition, no predilection is known and its exact prevalent is unknown. We report a case of Evanssyndrome in 10 years old girl with severe anemia and thrombocytopenia. Patient came with clinicalsymptoms of severe anemia. The laboratory evaluation showed severe anemia, increased reticulocytecount, anisopoikilocytosis erythrocyte, increased unconjugated bilirubin, positive direct Coombs testand thrombocytopenia. Patient was then managed with high doses of corticosteroids and showed goodresponse from both clinical and laboratory evaluations. [MEDICINA 2015;46:61-66].Sindrom Evans adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya hasil positif pada direct Coombstest dan trombositopenia yang diperantarai  imun secara simultan atau sekuensial tanpa penyebabyang  jelas. Perjalanan klinis umumnya bersifat kronis, sering mengalami relaps dan memerlukanterapi yang progresif. Kejadian trombositopenia, anemia, neutropenia, perdarahan dan episode infeksiberat berulang umum terjadi. Pada sindrom ini, terjadi reaksi autoantibodi spesifik terhadap antigensel darah merah, trombosit dan juga neutrofil. Sindrom Evans merupakan kasus yang jarang ditemukandan dengan predileksi serta prevalensi yang belum banyak diketahui. Kami melaporkan satu kasusSindrom Evans pada anak perempuan usia 10 tahun.  Pasien dengan gejala klinis anemia berat dan padapemeriksaan laboratorium menunjukkan suatu anemia berat, peningkatan hitung retikulosit, gambaraneritrosit

  13. PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asfian Asfian

    2015-07-01

    Full Text Available Abstract: Differences In Growth Among Infants Aged 6 Months Who Were Breastfed Exclusively With Infants Aged 6 Months Who Were Given Formula Milk. The aims of this research were to determine differences in growth and development which include, weight, height, nutritional status, and psychosocial development among infants exclusively breastfed and formula milk. This research is an observational research with cross-sectional design, the number of samples is 60 infants (32 exclusively breastfed infants and 28 infants given formula samples taken by random sampling. Collecting data through interviews and direct observation. Data analysis using univariate analysis, the bivariate statistical tests, and chi-square test. The results showed there’s no significant difference between weight, height, and nutritional status of infants that given exclusively breastfed to infants that given formula milk. There are significant differences between the psychosocial developments of infant age 6 months old who were given exclusively breastfed and formula milk (P=0,027 Keywords: exclusively breastfed, formula milk Abstrak: Perbedaan Tumbuh Kembang Antara Bayi Usia 6 Bulan Yang Diberi ASI Eksklusif Dan Susu Formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tumbuh kembang yang meliputi, berat badan, Tinggi Badan, Status Gizi, dan Perkembangan Psiko-sosial antara bayi yang diberi ASI Eksklusif dan Susu Formula. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain Cross sectional, jumlah sampel 60 orang bayi (32 bayi ASI Eksklusif dan 28 bayi Susu Formula sampel diambil secara random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi langsung. Analisa data menggunakan analisa  univariat, bivariat dengan uji statistik t test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada.  perbedaan yang bermakna antara berat badan, tinggi badan dan status gizi bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan bayi yang diberi Susu Formula. Ada perbedaan yang bermakna

  14. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2017-08-01

    Full Text Available Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1 mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2 menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.

  15. Rancang Bangun Prototype Media Pembelajaran Fisika Berbasis Micro Controller NodeMCU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fayakun Muchlis

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan prototype media pembelajaran fisika berbasis micro controller NodeMCU. Prototype media pembelajaran fisika tentang Hukum II Newton telah dikembangkan dengan mengkombinasikan sensor IR obstacle, NodeMCU, dan sketch program Arduino IDE sebagai counter waktu dan papan track, kubus berlubang, katrol, benang, dan kepingan logam sebagai perangkat pendukung. Hasil eksperimen telah memperlihatkan nilai percepatan benda pada bidang licin lebih besar daripada bidang kasar. Hasil analisis grafik hubungan percepatan vs resultan gaya eksternal menunjukkkan berbanding lurus dan grafik hubungan percepatan vs massa benda menunjukkan berbanding terbalik. Dengan demikian dapat disimpulkan media pembelajaran fisika berbasis NodeMCU mampu memvisualisasikan, menjelaskan dan membuktikan Hukum II Newton. This research is aimed to develop a prototype of physics instructional media based on micro controller. Physics learning media about Newton’s second law prototype has been developed by combining IR sensor obstacle, NodeMCU, and sketch program the Arduino IDE as counter time, and tracking, block, pulley, rope and metal strip as support device. The experimental results show that the value of acceleration of the object on a slippery plane is larger than the rough plane. The results of the analysis of the acceleration and the resultant graph shows that the external force is directly proportional and a graph showing the acceleration vs the object's mass is inversely proportional. Thus we can conclude that Physics learning media based on NodeMCU is valid in explaining and proving Newton's II.

  16. Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking pada Panel Photovoltaic Berbasis Logika Fuzzy di Buoy Weather Station

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Prima Juliansyah Putra

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam bidang energi terbarukan adalah panel photovoltaic. Panel ini memiliki prinsip kerja berdasarkan efek photovoltaic dimana lempengan logam akan menghasilkan energi listrik apabila diberi intensitas cahaya. Untuk menghasilkan daya keluaran panel yang maksimal, maka diperlukan suatu algoritma yang biasa disebut Maximum Power Point Tracking (MPPT.MPPT yang diterapkan pada sistem photovoltaic berfungsi untuk mengatur nilai tegangan keluaran panel sehingga titik ker-janya beroperasi pada kondisi maksimal. Algoritma MPPT pada panel ini telah dilakukan dengan menggunakan logika fuzzy melalui mikrokontroler Arduino Uno sebagai pem-bangkit sinyal Pulse Width Modulation (PWM yang akan dikirimkan menuju DC-DC Buck Boost Converter. Keluaran dari buck boost converterakan dihubungkan secara langsung dengan buoy weather station untuk menyuplai energi listrik tiap komponen yang berada di dalamnya. Untuk menguji performansi dari algoritma MPPT yang telah dirancang, maka sistem akan diuji menggunakan variasi beban antara metode direct-coupled dengan MPPT menggunakan logika fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MPPT dengan logika fuzzy dapat menghasilkan daya maksimum daripada direct-coupled. Pada sistem panel photovoltaic ini memiliki range efisiensi 33.07589 % hingga 74.25743 %. Daya mak-simal dapat dicapai oleh sistem untuk tiap variasi beban dan efisiensi maksimal dapat dicapai pada beban 20 Ohm dari hasil pengujian sistem MPPT.

  17. Karakterisasi dan Aplikasi Enzim Transglutaminase dari Streptoverticillium ladakanum pada Daging Lumat IKan Mata Goyang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan karakterisasi enzim transglutaminase mikroba (MTGase yang diproduksi dari Streptoverticillium ladakanumdengan menggunakan media yang mengandung limbah cair tahu dan hidrolisat tepung tapioka. Enzim MTGase yang dikarakteris as i merupakan enzim kasar yang telah dipekatkan menggunakan ultrafiltrasi dan dikeringbekukan. Enzim ini kemudian diaplikasikan pada daging lumat ikan mata goyang (Priacanthus macracanthus lalu diamati sifat fisik (tekstur produk restrukturisasi yang dihasilkan. Sebagai pembanding,  dilakukan aplikasi TGase komersial (KTGase pada daging lumat yang sama. Penambahan TGase dilakukan dengan 2 cara, yaitu:  (1 bersama-sama dengan garam NaCl 1%, (2 bersama-sama dengan garam NaCl 1% dan sodium kaseinat 1%. Sebagai control adalah daging lumat ditambah garam N aCl 1% (tanpa penambahan enzim TGase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTGase dari S. ladakanumbekerja optimum pada pH 8 dan suhu 55°C. Aktivitas enzim ini relatif tidak terpengaruh oleh adanya ion logam Ca2+,Mg2+, Na+, dan K+maupun inhibitor seperti ethylenediaminetetraacetic acid(EDTA, dan phenylmethyl-sulfonylfluoride(PMSF. Enzim MTGase tanpa penambahan sodium kaseinat menunjukkan kemampuan membentuk gel yang tidak berbeda dengan TGase komersial, menghasilkan kekuatan gel 16848 g mm dan nilai kekenyalan 0,97. Enzim ini juga terbukti dapat meningkatkan kekuatan gel, kekenyalan, dan kepadatan produk restrukturisasi daging lumat ikan yang hanya ditambah garam NaCl saja atau yang ditambah garam NaCl dan sodium kaseinat.

  18. Restorasi Resin Komposit dengan Pasak Fiber Reinforced Composite untuk Perbaikan Gigi Insisivus Sentralis Maksila Pasca Trauma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mella Synthya Dewi

    2011-06-01

    Full Text Available Latar belakang. Trauma pada gigi dapat menyebabkan injuri pulpa dengan atau tanpa kerusakan mahkota atau akar. Pulpektomi menjadi pilihan perawatan pada fraktur mahkota yang membutuhkan restorasi kompleks. Gigi pasca perawatan saluran akar biasanya telah kehilangan struktur jaringan keras yang cukup banyak sehingga membutuhkan retensi intrakanal berupa pasak untuk mendukung restorasi akhir. Pasak Fiber Reinforced Composite (FRG memiliki flexure dan fatigue strength yang lebih besar, modulus elastisitas yang mendekati dentin, kemampuan untuk membentuk monoblok (kompleks akar-pasak dalam saluran akar, dan meningkatkan estetik jika dibandingkan dengan pasak logam. Resin komposit memiliki warna dan translusensi yang menyerupai dentin dan email sehingga mampu menghasilkan estetik yang baik pada gigi anterior. Tujuan. Melaporkan restorasi resin komposit dengan pasak FRG untuk memperbaiki gigi insisivus sentralis maksila yang mengalami fraktur mahkota kompleks pasca trauma. Kasus dan penanganan. Perempuan 20 tahun, gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila mengalami Fraktur Ellis klas III akibat kecelakaan. Gigi 11 pulpitis ireversibel dan gigi 21 nekrosis pulpa. Kedua gigi malposisi. Dilakukan pulpektomi atau perawatan saluran akar multi kunjungan. Resin komposit dengan pasak FRG customized digunakan sebagai restorasi akhir. Kesimpulan. Restorasi resin komposit dengan pasak FRG customized memberikan hasil yang memuaskan secara estetik dan fungsional untuk merestorasi gigi insisivus sentralis pasca trauma dan perawatan saluran akar.

  19. SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENGHITUNGAN KADAR PERHIASAN EMAS (STUDY KASUS DI TOKO PERHIASAN REJEKI DENPASAR - BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ali mahmudi

    2014-09-01

    Full Text Available Perhiasan emas dan perak, dari dulu sampai sekarang, sudah menjadi gaya hidup di masyarakat. Perhiasan dipakai sebagai penunjang penampilan maupun sebagai alat investasi. Dalam perkembanganya perhiasan dapat terbuat dari campuran bahan logam mulia seperti tembaga, perak dan emas. Sistem informasi ini dirancang untuk membantu proses penjualan di Toko Perhiasan Rejeki Denpasar-Bali. Applikasi ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2008, database MySql dan MySql konector 6.1.3 sebagai konektor. Sistem informasi ini dilengkapi dengan aplikasi untuk menghitung kadar perhiasan. Di samping itu, aplikasi ini juga dilengkapi denganalat hitung untuk menentukan campuran emas, perak dan tembaga untuk membuat emas dengan kadar tertentu. Metode gosok batu adalah metode tradisional untuk mengetahui kadar perhiasan. Metode ini dilakukan dengan cara menggosokan perhiasan ke batu dan kemudian ditambahkan cairan kimia. Metode ini kurang akurat untuk menentukan kadar perhiasan. Oleh sabab itu, dibangunlah sistem informasi penjualan dan penghitungan kadar perhiasan. Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah dalam pendataan penjualan dan pesanan perhiasan di Toko perhiasan Rejeki Denpasar-Bali. Kata Kunci: Sistem Informasi Penjualan, Emas, aplikasi hitung kadar, perhiasan.

  20. KINETIKA REAKSI PADA PROSES PRODUKSI DIETIL ETER DARI ETANOL DENGAN KATALIS H-ZEOLIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widayat Widayat

    2012-11-01

    Full Text Available DiEtil Eter diproduksi dari etanol dengan proses dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari kinetika reaksi proses dehidrasi etanol dengan katalis H-zeolit. Katalis H-zeolitdisintesis dengan proses dealuminasi dan kalsinasi dan impregnasi dengan logam Al dan prosesreduksi dan kalsinasi. Proses produksi DiEtil Eter dilaksanakan dengan proses adsorpsi dan reaksikatalitik sedangkan proses studi kinetika reaksi menggunakan pendekatan Langmuir-Hinshelwood.Proses analisis kinetika reaksi menggunakan perangkat lunak MATLAB. Model kinetika reaksi prosesdehidrasi etanol menjadi DiEtil Eter dan etilen dengan katalis H-zeolit pada konsentrasi umpanetanol 85-95% dan rentang temperatur 140-240oC, dimana reaksi permukaan yang mengontrol reaksiglobal adalahDiEthyl Ether is produced by using ethanol dehydrationprocess. The objective of this research was to study the reaction kinetic of ethanol dehydrationprocess by H-zeolite catalyst from natural zeolite. The H-zeolite catalyst was prepared bydealumination, calcination, impregnation with Al and reduction processes. DiEthyl Ether productionwas produced by using adsorption-catalytic reaction. The kinetic study was did with MATLABsoftware. Kinetic model of ethanol dehydration processes into DiEthyl Ether and ethylene with Hzeolitecatalyst and ethanol feed concentration among 85-95% and temperature between 140-240oCunder surface reaction is shown by

  1. INTRODUKSI GEN METALLOTHIONEIN TIPE II KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulia Fajriah

    2014-12-01

    Full Text Available Kappaphycus alvarezii adalah jenis alga merah yang memproduksi kappa karagenan yang sangat penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk meningkatkan produksi, diperlukan ketersediaan bahan baku yang baik. Salah satu yang memengaruhi ketersediaan bahan baku adalah kondisi ingkungan perairan untuk budidaya. Metallothionein (MT adalah protein yang memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam seperti Cd, Zn, dan Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintroduksi gen Metallothionein Tipe II (MaMt2 ke dalam genom K. alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Talus rumput laut diinokulasi dengan A. tumefaciens mengandung plasmid pIG6-SMt2 yang membawa gen MaMt2, selanjutnya dilakukan seleksi bertingkat menggunakan higromisin 10 mg/L dan 20 mg/L. Hasil efisiensi transformasi yang diperoleh adalah 27,4%, efisiensi regenerasi tunas transgenik adalah 27,6%. Analisis molekuler dengan PCR menunjukkan bahwa 13 tunas transgenik mengandung gen MaMt2. Tunas transgenik putatif ditumbuhkan hingga menjadi talus baru dan dapat dilakukan uji tantang pada penelitian selanjutnya.

  2. Preparasi Minimal pada Pembuatan Gigi Tiruan Cekat dengan Fiber Reinforced Composite (FRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Ayat Santiko

    2016-11-01

    Full Text Available Dalam praktek sering kali dokter gigi dihadapkan pada pasien yang kehilangan gigi anterior dan ingin segera dibuatkan gigi tiruan karena alasan estetik. Gigi tiruan yang dibuat bisa berupa gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL atau gigi tiruan cekat (GTC. Pada GTSL, adanya plat pada palatum menyebabkan rasa tidak nyaman, selain itu pasien setiap kali harus buka pasang gigi tiruan kembali sehingga cukup merepotkan. Oleh karena itu pada umumnya pasien ingin dibuatkan GTC dan hal ini memang sesuai dengan indikasi GTC. Hal yang menjadi pertimbangan pada pembuatan GTC adalah pengasahan permukaan gigi secara keseluruhan bila akan dibuat desain full crown. Pada perkembangan desain GTC ada desain yang disebut resin bonded bridge atau adhesive bridge yaitu GTC yang dibuat pada gigi abutment yang dipreparasi minimal pada bagian palatal saja dan dilekatkan secara mikromekanikal antara retainer sayap logam dan gigi yang telah dipreparasi. Pasien wan ita usia 22 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof Soedomo UGM karena kehilangan gigi insisif sentral kiri atas. Pada kasus ini dilakukan pembuatan GTC dengan bahan fiber reinforced composite (FRC. Pembuatan bridge dengan bahan FRC dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pada makalah ini akan dibahas pembuatan bridge FRC secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan gigi artlfisial komposit. Hasil menunjukkan estetis yang baik, kontrol setelah 2 bulan tidak ada perubahan warna dan pasien merasa puas dengan penampilannya, jaringan gingiva di sekitarnya normal.

  3. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Prasetia Yanuar

    2017-01-01

    Full Text Available Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non-toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%.

  4. PENJADWALAN JOB SHOP STATIK DENGAN METODE SIMULATED ANNEALING UNTUK MEMINIMASI WAKTU MAKESPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh.Husen

    2015-10-01

    Full Text Available Penjadwalan bagi perusahaan adalah aspek yang sangat penting, karena penjadwalan merupakan salah satu elemen perencanaan dan pengendalian produksi, sehingga perusahaan dapat mengirim barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, agar diperoleh waktu total penyelesaian yang minimum. Dalam penelitian ini, penjadwalan menggunakan metode Simulated Annealing (SA dengan bantuan Matlab diharapkan dapat menghasilkan waktu total penyelesaian (makespan lebih cepat dari penjadwalan yang ada pada perusahaan. Metode SA mensimulasikan proses annealing pada pembuatan materi yang terdiri dari butiran Kristal atau logam. Tujuan dari proses ini adalah menghasilkan struktur kristal yang baik dengan menggunakan energi seminimal mungkin. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah perusahaan belum mempertimbangkan makespan dalam penyelesaian produk dan penjadwalan produksi untuk produk paket satu rumah kos-kosan. Hal ini berdasarkan data produksi yang terjadi keterlambatan dilihat dari waktu penyelesaian (makespan produksi, sehingga perusahaan harus menambah 2-5 hari lagi untuk bisa menyelesaikan keseluruhan produk. Dengan menggunakan metode SA menghasilkan makespan 23 jam, lebih cepat 2 jam dari pada penjadwalan awal.

  5. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  6. Penggunaan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembuatan Prototipe Perangkat Lunak Simulasi Penyebaran Kebakaran Hutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Mulyo Widodo

    2017-04-01

    Full Text Available Telah didesain dan disusun prototipe perangkat lunak model interaktif kebakaran hutan, yang dapat memberikan skenario terjadinya kebakaran hutan dengan masukan berupa lokasi titik api (hotspot dan keluaran berupa informasi lokasi penyebaran kebakaran, luas kebakaran, waktu simulasi yang diperlukan untuk mencapai luas kebakaran serta kecepatan penyebaran kebakaran. Prototipe model interaktif ini dibangun dengan mendefinisikan suatu satuan perluasan eskalasi kebakaran (FirePixel yang mewakili granularitas data riil lapangan sebesar 400X400 m, letak (posisi geografis dan luasan pengamatan simulasi kebakaran yang dapat dikustomisasi (disetting oleh pengguna secara interaktif dengan asumsi kondisi pada sebuah satuan perluasan eskalasi kebakaran atau Fire Pixel diasumsikan homogen dengan parameter konfigurasi vegetasi, kelerengan, sebaran gambut, sebaran batubara sebagai faktor internal dan faktor eksternal yaitu faktor tetangga terdekat, kecepatan dan arah angin, temperatur rata-rata, kelembaban rata-rata dari simulasi dapat dikustomisasi secara interaktif pada saat simulasi. Dalam perhitungan proses kebakaran dan proses pemadaman kebakaran hutan didefinisikan faktor percepatan proses kebakaran yang merupakan akumulasi dari faktor internal dan eksternal yang secara langsung mempengaruhi kecepatan terjadinya proses kebakaran dan pemadaman kebakaran hutan. Perubahan fase kebakaran diperoleh melalui pemodelan matematik dari faktor internal dan eskternal mulai dari fase mulai terbakar sampai kebakaran padam. Hasil validasi prototipe diperoleh kebenaran yang dapat diterima dalam perhitungan statistik menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel. Hasil skenario 1 menghasilkan nilai KD hitung (=1,5722 < KD tabel (-1,9176 dan skenario 2 menghasilkan nilai KD hitung (=1,36 < nilai KD tabel (=1,5722.   It has been designed and structured software prototype interactive model of forest fires, which can provide forest fire scenario, input is the location of

  7. Aplikasi Pemetaan Penderita Gizi Buruk di Kota Pekanbaru menggunakan Quantum GIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyani Arita Fitri

    2017-11-01

    Full Text Available AbstrakGizi buruk merupakan salah satu penyakit serius yang masih dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Kota Pekanbaru memiliki cukup banyak kasus gizi buruk , dimana penderita gizi buruk  tersebar di beberapa kecamatan. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum memiliki aplikasi untuk memetakan penderita gizi buruk yang dapat memberikan informasi lengkap tentang data dan geografis  penderita gizi buruk,  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem informasi mengenai peta sebaran penderita gizi buruk di Kota Pekanbaru. Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan Quantum GIS untuk pembuatan peta Kota Pekanbaru dilengkapi dengan fitur penunjuk lokasi dengan titik koordinat dari google maps. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle Model Waterfall sampai pada tahapan implementasi dan pengujian Blackbox. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem informasi geografis pemetaan penderita gizi buruk, yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam pengolahan data dan pencarian informasi penderita gizi buruk. Kata kunci:  Aplikasi Pemetaan ,Google maps, , gizi buruk, , Quantum GIS  AbstractMalnutrition is one of the serious illnesses still faced by people in Indonesia. Pekanbaru city has enough malnutrition cases, where malnutrition sufferer spread in some district. Pekanbaru City Health Office has no application to map malnutrition sufferer which can give complete information about data and geographic of malnutrition patient, The purpose of this research is to build information system about distribution map of malnutrition patient in Pekanbaru City. In making this application using Quantum GIS for map making Pekanbaru City is equipped with location indicator feature with coordinate point from google maps. System development method used is System Development Life Cycle Model Waterfall to the stages of implementation and testing Blackbox. The results obtained from this research is the

  8. Pengaruh Perbedaan Kelas Umur terhadap Produktivitas Getah Pinus merkusii Jungh et de Vriese Ras Lahan Jawa melalui Penyadapan Getah Metode Bor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sukarno

    2013-09-01

    Full Text Available Pinus merkusii Jungh et de Vriese merupakan tanaman asli Indonesia, yang sebaran alaminya di Aceh, Tapanuli dan Kerinci. Penyadapan getah dengan metode bor pada kelas umur yang berbeda belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan produksi getah pinus di antara  kelas umur. Penelitian dilakukan di RPH Oro-oro Ombo, BKPH Pujon, KPH Malang pada tanaman pinus kelas umur III, IV,  V  dan VI  dengan ketinggian tempat antara 1.100 m –1.250 m dari permukaan air laut.  Waktu penelitian bulan September sampai dengan Nopember 2010.  Jumlah pohon yang disadap di setiap kelas umur sebanyak 150 - 160 pohon dengan dua lubang per pohon.  Penyadapan getah menggunakan bor mesin, kantong plastik tahan minyak diikatkan pada ujung pipa untuk menampung getah.  Pemungutan getah dilakukan sehari setelah penyadapan. Analisis  data  menggunakan  one way anova, apabila terdapat perbedaan yang nyata,  dilakukan uji lanjut dengan orthogonal polynomial. Produksi getah di antara kelas umur, menunjukkan perbedaan yang nyata. Produksi getah kelas umur III (36,5 g/ 2 lubang/1 hari meningkat pada kelas umur IV (62,9 g/2 lubang/1 hari dan menurun pada kelas umur V  (24,61 g/2 lubang/1 hari.  Produksi getah pada kelas umur VI (38,3 g/ 2 lubang/1 hari hampir sama dengan kelas umur III. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial  menunjukkan respons  bersifat kuadratik (p=0,09 antara produksi getah dengan kelas umur. Kata Kunci: Pinus, kelas umur, getah, metode bor

  9. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  10. DISTRIBUSI, KELIMPAHAN DAN VARIASI UKURAN LARVA IKAN DI ESTUARIA SUNGAI MUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Prianto

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian tentang distribusi, kelimpahan dan ukuran larva ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober 2011. Stasiun pengambilan contoh meliputi Muara Delta Upang (stasiun 1, Muara Sungai Musi (stasiun 2 dan Pulau Payung (stasiun 3. Pengambilan larva pada siang hari menggunakan Bongo net yang berukuran mata jaring 250 µm. Hasil identifikasi diperoleh 13 famili ditinjau menurut musim, pada bulan Mei dan Oktober masing-masing diperoleh 7 famili, dan pada bulan juni sebanyak 3 famili. Kelimpahan larva ikan berkisar antara 9-46 ind/m3 dengan jumlah yang tertinggi (46 ind/m3 pada bulan Mei dan terendah pada bulan Juni (9 ind/m3. Larva ikan dari famili Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas baik spasial maupun temporal. Variasi ukuran larva ikan menurut famili setiap bulannya memiliki variasi ukuran yang hampir sama.  Research about the distribution, abundance and size of fish larvae was conducted in March, May, June and October 2011. Sampling stations encompasses Delta Upang (station 1, Muara Sungai Musi (station 2 and Pulau Payung (station 3. Larvae taken during the daytime using a Bongo net with mesh size of 250 µm. Identification results obtained 13 families based on the season, in May and October respectively 7 families, and in June as many as 3 families. Abundance of fish larval around 9-46 ind/m3 with the highest number (46 ind/m3 in May and the lowest in June (9 ind/m3. Larvae of Gobiidae family have a large distribution on spatial and temporal. The variation in size of fish larvae by family on each month are the same.

  11. GEO-ARKEOLOGI TERAS PURBA BENGAWAN SOLO DI SEKITAR KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR The Geo-archaeology of Ancient Terrace of Bengawan Solo in Bojonegoro Surrounding Regency, East Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Arif

    2016-07-01

    Abstrak Pemetaan teras purba Bengawan Solo merupakan kajian geo-arkeologi tahap awal yang dilakukan di beberapa lokasi di wilayah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Permasalahannya adalah ditemukannya indikasi keberadaan peralatan batu paleolitik dan fosil-fosil vertebrata di beberapa teras purba di wilayah ini. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran sebaran teras purba Bengawan Solo berumur Kuarter serta memberikan usulan kepada para ahli arkeologi dalam merancang kegiatan pencarian sisa-sisa budaya manusia antara lain peralatan batu paleolitik maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan pada suatu teras purba. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode pemetaan geologi, deskripsi profil sedimen, pengambilan contoh-contoh sedimen (termasuk fosil hewan untuk keperluan analisa sedimentologi dan analisa kimia. Di daerah penelitian yang terletak di kabupaten Bojonegoro dijumpai tiga teras yaitu Teras Menden (berumur sub-Resen, Jipangulu (berumur Holosen Awal dan Ngandong (berumur Plestosen Atas. Teras Menden dijumpai di Payaman, Teras Jipangulu di Prangi dan Wotangare dan Teras Ngandong dijumpai di Prangi dan di desa Kedung. Berdasarkan bukti stratigrafinya ketiga teras tersebut disusun oleh lapisan pasir ukuran kasar hingga kerikilan di bagian bawah dan berubah menjadi pasir lempungan dan lempung pasiran di bagian atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketiga teras tersebut dibentuk oleh sungai yang berkelok-kelok yaitu Bengawan Solo purba. Kedudukan masing-masing teras purba di daerah penelitian yang diukur dari Bengawan Solo adalah 2-3 m (Teras Menden, 5-7 m (Teras Jipangulu dan >8 m (Teras Ngandong. Berdasarkan hasil kajian teras purba ini diusulkan agar para ahli arkeologi lebih memfokuskan kepada perlapisan sedimen yang berukuran kasar dalam sistem endapan sungai purba berumur Kuarter untuk mencari sisa-sisa budaya manusia paleolitikum seperti peralatan batu maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan.   Kata

  12. Pengembangan Sistem Informasi Bahaya Erupsi untuk Pengelolaan Kebencanaan di Lereng Selatan Gunungapi Merapi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriadi Setyowati

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengembangan sistem informasi bencana ini dilakukan di Lereng Selatan Gunungapi Merapi sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan: 1 menyusun peta tingkat bahaya dan sebaran bahaya pasca erupsi 2010, dan 2 menyusun informasi spasial untuk pengurangan risiko bencana. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif pada setiap satuan medan. Analisis spasial dilakukan dengan bantuan SIG, yang terlebih dulu dilakukan pengharkatan terhadap atribut datanya. Hasil penelitiannya adalah, pertama, terdapat tiga kelas bahaya erupsi di lereng selatan Gunungapi Merapi yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Tingkat bahaya erupsi sedang meliputi 73% wilayah, sedangkan tingkat bahaya rendah dan tinggi meliputi 27% wilayah. Faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya adalah jarak dari kepundan, jarak dari alur sungai utama, kemiringan lereng, dan relief. Kedua, terdapat empat jalur evakuasi yang disarankan untuk digunakan dalam pengelolaan bencana dengan memperhatikan tingkat bahaya, penduduk, aksesibilitas, serta keberadaan fasilitas pendukung.   ABSTRACT This research aims to: (1 map the hazard level and distribution after 2010 eruption, based on new morphological database at southern flank of Merapi Volcano. (2 make spatial information for disaster risk reduction according to renovated hazard level information. This research employs explorative survey methods. Population sampling is done through purposive sampling methods. Samplings are taken in terrain units. The analysis technique employs in this research are GIS, scoring, and descriptive spatial analysis. Result shows: (1 there are three level of eruption hazard in southern flank of Merapi Volcano, namely: low, middle, and high. Middle eruption hazard level to includes 73% area, low and high hazard level to includes 27% area. The factors that influence hazard level are distance from crater, distance from main river channel, slope, and relief. (2 there are four routes suggested to

  13. Gerabah Situs Wayputih sebagai Komoditi Barter di Kerajaan Hoamoal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wuri Handoko

    2016-04-01

    Full Text Available The site of Wayputih settlement in the history and traditions of the various sources mentioned as the part of the Kingdom Hoamoal region. This study aims to clarify the role of settlement Wayputih sites as the region as one of the central region of the kingdom Hoamoal clove producer. In addition it describes the process of trade and exchange between commodities produced by commodity from outside the area. This study uses a survey to see traces of settlements based on primary data pottery artifacts, then perform quantitative and qualitative analysis of data to explain the use and development of the system of commodity exchanges in the region. The results of the study, found the distribution of pottery with a high quantity in the site area. It can be concluded that based on the intensity of pottery and not produced in the local area, then to obtain it from outside the region to barter with cloves produced in the local area. Trade and exchange of pottery with cloves in Wayputih, support the development of trade in the territory of the Kingdom Hoamoal. Situs pemukiman Wayputih dalam berbagai sumber sejarah maupun tradisi tutur merupakan wilayah pemerintahan dari Kerajaan Hoamoal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan permukiman situs Wayputih sebagai wilayah sebagai salah satu wilayah pusat penghasil cengkeh bagi kerajaan Hoamoal. Selain itu menggambarkan proses perdagangan dan pertukaran antara komoditi yang dihasilkan dengan komoditi dari luar wilayah. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk melihat jejak-jejak permukiman berdasarkan data utama artefak gerabah, selanjutnya melakukan analisis secara kuantitatif dan kualitatif data untuk menjelaskan penggunaan dan perkembangan sistem pertukaran komoditi di wilayah tersebut. Hasil penelitian, ditemukan sebaran gerabah dengan kuantitas yang tinggi di wilayah situs tersebut. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan intensitas gerabah dan tidak dihasilkan di wilayah setempat, maka untuk

  14. ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agcrista Permata Kusuma

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak Puskesmas Kedungmundu merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus yang tinggi. Diperlukan upaya dalam menentukan kebijakan strategi pengendalian vektor secara efektif dan efisien. Analisis spasial dalam SIG dapat digunakan untuk mengetahui pola penyebaran dan daerah potensi penularan DBD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel wilayah memperhatikan proporsi sampel dengan jumlah sampel 146 responden. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan statistik spasial ANN diperoleh nilai Z-score = -11,054 terdapat pola spasial kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Nilai ANN = 0,52 < 1, artinya pola penyebaran kejadian DBD yang terjadi adalah berkerumun. Kesimpulan dalam penelitian ini sebaran kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dengan kepadatan penduduk. Abstract Kedungmundu PHC is an endemich region with a high case. Be required to determine policy of vector control strategies effectively and efficiently. Spatial analsys in GIS can be used to determine the pattern of distribution and areas of DHF potential transmission. The type this research was analysis descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used a sample area of attention to the proportion of the sample with 146 respondents of total sample. Capturing the coordinates used GPS. Data analisys used univariat and spatial analisys. Result of ANN obtained a Z-score= -11,054, there was a spatial pattern of dengue cases in Kedungmundu PHC. ANN value = 0,52 < 1, it meant that the pattern of DHF distribution was clustered. The conclution of this research was DHF distribution cases has spatial correlation with density population.

  15. Perubahan Daya Dukung Lingkungan di Wilayah Pinggiran Kota (Kasus : Kecamatan Kecamatan yang Berbatasan dengan Kota Yogyakarta, Tahun 1990–2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Purwo Handoyo

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Salah satu dampak perkembangan wilayah pinggiran kota adalah terjadinya perubahan daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran, persebaran dan pola sebaran perubahan daya dukung lingkungan serta mengkaji keterkaitannya dengan perubahan tipology wilayah pinggiran kota. Penelitian ini dilakukan di 29 desa yang berada di 6 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta dengan unit analisis 'desa'. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kasus dengan karakteristik obyek penelitian yang bersifat survey analisis dan historis dengan penekanan pada pendekatan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan terbangun paling pesat terjadi di Desa Tirtonirmolo dan Desa Ngestiharjo (>20%. Status daya dukung lingkungan di wilayah penelitian sebagian besar masih termasuk dalam katagori sustain. Laju penurunan paling cepat terjadi di Desa Maguwoharjo dan Desa Singosaren. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor peningkatan lahan terbangun yang sekaligus juga menjadi faktor pengaruh paling penting terhadap perubahan tipologi desa-desa pinggiran Kota Yogyakarta.   ABSTRACT  The one of regional development impact in urban fringe area is the change of environmental carrying capacity. This research aims to know about magnitude value, desperation and distribution patternsof the change ofenvironmental carrying capacity and also to examining that relation with the change of urban fringe regional topology. This research is conducted in 29 villages in 6 sub-districts that are directly adjacent to Yogyakarta city with the unit of analysis is ''village ''. This research categorized the case research with the characteristic of research object is analytical survey and historical method with the intens is chronological approach. The research shows that the most rapid built up land use development is in Tirtonirmolo and Ngestiharjo village (>20%. This research discovers that the status of most of environmental

  16. The effective dose and pattern of soybean extract administration to regulate body weight of laboratory rats

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meilinah Hidayat

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Latar Belakang: Protein dalam kedelai, β conglycinin mempunyai efek menekan nafsu makan melalui stimulasi Kolesistokinin. Kolesistokinin adalah hormon yang dilepaskan di saluran pencernaan dipicu oleh asupan protein dan berefek menekan nafsu makan untuk jangka pendek. Detam 1 adalah jenis kedelai berkualitas tinggi berdasarkan dengan Menteri Pertanian Indonesia. Ekstrak protein kedelai Detam 1 oleh Deak metode mengandung kadar β conglycinin yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak protein kedelai Detam 1 metode Deak dalam menurunkan asupan makanan, berat badan, dan kadar CCK plasma selama 14 dan 28 hari pada berbagai dosis dan pola pemberian pada tikus Wistar jantan. Metode: Terdapat sebelas kelompok perlakuan (n=3, kelompok dosis (5mg/1x//hari, 10mg/1x/hari, 20mg/1x/hari, (2,5mg/2x/hari, 5mg/2x/hari, 10mg/2x/hari dan (1,7mg/3x/hari, 3,4mg/3x/ hari, 6,7mg/3x/ hari, kelompok kontrol negatif (akuades dan kelompok positif kontrol (Sibutramine. asupan makanan (g, berat badan (g dan pengukuran tingkat Cholecystokinin plasma dengan metode ELISA (ng / ml. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penurunan asupan makanan yang terbaik adalah: kelompok 3,4mg/3x/hari (p <0,05, penghambatan berat badan selama 14 hari: kelompok 10 mg/1x/hari, selama 28 hari: kelompok 1,7mg/3x/hari (p <0,05, peningkatan kadar Kolesistokinin plasma: kelompok 20 mg / 1 x / hari (p <0,05. Simpulan: Dosis dan pola pemberian terbaik untuk menghambat berat badan selama 14 hari adalah ekstrak 10 mg sekali sehari di pagi hari, selama 28 hari adalah 1,7 mg tiga kali sehari. (Health Science Journal of Indonesia 2016;7:17-26 Kata kunci: Kedelai Detam 1 -dosis efektif - berat badan - kolesistokinin Abstract Background: Protein in soybean, β conglycinin is responsible for anti-obesity effects by suppressing appetite via stimulation of Cholecystokinin. Cholecystokinin is a hormone released in the digestive tract in response to

  17. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifat – sifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  18. PEMANFAATAN ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI DENGAN AKTIVASI ASAM UNTUK PENURUNAN KESADAHAN AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VH Putranto

    2016-04-01

    Full Text Available Aktivasi menggunakan asam kuat dalam sintesis zeolit dikenal dapat meningkatkan kemampuan zeolit sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu sekam padi sebagai sumber silika yang diaktivasi dengan HCl 2 M pada sintesis zeolit secara hidrotermal dan memanfaatkan zeolit hasil sintesis untuk menurunkan tingkat kesadahan air sumur. Proses aktivasi dilakukan dengan menggunakan larutan HCl 2 M. Zeolit hasil sintesis diuji secara kualitatif menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FTIR dan Difraksi Sinar-X (XRD kemudian dimanfaatkan untuk menurunkan kadar ion logam Ca2+ dan Mg2+ penyebab kesadahan air dengan variasi waktu kontak (0, 20, 30, 40, 50, 60, 90, dan 120 menit dilanjutkan variasi massa zeolit sintetis (0,05; 0,1; 0,125; 0,25; serta 0,5 gram per volume air sumur 25 ml. Hasil uji komposisi kimia dengan Fluoresensi Sinar-X menunjukkan abu sekam padi yang telah diaktivasi memiliki kadar silika (SiO2 yang lebih tinggi yakni mencapai 95,83%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit sintetis yang dihasilkan merupakan zeolit tipe NaY (zeolite like dengan kristal cancrinite sebagai fasa dominan. Adsorbsi optimum ion logam Ca2+ dan Mg2+ dalam air sumur oleh zeolit hasil sintesis terjadi pada waktu 60 menit dengan penyerapan optimum sebesar 94,71% Ca2+ dan 84,55% Mg2+ serta pada massa adsorben optimum 0,125 gram dengan penyerapan optimum sebesar 93,02% Ca2+ dan 83,78% Mg2+.Activation using a strong acid in zeolite synthesis is known can enhance the ability of zeolite as adsorbent. This study aims to utilize rice husk ash as a source of silica, which is activated with 2 M HCl in zeolite synthesis hydrothermally and apply the zeolite to reduce the level of hardness in well water. The activation process is performed by using HCl 2 M solution. Zeolite product is analyzed qualitatively using infrared spectrometer (FTIR and X-ray Diffraction (XRD and then used to reduce the levels of metal ions Ca2+ and Mg2+ which cause water hardness

  19. Effort to Enhance Early Detection for Vulnerable Pregnancy by Midwives Through Complete Fulfillment of Maternal and Child Health (MCH Bookin Bangkalan East Java Year 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristrini Ristrini

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAKLatar Belakang:Buku KIA salah satu alat deteksi dini risiko tinggi ibu hamil. Cakupan deteksi dini risiko tinggi tahun 2011 dan 2012 di Kabupaten Bangkalan masih di bawah target yaitu 12%. Berdasarkan SDKI 2012 rata-rata angka kematian ibu (AKI tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Tujuan penelitian:Mengetahui motivasi bidan, beban kerja, dan bidan terlatih dalam kelengkapan pengisian buku KIA. Metode: Penelitian observasional, desain crossectional. Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data sekunder diperoleh dari ketersediaan buku KIA, pelatihan, pembinaan bidan dan kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil dan ibu bayi yang baik pengisiannya di Puskesmas Kedundung, Kabupaten Bangkalan. Sampel bidan yang menjalankan tugas di puskesmas lebih dari 1 tahun keatas dan pendidikan minimal DIII Kebidanan. Kelengkapan pengisian buku KIA dilihat pada lembar isian identitas keluarga, menyambut persalinan, catatan kesehatan ibu hamil, catatan kesehatan ibu bersalin, catatan kesehatan ibu nifas, keterangan lahir, KMS, pemeriksaan neonatus, catatan kesehatan anak, pemberian vitamin A. Hasil: Kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil dan ibu bayi yang baik pengisiannya di Puskesmas Geger yaitu 0,66 (kategori baik adalah 0,51–1,00. Puskesmas Kedundung kurang baik yaitu 0,34 (kategori kurang baik 0,00–0,50. Motivasi bidan di Puskesmas Geger sebagian besar motivasinya kurang (50,0%, beban kerja selama ini berat (83,3%. Di Puskesmas Kedundung sebagian besar bidan motivasi baik (66,7% danbeban kerja tidak berat atau kurang berat. Pelatihan bidan dalam 2 tahun terakhir ini tidak pernah mengikuti atau diadakan pelatihan tentang pengisian buku KIA oleh Dinas Kesehatan maupun oleh Puskesmas. Saran: Puskesmas agar membentuk tim kerja tingkat puskesmas sesuai program yang dijalankan untuk meringankan beban kerja bidan. Kepada Dinas

  20. PENINGKATAN KUALITAS DAN PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI BLENDING MINYAK KELAPA SAWIT (PALM OIL DAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL DAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-01-01

    Full Text Available Keterbatasan solar sebagai sumber energi bahan bakunya tidak dapat diperbaharui menuntut adanya bahan baku alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan untuk pembuatan biodiesel. Reaksi utama produksi biodiesel adalah esterifikasi dan transestirifikasi yang berlangsung lambat dan membutuhkan banyak katalis dan alkohol. Reaksi yang terjadi belum sempurna dan belum memenuhi standar SNI dan ASTM. Untuk memperbaiki mutu biodiesel serta menghasilkan yield maksimal, maka dilakukan blending bahan baku antara minyak kelapa sawit dan minyak kelapa dan dengan bantuan gelombang ultrasonic. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel perbandingan volume minyak kelapa sawit dan minyak kelapa, perbandingan volume methanolminyak, dan persentase berat katalis terhadap minyak terhadap hasil atau yield biodiesel. Alat utama yang digunakan adalah reaktor yang dilengkapi pembangkit gelombang ultrasonic dengan temperature 60 oC, tekanan 1 atm, volume 3 liter, dan frekuensi 28 kHz. Variabel proses pada penelitian ini adalah perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 2:1, 3:1, dan 4:1, pebandingan volume metanol-minyak 0,2:1, 0,25:1, dan 0,3:1, dan persentase berat katalis KOH terhadap minyak 0,3%, 0,5%, dan 0,7%. Hasil penelitian didapat konversi tertinggi dicapai pada variabel perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 3:1, perbandingan volume metanol/minyak 0,25:1, dan persentase berat katalis terhadap minyak dengan yield 97,26%.[A Improvement of Quality and Process for Biodiesel Production from Palm Oil and Coconut Oil Blends with Ultrasound Assisted] Limitations of solar energy as a source of raw material cannot be renewed demands for alternative raw materials that are renewable and environmentally friendly for the manufacture of biodiesel. The main production of biodiesel reaction is esterification and transestirifikasi which runs slow and requires a lot of alcohol and a catalyst. Reactions that happen yet perfect, and has not met

  1. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ali Akbar

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0, konsentrasi 5% (K1, 10% (K2, 15% (K3. Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1, 60 menit (T2 dan 90 menit (T3.  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research

  2. Spondilitis Tuberkulosa Cervical

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roni Eka Saputra

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak Spondilitis tuberkulosa servikalis adalah penyakit yang cukup jarang dijumpai, hanya berkisar 2-3% dariseluruh kasus spondilitis tuberkulosa. Gambaran klinis sangat bervariasi, mulai dari gejala ringan dan tidak spesifikhingga komplikasi neurologis yang berat. Seorang wanita berusia 29 tahun datang dengan keluhan lemah keempatanggota gerak yang semakin memberat dalam 10 hari terakhir yang didahului oleh nyeri leher yang menjalar ke bahudan lengan sejak 6 bulan sebelumnya. Nyeri awalnya dirasakan sebagai keterbatasan gerakan leher saat menolehkesamping kiri dan kanan serta menundukkan kepala. Nyeri dirasakan semakin berat dengan pergerakan danberkurang jika istirahat. Pasien mengalami penurunan berat badan sejak 2 bulan terakhir. Tidak dijumpai riwayat batukatau nyeri dada. Pemeriksaan neurologis menunjukkan kelemahan  pada keempat ekstremitas. Hasil laboratoriumditemukan peningkatan Laju Endap Darah (LED. Rontgen foto toraks dalam batas normal. Roentgen foto cervicalmenunjukkan destruksi setinggi C5. MRI cervical menunjukkan destruksi pada korpus C5-6 dengan penyempitan padadiscus intervertebrae C5-6 disertai dengan  massa/abses paravertebral dengan penekanan ke posterior. MRI Thorakaltampak destruksi corpus verebre T4,5 dengan diskus intervertebralis yang menyempit. Sugestif suatu spondilitistuberkulosa. Pasien dilakukan tindakan pembedahan anterior corpectomi melalui microscopic surgery dengan graftdari iliac sinistra, serta insersi anterior plate 1 level. Hasil pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan spodilitis TBCkaseosa. Pada spondilitis vertebre T4,5 dilakukan laminectomi, debridement costotrasversektomi, dan stabilisasidengan pedicle screw T2, T3, dan T5. Pasien diterapi dengan obat antituberkulosis. Keadaan pasien saat ini, pasiensudah bisa beraktifitas normal dengan motorik dan sensorik baik. Spondilitis tuberkulosa merupakan bentuktuberkulosa tulang yang paling sering dijumpai. Spondilitis tuberkulosa cervical berkisar 2

  3. Sifat Fisika Mekanika dan Ketahanan Papan Partikel Bambu dengan Perekat Asam Sitrat terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat alami masih relatif sedikit. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan terhadap sifat papan partikel bambu, termasuk ketahanannya terhadap serangan rayap kayu kering. Bahan penelitian adalah partikel bambu petung. Komposisi kimia bahan baku bambu diuji untuk kadar ekstraktif, holoselulosa, lignin, dan alfa selulosa. Faktor pada penelitian ini adalah jumlah asam sitrat (0 - 40% berdasarkan berat kering udara partikel dan suhu pengempaan (200 oC dan 220 oC. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar pengujian JIS A 5908. Analisis menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR juga dilakukan untuk mengetahui perubahan gugus ester pada berbagai jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan. Pengujian ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering juga dilakukan dengan menghitung nilai pengurangan berat dan mortalitas rayap setelah 6 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas dan modulus patah. Intensitas gugus C=O yang ditunjukkan pada puncak 1720 cm-1 semakin bertambah besar seiiring dengan semakin banyaknya jumlah asam sitrat, yang menyebabkan kekuatan perekatan dan stabilitas dimensi papan partikel menjadi semakin kuat. Kondisi optimum pada penelitian ini adalah papan partikel dengan penambahan jumlah asam sitrat 20 % pada suhu pengempaan 200 oC dengan kualitas yang dapat memenuhi standar JIS A 5908 tipe 8. Penambahan asam sitrat dapat meningkatkan mortalitas rayap kayu kering secara nyata. Penambahan 20 % asam sitrat pada suhu pengempaan 200 oC menghasilkan nilai pengurangan berat 0,9 % dan mortalitas rayap 57 %. Kata kunci: bambu petung, asam sitrat, suhu pengempaan, jumlah asam sitrat.   Mechanical properties and durability against the dry termite attacks of particleboard made from bamboo

  4. PERBAIKAN STATUS GIZI ANAK BALITA DENGAN INTERVENSI BISKUIT BERBASIS BLONDO, IKAN GABUS (Channa striata, DAN BERAS MERAH (Oryza nivara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2016-01-01

    kontrol. Kelompok perlakuan diberikan biskuit selama 90 hari. Sebelum dan setelah intervensi dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan kadar serum albumin. Metode analisis menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan perubahan asupan energi antara awal dan akhir masa perlakuan pada kelompok kontrol adalah energi 20,8+3,9 kkal, kelompok perlakuan 45,6+8,6 kkal, perbedaan asupan protein kelompok kontrol 9,5+1 g dan kelompok perlakuan 16,6+2,4 g. Perubahan berat badan kelompok kontrol 11,7+0,8 kg menjadi 13,3+1,1 kg, kelompok perlakuan 11,7+0,7 kg menjadi 13,6+1,0 kg. Peningkatan albumin kelompok kontrol 0,3+0,1 g/dL, kelompok perlakuan 1,0+0,2 g/dL. Peningkatan berat badan dan albumin setelah mengonsumsi biskuit mampu memperbaiki status gizi anak gizi kurang menjadi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa intervensi formula biskuit selama 90 hari dapat meningkatkan status gizi BB/U, BB/TB, dan kadar serum albumin anak gizi kurang usia 3-5 tahun.Kata kunci: albumin, biskuit, blondo, gizi kurang, tepung beras merah, tepung ikan gabus

  5. Pengaruh Suhu Pembakaran terhadap Karakteristik Listrik Keramik Film Tebal Berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk Termistor NTC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puspita Sari

    2016-12-01

    Full Text Available Pembuatan keramik film tebal berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk termistor NTC dari campuran Fe2O3 50% mol, MnO 25% mol, dan ZnO 25% mol telah dilakukan. Campuran serbuk Fe2O3, MnO dan ZnO yang telah digerus dicampurkan dengan organic vehicle (OV untuk membentuk pasta. Kemudian pasta dilapiskan di atas substrat alumina menggunakan teknik screen printing untuk membentuk film tebal. Film tebal mentah yang diperoleh, dibakar pada suhu yang berbeda yaitu 1000°C, 1100°C, dan 1200°C selama 2 jam. Sebelum dilakukan pengukuran resistansi, film tebal dilapisi perak terlebih dahulu sebagai kontak logam. Resistansi termistor diukur pada suhu 40°C–200 oC dengan beda suhu sebesar 5 oC. Analisis struktur kristal dan struktur mikro film tebal masing – masing dilakukan dengan menggunakan X – Ray Diffraction (XRD dan Scanning Electron Microscopy (SEM. Hasil analisis karakteristik listrik termistor yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C menghasilkan konstanta termistor berturut – turut sebesar 7700 K, 6995 K, dan 5701 K. Ketiga suhu pembakaran menghasilkan nilai konstanta termistor yang memenuhi kebutuhan pasar. Analisis struktur kristal menggunakan XRD menunjukkan bahwa keramik film tebal memiliki dua struktur yaitu struktur spinel kubik dan hematit heksagonal. Analisis struktur mikro menggunakan SEM menunjukkan bertambahnya ukuran butir sesuai dengan meningkatnya suhu pembakaran dengan ukuran butir film tebal yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C berturut – turut adalah 1.3 μm, 2.0 μm, dan 2.4 μm.

  6. UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA PEMBUATAN RODA CASTOR 5” MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN PENGENDALIAN PROSES STATISTIK (Studi Kasus Di Unit Komponen Plastik PT. Mega Andalan Kalasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available PT. Mega Andalan Kalasan (MAK merupakan industri manufaktur yang menghasilkan peralatan rumah sakit dari logam. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Unit Komponen Plastik yang salah satu hasil produknya adalah roda castor 5”. Keluhan yang sering terjadi adalah adanya kerusakan pada bagian roda, terutama bagian wheel out roda. Hal ini disebabkan adanya rongga udara antara komponen wheel out dengan wheel in yang dapat menyebabkan pecah/terpisahnya bagian wheel out dengan wheel in. Untuk mengetahui ada tidaknya rongga, cara yang dapat dilakukan selama ini adalah membelah roda sehingga dapat terlihat bagian dalamnya (uji merusak. Cara ini tentu saja sulit dan tidak ekonomis. Pihak perusahaan pun memutuskan untuk mengganti material yang selama ini digunakan (Haibam dengan material lain (TPU yang memiliki sifat bahan lebih baik. Hal ini mampu mengurangi keluhan yang terjadi akibat cacat yang terjadi ketika masih menggunakan material haibam. Akan tetapi, penggantian bahan tidak serta merta menyelesaikan permasalahan, hal ini dapat dilihat dengan muncunya permasalahan baru berkaitan dengan proses produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk meminimalkan cacat yang terjadi pada proses pembuatan roda castor 5” dan difokuskan pada cacat wheel out Castor 5”. Hasil identifikasi terhadap bahan haibam dan TPU menunjukkan bahwa sink mark merupakan cacat dominan. Pengolahan data dengan menggunakan metode DPMO menghasilkan tingkat sigma yang berbeda. Dari kedua tingkat sigma yang dihasilkan tersebut terlihat bahwa Tingkat Sigma Haibam > TPU (3,0 Sigma > 2,8 Sigma. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan proses ketika proses produksi castor diganti bahan bakunya dari Haibam menjadi TPU. Kata kunci : Wheel in, Wheel out, Haibam, TPU, DPMO, SPC, Ttngkat Sigma

  7. Aplikasi Multichart Diagram Dalam Desain Dan Manufaktur Tungku Pengecoran Kuningan (CuZn5 Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Kalori Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Kusuma Pratiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak : Sejak semakin mahalnya harga miyak bumi, sebagian besar industri kecil pengecoran logam tidakdapat bertahan karena biaya produksi yang semakin tinggi. Oleh karena itu dicari bahan bakaralternatif yang dapat menggantikan minyak dan gas dengan aman dan murah. Indonesia kayaakan batubara yang dalam pasar domestik dijual dalam bentuk briket batubara kalori rendah,oleh karena itu dilakukan desain untuk membuat tungku dengan bahan bakar ini. Proses desaindilakukan dengan mulai menghitung kalor yang dibutuhkan untuk melebur lagam, dalam hal inilogam yang akan dilebur adalah kuningan (CuZn5. Selanjutnya dilakukan pemilihan materialrefraktori untuk tungku yang dapat meminimalisir heat loss. Desain tungku pengecoran inidilakukan dengan menggunakan Multichart Diagram untuk effisiensi 40 % dan kapasitas 150 kgkuningan. Hasil Uji coba pengecoran dilapangan ternyata effisiensi tungku adalah 42%, lamapeleburan 3,5 jam.Kata kunci: Tungku pengecoran kuningan, briket batubara kalori rendah, mulichart diagram Abstract : Since the increasingly price of oil fuel, mostly small foundry industry can not survive due to thehigher production costs. Therefore searching for alternative fuels that can replace oil and gas safelyand inexpensively is promoted. Indonesia is rich in coal. In domestic market is sold in the form oflow-grade coal briquettes, therefore, is carried out the design to make furnace from this fuel. Thedesign process is done by beginning to calculate the heat needed to melt this alloy, in this case themetal to be melted is brass (CuZn5. Furthermore, the material selection for refractory furnace tominimize heat loss. This casting is done by using Multichart Diagram for 40% efficiency andcapacity of 150 kg brass. The test results during experiment obtained that efficiency is 42% in 3.5hours.Keywords: Furnace casting brass, low grade coal briquettes, multichart diagram

  8. Pembuatan Fuel dari Liquid Hasil Pirolisis Plastik Polipropilen Melalui Proses Reforming Dengan Katalis NiO/γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahendra Fajri Nugraha

    2013-09-01

    Full Text Available Estimasi jumlah timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 38,5 juta ton/tahun. Melihat dari sifat penyusun plastik yang tersusun dari komponen hidrokarbon minyak bumi, maka limbah plastik sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi BBM. Tujuan penelitian ini Mempelajari proses konversi limbah plastik khususnya jenis polipropilen (PP menjadi fuel serta pengaruh berbagai macam komposisi katalis NiO/γ-Al2O3, temperatur, laju alir reaktan pada reactor reforming terhadap kualitas fuel (yield aromatis yang dihasilkan. Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan merupakan plastik jenis Polipropilen (PP. Pada penelitian ini minyak yang telah dihasilkan pada proses pirolisis selanjutnya akan di reforming. Pada penelitian ini digunakan logam NiO dengan penyangga γ-Al2O3 (NiO/γ-Al2O3 sebagai katalis untuk proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen. Variabel penelitian meliputi Loading Ni (% massa : 6; 10; 14, Laju alir (ml/jam : 2I7; 500; 690, Suhu reaksi (oC : 400; 450; 500. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa diketahui bahwa % yield aromatis terbesar pada proses reforming minyak hasil pirolisis plastik polipropilen dihasilkan dengan kondisi operasi 14 % loading Ni pada katalis, temperatur reforming 500oC serta laju reaktan sebesar 217 mL/jam. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini, hasil terbaik didapat pada variabel flowlaju terendah dan variabel suhu tertinggi. Kondisi operasi efektif dalam pembuatan fuel pada proses reforming diperoleh saat loading Ni pada katalis NiO/γ-Al2O3 14 %, temperatur reforming 400oC serta laju reaktan 500 mL/jam.

  9. Kinetic and mechanism formation reaction of complex compound Cu with di-n-buthildithiocarbamate (dbdtc) ligand

    Science.gov (United States)

    Haryani, S.; Kurniawan, C.; Kasmui

    2018-04-01

    Synthesis of complex compound is one field of research which intensively studied. Metal-dithiocarbamate complexes find wide-ranging applications in nanomaterial and metal separation science, and have potential use as chemotherapeutic, pesticides, and as additives to lubricants. However, the information about is reaction kinetic and mechanism are very much lacking. The research and analyzes results show that reaction synthesis ligand DBDTC and complex compounds Cu-DBDTC. Optimum reaction condition of formation of complex compounds Cu with DBDTC at pH=3, [DBDTC] = 4.10-3 M, and the time of reaction 5 minutes. Based the analysis varian reaction of complex compounds at pH 3 and 4, diffrence significance at the other pH: 5; 5,5; 6; 6,5 ; 7; and 8. The various of mole with reactants comosition difference sigbificance, those the time reaction for 5 and 6 minutes diffrence by significance with the other time, it is 3,4,8, and 10 minutes. The great product to at condition pH 6, the time optimum at 5 minutes and molar ratio of logam: ligand = 1:2. The reaction kinetic equation of complex compound Cu with chelathing ligand DBDTC is V=0.917106 [Cu2+]0.87921 [DBDTC]2.03021. Based on the kinetic data, and formed complex compounds estimation, the mechanism explaining by 2 stages. In the first stage formation of [Cu(DBDTC)], and then [Cu(DBDTC)2] with the last structure geomethry planar rectangle. The result of this research will be more useful if an effort is being done in reaction mechanism by chemical computation method for obtain intermediate, and for constant “k” in same stage, k1.k2. and compound complex constanta (β).

  10. Aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale Linn. terhadap Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Harsini

    2018-04-01

    antibakteri merupakan tanda terganggunya pertumbuhan bakteri. Kulit batang tanaman jambu mete (Anacardium occidentale Linn. mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan tanin serta asam anakardat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Salah satu bakteri gram positif dalam mulut yang patogen adalah Staphylococcus aureus (S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit batang jambu mete (anacardium occidentale Linn. terhadap S.aureus yang ditandai dengan kebocoran ion logam. Penelitian menggunakan sebanyak 1 ose dengan kepadatan 106  CFL/mL disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit. Filtrat dibuang, pellet dalam tabung dicuci menggunakan buffer fosfat pH 7,0. Ekstrak etanolik kulit batang jambu mete konsentrasi 3; 5 dan 7% serta tanpa ekstrak sebagai kontrol, masing-masing dalam 5 tabung, diinkubasi dalam inkubator goyang selama 24 jam. Suspensi kemudian disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit lalu disaring. Cairan supernatan diambil diukur absorbansinya menggunakan AAS (Atomic absorption Spectroscopy. Data dianalisis menggunakan Anava satu jalur. Hasil menunjukkan kebocoran Ca2+ pada konsentrasi 0, 3, 5 dan 7% berturut-turut adalah 2,42 ± 0,82; 32,87 ± 1,97; 49,10 ± 3,3; 66,73 ± 3,29, sedangkan logam K+ adalah 15,28 ± 0,46; 606,36 ± 14,14; 895 ± 9,5; 1251 ± 11,54. Hasil analisis statistik Anava menunjukkan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete. Hasil LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar seluruh kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete terhadap S.aureus dilihat dari kebocoran ion logam Ca2+ and K+. Kebocoran tertinggi pada konsentrasi ekstrak 7%.

  11. OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI PEKTIN DAMI BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk Optimizing of Pectin Extraction Process from Jackfruit Rags (Artocarpus heterophyllus Lamk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Kencana Putra

    2012-05-01

    Full Text Available The objective of this research was to determine the optimum  condition  on extraction process of jackfruit rags pectin. The experiment was designed by Randomized Block Design (RBD within 3 x 3 factorial experiment. The first factorwas pH of solvent consisted of 3 levels: 1.5, 2.5, and 3,5. The second factor was ratio of jackfruit rags to solvent, con-sisted of 3 levels: 1:5, 1:6 and 1:7. Results repealed that the solvent pH effected significantly yield, total ash, equivalentweigh and anhydrogalacturonic acid content of pectin produced. The optimum conditions for jackfruit rags pectin extraction were: the pH of extracting solvent was 1.5, and the ratio of jackfruit rags to solvent was 1:5. Those condi- tions gave the yield of 4.45 %, produced pectin having total ash (2.82 %, equivalent  weigh (3,022.24 g/eqi, methoxylcontent (8.16 %, and anhydrogalacturonic acid content (88.01 %. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal pada proses ekstraksi pektin dami buah nangka. Rancanganpenelitian  yang digunakan adalah Rancangan Acak �elompok (RA� dengan pola percobaan faktorial  3 x 3. Faktorpertama adalah pH cairan pengekstrak yang terdiri dari 3 taraf: pH 1,5; 2,5 dan 3,5. Faktor kedua adalah perbandingandami buah nangka dengan cairan pengekstrak yang terdiri dari 3 taraf: 1:5, 1:6 dan 1:7. Hasil penelitian menunjukkan pH cairan pengekstrak berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar abu, berat ekivalen dan kadar asam anhidrogalak- turonat. Kondisi optimal untuk ekstraksi pektin dami buah nangka adalah: cairan pengekstrak pH 1,5, dengan perband- ingan dami nangka dan cairan pengekstrak 1:5. Kondisi ini menghasilkan rendemen 4,54 %, serta pektin dengan kara- kteristik: kadar abu 2,82 %, berat ekivalen 3.022,24 g/eki, kadar metoksil 8,16 % dan kadar asam anhidrogalakturonat88,01 %.

  12. DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK SIKATRIK KORNEA DI INDONESIA, RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erry Erry

    2012-11-01

    Full Text Available Sikatrik kornea dapat menimbulkan gangguan penglihatan mulai dari kabur sampai dengan kebutaan. Sikatrik kornea dapat bentuk ringan (nebula, sedang (makula dan berat (leukoma. Gangguan kornea merupakan penyebab kebutaan kedua didunia setelah katarak. Sikatrik kornea lebih sering disebabkan oleh infeksi, xeropthalmia dan trauma. Belum ada data yang akurat mengenai prevalensi sikatrik kornea di Indonesia. Yang diteliti adalah semua responden berusia  ≥ 5 tahun dari Riset Kesehatan Dasar 2007 yang merupakan penelitian potong lintang non intervensi. Pemeriksaan dengan senter dan dicocokkan gambar kartu peraga. Prevalensi sikatrik kornea pada kedua mata tertinggi di Provinsi Sumbar (2,5%, terendah di Provinsi di Sumut, Kepulauan Riau, Provinsi DKI Jakarta, Papua Barat dan Papua (0,3%. Prevalensi sikatrik kornea pada salah salah satu mata tertinggi di Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Sulawesi Tengah (0,9%, terendah di Provinsi DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (0,1%. Prevalensi sikatrik kornea pada dua mata maupun satu mata terendah dijumpai pada kelompok umur 20-29 tahun (0,1% sedangkan prevalensi tertinggi ditemui pada kelompok umur ≥ 75 tahun (8.7%. Sikatrik kornea dua mata dan sikatrik kornea satu mata berdasar gender hampir sama prevalensinya, sedangkan menurut pekerjaan tertinggi pada petani (1,8% dan terendah pada pekerja di sektor swasta (0,4%; lebih tinggi pada kelompok yang tidak bersekolah (4,1% dan terendah pada kelompok pendidikan tamat SLTA (0,4%; lebih tinggi di pedesaan baik dua mata (1,2% maupun satu mata(0,6% dibanding perkotaan. Prevalensi sikatrik kornea dua mata (1,1% lebih tinggi ditemui pada  tingkat pengeluran rumah tangga yang rendah sedangkan sikatrik kornea pada satu mata (0,4% persentasenya lebih rendah pada tingkat pengeluran rumah tangga yang tinggi. Gangguan penglihatan berat  (10,4% kebutaan (9,8%. Kesimpulan: Prevalensi sikatrik kornea lebih tinggi pada masyarakat yang berpendidikan rendah yang tinggaldi daerah

  13. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  14. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  15. RESPON PEMBENTUKAN KALUS KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS L. PADA BERBAGAI KONSENTRASI 2,4-D DAN BAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Ariani

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi 2,4-dichlorophenoxy acetic acid (2,4-D dan benzylamino purin (BAP optimal dalam pembentukan kalus dari eksplan setengah biji koro benguk (Mucuna pruriens L.. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu konsentrasi 2,4-D (0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm dan BAP (1 ppm, 2 ppm, 3 ppm untuk induksi kalus. Hasil induksi dipindahkan pada media MS0, kemudian dilanjutkan pada media MS yang ditambah BAP, IBA, GA. Parameter yang diamati adalah waktu terbentuk kalus, persentase eksplan berkalus, berat kalus per eksplan, warna dan tekstur kalus. Pada tahap induksi kalus, BAP 3 mg/l menyebabkan pertumbuhan kalus terberat dibandingkan konsentrasi lainnya. Sementara pada tahap diferensiasi, konsentrasi BAP 3 ppm dan 2,4-D 1 ppm merupakan konsentrasi yang mengakibatkan persentase kalus sehat tertinggi. Perlakuan 2,4-D 1 ppm dan BAP 3 ppm menghasilkan kalus putih transparan, kompak, dan berat kalus tertinggi (0,49 gram. Konsentrasi tersebut merupakan konsentrasi yang disarankan untuk menumbuhkan kalus koro bengukThis research aimed to determine the optimal concentration of 2,4-D and BAP in callus formation from an explant of half seed Mucuna pruriens. The research design was used completely randomized design with two factors: the concentration of 2,4-D (0.5 ppm, 1 ppm, 1.5 ppm, 2 ppm  and BAP (1 ppm, 2 ppm, and 3 ppm for callus inductions. The induction result is moved to MS0 medium, then continued to MS medium which was added by BAP, IBA, GA. The measured parameters were: callus formation time, the percentage of callus explants, the weight of callus for each explants, color and texture of callus. During induction phase BAP 3 ppm caused the heaviest callus growth than others, meanwhile in differentiation phase BAP 3 ppm and 2,4-D 1 ppm caused the highest percentage of healthy callus. Treatment of 2,4-D 1 ppm and BAP 3 ppm produced white and compact transparent

  16. Gambaran Status Gizi Anak Talasemia β Mayor di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dona Mirsa Putri

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak  Talasemia merupakan penyakit kronik yang membutuhkan transfusi setiap bulan, karena eritrosit lebih cepat lisis dibandingkan eritrosit normal. Komplikasi dan efek penyakit ini banyak, antara lain pertumbuhan, perkembangan, dan status gizinya. Penelitian ini bertujuan  mengetahui gambaran  status gizi anak talasemia β mayor Penelitian iniadalah penelitian deskriptif yang  dilakukan pada bulan Februari 2012 - Maret 2013 di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan sampel anak talasemia β mayor. Pemeriksaan yang dilakukan adalah mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan. Hasil pemeriksaan dimasukkan dalam tabel persentil NCHS dan penilaian status gizi berdasarkanDepartemen Kesehatan Repubik Indonesia.Hasil penelitian ini terdapat 15 anak talasemia β mayor, dengan rata-rata umur kelompok 5-10 tahun. Frekuensi terbanyak indeks tinggi badan per umur yaitu 70%-90% (60%.. Frekuensi terbanyak indeks berat badan per umur adalah 60%-80% (66.7%. Frekuensi terbanyak indeks lingkar lengang atas per umur adalah 70%-85% (80%. Simpulan dari hasil penelitian status gizi anak talasemia β mayor adalah gizi kurang.Kata kunci: Status gizi, talasemia β mayorAbstract Thalassemia is a chronic disease who needs blood tranfusion every month because the abnormal erythrocyte has short life time compared with the normal erythrocyte. There are so many complications and effects of this disease, such as growth and nutritional status. The aim of this research is to describe chlidren's nutritional status with thalassemia beta major. This research is a descriptive research. It has been done since February 2012 - March 2013 at RSUP Dr.  M. Djamil Padang. The sampling is children with thalassemia beta major. The examination are stature, weight, and upper arm circumference and the result is entered into NHCS percentil and assessment of Nutritional based on health department of Indonesia. From this research, there are 15 children who are suffering thalassemia

  17. Fabrication of Ceramic Membrane Chromatography for Biologics Purification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maizirwan Mel

    2011-12-01

    pemfabrikatan membran. Dalam projek ini, serbuk HA dihasilkan menggunakan kanji sebagai agen penghasilan liang. Proses pencirian dilakukan terhadap membran seramik menggunakan radas yang sesuai. Tiga parameter proses pemfabrikatan (peratusan berat kanji, tekanan padatan dan suhu pensinteran dimanipulasikan untuk mendapatkan prestasi membran yang optima. Membran yang difabrikatkan diletakkan dalam sistem FPLC (Fast Protein Liquid Chromatography untuk diuji prestasinya sebagai membran serap. Proses IMAC (Immobilized Metal Affinity Chromatography dijalankan dengan memegunkan ion Ni2+ pada permukaan zarah membran. Nucleoprotein dari NDV (Newcastle disease virus digunakan untuk menguji kebolehan membran terikat dengan protein yang dilabelkan dengan Hisditina. Set parameter proses yang optima yang menghasilkan keliangan tertinggi dan kromatogram yang baik ditentukan pada berat kanji 5 %, tekanan padatan 3000 psi dan suhu pensinteran 1100°C.KEYWORDS: Membrane Chromatography, Porous Ceramic Membrane, IMAC, Hydroxyapatite, Chromatography.

  18. Rekayasa Glukosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Melalui Proses Fermentasi Dengan Saccharomyces cerevisiae Menjadi Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasruddin Nasruddin

    2013-06-01

    Full Text Available This research aims to study the performance of Saccharomyces cerevisiae in glucose engineering into bioethanol. Glucose comes from palm oil empty fruit bunches that had been pretreated by delignification and fermentation. Glucose solution result from hydrolysis for each treatment of 500 ml was fermented with Saccharomyces cerevisiae (2, 4, 6 and 8 g, fermentation time (4, 6, 8 and 10 days. Result of fermentation was distilled at 75°C ± 5°C for 60 minutes. Bioethanol produced were tested including: specific gravity by using picnometer and acidity was tested by volumetric methods. The analysis showed that the best bioethanol produced in this experiment, followed by laboratory tests obtained from the interaction between treatments for time of hydrolysis by Aspergillus niger for 6 days, with 4 grams of Saccharomyces cerevisiae fermentation for 6 days. Based on the test results of bioethanol obtained density 0.9873 g/cm3, percentage of bioethanol 9.2889% (v/v and acid number value 1.820 mg/L.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajarai kinerja Saccharomyces cerevisiae  merekayasa glukosa menjadi bioetanol. Glukosa berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang telah dilakukan pretreatment dengan cara delignifikasi dan fermentasi. Larutan glukosa hasil hidrolisis untuk masing-masing perlakuan sebanyak 500 mL difermentasi dengan S. cerevisiae (2; 4; 6 dan 8 g, waktu fermentasi (4; 6; 8 dan 10 hari. Hasil fermentasi didestilasi pada suhu 75oC ± 5oC selama 60 menit. Bioetanol yang dihasilkan diuji yang meliputi : berat jenis dengan mengunakan piknometer dan keasaman diuji dengan metode volumetri. Hasil analisis menunjukkan bioetanol yang terbaik berdasarkan hasil percobaan yang dilanjutkan dengan uji laboratorium didapatkan dari interaksi antar perlakuan untuk waktu hidrolisis dengan Aspergilus niger selama 6 hari, fermentasi dengan 4 gram Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari. Berdasarkan hasil uji bioetanol untuk berat jenis 0,9873 g/cm3

  19. MANAJEMEN KUALITAS MEDIA PENDEDERAN LELE PADA LAHAN TERBATAS DENGAN TEKNIK BIOFLOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MN Abulias

    2014-11-01

    Full Text Available Akuakultur intensif bisa menyebabkan menurunnya kandungan oksigen dan meningkatnya kandungan limbah pada ekosistem perairan, khususnya nitrogen organik. Transfer teknologi sudah dilakukan dengan tujuan untuk mengelola kegiatan budidaya lele pada daerah terbatas menggunakan bioflok. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan ikan lele yang dipelihara menggunakan sistem bioflok dan non bioflok. Sampel penelitian yang digunakan adalah 500 bibit ikan berumur 10 hari, yang dipelihara selama 30 hari. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 15, dan 30. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah panjang dan berat ikan. Parameter lingkungan yang diamati adalah suhu air dan udara, karbondioksida terlarut, oksigen terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan panjang dan berat tubuh benih lele pada kedua media budidaya. Meskipun peningkatan pertumbuhan tidak terlalu tinggi, namun cukup memberikan gambaran bahwa benih lele yang dipelihara dengan aplikasi bioflok mengalami pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa pakan yang diberikan dan media pemeliharaannya mampu mendukung pertumbuhan benih lele. Media pemeliharaan yang mengaplikasikan teknik bioflok menunjukkan kondisi yang lebih baik dan relatif ideal untuk pendederan lele. Hal ini juga diperkuat dengan relatif rendahnya tingkat kematian benih selama pemeliharaan, yaitu  10%. Intensive aquaculture might decrease of the dissolved oxygen and increase the wastes, particularly organic nitrogen, in the aquatic ecosystem. Technology transfer has long been made to improve the catfish rearing management in confined tanks using biofloc. The objective of the research was to compare the growth of catfish reared in non-biofloc and biofloc systems. Samples were 500 catfish seedlings aged 10 days and reared for 30 days. Observations were made on day 0, 15, and 30. Growth parameters observed were length and weight of the fish. The environmental parameters

  20. Kejadian Gangguan Depresi pada Penderita HIV/AIDS yang Mengunjungi Poli VCT RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari - September 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yaslinda Yaunin

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi HIV/AIDS sangat erat hubungannya dengan gangguan depresi. Penyebabnya bisa dikarenakan faktor psikologisnya ataupun efek dari agen HIV yang sudah menginfeksi sistem saraf pusat. Salah satu metode pencegahan gangguan depresi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan poli VCT (Voluntary Counseling and Testing dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian gangguan depresi pada penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari-September 2013. Metode penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hamilton Depression Rating Scale dan hasil yang didapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari - September 2013 didapatkan tidak mengalami depresi sebanyak 44,2% sedangkan untuk depresi sebanyak 55,8% dengan pembagian depresi ringan hanya 25,6%, depresi sedang 11,6%, depresi berat 4,7%, dan depresi sangat berat 14%. Depresi terbanyak ditemukan pada usia 20 – 39 tahun (83,3%.Kata kunci: penderita HIV/AIDS, gangguan depresi, poli VCTAbstractHIV/AIDS infection is associated with depression disorders. Etiology may be cause of psychososcial factor or the effect of HIV agent that infected central nervous system. In order to prevent depression disorders is by the utilization VCT (Voluntary Counseling and Testing Clinic This study aims to describe the incident rate of depressive disorder among people living with HIV/AIDS visited VCT clinic at RSUP DR. M. Djamil Padang in January-September 2013. The research method was descriptive and made up by 43 HIV/AIDS-infected patients. Data were collected through filling Hamilton Depression Rating Scale and the results are presented in the form of a frequency distribution table. The results obtained that people living with HIV/AIDS visited VCT

  1. RICKETTSIAL DISEASES: RISK FOR INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Allen L. Richards

    2012-09-01

    Full Text Available Penyakit Rickettsia bersifat endemik hampir di seluruh bagian dunia, dan begitu juga di Indonesia. Termasuk dalam penyakit-penyakit rickettsia adalah tifus epidemik, tifus murine, "scrub typhus," dan "spotted fever." Tifus epidemik, yang ditularkan kepada manusia melalui tuma pada tubuh manusia, dan dapat menyebabkan sakit berat dan kematian.   Tifus murine (tifus endemik, bersumber pada pinjal hewan, merupakan penyakit yang mirip tifus epidemik, tetapi dengan gejala-gejala yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian. "Scrub typhus", merupakan penyakit yang dapat ringan sampai berat dan dapat membahayakan hidup, ditularkan kepada manusia melalui gigitan tungau yang belum dewasa yang dikenal sebagai "chigger". "Spotted fever: (demam yang disertai dengan bintik-bentik pada kulit, disebabkan karena terinfeksi oleh salah satu dari berbagai spesies rickettsia dari kelompok "spotted fever", dan ditularkan kepada manusia oleh pejamu (hospes vertebrata melalui gigitan caplak (tick yang terinfeksi. Penyakit yang disebabkan oleh organisma yang menyerupai rickettsia (rickettsia-like organism adalah: "Q fever", yaitu penyakit yang akut atau kronis yang diduga ditularkan secara alamiah akibat terhirup oleh partikel udara yang terinfeksi Coxiella burnetti sejenis bakteri yang sangat resisten terhadap upaya menonaktifkannya secara kimiawi dan fisik. Bartonellosis atau penyakit Carrion, ditemukan pada daerah dengan ketinggian sedang di Andes, Amerika Selatan. Penyakit ini ditularkan oleh lalat pasir (sand flies. "Trench fever", mirip dengan tifus epidemik, ditularkan kepada manusia oleh tuma; penyakit ini sembuh sendiri. Penyakit garutan kucing (Cat-scratch disease, disebabkan oleh infeksi Bartonella henselae di tempat gigitan atau garutan kucing rumah yang merupakan hospes. Demam sennetsu, merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dan hanya ditemukan di Jepang dan Malaysia. Pengobatan dengan tetrasiklin atau kloramfenikol untuk penyakit Rickettsia

  2. MODEL MULTILEVEL PERTUMBUHAN ANAK USIA 0-24 BULAN DAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irianton Aritonang

    2013-01-01

    Full Text Available Tujuan umum penelitian ini untuk mengkaji bagaimana berbagai variabel mempengaruhi pertumbuhan anak usia 0-24 bulan di kabupaten Sleman. Penelitian noneksperimen desain korelasional ini dilakukan pada 272 anak usia 0-24 bulan yang diambil secara acak stratifikasi dari dua kecamatan (Sleman dan Moyudan yang ditentukan secara purposif. Analisis multilevel pertumbuhan anak dilakukan dengan program Stata-10 dan analisis jalur dilakukan dengan program Amos-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan variabel berat badan lahir, jenis kelamin dan strata usia anak dan status gizi ibu dengan pertumbuhan anak pada level-1 dan ada hubungan variabel hasil penimbangan pada level-2, sedangkan pada level 3 ada hubungan yang tidak signifikan hasil penimbangan dan pencapaian program. Hasil analisis jalur yang mempengaruhi pertumbuhan anak 0-24 bulan, yakni variabel endogenous terdiri dari status gizi ibu, pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, pertumbuhan anak indeks BB/U, hasil penimbangan tingkat dusun dan hasil program tingkat desa. Sedangkan variabel exogenous terdiri dari sikap ibu terhadap posyandu, berat badan lahir, jenis kelamin dan stratifikasi usia anak. Kata kunci: Model multilevel, Pertumbuhan anak 0-24 bulan ______________________________________________________________ A MULTILEVEL MODEL FOR THE GROWTH OF CHILDREN AGED 0-24 MONTHS AND THE VARIABLES AFFECTING IT Abstract The main objective of this study is to investigate how various variables contribute to the growth of children between 0-24  months old in Sleman Regency. This study was a non-experimental correlational design which was conducted on 272 children aged 0-24 months, selected using the purposive stratified random sampling technique from 21 hamlets in two districts (Sleman and Moyudan. The multilevel analysis of children’s growth of was carried out using the Stata-10 program and the path analysis using the Amos-8 program. The results show  that there is a significant

  3. HUBUNGAN BBLR DAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LIMA PULUH PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidia Fitri

    2018-03-01

    Full Text Available Stunting is one of the long-term indicators for malnutrition. Stunting prevalence in Indonesia about 37.2%. Babies born with low birth weight is 10.2% and the achievement of exclusive breastfeeding is 30.2%. Survey in Limapuluh Health Centre Pekanbaru, from 18 children who perform measurements, obtained 13 infants suffered stunting. The result of interviews showed that three of them were born with low birth weight (BBLR and five are not given exclusive breastfeeding. This research is to find-out the correlation between low birth weight (BBLR and exclusive breastfeeding with stunting in Limapuluh Health Centre Pekanbaru in 2017.  This study was a quantitative analysis study used cross sectional strategy. Population consists of 300 people, sample consists of 75 people by accidental sampling technique. Analysis using univariat and bivariate. The result were 25 infant (33,3% are stunting, 22 infant (29,3% with low birth weight (BBLR and  not given exclusive breastfeeding are 55 infant (73,3%. There was a significant association between low birth weight (BBLR with stunting was obtained p value 0.000 and association between exclusive breastfeeding with stunting was obtained p value 0.021 its mean p<0,05. There is a relationship between BBLR and exclusive breastfeeding with stunting events, the Ha accepted.Stunting merupakan salah satu indikasi buruknya status gizi pada anak. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2%. Angka kejadian bayi dengan BBLR sebanyak 10,2% dan pencapaian ASI ekslusif 30,2%. Survey di Puskesmas Lima Puluh kota Pekanbaru Provinsi Riau didapatkan dari 18 orang balita yang di ukur, 13 orang diantaranya mengalami stunting. Hasil wawancara memperlihatkan bahwa 3 orang diantaranya lahir dengan BBLR dan 5 orang tidak diberikan ASI ekslusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah (BBLR dan ASI ekslusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jenis penelitian analitik kuantitatif

  4. BEBERAPA FAKTOR RISIKO GIZI KURANG DAN GIZI BURUK PADA BALITA 12 - 59 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedi Alamsyah

    2015-09-01

    Full Text Available Abstract: Several Risk Factors Of Moderate And Severe Malnutrition In Children Under Five Years Old Aged 12-59 Months. The type of research was observational using case-control study and the qualitative study through the in-depth interview (mixed method. The research location was in Pontianak City. The number of samples was 80 people consisting of 40 people from a case and 40 people from control. Assessment of nutritional using anthropometry measurement based on weight for height. Height measurement using microtome and measure weighting scale. Result show that the multivariate analysis found two variables significantly associated with the prevalence of moderate and severe malnutrition in children under five years old aged 12-59 months, i.e.: poor of attitude toward food (OR = 6.980, p = 0.002, 95% CI = 1.998-24.385 and poor environmental health (OR = 5.033, p = 0.012, 95% CI = 1.432-17.683. Keywords: risk factors, moderate and severe malnutrition, children, pontianak Abstrak : Beberapa Faktor Risiko Gizi Kurang Dan Gizi Buruk Pada Balita 12-59 Bulan. Tujuan penelitian yaitu untuk membuktikan faktor risiko agent, host dan environment yang berpengaruh terhadap kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di kota Pontianak. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan case control. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak. Jumlah sampel sebanyak 80 orang, yang terdiri dari kasus sebanyak 40 orang dan kontrol sebanyak 40 orang. Penilaian status gizi menggunakan pengukuran antropometri berdasarkan berat badan per tinggi badan (BB/TB. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise dan mengukur berat badan menggunakan timbangan balita. Berdasarkan hasil analisa multivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan yaitu sikap ibu terhadap makanan buruk (OR : 6,98 p = 0,002 95 % CI 1,99-24,38 dan kesehatan lingkungan buruk (OR : 5,03 p = 0,012 95 % CI 1,43-17,68 dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita. Kata

  5. Mapping of leptospirosis risk factor based on remote sensing image in Tembalang, Semarang City, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan menular kepada manusia melalui kontak dengan urine hewan dan lingkungan yang terkontaminasi bakteri leptospira. Kecamatan Tembalang merupakan daerah endemis leptospirosis selama tiga tahun terakhir. Tujuan penelitian ini mengkaji kegunaan citra penginderaan jauh untuk pemetaan faktor risiko lingkungan leptospirosis.Metode: Penelitian ini menggunakan cara potong lintang, subyek sebanyak 246 dipetakan dengan GPS. Dengan program ArcGis 9.2 kasus leptospirosis ditumpang susun dengan citra Quickbird, kemudian dilakukan interpretasi kenampakan visual, dan dilakukan digitasi layar untuk identifi kasi faktor risiko secara visual.Hasil: Berdasarkan visualisasi digital diperoleh data bahwa kasus leptospirosis tahun 2009 terbanyak tersebar membentuk klaster di wilayah Tembalang dengan indeks jarak terdekat 0,009 km, sedangkan indeks jarak terjauh 18 km. Kasus lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja laki-laki, secara temporal kasus meningkat pada musim kemarau, antara bulan Juli dan Agustus. Hasil interpretasi visual dan digitasi diperoleh peta penggunaan lahan, badan air, pemukiman, area luasan banjir, kerapatan vegetasi dan ketinggian tempat.Kesimpulan: Citra penginderaan jauh resolusi spasial tinggi sangat baik untuk pemetaan faktor risiko leptospirosis. Sebaran kasus leptospirosis membentuk klaster di wilayah Tembalang, kasus didominasi anakanakdan remaja laki-laki. (Health Science Indones 2012;1:45-50Kata kunci: citra penginderaan jauh, leptospirosis, Tembalang AbstractBackground: Leptospirosis is a zoonotic disease, caused by leptospira bacteria and transmitted to human by contact though contaminated animal urine and environment. Tembalang Sub District is endemic area ofleptospirosis and increased at last three years. The aim of this research was to study the ability and usefulness of image remote sensing for mapping as distribution

  6. KEANEKARAGAM MANGROVE DI WILAYAH TAPAK, TUGUREJO, SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NKT Martuti

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak __________________________________________________________________________________________ Konversi kawasan mangrove menjadi lahan tambak ikan/udang merupakan penyebab utama rusaknya ekosistem mangrove di Indonesia. Eksploitasi kawasan mangrove yang terus menerus dilakukan berpotensi mereduksi keanekaragaman spesies tumbuhan yang memiliki peran dan fungsi utama secara ekologis. Dusun Tapak merupakan salah satu wilayah di Kota Semarang yang ekosistem mangrovenya masih terjaga. Pengumpulan data primer pada penelitian ini meliputi pengukuran sebaran vegetasi mangrove. Data vegetasi mangrove dianalisis untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP dan Indeks Keanekaragaman. Pada tingkat pertumbuhan pohon, Avicennia marina