WorldWideScience

Sample records for orientatsiya molekul zhidkogo

  1. PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS PENELITIAN EVOLUSI DAN FILOGENETIK MOLEKULER UNTUK MATAKULIAH EVOLUSI DI UNIVERSITAS JEMBER

    Ulin Nuha

    2016-09-01

    Filogenetik molekuler merupakan salah satu kajian yang dipelajari pada matakuliah Evolusi untuk jenjang S1 Pendidikan Biologi. Kajian ini memerlukan bahan ajar yang kontekstual dan tetap mengikuti perkembangan IPTEKS. Kendala yang muncul adalah pengetahuan mahasiswa dalam ranah molekuler masih rendah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan buku ajar berbasis penelitian denan pendekatan molekuler. Buku ajar dikembangkan berdasarkan model pengembangan ADDIE. Produk divalidasi oleh ahli media, materi, praktisi pendidikan dan diujicobakan pada kelompok kecil. Hasil validasi ahli media, ahli materi, praktisi pendidikan, dan uji coba kelompok kecil secara berturut turut adalah 87,14%, 91,00%, 75,78%, dan 82,22%.

  2. VPLIV VAN DER WAALSOVIH SIL NA TVORBO ASOCIIRANIH MOLEKUL

    Kuster, Bernarda

    2014-01-01

    Namen diplomske naloge je preučiti vpliv van der Waalsovih sil na tvorbo asociiranih molekul. V ta namen smo izbrali površinsko aktivne snovi, ki imajo amfifilne lastnosti in vplivajo na povšinske in medfazne napetosti ter pri določeni koncentraciji, imenovani kritična micelna koncentracija (CMC), tvorijo molekulske skupke, ki jim pravimo micele. Kritično micelno koncentracijo smo določili trem površinsko aktivnim snovem: heksadeciltrimetilamonijevemu bromidu, tetradeciltrimetilamonijevemu b...

  3. PENGEMBANGAN ANTIVIRUS HUMAN PAPILLOMA VIRUS BERBASIS MOLEKUL KECIL

    Dwi Wulandari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakSekalipun telah ada program skrining deteksi dini infeksi HPV maupun kanker servis sertaadanya dua vaksin yang telah berlisensi, sekarang ini belum ada obat antivirus yang efektif.Prospek pengembangan molekul kecil inhibitor sebagai antivirus HPV sangat menjanjikan.Modulasi interaksi diantara protein-protein virus atau protein virus dengan protein hospesmenjadi strategi dalam upaya pengembangan molekul inhibitor sebagai antiviral HPV. Halini didukung oleh kemajuan pengetahuan mengenai fungsi protein HPV yang terlibat dalamsiklus hidupnya diantaranya yaitu protein E1, E2, E6 dan E7. Beberapa kandidat antivirustelah ditemukan dan masih dalam penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan senyawa turunandengan aktivitas yang lebih tinggi diantaranya asam bifenil sulfonasetat (inhibitor ATPase E1.Indandione dan repaglinide (inhibitor interaksi E1-E2 dan senyawa-senyawa lainnya.AbstractEventhough there has been screening programs for HPV infection and cervical canceras well as the two vaccines that have been licensed, currently there is no effective cure forHPV. The prospects of the development of small molecule inhibitors as HPV antiviral is verypromising. Development strategy was based on the modulation of interactions between viralproteins or viral proteins with host proteins. This is supported by the advances in knowledgeabout HPV’s protein functions involved in their life cycle such as E1, E2, E6 and E7 proteins.Some antiviral molecule candidates have been found and need further studies to obtainderivatives with higher activity including acid biphenyl sulfonasetat (inhibitor ATPase E1,Indandione & repaglinide (inhibitor interaction E1-E2, etc.

  4. Simulasi Sifat Fisis Model Molekuler Dinamik Gas Argon dengan Potensial Lennard-Jones

    Wira Bahari Nurdin

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFTelah  dilakukan  pembuatan  dan  pengujian  suatu  simulasi  tentang  sifat  fisis  gasargon  dengan  menggunakan  dinamika  molekuler  menggunakan  potensial Lennard-Jonesdalam sistem terisolasi (ensemble mikrokanonik. Jumlah molekul, energi total sistem danluas  kotak  simulasi  telah  divariasikan.  Untuk  menghitung  perubahan  posisi  digunakanalgoritma Verlet. Sifat fisis yang ditentukan dalam simulasi adalah temperatur dan energitotal  sistem  untuk  menentukan  adanya  fase  transisi.  Dari  hasil  simulasi,  terdapatkesesuaian antara simulasi dengan gas argon dan tidak diperoleh adanya fase transisi.Kata kunci: Simulasi dinamika molekul, argon, potensial Lennard-Jones, ensemblemikrokanonik, algoritma Verlet

  5. Studi Bio-Molekuler Virus Penyakit Jembrana: Sebagai Dasar Pengembangan Tissue Culture Vaksin

    I Wayan Masa Tanaya

    2016-08-01

    Full Text Available Patogenesis dan bio-molekuler virus penyakit Jembrana (JDV hanya menyerang B-cells sebagai target selnya, sehingga antibodi (kekebalan humoral tidak terbentuk sampai 2-3 bulan pasca infeksi. Peningkatan populasi CD8+ T-cells secara signifikan dan menurunnya CD4+ T-cells secara drastis selama phase akut berakibat turunnya rasio CD8:CD4 yang menyebabkan meningkatnya kepekaan hewan terhadap infeksi sekunder. Sembilan ekor sapi bali yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan status infeksi terkait pengambilan sampel. Tujuh ekor diinfeksi dengan JDV isolate Tabanan/87 dan 2 ekor lainnya diinfeksi dengan BIV isolate R29, sebagai kontrol negatif (Non-JDV infected cattle. Sampel diuji terhadap identitas selular dan target sel, kekebalan selular dan ekpresi sitokin. Sampel diuji dengan uji Flow cytometry dan dianalisis dengan uji varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sub-populasi sel-sel T terkait penyembuhan infeksi JDV memperkuat peranan kekebalan seluler dalam proses kesembuhan penyakit Jembrana. Bukti-bukti atas meningkatnya ekpresi gen-gen sitokin yang diproduksi oleh sel-sel T CD8 terutama, IFN-g dan IL-2, mengindikasikan pentingnya gen-gen ini dalam proses infeksi dan kesembuhan.

  6. PEMBUATAN AYAKAN MOLEKULER BERBASIS KARBON UNTUK PEMISAHAN N2/O2 DARI PIROLISIS RESIN PHENOL FORMALDEHYDE

    Imam Prasetyo

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pemisahan campuran gas dengan menggunakan carbon molecular sieve (CMS atau ayakan molekuler berbasis karbon merupakan teknologi proses pemisahan yang mulai banyak diterapkan di dalam industri kimia. Dalam penelitian ini, CMS untuk pemisahan N2 dari udara dibuat dari pirolisis bahan polimer sintetis yaitu resin phenol formaldehyde (PF. Prekursor yang berupa resin tersebut dipanaskan dalam retort pada suhu 400-950oC selama 0,5-3 jam yang disertai dengan pengaliran gas N2 ke dalam retort dengan laju 100 mL/jam. Dengan proses pirolisis, atom-atom non-karbon penyusun bahan polimer akan terurai dan menguap sehingga hanya menyisakan arang karbon dengan struktur kerangka atom karbon yang sesuai dengan struktur kerangka dasar rantai polimer. Kemudian karbon hasil prolisis tersebut dipanaskan lebih lanjut pada suhu 750-950oC sambil dialiri gas CO2 selama 1 jam. Pada kondisi ini karbon akan mengalami proses gasifikasi parsial sehingga terbentuk karbon dengan porositas tinggi. Melalui rekayasa proses polimerisasi dan karbonisasi dihasilkan material karbon berpori yang mayoritas porinya adalah mikropori dengan ukuran pori efektif < 2 nm yang dapat dikategorikan sebagai CMS yang dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran gas N2-O2.  Pada penelitian ini dihasilkan CMS dengan selektifitas kinetis DN2/DO2 sekitar 3.

  7. The Comparative Accuracy of the 4 {pi} Liquid Scintillation Counting Method of Radioisotope Standardization; L'exactitude comparee de la methode de comptage 4 {pi} a scintillateurs liquides pour l'etalonnage des radioisotopes; Sravnitel'naya tochnost' 4 {pi} zhidkogo stsintillatsionnogo metoda podscheta standartiziruemykh radioizotopov; Exactitud del metodo de recuento con centelleador liquido 4 {pi} para normalizar radioisotopos, comparada con la de otros metodos

    Steyn, J [National Physical Research Laboratory, Pretoria (South Africa)

    1960-06-15

    The accuracy of the 4 {pi} liquid scintillation counting method of standardizing {beta} emitters was compared to 4 l{pi} {beta}-{gamma} coincidence counting for the nuclides Co{sup 60}, I{sup 131} and Au{sup 198}. For P{sup 32} the liquid counting results were compared to 4 {pi} proportional counting. The efficiency of the liquid scintillation counting method was found to be energy dependent, dropping to about 97.5% for Co{sup 60} which was the lowest energy {beta} emitter investigated. (author) [French] La precision de la methode de comptage 4 {pi} a scintillateurs liquides pour l'etalonnage des emetteurs {beta} a ete comparee au comptage par coincidences 4 {pi} {beta}-{gamma} pour le So{sup 60}, le I{sup 131} et le Au{sup 198}. Dans le cas du P{sup 32}, les resultats du comptage au liquide ont ete compares a ceux du comptage 4 {pi} proportionnel. On a constate que le rendement de la methode de comptage a scintillateurs liquides variait en fonction de l'energie emise et qu'il descendait a environ 97.5% pour le Co{sup 60} qui, de tous les emetteurs {beta} etudies, emet l'energie la plus faible. (author) [Spanish] El autor compara la precision del metodo de recuento con centelleador iquido 4 {pi} para normalizar emisores {beta} con la del metodo de coincidencias {beta}-{gamma} 4 {pi}, para los siguientes nuclidos: So{sup 60}, I{sup 131} y Au{sup 198}. En el caso del P{sup 32}, confronta los resultados del primer metodo con los obtenidos mediante el recuento proporcional 4 {pi}. Comprueba que la eficacia del metodo de recuento con centelleador liquido depende de la energia y desciende al 97.5%, aproximadamente, para el Co{sup 60}, que fue el emisor {beta} mas debil que se investigo. (author) [Russian] Tochnost' 4 {pi} zhidkogo stsintillyatsionnog o metoda podscheta standartiziruemogo {beta}-izluchatelya sravnivalas' s 4 {pi} {beta}-{gamma} metodom podscheta na sovpadeniyakh dlya izotopov So{sup 60}, I{sup 131} i Au{sup 198}. Dlya R{sup 32} rezultaty zhidkogo

  8. PERBANDINGAN PROGNOSIS SUBTIPE MOLEKULER KANKER PAYUDARA ANTARA PASIEN KANKER PAYUDARA WANITA USIA MUDA DAN TUA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

    Irwan Irwan

    2015-12-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian sebelumnya menunjukkan bahwa subtipe molekuler kanker payudara memiliki perbedaan distribusi dan efek prognostik antara usia muda dan tua, sedangkan data lokal maupun nasional tidak ada penulis temukan. Metode : Penelitian komparatif dengan metode cross sectional. Dilakukan bulan Januari – April 2015, sampel 96 penderita kanker payudara wanita usia ≤ 40 tahun dan > 40 tahun yang tercatat di rekam medis dan registrasi kanker payudara dari tahun 2012 – 2014. Hasil : Kejadian kanker payudara wanita usia muda di RSUP dr. M. Djamil Padang selama 3 tahun (2012-2014 yaitu 27,1% dan usia tua 72,9%. Analisa bivariat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara berbagai karakteristik tumor dengan kejadian residif dan meninggal pada usia muda. Sedangkan pada usia tua, terdapat hubungan yang signifikan antara ukuran tumor dan metastasis terhadap kejadian residif dan meninggal. Kesimpulan : Ada perbedaan karakteristik dan gambaran subtipe molekuler kanker payudara antara usia muda dan tua, usia muda tumor cenderung berukuran besar, kelenjar getah bening positif, adanya invasi limfovaskuler, grade tumor tinggi, indeks proliferasi Ki67 tinggi serta reseptor hormon negatif. Terdapat kecenderungan perbedaan prognosis kanker payudara wanita antara usia muda dan tua berdasarkan subtipe molekuler namun tidak bermakna secara statistik.AbstractPrevious study showed that molecular subtypes of breast cancer have different distribution and prognostic effect between the young and adult, whereas it cannot found in the local and national data. Method : Comparative research with cross sectional design. Held in January-April 2015, Ninety six samples of breast cancer women with age ≤ 40 years old and > 40 years old that has been recorded in medical records and breast cancer registration from year 2012-2014. Result : Breast cancer that happened to young women at General Hospital dr. M. Djamil Padang for 3 years (2012-2014 are 27,1% and the adult

  9. Identifikace PHA produkujících bakterií pomocí nástrojů molekulární biologie

    Gajdová, Barbora

    2017-01-01

    Tato diplomová práce se zabývá identifikací bakterií, které jsou schopny produkce polyhydroxyalkanoátů (PHA). Mezi testovanými bakteriemi byli převážně zástupci rodu Pseudomonas, Lactobacillus, Bifidobacterium, dále vzorky z termofilní kultury a vzorky z přírodních zdrojů. Bakterie byly testovány pomocí molekulárně biologické metody PCR. Byla analyzována amplifikace genu kódujícího PHA syntázu (phaC). V první reakci byl detekován jak phaC gen zodpovědný za syntézu PHA, tak současně i 16S rRNA...

  10. JALUR MOLEKULER MEKANISME APOPTOSIS

    Yani Corvianindya Rahayu

    2015-07-01

    Full Text Available Apoptosis or programmed cell death is a normal condition for development and live multicellular organism. Apoptosis is a morphological phenomenon that plays an important role in physiologic processes during fetal development and in adult. Mitochondria play an important role in apoptosis. Mitochondria can do apoptosis directly. Mitochondria has 2 family of protein Bcl-2. Bcl-2 and Bcl-XL are anti apoptosis while Bad an Bax are pro apoptosis. There are 3 different mechanism to receptors at the cell surface and a third may be triggered by dangerous agent that different from two ways before. Apoptosis also need caspase as cell death executor. Study of apoptosis still done especially in case of disease. Some disease have known related with disturbing of apoptosis mechanism for example cancer and auto immune. This article reviews about molecular mechanism of apoptosis for understanding disease and future therapy.

  11. Jak mapovat rychlosti molekul

    Grygoryeva, Kateřina; Poterya, Viktoriya; Fárník, Michal

    2015-01-01

    Roč. 65, č. 3 (2015), s. 147-153 ISSN 0322-7766 R&D Projects: GA ČR GA14-14082S; GA ČR GA14-08937S Institutional support: RVO:61388955 Keywords : molecular velocities * photodissociation * physical chemistry Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry

  12. Evaluasi karakteristik abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel sebagai bahan dentinogenesis (Characteristic evaluation of rice husk ash with chitosan high molecule nanoparticle as dentinogenesis material

    Pretty Farida Sinta Silalahi

    2014-06-01

    langsung karena biokompatibel, namun bahan ini memiliki banyak kekurangan. Trioksida Mineral agregat mengandung sejumlah kecil arsenik dan setting time-nya lama, sementara HEMA dalam SIKMR bersifat sitotoksik. Abu sekam padi nanopartikel (ASPn merupakan sumber potensial dari silika. Kitosan molekul tinggi nanopartikel (KMTn dapat merangsang pembentukan dentin reparatif. Kombinasi dari kedua bahan tersebut memiliki sifat biokompatibel dan memiliki kemampuan pelapisan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik mikrostruktur hubungan permukaan abu sekam padi dengan kitosan molekul tinggi nanopartikel pada jaringan dentin untuk melindungi jaringan pulpodential kompleks. Metode: Dua puluh empat gigi premolar mandibula yang diekstraksi untuk tujuan ortodontik digunakan sebagai sampel, gigi dibuat preparasi kavitas klas I dengan kedalaman 3 mm di atas cemento enamel junction (CEJ. Kemudian masing-masing gigi dibelah dua arah bucco-lingual dan setiap bagian dipotong menggunakan disc bur servikal. Sampel dibagi 3 kelompok, kelompok I diaplikasikan MTA, kelompok II diaplikasikan SIKMR, kelompok III diaplikasikan ASPn + KMTn. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM pada interface antara bahan uji dan dentin berdekatan dengan pulp untuk melihat struktur mikro permukaan. Hasil: Microstructure bahan ASPn + KMTn yang diaplikasi pada dentin menunjukkan struktur seperti tag yang lebih signifikan daripada MTA. ASPn + KMTn menunjukkan kemampuan pelapisan yang lebih baik dari MTA. Porositas ASPn + KMTn lebih sedikit dari MTA dan SIKMR. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi biomaterial ASPn + KMTn dapat digunakan sebagai biomaterial aktif yang dapat menjaga integritas pulpa.

  13. Aspek Klinik, Genetik dan Molekuler Osteogensis Imperfekta

    Mariska Mariska

    2015-10-01

    Full Text Available Osteogenesis imperfects (OI is a heritable disorder of connective tissue that mainly affects the bones. Being always associated with bone fragility, it is also known as "brittle bone" disease. Multiple bone fractures with minimal or absent trauma, dentinogenesis imperfects, short stature, blue slerae, and in adult years, hearing loss. Most cases of OI, which is inherited in an autosomal dominant manner, result from mutations affecting the genes COL1A1 (collagen type I alpha 1 and COL1A2 (collagen type I alpha 2 that encode pro-α 2 chains of type I collagen. The type I collagen molecule accounts for about 90% of the organic matrix of the bone. In addition, collagen forms a family of proteins that strengthen and support many tissues in the body, including cartilage, tendons, skin, and the white part of the eye (sclera. This paper aims to review the genetic contribution to OI.

  14. UJI ANATOMI DAN MOLEKULER SANSEVIERIA TRIFASCIATA

    Whika Febria Dewatisari

    2013-01-01

    Sansevieria is an ornamental plant which has variation leaves on colour and form. It has unstabilizaton characteristic of genetic. This condition especially happens on species Sansevieria trifasciata. Sansevieria trifasciata which has been expressed to the colour and form of leaves. Variation in isozyme banding pattern knew morpholog variation in species S. trifasciata. The aim of this research looked at difference of anatomycal structure for organs, and any variation in their isozyme banding...

  15. UJI ANATOMI DAN MOLEKULER SANSEVIERIA TRIFASCIATA

    Whika Febria Dewatisari

    2013-03-01

    Full Text Available Sansevieria is an ornamental plant which has variation leaves on colour and form. It has unstabilizaton characteristic of genetic. This condition especially happens on species Sansevieria trifasciata. Sansevieria trifasciata which has been expressed to the colour and form of leaves. Variation in isozyme banding pattern knew morpholog variation in species S. trifasciata. The aim of this research looked at difference of anatomycal structure for organs, and any variation in their isozyme banding pattern of S. trifasciata Green tiger, Hahnii medio picta, Green arrow, Golden hahnii, serta Hahnii cream. The approach were used morphology and microscopic observation of surface leaf, stalk, and root organs; isozyme banding pattern used electrophoresis method. The genetic diversity knew from the analyze result of isozyme based on the matric of genetic distance which applied on the shape of dendogram with Hierarchical Cluster Analysis metode average linkage (between groups program SPSS 14. The results showed that genetic diversity of S. trifasciata Hahnii cream, Green arrow, Hahnii medio picta, Golden hahnii, and Green tiger have been found. Morphology observations, there was a unique character on S. trifasciata Hahnii medio picta,while the microscopic observation on leaves organ, all varieties have the same form, Green arrow has different on stalk cells compared with the others varieties. Root cells of Golden Hahnii and Hahnii cream have same cell. The dendogram resulting from peroxydase data of S. trifasciata was clustered in two groups while S. trifasciata Hahnii medio picta has own character in group. Accordingly the esterase data showing it divided two group, S. trifasciata Golden hahnii has own character.

  16. Morfogenesis dan Diferensiasi Sel dalam Perkembangan Gigi (Tinjauan Molekuler

    Yani Corvianindya

    2015-11-01

    Full Text Available Tooth development provides a dynamic process that has recently been studied at molecular level. There has been much progress toward the understanding of epithelial-mesenchymal cell signaling in tooth germ formation, morphogenesis and cell differentiation. The epithelial-mesenchym interaction is suggested to be the most important mechanism in organogenesis that stimulate mitosis and prevent apoptosis adjacent to the tissue surface. Moreover it affects cell formation and cell differentiation. Enamel knot is assumed to act as a signaling center in the tooth germ epithelial in organizing the tooth pattern as well as controlling the tooth growth. The genes involved in this mechanism are p21, Fgf-4, Shh, Bmp-2, bmp-4, Msx-1 and Lef-1 which are expressed in the enamel knot during the bud stage and cap stage. At the further step of differentiation, epithelial ameloblast and mesenchymal odontoblast will deposit organic matrix in enamel and dentin. This article reviews the molecular morphogenesis of tooth development.

  17. Mekanisme Inhibisi Sintesis Protein dan Dasar Molekuler Resistensi Antibiotik

    Nurtami Soedarsono

    2015-09-01

    Full Text Available Different mechanisms by antibiotics selectively kill or inhibit growth and proliferation of pathogen bacteria. Some antibiotics work by interfering the process of protein synthesis in bacterial ribosome, the machinery that builds proteins amino acid by amino acid for the living bacterial cell. This type of antibiotics which inhibit the protein synthesis include streptomycin, chlor amphenicol and tetracycline which are described in this article. Antibiotic resistencic is a worldwide problem in treating infectious diseases. Multiple factors contribute to the problem, but the most important ones are the prevalence of resistance genes and the excessive or inappropriate antibiotic use. Bacterial resistance to antibiotics may develop from the natural state of the bacterial genome, or the bacteria can acquire resistance genes by mutation or exchange of genes. Bacteria are able to exchange genes by several mechanisms such as conjugation, transduction, transposition and transformation, in which genetic material caries such plasmids, bacteriophages or transposons play an important role.

  18. Manifestasi Klinis, Aspek Genetica Molekuler dan Management Dentinogenesis Imperfekta

    Olivia Bratanata

    2015-10-01

    Full Text Available Dentinogenesis imperfecta (DGI is an autosomal dominant disorder in which both the primary and the permanent teeth are affected. It occurs with an incidence of 1:8.000 live births. In DGI, the teeth are amber and opalescent, and the pulp chamber is obliterated by abnormal dentin. The enamel, although otherwise unaffected, tends to fracture, which leads to rapid attrition of dentin and marked shortening of the teeth. There are three types of DGI with similar dental abnormalities. Type I occurs in people with osteogenesis imperfecta, a genetic condition in which bones are brittle and easily broken. DGI types II and III occur in people without other ingerited disorders than mutations mapped to the 6.6-cM D4S2691-D4S2696 interval at $q21, which is the locus for the dentin sialophosphoprotein (DSPP gene. It is now believed that the DGI types II and III may be the same disorder. This paper reviews clinical manifestation, aspects of molecular genetics, and management of DGI.

  19. Identifikasi Molekuler Tobacco mosaic virus pada Anggrek di Sleman, Yogyakarta

    Soesamto Somowiyarjo

    2016-05-01

    Full Text Available Tobamovirus is a group of virus with a wide host range, including orchid plant which considered as an economically important plant. This research aimed to identify Tobamovirus infecting orchids. Virus isolates were collected from orchid nursery in Sleman, Yogyakarta. Plant extract from orchid showing necrotic flex symptom was inoculated to indicator plants Chenopodium amaranticolor. Chlorotic local lesion symptoms occurred within 3 days after inoculation. RNA total from symptomatic C. amaranticolor was extracted by using a commercial kit. cDNA was synthesized using oligo d(T primer. Amplification of cDNA using partial movement protein specific primers TMV-1F and TMV-2R was successfully amplified the amplicon with size ± 422 bp. The nucleotide sequences of this amplicon  showed highest DNA homology (98% with Tobacco mosaic virus Yongren-2 isolat from China.

  20. Zakhvat molekul para nanochastitsami (klasterami) i problema gomogennoi nukleatsii

    Levdansky, V.V.; Dragun, V.L.; Smolík, Jiří; Ždímal, Vladimír

    -, č. 3 (2011), s. 54-58 ISSN 0002-3566 R&D Projects: GA ČR GA101/09/1633; GA AV ČR(CZ) IAA400720804; GA AV ČR IAA200760905 Grant - others:BRFFI(BY) T10MC-014 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40720504 Keywords : nanoparticles * homogeneous nucleation * theoretical study Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry

  1. Molekulární podstata hypodoncie. Souborný referát

    Krejčí, P.; Fleischmannová, Jana; Matalová, Eva; Míšek, Ivan

    2007-01-01

    Roč. 16, č. 1 (2007), s. 33-39 ISSN 1210-4272 R&D Projects: GA AV ČR KJB500450503; GA MŠk OC B23.001 Institutional research plan: CEZ:AV0Z50450515 Keywords : hypodontia * nonsyndromic tooth agenesis * syndromic tooth agenesis Subject RIV: FF - HEENT, Dentistry

  2. KARAKTER MOLEKULER CHRYSANTHEMUM B CARLAVIRUS (CVB ISOLAT KRISAN (DENDRANTHEMA GRANDIFLORA KITAM DI INDONESIA

    I G. R. M. Temaja, G. Suastika, S.H. Hidayat dan U. Kartosuwondo .

    2011-11-01

    Full Text Available Molecular characterstics of Chrysanthemum B Carlavirus (CVB isolated from chrysanthemum (Dendranthema grandiflora Kitam in Indonesia. Chrysanthemum B Carlavirus (CVB belongs to Carlavirus genus which type species is Carnation latent virus (CLV. Since CVB is considered a new plant virus in chrysanthemum plantation in Indonesia, a study on its molecular characters is required. The objectives of the study are: 1 to determine molecular characters of CVB; 2 to study genetic diversity among CVB isolates collected from different geographic regions in Indonesia. The research activities cover virus purifications, electron microscope observation, coat protein analysis by SDS PAGE, and nucleic acid analysis. The result of virus purification demonstrated a high purity level with ratio value of A260/A280 =1.22. The total pure virus produced from 200 g of fresh material is 6.250 mg. Purified virus preparation yielded rather straight rod and flexuous virus particles of about 685 nm long and 12 nm wide. Coat protein analysis with sodium dodecyl sulphate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE showed specific protein band of approximately 34 kDa. Specific DNA fragment of 739 bp was successfully amplified from chrysanthemum infected by CVB Cianjur, Medan, Malang and Bali isolates. CVB isolated from Cianjur, Medan, Malang and Bali have similarity 85-99%. Based on analysis using PAUP 4.10 program, Cianjur, Medan, Malang and Bali isolates belong to the same group with CVB isolates originated from India (Chattisgarh and Jammu isolates. Cianjur isolate has close relationship to Medan isolate, however Bali isolate showed a close relationship with Malang isolate.

  3. Nootropika a molekulární mechanismy jejich působení

    Staněk, Petr

    2015-01-01

    Nootropics have become the standart in the field of treating memory impairments and decline of cognition which are still more frequent problem when we consider aging of population in the western world. To better understand the capabilities and dangers of these drugs, it is necessary to widen our knowledge of the mechanism of their action. In this thesis I focus on the nootropics with the widespread use across the world (nicotine, caffeine) and on the drugs with long clinical prescription hist...

  4. Studi Molekuler pada Instabilitas Genetik : Mekanisme Kerusakan DNA dan Proses Perbaikannya

    Yani Corvianindya

    2015-11-01

    Full Text Available The life survival of individuals depends on their DNA stability. Radiation exposure, physical and chemical change, and also replication errors can induce DNA lesions. Multiple pathways are involved in the maintenance of genetic integrity, most link to the cell cycle. By arresting the cell cycle, checkpoints allow cells to repair DNA when damage to the genome is detected. Genes induced in genetic instability to respond to DNA damage include ATM, p53, p21, BRCA1 and Chk2. Cells have various DNA repair systems to keep homeostasis condition with enzymes that search for some changes or distortion to be repaired.

  5. Karakter Morfologi Dan Molekuler Isolat Phytophthora Palmivora Asal Kelapa Dan Kakao

    MOTULO, HIASINTA FJ; S-SINAGA, MEITY; SUASTIKA, GEDE; ASWIDINNOOR, HAJRIAL; HARTANA, ALEX

    2007-01-01

    Morphology and molecular characteristics of P.palmivora isolates from coconut and cacaoPhytophthora palmivora, is the pathogen of coconut nutfall andcacao black pod diseases. This study was conducted to differentiate theisolates of P. palmivora from coconut and those from cacao fruit based onmorphology and molecular characteristics. Samples of nutfall of coconutand black pod of cacao were collected from Banyuwangi and JemberDistricts, East Java, Minahasa and Bolaang Mongondow Districts, ...

  6. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STEREOKIMIA BERBASIS VISUALISASI 3D MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL

    M. Setyarini

    2017-02-01

      Abstract: The purpose of this study is to investigate the effectiveness of stereochemistry learning programs based on 3D visualization of molecules using the open source chemical drawing softwares, Avogadro, and animation of chirality to improve spatial ability of teacher candidates. This study used a quasi-experimental control group pretest-posttest design. The research instrument consisted of 25 multiple choice questions along with the reasons elaboration, composed based on three major indicator dimensions of spatial ability. The research was conducted at a LPTK in Lampung Province, in the first semester of Academic Year 2014/2015. The subjects consisted of control class and experimental class, each of which consisted of 30 students. The results showed that the average post-test scores of spatial ability of students learning stereochemistry based on 3D visualization of molecules was significantly higher than the group of students learning using molymood media. The effectiveness of the program was shown by the increase in N-gain in the medium category and effect size (d in high category for the three main dimensions of spatial ability.   Key words: stereochemistry, 3D visualization, spatial ability, open-source software

  7. Identifikasi Molekuler Fitoplasma yang Berasosiasi dengan Tanaman Kaktus Hias Opuntia sp.

    Ariny Prasetya

    2017-11-01

    Full Text Available Cactus species (Opuntia sp. is a popular ornamental succulent plant. Some ornamental cactus species in Indonesia showing proliferation and green mosaic pattern symptoms have been reported to be associated with phytoplasma infection. However, further molecular identification for accurate classification of the causal phytoplasma has not been done.  This study aimed to diagnose phytoplasma associated with Opuntia sp. based on molecular methods involving PCR standard combined with nested-PCR, cloning and DNA sequencing. Standard PCR was carried out using P1/P7 primers followed by nested-PCR using R16F2n/R16R2 or fU5/rU3 primer pairs which amplify the 16S rRNA gene targets of 1.2 kb and 880 bp, respectively. Amplified fragment of nested-PCR using R16F2n/R16R2 primers was chosen to be cloned and sequenced for further identification and classification of phytoplasma.  BLASTn analysis showed that the phytoplasma from Opuntia sp. was closely related to 16SrII group. Phylogenetic analysis and in silico RFLP indicated that phytoplasma strain infecting Opuntia sp. was a member of subgroup 16SrII-C (cactus witches’ broom phytoplasma. This is a newly report of cactus witches’ broom phytoplasma on Opuntia sp. in Indonesia.   

  8. KARAKTERISASI DAN EVALUASI POPULASI ABALON Haliotis squamata SECARA MOLEKULER, MORFOMETRIK, DAN BIOLOGI

    Gusti Ngurah Permana

    2017-10-01

    Full Text Available Abalon merupakan salah satu komoditas penting gastropoda laut. Tingginya permintaan abalon ini mengakibatkan menipisnya stok di alam. Oleh karena itu, upaya keberhasilan budidaya abalon perlu didukung oleh jenis unggul. Indikasi awal suatu jenis unggul dapat dilakukan dengan menganalisis potensi genetik yang dimiliki. Penelitian ini dilakukan dengan analisis gen 16S rRNA, karakter morfolologi, dan biologi dianalisis secara deskriptif dengan metode kajian pustaka. Hasil yang diperoleh menunjukkan keragaman inter populasi Haliotis squamata mendeteksi adanya tujuh haplotipe yang terbagi dalam dua kelompok. Penyertaan H. diversicolor sebagai outgroup dalam pengujian memperlihatkan bahwa populasi H. squamata dari Pulau Bali dan beberapa lokasi di Pulau Jawa berada dalam satu kelompok yang terpisah dengan outgroup. Hasil ini kongruen dengan analisis morfometrik terdapat perkembangan pertumbuhan cangkang yang asimetri pada populasi Banten. Pertumbuhan asimetri merupakan indikasi spesifik untuk populasi Banten atau merupakan gejala abnormalitas yang dapat diakibatkan oleh faktor penurunan kualitas genetik atau lingkungan. Karakter biologi terlihat proporsi daging dan gonad berbeda pada populasi Banten dengan indikasi adanya pertumbuhan asimetri. Rasio gonad dan daging populasi Banyuwangi berbeda nyata (P<0,05 dengan populasi lainnya. Abalone is arguably one of the highly valued and sought-after marine gastropods. However, the over-exploitation of this species has exhausted its wild stock. To overcome this challenge, the culture technique and management of this species must be established and continually improved. One of the ways is through producing superior broodstocks. An initial assessment of a genetically superior broodstock can be done using the potential genetic analysis. This recent research employed the analysis to study the species’ 16S rRNA gene. To complement the study, the morphometric and biological characteristics of the species were analyzed descriptively with the aid of scientific literature. The results showed that the interpopulation diversity of Haliotis squamata was detected by the presence of seven haplotypes divided into two groups. The inclusion of H. diversicolor as an outgroup within the test showed that the populations of abalone in Bali and several other sites in Java were genetically separated from the outgroup. This finding can be backed up with the result of the morphometric analysis where there was asymmetric shell growth in Banten abalone population. This asymmetric growth is considered as a symptom of abnormality caused by genetic or environmental degradation factors. The biological characteristics showed the different ratios of meat and gonad in the Banten population due to the asymmetric growth. Banyuwangi population was significantly different (P<0.05 from other populations in terms of meat and gonad ratios.

  9. Moderní teoretické metody analýzy elektronové struktury molekul.

    Ponec, Robert

    2016-01-01

    Roč. 10, č. 5 (2016), s. 323-329 ISSN 0009-2770 Institutional support: RVO:67985858 Keywords : molecular structure * chemical bond * pair population analysis Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry Impact factor: 0.387, year: 2016

  10. Pengaruh viskositas kitosan dari berbagai berat molekul terhadap pembuatan kitosan nanopartikel dengan menggunakan Ultrasonic Bath

    Nasution, Zuhairiah

    2015-01-01

    The effect of chitosan viscosity from various molecular weight to the making of nano particle chitosan by using ultrasonic bath has been studied. Chitosan is one of the natural polysaccharide obtained from the deacetylation of chitin. Today the applications of chitosan have been very numerous and widespread. The development of chitosan research has also highly developed, one of them by modifying chitosan into the nano-sized one. Many ways to modify chitosan into nanoparticles chitosan. In thi...

  11. Návrh efektivní generické molekulární reprezentace

    Škoda, Petr

    2014-01-01

    The screening of chemical libraries is an important step in the drug discovery process. The existing chemical libraries contain up to millions of compounds. As the screening at such scale is expensive, the virtual screening is often utilized. There exist several variants of virtual screening and ligand- based virtual screening is one of them. It utilizes the similarity of screened chemical compounds to known compounds. Besides the employed similarity measure, another aspect greatly influencin...

  12. PENGEMBANGAN METODE PENANDA GENETIKA MOLEKULER UNTUK LACAK BALAK (STUDI KASUS PADA JATI

    Iskandar Z. Siregar

    2008-08-01

    Full Text Available Tracking timber on teak and teak wood products can be conducted using different methods, such as DNA finger printing, chemical composition of the wood, Near Infra Red spectra (NIR and stable isotopes. Samples were collected from wood material and leaves in Java (9 Forest Management Units district of Perhutani to determine: i pattern of genetic variation within and among populations, ii to determine the protocol for DNA extraction from wood, and iii to study the feasibility of DNA marker for timber tracking in the field. Results show that: i genetic variation of cpDNA (PCR-RFLP is low, while RAPD variation is moderate, ii there are differences in chemical composition of wood among the Forest Management Units (FMUs of Perhutani, iii variation of isotopic carbon and oxygen in Central and East Java were higher than from of West Java, iv absorbtion intensity of NIR in West Java was higher than for Central and East Java, and iv testing of DNA marker showed that genetic structure in the forest site is not significantly different from that in log yards, indicating that the timber flow is still according to the procedure. RAPD marker also is able to determine the origin of illegal timber and wood in industry without clear identity

  13. Molekulární genetika kolorektálního karcinomu

    Král, J.; Slyšková, Jana; Vodička, Pavel; Špičák, J.

    2016-01-01

    Roč. 29, č. 6 (2016), s. 419-427 ISSN 0862-495X Institutional support: RVO:68378041 Keywords : colorectal cancer * pathogenesis * hereditary * sporadic Subject RIV: EB - Genetics ; Molecular Biology

  14. Molekulární simulace klasických tekutin.

    Nezbeda, Ivo; Kolafa, J.; Lísal, Martin

    2006-01-01

    Roč. 56, 3 (2006) , s. 148-151 ISSN 0009-0700 R&D Projects: GA AV ČR(CZ) 1ET400720409 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40720504 Keywords : molecular simulations * monte carlo method * molecular dynamics Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry

  15. Aplikace metod molekulární genetiky v klinické mikrobiologii: zpráva z jednání Pracovní skupiny molekulární mikrobiologie – TIDE

    Hrabák, J.; Bunček, M.; Dendis, M.; Horváth, R.; Chroňáková, Alica; Libra, A.; Nešvera, Jan; Pantůček, R.; Piskunová, N.; Plíšková, L.; Růžička, F.; Sauer, P.; Sedláček, I.; Trubač, P.; Žampachová, E.; Žemličková, H.; Scharfen, J.

    2010-01-01

    Roč. 59, č. 3 (2010), s. 103-106 ISSN 1210-7913 Institutional research plan: CEZ:AV0Z60660521; CEZ:AV0Z50200510 Keywords : molecular microbiology * typing * identification Subject RIV: EH - Ecology, Behaviour

  16. Donor-akceptorové systémy jako materiály pro molekulární elektroniku

    Dekoj, Václav; Bělohradský, Martin; Lipnická, Šárka; Starý, Ivo

    2008-01-01

    Roč. 102, č. 5 (2008), s. 369-369 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých biologů, biochemiků a chemiků. Konference Sigma-Aldrich /8./. 10.06.2008-13.06.2008, Devět skal - Žďárské vrchy] Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : oligophenylenacetylenes * TTF * molecular wires Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  17. Oligofenylenacetyleny nesoucí tetrathiafulvalenové jednotky jako materiály pro molekulární elektroniku

    Dekoj, Václav; Bělohradský, Martin; Starý, Ivo

    2009-01-01

    Roč. 103, č. 5 (2009), s. 432-433 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých biologů, biochemiků a chemiků. Konference Sigma-Aldrich /9./. 26.05.2009-29.05.2009, Devět skal - Žďárské vrchy] Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : oligophenylacetylenes * tetrahiafulvalene * molecular electronics Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  18. Pengembangan Media Video Interaktif Berbasis Penelitian sebagai Penunjang Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler di Universitas Negeri Malang

    Nurmawati, Ira

    2014-01-01

    Nowadays, in the newest era of biology science,biology has progressed and developed. One of the developments marked by the need for Biological Sciences in the field of bioengineering.Thus, it is importance for under graduates have a competence in technical analysis of molecular biology. One course that teaches techniques related to Molecular Biologyis Technical Analysis of Molecular Biology.Based on the results of the needs analysis survey conducted teaching in Technical Analysis Course Molec...

  19. Pengaruh Berat Molekul Kitosan Nanopartikel Sebagai Penyalut Vitamin E Untuk Menyerap Asam Lemak Bebas (ALB) Dalam Minyak Goreng Curah

    Suyoto

    2011-01-01

    Chitosan is one of the medium which is used as absorber of free fatty acids in palm oil. The making of chitosan nanoparticles is intended to make the absorbtive power of the chitosan effective on the free fatty acids in palm oil by expanding the surface of the chitosan. Kinetic theory of quick tealction states that the wider the surface of a substance the faster the reaction of the chitosan nanoparticles as the coat of vitamin E is needed to find out how mach chitosan nanoparticles solution c...

  20. Pemodelan Molekul Turunan p-Metoksi sinnamoil Hidrazida Sebagai Inhibitor Checkpoint Kinase 1 dan Inhibitor Aromatase secara In silico

    Galih Satrio Putra

    2017-08-01

    Full Text Available The development of anticancer drugs from ethyl p-methoxycinnamate (EPMC derivatives continues to obtain compounds that have high ability of cancer cells apoptosis and minimal side effects. p-Methoxycinnamoyl hydrazide derivate compounds from EPMC structure modification were docked into the ligand-binding pocket of Check point kinase 1 enzymes (2YWP and the aromatase enzyme (3S7S using software Molegro Virtual Docker (MVD Ver.5.5. We compared the Rerank score of native ligand with derivate compounds of p-Methoxycinnamoyl hydrazide. Rerank scores of compounds 4b and 4c (-99.98 Kcal/mol and -99.80 Kcal/mol were lower than the native ligand A42 in inhibiting the enzyme checkpoint kinase 1. Rerank values of p-Methoxycinnamoyl hydrazide derivate compounds were greater than the native ligand EXM in inhibiting the enzyme aromatase. p-Methoxycinnamoyl hydrazide derivate compounds, especially compounds 4b and 4c, had anticancer mechanism by inhibiting the enzyme pathway checkpoint kinase 1 and had not activity in inhibiting the aromatase enzyme.

  1. Reaktivita anion radikálu bifenolu v prostředí hostitelských molekul

    Lachmanová, Štěpánka; Hromadová, Magdaléna; Sokolová, Romana; Pospíšil, Lubomír; Giannarelli, S.

    2009-01-01

    Roč. 5, č. 9 (2009), s. 137 ISSN 1336-7242. [Zjazd chemikov /61./. 07.09.2009-11.09.2009, Tatranské Matliare] R&D Projects: GA ČR GA203/08/1157; GA MŠk OC 140; GA AV ČR IAA400400802 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40400503 Keywords : pesticides * biphenox * cyclodextrins Subject RIV: CG - Electrochemistry

  2. Karakterisasi Molekuler Ikan Gurami Soang (Osphronemus goramy Lac. berbeda uuran menggunakan Pcr-Rflp Gen Sitokrom C Oksidase 1

    Siti Nur Azizah

    2017-01-01

    Full Text Available Gourami (Osprhronemus goramy Lac. is a  freshwater fish that is  widely cultivated in Indonesia, particularly by fish farmer in Java. Soang strain has a faster growth rate than other strains. However, the fry that derived from a single cohort (generated from a single spawning shows various sizes even in the same age because they have different growth rate. Differences in growth rate may occur due to differences in metabolic capabilities especially cellular respiration. Different rate of respiration can be assumed to be due to differences in the genetic component, especially on their cytochrome c oxidase 1 gene (CO1. Therefore this study aimed to determine whether there are differences in PCR-RFLP marker CO1 gene among different sizes of gourami soang strain from the same cohort so that can be used to analyze genetic diversity. This study used survey method by applying purposive random sampling. Four restriction enzymes were used  during the  research. Molecular characters were defined descriptively based on the appearance of restriction fragment on agarose gel. The result showed that soang strain which used in this study had monomorphics allele on their CO1-HindIII. PstI, BamHI, and EcoRI, could not cut the PCR products and results no RFLP markers. So that genetic variation in the used CO1 gene fragment could not be detected using HindIII, Pst1, BamH1 and EcoR1 enzymes. The three different sizes of soang strain had similar alleles or homozygous, meaning that heterozigocity value was 0 (zero. Therefore, the CO1 gene in this study could not be used as molecular character to differentiate different sizes of gourami soang strain from the same cohort.

  3. Penularan Fitoplasma Sapu pada Tanaman Kacang Tanah oleh Serangga Vektor Orosius argentatus dan Deteksi Molekuler dengan Teknik PCR

    Tatit Sastrini

    2014-02-01

    Full Text Available Witches’ broom disease caused by phytoplasma is a very serious disease on peanut (Arachis hypogaea which may potentially lead to high yield loss. Insects are the most important agents of phytoplasma transmission in the field. The objective of this research was to examine the potential role of leafhoppers species as insect vector of phytoplasma and to determine their transmission characteristic. Two species of leafhopper i.e. O. argentatus and Empoasca sp. (both belong to Hemiptera: Cicadellidae were chosen for this study. The methodology involved were transmission study of phytoplasma by O. argentatus and Empoasca sp., and molecular detection of phytoplasma by PCR technique to confirm the association of pathogen, insect vector and symptomatic plants. The result showed that specific symptom was observed when using O. argentatus in the transmission study with number of insect as low as 1 insect per plant, whereas Empoasca sp. was not able to transmit the disease. Incubation period of phytoplasma in the host plant was affected by the number of insect, i.e. the more insect vector the shortest incubation period. The phytoplasma was successfully detected using P1/P7 primer in symptomatic plants as well as in the insect vector.Key words: Empoasca sp., leafhoppers, polymerase chain reaction

  4. EVALUASI DAYA TAHAN IKAN MAS HASIL SELEKSI BERDASARKAN MARKA MOLEKULER MHC-II TERHADAP INFEKSI KOI HERPES VIRUS

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2015-03-01

    mengevaluasi daya tahan benih ikan mas F-1 terseleksi terhadap infeksi KHV melalui uji tantang. Sebagai pembanding, digunakan ikan mas populasi benih F-1 non-seleksi dan populasi benih ikan mas dari unit pembenihan rakyat (UPR. Ikan uji berupa benih ikan mas Rajadanu berumur dua bulan dengan bobot ratarata 5,5±0,5 g. Jumlah benih pada masing-masing wadah perlakuan sebanyak 30 ekor dengan tiga kali pengulangan. Wadah pengujian berupa akuarium berukuran 40 cm x 60 cm x 40 cm dengan kepadatan 1 ekor/L. Parameter yang diamati adalah sintasan, deteksi KHV, analisis ekspresi gen MHC-II, dan gambaran darah ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi benih F-1 terseleksi memiliki daya tahan lebih baik dengan sintasan 93,33% dibandingkan populasi benih F-1 non-seleksi sebesar 85,55% dan populasi benih dari UPR sebesar 81,11%. Daya tahan yang tinggi pada populasi benih F-1 terseleksi didukung oleh hasil deteksi KHV yang negatif dan ersentase jumlah limfosit yang lebih tinggi sebesar 91,67%; serta rendahnya persentase monosit dan heterofil, selain itu, tidak adanya eosinofil dan basofil. Ekspresi gen MHC-II terdeteksi pada berbagai organ, ekspresi tertinggi ditemukan pada organ limpa.

  5. Isolasi dan Identifikasi Secara Molekuler Ganoderma spp. yang Berasosiasi dengan Penyakit Busuk Pangkal Batang di Kelapa Sawit

    Maria Indah Purnamasari

    2013-04-01

    Full Text Available A number of Ganoderma spp. isolates was isolated from oil palms attacked by basal stem rot (BSR disease in Padang and Pontianak plantations. Genetic polymorphism of these isolates was analyzed based on the internal transcribed spacer (ITS sequence of ribosomal DNA region. In addition, a restriction fragment length polymorphism (RFLP analysis was also performed to determine the association of the isolates with BSR disease. The isolated Ganoderma spp. showed high DNA polymorphism and there was no obvious genetic clustering of isolates that may correspond to their geographical position in Padang and Pontianak. This indicated that exchange of DNA between Ganoderma spp. infecting oil palm is not uncommon. This can be explained by the heterothallic nature of Ganoderma spp. in which DNA recombination occurs during sexual reproduction between different thalli. RFLP analysis showed that ITS fragments from all Ganoderma spp. isolates were digested with restriction enzymes MluI and SacI. This indicated that the anoderma spp. isolates were specific for oil palm and thus associated with the BSR.Key words: basal stem rot, Ganoderma spp., internal transcribed spacer, oil palm

  6. Detekce, identifikace a typizace dermatofytů molekulárně genetickými metodami

    Čmoková, A.; Hamal, P.; Svobodová, L.; Hubka, Vít

    2014-01-01

    Roč. 89, č. 4 (2014), s. 175-186 ISSN 1803-6597 Grant - others:Universita Karlova(CZ) 1344214; 1. LF UK(CZ) LF_2014/021 Institutional support: RVO:61388971 Keywords : detection * mycosis * dermatophytes Subject RIV: EE - Microbiology, Virology

  7. Molekulární přístupy ke studiu periferních mechanismů nocicepce

    Vyklický st., Ladislav; Vlachová, Viktorie; Lyfenko, Alla

    2001-01-01

    Roč. 4, č. 1 (2001), s. 19-26 ISSN 1212-0634 R&D Projects: GA ČR GA305/00/1639; GA MŠk LN00B122 Institutional research plan: CEZ:AV0Z5011922 Keywords : primary sensory neurones * membrane currents * capsaicin receptor Subject RIV: ED - Physiology

  8. Direct Measurement of Tritium in Biological Materials with the Liquid Scintillation Counter; Determination quantitative directe du tritium dans les substances biologiques, au moyen de compteurs a scintillations a liquides; Neposredstvennoe izmerenie kolichestva tritiya v biologicheskikh materialakh pri pomoshchi zhidkogo stsintillyatsionnogo schetchika; Determinacion cuantitativa directa del tritio en sustancias biologicas mediante contadores de centelleador liquido

    Halvorsen, K [Institutt for Atomenergi, Kjeller, Lillestroem (Norway)

    1962-01-15

    Procedures for measurement of tritium in animal tissues and isolated tissue fractions have been reported in the literature. In all the work reported, however, a liquid scintillation coincidence spectrometer has been used for the counting of the samples. In this work a single phototube liquid scintillation counter was used for the measurements. Investigation centred primarily on the direct dissolution of animal tissue in Hyamine 10-X and the suspension counting of lyophilized tissue in scintillating gels. Different tissues, such as liver, intestine, blood and skin, can be dissolved directly in Hyamine and measured with an efficiency of 10-15%. The techniques of quenching correction and certain phosphorescence phenomena as they affect the counting in a single phototube counting system are discussed. The sensitivity of the method, although somewhat less than that of the coincidence-counting arrangement, seems to be sufficient for many applications. The work reported was carried out on tissue samples from mice previously injected with tritium- labelled thymidine. When a dose of approximately 1 {mu}c tritiated thymidine per g of body weight was injected into the mice, the metabolic fate of the thymidine incorporated into deoxyribonucleic acid (DNA) of the various tissues could be followed for a period of one month. (author) [French] Diverses techniques de determination du tritium dans les tissus animaux et fractions isolees de tissus animaux ont deja ete decrites. Mais toutes comportent l'emploi d'un spectrometre de coincidences a scintillations a liquides pour le comptage des echantillons. Pour faire cette determination, l'auteur s'est servi d'un seul phototube-compteur a scintillations a liquides. Il a etudie surtout la dissolution directe de tissu animal dans de l'hyamine 10-X, et le comptage de tissus lyophilises en suspension dans des gels a scintillations. Certains tissus, tels que le foie, l'intestin, le sang et la peau, peuvent Etre dissous directement dans l'hyamine et le rendement de la detection peut etre de 10 a 15%. L'auteur examine les techniques de correction de coupage et certains phenomenes de phosphorescence dans la mesure ou ils ont une influence sur le dispositif de comptage a un seul phototube. Cette methode, bien que moins precise que le dispositif de coincidence, l'est suffisamment pour de nombreuses applications. L'experience qui fait l'objet du memoire a porte sur des echantillons de tissus de souris auxquelles on avait injecte au prealable de la thymidine marquee au tritium. Lorsqu'une dose d'environ 1 {mu}c de thymidine tritiee par gramme de poids du corps est injectee aux souris, on peut suivre pendant un mois les transformations metaboliques de la thymidine incorporee a l'acide deoxyribonucleique (ADN) des divers tissus. (author) [Spanish] Ya se han presentado informes acerca de los procedimientos aplicados para la determinacion cuantitativa del tritio en tejidos animales y fracciones aisladas de los mismos. Sin embargo, en los trabajos respectivos se han utilizado siempre, para el recuento de la muestra, espectrometros de coincidencia de centelleador liquido. En cambio, en el presente trabajo las mediciones se han efectuado con un contador de centelleador liquido equipado con un fototubo unico. Se investigo principalmente la disolucion directa de tejido animal en la hiamina 10-KH y el recuento del tejido liofilizado en suspension en geles de centelleo. Es posible disolver directamente en hiamina tejidos diferentes tales como el hepatico, el intestinal, el sanguineo y el cutaneo, y medirlos con un rendimiento de 10 a 15%. El autor examina la tecnica aplicada para la correccion por extincion, asi como ciertos fenomenos de fosforescencia que afectan la determinacion en el sistema de recuento de fototubo unico. Parece que el metodo ofrece una sensibilidad suficiente para muchas aplicaciones, aunque un poco menor que la del dispositivo de recuento por coincidencias. La labor de que se informa se llevo a cabo con muestras de tejidos de raton a los que se habia inyectado previamente timidina marcada con tritio. Despues de inyectar al raton una dosis del orden de 1 {mu}c de timidina tritiada por gramo de peso corporal, se pudieron seguir durante un mes las transformaciones metabolicas de la timidina incorporada al acido desoxirribonucleico (DISIA) de los distintos tejidos. (author) [Russian] V literature uzhe soobshchalos' o sposobakh izmereniya kolichestva tritiya v tkanyakh zhivotnykh i v izolirovannykh srezakh tkanej. Odnako pri vsekh opisyvaemykh rabotakh dlya otscheta impul'sov obraztsov primenyalsya zhidkostnyj stsintillyatsionnyj spektrometr sovpadenij. Pri vypolnenii nastoyashchej raboty dlya izmerenij byl ispol'zovan zhidkostnyj stsintillyatsionnyj schetchik s odnim fotoehlementom. Issledovalis' glavnym obrazom neposredstvennoe rastvorenie tkanej zhivotnykh v giamine 10-KH i otschet impul'sov vzvesi liofilirovannoj tkani v stsintilliruyushchikh gelyakh. Razlichnye tkani, kak naprimer, pechen', kishechnik, krov' i kozha mogut byt' neposredstvenno rastvoreny v giamine i aktivnost' ikh izmerena s tochnost'yu do 10-15 protsentov. Budut obsuzhdeny metody vvedeniya popravki na gashenie i nekotorye yavleniya fosforestsentsii, poskol'ku oni vliyayut na otschet impul'sov v schetnom ustrojstve s edinym fotoehlementom. KHotya chuvstvitel'nost' ehtogo metoda predstavlyaetsya neskol'ko men'shej, chem pri ispol'zovanii schetchika sovpadenij, odnako ehtot metod udovletvoritelen dlya mnogikh vidov primenenij. Predstavlyaemaya rabota byla provedena na obraztsakh tkanej myshi posle predvaritel'noj in{sup e}ktsii mechennogo tritiem timidina. Pri vpryskivanii v mysh' dozy priblizitel'no v 1 mikrokyuri tritirovannogo timidina na gramm vesa ee tela, metabolicheskaya sud'ba timidina, pogloshchennogo deoksiribonukleinovoj kislotoj razlichnykh tkanej, mogla byt' proslezhena v techenie tselogo mesyatsa. (author)

  9. Sérové nádorové markery v době rozvoje molekulárně-biologických technik v onkologii

    Šimíčková, M.; Nekulová, M.; Pecen, Ladislav; Frgala, T.; Valík, D.

    2007-01-01

    Roč. 87, č. 5 (2007), s. 294-298 ISSN 0032-6739 Institutional research plan: CEZ:AV0Z10300504 Keywords : sérové nádorové markery * doporučení * monitorování průběhu choroby * predikce účinnosti léčby Subject RIV: BB - Applied Statistics, Operational Research

  10. Syntéza nového molekulárního rotoru pro tvorbu povrchových inkluzí

    Kaleta, Jiří; Rogers, C. T.; Dron, P. I.; Michl, Josef

    2014-01-01

    Roč. 108, č. 5 (2014), s. 536 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých biologů, biochemiků a chemiků /14./. 13.05.2014-16.05.2014, Milovy] EU Projects: European Commission(XE) 227756 - DIPOLAR ROTOR ARRAY Institutional support: RVO:61388963 Keywords : molecular rotor * supramolecular chemistry * triptycene Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  11. Adaptivní fylogeografie: od molekulárních markerů k funkčním genům

    Kotlík, Petr; Marková, Silvia; Filipi, Karolína; Strážnická, Michaela; Searle, J. B.

    -, č. 2 (2015), s. 53-58 ISSN 0044-4812 R&D Projects: GA ČR GAP506/11/1872; GA AV ČR IAA600450701; GA AV ČR IAA600450901 Institutional support: RVO:67985904 Keywords : bank vole Subject RIV: EG - Zoology

  12. Vztah mezi molekulární strukturou, nadmolekulární strukturou a mikromechanickými vlastnostmi semikrystalických polymerů

    Šlouf, Miroslav; Krejčíková, Sabina; Hromádková, Jiřina

    2017-01-01

    Roč. 111, č. 4 (2017), s. 239-245 ISSN 0009-2770 R&D Projects: GA MŠk(CZ) LO1507 Institutional support: RVO:61389013 Keywords : semicrystalline polymers * microhardness * microindentation hardness testing Subject RIV: CD - Macromolecular Chemistry OBOR OECD: Polymer science Impact factor: 0.387, year: 2016 http://www.chemicke-listy.cz/common/article-vol_111-issue_4-page_239. html

  13. Molekulární přístupy ke studiu šíření rostlin v řekách

    Fér, T.; Hroudová, Zdenka; Pfosser, M.

    2007-01-01

    Roč. 42, Mater. 22 (2007), s. 67-84 ISSN 1212-3323 R&D Projects: GA AV ČR KJB6111304 Institutional research plan: CEZ:AV0Z60050516 Keywords : wetland plants * river corridors * genetic diversity Subject RIV: EF - Botanics

  14. Electron-Exchange Reactions of Aromatic Molecules; Echanges d'Electrons de Molecules Aromatiques; Reaktsii ehlektronnogo obmena aromaticheskikh molekul; Reacciones de Intercambio Electronico en Moleculas Aromaticas

    Malachesky, P. A.; Miller, T. A.; Layloff, T.; Adams, R. N. [University of Kansas, Lawrence, KS (United States)

    1965-10-15

    A large body of information is available on the rates and mechanisms of inorganic electron-exchange processes. In contrast, purely organic systems have received only minor attention. The homogeneous electron-exchange rates (k{sub exc}) and the heterogeneous rate constants for the electrode reaction (k{sub el}) have been measured only for a few hydrocarbons. We have measured k{sub exc} for a variety of aromatic systems including hydrocarbons, quinones and nitro compounds. These measurements have been carried out via electron paramagnetic resonance (EPR) line broadening measurements on mixtures of radical ions and their parent compounds. We have been able to measure k{sub exc} with a precision that allows detection of small differences presumably due to molecular structure and environment. Hydrocarbon systems like anthracene/anthracene anion are very rapid with k{sub exc} values of ca. 10{sup 8}-10{sup 9} litres mole{sup -1} sec{sup -1}. Some substituted aromatics like quinones and nitriles are also quite rapid. However, when a strong electron acceptor function is present like a nitro group in nitrobenzene, the value of k{sub exc} decreases by a factor of 10. It is possible to correlate changes in k{sub exc} in the nitrobenzene series with the unpaired electron density in terms of the {sup 14}N coupling constants of the EPR spectra. Further, the nitro aromatic series show very large variations in k{sub exc} with the solvent system. These changes can be correlated with recent studies of the solvation effect on hyperfine coupling constants. Marcus has reviewed recently chemical and electrochemical electron-transfer theory and suggested correlations between k{sub exc} and k{sub el}. We have measured k{sub el} especially for the nitrobenzene system under conditions which are as nearly identical experimentally to the EPR studies as possible. The electrochemical investigations were carried out by a steady-state d.c. method to eliminate some of the uncertainties inherent in electrochemical relaxation techniques. Rotated disc electrodes at low temperatures were used. The solvent effects on k{sub el} (for nitrobenzene) are identical with those observed for k{sub exc}. There are, however, serious discrepancies between the values of k{sub el} observed and predicted by Marcus's theory. Some possible explanations of these discrepancies will be discussed. (author) [French] On dispose d'une importante documentation sur les vitesses et les mecanismes des processus d'echange d'electrons dans les systemes inorganiques. En revanche, les systemes purement organiques ont recu jusqu'ici une attention moindre. Les vitesses d'echange homogene d'electrons (k{sub exc}) et les constantes de vitesses d'echange heterogene (k{sub el}) pour la reaction a l'electrode n'ont ete mesurees que pour quelques hydrocarbures. Les auteurs ont mesure k{sub exc} pour divers systemes aromatiques, notamment des hydrocarbures, des quinones et des nitrocomposes. Pour cela, ils ont mesure l'elargissement desraies par resonance paramagnetique des electrons (RPE) sur des melanges de radicaux ioniques et des composes ascendants. Ils ont pu mesurer k{sub exc} avec une precision tellequ'ellepermet de deceler de petites differences, lesquelles sont sans doute dues a la structure moleculaire et au milieu. Pour les systemes d'hydrocarbures, comme le systeme anthracene/anion anthracene, la vitesse est tres elevee: les valeurs de k{sub exc} sont d'environ 10{sup 8} a 10{sup 9} l * mole{sup -1} * s{sup -1}. Les vitesses sont egalement elevees pour certains composes aromatiques substitues comme les quinones et les nitriles. Toutefois, lorsqu'un accepteur d'electrons fort est present, comme par exemple un groupe nitro dans le nitrobenzene, la valeur de k{sub exc} diminue d'un facteur de 10. On peut trouver une correlation entre les variations de k{sub exc} dans la serie du nitrobenzene avec la densite des electrons celibataires, selon les constantes de couplage de {sup 14}N du spectre de RPE. La serie nitro-aromatique accuse en outre de tres fortes variations de k{sub exc} selon le systeme solvant. On peut rapprocher ces variations des recentes etudes de l'effet de solvatation sur les constantes de couplage hyperfines. Marcus a examine recemment la theorie du transfert chimique et electrochimique d'electrons et a suggere des correlations entre k{sub exc} et k{sub el}. Les auteurs ont mesure k{sub el} notamment pour le nitrobenzene dans des conditions experimentales qui sont aussi proches que possible des etudes par RPE. Pour les recherches electrochimiques, onaapplique une methode a courant continu enregimestationnaire, de maniere a eliminer certaines des incertitudes inherentes aux techniques de relaxation electrochimique. On a utilise des electrodes a disques tournants a basse temperature. Les effets du solvant sur k{sub el} (pour le nitrobenzene) sont identiques a ceux qui ont ete observes pour k{sub exc}- Mais o n releve des ecarts considerables entre les valeurs de k{sub el} observees et celles qui ont ete calculees par la theorie de Marcus, les auteurs discutent plusieurs explications possibles de ces ecarts. (author) [Spanish] Se posee abundante informacion sobre las velocidades y mecanismos de los procesos de intercambio electronico en sustancias inorganicas. En cambio, se ha prestado menor atencion a los sistemas puramente organicos. Las velocidades de intercambio homogeneo de electrones (k{sub exc}) y las constantes de velocidad de intercambio heterogeneo en los electrodos (k{sub el}) solo se han medido en el caso de contados hidrocarburos. Los autores han determinado el valor de k{sub exc} en una serie de sistemas aromaticos que comprende hidrocarburos, quinonas y nitro compuestos. A tal efecto, han medido el ensanchamientode las lfneas por resonancia paramagnetica de los electrones en mezclas de radicales ionicos y de sus precursores. Los autores han podido medir el valor de k{sub exc} con una precision que permite observar ligeras variaciones debidas probablemento a la estructura molecular y al medio. En los sistemas de hidrocarburos como el antraceno/anion antraceno la velocidad de intercambio es muy elevada, siendo los valores de k{sub exc} del orden de 10{sup 8} a 10{sup 9} l mol{sup -1} s{sup -1}. Las velocidades son tambien elevadas para algunos compuestos aromaticos sustituidos, como quinonas y nitrilos. Sin embargo, en presencia de un fuerte aceptor de electrones, como el grupo nitro del nitrobenceno, el valor de k{sub exc} es 10 veces menor. Es posible correlacionar las variaciones de k{sub exc} e n la serie del nitrobenceno con la densidad de electrones no apareados en funcion de las constantes de acoplamiento del {sup 14}N en los espectros de resonancia paramagnetica de los electrones. Asimismo, las series nitroaromaticas presentan considerables variaciones de k{sub exc} segun el solvente empleado. Estas variaciones pueden vincularse con los resultados de recientes estudios del efecto de solvatacion sobre las constantes de acoplamiento hiperfinas. Marcus ha estudiado recientemente la, teoria de la transferencia quumca y electroquimica de electrones y propuesto correlaciones entre k{sub exc} y k{sub el}. Los autores han medido k{sub el}, especialmente en el nitrobenceno, en condiciones experimentales lo mas analogas posibles a las de los estudios por resonancia paramagnetica de los electrones. Las investigaciones electroquimicas se efectuaron con corriente continua estabilizada para eliminar, algunas de las indeterminaciones inherentes a las tecnicas de relajacion electroquimica. Se utilizaron como electrodos discos giratorios a baja temperatura. Los efectos del solvente en el valor de k{sub el} (en el caso nitrobenceno) son identicos a los observados respecto de k{sub exc}. No obstante, existen considerables discrepancias entre los valores de k{sub el} observados y los previstos segun la teoria de Marcus. Se examinan algunas explicaciones plausibles de estas discrepancias. (author) [Russian] Imeetsja bol'shoe kolichestvo informacii otnositel'no skorosti mehanizma processov neorganicheskogo obmena jelektronov. V protivopolozhnost' jetomu chisto organicheskim sistemam udeljalos' dovol'no neznachitel'noe vnimanie. Skorost' gomogennogo jelektronnogo obmena (k{sub 0bm})i geterogennye konstanty skorosti dlja jelektrodnoj reakcii (k{sub jel}) byli izmereny lish' dlja neskol'kih ugle- vodorodov . Bylo izmereno k{sub 0bm} dlja razlichnyh aromaticheskih sistem, v tom chisle uglevodorodov, hinonov i nitrosoedinenij. Jeti izmerenija byli provedeny posredstvom jelektronnogo para- magnitnogo rezonansa (EPR) s perenosom izmerenij na smesi radikal'nyh ionov i ih mate- rinskih soedinenij. Nam takzhe udalos' izmerit' k0bm s takoj tochnost'ju, kotoraja pozvo- ljaet obnaruzhit' nebol'shie razlichija, vyzvannye, verojatno; molekuljarnoj strukturoj i sre- doj. Uglevodorodnye sistemy, podobnye antracenovomu/antracenovomu anionu, javljajutsja ves'ma bystrymi pri velichine k{sub 0gM} priblizitel'no 10{sup 8}-10{sup 9} litr mol{sup -i} sek{sup -1}. Nekotorye zame- shhennye aromaticheskie soedinenija, podobnye hinonam i nitrilam, takzhe javljajutsja ves'ma bystrymi. Odnako, kogda imeetsja sil'naja funkcija jelektronnogo akceptora, podobno nitro- gruppe v nitrobenzole, velichina k{sub 0gM} sokrashhaetsja na faktor 10. Predstavljaetsja vozmozhnym korrelirovat' izmenenija v k{sub obm} v serijah nitrobenzola s pomoshh'ju plotnosti neparnyh jelek- tronov po konstantam svjazi N{sup 14} spektra EPR. Krome togo, nitroaromaticheskie serii obna- ruzhivajut ochen' bol'shie razlichija v znachenijah k{sub 0b} m s rastvorjajushhej sistemoj. Jeti izmene- nija mozhno korrelirovat' blagodarja nedavnim issledovanijam jeffekta sol'vatacii na sverh- tonkie konstanty svjazi. V poslednee vremja Markus rassmotrel teoriju himicheskogo i jelektrohimicheskogo pere- nosa jelektronov i predlozhil korreljacii mezhdu znachenijami k{sub obm} i k{sub jel}. Nami special'no byl izmeren kjel dlja sistemy nitrobenzola v uslovijah, kotorye jeksperimental'no byli - pochti identichny uslovijam pri izuchenii EPR. Elektrohimicheskie issledovanija provodilis' metodom tverdogo sostojanija de s tem, chtoby iskljuchit' nekotorye neopredelennosti, pri- sushhie metodam jelektrohimicheskoj relaksacii. Ispol'zovalis' pri nizkih temperaturah vrashhajushhiesja diskovye jelektrody. Rastvorjajushhie jeffekty po k{sub je} l (dlja nitrobenzola) iden- tichny jeffektam, nabljudavshimsja dlja k{sub 0bm} - Odnako imejutsja ser'eznye rashozhdenija mezhdu velichinami nabljudavshegosja k{sub Jel} i predskazannymi teoriej Markusa. Dajutsja nekotorye vozmozhnye raz'jasnenija jetih rashozhdenij. (author)

  15. Perspektivy pokročilých molekulárních metod při detekci parodontálních patogenů

    Janata, Jiří; Hercík, Kamil; Novotná, Gabriela; Branny, Pavel; Dušková, J.

    2006-01-01

    Roč. 106, č. 5 (2006), s. 127-130 ISSN 1213-0613 R&D Projects: GA MZd NK7385 Institutional research plan: CEZ:AV0Z50200510 Keywords : periodontal pathogens * anaerobic microorganisms * molecular diagnostic Subject RIV: EE - Microbiology, Virology

  16. Maligní melanom: uplatnění adhezivních molekul a proteinů extracellulární matrix v rozvoji onemocnění

    Plánská, Daniela; Horák, Vratislav

    2008-01-01

    Roč. 18, č. 1 (2008), s. 9-13 ISSN 1210-1737 R&D Projects: GA ČR GA524/04/0102; GA AV ČR IAA600450601 Institutional research plan: CEZ:AV0Z50450515 Keywords : malignant melanoma Subject RIV: FD - Oncology ; Hematology

  17. Nová missense mutace 574C>T v genu SURF1 - biochemická a molekulárně genetická studie u sedmi dětí s Leighovým syndromem

    Čapková, M.; Hansíková, H.; Godinot, C.; Houšťková, H.; Houštěk, Josef; Zeman, J.

    2002-01-01

    Roč. 141, č. 20 (2002), s. 636-641 ISSN 0008-7335 R&D Projects: GA MZd NE6555 Grant - others:GA UK(CZ) 8/2000/C; CZ - FR(XC) Projekt Barrande 2001/028-1 Institutional research plan: CEZ:AV0Z5011922 Keywords : Leigh syndrome * SURF1 gene * SURF1 protein Subject RIV: EB - Genetics ; Molecular Biology

  18. Co nám říkají molekulární data o glaciálních refugiích středoevropských dřevin?

    Douda, J.; Havrdová, Alena; Mandák, Bohumil

    2015-01-01

    Roč. 50, č. 2 (2015), s. 283-300 ISSN 1211-5258 R&D Projects: GA ČR(CZ) GAP504/11/0402 Institutional support: RVO:67985939 Keywords : cryptic refugia * Ice Age * molecular markers Subject RIV: EF - Botanics

  19. Konformační chování aminokyselin v peptidech a proteinech z pohledu molekulárního modelování a výpočetních metod

    Vondrášek, Jiří; Vymětal, Jiří

    2016-01-01

    Roč. 110, č. 5 (2016), s. 385-393 ISSN 0009-2770 Institutional support: RVO:61388963 Keywords : molecular modeling * conformational states of amino acids * conformational space sampling * molecular dynamics * Ramachandran plot Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry Impact factor: 0.387, year: 2016 http://www.chemicke-listy.cz/docs/full/2016_05_385-393.pdf

  20. Pokroky v syntéze molekulárních vodičů na bázi helicenových konjugátů

    Rybáček, Jiří; Stará, Irena G.; Starý, Ivo

    2007-01-01

    Roč. 101, č. 11 (2007), s. 969 ISSN 0009-2770. [Pokroky v organické, bioorganické a farmaceutické chemii /42./. 16.11.2007-18.11.2007, Liblice] R&D Projects: GA MŠk LC512; GA ČR GA203/06/1792 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : helicenes * cyclotrimerisation * alkynes * Sonogashira reaction * molecular wires Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  1. Nová missense mutace 574C>T v genu SURF1 - biochemická a molekulárně genetická studie u sedmi dětí s Leighovým syndromem

    Čapková, M.; Hansíková, H.; Godinot, C.; Houšťková, H.; Houštěk, Josef; Zeman, J.

    2002-01-01

    Roč. 141, č. 20 (2002), s. 636-641 ISSN 0008-7335 R&D Projects: GA MZd(CZ) NE6555; GA MŠk(CZ) LN00A079 Grant - others:GA UK(CZ) 8/2000/C; FR-CZ(CZ) Barrande 2001/028-1 Institutional research plan: CEZ:AV0Z5011922 Keywords : Leigh syndrome * SURF1 gene * Surf1 protein Subject RIV: EB - Genetics ; Molecular Biology

  2. Interakce dopaminového D1/D2 receptoru s glutamátovým receptorem NMDA typu: od molekul k animálním modelům schizofrenie

    Šťastný, František; Tejkalová, H.; Skuba, I.; Páleníček, T.; Pliss, L.; Mareš, Vladislav; Krištofíková, Z.; Kaiser, M.; Höschl, C.; Bubeníková, V.; Balcar, V. J.

    2004-01-01

    Roč. 8, Suppl. 3 (2004), s. 32-41 ISSN 1211-7579 R&D Projects: GA MŠk LN00B122; GA MZd NF6031; GA MZd NF7626 Institutional research plan: CEZ:AV0Z5011922 Keywords : schizophrenia * glutamate * dopamine Subject RIV: CD - Macromolecular Chemistry

  3. Metody ověřování kvality absorpčních kyvet plněných molekulárním jódem

    Hrabina, Jan; Šarbort, Martin; Holá, Miroslava; Číp, Ondřej; Lazar, Josef

    2015-01-01

    Roč. 60, č. 1 (2015), s. 8-9 ISSN 0447-6441 R&D Projects: GA MŠk(CZ) LO1212 Institutional support: RVO:68081731 Keywords : laser spectroscopy * absorption cell * molecular iodine * linewidth * laser standard Subject RIV: BH - Optics, Masers, Lasers

  4. Etiologi Penyebab Malformasi Tunas Ranting Kakao di Kulonprogo, DIY dan Segayung, Jawa Tengah

    Susamto Somowiyarjo

    2014-12-01

    insektisida hasilnya tunas muda yang tumbuh berikutnya tidak menunjukan adanya gejala malformasi. Diduga bahwa malformasi pada tunas dan ranting tersebut disebabkan oleh racun yang ditularkan oleh serangga. Penelitian lebih lanjut untuk karakterisasi penyebab penyakit secara molekuler saat ini sedang dilakukan.

  5. KARAKTERISTIK EDIBLE FILM YANG DIPRODUKSI DARI KOMBINASI GELATIN KULIT KAKI AYAM DAN SOY PROTEIN ISOLATE

    Muhamad Hasdar

    2012-09-01

    SDS-PAGE dan menunjukkan sebagai molekul kolagen. Hasil analisis kandungan asam amino edible film menggunakan HPLC dihasilkan komposisi residu asam amino terbesar adalah glysin yaitu 29,42%, 37,88%, 38,32%, 39,28% dan 39,17% pada masing-masing perlakuan. Hal itu menggambarkan bahwa profil protein edible film dapat dipastikan sebagian besar berasal dari kolagen gelatin. Pengamatan dengan scaning electron microscope menunjukkan telah terbentuk cross linking antara molekul protein gelatin dan molekul soy protein isolate dan yang ditunjukan semakin berkurangnya retakan seiring dengan meningkatnya konsentrasi gelatin. Perbedaan kombinasi gelatin kulit kaki ayam dan soy protein isolate untuk membentuk edible film tidak memberikan pengaruh nyata pada kekuatan tarik (tensile strenght, dan kemuluran (elongation, namun berpengaruh nyata pada laju transmisi uap air (Water Vapour Transmision Rate. Kombinasi 95:5 protein gelatin kulit kaki ayam dan soy protein isolate menghasilkan edible film yang terbaik. (Kata kunci: Edible film, Gelatin kaki ayam, Soy protein isolate

  6. Termodynamické vlastnosti směsí iontových kapalin a molekulárních rozpouštědel pro využití v dvoufázové katalýze

    Machanová, Karolina; Boisset, A.; Sedláková, Zuzana; Andresová, Adéla; Jacquemin, J.; Bendová, Magdalena

    2012-01-01

    Roč. 20, č. 2 (2012), V-VII ISSN 1210-4612 R&D Projects: GA MŠk(CZ) MEB021009 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40720504 Keywords : ionic liquid s * thermodynamic properties * solubility Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry

  7. Synthesis of 1,3-bis(organylchalcogeno)propanes and 1,2-dichalcogenolanes having different chalcogen atoms in the molecule; Sintez 1,3-bis(organilkhal'kogeno)propanov i 1,2-dikhal'kogenolanov s razlichnymi atomami khal'kogenov v molekule

    Elaev, A V; Grabel' nykh, V A; Russavskaya, N V; Klyba, L V; Zhanchipova, E R; Levanova, E P; Sukhomazova, Eh N; Albanov, A I; Mamaseva, T V; Korchevin, N A [SO RAN, Irkutskij Inst. Khimii im. A.E. Favorskogo, Irkutsk (Russian Federation)

    2007-01-15

    Oligomeric trimethylene dichalcogenides and the corresponding 1,2-dichalcogenolanes having both similar and different chalcogen atoms in the molecule were synthesized by reactions of 1-bromo-3-chloropropanes with two elemental chalcogens (S, Se; S, Te; Se, Te) activated by the system hydrazine hydrate-alkali. Reductive cleavage of the oligomeric products in the system hydrazine hydrate-alkali, followed by alkylation with methyl io or ethyl bromide gave 1,3-bis(alkylchalcogeno)propanes. The latter were also obtained from the corresponding dialkyl dichalcogenides and 1-bromo-3-chloropropane in the alkaline reducing systemRuss.

  8. SNS vil høre om det supplerende materiale giver anledning til ændringer i de tidligere fremsendte risikovurderinger. Gossypium hirsutum (281-24-236/3006-210-23). Supplerende materiale til sagen (Four questions: Molecular characterisation / Food-feed assessment). Modtaget 12-12-2005, deadline 16

    Kjellsson, Gøsta; Damgaard, Christian; Strandberg, Morten Tune

    2004-01-01

    "DMU finder at det nye materiale om den molekulære karakterisering af 281-24-236x3006-210-23 bomulden, ikke giver anledning til at ændre den tidligere riskovurdering. Vedr. spørgsmål 1 er det i svaret fra anmelderen blevet tilfredsstillende redegjort for hvilket materiale der blev anvendt. Vedr s...

  9. Dampak Hipoksia Sistemik terhadap Malondialdehida, Glial Fibrillary Acidic Protein dan Aktivitas Asetilkolin Esterase Otak Tikus

    Andriani Andriani; Ani Retno Prijanti; Ninik Mudjihartini; Sri Widia A. Jusman

    2016-01-01

    Hipoksia sistemik menyebabkan berkurangnya oksigen dan energi di otak sehingga memicupenglepasan neurotransmiter asetilkolin, meningkatkan radikal bebas dan glial fibrillary acidic protein (GFAP)yang berfungsi menjaga kekuatan membran. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran adaptasi otak padahipoksia sistemik terhadap fungsi asetilkolin esterase, kerusakan membran sel neuron dan astrosit. Penelitiandilakukan di Laboratorium Biokimia & Biologi Molekuler FK Universitas Indonesia, pada ta...

  10. Cell cycle-dependent changes in localization of a 210 k Da microtubule-interacting protein in Leishmania

    Libusová, Lenka; Dráberová, Eduarda; Juliano, C.; Viklický, Vladimír; Fiori, P.; Cappuccinelli, P.; Dráber, Pavel

    2002-01-01

    Roč. 96, č. 4 (2002), s. 226-227 [Sigma-Aldrich konference mladých chemiků, biochemiků a molekulárních biologů. 22.05.2002-25.05.2002, Velké Meziříčí] R&D Projects: GA ČR GA304/00/0553; GA AV ČR IAA5052004 Keywords : Leishmania * cell cycle * microtubule Subject RIV: EB - Genetics ; Molecular Biology

  11. Development of novel highly selective phosphinic pseudopeptide inhibitors of Zn-metalloenzyme betaine: homocysteine S-methyltransferase

    Collinsová, Michaela

    2002-01-01

    Roč. 96, č. 4 (2002), s. 210-211 ISSN 0009-2770. [Sigma-Aldrich konference mladých chemiků, biochemiků a molekulárních biologů. 22.05.2002-25.05.2002, Velké Meziříčí] Institutional research plan: CEZ:AV0Z4055905 Keywords : phosphinic pseudopeptides Subject RIV: CE - Biochemistry

  12. Reaktivita N-chráněných 3-amino-1,2-epoxy-4-fenylbutanů, klíčových synthonů pro přípravu hyroxyethylaminových isosterů peptidové vazby

    Hradilek, Martin

    2002-01-01

    Roč. 96, č. 4 (2002), s. 218 ISSN 0009-2770. [ Sigma -Aldrich konference mladých chemiků, biochemiků a molekulárních biologů. 22.05.2002-25.05.2002, Velké Meziříčí] R&D Projects: GA ČR GP203/02/P095 Institutional research plan: CEZ:AV0Z4055905 Key words : hyroxyethylamine isosters Subject RIV: CE - Biochemistry

  13. Charakterizace integrasy Masonova-Pfizerova opičího viru

    Krejčík, Z.; Snášel, Jan; Rosenberg, Ivan; Ruml, T.; Pichová, Iva

    2002-01-01

    Roč. 96, č. 4 (2002), s. 223 ISSN 0009-2770. [Sigma-Aldrich konference mladých chemiků, biochemiků a molekulárních biologů. 22.05.2002-25.05.2002, Velké Meziříčí] Institutional research plan: CEZ:AV0Z4055905 Keywords : Mason-Pfizer monkey virus Subject RIV: CE - Biochemistry

  14. Pengujian Alat Konversi Ban Bekas Menjadi Bahan Bakar

    Saputra, Imron Aryadi; Arijanto, Arijanto

    2017-01-01

    Pirolisis dapat didefinisikan sebagai dekomposisi thermal material organik pada suasana inert (tanpa kehadiran oksigen) dan suhu tinggi sehingga terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Pirolisis merupakan bentuk penghematan energi karena dapat menyuling bahan bakar atau bahan kimia yang berguna dari limbah padat. Produk pirolisis berupa gas, cair dan padat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji alat konversi ban bekas menjadi bahan bakar, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada pr...

  15. Molecular Dynamics Investigated by Neutron Scattering; Etude de la Dynamique Moleculaire au Moyen de la Diffusion des Neutrons; 0418 0421 0421 041b 0415 0414 041e 0412 0410 041d 0418 0415 041c 041e 041b 0415 041a 0423 041b 042f 0420 041d 041e 0419 0414 0418 041d 0410 041c 0418 041a 0418 0421 041f 041e 041c 041e 0429 042c 042e 0420 0410 0421 0421 0415 042f 041d 0418 042f 041d 0415 0419 0422 0420 041e 041d 041e 0412 ; Estudio de la Dinamica Molecular por Dispersion Neutronica

    Janik, J. A. [Institute for Nuclear Physics, Cracow (Poland)

    1965-06-15

    }OClO{sub 4} sobre la base de experimentos de dispersion inelastica de neutrones. Los resultados obtenidos indican que la rotacion del grupo NH4 en el perclorato amonico es libre, incluso a temperaturas tan bajas como la del nitrogeno liquido. En lo que respecta al H{sub 3}OClO{sub 4}, se ha observado una vibracion torsional del grupo H{sub 3}O con una frecuencia de 497 cm{sup -1}. Por tanto, a pesar de la identidad de las redes cristalinas del NH{sub 4}CIO{sub 4} y del H{sub 3}OCIO{sub 4}, la dinamica de los grupos NH{sub 4} es diferente de la de los grupos H{sub 3}O. Los resultados se comparan con los obtenidos por espectroscopia Raman y resonancia magnetica nuclear. Por ultimo, se estudia una serie de sustancias desde el punto de vista de su dinamica molecular. (author) [Russian] Kratko rassmatrivaetsja polozhenie s voprosom o primenimosti teorii Krigera- Nel'kina i teorii Griffinga v otnoshenii gazov. Zatem na osnovanii jeksperimentov s zhidkim metanom kriticheski rassmatrivaetsja vopros o primenimosti koncepcii tenzora massy v otnoshenii molekul v kondensirovannom sostojanii. Ubeditel'nymi dovodami protiv primenenija teorii Krigera-Nel'kina v otnoshenii kondensirovannyh sostojanij javljajutsja: sdvig raspredelenija jenergii nejtronov posle rassejanija v storonu bolee vysokih jenergij i otsutstvie zavisimosti neuprugoj chasti ot ugla rassejanija. Sledujushhie razdely posvjashheny rotacionnoj dinamike ammonievyh grupp v soedinenijah ammonija. Bol'shaja chast' jeksperimental'nogo materiala rassmatrivaetsja v svjazi s galoidami ammonija, ishodja iz rezul'tatov jeksperimentov razlichnyh avtorov. Dlja nekotoryh veshhestv svoboda vrashhenija grupp NH{sub 4} poluchena na osnovanii izmerenija nejtronov, togda kak dlja nekotoryh drugih jeto vrashhenie perehodit v krutil'noe kolebanie. V jetom sluchae chastoty krutil'nyh kolebanij, poluchennye razlichnymi avtorami v rezul'tate izmerenija nejtronov, sravnivalis' s chastotami, poluchennymi s pomoshh'ju infrakrasnoj

  16. Investigation of the Dynamics Of NH{sup +}{sub 4} and H{sub 2}O Molecular Groups in Crystals; Etude de la Dynamique des Groupes Moleculaires NH{sup +}{sub 4} et H{sub 2}O dans les Cristaux; 0418 0421 0421 041b 0415 0414 041e 0412 0410 041d 0418 0415 0414 0418 041d 0410 041c 0418 041a 0418 041c 041e 041b 0415 041a 0423 041b 042f 0420 041d 042b 0425 0413 0420 0423 041f 041f NH{sup +}{sub 4} H H{sub 2}O 0412 041a 0420 0418 0421 0422 0410 041b 041b 0410 0425 ; Estudio de la Dinamica de los Grupos Moleculares NH{sup +}{sub 4} Y H{sub 2}O en Cristales

    Bajorek, A.; Machehina, T. A.; Parlin' Ski, K. [Ob' edinennyj Institut Jadernyh Issledovanij, Dubna, SSSR (Russian Federation)

    1965-06-15

    fazovymi perehodami. Nesmotrja na razlichie struktur issleduemyh veshhestv, poluchaemye spektry pri temperature zhidkogo azota okazyvajutsja pohozhimi drug na druga: kak pravilo, nabljudajutsja dva pika - pervyj v oblasti peredach jenergii 15 - 20 mjev, drugoj v oblasti 35 - 70 mjev, svjazannyj s torsionnymi kolebanijami ammonievyh ionov. Intensivnost' pikov zavisit ot struktury issleduemyh veshhestv i umen'shaetsja s uvelicheniem temperatury obrazca. Obnaruzheno, chto intensivnost' uprugoj chasti spektra pri nekotoryh fazovyh perehodah sovershaet skachok (v sluchajah NH{sub 4}I, NH{sub 4}NO{sub 3} i (NH{sub 4}){sub 2}SO{sub 4}). S uvelicheniem temperatury v NH{sub 4}Cl, NH{sub 4}Br, (NH{sub 4}){sub 2}(COO){sub 2} voznikaet dopolnitel'nyj pik, sdvinutyj v storonu men'shih jenergij ot pika zatormozhennogo vrashhenija. Spektry nejtronov, rassejannyh na kristallah, soderzhashhih kristallizacionnuju vodu, takzhe shozhi mezhdu soboj. V spektrah nabljudajutsja tri gruppy pikov, svjazannyh s opticheskimi kolebanijami i zatormozhennym vrashheniem molekul vody. (author)

  17. Molecular and Pathotype Identification of Potato Cyst Nematodes

    Mulyadi Mulyadi

    2014-07-01

    Full Text Available In Indonesia, potato cyst nematode (PCN was first reported in Bumiaji, Kota Batu, East Java by PT Syngenta and was identified as Globodera rostochiensis. Based on the surveillances, G. rostochiensis were also found in Batur, Banjarnegara, and Kejajar, Wonosobo, and Pangalengan, Bandung. In addition, in Batur, Banjarnegara, another species which was identified as G. pallida was found. The aim of this research were to identify the species of PCN using molecular method, pathotype identification, and to study the distributions of PCN especially in Java. The PCN are collected from potato planting areas in Kota Batu, East Java; Wonosobo and Banjarnegara, Central Java; and Pangalengan, Bandung, West Java. PCN were extracted and isolated from soil, and then identified by  morphological and molecular analysis. PCN were found in potato planting areas in Kota Batu, East Java; Wonosobo and Banjarnegara, Central Java; and Pangalengan, West Java. Based on the morphological characters, molecular method, and the differential host test, the PCN identified as G. rostochiensis are amplified an approximately 434 bp with pathotype Ro2.   Di Indonesia, nematoda sista kentang (NSK pertama dilaporkan di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur oleh PT Syngenta yang diidentifikasi sebagai Globodera rostochiensis. Berdasarkan hasil survei, NSK ditemukan di Batur, Banjarnegara dan Kejajar, Wonosobo, Pangalengan. Spesies G. pallida juga ditemukan Batur, Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies NSK menggunakan metode molekuler, identifikasi patotipe NSK, dan untuk mengetahui penyebaran NSK khususnya di Pulau Jawa. Sampel NSK dikumpulkan dari lahan pertanaman kentang di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur; Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah; serta Pangalengan, Bandung, Jawa Tengah. NSK diekstraksi dan diisolasi dari tanah yang selanjutnya diidentifikasi secara morfologi dan analisis molekuler. NSK yang terdapat pada lahan pertanaman kentang ditemukan di

  18. Dieta pri hiperholesterolemiji

    Čerček Vilhar, Emanuela

    2017-01-01

    Holesterol je maščobna molekula, ki v telesu opravlja mnogo funkcij. Njegova biosinteza in pot po telesu kot nepolarna molekula je izredno zapletena. Pri tem se vključuje v lipoproteine in prehaja v jetra, kjer poteka glavna pot presnavljanja ter tvorba žolčnih soli. Značilno je, da holesterol v našem organizmu izvira iz dveh virov. Eno tretjino ga zaužijemo s hrano, preostanek pa ga tvorimo sami iz predhodne molekule acetil-CoA. Ljudje se v današnjem času čedalje pogosteje srečujejo s poviša...

  19. Activation of lipase from .I.Geotrichum candidum./I. and its enantioselectivity towards xenobiotic substrates

    Kejík, Z.; Zarevúcka, Marie; Demnerová, K.

    2003-01-01

    Roč. 97, č. 5 (2003), s. 293-294 ISSN 0009-2770. [Sigma-Aldrich konference mladých chemiků, biochemiků a molekulárních biologů /3./. 04.06.2003-07.06.2003, Devět skal - Žďárské vrchy] R&D Projects: GA MŠk OC D13.10 Institutional research plan: CEZ:AV0Z4055905 Keywords : lipase * enantioselectivity Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  20. Využití axiálně chirálních karbamátů a karbonátů pro stanovení absolutní konfigurace aminů a alkoholů metodou 1H NMR

    Hartwich, Petr; Streinz, Ludvík

    2006-01-01

    Roč. 100, č. 5 (2006), s. 382-382 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých vědeckých a výzkumných pracovníků z oboru chemie, biochemie, molekulární biologie a oborů příbuzných. Konference Sigma-Aldrich /6./. 14.06.2006-17.06.2006, Devět skal] Institutional research plan: CEZ:AV0Z50070508 Keywords : 1H NMR method Subject RIV: CB - Analytical Chemistry, Separation

  1. Theoretical and Applied Aspects of Radiation D-Values for Spores of Clostridium Botulinum; Aspects Theoriques et Pratiques des Valeurs D de Rayonnement Appliquees aux Spores de Clostridium Botulinum; Teoreticheskie i prikladnye aspekty koehffitsienta izlucheniya odlya spor Clostridium Botulinum; Aspectos Teoricos y Practicos de los Valores D para Esporas del Clostridium Botulinum

    Grecz, N. [Biophysics Laboratory, Illinois Institute Of Technology, Chicago, IL (United States)

    1966-11-15

    pishhevyh produktov. Obshirnye dannye, imejushhiesja v laboratorii, pokazali, chto: 1) znachenie kojefficienta D{sub 10} opredelennogo vida zavisit ot temperatury, sredy i razmera spor i 2) sushhestvenno razlichnye znachenija kojefficienta D mogut byt' polucheny v zavisimosti ot metoda rascheta i neizvestnyh variacij v razlichnyh jeksperimentah. Jeta informacija obespechivaet osnovu dlja pereocenki koncepcii 12 x D. Pokazano, chto temperatura'vo vremja obluchenija mozhet vozdejstvovat' na kosvennye vlijanija radikalov: 1) na obrazovanie, 2) na himicheskuju reaktivnost', 3) na stepen' razrushenija i 4) na diffuziju, osobenno vo vremja perehoda sredy iz zhidkogo sostojanija v tverdoe pri temperature primerno 0 Degree-Sign S. Kombinacija jetih vlijanij v zavisimosti ot temperatury ob'jasnjaet, pochemu spory naibolee chuvstvitel'ny, kogda oni obluchajutsja pri temperature 0 Degree-Sign S, po sravneniju s bolee vysokimi ili nizkimi temperaturami. Krome ee vlijanija na radikaly, temperatura takzhe vlijaet neposredstvenno na osnovnye, misheni (DNK). Jeto zatragivaet vibracionnoe sostojanie, a takzhe i stepen' gidratacii molekul DNK. Ochevidnaja gidratacija DNK svja zana s diapazonom dejstvija kosvennyh vlijanij, kotoryj mozhet byt' vychislen dlja C.botulinum 33 A, chtoby dobavit' 30 A k radiusu DNK (10,5 A), t.e. pochti v tri raza bol'she vlijanija obluchenija. Jeto izmenenie v radiochuvstvitel'nom ob'eme otrazhaetsja sootvetstvujushhim izmeneniem v znachenii D{sub 37} ot 1,6 x 10{sup 5} rad dlja suhoj spory do 6,6 x 10{sup 4} rad dlja vlazhnoj spory. Suspenzirujushhaja sreda mozhet byt' libo okonchatel'noj dlja radikalov, tak, naprimer, bol'shinstvo produktov i mikrobiologicheskih sred javljajutsja raskisliteljami radikalov, libo ona mozhet sposobstvovat' obrazovaniju vrednyh radikalov, tak naprimer, fosfatnyj buffer obrazuet fosfatnuju kislotu, kislorod obrazuet perekisnye i pergidridnye radikaly. Izmenenie znachenij D{sub 10} otdel'nogo vida, vyzvannye razlichnymi

  2. PhaC Synthases and PHA Depolymerases: The Enzymes that Produce and Degrade Plastic

    Amro A. Amara

    2011-12-01

    Full Text Available PHAs are a group of intracellular biodegradable polymer produced by (most bacteria under unbalanced growth conditions. A series of enzymes are involved in different PHAs synthesis, however PhaC synthases are responsible for the polymerization step. PHAs are accumulated in bacterial cells from soluble to insoluble form as storage materials inside the inclusion bodies during unbalanced nutrition or to save organisms from reduces equivalents. PHAs are converted again to soluble components by another pathways and enzymes for the degradation process. PHAs depolymerases are the responsible enzymes. This review is designed to give the non-specialists a condense background about PHAs especially for researcher and students in medicinal and pharmaceutical filled. ABSTRAK: PHAs (polyhydroxyalkanoate merupakan sekumpulan polimer terbiodegradasikan intrasel yang dihasilkan oleh (kebanyakan bakteria di bawah keadaan tumbesaran tak seimbang. Satu rangkaian enzim terlibat dalam sistesis PHAs yang berbeza, namun sintesis PhaC bertanggungjawab dalam peringkat pempolimeran. PHAs dikumpulkan dalam sel bakteria dari bentuk larut dan tak larut sebagai bahan simpan di dalam jasad terangkum semasa nutrisi tak seimbang atau untuk menyelamatkan organisma daripada pengurangan tak keseimbangan. PHAs ditukarkan sekali lagi kepada komponen larut dengan cara lain dan enzim lain untuk proses degradasi. PHAs depoly-merases (enzim yang memangkin penguraian makro molekul kepada molekul yang lebih mudah merupakan enzim yang bertanggunjawab. Kajian semula ini direka untuk memberi mereka yang bukan pakar, satu ringkasan tentang PHAs terutamanya penyelidik dan penuntut dalam bidang peubatan dan farmaseutikal.

  3. MAJOR HYSTOCOMPATIBILITY COMPLEX: STRUKTUR, FUNGSI, HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DAN PEMANFAATAN DALAM RESPON IMUN

    Basundari Sri Utama

    2012-10-01

    Full Text Available Respon imun terhadap antigen asing dapat terjadi karena kemampuan dari organisme untuk membedakan "non self" dengan "self", sehingga dapat terhindar dari efek patogen dari antigen yang masuk. Hal ini terjadi karena kemampuan polimorfisme dari komponen molekul yang terdapat pada permukaan sel presentan pada saat proses respon imun terjadi. Komponen molekul tersebut disebut MHC (Major Hystocompatibility Complex pada tikus diberi kode H-2 atau HLA (Human Leucocyt Antifen pada manusia. Pengkode genetik MHC pada tikus terletak pada kromosom 17, pada manusia terletak pada kromosom 6. MHC tersebar pada hampir semua permukaan sel tubuh. Pada tikus MHC kelas 1 terdapat sel-sel yang berinti, platelet dan sel darah merah. Pada manusia terdapat pada sel-sel yang berinti dan platelet. MHC pada tikus terutama terdapat pada sel B, makrofag, sel epithel, sel limfosit T. Pada manusia terutama terdapat pada sel B dan makrofag. Fungsi MHC kelas I diantaranya adalah reaksi penolakan jaringan, stimulasi produksi antibodi, proses interaksi antigen dengan sel T. MHC kelas II diperlukan dalam proses presentasi antigen. Pengetahuan tentang MHC/HLA seseorang, dapat dipakai untuk memperkirakan risiko seseorang mendapatkan penyakit yang bersifat herediter atau kelainan imunologik. Dengan mengetahui bahwa MHC/HLA hanya dapat mengikat peptida, hal ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan reaksi alergi.

  4. Isolasi dan Identifikasi Mikroba Lipolitik dari Limbah Cair Surimi dan Rajungan

    Devi Ambarwati Oktavia

    2017-05-01

    Full Text Available Industri pengolahan hasil perikanan di sepanjang pantai Utara Jawa seperti pengalengan rajungan di Cirebon (Jawa Barat dan pengolahan surimi di Kendal (Jawa Tengah, menghasilkan air limbah yang mengandung banyak protein dan lemak. Bakteri yang hidup di limbah yang banyak mengandung protein dan lemak tersebut diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian alami bagi penanganan air limbah hasil perikanan di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan dan identifikasi bakteri lipolitik potensial sebagai bioremedian air limbah perikanan. Penapisan dilakukan terhadap 11 isolat bakteri lipolitik dari air limbah yang diambil dari industri pengalengan rajungan di Cirebon dan pengolahan surimi di Kendal dengan menggunakan media spesifik agar tributirin. Isolat bakteri lipolitik potensial ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk di sekitar koloni, yaitu sekurang-kurangnya 6 mm. Isolat bakteri potensial ini selanjutnya diidentifikasi secara molekuler berdasarkan analisis sekuen 16S-rDNA. Dari penapisan diperoleh empat isolat bakteri potensial, yaitu isolat SPB, SHj, SOr dan SKn. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat SPB dan SHj masing-masing adalah Serratia fonticola 10AdanBacillus cereus strain 103.2.2dengan kemiripan 97%, isolat SOr memiliki kemiripan 96% dengan Bacillus pumilus strain vit bac1 dan isolat SKn adalah Enterococcus pseudoavium strain L3C21K2dengan kemiripan 87%. Keempat isolat tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioremedian pada air limbah dari industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia.

  5. Elektrické charakteristiky klouzavého výboje

    Jeřábek, Martin

    2010-01-01

    Předmětem této bakalářské práce bylo seznámit se s vlastnostmi plazmatu, jeho dělením a diagnostikou. Ve fyzice a chemii se za plazma považuje ionizovaný plyn složený z iontů, elektronů (a případně neutrálních atomů a molekul), který vzniká odtržením elektronů z elektronového obalu atomů plynu, či roztržením molekul (ionizací). O plazmatu se často mluví jako o čtvrtém skupenství hmoty. Pozornost byla zaměřena na popsání různých druhů elektrického výboje, jeho vlastností a výskytu. Jeden z nej...

  6. Estery vybraných mastných kyselin a biologicky aktivních alkoholů jako možné hormonogenní látky při regulaci hmyzích škůdců

    Jurček, O.; Moravcová, J.; Wimmer, Zdeněk

    2006-01-01

    Roč. 100, č. 5 (2006), s. 387-388 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých vědeckých a výzkumných pracovníků z oboru chemie, biochemie, molekulární biologie a oborů příbuzných. Konference Sigma-Aldrich /6./. 14.06.2006-17.06.2006, Devět skal] R&D Projects: GA MŠk(CZ) OC D29.001 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : esters * hormonogen substances Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  7. Biotransformace monoterpenických směsí pomocí in vitro kultury Picea abies

    Dvořáková, M.; Valterová, Irena; Vaněk, Tomáš

    2006-01-01

    Roč. 100, č. 5 (2006), s. 380 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých vědeckých a výzkumných pracovníků z oboru chemie, biochemie, molekulární biologie a oborů příbuzných. Konference Sigma-Aldrich /6./. 14.06.2006-17.06.2006, Devět skal] R&D Projects: GA MŠk 1P04OC926.001 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : biotransformation * turpentine * in vitro culture Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  8. Analýza interakcí rodičovských genomů mezidruhového hybrida S. latifolia x S. viscosa na cytogenetické úrovni

    Marková, Michaela

    2006-01-01

    Roč. 100, č. 5 (2006), s. 395-396 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých vědeckých a výzkumných pracovníků z oborů chemie, biochemie a molekulární biologie /6./. 14.06.2006-17.06.2006, Devět skal - Žďárské vrchy] R&D Projects: GA ČR(CZ) GA521/05/2076; GA ČR(CZ) GD204/05/H505 Institutional research plan: CEZ:AV0Z50040507 Keywords : interspecific hybrid * GISH * Silene Subject RIV: BO - Biophysics

  9. Aktivitas Inhibitor Enzim Pengubah Angiotensin (ACE dan Antioksidan Peptida Kolagen dari Teripang Gama (Stichopus variegatus

    M. Habbib Khirzin

    2015-05-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu echinodermata yang memiliki kandungan protein tinggi dan sekitar 70% dari proteinnya merupakan kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibitor Angiotensin Converting Enzyme (ACE dan antioksidan dari peptida kolagen teripang Gama (Stichopus variegatus. Ekstraksi kolagen dilakukan menggunakan asam asetat 0,5 M. Peptida kolagen diperoleh melalui hidrolisis kolagen menggunakan enzim pepsin dengan konsentrasi 0,1 U/g kolagen, selama 0; 30; 60; 90; 120; 180; dan 240 menit. Aktivitas inhibitor ACE dan antioksidan peptida kolagen diuji dengan metode spektroskopi. Kolagen yang dihasilkan memiliki rendemen 16,40% dengan berat molekul 130,33 kDa. Aktivitas inhibitor ACE tertinggi dihasilkan dari proses hidrolisis selama 180 menit dengan penghambatan sebesar 82,31%, sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh peptida kolagen dari hidrolisis kolagen selama 120 menit dengan nilai IC50 1,9 mg/ml.

  10. Syntéza modifikovaných nukleozidov a oligonukleotidov nesúcich bipyridínové alebo fenantrolínové ligandy

    Vrábel, Milan; Hocek, Michal

    2006-01-01

    Roč. 100, č. 5 (2006), s. 411 ISSN 0009-2770. [Mezioborové setkání mladých vědeckých a výzkumných pracovníků z oboru chemie, biochemie, molekulární biologie a oborů příbuzných. Konference Sigma-Aldrich /6./. 14.06.2006-17.06.2006, Devět skal] R&D Projects: GA ČR(CZ) GA203/03/0035 Institutional research plan: CEZ:AV0Z40550506 Keywords : oligonucleotides * electrochemistry * cross coupling reactions Subject RIV: CC - Organic Chemistry

  11. STUDI BIODEGRADASI POLI HIDROKSI BUTIRAT DALAM MEDIA CAIR (Biodegradation of Poly Hydroxy Butyrate in Liquid Medium

    Eka Sari

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Poli hidroksi butirat (PHS termasuk dalam golongan bioplastik. Plastik jenis ini diharapkan dapat menjadi plastik altematif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sintetis yang bersifat sangat suI it terdegradasi. Penelitian ini bertujuan menguji potensi biodegradabilitas PHS komersial dalam media cair dengan menggunakan lumpur aktif dan unit pengolahan limbah pabrik plastik sintetik. Identifikasi proses degradasi dilakukan dengan cara mengamati perubahan karakteristik PHS yang meliputi perubahan visual, perubahan morfologi permukaan, penurunan berat, perubahan kristalinitas, dan perubahan berat molekul selama 15 pekan inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan PHS se1ama proses degradasi dapat dilihat secara visual. Disamping itu, morfologi permukaan mengalami perubahan signifikan. Adapun penurunan berat, kristalinitas, dan berat molekul berturut-turut mencapai 22,91 %,57.44 %, dan 29,52 %.   ABSTRACT  Poly hidroxy butyrate (PHB is a member of bioplastic group. This type of plastic is expected to be alternative plastic which is environmently friendly to replace synthetic plastic that is known to be very difficult to degrade. This research aims to test the biodegradability of commercial PHB in liquid mediums used activated sludge from waste water treatment plant in plastic synthetic factory. Identification of biodegradation process  was done by monitoring the changes of PHB characteristics including visual change, surface morphology change, reduction of weight, reduction of crystallinity, and reduction of molecular weight during 15 weeks incubation. The result shows that  the damage of PHB sample during biodegradation could be seen visually and liquid medium show the existence of change which can be seen visually and the surface morphology of PHB changed significantly. Weight reduction, crystallinity  reduction, and molecular  weight reduction  revealed of 22.91%, 57.44%, and 29.52% respectively.

  12. Isolation and Analytical Characterization of Local Malaysian Leech Saliva

    Mohamed Alaama

    2011-12-01

    Full Text Available Leech saliva contains biologically active compounds that are mainly proteins and peptides. In this study a modified and smooth extraction method of saliva was used without leeches' scarification. UV and Bradford Assay protein methods showed that the saliva extract contains high concentrations of proteins. RP-HPLC chromatogram revealed that more than 30 different peaks were observed in leech saliva extract. Gel electrophoresis revealed the existence of proteins and peptides with different molecular weights. The gel showed up to 25 different bands. Comparison of gel electrophoresis data with protein database revealed the closeness of four molecular weights to known proteins from Hirudinaria leech family. Other proteins detected by gel electrophoresis may be related to completely new biologically active proteins and peptides in the saliva extract or to a modification (isoforms of the existing ones or finally to a mixture of both.ABSTRAK: Air liur pacat secara biologinya mengandungi sebahagian besar campuran aktif protein dan peptida. Dalam kajian ini, kaedah pengestrakan air liur pacat yang telah diubah suai digunakan tanpa perlu membunuh pacat. Kaedah protein Cerakin UV dan Bradford menunjukkan air liur pacat yang diekstrak mengandungi konsentrasi protein yang tinggi. Kromatogram RP-HPLC memperlihatkan lebih daripada 30 puncak berbeza diperolehi semasa air liur pacat diekstrak. Gel elektroforesis memperlihatkan kewujudan protein dan peptida dengan berat molekul yang berbeza. Gel menunjukkan hingga 25 jalur yang berbeza. Perbandingan data menggunakan gel elektroforesis seiring dengan pangkalan data protein memperlihatkan persamaan empat berat molekul, dengan protein yang yang dikenali daripada keluarga pacat Hirudinaria. Jenis protein lain yang dikesan dengan menggunakan gel elektrofosis mungkin juga berkait secara biologinya dengan protein dan peptida aktif yang baru, dalam ekstrak air liur atau pengubahsuaian (beberapa jenis yang berbeza daripada

  13. Distribution of class ii major histocompatibility complex antigenexpressing cells in human dental pulp with carious lesions

    Tetiana Haniastuti

    2012-09-01

    antigen-antigen permukaan sel. Sel-sel yang mengekspresikan molekul-molekul ini berpartisipasi dalam pengenalan awal substansi-substansi antigenik untuk selanjutnya diproses dan dipresentasikan pada permukaan sel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan distribusi sel-sel yang mengekspresikan molekul MHC kelas II pada pulpa gigi manusia dengan meningkatnya keparahan karies. Metode: Penelitian ini menggunakan 15 gigi molar ketiga yang mengalami karies pada permukaan oklusal dengan berbagai tingkat kedalaman dan 5 gigi molar ketiga normal (tidak mengalami karies. Sebelum didekalsifikasi dengan larutan EDTA 10% (pH 7,4, seluruh sampel diamati dengan menggunakan micro-computed tomography untuk mengetahui kedalaman lesi karies secara tiga dimensi. Spesimen kemudian diproses untuk dilakukan cryosection dan dilakukan immunohistokimia dengan menggunakan monoklonal antibodi anti MHC kelas II. Hasil: Ekspresi MHC kelas II oleh sel-sel pada ruang pulpa dijumpai disemua spesimen baik pada kondisi normal maupun karies. Pada gigi normal, sel-sel yang mengekspresikan MHC kelas II terletak terutama pada tepi pulpa. Pada gigi-geligi yang mengalami karies, agregasi sel-sel yang mengekspresikan MHC kelas II terutama terletak di bawah lesi karies. Semakin dalam lesi karies, jumlah sel-sel yang mengekspresikan MHC kelas II semakin meningkat. Kesimpulan: Kedalaman lesi karies berpengaruh terhadap distribusi sel-sel yang mengekspresikan MHC kelas II pada pulpa.

  14. PENGUKURAN SIFAT POLARISASI BERBAGAI MINYAK NABATI MENGGUNAKAN LAMPU IR DAN LASER HE-NE

    U Kaltsum

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat polarisasi berbagai minyak nabati (minyak sawit, minyak kedelai, minyak zaitun, VCO, minyak curah, dan jelantah dengan variasi keadaan baru dan kadaluwarsa, menggunakan lampu IR dan laser He-Ne. Pengujian dilakukan dengan menempatkan minyak nabati diantara polarisator dan analisator. Hasil penelitian pada kedua sumber cahaya menunjukkan pola yang hampir sama. Minyak zaitun dan VCO memiliki perubahan sudut polarisasi alami kecil, sedangkan minyak sawit, kedelai, jelantah, dan curah memiliki perubahan sudut polarisasi alami besar. Besarnya perubahan sudut polarisasi minyak kadaluwarsa lebih besar dibanding minyak baru. Perubahan sudut polarisasi sebanding dengan jumlah radikal bebas (ALB, peroksida dan molekul asimetri (asam lemak jenuh, molekul rantai panjang. Meskipun pola yang dihasilkan oleh kedua sumber cahaya sama, namun lampu IR memberikan nilai perubahan sudut polarisasi yang lebih tinggi dari laser He-Ne. Hal ini dimungkinkan karena daya lampu IR lebih besar dari He-Ne, sehingga energi yang dihasilkan lampu IR lebih tinggi dan perubahan sudut polarisasinya lebih besar. This research based on previous research that using IR lamp (250 watt and He-Ne laser (1 mW on a mixture of palm oil and animal oil. Both of light source were used again to measure polarization properties of various vegetable oils (palm oil, soybean oil, olive oil, VCO, rainfall oil and used cooking oil with a variety of new and expired. The tools used were a set polarization, IR lamp, He-Ne laser, and power supply. The experiment was done by placing vegetable oil between the polarizer and analyzers. The result showed both of light sources had similar pattern; polarization changes of olive oil and the VCO were small, while polarization changes of palm oil, soybean oil, used cooking oil, and rainfall were high. Polarization change of expired oil was higher than new oil. The value of polarization change was proportional to free

  15. STATE OF THE ART IN PROTEOMICS FOR CANCER DETECTION

    Syafrizayanti Syafrizayanti

    2014-12-01

    Full Text Available The earliest stages of cancer detection determine the successful of cancer treatment andtherapy. The existing cancer test or detection methods have been routinely used, but they arelack of sensitivity and specificity that are needed to avoid false positive or negative results. Thegenomic basedtechniques have been applied, although molecular understandings of cancerfar from complete, but few genomic platforms are becoming routine. Application of proteomicsbasedtechniques provide intriguing outcome, which is cancer detection at their earliest stages.Proteomics have exposed a new perspective into the phases of tumorigenesis and depictedmore detailed molecular network scheme, which made important contributions in the discoveryof biomarker of early diagnosis, prognosis and prediction outcome of cancer therapies.The noticeable proteomic platforms to achieve these goals are protein microarray, tissuemicroarray, mass spectrometry-based proteomic, and two-dimensionalgel electrophoresis (2-DE. The application of these techniques will be overviewed, providing a general review ofcurrent proteomic methods in cancer detection and subsequently improvement in prognosisand prediction of cancer therapies.Keywords: proteomics, protein microarrays, mass spectrometry, cancer biomarkerAbstrakDeteksi dini kanker sangat menentukan keberhasilan penanganan dan terapi kanker. Hinggasaat ini, telah banyak jenis metoda deteksi dan uji kanker yang sudah rutin digunakan, akantetapi metoda-metoda tersebut memiliki tingkat sensitifitas dan spesifikasi yang rendah,sehingga sering menyebabkan terjadi kesalahan hasil uji baik secara positif ataupun negatif.Bidang genomik telah banyak digunakan untuk lebih memahami kanker pada level molekuler,meskipun hasil yang diperoleh belum mendalam, akan tetapi beberapa metoda berbasiskangenomik telah mulai rutin digunakan. Bidang pioteomik mulai banyak diaplikasikan untukkeperluan deteksi kankersedini mungkin. Proteomik memberikan perspektif

  16. Potato Cyst Nematode in East Java: Newly Infected Areas and Identification

    Happy Cahya Nugrahana

    2017-12-01

    penanaman kentang di Jawa Timur, yaitu Batu, Magetan, Probolinggo, dan Pasuruan yang terletak antara 1.205 sampai 2.063 m di atas permukaan laut. Ekstraksi dan isolasi sista NSK dari sampel tanah dilakukan dengan metode Baunacke, dan dilanjutkan dengan identifikasi secara morfologi dan molekuler menurut Baldwin dan Mundo-Ocampo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSK ditemukan di semua lokasi pengambilan sampel, yaitu Batu (Sumber Brantas, Jurang Kuali, Tunggangan, Junggo, Brakseng; Magetan (Dadi, Sarangan, Singolangu; Probolinggo (Tukul, Pandansari, Ledokombo, Sumberanom, Wonokerto, Ngadas, Pasuruan (Wonokerto, Tosari, Ledoksari, Ngadiwono. Magetan dan Pasuruan tercatat sebagai daerah sebaran baru di Jawa Timur. Hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan di semua lokasi adalah Globodera rostochiensis.

  17. The role of Actinobacillus actinomycetemcomitans fimbrial adhesin on MMP-8 activity in aggressive periodontitis pathogenesis

    Rini Devijanti Ridwan

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Actinobacillus actinomycetemcomitans (A. actinomycetemcomitans is Gram negative and a major bacterial agent associated with aggressive periodontitis in young adult, this bacteria was an important factor in pathogenesis of aggressive periodontitis. A. actinomycetemcomitans possesses fimbriae with an adhesin protein that was the first bacterial molecules to make physical contact with host. Purpose: The objective of this research was to analyzed the influence of A. actinomycetemcomitans fimbrial adhesin protein induction on MMP-8 activity. Methods: The research was an experimental laboratory study, the step in this study were isolation and identification A. actinomycetemcomitans, characterize A. actinomycetemcomitans adhesin and study the role of A. actinomycetemcomitans adhesin in Wistar rats. Results: The result of this research on the role of adhesin in Wistar rats after analysis with Analysis of Variance (ANOVA showed significant differences in the control group with group induction with A. actinomycetemcomitans, A. actinomycetemcomitans plus adhesin and adhesin. MMP-8 activity increased with induction A. actinomycetemcomitans and 24 kDa A. actinomycetemcomitans adhesin. This fimbrial adhesin protein showed that A. actinomycetemcomitans has the ability to adhesion, colonization and invasion for host in aggressive periodontitis pathogenesis. Conclusion: A. actinomycetemcomitans fimbrial adhesin protein induction increasing MMP-8 activity for aggressive periodontitis pathogenesis.Latar belakang: A. actinomycetemcomitans merupakan salah satu bakteri Gram negatif yang terkait dengan periodontitis agresif yang menyerang penderita usia muda dan merupakan faktor penting dalam patogenesis periodontitis agresif. A. actimycetemcomitans mempunyai fimbriae dengan protein adhesin yang merupakan molekul pertama dari bakteri untuk melakukan kontak fisik dengan host. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh induksi adhesin A

  18. Variasi Genetik Trenggiling Sitaan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Berdasarkan Control Region DNA Mitokndria (GENETIC VARIATION ON CONFISCATED PANGOLIN OF SUMATRA, JAWA, AND KALIMANTAN BASED ON CONTROL REGION MITOCHONDRIAL DNA

    Wirdateti Wirdateti

    2017-06-01

    Full Text Available High levels of illegal trading on Java pangolin (Manis javanica, Desmarest. 1822 for the basic ingredient of Traditional Chinese Medicine have caused sharp decline in its wild population. The purposes of this study were to assess the level of quality and genetic diversity, and to identify the origin of the confiscated individuals by molecular analysis. The original species used as a control were obtained from known areas in Java, Kalimantan, and Sumatera. Molecular analysis was carried out using non-coding region control region (D-loop of mitochondrial DNA (mtDNA. The results of phylogenic tree analysis showed that 44 confiscated pangolins were from Kalimantan (24 individuals, from Sumatra (seven individuals, and from Java (13 individuals. As many as 19 haplotypes were found on the basis of their base substitutions consisting of nine from Kalimantan, seven from Java and three from Sumatra. Average genetic distance (d between those from Kalimantan-Java was d = 0.0121 ± 0.0031; those from Borneo-Sumatra was d =0.0123 ± 0.0038 and those from Sumatra-Java was d = 0.0075 ± 0.038, respectively. Overall genetic distance between populations was d = 0.0148 ± 0.0035, with the nucleotide diversity (ð of 0.0146. These results indicate that over 50% of pangolins seized came from Kaimantan, and Kalimantan populations show a separate group with Java and Sumatra with boostrap 98%. ABSTRAK Tingginya tingkat perburuan trenggiling (Manis javanica; Desmarest 1822 Indonesia untuk diperdagangkan secara illegal sebagai bahan dasar obat terutama di China, menyebabkan terjadinya penurunan populasi di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kualitas dan keragaman genetik trenggiling serta mengetahui asal usul satwa sitaan berdasarkan analisis molekuler. Sebagai kontrol asal usul trenggiling sitaan digunakan sampel alam berdasarkan sebaran populasi yang diketahui pasti yang berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Analisis molekuler menggunakan

  19. Karakteristik Life Time dan Efisiensi Modul Surya Berbasis Pewarna Menggunakan Interkoneksi Seri

    Iqbal Febriana

    2016-06-01

    Full Text Available Sel surya berbasis pewarna atau yang dikenal dengan dye-sensitized solar cell (DSSC merupakan sel surya generasi baru yang bekerja berdasarkan photoelectrochemical. Proses absorpsi cahaya dilakukan oleh molekul pewarna (dye dan proses pemisahan muatan oleh bahan semikonduktor anorganik (dalam penelitian ini digunakan TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan pabrikasi modul surya menggunakan lapisan partikel nano TiO2 (non-scattering dan menggunakan campuran lapisan partikel nano TiO2 dengan lapisan partikel sub-mikron TiO2 (scattering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu hidup (life time dan efisiensi modul surya dengan bahan yang berbeda. Pabrikasi modul surya ini menggunakan teknik screen printing. Karakteristik life time diperoleh dari hasil pengukuran I-V yang dilakukan secara manual menggunakan lampu LED 15 Watt dengan intensitas 40 mW/cm2 . Pengujian life time dilakukan selama 500 jam, dan hasilnya menunjukkan bahwa modul surya dengan lapisan scattering dapat mempengaruhi karakteristik life time namun efisiensi yang didapatkan kurang baik yaitu sebesar 0,31% sedangkan modul surya dengan lapisan non-scattering menunjukkan efisiensi yang baik yaitu sebesar 1,83% namun karakteristik life time yang kurang baik.

  20. BIOPHOTOVOLTAIC TIPE-N DAN TIPE-P DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT JERUK DARI ACEH

    Luthviyah Choirotul Muhimah

    2017-11-01

    Full Text Available Sel surya berpewarna tersensitisasi atau dikenal dengan dye-sensitized solar cell (DSSC dengan menggunakan semikonduktor tipe-n dan tipe-p serta ekstrak jeruk Mentui (khas Aceh sebagai biomolekul pewarna sensitisasi (dye telah difabrikasi dan dikarakterisasi. Sebagai pembanding, ekstrak jeruk nipis dan jeruk purut juga digunakan. Ekstrak jeruk mentui berdasarkan spektrum inframerah mengandung berbagai macam karotenoid dan flavonoid seperti beta karoten, hesperidin, lutein, naringin, quersetin, tangeretin, dan zeaxanthin. Karakteristik optik ekstrak jeruk Mentui juga menunjukkan nilai absorptivitas molar yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk pembuatan DSSC. Hasil pengujian arus-tegangan menunjukkan hasil bahwa penggunaan ekstrak jeruk Mentui pada semikonduktor tipe-n mampu menghasilkan efisiensi yang lebih besar daripada semikonduktor tipe-p. Adapun tegangan rangkaian terbuka (VOC dan faktor pengisian (fill factor, FF relatif sama untuk semua jenis ekstrak jeruk yaitu VOC ~ 0.340 V dan FF ~ 0.4. Rapat arus pada rangkaian singkat terbesar (Jsc = 1.21 mA·cm-2 dihasilkan DSSC dengan molekul pewarna ekstrak jeruk mentui.

  1. TRANSFEKSI MERUPAKAN METODE TEKNOLOGI TRANSGENIK PENYISIPAN GREEN FLOURESCENT PROTEIN TERHADAP IKAN WILD BETTA

    Eni Kusrini

    2015-06-01

    Full Text Available Teknik transfer gen banyak dikembangkan untuk mengintroduksi molekul DNA ke dalam embrio. Keberhasilan transfer gen menggunakan metode transfeksi ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain pemilihan larutan transfeksi yang sesuai dengan mempertimbangkan kesediaan secara komersial, mudah diaplikasikan, keberhasilan tinggi, dan tidak bersifat toksik terhadap embrio. Studi awal untuk mengetahui keberhasilan transfer gen terhadap embrio ikan wild betta digunakan Green Fluorescent Protein (GFP dan juga dapat digunakan sebagai model terhadap ikan betta. GFP merupakan gen yang mengkodekan protein dan memiliki sifat berpendar hijau. Induk jantan dan betina dipijahkan dengan perbandingan 1:1 pada wadah baskom dengan ketinggian air ± 14 cm serta diberikan substrat. Transfeksi dilakukan pada embrio fase pembelahan 2 sel. Larutan transfeksi dibuat dari campuran DNA plasmid pada media NaCl 0.9% hingga mencapai konsentrasi akhir 100 μL media (campuran transfast + DNA + NaCl. Aktivitas gen ini dapat divisualisasikan dengan menggunakan sinar ultra violet. Keberhasilan dari teknik transfer gen tersebut dibuktikan dengan adanya ekspresi gen atau deteksi DNA gen GFP yang dimasukkan. Ekspresi hasil korporasi DNA ke dalam telur melalui transfeksi pada wild betta dan keberhasilan transfer gen GFP dapat dibuktikan dengan analisis PCR. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menguraikan tentang metode transfeksi yang efektif untuk teknologi transfer gen terhadap ikan wild betta.

  2. PROFIL PROTEIN HIPOFISA SAPI PERAH PERANAKAN FRIES HOLLAND (PFH BETINA FASE FOLIKULER DAN LUTEA

    Nurul Isnaini

    2012-04-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui profil protein hipofisa sapi perah PFH betina fase folikuler dan fase luteal dengan menggunakan metode SDS-PAGE. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan pengujian jenis protein tertentu yang terdapat dalam hipofisa sapi perah PFH.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipofisa sapi perah PFH betina Fase Folikuler dan Fase Luteal. Sampel hipofisa didapatkan dari Rumah Potong Hewan (RPH Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dimana sampel hipofisa sapi perah PFH fase folikuler dan fase luteal dilakukan isolasi protein, dan ditentukan Berat Molekul (BM proteinnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil protein hipofisa fase folikuler dan fase luteal sapi perah PFH memiliki perbedaan. Pada hipofisa fase folikuler memiliki 12 pita protein, yaitu 163; 112,3; 101,3; 85,8; 80,6; 71,2; 53,3; 45,2; 39,9; 32,4; 29,8; dan 24,8 kDa. Pada hipofisa fase luteal memiliki 12 pita protein, yaitu 163; 112,3; 101,3; 85,8; 71,2; 60,3; 53,3; 45,2; 39,9; 32,4; 29,8; dan 24,8 kDa. Pita protein yang membedakan adalah pita dengan berat molekul 80,6 kDa hanya terdapat pada hipofisa fase folikuler, dan pita dengan berat molekul 60,3 kDa hanya terdapat pada hipofisa fase luteal. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan profil protein yang dihasilkan pada hipofisa fase folikuler dengan hipofisa fase luteal. Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan yaitu uji immunoblothing atau westernblothing (WB untuk memastikan keberadaan  protein-protein tertentu.   Kata kunci: Hipofisa, folikuler, luteal, berat molekul protein. HIPOPHISIS PROTEIN PROFILE OF CROSSBREED FRIESH HOLLAND DAIRY CATTLE IN FOLLICULAR AND LUTEAL PHASE   ABSTRACT   The aim of this research was to identification of

  3. Metode Transfer Asam Nukleat sebagai Dasar Terapi Gen

    Novi Silvia Hardiany

    2017-01-01

    Full Text Available Kemajuan ilmu biologi molekuler memberikan manfaat dalam bidang kedokteran untuk mengembangkanterapi gen. Tujuan terapi gen adalah untuk memperbaiki kerusakan gen atau mengganti gen yang rusakdengan gen yang normal. Pemindahan gen dilakukan dengan teknik transfeksi. Transfeksi merupakanproses pemindahan asam nukleat baik menggunakan vektor virus (transduksi atau menggunakan metodenonviral yaitu zat kimia, lipid dan metode fisik. Vektor virus yang digunakan pada transduksi adalahretrovirus, adenovirus, adeno-associated virus (AAV dan herpes simplex virus (HSV. Keberhasilantransfeksi ditentukan oleh berbagai faktor yang dapat dapat dinilai dengan menggunakan reporter sepertigreen fluorescence protein (GFP. Kata Kunci: terapi gen, transfeksi non viral, transduksi, vektor virus   Methods of Nucleic Acid Transfer as Basic Gene Therapy Abstract The advancement of molecular biology provides benefit in the field of medicine to develop genetherapy. The aim of gene therapy is to repair the genetic damage or to replace damaged gene with thenormal gene. Delivery of gene is carried out by transfection technique, a technique to transfer nucleic acidinto eukaryote cells either using viral vectors (known as transduction, and also using non viral methodsuch as chemical substance, lipid and physical method. Some of the viral vectors used in the transductionare retrovirus, adenovirus, Adeno-associated virus (AAV and Herpes Simplex Virus (HSV. The success oftransfection is determined by various factors which can be assessed using several reporters such as GreenFluorescence Protein (GFP. Key words: gene therapy, non viral transfection, transduction, viral vector. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

  4. Biodegradation of gas-to-liquids synthetic diesel, biodiesel and their blends

    Randal M.C. Albertus

    2015-02-01

    Full Text Available Volhoubare en hernubare alternatiewe vir petroleumbrandstowwe word ondersoek vanweë die toenemende aanvraag na brandstof in die vervoerbedryf. Sintetiese brandstowwe soos diesel word van natuurlike gas en steenkool geproduseer, via die Fischer-Tropschsinteseproses. Biodiesel kan ’n aantreklike alternatief vir petroleumgebaseerde diesel wees omdat die fisiese eienskappe daarvan soortgelyk is aan dié van petrodiesel en dit vervoer en gestoor kan word deur van bestaande infrastruktuur gebruik te maak. Die biodegradeerbaarheid van sintetiese diesel en biodieselmengsels is ondersoek deur van respirometrie gebruik te maak. Die doel was om vas te stel of biodiesel die biodegradeerbaarheid van die mengsels kan bevorder in vergelyking met sintetiese petrodiesel. Bykomend is ’n model ontwikkel om die biodegradeerbaarheid van die diesel en diesel-/biodieselmengsels te voorspel deur benutting van die molekulȇre samestelling van die brandstowwe en die BIOWIN V.4.10, EPISuite-voorspellingsagteware. Die byvoeging van biodiesel tot sintetiese diesel het die biodegradeerbaarheid van die mengsels bevorder. Die byvoeging van minder as 1% biodiesel het die biodegraderingsklassifikasie vanaf inherent biodegradeerbaar tot geredelik biodegradeerbaar verbeter. Die byvoeging van biodiesel tot petroleumgebaseerde diesel kan gebruik word om die ontwikkeling van hernubare alternatiewe aan te moedig, aangesien die mengsels beter biodegradeer as petroleumdiesel. Die voordele van biodiesel om die remediëring van koolwaterstofkontaminasie te bevorder, is ook bevestig.

  5. INTRODUKSI GEN METALLOTHIONEIN TIPE II KE DALAM RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens

    Ulia Fajriah

    2014-12-01

    Full Text Available Kappaphycus alvarezii adalah jenis alga merah yang memproduksi kappa karagenan yang sangat penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk meningkatkan produksi, diperlukan ketersediaan bahan baku yang baik. Salah satu yang memengaruhi ketersediaan bahan baku adalah kondisi ingkungan perairan untuk budidaya. Metallothionein (MT adalah protein yang memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam seperti Cd, Zn, dan Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintroduksi gen Metallothionein Tipe II (MaMt2 ke dalam genom K. alvarezii menggunakan Agrobacterium tumefaciens. Talus rumput laut diinokulasi dengan A. tumefaciens mengandung plasmid pIG6-SMt2 yang membawa gen MaMt2, selanjutnya dilakukan seleksi bertingkat menggunakan higromisin 10 mg/L dan 20 mg/L. Hasil efisiensi transformasi yang diperoleh adalah 27,4%, efisiensi regenerasi tunas transgenik adalah 27,6%. Analisis molekuler dengan PCR menunjukkan bahwa 13 tunas transgenik mengandung gen MaMt2. Tunas transgenik putatif ditumbuhkan hingga menjadi talus baru dan dapat dilakukan uji tantang pada penelitian selanjutnya.

  6. Isolasi dan Karakterisasi Parsial Kolagen dari Teripang Gamma (Stichopus variegatus

    Yusro Nuri Fawzya

    2016-06-01

    Full Text Available Isolasi dan karakterisasi parsial kolagen dari teripang gamma (Stichopus variegatus telah dilakukan. Isolasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi, ekstraksi dan isolasi. Tahap preparasi meliputi tahapan penyiangan, pencucian dan perendaman dalam akuades, dalam alkohol, dalam larutan Tris-HCl dan etilenadiaminatetraasetat  (EDTA dan perendaman dalam larutan natrium hidroksida (NaOH. Ekstraksi dilakukan dengan perendaman asam asetat 0,5M. Isolasi dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan NaCl dilanjutkan proses dialisis. Isolat kolagen teripang gamma yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 16,40% (bobot kering, nilai pH 6,08 dan derajat putih 77,02%. Gugus fungsi kolagen terdiri dari amida A (3412 cm-1, B (2929 cm-1, I (1654 cm-1, II (1554 cm-1, dan III (1239 cm-1. Asam amino utama penyusun kolagen yaitu glisin, prolin, dan alanin, masing-masing sebesar 16,88%; 6,71%; dan 6,42%. Kolagen yang dihasilkan merupakan kolagen tipe I, diduga terdiri dari 3 rantai a1 yang homolog dengan berat molekul 130,33 kDa.

  7. FRAKSINASI ENZIM LIPASE DARI ENDOSPERM KELAPA DENGAN METODE SALTING OUT (Lipase fractionation of Coconut Endosperm by Salting out Method

    Moh. Su'i

    2014-02-01

    Full Text Available This research learns about fractionation of lipases activity from coconut endosperm by using ammonium sulphate of 0–15%; 15-30 %, 30–45 %, 45–60 %, 60–75 % and 75–90 %. The results showed that the fractions of 0–15% ; 30–45 %, 45–60 % and 60–75 % have lipase activity. Meanwhile, the highest activity was fractions of 60-75%. fractions of 15-30% and 75-90%  have no lipase enzym activity. Molecule weigh of lipase enzyme was 72 kDa. Keywords: Lipases, endosperm, coconut, fractionation, ammonium sulphate   ABSTRAK Penelitian ini mempelajari fraksinasi enzim lipase dari endosperm kelapa menggunakan ammonium sulfat. fraksinasi dilakukan dengan variasi konsentrasi ammonium sulfat 0–15% ; 15-30%; 30–45 %, 45–60 %, 60–75 % dan 75–90 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim lipase terdapat pada fraksi 0–15% ; 30–45 %, 45–60 % dan fraksi 60–75 % dengan aktivitas enzim tertinggi pada fraksi 60-75%. Sedangkan fraksi 15-30% dan 75-90% tidak ada enzim lipase. Berat molekul enzim lipase pada semua fraksi 72 kDa. Kata kunci: Lipase, endosperm, fraksinasi, ammonium sulfat

  8. TOKSISITAS PROTEIN 89 kDa PRODUK EKSTRASELULER Streptococcus agalactiae PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Amrullah Amrullah

    2015-09-01

    Full Text Available Identifikasi protein toksin yang bersifat antigenik dari produk ekstraselular (ECP crude Streptococcus agalactiae penting dilakukan untuk pengembangan vaksin protein toksoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas protein dengan berat molekul 89 kDa dari ECP Streptococcus agalactiae hasil fraksinasi dengan SDS-PAGE (ECPP89. Ikan nila dengan bobot sekitar 25 g masing-masing diinjeksi secara intraperitonial dengan protein ECPP89 dosis 1, 2, 4, 8, dan 16 μg/mL/ekor ikan (secara berturut-turut diberi kode ECPP89-1, ECPP89-2, ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16. Sebagai kontrol positif ikan diinjeksi dengan bakteri utuh S. agalactiae 1 x 104 cfu/mL (WCB dan ECP crude S. agalactiae (ECPC, sementara kontrol negatif ikan diinjeksi larutan PBS. Ikan dipelihara selama 15 hari dengan kepadatan 10 ekor (70 L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang diinjeksi dengan ECPP89 mengalami gejala seperti perubahan morfologi, perubahan nafsu makan, dan perubahan renang ikan. Mortalitas pada perlakuan ECPP89 secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC, namun lebih rendah (p<0,05 dibandingkan dengan WCB. Mortalitas ikan pada perlakuan ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16 tidak berbeda tetapi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC dan dua dosis perlakuan ECPP89 lainnya (p<0,05. Ikan kontrol negatif tidak mengalami kematian maupun perubahan klinis. Hasil ini menunjukkan bahwa ECPP89 merupakan protein toksin dari ECP S. agalactiae.

  9. Kvasinky v procesu výroby vína

    Horká, Daniela

    2016-01-01

    Tato bakalářská práce se zabývá sledováním vlivu kvasinek na proces výroby vína a na jeho konečné vlastnosti. Byla provedena izolace a identifikace kvasinek ve vzorku moštu odrůdy Veltlínské zelené s využitím základních mikrobiologických operací a molekulárně-biologické metody založené na PCR – RFLP. V další části práce bylo provedeno sledování chemických změn v kvasícím moštu odrůdy Hibernal pomocí spektrofotometrických metod. Měřenými parametry bylo pH a celková antioxidační aktivita kvasíc...

  10. HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DENGAN KEBERADAAN GEN TAHAN PENYAKIT MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX (MHC PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2016-04-01

    Full Text Available Wabah penyakit koi herpes virus (KHV di Indonesia yang terjadi sejak tahun 2002 merupakan salah satu faktor yang memicu kemerosotan produksi ikan mas budidaya. Pembentukan strain unggul ikan mas tahan KHV dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Pemilihan genotip ikan mas tahan KHV dengan marka molekuler gen major histocompatibility complex class II (MHC-II, khususnya pada alel Cyca DAB 1*05 akan membantu dalam kegiatan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen MHC-II pada populasi dasar G0 ikan mas strain Rajadanu dan hubungannya dengan pertumbuhan (bobot. Metode deteksi keberadaan gen MHC-II pada dua kelompok ikan dengan ukuran berbeda dilakukan dengan teknik PCR. Hubungan antara pertumbuhan ikan mas dengan persentase kemunculan gen MHC-II dianalisis dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences, sehingga diperoleh korelasi di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan dengan persentase keberadaan gen MHC-II berkorelasi negatif dengan nilai R = -0,742. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin cepat pertumbuhan populasi ikan mas maka semakin sedikit persentase individu yang mempunyai gen MHC-II pada setiap populasi ikan mas. Sehingga populasi ikan mas yang pertumbuhannya lambat memiliki tingkat persentase positif MHC-II lebih tinggi (85,71%-100% dibandingkan populasi ikan mas yang pertumbuhannya cepat (42,86%-85,71%.

  11. Effect of Temperature towards RNA Concentration: Quantitative Investigation with Spectrophotometer

    Feby Fariska Savira

    2016-06-01

    Full Text Available Ribonucleic acid (RNA is a thermodynamically unstable molecule. The way RNA samples are preserved is critical to maintain maximum yield and quality, therefore it is useful for molecular analysis such as real time- PCR. There are many contradictions and variations regarding the temperature for RNA storage. The aim of this study is to find the ideal temperature to store RNA among -80o C, -20o C and 4oC by determining changes in RNA concentration over two weeks of storage time. The liver of eight rats was divided into three groups, weighing from 25-26 μg. Samples were homogenized, isolated and stored in -80oC, -20oC and 4oC freezers. Absorbance was measured with spectrophotometry at 260 and 280 nm to determine the concentration of RNA. There was no significant difference in the concentration of RNA samples stored in all temperatures after two weeks, both experimentally and statistically (Kruskal-Wallis, -80oC p=0.949; -20oC p=0.885; 4oC p=0.935. In conclusion, RNA can be stored in -80oC, -20oC and 4oC for two weeks without quantity reduction. Longer duration of study and RNA quality analysis is recommended to check for RNA degradation. Keywords: RNA, temperature, concentration, storage, spectrophotometry Efek Suhu terhadap Konsentrasi RNA: Investigasi Kuantitatif dengan Spektrofotometer Abstrak Ribonucleic acid (RNA adalah molekul yang tidak stabil secara termodinamik. Cara penyimpanan RNA sangat kritis untuk menjaga kuantitas dan kualitasnya agar dapat digunakan untuk analisis molekuler seperti real time-PCR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu ideal penyimpanan RNA di antara -80oC, -20oC dan 4oC dengan melihat perubahan pada konsentrasi RNA selama dua minggu masa penyimpanan. Delapan hati tikus dibagi menjadi tiga kelompok dengan berat sampel 25-26 μg. Sampel hati dihomogenisasi dan diisolasi, lalu disimpan pada suhu -80oC, -20oC and 4oC. Absorbansi diukur dengan spektrofotometri pada gelombang cahaya 260 dan 280 nm untuk mendapatkan

  12. Antimicrobial proteins of Snail mucus (Achatina fulica against Streptococcus mutans and Aggregatibacter actinomycetemcomitans

    Herluinus Mafranenda DN

    2014-03-01

    .Latar belakang: Achasin dan mytimacin-AF adalah protein lendir bekicot (Achatina fulica yang memiliki aktivitas antimikroba. Lendir bekicot diduga memiliki protein lain yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Actinobacillus actinomycetemcomitans bakteri patologis oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi protein lendir bekicot (Achatina fulica yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Aggretibacter actinomycetemcomitans, dan membandingkan efek antimikroba protein achasin dan mytimacin-AF. Metode: Sampel penelitian adalah lendir bekicot yang diambil dari Provinsi Yogyakarta. Isolasi dan karakterisasi protein dilakukan dengan metode SDS-PAGE, elektro-elusi, dan dialisis. Nano drop test dilakukan untuk menentukan konsentrasi protein. Uji sensitivitas dilakukan dengan menggunakan uji dilusi, dan diikuti oleh spektrofotometri dan tes difusi kertas cakram. Hasil: Protein dari lendir bekicot (Achatina fulica yang ditemukan adalah protein dengan berat molekul 83,67 kDa (achasin, 50,81 kDa, 15 kDa, 11,45 kDa (urutan asam amino penuh mytimacin-AF dan 9,7 kDa (mytimacin- AF. Berdasarkan uji dilusi, Achasin memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Streptococcus mutans, sedangkan mytimacin-AF memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Namun hasil uji difusi cakram kertas menunjukkan bahwa Achasin memiliki aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans dan Aggegatibacter actinomycetemcomitans, sementara mytimacin-AF tidak memiliki kegiatan antimikroba. Simpulan: Protein dengan berat molekul 50,81 kDa, 15 kDa, 11,45 kDa merupakan protein antimikroba baru diisolasi dari lendir bekicot. Achasin, memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Streptococcus mutans, sedangkan mytimacin-AF memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap Actinobacillus actinomycetemcomitans.

  13. UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MODIFIKASI SENYAWA KHRISIN DENGAN GUGUS ALKOKSI MENGGUNAKAN METODE RECIFE MODEL 1 (RM1

    FK Nisa

    2016-04-01

    Full Text Available Senyawa khrisin yang biasa terdapat pada madu dan parsley memiliki aktivitas antioksidan lebih rendah dari pada senyawa turunan flavon/flavonol yang lain. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi senyawa khrisin agar diperoleh senyawa baru yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari senyawa khrisin awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa hasil modifikasi khrisin yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari senyawa khrisin serta mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Deskriptor molekuler dari senyawa turunan flavon/flavonol dan modifikasi senyawa khrisin telah dibuat dengan bantuan perhitungan RM1, dan optimasi geometri dilakukan menggunakan Hyperchem 8.0.7. Analisis korelasi dan regresi multilinier dilakukan menggunakan program SPSS® for Windows versi 16.0. Hasil korelasi menunjukkan bahwa parameter momen dipol paling berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Momen dipol, energi ikat, dan energi elektronik digunakan untuk Analisis Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA. Hasilnya sangat memuaskan karena memiliki nilai R sebesar 0,924 dan R2 sebesar 0,854. Prediksi aktivitas antioksidan dihitung menggunakan Multiple Regression Calculator. Aktivitas antioksidan dapat menurun dengan  penambahan gugus yang memiliki lebih banyak karbon dan keruahan molekul tinggi. Modifikasi senyawa khrisin yang memiliki aktivitas antioksidan prediksi lebih tinggi dari yaitu : senyawa 5,7-dihidroksi-3-metoksi flavon dan 5,7-dihidroksi-8-metoksi flavon, dengan nilai aktivitas antioksidan prediksi masing-masing sebesar -2,6735 dan -2,6121.Khrisin compounds commonly found in honey and parsley have lower antioxidant activity than flavones / flavonols derivatives. Hence, it is need for modification of khrisin compounds in order to obtain new compounds which have a higher antioxidant activity than the initial khrisin compound. This study aims to determine khrisin modified compounds that have antioxidant

  14. Minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep menurunkan apoptosis osteoblas pada tulang alveolaris tikus wistar (Fish oil of Lemuru (Sardinella longicep reduced the osteoblast apoptosis in wistar rat alveolar bone

    Didin Erma Indahyani

    2013-12-01

    terjadinya kerusakan tulang alveolar. Penurunan jumlah osteoblas dan peningkatan jumlah osteoklas mengakibatkan kerusakan tulang. Penurunan jumlah osteoblas disebabkan terjadinya gangguan diferensiasi maupun proliferasi juga apoptosis. Apoptosis osteoblas dimodulasi oleh mediator-mediator inflamatori yaitu prostaglandin E2 (PGE2, interleukin-1 (IL-1, IL-6 juga tumor nekrosis alfa (TNF-α, melalui pengaruhnya pada ekspresi gen, molekul-molekul signaling maupun reseptor pembentukan osteoblas. Minyak ikan Lemuru yang banyak di pesisir Indonesia, banyak mengandung n-3 poly unsaturated fatty acid (n-3 PUFA. Konsumsi minyak ikan terbukti menurunkan ekspresi PGE2, IL-1, IL-6 maupun TNF alfa. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep pada apoptosis osteoblas pada tulang alveolar tikus yang diinduksi infeksi periodontal. Metode: Tiga puluh ekor tikus Wistar, jantan, umur 5 hari, dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok I tikus diinduksi dengan salin normal, kelompok II tikus diinduksi dengan lipopolisakarida (LPS, dan kelompok III tikus dinduksi dengan minyak ikan Lemuru dan LPS. Masing-masing kelompok dibagi menjadi "> 2 sub kelompok yaitu kelompok yang akan didekapitasi pada umur 13 hari dan umur 21 hari. Minyak ikan Lemuru diberikan dengan dosis 1ml/300-350 gram. Lipopolisakarida (LPS diinduksikan dengan tujuan untuk menyebabkan infeksi periodontal pada buccal fold regio molar rahang atas, dengan dosis 5μl LPS/0,03PBS (konsentrasi 0,02 mg. Setelah didekapitasi dan dekalsifikasi, rahang atas dipotong dengan ketebalan 5μm. Apoptosis dianalisis pada DNA dan dideteksi dengan TUNEL reaction (Transferase-mediated digoxigenin-deoxy-UTP nick end labeling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoptosis sel osteoblas secara bermakna lebih kecil pada tikus yang diinduksi dengan minyak ikan. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep mampu menurunkan apoptosis sel osteoblas pada tikus

  15. Hepatitis C pada Anak

    Yusri Dianne Jurnalis

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi virus hepatitis C saat ini masih merupakan persoalan yang serius. Penularan infeksi HCV pada anak yang utama adalah melalui transfusi darah atau produk darah yang saat ini bertanggung jawab menyebabkan kasus hepatitis C kronis. Selain itu infeksi HCV pada anak dapat disebabkan oleh transmisi perinatal (vertikal. Infeksi HCV akut dapat berakhir dengan sirosis dan karsinoma hepatoselular setelah dekade ketiga (sekitar 20%, karena progresivitas infeksi HCV lebih lambat dari infeksi hepatitis B virus. Pada umumnya infeksi HCV bersifat asimptomatik termasuk pada anak. Karena tidak ada gejala yang jelas pada infeksi HCV tersebut maka diagnosis infeksi HCV hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan awal laboratorium dan uji serologi, dan bila perlu dengan uji molekuler pada pasien dengan risiko tinggi. Kebijakan kuratif khusus terhadap HCV adalah terapi antivirus berupa interferon dan ribavirin yang diberikan bila diagnosis HCV sudah ditegakkanKata kunci: Hepatitis C, diagnosis and management problem, childrenAbstractHepatitis C virus infection is still a serious problem. Transmission of HCV infection in children is a major blood transfusion or blood products that are currently responsible for causing chronic hepatitis C cases. Additionally HCV infection in children can be caused by perinatal transmission (vertical. Acute HCV infection may end up with cirrhosis and hepatocellular carcinoma after the third decade (around 20%, due to a slower progression of HCV infection of hepatitis B virus infection. In most cases of HCV infection are asymptomatic, including in children. Since there are no obvious symptoms in the diagnosis of HCV infection HCV infection can only be confirmed by laboratory examinations and serologic testing early, and if necessary with molecular testing in patients at high risk. Curative policy is specific to HCV antiviral therapy such as interferon and ribavirin are given when the diagnosis of HCV has been established

  16. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L. SEBAGAI PENGHASIL ANTIOKSIDAN

    Tiwit Widowati

    2016-06-01

    Full Text Available Endophyte fungi are microbe that living inside the plant tissue without harming the host plant. Endophyte fungi can produce secondary metabolite which can be used as antioxidant, anticancer and antimicobes compound. Endophyte fungi can be found in many plants especially herbs such as turmeric (Curcuma longa L. The aims of this study are to isolate and identify endophyte fungi from stem of C. longa L. which is potential as an antioxidant producer. The endophyte fungi isolated from turmeric stem were 12 isolates. Antioxidant activity was assayed using 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH showed that isolate K.Cl.Sb.B1 produced the highest inhibition value (78,81%. Based on molecular identification, the isolate K.Cl.Sb.B1 was Colletotrichum sp.Keywords: Curcuma longa L., endophyte fungi, identification antioxidant ABSTRAKKapang endofit merupakan mikroba yang terdapat di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan tanaman inang. Kapang endofit mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Kapang endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat seperti kunyit (Curcuma longa L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang endofit dari batang tanaman kunyit yang berpotensi sebagai penghasil antioksidan. Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH menunjukkan bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi tertinggi (78,81%. Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp.Kata kunci: Curcuma longa L., identifikasi antioksidan, kapang endofit

  17. Studi Kinetika Pembentukan Karaginan dari Rumput Laut

    Dini Fathmawati

    2014-03-01

    Full Text Available Karaginan merupakan senyawa polisakarida galaktosa.Senyawa-senyawa polisakarida mudah terhidrolisis dalam larutan yang bersifat asam dan stabil dalam suasana basa.Karaginan juga merupakan senyawa hidrokoloid yang terdiri atas ester kalium, natrium, magnesium dan kalium sulfat dengan galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa kopolimer. Karaginan adalah suatu bentuk polisakarida linear dengan berat molekul di atas 100 kDa atau berkisar antara 100-800 ribu Da.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel konsentrasi NaOH dan konsentrasi rumput laut terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari pengaruh variabel suhu dan waktu terhadap rendemen karaginan pada ekstraksi basa rumput laut, mempelajari kinetika reaksi pembentukan karaginan dari rumput laut.Analisa identifikasi karaginan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR menunjukkan bahwa jenisnya adalah kappa karaginan dan iota karaginan.Semakin besar konsentrasi NaOH, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Semakin besar suhu ekstraksi, rate pembentukan karaginan semakin meningkat. Dengan persamaan reaksi rate adalah rp = k’CAn , harga Ea (E.Spinosum NaOH 6% = 43989,37 J/mol, dan harga Ea (E.Cottoni NaOH 6%= 43066,52  J/mol. Untuk harga k masing-masing pada saat NaOH 6%, yaitu:E. Spinosum : k 80 oC  = 3,2949072;k 85 oC = 3,7439337; c. k 90 oC = 5,5655806. E. Cottoni :k 80 oC  = 0,04925;  k 85 oC = 0,0577; dan k 90 oC = 0,08249. Dari hasil penelitian yang di dapat, kecepatan reaksi pada E. Spinosum dan E. Cottoni ditetapkan orde reaksi 1,5.

  18. Ekstraksi Pektin dari Kulit dan Tandan Pisang dengan Variasi Suhu dan Metode (Pectin Extraction from Banana Peels and Bunch with Various Temperatures and Methods

    Nurhayati Nurhayati

    2016-12-01

    ABSTRAK Seiring peningkatan produksi pisang tentu akan diikuti dengan peningkatan limbah pisang seperti kulit dan tandan buah pisang. Pemanfaatan limbah pisang tersebut masih belum optimal. Padahal di dalamnya terkandung substansi alami tanaman yang memiliki nilai guna tinggi yaitu pektin yang tersusun atas molekul asam galakturonat membentuk asam poligalakturonat. Pektin dimanfaatkan sebagai bahan penstabil pada sari buah, jelly, jam dan marmalade. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tepung dari kulit dan tandan pisang, mengetahui pengaruh perlakuan suhu (60 °C dan 80 °C dan metode ekstraksi (satu, dua dan tiga tingkat terhadap rendemen pektin, serta karakteristik pektin yang terekstrak. Limbah pisang berasal dari pisang varietas agung dan embug. Ekstraksi pektin dilakukan dengan menggunakan pelarut air pada perbandingan tepung dan air sebesar 1:54 (ekstraksi satu tingkat, 1:27 (ekstraksi dua tingkat dan 1:18 (ekstraksi tiga tingkat. Hasil penelitian menunjukkan karakrestik tepung limbah pisang yaitu kadar air berkisar antara 8,14 sampai dengan 9,05 % dengan kadar pektin tertinggi terdapat pada kulit pisang embug 4,54 % dan derajat putih tepung limbah pisang berkisar antara 50,80 sampai dengan 55,21 %. Rendemen pektin dapat terekstrak optimal pada kondisi ekstraksi suhu ekstraksi 80 °C dengan dua tingkat ekstraksi. Kulit pisang mengandung pektin lebih banyak daripada tandan pisang. Pektin yang terekstrak memiliki derajat putih sekitar 31,31 sampai dengan 38,12 %. Gugus fungsi pektin limbah pisang tersusun atas gugus alkohol (primer, sekunder dan tersier, amina primer, amida (monosub dan dwisubtitusi serta karbonat kovalen. Kata kunci: Kulit dan tandan pisang; ekstraksi; gugus fungsi; pektin; suhu

  19. Hemofilie onder die nasate van koningin Victoria

    Francois P. Retief

    2013-03-01

    Full Text Available Hierdie studie bespreek die uitwerking van die sogenaamde Victoriaanse hemofilie op Europese koningshuise gedurende die negentiende en twintigste eeu. Hemofilie as molekulêre defek word verduidelik en die kliniese beeld van die siekte word aangedui. ’n Bespreking van toepaslike terapeutiese ingrepe volg. Dan word ’n historiese oorsig verskaf van die verspreiding van Victoriaanse hemofilie vanaf koningin Victoria (Britse monarg, 1837–1901 via sommige van haar dogters na ander lede van die Britse koningshuis en ook na die Duitse, Russiese en Spaanse koningshuise. Elf bevestigde gevalle van hemofilie onder lede van koningin Victoria se nageslag word vermeld, asook drie ander moontlike gevalle van die siekte. Die effek van hemofilie op die verloop van die geskiedenis word ook ondersoek.Haemophilia amongst the descendants of Queen Victoria. This study discusses the impact of ‘Victorian haemophilia’ on the royal houses of Europe during the 19th and 20th centuries. Haemophilia as a molecular defect is explained and the clinical picture of the condition is indicated. Applicable therapeutic interventions also receive attention. Next, an historical review is provided of how ‘Victorian haemophilia’ spread from Queen Victoria (British monarch, 1837–1901 via some of her daughters to other members of the British royal family and also to the royal houses of Germany, Russia and Spain. Eleven confirmed cases of haemophilia amongst the descendants of Queen Victoria are mentioned, as well as three other possible cases. The effect of haemophilia on the course of history is also investigated.

  20. Biomarker Prediktor Kejadian Poliuria pada Resipien Pascatransplantasi Ginjal

    Angling Yunanto

    2016-03-01

    Full Text Available Poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal merupakan kondisi yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal apabila berlangsung secara masif, terus menerus, dan tanpa pengawasanyang ketat. Studi literatur ini dibuat agar dapat memberikan gambaran mengenai biomarker apa yang dapatdigunakan sebagai prediktor kejadian poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal dan apakah biomarkertersebut dapat dipergunakan di RS dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi literatur ini dibuat dari beberapasumber kepustakaan yang berkaitan dengan kejadian poliuria pascatransplantasi ginjal. Disimpulkan bahwaurodilatin memiliki potensi lebih besar dalam menyebabkan poliuria pascatransplantasi ginjal dibandingkandengan dan atrial natriuretic peptide (ANP, brain natriuretic peptide (BNP, maupun C-type natriuretic peptide(CNP. Meskipin demikian perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya hingga ke tingkat molekuler.Pemeriksaan radio immuno assay (RIA untuk peptida natriuretik dan urodilatin baru dilakukan untukkeperluan penelitian dan belum digunakan secara luas kepada pasien. Kata kunci: poliuria, transplantasi ginjal, urodilatin, peptida natriuretik   Biomarker Predictors of Incident Polyuriain Post Kidney Transplant  Recipients AbstractPolyuria post renal transplantation is a common situation that can be potentially dangerous if it continuous massively without any special consideration. This literature review is aimed to give descriptionabout biomarkers that can be used in Cipto Mangunkusumo Hospital to predict any possible polyuria postrenal transplantation surgery. This literature review compiles some studies and sources about polyuria postrenal transplantation surgery. It is concluded that urodilatin has bigger impact in producing polyuria postrenal transplantation compare to atrial natriuretic peptide (ANP, brain natriuretic peptide (BNP,  and C-typenatriuretic peptide (CNP, however further research is still needed. Radio immuno

  1. Pengaruh Penambahan Kosubstrat pada Biodegradasi Crude Oil

    Any Juliani

    2016-06-01

    Full Text Available Kegiatan penambangan minyak bumi tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh masyarakat secara tradisional. Potensi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan rakyat ini menjadi lebih tinggi karena pengelolaannya yang tradisional. Salah satu jenis pencemaran yang ditimbulkannya misalnya adalah tanah atau perairan yang tercemar oleh minyak bumi (crude oil pada saat berlangsungnya kegiatan penambangan. Salah satu upaya untuk dapat mengatasinya adalah dengan bioremediasi. Bioremediasi merupakan teknologi pengolahan pencemar dengan memanfaatkan aktivitas mikroba, terutama dari golongan bakteri. Bioremediasi tersebut harus melibatkan bakteri yang memiliki kapasitas metabolic untuk melakukan biodegradasi terhadap crude oil tersebut. Crude oil sendiri pada dasarnya merupakan senyawa hidrokarbon yang merupakan sumber karbon yang kaya bagi mikroba. Namun demikian, biodegradasi crude oil relative lebih sulit dilakukan karena karakteristiknya yang merupakan senyawa dengan berat molekul dan ukuran yang besar. Oleh karena itu penambahan kosubstrat yang lebih sederhana dapat dilakukan untuk membantu biodegradasi terutama pada tahap awal proses. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan kosubstrat dalam hal ini glukosa terhadap biodegradasi crude oil. Penelitian dilakukan dalam media cair dengan bioaugmentasi melalui penambahan inoculum bakteri yang diisolasi dari tanah yang dikondisikan terhadap crude oil dalam beberapa variasi reactor. Indikasi terjadinya biodegradasi diperiksa melalui pengukuran terhadap parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH dan Total Plate Count (TPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kosubstrat glukosa memberikan pengaruh positif terhadap penurunan TPH. Penurunan TPH tertinggi setelah 28 hari adalah sebesar 25,3 % yang diberikan oleh reactor dengan penambahan kosubstrat serta konsentrasi crude oil awal sebesar 8.1 %. Sementara itu reactor tanpa

  2. DESIGN OF ELECTROPHORESIS DEVICE FOR OPTIMATION OF DNA VISUALIZATION AND DNA CONCENTRATION USING SOFTWARE

    H.P. Kusumaningrum

    2014-07-01

    Full Text Available Molekul DNA menunjukkan polarisasi yang kuat sehingga memungkinkan baik gerak elektroforesis berdasarkan muatan negatifnya maupun gerak dielektroforesis berdasarkan induksi polarisasi. Perancangan alat menggunakan kombinasi prinsip elektroforesis dan dielektroforesis dilengkapi perangkat lunak untuk mengukur konsentrasinya sangat diperlukan. Utamanya mengingat uji kualitatif DNA berbasis visualisasi pada gel elektroforesis bersifat sangat subyektif dan kurang terukur. Pengukuran konsentrasi DNA menggunakan spektrofotometer UV/VIS sangat tergantung oleh ketersediaannya di laboratorium. Penelitian bertujuan untuk mendesain piranti untuk mengukur konsentrasi DNA berdasarkan visualisasinya pada gel elektroforesis menggunakan perangkat lunak berbasis MatLab. Pengukuran konsentrasi DNA didasarkan visualisasinya pada gel elektroforesis lalu dibandingkan dengan hasil penghitungan spektrofotometer UV/VIS. Hasil penelitian menggunakan piranti tersebut memperlihatkan visualisasi DNA yang lebih optimal. Hasil pengukuran jumlah DNA menggunakan spektrofotometer memiliki kecenderungan yang sama dengan hasil pengukuran menggunakan perangkat lunak berbasis MatLab meskipun terdapat perbedaan nilai kuantitatif.ABSTRACTMolecules of deoxyribo nucleic acid (DNA show a strong polarization allowing for both motions of the dielectrophoresis induced by polarization and electrophoresis based on its negative charge. Considering high subjective and less quantifiable result of the visualization based qualitative test of DNA on gel electrophoresis, designing the tool using a combination of the principles of electrophoresis and dielectrophoresis completed with a software for optimization of DNA visualization and to measure the concentration of small and large–sized DNA fragment is very needed. Accuracy of measurement of DNA concentration using a spectrophotometer UV /VIS is depend on its availability in the laboratory. The aim of this study was to design device for

  3. Solid sources of krypton-85; Sources solides de krypton-85; Tverdye istochniki kriptona-85; Fuentes solidas de cripton-85

    Puig, J R; Sandier, J [Centre d' Etudes Nucleaires de Saclay (France)

    1962-01-15

    industria. Sin embargo, la preparacion de fuentes industriales de {sup 85}Kr plantea dificultades porque este elemento se presenta en forma gaseosa y no puede ser fijado quimicamente. En la presente memoria los autores exponen un metodo de fijacion del cripton en una matriz macromolecular obtenida por polimerizacion en masa de un monomero liquido que contiene al cripton, y describen la preparacion de dos tipos de fuentes obtenidas segun este principio - una a base de poliestireno y la otra a base de acetato de polivinilo. Estas fuentes dejan escapar parte del cripton, por lo que su actividad disminuye diariamente a razon de 8 % en el primer caso y de 3 % en el segundo. Estos decrecimientos aparentes permiten calcular los coeficientes de difusion del cripton en los polimeros. Al parecer, los enlaces de reticulacion del polimero impiden la difusion. (author) [Russian] Kripton-85, kotoryj yavlyaetsya dolgozhivushchim beta-izluchatelem i predstavlyaet soboj neznachitel'nuyu biologicheskuyu opasnost', daet vazhnye preimushchestva pri ego promyshlennom ispol'zovanii. No izgotovlenie ego istochnikov yavlyaetsya trudnym delom, tak kak ehtot ehlement nakhoditsya v gazoobraznom sostoyanii i ego nel'zya fiksirovat' khimicheskim putem. Avtory izlagayut metod fiksatsii kriptona v makromolekulyarnoj matritse, obrazovannoj polimerizatsiej zhidkogo monomera, soderzhashchego kripton, i opisyvayut izgotovlenie dvukh tipov istochnikov, prigotovlennykh po ehtomu printsipu: odin zaklyuchen v polistirol, a drugoj - v polivinilovyj atsetat. Poluchennye takim obrazom istochniki ispuskayut kripton, i ikh aktivnost' umen'shaetsya v den' na 8 % dlya pervogo i na 3 % dlya vtorogo. EHti zametnye umen'sheniya dayut vozmozhnost' vychislit' koehffitsienty diffuzii kriptona v ztikh polimerakh. EHtoj diffuzii, po-vidimomu, prepyatstvuyut poperechnye svyazi, sushchestvuyushchie v polimere. (author)

  4. SINTESIS DAN MODIFIKASI LAPIS TIPIS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT

    M Alauhdin

    2014-11-01

    Full Text Available Dalam bidang medis, kitosan telah banyak digunakan yakni pada sistem penghantaran dan pelepasan obat. Pelepasan obat dengan kitosan memiliki keterbatasan karena kitosan cepat sekali menyerap air dan memiliki derajat swelling yang tinggi sehingga menyebabkan pelepasan obat terjadi dengan cepat. Diharapkan dengan memodifikasi struktur kitosan secara kimia dapat meningkatan kelarutannya dalam pelarut-pelarut organik. Telah dilakukan sintesis dan modifikasi lapis tipis kitosan. Modifikasi dilakukan melalui pembentukan ikatan silang kitosan dengan tripolifosfat (TPP pada kondisi asam untuk menghasilkan kitosan-TPP. Ikatan silang yang terbentuk diamati dengan FTIR. Sementara itu, pengaruh hasil pengikatan silang diamati dengan membandingkan rasio swelling kitosan-TPP pada kondisi pH yang berbeda-beda. Rasio swelling lapis tipis cenderung konstan setelah terjadi pengikatan silang kitosan dengan tripolifosfat. Reaksi tripolifosfat dengan kitosan melalui pembentukan ikatan silang menjadikan lapis tipis semakin rapat sehingga molekul air sulit untuk berdifusi masuk ke dalam struktur kitosan-tripolifosfat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengikatan silang mampu mengurangi kelarutan dan meningkatkan sifat mekanik kitosan. Rasio swelling lapis tipis berkurang dengan adanya pengikatan silang. Hal ini mengindikasikan bahwa pengikatan silang oleh TPP dapat mengurangi hidrofilitas lapis tipis karena gugus amino yang reaktif telah bereaksi dengan ion tripolifosfat. In the medical field, chitosan has been widely used in the delivery systems and drug release. Drug release with chitosan has limitations because chitosan absorbs water very quickly and have a high degree of swelling that causes the release of the drug occurs rapidly. It is expected that by modifying the chemical structure of chitosan could improve its solubility in organic solvents. The synthesis and modification of chitosan thin film have been done. It was performed through the formation of crosslinked

  5. PROFIL PROTEIN SUSU DAN PRODUK OLAHANNYA

    R. Susanti

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar protein dan profil protein pada beberapa susu (susu kedelai, susu kambing dan olahannya (yogurt, tofu. Kadar protein diukur dengan metode Lowry, sedangkan profil protein dianalisis menggunakan SDS PAGE. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Kadar protein tertinggi pada sampel yang dianalisis terdapat pada produk yogurt A (579,5 mg/ml, disusul susu kedelai (289,99 mg/ml dan susu kambing (133,1 mg/ml. Analisis profil protein terlihat pita protein dengan mobilitas terendah sampai tertinggi terletak pada berat molekul 14-150 KDa. Pita protein khas yang hanya dimiliki susu kambing adalah pita 150kDa. Sementara pita protein khas yang hanya dimiliki susu kedelai adalah pita 44 kDa dan 55kDa. Pita protein yang khas hanya dimiliki yogurt A (dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus adalah pita 65Da. Semua jenis susu dan olahannya memiliki pita 70kDa, kecuali susu kedelai. Profil protein susu kedelai dan tofu menunjukkan profil protein yang sangat berbeda, namun keduanya memiliki pita 18kDa.This study aimed to observe protein level and profiles on some milks (soy milk, goat's milk and dairy (yogurt, tofu product. Protein content was observed by Lowry method, whereas the protein profiles were analyzed by polyacrylamide gel electrophoresis. Data were analyzed descriptively. The highest protein content of the observed sample was in yogurt A products (579,5 mg/ml, followed by soy milk (289,99 mg/ml and goat's milk (133,1 mg/ml. Analysis of protein profiles showed protein bands with lowest to highest mobility lies in the molecular weight of 14-150 KDa. Typical protein band of goat's milk was a 150kDa band. While the typical protein bands of soy milk were 44 kDa and 55kDa band. The typical protein band of yogurt A (with Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus bacterium was 65Da. All types of milks and dairy had 70kDa band, except for soy milk. Protein

  6. Potential Marine Fungi Hypocreaceae sp. as Agarase Enzyme to Hydrolyze Macroalgae Gelidium latifolium (Potensi Jamur Hypocreaceae sp. sebagai Enzim Agarase untuk menghidrolisis Makroalga Gelidium latifolium

    Mujizat Kawaroe

    2015-03-01

    Full Text Available Agarase dapat mendegradasi agar ke oligosakarida dan memiliki banyak manfaat untuk makanan, kosmetik, dan lain-lain. Banyak spesies pendegradasi agar adalah organismelaut. Beberapa agarase telah diisolasi dari genera yang berbeda dari mikroorganisme yang ditemukan di air dan sedimen laut. Hypocreaceae sp. diisolasi dari air laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Berdasarkan hasil identifikasi gen 16S rDNA dari 500 basis pasangan, isolat A10 memiliki 99% kesamaan dengan Hypocreaceae sp. Enzim agarase ekstraseluler dari Hypocreaceae sp. memiliki pH dan suhu optimum pada 8 TrisHCl (0,148 μ.mL-1 dan 50°C (0,182 μ.mL-1, masing-masing. Enzim Agarase dari Hypocreaceae sp. mencapai kondisi optimum pada aktivitas enzim tertinggi selama inkubasi dalam 24 jam (0,323 μ.mL-1. SDS page mengungkapkan bahwa ada dua band dari protein yang dihasilkan oleh agarase dari Hypocreaceae sp. yang berada di berat molekul 39 kDa dan 44 kDa dan hidrolisis Gelidium latifolium diperoleh 0,88% etanol. Kata kunci: enzim agarase, Hypocreaceae sp., hidrolisis, fungi, rDNA. Agarase can degradedagarto oligosaccharide and has a lot of benefits for food, cosmetics, and others. Many species of agar- degrader are marine-organism. Several agarases have been isolated from different genera of microorganisms found in seawater and marine sediments. Hypocreaceae sp. was isolated from sea water of Pari Islands, Seribu Islands, Jakarta, Indonesia. Based on the results of the 16S rDNA gene identification of 500 base pairs, A10 isolates had 99 % similarity toHypocreaceae sp. The extracellular agarase enzyme from Hypocreaceae sp. have optimum pH and temperature at 8 TrisHCl (0.148 µ.mL-1 and 50 °C (0.182 µ.mL-1, respectively. Agarase enzyme of Hypocreaceae sp. reach an optimum condition at the highest enzyme activity during incubation in 24 hours (0.323 µ.mL-1. SDS Page revealed that there are two bands of protein produced by agarase of Hypocreaceae sp. which are at

  7. Analisis Kemampuan Awal Multi Level Representasi Mahasiswa Tingkat I pada Konsep Reaksi Redoks

    Indah Langitasari

    2016-01-01

    reaksi redoks masih tergolong sangat rendah. Mahasiswa belum mampu mendeskripsikan dan menjelaskan hasil pengamatan reaksi redoks (makroskopik dalam bentuk atom, molekul, dan ion yang terlibat dalam reaksi. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman simbolik dan submikroskopik mahasiswa tingkat I masih sangat terbatas dan hanya 2,9% mahasiswa yang mampu membuat hubungan antara pengamatan makroskopik, representasi simbolik dan gambaran submikroskopik.Kata kunci:  Kemampuan awal, Reaksi redoks, Multi level representasi

  8. Dampak Hipoksia Sistemik terhadap Malondialdehida, Glial Fibrillary Acidic Protein dan Aktivitas Asetilkolin Esterase Otak Tikus

    Andriani Andriani

    2016-09-01

    Full Text Available Hipoksia sistemik menyebabkan berkurangnya oksigen dan energi di otak sehingga memicupenglepasan neurotransmiter asetilkolin, meningkatkan radikal bebas dan glial fibrillary acidic protein (GFAPyang berfungsi menjaga kekuatan membran. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran adaptasi otak padahipoksia sistemik terhadap fungsi asetilkolin esterase, kerusakan membran sel neuron dan astrosit. Penelitiandilakukan di Laboratorium Biokimia & Biologi Molekuler FK Universitas Indonesia, pada tahun 2013.Penelitian ekperimental ini menggunakan hewan coba tikus spraque dawley yang diinduksi hipoksia sistemikyang diambil jaringan otak bagian korteks dan plasma tikus. Kelompok tikus terdiri atas kelompok kontrol,kelompok perlakuan induksi hipoksia hari ke-1, 3 hari, 5 hari dan hari ke-7. Parameter yang diukur adalahkadar malondialdehida (MDA otak dan plasma, aktivitas spesifik enzim AChE jaringan otak serta kadar GFAPjaringan otak. Hasil menunjukkan bahwa hipoksia sistemik tidak meningkatkankadar MDA otak dan plasma.Induksi hipoksia sistemik meningkatkan aktivitas spesifik enzim AChE dan kadar GFAP jaringan otak secarabermakna. Pada plasma tidak terjadi peningkatan kadar GFAP. Hipoksia sistemik selama hari ke-7 belummenyebabkan kerusakan oksidatif, namun memperlihatkan peningkatan aktivitas AChe dan adaptasi astrositmelalui peningkatan GFAP. Kata kunci: hipoksia, astrosit, glial fibrillary acidic protein, malondialdehida, asetilkolin esterase   Systemic Hypoxia Effect on Rat Brain Malondialdehyde, Glial FibrillaryAcidic Protein, and Acetylcholine Esterase Activity Abstract Sistemic hypoxia causes lack of oxygen and energy in brain that trigger the release of acetylcholine,free radical and Glial fibrillary acidic protein (GFAP, a specific protein in astrocyte cells that act to strenghtenastrocite membrane. The aim of the research was to evaluate the damages of brain in systemic hypoxiathrough activity of acetylcholine esterase, neuron and astrocyte membran

  9. Identifikasi Fusarium dan Nematoda Parasitik yang Berasosiasi dengan Penyakit Kuning Lada di Kalimantan Barat

    Suryanti Suryanti

    2015-07-01

    empat isolat Fusarium dan nematoda Meloidogyne. Identifikasi Fusarium dilakukan secara morfologis dan molekuler, dan identifikasi Meloidogyne dilakukan dengan menggunakan irisan bagian posterior nematoda betina. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa patogen yang berasosiasi dengan penyakit kuning lada adalah Fusarium solani dan Meloidogyne incognita.

  10. ANALISIS GEN HAEMAGGLUTININ PADA VIRUS CAMPAK LIAR

    Subangkit Subangkit

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPenyakit Campak disebabkan oleh virus campak yang termasuk genus Morbilivirus dan Family Paramyxoviridae. Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan karena masih ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB di Indonesia. Salah satu penyebab terjadinya KLB tersebut diduga sebagaiakibat perbedaan antigenesitas antara strain vaksin yang digunakan dengan strain virus campak liar yang beredar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang karakteristik genetik gen Haemagglutinin virus campak liar yang ada di Indonesia. Spesimen yang digunakan sebanyak 27 isolat virus penyebab KLB dari 17 propinsi selama periode tahun 2003-2010. Isolat virus dilakukan pemeriksaan secara RT-PCR dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak Bioedit 7.0 dan MEGA 4.0. Hasil penelitian didapatkan perbedaan 10 asam amino antara virus campak strain vaksin CAM-70 dan virus campak liar pada posisi D416N; K424T; V451M; N455T; V466I; I473T; F476L; Y481S atau Y481N; H495N; G505D. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan karakteristik genetik antara virus campak liar di Indonesia berbeda dengan strain virus vaksin CAM-70.Kata kunci : Campak, Analisis Molekuler, Hemagglutinin, CD46AbstractMeasles is caused by virus belonging to the genus Morbilivirus and Family Paramyxoviridae. Measles is still a public health problem because outbreak of measles still found in Indonesia. Outbreak is suspected as a result of differences in antigenicity between vaccine strains used with wild-type measles virus strains circulating in Indonesia. This study aims to get genetic characteristics of wild-type measles virus haemagglutinin gene in Indonesia. The specimens were used 27 viral isolates from 17 provinces period 2003-2010. Viral isolates examined by RT-PCR and sequencing with Sanger method. Sequencing analysis were conducted using Bioedit 7.0 and MEGA 4.0 software. The results showed 10 amino acid differences

  11. Keragaman Genetik Metarhizium anisopliae dan Virulensinya pada Larva Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros

    Aisyah Surya Bintang

    2015-07-01

    Full Text Available Rhinoceros beetle (Oryctes rhinoceros is one of the important pests of coconut tree. One of eco-friendly control applied for this pest is by using entomopathogenic fungiMetarhizium anisopliae. There is not much information about the variability and virulence of M. anisopliae toward O. rhinoceros. M. anisopliae isolates obtained from Biological Control Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada were cultured on PDA medium.M. anisopliae isolates was isolated from O. rhinoceros larvae (MaOr, Lepidiota stigma larvae (MaLs, Brontispa longissima beetle (MaBl.O. rhinoceros beetles were obtained from Kulon Progo, DIY. This study used molecular test, and virulence test toward 3rd stadium of O. rhinoceros larvae by using dipping method. Molecular test by sequence and phylogenetic analysis, showed that MaOr was located at different group (out group with MaLs and MaBr. On the density 107 conidium/ml MaOr and MaLs were more virulent than MaBl towards 3rd stadium of O. rhinoceros larvae. INTISARI Kumbang badak (Oryctes rhinoceros merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah dengan menggunakan jamur entomopatogen, yakni Metarhizium anisopliae. Belum banyak diketahui mengenai keragaman dan juga virulensi dari M. anisopliae terhadap O. rhinoceros. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik M. anisopliae dan virulensinya pada larva kumbang badak. Isolat yang digunakan berasal dari Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dalam bentuk kultur murni pada medium PDA. Isolat yang gunakan diisolasi dari larvaOryctes rhinoceros (MaOr, larva Lepidiota stigma (MaLs, dan kumbang Brontispa longissima (MaBl. Serangga yang diuji berasal dari daerah Kulon Progo, DIY. Pengujian secara molekuler dengan analisis sekuensing dan filogenetik, menunjukkan bahwa isolat MaOr terletak pada grup yang berbeda dengan MaLs dan Ma

  12. Studies of the Solid and Liquid Phases of HF, HCl and HBr by Slow-Neutron Inelastic Scattering; Etude des Phases Solide et Liquide de HF, HCl Et HBr par la Diffusion Inelastique des Neutrons Lents; 0418 0417 0423 0427 0415 041d 0418 0415 0422 0412 0415 0420 0414 042b 0425 0418 0416 0418 0414 041a 0418 0425 0424 0410 0417 HF, HCl I HBr 0421 041f 041e 041c 041e 0429 042c 042e 041d 0415 0423 041f 0420 0423 0413 041e 0413 041e 0420 0410 0421 0421 0415 042f 041d 0418 042f 041c 0415 0414 041b 0415 041d 041d 042b 0425 041d 0415 0419 0422 0420 041e 041d 041e 0412 ; Estudio de las Fases Solida y Liquida del HF, HCl Y HBr por Dispersion Inelastica de Neutrones Lentos

    Boutin, H. [Picatinny Arsenal, Dover, NJ (United States); Brookhaven National Laboratory, Upton, NY (United States); Safford, G. J. [Brookhaven National Laboratory, Upton, NY (United States)

    1965-06-15

    ). Jeti izmerenija proizvodilis' s cel'ju sistematicheskogo izuchenija vlijanija uvelichenija otricatel'nogo jelektricheskogo zarjada i razmerov anionov na nizkochastotnye molekuljarnye dvizhenija kak v tverdoj, tak i v zhidkoj fazah. HF issledovalsja pervym, t.k. dannye difrakcii rentgenovskih luchej pokazyvali, chto v tverdom sostojanii on obrazuet dlinnye zigzagoobraznye cepi s vodorodnoj svjaz'ju. Spektry nejaronov, neuprugo rassejannyh ot zhidkoj i tverdoj faz HF, jasno pokazali vysokuju stepen' associacii, sushhestvujushhuju vo vsej zhidkoj faze blagodarja vodorodnoj svjazi. S cel'ju interpretacii dannye po HF byli sopostavleny s dannymi analogichnogo rassejanija ionov HF i H{sub 2}F{sub 3}{sup -}, kotorye imejut struktury, analogichnye tem sostavnym chastjam v HF, kotorye vkljuchajut zigzagoobraznye cepi s vodorodnoj svjaz'ju. Jeti dannye byli takzhe sopostavleny s rezul'tatami izmerenij s pomoshh'ju infrakrasnyh luchej i izmerenij po metodu Ramana na ionah HF Pound-Sign . Jeti sopostavlenija pozvolili otlichit' chastotnuju harakteristiku otdel'noj sostavnoj chasti ot chastotnoj harakteristiki vsej cepi i ot nizkochastotnyh kolebanij reshetki. Linija, nabljudavshajasja pri 0,067 jev, byla associirovana s chastotoj deformacii v{sub 2} gruppy F-N...F v tverdom HF, i byla ustanovlena ee svjaz' s analogichnymi chastotami v ionah H{sub 2}F{sub 3}{sup -} i HF{sub 2}{sup -} kak frakcii rasstojanija F-F. Krome togo, shirokij pik, otmechennyj pri 0,007 jev, byl pripisan vrashhatel'nomu dvizheniju sostavnoj chasti F -F vokrug svjazi F -F. Spektr zhidkogo HF takzhe budet rassmatrivat'sja s tochki zrenija jetih dvizhenij. Spektry zhidkogo NS1 (180 Degree-Sign K), faz I i III tverdogo NS1 (143 i 85 Degree-Sign K sootvetstvenno), zhidkogo NVg (193 Degree-Sign K) i faz I i II tverdogo NVg (153 i 103 Degree-Sign K sootvetstvenno) byli sopostavleny s vysheukazannymi dannymi dlja HF. Jeti spektry pokazyvajut eshhe bol'shuju slozhnost', chem u HF. Jeto mozhet byt' ob{sup j

  13. Application of the {beta}-Decay of Te{sup 132} for the Preparation of I{sup 132} -Labelled Molecules; Application de la Desintegration {sup 132}Te {beta}{sup -} -> {sup 132}I a la preparation de Molecules Marquees; ИСПОЛЬЗОВАНИЕ {beta}-РАСПАДА Te{sup 132} - J{sup 132} ДЛЯ ПОЛУЧЕНИЯ МЕЧЕНЫХ МОЛЕКУЛ; Preparacion de Moleculas Marcadas Aplicando la Desintegracion {sup 132}Te {beta}{sup -} {sup 132}I

    Adloff, J. -P.; Adloff-Bacher, M. [Departement de Chimie Nucleaire, Centre de Recherches Nucleaires, Strasbourg (France)

    1963-03-15

    de gases y los diversos compuestos, marcados por radiosintesis, se separan por destilacion en presencia de portadores. Los productos marcados pueden resultar de reacciones de intercambio isotopico o de sustitucion y fragmentacion. En ciertos casos, el empleo de un medio organico conveniente permite lograr una marcacion practicamente especifica. (author) [Russian] Korotkij period poluraspada izotopa J{sup 132} (T{sub 1/2} = 2,3 chasa), kotoryj opravdyvaet Interes, projavljaemyj k nemu v biologii i: medicine, i kotoryj javljaetsja svoego roda radioaktivnym indikatorom, predstavljaet vmeste s tem samoe bol'shoe neudobstvo, kogda idet rech' o provedenii sinteza mechenyh molekul. Otmechaetsja vozmozhnost' ispol'zovanija himicheskoj reaktivnosti 'dochernego' izotopa joda, obrazujushhegosja v rezul'tate raspada Te{sup 1}'3{sup 2} dlja bystrogo poluchenija mechenyh molekul s bol'shoj udel'noj aktivnost'ju. Jeta reaktivnost' voznikaet iz jenergii vozbuzhdenija joda, poduchaemoj v rezul'tate rezkogo izmenenija zarjada jadra v processe raspada, a takzhe vnutrennej konversii, soprovozhdajushhejsja {beta}-izlucheniem, sledujushhej za Je-raspadom. Jod-132 obrazuetsja v sisteme, prednaznachennoj dlja mechenija; naibolee podhodjashhej himicheskoj formoj ishodnogo komponenta javljaetsja chetyrehhloristyj Te{sup 132} v opredelennom organichjoskom rastvo rntele. V svjazi o jetim issledovanijam podvergalis' neskol'ko sistem (aromaticheskie uglevodorody i proizvodnye, spirty i pr.), Posde obluchenija v techenie neskol'kih chasov organicheskij rastvor analizirovalsja metodom gazovoj hromatografii. Razlichnye mechenye komponenty otdeljalis' putem distilljacii s nositelem. Mechenye produkty mogut byt' polucheny v rezul'tate reakcij izotopnogo obmena, zameshhenija i razlozhenija. Ispol'zovanie podhodjashhej organicheskoj sredy pozvoljaet v opredelennyh sluchajah proizvodit' na praktike specificheskoe mechenie. (author)

  14. Efficiency of the Shut-Down and Safety Equipment and the Kinetic Characteristics of the G2 and G3 Reactors; Efficacite des dispositifs de secours et de securite et caracteristiques cinetiques des piles G2 et G3; Ehffektivnost' sistem avarijnoj zashchity reaktorov G.2 i G.3 i kineticheskie kharakteristiki ehtikh sistem; Caracteristicas cineticas y eficacia de los dispositivos de auxilio y de seguridad de los reactores G2 y G3

    Henri, C.; Plisson, J.; Teste duBailler, A. [Centre d' Etudes Nucleaires de Saclay (France)

    1963-10-15

    dispositivos de seguridad instalados. (author) [Russian] Opyt, priobretennyj v techenie neskol'kikh let ehkspluatatsii reaktorov G.2 i G.3, daet vozmozhnost' podtverdit' vysokuyu stepen' bezopasnosti raboty semejstva reaktorov na prirodnom urane, grafite i gaze. Opisyvayutsya ustanovki avarijnoj zashity, kotorye pozvolyaet predotvrashchat', s odnoj storony, takie avarii kak prekrashchenie postupleniya ehlektroehnergii v raspredelitel'nuyu set', ostanovka tsirkulyatsii gaza, prekrashchenie podachi vody i t.d., i, s drugoj storony, takie avarii, kak razrushenie obolochki, mestnye peregrevy, poterya zhidkogo teplonositelya i t.d. Printsipial'nye skhemy dayut ob{sup y}asnenie rabote ehtikh ustanovok. Izuchaetsya, glavnym obrazom, ehlektrosnabzhenie i ''kontrol''' pri avarijnykh situatsiyakh, avarijnoe snabzhenie vodoj i tsepochka avarijnoj zashchity. Ukazyvayutsya posledovatel'nye izmeneniya i uluchsheniya ehtikh ustanovok S pomoshch'yu ehksperimental'nogo issledovaniya povedeniya reaktorov na nestatsionarnom rezhime vyyavlyayutsya vnutrenne prisushchie ehtim reaktoram kharakteristiki zashchity. Issledovaniya pozvolyayut podttverdit' prigodnost' raschetnogo metoda. (author)

  15. The Inactivation of Escherichia Coli Bacteria Labelled with Tritiated Thymidine; Inactivation de Bacteries Escherichia Coli Marquees par la Thymidine Tritiee; 0418 043d 0414 ; Inactivacion de Escherichia Coli Marcada con Timidina Tritiada

    Apelgot, Sonia [Institut du Radium, Laboratoire Curie, Paris (France)

    1962-02-15

    stojkie k strepto- micinu, byli markirovany v ih DNK timidinom, mechennym tritiem. Izmerenie radioaktivnosti bylo sdelano pri pomoshhi zhidkogo scintilljacionnogo detek- tora s dvumja fotoumnozhiteljami sovpadenij. V dannyh uslovijah jeffektivnost' izmerenij ravnjalas' 5,5%, a fon - 130 kjuri/mol'. Radioaktivnye bakterii sohranjalis' v zapechatnanyh ampulah libo pri tem- perature 0 Degree-Sign C, libo pri temperature - 196 Degree-Sign C, i izuchalos' ih dal'nejshee sosto- janie. Jeti opyty pokazali, chto bakterii inaktivirujutsja funkcional'no v zavisi- mosti ot chisla rasshheplennyh atomov tritija. Inaktivacija zavisit ot tem- peratzgry, v kotoroj oni soderzhalis'. Vychislenie pokazyvaet, chto zffektiv nost' kazhdogo rasshheplennogo atoma dlja umershhvlenija bakterij ochen' neznachi- tel'na. Vychislenie kolichestva par sozdannyh pri inaktivacii ionov v bak- terii ispushhennymi beta-chasticami, poluchennymi vo vremja transmutacii atomov tritija, pokazyvaet, chto ono sravnimo s kolichestvom v sluchae s iks-luchami. Kazhetsja, chto vymiranie, vyzvannoe raspadom trutija, dolzhno byt' prjamo svjazano s proizvedinnoj ionzaciej v bakterial'noj DNK ispushhennymi beta- chasticami. (author)

  16. The determination of the thermodynamic activity of antimony in alpha-iron; Determination de l'activite thermodynamique de l'antimoine dans le fer alpha; Opredelenie termodinamicheskoj aktivnosti sur'my v al'fa-zheleze; Determinacion de la actividad termodinamica del antimonio en el hierro alfa

    Tomilin, I A

    1962-01-15

    solubilidad del antimonio en el hierro alfa. Como habian obtenido las aleaciones de antimonio y hierro saturandolas por difusion y no por enfriamiento a partir del estado liquido, no observaron fusion alguna. Esta circunstancia les permitio determinar con exactitud la constante de la red cristalina de las aleaciones y la medida en que esa constante depende de la concentracion de antimonio. El limite de solubilidad determinado por datos roentgenograficos concuerda con el hallado utilizando el {sup 124}Sb. (author) [Russian] V rabote predlozhen metod opredeleniya termodinamicheskoj aktivnosti sur'my, rastvorennoj v al'fa-zheleze, osnovannyj na izuchenii ee raspredeleniya mezhdu dvumya fazami - zhidkim svintsom i tverdym zhelezom. EHtim metodom bylo najdeno, chto tverdye rastvory sur'my v al'fa-zheleze otlichayutsya polozhitel'nymi otkloneniyami ot ideal'nosti. V dovol'no shirokoj oblasti kontsentratsij sur'my ee rastvory v zheleze podchinyayutsya zakonu Genri. Byli provedeny spetsial'nye opyty po izucheniyu raspredeleniya sur'my mezhdu svintsom i zhidkim zhelezom, kotorye pokazali, chto i v zhidkom sostoyanii sistema zhelezo-sur'ma, pri nebol'shikh kontsentratsiyakh poslednej, kharakterizuetsya polozhitel'nymi otkloneniyami ot ideal'nosti. Po temperaturnoj zavisimosti aktivnosti sur'my v al'fa-zheleze vychisleny teplota ee rastvoreniya i izbytochnaya partsial'naya molyarnaya ehntropiya. Poluchennye rezul'taty ispol'zovany dlya utochneniya polozheniya linii, ukazyvayushchej predel rastvorimosti sur'my v al'fa-zheleze. Blagodarya tomu, chto splavy sur'my s zhelezom byli polucheny putem diffuzionnogo nasyshcheniya, a ne okhlazhdeniya iz zhidkogo sostoyaniya, v nikh otsutstvovala likvatsiya. EHto obstoyatel'stvo pozvolilo nadezhno opredelit' postoyannuyu reshetki splavov i zavisimost' ee ot kontsentratsii sur'my. Opredelenie predela rastvorimosti po rentgenograficheskim dannym soglasuetsya s poluchennym pri ispol'zovanii Sb{sup 124}. (author)

  17. Liquid scintillators for radiocarbon dating in archaeology; Scintillateurs liquides pour l'evaluation de Page au moyen du radiocarbone en archeologie; Zhidkie stsintillyatory dlya radiouglerodnogo datirovaniya v arkheologii; Centelladores liquidos para la determinacion de edades con carbono-14 en arqueologia

    Starik, I E; Rudenko, S I; Artem' ev, V V; Butomo, S V; Drozhzhin, V M; Romanova, E N

    1962-01-15

    5500 ans represente, pour des quantites de 40 et 70 ml de scintillateur, 65 et 25 ans respectivement. Les auteurs ont effectue des mesures sur des specimens archeologiques provenant de diverses regions de l'URSS. (author) [Spanish] Con el objeto de determinar mediante carbono radiactivo la edad absoluta de muestras arqueologicas, los autores utilizan un contador de centelleo sencillo con un fotomultiplicador, sin refrigeracion. Consiguen reducir la actividad de fondo empleando un blindaje formado por laminas de acero y de plomo, procediendo a una seleccion de los impulsos segun su amplitud y construyendo el detector con materiales seleccionados y ''purificados''. A partir del carbono contenido en la muestra arqueologica, se sintetiza etil benceno. Para efectuar las mediciones, se han utilizado de 18 a 72 ml de centelleador liquido, cantidad que corresponde de 3 a 12 g de carbono en la muestra. Empleando 40 ml de centelleador, la velocidad de recuento de la actividad de fondo y la del carbono contemporaneo (sin fondo) fueron respectivamente de 23,5 y 37 impulsos/min; con 70 ml, estas velocidades fueron de 28 y 57 impulsos/min. El error estadistico correspondiente a mediciones de 48 horas de duracion de muestras de 5500 anos de edad asciende a 65 y 35 anos cuando se emplean 40 ml y 70 ml de centelleador, respectivamente. Se midieron muestras arqueologicas procedentes de diversas regiones de la Union Sovietica. (author) [Russian] Dlya opredeleniya absolyutnogo vozrasta arkheologicheskikh obraztsov po radiouglerodu ispol'zuetsya prostoj stsintillyatsionnyj schetchik s odnim fotoumnozhitelem bez okhlazhdeniya. Snizhenie fona dostigaetsya primeneniem zashchity iz sloev stali i svintsa, amplitudnoj selektsii impul'sov i vyborom ''chistykh'' materialov dlya izgotovleniya detektora. Iz ugleroda, soderzhashchegosya v arkheologicheskom obraztse, sinteziruetsya ehtilbenzol. Pri izmereniyakh ispol'zovalos' ot 18 do 72 ml zhidkogo stsintillyatora, chto sootvetstvovalo vvedeniyu ot 3

  18. Radiation Polymerization in the Solid Phase; Polymerisation radiochimique en phase solide; Radiatsionnaya polimerizatsiya v tverdoj faze; Radiopolimerizacion en fase solida

    Barkalov, I. M.; Gol' danskij, V. I.; Enikolopov, N. S.; Terekhova, S. F.; Trofimova, G. M.

    1963-11-15

    energfa de activacion, a diferencia de la postpolimerizacion lenta, que exige la misma energia de activacion que el proceso en fase liquida. (author) [Russian] Radiatsionnoj polimerizatsii tverdykh i zamorozhennykh monomerov za poslednee vremya udelyaetsya bol'shoe vnimanie. EHtot vopros predstavlyaet bol'shoj interes kak s prakticheskoj tochki zreniya, tak i s tochki zreniya novykh teorij khimicheskoj kinetikich radiatsionnoj khimii. Kak izvestno, strogaya prostranstvennaya uporyadochennost' monomernykh edinits v polimere obuslavlivaet rezkoe uluchshenie fiziko-mekhanicheskikh svojstv bez izmeneniya khimicheskogo sostava. Dlya sinteza stereoregulyarnykh polimerov ispol'zuetsya printsip matritsy, t.e. monomernaya edinitsa strogo orientiruetsya v prostranstve putem obrazovaniya kompleksa s katalizatorom ili kakim-libo drugim veshchestvom. Naprimer, pri radiatsionnoj polimerizatsii ryada monomerov, orientirovannykh v klatratnykh kompleksakh mocheviny i tiomocheviny, polucheny kristallicheskie stereopegulyarnye polimery. Odnako naibolee prostym variantom yavlyaetsya orientatsiya monomera v sobstvennoj kristallicheskoj reshetke. Khotya mnogie teoreticheskie voprosy v ehtoj oblasti ostayutsya neyasnymi, prakticheskoe ispol'zovanie ehtogo sposoba ves'ma zamanchivo. Tak, pri radiatsionnoj polimerizatsii kristallicheskogo trioksana uzhe poluchen vysokokristallicheskij polioksimetilen. Trebuetsya, odnako, dal'nejshaya teoreticheskaya razrabotka ehtogo metoda. Neobkhodimo dlya kazhdogo otdel'nogo monomera vyyasnit' vklad razlichnykh vidov reaktsij, proiskhodyashchikh pri obluchenii i posleduptsem plavlenii tverdykh monomerov (spetsificheskaya radiatsionnaya reaktsiya, postpolimerizatsiya i polimerizatsiya v tochkakh fazovykh perekhodov) v obshchuyu kartinu protsessa. Vypolnennoe v poslednee vremya v Institute khimicheskoj fiziki podrobnoe issledovanie kinetiki radiatsionnoj tverdofaznoj polimerizatsii ryada monomerov s primeneniem kalorimetricheskogo metoda i s nablyudeniem signala

  19. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  20. The Treatment of Cancer by a Radioactive Drug: Tritium-Labelled Tetra-Sodium 2-Methyl-1:4-Naphthaquinol Diphosphate; Traitement du Cancer par un Remede Radioactif: Le Diphosphate Tetrasodique de Methyl-2 Naphtoquinone-1,4 Tritie; 041b 0435 0447 0435 043d 0414 ; Tratamiento del Cancer con la Sal Tetrasodica del Acido 2-Metil-1,4-Naftoquinon Difosforico Marcada con Tritio

    Marrian, D. H.; Marshall, Barbara; Mitchell, J. S.; Simon-Reuss, I. [Department of Radiotherapeutics, University of Cambridge, Cambridge (United Kingdom)

    1962-02-15

    tetrasodica del acido 2-metil-l,4-naftoquinon-difosforico (''Synkavit'' Roche), asi como algunos de los metodos que se han empleado para marcar este y otros compuestos analogos. Sintetizaron el compuesto tritiado en forma de obtener una substancia radioquimicamente pura de 28 c/mmol (1 atomo de tritio por molecula) de actividad especifica. Demuestran que este producto penetra muy rapidamente en las celulas vivas, tanto in vivo como in vitro y que, en igualdad de condiciones los cultivos de celulas malignas incorporan en grado mucho mayor el compuesto marcado que los cultivos de celulas normales. Describen las investigaciones preliminares del empleo clinico de ese producto en casos avanzados de tumores malignos que suelen ser refractarios a otros tratamientos, observandose que la medula osea absorbe menor cantidad del compuesto que el tumor (en algunas ocasiones, hasta cinco veces menos). (author) [Russian] Dejstvie tetrasoda - 2-metil-1: 4- naftagidrohinondifosfata (Sinkavit - proizvodstvo Roshe) v kachestve radio- senitajzera obsuzhdaetsja narjadu s bolee rannimi metodami mechenija jetih i podob- nyh molekul. Sintez jetogo soedinenija, mechennogo tritiem, byl sdelan dlja togo, chtoby polu- chit' radiohimicheskoe chistoe lekarstvo s udel'noj aktivnost'ju v 28 kjuri/mil- limol' (odin atom tritija na molekulu). Budet pokazano, chto jeto soedinenie bystro vhodit v zhivuju kletku kak v este- stvennyh, tak i i laboratornyh uslovijah i chto kul'tury zlokachestvennyh kletok pogloshhajut mechenye atomy v gorazdo bol'shem ob{sup e}me, chem kul'tury normal'nyh kletok pri teh zhe uslovijah. Budut opisany predvaritel'nye issledovanija primenenija jetogo lekarstva na pacientah, imejushhih zlokachestvennye opuholi i nahodjashhihsja v tjazhelom ili neizlechimom sostojanii; usvoenie kostnym na kojefficient 5 mozgom nizhe, chem usvoenie opuhol'ju. (author)

  1. OPTIMASI LAJU ALIR MASSA DALAM PURIFIKASI PENDINGIN RGTT200K UNTUK PROSES KONVERSI KARBONMONOKSIDA

    Sumijanto Sumijanto

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK OPTIMASI LAJU ALIR MASSA DALAM PURIFIKASI PENDINGIN RGTT200K UNTUK PROSES KONVERSI KARBONMONOKSIDA. Karbonmonoksida adalah spesi yang sulit dipisahkan dari helium pendingin reaktor karena mempunyai ukuran molekul relatif kecil sehingga diperlukan proses konversi menjadi karbondioksida. Laju konversi karbonmonoksida dalam sistem purifikasi dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya konsentrasi, temperatur dan laju alir massa. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi laju alir massa dalam purifikasi pendingin RGTT200K untuk proses konversi karbonmonoksida. Optimasi dilakukan melalui simulasi proses konversi karbonmonoksida menggunakan perangkat lunak Super Pro Designer. Laju pengurangan spesi reaktan, laju pertumbuhan spesi antara dan spesi produk dalam kesetimbangan reaksi konversi dianalisis untuk memperoleh optimasi laju alir massa purifikasi terhadap proses konversi karbonmonoksida. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan data laju alir massa purifikasi untuk pembuatan dasar desain sistem purifikasi helium pendingin RGTT200K. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada laju alir massa 0,6 kg/detik proses konversi belum optimal, pada laju alir massa 1,2 kg/detik mencapai optimal dan pada laju alir 3,6 kg/detik s/d 12,0 kg/detik tidak efektif. Untuk memdukung dasar desain sistem purifikasi helium pendingin RGTT200K maka laju alir massa purifikasi untuk proses konversi karbonmonoksida digunakan laju alir massa 1,2 kg/detik. Kata kunci: Karbonmonoksida, konversi, purifikasi, laju alir massa, RGTT200K.   ABSTRACT OPTIMIZATION OF MASS FLOW RATE IN RGTT200K COOLANT PURIFICATION FOR CARBONMONOXIDE CONVERSION PROCESS. Carbonmonoxide is a species that is difficult to be separated from the reactor coolant helium because it has a relatively small molecular size.  So it needs a process of conversion from carbonmonoxide to carbondioxide. The rate of conversion of carbonmonoxide in the purification system is influenced by several parameters

  2. Penyisihan Limbah Organik Air Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Koagulasi-Flokulasi Kimia

    Arya Rezagama

    2016-12-01

    Full Text Available Air lindi yang meresap ke dalam tanah yang berpotensi bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah, air tanah dan air permukaan. Komposisi limbah lindi dari berbagai TPA berbeda-beda bergantung pada musim, jenis limbah, umur TPA. Proses dalam TPA menghasilkan molekul organik recalcitrant yang ditunjukkan dengan rendahnya rasio BOD/COD dan tingginya nilai NH3-N. Belum optimalnya pengolahan air lindi di Jatibarang membutuhkan pretreatment sebagai bentuk upaya alternatif dalam proses pengolahan air lindi sebelum masuk ke dalam proses aerated lagun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh koagulan kimia pada penyisihan bahan organik air lindi TPA Jatibarang. Penelitian dilakukan pada bulan April- Agustus 2016. Karaktersitik air lindi TPA Jatibarang termasuk dalam kategori "moderately stable" dan lindi muda. Penyisihan bahan organik dengan menggunakan kuagulan kimia FeCl3 dan Al2SO4 menunjukkan nilai yang cukup signifikan untuk parameter COD, BOD, TSS. Penggunaan dosis optimal terjadi pada 16 g/L FeCl3 serta 16 g/L Al2SO4 dapat menurunkan nilai COD sebesar 51% dan 65%, BOD sebesar 50% dan 56%, dan TSS sebesar 24% dan 21%. Perubahan nilai pH akibat penambahan koagulan berpengaruh positif terhadap tingkat penyisihan, namun memberikan dampak negatif yaitu buih yang cukup banyak. Penurunan beban organik menguntungkan bagi sistem pengolahan lindi eksisting TPA Jatibarang.  [Title: Removal of Lindi Water Organic Waste of TPA Jatibarang using Chemical Coagulation- Floculation] Leachate grounding into the soil that potentially could mix with the groundwater caused contamination of soil, groundwater and surface water. The composition of waste landfill leachate from the various location is depending on the season, the type of waste, and landfill age. Process in the TPA produces recalcitrant organic molecules as indicated by the low ratio of BOD/COD and NH3-N high value. The ineffective treatment of leachate at Jatibarang

  3. Recent Developments in the Theory of Mechanisms in Radiation Chemical Processes; Developpements recents dans la theorie des mecanismes des reactions radiochimiques; Poslednie dostizheniya v teorii mekhanizmov radiatsionno-khimicheski kh protsessov; Adelantos recientes en la interpretacion teorica del mecanismo de los procesos radioquimicos

    Roberts, R. [U.K.A.E.A., Wantage Research Laboratory, Berks (United Kingdom)

    1963-11-15

    importancia de los procesos ion-molecula, atendiendo particularmente a la radioquimica del metano. Deduce que se verifican en este sistema reacciones de moleculas excitadas, ademas de los procesos ionicos. Demuestra que los hidrocarburos no saturados desempenan un papel destacado en la radiolisis del metano. Pasa revista a los perfeccionamientos de la polimerizacion ionica, asi como de la polimerizacion en condiciones heterogeneas. Se refiere a la importancia de la pureza de los reactivos y a la limpieza de los recipientes. Examina brevemente el efecto de la aplicacion de un potencial extemo en la polimerizacion en fase solida. Senala la importancia radioquimica de los procesos basados en radicales libres, en relacion con el proceso Dow para la produccion del bromuro de etilo. (author) [Russian] Rassmatrivayutsya poslednie dostizheniya v teorii mekhanizmov khimicheskikh reaktsij, initsiirovannykh oblucheniem. Rassmatrivaetsya rol' iono-yolekulyarnykh protsessov, pri ehtom obrashchaetsya osoboe vnimanie na radiatsionnukh khimiyu metana. Sdelan vyvod, chto v ehtoj sisteme naryadu s ionnymi protsessami proiskhodyat reaktsii vozbuzhdennykh molekul. Pokazano, chto pri radiolize metana nenasyshchennye uglevodorody igravt znachitel'nuyu rol' v mekhanizme reaktsii. Rassmatrivayutsya dostizheniya v oblasti ionnoj polimerizatsii i polimerizatsii pri geterogennykh usloviyakh. Obsuzhdaetsya znachenie stepeni ochistki reagenta i chistoty reaktsionnogo sosuda. Kratko rassmatrivaetsya vozdejstvie prilozhennogo vneshnego potentsiala na polimerizatsiyu tverdykh tel. Znachenie protsessov svobodnykh radikalov v radiatsionnoj khimii rassmatrivaetsya v svete protsessa Dou dlya proizvodstva bromistogo ehtila. (author)

  4. Diversitas Genetik Anopheles balabacensis, Baisas di Berbagai Daerah Indonesia Berdasarkan Sekuen Gen ITS 2 DNA Ribosom

    Widiarti Widiarti

    2016-05-01

    dilaporkan sebagai spesies kompleks di berbagai negara, akan tetapi belum banyak dilaporkan di Indonesia. Penanggulangan malaria agar lebih efektif perlu adanya perbaikan dan pendekatan strategi dalam pengendalian vektor, termasuk sangat diperlukan adanya pemahaman terhadap spesies dan bioekologinya. Tujuan penelitian adalah untuk : a. Mengidentifikasi secara molekuler nyamuk An. balabacensis yang dicurigai sebagai spesies kompleks berdasarkan sekuen ITS2 DNA ribosom, b. Mengetahui diversitas genetik nyamuk An. balabacensis dari daerah endemis dan non endemis dengan jarak geografis yang berbeda, c. Mengetahui kekerabatan genetik (jarak taksonomi nyamuk An. balabacensis dari berbagai daerah di Indonesia dengan merekonstruksi pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An. balabacensis di Indonesia merupakan spesies kompleks simpatrik dan allopatrik. Ada perbedaan kekerabatan genetikyang cukup jauh diantara populasi An. balabacensis di Pusuk Lestari, wilayah Puskesmas Meninting, Lombok Barat, NTB yang merupakan simpatrik kompleks. Berdasarkan hubungankekerabatan An. leucosphyrus group, An. balabacensis dari Berjoko, Kabupaten Nunukan menunjukkan kecenderungan terpisah cukup jauh dibandingkan dengan An. balabacensiskompleks lainnya yang berasal dari Jawa Tengah dan Lombok, NTB.Kata kunci : An. balabacensis, variasi genetik, ITS2 DNA ribosom

  5. GAMBARAN PENGGUNAAN RAPID DIAGNOSTIC TEST PARASIT MALARIA DI DESA PASIRMUKTI KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA

    Hubullah Fuadzy

    2013-12-01

    Full Text Available Abstract. High mobility amongst mining workers, demanding officer of Cineam Public Health Center can perform rapid diagnosis to the workers. Nowadays, many techniques are developed to detect the early transmission of malaria, begins from the clinical to the molecular, one of that techniques are Rapid Diagnostic Tests (RDTs. This research has been conducted in the village of Pasirmukti district Cineam, Tasikmalaya in 2012. Objective of this paper is description RDT utilities as rapid diagnosing efforts on families who have family members as mine worker malaria endemic areas. Inclusion criteria for this study were family who have and do not have family members were working as workers in malaria-endemic areas at 2011 or 2012. Respondents were willing to participate in this study would be taken for examination RDT. Respondents were willing to participate in this study amounted to 256 people, and 5 of them positive Plasmodium malaria based on RDTs screening. Respondents who positive for malaria on RDTs test were 4 women with lower education background and work as a housewife, then a men with a background of secondary school education and are currently still as student. RDT is one of the malaria parasite tools which suitable for use in the Pasirmukti Village district Cineam - Tasikmalaya. However, keep in mind on how to storage and use in order to avoid errors both false-positive and false negatives test results.   Keywords: rapid diagnostic tests, malaria, Tasikmalaya Abstrak. Mobilitas yang tinggi penduduk Cineam  menuju wilayah pertambangan emas diluar pulau Jawa, menuntut tenaga kesehatan di Puskesmas Cineam dapat melakukan diagnosa dini penyakit malaria terhadap para pekerja tambang tersebut. Saat ini, banyak dikembangkan teknik untuk mendeteksi penularan penyakit malaria secara dini, mulai dari yang bersifat klinis hingga molekuler, diantaranya adalah Rapid Diagnostic Tests (RDTs. Untuk mengetahui gambaran pemanfaatan RDT di Cineam perlu

  6. Phylogeny, Historical Biogeography and the Evolution of Migration in Accipitrid Birds of Prey (Aves: Accipitriformes

    Nagy Jenő

    2014-06-01

    Full Text Available A legtöbb mérsékelt övi madárfaj életciklusában alapvető szerepet tölt be a vonulás. A rendszeres, nagy kiterjedésű mozgások, melyek a mérsékelt övi vonulási rendszereket jellemzik, egyes feltételezések szerint a trópusi fajok poszt-glaciális, északi irányú terjeszkedésével párhuzamosan jelentek meg. Ezen felül a vonulás előfordulását számos ökológiai tényező is befolyásolhatja, mint például a környezet szezonalitásának mértéke vagy a téli túlélést befolyásoló tényezők. A vonulás eredete és evolúciója ezért csak úgy érthető meg, ha a madarak biogeográfiai történetiségét és ökológiáját filogenetikai kontextusban tanulmányozzuk. Jelen vizsgálatban a vágómadár-alakúak (Accipitriformes vonulásának evolúcióját elemeztük komparatív módszerekkel. Első lépésben létrehoztunk egy fosszilis adatok alapján datált molekuláris törzsfát, amelyen jellegrekonstrukciót végeztünk és rekonstruáltuk a fajok ősi elterjedési területét. Az elemzéseink alapján a vonulás többször alakult ki a ragadozók esetében, legkorábban a héjaformákon (Accipitrinae belül, vélhetően a Miocén közepén. A legtöbb esetben a vonuló leszármazási vonalak nem vonuló őseinél trópusi elterjedésre következtethetünk. A direkcionális evolúciós teszt alapján a vonulás a trópusokon jelent meg és megnövelte a mérsékelt égöv kolonizációjának rátáját. Eszerint tehát a mérsékelt övi ragadozómadár fajok vonuló trópusi fajok leszármazottainak tekinthetők, melyek az erősen szezonális, északi élőhelyek irányába terjeszkedtek. Végezetül negatív kapcsolatot találtunk a vonulás megjelenése és a táplálékspecializáció mértéke között.

  7. Sekuen Nukleotida Gene Shiga like toxin-2 dari Isolat Lokal Escherichia coli O157:H7 asal Hewan dan Manusia (NUCLEOTIDES SQUENCES OF SHIGA-LIKE TOXIN 2 GENES OF ESCHERICHIA COLI O157:H7 LOCAL ISOLATES ORIGINATED FROM ANIMALS AND HUMAN

    I Wayan Suardana

    2017-04-01

    untuk menghasilkan satu atau lebih cytotoxin yang sangat potensial yang dikenal dengan nama Shiga-like toxin (Stx atau verocytotoxin, khususnya dari jenis Stx2 yang terkait erat dengan kejadian hemolytic uremic syndrome (HUS pada manusia. Studi ini bertujuan menganalisis susunan nukleotida dari gen stx2 antara isolat asal hewan dan manusia dalam upaya mengkaji potensi zoonosis yang ditimbulkannya. Kegiatan penelitian diawali dengan kultivasi 20 isolat E. coli O157:H7 koleksi hasil penelitian sebelumnya dengan rincian dua isolat asal tinja sapi, dua isolat asal daging sapi, dua isolat asal tinja ayam, dua isolat asal tinja manusia non-klinis, dan 12 isolat asal tinja manusia klinis (asal penderita gagal ginjal. Isolat sebanyak 20 tersebut dikonfirmasi pada media selektif sorbitol MacConkey agar (SMAC yang dilanjutkan dengan uji latex O157 aglutination test serta uji antiserum H7. Analisis molekuler komplit gen stx2 yang meliputi open reading frame (ORF dari gen stx2 dilakukan menggunakan primer rancangan peneliti yaitu Stx2(F/Stx2(R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua isolat yaitu KL-48 (2 asal tinja manusia dan SM-25 (1 asal tinja sapi positif membawa gene stx2 yang ditandai dengan produk PCR 1587 bp. Analisis hasil sekuensing menunjukkan kedua isolat memiliki susunan gene stx2 yang identik dengan E. phaga 933 dan E. coli ATCC 43894. Hasil ini mengindikasikan kedua isolat lokal berpotensi sebagai agen zoonosis dengan efek klinis yang serupa dengan E. phaga 933 dan E. coli ATCC 43894.

  8. EFEK POLIMORFISME GENA GSTP-1 TERHADAP AKTIVITAS GLUTATION S-TRANSFERASE (GST PADA INDIVIDU TERPAPAR LOGAM BERAT TIMBAL (Effect of GSTP-1 Gene Polymorphismson Glutation S- Transferase (GST Activity in Heavy Metals Lead-Exposed Individual

    Hernayanti Hernayanti

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Gena GSTP-1 merupakan penghasil enzim glutation S- transferase (GST, yang berfungsi dalam proses detoksifikasi senyawa toksik di hati. Faktor keberadaan polimorfisme gena GSTP-1 akan menyebabkan penurunan ekspresi GST, sehingga proses detoksifikasi terhadap senyawa toksik akan terhambat. Kerentanan terhadap paparan senyawa toksik pada manusia akan meningkat apabila dijumpai polimorfisme gena. Salah satu senyawa toksik yang dapat menghambat aktivitas GST adalah timbal (Pb, terutama dalam bentuk tetra ethyl lead (TEL. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gena GSTP-1 terhadap aktivitas GST pada individu terpapar Pb, yang diwakili pekerja bengkel mobil. Faktor keberadaan polimorfisme gena individu ditentukan dengan metode PCR-RFLP dan enzim restriksi BsmA1. Parameter yang diukur adalah kadar Pb dan aktivitas GST. Analisis molekuler gena GSTP-1 dilakukan secara deskriptif. Data kadar Pb dan aktivitas GST dianalisis dengan uji t independent. Hasil analisis gena GSTP-1 dari 40 orang subyek kasus setelah dilakukan digesti dengan enzim BsmA1, ditemukan sebanyak 10 orang individu dengan polimorfisme Ile105Val gena GSTP 1 atau sekitar 25% dengan genotip Ile-Val, sedangkan 30 orang atau 75% ditemukan tanpa polimorfisme dengan genotip Ile-Ile. Pita DNA individu dengan polimorfisme terpotong menjadi 3 fragmen sepanjang 176, 91 dan 85 pp (mutan heterozygot, sedangkan tanpa polimorfisme terletak pada 176 bp. Subyek kasus dengan polimorfisme gena GSTP-1 memiliki kadar Pb lebih tinggi dan aktivitas GST lebih rendah dibandingkan individu non polimorfisme. Telah terbukti bahwa polimorfisme gena GSTP-1 menyebabkan penurunan ekspresi enzim GST. Pada individu terpapar Pb dengan polimorfisme gena GSTP-1 memiliki aktivitas GST lebih rendah dibandingkan individu tanpa polimorfisme. ABSTRACT GSTP-1 gene regulates the expression of gluthation S-transferase enzyme, which role in detoxification of toxicant on liver. If the polymorphisms

  9. POTENTIAL USE OF ENDOPHYTIC BACTERIA TO CONTROL Pratylenchus brachyurus ON PATCHOULI

    Rita Harni

    2012-10-01

    tana-man nilam yang dapat menurunkan hasil dan kualitas minyak nilam. Salah satu cara pengendalian yang potensial terhadap nematoda tersebut adalah menggunakan bakteri endofit. Selain dapat membunuh nematoda, bakteri endofit juga dapat meng-induksi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk  mengevaluasi potensi bakteri endofit yang berasal dari tanaman nilam untuk mengendalikan namatoda parasit P. brachyurus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, serta di  laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, pada bulan April sampai Desember 2007. Bakteri endofit diisolasi dari sampel akar tanaman nilam dari beberapa lokasi di Jawa Barat. Isolat-isolat bakteri endofit diseleksi kemampuannya untuk membunuh P. brachyurus dan menginduksi pertumbuhan tanam-an nilam. Isolat bakteri endofit yang potensial selanjutnya diidentifikasi secara molekuler menggunakan primer universal 16S rRNA. Penelitian memperoleh 257 isolat bakteri endofit dengan kerapatan populasi 2,3 x 102 sampai 6,0 x 105  cfu g-1 berat basah akar. Enam puluh isolat (23,34% di antaranya bersifat antagonis terhadap P. brachyurus dengan mortalitas 70-100%, 72 isolat (28,01% dapat memacu pertumbuhan tanaman nilam, 93 isolat (36,18% bersifat netral, dan 32 isolat (12,47% dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil peng-ujian antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman, lima isolat bakteri, yaitu Achromobacter xylosoxidans TT2, Alcaligenes faecalis NJ16,  Pseudomonas putida EH11, Bacillus cereus MSK, dan Bacillus subtilis NJ57 dapat menekan populasi nematoda 74,0-81,6% dan meningkatkan pertumbuhan nilam 46,97-86,79%. Penelitian mengindikasikan bahwa bakteri endofit dari tanaman nilam berpotensi mengendalikan P. brachyurus pada tanaman nilam.

  10. Karakteristik Reverse Transcriptase Gen Polymerase Virus Hepatitis B Pada Penderita Hepatitis B Kronis Asimptomatik Pra-Pengobatan

    Turyadi Turyadi

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Antiviral nucleos(tide analogue (NUCs merupakan pengobatan utama pada hepatitis B kronis (HBK. Pemberian jangka panjang dinilai cukup efektif menekan progresivitas penyakit, namun dapat menimbulkan mutasi resisten. Studi ini melihat karakteristik gen polimerase yang berkaitan dengan resistensi NUCs pada penderita HBK asimptomatik pra-pengobatan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hepatitis, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta. Sebanyak 38 sampel individu dengan hepatitis B surface antigen (HBsAg positif dikarakterisasi dengan PCR-sekuensing. Genotipe dan subtipe ditentukan berdasarkan sekuens HBsAg. Sebanyak 37 (97,4% sampel menunjukkan mutasi rtQ238H/N dan satu sampel wildtype. Sebanyak 23 (62,2% memiliki mutasi rtQ238H, 10 (27,0% rtQ238N, dan empat (10,8% dengan mutasi ganda rtA194T dan rtQ238H. Genotipe B ditemukan pada 26 (68,4% sampel, genotipe C pada 11 (28,9%, dan genotipe D pada satu (2,6% sampel. Secara statistik, mutasi rtQ238H berasosiasi dengan genotipe B (p<0,001 dan mutasi rtQ238N dengan genotipe C (p<0,001. Subtipe ayw ditemukan pada 25 (65,8% sampel, adr pada 11 (28,9%, dan adw pada dua (5,3% sampel. Sebagian besar sampel tidak menunjukkan mutasi yang berkaitan dengan resistensi NUCs, sehingga pemberian NUCs masih. Mutasi rtQ238H merupakan varian yang berkaitan dengan genotipe B dan rtQ238N dengan genotipe C. Kata kunci: virus hepatitis B; mutasi; pengobatan; polymerase.   Reverse-Transcriptase Characteristics of Hepatitis B Virus Polymerase Gene in Treatment-Naïve Asymptomatic Chronic Hepatitis B Individuals Abstract Nucleos(tide analogues (NUCs remain the main treatment for chronic hepatitis B (CHB. Long-term use of NUCs significantly reduces disease progression; however, it might lead to resistance-associated mutations. We studied characteristics of polymerase gene related to NUCs resistance in naïve hepatitis B surface antigen (HBsAg-positive individuals. The research was done at Laboratory of Hepatitis

  11. DNA BARCODING IKAN HIAS INTRODUKSI

    Melta Rini Fahmi

    2017-05-01

    Full Text Available Identifikasi spesies menjadi tantangan dalam pengelolaan ikan hias introduksi baik untuk tujuan budidaya maupun konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi molekuler ikan hias introduksi yang beredar di pembudidaya dan pasar ikan hias Indonesia dengan menggunakan barcode DNA gen COI. Sampel ikan diperoleh dari pembudidaya dan importir ikan hias di kawasan Bandung dan Jakarta. Total DNA diekstraksi dari jaringan sirip ekor dengan menggunakan metode kolom. Amplifikasi gen target dilakukan dengan menggunakan primer FishF1, FishF2, FishR1, dan FishR2. Hasil pembacaan untai DNA disejajarkan dengan sekuen yang terdapat pada genbank melalui program BLAST. Identifikasi dilakukan melalui kekerabatan pohon filogenetik dan presentasi indeks kesamaan dengan sekuen genbank. Hasil identifikasi menunjukkan sampel yang diuji terbagi menjadi lima grup, yaitu: Synodontis terdiri atas lima spesies, Corydoras: empat spesies, Phseudoplatystoma: tiga spesies, Botia: tiga spesies, dan Leporinus: tiga spesies dengan nilai boostrap 99-100. Indeks kesamaan sekuen menunjukkan sebanyak 11 spesies memiliki indeks kesamaan 99%-100% dengan data genbank yaitu Synodontis decorus, Synodontis eupterus, Synodontis greshoffi, Botia kubotai, Botia lohachata, Rasbora erythromicron, Corydoras aeneus, Gyrinocheilus aymonieri, Eigenmannia virescens, Leporinus affinis, Phractocephalus hemioliopterus. Dua spesies teridentifikasi sebagai hasil hibridisasi (kawin silang yaitu Leopard catfish (100% identik dengan Pseudoplatystoma faciatum dan Synodontis leopard (100% identik dengan Synodontis notatus. Hasil analisis nukleotida penciri diperoleh tujuh nukleotida untuk Synodontis decora, 10 nukleotida untuk Synodontis tanganyicae, 13 nukleotida untuk Synodontis euterus, empat nukleotida untuk Synodontis notatus, dan 14 untuk Synodontis grashoffi. Kejelasan identifikasi spesies ikan menjadi kunci utama dalam budidaya, perdagangan, manajemen, konservasi, dan pengembangan

  12. Evaluasi Elektrokardiogram Interval QTc dan JTc pada Penderita Malaria Vivaks yang Diberikan Dihidroartemisinin-Piperakuin dan Primakuin

    Jason Sriwijaya

    2016-03-01

    Full Text Available Dihidroartemisinin-piperakuin (DHA-PPQ telah digunakan secara global sebagai terapi malaria vivaks. Salah satu efek samping DHA-PPQ adalah pemanjangan repolarisasi ventrikel yang dapat menimbulkanaritmia ventrikuler yaitu Torsade de Pointes (TdP. Studi before-after ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan rerata interval QTc dan JTc penderita malaria vivaks sebelum dan sesudah pemberian DHA-PPQdan primakuin (PQ. Penelitian dilakukan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta pada bulan Mei-Juli2015. Sumber data adalah data sekunder hasil rekaman EKG pada penelitian utama “Safety, tolerability, andefficacy of artesunat-pyonaridine or dihydroartemisinin-piperaquine in combination with primaquine as radicalcure for P.vivax in Indonesian soldiers” tahun 2010. Subyek yang masuk kriteria seleksi pada pemberianDHA-PPQ dan PQ, masing-masing berjumlah 24 subyek dan 14 subyek. Interval QT dan JT dalam penelitianini menggunakan dua formula yang sudah dikoreksi terhadap frekuensi denyut jantung yaitu formula Bazett(QTcB, JTcB dan Fridericia (QTcF, JTcF. Pemberian DHA-PPQ menunjukkan pemanjangan rerata intervalQTcF secara bermakna dibandingkan baseline yaitu sebesar 14,42 milidetik terjadi di D3 predose dan 20,53milidetik di D3 postdose. Rerata pemanjangan interval JTcF setelah pemberian DHA-PPQ adalah 13,43milidetik di D3 postdose. Pada pemberian PQ terdapat perbedaan nilai rerata interval QTcB dibandingkanbaseline sebesar 19,42 milidetik. Rerata pemanjangan interval JTcF dibandingkan baseline 16,50 milidetik diD42 postdose dan secara statistik bermakna. Kata kunci: dihidroartemisinin-piperakuin, primakuin, malaria vivaks, Torsade de Pointes, interval QTc, interval JTc.   Electrocardiogram Evaluation of QTc and JTc Interval of DihydroartemisininPiperaquine and Primaquine Therapies Given to The Vivax Malaria Patients Abstract Dihydroartemisinin-piperaquin (DHA-PPQ has been used globally as standard combination therapies for vivax malaria treatment

  13. PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG MERAPI SEBAGAI GEOPOLIMER (SUATU POLIMER ANORGANIK ALUMINOSILIKAT

    E. Kusumastuti

    2012-09-01

    Full Text Available Sintesis geopolimer telah dilakukan dengan memanfaatkan abu vulkanik Gunung Merapi. Geopolimer merupakan suatu polimer anorganik aluminosilikat dengan rantai Si-O-Al yang disintesis dari material yang kaya akan silika dan alumina dengan larutan pengaktif natrium hidroksida. Analisis kandungan kimia abu vulkanik Merapi menunjukkan bahwa material ini termasuk material pozzolan dengan kandungan silika dan alumina yang tinggi, yakni 45,7% berat SiO2; 14,00% berat Al2O3; 16,1% berat CaO; 18,2% berat Fe2O3 dan 3,86% berat K2O. Perbandingan mol SiO2/Al2O3 dalam abu vulkanik Merapi tergolong tinggi yakni 5,55. Abu vulkanik Merapi dapat disintesis menjadi geopolimer meskipun mempunyai rasio mol SiO2/Al2O3 yang tinggi dengan menggunakan larutan pengaktif NaOH 66,67% serta menambah waktu curing selama 3 hari pada suhu 70°C untuk membantu proses kondensasi (lepasnya molekul air pada proses geopolimerisasinya. Geopolimerisasi abu vulkanik Merapi pada suhu kamar tidak dapat terjadi, ditandai dengan kekuatannya yang sangat rendah. Karakterisasi pada geopolimer berbahan dasar abu vulkanik menunjukkan bahwa kuat tekan optimum dicapai pada komposisi dengan perbandingan abu vulkanik/Na silikat/NaOH/H2O sebesar 50/10/4/6 dengan kekuatan 61,16 MPa. Analisis kualitatif berupa fasa mineral dengan XRD dan ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa telah terbentuk fasa amorf aluminosilikat geopolimer dengan ikatan Si–O–Si atau Si–O–Al. Synthesis of geopolymer has been done by using Merapi volcanic ash. Geopolymer is an aluminosilicate inorganic polymer with Si-O-Al chain that has been synthesized from silica-and alumina-rich materials by using activator solution natrium hydroxide. The analysis of Merapi volcanic ash content showed that it was a pozzolan material containing high-silica alumina, with 45,7% of SiO2; 14,00% of Al2O3; 16,1% of  CaO; 18,2% of Fe2O3 and 3,86% of K2O. Mol ratio of SiO2/Al2O3 was high, it is 5,55. Although it

  14. Nilai Diagnostik Metode “Real Time” PCR GeneXpert pada TB Paru BTA Negatif

    Eka Kurniawan

    2016-09-01

    Full Text Available  AbstrakTuberkulosis (TB paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. TB masih tetap menjadi masalah kesehatan dunia karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh kuman ini dan sumber penularannya berasal dari Basil Tahan Asam (BTA positif maupun negatif. TB paru BTA negatif didiagnosis berdasarkan gambaran klinis dan rontgen torak yang sesuai TB serta pertimbangan dokter sehingga hal ini dapat menimbulkan under atau over diagnosis TB. GeneXpert merupakan pemeriksaan molekuler dengan metode “real time“ PCR dan merupakan penemuan terobosan untuk mendiagnosis TB secara cepat. Tujuan penelitiian ini adalah melakukan penilaian validitas GeneXpert pada TB paru BTA negatif dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Desain penelitian uji diagnostik ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan terhadap 40 orang pasien TB paru BTA negatif di Puskesmas sekitar kota Padang dan pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RS dr. M. Djamil Padang. Dilakukan pemeriksaan sputum dengan GeneXpert dan dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Hasil uji diagnostik dengan GeneXpert untuk mendiagnosis TB paru BTA negatif didapatkan sensitivitas 83.33%, spesifisitas 95.46%, nilai prediksi positif 93.75%, nilai prediksi negatif 87.5% dan akurasi 90% serta hasil uji kappa didapatkan 0.796. Disimpulkan GeneXpert memiliki sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif dan akurasi yang tinggi pada TB paru BTA negatif.Kata kunci: nilai diagnostik, TB paru BTA negatif, GeneXpert AbstractPulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB is still a global health problem. Approximately one third of the world population is infected by Mycobacterium tuberculosis and the source of infection came from smear positive and negative patient. Smear negative pulmonary TB can be considered based on clinical symptom and chest x-ray as well as

  15. Reactions of Hot Tritium Atoms with Amino Acids; Reactions entre Atomes Chauds de Tritium et Acides Amines; Reaktsii goryachikh atomov tritiya s aminokislotami; Reacciones de Atomos de Tritio Calientes con Aminoacidos

    Simonov, E. F.; Nesmejanov, An. N. [Moskovskij Gosudarstvennyj Universitet, Moskva, SSSR (Russian Federation)

    1965-04-15

    smesi karbonata litija s issleduemymi kislotami byli oblucheny potokom medlennyh nejtronov 0,87 * 10{sup 13} cm{sup 2}/sek v techenie 15 minut. Analiz provodilsja na gazovom hromatografe so smennymi kolonkami (molekuljarnye sita, vazelinovoe maslo na diatomite) i s pomoshh'ju bumazhnoj hromatografii. Poluchennye dannye dlja radiacionnoj vyzhivaemosti aminokislot v zavisimosti ot dliny uglerodnoj cepi, hotja i protivorechat osnovnomu polozheniju radiacionnoj himii, soglasno kotoromu sohranenie molekul vozrastaet s udlineniem ih cepi, mogut byt' ob'jasneny vnutrimolekuljarnoj peredachej jenergii po uglerodnoj cepi ot mesta udara gorjachego atoma k gidroksil'noj gruppe i posledujushhim ee {sup v}ysvechivaniem{sup ,} s drugoj storony, hotja jenergija atomov otdachi tritija prevoshodit jenergiju himicheskoj svjazi, poslednjaja vse-taki okazyvaet svoe vlijanie na radiacionnoe sohranenie molekul odnoj dliny uglerodnoj cepi, no s raznymi zamestiteljami. (author)

  16. Technical Developments in the USAEC Process Radiation Development Program; Etudes technologiques dans le cadre du programme de mise au point d'applications industrielles des rayonnements de la CEA-EU; Issledovaniya v oblasti promyshlennogo primeneniya izluchenij, vkhodyashchie v programmu komissii po atomnoj ehnergii USAEC; Progresos tecnicos en el programa de la USAEC para el fomento de la irradiacion industrial

    Machurek, J. E.; Stein, M. H. [Division of Isotopes Development, USAEC, Washington, DC (United States)

    1963-11-15

    ispol'zovanie ioniziruyushchikh izluchenij v promyshlennosti. Provedeno chetyrnadtsat' takikh issledovanij, rezul'taty nekotorykh iz nikh izlozheny v obshchikh chertakh v dannoj rabote, ostal'nye izlagayutsya bolee podrobno - v drugikh stat'yakh trudov. Temy issledovanij vklyuchayut: 1. Prigotovlenie kombinatsij derevo-plastik, ispol'zuya gamma-izluchenie dlya indutsirovaniya polimerizatsii. 2. Ispol'zovanie beta-izlucheniya produktov deleniya dlya gidrogenizatsii uglya, i ego produktov s tsel'yu polucheniya zhidkogo uglevodorodnogo topliva. 3. Poluchenie poluprovodnikovykh priborov s formirovaniem zadannogo prostranstvennogo raspredeleniya primesej v zavisimosti ot legirovaniya putem nejtronnykh prevrashchenij. 4. Vyzvannaya izlucheniem polimerizatsiya ehtilena i sopolimerov. 5. Osnovnye issledovaniya mekhanizmov i kinetiki reaktsij, vyzvannykh izlucheniem. 6. Radiatsionno-khimicheskie protsessy pri ftorirovanii razlichnykh aromaticheskikh soedinenij. 7. Ispol'zovanie polifunktsional'nykh monomerov dlya intensifikatsii radiatsionnogo sshivaniya poliehtilena, polipropilena, poliizobutilena i atsetattsellyulozy. 8. Vliyanie nabukhaniya, deformatsii i temperatury na fizicheskie i khimicheskie svojstva polimerov, poluchennykh s pomoshch'yu radiatsii. 9. Vliyanie strukturnykh faktorov na radiatsionnye izmeneniya v polimerakh, privodyashchie k graftsopolimerizatsii. 10. Ispol'zovanie yadernykh izluchenij dlya modifikatstsii tekstil'nykh materialov. 11. Reaktsii, vyzvannye izlucheniem kriptona-85. 12. Podgotovka ''Spravochnika po radiatsii''. 13. Ispol'zovanie metalloorganicheskoj svyazi dlya gamma-dozimetrii pri bol'shikh moshchnostyakh dozy. 14. Razrabotka dozimetra s solnechnym ehlementom. (author)

  17. Chemical Behaviour of C{sup 11} in Liquid Hydrocarbons; Comportement Chimique de {sup 11}C dans les Hydrocarbures Liquides; Khimicheskaya kharakteristika ugleroda-11 v zhidkikh uglevodorodakh; Comportamiento Quimico del {sup 11}C en Hidrocarburos Liquidos

    Voigt, A. F.; Clark, D. E.; Mesich, F. G. [Institute of Atomic Research and Department of Chemistry, Iowa State University, Ames, IA (United States)

    1965-04-15

    obshhim kolichestvom obrazovavshegosja C{sub 11}, izmerennym vo vsem obrazce pered razdeleniem. Protochnye schetchiki kalibrovalis' pri uslovii obrazovanija vsego Si v hode jeksperimentov, v processe kotoryh ves' obrazec szhigalsja, prevrashhajas' v CO{sub 2}, i prohodil cherez protochnyj schetchik. Nashi bolee rannie jeksperimenty byli svjazany tol'ko s ispol'zovaniem gazoobraznyh produktov, kotorye v nastojashhee vremja horosho zarekomendovali sebja v otnoshenii molekul razlichnyh veshhestv misheni pri raznyh znachenijah dozy. Tekushhie jeksperimenty s proizvodnymi molekulami, podobnymi po razmeru molekulam materiala misheni, okazalis' ochen' poleznymi pri izuchenii voprosa o mehanizmah rekombinacii atomov otdachi. Osobyj interes predstavljaet vyhod produkta s odnim atomom ugleroda bol'she po sravneniju s mishen'ju, chto javljaetsja rezul'tatom novoj reakcii. Raspolozhenie dopolnitel'nogo atoma v molekule veshhestva misheni, kotoroe harakterizuetsja nalichiem neskol'kih dopolnitel'nyh tochek, daet informaciju otnositel'no samogo processa. Pri zamedlenii atoma otdachi do velichiny jenergii, pri kotoroj vozmozhno ustanovlenie svjazi, po krajnej mere vremenno, izlishnjaja jenergija, kotoruju prinosit v sistemu atom C{sub 11}, mozhet privesti k razryvu svjazi gde-libo v drugom meste v predelah aktiviruemogo kompleksa, chto obychno privodit k obrazovaniju dvuhuglerodnogo produkta. Esli kompleks mozhet byt' sohranen bez razryva, to obrazuetsja dopolnitel'nyj produkt. Takim obrazom, sravnenie vyhodov dvuhuglerodnyh soedinenij, acetilena, jetilena i jetana i dopolnitel'nyh produktov predostavljaet cennuju informaciju otnositel'no jenergii, pri kotoroj vozmozhno obrazovanie ustojchivoj svjazi, i haraktera soderzhashhej C{sub 11} gruppy, vstupajushhej v reakciju. (author)

  18. Gamma-Ray-Initiated Graft Copolymerization on the Surface of Nylon Fibers and in the Inner Layers of Cellulosic Fibers; Amorcage par rayons gamma de la formation de copolymeres greffes a la surface de fibres de nylon et dans les couches internes de fibres cellulosiques; Sopolimerizatsionnoe narashchivanie na poverkhnosti nejlonovogo volokna i vo vnutrennikh sloyakh tsellyuloznykh volokon pod dejstviem gamma-izluchenij; Copolimerizacion por injerto radioinducida en la superficie de fibras de nylon y en las capas internas de fibras celulosicas

    Okamura, S; Iwasaki, T; Kobayashi, Y; Hayashi, K

    1960-07-15

    injerto cuando la irradiacion se efectua con dosis especificas del orden de los 10{sup 5} roentgens/hora . (author) [Russian] V rezul'tate oblucheniya nejlonovogo volokna v azotnoj srede sozdaetsya poperechnaya svyaz', togda kak pri obluchenii v vozdushnoj srede proiskhodit reaktsiya, vedushchaya k umen'sheniyu velichiny molekul. Proiskhodyashchie pod vliyaniem oblucheniya izmeneniya byli izucheny posredstvom izmereniya vyazkosti volokna, obluchennogo v rastvorakh sernoj kisloty. Prochnost' na rastyazhenie byla izuchena takzhe v vozdushnoj srede. Pri obluchenii v azotnoj srede pogruzhennogo v vodnyj rastvor akrilamida nejlonovogo volokna narashchivanie imeet mesto lish' na poverkhnosti. Esli zhe predvaritel'noe obluchenie proizvodilos' v vozdushnoj srede, to narashchivanie proiskhodit i vo vnutrennikh sloyakh volokna. Stepen' narashchivaniya tsellyuloznykh volokon pri pomoshchi stirola iz metanolovogo rastvora znachitel'no povyshaetsya, esli voloknu dat' nabukhnut' v 5-10 protsentnom rastvore formamida v metanole. Bylo izucheno vliyanie kontsentratsii formamida i stirola v rastvorakh metanola, prichem bylo ustanovleno, chto maksimal'noe narashchivanie proiskhodit v 5-protsentnom rastvore formamida i 70-protsentnoj kontsentratsii stirola. Pri moshchnosti dozy priblizitel'no v 10{sup 5} r/chas ustanovleno, chto skorost' narashchivaniya opredelyaetsya diffuziej. (author)

  19. The Role of Non-Destructive Testing in the Los Alamos Reactor Programme; Role des Essais Non Destructifs dans le Programme de Reacteurs de los Alamos; Rol' nedestruktivnykh ispytanij materialov v Los-Alamosskoj reaktornoj programme; Papel de los Metodos de Ensayo No Destructivo en el Programa de Reactores de Los Alamos

    Tenney, G. H. [University of California, Los Alamos Scientific Laboratory, Los Alamos, NM (United States)

    1965-10-15

    prokatannogo lista iz slitka. Osushhestvljalsja takzhe kontrol' za svarnymi shvami. Byl razrabotan metod proverki potenciala jelektroda dlja kontrolja zolotyh poverhnostej dlja obnaruzhenija soderzhashhihsja zagrjaznenij. Osnovnaja koncepcija LARJeRP (Los-Alamosskij reaktornyj jeksperiment s rasplavlennym plutoniem) zakljuchaetsja v ispol'zovanii v kachestve topliva skoree zhidkogo, chem tverdogo metallicheskogo plutonija. Tantalovye kapsuly soderzhali toplivo. Byli ispol'zovany novye metody kontrolja bez razrushenija dlja proverki prochnosti osnovnogo materiala i svarok vo vremja proizvodstva kapsul, a takzhe dlja izuchenija kapsul, zapolnennyh plutoniem do, vo vremja i posle kontrolja metodom ohlazhdennoj plavki. Za jeksperimentom po perekachke rasplavlennogo plutonija nabljudali s pomoshh'ju radiograficheskih metodov, vkljuchaja gamma- luchi, svjazannye s konturom televedenija. Dlja RJeUVT (Reaktornyj jeksperiment pri ul'tra-vysokojtemperature), kotoryj v nastojashhee vremja nahoditsja v stadii stroitel'stva, byli provedeny mikroradiograficheskie i jelektronno-mikroskopicheskie issledovanija na sharikah diametrom 150 mikron iz karbida urana, pokrytyh pirouglerodom, dlja ocenki migracii urana kak funkcija temperatury. Kolichestvo i odnorodnosti uranovoj zagruzki v grafitovyh jelementah RJeUVT opredeljajutsja s pomoshh'ju special'no skonstruirovannyh scintilljacionnyh schetchikov. Primerno 90% raboty po jetoj teme ranee ne bylo opublikovano. (author)

  20. Performance Characteristics of the Experimental Boiling Water Reactor from 0 to 100 MW(t); Performances de l'EBWR de 0 a 100 MW; Rabochaya kharakteristika ehksperimental'nogo kipyashchego reaktora EBWR pri moshchnosti 0 - 100 mgvt.; Rendimiento del reactor experimental de agua hirviente (EBWR) entre 0 y 100 MW

    Iskenderian, A.; Lipinski, W. C.; Petrick, M.; Wimunc, E. A. [Argonne National Laboratory, Argonne, IL (United States)

    1963-10-15

    entonces de comportarse como reactor de agua hirviente de ciclo directo; en cierto modo, funciona como reactor de ciclo doble y circulacion natural. (author) [Russian] 25 maya 1962 goda Argonnskaya natsional'naya laboratoriya poluchila razreshenie KAEH SSHA na ehkspluatatsiyu reaktora EBWR na moshchnosti 100 mgvt. Administrativnoe razreshenie na ehkspluatatsiyu reaktora bylo predostavleno sistemoj garantij. Mezhdunarodnogo agentstva po atomnoj ehnergii 11 iyulya 1961 goda. 15 noyabrya 1962 goda byl dostignut uroven' moshchnosti v 100 mgvt. 6 dekabrya 1962 goda ehksperimental'naya programma byla zakonchena. Odnoj iz osnovnykh tselej ee byla tshchatel'naya proverka reaktora dlya polucheniya dannykh i informatsii rabochej kharakteristiki ehtogo tipa reaktora. Ehta programma byla pervoj programmoj takogo roda i pervoj vypolnennoj programmoj. Dlya polucheniya nuzhnykh dannykh neobkhodimo bylo razrabotat' mnogie novye pribory. TSel' byla dostignuta, polucheno mnogo novykh dannykh o rabochej kharakteristike kipyashchego reaktora s estestvennoj tsirkulyatsiej. Tak,naprimer, poluchena informatsiya otnositel'no skorosti potoka tsirkulyatsii v zamknutom tsikle, predelov separatsii zhidkogo para (vydelenie para v osadok v spusknoj trube i unos zhidkosti ehflu- entom para), nedogreva, lokalizatsii dejstvitel'noj poverkhnosti razdela v reaktore i ee svyazi s urovnem vodnoj kolonki, skorosti razrusheniya para v spusknoj trube, pustotnykh koehffitsientov, reaktivnoj sposobnosti H{sub 3}BO{sub 3}, temperaturnykh koehffitsientov, ispol'zovaniya sterzhnej iz bora dlya tselej kontrolya, ispol'zovaniya svezhikh toplivnykh ehlementov, peredatochnykh funktsij,analiza shuma, nekotorykh izmerenij potoka, stabil'nosti i t.d. Krome togo, byli polucheny dannye o povedenii i tselostnosti nekotorykh reaktornykh komponentov i sistem, takikh, kak bornokislaya kontrol'naya reaktsiya, urovni radiatsii, raspredelenie produktov korrozii, vykhod iz stroya oborudovaniya, toplivo i reguliruyushchie sterzhni i t

  1. Polymerization of Ethylene in Aqueous Silver-Salt Solution by Cobalt-60 Gamma Radiation; Polymerisation de l'ethylene dans une solution aqueuse de sel d'argent par des rayons gamma du cobalt-60; Polimerizatsiya ehtilena v vodnom rastvore serebryanoj soli pod dejstviem gamma-izlucheniya kobal'ta-60; Polimerizacion del etileno en solucion acuosa de sales de plata por los rayos gamma del cobalto-60.

    Rosinger, S.; Mullner, S. [Farbwerke Hoechst AG, Hoechst (Germany)

    1963-11-15

    vestigios de oxigeno. La cantidad de polimero formada es proporcional a la dosis absorbida, para una intensidad de dosis constante. La variacion del rendimiento en funcion de l a intensidad de dosis, o sea J, es igual a J{sup 0,5-0,6}. Eliintervalo optimo de temperaturas es el comprendido entre 20 y 30{sup o}C. Por debajo de 0{sup o}C, la reaccion deja de verificarse. La velocidad de agitacion no influye en el rendimiento. El peso especifico de los productos es del orden de 0,94g/cm{sup 3}; se han observado puntos de fusion que oscilan entre 126 y 131{sup o}C. El analisis por absorcion de rayos infrarrojos no indica la existencia de dobles enlaces C=C ni de grupos C-O-H o C=O; se ha detectado un pequeno numero de enlaces C-O-C. El contenido de grupos metilo es del 0,3%. Los polimeros estan probablemente constituidos por largas cadenas ramificadas y presentan viscosidades comprendidas entre 5 y 10. (author) [Russian] Ehtilen, ehtilen-propilenovye smesi i propilen polimerizovali pod oblucheniem v vodnykh rastvorakh serebryanykh solej pri umerennom davlenii. V to vremya kak iz propilena poluchali masla ili voski, ehtilen daval tverdye polimery s vysokim molekulyarnym vesom. Vykhod prevysil 25 g poliehtilena na 1 litr v chas. Pri moshchnosti dozy 7,1 x 10{sup 3} rad/chas ehto sootvetstvuet znacheniyu G (chislo molekul, proreagirovavshikh na kazhdye 100 ehv pogloshchennoj ehnergii), ravnomu 0,6 x 10{sup 5} pri uchete vsej sistemy i prevyshaet 0,5 x 10{sup 6} pri uchete rastvorennogo ehtilena. Obrazovanie polimera rastet pri uvelichenii davleniya i kontsentratsii serebryanoj soli. Rastvor serebryanoj soli mozhno ispol'zovat' povtorno, ne umen'shaya vykhoda polimera. Reaktsiyu ingibiruyut sledy kisloroda. Vykhod polimera proportsionalen pogloshchennoj doze pri postoyanstve moshchnosti dozy. Izmenenie vykhoda v za- visimosti ot moshchnosti dozy (J) ravno J{sup o,5-o,6}. Optimum temperatury lezhit v intervale 20 - 30{sup o}C. Nizhe 0{sup o}C reaktsiya pochti ne idet. Skorost

  2. MASURCA, a Fast-Neutron Critical Mock-Up: Operation and Uses; MASURCA. Maquette Critique a Neutrons Rapides. Description Fonctionnelle et Obiectifs; ''MAZURKA'' - kriticheskaya model' na bystrykh nejtronakh. funktsional'noe opisanie i tseli; Descripcion Funcional y Objetivos de la Maqueta Critica de Neutrones Rapidos 'MASURCA '

    Schmitt, A. P.; Storrer, F.; Vendryes, G. [Association CEA-EURATOM, Cadarache (France); Tavernier, G.; Van Dievoet, J. [Societe Belgo-Nucleaire, Bruxelles (Belgium)

    1964-02-15

    . (author) [Russian] V nastojashhee vremja v Centre jadernyh issledovanij Kadarash v ramkah Associacii Evratom -KAJe konstruiruetsja kriticheskij maket na bystryh nejtro- nah pod nazvaniem {sup M}azurka{sup .} Jeta ustanovka obladaet bol'shimi vozmozhnostjami dlja pro- vedenija jeksperimentov i prednaznachena glavnym obrazom dlja provedenija issledovanij na krupnyh plutonievyh kriticheskih sborkah bez zamedlitelej s otnositel'no podvizhnym nej- tronnym spektrom. Izlagajutsja celi issledovanij, dlja osushhestvlenija kotoryh podobnaja ustanovka dolzhna otvechat' opredelennym uslovijam. Prezhde vsego ona dolzhna imet' bol'shuju gibkost' v ispol'zovanii i obespechivat' pochti absoljutnuju bezopasnost' v rabote. Problema bezopasnosti byla reshena putem: 1 .Issledovanija prisushhej ustanovke bezopasnosti; jelementy, imitirujushhie toplivo, pozvolili poluchit': a) kojefficient otricatel'noj reaktivnosti v rezul'tate kumu- ljativnogo prodol'nogo rasshirenija jetih jelementov; b) otricatel'nyj kojefficient Dopplera. 2 .Ispol'zovanija puchka avarijnyh upravljajushhih sterzhnej i kompensirujushhih sterzhnej; jeti sterzhni mogut razmeshhat'sja na reshetke s kvadratom 30 sm. 3.Primenenija germeticheskoj kamery s argonom na sluchaj pozhara. 4 . Strogogo administrativnogo kontrolja. Vybor metallicheskogo splava uran -plutonij -zhelezo v kachestve osnovnogo jelementa imitirovanija topliva zastavljaet predusmatrivat' ohlazhdenie krupnyh kriticheskih sborok v ustanovke. Natrij v kachestve zhidkogo ohladitelja dlja modeliruemyh reaktorov predstavlen natrie- vymi palochkami v obolochke iz nerzhavejushhej stali. Jeta ustanovka predstavljaet soboj vertikal'no-monoblokovyj tip. Takoj vybor ob{sup -} jasnjaetsja stremleniem poluchit' maksimal'nyj ob{sup e}m aktivnyh zon, kotoryj bylo predusmot- reno modelirovat' (porjadka 5000 l). Imitirujushhie jelementy imejut formu prjamoj prizmy s kvadratnym osnovaniem (krome toplivnyh jelementov s krugovoj osnovoj) s vneshnej storonoj (ili diametrom) 12,7 mm

  3. The use of oxygen-14 in the study of positron polarization in a Fermi-type transition; Emploi de l'oxygene-14 pour l'etude de la polarisation des positions dans une transition du type Fermi; Ispol'zovanie kisloroda-14 dlya issledovaniya polyarizatsii pozitronov v prevrashcheniyakh tipa Fermi; Empleo del oxigeno-14 en el estudio de la polarizacion de los positrones en una transicion de tipo Fermi

    Schmidt, F H; Gerhart, J B; Hopkins, J C; Bichsel, H; Stroth, J [University of Washington, Seattle, WA (United States)

    1962-01-15

    , prokhodit cherez chetnoe sostoyanie, perekhodit k drugomu nulevomu spinu i prevrashchaetsya v N{sup 14} v vozbuzhdennom chetnom sostoyanii. Poehtomu raspad proiskhodit tochno po tipu Fermi. Kislorod O{sup 14} byl poluchen reaktsiej N{sup 14} (p, n) O{sup 14} v 60-dyujmovom tsiklotrone Vashingtonskogo universiteta s postoyannym potokom azota N{sub 2}. K N{sub 2} byl dobavlen nositel' O{sub 2} v gazoobraznom vide. Posle aktivizatsii gaz propuskalsya cherez sootvetstvuyushchie fil'try dlya udaleniya nezhelatel'noj aktivnosti i dlya obespecheniya soedineniya kisloroda s vodorodom. Aktivizirovannye vodyanye pary zakhvatyvalis' pri temperature zhidkogo azota N{sub 2} i ulavlivalis' na mednuyu palochku dlya obrazovaniya sil'nogo (okolo 10 millikyuri) postoyannogo istochnika 72-sekundnogo kisloroda O14. Obrazuyushchiesya pri raspade pozitrony analizirovalis' s tochki zreniya ikh ehnergii v nebol'shom magnitnom spektrometre. Dva metoda byli ispol'zovany dlya izucheniya prodol'noj polyarizatsii vykhodyashchikh iz spektrometra pozitronov. V pervom iz nikh pozitrony popadali v plasticheskij stsintillyator, gde nekotorye iz nikh unichtozhalis' na letu. Annigiliruyushchijsya kvant bolee vysokikh ehnergij polyariziruetsya vrashchatel'no v tom zhe samom napravlenii, chto i pervonachal'nye pozitrony. EHti gamma-luchi rasseivalis' iz namagnichennogo zheleza po Komptonu i podschityvalis' pri pomoshchi stsintillyatsionnogo schetchika s Nal(T). Assimetrichnost' poperechnogo secheniya rasseivaniya v zavisimosti ot napravleniya namagnichivaniya svyazana s pervonachal'noj stepen'yu polyarizatsii pozitronov. Vo vtorom metode pozitrony sosredotochenno napravlyalis' na namagnichennuyu zheleznuyu fol'gu. Poperechnoe sechenie rasseivaniya pozitronov-ehlektronov ili rasseivaniya Baba zavisit ot napravleniya namagnichivaniya zheleznoj fol'gi po otnosheniyu k polyarizatsii pozitronov. Rasseyannye ehlektrony i pozitrony obnaruzhivalis' pri pomoshchi plasticheskikh stsintillyatsionnykh schetchikov

  4. Theoretical and Experimental Aspects of Quenching Variables from Biomedical Samples in Liquid Scintillator Systems; Aspects Theoriques et Experimentaux des Parametres d'Extinction Etudies sur des Echantillons Biomedicaux dans des Systemes a Scintillateur Liquide; Teoreticheskie i ehksperimental'nye aspekty peremennykh gasheniya iz biomeditsinskikh prob v zhidkikh stsintillyatsionnykh sistemakh; Estudio Teorico y Experimental de las Variables de Extincion en el Recuento de Sustancias Biological por Centelleo Liquido

    Ross, H. H. [Oak Ridge National Laboratory, Oak Ridge, TN (United States)

    1965-10-15

    popravki na gashenie dajut vozmozhnost' opredeljat' obshhuju velichinu gashenija v dannoj probe, ne predstavljaetsja vozmozhnym opredeljat' absoljutnuju dolju uchastija v gashenii okraski i fluorescencii. Jeti svedenija predstavljajut bol'shoe znachenie dlja konstrukcii novyh i bolee jeffektivnyh scintilljacionnyh sistem, a takzhe dlja kriticheskoj ocenki bolee staryh sistem s cel'ju vnesenija vozmozhnyh uluchshenij. Nedavno avtoru doklada udalos' vyrabotat' dva nezavisimyh metoda dlja opredelenija, otdel'nyh vyzyvajushhih gashenie peremennyh v zhidkih sistemah. Pervyj metod pokazyvaet, chto na osnovanii spektrofotometricheskih dannyh predstavljaetsja vozmozhnym ispol'zovat' obshhuju matematicheskuju model' dlja tochnogo predskazanija stepeni obescvechivanija v ljuboj probe. Jetot podhod analogichen metodu opredelenija obshhego pogloshhenija sveta v mnogokomponentnoj sisteme, i on privodit v konechnom schete k integral'nomu uravneniju tipa: Q = {integral}{sup {lambda}{sub n{sub {lambda}{sub {sub l}}}}} (K)(A)d{lambda}, kotoroe dlja prakticheskih nadobnostej mozhno legko uprostit'. Jetot metod mozhet davat' tochnye svedenija dlja ocenki kombinirovannogo vozdejstvija gashenija okraski i fluorescencii i vmeste s tem sposobstvovat' luchshemu ponimaniju faktorov, vyzyvajushhih obescvechivanie. Odnako pri neobhodimosti analizirovat' povsednevno bol'shoe kolichestvo prob jeksperimental'naja procedura stanovitsja dovol'no trudoemkoj. Vtoroj metod - novyj jeksperimental'nyj metod vnesenija popravki na gashenie okraski putem ispol'zovanija {sup i}zolirovannogo vnutrennego standarta{sup .} Primenjaja jetot metod s ljubymi drugimi metodami opredelenija obshhej popravki na gashenie, mozhno legko otdelit' vozdejstvie gashenija okraski ot himicheskogo gashenija. Metod izolirovannogo vnutrennego standarta osnovan na pogloshhenii svetovyh fotonov v probe zhidkogo scintilljatora s gashenoj okraskoj. Odnako v protivopolozhnost' opisannomu vyshe spektrofotometricheskomu metodu istochnik sveta

  5. The Effect of Kinetic Energy on the Reactions of Nucleogenic Carbon Atoms with Hydrocarbons; Effet de l'Energie Cinetique sur les Reactions des Atomes de Carbone Nucleogeniques avec des Hydrocarbures; Ehffekt kineticheskoj ehnergii pri reaktsiyakh atomov yadernogenichesko- go ugleroda s uglevodorodami; Efecto de la Energia Cinetica en las Reacciones de Atomos Nucleogenos de Carbono con Hidrocarburos

    Dubrin, J.; Rosenberg, H.; Wolfgang, R. [Sterling Chemistry Laboratory, Yale University, New Haven, CT (United States); MacKay, C. [Haverford College, Haverford, PA (United States)

    1965-04-15

    , svjazannyh s dolgozhivushhimi radikalami; 2) issledovanija javlenij degradacii dlja ustanovlenija polozhenija, zanimaemogo mechenym atomom; 3) issledovanija s ispol'zovaniem dvojnyh indikatorov, v kotoryh reagirujushhee veshhestvo chastichno metitsja dejteriem, i izotopnyj sostav mechenyh produktov opredeljaetsja s cel'ju ustanovlenija proishozhdenija vodoroda, kotoryj v nih soderzhitsja. V doklade predstavleny novye rezul'taty otnositel'no vyhodov produktov v dvuh sistemah, neon- jetilen i neon -jetan, i obsuzhdaetsja vopros o vzaimosvjazi jetih rezul'tatov s dannymi drugoj raboty, svjazannoj s issledovanijami javlenij degradacii i provedeniem opytov s ispol'zovaniem dvojnyh indikatorov. Obsuzhdenie rezul'tatov izuchenija sistemy neon -jetilen proishodit v ramkah dvuh ranee opredelennyh mehanizmov vvedenija atomov ugleroda v svjazi C-C i C-H s cel'ju poluchenija proizvodnyh C-C{sub 2}H{sub 4} . Po mere uvelichenija koncentracii neona ne ustranjaetsja nikakogo poolukta. olnako zametno menjajutsja otnositel'nye vyhody produktov. Takie produkty, kak acetilen i vinilacetilen, kotorye mogut byt' obrazovany iz pervonachal'nyh proizvodnyh C-C{sub 2}H{sub 4} v rezul'tate osushhestvlenija processov s bol'shim rashodom jenergii, terjajut svoe znachenie, v to vremja kak uvelichivajutsja vyhody produktov, obrazuemyh v hode processov nizkoj jenergii, kak naprimer, C{sub 5} soedinenija. Shema jetana javljaetsja analogichnoj. Issledovanija javlenij degradacii uzhe pokazali, chto na vnutrimolekuljarnoe raspredelenie C{sup 11} v allene i metilacetilene, obrazuemom iz jetilena, okazyvaet vlijanie zamedlenie neona. Jeti rezul'taty podrazumevajut kak uchastie svjazej C-C i C-H v obrazovanii jetih produktov, tak i zavisimost' velichiny vozdejstvija na oba tipa svjazi ot kineticheskoj jenergii reagirujushhego atoma ugleroda. Rezul'taty drugoj raboty, svjazannoj s issledovanijami ispol'zovanija dvojnyh indikatorov, po problemam obrazovanija acetilena iz edinichnyh molekul, kak naprimer, CH{sub 2

  6. Neutron Spectra in H{sub 2}O, D{sub 2}O, BeO and CH{sub 2}; Spectres de Neutrons dans H{sub 2}O, D{sub 2}O, BeO et CH{sub 2}; Spektry nejtronov v H{sub 2}O, D{sub 2}O, BeO i CH{sub 2}; Espectros Neutronicos en H{sub 2}O, D{sub 2}O, BeO y CH{sub 2}

    Neill, J. M.; Young, J. C.; Trimble, G. D.; Beyster, J. R. [General Atomic Division of General Dynamics Corporation, John Jay Hopkins Laboratory for Pure and Applied Science, San Diego, CA (United States)

    1965-08-15

    de los modelos teoricos de dispersion correspondientes al H{sub 2}O, D{sub 2}O y BeO. En la memoria se presentan los espectros dependientes del angulo y de la posicion medidos en H{sub 2}O y en D{sub 2}O envenenados con boro o con cadmio, espectros que muestran una mayor concordancia con los valores teoricos. Parece que el modelo de Nelkin para el H{sub 2}O constituye una primera descripcion razonable de la dispersion en ese moderador. Asimismo, el modelo de Honeck para el D{sub 2}O, ampliacion del modelo incoherente de Nelkin para el H{sub 2}O, constituye una descripcion apropiada para ciertas aplicaciones. Ello es un tanto sorprendente porque el deuterio, al contrario que el hidrogeno, suele ser un dispersor coherente, pero confirma recientes estudios de Koppel, que demostro que los terminos de dispersion por interferencia intra e intermolecular en el D{sub 2}O tienden a anularse. Tambien se presentan espectros neutronicos dependientes del angulo, medidos en BeO envenenado con acero inoxidable borado. En general, la concordancia de los valores medidos con los datos calculados ha mejorado considerablemente. El nucleo teorico de dispersion se basa en un espectro de frecuencias de Debye con una frecu'ncia de corte adaptada a las mediciones del calor especifico del BeO. En las mediciones se observa que la retencion de Bragg afecta a una cantidad considerable de neutrones de baja energia. (author) [Russian] V obshhestve ''Dzheneral atomik'' proizvodjatsja izmerenija spektrov teplovyh nejtronov v zamedliteljah, predstavljajushhih interes dlja tehnologii reaktorov. Cel' izmerenij -obespechit' polnuju proverku udovletvoritel'nosti predlagaemyh modelej rassejanija dlja jetih zamedlitelej. V nastojashhee vremja jadra rassejanija poluchajutsja ili putem neposredstvennogo izmerenija sechenij dvojnogo differencial'nogo rassejanija, ili posredstvom vyvedenija ih iz izuchenija kolebatel'nyh vrashhatel'nyh dvizhenij molekul v zhidkosti ili kolebatel'nogo spektra reshetki v tverdom

  7. Comparative Studies of Chemical Effects following Nuclear Reactions and Transformations on Metal Organic Phenyl Compounds; Etudes Comparatives des Effets Chimiques Induits par les Reactions et les Transformations Nucleaires sur des Composes Phenylmetalliques; 0421 0420 0410 0414 ; Estudios Comparativos de los Efectos Quimicos de las Reacciones y Transformaciones Nucleares en Compuestos Fenil-Organometalicos

    Merz, E.; Riedel, H. J. [Kernforschungsanlage, Juelich, Federal Republic of Germany (Germany)

    1965-04-15

    samyh himicheskih soedinenij kak te, kotorye nabljudalis' v jadernyh reakcijah. Odnako dlja{beta}{sup -}-perehoda tipichno znachitel'noe uvelichenie doli mechenyh ishodnyh molekul (uderzhanija). Jeti rezul'taty obsuzhdajutsja na osnovanii teoreticheskih soobrazhenij otnositel'no kolichestva kineticheskoj jenergii, soobshhennoj jadernoj otdachej uchastvujushhim v reakcii molekulam, i otnositel'no vyzyvaemogo vozbuzhdenija. Vydvigaetsja predpolozhenie, chto vid i kolichestvo nekotoryh novyh radioaktivnyh raznovidnostej, obrazujushhihsja v svjazi s jadernymi prevrashhenijami, zavisjat v men'shej mere ot haraktera i koncentracii pervichnyh oskolkov otdachi, chem ot ionov, radikalov i defektov reshetki, vyzvannyh v obluchennom materiale vtorichnymi vozdejstvijami otdachi (uprugimi i neuprugimi vzaimodejstvijami), a takzhe ot osobogo vlijanija kisloroda. (author)

  8. Chemical Effects of Nuclear Recoil in Organic Halide Systems: A New Theoretical Treatment and Experimental Verification of the Theory; Effets Chimiques du Recul Nucleaire dans des Systemes Organiques Halogenes: Nouveau Traitement Theorique et Verification Experimentale de la Theorie; Khimicheskie vozdejstviya yadernoj otdachi v organicheskikh galoidnykh sistemakh: novoe teoreticheskoe tolkovanie i ehksperimental'noe podtverzhdenie teorii; Efectos Quimicos del Retroceso Nuclear en Sistemas de Haluros Organicos: Nuevo Tratamiento Teorico y Verificacion Experimental de la Teoria

    Kontis, S. S.; Sanitwongs, P.; Weston, M. [Londonderry Laboratory for Radiochemistry, University of Durham, Durham (United Kingdom)

    1965-04-15

    vide dvuh tipov parametrov, a imenno: 1) frakcionnaja vozmozhnost' togo, chto stolknovenie gorjachego atoma radioaktivnogo galogena s kakoj-to opredelennoj molekuloj privedet k uderzhaniju gorjachego atoma v toj molekule; 2) verhnie i nizhnie predely jenergij dlja tak nazyvaemogo gorjachego atoma broma. Pokazyvaetsja, kak pervyj tip parametra mozhet byt' vyveden iz jeksperimentov s binarnymi smesjami organicheskogo galoidnogo soedinenija i sootvetstvujushhego svobodnogo galogena: vtoroj tip parametra dolzhen vyvodit'sja iz jadernyh i himicheskih dannyh. Jeti metody proverjalis' s pomoshh'ju issledovanij na sistemah C{sub 2}H{sub 5}Br/CCl{sub 4}/Br{sub 2} i C{sub 2}H{sub 5}Br/C{sub 6}H{sub 5}Br/Br{sub 2}. Vychislennye uderzhanija (s ispol'zovaniem parametrov, vyvedennyh iz issledovanij sistem C{sub 2}H{sub 5}Br/Br{sub 2}, CCl{sub 4}/Br{sub 2} i C{sub 6}H{sub 5}Br/Br{sub 2}) horosho soglasujutsja s uderzhanijami, najdennymi jeksperimental'no v smesjah s frakciej grammolekuly broma bol'she 0,1. Takim obrazom, polagajut, chto mehanizm Libbi javljaetsja podhodjashhim dlja ob'jasnenija nabljudaemyh organicheskih uderzhanij v takih smesjah. Esli frakcija grammolekuly broma opuskaetsja nizhe OD, nabljudaemye uderzhanija stanovjatsja v progressivnoj stepeni vyshe, chem rasschitannye velichiny. Jeto ob{sup j}asnjaetsja dopolnitel'nymi vidami mecheni* gorjachih atomov, kotorye stanovjatsja dejstvujushhimi, esli koncentracija broma ne javljaetsja dostatochno vysokoj, chtoby dat' sootvetstvujushhuju ochistku radikala. (author)

  9. The Role of Free-Radicals in the Radiation Vulcanizing of Elastomers; Role des radicaux libres dans la vulcanisation radiochimique des elastomeres; O roli svobodnykh radikalov v protsesse radiatsionnoj vulkanizatsii ehlastomerov; Papel de los radicales libres en la radiovulcanizacion de los elastomeros

    Kuz' minskij, A. S.; Fedoseeva, T. E.; Chertkova, V. F.

    1963-11-15

    izlucheniya v poslednee vremya ispol'zuetsya dlya sozdaniya promyshlennykh protsessov vulkanizatsii rezinovykh izdelij. Issledovateli udelyayut dostatochno bol'shoe vnimanie voprosam mekhanizma obrazovaniya trekhmernoj setki pod dejstviem izlucheniya; odnako do sikh por nedostatochno izucheny nachal'nye i promezhutochnye stadii radiatsionno-khimicheskikh reaktsij, vedushchikh k zashivaniyu molekulyarnykh tsepej, kotorye svyazany s obrazovaniem i gibel'yu svobodnykh radikalov, ion-radikalov i vozbuzhdennykh molekul. Izuchenie struktury i svojstv ehtikh chastits stalo vozmozhnym tol'ko s razrabotkoj i shirokim ispol'zovaniem metoda ehlektronnogo paramagnitnogo rezonansa (EHPR), pozvolyayushchego poluchit' neposredstvennuyu informatsiyu o strukture i svojstvakh paramagnitnykh chastits. Issledovanie protsessov rekombinatsii svobodnykh radikalov v linejnykh polimerakh daet vozmozhnost' podojti neposredstvenno k mekhanizmu radiatsionnoj vulkanizatsii. V poslednee vremya poyavilas' tendentsiya ispol'zovat' ioniziruyushchee izluchenie dlya vulkanizatsii sernykh vulkanizatov, tak kak sochetanie sernykh i uglerodnykh poperechnykh svyazej daet maksimal'noe uluchshenie fiziko-mekhanicheskikh svojstv izdelij. V svyaz'i s ehtoj novoj problemoj predstavlyalo interes izuchenie kineticheskikh svojstv svobodnykh radikalov v polimerakh s razvitoj prostranstvennoj strukturoj. Podrobno isledovalis' protsessy rekombinatsii svobodnykh radikalov, poluchennykh u-oblucheniem, v svyazi so strukturnymi osobennostyami linejnykh i sshitykh polimerov, a imenno - orientatsiej i vnutrennej podvizhnost'yu molekulyarnykh tsepej. V vysokoehlasticheskikh polimerakh tipa kauchukov, kharakterizukhshchikhsya bol'shoj vnutrennej podvizhnost'yu tsepej i maloj ehnergiej mezhmolekulyarnykh svyazej, pri temperaturakh vyshe T akty rekombinatsii svobodnykh radikalov osushchestvlyayutsya s ochen' bol'shimi skorostyami. Kontsentratsiya radikalov v obraztsakh kauchukov, obluchennykh v zhidkom azote, umen'shaetsya pri

  10. Astrobiology - The New Synthesis

    Sik, A.; Simon, T.

    to let acids and alkalis into their cells. - Halophiles: these species are identified from salt lakes, salt mines and salt crystals (some of these are 250 million years old). The salt concentration of their cytoplasm is extreme high so the outer salt can not enter. 2. Extremophiles and evolution Jelentősek az extremofilek evolúciós evolution as- pects vonatkozásai, mivel igen sok ősbaktériumot archaea találunk közöttük. A hagyományos nézet, mely szerint az élővilág a baktériumok bacteria és eukar- ióták eukaryotes birodalmára osztható, a 70-es évek végén (Woese et al), 80-as évek elején (Fox et al) ingott meg, amikor a 16S rRNS (az élővilág egyik legkonz- ervatívabb molekuláris szerkezete molecular structure) összehasonlító szekvenciav- izsgálatai comparative sequence analysis alapján kiderült: az ősbaktériumok különválasztása a legmagasabb rendszertani taxonomy level szinten is indokolt, tehát külön birodalmat separate domain képeznek. Az eddigi genomtérképezések genome sequencing során kiderült, hogy az ősbaktériumok egyes génjei csak eukar- iótákban találhatók meg, nagyobb részük pedig teljesen egyedi [14]. Újabb elméletek szerint az eubaktériumok és ősbaktériumok közös őstől származ- nak, az eukarióták pedig az ősbaktériumokból fejlődhettek ki [15]. Az ősbaktériumok az egyetemes őshöz (LUCA - "last universal common ancestor") legközelebb álló élő kövületek living fossils lehetnek. Luca: az RNS-világ RNS world, a ribo-organizmusok ribo organisms utáni első orga- nizmus, amelyben már kialakult a fehérjék proteins és a DNS DNS mai szerepe. Az ősbaktériumok tanulmányozásával tehát a közel 4 milliárd évvel ezelőtti földi körülményekre következtethetünk. Az utóbbi években a földkéregben felfedezett gazdag extremofil-társulások alapján megdőlni látszik az a hagyományos nézet, mely szerint Luca egy meleg felszíni pocsolyában tenyészett, s divatoss