WorldWideScience

Sample records for pengolahan secara kimia

  1. Efektivitas Pengolahan Air Limbah Batik dengan Cara Kimia dan Biologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istihanah Nurul Eskani

    2016-04-01

    Full Text Available Kebanyakan industri batik membuang air limbah ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dengan alasan keterbatasan tempat, dana dan penguasaan teknologi. Beberapa cara pengolahan air limbah telah dilakukan untuk mengatasi penurunan mutunlingkungan akibat pembuangan air limbah.Telah dilakukan penelitian proses pengolahan air limbah batik secara kimia, biologi aerob dan biologi anaerob. Proses kimia dilaksanakan dengan menambahkan koagulan tawas dan kapur ke dalam air limbah batik. Proses biologi aerob dijalankan dalam reaktor terbuka selama 5 hari, sedang proses biologi anaerob  dijalankan dalam reaktor tertutup selama 12 hari. Hasil proses kemudian diukur parameter warna, COD dan alkalinitasnya.Hasil penelitian pengolahan air limbah batik secara kimia dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 83,15 %, COD sebesar 28,82% dan pH hasil proses 7. Proses biologi anaerob menurunkan parameter warna sebesar 94,95%, COD sebesar 59,89% dan pH hasil proses 5. Proses biologi aerob dapat menurunkan parameter warna yang berasal dari zat warna Naphtol sebesar 97,82%, COD sebesar 72, 88% dan pH hasil proses 6,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cair batik secara biologi aerob lebih efektif daripada pengolahan secara biologi anaerob maupaun secara kimia. Kata kunci : pengolahan air limbah batik, proses kimia, proses biologi

  2. Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit secara Sonochemical

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Kusuma

    2017-06-01

    Full Text Available Hospital as a service provider has an important role in human life, especially for people who are experiencing physical and mental disorders. Various types of diseases and therapies performed in hospitals has made it as one of the producers of hazardous and infectious waste that requires special handling and processing so as not to pollute the water, soil, and air environment. Hospital wastewater treatment was conducted to determine the ability of sonochemical method to reduce level of Chemical Oxygen Demand (COD and determine the optimum conditions of the parameters used by the design of Response Surface Methodology Box-Behnken. The parameters that affected this process was the concentration of hydrogen peroxide (H2O2, pH, and reaction time. The Waste used was taken from the waste water treatment plant in Zainoel Abidin General Hospital in Banda Aceh with COD value 260.65 ppm. The optimum conditions of this treatment process occured at pH 2, H2O2 concentration 500 ppm, and reaction time 119.98 minutes with reduction of COD was 81.88%.ABSTRAKRumah sakit sebagai penyedia layanan jasa memegang peranan cukup penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami gangguan fisik dan mental. Berbagai jenis penyakit dan terapi yang dilakukan di rumah sakit telah menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah berbahaya dan infeksius yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus agar tidak mencemari lingkungan yaitu air, tanah dan udara. Pengolahan limbah cair rumah sakit dilakukan untuk mengetahui kemampuan metode sonochemical dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD dan menentukan kondisi optimum dari parameter yang digunakan berdasarkan disain Response Surface Methodology Box-Behnken. Parameter yang mempengaruhi proses ini adalah konsentrasi hidrogen peroksida (H2O2, pH, dan waktu reaksi. Limbah yang digunakan diambil dari instalasi pengolahan air limbah di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Kota Banda Aceh

  3. Pengolahan Sampah Secara Pirolisis dengan Variasi Rasio Komposisi Sampah dan Jenis Plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qonita Rachmawati

    2015-03-01

    Full Text Available Pada tahun 2012, sampah yang dihasilkan sebesar 1200 ton/hari. Jika permasalahan sampah di Kota Surabaya tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan beberapa masalah antara lain: masalah kesehatan dan masalah kebersihan. Oleh karena itu, diperlukan metode yang dapat mengolah sampah namun tidak menimbulkan masalah baru lainnya. Salah satu metode pengolahan sampah yang telah dikembangkan, yaitu metode pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis plastik dan komposisi terhadap produk hasil pirolisis. Pada penelitian ini digunakan reaktor dengan kapasitas 500 g yang berbahan stainless steel. Variabel yang digunakan yaitu jenis sampah plastik dan komposisi sampah. Jenis sampah yang digunakan yaitu sampah plastik HDPE (High Density Polyethylene, PET (Poly Ethylene Terephthalate, dan PS (Poly Styrene. Komposisi sampah yang digunakan antara lain: 100:0, 75:25, dan 50:50. Temperatur yang digunakan pada reaktor yaitu 500°C dengan waktu 30 menit. Penelitian dimulai dari persiapan bahan uji, persiapan reaktor, percobaan pendahuluan, dan penelitian dengan reaktor pirolisis. Selanjutnya dilakukan analisis untuk masing-masing hasil produk. Penelitian ini jenis sampah plastik yang menghasilkan gas tertinggi yaitu jenis plastik PET sebesar 45,40% dan jenis plastik yang menghasilkan wax tertinggi yaitu jenis plastik HDPE sebesar 69,91%. Sedangkan komposisi yang menghasilkan gas tertinggi yaitu komposisi dengan ranting 25% dan PET 75% sebesar 71,24% dan komposisi yang menghasilkan wax tertinggi yaitu komposisi dengan ranting 25% dan PS 75% sebesar 61,36%.

  4. Kajian Dampak Proses Pengolahan Air di IPA Siwalanpanji Terhadap Lingkungan dengan Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fara Pratiwi Eka Riyanty

    2015-12-01

    Full Text Available Proses pengolahan air minum secara konvensional dapat menyebabkan dampak lingkungan akibat konsumsi energi dan pemakaian bahan kimia. Penelitian ini mengidentifikasi dampak pencemaran yang dihasilkan dari proses pengolahan air di IPA Siwalanpanji menggunakan life cycle assessment. Life Cycle Assessment (LCA merupakan metode untuk menganalisis dampak suatu produk terhadap lingkungan sepanjang siklus hidupnya. Siklus hidup dari suatu produk terdiri dari ekstraksi bahan baku, proses produksi hingga proses pembuangan akhir. Dari hasil analisis LCA, menggunakan software Simapro 7.33 dampak pencemaran yang terjadi berupa pencemaran udara yang disebabkan oleh penggunaan klorin, polyaluminium chloride (PAC dan konsumsi listrik. Dampak pencemaran terbesar terjadi pada penggunaan listrik dalam pemakaian satu hari yaitu menyebabkan respiratory inorganics sebesar 0,748 kg PM2.5, ozone layer depletion sebesar 0,000295 kg CFC-11 dan global warming sebesar 1000 kg CO2. Solusi untuk mengurangi dampak lingkungan yang dapat dilakukan instalasi pengolahan air adalah dengan cara peningkatan efesiensi peralatan.

  5. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI SUSU (Liquid Waste Management in Milk Factory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagini Wagini

    2002-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui kondisi limbah cair industri susu. hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri susu mengandung zat-zat pencemar dalam tingkat yang membahayakan lingkungan, sehingga limbah cair tersebut perlu didaur ulang. Untuk itu diperlukan suatu instalasi peralatan yang mampu mengolah limbah tersebut. Pada penelitian ini proses pengolahan dilakukan dengan mengkombinasikan proses-proses pengolahan secara Fisika, Kimia dan Biologi. Dengan tahapan proses pengolahan yang dipilih meliputi; Proses equalisasi, proses anaerob, proses aerasi, lumpur aktif, proses sedimentasi, proses koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi, proses flotasi, proses pengendapan partikel ringan, proses penyaringan dengan pasir dan arang aktif.    Kualitas air hasil pengolahan dianalisa secara Fisika, Kimia dan Biologi melalui parameter-parameter: suhu, kekeruhan, zat padat tersuspensi, zat padat terlarut, daya hantar listrik, PH, BOD, COD dan jumlah bakteri. Penelitian ini menunjukkan air hasil pengolahan aman untuk dibuang ke lingkungan.   ABSTRACT A research to identify the condition of milk industry liquid waste was conducted. The result showed that the waste contained pollutants at the level the endangered the environment. Therefore, the waste had to be recycled in which a liquid waste treatment installation is needed. In this research, the process of milk industry liquid waste was done by combining processing techniques of physics, chemistry and biology. The processing steps include the processes of equalization, anaerobe, aeration, sedimentation, coagulation-flocculation, sedimentation, flotation, sedimentation, filtering with sand and activated carbon. The water resulted from the processes was analyzed in terms of physical, chemical and biological characteristics e.g. temperature, turbidity, suspended solid, solutes solid, conductivity, pH, BOD, COD and amount of bacteria. This research, shows that the water

  6. PENGARUH JUS DAUN SIRIH (Piper betle Linn SEBAGAI BAHAN PRECURING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN ANGKA PEROKSIDA DENDENG AYAM PETELUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aloysia Tenny Damayanti Indriastuti

    2012-09-01

    mempertahankan komposisi kimia secara proposional dan menekan angka peroksida sehingga memperpanjang lama penyimpanan dendeng ayam petelur afkir. (Kata kunci: Daging ayam, Daun sirih, Dendeng, Komposisi kimia, Angka peroksida

  7. PENERAPAN ELEKTROOSMOSIS UNTUK PENGERINGAN SLUDGE DARI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmawan Darmawan

    2013-11-01

    Full Text Available APPLICATION OF ELECTROOSMOSIS FOR DEWATERING OF SLUDGE FROM WASTE WATER TREATMENT. Wastewater treatment produces semi-solid residue (sludge that must be handled carefully during dumping and discharge to avoid polluting the environment. A low cost and easy treatment of dewatering is needed. This research aimed to apply electroosmosis technique for dewatering sludge in order to seek for parameters that can efficiently reduce water content of sludge, including range of voltage, type of electrodes, and distance between electrodes; and to determine the effect of electroosmosis processes on changes of chemical characteristics of sludge. The results showed that: (1 electroosmosis dewatering occurred on the sludge taken from waste water treatment of landfill but not on sludge from water purification plant (PDAM, (2 direct current voltage of 30 volts was the optimum voltage, (3 copper rod cathode provided electroosmosis process as good as stainless steel cathode and both were better than the woven stainless steel cathode, (4 the dewatering time to reduce 1200% (w/w water content to about 400% was about 40 hours for sludge of 2500 cm3 in volume (laboratory bench scale, (5 the anode need to reinserted gradually approaching the cathode due to current lost when the water content at the anode point reached 400% and sludge at the point shrink, and (6 some chemical elements in the sludge decreased significantly after treatment. Pengolahan limbah cair menghasilkan residu berupa bahan semi padat yang dikenal sebagai sludge. Sludge tersebut juga perlu dikelola penyimpanan dan pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu pengelolaan sludge yang perlu dilakukan adalah pengeringan (dewatering. Salahsatu teknik dewatering yang mungkin diterapkan ialah teknik elektroosmosis, yaitu teknik yang memanfaatkan adanya pergerakan air pada media poros di dalam medan istrik searah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter sistem dewatering secara

  8. PRODUKSI NANOFIBER DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN AIR

    OpenAIRE

    Krisnandika, Vania Elita

    2017-01-01

    Abstrak Kebutuhan air meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan taraf kehidupan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus dan sangat cepat di Indonesia mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan. Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Membran berstruktur nano, khususnya nanofiber, saat ini menjadi perhatian karena menjawab kebutuhan teknologi filtrasi yang efektif dan hemat biaya. Pr...

  9. Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Kimia dalam Menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai Petunjuk Pengembangan Kimia Berbasis Wahyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    r arizal firmansyah

    2016-02-01

    Full Text Available Kemampuan mahasiswa Pendidikan Kimia dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu telah dilakukan. Al-Quran dan As-Sunnah merupakan sumber hukum agama dan sains bagi Muslim sehingga dikatakan bahwa dalam Islam tidak terjadi dikotomi antara agama dan sains, justru integrasi agama dan sains. Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah dapat dijadikan sumber gagasan sebagai petunjuk pengembangan riset kimia berbasis wahyu. Pada mata kuliah Keterpaduan IPTEK dan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo, mahasiswa dilatih menggali gagasan riset kimia dari ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Quran dan As-Sunnah menjadi satu makalah ilmiah. Kemampuan mahasiswa Pendidikan kimia secara keseluruhan dalam menganalisis Ayat-ayat Kauniyah ini cukup baik yang dapat diketahui dari menganalisis makalah yang telah disusun secara mandiri, lembar refleksi, dan wawancara.

  10. Teka-teki Unsur Kimia sebagai Media Pembelajaran Kimia Interaktif bagi siswa SMA Kelas X Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isvandiari Fitri Utami

    2016-01-01

    Full Text Available Unsur kimia yang terdiri dari banyak unsur sering membuat siswa malas dengan mata pelajaran kimia khususnya dalam hal menghafal sistem periodik unsur kimia. Terkait dengan masalah ini, salah satu solusi yang ditawarkan adalah melalui media pembelajaran. Salah satu cara untuk membantu siswa melalui media pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaaatkan teknologi smartphone yang telah banyak dimiliki. Melihat banyaknya siswa yang telah menggunakan smartphone setiap harinya memungkinkan untuk memadukan kedua hal tersebut, sehingga siswa tidak hanya menggunakan smartphone sebagai sarana komunikasi, sosial media dan bermain game, tetapi dapat dialihkan menjadi sebuah inovasi positif dalam hal edukasi untuk menunjang sistem belajar yang interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi teka-teki unsur kimia sebagai media pembelajaran kimia interaktif bagi siswa SMA kelas X berbasis android. Salah satu manfaat dari penelitian ini adalah hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bagi perkembangan dunia teknologi dan berguna juga untuk menjadi referensi bagi mahasiswa yang melakukan pengembangan produk teknologi khususnya mengenai media pembelajaran berbasis android. Dalam melakukan penelitian ini, aplikasi dibangun dengan menggunakan metode pengembangan multimedia development life cycle, data dan informasi mengenai unsur- unsur kimia dalam sistem periodik unsur diperoleh dari buku materi kimia SMA kelas X berdasarkan kurikulum 2006, beberapa jurnal, dan dari pengajar kimia untuk materi SMA kelas X secara langsung. Pada tahapan implementasi, program dibuat dengan drag and drop serta menggunakan bahasa pemrograman Javascript. Pengujian yang dilakukan pada aplikasi adalah dengan menggunakan metode whitebox. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada aplikasi teka-teki unsur kimia sebagai media pembelajaran kimia interaktif berbasis aplikasi android, aplikasi sudah mampu berjalan cukup maksimal. Hasil pengujian mampu menampilkan

  11. PENGEMBANGAN PROGRAM PENGOLAHAN CITRA UNTUK RADIOGRAFI DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    EC Nugroho

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dikembangkan sebuah program pengolahan citra untuk radiografi digital yang disusun menggunakan perangkat lunak Borland C++ Builder 4 Professional. Untuk melakukan pengolahan terhadap citra radiografi digital,dengan pengolahan terhadap pixel-pixel dari citra. Teknik pengolahan citra, meliputi pengaturan kecerahan citra (image brightness, kontras citra (image contras, pelembutan citra (image smoothing, penajaman citra (image sharpening, deteksi tepi (edge detection, citra negatif (negative image, dan histogram. Hasil pengolahan citra dihasilkan citra radiografi digital yang mudah  diinterprestasi  lebih  teliti  oleh  pengamat.  Tujuan penelitian ini adalah mendesain perangkat lunak pengolahan citra radiografi digital. Perangkat yang telah disusun kemudian digunakan untuk melakukan pengolahan terhadap citra radiografi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas citra radiografi digital, sehingga dapat membantu seorang radiographer dalam mendiagnosa atau menginterprestasikan citra radiografi digital lebih teliti. Citra radiografi awal dan citra hasilnya dapat dilihat pada layar monitor sehingga  kualitas  pengolahan  dapat dibandingkan secara langsung. The image processing program has been developed for digital radiography that is designed by using software Borland C++ Builder 4 Professional to process the radiography digital image with image pixels processing. Image processing technique consists of image brightness, image contrast, image smoothing, image sharpening, edge detection, and negative image and histogram. From the result of image processing it produced radiography image that is easier to interpret by the observer. The purpose of this research is to design the software of image processing for digital radiography. Then the software is used as the image processor for digital radiography. The result shows that there is a quality improvement of digital radiography image, so it can help

  12. KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK IKAN LELE DAN MINYAK IKAN LELE TERFERMENTASI (FATTY ACID CONTENTS AND PHYSICO-CHEMICAL CHARACTERISTICS OF CATFISH OIL AND FERMENTED CATFISH OIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskari Ngadiarti

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Catfish oil and fermented catfish oil have not been developed and commercially produced as catfish derived products. Various processing of catfish oil will change both the composition and physico-chemical characteristics. The objective of this study was to identify the composition of fatty acids and physico-chemical characteristics of both catfish oil (MIL and fermented catfish oil (MILT. Results showed that fatty acid composition of catfish oil was MUFA (36.12%> PUFA> (32.43%> SFA (31.45%, while the composition of fermented catfish oil was MUFA (42.96%> SFA (42.32%> PUFA (15.39%. The fermentation process with lactic acid bacteria increased the content of stearic acid but decreased the content of linoleic acid and linolenic acid. Physical and chemical characteristics of MIL and MILT were almost similar, they indicated oxidation process, based on melting point, viscosity, and thiobarbituric acid values. Therefore, in the production of catfish oil or fermented cat fish oil, it is necessary to add spices and/or nutrient as antioxidants sources. Keywords: catfish oil, PUFA, MUFA, SFA and CLA  ABSTRAK Minyak ikan lele (MIL dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT sebagai produk turunan dari ikan lele masih belum banyak dikembangkan dan diproduksi secara komersial. Berbagai proses pengolahan minyak dapat mengubah komposisi dan karakteristik fisiko-kimia minyak ikan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komposisi asam lemak dan karakteristik fisiko-kimia dari minyak ikan lele (MIL dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT. Komposisi asam lemak pada MIL secara berurutan adalah MUFA (36,12% > PUFA (32,43% > SFA (31,45%, sedangkan setelah difermentasi menjadi MILT terjadi perubahan yaitu MUFA (42,96% > SFA (42,32% > PUFA (15,39%. Jenis asam lemak jenuh yang mengalami peningkatan  pada MILT adalah asam lemak stearat, sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda yang mengalami penurunan adalah asam linoleat dan linolenat yang

  13. Faktor Penentu Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Di Kabupaten Sidoarjo melalui Pengembangan Ekonomi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayyidatu Ulish Shofa

    2015-12-01

    Full Text Available Wilayah bagian timur Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi pengembangan sub sektor perikanan, khususnya Kecamatan Candi, Sedati, Sidoarjo, Buduran, Jabon, dan Waru. Potensi tersebut belum didukung pengembangan industri pengolahan perikanan secara optimal sehingga belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Industri pengolahan perikanan masih bersifat sederhana, marketshare terbatas, dan belum ada kemitraan usaha. Pendekatan pengembangan ekonomi lokal menjadi bentuk pengembangan yang cocok dalam permasalahan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengembangan ekonomi lokal. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor penentu pengembangan industri melalui teknik analisis konten dan CFA (Confirmatory Factor Analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 faktor penentu pengembangan industri pengolahan perikanan, yaitu sumberdaya, kelembagaan, ekonomi, pasar dan pemasaran, transportasi, serta sarana dan prasarana pendukung pengolahan perikanan.

  14. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI FORMULASI DENGAN METODE ANAEROB-AEROB DAN ANAEROB-KOAGULASI

    OpenAIRE

    Farida Crisnaningtyas; Hanny Vistanty

    2016-01-01

    Studi ini membahas mengenai pengolahan limbah cair industri farmasi dalam skala laboratorium dengan menggunakan konsep anaerob-kimia-fisika dan anaerob-aerob. Proses anaerob dilakukan dengan menggunakan reaktor Upflow Anaerobic Sludge Bed reactor (UASBr) pada kisaran OLR (Organic Loading Rate) 0,5 – 2 kg COD/m3hari, yang didahului dengan proses aklimatisasi menggunakan substrat gula. Proses anaerob mampu memberikan efisiensi penurunan COD hingga 74%. Keluaran dari proses anaerob diolah lebih ...

  15. Pengaruh Penambahan Karagenan Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Sensoris Fruit and Vegetable Leather Berbasis Albedo Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) Dan Labu Siam (Sechium Edule)

    OpenAIRE

    Haryu, Adinda Safira Puspa; Parnanto, Nur Her Riyadi; Nursiwi, Asri

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensorisdari fruit and vegetable leather berbasis albedo semangka dan labu siam. Pengolahan fruit leather yang ada di Indonesia saat inihanya berbahan dasar buah buahan, perlu adanya penganekaragaman olahan dari fruit leather ini dengan menambahkan sayuranuntuk meningkatkan kandungan serat dan gizi, yang selanjutnya dikenal sebagai fruit and vegetable leather. Penelitian inimengguna...

  16. PENGOLAHAN PRIMER LIMBAH TEKSTIL DENGAN ELEKTROKOAGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lieke Riadi

    2014-12-01

    Full Text Available Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari tekonologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menurunkan intensitas warna, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD. Percobaan batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda terhadap penurunan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia.Effisiensi penurunan tertinggi untuk warna (91.96%,  TSS (49.17%, dan COD (29.67% terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan  elektroda Al/Al. Waktu optimum penurunan intensitas warna dalah 10 menit. Laju penurunan COD adalah : -dC/dt = 0.0053 C +0.056 , dengan C adalah konsentrasi COD. Jumlah sludge yang dihasilkan daripengolahan elektrokoagulasi  3.4 % lebih kecil dibandingkan menggunakan bahan kimia. Biaya yang digunakan untuk pengolahan dengan elektrokoagulasi 52.35 % lebih murah dibandingkan jika menggunakan koagulasi dengan bahan kimia ( tawas. Kata kunci : elektrokoagulasi, penurunan warna, penurunan TSS, laju degradasi COD, imbah tekstil Abstract Waste water from textile industry which is located in one suburb of Surabaya city as characteristic which the ratio of COD to BOD was 5.57. This type of waste water is difficult to be biodegraded. This study investigated elektrokoagulasi technology to treat textile waste water by removing color, total suspended solid, and Chemical Oxygen Demand. Batch experiment at room temperature was carried out to study the effect of pH, electrode distance for color, TSS and COD removal. This study also tried to compare the operation cost between elektrokoagulasi and chemical processes. The best removal efficiencies by Al electrodes was 91.96 % for color, 49.17 % for TSS and 29.67 % for COD which were under initial pH 4.0 and electrodes distance 2 cm. The optimum operation

  17. KOMPUTERISASI PENGOLAHAN DATA PERPUSTAKAAN SMP 1 KALIWIRO BERBASIS MULTI USER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Dwi Riyanto

    2008-08-01

    Full Text Available Komputerisasi Pengolahan Data Perpustakaan SMP 1 Kaliwiro di angkat menjadi tema pada penelitian ini karena berdasar penelitian oleh penulis, sistem pengolahan data yang ada pada SMP tersebut masih bersifat manual, sehingga penulis berkeinginan mengganti sistem yang ada dengan sistem komputer. Ruang lingkup dari tugas akhir ini dibatasi pada peng-input-an data anggota, buku dan invent buku, kemudian transaksi peminjaman, pengembalian dan perpanjangan buku, serta output berupa laporan. Program pengolahan data perpustakaan ini mendukung konsep MULTIUSER, yaitu dapat diakses oleh beberapa komputer secara bersamaan. Namun dari program aplikasi yang dibuat, masih banyak kemungkinan pengembangan yang dapat dilakukan di kemudian hari. Misalnya seperti untuk tampilan interface bisa dibuat cantik sesuai selera atau permintaan instansi, kemudian bisa dikembangkan menjadi berbasis WEB agar dapat diakses melalui internet, atau bahkan WAP agar dapat diakses melalui handphone.

  18. UNJUK KERJA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU SECARA BIOLOGI

    OpenAIRE

    Indriyati, Indriyati; Susanto, Joko Prayitno

    2016-01-01

    Sebagian besar industri makanan, termasuk industri tahu membuang limbah cairnya yang mengandung bahan organik dengan kadar tinggi (lebih dari 16,483 mg/L) langsung ke badan air. Dengan menggunakan teknologi yang tepat, limbah cair ini dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan produk samping berupa biogas yang mengandunggas methan sebagai substitusi energi pada industri yang bersangkutan. Desa Kalisari merupakan salah satu sentra industri UKM tahu, untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan...

  19. REMASTERING SISTEM OPERASI BERBASIS OPEN SOURCE LINUX UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA (STUDI KASUS PADA MATA KULIAH KOMPUTASI DATA JURUSAN ANALIS KIMIA UNDIKSHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Martiningsih

    2015-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan remastering sistem operasi berbasis open source linux untuk pembelajaran kimia pada mata kuliah Komputasi Data dan mengetahui respon mahasiswa terhadap remastering sistem operasi tersebut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian pengembangan (Research and Development. Pengumpulan data respon mahasiswa dilakukan dengan cara pemberian angket kepada mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif. Rancangan remastering dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan pada mata kuliah Komputasi Data. Remastering dirancang menggunakan Linux Ubuntu 10.4 dan menggabungkan program aplikasi kimia yaitu Avogadro, Bkchen, Chemical calculator, dwawXTL, GabEdit, GchemPaint, Gperiodic, Kalzium, PeriodicTable, XdrawChem. Respon mahasiswa terhadap  pengembangan remastering sistem operasi linux untuk pembelajaran kimia pada mata kuliah Komputasi Data adalah sangat positif

  20. SIFAT FISIK-KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAWANG GORENG PALU PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMAKAIAN MINYAK GORENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Alam

    2015-02-01

    diulang tiga kali. Frekuensi pemakaian minyak goreng pengaruhnya sangat nyata menurunkan warna, tekstur, kadar air, minyak dan tingkat kesukaan panelis terhadap kerenyahan bawang goreng Palu serta meningkatkan laju oksidasi asam lemak tidak jenuh  pada minyak goreng. Mutu fisik-kimia dan organoleptik bawang goreng Palu secara berturut-turut terbaik diperoleh dari penggorengan menggunakan minyak goreng segar, 1, 2 dan 3 kali pemakaian. Pemakaian minyak goreng > 3 kali, asam lemak bebas telah teroksidasi sehingga kurang layak untuk digunakan jika ditinjau dari aspek daya tahan simpan bawang goreng dan kesehatan. Kata kunci: Bawang goreng, sifat fisik-kimia dan organoleptik, frekuensi pemakaian minyak goreng

  1. Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno - -

    2012-05-01

    Full Text Available Abstrak Air limbah rumah sakit mengandung polutan yang bersifat toksid, infeksius, bahkan radioaktif sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Disamping itu dengan minimnya jumlah rumah sakit di Indonesia yang memiliki IPAL yaitu sebanyak 36%, dan yang memenuhi persyaratan IPAL sebesar 52% maka potensi dampak yang ditimbulkan akan semakin nyata. Pemilihan teknologi pengelolaan air limbah dengan demikian sangat penting. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis aspek – aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis teknologi pengolalaan air limbah rumah sakit secara deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek keberlanjutan terhadap beberapa teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang berkembangan saat ini, dapat direkomendasi bahwa kombinasi teknologi pengolahan biofilter anaerob – aerob dan ozonasi adalah  teknologi yang efektif dalam pengolahan air limbah rumah sakit.   Kata kunci: limbah rumah sakit, polutan, teknologi pengelolaan limbah Abstract Hospital wastewater contains pollutant which has been recognized toxic, infectious and radioactive that able to degrade environment and community health. In Indonesia, only 36% of hospital has wastewater treatment instrument (IPAL, and among them only 52% meet the national standard.  These situation potentially lead to pollution that threat environments. Promoting hospital water treatments therefore become significant. This reviews aims to analyze general aspect to choose proper technology for hospital water treatments. Using technical and  economical  aspects as well as sustainability perspective, it is recommended that combination of biofilter anaerob – aerob technology and ozonization is the effective strategy to manage and process hospital wastewater in Indonesia. Keywords: hospital wastewater, pollutant, wastewater threatment technology

  2. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata) Alam Dan Hasil Budidaya

    OpenAIRE

    Ekowati Chasanah; Mala Nurilmala; Ayu Ratih Purnamasari; Diini Fithriani

    2015-01-01

    Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata) telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasu...

  3. PENGOLAHAN LINDI DENGAN OZON DAN PROSES OKSIDASI LANJUT BERBASIS OZON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Rangga Sururi

    2014-05-01

    Full Text Available Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari tekonologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menurunkan intensitas warna, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD. Percobaan batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda terhadap penurunan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia.Effisiensi penurunan tertinggi untuk warna (91.96%,  TSS (49.17%, dan COD (29.67% terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan  elektroda Al/Al. Waktu optimum penurunan intensitas warna dalah 10 menit. Laju penurunan COD adalah : -dC/dt = 0.0053 C +0.056 , dengan C adalah konsentrasi COD. Jumlah sludge yang dihasilkan daripengolahan elektrokoagulasi  3.4 % lebih kecil dibandingkan menggunakan bahan kimia. Biaya yang digunakan untuk pengolahan dengan elektrokoagulasi 52.35 % lebih murah dibandingkan jika menggunakan koagulasi dengan bahan kimia ( tawas. Kata kunci : elektrokoagulasi, penurunan warna, penurunan TSS, laju degradasi COD, imbah tekstil Abstract Waste water from textile industry which is located in one suburb of Surabaya city as characteristic which the ratio of COD to BOD was 5.57. This type of waste water is difficult to be biodegraded. This study investigated elektrokoagulasi technology to treat textile waste water by removing color, total suspended solid, and Chemical Oxygen Demand. Batch experiment at room temperature was carried out to study the effect of pH, electrode distance for color, TSS and COD removal. This study also tried to compare the operation cost between elektrokoagulasi and chemical processes. The best removal efficiencies by Al electrodes was 91.96 % for color, 49.17 % for TSS and 29.67 % for COD which were under initial pH 4.0 and electrodes distance 2 cm. The optimum operation

  4. PERBANDINGAN METODE KOLABORASI DENGAN CONTOH TUGAS DAN BELAJAR INDIVIDUAL DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahyuddin .

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini berdasarkan pada teori belajar konstruktivis secara individual dan sosial. Tujuan utama penelitian adalah menyelidiki efektifitas metode kolaboratif dan belajar individual secara tradisional dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah kimia secara matematis. Perbandingan kedua metode belajar menggunakan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 60 mahasiswa kimia yang sedang memprogramkan mata kuliah matematika kimia. Hasil analisis data mengindikasikan bahwa efektifitas kedua metode belajar dipengaruhi oleh jenis materi kimia yang dipelajari dan konsep matematika yang relevan. Kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang belajar individual lebih baik dibandingkan dengan belajar kolaboratif pada materi kinetika yang menggunakan konsep kalkulus. Akan tetapi, kedua lingkungan belajar memberikan pengaruh yang sama pada kemampuan pemecahan masalah kimia menggunakan konsep dasar matematika seperti logaritma dan aljabar. Selain pendekatan belajar, kemampuan mahasiswa kimia dalam pemecahan masalah dipengaruhi oleh sejumlah faktor meliputi: faktor kognitif dan pengalaman belajar. Temuan penelitian ini dapat memberikan konstribusi pada pemilihan strategi belajar dengan mempertimbangan sejumlah faktor yang berpengaruh. Kata Kunci: pendidikan kimia, mahasiswa, belajar kolaboratif dan individual, pemecahan masalah, materi matematika A COMPARISON OF THE COLLABORATION METHOD USING THE TASK SAMPLE AND INDIVIDUAL LEARNING IN THE DEVELOPMENT OF CHEMISTRY PROBLEM SOLVING SKILLS Abstract: This study was based on the individual and social constuctivist learning theory. This study was aimed to examine the effectiveness of the collaborative learning and traditional individual learning to improve the students’ problem solving skills. This study used the quasi-experimental design. The subjects were 60 Chemistry students enrolling the Chemistry Mathematics course. The findings showed that the effectiveness of both methods was

  5. CARA MENGHILANGKAN RASA DAN BAU PADA PENGOLAHAN AIR MINUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-12-01

    Full Text Available Salah satu syarat kualitas air minum adalah tidak berwarna, tidak ada rasa, dan tidak berbau. Kebanyakan konsumen air minum menilai baik tidaknya kualitas air minum hanya secara visual, keruh atau jernih, berwarna atau tidak dan dengan indera pengecap apakah ada rasa atau tidak serta dengan indera pencium; berbau atau tidak. Tulisan ini hanya akan membahas dua aspek yaitu rasa dan bau yang sering dikeluhkan oleh konsumen.Sumber kontaminasi yang menimbulkan rasa dan bau dalam air dapat bersifat alami maupun anthropogenik.Untuk menghilangkan rasa dan bau karena sebab alami ada beberapa pilihan cara pengolahan yaitu sedimentasi konvensional secara gaya berat (Conventional Gravity Sedimentatin = CGS dan pengembangan udara terlarut (Dissolved Air Flotation = DAF, ozonisasi dan filtrasi dengan karbon aktif granular (Granular Activated Carbon = GAC. 

  6. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI FORMULASI DENGAN METODE ANAEROB-AEROB DAN ANAEROB-KOAGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Crisnaningtyas

    2016-05-01

    Full Text Available Studi ini membahas mengenai pengolahan limbah cair industri farmasi dalam skala laboratorium dengan menggunakan konsep anaerob-kimia-fisika dan anaerob-aerob. Proses anaerob dilakukan dengan menggunakan reaktor Upflow Anaerobic Sludge Bed reactor (UASBr pada kisaran OLR (Organic Loading Rate 0,5 – 2 kg COD/m3hari, yang didahului dengan proses aklimatisasi menggunakan substrat gula. Proses anaerob mampu memberikan efisiensi penurunan COD hingga 74%. Keluaran dari proses anaerob diolah lebih lanjut dengan menggunakan dua opsi proses: (1 fisika-kimia, dan (2 aerob. Koagulan alumunium sulfat dan flokulan kationik memberikan efisiensi penurunan COD tertinggi (73% pada kecepatan putaran masing-masing 100 rpm dan 40 rpm. Uji coba aerob dilakukan pada kisaran MLSS antara 4000-5000 mg/L dan mampu memberikan efisiensi penurunan COD hingga 97%. Hasil uji coba menunjukkan bahwa efisiensi penurunan COD total yang dapat dicapai dengan menggunakan teknologi anaerob-aerob adalah 97%, sedangkan kombinasi anaerob-koagulasi-flokulasi hanya mampu menurunkan COD total sebesar 72,53%. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi proses anaerob-aerob merupakan teknologi yang potensial untuk diaplikasikan dalam sistem pengolahan limbah cair industri farmasi. 

  7. DESAIN KONTROL AERATOR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SUWUNG DENGAN FUZZY LOGIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Mataram

    2010-12-01

    Full Text Available Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumahtangga dan harus dikelola agar tidak menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL merupakan suatu tempat pengolahan limbah yang bertempat di daerah Suwung.Pengolahan limbah cair dilakukan dengan menggunakan sistem kolam aerasi dan kolam sedimentasi.Pada proses aerasi yaitu proses reduksi BOD (Biological Oxygen Demand dan COD (Chemical OxygenDemand secara aerob digunakan aerator sebagai penghasil oksigen yaitu dengan cara menempatkan aerator didalam kolam aerasi sehingga menghasilkan oksigen berupa buih udara yang tercampur dengan air. Untuk IPALSuwung pengoperasian aerator masih dengan cara manual yaitu dioperasikan pada jam tertentu sehingga inputjumlah oksigen terkadang tidak sesuai dengan karakteristik input limbah yang diolah, maka diperlukan suatu sistemkontrol pengoperasian aerator yang dapat menghasilkan oksigen guna mereduksi COD secara tepat sesuai bakumutu limbahDalam penelitian ini dilakukan perencanaan desain kontrol pengoperasian aerator dengan fuzzy logic. Desainpengontrolan dengan menggunakan logika fuzzy pada pengoperasian aerator sudah dapat dibuat dan dapat bekerjasesuai dengan karateristik input/ouput limbah, ini terlihat dari lama operasi aerator yang bekerja sudah sesuaidengan input limbah. Penggunaan energi listrik dengan pengontrolan fuzzy pada pengoperasian aerator lebih rendahdibandingkan dengan penggunaan energi listrik pengoperasian secara manual, ini terlihat dari penggunaan energipengoperasian aerator manual dan fuzzy pada bulan Oktober 2010 yang memiliki selisih sebesar 6.693 kWh, bulanNovember 2010

  8. SISTEM INFORMASI DAN PENGOLAHAN DATA GAJI KARYAWAN PADA RITA PASARAYA KEBONDALEM PURWOKERTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Heddy Triyodanta

    2009-02-01

    Full Text Available Penelitian ini berjudul "Sistem Informasi dan Pengolahan Data GajiKaryawan pada Rita Pasaraya Kebondalem Purwokerto". Tujuan dari penelitian iniodalah untuk mengetahui prosedur sistem informasi pengolahan data gaji karynvanyang sedang berjalan atau sedang dipakai pada Rita Pasaraya KebondalemPurwoketo, yang masih dilakukan dengan proses manual dan pada akhirnyadirancang suatu sistem informasi yang lebih baik. Merancang sistem informasi yangberbasis komputer untuk membantu mengatasi kelemahan dalam pengolahan datamenjadi informasi sesuai dengan kebutuhan user. Hasil analisis menunjukkan bahwapengolahan data di Rita Pasaraya Kebondalem Purwokerto mosih menggunakansistem manual. Sistem yang baru yaitu komputerisasi akan lebih tepat biladipergunakan untuk kehandalan data gaji karyawan. Selain sistem yang baru secarakomputerisasi kedisiplinan pemakai juga perlu ditingkatkan, secara fasilitastambahan selain ruangan khusus yaitu adanya Air Condisioner (AC pada ruangkomputer untuk membuat awet secara perangkat keras komputer dan komputer dapatdihidupkan secara terus menerus. Sistem yang baru aknn menambah kepercayaanImryawan dan pihak lain yang membutuhkan karena akurat, tepat dan handal. Sertapengambilan keputusan tentang kondisi data gaji karyawan dapat lebih alatrat dancepat yang tidak lain dapat meningkatkan kinerja karyawan terhadap perusahaan.

  9. Pengaruh Perbedaan Jenis Asam dan Waktu Demineralisasi pada Nilai Rendemen dan Sifat Fisiko Kimia Gelatin Tulang Sapi Bali.

    OpenAIRE

    Ramadani, Dewi

    2014-01-01

    2014 Dewi Ramadani (I 411 10 267). Pengaruh Perbedaan Jenis Asam dan Waktu Demineralisasi pada Nilai Rendemen dan Sifat Fisiko Kimia Gelatin Tulang Sapi Bali. Muhammad Irfan Said Sebagai Pembimbing Utama dan Farida Nur Yuliati Sebagai Pembimbing Anggota. Gelatin merupakan senyawa hasil hidrolisis serabut kolagen secara persial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh jenis larutan dan waktu demineralisasi pada nilai rendemen dan sif...

  10. PENGOLAHAN CISTIK SUKUN DI DESA MERTASINGA KECAMATAN CILACAP UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Watiningsih

    2017-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan dari kegiatan ini adalah: 1 Memberikan pengetahuan teoritis kepada Produsen Cistik Sukun di Desa Mertasinga dan Desa Tritih Wetan Kecamatan Cilacap Utara tentang bagaimana membuat dan mengemas hasil produksi yang baik 2 Meningkatan Mutu hasil olahan sukun di Desa Mertasingan dan Desa Tritih Wetan Kecamatan Cilacap Utara untuk mengolah sukun dengan sentuhan teknologi dan Sains 3 Memperkuat produsen cistik sukundi Desa Mertasingan dan Desa Tritih Wetan Kecamatan Cilacap Utaramenjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.Kegiatan ini terdiri dari pemberian pengetahuan tentang pengolahan sukun agar lebih menarik dan mendapatkan nilai jual yang baik, pelatihan pembuatan cistik sukun dan pengemasan, pelatihan pembuatan anggaran dalam penjualan,evaluasi, pameran hasildan pendampingan. Sedangkan metode yang digunakan dalam kegiatan ini dalah ceramah, pemberian pelatihan, demonstrasi, simulasi pembuatan cistik sukun.Target luaran kegiatan ini berupa:1 Media pembelajaran pengetahuan bagi produsen cistik sukun, 2. Pengetahuan tentang pengemasan cistik sukun agar lebih menarik dan mendapatakan harga jual yang tinggi,3. Bermanfaat bagi masyarakat khususnya produsen cistik sukun menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Keyward :Sukun, Pengolahan, Cistik, Pengemasan. Pemasaran Sukun ABSTRACT The purposeof this activity are: 1 To provide theoretical knowledge to the “Cistik” Breadfruit producer in Mertasinga and Tritih Wetan vistage, North Cilacap sub district in foodprocessing and packaging 2 To increase the quality ofbreadfruit in Mertasingan and Tritih Wetan village by using technology and Science approahe3 Cistik breacfruit producent stregtring in Mertasingan and Tritih Wetan vistage, Nort Cilacap Utara Sub distrik to be economically self sufficient communities .This activities are consistan of processing supervision, packaging, food production training,budgeting, produc tevaluation, exhibitions hasildan assistance. While the

  11. PENGEMBANGAN ASESMEN ALTERNATIF PRAKTIKUM KIMIA DASAR II MELALUI CHEMISTRY FAIR PROJECT (CFP BERBASIS KONSERVASI DENGAN MEMANFAATKAN DAILY CHEMICAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Urwatin Wusqo

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk (1 Mengembangkan asesmen alternatif pada praktikum kimia dasar II melalui chemistry fair project berbasis konservasi dengan memanfaatkan daily chemical(2 Mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research Model pengembangan yang diterapkan Dick dan Carey (1985. Subjek uji coba terbatas maupun subjek uji coba lapangan adalah dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan IPA UNNES. Sampel ditentukan secara purposive, yaitu dosen pengampu dan mahasiswa yang menempuh mata kuliah Praktikum Kimia Dasar II. Data yang diperoleh dari uji coba ini adalah: (1 masukan dari pakar, untuk menentukan validitas isi dan konstruk dari fitur asesmen; (2 masukan dari sampel uji coba terbatas, untuk menentukan kepraktisan petunjuk chemistry fair project (CFP berbasis konservasi dengan memanfaatkan daily chemical ; Instrumen pengumpul data berupa angket keterbacaan petunjuk pembuatan chemistry fair project (CFP berbasis konservasi dengan memanfaatkan daily chemical, pedoman penskoran. (3 data hasil belajar siswa untuk mengetahui efektivitas asesmen. Masukan dari pakar angket mahasiswa, dan nilai chemistry fair project (CFP sampel ujicoba terbatas dianalisis secara kualitatif, dan kuantitatif. Asesmen alternative Praktikum Kimia Dasar II yang dikembangkan dikatakan berhasil baik apabila asesmen yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif.

  12. UJI FITOKIMIA SENYAWA KIMIA AKTIF AKAR NIPAH (Nyfa Fruticans WURMB SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidah R Radam

    2017-02-01

    Full Text Available Nipa (Nypa fruticans WURMB classified in Palma family and grow in riptide area. This Research aims to know active Chemical compounds in Nipa root. We Hope that this Research will provide new information about active Chemical compounds in Nipa root, so that we can improve the benefit value of Nipa as One of the medicinal herb. Nipa root samples is taken in Tanah Bumbu District, samples examined in Laboratory of F-MIPA UNLAM. The observed parameters in thus Chemical Test are the active Chemical compounds: alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, and tannin. The Content of active Chemical compound is presented in Table and concluded descriptively. The Result of active Chemical compound consist in Nipa’s root shows that Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , and tannin compound is do contains in Nipa root. This active Chemical compound in Nipa root can be Led as the basic Chemical informative to utilize Nipa root as analgesics Medical for such disease. Nipah (nypa fruticans WURMB merupakan tumbuhan yang termasuk famili Palmae dan   tumbuh di daerah  pasang   surut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kandungan senyawa-senyawa kimia aktif pada akar nipah. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan informasi baru tentang senyawa aktif yang terdapat pada akar nipah, sehingga dapat meningkatkan nilai guna dan manfaat tumbuhan nipah sebagai salah satu tanaman obat. Pengambilan sample akar nipah dilakukan Kabupaten Tanah Bumbu  sedangkan pengujian sample akar nipah dilakukan di Laboratorium F-MIFA UNLAM. Parameter-parameter yang diamati pada pengujian kimia tersebut adalah senyawa-senyawa kimia aktif yaitu alkaloid, steroid, triterpenoid flavonoid, dan tanin. Data hasil uji kandungan senyawa kimia aktif  ditabulasi dan disimpulkan secara diskriptif. Hasil pengujian terhadap senyawa kimia aktif yang terkandung dalam akar Nifah ini menunjukan bahwa senyawa Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , dan tanin memang dikandung

  13. INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN PANGAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PEREKONOMIAN DESA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soekadri Soekadri

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Aktivitas industri yang berkembang dan terkait dengan perekonomian perdesaan di DAS Progo sampai dewasa ini masih merupakan suatu harapan. Hal ini karena sektor industri manufaktur dianggap memiliki kemampuan besar dalam memecahkan masalah berkaitan dengan aspek pendapatan, kesempatan kerja maupun penyerapan tenaga kerja, tetapi kenyataannya di berbagai tempat kemampuannya masih disangsikan karena berbagai sebab. Kesenjangan ini mendasari penelitian yang bertujuan untuk (1 memahami karakteristik faktor-faktor produksi dan faktor lokasi industri, serta pengaruhnya terhadap perkembangan Industri Hasil Pertanian Pangan (IHP; (2 mengkaji efek pelipatgandaan aktifitas IHP terhadap penyerapan tenaga kerja, dan peluang usaha; (3 dan mengkaji hubungan antara kebijaksanaan pembangunan industri oleh pemerintah, khususnya pembinaan usaha terhadap perkembangan IHP di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah survei terhadap pengusaha IHP. Lokasi desa yang dipilih sebagai sampel kasus desa penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu Desa Trimurti Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Desa Banyuraden Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Desa Sumurarum Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Responden adalah petani sekaligus pengusaha IHP, dengan jumlah sampel masing-masing desa 40 KK petani pengusaha IHP ditentukan dengan cara kuota. Analisis data menggunakan uji koefisien korelasi parsial dan ganda serta uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya ekonomi IHP di ketiga desa kasus penelitian dapat berkembang, ditunjukkan oleh adanya perkembangan kesempatan usaha, dan kesempatan kerja, dan juga berpengaruhnya terhadap perkembangan perekonomian desa-desa tersebut. Hal ini disebabkan oleh faktor kebijakan pemerintah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan proses produksi IHP. Perkecualian terjadi di Desa Banyuraden karena lokasinya dekat Kota Yogyakarta, dimana pengaruh faktor

  14. Desain Mobile Unit Instalasi Pengolahan Air Minum Untuk Kondisi Darurat Bencana Banjir Menggunakan Membran Mikrofiltrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angie Prabhata Putra

    2015-03-01

    Full Text Available Banjir dan kekeringan merupakan sebuah fenomena yang rutin dihadapi di berbagai daerah dengan kerugian yang tidak kecil contohnya di wilayah Jabodetabek pada bulan februari tahun 2007, banjir yang terjadi selama 5 hari mencapai kerugian sekitar 8,6 triliyun rupiah. Saat terjadi banjir pengungsi sangat sulit untuk mendapat air bersih maupun air minum, di karenakan sumur penduduk yang dipenuhi lumpur dan kotoran. Kesulitan dalam memperoleh air bersih maupun air minum pada saat maupun paska bencana banjir, berdampak pada timbulnya berbagai penyakit terkait air bersih yaitu seperti muntaber, diare dan gatal-gatal. Oleh karena itu diperlukan solusi atau penanggulangan masalah air bersih dan air siap minum baik saat maupun paska bencana banjir. Menurut buku Introduction to International Disaster Management (2007, disebutkan bahwa ada beberapa alternatif dalam penyediaan air bersih dan air siap minum pada saat kondisi banjir yaitu  penyediaan air melalui tangki truk, atau dari tangki yang di datangkan  dari luar daerah banjir, melakukan proses pengolahan air banjir itu sendiri untuk menghasilkan air bersih sebagai contoh menggunakan filter. Solusi dalam hal masalah ini adalah pengolahan air minum yang berbasis mobile water treatment. Dalam kaitan tentang masalah ini perlu adanya perencanaan tentang desain instalasi pengolahan air minum secara mobile untuk kondisi darurat bencana banjir. Dalam hal ini rencana desain atau DED (Detail Engineering Design yang akan digunakan adalah mobile water treatment membran mikrofiltrasi, keuntungan dari menggunakan membran ini adalah dapat menyisihkan bakteri patogenik dan beberapa jenis virus. Pada perencanaan ini direncanakan unit-unit sebelum dan sesudah membran mikrofiltrasi agar kualitas air hasil pengolahan (effluent memenuhi baku mutu air siap minum yang sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MEN.KES/PER/IV/2010.

  15. Kandungan Xantofil Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala Hasil Detoksikasi Mimosin Secara Fisik dan Kimia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. B. Laconi

    2010-04-01

    Full Text Available Leucaena (Leucena leucocephala is a feed source which has high protein and carotenoid, but its utilization as feed was limited by the presence of mimosine (β-N-(3-Hydroxy-4 pyridone-α amino propenoic acid as a toxin. Experiment was carried out using completely randomized design with 4 detoxification treatments and 5 replications. Detoxification treatments of leucaena leaf consisted of (1 non treated leucaena leaf, (2 steamed heating at 70 oC for 15 minutes, (3 dry heating at 70 oC for 12 h, (4 soaking with fresh water for 12 h, (5 spray with NaOH 5%, incubated for 12 h. Variables measured were mimosine and xanthophylls contents. Data were analyzed using analysis of variance and duncan multiple range test was further done to test the significant differences between means. The results showed that soaking leucaena leaf with fresh water for 12 h gave the highest reduction for both mimosine and xanthophylls contents and steamed heating at 70oC for 15 minutes had the highest xanthophylls content post detoxification. It was concluded that steamed heating at 70oC for 15 minutes was the best detoxification methods for mimosine in leucaena leaf.

  16. ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN KIMIA KALUS Sonchus arvensis L. HASIL PERTUMBUHAN SECARA KULTUR JARINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katno Katno

    2012-10-01

    Full Text Available Plant tissue culture tecnique can be used to produce chemical compound or secondary metabolites from medicinal plant. The chemical compound of medicinal plants sometime produced locally within the callus. These compounds are generally identical with the one produced by medicinal plantgrowth in the field. Sonchus arvensis (tempuyung used as diuretic and anti-kidney stone. The flavonoid compound of Sonchus arvensis related to such activities are Apigenin 7-glucoside and Luteolin 7-glucoside. The both compounds of Sonchus arvensis are active as anti-kidney stone and diuretic by plant tissue  culture. The reseach was carried out in plants tisue culture laboratory at BPTO Tawangmangu from June to Jully 2002. The callus of Sonchus arvensis  aged of 50 days was analized with spot test and TLC methode. The result was compared to the chemical compounds from Sonchus arvensis which growth in the field. The result showed that chemical compound from  the callus and the plant growth in the field were identical.

  17. PENERAPAN PENDEKATAN SALINGTEMAS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suriyanto Suriyanto

    2016-01-01

    Full Text Available Pendekatan Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (Salingtemas merupakan pendekatan yang dianjurkan dalam proses belajar mengajar sains ditingkat pendidikan menengah untuk mengatasi hasil belajar yang kurang memuaskan. Pendekatan Salingtemas memberi pembelajaran sains secara kontekstual sehingga siswa dibawa ke situasi memanfaatkan konsep sains ke dalam bentuk teknologi untuk kepentingan masyakarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan Salingtemas dapat meningkatkan kinerja ilmiah siswa kelas XI-IPA 3 SMA Negeri 2 Sumenep dalam pembelajaran kimia pada materi pokok larutan Asam dan Basa. Penentuan keberhasilan proses didasarkan pada diskriptor kualifikasi terhadap aktivitas belajar siswa, sedangkan penentuan keberhasilan hasil belajar ditemukan melalui ulangan harian. Hasil dari penelitian ini adalah: (1 Siswa merasa senang belajar, ini dapat dilihat dari hasil observasi keaktifan siswa dalam kelas pada siklus kedua meningkat dan dari hasil respon/ minat terhadap penerapan pendekatan Salingtemas yang menyatakan mereka sangat berminat (28,6%, berminat (57,1%, dan kurang berminat (14,3%; (2 Penerapan pendekatan Salingtemas dapat meningkatkan kinerja ilmiah dan prestasi belajar materi pelajaran kimia khususnya materi pokok Larutan Asam dan Basa pada siswa kelas XI-IPA 3 SMA Negeri 2 Sumenep dengan ketuntasan klasikal 42 siswa (100% dan daya serap 81,23%.Approach of Science, Environment, Technology, and Society (Salingtemas is a recommended approach in teaching and learning of science secondary education level to overcome learning outcomes unsatisfactory. Salingtemas approach gives contextually science learning so that students brought to the situation utilizing scientific concepts in the form of technology for the benefit of society. The purpose of this study was to determine whether the approach can improve the performance of scientific Salingtemas class XI-IPA 3 SMAN 2 Sumenep in learning the subject matter of the

  18. PENERAPAN HIPNOTEACHING MELALUI NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Ismuzaroh

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan penerapan hypnoteaching melalui neuro linguistic programming (NLP dalam proses pembelajaran kimia adalah untuk menghilangkan pikiran negatif siswa terhadap pembelajaran kimia, yang selanjutnya meningkatkan minat, motivasi dan keaktifan belajar kimia siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa lebih terbuka, berani mengemukakan pendapat terhadap permasalahan kimia yang pelajari, siswa merasa fresh, dan nyaman. Hypnoteaching goals through the application of neuro linguistic programming (NLP is a chemical in the learning process to eliminate the negative thoughts of students towards learning chemistry, which further increase the interest, motivation and active learning chemistry students. Results showed students were more open, daring to express opinions on issues studied chemistry, students feel fresh, and comfortable.

  19. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ORGANIK SECARA BIOLOGI MENGGUNAKAN REAKTOR ANAEROBIK LEKAT DIAM

    OpenAIRE

    Indriyati, Indriyati

    2018-01-01

       Organic waste water can be treated biolocally by using anaerobic fixed bed reactor. Fixed bed reactor is bioreactor which is compleeted with support material inside reactor for bacteria fixation in the surface area of support material. The benefit of using this kind of technology are it needs low energy, low nutrien, low sludge production and could treat high organic concentraion waste water.   The support material  has important role in the  Fixed Bed reactor performance, therefore it mus...

  20. PENATAAN KORIDOR PERMUKIMAN KAMPUNG KARANG ANYAR BERBASIS PENGOLAHAN SAMPAH DAUR ULANG DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nursahfika Arman

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract- Kelurahan Karang Anyar yang berlokasi di jalan Baji dakka berpotensi menjadi pilot project untuk pengolahan sampah di wilayah permukiman. Disebut pilot karena menginspirasi, memberikan teladan dan memperlihatkan langkah dalam mengolah sampah berbasis swadaya masyarakat untuk itu menata koridor permukiman Karang Anyar kerena ketika suatu wilayah dijadikan pilot project maka tentu setiap koridor memberi daya tarik pada masyarakat serta aktivitas pengolahan di dalamnya harus diwadahi dengan fasilitas yang memadai, seperti yang terlihat saat ini di Kelurahan Karang Anyar, dimana aktivitas pengolahan sampah sudah mengakar dan semua orang berpartisipasi dalam aktivitas tersebut, dengan demikian lebih mudah untuk sekarang melihat sacara spacial, melihat secara desainnya/Urban Design dalam hal ini apakah sudah memenuhi atau mengakomodir semua kegiatan pengelolah tersebut atau tidak. Misalnya tidak estetika cukup masyarakat mendaur ulang sampahnya di tiap-tiap rumah, maka tentu harus ada satu aula di mana mereka berkumpul, menentukan target, tujuan, langkah ke depan, metode yang lebih baik lagi dalam pengolahan sampah, sehingga masyarakat bisa bersatu dan bersama menentukan metode yang lebih baik untuk di jadikan percontohan dalam pengolahan sampah. Selain itu juga aula tersebut dapat difungsikan sebagai ruang untuk mengadakan display dan pameran untuk menunjukkan kepada orang-orang luar yang diundang untuk melihat hasil-hasil pengolahan sampah maupun langkah-langkah penyaluhan persampahan. Selain itu dapat dilengkapi fasilitas sekolah untuk edukasi pengolahan sampah daur ulang di mana ruang-ruang di bagi menjadi 5 kelas yang khusus untuk mengelola beragam sampah yang ditemukan dalam masyarakat. Keywords: Permukiman , Karang Anyar, Koridor (lorong, Pengolahan sampah Abstract- Karang Anyar village located on the road Baji Dakka potential to become a pilot project for waste management in residential areas. Called pilot as inspiring, an example

  1. Penyisihan Limbah Organik Air Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Koagulasi-Flokulasi Kimia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Rezagama

    2016-12-01

    Full Text Available Air lindi yang meresap ke dalam tanah yang berpotensi bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah, air tanah dan air permukaan. Komposisi limbah lindi dari berbagai TPA berbeda-beda bergantung pada musim, jenis limbah, umur TPA. Proses dalam TPA menghasilkan molekul organik recalcitrant yang ditunjukkan dengan rendahnya rasio BOD/COD dan tingginya nilai NH3-N. Belum optimalnya pengolahan air lindi di Jatibarang membutuhkan pretreatment sebagai bentuk upaya alternatif dalam proses pengolahan air lindi sebelum masuk ke dalam proses aerated lagun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh koagulan kimia pada penyisihan bahan organik air lindi TPA Jatibarang. Penelitian dilakukan pada bulan April- Agustus 2016. Karaktersitik air lindi TPA Jatibarang termasuk dalam kategori "moderately stable" dan lindi muda. Penyisihan bahan organik dengan menggunakan kuagulan kimia FeCl3 dan Al2SO4 menunjukkan nilai yang cukup signifikan untuk parameter COD, BOD, TSS. Penggunaan dosis optimal terjadi pada 16 g/L FeCl3 serta 16 g/L Al2SO4 dapat menurunkan nilai COD sebesar 51% dan 65%, BOD sebesar 50% dan 56%, dan TSS sebesar 24% dan 21%. Perubahan nilai pH akibat penambahan koagulan berpengaruh positif terhadap tingkat penyisihan, namun memberikan dampak negatif yaitu buih yang cukup banyak. Penurunan beban organik menguntungkan bagi sistem pengolahan lindi eksisting TPA Jatibarang.  [Title: Removal of Lindi Water Organic Waste of TPA Jatibarang using Chemical Coagulation- Floculation] Leachate grounding into the soil that potentially could mix with the groundwater caused contamination of soil, groundwater and surface water. The composition of waste landfill leachate from the various location is depending on the season, the type of waste, and landfill age. Process in the TPA produces recalcitrant organic molecules as indicated by the low ratio of BOD/COD and NH3-N high value. The ineffective treatment of leachate at Jatibarang

  2. Analisis Kadar Kofein Kopi Luwak Dengan Variasi Jenis Kopi, Spesies Luwak Dan Cara Pengolahan Dengan Metoda TlC Scanner

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Yulia

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis kadar kofein kopi luwak dengan variasi jenis kopi, spesies luwak dan cara pengolahan dengan metoda TLC Scanner. Analisis dilakukan dengan menggunakan 8 sampel kopi luwak R.Ab.K ; R.Ab.B ; R.Ph.K ; R.Ph.B ; A.Ab.K ; A.Ab.B ; A.Ph.K ; A.Ph.B yang diekstraksi dengan pelarut diklorometana ( DCM . Pemisahan dengan KLT dilakukan dengan fasa diam plat silika gel GF254 dan fasa gerak campuran diklorometana : metanol ( 9,5 : 0,5 . Kadar kofein dihitung dengan menggunakan persamaan regresi y = 2715,112 + 4,389x dan memberikan persentase kadar berturut-turut 1,91 ; 2,04 ; 1,30 ; 1,89 ; 1,29 ; 1,45 ; 1,25 ; 1,42 %. Kadar kofein paling tinggi diberikan oleh kopi robusta yang diberikan pada luwak A. binturong dan diolah secara basah dengan persentase 2,04 %. Sedangkan kadar kofein paling rendah diberikan oleh kopi arabika yang diberikan pada luwak P. hermophroditus dengan persentase 1,25 %. Pengolahan data dengan statistik anova tiga jalan SPSS 21 menunjukkan hasil bahwa jenis kopi, variasi luwak dan cara pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar kofein dengan p < 0,05.

  3. Rancang Bangun Perangkat Lunak Unit Kontrol Alat Ukur Sudu Cross Flow Water Turbine Berbasis Pengolahan Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Marliana

    2014-09-01

    Full Text Available Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, alat ukur mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Salah satu bentuk perkembangannya adalah dengan dibuatnya alat ukur sudu cross flow water turbine berbasis pengolahan citra oleh Rusweki dan Pradnyana pada tahun 2013. Namun, alat ukur ini masih dioperasikan secara manual. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan pengembangan terhadap alat tersebut, khususnya dibidang rancang bangun perangkat lunak untuk unit kontrolnya. Metodologi yang diterapkan dalam tugas akhir ini yang pertama adalah mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan topik bahasan dari berbagai literatur. Langkah kedua adalah menetukan perumusan masalah dan menentukan metode pembuatan perangkat lunak. Ketiga, pembuatan perangkat lunak dan verifikasi. Pada penelitian ini telah berhasil dirancang perangkat lunak untuk unit kontrol alat ukur sudu CFWT berbasis pengolahan citra. Berdasarkan hasil kalibrasi sensor inframerah Sharp GP2Y0A21 didapatkan bahwa nilai jarak adalah sama dengan 178924.57 dibagi dengan nilai output ADC desimal pangkat 1.08. Selisih maksimal antara jarak input dan jarak tempuh motor adalah 0.5mm, dan jarak kontrol antara 130-400mm. Dengn demikian, metode pengukuran menggunakan alat ini akan lebih mudah dan cermat, karena selain dapat mengukur benda dengan bentuk yang kompleks mngurangi resiko keausan benda an lebih teliti, juga bisa diakukan dengan mudah serta cepat karena adanya sistem kontrol

  4. PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERVISI SETS BERORIENTASI CHEMO-ENTREPRENEURSHIP (CEP PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Agus Prayitno

    2016-05-01

    Full Text Available Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari- hari, dari segi lingkungan teknologi, maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran kimia bervisi SETS berorientasi CEP pada materi larutan asam basa yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar, minat wirausaha, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Uji coba kelayakan produk pada penelitian ini dilaksanakan di MA Mu’allimin Mu’allimat dengan model penelitian one group pre-test and post-test design dan di MAN Rembang dengan model penelitian pre-test and post-test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode validasi, observasi, dokumentasi, tes, dan skala Likert. Hasil validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi menunjukkan bahwa modul pembelajaran kimia bervisi SETS berorientasi CEP sangat layak digunakan dalam pembelajaran kimia dengan skor ratarata pada aspek kegrafikan 95,00, aspek penyajian 95,33, aspek kebahasaan 95,00, dan aspek kegrafikan 94,44. Hasil uji coba modul di MA Mu’allimin Mu’allimat menunjukkan peningkatan motivasi 20%, minat wirausaha 25%, dan hasil belajar siswa 79%. Uji coba modul di MAN Rembang peningkatan motivasi belajar siswa, minat wirausaha, dan hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 27%, 17% dan 66%, sedangkan peningkatan kelas kontrol secara berturutturut 0,4%, 11%, dan 24%.Chemistryis one of the subjects related to everyday life, in terms of environmental technology, and society. The purpose of this research is to produce visionary chemistry learning modules SETS with CEP oriented on acid-base materials which properly and effectively use in learning to improve learning motivation, entrepreneurial interest, and student learning outcomes. This research is development reaserch. Testing the product viability on the research carried out in MA Mu'allimin Mu'allimat with research model are one

  5. MODEL PEMBELAJARAN KIMIA ORGANIK TERINTEGRASI DENGAN KEMAMPUAN GENERIK SAINS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudarmin

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: Learning Models of Organic Chemistry Subject Integrated with Science Generic Skills. The aim of the study is to investigate how Organic Chemistry and Generic Science Skills Teaching Model can be developed for prospective chemistry teachers. This research and development study involves 79 stu­dents of Chemistry Education Department of Sema­rang State University. The data are collected using a test of organic chemistry concepts and generic science skills, a questionnaire, and an observation sheet and then analyzed using N-gain test. The result shows that the OCGSSM teaching model improves the pro­spective chemistry teachers' generic science skills in high and medium category. The high achieving stu­dent group has better comprehension of generic skills in logical consistency, observation, abstraction, symbolic language, sense of scale, and logical frame aspects than low achieving student group. Abstrak: Model Pembelajaran Kimia Organik Terintegrasi Kemampuan Generik Sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran kimia organik terintegrasi kemampuan generik sains. Penelitian dan pengembangan melibatkan 79 mahasiswa Pendidikan Kimia Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep kimia organik terintegrasi kemam­puan generik sains, angket, dan lembar observasi, dan dianalisis dengan uji N-gain. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan MPKOKG meningkatkan penguasaan kemampuan generik sains calon guru kimia dengan taraf pencapaian tinggi dan sedang. Mahasiswa kelompok prestasi tinggi memiliki penguasaan kemam­puan generik sains konsistensi logis, pengamatan, abstraksi, bahasa simbolik, kesadaran tentang skala serta logical frame lebih baik dibandingkan kelompok prestasi rendah.

  6. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata Alam Dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  7. Komposisi Kimia, Kadar Albumin dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa striata Alam dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  8. PENGARUH PROSES PENGOLAHAN DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN TERHADAP KADAR β-KAROTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiliana Liem

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Pada banyak negara berkembang, defisiensi vitamin A menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pemanfaatan bahan pangan nabati yang dapat menjadi sumber utama vitamin A merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Daun singkong adalah salah satu bahan pangan nabati yang kaya β-karoten, dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan vitamin A, dan mudah didapatkan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variasi pengolahan daun singkong terhadap kadar β-karoten. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL dengan unit eksperimental 100 gram daun singkong yang mirip dengan variasi Adira 4, segar, berwarna hijau cerah, tidak ada cacat atau noda pada permukaan kulit, dan bagian pucuk tanaman (3-5 susun daun. Daun singkong dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan pengolahan (segar, perebusan dengan air garam, perebusan dengan air garam dilanjutkan perebusan dengan santan, dan perebusan dengan air garam dilanjutkan dengan penumisan dengan minyak goreng dengan 5 kali replikasi. Kadar β-karoten olahan daun singkong diukur dengan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan kadar β-karoten berbeda secara signifikan pada semua kelompok perlakuan pengolahan (p=0,001. Perlakuan yang satu dengan perlakuan yang lain pada semua pasangan perlakuan juga memiliki perbedaan yang signifikan. Kadar β-karoten olahan daun singkong dari yang tertinggi berturut-turut didapatkan dari pengolahan perebusan dengan air garam (79,534 ± 5,784 µg/g, perebusan dengan air garam dilanjutkan penumisan dengan minyak goreng (65,926 ± 6,244 µg/g, daun singkong segar (43,530 ± 11,062 µg/g, dan perebusan dengan air garam dilanjutkan perebusan dengan santan (19,022 ± 3,509 µg/g. Variasi cara pengolahan mempengaruhi kadar β-karoten dalam daun singkong akibat faktor-faktor pengolahan, seperti suhu, pH, waktu, matriks pangan, dan pemakaian minyak kelapa sawit. Daun singkong

  9. DAMPAK PEMAKAIAN BATU BARA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Dewasa ini mulai dari cara penambangan sampai dengan proses pengolahan menjadi bahan bakar diupayakan untuk menghasilkan bahan bakar yang mengandung abu dan sulfur yang rendah. Caranya disebut "coal beneficiation" yaitu dengan memisahkan bahan yang tak diinginkan secara fisika dan kimia.

  10. Studi Kelayakan Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih di Kawasan Wisata dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Pantai Prigi, Trenggalek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agista Ayuningtyas Puspita Dwijayani

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan air bersih diperlukan pula dalam bidang kepariwisataan. Salah satunya ialah kawasan wisata alam Pantai Prigi, Trenggalek. Namun kondisi air saat ini masih memiliki kandungan TDS (Total Dissolved Solid dan salinitas yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk mengolah air asin menjadi air tawar agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengolah air asin atau payau menjadi air tawar adalah dengan sistem Reverse Osmosis (RO. Penentuan kapasitas SWRO ditentukan dengan memproyeksikan jumlah pengunjung kawasan wisata Pantai Prigi dan kebutuhan air kolam apung hingga tahun 2023. Hasil proyeksi diperoleh kebutuhan air sebesar 729,40 m3/hari pada penggunaan maksimum. Dengan desain SWRO yaitu menggunakan pretreatment rapid sand filter dan filter karbon aktif untuk meremoval kandungan TDS, kesadahan total, khlorida, sulfat, dan bilangan KMnO4 (zat organik. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem pengolahan air laut dengan SWRO sebesar Rp 5.077.307.500,00.Perencanaan sistem pengolahan air laut menjadi layak jika air reject dari SWRO sebesar 1463,28 m3/hari dimanfaatkan menjadi wisata kolam apung, garam, dan air nigari dengan investasi total sebesar Rp 7.326.095.500,00. Dengan analisa kelayakan secara ekonomi  menggunakan prinsip ekonomi teknik, pada alternatif ini diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25.024.360.250,24 ; IRR sebesar 23,7% ; dan Payback periode pada tahun ke-3 dengan keuntungan yang diperoleh Rp 3.915.665.044,80 per tahun.

  11. Pengaruh Penambahan Garam Natrium Dalam Proses Pengendapan Limbah Pengolahan Gambir Terhadap Rendemen Tanin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2013-06-01

    Full Text Available Wastewater from gambier industry which contains tannin has not been utilized optimally yet. The wastewater does not hold up in storage because is often overgrown with fungus, so that in the solid / powdery tannins will be more profitable. To get the tannins precipitate, it had been done research about the effect of settling material to the formation of gambier dye from waste gambier industry. This study aimed to obtain optimum yield of tannins through the precipitation process. Settling material which were used technically NaCl salt and table salt, while for pH regulator used sodium bicarbonate and saturated solution of lime. Phase of precipitation was done by adding NaHCO3  or lime water saturated in such a manner until pH 8. The addition of NaCl salt or table salt with concentration 50 g/L, 100 g/L, 150 g/L, 200 g/L, 250 g/L, 300 g/L, 350g/L, 400 g/L in 200 ml of gambier industry liquid waste. The research result was obtained that the optimum precipitate by the addition of NaCl with concentrations 300 g/L and the use of sodium bicarbonate as a pH regulator gave 30.05% yield. The addition of NaCl with concentrations above 300 g/L gave results which were not much different. Tannin dyes from wastewater of gambier treatment were in the form of brown colour flour.ABSTRAKAir limbah industri pengolahan gambir yang mengandung senyawa tanin saat ini belum dimanfaatkan secara optimum. Limbah cair ini dapat digunakan sebagai sumber warna alami atau tanin, namun tidak tahan dalam penyimpanan karena sering ditumbuhi jamur, sehingga dalam bentuk padatan/tepung tanin akan lebih menguntungkan. Untuk mendapatkan endapan tanin dilakukan penelitian pengaruh penambahan bahan pengendap terhadap pembentukan tanin dari limbah proses pengolahan gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rendemen tanin yang optimal melalui proses pengendapan. Bahan pengendap yang digunakan adalah   garam NaCl  teknis,  garam dapur, sedangkan untuk pengatur pH digunakan

  12. ANALISIS PENGUASAAN MATERI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN KIMIA LINGKUNGAN BERBASIS MASALAH UNTUK MATERI PENCEMARAN UDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nuswowati

    2016-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penguasaan materi dan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan Kimia Lingkungan berbasis masalah untuk materi pencemaran udara. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia di salah satu universitas di Semarang untuk mata kuliah Kimia Lingkungan pada semester genap tahun 2010-2011. Mahasiswa rombel 1 (20 orang untuk kelas eksperimen diberi perkuliahan dengan pendekatan berbasis masalah. Rombel 2 (23 orang untuk kelas kontrol diberi perkuliahan seperti yang biasa dilakukan selama ini. Data yang terkumpul selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif. Has ii penelitian menunjukkan N-gain penguasaan materi pencemaran udara mahasiswa kelompok eksperimen adalah sedang, demikian pula untuk kelompok kontrol. N-gain keterampilan berpikir kreatif untuk kelas eksperimen adalah tinggi, sedangkan untuk kelompok kontrol adalah sedang. Lebih dari 50% pendapat mahasiswa menyebutkan bahwa komponen materi, model, pedoman mahasiswa, LKM, suasana belajar dan strategi dosen dalam perkuliahan sangat menarik, sangat baru, dan sangat mudah. Agar N­ gain rerata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada indikator 3 tidak mengalami peningkatan paling sedikit, maka mahasiswa lebih dimotivasi dalam mencari sumber mutakhir tentang penyelesaian masalah pencemaran udara.The purpose of this study was to analyze students' material mastery and creative thinking skills after attending Environmental Chemistry-based lectures for a material issue of air pollution. This study was conducted on students of Chemistry Education at a university in Semarang for Environmental Chemistry courses in the second semester 2010-2011. Students of class 1 (20 people as the experimental group were treated with a problem­ based approach. Class 2 (23 people as the control group were treated with lectures as was done during this time. The collected data were then analyzed descriptively. The

  13. Pemanfaatan Ekstrak Air Daun Jambu Biji Sebagai Antioksidan Alami Pada Pengolahan Patin Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian pemanfaatan ekstrak air daun jambu biji (Psidium guajava sebagai antioksidan alami pada pengolahan patin asin telah dilakukan. Aplikasi ekstrak air daun jambu dilakukan dengan merendam ikan dalam campuran larutan garam dan ekstrak daun jambu. Konsentrasi larutan garam yang digunakan adalah 30%, sedangkan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu yang digunakan adalah 0, 6, dan 12% (w/v. Perendaman dalam larutan garam dilakukan selama 48 jam dengan perbandingan antara ikan dan larutan yang digunakan untuk merendam 1:2 (b/v. Selesai penggaraman, ikan dibelah menjadi bentuk butterfly kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering (4–5 hari. Pengamatan dilakukan terhadap sifat sensori, kadar air, angka Thio Barbituric Acid (TBA, produk berfluoresen dan proporsi asam lemak tidak jenuh patin asin. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak air daun jambu pada larutan garam jenuh dengan konsentrasi 6 dan 12% selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak patin asin yang tercermin dari penghambatan peningkatan kadar TBA, produk berfluoresen dan penghambatan kerusakan asam lemak tidak jenuh selama penyimpanan 2 bulan. Hasil uji sensori memperlihatkan bahwa patin asin yang diberi perlakuan memberikan bau yang tidak tengik, walaupun warna patin menjadi lebih coklat. Berdasarkan pertimbangan hasil secara kimiawi maupun sensori, perlakuan ekstrak daun jambu pada konsentrasi 6% merupakan perlakuan terpilih

  14. KUALITAS KIMIA ASAP CAIR RANTING CENGKEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusnaini Yusnaini

    2016-09-01

    Full Text Available Bahan baku produksi asap cair yang terpilih pada penelitian sebelumnya adalah ranting cengkeh. Penelitian tentang penggunaan ranting cengkeh masih sangat kurang sehingga produksi asap cair dari ranting cengkeh ini belum diketahui kualitasnya baik asap cair kasar maupun setelah dimurnikan. Begitupula dengan konsentrasi yang efektif digunakan sebagai bahan pengawet pada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas asap cair kasar dan asap cair yang telah dimurnikan dan mengevaluasi konsentrasi asap cair yang akan diaplikasi pada bahan pangan. Produksi asap cair dilakukan dengan suhu pirolisis 420°C selama 100 menit dan dilakukan pengukuran volume asap cair. Asap cair kasar kemudian didestilasi pada suhu 100°C selama1 jam, kemudian dilakukan pengenceran dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%. Dilakukan analisis kualitas antara lain kadar fenol, karbonil dan asam. Hasil penelitian yang diperoleh adalah rendemen asap cair kasar yang dihasilkan sekitar 36,44% dan yang setelah pemurnian 19,96%.  Proses pemurnian menyebabkan penurunan kadar fenol, karbonil dan asam yaitu secara berturut-turut sekitar 93-96%; 31-46%; dan 60-64%. Pengenceran asap cair mempengaruhi kadar fenol, karbonil dan asam asap cair. Makin tinggi konsentrasi asap cair maka persentase kadar senyawa fenol, karbonil dan asam makin tinggi pula. Kesimpulan penelitian ini adalah asap cair yang diproduksi dari ranting cengkeh dapat digunakan sebagai pengawet bahan pangan dan aplikasinya pada pangan dengan konsentrasi 10%.

  15. PENGARUH PENGOLAHAN DAN PENAMBAHAN Na2EDTA PADA TERIGU FORTIFIKASI TERHADAP KETERSEDIAAN BIOLOGIS SENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estu Nugroho

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to analyze changes in bioavailability of zinc (Zn caused by addition of Na2EDTA and processing of fortified wheat flour. Bioavailability of zinc was tested by in vitro method as a simulation of human digestive track. The result showed that there was no significant difference in the bioavailability of zinc on wheat flour which is processed by frying (donuts, steaming (steamed bun, and baking (bread (p>0.05. However, there was a tendency to increase the bioavailability of wheat flour processed by frying (donuts and baking (bread when compared to the raw dough. Raw dough had bioavailability of zinc 13.29%, after frying (donut increase to 14.72%, and after baking (bread increase to 17.06%. The addition of Na2EDTA also did not increase bioavailability of zinc significantly for the three types of processing (p>0.05, despite increased bioavailability of zinc on the donuts by 4.67%.Keywords: bioavailability, in vitro, Na2EDTA, wheat flour, zincABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan ketersediaan biologis seng (Zn yang terjadi akibat penambahan Na2EDTA dan pengolahan terigu yang difortifikasi. Uji ketersediaan biologis seng dilakukan secara in vitro dengan mensimulasikan pencernaan manusia. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan ketersediaan biologis seng yang nyata pada terigu yang digoreng (donat, dikukus (bakpau, ataupun dipanggang (roti (p>0.05. Namun, terdapat kecenderungan peningkatan ketersediaan biologis pada terigu yang diolah dengan cara digoreng (donat dan dipanggang (roti dibandingkan dengan adonan mentah. Adonan mentah memiliki nilai ketersediaan biologis seng sebesar 13.29%, setelah digoreng (donat memiliki nilai ketersediaan biologis seng sebesar 14.72% dan setelah dipanggang (roti memiliki nilai ketersediaan biologis seng sebesar 17.06%. Penambahan Na2EDTA juga tidak memberikan peningkatan ketersediaan biologis seng yang nyata pada ketiga jenis pengolahan yang

  16. Pengaruh Jenis Tepung dan Pengolahan Ikan Terhadap Mutu Tepung Sala Lauk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamsina Kamsina

    2011-12-01

    Full Text Available Sala lauk is a specific food of Pariaman City of West Sumatera which is made from rice flour, fish, chilli and other spices, then mixed together, cooked with low heat until smooth. The dough was formed into small balls and then fried. It is now available sala lauk flour mixed with spices, but chilli and fish are not included in the mixture and the flour still has short shelf life. The research was conducted to enrich the nutrients in the sala lauk by adding fish as a protein source. Completely randomized design (CRD in factorial was used to see the effect of the use of flour, rice flour 100%, rice flour 95% and glutinous rice flour 5%, rice flour 95% and tapioca flour 5% and the variation of fish treatment that was directly dried, cooked in a pressure cooker and steamed. The result showed that sala lauk flour using rice flour 95% and glutinous rice flour 5% with directly dried fish gave preferred result in terms of organoleptic (taste, colour, flavour, and texture, with water content was 8.97%, acid degree was 0.35%, and protein content was 71.31%. Mold/yeast, salmonella and other bacteria were not found and the product had shelf life for 3 months.ABSTRAKSala lauk merupakan makanan khas Pariaman Sumatera Barat yang terbuat dari bahan baku tepung beras, ikan, cabe, dan bumbu lainnya dengan cara diadon, dimasak dengan api kecil sampai kalis. Adonan dibentuk menjadi bulat-bulat kecil dan kemudian digoreng. Saat ini sudah tersedia tepung sala lauk yang dicampur langsung dengan bumbubumbu, tetapi cabe dan ikan belum termasuk dalam campuran, dan tepung tersebut masih memiliki daya tahan simpan yang masih rendah. Penelitian dilakukan untuk memperkaya nutrisi dalam sala lauk dengan menambahkan sumber protein yaitu ikan. Rancangan acak lengkap (RAL secara faktorial digunakan untuk melihat pengaruh tiga perlakuan pemakaian tepung yaitu tepung beras 100%, tepung beras 95% dan tepung beras ketan 5%, tepung beras 95% dan tepung tapioka 5% dan variasi

  17. Pengolahan Limbah Rumah Makan dengan Proses Biofilter Aerobik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laily Zoraya Zahra

    2015-03-01

    Full Text Available Berkembangnya rumah makan/restoran yang semakin pesat dapat dipastikan akan turut menambah buangan air limbah domestik dengan kadar organik yang tinggi dalam jumlah yang tidak sedikit yang dibuang ke badan air.Tingginya kadar organik dalam limbah domestik rumah makan akan menyebabkan aroma yang tidak sedap jika tidak ada pengolahan terlebih dahulu, maka pengolahan yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah rumah makan tersebut adalah proses biofilter aerobik. Penelitian dilakukan dengan proses biofilter aerobik dengan aliran downflow dan menggunakan sistem intermitten.Variabel dalam penelitian ini adalah media biofilter berupa kerikil dan batu alam serta Hydraulic Retention Time (HRT 8 jam. Parameter pencemar yang diukur efisiensinya adalah BOD, COD, dan TSS. Besarnya penyisihan parameter BOD, COD dan TSS dengan menggunakan biofilter aerob berturut-turut mencapai 94,83%, 92,95%, dan 95%. Reaktor paling baik dalam mengolah air limbah adalah reaktor biofilter dengan media kerikil pada HRT 8 jam.

  18. APLIKASI PENGOLAHAN GAJI KARYAWAN PADA KARLITA INTERNATIONAL HOTEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Siswanto

    2016-03-01

    Full Text Available Dewasa ini perkembangan dan kemajuan teknologi informasi berkembang pesat. Sistem aplikasidiberbagai bidang merupakan suatu keharusan bagi suatu instansi/perusahaan untuk memanfaatkaninformasi sebagai basis administrasi dan pengolahan data. Karlita International Hotel Kota Tegalmerupakan suatu perusahaan yang bertugasmenyediakan informasi reservasi sewa kamar hotel. KarlitaInternational Hotel memiliki sebuah sistem informasi data pegawai beserta penggajiannya yaitudengan menggunakan Microsoft Excel, akan tetapi sistem tersebut masih jauh dari efisien dan efektif.Menurut Jogiyanto (2001: 12 aplikasi merupakan penerapan, menyimpan sesuatu hal, data,permasalahan yang ada sehingga berubah menjadi sesuatu bentuk yang baru tanpa menghilangkannilai-nilai dasar dari hal data,permasalahan, pekerjaan itu sendiri. Aplikasi Pengolahan Gaji KaryawanPada Karlita International Hotel dapat dibuat sehingga dapat mempermudah dan mempercepat dalammengolah gaji karyawan.Kata kunci: Penggajian, Aplikasi, Borland Delphi

  19. Jejak Karbon Pengolahan Sampah Di Tps Tlogomas Malang

    OpenAIRE

    Sunarto; P. Hadi, Sudharto; Purwanto

    2014-01-01

    JEJAK KARBON PENGOLAHAN SAMPAH DI tps tlogomas malang Carbon Footprint of Solid Waste Processing At TPS Tlogomas MalangSunarto1, Sudharto P. Hadi2, Purwanto31,2,3Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas DiponegoroAlamat korespondensi : Jl. Imam Bardjo, SH No. 3 Semarang 50241Email: 1) , 2) ste sector is one of human activities that cause global warming. Decomposition of organic waste in landfill produces greenhouse gas emissions in the form...

  20. FASILITAS PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INSENERASI DI MAMMINASATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaldi Suradin

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak—Persampahan di Indonesia merupakan permasalahan umum sebagai bagian dinamika kehidupan manusia. Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018, total volume dan produksi sampah yang dihasilkan Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar di perkirakan tingkat timbulan sampah sebanyak 9.076,949 m3/orang/hari. Tujuan Laporan perancangan ini adalah untuk memberikan sebuah Fasilitas pengolahan sampah untuk mewadahi aktivitas utama yaitu proses pengolahan sampah dan aktivitas penunjang seperti: tempat pendidikan dan penelitian mengenai sampah, serta aktivitas pengelolaan administrasi fasilitas pengolahan sampah. Hasilnya Laporan ini akan di Tata lansekap terinspirasi dari analisis pengamatan pola garis citra satelit kawasan perencanaan yang kemudian dijadikan sebagai pola site bangunan. Pertimbangan orientasi bangunan maka dilakukan analisa angin dan jalur matahari melalui software autodesk project Vasari. Tapak didesain dengan sistem sirkulasi terpisah antara kepentingan fasilitas pengolahan sampah dengan aktivitas kunjungan oleh masyarakat untuk meminimalkan croos sehingga memberikan kenyamanan kepada pengguna bangunan. Massa bangunan didesain dengan system rangkaian yang tidak terpisahkan, dimulai dari bangunan utama diletakkan di arah utara, kemudian dihubungkan oleh sebuah area visitor center yang memanjang menyusuri area pengolah sampah hingga ke area residu di selatan kawasan. Kata kunci: pengolahan, sampah, insenerasi, energi. Abstract- Waste in Indonesia is a common problem as part of the dynamics of human life. Based on data from the Medium Term Development Plan (RPJMD South Sulawesi province Years 2013-2018, the total volume of waste generated and the production of Makassar, Maros, Gowa, and Takalar estimated rate of waste generation as much as 9076.949 m3 / person / day. Reports purpose of this design is to provide a waste processing facility

  1. Individualized Education Program (IEP Mata Pelajaran Kimia untuk Siswa Slow Learner

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rovik Rovik

    2017-06-01

    [Siswa slow learner menempati populasi tertinggi untuk siswa berkebutuhan khusus. Sebagai salah satu jenis learning disability, slow learner masih dapat belajar dengan teman sebayanya asalkan guru mempersiapkan program pembelajaran khusus yang telah dimodifikasi dari pembelajaran reguler. Program ini disebut Individualized Education Program (IEP. Penelitian ini mencoba mengembangkan IEP mata pelajaran kimia untuk slow learner, mengidentifikasi komponen yang dibutuhkan dalam menyusun IEP untuk slow learner, dan menganalisis judgement reviewers (guru kimia dan guru pendamping khusus dan peer reviewers terhadap IEP yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan slow learner membutuhkan IEP sebagai dokumen utama panduan guru dalam pembelajaran kimia di kelas. Komponen pengembangan IEP meliputi identitas peserta didik, tim pengembangan dan pelaksana, asesmen yang pernah dilakukan, hambatan dan kekuatan, kebutuhan dan perlakuan, faktor pendukung dan penghambat, rencana perlakuan, dan modifikasi terhadap perangkat pembelajaran kimia reguler

  2. PENERAPAN LEARNING CYCLE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS INFERENSIA LOGIKA MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Sumarni

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir generik inferensialogika mahasiswa calon guru kimia dalam pembelajaran Praktikum Kimia Dasar denganstrategi learning cycle. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Kimia FMIPA UNNES. Subjekpenelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Kimia tahun akademik 2008/2009. Sebagaifokus penelitian adalah prestasi belajar mahasiswa untuk mengungkapkan perbedaan tingkatpemahaman konsep dan keterampilan generik inferensia logika. Penelitian didesain sebagaipenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tahapan PIOR. Dalamsetiap siklus diterapkan strategi Learning Cycle 5E (engagement, exploration, explaination,extension, evaluation. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data berupa soalpretes dan postes dengan bentuk soal pilihan benar salah diikuti alasan atas jawaban,sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi dan angket tanggapan mahasiswaterhadap model pembelajaran. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwapengembangan model pembelajaran praktikum kimia dasar dengan strategi learning cyclemampu meningkatkan penguasaan konsep-konsep kimia dasar dan keterampilan generiksains inferensia logika bagi calon guru kimia. Hal ini berarti pembelajaran praktikum kimiadasar dengan strategi learning cycle telah memberikan dampak positif terhadap peningkatankualitas pembelajaran Praktikum Kimia Dasar dan keterampilan generik sains inferensi logikabagi mahasiswa calon guru kimia. Kata kunci: learning cycle, keterampilan generik sains, inferensia logika

  3. Konversi Rumput Laut Menjadi Monosakarida Secara Hidrotermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Eka Andansari

    2014-09-01

    Full Text Available Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir dan merupakan salah satu komoditi laut yang sangat populer dalam perdagangan dunia, karena pemanfaatannya yang demikian luas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai sumber pangan, obat-obatan dan bahan baku industri. Pada proses hidrolisis biasanya menggunakan katalisator asam seperti HCl, asam sulfat. Bahan yang digunakan untuk proses hidrolisis adalah pati. Hidrolisis merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu senyawa. Tujuan penelitian ini antara lain mempelajari proses, pengaruh waktu, suhu, dan konsentrasi katalis terhadap reaksi konversi, serta kinetika reaksi proses hidrolisis rumput laut menjadi monosakarida secara hidrotermal. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan, didapatkan analisa gula pereduksi menggunakan metode HPLC dan spektofotometer reagen Nelson-Somogyi. Hidrolisis termal rumput laut dengan katalis asam sulfat dapat menghasilkan gula reduksi. Dari hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi suhu, dan semakin besar konsentrasi katalis yang diberikan dapat menghasilkan % gula reduksi yang besar yaitu pada kondisi 80 menit; 240°C; 1N katalis menghasilkan presentase gula reduksi sebesar 0,2848 %. Dengan reaksi yang didapatkan adalah reaksi orde 1, diperoleh energi aktivasi yang lebih kecil pada konsentrasi katalis 1N yaitu sebesar 12.675 J/mol.

  4. Pembangunan Aplikasi Pengolahan Data Unsur Cuaca Pada Stasiun Meteorologi Kota Tegal Berbasis Model Waterfall

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Khambali

    2017-01-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu pengolahan data yang cepat dan akurat serta dikelola dengan baik tentunya harus mempunyai sebuah sistem pengelolaan yang baik. Aplikasi pengolahan data unsur cuaca disusulkan pada penelitian ini. Dengan menggunakan model waterfall menjadikan tahapan dalam pengembangan sistem yang dibuat menjadi terstruktur dengan baik tahapannya. Dengan dibangunnya aplikasi pengolahan data unsur cuaca, maka kendala yang dihadapi oleh stasiun meteorologi Tegal khususnya dibagian pengamatan yaitu dalam penghitungan unsur cuaca dapat ditanggulangi sehingga dapat mempermudah dalam memperoleh laporan tentang data unsur cuaca.

  5. Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Hotel X di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hutomo Dwi Prabowo

    2017-03-01

    Full Text Available Hotel X merupakan salah satu hotel bintang 4 di Surabaya yang memiliki sarana pengolahan limbah cair dengan kualitas effluent belum memenuhi baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 tahun 2013. Berdasarkan hasil pelaporan pengujian kualitas effluent Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Hotel X pada 11 Juni 2015 diketahui bahwa salah satu parameter kualitas effluent tidak memenuhi baku mutu. Parameter tersebut adalah COD dengan konsentrasi sebesar 71,684 mg/l. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap IPAL yang ada. Unit yang dievaluasi terdiri dari bak ekualisasi, tangki aerasi, dan bak pengendap 2 dengan sistem activated sludge. Unit-unit ini dievaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas masing-masing bangunan. Sampel yang diuji diambil dari influent dan effluent tiap bangunan untuk mengetahui tingkat penyisihan dari tiap bangunan. Hasil evaluasi berupa perubahan fungsi unit, modifikasi unit, dan juga penambahan unit baru.yang direncanakan agar kualitas effluent IPAL Hotel X memenuhi baku mutu. Biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan sesuai hasil evaluasi adalah Rp. 297.960.000,-

  6. PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SIDAT INDONESIA (Anguilla bicolor SEBAGAI TEPUNG PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RA Hangesti Emi Widyasari

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aims to analyze the nutritive value of flour head, liver powder and bone meal as by product of Indonesian eel (Anguilla bicolor processing. Eel waste flour was made by using a thermal process in the drum dryer fish flouring mill PT. Carmelitha Lestari in Bogor, whereas proximate analysis for chemical tests were performed in the laboratory of Integrated Chemical Laboratory, IPB and direct observation was conducted in PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Sukabumi district in October 2012—April 2013. The nutritive value based on proximate analysis showed that head flour, liver flour, and bone flour contained protein 61.78%, 53.92%, and 41.01%; fat 15.55%, 27.28%, 13.07%; carbohydrate 11.48%; 14.96%, 8.13%; water 5.44%, 8.48%, 3.01%; ash 12.95%, 3.62%, 37.49%, and crude fiber 1.33%, 0.04%, 1.11%, respectively.Keywords: Anguilla bicolor, bone flour, head flour, liver flour, nutritive valueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi tepung kepala, tepung tulang dan tepung hati ikan yang merupakan limbah pengolahan ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor. Tepung limbah ikan sidat dibuat berdasarkan proses termal menggunakan drum dryer di pabrik penepungan ikan PT. Carmelitha Lestari di Bogor dan analisis proksimat untuk uji kimiawi dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu, IPB serta observasi langsung di PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada bulan Oktober 2012—April 2013. Hasil analisis proksimat tepung kepala, tepung hati dan tepung tulang mengandung protein berturut-turut sebesar 61.78%, 53.92%, dan 41.01%; lemak sebesar 15.55%; 27.28%; 13.07%, karbohidrat sebesar 11.48%; 14.96%; 8.13%, kadar air sebesar 5.44%; 8.48%; 3.01%, kadar abu 12.95%; 3.62%; 37.49% dan serat kasar 1.33%; 0.04%; 1.11%.Kata kunci: Anguilla bicolor, nilai gizi, tepung hati, tepung kepala, tepung tulang

  7. KARAKTERISTIK MINYAK IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN FILET IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus DAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Hastarini

    2013-03-01

    ABSTRAK Ikan Patin merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia yang dikenal dengan sebutan catfish. Ikan patin memiliki kandungan lemak yang tinggi dan merupakan sumber asam lemak tidak jenuh termasuk asam lemak omega 3 yang memiliki fungsi positif bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data karakteristik minyak ikan dari limbah pengolahan fillet ikan patin jenis Siam (Pangasius hypopthalmus dan Jambal (Pangasius djambal terutama mengenai profil asam lemaknya. Proses pengolahan filet menghasilkan filet sebagai produk utama dan sisanya berupa 6 komponen limbah yang terdiri dari kepala, tulang-ekor, kulit, daging trimm (sisa perapian fillet, daging belly flap (daging bagian perut dan isi perut. Ekstraksi minyak ikan dilakukan menggunakan metode wet rendering yang dimodifikasi. Bagian kepala, daging belly flap dan isi perut merupakan bagian yang potensial digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak ikan dengan rendemen minyak ikan kasar yang dihasilkan berturut – turut sebesar 9,84%, 28,52% dan 20,34% untuk ikan patin Siam dan 9,54%, 25,60% dan 30,05% untuk ikan patin Jambal. Profil asam lemak dari minyak ikan patin Siam maupun Jambal menunjukkan bahwa asam lemak palmitat dan oleat merupakan komponen utama. Persentase asam lemak tak jenuh memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh dari total asam lemak secara keseluruhan yaitu sebesar 53,24%, 54,38%, 52,74% dan 62,70%, 62,92%, 61,97% berturut–turut untuk ikan patin jenis Siam dan Jambal bagian kepala, daging belly flap dan isi perut. Asam lemak omega 3 yaitu linolenat, EPA dan DHA terdeteksi pada kedua jenis minyak ikan patin dengan jumlah yang relatif kecil. Hasil analisis DSC minyak ikan patin Siam menunjukkan tiga kisaran zona pencairan minyak yang terdeteksi, yaitu pada kisaran suhu – 30 sampai – 16 oC, kisaran suhu – 16 sampai 25 oC, dan kisaran suhu 25 sampai 46 oC. Pada patin Jambal pencairan minyak terdeteksi lebih awal yaitu

  8. APLIKASI PENGOLAHAN DATA NASABAH KOPERASI JASA KEUANGAN BMT ARTHA MANDIRI AL MIFTAH KOTA METRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Nur Salim

    2015-02-01

    Full Text Available Perancangan system yang baru untuk aplikasi pengolahan data nasabah pada koperasi jasa keuangan syari’ah (KJKS balai usaha mandiri terpadu (BMT artha mandiri Al Miftah Kota Metro yaitu menggunakan aliran informasi, diagram konteks, bagan alir dokumen, dan data flow diagram (DFD, entry relationship diagram (ERD, dan normalisasi. Bahasa pemograman yang digunakan yaitu Delphi 7.Berdasarkan perancangan aplikasi pengolahan data jaminan nasabah dibuat, maka proses pengolahan data jaminan nasabah dapat berjalan dengan cepat, yaitu entry data dilakukan menggunakan computer yang telah terprogram sehingga proses pengolahan data menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Perancangan aplikasi pengolahan data jaminan nasabah terdiri dari login user, tampilan menu, entry data nasabah dan data jaminan, ubah data nasabah dan data jaminan, lihat data nasabah dan data jaminan, cetak laporan data nasabah dan cetak laporan data jaminan. Sehingga dalam aplikasi pengolahan data jaminan nasabah akan menghasilkan laporan data nasabah serta laporan data jaminan dan aplikasi ini dapat menghasilkan dokumen sebagai arsip fisik dalam bentuk cetakan laporan maupun arsip elektronik dalam bentuk data/file.

  9. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI KOGNITIF PESERTA DIDIK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isma Ramadhani Lubis

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berbasis android dan mengetahui karakteristik, kualitas dan efektifitas dari media pembelajaran berbasis android. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Penilaian produk dilakukan oleh ahli media, ahli materi, pendidik kimia, peer reviewers dan uji coba peserta didik. Data penelitian dikumpulkan melalui angket penilaian media, angket motivasi dan tes, kemudian dianalisis dengan Manova. Hasil dari penelitian ini adalah: (1 media pembelajaran kimia berbasis android memiliki karakteristik, yaitu visualisasi menarik, praktis dan fleksibel serta evaluasi soal yang variatif, (2 media pembelajaran kimia berbasis android dinilai layak digunakan dalam pembelajaran, ditinjau dari aspek materi, aspek media dan hasil uji coba peserta didik, serta (3 terdapat peningkatan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi kognitif peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran kimia berbasis android dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran kimia berbasis android layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran kimia. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran kimia berbasis android, motivasi, prestasi kognitif.   DEVELOPING ANDROID-BASED CHEMISTRY INSTRUCTIONAL MEDIA TO IMPROVE THE LEARNING MOTIVATION AND COGNITIVE ACHIEVEMENT OF SMA STUDENTS Abstract The aims of this study are: to develop android-based chemistry instructional media and to reveal the characteristic, the quality, and the effectiveness of android-based chemistry instructional media. This research was research and development. The product assessment was conducted by a media expert, a material expert, chemistry teachers peer reviewers and students. The data collecting technique was done by using media evaluation questionnaires, motivation questionnaire and test, then it was analysed by Manova. The results of the study show that

  10. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  11. Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Estrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus yang Diinduksi Aloksan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Angga Yuda

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah pare (M. charantia sebagai penurun kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus yang diinduksi aloksan. Sampel penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan (R. novergicus berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 150-300 g. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan lima perlakuan sebagai berikut, perlakuan I sebagai kontrol yaitu tikus normal tanpa perlakuan, Perlakuan II kontrol diabetes, perlakuan III tikus diabetes dan ekstrak buah pare 100 mg/kg bb, perlakuan IV tikus diabetes dan ekstrak buah pare 50 mg/kg bb, dan perlakuan V tikus diabetes dan glibenklamid 1 mg/kg bb. Hasil penelitan menunjukan buah pare mengandung zat flavonoid, polifenol, dan saponin. Pemberian ekstrak etanol buah pare (M. charantia dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (R. novergicus penderita diabetes dengan diinduksi aloksan secara signifikan P<0,05 yang sebanding dengan pemberian glibenklamid. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah.

  12. PENENTUAN STANDARD SETTING MATA PELAJARAN KIMIA DENGAN METODE ANGOFF, IRT (ITEM RESPONSE THEORY, DAN SPLINES CUBIC HERMIT FUNCTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    s suwahono

    2016-03-01

    Pada metode diatas, butir-butir tes ditentukan tingkat kesulitannya, ke- mudian butir-butir tersebut diurutkan berdasarkan tingkat kesulitannya yang selanjutnya menjadi nomor halaman. Pelaksanaan metode ini melibatkan guru kimia berpengala- man sebagai panelis yang menentukan pada halaman bera- pa peserta mulai tidak bisa mengerjakan, dan memerlukan suatu tes/perangkat ujian mata pelajaran kimia yang ter- standar, dan instrumen sederhana untuk menuliskan hasil tiap panelis. Tahap pelaksanaan yaitu pelatihan, putaran 1, dan putaran 2. Rerata hasil putaran 1 dan 2 merupakan hasil penentuan batas kelulusan mata pelajaran kimia

  13. KARAKTERISASI DAUN MIANA (Plectranthus scutellarioides (L. Bth. DAN BUAH SIRIH (Piper betle L. SECARA FISIKO KIMIA DARI RAMUAN LOKAL ANTIMALARIA DAERAH SULAWESI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Lisdawati

    2012-10-01

    Full Text Available Multidrug-resistant Plasmodium falciparum strains are an increasing problem in endemic areas and are partly responsible for the worsening malaria situation around the world. New cheap and efftctive compounds active in combination with available drug in the field, such as indegenous traditional medicine, are urgently needed. The aim of this work was to characterize the simplitia and extracts of an indegenous traditional medicine which usually used in North Sulawesi. Since this indigenous traditional medicine has been largely used and well-tolerated in humans, secondary metabolites derivatives of the plants could be in the near future associated with already available drugs in order to delay the spread of P. falciparum resistance. Non polar, semi polar and polar extracts of P. scutellarioides folium and P. bette fruit are prepared of each plants part obtained, then evaluated by using chromatography and densitometry methods following identification.   Keywords: P. falciparum, antimalarial activity, P. scutellarioides folium, P. betle fruit, secondary metabolites

  14. Perbandingan Kemampuan Embedded Computer dengan General Purpose Computer untuk Pengolahan Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herryawan Pujiharsono

    2017-08-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi komputer membuat pengolahan citra saat ini banyak dikembangkan untuk dapat membantu manusia di berbagai bidang pekerjaan. Namun, tidak semua bidang pekerjaan dapat dikembangkan dengan pengolahan citra karena tidak mendukung penggunaan komputer sehingga mendorong pengembangan pengolahan citra dengan mikrokontroler atau mikroprosesor khusus. Perkembangan mikrokontroler dan mikroprosesor memungkinkan pengolahan citra saat ini dapat dikembangkan dengan embedded computer atau single board computer (SBC. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan embedded computer dalam mengolah citra dan membandingkan hasilnya dengan komputer pada umumnya (general purpose computer. Pengujian dilakukan dengan mengukur waktu eksekusi dari empat operasi pengolahan citra yang diberikan pada sepuluh ukuran citra. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi waktu eksekusi embedded computer lebih baik jika dibandingkan dengan general purpose computer dengan waktu eksekusi rata-rata embedded computer adalah 4-5 kali waktu eksekusi general purpose computer dan ukuran citra maksimal yang tidak membebani CPU terlalu besar untuk embedded computer adalah 256x256 piksel dan untuk general purpose computer adalah 400x300 piksel.

  15. KOMPOSISI KIMIA MINYAK ATSIRI BUAH SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L), KEMUKUS (PIPER CUBEBA L) DAN CABE JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL)

    OpenAIRE

    M. Widyo Wartono; Ahmad Ainurofiq; Maya Ismaniar

    2014-01-01

    Tumbuhan genus Piper mempunyai kandungan minyak atsiri hampir disemua bagiannya, namun komposisi kimianya belum semua dilaporkan. Pada laporan ini kami melakukan isolasi dan identifikasi senyawa kimia minyak atsiri pada bagian buah tumbuhan Piper. Isolasi minyak atsiri buah Piper dilakukan dengan destilasi air menggunakan destilasi Stahl dan analisis komposisi kimia dengan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS). Kandungan minyak atsiri buah sirih hijau (Piper betle) 1,4% (v/b), cabe jawa ...

  16. ANALISIS ASPEK ERGONOMI PEKERJA BAGIAN SORTASI AKHIRPADA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA SECARA SEMI BASAH (Studi Kasus PT. J. A. Wattie Perkebunan Durjo Jember

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrew Setiawan R

    2016-11-01

    Full Text Available The research objective  is evaluating the convenience of the sorting condition in terms of aspects concerning the use of anthropometry include the comfort of a chair, to evaluate the working environment (temperature and humidity of the room work as well as noise and provide an alternative design of chairs and tables by the method of anthropometry. This research used 30 respondents who had been sampled. The research was limited to observations of temperature, humidity, noise and anthropometric include seat height, height shoulders, wide hips, knee height, popliteal height, buttock - popliteal, shoulder width, height and arm reach. The results showed that the temperature and humidity of the room was still not optimal noise intensity as well as some parts of the production of more than Limit Value. Subjective complaints occurred in almost all parts of the body of workers. Complaints caused by the design of chairs and tables that are less ergonomic and environmental conditions are less than optimal. The size of the table after redesigning the table height 80 cm, width 70 cm and length of the table table 195 cm while the size of a chair after redesigning the high chair (without backrest 46 cm, 100 cm wide backrest and cushion length and 120 cm high backrest by 54 cm. Alternative solution given is to redesign the tables and chairs based on data antropomerti workers so as to create a means by which ergonomic and improvement of environmental conditions.

  17. UJI COBA TEKNOLOGI BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI PADA REAKTOR SEMIANAEROB-AEROB UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI INDUSTRI PENCELUPAN TEKSTIL SKALA RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ketut Sastrawidana

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas teknologi biofilm konsorsium bakteri pada  reaktor semianaerob-aerob ntuk mengolah air limbah pencelupan tekstil. Bakteri pada reaktor semianaerob terdiri dari  Aeromonas sp. Pseudomonas sp, dan Flavobacterium sp. sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Vibrio sp. Plesiomonas sp. dan Enterobacter sp. Perombakan proses pertumbuhan terlekat diawali dengan menumbuhkan konsorsium bakteri pada masing-masing reaktor selama 10  hari menggunakan pada batu vulkanik merah sebagai media pelekatan bakteri. Setelah terbentuk biofilm,selanjutnya digunakan untuk merombak limbah denagn waktu tinggal limbah 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan teknologi biofilm cukup efektif diaplikasikan pada skala lapang menghasilkan efisiensi perombakan TSS, BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 84,7%; 80,56% dan 90,40%. Uji toksisitas air limbah tekstil menggunakan ikan nila dengan waktu paparan 3 hari menunjukkan bahwa air limbah tekstil sebelum diolah berkatagori toksik ringan dengan nilai EC50 adalah 88,80% sedangkan setelah diolah dalam reaktor biofilm konsorsium bakteri sistem anaerob-aerob selama 2 hari menjadi katagori tidak toksik dengan nilai EC50 sebesar 101,64%. Dengan demikian, pengolahan limbah tektil dengan sistem kombinasi anaerob-aerob menghasilkan kualitas limbah dengan kriteria sudah memenuhi baku mutu untuk dibuang ke lingkungan.

  18. PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS KIMIA PESERTA DIDIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eli Rohaeti

    2017-10-01

    Full Text Available This research aimed to investigate the effect of PBL model on students’ analytical thinking abilities and science process skills at rate reaction. This research was quasi experimental research using posttest-only control design. The sample was consisted 2 classess, experiment class used Problem Based Learning model and control class used Direct Instruction model with a total sample of 61 students. Instruments of this research were the observation sheet for measuring science process skills and the integrated assessment instrument which involved two indicators, analytical thinking abilities and science process skills. The result of this study shows that PBL model can increase students’ analytical thinking abilities and science process skills. The mean of posttest analytical thinking abilities and science process skills in experiment class is better than control class. The result of the statistic tests using ancova analysis shows that significance 0.000 < 0.05 at 5% significance level, so there’s effect of the using of PBL model on students’ analytical thinking abilities and science process skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains kimia peserta didik pada materi laju reaksi menggunakan instrumen penilaian terintegrasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan, yaitu posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 peserta didik yang dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan model Direct Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitian, yaitu lembar observasi untuk mengukur keterampilan proses sains kimia dan instrumen penilaian terintegrasi yang mencakup indikator kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains kimia peserta didik. Hasil

  19. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  20. PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENSIMULASIKAN DEKORASI RUANGAN SECARA REAL TIME

    OpenAIRE

    Ulva Erida Nur Rochmah; Aris Rakhmadi

    2016-01-01

    Abstrak Mendekorasi ruangan merupakan kegiatan  yang memakan banyak waktu dan tenaga, terutama jika objek yang digunakan besar dan berat. Akan merepotkan jika seseorang harus menggeser setiap objek untuk menentukan letak yang sesuai. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual dengan cara menampilkan objek-objek virtual di dunia nyata secara real time. Tujuan uta...

  1. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Darsati

    2015-01-01

    Full Text Available Tujuan penyusunan model pembelajaran kimia ini untuk meningkatkan keterampilan proses dan keterampilan berpikir siswa SMA. Model Pembelajaran Laju Reaksi untuk SMA mengandung 17 konsep, meliputi konsep abstrak, konsep yang berdasarkan prinsip dan konsep yang menyatakan simbol. Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains yang dikembangkan lebih banyak pada keterampilan menyimpulkan. Model ini telah di implementasikan pada 2 SMA di Kodya/Kabupaten Bandung. Kata kunci: Model pembelajaran, keterampilan proses, keterampilan berpikir

  2. Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Simokerto Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Tri Setiawati

    2017-01-01

    Full Text Available Pada Kecamatan Simokerto tercatat 1.186 kepala keluarga atau sekitar 26,6% masih membuang air limbah domestik (black water dan grey water langsung ke badan air atau saluran drainase tanpa ada pengolahan. Kondisi sanitasi di Kecamatan Simokerto dapat dikatakan belum sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN tahun 2015-2019, salah satunya yakni 100% sanitasi yang layak. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya perbaikan sanitasi yakni merencanakan instalasi pengolahan air limbah domestik (black water dan grey water di Kecamatan Simokerto dan biaya yang dibutuhkan. Instalasi pengolahan air limbah domestik yang digunakan untuk Kecamatan Simokerto, yakni Anaerobic Baffled Reactor (ABR. Perencanaan ABR berdasarkan pada kebutuhan lahan, pembangunan, pengoperasian, perawatan, biaya investasi, dan efisiensi. Penentuan debit air limbah berdasarkan hasil survei yakni 146 liter/orang/hari dan kualitas air limbah domestik BOD, COD, TSS, dan pH yang digunakan dalam perencanaan yakni 494 mg/l, 799 mg/l, 473 mg/l, dan 6,8 dengan kapasitas pengolahan untuk 100 KK. Anaerobic Baffled Reactor (ABR yang direncanakan memiliki 6 kompartemen dengan diameter pipa inlet 110 mm. Dimensi panjang, lebar, dan kedalaman ABR yakni 13,2 meter, 2,6 meter, dan 2,6 meter. Biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan ABR ini adalah sebesar Rp. 173.700.000,00.

  3. AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR BATANG FIBRAURE TINCTORIA LOUR SECARA IN VIVO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Fikriah

    2012-06-01

    Full Text Available Study on Fibraurea tinctoria Lour (FT stems gives information about its traditional utility as  yellow fever treatment. Research of antecedent of FT stem proved that inhibited lipid peroxidation more effective than tocopherol acetate. These study was intended to prove hepatoprotector activity of ethanolic FT stem extract by in vivo. FT stem extract was macerated using absolute ethanol during 5 days that was repeated  3 times . FT stem extract hepatoprotector activity by in vivo was tested using carbon tetrachloride induced hepatotoxicity on Wistar rat. They were given FT stem extract orally once a day at dose 50, 100, and 200 mg/kgBW and Curcumin at dose 50 mg/KgBW as positive control.  After 10 days, all groups were examined liver function (SGOT, SGPT, ALP, liver Malonedialdehide (MDA level by Thiobarbituric acid method,  and liver histopathology by Haemotoxylin-Eosin staining. Group that induced by CCl4 showed significant elevation of SGOT, SGPT and ALT also Liver MDA than group control. FT stem extract treatment inhibited elevation of SGOT, SGPT, ALT and Liver MDA significantly.Qualitative histopathological examination on Group 2 showed extensive fibrosis and necrosis, along with  periportal PMN and lymphocyte infiltration. FT stem extract treatment inhibited pathological change that was induced by CCl4. Dose elevation showed tendency of stronger inhibition on liver cell tissue destruction and inflammation. Key words: Fibraurea tinctoria, hepatoprotector, in vivo   Abstrak Penelusuran secara etnobotani, batang Fibraurea tinctoria Lour (FT digunakan untuk obat sakit kuning. Penelitian pendahuluan batang FT berkemampuan meredam peningkatan lipid peroksidasi secara in vitro yang lebih kuat dibandingkan dengan tokoferol asetat. Membuktikan khasiat ekstrak etanol batang FT sebagai hepatoprotektor secara in vivo. Batang FT dimaserasi dengan etanol absolut selama 3 x 5 hari. Uji hambatan kerusakan hati secara in vivo digunakan model tikus yang

  4. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  5. ANALISIS KAPASITAS KERJA DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TRAKTOR TANGAN BERDASARKAN VARIASI POLA PENGOLAHAN TANAH, KEDALAMAN PEMBAJAKAN DAN KECEPATAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulias Mardinata

    2014-10-01

    ha, pada pola berkeliling adalah 4,651 jam/ha, dan interaksinya adalah 0,868 – 1,787 l/jam.  Kecepatan dan kedalaman pembajakan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja. Pola pengolahan tanah terbaik agar konsumsi bahan bakar efi sien dan kapasitas  kerja maksimal adalah pola berkeliling. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, kapasitas kerja, kecepatan, kedalaman, pola pengolahan

  6. PENGEMBANGAN SOFTSKILL DAN HASIL BELAJAR KIMIA DASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN 5-E (ENGAGEMENT, EXPLORATION, EXPLANATION, ELABORATION, EVALUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Budi WK,

    2016-12-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dan Soft skill mahasiswa dengan menggunakan strategi pembelajaran 5-E((Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari tiga tahap. Tiap tahap terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UNNES. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan pengembangan soft skill mahasiswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan pengembangan soft skill mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa jurusan Kimia UNNES meningkat. Rerata hasil belajar tahap I adalah 64,62, tahap II adalah 75,85, dan pada tahap III adalah 79,77. Hasil rerata soft skill mahasiswa yang memenuhi kriteria tinggi dan sangat tinggi meningkat dari tahap 1 (77%, tahap 2 (80% dan tahap 3 (92%.

  7. PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS INTERPRETATION FOR GROUNDWATER QUALITY ASSESSMENT IN THE COASTAL AREA, NORTH KELANTAN, MALAYSIA (Interpretasi Karakterisasi Fisika dan Kimia Untuk Penilaian Kualitas Airtanah di Area Pesisir, Kelantan Utara, Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2015-11-01

    untuk menilai kualitas air tanah dan masalah masalah yang berhubungan dengannya di zona pesisir, Kelantar Utara, Malaysia. Sebanyak tiga puluh tiga sampel airtanah yang terdiri dari enam belas sampee airtanah yang di ambil langsung dari sumur dan bersama dengan tujuh belas data sampel airtanah diperoleh dari agensi pemerintah digunakan pada penelitian ini. Kedalaman air tanah bervariasi dari yang akuifer dangkal (3,5 m sampai ke yang dalam (130 m. Karakter fisika air tanah di ukur secara langsung di lokasi saat setelah air tanah di ambil. Kandungan kimia sampel air tanah dianalisa dengan menggunakan Ion Chromatography (IC and Inductively Coupled Plasma (ICP. Data-data yang diperoleh di presentasikan dan diinterpretasi menggunakan diagram bivariate dan diagram piper untuk meningkatkan interpretasi dan analisa data secara keseluruhan. Hasil analisa sampel airtanah mengindikasikan bahwa akuifer yang dangkal dapat dikategorikan sebagai air segar. Pada zona pengendapan laut, kadar klorid dan sulfat dalam air tanah cenderung tinggi dalam sampel air. Namun kandungan ini masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Pada lokasi yang banyak penggunaan pupuk kimia, sampel airtanah memperlihatkan kandungan nitrat relative tinggi, yang melebihi batas aman untuk dikonsumsi oleh manusia (>45 mg/L. Kadar K, Ca, Mg dan Na memiliki hubungan yang positif dengan kandungan klorid pada aquifer yang dalam, ini mengindikasikan bahwa ion-ion dalam air adalah berasal dari sumber air asin yang sama. Hubungan antara rasio Cl/HCO3 dan chloride juga menunjukkan bahwa airtanah yang segar and air laut bercampur di dalam aquifer, dan sampel air dengan rasio yang rendah bisa dikategorikan air segar. Untuk aquifer yang dangkal, kebanyakan ion menunjukkan korelasi yang tidak linier dengan klorid yang mengindikasikan bahwa ion-ion tersebut berasal dari sumber yang berbeda.

  8. Studi Pemanfaatan Catu Daya Hibrida PLTS 3,7 kWp Dan PLN Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Desa Pemecutan Kaja Denpasar Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Arimbawa

    2016-11-01

    penelitian yang ingin dicapai adalah pertama, evaluasi pemanfaatan dan kinerja PLTS, kedua  merencanakan model pengelolaan agar IPAL dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa rata-rata energi listrik yang dihasilkan PLTS yaitu 23,59 kWh/hari dengan harga energi sebesar Rp.7.766,25/kWh. Percobaan untuk membersihkan filter pada IPAL dapat mengurangi konsumsi energi harian dari 8,84 kWh menjadi 3,05 kWh atau 65%. Rumah tangga yang menjadi pengguna IPAL saat ini membayar iuran sebesar Rp 10.000. Namun, untuk operasi yang berkelanjutan dari IPAL, rumah tangga perlu membayar sebesar Rp 51.654. Kata kunci: Energi Terbarukan, PLTS, Pembangkit Listrik Hybrid, Pengolahan Limbah, Model Pengelolaan

  9. PENGEMBANGAN WANA WISATA WATU SUMONG SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA BERBASIS POHON AREN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA BERKELANJUTAN DI DESA PERON, LIMBANGAN, KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eram Tunggul Pawenang

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja interdisipliner pada lintas sektoral yaitu bidang ilmu Kesehatan Masyarakat, Hukum dan Akuntansi Manajemen, kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan khususnya Desa Peron dalam membudidayakan pohon aren dalam fungsi konservasi dan pemberdayaan hasil pengolahan aren sebagai fungsi produksi, bagi perguruan tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah pembangunan. Masalah utama yang ada di Desa Peron adalah petani aren dalam pemasaran hasil masih tergantung dengan tengkulak, kurangnya diversifikasi dari aren menjadi produk-produk yang lain, pengemasan hasil diversifikasi olahan aren kurang menarik konsumen, pemanfaatan ijuk, akar dan daun dari pohon aren yang tidak maksimal, potensi Wisata Watu Sumong yang belum dieksplorasi secara optimal serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah aren. Hasil dari kegiatan KKN PPM meliputi Program pengemasan gula aren dilaksanakan dengan 3 variasi bentuk pengemasan yaitu Gula aren cetak, Gula Semut dan Sirup Aren dengan label “Arenku” dan sedang dalam proses permintaan no PIRT. Program pemasaran gula aren telah terlaksana yaitu dengan memasarkan produk gula aren berupa gula semut aren, gula cetak dan sirup aren di beberapa tempat yaitu di KPRI Handayani, UNSEC UNNES, dan Sekatul. Kegiatan Pengenalan Watu Sumong telah dilaksanakan dan mendapat apresiasi positif dari Bupati Kendal dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kendal dan akan dikembangkan menjadi Desa Wisata. Pengenalan juga dilaksanakan pada saat Peron Expo dengan menampilkan Video dan Pemasangan papan sejarah Watu Sumong dan Denah Lokasi Wisata di Desa Peron. Pengembangan desa Wisata akan dilanjutkan oleh Kelompok sadar wisata “Wikir Sari”. Program

  10. APLIKASI BERBAGAI JENIS ADSORBEN PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG SINTETIK SKALA MINI PLANT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subriyer Nasir

    2016-09-01

    Full Text Available Pengolahan air asam tambang sintetis dengan memanfaatkan abu terbang batubara, tanah diatom dan abu sekam padi sebagai adsorben yang diikuti dengan pengolahan menggunakan metode sand filtrasi, ultrafiltrasi dan reverse osmosis. air asam tambang sintetik dibuat dengan variasi pH 3; .,5; dan 4. Persentase kenaikan pH karena pemakaian masing-masing adsorben dan penurunan kadar ion besi, mangan dan sulfat juga diteliti. Hasil yang diperoleh coal fly ash merupakan adsorben yang paling efektif dalam menaikkan pH dan menurunkan EC serta ion logam dari air asam tambang sintetik. Persentase kenaikan pH sebesar 97,40%, persentase penurunan EC 96,71%, dan persentase penurunan ion logam mangan, besi, sulfat tertinggi berturut-turut adalah 99,1%, 98,4%, dan 99,7% serta prosentase perolehan air (WRP sebesar 75%. .

  11. PEMISAHAN Zr – Hf SECARA SINAMBUNG MENGGUNAKAN MIXER SETTLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Biyantoro

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMISAHAN Zr – Hf SECARA SINAMBUNG MENGGUNAKANMIXER SETTLER. Telah dilakukan pemisahanZr – Hf secara sinambung menggunakan pengaduk pengenap (mixer settler 16 stage. Larutan umpan adalah zirkon nitrat dengan kadar Zr = 30786 ppm dan Hf = 499 ppm. Ekstraktan dipakai adalah solven 60 % TBP dalam kerosen dan larutan scrubbingyang dipakai adalah asam nitrat 1 M. Umpan masuk pada stageke 5 dikontakkan secara berlawanan arah dengan solven masuk pada stage ke 16 dan larutan scrubbing masuk pada stage ke 1. Tujuan penelitian ini adalah memisahkan unsur Zr dan Hf dari hasil olah pasir zirkon menggunakan solven TBP dengan alat mixer settler16 stage. Analisis umpan dan hasil proses pemisahan untuk zirkonium (Zr dilakukan dengan menggunakan alat pendar sinar-X, sedangkananalisis unsur hafnium (Hf menggunakan Analisis Pengaktifan Neutron (APN. Parameter penelitian dilakukan dengan variasi keasaman asam nitrat dalam umpan dan variasi waktu pada berbagai laju pengadukan. Hasil penelitian pemisahan unsur Zr dengan Hf diperolehkondisi optimum pada keasaman umpan 4 N HNO3, keseimbangan dicapai setelah 3jam dan laju pengadukan 3300 rpm. Hasil ekstrak  unsur zirkon (Zr diperoleh kadar sebesar 28577 ppm dengan efisiensi 92,76 % serta kadar pengotor hafnium (Hf sebesar 95 ppm. Kata Kunci: pemisahan Zr, Hf, ekstraksi, mixer settler, alat pendar sinar-X, APN. ABSTRACT SEPARATION of Zr - Hf CONTINUOUSLY USE THE MIXER SETTLER. Separation of Zr - Hf continuously using mixer settler 16 stage has been done. The feed solution is zircon nitrate concentration of Zr = 30786 ppm  and Hf = 499 ppm. As the solvent used extractant 60 % TBP in 40 % kerosene. Nitric acid solution used srubbing 1 M. The feed entered into stage to 5 is contacted with solvents direction on the stage to 16 and the scrubbing solution enter the stage to 1. The purpose of this study is to separate Zr and Hf of the results from the process of zircon sand using solvent TBP using 16 stage

  12. Variasi Temporal dan Stabilitas Fisik dan Kimia Senyawa Bioaktif Karotenoid Rumput Laut Coklat Turbinaria decurrens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2014-06-01

    Full Text Available Pada pengembangan senyawa bioaktif karotenoid dari rumput laut coklat Turbinaria decurrens sebagai produk nutrasetikal atau pangan fungsional, pengetahuan mengenai variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa tersebut merupakan hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi temporal dan stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid dari T. decurrens. Bahan baku T. decurrens diambil dari Pantai Binuangeun, Banten. Kuantifikasi kadar karotenoid pada sampel dilakukan terhadap ekstrak kasar etanol dari sampel dengan menggunakan teknik spektrofotometri UV-Vis. Variasi temporal kadar karotenoid dilakukan dengan pengambilan sampel pada musim penghujan (Februari, musim peralihan (April dan Oktober, serta musim kemarau (Juni dan Agustus, pada tahun 2012. Analisis variabel air (DO, pH, suhu, temperatur, salinitas, fosfat, dan nitrogen anorganik terlarut dari titik pengambilan sampel juga dilakukan, untuk mengetahui faktor utama yang mempengaruhi produksi senyawa ini di alam. Analisis stabilitas senyawa dilakukan dengan perlakuan penambahan asam, basa, oksidator, dan suhu. Hasil pengujian menunjukan bahwa kadar karotenoid temporal dari alga ini berkisar 0,002–0,063 mg/g (bobot segar. Analisis korelasi terhadap variabel air menunjukkan bahwa kadar karotenoid dipengaruhi faktor musim, tidak tergantung pada variabel air lokal. Terkait dengan probabilitas fungsinya dalam fotosintesis, kadar tertinggi senyawa ini terdapat pada musim penghujan. Karotenoid dapat meluruh sebesar 84% pada perlakuan asam, 15% pada perlakukan basa, 28% pada perlakukan oksidasi, dan 15% pada suhu tinggi (70 oC. Dengan demikian, pada pengembangannya sebagai produk pangan fungsional atau nutrasetikal, diperlukan teknik mikroenkapsulasi untuk menjaga stabilitas fisik dan kimia senyawa karotenoid T. decurrens.

  13. EVALUASI JENIS PENGOLAHAN TERHADAP DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK PADA TELUR INFERTIL SISA HASIL PENETASAN

    OpenAIRE

    -, KHAERUNNISA

    2015-01-01

    2015 Telur yang tidak dapat menetas disebut telur infertil. Telur infertil telur hanya dapat digunakan sebagai konsumsi rumah tangga. Pengolahan telur infertil umumnya adalah dengan direbus, belum banyak penelitian yang menggunakan metode lain seperti didadar dan digoreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima organoleptik panelis terhadap telur yang diolah menjadi telur rebus, telur dadar dan telur goreng (ceplok). Penelitian ini menggunakan Rancangan A...

  14. PEMANFAATAN MODEL PLTL BERBANTUAN LKS BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Amelia

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kompetensi kimia dengan model pembelajaran PLTL berbantuan LKS berbasis inkuiri. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA suatu SMA Negeri di Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling, yakni kelas XI IPA 1 sebagai eksperimen I dengan perlakuan model pembelajaran PLTL berbantuan LKS berbasis inkuiri, kelas XI IPA 2 sebagai eksperimen II dengan LKS berbasis inkuiri, dan kelas XI IPA 3 sebagai kontrol dengan metode ceramah dan diskusi pada pokok materi buffer dan hidrolisis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan antara kelas XI IPA 1, XI IPA 2, dan XI IPA 3. Kelas eksperimen I memiliki peningkatan kompetensi kimia yang paling signifikan dengan rerata hasil belajar sebesar 87,5, sedangkan kelas eksperimen II memiliki rerata hasil belajar 83,43, dan kelas kontrol dengan rerata hasil belajar 77,35. Hasil respon siswa terhadap pembelajaran menunjukan frekuensi terbanyak pada kolom setuju dan sangat setuju sehingga siswa menyukai model pembelajaran yang digunakan. Simpulan penelitian ini 1 terdapat perbedaan signifikan kompetensi kimia antara kelas eksperimen I, II dan kontrol, 2 peningkatan kompetensi kimia yang signifikan pada kelas eksperimen I, 3 respon siswa terhadap pembelajaran baik. This research aims for knowing chemistry competence’s improving by application of PLTL model with Worksheet based on inquiry. The populations are XI grades natural sciences students of an high school in Semarang. Samples were taken by cluster random sampling and got XI IPA 1 as an experimental class I by application of PLTL model with Worksheet based on Inquiry while XI IPA 2 as an experimental class II by using Worksheet based on Inquiry, and XI IPA 3 as a control group using lecture and discussion on the subject buffer and hydrolysis. Data

  15. EVALUASI KINERJA GURU FISIKA, BIOLOGI DAN KIMIA SMA YANG SUDAH LULUS SERTIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusrizal Yusrizal

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan (1 mengembangkan instrumen evaluasi kinerja guru yang valid dan reliabel, (2 mengevaluasi kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah terser-tifikasi/menerima tunjangan profesi. Populasi penelitian yaitu seluruh guru Fisika, Biologi dan Kimia SMA tersertifikasi/pene-rima tunjangan profesi yang berada di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie. Validitas konstruk instrumen yang dikembangkan dibuktikan melalui analisis fak-tor, dan reliabilitasnya diestimasi dengan rumus alpha Cron-bach. Analisis tingkat kinerja ditentukan dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1 instrumen yang dikembang-kan terdiri atas 33 butir pernyataan, dan memiliki koefisien reliabilitas konsistensi internal sebesar 0,953; (2 kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah lulus sertifikasi dan sudah menerima tunjangan belum seluruhnya berkinerja tinggi; (3 kinerja guru Kimia relatif lebih baik dari pada kinerja guru Biologi dan guru Fisika. Kata kunci: evaluasi, kinerja guru, validitas, reliabilitas ______________________________________________________________ AN EVALUATION OF THE PERFORMANCE OF CERTIFIED SCIENCE TEACHERS (PHYSICS, CHEMISTRY AND BIOLOGY OF SENIOR HIGH SCHOOLS Abstract This study was aimed at (1 developing a valid and reliable performance evaluation instruments for teachers, and (2 evaluating the level of Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have been certified and received theprofession allowance. The population of this study included all certified Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have received profession allowance in Banda Aceh, Aceh Besar, and Pidie. The construct validity of the instrument developed was assessed through factor analysis, and the reliability was estimated by using Cronbach’s Alpha formula. The level of teachers’performance was analyzed by the percentage. The result of the research shows that (1 the

  16. Pengolahan Citra untuk Mengukur Diameter Terkecil Kayu Guna Mengatasi Rugi Akibat Kesalahan Pengukuran pada Industri Kayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rifyal Rachmat

    2015-12-01

    Full Text Available Kayu merupakan hasil hutan sebagai bahan dasar dari produk jadi seperti lemari, kursi, dan produk olahan lain. Pada industri pengolahan kayu, metode penentuan harga umumnya didasarkan terhadap perhitungan isi kayu (volume dimana nilai tersebut diawali dengan perhitungan diameter terkecil. Pekerja lapangan pada usaha kayu menggunakan nilai dari diameter terkecil untuk dijadikan acuan perhitungan dengan penggaris. Akan tetapi pengukuran ini kurang akurat karena kayu gelondong mempunyai bentuk yang tidak bulat sempurna. Padahal, selisih satu centimeter saja dapat menentukan grade kayu dan berpengaruh terhadap harga kayu gelondong tersebut. Penelitian menggunakan algorithma pengolahan citra telah dilakukan  maupun dengan spesifikasi tentang permukaan kayu. Teknologi yang dirancang memanfaatkan penginderaan mesin visual yang dilakukan oleh kamera  untuk melakukan penghitungan otomatis terhadap nilai kayu dengan program OpenCV. Pada tugas akhir ini, sebuah alat tepat guna dengan raspberry pi yang akan menjadi standarisasi pengukuran pada usaha kayu dengan menggunakan pengolahan citra digital. Devais yang dibuat sangat portabel dan berhasil mengukur diameter terkecil kayu dengan akurasi pengukuran 97% menggunakan metode kontur dan bounding box. Metode tersebut lebih baik dari metode lingkaran Hough dengan akurasi 89%. Perbaikan sistem dapat dilakukan pada deteksi obyek melalui pencahayaan dan segmentasi kontur.

  17. Tipologi Klaster Industri Pengolahan Jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Berdasarkan Karakteristik Pengembangan Ekonomi Lokalnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusyidi Huda Prasetyo

    2014-09-01

    Full Text Available Pengembangan wilayah Kabupaten Tuban khususnya Kecamatan Merakurakurak masih berorientasi pada growth oriented semata. Pontensi jagung yang menjadi komoditas basis pada wilayah tersebut masih belum terkelola dengan optimal, karena tidak adanya arahan yang lebih spesifik terkait diversifikasi dan pengolahan jagung lebih lanjut. Oleh karena itu diperlukan perumusan arahan yang tepat guna dalam mengembangkan industri pengolahan jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipologi klaster industri pengolahan jagung di Kecmatan Merakurak Kabupaten Tuban dengan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL. Hal ini dikarenakan konsep PEL sejalan dengan fenomena yang terjadi di wilayah penelitian, yaitu trkait berkembanganya wirausahawan lokal (industri penglahan jagung dalam rangka mengembangkan ekonomi lokal yang mandiri. Terdapat tiga tahapan mencapai tujuan penelitian. Pertama, identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dengan menggunakan metode analisis faktor konfirmatori, selanjutnya mengelompokkan klaster industri berdasarkan faktor-faktor dengan analisis klaster ttersebut dan pada tahap terakhir menginterpretasi analisis klaster pada setiap tipologi yang muncul dengan analisis deskriptif. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tipologi klaster industri yaitu industri intijagung yang berada pada Desa Tuwiri Kulon, Tlogowaru, Tobo, Sugihan. Kemudian industri pemasok yang berada pada Desa Kapu, Tuwiri Wetan, Pongpongan, Temandang, Tegalrejo dan Tahulu. Serta, industri pendukung yang berada pada Desa Mandirejo, Bogorejo, Sumberejo, Sendang Haji, Sambonggede, Sumber, Boreh Bangle, Senori dan Sembungrejo.

  18. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA SUB SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU SKALA MENENGAH DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Teman Koesmono

    2005-01-01

    Full Text Available The purpose of this researched is to find out how big is the effect of organization culture to ward motivation, job satisfaction and employee's job performance, especially on the employee's in the production area. The analytical unit is the employee's in production area sub sector in wood industry in East Java. The more positive someone's behavior will definitely effect her/his performance, this is proven when the researcher tested the hypothesis that motivation effects the job satisfaction and job satisfaction effects the performance. The result of the direct effect on employee's motivation toward job satisfaction is 1.462,and toward performance is 0.387, the direct effet job satisfaction toward job performance is 0.003, the direct effect organization culture toward job performance is 0.506, the direct effect organization culture toward motivation is 0.680, the direct effect organization culture toward job satisfaction is 1.183. Beside, this research result is useful for the next researchers, as research material in organitional behavior science or the same kind of science. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan dari penelitian ini untuk memenemukan bagaimana besarnya pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja karyawan khususnya karyawan dibagian produksi. Unit analisisnya adalah karyawan produksi pada subsektor industri pengolahan kayu di Jawa Timur. Secara positif perilaku seseorang akan berpengaruh terhadap kinerjanya, disamping itu peneliti menguji hipotesis bahwa motivasi berpengaruh kepada kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Hasilnya bahwa secara langsung motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebesar 1.462 dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.387, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0,003 dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.506, budaya organisasi berpengaruh terhadap motivasi sebesar 0.680 dan budaya organisasi

  19. KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA BAKSO DARI DAGING LUMAT IKAN LAYARAN (Istiophorus orientalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Poernomo

    2014-04-01

    Full Text Available Daging lumat biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan surimi, dan produk turunannya sepertibakso ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fi sika kimia gel daging lumat dan baksodari daging lumat ikan layaran serta membandingkan bakso hasil penelitian dengan bakso ikan komersial.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu karakterisasi fi sika kimia dan organoleptikgel daging lumat danbaksonya. Gel daging lumat ikan memiliki karakteristik fi sik derajat putih;63,03%, daya ikat air56,44% dankekuatan gel 1469,45 gf. Kadar air 76,13%, abu 2,80%, protein 11,20%, lemak 0,80% dan karbohidrat 9,07%serta protein larut garam sebesar 4,66%, dan organoleptik sebagai berikut: uji lipat 5,uji gigit 7. Sementaraitu, bakso daging lumat ikan layaran memiliki karakteristik yaitu derajat putih, daya ikat air dan kekuatan gelsebesar 67,6%, 56,51% dan 755,65 gf serta uji lipat dan uji gigit yang bernilai 5 dan 7. Kadar air, abu, protein,lemak, karbohidrat, protein larut garam dan pH bernilai 71,18%, 1,39%, 8,37%, 1,19%,17,87%, 3,33% dan 5,82.

  20. DEVELOPMENT STRATEGY OF HUMAN CAPITAL OF PT KIMIA FARMA (PERSERO TBK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Antoni Ludfi Arifin

    2017-12-01

    Full Text Available This research is a qualitative research with case study at PT Kimia Farma (Persero Tbk. The purpose of this research is to understand the overall development strategy of human capital of the Company. Data were collected from primary data through interview, observation, and recording; while secodary data were obtained from PT Kimia Farma (Persero Tbk or from the externals that are used by the researcher to strengthen the premise, theory building, or data from previous researchers. The data collected from primary and secondary sources are then processed. The validity of data is checked though data accuracy checking process (triangulation. This research found that the Company has conducted human reseource development strategy through 1 Integrated HR Development with the Company’s visions and missions; 2 open recruitment and selection process will decide and find the candidates who meet the qualifications; 3 preparing assessement center to select the right candidate for the right position; 4 employees training can improve the employees’ competence; and 5 the right development of human capital to prepare for the competitiveness in the future.

  1. Perawatan ortodontik pada kasus periodontitis kronis dengan kerusakan tulang infraboni secara menyeluruh

    OpenAIRE

    Susanto, Stephanie Adelia; Farmasyanti, Cendrawasih Andusyana; Kuswayuning, Kuswayuning

    2016-01-01

    Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang mempengaruhi jaringan periodontal dan menyebabkan hilangnya perlekatan jaringan ikat dengan tulang alveolar. Peningkatan kedalaman probing dengan kombinasi faktor usia pasien, onset dan kecepatan perkembangan penyakit, dan kondisi psikologis akan mempengaruhi rencana dan prognosis perawatan. Pergerakan gigi secara ortodontik pada individu dewasa dengan kondisi periodontal perlu disertai dengan kontrol akumulasi plak secara berkala dan pen...

  2. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM TANAMAN TORBANGUN (Coleus amboinicus Lour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trini Suryowati

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to determine the chemical compound in leaves, stem, and root by GC-MS technique and antioxidant activity of torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour. The torbangun leaves ethanol extract were tested to antioxidant activity assay using DPPH, and á-glucosidase inhibitory effects was measured with a spectrophotometric method. The analysis of leaves revealed the presence of Carbamic acid, monoammonium salt (CAS Ammonium carbamate (11.73%, Hexadecanoic acid (CAS Palmitic acid (8.35%, I-Limonene (5.92%, Heptadecene-(8- carbonic acid-(1 (4.76%, Oxacycloheptadec-8-en-2-one (CAS Ambrettolide (4.70%. The analysis of stem revealed the presence of Formamide (CAS Methanamide (22.48%, 12,13- Dimethyl-2,7- dioxa 5,10 diazatricyclo [4.4.4.0(1,6] trans -tetradecan-12 (13.22%, Hexadecanoic acid (CAS Palmitic acid (11.51%, 2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS Acetol (10.14%, 9-Octadecen-1-ol, (Z- (CAS cis-9-Octadecen-1-ol (7.09%. The analysis of roots revealed the presence of Methanamine, N-methyl- (CAS Dimethylamine (28.45%, Acetic acid (CAS Ethylic acid (9.78%, 3.2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS Acetol (6.41%, 1-Propen-2-ol, acetate (CAS Isopropenyl acetate (5.16%, 4.73 Phenol, 2-methoxy- (CAS Guaiacol(4.73%. The DPPH result of torbangun leaves ethanol extract obtained by IC50 247,942 ppm and ascorbic acid standard was 1 ppm. IC50 values inhibition of á-glucosidase extract was >100 ppm and glucobay standard was 0.264 ppm. This research provided a chemical compound and the torbangun leaves ethanol extract capable of acting as antioxidant based on IC50 values.Keywords: antioxidant activity, chemical compound, Coleus amboinicus LourABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa kimia dalam daun, dahan, dan akar menggunakan analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (GC-MS serta aktivitas antioksidan daun torbangun (Coleus amboinicus Lour. Daun torbangun yang diekstrak etanol dianalisis aktivitas antioksidan

  3. Kajian Sifat Fisik Dan Kimia Tepung Labu Kuning (Cucurbita Maxima) Dengan Perlakuan Blanching Dan Perendaman Natrium Metabisulfit (Na2s2o5)

    OpenAIRE

    Purwanto, Chatrine Chrisandy; Ishartani, Dwi; Muhammad, Dimas Rahadian Aji

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tepung labu kuning yang diberi perlakuan blanching dan perendaman natrium metabisulfit. Penelitian ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu pembuatan tepung labu kuning dan pengujian sifat fisik dan kimia tepung labu kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan analisa. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Analysis of Variance (ANOVA). Bila ada perbedaan antar perlakuan maka dilan...

  4. PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENSIMULASIKAN DEKORASI RUANGAN SECARA REAL TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulva Erida Nur Rochmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Mendekorasi ruangan merupakan kegiatan  yang memakan banyak waktu dan tenaga, terutama jika objek yang digunakan besar dan berat. Akan merepotkan jika seseorang harus menggeser setiap objek untuk menentukan letak yang sesuai. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual dengan cara menampilkan objek-objek virtual di dunia nyata secara real time. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu aplikasi Android dengan menggunakan Augmented Reality yang dapat digunakan untuk menggantikan objek nyata dengan objek virtual 3D sehingga memudahkan pengguna dalam mensimulasikan dekorasi ruangan. Aplikasi ini bekerja dengan cara memindai marker yang sudah dicetak pada selembar kertas. Jika marker telah terdeteksi, objek 3D berupa perabot akan ditampilkan di kamera aplikasi. Pengguna dapat memindah lokasi, memutar, dan mengubah ukuran objek untuk mensimulasikan tata letak ruangan. Hasil penelitian ini adalah aplikasi Android berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan untuk mensimulasikan dekorasi ruangan secara real time. Kata Kunci: augmented reality, dekorasi, interior, marker Abstract Decorating the room is an activity that takes a lot of time and effort, especially if the object is large and heavy. It would be inconvenient if someone has to drag each object to determine the appropriate location. This problem can be avoided using an Augmented Reality-based application. Augmented reality is a technology that combine the real world and the virtual world by displaying virtual object in real world. The main purpose of this research is to create an Android application using Augmented reality  that can be used to replace the real object with virtual 3D object, making it easier for the user to simulate the decoration of the room. This application works by scanning the marker that has been printed on a

  5. Disain Sistem SCADA jarak Jauh Menggunakan Layanan VPN 3G Untuk Penggerak Pompa pada Sistem Pengolahan Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Insani

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam pengolahan air gambut menjadi air bersih yang menggunakan metode AOP dan RO ini, pengaturan tekanan pompa merupakan sesuatu yang sangat vital pada saat dilakukan suplay air yang akan diolah ke sistem. Sistem pengolahan air yang menggunakan pompa tersebut harus selalu dipastikan beroperasi dengan normal disesuaikan dengan peruntukannya. Manajemen terbaru sistem pengolahan air memerlukan teknologi yang terbaru pada peralatan remote control system, dan yang paling fundamental untuk hal ini adalah penggunaan layanan public untuk akusisi dan pengawasan dari data yang diambil dari peralatan kontrol. Untuk mewujudkan remote control untuk pompa dengan tekanan tertentu dengan PLC, didisain dengan kombinasi antara internet, arsitektur dan implementasi dari sistem SCADA, yang menggabungkan jaringan komputer, PLC, WinCC, dan teknologi VPN. Dalam melakukan disain, perlu diperhatikan poin-poin penting baik dari sisi server maupun sisi controller. Disain sistem SCADA remote dapat mengefisienkan waktu bagi operator dan pemantauan lebih lanjut untuk suplay air.

  6. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  7. Pengolahan data Ground Penetrating Radar (GPR dengan menggunakan software MATGPR R-3.5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfarabi Amien

    2017-03-01

    Full Text Available Alat Ground Penetration Radar (GPR memancarkan sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan kedalam bumi kemudian gelombang elektromagnetik di tangkap saat sudah sampai permukaan bumi. Alat GPR ini dapat memetakan kondisi bawah permukaan yang dilewatinya, selain itu alat ini sangat sensitif terhadap benda-benda yang memiliki komponen atau muatan listrik dan magnet yang besar. Benda-benda tersebut dapat dikatakan sebagai sumber noise. Pengaruh noise ini akan mempengaruhi pada hasil yang keluarkan, oleh karena itu diperlukan pengolahan data untuk menfilter noise tersebut agar dapat menghasilkan hasil yang baik dan tidak menimbulkan kebingungan pada saat proses interpretasi data.

  8. KEPASTIAN HUKUM DALAM PELELANGAN OBJEK HAK TANGGUNGAN SECARA ONLINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Begiyama Fahmi Zaki

    2017-03-01

    Full Text Available Abstract an auction object the formal use of mortgage online in KPKNL arranged in Article 54 paragraph (3 Minister of Finance Regulation Number 106/PMK.06/2013 that the supply of indirect in writing can be done via email or the internet. The auction the object a mortgage via email done through the application of auction email (ALE, both in terms of registration prospective bidders and documents should be equipped with the determination of the winning bidder performed on these applications. Legal certainty in this case that is at the time of the registration process bidders up to set the winning bidder through ALE. This strengthens with the Law Number 11 of 2008 on information and electronic transaction, where Article 5 paragraph (1 described that information electronically and/or document electronic and/or result print is a legal evidence legitimate. The principle of legal certainty of the opinion that an auction had been conducted by KPKNL for the legal protection to parties concerned to an auction. This is in accordance with rights legislation are explained that when debtors injured promise, the holder the mortgage over its own power has the right to sell by auction common. Implementing auction made treatise auction by officials an auction is a certificate authentic in accordance with Article 1867 and 1868 the book the Act of Civil Law. Treatise auction used the seller/the owner goods, buyers and officials auction to maintain and carry out their rights and duties and have the power of perfect in accordance with Article 1 the 32 Minister of Finance Regulation Number 106/PMK.06/2013. Key words: Legal Certainty, The Protection of the Law, Auction, Mortgage Object, Online Volume Abstrak Penggunaan resmi obyek lelang hipotek secara online di KPKNL diatur dalam Pasal 54 ayat (3 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.06/2013 yang pasokan tidak langsung secara tertulis dapat dilakukan melalui email atau internet. Lelang objek hipotek melalui email

  9. KANDUNGAN KIMIA SERAT KENAF DARI KOMPOS KULIT UDANG DENGAN PESTISIDA ALAMI KEONG MAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusmini Rusmini

    2017-10-01

    Full Text Available Kenaf cultivation generally uses chemical fertilizers and pesticides to increase production despite the adverse effects of those chemicals toward environmental ecosystem. Meanwhile, there are a lot of unutilized wastes produced from agriculture and fishery. Kenaf is an environmentally friendly producer of natural fibers and can produce diversified products, such as paper, wallcover, car interior, geotextile, soil safer, fiber drain, particle board, and plastic reinforcement as well as biofuel industry raw materials. The research aims to produce chemistry fiber kenaf best with the provision of organic fertilizer shrimp compost and natural pesticide snail mas. The study used a Randomized Block Design with two factors with the first factor compost of shrimp (k consisting of 3 levels and the second factor was vegetable pesticide consisting of three levels (p. In each of these studies repeated as many as 2 replications so that there are 18 overall treatment. The observed variables of chemical fiber content include holocellulose, cellulose and lignin. Data obtained, analyzed using analysis of variance  and continued with the smallest real difference test at 5% test level. The results showed that there was holocellulose content in the best kenaf fiber in the treatment of p2 k2 that was equal to 80,28005, for the best cellulose content was p0ko taht was equal to 40,5695 %while for lignin was not continued further test because it showed no real difference. Penanaman  tanaman  kenaf  umumnya menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi, padahal pupuk kimia berbahaya bagi ekosistem lingkungan, sementara banyak sekali limbah pertanian dan perikanan yang tidak termanfaatkan bahkan  menjadi sampah.   Kenaf merupakan tanaman penghasil serat alam yang ramah lingkungan dan bisa menghasilkan berbagai produk diversifikasi, seperti : kertas, pelapis dinding, interior mobil, geotekstil, soil safer, fiber drain, particle board, dan reinforcement plastik

  10. KOMPOSISI KIMIA DAN ORGANOLEPTIK FORMULA NUGGET BERBASIS TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG RICEBRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sufiati Bintanah

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Di Indonesia terjadi perubahan pola penyakit dari infeksi dan kekurangan gizi ke degeneratif dan kanker akibat perubahan gaya hidup dan pola makan  tinggi lemak dan rendah serat serta modernisasi pola hidup. Tempe kedelai merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan trigliserida, kolesterol total, kolesterol LDL, serta meningkatkan kolesterol HDL. Bekatul juga merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan kadar lemak darah karena mengandung oryzanol, tokoferol, dan asam felurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi formula nugget berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptik serta aktifitas antioksidan. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan perlakuan formulasi tepung tempe dan tepung ricebran sebanyak 10 formula. Analisis komposisi kimia dilakukan terhadap bahan mentah dan nugget meliputi analisis protein (mikro kjedhl, lemak (soxhlet, air (oven, karbohidrat (Luff Schoorl l, penetapan kadar Vitamin E (Alfa-Tokoferol, analisa aktivitas anti bakteri metode difusi agar. Pengujian organoleptik menggunakan metode scoring. Hasil menunjukkan nugget dengan formula tepung tempe 50% dan tepung bekatul 50% (formula A7, mempunyai komposisi kimia terbaik yaitu protein 19,5g%, lemak 18.33g%, air 35.59%, abu 1,62%, serat kasar 9,57g%, Karbohidrat 25,41 g%, Vitamin E 148,92 µg/g, aktifitas antioksidan 197,1 µg/ml. Hasil pengujian organoleptik terhadap warna, rasa, aroma maupun tekstur yang paling disuka pada formula A7. Kesimpulan: Optimasi tepung tempe dan rice bran yang diterima berdasarkan sifat fisik, organoleptik dan analisa zat gizi adalah dengan perlakuan sangrai 20 menit. Formula nugget yang optimum A7 dengan perbandingan tepung tempe dan rice bran 50:50 g. Kata Kunci: Komposisi Kimia, Organoleptik, Formula Nugget, Tepung Tempe, Ricebran Abstract In Indonesia, there has been a changing disease pattern from infectious and food deficiency diseases to degenerative and cancerous diseases. Soy bean cake

  11. Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor dengan Proses Anaerobik-Aerobik-Anoksik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuriflalail Rio Jusepa

    2017-01-01

    Full Text Available Lindi mengandung konsentrasi organik, Total Kjeldahl Nitrogen, amonium, nitrit dan nitrat yang tinggi sehingga lindi yang tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Pengolahan biologis dengan sistem fluidized attached growth seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR dapat digunakan untuk menurunkan senyawa organik dan senyawa nitrogen. Konsentrasi organik dan nitrogen yang tinggi pada lindi dapat diolah dengan mengatur proses aerobik-anaerobik-anoksik di dalam MBBR. Kapasitas pengolahan MBBR yang digunakan sebesar 10 L dan media Kaldness (K1 sebanyak 2 L. MBBR dioperasikan dengan sistem batch, dengan kondisi aerobik yang berasal dari aerator dan pompa submersible, kondisi anaerobik berasal dari pompa submersible saja, dan kondisi anoksik yang berasal dari pompa submersible dan aerator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MBBR dapat digunakan untuk menurunkan senyawa nitrogen dan senyawa organik. Efisiensi penyisihan optimum senyawa organik sebesar 87% pada proses anaerobik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth. Efisiensi penyisihan optimum senyawa nitrogen sebesar 72% pada proses anoksik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth.

  12. Ekstraksi Kata Dasar Secara Berjenjang (Incremental Stemming Berbasis Aturan Morfologi untuk Teks Berbahasa Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hidayat

    2017-05-01

    Full Text Available Ekstraksi kata dasar atau stemming pada Bahasa Indonesia adalah proses yang kompleks di mana beberapa partikel awalan dan beberapa partikel akhiran dari 13 awalan, 3 sisipan dan 19 akhiran yang dikenal dapat digunakan secara sekaligus pada sebuah kata. Selain itu, proses stemming tidak selalu menghasilkan 1 kata dasar (non-deterministik, karena terdapat beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki 2 kemungkinan yaitu sebagai kata dasar maupun kata berimbuhan, misalnya pada kata “beruang”. Penelitian yang telah ada sebelumnya menggunakan kombinasi awalan dan akhiran yang tidak mungkin dan menerapkan heuristik untuk memilih kata dasar. Dalam penelitian ini diusulkan sebuah metode stemming secara berjenjang di mana berdasarkan urutan tertentu, secara bergantian partikel akhiran dan awalan dilepaskan dari sebuah kata sehingga dihasilkan sebuah kata dasar. Jika ditemukan beberapa kandidat kata dasar maka salah satu kata dasar akan dipilih. Metode ini diuji pada 6464 dokumen Al-Quran Terjemahan Indonesia dengan menggunakan kamus berukuran 5000 kata yang disampling secara acak dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Dari 3432 kata unik yang diproses 94,7% kata dasar dapat diekstrak secara langsung dan hanya 5,3% yang perlu diproses lebih lanjut karena kandidat kata dasar yang ditemukan lebih dari satu. Dibandingkan dengan melakukan pemilihan kata dasar secara manual, metode ini dapat  memilih kata dasar yang tepat hingga 79.12%.

  13. KARAKTERISTIK KIMIA AIR HUJAN SAAT KEBAKARAN HUTAN DI PROPINSI KALIMANTAN BARAT DAN SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sheila Dewi Ayu Kusumaningtyas

    2014-08-01

    Full Text Available Permasalahan kebakaran hutan di berbagai propinsi di Indonesia terutama di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan mulai marak seiring dengan meningkatnya laju penebangan hutan serta tingginya tekanan penduduk akan pemenuhan kebutuhan hidup melalui sumber daya kawasan hutan. Kebakaran hutan berpengaruh terhadap lingkungan berupa penurunan kualitas udara. Untuk mengetahui dampak kebakaran hutan terhadap karakterisitik kimia air hujan dan kondisi partikulat di Pontianak dan Palembang dilakukan analisa parameter anion, kation, dan pH air hujan serta Suspended Particulate Matter (SPM selama periode 2002 hingga 2008. Data kimia air hujan dan SPM diperoleh dari pengamatan Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak dan Stasiun Klimatologi Kenten, Palembang, sedangkan analisanya dilakukan di BMKG Pusat menggunakan Kromatografi Ion. Untuk mengetahui jumlah kebakaran hutan digunakan parameter titik api dari Satelit Terra dan Aqua MODIS yang dikumpulkan dan dikelola oleh Stasiun Bumi Satelit NOAA, Kementerian Kehutanan. Dari hasil kajian diketahui bahwa kenaikan jumlah titik api baik di daerah Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan diiringi oleh kenaikan konsentrasi deposisi asam dan SPM beberapa saat kemudian. Baik di Pontianak dan Palembang telah terjadi hujan asam dengan presentasi kejadian berturut-turut adalah 61,1 % dan 71,8 %. Komposisi kimia penyusun air hujan di Pontianak dan Palembang baik pada saat titik api tinggi ataupun rendah didominasi oleh unsur Cl-, NH4+, Ca2+, dan Na+. Tingginya konsentrasi NH4+, Ca2+, dan Na+ selama kurun waktu 2002 hingga 2008 berperan sebagai faktor penetral keasaman air hujan sehingga kecenderungan pH mengalami kenaikan. Baik di Pontianak dan Palembang, kenaikan titik api diiringi dengan kenaikan konsentrasi SPM dengan koefisien korelasi masing-masing 0,836 dan 0,678.   Forest fire which occurs in many provinces in Indonesia especially in West Kalimantan and South Sumatera increases along with the high and rapid

  14. USAHA MENURUNKAN PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA DENGAN PROGRAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU (Efforts to Reduce Chemical Pesticides Use through Integrated Pest Management Program

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Mariyono

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Penggunaannya yang berlebihan telah menimbulkan biaya eksternal yang sangat tinggi. Sejak tahun 1989 Pemerintah Indonesia telah berusaha mengurangi penggunaan pestisida kimia melalui program Pengendalian Hama Terpadu (PHT Untuk mengetahui dampak program PHT, digunakan fungsi permintaan pestisida kimia. Analisis ini menggunakan data sekunder selama sembilan tahun yang diambil dari empat kabupaten wilayah Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa  dampak program PHT telah berhasil mengurangi penggunaan pestisida kimia pada padi dan kedelai. Penurunan penggunaan pestisida kimia disebabkan oleh kenaikan harga dan penyebaran teknologi PHT. Turunnya penggunaan pestisida kimia ini akan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia karena tersedia bahan pangan yang residu pestisida kimianya rendah.   ABSTRACT Chemical pesticide is a poisonous agent that causes deterioration on environment quality and thereatens to human health. It causes considerable high externat cost. Sice 1989 the Government of Indonesia had removed chemical pesticide subsidy and introduced a new program called Integrated {est

  15. TINGKAT EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN SKALA KECIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himawan Arif Sutanto

    2015-08-01

    Full Text Available The aim of this research was to measure the level of production efficiency and calculate the return and cost salted fish processing small scale in Pekalongan municipality. There are 20 business owners of small scale processing of salted fish were sampled with snowball sampling. Stochastic Frontier Analysis is used to measure the level of efficiency and descriptive statistics are used to calculate the ratio of return and cost. The results indicate that the level of efficiency of production of salted fish processing small scale in Pekalongan yet efficient so it is still possible to be improved. Factors that influence the production of salted fish in Pekalongan is availability of fish, labor, equipment or facilities, auxiliary materials and extensive effort. Salted fish processing businesses in Pekalongan small scale is still quite favorable, as indicated by the R/C value of 1.37 which indicates that the amount of revenue entrepreneurs of small-scale fish processing is still greater than the costs to be incurred in running the business.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi produksi dan menghitung rasio biaya dan pendapatan usaha pengolahan ikan asin skala kecil di kota pekalongan. Sampel dalam penelitian ini adalaah 20 pemilik usaha ikan asin dengan metode snowball sampling. Analisis frontier stokastik digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan metode deskriptif statistik digunakan untuk menghitung rasio biaya dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha ikan asin skala kecil di kota pekalongan telah cukup efisien sehingga masih memungkinkan untuk ditingkatkan.  Faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha ikan asin di kota pekalongan adalah ketersediaan bahan baku ikan, tenaga kerja, peralatan usaha, bahan penolong, dan luas usaha. Usaha pengolahan ikan asin di pekalongan masih menguntungkan, hal ini dapat terlihat dari nilau R/C sebesar 1,37 yang mengindikasikan keuntungan usaha masih lebih tinggi dibandingkan

  16. ANALISIS LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA PADA MATERI HUKUM DASAR KIMIA DI JAKARTA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Ali Irfan Ardiansyah

    2016-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi sains siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia di sekolah-sekolah di Jakarta Selatan dengan menggunakan acuan awal nilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB 2013 provinsi DKI Jakarta yang selanjutnya setiap sekolah dikelompokkan dalam strata atas, strata tengah, dan strata bawah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 29, 47, 66, 74, dan 87 di Jakarta Selatan pada tanggal 7 Juli sampai 15 Agustus 2015. Disain penelitian ini adalah penelitian survei dengan target populasi 96 siswa berdasarkan teknik sampling berstrata. Framework literasi sains yang digunakan terdiri dari literasi nominal, fungsional, konseptual, dan multidimensional. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner, uraian terbuka, dan esai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analsis data ditemukan bahwa nilai rata-rata kemampuan literasi sains siswa dari strata atas menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan literasi nominal, konseptual, dan multidimensional lebih tinggi dari siswa strata bawah dan tengah. Nilai rata-rata kemampuan literasi sains siswa dari strata bawah memiliki kemampuan literasi fungsional yang lebih tinggi dari siswa strata atas dan tengah.

  17. Estimation of Dose Received in Decommissioning of Phosphate Acid Factory-Petro Kimia Gresik

    International Nuclear Information System (INIS)

    Lubis, Erwansyah; Heru Umbara; Agus Gindo S

    2007-01-01

    The estimation of dose received in decommissioning of Phosphate Acid Factory-Petro Kimia Gresik (PAF-PKG) was carried out. The external dose estimated base on the radiation rate in each working area of zona-1, 2, 3 and 4. The internal dose estimated base on the radionuclides activity and diameter of particulate exist in each working area. The calculation of the internal dose was carried out by LUDEP 2.0 computer code. The results indicated that in the normal activity of decommissioning, the effective dose will received by the worker per year were 0.27 mSv in zona-1, 1.23 mSv in zona-2, 1.37 mSv in zona-3 and 11.85 mSv in zona-4. The internal dose received when a worse accident happens in decommissioning activity is 21.06 mSv for lung organ or 4.2 % of the dose limit for that organ. Based on the discussion above, indicated that in the decommissioning of PAF-PKG the dose received by the workers is far lower than the dose limit. (author)

  18. ANALISA PEMILIHAN SUPPLIER RAMAH LINGKUNGAN DENGAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP PADA PT KIMIA FARMA PLANT SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nia Budi Puspitasari

    2016-02-01

    Full Text Available Indonesia bersama Thailand dan Filipina menguasai pasar industri farmasi Asia Tenggara sebesar 80% serta diperkirakan pasar industri farmasi hingga 2016 akan mencapai nilai 96,1 miliar USD. Dalam menghadapi hal tersebut diperlukan beberapa hal dimana pada saat ini isu mengenai lingkungan sangat menjadi tren masyarakat. Regulasi pemerintah kepada industri mengenai lingkungan dan peningkatan jumlah masyarakat yang beralih kepada green product membuat industri untuk mulai memasukkan aspek lingkungan ke dalam proses industrinya. Pemilihan pemasok merupakan masalah pengambilan keputusan penting agar mendapatkan pemasok yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Kriteria pemilihan pemasok umumnya hanya didasarkan pada aspek cost, delivery, dan kualitas. Hal tersebut belum sesuai dengan isu lingkungan dan regulasi pemerintah saat ini. Pemilihan green supplier dilakukan pada PT Kimia Farma plant Semarang. Hal tersebut dilakukan karena PT Kimia Farma plant Semarang berkeinginan mengarahkan produk yang dihasilkan ke arah green product. Saat ini PT Kimia Farma plant Semarang mengalami penurunan produksi dalam 2 tahun terakhir dimana pada jangka 5 tahun, PT Kimia Farma melakukan pergantian supplier sebanyak 5 kali. Analisa pemilihan green supplier tersebut dilakukan menggunakan metode Analytichal Network Process (ANP karena ANP merupakan salah satu metode yang mampu merepresentasikan tingkat kepentingan berbagai pihak dengan mempertimbangkan saling keterkaitan antar kriteria dan sub kriteria yang ada. . Pada pemilihan green supplier kriteria kualitas memiliki bobot 0,369, kriteria lingkungan memiliki bobot sebesar 0,246, kriteria harga memiliki bobot 0,159, kriteria pengiriman 0,11 kriteria pelayanan 0,072, dan kriteria hubungan pemasok 0,044. Rekomendasi supplier yang diberikan adalah PT Sejong karena memiliki bobot terbesar yaitu 0,271.     Abstract Indonesia with Thailand and Philippines now lead pharmaceutical industry market of sotheast asia by

  19. PEMAHAMAN, SIKAP, DAN UNJUK KERJA HIGIENE-SANITASI SISWA DALAM PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DI SMK BIDANG KEAHLIAN TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Masdarini

    2012-08-01

    Full Text Available The gastronomy students’ hygiene-sanitation under standing, attitude and performance in SMK. This study aims at describing the gastronomy students’ hygiene-sanitation understanding, attitude and performance. This research is a des­crip­tive quantitative one with research subjects are the gastronomy students of SMKs in Bali with the total number of 198 students. The instruments used are skill test, questionnaire and observation sheet. Then, the data are analyzed descriptively by using percentage formula. The data analysis shows that: (1 the gastronomy students’ understanding over the hygiene-sanitation 82,89% is very good, (2 the gas­tronomy stu­dents’ attitude over the hygiene-sanitation 84,36% is very good, (3 the gastronomy students’ performance over the hygiene-sanitation 90,20% is very good. Pemahaman, Sikap, dan Unjuk Kerja Higiene-sanitasi Siswa dalam Peng­olahan dan Penyajian Makanan di SMK Bidang Keahlian Tata Boga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman, sikap, dan unjuk kerja higiene-sani­tasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa di SMK Bidang Keahlian Tata Boga di Bali yang berjumlah 198 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan, angket, dan lembar observasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1 pemahaman higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 82,89% adalah sangat baik, (2 Sikap higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 84,36% adalah sangat baik, (3 Unjuk kerja higiene-sanitasi siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan 90,20% adalah sangat baik.

  20. PENGOLAHAN BUAH DAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KOKTAIL, MANISAN, EMPING BIJI RAMBUTAN DAN OBAT HERBAL YANG BERKHASIAT

    OpenAIRE

    Nuni Widiarti; Sri Wahyuni; F Widhi Mahatmanti

    2013-01-01

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan Pengolahan Buah Dan Biji Rambutan Sebagai Makanan Tradisional Koktail, Manisan, Emping Biji Rambutan Dan Obat Herbal Yang Berkhasiat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dukuh kanggan Desa Wringinputih terhadap manfaat rambutan, dan biji rambutan terhadap kesehatan beserta bagaimana meningkatkan nilai jual rambutan dan biji rambutan pada saat panen raya. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarak...

  1. Strategi Pengelolaan Usaha Jasa Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia Secara Berkelanjutan (MANAGEMENT STRATEGY FOR SUSTAINABLE RUMINANT-CATTLE SLAUGHTERHOUSE (RC-S SERVICES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Dewi Dyah Maharani

    2017-04-01

    Full Text Available Uncontrolled cattle slaughtering may result in reduce water quantity and quality, number of cattle, and product of animal origin that does not fit the criteria of safety-healthy-whole-halal. The research objective was to analyze and measure important variables which might be required in developing a modelas well as to formulate strategic plans for managing sustainable abattoir services. Analysis methods used in this study were: Multidimensional Scaling (MDS or rap-slaughterhouse, Monte Carlo Analysis, and Analytical Hierarchy Process (AHP. Results of the analysis showed that the important variables were, i.e.: water availability and animal health status (ecological dimension; willingness to conduct hygienic and sanitation procedures at business scale level, service business orientation, availability of animal and slaughtering schedule management (economical dimension; workers safety and security (sociological dimension, noncompliance of the use of infrastructure by managers, workers and service users; lack off ulfillment of the requirements of the building frame (dimension regulations; and processing technology (technological dimension. The priority strategic analysis concluded that supply services of product of animal origin is eligible to be considered as components required in the food security program through the development and renovation program of effective slaughter houses. ABSTRAK Pemotongan hewan yang tidak terkendali mengakibatkan penurunan ketersediaan jumlah dan mutu air, hewan, dan pangan asal ternak yang tidak sesuai kriteria aman-sehat-utuh-halal (ASUH. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan mengukur peubah-peubah penting yang diperlukan untuk menyusun model dan merancang rencana strategik pengelolaan usaha jasa rumah pemotongan hewan ruminansia secara berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan adalah Multi Dimensional Scaling (MDS atau rap-slaughterhouse, Monte Carlo, dan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisis

  2. HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN DI TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN (TPM BUFFER AREA BANDARA ADI SOEMARMO SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitka Romanda

    2017-01-01

    Full Text Available Keberadaan Escherichia coli dalam sumber air atau makanan merupakan indikasi pasti terjadinya  kontaminasi tinja manusia. Kontaminasi ini dapat berdampak pada Kejadian Luar Biasa keracunan makanan di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Adanya kontaminasi Escherichia coli pada makanan dapat disebabkan faktor personal hygiene penjamah makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah 65 penjamah makanan dan 65 sampel makanan di 22 tempat pengolahan makanan buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan personal hygiene dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di Tempat Pengolahan Makanan Buffer Area Bandara Adi Soemarmo Surakarta dengan uji statistik dengan Chi Square didapatkan p value (0,000 dan kekuatan hubungan sedang dengan nilai C (0,477. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan terdapat hubungan personal hygiene penjamah makanan dengan keberadaan Escherichia coli pada makanan di tempat pengolahan makanan (TPM buffer area Bandara Adi Soemarmo Surakarta.   Kata kunci. Personal Hygiene, Escherichia coli, Buffer Area

  3. KOMPOSISI KIMIA DAN KRISTALINITAS TEPUNG PISANG TERMODIFIKASI SECARA FERMENTASI SPONTAN DAN SIKLUS PEMANASAN BERTEKANAN-PENDINGINAN (Chemical Composition and Crystallinity of Modified Banana Flour by Spontaneous Fermentation and Autoclaving-Cooling Cycle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2014-07-01

    (39,13 – 42,68% bk dibandingkan dengan yang satu siklus (29,34 – 35,93% bk. Proses pemanasan bertekananpendinginan menurunkan kristalinitas tepung pisang dari 18,74-20,08% menjadi 6,98-9,52%. Difraksi sinar X menunjukkan granula pati pisang adalah granula tipe C yang merupakan campuran dari granula tipe A dan tipe B. Kata kunci: Tepung pisang termodifikasi, fermentasi spontan, autoclaving-cooling cycles

  4. Pola Penguasaan Tanah Sawah secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.

  5. Model Integrated Problem Solving Based Learning pada Perkuliahan Dasar-dasar Kimia Analitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarini Dwi Pursitasari

    2013-07-01

    Full Text Available Abstract: Integrated Problem Solving Based Learning Model on Foundation of Analytical Chemistry. This study was conducted to know the effects of Integrated Problem Solving Based Learning (IPSBL model on problem solving skills and cognitive ability of pre-service teachers. The subjects of the study were 41 pre- service teachers, 21 in the experimental group and 20 in the control group. The data were collected through a test on problem solving skills, a test on cognitive ability, and a questionnaire on the students’opinions on the use of IPSBL model. The quantitative data were analyzed using t-test and one-way ANOVA, and the qualitative data were analyzed by counting the percentage. The results of the study show that the implementation of IPSBL model increased the problem solving skills and cognitive ability of the pre-service teachers . The model was also responded positively by the research subjects. Abstrak: Model Integrated Problem Solving Based learning pada Perkuliahan Dasar-dasar Kimia Analitik. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh model Integrated Problem Solving Based Learning(IPSBL terhadap peningkatan kemampuan problem solving dan kemampuan kognitif mahasiswa calon guru. Subjek penelitian terdiri dari 21 mahasiswa kelas eksperimen dan 20 mahasiswa kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan problem solving, tes kemampuan kognitif, dan angket untuk menjaring pendapat mahasiswa terhadap penggunaan model IPSBL . Data kuantitatif dianalisis denga n uji- t dan Anava dengan bantuan program SPSS 16.0. Data kualitatif dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model IPSBL dapat meningkatkan kemampuan problem solving dan kemampuan kognitif serta mendapat tanggapan yang positif dari mahasiswa.

  6. KOMPOSISI KIMIA MINYAK ATSIRI BUAH SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L, KEMUKUS (PIPER CUBEBA L DAN CABE JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Widyo Wartono

    2014-05-01

    Full Text Available Tumbuhan genus Piper mempunyai kandungan minyak atsiri hampir disemua bagiannya, namun komposisi kimianya belum semua dilaporkan. Pada laporan ini kami melakukan isolasi dan identifikasi senyawa kimia minyak atsiri pada bagian buah tumbuhan Piper. Isolasi minyak atsiri buah Piper dilakukan dengan destilasi air menggunakan destilasi Stahl dan analisis komposisi kimia dengan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS. Kandungan minyak atsiri buah sirih hijau (Piper betle 1,4% (v/b, cabe jawa (Piper retrofractum 1% (v/b, dan buah kemukus (Piper cubeba 1,7% (v/b. Hasil analisis GC-MS menunjukan kandungan utama minyak atsiri adalah senyawa golongan monoterpen, seskuiterpen dan fenil propanoid. Kandungan utama minyak atsiri buah sirih hijau (P. betle adalah eugenol (12,36%, isokaryofillena (9,55% dan β-selinena (8,09%, sedangkan komponen utama buah cabe jawa (Piper retrofractum adalah isokaryofilen (8,88%, β-bisabolen (7,01% dan zingiberen (6,32%, dan minyak atsiri buah kemukus (Piper cubeba adalah spathulanol (27,05%, sativen (8,73% dan germakren D (7,50%.

  7. PERBEDAAN FISIK DAN KIMIA KOMPOS DAUN YANG MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR MOL DAN EM 4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyantini Widiyaningrum

    2013-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme lokal (MOL sebagai aktivator dalam proses pengomposan sampah daun, serta membandingkan penampilan fisik, penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos yang dihasilkan dengan kompos yang menggunakan EM sebagai bioaktivator. Bahan baku kompos terdiri dari daun kering cacah dan kotoran kambing. Kompos dipanen setelah proses pengomposan berlangsung selama 6 minggu. Setiap perlakuan dibuat tiga ulangan. Data kualitatif yang diamati meliputi tekstur, warna dan bau, sedangkan data kuantitatif yang diukur meliputi persentase penyusutan bahan, persentase kompos yang terbentuk, kadar air, dan C/N rasio. Analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji t. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kompos kedua perlakuan memiliki penampilan fisik tidak berbeda. Berdasarkan uji t, ratarata penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos matang tidak berbeda nyata, akan tetapi persentase kompos yang terbentuk menunjukkan perbedaan nyata. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kompos daun kedua perlakuan memperlihatkan penampilan fisik, penyusutan, kadar air dan C/N rasio yang tidak berbeda, sedangkan persentase kompos yang terbentuk pada kompos + EM lebih tinggi dibanding kompos + MOL. Secara umum kedua kompos masuk kategori layak digunakan berdasarkan standar SNI No. 19-7030-2004. 4 4

  8. PERBAIKAN SISTEM DIVISI PENGOLAHAN DAN PENGADAAN PERPUSTAKAAN UK. PETRA DENGAN FILOSOFI LEAN SIX SIGMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jani Rahardjo

    2007-01-01

    Full Text Available The responsibility of Acquisition and Processing Unit in Petra Christian University Library is to handle books purchasing, processing the books, then hand them over to the circulation unit. To improve the unit performance, a new system was proposed using Lean Six Sigma philosophy. We employ the common tools of Six Sigma i.e. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. The results are a new procedure, a better software design, and a better workplace lay out. We believe that the results could reduce the book processing time, eliminate non value added activities, reduce defects, and decrease the total distance taken by books when being processed. Abstract in Bahasa Indonesia : Tanggung jawab divisi Pengadaan dan Pengolahan Perpustakaan U.K. Petra adalah menangani pembelian buku, memprosesnya lalu menyerahkan ke bagian sirkulasi. Untuk meningkatkan performa divisi ini, maka dilakukan perbaikan sistem dengan menggunakan metode Lean Six Sigma dengan salah satu tool yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Hasil akhir dari metode tersebut adalah prosedur baru, desain software baru, dan tata letak baru yang jika diimplementasikan dapat mengurangi waktu pemrosesan buku, non value added activity, jumlah kecacatan buku, dan jarak total yang ditempuh buku selama pemrosesan. Kata kunci: Lean Six Sigma, Perpustakaan U.K. Petra, Perbaikan Sistem

  9. Identifikasi Jumlah dan Tingkat Aktivitas Orang Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Raspberry Pi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Krisrenanto

    2017-03-01

    Full Text Available Air conditioner (AC merupakan suatu perangkat yang paling banyak digunakan sebagai pendingin ruangan. Walaupun AC saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi, namun apabila tidak digunakan dengan baik maka penggunaan AC hanya menjadi suatu pemborosan listrik saja. Untuk mengurangi pemborosan listrik pada AC, maka pengaturan suhu harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ruangan antara lain adalah jumlah orang serta tingkat aktivitas dalam ruangan. Sebagai upaya penghematan konsumsi listrik pada AC, maka dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun suatu sistem identifikasi jumlah orang dan tingkat aktivitas. Pada sistem ini digunakan kamera USB sebagai perangkat pengambil citra. Pada pengolahan citra menggunakan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG sebagai penghitung jumlah orang, sedangkan metode background subtraction digunakan sebagai penghitung tingkat aktivitas. Sistem ini diimplementasikan ke dalam Raspberry Pi 3 sebagai mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi orang dari jarak 3 m sampai 9 m dan membedakan 2 orang dengan jarak antara 30 cm sampai 150 cm. Sistem juga dapat membedakan tingkat aktivitas sedikit, sedang dan tinggi.

  10. PENGOLAHAN BROWNIES KUKUS KETAN HITAM DI HOTEL SAVOY HOMANN BIDAKARA BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Rahma Dini

    2016-03-01

      Abstrak - Dunia pariwisata erat kaitannya dengan hotel atau pastry and bakery menyediakan berbagai macam produk, diantaranya cake, pie, cookies, ice cream permen / nougat. Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung menyediakan produk pastry yaitu brownies kukus ketan hitam. Produk ini terdiri dari tepung ketan hitam yang dipadukan dengan dark chocolate serta blueberry jam dan disajikan dalam sebuah box mika adapun yang menggunakan cupcase. Yang dibentuk seperti cupcake dan di-garnish dengan irisan buah-buahan seperti strawberry, green cherry dan sunkist dan di tata dengan sangat menarik sehingga menggugah selera tamu untuk menikmatinya. Produk ini sangat unik dan menarik karena garnish brownies kukus ketan hitam tersebut disajikan dengan beberapa slice fruit. Produk ini ada di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung. Dalam Pembuatan Brownies Kukus Ketan Hitam ini harus sesuai dengan standard recipe agar produk yang dihasilkan selalu stabil, namun produk Brownies Kukus Ketan Hitam ini mempunyai kekurangan yaitu minat konsumen yang lebih memilih produk brownies yang lain dibandingkan dengan brownies kukus ketan hitam. Maka dari itu sebaiknya Brownies Kukus Ketan Hitam ini dalam penyajiannya digarnish lebih indah dan lebih rapih agar tamu lebih tertarik dengan produk ini.   Kata Kunci : Brownies Kukus Ketan Hitam, Pengolahan Makanan

  11. PERUBAHAN CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH PETANI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT DALAM MENGGUNAKAN PESTISIDA KIMIA PADA PADI (The Change of Chemical Pesticides Use Decision Making in Rice by Intergrated Farms

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irham Irham

    2001-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Pestisida kimia merupakan salah satu masukan dalam produksi padi yang berfungsi untuk menekan kehilangan hasil oleh serangan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia harus bijaksana karena selain memberi manfaat juga menimbulkan bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan. Banyak petani yang menggunakan pestisida kimia dengan dasar pencegahan, yaitu tanpa mempertimbangkan keadaan serangan hama dan penyakit sehingga penggunaannya cenderung berlebih. Pengendalian Hama Terpadu (PHT diperkenalkan kepada petani melalui Sekolah Lapangan (SL PHT, dengan tujuan untuk nrengurangi pestisida kimia,  dan hanya digunakan jika memang diperlukan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa SLPHT telah mengubah cara pengambilan keputusan dalam menggunakan pestisida kimia. Keadaan ini menyebabkan penggunaan pestisida kimia menjadi berkurang.   ABSTRACT Chemical pesticide is one of the inputs in rice production used to protect yield loss caused by pest attack. Chemical pesticides should be used wisely as they pose threat to human health and pollute environment. Many farmers use chemical pesticide based on prophylactic concept, that is using chemical pesticides without taking into consideration the level of pest attack, which leads to an excessive use. Integrated Pest Management (IPM concept is introduced to farmers through Farmer’s Field School (FFS in order to reduce chemical pesticides use. According to the IPM principle, farmers can use chemical pesticides when necessary. Results of this study show that farmers have changed their decision-making in chemical pesticides use after adopting IPM concept through participation at FFS in IPM. This condition causes decline in chemical pesticide use.

  12. Efek Antibakteri Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap Bakteri Vibrio algynoliticus Secara In Vitro

    OpenAIRE

    Uli Ayini; Siti Harnina B.; Titis Candra Dewi

    2014-01-01

    Budidaya udang windu di Indonesia telah berkembang pesat. Salah satu kendala budidaya udang adalah penyakit Vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio algynoliticus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakeri ekstrak daun mimba terhadap bakteri Vibrio algynoliticus. Penelitian ini menggunakan metode dilusi untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun mimba terhadap bakteri Vibrio algynoliticus secara in vitro. Konsentrasi ekstrak yang digunakan (%) yaitu: 0; 2,5; 5; 7,...

  13. Pola Penguasaan Tanah Sawah Secara Sistem Gilir Ganti pada Masyarakat Hukum Adat Kerinci

    OpenAIRE

    Idris, Isran

    2011-01-01

    Sistem gilir ganti sawah adalah pola penguasaan tanah sawah menurut Hukum Adat Kerinci. Sistem ini memberikan  bagi ahli waris perempuan untuk secara bergilir ganti dalam menggunakan atau pemakaiannya guna  mendapatkan hasilnya. Adanya sistem ini adalah pengaruh sistem kewarisan yang membedakan antara harta berat dan ringan. Banyaknya peserta dan persilangan gilir ganti sawah mempengaruhi pergerakan sistem dan masa tunggu setiap peserta untuk mendapatkan gilirannya.   Kata kunci: sistem gilir...

  14. Analisa Dimensi Website Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Surabaya Dalam Melakukan Reservasi Hotel Secara Online

    OpenAIRE

    Sosiawan, Marchella; Sandhika, Vicky Violetta

    2016-01-01

    Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa dimensi website yang mempengaruhi keputusan konsumen Surabaya dalam melakukan reservasi hotel secara online. Penelitian ini menggunakkan analisa faktor, hasil penelitian menunjukan 8 faktor baru yaitu dimensi Access (1), Safety and Privacy (2), Marketing (3), Navigation (4), Clarity of Information (5), Personalization (6), Service (7), dan Accurancy (8). Sebagai faktor dari dimensi website yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan reservasi hotel s...

  15. PERAN AYAH DALAM KEBERHASILAN PROGRAM INISIASI MENYUSUI DINI (IMD PADA BAYI YANG LAHIR SECARA SECTIO CESARIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sestu retno

    2016-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pendahuluan: Persalinan secara Sectio Cesaria (SC merupakan salah satu kendala untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD.  Kesiapan ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASInya pada bayi yang baru dilahirkan memerlukan adanya persiapan karena ibu mengalami perubahan peran. Pencapaian peran ibu bisa berhasil bila ibu menjadi dekat dengan bayinya dan mendapatkan dukungan dari suami. Peran suami dalam pelaksanaan IMD adalah sangat penting. Keterlibatan suami dalam pelaksanaan IMD ini meliputi pemberian dukungan dan interaksi. Suami merupakan orang terdekat bagi ibu menyusui yang diharapkan selalu ada di sisi ibu dan selalu siap memberi bantuan. Jika ibu mendapatkan kepercayaan diri dan mendapat dukungan penuh dari suami, motivasi ibu untuk menyusui akan meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan suami mendampingi istri bersalin secara SC dalam pelaksanaan IMD. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatif observasional dengan rancangan cross sectional, bertujuan menggumpulkan data responden untuk menjawab issu strategis yang sedang terjadi, yang menyebabkan ibu post SC tidak melaksanakan IMD. Responden sejumlah 282 ibu post SC yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tempat penelitian ini dilakukan di  ruang operasi (OK  kebidanan rumah sakit Tipe B, yaitu RSUD Jombang dan RSUD Sogaten Madiun. Hasil: Hasil pengujian secara bersama terdapat pengaruh  dari variabel dukungan suami  dan interaksi suami  terhadap pelaksanaan IMD. Hasil pengujian secara individu terhadap variabel dukungan suami  terdapat pengaruh  terhadap pelaksanaan IMD, sedangkan pada variabel interaksi suami tidak terdapat pengaruh terhadap pelaksanaan IMD.  Pelaksanaan IMD dipengaruhi oleh dukungan suami sebesar 3,7%. Diskusi: Ibu yang didukung suami lebih termotivasi untuk melaksanakan IMD kepada bayinya. Kata kunci: persalinan sectio cesaria, Inisiasi Menyusui Dini (IMD

  16. Penerapan Pasal 1320 KUH Perdata terhadap Jual Beli secara Online (E-Commerce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herniwati ,

    2015-07-01

    Full Text Available Pasal 1320 KUHPerdata mengatur tentang syarat-syarat sah perjanjian. Ketentuan Pasal 1320 ini berlaku terhadap perjanjian jual beli secara konvensional dan perjanjian jual beli melalui online (internet Dewasa ini Perjanjian jual beli melalui online sangat diminati oleh kaum muda dan kaum ibu rumah tangga.Transaksi jual beli secara online atau disebut dengan e-commerce yang dilakukan melalui  media elektronik sudah sangat populer. Para pembeli yang akan membeli barang-barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (pedagang. Dengan perkembangan teknologi informasi ini akan berdampak terhadap perkembangan aturan-aturan hukum yang ada. Atauran hukum yang diatur dalam KUHPerdata mengatur tentang  syarat-syarat perjanjian. Pasal 1320 KUHPerdata mengatur tentang syarat-syarat sah perjanjian. Ketentuan ini juga berlaku terhadap transaksi jual beli secara online. Ketentuan dalam KUHPerdata ini diperkuat  dengan adanya  Undang-Undang Nomor  11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi  Elektronik yang mengatur tentang transaksi elektronik.Kata Kunci:  Jual Beli, e-commerce

  17. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KHAMIR SECARA MORFOLOGI DI TANAH KEBUN WISATA PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jumiyati -

    2012-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi khamir secara morfologi di tanah Kebun Wisata Pendidikan Unnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Unnes. Populasi penelitian adalah khamir di tanah Kebun Wisata Pendidikan Unnes. Sampel penelitian adalah isolat khamir yang diambil dengan teknik Purposive Sampling yaitu membagi kebun menjadi lima zona dan setiap zona diambil secara acak lima titik pengambilan kemudian dihomogenkan. Sampel dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan isolasi, purifikasi dan identifikasi secara morfologi koloni dan sel. Simpulan penelitian ditemukan tujuh isolat khamir dan termasuk ke dalam lima genus yaitu Saccharomyces, Candida, Debaromyces, Brettanomyces dan Saccharomycodes. The purpose of the research was to isolate and to identify morphologically the individually-isolated yeasts from the soil of Biology Educational Garden Semarang State University. The exploration research was conducted in the Microbiology Laboratory Department of Biology, FMIPA Semarang State University. The yeasts were collected using purposive sampling technique in five zones and from each zone five random plots were selected to obtain the samples. Samples were isolated, purified and identified morphologically in terms of the colonies and the cells. Result revealed that seven isolated yeasts from five generas (Saccharomyces, Candida, Debaromyces, Brettanomyces, and Saccharomycodes had been collected from the soil of Biology Educational Garden Semarang State University.

  18. ANALISIS USAHA PENGOLAHAN AMPLANG IKAN PIPIH (Notopterus chilata SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saptami Utami Evi

    2016-06-01

    Full Text Available Usaha pengolahan amplang ikan  pipih di Kota Palangka Raya untuk pengembangan usaha kedepan sangat baik.  Dengan adanya dukungan tersedianya terus menerus bahan baku ikan pipih, baik dari tangkapan perairan, tangkapan alam, maupun usaha budidaya ikan pipih dan modal yang dikucurkan oleh pemerintah baik berupa peralatan usaha maupun pelatihan-pelatihan bagi para pengusaha untuk dapat terus berkembang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Penelitian ini dilakukan di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini adalah purposive sampling Amplang datar ikan pengolahan rumah tangga bisnis keuntungan sebesar Rp. 12.169 juta, - per tahun. Dari lapangan menunjukkan fakta bahwa bisnis ini tetap menguntungkan dengan kelangsungan hidup dalam waktu yang lamaBerdasarkan nilai analisis keuangan dengan menggunakan kriteria investasi Net Benefit Cost Ratio ( Net BCR 5 % = 3,032073039 dan B / C ratio Bersih 13,5% = 1,526361382 lebih besar dari 1 berarti bahwa usaha ini layak untuk dilanjutkan .Khusus untuk datar usaha pengolahan ikan amplang ( Notopterus chilata rumah tangga di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Provinsi amplang permintaan produk ikan dengan menawarkan flat atau D = S yang sama , berarti ampalng produksi ikan untuk memenuhi pasar datar. Flat fish processing business amplang household in the city of Palangka Raya for future business development very well with the support of continuous availability of raw materials and capital flat fish are disbursed by the government in cash, business equipment and training for entrepreneurs to be able to continue developed.  The research was conducted in the City of Palangka Raya Central Kalimantan Province. The data used were primary and secondary data. The method used in processing and analyzing data in this study was purposive sampling. Amplang flat fish processing

  19. Pembuatan dan Karakterisasi Tinta Serbuk Printer Berbahan Baku Arang Aktif dari Limbah Padat Pengolahan Gambir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudo Purnomo

    2017-12-01

    Full Text Available Research on the utilization of tannins and catechins of gambier has been done a lot. There is no research report however that examines the utilization of gambier processing solid waste. The objective of the research was to utilize the solid waste of gambier processing as a raw material of printer toner. The research was done through pyrolysis process of solid waste with temperature variation 400, 500, 600oC and time variation 30, 60 minutes. The highest carbon content was obtained 42% with 400oC temperature and 60 minutes. The pyrolysis process of the gambier solid waste was further carried out at the optimum temperature and time. The charcoal was activated with H3PO4 at concentrations 0; 5; and 10% for 24 hours, cooled and washed to remove residual of H3PO4, then drying in the oven at temperature 115oC for 24 hours. Size reduction process used a ball milling for 2 hours with speed 500 rpm. Fixed carbon content was obtained between 43-51%. The results of morphological testing by scanning electron microscope showed that the produced carbon powder had not a uniform size yet. The average particle size was between 5-10 µm with polydispersity index 0.9. The most mineral elements of carbon powder analysis using XRF were Ca, Mg, K, Si, Fe, and P. Testing of print quality based on ISO/IEC 19752:2004 using laser jet printers had not provided optimal results yet.ABSTRAKPenelitian pemanfaatan tanin dan katekin gambir telah banyak dilakukan. Namun, belum dilaporkan penelitian yang mengkaji pemanfaatan limbah padat pengolahan gambir. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah padat pengolahan gambir sebagai bahan baku pembuatan tinta serbuk printer. Penelitian dilakukan melalui proses pirolisis limbah padat dengan variasi suhu 400, 500, 600oC dan variasi waktu 30, 60 menit. Kadar karbon terikat tertinggi diperoleh sebesar 42% dengan suhu pirolisis 400oC selama 60 menit. Proses pirolisis limbah padat gambir selanjutnya dilakukan pada suhu dan waktu optimal

  20. Pengaruh Penambahan Gum Arab Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Fruit and Vegetable Leather Dari Albedo Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) Dan Wortel (Daucus Carota)

    OpenAIRE

    Putri, Gita Novelia; Parnanto, Nur Her Riyadi; Nursiwi, Asri

    2016-01-01

    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gum arab (0; 0,3; 0,6; 0,9%) terbaik sebagai bahan pengikatterhadap karakteristik fisik (kekuatan gel), kimia (kadar abu, kadar air, total karoten, kadar serat pangan dan aktivitas air) sertasensori (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall) fruit and vegetable leather albedo semangka dan wortel. Rancangan penelitianyang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini, faktor yang mempengaru...

  1. APLIKASI PENGOLAHAN DATA PELANGGARAN SISWA PADA SMK YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI 1 PURBALINGGA TERINTEGRASI DENGAN SMS GATEWAY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Wahyudi

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah penanganan ketidakdisiplinan siswa dalam lingkungan sekolah dengan membangun aplikasi yang mempermudah perhitungan point pelanggaran tata tertib siswa sehingga pihak sekolah dapat melakukan tindakan dan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kepribadian siswa serta dengan di integrasikannya aplikasi dengan sms gateway yang secara otomatis mengirimkan laporan tentang ketidakdisiplinan siswa langsung kepada wali murid. Data poin pelanggaran siswa di ambil dari SMK YPT 1 Purbalingga. Jumlah point kesalahan yang dihitung kemudian ditindak lanjuti dalam berbagai tingkatan, mulai dari peringatan, panggilan disertai membuat surat perjanjian, sampai pada tingkat yang paling tinggi dengan bobot /jumlah point kesalahan paling besar dikembalikan kepada wali murid. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Perancangan sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD, implementasi program menggunakan bahasa Visual Studio 2012 dan database MySQL dan pengujian dilakukan menggunakan metode black-box yang hasilnya fungsional sistem bekerja menghasilkan output yang diharapkan.

  2. KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK DAN INDERAWI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poiret DAN PRODUK OLAHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Krisna Nindyarani

    2012-05-01

    Full Text Available The objectives of the research were to determine the chemical and physical characteristics of purple-flesh sweet potato flour as base of suitability for processed foods production, and to determine the acceptability of products by panelists. Cookies and pound cake were made by using purple-flesh sweet potato flour as raw material and using stages of process as follows: dough preparation, molding, shaping and baking. The results showed that purple-flesh sweet potato flour contain moisture 10.92 ± 0.09 % (db, protein 6.44 ± 0.27 % (db, starch 74.57 ± 0.32 % (db, amylose 24.79 ± 0.94 % (db, reducing sugar 3.15 ± 0.30 % (db, and crude fiber 2.40 ± 0.35 % (db. Peak viscosity at 65 oC was 6.17 dPa.s and setback viscosity was similar to the peak viscosity. Starch granules of purple-flesh sweet potato were  polygonal with size of 10-25 μm. The cookies made by using mixture of 25 % wheat flour and 75 % purple-flesh sweet potato flour, and pound cake made by using 100 % purple-flesh sweet potato flour were acceptable for panelists. Keywords: Purple-flesh sweet potato flour, cookies, pound cake   Abtrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan fisik tepung ubi jalar ungu sebagai dasar penentuan kesesuaian untuk pembuatan pangan olahan berbasis tepung ubi jalar ungu serta untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis. Tepung ubi jalar ungu diolah menjadi cookies dan pound cake mengikuti tahap penyiapan adonan, pencetakan, dan pemanggangan. Dilakukan uji inderawi cookies dan pound cake melalui uji kesukaan oleh panelis yang  meliputi parameter warna, aroma, cita-rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan serta uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ubi jalar ungu memiliki berturut-turut komponen kadar air 10,92 ± 0,09 % (bk, protein 6,44 ± 0,27 % (bk, pati 74,57 ± 0,32 % (bk, amilosa 24,79 ± 0,94 % (bk, gula reduksi 3,15 ± 0,30 % (bk, dan serat kasar 2,40 ± 0,35 % (bk. Viskositas puncak tepung ubi jalar

  3. Karakteristik Sensori dan Fisiko-Kimia Beras Analog Sorghum dengan Penambahan Rempah Campuran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Indra Rasyid

    2017-02-01

    Full Text Available The purpose of this study was to obtain the formula of sorghum rice analogue by mixed spices addition with acceptable sensory and physico-chemical characteristics.  The selection of sorghum rice analogue formula was tested by using hedonic test with 70 untrained panelists. The addition of mixed spices powder was as follows: 30 % onion, 20 % garlic, 10 % bay leaves, 20 % ginger and 20 % lemongrass. Those mixed spices powder were added to the sorghum rice analogue at percentage of 0.25 %, 0,5 %, 1 %, 2 %, 3 % and 0 % (control  from total dough weight. The sorghum rice analogue was made using extrusion technology (a twin screw extruder. The overall sensory evaluation result showed that the addition of spice mixed had significant effect (p ≤ 0.05 on the characteristics of sorghum rice analogue. The panelists accepted the sorghum rice analogue with 1% mixed spice. The preferred formulation was the addition of 1% mixed spice which contain of  9.56 % moisture, 0.72 % ash, 0.53 % fat, 6.22 % protein, 92.53 % carbohydrate, 26.48 % amyloseand 6,67 % dietary fiber. Sorghum rice analogue enriched by spices is a potential as a rich fiber source. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mendapatkan formula beras analog berbahan dasar sorgum dengan penambahan rempah campuran yang dapat diterima secara sensori. Pemilihan formula dilakukan dengan uji hedonik menggunakan 70 orang panelis tidak terlatih. Rempah yang ditambahkan berupa bubuk rempah campuran yang terdiri atas bawang merah 30%, bawang putih 20 %, daun salam 10 %, jahe 20 % dan sereh 20 %. Penambahan bubuk rempah campuran untuk pembuatan beras analog sorghum berturut-turut 0,25 %, 0,5 %, 1 %, 2 %, 3 % dan kontrol (tanpa rempah dari total berat adonan diluar air. Beras analog sorghum dibuat dengan teknologi ekstrusi menggunakan ekstruder ulir ganda. Hasil uji sensori secara keseluruhan menunjukkan bahwa penambahan rempah campuran berpengaruh nyata (p <0,05 terhadap nasi beras analog yang dihasilkan

  4. Peningkatan Motivasi Belajar Kimia Siswa Sekolah Menengah Menggunakan Metode Koligatif Kemas Kreatif (K3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Rizki Nurul Aeni

    2016-01-01

    Full Text Available Abstract: This research is classroom action research at XII class of Madrasah Aliyah YAPIKA. The subject matter  properties of Colligative Solution conducted with K3 method (Koligatif Kemas Kreatif to improve student’s learning motivation. Research has been conducted with the repetition of three times so that the study be completed for three years. Three phase of learning are preparation, implementation and evaluation. Preparation phase is done by teachers and students at home. The teacher is preparing the learning media there are games rules, cardboard spacecraft, question cards,  stopwatch, and a dice. Students learn the material properties of koligatif independently learning by themself using  the student hand book. Implementation of the learning is done through a number of methods, there are the story method, discussions and cooperative teamwork through creative games. The evaluation was direct observation methods. The observation sheets assessing of cognitive and affective aspects of students. Based on the results of observation showed that students can impact the content, focus attention and participate active in learning, supported by innovations that have been implemented.Keywords: Colligative properties, K3, MotivationAbstrak: Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas di Madrasah Aliyah YAPIKA Kurnia kelas XII yang mengkaji materi Sifat Koligatif Larutan melalui metode pembelajaran K3 (Koligatif Kemas Kreatif, sebagai cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian telah dilakukan dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Pembelajaran yang ditempuh berupa tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan oleh guru dan siswa di rumah. Guru mempersiapkan media pembelajaran berupa petunjuk games, karton wahana, question card, stopwatch, dan dadu. Siswa mempelajari materi sifat koligatif secara mandiri dengan cara belajar melalui buku pegangan siswa. Pelaksanaan

  5. RANCANG BANGUN APLIKASI PENGAMBILAN BERITA SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN CONTENT SYNDICATION BERBASIS XML DENGAN PLATFORM MICROSOFT .NET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Purwitasari

    2004-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Banyaknya kebutuhan akan informasi di internet menyebabkan penyedia jasa situs berita untuk memberikan berita yang selalu yang terbaru. Salah satu alternatif solusi adalah dengan melakukan content syndication. Content syndication adalah adalah proses dimana suatu isi berita dikirimkan atau disediakan, biasanya dengan biaya tertentu, dari penyedia berita, biasanya disebut originators, ke pasar yang membutuhkan atau subscribers. RSS (Rich Site Summary adalah format yang secara umum digunakan untuk melakukannya. RSS pada dasarnya adalah suatu file yang berada di suatu situs, yang menyediakan informasi tentang isi dari situs tersebut. File tersebut biasa disebut sebagai RSS Feeds dan dapat di ambil dan diolah untuk mendapatkan informasi tentang isi situs tersebut. Dibuat sebuah aplikasi untuk pengambilan situs berita secara otomatis menggunakan content syndication yang memerlukan aplikasi pada proses background untuk mengambil RSS Feeds secara berkala pada komputer yang berfungsi sebagai server. Server yang mengambil berita dari situs penyedia terdiri dari aplikasi yang mengatur konfigurasi berita tersebut, dan sebuah windows service untuk mengambil RSS feeds kemudian mengolahnya secara otomatis. Sedangkan aplikasi

  6. PENGOLAHAN GULA AREN (Arrenga Pinnata Merr DI DESA BANUA HANYAR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidah R Radam

    2016-11-01

    Full Text Available Gula aren salah satu pemanis yang telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Gula aren sebagai alternatif bahan pemanis makanan dan merupakan mata pencaharian sampingan bagi kebanyakan masyarakat di Desa Banua Hanyar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas dan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pembuat gula aren. Data yang dikumpulkan terdiri dari  karakteristik responden, proses pembuatan gula aren, perhitungan produktivitas dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat. Produktivitas gula aren (Arenga pinnata Merr berkisar antara 0,465 Kg/hari hingga 1,137 kg/hari. Kontribusi dari pengolahan gula aren sebesar 60,48% dari pendapatan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk dalam golongan termiskin dengan pendapatan tahunan per kapita Rp.962 919,- atau setara dengan 148 kg beras. Disarankan perlu pembentukan kelompok tani dengan tujuan keseragaman dalam harga pasar gula aren. Peningkatan kualitas dengan peningkatan bentuk cetakan, kemasan dan aneka  rasa. Sehingga produk gula aren dapat dijual di pasar modern. Palm sugar is a sweetener that has been produced by the nation of Indonesia since long ago.  Palm sugar as an alternative sweetener foodstuffs as well as an second job for most people in the Banua Hanyar village.  The purpose of this research to know the productivity and contribution to community income. The object of this research is the maker of palm sugar. Data collected as data characteristics, the process of making palm sugar, calculation of productivity and its contribution to household income. Productivity sugar palm (Arenga pinnata Merr ranged from 0.465 Kg / day up to 1,137 kg / day. Contributions from processing palm sugar by 60.48% of household income. The level of welfare including in the poorest of the poor with annual income  per capita of IDR 962 919, - or the equivalent of 148 kg of rice.  Need formation of farmer groups with the goal of

  7. OPTIMASI PEMILIHAN LOKASI FASILITAS PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE DI INDONESIA DENGAN MODEL ELECTRE III

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pertiwi Andarani

    2015-01-01

    Full Text Available Limbah elektronik adalah masalah yang muncul di Indonesia karena mengandung bahan yang berpotensi berbahaya. Dalam rangka menciptakan manajemen yang ramah lingkungan dari limbah elektronik, fasilitas yang memadai diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memilih lokasi yang optimal untuk mengembangkan fasilitas pengolahan limbah elektronik (FLPE. Pemilihan lokasi yang optimal dilakukan dengan menggunakan metode model ELECTRE III. ELECTRE adalah keluarga metode analisis keputusan multi-kriteria yang berasal di Eropa. Kriteria yang dipilih untuk analisis ini adalah penduduk setempat, penduduk yang dilayani, persentase belanja bulanan, harga rata-rata rumah tangga per unit, populasi pengangguran, status finansial dari penduduk lokal, jarak dari fasilitas yang telah ada, dan jarak dari pelabuhan terdekat. ELECTRE III membutuhkan penentuan tiga ambang batas, yaitu ambang kelalaian (q, ambang batas preferensi (p, dan ambang veto (v dalam upaya untuk lebih beradaptasi dengan ketidakpastian. Bobot masing-masing kriteria yang ditentukan sesuai dengan kepentingan relatif terhadap kriteria lain. Lokasi optimal untuk FPLE adalah Provinsi Banten berdasarkan model ELECTRE III.   Kata Kunci: limbah elektronik, fasilitas, optimasi, ELECTRE Abstract E-waste is an emerging issue in Indonesia due to its potentially hazardous content and some precious metal. In order to create an environmentally sound management of e-waste, a facility is necessary. The objectives of this study are to to select the optimal location of e-waste dismantling and sorting facility (DSF/FLPE.  The optimal location selection was conducted using the method of ELECTRE III model. ELECTRE is a family of multi-criteria decision analysis methods that originated in Europe. The criteria chosen for this analysis are local population, population served, the percentage of monthly expenditure, average household price per unit, unemployed population, financial status of the local population

  8. PREPARASI DAN KARAKTERISASI ZEOLIT DARI ABU LAYANG BATUBARA SECARA ALKALI HIDROTERMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jumaeri Jumaeri

    2012-01-01

    Full Text Available Preparasi zeolit dari abu layang batubara PLTU Suralaya secara alkali hidrotermal telah dilakukan. Preparasi dilakukan terhadap abu layang yang telah direfluks dengan HCl 1M dan tanpa refluks. Larutan NaOH dengan konsentrasi tertentu ( 1 ; 2 dan 3 M dicampur dengan abu layang batu bara dengan rasio 10 ml larutan tiap 1 gram abu layang, ke dalam tabung Teflon 100 ml dalam suatu autoclave stainless-steel. Autoclave kemudian dipanaskan pada temperature 80-16 oC selama tiga hari. Zeolit sintesis yang dihasilkan selanjutnya diuji secara kualitatif dengan menggunakan Spektroskopi Inframerah, dan Difraksi Sinar-X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi abu layang dengan proses alkali hidrotermal dapat menghasilkan material yang mempunyai struktur mirip zeolit (zeolit-like. Produk hidrotermal terdiri dari campuran zeolit (Zeolit P, Zeolit Y serta kristal sodalit dan mullit. Pada temperatur 160 oC, diperoleh zeolit dengan kristalinitas lebih tinggi dari pada 100 oC, baik melalui refluks atau tanpa refluks. Karakteristik zeolit yang terbentuk sangat ditentukan oleh kondisi proses, yang meliputi konsentrasi NaOH, waktu, dan temperatur.

  9. PENGARUH FOAMING PADA PENGERINGAN INULIN UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN AKTIVITAS PREBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winarti

    2014-02-01

    Full Text Available Lesser yam (Dioscorea esculenta is one type of Dioscorea spp. with high inulin content. There are many factors can affect on the physicochemical characteristics and prebiotic activity of inulin, one of this factor is drying method. The purpose of the study was to evaluate the effect of foaming (foam mat on drying procces of lesser yam inulin on the physicochemical characteristics and prebiotic activity. Lesser yam inulin was dried with cabinet drying and foam mat drying, which was compared with the commercial inulin that was dried by spray drying method. Inulin properties evaluated were solubility, water absorbtion, gel strength, water content, viscosity, purity, crystallinity and prebiotic activity. The results showed that the drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can improve the solubility of 79.09% to 89.97%, water absorption from 12.39% to 34.39%, and prebiotic activity score from 1,071 to 1,113 on Bifidobacteria breve BRL-131 and from 0.658 to 0.820 on Bifidobacterium bifidum BRL-130. Drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can reduce the gel strength of 0.1295 N to 0.0929 N, water content from 10,55% to 9,29%, the viscosity of 14.47 mPa to 6.7 mPa at 90 °c, purity of 73.58% to 66.34% and lower crystallinity. Lesser yam inulin had prebiotic activity score higher than commercial inulin from chicory root. Keywords: Inulin, lesser yam, Dioscorea esculenta, prebiotic, foam mat drying   ABSTRAK Gembili (Dioscorea esculenta merupakan salah satu jenis Dioscorea spp. yang mengandung inulin cukup tinggi. Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik inulin, salah satunya adalah cara pengeringan.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh foaming (pembentukan foam pada proses pengeringan inulin umbi gembili terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik. Inulin umbi gembili dikeringkan dengan metode foam mat drying dibandingkan dengan cabinet drying

  10. Perancangan Model Simulasi Sistem Kontrol pH pada Pengolahan Limbah di Reject Treatment Plant PT Krakatau Steel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktavia Dijah Pratiwi

    2015-06-01

    Full Text Available Reject Treatment Plant (RTP CRM PT. Krakatau Steel  adalah pengolahan limbah pabrik CRM yang  apabila tidak dikendalikan dengan baik akan berdampak langsung kepada masyarakat sekitar pabrik. Kadar pH dari limbah tersebut dikategorikan layak di dalam daerah pH 6 sampai 9. Pengendalian pH merupakan proses titrasi antara asam dan basa yang merupakan gabungan dari model statik dan model dinamik. Model statik dibentuk dari hukum kesetimbangan elektronitas berdasarkan reaksi invarian, sedangkan model dinamik dipengaruhi oleh tempat terjadinya reaksi antara asam dan basa yaitu pada Continues Injection Pipe Mixing (CIPM. Sistem kendali mengunakan Logika Fuzzy. Berdasarkan hasil pengujian dalam daerah  set point pH set point 5 sampai 10.5, keandalan sistem masih dikatakan baik sesuai batasan yang diberikan oleh pemilik plant.

  11. PENGOLAHAN BUAH DAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KOKTAIL, MANISAN, EMPING BIJI RAMBUTAN DAN OBAT HERBAL YANG BERKHASIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuni Widiarti

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan Pengolahan Buah Dan Biji Rambutan Sebagai Makanan Tradisional Koktail, Manisan, Emping Biji Rambutan Dan Obat Herbal Yang Berkhasiat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dukuh kanggan Desa Wringinputih terhadap manfaat rambutan, dan biji rambutan terhadap kesehatan beserta bagaimana meningkatkan nilai jual rambutan dan biji rambutan pada saat panen raya. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga di dukuh Kanggan Desa Wringinputih khususnya warga RT 01 dan 02 RW XIII yang berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan dalam pngabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan emping serta manisan buah rambutan. Manfaat yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah masyarakat menjadi tahu manfaat dari daun hingga akar dan buah rambutan terhadap berbagai penyakit dan kecantikan.

  12. KAJIAN ASPEK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI PERAIRAN SITU RAWABEBEK, KARAWANG, DALAM RANGKA PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS BUDI DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Gunadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian tentang aspek-aspek fisika, kimia, dan biologi perairan bekas galian pasir telah dilakukan di Situ Rawabebek Kabupaten Karawang. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dasar bagi penyusunan model pengelolaan perikanan di perairan bekas galian pasir berdasarkan prinsip perikanan berbasis budi daya (culture-based fisheries, CBF. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fluktuasi air di Situ Rawabebek mencapai hingga 1,90 m dan sangat dipengaruhi oleh ketinggian air Sungai Citarum. Nilai semua parameter kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk mendukung kehidupan ikan sementara kadar logam berat berada dalam ambang aman untuk kehidupan organisme akuatik termasuk ikan dan kesehatan manusia. Indeks keragaman plankton (Indeks Shanon-Wiener pada setiap stasiun dan musim pengamatan berkisar antara 3,95—4,52 yang berarti bahwa komunitas plankton di Situ Rawabebek stabil dan perairannya dalam kondisi belum tercemar. Jenis ikan yang teramati untuk mengetahui pola reproduksinya di Situ Rawabebek antara lain lalawak (Puntius bramoides, paray (Rasbora argyrotaenia, dan seren (Cyclocheilichthys apogon dengan tingkat Indeks Kematangan Gonad (IKG masing-masing 3,43%; 12,82%; dan 3,95%. Dari analisis terhadap kondisi fisika, kimia, dan biologinya disimpulkan bahwa perairan bekas galian pasir Situ Rawabebek cukup layak untuk pengembangan perikanan berbasis budi daya. A study on the physical, chemical, and biological aspects of the abandoned sand mining reservoir was conducted in Rawabebek Reservoir (Karawang Regency, West Java. This study aimed to develop a model of fisheries management in the reservoir based on the culture based fisheries (CBF system. The study showed that the fluctuation of water level in the Rawabebek Reservoir was monitored up to 1.90 m and highly influenced by the water level of Citarum River. The average value of all water quality parameters and heavy metals were in the suitable range for aquatic organism, fish and

  13. Ekstrak Air Daun Sirih (Piper betle Linn sebagai Antioksidan Alami pada Pengolahan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus Asin Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2015-04-01

    Full Text Available Kajian peran ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan alami pada proses pengolahan ikan patin asin kering telah dilakukan. Penambahan ekstrak air daun sirih pada berbagai konsentrasi (0, 4, 5, 6, 7% b/v dilakukan pada saat perendaman patin segar dalam larutan garam jenuh selama 48 jam. Selanjutnya patin asin hasil penggaraman dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari. Pengamatan aktivitas antioksidan ekstrak air daun sirih dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH yang dibandingkan dengan Buthylated Hydroxytoluene (BHT sebagai kontrol positif, sedangkan pengamatan efektivitas ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan patin asin dilakukan melalui analisis parameter oksidasi yakni angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen serta karakteristik  sensori (warna, bau, dan rasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sirih memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan BHT. Penambahan ekstrak air daun sirih dengan konsentrasi 4–7% (b/v selama penggaraman dalam proses pengolahan patin asin mampu menghambat proses oksidasi lemak patin asin dan patin asin kering yang tercermin dari rendahnya angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen dibanding kontrol. Perlakuan terpilih dari penelitian ini adalah kelompok perlakuan penambahan ekstrak daun sirih 4% yang menghasilkan patin asin kering dengan angka TBA 6,42 mMol MDA/kg (kontrol 15,10 mMol MDA/kg, angka anisidin 3,41 mMol/g minyak (kontrol 6,87 mMol/g minyak, dan produk berfluoresen 0,091 mg/g ikan (kontrol 0,219 mg/g ikan. Karakteristik sensori patin asin dengan perlakuan terpilih berwarna coklat muda, berbau tidak tengik, dan berasa sedikit getir.

  14. IMPLEMENTASI ALGORITMA MONTE CARLO PADA SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB SECARA ONLINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizki Irwanto

    2017-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengimplementasikan algoritma pada sistem in­formasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB secara online.Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini adalah metode pe­ngem­bang­an Waterfall. Tahap-tahap dalam metode pengembangan Waterfall, ada­lah: (1 de­finisi kebutuhan sistem, (2 desain sistem dan perangkat lunak, (3 im­ple­men­tasi dan pengujian unit, (4 integrasi dan sistem, dan (5 operasi dan pemeliharaan. Hasil uji coba sis­tem informasi oleh ahli rekayasa web dan admin sebesar 100,00%. Data hasil uji coba sistem informasi oleh guru sebesar 84,10%. Sedangkan data hasil uji coba sis­tem informasi oleh siswa sebesar 87,20%. Dari  data hasil uji coba di atas, dapat di­sim­pulkan bahwa sistem informasi ini sudah valid dan siap digunakan di sekolah.

  15. APLIKASI MONITORING PRAKTEK KERJA LAPANGAN SECARA ONLINE (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Andriati Asri

    2017-12-01

    Full Text Available Mahasiswa Politeknik Negeri Bali melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL selama tiga bulan. Selama PKL mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbing PKL. Dalam hal ini, jarak dan waktu menjadi kendala utama yang dialami mahasiswa PKL. Pengelolaan PKL yang telah berjalan selama ini ditangani oleh seorang koordinator. Pengelolaan  tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan rawan terjadi kesalahan. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengembangkan sebuah aplikasi online bimbingan dan monitoring PKL. Aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi kendala jarak dan waktu pada proses bimbingan dan membantu koordinator kegiatan PKL untuk membantu pengelolaan dengan lebih baik. Aplikasi dibuat dengan menggunakan metode waterfall, dengan PHP 5.6 dan MYSQL 5.6 sebagai bahasa pemrograman dan basis data. Aplikasi ini telah diujicoba ke pengguna dan dari hasil kuesioner diketahui 17,5% responden sangat setuju dan 82,5 % responden setuju bahwa aplikasi ini sangat membantu.

  16. PEMBAGIAN TUGAS DALAM KOLONI ROBOT OTONOM BERGERAK PADA STUDI KASUS PEMBENTUKAN POLA FORMASI SECARA GRADUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Jatmiko

    2012-05-01

    Full Text Available Pada penelitian ini dilakukan suatu eksperimen pembentukan formasi pola dengan menggunakan Robot LEGO Mindstorms NXT. Pembentukan pola ini dilakukan secara bertahap dimulai dari pembentukan formasi pola yang lebih sederhana menuju kepada formasi pola yang lebih kompleks. Dalam penelitian ini, diterapkan konsep pembedaan peranan dalam pembentukan formasi pola poligon. Konsep pembedaan peranan ini diterapkan dengan menggunakan persamaan periodik. Selain itu, persamaan pembedaan peranan dibuat dengan fitur terbebas dari kondisi awal dari nilai variabel pembeda. Pembentukan formasi pola pada penelitian ini dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu tahap penerapan persamaan, tahap penerapan robot simulasi, dan tahap penerapan perangkat robot. Pembentukan formasi pola yang dilakukan pada penelitian ini ada tiga macam, yaitu pembentukan formasi pola segitiga, pembentukan formasi pola segiempat / jajaran genjang, dan pembentukan formasi pola segilima.

  17. PENGEMBANGAN APLIKASI MANAJEMEN PROYEK SECARA GRAFIS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM PRESEDENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhadi Lili

    2004-07-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Dalam kegiatan manajemen proyek diperlukan koordinasi yang bagus dan kerjasama tim yang kompak antar divisi pelaksana proyek. Selama ini, secara kovensional untuk membuat perencanaan proyek maupun melakukan review dan evaluasi jalannya proyek, perlu diadakan rapat atau pertemuan langsung dari orang-orang yang berperan sebagai manajer dan perencana. Para manajer profesional ini seringkali adalah orang-orang yang mobilitasnya tinggi sehingga tidak selalu berada ditempat pada saat dibutuhkan, sehingga koordinasi proyek akan terhambat dan menjadi tidak efisien. Dengan adanya kemajuan teknologi pada saat ini khususnya internet, permasalahan tersebut sangat memungkinkan untuk diselesaikan dengan menyediakan perangkat lunak yang dikhususkan untuk manajemen proyek, yang bisa diakses online secara multiuser dengan pendekatan sifat real time sehingga para manajer dapat melakukan kolaborasi kerja di mana saja mereka berada selama tersedia perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perangkat lunak tersebut. Dalam Teknik Informatika, aplikasi seperti ini merupakan aplikasi terdistribusi, karena itu idealnya harus dibuat bersifat portabel agar dapat berjalan pada semua sistim

  18. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daru Satria Prayanto

    2016-04-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1

  19. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG TEREKSPLOITASI SECARA EKONOMI DI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laurensius Arliman S

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract This paper examines and analyzes the role and constraints of the Department of Social Welfare and Labor of Padang in carrying out child protection economically exploited. This paper uses socio legal research. The results of this paper are: Department of Social Welfare and Labor of Padang has been quite active in implementing the protection of children who are economically exploited, by conducting raids, coaching and training. The obstacles foundwere classic, namely: the nature of the child, the family, the fade of religious values, education, community, economic, cultural shift, the lack of facilities for the development of children, the lack of human resources, and inadequate funds. The author expects that in the future the child is considered by the government of Padang and also by the Child Family and Community. Key words: child, Department of Social Welfare and Labor, economics, padang, exploitation   Abstrak Tulisan ini meneliti serta menganalisis peran dan kendala-kendala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang dalam menjalankan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi. Tulisan ini menggunakan penelitian socio legal. Hasil dari tulisan ini adalah: Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang sudah cukup aktif dalam melaksanakan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi, dengan mengadakan razia, pembinaan dan pelatihan. Kendala yang ditemukan, adalah kendala yang terbilang klasik yaitu: sifat dari anak, keluarga, nilai-nilai agama yang luntur, pendidikan, lingkungan masyarakat, masalah ekonomi, pergeseran budaya, fasilitas pembinaan anak yang kurang, sumber daya manusia yang kurang, dan dana yang kurang memadai. Penulis mengharapkan kedepannya, agar anak lebih diperhatikan oleh Pemerintah Kota Padang serta Masyarakat dan Keluarga anak. Kata kunci: anak, dinsosnaker, ekonomi, padang, eksploitasi

  20. PENGUNGKAPAN KEUANGAN PERKARA SECARA MEMADAI DALAM LAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJA PERADILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Anis

    2013-07-01

    Full Text Available Biaya perkara yang dipungut dan dikelola pada Mahkamah Agung dan lembaga peradilan dibawahnya sampai dengan saat ini masih menjadi persoalan terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan penatausahaannya. Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 09 Tahun 2008 tentang Pelaporan Penerimaan dan Penggunaan Biaya Perkara pada Pengadilan dan Peraturan Mahkamah Agung RI. No. 03 Tahun 2012 tentang Biaya Proses penyelesaian perkara dan Pengelolaannya pada MA dan Badan Peradilan yang berada dibawahnya telah diatur bahwa Biaya Perkara pada pengadilan dalam bentuk agregatditampilkan ke muka publik secara berkala dan dikelola secara efektif, efisien, transparan dan dicatat dalam Catatan atas Laporan Keuangan Mahkamah Agung RI. Berdasarkan Surat Edaran Ketua Mahkamah Agung Nomor 09 Tahun 2008, pelaporan biaya perkara telah berjalan namun belum ditampilkan dalam Laporan keuangan lembaga. Biaya perkara merupakan bagian dari informasi penting yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan lembaga sebagai bentuk akuntabilitas lembaga atas biaya yang dipungut dan atau diterima dari pihak ke tiga. Legal fees are collected and maintained by Supreme Court and the courts underneath it so far still an issue related to the management of accounting and reporting. Based on Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 09 tahun 2008 tentang Pelaporan Penerimaan dan Penggunaan Biaya Perkara pada Pengadilan and Peraturan Mahkamah Agung RI. No. 03 Tahun 2012 tentang Biaya Proses penyelesaian perkara dan Pengelolaannya pada MA dan Badan Peradilan yang berada dibawahnyaIn these rules have arranged that legal fees in the court aggregately were published periodically and managed effectively, efficiently, transparency and stored in a note upon the financial report of the supreme court. Based on Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 09 tahun 2008, report of legal fees has been running well but not yet shown in the financial statements of the institution. The legal fees become important

  1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos di Jorong IX Pancahan Kecamatan Rao Kebupaten Pasaman Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurdin ,

    2015-07-01

    Full Text Available Dari 10 responden yang di wawancarai oleh peneliti 6 responden mengaku mengetahui cara pembuatan kompos dan 4 di antaranya tidak mengetahui bagaimana cala pembuatan kompos. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan responden membuang sampah rumah tangganya ke belakang rumah. Penelitian ini berlujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos Di Jorong trX Pancahan Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2013.Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross secsional. Dan analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Populasi dalam penelitian ini adalah 330 kepala keluarga dengan jurnlah sampel 75 kepala keluarga yang ada di Jorong IX Pancahan Kecamatan Rao Kabupaten Pasatnan. Data diperoleh dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner. Dimana variabel dependen adalah Pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos. sedangkan paria variabel independennya adalah pengetahuan, kebutuhan, dan kemampuan.Berdasarkan hasil penelitian terdapat 47 (6 I,8% responden mempunyai pengetahuan rendah dengan p=0,03 dan OR=0,308. Responden yang tidak membutuhkan kompos yaitu 44 (57,9% responden dengan p=0,05 dan OR=2,826. Responden yang mampu mengolah sarnpah organik rumah tangga 52 (68,4% responden dengan p=0,10 dan OR=2,623.Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jorong IX Pancahan memiliki pengetahuan yang rendah" Pengetahuan dan kebutuhan berhubungan dengan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos, sedangkan kemampuan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan memberikan pemahaman kepada mayarakat tentang kebutuhan dan manfaat kompos.Kata Kunci: Pengetahuan, kebutuhan, kemampuan, Sampah rumah tangga

  2. PEMBUATAN ALAT LABORATORIUM FISIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN WALISONGO UNTUK PRAKTIKUM OSILASI CAIRAN DAN AYUNAN MATEMATIS SECARA DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    agus sudarmanto

    2016-02-01

    Hasil penelitian ini adalah bahwa pembuatan alat lab- oratorium sika  untuk praktikum osilasi cairan dan ayu- nan matematis secara digital sudah dapat berfungsi sesuai dengan yang diinginkan dan data hasil dari alat tersebut mendekati nilai percepatan gravitasi bumi sebenarnya yai- tu sebesar 9,8 m/s2.

  3. Perancangan dan Pembuatan Perangkat Lunak Aplikasi Android untuk Pengolahan Data Transaksi pada Perusahaan Telekomunikasi "X" dengan menggunakan Pentaho

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanji Hastomo

    2013-03-01

    Full Text Available Perusahaan telekomunikasi “X” adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi seluler di Indonesia, salah satu layanan utamanya adalah Call dan SMS (Short Message Service. Sistem secara otomatis mencatat pada database transaksinya jika terjadi transaksi Call maupun SMS. Kebutuhan akan informasi mengenai jumlah transaksi Call dan SMS berdasarkan lokasi dan waktu tertentu menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Sistem yang ada sebelumnya belum dapat digunakan  untuk mendapatkan informasi secara cepat dan mudah. Pada artikel ini menjelaskan tentang pembuatan suatu aplikasi bergerak berbasis Android untuk menampilkan informasi di atas. Data transaksi yang kompleks terlebih dahulu dilakukan proses ETL (Extract, Transform, dan Load dengan menggunakan Kettle Pentaho untuk mengubah database sumber menjadi data mart. Grafik pada  Android dibuat dengan memanfaatkan pustaka AChartEngine.Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi dapat menampilkan informasi mengenai jumlah transaksi Call dan SMS dalam bentuk grafik melalui perangkat bergerak berbasis Android. Kemudian untuk pengujian dengan pengisian kuisioner,  hasilnya menunjukkan 67,00% menilai baik, 33,67% menilai cukup, dan 0,33% memilih kurang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden menilai aplikasi secara umum memiliki nilai yang baik.

  4. Mediasi perbankan dalam kerangka penyelesaian sengketa perbankan secara sederhana, Cepat, dan biaya ringan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    noor hafidah

    2017-01-01

    Full Text Available Industri perbankan sebagai bagian dari Industri keuangan mempunyai karakteristik yang khusus sebagai lembaga keuangan. Karakteristik khusus tersebut tercermin dalam operasional perbankan yang memiliki fungsi Intermediary, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat yang dilandasi oleh kepercayaan, serta layanan yang lebih kompleks yang meliputi pembiayaan makro, pembiayaan ekspor impor, transaksi derivatif, fasilitas pembayaran perdagangan internasional (letter of credit dan lain sebagainya.Layanan Perbankan yang sedemikian kompleks dalam prakteknya kadang kala bersentuhan dengan konflik atau sengketa. Sengketa dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara bank dengan nasabah mengenai kewajiban dan hak masing-masing, wanprestasi dari nasabah sebagai debitur, tindakan sepihak bank yang dianggap merugikan nasabah, dan sebagainya. Kenyataan demikian menuntut adanya pola penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien.Dalam konteks penyelesaian sengketa secara demikian, Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki kewenangan dalam menata aktivitas perbankan di Indonesia telah mengeluarkan beberapa peraturan yang terkait dengan mekanisme penyelesaian sengketa, antara lain Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 8/14/DPNP tanggal 1 Juni 2006 tentang Mediasi Perbankan.Pasal 1 angka 5 Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 menyatakan bahwa mediasi merupakan proses penyelesaian sengketa yang melibatkan mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa guna mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela terhadap sebagian ataupun seluruh permasalahan yang disengketakanModel penyelesaian mediasi bagi kalangan perbankan merupakan model yang dianggap tepat karena hubungan bank dan nasabah mengandung kerahasiaan. Kerahasiaan dimaksud adalah kerahasiaan bank sebagaimana tersebut di dalam pasal 40 UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Penyelesaian secara

  5. Efek Antibakteri Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss terhadap Bakteri Vibrio algynoliticus Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uli Ayini

    2014-03-01

    Full Text Available Budidaya udang windu di Indonesia telah berkembang pesat. Salah satu kendala budidaya udang adalah penyakit Vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio algynoliticus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakeri ekstrak daun mimba terhadap bakteri Vibrio algynoliticus. Penelitian ini menggunakan metode dilusi untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun mimba terhadap bakteri Vibrio algynoliticus secara in vitro. Konsentrasi ekstrak yang digunakan (% yaitu: 0; 2,5; 5; 7,5; 10; 12,5 dan sebagai kontrol terdiri dari kontrol positif, dan kontrol negatif. Pengumpulan data untuk menentukan MIC (Minimum Inhibitory Concentration dilakukan dengan membandingkan kejernihan kultur di medium TSB 2% pada berbagai konsentrasi yang berbeda, dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Penentuan MBC (Minimum Bacterisidal Concentration dilakukan dengan melihat ada tidaknya dan jumlah koloni bakteri Vibrio alginolyticus yang muncul pada medium subkultur TSA 2% setelah inkubasi 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan nilai MIC yaitu konsentrasi 5%, hal ini ditunjukkan dengan tabung yang mulai jernih. Nilai MBC ekstrak daun mimba terhadap bakteri Vibrio alginolyticus adalah konsentrasi 12,5% ditandai dengan sudah tidak munculnya  koloni bakteri Vibrio alginolyticus. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun mimba dapat memberikan efek antibakteri terhadap bakteri Vibrio alginolyticus secara in vitro.Tiger shrimp cultivation in Indonesia has been growing rapidly. The main obstacle is the shrimp farming vibriosis disease caused by the bacterium Vibrio algynoliticus. The aim of this research was to determine the effects of neem leaf extract antibakeri against Vibrio algynoliticus. This study used a dilution method to determine the antibacterial effect of neem leaf extract against Vibrio algynoliticus bacteria in vitro. The concentration of the extract used (%: 0; 2.5; 5; 7.5; 10; 12.5 and as a control consisting of a positive

  6. AKTIVITAS ANTIMIKROBA YOGURT BERBASIS AIR KELAPA MENGHAMBAT BAKTERI PATOGEN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lindawati S. A.

    2014-11-01

    Full Text Available Yogurt merupakan minuman susu yang difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophyllus sebagai starter. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tertinggi dari yogurt berbasis air kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen (Salmonella, Staphylococcus, Klebsiela pneumonia dan E.coli secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut: Ko: susu skim 12%+air; K1: susu skim 12%+air kelapa gading; K2: susu skim 12%+kelapa gading bulan; K3: susu skim 12%+air kelapa hijau. Peubah yang diamati adalah aktivitas antimikroba yogurt terhadap bakteri pathogen (Salmonellatyphi, Staphylococcus, Klebsiella pneumonia dan E.coli, total plate count (TPC, total bakteri asam laktat dan E,coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa bulan terhadap bakeri Salmonella typhi dan Staphylococcus masing-masing sebesar 0,21 dan 0,26 cm dengan total bakteri asam laktat1,1×107 cfu/mL sedangkan untuk Klebsiella pneumonia dan E.coli diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa gading sebesar 0,38 dan 0,64 mm dengan total bakteri asam laktat 3,1×106 cfu/mL.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yogurt berbasis air kelapa gading, bulan, hijau dan tanpa air kelapa memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas (menghambat bakteri gram positif dan negatif.

  7. Aktivitas Vermisidal dan Ovisidal Daun Biduri (Calotropis Spp. Terhadap Cacing Fasciola Gigantica Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gilang Kala Maulana

    2015-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas vermisidal dan ovisidal daun Biduri (Calotropis spp. terhadap cacing F. gigantica. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur dan cacing F. gigantica yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan Pesanggaran dan daun biduri diambil dari pantai Sanur, Denpasar Bali. Konsentrasi daun biduri dibuat menggunakan daun segar yang dihancurkan dan kemudian dicampurkan dengan cairan empedu untuk vermisidal dan aquades untuk ovisidal. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan menggunakan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Pengamatan vermisidal dilakukan setiap 30 menit sedangkan untuk ovisidal dilakukan pada hari ke-21 dan ke-28. Hasil dari penelitian didapatkan konsentrasi daun biduri (2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% pada masing-masing kelompok perlakuan memiliki pengaruh vermisidal, tidak berbeda nyata (P>0.05 terhadap satu dengan yang lainnya. Efek ovisidal pada hari ke-21 dan ke-28 didapatkan adanya pengaruh yang nyata (P<0.05 terhadap daya hambat tetas telur cacing F. gigantica. Disimpulkan bahwa daun biduri memiliki aktivitas vermisidal dan ovisidal terhadap cacing dan telur F. gigantica. Konsentrasi yang paling efektif untuk vermisidal dan ovisidal terhadap cacing F. gigantica adalah 5%.

  8. PERANCANGAN KENDALI NAVIGASI ROBOT TANK SECARA NIRKABEL BERBASIS SENSOR ACCELEROMETER BERDASARKAN GERAKAN TANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Yusvin Mustar

    2018-04-01

    Full Text Available Sebuah sistem kendali berbeda pada navigasi robot tank diperkenalkan pada penelitian ini. Umumnya sistem kendali navigasi robot tank dikendalikan meggunakan remot kontrol atau joystick dan beberapa perangkat pengontrolan robot lainya. Pengontrolan navigasi robot tank bertujuan untuk dapat mengendalikan pergerakan robot agar dapat berjalan maju, mundur, berbelok ke kiri dan ke kanan. Pada penelitian ini, pengontrolan navigasi robot dilakukan berdasarkan gerakan tangan manusia. Sebuah sarung tangan yang dilengkapi sensor accelerometer ADXL335 didesain untuk dapat mendeteksi setiap bentuk gerakan tangan. Pendeteksian gerakan tangan didasarkan pada pembacaan orientasi axis X dan Y acceleometer. Gerakan tangan ini kemudian diinput pada mikrokontroler Arduino Nano dan ditransmisikan melalui nRF24L01 2.4GHz. Hasil pendeteksian gerak kemudian diterima dan diolah pada mikrokontroler Arduino Mega yang terdapat pada robot tank. Selanjutnya, hasil pendeteksian gerakan tangan ini dipetakan dalam beberapa bagian pengontrolan, agar sesuai dengan pola pengontrolan navigasi robot tank. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebuah sistem pengontrolan navigasi robot tank berdasarkan gerakan tangan dapat diimplementasikan dan diaplikasikan secara riil, sehingga dapat memberikan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan robot. Kata kunci: navigasi, robot tank, deteksi gerakan, accelerometer ADXL335, arduino, nRF24L01.

  9. Vermisidal dan Ovisidal Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Cacing Ascaris suum Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Mourizd Adventus Bili Bora

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui vermisidal dan ovisidal dari ekstrak daun pepaya terhadap cacing Ascaris suum. Menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL, dengan perlakuan beberapa konsentrasi ekstrak daun pepaya 1,5%, 3%, 4,5% dan 6%; kontrol negatif menggunakan NaCl fisiologis dan kontrol positif menggunakan Albendazole 0,12%. Dilakukan uji vermisidal dan uji  ovisidal, uji ovisidal dibagi  menjadi  dua  uji,  yaitu kontak langsung dan kontak tidak  langsung. Untuk uji vermisidal data dianalisis dengan Analisis Probit untuk mengetahui LC100 (Lethal concentration dan LT100 (Lethal  time, sedangkan  untuk  uji  ovisidal  data dianalisis dengan Sidik Ragam dan  jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil  penelitian  vermisidal  didapatkan  LC100 ekstrak  daun  pepaya adalah  3,362%  dan  LT100 39,822  jam.  Untuk  uji  ovisidal  kontak  langsung  dan kontak tidak langsung didapatkan ekstrak daun pepaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap daya berembrio telur A. suum. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif sebagai vermisidal dan ovisidal terhadap cacing A. suum secara in-vitro.

  10. UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) SECARA IN VIVO TERHADAP SCABIES PADA KAMBING KACANG (Capra hircus)

    OpenAIRE

    -, NUR SRIANI REZKI

    2017-01-01

    ABSTRAK Nur Sriani Rezki. O111 12 110, Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Secara In Vivo terhadap Scabies pada Kambing Kacang (Capra hircus). Di bawah bimbingan ABDUL WAHID JAMALUDDIN dan MUHAMMAD FADHLULLAH MURSALIM. Kehidupan ternak kambing sering diganggu oleh beberapa penyakit. Salah satu yang disebabkan oleh parasit terutama ektoparasit yang sering dijumpai adalah scabies. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. Tujuan penelitian ini untuk menguji akt...

  11. Sistem Pengendali Peralatan Elektronik dalam Rumah secara Otomatis Menggunakan Sensor PIR, Sensor LM35, dan Sensor LDR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Desyantoro

    2015-08-01

    Full Text Available Listrik merupakan hal yang sangat penting di kehidupan kita. Setiap pekerjaan kita pasti dibantu dengan adanya listrik. Mulai dari penerangan hingga pengaturan suhu ruangan pun semuanya dibantu oleh listrik. Ketergantungan manusia terhadap listrik ini menimbulkan kebiasaan buruk. Banyak orang yang terkadang membiarkan suatu peralatan elektronik hidup pada saat tidak dibutuhkan. Terjadi suatu permasalahan untuk menciptakan suatu desain sistem embedded untuk mengendalikan peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis. Makalah ini membahas tentang perancangan sistem pengendali peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis. Sistem terdiri dari sensor PIR yang berfungsi untuk mendeteksi objek bergerak (manusia, sensor LM35 yang berfungsi untuk mendeteksi suhu, dan sensor LDR berfungsi sebagai sensor cahaya. Mikrokontroller ATMega16 sebagai pengendali jalannya sistem dari pembacaan sensor, menampilkan data sensor pada LCD dan mengatur kontak relay untuk menghidup dan mematikan listrik. Sistem pengendali peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis menunjukan sensor LDR dapat membedakan gelap dan terang, sensor suhu LM35 dapat mendeteksi suhu dalam ruangan dengan toleransi kesalahan pembacaan kurang lebih 2o Celcius, dan sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan manusia sejauh 5 meter.

  12. SENYAWA KIMIA DAN ARAH WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn DAN GAMBIR (Uncaria gambir PADA BERBAGAI KONDISI EKSTRAKSI UNTUK PEWARNAAN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAKTumbuhan pembawa warna mengandung senyawa kimia yang berbeda beda baik jumlah maupun jenis senyawanya. Senyawa-senyawa dominan pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu . Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan arah warna kayu secang dan gambir. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50 oC, 75 oC, 100 oC dan perendaman dalam alkohol selama 7 (tujuh hari pada suhu kamar. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur dan tujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh pada senyawa kimia zat warna alam kayu secang dan gambir.  Jumlah senyawa zat warna alam pada kayu secang semakin berkurang seiring dengan peningkatan suhu ekstraksi.  Pada gambir jumlah senyawa zat warna paling banyak diperoleh pada suhu ekstraksi 75 oC. Senyawa zat warna dominan pada kayu secang adalah cyclohexanone sedang pada gambir  adalah methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Arah warna kayu secang merah sampai merah kecoklatan dan pada gambir warna kecoklatan sampai coklat tua.ABSTRACTColor bearing plant contains chemical compounds that vary both the number and types of compounds. Compounds dominant color carriers having different resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the content of chemical compounds and direction color of Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir. Extraction of natural dyes made at various heating temperature is 50 ° C, 75 ° C, 100 ° C and soaking in alcohol for seven (7 days at room temperature. Natural dyes obtained is applied to dye batik on cotton and silk. Directions color is determined by fixation using alum, lime and

  13. Pengaruh Penempatan Sirip Berbentuk Segitiga Yang Dipasang Secara Aligned Dan Staggered Terhadap Performansi Kolektor Surya Pelat Datar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Astawa

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak: Energi surya adalah jenis energi terbarukan yang umum digunakan karena ketersediaannya yang sangat besar. Teknologi pengolah energi surya, salah satunya adalah kolektor surya. Kolektor surya pada umumnya, menggunakan laju aliran massa udara yang secara parallel melewati pelat penyerap. Udara yang masuk inlet akan melewati pelat penyerap dan langsung keluar melalui outlet. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh penempatan sirip berbentuk segitiga yang dipasang secara alignedyang mengarah ke atas pada bagian atas pelat penyerap dan staggeredyang mengarah ke bawah pada bagian bawah dari pelat penyerap sehingga akan terjadi aliran udara secara turbulen di dalam kolektor dan dengan penambahan sirip segitiga ini juga dapat memperluas daerah penyerapan panas pada pelat penyerap kolektor surya yang secara langsung memperluas permukaan perpindahan panas dari pelat penyerap ke fluida kerja yang nantinya diharapkan mampu menghasilkan temperatur keluar kolektor yang lebih tinggi dan meningkatkan performansi kolektor surya pelat datar.Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, sebagai variable bebas dalam penelitian ini adalah intensitas radiasi matahari dan variabel terikatnya adalah energi berguna dan efisiensi kolektor surya pelat datar.Dari hasil pembahasan penempatan sirip berbentuk segitiga pada kolektor surya pelat datar yang dipasang secara staggered menghasilkan energi berguna dan efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan kolektor surya yang dipasang secara aligned. Dilihat dari rata-rata hariannya energi berguna untuk kolektor bersirip aligned adalah 153.01 Watt dan untuk kolektor bersirip staggered sebesar 157.42 Watt, sedangkan untuk efesiensinya pada kolektor surya bersirip aligned adalah 37.94% dan untuk kolektor bersirip staggered42.12 %.Kata kunci : Performansi kolektor surya pelat datar, sirip segitiga aligned, sirip segitiga staggered Abstract: Solar energy is a type of renewable energy that is commonly used

  14. STATUS INTRODUKSI IKAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN SECARA BERKELANJUTAN DI PERAIRAN UMUM DARATAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairulwan Umar

    2013-11-01

    Full Text Available Masuknya jenis ikan asing berpotensi merubah keseimbangan pada perairan umum daratan, dan di Indonesia gejala ini sudah mulai terlihat. Makalah ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut tentang perkembangan introduksi ikan asing, strategi pelaksanaan intoduksi dan berbagai dampaknya terhadap komunitas ikan asli perairan di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui penelusuran dan studi pustaka tentang: sejarah kegiatan introduksi ikan yang dilakukan ke Indonesia, jenis-ikan introduksi ikan di Indonesia dan kegiatan introduksi ikan yang telah dan dilakukan di Indonesia beserta dampaknya. Verifikasi lapangan dilakukan pada tahun 2011 di beberapa danau dan waduk antara lain Danau Sentani, Danau Kerinci, Danau Matano dan Waduk Riam Kanan. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi ikan asing dilakukan di Indonesia sebelum tahun 1900. Introduksi ikan yang telah dilakukan selama ini, lebih banyak dilakukan tanpa melalui kajian ilmiah yang mendalam dan telah terbukti mengakibatkan hilang atau berkurangnya populasi ikan asli atau endemik serta menjadi agen pembawa penyakit. The entry of alien fish species could potentially change the balance of the inland waters and in Indonesia this symptoms was shown. The paper aims are to discuss more about the development introduction of alien fish species, the introduction implementation strategy and its impact to indigenous fish species communities in Indonesian inland waters. The study was conducted through a literature research about: the history of fish introductions activities which carried out in Indonesia, the species of fish introduction in Indonesia and the activities of introduction fish that have been conducted in Indonesia and its impact. Field verification was conducted in 2011 at several lakes and reservoir such us: Sentani Lake, Kerinci Lake, Matano Lake and Riam Kanan Reservoir. The collected data were tabulated and analyzed

  15. Kajian Beberapa Tumbuhan Obat Yang Digunakan Dalam Pengobatan Malaria Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Indriaty Paskalita Bule Sopi

    2017-02-01

    tradisional anti malaria yang teruji secara ilmiah. Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan pengobatan tradisional untuk penyembuhan penyakit menunjukkan masih kuatnya tradisi masyarakat dalam hal pencaharian pengobatan. Tujuan penulisan adalah untuk menggambarkan tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional anti malaria. Metode dilakukan melalui tinjauan literatur dengan penelusuran dan pengumpulan data dari berbagai referensi mengenai tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional anti malaria. Data yang telah terkumpul kemudian dideskripsikan menjadi suatu informasi yang menggambarkan jenis tumbuhan obat tradisional dan hasil uji tumbuhan obat. Terdapat beberapa tanaman yang diuji yaitu daun pohon kapur (Harmsiopanax aculeatus Harms, buah merah (Pandanus conoideus Lam., benalu mangga (Dendrophthoe pentandra, manggis (Garcinia mangostana Linn., cempedak (Artocarpus champedem, buah sirih (Piper betle (L. R. Br, mundu (Garcinia dulcis Kurz, dan bunga matahari (Helianthus annuus L.. Dari hasil yang diperoleh menunjukan kandungan senyawa aktif yang terdapat pada jenis tumbuhan obat tersebut telah teruji dalam pengobatan tradisional anti malaria.Kata Kunci : Tumbuhan, obat, tradisional, malaria

  16. PRODUK BENANG SUTRA BERKUALITAS MELALUI TEKNIK SERIKULTUR DENGAN PAKAN YANG DIKEMBANGKAN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faradilla Faradilla

    2018-01-01

    Full Text Available Samarinda woven sarong is typical sarong of Samarinda. This sarong is still using silk spun silk raw material imported from Tiongkok. The development of aquaculture is needed to obtain local silk threads in order to help to reduce production costs in the samarinda silk industry. The high quality mulberry plants are needed to support silkworm cultivation (sericulture. The qualified mulberry plants are obtained by in vitro culture techniques. The objective of this study is to obtain mulberry leaf (Morus Sp free from disease, uniform, and to obtain quality silk threads through sericulture techniques with feeds that were propagated in vitro. The research stages consist of sterilization, Murashige and Skoog (MS media, sub culture, observation of data analysis fund. The design used is Completely Randomized Design with single factor, ie BAP concentration (control, 0.5 mg / l, 1 mg / l and 2 mg / l. Each treatment is repeated 8 times. The results showed that administration of ZPT 2 mg / l at age 4 MST gives the best response for all observed variables. The use of ZPT BAP with various concentrations produces the germination rate, shoot height, number of shoots and number of different leaves. All treatments are unsuccessful in inducing roots. Keywords: in vitro; Murbei; Sericulture Sarung tenun samarinda adalah sarung khas kota Samarinda. Sarung ini masih menggunakan bahan baku sutera jenis spun silk yang diimpor dari Tiongkok. Pengembangan serikultur diperlukan untuk mendapatkan benang sutera lokal. Sehingga membantu mengurangi biaya produksi dalam industri persuteraan samarinda. Tanaman murbei yang berkualitas diperlukan untuk menunjang budidaya ulat sutera (serikultur. Tanaman murbei yang berkualitas diperoleh dengan teknik kultur in vitro. Tujuan penelitian adalah memperoleh daun murbei (Morus Sp yang bebas penyakit dan seragam serta memperoleh benang sutera berkualitas melalui teknik serikultur dengan pakan yan diperbanyak secara in vitro. Tahapan

  17. Pembentukan mother plant Bacopa australis secara In-vitro dan aklimatisasi dalam aquascape air tawar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2017-12-01

    Full Text Available Tanaman air adalah bagian penting dari ekosistem air tawar. Salah satu spesies yang terkenal adalah Bacopa australis. Hobiis aquascape saat ini memiliki ketertarikan tinggi terhadap tanaman air dengan kualitas yang bagus dari setiap spesiesnya. Metode perbanyakan tanaman air tanpa tanah, lahan pertanian dan air perlu dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula media kultur jaringan dan zat pengatur tumbuh yang tepat untuk multiplikasi dalam perakitan mother plant (tanaman induk Bacopa australis, serta mendapatkan media terbaik untuk aklimatisasi. Media yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS A padat dengan perbedaan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Perlakuan uji dalam kombinasi zat pengatur tumbuh (a 0,50 mg/L BAP + 0,50 mg/L kinetin; (b 0,50 mg/L BAP; dan (c 0,50 mg/L 2,4-D. Aklimatisasi tanaman induk dilakukan pada berbagai media antara lain 1 pasir silika + pupuk aqua soil amazonia, 2. pasir malang + pupuk aqua soil amazonia, 3 pasir silika + pupuk cair; 4 pasir malang + pupuk. Hasil yang diperoleh, yaitu formula media kultur terbaik untuk multiplikasi tunas tanaman B. australis secara in-vitro adalah media MS (A yang diperkaya dengan 0,5 mg/L BAP + 0,5 mg/L kinetin, sedangkan aklimatisasi terbaik pada media pasir malang + pupuk aqua soil amazonia. Water plant is an important part of freshwater ecosystems. One of the famous species is Bacopa australis. Today, many aquascape hobbyists have a high interest in aquatic plant species that have good aesthetic appearances. To answer this challenge, a new method in-vitro propagation of aquatic plants, planted without soil, agricultural land and water was conducted. The aim of this research was to find the best growth regulator hormon formula and aclimatisation medium, in creating the mother plant Bacopa australis. The medium used was MS (Murashige and Skoog, 1974 with different growth regulator hormon, i.e: (a 0.50 mg L-1 BAP

  18. VISUALISASI DESAIN GEOMETRIK JALAN SECARA 3D BERDASARKAN PERHITUNGAN ALINYEMEN HORISONTAL DAN ALINYEMEN VERTIKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Arif Dwi Nugroho

    2005-01-01

    Full Text Available Highway geometric design is a part of highway planning which focused on physical form planning, so it can fulfil the highway basic function. Highway geometric design consists of horizontal alignment and vertical alignment and each of them has its own calculation. Computer technology developments can produce softwares which is able to help and simplify the calculations of both alignments and the softwares also can produce designs which visualize the calciulation into 2D images. But 2D image is not real enough to imagine the realistic form of the highway. We need 3D visualisation to imagine the realistic highway. This paper explains how the system can produce the 3D visualisation from horizontal alignment and vertical alignment calculations. First, find the highway 3D position in the 3D coordinate. 3D coordinate has three component, x, y and z axis. From horizontal alignment calculation, we get the x and y value and from vertical alignment, we get the z value. After obtaining the 3D position, then the highway design can be drawn. This software can design the highway better because it can simulate the highway wether it is comfort enough to be passed. Abstract in Bahasa Indonesia : Desain geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik-beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan. Desain geometrik jalan terdiri dari Alinyemen Horisontal dan Alinyemen Vertikal, dan masing-masingnya memiliki perhitungan tersendiri. Dengan adanya kemajuan teknologi komputer, mampu menghasilkan program komputer yang dapat membantu dan menyederhanakan perhitungan dari masing-masing alinyemen tersebut serta menghasilkan rancangan yang sesuai dengan kaidah yang berlaku, bahkan mampu membuat visualisasi dua dimensi dari rancangan tersebut. Namun visualisasi dua dimensi dirasa kurang mampu memberi gambaran secara nyata bentuk asli dari rancangan geometrik jalan. Oleh karena itu dalam penelitian yang dilakukan ini

  19. KARAKTERISASI DAN EVALUASI POPULASI ABALON Haliotis squamata SECARA MOLEKULER, MORFOMETRIK, DAN BIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2017-10-01

    Full Text Available Abalon merupakan salah satu komoditas penting gastropoda laut. Tingginya permintaan abalon ini mengakibatkan menipisnya stok di alam. Oleh karena itu, upaya keberhasilan budidaya abalon perlu didukung oleh jenis unggul. Indikasi awal suatu jenis unggul dapat dilakukan dengan menganalisis potensi genetik yang dimiliki. Penelitian ini dilakukan dengan analisis gen 16S rRNA, karakter morfolologi, dan biologi dianalisis secara deskriptif dengan metode kajian pustaka. Hasil yang diperoleh menunjukkan keragaman inter populasi Haliotis squamata mendeteksi adanya tujuh haplotipe yang terbagi dalam dua kelompok. Penyertaan H. diversicolor sebagai outgroup dalam pengujian memperlihatkan bahwa populasi H. squamata dari Pulau Bali dan beberapa lokasi di Pulau Jawa berada dalam satu kelompok yang terpisah dengan outgroup. Hasil ini kongruen dengan analisis morfometrik terdapat perkembangan pertumbuhan cangkang yang asimetri pada populasi Banten. Pertumbuhan asimetri merupakan indikasi spesifik untuk populasi Banten atau merupakan gejala abnormalitas yang dapat diakibatkan oleh faktor penurunan kualitas genetik atau lingkungan. Karakter biologi terlihat proporsi daging dan gonad berbeda pada populasi Banten dengan indikasi adanya pertumbuhan asimetri. Rasio gonad dan daging populasi Banyuwangi berbeda nyata (P<0,05 dengan populasi lainnya. Abalone is arguably one of the highly valued and sought-after marine gastropods. However, the over-exploitation of this species has exhausted its wild stock. To overcome this challenge, the culture technique and management of this species must be established and continually improved. One of the ways is through producing superior broodstocks. An initial assessment of a genetically superior broodstock can be done using the potential genetic analysis. This recent research employed the analysis to study the species’ 16S rRNA gene. To complement the study, the morphometric and biological characteristics of the species were

  20. Studi Eksperimental dan Pemodelan Matematika Proses Pengeringan Kakao Dengan Energi Surya Secara Intermitten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haznam Putra

    2014-06-01

    dimulai dari proses fermentasi kakao. Dengan beberapa kali pengujian kakao, diambil hasil salah satu pengujian dimana hasil fermentasi kakao yang telah dicuci kemudian dikeringkan dari kadar air 55,83% menjadi 7,01% yang berlangsung selama tiga hari yakni 22–24 April 2013 dari pukul 07.00 – 17.00 WIB (Intermitten.  Penelitian dilakukan di Laboratorium Solar Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan yang berada di kota Medan dengan posisi 3.36 °LU – 98.4 °BT, ketinggian di atas permukaan laut 200 meter dan waktu meridian (7 + GMT. Dari hasil percobaan percobaan didapat persamaan model matematika untuk pengeringan kakao secara intermitten, dengan nilai koefisien difusifitas berada pada nilai 1,39 x10-10 – 1,85 x10-10 m2/detik, selain itu kualitas kakao yang dikeringkan lebih baik dari segi warna dan tidak berjamur dibandingkan dengan kakao yang dikeringkan secara langsung dibawah sinar matahari. st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

  1. ANALISIS CFD HAMBATAN LAMBUNG KAPAL TRIMARAN ASIMETRIS FLAT SIDE INSIDE DENGAN VARIASI JARAK ANTAR LAMBUNG SECARA MEMBUJUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrew Gibson

    2016-04-01

    Full Text Available Kapal dibuat dengan fungsi sebagai sarana transportasi untuk kebutuhan niaga maupun perang. Saat ini kebutuhan kapal cepat meningkat sehingga diperlukan kapal dengan bentuk multihull, salah satunya adalah kapal Trimaran. Kapal Trimaran merupakan kapal yang mempunyai 3 lambung, yaitu satu mainhull dan dua side-hull atau disebut juga outriggers sehingga mempunyai nilai stabilitas yang tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuat kapal Trimaran yang memiliki hambatan yang kecil sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari segi efisiensi mesin dan performa kapal yang baik. Berbagai bentuk badan kapal kemudian dikembangkan untuk mendapatkan desain lambung kapal Trimaran yang paling optimum salah satunya adalah kapal Trimaran flat side inside, yaitu sebuah konfigurasi baru dengan lambung yang memiliki bidang datar atau asimetris di dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan variasi letak stagger atau jarak antar lambung secara membujur (R/L kapal Trimaran asimetris flat side inside yang menghasilkan hambatan paling kecil dengan menggunakan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD. Dengan melakukan variasi kecepatan yaitu 12, 14, 16, dan 22 knot dan variasi jarak antar lambung (R/L dimana R merupakan jarak antar lambung secara membujur dan L adalah panjang kapal mainhull, yaitu untuk R/L = 0.1, R/L = 0.2 dan R/L = 0.3  pada ketentuan jarak antar lambung secara melintang (S/L = 0.4 dapat dilihat pengaruh interaksi gelombang terhadap nilai hambatan gelombang kapal Trimaran asimetris flat side inside. Hasil pengujian didapatkan bahwa  model C dengan R/L = 0,3 dan S/L = 0,4 adalah variasi model paling baik dalam tugas akhir ini karena menghasilkan hambatan viscous dan hambatan total        terkecil dengan presentase yang dibandingkan dengan model awal masing-masing 7,137 % dan 24,965 %.

  2. EFEK VITAMIN C DALAM MEDIUM DMEM TERHADAP PERTUMBUHAN SEL PARU-PARU FETUS HAMSTER SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Kurnia W,

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek vitamin C dalam medium DMEM terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah vitamin C dalam medium DMEM yang berpengaruh paling efektif terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 6 perlakuan dan 2 ulangan. Masing-masing perlakuan tersebut adalah vitamin C dengan konsentrasi 0mM (kontrol, 5mM, 10mM, 15mM, 20mM, dan 25mM. Vitamin C dengan berbagai konsentrasi tersebut ditambahkan ke dalam medium DMEM dan selanjutnya digunakan untuk menumbuhkan sel paru-paru fetus hamster. Sel paru-paru fetus hamster diisolasi dari fetus hamster berumur 2 hari, ditumbuhkan dalam medium DMEM yang sudah ditambah dengan vitamin C dengan berbagai konsentrasi dan diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 370C selama beberapa hari sampai biakan sel-sel tersebut konfluen. Setelah konfluenbiakan sel diamati persentase konfluen, viabilitas dan abnormalitas sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dengan konsentrasi 0mM (kontrol, 5mM, 10mM, 15mM, 20mM, dan 25mM dalam medium DMEM mampu menghasilkan persentase konfluen berturut-turut 50%, 65%, 72.5%, 82.5%, 87.5%, dan 92.5% dan persentase viabilitas sel sebesar 89%, 94.5%, 94%, 93%, 94%, dan 96.5%. Sedangkan konsentrasi vitamin C yang efektif terhadap pertumbuhan sel paru-paru fetus hamster secara in vitro adalah konsentrasi 25mM.

  3. PENUNDAAN PEMBERIAN PAKAN ARTEMIATERHADAP PERFORMANSI BENIH IKAN COBIA (Rachycentron canadum YANG DIPELIHARA SECARA TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2016-11-01

    Full Text Available Upaya kontinuitas produksi benih ikan cobia, Rachycentron canadum telah dilakukan namun besarnya biaya operasional dalam penggunaan artemia sebagai pakan masih menjadi faktor pembatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian penundaan pemberian artemia dengan tujuan untuk mengetahui waktu yang tepat saat awal diberikan artemia sehingga penggunaannya efektif dan efisien. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wadah berupa bak fiber (1 m3 berjumlah 9 unit yang diisi telur cobia sebanyak 3.000 butir/bak dan larva dipelihara hingga mencapai ukuran benih (± 3 cm/umur 20 hari. Rancangan penelitian adalah acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan yaitu perbedaan waktu awal pemberian artemia yakni pada larva (A umur 5 hari; (B umur 10 hari; dan (C umur 15 hari. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data pertumbuhan dan sintasan dianalisis menggunakan sidik ragam. Performansi fisik dan perkembangan tulang belakang diamati sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang, bobot, ataupun sintasan di antara perlakuan secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05. Namun pemberian artemia pada larva umur 5 hari (perlakuan A menghasilkan pertumbuhan panjang (28 mm dan bobot badan (74,067 mg serta sintasan (12,07% relatif lebih tinggi daripada perlakuan B ataupun C. Penundaan pemberian artemia lebih dari 5 hari justru menghasilkan benih yang bertumbuh lebih lambat dan banyak mengalami kematian. Hasil pengamatan terhadap perkembangan tulang belakang pada semua perlakuan tidak menunjukkan performansi tulang belakang yang abnormal.  The effort to guarantee a sustainable seed production of cobia, Rachycentron canadum have been carried out but the weight of operational cost in the use of artemia as food has been a problem. The aim of the experiment was to describe the exact and effective time for the initial feeding of seed of cobia using Artemia nauplii. Nine concrete tanks with 1 m3 capacity were stocked

  4. STRUKTUR MORFOLOGI, KOMPOSISI KIMIA DAN RESISTANSI LAPISAN TIO2-CU SEBAGAI LAPISAN AKTIF PADA SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2013-11-01

    Full Text Available Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalah memodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi dengan logam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cu dengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (Scanning Electron Microscopy untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersive X-ray spectroscopy untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukur menggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitu cukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDX diperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandung  unsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkan lapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%. Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilai resistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah 6,624 kilo ohm.

  5. Analisis Finansial dan Strategi Pengembangan USAha Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Serat Kelapa (Coco Fiber) (Studi Kasus : Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang)

    OpenAIRE

    Sitohang, Adolf Paskaris; Ayu, Salmiah, Sri Fajar

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan bagaimana proses produksi USAha serat kelapa (coco fiber), menganalisis USAha serat kelapa (coco fiber) sudah layak atau tidak, dan menjelaskan strategi pengembangan yang cocok untuk USAha serat kelapa (coco fiber) di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode teknik purposive sampli...

  6. Aplikasi Pengolahan Citra Digital Meat Detection Dengan Metode Segmentasi K-Mean Clustering Berbasis OpenCV Dan Eclipse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazuardi Arsy

    2016-04-01

    Full Text Available Kualitas suatu daging sapi ditentukan oleh beberapa parameter, diantaranya adalah parameter ukuran, terkstur, ciri warna, bau dari daging dan lain – lain. Parameter terseburt merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas daging. Umunya dalam menetukan kualitas baik buruknya daging dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan indera penglihatan dari segi warna maupun bentuk yang memiliki banyak kelemahan seperti penilaian oleh manusia yang bersifat subyektif dan tak konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi untuk mendeteksi kualitas daging. Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java pada Android yang terintegrasi dengan Android SDK dan Eclipse menggunakan library OpenCV sehingga aplikasi ini berbasis mobile. Metode yang dipakai menggunakan segmentasi k-mean clustering selanjutnya dianalisis secara statistik. Pendeteksian kualitas dilakukan dengan menggunakan pencocokan tekstur dan warna daging berdasar data yang sudah ada. Aplikasi yang dibuat dapat digunakan untuk mencari nilai k yang signifikan serta mampu mendeteksi kualitas baik atau buruknya daging dengan melakukan pengujian terhadap beberapa jenis daging serta aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat luas.

  7. MODEL PENYELESAIAN PERSELISIHAN PARTAI POLITIK SECARA INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL (The Model of Political Party Dispute Settlement Internally and Externally

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Cahya Indra Permana

    2016-03-01

    Full Text Available Undang-Undang Parpol mengatur bahwa perselisihan Parpol diselesaikan secara internal oleh Mahkamah Partai atau sebutan lain daripada itu dan secara eksternal oleh Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung. Substansi perselisihan yang final dan mengikat di Mahkamah Partai adalah perselisihan kepengurusan, selebihnya dapat diajukan upaya hukum ke Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung. Di dalam praktek, pengaturan tersebut telah menjauhkan dari rasa keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan, oleh karenanya sebaiknya direvisi yang mana perselisihan PAW, pelanggaran terhadap hak anggota partai politik, penyalahgunaan wewenang,  pertanggungjawaban keuangan, dan atau keberatan terhadap keputusan partai politik (termasuk keputusan untuk tidak memutuskan terhadap sesuatu hal final dan mengikat dengan Putusan MPP. Sedangkan perselisihan kepengurusan dapat diajukan upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi. Political parties act stipulates that a political party dispute resolved internally by the Mahkamah Partai or other designation of that and externally resolved by the District Court and the Supreme Court. The dispute substance in Mahkamah Partai which is final and binding is about organization dispute, the other can be settled in District Court and the Supreme Court. In practice, that arrangement makes the decision apart from the sense of justice, legal certainty and utility. Therefore, these rules should be revised so that the regulation of PAW, violations of the rights of members of political parties, abuse of authority, financial liability, or an objection to the decision of political parties (including the decision not to decide on something is final and binding through Mahkamah Partai decision. While the organization disputes can be submitted to the Constitutional Court for legal action.

  8. PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR SECARA BERKELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS X SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Krismiati

    2013-09-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis serta kinerja siswa. Subyek populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Aloysius Bandung. Pendekatan yang digunakan dengan PMR. Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas siswa selama pembelajaran. Secara keseluruhan siswa yang pembelajaran pemecahan masalah dengan metode PMR lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, yaitu terlihat dengan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kesulitan siswa terutama pada permasalahan dengan aspek argumentasi dan keakuratan. Selain itu kelebihan dari metode ini siswa lebih terlihat menyukai yaitu terlihat dengan antusiasnya mengerjakan tugas-tugas dari guru serta memberi alasan secara geometri, kreativitas, dan generalisasi yang sebagian besar perwujudannya dilakukan oleh siswa sendiri. Berdasarkan respon dan hasil akhir LKS menunjukkan aktivitas, dan kinerja yang lebih meningkatkan untuk setiap siklusnya Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik, Pemecahan Masalah Matematis     The purpose of this study is to determine the increase in mathematical problem-solving skills as the well as student performance. The population subjects in this study are the high school students Aloysius Bandung . The approach applied is PMR . The used instruments consisted of : problem solving ability testing and students activities during the learning process. Overall, the students who are applying PMR method is better, which is seen from the increasing cycle I to cycle II. The primary students difficulties are on problems with aspects of argumentation and accuracy. However the advantages of this method the students look more enthusiastic in doing the tasks given are by the teachers, and they are also able to give geometrical and creative reasons. Which most of its manifestations are generally made by the students themselves. Based on the response and the

  9. Proceeding of the Scientific Meeting and Presentation on Basic Research of Nuclear Science and Technology: Book II. Nuclear Chemistry, Process Technology, and Radioactive Waste Processing and Environment; Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Buku II. Kimia Nuklir, Teknologi Proses, dan Pengolahan Limbah Radioaktif dan Lingkungan

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1996-06-01

    The proceeding contains papers presented on Scientific Meeting and Presentation on on Basic Research of Nuclear Science and Technology, held in Yogyakarta, 25-27 April 1995. This proceeding is second part of two books published for the meeting contains papers on nuclear chemistry, process technology, and radioactive waste management and environment. There are 62 papers indexed individually. (ID)

  10. MODEL PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH DENGAN PELARUT ISOPROPIL ALKHOHOL 50% DENGAN PENGONTAKAN SECARA DISPERSI MENGGUNAKAN ANALISIS DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Prasetyo

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Menurut data dari Deptan 2010, dengan luas lahan sebesar 127712 ha, Indonesia dapat menghasilkan produktivitas teh sebesar 153971 ton/tahun. Namun sayangnya, selama ini pemanfaatan tanaman teh di Indonesia masih terbatas pada pucuk daunnya saja. Bagian tanaman teh yang memiliki kandungan potensial namun belum dimanfaatkan adalah  biji teh, mengandung 26% saponin, 20-60% minyak dan 11% protein. Saponin merupakan salah satu komponen bioaktif yang telah dimanfaatkan sebagai insektisida pembasmi hama pada tambak udang, bahan baku industri deterjen, shampoo, minuman bir, pembentuk busa pada pemadam kebakaran, dan dapat dimanfaatkan pula sebagai pupuk organik. Pada penelitian ini, saponin biji teh diperoleh melalui ekstraksi biji teh pasca pengepresan menggunakan pelarut IPA 50% secara batch di dalam sebuah ekstraktor berkapasitas 2 L. Pengontakan solvent dengan biji teh dilakukan secara dispersi. Pada penelitian ini, rasio massa pelarut terhadap massa umpan diset 20:1; temperatur divariasikan 25-60 oC, kecepatan pengadukan 100-400 rpm, serta ukuran biji teh divariasikan -40+50 mesh s.d -100+200 mesh. Ekstraksi dilakukan hingga tercapai kesetimbangan. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor vakum pada temperatur di bawah 40oC. Ekstrak pekat saponin kasar yang didapat dimurnikan dengan penambahan eter, etanol dan petroleum eter secara bertahap sehingga diperoleh endapan saponin murni yang kemudian dikeringkan menggunakan tray drier pada temperatur 40oC. Pada penelitian ini, model perpindahan massa sederhana dikembangkan untuk menggambarkan proses ekstraksi padat-cair saponin biji teh. Berdasarkan hasil analisis dimensi diperoleh hubungan antara koefisien perpindahan massa volumetrik (kLa pada lapisan antar fasa padat-cair dengan variabel-variabel ekstraksi yang dinyatakan dalam persamaan bilangan tak berdimensi dengan ralat rata-rata 3,7904 %.DIMENSIONAL ANALYSIS FOR MASS

  11. PELACAKAN KEMBALI KONTROL-KONTROL OBYEK PADA PENAMBAHAN OBYEK SECARA DINAMIS BERBASIS VISUAL BASIC STUDI KASUS ANALISA HIRARKI TUGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sunaryono

    2003-01-01

    Full Text Available v\\:* {behavior:url(#default#VML;} o\\:* {behavior:url(#default#VML;} w\\:* {behavior:url(#default#VML;} .shape {behavior:url(#default#VML;} Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Pembentukan HTA(Hierarchical Task Analysis pada dunia nyata dapat menentukan urutan tugas yang harus diselesaikan dan beberapa jalan / cara yang dapat dicapai baik secara horizontal maupun vertikal. Pendekatan HTA dapat dipetakan kedalam logika komputer berupa alur tugas dari setiap obyek di komputer yang membentuk hirarki tugas dari masing-masing obyek yang akan dikerjakan oleh komputer. Pekerjaan ini mirip dengan pembuatan strategi dan kemudian hasilnya terlihat secara visual, sehingga memungkinkan terjadinya refresh engineering tanpa harus melakukan kompilasi program. Pekerjaan tersebut terdiri dari : pembuatan aturan untuk masing-masing obyek dan cara penerjemahannya (interpreter. Setiap obyek yang dibuat diberi urutan tugas yang berkaitan dengan event, property dan method dari suatu obyek yang akan dikerjakan. Perencanaan obyek tersebut tersimpan ke dalam database sehingga untuk pengerjaan akan merefer ke aturan yang ada di database tersebut yang kemudian di load ke memory sama halnya ketika suatu obyek di instanciate.Kontrol-kontrol obyek setelah terbentuk (instance

  12. Perbandingan Daya Hambat Larutan Antiseptik Povidone iodine dengan Ekstrak Daun Sirih terhadap Candida albicans secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septriana Putri

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Candida albicansb (C. albicans adalah salah satu mikroorganisme penyebab masalah kesehatan reproduksi wanita, yaitu keputihan (fluor albus. Penggunaan larutan povidone iodine dan bahan alam seperti ekstrak daun sirih menjadi pilihan masyarakat sebagai pembersih alat kewanitaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkandaya hambat larutan antiseptik povidone iodine dan ekstrak daun sirih terhadap jamur C. albicans secara in vitro. Penelitian dilakukan terhadap lima isolat jamur C. albicans dengan larutan kontrol akuades.Perlakuan terdiri dari povidone iodine, ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa povidone iodine memiliki daya hambat terhadap C. albicans. Ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 5% dan 10% tidak memiliki daya hambat terhadap C. albicans, namun ekstrak daun sirih konsentrasi 20% memiliki daya hambat terhadap C. albicans. Analisis statistik dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara daya hambat larutan povidone iodine dan ekstrak daun sirih 20% terhadap kontrol(p < 0.05.Larutan povidone iodine memiliki daya hambat dua kali lebih besar terhadap pertumbuhan C. albicans dibandingkan ekstrak daun sirih 20%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa larutan povidone iodine dan ekstrak daun sirih 20% dapat menghambat pertumbuhan jamur C. albicans secara in vitro. Kata kunci: povidone iodine, ekstrak daun sirih, Candida albicansAbstract Candida albicans (C. albicans is one of the frequent causes of  reproductive health problems in women, namely vaginal discharge (fluor albus. The antiseptic solution, povidone iodine, is still an option to overcome vaginal discharge. The use of natural materials such as betel (Piper betle L. leaves extract also become a popular choice as adouche for women. The objective of this study was to compare the inhibitory activity of povidone iodine solution and betel leaf extract against the growth of

  13. ANALISIS DIAZINON SECARA DIFERENSIAL PULSA VOLTAMETRI DIBANDINGKAN DENGAN KROMATOGRAFI (Diazinon Analysis with Differential Pulse Voltametry Compared to Chromatography

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pirim Setiarso

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan penelitian penentuan diazinon dari sampel tanah pertanian di beberapa kecamatan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menggunakan elektroda kerja tembaga amalgam padat (CuSAE secara diferensial pulsa voltametri (DPV dibandingkan dengan metode kromatografi. 100 g sampel tanah pertanian yang dihaluskan dengan ukuran 100 mesh diekstraksi menggunakan aseton. Ekstraksi dilakukan menggunakan ekstraktror soxhlet dengan 10 kali sirkulasi. Hasil ekstraksi sebagian ditambahkan surfaktan SDS untuk dianalisis secara voltametri menggunakan elektroda CuSAE dan sebagian dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC. Analisis voltametri dilakukan pada pH 3 dengan elektrolit pendukung CaCl 2 menggunakan standar adisi, sedangkan analisis dengan HPLC menggunakan grafik standar. Berdasarkan data voltamogram dan kromatogram yang telah diolah dengan program origin 7.0 menghasilkan perolehan kembali rata-rata diazinon (97.40 ± 1.02 % pada voltametri dan (100.98 ± 7.10 % pada HPLC. Analisis diazinon kedua metode dibandingkan dengan uji t (t hitung = 0.4785 < t tabel = 2.31 sehingga tidak ada perbedaan hasil antara metode voltametri dan HPLC. ABSTRACT The research has been done for determination of diazinon in agricultural soil samples from several districts n Nganjuk, East Java . Solid copper amalgam (CuSAE used  as a working electrode using differential ulse voltammetry (DPV compared with chromatographic method. Around 100 g sample of agricultural soil ith a size 100 mesh was extracted using 100 ml acetone. The extraction was done using extractor oxhlet with 10 times the circulation. A part of the extraction  yield  was  added SDS surfactant for analysis by DPV,  and another part analyzed  by using high performance liquid chromatography (HPLC. Voltammetric analysis carried out at pH 3 with CaCl2 as a supporting electrolyte   using standard addition method, while the analysis by HPLC using calibration curve (standard

  14. Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Belimbing Manis (Averrhoa carambola terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Risandi

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakBuah belimbing manis (Averrhoa carambola merupakan salah satu tanaman Indonesia yang diyakini memiliki khasiat obat. Salah satu manfaat yang dapat diambil dari sari buah belimbing manis (Averrhoa carambola adalah dapat mengobati radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Tujuan penelitian ini adalah menentukan daya hambat ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae  secara in vitro. Metode studi ini ialah eksperimental dengan desain postest only control group design yang dilakukan di Laboratorium Biota Sumatera Universitas Andalas dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Agustus sampai Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola dengan konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15% dan 20% tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae.  Hal ini terbukti karena tidak terbentuk zona hambat pada agar darah dan tidak terdapat pengaruh lama kontak ekstrak buah belimbing manis (Averrhoa carambola  terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae secara in vitro. Ekstrak buah belimbing manis tidak memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae.Kata kunci: ekstrak buah belimbing manis, Streptococcus pneumoniae, daya hambat Abstract             Star fruit (Averrhoa carambola is a Indonesian plant that is believed to have medicinal properties. One of the benefits that can be drawn from the juice of star fruit (Averrhoa carambola is the ability to treat strep throat. Strep throat is a bacterial infection caused by Streptococcus pneumoniae. The objective of this study was to determine the inhibitory extract of star fruit (Averrhoa carambola on the growth of the bacterium Streptococcus pneumoniae in vitro. This was an experimental  research  with design

  15. Uji Efektivitas Pestisida terhadap Beberapa Patogen Penyebab Penyakit Penting pada Buah Naga (Hylocereus sp. secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Widiastuti

    2011-12-01

    Full Text Available Problem caused by pathogen in Dragon Fruit (Hylocereus sp. cultivation became very important because it decreased significantly the quantity and quality of the fruit production. This study aims to determine the effectiveness of some pesticides against pathogens that cause diseases of dragon fruit in several plantations in the DIY (Sleman and Kulon Progo and Central Java (Magelang and Batang. Test of fungicide effectiveness was done in vitro on PDA medium (potato dextrose agar by poisoned food technique. The fungicides were mancozeb 80 %, methyl tiofanat 70 %, copper hydroxide 80 %, chlorotalonil 75 %, mancozeb 64 % + metalaxyl 4 %, mancozeb karbendazim 73.8 % + 6.8 %,benomyl 50 % at a concentration of 1g/L. The bactericides used were streptomycin sulfate 20 % and oxytetracycline 150 AL with each concentration of 1 g/L and 1 mL /L. The results showed that benomyl 50 % was the most effective fungicide to suppress the growth of Fusarium sp. (brown spot, Colletotrichum sp. (anthracnose and Pestalotiopsis sp. (scab, followed by mancozeb 73.8 % +karbendazim 6.8 % and 73.8 % mancozeb. Bactericide which was able to suppress the growth of Erwinia sp. (stem rot was streptomycin sulfate 20 %.   Gangguan patogen pada buah naga (Hylocereus sp. saat ini menjadi masalah penting karena secara signifikan menurunkan kuantitas dan kualitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan beberapa pestisida terhadap patogen penyebab penyakit-penyakit penting pada tanaman buah naga yang ditanaman pada beberapa sentra pertanaman di Propinsi DIY (Sleman dan Kulon Progo dan Jawa Tengah (Magelang dan Batang. Uji keefektivan pestisida dilakukan secara in vitro pada medium PDA (potato dextrose agar dengan metode teknik makanan beracun (poisoned food technique. Fungisida yang dipergunakan adalah mankozeb 80%, tiofanat metil 70%, tembaga hidroksida 80%, klorotalonil 75%, mankozeb 64% + metalaksil 4%, mankozeb 73,8% + karbendazim 6,8%, benomil 50% dengan

  16. Pengaruh Simultan Parameter Suhu dan Konsentrasi Larutan NaOH Terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Cellulose Powder pada Proses Delignifikasi Tongkol Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Suprianto

    2015-08-01

    Full Text Available Jagung merupakan sumber karbohidrat ketiga di Indonesia setelah padi dan ketela. Produksi jagung Indonesia meningkat terus menerus selama 10 tahun terakhir, yang diikuti dengan konsekuensi meningkatnya tongkol jagung sebagai produk ikutan pertanian jagung. Jumlah tongkol jagung dapat mencapai 40% dari produksi jagung. Fakta ini menunjukkan semakin tinggi potensi tongkol jagung untuk dapat dimanfaatkan bagi penunjang kehidupan manusia. Pemanfaatan tongkol jagung secara langsung sebagai bahan bakar maupun tidak langsung, yaitu melalui tahapan proses fisika dan kimia, sebelum dimanfaatkan langsung, telah mulai banyak menarik perhatian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi pengolahan tongkol jagung menghasilkan selulosa powder yang dapat digunakan sebagai cellulose gel, selulose membrane filter penjernihan air maupun sebagai bahan baku turunan senyawa selulosa, seperti selulosa asetat, carboxy methyl cellulose dan nitro selulosa.Proses pengolahan tongkol jagung menjadi cellulose prowder dilakukan dalam tiga tahapan proses, masing-masing untuk menghilangkan komponen hemiseluola, lignin dan warna dalam tongkol jagung. Proses tahap pertama menggunakan larutan asam nitrat 7,5% pada suhu 80 o C selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses tahap kedua menggunakan larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi suhu 80 sampai 100 o C dan variasi konsentrasi NaOH dari 1 N sampai 3 N dan selanjutnya proses tahap ketiga menggunakan hydrogen peroksida dengan konsentrasi 4%, suhu 80 o C dan waktu 2 Jam. Keberhasilan proses diidentifikasi dengan kuantitas dan kualitas hasil cellulose powder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang baik dalam tahap proses delignifikasi adalah suhu antara 85 sampai 95 o C dan konsentrasi NaOH antara 1,25 N sampai 2 N. Produk pengolahan dari tongkol jagung, dengan proses tiga tahap ini diperoleh hasil cellulose powder warna putih dengan kadar   selulosa sekitar 88 sampai 90%, dengan yield investor sekitar 30

  17. PENGARUH 2,4-D TERHADAP HIPOKOTIL DAN KOTILEDON KEDELAI VARIETAS SLAMET YANG DITUMBUHKAN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Budisantoso

    2015-02-01

    Full Text Available Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh 2,4-D terhadap pertumbuhan dan perkembangan hipokotil dan kotiledon kedelai varietas Slamet dalam kultur in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL, perlakuan yang dicobakan adalah larutan 2,4-D yang terdiri dari 4 level konsentrasi yaitu 0 mg/L; 20 mg/L; 40 mg/L dan 60 mg/L dan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter perkembangan eksplant yang diamati meliputi prosentase pertumbuhan melalui pembentukan kalus maupun proses embriogenesis, waktu tumbuh kalus, berat basah kalus dan jenis kalus yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplant hipokotil maupun kotiledon kedelai varietas Slamet yang ditumbuhkan dalam media MS dengan perlakuan 2,4-D 20-60 mg/L tidak menghasilkan kalus maupun tanaman melalui proses embriogenesis, eksplant berwarna coklat dan mati. Setelah perlakuan konsentrasi hormon diubah menjadi 0, 5, 10 dan 15 mg/L, kalus tumbuh pada eksplant hipokotil dengan perlakuan 2,4-D 5 mg/L, sedangkan eksplant kotiledon kalus tumbuh pada media dengan perlakuan 2,4-D 15 µM.

  18. UJI ZONA HAMBAT EKSTRAK DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Ririn Chandrika Sari

    2015-04-01

    Full Text Available Resistensi Staphylococcus aureus dan MRSA terhadap antibiotika spektrum luas mendorong berbagai penelitian untuk menemukan senyawa aktif yang sensitif dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan MRSA.Penelitian terhadap aktivitas antimikrobial ekstrak daun putri malu dilakukan dengan metode agar difusi cakram dengan menggunakan metode Kirby-Bauer.Suspensi bakteri disesuaikan dengan standar kekeruhan Mc Farland 0.5. Biakan bakteri dalam cawan petri masing-masing diberikan 6 perlakuan, yaitu kontrol positif (amoxicillin atau vancomycin, kontrol negatif (alkohol, serta ekstrak daun putri malu dengan konsentrasi 25 mcg/ml, 50 mcg/ml, 75 mcg/ml dan 100 mcg/ml. Pertumbuhan Staphylococcus aureus dihambat secara signifikan oleh ekstrak daun putri malu, dengan efek inhibisi pada semua konsentrasi secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (p<0.05. Zona inhibisi Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25 mcg/ml adalah 28.86 mm dan telah memenuhi kriteria sebagai antimikrobial sensitif berdasarkan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI. Inhibisi pertumbuhan MRSA secara signifikan terjadi pada semua konsentrasi ekstrak daun putri malu dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0.00. Zona inhibisi terbesar ditemukan pada konsentrasi 100 mcg/ml dengan diameter sebesar 14.16 mm dan memiliki efek antimikrobial sebanding dengan vancomycin dalam menghambat pertumbuhan MRSA (p=0.186. Hasil uji agar difusi cakram menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam ekstrak daun putri malu memiliki aktivitas antimikrobial yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA secara in vitro.

  19. Audit Secara Prospektif terhadap Antimicrobial Stewardship Program pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yelly Oktavia Sari

    2017-12-01

    Full Text Available Pembedahan yang digunakan sebagai bagian dari pengobatan kanker payudara memiliki potensi risiko infeksi karena pengaruh flora normal pada tubuh dan udara di lingkungan rawat inap. Keefektifan suatu antibiotik dipengaruhi oleh resistensi bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola bakteri, pola sensitifitas antibiotik dan pola penggunaan antibiotik pada pasien kanker payudara di bangsal bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan April - September 2017. Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan metode observasi yang bersifat deskriptif. Pola bakteri pada pasien ditemukan Staphylococcus aureus dan Klebsiella sp. sedangkan pada udara ditemukan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Klebsiella sp. Berdasarkan pola sensitifitas bakteri terhadap antibiotik  selama bulan April-Mei 2017 maka yang tergolong baik (>80% adalah amoksisilin/asam klavulanat dan meropenem sementara pada bulan Agustus-September 2017 adalah meropenem. Pola sensitifitas bakteri udara selama bulan April-Mei 2017 tidak ditemukan yang tergolong baik sedangkan pada bulan Agustus-September 2017 adalah gentamisin, siprofloksasin dan meropenem. Dari total pasien sebanyak 32 orang, yang memenuhi kriteria inklusi hanya 7 orang pasien. Pola penggunaan antibiotik terbanyak pada pasien adalah seftriakson dengan jumlah 7(77,8% dan terjadi perubahan pola sensitifitas antibiotik seftriakson pada bulan April - Mei 2017 yaitu sensitif (66,7% menjadi (33,3% pada bulan Agustus-September 2017. Evaluasi kerasionalan penggunaan antibiotik, diperoleh 6(66,7% tepat obat, 9(100% tepat dosis, 7(77,8% tepat lama pemberian 9(100% tepat rute,7(100% tepat pasien dan 4(45,1% tepat indikasi serta potensi interaksi obat sebanyak 1(14,3% yaitu potensi minor.

  20. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  1. Model Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon Fab, Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal dan Rumput Laut (Gracillaria Sp. Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murachman - -

    2012-05-01

    ,157 mgl-1, H2S 0,025 mgl-1, NO2 0,109 mgl-1, PO4-3 0,461 mgl-1, pH 8,05, TOM 38.635 mgl-1, TSS 176,418 mgl-1, alkalinitas 4,665 mgl-1, suhu 32.96 °C, kadar garam 32,5, BOD 2,88 mgl-1 dan kandungan Pb 0,245 mgl-1. Secara kualitatif dan kuantitatif tingkat produksi udang windu adalah (201.11 kgha-1m-1 dan ikan bandeng (1180,56 kgha-1m-1 pada sistem polikultur tiga komoditas lebih tinggi daripada tingkat produksi di sistem polikultur dua komoditas. Secara kuantitatif diketahui bahwa untuk budidaya udang windu kelimpahan plankton adalah 11,466 ekor tiap liter, pertumbuhan absolut 23,93 g, lemak 0,604, tingkat kelangsungan hidup 53% dan rata-rata ukuran tubuh adalah  34 ekor tiap kg. Parameter untuk budidaya ikan bandeng adalah  kelimpahan plankton adalah 69,845 ekor tiap liter, pertumbuhan absolut 354,99 g, lemak 0,604, tingkat kelangsungan hidup 95% dan rata-rata ukuran tubuh adalah 4,25 ekor tiap kg. Keuntungan finansial pada polikultur tiga komoditas adalah Rp. 20.717.628 dan Rp. 11.924.115 pada polikultur dua komoditas untuk tiap hektar tambak pada satu musim tanam.   Katakunci: polikultur, ikan bandeng, komoditas, udang windu     Abstract Polyculture is an alternative to solving water quality problems leading to decrease of fish production in the ponds. The present research is aimed at establishing the management of polyculture of black tiger prawn, milkfish, and seaweed. This study employs method of case study in Dusun Tanjung Sari, Desa Kupang, sub-district of Jabon, Regency of Sidoarjo. Samples were collected from 18 polyculturers of three commodities (black tiger prawn, milkfish, and seaweed and 20 polyculturers of two commodities (black tiger prawn and milkfish by means of proportional sampling. Variables to be investigated were type of commodity, treatment in the polyculture processes, stocking density, water quality, mangrove forest, social and economic institutions, investment and operational funds, production, quality and fertility of water, and financial

  2. Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Bolu dan Brownies Rambutan (Studi Kasus : Industri Royyan Bakery, Kota Binjai)

    OpenAIRE

    Syaputra, Eka; Lubis, Iskandarini, Satia Negara

    2015-01-01

    Rambutan Kota Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia. Dengan melakukan pengolahan terhadap buah rambutan maka harga jual dapat meningkat, masa simpan menjadi lama dan jangkauan pemasaran lebih luas. Kegiatan pengolahan pasca panen atau agroidustri sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah. Peningkatan nilai tambah produk pertanian dapat dilakukan dari pengolahan secara terpadu yang memperhatikan pengoptimalan setiap tahapan proses dan pemanfaatan hasil sam...

  3. Efektifitas Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum sebagai Additif Pakan dan Antimikrobia terhadap Pertumbuhan Bakteri Anaerob dan Coliform Secara In Vivo pada Ayam Pedaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J.R. Manullang

    2015-10-01

    Full Text Available Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum dikenal sebagai bakteriasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial bubuk jahe terhadap pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (Escherichia coli dan Salmonella sp. secara in vivo pada Broiler. Penelitian ini menggunakan dua puluh empat DOC dengan berat badan 40,7 g. Pemberian bubuk jahe diberikan pada Broiler selama 5 hari dengan konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu, 0,5, 1, dan 1,5% per kg pakan. Peubah yang diamati adalah berat badan, asupan pakan dan koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak jahe merah pada total koloni bakteri yang cenderung menurun dengan semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe merah, semakin tinggi efek hambatan pertumbuhan bakteri. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki sejumlah aktivitas antibakteri untuk pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (E. coli dan Salmonella sp..

  4. ANALISA PENYEBAB PENURUNAN DAYA SAING PRODUK SUSU SAPI DALAM NEGERI TERHADAP SUSU SAPI IMPOR PADA INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU (IPS DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA DAN BARRIER ANALYSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susatyo Nugroho W.P

    2012-02-01

    Full Text Available Produk peternakan sapi perah Indonesia dituntut untuk dapat bersaing ketat dengan produk  negara lain, bukan untuk bersaing pada pasar internasional tapi justru pasar dalam negeri Indonesia. Namun kondisi yang ada pada saat ini, produk susu perah lokal kuantitasnya tidak mampu mencukupi permintaan  Industri Pengolahan Susu (IPS, kualitas tidak memenuhi standard milk codex, dan harga lebih tinggi dari susu impor, membuat peternak lokal kalah bersaing dengan negara-negara pengekspor susu dunia. IPS di Indonesia lebih memilih menggunakan susu impor dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah dari susu lokal. Mengingat kondisi geografi dan ekologis di Indonesia sebenarnya cocok untuk pengembangan peternakan sapi perah (agribisnis persusuan serta besarnya permintaan susu dalam negeri, sebenarnya peternakan sapi perah Indonesia dapat lebih kompetitif. Oleh karena itu penting untuk dilakukan analisa mengidentifikasi akar penyebab masalah dari rendahnya daya saing susu sapi Indonesia terhadap susu sapi impor pada IPS. Analisa yang digunakan adalah analisa dengan metode Fault Tree Analysis (FTA untuk mengetahui akar penyebab terjadinya suatu permasalahan. Sedangkan Barrier Analysis adalah proses sistematik yang digunakan untuk mengidentifikasi hambatan fisik, administrasi dan prosedur atau  mengontrol tindakan pencegahan masalah yang dapat mencegah masalah terjadi kembali. Hasil analisa menunjukkan permasalahan utama lebih dominan disebabkan oleh faktor intern peternakan sendiri. Dari penelusuran akar penyebab permasalahan, dibuat troubleshooting yang berisi petunjuk pemecahan masalah jika permasalahan tersebut terjadi kembali baik troubleshooting permasalahan produktifitas, kuantitas, harga susu segar lokal yang tidak kompetitif terhadap susu segar impor dan rekomendasi tindakan perbaikan yang meliputi aspek man, methode, material, machine, mother nature, dan maintenance. Kata-kunci : daya saing, analisa pohon keputusan,  barrier analysis

  5. Penggunaan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava sebagai Pengawet Pindang Tongkol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2010-06-01

    Full Text Available Penelitian aplikasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava untuk menghambat kemunduran mutu pindang tongkol (Scomber australasicus CV telah dilakukan. Pada penelitian ini digunakan 4 konsentrasi ekstrak daun jambu (0, 3, 6, dan 9% sebagai larutan perebus pada pengolahan pindang tongkol. Perubahan mutu ikan pindang diamati setiap 24 jam secara organoleptik, kimia (TVB, TBA dan mikrobiologi (TPC, kapang, sedangkan pengamatan terhadap perubahan asam lemak dilakukan pada ikan pindang dengan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun jambu sebagai larutan perebus pada pemindangan ikan tongkol mampu menghambat peningkatan kadar TBA dan menekan oksidasi asam lemak tidak jenuh, tetapi tidak mampu menghambat peningkatan kadar TVB dan pertumbuhan mikroorganisme selama penyimpanan pada suhu ruang. Meskipun penggunaan ekstrak daun jambu menyebabkan warna pindang cenderung menjadi lebih gelap (kecoklatan, pindang tongkol yang direbus dengan ekstrak daun jambu mempunyai intensitas bau dan rasa tengik yang sangat rendah dan tekstur yang lebih baik bila disbanding kontrol. Perlakuan ekstrak daun jambu yang paling efektif sebagai pengawet pindang tongkol dengan nilai sensori terbaik adalah perlakuan ekstrak daun jambu pada konsentrasi 9%.

  6. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  7. PERMODELAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU YANG BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS PULAU RAAS KABUPATEN SUMENEP MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Waluyo

    2013-04-01

    Full Text Available Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak pulau baik yang bernama maupun yang belum bernama. Salah satunya adalah pulau Raas Madura, dimana pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah di sepanjang garis pantainya. Dibalik melimpahnya sumber daya alam tersebut masih terdapat masyarakat yang sebagian besar prasejahtera. Pemanfaatan yang berlebih (over exploitation dan krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk memperoleh sumber daya alam yang tersisa sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sistem pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang secara terpadu yang dapat mengatisipasi terjadinya degradasi sumber daya alam tersebut. Upaya ini harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan kesejahteraan mayarakat di darah pesisir di pulau-pulau kecil. Kata kunci : sumber daya alam, Over exploitation, degradasi, pengelolaan terpadu MODELLING OF COMMUNITY BASED INTEGRATED COASTAL AND SMALL ISLAND MANAGEMENT (CASE STUDY OF RAAS ISLAND SUMENEP DISTRICT MADURA Indonesia is a maritime nation consists of small islands. One of them is the Raas island of Madura. This island has abundant natural resources along its coastline however most of the population lives under the poverty line. Over exploitation of fisheries resources and economic crisis caused competition to obtain the remaining of natural resources resulting in the degradation of natural resources. Integrated coastal and small island management is expected to prevent the degradation. This effort should be supported by the government in order to provide prosperity for the coastal community.Key words : natural resources, over exploitation, degradation, integrated management

  8. IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK ETANOL DAUN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss SEBAGAI ANTIBAKTERI SECARA KLT-BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Stahpylococcus aureus DAN Escherichia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurfijrin Ramadhani

    2017-03-01

    Full Text Available Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya sarana kesehatan membuat penyakit infeksi semakin meningkat. Pengobatan secara alami sekarang menjadi pilihan baru sebagai antibakteri, salah satunya adalah mimba. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun mimba dapat menghambat pertumbuhan bakteri, akan tetapi belum diketahui senyawa apa yang berperan sebagai antibakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di dalam daun mimba senyawa yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan dengan metode KLT Bioautografi langsung, dimana hasil maserasi esktrak etanol daun mimba yang telah dielusi ditempelkan ke media yang telah ditanami bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Zona hambat yang terbentuk dilakukan identifikasi senyawa dengan menggunakan pereaksi semprot Dragendorf, FeCl3, Sitroborat, Lieberman Bouchardat, dan SbCl3. Hasil uji KLT-Bioautografi menunjukkan bahwa daun mimba dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona bening masing-masing dengan Rf 0,4 pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diduga adalah senyawa saponin dimana terbentuk warna ungu dengan pereaksi SbCl3.

  9. LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei BERSALINITAS RENDAH (Constructed Wetland for Remediation of Brackish Wastewater from White Shrimp (Litopenaeus vannamaei Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Raharjo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. ABSTRACT The amount of wastewater shrimp cultivation is relatively/too much, contains a variety of pollutants and potentially pollute the environment. In other side, The wastewater can be treated and also recirculated in shrimp cultivation systems. The purpose of research is to investigate the ability of flow water surface-constructed wetland system (FWS-CWs that planted vetiver grass (Chrysopogon zizanioides, L that removes of pollutants (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43- from wastewater vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamaei on conditions mesohaline and with the aim of evaluating the performance of the system. The results of the research indicate that FWS-CWs able to eliminate the parameters significantly of NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43-. Vetiver grass could grow on mesohaline conditions and it can perform remediation of the wastewater. Uptake of

  10. ANALISIS PROSPEK INDUSTRI PENGOLAHAN KERUPUK IKAN PATIN ”INTAN SARI” DI MARTAPURA, KABUPATEN BANJAR (PROSPECT ANALYSIS OF CATFISH CRACKERS PROCESSING INDUSTRY "INTAN SARI" IN MARTAPURA, BANJAR DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leila Ariyani Sofia

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1 proses pembuatan kerupuk ikan patin, (2 besarnya keuntungan dan tingkat efisiensi usaha, (3 kelayakan usaha, (4 pemasaran produk, (5 tingkat kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (6 prospek dalam pengembangan usaha.  Hasil penelitian ini adalah  (1 proses pembuatan kerupuk ikan patin terdiri penyiangan ikan, pelumatan daging ikan, pengadonan, pengukusan, pengirisan, dan penjemuran, serta pengemasan; (2 Keuntungan yang diperoleh pada usaha ini adalah Rp 1.213.011,00/tahun dan nilai R/C Ratio yaitu sebesar 1,18; (3 Usaha kerupuk ikan patin secara finansal layak untuk diteruskan dengan waktu pengembalian modal investasi cukup pendek (lebih kurang 4 bulan; (4 Saluran distribusi kerupuk ikan patin dengan cara semi-langsung dan daerah pemasaran meliputi Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Palangkaraya dan Kapuas (Kalimantan Tengah, dan Samarinda (Kalimantan Timur: (5 Manajemen yang ada pada usaha kerupuk ikan patin ini dilakukan oleh satu orang dan dibantu oleh bawahannya untuk masing-masing bagian sehingga belum ada pembagian tugas yang mendasar antara berbagai fungsi; (6 Hasil dari analisis faktor internal dan faktor eksternal, yaitu antara lain: penambahan kapasitas produksi, perluasan pasar, peningkatan pelayanan jasa, harga produk yang bersaing, perbaikan manajemen usaha, serta pengetahuan tentang selera konsumen. The purpose of this research is to determine: (1 the process of making fish crackers catfish, (2 the level of profits and business efficiency, (3 the feasibility of the business, (4 marketing the product, (5 the level of weaknesses, strengths, opportunities, and threat (6 to improve their business prospects. The results of this research are (1 the process of making fish crackers weeding catfish consists of fish, to grind the fish meat, mixed, steaming, slicing, and drying, and packaging; (2 The profit in this business is IDR 1,213,011.00/year and the value of R/C ratio in the

  11. Perbandingan Efektivitas Daya Hambat Kotrimoksazol Generik dan Paten terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli sebagai Penyebab Infeksi Saluran Kemih secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puti Anggun Sari

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan setelah infeksi saluran napas. Penyebab terbanyak infeksi saluran kemih adalah Escherichia coli. Kotrimoksazol merupakan kombinasi dari dua obat yaitu trimetoprim dan sulfametoksazol serta salah satu contoh antibiotik yang merupakan first-line therapy untuk infeksi saluran kemih. Kotrimoksazol terbagi menjadi dua jenis obat yaitu obat generik dan paten. Akan tetapi, belakangan ini penggunaan obat generik mulai menurun di masyarakat dan masyarakat cenderung meragukan kualitasnya. Padahal masyarakat yang akan diuntungkan jika mengetahui mutu obat generik tidak kalah dengan obat paten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas daya hambat kotrimoksazol generik dan paten terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebagai penyebab infeksi saluran kemih secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan 19 sampel isolat bakteri dari pasien infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli di RSUP Dr. M. Djamil yang ditentukan rumus minimal adequate sample size menggunakan metode difusi cakram dan dilihat perbandingan antara zona bebas kuman yang dibentuk oleh obat generik dan paten tersebut. Data yang diperoleh akan diolah secara statistik dengan uji hipotesis t-independent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 17 sampel tidak didapatkan zona bebas kuman baik pada kotrimoksazol generik atau paten. Sedangkan pada 2 sampel lainnya didapatkan zona bebas kuman pada kedua obat kotrimoksazol generik dan paten. Setelah dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS dengan uji t-independent test didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara sensitivitas bakteri Escherichia coli penyebab infeksi saluran kemih terhadap kotrimoksazol generik dan paten. Sedangkan resistensi yang terjadi pada 17 sampel lain diduga disebabkan penggunaan

  12. ANALISIS STRATEGI PENANGANAN RISIKO KEKURANGAN PASOKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT: KASUS DI SULAWESI SELATAN (A Risk Handling Strategy for Supply Shortage in Seaweed Agro-Industry: A Case in South Celebes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarinah Sarinah

    2015-09-01

    Full Text Available production processes. It is critical in the sense that it can be employed to identify any potential risks before they be used to reduce the potential shortage of dried seaweed supply needed by PT XYZ using pemasok selection. This supply chain model. The best selected suppliers were determined through assessing different assigned weights to the criteria and sub-criteria constructed in a Analytic Hierarchy Process (AHP tree. PT XYZ is an alkali treated cottoni (ATC chips and SRC powder supplier network with low risk supply chain partnership. Keywords: Supplier selection, supply chain risk management, MFMEA, AHP   ABSTRAK   Strategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya. Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode  risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah. Kata kunci: Pemilihan pemasok, manajemen risiko rantai pasok, MFMEA, AHP

  13. PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

    OpenAIRE

    Dene Herwanto; Acep Purnama; Adi Prianto; Kristian Adi

    2016-01-01

    Salah satu pekerjaan yang masih dilakukan secara manual di PT. Yushiro Indonesia adalah penuangan bahan baku berupa cairan kimia pada saat proses pencampuran bahan. Pada saat penuangan cairan kimia tersebut, operator banyak melakukan aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan tidak alami, sehingga timbul beberapa keluhan muskuloskeletal, seperti sakit pinggang, sakit punggung, sakit leher, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RWL dan LI yang terjadi dalam pros...

  14. APLIKASI PENGOLAHAN POLUTAN ANION KHROM(VI DENGAN MENGGUNAKAN AGEN PENUKAR ION HYDROTALCIT ZN-AI-SO4 (Synthesis of and its Application to Treat Chrom(VI Pollutant Using Hydrotalcite Zn-Al_SO4 as Anion Exchanger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roto Roto

    2009-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Keberadaan logam khrom di dalam sistem perairan bersifat polutan yang harus ditangani dengan baik, dan untuk khrom (Vl yang sering dijumpai dalam bentuk anion dapat diolah dengan menggunakan mekanisme pertukaran ion. Suatu agen penukar anion telah dibuat berupa senyawa hidrotalsit Zn-Al-SOa melalui proses sintesis, karakterisasi serta dilakukan pula pengujian aplikasinya untuk pengurangan polutant anion khrom (VI dalam bentuk ion dikromat. Sintesis hidrotalsit Zn-Al-SOa dilakukan dengan metode stoikiometri pada pH 8 dan perlakuan hidrotermal. Aplikasi pertukaran dikromat dengan anion sulfat dalam antar lapis hidrotalsit serta uji regenerasi bahan diamati dengan bantuan analisis struktur dan analisis kinetika reaksi pertukaran. Produk pertukaran ion dikarakterisasi dengan XRD, spektrofotometri IR dan spektrometri serapan atom. Rumus kimia hidrotalsit produk diketahui adalah Zn0,74Al0,26(OH1,74(SO40,13.0,52H2O. Anion dikromat dapat menukar sulfat dalam antarlapis hidrotalsit yang ditunjukkan dalam spektra IR dan pola XRD. Kapasitas pertukaran anion untuk dikromat diketahui 216,84 mek/100 g, sedangkan kinetika reaksi pertukaran ion mengikuti orde dua dengan k = 3 x 10-8 ppm-1.detik-1. Hasil menunjukkan Zn-Al-Cr2O7 dapat mudah diregenerasi.    ABSTRACT  Chrom as pollutant in aquatics system usually establishes as crom (VI and should be worked with special treatment and as an example is ion exchanger. Material Zn-Al-SO4 hydrotalcite product have been synthesized and its application as anion exchanger for dichromate have been studied. Synthesis of Zn-Al-SO4 hydrotalcite was carried out by stoichiometric method at pH 8 and hydrothermal treatment. Sulphate in hydrotalcite interlayer was exchanged by dichromate. Kinetics of ion exchange was also investigated. The product of ion exchange was characterized by XRD, IR spectrophotometry and atomic adsorption  spectrometry. The chemical formula of the  hydrotalcite is Zn0.74Al0.26(OH1.74(SO4 0

  15. PENGARUH UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN FUNGSIONAL KARAGENAN Effect of Harvest Time of Seaweed Eucheuma cottonii on Physical, Chemical and Fungsional Properties of Carra- geenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djagal W. Marseno

    2012-05-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of different harvesting times of Eucheuma cottonii on both physical, chemical and functional properties of carrageenan. Seaweed Eucheuma cottonii was obtained from water territorial of Tablolong Kupang. The study was carried out into two steps. The first step was to investigate the effect of harvesting time of 30, 45, and 60 days after planting on physical and chemical properties of obtained carrageenan. The second step was to study the effect of functional properties of obtained carrageenan on viscocity and the stability of tomato sauce. The results showed that seaweed which was harvested in 45 days after planting has good physical and chemical properties of carrageenan in term of moisture 12.45 %; protein 5.03 %; extract ether 1.40 %; ash 21.29 %; carbohy- drate 72.28 %; sulphate 19.69 %; and crude extract 48.20 %. The obtained carrageenan at concentration of 1,5%, also give highest viscocity of 11.50-45 cps and gel strength of 0.8961-4.0709 kg/cm2. Further identification show that the obtained carrageenan produced was classified as kappa carrageenan and at 0,2 % (w/v was able to stabilize tomato sauce up to 86 % and viscosity of 60 cps after 2 weeks of storage at room temperature. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengkaji sifat fisik dan kimia karagenan yang diperoleh dari rumput laut Eucheuma cot- tonii pada umur panen yang berbeda dari perairan Tablolong Kupang dan mengetahui sifat fungsionalnya sebagai stabilizer dan thickener dalam saos tomat. Penelitian diawali dengan menanam rumput laut pada interval tanam yang berbeda, sehingga pada saat panen yang bersamaan diperoleh rumput laut dengan umur yang berbeda yaitu 30, 45,60 hari. Tahap berikutnya adalah ekstraksi dan karakterisasi karaginan yang dihasilkan, kemudian aplikasi karaginan yang diperoleh untuk menjaga stabilitas viskositas saos tomat pada konsentrasi karagenan (0,1 %, 0,15 %, 0,2 % b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  16. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Disturbance Body Terhadap Karakteristik Aliran Yang Melintasi Sebuah Silinder Sirkular Yang Tersusun Secara Tandem Dalam Saluran Sempit ”Studi Kasus Untuk Disturbance Body Berulir Dan Polos Dengan Rasio Diameter D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pratista Hariyanto

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aliran yang melintasi silinder sirkular yang tersusun tandem yang ditempatkan pada saluran sempit. Adapun penelitian ini juga berusaha untuk mereduksi gaya hambat yang terjadi dengan menggunakan sebuah disturbance body yang memiliki rasio yang d/D=0.1dengan kondisi permukaan polos dan berulir dengan rasio jarap gap L/D = 2.0. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara meletakkan silinder sirkular (D= 37.5mm dalam sebuah terowongan udara saluran sempit berpenampang bujur sangkar (h=125mm dengan bilangan Reynolds sebesar 1.16x102 (berdasarkan diameter hidrolis saluran dan kecepatan freestream. Tekanan diukur dengan pressure tap yang terpasang pada permukaan silinder sirkular dan pada test section terowongan angin (inlet dan outlet. Sedangkan profil kecepatan aliran didapatkan dengan menggunakan pitot static tube yang dipasang dibelakang silinder sirkular.

  17. ANALISIS BEBERAPA UNSUR KIMIA KOMPOS Azolla mycrophylla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Utami Lestari

    2018-02-01

    Full Text Available The most consumed part of the plants is the leaf part so that the fertilizer provided should contain high nitrogen (N. The nature of the N fertilizer is volatile and when the rainy season there can be washing.  When plants deficienci nutrients shows symtoms of yellowing leaves so that the application of N fertilizer to the plant must remain unfulfilled.  Azolla is a usable alternative.  Azolla has a high N nutrient content because it is symbiotic with anabaena in binding to free nitrogen in the air.            The purpose of this study was to determine the chemical composition (pH,N,P,K Azolla mycrophylla.  The experiment was conducted experimentally with the first stage of composting azolla after it was done chemical analysis in the laboratory.  The result of this research can be concluded that chemical analysis of Azolla mycrophylla cpmpost is as follows :pH 7,17, N 2,57%, P 0,34%, K 0,03%. 

  18. Kajian Toksikologi dan Penanggulangan Pelepasan Senjata Kimia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariana Raini

    2012-10-01

    Full Text Available A chemical weapon is defined as a substance that is intended for use in military and non­ military operations to kill, seriously injure or otherwise incapacitate people, or to harm or destroy their habitat or economy. Chemical weapons can be made by toxic chemicals reaction. Chemical weapons misused may lead to terror, injury, death and environmental damage. The Chemical Weapons Convention (CWC is an arms control agreement which outlaws the production, stockpiling and use of chemical weapons. CWC is the Convention on the Prohibition of the Development, Production, Stockpiling and Use of Chemical Weapons and on their Destruction.This article describe how to identify chemical weapons, sign and symptom of their toxicity, impact and the chemical weapons convention, in order to handle and control chemical weapons release.   Key words: chemical weapons, precursor, Chemical Weapons Convention

  19. Komponen kimia daun Cinnamomum macrophyllum Miq Lauraceae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andria Agusta

    1997-06-01

    Full Text Available An analysis on the chemical constituents of Cinnnamomum macrophyllum Miq leaves from Halmahera island using combination techniques GCMS was conducted. Total numbers of the constituents which can be detected were 59 consisted of monoterpenes, sesquiterpenes, aromatic hydrocarbons, phenol derivates, alkanes, oxygenated hydrocarbon, alcohols, aldehydes, caboxilix acid and alkaloid aong with eight unidentified compounds (1-8. Leaves of C. macrophyllum contained bioactive compound such as limonene, isoeugenol, methyleugenon, safrole, vitamin E, furfuraldehyde, 2-furan-carboxaldehyde and 7-methyl xanthine.

  20. Kajian Toksikologi dan Penanggulangan Pelepasan Senjata Kimia

    OpenAIRE

    Raini, Mariana

    2009-01-01

    A chemical weapon is defined as a substance that is intended for use in military and non­ military operations to kill, seriously injure or otherwise incapacitate people, or to harm or destroy their habitat or economy. Chemical weapons can be made by toxic chemicals reaction. Chemical weapons misused may lead to terror, injury, death and environmental damage. The Chemical Weapons Convention (CWC) is an arms control agreement which outlaws the production, stockpiling and use of chemical weapons...

  1. UJI KRITERIA INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Yustika

    2015-11-01

    Full Text Available This research was conducted with descriptive method to determine the results of assessment criteria for learning outcomes instrument in chemistry subject of class XI. The test include the analysis of the validity, difficulty index, level of matter, distractor effectiveness and reliability of the odd semester final examination in the academic year 2013/2014 chemistry subjects at a Public Senior High School of Ambarawa and a Public Islamic Senior High School of Suruh. Form of matter that is analyzed is multiple choice, with total 40 items. Based on the test results in Public Senior High School of Ambarawa, it is known that 27 items valid, by about C1/know up to C3/apply level. There are 3 tems was difficult, 12 items medium, and 25 items easy. Of the total 160 existing distractor items, 89 items classified distractor effective. Instruments classified as reliable because it has a reliability coefficient of 0.70. While the test results in Public Islamic Senior High School of Suruh, 28 items were classified as valid items by about C1/know up to C4/analyze level. There are 10 items was medium and 30 items easy. Effective distractor was 91 items. Instruments classified as reliable because it has a reliability coefficient of 0.81.Keywords: Assessment, Criteria, Instrument

  2. Penanganan Limbah Krom Dengan Metode Destruksi Kimia

    OpenAIRE

    Wiryodiningrat, Suliestiyah; Kismolo, Endro; Prayitno, Prayitno

    2007-01-01

    The treatment of chrome waste water was conducted by chemical destruction method. Chromium recovery process that at the same time lowering the chrome content is considered the best solution so far. The treatment of chrome The treatment of chrome waste water was done by chemical process using Magnesium Oxide and Lime to produce Sludge of Chromium performed. By the process of chemical destruction method using Sulphuric Acid, Chrome Sulphate or Chromosal powder that can be used as an alternative...

  3. Penanganan limbah krom dengan metode destruksi kimia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suliestiyah Wiryodiningrat

    2007-06-01

    Full Text Available The treatment of chrome waste water was conducted by chemical destruction method. Chromium recovery process that at the same time lowering the chrome content is considered the best solution so far. The treatment of chrome The treatment of chrome waste water was done by chemical process using Magnesium Oxide and Lime to produce Sludge of Chromium performed. By the process of chemical destruction method using Sulphuric Acid, Chrome Sulphate or Chromosal powder that can be used as an alternative tanning agent can be obtained. It can be concluded from the research that destruction process of Chrome Hydroxide Sludge of Lime Process requires speed of stirring 100 rpm. At this state, the content of soluble Solid Substance in Chromium Sulphate Liquor was 5.125 g/l, and the solubility of chromosal in water was 99.15%, whereas for Sludge of Chrome Hydoxide from Magnesium Oxide process, the best speed of stirring was 150 rpm, with soluble solid substance in the Chrome Sulphate was 4.085 g/l and solubility of Chromosal powder in water was 99.54%.

  4. Penanganan limbah krom dengan metode destruksi kimia

    OpenAIRE

    Suliestiyah Wiryodiningrat; Endro Kismolo; Prayitno Prayitno

    2007-01-01

    The treatment of chrome waste water was conducted by chemical destruction method. Chromium recovery process that at the same time lowering the chrome content is considered the best solution so far. The treatment of chrome The treatment of chrome waste water was done by chemical process using Magnesium Oxide and Lime to produce Sludge of Chromium performed. By the process of chemical destruction method using Sulphuric Acid, Chrome Sulphate or Chromosal powder that can be used as an alternative...

  5. PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dene Herwanto

    2016-07-01

    Full Text Available Salah satu pekerjaan yang masih dilakukan secara manual di PT. Yushiro Indonesia adalah penuangan bahan baku berupa cairan kimia pada saat proses pencampuran bahan. Pada saat penuangan cairan kimia tersebut, operator banyak melakukan aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan tidak alami, sehingga timbul beberapa keluhan muskuloskeletal, seperti sakit pinggang, sakit punggung, sakit leher, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RWL dan LI yang terjadi dalam proses penuangan cairan kimia selama ini secara berturut-turut adalah 9,7 dan 1,7 yang berarti bahwa pekerjaa yang dilakukan mengandung resiko terjadinya keluhan. Untuk mengatasi hal itu, selanjutnya dilakukan modifikasi pada alat bantu, yang sebelumnya menggunakan trolley diganti dengan table lifter yang dapat disetel ketinggiannya. Selain itu juga dengan mengubah jarak beban ke pusat tubuh. Hasil modifikasi menunjukkan nilai RWL dan LI berturut-turut sebesar 13,1 dan 0,96. Dengan demikian, modifikasi ini berhasil menurunkan resiko terjadinya muskuloskeletal.

  6. Pelatihan Dan Pendampingan Pengolahan Komoditi Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Metasari Kartika

    2018-03-01

    ABSTRACT                 The objective of Science and Technology activity for community  of Kalimas Village through Coconut Commodity Diversification in collaboration with both partners, which are Jaya Mas Farmer Group and Family Welfare Program Group of Kalimas village, is to increase the partners’ income by producing and marketing coconut commodity diversification product (nata de coco. The problems faced by the first partner, Jaya Mas Farmer Group, are the lack of knowledge about coconut commodity diversification, the low coconut farmer income, the lack of knowledge in marketing the products, and their surrender behavior of current condition. While the problems faced by the second partner, Family Welfare Program Group of Kalimas Village, are the lack of productive activities and uninformed about how to market the products. Based on these problems, both parties agreed to process a part of coconut that is wasted (the coconut water that is in fact, economically valuable if produced into its derivate product (nata de coco product. Thus, the executing methods used in this activity are: (1 give the information of study result related to the featured product in that area, (2 workshop and supervision of soft skill about work motivation and creative thinking, (3 workshop and supervision of nata de coconata de coco production, and (4 workshop and supervision related to marketing. The result of this activity is the improvement in knowledge and skill of these partners, the creation of nata Kalimas product, publication using mass media, as well as Instagram and e-mail account for marketing product online.  Keywords: Diversification, Coconut, Nata, Workshop, Supervision

  7. PENTAHO SEBAGAI SOLUSI MASALAH PENGOLAHAN DATABASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurtriana Hidayati

    2012-01-01

    Full Text Available Information is the result of data processing plays an important role in anorganization, especially in decision-making process. Pentaho application of Intelligent Business Products is one of the technologies for collecting, storing, analyzing, and providing access to data to help enterprise users make better business decisions. Pentaho has a function as reporting, analysis, dashboards, data integration (ETL and data mining. Pentaho is better to manage large and complex data and be able to complete the functional organization.

  8. PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL PELAPISAN LOGAM

    OpenAIRE

    Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman

    2017-01-01

    Water pollution in Jakarta area, especially river and shallow groundwater, had become a very serious problem. Pollution problem caused by small industrial activities had not been got attetion. Some activities, which often cause water pollution problem, were wastewater from electroplating small industry. This wastewater was one of the most potential pollutant sources, because it contains high concentration of heavy metal pollutant such as Fe, Ni, Zn, Cr, ect. To anticipate its negative effect ...

  9. PEMANFAATAN METODE AERASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH BERMINYAK

    OpenAIRE

    Made Arsawan; I Wayan Budiarsa Suyasa; Wayan Suarna

    2012-01-01

    Oily waste can pollute environment. One of the method used to process the oily waste is aerationmethod. This researce is carried out by taking oily waste PT. Indonesia Power Business Unit Electric PowerStation Bali at Pasanggaran Denpasar, aimed at increase quality of the waste.The sampel used is waste of PT. Indonesia Power Electric Power Station Business Unit of Bali. Thesampel is intercepted and retained in a retaining box, and 11,12 litters are then taken to be put intotreatment tank. Aer...

  10. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN SABUT KELAPA NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. H. Intan

    2011-08-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Empowerment of social economic resourceprograms must be able to conduct public economy dynamic which be based atvillage or country town. These programs must be able to achieve seven goals,such as rising public income and net export income; founding industrialstructure based on the strength of Small-Medium Enterprises; founding thefoundation of economic transition to industrial age by developing forces ofagribusiness and agroindustrial system; achieving global competitive advantageby increasing productivity, innovation, and effective technology dissemination;increasing quality product as well as the global quality standars; and creatingeconomic development to attain sustainability of high economics activity andperformance and keep sustainable quality environment.Coir processing industry is one of Indonesia isindustrial sub sector which was identified having the ability to achieve thesegoals. Several logical reasons are pointed out, such as that Indonesia has greatest coconut planted areas(about 3.76 Million hectares or 31.4 percent of coconut planted areas in theworld, so that Indonesiaget 24.4 percent of coconut production share in the world. Contrast with coirexport share, Indonesiahas only about 0.6 percent (595 MT of the world export market share. Untilyear 2000, Indonesiause only about 0.06 potential resources of coir production. So that, TheNational Coir Industry has strategic position ang high prospect will be developedat the next time.This article discuss and describeseveral topics to support the Indonesian Coir Industry Development Program,such as mapping Coir Industrial Development Areas based on the potency ofcoconut production and plated area; economic of Industrial scales analysis,structure of industrial development system, feasibility study (financial andeconomic analysis, Analysis of Domestic Resources Cost, Domestic ResourcesCost Ratio and Affective Rate Protection, Finally, this article describe statedprocess of coir industry development strategy and stated strategyrecommendation to stakeholders.                                            

  11. PEMANFAATAN METODE AERASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH BERMINYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arsawan

    2012-11-01

    Full Text Available Oily waste can pollute environment. One of the method used to process the oily waste is aerationmethod. This researce is carried out by taking oily waste PT. Indonesia Power Business Unit Electric PowerStation Bali at Pasanggaran Denpasar, aimed at increase quality of the waste.The sampel used is waste of PT. Indonesia Power Electric Power Station Business Unit of Bali. Thesampel is intercepted and retained in a retaining box, and 11,12 litters are then taken to be put intotreatment tank. Aeration treatment duration given varies, such as 12 hours, 24 hours, 48 hours, and 72 hoursfor the sampel with air flow speed of 0,6m/s. The treatment is also done with adding sampel with mud of 1%of the whole sampel volume. The relation between Aerating duration with oil contents, oil layer, BOD value,COD value, TDS value and TSS value will be analyzed with simple correlation and descriptive analysis.Aeration treatment can reduce the contents of oil in waste and separate oil accumulated in the waterso that the oil can be depressed up. Aeration treatment can also lower BOD value, COD value, TDS valueand TSS value because giving oxygen in to waste will meet the needs of oxygen of disentanglingmicroorganism in the waste water and the needs of oxygen for oxidation of chemicals in the waste.Therefore, aeration treatment can increase quality of the waste.

  12. KAROTENOID PADA ALGAE: KAJIAN TENTANG BIOSINTESIS, DISTRIBUSI SERTA FUNGSI KAROTENOID

    OpenAIRE

    Merdekawati, Windu; Karwur, Ferry F.; Susanto, A. B.

    2017-01-01

    ABSTRAK   Karotenoid terdistribusi pada archaea, bakteri, jamur, tumbuhan, hewan serta algae. Karotenoid dihasilkan dari komponen isopentenyl pyrophosphate (IPP) yang mengalami proses secara bertahap untuk membentuk beragam jenis karotenoid. Terdapat dua kelompok karotenoid yaitu karoten dan xantofil dengan berbagai jenis turunannya. Struktur kimia pada karotenoid algae yaitu allene, acetylene serta acetylated carotenoids. Algae mempunyai karotenoid spesifik yang menarik untuk dipe...

  13. SISTEM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG PADA WATER POND DAN APLIKASI MODEL ENCAPSULATION IN-PIT DISPOSAL PADA WASTE DUMP TAMBANG BATUBARA (Acid Mine Drainage Treatment System in Water Pond and Application of Encapsulation In-Pit Disposal Model in Waste Dump

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy R. Erwin Wijaya

    2010-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kegiatan pertambangan batubara umumnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan di lokasi penambangan. Salah satu dampak negatif yang signifikan adalah terjadinya pencemaran air asam tambang yang dapat merusak fungsi lingkungan seperti komponen air dan tanah. Umumnya lokasi tambang batubara yang berpotensi besar sebagai sumber terbentuknya air asam tambang adalah kolam penampungan air tambang (water pond dan tempat penimbunan material buangan sulfida (waste dump. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan rembesan air asam tambang yang berasal dari kolam penampungan air (water pond dan mengurangi terbentuknya air asam tambang pada tempat penimbunan material buangan sulfida (waste dunp. Sistem pengendalian pencemaran air asam tambang meliputi pengolahan air asam tambang (water pond dan pengelolaan material sulfida (waste dump. Metode pengolahan air asam tambang adalah menetralisasi air asam dengan reagen alkali. Reagen alkali yang paling efektif dan ekonomis adalah batugamping (kalsium karbonat. Jumlah batugamping yang dibutuhkan untuk menetralkan air asam lambang pada water pond (5040 m3 sebesar 104,56 kg. Pengelolaan material buangan sulfida (waste dump adalah menerapkan model encapsulation in-pit disposal. Hal ini sangat efektif untuk mencegah terbentuknya air asam tambang. Material perlapisan yang digunakan adalah lempung (clay, karena mempunyai nilai permeabilitas yang sangat kecil yaitu sebesar 2,3148 x 10-9 m/det dan ketersediaannya mencukupi.   ABSTRACT Coal mining activity generally can generate negative impact to environment on mining location. One of the negative impact is contamination of acid mine drainage which able to destroy environment and ecosystem as water and soil. High potency source of acid mine drainage formed on coal mining location are water pond and waste dump. This aim of the research are control of acid mine drainage from water pond and prevention of acid mine drainage formed on the waste dump

  14. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH ORGANIK ZERO WASTE DI KABUPATEN TEGAL (STUDI KASUS DI TPA PENUJAH KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muiz Liddinillah Sanfiyan

    2017-12-01

    Full Text Available Permasalahan sistem pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Tegal adalah masih menggunakan sistem Open Dumping. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Tegal pada tahun 2016, komposisi sampah organik adalah yang terbesar kedua setelah sampah plastik dan sangat berpotensi mengalami penambahan setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan pembangkit listrik tenaga sampah organik zero waste di Kabupaten Tegal, dengan studi kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA sampah Penujah. Objek dalam penelitian ini adalah sistem pengolahan sampah organik yang ada di Kabupaten Tegal dengan menggunakan sistem pengolahan sampah zero waste. Sistem pengolahan sampah organik zero waste adalah sistem pengolahan sampah yang tidak menghasilkan sampah kembali. Jadi, diharapkan jumlah sampah organik akan berkurang secara bertahap. Sampah organik dapat dirubah menjadi biogas melalui proses fermentasi yang dibantu oleh bakteri secara anaerob di dalam reaktor biodigester. Biogas tersebut ditampung di dalam tempat penampungan untuk kemudian didistribusikan ke dalam genset biogas sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sisa pengolahan biogas dapat dirubah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos yang bernilai ekonomis.

  15. PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK DASAR BERBASIS MULTIMEDIA BAGI MAHASISWA CALON GURU KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Haryani

    2013-02-01

    Full Text Available This research aims to design multimedia based teaching materials model of Basic Analytical Chemistry that oriented on the explanation of macroscopic and microscopic level and symbolic, and its implementation to improve the mastery of science concepts and labwork skills of student teacher candidates. The subjects consisted of 27 and 30 students of chemistry education study program who take Basic Analytical Chemistry lecture as control and experimental group respectively. Quasi-experimental design with pretest - posttest control group used in this study, and the differences of pre and post-tests result were assumed as the effects of the treatment. Mastery of concepts and skills of science process measured by description test was analyzed by comparing the value of the normalized gain (N-gain, whereas questionnaires students feedback was analysed with descriptive percentage. Learning basic analytical chemistry using a CD-oriented learning material that oriented on the structure of matter on acid-base and permanganometric titration can improve mastery of concepts and skills of science proces. The highest indicators of science process skills was classifying and the lowest was hypothesize capabilities. The advantages of learning implementations were increasing mastery of the concepts and science process skills and making a fun learning experience among the students.

  16. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN GURU KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs Liliasari

    2015-01-01

    Full Text Available The aim of the research is to improve chemistry teacher training program quality, use Analytical Chemistry Teaching Model (MPKA. The improvement should be on student higher order thinking skills. The model is consisting of 23 concepts, which include concepts that name process, concepts that have no perceptible instances, concepts which require knowledge of principles, concepts involving symbolic representation, formula and equation. Those concepts arrange in nine hierarchies on concept map. The model of teaching uses: (a concept and science process skill approach; (b problem solving and lecture method, and also laboratory activities; (c transparency and power point media; (d essay test. Critical thinking skills developed by the model are elementary clarification, basic support, inference and strategy and tactics. Creative thinking skills developed by the model are: (1 encouraging elegant solution of collision conflict, unsolved mysteries; (2 practicing the creative problem solving process in disciplined systematic manner in dealing with the problem and information at hand; (3 examining fantasies to find solution of real problems; (4 heightening anticipation only enough structure to give clues and direction. The model has been implemented to 82 students in three teacher’s training institutions (LPTK in Java and Bali. The model improves students’ comprehension in Chemistry concepts. It also develops three kinds of logics: group inclusion, proportional and combinatorial. Therefore it is suggested to develop similar models for other courses in perspectives chemistry teachers training program. Key words: Model of teaching, analytical chemistry, critical and creative thinking skills, quality improvement.

  17. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN GURU KIMIA

    OpenAIRE

    Mrs Liliasari; Mrs Siti Darsati

    2015-01-01

    The aim of the research is to improve chemistry teacher training program quality, use Analytical Chemistry Teaching Model (MPKA). The improvement should be on student higher order thinking skills. The model is consisting of 23 concepts, which include concepts that name process, concepts that have no perceptible instances, concepts which require knowledge of principles, concepts involving symbolic representation, formula and equation. Those concepts arrange in nine hierarchies on concept map. ...

  18. ANALISIS POLA INTERAKSI SERANGGA-GLMA PADA EKOSISTEM SAWAH SURJAN DAN LEMBARAN YANG DIKELOLA SECARA ORGANIK DAN KONVENSIONAL (Analysis of Insect-Weed Interaction Pattern in Surjan and Lembaran Rice Farm Ecosystems under Organic and Conventional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tien Aminatun

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur food web dalam pola interaksi serangga-gulma pada ekosistem sawah surjan dan lembaran yang dikelola secara organik dan konvensional.        Penelitian dilakukan pada enam petak sawah surjan dan enam petak sawah lembaran di daerah Kulon Progo dalam dua musim tanam pada bulan Desember 2009 sampai Juli 2010.  Baik sawah surjan maupun sawah lembaran, masing-masing dibedakan dalam dua pengelolaan, yaitu pengelolaan organik dan konvensional, dengan ulangan masing-masing tiga petak.  Lima plot ukuran 1x1 m ditempatkan pada masing-masing petak yang tidak diubah posisinya sampai berakhir satu musim tanam. Inti dari penelitian lapangan ini adalah menghitung jenis dan kelimpahan gulma setiap tiga minggu sekali untuk setiap petak, demikian juga untuk jenis dan kelimpahan dari serangga herbivora untuk setiap jenis tanaman/gulma pada setiap plot. Analisis data dilakukan dengan program Bipartite in R statistics 2.12.0, dan dilakukan uji pengaruh tipe sawah dan cara pengelolaan lahan terhadap struktur dan network level (jumlah jenis trofik atas, jumlah jenis trofik bawah, keterhubungan, diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi dengan menggunakan General Linear Model (GLM dalam program SPSS 17.0. Hasil penelitian sawah surjan yang dikelola secara organik mempunyai pola interaksi serangga-gulma yang lebih kompleks dengan lebih banyak link interaksi, jumlah jenis trofik atas dan bawah, indeks diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi yang lebih tinggi, serta keterhubungan (connectance yang lebih rendah.  ABSRACT The aims of this research was to analyse food web structure of insect-weed interaction in surjan and lembaran rice field ecosystems under organic and conventional managements. We observed six rice fields of local farms called “surjan” rice fields, and six rice fields of “lembaran” farms in Kulon Progo District, central Java, in two planting seasons in December 2009 until

  19. DAMPAK PACARAN SECARA HOLISTIK TERHADAP REMAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmah Hikmah

    2014-04-01

    Full Text Available Thisstudy aims at knowing the impact of going to the physical, psychological, social, spiritual (holistic inclass X and XI in MAN 1 Wates in 2013. The reason this research because the results obtained from in-depth interviews in 4 students MAN 1 Wates lackof knowledge about the courtship activities and impactso there are irregularities in the reproductive organs as well as the impact of physical,psychological,social and spiritual students. The method used by the Qualitative Quantitative Descriptivesampling technique used "Simple Random Sampling". Quantitative respondents in this study werestudents of class X and XI as many as 181 people, while respondents in-depth qualitative interviews withas many as 4 people. The results showed that there is going to impact as much as 75.2 % physical, 74%psychological, social as much as 73.5 %, 76.7 % and spiritual as much as 52.5 % holistic impact. ForMAN 1 Wates is expected to provide the facilities and infrastructure to provide information onreproductive health knowledge and prevention of courtship holistic impact both on the parents and to thestudents directly through counseling and peer group .

  20. BELAJAR BAHASA SECARA HOLISTIK: APAKAH PANDANGAN MURID ?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkifli Osman

    2013-10-01

      Learning Language by Holistic Approach: What Atudent’s View”. A variety of teaching approaches such as structural approach, code-cognitive, communicative was implemented in the classroom. These approaches have their own specific strength and weakness. The cod-cognitive approach emphasizes on the ability of the students to mastering the language competence. The communicative approach likewise to enhance on the communication process only. The purpose of this study is to introduce the implementation of the holistic approach in teaching of the Malay Language to ensure pupils are able to learn the language as a whole or holistic. In order to obtain the student’s views on the implementation of this approach, questionnaire and semi-structured interview was implemented. Document analysis also used in order to support the data. One hundred and twenty five students are involved in this study whose consist of three classes of Form Four (SMA. Questionnaires and interviews were administered to the students after teaching modules run. Results showed that the language process by using the holistic approach is more attractive. This approach is able to increase the student’s motivation and language skills. Implications of the study are also discussed Keywords: Learning language, language learning, holistic approach,                   language teaching modules

  1. Perawatan Kasus Diastema Multipel Secara Multidisiplin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadli Jazaldi

    2012-10-01

    Full Text Available Diastemas are spaces or gaps between two or more consecutive teeth. They can occur anywhere in the upper or lower dental arches. Diastemas can occur in mixed dentition and closes spontaneously when the canines erupt, but in certain circumstances, diastema will persist until period of permanent teeth. This etiologic factor has to identify because it will influenc effectivenees of closing the multiple diastemas. The multiple diastemas that happened at the anterior upper and lower which caused by deficient tooth structure and missing of some teeth (agenesis, accompanied of central diastema which influenced by anterior labialis frenulum, should treated comprehensively. Treatment of this case entangle ortodontic, periodontic, conservative dentistry, and prostodontic. Reposition of abnormal frenulum attachment (frenectomy, arrangement of occlusion and teeth interdigitation, getting continuity of dental arch through achieving good approximal teeth contact by crown reshaping andreplaced of missing tooth element with prothesis, and then making of retainer to maintain stability of treatment result are serial of treatments for the case. By cooperation of multidicipline proffesionals, the final result is to obtain the optimal esthetics, functional, and stability result of  treatment, will achived.DOI: 10.14693/jdi.v15i3.29

  2. Pemetaan Risiko Tsunami terhadap Bangunan secara Kuantitatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Totok Wahyu Wibowo

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Tsunami merupakan bencana alam yang sebagian besar kejadiannya dipicu oleh gempabumi dasar laut. Dampak kerugian tsunami terhadap lingkungan pesisir antara lain rusaknya properti, struktur bangunan, infrastruktur dan dapat mengakibatkan gangguan ekonomi. Bencana tsunami memiliki keunikan dibandingkan bencana lainnya, karena memiliki kemungkinan sangat kecil tetapi dengan ancaman yang tinggi. Paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang menekankan bahwa risiko merupakan hal utama dalam penentuan strategi terhadap bencana. Kelurahan Ploso, merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Pacitan yang berpotensi terkena bencana tsunami. Pemetaan risiko bangunan dilakukan dengan metode kuantitatif, yang mana disusun atas peta kerentanan dan peta harga bangunan. Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3 diadopsi untuk pemetaan kerentanan. Data harga bangunan diperoleh dari kombinasi kerja lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG. Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa Lingkungan Barehan memiliki risiko kerugian paling tinggi diantara semua lingkungan di Kelurahan Ploso. Hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penentuan strategi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Ploso. ABSTRACT Tsunami is a natural disaster whose occurrences are mostly triggered by submarine earthquakes. The impact of tsunami on coastal environment includes damages to properties, building structures, and infrastructures as well as economic disruptions. Compared to other disasters, tsunamis are deemed unique because they have a very small occurrence probability but with a very high threat. The paradigm of Disaster Risk Reduction (DRR that has developed in the last few years stresses risk as the primary factor to determine disaster strategies. Ploso Sub-district, an area in Pacitan Regency, is potentially affected by tsunamis. The risk mapping of the buildings in this sub-district was created using a quantitative method based on maps of vulnerability and building’s cost. This research used Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3 for vulnerability mapping. The cost of the buildings was obtained from a combination of fieldwork and Geographic Information System (GIS. The results of risk mapping showed that the Barehan Environment had the highest risk of loss among the other environments in Ploso Sub-district. These findings, thereby, can be used as a reference for determining DRR strategy in Ploso Sub-district.

  3. Pembelajaran Interdisipliner: Upaya Mengapresiasi Sastra Secara Holistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daru Kabeka Janarto

    2010-10-01

    Full Text Available The research is regarding 4 class cycle about interdisciplinary teaching technique of literature teaching in BINUS International School Simprug, Jakarta. The interdisplinary teaching is done in grade 10 in 3 subjects of Indonesian Language and Literature, Computer (IT, and Visual Arts. The teaching topic is Ma Yan, a novel about Muslim teenager who struggles for education in Zhang Jiashu, a remote village in China. This teaching climax is talk show with the writer of Ma Yan and its publisher followed with visual arts show from the students. The observation result shows that talent and involvement of students are high through the learning materials, proved by assignments done in time and their antusiasm towards their projects and assignments.  

  4. PERANCANGAN MESIN PENYAYAT BAMBU SECARA ERGONOMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-12-01

    Full Text Available Jamboel Kipas adalah UKM yang memproduksi souvenir kipas dengan sistem pesanan make to order. Seiring perkembangan waktu, Jamboel Kipas tidak dapat memenuhi pesanan karena keterbatasan kapasitas produksi souvenir kipas. Hal ini disebabkan karena waktu proses yang lama terjadi pada bagian penyayatan bambu, yaitu sebesar 22 detik/iratan. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas penyayatan bambu serta memperbaiki posisi operator saat bekerja, dengan perancangan mesin penyayat bambu berdasar anthropometri ukuran tubuh operator, keluhan selama bekerja, dan waktu proses penyayatan bambu. Hasil penelitian setelah perancangan menunjukan posisi operator saat bekerja cukup ergonomis karena ukuran tempat kerja disesuaikan dengan dimensi antropometri operator. Waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 21,16 detik/iratan dan output standar sebesar 170,09 iratan/jam. Sedangkan setelah perancangan sebesar 4,42 detik/iratan dan output standarnya sebesar 815,22 iratan/jam dengan peningkatan output standar 479,46%, terjadi penurunan waktu baku sebesar 378,73%. Sementara itu nilai break event point terjadi ketika UKM Jamboel Kipas sudah memproduksi 12927 kipas.

  5. PERANCANGAN MESIN PENYAYAT BAMBU SECARA ERGONOMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-12-01

    Full Text Available Jamboel Kipas adalah UKM yang memproduksi souvenir kipas dengan sistem pesanan make to order. Seiring perkembangan waktu, Jamboel Kipas tidak dapat memenuhi pesanan karena keterbatasan kapasitas produksi souvenir kipas. Hal ini disebabkan karena waktu proses yang lama terjadi pada bagian penyayatan bambu, yaitu sebesar 22 detik/iratan. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas penyayatan bambu serta memperbaiki posisi operator saat bekerja, dengan perancangan mesin penyayat bambu berdasar anthropometri ukuran tubuh operator, keluhan selama bekerja, dan waktu proses penyayatan bambu. Hasil penelitian setelah perancangan menunjukan posisi operator saat bekerja cukup ergonomis karena ukuran tempat kerja disesuaikan dengan dimensi antropometri operator. Waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 21,16 detik/iratan dan output standar sebesar 170,09 iratan/jam. Sedangkan setelah perancangan sebesar 4,42 detik/iratan dan output standarnya sebesar 815,22 iratan/jam dengan peningkatan output standar 479,46%, terjadi penurunan waktu baku sebesar 378,73%. Sementara itu nilai break event point terjadi ketika UKM Jamboel Kipas sudah memproduksi 12927  kipas.

  6. Keterampilan Mendengarkan Secara Aktif dalam Komunikasi Interpersonal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nikodemus Thomas Martoredjo

    2014-04-01

    Full Text Available Interpersonal communication is transactional and two-way direction. Therefore active listening skills play a key role in interpersonal communication. These active listening skills can have a positive impact on communication and at the same time creating a better relationship. So it is very useful to improve the skills of active listening. This paper intends to reveal the important role of active listening skills in interpersonal communication, identifying the challenges that exist within it both internally and externally as well as indicate the action that needs to be developed to improve these skills. 

  7. PENERAPAN HACCP BUBUR BAYI BERAS MERAH TERHADAP PENERIMAAN DAN LAMA WAKTU SIMPAN

    OpenAIRE

    Riska Listyanti; Lilik Hendrarini; narto narto

    2017-01-01

    Penelitian ini secara umum bertujuan terlaksananya penerapan HACCP untuk bubur beras me-rah yang ditujukan untuk bayi usia 6-10 bulan, dan secara khusus menetapkan perbedaan lama waktu simpan bubur tersebut antara penerapan HACCP (variasi 1) dengan penerapan HACCP tanpa pengendalian CCP persiapan bahan (variasi 2); sanitasi alat (variasi 3); penjamah (variasi 4); cara pengolahan (variasi 5); penyimpanan (variasi 6) dan penyajian (variasi 7), serta mene-tapkan perbedaan penerimaan bubur beras ...

  8. Pembuatan Aplikasi Web Manajemen Laundry dan Integrasi Data dengan Web Service

    OpenAIRE

    Refika Khoirunnisa; R. Rizal Isnanto; Kurniawan Teguh Martono

    2016-01-01

    Selama ini banyak dari perusahaan di bidang jasa laundry masih menggunakan pencatatan secara manual seperti menggunakan buku, sehingga setiap data tidak terintegrasi secara waktu-nyata. Oleh sebab itu, perlu dibuat penelitian untuk merancang sebuah sistem terkomputerisasi yang dapat mempermudah pencatatan dan pengolahan data keuangan laundry. Pembuatan Aplikasi Web Manajemen Laundry menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, JavaScript dan basisdata MySQL sebagai tempat penyimpanan data. ...

  9. Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian dengan Konsep Agribisnis di Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratiza Rizkian Azwartika

    2013-09-01

    Full Text Available Sektor unggulan di Kabupaten Pamekasan adalah sektor pertanian, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Agar dapat lebih meningkatkan perekonomian setempat, maka perlu diketahui komoditas unggulannya untuk menentukan kegiatan agribisnis pascapanen dan pengolahan yang tepat. Untuk mengetahui komoditas unggulannya, digunakan analisa Location Quotient dan Shift Share Analysis, serta dikuatkan dengan data komoditi unggulan di Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pamekasan dan hasil wawancara. Hasil penelitian diperoleh dua komoditas unggulan pertanian yang potensial untuk dikembangkan yaitu komoditas sapi dan jagung. Kedua komoditas tersebut merupakan komoditas yang berpotensi dan memiliki daya saing sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan agribisnis pascapanen komoditas sapi dan jagung dibutuhkan terutama dalam penyediaan bahan baku berkualitas untuk kegiatan pengolahan selanjutnya. Kegiatan pengolahan komoditas pertanian dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Hasil dari kegiatan pengolahan berupa produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian

  10. Aplikasi Sistem Informasi Hotel Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Arismawan Jaya Kusuma

    2015-04-01

    Full Text Available Hotel merupakan fasilitas yang sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat meliputi kebutuhan traveling antar kota dalam urusan bisnis maupun wisata. Teknologi informasi dalam pengolahan informasi sangatlah diperlukan dalam pengolahan data instansi hotel agar data dapat dikelola dengan baik sehingga membantu pengelola dalam melakukan pengambilan keputusan. Kecepatan dan efisiensi suatu sistem dalam pengolahan data manajerial hotel kini menjadi suatu hal mutlak yang diperlukan dalam kompetisi di dunia bisnis perhotelan. Sistem informasi berbasis Android merupakan solusi tepat untuk mengatasi permasalahan kebutuhan pengolahan data manajerial hotel yang bersifat dinamis dan dapat diakses secara mobile. Perangkat mobile yang terintegrasi dengan web merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk mengolah sistem informasi perhotelan, dalam pelaksanaan administrator sistem informasi dapat mengelola data dari server database. Seorang user dapat memperoleh informasi dengan membuat permintaan dari aplikasi yang telah terpasang sebelumnya pada smartphone android, ke database. Segala proses pertukaran data disimpan pada server web. Kata kunci : Teknologi, Sistem Informasi, Hotel, Front Office

  11. FINANCIAL ANALYSIS OF CORN CHIPS PROCESSING IN DISTRICT GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA REGION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subagiyo

    2014-02-01

    Full Text Available Penelitian ini betujuan untuk megetahui kelayakan finansial pengolahan emping jagung, penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2014 di Kabapaten Gunungkidul dengan menggunakan metode survai dan wawancara langsung dengan sembilan pengrajin emping jagung. Untuk mengetahui kelayakan finansial digunakan analisis menggunakan R/C, B/C dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan emping jagung di Kabupaten Gunungkidul telah lama dilakukan lebih dari 10 tahun. Kapasitas produksi ratarata dalam satu kali proses produksi 200 kg jagung dan dalam satu minggu lima kali pengolahan. Berdasarkan analisis finansial usaha pengolahan emping jagung secara ekonomis layak dan menguntungkan yaitu dengan R/C 2,01, B/C 1,01 dan TIP 50 kg serta TIH Rp 9.933/kg.

  12. Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Salak (Salacca Edulis) Yang Menjual Hasil Panen Ke Pabrik Dan Luar Pabrik Di Kabupaten Tapanuli Selatan

    OpenAIRE

    Matovani, Lolisa Efa; Tarigan, Kelin; Kesuma, Sinar Indra

    2013-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan petani salak diberbagai tingkat sakala USAha, untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani yang menjual hasil panen ke pabrik dan luar pabrik, dan untuk menganalisis tingkat kelayakan USAha tani salak didaerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sentra produksi salak di Sumatera Utara dan terdapat pabrik pengolahan salak. Me...

  13. Pusaka Saujana Borobudur: Perubahan Dan Kontinuitasnya (Borobudur Cultural Landscape: Change and Continuity)

    OpenAIRE

    Rahmi, Dwita Hadi; Sudibyakto, H.A; Sutikno, H; Adishakti, Laretna T

    2012-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk mengkaji potensi dan nilai keunggulan pusaka saujana Borobudur, serta mengetahui perubahan dan kontinuitasnya. Dengan interpretasi sejarah dan penjelasan secara naratif, wujud pusaka saujana Borobudur dapat diapresiasi dalam bentuk: a) pola pengolahan lahan; b) tata kehidupan; c) arsitektur tradisional kawasan; dan d) bentukan-bentukan alami. Potensi yang dimiliki pusaka saujana Borobudur meliput...

  14. KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN YANG BERGUNA SECARA LOKAL DI DESA BATU AMPAR, DI DEKAT KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT RAJA MANDARA, KABUPATEN BENGKULU SELATAN (The Diversity of Locally Useful Plants in Batu Ampar Village Near Bukit Raja Mandara Protected

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiryono Wiryono

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Keanekaragaman jenis tumbuhan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, terutama adalah mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Masing-masing masyarakat tradisional di Indonesia memiliki pengetahuan khusus tentang tumbuhan yang terdapat di lingkungan mereka dan pemanfaatanya. Memiliki banyak jenis tumbuhan dan suku bangsa, Indonesia kaya akan keanekaragaman biologi dan budaya. Namun, pertanian modern dan globalisasi cenderung menurunkan keanekaragaman biologi dan budaya tersebut. Oleh karena itu, pelestarian pengetahuan dan pemanfaatan tradisional sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan keanekaragaman jenis tumbuhan yang digunakan oleh penduduk desa Batu Ampar, di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk desa tersebut memanfaatkan 83 jenis tanaman dalam 8 kategori, yaitu bahan makanan sebanyak 35 jenis, bahan obat-obatan 30 jenis, bahan bangunan 16 jenis, kayu bakar 9 jenis, pagar dan pagar hidup 9 jenis, kerajinan tangan 9 jenis, pewarna 1 jenis dan racun 1 jenis. Lima puluh lima jenis tumbuhan diambil dari lahan pribadi dan 28 jenis dari hutan. Secara ekonomis, 54 jenis tumbuhan dimanfaatkan untuk keperluan sendiri, sedangkan 29 jenis tumbuhan selain dimanfaatkan sendiri juga dijual. ABSTRACT The diversity of plant species serves many purposes for community, especially those living in rural areas. Each traditional community inIndonesiamay have specific knowledge and use of plants found in their environment.  Having many plant species and tribes,Indonesiais rich in biological and cultural diversity. Modern agriculture and globalization, however, tends to reduce both diversities. It is, therefore, essential that traditional knowledge and uses of biological diversity be preserved. This study was aimed to document the diversity of plants used by villagers of Batu Ampar,KedurangSubdistrict, South Bengkulu District. Results showed that villagers used

  15. Pemodelan Matematik Kinerja Pengering Surya Efek Rumah Kaca (ERK-Hibrid Menggunakan Rak Berputar secara Vertikal (Mathematical Modeling Performance of Greenhouse Effect (GHE-Hybrid Solar Dryer with a Vertical Rotating Rack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Triwahyudi

    2016-12-01

    ini menyajikan uji unjuk kerja dan pemodelan matematik pengering energi surya (ERK-Hibrid  menggunakan  rak berputar secara vertikal. Pengering terdiri dari bangunan rumah kaca berukuran (1100 × 860 × 1300 mm dengan delapan buah rak dan sistim pemanas tambahan yang terdiri dari kolektor plat datar (1,04 m2, tangki penyimpan air panas (197 liter dan penukar panas. Untuk mengetahuikinerja pengering energi surya, dilakukan lima kali percobaan variasi kecepatan putar rak (1, 4, 7, 10 rpm dan tanpa pemutaran rak. Bahan yang dipergunakan pada pengujian adalah kapulaga lokal (Amomum cardamomum Wild. Masing-masing percobaan seberat 9 sampai dengan 10 kg. Rata-rata suhu air tangki penyimpan panas bervariasi dari 50,0 sampai dengan 55,0 °C suhu ruang pengering antara 38,9 sampai dengan 45,9 °C, sedangkan kelembaban relatif (RH ruang pengering berkisar antara 32,1 sampai dengan 47,4 %. Perlakuan pemutaran rak berpengaruh terhadap keseragaman suhu bahan maupun kadar air pada masing rak pengering. Pada perlakuan pemutaran 1 rpm (percobaan II, didapatkan kondisi terbaik (suhu bahan maupun kadar air yang paling seragam. Dengan kecepatan putar rak yang semakin meningkat menyebabkan nilai ragam suhu bahan maupun kadar air semakin meningkat. Untuk melakukan simulasi unjuk kerja dilakukan pemodelan matematik berdasarkan pindah panas dan massa serta pendekatan pengeringan lapisan tipis. Persamaan diselesaikan secara numerik menggunakan finite difference Euler dengan bantuan bahasa pemrograman Visual Basic Aplication (VBA Excell. Validasi dilakukan dengan membandingkan antara perhitungan hasil pemodelan (data prediksi dengan data hasil pengukuran (data observasi. Kriteria kevalidan ditentukan dengan melihat nilai koefisien determinasi (R2, nilai RMSD maupun nilai MAPD. Pemodelan  matematik yang telah dibangun dapat menggambarkan dengan tepat perubahan suhu air tangki penyimpan panas, suhu ruang pengering, suhu bahan maupun penurunan kadar air. Kata kunci: Pengering surya efek rumah

  16. Pembuatan Aplikasi Web Manajemen Laundry dan Integrasi Data dengan Web Service

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Refika Khoirunnisa

    2016-01-01

    Full Text Available Selama ini banyak dari perusahaan di bidang jasa laundry masih menggunakan pencatatan secara manual seperti menggunakan buku, sehingga setiap data tidak terintegrasi secara waktu-nyata. Oleh sebab itu, perlu dibuat penelitian untuk merancang sebuah sistem terkomputerisasi yang dapat mempermudah pencatatan dan pengolahan data keuangan laundry. Pembuatan Aplikasi Web Manajemen Laundry menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, JavaScript dan basisdata MySQL sebagai tempat penyimpanan data. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang terintegrasi dengan aplikasi melalui sebuah teknologi yang disebut web service. Aplikasi Web Manajemen Laundry dikembangkan dengan menggunakan metode RAD (Rapid Application Development yang terdiri dari tahap perencanaan kebutuhan, proses perancangan, implementasi, dan tahap pengujian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Aplikasi Web Manajemen Laundry memiliki fitur yang berfungsi untuk mempermudah pencatatan dan pengolahan data secara akurat dan waktu-nyata. Fitur-fitur utama dari aplikasi ini diantaranya adalah pengolahan data transaksi, pengeluaran, dan laporan laba/rugi. Dalam menunjang fitur-fitur utama agar dapat bekerja dengan baik maka terdapat fitur pendukung yaitu pengolahan data pelanggan dan data pengguna aplikasi. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan metode black-box, seluruh fungsi menu yang ada dalam aplikasi web telah berhasil dan berjalan sesuai dengan kebutuhan.

  17. Implementasi Framework Laravel Pada Aplikasi Pengolah Nilai Akademik Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Susanti

    2017-04-01

    Abstrak  Nilai merupakan salah satu hal penting di sekolah. berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 66 tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orang tua dan pemerintah. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi siswa masih diolah secara manual sehingga membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mengolah nilai. Pembuatan aplikasi web pengolahan nilai siswa adalah salah satu solusi untuk mengatasi lambatnya pengolahan nilai. Aplikasi web pengolahan nilai ini dibuat menggunakan model waterfall yang mencakup : analisis, desain, pengkodean dan pengujian. pada website ini penilaian diproses berdasarkan standar kurikulum 2013 yang memiliki tiga kompetensi nilai yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hasil akhir dari ketiga nilai tersebut diproses menjadi nilai rapor. Pembuatan web ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan penyimpanan basis data MySQL. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Aplikasi Web Pengolahan Nilai merupakan solusi yang membantu proses pengolahan nilai bagi wali kelas dan kemudahan bagi siswa untuk melihat nilainya.   Kata Kunci: Pengolahan Nilai, Aplikasi Web, Framework Laravel, Website, Kurikulum 2013.

  18. IMPLEMENTASI E-POSYANDU UNTUK MONITORING PERKEMBANGAN KESEHATAN DAN GIZI IBU DAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sumardi

    2012-11-01

    Full Text Available Salah satu kegiatan Posyandu adalah untuk memonitoring gizi anak pada daerah sekitarnya. Memonitoring dilakukan oleh Kader Posyandu dengan mencatat dan melaporkan sesuai dengan format yang diberikan oleh puskesmas. Informasi yang dihasilkan berupa status gizi anak, daftar anak pengikut penimbangan, daftar anak yang melakukan imunisasi, dan data kematian anak. Selama ini penyampaian informasi belum menghasilkan lengkap, akurat, jelas, dan tepat waktu. Hal ini tentunya menjadi masalah dalam memonitoring gizi anak pada suatu Posyandu. Sistem dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dan database dengan PHPMyAdmin. Desain sistem meliputi form login admin, form pengolahan daftar anak, form pengolahan layanan anak, form pengolahan catatan imunisasi, form data kematian, form daftar imunisasi. Untuk menghasilkan laporan pengolahan data dibuat dalam bentuk pdf agar tidak terjadi manipulasi informasi. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan kualitas informasi, berupa : ketersedian informasi saat dibutuhkan secara cepat, sudah dalam bentuk komputerisasi, tidak ada keterlambatan pelaporan hasil pengolahan data, dan hasil pengolahan data sesuai dengan keadaan yang ada. Pada tahap akhir pembuatan produk akan dilakukan evaluasi untuk memaksimalkan fungsinya. Kata kunci: E-Posyandu, monitoring, gizi anak, web report, Puskesmas

  19. PENGARUH PENDEKATAN BRAIN-BASED TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermawan Agung Prasetya

    2015-11-01

    Full Text Available This study aimed to determine the effect of inquiry method assisted e-module on the student learning outcomes of chemistry. Population in this study is XI grader in Senior High School (SHS in Kudus, school year 2011/2012. Student learning activity is less varied, so it need to improve the variety methods to help students to be more interested in studying chemistry. The determination of the sample with cluster random sampling system obtained two classes, one class as a experiment class that are treated using the approach of Brain-Based and one as a control class who received treatment using conventional method. The data in this research obtained by documentation, tests, questionnaires, observation method. The result showed that the experimental class had an average of 85,06 and a control class had an average of 79.03. The data analysis, showed that the experimental class is better than the control class, it is shown by t count (3.159> t table (1.999. The conclusions of this research is the approach of Brain-Based Teaching gave the significant effect on student learning outcomes on colloid chemistry subject, which is indicated by the coefficient of correlation (rb  of 0.47 and the influence of 22,50%.Keyword: Brain-Based Teaching Approach

  20. PREDIKSI TEMPERATUR RESERVOAR PANASBUMI DENGAN MENGGUNAKAN METODA GEOTERMOMETER KIMIA FLUIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoga Aribowo

    2012-02-01

    Full Text Available In the preliminary study of Geothermal field development, one the most important thing to observe istemperature capacity of the geothermal reservoirs. One of several method to get subsurface temperature datathat low cost and reliable is geothermometry method. With just surface investigation of the geothermal prospectand fluid geochemistry analysis, it is possible to make a prediction how hot reservoir fluids are. The subsurfacetemperature prediction is based on physical and chemical properties of some chemical constituent. Temperaturedependant solubility of many chemical consituent of geothermal fluids such as silica, chloride, and Na.

  1. Zat Kimia Berbentuk Gas yang Dapat Mengawali Pengrusakan Jaringan Periodonsium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Nurul Mustaqimah

    2015-09-01

    Full Text Available The etiology of periodontal inflammation are periodontal pathogenic bacteriae and defence immune responses, as well as others local and systemic factors. Several predisposing factors, however, play an important role and unfortunately are less appreciated either by the dentist or the patient himself. Among these is the volatile sulphur compounds (VSC, which is found to be harmfull to the cell by causing the degradation of proteoglycan and glycoprotein, and result in the increase of the cell premeability. The volatile sulphuric acid-risk exposed-workers from galvanizing or battery factories have significantly greater portion of deep pockets than the non-risk exposed-one. Cigarette's smoke also known to contain more than 4,000 toxic agents which could delay the healing process of periodontal surgery lesions. It could be concluded that the volatile chemical compounds should be appreciated to lessen the morbidity rate of periodontal diseases.

  2. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gani Haji

    2013-06-01

    Full Text Available Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS. Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research. Keywords: palm oil solid waste, pyrolysis, liquid smoke, chemical compound

  3. Karakteristik Biologi Dan Kimia Tanah Sawah Akibat Pembakaran Jerami

    OpenAIRE

    Tommy, Annisa; Mukhlis, Mukhlis; Hidayat, Benny

    2014-01-01

    The aim of this research was to study the biological and chemical characteristics of paddy soilcaused of burning rice straw. This research was conducted in Subdistrict Tanjung Morawa, DistrictDeli Serdang, North Sumatera Province. Sampling was done at the public rice field with strawburning over it and Balai Benih Sari Murni which never burning straw. Soil samples were takenunder the heap of burnt straw in three times, i.e after burning soon (0 week after harvesting), 1 and2 week after harves...

  4. MODEL EVALUASI PRAKTIKUM KIMIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susilanigsih

    2013-01-01

    Abstract This study aims to produce a program evaluation model which is valid to evaluate the quality of chemistry practicum. The program evaluation model consists of four variables as model components,i.e:(1 the context environment which is elaborated into environment, laboratory work, technology, and society; (2 the input evaluation; (3 the process evaluation; and (4 the result evaluation adjusted to basic analytic chemistry practicum.The establishment of the instrument constructs, consisting of a model evaluation instrument and a student performance evaluation instrument, was based on the opinions of (1 evaluation experts, (2 psychometrics experts, and (3 laboratory practitioners. The subjects for tryout in this research consisted of students and practitioners. The test of the program evaluation model was carried out on the basis of: (1 utility, (2 feasibility, (3 propriety, and (4 accuracy. The model fit test to find out the  reliability of the program components and the goodness of fit index used the LISREL program package. The calculation of the reliability coefficient of the instrument for the laboratory performance evaluation used the SPSS program based on the Generalizability coefficient model developed by Thorndike. The components of the variance were the person, rater, item, interactions of the person and rater, the person and item, the rater and item, and the interaction of the person, rater and item.The results of the study show that the ECIPR program evaluation model is valid and satisfies the criteria for: (1 utility, (2 feasibility, (3 propriety, and (4 accuracy. The  indicator reliability of the component of environment context is 0.8649, that of the input is 0.8429, that of the process is 0.7828, and that of the result is 0.9560. The goodness of fit index is indicated by p = 0.107, RMSEA = 0.051, and GFI = 0.910. The generalizability coefficient of the qualitative analytic instrument is 0.8726 and that of the quantitative analytic instrument is 0.9384. The implementation of the ECIPR model has been proved capable of improving the students’ performances, which have effects on the improvement of their laboratory skills and experiences as the program target.Keywords: program evaluation model, chemistry practicum, laboratory skills

  5. Sistem Pengolahan Air Laut Menjadi Air Minum Menggunakan Tenaga Matahari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswadi Iswadi

    2013-07-01

    Full Text Available Has done research about the system of purification of sea water into drinking water using solar energy. Utilization of solar energy as power naturally adopts the system of evaporation that occurs in a siklur water. Design and construction of tools created in the shape of a pyramid so that the absorption of thermal energy from the Sun can be maximum. Methods of work of the system is very simple, namely the souls imprisoned in the air that the pyramid would experience an increase in temperature significantly along with the searing Sun. The temperature of the hot air in the space pyramid is causing sea water which is at the bottom (floor pyramid will evaporate and stick on the wall side of the inside of the pyramid. With the help of gravity, the water vapour will fall in the form of green ears water down the wall of the pyramid. The water will flow through the channel leading into the shelter is. This water is not already contain salt and pure water is so that it can be consumed directly. The results showed that the pyramid with size 160 cm x 160 cm 3 mm fiberglass-wall capable of producing fresh water as much as 2,100 mL. These results have been tested in the laboratory with a result salinity = 0,0 at T = 29,4 °C; TDS = 11 mg/L, 22.2 ms/cm conductivity, at T = 29.3 °C, no taste and no smell.

  6. Evaluasi Sifat Morpologi dan Teknologi Pengolahan pada Gabah dan Beras

    OpenAIRE

    Santosa, Susilo

    2017-01-01

    Penelitian evaluasi dan beras terhadap mutu dan jumlah hasil ditekankan pada lr36 , lr38 dan Cisadane. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Pangan Karawang. Hasil studi menunjukkan diantara ketiga varitas, Cisadane mempunyai ukuran dimensi butiran yang lebih besar daripada Ir36 dan Ir38. Di antara ketiga varitas, persen kulit sekam yang tertinggi didapat 23,57 % pada lr38 diikuti 22,32% pada Ir36 dan 19,5% pada Cisadane. Persen beras pecah kulit tertinggi diperoleh pa...

  7. Evaluasi Sifat Morpologi Dan Teknologi Pengolahan Pada Gabah Dan Beras

    OpenAIRE

    Santosa, Susilo

    1982-01-01

    Penelitian evaluasi dan beras terhadap mutu dan jumlah hasil ditekankan pada lr36 , lr38 dan Cisadane. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Pangan Karawang. Hasil studi menunjukkan diantara ketiga varitas, Cisadane mempunyai ukuran dimensi butiran yang lebih besar daripada Ir36 dan Ir38. Di antara ketiga varitas, persen kulit sekam yang tertinggi didapat 23,57 % pada lr38 diikuti 22,32% pada Ir36 dan 19,5% pada Cisadane. Persen beras pecah kulit tertinggi diperoleh pa...

  8. REVITALISASI TPA PEH KABUPATEN JEMBRANA SEBAGAI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angelina Puspita Sandy

    2015-06-01

    Full Text Available Waste management in Jembrana District, had been handled by the Environmental Sanitation Department, which in 2012 the amount of garbage in Jembrana District it’s about 684.80 m3. The amount of garbage was large and continues to grow up every day, thus feared that TPA Peh will overload. This problem encourages the needed for Integrated Waste Sites Planning in TPA Peh, where it will accept the loads of Jembrana garbage. The Integrated Waste Site Planning in TPA Peh requires some studies, such as study of the technical aspects, financial aspects and environmental aspects. Based on technical analysis it was known that the garbage of Jembrana district in TPA Peh amounted to 150.56 m3/day. Recovery factor value was 80.33% with 19.87% residue. If this large amount of garbage is not processed, then TPA Peh predicted will be overloud in November 2015. By Integrated Waste Site Planning which is only the residue that wasted on landfill, then it could be extended the lifespan of the landfill until 9 (nine years and 3 (three month. Required area in the application of Integrated Waste Site Planning in TPA Peh is 13.701 m2. The total cost of investment in the implementation of the Integrated Waste Site in TPA Peh is Rp. 12.331.282.000.00. Total operational cost is Rp. 5.811.760.000, while the revenue potential of recycling such as composting and stalls selling stuff in 2022 is Rp. 18.390.154.291.56. Net Present Value (NPV obtained positive value of Rp. 13.933.193.788 with a value of IRR is 45,23% and B / C ratio is 1,159. Environmental analysis on TPA Peh Jembrana by analysis of well water quality around the landfill, is known that most of the physical and chemical parameters are still under the quality standard. Biological parameters are still above the water quality standards based on Permenkes No. 416.Menkes/Per/IX/1990. From the analysis of landfill leachate water quality parameters known for Total Suspended Solids (TSS, Ammonium-free, BOD, COD and biological parameters are still higher then the effluent quality standards compared to Bali Governor Regulation No. 8 of 2007 on Environmental Quality Standards and Criteria Standard Environmental Damage.

  9. Pengolahan Limbah Cair Pabrik Pupuk Urea Menggunakan Advanced Oxidation Processes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmadi Darmadi

    2014-06-01

    Full Text Available Limbah cair pabrik pupuk urea terdiri dari urea dan amonium yang masing-masing mempunyai konsentrasi berkisar antara 1500-10000 ppm dan 400-3000 ppm. Konsentrasi urea yang tinggi di dalam badan air dapat menyebabkan blooming algae dalam ekosistem tersebut yang dapat mengakibatkan kehidupan biota air lain terserang penyakit. Peristiwa ini terjadi karena kurangnya nutrisi bagi biota air dan sedikitnya sinar matahari yang dapat menembusi permukaan air. Disamping kedua hal tersebut di atas, algae juga dapat memproduksi senyawa beracun bagi biota air dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah urea menggunakan oksidasi konvensional (H2O2 dan Advanced Oxidation Processes (kombinasi H2O2-Fe2+ pada pH 5 dengan parameter yang digunakan adalah variasi konsen-trasi awal H2O2  dan konsentrasi Fe2+. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi urea tertinggi diperoleh pada penggunaan reagen fenton (8000 ppm H2O2 dan 500 ppm Fe2+, yaitu dapat menurunkan urea dari konsentrasi awal urea 2566,145 ppm menjadi 0 ppm. Kinetika reaksi dekomposisi urea menjadi amonium dan amonium menjadi nitrit dan nitrat yang diuji mengikuti laju kinetika reaksi orde 1 (satu terhadap urea dan orde satu terhadap amonium dengan konstanta laju reaksi masing-masing k1 = 0,019 dan k2 = 0,022 min-1.

  10. Deteksi Ujung Biji Ginkgo menggunakan Pengolahan Citra Berbasis Analisis Morfologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Ahmad

    2013-04-01

    Full Text Available Ginkgo nut has to be cracked to obtain its soft and usefull meat for utilization. To crack the hard shell, nut orientation is important to know because the nut is easier to crack at front side or tip or tip part, while the back side is usially remain uncracked. Wrong orientation will need more power to crack the nut and damage to soft meat might be occur due to exessive power. Image processing program was developed and used to detect tip part of the nut. The results of tip detection based on morphological analysis algorithm are 100% for Kinbei, 85% for Kyujyu, and 65% for Tokuro. To improve detection performance, Mhorpological Operation Were are 100% for Kyujyu and 85% for Tokuro, While for Tokuro is remain unffected, 100% detected.

  11. Sistem Kontrak Pengolahan Limbah Padat Rumah Sakit Pemerintah

    OpenAIRE

    Maulana, Muchsin; Kusnanto, Hari; Suwarni, Agus

    2015-01-01

    AbstractBackground: Jogja Hospital is a Government-owned Hospital run by the Government of city of Jogyakarta. In its daily activities, the hospital produces waste which, if not properly discharged or burned, may cause adverse effect on workers as well as the surrounding area. Jogja hospital has Incinerator, thus simplifying the management such waste. The waste management including the rules, procedures and policymaking need to be explored to investigate the process of waste management of Jog...

  12. Pengolahan Bisnis Catering Ummi Nisa Medan Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairunnisa Khairunnisa

    2018-04-01

    Full Text Available Catering Ummi Nisa is a business that runs its business in the field of food services in Medan. From a manual sales system by distributing flyers on the street, in community homes look less effective. With development of technology that is growing rapidly, internet technology has reliable every community, especially in sales and information. So much-needed changes to improve the ordering and sales system are communicative and informative. With this change researches have a goal to creat Ummi Nisa Catering website so that this business can grow more widely. With the customer website will be easier to find the information needed. Any product information and menu offered on Catering Ummi Nisa would be obtained on the website. In addition to customer information is also able to order Catering Online, so that sales Catering Ummi Nisa more effective and efficient in business. This is very beneficial to catering owner and customers.Keywords: Information System, Online, Sales, Food, Website

  13. Evaluasi Mutu Bunga Potong Krisan Yellow Fiji Menggunakan Pengolahan Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Ahmad

    2006-12-01

    Full Text Available The domestic and export market of chrysanthemum cut-flower require a prime and consistent cuality. Meanwhile, manual grading system based on human vision resulting in quality inconsistentcy. The objective of this study was to develop computer program for quality evaluation of Yellow Fiji chysanthemum cut-flower using image processing. The cut-flowers were classified into different quality standards (AA,A.B.C based on the steam length and straightness, and flower diameter. Then results indicated a strong relationship between quality parameters extracted from the image and those obtained from direct meaurement for grade AA,A,B and C with R2=0.98, R2=0.97, R2=0.97, and R2=0.98 respectively for length of stem. Also with R2=0.90, R2=0.87, R2=88, and R2=88 respectively for diamter of flower. The validation of the computer program for the quality evaluation of Yellow Fiji chrysanthemum cut-flower performed a hight a ccuracy of 100% for AA grade, 90% for A grade, 85% for B grade, and 100% for C grade.

  14. Mini review : Pengolahan kerupuk “Rambak” kulit di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedes Amertaningtyas

    2011-12-01

    Full Text Available ABSTRACT: Hide a waste product of animal slaughter house is still can be utilized as food in the form of cracker. Cattle, buffalo, rabbit, chicken shank and fish skin can be used of raw materials for cracker production. This process include hide selection, washing, immersing, liming, deliming, boiling, cutting, immersing in sauce, drying and frying. In Indonesia, the skin cracker industriesare consentralised in certain area of west, central and east java provinces where Sumatra skin cracker are popular knows as “ kerupuk jangek”. Although skin cracker have a high protein content, however its quality are low comparedto other meat processed products. The most dominant amino acid in this product is glycine. Some important issues such as it is not recommended for people suffering uric acid, addition of harmfull additives i.e. formalin and borax, containg chrome which originated from hide prosessing industry and unreligion system of slaughtering (is not halal. Key words: waste product, skin animal, rambak cracker.

  15. ELEMEN KLASTER INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Laili Marufah

    2015-02-01

    Full Text Available This research was conducted to study the elements and value chain of milk-processing cluster industry in Daerah Istimewa Yogyakarta. The respondent in this study consisted of cow and goats milk processing industry, dairy cooperative and related institution. The data consisted of primary data and secondary data. Primary data were collected through observation and interviews, while secondary data obtained from statistical data from Department of Industry, Trade and Cooperatives, Agricultural Service of Agriculture Department and LPPOM MUI DIY. Descriptive analysis were used in this study to analyzed the data. Respondent and locations were determined using purposive sampling methods lead to be analyse descriptively. The results showed that stakeholders involved as important elements of milkprocessing cluster industry were milk suppliers (farmer, dairy groups, and cooperative, core industry (small-medium scale processor of cow’s and goat milk, supporting industry (sugar, packaging and tools, supporting institution (bank, university, and government agencies, related industry (food chain, bakery, and coffee shop, and also buyers (retailer, distributor, end user or consumer. Their main products are pasteurized cow’s and goat milk, yoghurt of cow’s milk, and goat milk powder. The long chains to produce milk product since the raw milk have indicated some added values on economy and involvement of man powers leading to local economic development as well as of technology innovation or industry. It has been concluded that milk-processing cluster industry could be used as a locomotive for regional economics development. (Key words: Daerah Istimewa Yogyakarta, Elements, Milk-processing cluster industry, Regional economic development, Value chain

  16. Deteksi Dini Retinopati Diabetik dengan Pengolahan Citra Berbasis Morfologi Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Heryawan

    2017-07-01

    Full Text Available Diabetic retinopathy is a complication caused by diabetes mellitus. Diabetic retinopathy, if not handled properly can lead to blindness. A necessary step to prevent blindness is early detection. Early detection can be done by finding the initial symptoms that microaneurysm. In this research, a system made to detect diabetic retinopathy using algorithms detection microaneurysm with mathematical morphology. The algorithm is divided into three stages of preprocessing, detecting candidate microaneurysm and postprocessing.  In this research, the system will be made by using a raspberry pi as the media. To see how well the system detects diabetic retinopathy, the test will be done. in the tests performed, system obtained an accuracy of 90%, sensitivity 90, and specificity of 55% using data diaretdb1. While testing using data from e-ophtha obtained results with an accuracy of 70.5%, a sensitivity of 80% and a specificity of 60%.

  17. SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM SEDERHANA (PORTABLE WATER TREATMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isna Syauqiah

    2017-04-01

    Full Text Available Water is the most important thing for living. Lately it is difficult to get clean water and suitable for consumption. Many water sources are commonly used not as good as it used to be. It needs to research about making a simple water treatment system with variable time and suitable volume for Martapura river conditions by knowing the quality of drinking water that produced. The technology used includes water treatment conducted physically (filtration and aeration, chemical processing (adsorption and desinfection using UV. This research was conducted in several stages. First is the design of portable water treatment itself is by making the columns of aeration, filtration column, adsorption column, and columns where the desinfection equipment are separated. Second, the optimizing tools that aim to determine the optimum time and volume of each instrument. So it will be obtained the optimum time and volume for whole instrument. Third, the analysis results of Martapura river. Based on research results obtained that the design of this tool is less effective with the quality of Martapura river water conditions to be processed into drinking water that is usually consumed by people around because the quality of drinking water that produced has not reached the standard of specified drinking water quality standard. Optimum time for this tool is 135 s with a desinfection time for 2 minutes and the optimum volume of entering water amounts to 2 L

  18. APLIKASI KOAGULAN ALAMI DARI TEPUNG JAGUNG DALAM PENGOLAHAN AIR BERSIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Prihatinningtyas

    2013-06-01

    Full Text Available Maize can be used as natural coagulant in water treatment process.The aim of this research was find the optimum condition on water treatment using natural coagulant from maize. Maize extract made by dissolving 5 grams of maize into 100 ml NaCl. The solution separated by centrifugation. The supernatant named extract of maize. Extract of maize loaded onto column packed with Amberlite and produced ionic maize.The active components are carboxyl, hydroxyl and amides groups. Ionic maize yield better turbidity removal than extract of maize. Coagulation withh high initial turbidity gave high efficiency of turbidity removal than low turbidity. Coagulation process runs efficiently at pH 5 because at that point the isoelectric point was obtained. The flowrate less than 0.03 m/ min, the alum will provide the efficiency of suspended solids removal greater than extract of maize. While the over flowrate higher than 0.03 m / min, settling velocity of kaolin using alum and extract of maize are the same.

  19. Pengolahan Tembakau Dan Pembangunan Ekonomi Di Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Rofiuddin

    2018-01-01

    Abstract   Tobacco processing and economic development become an interrelated integration. Increasing the contribution of tobacco processing has a multiplier effect on labor requirements, production quantity, productivity and land area. The analytical approach used in this research is with comparative description. The results showed that the overall production in Kabupaten Pamekasan in 2013 amounted to 3.642 ton and in 2014 amounted to 15.018 ton. Productivity in 2013 reached 431 kg/ha and in 2014 reached 446 kg/ha. Land area in 2013 and 2014 covered 8.448 ha and 26.905 ha. Tobacco production growth in 2014 in each of sub-district ranged between 150-478 percent, productivity ranged between 13-42 percent and land area ranged between 104-216 percent. Fluctuation occurred in every year to the contribution of tobacco processing. In 2010 distribution of land processing reached 1.97 percent, while in 2011 reached 1.92 percent. Lowest distribution occurred in 2013 reached 1.83 percent and in 2014 reached 1.97 percent. Tobacco processing growth in 2011 reached 3.29 percent. In 2012 has increased that reached 6.04 percent. In 2013 has decreased amounted to 1.54 percent and in 2014 tobacco processing growth has increased that reached 13.49 percent, showed that tobacco processing sector has increased. Economic growth of Kabupaten Pamekasan in 2011-2014 dominantly has decreased, however it still ranges between 5 percent. Keywords: Tobacco Processing, Production, Economic Development

  20. Keterlibatan Masyarakat Urban dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosica Mariana

    2012-12-01

    Full Text Available Generally, activities conducted by people generate waste. The waste which increasingly rises causing a big problem. Therefore, the role of community in waste management will strongly support the process of solving the waste problem in the community. The purpose of this study was to determine the relationship of engagement and active participation of citizens, as reflected in the attitude of citizens in the activities related to the response to the waste problem in the community. A descriptive method was used in this study to describe the involvement and participation in the prevention of waste. The result showed that the paradigm of PSBM (community-based waste management appeared sporadically and has not yet received the maximum support from regional governments. A paradigm which is “people pay, the government manages“, has grown within the community for years. It would hardly change people’s behaviour patterns in solving the waste problem in the community since changing the city into a city that is clean, comfortable and healthy involved many parties, including the community.

  1. Aplikasi Pendeteksi Kualitas Daging Menggunakan Segmentasi Region of Interest Berbasis Mobile

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rismawan Fajril Falah

    2016-04-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan daging sapi di Indonesia saat ini dimanfaatkan pedagang-pedagang curang untuk mengambil banyak keuntungan. Penjualan daging sapi berkualitas buruk menimbulkan kecemasan bagi masyarakat karena kandungan yang sangat berbahaya. Kualitas daging sapi yang baik dapat ditentukan dari warna, bau, tekstur dan kenampakan. Masyarakat pada umumnya menggunakan penglihatan kasat mata untuk menentukan kualitas daging sapi. Namun cara tersebut masih kurang efektif karena mata memiliki kelemahan untuk melihat suatu objek secara detail. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat aplikasi untuk mendeteksi kualitas daging sapi dengan menggunakan proses pengolahan citra. Aplikasi dibuat menggunakan sistem operasi Android yang terintegrasi dengan SDK Android, library OpenCV dan Eclipse. Proses deteksi dilakukan dengan cara pengambilan gambar daging sapi dan diolah dengan beberapa tahap pengolahan citra digital. Tahap pengolahan terdiri dari pra pengolahan citra aras keabuan, segmentasi Region of Interest, ekualisasi histogram dan analisis nilai statistik ekstraksi ciri. Penentukan kualitas daging sapi yang lebih efektif dapat dilakukan dengan melihat hasil analisis pengolahan citra. Penelitian ini menunjukkan hasil analisis akurasi ketepatan baca aplikasi adalah 90%.

  2. Integrasi Arsitektur Dan Manajemen Layanan Ti Untuk Pencapaian Fleksibilitas Teknologi Informasi Pada Organisasi

    OpenAIRE

    Aradea, Aradea

    2011-01-01

    Peran teknologi Informasi (TI) dalam organisasi saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, pada awalnyaTI hanya berfokus pada otomatisasi data, pengolahan data atau manipulasi data, saat ini sudah bergeser padafungsi strategi dan layanan. Kesesuaian dan performa layanan TI dapat menjadi faktor penentu dalampencapaian tujuan dan sasaran organisasi, apabila diposisikan dan difungsikan secara tepat dan selarasdengan visi bisnis organisasi. Hal ini tentu dilakukan dengan sudut pandang yang me...

  3. INTEGRASI ARSITEKTUR DAN MANAJEMEN LAYANAN TI UNTUK PENCAPAIAN FLEKSIBILITAS TEKNOLOGI INFORMASI PADA ORGANISASI

    OpenAIRE

    Aradea, Aradea

    2012-01-01

    Peran teknologi Informasi (TI) dalam organisasi saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, pada awalnyaTI hanya berfokus pada otomatisasi data, pengolahan data atau manipulasi data, saat ini sudah bergeser padafungsi strategi dan layanan. Kesesuaian dan performa layanan TI dapat menjadi faktor penentu dalampencapaian tujuan dan sasaran organisasi, apabila diposisikan dan difungsikan secara tepat dan selarasdengan visi bisnis organisasi. Hal ini tentu dilakukan dengan sudut pandang yang me...

  4. Kajian Spasial Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Pltu Paiton Menggunakan Saluran Termal Satelit Landsat 7/etm+ Di Pantai Bhinor Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Ismayati, Qorihah; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk memetakan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton Probolinggo dan mengkaji sebaran spasial termal perairan akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0 dan ArcGIS 9.3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra Satelit Landsat 7ETM+ tahun 2009 hingga tahun 2012, data arus permukaan dan angin yang diperoleh dari BMKG Maritim Perak Surabaya dan data hasil pengukuran la...

  5. Latihan Keterampilan Intelektual dan Kemampuan Pemecahan Masalah Secara Kreatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deetje Josephine Solang

    2016-02-01

    Full Text Available The study tries to investigate the utilization of intellectual creative skills within the framework of the triarchic theory of intelligence in reading activities. The subject in which the theory was applied was Bahasa Indonesia (Indonesian. This experimental study involved randomly selected seventh graders of Junior High School. There were three hypotheses to test in the study. First, the order of the three types of intellectual skills suggested in the triarchic theory of intelligence presented during training as well as during instruction has effects on students' performance in attempting creative solution to problems derived from reading texts in the subject of Bahasa Indonesia. Multiple comparisons were employed to test this hypothesis. Second, there is a significant difference in creative problem solving performances between the experimental and the control groups. Analysis of variance was carried out to test this hypothesis. Third, scholastic aptitude has a role in predicting the creative problem solving performance. ANACOVA was employed to test this hypothesis. The results show that the students show the best performance when they are trained using the thinking order of practice-synthesis-analysis.

  6. Aplikasi Android Untuk Berbagai Jenis Toko Secara Online

    OpenAIRE

    Gunawan, Chandra Ari; Kasih, Julianti

    2016-01-01

    E-Commerce as an alternative mean of transaction along with the USAge of smartphone as a tool to perform e-commerce transaction is gaining ground. This development could be seen from the emergence of numerous mobile payment applications.The USAge of mobile devices to pay for goods, services, bills, or money transfer.Stores as a location for transaction are currently in a fierce completion to gain customers, on the other hand, there are issues for the customers, the customers often do not have...

  7. UPAYA PENGAKARAN Echinacea purpurea L DENGAN AUKSIN SECARA KULTUR JARINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Sudrajat

    2013-03-01

    Full Text Available Recently, to meet the needs of botanicals medicinal plants the cultivation directed, require good quality and uniform seeds on form and time.    Tissue culture research to from root of Echinacea purpurea L by the provision of IBA and NAA will be conducted.This recearched aimed to develop an and cultivate qualified Echinacea purpurea L as the raw material for drug foemulation. Tissue culture techniques has  more advantage because it is not affected by the climate, relatively fast production, free contamination of microbial and do not require large tracts of land. The research was carried out considering the need to be developed and cultivated plant Echinacea purpurea L qualified as raw material for the drug tissue culture techniques has advantages because it is not affected by the climate with relatively fast production time, free of microbial contamination and do not require large tracts of land. Shoots multipication done on MS medium using growth regulators GA3with concentration of 3 mg / l. Research foor rof induction on Echinacea purpurea L shoot made by adding growth regulators of IBA and NAA with concentrations with 0, 2, 4 and 6 mg / l respectively. The 2 months incubation periods produced tehe best root induction on the additon of IBA 4 mg / l. It producted 16 roots with a length of 4 cm and relatively lagre in size.Keywords: Echinacea purpurea L., tissue culture, IBA, NAA, plant growth regulators

  8. PELATIHAN PEMECAHAN MASALAH SECARA KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA WIRANIAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listya Istiningtyas

    2016-05-01

    Full Text Available Sales people often experience obstacle in marketing, it’s because they disable to face troubles that appear. Salespeople need creative problem solving ability to do their job. The main purpose of this research is to examine the effectiveness of creative problem solving training to increase job performance. This research use quasi experimental approach with the untreated control group design with pretest and posttest plan. Creative problem solving training is given to the experimental group and the control group did not receive this training. The subjects are salespeople of dealer motorcycle who face consumer directly. The subject is divided into experimental group (18 subject, middle area and control group (18 subject, south area. Job performance form is made by researcher and company party to appraise job performance. The result of the data were analyzed by mixed anova with statistic programe SPSS 15.0 for Windows. The result showed that creative problem solving training can significant increase job performance in experimental group (F = 13,387; p < 0,01. The experimental group showed higher job performance than the control group. This research goes to show that Creative problem solving training contributes 28,3 % in increasing the level of job performance.

  9. Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit secara Kultur Teknis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Priwiratama

    2014-08-01

    Full Text Available Effort to manage basal stem rot disease (BSR caused by Ganoderma boninense could be conducted through several cultural practice approaches. Four series of field experiments was conducted to observe the effectiveness of cultural practice methods for controlling the epidemic of basal stem rot due to G. boninense. Sanitation trial consisted of three treatments i.e root sanitation with big hole planting system, big hole without root sanitation, and standard replanting system as comparison. Hole in hole and standard planting system were compared in the hole in hole trial. Digging and mounding trial was conducted in four treatments, i.e. digging and mounding with teer and Trichoderma, digging and mounding with Trichoderma, mounding with Trichoderma, and infected palm without any treatment as comparison. Meanwhile, a 4 m × 4 m trench was used in the isolation trench trial. Annual observation was conducted to determine the disease incidence of BSR in each trial. Results showed that all methods could prevent palms from G. boninense infection in the early stage of oil palm development. Proper root sanitation delayed G. boninense infection until 2 years after treatment (YAT, hole in hole planting system was able to suppress disease incidence up to 7 YAT, digging and mounding was useful to prolong the life of the infected palms up to 3 YAT, meanwhile the use of isolation trench was demonstrated to prevent G. boninense infection to neighboring palms up to 2 YAT.

  10. Time Management: Menggunakan Waktu Secara Efektif dan Efisien

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Antonius Atosökhi Gea

    2014-10-01

    Full Text Available Living in the midst of a changing business environment, which many people are burdened with more than one responsibilities, especially in a company with very high business activity and also in highly competitive industry, is imperative for the leaders of the company to be able to manage their time well in order to survive and be able to move in a sustainable manner. The concept of time management began during the industrial revolution and became a modern idea about doing things effectively and efficiently. Time management is one of the basic skills needed to be successful in life. The findings of various surveys indicated that time management enabled organizations or companies learn to survive in the face of competition and achieve a lot of success in business. 

  11. TEKNOLOGI PEMELIHARAAN LARVA KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus SECARA MASSAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2016-12-01

    Seed production technology of leopard coral trout, Plectropomus leopardus by improving hatchery management had been conducted in order to increase survival rate and to produce seed continuity. The initial feeding can successfully support in larval rearing. Feed organism as rotifer, trochophore gonad, egg yolk emulsion, and artificial feed emulsion, had been used as an initial feed. The twelve of concrete tanks with 6 m3 capacity were stocked with coral trout eggs at density 100,000—150,000 eggs/tank. Artemia nauplii, artificial feed, and mysid as feed, start on larvae D20 up to juvenile stage (D45. Growth rate and survival rate were observed and calculated when the experiment was terminated. The data was analyzed by descriptive. Nutrition value of food was analyzed by proximate and fatty acid composition. The others parameters such as deformity and water quality were observed. The result showed that artificial feed emulsion and egg yolk emulsion as an initial feeding can be improve the growth rate and increase survival rate of larvae. The range of total length, body weight and survival rate of the seed i.e. 1.95—2.85 cm; 0.64—0.73 g, and 0.25%— 3.97% with the daily growth rate 3,9%—4,22%, respectively. No back bone deformity in the seed, that is 21—23 segments with interspaces of segments 0.030—0.036 mm.

  12. Kajian Peran Waduk Sebagai Pengendali Kualitas Air Secara Alami

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung B. Supangat

    2016-08-01

    Full Text Available In Indonesia it was identified that there were much of polluted stream flow which cause improper consumed water. One of the rivers which has low of water qualities is Citarum River, West Java. However, along the Citarum river, there were built three reservoir dams (Saguling, Cirata and Jatiluhur that can control the condition of river water regime. Research was conducted in Citarum watershed to determine the role of those reservoirs on water quality control. Seven stations along the river were selected as observation posts of water samples. Based on the observation results it was indicated that water pollutants within Citarum river was very high. However, those pollutants could be purified or reduced by those reservoirs, hence water discharge from the reservoirs has better quality. In the future, deposition of those pollutants within the dam may has negative environment impact. Therefore, to sustain that function of the dam, comprehensive efforts on reducing pollutants from the catchment area is urgently required.

  13. Modifikasi Blade Pencampur Pada Alat Pencampur Bahan Secara Mekanis

    OpenAIRE

    Nasution, Budiman Syahputra

    2011-01-01

    The agriculture equipment and machine has been operated since long time ago and their development were keep in touch with the development of human culture. Mixing is the distribution of one component to another. The mechanical mixing equipment has been designed to help the proses of mixing . The blade modification increase the capacity of mixing equipment and make the flow of material easier. The capacity of the equipment was 31,6 kg/hour, the percentage of imperfect mixing material was ...

  14. Perekayasaan mesin injeksi bakalan acuan sepatu secara sederhana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustin Suraswati

    1995-06-01

    Full Text Available Engineering of the injection molding machine to mold a master last made of plastics was done in the simple mechanism. Machine specification is a single screw, screw diameter 40 mm, ratio L/D = 24/1, heater 220/380 V. 700 W, motor 5,5 Hp, capacity 500 cm3/ minute.

  15. Kajian Rumput Vetiver Sebagai Pengaman Lereng Secara Berkelanjutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Susilawati

    2016-12-01

    Full Text Available Flores is the island in the NTT province, which has a row of volcanoes, with the mountainous topography. Transportation is state road, along the coast with high cliffs on the other side. That often causes problems during the rainy season as several landslides. Various methods are used to overcome this landslide. Studies on vetiver grass as slope protection done to secure the slopes on a sustainable basis. First, an evaluation done for the slope construction along the slope safety from Nangaroro to Aegela, which are using vetiver grass as a safety slopes in addition to other security structures. It is also done for the same job of the road from Ende to Nangaroro and Ende-Detusoko. This study covers the technical aspects, ecological, construction and sustainability of the infrastructure that has been built. Furthermore, it is done the literature study to find more appropriate method, environmentally friendly and sustainable in securing these slopes problematic. From the literature studies and the field survey done, it can be concluded and recommended several models of eco-friendly structural design of vetiver grass and geotextile for slope protection, which is based on technical-meet standard strength, ecologically-friendly environment, locally-developed local wisdom, so it is easy to construct.

  16. EFEK PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL PADA ANGGREK Vanda tricolor SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Deswiniyanti

    2018-03-01

    Full Text Available Vanda tricolor Lindl. Var. Suavis forma Bali has a specific character than the forma Merapi and forma West Java that is size of flowers and fruits, spots purple in labellum purple colored labelum and floral fragrance. High genetic diversity is one of the major factors in breeding improvement. Increasing the diversity of orchid plant characteristics can be done by giving paclobutrazol. Treatment by paklobutrazol in culture medium aims to inhibit growth both in number of leaves and shoot length so that the plant becomes smaller size than their parent or original. The result of growth resistance that occurs varies based on the concentration of paclobutrazol added to medium Vacint & Went (VW in culture of seeds V. tricolor orchid added with coconut water with concentration of paklobutrazol Control K0 (0%, K1 (1mg / l, K2 (3mg / l, K3 (5mg / L, and K4 (7mg / l. Each treatment performed 5 times repetition. The result of planting of Vanda tricolor seed explants with paclobutrazol modification in vitro was found 40% cultured imbibition and then protocorm, 8% browning on seed, and 52% contamination. This study showed descriptively the orchid seed Vanda tricolor responded to Vacint and Went (VW media which was added with plant growth regulator of paklobutrazol, so that it was able to grow and develop until reaching phase 1 that seeds to form protocorm, but statistically the addition of plant growth regulator of paklobutrazol has not show a significant influence on the growth and growth response of orchids Vanda tricolor (P> 0.05 because the observation time is not sufficient for at least 6 months of observation and see the function of paklobutrazol is to slow the growth. Keywords :Vanda tricolor, paclobutrazol, in vitro, vacin went, protocorm

  17. PEMBUATAN PUPUK FOSFAT DARI BATUAN FOSFAT ALAM SECARA ACIDULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faleh Setia Budi

    2012-02-01

    Full Text Available Phosphate rock containing P2O5 can be used as raw material of phosphate fertilizer. Phosphate rock canbe found in many areas in Indonesia, but its P2O5-content is relative low. In this research, phosphate rockfrom Rembang (P2O5-content 11.37% is used as raw material for phosphate fertilizer production byacidulation process using phosphoric acid solution. Operation variables are phosphoric acid concentration(10, 20, 30, 40 %-vol, spraying model of phosphoric acid solution (one hole and many holes, andspraying position of phosphoric acid solution (end, centre, end & centre. The result shows that theincrease of phosphoric acid concentration is proportional to P2O5-content in phosphate fertilizer withhighest P2O5-content in the amount of 18.29%. One-hole spraying model and end-position spraying giveshighest phosphate fertilizer yield in amount of 169.5 grams.

  18. Uji Penghambatan Xantin Oksidase Secara In Vitro Ekstrak Kulit Rambutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Eka Putri

    2016-04-01

    Full Text Available Hyperuricemia is a condition that uric acid levels increased and cause accumulated uric acid crystals in the tissues. Xanthine oxidase is an enzyme which catalyze the oxidation of hypoxanthine into xanthine and into uric acid. Therefore, the inhibition of xanthine oxidase will reduce ammount of uric acid. The purpose of this study was to determine xanthine oxidase inhibition activity and to identify chemical constituent of rrind rambutan (Nephelium lappaceum Linn.. Rind of Rambutan was extracted using maceration methods, based on polarity the solvent are n-hexane, ethyl acetate and methanol. The test of inhibition xanthine oxidase activity used a spectrophotometer at λ = 274.79 nm, pH 7.8, substrate concentration of xanthine 0.15 mM and incubation temperature of 30°C. Allopurinol as positive control had C50 0.15 μg/mL. The result showed that methanol extract of rind rambutan had the highest inhibition with IC50 3.71 μg/mL. Phytochemical screening showed that the most active extract methanol of rind rambutan contain flavonoids, saponins, tannins and terpenoids.

  19. Pemantauan Parameter Panel Surya Berbasis Arduino secara Real Time

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizal Fachri

    2015-09-01

    Full Text Available Monitoring the output parameters of a solar module is required for assessing its performance under real operating conditions. This paper presents a new technique for monitoring the output parameters i.e. current and voltage of a solar module directly under real operating conditions. In this new monitoring technique, the output parameters of a solar module can be directly processed in real time condition and their results are displayed in a graph. The monitoring system is developed using microprocessor Arduino Atmega 328P and equipped with calibrated current and voltage sensors, a data acquisition system which is integrated directly into an Excel spreadsheet using the PLX-DAQ application program and a memory card for backup. The monitoring system is connected to a computer using a RS232 serial port. The collected data is saved directly into a spreadsheet and plotted in real time. This technique provides an easy access to the collected data for further analysis.

  20. Peningkatan Kompetensi Guru Menuju Pelaksanaan Dan Tanggung Jawab Secara Mandiri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Lukman Syafii

    2016-03-01

    Full Text Available Teacher competency standards include pedagogical, personal, professional and social competences. In line with the global challenges of life, the roles and responsibilities of teachers in the future will become more complex, so it requires teachers to constantly perform various improvements and adjustments in the mastery of their competences. To add to the quality standards of teachers, Kemdikbud will propose three teacher training patterns, e.g. competency testing, Penilaian Kinerja Guru (PKG, and training on an ongoing basis and sustainable (PKB. One of the many activities of PKB for self-development is the activities performed by the teacher independently and carried out by teachers in collaboration with other teachers in the school. Implementation of this activity is relatively more independent and different from one teacher to another teacher in the school, as well as between oneto another school. Technically, this activity is not set by default. It is very likely to cause a variety of problems for teachers, perhaps even confusion can arise. All of which is feared will lead to the counter-productive, particularly with regard to achievement standards to increase the competence of teachers should meet the need independently.

  1. Aplikasi Proses Pengkelatan untuk Peningkatan Mutu Minyak Nilam Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pocut Nurul Alam

    2007-12-01

    Full Text Available Industri kecil minyak nilam di Nanggroe Aceh Darussalam tersebar di beberapa kabupaten yaitu Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan beberapa daerah lainnya. Namun perolehan dan mutu minyak nilam yang dihasilkan masih tergolong rendah karena warna minyak coklat kehitaman. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai jualnya, bisa dilakukan dengan beberapa proses pemurnian baik secara fisika maupun secara kimia. Untuk peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menurunkan kandungan Fe yang membuat warna minyak menjadi gelap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian dengan menggunakan senyawa pengkelat Na-EDTA sebagai senyawa pengkelat dalam pemurnian minyak nilam dapat menurunkan kandungan Fe (besi secara signifikan sebesar 60% untuk minyak nilam yang diperoleh dari hasil penyulingan petani di daerah Aceh Barat dan Aceh Selatan. Selain itu, minyak yang dihasilkan berwarna lebih cerah dan karakteristiknya memenuhi persyaratan mutu standar. Kata kunci: minyak nilam, pemurnian, pengkelat

  2. PENGGUNAAN BIOCATALYS ELECTROLYSIS DALAM PENURUNAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD LIMBAH DOMESTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2016-09-01

    Full Text Available Secara umum air limbah kegiatan rumah tangga (domestik dibuang langsung menuju badan air seperti sungai dan danau. Pengolahan limbah cair secara biologis (aerob sering menghasilkan lumpur dalam jumlah besar. Jumlah lumpur dapat dikurangi dengan pengolahan anaerob. Sistem bioelektrokimia merupakan salah satu terobosan teknologi yang memungkinkan untuk mengolah limbah sekaligus menghasilkan energi berupa gas metana. Penggunaan biocatalys electrolysis dapat mengatasi kelemahan proses anaerob secara konvensional dalam penurunan konsentrasi TSS dan COD limbah domestik salah satunya mampu menghasilkan gas H2 dari proses elektrolisis. Penambahan daya ekternal sebesar 6 volt mampu menyisihkan TSS sampai kadar 82 mg/l dari kadar semula 157 mg/l. Tegangan 12 volt mampu menurunkan kadar COD sampai 47,46 mg/l dari kadar awal 223 mg/l. Penyisihan TSS paling rendah pada waktu elektrolisis 15 menit dengan kadar 87 mg/l. Penambahan waktu elektrolisis sebanding dengan penurunan konsentrasi COD limbah domestik. Pada penelitian ini kualitas maupun kuantitas gas metana tidak diketahui secara jelas. Selain gas metan, produk fermentasi juga belum diketahui.

  3. MONITORING KEMAJUAN PENGERJAAN PROYEK BELT CONVEYOR PLANT 14 HAMBALANG BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juliana Juliana

    2018-04-01

    Full Text Available Kriteria yang harus dipenuhi produk yang dihasilkan dari proyek meliputi kriteria atau batasan waktu, batasan ruang lingkup, batasan biaya dan batasan kualitas. Untuk itu, maka perlu dilakukan monitoring untuk mengetahui kemajuan proyek sehingga keempat kriteria tersebut terpenuhi. Progress atau kemajuan proyek menjadi indikator dalam monitoring untuk menilai perkembangan pelaksanaan pekerjaan dibandingkan dengan rencana. Perkembangan pelaksanaan proyek harus dilaporkan secara periodik. Pada pelaksanaan proyek pembangunan belt conveyor plant 14 Hambalang, PT Unixindo Ekatama Sentana dalam melakukan monitoring perkembangan proyek belum ada sistem pelaporan yang terintegrasi dan pengolahan data masih dilakukan secara manual dengan menggunakan aplikasi Ms.Excel. Dalam penelitian ini dibangun sistem informasi monitoring pelaporan proyek untuk memudahkan monitoring kemajuan proyek. Aplikasi untuk monitoring kemajuan proyek yang dibangun dengan berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk menghasilkan sistem informasi untuk melakukan monitoring kemajuan proyek berbasis web dan tersedia sistem pelaporan kemajuan proyek yang terintegrasi sehingga memudahkanperusahaan dalam memonitoring proyek secara online. Manfaat yang diharapkan dari adanya sistem monitoring kemajuan proyek secara online adalah memudahkan proses monitoring kemajuan proyek yang dapat dilakukan secara online. Dari penelitian dihasilkan sistem informasi monitoring yang dibuat memudahkan pelaporan proyek di lapangan yang dilakukan secara online sehingga perusahaan dapat memonitor kemajuan proyek secara kontinyu dan dapat digunakan untuk menilai perkembangan pekerjaan proyek yang dibandingkan dengan perencanaan proyek sehingga dapat mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan. Kata kunci: kemajuan proyek, pelaporan proyek, monitoring proyek berbasis web.

  4. Isolasi dan Identifikasi Mikroba Lipolitik dari Limbah Cair Surimi dan Rajungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Ambarwati Oktavia

    2017-05-01

    Full Text Available Industri pengolahan hasil perikanan di sepanjang pantai Utara Jawa seperti pengalengan rajungan di Cirebon (Jawa Barat dan pengolahan surimi di Kendal (Jawa Tengah, menghasilkan air limbah yang mengandung banyak protein dan lemak. Bakteri yang hidup di limbah yang banyak mengandung protein dan lemak tersebut diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian alami bagi penanganan air limbah hasil perikanan di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan dan identifikasi bakteri lipolitik potensial sebagai bioremedian air limbah perikanan. Penapisan dilakukan terhadap 11 isolat bakteri lipolitik dari air limbah yang diambil dari industri pengalengan rajungan di Cirebon dan pengolahan surimi di Kendal dengan menggunakan media spesifik agar tributirin. Isolat bakteri lipolitik potensial ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar koloni, yaitu sekurang-kurangnya 6 mm. Isolat bakteri potensial ini selanjutnya diidentifikasi secara molekuler berdasarkan analisis sekuen 16S-rDNA. Dari penapisan diperoleh empat isolat bakteri potensial, yaitu isolat SPB, SHj, SOr dan SKn. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat SPB dan SHj masing-masing adalah Serratia fonticola 10AdanBacillus cereus strain 103.2.2dengan kemiripan 97%, isolat SOr memiliki kemiripan 96% dengan Bacillus pumilus strain vit bac1 dan isolat SKn adalah Enterococcus pseudoavium strain L3C21K2dengan kemiripan 87%. Keempat isolat tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian pada air limbah dari industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia.

  5. Otomatisasi Pelayanan Binatu Berbasis Raspberry Pi Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Kegiatan Operasional Dan Pelayanan Binatu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Al Habsyi Yesa

    2017-01-01

    Full Text Available Bisnis binatu (laundry atau bisnis jasa cuci pakaian merupakan bisnis yang menggiurkan saat sekarang ini. Proses layanan binatu umumnya terdiri dari pendaftaran, pengolahan, dan pengambilan pakaian. Proses ini memiliki banyak kekurangan yaitu pendaftaran manual tidak efektif dan efisien, pengolahan pakaian hanya diketahui oleh penyedia layanan binatu, dan pelanggan tidak mengetahui pakaian telah selesai. Ditengah persaingan bisnis yang begitu ketat, pelayanan konsumen merupakan suatu hal yang sangat penting. Penyedia jasa dituntut untuk berinovasi untuk menyediakan layanan jasa yang efektif dan efisien. Oleh karena itu pada penelitian ini merancang dan merealisasikan otomatisasi pelayanan binatu berbasis raspberry pi. Sistem ini menggunakan timbangan digital berbasis load cell, teknologi radio frequency identification (RFID sebagai masukan data otomatis, Raspberry Pi sebagai pusat dari pengolahan basis data (database, dan webserver sebagai pusat informasi bagi pelanggan. Hasil penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Timbangan digital memiliki eror rata-rata 0,88 %, metode RFID dapat memasukan data pelanggan secara otomatis dengan metode pengambilan nomor identitas jenis hex 8 digit, Raspberry Pi dapat mengakomodasi aplikasi yang efektif dan efisien untuk menyimpan data pelanggan secara otomatis dengan pemakaian CPU rata-rata 5%, dan webserver yang digunakan dapat menyediakan informasi layanan binatu bagi pelanggan.

  6. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI APOTEK BERBASIS WEBSITE PADA APOTEK AR-ROZ FARMA 4 KEDONDONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Irviani

    2017-05-01

    Full Text Available Teknologi Informasi terus berkembang pesat seiring dengan kemampuan komputer memberi solusi bagi permasalahan diberbagi bidang tidak terkecuali bidang kesehatan. Salah satu contoh perkembangan teknologi informasi yaitu adanya sistem informasi yang membuat proses pengolahan data penjualan obat pada apotek menjadi lebih efektif dan efisien. Pada apotek Ar-roz Farma 4 Kedondong, penulis memperhatikan proses pengolahan data penjualan obat publikasi informasi masih dilakukan secara konvensional sehingga sering mengalami masalah pada ketepatan perhitungan, transaksi lambat dan terhambatnya akses informasi. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan membangun sistem informasi apotek berbasis web. Hasil penelitian ini berupa sebuah sistem informasi penjualan berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySql. Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan transaksi penjualan dan kemudahan akses informasi yang tentunya akan membuat konsumen merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan.

  7. Komposit Nano TiO2 Dengan PCC, Zeolit atau Karbon Aktif Untuk Menurunkan Total Krom dan Zat Organik Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bumiarto Nugroho Jati

    2012-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan total krom dan zat organik pada limbah industri penyamakan kulit dengan menggunakan nano TiO2 yang dikompositkan dengan adsorben karbon aktif, zeolit, dan precipitated calcium carbonate (PCC dalam suatu reaktor fotokatalitik yang disusun secara batch dan dilengkapi dengan 6 buah lampu UV dan magnetic stirrer. Penurunan kadar krom total diukur dengan menggunakan Atomic Absorption Spectro-photometer (AAS dan penurunan zat organik dianalisa dengan menggunakan titrasi permanganatometri. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan terbaik untuk penurunan kadar krom total adalah dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 8:2 yang dapat menurunkan total krom hampir 100% pada menit ke-170 dengan konsentrasi awal 214,35 mg/L. Untuk penurunan kadar zat organik, pengolahan terbaik dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 9:1 yang dapat menurunkan kadar zat organik hingga 100% pada menit ke-180. 

  8. PERAN REVEGETASI TERHADAP RESTORASI TANAH PADA LAHAN REHABILITASI TAMBANG BATUBARA DI DAERAH TROPIKA (The Role of Revegetation on the Soil Restoration in Rehabilitation Areas of Tropical Coal Mining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyono Agus

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertambangan batubara terbuka menyebabkan degradasi lahan, sehingga perlu upaya rehabilitasi lahan melalui program revegetasi. Penelitian dilakukan di areal PT. Berau Coal  pada site Binungan, Lati dan Sambarata, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap ber-blok dengan umur revegetasi sebagai perlakuan, tiga kali ulangan dan tiga site sebagai blok. Pemilihan lokasi menggunakan metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan pada umur pengolahan lahan revegetasi, meliputi S1 : area hutan sebelum ditambang (rona awal, S2 : revegetasi awal, umur tanaman  5 tahun. Pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0–20 dan 20-40 cm pada setiap perlakuan di ketiga lokasi, selanjutnya dianalisis sifat fisik dan kimianya. Tanah Typic Hapludult pada lahan hutan sebelum ditambang batubara secara terbuka (S1,  rona awal mempunyai kadar C-organik (1,87 %, N-total (0,14 %, P-tersedia (31,40 ppm, K-tertukar (0,11 me/100g, pH (3,98, KTK (10,72 me/100g dan kejenuhan basa (17 %. Penambangan terbuka batubara telah menyebabkan lapisan bawah dan  permukaan tanah menjadi terbongkar dan terjadi penurunan kualitas tanah yang sangat drastis. Penimbunan lahan dengan media tanah permukaan sebelumnya, telah cukup  mampu memperbaiki sifat-sifat tanah tertambang namun belum sesuai sebagai media pertumbuhan, serta sangat rentan terhadap degradasi lahan lebih lanjut. Revegetasi menggunakan tanaman pionir, cepat tumbuh dan adaptif seperti Sengon, Akasia, Sungkai, Melina, Angsana, Jarak serta Legume Cover Crop (LCC pada area bekas tambang  batubara memberikan pengaruh yang  nyata terhadap peningkatan kandungan C-organik, N-total dan  pH tanah. Revegetasi menggunakan spesies cepat tumbuh setelah berumur 5 tahun telah mengembalikan bahkan memperbaiki sifat kimia tanah dibanding dengan kondisi pada hutan tropika basah sebelum dilakukan penambangan terbuka.   ABSTRACT Open coal mining

  9. Penggunaan Unit Slow Sand Filter, Ozon Generator dan Rapid Sand Filter Skala Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur Dangkal Menjadi Air Layak Minum (Parameter Zat Organik dan Deterjen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Prawita Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Air sumur merupakan air tanah yang sering kali digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Air sumur dengan kadar organik dan deterjen tinggi tidak layak dikonsumsi masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, adanya zat organik dan deterjen mempengaruhi warna dan bau air sumur sehingga tidak layak konsumsi. Slow sand filter merupakan unit pengolahan yang mampu meremoval zat organik pada air. Slow sand filter dan rapid sand filter tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pengolahan sehingga lebih ekonomis dan efektif. Sedangkan ozon, efektif digunakan untuk meremoval zat organik yang ada dalam air dengan mengubah rantai zat organik menjadi lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan slow sand filter, ozon generator dan rapid sand filter dalam menyisihkan beban deterjen dan zat organik pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada unit slow sand filter untuk beban organik dan deterjen sebesar 57,6% dan 60,5 %, pada unit ozonasi sebesar 47,4% dan 17,5%, dan pada unit rapid sand filter sebesar 50,0% dan 50,9 %.

  10. TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BENIH PILANG (Acacia leucophloea Wild.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati Suharti

    2016-09-01

    Full Text Available Salah satu faktor yang mempengaruhi daya berkecambah benih adalah serangan penyakit benih. Penyakit yang umumnya berupa cendawan terbawa benih dapat menimbulkan kerusakan pada benih diantaranya mutu dan daya simpan benih menjadi menurun. Teknik pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan penggunaan kemasan plastik yang hampa udara (vacum, sedangkan secara kimia dengan penggunaan fungisida benomil. Teknik pengendalian penyakit benih pilang selama penyimpanan yaitu dengan perlakuan pengepresan vacum. Perlakuan ini dapat menjaga viabilitas benih dan menekan infeksi cendawan Aspergillus sp. Pada umur simpan 1 tahun, perlakuan ini menghasilkan daya berkecambah sebesar 47 % dan persentase infeksi Aspergillus sp. sebesar 18% sedangkan perlakuan plastik menghasilkan daya berkecambah sebesar 34,67 % dan persentase infeksi Aspergillus sp. sebesar 50 %.

  11. Sistem Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso Daging Sapi Berbasis Android Menggunakan Algoritma Naive Bayes Classifier

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofi Dwi Purwanto

    2017-03-01

    Full Text Available Poin pertama yang menjadi fokus dalam pemenuhan keamanan adalah keamanan dalam bidang pangan (food security. Di Indonesia, masih terdapat beberapa fenomena seperti penggunaan boraks sebagai zat aktif kimia pada bakso. Hal ini masih menjadi tren yang menjadi hambatan dalam pemenuhan hak manusia dalam mewujudkan keamanan pangan. Penelitian ini mengimplementasikan metode naïve bayes classifiersebagai pendeteksi (detektor dengan melakukan grayscale dan melakukan estimasi parameter distribusi fitur objek untuk data citra proses training. Sedangkan proses testing juga akan melalui tahap grayscale, selanjutnya proses identifikasi dengan menggunakan fungsi diskriminan dan hasil estimasi parameter distribusi. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian sebesar 840 citra meliputi 780 bakso yang dibuat secara mandiri dan 60 data diperoleh dari hasil survey dilapangan. Hasil uji coba menunjukkan hasil terbaik diperoleh dengan tingkat akurasi sebesar 82.7778%  untuk dimensi citra 3x4 dengan jumlah data yang diidentifikasi secara benar adalah sebanyak 149 dari 180 data yang digunakan.

  12. PENERAPAN HACCP BUBUR BAYI BERAS MERAH TERHADAP PENERIMAAN DAN LAMA WAKTU SIMPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riska Listyanti

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini secara umum bertujuan terlaksananya penerapan HACCP untuk bubur beras me-rah yang ditujukan untuk bayi usia 6-10 bulan, dan secara khusus menetapkan perbedaan lama waktu simpan bubur tersebut antara penerapan HACCP (variasi 1 dengan penerapan HACCP tanpa pengendalian CCP persiapan bahan (variasi 2; sanitasi alat (variasi 3; penjamah (variasi 4; cara pengolahan (variasi 5; penyimpanan (variasi 6 dan penyajian (variasi 7, serta mene-tapkan perbedaan penerimaan bubur beras merah variasi 1 dan bubur organik sebagai kontrol positif. Hal ini dilatar-belakangi karena dalam proses pembuatan bubur beras merah oleh ibu bayi, pada pemilihan bahan, sanitasi alat, penjamah dan cara pengolahan tidak memenuhi sya-rat. Begitu juga pada proses pengolahan bubur organik, pada sanitasi alat, penjamah, penyim-panan dan penyajian juga tidak memenuhi syarat. Metoda pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dengan bahan penelitian bubur hasil olahan sendiri. Hasil analisis menunjukan bahwa: bayi homogenisasi yang menerima bubur beras merah olahan sendiri adalah sebesar 73,25 %, dan yang menerima bubur organik pabrikan sebesar 46,5 %; penerimaan bubur beras merah dengan bubur organik berbeda secara bermakna (nilai p: 0,022. Selain itu diketahui pula bahwa lama waktu simpan bubur beras merah variasi 1 lebih dari 12 jam; variasi 2, 12 jam ( p: 1,00; variasi 3, 12 jam (p: 0,831; variasi 4, 11 jam (p: 0,862; variasi 5, 11 jam (p: 0,478; variasi 6, 8 jam (p: 0,155; dan variasi 7, 11 jam (p: 0,473. Dengan demiki-an dapat disimpulkan bahwa lama waktu simpan bubur beras merah variasi 2, 3, 4, 5 dan 6 tidak berbeda dengan variasi 1.

  13. PENGELOLAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DI THAILAND, MYANMAR, DAN INDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital, SKM Anorital, SKM

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam bulan Januari 1991 yang lalu, Sdr. Anorital, SKM (Ka. Subbag. Pengumpulan dan PengolahanData Badan Litbangkes dan H. Syafwani Mirin, SKM (Ka. Bag. Keuangan Badan Litbangkes memperoleh fellowship dari WHO untuk melakukan studi perbandingan ke institusi-institusi penelitian kesehatan di Thailand,Myanmar, dan India.Berikut di bawah ini tulisan bersangkutan yang menggambarkan secara garis besar pengelolaan penelitian dan pengembangan kesehatan pada masing-masing negara obyek studi. Semoga informasi yang terkandung pada tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

  14. PENGARUH STRUKTUR AKTIVA, PERPUTARAN MODAL DAN PENDANAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN FARMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Rahmiyatun

    2016-10-01

    ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kebijakan modal kerja yang terdiri dari struktur aktiva, perputaran modal kerja dan pendanaan modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 sampai dengan 2015 yang berjumlah 10 perusahaan. Sedangkan sampel penelitian ini adalah dua perusahaan yaitu PT. Kimia Farma yang mewakili perusahaan milik BUMN dan PT.Kalbe Farma yang mewakili perusahaan swasta. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1 struktur aktiva berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap profitabilitas; (2 pendanaan modal kerja tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, dan (3 struktur aktiva dan pendanaan modal kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.Implikasinya adalah bahwa perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia khususnya PT. Kimia Farma dan PT. Kalbe Farma harus meningkatkan secara optimal struktur aktiva karena berpengaruh sangat signifikan terhadap profitabilitas. Peningkatan struktur aktiva akan berdampak baik terhadap kinerja perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini sangat relevan mengingat masih minimnya penelitian di bidang ini.   Kata kunci: Perputaran Modal Kerja, Pendanaan Modal Kerja Dan Profitabilitas.

  15. Implementasi Estimator Kecepatan Pertumbuhan Mikroorganisme pada Bioreaktor Anaerob

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewinta Ria Wardhani

    2013-03-01

    Full Text Available Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam produktivitas biogas pada pengolahan limbah bahan organik khususnya kotoran ternak pada bioreaktor anaerob, dimana dalam pengolahanya bakteri dipengaruhi oleh nutrisi, pH dan temperatur. Sehingga akan mempengaruhi produk biogas yang dihasilkan. Agar mendapatkan hasil biogas yang diharapkan maka diperlukan sebuah monitoring kecepatan pertumbuhan mikroorganisme. Namun saat ini belum ada alat untuk memonitoring secara langsung sehingga diperlukan sebuah estimator untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme, untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme berdasarkan parameter pH dan volume yang diukur. Estimator bekerja berdasarkan model matematis dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan arsitektur Backpropagation dengan metode Lavenberg Marquardt. Estimator yang telah dihasilkan secara offline memiliki input berupa pH dan volume yang dianalogikan melalui tegangan dari potensiometer. Pada penelitian ini akan di implementasikan estimator kecepatan pertumbuhan mikroorganisme (µ secara online pada bioreaktor anaerob yang digunakan untuk mengekstrak kotoran ternak. Dari pengukuran secara online dan offline didapatkan nilai µ terbaik pada pengukuran secara online yaitu 7,5 pada pH 7,45 dan volume 0,05 L sedangkan nilai µ terbaik pada simulasi 7,3092 pada pH 5,47 dan volume 0,0106 L

  16. IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murinto Murinto

    2009-07-01

    Full Text Available Data atau informasi tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dapat berupa gambar, audio, dan video. Citra/gambar mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Dewasa ini penggunaan citra digital semakin meningkat karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh citra digital tersebut, antara lain kemudahan dalam mendapatkan gambar, memperbanyak gambar dan pengolahan gambar. Situasi dan kondisi pada saat pengambilan citra digital sangat berpengaruh terhadap hasil citra digital yang diperoleh. Kurangnya intensitas cahaya pada saat pengambilan citra dapat menyebabkan kualitas citra menjadi tidak baik, seperti citra menjadi gelap atau perubahan warna dari gambar. Perlu suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra dengan mempertahankan warna asli citra. Penelitian ini menggunakan metode Retinex untuk meningkatkan kecerahan citra. Jenis gambar yang digunakan berekstensi *.jpg berformat 24 bit dengan ukuran pixel yang tidak dibatasi. Citra tersebut kemudian dimasukan ke dalam program lalu diproses dengan menggunakan metode Retinex. Adapun parameter yang digunakan adalah citra hasil, histogram, dan signal-to-noise (SNR. Pengujian dilakukan dengan metode White Box Tes dan Alpha Test. Penelitian yang dilakukan menghasilkan suatu aplikasi pengolahan citra untuk meningkatkan kecerahan Citra Menggunakan Metode Retinex” yang dapat bekerja untuk mencerahkan citra. Peningkatan kecerahan citra dengan menggunakan metode retinex menghasilkan citra yang lebih cerah, nilai SNR yang lebih tinggi dan histogram dengan nilai intensitas pixel yang tinggi dan terdistribusi secara merata. Hasil uji coba menunjukan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan kecerahan dan kualitas citra menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pengolahan Citra, Retinex, Histogram, SNR. 

  17. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBANYA

    OpenAIRE

    Mufidah, S.Si., M.Si., Apt.

    2004-01-01

    Dalam rangka pengembangan obat tradisional, telah dilakukan isolasi dan uji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi (Vitex trifolia, L.) familia Verbenaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, menganalisis dan menguji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi. Isolasi dilakan dengan alat destilasi Stahl, diperoleh minyak atsiri sebanyak 0,02% v/b daun segar dan 0,08% v/b daun kering. Dari interpretasi data GC-MS tampak adanya 1,8 ???Cineole (17,83%), ???-terpiny...

  18. STUDI KEMAMPUAN GURU KIMIA SMA LULUSAN UNY DALAM MENGEMBANGKAN SOAL UAS BERBASIS HOTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dodi Iskandar

    2015-04-01

    Full Text Available This study aimed to investigate senior high school chemistry teachers ability to develop semester examination materials based on higher-order thinking skills. This kind of research was a survey. A number of respondents were 15 chemistry teachers with 559 questions of semester final examination in year 2013. The used methods was documentation. This research used a document check list as an instrument to collect data. The analyzed data were C1 (remember, C2 (understand, C3 (apply that included lower order thinking skills (LOTS, C4 (analyze, C5 (evaluate and C6 (create which classified to higher order thingking skills (HOTS. The results of the study was senior high school chemistry teachers ability to develop a semester examination material based on higher order thinking skills is 13,9%, which consists of C4 13.2%; C5 0.7% and C6 0.0%.

  19. KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA PADA ABON NANGKA MUDA (Artocarpus heterophyllus LMK DENGAN PENAMBAHAN TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulfa Qurrota A’yuni Nur Jannah

    2016-12-01

    Full Text Available Unripe jackfruit is one vegetables that  is usually processed into Indonesian dishs. Beside unripe jackfruit processed into vegetables can also be developed and processed into a dry product called beef floss. Unripe jackfruit has a very low protein content, so it needs other raw material to improve protein content of the floss we added tempeh to the floss = gembus tempeh or soybean tempeh, as much as 15%, 25%, 35% and 0% as control. This study uses a Completely Randomized Design (CRD with 2 factors. The first factor is proportion of unripe jackfruit and tempeh, and the second factor is type of tempeh. Parameter of this research are organoleptic evaluation, the color, moisture content and protein content. The result of organoleptic evaluation is the proportion 25% soybean tempeh prefered for aroma, taste, color, texture. The highest L (Lightness was resulted from 35% soybean tempeh. The highest moisture content was shown by floss with 15% soybean tempeh. Protein content increased from 4,3775% to 39,3975% by addition of soybean tempeh while protein increased from 4,3775%  to 14,8835% in beef floss added with gembus  tempeh.

  20. Model Integrated Problem Solving Based Learning pada Perkuliahan Dasar-dasar Kimia Analitik

    OpenAIRE

    Indarini Dwi Pursitasari; Anna Permanasari

    2013-01-01

    Abstract: Integrated Problem Solving Based Learning Model on Foundation of Analytical Chemistry. This study was conducted to know the effects of Integrated Problem Solving Based Learning (IPSBL) model on problem solving skills and cognitive ability of pre-service teachers. The subjects of the study were 41 pre- service teachers, 21 in the experimental group and 20 in the control group. The data were collected through a test on problem solving skills, a test on cognitive ability, and a questio...

  1. Model Integrated Problem Solving Based Learning Pada Perkuliahan Dasar-dasar Kimia Analitik

    OpenAIRE

    Pursitasari, Indarini Dwi; Permanasari, Anna

    2012-01-01

    : Integrated Problem Solving Based Learning Model on Foundation of Analytical Chemistry. This study was conducted to know the effects of Integrated Problem Solving Based Learning (IPSBL) model on problem solving skills and cognitive ability of pre-service teachers. The subjects of the study were 41 pre- service teachers, 21 in the experimental group and 20 in the control group. The data were collected through a test on problem solving skills, a test on cognitive ability, and a questionnaire o...

  2. Pengendalian Mutu Laboratorium Kimia Klinik Dilihat dari Aspek Mutu Hasil Analisis Laboratorium

    OpenAIRE

    -, Riyono

    2007-01-01

    This study was aimed at learning the quality of laboratory analysis result, accuracy and precision of laboratory analysis and how the relationship of analytical internal quality control with accuracy and precision of laboratory analysis result. The measurement tools were questionnaires and gold standard. The analysis used t-test, Variance Index Score (VIS) and Spearman's Rank Correlation. Data collected from 30 respondents and 360 sample (precinorm ‘U) on 9 laboratory hospital of Sub-Province...

  3. Meningkatkan Semangat dan Kebanggaan sebagai Muslim dalam Proses Pembelajaran Kimia Dasar di Unisba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusnadi Rusnadi

    2008-12-01

    Full Text Available A significant contribution for people and nation has marked Unisba in its fifty years of age.  Since its beginning,  the idea behind Unisba was creating an education site based on Islamic values,  which in turn would produce Muslim scholars who dedicated themselves for the wealth of nation and its people. To achieve the ideal goals, as reflected on Unisba’s vision and mission, students were taught many subjects.  Admittably, majority of  the subjects being taught in Unisba were borrowed from Western knowledge as well. Only a few were taken from Islamic teachings. Among those few is basics of chemistry. In fact, history noted that some Muslim scholars has made significant contribution to develop chemistry.  Jabir Ibn Haiyan, Abu’l-Qasim, Aidamir al-Jildaki, Al-Tughra’i, and Al-Majriti were several  worth to be  mentioned. Their  achievement marked special exemplar of Muslim scholars whose names were larger than their life.

  4. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER BERVISI SETS TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilam Pratitis

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the application of learning model with advance organizer envisions SETS to increase mastery of chemistry concepts in the high school in Semarang on buffer solution material. The design used in this research is the design of the control group non equivalent. Sampling was conducted with a purposive sampling technique, and obtained a XI 6 science grade as experimental class and class XI 5 science grade as control class. Data collection method used is the method of documentation, testing, observation, and questionnaires. The results showed that the average cognitive achievement of experimental class was 84, while the control class was 82. The result of data analysis showed that the effect of the application of learning model with advance organizer envisions SETS was able to increase the mastery of chemical concepts of 4%, with a correlation rate of 0.2. Based on the results, it can be concluded that the learning model with advance organizer envisions SETS had positive effect of increasing mastery of the concept of chemistry on buffer solution material. The advice given is learning model with organizer envisions SETS should also be applied to other chemistry materials. This is of course accompanied by a change in order to suit the needs of its effect on learning outcomes in the form of concept mastery of chemistry to be more increased.Keywords: Advance Organizer, Buffer Solution, Concept Mastery, SETS

  5. LITERASI KIMIA MAHASISWA PGSD DAN GURU IPA SEKOLAH DASAR PADA TEMA UDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atep Sujana

    2014-08-01

    changing the score values, grouping study subjects based on the values obtained, and the analysis and conclusions. From the research data showed that only 26 people (63.41 % students who have achieved literacy PGSD chemistry, whereas only 10 elementary school teachers (50 % who had reached chemical literacy. Literacy chemical that has not reached most of the research subject primarily determine the chemical formula of constituent gases of air and to write the equation. Keywords: PGSD students, elementary science teachers, science literacy, literacy chemistry, descriptive method.

  6. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Yogurt Yang Menggunakan Starter Lactobacillus bulgaricus Dengan Persentase Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusdar Zakaria

    2001-10-01

    Full Text Available ABSTRACT.  A study of pyisical properties and quality of yogurt with Lactobacillus bulgaricus as a starter has been doon. Objectives of this study is to know how many percent starter of L. bulgaricus in yogurt to decrease suscepetibility to syneresis and to increase quality of yogurt. Yogurt was analyzed for susceptibility to syineresis, titratable acidity and content of crude protein and crude fat. Syinerisis of yogurt was evaluated according to centrifugal methods of Halwarkar and Kalab. The result of the study showed that yogurt with 2.5-10 % L. bulgaricus as a starter are not have any effect of susceptibility to synerisis and content of crude fat, but centripuged at 250-1000 rpm. Had significantly different (<0.01 on susceptibility to synerisis. On the other hand the increasing of centrifuge rotation, increase susceptibility to synerisis. The starter of 5-10% L. bulgaricus used in yogurt able to increase titratable acidity and content of crude protein. The yogurt prepared by 10% L. bulgaricus had the highest score (3.88% of crude protein, although there is no significant differences with yogurt using 7.5% L. bulgaricus.

  7. Pengaruh Penambahan Molases Terhadap Komposisi Kimia Silase Beberapa Jenis Rumput Yang Ditanam Bercampur Dengan Stylos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Yunus

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT. This study was conducted in UPTD (Unit Pelaksana Tugas Dinas Saree Aceh Besar about 4 weeks. The matter of this study are 4 kinds of grass there are rumput benggala (panicum maximum rumput BD (Brachiaria decumbent. The grass that use in this study ditanam mixe with stylosanthes guyanesis legume, while the additive in silage is molasses. The study was designed into Completely Randomized Design (CDR Factorial 4x3. There were 3 replications. First factor was R1 (Rumput Benggala + Stylosanthes guyanesis, R2 (Rumput lampung+Stylosanthes guyanesis, R3 (Rumput BD + Stylosanthes guyanesis, R4 (Rumput Star grass + Stylosanthes guyanesis and the second factor were 3 level there were M1 (0%0,M2(3% dan M3 (5%. Invetigated variabes included pH, Dry matter, crude protein, crude fiber, ash and water containet..The data were analyzed by an analysis of variance and as a significant effect was detected, the analysis was contained by Uji Beda Nyata Terkecil (BNT, Steel and Torrie (1991. The result of this study showed that the different of several grass have hight significantly (P,0.010 of dry matter, crude protein, ash and water containing but have no significantly on pH and crude fiber silage. The diferent among molasses have significantly on pH, crude protein and crude fiber silage. From BNT test showed that molasses increased dry matter and crude protein of silage compared to no molasses added. However, th used of molasses decreased crude fiber and water contain compared to no molasses added. The quality of silage found at level of 5.5% molasses especially on star grass (R4M3. The study concluded that using different level molasses es on several grass producted better silage than without molasses.

  8. SIFAT FISIK, KIMIA, DAN FUNGSIONAL DAMAR [Brief Review on: Physical, Chemical and Functional Properties of Dammar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noryawati Mulyono1

    2004-12-01

    Full Text Available Dammar is one of Indonesian forestry products which is abundant. It has unique physical, chemical and functional properties. The important physical properties of dammar include its solubility in some organic solvents, softening temperature, viscosity and its absorbance. The important chemical properties reviewed here include its properties as resin, composition of terpenoid compounds present in dammar, and essential oil yielded from distillation of fresh dammar. Physical and chemical properties of dammar need to be studied further in order to optimize its functional properties. So far, dammar is widely used as weighting agent and source of essential oil. However, now, some species of dammar are being explored and developed for sal flour, fat source, triacylglycerol substituent for cocoa butter and wood preservatives.

  9. PENGARUH NOVEL KIMIA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfah Zulfah

    2016-12-01

    Full Text Available AbstractThis research aimed to determine the effect of using chemical novel in learning activities to the understanding of concept and learning motivation in class X SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta of the school year 2012-2013. The research design is non equivalent control group design. Data is collected using pretest and post-test booklet and sheet scale learning motivation to the using chemical novel. The results of the data analysis in this research is on the motivation of learners average experimental and control classes, respectively 72.79 and 69.43. The results showed that the average experimental class on learning motivation is greater than the average grade control. The average is categorized according to both Sukardjo which is between 67.998 and 83.994. In aspect of understanding the concept, for posttest data is normally distributed with sig-class experimental and control respectively were 0.08 and 0.35. In homogeneity test data is homogeneous with sig 0.322. The average value of each class posttests were 70.44 and 65.33. Furthermore, using one way ANOVA that shows the value of Farithmetic>Ftable is 4.787> 3.995. This means chemical novel as learning resource on hydrocarbons gives a positive influence on chemistry learning activities.Keywords: Chemical novel, learning motivation, understanding of concept

  10. Hubungan Sifat Kimia Tanah Terhadap Produksi Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana) di Tapanuli Selatan

    OpenAIRE

    Siregar, Mastiagom; Rahmawaty; Rauf, Abdul

    2016-01-01

    Chemical soil correlation for Salacca sumatrana at Tapanuli Selatan district is superior comudity National. This study aimed to correlation of attitude of ground to ward the production of Salacca sumatrana. There were six subdistrict at thirty samples by purposive sampling method.The result of showed that soil chamical of the ground which influence toward the production of Salacca sumatrana in Kdd. The manure element of grund in the result location is lower existed to improve the production o...

  11. PENGARUH FORTIFIKASI NANOPARTIKEL KALSIUM LAKTAT KERABANG TELUR TERHADAP SIFAT KIMIA DAN FISIK BAKSO AYAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Hadi Prayitno

    2016-03-01

    Full Text Available The experiment was conducted to analysis the effect of nanoparticle eggshell calcium lactate fortification on chemical and physical properties of chicken meatballs. The materials were chicken meat, filler, spices, salt, eggshell calcium and nanoparticle calcium lactate. Fortification level of eggshell calcium and nanoparticle calcium lactate on making meatballs was 0.3% of the total meatball dough. Each treatment consisted of five replications. The data of chemical and physical properties of meatballs were analyzed statistically using variance analysis. The differences between means were tested by Duncan's new Multiple Ranges Test. The meatball fortified with eggshell calcium showed lower moisture content 67.92%, and showed higher fat content 6.92% and ash 2.56% than those of nanoparticle eggshell calcium lactate. The meatballs fortified with eggshell calcium had higher pH value 7.34 and water-holding capacity 58.53% and more firmness than those of fortified with eggshell calcium lactate. (Keywords: Chemical and physical properties, Chicken meatballs, Eggshell, Fortification, Nanoparticle calcium lactate

  12. Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Berpikir Konkret Melalui Latihan Mengorganisasikan Konsep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Mintarto

    2016-02-01

    Full Text Available Concept organizing practice is one of the strategies of innovation in the teaching of chemistry which needs full participation of students in teaching processes. In this way, student's are trained in skills to identify and organize concepts through the chemical matter. This study aims to explore the effect of concept organizing practice on chemical student achievement. This study use pretest-posttest not equivalent design of quasi-experimental. One hundred and twenty students of SMUN 5 and SMUN 8 Kediri participated as sample. Data are analyzed statistically by using analysis of covariant at 0.05 level of significant. The result showed that Concept Organizing strategy is the potential strategy to enhance student's ability in understanding abstract concept, concepts.

  13. KARAKTER MORFOLOGI DAN KIMIA 18 KULTIVAR PAMELO (CITRUS MAXIMA (BURM. MERR. BERBIJI DAN TANPA BIJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Susanto

    2011-04-01

    Full Text Available Pamelo is one of the oranges species which have variety of form, size, colour and taste. Most of the pamelo cultivars with seeds, while part of it is seedless. The concumen prefer to chose seedles than with seed because they could consume more. The research proposed to know the morphologycal and chemical characteristics of pamelo with seed and seedless. Characteristication done in RGCI and port harvesting laboratory at IPB to the Pamelo come from Sumedang, Pati, Kudus, Magetan, Aceh and Pangkep (South Sulaewsi in the period of April 2009 until July 2010. The result of research shown that several pamelo seedless cultivars have pyriform, while other with seed have spheroid form. A few fruit from pamelo seedless cultivars have sweet taste until less taste, with pH of its juice vary from 6.2 – 6.3, except Jawa cultivar which have pH 4 which its total tertiration acid is 0.47 – 0.50 g/g, PTT 9.8 – 11.0 (0brix, PTT/ATT 19,5 -25,3. Vitamine C content 38 – 48.2 mg/100 g and narigin content from 118,3 – 1063,2 mg/ml, while pamelo with seed have taste sweet acid, with fruit juice pH 3.7 – 4.7, except “red bali 1”, which have pH 6.0, ATT 0,35 – 0,59 g/g, PTT 8.7 – 11.3 (0brix, PTT/ATT 16.9 – 24.6, vitamine C content 28.6 – 43.8 and narigin content 55.2 – 461.2 mg/ml

  14. KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN FUNGSIONAL PATI SAGU IHUR TERMODIFIKASI DENGAN HEAT MOISTURE TREATMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscillia Picauly

    2017-06-01

    Full Text Available The objective of this study was to characterize the properties of Heat Moisture treatment (HMT modified ihur sago starch with different moisture contents. The starch was modified with HMT at 110°C after being adjusted to various moisture contents (23, 28, or 33% for 4 h. The physico-chemical and functional properties of the native and modified HMT Ihur sago starch observed were color, swelling power, solubility, paste clarity, moisture content, ash content, amylose content, phenol content, and resistant starch (RS content. Results of this study showed that the HMT starch has a higher degree of lightness (L*, redness (a*, and yellowness (b*, solubility (4.85-5.38% but lower swelling power (44.06-47.47 g/g than the native starch which has a solubility and swelling power of 4.90% and 50.72 g/g, respectively. Paste clarity was found to decrease along the storage period. In addition, higher moisture content (11.81-13.20%, but lower amylose (14.81-23.52%, phenol (2.50-4.04%, and RS (5.4-6.1% content were observed than the native starch with amylose, phenol, and RS content of 27.18, 7.91, and 6.5%, respectively.

  15. Individualized Education Program (IEP) Mata Pelajaran Kimia untuk Siswa Slow Learner

    OpenAIRE

    Rovik Rovik

    2017-01-01

    The implementation of inclusive education is one of the government's efforts to providing quality education for all levels of society. However, to date, inclusive education is not working correctly, students with special needs must adapt to learning tailored to their abilities, interests and talents (integration education). As a result, they can not achieve learning objectives, and the worst thing is they will stay class or drop out. A slow learner is one type of disability who received less ...

  16. PENINGKATAN LIFE SKILL MAHASISWA KIMIA BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ersanghono K.

    2011-02-01

    Full Text Available Based on the questionnaire to students UNNES Natural Sciences Department of Chemistry, professor of learning methods are still in the form of lectures and such very boring for students. Moreover, the material is an organic chemistry lecture course, especially the less favored and considered difficult by students because it is abstract, so it needs to be assisted visualization. It is therefore interesting to study as well as creativity and innovation fostering student learning and not so monotonous. The purpose of this study to determine the increase in life skill-oriented students Chemoentrepreneurship (CEP through the STAD cooperative learning. This research is a class act consisting of three cycles. Each stage consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study is a student of Chemistry Department of Education UNNES third semester. Focus examined in this study is the increase in life skill students (academic skills. The data obtained and analyzed using descriptive methods to determine the increase in student life skill. From the research, learning classical exhaustiveness increased from stage I (43%, stage II (50%, and stage III (86%. The average score life skill (cognitive aspects college students increased from cycle I, II, and III, respectively, 71.28; 78.21 and 89.15 .. Based on the results of this study can be concluded that the life skill students can be increased through the STAD cooperative learning-oriented CEP.

  17. RELIGIUSITAS DALAM PENDIDIKAN KIMIA (ESENSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KIMIAWAN KLASIK JABIR BIN HAYYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Chandra

    2012-04-01

    Full Text Available Religiousity has not received adequate attention among scientists and educational researchers. Fundamental problems faced by the Islamic university and school is how to strengthen the integration of religiousity into science education. It should be further explored the life and work of Muslim chemists. In this case, Jabir ibn Hayyan, seems to be the most authoritative figures Muslim chemists to be explored further. This research is based on factual historical research model. The object of this study is a collection of writings Jabir ibn Hayyan Classical Arabic in Mukhtar Rasa `il vol.1 (scripted by Paul Kraus 1935, using a qualitative approach to descriptive analytical method, combining historical and philosophical approach, taking into account the substantial and functional relationship between information and obtained and the views contained in the manuscript.  Jabir had engage religiousity his Philosophical thought on divinity, universe, human, society, and knowledge. He had also enhanced religiousity into educational practice, especially in chemistry education. His thoughts could be simplified as an integrative educational thought and balance. Jabir promote holistic education that integrates the various aspects in a balanced education fields, and encourage positive interaction between educators and learners, prioritize based on experiment and observation.Keywords:  religiousity, chemistry, science, education, philosophy

  18. Sifat Fisiko-Kimia Dendeng Daging Giling terkait Cara Pencucian (Leaching dan Jenis Daging yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharyanto

    2008-08-01

    Full Text Available Dendeng is a typical Indonesian jerked meat commonly made from sliced or ground beef with 2 mm thickness. This research was conducted to study the effect of kind of meat and leaching method on pH, toughness, protein, fat content and peroxide value (PV of ground jerked meat. The experiment was set up in a completely randomized factorial design with three replications. The first factor was three levels of leaching methods (no washing, washed in 1.5 x 1.5 x1.5 cm size and washed minced meat. The second factor was kind of meat namely horse meat, lamb and beef. The results indicated that neither interaction effect between leaching and kind of meat nor effect of leaching were significant on all characteristics observed. Kind of meat influenced significantly on the pH, toughness, fat content and PV of dendeng (P<0.01.

  19. IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL BERBASIS WEB PADA PRAKTIKUM KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggun Zuhaida

    2016-11-01

    The learning process chemistry in SMA/MA still tends to be a conventional means are still teoritik out the lesson and had yet to develop the ability of students to the maximum. Practical learning can provide an opportunity to students to test and apply the theory by using the facilities of the laboratory and outside the laboratory. This research aims to know the influence of the use of web-based CTL approach towards learning outcomes subject matter the reaction rate. The population in this research is the grade XI IPA in MAN 2 Kudus. Sampling is done using cluster random sampling techniques, namely class XI IPA 4 as a class experiments who got the treatment by using web-based CTL approach and Class XI IPA 5 as a control class get conventional learning with media powerpoint. Method of data collection in this research is a method of documentation, tests, observation and question form. Test hypotheses using the coefficient of biserial correlation and coefficient of determination and acquired rb 0.65 with the amount of contributions 42,11%. The conclusion is the use of web-based CTL influential approach towards learning outcomes subject matter the rate of grade XI IPA MAN 2 Kudus with contributions 42,11%.

  20. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayan Sunarya

    2015-01-01

    Full Text Available This research develop model of teaching chemistry in senior high school to improve student thinking skill and science process skill. These skills are chosen based on characteristics of thermo-chemistry concept. There are three procedures in this research, i.e.: analysis of thermo-chemistry concepts, development of teaching model, and its implementation. The implementation carried out by the teacher. Subject of this research are 40 students of SMUN Lembang Bandung. The result of model implementation are three kinds of data, consist of teaching-learning activities, assessment test, and interview. Teaching learning activities data are analyzed by subject matter pedagogy method. The result of assessment test analyzed according to assessment type. The interview data support the teachable and accessible of the model. Model implementation by the teacher was not appropriate with the design in classroom activities. On the other hand, students have good concept achievement, but only for few indicator of the thinking skill and science process skill. Key words: thermo-chemistry, teaching model, thinking skill, science process skill

  1. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERSTRATEGI REACT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA KELAS XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riva Ismawati

    2015-11-01

    Full Text Available This study aimed to determine the effect of inquiry learning model with REACT strategy on learning outcomes and to determine the contribution to the learning outcomes. The expected benefits are improvements in learning chemistry subjects in class XI of high school through constructivism learning activities. The population in this study were students of class XI of high school in Semarang. The analysis showed the early stages of the population have the same degree of homogeneity and normal distribution. Average learning outcomes after experimental class treated were better than the control class, which amounted to 75.52 and 67.14. Test the difference between two average results obtained t from calculation (4.85> t from table (1.66, so we can conclude the experimental class learning results are better than the control class. Correlation test resulted biserial correlation coefficient (rb of 0.58 and t from calculation (5.68> t from table (1.99, so the influence was significant. Effect of application of inquiry learning model with REACT strategy shown by the coefficient of determination of 33.64%.The cognitive learning outcomes of experimental class had reached mastery learning classical while control class not yet. The average value of affective and psychomotor experimental classes are better than the control class. Based on these results, it can be concluded that the inquiry learning with REACT strategy have positive effect on learning outcomes chemistry in student class XI of high school in Semarang.

  2. Karakter Kimia Pupuk Cair Asal Limbah Kulit Pisang Kepok dan Pengaruhnya pada Tinggi Tanaman Kedelai

    OpenAIRE

    Palupi, Nurul Puspita

    2015-01-01

    Chemical Character of Banana Skin Waste Liquid Fertilizer and their influences for the soya beans plant's height. MOL is a collection of microorganisms that can be developed, which serves as a starter in the bokasi or compost production. Utilization of agricultural waste such as fruit unfit for consumption is processed into MOL could increase the added value of waste, and reduce environmental pollution (Juanda, et al., 2011). MOL utilization in organic farming is still much to do, especially ...

  3. KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI TAHUN 1999 - 2001

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariana Raini

    2012-09-01

    Full Text Available Drinking water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi between the year of 1999 - 2001 has been studied. Water quality was determined by a series of physical and chemical test at Chemical Laboratory Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional as stated in Permenkes no.416/Menkes/Per/IX/1990 on condition and water quality control including smell, color, turbidity, contents of manganese, iron, nitrite, sulphate, organic subtance, turbidity, hardness and pH. Total sampling was done on all drinking water samples from DKI Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi delivered to be tested at Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional between 1999-2001 and destilled water as control. Result of the study from 431 drinking water samples shows that samples that met the requirements as drinking water is 91,65% and 8,35% sub standard, most of the the sub standard drinking water is cause by the contents of manganese (4,41%, iron (2,09%, organic subtance (1,62%, chloride (0,93% and high water hardness (0,23% as well as pH (3,15%, turbidity (1,86% and colors (1,62% Statistically, the water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi at 1999, 2000 and 2001 is not different.  Key word : water quality of PAM, drinking water, physical test, chemical test.

  4. SIFAT FISIKO-KIMIA GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni Rahmawati

    2016-06-01

    The first stage of the research was raw material preparation (fresh and dry fish skin soaked in aquadest for 4 hours. Fish skin extracted using 0,05 M acetic acid for 10 hours, washed in water and then extracted using aquadest at 80OC for 2 hours to get gelatin liquid, the liquid was filtrated. Filtrat was dried in cabinet dryer at 55OC for  48 hours to get gelatin layers, and then blended to get gelatin granule. The results were showing viscosity of gelatin from dry fish skin as same as from fresh fish skin, gel strength and melting point of gelatin from dry fish skin was higher than from fresh fish skin. Influence of fish skin drying was increase turbidity and color of gelatin. The best gelatin was ekstracted from dry skin swamp ell with viscosity 6,65 cps, gel strength 206,30 Bloom, melting point 22,33OC. Gelatin from fresh skin swamp ell was the best turbidity 1,65 ntu and color (L = 41,87, a = 8,90, b = 27,27.

  5. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM TANAMAN TORBANGUN (Coleus amboinicus Lour)

    OpenAIRE

    Trini Suryowati; Rimbawan Rimbawan; Rizal M Damanik; Maria Bintang; Ekowati Handharyani

    2016-01-01

    ABSTRACTThe objective of this study was to determine the chemical compound in leaves, stem, and root by GC-MS technique and antioxidant activity of torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour). The torbangun leaves ethanol extract were tested to antioxidant activity assay using DPPH, and á-glucosidase inhibitory effects was measured with a spectrophotometric method. The analysis of leaves revealed the presence of Carbamic acid, monoammonium salt (CAS) Ammonium carbamate (11.73%), Hexadecanoic ac...

  6. Karakteristik Kimia dan Fisika Semen Pozolan Kapur yang Diperkaya Silika Abu Sekam Padi

    OpenAIRE

    Assa, Asma; Adinata, Erwin

    2013-01-01

    Development of infrastructures intensively in the last decades has increased the demand for building materials, such as cement. This also causes the prices of Portland Cement, the most common type of cements has also increased and sometimes it is difficult to find it in the markets. Another type of cement namely Lime Pozolan Cement (SPK) may be used to substitute for Portland Cement for building construction which receives relatively low loads. The SPK is produced from pozolan materials and l...

  7. IMPLEMENTASI DISTRIBUSI REQUIREMENT PLANNING DAN SAVING MATRIX UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA DISTRIBUSI DI INDUSTRI BAHAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Oscar Ong

    2013-12-01

    Full Text Available Planning and scheduling of the distribution of goods in PT. Senatama Laboranusa are not well coordinated, so the demand for each product is out of control, which results in deficiency or excess of inventories in both of the factories and each warehouse. This problem will affect the distribution cost incurred by the company. In this study, the distribution data process is done by using Distribution Requirement Planning method and route distribution processing by using Saving Matrix, in which both of these methods can group the delivery schedule and flow of distribution route regularly. PO Release, which contains time, order amount of each area, and lot size EOQ (Economic Order Quantity method used; will be generated from the calculation of DRP. From the calculation of Saving Matrix, route order sequence is applied by using Nearest Neighbor method. After the implementation of Distribution Requirement Planning, the cost reduction resulted is 29.75% and the difference in distance after the application of Saving Matrix is 983.3 Km. With a good distribution activity planning and scheduling, the success rate in meeting the customer demand would be more optimal, while sales performance increases in fulfilling orders in a timely manner and  appropriate amount, hence the distribution costs can be kept as minimum as possible.

  8. PENGARUH JENIS KEDELAI DAN JUMLAH AIR TERHADAP SIFAT FISIK, ORGANOLEPTIK DAN KIMIA SUSU KEDELAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Eva Nirmagustina

    2013-09-01

    Full Text Available Soybean milk,  a highly nutritious drink especially in protein content, is made ​​from soybean.  Some of the benefits of soybean milk are relatively low price , suitable to be consumed by people with lactose intolerant and for people with diabetes mellitus, favored by children, and easy to manufacture.  Soybean milk quality is determined by the type of soybeans and the amount of water used to dilute.  The research objective was to determine the influence of the type of soybeans (Edamame var. Ryoko, Import, and Local var. Willis and the amount of water (8, 10, 12 parts on physical, sensory, and chemical characteristic of soybean milk.  The study was conducted in a complete randomized block design with three replicatations, and replication used as a group.  The data were analyzed using analysis of variance to determine various error estimators and further tested using Duncan's test find whether there is a difference between treatments.  The result showed that viscosity of soybean milk did not influence by the type of soybean but it is influenced by the amount of water. The interaction between the type of soybeans and the amount of water did not affect the organoleptic properties (color, aroma, and taste of soybean milk. Keywords: milk, soybean, sensory properties, water dilution.

  9. Kajian Fisiko Kimia dan Daya Terima Organoleptik Selai Nenas yang Menggunakan Pektin dari Limbah Kulit Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahrizal Fahrizal

    2014-10-01

    Full Text Available Cacao (Theobroma cacao is one of the product commodities in Aceh and its production continues to increase every year. Parts of cocoa that have economic value are the seed, while the skin that is a waste of processing cocoa beans is often not utilized. Cocoa skin can cause environmental pollution problems. One way of handling waste is to extract cocoa skin becomes pectin. Known in the food industry pectin compounds is very important adjuvant because it is able to increase the viscosity of the fluid and form a gel with sugar and acid. The aim of this research was to determine the effect of pectin addition from cacoa skin waste on the quality of pineapple jam. There are four levels of the pectin addition in this study; 0, 0.5, 1.0 and 1.5%. Then the resulted pineapple jam was analysed; moisture content, total of dissolved solids, acidity, a smear of jam and hedonic sensory evaluation for appearance, aroma, flavor, texture and all vallue. The addition of pectin from cocoa waste have effects on moisture content, total of dissolved solids, pH value and a smear of jam of pineapple jam. In general, panelists like pineapple jam with the addition of 1% pectin from cocoa skin waste

  10. Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galuh Suprobo

    2015-06-01

    Full Text Available Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel semakin meningkat pada variabel homogenisasi 2000 rpm dan 2500 rpm. Ukuran partikel krim yang dihasilkan berkisar antara 239,86 – 358,10 nm yang termasuk kategori nanopartikel yang berkisar antara 50 nm sampai 1000 nm. Stabilitas emulsi dari krim nanopartikel yang dihasilkan berkisar antara 97,20 % sampai 98 %.

  11. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah pada Sistem Pertanian Organik

    OpenAIRE

    Margolang, Rizky Dharmawan

    2016-01-01

    This research was carried out in an organic garden Environmental Education Center (PPLH) Bohorok in the Village District of Bohorok Fight Weigh Langkat. This study was conducted in November 2013 - April 2014. The purpose of the study to determine the characteristics of some of the physical, chemical, and biological properties of soil in organic farming systems. The study was conducted by survey method by evaluating the nature of the soil in agricultural areas based on time implementation of o...

  12. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, Dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik

    OpenAIRE

    Rizky Dharmawan Margolang,, Rizky Dharmawan Margolang; Jamilah, Jamila; Sembiring, Mariani

    2015-01-01

    The purpose of the study to determine the characteristis of some of the physical, chemical, and biological properties of soil in organic farming systems. The study was held about 6 month from November 2013 to April 2014 in Bioenvironment Education Center of Organic Farming Bahorok in Timbang Lawan village, Bahorok, at Langkat district for observe the characteristic of some physical, chemical, and biological characteristic of soil in organic farming system. This research was conducted with sur...

  13. Pengaruh Substitusi Tepung Pisang pada Pembuatan Brownies terhadap Sifat Kimia dan Penerimaan Organoleptik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sifia Silfia

    2012-12-01

    Full Text Available Kepok banana (Musa paradisiaca L is a banana which is usually consumed after being processed first. The banana flesh has a high solid content so that it is very suitable to be made banana flour. Banana flour is obtained from banana fruit flesh through a process of drying and milling. The benefits of banana flours will make it more durable, easier in packing and transportation, more practical for diversifying processed products, to provide added value of banana, and to create business opportunities for the rural agroindustry development. Thus the study was conducted to compare the banana flour with wheat flour. The concentration of banana flour used were 100%, 75%, 50%, 25%, and 0% (control. Products were then analyzed for the crude fiber content, water content, protein, and organoleptic tests were done for taste, aroma, and texture. The results showed that the banana browniez provide the optimum result in treatment when 75% of banana flour was used resulting crude fiber content 1.88%, water content 38.01%, protein content 12.9%, texture, taste and aroma were preferred by the panelists.ABSTRAKPisang kepok (Musa paradisiacal L merupakan pisang yang biasanya dikonsumsi setelah diolah terlebih dahulu. Daging buahnya memiliki kandungan padatan yang cukup tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan tepung pisang. Tepung pisang diperoleh dari dagingbuah pisang melalui proses pengeringan dan penggilingan. Manfaat diolah menjadi tepung pisang adalah agar lebih tahan lama, lebih mudah dalam pengemasan dan pengangkutan, lebih praktis untuk diversifikasi produk olahan, memberikan nilai tambah buah pisang, dan menciptakan peluang usaha pengembangan agroindustri pedesaan dan mengurangipenggunaan pemakaian terigu. Penelitian pembuatan brownies pisang dilakukan dengan perlakuan perbandingan tepung pisang dengan tepung terigu. Persentasi tepung pisang yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, 25%, dan kontrol. Produk kemudian dianalisis kadar serat kasar, air, protein, dan uji organoleptik terhadap rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan brownies pisang memberikan hasil yang optimal pada perlakuan penggunaan tepung pisang 75% dengan kadar serat kasar 1.88%, kadar air 38.01%, protein 12.09%, tekstur, rasa, dan aroma disukai panelis.

  14. ANALISIS KUALITAS AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK DI YOGYAKARTA DITINJAU DARI PARAMETER FISIKA DAN KIMIA AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Aryani

    2017-04-01

    Full Text Available ABSTRACT Backgroud: Nowadays, bottled water has become the most substitute water for cooking drinking water. Although bottled water seemed attractive, it is crucial to assess its quality. Objective: This quantitative study aimed to determine the quality of the 5 brands of bottled water circulating in Yogyakarta, in terms of physical parameters (temperature, smell, taste, color, turbidity, and TDS electroconductivity and chemical parameters of water (pH, the presence of Cl-ions, and the presence of metals such as Cr, Fe, Zn, Cd. Methods: The sampling technique used was purposive sampling. The instrument used to determine the quality of bottled water is the standard of drinking water quality standards. Result: The results showed that five samples of bottled water circulating in Yogyakarta, are all qualified bottled water both in terms of physical parameters (temperature, smell, taste, color, turbidity, electroconductivity, and TDS and chemical parameters of water (pH , the presence of Cl-ions, and the presence of metals such as Cr, Fe, Zn, Cd. Conclusion: Five samples of bottled water circulating in Yogyakarta were suitable for consumption.

  15. TINDAKAN KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN MENGGUNAKAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atet Sumanto

    2017-05-01

    Full Text Available This research explains about the phenomenon of sexual crimes at the beginning of the year 2016 happen in Indonesia, the perpetrator who commits coitus with children (pedophilia made the position of the child increasingly threatened, as well as resulting in a severely physically and mentally traumatized. So that the rule of law in the judicial process needs to be reinforced in order to pose a deterrent effect for the offender who commits coitus with children (pedophilia. The strengthening of the rule of law can be done through political action by applying the law of chemical castration. Some sexual crime cases concluded that criminal prison adopted in the act of child protection does not give deterrent effect, therefore, need to impose new sanctions and the act replacement or application of new law through the country policy between legislative and executive. The act of this chemical capon directed to reduce sexual crime, especially pedophilia, and handling sexual attack that occurred in Indonesia.

  16. PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD INDUSTRI KECIL KIMIA BERORIENTASI KEWIRAUSAHAAN UNTUK SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Artina Diniaty

    2015-04-01

    Full Text Available This study aims for developing students’ worksheet of entrepreneurship-oriented small-scale chemical industry, and investigating the quality of entrepreneurship-oriented small-scale chemical industry that is appropriate to be implemented in learning. This study is classified to research and development which refers to Borg & Gall development model. This research consists of four steps: which are introduction, planning, developing, and product evaluation. The product evaluation was conducted by peers, material and media experts, and chemistry teachers. The data collection instruments used validation sheet of the products. The results show that the developed products are in the form of students’ worksheet of entrepreneurship-oriented small-scale chemical industry, and the result of the assessment by chemistry teachers shows the average assessment is a good category so that this  worksheet is feasible to be used in learning.

  17. PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Suslawati

    2012-12-01

    Full Text Available Caramel candy is a kind of toffee classified into  soft candies, and  processed using milk and sugar as the main ingredients. One way to prevent food spoilage is to use suitable packaging as well as storage system. This study was aimed to determine the effects of  packaging materials and storage time until 28 days at room temperature  and their interaction effects on the the chemical, microbiological, and organoleptic properties , and its accordance with SNI 3457.2 caramel candy standard. The study was conducted in two groups of factors and arranged in Complete Randomized Design with three replications. The first factor was the type of packaging (P consisted of polyethylene plastic (P1, aluminum foil (P2, and oil paper packaging (P3. The second factor was the duration of storage (L consisted of 0 days (L1, 7 days (L2, 14 days (L3, 21 days (L4, and 28 days (L5.  The homogenity and additivity  of  the data were tested using Barlett  and Tuckey tests, continued using ANOVA ,  and then further tested using  comparison and orthogonal polynomials at of 1% or 5% level of significance.  The results showed the samples wrapped in aluminum foil  and stored for 28 days at room temperature, was found to be the best type of packaging. The criteria of the best goat’s milk caramel candies were:  water content of 5,81% w/w, ash content of 0,95% w/w, reducing sugar content 2,26% w/w, total molds and yeasts 0,49x102 colonies/gram, a total microbial of 2,83 colonies/gram, and the color, texture, taste, and aroma were brown, soft, sweet, and neutral. these criteria met the SNI 3547.2 (2008 quality standard for  caramel candies.

  18. LIBERALISASI KEUANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI Q-TOBIN SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DAN PERBANKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trias Andati

    2012-05-01

    Full Text Available This research attempts to analyze the effect of financial liberalization to Q-Tobin ratio of Basic and Chemical industry and Banking sectors. Using annual data of 52 listed company’s financial report from 2002 to 2009, the results show that the financial liberalization variables i.e. Foreign Direct Investment (FDI and Investment Portfolio has negative effect on Q-Tobin of Basic and Chemical Industry and Banking sectors. The increase of the financial deepening variables has positive effect on Q-Tobin of Basic and Chemical Industry and Banking sectors. SBI (Sertifikat Bank Indonesia and Money Supply has negative impact on Q-Tobin, while loan interest rates has positive impact on both sectors. The average of net fixed asset investment of two sectors has the same pattern of Q-Tobin values, and increased from 2002 to 2009, while at the year of 2008, Q-Tobin of all sectors experienced decreasing due to financial crisis. Furthermore, there should be a corporate financial performance indicator such as leverage ratio, to prevent short term investment of FDI. Capital Market’s regulation, should be considerate a sectoral policy in portfolio investment, to prevent from financial global crisis. Corporation of two sectors could give more attention on capital structure while analyzing the company’s investment decision.Keywords: Q-Tobin Ratio, Financial Liberalization, Investment, Panel Data

  19. Karakteristik Kimia dan Organoleptik Flakes Kacang Hijau dengan Penambahan Bahan Pengisi dan Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Indra Rasyid

    2016-04-01

    Full Text Available (Chemical and Organoleptic Characteristics of Mung Bean Flakes with The Addition of Fillers and Water  ABSTRACT. The objective of this research was to determine the chemical and organoleptic characteristics of mung bean flakes with the addition of fillers and water. The study was conducted using completely randomized design with two factors namely the addition of fillers and water. The results showed that the addition of fillers and water has significant (P≤0,01 effect on the water absorption ratio and protein levels of mung bean flakes. The best treatment was obtained by the mung bean flour without the addition of fillers with 150% of addition water with water absorption ratio of 204%, water content of 5,7%, protein of 22,01%, starch levels of 61,76%, organoleptic values of aroma of 2,61, color of 2,42, crispness of 2,72 and flavor of 2,83.

  20. KEEFEKTIFAN STRATEGI METAKOGNITIF BERBANTU ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zara Bunga Namira

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to determine the effectiveness of the use of learning methods with metacognitive strategies assisted Advance Organizer. Research design used was a pretest posttest control group. The effectiveness of the research will be presented with the classical student learning completeness minimum 85%. The study population was all students of class X in a school of Tengaran. Samples were X-5 class (the experimental class and X-4 (grade control were taken with a cluster random sampling technique. Experimental class implements metakogntif assisted learning strategies Advance Organizer while the control class is not apply metacognitive strategies assisted Advance Organizer. The research instrument used is the observation sheet affective and psychomotor, cognitive and achievement test sheet student questionnaire responses. The data were taken from learning outcomes and student response. Based on data analysis, it obtained that the average student learning outcomes for experimental class was 78.32, and control class was 75.09, with classical cognitive mastery of  learning outcomes for experimental class was 88.23% and control class was 70.59%. The average of experimental class students have a good response on learning that used metacognitive strategies assisted Advance Organizer. It can be concluded that metacognitive strategies assisted Advance Organizer effectively can improve the student learning outcomes in school.Keywords: Advance Organizer, Learning Outcomes, Strategy Metacognitive

  1. STATUS KESUBURAN TANAH DI BAWAH TEGAKAN EUCALYPTUS PELLITA F.Muell: STUDI KASUS DI HPHTI PT. ARARA ABADI, RIAU (Soil fertility under Eucalyptus pellita F.Muell stands: Case study in PT. Arara Abadi, Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung B. Supangat

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Informasi status kesuburan tanah di hutan tanaman sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana teknik manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan tindakan silvikultur lainnya.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di bawah tegakan Eucalyptus pellita pada rotasi ketiga, melalui analisis sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Typic Kandiudults pada lokasi HTI E. pellita rotasi ketiga di Perawang memiliki tingkat kesuburan yang rendah baik secara fisik, kimia maupun biologi, dan lebih rendah dibandingkan pada tanah di hutan alam. Kenaikan umur tanaman E. pellita membentuk ekosistem hutan yang semakin mantap bagi perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi secara umum, yang ditunjukkan perbaikan sebagian besar dari  parameter yang diamati.  Berdasarkan hasil identifikasi status kesuburan tanah di atas, dalam pengelolaan tanah di lahan HTI, diperlukan perlakuan upaya manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan weeding secara tepat melalui uji coba dan penelitian yang lebih teknis baik dalam skala laboratorium maupun lapangan.  Untuk itu, disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah di lahan HTI E. pellita baik secara hidrologis maupun keharaan pada masing-masing umur tanaman, sehingga upaya pengelolaan lahan tanaman menjadi lebih baik.   ABSTRACT Information on status of forest soil fertility in the plantation forest is needed as a basis for planning the manipulation techniques of growth environmental such as fertilization and other silvicultural techniques. The study aims to evaluate the soil fertility status under eucalyptus pellita stands on the third rotation, through the analysis of physical, chemical and biological soil properties. The results showed that the soil of Typic Kandiudults at E. pellita stands in Perawang on the third rotation has a low fertility level, physically, chemically and biologically

  2. Kajian Retensi Karoten Kapang Oncom Merah Dari Tongkol Jagung Selama Pengolahan Dan Penyimpanan Mie Instan Fungsional

    OpenAIRE

    Nurakhirawati, Nurakhirawati; Aneke, Harianthy; Bahri, Syaiful

    2016-01-01

    Has done research on carotenoids retention oncom red on the processing and storage of instant noodles functional.This study aims was to determine the level of damage carotene in the instant noodle processing and to determine the carotene retention during storage of instant noodles as well as to determine the shelf life of instant noodles at a temperature 50ºC and 60ºC. Estimation of shelf life or expiration period using the model of reaction kinetics the treatment phase of the study include ...

  3. PENYULUHAN PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK MENJADI PUPUK KANDANG (ORGANIK) DAN PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK

    OpenAIRE

    Taufiq, Agus

    2015-01-01

    Dusun Klumprit II is a dusun that located in Wukirharjo, Prambanan, District Sleman, Province of Yogyakarta. Dusun Klumprit II is a prosperous dusun with themajority of livelihoods are in agricultural and livestock. In this dusun there are alsoseveral home industries such as timber home industry. The residents of Dusun Klumprit II are dominated by old adult populations. The majority of the residents of DusunKlumprit II have a livestock, but unfortunately there were no further management forth...

  4. Analisis Pola Pengolahan Lahan Basah dengan Menggunakan Traktor Tangan di Sei Beraskata Kabupaten Deli Serdang

    OpenAIRE

    Sembiring, Yohanes Eka

    2011-01-01

    Analysis of wet land treatment pattern is tractor’s ability to prepare land by knowing the work capacity, efficiency and fuel consumption. The objective of this research was to know the capacity of Quick Impala tractor on wet land at Desa Sei Beraskata Kabupaten Deli Serdang. This research used non factorial randomized block design, i.e. treatment pattern (spiral pattern, side pattern, middle pattern and alfa pattern). Parameters measured were capacity, fuel consumption and tractor efficie...

  5. PENGOLAHAN DAN PENERIMAAN PRODUK KEDELAI PADA RUMAHTANGGA DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN PULAU JAWA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Yenrina

    2010-12-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} The study was aimed to get data on kind of processing and acceptance level of local soybean products in rural and urban areas in Java Island. The study locations were South Jakarta (Province of DKI Jakarta; Serang and Tangerang (Province of Banten; Bekasi, Bogor and Bandung (Province of West Java; Purwokerto, Semarang and Solo (Province of Central Java; Yogyakarta (Province of D.I.Yogyakarta; Malang, Jember and Surabaya (Province of East Java. The study was a part of a grand study on processing, acceptance, and consumption pattern of local soybean products at various socio-economic level of households in Java Island in 2005.  The data were obtained by interviewing and observing 2080 households (consisted of 1280 households in urban and 800 households in rural areas selected randomly. Soybean products that mostly found in the market and consumed by households of Indonesian people, particularly in Java Island, were tempe, tauco, soy-sauce, tofu, tofu-flower, soy-sprout, and oncom.  The mostly ways to process the soy products were stir-frying, deep-frying, toasting, boiling, and ‘bacem’.  Besides, there were also some soy products that consumed directly at a household level after factorized processing, namely as soy-sauce and soy-milk. The average time used to process the soy-products varied, depended on the way of processing and  number of the product processed.  Stir-frying, especially for tempe, tofu, and tauge, was a frequent way done by poor and rich households, both in urban and rural areas.  The products that mostly processed by frying in rural household was tempe, tofu and soybean, meanwhile in urban areas were only tempe and tofu.  The everage time used by urban households to fry the soy-products was shorter than time used by rural households. It was found that more than 90% of households in rural and urban areas stated “like” and “like very much” tempe, tofu, and soy-sauce.  However, the acceptance level of household on tauco, soy-milk, and soy-flower was still low, namely less than 50%. Keywords:  handling, processing, acceptance, soy-products.

  6. Resin Poliester Tak Jenuh Untuk Imobilisasi Resin Bekas Pengolahan Simulasi Limbah Radioaktif Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlan Martono

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang imobilisasi resin bekas pengolah limbah trans-uranium denganresin poliester tak jenuh untuk mengetahui kualitas blok polimer-limbah sebagai fungsi kandunganlimbah. Polimerisasi dilakukan dengan mencampurkan resin poliester tak jenuh dengan katalisdengan perbandingan katalis 1% dari jumlah resin poliester tak jenuh yang digunakan, kemudianditambahkan limbah cair transuranium simulasi. blok polimer-limbah yang terjadi diukur densitas,kuat tekan dengan alat Paul Weber, dan laju pelindihan dengan alat soxhlet pada 100 0C dan 1 atmselama 6 jam. Blok polimer dibuat dengan kandungan limbah 10, 20, 30, 40, dan 50 % berat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin besar kandungan limbah maka kuat tekan blok polimerlimbahsemakin kecil, sedangkan laju pelindihannya semakin besar. Berdasarkan kuat tekan dan lajupelindihan, maka hasil terbaik diperoleh untuk blok-polimer dengan kandungan limbah 20 % dan 30%.

  7. PENGOLAHAN MACAROON DI BAGIAN PASTRY AND BAKERY ASTON TROPICANA HOTEL BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Andriani

    2016-12-01

    ABSTRACT World tourism can not be separated from the world of hospitality, because the hotel is an industry that plays an important role in the economic development of tourism, in the world of hospitality one of the departments that have an important role is the F & B Product, one Pastry And Bakery Section which serves a variety of desserts that are sweet , such as ice cream, pudding, cake, and the most attention is the Macaroon. Besides delicious macaroon, also has a soft texture, shape attractive, appetizing flavors, and resented by many people, but this macaroon using luxury materials or Exclusive therefore the writer take the title. In this study, conducted descriptive qualitative research method. And for the collection of data obtained through interviews, observation, literature study, and documentation. These results indicate that the processing macaroon section Pastry And Bakery Aston Tropicana Hotel Bandung is quite complicated because it is different from the processing of cake or cookies, such as using a basic material that is quite difficult to find because not all grocery store cake provide almond powder, in a way whisk meringue should steady pace, after resting in cetakpun must in order macaroon surface dried before being burned and the tools used must be used in order macaroon silpat not sticky when peeled.   Keywords: Hotel, Pastry, Bakery, Macaroon.

  8. STUDI KUALITAS HASIL PENGOLAHAN AIR LIMBAH - KASUS SALAH SATU HOTEL BERBINTANG DI BALI

    OpenAIRE

    N. Sudipa; M.S. Mahendra; I.B. Sudana

    2012-01-01

    Water is well thought-out as one of the basic need of human life. Beside its significant role in incomecontribution in the region, tourism industry is almost blamed as an environmental demolisher and polluter inBali. This matter writer interest for research something result quality waste water processing at one casehotel and specific as know bacteriology and chemistry quality, because the result of quality hotel waste waterprocessing very influential about water of river already polluted as p...

  9. Analisis Finansial dan Nilai Tambah Pengolahan Kopi Arabika di Koperasi Tani Manik Sedana Kabupaten Bangli

    OpenAIRE

    DEWI, NI LUH MADE INDAH MURDYANI; BUDIASA, I WAYAN; DEWI, IDA AYU LISTIA

    2015-01-01

    Financial Analysis and Added Value Manufacturing of Arabica Coffee at Farm Cooperative of Manik Sedana Bangli Regency The study aims to analyze added value and feasibility study of Arabica Coffee manufacturing at Farm Cooperative of Manik Sedana. Survey method was used to gather primary data from five persons of management board of the company. Secondary data related to this study were collected from appropiate sources. The added value for one production cycle was accounted by using Hayami ...

  10. OPTIMASI DAN PEMODELAN PROSES RECOVER FLAVOR DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PENGOLAHAN RAJUNGAN DENGAN REVERSE OSMOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uju

    2009-04-01

    Full Text Available The waste water of blue crab pasteurization has potential in environmental pollution. It contained TSS of 206.5mg.1-1, BOD 7,092.6mg.1-1 and COD of 51,000mg.1-1. on the other hand, it also contains an interesting flavor compound, which composed of 0.23% non protein nitrogen and 17 amino acids where the highest was glutamic acid one. In this study, pre-filtration step using filter size 0.3 µ followed by reverse osmosis has been used to reduce these pollutions load and flavor compound recovery. During pre-filtration steps, TSS was reduced to 74.8% so turbidity decrased reased until 31%. After reverse osmosis process, BOD, and COD decreased more than 99%, and there was no amino acids detected in permeate stream. Factors that affect performance of reverse osmosis were transmembrane pressure, temperature and pH. The higher transmembrane pressure, temperature and pH resulted the higher the flux permeate. The use of higher temperature make flux increasing, eventually increasing transmembrane pressure make the flux increased only at transmembrane pressure less than 716 kPa. The protein rejection was influenced unsignifanctly by transmembrane pressure, temperature and pH. During concentrating flux declined exponentially by time function. At concentration factor 2.75 resulted 79% and 12% of increasing protein and NPN, respectively. The amino acids content can be increased 2−23 times of the origin. Even arginin and sistin, the amino acids that were undetectable initially, but they can bedetected at concentration of 0.0360 and 0.0250 (w/v respectively at the end of the process. Hidrolysis and fermentation process can increase the amino acid content 31−45 times

  11. Intensitas Persaingan Industri Pengolahan Makanan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Kebijakan Persaingan Usaha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna S. N. Dasril

    2014-12-01

    Full Text Available Food prices are affordable by every person is one aspect of achieving food security in Indonesia. In the food processing industry with a high level of concentration would encourage collusion in pricing. The purpose of this study was to determine the intensity level of the food processing industry competition before and after the competition policy is applied. Secondary data were obtained from the BPS. The analytical method used is multiple regression competition model developed by Boone. The results showed that competition policy set out in 1999 has not affected the intensity of competition in the food processing industry and not support the better competition in creating food security in Indonesia.

  12. Kajian Konsep Teknologi Pengolahan Pasir Zirkon Lokal yang Mengandung Monasit, Senotim dan Ilmenit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Poernomo

    2016-11-01

    Full Text Available The existence of zircon (ZrSiO4 in the nature is mostly associated with some of the valuable oxide compounds (VOC, such as TiO2 and rare earth oxides (REO. The existence of natural minerals in Indonesia containing zirconium (Zr and REO lies in 13 regions, ranging from Aceh to West Papua province. Based on those aforementioned aspects, the goal of this research is to conduct the study of integrated technology of local zircon sand processing containing TiO2 and REO. The study was conducted by analyzing the content of VOC in zircon sand samples from the areas of Landak and Tumbang Titi West Kalimantan and Bangka by using XRF. Based on the content of VOC in this zircon sand, it can be predicted that the zircon sand from the area of Landak and Tumbang Titi West Kalimantan and Bangka contains mineral zircon (ZrSiO4, ilmenite (FeTiO3, monazite (LREE, ThPO4, and xenotime (HREE, ThPO4. Based on these types of mineral, the flow chart of beneficiation technology process to increase the concentration of each mineral and the flow chart of zircon concentrate process into ZrO2(zirconia and ZrOCl2.8H2O (zirconium oxychloride industrial grade and zirconia and zirconium chemicals nuclear grade, ilmenite into TiO2, monazite into Nd2O3, and Th(OH4 concentrate, xenotime into Y2O3, Gd2O3, and Th(OH4 concentrate are obtained in one area of pilot plant or an integrated factory. The results of the study concluded that the concept of local processing of zircon sands containing monazite, xenotime, and ilmenite can be either integrated in the region with the results of multi-product plant. If it can be realized in Indonesia with the addition of an integrated waste water treatment system, then in addition to safe for the environment can also save on production costs and give economic added value for shareholders zircon mining permit

  13. Standardisasi Waktu Kerja Pada Unit Pengolahan Kakao, Koperasi Rimbun, Pidie Jaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juanda Juanda

    2012-10-01

    Full Text Available Standardization of Working Time at Cocoa Processing Unit, Rimbun Cooperative, Pidie Jaya ABSTRACT. Rimbun Cooperative is a business unit operating a chocolate factory producing several chocolate products such as cocoa fat, cocoa powder, 3 in 1 instant drinks (sachets, and chocolate bars. This research aims to measure standard times of operators in all working stations of the chocolate factory. These standards comprised the standards in roasting, peeling, pasting, pressing, powdering, powder sieving, powder mixing, dough mixing, refining, and chonching working stations. The data were directly collected using Time Study method with Stop Watch. The samples were randomly selected with five (5 repetitions; and the standard times were measured using Westinghouse Method to quantify performance and allowance factors. The result shows that standard times of operators in each working station are as follows: roasting (36 minutes, peeling (193 minutes, pasting (276 minutes, pressing (78 minutes, powdering (17 minutes, powder sieving (14 minutes, powder mixing (36 minutes, dough mixing (17 minutes, refining (30 minutes, and chonching (30 minutes. In peeling, pasting, powdering, powder sieving working stations, standard times of operators cannot be separated with working times of machines because the operators are required to run the machines (sequence. In general, standard times of operators, after calculation, are larger than direct records because during the working times, operators would not or could not use allowance factors for personal uses, such as for going to bathroom, drinking, and socializing with their colleagues as means to reduce stress or boredom.

  14. Penentuan Kematangan Buah Salak Pondoh Di Pohon Berbasis Pengolahan Citra Digital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pawit Rianto

    2017-07-01

    Full Text Available Because there is no a system based on Digital Image Processing to determine the degree of ripeness of Salak Pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss. on tree, then this study has attempted to implement such a system. System was built with consists of several sub-processes. First, the segmentation process, the system will perform a search of pixels alleged pixels salak pondoh, by utilizing the features of color components r, g, b, and gray of each pixel salak pondoh then calculated large the dissimilarity ( Euclidean Distance against values of data features  ,  ,  ,  and   comparison. If the value of dissimilarity less than the threshold value and is also supported by the neighboring pixels from different directions has a value of dissimilarity  is less than a threshold value, the pixel is set as an object pixel, for the other condition set as background pixels. For the next, improvements through an elimination noise stage and filling in the pixels to get a perfect binary image segmentation.  Second, classification, by knowning the mean value of R and V of the entire pixel object, then the level of ripeness salak pondoh can be determined by using the method of classification backpropagation or k -Nearest Neighbor. From the test results indicate that the success of the system by 92% when using a backpropagatioan classification algorithm and 93% with k-Nearest Neighbor algorithm.

  15. EFEKTIVITAS PERUPUK (Phragmites karka DAN MIKROORGANISME EFEKTIF (EM DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ricky Saputra

    2016-10-01

    The results obtained from this study is that in water reservoir the combination of EM4 and Perupuk (Phragmites karka was the best treatment in this study that have been executed. The combination of two treatments that were able to repair four of the seven water quality parameters are DO (-31.48%, BOD5 (99.57%, COD (99.87%, and TSS (92.41% from standard of environment quality in Peraturan Pemerintah (PP No.82 tahun 2001 Kelas II

  16. PELATIHAN PENGOLAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA MENJADI BISKUIT DI DESA ADAT PENGLIPURAN, KABUPATEN BANGLI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W. R. Widarta

    2013-12-01

    Full Text Available Penglipuran village located on Bangli sub-district in Bangli regency. Coconut is one of agricultural commoditiesin this village. Rural community in Penglipuran village are inexperienced how to make cookies by coconut-byproduct. The aim of these activities was to introduce cookies production by coconut-by product to increase theadded.value The Community Service was carried out by 2 methods, namely: first, information and discussionwith rural community about cookies. Second, cookies production training. There are 20 partisipant in this activity,including delegation of female farmer groups. They have given positif response for these valuable activity.

  17. KAJIAN PENGGUNAAN WHEY BUBUK SEBAGAI PENGGANTI SUSU SKIM BUBUK DALAM PENGOLAHAN SOFT FROZEN ES KRIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. E. Sawitri

    2010-04-01

    Full Text Available The objectives of this research were to determine effect of substitution level of skim milk powder with whey powder on the quality of soft frozen ice cream and as an information for practician and industry related the research product. The materials of the research were soft frozen ice cream, the treatment were substitution levels of skim milk powder with whey powder (w/w :W0 (0%, W1 (25%, W2 (50%, W3 (75% and W4 (100% from solid non fat. The research method was an experiment using Randomized Block Design, with three replication. The variables measured were the overrun, melting rate, and organoleptic quality of soft frozen ice cream. Data were analyzed by analysis of variance and followed by Duncan’s Multiple Ranger Test. The result of the research showed that substitution level of skim milk powder with whey powder gave a highly significant effect (P<0,01 on overrun, melting rate and organoleptic quality of soft frozen ice cream. The substitution of skim milk powder with whey powder 75% (w/w gave the best quality of soft frozen ice cream according to the SNI which had 10% fat, 13% of sugar and 36% of solid. (JIIPB 2010 Vol 20 No 1: 31-37. Keywords : whey powder, skim milk powder, soft frozen ice cream

  18. Analisis Bahaya Titik Kendali Kritis Proses Pengolahan Bola-Bola Daging di Instalasi Gizi Rumah Sakit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inoy Trisnaini

    2012-10-01

    meatballs were good and E. coli and Salmonella in meatballs were nega-tive, the stress point is the potential dangers of biological pathogens and chemicals nitrite nitrate. Key words: Meat balls, contamination, food processing, critical control point

  19. Rancang bangun pabrik pengolahan kulit kelinci menjadi kulit kelinci berbulu samak krom skala kecil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harniniek Harniniek

    1988-06-01

    Full Text Available This paper is prepared for a design of a small scale chorme tanning factory, processing fur rabbit leather. The capacity of it will be 200 pieces/day green rabbit skin. This factory will be profitable in the view of techno – economical calculations are as follows : the total capital is fixed capital + working capital = Rp 49.276.532,00 the total production cost is variable cost for a year + fixed cost for a year = Rp. 41.241.203,76 variable cost for a year consists of raw material, packing, chemical/supplement material electricity, fixed cost of a year consists of labour salaries, capital interest, maintenance, depreciation and general expences; the manufacturing cost is the total production divided by production capacity = Rp. 700,85 / sq. ft; the profit calculation before taxing is Rp. 14.682.636,24, after taxing id Rp. 11.746.108,99; the pay out period calculation consists of the percentage of profit to return the capital (rate of return before taxing is 29,80 %, 3 years, after taxing 3 years 8 months; the break even point calculations is the break even point is the Rp. 28.768.403,47 the percentage of break even point is 51,44 % and the capacity of break even point is 30.281,29 sq. ft.

  20. Model Simulasi Penanganan Pascapanen Sekunder (Teknologi Pengolahan Nanas (Ananas comosus merr (Studi Kasus: Kabupaten Aceh Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raida Agustina

    2014-04-01

    Abstract. Pineapple (Ananas comosus Merr has a growing agribusiness prospects in terms of  fresh fruit and processed materials. Simulation model of secondary postharvest handling (processing technology of  pineapple (jam, candy, and dodol is an effort informing the relevant parties in order to obtain information rate of profit (income greater compared with direct selling in the form of fresh fruit. The purpose of this study was to get some information of an eligibility secondary postharvest handling (processing technology; to simulate the level of benefits pineapple growers through refined products, as well as to predict the pineapple farmer returns for 8 years.  Data processing was performed using software Powersim to measure the feasibility of secondary post-harvest handling (processing technology pineapple based on the technical and economic analysis. In 2008, farmers obtain an acceptance of dodol pineapple Rp 5,072,874.60 pineapple, pineapple jam acceptance of Rp 4,191,896, 60, and acceptance of candy pineapple Rp 26,664,472.00. If it is assumed selling price of processed pineapple products in 2020 remains the farmer acceptance of dodol pineapple sales may reach Rp 30,998,132.90, acceptance of pineapple jam may reach Rp 25,586,879.80 and acceptance of pineapple candy may reach Rp 135 572. 561.00. The total profit of the pineapple growers receive from the sale of refined products such as dodol pineapple, jam, and candy in Aceh Tengah District reached Rp 35,929,243.20 in 2008. And the simulation results predicted 2020 profit pineapple farmers may reach Rp 195,147,574.00

  1. ANALISIS KARAKTERISTIK KANDUNGAN PENCEMAR AIR LIMBAH DAN PROSES PENGOLAHAN AIR MINUM KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AWANG ERRY SOFYAR IRAWAN

    2015-06-01

    Full Text Available Installation of water treatment is the required infrastructure in meeting the needs of clean water. During the process of water treatment it produces waste water as a byproduct that could potentially cause pollution if not properly treated. The research purposes of the study are to determine the effectiveness of compliance procedures for waste water treatment, the quality and quantity of waste water and its impact to the environment, as well as providing alternatives for waste water management strategies. Determination of samples were conducted by using purposive sampling method. Samples were taken at two sewer sedimentation and filtration points antl the other four points were taken in the water body and then compared with Governor of Bali Regulation No.8 year 2007. Samples were analywd both in situ and in the laboratory. To determine the effectiveness of the waste water treatment to the conformity assessment procedures, the field conditions were analyzed with a force-field analysis. The effectiveness of waste water management was categorized as moderate. The quality of waste water from the sedimentation basin shows the parameters of TSS (4957.50 mg/I and Mn (81.68 mg/I, of the tub filtration TSS (665 mg/I and Mn (12.60 mg/I. The quantity of waste sedimentation basin discharge (Q o.68 mg/sec, TSS pollutant load (3371.01 mg/sec, Mn (55.51 mg/sec, filtration basin discharge (Q o.68 mg/sec, load TSS pollutant (332.50 mg/sec, Mn (6.30 mg/sec. Based on the force-field analysis conducted, some alternative strategies were proposed such as building facilities for waste management, environmental m.inagement implementation based on the appropriate planning, implementation of waste water disposal permit including fulfill the technical conditions as required, technical capacity building of human resources, and land use.

  2. PEMETAAN INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN UNGGULAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA PROPINSI JAWA TENGAH

    OpenAIRE

    Oswari, Teddy; Agustina, Fenni; Haryatmi, Emy; Suhendra, E. Susy

    2017-01-01

    The emphasis of the agricultural industry in Indonesia lies in the program of increasing food security, agribusiness development and improving the welfare of farmers. The priority of food security in establishing the independence of farmers in maintaining local resources efficiently and optimally, so that resources can be utilized further. The objectives of the research are to mapping the leading food processing industry, the determination of the leading local resources, the formation of docu...

  3. Penggunaan Zeolit Sebagai Media Penyaring Pada Pengolahan Air LimbahDomestik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanto Yanto

    2011-02-01

    Full Text Available Sand filter is frequentlyused to treat contaminated water. Channel filter system is a modification of sand filter where the channel is shaped thus the land requirement could be minimized, water is flowed horizontallyfrom intial tank to finaltank through sand filter. Employing the channel filter to treat domestic wastewateris capable of reducing E. Coli up to 98.14%, increasing DO up to 27% and decreasing BOD5 up to 27%. Unfortunately, the final content of E.Coli after treatment process completed is still unacceptable for drinking water. Several options are available to improve the performance of the channel filter system. One of the promising alternativesis modifying the filter medium. Zeolite is natural material that has been utilized to improvewater quality based on several parameters such as Fe, Mn, organic materials, CO and others. Application of zeolite to diminish E. Coli is a challenge. This paper will investigate the effectiveness of zeolite to lower E. Coli contained in domestic wastewater . Zeolite was added to sand filter where thefraction of zeolite is about 5%. Two kind of zeolite-sand combination was implemented that is arranged and mixed zeolite-sand. Wastewater containing E.Coli was then put in the initial tank. Through the hole createdin the tank, wastewater then flowed passing through the combined zeolite-sand filter and accumulated in the final tank. Both E. Coli from initial and final tank was measured to compute treatment efficiency. The result showsE. Coli decreases up to99.99%, BOD5and DO decrease more than 71% and 66% respectively. It can be concluded that 5% addition ofzeolite is able to improve treatment efficiency ofsand filter.

  4. Pengolahan Biodiesel dari Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L Dengan Cara Purifikasi Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Alamsyah

    2012-10-01

    Full Text Available Tanaman nyamplung atau hutaulo merupakan tanaman yang tumbuh di banyak tempat di Indonesia. Tanaman ini menghasilkan biji yang mempunyai kadar minyak yang tinggi dan dapat diubah menjadi biodiesel. Salah satu masalah dalam proses purifikasi (pencucian biodiesel kasar adalah kebutuhan air dan energi yang tinggi untuk pemanasan air tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan purifikasi/pencucian kering biodiesel dan menggantikan metode pencucian dengan air dan proses pengeringan. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan minyak nyamplung dengan metanol (MeOH pada suhu 65oC menggunakan katalis NaOH 1% dari berat minyak. Rasio molar minyak nyamplung dan metanol adalah 1 : 11,5. Pencucian kering biodiesel kasar dilakukan dengan penambahan cleaning agent (CA, arang aktif (AA, dan campuran cleaning agent dan arang aktif (AACA. Pencucian kering dilakukan dengan mereaksikan biodiesel kasar dengan CA (1%, 3%, dan 5%, AA (1%, 3%, dan 5%, AACA (1%, 3%, dan 5% dilanjutkan dengan penyaringan vakum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan campuran CA dan AA (5% ke dalam biodiesel menunjukkan hasil terbaik dalam memperoleh kandungan fatty acid methyl ester (FAME sesuai SNI sebesar 96,5%. 

  5. Prototipe Pembersih Pipa Otomatis (Automatic Tube Remover pada Heat Exchanger menggunakan Pengolahan Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermawati Sholeh

    2015-09-01

    Full Text Available In the industry era, especially the oil processing industry, the heat exchanger is needed to regulate temperature and produce oil products such as petroleum, kerosene and diesel fuel. In the operation, the heat exchanger requires maintenance, especially when the minor unit is shut down or stop and routine reparation. Maintenance is done by replacing the tubesheet that commonly referred to as bundle retube where there are pipe fritter to be cleaned, which are cutted at the time of maintenance. This maintenance is typically done in manual approach, which is not efficient in terms of time. For a more efficient maintanence, this paper proposes a prototype design to discard these pipes fritter by utilizing image processing method for detecting the edge of the circle and the position of the pipe fritter. Based on the experiments, it has been obtained that the test circle radius that can be captured is at 4 to 10 pixels. The longest time for positioning was 2.41 minutes and the whole process of disposal of this pipeline reaches 47.92 %.

  6. Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra untuk Kopi Beras

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy W. Soedibyo

    2010-10-01

    Full Text Available Coffee has good prospects as a motor of development in Indonesia agribusiness and agroindustry, therefore needs to be handled properly and professionally. Grading process in commercial green coffee asgrain commodity is still done manually. This process has the disadvantage of low efficiency, objectivity and the level of consistency. Therefore weneed a machine that can workautomatically to classify the quality of the green coffee by visual inspection. Theobjective of this study was to design the green coffee sorting machine controlled by a computer based on image processing program consisted of conveyor belt, the image capture station used twodigital cameras, and the parallelsimulator divider. The design of sorting machine was used for the development of the green coffee sorting system that will categorizeinto four quality classes based on the qualifications according to the standard of SCAA ( Specialty Coffee Association of America.

  7. Potensi kapang pelapuk putih Phanerochaeta chrysosporium dalam pengolahan limbah industri tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulinah Trihadiningrum

    2012-02-01

    Full Text Available Phanerochaete chrysosporium was known as white rot mold which could biodegrade persistent organic pollutants. In this researchthe ability of the mold in biodegrading textile dye direct orange S and rhemazol yellow, which contained naphtol functional group, wasstudied. This research included characterization of the waste water and determination of optimum concentration of the waste water forbiodegradation. The optimum concentration for biodegradation was determined by measuring the radial growth of the mold in agarmedium containing various concentrations of textile dye. The final stage was the application of the mold for biodegrading the textiledye in aerobic batch reactor using the selected concentration.This research showed that P. chrysosporium could grow satisfactorily in minimum medium containing synthetic textile wastewaterin various concentrations. The highest colour removal efficiency of 93% was achieved in 3 days in the waste water with highest colorintensity (absorbance value l520 = 4.00, and 48% in the waste water with absorbance value l520 = 1.22. COD removal efficiency of87% was achieved within 12 days in the wastewater of 30% concentration, and 83% in the waste water of 100% concentration. The pHvalues decreased to 3.23 in the waste water with lower dye concentration and to 3.42 in the higher color intensity, from the initialvalues of 5.0-6.0. This research concluded that P. chrysosporium was capable to biodegrade naphtol textile dye with reasonably highefficiency.

  8. Master Plan UMKM Berbasis Perikanan untuk Meningkatkan Pengolahan Produk Ikan yang Memiliki Nilai Tambah Tinggi

    OpenAIRE

    Meydianawathi, Luh Gede; Wiagustini, Ni Luh Putu; Riana, I Gede

    2014-01-01

    This research aims to generate a Master plan of fisheries-based SME development concept in Bali region, in order to build Bali as the centre for production and processing of fishery products in the Coridor of Bali-Nusa Tenggara. In Year-1 of the study period, the research activities carried out includes three processes, including analysis of the potensial of SMEs, analyzes the business cycle, and identification of barriers and chalenges. By using the method of linear regression analysis, Geog...

  9. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser, measuring cylinder, magnetic stirrer, other lab-glassware, etc. Firstly, the process of taking the oil from mahogany seed was carried by using roasting method; then the result was degummed by using 5wt% of Phosphate acid at 80 oC for 15 minutes. The degumming process was aimed to remove sap, mucus, proteins, resin and gum. The second step was transesterification process using methanol 1:6 (oil and methanol and 0.1N KOH solutions, which was carried out at 60 oC for 1 hour. Once the methyl ester was produced, the next steps were washing and neutralization of methyl ester at heating temperature of 104 oC to remove the water content in the methyl ester. The obtained yield from the experiments was 86.92%. The tested density, viscosity, and the acid value were 874.08 kg/m³, 3.07 mm2/s, and 0.5601 mg KOH/g, respectively. The produced Methyl ester is in accordance with SNI-04-7182-2006.

  10. Teknik Pengolahan Citra Digital Berdomain Spasial untuk Peningkatan Citra Sinar-X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Priyawati

    2017-01-01

    Full Text Available In line with the growing use of computers in medicine, the perceived needs of the image data in digital format. The digital format allows for storage of image data in the computer and processes for further image analysis. Available images today are analog images, the necessary process of digitization with digitizer equipment.The image obtained is not necessarily as expected. Supporting equipment, film, and the scanner has a part in creating the image.Quality of image enhancement is needed to create a quality image allows physicians in diagnosing and minimize the possibility of error analysis.  One of the digital image processing techniques is improving the quality of the image (image enhancement. This is done to obtain a good image after a loss of quality during the process of digitizing the image. Image enhancement techniques are divided into two parts. They are spatial domain and frequency domain. This study uses the spatial domain technique which consists of two stages, such as point operation and mask operation. Image experiments performed with several samples such as thorak, collar bone, bone, body tissue, and the image of the hand. Some sample images have different characteristics but the process of image enhancement have in common that will be improving the image brightness.  Combining the methods of image enhancement performed to get the final digital image that has good qualities, such as histogram function,sharpen function, and continued with the function of a negative image. The final result of the digital image after processing showed that the better image quality.

  11. KURSUS SINGKAT DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SALAK MENJADI DODOL SALAK DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    PUTU SUARYA

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The farmers of salaks, the snake fruits of Sibetan Village have encountered the price tumble during the harvest time. The bumper crops during the harvest while at the same time there is a steady demand on it, as well as that there has not been an effort to process the abundant crops into a preserved foods are considered to be the main factors that cause its price drop.Training and short course have been conducted to introduce the way how to process the fruits into dodol salak, a sticky cake made of the salak fruit as the main material, by conducting the lecturing and practicing method. The participants were members of family welfare organization (PKK and the local housewives from Telutug of Sibetan village with the total number of 32 participants, and most of them are the farmers of salaks. The process of making the dodol salak comprises the following steps : the collection and selection of the fruits, peeling and coring the fruit, steaming, mashing the fruits into a pulp, the mixing with coconut milk, palm sugar and sticky rice floor in the bowl, mixing and boiling the mixture within 120 minutes, cooling down and then it is molded and wrapped.The result of the training shows that the participants were really enthusiastic, it could be seen by the abundant of questions raised either during the lecture, discussion as well as during the practice of making the dodol salak itself. It is expected that by introducing the way how to process the fruits into dodol will improve the skill and knowledge of the local people in general and especially for those of PKK members and the housewives. The food processing into dodol salak may bring about many advantages such as the diversification of the fruit processed-product, giving the added value to the fruit, to lengthen the storage time and to improve the appearance and quality of the product.

  12. KURSUS SINGKAT DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SALAK MENJADI DODOL SALAK DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Suarya

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The farmers of salaks, the snake fruits of Sibetan Village have encountered the price tumble during the harvest time. The bumper crops during the harvest while at the same time there is a steady demand on it, as well as that there has not been an effort to process the abundant crops into a preserved foods are considered to be the main factors that cause its price drop. Training and short course have been conducted to introduce the way how to process the fruits into dodol salak, a sticky cake made of the salak fruit as the main material, by conducting the lecturing and practicing method. The participants were members of family welfare organization (PKK and the local housewives from Telutug of Sibetan village with the total number of 32 participants, and most of them are the farmers of salaks. The process of making the dodol salak comprises the following steps : the collection and selection of the fruits, peeling and coring the fruit, steaming, mashing the fruits into a pulp, the mixing with coconut milk, palm sugar and sticky rice floor in the bowl, mixing and boiling the mixture within 120 minutes, cooling down and then it is molded and wrapped. The result of the training shows that the participants were really enthusiastic, it could be seen by the abundant of questions raised either during the lecture, discussion as well as during the practice of making the dodol salak itself. It is expected that by introducing the way how to process the fruits into dodol will improve the skill and knowledge of the local people in general and especially for those of PKK members and the housewives. The food processing into dodol salak may bring about many advantages such as the diversification of the fruit processed-product, giving the added value to the fruit, to lengthen the storage time and to improve the appearance and quality of the product.

  13. Viabilitas Lactobacillus Plantarum 1 Yang Diisolasi Dari Industri Pengolahan Pati Sagu Terhadap Garam Empedu

    OpenAIRE

    Simbolon, Darma Lusvina; ', Yusmarini; Ali, Akhyar

    2016-01-01

    Properties needed for potentially isolates as probiotics should ideally not only able to survive through the digestive tract but also have the ability to reproduce in the digestive tract. The porpuse of the research was to obtain viability of Lactobacillus plantarum 1 strains isolated from processing industry sago starch on bile salts. This research used isolates Lactobacillus plantarum 1 RN2-53, Lactobacillus plantarum 1 RN2-12112, Lactobacillus acidophilus FNCC 0051 and Streptococ...

  14. PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN PROSES KOMBINASI BIOFILTER ANAEROB-AEROB DAN WETLAND

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochtar Hadiwidodo

    2012-09-01

    Full Text Available In Indonesia leachate is still an issue yet to be addressed. With a high content of pollutant parameters and lack of government support resulting landfill must think about the appropriate treatment to be safe for treating waste when discarded into the environment. Biofilter methods and wetland is the one of alternatives leachate treatment that can be used. This method does not require a large operating costs and does not require skilled professionals to operate it. With a combination of wetland and biofilter, it is expected to reduce the content of pollutants in the leachate, so it can be meet the wastewater quality standards which set by the government. The levels of pollutants were tested in this study is the BOD5, COD, TSS, ammonia, nitrite and nitrate

  15. PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL SISTEM KOMBINASI ANAEROBIK-AEROBIK MENGGUNAKAN BIOFILM BAKTERI KONSORSIUM DARI LUMPUR LIMBAH TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa K. Sastrawidana

    2012-11-01

    Full Text Available The objective of this research are to assess the eficiency of biodegradation of textile dyes by using bacteriaconsortium biofim on combined anaerobic-aerobic system and also to asses the possibility for applicating this technologyin textile dyeing industry. Textile wastewater that used in this research are azo dyes total concentration 200 mg/L which isconsist of remazol yellow, remazol red, remazol black and remazol blue For anaerobik condition step, by using bacteriaconsortium selected from sludge of textile wastewater plant of Mama & Leon consist of Aeromonas sp ML6., Aeromonassp. ML14, Aeromonas sp. ML24, Pseudomonas sp. ML8 and Flavobacterium Sp ML20 whereas aerobic condition step,using bacteria consortium selected from Badung river sludge consist of Vibrio sp. and Plesiomonas sp. Both bacteriaconsortium is immobilized separatively on volcanous stone for 3 days in each reactor before used to treatment of synteticdyeswater (SDW. Further more, immobilized bacteria consortiom on volcanous stone is determined by four plate countmethod.The result ot this research showed the eficiency process in decreasing color, TDS, TSS, COD and BOD was96,94%,75,73%, 68,03%, 97,68% dan 94,60% respectively. So, wastewater treatment by using combined anaerobicaerobicsystem is potential to applied on wastewater treatment in textile industry.

  16. Desain Strategi Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Makanan Ringan Berbasis Klaster di Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Insannul Kamil

    2017-02-01

    Full Text Available Food processing industries have grown in the region of West Sumatra since a few decades ago. The processing of various types of food recipes from various West Sumatra region comes from inheritance hereditary. Snack is a processed food product that has a special attraction among various types of distinctive food from West Sumatra. Increasing competitiveness is necessary to accelerate the growth of small and medium snacks industries in West Sumatera. Industrial cluster development is one of the strategic and effective approaches to achieve that objective. The research aims to design value chain and industrial cluster map model of small and medium snacks industries in West Sumatra. Industrial cluster mapping carried through: defining the value chain, a grouping of factors influence the level of internal and external factors, factors condition processing, grouping factor conditions into the four elements of SWOT, strategy planning using SWOT Matrix, and creating industrial cluster map of snacks industries in West Sumatra. The results showed that there are 7 internal factors and 6 external factors that can influence the competitiveness of small and medium snacks industries in West Sumatra. The value chain of snack industry in West Sumatra includes tuber farmers, traditional market, special suppliers, small and medium snacks industries, and consumers. The study also generates 10 programs centered on small and medium snacks industries in West Sumatra as a core industry.

  17. PENELITIAN TENTANG CARA PENGOLAHAN IKAN LAUT (TONGKOL DAN KEMBUNG YANG AMAN UNTUK KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2012-09-01

    Full Text Available Incidence of food poisoning are still happening. Result of a study as reported by the Directorate General of Communicable Disease Control, Ministry of Health, indicated that the poisoning are frequently caused by sea fish especially tuna fish (Auxis thazard. That's why Health Ecology Research Centre has done another research to find a safe way how to cook sea fish especially tuna fish for safe consumption. This research was conducted from June 1997 until March 1998. The samples consisted of tuna fish (Auxis thazard and kembung fish (Rastrelliger spp bought from Fish Auction in Cilincing and Cilincing market. The fishes were carried in an ice box to be analized in the laboratory and prepared in different cooking methods: fresh steamedfish, fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. Measurement of histamine levels were done by the Mopper Method and observation of microflora for fungi and bacteria, to know wich way of cooking fish was related to the lowest histamine level. By analizing histamine level it was found that fresh steamed fish contained the lowest histamine (tuna 6,34 ppm, kembung 3,91 ppm,fish cooked in coconut milk (tuna 8,11 ppm, kembung 5,20 ppm, fried fish (tuna 14,86 ppm, kembung 13,18 ppm and grilled fish (tuna 31,12 ppm, kembung 19,49 ppm. It has been proven that the histamine level of cooked fresh fish is less than 50 ppm (US Food and Drug Administration/FDAs, allowable concentration. The conclusion of this research : to cook fresh fish is the best and that fish must be handled carefully. The rotary histamin content was lowest in fresh steamed fish, followed by fish cooked in coconut milk, fried fish and grilled fish. The kinds of fungi found were : Aspergillus niger, Aspergillus ochraceus, Khamir and Rhizopus sp. In the cooked fish we did not find any pathogenic bacteria.

  18. Pengaruh Iklim Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan (Kasus Bagian Produksi Pengolahan Cpo PT. Asmj Kuansing

    OpenAIRE

    Multi, Riska Pafera; ", Suryalena

    2014-01-01

    This research goes from from the problems of the low productivity of theemployee section of the production processing of CPO at PT. ASMJ Kuansing,indicated by is not the achievement of a target production of set and the presenceof disiplinan employees of ditetap company work rules. As for the purpose of thisresearch is to know the working Climate and employee morale as well asinfluence the granting of Work Climate to increased employee morale theProduction processing of CPO in PT.ASMJ Kuansin...

  19. MODIFIKASI PENGOLAHAN DURIAN FERMENTASI (TEMPOYAK DAN PERBAIKAN KEMASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU DAN MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rapeka Reli

    2017-07-01

    Full Text Available Tempoyakis one of traditional food that has short shelf life. The pasteurization and packaging improvement could be expected can maintain the quality and extend the tempoyak’s shelf life. This research used polyethylene terephtalate (PET and polyamide as packaging materials; with modified atmosphere packaging (MAP, non MAP, vacuum and non vacuum. The parameters quality of tempoyak were observed by value of pH, sugar content, lactic acid, alcohol, lactic acid bacteria growth and total plate count. The result showed that the best quality of tempoyak was produced by product with pasteurization treatment. Lactobacillus genus with L.plantarum, L. casei, and L. fermentum were the dominant species of lactic acid bacteria. The result also showed that after the tempoyak was fermented during 84 hours, then the pasteurization should be conducted to stop the fermentation. The 84th hours was a constant phase in which that was the right time to inhibit the acid lactic bacteria growth. Pasteurized tempoyak packaged in PET with MAP technique had the longest shelf life as much as 84 days than others treatment whose had aboutonly 14 untill 56 days. The decreasing of tempoyak quality at 84 days was showed by colour change of tempoyak from yelowness to brown, pH decreased from 3.97 to 3.73, lactic acid content decreased from 1.49% to 0.99%, sugar content decreased from 16.57% to 3.28%, alcohol content of 0.32%, number of lactic acid bacteria decreased from 174.3×104cfu/g to 8.6×102 cfu/g, and total plate count from 177×104 cfu/g to 182.3×103 cfu/g.

  20. Aplikasi Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Kadar Bahan Organik dalam Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermantoro

    2011-04-01

    Full Text Available The objective of this research is to determine organic matter content in soil using image processing and artificial neural network. The images of soil were captured using digital camera and processed using image process algorithm. The images parameter data i.e. red, green, blue, hue, saturation, intensity, mean, entropy, energy, contrast, and homogeneity were extracted from sixty soil sample with different organic matter content. Parameter images data were used as the inputs data for ANN analysis. Output layer of ANN is organic matter content in soil. Based on experiment found that application of image processing and ANN for predicting organic matter content in soil have the high accuracy with coefficient determination of 90.75 % and mean square error (MSE of 0.002762.

  1. Desain Produk Kerajinan dan Ornamen Bangunan Bergaya Etnik Dayak dari Hasil Pengolahan Injeksi Limbah Plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarto -

    2016-03-01

    ABSTRAK   Dengan meningkatnya penggunaan plastik di Indonesia umumnya dan Kalimantan pada khususnya maka akan meningkatkan juga jumlah limbah plastik yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan alat pemanas limbah plastik yang digerakkan dengan hydraulic berkapasitas 3 (tiga ton mampu menghasilkan produk kerajinan dan orna- ment bangunan yang berkualitas baik, ini terlihat pada hasil uji alat sehingga proses re- cycle dapat berlangsung. Dengan pemanasan pada mesin pencetak menggunakan suhu 2700-2800  pada cetakan kayu bengkirai kombinasi plat besi, plastik kresek (HDPE limbah rumah tangga dapat dicetak menjadi modul bermotif Dayak yang selanjutnya dapat digunakan untuk ornamen bangunan. Dihasilkan modul plastik injeksi yang kemudian dapat dirangkai menjadi ornamen bangunan. Untuk dapat digunakan sebagai ornamen bangunan modul-modul hasil injeksi plastik tadi di rekatkan pada bingkai kayu dimaksudkan agar memudahkan pada saat di gabungkan sebagai ornamen bangunan.   Kata kunci : Plastik, Pemanas, Cetakan, modul, Dayak

  2. ANALISIS PENGOLAHAN AIR TERPRODUKSI DI WATER TREATING PLANT PERUSAHAAN EKSPLOITASI MINYAK BUMI (STUDI KASUS: PT XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pertiwi Andaran

    2015-09-01

    Full Text Available The exploration and production process of oil and its supporting operations always generates waste as by-product. If they are uncontrolled, it might decrease the environmental quality. Thus, it is necessary to manage and treat the waste in order to meet the regulation standard of quality and quantity. PT XYZ is an energy company, particularly oil and gas production, which its production activity generate a large amount of waste as well as produced water. Thus, PT XYZ must have facilities or produced water handling plant which could minimize pollution caused by produced water. PT XYZ already has a system of produced water handling with recycling principle. After oil and water separation including water treating at Water Treating Plant (WTP, produced water will be used for steam injection. This is the part of enhanced oil recovery by steam flooding in Duri Field. Besides, produced water could be used as backwash water at WTP, that is Oil Removal Filter (ORF and Water Softener, which is called brine water. If the produced water and brine water is over load the capacity of oil enhanced recovery injection, it might be disposed through injection to Disposal Well and there are certain condition that produced water should be discharged into canal. The objective f this study is to analyze the performance of a water treating plant in PT XYZ. Water Treating Plant is a facility for treating produced water. Basically, WTP is on good condition and each unit has high efficiency for separating oil and water (60-99%. Horizontal velocity at pit #A of API Separator was larger than the design criteria. In addition, Water Softeners have efficiency until 99% for the hardness.

  3. STUDI KUALITAS HASIL PENGOLAHAN AIR LIMBAH - KASUS SALAH SATU HOTEL BERBINTANG DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Sudipa

    2012-11-01

    Full Text Available Water is well thought-out as one of the basic need of human life. Beside its significant role in incomecontribution in the region, tourism industry is almost blamed as an environmental demolisher and polluter inBali. This matter writer interest for research something result quality waste water processing at one casehotel and specific as know bacteriology and chemistry quality, because the result of quality hotel waste waterprocessing very influential about water of river already polluted as physical, chemistry and bacteriology.The study aimed to investigate water quality of Ayung River at the nearest outlet of a star hotel STP and atupper-site rive..The research of methodology is hotel waste water analysis be based on the Minister of EnvironmentLife Regulation number 52, 1995. Analysis result waste water process and water ofr river be based onGovernment Regulation number 82, 2001.The water analysis results evidently showed that water sample taken during the 1st - 3th weeks beforeprocessing at hotel’s STP were classified as heavily polluted based on water quality class I, II, III, and IV,with lowest pollution index (PI of 33.23 and highest at 42.56. Amazingly, samples taken after STPprocessing were categorized as heavily polluted as well, based on water quality class I II, III, and IV. Thelowest PI was 13.4 and the highest at 22,15. Water sample taken at the nearest STP outlet at river wascategorized as slightly polluted based on water quality class I and fill quality criteria based on water qualityclass II, III, and IV. Water sample taken at upper-site of Ayung River was categorized as slightly pollutedbased on water quality class I, and fill quality criteria polluted based on criteria of water quality class II, III,and IV.

  4. PENENTUAN LOKASI TEMPAT PENGOLAHAN AKHIR (TPA SAMPAH KOTA BANJARBARU MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy Mizwar

    2016-10-01

    Full Text Available The research was conducted in the District Cempaka, Banjarbaru, South Kalimantan, with the aim to determining the location of municipal solid waste landfill using Geographic Information Systems (GIS. In this study, the determination of landfill location carried out in three stages of assessment based on SNI 03-3241-1994. First phase (region feasibility is done with a binary method to determine the feasibility zone as landfill sites based on eight criteria, namely: slope, geological conditions, distance to water bodies, proximity to residential areas, distance to the areas of agricultural cultivation, distance to protected areas, the distance to the airport, and proximity to the border area. Second phase (screen feasibility performed by the method of Analytical Hierarchy Process (AHP and Weighted Linear Combination (WLC to determine the level of suitability of several alternative locations which have been obtained in the first stage of the assessment is based on seven criteria, namely: land area, buffer zone , soil permeability, groundwater depth, the intensity of rains, floods and transportation of garbage. Third phase (recommendation feasibility to determine the best location of several alternative locations which have been obtained in previous assessments. GIS analysis is used to evaluate each of these evaluation criteria are spatially. Based on the results of the first and the second phase is known that there are 7 locations that are included in the category zone as a landfill with a decent level of fitness is included in the category of being and a total area of ± 403.448 ha or 2.75% of the Cempaka District. While based on the results of the third phase is known that only one location that could be recommended to become landfill site for Banjarbaru City.

  5. IDENTIFIKASI KERAGAMAN JENIS BAKTERI PADA PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN DENGAN LUMPUR AKTIF LIMBAH TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ritni Megasari

    2016-10-01

    Full Text Available The method of activated sludge is a wastewater treatment method that utilizes microbial growth processes are suspended.  One of the microbes that play a role in wastewater treatment systems with activated sludge are bacteria. The purpose of this research was to determine the effect of sampling time and the combination of retention time on levels of pH, BOD, TSS, H2S and turbidity effluent of beverage industry with waste activated sludge of tofu and identify the bacterial isolates obtained from the beverage industry wastewater treatment with activated sludge waste of tofu and to know the diversity of types of bacteria that play a role in it.  The diversity of bacteria identified in the beverage industry wastewater treatment by activated sludge are five types of Bacillus sp, Acinetobacter sp, Staphylococcos sp, Cardiobacterium sp, and Mycoplasma sp.  These bacteria are most likely a bacterium that plays a role in the degradation of the beverage industry wastewater. Activated sludge method, it is also able to improve water quality, especially for TSS parameter (<200 mg/l and H2S (<0.05 mg/l.  Sampling time in the morning better than afternoon in the improvement of water quality parameters; for the retention time of 8 hours of sample treatment is better than 6 hours.  Thus, the retrieval time (morning, afternoon and the retention time of wastewater samples generate all test parameters better than the control.

  6. Pembangunan Database Destinasi Pariwisata Indonesia Pengumpulan dan Pengolahan Data Tahap I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosafati Hulu

    2014-12-01

    Full Text Available Considering the increasing need for local (government and community in developing tourism destinations in the era of autonomy, considering the need to select the appropriate attraction according to the respective criteria, and considering the needs of businessmen travel / hotel to offer the appropriate attraction with the needs of potential tourists, it is necessary to develop a database of tourist destinations in Indonesia that is able to facilitate these needs. The database is built is a web-based database that is widely accessible and capable of storing complete information about Indonesian tourism destination as a whole, systematic and structured. Attractions in the database already classifiable based attributes: location (the name of the island, province, district, type/tourism products, how to achieve these attractions, the cost, and also a variety of informal information such as: the ins and outs of local attractions by local communities or tourists. This study is a continuation of previous studies or research phase two of three phases planned. Phase two will focus on the collection and processing of data as well as testing and refinement of the model design and database structure that has been created in Phase I. The study was conducted in stages: 1 Design Model and Structure Database,2 Making a Web-based program, 3 Installation and Hosting, 4 Data Collection, 5 Data Processing and Data entry, and 6 Evaluation and improvement/Completion.

  7. PENGOMPOSAN DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR DARI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERTAS DAN SAMPAH DOMESTIK ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrus Zaman

    2012-02-01

    Full Text Available Waste water treatment of paper industry yield side product in the form of sludge which have generated problembecause there is no continuation processing. Composting sludge which come from waste water processing differfrom other composting organic solid waste, which generally in the form of dry substance. In this research usedadditional substance in the form of organic domestic solid waste, with variation sludge : domestic solid waste(kg/kg successively 1 : 1, 1 : 4, 1 7, 3 : 2, and 5 : 3. Composting method is done by open windrow, where thecompost heaped longly and let to be opened (aerob. Result of research indicate that to the overall of variationof compost really have fulfilled standard of good ripeness compost according to SNI 19-7030-2003 and alsoaccording to other ripe compost standard. Besides, all variation of compost have yielded ripe compost withcharacteristic fulfilling hara required by crop. Variation Compost 1 : 1 representing the best compost with COrganiccontent 41,507 %, N-Total content 3,008 %, ratio C/N 13,80, moisture rate 44,03 %, P-Total content1,085 %, K-Total content 4,183 %, final temperature 30,3° C and pH 7,98

  8. IBM UNTUK PETANI SAYUR PENGOLAHAN KRIPIK TERONG DAN WORTEL DI DESA LANJAN KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sucihatiningsih DWP

    2015-02-01

    Full Text Available Agriculture-based business development efforts is crucial carried out in support of public welfare. One of the agricultural products which have the potential to be developed towards an industrial scale are fruits and vegetables. During this time, farmers only sell fruit and vegetables in the form of raw products, and product diversification are less in touch. So far, farmers also simply be a price taker, where they do not have the strength in pricing. This causes farmers sometimes manipulated by middlemen, especially when the harvest is abundant. Therefore, it takes effort and innovation to cultivate fruit and vegetables to be more durable, has a high economic value and improve the welfare of farmers. The purpose of this service is: (1 provide training on making chips eggplants and carrots; (2 facilitate the use of freezingfrying machines; (3 help the vegetable farmers in assessing the feasibility of making chips eggplants and carrots (4 facilitate and assist farmers in accessing capital loans to financial institutions (5 business assistance. The methods used in service activities are 1 a method of action which the servants of training the production of chips eggplant and vegetables, 2 methods of assistance where efforts procurement of machines, access to capital and feasibility studies done here and, 3 the method of supervision, which in the method The servant evaluate and solve problems encountered while running a business. After the service is implemented, is expected to solve the existing problems so as to support the promotion of the local economy and local vegetable growers.

  9. Pengolahan Material Serat Alami Menggunakan Enzim Mikrobiologi untuk Media Ekspresi Seni Dua Dimensi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muksin Muksin

    2007-12-01

    Full Text Available One of the alternative media, which is potential to be developed is the use of natural fiber materials from the environment (indigenous material. This natural fiber in foreign country such as Thailand, Japan, United States has crossed the threshold of the quality as a work of art that create by an artist. Meanwhile in Indonesia it is still brand new to be develop as a media of art expression. Indeed, art paper has already developed in Indonesia, but it is still a boundary production of pieces of paper that will be directly applied as a handicraft media. Moreover, the preparation process is still using the conventional method using chemical materials such as NaOH, Hypochloride, Boric acid, Chlorin, H2O2, etc., which burden the environment. Therefore an alternative, environmental friendly process is necessary to be developed to exploit natural fiber materials as a media of art expression. For this reason in this project a research on fiber-pulping process using xylanase enzyme has been carried out. The use of xylanase is enable to decrease chlorin consumption and reduce  chloro-organic concentration in pulp and waste, that also means a reduction in  production cost. The pulp was then used to make a paper to be tested for its quality by the Center for Pulp and Paper (Balai Besar Pulp dan Kertas, BBPK. This research resulted in a enzyme formulations for the fiber-pulping and preparation from variety of fiber materials: banana’s stalk, the abacca, hyacinth, straw, pineapple fiber and gold cocoon, b data of paper quality, and c work of arts from fiber/pulp material. In conclusion, enzyme can be applied in fiber-pulping process for lower impact on the environment and the workers.

  10. PENGOLAHAN LINDI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN TPA SAMPAH LESTARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhasanah Nurhasanah

    2010-07-01

    Full Text Available A laboratory scale research to obtain environmentally safe effluent and liquid fertilizer from leachate from Final Waste Disposal Site in Galuga owned by Regional Government of Bogor City was conducted from July 2006 through to April 2007. The experiment was initiated by aerating the leachate in 4 difference aeration rates (0, 10, 30 and 70 liters/minute followed by processing the sediment to product the liquid fertilizer. The experiment of production liquid fertilizer was carried out by adding lime with different dosage into sediment generated from processing by aerating at 70 liters/minute followed by centrifugation process or secher. Further, the liquid fertilizer generated from such experiment was applied to chilis planting (Capsicum annum. The research found that the processing conducted by aerating at the rate 70 liters/minute was the most effective in reducing pollutant from leachate. The addition of 1000 ppm CaO or Ca(OH2 limes in sediment from aeration is the most effective in depositing the dissolved material compared to the addition of limes in other dosage. Liquid fertilizer generated through the addition of 1000 ppm CaO have the content of N = 375,83 ppm, P = 121,44 ppm, K = 948,11 ppm, Ca = 827,20 ppm, Mg = 959,50 ppm, S = 48,53 ppm, Cu = 8,23 ppm, Zn = 30,02 ppm, Mn = 230,57 ppm, Fe = 320,95 ppm, Pb = 10,34 ppm, Cd = 7,46 ppm and Cr = 2,05 ppm. The use of liquid fertilizer generated by adding 1000 ppm CaO was the most effective in enhancing vegetation growth and production of chili. The non essential elements (Pb, Cd and Cr in fruits from vegetation given liquid fertilizer produced from such treatment did not exceed tolerable threshold.

  11. Pencemaran air raksa (Hg sebagai dampak pengolahan bijih emas di Sungai Ciliunggunung, Waluran, Kabupaten Sukabumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widodo Widodo

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no3.20083Gold ore mining at Waluran Subregency, Sukabumi Regency was carried out by an underground mining method, and only rock that contains high enough gold ore would be taken (selective mining. The gold ore from the mining was processed with a direct amalgamation method, so it produced low gold concentrate, but the concentrate of mercury discarded to the river was high enough. Monitoring result of water and sedimentation in Ciliunggunung River in 2004, showed that the river was contamined by mercury (Hg, and the contamination was above the value limit. This happened especially in August 2005 where the Hg content was about 0.218 mg/l on the Ciliunggunung River in CLG.07. The chemical analysis result of heavy metals for the water of the Ciliunggunung River in CLG.07 was known to contain Fe above the standard drinking water criteria, meanwhile Mn, Cu, Pb, and As were still under the maximum drinking water criteria value. To decrease the mercury contamination, it is suggested the process of gold ore from the amalgamation direct method to be changed to the amalgamation indirect method. The indirect gold ore amalgamation process consists of: removing fine particles by washing, grinding ore, and the amalgamation phase. The total impact of the indirect amalgamation method will increase the tying of gold by mercury, so the losing of mercury will be decreased and the gain of gold will be optimum.  

  12. ANALISIS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PENGOLAHAN KERUPUK IKAN GABUS DI KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yarna Hasiani

    2017-05-01

    Full Text Available This study aims to (1 analyze the performance of technology processing business cracker cork fish in Banjar district; and (2 analyze the factors that affect  revenue processing business cracker cork fish in Banjar district. The research was conducted in the village of Sungai Alang, Karang Intan Subdistrict, Banjar District, as one of the villages located Groups Processors and Marketers (poklahsar fish crackers cork in Banjar Regency, with the object of research the processing of fish cracker cork incorporated in poklahsar fish cracker cork. The results showed that the performance of technology,  processing business  cork fish crackers develops well, after the processors belonging to the group processors and marketers (poklahsar, which is characterized by increasing the quantity and quality of production. Operating revenues fish cracker processing real cork influenced by the volume of fish that is processed, the amount of the loan capital and business scale, where the regression coefficient of each variable with the probability of positive-value <0.01 or valid at test level of 99%.

  13. Analisa Interdependensi Antara Value Chain Dan Business Model Pada Industri Pengolahan Makanan

    OpenAIRE

    Kristiani, Paulina

    2015-01-01

    Latar belakang dari penelitian ini adalah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis yang semakin ketat dan bersaing maka diperlukan model bisnis dan value chain untuk mampu bersaing dalam lingkungan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa dan mengevaluasi pada value chain saat ini kemudian merancang pengembangan value chain berdasarkan komponen model bisnis. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan data value chain makanan saat ini yang diam...

  14. PENGARUH PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS ASAM LEMAK OMEGA-3 PADA TELUR DAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-11-01

    Full Text Available Effect of Processing and Storage on the Stability of Omega-3 Fatty Acids in Egg and Fish.Long chain omega-3 fatty acids such as Eicosapentaenoic acid (EPA and Docosahexaenoic acid (DHA, were very important for brain development, immunity, retina and growth of child. One of natural source of these fatty acids is fish which has been processed into variety food such as abon. The other source is modifying hen egg which potentially to be added into many kind of food after processed as egg flour. This research examine the effect of processing and storage of abon and eggs flour. The methode of this research was one-group pre post test (minimal control and the data was prepared in tabulation. Processing in to aboon ikan make EPA lost for 10.63% and DHA 7.63%. This product was acceptable, but the stability of the fatty acids were low, EPA lost 43.8% and DHA lost by 52.4% for 4 months. The eggs prepared by our lab contained 2.5% omega-3 fatty acid. To make egg yolk flour was used Spray Drying process. This process make EPA lost 43.94% and DHA 6.20%. After storing for 4 months, egg yolk flour was very stable. Because of these reason, these products can be used to supplement fatty acids in daily diet. Eggs flour can be used in any food product to supply omega-3 fatty acid for the risk group.Keywords: omega-3 fatty acid, food processing, food storage, egg flour

  15. Optimasi Waktu Proses Hidrolisis dan Fermentasi dalam Produksi Bioetanol dari Limbah Pengolahan Agar (Gracilaria sp. Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodiah Nurbaya Sari

    2013-12-01

    menggunakan kapang Trichoderma viride dan khamir Saccharomyces cerevisiae. Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi limbah agar industri, hidrolisis enzimatis menggunakan kapang Trichoderma viride penghasil selulase, dan fermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu optimal untuk hidrolisis enzimatis adalah 4 hari pada suhu 28 oC dan pH 3,91; aktivitas CMCase 210,48 IU/ml dan menghasilkan total gula pereduksi 6,74 mg/ml. Sedangkan untuk waktu fermentasi yang optimal adalah 2 hari pada suhu 32 oC dan pH 4,66 dengan nilai OD 600 nm 0,0181 menghasilkan etanol kasar dengan kadar 0,47% (b/b.

  16. KAJIAN EFEK MULTIPLIER PRODUK UNGGULAN BERBASIS KLUSTER UKM PENGOLAHAN IKAN ASAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusmar Ardhi Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available The purpose of this research are to analyze scale of production of leading commodities and multiplier effect of cultivation and smoked fish in Wonosari, Bonang Demak. This research applies census method in collecting data from all business unit which identified as leading commodities in Wirosari Village, Bonang, Demak Regency. Regarding survey conducted, there are 18 catfish breeders and 49 smoked fish small business used as respondent. Primary data used in this research are rate of production in basis goods, land area, capital, raw materials, manpower, and income multiplier. To support empirical discussion, tools of analysis used in this research are descriptive statistics and income multiplier. Results of this research are primary commodities in Wonosari Village are smoked fish and fresh cat fish. Total production of smoked fish reaches 6.4 Ton each day for with type of smoked fish such as river cat fish, tongkol, sting-ray, cat fish, and other river fish. Meanwhile total production of catfish breeding reaches 105 Ton in first harvest after 2-3 months. Based on that number, smoked fish business promise higher profit than profits catfish breeding. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat produksi dan efek multiplier produk unggulan budidaya dan pengasapan ikan di Desa Wonosari, Bonang Kabupaten Demak. Penelitian mengunakan metode sensus dengan mencari data dari semua unit usaha yang merupakan produk unggulan di Desa Wirosari, Bonang Kecamatan Demak. Responden yang diperoleh sejumlah 18 pembudidaya ikan dan 49 usaha pengasapan ikan. Data primer yang akan digunakan yaitu data jumlah produksi komoditas unggulan, luas lahan, jumlah modal, bahan baku, tenaga kerja, dan multiplier pendapatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, dan indeks multiplier pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak adalah Ikan Asap dan Budidaya Ikan Lele. Total produksi harian ikan asap rata-rata mencapai 6,4 Ton ikan dengan jenis ikan yaitu manyung, tongkol, pari, lele, dan ikan air tawar lainnya. Potensi produksi lele yang dihasilkan Pokdakan Sari Mino yang diperoleh mencapai total 105 ton ikan lele saat panen dalam jangka waktu 2-3 bulan. Berdasarkan multiplier pendapatan, usaha pengasapan ikan lebih memberikan keuntungan dibandingkan dengan budidaya lele.

  17. Strategi Training within Industry sebagai Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa pada Mata Pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chomzana Kinta Marini

    2016-01-01

    Full Text Available Practices in Vocational High Schools hold an important role, because through practices, students could master the skills optimally. Confidence is a significant aspect that should be owned by students to conduct the practices. However in the field, there were several students of grade XI Jasa Boga I of SMKN 1 Sewon who had low confidence in the Continental Cuisine Practice. This was indicated by the hesitation of the students in conducting the practices. Every group depended on the teacher’ assistance. This action research was conducted in three cycles that consisted of planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study showed an improvement of the students’ confidence from 2.49 become 2.66 and 2.86 in the subject of Continental Cuisine through Training within Industry Strategy.

  18. Analisis Nilai Tambah dan Usaha Pengolahan Tepung Sukun Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2016-12-01

    Full Text Available Bread fruit processing into flour is an alternative way of processing which is has several advantages including; increase the shelf life, facilitate the process of raw materials and increase the selling price, while its nutrient is relatively unchanged. The purpose of this study is to examine the amount of value added product generated by bread fruit flour and to determine business analysis of bread fruit flour in Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Province. Data is collected using interviews, observation and mutilation. Measurement is done by calculating the value added products resulting from the processing of bread fruit into bread fruit flour, while analysis of feasibility is calculated based on the analysis of profit and analysis of revenue and costs as well as the R/C ratio. Breadfruit flour business has gave product value added, profit and R/C ratio account Rp. 5,500 per kilogram, Rp. 218,000 and 1.57 respectively.

  19. PERANCANGAN PILOT PLANT PENGOLAHAN AIR MINUM UNTUK ZONA PENDIDIKAN DAN RISET KAWASAN TECHNO PARK, KABUPATEN PELALAWAN

    OpenAIRE

    Hernaningsih, Taty

    2018-01-01

    Techno Park regional development in order to increase regional competitiveness based on innovation and knowledge (konwledge based economy) requires infrastructure that can meet basic human needs, such as drinking water supply for the community. Techno Park region Pelalawan, Riau province located in the peat so that most of the water source is brownish and contains peat. While surface water sources such as rivers Kampar located far from the region. Therefore, to overcome the problems of water ...

  20. Master Plan UMKM Berbasis Perikanan untuk Meningkatkan Pengolahan Produk Ikan yang Memiliki Nilai Tambah Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Riana

    2015-11-01

    Full Text Available This research aims to generate a Master plan of fisheries-based SME development concept in Bali region, in order to build Bali as the centre for production and processing of fishery products in the Coridor of Bali-Nusa Tenggara. In Year-1 of the study period, the research activities carried out includes three processes, including analysis of the potensial of SMEs, analyzes the business cycle, and identification of barriers and chalenges. By using the method of linear regression analysis, Geographic Information System (GIS and Analytical Hierarchy Process (AHP, the study result in Year-1, obtained some information about characteristics of fisheries based SMEs Bali, consisting of: 1 there is positive effect between GDP growth and energy work on the level of productivity (output value of SMEs; 2 the need for development of fisheries-based SMEs in Bali include some operational, capital, and market access aspects. To the Bali Provincial Government, SMEs and the poblic are expected to synergize themselves, in term of institutionally, improving the quality of human recources, empowering financial institutions at the local level, as well as active participation in marketing access to the international level.

  1. Sistem Parkir Berbasis RFID dan Pengenalan Citra Pelat Nomor Kendaraan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Didik Widianto

    2017-07-01

    Full Text Available The length of time in manually recording vehicle license plates in the parking system leads to long vehicle queues. This research developed automatic parking system based on RFID and vehicle plate number recognition. Authentication used a camera and Arduino Uno as the controller for RFID reading, feedback and gatekeeper control. The system will compare the characters image and RFID in the record of database to authorize a vehicle. Image processing was done by contour analysis method and had 91% in accuracy at 60 cm of distance and 131.89 milliseconds of reading speed. The system had been able to work to automatically open and close gates based on the match of RFID and vehicle plate number recognition. Waktu yang lama saat pencatatan pelat nomor kendaraan secara manual di sistem parkir menimbulkan antrean. Penelitian ini mengembangkan sistem parkir otomatis berbasis RFID dan pengolahan citra pelat nomor kendaraan. Autentikasi menggunakan kamera untuk pengambil gambar pelat nomor dan Arduino Uno sebagai kontroler untuk pembaca RFID, pemberi umpan balik dan pembuka gerbang. Sistem akan membandingkan karakter citra dan RFID pada database untuk menentukan izin penggunaan kendaraan. Pengolahan citra menggunakan metode analisis kontur dan memiliki akurasi sebesar 91 % di jarak 60 cm dan kecepatan baca 131,89 milidetik. Sistem telah dapat bekerja untuk secara otomatis membuka dan menutup gerbang berdasarkan kecocokan kartu RFID dan pelat kendaraan.

  2. MUTU GIZI DAN KEAMANAN BEKASAM PRODUK FERMENTASI IKAN TERI SECARA SPONTAN DAN PENAMBAHAN KULTUR MURNI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uken SS Soetrisno

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTBackground: Many kind of foods based on fermentation products are used as traditional foods in Indonesia. Such products are tape the sweet fermented cassava as source of carbohydrates, tempe the delicious fermented soybean or other beans as source of  protein, dadih the sour fermented buffalo milk as source of calcium and protein, and many others made of  animal protein source such as from small fish. Fermentation of foods will increase the nutrient content and absorbability of the nutrient, besides will increase sensoric or acceptability value of the products. Objectives: The study objectives are to evaluate the nutrient quality and sensoric quality of  the salt-fermentation product of small fish, so called teri, both using spontaneous fermentation and selected culture-fermentation those producing lactic acid bacteria. Methods: This was a food experimental study to explore the quality improvement  of acid bacteria fermentation products using spontaneous or sellected culture on protein source foods. Ingredients were consist of small fish with steam rice at 1 to 1 by weight with addition of salt at 5-6% and fermented spontaneously or with addition of 1% level selected culture, which contain lactic acid producing bacteria. Fermentation were done for 4 to 5 days, depent on the type of culture. Results: Bekasam produced from both type of fermentation had lower protein content due to the addition of rice as carbohydrate source, while ash content became higher due to the addition of NaCl salt. The products had sweet smell besides sour taste due to carbohydrate fermentation which could increase the absorbability of the products especially vitamins and minerals those needed lower pH. Generally, fermented bekasam had higher vitamin content and changed fatty acid composition. Vitamin B12 increased by 2 folds and vitamin A by 3-4 folds, compared with those of fresh small fish. Linoleic acid increased by 2-4 folds followed by decreased of other long chain fatty acids content. Pathogenic microorganisms were still high in raw fermented products, but they were  undetected after steaming for 30 minutes. Conclusions: Nutrient contents of the fermentation products, such as vitamin A, B12, linoleic acid were higher than the fresh fish, while the proximate nutrient content depent on the amount of ingredients added as the base component. All fermentation products contained E. coli, Koliform, and Shigella s., these might come from the fish that had been polutted since in the ocean. After steaming or sterillization the product, those pathogen microorganisms were negative or undetected. Based on the nutrient quality, it will be worthwile to develop local food formula using bekasam the fermented teri, for children under five years old. [Penel Gizi Makan 2005,28(1: 31-35] Keywords: fermentation, spontanious, sellected culture, small fish, bekasam.

  3. Penentuan Unsur Tanah Jarang Kelompok Sedang secara Voltammetri Pindai Linier Menggunakan Elektrode Grafit Pensil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Wahyuni Hartati

    2016-01-01

    Full Text Available Rare earth elements play an important role in a variety of applications, mostly for high-tech industries. But their presence in mineral jointly separation makes it difficult to determine the content of rare earths because each element has physical and chemical properties are almost identical. The purpose of this study is the use of a linear scan voltammetry method to study the electrochemical characteristics of the medium rare earth element group (Sm, Gd, Eu, Tb, as an alternative method of separation and analysis of rare earth elements. The electrode used is a graphite pencil electrodes without modification, with a variety of supporting electrolyte. The results obtained show some supporting electrolyte provides good reduction peak for gadolinium, compared to the peaks of the reduction potential of the single rare earth ions other. The potential range of the most well using pencil graphite electrode obtained at 0.50 V to -1.00 V. Analysis of single gadolinium provide linear regression equation in a concentration range of 4.0 to 10.0 mg/L by the equation Y = 0.9862 X + 0.828 with R2 = 0.9954. The limit of detection is determined from the linear regression obtained 0.72 mg / L.

  4. Pengaruh Eksplan Dan Zpt Terhadap Pertumbuhan Nepenthes Albomarginata Secara in Vitro

    OpenAIRE

    Sukamto, Lazarus Agus

    2011-01-01

    Nepenthes albomarginata Lobb ex Lindl. is a carnivorous plant, distributes in several regions in Indonesia. The plant population decreases drastically because of over exploitation and ruining nature habitat. Plant propagation by nature and cutting are not enough to rehabilitation its population. In vitro culture of N. albomarginata was carried out using plantlets grown from the seeds in vitro. Plantlets were cut to became two part explants, consisted of shoot tip and under-shoot tip cuttings....

  5. Urgensi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Secara Langsung di Era Reformasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abu Tamrin

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: the Importance of Direct Presidential and Vice Presidential Election in Reformation Era. Direct president and vice president election has begun in 2004 based on Act Number 23 Year 2003and renewed by Act Number 42 Year 2008. The importance of this provision is that elected president and vice president reflect the choice of majority of people. Beside of preventing problems in Parliament, this provision is also aimed to keep the sustainability of President both as head of government and head of State So,  it would not be easy for him to be removed or impeached. DOI: 10.15408/jch.v1i2.2990

  6. Perancangan Model Pengukuran Kinerja Lean dan Green Rantai Pasok Semen Secara Terintegrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Rahmayanti

    2017-05-01

    Full Text Available Abstract PT. Semen Padang is one of the reputable cement companies in Indonesia which is producing types of cement. Implementation of supply chain concept in PT. Semen Padang is very important to satisfy customers and stakeholders requirement. Performance measurement is a process to evaluate the supply chain effectiveness and efficiency in lean and green aspect. The problem is how to design performance measurement model which is integrating lean and green supply chain concepts. The objective of research is integrating lean and green supply chain concepts to design supply chain performance measurement of bag cement type. Integration of lean and green concept is designed by Balanced Scorecard (BSC perspectives that consist of financial, customer, internal process business and learning and growth. Key performance indicators (KPI are formulated and classified based on BSC perspectives. Next stage is pair wise comparison process to the weight value. Evaluation of KPI pair wise comparison based is conducted on expert opinion which is selected by consideration of their relevance knowledge and experience. The process of pair wise comparison is calculated to determine priority of the KPIs based on weight value by using Analytical Hierarchy Process (AHP method. The weight of KPI will be arrange by descending to determine the priority. Model of performance measurement is validated by face validity method. Research result is obtaining 25 KPIs that derived from integration of lean and green supply chain concept of bag cement type. Grouping is consisting of 3 KPIs of financial, 4 KPIs of customer, 11 KPI s of internal process business and 7 KPI s of learning & growth. Result is showing that customer is most prioritized element in supply chain of bag cement type. Implementation of proposing model is coordination of departments and employee in context of information accessibility. Keywords: Supply chain, lean, green, BSC, performance measurement

  7. Produksi Hidrogen Secara Fotokalitik dari Air Murni Pada Katalis NaTaO3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husni Husin

    2012-12-01

    Full Text Available Study of hydrogen production as a green energy on NaTaO3 photocatalyst has been done. The aim of this work is to study the photocatalytic properties of NaTaO3 and NiO incorporated NaTaO3 used in water splitting reaction. The NaTaO3 powder with high crystallinity has been synthesized by a H2O2-asissted sol-gel route calcined at a temperature of 900 oC. NiO as a cocatalyst is deposited by impregnation of Ni(NO32.6H2O solution. The catalysts are characterized by X-ray diffraction (XRD, scanning electron microscopy (SEM, high resolution transmission electron microscopy (HRTEM, and diffuse reflectance UV-Vis (DR-UV-Vis. The photocatalysts have a band gap energy ca. 4.01 and 4.00 eV (corresponding to absorption edge of 310 and 311 nm. Photocatalytic activity towards hydrogen generation from water is investigated using a glass reactor under ultra violet (UV light illumination. Photocatalytic of H2 and O2 production on the pristine NaTaO3 are 0.61 and 0.30 mmol g-1 cat.h-1, respectively. The activities are greatly enhanced 8.5 times higher by the incorporation of NiO as cocatalysts on the prepared oxides. NiO is found to give rise to more efficient photocatalytic activity for hydrogen evolution. The NaTaO3 nanoparticles produces using this facile have: better crystallinity, smaller size, and higher photocatalytic activity. Keywords: Sodium tantalum oxide; Nickel oxide; Sol-gel; impregnation; Hydrogen evolution

  8. Proses Kerja Komputer yang dapat Mengoptimalkan Hasil Komunikasi Visual secara Efisien

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas James Darmawan

    2010-10-01

    Full Text Available  To be able to work optimally and efficiently by computer, in making a visual communication, we need to understand the three kinds of process/ how to work a computer. There are three bases logic how computer works, such as text, pixel, and vector. Each made with different methods of logic, as a result of efforts to meet the needs of creators of computer communication. So after the third understands the workings of TSB, the ease and optimization in making a visual communication can be achieved.  

  9. PENENTUAN BAHAN KERING BUAH SAWO SECARA TIDAK MERUSAK MENGGUNAKAN NIR SPECTROSCOPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Suhandy

    2012-12-01

    Full Text Available This work was conducted to develop a new measuring system for nondestructive dry matter prediction in sawo fruit using short wavelength near infrared (SW-NIR spectroscopy. In this research, a number of 100 sawo fruits were used as samples. Spectra were acquired using a portable spectrometer (VIS-NIR USB4000, The Ocean Optics, USA with 100 ms integration time and 50 scans for number of scanning. Dry matter was measured using oven drying. The calibration and validation model was developed using the partial least squares (PLS regression method. The result showed that the best calibration model could be developed for original spectra in the wavelength range of  700-990 nm with F= 8, r = 0.92, SEC = 0.68 and  SEP = 0.86. Keywords:   Absorbance mode, dry matter, nondestructive method, sawo fruit, SW-NIR spectroscopy.

  10. Pengembangan Model Economic Production Quantity (EPQ dengan Sinkronisasi Demand Kontinu dan Diskrit Secara Simultan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurike Oktavia

    2016-04-01

    Full Text Available The most popular inventory model to determine production lot size is Economic Production Quantity (EPQ. It shows enterprise how to minimize total production cost by reducing inventory cost. But, three main parameters in EPQ which are demand, machine set up cost, and holding cost, are not suitable to solve issues nowadays. When an enterprise has two types of demand, continue and discrete demand, the basic EPQ would be no longer useful. Demand continues comes from a customer who wants their needs to be fulfilled every time per unit time, while the fulfillment of demand discrete is at a fixed interval of time. A literature review is done by writers to observe other formulation of EPQ model. As there is no other research can be found which adopt this topic, this study tries to develop EPQ model considering two types of demand simultaneously.

  11. PENGARUH SUMBER MINERAL TERHADAP PENEKANAN Erwinia carotovora OLEH PSEUDOMONAS PENDAR-FLUOR SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardian Susilo Addy .

    2012-02-01

    Full Text Available Antimicrobial Stimulation of Fluorescent Pseudomonad to Inhibit Soft-rot Pathogen Caused by Erwinia carotovora subsp. Carotovora. This research was conducted to study effect of mineral sources on inhibition Erwinia carotovora by fluorescent pseudomonad. We used several mineral sources to stimulate antimicrobial substances from fluorescent pseudomonad that responsible to inhibit E. carotovora subsp. carotovora in vitro. The results showed that zinc 0,5 mM were the best to increase antagonistics of fluorescent psudomonad againts E. carotovora. Zinc were increased antimicrobial substances twohold compared with control without stimulant agent. Detection of antimicrobial substance using TLC showed that only one antimicrobial was detected with retention factor (Rf of 0,68 – 0,72. However, identification and characterization of that substance is still needed.

  12. Pengurangan Kadar N dan P pada Limbah Cair Laboratorium secara Fitoremediasi Menggunakan Enceng Gondok (Eichornia crassipes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmaya Arofah

    2016-03-01

    Full Text Available Laboratory liquid waste contains both metal, nonmetal, organic and anorganic content. If it is discharged directly to environment, it will cause pollution that is harmful for living thing. Data of waste survey result in 2009-2010 indicated that liquid waste of Laboratory in Chemical Engineering Department, Gadjah Mada University (JTK UGM consist of various complex compound such as NH4+, PO43-. JTK UGM has wastewater treatment plant (WWTP to deal with environmental pollution coming from waste of each laboratory and have three process, anaerobe activated sludge, aerobe and phytoremediation. Because the laboratory’s waste was very complex, the WWTP have not operated maximally yet. So, it is necessary research on wwtp processing step, particularly for phytoremediation process using water hyacinth. Objective of this research was to study effect of concentrations N and P on adaptability and capability of water hyacinth to grow. In addition it developed a mathematical model to estimate of N and P concentration decrease rate in liquid. The research was done in batch by planting water hyacinth that has been acclimated in wastewater containing N-NH4OH and P-H3PO4. Parameter observed is N and P concentration in liquid. The result indicated that water hyacinth can absorb N and P. Water hyacinth grow well in N-NH4OH concentration of 9.651 ppm and 15.573 ppm and P-H3PO4 concentration of 2.013 ppm and 2.7373 ppm. It was marked with additional weight and colour of water hyacinth leaves of fresh green. Mathematical model presented to estimate N concentration decrease rate indicated good result in experiment. However, P concentration decrease in liquid phase, the presented model is still not good, because P nutrient decomposition process has not been accommodated during absorption by water hyacinth.

  13. Penetapan Kadar Rifampisin dan Isoniazid dalam Sediaan Tablet Secara Multikomponen dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

    OpenAIRE

    Hastia, Faula

    2011-01-01

    Tuberculosis is the most deadly infectious diseases and the number two cause of death after heart disease. The number of tuberculosis patients in Indonesia as many as 583,000 people, China 2 million and 1.5 million Indians. Combination of rifampicin and isoniazid in the tablet is one of the drugs which is usually use for TBC treatment. The aim of this study is to determination value of rifampicin and isoniazid in the tablet which circulates in the general by ultraviolet spectrophotometry. ...

  14. Analisis Sistem Proses Pindah Massa pada Ekstraksi secara Mekanik Minyak Kedelai (Glycine Max Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Dwi Argo

    2010-10-01

    Full Text Available Soybean, a vegetable protein-rich commodity needed to improve public nutrition, safe to consume, and the price affordable. The purpose of this research are to: 1. determine the effect of pressure and time of extraction the mass balance, yield and level of soybean oil extraction, 2. Gain mass transfer coefficient value in soybean oil extraction process, and 3. analyze the mechanism of mass changes during the extraction process soybean oil is mechanically using hydraulic pressing. Oil obtained results indicate an increase due to the influence of a given amount of pressure and length of time silenced. The greater the pressure exerted, the more oil produced this shows soybean oil can come out with a maximum at the greatest pressure of 200 kg/cm2. Mass transfer coefficient in soybean oil extraction process at a pressure of 100 kg/cm2 5.57x10-5 gcm3/cm seconds. In the pressure is 200 kg/cm2 15.39 x 10-5g cm3/cm seconds.

  15. Kompatibilitas Jamur Entomopatogenik Paecilomyces fumosoroseus dengan Beberapa Bahan Aktif Pestisida Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fani Fauziah

    2016-12-01

    Full Text Available Untuk mengurangi penggunaan pestisida di perkebunan teh, maka salah satu upaya pengendalian hama yang dapat dilakukan adalah mengkombinasikan aplikasi pestisida dengan jamur entomopatogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas antara jamur P. fumosoroseus  dengan beberapa bahan aktif pestisida di laboratorium. Perlakuan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL terdiri dari 5 jenis bahan aktif yaitu metomil, bifentrin, imidakloprid, tembaga oksida dan metidation pada taraf konsentrasi sesuai rekomendasi lapang (RL, 0,5x RL dan 2x RL. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa diantara kelima jenis bahan aktif pestisida yang diuji, metidation memiliki tingkat toksisitas yang paling tinggi. Persentase produksi spora tertinggi sebesar 13,77% ditunjukkan oleh perlakuan bifentrin 2x RL. Combining application of pesticides and entomopathogenic fungi is an alternative way for controlling pest in order to reduce pesticides application in the tea field. This research was aimed toexamine the compatibility of Paecilomyces fumosoroseus tosome active agents of pesticide in laboratory. Completely Randomized Block Designed (CRBD with 5 active agents: methomyl, bifenthrin, imidacloprid, copper oxide and metidation in three different concentration was employed in this study, which was based on the existing field recommendation (FR: 0,5x FR and 2x FR. The results showed that among the five tested pesticides, metidation appeared to be the most toxic agentto P. fumosoroseus. Meanwhile, the highest percentage of spore production was counted in bifenthrin 2x RL (13,77%.

  16. PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT DARI BITTERN DAN GAS KARBON DIOKSIDA SECARA KONTINYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soemargono Soemargono

    2012-01-01

    Full Text Available Kalsium karbonat  yang  digunakan  dalam  industri- industri cat, karet, dan  kertas  harus  mempunyai  mutu yang  tinggi, terutama  kemurnian  dan kehalusannya.Untuk itu, Indonesia masih  mendatangkan  kalsium  karbonat murni dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Bittern merupakan bahan buangan industri garam yang disebut juga air tua, mengandung senyawa kalsium. Karbon dioksida biasanya berasal dari hasil pembakaran yang masuk ke udara. Kandungannya di udara kecil, tetapi berpotensi sebagai pencemar. Dengan mereaksikan kalsium yang terkandung dalam bittern dengan gas CO2 akan terbentuk CaCO3 dalam suasana basa. Pembentukan kalsium karbonat dilakukan dengan proses kontinyu dalam reaktor kolom bersekat miring. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendapan magnesium dengan larutan ammonia menyebabkan kandungan kalsium ikut terdegradasi. Hasil terbaik yang diperoleh dicapai pada kondisi pH awal, kecepatan alir gas CO2, kecepatan alir cairan, dan suhu masing-masing pada 8,7; 2265 mL/menit; 10 mL/menit; dan 303 K, dengan konversi sebesar 38,40%. Produk berupa CaCO3, yang diperoleh mempunyai kemurnian sebesar 21,34%.

  17. EFISIENSI CONSTRUCTION WETLAND TYPHA SP. SEBAGAI PENGOLAH AIR LIMPASAN JALAN RAYA SECARA ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudatin Windraswara

    2011-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bersifat desain eksperimental pada skala laboratorium untuk mengetahui kemampuan Typha latifolia. sebagai tanaman wetland dalam mereduksi BOD dan COD yang berasal polutan air limpasan jalan raya sebagai bagian dari sistem drainase yang berkelanjutan. Sampel dalam penelitian ini adalah air limpasan jalan yang berasal dari air hujan yang kemudian masuk ke saluran pengumpul (drainase jalan. Habitat wetland disimulasikan menggunakan kolom dengan tabung yang memiliki volume kosong 20 liter. Susunan tabung adalah sebagai berikut; tanaman wetland, air, pasir dan batu kerikil. Satu tabung lagi akan berlaku sebagai kontrol dengan susunan yang sama tanpa tanaman wetland. Desain tabung memiliki spesifikasi sebagai berikut bahan acrylic dengan ukuran diameter 9,7 cm, tinggi 40 cm, volume 20 liter, media pasir setinggi 10 cm, kerikil 15 cm, kemudian diisi air setinggi 15 cm dari batas kerikil. Nilai BOD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 104 mg/l sedangkan nilai BOD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 44 mg/l dari nilai semula 104 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman tersebut mampu menghilangkan nilai BOD sebesar 65% atau BOD removal sebesar 65%. Nilai COD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 309 mg/l dari nilai semula 210 mg/l sedangkan nilai COD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 210 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman Typha latifolia mampu menghilangkan nilai COD sebesar 58,6% atau COD removal sebesar 58,6%. Kedua parameter tersebut telah sesuai dengan baku mutu Kepmen LH no 112 tahun 2003 dan Kepmen LH no 51 tahun 1999.

  18. Pendekatan Pendidikan Nilaj secara Komprehensif sebagai suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa

    OpenAIRE

    Darmiyati Zuchdi, Darmiyati Zuchdi

    2001-01-01

    The eclining quality of the Indonesian character needs to be resolved. One of the ways to solve this problem is through the educational practice, by using a more effective approach. A single approach of values education is considered to be ineffective, that is why it is needed a comprehensive one. The development of students' personality should be holistic in nature, including the intellectual, emotional, and spiritual intelligence. Four important substances of values education...

  19. Pengukuran Kapasitas Antioksidan Dalam Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Maggie

    2015-01-01

    One of Indonesia’s top natural product, Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb), is very strategic to be developed, considering the benefits demonstrated by one of its active compound which is polyphenols. The presence of the phenolic group leads to strong antioxidant activity in biological systems, therefore could prevent diseases associated with reduction-oxidation reaction. The purpose of this study was to determine the antioxidant capacity in Java turmeric dosage form in the market and...

  20. EFEK EKSTRAK METANOL DAUN ENGKUDUK TALUN (FAGRAEA RACEMOSA PADA PEROKSIDASI LIPID SECARA IN VIVO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Fikriah

    2011-06-01

    Full Text Available ABSTRACT   Engkuduk talun plant (Fagraea racemosa grows in East Kalimantan forest. Stages Extraction research of petroleum eter-cloroform-metanol from leaves, root skin, root, stem skin and Fagraea racemosa’s stem toward radical 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH is proven that the extract of methanol leaves have the strongest scavenger effect, this can be interpreted that the leaves have the strongest antioxidant potency from all plant parts that have been examined.  The given single dose 1 gram/kg b.w of the methanol extract from Fagraea racemosa leaves do not caused the death at the female Wistar rats. On the inhibitor test of forming MDA of rat’s liver the very high of absorbance value has accurred on control by CCl4 ( 0.508 ± 0.039 , significant if compared to CCl4 added with the vitamin E ( 0.224 ± 0.006 and CCl4 added with three doses of methanol extract from the Fagraea racemosa’s leaves ( p=0.000   Keywords: Fagreae racemosa, lipid peroxidation, CCl4,  vitamin E   ABSTRAK Tumbuhan engkuduk talun (Fagraea racemosa banyak terdapat di hutan Kalimantan Timur. Penelitian ekstraksi bertingkat petroleum eter-kloroform-metanol dari daun, kulit akar, akar, kulit batang dan batang Fagraea racemosa terhadap pereaksi radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH terbukti pada ekstrak metanol daun mempunyai efek peredaman paling kuat, ini dapat diartikan daun mempunyai potensi antioksidan yang paling kuat dari semua bagian tumbuhan yang diamati. Pemberian dosis tunggal 1 gram/kgBB ekstrak metanol daun Fagraea racemosa tidak menunjukkan kematian pada hewan coba tikus Wistar betina. Pada uji hambatan  pembentukan MDA hepar tikus terjadi peningkatan nilai absorbansi yang sangat tinggi pada kontrol dengan CCl4 (0.508 ± 0,039, berbeda bermakna jika dibandingkan CCl4 yang ditambah dengan vitamin E (0.224 ± 0,006 dan CCl4  yang ditambah dengan tiga dosis ekstrak metanol daun Fagraea racemosa (p=0.000.   Kata Kunci: Fagraea racemosa, peroksidasi lipid, CCl4, vitamin E

  1. Validasi Metode HPLC untuk Penetapan Aspirin dan Asam Salisilat dalam Plasma Kelinci (Lepus curpaeums secara Simultan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Siswanto

    2017-02-01

    Full Text Available Aspirin is a nonsteroidal anti-inflammatory drug which also has the effect of antiplatelet for stroke prevention. Aspirin inside human body is very easy to break down into salicylic acid as the main metabolite. The aim of this study is to develop and validate the method for determinating aspirin and salicylic acid concentration in plasma by HPLC. Method validation including system suitability test, linearity test, determination of LOD and LOQ, recovery, accuracy and precision. Concentration of analytes in blood is measured by HPLC using benzoic acid as internal standard, with condition Purospher column Endcapped Star RP-18 (250 x 4.6 mm id, 5 m, acetonitrile : buffer phosphate 20 mM pH 2.5 (30:70 v/v as mobile phase, injection volume 20 mL, flow rate 1.5 mL/minute, and UV-Vis detector λ 230 nm. The results showed that the proposed method meets the requirements of system suitability and good linearity (r > 0,990 with LOQ (aspirin = 0.024 mg/mL, salicylic acid = 0.336 mg/mL and LOD (aspirin = 0.007 mg/mL, salicylic acid = 0.101 mg/mL. The method of analysis provides recovery of 85-115 %, accuracy and precision in accordance with the requirements for bioanalytical with CV < 5 %. Therefore, the proposed method is applicable to determine of aspirin and salicylic acid concentration in plasma.

  2. Akibat Hukum Pemutusan Perjanjian Franchise Secara Sepihak Oleh Franchisor Sebelum Berakhirnya Kontrak

    OpenAIRE

    Lannemey, Lannemey

    2015-01-01

    Bisnis franchise merupakan suatu sistem di mana pihak franchisor memberikan lisensi menggunakan hak kekayaan intelektual seperti hak cipta, merek, paten serta rahasia dagang kepada franchisee. Sebaliknya pihak franchisee berkewajiban untuk membayar royalty fee. Perjanjian franchise merupakan hubungan hukum antara franchisor dan franchisee yang memuat hak dan kewajiban yang menimbulkan akibat hukum bagi para pihak. Dalam pelaksanaan perjanjian franchise sangat rentan terjadi permasalahan sepe...

  3. Faktor Penyebab dan Sanksi Tindak Pidana Penipuan Kepemilikan Kendaraan Bermotor Secara Melawan Hukum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elvi Zahara Lubis

    2017-12-01

    Full Text Available One form of crime that increasingly has a certain modus operandi is a crime of motor vehicle fraud unlawfully. Fraud is a crime that belongs to a class devoted to property rights and other rights arising from rights. As formulated in Article 378 of the Criminal Code, fraud means deeds with the intent to benefit themselves or others unlawfully by using false names, false dignity, deceit or lies that may cause others to easily surrender their goods, money or wealth. Factors causing the crime of motor vehicle ownership fraud unlawfully are caused by four factors namely economic factor, desire factor, opportunity factor and the weak factor of faith. Sanctions against perpetrators of criminal fraud of motor vehicle ownership by unlawful means in the form of criminal punishment of imprisonment to perpetrators for 4 years. Such sanctions may be applied if the perpetrator has been proven to commit a criminal act of fraudulent vehicle ownership in a manner which is against the law.

  4. Pengukuran Tingkat Efektivitas Kinerja UMKM Batik Bakaran Secara Berkelanjutan Mengunakan Model Green SCOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Alfa Puryono

    2017-09-01

    Full Text Available Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM merupakan salah satu kekuatan pendorong terdepan dalam pembangunan perekonomi di Indonesia. Agar UMKM tersebut tetap mampu bertahan dalam menghadapai tantangan sekaligus peluang yang ada, maka UMKM harus bisa meningkatkan kinerja dan kerja sama dengan sektor usaha yang lainnya. Selain itu UMKM tersebut juga harus tetap memperhatikan dampak terhadap linkgungannya. Untuk itu maka diperlukan adanya pengukuran tingkat efektivitas kinerja dalam UMKM tersebut. Supaya bisa menjadi tolak ukur maupun penetuan arah kebijakan kedepanya. Serta bisa memastikan bahwa semua faktor dalam usaha tersebut tidak menimbulkan pencemaran serta dampak sosial ekonomi bagi lingkungannya. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini mengunakan model Green Supply Chain Operations Refernece (Green SCOR. Model tersebut digunakan untuk menentukan kriteria serta tujuan sistem rantai pasok UMKM Batik Bakaran yang ramah lingkungan. Selain metode tersebut penelitian ini juga mengunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP yang digunakan untuk menentukan Key performance Indikator (KPI yang mempengaruhi tingkat efektivitas kinerja UMKM Batik, serta dapat mengukur tingkat kinerja maupun proses kinerja dari masing masing kriteria tersebut. Sehingga akan menghasilkan tingkat efektivitas kinerja yang ramah lingkungan bagi UMKM Batik Bakaran. Model Green SCOR dan metode AHP mampu untuk menghubungkan semua kriteria kinerja yang ada. Kombinasi metode tersebut, terbukti mampu untuk memberikan penilaian tingkat efesiensi sebesar 65,4% dan profitability sebesar 34,6%. Green Supply Chain Management (GSCM merupakan kata kunci untuk meyakinkan bahwa semua faktor atau semua elemen dalam rantai pasokan memperhatikan lingkungannya atau tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi lingkungan. Namun karena pengukuran dan penerapan GSCM yang begitu kompleks jadi tidak semua kriteria dapat diidentifikasi dan di hubungkan dengan keungulan kompetitif dari UMKM Batik tersebut

  5. PERENCANAAN PEMBANGUNAN GUGUS PULAU SAPEKEN SECARA BERKELANJUTAN: PENILAIAN DAYA DUKUNG KAWASAN BAGI PENGEMBANGAN WISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Romadhon

    2013-08-01

    Full Text Available The challenge for planning in small island is to ensure efficient use of limited land resources, ensure balanced regional development and balanced use of resources, including natural resources and landscape resources. Based on carrying capacity and small island destination, spatial planning of tourism in Sapeken archipelago which contaian several small island, done by suitability analyze Sapeken archipelago for several tourism. Furthermore,carrying capacity calculated referring Yuliandaetal(2010 to assess how much tourism can commodate without causing disruption the nature. The result suggest Sapeken archipelago have suitable area for dive tourism (164.42 ha; snorkeling (361.56 ha; fishing tourism (1493.38 ha, mangrove tourism (3927.09 ha dan beach tourism (39.77 ha. Carrying capacity for tourism activities,Sapeken archipelago can commodate 4260 person/day for dive tourism; 3590person/dayfor snorkelling; 14 900people/day for fishing tourism; 321. 000people/day formangrovetoursm;and 199 people/day for beach tourism.

  6. ANALISIS KUANTITATIF ISOFLAVON TEMPE SECARA CEPAT DAN SEDERHANA MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS- DENSITOMETRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Setiawati

    2014-05-01

    Full Text Available Abstract: Rapid and simple quantitative analysis isoflavones tempe using densitometric TLC has been done. The mobile phase of the system was chloroform: methanol: ethylacetate (45: 5: 0.75. Thin layer chromatography was performed on aluminium TLC plates.Ascending distance of 1 μL sample was performanced 10 cm. Then the plate was scanned at 261 nm. A linear relationship obtained at 0.08 - 2 μg/spot with r= 0.9986. The LOD and LOQ of isoflavone were 0.014 μg/spot and 0.048 μg/spot. Genistein contained in tempe was 0.151± 0.005 % b/b. Keywords: tempe, isoflavon, TLC

  7. TEMPAT PENITIPAN ANAK, MEWAH, MENENGAH DAN SEDERHANA (Studi Perbandingan Perkembangan Anak Balita Secara Kognitif Motorik Afektif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listia Natadjaja

    2007-01-01

    Full Text Available The aim of this study is to observe the comparison of children cognitive, motorist and affective development in luxurious, middle and moderate day care center,, in order to obtain the description of a suitable day care center and its influence. All the population which is known and registered in Social Department are used, like: Teratai, Sandhy Putra, LKK, Dharma Wanita Day Care Center and also many private day care center like: Benih Kasih, St Yoseph and RKZ. The purposive sampling method is used to show that the aim of this technique is to reach the specific target. The examination result shows that there are differences in children development among the different day care center for cognitive and motorizes development, but only in certain ages. The Architectural element in luxurious, middle and moderate day care center is suspected to give effects in children development. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini meneliti perbandingan perkembangan kognitif, motorik dan afektif anak balita di tempat penitipan anak yang tergolong mewah, menengah dan sederhana,sehingga didapatkan gambaran tempat penitipan anak yang sesuai dan bagaimanakah pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan populasi sebagai obyek penelitian yang diketahui dan terdaftar di dinas sosial yaitu: TPA. Teratai, TPA. Sandhy Putra, TPA. LKK, TPA. Dharma Wanita, dan tempat penitipan swasta lainnya, yaitu: TPA. Benih Kasih, TPA. St. Yoseph, TPA. RKZ. Metode proposive sampling dipakai sebagai acuan yang menunjukkan bahwa teknik ini digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan perkembangan anak pada tempat penitipan anak yang berbeda untuk perkembangan kognitif dan motorik, namun tidak merata pada semua kelompok usia.Elemen arsitektur yang berbeda pada kategori mewah, menengah dan sederhana diduga berpengaruh pada tingkat perkembangan anak. Kata kunci: tempat penitipan anak, perkembangan anak, elemen arsitektur.

  8. PARTISIPASI KONTRAKTOR DI KOTA DENPASAR DALAM LELANG PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH SECARA ELEKTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Md Suciptapura

    2013-07-01

    Full Text Available Electronic auction is an activity to provide goods / services by creating fair competition among providers of goods / services by complying with the principle of utilizing the facilities of communication and information technology. The purpose of this study was to determine the participation and acquisition of project contracting in the electronic auction to determine the relationship between the qualifications of the contractor, the contractor characteristics and conditions of participation in the electronic auction and acquisition projects, and to determine the factors that affect government contractors to participate in the auction. The study was conducted in the city of Denpasar. Methods of data collection using questionnaires and interviews addressed to contractors who have experience in the electronic auction. The method used is descriptive analysis, product moment correlation, regression and factor analysis using SPSS. The results showed that the characteristics of contractor availability factor of human resources project that comes with a certificate of availability of skilled experts and heavy equipment together to increase participation in the auction and acquisition projects. Lack of equipment auctions and bad internet connection is a factor that can degrade electronic participation and acquisition projects in the electronic auction. Factors affecting contractors to participate in the auction consists of 9 major factors such as: human resources and corporate confidence, and the location of the project, the contract system and auction system, Level Competition auction, capital and time, experience, government policies and economic conditions, The type and amount of equipment, construction market conditions

  9. Structural Assurance, Kepercayaan pada Sistem E-commerce dan Niat Bertransaksi Secara Online

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gandis Ayuningtiyas

    2011-08-01

    Full Text Available Structural Assurance, Trust and Intention to Make Online Transaction. The objective of this research is to examine some determinant factors that influence user intention to make online transaction by using the Theory Planned Behavior (TPB. This research done in Brawijaya University Malang. Researcher have got 264 respondents which is student of Brawijaya University and never done online transaction. Multiple regression technique was used in this analysis. The variables are structural assurance and trust. The result of analysis indicates that simultaneously, structural assurance and trust significantly influence to the intention to make online trans-action. The implication of this research is relevant toward on-line business sector to consider factors which influence the intention online transaction.

  10. Classroom Assessment: Bagian Integral Proses Pembelajaran Kejuruan Dalam Upaya Menyiapkan Tenaga Kerja Secara Holistik

    OpenAIRE

    Wagiran, Wagiran

    2011-01-01

    Assessment of student achievement needs to change, largely because today's students face a world that will demand new knowledge and abilities. In the global economy of the 21st century, students not only need to understand the basics, but also to think critically, to analyze, and to make inferences. In order to develop these skills, changes in assessment at school and classroom level are required. Classroom assessment is an effective strategy to improve the quality of learning to achieve the ...

  11. ANALISIS EKSTRAK TUMBUHAN REMPAH SEBAGAI PRESERVATIVES MAKANAN TAHU DIUJI SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ni luh putu manik widiyanti

    2017-01-01

    Abstract Tofu is know as a traditional food and as a source of high quality protein that contains many essential amino acids and is proven to reduce levels of Low Density Lipoprotein. Tofu susceptible to decomposition by bacteria, because high of the protein content and water content.  But many food entrepreneurs that naughty by adding formalin and methanyl yellow dye that banned its use in food regulation by Minister of Health Num. 1168/Menkes/PER/X/1999 for the food preservatives of tofu. The alternative is an antibacterial plants and used as a natural food preservatives including Cymbopogan ciratus (lemongrass, Cucurma domestica (turmeric and Alpinia galanga (galangal to inhibit bacterial growth in tofu.  Tofu that has been created is still not meet the assessment standards of SNI 01-3142-1992 in aroma part, whereas 50% panelists who stated aroma tofu is slightly acidic. Organoleptic test of tofu in first day of soaked with natural preservatives, 100% panelists who stated tofu that soaked with three kinds natural preservatives with aroma and taste of Cymbopogon ciratus (lemongrass, Cucurma domestica (turmeric and Alpinia galanga (galangal extracts. The characteristic color  of tofu, 100% panelists expressed that tofu with pure white color or pure yellowish and 100% panelists who stated normal of tofu in performance without slimy and moldy. In fact characteristic of tofu is decrease of quality result from organoleptic test on day three and six both in aroma, taste, color and performance of tofu. Gain score result show that tofu soaked with natural preservatives lemongrass concentration 20% that show increase bacteria in number. On third and six days, tofu soaked with 40% and 60% concentrations of lemongrass inhibit growth of bacteria. Result gain score indicates  tofu that soaked with tumeric extract on first and sixth days soaked with 20%, 40% and 60% concentrations   show all of tumeric extract concentrations didn’t inhibit growth of bacteria. On the third day tofu that soaked with only 60% concentration capable to inhibit growth of bacteria.   Result gain score  indicates tofu that soaked with extract of galangal in first day, only concentration 40% show inhibit growth of bacteria. On third and sixth days, all of concentrations of galangal extract didn’t capable inhibit growth of bacteria. Number of SPC bacteria in tofu soaked with preservatives lemongrass with concentration 40% was significantly different with tofu that soaked extract of 20% concentrations of turmeric and galangal.  Number of SPC bacteria in tofu soaked with lemongrass concentration 60% was significantly different with 20% concentrations of both turmeric  and galangal, and 40% concentration of galangal. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of turmeric was significantly different with 40%  and 60% concentrations of  lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of galangal, was significantly different with 40% and 60% concentrations of lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 40% concentration of galangal was significantly different with 60% concentration of preservatives lemongrass with p<0,05. Inhibition zone by 20% and 40% concentration of lemongrass was significantly different compared with inhibition zone by both 60% concentrations of turmeric and galangal toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of lemongrass was  significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zona by 20% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 40% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zone by 20% and 40% concentrations of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibiton zone was present in growth of bacteria caused by active substances in three kinds of natural preservatives. Coeffisient phenol test was done that show three kinds  of natural preservatives was extracted by hydrodestillation with value equal or less effective than pure phenol.   Key words : spices plants, natural preservatives, tofu, in vitro test.

  12. Manfaat Prebiotik Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica terhadap Pertumbuhan Probiotik Lactobacillus casei secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Hardisari

    2016-09-01

    Full Text Available This background reviewed cases of diarrhea, one of health problems related to the digestive tract and caused by an imbalance in intestinal microflora. Probiotics are microorganisms that can be used to balance the intestinal microflora’s population. Prebiotics are nutrients required for the growth of good bacteria in human’s intestine. Kepok banana (Musa paradisiaca formatypica that contains inulin and FOS is a natural source of prebiotics. The purpose of this study is to observe the effect of various concentrations of kepok banana flour (Musa paradisiaca formatypica on the growth of probiotic bacterium Lactobacillus casei. In order to observe the prebiotic activity of Lactobacillus casei, post-test with control group design method is used toward the kepok banana flour. The amounts of kepok banana flour concentration used are varied, which are 2%, 4%, 6%, 8 %, and 10%. As much as 30 data was resulted from this research that was, later, descriptively analyzed with One-Way ANOVA test using SPSS 16.0 for Windows. The research’s finding shows the average numbers of bacterium Lactobacillus casei (the number of bacteria x 107CFU/ml produced in the media with the addition of MPF’s concentrations of 2%, 4%, 6%, 8%, and 10% are, respectively, 29187,5 ; 42491,67 ; 52225 ; 89879,17 and 155108,33. This research also obtained a significance value of 0.000 of the One-way Anova test. The conclusion of this study is that there is an in vitro effect of adding various concentrations of kepok banana flour on the growth of probiotic bacterium Lactobacillus casei.

  13. Perancangan Solar Charge Controller dan Inverter pada Aplikasi Solar Panel Berbasis Atmega8535 secara Software

    OpenAIRE

    Larasati, Devi

    2015-01-01

    The purpose of this final project is to apply the codevision AVR ATMega 8535 to process the data on the storage accumulator battery charging current from the solar panels. Value current is processed in the microcontroller is in the current detection using current sensor ACS-712. To prevent backflow from batteries to solar panels when the solar panel voltage is less than accumulator battery voltage, current flows from the solar panels through solar charge controller to the battery before. C...

  14. Penghambatan Fusarium oxysporum oleh Kultur Filtrat Bakteri Endofit dari Tanaman Kedelai secara in Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Malinda

    2016-02-01

    Full Text Available Seed borne pathogen play an important role as source of inoculum for disease incidence in the field and it becomes a major constraint in certified seed production.  Research was conducted to isolate potential endophytic bacteria from soybean plants and evaluate its culture filtrate for inhibition effect of seedborne fungi on soybean seed, i.e. Fusarium oxysporum.  The result showed that out of forty eight endophytic bacteria isolates that were nonpathogenic, there were three potential isolates that can inhibit the growth of F. oxysporum, i.e.  EDA 3, EBA 6, and EBA 7 with percent inhibition of 60.14%, 57.69%, and 57.08%, respectively. The filtrate culture of EBA 7 showed the highest inhibition (34.88% by in vitro test. Therefore, those three isolates of endophytic bacteria might be used as biocontrol agent to inhibit the growth of F. oxysporum.

  15. REGENERASI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL TRANSFORMASI GEN Sitrat Sintase MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-02-01

    seleksi 85%, dan efisiensi regenerasi thalus non transgenik sebesar 95% pada media non selektif. Media recovery dengan penambahan pupuk PES memperlihatkan sintasan yang paling baik pada regenerasi thalus transgenik. Hasil analisis PCR memperlihatkan K. alvarezii transgenik putatif mengandung transgen PaCS di bawah kendali promoter 35S CaMV.

  16. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi dan Pemetaan Secara Simultan dengan OLAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harindra W Pradhana

    2016-01-01

    Full Text Available This research proposes simultaneous localization and mapping (SLAM system processed separately from the robot using data ware house. Information in the data warehouse processed separately to allow complex computation held without lowering robotic system performance. The system helps making decision by analyzing information in the data warehouse. Decision support information visualized in vector graphics to helps robotic information interpretation. This system use online analytical processing (OLAP on processing and analyzing information in the data warehouse. Visualization process use SVG to display map from robotic data processing. Web server manages all of the processing and analysis of OLAP information and displays it through browser to the user. This research produces interactive and informative decision support system. The web server quickly process information and displays it to the browser. System processing and analysis generates relevant information with low error. For further research, conventional SLAM methods can be added to the server to operate the information in the data warehouse.

  17. Pengujian secara In Vitro Oligosakarida dari Ekstrak Tepung Buah Rumbia (Metroxylon sago Rottb. sebagai Sumber Prebiotik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2009-10-01

    Full Text Available In vitro analysis of oligosaccharide from extract rumbia fruit (Metroxylon sago Rottb. as prebiotic ABSTRACT. Despite a range of commercially available oligosaccharides there is plenty of room to develop new, functionally enhanced prebiotics. current generation of oligosaccharides was not rationally developed. better understanding of factors determining the prebiotic activity of a particular oligosaccharide. Despite the range of commercially available oligosaccharides mixtures (mainly fructo and galacto-oligosaccharides, very few studies are focused on the mechanisms behind the prebiotic activity of particular oligosaccharides. Probably this lack is due to the unavailability of well characterized oligosaccharide fractions for prebiotic function assessment. The objectives of this research were to asses the ability of lactic acid bacteria in fermentation of oligosaccharide and as prebiotic (in vitro. Material used was oligosaccharide of purified rumbia fruit extract. Analysis of oligosaccharide as prebiotic was conducted in vitro using lactic acid bacteria. The lactic acid bacteria consisted Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium animalis, Lactobacillus bulgaricus and Lactobacillus casei Rhamnosus. The growth media for bacteria was a liquid MRS basic medium where glucose was substituted by oligosaccharide of purified rumbia fruit extract. Incubation was in aerob for Lactobacillus and anaerob for Bifidobacterium in incubator 37oC. The lactic acid bacteria was calculated 24-48 hours during incubation periode. The variables observed were: oligosaccharide component, ability of lactic acid bacteria in fermentation of oligosaccharide, and growth of lactic acid bacteria (Lactobacillus and Bifidobacterium. The result showed that the oligosaccharide component from extract rumbia fruit consisted of: sucrose, stacchiose, and raffinose. The result showed that the oligosaccharide extract rumbia fruit was significantly (P<0.05 the growth of lactic acid bacteria (Lactobacillus and Bifidobacterium and fermentation of oligosaccharide. It is concluded that oligosaccharide of rumbia fruit extract could be used as prebiotic.

  18. Analisis Dimensi Fraktal untuk Identifikasi Tanaman dengan Pendekatan Pemrosesan Citra secara Paralel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Solahudin

    2010-10-01

    Full Text Available The use of camera vision and real-time computation as plant identification tool has become an active research. Application of both methods can not be separated from a pretension that the computation must produce correct results within the specified time interval where the truth of the calculation depends not only on logical truth but also on the time in which results are produced. The purpose of this study is to identify plants with fractal dimension analysis and the application of parallel computing. Fractal dimension analysis results showed that each plant has a typical Fractal dimension value. Filtration process with a small window size is accompanied by the use of multiple processors indicates that the image processing in parallel show results much faster than processing with a single processor.

  19. Penelitian penggunaan monomer n-butil akrilat untuk peningkatan mutu kulit secara iradiasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wahini Nurhajati

    1996-06-01

    Full Text Available Research on the utilization of n-butyl acrylate monomer for quality improvement leather by irradiation cobalt-60 gamma-rays is carried out as follows: Javanese crust hide was impregnated with water emulsions of n-butyl acrylate monomer for 2 hours, packed in to poly ethylene bags, sealed, then irradiated by cobalt-60 gamma rays (doses : 5 to 25 kGy. The irradiated leather was washed by water, dried and then physical tested. The results of physical test of leather modified with n-butyl acrylate showed the increasing of tensile strength and elongation, decreasing of water absorption, resistance against the flexing test of 20,000 times, and PH was constant. Organoleptic test showed that the softly of the modified leather was no different with unmodified leather.

  20. STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA UDANG LAUT DALAM SECARA BERKELANJUTAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Suman

    2013-05-01

    Full Text Available Pemanfaatan sumber daya udang di Indonesia dilakukan pada wilayah perairan laut dangkal dan status pengusahaannya sudah dalam tahapan jenuh (over-fishing. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang tanpa adanya usaha pengelolaan yang berkelanjutan, maka akan menyebabkan kelestarian sumber daya udang akan terancam dan bahkan bisa punah. Salah satu hal yang harus dilakukan dalam mengantisipasinya adalah mencari daerah penangkapan baru di perairan laut dalam, berupa sumber daya udang yang potensial dan belum pernah dimanfaatkan (untapped resources. Komposisi jenis udang laut dalam di perairan Indonesia lebih dari sekitar 38 jenis dengan jenis udang yang mendominasi adalah Plesiopenaeus edwardsianus dan Aristeus virilis serta alat tangkap yang disarankan untuk pemanfaatannya adalah bubu laut dalam tipe silinder. Potensi penangkapan udang laut dalam di Kawasan Barat Indonesia (KBI sebagai 640 ton per tahun dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI sebagai 2.840 ton per tahun. Agar pengelolaan sumber daya udang laut dalam dapat dilakukan berkelanjutan, maka harus dikelola dari awal pemanfaatannya. Strategi pengelolaan yang harus dilakukan adalah membatasi upaya penangkapan pada tingkat upaya sekitar 285 armada bubu laut dalam di KBI dan sekitar 1.250 armada bubu laut dalam di KTI. Selain itu harus dilakukan penutupan musim dan daerah penangkapan serta dilakukan penetapan kuota penangkapan. The utilization of Indonesia’s shrimps resources are commonly taking from shallow marine water while its status is currently on overfishing stage. In the long run without appropriate management will threat its sutainability and may be worsen to become extinct. A possible anticipition is finding a new fishing ground at deep sea area for potential deep sea shrimps as untapped resource. Deep sea shrimps species composition have been identified for more than 38 species with mainly dominated by Plesiopenaeus edwardsianus and Aristeus virili. Recommended fihing gear for utilizing those resource is deep sea cylinder pots. Deep sea shrimps fishing potency whithin Western Indonesia Area (WIA was estimated for 640 mt/year and Eastern Indonesia Area (EIA was 2.840 mt/year. Asssuring the sustainability of deep sea shrimp resource require right and apropriate management apply since the early stage. It is proposed to adopt several management measures such as limit the fishing effort for 285 deep sea pots within WIA and 1.250 deep sea pots within EIA, apply close area and fishing season and determine total allowable catch.

  1. Pengujian Efisiensi Pasar Setengah Kuat Secara Informasi terhadap Pengumuman Inisiasi Dividen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ronowati Tjandra

    2016-01-01

    Full Text Available This research explore the examination of  semistrong form-informationally efficient capital market  in Jakarta Stock Exchange towards the initiation dividend announcements. This examination focused on the effort to show the influence of initiation dividend announcement towards abnormal return at the event date and the around of that announcement and the speed of adjustment of stock price to the equilibrium price. This research using 17 firms which was identified announcing  initiation dividend 1 year after IPO (Initial Public Offering  as samples during the period 2000  until 2003 after be selected according to the conditional that stated in this research. This research was an event study that take 10 days before and 10 days after the date of announcement, so that the estimation period which be used in this examination were 21 days. The result of this research shows  that capital market of Indonesia, which represented by Jakarta Stock Exchange have already informationally- semistrong form efficient market to the initiation dividend announcement. This result was indicated by the information content in the initiation dividend announcement that  positive and significant about 6% in the event date, and surely, there was speed of adjustment from the market reaction to initiation dividend announcement that take 1 day only i.e.one day at the event date. This research also supported the agency cost model and the signaling theory, which shown by both the  high level of agency cost and informational asymmetry.       

  2. Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak secara Elektronik (E-billing) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Tampan

    OpenAIRE

    Agustia, Indri; Sadad, Abdul

    2017-01-01

    Ease, speed, and accuracy in providing a service into service demands in the tax sector, as a concrete step to improve the service quality of the Tax Office Pratama Pekanbaru Charming to make an innovation service tax payment electronically or called e-Billing. However, based on field observations, researchers look at the implementation of this innovation is still a lot of taxpayers who do not understand its use because of the inability to use information technology.The purpose of this resear...

  3. PENGAMBILAN LOGAM CR6+ DAN CR TOTAL DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING SECARA ELEKTROKOGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nizar Pahlevi

    2012-10-01

    Full Text Available Electroplating industry is a metal coating industry by way of metal precipitate coatings on metal or plastic which is done so that the electrolytic waste containing heavy metals. Electrocoagulation is a process of merging clumps resulting from the flux of electrical current (DC for the extraction of metal compounds contained in wastewater. In this process of reduction and oxidation reactions occur. Where the metal is reduced and the positive electrode (Al will be oxidized to (Al (OH 3 which serves as a coagulant. The purpose of this research to study methods of electrocoagulation using aluminum electrodes and the influence of the length of time stirring and stirring speed of decision-CR6+ levels and total Cr. This electrocoagulation electroplating wastewater with electricity so that the ions are absorbed by the coagulant in waste binder in the release of the electrode and causes the bond between the metal ions with coagulant. Variation of stirrer speed of 200, 400 and 600 rpm, whereas the long stirring time 25, 50 and 75 minutes. Based on test results, after an analysis showed a significant reduction of the levels of total CR6 + and Cr in the electroplating wastes. CR6+ to obtain a decrease of 95.1% at minute 50 and the stirrer speed of 200 rpm, whereas the total Cr obtained a decrease of 82.69% at minute 75 and a stirrer speed of 600 rpm.

  4. Penambahan Ragi terhadap Multiplikasi Subkultur Tunas Manggis (Garcinia Mangostana L.) secara In Vitro

    OpenAIRE

    Darwati, Herlina; Wulandari, Reine Suci; Erma Safitri, Revina Rizqidia

    2013-01-01

    Garcinia mangostana L. is a species tropical forest that has many benefit. The benefitmangosteen for human life makes it worth as commodity in International market. This aimed to knowing the influence of addition some yeast concentration for bud multiplication of mangosteen and to getting the best yeast concentration for bud multiplication of mangosteen. The research took place in Sylviculture Laboratory at Tanjungpura University for 2 month. The data analyzed to usecompletely randomized desi...

  5. PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA LEAN DAN GREEN RANTAI PASOK SEMEN SECARA TERINTEGRASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Rahmayanti

    2017-06-01

    Full Text Available PT. Semen Padang is one of the reputable cement companies in Indonesia which is producing types of cement. Implementation of supply chain concept in PT. Semen Padang is very important to satisfy customers and stakeholders requirement. Performance measurement is a process to evaluate the supply chain effectiveness and efficiency in lean and green aspect. The problem is how to design performance measurement model which is integrating lean and green supply chain concepts. The objective of research is integrating lean and green supply chain concepts to design supply chain performance measurement of bag cement type. Integration of lean and green concept is designed by Balanced Scorecard (BSC perspectives that consist of financial, customer, internal process business and learning and growth. Key performance indicators (KPI are formulated and classified based on BSC perspectives. Next stage is pair wise comparison process to the weight value. Evaluation of KPI pair wise comparison based is conducted on expert opinion which is selected by consideration of their relevance knowledge and experience. The process of pair wise comparison is calculated to determine priority of the KPIs based on weight value by using Analytical Hierarchy Process (AHP method. The weight of KPI will be arrange by descending to determine the priority. Model of performance measurement is validated by face validity method. Research result is obtaining 25 KPIs that derived from integration of lean and green supply chain concept of bag cement type. Grouping is consisting of 3 KPIs of financial, 4 KPIs of customer, 11 KPI s of internal process business and 7 KPI s of learning & growth. Result is showing that customer is most prioritized element in supply chain of bag cement type. Implementation of proposing model is coordination of departments and employee in context of information accessibility.     Keywords: Supply chain, lean, green, BSC, performance measurement

  6. VALIDASI PEMERIKSAAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL SECARA PENDEKATAN SINDROM PADA KELOMPOK WANITA BERPERILAKU RISIKO TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang R. Sedyaningsih Mamahit

    2012-09-01

    Full Text Available Accurate and adequate treatment of STIs is a critical component of STI-control activities to reduce transmission and sequelaes. On the other hand, chronic shortage in skilled staff and laboratory equipment in many countries necessitate the use of clinical skills more in order to diagnose and differentiate STIs. For these places, the WHO has recommended and produced a protocol of it syndromic approach management of STIs in place of treatment by -etiology. Since 1997 the Indonesia Ministry of Health has been conducting national training on this method. However, the syndromic approach for vaginal discharge is known to be problematic since differentiation among cervicitis, vaginitis, and even normal condition is difficult. The main objective of this study is to determine the sensitivity, specificity and positive predictive value of the syndromic approach management of women with signs and/or symptoms of abnormal vaginal discharge. The sample population were women with high risk sexual behaviors in East Java and North Sulawesi provinces. The laboratory tests using DNA hybridization probe technique (the PACE 2 test, Gen-Probe, San Diego, Calif. for Neisseria gonorrhoeae and Chlamydia trachomatis were used as gold standard. In addition, we also compared the clinical approach widely used by clinicians (mainly at hospitals with laboratory results. A total of 439 participants was recruited purposively (230 from E. Java and 209 from N.Sulawesi. In E.Java, the sensitivity, specificity, and predictive value of the syndromic management for vaginal discharge are 31%, 83%, and 59%, respectively, and in N.Sulawesi 49%, 56%, and 40%,respectively. The clinical approach did not show better results. In E.Java the sensitivity, specificity, and positive predictive value are 13%, 89%, and 50%, res­pectively, while in N.Sulawesi they are 42%, 61%, and 39%, respectively. As a conclusion, the current form of syndromic management has little use for STI screening among high risk women. Further studies by adding more criteria to the syndromes are needed to improve this method.

  7. Penetapan Kadar Fosfor Dalam Buah Petai (Parkia speciosa) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Melisa

    2013-01-01

    Parkia speciosa generally consumed by people as other dishes, although there are some people who do not like it due to its odor. It is often recognized as a traditional and uncommon food. This plant products mineral, one of the mineral much is producted is phosphorus. The purpose of this study was to determine levels of phosphorus in the both types: petai padi and papan. Qualitative analysis of phosphorus carried out by turning it into phosphate and ammonium molybdate reagent identified,...

  8. Analisis Fosfor pada Cacing Tanah (Megascolex sp. dan Fridericia sp.) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Safira, Cut Shafa

    2015-01-01

    Earthworm is natural resource which can be used for medication due to its highly amount of minerals. One of these minerals is phosphorus. The aim of this research are to identify, determine and know the difference content of phosphorus in Megascolex sp. and Fridericia sp. Qualitative analysis shows positive results with addition of ammonium molybdate 4% and BaCl2 5%. Quantitative analysis was done using visible spectrophotometer with ascorbic acid method, measuring blu-colored molybdenum ...

  9. RESPON EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM TERHADAP HIGROMISIN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Rizania

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan konsentrasi optimal higromisin terhadap pertumbuhan eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, faktor kedua adalah konsentrasi higromisin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data dianalisis dengan Anava dua jalan, bila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai dan konsentrasi higromisin berpengaruh sangat signifikan pada jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas. Interaksi dari varietas kedelai dan konsentrasi higromisin tersebut juga berpengaruh signifikan pada semua parameter. Konsentrasi optimal higromisin yang diperlukan untuk menyeleksi eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam pada parameter jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas yaitu pada konsentrasi 15 mg/l.This research aims to determine the response and optimal concentration of hygromycin on the growth of dry acid soil resintant soybean variety explant. This research was used a completely randomized design factorial consisting of two factors. The first factor was soybean variety (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, the second factor is the concentration of hygromycin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data were analyzed by using two-way ANOVA, followed by significant when using DMRT further test (Duncan's Multiple Range Test. The results showed soybean variety and concentration of hygromycin significantly effect on the number of live explants, number of shoots, and the emerging shoots. The interaction of soybean varieties and the hygromycin concentration was also a significant effect on all parameters. Optimal concentration of hygromycin required for selection of dry acid soil resistant soybean variety explant on the parameter number living explants, number of shoots, and the emerging shoots was 15 mg/l.

  10. HUBUNGAN SENSISTIVITAS PLASMODIUM FALCIPARUM TERHADAP KOMBINASI PIRIMETAMIN/SULFADOKSIN DAN KLOROKUIN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sahat Ompusunggu

    2012-09-01

    Full Text Available An in vitro sensitivity test was conducted to study the sensitivity of Plasmodium falciparum against chloroquine and pyrimethamine/sulphadoxine combination. The relationship between sensitivity of the parasite to the two drugs was also studied. A total of 72 patients from five localities were examined during 1984-1985. Test against chloroquine was conduc­ted according to WHO method, while against pyrimethamine/sulphadoxine combination, a modified method of Nguyen Dinh and Payne and Eastham and Rieckmann was used. The results showed that there is no relationship between the sensitivity of P. falciparum against pyrimethamine/ sulphadoxine combination and chloroquine. It can be concluded that in case of chloroquine resistant P. falciparum, pyrimethamine/sulphadoxine combination could be applied as an alternative chemotherapy.

  11. Penetapan Kadar Kalsium, Kalium, Dan Natrium Pada Kangkung (Ipomoea Aquatica Forssk.) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

    OpenAIRE

    Hasibuan, Anggita Vela

    2016-01-01

    Kangkung is one of the vegetables that are quite popular in public and this plant include in the tribe of convolvulaceae. This plant contains many important elements that needed by the body, that are carbohydrate, protein, fat, vitamins, and mineral such as calcium, potassium, phosphorus, iron, and sodium. The purpose of this research was to determine the level of calcium, potassium, and sodium in land kangkung and water kangkung. Methods of research conducted by dried destruction to the...

  12. Pembuatan minyak kelapa secara enzimatis dengan memanfaatkan kulit buah dan biji pepaya serta analisis sifat fisikokimianya

    OpenAIRE

    Yunita Susanti; Purwanto Purwanto; Yuliana Kristiani Dewi

    2012-01-01

    Enzymatic process using papain is an efficient and less expensive method for producing coconut oil. This research was conductedto produce coconut oil which meet quality requirement from Cocos Nucifera L using ripe fruit peel and seed of papaya (Carica PapayaL) as enzyme sources. The coconut oil was prepared by mixing of coconut milk and juice of papaya ripe fruit peel and/or seed; and thenthe oils produced and incubated for 24 hours. The physicochemical properties of the coconut oil were dete...

  13. Implementasi Kebijakan Layanan Secara Elektronik Pengadaan Kendaraan Dinas Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusa Djuyandi

    2013-10-01

    Full Text Available Electronic Procurement Service (LPSE is a policy in the procurement of goods and services with internet-based, which facilitates a transparent auction. West Java was chosen as one of the 5 LPSE Center and expected to create transparency and accountability in government management. The purpose of this study is to describe and analyze the LPSE policy implementation, particularly in the procurement of official vehicles in West Java Provincial Government. The research was conducted through observation and interview techniques. Data consisted of primary and secondary data, therefore this research design used qualitative methods. The theory used in this study was the theory of policy implementation. Based on the research, it is known that the policy implementation of LPSE, particularly in the procurement of official vehicles in West Java Provincial Government, is not only able to minimize the corruption potential, but also able to provide a positive impact on the financial condition of local governments. This research conclusion is LPSE policy implementation running well. 

  14. Efektivitas Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik (E-procurement) pada Lpse Kota Pekanbaru

    OpenAIRE

    Swadesi, Utari; Sadad, Abdul

    2017-01-01

    This research is based on the phenomenon is still often the occurrence of corruption, collusion and nepotism (KKN) practices of goods and services by the government. So that e-procurement can be an instrument to prevent and reduce corruption, collusion and nepotism (KKN) because through e-procurement program, procurement of goods and services can further improve transparency and accountability, increase market access and fair business competition, Improve the efficiency of the procurement pro...

  15. ANALISA PEMROSESAN DATA SECARA ONLINE ( ONLINE ANALYTICAL PROCESSING / OLAP UNTUK DUNIA PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2015-04-01

    Full Text Available The development of database technology is currently very rapidly , many forms have only used as data storage technology that consists of fields , and the record is processed and displayed a variety of display formats of information in a simple , but now stems from the simple form have obtained a method for displaying a database useful to analyze the data for a particular purpose . By utilizing existing relational database then obtained a way to anticipate the need to analyze data quickly to help get a decision in an organization Methodology that will be used in this study include ; Literature and SDLC ( System Development Life Cycle which includes the step of Analysis , Design , Implementation , Testing and Maintenance . Software used to build this application is SQL Server 2012 . The results of this study are business intelligence applications with OLAP concepts for education ( case study in Informatics Engineering Department UPN " Veteran " Yogyakarta that can help to get information quickly and accurately in analyzing student data and analysis that analyzes ipk credits .

  16. Daya Antibakteri dan Waktu Kontak Infusa Teh Hijau (Camellia sinensis Terhadap Salmonella typhi Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dione Margareth Setiawan

    2010-06-01

    Full Text Available Green tea (Camellia sinensis contains cathecin which has been reported to have various pharmacologic properties, such as an antibacterial agent. Salmonella typhi, as agent of typhoid fever, remains a public health problem in tropical countries; about 20 million cases and 600.000 deaths annually all over the world. Objectives of this research were to observe the antibacterial activities and contact time of green tea infusion againsts Salmonella typhi by in vitro experiment. The experiment took place in Microbiology Laboratory, School of Medicine, Padjadjaran University, Bandung, March-April 2009. Methods: In vitro laboratory analytic study has been conducted on green tea infusion of Indonesian and Japanese commercial package againsts Salmonella typhi. The study used agar well diffusion method and analyzed by ANAVA and t-independent test. Results: Only at concentration of 40% (w/v, Indonesian green tea infusion gave an average inhibition area of 3.376±0.334 mm diameter, and 3.571±0.217 mm on Japanese package, while below 40% were 0.707±0.000 mm with no differences between both packages (p>0.551. There has been observed any turbidity in all Muller Hinton liquid media on both packages compared with control medium, also any growth of Salmonella typhi collony in all Muller Hinton agar at concentrations below 40%. Green tea infussion on both packages has been observed to have antibacterial activities at 40% but neither been observed at concentration below 40%.

  17. Pengaruh Pretreatment Secara Alkalisasi-Resistive Heating terhadap Kandungan Lignoselulosa Jerami Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Maya Maharani

    2017-09-01

    Full Text Available Cellulose is a potential biomass that is used for bioethanol production and commonly present in agricultural residues like rice straw. Cellulose is an important material to produce glucose and bioethanol, but it is covered by lignin and hemicellulose bonds to form a lignocellulose.  Bioethanol production using basic material containing cellulose requires special attention in the process of pretreatment for lignin degradation process and increase the accessible surface and decrystallize cellulose. The aim of this research was to apply alkalization and resistive heating combine method for rice straw pretreatment process before further being converted into bioethanol and to determine the effects of heating temperature and NaOH concentration on the content of  lignin, cellulose, and hemicellulose. The reactor had been designed for resistive heating process. Rice straw that was resized into 100 mesh has dissolved with 0.03 M, 0.05 M, and 0.07 M NaOH and heated with resistive heating temperature of 75 oC, 85 oC, and 99 oC. Cellulose is a raw material that will be further converted into glucose. So that, the selected optimum conditions of this study were  pretreatment with the highest increase of cellulose content level until 8.88% and resulted decreasing levels of lignin (1.39% and hemicellulose (4.33% by temperature  75 oC and 0.07 M NaOH concentration. Resistive heating that combine with alkalization can be used for rice straw pretreatment process that reduce lignin and hemicellulose content as well as increasing cellulose content.   ABSTRAK Selulosa merupakan biomassa yang potensial digunakan untuk produksi bioetanol dan banyak ditemukan di residu pertanian seperti jerami padi. Selulosa merupakan material penting yang dapat dikonversi menjadi glukosa kemudian dikonversi menjadi bioetanol, namun selulosa pada alam dilapisi oleh ikatan lignin dan hemiselulosa menjadi lignoselulosa. Pembuatan bioetanol berbasis selulosa membutuhkan proses pretreatment yang berfungsi untuk mendegradasi ikatan lignin, meningkatkan luas permukaan biomassa dan dekristalisasi selulosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh alkalisasi resistive heating pada proses pretreatment jerami padi sebelum dikonversi lebih lanjut menjadi bioetanol dan mengetahui pengaruh suhu pemanasan serta konsentrasi NaOH selama pretreatment terhadap perubahan kandungan lignin, selulosa dan hemiselulosa. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan perancangan reaktor resistive heating. Jerami padi ukuran 100 mesh dilarutkan pada larutan NaOH dengan variasi konsentrasi 0,03 M, 0,05 M, dan 0,07 M, selanjutnya dipanaskan pada reaktor resistive heating dengan variasi suhu pemanasan 75 oC, 85 oC, dan 99 oC. Selulosa merupakan senyawa yang akan dikonversi lebih lanjut menjadi glukosa. Sehingga pada penelitian ini dipilih kondisi optimum berdasarkan peningkatan selulosa tertinggi hingga 8,88% serta penurunan lignin dan hemiselulosa sebesar 1,39% dan 4,33% pada perlakuan suhu pemanasan 75 oC dan konsentrasi NaOH 0,07 M. Alkalisasi resistive heating dapat diterapkan pada pretreatment jerami padi karena dapat mengurangi kandungan lignin dan hemiselulosa serta meningkatkan kandungan selulosa.

  18. Model Stimulus-Organism-Response: Penentu Perilaku Pembelian Konsumen Secara Situasional

    OpenAIRE

    Magdalena, Nonie

    2005-01-01

    Understanding about consumer purchase behavior is an essential aspect for developing organization bussiness strategic, especially in retailing. S-O-R (Stimulus-Organism-Response) model helps the practision and academics to understand which stimulus will influence consumers and the reaction that comsumer gave. One of the stimulus that explained in this article is the situation. Situation is an aspect that had change and hardly to predict. In other words, situation will determine consumer purch...

  19. Pengembangan The Two-Tier Diagnostic Tes pada Bidang Biologi secara Terkomputersisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarto Suwarto

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian bertujuan mengembangkan tes diagnostik dua tingkat (the two-tier diagnostic test pada bidang biologi dan mengembangkan program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Tes disusun melalui tiga fase, yaitu (1 defining the content boundaries; (2 identifying students’ misconceptions; dan (3 developing instrument. Pengembangan program komputer terkait dengan soal, siswa, tabel kerja, SQL (Structured Query Language, ketuntasan, dan grade. Tes diagnostik yang dikembangkan ada 3, yaitu tes A, tes B, dan tes C. Responden untuk tes A dan tes B ada 130 siswa dan untuk tes C ada 128 siswa. Analisis statistik dilakukan dengan program iteman versi 3,00. Program komputer yang dikembangkan diujicobakan di SMAN 1 Tawangsari dan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Hasil penelitian adalah Tes A terdiri atas 73 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,031-0,962, rentang daya beda butir 0,013-1,000 dan reliabilitas 0,871; Tes B terdiri atas 39 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,038-0,762, rentang daya beda butir 0,009-0,918 dan reliabilitas 0,768; dan Tes C terdiri atas 79 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,102-0,938, daya beda butir 0,029-1,000 dan reliabilitas 0,894. Program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar telah berfungsi dengan baik. Kata kunci: tes terkomputerisasi

  20. SISTEM INFORMASI SECARA ONLINE TUGAS AKHIR MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atmoko Nugroho

    2015-08-01

    Full Text Available Tugas Akhir is the last stage that will surely passed by students to earn college scholarship. And one of the activities in the field of data administration is to manage file of Tugas Akhir, especially for the submission title and Coordinators of Tugas Akhir. Coordinators are often difficult to check the title of Tugas Akhir, if it has been filed or is pending, and the difficulties in monitoring the load guidance from their Supervisor of Tugas Akhir. This also forms the basis for making an Information System of Tugas Akhir (Sistem Informasi Tugas Akhir with the aim of assisting Jurusan Teknologi Informasi and students take this. Sistem Informasi Tugas Akhir called SITA also be made online this method applying Prototype system development. Prototype method according to Pressman has experienced several stages, namely: collection needs (listen to customers, design (built / REVISE mock-up and evaluation of prototypes (customer test-drives a mock-up. The collection needs to be done, among others, the acquisition of data. The data used in this information system is the data of Tugas Akhir of Jurusan Teknologi Informasi. The next stage in the design, researchers uses planning tool in the form of Unified Modeling Language system (UML and developed using the PHP programming language. System of web-based information created a purpose to be accessible without being restricted by time and place, whereas the benefit derived is facilitated student and coordinator duties in management of Tugas Akhir.

  1. Al-‘Azl (Senggama Terputus dalam Perspektif Hadis (Disyarah Secara Tahlili

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulaemang L

    2015-11-01

    ibu. Implikasi penelit ian ini adalah; (1 Untuk mengetahui hadis-hadis Nabi saw. sebagai dasar melakukan al-‘Azl pasangan suami istri; (2 Untuk menghilangkan keraguan tentang hadis-hadis al-‘Azl apakah dibolehkan melakukannya atau dilarang; (3 Untuk memahami kandungan hukum hadis tentang al-‘Azl; (4 Untuk mengetahui bahwa dari seluruh alat KB yang digunakan, yang paling aman dari segi kesehatan, dan hukum Islam adalah melakukan al-‘Azl.             Kata Kunci : pengaturan kelahiran, Al-‘Azl, senggama terputus

  2. Model EPQ Multi Item yang Dimodifikasi untuk Dua Permintaan secara Simultan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiq Rahman

    2017-05-01

    Full Text Available Inventory is one of many factors of the business operation that need to be controlled by industries in order to improve efficiency, enhance productivity, and decrease the holding cost. The holding cost of inventories in supply chain contribute to 20% - 40% of the product value. It can be controlled by applying appropriate inventory model, such as EPQ/Economic Production Quantity and EOQ/Economic Order Quantity. EPQ is an inventory model that used to determine the optimum production lot size with balanced the production setup cost and holding cost. Even the classic EPQ has applied widely in industries, the assumption used by this model differed between the researchers whether it is continuous or discrete demand, because the multi delivery or discrete demand is mostly used by industries. Even so, there are industries that used both continuous and discrete demand simultaneously. Based on previous research, there was an advanced EPQ model that synchronizing both assumptions simultaneously, but it still addressed single item problem. Since almost the industries produced multi item, this model has lack of applicability. Therefore, this research proposed a multi item EPQ Model that synchronizing continuous and discrete demand simultaneously. The solution procedure that used in this proposed model are classical calculus method/differential calculus and simultaneous approach. A numerical example is given to show the effectiveness of the proposed approach based on the data from the literature.

  3. Sistem Pendeteksian Keserasian Warna Kulit dan Busana Secara Otomatis Untuk Jenis Kelamin Perempuan Berbasis Image Processing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meza Silvana

    2014-03-01

    Full Text Available Compatibility of the clothes become a necessity that can not be avoided by everyone, because accuracy in choosing the color of the clothes will be very supportive of woman's appearance. So far, the research has been done only discuss about skin type or the grouping of clothing only, and compatibility of clothing color is also done manually estimates that are relative. Therefore, this study was designed to make a priority fashion color for each type of skin color automatically based on skin color flexibility. The system will determine the priority of the right clothing colors for certain skin types based on a combination of several colors clothes. The testing process is done for each color of clothing to see how far each level according to the fashion color of the skin color. From the results, six (6 elected fashion color with skin color, and the color matching chart rate on the test results chart system has approached the sample data in the database system.

  4. PELATIHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN ITIK SECARA INTENSIF DI KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyantini Widiyaningrum

    2014-02-01

    Full Text Available The training of intensive breeding management has been carried out for duck farmers at district Wedung - Demak, on July-August 2013. The training was conducted in three activities, namely: (a the transfer of knowledge about technique of preparing duck feed by available material, intensive maintenance , and incubator hatching technique; (b implementation of intensive maintenance for the fertile eggs product, and (c the practice of using the hatching incubator. Participants were duck farmer at Mutih Kulon and Tedunan, that maintain their ducks with extensive (grazing method. The results showed that the 27 participants who took the training have never been participated in the training of duck management. The reason of farmer breeding with grazing method, because they follow the habits of their parents. Most participants know that the maintenance of grazing method is bad, and they know that the intensive maintenance will increase the profits. The Proximate analysis of ration duck showed that its composition has taught balanced feed criteria. Production of eggs in the intensive maintenance hatchability reached 92%, eventhough the experiment at the farmer level reached 70.5% only.

  5. Hubungan Lama Menderita DM dengan Perilaku Perawatan Kaki secara Mandiri untuk Mencegah Ulkus Diabetikum

    OpenAIRE

    Apriliyasari, Renny Wulan

    2015-01-01

    Diabetes Mellitus (DM) atau yang biasa disebut kencing manis merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik gula darah melebihi nilai normal. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati jumlah penderita DM meningkat, dengan rata-rata pada 2 tahun 2008-2009 sebanyak 1950 orang. Hasil survey di RSUD RAA Soewondo Pati, penyakit diabetes mellitus menempati peringkat pertama penyakit rawat jalan 2013 dengan 3893 total kunjungan atau sebesar 4,83%. Salah satu hal penting pada pasien ...

  6. Penggunaan Kromium Organik dari Beberapa Jenis Fungi terhadap Aktivitas Fermentasi Rumen Secara in Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W.D. Astuti

    2006-12-01

    Full Text Available Chromium appears to be an essential trace element since 1959, but its effect on ruminal microbes is not clear yet. This experiment was conducted to study the effects of organic chromium supplementation on rumen fermentation activity. An in vitro technique was held using randomized block design with 13 treatments and 3 replications. There were four kinds of organic Cr used, produced with four different species of fungi as carriers. Fungi used as carriers were Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Rhizophus oryzae and “ragi tape”. The result indicated that the optimum organic Cr supplementation was 1 mg organic Cr/kg dry matter. Supplementation of 1 mg organic Cr/kg dry matter increased dry matter and organic matter digestibilities. It also tended to increase NH3 and total VFA production. Propionate production increased, which decreased methane production and increased hexose conversion efficiency in several treatments. Each fungus used as carrier of organic Cr resulted in different effects on rumen fermentation activity, but the effects was within a normal range. It was concluded that either Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Rhizophus oryzae or “ragi tape” could be used as carrier in organic Cr production.

  7. KUANTITAS ANAKAN KULTUR SEMUT RANGRANG, Oecophylla smaragdina, SECARA ARTIFISIAL DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PAKAN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lintang Dianing Ratri

    2017-03-01

    Full Text Available Oecophylla smaragdina or weaver ants is social insect that has an important role in the ecosystem. One of its main function is as a biological control agent in agriculture. The use of weaver ants in an effort to develop a biocontrol continues and increases, this has caused the significant decrease of the natural population of O. smaragdina. Therefore, the weaver ants rearing is needed to maintain its existence in natural habitat without excessive exploitation. The purpose of this study were to determine the effect of different types of feed i.e. snails, earthworms, and okara (tofu by-product in the production of weaver ants kroto; and to determine the different of treatments of feeds provided to the production quantity of weaver ants kroto. The experimental method used in this study with a completely randomized design. Treatment was given by different protein sources feeding i.e. snails (Pomacea canaliculata, earthworm (Lumbricus rubellus, and okara. Five replicates were appliead for each treatment. Earthworms fed ants produced highest number of kroto with total of 1,030 individuals and weight 87.4 gram in total. Snails fed ants produced 866 individuals and weight 73.1 gram. Okara fed ants produced 543 individuals and weight 45.9 gram.

  8. Penelitian penggunaan monomer n-butil akrilat untuk peningkatan mutu kulit secara iradiasi

    OpenAIRE

    Dwi Wahini Nurhajati; Suliestiyah Wiryodiningrat; Kadarijah Kadarijah; Penny Setyowati

    1996-01-01

    Research on the utilization of n-butyl acrylate monomer for quality improvement leather by irradiation cobalt-60 gamma-rays is carried out as follows: Javanese crust hide was impregnated with water emulsions of n-butyl acrylate monomer for 2 hours, packed in to poly ethylene bags, sealed, then irradiated by cobalt-60 gamma rays (doses : 5 to 25 kGy). The irradiated leather was washed by water, dried and then physical tested. The results of physical test of leather modified with n-butyl acryl...

  9. pemeliharaan yuwana abalon (Haliotis squamata TURUNAN F-1 SECARA TERKONTROL DENGAN JENIS pakan BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Susanto

    2016-11-01

    Full Text Available Abalon (Haliotis squamata merupakan jenis kekerangan yang mulai dikembangkan untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Tingkat pertumbuhan abalon sangat lambat sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memacu pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pakan yang cocok dan dapat memacu pertumbuhan yuwana abalon. Biota uji yang digunakan adalah yuwana abalon dengan ukuran panjang cangkang awal 12,51 ± 1,27 mm, yang ditempatkan dalam wadah plastik berukuran 35 cm x 25 cm x13 cm, diisi dengan kepadatan 25 ekor/wadah. Perlakuan jenis pakan berbeda adalah (A pelet, (B pakan rumput laut (Gracilaria spp., dan (C kombinasi rumput laut dan pelet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap tingkat pertumbuhan panjang, lebar cangkang, dan bobot badan yuwana abalon turunan F-1. Abalone (Haliotis squamata is one of shellfish to develop for market demand. The growth of abalone is slow and this experiment was purposed to increase to find out the suitable kinds of feed to promote the growth of abalone juvenile in hatchery. The rearing of abalone juvenile was conducted in plastic boxes size of 35 cm x 25 cm x 13 cm, filled with density of 25 ind./box with initial shell length of 12.51 ± 1.27 mm. The experiment applied different kinds of feed, (A pellet, (B seaweed/Gracilaria spp., and (C combination of seaweed and pellet with three replicates in each treatment. The result of the experiment indicated that different feeding resulted in significant difference (P<0.05 on growth of width and length of shell and body weight abalone juvenile F-1 generation.

  10. Analisis dan Perancangan Website Pembelajaran Bahasa Secara Mandiri di Self Access Language Learning Center Bina Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hady Pranoto

    2010-12-01

    Full Text Available The purpose of this research is to build an independent language learning applications using Internet technologies to facilitate the user in learning the language. The research method used is by analyzing the ongoing learning process; analyze the constraints and limitations of existing facilities and designing new processes to address existing constraints and limitations. In designing a language self learning website authors examine the existing through observation, interviews and questionnaires to the stakeholders who use the system. Observations also observed duration of the user in conducting learning activities, and provided space to accommodate the transaction. After analysis of the current system, author designing the new system using object-oriented design methods and using analysis tools UML. After completed the system design done system built using ASP.NET programming language. The Conclusions is an independent language learning applications using Internet technology giving easy way to facilitate the learning process in terms of accesing time and place, and the application also provide facilities for teacher to monitoring student self learning. 

  11. Pemodelan dan Prediksi Daya Ouput Photovoltaic secara Real Time Berbasis Mikrokontroler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Prasetyono

    2015-09-01

    Full Text Available The electrical energy generated by the photovoltaic (PV as a renewable energy source highly affected by environmental conditions such as intensity of sunlight irradiance, temperature, geographic location and tilt angle of PV itself. How much power should be generated by the PV for every times and anywhere will be discussed in this paper. This paper are implemented models of clear sky solar irradiance, solar position and PV temperature to predict the power output should be generated by PV. The model is implemented on the ARM Cortex M4F microcontroller STM32F407 which is a 32bit microcontroller and equipped with DSP, so the prediction of PV power output can be done online and in real time. To be able to predict the PV power output online, at any time and wherever they are, in this study microcontroller equipped with temperature sensors and input geographical information (latitude-longitude and also equipped with a memory card for data logger between the predictions and field measurement. Results have been obtained by field experiments, measurements test for PV is very close to predictions with an average error 4.72% and computation time for all models by microcontroller with DSP instruction 33.64% faster compare to without DSP instruction.

  12. RESEPSI KESADARAN BERBAHASA SECARA KRITIS DALAM AKTIVITAS PENULISAN FIKSI GURU DAN SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suminto Sayuti

    2013-01-01

    Full Text Available This study aims to describe the reception of critical language awareness (CLA in the fiction writing process among senior high school (SHS teachers and students. It was a content analysis supported by qualitative data collected through focus group discussions. The subjects were SHS teachers and students in Yogyakarta Special Territory. The data analysis in the process of interpreting meanings of their works was based on the CLA elements. The findings showed that their reception of CLA in fiction writing was reflected in both the process and the outcome. The teachers were still not optimal enough in developing methods, using media, and selecting the assessment system in the learning of fiction writing. Most of the students’ works did not reveal the awareness of the importance of language power and self-position as writers.

  13. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    Full Text Available Papua and West Papua Province have a large potential of sago. Approximately 994,000 hectares, mostly natural sago forest was existed in this area. Sago starch has long been an important source of nutrition troughout Papua. Product of sago palm is not only starch as source of carbohydrate for food stuff, but also for basic material of industries such as paper, plywood, hardboard, and food indutries. Traditional methods are used for starch extraction in almost all part of Papu, which is not efficient and production capacity is very low. The effort to increase sago starch production could be carry out by introducing mechanical equipment (traditional to mechanized processing. The objective of this research was to design mixer rotary blade of sago starch extraction powered by internal combustion engine. The result was prototype of mechanical sago starch extractor. The prototype has high performance with extraction capacity 160 kg of disintegrated pith per hour or equal to 33 kg of wet starch per hour, extractable starch more than 99 % while starch losses in hampas less lhan 1 %. Hopefully, application of this machine to the sago farmer will transform agricultural system from subsistence to commercial. It means that increasing of economic income. In conclusion, technically and economically this prototype was feasible. ABSTRAK Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi sagu yang sangat besar. Sekitar 994.000 hektar yang sebagian besar merupakan hutan sagu alam terdapat di kedua provinsi ini. Pati sagu telah lama digunakan sebagai sumber nutrisi bagi penduduk asli papua. Pati sagu tidak hanya digunakan sebagai sumber karbohidrat, namun juga digunakan seba- gai bahan dasar industri kertas, plywood, hardbord, dan pangan. Pengolahan sagu secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat tidak efisien dan kapasitas produksinya sangat rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan mengintroduksi peralatan pengolahan mekanis untuk merubah metode

  14. MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN OPTIMALISASI TATA KELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN JATINANGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tine Silvana

    2014-11-01

    ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Jatinangor dengan mengambil tempat pelaksanaan di Aula Kantor UPTD TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor dan di Ruang Pertemuan GERKOPIN Kecamatan Jatinangor. Sebagai Masyarakat Mitra dalam PKM ini yakni Unit Pengelola Teknis Dinas TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor. Pencapaian Sasaran PKM ini adalah para Pengelola Perpustakaan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Jatinangor. Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan yakni dimulai dari keg