WorldWideScience

Sample records for radionuklida uranium dalam

  1. ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA PADA KONDISI NORMAL UNTUK REAKTOR AEC 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis sebaran radionuklida pada reaktor daya Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWTh, setara dengan 1000 Mwe untuk kondisi operasi normal. Analisis dilakukan untuk dua reaktor yang terpisah sejauh 500 m dan sudut 90o satu dengan yang lain. Langkah awal dalam melakukan analisis adalah menentukan suku sumber reaktor menggunakan program komputer ORIGEN2 dan EMERALD NORMAL. ORIGEN2 digunakan untuk menentukan inventori radionuklida yang terdapat di reaktor. Selanjutnya dengan dengan menggunakan program EMERALD NORMAL dihitung suku sumber yang sampai ke cerobong reaktor. Untuk menganalisis dosis yang diterima penduduk dilakukan dengan menggunakan program PC-CREAM. Perhitungan dilakukan untuk satu dan dua PLTN di calon tapak PLTN. Hasil yang diperoleh adalah sebaran radionuklida terbesar untuk satu PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 9 (191,25o dan untuk dua PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 10 (213,75o. Radionuklida yang sampai ke penduduk melalui dua alur yaitu alur makanan dan hirupan. Untuk alur makanan berasal dari radionuklida I-131, dan terbesar melalui alur produk susu sebesar 53,40 % untuk satu maupun dua PLTN . Untuk alur hirupan ranionuklida pemberi kontribusi paparan terbesar berasal dari Kr-85m sebesar 53,80 %. Dosis total terbesar yang diterima penduduk terdapat pada jarak 1 Km untuk bayi yaitu sebesar 4,10 μSi dan 11,26 μSi untuk satu dan dua PLTN. Hasil ini sangat kecil dibandingkan dengan batas dosis yang diijinkan oleh badan pengawas (BAPETEN untuk penduduk yaitu sebesar 1 mSi. Kata Kunci : Reaktor daya, komputer code, radionuklida, alur makanan, hirupan   Analysis for radionuclide dispersion for the Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWth Power Reactor, equal to the 1000 MWe at normal condition has been done. Analysis was done for two piles that is separated by 500 m distance and angle of 90o one to other. Initial pace in doing the analysis is to determine reactors source term using ORIGEN2 and EMERALD NORMAL

  2. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  3. PEMODELAN DAN ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA DARI PWR PADA KONDISI ABNORMAL DI TAPAK BOJANEGARA-SERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-04-01

    Full Text Available Penambahan pembangkit listrik yang baru khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN berpotensi memberikan konsekuensi radiologis pada masyarakat dan lingkungan, karena adanya lepasan radioaktif dalam kondisi operasi normal maupun abnormal. Oleh karena itu maka pengelola reaktor nuklir harus bisa menyediakan data dan argumentasi yang kuat untuk menjelaskan tentang keselamatan PLTN terhadap lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan analisis kondisi abnormal yang terjadi pada PLTN yang akan memberikan konsekuensi radiologis pada lingkungan. Analisis dilakukan dengan membuat pemodelan simulasi kondisi abnormal yang dipostulasikan pada PLTN tipe PWR 1000 MWe serta simulasi dan pemodelan pola potensi lingkungan sebagai daya dukung tapak terhadap penerimaan konsekuensi radiologis tersebut. Pemodelan fenomena transport radionuklida dari teras reaktor sampai ke luar dari sungkup reaktor dilakukan menggunakan perangkat lunak EMERALD dan pemodelan pola dispersi radioaktivitas ke lingkungan dari reaktor meliputi simulasi kondisi meteorologi, distribusi penduduk, produksi dan konsumsi masyarakat pada kondisi ekstrim di daerah studi, menggunakan perangkat lunak GIS, Arcview, Windrose, dan PC COSYMA. Pemodelan konsekuensi radiologis menggunakan tapak contoh daerah Bojanegara-Kramatwatu Pantai Serang-Banten. Dengan menggunakan data sourceterm, data meteorologi dan data dispersi (sebaran penduduk, produksi pertanian dan ternak dan modeling alur paparan (pathway, dihasilkan model sebaran radionuklida dan penerimaan paparan radiasi di lingkungan tapak Bojanegara-Serang, dengan penerimaan dosis radiasi di bawah batas yang diijinkan badan regulator BAPETEN. Kata kunci : PLTN, radioaktivitas, pola dispersi, keselamatan   Additional of electrical power especially Nuclear Power Plant will give radiological consequences to population and environment due to radioactive release in normal and abnormal condition. In consequence the management of nuclear power plant must

  4. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  5. Kajian Sebaran Radioaktif Gamma dalam Lingkungan Airtanah di Sisi Selatan Gunungapi Merapi, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas R. P. Lakafi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Radioaktif alam adalah radioaktif yang berasal dari radiasi yang ada di bumi. Radionuklida alam penyumbang terbesar terhadap besarnya paparan gamma ke manusia adalah anak luruh Uranium-238 (U-238. Radionuklida tersebut akan sangat berbahaya bagi manusia jika mencemari airtanah yang akan digunakan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran radioaktivitas gamma dalam airtanah bebasdi daerah penelitianakibat erupsi Gunungapi Merapi 2010 dan merumuskan upaya strategik pengelolaan lingkungan untuk menangani permasalahan potensi terkontaminasinya airtanah oleh radioaktif. Penelitian ini menggunakan metode survey.Metode sistematik berdasarkan grid untuk menentukan titik sampel dan pola aliran airtanah. Untuk memperoleh data kualitas airtanah menggunakan metode purposif dengan mempertimbangkan titik sampel yang diambil harus berada pada satu jalur aliran airtanah yang ditunjukkan dalam pola aliran airtanah. Data yang diperoleh berupa data aktivitas radioaktif dan dosis efektif. Tujuan kedua dicapai dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sebaran dosis efektif sebagai acuan alternatif strategi pengelolaan lingkungan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas radioaktif gamma U-238 pada airtanah dilokasi penelitian masih aman karena masih di bawah baku mutu berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor: 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku tingkat radioaktivitas lingkungan yaitu 1x103 Bq/liter untuk syarat aktivitas U-238 di air. Dari hasil pengujian didapati bahwa, aktivitas U-238 rentang  yaitu 0,123±0,04 Bq/liter sampai 0,283±0,011 Bq/liter. Untuk dosis efektif didapati bahwa sebaran dosis efektif di daerah penelitian juga masih sangat rendah dan aman yaitu berada pada 4,00 µSv/tahun hingga 8,14 µSv/tahun. Dosis efektif di daerah penelitian masih jauh di bawah batas ambang yang ditentukan

  6. Okultisme Dalam Pelayanan Pastoral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahel Jum Juld

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, memberikan pemahamantentang strategi dan pengaruh okultisme dalam pelayanan. Kedua, menunjukkanbagaimana cara melayani orang-orang yang dikuasai oleh okultisme.Metode yang digunakan dalam penyusuanan karya ilmiah ini adalah:memakai metode penelitian studi kepustakaan yakni penulis mengambil data-datadari buku-buku perpustakaan dan tulisan-tulisan lainnya yang memiliki hubungandengan karya ilmiah ini, juga pengalaman penulis dalam pelayanan okultismemerupakan dukungan dalam penulisan karya ilmiah ini.Adapun kesimpulan karya ilmiah “Okultisme dalam Pelayanan Pastoral”adalah: Pertama, okultisme dalam pelayanan pastoral merupakan bagian yang kaitmengait dengan pemberitaan Injil. Manusia harus diinjili supaya menerima Yesussebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan orang yang telah diselamatkan harus jugadilepaskan dari kuasa gelap atau kuasa setan. Kedua, okultisme dalam pelayananpastoral menjadi sangat penting bagi pelayanan pastoral karena iblis adalah musuhkita. Oleh karena itu, hamba-hamba Tuhan harus yakin bahwa iblis ada dan tetapbekerja memengaruhi umat Tuhan dan hamba-hamba Tuhan harus siap membelaumat Tuhan dengan melawan iblis dengan iman yang teguh. Ketiga, penguraianokultisme dalam pelayanan pastoral adalah merupakan acuan yang dapat dijadikanpedoman oleh hamba-hamba Tuhan dalam mengadakan pelepasan umat Tuhan darikuasa-kuasa gelap, sehingga umat Tuhan menjadi umat pemenang dari kuasa dosadan iblis.

  7. PATRIOTISME DALAM KALINDAQDAQ MANDAR

    OpenAIRE

    Nurhayati, Dr.,M.Hum.

    2014-01-01

    Patriotisme dalam kalindaqdaq Mandar ditemukan 6 semangat yaitu: semngat kepahlawanan, berjiwa menantang, semangat percaya diri, berjiwa satria, semangat persatuan dan kesatuan, dan berjiwa tangguh. Keenam semangat patriotisme ini sangat perlu diketuhui oleh masayarakat Mandar pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Patriotisme menyangkut bagaimana sikap seseorang dalam cinta tanah air. Semangat patriotisme perlu ditanamankan pada generasi muda kita agar mereka mengetahui nil...

  8. Perilaku Religiusitas dalam Ruwat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2009-11-01

    Full Text Available Ruwatan sebagai bentuk budaya lokal dengan dalang ruwat sebagai tokoh yang berperan utama dalam prosesi ritual ruwatan yang memiliki religiusitas dalam mengemban tugas ngruwat. Religiusitas dalang ruwat ini adalah religiusitas yang sangat sarat dan erat dengan Agami Jawi. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah religiusitas dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitasnya. Pertanyaan penelitian ini secara operasional adalah Secara kognitif meliputi konsepsi keTuhanan, konsepsi tentang nabi, dan konsepsi kitab suci. Secara afektif, apakah ada pengalaman-pengalaman religiusitas, dan perasaan-perasaan religius. Sedangkan secara psikomotorik meliputi, seperti apakah bentuk ritual dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitas riil dalam hidup sehari-hari. Informan dalam penelitian ini adalah dalang ruwat berjumlah 2 orang, dengan karakteristik (a mereka yang telah lanjut usia, atau setidak-tidaknya dalang yang telah mengawinkan anaknya dalam arti mereka yang telah matang pengetahuannya dalam hal ruwatan; (b dalang yang keturunan Kyai Panjangmas. Tokoh ini merupakan dalang kenamaan pada zaman Sultan Agung di Mataram (1613-1643M; (c mereka yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, dan (d berdomisili di Surakarta. Pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, catatan lapangan, angket data diri, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisa induktif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, konsep keTuhanan dalang ruwat adalah konsep penghayatan terhadap Tuhan dengan tanpa adanya perpisahan antara seluruh alam semesta (panteisme. Kedua, nabi bagi dalang ruwat merupakan sosok yang sempurna. Ia memiliki kualitas-kualitas personal yang sempurna. Ketiga, seluruh alam raya adalah kitab suci Tuhan, karena seluruh jagad raya ini adalah emanasi Tuhan. Keempat, meditasi, samadhi, wening atau pujo broto

  9. INVESTASI DALAM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sakinah Sakinah

    2015-01-01

    Full Text Available Investasi dalam Islam merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan. Hal ini secara eksplisit tertuang dalam berbagai ayat seperti QS. Al-Hasyr:18, QS. Lukman : 34, QS. Al-Baqarah : 261, Qs. Al-Nisa' 9, dan lain-lain. Tidak semua jenis investasi diperbolahkan dalam Islam. Hanya investasi yang sesuai dalam ajaran Islam yang boleh diikuti oleh investor muslim. Prinsip-prinsip tersebut meliputi jenis usaha dan transaksi yang harus mengikuti norma-norma syariah Islam. Artinya, pada jenis usaha, produk atau jasa yang diberikan serta cara pengelolaan perusahaan emiten bukan usaha yang dilarang oleh syari'at seperti usaha perjudian, perdagangan yang dilarang : bukan ke uangan ribawi atau perbankan dan asuransi konvensional :  bukan produsen distributor serta pedagang makanan dan minuman yang diharamkan ; bukan usaha/perusahaan baik produsen maupun distributor yang menyediakan barang atau jasa yang bisa merusak moral dan bersifat mudarat. Begitu pula dengan jenis transaksinya harus dilakukan dengan prinsip sangat hati-hati, tidak boleh melakukan spekulasi yang didalamnya ada unsur-unsur gharar, gharar, maysir, dzulm, tadlis, dan sebagainya. Maraknya kasus-kasus investasi bodong dengan kedok investasi menyadarkan kita, apa sebenarnya  investasi dalam Islam. Tulisan ini mencoba mengeksplornya.

  10. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.   Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada

  11. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will

  12. Uranium, depleted uranium, biological effects; Uranium, uranium appauvri, effets biologiques

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2001-07-01

    Physicists, chemists and biologists at the CEA are developing scientific programs on the properties and uses of ionizing radiation. Since the CEA was created in 1945, a great deal of research has been carried out on the properties of natural, enriched and depleted uranium in cooperation with university laboratories and CNRS. There is a great deal of available data about uranium; thousands of analyses have been published in international reviews over more than 40 years. This presentation on uranium is a very brief summary of all these studies. (author)

  13. Agama dalam Pandangan Futurolog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amsal Bakhtiar

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract : Before modern era, religion became more dominant in daily life of human being because religion institution is the sole authority to dicide either religion aspect or scientific one. But in modern era, especially after some inventions of modern science and technology, secular scientist in the West very proud of his intellectual ability to explore the nature. They neglect religion and even accused religion as an opium and illusion. In fact, human being cannot free from believing in Supra Natural Being because even though in the atheist community still respect the spirit of ancestors. Therefore, every effort to attack religion will fail because religion could not separated from basic need of human being and religion is the the sole doctrin of life in hereafter.  Naisbitt, a famous futurolog, also declares that the spiritual of religion will become dominant in new era. Keywords : Futurolog, knowledge, organized religion, fundamentalism Abstrak : Sebelum era modern, agama menjadi lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari manusia karena institusi agama adalah otoritas tunggal untuk memutuskan, baik aspek agama atau yang ilmiah. Tetapi dalam era modern, terutama setelah beberapa penemuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi, ilmuwan sekuler di Barat sangat bangga akan kemampuan intelektual mereka untuk menjelajahi alam. Mereka mengabaikan agama dan bahkan menuduh agama sebagai candu dan ilusi. Bahkan, manusia tidak bisa bebas dari percaya pada keberadaan Supra Natural, meskipun komunitas ateis masih menghormati roh leluhur. Oleh karena itu, segala upaya untuk menyerang agama akan gagal karena agama tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan dasar manusia dan agama adalah satu-satunya doktrin kehidupan di akhirat. Naisbitt, seorang futurolog terkenal, juga menyatakan bahwa spiritual agama akan menjadi dominan dalam era baru.Kata kunci : Futurolog, ilmu, agama formal, fundamentalisme

  14. KOSMOLOGI DALAM ARSITEKTUR TORAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto Sumalyo

    2001-01-01

    Full Text Available Modernism in architecture always has a concrete, profane and clear concept.On the totally contrary, traditional architecture traditional has an abstract, spiritual and often religious concept or way of thinking. Toraja, an ethnic group in the northern part of South Sulawesi, has a beautiful and unique architecture which is the expression of Aluk Todolo their way of life and religion. The cosmological thinking of Aluk Todolo is expressed in the architecture of Toraja through it's site plan and units orientation, construction, orientation, material, detail, ornament and other architectural aspects. This article summarises the results of researches, seminars and bibliographical studies on the architecture of Toraja,conducted in the department of architecture University of Hasanuddin Makassar cases from three traditional villages (desa adat: Palawa a big traditional village, Ketekesu' one of the most beautiful traditional villages and Siguntu represent a small desa adat, represent the Toraja traditional architecture. Abstract in Bahasa Indonesia : Modernisme dalam arsitektur selalu menunjuk pada hal-hal yang bersifat konkrit, profan dan konsep yang jelas. Sebaliknya tradisional seperti arsitektur tradisional menunjuk pada hal-hal yang bersifat abstrak, spiritual dan bahkan konsep religius atau "way of thinking". Toraja, sebuah kelompok etnik yang tinggal disebelah utara propinsi Sulawesi Selatan, mempunyai bentuk arsitektur tradisional yang unik dan indah, yang merupakan ekspresi dari "Aluk Todolo", agama dan "way of life" nya. Pemikiran kosmologi dan "Aluk Todolo" diekspresikan dalam arsitektur Toraja, baik dalam tata letak ( site plan, orientasi, konstruksi, material bangunan, detail, ornamen dan aspek-aspek arsitektur lainnya. Tulisan ini merupakan hasil ringkasan dari riset, seminar dan studi kepustakaan arsitektur Toraja, yang dilakukan oleh jurusan arsitektur Universitas Hasanuddin, Makasar di tiga desa adat. Palawa (desa tradisional yang

  15. DZIKIR: PSIKOTERAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Haryanto

    2015-01-01

    Full Text Available Ada korelasi antara Ilmu Psikologi dan ajaran Islammengenai dimensi kejiwaan manusia, sehingga masalahgangguan kejiwaan tidak bisa dilepaskan dari keduanya.Kehidupan modern membuat manusia melupakan aspekspiritual yang ada di dalam dirinya. Dorongan spiritualyang tidak terpenuhi pada diri manusia menyebabkanperasaan hampa dan tanpa makna yang berujung kepadaterjadinya gangguan kejiwaan. Teknik psikoterapidikembangkan dalam mengatasi gangguan kejiwaanberdasarkan teori psikologi maupun ke-Islam-an. Dalamajaran Islam, dzikir yang merupakan tradisi pesantren dansecara rutin dilakukan oleh civitas pesantren merupakanalternatif terapi yang sangat efektif dalam mengatasigangguan kejiwaan.

  16. Musik Dalam Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Halimah

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera individu. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam di antaranya bahwa (1 musik adalah bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar, (2 musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya, dan (3 musik adalah segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau oleh kelompok individu yang disajikan sebagai musik. Dari beberapa definisi tersebut, maka musik merupakan segala bunyi yang dihasilkan manusia secara sengaja yang disajikan sebagai music. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kecerdasan musik pada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya melalui (1 memperkenalkan musik di dalam kelas, (2 mendengarkan musik, (3 membuat instrumental musik di kelas. Untuk setiap tujuan, kelas diperkaya dengan musik dengan menggunakan beragam teknik secara bervariasi. Penggunaan musik di kelas akan membantu meningkatkan kegembiraan siswa dalam belajar dan sekaligus juga dapat meningkatkan efektivitas ketercapaian tujuan. Yang tidak kalah pentingnya belajar melalui musik dan atau belajar dengan musik, serta belajar tentang musik dapat memberikan banyak manfaat bagi perkebangan baik fisik maupun mental siswa. Melalui musik banyak yang dapat dipelajari oleh siswa di antaranya dikemukakan berikut ini. Kata Kunci: Musik, Pembelajaran

  17. KOMPOSISI DALAM SENI FOTOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Herlina

    2007-01-01

    Full Text Available The art of photography is not only a simple record of the real world, but becomes a complex creation of art and an image medium that also gives meaning and message. The quality of a good photo is not only becouse of its clear picture but also because of its proper lighting and also its good composition. Composition contains the elements of an image in a format. An image can be produced more effectively and meaningfully with an understanding of good composition. Composition is an instrument for a photographer to take the viewer beyond the experience of “peeking through someone else’s window. Abstract in Bahasa Indonesia: Seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan. Foto yg baik tidak cukup hanya tajam gambarnya, tetapi juga tepat pencahayaannya dalam bidang gambar dengan komposisi yang baik pula. Komposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suatu ruang/format. Dengan komposisi yang baik, foto akan lebih efektif menampilkan pesan pembuatnya dan menimbulkan dampak yang lebih kuat. Komposisi foto merupakan salah satu cara bagaimana fotografer mengekspresikan dirinya. Kata kunci: seni, fotografi, komposisi.

  18. SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Hamali

    2017-03-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama. Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.

  19. Homoseksual dalam Pandangan Hukum Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Salim Nst

    2014-06-01

    Full Text Available Persepsi Islam terhadap fitrah manusia senantiasa menghubungkannya dengan naluri seks. Islam memandang bahwa ia merupakan suatu kekuatan alami yang terdapat dalam diri manusia. Naluri seks memerlukan penyaluran biologis dalam bentuk perkawinan. Islam tidak menganggap bahwa naluri seks merupakan sesuatu yang jahat, dan tabu bagi manusia. Tetapi Islam mengaturnya sesuai dengan fitrahnya. Oleh karena itu Islam sangat menentang penyimpangan seks, semacam homoseks, yang dapat merusak eksistensi fitrahnya. Homoseks merupakan suatu perbuatan keji yang dapat merusak akal fitrah dan akhlak manusia. Islam bersikap tegas terhadap perbuatan terlarang ini. Ketegasan Islam dapat dilihat dari nas serta hadits yang menjadi dasar hukum bagi para ulam fiqh dalam menetapkan hukuman homoseks. Meskipun di antara ulama fiqh terdapat perbedaan pendapat, namun mereka sepakat atas keharaman homoseks. Perbedaan pendapat hanya terjadi dalam masalah sanksi hukum yang dijatuhkan kepada pelakunya. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan sumber hukum yang digunakan masingmasing ulama fiqh, di samping berbedanya cara menafsirkan ayat-ayat serta hadits yang menjadi dasar bagi penetapan hukumnya.

  20. TIPOGRAFI DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    Full Text Available The presence of Visual Communication Design is needed especially in today s information era. Just as its sound%2C the function and goal of visual communication design is to communicate to its mass audience with the right perception. One of its elements that determine the effectiveness of a design is typography. This paper is going to talk about the role of typography and how it effects a design in visual communication design. Abstract in Bahasa Indonesia : Di dalam era informasi saat ini kehadiran desain komunikasi visual sangatlah dibutuhkan. Sesuai dengan namanya%2C desain komunikasi visual mempunyai tujuan untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat ditangkap oleh massa dengan benar. Salah satu elemen desain yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu desain dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya adalah tipografi. Tulisan ini membahas bagaimana dan apa peran tipografi tersebut dalam desain komunikasi visual.

  1. PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    deli - Nirmala

    2014-09-01

    Full Text Available PROSES KOGNITIF DALAM  UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959. The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts.   Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959. Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi

  2. Intensitas Budaya dalam Dunia Kepenarian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Chaya

    2014-09-01

    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan budaya yang terbangun dalam suatu fenomena ketika seseorang larut dalam petualangan dirinya dalam dunia kepenarian. Permasalahannya menyangkut proses kehidupan manusia yang menjelma ke dalam ber- bagai aktivitas yang dilampauinya sepanjang ia menekuni profesinya sebagai seniman tari (penari. Hal yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana konsistensi petualangan dunia kepenarian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kehidupan membudaya, khususnya nilai-nilai yang melekat pada kehidupan pribadi manusia dalam rangka mem- bangun kesadaran atas jati dirinya sebagai seorang penari. Untuk memecahkan permasa- lahan tersebut digunakan pendekatan budaya dengan mengaplikasikan teori ideologi de- ngan perolehan data yang kemudian dicermati melalui analisis terhadap proses kehidupan penari pada umumnya serta didukung dengan pengalaman pribadi penulis yang sampai saat ini aktif berkecimpung selaku penari.  Melalui suatu kajian  terhadap aktivitas dalam kepenarian serta kesadaran terhadap dinamika kehidupan yang dialami, dipahami, dan dihayati oleh seorang penari maka terungkap suatu pemaknaan yang mengindikasikan munculnya intensitas budaya. Intensitas budaya tersebut terpatri menjadi sebuah potensi atau kekuatan yang melekat pada pribadi manusia (penari. Hal ini memberikan arti pada kehadiran suatu nilai yang dapat diidentifikasi sebagai eksistensi diri manusia.   Kata kunci: intensitas budaya, dunia kepenarian, eksistensi diri

  3. Fenomena Keberadaan Prostitusi Dalam Pandangan Feminisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhar Nanik

    2013-09-01

    Full Text Available Prostitusi merupakan sebuah fenomena yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan prostitusi terjadi karena adanya dukungan dalam setiap elemen fungsi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Elemen fungsi dalam terbentuknya prostitusi yang di teliti dalam penelitian ini adalah Mucikari, Wanita Pekerja Seks dan Tokoh Formal. Selain itu keberadaan prostitusi pada wanita pada dasarnya adalah adanya ketidak berdayaan dari kaum wanita dalam aspek kehidupan apabila dibandingkan dengan kaum laki-laki, oleh karena hal tersebut maka kajian dalam perspektif feminisme menjadi keharusan bagi peneliti dalam mengupas persoalan prostitusi yang terjadi pada wanita. Pendekatan fenomenologi dilakukan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian bersifat kualitatif. Data diambil dari para  informan Mucikari, Wanita pekerja seks dan tokoh formal dengan teknik wawancara mendalam  serta observasi data lapang.  Tempat penelitian ini dilakukan di lokalisasi Moroseneng Surabaya Jawa Timur. Kata kunci: Keberadaan, Prostitusi, Feminisme

  4. Singkatan Dan Akronim Dalam Chatting Di Internet

    OpenAIRE

    Hervina M. S.

    2010-01-01

    Penelitian ini menganalis pola singkatan dan akronim dalam chatting di internet. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola singkatan dan akronim dalam chatting di internet dan mendeskripsikan pola singkatan dan akronim yang paling dominan digunakan dalam chatting di internet. Teori yang digunakan adalah singkatan, akronim, bahasa dalam chatting, sosiolinguistik. Pengumpulan data digunakan dengan metode simak, yaitu penyimakan terhadap penggunaan bahasa (Sudaryanto,1993:133), dan tekni...

  5. Aplikasi Galton Watson Branching Process dalam Parasitologi

    OpenAIRE

    Sunusi, Nurtiti

    2005-01-01

    Penyakit malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih perlu diperhitungkan dalam pengelolaan kesehatan di Negara-negara tropik termasuk Indonesia. Di Indonesia, ditemukan 4 spesies parasit pada manusia, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale. Di antara ke empat plasmodium tersebut, Plasmodium falciparum mempunyai siklus hidup terpendek di dalam sel hati dan menyerang semua bentuk eritrosit, sehingga perkembangbiakan di dalam darah cepat...

  6. Perempuan Makassar; Relasi Gender Dalam Folklor

    OpenAIRE

    Ery Iswary, Dr., M.Hum.

    2007-01-01

    Penggunaan Bahasa dalam sebuah masyarakat mencerminkan realitas sosial budaya masyarakat tersebut pada zamannya. Bahasa dengan berbagai aspeknya dapat berfungsi mengungkapkan repsentasi bentuk-bentuk jender dalam busaya yang terkemas melalui ungkapan atau simbolisasi yang terakomodasi dalam teks cerita rakyat. Perpaduan pengkajian bahasa dan budaya mencoba membuktikan bahwa bahasa dapat mengekspresikan, manambah, dan menyimbolisasikan realitas kultural. Kekayaan nuansa sosial budaya suatu mas...

  7. Uranium industry annual 1996

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1997-04-01

    The Uranium Industry Annual 1996 (UIA 1996) provides current statistical data on the US uranium industry`s activities relating to uranium raw materials and uranium marketing. The UIA 1996 is prepared for use by the Congress, Federal and State agencies, the uranium and nuclear electric utility industries, and the public. Data on uranium raw materials activities for 1987 through 1996 including exploration activities and expenditures, EIA-estimated reserves, mine production of uranium, production of uranium concentrate, and industry employment are presented in Chapter 1. Data on uranium marketing activities for 1994 through 2006, including purchases of uranium and enrichment services, enrichment feed deliveries, uranium fuel assemblies, filled and unfilled market requirements, uranium imports and exports, and uranium inventories are shown in Chapter 2. A feature article, The Role of Thorium in Nuclear Energy, is included. 24 figs., 56 tabs.

  8. BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN RME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Prianto

    2016-07-01

    Full Text Available This study describes the creative thinking in RME learning material of algebra. The research was conducted in VIIIH grade students of SMP Negeri 1 Jepara. This study used a qualitative approach and data were analyzed by descriptive-explorative. The result showed that the aspects of students' creative thinking include: fluency, flexibility and novelty in solving problems related to equation linear systems of two variables. Fluency aspect is characterized by the students were able to express ideas and mathematical ideas fluently and correctly in solving problem. Flexibility aspect is characterized by the students are able to use various means and strategies that vary properly in solving problem. Novelty aspect is characterized by the students were able to use a new way, or different from the others in solving problem. Penelitian ini mendeskripsikan tentang berpikir kreatif dalam pembelajaran RME materi aljabar. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIIIH SMP Negeri 1 Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan data hasil penelitian dianalisis secara diskriptif-ekploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kreatif siswa meliputi aspek: fluency, flexibility dan novelty dalam menyelesaikan masalah terkait sistem persamaan linear dua variabel. Aspek fluency ditandai dengan siswa mampu mengemukakan gagasan dan ide matematis secara lancar dan benar dalam menyelesaikan masalah. Aspek flexibility ditandai dengan siswa mampu menggunakan berbagai cara dan strategi yang berbeda-beda secara benar dalam menyelesaikan masalah. Aspek novelty ditandai dengan siswa mampu menggunakan dengan cara baru, atau berbeda dari yang lain dalam menyelesaikan masalah.

  9. Historiografi Ulama Klasik dalam Tabaqat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marwan Salahuddin

    2014-03-01

    Full Text Available Tabaqat merupakan kumpulan biografi tokoh berdasarkan pelapisan generasi. Pada mulanya penulisan tabaqat digunakan dalam hubungannya dengan kritik hadis, yakni kritik sanad, tetapi dalam perkembangannya penulisan tabaqat menjadi lebih luas, mencakup para ilmuwan yang tidak termasuk dalam katagori ilmu keagamaan Islam. Tabaqat dapat diklasifikasikan sesuai dengan masa dan keahlian masing-masing, seperti tabaqat para sahabat, muhadditsin, penguasa pemerintah, ilmuwan dan sebainya. Sedangkan periodisasinya menurut Harun Nasution dibagi menjadi tiga, yaitu periode klasik, pertengahan, dan modern. Dalam pembidangan ilmu agama, tabaqat dapat dikelompokkan menjadi mufassirin, muhadditsin, fukaha, dan sufi. Historiografi tabaqat sangat besar nilainya, karena dari sini dapat dihimpun banyak informasi penting. Dengan tabaqat, kehidupan intelektual suatu daerah atau wilayah pada suatu masa tertentu dapat terungkap. Pada masa sekarang tabaqat dapat menjadi sumber utama dalam melakukan penulisan sejarah intelektual, darinya akan terungkap motivasi intelektualitas seorang ulama, ideologinya, orientasi berfikirnya, dan hal-hal lain yang mendukungnya. Karya-karya mereka sangat berguna bagi kehidupan masa kini dan masa depan sebagai suri tauladan.

  10. Representasi Domestikasi Perempuan dalam Iklan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Siswati

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract: Persuasive strategies in advertisement often use signs or languages representing gender biases in society. These gender biases are especially depicted in the use of woman figure as a sign object, which often shows physical exploitation and woman domestication. However, woman’s role in public area has been developed and advanced in terms of number as well as role and job diversity. Thus, this paper discusses the current tendency of media especially printed ones to represent woman domestication. Also, how advertisement portrays woman domestication in general. Abstrak: Strategi persuasif dalam iklan kerap menggunakan tanda atau bahasa yang menyentuh bias gender dalam masyarakat. Bias gender tersebut utamanya menyangkut penggunaan figur perempuan sebagai objek tanda yang mengeksploitasi tubuh dan daya tarik seksual perempuan. Bias gender tersebut juga sering ditampilkan dalam bentuk subordinasi dan domestikasi perempuan. Di sisi lain, peran perempuan di wilayah publik telah mengalami perkembangan dan kemajuan. Ini bisa dilihat selain dari segi jumlah juga dalam jenis pekerjaan dengan beragam kedudukan di masyarakat. Tulisan ini membahas kecenderungan iklan di media cetak, khususnya, dalam merepresentasikan domestikasi perempuan.

  11. Perang dalam Perspektif Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Ronda

    2003-06-01

    Full Text Available Tulisan di majalah TIME 24 Februari 2003 oleh Joe Klein, "The Blinding Glare of His Certainty" mempertanyakan antara iman kepercayaan Bush dengan keinginannya yang menggebu-gebu untuk menyerang Irak, walaupun mendapat tantangan dari masyarakat dunia maupun masyarakatnya sendiri. Apalagi kemudian ia menjadikan ayat-ayat Kitab Suci sebagai alat untuk mengesahkan opininya tentang perlunya menghancurkan terorisme. Tulisan Klein juga mencoba memahami mengapa terjadi perubahan sikap keyakinan di mana sewaktu menjadi Gubernur Texas yang banyak memakai kata kasih dan hati nurani, dan saat ini berbalik sekali waktu akan menyerang Irak. sekarang bahasa Bush saat ini adalah bahasa arogan dan balas dendam atas serangan. terorisme. Dia menuduh dan berkata, ,,The terrorists brought this war to us- and now we're takin'back to them. Dia juga berkata kepada para tentara, "We're on the trail, we,re smokin, them out we've got'em on the run." Walaupun demikian, kesimpulan yang dibuat Klein terhadap Bush bahwa sikapnya terhadap perang dan 6alai dendam bukan karena faktor keyakinan imannya ying konservatif. Tetapi agamanya seharusnya bukan hanya membuat seseorang mendapat penghiburan (comfort dan kekuatan (strength, tetapi seharusnya dalam pengambilan keputusan perang, seorang pemimpin harus melihat agama sebagai sumber untuk mendapatkin hikmat (wisdom sebeium memutuskan menyerang suatu negeri.

  12. Perang dalam Perspektif Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Ronda

    2005-01-01

    Full Text Available Tulisan di majalah TIME 24 Februari 2003 oleh Joe Klein, "TheBlinding Glare of His Certainty" mempertanyakan antara imankepercayaan Bush dengan keinginannya yang menggebu-gebu untukmenyerang Irak, walaupun mendapat tantangan dari masyarakat duniamaupun masyarakatnya sendiri. Apalagi kemudian ia menjadikan ayatayatKitab Suci sebagai alat untuk mengesahkan opininya tentangperlunya menghancurkan terorisme. Tulisan Klein juga mencobamemahami mengapa terjadi perubahan sikap keyakinan di manasewaktu menjadi Gubernur Texas yang banyak memakai kata kasih danhati nurani, dan saat ini berbalik sekali waktu akan menyerang Irak.sekarang bahasa Bush saat ini adalah bahasa arogan dan balas dendamatas serangan. terorisme. Dia menuduh dan berkata, ,,The terroristsbrought this war to us- and now we're takin'back to them.,, Dia jugaberkata kepada para tentara, "We're on the trail, we,re smokin, themout we've got'em on the run." Walaupun demikian, kesimpulan yangdibuat Klein terhadap Bush bahwa sikapnya terhadap perang dan 6alaidendam bukan karena faktor keyakinan imannya ying konservatif.Tetapi agamanya seharusnya bukan hanya membuat seseorangmendapat penghiburan (comfort dan kekuatan (strength, teta1seharusnya dalam pengambilan keputusan perang, seorang pemimpinharus melihat agama sebagai sumber untuk mendapatkin hikmat(wisdom sebeium memutuskan menyerang suatu negari.

  13. Korupsi dalam Film Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhafidilla Vebrynda

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract: Corruption has been rooted and institutionalized in our smallest environment. The campaign to fight corruption comes from various organizations through numerous varieties of means. This study looks at the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK campaign through a film entitled “Kita Versus Korupsi”. This study uses narrative analysis by looking at the elements of narrative, narrative structure, the analysis model of aktan and the Greimas’ semiotic square. It is found that the film narrates corruption as trouble and resistor. The various forms of corruption are narrated using the combination of techniques scene, dialogue and flashback. Abstrak: Korupsi sudah mengakar dan melembaga hingga lingkungan terkecil kita. Kampanye untuk melawannya datang dari berbagai pihak melalui beragam sarana. Penelitian ini melihat kampanye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK melalui film “Kita Versus Korupsi”. Menggunakan metode analisis naratif dengan melihat unsur naratif, struktur naratif, analisis model aktan dan oposisi segi empat Algirdas Greimas, penelitian ini menemukan bahwa korupsi dinarasikan sebagai gangguan dan penghambat. Film tersebut selalu menghadapkan pelaku korupsi dengan pihak yang tidak korupsi secara langsung. Latar belakang pengetahuan tokoh utama tentang korupsi berpengaruh dalam pengambilan keputusannya. Berbagai bentuk korupsi dinarasikan dengan teknik penggabungan scene, dialog dan flashback.

  14. Uranium industry in Canada

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1983-01-01

    Current state of uranium industry in Canada has been considered. It is shown that in Canada, which is the major supplier of uranium, new methods of prospecting, mining and processing of uranium are developed and the old ones are improved. Owing to automation and mechanization a higher labour productivity in uranium ore mining is achieved. The uranium industry of Canada can satisfy the future demands in uranium but introduction of any new improvement will depend completely on the rate of nuclear power development.

  15. REPRESENTASI PERISTIWA DALAM MEDIA (PEMBERITAAN PERISTIWA BANJIR DALAM SUARA MERDEKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dr. Nurhayati

    2015-01-01

    Full Text Available Studies concerning the use of a language in media have atracted many social scientists because the studies are considered multi-disclipine studies covering linguistics, social sciences, and a communication science. This study discusses the way media practitioners manipulate a language to represent a flood phenomenon using a critical discourse analysis approach. The data are utterances in a hard news text taken from Suara Merdeka, February, 5, 2014. Using three steps of analysis, those are description, interpretation, and explanation, I come to the finding that in representing the phenomenon, the media practitioners conducted complex discourse practices. The lexicogrammar used implies the social practice happening to the society.   Kajian tentang bahasa dalam media telah menarik minat para peneliti di bidang ilmu sosial karena kajian ini memerlukan ilmu lintas disiplin yang mencakupi antara lain linguistik, ilmu sosial, dan ilmu komunikasi. Makalah ini membahas cara awak media memanipulasi bahasa dalam merepresentasikan sebuah peristiwa banjir dengan menggunakan ancangan analisis wacana kritis. Data yang berupa teks hard news diambil dari Suara Merdeka tanggal 5 Februari 2014 dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa berita yang tampaknya melaporkan peristiwa faktual tersebut ternyata merupakan hasil praksis wacana yang sangat kompleks. Penggunaan bahasa dalam pemberitaan tersebut mengimplikasikan praksis sosial yang terjadi di dalam masyarakat

  16. INDUSTRI KECIL DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Githa Dharma Husada

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Pembangunan industri kecil di Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi mempunyai potensi untuk dikembangkan mengingat sumberdaya alam lokal dan  kreativitas masyarakat pada bidang seni ataupun kerajinan cukup memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dapat mendukung program pembangunan daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1 Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh  pengusaha industri  kecil kerajinan ukir kayu di Desa Kekeran dalam mengembangkan usahanya, (2 Bagaimana peranan  yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung,   dalam mengembangkan industri kecil di pedesaan, khususnya sebagai pembina para pengusaha industri kecil kerajinan  ukir kayu di Desa Kekeran. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan validitas data yang bersandar pada derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan,  dan kepastian yang dilandasi obyektivitas. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (interactive model of analysis yang   terdiri atas tiga komponen analisis yaitu : reduksi data (data reduction, penyajian data (data display dan penarikan kesimpulan (conclucion drawing. Melalui metode tersebut dihasilkan penelitian antara lain: (1 Upaya yang ditempuh oleh pengusaha dalam mengembangkan usahanya baik dengan meningkatkan modal, bahan baku,  dan pemasaran dapat dilakukan secara tersendiri maupun kelompok.  Dalam hal ini pengusaha yang dapat memasarkan sendiri hasil produksinya dan dengan sendirinya dapat langsung membeli bahan baku kayu di pasar, sedangkan pengusaha yang tidak dapat memasarkan sendiri hasil produksinya pada umumnya pemasaran hasil produksi dan bahan baku kayu telah disediakan oleh pengusaha atau pedagang dimana mereka mengambil order, (2 Peranan pemerintah dalam pembinaan industri kecil hendaknya langsung diarahkan  langsung pada penanganan permasalahan yang sering dihadapi oleh pengusaha industri kecil

  17. Peran Green Building dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan Binaan

    OpenAIRE

    Baharuddin

    2012-01-01

    Presentasi ini menjelaskan tentang peran green building dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Lebih detail menjelaskan tentang peran green building dalam lima aspek: lokasi dan site, efisiensi air, energi, material, dan kualitas lingkungan dalam ruangan

  18. Uranium Industry Annual, 1992

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1993-10-28

    The Uranium Industry Annual provides current statistical data on the US uranium industry for the Congress, Federal and State agencies, the uranium and electric utility industries, and the public. The feature article, ``Decommissioning of US Conventional Uranium Production Centers,`` is included. Data on uranium raw materials activities including exploration activities and expenditures, resources and reserves, mine production of uranium, production of uranium concentrate, and industry employment are presented in Chapter 1. Data on uranium marketing activities including domestic uranium purchases, commitments by utilities, procurement arrangements, uranium imports under purchase contracts and exports, deliveries to enrichment suppliers, inventories, secondary market activities, utility market requirements, and uranium for sale by domestic suppliers are presented in Chapter 2.

  19. Deiksis Persona Dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

    OpenAIRE

    Simanjuntak, Dewi

    2011-01-01

    Skripsi ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk deiksis persona dalam novel Laskar Pelangi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan metode simak dan teknik catat, dan dalam pengkajian data metode yang digunakan adalah metode padan dan teknik pilah unsur penentu.Leksem-leksem yang menjadi bahan pembicaraan dalam deiksis persona adalah bentuk-bentuk pronominal persona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis dalam n...

  20. Uranium conversion; Urankonvertering

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Oliver, Lena; Peterson, Jenny; Wilhelmsen, Katarina [Swedish Defence Research Agency (FOI), Stockholm (Sweden)

    2006-03-15

    FOI, has performed a study on uranium conversion processes that are of importance in the production of different uranium compounds in the nuclear industry. The same conversion processes are of interest both when production of nuclear fuel and production of fissile material for nuclear weapons are considered. Countries that have nuclear weapons ambitions, with the intention to produce highly enriched uranium for weapons purposes, need some degree of uranium conversion capability depending on the uranium feed material available. This report describes the processes that are needed from uranium mining and milling to the different conversion processes for converting uranium ore concentrate to uranium hexafluoride. Uranium hexafluoride is the uranium compound used in most enrichment facilities. The processes needed to produce uranium dioxide for use in nuclear fuel and the processes needed to convert different uranium compounds to uranium metal - the form of uranium that is used in a nuclear weapon - are also presented. The production of uranium ore concentrate from uranium ore is included since uranium ore concentrate is the feed material required for a uranium conversion facility. Both the chemistry and principles or the different uranium conversion processes and the equipment needed in the processes are described. Since most of the equipment that is used in a uranium conversion facility is similar to that used in conventional chemical industry, it is difficult to determine if certain equipment is considered for uranium conversion or not. However, the chemical conversion processes where UF{sub 6} and UF{sub 4} are present require equipment that is made of corrosion resistant material.

  1. Uranium processing and properties

    CERN Document Server

    2013-01-01

    Covers a broad spectrum of topics and applications that deal with uranium processing and the properties of uranium Offers extensive coverage of both new and established practices for dealing with uranium supplies in nuclear engineering Promotes the documentation of the state-of-the-art processing techniques utilized for uranium and other specialty metals

  2. Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iyus Rusliana

    2017-03-01

    ABSTRAK   Tulisan ini merupakan kajian terhadap potensi wayang dalam lingkup budaya Sunda subkultur Priangan, khususnya seni tari. Awalnya kata wayang diartikan untuk menyebut boneka dari kayu yang dimainkan dalang dalam pertunjukan seni pedalangan atau untuk menunjukkan ceritanya dalam pertunjukan seni padalangan, dan juga bisa secara langsung untuk menyebut seni padalangan Wayang Golek. Selanjutnya potensi wayang ini berpengaruh kuat ke dalam beberapa aspek kehidupan yang berbau kepercayaan dan juga kesenian, termasuk ke tari Sunda gaya Priangan. Karena wayang mengandung makna religius yang tersirat dalam isi ceritanya, maka wayang dalam tari Sunda gaya Priangan tidaklah lepas dari misi atau pesan moral ke arah tuntunan hidup. Lahirnya Wayang Wong Priangan, terungkap sebagai bentuk dramatari berdialog dengan membawakan cerita wayang secara utuh atau sebagian, dan senantiasa adanya pertentangan antara tokoh wayang yang jahat dengan yang menumpas kejahatan.   Kata kunci: subkultur Priangan, Tari Wayang, gaya Priangan

  3. STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irsyad Andriyanto

    2011-06-01

    Dalam Islam upara pengatasan kemiskinan adalah dengan zakat. Oleh karena itu, zakat seharusnya dikelola secara produktif dan profesional sehingga zakat dapat mengambil bagian dalam merealisasikan ide-ide Islam untuk mensejahterakan masyarakat Saah satu lembaga yang terbukti telah mampu mengelola zakat secara terpercaya, transparan, dan profesional adalah Rumah Zakat Indonesia (RZI. Kajian ini menggunakan pendekatan sosial-ekonomi, Analisis yang yang digunakan bertujuan untuk mempermudah data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif.

  4. APA DAN MANA DALAM KALIMAT DEKLARATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Puji Astuti

    2016-06-01

    Full Text Available Kalimat merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan maksud pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembaca. Untuk menyampaikan informasi digunakan kalimat deklaratif. Dalam kalimat deklaratif sering ditemui kata apa dan mana serta bentuk turunannya. Bagaimana kehadiran apa dan mana serta bentuk turunannya dalam kalimat deklaratif dibahas dalam makalah ini. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori stuktural. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak pemakaian bahasa. Dalam analisis data digunakan metode distribusional yaitu metode analisis data yang berupa penghubungan aantarfenomena dalam bahasa tertentu itu sendiri  Adapun teknik yang d.igunakan dalam penelitian ini adalah teknik delisi, substitusi, dan teknik parafrasa. Dari hasil penelitian disimpilkan  bahwa apa dan mana serta bentuk tuturannya jika terdapat dalam kalimat deklaratif bukan merupakan interogativa. Kehadiran apa dan mana serta bentuk tuturannya dalam kalimat deklaratif ada yang bersifat wajib ada yang bersifat opsional. Apa dan mana serta bentuk turunannya  bersifat opsional jika dalam kalimat deklaratif apa dan mana serta bentuk tuturannya diikuti atau didahului oleh kata yang mempunyai makna yang sama

  5. Morphology Characterization of Uranium Particles From Laser Ablated Uranium Materials

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2011-01-01

    In the study, metallic uranium and uranium dioxide material were ablated by laser beam in order to simulate the process of forming the uranium particles in pyrochemical process. The morphology characteristic of uranium particles and the surface of

  6. Uranium industry annual 1994

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1995-07-05

    The Uranium Industry Annual 1994 (UIA 1994) provides current statistical data on the US uranium industry`s activities relating to uranium raw materials and uranium marketing during that survey year. The UIA 1994 is prepared for use by the Congress, Federal and State agencies, the uranium and nuclear electric utility industries, and the public. It contains data for the 10-year period 1985 through 1994 as collected on the Form EIA-858, ``Uranium Industry Annual Survey.`` Data collected on the ``Uranium Industry Annual Survey`` (UIAS) provide a comprehensive statistical characterization of the industry`s activities for the survey year and also include some information about industry`s plans and commitments for the near-term future. Where aggregate data are presented in the UIA 1994, care has been taken to protect the confidentiality of company-specific information while still conveying accurate and complete statistical data. A feature article, ``Comparison of Uranium Mill Tailings Reclamation in the United States and Canada,`` is included in the UIA 1994. Data on uranium raw materials activities including exploration activities and expenditures, EIA-estimated resources and reserves, mine production of uranium, production of uranium concentrate, and industry employment are presented in Chapter 1. Data on uranium marketing activities, including purchases of uranium and enrichment services, and uranium inventories, enrichment feed deliveries (actual and projected), and unfilled market requirements are shown in Chapter 2.

  7. Uranium Provinces in China

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2000-01-01

    Three uranium provinces are recognized in China, the Southeast China uranium province, the Northeast China-lnner Mongolia uranium province and the Northwest China (Xinjiang) uranium province. The latter two promise good potential for uranium resources and are major exploration target areas in recent years. There are two major types of uranium deposits: the Phanerozoic hydrothermal type (vein type) and the Meso-Cenozoic sandstone type in different proportions in the three uranium provinces. The most important reason or prerequisite for the formation of these uranium provinces is that Precambrian uranium-enriched old basement or its broken parts (median massifs) exists or once existed in these regions, and underwent strong tectonomagmatic activation during Phanerozoic time. Uranium was mobilized from the old basement and migrated upwards to the upper structural level together with the acidic magma originating from anatexis and the primary fluids, which were then mixed with meteoric water and resulted in the formation of Phanerozoic hydrothermal uranium deposits under extensional tectonic environments. Erosion of uraniferous rocks and pre-existing uranium deposits during the Meso-Cenozoic brought about the removal of uranium into young sedimentary basins. When those basins were uplifted and slightly deformed by later tectonic activity, roll-type uranium deposits were formed as a result of redox in permeable sandstone strata.

  8. Uranium industry annual 1998

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1999-04-22

    The Uranium Industry Annual 1998 (UIA 1998) provides current statistical data on the US uranium industry`s activities relating to uranium raw materials and uranium marketing. It contains data for the period 1989 through 2008 as collected on the Form EIA-858, ``Uranium Industry Annual Survey.`` Data provides a comprehensive statistical characterization of the industry`s activities for the survey year and also include some information about industry`s plans and commitments for the near-term future. Data on uranium raw materials activities for 1989 through 1998, including exploration activities and expenditures, EIA-estimated reserves, mine production of uranium, production of uranium concentrate, and industry employment, are presented in Chapter 1. Data on uranium marketing activities for 1994 through 2008, including purchases of uranium and enrichment services, enrichment feed deliveries, uranium fuel assemblies, filled and unfilled market requirements, and uranium inventories, are shown in Chapter 2. The methodology used in the 1998 survey, including data edit and analysis, is described in Appendix A. The methodologies for estimation of resources and reserves are described in Appendix B. A list of respondents to the ``Uranium Industry Annual Survey`` is provided in Appendix C. The Form EIA-858 ``Uranium Industry Annual Survey`` is shown in Appendix D. For the readers convenience, metric versions of selected tables from Chapters 1 and 2 are presented in Appendix E along with the standard conversion factors used. A glossary of technical terms is at the end of the report. 24 figs., 56 tabs.

  9. URANIUM RECOVERY PROCESS

    Science.gov (United States)

    Bailes, R.H.; Long, R.S.; Olson, R.S.; Kerlinger, H.O.

    1959-02-10

    A method is described for recovering uranium values from uranium bearing phosphate solutions such as are encountered in the manufacture of phosphate fertilizers. The solution is first treated with a reducing agent to obtain all the uranium in the tetravalent state. Following this reduction, the solution is treated to co-precipitate the rcduced uranium as a fluoride, together with other insoluble fluorides, thereby accomplishing a substantially complete recovery of even trace amounts of uranium from the phosphate solution. This precipitate usually takes the form of a complex fluoride precipitate, and after appropriate pre-treatment, the uranium fluorides are leached from this precipitate and rccovered from the leach solution.

  10. Masalah Psikososial Dan Lingkungan Dalam Psikosomatis

    OpenAIRE

    2016-01-01

    Teori yang disampaikan oleh Erik Erikson yang membahas tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah teori perkembangan psikososial terbaik dalam psikologi. Seperti halnya Sigmund Freud, Erickson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Menurut Erikson, perkembangan psikologi manusia dihasilkan dari interaksi antara proses-proses maturasional atau kebutuhan biologis dengan tuntutan masyarakat ...

  11. Pendidikan Seks Pada Anak Dalam Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Machnunah Ani Zulfah

    2017-04-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas tentang problematika seks pada anak dan bagaimana penerapan pendidikan seks pada anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.Sasaran utama dalam tulisan ini adalah untuk memberikan peahaman tentang pentingnya memberikan pendidikan seks pada anak,serta bagaimana penerapan pendidikan seks menurut pandangan Islam Kata Kunci: Pendidikan,anak, seks dalam Islam

  12. KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Eka

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak                : pengembangan pariwisata adalah salah satu sektor utama Indonesia, yang memiliki nilai baik dan keuntungan untuk pengembangan ekonomi lokal di era global. Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sering dipertanyakan dalam hal dampak pembangunan di masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pariwisata lokal dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata Pulau Rupat Utara. Sebanyak 208 responden dari tiga desa dari Kampung Tanjung memberikan umpan balik melalui kuesioner. statistik deskriptif dan inferensial yang digunakan dalam analisis data. Hasil tidak menemukan perbedaan yang signifikan untuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata di Pulau Rupat antara laki-laki dan perempuan. Namun, ada hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan pariwisata dengan partisipasi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Rupat memiliki potensi yang cerah di sektor pariwisata untuk sumber daya alam yang kaya. Kata kunci:        pengetahuan, keterlibatan masyarakat, pengembangan pariwisata Abstract               : Tourism development is one of the key sectors of Indonesia, which have good value and profits for local economic development in the global era. Community involvement in the development of tourism is often questionable in terms of its development impact in the local community. This study was conducted to analyze the level of knowledge of local tourism and community involvement in tourism development Pulau Rupat Utara. A total of 208 respondents from three villages of  Kampung Tanjung provide feedback via questionnaires. Descriptive and inferential statistics used in data analysis. Results found no significant difference for community participation in tourism development on the Pulau Rupat between men and female. However, there is a positive and significant relationship between the levels of

  13. MISKONSEPSI DALAM MATERI IPA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dek Ngurah Laba Laksana

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang terjadi pada calon guru dalam materi IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan lebih dalam mengenai jenis miskonsepsi yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah calon guru SD. Jumlah subjek yang dijadikan responden adalah 64 orang, yang terdiri dari 44 orang calon guru perempuan dan 20 orang laki-laki. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1 terjadi miskonsepsi dalam berbagai konsep IPA di sekolah dasar, (2 konsep-konsep yang dominan mengalami miskonsepsi dengan persentase lebih dari 60% adalah (a konsep zat-zat yang diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan hijau, b konsep fotosintesis membutuhkan cahaya, 3 konsep massa jenis zat, dan 4 konsep gerak jatuh bebas.

  14. Cathodoluminescence of uranium oxides

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Winer, K.; Colmenares, C.; Wooten, F.

    1984-08-09

    The cathodoluminescence of uranium oxide surfaces prepared in-situ from clean uranium exposed to dry oxygen was studied. The broad asymmetric peak observed at 470 nm is attributed to F-center excitation.

  15. Uranium Processing Facility

    Data.gov (United States)

    Federal Laboratory Consortium — An integral part of Y‑12's transformation efforts and a key component of the National Nuclear Security Administration's Uranium Center of Excellence, the Uranium...

  16. Uranium industry annual 1995

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1996-05-01

    The Uranium Industry Annual 1995 (UIA 1995) provides current statistical data on the U.S. uranium industry`s activities relating to uranium raw materials and uranium marketing. The UIA 1995 is prepared for use by the Congress, Federal and State agencies, the uranium and nuclear electric utility industries, and the public. It contains data for the period 1986 through 2005 as collected on the Form EIA-858, ``Uranium Industry Annual Survey``. Data collected on the ``Uranium Industry Annual Survey`` provide a comprehensive statistical characterization of the industry`s plans and commitments for the near-term future. Where aggregate data are presented in the UIA 1995, care has been taken to protect the confidentiality of company-specific information while still conveying accurate and complete statistical data. Data on uranium raw materials activities for 1986 through 1995 including exploration activities and expenditures, EIA-estimated reserves, mine production of uranium, production of uranium concentrate, and industry employment are presented in Chapter 1. Data on uranium marketing activities for 1994 through 2005, including purchases of uranium and enrichment services, enrichment feed deliveries, uranium fuel assemblies, filled and unfilled market requirements, uranium imports and exports, and uranium inventories are shown in Chapter 2. The methodology used in the 1995 survey, including data edit and analysis, is described in Appendix A. The methodologies for estimation of resources and reserves are described in Appendix B. A list of respondents to the ``Uranium Industry Annual Survey`` is provided in Appendix C. For the reader`s convenience, metric versions of selected tables from Chapters 1 and 2 are presented in Appendix D along with the standard conversion factors used. A glossary of technical terms is at the end of the report. 14 figs., 56 tabs.

  17. RESPONSIVITAS PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM PERSPEKTIF NEW PUBLIC SERVICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Apdita Suci Nurani

    2015-07-01

    Full Text Available Responsivitas adalah bentuk kepekaan dan kemampuan dari pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan. Termasuk dalam pemberian pelayan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Bentuk pelayanan tersebut adalah penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kepekaan dan kemampuan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif dalam persepektif new public service, dengan pendekatan kualitatif dan analisis Straus dan Corbin. Kepekaan pemerintah dilihat melalui lima prinsip, yaitu akses, pilihan, informasi, perbaikan dan keterwakilan. Kepekaan perlu dihubungkan dengan perspektif new public service, agar menghasilkan pelayanan yang maksimal. Sedangkan kemampuan dilihat melalui keberhasilan pemerintah dalam membuat regulasi mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif. Responsivitas pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif  telah dibuktikan dengan adanya pearaturan daerah tentang perlindungan anak dan keputusan kepala dinas tentang penetapan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

  18. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran

  19. Spiritualitas Islam dalam Trilogi Kosmos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munawir Haris

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: Human beings are mysterious. Although various studies about humans have been conducted, they fail to totally comprehend them. Therefore, studies about humans are always interesting topics, especially if they attempt to reveal non-physical aspects of humans.  One way to look at this neglected aspect is to study spiritual dimensions of humans. Base on their explorations to the Qur’an and hadith, Muslim scholars propose a theory of three cosmos: macrocosmos, microcosmos and metacosmos. Macrocosmos represents the Universe. Microcosmos is human beings and metacosmos is concerned with Allah. These are three cosmologies that Muslims have to find from the scriptural texts so they can understand the central role of human beings in preserving balanced relationships among these three worlds. The Qur’an, for example, gives allegories and signs that Muslims must explore their deep meanings to gain wisdom and get closer to the Creator.Abstrak: Ada banyak dimensi misteri dalam diri manusia. Meski banyak kajian atas manusia oleh para sarjana dan filsuf, namun studi-studi mereka gagal memahami keseluruhan dimensi tersebut. Oleh karena itu, studi tentang manusia selalu menarik, terutama jika dikaitkan dengan sisi non-fisiknya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kajian spiritualitas manusia. Dengan mendasarkan pada al-Qur’an dan hadis, para sarjana kosmolog Muslim menawarkan konsep tiga dunia; makrokomos, mikrokosmos dan metakosmos. Makrokosmos adalah dunia atau alam raya. Mikrokosmos adalah manusia sedangkan metakosmos berkaitan dengan Allah. Orang-orang Islam kemudian mengeksplorasi rahasia-rahasia di balik al-Qur’an dan hadis untuk mendapatkan makna mengenai peran utama mereka dalam dunia kosmos tersebut dan dalam rangka mengetahui tugas mereka menjaga hubungan antarkosmos. Usaha ini diyakani mampu mengantarkan manusia menjadi bijak dan akan dekat kepada Allah.

  20. Etika Bisnis dalam Persektif Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodliyah Khuza'i

    2005-03-01

    Full Text Available Perdagangan merupakan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, perdagangan atau perniagaan mengalami kemajuan yang pesat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Perniagaan yang dilakukan manusiapun bermacam-macam, mulai dari industri kecil sampai industri besar, industri pariwisata, perusahaan jasa, real estate, usaha pertanian, dan lain-lain. Manusia ditengarai begitu cinta kepada harta, sehingga sering terjadi perselisihan, persengketaan, bahkan menimbulkan permusuhan yang sengit yang saling membahayakan. Al-Qur`an sebagai pedoman utama umat Islam telah memberikan rambu-rambu  bagaimana manusia dapat memperoleh harta, karena sesungguhnya aktivitas manusia dalam memperoleh harta tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia, tetapi hakikatnya juga berhungan dengan Allah.

  1. KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN: ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP KONSTRUKSI BUDAYA DALAM IKLAN "VIVA MANGIR BEAUTY LOTION"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajiyem

    2004-06-01

    Full Text Available Sebuah iklan tidak hanya menyampaikan pesan penjualan. Iklan penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya. Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar. Konstruksi budaya dalam iklan "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki. Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya. Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak.

  2. Analisis Psikologis Tokoh Utama Dalam Novel “Kitchen” Karya Banana Yoshimoto

    OpenAIRE

    Arista, Dwi

    2014-01-01

    Pada umumnya dalam karya sastra, sastrawan selalu memasuki pengalaman dalam karyanya dan memiliki kebebasan dalam menentukan watak tokohnya. Karena itu setiap tokoh memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda. Salah satu karya sastra yang akan ditelaah tokoh utamanya adalah novel Kitchen yang dittulis oleh Banana Yoshimoto. Novel ini menginspirasikan bahwa dalam hidup dibutuhkan perjuangan dan kedewasaan dalam menentukan sikap. Dalam novel ini diceritakan bagaim...

  3. STEAM DALAM PEMBUATAN PAKAN UNTUK KOMODITAS AKUAKULTUR

    OpenAIRE

    Sukarman Sukarman

    2010-01-01

    Kualitas fisik pakan (pelet) untuk hewan akuakultur sangat penting, karena akan dimasukkan ke dalam air dan diharapkan tidak banyak mencemari lingkungan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menjaga kualitas fisik pakan adalah penambahan dan pengaturan steam pada saat proses pembuatan pelet. Steam adalah aliran gas yang dihasilkan oleh air pada saat mendidih. Steam dibagi menjadi 3 jenis yaitu steam basah, saturated steam, dan superheated steam. Steam yang digunakan dalam proses pembuatan...

  4. Problematika Putusan Hakim dalam Perkara Pembatalan Perjanjian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindyo Pramono

    2012-02-01

    Full Text Available The rapid development of international business law requires judges to re-scrutinise principles of contract law in the Civil Code. Therefore, principles of good faith, protection of third-party, retroaction, and restoration to pre-contract position will be analysed to provide objectively constructive feedback for judges when hearing over request for contract annulment.  Pesatnya perkembangan hukum bisnis internasional mengharuskan hakim untuk mempelajari kembali asas-asas hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Prinsipprinsip itikad baik, perlindungan bagi pihak ketiga, retroaktif, dan kembali ke keadaan semula akan dianalisis dalam tulisan ini sehingga memberikan konstruksi obyektif kepada hakim dalam memutus permohonan pembatalan perjanjian agar jangan sampai menimbulkan perkara baru.

  5. Uranium and free trade

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1988-08-01

    This report was prepared by a working group of the Committee on International Trade in Uranium of the Uranium Institute. The report describes the general benefits of free trade and their relevance in the uranium market, and compares government restrictions on Western world uranium trade with those in other commodity markets. It is not directly concerned with restrictions designed to discourage nuclear weapons proliferation. The Uranium Institute and its members fully support the objective of nuclear non-proliferation. The report takes as given the current non-proliferation regime and focuses on economic and commercial restrictions imposed by governments on international trade in uranium, recognising that governments will always have a special interest in uranium trade owing to its potential weapons use. (author).

  6. 31 CFR 540.317 - Uranium feed; natural uranium feed.

    Science.gov (United States)

    2010-07-01

    ... 31 Money and Finance: Treasury 3 2010-07-01 2010-07-01 false Uranium feed; natural uranium feed... (Continued) OFFICE OF FOREIGN ASSETS CONTROL, DEPARTMENT OF THE TREASURY HIGHLY ENRICHED URANIUM (HEU) AGREEMENT ASSETS CONTROL REGULATIONS General Definitions § 540.317 Uranium feed; natural uranium feed....

  7. PERANAN SEKRETARIS DALAM MENSUKSESKAN KINERJA DIREKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yani Restiani Widjaja

    2016-03-01

    Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  peranan dan tugas- tugas sekretaris dalam mensukseskan kinerja direksi didalam perusahaan. Dunia bisnis semakin kompetitif dan transparansif. Karena itu, sekretaris dituntut untuk lebih cerdas dan lebih efektif dalam menjalankan kinerjanya. Ada sebuah pergeseran tugas dan peran sekretaris di masa lalu dan masa depan. Sekretaris dituntut lebih profesional, penuh pengetahuan dan ketrampilan dibidangnya. Peranan sekretaris  yang tidak kalah pentingnya didalam  perusahaan adalah untuk memecahkan masalah dalam perusahaan dan menyederhanakan pelaksanaan pekerjaan untuk memperlancar tugas direksi. Begitu besarnya peranan sekretaris bagi  perusahaan sehingga ia dituntut untuk  bisa tampil pada situasi apapun untuk  itu dibutuhkan seorang sekretaris yang professional. Sekretaris perlu mengembangkan diri melalui peningkatan kompetensinya sehingga benar-benar mampu dan berkualitas tinggi dalam membantu direksi. Jadi keberhasilan kinerja direksi tidak bisa terlepas dari peran sekretaris didalam perusahaan.   Kata Kunci : Peranan Sekretaris, Kinerja Direksi

  8. ASURANSI DALAM PANDANGAN ULAMA FIKIH KONTEMPORER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdur Rauf

    2016-02-01

    Full Text Available Dalam khazanah fiqh Islam klasik permasalahan asuransi dalam bentuk implementasinya yang sekarang ini memang belum dikenal, karena itu tidak didapatkan status hukumnya dalam kitab-kitab mereka. Namun demikian, kajian tentang asuransi dalam perspektif Islam kontemporer sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan oleh para ahli hukum, baik ahli hukum Islam secara khusus maupun ahli ekonomi Islam secara umum. Mengingat asuransi ini adalah masalah yang relatif baru yang belum ada kejelasan status hukumnya pada masa pra Islam, maka perdebatan yang terjadi sekitar hukum asuransipun tidak bisa dielakkan. Sebagian ulama ada yang mengharamkannya dengan alasan adanya unsur riba, sama dengan perjudian, mengandung penipuan, ekploitasi, dan lain-lain.DOI: 10.15408/aiq.v2i2.2489

  9. TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA DALAM TINDAKAN EUTANASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutarno

    2012-12-01

    Full Text Available Dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang berlaku saat ini, konsepsi mengenai hak asasi manusia telah dirinci secara detail. Pasal 28 A menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya. Dari pasal ini menunjukkan bahwa hak hidup merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi. Sementara itu, dalam dunia medis, ada tindakan eutanasiayang juga bertujuan untuk mengakhiri penderitaan dari penyakit yang dialaminya, baik atas permintaan dari pasien atau intervensi aktif dari dokter. Eutanasiadalam konteks ini bisa dimaknai sebagai hak untuk mati yang berseberangan dengan hak untuk hidup sebagaimana ada dalam konsitusi. Hal ini memunculkan polemik apakah eutanasia diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Lalu apakah eutanasiamerupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

  10. SUFI HEALING: TERAPI DALAM LITERATUR TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Amin Syukur

    2012-12-01

    Kajian ini mengungkap tentang sufi healing, yaitu terapi di dalam literatur tentang sifisme. Kajian ini memfokuskan pada perilaku yang berasosiasi dengan sufi healing atau pencegahan penyakit, baik secara fisik maupun mental, dan kemudian menentukan aspek-aspek yang mendukung sistem terapi rasional dan empirik. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah penemuan treatment alternatif atau preventif terhadap penyakit secara tepat yang sesuai dengan tuntutan masyarakat saat ini. Ditemukan bahwa sufi healing merupakan bentuk terapi alternatif yang dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai sufisme se­bagai cara treatment atau pencegahan. Model ini telah dikenal dalam ma­syarakat sejak Islam dan sufisme berkembang. Rujukan ilmiah dari mengenai sistem kerja peng­obatan­nya dapat ditemukan dalam berbagai teori psikologi transpersonal, di mana kesadaran menjadi fokus kajian. Secara medis, pengobatan ini juga disebut psycho-neurons-endocrine-immunology, yang kesimpulannya adalah adanya hubungan antara fikiran dan tubuh dalam kesehatan manusia,

  11. SAINS ISLAM DALAM DISKURSUS FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Muslih

    2017-02-01

    Full Text Available Sains Islam sampai saat ini masih terkungkung dalam lingkaran pseudoscience, atau masih pada taraf model justifikasi Bucaillian. Sebagai bangunan keilmuan, sains Islam tentu memiliki basis filosofis. Tulisan ini berupaya mengkaji sains Islam dalam perspektif filsafat ilmu. Dalam perspektif ini, keilmiahan bangunan keilmuan ditentukan oleh ketepatan penggunaan teori dan metodologinya, tanpa mengabaikan sisi sosiologis-historis maupun sisi teologis-metafisis. Jika yang pertama merupakan basis logis dan objektifitas sains, lalu yang kedua merupakan aspek kemanusiaan dari sains, maka yang ketiga adalah basis keyakinan, keimanan, dan keberagamaan dari sains. Dengan ketiga elemen penting tersebut, Sains Islam sebagai sains berbasis agama Islam bisa menjadi ilmiah. Sekalipun demikian, definisi baru Sains Islam sebagai aktivitas ilmiah mesti terus dilanjutkan ke arah “action” dalam bentuk program riset. Dengan begitu, Sains Islam akan menghasilkan temuan-temuan baru, teori baru, metodologi baru, konteks baru, dan seterusnya. Tanpa upaya itu, image pseudosains dan justifikasi Bucaillian akan sulit hilang dari bangunan keilmuan Sains Islam.

  12. Uranium hexafluoride public risk

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Fisher, D.R.; Hui, T.E.; Yurconic, M.; Johnson, J.R.

    1994-08-01

    The limiting value for uranium toxicity in a human being should be based on the concentration of uranium (U) in the kidneys. The threshold for nephrotoxicity appears to lie very near 3 {mu}g U per gram kidney tissue. There does not appear to be strong scientific support for any other improved estimate, either higher or lower than this, of the threshold for uranium nephrotoxicity in a human being. The value 3 {mu}g U per gram kidney is the concentration that results from a single intake of about 30 mg soluble uranium by inhalation (assuming the metabolism of a standard person). The concentration of uranium continues to increase in the kidneys after long-term, continuous (or chronic) exposure. After chronic intakes of soluble uranium by workers at the rate of 10 mg U per week, the concentration of uranium in the kidneys approaches and may even exceed the nephrotoxic limit of 3 {mu}g U per gram kidney tissue. Precise values of the kidney concentration depend on the biokinetic model and model parameters assumed for such a calculation. Since it is possible for the concentration of uranium in the kidneys to exceed 3 {mu}g per gram tissue at an intake rate of 10 mg U per week over long periods of time, we believe that the kidneys are protected from injury when intakes of soluble uranium at the rate of 10 mg U per week do not continue for more than two consecutive weeks. For long-term, continuous occupational exposure to low-level, soluble uranium, we recommend a reduced weekly intake limit of 5 mg uranium to prevent nephrotoxicity in workers. Our analysis shows that the nephrotoxic limit of 3 {mu}g U per gram kidney tissues is not exceeded after long-term, continuous uranium intake at the intake rate of 5 mg soluble uranium per week.

  13. Bioremediation of uranium contamination with enzymatic uranium reduction

    Science.gov (United States)

    Lovley, D.R.; Phillips, E.J.P.

    1992-01-01

    Enzymatic uranium reduction by Desulfovibrio desulfuricans readily removed uranium from solution in a batch system or when D. desulfuricans was separated from the bulk of the uranium-containing water by a semipermeable membrane. Uranium reduction continued at concentrations as high as 24 mM. Of a variety of potentially inhibiting anions and metals evaluated, only high concentrations of copper inhibited uranium reduction. Freeze-dried cells, stored aerobically, reduced uranium as fast as fresh cells. D. desulfuricans reduced uranium in pH 4 and pH 7.4 mine drainage waters and in uraniumcontaining groundwaters from a contaminated Department of Energy site. Enzymatic uranium reduction has several potential advantages over other bioprocessing techniques for uranium removal, the most important of which are as follows: the ability to precipitate uranium that is in the form of a uranyl carbonate complex; high capacity for uranium removal per cell; the formation of a compact, relatively pure, uranium precipitate.

  14. HAMBATAN DALAM PROSES PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU TENGAH

    OpenAIRE

    -, TRIBAR SURU???

    2015-01-01

    2015 TRIBAR SURU???. NIM: E 111 09 264. HAMBATAN DALAM PROSES PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU TENGAH. Dibawah bimbingan Dr. Gustiana A. Kambo, M.Si sebagai pembimbing I dan A. Naharuddin, S.Ip, M.Si sebagai pembimbing II. Upaya pemekaran wilayah dipandang sebagai sebuah terobosan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan layanan pemerintah kepada masyarakat, sehingga meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintah dan pengelolaan pe...

  15. PENGUJIAN SIGNIFIKANSI HIPOTESIS NOL DALAM PENELITIAN PSIKOLOGIS

    OpenAIRE

    Sumadi Suryabrata

    2015-01-01

    Walaupun diakui bahwa penerapan pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologis cukup terhormat dan layak dilakukan, namun dalam praktek mayoritas penelitian psikologis menggunakan penelitian kuantitatif. Dan yang menerapkan pendekatan kuantitatif itu alat utamanya untuk membuat kesimpulan-kesimpulan ilmiah adalah statistika. Diantara teknik-teknik statistik yang paling banyak digunakan adalah pengujian signifikansi hipotesis nol. Survai yang dilakukan oleh Estes (1997) menunjukkan bahwa...

  16. Uranium conversion; Conversion de l`uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1996-05-01

    This booklet is a presentation of the activities of the Comurhex company, created in 1971 and which became a 100% Cogema`s daughter company in 1992. The Comurhex company is in charge of the conversion of natural uranium into gaseous uranium hexafluoride (UF{sub 6}). The two steps of the conversion operation are performed in the Malvesi and Pierrelatte (France) industrial sites and represent 31% (14000 t/year) of the uranium conversion capacity of western countries. The refining and UF{sub 4} production (Malvesi) and the UF{sub 6} fabrication (Pierrelatte) processes are described. Comurhex is also one of the few companies in the world which produces UF{sub 6} from the uranium of spent fuels. (J.S.)

  17. Aplikasi Analisis DNA dalam Bidang Forensik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elza Ibrahim Auerkari

    2015-10-01

    Full Text Available Analisis DNA dalam bidang forensik merupakan teknik yang relatif baru dan berkembang pesar sesuai dengan peningkatan kualitas dan kuantitas kriminalitas disamping dapat digunakan dalam penentuan hubungan keluarga. Permasalahannya adalah bagaimana kemampuan analisis DNA ini dalam mengidentifikasi individu pada kasus-kasus tersebut. Dari 3,3 milyar pasang basa yang membentuk genom manusia, terdapat sekitar 3 juta perbedaan di antara setiap dua individu. Untuk tujuan identifikasi DNA dalam bidang forensik, regio yang sangat penting adalah lokus polimorfik DNA termasuk regio ukuran satelit (Satelite sequence pada bagian yang tidak mengkode produk tertentu dari genom manusia. Bila frekuensi folimorfis DNA pada suatu populasi diketahui, probabilitas dari identifikasi, lokus polimorfik dengan frekuensi yang diketahui dalam suatu populasi dapat dipilih sebagai DNA maeker. Analisis DNA merupakan suatu metode yang sangat potensial yang dewasa ini telah diterima secara luas sebagai suatu cara identifikasi dalam bidang forensik, sebab hanya dibutuhkan sedikit sampel saja yang dapat diambil dari semua sel berinti di seluruh tubuh. Penggunaan analisis DNA dan bank data DNA berkembang dengan pesat serta merupakan sarana yang penting sebagai pelengkap terhadap bidang kedokteran dan kedokteran gigi forensik lainnya. Guna efisiensi identifikasi di bidang forensik dianjurkan agar metode-metode yang ada dikombinasi.

  18. PERANAN KOMPETENSI INTI DALAM MERGER DAN AKUISISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sulistiani

    2013-11-01

    Full Text Available Dalam era globalisasi dan pedagangan  bebas dewasa ini strategi merger dan akuisisi  merupakan fenomena yang semakin marak dilakukan oleh para pelaku bisnis dan  semakin menarik untuk dicermati bersama. Untuk menjalankan perusahaan para manajemen perusahaan selalu dituntut menjaga pertumbuhan usahanya secara optimal. Penerapan strategi merger dan akuisisi merupakan jalan pintas untuk mewujudkan pertumbuhan usaha tanpa perusahaan perlu memulai dari awal suatu jenis usaha yang baru. Dalam suatu kondisi perusahaan yang kuat cenderung membeli perusahaan lain untuk meningkatkan daya saing dan penghematan biaya. Perusahaan yang terlibat dalam merger dan akuisisi akan dapat diperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan efisiensi terhadap biaya. Perusahaan yang merasa tidak dapat bertahan hidup secara individual biasanya merelakan diri untuk menjadi target akuisisi. Merger dan akuisisi merupakan suatu realitas dan tantangan yang harus siap dihadapi oleh para pelaku usaha dalam era perdagangan bebas saat ini. Namun tingkat kesuksesan dalam melakukan kegiatan merger dan akuisisi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan meliputi sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti yang dimiliki oleh perusahaan. Tulisan ini akan mencoba memberikan pemahaman bahwa sumber daya, kapabilitas dan  kompetensi inti merupakan faktor penting dalam melakukan kegiatan penggabungan usaha yang pada akhirnya dapat menentukan tingkat keberhasilan proses merger dan akuisisi yang sedang dijalankan oleh perusahaan

  19. Kajian Budaya Fotografi Potrait dalam Wacana Personalitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Iskandar

    2014-09-01

    ABSTRAK   Fotografi potrait merupakan representasi kemiripan figur manusia dalam bentuk dwimatra. Fotografi potrait memberikan indikasi personal baik pada pemilik potrait, sub- jek potrait maupun fotografer. Personalitas karya fotografi yang mewakili pribadi bahkan karakter seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan kajian buda- ya pada fotografi potrait dalam wacana personalitas. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dari berbagai literatur baik buku, artikel jurnal dan laporan pene- litian fotografi khususnya potrait dalam kajian budaya. Hasil penelitian ini memberikan gambaran empat permasalahan kajian budaya pada fotografi potrait yaitu pertama, foto- grafi sebagai representasi. Potrait merupakan tempat negosiasi antara fotografer dengan representasi-diri subjek (model. Kedua, diaspora fotografer. Fotografer China Indonesia (peranakan sebagai broker budaya di masa poskolonial. Perbedaan budaya antara per- anakan dan totok dibedakan juga dalam kelompok sosial profesi dalam studio fotografi. Ketiga, identitas dalam potrait. Album foto keluarga sebagai sebuah cara untuk menstruk- turisasi diri, identitas dan budaya melalui ritual ingatan. Keempat, fotografi sebagai me- dia dominasi budaya. Fotografi adalah sintesis pemaknaan dua subjek yang-memotret dan yang-memandang.   Kata kunci: kajian budaya, fotografi potrait, personalitas, wacana

  20. MELAHIRKAN IMPERATIF MORALITAS DALAM KARYA VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Obed Bima Wicandra

    2005-01-01

    Full Text Available Visual aesthetics in visual arts are more and more questioned in the context of open global culture. Works that lead to violence%2C pornography%2C lies%2C and other things far from morality and ethics%2C are faced with public s identity to follow their desire to fulfill their consumtive needs. The blossoming of visual works and their media stimulates the visual creators in expressing ideas and imagination. Created visual works must support a better cultural direction for human life. Faith in its relation to God plays a role in achieveing space for interaction%2C so that visual works can reflect codes or symbols in the cycle of ideology or cultural values that respect the essence of faith. Abstract in Bahasa Indonesia : Estetika visual dalam seni rupa semakin dipertanyakan dalam konteks budaya global yang terbuka. Karya yang menjurus kekerasan%2C pornografi%2C kebohongan dan hal lain yang jauh dari moral dan etika diperhadapkan dengan identitas masyarakat yang mengikuti hasrat dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Karya-karya visual yang semakin berkembang beserta dengan medianya merangsang kreator visual dalam menuangkan gagasan dan imajinasi. Bagi peradaban kehidupan manusia%2C karya-karya visual yang dibuat harus mendukung arah peradaban yang lebih baik. Di sini peran iman dalam hubungannya dengan Tuhan mendapat ruang berinteraksi%2C sehingga karya visual yang dihasilkan mencerminkan kode-kode maupun simbol dalam perputaran ideologi atau nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi hakikat keimanan. visual aesthetics%2C moral imperative%2C faith.

  1. PERAN KELUARGA DALAM PENGASUHAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istina Rakhmawati

    2015-08-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran sebuah keluarga yang harmonis dalam proses perkembangan manusia yang terdiri dari beberapa fase. Pada fase awal-fase anak-anak- peranan keluarga terutama orang tua dalam mengasuh anak cukup signifikan  sebab keluarga merupakan agen sosialisasi primer. Keberhasilan dalam mengasuh salah satunya ditentukan oleh pola asuh. Dengan demikian tulisan ini mencoba mengulas mengenai pola asuh yang sesuai untuk membentuk karakter positif pada anak. Pola pengasuhan seharusnya memang diperhatikan oleh orang tua secara serius karena menentukan kepribadian atau karakter anak. Hasilnya secara teoritik ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Pola otoriter cenderung koersif dan rigid sehingga kadang justru membuat anak menjadi tertekan. Sedangkan pola permisif cenderung menjadikan anak menjadi sosok yang egois dan tidak peka karena orang tua cenderung memenuhi kebutuhan materiil. Pola asuh ideal adalah demokratis karena pola komunikasi dua arah sehingga menempatkan  anak pada posisi bebas namun tetap terkontrol.   Kata Kunci : Keluarga, Pola asuh, Kepribadian. FAMILY ROLES IN PARENTING. Human development process consists of several phases. In the first phase- children phase- role of the family, especially the parents in parenting  is significant  because the family is the primary agent of socialization.  Success in parenting is  determined   by upbringing  pattern.  Thus this  paper  attempts to review the  pattern  of care  appropriate   to establish  a positive character in children.Indded, the pattern of care should be considered by parents  seriously because determining  the  child’s personality  or character. Theoretically, there are three types of parenting , which  are authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian  patterns are tend coercive and rigid, so that sometimes it makes children become depressed. While the pattern of

  2. Uranium: A Dentist's perspective

    OpenAIRE

    Toor, R. S. S.; Brar, G. S.

    2012-01-01

    Uranium is a naturally occurring radionuclide found in granite and other mineral deposits. In its natural state, it consists of three isotopes (U-234, U-235 and U-238). On an average, 1% – 2% of ingested uranium is absorbed in the gastrointestinal tract in adults. The absorbed uranium rapidly enters the bloodstream and forms a diffusible ionic uranyl hydrogen carbonate complex (UO2HCO3+) which is in equilibrium with a nondiffusible uranyl albumin complex. In the skeleton, the uranyl ion repla...

  3. Chemical thermodynamics of uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Grenthe, I.; Fuger, J.; Lemire, R.J.; Muller, A.B.; Nguyen-Trung Cregu, C.; Wanner, H.

    1992-01-01

    A comprehensive overview on the chemical thermodynamics of those elements that are of particular importance in the safety assessment of radioactive waste disposal systems is provided. This is the first volume in a series of critical reviews to be published on this subject. The book provides an extensive compilation of chemical thermodynamic data for uranium. A description of procedures for activity corrections and uncertainty estimates is given. A critical discussion of data needed for nuclear waste management assessments, including areas where significant gaps of knowledge exist is presented. A detailed inventory of chemical thermodynamic data for inorganic compounds and complexes of uranium is listed. Data and their uncertainty limits are recommended for 74 aqueous complexes and 199 solid and 31 gaseous compounds containing uranium, and on 52 aqueous and 17 solid auxiliary species containing no uranium. The data are internally consistent and compatible with the CODATA Key Values. The book contains a detailed discussion of procedures used for activity factor corrections in aqueous solution, as well as including methods for making uncertainty estimates. The recommended data have been prepared for use in environmental geochemistry. Containing contributions written by experts the chapters cover various subject areas such a s: oxide and hydroxide compounds and complexes, the uranium nitrides, the solid uranium nitrates and the arsenic-containing uranium compounds, uranates, procedures for consistent estimation of entropies, gaseous and solid uranium halides, gaseous uranium oxides, solid phosphorous-containing uranium compounds, alkali metal uranates, uncertainties, standards and conventions, aqueous complexes, uranium minerals dealing with solubility products and ionic strength corrections. The book is intended for nuclear research establishments and consulting firms dealing with uranium mining and nuclear waste disposal, as well as academic and research institutes.

  4. PRODUCTION OF URANIUM

    Science.gov (United States)

    Ruehle, A.E.; Stevenson, J.W.

    1957-11-12

    An improved process is described for the magnesium reduction of UF/sub 4/ to produce uranium metal. In the past, there have been undesirable premature reactions between the Mg and the bomb liner or the UF/sub 4/ before the actual ignition of the bomb reaction. Since these premature reactions impair the yield of uranium metal, they have been inhibited by forming a protective film upon the particles of Mg by reacting it with hydrated uranium tetrafluoride, sodium bifluoride, uranyl fluoride, or uranium trioxide. This may be accomplished by adding about 0.5 to 2% of the additive to the bomb charge.

  5. METHOD OF ROLLING URANIUM

    Science.gov (United States)

    Smith, C.S.

    1959-08-01

    A method is described for rolling uranium metal at relatively low temperatures and under non-oxidizing conditions. The method involves the steps of heating the uranium to 200 deg C in an oil bath, withdrawing the uranium and permitting the oil to drain so that only a thin protective coating remains and rolling the oil coated uranium at a temperature of 200 deg C to give about a 15% reduction in thickness at each pass. The operation may be repeated to accomplish about a 90% reduction without edge cracking, checking or any appreciable increase in brittleness.

  6. CHEMICAL TOXICITY OF URANIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sermin Cam

    2007-06-01

    Full Text Available Uranium, occurs naturally in the earth’s crust, is an alpha emitter radioactive element from the actinide group. For this reason, U-235 and U-238, are uranium isotopes with long half lives, have got radiological toxicity. But, for natural-isotopic-composition uranium (NatU, there is greater risk from chemical toxicity than radiological toxicity. When uranium is get into the body with anyway, also its chemical toxicity must be thought. [TAF Prev Med Bull 2007; 6(3.000: 215-220

  7. Pengaruh Kandungan Udara Dalam Gas SF6 Terhadap Kekuatan Dielektrik

    OpenAIRE

    Hutauruk, Leonardo

    2012-01-01

    Secara teknis gas SF6 yang diisikan ke dalam peralatan listrik (misalnya CB) dapat bercampur dengan udara. Ketidakmurnian gas SF6 sudah tentu akan mempengaruhi KD gas itu sendiri sehingga berpengaruh pada kerja koefisien kerja peralatan yang menggunakan gas SF6 tersebut. Bercampurnya udara dalam gas SF6 dapat terjadi akibat ketidaktelitian teknisi pada saat pengisian gas SF6 ke dalam peralatan listrik. Tugas akhir ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kandungan udara di dalam gas SF6 terha...

  8. PENGARUH INTERAKSI DALAM PEER GROUP TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING SISWA

    OpenAIRE

    Budiarti, Arsa Ilmi

    2016-01-01

      Seiring dengan teknologi, informasi dan komunikasi yang semakin modern, muncul fenomena baru yaitu cyberbullying sebagai dampak negatif atas perkembangan tersebut. Seringkali sifat tanpa-batas dan anonimitas dalam dunia maya seakan menjadi faktor yang tidak bisa terhindarkan dalam mendukung cyberbullying. Dalam artikel ini, penulis melihat faktor lain dengan asumsi bahwa semakin positif interaksi dalam peer group dan semakin rendah pengalaman bullying serta pengetahuan siswa tentang per...

  9. Aplikasi Media Sosial Dalam Pembelajaran Bahasa Inggeris: Persepsi Pelajar Universiti

    OpenAIRE

    Kee-Man Chuah

    2013-01-01

    Kewujudan pelbagai aplikasi berasaskan media sosial telah menawarkan satu wadah yang baik untuk para pengajar memaksimumkan penggunaan aplikasi tersebut dalam pendidikan. Kajian ini mengenal pasti persepsi pelajar tentang penggunaan aplikasi media sosial dalam pengajaran Bahasa Inggeris yang melibatkan sejumlah 100 orang pelajar prasiswazah yang mengikuti kursus pengukuhan Bahasa Inggeris. Mereka dikehendaki untuk melibatkan diri dalam aktiviti-aktiviti berasaskan media sosial yang dijalankan...

  10. Uranium industry annual 1993

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1994-09-01

    Uranium production in the United States has declined dramatically from a peak of 43.7 million pounds U{sub 3}O{sub 8} (16.8 thousand metric tons uranium (U)) in 1980 to 3.1 million pounds U{sub 3}O{sub 8} (1.2 thousand metric tons U) in 1993. This decline is attributed to the world uranium market experiencing oversupply and intense competition. Large inventories of uranium accumulated when optimistic forecasts for growth in nuclear power generation were not realized. The other factor which is affecting U.S. uranium production is that some other countries, notably Australia and Canada, possess higher quality uranium reserves that can be mined at lower costs than those of the United States. Realizing its competitive advantage, Canada was the world`s largest producer in 1993 with an output of 23.9 million pounds U{sub 3}O{sub 8} (9.2 thousand metric tons U). The U.S. uranium industry, responding to over a decade of declining market prices, has downsized and adopted less costly and more efficient production methods. The main result has been a suspension of production from conventional mines and mills. Since mid-1992, only nonconventional production facilities, chiefly in situ leach (ISL) mining and byproduct recovery, have operated in the United States. In contrast, nonconventional sources provided only 13 percent of the uranium produced in 1980. ISL mining has developed into the most cost efficient and environmentally acceptable method for producing uranium in the United States. The process, also known as solution mining, differs from conventional mining in that solutions are used to recover uranium from the ground without excavating the ore and generating associated solid waste. This article describes the current ISL Yang technology and its regulatory approval process, and provides an analysis of the factors favoring ISL mining over conventional methods in a declining uranium market.

  11. Uranium: abundance or shortage?

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Steyn, J. [Energy Resources International, Inc., Washington, DC (United States)

    1997-09-01

    With large uranium stockpiles, particularly in the form of HEU, continuing to be the dominant factor in the world uranium market, buyers should be able to enter into attractive long-term commitments for the future. Nevertheless, producers are now able to see forward with some degree of certainty and are expected to meet their planned levels of production and demand. (author).

  12. PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efriyani Sumastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Agribusiness sector has an important role in the process of economic development. The contribution of this sector in economic development, areto increase the food production for domestic consumption, become the largest provider of employment, enlarge the market for industries, increase the supply of money for saving and increase the income. Up to now, the role of the agricultural sector in Indonesia is sogreatin supporting the food fullfillmentand providing an employment for farm house holds. The great role and potency of agribusiness sector in realizing the food sustainability still have to face many challenges and complex issues. There should be many efforts for the existance of agribusiness sector. This study will discuss the agribussiness potency, prospects, problems and the efforts that should be done for the food sustainability.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, sebagai penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peran dan potensi sektor agribisnis yang demikian besar dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk tetap eksis. Studi ini akan membahas tentang potensi, prospek, permasalahan serta upaya yang perlu dilakukan sektor agribisnis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

  13. MONOPOLI DAGANG DALAM KAJIAN FIQIH ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Barid Nizarudin Wajdi

    2016-10-01

    Full Text Available Monopoli secara umum yaitu penguasaan oleh salah satu pihak terhadap suatu jenis barang tertentu. Di Indonesia, praktik monopoli bisa dikatakan tidak semuanya merugikan. Bahkan ada beberapa praktik monopoli yang justru sangat positif, seperti monopoli pada sejumlah aset penting, seperti : PLN, PAM, Pertamina dan lain sebagainya. Praktik monopoli yang dilakukan pemerintah mengacu pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33. Sedangkan praktik monopoli yang dilarang adalah monopoli yang dapat merugikan masyarakat, seperti monopoli sumber kebutuhan pangan dengan tujuan mencari keuntungan secara sepihak. Dimana sumber kebutuahn pokok seperti itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat secara umum dan sifatnya mendesak. Dalam pandangan hukum bisnis di Indonesia, praktik monopoli sangat dilarang, hal itu seperti tertuang dalam undang-undang No. 5 tahun 1999. Namun dalam pandangan beberapa ulama, monopoli diperbolehkan, dengan catatan tidak melakukan ikhtikar (pengambilan keuntungan secara berlebihan. Dalam tinjauan bisnis Islam, praktik monopoli adalah penyebab utama kekacauan tatanan ekonomi. Praktik monopoli dalam dunia bisnis cenderung dilatarbelakangi oleh egoisme dan ingin mencari keuntungan secara sepihak. Ini tentu akan sangat meresahkan masyarakat.

  14. PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winiarti

    2012-05-01

    Full Text Available Dalam konsep pelacakan dalam mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode  yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan terjadi. Salah satunya adalah teorema bayes. Adanya ketidakpastian pada proses pelacakan dapat terjadi karena adanya perubahan pengetahuan yang ada di dalam sistem. Untuk itu diperlukan adanya suatu metode untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini telah diterapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan untuk mendiagnosa penyakit pada THT (Telinga,Hidung dan Tenggorokan.  Subjek pada penelitian ini adalah proses pelacakan untuk menentukan penyakit THT dengan model penalaran forward chaining dan metode kepastiannya menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu penyakit dan membandingkan probabilitas setiap gejalanya. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Waterfall. Metode Waterfall diawali dengan analisis data, perancangan sistem, pengkodean menggunakan Visual Basic 6.0, pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah perangkat lunak yaitu  yang mampu menentukan penyakit pada THT dengan menerapkan metode bayes untuk mengatasi ketidakpastian. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini layak dan dapat digunakan.

  15. MELINDUNGI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM KERANGKA PROTOKOL NAGOYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Yulia

    2014-03-01

    Full Text Available The Nagoya Protocol is instrumental in the implementation of access and benefit sharing (ABS in countries with biodiversity. There are however, weaknesses in the implementation of ABS, this includes the wide geographical spread of biodiversity and the difficulty in determining the benefitting owner of a certain area. Indonesia as a country blessed with biodiversity, has ratified the Nagoya Protocol through Act No. 11 of 2013, prepared amendment draft for the Patent Act and has further  prepared Draft Act on Genetic Resources. In the implementation of the Nagoya Protocal and ABS, Indonesia could refer to India’s experience in applying ABS and adapt such to accord itself with the Indonesian people’s background. Protokol Nagoya menjadi sarana dalam pelaksanaan access and benefit sharing (ABS bagi negara-negara penyedia keanekaragaman hayati. Di dalam penerapan ABS terdapat kelemahan-kelemahan seperti tersebarnya keanekaragaman hayati dalam geografis yang luas dan sukarnya menentukan pemilik sebagai penerima keuntungan. Indonesia sebagai negara mega keanekaragaman hayati, telahmeratifikasi Protokol Nagoya melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013, menyiapkan drafamandemen Undang-Undang Paten dan menyiapkan Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Genetik. Dalam penerapan Protokol Nagoya dan ABS tersebut, Indonesia dapat mengacu dari pengalamanIndia dalam menerapkan ABS dengan menyesuaikan dengan latar belakang masyarakat Indonesia.

  16. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  17. Uranium triamidoamine chemistry.

    Science.gov (United States)

    Gardner, Benedict M; Liddle, Stephen T

    2015-07-01

    Triamidoamine (Tren) complexes of the p- and d-block elements have been well-studied, and they display a diverse array of chemistry of academic, industrial and biological significance. Such in-depth investigations are not as widespread for Tren complexes of uranium, despite the general drive to better understand the chemical behaviour of uranium by virtue of its fundamental position within the nuclear sector. However, the chemistry of Tren-uranium complexes is characterised by the ability to stabilise otherwise reactive, multiply bonded main group donor atom ligands, construct uranium-metal bonds, promote small molecule activation, and support single molecule magnetism, all of which exploit the steric, electronic, thermodynamic and kinetic features of the Tren ligand system. This Feature Article presents a current account of the chemistry of Tren-uranium complexes.

  18. Uranium dioxide electrolysis

    Science.gov (United States)

    Willit, James L [Batavia, IL; Ackerman, John P [Prescott, AZ; Williamson, Mark A [Naperville, IL

    2009-12-29

    This is a single stage process for treating spent nuclear fuel from light water reactors. The spent nuclear fuel, uranium oxide, UO.sub.2, is added to a solution of UCl.sub.4 dissolved in molten LiCl. A carbon anode and a metallic cathode is positioned in the molten salt bath. A power source is connected to the electrodes and a voltage greater than or equal to 1.3 volts is applied to the bath. At the anode, the carbon is oxidized to form carbon dioxide and uranium chloride. At the cathode, uranium is electroplated. The uranium chloride at the cathode reacts with more uranium oxide to continue the reaction. The process may also be used with other transuranic oxides and rare earth metal oxides.

  19. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC: ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarwiyah -

    2015-11-01

    Full Text Available Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  20. Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-Lagu Tembang Sunda Cianjuran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Hermawan

    2016-02-01

    ABSTRAK   Tulisan ini, “Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-lagu Tembang Sunda Cainjuran,” merupakan bagian kecil dari disertasi penulis berjudul “Gender dalam Tembang Sunda Cianjuran,” yang kemudian diolah kembali sesuai dengan tema tulisan ini. Tulisan ini ber- maksud untuk mengkaji fenomena gender dalam salah satu unsur tembang sunda cianjuran tersebut, yaitu dongkari. Sejauh mana ideologi gender dalam kehidupan masyarakat ber- pengaruh terhadap pertunjukan tembang sunda cianjuran, khususnya dalam menggunakan dongkari lagu-lagu tembang sunda cianjuran; dan sebaliknya. Dari kajian tersebut diperoleh kesimpulan yang menyatakan bahwa fenomena gender dapat ditemukan dalam ornamen/ dongkari. Hal ini ditunjukkan oleh adanya ornamen/dongkari yang bersifat maskulin dan feminin yang masing-masing biasa digunakan oleh penembang pria dan wanita dalam menembangkan lagu-lagu tembang sunda cianjuran. Kendatipun demikian, hal tersebut tidak terlepas dari fenomena cross-gender yang senantiasa hadir menyertainya sehingga dalam kasus-kasus tertentu, ornamen/dongkari yang bersifat maskulin bisa pula digunakan oleh penembang wanita; dan demikian pula sebaliknya. Keterkaitan antara fenomena gen- der yang ditemukan dalam ornamen/dongkari dan penggunaannya oleh penembang pria dan wanita dalam praktik pertunjukan tembang sunda cianjuran menunjukkan adanya sa- ling keterkaitan dan saling memengaruhi antara ideologi gender yang melekat dalam ke- hidupan masyarakat Sunda dan pertunjukan musik—tembang sunda cianjuran.   Kata kunci: gender, tembang sunda cianjuran, ornamen/dongkari

  1. GRUP PERMUTASI SIKLIS DALAM PERMAINAN SUIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Ardi Saputro

    2012-09-01

    Full Text Available Makalah ini merupakan kajian konsep grup permutasi dalam sebuah permainan suit. Grup permuatasi yang terdapat dalam permainan suit adalah grup permutasi yang siklis. Penyajian grup menggunakan permainan dalam pembelajaran aljabar abstrak dapat dilakukan guna meningkatkan minat mahasiswa dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep grup.   Kata Kunci: Permainan, Grup, Aljabar, Siklis, Permutasi     This paper is a study of the concept of a permutation group in a game suit. Grup permuatasi contained in the suit game is a cyclic permutation group. Presentation of the group using games in learning abstract algebra can be done to increase student interest and provide a deep understanding of the concept of the group.   Keywords: Games, Groups, Algebra, Cyclical, Permutations

  2. Kreativitas Mang Koko dalam Karawitan Sunda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tardi Ruswandi

    2016-03-01

    ABSTRAK   Penelitian ini terfokus pada kreativitas Mang Koko dalam menciptakan lagu-lagu dan gending sebagai pengiring lagu. Kreativitas Mang Koko dianalisis dengan menggunakan teori Dedi Supriadi (1994:7 yang menjelaskan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif   berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Mang Koko merupakan seniman kreatif dan produktif dalam berkarya yang hingga saat ini masih diperhitungkan. Dalam mengembangkan karawitan Sunda dan melahirkan genre baru, Mang Koko terilhami oleh beberapa jenis karawitan Sunda dan terinspirasi oleh pola-pola musik Barat sehingga proses kreatifnya berpijak pada aspek penggalian dan penciptaan. Hasil kreativitas Mang koko dikelompokkan menjadi Sekar Jenaka, lagu-lagu Kawih (anggana dan rampak sekar, Gamelan Wanda Anyar, Kacapian, Etude Kacapi, dan Drama Suara (Gending Karesmen.   Kata kunci: Mang Koko, Kreativitas, Karawitan Sunda

  3. Minat Masyarakat dalam Menggunakan Smart Appliances

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2014-09-01

    Full Text Available Harga sumber energi yang semakin naik dari tahun ke tahun dan kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan smart grid. Smart appliance merupakan salah satu komponen penting dalam smart grid. Penerapan smart appliance sejalan dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi energi, mengurangi emisi karbon dan penyediaan energi dari energi terbarukan. Penetrasi telepon bergerak turut memudahkan manajemen energi dan otomatisasi home appliance. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat, yang merupakan aktor aktif dalam konsumsi dan manajemen energi di rumah tangga. Data penelitian dianalisis  dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel enjoyment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dalam menggunakan smart appliance. Sedangkan, variabel compatibility ease of use, relative advantage dan image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan smart appliance.

  4. DUA KEBENARAN DALAM NASKAH SUNDA CARIOS TAMIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohim Rohim

    2015-02-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan.  Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional  yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat.

  5. Rasionalitas: Overview terhadap Pemikiran dalam 50 Tahun Terakhir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Hidayat

    2017-07-01

    Full Text Available Manusia seringkali dipandang sebagai mahluk yang rasional. Kajian behavioral economics terhadap rasionalitas bertumpu di satu sisi pada konsepsi ilmu ekonomika tentang rasionalitas dalam pengambilan keputusan, dan di sisi lain pada teori-teori psikologi kognitif tentang proses mental dan perilaku. Penelitian eksperimental yang telah dilakukan selama sekitar setengah abad terakhir menunjukkan adanya penyimpangan-penyimpangan sistematis dari asas rasionalitas, disebut juga sebagai anomali, dalam judgment dan pengambilan keputusan oleh individu. Sejauh ini penjelasan teoritis atas anomali itu lebih ditekankan pada faktor keterbatasan dalam rasionalitas individu. Lebih jauh, keterbatasan dalam rasionalitas dipandang sebagai ciri yang universal dari individu manusia. Namun dalam beberapa waktu terakhir ini berkembang kajian-kajian yang berupaya untuk membuktikan adanya faktor individual differences di balik anomali dalam judgment dan pengambilan keputusan. Tulisan ini mencoba merangkum kedua sudut pandang tersebut, dan mendiskusikan pemikiran tentang perlunya pengembangan instrumen untuk mengukur rasionalitas sebagai sebuah faktor pembeda invididual dalam judgment dan pengambilan keputusan.

  6. USE OF MEMBRANE EMULSION SPAN 80 AND TOPO IN URANIUM EXTRACTION AND STRIPPING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kris Tri Basuki

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT USE OF MEMBRANE EMULSION SPAN 80 AND TOPO IN URANIUM EXTRACTION AND STRIPPING. Membrane emulsion span 80 and TOPO used in uranium extraction and stripping has been done. The extraction was carried outby emulsion membrane H3PO4 in TOPO-Kerosene. The feed or external aqueous phase was uranium in  HNO3. The emulgator span-80 was used to obtain a stable emulsion membrane system. The influence factors were percentage of TOPO-Kerosene, time extraction,  molarity of external aqueous phase and  molarity of internal aqueous. After the emulsion membrane was formed, the extractionand stripping process was performed. The ratio volume feed : volume membrane phase equal to 1 : 1 and volume of 5 % TOPO-Kerosene : Volume 3 M H3PO4 equal 1 : 1 were used. The relative good yield were obtained at concentration of TOPO in Kerosene and 3 M H3PO4 was 5 %, molarity of internal aqueous phase equal to 1 M, molarity of external aqueous phase 3 M H3PO4 and time extraction equalto 10 minutes with the speed of emulsification was 8000 rpm. At this condition the extraction efficiency of uranium obtained was 97.8 %, the stripping efficiency 52.56 %, and the total efficiency was 53.80 %. Keywords: membrane emulsion, extraction, stripping, span 80, kerosene, uranium. ABSTRAK PENGGUNAAN MEMBRAN EMULSI SPAN 80 DAN TOPO UNTUK EKSTRASI DAN STRIPPING URANIUM. Telah dilakukan penelitian membran emulsi span 80 dan TOPO yang digunakan untuk ekstraksi uranium. Extraksi dengan membran emulsi H3PO4 dalam TOPO-Kerosen. Larutan umpan untuk fasa air eksternal adalah uranium dalam asam nitrat. Untuk memperoleh sistem emulsi yang stabil dipakai emulgator Span 80. Parameter yang berpengaruh adalah persen TOPO-Kerosene, molaritas fasa air internal H3PO4, molaritas fasa air eksternal HNO3 dan waktu ekstraksi. Setelah diperoleh membran emulsi, kemudian dilakukan proses ekstraksi dan stripping, dengan rasio volume umpan : volume membran sebesar 1 : 1; volume 5% TOPO-Kerose : volume 3M

  7. Prinsip Transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available Transparency principle in the TBT and SPS Agreement is implemented by notification. Its application is prepared by related agencies through the making of regulations, establishment of enquiry points, building capacity and infrastructure. It guarantees certainty, predictability and credibility of Indonesia in international trade, and its application should not undermine national trade policy. Prinsip transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS diterapkan melalui notifikasi. Penerapan prinsip ini dilakukan oleh instansi-instansi terkait melalui pembuatan peraturan, upaya terkait kelembagaan, SDM dan infrastruktur. Prinsip yang bertujuan menciptakan kepastian, konsistensi bagi perdagangan dan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan internasional, harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan untuk mengamankan kebijakan impor nasional.

  8. PERKEMBANGAN ONTOLOGI DALAM FILSAFAT ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathul Mufid

    2013-09-01

    Full Text Available THE ONTOLOGY DEVELOPMENTS IN ISLAMIC PHILOSOPHY. The primary basis in the study of ontology is what it is, where it exists and, what the truth is. The fundamental and profound of these issues, so that people are faced with different answers. The first question, “what is there”, gives different answers according to their beliefs. Monism, which is only one and that one was spirit and ideas, then gave the flow of spiritualism and idealism. But if that one is full of material, then gave materialism. Dualism, that is round two, for example, body and soul, it gives the existentialism flow. Pluralism, that is composed of  many elements, there is something that cannot be known, then gave the flow of agnosticism. The second problem, “where it exists”, the answer is that dwells in the world of  ideas, abstract, fixed and immutable. That is living in the world of  ideas that are concrete and individual, so that the truth is limited and changeable. The third issue, “what the truth is”, if  the truth is eternal and immortal, then it is God. However, if the truth is capricious, then the problem is how to change it and what determines the change. Keywords: Ontology, Philosophy, Existence, Essence, Metaphysics. Dasar  utama  dalam  kajian  ontologi  adalah  apa  yang  ada,  di mana yang ada dan, apa itu kebenaran. Sedemikian mendasar dan mendalamnya persoalan-persoalan ini, sehingga manusia dihadapkan pada  jawaban-jawaban  yang  berbeda.  Persoalan  pertama,  “apa yang ada”, memberikan jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan mereka. Monisme, yang ada hanya satu dan yang satu itu serba spirit dan ide, maka melahirkan aliran spiritualisme dan idealisme. Tetapi jika yang satu itu serba materi, maka melahirkan materialisme.  Dualisme,  yang  ada  serba  dua,  misalnya  jiwa  dan raga, maka lahirlah aliran eksistensialisme. Pluralisme, yang ada terdiri atas banyak unsur, yang ada adalah sesuatu yang tidak dapat

  9. Uranium Location Database

    Data.gov (United States)

    U.S. Environmental Protection Agency — A GIS compiled locational database in Microsoft Access of ~15,000 mines with uranium occurrence or production, primarily in the western United States. The metadata...

  10. Uranium in alkaline rocks

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Murphy, M.; Wollenberg, H.; Strisower, B.; Bowman, H.; Flexser, S.; Carmichael, I.

    1978-04-01

    Geologic and geochemical criteria were developed for the occurrence of economic uranium deposits in alkaline igneous rocks. A literature search, a limited chemical analytical program, and visits to three prominent alkaline-rock localities (Ilimaussaq, Greenland; Pocos de Caldas, Brazil; and Powderhorn, Colorado) were made to establish criteria to determine if a site had some uranium resource potential. From the literature, four alkaline-intrusive occurrences of differing character were identified as type-localities for uranium mineralization, and the important aspects of these localities were described. These characteristics were used to categorize and evaluate U.S. occurrences. The literature search disclosed 69 U.S. sites, encompassing nepheline syenite, alkaline granite, and carbonatite. It was possible to compare two-thirds of these sites to the type localities. A ranking system identified ten of the sites as most likely to have uranium resource potential.

  11. STEAM DALAM PEMBUATAN PAKAN UNTUK KOMODITAS AKUAKULTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2010-12-01

    Full Text Available Kualitas fisik pakan (pelet untuk hewan akuakultur sangat penting, karena akan dimasukkan ke dalam air dan diharapkan tidak banyak mencemari lingkungan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menjaga kualitas fisik pakan adalah penambahan dan pengaturan steam pada saat proses pembuatan pelet. Steam adalah aliran gas yang dihasilkan oleh air pada saat mendidih. Steam dibagi menjadi 3 jenis yaitu steam basah, saturated steam, dan superheated steam. Steam yang digunakan dalam proses pembuatan pelet adalah saturated steam. Pengaruh penambahan steam pada kualitas pelet bisa mencapai 20%. Penambahan steam dengan jumlah dan kualitas yang tepat akan menghasilkan pelet berkualitas. Sedangkan jika pengaturan dan penambahannya tidak tepat, maka kualitas fisik pelet akan rendah dan kemungkinan bisa merusak kandungan nutrisi seperti vitamin dan protein. Penambahan steam yang benar bisa dilakukan di dalam kondisioner dengan mengatur retention time, sudut kemiringan paddle conditioner, kecepatan putaran bearing dan menjaga kualitas steam dari mesin boiler sampai dengan kondisioner.

  12. Pemikiran Islam dalam Jejak Kajian Humaniora

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Alie Humaedi

    2012-11-01

    Full Text Available Humaniora, suatu disiplin ilmu yang dianggap sama tua­nya dengan peradaban manusia. Dalam khazanah pemikiran Islam, disiplin ilmu ini tidak hanya dikembangkan oleh ahli ilmu adab (sosial kemanusiaan, tetapi juga oleh para teolog skolastik yang sebenarnya sangat berhati-hati dalam mengembangkan analisis dan interpretasi konteks terhadap teks-teks keagamaan. Perbedaan sudut pandang di antara keduanya pun melahirkan metode dan paham keilmuan yang ikut menyumbang tradisi perkembangan ilmu humaniora Barat. Sumbang an pemikiran Islam itu kemudian diakui Barat, sebagai buah imaginative geography dari perspektif orientalisme yang meng anggap Timur sebagai liyan (al-ãkhar. Usaha menjadikan kembali Timur sebagai diri (al-anã, oksidentalisme, pun begitu tampak dalam gerakan kontemporer disiplin ilmu humaniora. Disiplin ilmu ini kemudian me­wujud sebagai alat analisis konteks terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, yang tidak lagi semata tertuju pada kajian sastra dan ke­bahasaan. Perkembangan mutakhirnya tidak lepas dari jasa pemikir an rasional para ahli ilmu kalam (teolog yang ditandai dengan menguat nya tafsir atas teks (tura>th. Secara fungsional, pemikiran Islam dalam jejak kajian humaniora telah ikut membuka kritisisme baru pengembang an masyarakat dan ilmu penge tahuan.

  13. PENGARUH KEBUDAYAAN KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy H. Istanto

    2000-01-01

    Full Text Available Market is traditionally known as the place where the seller and the buyers meet. In its development, it grows to be big shopping centers and even malls. Along with it, the concept of market has also changed within this building. It is not only the place where the transaction between the sellers and the buyers happen but also it expands to be the one where each person has turned to be the "player" in the nowadays "cultural-theatre". Being the designers, the architect is challenged to respond the changing pattern in the society by making use of the building. Abstract in Bahasa Indonesia : Pasar dikenal sebagai tempat dimana penjual dan pembeli bertemu. Dalam perkembangan lebih lanjut muncul pusat-pusat pertokoan yang sangat besar sampai hadirnya shopping-mall. Di dalam bangunan inilah konsep pasar secara tradisional telah berkembang, tidak saja tempat transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi telah melebar menjadi tempat dimana setiap individu telah menjadi "pemain" di dalam sebuah teater kebudayaan masa kini. Arsitek sebagai perancang bangunan harus menyikapi perubahan-perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat dalam menggunakan bangunannya. Kata kunci: kebudayaan kontemporer, arsitek, arsitektur mal, kebudayaan milenium tiga.

  14. UJI KOEFISIEN VARIANSI KONSTAN DALAM REGRESI NONPARAMETRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Ode Samura

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Tulisan ini membahas uji baru untuk hipotesis koefisien variansi konstan dalam model umum regresi nonparametrik. Uji ini didasarkan pada estimasi jarak antara kuadrat dari fungsi regresi dan fungsi varians. Dalam tulisan ini telah dilakukan pengujian formal untuk hipotesis dari koefisien variansi konstan dalam regresi nonparametrik yaitu dengan melakukan sebuah uji simulasi kecil, yang mana hipotesis nol akan ditolak jika persamaannya terpenuhi, dan sebaliknya hipotesis nol akan ditolak jika hipotesisnya tidak terpenuhi. Dengan menggunakan teknik smoothing yakni fungsi kernel dalam hal ini dilakukan uji simulasi kecil untuk membuktikan hipotesis uji bootstrap Kata Kunci : Analisis Regresi, Regresi Parametrik, Regresi Nonparametrik, Teknik Smoothing, Kernel, Bootstrap     ABSTRACT This write propose a new test for the hypothesis of a constant coefficient of variance in the common nonparametric regression model. The test is based on the estimated distance between the square of the regression function and variance function. In this write have been done a formal test for the hypothesis of a constant coefficient of variance in nonparametric regression is to perform a small simulation test, in which the null hypothesis is rejected if the equation is fulfilled, and otherwise the null hypothesis is rejected if the hypothesis is not fulfilled. By using the smoothing technique that is the kernel function in this small simulation test to prove the hypothesis of the bootstrap test. Keywords: Regression Analysis, Regression Nonparametric, Smoothing Technique, Kernel, Bootstrap

  15. FUNGSI PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KORPORASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available The transition from the 20th to the 21st century in Indonesia has been accompanied by great upheavals in the economic and political sectors as reform efforts to bring about a clean, legitimate democracy which is free from corruption, collusion and nepotism have taken place. These efforts have taken place in order to create a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Basic Laws. In the areas of both business management and public administration, the function of control and oversight, (first introduced by Fayol and Taylor and developed by other researchers, is used to deal with mistakes, errors, discrepancies, leakages, and cheating so that the operation of activities achieves the objective in accordance with the original planning. Corruption, collusion, and nepotism is everywhere in Indonesia, in fact, to the point that Indonesia has the distinction being one of the countries with the highest level of corruption. Beginning with this condition, the writer has taken the topic of "The Role of Control and Oversight in Corporate Management" to give attention to this issue and seek an answer to the question of how to handle these functions in a corporation. Abstract in Bahasa Indonesia : Pergantian abad XX ke abad XXI di Indonesia ditandai peristiwa-peristiwa besar dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk dan peristiwa-peristiwa besar di bidang politik dalam rangka reformasi sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintahan menjadi bersih, berwibawa, demokratis bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam manajemen, baik manajemen bisnis maupun manajemen publik sejak awal diperkenalkan oleh dua tokoh manajemen terkenal yaitu Fayol dan Taylor yang kemudian disusul ilmuwan lain bahwa fungsi pengawasan diharapkan mampu mengatasi adanya kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, kebocoran, cacat, kecurangan dan sebagainya sehingga

  16. Rekonstruksi Sejarah Seni Dalam Konstruk Sejarah Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reiza D. Dienaputra

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT   Art History is a category of history writing that is rich with research object. This is along with the width of art definition scope. In the most current development, the work of art history is easier to find in the form of scientific work at university, either essay of undergraduate (skripsi, thesis, or dissertation. Observing the encouraging development, some efforts to make the art history work either more qualified or more interesting to be enjoyed are needed. One of the efforts can be taken is by reconstructing art history in the visual history construct. Reconstruction of art history in visual art construct requires the using of visual source as the main source of writing and visual history research method as the chosen method. By using the method, the produced art history will be rich with visual fact, either moving pictures or static ones.   Keywords: art history, visual history, visual source       ABSTRAK   Sejarah seni adalah sebuah kategori penulisan sejarah yang kaya dengan obyek penelitian. Hal ini seiring dengan luasnya ruang lingkup definisi seni. Dalam perkembangan  terbaru,  karya  sejarah  seni  lebih  mudah  ditemukan  dalam  bentuk karya ilmiah di universitas, baik tulisan para sarjana (skripsi, tesis, ataupun disertasi. Dalam mencermati perkembangan yang menggembirakan tersebut, diperlukan upaya- upaya untuk membuat karya sejarah seni yang lebih berkualitas dan lebih menarik untuk  dinikmati.  Salah  satu upaya  yang dapat  ditempuh adalah  dengan merekonstruksi sejarah seni dalam konstruk sejarah visual. Rekonstruksi sejarah seni dalam konstruk sejarah visual memerlukan penggunaan sumber visual sebagai sumber utama penulisan sejarah dan metode penelitian visual sebagai metode yang dipilih. Dengan menggunakan metode ini, sejarah seni yang dihasilkan menjadi kaya akan fakta visual, baik gambar-gambar bergerak maupun gambar-gambar statis.   Kata kunci: sejarah seni, sejarah visual, sumber

  17. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. Abstract The purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach with a case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the

  18. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  19. Budaya Mutu Dalam Pelayanan Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Basri

    2011-10-01

    Full Text Available Educational services in schools is part of the community and the public school. Service quality is a product and or services in accordance with established quality standards and customer satisfaction. Quality in education include the quality of input, process, output, and outcome. Input-grade education when it is ready to proceed otherwise. The process of quality education to create an atmosphere where learning is active, innovative, creative, effective, dan fun. Output otherwise qualified if the learning outcomes of academic and non academic students achieving at least equal to the minimum completeness criteria specified. Outcome graduates expressed significantly faster when absorbed in the world of work, fair wages, all parties acknowledge and satisfied with the intelligence, skill, personality. Government's efforts to service and quality of education is the use of School-Based Management (SBM is accompanied by the determination of output criteria, processes, and educational input at school. Expected Output school student achievement / school both academic and non academic generated meets the specified criteria. (2 process, ie, among others: the effectiveness of teaching and learning process, schools have the teamwork of a compact, intelligent and dynamic, the school has the authority (autonomy, school evaluation and continuous improvement, (3 input, ie, among other : the school has: policies, goals, and quality objectives are clear, available resources, feasible, and highly dedicated. Pelayanan pendidikan di sekolah adalah bagian dari masyarakat dan sekolah umum. Kualitas layanan adalah produk dan atau jasa sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan dan kepuasan pelanggan. Kualitas dalam pendidikan termasuk kualitas input, proses, output, dan hasil. Input-kelas pendidikan bila sudah siap untuk melanjutkan sebaliknya. Proses pendidikan yang berkualitas untuk menciptakan suasana di mana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif

  20. PENERAPAN MATERIAL KACA DALAM ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestari .

    2014-07-01

    Full Text Available Kaca telah dikenal sejak ribuan tahun dan merupakan bahan buatan manusia yang cukup tua. Penggunaannya sebagai bahan bangunan meluas sejak abad ke 17 terutama setelah perang dunia kedua.  Arsitektur kaca menjadi suatu kecenderungan dari desain-desain bangunan di dunia sejak abad ke-20. Material ini dianggap sangat relevan dengan konsep-konsep yang ada. Kaca digunakan sebagai material ornamen, bukaan atau jendela, material kulit  bangunan,  sampai pada material struktur  bangunan. Sifat kaca yang transparan,  simple, dan bersih menjadikan material ini menguntungkan untuk mendukung konsep yang digunakan. Tulisan ini memaparkan penggunaan kaca sebagai bahan bangunan, baik sebagai bahan ornamen, kulit bangunan atau struktur bangunan, maupun sebagai pendukung konsep arsitektur khususnya konsep transparansi. Dipaparkan pula mengenai sifat-sifat teknis dari bahan kaca sebagai pertimbangan dalam pemilihan bahan bangunan.   Glass has been known for thousands of years and is a man made material  that is quite old. Extends its use as building material since the 17 century, especially after the second world war. Glass architecture become a trend of buiding designs in the world since 20th century. This material relevant to the existing concepts. Glass is used as an ornament material, window, the building skin materials, and the building structure materials. Glass  properties that transparent, simple and clean make this material support the concepts used. This paper describes the use of glass as a building material, either as a ornament, the building skins, the building structures, and the building concepts expecially transparency concept. This paper also present the technical properties of glass as a building material REFERENCES Garg, N.K . 2007. Guidelines for Use of Glass in Building. New age international publisher. New Delhi Piano, R. 1997. The Renzo Piano Logbook. The Monacelli Press. London Staib, Schittich. 1999. Glass Construction

  1. Penetapan Bilangan Asam Dalam Mie Instant Produk PT. Indofood Medan

    OpenAIRE

    Harahap, Rahmidawati

    2010-01-01

    Bilangan asam merupakan salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas minyak atau lemak, bilangan asam juga dapat dilakukan untuk pengujian minyak atau lemak yang berasal dari hasil ekstraksi produk makanan seperti mie. Lemak diartikan sebagai suatu bahan makanan yang pada temperatur biasa terdapat dalam bentuk padat, sedangkan minyak adalah suatu bahan makanan yang dalam temperatur biasa terdapat dalam bentuk cair. Pengukuran bilangan asam pada mie maksimal 1 mg/g. Jika bilan...

  2. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PERILAKU MENYIMPANG DALAM MASYARAKAT MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzaini Muzaini

    2014-06-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini telah menjadikan negara-negara yang sedang berkembang mengalami perubahan-perubahan dalam aspek sosial dan ekonomi. Proses modernisasi di bidang ekonomi dan sosial mengakibatkan perubahan bentuk  masyarakat dari bentuk tradisional menuju ke bentuk modern. Di satu sisi perkembangan teknologi dalam masyarakat modern memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita dalam berbagai hal, seperti dalam transportasi dan berkomunikasi. Akan tetapi, perubahan-perubahan teknologi dan modernisasi ternyata dalam sisi lain berdampak negatif. Masyarakat yang sedang berubah merasakan seperti dalam keterasingan di dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Dampak dari berbagai perubahan dirasa tidak semua menguntungkan.bagi masyarakat Hal ini dapat dilihat dari berbagai perilaku menyimpang yang muncul dalam masyarakat modern. Munculnya banyak perilaku menyimpang dalam masyarakat modern perlu diwaspadai agar tidak mengancam kehidupan masyarakat modern, sehingga terbentuk masyarakat kekotaan yang teratur, tertib dan nyaman, serta memberikan harapan kehidupan masa depan yang lebih baik.Kata kunci: perkembangan teknologi, masyarakat modern, dan perilaku menyimpang

  3. Aspek Legal dan Komitmen Etikal dalam Mu’amalah Maliyah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Fahmi Zainul Arifin

    2015-11-01

    Full Text Available Legalitas dalam mu’amalah maliyah bukanlah sekedar formalitas yang apriori ataupun pesimistik terhadap relativisme moral, karena aspek etikal yang diartikulasikan dalam berbagai prinsip mu’amalah adalah salah satu konsideran yang mendasar dan pokok dalam proses memahami dan inheren dengan “halal haram”, sehingga terkadang sukar untuk menarik garis tegas antara normativitas dan positivitas. Artikel ini menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip moral keislaman sebagai aspek pokok dan karakteristik mendasr mu’amalah maliyah, sehingga komitmen moral di dalam mu’amalah maliyah dapat diukur melalui sistem pengawasan internal, yaitu tanggungjawab personal hamba kepada Tuhan dan pengawasan eksternal melalui otoritas pemerintah atau lembaga berwenang.

  4. OPTIMALISASI SUMBER BELAJAR EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peggy Delita Merida

    2016-12-01

    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yaitu dalam mengoptimalisasi sumber belajar ekonomi yang melekat pada siswa di SMA. Terdapat banyak sumber belajar yang dapat digunakan untuk siswa namun siswa dan guru dalam pembelajaran khususnya adalah pembelajaran ekonomi belum dapat memaksimalkan. Hal tersebut menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR, hasil yang didapatkan yaitu dari validator ahli, praktisi, dan siswa menyatakan valid dan dapat dikembangkan. Hasil tersebut dilakukan di tingkat SMA, yaitu SMA Negeri 1 Tumpang, Kabupaten Malang. Tanggapan siswa dalam pembelajaran juga menunjukkan hasil yang baik dan menginspirasi.

  5. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianne Eka Rusmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Mengetahui dan memahami mengenai perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce adalah tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan pendekatan normatif, perlindungan hokum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce dapat dilihat berdasarkan proses transaksinya, yaitu Proses transaksi menggunakan media on-line secara keseluruhan atau proses transaksinya saja yang menggunakan media on-line tapi pembayarannya dilakukan secara manual. Bentuk Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce diatur dalam ketentuan Pasal 4 huruf b dan c UUPK dan Ps 2 serta Pasal 9 UUITE.Kata Kunci: perlindungan hukum, konsumen, e-commerce

  6. Menerjemahkan Permainan Bahasa Dalam Novel Anak Judy Moody, Girl Detective

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Sulistyowati

    2015-04-01

    Full Text Available Novel anak merupakan suatu karya fiksi. Dalam novel anak banyak ditemukan permainan bahasa. Permainan bahasa tersebut terjadi pada tataran ejaan (permainan ejaan, bunyi (permainan bunyi, dan kata (permainan kata. Ketika menerjemahkan permainan bahasa dalam novel anak (karya fiksi, penerjemah harus memertahankan efek yang ditimbul oleh permainan bahasa tersebut. Penerjemah harus menggunakan prosedur penerjemahan yang tepat dalam menerjemahkan permainan bahasa tersebut. Dalam novel anak Judy Moody, Girls Detective, prosedur penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan permainan ejaan adalah prosedur penerjemahan adaptasi. Sedangkan prosedur penerjemahan kuplet, padanan budaya, dan adaptasi digunakan untuk menerjemahkan permainan bunyi. Terakhir, prosedur penerjemahan parafrasa, kuplet, dan penjelasan tambahan digunakan untuk menerjemahkan permainan kata.

  7. Uranium hexafluoride handling. Proceedings

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1991-12-31

    The United States Department of Energy, Oak Ridge Field Office, and Martin Marietta Energy Systems, Inc., are co-sponsoring this Second International Conference on Uranium Hexafluoride Handling. The conference is offered as a forum for the exchange of information and concepts regarding the technical and regulatory issues and the safety aspects which relate to the handling of uranium hexafluoride. Through the papers presented here, we attempt not only to share technological advances and lessons learned, but also to demonstrate that we are concerned about the health and safety of our workers and the public, and are good stewards of the environment in which we all work and live. These proceedings are a compilation of the work of many experts in that phase of world-wide industry which comprises the nuclear fuel cycle. Their experience spans the entire range over which uranium hexafluoride is involved in the fuel cycle, from the production of UF{sub 6} from the naturally-occurring oxide to its re-conversion to oxide for reactor fuels. The papers furnish insights into the chemical, physical, and nuclear properties of uranium hexafluoride as they influence its transport, storage, and the design and operation of plant-scale facilities for production, processing, and conversion to oxide. The papers demonstrate, in an industry often cited for its excellent safety record, continuing efforts to further improve safety in all areas of handling uranium hexafluoride. Selected papers were processed separately for inclusion in the Energy Science and Technology Database.

  8. LANDASAN PSIKOLOGI DAN AKTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Ulwiyah

    2015-04-01

    Full Text Available Pendidikan Islam memiliki peran strategis bagi pembentukan karakter peserta didik yang sangat dibutuhkannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dimana dalam proses keberlangsungannya, pendidikan Islam berpijak pada nilai-nilai al-Qur’an dan Hadis. Dengan ini, pendidikan Islam merupakan pondasi penguat terhadap akhlak dan perilaku peserta didik. Namun demikian, pendidikan Islam masih perlu pula kontribusi disiplin ilmu lain sebagai faktor pendukung guna melangsungkan pendidikan secara konkret dan membumi. Salah satu disiplin ilmu itu adalah psikologi. Psikologi adalah disiplin ilmu yang mengkaji sekaligus melihat peserta didik dari sudut pandang psikis (jiwa, dimana aspek psikis harus menjadi pertimbangan para pendidik dalam proses pencapaian tujuan pendidikan. Di antara psikologi yang bisa dijadikan sebagai landasan pendidikan yaitu psikologi perkembangan, psikologi belajar, dan psikologi sosial. Pendidikan harus melihat kondisi psikologi individu dalam hal ini adalah peserta didik, utamanya dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Adapun dalam pendidikan Islam psikologi yang dijadikan sebagai acuan adalah psikologi yang berwawasan pada al-Qur’an dan Hadis. Dimana akhirnya menghasilkan output yang berorientasi ketuhanan, insan kamil bahagia di dunia dan akhirat.Islamic education a strategic role for the formation of the very character of learners needs through daily life, where in the process of its continuity, Islamic education based on the values of the Qur'an and al-Hadith. With this, Islamic education is the Foundation of the amplifier against akhlaq and behaviours learners. However, Islamic education still needs also contribute to other disciplines as the factor endowments in order to carry out the education concretely and grounded. One of the disciplines it is psychology. Psychology is a scientific discipline that examines while seeing learners from the perspective of a

  9. PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Laili Khoirun Nida

    2014-08-01

    Full Text Available Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai  which termasuk: nilai- nilai  kreatif,  nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi  logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E.  Frankl  dalam metode terapis meaningfulness  kehidupan, di  mana  Frankl  percaya bahwa semua aspek-aspek  arti hidup menyimpan.  Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness  kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan.   Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan  Hidup THE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental  motivation  present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal  values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl  believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus

  10. KONSTRUKSI IDENTITAS DALAM SASTRA TERJEMAHAN EROPA ERA 1900-1930 DAN REAKSINYA DALAM SASTRA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Albertus Prasojo

    2015-10-01

    Full Text Available Sastra Indonesia masa 1900-1930 tidak terlepas dari reaksi atas sastra terjemahan Eropa. Reaksi itu diasumsikan sebagai wujud perlawanan kultural atas konstruksi identitas keindonesiaan atau masyarakat terjajah. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dari konstruksiidentitas dalam sastra terjemahan Eropa dan reaksinya dalam sastra Indonesia. Teks yang digunakan adalah Robinson Crusoe karya Daniel Defoe, Salah Asoehan (1928 karya Abdul Moeis, dan Nona Tjoe Joe (1922 karya Tio Ie Soei. Dengan menggunakan sudut pandang pascakolonial, strategi dan reaksi terhadap konstruksi identitas itu diwujudkan dalam beberapa hal. Pertama, Robinson Crusoe menawarkan identitas manusia super, terlepas dari lingkungan dan membawa kebudayaannya sebagai kekuatan, menguasai dan mengkontrol lingkungan dan mempertunjukan nafsu kolonial. Kedua, Salah Asoehan (1928 menolak konstruksi identitas tersebut dengan menghadirkan manusia yang tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan, adat, tradisi, dan asal usulnya. Sementara itu, Nona Tjoe Joe (1922 merepresentasikan identitas yang ambigu, terpecah, dan berada di antara dua pilihan: Barat dan Timur.

  11. Understanding uranium behaviour at the Askola uranium mineralization

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jokelainen, L.; Siitari-Kauppi, M. [Univ. of Helsinki, Helsinki Univ. (Finland); Markovaara-Koivisto, M. [Helsinki Univ. of Technology, TKK (Finland); Read, D. [Enterpris, The Old Library, Lower Shott, Great Bookham, Surrey (United Kingdom); Lindberg, A. [Geological Survey of Finland, Espoo (Finland); Hellmuth, K.H. [Radiation and Nuclear Safety Authority, Helsinki (Finland)

    2010-07-01

    Understanding the behaviour of uranium is essential when assessing the safety of a spent nuclear fuel repository. The geochemical behaviour of uranium, including its reactive transport chemistry, is also a matter of concern when assessing the environmental impact of uranium mining. Subsurface uranium mobility is believed to be primarily controlled by dissolution and (co)-precipitation of uranium mineral solids and adsorption to mineral surfaces. This paper describes a modelling exercise based on characterisation of samples taken from drilled cores at the uranium mineralization at Askola, Southern Finland. In the modelling exercise, current conditions are assumed to be oxidizing and saturated with groundwater. PHREEQC was used for modelling in conjunction with the Lawrence Livermore National Laboratory database, chosen for its extensive coverage of uranium species and mineral phases. It is postulated that weathering processes near the surface have led to uranium dissolution from the primary ore, leaching out from the matrix and migrating along water-conducting fractures with subsequent re-diffusion into the rock matrix. Electron microscopy studies show that precipitated uranium occupies intra-granular fractures in feldspars and quartz. In addition, secondary uranium was found to be distributed within goethite nodules as well as around the margins of iron-containing minerals in the form of silicate and phosphate precipitates. Equilibrium modelling calculations predict that uranium would be precipitated as uranyl silicates, most likely soddyite and uranophane, in the prevailing chemical conditions beneath Lakeakallio hill. (orig.)

  12. Ba’asyir dalam Pertarungan Wacana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Khotimah

    2003-06-01

    Full Text Available Situasi internasional pascatragedi WTC sangat sensitif terhadap gerakan dan kelompok yang dipandang radikal, ekstrem, apalagi yang “berbau” terorisme. Ironisnya, semua keonaran ini telah ditudingkan kepada kelompok Islam garis keras sebagai pelakunya. Media massa secara simultan mem-blow-up relasi Islam dan terorisme dari waktu ke waktu. Bahkan, Indonesia terkena getahnya, negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam ini pun dikukuhkan oleh media Barat dan didukung oleh media massa nasional sebagai sarang teroris, lalu Abu bakar Ba’asyir dicap sebagai pemimpin teroris di kawasan Asia Tenggara. Meski sampai saat ini tim penyidik belum menemukan bukti keterlibatan Ba’asyir dalam aksi terorisme, Ba’asyir masih mendekam di penjara sampai 1 Maret 2002 sesuai BAP Polri . Di media massa, Ba’asyir dan kelompok Islam cenderung telah terpinggirkan dalam pertarungan wacana.

  13. REKONSEPTUALISASI ASAS DEMOKRASI EKONOMI DALAM KONSTITUSI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reka Dewantara

    2015-06-01

    perumusan regulasi di bidang perekonomian nasional berperan dalam penguatan pemerintahan demokratis yang menjadi pengatur dan pengarah berjalannya ekonomi nasional. Pemerintahan yang belum stabil, dalam artian mampu mendistribusikan hak dan kewajiban ekonomi masing-masing ekonomi secara adil, maka ekonomi yang benar-benar demokratis tidak akan dapat terwujud. Di Negara Indonesia saat ini menunjukkan proses demokratisasi yang berlangsung setengah hati dan belum  menunjukkan arah yang positif bagi penguatan pemerintahan. Reformasi di bidang ekonomi yang diperlukan Indonesia adalah reformasi dalam sistem ekonominya, yaitu pembaharuan aturan main yang cenderung mencari kesejahteraan semata menjadi aturan main yang lebih menjamin keadilan ekonomi melalui peningkatan pemerataan hasil-hasil pembangunan sesuai konsep ekonomi sosial. Hasil interpretasi dari para ahli ekonomi dan hukum sebagai perekonomian yang bersifat kerakyatan, maka pelaksanaan sistem atau best practices dalam sistem ekonomi harus lebih demokratis dengan partisipasi penuh dari rakyat. Hasil penelitian menunjukkan  konsep asas demokrasi ekonomi di dalam Pasal 33 ayat (4 UUD NRI Tahu 1945 secara eksplisit dapat dianalisis bahwa adanya kewajiban dalam operasional struktur kelembagaan ekonomi dilihat dari kepemilikan usaha diatur secara adil berdasarkan konstitusi. Negara yang diwakili Badan Usaha Milik Negara (BUMN maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD merupakan actor pelaksana utama  yang diberikan kewenangan untuk mengelola sektor-sektor vital dalam perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak sesuai Pasal 33 konstitusi. Hal ini mengindikasikan pentingnya penguatan institusi negara dalam mengelola sumber-sumber  kekayaan alam terutama yang menguasai hajat hidup orang banyak, sehingga tidak tergantung pada modal asing.   Kata kunci: rekonseptualisasi, azas demokrasi ekonomi, konstitusi

  14. Uranium Conversion & Enrichment

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Karpius, Peter Joseph [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States)

    2017-02-06

    The isotopes of uranium that are found in nature, and hence in ‘fresh’ Yellowcake’, are not in relative proportions that are suitable for power or weapons applications. The goal of conversion then is to transform the U3O8 yellowcake into UF6. Conversion and enrichment of uranium is usually required to obtain material with enough 235U to be usable as fuel in a reactor or weapon. The cost, size, and complexity of practical conversion and enrichment facilities aid in nonproliferation by design.

  15. Corrosion-resistant uranium

    Science.gov (United States)

    Hovis, V.M. Jr.; Pullen, W.C.; Kollie, T.G.; Bell, R.T.

    1981-10-21

    The present invention is directed to the protecting of uranium and uranium alloy articles from corrosion by providing the surfaces of the articles with a layer of an ion-plated metal selected from aluminum and zinc to a thickness of at least 60 microinches and then converting at least the outer surface of the ion-plated layer of aluminum or zinc to aluminum chromate or zinc chromate. This conversion of the aluminum or zinc to the chromate form considerably enhances the corrosion resistance of the ion plating so as to effectively protect the coated article from corrosion.

  16. Peran Kemokin dalam Patogenesis Rinitis Alergi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effy Huriyati

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit dengan insiden yang cukup tinggi diseluruh dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat setiap tahun. Patogenesis rinitis alergi melibatkan reaksi imun yang cukup komplek. Tujuan: Mengetahui peranan kemotaktik sitokin (Kemokin dalam patogenesis rinitis alergi. Tinjauan pustaka: Kemokin sebagai kemotaktik sitokin berperan dalam semua tahap reaksi alergi. CC kemokin merupakan subfamili kemokin yang berperan dalam reaksi alergi. Kemokin bekerja pada permukaan sel-sel inflamasi berikatan dengan reseptor. CCR3 merupakan reseptor dengan kadar tertinggi yang ditemukan pada permukaan eosinofil dan eotaxin sebagai ligand yang spesifik bagi CCR3. Kesimpulan: Eotaxin dan reseptor CCR3 adalah faktor yang paling menonjol dalam patogenesis rinitis alergi yang melibatkan eosinophilKata kunci: Reaksi alergi, Th2, CC Kemokin, eosinofil, CCR3 AbstractBackground: Allergic rhinitis such a disease with high incidence among the world and its prevalence appears to be increasing every year. The pathogenesis of allergic rhinitis commit complex imunological reaction. Purpose: To know the role of chemotactic cytokine (chemokine in pathogenesis of allergic rhinitis. Literature review: Chemokine as a chemotactics cytokine participate to all allergic reaction stage. CC chemokines were subfamilial chemokines which have role in allergic reaction. They working by binding with receptor on the surface of inflamatory cells. CCR3 is the receptor with the highes level could be found on eosinophil cell membran and eotaxin was the spesific ligand to itt. Conclusion: Eotaxin and CCR3 are the major factor in pathogenesis of allergic rhinitis which is involve eosinophil.Keywords: Allergic reaction, Th2, CC Chemokines, eosinophil, CCR3

  17. Development Activities Locator and Assessment Method (DALAM)

    Science.gov (United States)

    2013-11-01

    Consortium (2011). White Paper: Being Smart About Development in Afghanistan. - Oxfam America (2008). Smart Development: Why U.S. Foreign Aid Demands Major...electronic format at no cost online. Only the Oxfam Handbook requires purchase, but used copies are available for little money. - Haims et al...during execution. o A short list of metrics for each of the five common project types. CAA-2012049 36  APPENDIX C DALAM - Oxfam (1995). The

  18. PENUMBUHAN BIOFLOK DALAM MEDIA BUDIDAYA IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-04-01

    Full Text Available Bioflok merupakan agregat campuran heterogen mikroba yang diinisiasi oleh bakteri heterotrof dan memiliki nutrisi yang cukup baik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan oleh beberapa jenis ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi metode menumbuhkan bioflok dalam media budidaya ikan bandeng intensif. Penumbuhan bakteri heterotrof dilakukan dengan mempertahankan keseimbangan rasio Karbon/Nitrogen (C/N sebesar 10 dalam media budidaya. Sumber nitrogen berasal dari limbah 40 ekor ikan bandeng (bobot rata-rata 75 g/ekor yang dipelihara dalam bak fibre glass berisi air bersalinitas 25 ppt sebanyak 625 L. Ikan uji diberi pakan komersial dengan kadar protein 26%. Molase digunakan sebagai sumber Corganik. Perlakuan yang dicobakan adalah: (A tanpa inokulasi bakteri heterotrof (0 cfu/mL, (B inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 102 cfu/mL, (C inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 104 cfu/mL, dan (D inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL. Hasil percobaan selama masa 30 hari menunjukkan bahwa penambahan inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL cenderung lebih meningkatkan laju konversi limbah N menjadi bioflok dibandingkan jumlah inokulasi bakteri yang lebih rendah dan kontrol. Indikator utamanya dapat dilihat dari pola penurunan konsentrasi TAN dan peningkatan VSS. Penambahan inokulasi bakteri heterotrof (Bacillus sp. cenderung meningkatkan kandungan asam amino bioflok

  19. PENGARUH GAYA KALIGRAFI DALAM DESAIN LOGOTYPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elisabeth Christine Yuwono

    2005-01-01

    Full Text Available Generally%2C group of Calligraphies are divided into two groups: Eastern and Western calligraphy. Eastern calligraphy is divided into East Asia/oriental calligraphy (China%2C Japan%2C Korea and Middle east (Arab. Western calligraphy is divided into Europe and America. Calligraphy styles sometimes are adapted by companies and products for their logotypes. Indian%2C Javanese and various other letters which have etnicity characteristics as a matter of fact might be categorizing into calligraphy%2C because of beside not much influencing and spreading globally%2C in historical perspective they just a little bit explorate%2C so that some authors infrequently not write them in their literatures. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum kaligrafi terdiri atas dua kelompok%2C yaitu Kaligrafi Timur dan Barat. Kaligrafi Timur meliputi Timur Tengah (Arab dan Asia Timur (China%2C Jepang. Kaligrafi Barat meliputi Eropa dan Amerika. Gaya kaligrafi terkadang diadaptasi dalam pembuatan desain logotype perusahaan dan produk tertentu. Tulisan India%2C Korea%2C Jawa%2C dan lainnya yang mempunyai ciri etnisitas tertentu sebenarnya bisa masuk dalam kelompok kaligrafi namun selain karena ditinjau dari aspek kesejarahannya kurang begitu dieksplorasi juga karena pengaruh dan penyebarannya kurang mengglobal%2C maka pada umumnya para penulis kaligrafi jarang memasukkannya dalam literatur mereka. calligraphy and logotype

  20. ESTETISISME DAN DILEMA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moeljadi Pranata

    2001-01-01

    Full Text Available The development in women%5C%27s role is constructed by ads%5C%27 aestheticism and women%5C%27s attitude. Aestheticism provokes bad taste advertisement reducing woman as a mere biological object. Capitalistic system and structure has encouraged women to compete in social arena and subordination of women by men as well as conflicts among women. The empowerment of women%5C%27s role in ads can be achieved by generating the awareness on women not to part in stereotype establishing which inflicts women%5C%27s esteem. Further%2C law enforcement is required to control bad taste advertising. Abstract in Bahasa Indonesia : Perkembangan peran perempuan disebabkan oleh estetisisme iklan dan sikap perempuan sendiri. Estetisisme menyebabkan bad taste advertisement yang mereduksi perempuan sebatas mahluk biologis semata. Sistim dan struktur kapitalistik telah mendorong perempuan berkompetisi dalam arena sosial yang sekaligus menjadi ajang subordinasi perempuan oleh laki-laki serta ajang konflik antar perempuan. Pemberdayaan peran perempuan dalam iklan dapat dilakukan dengan gerakan penyadaran kepada perempuan agar tidak larut dalam proses pemapanan stereotipe yang merugikan perempuan. Selain itu%2C penegakan supremasi hukum perlu dilakukan untuk mengendalikan bad taste advertising. advertisment%2C+aestheticism%2C+empowerment%2C+women.

  1. CORPORATE DECISION MAKING DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rebekka Rismayanti

    2016-06-01

    Full Text Available In an organization, decision making is anessential factor to achieve its goals. The decision-making process is a process of selecting the best alternative from many alternatives that systematically chosen as a way to resolve the problem. The decision is seen as a “choice between the alternatives” as well as a form of communication that fulfills the social expectations of the organization’s members. So the goal setting, onflow of information as well as individual’s values within the group affect the decisions made by the group itself. Then, the leadership-participation style in decision-making is the most important factor for creating the mutual understanding between both parties related to the decision. Dalam sebuah organisasi, pengambilan keputusan merupakan faktor penting untuk mencapai tujuannya. Proses pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang secara sistematis dipilih sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Keputusan ini dipandang sebagai “pilihan antara alternatif” serta bentuk komunikasi yang memenuhi harapan sosial dari anggota organisasi. Jadi penetapan tujuan, aliran informasi serta nilai-nilai individu dalam kelompok mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh kelompok itu sendiri. Kemudiangaya kepemimpinan-partisipasi dalam pengambilan keputusan adalah faktor yang paling penting untuk menciptakan saling pengertian antara kedua belah pihak yang terkait dengan keputusan tersebut.

  2. MODEL COMMUNICATION ENGGAGEMENT DALAM KOMUNIKASI POLITIK CALON LEGISLATIF DALAM PEMILU UMUM 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zen Amirudin

    2016-02-01

    Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar dalam pemilihan umum 2014 telah berhasil memperoleh 9 kursi. Jumlah tersebut meningkat lebih banyak jika di bandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan tujuh kursi. Faktor utama peningkatan kursi karena mampu menjalin komunikasi politik sinergis yang berbasis communication engagement antara aparatus partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muslimat, Gerakan Pemuda Ansor maupun yang lainnya. Sedangkan proses komunikasi politik yang dilakukan oleh para calon legislatif PKB Kabupaten Blitar dalam melakukan kampanye dengan memfokuskan pada tiga hal utama, yakni: citra calon legislatif, proses kampanye, dan penggunaan media komunikasi.

  3. Tingkat Kemampuan Pengguna Pada Perpustakaan Universitas Syah Kuala Dalam Menggunakan Katalog Online

    OpenAIRE

    Nugraha, Tirta

    2010-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pengguna pada Perpustakaan Universitas Syah Kuala dalam menggunakan Online Public Access Catalog (OPAC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menjadi anggota Perpustakaan UNSYIAH sebanyak 4634 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah 357 orang responden. Pengambiolan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpula...

  4. Penerapan Sitologi Eksfoliatif dalam Praktek Rutin Dokter Gigi (Studi Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agoeng Tjahajani

    2015-11-01

    Full Text Available Sitologi eksfoliatif rongga mulut merupakan suatu metode yang tepat untuk deteksi dini lesi-lesi kanker dan prekanker serta beberapa infeksi jamur dan virus. Dalam melakukan tindakan sitologi eksfoliatif diperlukan pengetahuan, kecermatan dan ketrampilan klinisi. Penerapan sitologi eksfoliatif, indikasi dan kontraindikasi, metode yang sederhana serta keuntungannya akan dibahas dalam makalah ini.

  5. Hibriditas Musik Dangdut dalam Masyarakat Urban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael H.B. Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available Dangdut, merupakan jenis musik yang mengalami dan menemani perubahanyang terjadi di Indonesia. Eksistensinya menandakan dangdut merupakan jenismusik yang paling bertahan selama beberapa dekade. Konsistensinya yang tidakkunjung memudar memutuskan bahwa dangdut merupakan jenis musik yangdapat mewakili rakyat Indonesia. Eksistensi dan konsistensi dangdut diwujudkandengan adanya proses hibriditas yang dilakukan. Dangdut tidak semata-matabersikeras menjunjung nilai keaslian dangdut, tetapi dangdut selalu mengikutike mana arah perkembangan zaman. Hibriditas menjadi kekuataan dangdut,dan membedakan jenis musik ini dengan yang lain. Dangdut menerima segalaperbedaan, bahkan dangdut memadupadankan seluruh elemen yang ada. Dalammelihat proses hibriditas yang terjadi, habitus musikal menjadi poin terpentingdalam keberadaannya. Habitus yang ada membentuk hibriditas dalam arena-arenayang ada. Memadupadankan konsep habitus dan hibriditas merupakan mediasidalam memecahkan proses eksistensi dangdut. Etnografi, metode penelitian senidan pembacaan sejarah menjadi metode yang digunakan dalam menafsirkanfenomena yang ada. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, bahwasanya dangdutsebagai musik hibrid tidak dapat mengacu pada satu gaya saja. Habitus menjadipoin terpenting, terlebih bila halnya terjadi di urban area. Habitus dalam arenaarenatertentu berbaur dan membentuk habitus baru, dan seterusnya. Habitussebagai unsur dalam hibriditasi itu tidak mengarah pada keglobalan semata, tetapijuga kelokalan yang ada. The Hybridity of Dangdut Music in Urban Society. Dangdut is a type of music thatendures and witnesses the transformation which has existed in Indonesia. Its existenceindicates that dangdut is the most durable type of music that has been sustained for somedecades. The consistency of dangdut which is not faded over time, has made dangdutto be a type of music that is able to represent Indonesian people. The existence andconsistency of dangdut can be realized by

  6. The neurotoxicology of uranium.

    Science.gov (United States)

    Dinocourt, Céline; Legrand, Marie; Dublineau, Isabelle; Lestaevel, Philippe

    2015-11-01

    The brain is a target of environmental toxic pollutants that impair cerebral functions. Uranium is present in the environment as a result of natural deposits and release by human applications. The first part of this review describes the passage of uranium into the brain, and its effects on neurological functions and cognitive abilities. Very few human studies have looked at its cognitive effects. Experimental studies show that after exposure, uranium can reach the brain and lead to neurobehavioral impairments, including increased locomotor activity, perturbation of the sleep-wake cycle, decreased memory, and increased anxiety. The mechanisms underlying these neurobehavioral disturbances are not clearly understood. It is evident that there must be more than one toxic mechanism and that it might include different targets in the brain. In the second part, we therefore review the principal mechanisms that have been investigated in experimental models: imbalance of the anti/pro-oxidant system and neurochemical and neurophysiological pathways. Uranium effects are clearly specific according to brain area, dose, and time. Nonetheless, this review demonstrates the paucity of data about its effects on developmental processes and the need for more attention to the consequences of exposure during development.

  7. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA JALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadjar - Judiono

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   This research has been conducted based on the reality about the lack fulfillment of road infrastructure for community, although in the development the transportation got higher budget then other, so the Participation of Society in Road Infrastructure Development need to be investigated further. The aim of this research to know the clearer picture about the society involvement in road development process, through further investigation to society participation in Road Infrastructure Development efforts and the process of participation emerge. The results showed that Society Participation in Road Infrastructure Development proportional with the society’s will for the better road infrastructure. The wills depends on experience, knowledge, and education directly or undirectly. The participation form proportional their own and some thing that they can do, while the participation emerge process along with society wish to get their result of their effort. One cause of society willing to participate in development is their authority, if they have very little authority then they reluctant to participate, while the improvement programs for road infrastructure that have been done give little authority to the society. Implementation process for road infrastructure that oriented to society participation and interest should give much authority to society appropriate with their knowledge, skill and education that can support the program.   Keywords: participation, infrastructure, development   ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan atas dasar kenyataan tentang masih belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan prasarana jalan, meskipun sebenarnya dalam pelaksanaan pembangunan, sekor transportasi telah mendapatkan porsi penganggaran yang lebih tinggi dibanding dengan sekor-sektor lain,  oleh karena itu Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Prasarana jalan perlu dikaji lebih dalam. Tujuan Penelitian ini antara lain untuk mengetahui gambaran yang

  8. Pengaruh Islam dalam Kesenian Setrek di Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Langen Bronto Sutrisno

    2013-11-01

    Full Text Available Setrek adalah jenis kesenian tradisional terbangan atau slawatan yang berfungsi sebagai media dakwah agamaIslam. Sebagai jenis kesenian tradisional slawatan, perpaduan unsur-unsur estetis seni yang bernafaskan Islamdengan unsur-unsur estetis kesenian rakyat tradisional merupakan akulturasi budaya yang mencerminkan bentukkreativitas lokal. Pengaruh seni Islam tidak dimaksudkan untuk merubah wujud keseluruhan koreografi nya, tetapilebih merupakan formalitas nilai Islam dalam wajah kesenian tradisional untuk tujuan dakwah. Oleh karena itubentuk penyajiannya tetap dalam format tradisi dengan sedikit sentuhan nafas Islam. Misalnya penyajian gerak tarihampir tidak dijumpai nafas Islam kecuali gerak takbiratul ihram Allohu Akbar, tokoh Kyai Ba’in yang merupakanrefresentasi seorang ulama dengan tata busana khas Islam, iringan diberi nafas Islam dengan syair-syair kitab AlBarjanzi dilengkapi instrumen terbang dan jidor mewakili musik Islam. Nafas Islam sebenarnya lebih merupakanlegalitas spirit Islam dalam kesenian setrek dengan harapan semua pemain dan penonton dapat mengamalkan agamaIslam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu media dakwah dapat dilihat dalam setiap ungkapan nilainilaiajaran Islam berkait dengan Tuhan Allah SWT dan Rosul-Nya Nabi Muhammad SAW. Dengan demikiansetiap gerak dan musik iringan atau syair dalam kesenian setrek harus dijiwai nilai-nilai ajaran Islam. Ikon-ikondemikian penting untuk dipahami agar mereka dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Kehadiran agama Islamdalam nafas perkembangan kesenian setrek tampak memperkaya penampilannya, sehingga kehadiran kesenian inidalam kehidupan masyarakat semakin menumbuhkan kualitas dalam beragama Islam, meskipun disadari sisa-sisakepercayaan kuno masih mewarnai kesenian setrek, seperti atraksi ndas-ndasan yang berupa atraksi mengimitasibinatang. Variasi atraksi arak-arakan ndas-ndasan dengan mengelilingi dusun bertujuan untuk mengusir pengaruhroh-roh jahat.Keywords: setrek

  9. Metodologi Penelitian dalam Sebuah "Multi-Paradigm Science"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Hidayat

    2002-12-01

    Full Text Available Ketidakjelasan paradigma serta posisi metodologi dapat mempersulit peneliti sewaktu melakukan penelitian. Selain akan menyulitkan peneliti dalam menetapkan "goodness" atau "quality criteria" dalam melakukan penelitian. juga akan menyebabkan hasil riset menjadi amat terbuka terhadap kritik dari berbagai perspektif yang berbeda. Dalam Ilmu-Ilmu sosial. termasuk ilmu komunikasi. terdapat beragam paradigma atau perspekstif sebagai fondasi filosofiS yang dapat digunakan dalam penelitian. dan masing-masing memiliki quality criteria berbeda. Di antara paradigma itu adalah paradigma klasik, kritis, dan konstruktivis. Dalam hal ini, isu pokok yang sebenarnya bukanlah pembedaan antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif tetapi perbedaa epistemologi, ontologi. dan aksiologi antarparadigma yang ada. Seorang periset komunikasi bebas memilih akan "melandaskan kajiannya dari perspektifmana pun. Namun, dari beragam hal yang menentukan kualitas penelitian-seperti kerangka pemikiran dan signifikansi penelitian-pemahaman penelitian mengenai paradigma penelitian yang diplihnya. tampaknya. merupakan yang terpenting

  10. Uranium from seawater

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gregg, D.; Folkendt, M.

    1982-09-21

    A novel process for recovering uranium from seawater is proposed and some of the critical technical parameters are evaluated. The process, in summary, consists of two different options for contacting adsorbant pellets with seawater without pumping the seawater. It is expected that this will reduce the mass handling requirements, compared to pumped seawater systems, by a factor of approximately 10/sup 5/, which should also result in a large reduction in initial capital investment. Activated carbon, possibly in combination with a small amount of dissolved titanium hydroxide, is expected to be the preferred adsorbant material instead of the commonly assumed titanium hydroxide alone. The activated carbon, after exposure to seawater, can be stripped of uranium with an appropriate eluant (probably an acid) or can be burned for its heating value (possible in a power plant) leaving the uranium further enriched in its ash. The uranium, representing about 1% of the ash, is then a rich ore and would be recovered in a conventional manner. Experimental results have indicated that activated carbon, acting alone, is not adequately effective in adsorbing the uranium from seawater. We measured partition coefficients (concentration ratios) of approximately 10/sup 3/ in seawater instead of the reported values of 10/sup 5/. However, preliminary tests carried out in fresh water show considerable promise for an extraction system that uses a combination of dissolved titanium hydroxide (in minute amounts) which forms an insoluble compound with the uranyl ion, and the insoluble compound then being sorbed out on activated carbon. Such a system showed partition coefficients in excess of 10/sup 5/ in fresh water. However, the system was not tested in seawater.

  11. ANALISIS PENGARUH STRATEGI PEMASARAN DALAM PENINGKATAN DAYA SAING DALAM MEMILIH PAKET UMROH PADA BIRO PERJALANAN PT. MAKTOUR DI MAKASSAR

    OpenAIRE

    MANGGABARANI, REYHAN RISQULLAH MANGGABARANI

    2014-01-01

    2014 ANALISIS PENGARUH STRATEGI PEMASARAN DALAM PENINGKATAN DAYA SAING DALAM MEMILIH PAKET UMROH PADA BIRO PERJALANAN PT. MAKTOUR DI MAKASSAR Analysis Affect of Marketing Strategy in Increasing of Competitive in Choice of Umroh Package on PT. Maktour Tour and Travel Makassar Branch Reyhan Risqullah Manggabarani Hj. Djumidah Maming Mukhtar Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh strategi pemasaran y...

  12. Perlindungan Hukum Bagi Pihak Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah

    OpenAIRE

    Hamdaliah

    2016-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perlindungan hukum dari pembeli itikad baik dalam jual beli tanah terhadap penjual itikad buruk dan mempelajari pertimbangan hakim dalam menilai ada tidaknya itikad baik dalam perjanjian jual beli dalam kasus sengketa. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan mempelajari norma-norma hukum yang terkait dengan objek penelitian. Sumber hukum yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah sumber utama hukum, sumber seku...

  13. Uranium Potential and Regional Metallogeny in China

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    ZHANG Jindai; LI Ziying

    2008-01-01

    This paper is briefly involved in distributions of China's uranium metallogenic types,provinces, regions and belts. Eight target regions have been pointed out to be worthy of prospectingfor uranium resources. The regional uranium metallogeny is discussed and great uranium potentialpointed out from many aspects. Generally speaking, there are favorable conditions for uraniummineralization and good perspective to explore for uranium resources.

  14. Method of preparation of uranium nitride

    Science.gov (United States)

    Kiplinger, Jaqueline Loetsch; Thomson, Robert Kenneth James

    2013-07-09

    Method for producing terminal uranium nitride complexes comprising providing a suitable starting material comprising uranium; oxidizing the starting material with a suitable oxidant to produce one or more uranium(IV)-azide complexes; and, sufficiently irradiating the uranium(IV)-azide complexes to produce the terminal uranium nitride complexes.

  15. 31 CFR 540.309 - Natural uranium.

    Science.gov (United States)

    2010-07-01

    ... 31 Money and Finance: Treasury 3 2010-07-01 2010-07-01 false Natural uranium. 540.309 Section 540... FOREIGN ASSETS CONTROL, DEPARTMENT OF THE TREASURY HIGHLY ENRICHED URANIUM (HEU) AGREEMENT ASSETS CONTROL REGULATIONS General Definitions § 540.309 Natural uranium. The term natural uranium means uranium found...

  16. Konsep Desain Venakular Dalam Bentuk pagawéan barudak di Baduy-Dalam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Zaini Alif

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract The term, Toys and Games in Inner Baduy society, are not familiar. They recognize them as Pagawéan Barudak. It is action using tools as media. The study was conducted in Inner Baduy, which focused on three villages, named Cibeo, Cikeusik and Cikartawana. The toys and games design in Baduy is a process of transmitting moral, and socialization skills. Its form is presented through the study of vernacular design, which explains how the value of the transmission processes. In the pagawean barudak, determination and obedience are delivered through skills (skills training in making, using it, obedience is delivered through the use of materials, forms, processes and the results of it. In the making process of the creation in pagawéan barudak portrays relationship of human being with the needs of surrounding nature. Then, those needs will be filled with rules, which are interconnected between them and the environment, emerging pikukuh and pitutur that must be followed in conducting all activity. Keyword: Design, Vernacular, Toys, Inner Baduy. Abstrak Istilah Mainan dan Permainan di masyarakat Baduy, tidak dikenal. Mereka menyebutnya Pagawéan Barudak, ini merupakan hasil kegiatan dengan menggunakan alat sebagai medianya. Penelitian dilakukan di Baduy,  difokuskan ke tiga kampung, yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana. Desain Mainan dan permainan di Baduy, adalah proses  transmisi keterampilan, moral, dan sosialisasi. Bentuknya yang disajikan melalui studi desain vernakular yang akan menjelaskan bagaimana nilai dari proses transmisi itu berlangsung. Pada barudak  melakukanpagawean, keteguhan dan kepatuhan disampaikan melalui keterampilan (skill training dalam membuat, menggunakan  pagawean barudak, kepatuhan disampaikan melalui penggunaan bahan, bentuk, proses dan hasil pagawean barudak. Dalam proses pembuatan produk dalam bentuk pagawéan barudak adalah, hubungan manusia dengan kebutuhan alam sekitarnya. Kemudian, kebutuhan tersebut akan

  17. ELECTROLYSIS OF THORIUM AND URANIUM

    Science.gov (United States)

    Hansen, W.N.

    1960-09-01

    An electrolytic method is given for obtaining pure thorium, uranium, and thorium-uranium alloys. The electrolytic cell comprises a cathode composed of a metal selected from the class consisting of zinc, cadmium, tin, lead, antimony, and bismuth, an anode composed of at least one of the metals selected from the group consisting of thorium and uranium in an impure state, and an electrolyte composed of a fused salt containing at least one of the salts of the metals selected from the class consisting of thorium, uranium. zinc, cadmium, tin, lead, antimony, and bismuth. Electrolysis of the fused salt while the cathode is maintained in the molten condition deposits thorium, uranium, or thorium-uranium alloys in pure form in the molten cathode which thereafter may be separated from the molten cathode product by distillation.

  18. Perlindungan Hukum Bagi Pihak Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdaliah

    2016-09-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perlindungan hukum dari pembeli itikad baik dalam jual beli tanah terhadap penjual itikad buruk dan mempelajari pertimbangan hakim dalam menilai ada tidaknya itikad baik dalam perjanjian jual beli dalam kasus sengketa. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan mempelajari norma-norma hukum yang terkait dengan objek penelitian. Sumber hukum yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah sumber utama hukum, sumber sekunder hukum, dan sumber daya lain yang tidak berasal dari literatur untuk mendukung analisis. Kasus yang termasuk dalam rangka untuk mengatasi masalah dengan baik dan tepat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual, dengan mengacu pada ide-ide dan doktrin yang dikembangkan dalam hukum, terutama berkaitan dengan analisis masalah yang ditangani, Jenis penelitian ini adalah persediaan undangundang. Aturan yang dikumpulkan akan menjadi acuan dalam menganalisis masalah seperti yang ditunjukkan dalam perumusan masalah penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa: pertama, perlindungan hukum kepada pembeli itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian dalam hal ini jual beli tanah mulai dari tahap pra-perjanjian sampai dengan pascakesepakatan tahap hingga pasca-kesepakatan tahap keharusan ditegakkan sebagaimanadiatur dalam Pasal 1341, Pasal 1491 dan Pasal 1942 KUH Perdata. Isi dari jual beli tanah juga harus rasional atau adil sesuai dengan konteks itikad baik sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 ayat (3 KUHPerdata, Kedua, para hakim dalam pertimbangan mereka belum mendapat mendalam dan pemahaman yang konsisten tentang makna itikad baik tercantum dalam Pasal 1338 ayat (3 KUHPerdata.Standar yang diterapkan oleh hakim dalam mempertimbangkan adanya itikad baik dalam kasus tanah atau pelaksanaan jual beli tanah adalah standar obyektif, yaitu dengan mengacu pada sikap para pihak dalam melakukan perjanjian.Hasil pemeriksaan atas isi dari

  19. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and

  20. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the

  1. DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kokom Komalasari

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract: Diffusing Innovation in Contextual Teaching-Learning of Civic Education. This study aimed to describe the implementation, constraints and resistance, and also factors that should be considered in diffusing contextual teaching-learning innovation. The studyemployed both quantitative and qualitative approaches. The population of this research was students of Junior High Schools in West Java with a sample consisting of 1004 students, and 16 civic education teachers who participated in Competence-based Inte­grated Training. The results show that the implementation of contextual teaching-learning in West Java fell into the category of average. Cooperation was the most frequently applied, while direct experience and authentic assessment were the least. There were constraints and resistance in implementing contextual teaching-learning related to teachers' competence, school climate, and cultural change. Therefore, factors of teachers, students, facilities, expenses, curriculum, school climate, parents and society should be taken into account. Abstrak: Difusi Inovasi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, resistensi, serta faktor yang harus diperhatikan dalam difusi inovasi pembelajaran kontekstual. Proses penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pola "the dominant-less dominat design" dari Creswell. Pendekatan kuantitatif menggunakan survei dan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah siswa SMP se-Jawa Barat dengan sampel 1.004 siswa dan 16 guru Pendidikan Kewarganegaraan yang telah mengikuti pelatihan ter­integrasi berbasis kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran kontekstual di Jawa Barat termasuk kategori sedang/cukup. Kerjasama paling tinggi penerapannya, pengalaman langsung dan asesmen otentik paling rendah penerapannya. Terdapat kendala dan resistensi dalam pelaksanaan

  2. Doa daLam Tradisi Islam Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahab Rosyidi

    2012-12-01

    Full Text Available Doa etymologically means request something to God in certain ways. while some ulama define doa is a self statement presence to Allah the Almighty about our weakness, shortages, inabilities, and disgraces, then we ask Allah the Almighty in order the weaknesses, shortages, inabilities, and humiliations are removed and replaced with the strengths, capabilities and a high degree both in human sight and in Allah sight. In the theory needs said, that basically human beings need to feel safe (safety need, and the safety need leads to the two forms, namely: safety needs of life and safety needs of the property. Safety needs emerged as the most important requirement if psychology needs have been fullfilled. this behavior as reflected in the lives of Javanese who always do doa  in the form of slametan ceremony. Slametan aims to achieve slamet (safety, namely a condition in which the events will move smoothly to follow a predetermined path and will not happen misfortunes to just anyone.   Doa Secara etimologi artinya memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan cara- cara tertentu. Sedangkan beberapa ulama mendefinisikan doa berarti pernyataan diri ke hadirat Allah SWT tentang kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan kita, kemudian kita memohon sesuatu kepada Allah SWT agar kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan ini diangkat dan digantikan dengan kelebihan, kemampuan serta derajat yang tinggi baik di sisi manusia maupun di sisi-Nya. Dalam teori kebutuhan dikatakan; bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan rasa aman (safety need, dan rasa aman itu mengarah pada dua bentuk yakni kebutuhan keamanan jiwa dan keamanan harta. Kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhan yang paling penting kalau kebutuhan psikologis telah terpenuhi. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam perilaku hidup orang Jawa yang selalu melakukan Doa dalam bentuk upacara slametan. Slametan bertujuan untuk mencapai keadaan slamet, yaitu suatu keadaan dimana peristiwa

  3. Uranium Critical Point Location Problem

    CERN Document Server

    Iosilevskiy, Igor

    2013-01-01

    Significant uncertainty of our present knowledge for uranium critical point parameters is under consideration. Present paper is devoted to comparative analysis of possible resolutions for the problem of uranium critical point location, as well as to discussion of plausible scheme of decisive experiment, which could resolve existing uncertainty. New calculations of gas-liquid coexistence in uranium by modern thermodynamic code are included in the analysis.

  4. Radiochemistry of uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gindler, J.E.

    1962-03-01

    This volume which deals with the radiochemistry of uranium is one of a series of monographs on radiochemistry of the elements. There is included a review of the nuclear and chemical features of particular interest to the radiochemist, a discussion of problems of dissolution of a sample and counting technique, and finally, a collection of radiochemical procedures for the element as found in the literature.

  5. KOMPUTASI DISTRIBUSI NEUTRON DALAM STATISTIK MAXWELL BOLTZMANN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Purwoningsih

    2013-03-01

    Full Text Available The migration of neutron is arranged by some probability distributions such as probability of spread distribution, probability of distance distribution, probability of energy distribution and probability of flux distribution. One application of these pattern distributions is modelling the reaction between neutron and elements which compose the tissue related to the absorption of neutron in brain cancer tissues. This article explores computation analysis of pattern of distribution of neutron flux in a reactor system. Variables were the amount of neutron simulated and the depth of cylindrical reactor system. Simulations showed that 20-120 minutes was needed in executing 100,000 neutrons to build the distribution pattern of neutrons flux. This pattern was also depended on the depth of the system. In all depths, the peak of neutron flux distribution pattern was in the 3rd bin. Comparison between this simulations and experiment results in literatures showed that by analyzing the simulation of the distribution of neutron flux, a Poisson distribution which follows the Maxwell-Boltzmann was resulted. Perpindahan neutron diatur dengan beberapa peluang distribusi, seperti peluang distribusi sudut hamburan, peluang distribusi jarak perpindahan, peluang distribusi energi transfer, serta peluang distribusi fluks neutron. Salah satu aplikasi dari pola distribusi ini adalah pemodelan reaksi antara neutron dengan elemen-elemen penyusun jaringan yang terkait dengan serapan neutron dan dosis yang terserap oleh jaringan tumor otak pada terapi BNCT (Boron Neutron Capture Therapy. Dalam penelitian ini dibahas analisis komputasi tentang pola distribusi fluks neutron dalam suatu sistem reaktor. Variabel dalam penelitian ini adalah banyaknya neutron yang disimulasikan, serta kedalaman sistem reaktor yang dalam penelitian ini menggunakan sistem reaktor berbentuk silinder. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan neutron sebanyak 100.000 diperlukan waktu eksekusi sekitar

  6. Diskursus Akhlak dalam Filsafat Mulla Sadra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thuba Kermani

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : In Mulla Sadra’s system of thought, the discussion of  philosophy of  moral (ethics, morality, the nature of morality and matters related, that is the soul (nafs and the spirit, is not a short discussion. All forms of action and the nature of malakah imprinted in the human psyche that will participate in the world hereafter. Therefore, some of the matters of the soul is a postulate of science of moral. Yet despite the differences in the ethics’s school of thoughts, it can be said that almost Muslim philosophers agree to the connection of moral with the perfection of soul. And the foundation of moral questions rests on the principle of perfection of the soul and the effects of the moral act. Without them, there will be no perfect rational and philosophical explanations of the good and bad character. However, in understanding how the process of perfection of the soul through moral acts, it is necessary to understand the perfection of the soul and make it a goal for human.Keywords : philosophy of moral, science of moral, theoretical reasoning, practical reasoning, intuition, meta-ethics. Abstrak : Dalam  struktur  pemikiran Mulla Sadra pembahasan  filsafat  akhlak,  akhlak,  sifat-sifat akhlak dan  hal yang berkaitan  dengannya,  yaitu  jiwa  (nafs dan ruh, bukan  pembahasan  yang  ringkas. Segala bentuk tindakan dan sifat malakah yang terpatri dalam jiwa manusia akan menyertainya di alam akhirat kelak. Oleh karena itu  sebagian  dari  persoalan-persoalan  jiwa  merupakan  postulat  ilmu  akhlak.  Namun  meskipun  terdapat perbedaan dalam aliran-aliran pemikiran filsafat akhlak, dapat dikatakan hampir semua filsuf Islam sepakat bahwa akhlak berkaitan dengan kesempurnaan jiwa. Dan fondasi persoalan-persoalan akhlak bersandar pada prinsip kesempurnaan jiwa dan pengaruh dari perbuatan akhlak. Tanpa hal itu, penjelasan rasional dan filosofis atas kebaikan dan keburukan akhlak tidak akan sempurna. Bagaimanapun

  7. Membedah Relevansi dalam Iklan “WRP”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neneng Nurjanah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract: According to Sperber and Wilson, communication in advertisement is ostensive-inferential communication. This communication needs contextual effect and ostensive stimulus which was known to listener's (market segmentation. In WRP 6 day diet pack ad, advertising agency employs some contextual effect and ostensive stimulus to make listener interested and wanted to buy the product. To explore about the communication in WRP 6 day diet pack ad, this paper employs pragmatics method, especially relevance theory. Tanaka says that relevance theory serve comprehensive account to investigate speeches in order to get speaker meaning. The result of this research is advertising agency (speaker addressed this ad to middle high class women as market segmentation (listener. Advertising agency also employed some contextual effect such as body discourse, health discourse, and others diet program and also employed ostensive stimulus such as color and font size to make high relevance speech. Keywords: ostensive-inferencial communication; ostensive stimulus; constectual effect; theory of relevance Abstrak: Komunikasi dalam iklan menurut Sperber dan Wilson merupakan komunikasi ostensif-inferensial yang melibatkan efek kontekstual dan stimulus ostensive diketahui oleh kawan tuturnya (pangsa pasar. Begitu pula dengan iklan WRP 6 day diet pack, agensi iklan memanfaatkan efek kontekstual yang berada dalam benak pangsa pasarnya agar mereka tertarik dan membeli produk tersebut. Untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi dalam iklan WRP 6 day diet pack, artikel ini memanfaatkan pendekatan pragmatik, khususnya teori relevansi. Teori relevansi menurut Tanaka menyediakan catatan yang paling komprehensif dalam menyelidiki tuturan berdasarkan makna penutur. Tujuan penelitian ini untuk menyelisik relevansi iklan WRP 6 day diet pack. Adapun temuan yang diperoleh dari artikel ini adalah agensi iklan WRP 6 day diet pack menujukkan iklan tersebut kepada perempuan dewasa dari

  8. Tafsir Isyari dalam Pandangan Imam Ghazali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Wahid

    2010-11-01

    Full Text Available Tulisan ini meninjau pandangan Imam al- Ghazali terhadap penafsiran-penafsiran yang dilakukan oleh ulama-ulama shufi yang dikenal dengan tafsir isyari. Dalam pandangan al-Ghazali tafsir isyari bukanlah seperti tafsir batiniyah sebagaimana yang digambarkan oleh sebagaian orang yang menolaknya. Tafsir itsyari yaitu sutu penafsiran yang dilakukan oleh orangorang sufi dengan cara membuka isyaratisyarat al-Qur’an melalui latihan-latihan tertentu. Tafsir Isyari dapat diterima ketika telah memenuhi syarat-syarat tertentu, diantara syarat pentingnya adalah seorang sufi yang akan mentafsirkan secara isyari mestilah terlebih dahulu memahami dengan baik tafsiran-ayat-ayat al-Qur’an secara zahir.

  9. METHOD FOR RECOVERING URANIUM FROM OILS

    Science.gov (United States)

    Gooch, L.H.

    1959-07-14

    A method is presented for recovering uranium from hydrocarbon oils, wherein the uranium is principally present as UF/sub 4/. According to the invention, substantially complete removal of the uranium from the hydrocarbon oil may be effected by intimately mixing one part of acetone to about 2 to 12 parts of the hydrocarbon oil containing uranium and separating the resulting cake of uranium from the resulting mixture. The uranium in the cake may be readily recovered by burning to the oxide.

  10. URANIUM MARKET TRENDS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Serghei MĂRGULESCU

    2016-06-01

    Full Text Available The recent UN Climate Talks in Paris have put forward the goal of limiting the global temperature rise to two degrees Celsius by the end of the century. This is providing a strong political base for expanding the nuclear power capacity because of the critical role that nuclear power plants play in the production of electricity without emissions of greenhouse gases. In all, more than a dozen countries get over 25% of their energy from nuclear power, with 437 nuclear reactors operating around the world. On top of that, there are another 71 reactors under construction, 165 planned, and 315 proposed. Global uranium demand is expected to rise 40% by 2025 and 81% by 2035. Mined supply of uranium will struggle to keep pace amid rising demand and falling secondary supplies. A cumulative supply deficit is expected to emerge by 2021 while 2016 marks a huge inflection point for the industry, beeing the first year that demand will actually exceed supplies, creating a 60,000-tonne shortfall by 2018. Over the next 10 years, we're going to see uranium prices more than double while the bull run will begin in earnest in 2016.

  11. SEPARATION OF THORIUM FROM URANIUM

    Science.gov (United States)

    Bane, R.W.

    1959-09-01

    A description is given for the separation of thorium from uranium by forming an aqueous acidic solution containing ionic species of thorium, uranyl uranium, and hydroxylamine, flowing the solution through a column containing the phenol-formaldehyde type cation exchange resin to selectively adsorb substantially all the thorium values and a portion of the uranium values, flowing a dilute solution of hydrochloric acid through the column to desorb the uranium values, and then flowing a dilute aqueous acidic solution containing an ion, such as bisulfate, which has a complexing effect upon thortum through the column to desorb substantially all of the thorium.

  12. KONTRIBUSI KONSELOR DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Slamet Kusmanto

    2015-11-01

    Full Text Available Pengembangan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter, yang memfokuskan pada pembentukan seluruh aspek dimensi manusia, sehingga dapat menjadi manusia yang berkarakter. Kurikulum Holistik Berbasis Karakter ini disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan Student Active Learning, Integrated Learning, Developmentally Appropriate Practices, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences yang semuanya dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik. Maka diperlukan peran yang sangat besar dari guru pembimbing (konselor SMA dalam mengembangkan potensi peserta didiknya dalam mengembangkan potensinya dan membentuk karakter individu itu sendiri dan memberikan warna positif dalam suasana pembelajaran.

  13. KONSTRUKSI DETERMINAN DALAM FRASA NOMINA BAHASA PRANCIS DAN BAHASA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roswita Lumban Tobing

    2012-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan untuk memaparkan konstruksi determinan pada frasa nomina bahasa Perancis dan bahasa Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis kontrastif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nomina bahasa Perancis memiliki jenis kelamin (maskulin/feminin dan jumlah (tunggal/jamak. Gender dan jumlah dalam bahasa Prancis memiliki aturan konkordansi yang dapat memengaruhi bentuk dan makna nomina. Dalam bahasa Indonesia, meskipun nomina memiliki konsep gender tunggal dan jamak, jenis dan jumlah dalam bahasa Indonesia tidak muncul secara eksplisit. Bentuk ini hanya ditandai dengan karakteristik semantik tertentu yang dapat menunjukkan jenis kelamin, bentuk tunggal, dan bentuk jamak.

  14. Analisa Kalimat Ergatif dalam Tajuk Berita Detik.com

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handoko Handoko

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan analisis terhadap penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita Detik.com. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan metode simak terhadap penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita Detik.com. Data kemudian dianalis dengan menggunakan pendekan sitaksis menggunakan teori Goverment and Binding (Chomsky 1981. Hasil analysis terhadap penggunaan kalimat ergatif menujukkan bahwa penggunaan kalimat ergatif  bukanlah penambahan afiks atau penggunaan leksikal tertentu, tapi adalah perlakuan FN S sama dengan FN O dan berbeda dengan FN A dengan pivot S/O. Penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita bertujuan untuk mengedepankan atau menekankan peran objek sebagai inti kalimat.

  15. KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Bakar M.Luddin

    2014-06-01

    Abstrak: Kinerja Kepala Sekolah dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Penelitian dilaksanakan di SMU Negeri 2 Kota Binjai, dengan memergunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, koordinator bimbingan dan konseling, dan guru pembimbing. Data di­kumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen, dan selanjutnya dianalisis sete­lah melalui proses triangulasi antarsubjek dan informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling masih belum sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan. Kepala sekolah perlu meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan fungsi koordinasi dan kepengawasan untuk mencapai kegiatan bimbingan dan konseling yang efektif.

  16. PENERAPAN BLENDED-PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Agus Triyanto

    2016-07-01

    Biologi abad 21 merupakan integrasi dan mengintegrasikan kembali sub disiplin ilmu biologi, serta integrasi biologi dengan disiplin ilmu lain untuk mengatasi permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Blended-Problem Based Learning, aktivitas belajar, dan respon siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas positif siswa dalam pembelajaran memuaskan, sedangkan respon siswa baik terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Blended-Problem Based Learning dapat diterapkan dan diterima sebagai model dalam pembelajaran.

  17. PELAKSANAAN KEWENANGAN KEPALA DAERAH DALAM PENENTUAN MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adia Ferizko

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak                   :            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kewenangan bupati dalam menentukan mutasi PNS dalam jababtan structural di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir . Metode dalam melakukan penelitian ini adalah penelitian hukum empiris . Sebagai data utama adalah data primer , yaitu data yang langsung diperoleh dari sumber dan wawancara dan didukung oleh data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif . Dalam menarik kesimpulan, penelitian ini menggunakan metode penalaran induktif , berdasarkan contoh khusus untuk mencapai kesimpulan umum tentang sesuatu.  Hasil penelitian ini adalah kewenangan bupati dalam menentukan mutasi PNS dalam jababtan struktural di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir .telah dilakukan dengan baik meskipun ada beberapa kasus mutasi tercemar dengan alasan politik atau balas jasa , tapi masih sesuai dengan hukum. Kata Kunci        :    Pelaksanaan kewenangan, penentu mutasi Abstract               :    The aim of this research paper is to find out the regent’s authority implementation in deciding structural-rank civil servant officers mutation in Rokan Hilir regency administration. The method in conducting this research paper is empirical legal research. As the main data is primary data, namely data directly gained from source and interview and supported by secondary data. This research paper uses qualitative analytical method. In drawing conclusion, this research paper uses inductive reasoning method, based on particular examples to reach a general conclusion about something. The result of this research paper is the regent’s authority in deciding structural-rank civil servant officers mutation in Rokan Hilir regency administration has been carried out well although there are some mutation cases tainted with political or logrolling reason, but it’s still in line with the law.  Keyword     

  18. PENGEMBANGAN EMOTIONAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMK UNTUK MEMPERSIAPKAN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KERJA DI ERA GLOBALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Oktarina

    2006-12-01

    Full Text Available Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, terbuka dan demokratis. Tujuan dari Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dalam rangka membantu peserta didik guna mengikuti perkembangan iptek dan menjawab tantangan di masa depan, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK telah dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pelaksanaan KBK menuntut guru untuk lebih inovatif dalam proses pembelajaran siswa, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru akan tetapi berpusat pada siswa. Seperti halnya dalam pembelajaran ekonomi di SMK siswa tidak lagi menjadi pihak yang pasif menerima materi tetapi aktif dalam PBM. Sehingga siswa tidak hanya paham terhadap materi pelajaran akan tetapi juga dapat menghubungkannya dengan kondisi  yang ada di masyarakat. Untuk itu  pengembangan Emotional Intelligence (EI dalam pembelajaran ekonomi di SMK dapat dijadikan sebagai suatu alternatif dalam proses pembelajaran untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan kerja di masa depan. Pengembangan Emotional Intelligence diperlukan supaya siswa memiliki kecakapan hidup (life skill. Kata kunci : emotional intelligence, peserta didik, life skill

  19. Kinetics of Uranium Extraction from Uranium Tailings by Oxidative Leaching

    Science.gov (United States)

    Zhang, Biao; Li, Mi; Zhang, Xiaowen; Huang, Jing

    2016-07-01

    Extraction of uranium from uranium tailings by oxidative leaching with hydrogen peroxide (H2O2) was studied. The effects of various extraction factors were investigated to optimize the dissolution conditions, as well as to determine the leaching kinetic parameters. The behavior of H2O2 in the leaching process was determined through scanning electron microscopy-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDX) and x-ray diffraction analysis of leaching residues. Results suggest that H2O2 can significantly improve uranium extraction by decomposing the complex gangue structures in uranium tailings and by enhancing the reaction rate between uranium phases and the leaching agent. The extraction kinetics expression was changed from 1 - 3(1 - α)2/3 + 2(1 - α) = K 0(H2SO4)-0.14903(S/L)-1.80435( R o)0.20023 e -1670.93/T t ( t ≥ 5) to 1 - 3(1 - α)2/3 + 2(1 - α) = K 0(H2SO4)0.01382(S/L)-1.83275( R o)0.25763 e -1654.59/T t ( t ≥ 5) by the addition of H2O2 in the leaching process. The use of H2O2 in uranium leaching may help in extracting uranium more efficiently and rapidly from low-uranium-containing ores or tailings.

  20. Transformative Learning dalam Membangun Pesantren Berbasis Multikultural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Ma'arif

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak Semangat membangun pesantren berbasis multikultural, harus diawali dengan perubahan fundamental dalam proses belajar mengajar di pesantren, menuju ke arah transformative learning. Pendidikan pesantren  yang cenderung monolog  (kaku dan satu arah antara kiyai-santri, perlu digeser ke arah sistem  dan metode dialogis-kritis. Dari sistem “pengajian” dan mono-disipliner ke arah “pengkajian” serta bersifat interdisipliner studies.  Dengan harapan pesantren yang terkenal sebagai lembaga pendidikan yang selalu berdimensi metafisik ini, terbiasa dengan “perbedaan” dan responsive terhadap perkembangan zaman. Selain itu, pesantren perlu mempersiapkan kurikulum yang dapat menumbuhkan multikulturalisme serta mampu menggali sisi –sisi perdamaian dan toleransi. Tujuan transformative learning di pesantren berbasis multikultural tiada lain adalah  mempersiapkan generasi yang inklusif dan akomodatif terhadap keanekaragaman masyarakat, yang memiliki perbedaan agama, etnis dan kultur. Santri yang memiliki wawasan luas dan mampu melintas batas tradisi dan keagamaan serta memiliki kepedulaian terhadap peran agama dalam memecahkan problem sosial yang ada. Kata kunci: pesantren, multikultural dan  transformative teaching

  1. Pengasuhan Anak Yatim dalam Prespektif Pendidikan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauziyah Masyhari

    2017-06-01

    Full Text Available Artikel ini membahas pengasuhan anak yatim dalam perspektif pendidikan Islam. Ada dua pertanyaan penting: (1 apa maksud pengasuhan anak yatim itu? (2 bagaimana pola asuh anak yatim dalam pendidikan Islam? Kajian ini menyimpulkan bahwa: (1 pengasuhan anak yatim yaitu proses perbuatan mengasuh, menjaga, dan membimbing yang dilakukan oleh orang dewasa, sebagai upaya membentuk kepribadian yang sempurna (kāmil; (2 Pola asuh anak yatim memiliki dua bentuk, yaitu: pertama, bentuk keluarga, di mana keluarga tertentu mengangkat anak yatim untuk dijadikan anak asuh; kedua, bentuk panti asuhan atau asrama yang biasanya dikelola oleh yayasan tertentu. This article discusses the care of orphans in the perspective of Islamic education. There are two important questions: (1 what is an orphan care? (2 how is the pattern of orphan care in Islamic education? This study concludes that: (1 upbringing of orphans is the process of parenting, guarding and guiding by adults, in an attempt to form a perfect personality (kāmil; (2 The pattern of foster care of orphans has two forms, namely: first, the form of the family, in which the particular family appoints the orphan to be a foster child; second, the form of an orphanage or dormitory that is usually managed by a particular foundation.

  2. The terrestrial uranium isotope cycle.

    Science.gov (United States)

    Andersen, Morten B; Elliott, Tim; Freymuth, Heye; Sims, Kenneth W W; Niu, Yaoling; Kelley, Katherine A

    2015-01-15

    Changing conditions on the Earth's surface can have a remarkable influence on the composition of its overwhelmingly more massive interior. The global distribution of uranium is a notable example. In early Earth history, the continental crust was enriched in uranium. Yet after the initial rise in atmospheric oxygen, about 2.4 billion years ago, the aqueous mobility of oxidized uranium resulted in its significant transport to the oceans and, ultimately, by means of subduction, back to the mantle. Here we explore the isotopic characteristics of this global uranium cycle. We show that the subducted flux of uranium is isotopically distinct, with high (238)U/(235)U ratios, as a result of alteration processes at the bottom of an oxic ocean. We also find that mid-ocean-ridge basalts (MORBs) have (238)U/(235)U ratios higher than does the bulk Earth, confirming the widespread pollution of the upper mantle with this recycled uranium. Although many ocean island basalts (OIBs) are argued to contain a recycled component, their uranium isotopic compositions do not differ from those of the bulk Earth. Because subducted uranium was probably isotopically unfractionated before full oceanic oxidation, about 600 million years ago, this observation reflects the greater antiquity of OIB sources. Elemental and isotope systematics of uranium in OIBs are strikingly consistent with previous OIB lead model ages, indicating that these mantle reservoirs formed between 2.4 and 1.8 billion years ago. In contrast, the uranium isotopic composition of MORB requires the convective stirring of recycled uranium throughout the upper mantle within the past 600 million years.

  3. Kontribusi FIPMI dalam Mewujudkan Kerukunan Antarmazhab Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaki

    2016-03-01

    Full Text Available Tulisan ini mengkaji mengenai terbentuknya Forum Taqrib yang lebih di kenal dengan nama Forum Internasional Pendekatan Antar Mazhab-Mazhab Islam (FIPMI dilatarbelakangi kondisi umat Islam, khususnya Sunni dan Syiah. Tokoh printis berdirinya Forum Taqrib Borujerdi memiliki alasan yang tepat memilih tokoh-tokoh ulama al-Azhar untuk dapat diajak berkomunikasi dan dialog untuk mewujudkan ide taqrib. Hal ini disebabkan ulama al-Azhar, selain reputasi keilmuannya diakui dunia juga lebih disebabkan mereka berpikiran moderat tidak fanatik. Hampir semua tokoh yang dikaji berpikiran bahwa taqrib artinya mendekatkan umat untuk saling mengenal dan memahami, bukan memaksakan umat untuk menganut suatu mazhab. Semua tokoh juga sepakat, bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah, tidaklah prinsip. Meskipun ada yang menyatakan prinsip, yaitu  dalam hal imamah. Titik temu akan diperoleh, jika Syiah tidak meletakkan imamah pada tataran akidah prinsip yang dapat menyebabkan kekafiran bagi yang menolaknya. Hal ini sudah ditegaskan oleh Borujerdi bahwa masalah imamah adalah sejarah masa lalu dan tidak perlu diungkit lagi karena tidak akan ada hasilnya. Yang terpenting sekarang adalah mencari kesepakatan rujukan hukum dalam menjalani kehidupan beragama dan berbangsa ini. Borujerdi menawarkan Al-Qur’an dan Ahlulbait, karena sesuai dengan hadis, bahwa keduanya adalah sumber hukum yang tidak akan pernah terpisah. Inilah yang dipesankan dalam hadis Tsaqalain. Hadis ini disepakati oleh Sunni dan Syiah kesahihannya karena diriwayatkan dalam kitab-kitab mereka. Upaya-upaya yang dilakukan Forum Taqrib dalam mewujudkan persatuan dan perdamaian, yakni: Taqrib juga telah melakukan sosialisasi keberadaannya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin, seperti konferensi tahunan dan pertemuan berkala lainnya, serta penerbitan majalah atau jurnal. This article examines the formation of Forum Taqrib that is usual known by the name of the International Forum of Inter Approach schools

  4. Uranium in soils and water; Uran in Boden und Wasser

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dienemann, Claudia; Utermann, Jens

    2012-07-15

    The report of the Umweltbundesamt (Federal Environmental Agency) on uranium in soils and water covers the following chapters: (1) Introduction. (2) Deposits and properties: Use of uranium; toxic effects on human beings, uranium in ground water and drinking water, uranium in surface waters, uranium in soils, uranium in the air. (3) Legal regulations. (4) Uranium deposits, uranium mining, polluted area recultivation. (5) Diffuse uranium entry in soils and water: uranium insertion due to fertilizers, uranium insertion due to atmospheric precipitation, uranium insertion from the air. (6) Diffuse uranium release from soils and transfer in to the food chain. (7) Conclusions and recommendations.

  5. SOLVENT EXTRACTION OF URANIUM VALUES

    Science.gov (United States)

    Feder, H.M.; Ader, M.; Ross, L.E.

    1959-02-01

    A process is presented for extracting uranium salt from aqueous acidic solutions by organic solvent extraction. It consists in contacting the uranium bearing solution with a water immiscible dialkylacetamide having at least 8 carbon atoms in the molecule. Mentioned as a preferred extractant is dibutylacetamide. The organic solvent is usually used with a diluent such as kerosene or CCl/sub 4/.

  6. Kepemimpinan Transformasional dalam Rekonstruksi Peran Agama di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herly Janet Lesilolo

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak Indonesia dalam Orde Baru sangat kuat menekankan ideal-ideal sentralisasi, otoritarianisme dan birokratisme. Konteks ini mengakibatkan terjadinya kemerosotan peran agama. Satu sisi, praktek ketidakpedulian etik, ketidakpedulian moral dan ketidakpedulian sosial semakin melekat dengan perilaku manusia beragama. Disinilah letak peran penting pemimpin agama, untuk merekontsruksi peran agama, hingga peran agama menjadi suatu kebutuhan utuh bagi pemeluknya. Kepemimpinan transformasional, dengan ciri utama perubahan diri diharapkan dapat merekonstruksi peran agama di Indonesia dengan: Pertama, menginternalisasi hak, kesamaan dan kesetaraan dalam lingkung kehidupan beragama. Kedua, membumikan makna martabat manusia yang bernilai dalam berinteraksi dan berkomunikasi.  Ketiga, menerapkan apresiasi toleransi keragaman. Keempat, memobilisasi kolektif dengan adaftif sebagai upaya penghilangan diskriminasi, stereotipe dan prasangka, dan Kelima, membangun demokrasi dalam dialog, dengan keadilan, kedamaian, kebebasan dan humaniterisme.

  7. PATOLOGI BIROKRASI DALAM ORGANISASI PUBLIK DAN UPAYA PENCEGAHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidah rosidah

    2005-01-01

    Full Text Available Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan daerahnya, sebagaimana undang-undang Otonomi Daerah No.7 tahun 1974 .. Untuk mewujudkannya perlu upaya yang sungguh-sungguh, dengan modal sumber daya yang dimilikinya. Dalam proses pencapaian tujuan tidak lepas dari berbagai persoalanl hambatan. Salah satu hambatan adalah yang terkait dengan SDM (Sumber Daya Manusia, yakni perilaku aparatur pemerintah. Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Antara lain dengan diagnosa organisasi, analisis sitem dan prosedur. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi perilaku aparatur yang counter productive, sehingga menghambat laju perkembangan organisasi. Hal-hal yang nampak dari perilaku tersebut bisa jadi merupakan penyakit organisasi (patologi birokrssi, yang sudah merupakan budaya dalam organisasi tersebut. Melalui tulisan ini akan dikupas beberapa patologi yang kemungkinan muncul dalam birokrasi pemerintahan, antara lain astigmatisme, xenophobia, paranoia, dll.; sebab-sebab terjadinya, bagaimana berproses dalam organisasi publik dan solusi yang ditawarakan serta pendekatan yang bisa diterapkan.

  8. Kesiapan Operator Seluler dalam Mengimplementasikan Teknologi Long Term Evolution (LTE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ariyanti

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan operator seluler dalam mengimplementasikan teknologi Long Term Evolution (LTE. Model penelitian dengan menggunakan mengadopsi teknik Net Readiness Framwork. Adapun kriteria pengukurannya terdiri dari Leadership, Governance, Competencies dan Technology. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada operator seluler di Indonesia dan melakukan wawancara kepada regulator. Kajian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Axis, PT. HCPT dan PT. Telkomsel mempunyai tingkat kesiapan LTE Visionary yang berarti perusahaan sangat antusias dalam perubahan dan lebih dahulu mengambil resiko untuk mengimplementasikan LTE dalam organisasinya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan proses bisnis perusahaan. PT. Indosat dan PT. XL mempunyai nilai kesiapan LTE leader  yang berarti perusahaan mampu mengadaptasi perubahan dan menginspirasi organsiasi lain dalam penerapan LTE. PT. Smartfren pada tingkat kesiapan LTE savvy yang berarti operator seluler memahami sebab dan efek dari perubahan dari munculnya LTE terhadap organisasi, namun belum melakukan adaptasi.

  9. PEMANFAATAN MEDIA POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

    OpenAIRE

    Badrul Wajdi

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa. Materi pelajaran yang dikaji dalam penelitian ini adalah zat dan wujudnya.Tempat pelaksanaan penelitian di SMP Negeri 1 Wanasabapada semester Ganjil tahun pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiman dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wanasaba yang terdiri dari 7 kelas dan sam...

  10. Optimalisasi Penggunaan WhatsApp dalam Perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusaini -

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama WhatsApp (WA dalam kegiatan pembelajaran terutama perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika. Tiga puluh dua responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah calon guru fisika di jurusan fisika FMIPA UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan WA bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalam perkuliahan tatap muka maupun dalam jaringan (daring. Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan WA dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain. Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen-mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar mahasiswa. This study aims to describe the importance of Online Application use particularly WhatsApp (WA during learning activities in particular in a Physics Education Assessment lecture. Thirty-two respondents involved are pre-service Physics Teachers learning at Physics Department FMIPA UM. Questionnaire and interview were employed to obtain data about the importance of WA in the lecture. The study shows positive influences of WA application to students’ activity during discussion section in both face-to-face meeting and online discussion. The participants also thought that they need to employ WA during both future Physics class and other lectures. The application also encouraged student discussion with their peer and also the lecturer. This study also indicates the need of further research about WA application and students’ achievement.

  11. PERSAMAAN MEDAN DIRAC DALAM PENGARUH MEDAN MAGNETIK YANG SERAGAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrias Widiantoro, Erika Rani

    2012-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan perlakuan khusus terhadap persamaan gerak partikel elementer yaitu Persamaan Dirac dengan dipengaruhi oleh medan magnet eksternal yang seragam untuk mendapat solusi Persamaan Dirac dalam pengaruh medan magnetic. Penambahan pengaruh potensial magnetik terhadap momentum dan energi total suatu partikel bermuatan dalam kajian teoritis terhadap persamaan gerak yaitu persamaan Dirac telah memberikan solusi persamaan medan Dirac yang baru, dan kuantisasi kedua yang terdapat konstanta tambahan serta propagasi fermioniknya terdapat suku pengali baru.

  12. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SERAT SASTRA GENDHING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasri Kurnialoh

    2016-01-01

    yang tinggi terhadap masalah bangsa dan agamanya. Salah satu sumbangsihnya adalah kitab karangannya yang berjudul Sastra Gendhing mengajarkan tentang keselarasan lahir batin dan awal akhir. Keserasian antara jagad gumelar dengan jagad gumulung, ditinjau dari ketajaman spirtitual ini, Sultan Agung mendapat gelar yang sepadan dengan wali. Spiritualisme Sultan Agung yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam karya, Sastra Gendhing.

  13. PENGKAJIAN BUDAYA SENSITIF DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKUBANGSA DI SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Basir, Muhammad; Sani, Yamin; Pawennari; Yahya

    2015-01-01

    Penelitian ini mengkaji dan menggabarkan bagaimana pemahaman budaya sensitif dalam kaitannya dengan hubungan antar sukubangsa di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman dalam kaitannya dengan hubungan antar sukubangsa, agar bisa dijadikan sebagai referensi bagi pengambil kebijakan, yakni terkait dengan regulasi yang mungkin bisa dibuat dan diterapkan di daerah-daerah yang multi etnik. Sehingga hubungan antar sukubangsa bisa damai dan harmonis, dan sudah ten...

  14. Jenis-Jenis Inkorporasi Pelesapan Verba Dalam Bahasa Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Detrichyeni Winaya

    2016-04-01

    Full Text Available Artikel ini adalah bagian dari tesis penulis. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis inkorporasi pelesapan verba dalam bahasa Bali. Data penelitian ini diperoleh melalui metode pustaka dengan teknik catat. Dalam analisis data akan dipakai metode agih. Hasil analisis disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat empat jenis inkorporasi verba yang ditemukan. Keempat jenis inkororasi verba tersebut antara lain inkorporasi objektif, inkorporasi instrumental, inkorporasi lokatif, dan inkorporasi keadaan.

  15. Analisis Tipe Kepemimpinan dalam Film “The Last Samurai”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vigor Wirayodha Hendriwinaya

    2016-06-01

    Full Text Available Dilema transisi budaya, politik, ekonomi, dan militer Jepang menuju era modern merupakan skenario yang menarik dalam film “The Last Samurai. Para pemimpin yang saling bersaing dalam mencapai tujuannya memudahkan penonton untuk melakukan analisis tipe kepemimpinan. Efektifitas serta relevansi terhadap kebutuhan tipe kepemimpinan akan transisi Jepang lama menuju Jepang modern yang mampu bersaing dengan bangsa luar (khususnya bangsa Barat terlihat jelas dalam film ini. Tipe kemepimpinan visioner ditampilkan oleh Omura, penasihat yang mampu mempengaruhi Kaisar dalam mewujudkan nilai komparatif dan kompetitif para masyarakat Jepang sehing­ga dapat bersaing dengan berbagai inovasi-inovasi yang terus berkembangan seiring dengan tantangan jaman. Tipe kepemimpinan “Wisdom dan Charismatic”hadir dalam sosok Katsumoto, sebagai pemimpin Samurai dan guru Kaisar ingin mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Jepang. Teladan kepemimpinan “Wisdom and Charismatic”Katsumoto tercermin pada pengabdian yang luar biasa, jiwa kepahlawanan, serta karakter yang patut menjadi teladan, dan memegang teguh perintah yang diwah­yukan padanya sebagai seorang samurai. Sifat tersebut menimbulkan kekaguman, rasa hormat, dan pengabdian dari seke­lompok samurai. Gambaran tipe kepemimpinan Visioner,“Wisdom dan Charismatic” yang ditemui pada sosok Omura dan Katsumoto. Tantangan masa kini menuntut setiap anggota untuk inovatif, kreatif, kompetitif, kompeten, dan berani mengambil risiko. Dalam pencapaian visi tersebut dibutuhkan sosok seorang pemimpin yang memiliki jiwa kharis­matik.

  16. Formasi Rohani Seorang Pelayan Anak Dalam Menunjang Efektivitas Pelayanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosyanthi Ferayanthi Bambarehi

    2011-10-01

    Full Text Available Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Para pelayan anak mengerti tentangtantangan dan peperangan yang dihadapinya dalam pelayanan anak. Kedua, Parapelayan anak memiliki formasi kehidupan rohani yang benar agar siap menghadapitantangan dan peperangan dalam pelayanan anak sehingga pelayanannya menjadiefektif. Ketiga, Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teologi diSekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini untukmendapatkan data yang diperlukan adalah: Pertama, Metode pengambilan danpengumpulan data melalui buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalamkarya ilmiah ini. Kedua, Dengan mengadakan wawancara dan kuisioner denganbeberappelayan anak dari jenis pelayanan anak yang berbeda.Setelah melihat semua hasil pembahasan dari setiap bab sebelumnya, maka penulismenarik beberapa kesimpulan. Formasi rohani seorang pelayan anak mencakuphubungan yang benar dengan Tuhan, hubungan yang benar dengan sesama danpengalaman perubahan dalam mengatasi dosa dan bertumbuh dalam kekudusan.Hubungan yang benar dengan Tuhan didasarkan pada pertobatan yang sejati danpengalaman perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, yang selanjutnya akan membawapertumbuhan yang benar, melalui waktu teduh, kehidupan doa dan puasa, sertapersekutuan dan ibadah. Hubungan yang benar dengan Allah akan menghasilkanhubungan yang benar pula dengan sesama. Hubungan yang benar dengan Allah juga akanmembuat seorang pelayan anak bersandar penuh pada kuasa Roh Kudus sehinggamengalami perubahan dan bertumbuh dalam kekudusan.

  17. Seksualitas dalam Alquran, Hadis dan Fikih: Mengimbangi Wacana Patriarki

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neng Hannah

    2017-06-01

    Full Text Available Ketika kita membincang tentang seksualitas, sering disalahfahami sebagai bahasan yang hanya berbicara tentang seks. Padahal cakupan bahasan seksualitas lebih luas daripada sekedar soal seks yang lebih mengacu pada aspek biologis. Seksualitas ialah bagaimana seseorang mengalami, menghayati dan mengekspresikan diri sebagai makhluk seksual. Dengan kata lain tentang bagaimana seseorang menggunakan pikiran, menggunakan perasaan dan bertingkahlaku berdasarkan posisinya sebagai makhluk seksual. Konsep seksualitas akan berbeda sesuai tempat dan waktu, karena merupakan konsep dan kontruksi sosial terhadap nilai dan perilaku yang berkaitan dengan seks. Isu seksualitas diperbincangkan secara ambigu di dunia Muslim. Ia sering dibicarakan dengan penuh apresisasi, tetapi dalam waktu yang sama juga sangat tertutup dan konservatif. Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan tentang seksualitas dalam perspektif Islam dengan landasan sumber dari Alquran, Hadis dan Fikih. Tulisan ini menunjukkan bahwa seksualitas dalam Islam dibentuk oleh nilai budaya dan agama.  Nilai-nilai agama dalam Alquran, Hadis dan Fikih mewarnai pembentukan pandangan tentang apa yang boleh dilakukan atau tidak, berbagai keharusan, dan sikap yang dikembangkan sehubungan dengan peran jenis kelamin. Pandangan tentang seksualitas dalam Islam yang dijelaskan dalam ayat Alquran, Hadis dan Fikih sebenarnya begitu humanis dan sangat sejuk karena penuh empati kemanusiaan. Namun hal tersebut tidak banyak disosialisasikan di kalangan masyarakat Islam. Sebaliknya, pandangan yang banyak dijumpai atau pandangan dominan sangat bias nilai-nilai patriarki. 

  18. Demonisasi Islam dalam Film ‘Tanda Tanya (?’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajab Ritonga

    2013-09-01

    ABSTRAK   Film ‘Tanda Tanya (?’ merupakan sebuah karya cinema Indonesia yang mengundang banyak kontroversi. Kontroversi terletak pada bagaimana film ini mengkonstruksikan pesan-pesannya terkait penggambaran citra Islam. Citra Islam yang digambarkan dalam film ini mengandung simbol-simbol yang menciptakan sebuah demonisasi pada kon- struksi Islam dan muslim. Dalam penelitian ini teori naratif digunakan sebagai alat un- tuk memberikan gambaran tentang fenomena demonisasi. Teori naratif yang digunakan berfokus pada model analisis aktansial greimas yang menitikberatkan bagaimana naratif menciptakan sebuah cerita dan bagaimana cerita menjadi sebuah wacana naratif. Analisis semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan penggunaan dalam paradigma konstruktivis yang bertujuan mengkonstruksi fenomena sebagai sebuah jawaban. Temuan penelitian ini ialah demonisasi umat Islam dikonstruksikan melalui sekuen/babakan nara- tif dalam film ‘Tanda Tanya’. Film ini menggambarkan Islam dalam sebuah citra masyara- kat yang tradisional, tidak beradab, teroris, merusak, dan agresif. Ini menciptakan suatu pemaknaan Islam sebagai masyarakat, agama, dan nilai yang demonik dan negatif.   Kata kunci: demonisasi, Islam, naratif

  19. Manhattan Project Technical Series: The Chemistry of Uranium (I)

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rabinowitch, E. I. [Argonne National Lab. (ANL), Argonne, IL (United States); Katz, J. J. [Argonne National Lab. (ANL), Argonne, IL (United States)

    1947-03-10

    This constitutes Chapters 11 through 16, inclusive, of the Survey Volume on Uranium Chemistry prepared for the Manhattan Project Technical Series. Chapters are titled: Uranium Oxides, Sulfides, Selenides, and Tellurides; The Non-Volatile Fluorides of Uranium; Uranium Hexafluoride; Uranium-Chlorine Compounds; Bromides, Iodides, and Pseudo-Halides of Uranium; and Oxyhalides of Uranium.

  20. Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah Domestik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surahma Asti Mulasari

    2014-05-01

    Full Text Available Sampah berpotensi menciptakan masalah kesehatan lingkungan. Pemerintah mengupayakan berbagai kebijakan pengelolaan sampah seperti pelayanan sampah dan memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam mengelola sampah domestik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, perubahan kualitas lingkungan dan masyarakat akibat kebijakan pengelolaan sampah, dan untuk mengetahui metode pemantauan dan pengelolaan sampah yang ada di DIY. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Fenomena yang menjadi studi dalam penelitian ini adalah kebijakan pengelolaan sampah di DIY. Permasalahan sampah yang ada di DIY adalah cakupan pelayanan pemerintah kabupaten yang masih sangat rendah, kecuali Kota Yogyakarta (90%. Sampah terangkut ke tempat pembuangan akhir masih rendah dibandingkan volume sampah yang dihasilkan. Kebijakan untuk pengelolaan sampah adalah di seluruh kabupaten/kota DIY telah terbentuk badan/unit yang bertanggung jawab mengelola sampah. Perubahan kualitas lingkungan dan masyarakat adalah lingkungan dan jalan menjadi bersih, asri, dan nyaman. Metode pemantauan dan evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di DIY belum dituangkan dalam prosedur baku. Permasalahan sampah sudah menjadi perhatian bagi pemerintah daerah DIY. Kebijakan telah didukung dengan program layanan, proyek, regulasi, dan insentif khusus untuk pengelolaan sampah. Waste had great potential in creating environmental health issues. The government had tried various ways of waste management policy such as waste management services and people empowerment to manage their waste independently. The objectives of this study is to observe the problem of garbage in the Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, the Government’s policy in managing domestic waste in DIY, the changes in environmental quality and community impact of the waste management, and the methods of monitoring and managing waste in DIY

  1. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1 Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2 Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3 Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4 Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

  2. Fotografi Jalanan: Membingkai Kota dalam Cerita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusrini Kusrini

    2016-10-01

    Full Text Available Fotografi jalanan (street photography menjadi sarana bagi fotografer Erik Prasetya untuk menggambarkan kota Jakarta secara visual dalam buku foto Jakarta: Estetika Banal. Di dalamnya terdapat hasil kerja fotografi selama sekitar 20 tahun yang berisi cerita tentang Jakarta. Foto-foto tersebut dicermati secara keseluruhan untuk mengetahui gambaran umum tentang Jakarta yang diusung oleh fotografer. Fotofoto tersebut dipilih sesuai dengan deskripsi umum dan dibahas lebih lanjut untuk mendapatkan cerita tentang Jakarta pada 1990-2000’an. Dalam foto-foto tersebut, Jakarta merupakan kota dengan masyarakat yang dinamis. Jalanan tidak pernah sepi dan tidak tidur meskipun di waktu malam. Bangunan, transportasi, para pekerja, mobilitas yang tinggi, menjadi bagian dari visual Jakarta, yang sekaligus menceritakan masih adanya kesenjangan ekonomi dan sosial masyarakatnya. Di dalamnya ternyata masih juga terdapat tawa dan kegembiraan. Semangat bertahan hidup di ibukota menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cerita tentang Jakarta. Keindahan foto terlihat dari imaji yang ditampilkan mengeksplorasi teknik manual yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta cerita yang hendak disampaikan. Keindahan lain dalam fotografi jalanan karya Erik Prasetya ini terdapat dari cerita visual yang tersaji. Fotografi jalanan tidak sekadar cerita tentang jalanan secara fisik, namun juga cerita tentang masyarakat di sepanjang jalan serta perjalanan kehidupan yang dilalui fotografer.    Street Photography: Framing City in Stories. Erik Prasetya is photographer who uses street photography (fotografi jalanan to narrate visually Jakarta in a photo book titled Jakarta: Estetika Banal. There are photos of his work for 20 years about Jakarta. The photos are examined as a whole to know the general idea of Jakarta carried by the photographer. They are selected to get the general description and finally are studied further to get stories about Jakarta in late 1990-2000. In

  3. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola

  4. DAUR-HIDUP-GEDUNG DALAM SISTEM ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wanita Subadra Abioso

    2007-01-01

    pula kriteria desain yang secara intrinsik berdasarkan paradigma cradle–to–grave, oleh sebab itu tampaknya kita harus lebih waspada dalam merancang arsitektur agar lebih berkualitas dan andal di dalam keterbatasan sumber daya yaitu dengan senantiasa menganalisis daur–hidup–gedung dalam sistem arsitektur. Kata kunci: Produk berkelanjutan, daur–hidup–produk, Life Cycle Analysis (LCA, cradle–to–grave, Sistem Arsitektur, daur–hidup–gedung.

  5. EKSISTENSI GRUP KUA ETNIKA DALAM KONTEKS MULTIKULTURALISME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Purbo Lukito

    2015-08-01

    Full Text Available Komunitas Kua Etnika tak pernah lepas dari kegiatan seni yang berbau musik etnik. Kua Etnika ingin melakukan penjelajahan kreatif antara kesenian tradisional dengan kesenian modern yang menghasilkan sebuah eksistensi. Penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai (1 Bagaimanakah eksistensi grup Kua Etnika dalam konteks pertunjukan musik di Indonesia? (2 Bagaimanakah komposisi musik grup Kua Etnika dalam konteks multikulturalisme?Objek penelitian iniKomplek Padepokan Seni Bagong Kusudihardja.Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian ini melalui langkah-langkah: (1 reduksi data, (2 penyajian data, (3 verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa penyajian musik Kua Etnika termasuk dalam bentuk musik etnik kontemporer. Kua Etnika mengeluarkan album sebanyak 8 buah. Alat musik yang digunakan meliputi gitar elektrik, bass elektrik, keyboard, drum, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe dan perkusi dari berbagai daerah. Komposisi serta aransemen yang dimainkan melibatkan gaya musik dari berbagai etnis, seperti Jawa, Sunda, Bali, Kalimantan, Sumatra, Cina, bahkan Africa. Community Kua Etnika never out of art activities that smells of ethnic music. Kua Etnika want to do a creative exploration of traditional art with modern art that generates an existence. This research was used toobta in data on (1 How does the existence of the group Kua Etnika in the context of musical performances in Indonesia? (2 How does the composition of the group Kua Etnika music in the context of multiculturalism? The object of this study Padepokan Arts Complex Bagong Kusudihardja. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of this research through the steps: (1 data reduction, (2 the presentation of the data, (3 verification or conclusion. The results found that the presentation of music Kua Etnika including in the form of contemporary

  6. Synthesis of Uranium nitride powders using metal uranium powders

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Yang, Jae Ho; Kim, Dong Joo; Oh, Jang Soo; Rhee, Young Woo; Kim, Jong Hun; Kim, Keon Sik [Korea Atomic Energy Research Institute, Daejeon (Korea, Republic of)

    2012-10-15

    Uranium nitride (UN) is a potential fuel material for advanced nuclear reactors because of their high fuel density, high thermal conductivity, high melting temperature, and considerable breeding capability in LWRs. Uranium nitride powders can be fabricated by a carbothermic reduction of the oxide powders, or the nitriding of metal uranium. The carbothermic reduction has an advantage in the production of fine powders. However it has many drawbacks such as an inevitable engagement of impurities, process burden, and difficulties in reusing of expensive N{sup 15} gas. Manufacturing concerns issued in the carbothermic reduction process can be solved by changing the starting materials from oxide powder to metals. However, in nitriding process of metal, it is difficult to obtain fine nitride powders because metal uranium is usually fabricated in the form of bulk ingots. In this study, a simple reaction method was tested to fabricate uranium nitride powders directly from uranium metal powders. We fabricated uranium metal spherical powder and flake using a centrifugal atomization method. The nitride powders were obtained by thermal treating those metal particles under nitrogen containing gas. We investigated the phase and morphology evolutions of powders during the nitriding process. A phase analysis of nitride powders was also a part of the present work.

  7. 31 CFR 540.316 - Uranium enrichment.

    Science.gov (United States)

    2010-07-01

    ... 31 Money and Finance: Treasury 3 2010-07-01 2010-07-01 false Uranium enrichment. 540.316 Section... FOREIGN ASSETS CONTROL, DEPARTMENT OF THE TREASURY HIGHLY ENRICHED URANIUM (HEU) AGREEMENT ASSETS CONTROL REGULATIONS General Definitions § 540.316 Uranium enrichment. The term uranium enrichment means the process...

  8. METODE PEMBELAJARAN DALAM KETRAMPILAN DOKUMENTASI PARTOGRAF DALAM ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN : LITERATURE REVIEW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    wan anita

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACT Partograph is normal delivery and monitoring tools as well as clinical decision-making tool, because with the partograf the normal delivery will not be evaluated. Partograf documenting skills are competencies that must be owned by students who will become midwives in providing midwifery care during labor. In the implementation of learning, there are various methods that can be used for the Student Center Learning (SCL either in class, laboratories and clinics. The purpose of this literature review was also to examine the extent of care documentation on labor topics, especially teaching methods to improve students' ability to do the documentation has been investigated. Methods This study is a systematic review. The results of this literature review showed an influence on the teaching methods of documentation skills of midwifery care during labor. The learning method used in the study include the case study method, demonstrations, multimedia, case based learning, simulations, exercises, small group discussions, study guides jobsheet, peer tutoring and cooperative STAD type. Each of these learning methods have advantages and disadvantages. There is no method of learning the best, but we recommend the use of the method in learning adapted to the purpose of learning to be achieved in order to be more effective and have significant results.Key Word : Learning methods, documentation, partograf. Abstrak Partograf adalah alat pemantauan persalinan normal dan juga sebagai alat pengambilan keputusan klinis, karena dengan adanya partograf maka persalinan yang tidak normal akan dapat dievaluasi. Ketrampilan mendokumentasikan partograf merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang nantinya akan menjadi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada persalinan. Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat beragam metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk Student Center Learning (SCL baik dikelas, laboratorium maupun klinik. Tujuan

  9. OXYGEN ISOTOPE FRACTION ATION IN URANIUM OXIDES

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    郑永飞

    1995-01-01

    Thermodynamic oxygen isotope factors for uranium oxides have been calculated by means of the modified increment method.The sequence of 18O-enrichment in the uranium oxides with respect to the common rock-forming minerals is predicted as follows:spineluranium blacks≤coffiniteuranium oxides and water and between the uranium oxides and the other minerals have been obtained for 0-1200℃.The theoretical results are applicable to the isotopic geothermometry of uranium ores when pairing with other gangue minerals in hydrothermal uranium deposits.

  10. PURIFICATION OF URANIUM FROM URANIUM/MOLYBDENUM ALLOY

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Pierce, R; Ann Visser, A; James Laurinat, J

    2007-10-15

    The Savannah River Site will recycle a nuclear fuel comprised of 90% uranium-10% molybdenum by weight. The process flowsheet calls for dissolution of the material in nitric acid to a uranium concentration of 15-20 g/L without the formation of precipitates. The dissolution will be followed by separation of uranium from molybdenum using solvent extraction with 7.5% tributylphosphate in n-paraffin. Testing with the fuel validated dissolution and solubility data reported in the literature. Batch distribution coefficient measurements were performed for the extraction, strip and wash stages with particular focus on the distribution of molybdenum.

  11. FIGUR WANITA SEBAGAI PENARIK PANDANG DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    2000-01-01

    Full Text Available In order to gain brand awareness effectively%2C advertiser use unusual and sometimes inappropriate form of creatifity to make their ads more memorable such method includes the use of women s sexual attractions which%2C on the other hand%2C causes in fraction of ethical norms. Will this be called a deviations in ads or a compromise approach to the audience taste? Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mencapai brand awareness yang lebih tinggi%2C pengiklan harus membuat iklannya menarik%2C lewat kreativitas yang tinggi. Ketika kreativitas itu menggunakan pendekatan yang terjebak oleh pelanggaran norma-norma etis kemasyarakatan -lewat eksploatasi figur wanita dan daya tarik yang melingkupinya-. Akankah kreativitas itu disebut sebagai penyimpangan dalam iklan? Ataukah sah-sah saja sebagai suatu bentuk pendekatan yang menuruti selera pasar. advertisement%2C women s sexual attractions%2C body language

  12. WHITE SPACE DALAM IKLAN DI MEDIA CETAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    1999-01-01

    Full Text Available Readers are often unware of advertisments published in print media%2C therefore the elements of communication design composed in the promotion process fail to reach the objectives. One of the methods use to gain attention from the readers so they focus their vision to the advertisment is by presenting the lay out using white space. This article is to discuss about white space in media advertisments%2C especially newspaper and magazines. Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan pada media cetak terkadang dilewati begitu saja oleh pembaca%2C sehingga proses promosi yang dikemas dengan elemen desain komunikasi visual itu gagal mencapai tujuannya. Salah satu cara untuk menarik perhatian pembaca agar menghentikan sejenak kedua matanya dan mengamati iklan adalah dengan menciptakan layout iklan lewat peranan white space. Tulisan ini akan membahas mengenai white space di dalam iklan media cetak%2C khususnya koran dan majalah.

  13. Analisis Pengaruh Instrumen Moneter Terhadap Stabilitas Besaran Moneter Dalam Sistem Moneter Ganda Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Misfah Bayuni

    2014-03-01

    Full Text Available  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh instrumen moneter yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS terhadap stabilitas besaran moneter, komponen besaran moneter dan hubungan besaran terhadap IHK dalam sistem moneter ganda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi Vector Auto Regression (VAR dan Vector Error Correction Model (VECM. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah besaran moneter, SBI rate, SBIS return dan IHK. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan pada besaran moneter stabil dalam jangka pendek. Perubahan pada SBI dan SBIS tidak terdefinisi dalam jangka panjang. Selanjutnya pada komponen besaran moneter, hanya tabungan yang stabil dan berpengaruh dalam jangka panjang. Sedangkan variabel lainnya, hanya stabil dan efektif dalam jangka pendek. Selain itu, hubungan perubahan besaran moneter dengan perubahan IHK hanya stabil dalam jangka pendek, dan tidak terdefinisi dalam jangka panjang.JEL Classifications : E5, E58, E42Keywords : SBI, SBIS, besaran moneter, dan sistem moneter ganda.

  14. PROGRAM PETA LANGIT DALAM PELAKSANAAN HISAB RUKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Wahidi

    2010-12-01

    Full Text Available It is time for technological progress and sophistication to participate in the implementation of hisab rukyat in order to produce hisab rukyat which have best quality and accurate. Nowdays the methods of determining the beginning of the month, prayer times, Qiblat direction and eclipse have been using computers as a means of supporting the level of precision which is certainly higher and accurate. A variety of software is available including an attractive visualization which is practical and easy to learn. Morover with the many computer programs, anyone can operate it easily and calculate the position of the moon and sun, Just how to use it for the sake of hisab rukyat especially for determination of Qamariah months preliminary, particularly in the determination of the beginning of Ramadan, Eid al-Fitr and Eid al-Adha. Sudah saatnya kemajuan dan kecanggihan teknologi ikut serta dalam memberikan sumbangsih terhadap pelaksanaan hisab rukyat agar menghasilkan hisab rukyat yang berkualitas dan akurat. Saat ini metode-metode penentuan awal bulan, waktu shalat arah kiblat dan gerhana telah banyak menggunakan komputer sebagai sarana penunjang dengan tingkat presisi yang tentunya jauh lebih tinggi dan akurat. Berbagai perangkat lunak (software yang praktis juga telah tersedia dengan menyertakan bentuk visualisasi yang menarik sehingga mudah untuk dipelajari. Bahkan dengan banyaknya program komputer, siapa pun yang bisa mengoperasikannya dengan mudah untuk menghitung posisi bulan dan matahari, tinggal bagaimana memanfaatkannya  untuk  kepentingan  hisab  rukyat  terutama  untuk  penentuan  awal  bulan  Qamariah, khususnya dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha

  15. Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rustiyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Kehidupan musik pada masyarakat Minangkabau tidak terlepas adanya peranan serta fungsi yang melekat pada kesenian Randai. Melalui pendekatan etnomusikologi, tulisan ini menelaah peranan musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Kesenian ini menggunakan medium seni ganda atau kolektif karena didukung oleh beberapa cabang seni antara lain tari, musik, teater, sastra, dan rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Randai terbagi menjadi dua, yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh manusia (penari, misalnya tepukan tangan, petik jari, tepuk dada, siulan, hentakan kaki ke tanah dan sebagainya, sedangkan musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen seperti talempong, gandang, saluang, dan rabab.   The Role of Internal and External Music in the Arts of Randai. The musical life in Minangkabau society is inseparable from its roles and functions which attach to the arts of Randai. Through the ethnomusicology approach, this paper examines the role of internal and external music in the art of Randai. Considering its sustainability and amendment, the musicality is the identity of Minangkabau society so that the sustainability of the music can be run in accordance with the dynamics of society today. Among the types of arts in Minangkabau, Randai is an art form that uses multiple or collective art medium for it is supported by several branches of the arts, including dance, music, theater arts, literary arts, and fine arts. The results of this study is more focused on the art of music. Musical accompaniment in Randai is divided into two, namely internal and external music. The internal music is the music or the sounds that come from the human body (a dancer, for example, clapping, finger picking, patting the chest, whistling, stomping on the ground, and so on, while the external music is the sounds

  16. PENERAPAN ANIMASI INTERAKTIF DALAM PENGENALAN AKSARA SUNDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Maria Holida

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Sundanese script is the work of Sundanese orthography to be maintained and preserved, because the Sundanese script is a cultural heritage that is priceless. Socialization of Sundanese script is very minimal done, although West Java government has to take legal actions in the form of regional regulations No. 5 of 2003 and the Governor's Decree no. 434 / SK.614 / dis-pk / 1999. Along with the increasing sophistication of technology, the use of interactive animations introduction Sundanese script can be used to promote literacy by explaining the meaning of the Sundanese, Sundanese script, history Sundanese script, how to write Sundanese script, as well as Sundanese script puzzle games as testing and entertainment. Application of interactive animation is the best solution which is very helpful in Sundanese script publicizes to the community, especially people of sundanese to be more interested in learning Sundanese script that became cultural heritage. Keywords : Interactive Animation , Script Sundanese Abstrak - Aksara Sunda merupakan hasil karya ortografi masyarakat Sunda yang harus dipelihara dan dilestarikan, karena aksara Sunda adalah warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Sosialisasi aksara Sunda masih sangat minim dilakukan, meskipun pemerintah Jawa barat sudah melakukan upaya hukum dalam bentuk Peraturan daerah (Perda no.5 tahun 2003 dan Surat Keputusan Gubernur no. 434/SK.614/dis-pk/1999. Seiring dengan semakin canggihnya tekhnologi, penggunaan animasi interaktif pengenalan aksara sunda dapat digunakan untuk mensosialisasikan aksara Sunda dengan menjelaskan mengenai pengertian aksara Sunda, sejarah aksara Sunda, cara penulisan aksara Sunda, serta game puzzle aksara Sunda sebagai pengujian dan hiburannya. Penerapan animasi interaktif merupakan solusi terbaik yang sangat membantu dalam mensosialisakan aksara Sunda kepada masyarakat khususnya masyarakat Sunda agar lebih berminat mempelajari aksara Sunda yang menjadi warisan

  17. A study of uranium uptake in plants

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Kaur, A.; Singh, Surinder; Virk, H.S. (Guru Nanak Dev Univ., Amritsar (India). Dept. of Physics)

    1988-01-01

    A fission track technique has been used to study the uptake of uranium in Tomato Plant. Lexan plastic has been employed as the external detector for recording induced fission tracks due to uranium. The uranium uptake rate is found to increase as the growth proceeds. The uranium concentration is also determined in Phlox, Calendula and Dog Flower, grown under normal conditions. The uranium content is found to vary in different parts of the plants. (author).

  18. SEPARATION OF URANIUM FROM THORIUM

    Science.gov (United States)

    Hellman, N.N.

    1959-07-01

    A process is presented for separating uranium from thorium wherein the ratio of thorium to uranium is between 100 to 10,000. According to the invention the thoriumuranium mixture is dissolved in nitric acid, and the solution is prepared so as to obtain the desired concentration within a critical range of from 4 to 8 N with regard to the total nitrate due to thorium nitrate, with or without nitric acid or any nitrate salting out agent. The solution is then contacted with an ether, such as diethyl ether, whereby uranium is extracted into ihe organic phase while thorium remains in the aqueous phase.

  19. Pyrophoric behaviour of uranium hydride and uranium powders

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Le Guyadec, F., E-mail: fabienne.leguyadec@cea.f [CEA Marcoule DEN/DTEC/SDTC, 30207 Bagnols sur Ceze, BP 17171 (France); Genin, X.; Bayle, J.P. [CEA Marcoule DEN/DTEC/SDTC, 30207 Bagnols sur Ceze, BP 17171 (France); Dugne, O. [DEN/DTEC/SGCS, 30207 Bagnols sur Ceze, BP 17171 (France); Duhart-Barone, A.; Ablitzer, C. [CEA Cadarache DEN/DEC/SPUA, 13108 St. Paul lez Durance (France)

    2010-01-31

    Thermal stability and spontaneous ignition conditions of uranium hydride and uranium metal fine powders have been studied and observed in an original and dedicated experimental device placed inside a glove box under flowing pure argon. Pure uranium hydride powder with low amount of oxide (<0.5 wt.%) was obtained by heat treatment at low temperature in flowing Ar/5%H{sub 2}. Pure uranium powder was obtained by dehydration in flowing pure argon. Those fine powders showed spontaneous ignition at room temperature in air. An in situ CCD-camera displayed ignition associated with powder temperature measurement. Characterization of powders before and after ignition was performed by XRD measurements and SEM observations. Oxidation mechanisms are proposed.

  20. REPRESENTASI BUDAYA POPULERMEME COMIC INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA MEME DALAM FANPAGE MEME COMICINDONESIA)

    OpenAIRE

    -, MUH ILHAM

    2017-01-01

    2017 ABSTRAK MUH. ILHAM. Reprsentasi Budaya Populer Meme Comic Indonesia (Analisis Semiotika Meme Dalam Fanpage Meme Comic Indonesia) (Dibimbing oleh Muhammad Farid dan Sudirman Karnay). Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penanda yang populer pada meme dalam Meme Comic Indonesia; (2) Untuk mengetahui bagaimana budaya populer dipresentasikan melalui meme dalam Meme Comic Indonesia. Penlitian ini dilaksanakan di kota ...

  1. Analisis Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Produk Herbalife Pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam

    OpenAIRE

    Ginting, Nia Novriana

    2013-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara produk (product), harga (pricing), promosi (promotion) terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk Herbalife pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam. Menyadari akan pentingnya pelanggan dalam menentukan kesuksesan suatu usaha maka PT. Herbalife Cabang Aviari Batam menggunakan bauran pemasaran yang ada semaksimal mungkin dalam usaha untuk menciptakan keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan kh...

  2. PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYELIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERIKANAN DI KABUPATEN SINJAI

    OpenAIRE

    -, SURYANINGSIH

    2013-01-01

    2013 Suryaningsih. B111 09 048, Peran Kepolisian dalam Penyelidikan terhadap Tindak Pidana Perikanan di Kabupaten Sinjai. Penulisan skripsi ini dibawah bimbingan Muhadar sebagai Pembimbing I dan Dara Indrawati sebagai Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepolisian dalam penyelidikan terhadap Tindak Pidana Perikanan di Kabupaten Sinjai dan untuk mengetahui kendala-kendala Kepolisian dalam melakukan penyelid...

  3. IDENTIFIKASI GAYA KOGNITIF (COGNITIVE STYLE PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldarmono Aldarmono

    2012-09-01

    Full Text Available Keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran sangat ditentukan sejauhmana ia memahami karakteristik peserta didiknya. Kemampuan pendidik dalam hal ini sangat penting yaitu bagaimaan pendidik mampu mengidentifikasi karakter-karakter masing-masing individu. Perbedaan karatakter tersebut berpengaruh besar terhadap belajar mereka sesuai dengan gaya atau cara  masing-masing yang sudah barang tentu berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya. Implikasinya dari karakter peserta didik yang begitu variatif mendorong pendidik menerapkan strategi, model maupun metode pembelajaran yang efektif untuk disesuaikan dengan karakter masing-masing anak didik. Dari berbagai macam karakter yang dimiliki anak didik tersebut yang tidak kalah penting yaitu gaya kognitif dalam belajar. Gaya kognitif merupakan salah satu karakter anak didik yang sangat penting dan berpengaruh terutama terhadap pencapaian prestasi belajar mereka. Gaya kognitif berkaitan dengan bagaimana mereka belajar melalui cara-cara sendiri yang melekat dan menjadi kekhasan pada masing-masing individu. Gaya kognitif sangat erat kaitannya dengan bagaimana cara menerima dan memproses segala informasi khususnya dalam pembelajaran. Berbagai kecenderungan-kecenderungan dalam belajar mereka dapat didentifikasi dan kemudian diklasifikasi apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field Independent (berpikir cenderung memiliki kemandirian pandangan ataukah filed dependent (ketergantungan pandangan. Selama ini seperti yang nampak di lapangan praktek pendidikan tidak begitu memandang penting karateristik peserta didik. Sehingga masih sangat jarang pendidik yang memiliki kemampuan dan keterampilan mengungkap dan mengtahui berbagai karakteristik peserta didiknya dalam belajar. Yang terpenting bagaimana materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat kuasai tanpa memperhatikan karakter masing-masing. Sehingga yang terjadi pendidik cenderung menyama ratakan karakter masing-masing anak yang begitu

  4. Uranium hexafluoride bibliography

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Burnham, S.L.

    1988-01-01

    This bibliography is a compilation of reports written about the transportation, handling, safety, and processing of uranium hexafluoride. An on-line literature search was executed using the DOE Energy files and the Nuclear Science Abstracts file to identify pertinent reports. The DOE Energy files contain unclassified information that is processed at the Office of Scientific and Technical Information of the US Department of Energy. The reports selected from these files were published between 1974 and 1983. Nuclear Science Abstracts contains unclassified international nuclear science and technology literature published from 1948 to 1976. In addition, scientific and technical reports published by the US Atomic Energy Commission and the US Energy Research and Development Administration, as well as those published by other agencies, universities, and industrial and research organizations, are included in the Nuclear Science Abstracts file. An alphabetical listing of the acronyms used to denote the corporate sponsors follows the bibliography.

  5. PENGENDALIAN DALAM PENERBITAN IZIN GANGGUAN (HO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pebriana Marlinda

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak :            Penelitian tentang pengendalian dalam penerbitan izin gangguan (HO di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung menjelaskan tentang tahap-tahap pengendalian yang dilakukan oleh aparat Kecamatan Margahayu. Pengendalian dilakukan untuk memastikan agar penerbitan izin gangguan (HO berjalan dengan efektif. Namun, masih ada pelaku usaha yang belum memiliki surat izin gangguan (HO ataupun pelaku usaha yang sudah memiliki surat izin gangguan (HO akan tetapi kegiatan usahanya merugkan orang lain seperti sampah yang berserakan, polusi udara, polusi suara, dan lain-lain.                            Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deduktif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara mendalam. Adapun penentuan informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dengan pihak-pihak yang terkait dalam pengendalian. Kemudian data yang diperoleh dari hasil wawancara dipaparkan dengan langkah-langkah yang meliputi: reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan/verifikasi. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori dari Stephen P. Robbins tentang tahap-tahap pengendalian yaitu: mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standar, dan mengambil tindakan manajerial.                            Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pengendalian yang dilakukan olehaparat Kecamatan Margahayu telah melalui tahap-tahap pengendalian yaitu: mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standar, dan mengambil tindakan manajerial. Namun perlu dilakukan penguatan di setiap tahap pengendalian terutama pada tahap mengukur kinerja aktual dan pada tahap mengambil tindakan manajerial                            Penelitian tentang pengendalian dalam penerbitan izin gangguan (HO di Kecamatan

  6. Carcinogenesis of Depleted Uranium Fragments.

    Science.gov (United States)

    1996-02-01

    P. W. Morrow, B. J. Panner and R. B. Baggs (eds.): Nephrotoxicity of Uranyl Fluoride and Reversibility of Renal Injury in the Rat. NUREG /CR-4951...Accidental Exposure to Uranium Hexafluoride. NUREG /CR-5566, PNL-7328, Prepared for U.S. Nuclear Regulatory Commission, Washington, DC, 1990. Foulkes, E. C...Hydrolysis Products of Uranium Hexafluoride, NUREG /CR-2268, RH, Prepared for Division of Health Siting and Waste Management, Washington, DC, 1982. 20 Nothdurft

  7. AKU DALAM TUHAN: IMPLIKASI TEOLOGI PROSES PADA ERA KONTEMPORER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhermanto Ja’far

    2012-12-01

    Full Text Available Abstract: Theological implications in social lives are still worth analyzed. This paper discusses the authentic image of man as I in the relationship with God and the world. These relationships affect the nature of the world and the world to change the nature of God. The implications of the inclusion of God in the world is God’s presence to the world and the world is affected God. Immanent God is the God who is present in every human being, every living being, and the universe. Every human being is unique and as I am in the uniqueness of God is present. In the directionality that God wanted man and the world become “like Him”, they are united with him; He is involved in the principles and ways of working people and the world. Even though God is in everything and everything is in God, it does not mean that everything is identical, or equal with God. God that is “above” and present “in” the world to make people as I was in the LordAbstrak: Implikasi-implikasi teologis pada kehidupan masih relevan didiskusikan. Tulisan ini membahas tentang citra manusia otentik sebagai Aku dalam relasinya dengan Tuhan dan dunia. Relasi ini mempengaruhi watak dunia dan dunia mengubah sifat Tuhan. Implikasi dari penyertaan Tuhan pada dunia adalah Tuhan yang hadir ke dunia dan dunia dipengaruhi Tuhan. Tuhan dipandang sebagai Yang Imanen, yang hadir dalam diri setiap manusia, setiap makhluk hidup, dan dalam alam semesta. Setiap manusia sebagai Aku adalah unik dan dalam kunikan tersebut Tuhan hadir. Dalam keterarahan itu Tuhan menghendaki manusia dan dunia menjadi “seperti Dia” bersatu dengan-nya; Dia terlibat dalam prinsip dan cara kerja manusia dan dunia. Sekalipun Tuhan ada dalam segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Tuhan, itu tidak berarti bahwa segala sesuatu itu identik, atau sama dengan Tuhan. Tuhan yang ada “di atas” dan hadir “di dalam” dunia menjadikan manusia  sebagai Aku berada dalam Tuhan

  8. Uranium mining operations in Spain

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rios, J.-M.; Arnaiz, J.; Criado, M.; Lopez, A.

    1995-12-31

    The Empresa Nacional del Uranio, SA (ENUSA) was founded in 1972 to undertake and develop the industrial and procurement activities of the nuclear fuel cycle in Spain. Within the organisation of ENUSA, the Uranium Division is directly responsible for the uranium mining and production operations that have been carried out since 1973 in the area of Ciudad Rodrigo in the province of Salamanca. These activities are based on open pit mining, heap leaching and a hydrometallurgical plant (Elefante) for extracting uranium concentrates from the ore. This plant was shut down in 1993 and a new plant was started up on the same site (Quercus) with a dynamic leaching process. The nominal capacity of the new plant is 950 t U{sub 3}O{sub 8} per year. Because of the historically low uranium prices which have recently prevailed, the plant is currently running at a strategic production rate of 300 t U{sub 3}O{sub 8} per year. From 1981 to 1990, in the area of La Haba (Badajoz province), ENUSA also operated a uranium production site, based on open pit mining, and an experimental extraction plant (Lobo-G). ENUSA is currently decommissioning these installations. This paper describes innovations and improvements that ENUSA has recently introduced in the field of uranium concentrates production with a view to cutting production costs, and to improving the decommissioning and site restoration processes in those sites where production is being shut down or resources have been worked out. (author).

  9. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  10. PEMANFAATAN MEDIA POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrul Wajdi

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa. Materi pelajaran yang dikaji dalam penelitian ini adalah zat dan wujudnya.Tempat pelaksanaan penelitian di SMP Negeri 1 Wanasabapada semester Ganjil tahun pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiman dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wanasaba yang terdiri dari 7 kelas dan sampelnya adalah kelas VII2 dan VII3 yang diperoleh dengan cara cluster random sampling.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media power point dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar fisika siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen didapatkan harga thitungsebesar 1,76 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,684 pada taraf signifikansi 5%.Jadi  nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (thitung>ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa.

  11. Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah Dalam Sistem Bikameral di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miki Pirmansyah

    2015-05-01

    Full Text Available Abstract: The DPD existence of Bicameral System in Indonesia. Bicameral system of representation is a term consisting of two chambers, in Indonesia known as the House of Representatives and the DPD aims to achieve good governance as well as the achievement of checks and balances between state institutions, especially in the legislature, which is one of the most important elements in the implementation of the State. This institution has the main function in the setting and monitoring budgets. Thus, there are two rooms in the legislature is expected to achieve two controls in each policy issued, so it will tend to have a positive impact for the progress of the State and will ultimately achieved good governance as the ultimate goal of a state. Abstrak: Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah Dalam Sistem Bikameral Di Indonesia. Bikameral merupakan istilah sistem perwakilan yang terdiri dari dua kamar (cembers,di Indonesia dikenal dengan istilah DPR RI dan DPD RI yang bertujuan untuk mencapai pemerintahan yang baik (good gavernment serta tercapainya check and balances antara lembaga negara khususnya di lembaga legislatif, yang merupakan salah satu unsur terpenting dalam penyelenggaraan Negara. Lembaga ini mempunyai fungsi utama dalam pengaturan, anggaran, dan pengawasaan. Dengan demikian, adanya dua kamar dalam lembaga legislatif diharapkan tercapainya dua kontrol dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, sehingga akan cenderung berdampak positif bagi kemajuan negara dan pada akhirnya akan tercapai pemerintahan yang baik sebagai tujuan akhir dari sebuah negara DOI: 10.15408/jch.v1i1.1461

  12. PEMANFAATAN KIT OPTIK SEBAGAI WAHANA DALAM PENINGKATAN SIKAP ILMIAH SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Wahyudi

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk kegiatan pemanfaatan kit yang dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa, serta sikapsikapilmiah apa saja yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan kit dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas inidilaksanakan dalam empat siklus dengan memanfaatkan kit optik pada pokok bahasan optika geometri. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peningkatan sikap ilmiah dapat dilakukan dengan mengembangkan perangkat kegiatan pemanfaatan kitOptik dalam pembelajaran, meliputi: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP yang berorientasi pada aktivitas belajar siswa,berupa pembiasaan bersikap ilmiah dengan melakukan kerja ilmiah, lembar kerja siswa (LKS yang dirancang dengan pendekataninquiry yang menjadi arah serta panduan bagi siswa dalam bekerja ilmiah. Sikap ilmiah yang dapat dikembangkan dalam penelitianini adalah objektif, kritis, ulet, rendah hati, dapat bekerjasama dengan orang lain dan pandangan positif terhadap kegagalan. This Classroom action research discusses how activities of kit optic utilization can improve students' scientific attitudes and whatscientific attitudes can be developed in their learning. This research is conducted in four cycles that applies kit optic as the maintopic in optical geometry. The result shows that students' scientific attitudes can be improved by implementing specific units ofactivity in kit optic utilization in students' learning. They consist of RPP (The Plan for Teaching Implementation with the orientationof students' learning activities in the forms of developing students' habit of scientific attitude in scientific project and students' paperwork through inquiry approach. This research suggests that kit optic utilization improves students' scientific attitudes of beingobjective, critical, perseverance, modest, cooperative, and optimistic toward failures.Keywords: kit optic, scientific attitudes, optical geometry, scientific attitude

  13. PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nafi Isbadrianingtyas

    2016-05-01

    Full Text Available Thematic already applied learning in elementary school. Implementation of necessary management class when the learning process to achieve learning objectives. The purpose of this research describe the management class in thematic learning in elementary school so as to provide the knowledge related to being classroom management while in the field. The results of this research, namely thematic learning in classroom management can be divided into two classroom management in physical and non physical. Management of class in a non physical includes caring, assertiveness, modeling, and high expectations. While the physical classroom management include setting the position of the Board, seating modification, mading and setting the ventilation in the classrooms. Therefore, this research can be used as references in managing class on thematic learning. Pembelajaran tematik sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Dalam implementasinya diperlukan pengelolaan kelas saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar sehingga dapat memberikan pengetahuan berkaitan dengan yang menjadi pengelolaan kelas ketika berada di lapangan. Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik dapat dibagi menjadi dua yaitu pengelolaan kelas secara non fisik dan fisik. Pada pengelolaan kelas secara non fisik meliputi kepedulian, ketegasan, modeling, dan harapan yang tinggi. Sedangkan pengelolaan kelas secara fisik meliputi meliputi pengaturan posisi papan tulis, modifikasi tempat duduk, mading dan pengaturan ventilasi dalam ruang kelas. Oleh sebab itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pustaka dalam mengelola kelas pada pembelajaran tematik.

  14. Uranium uptake by hydroponically cultivated crop plants

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Soudek, Petr; Petrova, Sarka [Laboratory of Plant Biotechnologies, Joint Laboratory of Institute of Experimental Botany AS CR, v.v.i. and Crop Research Institute, v.v.i., Rozvojova 263, 162 05 Prague 6 (Czech Republic); Benesova, Dagmar [Laboratory of Plant Biotechnologies, Joint Laboratory of Institute of Experimental Botany AS CR, v.v.i. and Crop Research Institute, v.v.i., Rozvojova 263, 162 05 Prague 6 (Czech Republic); Faculty of Environment Technology, Institute of Chemical Technology, Technicka 5, 166 28 Prague 6 (Czech Republic); Dvorakova, Marcela [Laboratory of Plant Biotechnologies, Joint Laboratory of Institute of Experimental Botany AS CR, v.v.i. and Crop Research Institute, v.v.i., Rozvojova 263, 162 05 Prague 6 (Czech Republic); Vanek, Tomas, E-mail: vanek@ueb.cas.cz [Laboratory of Plant Biotechnologies, Joint Laboratory of Institute of Experimental Botany AS CR, v.v.i. and Crop Research Institute, v.v.i., Rozvojova 263, 162 05 Prague 6 (Czech Republic)

    2011-06-15

    Hydroponicaly cultivated plants were grown on medium containing uranium. The appropriate concentrations of uranium for the experiments were selected on the basis of a standard ecotoxicity test. The most sensitive plant species was determined to be Lactuca sativa with an EC{sub 50} value about 0.1 mM. Cucumis sativa represented the most resistant plant to uranium (EC{sub 50} = 0.71 mM). Therefore, we used the uranium in a concentration range from 0.1 to 1 mM. Twenty different plant species were tested in hydroponic solution supplemented by 0.1 mM or 0.5 mM uranium concentration. The uranium accumulation of these plants varied from 0.16 mg/g DW to 0.011 mg/g DW. The highest uranium uptake was determined for Zea mays and the lowest for Arabidopsis thaliana. The amount of accumulated uranium was strongly influenced by uranium concentration in the cultivation medium. Autoradiography showed that uranium is mainly localized in the root system of the plants tested. Additional experiments demonstrated the possibility of influencing the uranium uptake from the cultivation medium by amendments. Tartaric acid was able to increase uranium uptake by Brassica oleracea and Sinapis alba up to 2.8 times or 1.9 times, respectively. Phosphate deficiency increased uranium uptake up to 4.5 times or 3.9 times, respectively, by Brassica oleracea and S. alba. In the case of deficiency of iron or presence of cadmium ions we did not find any increase in uranium accumulation. - Highlights: > The uranium accumulation in twenty different plant species varied from 0.160 to 0.011 mg/g DW. > Uranium is mainly localized in the root system. > Tartaric acid was able to increase uranium uptake by Brassica oleracea and Sinapis alba. > The phosphates deficiency increase the uranium uptake.

  15. Budaya Islam dalam Adat Perkawinan Minangkabau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    syamsul arifin

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract Minangkabau Minangkabau or Minang is commonly abbreviated archipelago ethnic groups who speak and uphold traditional Minangkabau. The area includes adherents of the culture of West Sumatra, Riau mainland half, the northern part of Bengkulu, Jambi the west, the west coast of North Sumatra, southwest of Aceh, and also Negeri Sembilan in Malaysia. In layman conversation, Minang people are often confused as the Padang, referring to the name of the capital of West Sumatra province is Padang. However, these people will usually refer to the group as urang crew, which is intended to equal the Minang people themselves. Origins of "Minangkabau" Minangkabau name comes from two words, minang and Kabau. The name was associated with a typical Minang known legend in the legend. Of the legend, it is said at one time there was a foreign kingdom (commonly interpreted as Majapahit that come from the sea will do the conquest (Setyawan. 2009. 115. To prevent fighting, the local community proposed to complain buffalo. Foreign forces are approved and provide a large buffalo and aggressive, while the local community to provide a hungry calves. In the battle, which are hungry calves were expecting big buffalo is the parent. The child then ran buffalo milk and gore seek to dismember the great buffalo stomach. The victory inspired the local community using the name Minangkabau, derived from the words "Manang Kabau" (meaning winning buffalo. Keywords: Islamic Culture, Marriage, Minagkabau   Abstrak Minangkabau Minangkabau atau yang biasa disingkat Minang adalah kelompok etnis Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Dalam percakapan awam, orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk kepada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat

  16. ANALISIS KELAYAKAN BAHASA DALAM BUKU TEKS TEMA 1 KELAS I SEKOLAH DASAR KURIKULUM 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wiyat Purnanto

    2017-03-01

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks Non-Kemdikbud 1 memenuhi aspek kelayakan penggunaan bahasa dengan persentase sebesar 82,69%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan penggunaan bahasa di dalam buku teks ini termasuk dalam kategori baik. Kekurangan pada buku teks ini terletak pada penggunaan ilustrasi yang tidak konsisten dan pemilihan beberapa kata yang kurang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Sedangkan buku teks Non-Kemdikbud 2 memenuhi aspek kelayakan penggunaan bahasa dengan persentase sebesar 78,36%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan materi di dalam buku teks ini termasuk dalam kategori cukup. Kekurangan dalam buku teks ini yaitu penggunaan tanda baca yang kurang sesuai dengan tahap perkembangan siswa dan konsistensi penggunaan ikon.

  17. Microbial accumulation of uranium, radium, and cesium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Strandberg, G.W.; Shumate, S.E. II; Parrott, J.R. Jr.; North, S.E.

    1981-05-01

    Diverse microbial species varied considerably in their ability to accumulate uranium, cesium, and radium. Mechanistic differences in uranium uptake by Saccharomyces cerevisiae and Pseudomonas aeruginosa were indicated. S. serevisiae exhibited a slow (hours) surface accumulation of uranium which was subject to environmental factors, while P. aeruginosa accumulated uranium rapidly (minutes) as dense intracellular deposits and did not appear to be affected by environmental parameters. Metabolism was not required for uranium uptake by either organism. Cesium and radium were concentrated to a considerably lesser extent than uranium by the several species tested.

  18. Manajemen Sumber Belajar dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sains (Studi Kasus di Pratomseksa (SD Sassanasuksa Thailand

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ammar Navy

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu: (1 Perencanaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains  di sekolah Sassanasuksa Thailand; (2 Pelaksanaan Pemberdayaan sumber bela-jar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains  di sekolah Sassanasuksa Thailand; (3 Evaluasi pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains di sekolah Sassanasuksa Thailand; dan (4 Peningkatan dan pengembangan hasil sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains  di sekolah Sassanasuksa Thailand. Data penelitian yaitu berupa hasil wawancara dan pengamatan mengenai manajamen pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains di sekolah Sassanasuksa Thailand. (2 Dalam proses pelaksanaan (actuating pemberdayaan sumberbelajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains  di Sekolah Satsanasuksa bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa aktivitas operasional sekolah telah sesuai dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran disekolah. (3 Evaluasi pemberdayaan sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains di sekolah Sassanasuksa Thailand, (4 Peningkatan dan pengembangan hasil sumber belajar dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains yang merujuk pada konsep peningkatan sumber belajar. Kata kunci: manajemen sumber belajar, mutu pembelajaran sains

  19. PENGATURAN PASSING OFF DALAM PENGGUNAAN DOMAIN NAME TERKAIT DENGAN MEREK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herti Yunita Putri

    2016-09-01

    Full Text Available In cyber world we often hear about domain name’s term. Domain name is a unique name to identify the server computer’s name like a web server or email server on a computer network or Internet. Passing off also make causes confusion in using merk from a famous brand or merk on the goods and services. Selected domain name in the internet media often creates the similar domain name with the other parties. This similar domain name are often used by people who are not responsible to take advantages of the domain name for themself. This can be caused by the presence of competition from Internet media business. This things called passing off. This research is a normative juridical research with a qualitative analysis. The legal materials include primary legal, secondary law and tertiary legal materials. Collection technique applied is literary study. Legal materials were analyzed to see the argument implementation of the definition of merk, the definition of domain name, definition of passing off, passing off in use related by merk and domain name and the rules of law in Indonesia related by merk, domain name and passing off. Big wishes in the future it can assist as a basic reference and legal considerations which are useful in Indonesian law practice. There are two passing off related to the merk and domain name, called Crybersquatting and Tiposquatting. Domain name rules are not regulated clearly in merk regulation named Act No. 15 of 2001. It regulated in PP 24 Year 1993 about The Class List of Goods or Services In Merk, Telecommunications are included in the goods or services in merk. Domain name are regulated in UDRP (Uniform Dispute Resolution Policy with competent institutions called ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Dalam dunia maya (cyber world, kita sering mendengar istilah domain name. Domain name adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di

  20. Desain Rancang Bangun Dapur Umum Portable dalam Penanggulangan Bencana Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Farid Hidayanto

    2017-03-01

    ABSTRAK   Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Memenuhi kebutuhan logistik korban dan petugas diperlukan dapur umum. Dapur umum yang ada umumnya berupa tenda peleton, bangunan yang dijadikan posko, atau mobil yang dimodifikasi. Dapur umum yang ada sifatnya darurat, seadanya dan lokasinya jauh dari lokasi bencana. Dari masalah tersebut perlu desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam, yang bisa memenuhi kebutuhan, baik petugas maupun korban. Dalam mendesain menggunakan metode Pahl dan Beitz dengan langkah-langkah Perencanaan dan penjelasan tugas, Perancangan konsep, Perancangan bentuk, dan Perancangan detail. Pengumpulan data menggunakan metode Individual Questionnaire dan Focus Group Discussion yang hasilnya didapatkan atribut yang diperlukan dalam desain. Hasil dari penelitian berupa desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam yang portable, mudah dirakit dan dibongkar, dan dapat didirikan di lokasi yang beraneka kondisi, mudah dioperasikan, mampu menampung fasilitas dan kebutuhan. Desain dapur umum yang dihasilkan dalam bentuk model tiga dimensi berskala, blue print spesifikasi teknis, dan protoype.   Kata kunci: bencana alam, desain, dapur umum, portable.

  1. Perlindungan Hukum terhadap Pekerja dalam Pelaksanaan Hubungan Industrial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tanti Kirana Utami

    2016-08-01

    Full Text Available Sistem hukum hubungan industrial Pancasila berupaya menempatkan pekerja/buruh dengan pengusaha termasuk didalamnya pemerintah dalam kedudukan yang proporsional. Eksistensi atau keberadaan pekerja dalam hubungan industrial harus dilindungi oleh pengusaha dengan diperlakukan sebagai mitra kerja. Untuk itu, pelaksanaan hubungan industrial sebaiknya merujuk ke dalam sistem demokrasi ekonomi Pancasila, yakni suatu sistem demokrasi ekonomi sebagai hasil pengejawantahan dari konsep integralistik Pancasila. Abstract The legal system of industrial relations based on Pancasila attempts to place workers or laborers with employers, including the government, in a proportional position. The existence or presence of workers in industrial relations should be protected by the employer, in which workers are to be treated as a partner. Therefore, the implementation of industrial relations should refer to the system of economic democracy of Pancasila, namely a system of economic democracy as the embodiments of the integrative concept of Pancasila.

  2. MODEL ANTARMUKA AUGMENTED REALITY INTERAKTIF MENGGUNAKAN APPRECIATIVE LEARNING DALAM APLIKASI PEMBELAJARAN AKSARA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Ageng Setiyanto

    2016-03-01

    Full Text Available Teknologi Augmented Reality telah banyak digunakan dalam media pembelajaran sebagai media yang dapat membantu proses pembelajaran. Namun, peran sebagian besar penerapan teknologi Augmented Reality tersebut hanya sebatas sebagai elemen interaktif dan visual saja tanpa memiliki arah ke aktivitas pembelajaran yang terkonsep. Dalam pembelajaran bahasa dan huruf, dalam hal ini adalah aksara Jawa, aktivitas pembelajaran yang terkonsep adalah salah satu faktor vital untuk keberhasilan tujuan pembelajaran. Aksara Jawa sebagai bagian dari budaya bangsa perlu diperkenalkan sejak dini sehingga dimasukkan dalam kurikulum di sekolah. Penelitian ini membahas tentang model antarmuka manusia dan komputer berbasis augmented reality yang menyajikan aktivitas pembelajaran yang terkonsep. Konsep yang digunakan dalam pengembangan aktivitas pembelajaran adalah Appreciative Learning yang mempunyai empat tahapan dalam pengembangan aktivitas, yaitu Discovery, Design, Destiny dan Dream. Hasil dari penelitian ini adalah model aktivitas yang dirancang untuk penerapan Augmented Reality dalam pembelajaran aksara Jawa. Kata Kunci : antarmuka manusia komputer, Augmented Reality, pendidikan, Appreciative Learning.

  3. The end of cheap uranium.

    Science.gov (United States)

    Dittmar, Michael

    2013-09-01

    Historic data from many countries demonstrate that on average no more than 50-70% of the uranium in a deposit could be mined. An analysis of more recent data from Canada and Australia leads to a mining model with an average deposit extraction lifetime of 10±2 years. This simple model provides an accurate description of the extractable amount of uranium for the recent mining operations. Using this model for all larger existing and planned uranium mines up to 2030, a global uranium mining peak of at most 58±4 ktons around the year 2015 is obtained. Thereafter we predict that uranium mine production will decline to at most 54±5 ktons by 2025 and, with the decline steepening, to at most 41±5 ktons around 2030. This amount will not be sufficient to fuel the existing and planned nuclear power plants during the next 10-20 years. In fact, we find that it will be difficult to avoid supply shortages even under a slow 1%/year worldwide nuclear energy phase-out scenario up to 2025. We thus suggest that a worldwide nuclear energy phase-out is in order. If such a slow global phase-out is not voluntarily effected, the end of the present cheap uranium supply situation will be unavoidable. The result will be that some countries will simply be unable to afford sufficient uranium fuel at that point, which implies involuntary and perhaps chaotic nuclear phase-outs in those countries involving brownouts, blackouts, and worse.

  4. UNIVERSAL PRAGMATICS: MEMPERTIMBANGKAN HABERMAS DALAM PENELITIAN LINGUISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makyun Subuki

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract: The aim of this writing was to describe the Habermas theoretical dimension named the universal pragmatics and its contribution in linguistic-especially, critical linguistic-research. In this research, this writer used the library research concerning to the Habermas philosophical and critical ideas. The result showed that, firstly, the universal pragmatics was part of Frankfurt School critical theory which influenced almost all of Habermas social and philosophical thinking. Secondly, the universal pragmatics was the new epistemological basis of pragmatics as science. And thirdly, Habermas tried to enlarging the pragmatics as not the only historical-hermeneutics, but also critical-reflective science.   Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dimensi teoretis teori Pragmatik Universal yang dikembangkan oleh Habermas dan sumbangan yang diberikannya bagi penelitian linguistik terutama linguistik kritis. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, penulis mengkaji sejumlah literatur yang terkait dengan ide pemikiran filosofis dan pemikiran kritis dari Habermas. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, teori pragmatik universal merupakan bagian dari Teori Kritis yang dikembangkan Mazhab Frankfurt yang mempengaruhi hampir seluruh pemikiran sosial dan filsafat dari Habermas. Kedua, teori pragmatik universal merupakan usaha Habermas untuk memberikan dasar epistemologis dari disiplin pragmatik sebagai sebuah ilmu. Ketiga, melalui teori pragmatik universal ini, Habermas mencoba mengembangkan pragmatik tidak lagi sebagai ilmu yang semata-mata bersifat historis-hermeneutis, melainkan juga bersifat kritis-emansipatoris.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3623 

  5. PERANAN NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismadiyanti P Astuti

    2016-06-01

    Full Text Available The balance of payments is an indicator of economic fundamentals. Balance of payment describes the ability of a country to gain foreign exchange and foreign payments. This study aimed to analyze the determinants of the balance of payments on the Indonesian economy . It used  Thirlwall and Hussain models and also Duasa empirical model. This study used secondary data years 1987-2014, namely foreign exchange reserves, exports, foreign investment, the exchange rate and the real gross national income. The results showed that the performance of the balance of payments in Indonesia can be explained by the models shown in accordance with the hypothesis, but on several variables did not show a significant correlation. Neraca pembayaran internasional memiliku peranan penting sebagai indikator fundamental perekonomian suatu negara. Hal ini karena neraca pembayaran berkaitan dengan kemampuan suatu negara dalam menyerap devisa dan pembayaran luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan neraca pembayaran terhadap perekonomian Indonesia yang didekati dengan model Thirlwall dan Hussain dan menganalisis determinan neraca pembayaran Indonesia yang didekati dengan model empiris Duasa. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahun 1987-2014 yaitu cadangan devisa, ekspor, penanaman modal asing, nilai tukar dan Pendapatan nasional bruto rill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa neraca perilaku neraca pembayaran di Indonesia dapat dijelaskan dengan kedua model tersebut yang ditunjukkan dengan kesesuaian dengan hipotesis, namun pada beberapa variabel tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

  6. SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Muntaha

    2013-04-01

    Full Text Available The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with human’s inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor’s liability. Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan yang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacy juga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter.

  7. Profil Antisipasi Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Integral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erfan Yudianto

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah integral khusunya luas daerah. Banyak siswa hanya menyelesaikan masalah integral hanya berdasarkan rumus yang sudah disediakan. Siswa jarang mengaitkan konsep-konsep yang saling terkait, dalam hal ini konsep integral subpokokbahasan luas daerah.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Profil antisipasi siswa SMA dalam memecahkan masalah integral. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membantu siswa mengaitkan konsep-konsep yang belum terkait.  Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes berupa  tes kemampuan matematika yang diberikan kepada siswa, sehingga diperoleh siswa berkemampuan tinggi dan wawancara diberikan kepada siswa yang bersangkutan untuk menggali dan melihat jaringan konsep yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah integral. Subjek dalam penelitian ini termasuk dalam antisipasi terinternasilsasi dikarenakan siswa secara spontan menerapkan rumus integral tanpa menganalisis soal yang diberikan.This research is motivated by the difficulty of students in solving integral problems especially the area. Many students just completed the integral problems just based on a formula that has been provided. Students rarely associate the concepts are interrelated, in this case the integral concept of the area. The purpose of this study was to describe the profile anticipation of high school students in problem solving integrals. The results could be used by teachers to help students link the concepts are not related. This study uses tests and interviews. The tests such as math skills test given to students, in order to obtain a high ability students and interviews given to the student to explore and see the network concept of the students in problem solving integrals. Subjects in this study are included in anticipation terinternasilsasi because students spontaneously apply the integral formula without analyzing the questions

  8. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael HB Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available We Are One atau “Ole Ola” merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk identitas untuk lagu itu sendiri, dan untuk gelaranworld cup. Eksistensi dari lagu sehingga makin terasa karena perpaduan yang membentuk identitas.Terlebih lagu tersebut tercipta tidak hanya karena gelaran, tetapi mempunyai fungsi dan guna untukmasyarakat. Musik sebagai media dalam mengkonstruksi pesan atas kepentingan. Musik membentukidentitas, dan mempunyai eksistensi dalam keberlangsungannya. Musik tidak lagi hanya berfungsisebagai musik saja, tetapi musik mempunyai peran dalam pembentukan identitas dan menjamineksistensi. Music as a form of Existance in the World Cup Performance. We are one or Ole Ola is the officialsong of the world cup performance. Every world cup has its official song in each event. In its development ofexistance, every song in world cup needs requires of consideration for creating process. Aspects such as cultural,social, politics and others become the important reason for creation. The creating proses of Ole Ola song isbased on the local and global cultural hybridity. The combination of samba and hip hop is a primary varianton creating process. The combination creates an identity for the song itself, and for world cup identity. Theexistance of Ole Ola is stronger because the combination may create the new identity. Moreover, the songcreated is not only for the event, but also has a function and purpose to society. Music is as a medium inconstructing the messages of interest. Music creates an identity, and has an existance in its

  9. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Suastika

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR, kedokteran (USG maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi kerja sebesar 300 kHz. Prinsip pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode waktu tempuh gelombang ultrasonik (time of flight dengan memanfaatkan perubahan karakteristik gelombang ultrasonik ketika melewati kondisi aliran udara yang berbeda yaitu upstream dan downstream. Selain itu, sebagai pembanding (tingkat akurasi dalam penelitian ini digunakan alat pengukur kecepatan aliran udara standar yaitu anemometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat akurasi sebesar 99% dan dengan korelasi sebesar 0,99 (korelasi sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sensor ultrasonik valid dan dapat digunakan sebagai perangkat pengukur kecepatan aliran udara dalam pipa. ABSTRACTThe newest innovation instruments applying ultrasonic wave have been found in this technology era. Ultrasonic wave is the sound of wave is the sound wave having frequency above 20.000 Hz and is usually used in oceanic field (SONAR, medical (USG and industrial fields. This research measured the air velocity in pipe by using ultrasonic sensor. The ultrasonic wave used was the one which has frequency of 300 kHz. The Principle of measurement applied the method of elapsed time of ultrasonic wave (time of flight by considering the change of ultrasonic wave when passing different air flow condition: upstream and downstream. Besides, the anemometer was used as the accuracy comparator. The

  10. SCAFFOLDING DALAM MICROTEACHING KIMIA BERBASIS PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN SIKLUS BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdullatif Nusu

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract: Scaffolding in Chemistry Microteaching Utilizing  Direct Instruction and Learning Cycle. This study concerns developing students’ competence in conducting microteaching in chemistry, especially in preparing lesson plans using direct instruction and learning cycle and in implementing the lesson plans in peer teaching. The microteaching skills of 26 students are enhanced using scaffolding, implemented gradually and integratedly. The scaffolding comprises three stages: orientation of the task, revising the lesson plan, and carrying out peer teaching. Scaffolding is found to enable the students to develop lesson plans and to realize the lesson plans in peer teaching, as can be seen from their scores on the two aspects. In addi­tion, the students respond positively to the use of scaffolding in microteaching. Keywords: scaffolding, lesson plan writing, peer teaching, chemistry microteaching Abstrak: Scaffolding dalam Microteaching Kimia Berbasis Pembelajaran Langsung dan Siklus Be­lajar. Penelitian tentang kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan microteaching kimia, khususnya dalam menulis rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis pembelajaran langsung dan siklus belajar serta menerapkannya dalam peer teaching, telah dilakukan terhadap 26 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Haluoleo di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kemampuan melaksanakan microteaching mahasiswa ditingkatkan dengan menggunakan scaffolding yang dilakukan secara bertahap dan terpadu. Scaffolding tersebut terdiri dari tiga tahap yaitu orientasi tugas dan memodelkan cara menggunakan sum­ber scaffolding, revisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP melalui artikulasi dan refleksi untuk menghasilkan RPP kelompok, dan melaksanakan peer teaching. Keberhasilan scaffolding dalam micro­teaching kimia ditunjukkan dengan tercapainya skor penulisan RPP dan skor pelaksanaan peer teaching yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  11. UANG DAN FUNGSINYA (Sebuah Telaah Historis dalam Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuddin Wahyuddin

    2009-06-01

    Full Text Available Konsep uang dalam ekonomi Islam berbeda dengan ekonomi konvensional. Dalam ekonomi Islam, konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang, uang bukan capital. Sebaliknya, konsep uang yang dikemukakan dalam ekonomi konvensional tidak jelas. seringkali istilah uang dalam perspektif ekonomi konvensional diartikan secara bolak-balik, yaitu uang sebagai uang dan uang sebagai capital. Kata nuqud (uang tidak terdapat dalam Al-Qur’an maupun hadist Nabi saw, karena bangsa Arab umumnya tidak menggunakan kata nuqud untuk menunjukan harga. Mereka menggunakan kata dinar untuk menunjukan mata uang yang terbuat dari emas, kata dirham untuk menunjukan alat tukar yang terbuat dari perak. Mereka juga menggunakan kata wariq untuk menunjukan dirham perak, kata ‘ain untuk menunjukan dinar emas. Sedang kata fulus (uang tembaga adalah alat tukar tambahan yang digunakan untuk membeli barang-barang murah. Bahwa uang yang digunakan oleh umat islam pada masa Rasulullah adalah dirham perak Persia dan dinar emas Romawi dalam bentuk aslinya, tanpa mengalami pengubahan atau pemberian tanda tertentu. Rasulullah pun tidak pernah membuat uang khusus untuk umat Islam. Dengan kata lain, pada masa itu belum ada apa yang disebut dengan “uang Islam”. Sejarah mencatat bahwa selain uang emas dan perak murni berlaku pula jenis uang lain, yaitu uang emas dan perak campuran, fulus, dan uang kertas. Uang campuran tersebut pada mulanya beredar secara terbatas, kemudian beredar secara luas terutama setelah Khalifah al-Mutawakkil dan memberlakukannya secara resmi. Namun demikian mata uang emas dan perak murni tetap berlaku sebagai mata uang resmi dan paling banyak beredar. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan kehidupan ekonomi dan keterbatasan persediaan emas dan perak, umat Islam sedikit demi sedikit meninggalkan emas dan perak beralih menggunakan uang campuran dan akhirnya menggunakan fulus

  12. 40 CFR 421.320 - Applicability: Description of the secondary uranium subcategory.

    Science.gov (United States)

    2010-07-01

    ... secondary uranium subcategory. 421.320 Section 421.320 Protection of Environment ENVIRONMENTAL PROTECTION... CATEGORY Secondary Uranium Subcategory § 421.320 Applicability: Description of the secondary uranium... uranium (including depleted uranium) by secondary uranium facilities....

  13. Uranium series, volcanic rocks

    Science.gov (United States)

    Vazquez, Jorge A.

    2014-01-01

    Application of U-series dating to volcanic rocks provides unique and valuable information about the absolute timing of crystallization and differentiation of magmas prior to eruption. The 238U–230Th and 230Th-226Ra methods are the most commonly employed for dating the crystallization of mafic to silicic magmas that erupt at volcanoes. Dates derived from the U–Th and Ra–Th methods reflect crystallization because diffusion of these elements at magmatic temperatures is sluggish (Cherniak 2010) and diffusive re-equilibration is insignificant over the timescales (less than or equal to 10^5 years) typically associated with pre-eruptive storage of nearly all magma compositions (Cooper and Reid 2008). Other dating methods based on elements that diffuse rapidly at magmatic temperatures, such as the 40Ar/39Ar and (U–Th)/He methods, yield dates for the cooling of magma at the time of eruption. Disequilibrium of some short-lived daughters of the uranium series such as 210Po may be fractionated by saturation of a volatile phase and can be employed to date magmatic gas loss that is synchronous with volcanic eruption (e.g., Rubin et al. 1994).

  14. PENERAPAN TEORI HANS KELSEN DALAM TERTIB HUKUM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhtadi Muhtadi

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan susunan dan tertib hukum Indonesia dalam hirarki norma berdasarkan Stufenbautheorie Hans Kelsen. Metode penelitian yang digunakan adalah doctrinal research dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan hukum susunan norma hukum Indonesia berdasarkan teori Hans Kelsen adalah berjenjang dan berlapis-lapis, dari norma hukum lapisan terendah yang operatif-konkret-individual berjenjang dan bersumber pada norma hukum general-abstract berpuncak dalam pandangan dan cita hukum yang menjadi staatsnorm atau staatsfundamentalnorm, yaitu berpuncak pada Pancasila sebagai cita hukum.

  15. Manajemen Partisipatif Warga Sekolah Dalam Pengembangan Budaya Religius Peserta Didik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rubiati Rubiati

    2016-11-01

    Full Text Available Abstract: The religious culture is a form of religious teaching values that appear in the way a person behaves. In the context of educational institutions, religious culture appear in the organizational culture, followed by all the people in the school. So that the religious culture need to be developed through effective participative (participatory management. Participative management is intended to empower the school community to the fullest involvement in the management of religious culture development programs. This study aimed to describe, analyze and explain the application of school community participative management in the development of religious culture of students in SMAN I Kwadungan. This study produced three findings: first, the development program of religious culture of learners are formulated based on the vision and mission of the school, which is further manifested in the six activities, namely: Islamic clothing (uniforms, giving smile, a greeting, obligatory prayer in congregation, Friday prayer, reading Al-Qur'an and infaq. Second, the application of participative management school community in the development of religious culture was done by involving people in schools ranging from decision-making, implementation, benefit to the evaluation. Thirdly, By applying participative management, school community gives a good response in the form of positive attitudes and actions, and fully contribute to supporting the development of religious culture. Abstrak: Budaya religius merupakan wujud nilai-nilai ajaran agama yang tampak dalam cara berperilaku seseorang. Dalam konteks kelembagaan pendidikan, budaya religius tampak dalam budaya organisasi yang diikuti oleh seluruh warga di sekolah. Agar budaya religius benar-benar menjadi cara berperilaku baik individu maupun organisasi, perlu dikembangkan melalui manajemen partisipatif yang efektif. Manajemen partisipatif dimaksudkan untuk memberdayakan keterlibatan warga sekolah secara

  16. PERSAMAAN DROP SIZE DI DALAM KOLOM BERPENGADUK CAKRAM (RDC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martunus Martunus

    2011-07-01

    Full Text Available Perpindahan massa dari satu fase cair ke fase cair lainnya di dalam kolom ekstraksi cair-cair ditentukan dengan luas perpindahan antara kedua fase. Luas perpindahan ini dapat dinyatakan dengan drop size yang merupakan faktor yang sangat penting dalam perancangan kolom ekstraksi cair-cair berpengaduk (Rotating Disc Contactor, RDC. Tiga model yang berhubungan dengan drop size dikembangkan untuk variabel operasi kolom yang didasarkan pada kecepatan putaran yaitu yaitu model untuk ekstraksi tanpa pengadukan atau pengadukan dengan putaran sangat rendah, model dengan kecepatan pengadukan medium, dan model pengadukan dengan putaran tinggi. Artikel ini berisi pembahasan persamaan drop size yang sudah dipublikasikan menyangkut ketiga kondisi operasi tersebut.

  17. TUTURAN MEMUJI OLEH GURU PEREMPUAN DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pandu Meidian Pratama

    2016-07-01

    Penelitian tentang tuturan guru perempuan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia ini dilandasi oleh pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa dalam konteks pembelajaran di kelas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan (1 wujud tuturan memuji, (2 fungsi tuturan memuji, dan (3 modus tuturan memuji yang dituturkan oleh kaum perempuan yang berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia. Selain mendeskripsikan wujud, fungsi, dan modus tuturan memuji, penelitian ini juga berusaha mendeskripsikan penggunaan bahasa perempuan dipandang dari sudut pandang budaya dan fitur-fitur yang digunakannya, yaitu (1 tag question, (2 avoidance of strong swear words, (3 superpolite form, (4 emphatic stress, dan (5 intensifiers.

  18. ELECTRONIC COMMERCE: TANTANGAN KOMPETENSI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ISU INTERNAL KONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyarini Santosa

    2002-01-01

    Full Text Available The emerging of the internet and world wide web as enabler of electronic commerce has resulted in some complexities for accountants in conducting their engagement. In electronic commerce, which trading activities have been facilitated with computer network such as intranet, extranet or internet, internal control structure has become more complicated than those without network. Confidentiality, integrity, authenticity and non-repudiation are some of the major complex issues in the application of electronic commerce these days.Those complexities, which do not occur in non computer-based trading, are based on the fact that electronic commerce not only involves accounting disiplines but also technical comprehension from other diciplines. Accountants find difficulties in facing the internal control issues in computer-based information system environment, especially in a situation that business has already been implementing computer network in conducting its primary and support activities. This article will discuss material related to the current issues of internal control structure, the implication of electronic commerce on internal control structure and opportunities for accountants. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemunculan internet dan world wide web sebagai dasar berkembangnya perdagangan elektronik atau electronic commerce telah menimbulkan permasalahan yang cukup pelik bagi seorang akuntan dalam menjalankan penugasannya. Dalam lingkungan perdagangan yang sudah memanfaatkan jaringan komputer, baik dalam kapasitasnya sebagai intranet, extranet, maupun internet, sistem pengendalian internal menjadi semakin rumit. Beberapa isu seperti keamanan dan keaslian transaksi yang dulunya nampak sederhana dalam lingkungan yang tidak berbasis komputer, sekarang menjadi sangat kompleks. Dalam electronic commerce, isu-isu tersebut dikenal dengan istilah confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation dan sebagainya. Kekompleksan ini dikarenakan hal

  19. Pengukuran Konsep Amanah dalam Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ivan muhammad agung

    2016-12-01

    Full Text Available Amanah merupakan fondasi dasar dalam relasi social manusia. Penelitian ini terdiri dari dua studi. Studi 1 bertujuan untuk menemukan konsep amanah menggunakan prototype metodologi dengan jumlah partisipan sebanyak 444 partisipan. dan pada studi 2 bertujuan untuk membuat alat ukur amanah berdasarkan hasil studi 1 dengan jumlah patisipan sebanyak 201 partisipan. Hasil penelitian studi 1 menunjukkan bahwa orang amanah adalah orang dapat dipercaya, dan memiliki karakter positif. Sementara hasil studi 2 menunjukkan bahwa amanah memiliki reliabilitas yang baik dan merupakan konstrak yang bersifat unidimensional yang terbentuk atas tiga faktor, yaitu integritas, melaksanakan tugas dan kebajikan. Implikasi penelitian dibahas dalam konteks pengukuran psikologi dan islam

  20. Fungsi Representasi dalam Mengakses Penguasaan Konsep Fisika Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murtono Murtono

    2014-10-01

    Full Text Available Fisika merupakan ilmu fenomena alam yang disajikan dalam bentuk gambaar, persamaan matematis, mempunyai hubungan antar variabel fisis. Untuk mengakses perlu karakteristik yang sesuai dengan ilmu fisika tersebut. Salah satu cara mengakses yang sesuai adalah dengan bentuk representasi. Repersentasi mempunyai fungsi sebagai pelengkap, membatasi interpretasi, dan membangun pemahaman. Telah dilakukan pengukuran terhadap penguasaan konsep mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dengan soal multi representasi. Hasil menunjukkan bahwa jawaban yang benar bervariasi sesuai dengan konsep yang diukur dan mode representasi yang digunakan. Multirepresentasi dapat menjadi pelengkap representasi yang lain, membatasi interpretasi representasi yang lain, dan membangun pemahaman mahasiswa dalam menyelesaian permasalahan fisika, sesuai dengan fungsi representasi.

  1. The economics of uranium 1991. 3. ed

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1991-01-01

    The new Roskill report on the economics of uranium, 1991, gives essential facts and figures on five main topics; background, supply and demand; prices and uranium and nuclear activities by country and company. (author).

  2. Uranium Determination by Delayed Neutron Counting

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    2008-01-01

    <正>Uranium is a very important resource in nuclear industry, especially in the exploiture of nuclear energy. Determination of uranium using delayed neutron counting (DNC) is simple, non-destructive, and

  3. Inherently safe in situ uranium recovery

    Science.gov (United States)

    Krumhansl, James L; Brady, Patrick V

    2014-04-29

    An in situ recovery of uranium operation involves circulating reactive fluids through an underground uranium deposit. These fluids contain chemicals that dissolve the uranium ore. Uranium is recovered from the fluids after they are pumped back to the surface. Chemicals used to accomplish this include complexing agents that are organic, readily degradable, and/or have a predictable lifetime in an aquifer. Efficiency is increased through development of organic agents targeted to complexing tetravalent uranium rather than hexavalent uranium. The operation provides for in situ immobilization of some oxy-anion pollutants under oxidizing conditions as well as reducing conditions. The operation also artificially reestablishes reducing conditions on the aquifer after uranium recovery is completed. With the ability to have the impacted aquifer reliably remediated, the uranium recovery operation can be considered inherently safe.

  4. Uranium 2007 resources, production and demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris

    2008-01-01

    Based on official information received from 40 countries, Uranium 2007 provides a comprehensive review of world uranium supply and demand as of 1st January 2007, as well as data on global uranium exploration, resources, production and reactor-related requirements. It provides substantive new information from major uranium production centres in Africa, Australia, Central Asia, Eastern Europe and North America. Projections of nuclear generating capacity and reactor-related uranium requirements through 2030 are also featured, along with an analysis of long-term uranium supply and demand issues. It finds that with rising demand and declining inventories, uranium prices have increased dramatically in recent years. As a result, the uranium industry is undergoing a significant revival, bringing to an end a period of over 20 years of underinvestment.

  5. Variations in the uranium isotopic compositions of uranium ores from different types of uranium deposits

    Science.gov (United States)

    Uvarova, Yulia A.; Kyser, T. Kurt; Geagea, Majdi Lahd; Chipley, Don

    2014-12-01

    Variations in 238U/235U and 234U/238U ratios were measured in uranium minerals from a spectrum of uranium deposit types, as well as diagenetic phosphates in uranium-rich basins and peraluminous rhyolites and associated autunite mineralisation from Macusani Meseta, Peru. Mean δ238U values of uranium minerals relative to NBL CRM 112-A are 0.02‰ for metasomatic deposits, 0.16‰ for intrusive, 0.18‰ for calcrete, 0.18‰ for volcanic, 0.29‰ for quartz-pebble conglomerate, 0.29‰ for sandstone-hosted, 0.44‰ for unconformity-type, and 0.56‰ for vein, with a total range in δ238U values from -0.30‰ to 1.52‰. Uranium mineralisation associated with igneous systems, including low-temperature calcretes that are sourced from U-rich minerals in igneous systems, have low δ238U values of ca. 0.1‰, near those of their igneous sources, whereas uranium minerals in basin-hosted deposits have higher and more variable values. High-grade unconformity-related deposits have δ238U values around 0.2‰, whereas lower grade unconformity-type deposits in the Athabasca, Kombolgie and Otish basins have higher δ238U values. The δ234U values for most samples are around 0‰, in secular equilibrium, but some samples have δ234U values much lower or higher than 0‰ associated with addition or removal of 234U during the past 2.5 Ma. These δ238U and δ234U values suggest that there are at least two different mechanisms responsible for 238U/235U and 234U/238U variations. The 234U/238U disequilibria ratios indicate recent fluid interaction with the uranium minerals and preferential migration of 234U. Fractionation between 235U and 238U is a result of nuclear-field effects with enrichment of 238U in the reduced insoluble species (mostly UO2) and 235U in oxidised mobile species as uranyl ion, UO22+, and its complexes. Therefore, isotopic fractionation effects should be reflected in 238U/235U ratios in uranium ore minerals formed either by reduction of uranium to UO2 or chemical

  6. The End of Cheap Uranium

    CERN Document Server

    Dittmar, Michael

    2011-01-01

    Historic data from many countries demonstrate that on average no more than 50-70% of the uranium in a deposit could be mined. An analysis of more recent data from Canada and Australia leads to a mining model with an average deposit extraction lifetime of 10+- 2 years. This simple model provides an accurate description of the extractable amount of uranium for the recent mining operations. Using this model for all larger existing and planned uranium mines up to 2030, a global uranium mining peak of at most 58 +- 4 ktons around the year 2015 is obtained. Thereafter we predict that uranium mine production will decline to at most 54 +- 5 ktons by 2025 and, with the decline steepening, to at most 41 +- 5 ktons around 2030. This amount will not be sufficient to fuel the existing and planned nuclear power plants during the next 10-20 years. In fact, we find that it will be difficult to avoid supply shortages even under a slow 1%/year worldwide nuclear energy phase-out scenario up to 2025. We thus suggest that a world...

  7. Uranium briquettes for irradiation target

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Saliba-Silva, Adonis Marcelo; Garcia, Rafael Henrique Lazzari; Martins, Ilson Carlos; Carvalho, Elita Fontenele Urano de; Durazzo, Michelangelo, E-mail: saliba@ipen.b [Instituto de Pesquisas Energeticas e Nucleares (IPEN/CNEN-SP), Sao Paulo, SP (Brazil)

    2011-07-01

    Direct irradiation on targets inside nuclear research or multiple purpose reactors is a common route to produce {sup 99}Mo-{sup 99m}Tc radioisotopes. Nevertheless, since the imposed limits to use LEU uranium to prevent nuclear armament production, the amount of uranium loaded in target meats has physically increased and new processes have been proposed for production. Routes using metallic uranium thin film and UAl{sub x} dispersion have been used for this purpose. Both routes have their own issues, either by bringing difficulties to disassemble the aluminum case inside hot cells or by generating great amount of alkaline radioactive liquid rejects. A potential route might be the dispersion of powders of LEU metallic uranium and nickel, which are pressed as a blend inside a die and followed by pulse electroplating of nickel. The electroplating provides more strength to the briquettes and creates a barrier for gas evolution during neutronic disintegration of {sup 235}U. A target briquette platted with nickel encapsulated in an aluminum case to be irradiated may be an alternative possibility to replace other proposed targets. This work uses pulse Ni-electroplating over iron powder briquette to simulate the covering of uranium by nickel. The following parameters were applied 10 times for each sample: 900Hz, -0.84A/square centimeters with duty cycle of 0.1 in Watts Bath. It also presented the optical microscopy analysis of plated microstructure section. (author)

  8. Manhattan Project Technical Series The Chemistry of Uranium (I) Chapters 1-10

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rabinowitch, E. I. [Argonne National Laboratory (ANL), Argonne, IL (United States); Katz, J. J. [Argonne National Laboratory (ANL), Argonne, IL (United States)

    1946-09-30

    This constitutes Chapters 1 through 10. inclusive, of The Survey Volume on Uranium Chemistry prepared for the Manhattan Project Technical Series. Chapters are titled: Nuclear Properties of Uranium; Properties of the Uranium Atom; Uranium in Nature; Extraction of Uranium from Ores and Preparation of Uranium Metal; Physical Properties of Uranium Metal; Chemical Properties of Uranium Metal; Intermetallic Compounds and Alloy systems of Uranium; the Uranium-Hydrogen System; Uranium Borides, Carbides, and Silicides; Uranium Nitrides, Phosphides, Arsenides, and Antimonides.

  9. Uranium 2003 resources, production and demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris

    2004-01-01

    Uranium 2003: Resources, Production and Demand paints a detailed statistical profile of the world uranium industry in the areas of exploration, resource estimates, production and reactor-related requirements. It provides substantial new information from all major uranium production centres in Africa, Australia, Eastern Europe and North America and for the first time, a report for Turkmenistan. Also included are international expert analyses and projections of nuclear generating capacity and reactor-related uranium requirements through 2020.

  10. Statistical data of the uranium industry

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    1981-01-01

    Data are presented on US uranium reserves, potential resources, exploration, mining, drilling, milling, and other activities of the uranium industry through 1980. The compendium reflects the basic programs of the Grand Junction Office. Statistics are based primarily on information provided by the uranium exploration, mining, and milling companies. Data on commercial U/sub 3/O/sub 8/ sales and purchases are included. Data on non-US uranium production and resources are presented in the appendix. (DMC)

  11. The uranium in the environment; L'uranium dans l'environnement

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    2001-07-01

    The uranium is a natural element omnipresent in the environment, with a complex chemistry more and more understood. Many studies are always today devoted to this element to better improve the uranium behavior in the environment. To illustrate this knowledge and for the public information the CEA published this paper. It gathers in four chapters: historical aspects and properties of the uranium, the uranium in the environment and the impacts, the metrology of the uranium and its migration. (A.L.B.)

  12. 77 FR 14837 - Bioassay at Uranium Mills

    Science.gov (United States)

    2012-03-13

    ... COMMISSION Bioassay at Uranium Mills AGENCY: Nuclear Regulatory Commission. ACTION: Draft regulatory guide... for public comment draft regulatory guide (DG), DG-8051, ``Bioassay at Uranium Mills.'' This guide describes a bioassay program acceptable to the NRC staff for uranium mills and applicable portions...

  13. 77 FR 12880 - Uranium From Russia

    Science.gov (United States)

    2012-03-02

    ... COMMISSION Uranium From Russia Determination On the basis of the record \\1\\ developed in the subject five... investigation on uranium from Russia would be likely to lead to continuation or recurrence of material injury to... Publication 4307 (February 2012), entitled Uranium from Russia: Investigation No. 731-TA-539-C (Third...

  14. The Chemistry and Toxicology of Depleted Uranium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sidney A. Katz

    2014-03-01

    Full Text Available Natural uranium is comprised of three radioactive isotopes: 238U, 235U, and 234U. Depleted uranium (DU is a byproduct of the processes for the enrichment of the naturally occurring 235U isotope. The world wide stock pile contains some 1½ million tons of depleted uranium. Some of it has been used to dilute weapons grade uranium (~90% 235U down to reactor grade uranium (~5% 235U, and some of it has been used for heavy tank armor and for the fabrication of armor-piercing bullets and missiles. Such weapons were used by the military in the Persian Gulf, the Balkans and elsewhere. The testing of depleted uranium weapons and their use in combat has resulted in environmental contamination and human exposure. Although the chemical and the toxicological behaviors of depleted uranium are essentially the same as those of natural uranium, the respective chemical forms and isotopic compositions in which they usually occur are different. The chemical and radiological toxicity of depleted uranium can injure biological systems. Normal functioning of the kidney, liver, lung, and heart can be adversely affected by depleted uranium intoxication. The focus of this review is on the chemical and toxicological properties of depleted and natural uranium and some of the possible consequences from long term, low dose exposure to depleted uranium in the environment.

  15. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katarina Rima Melati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai ‘sesamawarga negara’. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan.   The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar

  16. Y-12 Uranium Exposure Study

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Eckerman, K.F.; Kerr, G.D.

    1999-08-05

    Following the recent restart of operations at the Y-12 Plant, the Radiological Control Organization (RCO) observed that the enriched uranium exposures appeared to involve insoluble rather than soluble uranium that presumably characterized most earlier Y-12 operations. These observations necessitated changes in the bioassay program, particularly the need for routine fecal sampling. In addition, it was not reasonable to interpret the bioassay data using metabolic parameter values established during earlier Y-12 operations. Thus, the recent urinary and fecal bioassay data were interpreted using the default guidance in Publication 54 of the International Commission on Radiological Protection (ICRP); that is, inhalation of Class Y uranium with an activity median aerodynamic diameter (AMAD) of 1 {micro}m. Faced with apparently new workplace conditions, these actions were appropriate and ensured a cautionary approach to worker protection. As additional bioassay data were accumulated, it became apparent that the data were not consistent with Publication 54. Therefore, this study was undertaken to examine the situation.

  17. Electroformation of uranium hemispherical shells

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Marshall, S.L.; Redey, L.; Vandegrift, G.F.; Vissers, D.R.

    1989-11-01

    This effort was directed at developing an electrochemical process for forming uniform and dendrite-free deposits of uranium from molten salts. This process is to be used for the electroformation of free-standing hemispherical shells of uranium for nuclear applications. Electrodeposition of uranium onto a substrate was accomplished with a fused chloride mixture containing 42 wt% UCl{sub 3} and a fused chloride-fluoride mixture containing 4 wt % UF{sub 4}. Under pulsed potential control at 504{degree}C, the chloride-fluoride mixture yielded the widest range of plating conditions for which dendrites could be avoided. Bipolar current pulse plating with both electrolytes gave good results, and successful application of this technique to a large tubular cathode has been demonstrated. 24 refs., 10 figs.

  18. FAKTOR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU SAINTIFIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herti Maryani

    2017-04-01

    , supaya terhindar dari hal yang merugikan akibat informasi menyesatkan atau pelayanan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memenuhi kebutuhan pemerintah mencanangkan Saintifi kasi Jamu (SJ pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan penggunaan jamu yang saintifi k. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM Makassar dan Puskesmas Colomadu I, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2015.Cara pengambilan sampel adalah Consecutive Sampling (sampling berdasarkan kedatangan pasien ke tempat pelayanan, dengan jumlah sampel sebesar 30 orang di setiap lokasi penelitian. Analisis proses pengambilan keputusan dilakukan secara deskriptif. Karakteristik responden pengguna jamu terbanyak adalah usia lanjut (45–55 tahun dan berpendidikan tinggi. Alasan responden datang ke pelayanan obat tradisional adalah karena sakit dan responden menganggap jamu tidak ada efek samping. Sumber informasi yang mempengaruhi responden dari keluarga, teman, tetangga, kenalan, dan petugas kesehatan kemungkinan karena familiar. Responden mempertimbangkan manfaat dari jamu dan setelah menggunakan jamu responden merasa puas atau kualitas terjamin. Analisis perilaku konsumen menyatakan bahwa responden masih mencari pengobatan tradisional (jamu saintifi k bila sakit dengan alasan jamu tidak ada efek samping dan hal utama yang  dipertimbangkan adalah manfaat dari jamu. Sumber informasi pribadi merupakan informasi utama dalam membeli jamu. Responden merasa puas setelah menggunakan jamu dan mempunyai loyalitas cukup tinggi terhadap jamu. Sosialisasi pelayanan Jamu tersaintifi kasi di puskesmas dan jajarannya perlu ditingkatkan.  

  19. Transformasi Tradisi Dalam Teater Piktografik Putu Wijaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Yohanes

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT   This article considers the fundamental premise of realism methodology that theory has a ground in social basic structures. Factual reality, including the artistic form creation, can be seen as referential background for theory formation. Theory draws its coherence from its referent. By using the epistemic mode of realism methodology, which combines religion and myth theory, this article illustrates Putu Wijaya’s theatrical creations through a causal and deep interpretation. The aim of analysis is to know and to reveal what is underneath that exist behind Putu Wijaya’s theatre performance. The result of the research shows that Putu Wijaya’s aesthetic choice that manifested as mental terror theatre is understood as the process of replication. This replication process aims at inventing pictographic representation as a way to transform tradition.   Key words : deep interpretation, transformation, pictographic theatre       ABSTRAK   Artikel ini membahas premis dasar metodologi realisme bahwa teori memiliki dasar dalam struktur dasar sosial. Realitas faktual, termasuk penciptaan bentuk artistik, dapat dilihat sebagai latar belakang referensial untuk pembentukan teori. Teori menarik koherensinya dari rujukan. Dengan menggunakan modus epistemis metodologi realisme, yang menggabungkan agama dengan teori mitos, artikel ini menggambarkan kreasi teater Putu Wijaya melalui interpretasi kausal dan mendalam. Tujuan dari analisis adalah untuk mengetahui dan mengungkapkan apa yang ada di balik pertunjukan teater Putu Wijaya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pilihan estetika Putu Wijaya yang dinyatakan sebagai teater teror mental dipahami sebagai proses replikasi. Proses replikasi bertujuan untuk menciptakan representasi piktografik sebagai sebuah cara untuk mengubah tradisi.   Kata kunci: interpretasi mendalam, transformasi, teater piktografik

  20. Etika Kepedulian : Welas Asih Dalam Tindakan Moral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeremias Jena

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : Compassion in ethical discourse is used to describe the attitudes and actions of moral agent in helping the vulnerables and the suffering. Discourse around compassion generally focused on whether compassion is an attitude of sympathy or empathy, or it is the attitude of compassion derived from an altruistic attitude which is inherent in intelligent being. This paper argues that compassion is realized only in the context of ethics of care. For that reason, the paper will first distinguish simpaty from empathy and contextualize them within the realm of altruism. At the same time this approach plays the role of criticizing emotive ethics of David Hume and Kantian ethics which is attacked by Kantian ethics as heteronomous.Keywords : sympathy, empathy, altruism, epiphanic experience, caring encounters, care ethicsAbstrak : Sikap welas asih (compassion dalam diskursus etika digunakan untuk mendeskripsikan sikap dan tindakan moral menolong sesama yang rentan dan menderita. Diskursus seputar sikap welas asih umumnya difokuskan pada apakah sikap tersebut adalah bagian dari sikap simpati atau empati? Atau, apakah sikap welas asih adalah wujud dari sikap altruistik yang umumnya dimiliki makhluk hidup berperasaan dan berinteligensi? Tulisan ini pertama-tama akan menunjukkan bahwa sikap welas asih lebih dekat dengan konsep dan sikap simpati. Untuk memahami hal ini, pembedaannya dengan empati akan dikemukakan. Di atas semuanya itu, sikap welas asih (simpati dan empati dibedakan juga dari sikap altruistik manusia. Melalui tulisan ini akan ditunjukkan pula bahwa hanya melalui etika kepedulian (ethics of care kita dapat memahami welas asih sebagai sikap dan tindakan moral. Ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap etika Humean yang terlalu memuja perasaan moral dan etika Kantian yang menghojat emosi atau perasaan moral sebagai etika manusia heteronom.Kata kunci : Simpati, Empati, Altruisme, Pengalaman epifani, Perjumpaan penuh belas kasih, Etika

  1. Uranium mill tailings and radon

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hanchey, L A

    1981-01-01

    The major health hazard from uranium mill tailings is presumed to be respiratory cancer resulting from the inhalation of radon daughter products. A review of studies on inhalation of radon and its daughters indicates that the hazard from the tailings is extremely small. If the assumptions used in the studies are correct, one or two people per year in the US may develop cancer as a result of radon exhaled from all the Uranium Mill Tailings Remedial Action Program sites. The remedial action should reduce the hazard from the tailings by a factor of about 100.

  2. RECOVERY OF URANIUM FROM TUNGSTEN

    Science.gov (United States)

    Newnam, K.

    1959-02-01

    A method is presented for the rccovery of uranium which has adhered to tungsten parts in electromagnetic isotope separation apparatus. Such a tungsten article is dissolved electrolytically in 20% NaOH by using the tungsten article as the anode. The resulting solution, containing soluble sodium lungstate and an insoluble slime, is then filtered. The slime residue is ignited successively with sodium nitrate and sodium pyrosulfate and leashed, and the resulting filtrates are combined with the original filtrate. Uranium is then recovered from the combined flltrates by diuranate precipitation.

  3. Evaluasi Skala Numerik Dan Metode Prioritisasi Dalam AHP

    OpenAIRE

    2009-01-01

    Dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), pada awalnya pengambil keputusan mula-mula memberikan perbandingan berpasangan linguistik, kemudian memperoleh perbandingan berpasangan numerik dengan memilih skala numerik tertentu untuk menentukan kuantitasnya, dan terakhir mengembangkan vektor prioritas dari perbandingan berpasangan numerik. Pada pokoknya, keabsahan alat pengambilan-keputusan ini didasarkan pada pilihan skala numerik dan rancangan metode prioritisasi. Dengan memasukkan serangkaian ko...

  4. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardia Mardia

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each other. The only way to beat the competition is to stop trying to beat the competition. Blue Ocean Strategy to be one of the alternatives in the management of educational institutions to create distinctive adavantage and competitiveness based graduates. Abstrak:  Pendidikan tinggi Islam mengalami perubahan signifikan pada pengembangan misi dan reorganisasi manajemen yang mempengaruhi kualitas pendidikan di era kompleksitas. Kompleksitas tersebut tidak dapat diprediksi dan mempengaruhi munculnya gejala disorientasi nilai, disharmoni sosial, dan peran disfungsional. Pokok kajian tulisan ini menyorot pentingnya tatakelola pendidikan tinggi Islam bermutu dalam perspektif Blue Ocean Strategy dalam menghadapi kompleksitas. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif teoritis dan praktis. Temuan penelitian adalah untuk berdaya saing di masa depan, pendidikan tinggi Islam harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. Blue Ocean Strategy menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan unggul.

  5. PENDEKATAN ICEBERG DALAM PEMBELAJARAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR

    OpenAIRE

    Saleh Haji

    2013-01-01

    Makalah ini membahas pengaruh pendekatan iceberg pada pembelajaran pembagian pecahan di Sekolah Dasar.Tahapan pendekatan iceberg tersebut sebagai berikut: 1. Orientasi lingkungan secara matematis, 2. Model material, 3. Pembuatan pondasi, dan 4. Matematika formal. Sedangkan topik pembagian pecahan yang dibahas terdiri atas: pembagian bilangan bulat oleh pecahan, pembagian pecahan oleh bilangan bulat, dan pembagian pecahan dengan pecahan. Penggunakan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matema...

  6. Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Dalam Memahami Konsep Bilangan Real

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Sucipto

    2017-02-01

    Full Text Available [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan dan faktor-faktor penyebab kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengerjakan soal bilangan real. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Hasil tes dikelompokkan berdasarkan tujuh kategori kesalahan Watson kemudian dilakukan wawancara untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dominan terjadi pada jawaban mahasiswa berupa jenis kesalahan data tidak tepat, prosedur yang tidak tepat, konflik level respon, dan masalah hirarkhi keterampilan. Kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal memberikan gambaran kesulitan yang dialami dalam memahami konsep bilangan real. Faktor yang mempengaruhi kesulitan mahasiswa yaitu: materi yang sulit dipahami dan diaplikasikan dalam pemecahan masalah; dan faktor pribadi yang mencakup pola belajar yang tidak baik, sarana pendukung, dan faktor dosen. [English]: This research aims to identify undergraduate students’ difficulties and the factors which caused them in solving real analysis problems. This qualitative research applies descriptive analysis. Data is collected through observation, test, and interview. Students’ answers on test are categorized into Watson’s seven categories of errors then the students are interviewed to clarify the errors. This research reveals that dominant errors encounterd by the students are inappropriate data, inappropriate procedure, response level conclict, and skill hierarchy problem. The errors portrait the difficulties the students encountered. The factors which cause the difficulties are the material is hard to understand and apply to problem solving; and personal factor such as bad learning habits, supporting tools, and the lecturers.

  7. Kebijakan Luar Negeri China dalam Penanganan Women Trafficking

    OpenAIRE

    MUSTARI, DEVI IVON

    2013-01-01

    2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat, pendorong, dan efektivitas kebijakan luar negeri China dalam penanganan women trafficking. Penelitian ini terfokus pada kerjasama yang dilakukan China dengan negara anggota Greater Mekong Sub-Region (GMS) khususnya Vietnam, serta organisasi internasional yaitu International Labour Organization (ILO). Penelitian ini dibatasi selama lima tahun, yaitu tahun 2008 hingga 2012. Tipe penelitian yang penulis gunakan untuk mencap...

  8. UPAYA MENCAPAI LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ferrinadewi

    2004-01-01

    Full Text Available Service is a very unique area because its differences. In this area human elements is extremly important because its role in achieving company' main goal which is to gain more loyal consumer since loyal consumer will lead to greater competitive advantange. This research aim to describe and find out the effect of human elements on customer loyalty through customer satisfaction and trust. We use path analysis to test the research model and the result suggest that employee reliability is the most important variable among human elements in gaining customer loyalty through customer satisfaction and trust. It also suggest the important role of customer' trust to customer satisfaction. In order to gain loyal consumer from human resources management perspective, service organization needs to develop its intellectual capital. Abstract in Bahasa Indonesia : Jasa adalah bidang yang sangat unik karena perbedaannya bila di bandingkan bidang usaha lain. Dalam bidang jasa, elemen manusia sangat penting karena perannya dalam upaya mencapai kesetiaan konsumen yang akan mengarah kepada keunggulan kompetitif perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan menemukan pengaruh elemen manusia terhadap kesetiaan konsumen melalui kepuasan konsumen dan kepercayaan. Analisa yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah Path Analysis. Ditemukan dalam studi ini bahwa kehandalan karyawan merupakan variabel yang paling penting dalam upaya memperoleh konsumen yang setia melalui kepuasan dan kepercayaan. Ditemukan juga peran kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen. Menurut perspektif manajemen sumber daya manusia untuk memperoleh konsumen yang loyal perusahaan perlu mengembangkan modal intelektualnya. Kata kunci: Jasa, Loyalitas Konsumen, Sumber Daya Manusia.

  9. HIDÂYAH DALAM AL-QUR’ÂN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bustami Saladin

    2013-07-01

    Full Text Available Kata Hidâyah adalah dari bahasa Arab atau bahasa Al-Qur‟ân yang telah menjadi bahasa Indonesia. Akar katanya: hadâ, yahdî, hadyan, hudan, hidyatan, hidâyatan. Khusus yang terakhir, kata hidâyatan kalau wakaf (berhenti di baca: Hidâyah, nyaris seperti ucapan bahasa Indonesia. Hidâyah secara bahasa berarti petunjuk. Lawan katanya adalah: “Dholalah” yang berarti “kesesatan” Secara istilah (terminologi, Hidâyah ialah penjelasan dan petunjuk jalan yang akan menyampaikan kepada tujuan sehingga meraih kemenangan di sisi Allah. Hidâyah/Hudan Dalam Al-Qur‟ân tercantum sekitar 171 ayat dan terdapat pula dalam 52 Hadits. Sedangkan pengertian Hidâyah / Hudan dalam Al-Qur‟ân dan Hadits terdapat sekitar 27 makna. Di antaranya bermakna: penjelasan, agama Islam, Iman (keyakinan, seruan, pengetahuan, perintah, lurus/cerdas, rasul /kitab, Al-Qur‟an, Taurat, taufiq/ketepatan, menegakkan argumentasi, Tauhid/ mengesakan Allah, Sunnah/Jalan, perbaikan, ilham/insting, kemampuan menilai, pengajaran, karunia, mendorong, mati dalam Islam, pahala, mengingatkan, benar dan kokoh/konsisten.

  10. PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Rostianingsih

    2005-01-01

    Full Text Available Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio. GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

  11. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    OpenAIRE

    Sumarwiyah -; Edris Zamroni; Richma Hidayati

    2015-01-01

    Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungki...

  12. Perencanaan Penguatan Kelembagaan Pemerintah Daerah Dalam E-Procurement

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Mu’arofah

    2014-04-01

    Full Text Available Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE merupakan unit kerja yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan Pengadaan barang/jasa Pemerintah secara elektronik atau yang disebut e-Procurement. Penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, analisa data dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2009, bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa 1. Kondisi kelembagaan LPSE Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung e-Procurement saat ini; 2. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perencanaan penguatan kelembagaan LPSE dalam mendukung e-Procurement di Kabupaten Malang; dan 3. Memberikan rekomendasi perencanaan penguatan kelembagaan LPSE dalam mendukung e-Procurement yang sesuai di Kabupaten Malang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan Penguatan kelembagaan LPSE sangat penting untuk dilakukan, kelembagaan pelayanan e-Procurement yang ideal menjadi unit kerja tersendiri untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja pelayanan, adapun kebijakan yang direkomendasikan adalah penguatan regulasi, pemanfaatan SDM yang tepat, penganggaran yang jelas, dan perencanaan menjadi unit kerja khusus pelayanan e-Procurement dengan Struktur Birokrasi Profesional, yang dapat dilakukan secara bertahap. Perencanaan penguatan kelembagaan LPSE sebaiknya dilakukan melalui kajian maupun studi kelembagaan terlebih dahulu atau bisa dikatakan menggunakan pendekatan teknokratik, dengan melibatkan tim kelembagaan dan dapat melibatkan tenaga ahli. Kata kunci: Perencanaan, Penguatan kelembagaan, akuntabilitas, pelayanan, e-Procurement

  13. Pelanggaran Prinsip Kooperatif dalam Wacana Humor di Internet

    OpenAIRE

    Sihombing, Marintan

    2010-01-01

    Penelitian ini menganalisis pelanggaran prinsip kooperatif dalam wacana humor di internet. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana proses terjadinya pelanggaran prinsip kooperatif dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran prinsip kooperatif wacana humor di internet. Teori yang digunakan adalah implikatur percakapan, pertuturan atau tindak bahasa, konteks situasi. Pengumpulan data digunakan dengan metode simak, yaitu penyimakan terhadap penggunaan b...

  14. KESANTUNAN TUTURAN DIREKTIF DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiyah Putri Astuti

    2017-03-01

    Full Text Available Politeness speech in learning interactions in the classroom tend to be effected through a directive speech. Assessment of form directive speech made by using a guide to the theory and analysis based on speech act theory directive Bach and Harnish. This study aims to determine the form of politeness directive in an interaction study in SMA 1 Batu. Forms directive speech in learning interactions are marked with (1 directive requests, (2 directive question, (3 directive command, (4 The prohibition directive, (5 directive licensing, and (6 the directive advice. The results of the analysis of the forms of speech directive shows that teachers do politeness predominantly through commands, prohibitions, permissions, and advice, while the shape of the directive utterances made by teachers and students to consider cultural aspects. Kesantunan tuturan dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas cenderung dilakukan melalui bentuk tuturan direktif. Pengkajian terhadap bentuk tuturan direktif dilakukan dengan mengggunakan teori dan panduan analisis berdasarkan teori tindak tutur direktif Bach dan Harnish. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesantunan direktif dalam interaksi pembelajaran di SMA 1 Batu. Bentuk tuturan direktif dalam interaksi pembelajaran ditandai dengan (1 direktif permintaan, (2 direktif pertanyaan, (3 direktif perintah, (4 direktif larangan, (5 direktif pemberian izin, dan (6 direktif nasihat. Hasil analisis mengenai bentuk tuturan direktif menunjukkan bahwa guru melakukan kesantunan secara dominan melalui perintah, larangan, izin, dan nasihat, sedangkan bentuk tuturan direktif dilakukan oleh guru dan siswa dengan mempertimbangkan aspek budaya.

  15. Release behavior of uranium in uranium mill tailings under environmental conditions.

    Science.gov (United States)

    Liu, Bo; Peng, Tongjiang; Sun, Hongjuan; Yue, Huanjuan

    2017-05-01

    Uranium contamination is observed in sedimentary geochemical environments, but the geochemical and mineralogical processes that control uranium release from sediment are not fully appreciated. Identification of how sediments and water influence the release and migration of uranium is critical to improve the prevention of uranium contamination in soil and groundwater. To understand the process of uranium release and migration from uranium mill tailings under water chemistry conditions, uranium mill tailing samples from northwest China were investigated with batch leaching experiments. Results showed that water played an important role in uranium release from the tailing minerals. The uranium release was clearly influenced by contact time, liquid-solid ratio, particle size, and pH under water chemistry conditions. Longer contact time, higher liquid content, and extreme pH were all not conducive to the stabilization of uranium and accelerated the uranium release from the tailing mineral to the solution. The values of pH were found to significantly influence the extent and mechanisms of uranium release from minerals to water. Uranium release was monitored by a number of interactive processes, including dissolution of uranium-bearing minerals, uranium desorption from mineral surfaces, and formation of aqueous uranium complexes. Considering the impact of contact time, liquid-solid ratio, particle size, and pH on uranium release from uranium mill tailings, reducing the water content, decreasing the porosity of tailing dumps and controlling the pH of tailings were the key factors for prevention and management of environmental pollution in areas near uranium mines. Copyright © 2017 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  16. Nuclear, uranium, reserves, sustainability, independence; Nucleaire, Uranium, reserves, durabilite, independance

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Acket, C

    2007-06-15

    In order to evaluate the energy independence concerning the nuclear energy, the author takes the state of the art about the uranium. He details the fuel needs, the reserves on the base of the today available techniques, the reserves on the base of the future techniques and concludes positively on the energy independence for the nuclear. (A.L.B.)

  17. UPAYA GURU SEJARAH DALAM MENYIASATI TUNTUTAN PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutiyah Sutiyah

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to analyze the use of ICT, the obstacles and the efforts made by teachers in the learning of history. It took place at Senior High School in Surakarta using interviews, observation and document review methods. The results show that there are teachers who are really active but there are also some others who are very rare in using ICT. Generally ICT especially the Internet is used by the teachers to supplement the materials that do not exist in textbooks and to search for images as a learning medium, especially those that can not be made by them. For students, the source of the Internet is to fulfill the tasks given by the teacher. The obstacles encountered by the history teachers in dealing with the progress of ICT in the learning of history come from the teachers, students, schools, and students’ parents. The efforts conducted by the history teachers to address those obstacles are by giving assignments, asking for help from others and completing the software.Keywords: history teacher, ICT, learning of history  Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan ICT, kendala-kendala dan upaya yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran sejarah. Penelitian mengambil lokasi di SMA Kota Surakarta dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada guru yang begitu aktif tetapi masih ada pula yang sangat jarang menggunakan ICT. Secara umum ICT terutama internet digunakan oleh guru untuk melengkapi materi yang belum ada di buku teks dan untuk mencari gambar sebagai media pembelajaran, khususnya gambar yang tidak bisa dibuat sendiri. Bagi siswa, sumber dari internet adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan guru. Kendala yang ditemui guru sejarah dalam menyiasati kemajuan ICT pada pembelajaran sejarah berasal dari guru, siswa, sekolah, dan orang tua siswa. Upaya yang dilakukan guru sejarah untuk mengatasi kendala-kendala itu adalah dengan penugasan, meminta bantuan orang

  18. Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Analisa atas pemikiran Charles S. Peirce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqim Mustaqim

    2012-09-01

    Full Text Available Filsafat menurut bahasa berasal dari Griek (Yunani berasal dari kata Pilos (cinta, Sophos (kebijaksanaan, “Mahabatul Hikmah” pecinta ilmu pengetahuan. Filsafat menurut term: ingin tahu dengan mendalam (cinta pada kebijaksanaan. Phytagoras mengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untuk manusia . tiap-tiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalam memperolehnya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidak akan mencapai tepinya. Jadi pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya tanpa mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, maka kita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan. Secara istilah, Penulis mengutip pendapat Muhtar yahya bahwa berfikir filsafat ialah “pemikiran yang sedalam-dalamnya yang bebas dan teliti bertujuan hanya mencari hakikat kebenaran tentang alam semesta, alam manusia dan dibalik alam”. Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Dalam bidang filsafat ilmu, pemikiran Charles Sanders Peirce merupakan suatu hal yang mendasar bagi siapa saja yang berminat mengkaji Islam, karena akar pemikiran studi agama terdapat dalam struktur pemikiran Peirce. Dikenal sebagai perintis dan tokoh utama aliran filsafat pragmatisme.  Pierce juga termasuk salah satu pioner dalam logika matematika abad ke-19.  Secara profesional, ia adalah seorang ilmuwan praktisi ahli geodesi, astronomi, dan kimia. Epistemologi Peirce berlatar belakang prgamatis dan ahli logika, epistemologinya banyak disampaikan melalui logikanya, oleh karenanya epitemologi Peirce digolongkan sebagai epistemologi kontemporer. Peirce dengan filsafat pragmatisme (filsafat bertindak, memandang bahwa; suatu hipotesa dianggap benar apabila mendatangkan manfaat. Pragmatisme dikatagorikan dalam teori kebenaran. Peirce membagi kebenaran menjadi dua, yakni kebenaran transendental dan kebenaran kompleks. Kebenaran kompleks terdiri dari kebenaran etis (psikologis yaitu keselarasan

  19. EKSISTENSI HARTA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN ANALISIS TEORITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Rizal

    2015-03-01

    Full Text Available THE EXISTENCE OF PROPERTY IN ISLAM (A Study of  Theoretical Analysis. Humans have a natural tendency trying to take control and own property as much as possible. In a hadith of the Prophet, explained that the man was not satisfied with his wealth despite a valley-shaped gold so that he died. In fact, al-Quran and al- Sunnah forcefully argued that the property should not move from one person to another, but in a way that justified by syarak namely through trades or transactions based on consensual. The use of property in Islam should always be in the service of God and utilized in order taqarrub (closer to Allah. Utilization of personal property must not only for the owner’s personal possessions, but also used for social functions in order to help fellow human beings. Islam has given special attention to the property in terms of both how to obtain and use that property owned it has a value of worship with Allah in order to achieve a happier life in the hereafter. A Muslim is commanded to make a living and generate wealth by striving mightily. Islam has given special attention to the property in terms of  both ways. How actually the concept of  property in Islam, then the following study will explain it. keywords: Hidden Existence, Ownership, Happiness. Manusia memiliki fitrah berupaya untuk menguasai dan memiliki harta sebanyak mungkin. Dalam sebuah hadith Rasulullah saw., dijelaskan bahwa manusia itu tidak akan puas dengan hartanya walaupun berbentuk satu lembah emas sehingga dia mati. Malahan al-Quran dan al-Sunnah dengan tegas menjelaskan bahwa harta tidak boleh berpindah milik dari seorang kepada orang yang lain melainkan dengan cara yang dibenarkan oleh syarak yaitu melalu perdagangan atau transaksi yang didasari atas suka sama suka. Penggunaan harta dalam ajaran Islam harus senantiasa dalam pengabdian kepada Allah dan dimanfaatkan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah. Pemanfaatan harta pribadi tidak boleh hanya untuk

  20. Development of pulsed neutron uranium logging instrument

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Wang, Xin-guang, E-mail: wangxg@upc.edu.cn [School of Geosciences, China University of Petroleum, Qingdao 266580 (China); Engineering Research Center of Nuclear Technology Application (East China Institute of Technology), Ministry of Education, Nanchang 330013 (China); Liu, Dan [China Institute of Atomic Energy, Beijing 102413 (China); Zhang, Feng [School of Geosciences, China University of Petroleum, Qingdao 266580 (China)

    2015-03-15

    This article introduces a development of pulsed neutron uranium logging instrument. By analyzing the temporal distribution of epithermal neutrons generated from the thermal fission of {sup 235}U, we propose a new method with a uranium-bearing index to calculate the uranium content in the formation. An instrument employing a D-T neutron generator and two epithermal neutron detectors has been developed. The logging response is studied using Monte Carlo simulation and experiments in calibration wells. The simulation and experimental results show that the uranium-bearing index is linearly correlated with the uranium content, and the porosity and thermal neutron lifetime of the formation can be acquired simultaneously.

  1. Domestic utility attitudes toward foreign uranium supply

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1981-06-01

    The current embargo on the enrichment of foreign-origin uranium for use in domestic utilization facilities is scheduled to be removed in 1984. The pending removal of this embargo, complicated by a depressed worldwide market for uranium, has prompted consideration of a new or extended embargo within the US Government. As part of its on-going data collection activities, Nuclear Resources International (NRI) has surveyed 50 domestic utility/utility holding companies (representing 60 lead operator-utilities) on their foreign uranium purchase strategies and intentions. The most recent survey was conducted in early May 1981. A number of qualitative observations were made during the course of the survey. The major observations are: domestic utility views toward foreign uranium purchase are dynamic; all but three utilities had some considered foreign purchase strategy; some utilities have problems with buying foreign uranium from particular countries; an inducement is often required by some utilities to buy foreign uranium; opinions varied among utilities concerning the viability of the domestic uranium industry; and many utilities could have foreign uranium fed through their domestic uranium contracts (indirect purchases). The above observations are expanded in the final section of the report. However, it should be noted that two of the observations are particularly important and should be seriously considered in formulation of foreign uranium import restrictions. These important observations are the dynamic nature of the subject matter and the potentially large and imbalanced effect the indirect purchases could have on utility foreign uranium procurement.

  2. Tasawuf Sunda dalam Naskah Asmarandana Ngagurit Kaburu Burit (OR. 7876

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jajang A. Rohmana

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract:   The spread of Islam in the Archipelago was closely tied to the roles of Sufi ulama. The circulation of Sufi work in Nusantara proves a strong connection between this region and the Middle East. In West Java, a number of these work expose Sufi teachings in the form of Sundanese Sufi literature, such as the work by Haji Hasan Mustafa. He is considered the greatest Sundanese poet whose work features strong influences of wahdat al-wujud. This paper aims to examine Sundanese Sufism expressed in Mustafa’s work of Asmarandana Ngagurit Kaburu Burit. This study shows that this work contains Sufi’s path that explores the self and its encounters with Supreme Being and the self’s diffusion, where there is no longer existence except the One. Mustafa called his Sufi poetry imperfect suluk because it was written in late afternoon. His work reveals local Sufi accommodation to wah}dat al-wujud in Sundanese language and culture.Abstrak:   Seiringan dengan perkembangan Islam di Nusantara adalah beredarnya naskah-naskah tasawuf membuktikan adanya hubungan kuat tradisi tasawuf lokal dan Timur Tengah. Di tatar Sunda, sejumlah naskah tasawuf mengekspresikan ajarannya ke dalam bentuk sastra sufistik Sunda (dangding, guguritan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ekspresi pengalaman tasawuf Sunda dalam naskah Asmarandana Ngagurit Kaburu Burit (Cod. Or. 7876 karya Haji Hasan Mustapa (1852-1930, sufi sekaligus pujangga Sunda yang dipengaruhi ajaran wa╪dah al-wujūd. Dalam naskah itu tergerai ungkapan perjalanan sufistik (susulukan sang penulisnya. Bermula pada tahap pencarian diri saat hingga mengalami pertemuan (pasamoan, sapatemon. Puncaknya adalah pengalaman membaurnya eksistensi diri (fanā’, pakula-kula dalam kesejatian sempurna di alam jatnika. Karya Mustapa ini mencirikan kreativitas lokal dalam menyerap pengaruh tasawuf wa╪dah al-wujud yang diekspresikan dengan bahasa sastra dan alam Sunda.

  3. RESPONS SELEKSI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii DALAM LINGKUNGAN AIR PAYAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wartono Hadie

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons seleksi udang galah yang dipelihara dalam lingkungan bersalinitas hingga generasi kedua. Udang galah dipelihara dalam lingkungan air payau dengan salinitas 0‰, 10‰, dan 15‰. Penelitian dilakukan hingga generasi kedua dalam lingkungan yang sama. Metode seleksi pada generasi pertama dan kedua dilakukan dengan seleksi keluarga (family selection. Seleksi pada masing-masing generasi dilakukan pada karakter pertumbuhan dalam masing-masing lingkungan salinitas. Secara keseluruhan respons seleksi harapan untuk semua genotipe mencapai 5,58 g per generasi dan respons seleksi kenyataan untuk semua genotipe mencapai 3,07 g per generasi di atas rataan tetua. Hasil ini sangat bermakna dalam meningkatkan ukuran bobot badan udang galah sebagai keberhasilan program seleksi. Hasil ini berlaku untuk seleksi pada salinitas perlakuan hingga 15‰. This research aimed to evaluate the selection response of the giant freshwater prawn cultured in different salinity levels that were observed up to second generation. Prawns were reared in brackish water environment with salinity levels of 0%, 10%, and 15%. Research was conducted up to the second generation in the same salinity level environments. Method of selection was family selection applied to both first and second generations. Selection process of each generation was performed on the growth character of prawns in each salinity level environment. Overall, expected selection response of all genotype achieved 5.58 g per generation and real selection response for all genotype reached 3.07 g above the parent generation. The result is arguably very meaningful in the effort of increasing the body mass of tiger prawn. The findings are valid for selection using salinity level up to 15 ppm.

  4. Regulasi Diri dalam Belajar pada Mahasiswa yang Memiliki Peran Banyak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Nur Rachmah

    2015-04-01

    Full Text Available This study aimed at identifying and understanding more deeply the self-regulated learning of students with high GPA, who had multiple roles (as housewife and worker also. The approach employed in this study was qualitative-phenomenological approach. The subjects of the study were selected by purposive sampling technique and the data were collected using techniques of observations and in-depth interviews. The results indicated that the four subjects conducted self-regulation in learning through regulating the cognition, motivation, behavior and emotion. Moreover, the subjects performed context regulation in order to achieve certain learning objectives. Self-regulated learning performed by the subjects was influenced by specific precipitating situations and the characteristics of each related individual. It was also strengthened by social support given to them. Keywords: self-regulated learning, student, many roles Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam bagaimana regulasi diri dalam belajar (self regulated learning mahasiswa yang memiliki banyak peran (sebagai ibu rumah tangga dan bekerja dengan indeks prestasi tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif-fenomenologi. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah meng¬gunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa empat orang subjek menggunakan regulasi diri dalam belajar berupa regulasi kognitif, regulasi motivasi, regulasi perilaku dan regulasi emosi. Selain itu subjek juga melakukan regulasi konteks agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Regulasi diri dalam belajar yang dilakukan oleh para subjek dipengaruhi oleh situasi pencetus dan karakteristik tiap individu bersangkutan. Regulasi diri dalam belajar yang dilakukan juga tidak terlepas dari dukungan sosial yang diberikan kepada mereka. Kata kunci: regulasi diri dalam belajar, mahasiswa, peran

  5. Uranium 2011 resources, production and demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris

    2012-01-01

    In the wake of the Fukushima Daiichi nuclear power plant accident, questions are being raised about the future of the uranium market, including as regards the number of reactors expected to be built in the coming years, the amount of uranium required to meet forward demand, the adequacy of identified uranium resources to meet that demand and the ability of the sector to meet reactor requirements in a challenging investment climate. This 24th edition of the “Red Book”, a recognised world reference on uranium jointly prepared by the OECD Nuclear Energy Agency and the International Atomic Energy Agency, provides analyses and information from 42 producing and consuming countries in order to address these and other questions. It offers a comprehensive review of world uranium supply and demand as well as data on global uranium exploration, resources, production and reactor-related requirements. It also provides substantive new information on established uranium production centres around the world and in countri...

  6. Uranium 2014 resources, production and demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris

    2014-01-01

    Published every other year, Uranium Resources, Production, and Demand, or the "Red Book" as it is commonly known, is jointly prepared by the OECD Nuclear Energy Agency and the International Atomic Energy Agency. It is the recognised world reference on uranium and is based on official information received from 43 countries. It presents the results of a thorough review of world uranium supplies and demand and provides a statistical profile of the world uranium industry in the areas of exploration, resource estimates, production and reactor-related requirements. It provides substantial new information from all major uranium production centres in Africa, Australia, Central Asia, Eastern Europe and North America. Long-term projections of nuclear generating capacity and reactor-related uranium requirements are provided as well as a discussion of long-term uranium supply and demand issues. This edition focuses on recent price and production increases that could signal major changes in the industry.

  7. Uranium 2005 Resources, Production and Demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris. Nuclear Energy Agency

    2006-01-01

    Published every other year, Uranium Resources, Production, and Demand, or the "Red Book" as it is commonly known, is jointly prepared by the OECD Nuclear Energy Agency and the International Atomic Energy Agency. It is the recognised world reference on uranium and is based on official information received from 43 countries. This 21st edition presents the results of a thorough review of world uranium supplies and demand as of 1st January 2005 and provides a statistical profile of the world uranium industry in the areas of exploration, resource estimates, production and reactor-related requirements. It provides substantial new information from all major uranium production centres in Africa, Australia, Central Asia, Eastern Europe and North America. Projections of nuclear generating capacity and reactor-related uranium requirements through 2025 are provided as well as a discussion of long-term uranium supply and demand issues. This edition focuses on recent price and production increases that could signal major c...

  8. Synthesis of uranium fluorides from uranium dioxide with ammonium bifluoride and ammonolysis of uranium fluorides to uranium nitrides

    Science.gov (United States)

    Yeamans, Charles Burnett

    This work presents the chemical conversion of uranium oxides to uranium fluorides, and their subsequent conversion to uranium nitrides. Uranium dioxide reacts with ammonium bifluoride at 20°C to form compound in the ammonium-uranium fluoride chemical system. This reaction occurs between solid uranium dioxide at the surface of the particles and ammonium fluoride vapor. A shrinking-sphere model demonstrated surface reaction kinetics, not mass transport by diffusion through the product layer, limit the reaction rate when the starting material consists of 100 mum uranium dioxide particles. Powder x-ray diffraction showed the reaction to be complete within 8 hours, with (NH4) 4UF8 the reaction product. High-resolution electron microcopy revealed the product is largely amorphous on a micrometer-scale, but contains well-formed crystal domains on the order of 10x10 nm. X-ray diffraction showed the reaction progresses though beta-NH4UF5, delta-(NH 4)2UF6, and gamma-(NH4)2UF6 intermediate phases before finally forming (NH4)4UF 8. Modeling the system as a series of first-order reaction suggested a fourth intermediate, possibly UF4, is likely to occur. The reaction of (NH4)4UF8 with ammonia gas at 800°C forms alpha-U2N3/UN2 solid solution products with a composition of UN1.83. The x-ray powder diffraction pattern of this product is the fcc pattern commonly referenced as that of UN2 and the lattice parameter was 0.53050 nm. Surface area increased by a factor of ten during ammonolysis, consistent with the action of a hydriding agent. The alpha-U2N 3/UN2 solid solution system formed contained 1 wt% UO 2 as an impurity. Upon subsequent heating to 1150°C for 4.5 hours under argon, the nitride sample formed UN with a UO2 impurity of 9 wt%. Based on the HRTEM images, oxidation in the UN product appears to be limited to within 20 nm of particle surfaces and grain boundaries.

  9. NEGOSIASI ISLAM KULTUR DALAM GERAKAN PADERI RAO DI SUMATERA TENGAH (1820-1833

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Safwan Rozi

    2017-02-01

    Full Text Available Gerakan Paderi di Sumatera Tengah adalah revolusi intelektual dan sebuah batas sejarah yang menentukan perkembangan Minangkabau. Di dalamnya ada elemen-elemen fanatisme, kesalehan, resistensi terhadap kolonialisme, dan juga negosiasi budaya. Tulisan ini mengkaji tipologi gerakan keagamaan dalam gerakan Paderi melalui pendekatan sejarah sosial. Pembahasan difokuskan pada sejarah gerakan Paderi, dialektika agama dan budaya lokal, serta negosiasi kaum adat dan kaum agama dalam gerakan Paderi di tanah Rao. Negosiasi adat dan Islam tersebut terjadi pada tahun 1833. Golongan adat dan golongan Paderi bersatu bahu-membahu melawan Belanda. Persatuan bukan hanya dalam bentuk kekuatan saja tapi juga dalam bentuk visi yang kemudian dikenal dengan konsensus Plakat Puncak Pato di Tabek Patah Tanah Datar yang berbunyi “Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah dan syarak mangato adat mamakai”. Ikrar ini mengikat golongan adat dan golongan Paderi yang mengakui eksistensi adat dan eksistensi agama Islam dalam pranata sosial. Kesepakatan tersebut kemudian memperkokoh posisi kelembagaan agama dalam masyarakat Minang.

  10. UPAYA PENINGKATAN KARAKTER SISWA SMA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI MODEL TPSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Nurina

    2014-04-01

    Full Text Available Pembelajaran pendidikan jasmani dalam model TPSR lebih menekankan pada kondisi siswa dan pendekatannya juga berorientasi kepada aktualisasi diri dan rekonstruksi sosial siswa di dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan model TPSR dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 yang berjumlah sembilan siswa. Analisis data menggunakan analisis diskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPSR dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kerja sama dalam pembel-ajaran permainan bola basket yang berdampak pada kepercayaan diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang dapat dilihat dari peningkatan nilai keterampilan psikomotor, kognitif, dan afektif siswa. Kata Kunci: TPSR, karakter, permainan bola basket

  11. INTEGRASI AGAMA DAN BUDAYA: Kajian Tentang Tradisi Maulod dalam Masyarakat Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abidin Nurdin

    2016-06-01

    Islam dan adat dalam masyarakat Aceh bagaikan zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Agama dan budaya terintegrasi dalam pandangan hidup, sistem sosial, budaya, dan nilai-nilai Islam. Dari konteks budaya, tradisi maulud menjadi praktek keagamaan yang kental dengan integrasi nilai-nilai agama dan adat yang saling berkelit kelindang. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi dan antropologi agama dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan  studi kepustakaan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi maulod di Aceh terjadi integrasi antara agama dan budaya. Islam mewarnai budaya secara begitu kental, sebagaimana juga ditemukan dalam hampir seluruh aspek kehidupan bagi masyarakat Aceh. Hal ini dapat dilihat dalam proses uroe maulod, idang meulapeh, dzikee maulod, dakwah Islamiyah. Bahkan perayaan maulod tidak hanya sebatas satu bulan saja, namun dilaksanakan dalam tiga bulan yaitu, Rabi’ul Awwal (mulod awai, Rabi’ul Akhir (mulod teungoh dan pada bulan Jumadil Awwal (mulod akhe.

  12. Implementasi Logika Fuzzy Untuk Pilot Agent Dalam Simulator Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC Simulator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elisa Usada

    2014-05-01

    Full Text Available Pilot agent memungkinkan objek pesawat di dalam sebuah simulator pengendali lalu lintas udara memiliki tingkah laku (behaviour. Pilot agent dalam simulator ini dirancang untuk dapat merespon gejala cuaca yang diberikan oleh administrator atau instruktur sebelum simulator dijalankan. Respon pilot agent terhadap cuaca buruk kemudian ditampilkan sebagai suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pengguna simulator. Gejala cuaca buruk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah wet microburst. Pilot dalam dunia nyata memperkirakan kemungkinan munculnya wet microburst dengan memperhatikan visualisasi cuaca di sekitarnya dan laporan cuaca yang diterima. Parameter gejala wet microburst yang digunakan dibatasi pada parameter intensitas hujan dan perbedaan suhu udara dengan titik embun (dew point spread.  Respon pilot agent dibangun menggunakan metode penalaran Fuzzy Reasoning. Hasil reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini selanjutnya dibandingkan dengan hasil reasoning MATLAB untuk mengetahui apakah algoritma yang dihasilkan berjalan dengan baik. Dari hasil perbandingan menunjukkan reasoning yang dihasilkan dalam penelitian ini berjalan dengan baik.

  13. PERAN KEPALA SEKOLAH DAN PUSTAKAWAN DALAM PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SD MUHAMMADIYAH SAPEN DAN SD NEGERI GIWANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Setyaningrum Bagyoastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1 peran kepala sekolah dalam memberdayakan perpustakaan sekolah dasar, dan (2 peran pustakawan dalam memberdayakan perpustakaan sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menjadikan perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen dan SD Negeri Giwangan sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan mengacu pada model interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perpustakaan sekolah dasar dimulai manakala terdapat dukungan kepala sekolah dan hadirnya pustakawan penuh waktu yang profesional. Kepala sekolah berperan sebagai (1 manajer sekolah, (2 pemimpin instruksional, dan (3 agen perubahan. Pustakawan berperan sebagai (1 manajer perpustakaan, (2 ahli informasi dan penggiat literasi informasi, (3 pelaku instruksional, dan (4 kolaborator. Pemberdayaan perpustakaan dapat dilakukan dengan (1 meningkatkan partisipasi warga sekolah dalam pengembangan koleksi pustaka, (2 meningkatkan kolaborasi antara pustakawan dengan guru dalam pembelajaran, dan (3 pengembangan literasi informasi yang terintegrasi ke dalam pembelajaran.

  14. Reward Dinamis dalam Skenario Adaptif Menggunakan Metode Finite State Machine pada Game Edukasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanny Haryanto

    2016-07-01

    Full Text Available Dalam game edukasi, pengalaman bermain memegang peranan penting dalam usaha penyampaian materi. Skenario game adalah inti dari penyajian pengalaman tersebut. Salah satu bagian dari skenario adalah sistem reward yang berfungsi untuk menjaga motivasi dan pengalaman pemain selama bermain game. Reward adalah bagian vital dalam skenario pada game yang berpengaruh terhadap pengalaman bermain, namun permasalahan yang terjadi adalah reward yang monoton, mudah ditebak sehingga pengalaman yang disajikan kepada pemain menjadi tidak personal. Penelitian ini menggunakan agen cerdas berbasis Finite State Machine untuk mengembangkan reward dinamis sebagai salah satu elemen dalam skenario adaptif untuk memberikan pengalaman personal kepada pemain. Penelitian ini membahas tentang pengembangan agen cerdas menggunakan metode Finite State Machine dalam membentuk reward dinamis yang diimplementasikan dalam game edukasi dengan genre Role Playing Game (RPG. Kata kunci—game edukasi, reward, skenario adaptif, finite state machine.

  15. Uranium Immobilization in Wetland Soils

    Science.gov (United States)

    Jaffe, Peter R.; Koster van Groos, Paul G.; Li, Dien; Chang, Hyun-Shik; Seaman, John C.; Kaplan, Daniel I.; Peacock, Aaron D.; Scheckel, Kirk

    2014-05-01

    In wetlands, which are a major feature at the groundwater-surface water interface, plants deliver oxygen to the subsurface to keep root tissue aerobic. Some of this oxygen leaches into the rhizosphere where it will oxidize iron that typically precipitates on or near roots. Furthermore, plans provide carbon via root exudates and turnover, which in the presence of the iron oxides drives the activity of heterotrophic iron reducers in wetland soils. Oxidized iron is an important electron acceptor for many microbially-driven transformations, which can affect the fate and transport of several pollutants. It has been shown that heterotrophic iron reducing organisms, such as Geobacter sp., can reduce water soluble U(VI) to insoluble U(IV). The goal of this study was to determine if and how iron cycling in the wetland rhizosphere affects uranium dynamics. For this purpose, we operated a series of small-scale wetland mesocosms in a greenhouse to simulate the discharge of uranium-contaminated groundwater to surface waters. The mesocosms were operated with two different Fe(II) loading rates, two plant types, and unplanted controls. The mesocosms contained zones of root exclusion to differentiate between the direct presence and absence of roots in the planted mesocosms. The mesocosms were operated for several month to get fully established, after which a U(VI) solution was fed for 80 days. The mesocosms were then sacrificed and analyzed for solid-associated chemical species, microbiological characterization, micro-X-ray florescence (µ-XRF) mapping of Fe and U on the root surface, and U speciation via X-ray Absorption Near Edge Structure (XANES). Results showed that bacterial numbers including Geobacter sp., Fe(III), as well as total uranium, were highest on roots, followed by sediments near roots, and lowest in zones without much root influence. Results from the µ-XRF mapping on root surfaces indicated a strong spatial correlation between Fe and U. This correlation was

  16. TRANSFORMASI KONSEP DIRI MUSLIMAH DALAM HIJABERS COMMUNITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch Fakhruroji

    2015-12-01

    اندونغ في تحويل مفهوم شخصيات المسلمات . واعتبر الحجاب الذى كان شيء يمنعهم من النظر الجاذبية شهدت تغيرات كبيرة. بإرتداء الحجاب بشكل محدد، تبقى المألوف دون الحاجة إلى ترك الوجبات. وكذالك، نفسيا، كان الحجاب تحول إلى النمو الروحي أكثر تهذيبا والخبرة الشخصية. وفي الوقت نفسه اجتماعيا، كان الحجاب تحول إيجابا على نوعية التفاعلات الاجتماعية.Abstrak: Meskipun beberapa pihak berspekulasi bahwa fenomena maraknya model jilbab atau hijab belakangan ini tidak lain merupakan fenomena komersialisasi atau komodifikasi agama, namun tulisan ini melihat fenomena ini dalam perspektif yang lain. Dengan menggunakan studi kasus, tulisan ini melihat secara positif bahwa model-model baru hijab tidak hanya telah memberikan sejumlah alternatif gaya berbusana muslimah, tetapi juga telah mengubah cara pandang masyarakat tentang jilbab yang dalam skala lebih luas telah mentransformasi konsep diri mereka sebagai muslimah modern. Sebagai salah satu komunitas yang bertujuan untuk mengangkat citra hijab secara sosial, Hijabers Community Bandung memiliki andil dalam mentransformasi konsep diri seorang muslimah. Hijab yang pada awalnya dipandang sebagai sesuatu yang menghalangi mereka untuk berpenampilan menarik telah mengalami perubahan signifikan. Dengan mengenakan hijab model tertentu, justru mereka tetap modis tanpa harus meninggalkan kewajiban. Demikian juga secara psikis, hijab telah mentransformasi mereka menjadi pribadi yang lebih santun dan mengalami peningkatan kualitas spiritual. Sementara itu secara sosial, hijab telah mentransformasi secara positif kualitas pergaulan sosial mereka.Keywords: Hijab, Konsep diri, Transformasi, Hijabers Community Bandung.

  17. Reactive transport modeling at uranium in situ recovery sites: uncertainties in uranium sorption on iron hydroxides

    Science.gov (United States)

    Johnson, Raymond H.; Tutu, Hlanganani; Brown, Adrian; Figueroa, Linda; Wolkersdorfer, Christian

    2013-01-01

    Geochemical changes that can occur down gradient from uranium in situ recovery (ISR) sites are important for various stakeholders to understand when evaluating potential effects on surrounding groundwater quality. If down gradient solid-phase material consists of sandstone with iron hydroxide coatings (no pyrite or organic carbon), sorption of uranium on iron hydroxides can control uranium mobility. Using one-dimensional reactive transport models with PHREEQC, two different geochemical databases, and various geochemical parameters, the uncertainties in uranium sorption on iron hydroxides are evaluated, because these oxidized zones create a greater risk for future uranium transport than fully reduced zones where uranium generally precipitates.

  18. Uranium isotopes fingerprint biotic reduction

    Science.gov (United States)

    Stylo, Malgorzata; Neubert, Nadja; Wang, Yuheng; Monga, Nikhil; Romaniello, Stephen J.; Weyer, Stefan; Bernier-Latmani, Rizlan

    2015-01-01

    Knowledge of paleo-redox conditions in the Earth’s history provides a window into events that shaped the evolution of life on our planet. The role of microbial activity in paleo-redox processes remains unexplored due to the inability to discriminate biotic from abiotic redox transformations in the rock record. The ability to deconvolute these two processes would provide a means to identify environmental niches in which microbial activity was prevalent at a specific time in paleo-history and to correlate specific biogeochemical events with the corresponding microbial metabolism. Here, we demonstrate that the isotopic signature associated with microbial reduction of hexavalent uranium (U), i.e., the accumulation of the heavy isotope in the U(IV) phase, is readily distinguishable from that generated by abiotic uranium reduction in laboratory experiments. Thus, isotope signatures preserved in the geologic record through the reductive precipitation of uranium may provide the sought-after tool to probe for biotic processes. Because uranium is a common element in the Earth’s crust and a wide variety of metabolic groups of microorganisms catalyze the biological reduction of U(VI), this tool is applicable to a multiplicity of geological epochs and terrestrial environments. The findings of this study indicate that biological activity contributed to the formation of many authigenic U deposits, including sandstone U deposits of various ages, as well as modern, Cretaceous, and Archean black shales. Additionally, engineered bioremediation activities also exhibit a biotic signature, suggesting that, although multiple pathways may be involved in the reduction, direct enzymatic reduction contributes substantially to the immobilization of uranium. PMID:25902522

  19. Muhammad Abduh Dan Ijtihadnya Dalam Bidang Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhaimi Suhaimi

    2017-05-01

    Full Text Available Since the arrival of Napoleon Bonaparte to Egypt in the late 19th century AD, the Islamic world can be said to have been aware of the lag in many areas including in the field of education. Therefore, among the scholars at the same time Muslim intellectuals in the Islamic world when it started thinking to bounce back and catch up with the Islamic world experienced such a variety of ways that may be carried out according to the conditions at that time. Among them was Sheikh Muhammad Abduh. In the course of his life, Abduh has done ijtihad and renewal through the various ideas put forward ideas or even gets serious challenges from various parties, including the scholars of al-Azhar itself. But all of that does not make him despair and retreat, so that his ideas had a great influence for the next generation. Abduh brilliant ideas include the fields of education, legal, social, administrative, political and others. This article only focuses his discussion on his thoughts about education which would still be relevant to observe in order to be an afterthought for students of education in this country. Abduh's ideas include the following educational objectives, curriculum, methods and the importance of education for women. ABSTRAK Sejak kedatangan Napoleon Bonaparte ke Mesir pada akhir abad ke 19 Masehi, dunia Islam dapat dikatakan telah menyadari akan ketertinggalan di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Karena itu, di antara ulama sekaligus intelektual muslim di dunia Islam saat itu mulai berfikir untuk bangkit kembali serta mengejar ketertinggalan yang dialami dunia Islam tersebut dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan sesuai kondisi saat itu. Di antara mereka adalah Syeikh Muhammad Abduh. Dalam perjalanan hidupnya, Abduh telah melakukan ijtihad dan pem-baharuannya melalui berbagai ide atau gagasan yang dikemukakannya sekalipun mendapat tantangan yang berat dari berbagai pihak termasuk pihak ulama al-Azhar sendiri. Akan tetapi semua

  20. Eksistensi Seni Grafis Monoprint dalam Kesenirupaan Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Aji Suseno

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah ingin memahami persoalan yang muncul dalameksistensi seni grafis monoprint seniman Yogyakarta. Pertanyaan yang diajukan(1 apakah cetak monoprint merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadapkaidah seni grafis konvensional; (2 bagaimana pengaruh booming lukisan dalamkeberadaan praktik seni grafis monoprint. Keberadaan praktik monoprint sejalandengan perkembangan seni rupa kontemporer yang merespons kekayaan teknik danmedium baru, yang disertai dengan konsep pemikiran seniman yang lebih plural.Namun, proses kreatif pegrafis tersebut seringkali dipandang kritis dan sinis olehsebagian pihak karena karya yang dihasilkan oleh seniman tidak hanya ada satuedisi (eksklusif seperti lukisan. Dalam rentang waktu tahun 2008 sampai 2011,beberapa seniman yang bermukim di Yogyakarta mengadakan pameran tunggalseni grafis monoprint. Kota Yogyakarta memiliki sejumlah seniman muda yangmenekuni praktek cetak tersebut, antara lain: Andre Tanama, Ariswan Adhitama,Irwanto Lentho, dan T.A Sitompul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktikseni grafis monoprint ternyata mampu bersaing dengan lukisan. Pengaruh boominglukisan menjadikan seni ini bukan lagi merupakan satu pencarian jati-diri, namunsebagai satu alternatif bentuk komoditas dengan label seni rupa modern The Existence of Monoprint Art in Yogyakarta. The existence of monoprint practicegrows in line with the development of the contemporary art that responds the inventionof new techniques and media accompanied by the artists’ more pluralistic thinking.Unluckily, the creative process of the monoprint artist is often critically judged andcynically looked at by some people because the work produced by the artist is only oneedition (exclusive, just like painting. From 2008 to 2011, several artists living inYogyakarta held a solo exhibition of monoprint. Yogyakarta has a number of young artistswho devote their life to practice the art of printing, among others are Andre Tanama

  1. Estetika Bawa dalam Karawitan Gaya Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timbul Haryono

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada garap vokal terutama estetika båwå untuk mencapai keselarasanbåwå atau carem.  Penelitian ini menggunakan perpektif musikologis dengan menganalisis berbagaiaspek yang berkaitan dengan estetika båwå dalam karawitan meliputi (1 teknik penyuaraan,pernafasan, dinamika, laya, dan kepekaan pathet; (2 jenis-jenis suara yang mendukung capaiankeselarasan sajian båwå; dan (3 pelarasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa caremmerupakan perpaduan dari beberapa unsur musikal membentuk  satu  kesatuan yang utuh (atut, sehinggamenimbulkan keselarasan (runtut. Dengan demikian untuk mencapai båwå pada tataran carem harus memiliki unsur-unsur estetika: suara baik, larasan pleng, menguasai teknik penyuaraan, menguasai teknik pernafasan, mampu mengatur dinamika, mampu mengatur laya, memiliki kepekaan pathet,dan mampu memilih céngkok, sesuai dengan jenis suara. Pelantun båwå yang memenuhi persyaratanini dapat dipastikan telah mencapai carem.. The Aesthetics of Bawa in Karawitan Style of Surakarta. This study focuses on the vocal creation,especially on the aesthetic of båwå, to achieve the harmony of båwå, which is called carem. This study isconducted by employing the musicological perspective, by which analyzing the various aspects related to theaesthetics of båwå karawitan style of Surakarta which include the followings: (1 the techniques of voicing,breathing, dynamics, laya, and sensitivity of pathet; (2types of sounds that support the achievement of Båwå presentation; and (3 sound tunings. The results of this study show that carem is the combination ofseveral musical elements which form a whole unity (atut, so that it will create a sense of harmony (runtut.Therefore, in order to achieve carem, the singer of the båwå must at least have the aesthetics elements, suchas: 1 a good voice and accurate intonation, 2 a good command of vocal techniques, 3 a good commandof breathing techniques, 4 the ability

  2. Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami: Pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud

    OpenAIRE

    Saputra, Joko

    2015-01-01

    Psikologi dalam sastra mengandung kejadian-kejadian yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya. Melalui perilaku tokoh-tokohnya akan tampak konflik batin yang dialami oleh masing-masing tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik batin tokoh utama berdasarkan peristiwa-peristiwa yang dialaminya dalam novel Saman Karya Ayu Utami. Untuk memperoleh hasil tersebut dipergunakan teori psikologi sastra dengan penerapan teori-teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode pe...

  3. HIPERREALITAS RELASI DALAM SINETRON KOMEDI “TETANGGA MASA GITU?”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eldo Eka Saputra

    2016-06-01

    melebihi kondisi yang sebenarnya. Hal seperti ini menjadikan masyarakat sebagai konsumen meyakini realitas baru tersebut sebagai ilustrasi dalam kehidupan nyata. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kualitatif terhadap sinetron komedi Tetangga Masa Gitu? dengan menggunakan metode analisis isi wacana sinetron. Relasi antara laki-laki dan perempuan dalam sinetron ini ditunjukan oleh adanya faktor kepemilikan ekonomi dalam diri perempuan sehingga pola relasi yang terjadi menunjukan adanya kondisi hiperrealitas.

  4. KESIAPAN GURU SD DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF PADA KURIKULUM 2013 DI DIY

    OpenAIRE

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) dalam menerapkan Kurikulum 2013 khususnya dalam pembelajaran tematik-integratif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei. Populasi penelitian adalah guru kelas I dan IV yang terdapat di wilayah DIY. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 182 guru SD yang berasal dari 49 SD negeri dan 15 SD swasta yang dijadikan pilot project berdasarkan d...

  5. Peran Strategis Profesi Public Relations dalam Membangun Kemitraan Berbasis Nilai Spiritual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Yuningsih

    2006-12-01

    Full Text Available Fokus penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis realitas sosial yang terjadi di kalangan profesi public relations (PR, sebagai profesi yang diharapkan mampu berperan secara strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM di Jawa Barat Tujuan penelitian ini yakni untuk menjawab: 1 Bagaimana peran  profesi public relations dalam membangun nilai-nilai utama dari corporate culture di  perusahaan atau organisasinya ?; 2 Bagaimana peran profesi PR dalam mentransformasi dan mensosialisasikan nilai-nilai spiritual corporate social responsibility di  perusahaan atau organisasinya ?; 3 Bagaimana peran perusahaan atau organisasinya dalam meningkatkan IPM di Jawa Barat ?; 4 Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam upaya peningkatan IPM di Jawa Barat ?; dan 5 Kendala apa saja yang dihadapi dalam membangun kemitraan dengan pemerintah dan komunitas sipil lainnya untuk berpartisipasi dalam peningkatan IPM di Jawa Barat ? Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada para praktisi dan akademisi public relations di Jawa Barat, yang hadir pada Seminar Public Relations  dan Musyawarah Daerah Humas 2006, BPC Cabang Bandung-Jawa Barat, tanggal 13 September 2006, di Hotel Savoy Homan Bandung. Peneliti juga melakukan wawancara mendalam kepada para narasumber yang sekaligus menjadi responden dalam penelitian ini. Dari 70 kuesioner yang disebarkan, hanya sebanyak 52 yang bisa diolah dan dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa: 1 Profesi PR berperan strategis dalam membangun nilai-nilai utama yang akan menjadi fondasi bagi bangunan budaya perusahaan (corporate culture dimana ia berkarya; 2 Profesi PR juga berperan strategis dalam proses transformasi dan sosialisasi nilai-nilai spiritual yang diwujudkan ke dalam peluncuran program-program CSR perusahaan/lembaga; 3 Peran perusahaan/ lembaga dalam meningkatkan IPM adalah menjalin kemitraan dengan pemerintah dan komunitas sipil

  6. ANALISIS KEBIJAKAN LINKAGE PROGRAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN UKM DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Hamidah

    2016-03-01

    Linkage program adalah program yang menghubungkan bank dengan pelaku usaha mikro kecil melalui lembaga keuangan mikro. Kelemahan dalam Linkage program adalah pada aspek peraturan yang tersebar dalam berbagai aturan, dan khusus bagi lembaga keuangan syariah terdapat pula kendala berkaitan dengan kesesuaian dengan ketentuan syariah. Dari penelitian dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual ini diperoleh inventarisasi serta analisis kebijakan Linkage Program bagi Lembaga Keuangan Syariah dalam hukum positif Indonesia. Kebijakan terkait Linkage program, diklasifikasi dalam 2 kelompok, yaitu kebijakan substansi dan prosedural. Aturan inilah yang menjadi rujukan bagi lembaga keuangan syariah rangka pemberdayaan usaha kecil mikro di Indonesia. Kata kunci: Linkage program, lembaga keuangan syariah, usaha mikro kecil

  7. ANALISIS TINGKAT OPTIMASI ALGORITMA GENETIKA DALAM HUKUM KETETAPAN HARDY-WEINBERG PADA BIN PACKING PROBLEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Terry Noviar Panggabean

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak—Karna representasi abstrak dari beberapa sistem pengambilan keputusan yang nyata dalam kehidupan sehari hari membuat masalah optimasi kombinatorial umumnya sangat sulit untuk dipecahkan. Bin packing problem ialah solusi terbaik dalam mengatasi masalah optimasi kombinatorial, yang digunakan untuk mencari sebuah objek secara optimal dari sekelompok himpunan objek yang berhingga. Serangkaian pendekatan hybrid telah dikembangkan dalam hal ini untuk memecahkan masalah Bin Packing. Metaheuristik adalah salah satu pendekatan tingkat tinggi dalam memandu dalam memodifikasi beberapa metode heuristik lainnya untuk mencari tingkat optimasi yang lebih baik. Genetic Algorithm atau Algoritma Genetika juga merupakan metode metaheuristik yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam hal peningkatan optimasi. Dalam algoritma genetika terdapat bermacam-macam varian. Dalam penelitian dipaparkan mengenai taksonomi dari algoritma genetika parallel (Parallel Genetic Algorithm yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari algoritma genetika konvensional dalam hal kinerja dan skalabilitasnya. Tetapi algoritma genetika paralel ini hanya cocok untuk permasalahan jaringan komputer heterogen dan sistem terdistribusi. Berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian bagaimana menerapkan hukum ketetapan Hardy-Weinberg dari bidang biologi kedalam algoritma genetika melakukan analisis tingkat optimasi terhadap Bin Packing Problem..   Keywords— Genetic Algortihm, Hardy-Weinberg, Bin Packing Problem.

  8. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DALAM USAHA PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikhsan Khasani

    2008-06-01

    Full Text Available Budidaya udang galah mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya pada sektor pembesaran. Namun demikian, pada kondisi di lapangan masih sering muncul berbagai kendala, disebabkan belum tersosialisasikan sistem budidaya dan kurangnya penguasaan teknologi spesifik dalam budidaya udang galah. Oleh karena itu, sosialisasi teknologi tepat guna dalam mendukung perkembangan udang galah menjadi hal yang sangat penting dalam rangka lebih dimengertinya sistem budidaya udang galah. Upaya peningkatan produktivitas dalam usaha pembesaran udang galah dapat dilakukan dengan penerapan intensivikasi pemeliharaan dan pengembangan sentra budidaya.

  9. PENINGKATAN APRESIASI PUISI DALAM PEMBELAJARAN PUISI DENGAN MEDIA MUSIK DI SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Astuti Indriati

    2014-10-01

    Full Text Available Masalah penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam proses pembelajaran puisi dan peningkatan hasil apresiasi puisi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil apresiasi puisi dalam pembelajaran puisi dengan media musik. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan pada proses dan hasil. Peningkatan proses ditandai dengan (1 keaktifan siswa dalam pembelajaran lebih banyak, (2 kerja sama siswa dalam mengerjakan tugas-tugas kelompok meningkat. (3 motivasi dan perhatian siswa meningkat. Peningkatan hasil pembelajaran apresiasi puisi dapat dilihat dari rata-rata nilai apresiasi pratindakan. Kata kunci: peningkatan, apresiasi, media musik

  10. Inherently safe in situ uranium recovery.

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Krumhansl, James Lee; Beauheim, Richard Louis; Brady, Patrick Vane; Arnold, Bill Walter; Kanney, Joseph F.; McKenna, Sean Andrew

    2009-05-01

    Expansion of uranium mining in the United States is a concern to some environmental groups and sovereign Native American Nations. An approach which may alleviate some problems is to develop inherently safe in situ uranium recovery ('ISR') technologies. Current ISR technology relies on chemical extraction of trace levels of uranium from aquifers that, once mined, can still contain dissolved uranium and other trace metals that are a health concern. Existing ISR operations are few in number; however, high uranium prices are driving the industry to consider expanding operations nation-wide. Environmental concerns and enforcement of the new 30 ppb uranium drinking water standard may make opening new mining operations more difficult and costly. Here we propose a technological fix: the development of inherently safe in situ recovery (ISISR) methods. The four central features of an ISISR approach are: (1) New 'green' leachants that break down predictably in the subsurface, leaving uranium, and associated trace metals, in an immobile form; (2) Post-leachant uranium/metals-immobilizing washes that provide a backup decontamination process; (3) An optimized well-field design that increases uranium recovery efficiency and minimizes excursions of contaminated water; and (4) A combined hydrologic/geochemical protocol for designing low-cost post-extraction long-term monitoring. ISISR would bring larger amounts of uranium to the surface, leave fewer toxic metals in the aquifer, and cost less to monitor safely - thus providing a 'win-win-win' solution to all stakeholders.

  11. SYURA DAN DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aat Hidayat

    2015-11-01

    Full Text Available Abstrak Artikel ini menelaah dasar-dasar normatif demokrasi dalam al-Qur’an. Selain itu, juga mencoba membandingkan antara syura dan demokrasi dalam tataran definitif. Kajian ini berangkat dari perdebatan di antara kalangan intelektual Muslim tentang hubungan Islam dan demokrasi. Perdebatan ini menghasilkan tiga pandangan, yaitu: pertama, hubungan simbiosis-mutualisme, bahwa hubungan antara Islam dan demokrasi adalah saling membutuhkan dan saling mengisi; kedua, hubungan antagonistik, bahwa Islam bertentangan dengan demokrasi yang datang dari dunia Barat; ketiga, hubungan reaktif-kritis atau resiprokal-kritis, yaitu menerima adanya hubungan antara Islam dan demokrasi, tetapi dengan memberikan catatan kritis. Dalam pandangan ini, Islam memiliki nilai-nilai etis yang melandasi demokrasi, seperti tertuang dalam prinsip al-‘adalah (keadilan, al-musawah (persamaan, dan asy-syura (musyawarah. Dalam al-Qur’an, ada beberapa ayat yang bisa dijadikan landasan normatif ketiga prinsip dasar demokrasi ini. Dengan demikian, demokrasi sama sekali tidak bertentangan dengan al-Qur’an. Justru al-Qur’an memberikan landasan moral dalam membangun sistem demokrasi.   Abstract SYURA AND DEMOCRACY IN QUR’AN PERSPECTIVES. This article examine the normative foundations of democracy in the Qur’an. In addition, it is also trying to compare between syura and democracy in the definitive level. This study departs from the debate among Muslim intellectual circles about the relationship between Islam and democracy. This debate resulted three views, namely: first, the relationship of mutualism symbiotic, that is the relationship between Islam and democracy are interdependent and complementary; second, antagonistic relationship, that Islam is incompatible with democracy coming from the Western world; Third, the relationship-critical reactive or reciprocal-critical, that is accepting the relationship between Islam and democracy, while providing a critical note. In

  12. ISLAM DAN PENDIDIKAN HUMANIS DALAM RESOLUSI KONFLIK SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sagaf S. Pettalongi

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak: Masyarakat Indonesia memiliki kemajemukan dan keragaman sosial, baik suku, budaya, adat istiadat, maupun agama. Keragaman ini merupakan potensi besar dalam pembangunan bangsa sekaligus menjadi potensi kerawanan konflik sosial. Setidaknya ada dua hal yang dapat dipakai dalam menengahi dan mencegah terjadinya konflik sosial di Indonesia. Pertama, peran Islam sebagai agama mayoritas yang damai. Islam dengan penganut mayoritas memiliki kontribusi yang besar dalam mencegah terjadinya konflik sosial karena Islam merupakan agama perdamaian. Islam harus menjadi rahmatan lil alamin. Kedua peran pendidikan yang humanis. Pendidikan humanis menekankan pemanusiaan manusia. Pendidikan humanis memberi keseimbangan dalam kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual. Untuk mewujudkan konsep pendidikan yang humanis dalam resolusi konflik sosial diperlukan peran dan implementasi pendidikan multikultural dan pendidikan karakter. Keduanya diyakini dapat menjadi solusi nyata bagi konflik dan disharmoni yang terjadi di dalam masyarakat sebagai efek dari kemajemukan dan pluralitas masyarakat Indonesia. Kata Kunci : Islam, pendidikan humanis, konflik sosial, multikultural dan karakter ISLAM DAN HUMANISTIC EDUCATION IN SOCIAL CONFLICT RESOLUTION Abstract: Indonesia is a country with ethnic, culture, custom, and religion pluralism and diversity. This diversity is a great potential in the nation development as well as a potential for social conflicts. There are at least two things that can be used to mediate and prevent social conflicts in Indonesia. First, the role of Islam as the religion of the majority for peace has a great contribution to prevent social conflicts as Islam is a religion of peace. Islam should really be the mercy and kindness for the universe. The second is the role of humanistic education which emphasizes humanizing humans. Humanistic education provides a balance in the intellectual, emotional, social and spiritual intelligence. The

  13. Laras, Surupan, dan Patet dalam Praktik Menabuh Gamelan Salendro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Saepudin

    2016-02-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas tentang peranan laras, surupan, dan patet dalam praktik menabuh gamelansaléndro. Gamelan saléndro termasuk salah satu perangkat gamelan yang terdapat dalam karawitanSunda. Penyajian gamelan saléndro dalam karawitan Sunda memiliki keunikan tersendiri yang tidakditemukan pada musik lain yakni terdapat perbedaan laras antara gamelan yang digunakan denganlagu yang dinyanyikan oleh pesinden (vokalis. Oleh karena itu, tidak mudah untuk menyajikansebuah lagu dalam permainan gamelan saléndro karena harus memahami terlebih dahulu laras,surupan, dan patet sebagai jembatan bagi perbedaan laras ini agar terjalin nuansa musikal yangharmonis. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa laras, surupan, dan patet memilikiperanan sangat penting dalam praktik bermain gamelan saléndro, sebagai kunci utama yang harusdikuasai seorang pengrawit (lebih khusus bagi seorang perebab untuk menyajikan lagu atau gending.Selain itu, disimpulkan pula bahwa laras, surupan, dan patet sebagai satu kesatuan yang utuh, memilikiketerkaitan satu sama lainnya dalam praktik menabuh gamelan saléndro. Laras, Surupan, and Patet in Playing Salendro Gamelan.This paper discusses the role of laras(musical scale, surupan, and patet (Jawa: pathet concepts in playing salendro gamelan. Salendro gamelanis one of gamelan instruments in Sundanese gamelan music. The performance of salendro gamelan inSundanese gamelan has its own uniqueness which is not found in other musical genre or characteristics, thatthere is a different laras between the used gamelan and the song sung by vocalist. Therefore, it is not easy topresent a song in a salendro gamelan play because we should understand laras, surupan, and patet conceptsfor bridging the difference to create the harmonious musical nuance. Based on the result analysis, it may beconcluded that laras, surupan, and patet concepts play the important role in playing the salendro gamelan.They are the main keys for gamelan

  14. ZIKIR SEBAGAI PSIKOTERAPI DALAM GANGGUAN KECEMASAN BAGI LANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Laili Khoirun Nida

    2014-08-01

    Full Text Available Kelompok lanjut usia beragam merupakan usia, dimana perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka tidak dapat diabaikan. Perubahan  yang menyangkut  aspek fisik, psikis, ekonomi, sosial serta munculnya pandangan bahwa lansia  memiliki  beragam kemunduran dalam  fungsi mental menyebabkan posisi lansia membutuhkan perhatian khusus.  Ketidaksiapan mental para lansia untuk mengahadapi rangkaian perubahan tersebut memicu munculnya sikap mereka yang putus  asa,  merasa kesepian, keterasingan dan tidak dihargai. Kondisi ini menjadi kompleks dan  akan terakumulasi dalam bentuk  gangguan kecemasan (anxiety disorder. Terapi kognitif yang dilakukan bagi penderita kecemasan dalam kelompok remaja dan dewasa membuahkan hasil yang positif,  namun tidak terjadi pada kelompok lansia. Dalam hal ini diupayakan adanya terapi yang lebih efektif dalam menangani kecemasan pada kelompok lansia diantaranya melalui psikoterapi zikir. Efek ketenangan  yang dimunculkan  dari terapi dzikir dapat mengurangi tingkat kecemasan pada lansia. Hal ini akan menumbuhkan  ekspectasi bagi mereka, sehingga akan lebih memandang sisa usianya dengan positif.   kata kunci: Lansia, Psikoterapi Zikir, Gangguan Kecemasan  REMEMBRANCE AS    PSYCHOTHERAPY  IN    ANXIETY DISORDERS  FOR ELDERLY. Elderly  in the  various  groups  is age, where  the  changes occur in their  lives cannot  be ignored. The changes regarding the aspects of the physical, psychological, economic, social and the emergence of the view that the elderly have various deterioration in mental function causes the position of the elderly need special attention. Mental’ unpreparedness the  elderly to facing a series of changes to trigger the emergence of the attitude of those who despair, feel  lonely,  alienation   and not appreciated. This  condition  is  the complex and will be accumulated are in the form of anxiety disorders (headache  disorder.  Cognitive  therapy  is done

  15. FEMINISME DALAM NOVEL GENI JORA KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taryanti Taryanti

    2016-03-01

    Full Text Available This paper describes feminism in the novel Geni Jora by Abidah El Khalieqy and its implications toward learning of literature in schools. The data which were analyzed in this paper are the novel Geni Jora by Abidah El Khalieqy and books that are related to the object of research, such as the study of feminism. The values of feminism contained in this novel include: female characters are 1 daring to disagree, 2 having aspirations and ambitions, 3 having a desired social status, 4 daring to compete, 5 able to attempt providing insight, 6 ending the relationship with strategy, 7 rejecting the restriction of education for women, 8 rejecting the restriction of freedom for women outside the home, 9 rejecting polygamy. Those values can be applied in the learning of Indonesian language and literature at the 11th grade of high school in the aspect of reading with the Standards of Competence of understanding various tales, Indonesian novels/translated novels and Basic Competence of analyzing the intrinsic and extrinsic elements of Indonesian or translated novels with learning indicators that students are able to find the intrinsic elements (plot, theme, characterization, perspective, background and mandate and extrinsic elements (cultural values, social values, and the value of education in Indonesian/translated novels. ai lebih dari satu bahasa. Tentunya mereka saat berpidato besar kemungkinan mencampuradukan bahasa yang mereka kuasai. Padahal, seharusnya siswa wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika sedang berpidato. Dengan demikian pengenalan campur kode dalam berpidato ini sangat diperlukan dalam materi berpidato maupun dalam pembelajaran bahasa Indonesia.   ducted using a quantitative approach. This research uses the descriptive method. The population in this research is the whole Islamic Banking Majors semester IV amounted to 125. This research sample taken using proportional random sampling. Based on the model of random

  16. PERANAN SEKTOR PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DAN STRATEGI PENGEMBANGANYA DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH KABUPATEN BALANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrida Ariani

    2016-06-01

    Full Text Available Kabupaten Balangan mempunyai sumber daya perairan yang cukup besar dan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah, diharapkan peran pemerintah Kabupaten Balangan yang mempunyai wewenang sebagai pelaksana eksplorasi dan pengelolaan kekayaan perairan harus bisa menggali potensi dari sektor perikanan agar lebih optimal dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.  Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik perencanaan pembangunan wilayah Kabupaten Balangan.  Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor perikanan terhadap perekonomian Kabupaten Balangan dan menetapkan alternatif strategi pengembangan sektor perikanan dalam rangka otonomi daerah di Kabupaten Balangan Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis keuntungan dan analisis SWOT (Isu Strategis & Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil analisis SWOT dan perhitungan pembobotan dengan matriks QSP didapatkan alternatif strategi urutan prioritas untuk pengembangan sektor perikanan sebagai berikut : 1 Pemerintah daerah komitmen terhadap pengembangan sektor perikanan melalui alokasi anggaran, 2 Pemerintah daerah melalui Dinas PTPHPP meningkatkan peran BBI dan UPR untuk mengasilkan induk dan benih yang berkualitas dan memiliki sertifikasi, 3 Meningkatkan peran dan fungsi penyuluh perikanan, 4 Meningkatkan pemanfaatan potensi lahan budidaya dengan komoditas unggulan yang bernilai ekonomis tinggi, 5 Pemerintah daerah melalui dinas Pertanian TPHPP melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penguasaan teknologi, 6 Memfasilitasi masyarakat untuk mengakses permodalan ke perbankan, 7 Perlu adanya regulasi kebijakan dan langkah nyata untuk mengatasi meningkatnya harga pakan, 8 Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian

  17. Depleted uranium: Metabolic disruptor?; Uranium appauvri: perturbateur metabolique?

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Souidi, Maamar; Dublineau, Isabelle; Lestaevel, Philippe [Institut de Radioprotection et de Surete Nucleaire - IRSN, Direction de la radioprotection de l' homme, Laboratoire de radiotoxicologie experimentale, Service de radiobiologie et d' epidemiologie, BP 17, 92262 Fontenay-aux-Roses cedex (France)

    2011-11-15

    The presence of uranium in the environment can lead to long-term contamination of the food chain and of water intended for human consumption and thus raises many questions about the scientific and societal consequences of this exposure on population health. Although the biological effects of chronic low-level exposure are poorly understood, results of various recent studies show that contamination by depleted uranium (DU) induces subtle but significant biological effects at the molecular level in organs including the brain, liver, kidneys and testicles. For the first time, it has been demonstrated that DU induces effects on several metabolic pathways, including those metabolizing vitamin D, cholesterol, steroid hormones, acetylcholine and xenobiotics. This evidence strongly suggests that DU might well interfere with many metabolic pathways. It might thus contribute, together with other man-made substances in the environment, to increased health risks in some regions. (authors)

  18. Reports on investigations of uranium anomalies. National Uranium Resource Evaluation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Goodknight, C.S.; Burger, J.A. (comps.)

    1982-10-01

    During the National Uranium Resource Evaluation (NURE) program, conducted for the US Department of Energy (DOE) by Bendix Field Engineering Corporation (BFEC), radiometric and geochemical surveys and geologic investigations detected anomalies indicative of possible uranium enrichment. Data from the Aerial Radiometric and Magnetic Survey (ARMS) and the Hydrogeochemical and Stream-Sediment Reconnaissance (HSSR), both of which were conducted on a national scale, yielded numerous anomalies that may signal areas favorable for the occurrence of uranium deposits. Results from geologic evaluations of individual 1/sup 0/ x 2/sup 0/ quadrangles for the NURE program also yielded anomalies, which could not be adequately checked during scheduled field work. Included in this volume are individual reports of field investigations for the following six areas which were shown on the basis of ARMS, HSSR, and (or) geologic data to be anomalous: (1) Hylas zone and northern Richmond basin, Virginia; (2) Sischu Creek area, Alaska; (3) Goodman-Dunbar area, Wisconsin; (4) McCaslin syncline, Wisconsin; (5) Mt. Withington Cauldron, Socorro County, New Mexico; (6) Lake Tecopa, Inyo County, California. Field checks were conducted in each case to verify an indicated anomalous condition and to determine the nature of materials causing the anomaly. The ultimate objective of work is to determine whether favorable conditions exist for the occurrence of uranium deposits in areas that either had not been previously evaluated or were evaluated before data from recent surveys were available. Most field checks were of short duration (2 to 5 days). The work was done by various investigators using different procedures, which accounts for variations in format in their reports. All papers have been abstracted and indexed.

  19. Uranium triflate complexes; Complexes triflates de l'uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Berthet, J.C.; Ephritikhine, M. [CEA Saclay, Dept. de Recherche sur l' Etat Condense, les Atomes et les Molecules, Lab. de Chimie de Coordination, 91 - Gif sur Yvette (France); Nierlich, M. [CEA Saclay, Dept. de Recherche sur l' Etat Condense, les Atomes et les Molecules, Lab. de Cristallochimie, 91 - Gif sur Yvette (France)

    2002-02-01

    Uranium triflate complexes. We review here the different preparations of uranium triflates that we have developed in the course of these last years in our laboratory. Protonation of [U]-R and [U]-NR{sub 2} (R=alkyl) bonds with pyridinium triflate constitutes a general and efficient route towards triflate complexes. This method is very suitable for the preparation of organometallic compounds such as U(Cp){sub 3}(OTf), U(Cp){sub 2}(OTf){sub 2}(py), U(Cp{sup *}){sub 2}(OTf){sub 2}, and U(Cot)(OTf){sub 2}(py), which have been crystallographically characterised. The homoleptic species U(OTf){sub n} (n=3,4) are easily prepared by heating a mixture of uranium turnings or UH{sub 3} in triflic acid. By adjusting the temperature to 120 or 180 deg C, either U(OTf){sub 3} or U(OTf){sub 4} is isolated. Treatment of UO{sub 3} with pure or aqueous solution of triflic acid leads to the non-solvated uranyl triflate UO{sub 2}(OTf){sub 2}, which is more conveniently obtained by heating a suspension of UO{sub 3} in triflic anhydride. This reactant is an excellent dehydrating agent and enables the preparation of UO{sub 2}(OTf){sub 2} and Ce(OTf){sub 4} from the hydrated starting materials. (authors)

  20. Sikap Mendua Amerika Serikat Terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 242 Tahun 1967 Dalam Penyelesaian Konflik Palestina-Israel

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Skripsi ini berjudul “Sikap Mendua Amerika Serikat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 242/1967 dalam Penyelesaian Konflik Palestina-Israel”. Dalam skripsi ini, Penulis membahas tentang beberapa permasalahan yang terjadi. Adapun masalah-masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah : (1) Peran dari resolusi-resolusi yang telah dibuat dan dikeluarkan sebagai jalan tengah dari penyelesaian konflik; (2) Sikap mendua yang ditunjukkan oleh Negeri Paman Sam dalam penyelesaian Konflik Timur Te...

  1. Perbedaan Kandungan Asam Salisilat Dalam Sayuran Sebelum Dan Sesudah Dimasak Yang Dijual Di Pasar Swalayan Di Kota Medan Tahun 2008

    OpenAIRE

    Ester Simatupang

    2009-01-01

    Sayuran merupakan tumbuhan yang dapat dimakan sebagai pelengkap makanan karena mengandung vitamin dan mineral. Dalam budidaya sayuran tidak terlepas dari masalah hama dan penyakit tanaman. Dalam mengatasi masalah tersebut penggunaan bahan kimia untuk mempertahankan produksi sayuran sudah tak asing lagi seperti penggunaan asam salisilat. Asam salisilat sukar larut dalam air dan larut dalam air mendidih dimana titik didih asam salisilat adalah 2800C. Asam salisilat pada sayuran dosisnya memang ...

  2. Representasi Kampanye Politik Dalam Game (Analisis Semiotik Dalam Game Jokowi Go! Dan Game Prabowo The Asian Tiger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janne Halim

    2015-07-01

    Full Text Available This study aims to determine how the representation of political campaigns in the 2014 elections in the game Jokowi Go! and Prabowo the Asian Tiger. The theory is used to build this research is related to the theory of political communication political campaign message implicit in the second game. then the representation theory to explain the construction of the meaning of a symbol. In addition, the study of political PR is used as a media channel to communicate interpretations political issues specifically, in an effort gathering public support, and the theory of communication and information technology, especially in this game. To answer the research questions, the researcher uses semiotic method proposed by Roland Barthes with the concept of connotation, denotation, and myths to analyze the second game. The results of this study indicate that the game Jokowi Go! There are many political campaign messages conveyed premises represent the community in different ways, while the game Prabowo The Asian Tiger, it can be said that the political campaign messages contained in it is minimal. In the game Prabowo The Asian Tiger even invisible characters that represent the people of Indonesia, as well as the program's mission and vision owned by Mr. Prabowo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kampanye politik dalam pemilu 2014 dalam game Jokowi Go! dan Prabowo the Asian Tiger. Teori yang digunakan untuk membangun penelitian ini adalah teori komunikasi politik terkait pesan kampanye politik yang tersirat dalam kedua game tersebut. kemudian teori representasi menjelaskan konstruksi makna sebuah simbol. Selain itu kajian PR politik digunakan sebagai saluran media untuk mengkomunikasikan interprestasi isu-isu politik yang khusus, dalam upaya pengumpulan dukungan publik, dan teori teknologi komunikasi dan informasi khususnya dalam hal ini game. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan metode semiotik yang

  3. Cellular localization of uranium in the renal proximal tubules during acute renal uranium toxicity.

    Science.gov (United States)

    Homma-Takeda, Shino; Kitahara, Keisuke; Suzuki, Kyoko; Blyth, Benjamin J; Suya, Noriyoshi; Konishi, Teruaki; Terada, Yasuko; Shimada, Yoshiya

    2015-12-01

    Renal toxicity is a hallmark of uranium exposure, with uranium accumulating specifically in the S3 segment of the proximal tubules causing tubular damage. As the distribution, concentration and dynamics of accumulated uranium at the cellular level is not well understood, here, we report on high-resolution quantitative in situ measurements by high-energy synchrotron radiation X-ray fluorescence analysis in renal sections from a rat model of uranium-induced acute renal toxicity. One day after subcutaneous administration of uranium acetate to male Wistar rats at a dose of 0.5 mg uranium kg(-1) body weight, uranium concentration in the S3 segment of the proximal tubules was 64.9 ± 18.2 µg g(-1) , sevenfold higher than the mean renal uranium concentration (9.7 ± 2.4 µg g(-1) ). Uranium distributed into the epithelium of the S3 segment of the proximal tubules and highly concentrated uranium (50-fold above mean renal concentration) in micro-regions was found near the nuclei. These uranium levels were maintained up to 8 days post-administration, despite more rapid reductions in mean renal concentration. Two weeks after uranium administration, damaged areas were filled with regenerating tubules and morphological signs of tissue recovery, but areas of high uranium concentration (100-fold above mean renal concentration) were still found in the epithelium of regenerating tubules. These data indicate that site-specific accumulation of uranium in micro-regions of the S3 segment of the proximal tubules and retention of uranium in concentrated areas during recovery are characteristics of uranium behavior in the kidney.

  4. Maximum permissible concentrations of uranium in air

    CERN Document Server

    Adams, N

    1973-01-01

    The retention of uranium by bone and kidney has been re-evaluated taking account of recently published data for a man who had been occupationally exposed to natural uranium aerosols and for adults who had ingested uranium at the normal dietary levels. For life-time occupational exposure to uranium aerosols the new retention functions yield a greater retention in bone and a smaller retention in kidney than the earlier ones, which were based on acute intakes of uranium by terminal patients. Hence bone replaces kidney as the critical organ. The (MPC) sub a for uranium 238 on radiological considerations using the current (1959) ICRP lung model for the new retention functions is slightly smaller than for earlier functions but the (MPC) sub a determined by chemical toxicity remains the most restrictive.

  5. Uranium in cassiterites of tin deposits

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Zagruzina, I.A.; Pinskij, Eh.M.; Savinova, I.B.

    1986-01-01

    For the purpose of elucidation of physico-chemical features of uranium and tin behaviour in ore deposition zones uranium determinations (1000 determ) in cassiterite grains from 55 tin-ore deposits of different formation types of several separate regions are carried out by means of fission radiography. It is shown that uranium content in cassiterites is a genetic sign. Peculiarities of uranium concentration and migration in tin deposits permit to use them as prognostic radiogeochemical criteria. Radiogeochemical prognostic-search signs confirm the antagonism between uranium and tin deposits of cassiterite-silicate and cassiterite-sulfide formations and paragenetic of certain types of uranium hydrothermal deposits with tin deposits of cassiterite-quartz formation.

  6. Deposit model for volcanogenic uranium deposits

    Science.gov (United States)

    Breit, George N.; Hall, Susan M.

    2011-01-01

    Volcanism is a major contributor to the formation of important uranium deposits both close to centers of eruption and more distal as a result of deposition of ash with leachable uranium. Hydrothermal fluids that are driven by magmatic heat proximal to some volcanic centers directly form some deposits. These fluids leach uranium from U-bearing silicic volcanic rocks and concentrate it at sites of deposition within veins, stockworks, breccias, volcaniclastic rocks, and lacustrine caldera sediments. The volcanogenic uranium deposit model presented here summarizes attributes of those deposits and follows the focus of the International Atomic Energy Agency caldera-hosted uranium deposit model. Although inferred by some to have a volcanic component to their origin, iron oxide-copper-gold deposits with economically recoverable uranium contents are not considered in this model.

  7. Uranium Metal Analysis via Selective Dissolution

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Delegard, Calvin H.; Sinkov, Sergey I.; Schmidt, Andrew J.; Chenault, Jeffrey W.

    2008-09-10

    Uranium metal, which is present in sludge held in the Hanford Site K West Basin, can create hazardous hydrogen atmospheres during sludge handling, immobilization, or subsequent transport and storage operations by its oxidation/corrosion in water. A thorough knowledge of the uranium metal concentration in sludge therefore is essential to successful sludge management and waste process design. The goal of this work was to establish a rapid routine analytical method to determine uranium metal concentrations as low as 0.03 wt% in sludge even in the presence of up to 1000-fold higher total uranium concentrations (i.e., up to 30 wt% and more uranium) for samples to be taken during the upcoming sludge characterization campaign and in future analyses for sludge handling and processing. This report describes the experiments and results obtained in developing the selective dissolution technique to determine uranium metal concentration in K Basin sludge.

  8. Uranium 2009 resources, production and demand

    CERN Document Server

    Organisation for Economic Cooperation and Development. Paris

    2010-01-01

    With several countries currently building nuclear power plants and planning the construction of more to meet long-term increases in electricity demand, uranium resources, production and demand remain topics of notable interest. In response to the projected growth in demand for uranium and declining inventories, the uranium industry – the first critical link in the fuel supply chain for nuclear reactors – is boosting production and developing plans for further increases in the near future. Strong market conditions will, however, be necessary to trigger the investments required to meet projected demand. The "Red Book", jointly prepared by the OECD Nuclear Energy Agency and the International Atomic Energy Agency, is a recognised world reference on uranium. It is based on information compiled in 40 countries, including those that are major producers and consumers of uranium. This 23rd edition provides a comprehensive review of world uranium supply and demand as of 1 January 2009, as well as data on global ur...

  9. PENERAPAN HIRARKI DATA SQL DALAM MULTI LEVEL MARKETING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sendi Novianto

    2012-05-01

    Full Text Available Sebagian besar pengguna pada satu waktu pasti pernah berurusan dengan hirarki data dalam database SQL dan tidak diragukan lagi belajar bahwa pengelolaan data hirarkis bukanlah apa yang dimaksudkan oleh database relasional. Tabel database relasional tidaklah hirarkis (seperti XML, tetapi hanya sebuah daftar. Data hirarkis memiliki hubungan parents-child yang tidak biasanya direpresentasikan dalam tabel database relasional. Multi Level Marketing (MLM merupakan suatu strategi pemasaran di mana tenaga penjualan mendapatkan kompensasi tidak hanya untuk penjualan tapi, tetapi juga untuk penjualan orang lain yang mereka rekrut, menciptakan suatu downline distributor dan hirarki dari berbagai tingkat kompensasi. Istilah lainnya untuk MLM termasuk jaringan pemasaran, penjualan dan pemasaran piramida rujukan. Data Hirarki penting di MLM untuk melacak catatan aktivitas penjualan, sehingga mereka dapat termotivasi setiap saat. Kata kunci : MLM, hirarki data, SQL, marketing.

  10. TRANSFORMASI SELEBRITI MENJADI POLITISI: URGENSI PERSONAL FRONT DALAM RANAH SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manzilatun Ni'mah

    2016-02-01

    Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena transformasi selebriti menjadi politisi dengan menggunakan kerangka berpikir perubahan habitus, ranah, dan modal sosial dari Bourdieu serta peran media massa dalam membuat selebriti menjadi bintang di dunia entertainment, yang mana dalam ranah entertainment itu selebriti menggunakan impression management untuk melanggengkan posisinya. Yang menjadi subyek penelitian adalah Desy Ratnasari dan Angel Lelga. Dengan menggunakan kerangka berpikir perubahan habitus, artikel ini diawali dengan penjelasan perubahan habitus Desy Ratnasari dan Angel Lelga sebelum memasuki dunia hiburan hingga memasuki dunia hiburan dan transformasinya ke dunia politik. Di tengah proses tersebut ada peran media massa yang membuat mereka menjadi “bintang” sehingga dikenal semua kalangan masyarakat. Hasil analisis artikel ini adalah agen yang memiliki alokasi modal lebih besar dan mampu mengkonversi modalnya dapat memenangkan pertarungan dan sebaliknya. Hal tersebut menjelaskan bagaimana Desy dapat berhasil memenangkan suara masyarakat untuk menjadi anggota legislatif, sedangkan perolehan suara Angel tidak dapat mencukupi.

  11. Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Hamid

    2006-06-01

    Full Text Available Pembahasan masalah semangat dan etos sosial tidak terlepas dari jangkauan sistem budaya masyarakat. Sistem budaya adalah abstrak, tak dapat dilihat dan diraba, ia identik pada komunitas, berada di kepala dan sukma tiap orang dalam komunitas tersebut, terdiri atas konsep-konsep, gagasan ide-ide dan kepercayaan yang diterima setiap orang dari hasil perkembangan kebudayaannya. Sadar atau tidak sadar, manusia terpengaruh dan menerima berbagai warisan, ajaran, kepercayaan dan ideologi tertentu dan hasil kerja komunitasnya melalui internalisasi sejak ia lahir dari dalam rumah tangga serta pengeruh dari lingkungan hidupnya tempat manusia tersebut bertumbuh. Kalau tradisi budaya masyarakat telah diserapi oleh setiap orang, maka perilakunya hampir menjadi otomatis, tanpa disadari perilakunya itu sudah diterima secara sosial.

  12. Metode Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Qur'an

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhyar Hamzah

    2013-05-01

    Full Text Available Memahami teks al-qur'an dengan hanya dari segi gramatika, asal-usul kala, aspek sastra, dan aspek linguistik lainnya tidak cukup untuk menjawab kebutuhan pemahaman atas teks itu sendiri. karena sangat memungkinkan untuk memberikan peluang beberapa kosa kata yang baru dapat dipahami belakangan setelah munculnya teks kauniyah maupun humaniora. Hal ini berarti memberikan lndikasi bahwa sesungguhnya kemajuan ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam upaya memahami teks­ teks al -Our'an. Oleh karena itu penggunaan metode hermeneutik dalam penafsiran al-Qur'an bertujuan untuk menghayati dunia teks yang bernuansa masa lalu dengan dunia empiris saat ini. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan keduanya agar dapat menjawab semua persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini

  13. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken S. Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi singkong dan rebung memiliki kadar asam sianida yang sama, yaitu 119,8 dan 119,9 ppm. Kandungan sianida terendah sebelum pengukusan dijumpai pada terung ungu, yaitu 27,4 ppm. Setelah pengukusan penurunan asam sianida tertinggi terdapat dalam bahan makanan yang mengandung sianida terendah yaitu terung ungu. Penurunan terendah terjadi pada keluwak yang mengandung sianida cukup tinggi. Kandungan air setelah pengukusan meningkat, peningkatan tertinggi pada terung ungu, dan terendah pada rebung.

  14. Perbandingan Susu Kambing dan Susu Kedelai dalam Pembuatan Kefir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Rossi

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan rasio terbaik susu kambing dengan susu kedelai untuk menghasilkan kualitas kefir tertinggi. Rancangan Acak Lengkap (RAL digunakan dalam penelitian ini dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah MS1 (susu kambing 100: susu kedelai 0, MS2 (susu kambing 75: susu kedelai 25, MS3 (susu kambing 50: susu kedelai 50, MS4 (susu kambing 25: susu kedelai 75, dan MS5 (susu kambing 0: susu kedelai 100. Parameter yang diamati adalah tingkat keasaman (pH, total bakteri asam laktat, padatan total dan kadar alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio susu kambing dan susu kedelai berpengaruh nyata (P <0,05 terhadap pH, jumlah bakteri asam laktat, padatan total dan kadar alkohol. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah MS2.

  15. Pengaruh Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Perilaku Adaptif Remaja Pubertas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Triyanto

    2017-08-01

    Full Text Available Periode pubertas merupakan masa kritis bagi remaja. Perubahan akibat pubertas sering menimbulkan berbagai perilaku maladaptive seperti membolos, membangkang, dan tawuran. Keluarga sebagai lingkungan utama remaja memegang peranan penting dalam membentuk perilaku remaja. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh optimalisasi dukungan keluarga terhadap perilaku adaptif pada usia pubertas. Desain quasi experimentaldengan pendekatan pre-post test without control group design. Responden dipilih secara purposive samplingdi Rempoah Baturaden. Perilaku adaptif remaja meningkat dari 60% menjadi 97% setelah diberikan perlakuan dukungan keluarga. Kesulitan orang tua dalam memberikan dukungan adalah ketika mengarahkan untuk belajar, menjalin komunikasi terbuka, dan menghadapi emosi remaja. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh optimalisasi dukungan keluarga yang signifikan terhadap peningkatan perilaku adaptif remaja (p value0.001. Orang tua hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan untuk melaksanakan dukungan keluarga kepada anak remaja.

  16. Alam dalam Pandangan Abu Hamid al-Ghazali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Malik Marpaung

    2014-09-01

    Full Text Available Pernyataan bahwa alam ini muncul bersamaan dengan Zat Tuhan berimplikasi kepada adanya persaingan antara alam dengan Tuhan dalam eksistensinya. Benarkah Tuhan yang menciptakan alam? Jika benar, kapan Tuhan mulai menciptakannya? Dan mengapa Tuhan tidak menciptakannya pada waktu yang lain? Di antara para Filsuf Muslim pun terdapat ragam pendapat yang jika kita salah dalam memahaminya, akan menyebabkan seseorang mengingkari eksistensi Tuhan. Salah satu pendapat yang cukup menarik untuk dicermati adalah konsep alam menurut al-Ghazali. Ia merupakan salah satu filosof dan teolog Muslim yang terkenal yang dengan kedalaman ilmunya membuat ia digelar sebagai hujjah al-Islam. Makalah ini akan membahas konsepsi al-Ghazali tentang alam yang tersusun terutama dari kritik al-Ghazali terhadap argumentasi para filsuf berupa argumen Tarjih dan Murajjih, argumen Taqaddum Zamani, argumentasi al-Imkan, serta argumen materi. Melalui makalah sederhana ini akan dipaparkan pemikiran al-Ghazali mengenai alam, sekaligus membantah beberapa konsep para filosof barat dengan nas-nas yang otentik.

  17. “Sendratari Rara Jonggrang” Dalam Perspektif Koreografis dan Pariwisata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hersapandi Hersapandi

    2017-07-01

    ABSTRAK “Sendratari Rara Jonggrang” adalah drama tari tanpa dialog yang mengambil cerita dari legenda candi Prambanan. Koreografi seni wisata ini  dicipta sebagai alternatif destinasi seni pertunjukan wisata terbarukan di Yogyakarta. Logika hukum ekonomi antara permintaan dan penawaran dari jumlah angka kunjungan wisatawan ke candi Prambanan sebesar 2.992 orang/hari merupakan peluang bisnis kreatif untuk meningkatkan kemampuan ekonomi  dan kekuatan daya saing bangsa. Keunggulan komparatif dan kompetitif  koreografi seni wisata  ini diyakini dapat menjadi ikon baru daya tarik wisatawan di objek wisata candi Prambanan. Proses kreatif penciptaan sendratari Rara Jonggrang (kreativitas budaya dan proses kreatif dalam perekonomian (kreativitas ekonomi merupakan bagian strategis dalam membangun ekonomi kreatif yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal, sehingga memberi kontribusi  bagi penguatan seni tradisi dan ekonomi masyarakat pendukungnya.   Kata kunci: sendratari, koreografi, seni wisata, manajemen, ekonomi kreatif

  18. Dinamika Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Peradilan Tata Usaha Negara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willy Riawan Tjandra

    2012-02-01

    Full Text Available The shifting paradigm of formal approach for state based on law to substantive approach for state based on law actually gives space to synchronize justice and legal certainty aspect in the administrative judiciary. Good governance principles as a guidance to evaluate administrative decree should be used to make justice aspect prominent in administrative court’s decision which based on Pancasila.  Pergeseran paradigma negara hukum formil menjadi negara hukum materiil memberikan ruang penyelarasan aspek keadilan dan kepastian hukum dalam Peradilan Tata Usaha Negara. Asas- Asas Umum Pemerintahan yang Baik sebagai norma yang menilai keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara, seharusnya dapat digunakan untuk mengutamakan dimensi keadilan dalam putusan Peradilan Tata Usaha Negara yang berlandaskan Pancasila.

  19. Depleted uranium disposal options evaluation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hertzler, T.J.; Nishimoto, D.D.; Otis, M.D. [Science Applications International Corp., Idaho Falls, ID (United States). Waste Management Technology Div.

    1994-05-01

    The Department of Energy (DOE), Office of Environmental Restoration and Waste Management, has chartered a study to evaluate alternative management strategies for depleted uranium (DU) currently stored throughout the DOE complex. Historically, DU has been maintained as a strategic resource because of uses for DU metal and potential uses for further enrichment or for uranium oxide as breeder reactor blanket fuel. This study has focused on evaluating the disposal options for DU if it were considered a waste. This report is in no way declaring these DU reserves a ``waste,`` but is intended to provide baseline data for comparison with other management options for use of DU. To PICS considered in this report include: Retrievable disposal; permanent disposal; health hazards; radiation toxicity and chemical toxicity.

  20. Rate phenomena in uranium extraction by amines

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Coleman, C. F.; McDowell, W. J.

    1979-01-01

    Kinetics studies and other rate measurements are reviewed in the amine extraction of uranium and of some other related and associated metal ions. Equilibration is relatively fast in the uranium sulfate systems most important to uranium hydrometallurgy. Significantly slow equilibration has been encountered in some other systems. Most of the recorded rate information, both qualitative and quantitative, has come from exploratory and process-development work, while some kinetics studies have been directed specifically toward elucidation of extraction mechanisms. 71 references.

  1. METHOD OF PRODUCING URANIUM METAL BY ELECTROLYSIS

    Science.gov (United States)

    Piper, R.D.

    1962-09-01

    A process is given for making uranium metal from oxidic material by electrolytic deposition on the cathode. The oxidic material admixed with two moles of carbon per one mole of uranium dioxide forms the anode, and the electrolyte is a mixture of from 40 to 75% of calcium fluoride or barium fluoride, 15 to 45% of uranium tetrafluoride, and from 10 to 20% of lithium fluoride or magnesium fluoride; the temperature of the electrolyte is between 1150 and 1175 deg C. (AEC)

  2. Design of Uranium Solution Critical Experimental Device

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    YI; Da-yong; GUO; Zhi-jia; YAO; Cheng-zhi; SHI; Chen-lei

    2012-01-01

    <正>In 2012, Department of reactor engineering design completes the design and mechanical analysis of Uranium solution critical experimental device. According to user’s requirements and nuclear safety regulations, design and analysis mainly involves two sets of core structure, uranium solution loop, water loop and experimental bench, etc. The core which includes a core vessel, reactor core support, safety rods, control rods, and so on, is used for containing uranium solution and fuel element and fulfilling the

  3. ELECTROLYTIC CLADDING OF ZIRCONIUM ON URANIUM

    Science.gov (United States)

    Wick, J.J.

    1959-09-22

    A method is presented for coating uranium with zircoalum by rendering the uranium surface smooth and oxidefree, immersing it in a molten electrolytic bath in NaCI, K/sub 2/ZrF/sub 6/, KF, and ZrO/sub 2/, and before the article reaches temperature equilibrium with the bath, applying an electrolyzing current of 60 amperes per square dectmeter at approximately 3 volts to form a layer of zirconium metal on the uranium.

  4. Uranium recovery from slags of metallic uranium; Recuperacao de uranio em escorias de uranio metalico

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Fornarolo, F.; Frajndlich, E.U.C.; Durazzo, M. [Instituto de Pesquisas Energeticas e Nucleares (CNEN/IPEN-SP), Sao Paulo, SP (Brazil). Centro de Combustiveis Nucleares], e-mail: ffornar@ipen.br

    2006-07-01

    The Center of the Nuclear Fuel of the Institute of Nuclear Energy Research - IPEN finished the program of attainment of fuel development for research reactors the base of Uranium Scilicet (U{sub 3} Si{sub 2}) from Hexafluoride of Uranium (UF{sub 6}) with enrichment 20% in weight of {sup 235}U. In the process of attainment of the league of U 3 Si 2 we have as Uranium intermediate product the metallic one whose attainment generates a slag contend Uranium. The present work shows the results gotten in the process of recovery of Uranium in slags of calcined slags of Uranium metallic. Uranium the metallic one is unstable, pyrophoricity and extremely reactive, whereas the U{sub 3}O{sub 8} is a steady oxide of low chemical reactivity, what it justifies the process of calcination of slags of Uranium metallic. The calcination of the Uranium slag of the metallic one in oxygen presence reduces Uranium metallic the U{sub 3}O{sub 8}. Experiments had been developed varying it of acid for Uranium control and excess, nitric molar concentration gram with regard to the stoichiometric leaching reaction of temperature of the leaching process. The 96,0% income proves the viability of the recovery process of slags of Uranium metallic, adopting it previous calcination of these slags in nitric way with low acid concentration and low temperature of leaching. (author)

  5. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ainun Ni'mah

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi atau temuan empiris tentang ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dengan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling Universitas Negeri Semarang  Angkatan 2009. Populasinya adalah seluruh  mahasiswa jurusasan bimbingan dan konseling angkatan 2009 yang sedang menyusun skripsi yang berjumlah 48 mahasiswa dan menggunakan teknik sampling jenuh, yang semua anggotanya digunakan untuk penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial dan skala self efficacy. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan analisis uji korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan self efficacymahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, dengan nilai thitung = 0,745 > ttabel = 0,288. Simpulan dari penelitian ini yakni ada hubungan yang positif  antara dukungan sosial dan self efficacy mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. The purpose of this study is to obtain information or empirical findings about the relationship between social support and self-efficacy on guidance and counseling students class of 2009 in Semarang State University. The population is the entire guidance and counseling students who are writing their thesis which consist of 48 students. Saturated sampling technique was used in this study, samples were 48 students also. Data collection techniques using two instruments there are social support scale and self-efficacy scale. The instrument has been tested for validity using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data analysis used the descriptive analysis and product moment correlation test. The result of study showed there is a

  6. PENGARUH PENGUKUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM SIANIDA DALAM BEBERAPA BAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Uken S. Soetrisno; Suryana Purawisastra

    2012-01-01

    Telah dilakukan pengamatan pengaruh pengukusan terhadap kandungan asam sianida dari enam jenis bahan makanan yaitu keluwak, picung, terung ungu kecil, rebung, umbi singkong dan daun singkong. Analisis asam sianida digunakan metoda Volhard berdasarkan prinsip argentometri. Kandungan air dianalisis dengan metoda pengeringan dalam oven 105 derajat celcius. Sebelum pengukusan kandungan asam sianida tertinggi terdapat pada daun singkong yaitu 149,4 ppm, kemudiian keluwak sebesar 135,7 ppm. Umbi si...

  7. Agama dan Manusia dalam Pendidikan Hamka (Studi Falsafat Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris'an Rusli

    2016-03-01

    Full Text Available Makalah ini mengkaji mengenai pemikiran Hamka tentang agama dan manusia. Tulisan ini menyimpulkan bahwa agama, menurut Hamka, memotivasi umatnya mencari ilmu pengetahuan bukan hanya untuk membantu manusia memperoleh penghidupan yang layak. Akan tetapi, lebih dari itu dengan ilmu, manusia akan mampu mengenal Tuhannya, memperhalus akhlaknya, dan senantiasa berupaya mencari keridhaan Allah. Dengan demikian, pendidikan terbagi dua, yakni pendidikan ruhani dan pendidikan jasmani. Eksistensi agama dalam diri seseorang untuk melepaskan jiwanya dari keterkungkungan, baik keterkungkungan dalam perbudakan, akal yang terkunci dan tumpul, maupun taklid yang membunuh pikiran, sehingga tidak ada yang membatasi manusia untuk berhubungan langsung dengan Tuhan. Dalam memahami eksistensi manusia, sebagai subjek dan objek pendidikan, maka perlu juga mengenali dan memahami potensi-potensi atau kekuatan-kekuatan yang ada dalam dirinya. Menurut Hamka, ada tiga potensi atau kekuatan yang menjadi motor dan dinamo manusia, yaitu kekuatan ingatan, kekuatan perasaan dan kekuatan kemauan. This paper examined on the HAMKA thought about religion and human. This paper concluded that according to Hamka religion was motivating people to seek knowledge not only to help people earn a decent living. But, more than that with science, humans would be able to know God, refined behavior, and constantly strove to seek the pleasure of Allah. Thus, education was divided into two, namely the spiritual education and physical education. Existence of religions in a person to release the soul from captivity, both captivity in bondage, mind locked and blunt, and imitation (taqlid that killed the mind, so that there was no limit for human to direct contact with God. In understanding human existence, as subject and object of education, it was also necessary to recognize and understand the potentials or forces that existed within him. According to Hamka, there were three potential or the power of

  8. Penelitian Genom dan Implikasinya dalam Kesehatan Masyarakat di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Hikmat Ramdhan

    2014-08-01

    Full Text Available Penelitian genom yang mengkaji kaitan antara setiap gen dengan suatu penyakit sekaligus mekanismenya untuk mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh dalam pengobatan, telah membawa perubahan besar dunia kedokteran dalam mengobati berbagai penyakit. Namun demikian, penelitian genom seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk pengobatan tetapi juga untuk pencegahan penyakit. Artikel ini membahas masalah kesehatan masyarakat dan peluang pemanfaatan penelitian genom dalam pencegahan penyakit. Penelitian genom yang dapat dimanfaatkan pada bidang kesehatan masyarakat adalah toksikogenomik dan nutrigenomik. Penelitian toksikogenomik mengkaji respons gen akibat pajanan toksikan yang berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian nutrigenomik mengkaji respons gen terhadap makanan yang berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian toksikogenomik dan nutrigenomik dapat mengungkap mekanisme molekuler suatu penyakit. Selanjutnya, pada gen yang mengalami perubahan ekspresi dapat dijadikan target molekuler untuk pencegahan. Dengan demikian, perkembangan penelitian genom memberikan tantangan bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat untuk dalam pencegahan penyakit. Genome research which examines association of each gene with a disease and its mechanism to explore comprehensive knowledge in disease treatment, has brought about great changes in medicine in the treatment of diseases. However, genomic research should not only be applied in treatment but also in disease prevention. This article discusses public health problems and opportunities of genomic research application in disease prevention. Genome research that can be utilized in the field of public health is toxicogenomics and nutrigenomics. Research toxicogenomics investigate gene responses due to exposure to the toxicant that impact on human health. Nutrigenomics research examines gene response to food that affect to human health. Toxicogenomics and nutrigenomics research can uncover the molecular mechanisms

  9. Tinjauan Yuridis Manajemen Risiko Pada Bank Dalam Kaitannya Dengan Bancassurance

    OpenAIRE

    Toruan, Satra Lumban

    2011-01-01

    Bancassurance adalah aktivitas pihak bank dan perusahaan asuransi dalam rangka memasarkan produk asuransi melalui bank. Praktek bancassurance yang dilakukan pihak bank dapat menimbulkan berbagai risiko terutama risiko hukum dan risiko reputasi bagi bank. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko untuk mengelola risiko sehingga bank terhindar dari risiko yang dapat menyebabkan kerugian pada bank. Skripsi ini membahas beberapa permasalahan yaitu apa saja manfaat ekonomis dan non ekonomis...

  10. BIAS GENDER DALAM KONSTRUKSI HUKUM ISLAM DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Solikul Hadi

    2016-03-01

    Full Text Available Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat.Pengaturan peran laki-laki dan perempuan dalamkeluarga berdampak pada peran dan kedudukannya dalam masyarakat. Rumusan dalam Kompilasi Hukum Islam (KID yang membedakan peran perempuan dan laki Iaki perlu  dikritisi.Pembagian peran di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHl yang sangat patriarkis dalam banyak hal cenderung banyak diilhami oleh aturan aturan jauh sebelumnya yang bersifat diskriminati.  Ditingkat nasional, pemerintah Indonesia pada tahun 1974melakukan reformasi hukum keluarga berupa Undang Undang Perkawinan Nomor 1/1974 yang kemudian dilengkapi dengan Kompilasi Hukum Islam. Pada aturanfornal pemerintah itu, dapat ditemukan sejumlah normayang ambivalen. Di satu pihak pemerintah mengakuilegal capacity kaum perempuan, di satu pihak justru mengukuhkan peranan berdasarkan jenis kelamin (sexroles dan stereotype terhadap perempuan dan laki laki dengan membagi secara kaku, peran perempuan di sektor domestik dan peran laki-Iaki di sektor publik. Kata Kunci: Rekonstruksi, Gender, Kompilasi Hukum Islam   The family is the smallest unit of society. Setting theroles of men and women in the family have an impact onthe role and position in society. The formulation in theCompilation of Islamic Law which distinguish the roleof women and male-to be scrutinized. The division ofroles in the Compilation of Islamic Law very patriarchalin many cases tend to more or less inspired by the rulesahead of time that is diskriminati. At the national level,the Indonesian government in 1974 to reform familylaws such as the Marriage Law No. 1/1974 which wasthen fitted with Islamic Law Compilation. Fornal on therules of the government, can be found a number of normswere ambivalent. On the one hand it recognizes the legalcapacity of women, on the one hand it confirms the roleof gender (sex roles and stereotypes of women and menby dividing rigidly, the role of women in the domestiksector and the role of male-in the public

  11. Pemikiran Suksesi Dalam Politik Islam Masa Pra Modern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazro'atus Sa'adah

    2016-12-01

    Abstrak: Pemikiran politik Islam muncul setelah Islam melalui Nabi Muhammad SAW berhasil membentuk sebuah ummat baru, dari peralihan kekuasaan kerajaan/kesukuan kepada Nabi yang kemudian kepada umat. Nabi Muhammad dinilai berhasil dalam mengatur komunitas barunya yang dikendalikan oleh ajarannya dalam seluruh lini kehidupan. Persoalan muncul kemudian setelah beliau wafat, yang akhirnya memunculkan pemikiran tentang suksesi. Artikel ini akan membahas tentang mengapa terjadi suksesi setelah Nabi Muhammad SAW wafat, bagaimana pemikiran para tokoh politik Islam masa pra modern terkait dengan suksesi, dan apa kontribusi pemikiran suksesi ini terhadap politik Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, ditemukan bahwa Nabi Muhammad tidak menetapkan siapa yang akan menggantikannya, dan ketika beliau wafat (632 M, para sahabat memilih seorang pemimpin (imam/khalifah. Masa pemerintahan Abu Bakar, Umar dan Usman banyak terjadi perselisihan yang awalnya terkait kepentingan agama namun berkembang menjadi kepentingan politik. Ketika Ali bin Abi Talib diangkat sebagai khalifah, konflik politik berkepanjangan berkaitan dengan pembunuhan Usman, menjadikan timbulnya perang jamal antara Aisyah dan Ali. Pada masa ini perbedaan kepentingan aqidah dipolitisir lebih jauh menjadi sebuah kepentingan politik. Dinamika politik ini kemudian melahirkan mazhab politik Islam klasik yang terbagi dalam tiga mazhab besar yaitu Sunni, Syi'ah dan Khawarij, yang darinya muncul istilah-istilah khilafah, imamah, ahlul halli wal aqdi, bay’ah, walayah dan lain-lain. Dari ketiga mazhab politik ini, kemudian muncul ide pemikiran politik Islam yang sangat kompleks dan berkepanjangan dari para tokoh politik Islam pra modern yang banyak dipengaruhi oleh filosof Yunani. Di Indonesia, pemikiran suksesi dalam politik Islam masa pra modern ini pernah diwacanakan. Namun untuk pemilihan kepala Negara belum terealisasi mengingat Indonesia bukan Negara Islam.

  12. Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Pelarut Dalam Reduksi Ekses Lumpur Aktif

    OpenAIRE

    Maya Sarah

    2009-01-01

    Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem lumpur aktif masih belum efektif karena biomassa yang terbentuk terlalu banyak sehingga membutuhkan penanganan khusus. Salah satu upaya penanganan ekses biomassa adalah dengan mereduksi volume biomassa pada kondisi anaerobik menggunakan pelarut NaOH dan HCl. Dalam penelitian ini ekses lumpur aktif yang digunakan adalah ekses lumpur aktif yang dihasilkan industri pembuatan kertas, dan yang menjadi indikator keberhasilan proses adalah kemam...

  13. Uranium market issues and outlook

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Julian, L.C. (Tennessee Valley Authority, Chattanooga (USA))

    1989-09-01

    The market for uranium has become increasingly international in scope. This trend is expected to continue, with additional sources of competitive supply entering the market. The decrease in constant-dollar uranium prices over the past 11-12 years has realigned competitive supply sources. Implementation of the US-Canada Free Trade Agreement in 1989 is a significant event in its implications for future trade patterns. Namibian independence from South Africa would open additional markets for Rossing production. Decisions by the government of Australia concerning the three mine policy and the floor price for contracts are crucial in the development of supply in that country. Uranium from China and the USSR may become increasingly available and acceptable to some worldwide buyers. Over the long run, the competitive status of the US with respect to certain foreign producers will probably depend more on the success of US producers in minimizing costs or using unconventional mining techniques, such as in-situ leach where feasible, than on legislative measures. Investment in promising areas outside of the US is a potential avenue to be explored for profitable ventures. Price formation is dependent on a number of interacting supply-and-demand factors. Future price movement will be the major factor determining which production centers will be competitive.

  14. Oxidation and crystal field effects in uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Tobin, J. G. [Lawrence Livermore National Lab. (LLNL), Livermore, CA (United States); Booth, C. H. [Lawrence Berkeley National Lab. (LBNL), Berkeley, CA (United States); Shuh, D. K. [Lawrence Berkeley National Lab. (LBNL), Berkeley, CA (United States); van der Laan, G. [Diamond Light Source, Didcot (United Kingdom); Sokaras, D. [Stanford Synchrotron Radiation Lightsource, Stanford, CA (United States); Weng, T. -C. [Stanford Synchrotron Radiation Lightsource, Stanford, CA (United States); Yu, S. W. [Lawrence Livermore National Lab. (LLNL), Livermore, CA (United States); Bagus, P. S. [Univ. of North Texas, Denton, TX (United States); Tyliszczak, T. [Lawrence Berkeley National Lab. (LBNL), Berkeley, CA (United States); Nordlund, D. [Stanford Synchrotron Radiation Lightsource, Stanford, CA (United States)

    2015-07-06

    An extensive investigation of oxidation in uranium has been pursued. This includes the utilization of soft x-ray absorption spectroscopy, hard x-ray absorption near-edge structure, resonant (hard) x-ray emission spectroscopy, cluster calculations, and a branching ratio analysis founded on atomic theory. The samples utilized were uranium dioxide (UO2), uranium trioxide (UO3), and uranium tetrafluoride (UF4). As a result, a discussion of the role of non-spherical perturbations, i.e., crystal or ligand field effects, will be presented.

  15. The Leyden uranium prospect, Jefferson County, Colorado

    Science.gov (United States)

    Gott, Garland B.

    1950-01-01

    The Leyden uranium prospect is in sec. 28, T, 2 S., R. 70 W, Jefferson County, Cplo, Examination of the property was made in February 1950. Uranium was first reported in this locality in 1875 by Captain E. L. Berthoud, who noted uranium minerals associated with the main coal bed. The Old Leyden coal mine workings have long been abandoned and caved, but specimens of the uranium-bearing rock can be seen on the old dump 700 feet to the south. The mineralized coal bed is 10 to 12 feet thick and occurs near the base of the Laramie formation of Upper Cretaceous age. Uranium minerals are present in the form of yellow incrustations and inclusions in fractured and partly silicified coal. Petrographic studies indicate that the silica and uranium minerals were deposited after deposition and carbonization of the coal. Secondary uranium minerals also were found by C. R. Butler along the outcrop of the sandstones in the Laramie formation. No uranium minerals were found in place by the writer, but four samples from the dump contained 0.001, 0,005, 0.17 and 0.69 percent uranium.

  16. Mitigating uranium in groundwater: prospects and limitations.

    Science.gov (United States)

    Noubactep, C; Meinrath, G; Dietrich, P; Merkel, B

    2003-09-15

    Removal of uranium(VI) by zerovalent iron has been suggested as a feasible pathway to control uranium contaminations in seepage waters. Available information in the literature however presents discrepant evidence on the process responsible for the mitigation effect. On basis of an EH-pH diagram of uranium and iron, it is outlined that these discrepancies may be explained by the aqueous chemistry of uranium and iron. Additional effects contributing to the complexity of the system are given. Solubilization experiments using scrap iron together with water works sludge, MnO2, and pyrite indicate that U(VI) is immobilized by iron corrosion products after about 50 days.

  17. In Vivo Nanodetoxication for Acute Uranium Exposure

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis Guzmán

    2015-06-01

    Full Text Available Accidental exposure to uranium is a matter of concern, as U(VI is nephrotoxic in both human and animal models, and its toxicity is associated to chemical toxicity instead of radioactivity. We synthesized different PAMAM G4 and G5 derivatives in order to prove their interaction with uranium and their effect on the viability of red blood cells in vitro. Furthermore, we prove the effectiveness of the selected dendrimers in an animal model of acute uranium intoxication. The dendrimer PAMAM G4-Lys-Fmoc-Cbz demonstrated the ability to chelate the uranyl ion in vivo, improving the biochemical and histopathologic features caused by acute intoxication with uranium.

  18. Colorimetric detection of uranium in water

    Science.gov (United States)

    DeVol, Timothy A [Clemson, SC; Hixon, Amy E [Piedmont, SC; DiPrete, David P [Evans, GA

    2012-03-13

    Disclosed are methods, materials and systems that can be used to determine qualitatively or quantitatively the level of uranium contamination in water samples. Beneficially, disclosed systems are relatively simple and cost-effective. For example, disclosed systems can be utilized by consumers having little or no training in chemical analysis techniques. Methods generally include a concentration step and a complexation step. Uranium concentration can be carried out according to an extraction chromatographic process and complexation can chemically bind uranium with a detectable substance such that the formed substance is visually detectable. Methods can detect uranium contamination down to levels even below the MCL as established by the EPA.

  19. Statistical data of the uranium industry

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    1982-01-01

    Statistical Data of the Uranium Industry is a compendium of information relating to US uranium reserves and potential resources and to exploration, mining, milling, and other activities of the uranium industry through 1981. The statistics are based primarily on data provided voluntarily by the uranium exploration, mining, and milling companies. The compendium has been published annually since 1968 and reflects the basic programs of the Grand Junction Area Office (GJAO) of the US Department of Energy. The production, reserves, and drilling information is reported in a manner which avoids disclosure of proprietary information.

  20. PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laelatul Istiqomah

    2017-01-01

    Full Text Available Air adalah sumber daya alam yang vital bagi kehidupan yang merupakan kepemilikan umum. Akhir-akhir ini air menjadi lahan bisnis yang menjanjikan diantaranya adalah produk air minum dalam kemasan (AMDK yang dikelola swasta. Pengelolaan air yang dikuasai oleh swasta akan menimbulkan masalah karena swasta semata-mata berorientasi profit. Perlunya intervensi pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya air mengingat air adalah kebutuhan hajat orang banyak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan AMDK yang dikuasai swasta, pendekatan penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan perlunya intervensi pemerintah dalam pengelolaan AMDK, dan merekomendasikan BUMDes sebagai media pengelola guna kesejahteraan umat.   Water is a natural resource that is vital to the life which is public ownership. Recently, water becomes promising business area including a produc to bottle water (AMDK are privately managed. Water management is controlled by the private sector because the private sector will lead to problems because of their solely profit-oriented. The need for government intervention in the management of water resources given of water as livelihood needs of people. The purpose of this study was to analyze the management of drinking water that is controlled by the private sector using qualitative method. The results showed the need for government intervention in the management of drinking water, and recommends BUMDes as media to manage water for the welfare of the people.

  1. Perubahan Sosial Etnik Madura dalam Lirik Lagu Kontemporer Berbahasa Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masyithah Maghfirah Rizam

    2014-04-01

    Full Text Available Lirik lagu kontemporer berbahasa Madura merupakan salah satu produk budaya yang mempunyai kemampuan merekam ciri-ciri zamannya, yang akan dikaji untuk memahami potret kenyataan sosial etnik Madura masa kini. Fokus penelitian ini adalah perubahan sosial etnik Madura dalam lirik lagu kontemporer berbahasa Madura, yaitu: (1 perubahan pandangan hidup dan (2 perubahan peri-laku etnik Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Ditinjau dari aspek metodologis kajiannya, penelitian ini juga merupakan kajian antropolinguistik. Langkah-langkah pengumpulan data adalah (1 menyimak, (2 menranskrip data terekam, (3 menerjemahkan lirik lagu, (4 mengodekan bagian-bagian lirik lagu, (5 menganalisis dan menafsirkan data untuk menemukan perubahan sosial etnik Madura. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis etnografi Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Berdasarkan penelitian, ditemukan dua perubahan sosial. Pertama, perubahan pandangan hidup et-nik Madura dalam lirik lagu kontemporer berbahasa Madura meliputi perubahan pandangan hidup terhadap diri sendiri dan perubahan pandangan hidup terhadap orang lain. Kedua, perubahan perilaku etnik Madura dalam lirik lagu kontemporer berbahasa Madura meliputi perubahan perilaku terhadap diri sendiri dan perubahan perilaku terhadap orang lain. Kata kunci: etnik madura, pandangan hidup, perubahan sosial, sastra madura, lirik lagu kontemporer

  2. KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Ngafifi

    2014-06-01

    Full Text Available Makalah ini bertujuan untuk: (1 mengetahui proses perkembangan kemajuan teknologi, (2 mengetahui perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi, (3 mengetahui pengaruh kemajuan teknologi di bidang sosial budaya, dan (4 mendapatkan solusi dalam mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi. Makalah ini merupakan hasil studi pustaka yang bersumber pada buku, artikel, jurnal, dan dilengkapi dengan hasil survei tentang penggunaan teknologi modern yang digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif secara kritis oleh penulis dengan menggunakan pendekatan teori perubahan sosial budaya. Hasil pembahasan dalam makalah ini menunjukkan sebagai berikut: (1 kemajuan teknologi terus berkembang sangat pesat dan melahirkan masyarakat digital; (2 terjadi perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih pragmatis, hedonis, sekuler, dan melahirkan generasi instan namun juga mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam tingkah laku dan tindakannya; (3 kemajuan teknologi berwajah ganda karena menimbulkan pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan manusia; (4 upaya untuk menekan dan mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan mensinergiskan peran keluarga, pendidikan, masyarakat, dan negara.Kata kunci: teknologi, pola hidup, dan perubahan sosial budaya

  3. KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Indrawardana

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Penelitian dilakukan secara kualitatif terhadap masyarakat Sunda Kanekes. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pada dasarnya kearifan lokal masyarakat Sunda Kanekes disarikan dari pengalaman masyarakat Sunda lama yang sangat akrab dengan lingkungannya dan sudah lama hidup dalam budaya masyarakat peladang. Kearifan lokal adat, suatu kondisi sosial dan budaya yang didalamnya terkandung khasanah nilai-nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar, dan tertata secara ajeg dalam suatu tatanan adat istiadat suatu masyarakat. Walau sering dianggap kuno, nilai-nilai yang mereka ajarkan dan praktek yang mereka jalankan masih merupakan cara yang terbaik untuk memelihara lingkungan di zaman post-modern. The objective of this study is to discuss the wisdom of indigenous traditional Sundanese community in relation to natural environment. The research is done qualitatively in Kanekes Sundanese traditional community. The research found that the distinguished Kanekes local knowledge regarding to the environment is creatively developed by the community from their everyday exepriences of living with natures, being friends with nature and their experience as farming communities. The local wisdom of Kanekes community, which contains cultural values of respect and adaptive to the environment, and life based upon traditional norms. Though often stereotyped as primitive, their living values and practices of life are still the best instrument to conserve environment in post-modern age.

  4. PERLUNYA MENANAMKAN BUDAYA ANTIKORUPSI DALAM DIRI ANAK SEJAK USIA DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indang Sulastri

    2012-07-01

    Full Text Available Corruption in Indonesia is very difficult to eradicate because it is entrenched, both in the legislative, executive, and judicial systems. Therefore, installing anti-corruption culture to children from their early age is necessary, because children are our young successors and leaders. If anti-corruption behaviour has been entrenched within all law enforcement agencies and society, it is hoped that the habit of committing bribery would disappear. The saying “to clean the floor with a dirty broom” to illustrate corruption eradication efforts in Indonesia would then vanish. Korupsi di Indonesia begitu sulit diberantas karena sudah sangat membudaya, baik di kalangan lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Oleh sebab itu, menanamkan budaya antikorupsi dalam diri anak sejak usia dini menjadi hal yang sangat diperlukan, karena anak akan menjadi penerus estafet kepemimpinan. Apabila budaya antikorupsi tersebut sudah terpatri di dalam diri seluruh aparat penegak hukum dan seluruh lapisan masyarakat, maka budaya suap-menyuap yang merupakan salah satu bentuk dari tindak pidana korupsi dengan sendirinya akan menjadi tergeser bahkan sirna, sehingga tidak akan ada lagi istilah “membersihkan lantai dengan sapu yang kotor” dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

  5. Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elwin Elwin

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control,. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6σ, sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA, pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.  

  6. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengurangi Angka Pengangguran Di Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Nur Azizah

    2015-07-01

    Full Text Available Pengangguran di negara Indonesia merupakan permasahan yang sulit dihilangkan dari kehidupan manusia, akan tetapi permasalahan pengangguran tidak dibiarkan begitu saja. Tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja serta tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang sekaligus menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui pelayanan publik dengan anggaran APBN dimana jenis kegiatan meliputi Teknologi Tepat Guna (TTG, Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri(TKM yang bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan kesempatan kerja disektor informal bagi para pencari kerja melalui pembentukan kelompok usaha kecil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Fokus kegiatan ini adalah memfasilitasi pelayanan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, pemandirian masyarakat, monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasimampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang lebih kurang 3%. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran adalah : faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran APBN, adanya komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, adanya pihak lain seperti UPT BLK Kabupaten Sumenep. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasii kerja, kurang optimalnya

  7. Reuse dan Reduce dalam Penciptaan Aksesoris Multifungsi Berbahan Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Luviani

    2014-11-01

    Full Text Available Penciptaan aksesoris multifungsi dipandang penting di tengah gempuran produkaksesoris mass production dari China yang menyerbu konsumen Indonesia. Aksesorismultifungsi berbahan tekstil dengan konsep reuse dan reduce berdasarkan ide ecofriendly ini mencoba menawarkan sebuah alternatif dalam suatu produk aksesoris,serta turut serta berpartisipasi dalam ide karya seni yang ramah lingkungan.Metode yang dipakai dalam pembuatannya adalah eksplorasi, eksperimen, danmelalui proses perwujudan. Penciptaan karya aksesoris multifungsi ini diharapkandapat memperkaya dunia aksesoris di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagimemandang aksesoris sebagai sebuah pernak-pernik yang tidak penting, melainkanmampu menjadi ide yang kritis tentang produk yang ramah lingkungan sertamemberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia perhiasan dan fashion diIndonesia. Reuse and Reduce on Creating Multifunctional Textile Accessories. The creationof multifunctional accesorries is important in order to encounter the mass productionof Chinese accessories coming to Indonesia in the recent years. These multifunctionalaccessories made of textile with the concept of reuse and reduce which are based on theeco-friendly idea try to offer a different perspective of accessory products and to participatein creating the eco-friendly products as well. The research methods which have been usedare the exploration, experimentation, and materialization. This creation is expected to beable to enrich the accessories world in Indonesia, so the community would not perceiveaccessories merely as something unimportant anymore, yet it could be an object thatbrings a critical idea about the eco-friendly artworks/products. Also, it can give a positivecontribution for the development of fashion and jewelry worlds in Indonesia.

  8. PROSPEK INDUSTRI GULA DALAM EKONOMI WILAYAH KABUPATAN SAMPANG MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Arsyadmunir

    2014-03-01

    Full Text Available Gula salah   satu    komoditas    strategis   dalam   perekonomian nasional  serta wilayah.  Madura  Sampang dengan lahan pertanian 90%, kepadatan geografis 600, penduduk 850.000 jiwa. Kontribusi sektor pertanian 46%  dengan andalan tanaman pangan dan industri. Lahan pertanian Sampang  utama adalah tegal dan sawah tadah hujan dengan pola usahatani subsisten dan pemilikan  lahan < 0.25 ha.  Berdasarkan kategori kesesuaian  pengembangan tanaman tebu  lahan  Sampang mencapai 45%.   Pengembangan agroindustri berbasis gula wilayah  Sampang diharapkan dapat  meningkatkan perekonomian. Area tanam   tebu  Sampang  tahun 2012 masih  5 %  target pendirian pabrik gula, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak dalam pengembangan agroindusti gula  wilayah.  Strategi peningkatan area tanam dilakukan dengan pengembangan pola kemitraan sesuai kearifan lokal. Pola peternalistik  daerah dengan peran informal leader kyai yang kuat dapat dilibatkan dalam pengembangan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan industri gula di Kabupaten Sampang.

  9. RANCANG BANGUN PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Rahman Hakim

    2014-09-01

    Full Text Available Pendidikan, dalam Islam, dapat diartikan sebagai proses penyiapan Mengingat  tanggung jawab seorang pendidik dalam Islam adalah sebagai “warasat al-anbiya”, yang pada hakikatnya mengemban misi rahmatan lil al-alamin, yakni suatu misi yang mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum Allah, guna memperoleh keselamatan dunia akhirat maka interaksinya dengan peserta didik harus diselenggarakan sesuai dengan yang diajarkan oleh Islam, agar hasil dari interaksi keduanya benar-benar sempurna. Penyelenggaraan interaksi tersebut, seperti yang disampaikan oleh Hasan al-Banna, seharusnya bagaikan orang tua dan anak yang memiliki kedekatan secara emosional. Selain itu, interaksi pendidik dan peserta didik adalah bersifat kemitraan yang didasarkan pada nilai –nilai demokratis, keterbukaan, kemanusiaan dan saling pengertian maka dalam hubungan tersebut, Islam mengajarkan, pendidik dan peserta didik untuk sama-sama saling memahami dan menghargai hakikat dan peran masing-masing agar interaksi keduanya benar-benar menghasilkan generasi-generasi Islami yang mampu dan siap menjalankan perannya baik sebagai abdulloh maupun sebagai kholifah di muka bumi ini.

  10. ANALISIS CLUSTER K-MEANS DALAM PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Poerwanto

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Cluster Analysis, K-Means Algorithm, Student Classification. This study aims to classify students based on learning outcomes for subject the basic of statistics (DDS, which is measured based on attendance, task, midterm (UTS, and final exams (UAS to further used to evaluate learning for subjects that require analysis of quantitative . This study uses k-means cluster analysis to classify the students into three groups based on learning outcomes. After grouped, there are 3 people in the low category, 27 in the medium category and over 70% in the high category.Abstrak. Analisis Cluster K-Means dalam Pengelompokan Kemampuan Mahasiswa. Pene-litian ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan hasil belajar mata kuliah dasar-dasar statistika (DDS yang diukur berdasarkan variabel nilai kehadiran, tugas, ujian tengah semester (UTS, dan ujian akhir semester (UAS untuk selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran untuk mata kuliah yang membutuhkan kemampuan analisis kuantititatif yang baik. Penelitian ini menggunakan analisis cluster k-means dalam mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan hasil belajarnya. Seteleh dikelompokkan, terdapat 3 orang yang masuk pada kategori rendah, 27 orang pada kategori sedang dan lebih dari 70% pada kategori tinggi.Kata Kunci: Cluster Analysis, K-Means Algoritma, Klasifikasi Mahasiswa, Universitas Cokroaminoto Palopo

  11. Inovasi Fonologis dan Variasi Leksikal dalam Bahasa Bugis Dialek Sinjai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herawati A. Paduai

    2014-01-01

    Full Text Available This paper is about innovation in Buginese language that is used in Sinjai Regency. The result of the study indicates that there are six vowel phonemes and 21 consonant phonemes. Two kinds of phonological variations are found: vowel variations, namely, [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], and [o] ~ [|], and consonant variations, namely, [k] ~ [g], and [w] ~ [h]. The lexical variation indicates the following linguistic phenomena: onomatiology, aphaeresis, syncope, epenthesis, prothesis, and metathesis. The result indicates that there are  lexical items  different from those of the standard Buginese language but  have similarities with Konjo language. Dalam makalah ini dibahas mengenai inovasi dalam bahasa   Bugis dialek Sinjai. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat 6 fonem vokal dan 21 fonem konsonan dalam bahasa Bugis dialek Sinjai. Ditemukan juga dua jenis variasi fonologis, yaitu variasi fonem vokal: [e] ~ [i], [a] ~ [i], [o] ~ [u], [a] ~ [|], dan [o] ~ [|], serta variasi konsonan:  [k] ~ [g], dan [w] ~ [h]. Variasi leksikal yang ditemukan meliputi beberapa gejala kebahasaan, yaitu: onomasiologis, aferesis, sinkope, epentesis, protesis, dan metatesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak leksikon bahasa Bugis dialek Sinjai berbeda dengan bahasa Bugis standar, tetapi mirip dengan leksikon bahasa Konjo.

  12. PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Rosyid

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin. kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu.   This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders .Keywords: Political act, Samin’s women, Election.

  13. Inflementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Dalam Menumbuhkembangkan Kecerdasan Majemuk (Multiplate Intelligence

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Halimah

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Teori kecerdasan majemuk ini, merupakan salah satu teori yang saat ini sedang menjadi perhatian semua kalangan, lebih-lebih para orang tua dan para pendidik tampaknya begitu antusias untuk mendalaminya bahkan untuk menerapkannya dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan anak. Mengacu pada teori kecerdasan majemuk, bahwa sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas. Inilah paradigma baru pendidikan yang sedang berkembang di dunia. Menurut Dr Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Amerika setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang menjadi bawaan itu antara lain adanya keingintahuan, daya eksplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas. Setiap individu memiliki delapan kecerdasan, yang meliputi : (1 Linguistic intelligence (word smart; (2 Logical-mathematical intelligence (number/reasoning smart; (3 Spatial intelligence (picture smart; (4 Bodily-Kinesthetic intelligence (body smart; (5 Musical intelligence (music smart; (6 Interpersonal intelligence (people smart; (7 Intrapersonal intelligence (self smart. Dari ketujuh kecerdasan sebagaimana dikemukakan di atas, pada dasarnya setiap kecerdasan memiliki keunikan masing-masing. Menurut Gardner bahwa setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan Kata Kunci: Kecerdasan Jamak, Pebelajaran Berbasis KTSP

  14. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  15. HAMBATAN SEMANTIK DAN BUDAYA DALAM PROSES TRANSFER IDE OLEH MAHASISWA JURUSAN NON BAHASA INGGRIS DALAM PENULISAN PARAGRAF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Rusmono

    2016-05-01

    Full Text Available Abstrak. Proses transfer ide dalam bentuk tulisan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi sebagai mahasiswa jurusan non Bahasa Inggris (SNED yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL perlu diinvestigasi. Ketidakmampuan untuk menjembatani kesenjangan antara ide dalam bahasa ibu (Bahasa Inggris dengan ide dalam bahasa pembaca (Bahasa Inggris menghambat pemahaman pembaca, khususnya pembaca yang merupakan penutur asli Bahasa Inggris. Paragraf yang ditulis oleh mahasiswa SNED sebagai pembelajar Bahasa Inggris tidak dapat dipahami karena hambatan linguistik dan budaya. Sejumlah kecil mahasiswa yang membuat tulisan Bahasa Inggris dalam ujian tengah semester memperlihatkan gambaran ketidaktepatan dalam hal menyusun kalimat sehingga Bahasa Inggris mereka pada tingkatan tertentu terdengar seperti Bahasa Indonesia. Dalam hal ini kemampuan mereka untuk menggunakan Bahasa Inggris seperti layaknya bahasa Indonesia terbukti sangat rendah sehingga seorang penutur asli Bahasa Inggris yang mencoba untuk memahami ide mereka bisa salah memahaminya. Seorang pembelajar Bahasa Inggris harus memiliki kosakata yang cukup banyak dan setidaknya mengetahui aturan gramatikal seperti formulasi 9BP+3CC (Cd,Cx,Cdx dan PoS misalnya, untuk melengkapi pemahaman sebelum benar-benar dapat mengekspresikan ide dalam tulisan Bahasa Inggris yang dapat dipahami. Selain itu, pengetahuan mahasiswa tentang budaya penutur Bahasa Inggris memainkan peranan yang sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang bagus, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ahli bahasa bahwa seringkali seorang pembelajar bahasa mengetahui aturan tata bahasa tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang budaya penutur asli. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan idenya dikarenakan ekspresi suatu ide terikat oleh budaya yang merupakan entitas independen. Budaya penutur asli mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respons terhadap

  16. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  17. Evaluating the effectiveness of dilution of the recovered uranium with depleted uranium and low-enriched uranium to obtain fuel for VVER reactors

    Science.gov (United States)

    Smirnov, A. Yu; Sulaberidze, G. A.; Dudnikov, A. A.; Nevinitsa, V. A.

    2016-09-01

    The possibility of the recovered uranium enrichment in a cascade of gas centrifuges with three feed flows (depleted uranium, low-enriched uranium, recovered uranium) with simultaneous dilution of U-232,234,236 isotopes was shown. A series of numerical experiments were performed for different content of U-235 in low-enriched uranium. It has been demonstrated that the selected combination of diluents can simultaneously reduce the cost of separative work and the consumption of natural uranium, not only with respect to the previously used multi-flow cascade schemes, but also in comparison to the standard cascade for uranium enrichment.

  18. PERANAN OPINION LEADER DALAM REKONSILIASI KONFLIK ANTARETNIK TIDUNG DAN LETTA DI TARAKAN

    OpenAIRE

    DEWI YANTI

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui peranan opinion leader dalam rekonsiliasi konflik antaretnik di Tarakan; (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempercepat proses damai di Tarakan; Penelitian ini dilaksanakan di kota Tarakan, Kalimantan Timur. Adapun informan dalam penelitian ini adalah opinion leader dari masing-masing etnik Tidung dan Letta yang bertikai, wartawan media massa lokal di Tarakan dan tok...

  19. PEMERIKSAAN ENDOPARASIT (CACING NEMATODA DAN CESTODA YANG DITEMUKAN DALAM ORGAN TIKUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novia Tri Astuti

    2012-11-01

    Full Text Available Adapun kegiatan yang dilakukan selama pelatihan adalah melakukan pembedahan tikus hasil penangkapan di daerah sekitar LIPI, kemudian dari hasil pembedahan diambil organ dalam tikus berupa hati, ginjal, paru-paru dan organ pencernaan diambil kemudian ditempatkan pada cawan petri yang terpisah untuk diperiksa ada tidaknya cacing baik nematoda maupun cestoda. Untuk organ yang tidak langsung diperiksa, disimpan dalam larutan alkohol 70%.

  20. Implikasi Konsep Dan Desain Kurikulum Dalam Tugas Pembinaan Warga Jemaat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junihot M. Simanjuntak

    2014-10-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya para pendidik Kristen memahami konsep dan desain kurikulum dalam kaitannya dengan tugas pembinaan jemaat dan memaknainya sebagai tugas yang mendesak. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan konsep pembinaan warga jemaat, konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja. Hasil studi ini menunjukkan 1 Secara umum konsep pembinaan warga gereja di mana tujuan-tujuan pendidikan Kristen harus dimulai dari penegasan tentang Allah yang diperkenalkan melalui Kristus dalam Alkitab; 2 Konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja, dengan menyimak begitu banyak segi dari peran kurikulum, maka gereja tidak mungkin lagi mengabaikan tugas ini. Maka guru PAK di sekolah dan perguruan tinggi juga harus memikirkan pengembangan kurikulum. Salah satu aspek penting dari guru berkompetensi ialah kemampuannya dalam memahami, mengelola kurikulum dan pembelajaran. Di gereja, para pengerja dan pemimpinnya harus belajar merencanakan dan mengembangkan kurikulum pelayanan berbagai kategori dan kelompok warga gereja.Kata-kata kunci: konsep, desain, kurikulum, tugas, pembinaan, gereja, warga jemaatThis article aims to explain the importance for Christian educators to understand the concept and design of curriculum in relationship to the task of teaching a congregation and understand it as an urgent task.  Using the descriptive-analytic method, the writer explains the concept of teaching a congregation, and the concept and design of curriculum in teaching a congregation.  The results of this study show 1 Generally, concerning the concept of teaching a congregation, the goals of Christian education must begin with the statement about God, who is known through Christ in the Bible; 2 Concerning the concept and design of curriculum in teaching a congregation, including understanding the many-faceted role of curriculum, the church can no longer neglect this task. Accordingly, Christian education

  1. EPISTEMOLOGI TASAWUF DALAM PEMIKIRAN FIQH AL-SYA‘RÂNÎ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftahul Huda

    2015-04-01

    Full Text Available In the study of Islamic law, epistemology constitutes a fundamental aspect of the law upon which the legitimate concept of the law is based. Epistemology becomes the root of debates regarding the truth of legal reasoning among Muslims who often made a truth clam about their own superior episteme. This causes discrepancies amongst them. This dispute was what al-Sya‘rânî found in his time. As a famous jurist, he sought to resolve it and offered a new theory of law. He contends that the arguments underlying the debates about the epistemology of Islamic law flawed. He wants to demonstrate that the arguments do not fit into the tradition of Islamic thought. This study examines al-Sya‘rânî’s thought in the epistemology of Islamic law. It discusses four issues: the valid path to the knowledge about shari’a, kashf as a source of knowledge, the path to the kashf, and the position and relation of reason, tradition and intuition in Islamic law.Abstrak:  Epistemologi merupakan hal yang fundamental karena dari situlah legitimasi dari konsep-konsep hukum syariah bersumber. Di situ pula akar perdebatan tentang kebenaran hasil ijtihad yang sering diklaim secara eksklusif oleh kelompok-kelompok umat Islam sehingga berdampak buruk bagi hubungan dan solidaritas sosial di antara mereka. Fakta seperti itulah yang disaksikan al-Sya‘rânî sepanjang hayatnya. Sebagai faqih terkemuka, dia merasa terpanggil untuk memberikan alternatif solusi teoretik atas masalah ini demi kemaslahatan umat. Setelah melakukan kajian yang panjang, akhirnya dia berkesimpulan bahwa sesungguhnya semua klaim eksklusif tentang kebenaran dan superioritas system episteme tertentu adalah tidak memiliki argumen yang benar-benar meyakinkan, baik dalam tradisi keilmuan umat Islam maupun dalam perspektif  sosiologis. Dalam tulisan ini konsep al-Sya‘rânî mengenai Epistemologi syariah dideskripsikan dalam empat pokok pemikirannya yaitu tentang; jalan yang sah menuju pengetahuan

  2. KOMPETENSI GURU PAI DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohmat MS.

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini berfokus pada masalah kegiatan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang dilakukan oleh para guru Pendidikan Islam di Kabupaten Sidoarjo. The menyimpulkan bahwa aktivitas pembelajaran matapelajaran Pendidikan Islam kebanyakan masih konvensional, di mana guru memainkan peran utama dalam memperoleh pengetahuan, sedangkan siswa yang kurang terlibat secara aktif. Penelitian ini juga menemukan bahwa guru memiliki kualifikasi mengajar yang baik, karena mereka memenuhi 12 dari 16 kriteria kompetensi yang ditetapkan oleh  standar pendidikan nasional. Tetapi di sisi lain, mereka lemah dalam hal kualifikasi pedagogik, karena mereka hanya memenuhi 12 sampai 17 dari 42 kompetensi. Faktor-faktor untuk mengembangkan standar guru dalam mengajar berbasis teknologi informasi, penelitian ini menemukan bahwa kemampuan dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi seperti komputer, laptop, LCD dan internet merupakan faktor utama. Beberapa guru di SMAN 1 Krian dan SMKN 2 Buduran sudah terbiasa dalam menggunakan  teknologi informasi. Sementara itu, keterbatasan infrastruktur dan kurangnya ketersediaan teknologi informasi di sekolah-sekolah seperti SMA Negeri di Tarik, SMAN 2 di Sidoarjo dan Porong merupakan faktor utama yang menghambat proses pengembangan standar pembelajaran ini.This research focuses on the problem of information technology-based teaching activities by teachers of Islamic education in the regent of Sidoarjo.The research concludes that the learning activity on the subject of Islamic education is very much conventional where teachers play the major role in acquiring knowledge, while students were not involved. The research also discovers that teachers do have good teaching qualifications given that they meet 12 out of 16 competences criterion set by the national standard authority on the subject. But they on the other hand, are weak in terms of pedagogic qualification considering that they meet only 12 to 17 out of 42

  3. Spirit Piagam Jakarta Dalam Undang-Undang Dasar 1945

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujar Ibnu Syarif

    2016-10-01

    Full Text Available Abstract: In the second trial BPUPKI, both nationalist and Islamic groups consensual that the future of Indonesia's independence will be based on the principle "godhood by running Shari'ah obligation for adherents". The consensus seems to be built on the foundation is not solid. Therefore it is not surprising that one day after the proclamation of independence, the agreement re-questioned. That same day, PPKI held a hearing to review the deal. As a result, the clause contained in the Preamble of the 1945 Constitution was changed to "Based on Belief in God Almighty". After the issuance of a Presidential Decree, began the debate about the existence of the spirit of the Jakarta Charter in 1945 which is applicable in the context of Indonesian politics in this contemporary age.  Abstrak: Spirit Piagam Jakarta dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasca Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada sidang kedua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI / Dokuritsu Zyunbi Tyosakai yang berlangsung sejak tanggal 10 hingga 16 Juli 1945, baik golongan nasionalis maupun golongan Islam berkonsensus bahwa masa depan Indonesia merdeka akan didasarkan pada sila "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya".  Penting dicatat, konsensus tersebut agaknya dibangun di atas landasan yang tidak kokoh. Karena itu, tidak aneh bila satu hari setelah proklamasi Kemerdekaan RI, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945, kesepakatan tersebut kembali dipersoalkan. Pada hari itu juga, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI yang dibentuk tanggal 7 Agustus 1945 dan diketuai oleh Soekarno, menyelenggarakan sidang untuk meninjau kembali kesepakatan tersebut. Dalam sidang tersebut, anak kalimat  yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 (Piagam Jakarta, yakni: "Berdasarkan kepada Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diubah menjadi "Berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa".  Setelah

  4. BELAJAR BERKOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI UNTUK BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karman Lanani

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pembelajaran merupakan proses komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik, bertujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta terbentuknya perubahan tingkah laku. Komunikasi edukatif dalam pembelajaran matematika menjadi faktor yang juga berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan pembelajaran matematika. Komunikasi pembelajaran dapat efektif apabila terdapat aliran respon informasi dua arah antara komunikator dan komunikan. Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu: kejelasan, ketepatan,  konteks, sistematika yang jelas, dan budaya komunikator atau komunikan. Mengkomunikasikan matematika, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Baik guru maupun siswa dalam pembelajaran matematika diharapkan mampu mengomunikasikan pikiran matematisnya secara lisan dan tertulis, secara koheren dan jelas, menggunakan bahasa matematika untuk mengekspresikan gagasannya secara tepat, mengelola pikiran matematisnya melalui komunikasi, menganalisis dan mengevaluasi pikiran matematis siswanya. Hal ini dimaksudkan agar siswa berkemampuan komunikasi secara efektif dalam : (1 menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam idea matematika, (2 menjelaskan idea, situasi, dan relasi matematik, secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar, (3 menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, (4 mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika, (5 membaca dengan pemahaman suatu presentasi Matematika tertulis, (6 membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi dan generalisasi, (7 menjelaskan dan membuat pertanyaan matematika yang telah dipelajari.  Kata Kunci    : Komunikasi educatif, komunikasi efektif, dan komunikasi dalam pembelajaran matematika.   Learning activity is a process of communication to convey a message from educators to students, aims to be well

  5. PERAN KELUARGA DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA SEJAK USIA DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mallevi Agustin Ningrum

    2017-05-01

    Full Text Available Jiwa wirausaha tidak dapat diperoleh secara instan dan dalam waktu yang singkat. Modal utama menjadi wirausaha yang sukses adalah motivasi yang kuat dari dalam diri individu disamping keberanian dalam mengambil resiko, ketekunan dan keuletan dalam menjalankan usahanya sehingga menjadikan entrepreneur yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Hal tersebut akan terwujud apabila jiwa entrepreneur dapat dipupuk sejak usia dini. Tentunya di sini peran keluarga sangat besar karena keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan pola bagi kehidupan anak di masa yang akan datang. Pada masa inilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membentuk pola kehidupan mereka yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai moral agama, memotivasi untuk rajin belajar sehingga harapannya nanti ketika sudah dewasa dapat menjadi orang yang sukses, serta mendidik anak dengan jiwa berwirausaha sehingga ketika dewasa nanti mereka akan menyadari pentingnya penanaman moral agama, kepribadian, dan tidak bergantung pada orangtua dari segi finansial. Kesuksesan tersebut tentunya dapat ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, latihan-latihan yang diperoleh sejak dini. Salah satu cara untuk menstimulasi tumbuhnya jiwa wirausaha anak sejak dini adalah melalui bermain dan pembiasaan. Pembiasaan anak dimulai dari bangun tidur sampai anak beraktivitas kembali merupakan metode yang tepat dan harus dilakukankan setiap hari sehingga anak-anak belajar bertanggung jawab dengan apapun yang dilakukannya. Untuk itu, peran ayah sebagai kepala keluarga harus dapat mendukung peran ibu yang tugas utamanya mengasuh dan mendidik anak agar jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak usia dini. Keluarga berperan sangat besar dalam mengelola aktivitas anak sehari-hari. Tentunya di sini yang dapat mengkondisikan anak adalah orangtua. Jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak dini dengan melibatkan kerjasama kedua orangtua baik peran ayah maupun ibu

  6. Distribution of uranium, thorium, and isotopic composition of uranium in soil samples of south Serbia: Evidence of depleted uranium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahoo Sarata Kumar

    2004-01-01

    Full Text Available Inductively coupled plasma mass spectrometry and thermal ionization mass spectrom - etry were used to measure concentration of uranium and thorium as well as isotopic composition of uranium respectively in soil samples collected around south Serbia. An analytical method was established for a routine sample preparation procedure for uranium and thorium. Uranium was chemically separated and purified from soil samples by anion exchange resin and UTEVA extraction chromatography and its isotopic composition was measured using a thermal ionization mass spectrometry. There was a little deviation of U/Th ratio from the average values in some soil samples. Presence of 236U as well as depleted uranium was observed in 235U/238U ratio measurement in the same soil sample.

  7. Characterization of uranium and uranium-zirconium deposits produced in electrorefining of spent nuclear fuel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Totemeier, T.C.

    1997-09-01

    This paper describes the metallurgical characterization of deposits produced in molten salt electrorefining of uranium and uranium - 10.% zirconium alloy. The techniques of characterization are described with emphasis on considerations given to the radioactive and pyrophoric nature of the samples. The morphologies observed and their implications for deposit performance are also presented - samples from pure uranium deposits were comprised of chains of uranium crystals with a characteristic rhomboidal shape, while morphologies of samples from deposits containing zirconium showed more polycrystalline features. Zirconium was found to be present as a second, zirconium metal phase at or very near the uranium-zirconium dendrite surfaces. Higher collection efficiencies and total deposit weights were observed for the uranium-zirconium deposits; this performance increase is likely a result of better mechanical properties exhibited by the uranium-zirconium dendrite morphology. 18 refs., 10 figs., 1 tab.

  8. Speciation and Precipitation of Uranium Complexes in Hydrothermal Solutions Related to Granite—type Uranium Deposits

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    陈培荣; 章邦桐; 等

    1992-01-01

    Uranium-bearing hydrothermal solutions during the stage of ore deposition are weakly alkaline and of the Ca2+ -Na+/HCO3- -F- type.UO2(CO3)22- and UO2F4-, are dominant in the hydrothermal solutions with respect to their activity.Wall-rock hydrothermal alterations ,temperature and pressure drop and the reducing capability of rock assemblage (Δeh) led to a decrease in Eh of the hydrothermal solutions and an increase in Eh at which uranium began precipitating.Therefore,the mechanism of uranium precipitation is essentially the reduction of uranium complexes.The granite-type uranium deposits are the most important type of uranium resources in China.Discussions will be made in this paper concerning the hydrothermal speciation and precipitation mech-anisms of uranium complexes in the light of fluid inclusion and geological data from some major de-posits of this type in South China.

  9. RASISME DALAM FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 1 (ANALISIS SEMIOTIKA DALAM FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vallen Nur Rita

    2016-09-01

    Full Text Available Stereotip merupakan pernyataan negatif dari prasangka. Prasangka inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok rasial tertentu. Stereotip dan prasangka kemudian merujuk pada suatu paham yang mempercayai adanya superioritas yang menolak adanya kesetaraan manusia yaitu rasisme. Perilaku maupun tindakan rasisme tersebut banyak muncul dalam beberapa scene film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana simbol-simbol digunakan untuk menggambarkan rasisme di dalam film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah semiotika Roland Barthes. Model Roland Barthes terdiri dari tiga tahap analisis yaitu denotasi, konotasi, mitos. Peneliti melakukan analisis menggunakan tanda verbal dan nonverbal yang terdapat dalam film “99 Cahaya di Langit Eropa Part 1”. Dalam menganalisis film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1, dikelompokkan menjadi beberapa kategori yang berhubungan dengan perilaku rasisme, antara lain : stereotip, prasangka, diskriminasi

  10. MASKULINITAS PEREMPUAN DALAM IKLAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN CITRA SOSIAL PEREMPUAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cons. Tri Handoko

    2005-01-01

    Full Text Available In Indonesia%2C women models appear in advertisements not far away from their ray construction which resemble with their experiences in society. They are appeared as the other%2C subordinate%2C and live in the domestic region. However%2C in the late of 90’s till now%2C some advertisements have been appearing women models outside of general construction about femininity concepts: weak%2C delicate%2C passive%2C modest%2C submissive%2C charming%2C etc.; but masculine: rational%2C strong%2C intelligent%2C and explicit. The globalization of information and communication which also have impact to people’s thinking pattern which influence to advertisemenst themes as well. Such as feminism concepts become themes of advertisements%2C at least educate community that masculinity is not just belong to men. Abstract in Bahasa Indonesia : Di Indonesia%2C penampilan model perempuan dalam iklan tidak jauh dari konstruksi bias gender yang mirip dialami mereka pula di kehidupan bermasyarakat. Mereka ditampilkan sebagai the other%2C disubordinasikan%2C dan masih di wilayah domestik. Namun sejak akhir 90-an sampai saat ini%2C beberapa iklan mulai berani menampilkan model perempuan di luar konstruksi umum tersebut. Mereka ditampilkan tidak lagi sesuai dengan konstruksi umum tentang arti feminin: lemah lembut%2C lemah fisik%2C halus%2C pasif%2C rendahan hati%2C submisif%2C bersikap manis%2C dan sejenisnya; namun maskulin: rasional%2C kuat%2C cerdas%2C dan tegas. Globalisasi informasi dan komunikasi memberi pengaruh pada pola pikir manusia yang berpengaruh juga pada tema-tema iklan. Contohnya seperti iklan yang bertema kesetaraan gender sedikit banyak membantu pembelajaran masyarakat akan nilai-nilai maskulinitas yang tidak hanya boleh ‘dimiliki’ laki-laki saja. masculine%2C woman%2C advertisement%2C gender.

  11. Uranium Management - Preservation of a National Asset

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jackson, J. D.; Stroud, J. C.

    2002-02-27

    The Uranium Management Group (UMG) was established at the Department of Energy's (DOE's) Oak Ridge Operations in 1999 as a mechanism to expedite the de-inventory of surplus uranium from the Fernald Environmental Management Project site. This successful initial venture has broadened into providing uranium material de-inventory and consolidation support to the Hanford site as well as retrieving uranium materials that the Department had previously provided to universities under the loan/lease program. As of December 31, 2001, {approx} 4,300 metric tons of uranium (MTU) have been consolidated into a more cost effective interim storage location at the Portsmouth site near Piketon, OH. The UMG continues to uphold its corporate support mission by promoting the Nuclear Materials Stewardship Initiative (NMSI) and the twenty-five (25) action items of the Integrated Nuclear Materials Management Plan (1). Before additional consolidation efforts may commence to remove excess inventory from Environmental Management closure sites and universities, a Programmatic Environmental Assessment (PEA) must be completed. Two (2) noteworthy efforts currently being pursued involve the investigation of re-use opportunities for surplus uranium materials and the recovery of usable uranium from the shutdown Portsmouth cascade. In summary, the UMG is available as a DOE complex-wide technical resource to promote the responsible management of surplus uranium.

  12. Uranium reconnaissance survey in southern Sudan

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Civetta, L.; De Vivo, B.; Lima, A.; Orsi, G.; Perrone, V.; Zupetta, A.; Giunta, G.; Ippolito, F.

    1981-09-01

    The southern provinces of Sudan (Equatoria, Bahr el Ghazal and el Buheyrat) have been investigated by geological and geochemical methods for uranium and thorium. Results of radiometric measurements permitted the identification of a target area for follow-up work, favourable to host a roll-type uranium deposit.

  13. Uranium exploration and mining in Australia

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Wutzler, B.

    Uranium minerals were discovered in Australia in the years 1850 to 1900 already, but most of them were not recognised as such. It was not until 1894 that the first significant uranium find was made in Carcoar, west of Sydney. At that time, the uranium output of the world, which only amounted to a few hundred cwts, was for the most part obtained from mining areas close to the border between Saxony and Bohemia. In South Australia, uranium ore was mined experimentally for the production of radium at Radium Hill from 1906 onwards and at Mt. Painter from 1910 onwards. It was not until World War II, however, that uranium gained importance as a valuable raw material that could also be used for military purposes. The second phase of uranium mining in Australia commenced in 1944. Within ten years Australia's presumed uranium potential was confirmed by extensive exploration. The development of uranium mining in Australia is described in the present paper.

  14. New french uranium mineral species; Nouvelles especes uraniferes francaises

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Branche, G.; Chervet, J.; Guillemin, C. [Commissariat a l' Energie Atomique, Lab. du Fort de Chatillon, Fontenay-aux-Roses (France). Centre d' Etudes Nucleaires

    1952-07-01

    In this work, the authors study the french new uranium minerals: parsonsite and renardite, hydrated phosphates of lead and uranium; kasolite: silicate hydrated of uranium and lead uranopilite: sulphate of uranium hydrated; bayleyite: carbonate of uranium and of hydrated magnesium; {beta} uranolite: silicate of uranium and of calcium hydrated. For all these minerals, the authors give the crystallographic, optic characters, and the quantitative chemical analyses. On the other hand, the following species, very rare in the french lodgings, didn't permit to do quantitative analyses. These are: the lanthinite: hydrated uranate oxide; the {alpha} uranotile: silicate of uranium and of calcium hydrated; the bassetite: uranium phosphate and of hydrated iron; the hosphuranylite: hydrated uranium phosphate; the becquerelite: hydrated uranium oxide; the curite: oxide of uranium and lead hydrated. Finally, the authors present at the end of this survey a primary mineral: the brannerite, complex of uranium titanate. (author) [French] Dans ce travail, les auteurs etudient les nouveaux mineraux uraniferes francais: parsonsite et renardite, phosphates hydrates de plomb et d'uranium; kasolite: silicate hydrate d'uranium et de plomb uranopilite: sulfate d'uranium hydrate; bayleyite: carbonate d'uranium et de magnesium hydrate; {beta} uranolite: silicate d'uranium et de calcium hydrate. Pour tous ces mineraux, les auteurs donnent les caracteres cristallographiques, optiques, et les analyses chimiques quantitatives. Par contre, les especes suivantes, tres rares dans les gites francais, n'ont pas permis d'effectuer d'analyses quantitatives. Ce sont: l'ianthinite: oxyde uraneux hydrate; l'{alpha} uranotile: silicate d'uranium et de calcium hydrate; le bassetite: phosphate d'uranium et de fer hydrate; la hosphuranylite: phosphate duranium hydrate; la becquerelite: oxyde d'uranium hydrate; la curite: oxyde d'uranium

  15. Diffusive gradient in thin FILMS (DGT) compared with soil solution and labile uranium fraction for predicting uranium bioavailability to ryegrass.

    Science.gov (United States)

    Duquène, L; Vandenhove, H; Tack, F; Van Hees, M; Wannijn, J

    2010-02-01

    The usefulness of uranium concentration in soil solution or recovered by selective extraction as unequivocal bioavailability indices for uranium uptake by plants is still unclear. The aim of the present study was to test if the uranium concentration measured by the diffusive gradient in thin films (DGT) technique is a relevant substitute for plant uranium availability in comparison to uranium concentration in the soil solution or uranium recovered by ammonium acetate. Ryegrass (Lolium perenne L. var. Melvina) is grown in greenhouse on a range of uranium spiked soils. The DGT-recovered uranium concentration (C(DGT)) was correlated with uranium concentration in the soil solution or with uranium recovered by ammonium acetate extraction. Plant uptake was better predicted by the summed soil solution concentrations of UO(2)(2+), uranyl carbonate complexes and UO(2)PO(4)(-). The DGT technique did not provide significant advantages over conventional methods to predict uranium uptake by plants.

  16. Molten-Salt Depleted-Uranium Reactor

    CERN Document Server

    Dong, Bao-Guo; Gu, Ji-Yuan

    2015-01-01

    The supercritical, reactor core melting and nuclear fuel leaking accidents have troubled fission reactors for decades, and greatly limit their extensive applications. Now these troubles are still open. Here we first show a possible perfect reactor, Molten-Salt Depleted-Uranium Reactor which is no above accident trouble. We found this reactor could be realized in practical applications in terms of all of the scientific principle, principle of operation, technology, and engineering. Our results demonstrate how these reactors can possess and realize extraordinary excellent characteristics, no prompt critical, long-term safe and stable operation with negative feedback, closed uranium-plutonium cycle chain within the vessel, normal operation only with depleted-uranium, and depleted-uranium high burnup in reality, to realize with fission nuclear energy sufficiently satisfying humanity long-term energy resource needs, as well as thoroughly solve the challenges of nuclear criticality safety, uranium resource insuffic...

  17. Mica surfaces stabilize pentavalent uranium.

    Science.gov (United States)

    Ilton, Eugene S; Haiduc, Anca; Cahill, Christopher L; Felmy, Andrew R

    2005-05-02

    High-resolution X-ray photoelectron spectroscopy was used to demonstrate that reduction of aqueous U6+ at ferrous mica surfaces at 25 degrees C preserves U5+ as the dominant sorbed species over a broad range of solution compositions. Polymerization of sorbed U5+ with sorbed U6+ and U4+ is identified as a possible mechanism for how mineral surfaces circumvent the rapid disproportionation of aqueous U5+. The general nature of this mechanism suggests that U5+ could play an important, but previously unidentified, role in the low-temperature chemistry of uranium in reducing, heterogeneous aqueous systems.

  18. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU ASERTIF PUSTAKAWAN DALAM MEMBINA HUBUNGAN INTERPERSONAL DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS GEOGRAFI UGM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhi Santoso

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak Kualitas layanan perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kualitas pustakawan sebagai pelaksana. Kualitas pustakawan ditentukan oleh latar belakang pendidikan (keahlian, kepribadian dan kemampuan berkomunikasi. Selain berkomunikasi interpersonal, pengetahuan berperilaku arsertif juga merupakan keterampilan yang harus dikuasi oleh pustakawan dalam membina hubungan baik dengan pemustaka dalam upaya memenuhi kepuasan pemustaka terhadap layanan yang kita berikan. Dari uraian diatas pengetahuan tentang keterampilan asertif dan keterampilan komunikasi interpersonal sangat di butuhkan pustakawan dalam memberikan pelayanan prima kepada pemustaka dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi dan membina hubungan yang baik dengan pemustaka kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku asertif Pustakawan dalam membina hubungan interpersonal. Peneliti mengunakan teknik sampel jenuh yaitu meneliti keseluruhan populasi pustakawan Fakultas Geografi UGM yang berjumlah 5 pustakawan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk angket yaitu berupa kuisioner. Hasil penelitian ini adalah sebanyak 1 orang (20% belum pernah mengikuti seminar yang membahas masalah komunikasi. Mayoritas pengetahuan pustakawan tentang perilaku asertif adalah dalam katagori baik yaitu sebanyak 4 (80%, dan 1 pustakawan dalam kategori kurang (n=1 20%. Mayoritas perilaku asertif pustakawan dalam membina hubungan interpersonal (n = 4; 80 % adalah dalam katagori sedang,  dan 1 pustakawan dalam kategori baik (n=1 20%. Hasil uji korelasi melalui analisa Pearson didapat hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku asertif pustakawan dalam membina hubungan interpersonal di Fakultas Geografi UGM. (p value = 0,442.   Kata kunci :     Asertivitas, Perilaku asertif pustakawan, Hubungan                 interpersonal. AbstractThe paper presents a relationship between

  19. Removal of uranium from uranium-contaminated soils -- Phase 1: Bench-scale testing. Uranium in Soils Integrated Demonstration

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Francis, C. W.

    1993-09-01

    To address the management of uranium-contaminated soils at Fernald and other DOE sites, the DOE Office of Technology Development formed the Uranium in Soils Integrated Demonstration (USID) program. The USID has five major tasks. These include the development and demonstration of technologies that are able to (1) characterize the uranium in soil, (2) decontaminate or remove uranium from the soil, (3) treat the soil and dispose of any waste, (4) establish performance assessments, and (5) meet necessary state and federal regulations. This report deals with soil decontamination or removal of uranium from contaminated soils. The report was compiled by the USID task group that addresses soil decontamination; includes data from projects under the management of four DOE facilities [Argonne National Laboratory (ANL), Los Alamos National Laboratory (LANL), Oak Ridge National Laboratory (ORNL), and the Savannah River Plant (SRP)]; and consists of four separate reports written by staff at these facilities. The fundamental goal of the soil decontamination task group has been the selective extraction/leaching or removal of uranium from soil faster, cheaper, and safer than current conventional technologies. The objective is to selectively remove uranium from soil without seriously degrading the soil`s physicochemical characteristics or generating waste forms that are difficult to manage and/or dispose of. Emphasis in research was placed more strongly on chemical extraction techniques than physical extraction techniques.

  20. Removal and Recovery of Uranium using Microorganisms Isolated from North American Uranium Deposits

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Takehiko Tsuruta

    2007-01-01

    Full Text Available Some attempts were made to remove and recover uranium that may be present in nuclear fuel effluents and mine tailings using microorganisms isolated from North American uranium deposits. To establish which microorganisms accumulate the most uranium, hundreds strains of microorganisms were screened. Of these strains of microorganisms tested, extremely high uranium accumulating ability was found in some bacteria isolated from North American uranium deposits. These bacterial strains, such as Arthrobacter and Bacillus sp., can accumulate about 2500 µmol uranium per gram dry wt. of microbial cells within one hour. These microbial cells can remove uranium from the uranium refining waste water with high efficiency. These microbial cells can also accumulate thorium as well as uranium with high efficiency. The microbial cells immobilized with polyacrylamide gel have excellent handling characteristics and can be used repeatedly in the adsorption-desorption cycles. These new microorganisms isolated from uranium deposits can be used as an adsorbing agent for the removal of the nuclear fuel elements, which may be present in nuclear fuel effluents, mine tailings and other waste sources.

  1. 31 CFR 540.315 - Uranium-235 (U235).

    Science.gov (United States)

    2010-07-01

    ... 31 Money and Finance: Treasury 3 2010-07-01 2010-07-01 false Uranium-235 (U235). 540.315 Section... FOREIGN ASSETS CONTROL, DEPARTMENT OF THE TREASURY HIGHLY ENRICHED URANIUM (HEU) AGREEMENT ASSETS CONTROL REGULATIONS General Definitions § 540.315 Uranium-235 (U235). The term uranium-235 or U235 means the...

  2. PEMIKIRAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Shohibul Itmam

    2013-09-01

    Full Text Available THE ISLAMIC THINKING IN SUNNI AND SYI’AH PERSPECTIVES. This paper attempts to describe the problems associated with Islam in particular with regard to Sunni and Syi’ah teachings. The number of  streams that developed in Islam today has resulted Islam got claims from various clerical community, such as terrorism and others, resulting in the ruination image of  Islam in the constellation of  the religions of  man. As the flow and the teachings of  the most dominating civilization of  the world religions, Sunni and Syiah, including the Wahhabi, are necessary to clarify the existence or clarified the diversity in the constellation of  Islam, considering the number of streams that are currently claiming truth on themselves. Iran as the country becoming a reference in the world of  developing Syi’ah should be used as a reference in the study of  understanding associated with Sunni and Syi’ah. From this country, the world of  Islam knows the concept ofgoverning “Wilayatul Faqih”. The concept was pioneered by the government of Imam Khomeini who became known after Islamic Revolution in Iran 1979 and continues to be developed up to now. Every year Iran is celebrated with a huge demonstration with the slogan in Persian, “Islam Pyruz ast, ast Nabud Istikbar”, Islam is victorious, crushed the vanity of the islam enemy. keywords: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspective, Differences, Similarities. Tulisan ini mencoba mengurai persoalan yang berhubungan dengan Islam secara khusus yang berkaitan dengan ajaran Sunni dan Syi’ah. Banyaknya aliran yang berkembang dalam Islam dewasa ini telah mengakibatkan Islam mendapat klaim dari berbagai komunitas agamawan, seperti teroris dan lainnya, yang mengakibatkan redupnya citra Islam dalam percaturan agama-agama manusia. Sebagai aliran dan ajaran yang paling mendominasi peradaban agama dunia, Sunni dan  Syi’ah,  termasuk  Wahabi,  perlu  memperjelas  eksistensinya atau diperjelas

  3. Uranium Detection - Technique Validation Report

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Colletti, Lisa Michelle [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division; Garduno, Katherine [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division; Lujan, Elmer J. [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division; Mechler-Hickson, Alexandra Marie [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division; Univ. of Wisconsin, Madison, WI (United States); May, Iain [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division; Reilly, Sean Douglas [Los Alamos National Lab. (LANL), Los Alamos, NM (United States). Chemistry Division

    2016-04-14

    As a LANL activity for DOE/NNSA in support of SHINE Medical Technologies™ ‘Accelerator Technology’ we have been investigating the application of UV-vis spectroscopy for uranium analysis in solution. While the technique has been developed specifically for sulfate solutions, the proposed SHINE target solutions, it can be adapted to a range of different solution matrixes. The FY15 work scope incorporated technical development that would improve accuracy, specificity, linearity & range, precision & ruggedness, and comparative analysis. Significant progress was achieved throughout FY 15 addressing these technical challenges, as is summarized in this report. In addition, comparative analysis of unknown samples using the Davies-Gray titration technique highlighted the importance of controlling temperature during analysis (impacting both technique accuracy and linearity/range). To fully understand the impact of temperature, additional experimentation and data analyses were performed during FY16. The results from this FY15/FY16 work were presented in a detailed presentation, LA-UR-16-21310, and an update of this presentation is included with this short report summarizing the key findings. The technique is based on analysis of the most intense U(VI) absorbance band in the visible region of the uranium spectra in 1 M H2SO4, at λmax = 419.5 nm.

  4. Laser melting of uranium carbides

    Science.gov (United States)

    Utton, C. A.; De Bruycker, F.; Boboridis, K.; Jardin, R.; Noel, H.; Guéneau, C.; Manara, D.

    2009-03-01

    In the context of the material research aimed at supporting the development of nuclear plants of the fourth Generation, renewed interest has recently arisen in carbide fuels. A profound understanding of the behaviour of nuclear materials in extreme conditions is of prime importance for the analysis of the operation limits of nuclear fuels, and prediction of possible nuclear reactor accidents. In this context, the main goal of the present paper is to demonstrate the feasibility of laser induced melting experiments on stoichiometric uranium carbides; UC, UC1.5 and UC2. Measurements were performed, at temperatures around 3000 K, under a few bars of inert gas in order to minimise vaporisation and oxidation effects, which may occur at these temperatures. Moreover, a recently developed investigation method has been employed, based on in situ analysis of the sample surface reflectivity evolution during melting. Current results, 2781 K for the melting point of UC, 2665 K for the solidus and 2681 K for the liquidus of U2C3, 2754 K for the solidus and 2770 K for the liquidus of UC2, are in fair agreement with early publications where the melting behaviour of uranium carbides was investigated by traditional furnace melting methods. Further information has been obtained in the current research about the non-congruent (solidus-liquidus) melting of certain carbides, which suggest that a solidus-liquidus scheme is followed by higher ratio carbides, possibly even for UC2.

  5. RATU BALQIS DALAM NARASI SEMIOTIKA AL QUR’AN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathurrosyid Fathurrosyid

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas perspektif wacana dan hubungan gender dalam Al-Qur’an, terutama di wilayah publik politikdengan menggunakan kisah objek formal, Ratu Balqis di Kerajaan Saba’ di Qs. al-Naml (27: 29-44.Menerapkan semiotika yang memberi arti dan maknayang mampu merekonstruksi pemahaman yang telah terkesan kaku dan eksklusif pada kisah Ratu Balqis.Melalui pemahaman semiotik, hubungan antara pria dan wanita mengacu pada simbol kesetaraan gender di antara mereka. Dalam konteks ayat-ayat ini Ratu Balqis ternyata menjadi simbol feminis sejati dengan menjelaskanketaatan dan penyerahan dirinya hanya untuk Allah swt,bukan untuk Nabi Sulaiman. Karena keduanya adalah hamba Allah swt yang tidak boleh mengklaim dirinya superior, sementara yang lain ditekan sebagai inferior.Keterlibatan Nabi Sulaiman dalam pengakuan Balqi sadalah hanya sebagai aktor dan mediator yang membuat mereka mengadopsi teologi monotheisme. kata kunci: Semiotika, Al-Qur’an, Ratu Balqis, Gender.   This study tried to dismantle the discourse and genderrelations perspective of the Qur’an, especially in thepublic-political region by using formal object tale, of Queen Balqis in the Kingdom of Saba’ on Qs. al-Naml(27:29 - 44. Applying semiotics that signed meaning andsignificance was able to reconstruct the understanding which has been impressed rigid, exclusive and misogynicon the story of Queen Balqis. Through a semiotic understanding, relationships between men and women refer to the gender equality symbols between them. Inthe context of these verses, Queen Balqis turned outto be a true feminist symbol through clarifying herobedience and submission only to Allah swt, not toProphet Solomon. Because both are the servants of Allahswt that should not be claiming to be the superior, whileothers are suppressed as the inferior. The involvement of Prophet Solomon in Balqis’ confession was merely as theactor and mediator that made them adopting a theology of monotheism. Keywords

  6. Kepribadian Dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stevani

    2017-07-01

    Full Text Available The life story of Susi Pudjiastuti is admired by many people for her hard work, until becoming successful by having so much company in the field of aviation and fisheries. Susi Pudjiastuti is also well known to the public for his work in the ministry. Good performance makes Susi Pudjiastuti popular among Jokowi's working cabinet. Currently, the Brand Name in humans is personal branding which is the trend of the formation of self-image and the creation of good perception from others to us. This research will discuss about personality, communication and personal branding Susi Pudjiastuti with qualitative research method. Good personality makes Susi Pudjiastuti has the ability to communicate well and liked by the community. Personality and communication can form a personal branding Susi Pudjiastuti a natural. By exposing the personality and communication of Susi Pudjiastuti in forming personal branding, then people will realize the importance of personality and Communication in forming a natural personal branding. Kisah hidup Susi Pudjiastuti banyak dikagumi oleh banyak orang atas kerja kerasnya hingga menjadi sukses dengan memiliki banyak perusahaan di bidang penerbangan dan perikanan. Susi Pudjiastuti juga dikenal baik oleh masyarakat akan kinerjanya dalam bekerja di kementerian. Kinerja yang baik menjadikan Susi Pudjiastuti popular diantara kabinet kerja Jokowi. Saat ini, Sebutan merek pada manusia adalah personal branding yang merupakan trend dari pembentukan pencitraan diri dan penciptaan persepsi yang baik dari orang lain kepada kita. Penelitian ini akan membahas mengenai kepribadian, komunikasi serta personal branding Susi Pudjiastuti dengan metode penelitian kualitatif. Kepribadian yang baik menjadikan Susi Pudjiastuti memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan disenangi oleh masyarakat. Kepribadian dan komunikasi tersebut dapat membentuk personal branding Susi Pudjiastuti yang alami. Dengan memaparkan kepribadian dan komunikasi Susi

  7. Etika Lingkungan dalam Perspektif Teori Kesatuan Wujud Teosofi Transenden

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yasser

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : The study of environmental ethics based on the theory of oneness of being of Transcendent Theosophy has frontally criticizes modern scientific paradigm which is anthropocentric in character. This particular perspective believes that only man who posses value in itself (intrinsic value, while other being posses only instrumental value in relation to man interests. On the other hand, it also criticizes the ecocentric perspective which considers nature to posses her own value independently from man. The principle of oneness of being (wahdat al-wujūd is the main (ontological argumentation used by muslim philosophers, including Mulla Sadra as the founder of Transcendent Theosophy, in answering all cosmological questions and concerns throughout the ages. The Transcendent Theosophy itself is a (relatively new perspective in the tradition of Islamic philosophy, which is based on a creative synthesis and harmonization of nearly all the earlier schools.Keywords : oneness of being, transcendent theosophy, anthropocentrism, ecocentrism, theocentrism, ontocentrismAbstrak : Etika lingkungan berdasarkan pada kesatuan wujud Teosofi Transenden merupakan kritik terhadap paradigma modern yang bercorak antroposentris. Perspektif ini memiliki keyakinan bahwa hanya manusia yang memiliki nilai di dalam dirinya (nilai intrinsik sedang nilai yang terdapat pada alam semata instrumental dalam kaitannya dengan kepentingan manusia. Di sisi lain ia juga mengkritik pandangan ekosentrisme yang memandang alam memiliki nilainya sendiri terlepas dari kepentingan manusia. Prinsip kesatuan wujud (oneness of being, waḥdat al-wujūd merupakan argumentasi ontologis para filsuf Muslim, termasuk di dalamnya Mulla Sadra sebagai pendiri aliran Teosofi Transenden. Teosofi Transenden sendiri merupakan perspektif yang relatif baru dalam tradisi filsafat Islam yang mendasarkan dirinya pada sintesis-kreatif dan harmonisasi semua aliran filsafat.Kata-kata  Kunci : kesatuan wujud

  8. IMPLEMENTASI PRINSIP ISLAM DALAM AKTIVITAS EKONOMI: ALTERNATIF MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursal dan Suhadi

    2015-03-01

    Full Text Available IMPLEMENTING ISLAMIC PRINCIPLE IN ECONO- MIC ACTIVITIES: ALTERNATIV TO REALIZE THE LIFE BALANCE. This paper aims to explain the principles of Islam in economic activity contained in the al-Quran and Hadith. The principle of  balance occupy a decisive role in human life to reach al-Falah. The balance is the Sunnah of  Allah, balanced life is one of  the essence of  Islam, so Muslims were referred to as the people of the middle (Ummatan wasthan. Islamic Economics aims to create a balanced life, which includes, among others, the physical with the mental balance, the material with the spiritual, the individual with the social, the present with the future, and the world to the hereafter. This is because, physical balance with mental, spiritual or the material will create a holistic for the welfare of man. Economic development are too concerned with material aspects and ignore the spiritual aspect only will bear false happiness, even quite disastrous. keyword: Islam, Economic, Balanced. Tulisan  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  tentang  prinsip  Islam dalam aktivitas ekonomi yang tertuang dalam al-Quran dan Hadis. Prinsip keseimbangan menduduki peran yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia untuk mencapai al-Falah. Keseimbangan merupakan sunnah Allah, kehidupan yang seimbang merupakan salah satu esensi ajaran Islam, sehingga umat Islam pun disebut sebagai umat pertengahan (Ummatan wasthan. Ekonomi Islam bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang seimbang, yang mencakup antara lain keseimbangan fisik dengan mental, material dengan spiritual, individu dengan sosial, masa kini dengan masa depan, serta dunia dengan akhirat. Hal ini karena, keseimbangan fisik dengan mental, atau material dengan spiritual akan menciptakan kesejahteraraan  holistik  bagi  manusia.  Pembangunan  ekonomi yang terlalu mementingkan aspek material dan mengabaikan aspek spiritual hanya akan melahirkan kebahagiaan semu, bahkan justru menimbulkan petaka

  9. EVALUASI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismanto ismanto

    2016-03-01

    Full Text Available Sehubungan dengan evaluasi pembelajaran, sampai sekarang masih banyak instrumen hasil belajar, baik digunakan oleh guru untuk ulangan harian atau oleh sekolah-sekolah untuk ulangan umum yang belum memenuhi persyaratan ideal yaitu, non bias dan standar dapat diukur. instrumen hasil pembelajaran yang berisi item bias akan merugikan siswa yang memiliki kemampuan yang sama dengan siswa yang menjawab dengan benar hanya karena kelompok yang berbeda. Dengan kata lain, instrumen yang berisi item bias, tidak memberikan kesempatan yang sama untuk menjawab dengan benar pada orang mengambil tes dengan kemampuan yang sama, hanya karena mereka berasal dari kelompok yang berbeda. Dalam hal ini, itu bisa berarti perbedaan dalam budaya, jenis kelamin, agama, dan banyak lagi. menurut Saifuddin Azwar, empat faktor yang diduga sebagai penyebab kesenjangan kinerja antara laki-laki dan perempuan dalam kaitannya dengan tanggapan untuk menguji pertanyaan, yaitu 1. pertanyaan tes bias, 2. format pilihan ganda, 3. kesempatan untuk menebak, dan 4 kendala waktu.   Regarding to the evaluation of learning, until now there are still a lot of learning outcomes instruments, whether used by teachers for daily test or by schools for general test , have not met the requirements of an ideal yet i.e.,non biased and scalable standard. Learning outcomes instrumentcontaining bias items would be detrimental to the students who has the same abilities with studentswho answered correctly simply becauseof different groups. In other words, the instrumentscontaining bias items, do not give the same opportunity to answer correctly on the person taking the test with the same abilities, just because they come from different groups. In this case, it could mean the difference in cultures, gender, religion, and more. According to Saifuddin Azwar, four factors suspected as the causes of the performance gapbetween men and women in relation to responses to test questions, namely 1. Bias test

  10. POTENSI JENDELA DALAM MEMINIMALKAN INTRUSI KEBISINGAN: SEBUAH STUDI AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2005-01-01

    Full Text Available Low cost domestic building of warm humid climate depends very much on natural ventilation, and thus large openings. However, since adjacent street transforms into potential noise source, the openings will be critical points for noise intrusion. Opening design strategies is then of importance to adopt. Prior to this investigation, a computational simulation has been carried out to calculate ventilation rates within building to meet airflow requirement, which shows that there are three type of windows suitable to be employed. These windows, i.e. casement, top-hung and jalousie, were then to be examined of doing task in reducing noise ingress. The research shows indication rather than conclusion that jalousie window insignificantly offers better noise reduction than the two others do. Some unconsidered factors are predicted having effect on this result. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan domestik sederhana, seperti rumah tinggal, yang berlokasi di negara tropis lembab seperti Indonesia, sangat bergantung pada keberadaan jendela demi kelangsungan ventilasi alami. Seiring pertumbuhan fungsi jalan di depan bangunan, jendela juga meupakan titik kritis terjadinya intrusi kebisingan dari jalan ke dalam bangunan. Oleh karenanya, perlu ditempuh kompromi desain jendela untuk kepentingan ventilasi dan reduksi kebisingan. Penelitian sebelumnya terhadap 3 model jendela menunjukkan bahwa ketiga jendela tersebut mampu mensuplai tingkat ventilasi yang disyaratkan. Pada penelitian ini ketiga model jendela tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam mereduksi kebisingan melalui proses uji lapangan. Ketiga model tersebut adalah jendela casement, top-hung dan jalusi. Namun demikian, keterbatasan dana dan sumber daya telah menyebabkan beberapa faktor belum dapat diuji dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut menyebabkan perbedaan hasil pengujian antara tiga jendela tersebut kurang signifikan. Hal ini menyebabkan penelitian belum dapat menghasilkan kesimpulan

  11. Efektivitas Bacillus thuringiensis dalam Pengendalian Larva Nyamuk Anopheles sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Citra Inneke Wibowo

    2017-08-01

    Full Text Available Nyamuk Anopheles sp adalah vektor penyakit malaria. Pengendalian vektor penyakit malaria dapat dilakukan secara biologis yaitu dengan menggunakan Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi Bacillus thuringiensis dalam pengendalian larva nyamuk Anopheles sp.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi Bacillus thuringiensis dan stadia larva Anopheles dengan pengulangan tiga kali.Perlakuan yang dicobakan adalahkonsentrasi Bacillus thuringiensis (A yang terdiri atas 5 taraf:A0: konsentrasi B.thuringiensis 0 CFU.mL-1, A1: konsentrasi B.thuringiensis 102 CFU.mL-1, A2: konsentrasi B.thuringiensis 104 CFU.mL-1, A3: konsentrasi B.thuringiensis 106CFU.mL-1, A4: konsentrasi B.thuringiensis 108CFU.mL-1. Perlakuan tahapan instar larva Anopheles sp. (B adalah sebagai berikut:B1: stadia larva instar I, B2: stadia larva instar II, B3: stadia larva instar III, B4: stadia larva instar IVsehingga terdapat 60 satuan percobaan. Hasil penelitian  menunjukkan konsentrasi B. thuringiensis isolat CK dan IPB CC yang paling berpengaruh dalam pengendalian larva Anopheles sp adalah 108 CFU.mL-1 . Instar larva yang paling peka terhadap B. thuringiensis isolat IPB CC adalah instar I dan II sedangkan instar yang peka terhadap isolat CK adalah instar II, Perlakuan konsentrasi isolat B. thuringiensis dan tingkat instar larva yang paling baik dalam pengendalian larva Anopheles sp. adalah 108 CFU.mL-1, dan instar I dan II.

  12. Peran Mukti Ali dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairah Husin

    2014-06-01

    Full Text Available Agama sebagai sasaran kajian penelitian sudah banyak dilakukan oleh para sarjana disiplin ilmu. Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai aspek dari agama, baik aspek ide maupun aspek perwujudan dalam kenyataan. Dimulai dari keyakinan dan ajaran yang dimiliki oleh suatu agama hingga pengaruh agama pada kehidupan masyarakat pemeluk agama tersebut. Kalau yang dimaksud metode dalam ilmu perbandingan agama adalah cara untuk memperoleh dan mamahami kebenaran agama dari realitas empiris, atau lebih tepatnya “kebenaran ilmiah agamis”, maka pendekatan tiada lain adalah suatu sikap ilmiah (persepsi dari seorang yang harus ditunjukkan untuk menemukan kebenaran ilmiah yang hendak diperoleh. Dengan demikian pendekatan sifatnya umum. Dalan suatu pendekatan tertentu dapat digunakan bermacammacam metode, umpamanya seorang Sosiolog akan mengkaji agama pasti akan menerapkan pendekatan metode-metode sosiologis. Begitu pula Sejarawan, Antropolog, Fenomenolog, dan lain-lain akan menerapkan pendekatan dan metode sesuai dengan latar belakang keahliannya. Maka sasaran ideal dari beberapa pendekatan adalah memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta agama, dan bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta tersebut dengan menggunakan kesangsian sistematis. Pendekatan keilmuan dalam meneliti agama mencoba mendeskripsikan dunia pemeluk agama secara apa adanya (das sein, bukan didasarkan semestinya secara normatif (das sollen. Dengan demikian, pendekatan keilmuan yang empiris ini menggunakan dan mengadaptasi pendekatanpendekatan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Dari sekian tokoh ilmu Perbandingan Agama, kebanyakan dari mereka merupakan ilmuwan Barat. Namun demikian ada juga beberapa tokoh perbandingan agama dari duni Islam, antara lain adalah Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Ibnu Hazm dan As-Syahrastani. Sementara Ibnu Hazm Al Andalusy dan As-Syahrastani merupakan tokoh-tokoh Perbaga Muslim dari zaman klasik – zaman ketika Perbaga belum terbentuk sebagai

  13. Makna Arsitektur Masjid Pakualaman dalam Tinjauan Kosmologi Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Hasyim

    2011-12-01

    Full Text Available Masjid memiliki arti penting dalam kebudayaan dan peradaban Islam. Masjidtidak hanya sebagai simbol kebesaran Islam tetapi juga menjadi simbol harmoni kehidupan manusia dengan alam lingkungan. Melalui  pendekatan sejarah dan arkeologi penelitian ini menemukan bahwa Masjid  Pakulaman memiliki keterkaitan dengan perkembangan kebudayaan Jawa.  Secara utuh bangunan Masjid Pakualaman merupakan perpaduan antara  unsur Hindu Jawa dan Islam sebagai bentuk yang saratdengan makna kosmologis dan kaya   harmonisasi kehidupan spiritual. Harmonisasi tersebut dapat dilihat dari bentuk atap tajuk dengan mustaka berbentuk gada, ornamensulur bunga dan gapura pintu utama.

  14. Pengaruh Kekuatan Media Sosial dalam Pengembangan Kesenjangan Digital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Listianing Tyas

    2016-02-01

    Full Text Available Langkah yang terbaik untuk mengurangi kesejangan digital adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi yang tersedia. Penyiapan kondisi psikologis bagi masyarakat untuk menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi bagi diri mereka sendiri akan lebih efektif dan mendewasakan masyarakat untuk bisa mengelola informasi dengan baik. Kemajuan teknologi informasi seseorang atau masyarakat akan mendapat kemudahan akses untuk menggunakan dan memperoleh informasi. Kemajuan teknologi informasi akan mendorong penggunaan internet yang positif. Seperti penggunaan media sosial yang masih menjadi tren disemua kalangan. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan beberapa pengaruh media sosial dalam pengembangan kesenjangan digital. 

  15. RITUAL RAMBUT GEMBEL DALAM ARUS EKSPANSI PASAR PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Soehadha

    2013-12-01

    Tulisan ini mengambil fokus pada agama dan perubahan sosial akibat ekspansi pasar pariwisata di dataran tinggi Dieng, dan hubungannya dengan kapitalisme negara. Pemerintah telah mengusahakan ritual rambut gembel sebagai komo­ditas pariwisata di dataran tinggi Dieng. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada dua varian respon sosial terhadap perubahan akibat ekspansi pasar pariwisata, yaitu masyarakat yang menerima dan masyarakat yang menolak. Masyarakat penerima adalah orang-orang yang memiliki kepentingan di bidang ekonomi dalam kegiatan pengembangan pariwisata, sedangkan masyarakat yang menolak adalah orang-orang yang memegang keyakinan dan tradisi lokal. Secara teoritis, studi ini memberi penjelasan bahwa religiusitas masyarakat dipengaruhi oleh moda produksi ekonomi yang ada.

  16. YURISPRUDENSI ISBAT NIKAH DALAM PASAL 7 KOMPILASI HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahmud Huda

    2014-04-01

    Full Text Available Pasal 7 KHI tidak memberikan definisi isbat nikah secara implisit melainkan hanya berupa ketentuan-ketentuan yang masih bersifat umum. Dengan adanya pasal ini akan memberikan peluang bagi pelaku nikah di bawah tangan atau nikah sirri> serta poligami liar untuk mendapatkan penetapan atas pernikahan yang telah dilakukan dari Pengadilan Agama. Sehingga pasal KHI ini perlu adanya pembatasan dalam penerapannya. Isbat nikah merupakan penetapan atas pernikahan yang dilakukan oleh suami-isteri. Dimana pernikahan yang dilakukan oleh para pihak telah memenuhi syarat dan rukun nikah. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan unsur keperdataan yang merupakan wewenang dari Pengadilan Agama. Dalam ketentuan pasal 7 KHI tentang isbat nikah terdapat kerancun dan ketidaktepatan. Sehingga pasal ini perlu adanya pembatasan dalam penerapannya agar tidak menimbulkan problem baru dalam masyarakat. Permohonan isbat nikah adalah perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, karena perkawinan yang terjadi setelah adanya Undang-undang perkawinan mengandung prinsip pencatatan perkawinan demi menjaga kemaslahatan keluarga.Article 7 KHI does not provide a definition marriage establishment  but only the common rules.  The presence of the chapter will provide opportunities for offenders to do unregistered marriage or sirri and wild polygamy to get the marriage establishment made by Religious Courts. Hence, this KHI chapter need to limit in the usage.   marriage establishment is a determination of the marriage performed by a husband and wife. It is performed by the couple husband and wife whose fulfilled the rule and requirement.  This must be done related to  the civil law which is the authority of the Islamic Court. It is important to understand that in the chapter 7 of KHI, there are ambiguity and inaccuracy. Therefore it is necessary to limit the usage to prevent the negative  implication in the society. Request of marriage

  17. Disparitas Putusan Praperadilan Dalam Penetapan Tersangka Korupsi Oleh KPK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfitra .

    2016-10-01

    Full Text Available Abstract: Pretrial is a new innovation in the Criminal Code. Pretrial intention is as a "translation" of the substance of habeas corpus rights. Pretrial become one of the court's discretion horizontally over the application of the force by the police, prosecutors, and theCommission, which include the validity of the arrest, detention, discontinuation of the investigation or the discontinuation of the prosecution, compensation / rehabilitation, and the validity of objects seized as a means of proof and determination of the suspect. With the institution of pretrial these "prisoners" or suspects who set olek Commission authorized by law to exercise supervision over the course of a forceful measures in the process of determination of the investigation after the enactment itself becomes suspect. The purpose of this monitoring, among other things kongkritisasi Aqusatoir concept of human rights and with the principles of presumption of innocence  Absraksi: Praperadilan merupakan inivasi baru(lembaga baru dalam KUHAP. Praperadilanmerupakan tempat mengadukan pelanggaran hak-hak azasi manusia, sebab niat praperadilan adalah sebagai “terjemahan” habeas corpus yang merupakan substasi HAM. Sebab penyusunan KUHAP banyak disemangati oleh hukum internasional yang telah menjadi Internasional Custamory Law. Praperadilan sebagai salah satu kewenangan pengadilan secara horizontal atas penerapan upaya paksa oleh polisi,jaksa,dan KPK. Yang meliputi sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan, ganti rugi/rehabilitasi, sah atau tidaknya benda yang disita sebagai alat pembuktian dan penetapan tersangka,Lembaga praperadilan merupakan bagian mekanismesistem peradilan pidana yang diatur dalam KUHAP. Dengan adanya lembaga praperadilan ini “pesakitan” atau tersangka yang ditetapkan olek KPK diberi hak oleh Undang-undang untuk melakukan pengawasan atas jalanya suatu upaya paksa dalam proses penetapan penyidikan setelah

  18. PENERAPAN HIPNOTEACHING MELALUI NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Ismuzaroh

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan penerapan hypnoteaching melalui neuro linguistic programming (NLP dalam proses pembelajaran kimia adalah untuk menghilangkan pikiran negatif siswa terhadap pembelajaran kimia, yang selanjutnya meningkatkan minat, motivasi dan keaktifan belajar kimia siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa lebih terbuka, berani mengemukakan pendapat terhadap permasalahan kimia yang pelajari, siswa merasa fresh, dan nyaman. Hypnoteaching goals through the application of neuro linguistic programming (NLP is a chemical in the learning process to eliminate the negative thoughts of students towards learning chemistry, which further increase the interest, motivation and active learning chemistry students. Results showed students were more open, daring to express opinions on issues studied chemistry, students feel fresh, and comfortable.

  19. Tema-Tema Dominan dalam Musik Populer Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Firman Ashaf

    2003-12-01

    Full Text Available Terdapat gambaran tentang adanya tema-tema yang cenderung muncul dalam lirik lagu populer Indonesia. Dengan menggunakan analisis isi terhadap beberapa lirik lagu dijumpai bahwa terdapat dominasi tema personal dan cinta, ketimbang tema-tema sosial tertentu. Selain itu, sebagian besar sifat penyampaian pesannya dllakukan secara ekspesif  dlantara percintaan lazimnya merupakan domain yang abstrak dan penuh metafora, hasll penelitian juga menunjukkan bahwa tema-tema cinta temyata memunculkan. ekspektasl-ekspektasi real yang lebih mengarah pada liberalisasi sikap-sikap menuju hubungan intim antara laki-laki dan perempuan.

  20. Jaminan dalam Transaksi Akad Mudharabah pada Perbankan Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqul Hulam

    2012-02-01

    Full Text Available Classic Muslim scholars disaffirm collateral provisions in mudaraba financing, arguing that mudaraba is supposed to be based on mutual co-operation and confidence. Alas, in order to avert fraudulent claims, ijtihad istihsan reasoning is employed, hence burdening mudarib with collateral provision pursuant to Bank Indonesia Regulation and National Sharia Council’s fatwas. Ulama klasik berpendapat bahwa lembaga jaminan dalam transaksi mudharabah tidaklah diperlukan karena transaksi ini didasarkan atas sikap saling membutuhkan dan saling percaya. Namun demi menghindari praktik-praktik curang, dewasa ini metode interpretasi ijtihad istihsan digunakan sehingga mudharib dibebani dengan jaminan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan fatwa Dewan Syariah Nasional.

  1. MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGEMBANGKAN JIWA WIRAUSAHA SISWA SMK UNGGULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rafika Bayu Kusumandari

    2015-07-01

    Full Text Available Konsep pendidikan wirausaha yang diterapkan di SMK diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.Tujuan penelitian sebagai berikut: 1 Mendeskripsikan model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang dan 2 Mendeskripsikan efektivitas model pendidikan kewirausahaan dalam mencetak jiwa wirausaha siswa SMK Unggulan di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan jenis studi ekspla­natif yang diarahkan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu model pembelajaran. Pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarang tahun ajaran 2011/2012 dimana sebanyak 28 siswa (39,44% memperoleh prestasi yang cukup baik, sebanyak 27 siswa (38,03% memperoleh prestasi belajar yang baik, sebanyak 10 siswa (14,08% dengan prestasi belajar yang kurang, sebanyak 5 siswa (7,04% dengan prestasi belajar yang amat baik sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 1 siswa (1,41%. Jadi rata-rata pres­tasi siswa pada pembelajaran kewirausahaan pada siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan di SMK Negeri 7 Semarangtermasuk dalam kategori baik.The concept of entrepreneurship education applied in SMK is expected to create new young entre­preneurs. The purposes of this study are to describe the educational model formotivating the students to have entrepreneurial spirit in outstanding vocational schools in Semarang and todescribe the effecti­veness of educational model in creating students’ entrepreneurship spirit. The study uses explanative descriptive method which is for developing a teaching and learning model. Enterpreneurship teaching and learning for the students of XII class majoring at technic of computer and software in SMKN 7 Semarang for the period of 2011/2012 has made good achievement. It shows that 39,44% students or 28 students’ achievement is good enough, 27 students (38,03% received good

  2. KONSELING ISLAMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DALAM ISLAM PADA REMAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugianto Sugianto

    2014-01-01

    Full Text Available Tulisan ini memberikan informasi yang tepat tentang kondisi kebutuhan remaja yang sesuai dengan tugas perkembangannya yaitu: mengenal fungsi perbedaan jenis kelamin, organ reproduksi dan persiapan pernikahan agar dapat mengenali fungsi anatomi tubuh sesuai dengan nilai-nilai Islam, misalnya tentang kesehatan seksual dalam Islam. Meskipun data yang ditemukan terdapat beragam problematika remaja tentang seksual,  sehingga dibutuhkan profesi konseling  Islami untuk membantu remaja tumbuh kembang secara optimal dalam berprestasi dibidang kognitif-afektif-psikomotorik.  Kemampuan kognitif dengan diupayakannya  pengayaan pengetahuan tentang alam semesta beserta fenomena alam, kemampuan  afektif dengan trampilnya mengolah dan mengendalikan emosi ke arah positif  kepada sesama makhluk hidup,  sedangkan kemampuan psikomotorik dengan adaptifnya manusia dalam bersikap ketika berinteraksi di lingkungan dengan keragaman budaya Bhineka Tunggal Ika. Dengan berdasar pada nilai-nilai pendidikan Islam maka manusia dapat mengoptimalkan 3 daya dengan berdasarkan pada al-Qur’an yang memberikan keselamatan  dan kebahagiaan  pada remaja untuk memahami kesehatan seksual dalam Islam. Kata Kunci: Konseling Islam, Pendidikan  Seksual, Pemuda THROUGH THE ISLAMIC COUNSELLING SEXUAL HEALTH EDUCATION IN ISLAM IN ADOLESCENT. This paper provides precise information  about the conditions in accordance with the needs of adolescent development tasks are: to know the function of gender, reproductive organs and wedding preparations in order to identify the function of anatomy of the body in accordance with Islamic values, example about sexual health in Islam. Although the data were found to contain a variety of sexual problems of adolescence, so it needs the counseling profession Islamic to help teens grow and develop optimally in achievement in the field of cognitive-affective-psychomotor. Cognitive abilities with the enrichment begun all the knowledge of the universe

  3. PENGEMBANGAN MODEL TRACKING DAN TRACING DALAM DISTRIBUSI KOMODITI PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yandra Rahadian Perdana

    2011-06-01

    Full Text Available Kegagalan distribusi komoditi pertanian dapat berdampak pada penurunan dan kehilangan nilai baik secara kualitas dan kuantitas karena suatu perubahan dimensi waktu-jarak atau suhu serta sarana pengangkutan dalam setiap mata rantai aktivitas distribusi. Model tracking dan tracing system dapat menjadi strategi untuk menjamin keberhasilan distribusi komoditi pertanian secara tepat baik kuantitas maupun kualitas. Model tracking dan tracing komoditi pertanian adalah sebuah sistem proaktif yang real time yang dilengkapi dengan komponen pendukung proses distribusi dengan data yang akurat, terpercaya, berguna, dan cepat dengan memberikan informasi posisi barang atau sarana moda transportasinya.

  4. SEMAUN DALAM BAYANG-BAYANG PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1899-1923

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Wirawan

    2011-10-01

    Full Text Available The background of Semaun life between 1899-1923 is influenced by the hands of the Dutch colonial government power, either directly or indirectly. His father who worked as a stone breaker at the Railway Bureau economically place them as disadvantaged and exploited social groups. Because they are only used as cheap labor. In the stratification of society in East Java, Dutch East Indies in particular, the Semaun is categorized as abangan Islamic family which is in everyday social intercourse are socially marginalized. Politically, Semaun family is not counted, except within the framework of the political interests of rulers in achieving its goals. In the field of education, Semaun can achieve it despite the limitations. Key words: Semaun, educational, economic, social and political   Latar belakang kehidupan Semaun antara 1899-1923 dipengaruhi oleh tangan-tangan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ayahnya yang bekerja sebagai pemecah batu di Jawatan Kereta Api Surabaya secara ekonomi menempatkannya pada golongan masyarakat kurang mampu dan tereksploitasi. Karena mereka hanya dijadikan tenaga kerja murah. Dalam stratifikasi masyarakat di Hindia Belanda khususnya Jawa Timur, keluarga Semaun masuk dalam kalangan Islam abangan yang dalam pergaulan sehari-hari termarginalisasi secara sosial. Secara politis, keluarga Semaun tidak masuk hitungan, kecuali dalam kerangka kepentingan politik penguasa dalam mencapai tujuannya. Dalam bidang pendidikan, Semaun dapat meraihnya walaupun dalam keterbatasan.   Kata kunci: Semaun, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik.  

  5. PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS DI SDIT JABAL NUR GAMPING, SLEMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Haryanto Sindang Lurah

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan: (1 mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS, dan (2 mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan MBS. Penelitian ini bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah SDIT Jabal Nur Gamping, Sleman, meliputi kepala sekolah, ketua yayasan, ketua komite sekolah, dan guru. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1 SDIT Jabal Nur telah menerapkan MBS dan hal tersebut dapat diketahui melalui kemandirian yang dimiliki, baik kemandirian fisik maupun non-fisik, serta adanya partisipasi aktif stakeholder. (2 Peran kepala sekolah yang dominan dalam penerapan MBS adalah peran manajerial, karena kepala sekolah bisa memilih langsung siapa yang menjabat dalam struktur organisasi sekolah. (3 Peran sekolah dalam konteks MBS adalah sebagai motor penggerak bagi kehidupan sekolah. Peran tersebut adalah kepala sekolah sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, wirausahawan, motivator, dan klimator. (4 Faktor penghambat dalam penerapan MBS adalah komunikasi yang belum berjalan dengan baik di sekolah serta kurangnya sosialisasi untuk penerapan MBS, sedangkan faktor pendukung adalah peran aktif warga sekolah dalam pelaksanaan MBS dan pemberiaan wewenang atau otonomi yang besar dari yayasan kepada sekolah. Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, kepala sekolah

  6. ANALISIS KESULITAN MATEMATIKA SISWA SMA/MA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SETARA UN DI KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Irfan Rumasoreng

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis kesulitan siswa SMA/MA Kabupaten Maluku Tengah dalam menyelesaikan soal setara UN dan faktor yang menyebabkannya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah 1819 siswa kelas XII SMA/MA Program IPA dari 53 sekolah di Kabupaten Maluku Tengah. Sampel berasal dari tujuh sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 95 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tulis berbentuk urai-an dan dilengkapi dengan wawancara terhadap subjek untuk melacak jenis kesulitan; yakni kesulitan fakta, ketrampilan, konsep, dan prinsip serta faktor penyebabnya. Soal yang diujikan sebanyak 10 butir soal yang merupakan soal dengan daya serap rendah berdasarkan hasil UN tahun 2008 hingga 2011. Analisis data dilakukan dengan menghitung banyak kesulitan siswa yang didukung hasil tes dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan kesulitan fakta tertinggi dialami sekolah strata rendah diikuti strata sedang kemudian strata tinggi. Urutan tingkat kesulitan tersebut juga terjadi dalam hal kesulitan ketrampilan, konsep, dan prinsip. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan berdasarkan hasil telaah terhadap jawaban siswa adalah siswa tidak mampu dalam hal penguasaan konsep, perpaduan antarkonsep, ketrampilan dalam menyelesaikan soal turunan dalam trigonometri dan teknik integral, penggunaan perbandingan trigonometri, penentuan banyaknya pilihan dalam menyelesaikan soal kombinasi, penentuan persamaan garis singgung lingkaran, penggunaan aturan kosinus dalam menentukan volume bangun ruang, penggunaan konsep limit baik bentuk aljabar maupun trigonometri, pembuatan model matematika, danpenentuan daerah asal suatu fungsi komposisi. Kata kunci: kesulitan, fakta, konsep, ketrampilan, prinsip, Ujian Nasional SMA/MA.

  7. PROBLEM INSIDER DAN OUTSIDER DALAM STUDI AGAMA Telaah atas Pemikiran Russel T. McCutcheon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mudrik al-farizi

    2012-09-01

    Full Text Available Islam ditinjau dari sudut waktunya berproses pada dua rentang waktu yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan, yaitu pada masa proses tashri> (masa Nabi dan pasca proses tashri>’ (sejak masa sahabat sampai sekarang. Rentang waktu yang sangat panjang dalam historiografi tashri>’ tersebut sudah tentu menimbulkan beragam permasalahan multi dimensi yang berbeda bagi Islam dalam kapasitasnya sebagai problem solver dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, studi Islam—oleh sebagian orang—dianggap tidak cukup hanya dilakukan dengan analisis teks (textual analysis belaka, melainkan harus dikaitkan dengan konteks yang melatarinya, baik pada saat teks (baca: nas}s} diturunkan, maupun konteks yang melatari saat teks akan diterapkan dalam dimensi ruang dan waktu yang berbeda. Problem epistemologis studi Islam pada mulanya bertumpu pada idealisme dengan menjadikan teks-teks suci sebagai satu-satunya sumber kebenaran, pada perkembangannya bergerak menuju empirisme dengan memandang bahwa Islam tidak bisa dilihat hanya dari teks-teks sucinya, karena Islam telah menjadi budaya dalam perilaku penganutnya. Karena itu studi Islam pada masa modern berkembang dalam berbagai model pendekatan ilmu pengetahuan, seperti antropologi, sosiologi, sejarah, dan lainnya. Salah satu bentuk perkembangan pendekatan dalam memahami Islam ialah adanya pemilahan perspektif antara insider (pemeluk agama yang dikaji dengan outsider (orang luar yang bukan pemeluk agama yang menjadi obyek kajian.

  8. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS VERSI GEORGE POLYA DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahid Umar

    2016-05-01

    Full Text Available George Polya telah meletakan suatu warisan “pentingnya mengajar dengan pemecahan masalah”. Setiap masalah memiliki “sepuluh strategi” yang tepat dengan “empat” langkah pemecahan sesuai dengan aspek-aspek dan sudut pandangnya masing-masing di dalam menyelesaikan suatu masalah matematis. Topik ini telah menjadi komponen utama dalam kurikulum matematika pada semua tingkatan pendidikan. NCTM dalam standards (1989 mempublikasikan ”The Curriculum and Evaluations Standards for School Mathematics”, yang menekankan bahwa pemecahan masalah harus menjadi fokus dalam kurikulum matematika di sekolah. Ini berarti bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu topik yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Tujuan mengajarkan matematika dengan pemecahan masalah adalah: (1 membantu guru memperbaiki keterampilan pemecahan masalah diri sendiri; (2 diberikan kepada guru untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka; (3 untuk menyelidiki strategi umum pemecahan masalah; dan (4 bagaimana membuat kata “masalah” dan “pemecahan masalah” menantang dan menarik untuk siswa. Pentingnya para siswa mengalami proses pembelajaran matematika dengan pemecahan masalah matematis. Siswa perlu dipersiapkan dan didorong untuk berpikir bahwa sesuatu itu multi-dimensi sehingga mereka dapat melihat banyak kemungkinan penyelesaian untuk suatu masalah. Dengan demikian, pemecahan masalah matematis dalam pembelajaran matematika merupakan bagian integral dari semua aktivitas matematis. Fokus kajian makalah ini adalah bagaimana strategi pemecahan masalah matematis versi George Polya dan penerapannya dalam pembelajaran matematika.

  9. PERUBAHAN KANDUNGAN YODIUM DALAM ASI SETELAH PEMBERIAN YODIUM DOSIS TINGGI PER ORAL PADA IBU MENYUSUI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhilal Muhilal

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian kapsul iodium dosis tinggi pada ibu menyusui terhadap kadar iodium dalam ASI di Kecamatan Dukun dan Srumbung, Jawa Tengah. Ibu menyusui dibagi dalam 2 kelompok: kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Urine dan ASI pada kelompok perlakuan dan pembanding dikumpulkan pada hari 0, 2, 7, 30, 90 dan 180. Analisis iodium dilakukan dengan cara Kolhoff and Sanders. Pola perubahan kandungan iodium ASI sama dengan pola perubahan iodium dalam urin dengan koefisien korelasi sebesar 0.96. Kandungan iodium dalam ASI pada kelompok perlakuan ditemukan pada hari kedua dengan nilai 16350 ug/L dibandingkan dengan 75 ug/L pada kelompok pembanding, kemudian menurun secara perlahan sampai mendekati nilai normal pada hari ke 180 setelah pemberian kapsul iodium. Diperkirakan kandungan iodium dalam ASI sekitar 60% dari kandungan iodium dalam urin. Dengan dugaan adanya kelebihan masukan iodium pada bayi yang menerima dari dua sumber, yaitu ASI dan kapsul yang diberikan langsung pada bayi dalam program IDD, perlu dipertimbangkan kemudian timbulkan efek sampingan pada bayi karena kelebihan iodium.

  10. Qurrah al-‘Uyûn: Seksualitas dalam Literatur Fiqh Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma’ruf Ma’ruf

    2006-12-01

    Full Text Available Seksualitas dalam bingkai fiqh memberi panduan tentang mana yang harus dilakukan suami terhadap istrinya juga sebaliknya. Islam membingkai hubungan seks sebagai ibadah yang mengiming-imingi pelakunya mendapat pahala. Konon, pahala hubungan seks sebanding dengan pahala berjuang dalam perang melawan orang kafir. Pembahasan ini terkesan vulgar dan tak senonoh, tetapi begitulah ulama Islam memaparkan secara berani dan terbuka tanpa ada tendensi membeberkan pornografi. Dalam perspektif ini seksualitas adalah ibadah yang mengandung rambu-rambu yang harus ditaati, dan biasanya untuk menguatkan paparannya, fuqahâ’ mendasarkan pendapatnya pada al-Qur’an dan hadits. Menjejerkan aktivitas seksual dengan ayat-ayat al-Qur’an dan sabda Nabi menjadikan hubungan seksual sebagai ritual yang sakral. Fenomena sakralitas seksual tidak hanya ditemukan dalam Islam yang membingkai dalam spektrum ibadah kepada Tuhan, namun dapat ditemukan dalam Agama Hindu yang memahatkan sakralitas seksual dalam beberapa candi di Jawa. Makalah ini hendak mengeksplorasi kitab kuning Qurrah al-‘Uyûn fî al-Nikâh al-Syar’î karya Abû Muhammad al-Tihâmî.

  11. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  12. 77 FR 33782 - License Amendment To Construct and Operate New In Situ Leach Uranium Recovery Facility; Uranium...

    Science.gov (United States)

    2012-06-07

    ... COMMISSION License Amendment To Construct and Operate New In Situ Leach Uranium Recovery Facility; Uranium... referenced. The Ludeman facility In Situ Leach Uranium Recovery Project License Amendment Request is... construct and operate a new in situ leach uranium recovery (ISL) facility at its Ludeman facility...

  13. Interaction of uranium with Pleurotus sp.

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ohnuki, Toshihiko; Sakamoto, Fuminori; Kozaki, Naofumi; Ozaki, Takuro; Samadfam, Mohammad [Japan Atomic Energy Research Inst., Tokai, Ibaraki (Japan). Tokai Research Establishment

    2002-11-01

    Uptake of uranium by higher fungi, such as mushroom is little elucidated. We have studied the interaction of uranium with Pleurotus sp. (a mushroom) in pure culture over a wide range of U concentration (50-3000 mg/L). The Pleurotus sp. was cultured in two different media. One was rice bran medium, and the other was agar (yeast extract, peptone and dextrose) medium. The uptake of uranium in Pleurotus sp. was examined by alpha ray autoradiography (A,A), X-ray fluorescence spectroscopy (XRF) and scanning microcopy (SEM) equipped with EDS. In the agar medium, the higher uranium concentration gave lower growth of mycelia, and no fruiting body was observed. In the rice bran medium, the fruiting body was grown at U concentrations up to 1000 mg/L. The AA and XRF analysis showed that uranium taken up in the fruiting body was below the detection limit. The SEM-EDS analysis indicated that U was distributed in the limited region and was not transported to the mycelia far from U containing medium. It is concluded that uranium affects the growth of Pleurotus sp., and little uranium is taken up by Pleurotus sp. during the growth of both mycelia and fruiting body. (author)

  14. The concentrations of uranium in marine organisms

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Matsuba, Mitsue; Ishii, Toshiaki; Nakahara, Motokazu; Nakamura, Ryoichi; Watabe, Teruhisa; Hirano, Shigeki [National Inst. of Radiological Sciences, Hitachinaka, Ibaraki (Japan). Laboratory for Radioecology

    2000-07-01

    Determination of uranium in sixty-one species of marine organisms was carried out by inductively coupled plasma mass spectrometry to obtain concentration factors and to estimate the internal radiation dose. The concentrations of uranium in soft tissues of marine animals were ranged from 0.077 to 5040 ng/g wet wt. Especially, the branchial heart of cephalopod molluscs showed the specific accumulation of uranium. The concentration factor of the branchial heart of Octopus vulgaris, which indicated the highest value, was calculated to be about 1.6 x 10{sup 3}, comparing with that (3.1 ng/ml) in coastal seawaters of Japan. The concentrations of uranium in hard tissues of marine invertebrates such as clam and sea urchin were similar to those in soft tissues. In contrast, hard tissues like bone, scale, fin, etc. of fishes showed much higher concentrations of uranium than soft tissues like muscle. The concentrations of uranium of twenty-two species of algae were ranged from 2 to 310 ng/g wet wt. Particularly, the brown alga Undaria pinnatifida showed the highest value of the uranium content in the algae and its concentration factor was calculated to be 10{sup 2}. (author)

  15. India's Worsening Uranium Shortage

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Curtis, Michael M.

    2007-01-15

    As a result of NSG restrictions, India cannot import the natural uranium required to fuel its Pressurized Heavy Water Reactors (PHWRs); consequently, it is forced to rely on the expediency of domestic uranium production. However, domestic production from mines and byproduct sources has not kept pace with demand from commercial reactors. This shortage has been officially confirmed by the Indian Planning Commission’s Mid-Term Appraisal of the country’s current Five Year Plan. The report stresses that as a result of the uranium shortage, Indian PHWR load factors have been continually decreasing. The Uranium Corporation of India Ltd (UCIL) operates a number of underground mines in the Singhbhum Shear Zone of Jharkhand, and it is all processed at a single mill in Jaduguda. UCIL is attempting to aggrandize operations by establishing new mines and mills in other states, but the requisite permit-gathering and development time will defer production until at least 2009. A significant portion of India’s uranium comes from byproduct sources, but a number of these are derived from accumulated stores that are nearing exhaustion. A current maximum estimate of indigenous uranium production is 430t/yr (230t from mines and 200t from byproduct sources); whereas, the current uranium requirement for Indian PHWRs is 455t/yr (depending on plant capacity factor). This deficit is exacerbated by the additional requirements of the Indian weapons program. Present power generation capacity of Indian nuclear plants is 4350 MWe. The power generation target set by the Indian Department of Atomic Energy (DAE) is 20,000 MWe by the year 2020. It is expected that around half of this total will be provided by PHWRs using indigenously supplied uranium with the bulk of the remainder provided by breeder reactors or pressurized water reactors using imported low-enriched uranium.

  16. Technical Basis for Assessing Uranium Bioremediation Performance

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    PE Long; SB Yabusaki; PD Meyer; CJ Murray; AL N’Guessan

    2008-04-01

    In situ bioremediation of uranium holds significant promise for effective stabilization of U(VI) from groundwater at reduced cost compared to conventional pump and treat. This promise is unlikely to be realized unless researchers and practitioners successfully predict and demonstrate the long-term effectiveness of uranium bioremediation protocols. Field research to date has focused on both proof of principle and a mechanistic level of understanding. Current practice typically involves an engineering approach using proprietary amendments that focuses mainly on monitoring U(VI) concentration for a limited time period. Given the complexity of uranium biogeochemistry and uranium secondary minerals, and the lack of documented case studies, a systematic monitoring approach using multiple performance indicators is needed. This document provides an overview of uranium bioremediation, summarizes design considerations, and identifies and prioritizes field performance indicators for the application of uranium bioremediation. The performance indicators provided as part of this document are based on current biogeochemical understanding of uranium and will enable practitioners to monitor the performance of their system and make a strong case to clients, regulators, and the public that the future performance of the system can be assured and changes in performance addressed as needed. The performance indicators established by this document and the information gained by using these indicators do add to the cost of uranium bioremediation. However, they are vital to the long-term success of the application of uranium bioremediation and provide a significant assurance that regulatory goals will be met. The document also emphasizes the need for systematic development of key information from bench scale tests and pilot scales tests prior to full-scale implementation.

  17. Toxicity of uranium on renal cells

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Thiebault, C.; Carriere, M.; Gouget, B. [CEA Saclay, CNRS, UMR9956, Lab Pierre Sue, F-91191 Gif Sur Yvette, (France)

    2007-07-01

    Kidney and bone are the main retention organs affected by uranium toxicity. Although the clinical effects of uranium poisoning are well known, only few studies dealt with cellular mechanisms of toxicity. The purpose of this study was to investigate the cyto- and genotoxicity of uranium (U) on renal cells. The cell death was also studied in this conditions of exposure. The effects of U were evaluated in acute and chronic exposure. The acute effects were evaluated after 24 h exposure to strong U concentrations (200-700{mu}M). The chronic exposure was observed on renal cells incubated with low U concentrations (0.1-100 {mu}M) until 70 days then with high uranium concentrations (400-500 {mu}M) during 24 h. U induces apoptosis cell death mainly by the intrinsic pathway. The high U concentrations (600-700 {mu}M) lead to necrosis. U induces DNA damages (single, double strand breaks, as well as alkali labile sites) from 300{mu}M. The cytotoxicity and intracellular accumulation of uranium were less important in cells previously exposed to low uranium concentrations when compared to non-exposed cells. In the same time, DNA damage observed after acute exposure of uranium decreased with the increase of chronic uranium concentrations. These results suggest that renal cells became resistant to uranium, probably due to a cellular transformation process. In conclusion, high U concentrations (300-700{mu}M) induce apoptosis cell death and DNA damages. Cells previously exposed to low U concentrations present also DNA damages and a cellular transformation. (authors)

  18. Removal of uranium from uranium plant wastewater using zero-valent iron in an ultrasonic field

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Li, Jing; Zhang, Libo; Peng, Jinhui; Ma, Aiyuan; Xia, Hong Ying; Guo, Wen Qian; Yu, Xia [Yunnan Provincial Key Laboratory of Intensification Metallurgy, Kunming (China); Hu, Jinming; Yang, Lifeng [Nuclear Group Two Seven Two Uranium Industry Limited Liability Company, Hengyang (China)

    2016-06-15

    Uranium removal from uranium plant wastewater using zero-valent iron in an ultrasonic field was investigated. Batch experiments designed by the response surface methodology (RSM) were conducted to study the effects of pH, ultrasonic reaction time, and dosage of zero-valent iron on uranium removal efficiency. From the experimental data obtained in this work, it was found that the ultrasonic method employing zero-valent iron powder effectively removes uranium from uranium plant wastewater with a uranium concentration of 2,772.23 μg/L. The pH ranges widely from 3 to 7 in the ultrasonic field, and the prediction model obtained by the RSM has good agreement with the experimental results.

  19. Pelaksanaan Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama (Kajian Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Antasari

    2016-03-01

    Full Text Available Artikel ini akan membahas tentang kebijakan peraturan tentang mediasi di agama pengadilan dan cara penyelesaian sengketa melalui mediasi dan pelaksanaan mediasi dalam kasus pengadilan di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dari penelitian ini diketahui bahwa latar belakang aturan kebijakan mediasi di Pengadilan Agama adalah (a manfaat yang bisa diperoleh jika mediasi digunakan sebagai alat dalam penyelesaian sengketa, yaitu proses mediasi bisa mengatasi masalah akumulasi materi, proses mediasi dipandang sebagai sarana penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan lebih murah daripada proses litigasi, penegakan mediasi dapat memperluas akses bagi semua pihak untuk memperoleh rasa keadilan, (b penyediaan upaya perdamaian mereka dalam undang-undang. (c masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang suka damai. Pelaksanaan proses mediasi di pengadilan agama dilakukan dengan dua cara, yaitu mediasi litigasi awal, dan mediasi lebih litigasi. This article will discuss about regulatory policy on mediation in religious courts way dispute resolution through mediation according to Islamic law and implementation of mediation in settlement court cases in Religious Courts Class I A Palembang. This research is qualitative research Source of data used is primary data and secondary data primary. Data derived from field and secondary data consisted of a literature study. From this research note Background to the policy rules on mediation in the Religious Courts is (a the benefits to be gained if mediation used as a means in the settlement of disputes, namely the mediation process could overcome the problem of accumulation of matter, the mediation process is viewed as a means of dispute resolution that is faster and cheaper than the litigation process, enforcement of mediation can expand access for all parties to gain a sense of justice, (b provision their

  20. URANIUM DECONTAMINATION WITH RESPECT TO ZIRCONIUM

    Science.gov (United States)

    Vogler, S.; Beederman, M.

    1961-05-01

    A process is given for separating uranium values from a nitric acid aqueous solution containing uranyl values, zirconium values and tetravalent plutonium values. The process comprises contacting said solution with a substantially water-immiscible liquid organic solvent containing alkyl phosphate, separating an organic extract phase containing the uranium, zirconium, and tetravalent plutonium values from an aqueous raffinate, contacting said organic extract phase with an aqueous solution 2M to 7M in nitric acid and also containing an oxalate ion-containing substance, and separating a uranium- containing organic raffinate from aqueous zirconium- and plutonium-containing extract phase.

  1. Capstone Depleted Uranium Aerosols: Generation and Characterization

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Parkhurst, MaryAnn; Szrom, Fran; Guilmette, Ray; Holmes, Tom; Cheng, Yung-Sung; Kenoyer, Judson L.; Collins, John W.; Sanderson, T. Ellory; Fliszar, Richard W.; Gold, Kenneth; Beckman, John C.; Long, Julie

    2004-10-19

    In a study designed to provide an improved scientific basis for assessing possible health effects from inhaling depleted uranium (DU) aerosols, a series of DU penetrators was fired at an Abrams tank and a Bradley fighting vehicle. A robust sampling system was designed to collect aerosols in this difficult environment and continuously monitor the sampler flow rates. Aerosols collected were analyzed for uranium concentration and particle size distribution as a function of time. They were also analyzed for uranium oxide phases, particle morphology, and dissolution in vitro. The resulting data provide input useful in human health risk assessments.

  2. A new opportunity for Australian uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1994-07-01

    This study analyses the outlook for the world uranium industry and includes projections of uranium demand, supply and prices over the next decade and a comparison with other forecasts. The potential increases in Australian output are quantified, under both continuation of the three mine policy and an open mine policy, as well as the potential impact on the world uranium market, using the well known ORANI model of the Australian economy. It is estimated that Australian output could almost double by 2004 if the three mine policy were abolished. 53 refs., 20 tabs., 6 figs.

  3. Statistical data of the uranium industry

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    1983-01-01

    This report is a compendium of information relating to US uranium reserves and potential resources and to exploration, mining, milling, and other activities of the uranium industry through 1982. The statistics are based primarily on data provided voluntarily by the uranium exploration, mining and milling companies. The compendium has been published annually since 1968 and reflects the basic programs of the Grand Junction Area Office of the US Department of Energy. Statistical data obtained from surveys conducted by the Energy Information Administration are included in Section IX. The production, reserves, and drilling data are reported in a manner which avoids disclosure of proprietary information.

  4. Somatisasi Dalam Budaya Kolektivis Ditinjau dari Teori Pemaknaan Nelson: Kritik terhadap Psikoanalisa Klasik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjipto Susana

    2015-09-01

    Full Text Available Somatisasi adalah gangguan somatoform yang ditandai oleh gejala yang berulang tanpa somatik diketemukan dasar organik yang jelas, yang menyebabkan seseorang sering berkonsultasi ke dokter (American Psychiatric Association, 2000. Menurut teori Psikoanalisa klasik 1 (van der Kolk dkk., 1996 gangguan somatisasi ini merupakan manifestasi dari kecemasan yang bersifat neurotik. Kecemasan ini bersumber dari konflik internal di dalam diri seseorang, yaitu antara id dan superego (norma masyarakat yang sudah diinternalisasikan. Ketika ego seseorang tidak mampu mengatasi konflik tersebut, maka dorongan‐dorongan tersebut akan ditekan ke dalam ketidaksadaran. Kecemasan akan ditransformasikan (dikonversikan dalam bentuk gejala somatik supaya tidak muncul ke kesadaran. Oleh karena itu gangguan ini disebut juga konversi.

  5. TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endi Suhendi

    2005-12-01

    Full Text Available Perbedaan tinjauan partikel yang bergerak dalam orbit hampir melingkar yang dipengaruhi medan gaya sentral secara klasik dan relativistik telah dianalisis. Dalam kasus khusus dimana medan gaya sentralnya atraktif dan nilainya berbanding dengan n r1 , telah ditemukan bahwa nilai momentum sudut dan kestabilan orbit hampir melingkar untuk kedua tinjauan terdapat perbedaan. Nilai momentum sudut dan kestabilan orbit hampir melingkar dalam kasus relativistik untuk 2 < n < 3 tidak selalu stabil, tidak seperti pada kasus klasik. Kata kunci: Gaya Sentral, Momentum Sudut, Kestabilan Orbit

  6. KONFLIK YURISDIKSI DAN PENEGAKAN HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM RANGKA PASAR TUNGGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Jened

    2016-06-01

    Pada akhir 2015 diharapkan terwujud pasar tunggal ASEAN sebagai esensi perwujudan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community. Prinsip utama dalam rangka Economic Community adalah free movement of goods, services, skilled labours and capital. Prinsip ini inheren dengan tujuan utama integrasi ekonomi yakni persaingan sehat (fair competition. Persoalan HKI tidak hanya terbatas dalam suatu wilayah negara tertentu. Untuk itu perlu dianalisis masalah jurisdiksi pengadilan. Artikel ini akan membahas masalah konflik yurisdiksi dan penegakan HKI dalam rangka integrasi ekonomi dan pasar tunggal ASEAN.

  7. Evaluation of the effectiveness of the filtration leaching for uranium recovery from uranium ore

    OpenAIRE

    2015-01-01

    The physical and chemical processes taking place in filtration leaching of uranium from uranium ore sample by sulphuric acid solution have been studied by modern physico-chemical methods (X-ray diffraction, scanning electron spectroscopy, electron probe microanalysis, optical emission spectroscope, ICP OES). Column leaching test was carried out for ore samples obtained from a uranium in-situ leaching (ISL) mining site using deluted sulphuricacid to study the evolution of various elements conc...

  8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadi Suroso

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat  berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan  faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes di Desa Banjaran masih sampai pada anak tangga Penentraman yaitu tangga ke lima dari delapan anak tangga partisipasi masyarakat Arnstein atau masih dalam derajat Pertanda Partisipasi (Degrees of Tokenism. Dari beberapa faktor internal dan eksternal yang diuji menunjukkan hanya usia, tingkat pendidikan,jenis pekerjaan, komunikasi dan kepemimpinan yang mempunyai hubungan, sedangkan tingkat penghasilan dan lamanya tinggal dalam desa tidak mempunyai hubungan yang berarti. Hal ini menunjukkan ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa melalui Musrenbangdes bila di lihat dari tingkat pendidikan, tingkat komunikasi, usia, jenis pekerjaan dan tingkat kepemimpinan. Sedangkan untuk tingkat penghasilan dan lamanya tinggal masyarakat dalam desa menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Kata kunci: Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Derajat Partisipasi, Musrenbangdes

  9. Uranium: myths and realities the depleted uranium; Uranio: Mitos y realidades. El caso del uranio emprobrecido

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Sanchez, G.

    2001-07-01

    Uranium is an element whose name causes worry. The uranium properties are very unknown for people. However the element plays an important roll in the Earth as responsible of numerous natural phenomena, which are vital for life evolution. An example of the low knowledge about uranium has been the Balkan syndrome. A relation between cancers and the use of depleted uranium in ammunition in the Balkan War has been pretended to be established. From the beginning, this hypothesis could have been discarded as it has been confirmed and stated in recent reports of UNEP Commissions who have studied this matter. (Author)

  10. Evaluation of the effectiveness of the filtration leaching for uranium recovery from uranium ore

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bolat Uralbekov

    2015-09-01

    Full Text Available The physical and chemical processes taking place in filtration leaching of uranium from uranium ore sample by sulphuric acid solution have been studied by modern physico-chemical methods (X-ray diffraction, scanning electron spectroscopy, electron probe microanalysis, optical emission spectroscope, ICP OES. Column leaching test was carried out for ore samples obtained from a uranium in-situ leaching (ISL mining site using deluted sulphuricacid to study the evolution of various elements concentration in the pregnant leach solution. It has been shown that the uranium in pregnant solutions appears by dissolution of calcium and magnesium carbonates and uranium minerals as well. It was found the decreasing of filtration coefficient from 0.099 m day-1 to 0.082 m day-1, due to the presence of mechanical and chemical mudding. Partial extraction of uranium (85% from the ore has been explained by the slow diffusion of sulfuric acid to the uranium minerals locates in the cracks of silicate minerals. It was concluded that the studied uranium ore sample according to adverse geotechnical parameters is not suitable for uranium extraction by filtration leaching.

  11. REFORMA AGRARIA BERPARADIGMA PANCASILA DALAM PENATAAN KEMBALI POLITIK AGRARIA NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanis Maladi

    2013-04-01

    Full Text Available Basic Agrarian Law Act (BAL of 1960 which sets out the foundation for agrarian reform fails to solve Indonesia’s many land-related problems. In addition to the fact that its mandate has not been implemented, there are a cornucopia of inferior rules under the BAL that run afoul with the Pancasila and the 1945 Constitution. This normative research employs library research method. Library research was carried out by studying documented materials. We find that an agrarian reform which encapsulates the paradigm of Pancasila is yet to be realised given the many irregularities found in the implementation. We conclude that the affirmation and the revitalization of Pancasila values in the national agrarian politics is of utmost necessity. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA 1960 sebagai induk reforma agraria belum mampu menjadi jawaban atas permasalahan agraria di Indonesia. Selain karena banyak amanatnya belum dilaksanakan, banyak juga aturan-aturan di bawahnya yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945. Penelitian ini merupakan penelitian normatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan merujuk pada bahan-bahan yang didokumentasikan dengan alat studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan reforma agraria berparadigma Pancasila belum mampu diwujudkan karena banyak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, sangat mendesak adanya penegasan dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di dalam politik agraria nasional. 

  12. PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernardo Nugroho Yahya

    2004-01-01

    Full Text Available The future industry is the one who can manage the information system. Today, communication technology and distributed system computerization already have the ability to implement system that able to exchange and share information between different users. Product Data Management (PDM is an up-to-date and excellent method on managing the exchange and share of information. PDM is able to integrate and manage data analyzing process and documentation of the related product component physically. By adjusting the CAD/CAM on certain condition, the PDM will function maximally by using the information based on STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. This article will explain the relationship between PDM system and CAD/CAM on industry. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem informasi merupakan ujung tombak sebuah perusahaan yang unggul di masa depan. Komputerisasi dengan sistem yang terdistribusi dan teknologi komunikasi saat ini memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sistem yang dapat menukar dan men-share informasi antar user yang berbeda. Teknologi yang mendapat cukup perhatian luas dalam hal pertukaran dan sharing informasi ini adalah Product Data Management (PDM. PDM dapat mengintegrasikan dan mengatur proses pengolahan data dan dokumen teknik yang berhubungan dengan komponen fisik produk yang bersangkutan. PDM akan berfungsi maksimal apabila kesesuaian dengan CAD/CAM diatur sedemikian rupa, dihubungkan dengan informasi berbasiskan STEP (Standard for the Exchange of Product Data model. Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara sistem PDM dengan CAD/CAM dalam industri. Kata kunci: PDM, Manajemen Data, CAD/CAM, STEP.

  13. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM SPIRITUALITAS ISLAM (Suatu Upaya Menjadikan Perempuan Produktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanatul Jannah

    2012-02-01

    Full Text Available Abstrak:Artikel ini mengulas tentang pemberdayaan perempuan dalam spritulitas Islam, Perempuan sudah semestinya berani  memulai memberdayakan dirinya sendiri dengan melakukan upaya-upaya revolusioner seperti: memiliki manajemen waktu, menambah wawasan informasi, pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan hak dan kewajibannya sebagai perempuan dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan diri, baik fisik maupun mental. Di mana faktor penunjang utama pemberdayaan adalah pendidikan yang menjadi kebutuhan  perempuan dimulai dari diri masing-masing. Dalam artikel ini juga diuraikan profil perempuan-perempuan Islam inspirasional yang banyak memberikan inspirasi bagi perempuan yang lain untuk majuKata kunci:Pemberdayaan perempuan, produktifitas, dan spiritualitas islamAbstract:This article reviews the women empowerment from the perspective of Islamic spirituality. Women should have been courageous to begin to empower themselves in performing revolutionary efforts: possesing time management, skill and knowledge concerning their obligation and right as women, and accelerating their comprehension on physical and mental self-soundnesses. However, the main factor that can support the women empowerment is education. It becomes the women need and must be fulfilled by themseves. This article is also about to break down the profiles of inspirative female Muslims that inspire the other women to progress.Key words:the women empowerment, productivity, and Islamic spirituality

  14. APLIFIKASI ISLAM DALAM MEME “MENGAJAK NIKAH KE KUA”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rulli Nasrullah

    2016-12-01

    Full Text Available The participation of social media users in online communication also encouraging the spread of the phenomenon of marriage in society including the reasons that sound cliche appears that  a satire and sarcasm meme of ”Mengajak Nikah ke KUA” appeared and distributed through social media and become a reflection from the real world in the virtual world . Through virtual ethnographic research with Analisis Media Siber level of technic, this article tries to trace the cultural artifacts of satire and values contained in the meme . Partisipasi pengguna dalam komunikasi online di media sosial juga merambah pada fenomena ajakan menikah di tengah masyarakat termasuk di dalamnya alasan-alasan yang terdengar klise yang muncul. Meme “Mengajak Nikah ke KUA” merupakan satire atau sindiran yang muncul dan terdistribusi melalui media sosial dan menjadi semacam cerminan dunia virtual yang berasal dari dunia nyata. Melalui riset etnografi virtual dengan teknik level Analisis Media Siber, artikel ini mencoba menelusuri artefak budaya tentang satire dan nilai-nilai yang terkandung dalam meme tersebut.

  15. PENDEKATAN ICEBERG DALAM PEMBELAJARAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saleh Haji

    2013-02-01

    Full Text Available Makalah ini membahas pengaruh pendekatan iceberg pada pembelajaran pembagian pecahan di Sekolah Dasar.Tahapan pendekatan iceberg tersebut sebagai berikut: 1. Orientasi lingkungan secara matematis, 2. Model material, 3. Pembuatan pondasi, dan 4. Matematika formal. Sedangkan topik pembagian pecahan yang dibahas terdiri atas: pembagian bilangan bulat oleh pecahan, pembagian pecahan oleh bilangan bulat, dan pembagian pecahan dengan pecahan. Penggunakan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matematika diharapkan dapat mengatasi kesulitan siswa SD dalam memahami materi pecahan khususnya pembagian pecahan. Kata Kunci    : Pendekatan Iceberg, Pembagian Pecahan     This paper discusses the influence of iceberg approach to learning division of fractions in school Dasar.Tahapan iceberg approach is as follows: 1. Mathematically oriented environment, 2. Material model, 3. Making foundations, and 4. Formal mathematics. While the division of fractions topics covered consist of: integer division by fractions, division of fractions by integers, and division of fractions by fractions. Use of the iceberg in mathematics learning approach is expected to overcome the difficulties in the elementary school students understand the material fractions in particular the division of fractions.  Key words : Iceberg approach, division of fractions.

  16. PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE GOVERNANCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Kusumastuti

    2007-01-01

    Full Text Available Board diversity is one the issue related to corporate governance. Board diversity shall influence Board of Directors composition. In this research, board diversity is measured by 5 variables, i.e. women in board, minority race availability, outsider directors, age, and educational background, with board and company measurement control variables. Company value is measured by utilizing Tobin's Q ratio. The research samples are taken from 48 manufacturing companies listed at Jakarta Stock Exchange in 2005. This research shows that board diversity members influencing to company value. Abstract in Bahasa Indonesia : Persebaran anggota dewan (board diversity merupakan salah satu isu yang terkait dengan corporate governance. Board diversity akan mempengaruhi komposisi dewan direksi yang nantinya akan mempengaruhi implementasi corporate governance. Dalam penelitian ini, board diversity diukur dengan 5 variabel, yaitu keberadaan dewan direksi wanita, keberadaan etnis Tionghoa dalam anggota dewan (sebagai proksi dari minoritas, proporsi outside directors, usia anggota dewan direksi, dan latar belakang pendidikan anggota dewan, dengan ukuran dewan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sedangkan nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin's Q. Sampel penelitian ini adalah 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran anggota dewan (board diversity berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata kunci: persebaran aggota dewan, corporate governance, nilai perusahaan, tobin's Q.

  17. IMPLEMENTASI ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN FREQUENT ITEMSET DALAM KERANJANG BELANJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adie Wahyudi Oktavia Gama

    2016-11-01

    Full Text Available Algoritma apriori menggunakan pendekatan iteratif dimana k-itemset digunakan untuk mengeksplorasi (k+1-itemset. Calon (k+1-itemset yang mengandung frekuensi subset yang jarang muncul atau dibawah threshold akan dipangkas dan tidak dipakai menentukan aturan asosiasi. Aturan asosiasi berbentuk if antecedent then consequent. Implementasi algoritma apriori didahului dengan persiapan database transaksi serta penentuan batas minimum support dan confidence. Algoritma apriori akan menemukan kombinasi dengan cara iterasi yaitu scaning database berulang-ulang, memasangkan satu item dengan item lainnya dan mencatat jumlah kemunculan kombinasi dalam keseluruhan transaksi. Frequent itemset ditentukan dengan memilih itemset yang nilai kemuculannya diatas atau sama dengan nilai minimum support dan kemudian menjadi calon aturan asosiasi. Persentase nilai support dan confidence dari masing-masing calon aturan asosiasi kemudian dihitung. Aturan asosiasi yang berlaku dipilih dari yang memenuhi syarat minimum support dan confidence. Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma apriori cocok diimplementasikan untuk mencari frequent itemset pada keranjang belanja. Aturan asosiasi yang dibentuk dari frequent itemset tersebut dapat dipakai sebagai pendukung keputusan dalam penjualan.

  18. Perancangan Pembahagian Harta Semasa Hidup dalam Islam: Konsep dan Kepentingannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Husni Hasbulah

    2015-06-01

    Full Text Available Perancangan terhadap pembahagian harta semasa hidup adalah aspek yang harus dipraktikkan dengan lebih meluas. Melalui perancangan pembahagian harta ia mampu menjaga kepentingan pemilik dan bakal penerima-penerima harta sama ada semasa hidup mahupun selepas kematian. Memahami dasar perancangan pembahagian harta berasaskan al-Quran dan hadis mampu memberi panduan kepada orang Islam dalam memahami keperluan dan kepentingan merancang harta semasa hidup. Oleh itu, artikel ini akan mengupas antaranya konsep perancangan harta semasa hidup, kedudukan dan nilai-nilainya dalam Islam dan kepentingannya. Melalui kupasan tersebut, ia mampu memberikan impak terhadap pembahagian harta orang Islam yang seharusnya melihat aspek perancangan semasa hidup adalah sesuatu yang amat penting untuk dipraktikkan dengan lebih meluas. Apatah lagi dengan pelbagai isu yang berlaku berkaitan pembahagian harta di kalangan orang Islam pada masa kini yang memerlukan kepada penyelesaian secara komprehensif dan sistematik. Di akhir penulisan ini, penulis menerangkan bahawa melalui perancangan pembahagian harta yang dibuat semasa hidup tanpa perlu menunggu kepada kematian mampu untuk mengurangkan beberapa permasalahan yang berlaku di kalangan orang Islam berkaitan dengan soal pembahagian harta.

  19. Eksistensi Gula Gending di dalam Dinamika Budaya Lombok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Triyanuartha

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi gula gending di dalam dinamika budaya yang terjadi di Lombok. Gula gending merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mepromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Seiring dengan perjalanan waktu, pertunjukan musik ini menjadi langka dan jarang ditemukan di dalam masyarakat. Kini gula gending muncul kembali dengan beberapa perkembangan yang menyertainya. Analisis dilakukan terhadap fakta musikal yang meliputi dimensi sonorik, dimensi visual dan dimensi kinestetik. Untuk membahas mengenai penyebab dan hasil dari perkembangan akan digunakan konsep music and cutural dynamic.   This research aims to gasp the exsistence of gula gending in cultural dynamic which occurs in Lombok. Gula gending was a music performance played when the arbanat seller was promoting their goods to attract the customers’ attention. As the time goes by, this music performance becomes rare, so we seldom find its existence in society. In spite of the fact, nowdays gula gending reappears along with few following developments. An analysis has been done to the musical facts which may include among athers are sonoric dimention, visual dimention, and kinesthetic dimention. To gain the explanation about the causes and results of the development, music and cultural dynamic concepts are conducted.

  20. IMAJI DAN PERAN MEDIA DESAIN DALAM PROSES DESAIN ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joyce M. Laurens

    2003-01-01

    Full Text Available Architectural forms are created by human minds. Because of this they are tied tightly to the perceptual experience and concept of designer. Designers are creating images and models for thought and communication, through which the intentions of a design idea may be captured and transmitted, so that the concepts can be understood, and perceived as reality. In a creative design process, a wide range of media are applied. It plays an important role, not only in conveying architectural messages and but also in operating as a catalyst to explore design ideas. This paper discusses the role of design media on the reception and conception of the architectural message. Abstract in Bahasa Indonesia : Bentuk arsitektur diciptakan oleh pikiran manusia. Oleh karena itu bentuk-bentuk arsitektur sangat terkait pada pengalaman dan konsep perseptual perancangnya. Perancang menciptakan imaji-imaji dan model bagi pemikiran dan komunikasi sedemikian rupa agar gagasan desainnya dapat ditangkap dan dipancarkan, sehingga pada akhirnya konsep arsitek bisa dimengerti dan diterima sebagai realitas. Dalam proses desain kreatif, beragam jenis media desain dapat digunakan. Media ini memainkan peran penting bukan hanya sebagai pengantar informasi atau pesan arsitektural saja, akan tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam menggali dan mengembangkan gagasan desain. Tulisan ini akan menelaah peran media desain tersebut terhadap penerimaan dan konsepsi pesan arsitektural. Kata kunci: desain arsitektur, imaji-persepsi, komunikasi

  1. PEMAKAIAN BAHASA MANGGARAI DALAM MISA INKULTURATIF DIKABUPATEN MANGGARAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pius Pampe

    2012-11-01

    Full Text Available Wacana BM yang digunakan dalam misa inkulturatif di Kabupaten Manggarai merupakan wacana ekspresif berwujud monolog. Wacana ini unik, karena hanya terdiri dari satu paragraf pendek, namun struktur pertuturannya utuh yang ditunjukkan oleh ada bagian pendahuluan, prainti, inti, prapenutup, dan penutup. Demikian juga pada aspek fonologis memiliki keunikan yang ditunjukkan oleh bunyi [o] pada kata io ‘ya’, kata kepok ‘puji syukur’, serta bunyi [i] pada kata Mori ‘Tuhan’ yang diucapkan relatif panjang serta intonasi agak tinggi. Keunikan lain terlihat pada aspek sintaksis yang ditunjukkan oleh penggunaan kalimat predikat verba serial serta penggunaan kalimat konstruksi pasif pada kalimat majemuk yang memiliki hubungan ketergantungan parataktik. Verba pada kalimat majemuk ini berupa kata kerja transitif dan oblig agent berupa frase preposisi l-ami ‘oleh kami’ dan l-ite ‘oleh engkau’, sedangkan subjek berupa nomina yang memiliki fungsi sintaktik sebagai patient. BM yang digunakan dalam misa inkulturatif memiliki tiga ragam, yakni ragam biasa, semibeku, dan ragam beku. Makna dan nilai religius yang terkandung di balik penggunaan kedua ragam tersebut kurang dipahami oleh UKEM, karena masing-masing hanya mencapai 43. 22% dan 44, 34%. Mereka hanya memahami makna dan nilai yang terkandung pada penggunaan ragam biasa yang mencapai 71,52%.

  2. TRADISI MERARI’ SUKU SASAK DI LOMBOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bustami Saladin

    2014-10-01

    Full Text Available Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang priadengan seorang wanita sebagai suami istri untuk membentukkeluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan YangMaha Esa. Ikatan perkawinan merupakan ikatan suci yangberdasarkan nilai-nilai ketuhanan untuk membentuk keluargasakînah, mawaddah dan rahmah. Salah satu adat yang dipegangteguh oleh masyarakat Lombok adalah kawin lari. Dalam adatSasak pernikahan dengan cara kawin lari ini lebih populerdisebut dengan merari’. Oleh karena itu, Merari’ dalam bahasaIndonesia disebut dengan istilah kawin lari. Secaraterminologis, merari’ mengandung dua arti. Pertama, lari ataumelarikan. Ini adalah arti yang sebenarnya. Kedua, keseluruhanpelaksanaan perkawinan menurut adat Sasak. Bagi masyarkatSasak, merari’ berarti mempertahankan harga diri danmenggambarkan sikap kejantanan seorang pria Sasak, karena iaberhasil mengambil (melarikan seorang gadis pujaan hatinya.Meskipun metode kawin lari ini tidak pernah dijelaskan didalam nash (al-Qur`an dan Hadits, tetapi bila ditinjau dariperspektif maqâshid al-syarî’ah, maka stutus hukum pernikahandengan metode kawin lari ini tetap sah. Karena dalamkelangsungan akad nikahnya tetap memenuhi syarat danrukun sebagaimana yang telah disyari’atkan Islam.

  3. Penggunaan Biokompos dalam Bioremediasi Lahan Tercemar Limbah Minyak Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barokah Aliyanta

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas biokompos, rumput gajah dan kelompok mikroba yang efektif dalam bioremediasi lahan tercemar minyak bumi yang dilakukan dalam skala laboratorium, dan bahan tambahan yang digunakan urea sebagai sumber nitrogen. Pada penelitian ini dilakukan berdasarkan rasio C/N yaitu 15, 10, dan 5. Parameter uji yang dilakukan untuk mengetahui kondisi optimal yang dicapai pada remediasi terdiri atas pH, kadar air, kadar abu, dan kemampuan ikat air/water holding capacity (WHC. Hasilnya menunjukan degradasi TPH (Total Petroleum Hidrokarbon sebesar 91,15% dengan komposisi medium (100 g berat kering lumpur minyak bumi, 100 g berat kering biokompos, 9 g urea, rasio C/N = 5 menggunakan perlakuan dari kombinasi rumput gajah, mikroorganisme, urea dan biokompos selama 35 hari. Faktor lingkungan yang menghasilkan kondisi optimal ini dicapai pada remediasi diperoleh melalui kondisi awal pH 8,25; kadar air 49,97%; WHC 101,64%; dan kadar abu 63,76% dan kondisi akhir pH 6,25; kadar air 55,04%; kadar abu 73,39%; dan WHC 124,11%. Penambahan kompos dan urea dapat meningkatkan efisiensi degradasi TPH dan diperoleh hubungan positif antara jumlah penambahan kompos dan urea terhadap tingkat degradasi TPH. Kata kunci : biokompos, bioremediasi, degradasi, WHC, TPH

  4. ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA Perannya Dalam Pengembangan Jati Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiranto Wiranto

    1999-01-01

    Full Text Available Vernacular architecture is derived from The Folk Architecture.The Folk Architecture is born by the ethnical community ,anchored by tradition. Vernacular architecture usually concerned with the cosmology,way of life and life style of the ethnical community, it would be an alternative answer of modernization. Modernization,the development of Technology and the social-economical interaction would like to get some modern needs .Vernacular Architecture is a translation of tradition and also it haves identities which can be increased by inovation and creativity in syncretism or eclectism.The syncretism or eclectism of Indonesian vernacular architecture would be a strand of post modernism in the form of Neo-Vernacular architecture. Vernacular architecture have been proposed as one of the vehicles toward the evolution of Indonesian architecture with National identity. Abstract in Bahasa Indonesia : Arsitektur Vernakular tumbuh dari arsitektur rakyat,yang lahir dari masyarakat etnik dan berjangkar pada Tradisi etnik.Dengan demikian Arsitektur tersebut sejalan dengan paham kosmologi,pandangan hidup, gaya hidup dan memiliki tampilan khas sebagai cerminan jati diri yang dapat dikembangkan secara inovatif kreatif dalam pendekatan sinkretis ataupun eklektis. Modernisasi dan kemajuan teknologi serta interaksi sosial ekonomi menuntut kehadiran Arsitektur yang mampu berdialog dengan tuntutan baru.Sinkretisme .arsitektur vernakular Indonesia merupakan potensi yang memberi sumbangan pada "post modernisme" dalam tampilan arsitektur "Neo-Vernakular".Dengan demikian diharapkan Arsitektur Vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur Indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi. Kata kunci : Arsitektur adalah sebuah produk Budaya Bangsa.

  5. PERANAN EYE CATHCER DALAM IKLAN DAN MASALAH PENCARIANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Kristiana

    2007-01-01

    Full Text Available Eye Cathcer represents one of the determinant factors for succeeding in an advertisement. The main objective in advertising is to get positive response from the consumer, to use the product offered, through advertisements and to position the product image in the consumer’s mind. Advertisements that go to and fro have various styles from the products offered. Advertisers also must think deeper on how to attract consumers so that the products offered are appropriate towards the sales target. This article will discuss the attraction in the different kinds of ads and how to look for attraction in the ads. Abstract in Bahasa Indonesia: Eye cathcer merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu iklan. Tujuan utama beriklan adalah memunculkan respons positif konsumen untuk memakai produk yang ditawarkan melalui iklan dan memposisikan image produk di benak konsumen. Iklan yang berlalu-lalang memiliki berbagai macam daya tarik dari produk yang ditawarkan. Pengiklan juga harus berpikir lebih dalam untuk menarik konsumen supaya produk yang ditawarkan sesuai dengan target penjualan. Tulisan ini akan membahas daya tarik apa saja yang ada dalam iklan dan bagaimana cara mencari daya tarik yang ada pada iklan tersebut. Kata kunci: eye cathcer, iklan, konsumen

  6. PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MI INSTAN DI KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andri Mulyadi

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRAKTujuan penelitian ini  adalah mengidentifikasi proses keputusan pembelian  dan menganalisis atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Sampel diambil  dengan metode Cluster Sampling. Data dianalisis dengan metode diskriptif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keputusan pembelian mi terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Sedangkan kombinasi atribut yang diinginkan oleh konsumen dalam pembelian mi instan secara berurutan adalah kemasan plastik, harga Rp. 1.750, bentuk  bulat, bentuk kemasan kotak, rasa gurih, berukuran  100 gr, dan berwarna kuning. ABSTRACTThe Goals of this research are to identify the process of purchasing decision and analyze the attribute which is considered by consumer in purchasing instant noodle. The Samples are taken with cluster sampling method. The data are analyzed with the qualitative descriptive and conjoint methods. The result shows that the process of noodle purchasing decision consists  several stage. They are the need introduction, the information seach,  the purchasing process, and the behavior after purchasing. While the attribute combination which is wanted by consumer in instant noodle purchasing are the plastic packaging, the price approximately Rp. 1,750, the rounded shape, the square packaging shape, the savory flavor, the size approximately 100 gram, and the yellow color. 

  7. BENTUK DAN FUNGSI IRREALER KONJUNKTIV DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulis Triyono

    2015-01-01

    Full Text Available This paper aims to describe forms of subjunctive sentences and their functions in German sentences. Based on the studies that have been conducted, it can be concluded that there are five forms of irrealer Konjunktiv in German sentences. Based on the functions, irrealer Konjunktiv includes: (1 irrealer Wünschsatz used to express the subjunctive indicating a wish, (2 irrealer Bedinungssatz used to express the conditional subjunctive, (3 Umschreibung des Konjunktivs II used to express an honorific meaning, (4 irrealer Vergleichssatz used to express a personification for one to be compared to another, and (5 irrealer Folgesatz used to express the subjunctive by giving (Verstärkung an emphasis using adverbs.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk irrealer Konjunktiv ’kalimat perumpamaan’ dan fungsinya dalam kalimat bahasa Jerman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk irrealer Konjunktiv dalam kalimat bahasa Jerman terdiri atas lima bentuk perumpamaan. Berdasarkan fungsinya, irrealer Konjunktiv meliputi: (1 irrealer Wünschsatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian yang bermakna keinginan, (2 irrealer Bedinungssatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian bersyarat, (3 Umschreibung des Konjunktivs II mit würde + Infinitiv berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian yang bermakna hormat, (4 irrealer Vergleichssatz berfungsi untuk membandingkan seseorang dengan yang lain, dan (5 irrealer Folgesatz atau Konsekutivsatz berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian dengan cara memberikan penegasan (Verstärkung dengan kata adverbial

  8. Psikoanalisa Islam, Menggali Struktur Psikis Manusia dalam Perspektif Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Heri Afrizal

    2014-09-01

    Full Text Available Pengaruh Teori Psikoanalisa Sigmund Freud dalam kajian psikologi modern cukup dominan mewarnai ilmu pengetahuan secara umum yang berbicara tentang manusia, seperti kedokteran, filsafat, agama, seni, sastra, antropologi, maupun politik. Padahal teori-teori Freud tentang konsep manusia, yang menjadi basis utama dalam mengkaji prilaku dan kejiwaan manusia, sangat dipengaruhi oleh doktrin ateisme yang dianutnya. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, ketika psikologi semacam ini diajarkan dan diyakini oleh umat Islam yang belum sadar terhadap paradigma psikologi modern, maka akan menjadi masalah. Padahal doktrin-doktrin di dalamnya sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sementara itu, kajian-kajian ilmuwan Muslim kontemporer mengenai hal ini belum banyak mewarnai. Oleh karena itu,sangat diperlukan kajian mendalam mengenai ilmu psikologi yang berbasis pandangan hidup Islam, sehingga ditemukan konsep manusia yang utuh dan islami. Tulisan ini mencoba mengkaji permasalahan psikologi melalui kajian tematis-analitis terhadap teks-teks al-Qur’an dan al-Hadits. Sebagai perbandingan, kajian dimulai dengan mengungkap konsep manusia menurut Psikoanalisa Sigmund Freud, kemudian disusul pembahasan tentang struktur psikis manusia menurut Islam.

  9. Bisnis Media: Pasca Matinya Televisi Nasional Dalam Perspektif Jurnalistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Toni

    2016-07-01

    Full Text Available Justice information in socio-cultural perspective of the Indonesian nation is determined by the regulatory system of broadcasting that is healthy, it is characterized by the power of television Jakarta bersiaran in the archipelago with all the violence and the values of modernism that is not required by the subculture of the nation, even the things that are associated with regulation was dominated by the broadcasting authorities in Jakarta. Media conglomerates are widely blamed as the cause of the birth of symbols of violence against the nation's cultural pluralism, the control over the broadcasting rights and the system by media conglomerates into a global cultural colonization that is manifested through the broadcast contains the reference to Western culture. Broadcasting system that causes the death of flavors and tastes diversity owned the nation as a world cultural power. Nullifying the media conglomerate's system will show the broadcasting regulatory system in Indonesia is dominated by the global broadcasting system that would be affiliated with the barons and katrel domestic broadcasting. With the introduction of digital broadcasting system that diprakarsasi with the demise of the national television media is expected to grow the business system fair for all this people, by providing business space for new players with the capital area and the system of regional employment-based local culture as well. Content-based broadcast journalism in the broadcasting system in the future be a great opportunity to foster diversity kontenst release that are not controlled by media conglomerates. Content journalistic diversity to the birth indicator healthy broadcast system and represents the face of Indonesian archipelago in the broadcasting system. Keadilan informasi dalam perspektif sosial budaya bangsa Indonesia ditentukan dengan sistem regulasi penyiaran yang sehat, hal ini ditandai dengan kuasa televisi Jakarta yang bersiaran di nusantara dengan

  10. Anisotropic thermal conductivity in uranium dioxide.

    Science.gov (United States)

    Gofryk, K; Du, S; Stanek, C R; Lashley, J C; Liu, X-Y; Schulze, R K; Smith, J L; Safarik, D J; Byler, D D; McClellan, K J; Uberuaga, B P; Scott, B L; Andersson, D A

    2014-08-01

    The thermal conductivity of uranium dioxide has been studied for over half a century, as uranium dioxide is the fuel used in a majority of operating nuclear reactors and thermal conductivity controls the conversion of heat produced by fission events to electricity. Because uranium dioxide is a cubic compound and thermal conductivity is a second-rank tensor, it has always been assumed to be isotropic. We report thermal conductivity measurements on oriented uranium dioxide single crystals that show anisotropy from 4 K to above 300 K. Our results indicate that phonon-spin scattering is important for understanding the general thermal conductivity behaviour, and also explains the anisotropy by coupling to the applied temperature gradient and breaking cubic symmetry.

  11. Nuclear radiation cleanup and uranium prospecting

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Mariella, Jr., Raymond P.; Dardenne, Yves M.

    2017-01-03

    Apparatus, systems, and methods for nuclear radiation cleanup and uranium prospecting include the steps of identifying an area; collecting samples; sample preparation; identification, assay, and analysis; and relating the samples to the area.

  12. Biosorption of uranium by human black hair.

    Science.gov (United States)

    Saini, Amardeep Singh; Melo, Jose Savio

    2015-04-01

    Naturally available low cost materials have gained importance as effective alternative to conventional sorbents for the removal of metal ions from water. The present study describes the use of black hair waste as a sorbent for the removal of uranium ions from an aqueous medium. Alkali treatment of the biomass resulted in a significant increase in its uptake capacity. The optimum pH and contact time for uranium removal were 4.5 and 2 h respectively. It was observed that the experimental data fits well in Ho's pseudo-second order kinetic model. Binding of uranium to the biomass was confirmed using FT-IR spectroscopy. Thus, the present study could demonstrate the utility of human black hair to remove uranium from aqueous medium.

  13. Uranium and the use of depleted uranium in weaponry; L'uranium et les armes a l'uranium appauvri

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Roussel, R

    2000-07-01

    In this brief report the author shows that the use of shells involving a load of depleted uranium might lead to lasting hazards to civil population and environment. These hazards come from the part of the shell that has been dispersed as contaminating radioactive dusts. The author describes some features of radioactivity and highlights the role of Uranium-238 as a provider of energy to the planet. (A.C.)

  14. Uranium extraction by complexation with siderophores

    Science.gov (United States)

    Bahamonde Castro, Cristina

    One of the major concerns of energy production is the environmental impact associated with the extraction of natural resources. Nuclear energy fuel is obtained from uranium, an abundant and naturally occurring element in the environment, but the currently used techniques for uranium extraction leave either a significant fingerprint (open pit mines) or a chemical residue that alters the pH of the environment (acid or alkali leaching). It is therefore clear that a new and greener approach to uranium extraction is needed. Bioleaching is one potential alternative. In bioleaching, complexants naturally produced from fungi or bacteria may be used to extract the uranium. In the following research, the siderophore enterobactin, which is naturally produced by bacteria to extract and solubilize iron from the environment, is evaluated to determine its potential for complexing with uranium. To determine whether enterobactin could be used for uranium extraction, its acid dissociation and its binding strength with the metal of interest must be determined. Due to the complexity of working with radioactive materials, lanthanides were used as analogs for uranium. In addition, polyprotic acids were used as structural and chemical analogs for the siderophore during method development. To evaluate the acid dissociation of enterobactin and the subsequent binding constants with lanthanides, three different analytical techniques were studied including: potentiometric titration, UltraViolet Visible (UV-Vis) spectrophotometry and Isothermal Titration Calorimetry (ITC). After evaluation of three techniques, a combination of ITC and potentiometric titrations was deemed to be the most viable way for studying the siderophore of interest. The results obtained from these studies corroborate the ideal pH range for enterobactin complexation to the lanthanide of interest and pave the way for determining the strength of complexation relative to other naturally occurring metals. Ultimately, this

  15. Release of uranium from candidate wasteforms

    OpenAIRE

    Collier, N.; Harrison, M.; Brogden, M,; Hanson, B

    2012-01-01

    Large volumes of depleted natural and low-enriched uranium exist in the UK waste inventory. This work reports on initial investigations of the leaching performance of candidate glass and cement encapsulation matrices containing UO3 powder as well as that of uranium oxide powders. The surface areas of UO3 powder and the monolith samples of UO3 conditioned in the glass and cement matrices were very different making leaching comparisons difficult. The results showed that for both types of monoli...

  16. A new procedure for Uranium fractionation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Costas Costas, E.; Baselga Cervara, B.; Tarin garcia, F.

    2014-07-01

    Nowadays only few procedures are employed for uranium fractionation, all of them at physico-chemical level. Ideally, we would develop a procedure based in a von Neumann machines (a rapid self-replicating machine capable of perform the uranium fractionation). Microorganism behave as von Newmann machines and al l known enzymatic processes are able to isotopic fractionation, often enriching the living organism in the lighter isotope. (Author)

  17. The ultimate disposition of depleted uranium

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lemons, T.R. [Uranium Enrichment Organization, Oak Ridge, TN (United States)

    1991-12-31

    Depleted uranium (DU) is produced as a by-product of the uranium enrichment process. Over 340,000 MTU of DU in the form of UF{sub 6} have been accumulated at the US government gaseous diffusion plants and the stockpile continues to grow. An overview of issues and objectives associated with the inventory management and the ultimate disposition of this material is presented.

  18. Pentavalent uranium trans-dihalides and -pseudohalides.

    Science.gov (United States)

    Lewis, Andrew J; Nakamaru-Ogiso, Eiko; Kikkawa, James M; Carroll, Patrick J; Schelter, Eric J

    2012-05-21

    Pentavalent uranium complexes of the formula U(V)X(2)[N(SiMe(3))(2)](3) (X = F(-), Cl(-), Br(-), N(3)(-), NCS(-)) are accessible from the oxidation of U(III)[N(SiMe(3))(2)](3) through two sequential, one-electron oxidation reactions (halides) and substitution through salt metathesis (pseudohalides). Uranium(v) mixed-halides are also synthesized by successive one-electron oxidation reactions.

  19. Treatment of effluents from uranium oxide production.

    Science.gov (United States)

    Ladeira, A C Q; Gonçalves, J S; Morais, C A

    2011-01-01

    The nuclear fuel cycle comprises a series of industrial processes which involve the production of electricity from uranium in nuclear power reactors. In Brazil the conversion of uranium hexafluoride (UF6) into uranium dioxide (UO2) takes place in Resende (RJ) at the Nuclear Fuel Factory (FCN). The process generates liquid effluents with significant concentrations of uranium, which might be treated before being discharged into the environment. This study investigates the recovery of uranium from three distinct liquid effluents: one with a high carbonate content and the other with an elevated fluoride concentration. This paper also presents a study on carbonate removal from an effluent that consists of a water-methanol solution generated during the filtration of the yellow cake (ammonium uranyl tricarbonate). The results showed that: (1) the uranium from the carbonated solution can be recovered through the ion exchange technique using the strong base anionic resin IRA 910-U, as the carbonate has been removed as CO2 after heating; (2) the most suitable technique to recover uranium from the fluoride solution is its precipitation as (NH4)2UO4F2 (ammonium fluorouranate peroxide), (3) the solution free of carbonate can be added to the fluoride solution and the uranium from the final solution can be recovered by precipitation as ammonium fluorouranate peroxide as well; (4) the carbonate from the water-methanol solution can be recovered as calcium carbonate through the addition of calcium chloride, or it can be recovered as ammonium sulphate through the addition of sulphuric acid. The ammonium sulphate product can be used as a fertilizer.

  20. Environmental Radioactive Impact Associated to Uranium Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fernando P. Carvalho

    2011-01-01

    Full Text Available Problem statement: One century of uranium mining in Europe and North-America created a legacy of ore mining and milling sites needing rehabilitation for environmental and human safety. In the last decades developments of uranium mining displaced the core of this activity to Australia, Canada and African countries. In the coming years, uranium mining is expected to grow further, in those countries and elsewhere, due to the possible increase of nuclear power production and thus the amount of radioactive and toxic tailing materials will grow. Approach: International radiation protection guidelines and legislation have known recent developments and set the radiation dose limit applied to members of the public at 1 mSv y-1. Taking into account past and present uranium waste management and environmental remediation measures adopted already in some countries, we assessed the implications of enforcing this new dose limit in uranium milling and mining areas. Results: The radioactive impact of uranium mining and milling was illustrated through case studies. Environmental radioactivity monitoring and surveillance carried out in areas impacted by uranium mining and milling industry showed generally that dose limit for members of the public was exceeded. The compliance with this dose limit is nowadays the main goal for environmental remediation programs of legacy sites implemented in European Union countries. Taking into account the new radiation protection regulations, a change is required in mining practices from traditionally