WorldWideScience

Sample records for metallurgymethod sintesa komposit

  1. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  2. SINTESIS KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA TEKTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warlan Sugiyo

    2011-02-01

    Full Text Available Sintesis kitosan-silika dilakukan terhadap kitosan penambahan silika dengan mengkarakteristik komposit yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan silika pada larutan kitosan terhadap permeabilitas dan daya adsorpsinya terhadap zat warna tekstil Direct Blue 86. Pembuatan komposit menggunakan dua macam cara, yang pertama menggunakan media kertas saring dan yang kedua tanpa menggunakan kertas saring. Pembuatan komposit dengan menggunakan kertas saring memakai proses perendaman. Pembuatan komposit tanpa menggunakan kertas saring dilakukan dengan metode pencetakan membran. Membran komposit yang dihasilkan dikarakteristik dengan menggunakan foto SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silika pada larutan kitosan membuat komposit menjadi porogen sehingga fluks permeat dan permeabilitas air menjadi tinggi. Permeabilitas komposit secara keseluruhan dipengaruhi bagaimana pori-pori komposisi tersusun. Komposit yang terbuat dari kertas saring mempunyai daya adsorpsi yang lebih baik dibandingkan dengan komposit yang tanpa kertas saring.

  3. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  4. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  5. Kekuatan Lentur Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astika

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat mekanis yaitu kekuatan lentur dari kompositpolyester yang diperkuat dengan serat tapis kelapa. Di masa depan komposit ini dapatdigunakan untuk menggantikan kayu, bambu dan gipsun yang harganya mahal dan tidaktahan air. Komposit dibuat dengan memanfaatkan serat sabut kelapa dan matriks resinUnsaturated-Polyester (UPRs jenis Yucalac 157 BQTN, campuran 1% hardener jenis MEKPO(Methyl Ethyl Ketone Peroxide dan perendaman serat dalam larutan alkali KMnO4 0,5%.Metode produksi yang digunakan adalah press hand lay up dengan orientasi serat acak.Desain komposit dengan variasi fraksi volume serat 20, 25 dan 30% dan variasi panjang serat5, 10 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar fraksi volume danpanjang serat dalam komposit maka kekuatan lentur semakin tinggi. Mode patahan yangteramati adalah patah getas, debonding, pullout dan crack deflection.Kata kunci: komposit, serat tapis kelapa, kekuatan lentur, mode patahan The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. flexural strength ofcomposites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood,bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance.The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resinunsaturated polyester (UPRs type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO(Methyl Ethyl Ketone Peroxide and fiber treatment by 0.5% KMnO4. Production methods arepress hand lay-up and the variations of fiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiberlength are 5, 10 and 15 mm. Testing of mechanical properties is flexural test (ASTM - D790The results of research show that the longer of fiber and the bigger of fiber volume fraction,the higher of flexural strength are obtained. The fracture mode are overload, debonding ,pullout and crack deflectionKeywords : composites, coconut filter fiber, flexural strength, fracture mode

  6. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  7. Kekerasan mikro resin komposit packable dan bulkfill dengan kedalaman kavitas berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diatri Nari Ratih

    2017-12-01

    Full Text Available Microhardness of packable and bulkfill composite resin with different cavity depths. Bulkfill composite resin restorations are increasingly popular because the material can be irradiated with a thickness reaching 4 mm, making it easier to apply. The objective of this study was to determine the differences in the microhardness between packable and bulkfill composite resin restorations with a cavity depth of 2 mm and 4 mm. This study was done using 32 Teon molds (5 mm diameter, and grouped randomly into 4 groups in which each consisted of 8 samples. Group 1A, packable composite resin was applied to the mold with a cavity depth of 2 mm. Group 1B, bulkfill composite resin was applied to the mold with a cavity depth of 2 mm. Group 2A, packable composite resin was applied with a depth of 4 mm. Group 2B, bulkfill composite resin was applied with a depth of 4 mm. Each sample was immersed in articial saliva with a pH of 6.8 and stored in an incubator at a temperature of 37°C for 24 hours. The hardness of each sample was tested using Vickers indenter microhardness tester. The data obtained were then analyzed by using two-way ANOVA, followed by Tukey’s test. The results showed that bulkfill composite resin with a cavity depth of 2 mm has the highest average of microhardness (31.09 ± 2.02 VHN, followed by packable composite resin with a depth of 2 mm (17.52 ± 1.25 VHN, bulkfill with a depth of 4 mm (11.97 ± 1.23 VHN and packable with a depth of 4 mm (3.18 ± 0.85 VHN. The two-way ANOVA analysis showed that there are significant differences between the types of composite resin and cavity depths (p < 0.05, and there is interaction between the types of composite resin and cavity depth (p<0.05. In conclusion, the microhardness of packable composite resin is lower than that of bulkfill at a cavity depth of 2 and 4 mm.   ABSTRAK Restorasi resin komposit dengan bulkfill semakin populer karena material tersebut dapat disinar dengan ketebalan sampai 4

  8. Reklamesemiotik mellem mening og virkning – komposition, kategorier og kognition

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christian Andersen

    2004-09-01

    Full Text Available På baggrund af kognitionspsykologi og peirceansk tegnteori fremsætter artiklen et reklamesemiotisk bud på sammenhængen mellem annoncers komposition og deres virkning. Artiklen har til formål at belyse, hvorledes den trykte annonces forskellige æstetikker og kompositioner udløser for- skellige emotionelle og kognitive effekter i receptionen. Der indkredses tre receptionsmodi, der hver svarer til en bestemt annoncekompositorisk kategori. Artiklen er en videreudvikling af reklamesemiotikken, som i Dan- mark især er blevet funderet på et semiologisk grundlag. Der argumente- res for, at den semiologiske tilgang kun er delvis fyldestgørende, efter- som man her læser reklamens illustration med verbalsproget som model og derved implicit antager, at verbalsproglige og visuelle tegnsystemer har samme organisation. I modsætning til sproget mangler billedet imid- lertid den dobbelte artikulation. Artiklen forsøger at indfange disse forskel- le mellem tegnsystemer for derigennem at oparbejde et mere nuanceret blik for, i hvilket omfang forskellige reklameæstetikker faktisk udløser bestemte kognitive effekter i receptionen. Ved ’kognitive effekter’ forstås primært emotionsdannelse og inferensprocesser.

  9. Restorasi Resin Komposit dengan Pasak Fiber Reinforced Composite untuk Perbaikan Gigi Insisivus Sentralis Maksila Pasca Trauma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mella Synthya Dewi

    2011-06-01

    Full Text Available Latar belakang. Trauma pada gigi dapat menyebabkan injuri pulpa dengan atau tanpa kerusakan mahkota atau akar. Pulpektomi menjadi pilihan perawatan pada fraktur mahkota yang membutuhkan restorasi kompleks. Gigi pasca perawatan saluran akar biasanya telah kehilangan struktur jaringan keras yang cukup banyak sehingga membutuhkan retensi intrakanal berupa pasak untuk mendukung restorasi akhir. Pasak Fiber Reinforced Composite (FRG memiliki flexure dan fatigue strength yang lebih besar, modulus elastisitas yang mendekati dentin, kemampuan untuk membentuk monoblok (kompleks akar-pasak dalam saluran akar, dan meningkatkan estetik jika dibandingkan dengan pasak logam. Resin komposit memiliki warna dan translusensi yang menyerupai dentin dan email sehingga mampu menghasilkan estetik yang baik pada gigi anterior. Tujuan. Melaporkan restorasi resin komposit dengan pasak FRG untuk memperbaiki gigi insisivus sentralis maksila yang mengalami fraktur mahkota kompleks pasca trauma. Kasus dan penanganan. Perempuan 20 tahun, gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila mengalami Fraktur Ellis klas III akibat kecelakaan. Gigi 11 pulpitis ireversibel dan gigi 21 nekrosis pulpa. Kedua gigi malposisi. Dilakukan pulpektomi atau perawatan saluran akar multi kunjungan. Resin komposit dengan pasak FRG customized digunakan sebagai restorasi akhir. Kesimpulan. Restorasi resin komposit dengan pasak FRG customized memberikan hasil yang memuaskan secara estetik dan fungsional untuk merestorasi gigi insisivus sentralis pasca trauma dan perawatan saluran akar.

  10. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  11. Pengaruh perlakuan serat tapis kelapa terhadap kekuatan lentur skin komposit sandwich

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astika

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Penggunaan serat alam sebagai penguat komposit semakin berkembang. Indonesia sebagai negara beriklim tropis menghasilkan berbagai jenis serat alami seperti rami, abaca, agave, serat sabut kelapa dan serat tapis kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali serat (NaOH 5% terhadap kekuatan lentur komposit sandwich serat tapis kelapa bermatrik polyester dengan core kayu albasia Bahan penelitian adalah serat tapis kelapa dengan panjang 15 mm, resin unsaturated polyester 157 BQTN, kayu albasia dan NaOH. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Serat tapis kelapa yang digunakan terdiri dari serat tanpa perlakuan dan dengan perlakuan alkali 2 jam. Komposit sandwich tersusun atas dua skin dengan core ditengahnya dan dibuat dengan metode cetak tekan hidrolis. Lamina komposit sebagai skin terbuat dari serat tapis kelapa-polyester dengan fraksi volume serat 30%. Spesimen dan prosedur pengujian lentur mengacu pada standar ASTM C 393. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya.Hasil penelitian menunjukkan serat yang mendapatkan perlakuan alkali 2 jam NaOH menghasilkan kekuatan lentur yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena perlakuan alkali pada serat tapis kelapa dapat membersihkan lapisan lilin (lignin dan kotoran pada permukaan serat sehingga menghasilkan mechanical interlocking yang lebih baik antara serat dengan matrik poliester. Dengan ikatan yang lebih baik maka komposit tersebut akan mampu menahan beban lentur yang lebih tinggi. Kata kunci: komposit sandwich, serat tapis kelapa, perlakuan NaOH, kekuatan lentur Abstract The use of natural fibers as reinforcement composites is growing. Indonesia as a tropical country produces various types of natural fibers like coconut filter fiber. The purpose of this study is to investigate the effect of alkali treatment of the fiber (5% NaOH. The research material is coconut filter fiber, 157 BQTN unsaturated

  12. Konduktifitas Listrik Komposit Polimer Polipropilena/Karbon Untuk Aplikasi Pelat Bipolar Fuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pramono

    2016-02-01

    Full Text Available Proton exchange membrane fuel cell (PEMFC merupakan salah satu sumber energi alternatif yang saat ini sedang dikembangkan untuk mengatasi permasahan krisis energi dan lingkungan. Salah satu komponen yang mempunyai peran  signifikan dalam efisiensi biaya dan proses PEMFC adalah pelat bipolar. Untuk itu diperlukan pelat bipolar yang ringan, murah, dan mudah diproduksi secara masal. Dalam penelitian ini dikembangkan komposit pelat bipolar menggunakan matriks polipropilena (PP, penguat karbon hitam dan grafit elektroda dengan variasi komposisi wt% PP/grafit/CB sebesar 85:10:5; 75:20:5; 65:30:5;dan 55:40:5, sehingga mendapatkan sifat daya hantar listrik yang baik. Sifat-sifat dari komposit yang dihasilkan diuji dengan pengujian konduktivitas, Dari keempat formula, didapatkan bahwa sifat listrik yang paling baik terdapat pada formula empat dengan penambahan grafit sebesar 40 wt%. Formulasi empat memiliki konduktivitas listrik sebesar 2,523E-03 S/cm. sifat listrik juga belum optimal dikarenakan masih terdapatnya banyak rongga atau pori dalam komposit PP/grafit/CB yang disebabkan oleh udara yang terjebak selama proses penekanan.

  13. Pemanfaatan serat silicon carbon dan partikel alumina pada matrik aluminium untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Suarsana

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Pemanfaatan penguat material komposit berbasis serat dan juga partikel pada pembuatan bahan komposit sekarang ini sangatpotensial untuk dikembangkan dan diteliti. Beragam sumber serat dan juga penguat dalam bentuk partikel bisa didapat dari seratalami dari tumbuh-tubuhan dan juga serat yang sudah dikenakan perlakuan sebelumnya. Indonesia memiliki potensi sumberalam yang sangat potensial terutama sebgai sumber serat dari tumbuhan juga berupa logam aluminium (bauxite dari fosil.Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat industri sebagai bahan dasar pembuatan komposit bermatrikAluminium dan sebagai penguat berupa serat maupun partikel alumina. Metode pembuatan Aluminum Matrix Composite (AMCdengan proses metalurgi serbuk pada gaya tekan/kompaksi 2,5 ton mengunakan alat press hydrolik, waktu penahanan 15menit, serta proses perlakuan pada variasi komposisi berat (%wt. Variasi komposisi penguat serat Silicon Carbon (SiC danAl2O3 (alumina pada matrik Aluminium adalah : 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 dan 21% SiC+ 9% Al203 dengan matrik 70% Al, pada kondisi tempertaur 500oC, 550oC dan 600oC. Setelah material komposit terbentuk, diujiuntuk mengetahui sifat mekanik akibat pengaruh variasi komposisi antara matrik dan penguatan pada komposit. Uji karakteristikdilakukan di laboratorium untuk menggetahui sifat kekuatan dan kekerasan material komposit. Selanjutnya dicari hubunganantara sifat masing-masing komposisi penguat serat SiC dan Al2O3 pembentuk komposit yang dibuat untuk mengetahui manfaatdari penguat serat dan partikel alumina.Kata Kunci: Sifat kekuatan, kekerasan, serat SiC dan Al2O3 Abstract: Utilization reinforcement fiber-based composite material and particles in the manufacture of composite materials now havepotential to be developed and researched. Various sources of fiber and reinforcement in particle form can be obtained fromnatural fibers from plants and fiber that has been subjected to a

  14. Charpy impact test pada kampas rem hybrid komposit phenolic resin matrik dengan penguat serbuk basalt-Alumina-kulit kerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I N. G. Suma Wijaya

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini adalah difokuskan untuk mengamati ketahanan impact dari material kampas rem kendaraan bermotor. Kampasrem yang diujikan adalah kampas yang terbuat dari material hybrid komposit dengan penguat serbuk basalt – serbuk kulitkerang dan alumina dan pengikat phenolic resin. Material kampas rem hibrid komposit diproses melalui proses sinteringdengan penekanan 2 ton, temperatur 150ºC selama 30 menit. Tujuan penelitian adalah menginvestigasi kekuatan impact daripada bahan hybrid komposit untuk masing – masing variasi terhadap perlakuan impact charpy yang didasarkan pada standarASTM D6110–04. Pengujian dilakukan dengan menganalisa nilai energy yang mampu diserap oleh bahan akibat bebanimpact, selanjutnya patahan impact charpy dianalisa dengan SEM. Diperoleh hasil pengujian charpy impact untuk masing –masing variasi hybrid komposit adalah nilai kekuatan yang tinggi terjadi pada hibrid komposit variasi 2 (HK2 dengan nilai0,000339547 J/mm2, ini disebabkan karena mempunyai ikatan antara metrik dan basalt yang lebih kuat dan sempurnadibandingkan dengan hibrid komposit lainnya. Untuk nilai hibrid komposit variasi 1 (HK1 adalah 0,000304851 J/mm², hibridkomposit variasi 3 (HK3 adalah 0,000334516 J/mm², hibrid komposit variasi 4 (HK4 adalah 0,000325059 J/mm², hibridkomposit variasi 5 (HK5 adalah 0,0003327 J/mm². (2 Dari perbandingan antara kampas rem dipasaran dengan kampas remhibrid komposit maka didapat nilai kekuatannya berbeda pada hibrid komposit variasi 2 (HK2 dengan kampas pembanding(KP yang memiliki nilai kekuatannya lebih besar yaitu, 0,000374867 J/mm².Kata kunci : Kampas rem, Impact charpy, Hibrid komposit, Basalt, Aluminium, Kulit Kerang Abstract: This research is focused to observe the impact resistance of motor vehicles brake lining material. Brake tested are canvasmade of hybrid composite materials with basalt powder reinforced – seashells, alumina powder, and a phenolic resin matrix.Hybrid composite brake

  15. Efek perendaman rebusan Daun Sirih Merah (Piper crocatum terhadap kekerasan permukaan resin komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Puspita Handayani

    2016-08-01

    Full Text Available The effect of immersion of decoction water of Red Betel Leaf (Piper crocatum on the surface hardness of composite resin. The purpose of this study was to determine the effect of immersion of decoction water of red betel leaf on the surface hardness of composite resin compared to alcoholic mouth rinse. It was a pure experimental study with post-test only with control group design. The total samples were 27 samples divided into 2 treatment groups and 1 control group, each of which consisted of 9 samples. The treatment groups were immersed in the decoction water of red betel leaf and alcoholic mouth rinse. The control group was immersed in aquadest. After the immersion, the samples were measured using Vickers Micro hardness Tester. Analysis with one way anova and post hoc Bonferroni showed a significant difference (p<0.05 on the surface hardness of composite resin after being immersed in decoction water of red betel leaf(79,81±3,76 kg/mm2 and alcoholic mouth rinse (67,11±2,51 kg/mm2. Based on this research, it can be concluded that there was an effect of immersion of decoction water of red betel leaf if compared with alcoholic mouth rinse. The value of surface hardness of composite resin immersed in alcoholic mouth rinse was lower than the decoction water of red betel leaf. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perendaman dalam rebusan daun sirih merah terhadap kekerasan permukaan resin komposit bila dibandingkan dengan obat kumur beralkohol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan post-test only with control group design. Jumlah sampel sebanyak 27 yang dibagi dalam 2 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok sebanyak 9 sampel. Kelompok perlakuan direndam dengan air rebusan daun sirih merah dan obat kumur beralkohol. Kelompok kontrol direndam dengan akuades steril. Setelah itu dilakukan pengukuran menggunakan Vickers Microhardness Tester. Hasil uji One Way Anova dan Post Hoc

  16. Mineral Trioxide Aggregate sebagai Penutup Perforasi Akar Lateral Premolar Mandibula Disertai Restorasi Onlei Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanda Kusumastuti

    2011-06-01

    Full Text Available Latar belakang. Kegagalan memperoleh arah preparasi saluran akar yang lurus merupakan salah satu penyebab utama perforasi akar lateral. Pemakaian mineral trioxide aggregate (MTA pada penutupan perforasi akar lateral memberikan kerapatan yang lebih baik dibandingkan bahan yang lain. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk melaporkan penutupan perforasi akar lateral menggunakan MTA pada perawatan saluran akar gigi premolar dua kanan mandibula nekrosis pulpa dilanjutkan restorasi onlei resin komposit sehingga !ungsi gigi dapat tereapai kembali. Kasus dan penanganan. Pasien laki-Iaki berusia 35 tahun datang ke klinik Konservasi RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan ingin melanjutkan perawatan gigi belakang kanan bawahnya yang pernah dirawat di dokter gigi sebelumnya tetapi tidak selesai. Pada pemeriksaan CE negati!, perkusi positi!, palpasi dan mobilitas negati!. Gambaran radiogra! terlihat adanya area radiolusen pada 1/3 akar lateral bagian mesial. Diagnosis gigi 45 adalah karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai perforasi akar lateral. Preparasi saluran akar dilakukan dengan teknik crown down menggunakan protaper hand use. MTA setebal 3 mm ditempatkan dalam saluran akar yang mengalami perforasi akar lateral dan selanjutnya saluran akar diobturasi dengan teknik single cone. Tiga bulan setelah penutupan perforasi akar lateral, pasien tidak ada keluhan serta pada pemeriksaan perkusi, palpasi dan mobilitas negati! kemudian dilanjutkan dengan restorasi onlei resin komposit. Kesimpulan. Kasus premolar dua kanan mandibula yang mengalami perforasi akar lateral dapat disembuhkan dengan penggunaan MTA sebagai bahan penutup perforasi. Evaluasi pasea pengaplikasian MTA dilakukan pada bulan ke-3 menunjukkan hasil yang eukup memuaskan dengan ditandai daerah radiolusensi yang mengeeil pada daerah perforasi.

  17. Optimalisasi Konduktivitas Ionik Elektrolit Polimer Berbasis Komposit Kitosan-Zirkonia/Litium Perklorat dengan Penambahan Gliserol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Yulianti

    2017-06-01

    Full Text Available Untuk meningkatkan nilai konduktivitas ionik elektrolit polimer, telah dilakukan modifikasi terhadap sistem komposit kitosan-ZrO2/LiClO4 dengan menambahkan gliserol sebagai plasticizer. Pembuatan lembaran elektrolit polimer dilakukan dengan metode casting, setelah seluruh komponen dicampur secara bertahap dan diaduk dengan pengaduk magnet. Penambahan plasticizer dilakukan dengan berbagai komposisi yaitu antara 0% (g/g sampai dengan 80% (b/b. Elektrolit polimer kemudian dikarakterisasi meliputi struktur mikro dengan difraksi  sinar-X (XRD, sifat mekanik dengan uji tarik menggunakan UTM, spektrometer impedansi (LCR-meter dan pengukuran jumlah transferensi ion. Hasil karakterisasi dengan XRD dan uji sifat mekanik menunjukkan bahwa elektrolit polimer menjadi semakin amorf dan elastis dengan penambahan plasticizer. Penambahan plasticizer yang optimal adalah sebanyak 60% (b/b dimana pada komposisi tersebut masing-masing diperoleh bilangan transferensi ion tertinggi 0,85 dengan nilai konduktivitas ionik 3,52 x 10-4 S/cm.

  18. Pengaruh Panjang Serat Terhadap Nilai Koefisien Absorpsi Suara dan Sifat Mekanik Komposit Serat Ampas Tebu dengan Matriks Gipsum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanus Laga Suban

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk membuat material komposit gipsum berpenguat serat alam untuk bahan penyerap suara. Permasalahan yang dikaji adalah untuk mengetahui hubungan panjang serat pada komposit ampas tebu bermatrik  gipsum terhadap nilai koefisien absorpsi suara (α, kekuatan tekan, dan kekuatan lenturnya. Panjang serat yang digunakan adalah 10mm, 30mm, dan 50mm  dengan fraksi volum 30% serat : 70% gipsum. Tujuannya untuk mendapatkan hubungan nilai koefisien absorpsi suara, kuat lentur, dan kuat tekan dengan panjang serat yang diberikan serta aplikasinya dalam material bahan penyerap suara yang memenuhi standar ISO 11654. Metode pembuatan spesimen komposit yang digunakan adalah hand lay up. Metode pengujian berdasarkan standart ASTM E1050 untuk pengujian koefisien absorpsi suara, ASTM D790 untuk pengujian kuat lentur, dan ASTM D695 untuk pengujian kuat tekan. Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara memenuhi standar ISO 11654 dengan nilai koefisien α lebih besar dari 0,15. Nilai kuat lentur terbaik ialah pada panjang serat 30mm sebesar 1,952 MPa. Nilai kuat tekan terbaik ialah pada panjang serat 50mm sebesar 2,005 MPa

  19. Komposit Nano TiO2 Dengan PCC, Zeolit atau Karbon Aktif Untuk Menurunkan Total Krom dan Zat Organik Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bumiarto Nugroho Jati

    2012-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan total krom dan zat organik pada limbah industri penyamakan kulit dengan menggunakan nano TiO2 yang dikompositkan dengan adsorben karbon aktif, zeolit, dan precipitated calcium carbonate (PCC dalam suatu reaktor fotokatalitik yang disusun secara batch dan dilengkapi dengan 6 buah lampu UV dan magnetic stirrer. Penurunan kadar krom total diukur dengan menggunakan Atomic Absorption Spectro-photometer (AAS dan penurunan zat organik dianalisa dengan menggunakan titrasi permanganatometri. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan terbaik untuk penurunan kadar krom total adalah dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 8:2 yang dapat menurunkan total krom hampir 100% pada menit ke-170 dengan konsentrasi awal 214,35 mg/L. Untuk penurunan kadar zat organik, pengolahan terbaik dengan menggunakan komposit TiO2:PCC = 9:1 yang dapat menurunkan kadar zat organik hingga 100% pada menit ke-180. 

  20. Pemanfaatan TKKS Sebagai Pengisi Komposit Epoxy Untuk Struktur Bergerak Mesin CNC Perkayuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farkhan

    2017-04-01

    , namun mesin CNC perkayuan umumnya dibangun dengan struktur logam yang berat, baik untuk struktur penopang maupun struktur bergeraknya. Kenyataannya, bahan baku kayunya sendiri jauh lebih ringan ketimbang struktur yang menggerakkannya. Dinamika gerakan pada struktur bergerak yang berat ini menyebabkan pemborosan daya dan getaran berlebih yang mempengaruhi ketelitian, keawetan pahat potong, dan produktivitas. Penelitian ini mengembangkan bahan komposit ringan baru dengan memanfaatkan sumber terbarukan dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS sebagai bahan pengisinya dengan matriks polimer epoxy untuk dibangun sebagai struktur bergerak mesin CNC perkayuan metode permesinan cepat 3 dimensi, untuk meningkatkan unjuk kerja dinamiknya. Analisa perbandingan menunjukkan bahan ini memiliki unjuk kerja dinamik lebih baik pada proses permesinan cepat ketimbang menggunakan besi tuang sebagai bahan tradisionalnya.

  1. Analisis Koefisien Absorpsi Bunyi Pada Komposit Penguat Serat Alam Dengan Menggunakan Alat Uji Tabung Impedansi 2 Microphone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Dalam perambatannya gelombang bunyi dapat di halangi dengan menggunakan suatu medium yang memiliki sifat-sifatkedap suara, sehingga energi yang ditransmisikan akan mampu dikurangi/dihambat oleh medium tersebut. Salah satumetode yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kemampuan peredaman (koefisien absorpsi suatu mediumterhadap gelombang bunyi yang datang dapat diketahui dengan menggunakan Tabung Impedansi 2 Microphone.Sedangkan sebagai mediumnya adalah panel komposit. Mengingat dalam perkembangan ilmu bahan saat ini banyak digunakan komposit dengan penguat serat alam, dan salah satu sifat yang dikaji adalah sifat akustiknya. Kajian ini lebihmenitik beratkan sifat akustik komposit berpenguat serat alam, mengingat selama ini banyak serat alam yang terbuangpercuma menjadi limbahsehingga mencemari lingkungan. Jenis-jenis serat alam yang digunakan sebagai penguatantara lain : serat serabut kelapa, serat jerami, serat batang pisang, serat nenas, serat kapuk dan serat batang kelapasawit, sedangkan frekuensi pengukuran koefisien absorpsi terhadap medium ini berkisar anatra 200 hz sampai dengan1400 hz, dengan ketebalan spesiemn uji antara 2 mm sampai dengan 4 mmdengan menggunakan metode pengujianTabung impedansi 2 mikrophone, sesuai dengan standart ISO 10534-2:1998 and American Standart forTestingMaterials (ASTM E1050-98. Dalam kajian ini diperoleh kesimpulan bahwa pada frekuensi rendah koefisienabsorpsi bahan cukup tinggi antara 0,4 sampai dengan 0,6 dan kemampuan serap bunyi ini akan menurun denganmeningkatnya frekuensi, sedangkan pengaruh ketebalan bahan juga mempengaruhi sifat akustiknya.Kata kunci: komposit, serat alam, koefisien absorpsi, tabung impedansi Abstract: In the propagation of sound waves can be prevented by using a medium that has properties soundproofed, so that thetransmitted energy to be able to be reduced / inhibited by the medium. One method that can be used to determine theability of damping (absorption coefficient of a

  2. Walter Gieseler, Komposition im 20. Jahrhundert. Details – Zusammenhänge, Celle, Moeck, 1975, pp. 228

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilma D'Ambrosio

    2014-10-01

    Full Text Available Stupisce molto che un libro come Komposition im 20. Jahrhundert. Details - Zusammenhänge [Composizione nel 20° secolo. Particolari – Connessioni] di Walter Gieseler, pubblicato in Germania quasi venticinque anni fa, non abbia mai ricevuto un'attenzione maggiore. Strano destino, per un libro così ricco e innovativo, scritto da un autore cui andrebbe per lo meno tributato il merito di essere stato uno dei primi a realizzare una descrizione sistematica delle tecniche compositive novecentesche. Le ragioni vanno forse cercate nel fatto di non avere mai beneficiato di traduzioni in una lingua più ‘internazionale’ e di non appartenere, in senso convenzionale, né al settore propriamente analitico, né teorico-compositivo, né storico-musicale. Di fatto, il libro riassume tutti questi aspetti, nonché argomenti di materia estetica, esecutiva, psicologico-percettiva, notazionale, ecc.

  3. KAJIAN KUAT BENDING DAN KADAR AIR PADA KOMPOSIT DARI SEKAM PADI DAN SERAT BAMBU MENGGUNAKAN STATISTIK TAGUCHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Yunianto Prihatin

    2017-11-01

    Full Text Available Kayu merupakan komoditi utama dalam pembuatan mebel yang berasal dari alam. Dewasa ini penyusutan  hutan  dunia  telah  mengkhawatirkan mencapai  80%.  Sehingga  kebutuhan  oksigen  akan menurun karena tidak sesuai dengan upaya reboisasi. Disisi lain bambu memiliki kelebihan dalam hal masa panen yang lebih cepat berkisar 2–3 tahun. Sedangkan sekam padi adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan hasil pertanian yang pemanfaatannya selama ini hanya sebagai bahan pembantu dalam aktifitas produksi, maka nilai ekonomis sekam padi ini sangat rendah. Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian ini dititik beratkan pada pembuatan komposit anyaman bambu dan sekam padi sebagai pengganti kayu dalam industri mebel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen statistik taguchi, sehingga meghasilkan nilai kuat bending optimal 35,58N/mm2 dengan kadar air 0,334%. Kondisi optimal tersebut terdiri dari A3B2C2D1 Variasi anyaman Satin, Tekanan hidrolik 60N, Waktu pemanasan sebelum pengecoran pada suhu 105oC adalah 45 menit, dan Komposisi = Resin 100 : Katalis 0,75.

  4. ANALISIS SIFAT TARIK DAN IMPAK KOMPOSIT SERAT RAMI DENGAN PERLAKUAN ALKALI DALAM WAKTU 2,4,6 DAN 8 JAM BERMATRIK POLIESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2017-10-01

    Full Text Available Ikatan interfacal bonding pada komposit serat alam sangat tergantung dari kekasaran permukaan serat. Permukaan serat dapat ditingkatkan daya ikatan permukaannya dengan cara mencelupkan pada larutan alkali. Pencelupan ini akan mengurangi lapisan lignin yang mengurangi kekuatan ikat pada permukaan serat. Pada penelitian ini proses yang digunakan adalah perlakuan alkali terhadap permukaan serat dengan  cara merendam serat rami selama 2,4,6, dan 8 jam. Larutah alkali yang digunakan adalah larutan NaOH dengan konsentrasi 10% pada pelarut air. Serat rami   Boehmeria nivea (L Goud direndam pada larutan NaOH selama 2,4,6, dan 8 jam perendaman, untuk menghilangkan zat ligninnya agar kekuatan ikatan permukaan bisa diperbaiki.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan pengujian impak. Hasil yang didapat adalah kekuatan tarik terbesar didapat pada perendaman 8 jam yaitu sebesar 41,9 MPa. Modulus young terbesar didapat pada perendaman 2 jam, yaitu 2743,15 Mpa, dan kekuatan impak terbesar adalah 0,0725 Joule/mm2 terjadi pada perendaman 4 jam   Kata kunci : komposit serat, kekuatan tarik, kekuatan impak, perendaman alkali

  5. Perawatan Satu\tKunjungan\tpada\tPremolar Pertama Atas Menggunakan Protaper Rotary dan Restorasi Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sherli Diana

    2013-06-01

    Full Text Available Preparasi kemomekanik pada saluran akar meliputi instrumentasi mekanis dan irigasi antibakteri yang secara prinsip dapat langsung mengeliminasi mikroorganisme pada sistem saluran akar. sejak diperkenalkan pada tahun 1988, instrumen rotary nikel-titanium (niti telah digunakan secara umum dalam perawatan endodontik karena kemampuannya membentuk saluran akar dengan prosedur komplikasi yang minimal. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan perawatan saluran akar satu kunjungan menggunakan protaper rotary dan restorasi resin komposit gigi premolar. Penderita pria 21 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo UGM Yogyakarta mengeluhkan gigi belakang atas kiri yang berlubang tapi tidak sakit dan pasien ingin  dirawat.Gigi  Premolar satu atas  kiri terdapat kavitas disto oklusal dengan pulpa terbuka. Pemeriksan objektif pada gigi 24 sondasi, perkusi, palpasi, dan tes termal menunjukkan hasil negatif.Pemeriksaan radiografis tidak terdapat lesi, lamina dura tidak terputus dan saluran akar jelas dan lurus. Pada kasus ini dilakukan perawatan saluran akar dengan menggunakan ProTaper rotary ( X-Smart, Dentsply. Pasca perawatan saluran akar, gigi premolar satu atas kiri dilakukan tumpatan resin komposit kelas II.Hasil evaluasi klinik saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit, pemeriksaan objektif juga tidak ada rasa sakit, warna gigi serasi dengan warna gigi tetangga.prognosis pada kasus ini baik dan tidak ada keluhan. Kesimpulan paska perawatan saluran akar satu kunjungan dengan instrumenrotary, tidak terdapat keluhan.Penggunaan Instrumen rotary Nikel-Titanium (NiTi sangat flexible dengan prosedur komplikasi yang minimal, dan hemat waktu. One Visit Treatment of Upper Premolar Tooth Using Rotary Protaper and Composite Resin Restoration. Chemomechanical preparation for root canal including mechanic instrumentation and anti-bacterial irrigation principally could eliminate microorganisms in root canal system. Many instruments and techniques have been

  6. FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Pratama Sianturi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The results of physical analysis show that FTA have 51.04 g/mmof hardness, 273.79% of water absorption, and 0.13 g/ml of bulk density. The results of nutrition content analysis show that FTA contained 3.28% of water, 1.35% of ash, 0.43% of fat, 3.09% of protein, 91.86% of carbohydrate, and 384 kcal of energy, 11.33 mg/100 g of Ca, 5.93 mg/100 g of Fe, and 52.45 mg/100 g of P. Nutrient contributions of flakes FTA against RDA of children aged elementary school are 6.39—8.39% for energy, 1.80—3.09% for protein, 0.21—0.24% for fat, 11.13—14.61% for carbohydrate, 0.33—0.40% for Ca, 14.83—25.95% for Fe, and 1.47—3.67% for P.Keywords: arrowroot starch, breakfast, cassava flour, flakes, gotu kolaABSTRAKPegagan merupakan tanaman herbal yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula flakes dari tepung komposit pati garut dan tepung singkong dengan penambahan pegagan sebagai pangan fungsional untuk sarapan anak sekolah dasar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa flakes formula terpilih akhir (FTA adalah flakes yang terbuat dari 60% pati garut, 40% tepung singkong, dan dengan penambahan pegagan sebesar 2.5%. Uji penerimaan juga dilakukan terhadap flakes FTA, dan sebanyak 91.67% konsumen sasaran dapat menerima flakes FTA. Hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa flakes FTA memiliki kekerasan sebesar 51.04 g/mm, daya serap air sebesar 273.79%, dan densitas kamba sebesar 0.13 g/ml. Hasil analisis kandungan gizi

  7. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  8. PENGUJIAN AKTIVITAS KOMPOSIT Fe2O3-SiO2 SEBAGAI FOTOKATALIS PADA FOTODEGRADASI 4-KLOROFENOL (The Activity Test of Fe2O3-SiO2 Composite As Photocatalyst on 4-Chlorophenol Photodegradation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sri Kunarti

    2009-03-01

    Full Text Available ABSTRAK  Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas komposit Fe2O3-SiO2 sebagai fotokatalis pada fotodegradasi 4-klorofenol. Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi fotokatalis Fe2O3-SiO2. Preparasi dilakukan dengan metode sol-gel pada temperatur kamar menggunakan tetraetil ortosilikat (TEOS dan besi (III nitrat sebagai prekursor diikuti dengan perlakuan termal pada temperature 500 oC. Karakterisasi dilakukan dengan metode spektrometri inframerah, difraksi sinar-X dan spektrometri fluoresensi sinar-X. Uji aktivitas komposit untuk fotodegradasi 4-klorofenol dilakukan dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Pada uji ini telah dipelajari pengaruh waktu penyinaran dan pH larutan terhadap efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit Fe2O3-SiO2 dapat dipreparasi dengan metode sol-gel pada temperatur kamar diikuti perlakuan termal. Komposit Fe2O3-SiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol dari 11,86 % menjadi 55,38 %. Efektivitas fotodegradasi 4- klorofenol dipengaruhi waktu penyinaran dan pH larutan yang semakin lama waktu penyinaran efektifitas fotodegradasi semakin tinggi, namun waktu penyinaran yang lebih lama dari 4 jam dapat menurunkan efektivitasnya. pH larutan memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol.   ABSTRACT The activity test of Fe2O3-SiO2 composite as photocatalyst on 4-chlorophenol photodegradation has been studied. The research was initiated by preparation of Fe2O3-SiO2 photocatalyst and followed by characterization. The preparation was conducted by sol-gel method at room temperature using tetraethylorthosilicate (TEOS and iron (III nitrate as precursors followed by thermal treatment at a temperature of 500oC. The characterizations were performed by X-ray Diffraction (XRD, Infrared and X-ray Fluorescence Spectrophotometry. The photocatalytic activity test of composites for 4 chlorophenol

  9. Karakteristik Fisiko-Kimiawi (Morfologi, Higroskopisitas, pH dan Toksisitas Panel Bangunan yang Dihasilkan dari Komposit Limbah Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash, Daun-Ampas Tebu, Jerami-Sekam Padi dan Ijuk (Palm Fiber

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto P. Prihatmaji

    2015-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisiko-kimiawi (morfologi, higroskopisitas, ph dan toksisitas panel bangunan yang dihasilkan dari komposit limbah abu terbang batu bara (fly ash, daunampas tebu, jerami-sekam padi dan ijuk (palm fiber. Berdasarkah hasil uji dan analisis fisiko-kimiawi kaitannya dengan morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa komposit panel bangunan dari berbagai macam jenis bahan baku tersebut tampak menyatu secara solid dengan ikatan kimia antar bahan yang terlibat. Bahan organik yang berupa limbah ampas-daun tebu, jerami-sekam padi, dan ijuk tampak menyatu padu dengan komponen anorganiknya berupa fly ash dan semen. Kaitannya dengan higroskopisitasnya, produk panel bangunan yang dihasilkan tampaknya tidak terpengaruh oleh iklim dan kelembaban di dalam maupun di luar ruang karena kadar air panel bangunan yang diuji pada hari ke-30 dan hari ke-60 relatif stabil yakni 19,65% yang berarti normal. Kaitannya dengan tingkat keasaman (pH, panel bangunan yang dihasilkan menunjukkan kondisi yang aman/tidak menyebabkan iritasi karena pH: 7-8 yang berarti tidak mengiritasi/aman. Adapun hasil uji dan analisis toksisitas fly ash dilakukan menggunakan indikator biologis; mencit menunjukkan harga LD50: 32,915 mg/kg (bb yang berarti relatif tidak berbahaya. Kutu air menunjukkan harga LC50: 75,515 ppm (7,552% yang berarti hampir tidak toksik dan ikan mas menunjukkan harga LC50: 121,943 ppm (12,194% yang berarti tidak toksik. Oleh sebab itu produk panel bangunan yang dihasilkan dapat dipastikan aman dikonsumsi.

  10. Pengaruh komposisi komposit al2o3/ysz dan variasi feed rate terhadap ketahanan termal dan kekuatan lekat pada Ysz-al2o3/ysz double layer tbc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parindra Kusriantoko

    2014-03-01

    Full Text Available TBC (Thermal Barrier Coating dengan YSZ-Al2O3/YSZ top coat (TCdan MCrAlY sebagai bond coat (BC yang selanjutnya disebut sebagai YSZ-Al2O3/YSZ double layer TBC dibuat dengan menggunakan metode flame spray.Hasil pelapisan sebelum dan sesudah diuji termal dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan XRD.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi powder feed rate akan berpengaruh pada morfologi permukaan lapisan. Feed rate makin rendah menyebabkan struktur yang cenderung kasar dan tidak padat dan cenderung berporos. Lapisan komposit Al2O3/YSZ juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan TGO (Thermally Grown Oxide setelah dilakukan uji termal, dimana komposisi paling bagus dengan pertumbuhan TGO paling rendah adalah 15%Al2O3/8YSZ. Hasil pengujian TGA menunjukkan semua sampel mulai teroksidasi pada temperatur 1000-1030oC dan didapatkan sampel paling stabil adalah 15% Al2O3/8YSZ 14 dan 20 gr/min. Dari pengujian XRD sampel yang memiliki fasa yang paling stabil adalah 15%Al2O3/8YSZ dengan fasa t-ZrO2 dan m-ZrO2. Dari pengujian Thermal Torch dan Pull Off komposisi 15%Al2O3/8YSZjuga memiliki ketahanan terhadap pengerusakan yang paling baik dan kelekatan yang baik sebesar 10 MPa.

  11. POTENSI SPAGHETTINI KOMPOSIT SEMOLINA DURUM-PATI GANYONG DALAM PEMBENTUKAN SHORT CHAIN FATTY ACID DAN ASAM LAKTAT PADA FERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROFLORA FESES MANUSIA (Potential Production of Short Chain Fatty Acid and Lactic Acid from Durum and Canna Starch-Based Spaghettini Through Fermentation by Human Colonic Microflora

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefani Amanda Harmani

    2016-10-01

    Full Text Available Nowadays people have started considering the health beneficial value in selecting food. Government’s demand for utilization of local food and food diversification is also increasing. Considering those reasons, the objective of this study was to create a way of food diversification using local ingredient which has physiological benefits for human health. Resistant starch can improve human colonic health through fermentation by colonic microflora to produce Short Chain Fatty Acid (SCFA and lactic acid. This research was conducted by combining canna starch with semolina durum into a composite flour for spaghettini production. Various type of canna tuber and canna starch proportion were used in the composite flour. Semolina durum contained higher resistant starch (20% than red canna starch (17.7% and green canna starch (15.4%. Combination of durum and red canna starch-based spaghettini produced higher amount of resistant starch, SCFA, and lactic acid than combination of durum and green canna starch- based spaghettini. Durumcanna based spaghettini had the ability to produce SCFA and lactic acid during in vitro fermentation using human colonic microflora although the concentration was lower than those of only durum spaghettini. Keywords: Canna starch, spaghettini, resistant starch, SCFA, lactic acid ABSTRAK Kriteria pemilihan makanan oleh masyarakat kini mulai mempertimbangkan nilai kesehatan dari suatu makanan. Sementara, permintaan pemerintah untuk pemanfaatan bahan baku lokal dan diversifikasi pangan pokok pun semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mewujudkan penganekaragaman pangan berbasis tepung komposit dari bahan baku lokal yang memiliki nilai fungsional untuk kesehatan kolon. Resistant Starch (RS dapat meningkatkan kesehatan kolon melalui hasil fermentasinya oleh bakteri usus besar yang berupa Short Chain Fatty Acid (SCFA dan asam laktat. Penelitian dilakukan dengan mengkombinasikan pati ganyong dan semolina

  12. VOLATILITAS INDEKS KOMPOSIT PASAR MODAL ASEAN-3

    OpenAIRE

    Anhar Fauzan Priyono

    2016-01-01

    Rapid integration between domestic and world economy in the last decade has been a major issue. For Indonesia, the situation has been accelerated by the adoption of floating exchange rate regime in 1997, also with the development of Indonesia stock exchange.   One notable financial variable that often exposed to external shocks is stock market index. This research will analyzed the behavior of 3 major stock market indices in ASEAN, those are Jakarta Composite Index (JCI), Kuala Lumpur...

  13. Penutupan Diastema dengan Menggunakan Komposit Nanofiller

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Permatasari

    2012-10-01

    Full Text Available The purpose of this work is to report a clinical care of diastema closure in case of multiple diastema using composite nanofiller material, as an alternative from orthodontic treatment and also porcelain crown restoration. This method proved to be conservative, practical, and provide high estethic value.DOI: 10.14693/jdi.v15i3.32

  14. VOLATILITAS INDEKS KOMPOSIT PASAR MODAL ASEAN-3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anhar Fauzan Priyono

    2016-12-01

    Full Text Available Rapid integration between domestic and world economy in the last decade has been a major issue. For Indonesia, the situation has been accelerated by the adoption of floating exchange rate regime in 1997, also with the development of Indonesia stock exchange.   One notable financial variable that often exposed to external shocks is stock market index. This research will analyzed the behavior of 3 major stock market indices in ASEAN, those are Jakarta Composite Index (JCI, Kuala Lumpur stock index (KLSE, and Singapore stock index (STI. The employment of volatility model is chosen to figured the behavior of those 3 indices, and to analyze the aggregate investment in each stock market. Observation will be based upon monthly basis, from 2010 until 2015.   The findings in this research are (i similarity in the movement behavior of ASEAN-3 stock market indices, (ii Indonesia stock market shows the highest aggregate investment return relative to Malaysia and Singapore, (iii Singapore stock market shows the lowest aggregate investment risk relative to Indonesia and Malaysia, as the representation of more developed stock market.   Keywords: ASEAN-3, integration, aggregate investment, volatility model

  15. Alat Ukur Tebal Papan Komposit Berbasis Mikrokontroler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferisa Pratiwi

    2018-02-01

    Full Text Available Thickness measurement tools of materials based on microcontroller has been done. This instrument consists of mechanical system, ultrasonic sensor HC-SR04, Arduino UNO microcontroller module, stepper motor, and MicroSD Card module. Ultrasonic sensor HC-SR04 is integrated with the Arduino UNO module and measurement data is displayed on LCD 20 X 4 characters, then the measurement result of date was stored automatically in MicroSD Card. The accuracy of the thickness meter is done by comparing between the measurement data from the thickness meter with the measurement manually. The measurement result of composite board thickness has 93,8% accuracy on flat composite and 50% on the uneven composite board test.

  16. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  17. Pengaruh Waktu Reaksi dan Rasio Molar terhadap Asam Oleat dengan Butanol pada Sintesa Plastisizer Butil Oleat

    OpenAIRE

    Selly, Mers; Nirwana, Nirwana; HS, Irdoni

    2015-01-01

    The amount of palm oil feedstock in Indonesia, encourages the development of palm oil industry product diversification. One alternative for providing value-added palm oil by esterification of oleic acid is contained in palm oil became known as butyl oleate plasticizers. Plasticizer is an additive compound added to polymer to improve flexibility and workabilitas. Step of this research is the preparation of H-zeolite catalysts and synthesis of the plasticizer butyl oleate esterification using n...

  18. Pengaruh Komposisi Katalis H-Zeolit dan Kecepatan Pengadukan pada Sintesa Plastisizer Butil Oleat

    OpenAIRE

    Rinanda, Wahyu Okta; HS, Irdoni '; ', Nirwana '

    2015-01-01

    Oil palm commodity has a strategic role in the national economy. In the development of the palm oil industry, the necessary diversification of oil palm products needed by using the esterification reaction. One of the products of the oil palm which on development now is a fatty acid alkyl esters. Products that include the type of fatty acid alkyl ester is plasticizer. In this study, the plasticizer is synthesized by esterification of oleic acid and butanol, using activated natural zeolite cata...

  19. Karakterstik Serapan Suara Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2016-01-01

    The purpose of this study is to investigate of sound absorption of coconut filter fiber composites. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157 with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0,5% KMnO4. Production methods is poltrusion and the variations of fiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiber length are 5, 10 and 15 mm. Testing of sound absorpt...

  20. Optimalisasi Kalsium Karbonat Dari Cangkang Telur Untuk Produksi Pasta Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warsy Warsy

    2016-07-01

    Full Text Available Egg shell is a household waste which can be used to produce a composite paste, as it contains around 90% calsium carbonate (CaCO3 as the main composition. This research aims to determine the optimum weight of egg shell powder in composite paste production. This research is conducted by determining the calsium carbonate content beforehand by EDTA titration and the determination of the contain of calsium by using atomic absorption spectroscopy (AAS, then the determination of the optimum weight of shell powder by varying the shell powder and baking soda. The results of the research that has been done that the content of calsium carbonate in the shell of eggs was 92,57% and calsium at 28%. While the optimum weight for the shell powder manufacture composite paste which is 3 grams with a ratio of 3,0 (Ca : 7,0 (BS, in which the pH obtained is 9. This is in a accordance by SNI that the pH value of the composite paste is 4,5–10,5 and is semisolid form.

  1. Komposit Hibrid Polyester Berpenguat Serbuk Batang Dan Serat Sabut Kelapa

    OpenAIRE

    Lumintang, Romels C. A; Soenoko, Rudy; Wahyudi, Slamet

    2011-01-01

    Sawdust coconut trunks of palm trees and fiber coconut coir are two waste materials from the processing of coconuts and coconut tree trunks sawmill waste are plentiful materials can be utilized for producing composites using polyester resins. Both each properties materials as follow polyester resin: liquid in the open air conditions, sawdust coconut and coconut coir fiber properties is lightweight and fragile nature of the polyester adhesive used as a binder (binder) between fiber coconut coi...

  2. Pengaruh Alkalisasi Komposit Serat Kelapa-Poliester Terhadap Kekuatan Tarik

    OpenAIRE

    Maryanti, Budha; Sonief, Ahmad As'ad; Wahyudi, Slamet

    2011-01-01

    The purpose of this research is to analyze the effect of alkalization on the tensile strength and strain of coconut fiber composites with polyester matrix by varying the concentration of NaOH as follow 0%, 2%, 5% and 8%. Alkalization is one of modifications natural fibers to improve fiber-matrix compatibility.The method of this research used a hands lay-up method. As follow the 1st coconut fiber treated without alkalization or 0% alkalization and the 2nd coconut fiber immersed in alkaline sol...

  3. Analisis Sifat Mekanik Material Komposit Dari Serat Sabut Kelapa

    OpenAIRE

    Oroh, Jonathan; Sappu, Frans P; Lumintang, Romels Cresano

    2012-01-01

    This research uses coco fiber having straight fiber orientation. Different volume fraction with alkali (NaOH) treatment for two hours and without treatment have applied in this work. This composite was manufactured by molding where Polyester BQTN 157 was used as matrix. Bending test was performed based on ASTM D 6110 standard. The aim of this research is to obtain the optimum bending strength of coco fiber composite for volume fraction of 0 % fiber and 100% resin, 10% fiber and 90% resin, 20%...

  4. Pemanfaatan limbah kopolimer ethyene vinyl acetateuntuk komposit karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wahini Nurhajati

    2008-12-01

    Full Text Available A new composite of natural rubber blend with ethylene vinyl acetate (EVA waste obtained from footwear industry hase been made. EVA waste from footwear industry is crosslinked materials which is able to be used as a filler in composite rubber. Potency of EVA waste in the form of powder from the footwear industry in Indonesia is more than 50kg/day, while in the form of solid is about 75,000 ton/ year and is hasn’t yet utilized. The aim of this research is to study influence of EVA waste on the physical properties of natural rubber composite filled with EVA waste. Natural rubber, EVA waste, and addives were mixed by a two-roll mills machine. The amounts of EVA waste were varied from 0 to 100 phr with range of 20 phr. The results of physical properties test showed that the maximum addition of EVA waste, which performed highest tensile strength, and tear resistance was found for 60 phr, and which contributed to an increase in higher elongation at break, hardness, 50% permanent set, and density was found for 100 phr. The addition of EVA waste resulted in a reduction of the abrasion resistance. All of the resulted composites there were no crack detected on the flex cracking test at 150 kcs.

  5. Pengaruh Minuman Kopi terhadap Perubahan Warna pada Resin Komposit

    OpenAIRE

    Aprilia Aprilia; Linda Rochyani; Erry Rahardianto

    2015-01-01

    Objective: The aim of this research was to investigate the influence of coffee beverage on hybrid composite resin discoloration. Material and method: This study used hybrid composite resin with A3 color, and was done by soaking composite resin plates in coffee solution for 1, 3, 5, and 7 days, corresponding to equivalent coffee usage for 6 months, 1, 1.5, and 2 years. The same measurements of reflectance were done before and after soaking into coffee solution. In the measurement, a beam from ...

  6. Pengaruh Minuman Kopi terhadap Perubahan Warna pada Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Aprilia

    2015-10-01

    Full Text Available Objective: The aim of this research was to investigate the influence of coffee beverage on hybrid composite resin discoloration. Material and method: This study used hybrid composite resin with A3 color, and was done by soaking composite resin plates in coffee solution for 1, 3, 5, and 7 days, corresponding to equivalent coffee usage for 6 months, 1, 1.5, and 2 years. The same measurements of reflectance were done before and after soaking into coffee solution. In the measurement, a beam from He-Ne laser is reflected by the sample to a photovoltaic cell type BOY-47, which provides a voltage signal accordig to the intensity of reflected light. Results: There was a significant difference between composite resin plates before and after soaking into coffee dilution for 1, 3, 5, and 7 days. Conclusion: Composite resin is discolored after soaking into a coffee solution, suggesting that coffee usage will have a discoloring effect on dental composite resin.

  7. Sintesa Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa) dengan Variasi Ukuran Partikel dan Waktu Karbonasi

    OpenAIRE

    Rahmawati, Lucy; Amri, Amun; Zultiniar, Zultiniar; Yelmida, Yelmida

    2015-01-01

    Precipitated Calcium Carbonate (PCC) is a product of the processing of natural materials containing calcium carbonate resulting from the precipitation process with high purity. Bloodcockle shell can be used as a source of calcium for precipitated Calcium Carbonate. The purpose of this study to produce PCC of waste shells blood with carbonation method and determine the particle size of the PCC and the best carbonation time. Synthesis performed using carbonation method by adding nitric acid to ...

  8. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  9. Karakteristik Sifat Tarik Dan Mode Patahan Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2014-01-01

    The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength of composites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood, bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0.5% KMnO4...

  10. Karakterisasi Sensor Gas Lpg (Liquefied Petroleum Gas) Dari Bahan Komposit Semikonduktor Tio2(cuo)

    OpenAIRE

    Dewi, Ratna Sari; -, Elvaswer

    2015-01-01

    The Liquefied Petroleum Gas (LPG's) sensor in the form of composite has been characterized. The steps of manufacturing processes are the mixing of materials, calcinations at 500ºC for 4 hours, blended, compacted and sintered at 700ºC for 4 hours. The sensor was tested at room temperature through current (I)-voltage (V) characteristics, sensitivity, and conductivity. Based on measurement I-V characteristic it's known that sample with 10% addition of CuO have sensitivity of 10 at 10 volt vol...

  11. Ketahanan Bending Komposit Hybrid Serat Batang Kelapa/Serat Gelas Dengan Matrik Urea Formaldehyde

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasmi Herlina Sari

    2012-11-01

    Full Text Available The composite has its own advantages compared to other alternative techniques such material is strong, lightweight,corrosion-resistant, economical and so on. The purpose of this study was to investigate the characteristics of bending strengthfiber composite hybrid coconut trunk / fiber glass using urea formaldehyde resin.Hybrid palm trunk fiber /glass fiber composite have been made by hand lay up which volume fraction fiber hybridvariation namely 10:20, 15:15 and 20:10 (% with length fiber 2 cm. Every Tests conducted were bending testing with eachvariation performed three times repetition. Bending test specimens in accordance with standard ASTMD 790.The results of bending strength of palm trunk fiber hybrid composite / fiber-glass with random fiber direction that thehighest bending strength in the palm trunk fiber volume fraction 10% and 20% glass fiber that is 22.7 N/mm2.

  12. KAJIAN PELEPAH KELAPA SEBAGAI SERAT KOMPOSIT (STUDY OF COCONUT BRANCH AS COMPOSITE FIBER)

    OpenAIRE

    Seno Darmanto; Windu Sediono; Bambang Setyoko; Murni Murni

    2012-01-01

    Research is done to analyze coconut branch fiber as car body composite. Analyzing is based onmaterial, composition, and strength of material. Research was done in laboratory. Coconut branchfiber is obtained by natural drying process and cutting to become fiber with ±0,5 mm of length.Reinforcement and binder is determined polyester resin. Coir (coconut fiber) have 1.15 kg/m3 ofdensity, 1.15 MPa of strength dan modulus elastisitas 4 – 6 GPa. And based on specimen and studyof litera...

  13. Karakteristik Mekanik Panel Dinding dari Komposit Sabut Kelapa (Coco Fiber)-Sampah Plastik (Thermoplastics)

    OpenAIRE

    Fajriyanto, Fajriyanto

    2009-01-01

    The research about utilization of coco fiber and thermoplastic waste to produce partition wall based on fiber reinforced plastic (FRP) composites has been conducted. The research methodology used was experimental research method. There were three steps conducted in the research; the first, preparation of instruments and sampling of raw materials, the second, blending process for producing fiberboard composites, the third, mechanical-waterproof testing and analyzing of products. The obje...

  14. Analisis Sifat Mekanik Komposit Serat Sabut Kelapa sebagai Material Alternatif Pengganti Kayu untuk Pembuatan Kapal Tradisional

    OpenAIRE

    ', Aguswandi '; Badri, Muftil '; ', Yohanes '

    2016-01-01

    Recently, it has been difficult to get the wood as a material to construct the traditional ships. Alternatively, the wood can be substituted by composite materials such as the composite of coco fiber. The coco fiber composites have potential to construct a fishing boat. In this research produced the composite plates and investigation of their value of tensile strength and flexural strength. The composite composition was used 70% polyester and 30% coco fiber. Production of the composite plates...

  15. Restorasi Resin Komposit Menggunakan Pasak Tapered Self Threading Pada Molar Ketiga Kiri Mandibula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellen Krisanti

    2013-06-01

    Composite Resin Restoration Using Tapered Self Threading Poston Left Mandibular Third Molar. Root canal morphology of mandibular third molar has more complex variation than the other molars. In third molar, the extraction teeth are often executed; however, the third molar can be maintained in other conditions. One visit root canal treatment is a therapy option for this case. The purpose of this case report is to show the success of one visit root canal treatment in third molar with pulp necrosis by restoring the composite resin through tapered self-treading post. A 20 year-old female patient who came to the Prof Soedomo RSGM, FKG UGM complained about the pain when chewing food on her third molar and positive in percussion. The radiographs showed that there was an incomplete restoration. There was a gap between cavities with restoration. The treatment plan for this case was one visit root canal treatment and composite resin with tapered self-threading post as final restoration. From the case, it can concluded that one visit root canal treatment results in a smaller chance for microorganism recontamination than the multi-visit in order to ensure the success of the treatment. Direct composite resin restoration with tapered self-threading dowel is an alternative restoration after endodontic treatment because it works out faster and more retentive.

  16. KAJIAN PELEPAH KELAPA SEBAGAI SERAT KOMPOSIT (STUDY OF COCONUT BRANCH AS COMPOSITE FIBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seno Darmanto

    2012-02-01

    Full Text Available Research is done to analyze coconut branch fiber as car body composite. Analyzing is based onmaterial, composition, and strength of material. Research was done in laboratory. Coconut branchfiber is obtained by natural drying process and cutting to become fiber with ±0,5 mm of length.Reinforcement and binder is determined polyester resin. Coir (coconut fiber have 1.15 kg/m3 ofdensity, 1.15 MPa of strength dan modulus elastisitas 4 – 6 GPa. And based on specimen and studyof literatures can show that increase of cellulose of natural fiber will increase modulus of elasticity.The Increasing of modulus of elasticity will be maximal with cellulose more than 60%. Color ofspecimen is transparent yellow.

  17. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  18. Desain Kemasan Buah Pasca Panen Dengan Fungsi Higroskopis Melalui Pemanfaatan Komposit Limbah Kayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dudy Wiyancoko

    2018-03-01

    This research aims to explain the potential and application of biodegradable material in fruit packaging design, specifically those prepared for post-harvest stage to the retail market. As a case study is packaging of mango ‘gedong gincu’ which is an excellent product of fruit farming in some regencies in West Java. Biodegradable material in this research is the use of wood shavings as a waste material obtained from woodworking process. The results of experimentation from this research are: (1 Wood shavings have hygroscopic function, that is having ability to absorb water molecules so the packaged fruit is not easy to rot; (2 The design of fruit packaging made from wood shavings can be developed as a hygroscopic fruit container and a modular packaging that is easy to make, deliver, stack, and used by the consumer with a good appearance.

  19. Pengaruh Perlakuan Alkali Terhadap Kekuatan Tarik Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Digunakan Pada Komposit Serat Tkks

    OpenAIRE

    Gultom, Firman; Supriadi, Harnowo; Savetlana, Shirley

    2014-01-01

    Empty Palm bunches (TKKS) is one of the solid waste generated by industrial palm oil plantations which contain lots of fiber and is one of the natural fiber source that the availability of abundant in Indonesia, especially in the province of Lampung. TKKS fiber can be used as an alternative amplifier to composite materials. This research was conducted to determine the influence of the chemical composition of TKKS fiber and know the tensile strength from TKKS fiber by doing a tensile test. Alk...

  20. Penggunaan Enzim α-Amilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 untuk Peningkatan Kualitas Roti Komposit Terigu-Ubi Jalar Ungu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Safari

    2017-12-01

    Full Text Available Purple sweet potato (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki is one of typical sweet tubers which is also commonly well known as Ipomoea blackie due to blackish purple (solid purple tuber skin and flesh. The sweet potato can be transformed into flour or pasta and used to substitute wheat flour in the production of composite bread. Instead of synthetic chemical compounds, α-amylase isolated from the yeast Saccharomycopsis fibuligera can be added to the flour or dough of the composite bread to improve its quality. The purpose of the present study was to investigate the effect of α–amylase addition on the quality of the purple sweet potato flour and pasta composite bread. The observed properties of the bread were crumbs morphology of the bread, volume increment, bread height, texture, and organoleptic test. The results showed that addition of the α-amylase to the dough of the composite bread increased the volume increment value from 155.0% to 177.1% and from 335.7% to 342.1% for the sweet potato flour and pasta bread composite, respectively. While height of the bread increased from 4.7 to 5.1 cm and from 6.9 to 7.8 cm after addition of the enzyme for the sweet potato flour and pasta bread composite, respectively. Composite bread with α-amylase addition has softer texture and higher preference. Morphology examination result showed that starch granules in the bread crums with α-amylase treatment were disrupted. Most plausibly, the enzymes degrade the starch granules and produced dextrin which inhibited the cross linking formation between starch and protein, and therefore, the speed of hardening process of the bread can be reduced.

  1. PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA - POLYESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Yoga Pratama

    2014-06-01

    Full Text Available Production of wood in Indonesia is no longer able to meet their need, which is opening an opportunity for study in material alternatives. Coconut fiber is very potential material for wood replacement composite, since its availability is abundant and its utilization is still low. Meanwhile, some factors have been studied as single affecting variable for natural fiber composite. The objective of this study is to evaluate the influence factors of alkali treatment, fiber length, fiber volume fraction and interaction between factors on the tensile strenght of coco-fiber polyester composite. 108 pieces of composites have been prepared as speciments of tensile test which comply ASTM D 638 standard. The testing result was processed using completely randomized full factorial experiment. The experiment showed significant difference for all three factors. The highest value of tensile strenght is 22.57 MPa for 2 hours alkali treatment, 10 mm fiber length and fiber volume fraction of 35%. This value has met the standard minimum tensile strength of hardboard according to ANSI A135.4 2004.

  2. Pemanfaatan Limbah LDPE dan serat pendek sabut kelapa dengan campuran aspal dan pasir dalam pembuatan genteng komposit polimer

    OpenAIRE

    Yusniyanti, Erna

    2014-01-01

    The research on the utilization of waste LDPE (Low Density Poly Ethilen) and short fibers with a mixture of coconut fiber and sand bitumen in the manufacture of polymer composite tile has been done. This study aimed to determine the effect of variations in the composition of short coir fiber and reduction of sand on the characteristics of tile. Samples made with the composition of LDPE, used asphalt remains, namely 30%, 5% of the total mass of the sample, while the percentage composition of s...

  3. Kekuatan Rekat Restorasi Komposit Resin pada Permukaan Dentin dengan Sistem Adhesif Self-Etch dalam Berbagai Temperatur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Sundari

    2012-10-01

    Full Text Available Single-step self-etch adhesive systems are the system that combine self etching primer and bonding agent into one step application. This system was developed as the effort to simplified in application prosedures and give a good bond strength of resin composites to dentin surface. The purpose of this study was to examine the bond strength of resin composites with two singlestep self-etch adhesives system (Xeno III and Clearfil Tri-S Bond to bovine dentin at temperature of adhesive 3ºC, 22ºC and 30ºC. Adhesive was applied to dentin surface (bovine insisivus mandibular dentin follow by resin composites bonded according to the manufacturer’s instructions. Tensile bond strength of 60 specimens were tested UTM (universal testing machine after 24 hours storage in aquadest at 37 ºC. The results were analyzed using ANOVA test followed by Tukey’s test (p< 0,05. The bond strength of Xeno III was significantly diffrent from that of Clearfil tri-S Bond, 0,66±0,271, 2,70±1,528, 0,23±0,104 versus 2,07±0,272, 4,77±0,689, 4,39±1,205 MPa at temperature of materials 3ºC, 22ºC and 30ºC respectively. The bond strength of two single- step adhesives system (Xeno III and Clearfil Tri-S Bond were highest at temperature 22ºC than other temperatures of materials.DOI: 10.14693/jdi.v15i3.34

  4. ANALISIS ARAH DAN PERLAKUAN SERAT TAPIS SERTA RASIO EPOXY HARDENER TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT TAPIS/EPOXY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Lokantara

    2012-11-01

    Full Text Available Tapis kelapa (Coconut filter as natural fiber, in this time its resources very copius but no longer be exploited and thrown off hand as waste though in fact its used for other material dissimilar inovatif and high economic valuable that is as one of natural fiber alternative to be composite. The objective of this research is to investigate the behavior changing of physical and mechanical properties of composite tapis kelapa as reinforcement and epoxy 7120 with hardener Versamid 140 as matrix. The fiber is treated with the chemical NaOH and KMnO4 with percentage 0.5%, 1%, and 2% in weight, respectively. The ratio of epoxy and hardener is 7:3 and 6:4, and fiber orientation 0o, 45o, dan 90o. For testing of the speciment in tensile test with ASTM standard D3039 and three point bending test with ASTM standard D790. The result of this research obtained that fiber treatment with KMnO4 give the better effect to machine properties compared to NaOH. Variation of percentage 0.5%, 1%, and 2% NaOH and KMnO4 give the effect in fiber surface which higher percentage make the cleaner of surface, decrease of wax contain, and roughness of fiber surface so that stronger of linkage of fiber and matrix and increase of tensile strength, bending strength, and bending modulus of the composite. The highest tensile strength, modulus of elasticity and bending strength are 70.23 MPa, 446.24 GPa and 97.81 MPa respectively reached at composite with ratio epoxy/hardener 7:3; by 2% KMnO4 and fiber orientation 45o. While the highest modulus of elasticity is 385.48 GPa reached at composite with the ratio epoxy/hardener 6:4; 2% KMnO4 and fiber orientation 90o. Keywords: Tensile Strength, bending strength, ratio of epoxy/hardener, NaOH, KMnO4

  5. PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA - POLYESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Yoga Pratama

    2014-06-01

    Full Text Available Production of wood in Indonesia is no longer able to meet their need, which is opening an opportunity for study in material alternatives. Coconut fiber is very potential material for wood replacement composite, since its availability is abundant and its utilization is still low. Meanwhile, some factors have been studied as single affecting variable for natural fiber composite. The objective of this study is to evaluate the influence factors of alkali treatment, fiber length, fiber volume fraction and interaction between factors on the tensile strenght of coco-fiber polyester composite. 108 pieces of composites have been prepared as speciments of tensile test which comply ASTM D 638 standard. The testing result was processed using  completely randomized full  factorial experiment. The experiment showed significant difference for all three factors. The highest value of tensile strenght is 22.57 MPa for 2 hours alkali treatment, 10 mm fiber length and fiber volume fraction of 35%. This value has met the standard minimum tensile strength of hardboard according to ANSI A135.4 2004.

  6. Efek hipoglikemik tepung komposit (ubi jalar ungu, jagung kuning, dan kacang tunggak pada tikus diabetes induksi streptozotocin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Carolina Sisca Djunaidi

    2014-01-01

    Full Text Available Background: The composite flour (50% sweet potato, 30% corn, and 20% cowpea had proven that it could substitute 100% wheat flour for biscuit making. Intake of antioxidants, dietary fiber, and protein, had been known to reduce plasma glucose level. Objective: To evaluate the effect of composite flour diet on plasma glucose levels, body weight and food consumption of streptozotocin (STZ-diabetic rats. Method: Thirty male Sprague-Dawley rats aged ± 2 months (± 200 grams, were divided into three groups of ten rats. They were (1 non-diabetic standard diet (ND-STD, (2 diabetic (65 mg/kg of body weight by STZ induction standard diet (D-STD, and (3 diabetic composite flour diet (1,5 g/100 g of body weight/day (D-CFD, for 4 weeks, 3 days after STZ induction. The plasma glucose obtained from GOD-PAP method were determined before induction, after induction and every week during diet intervention. Results: Plasma glucose levels was significantly lower in D-CFD when compared with D-STD (p<0,05. The weight of D-STD was found to be significantly decreased as compared to ND-STD (p<0,05. There were no changes in food consumption of ND-STD, D-STD and D-CFD (p<0,05. Conclusion: The composite flour could reduce plasma glucose level in diabetic rats and did not give negative effects on body weight and food consumption.

  7. KARAKTERISTIK MORFOLOGI, TERMAL, FISIK-MEKANIK, DAN BARRIER PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE/HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2013-08-01

      ABSTRAK   Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel. Kata kunci: plastik biodegradabel, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE

  8. FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR

    OpenAIRE

    Daniel Pratama Sianturi; Sri Anna Marliyati

    2014-01-01

    ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA) are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The result...

  9. Pengaruh serbuk serat batang pisang sebagai filler terhadap sifat mekanis dari komposit PVC– CaCO3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT The aim of research was to study the effect to the mechanical properties of banana fiber as a filler of PVC-calcium carbonate composite. Banana stem powder was made from banana stem which was grounded and soaked in 15 % NaOH for 24 hours to remove the lignin, dried and screened to 200 mesh, PVC-calcium carbonate composite was made using a Two Roll Mill at o temperature of 50 C, for 10 minutes and 50 rpm. The composition of PVC and additiveswere not varied, while the variations made on banana fiber, ie 0, 10; 20, 30, and 40 phr (per hundred resin. The observation showed the mechanical properties of PVC- calcium carbonate 2 composite has value of weight per unit area between 4.55 to 5.90 kg/m , bulk densities from 1.503 3 2 to 1.999 g/cm , tensile strength from 67.56 to 79.03 kg/cm , hardness 55.00 to 66.66 shore D, 2 water absorption from 0.960 to 3.322 %, flexibility test from 118.99 to 165.09 kg/cm , flash point 0.032 0.075 inc / sec, water density was good (not drop happened and the ability of sawed and nailed was good (no defected/cracked. When the test results of PVC-calcium carbonate composite with banana fiber compared with SNI 15-0233-1989 Mutu dan Cara Uji Lembaran Serat Semen, indicates that

  10. Perlekatan koloni Streptococcus mutans pada permukaan resin komposit sinar tampak (The adherence of Streptococcus mutans colony to surface visible light composite resins

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Anggraeni

    2005-03-01

    Full Text Available Visible light composite resins was used to restore anterior and posterior teeth, and it is always covered by saliva pellicle. S. mutans can adhere to all of the surface of oral cavity and visible light composite resins. The aim of this study was to know the amount of S. mutans colony adherence to visible light composite resins surface. The sample of 5 mm diameter and 3 mm in thickness was immersed in saliva for one hour, than the samples were put into bacteria suspension, incubated for 24 hours at 37° C. The amount of S. mutans was determined by direct count using microscope. The data were statistically analyzed by using t test. The result showed a significance difference of S. mutans colony between hybrid and micro fill visible light composite resins. The conclusion was that the amount of S. mutans adherence on the surface of hybrid was higher than the micro fill visible light composite resins.

  11. Kaji Eksperimental dan Simulasi Ansys 14.5 Perlakuan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Serta Pembuatan Komposit Busa Polimer pada Proses Hot Press Menggunakan Alat Uji Tarik

    OpenAIRE

    Ginting, Enda Prananta

    2016-01-01

    Along the innovations of the field of materials, natural fibers are used as reinforcement materials composite which are the fibers greatly affect and determine the strength of the composite. This experimental study reported the empty fruit bunches of oil palm fiber’s treatment process and manufacture of polymeric foam composite spesimens in the process of hot press machine followed by a tensile test. The issues, that characteristic of composites reinforced fibers has a light weight and relati...

  12. PENGARUH PENGGUNAAN SERAT KULIT ROTAN SEBAGAI PENGUAT PADA KOMPOSIT POLIMER DENGAN MATRIKS POLYESTER YUKALAC 157 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN DAN TEKUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjito Jokosisworo

    2012-02-01

    Full Text Available This time, rattan bark fiber’s used in furniture industries and home industries because it is easy to get, cheap,not to be danger for our health, and it can lesson environment pollution (biodegradability; so, with exploit ascomposites lasing fibre, later, it can overcome the environment problem. The rattan bark development ascomposite material has already know, in view of the raw material of natural fibre (rattan available, Indonesiahas many raw material. From this case, this research conducted to get technical analysis of tensile strength andbending from rattan bark fibre composite that is using woven roving treatment of variation matting pattern onfibre direction 0º/90º and 45º angles as polyester resin matrix.The purpose of this research is: to identify the tensile strength and bending of composite of rattan bark fibrewhich influence fibre direction between 0º/90º and 45º angles. From the result of specimen trial is served intensile strength and bending, and compared with tensile strength and bending value which permitted by BKI (Biro Klasifikasi Indonesia as theory of standardization trial. On the research, the writer found composite thathave rattan bark fibre compared 0º/90º and 45º angle of fibre direction, the treatment of matting pattern fibre,volume fraction 42,8% matrix polyester and 57,2% rattan bark fibre to specimen of tensile strength trial,volume fraction 50% matrix polyester and 50% rattan bark fibre to specimen bending trials. Conducted handlay up method, from the result study found the price maximum of tensile strength has got by composite with0º/90º and 45º fibre direction and maximum bending has got by composite with 45º fibre direction.

  13. Pengaruh Perlakuan Alkali Pada Serat Agave Dan Ketebalan Inti Terhadap Kekuatan Bending Komposit Sandwich Serat Agave-Polyester Dengan Inti Kayu Olahan (Engineering Wood)

    OpenAIRE

    Yudhanto, Ferriawan

    2015-01-01

    Fibers and synthetic core as a component of composite sandwich proved costly and environmentally unfriendly, while Indonesia's natural resources will be very abundant natural materials and also supported human resources still need a lot of land to work. So back to nature is a smart move and wise for the condition. Innovation of the natural material made to eliminate weaknesses in their mechanical properties. Particle Wood or particle board can be used as a component of composite sandwich. In...

  14. Pengaruh Perlakuan Alkali Pada Serat Agave dan Ketebalan Inti Terhadap Kekuatan Bending Komposit Sandwich Serat Agave-Polyester dengan Inti Kayu Olahan (Engineering Wood)

    OpenAIRE

    Yudhanto, Ferriawan

    2016-01-01

    Fibers and synthetic core as a component of composite sandwich proved costly and environmentally unfriendly, while Indonesia's natural resources will be very abundant natural materials and also supported human resources still need a lot of land to work. So back to nature is a smart move and wise for the condition. Innovation of the natural material made to eliminate weaknesses in their mechanical properties. Particle Wood or particle board  can be used as a component of composite sandwich. In...

  15. KARAKTERISASI KOMPOSIT EDIBLE FILM BUAH KOLANG-KALING (Arenge Pinnata DAN LILIN LEBAH (Beeswax [Characterization of Composite Edible Film Derived from Palm Fruit (Arenge pinnata and Beeswax

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santoso

    2006-08-01

    Full Text Available The objective of this research was to study of the characteristics of edible film after addition of different concentrations of kolang-kaling and beeswax. The research used of Factorial Block Randomized Design with two treatments and each treatment was replicated three times. The first treatment was concentrations of the kolang-kaling (5%, 10%, 15% and 20%, and the second treatment was concentrations of the beeswax (0%, 0,5%, 1%, and 1,5%. The parameters were water content, tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate. The result showed that the addition of different concentrations of kolang-kaling and beeswax significantly afected the water content, tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate. The thickness increased with the increasing concentrations of kolang-kaling and beeswax. The water vapor transmission rate, tensile strength, and elongation percentage were decreased. The tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate of edible film were 0,342 Kgf cm-2, 52,5%, 0,025 mm and 53,439 gm-2hari-1 respectively. The best treatment was achived by using concentration of kolang-kaling at 5% and concentration of beeswax at 1,5%.

  16. MULTILAYER POROUS COMPOSITE FROM WASTE GLASS FOR WATER FILTRATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. P. Aji

    2015-07-01

    Full Text Available Multilayer porous composite have been produced through the heating process at temperature T=700oC for 2.5 h. Single layered porous composite was made with a varied mass percentage of from PEG polymer  1% to 10%. Double-layered porous composite were made by the arrangement of porosity (4:3%, (4:2% and (3:2%, while the three-layers porous composite have an arrangement (4:3:2%. Performance of multilayer porous composite for water filtration with pollutants of methylene blue 100 ppm was estimated from the absorbance spectrum. Rejection of methylene blue pollutants from single layered porous composite increases when the fraction of PEG polymer tend to be smaller in the matrix. Meanwhile, the double layered porous composite has a degradation of methylene blue pollutants are better than one layer. Triple layered porous composite have good performance for the water filtration where all the pollutants of methylene blue be able to be filtered.   Komposit pori berlapis telah dihasilkan dengan proses pemanasan pada temperatur T=700oC selama 2.5 jam. Komposit pori satu lapis dibuat dengan variasi persen massa polimer PEG 1% hingga 10%. Komposit pori dua lapis dibuat dengan susunan porositas (4:3%, (4:2% dan (3:2%, sedangkan komposit pori tiga lapis memiliki susunan porositas (4:3:2%. Kinerja komposit pori berlapis untuk filter air dengan polutan methylene blue 100 ppm diestimasi dari spektrum absorbansi. Rejeksi polutan methylene blue dari komposit pori satu lapis meningkat saat fraksi polimer PEG cenderung lebih kecil dalam matrik komposit. Sedangkan, komposit pori dua lapis memiliki kemampuan untuk degradasi polutan methylene blue yang lebih baik dari satu lapis. Komposit pori tiga lapis memiliki kinerja yang baik untuk filter air dimana seluruh polutan methylene blue mampu disaring. 

  17. Potensi “Khimelor” sebagai Tepung Komposit Tinggi Energi Tinggi Protein Berbasis Pangan Lokal (Health Potential of “Khimelor” as Composite Fluor Having Both High Energy and High Protein Level Based on Local Food

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmi Karunia Tanuwijaya

    2016-07-01

    The use of wheat flour as the basic ingredients of food products for high energy high protein diet is considerably high. Soybeans, mung beans, red leaf spinach and moringa leaf is local food sources of nutrients that are potential to be processed into a composite flour substituting wheat flour, which can be utilized for a variety of food products. The research was aimed to know the influence of proportion of soybeans, mung beans, red leaf spinach and moringa leaf (KhiMeLor on the quality of nutrition, protein and organoleptik quality of composite flour. This was experimental research with a complete random design. The treatment were several composition mixtures of wheat and composite flour, consisting of soybean, mung bean, red leaf spinach and moringa leaf P0 (100% : 0%; P1 (75% : 25%; P2 (50% : 50%; P3 (25% : 75%; P4 (0% : 100%. The content of carbohydrate, protein and fat was analyzed using proximate analysis. The quality of protein was examined from limiting amino acid and protein digestibility score. The sensory test was used to examine the costumer acceptance on sensory parameters. Statistical analysis used One Way Anova which  showed that substitution of  soy bean, mung bean,  moringaleaf and red spinach significantly (p=0,000 increases protein level. The limiting amino acid of P0,P1 and P2 was Lysine, but P3 and P4 was methionine. Protein digestibility of composite fluor was less than P0 (96%. The result of sensory evaluation showed that there was significant difference in aroma (p=0,000 and texture (p=0,029 which decreases as there is an increase of proportion composite flour. The conclusion was different proportion of soy bean, mung bean, moringa leaf and red spinach  influences the nutrition quality and sensory evaluation of composite flour. Keyword : composite flour, local food, KHiMelor

  18. Effectiveness of bleaching agent on composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih Sampoerno

    2012-03-01

    tumpatan komposit pada gigi anteriornya. Meskipun telah banyak penelitiahan yang dilakukan tetapi masalah ini masih menjadi pro dan kontra. Tujuan: Melihat perbedaan perubahan warna antara komposit hybrid dan komposit nano sebelum dan sesudah terpapar bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 38%. Metode: Tiap kelompok mendapatkan perlakuan 3 kali. Dipersiapka 18 spesimen berbentuk tabung (5 mm dan dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 9 untuk resin komposite hybrid dan komposit nano. Direndam larutan teh hitam selama 72 jam. Perubahan warna diukur dengan spektrofotometer tipe BPY-47 dan mikrovolt digital, baik sebelum, setelah perendaman larutan teh hitam dan setelah proses bleaching. Perbedaan intensitas cahaya dihitung dengan GLM MANOVA Repeated Measuse dan analisa parametrik. Hasil: Setelah perendaman teh hitam, komposit nano mempunyai perubahan warna yang lebih gelap dibandingkan komposit hybrid. Setelah bleaching, baik komposite hybrid dan komposit nano kembali ke warna aslinya. Tetapi perubahan warna komposit nano lebih besar dari pada komposit hybrid. Kesimpulan: Setelah bleaching, baik resin komposit hybrid dan nano menjadi lebih terang dari warna aslinya.

  19. Batman: En musikalisk berättelse : En analys av filmerna Batman: The Movie, Batman och The Dark Knight

    OpenAIRE

    Bohlin, Benjamin

    2017-01-01

    Syftet med uppsatsen är att analysera hur filmmusiken har använts i Batman: The Movie (1966), Batman (1989) och The Dark Knight (2008). Att se en narrativ användning och beskrivning av Batman samt hur upplevelsen av filmen ändras när man ser den utan musik. Kompositörerna till filmerna är, för Batman: The Movie (1966) Nelson Riddle, till Batman (1989) är det Danny Elfman och till The Dark Knight (2008) är kompositörerna Hans Zimmer och James Newton Howard. Filmerna analyserats från ett mult...

  20. Rislende aspeløv. Om fallisk og feminin nydelse i Nymphomaniac

    DEFF Research Database (Denmark)

    Rösing, Lilian Munk

    2018-01-01

    Artiklen er en analyse af begærets dynamik som den fremstilles i Lars von Triers Nymphomaniac, nemlig som en lige så tragisk som komisk gentagelsestvang. Den indrammede historie om det mekaniske begær sammenholdes med rammens iscenesættelse af det narrative begær. Filmens visuelle komposition ana...

  1. Populariseringen af Sjostakovitjs “Vals nr. 2”

    DEFF Research Database (Denmark)

    Bonde, Anders

    2008-01-01

    komposition, og på den anden side den betydning, der realiseres via musikkens interaktion med andre semiotiske ressourcer, nonverbale og verbale, visuelle og auditive. Jeg har valgt tre genremæssigt forskellige eksempler, hvori valsen indgår; nemlig spillefilmen Eyes Wide Shut (Kubrick, 1999), en reklamefilm...

  2. The effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Chair Effendi

    2014-03-01

    Full Text Available Background: Composite resin is the tooth-colored restorative material which most of the people are fond of due to their aesthetic value. The composite resin discoloration may happen because of the intrinsic and extrinsic factors. Soda water is one of the beverages which can cause the composite resin discoloration. Purpose: The study was aimed to determine the effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration. Methods: The study was an experimental laboratory study using 100 shade A3 nano hybrid composite resin specimens with the diameter of 5 mm and density of 2mm. The samples were divided into 5 groups, each group was immersed in different beverages. The beverages were mineral water; lemon-flavored soda; strawberry-flavored soda; fruit punch-flavored soda; and orange-flavored soda for 3, 7, 14 and 21 days respectively, in the temperature of 37o C. The discoloration measurement utilizes Spectrophotometer, Vita Easy Shade, and uses CIEL*a*b* method. Results: The result showed that the duration of immersion in soda had an effect on the Nano hybrid composite resin discoloration. Strawberry and fruit punch- flavored soda were the most influential components toward the discoloration. Nevertheless, the generally-occurred discoloration was clinically acceptable (∆E ≤ 3,3. Conclusion: The study suggested that the soda immersion duration has effect on Nano hybrid composite resin discoloration.Latar belakang: Resin komposit adalah material sewarna gigi yang diminati masyarakat karena memiliki nilai estetik yang baik. Perubahan warna resin komposit dapat terjadi karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Minuman soda merupakan salah satu minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin komposit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti perubahan warna resin komposit nanohibrida akibat perendaman dalam minuman soda. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan

  3. PENGARUH FRAKSI VOLUME PENGUAT TERHADAP KEKUATAN LENTUR GREEN COMPOSITE UNTUK APLIKASI PADA BODI KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mastariyanto Perdana

    2016-07-01

    Full Text Available Composites are one of material be used in engineering field. This is due the composites has light weight and relatively strong properties. The synthesis fiber-based composites reduces to obtain environmental friendly properties. This research use hybrid fiber which consist of calcium carbonate (CaCO3 powder and bagasse fiber. Matrix used is resin polyester. Variation of volume fraction between bagasse and calcium carbonate powder are 10:20, 15:15 and 20:10 respectively. Volume fraction of hybrid fiber and polyester is 30:70. This study aims to determine mechanical properties of hybrid composites for each variation of volume fraction. Test results showed. Bending strength of bagasse-based hybrid composites and powder of calcium carbonate with a variation of volume fraction of 10%: 20%, 15%: 15% and 20%: 10% are 53.77 MPa, 54.90 MPa and 59.76 MPa. Hybrid composites with volume fraction 20% bagasse and 10% calcium carbonate powder has highest of bending strength. Green composite based bagasse and calcium carbonate powder can use on application of vehicle body.Komposit merupakan salah satu material yang banyak digunakan pada bidang keteknikan. Ini dikarenakan komposit memiliki sifat ringan dan relatif kuat. Untuk mendapakatkan sifat yang ramah lingkungan, penggunaan komposit yang berbasis serat sintesis dikurangi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan serat hibrid yaitu penggabungan antara serbuk kalsium karbonat (CaCO3 dan serat ampas tebu (bagasse. Matrix yang digunakan adalah resin polyester.Variasi fraksi volume antara bagasse dan serbuk kalsium karbonat masing-masing adalah 10:20, 15:15 dan 20:10. Fraksi volume antara serat hibrid dan resin polyester adalah 30:70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium karbonat untuk masing-masing variasi fraksi volume. Hasil pengujian menunjukkan bahwakekuatan bending tertinggi komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium

  4. Three Dimensional Parametric Analyses on Effect of Fibre Orientation for Stress Concentration Factor in Fibrous Composite Cantilever Plate with Central Circular Hole under Transverse Loading

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nitin Jain

    2012-10-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-IN X-NONE X-NONE ABSTRACT: A number of analytical and numerical techniques are available for the two dimensional study of stress concentration around the hole(s in isotropic and composite plates subjected to in-plane or transverse loading conditions. The information on the techniques for three dimensional analyses of stress concentration factor (SCF around the hole in isotropic and composite plates subjected to transverse loading conditions is, however, limited. The present work emphasizes on the effect of fibre orientation (q on the stress concentration factor in fibrous composite plates with central circular hole under transverse static loading condition. The work is carried out for cantilever fibrous composite plates. The effects of thickness -to- width (T/A and diameter-to-width (D/A ratios upon SCF at different fibre orientation are studied. Plates of four different composite materials were considered for hole analysis in order to determine the sensitivity of SCF with elastic constants. Deflections in transverse direction were calculated and analysed. All results are presented in graphical form and discussed. The finite element formulation and its analysis were carried out using ANSYS package.ABSTRAK: Terdapat pelbagai teknik analitikal dan numerical untuk kajian tumpuan tegasan dua dimensi di sekeliling lubang-lubang dalam komposit isotropik dan plat pada satah atau keadaan bebanan melintang. Bagaimanapun, maklumat mengenai kaedah analisis tiga dimensi untuk faktor ketumpatan tegasan (SCF sekitar lubang dalam komposit isotropik dan plat pada keadaan bebanan melintang adalah terhad. Kertas ini menekankan kesan orientasi gentian (q pada faktor tumpuan tegasan dalam komposit plat bergentian dengan lubang berpusat di bawah keadaan bebanan melintang. Kajian ini dilkukan untuk cantilever plat komposit bergentian. Kesan ketebalan terhadap kelebaran plat (T/A dan diameter terhadap kelebaran komposit (D/A dengan SCF

  5. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  6. PEMANFAATAN TEPUNG KOMPOSIT UBI JALAR PUTIH (Ipomea batatas L. KECAMBAH KEDELAI (Glycine max Merr DAN KECAMBAH KACANG HIJAU (Virginia radiata L SEBAGAI SUBSTITUEN PARSIAL TERIGU DALAM PRODUK PANGAN ALTERNATIF BISKUIT KAYA ENERGI PROTEIN [Utilization of Composite Flour from White Sweet Potatoes (Ipomoea batatas L, Germinated Soybeans (Glycine max Merr., and Germinated Mung Beans (Virginia radiata L as Wheat Flour Partial Substituent of Alternative Food, High Energy-Protein Biscuit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferry H Sunandar2

    2006-04-01

    Full Text Available An emergency food based biscuit product was formulated by utilizing composite flour from white sweet potatoes, germinated soybeans, and germinated mung beans. This product was designed to meet high protein and energy wich contain protein as minimum as 12% and 50% carbohydrate. Sweet potatoes, germinated soybeans, and germinated mung beans flour were obtained by using drum dryer. The flour characteristics determination showed that there were positive corelation between bulk density and wettability, and had negative corelation with stack angle. The bulk density number of sweet potatoes, germinated soybeans, and germinated mung beans flour were 0.56, 0.38, 0.45 g/m; compact density 0.63, 0.54, and 0.56 g/ml; whiteness degree 49.77, 29.82 and 34.41%; stack angle 30.56, 41.77 and 31.16 degree; wettability 1.104, 345, 20 second; and dispersibility 1.98, 1.06 and 0.70%. Wheat flour could be substituted by sweet potatoes flour as much as 80%. The range utilization of germinated soybeans and germinated mung beans flour were 12-28 % which combined with 25-44% sweet potatoes flour. The nutritional composition of high energy and protein biscuit were within average range of protein 12.34%, fat 24.56%, carbohydrate 60.65 %, and also total dietary fiber 15.01%. The result of organoleptic test showed that high energy and protein biscuit was accepted by consument, so that its very potential to ben as alternative food.

  7. Pembuatan dan Pengujian Kualitas Semen Portland Yang Diperkaya Silikat Abu Ampas Tebu

    OpenAIRE

    Suci Wulandari, Indah Pratama

    2015-01-01

    Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan abu ampas tebu terhadap kuat tekan mortar dan sifat fisis semen portland komposit, meliputi: kehalusan semen, kebutuhan air semen, waktu pengikatan semen, pemuaian dan komposisi kimia semen. Dari hasil penelitian, besar kuat tekan pada penggunaan abu ampas tebu dengan kadar 9% merupakan penambahan optimum pada mortar yang direndam larutan kapur jenuh Sedangkan dari hasil pengujian fisis yang meliputi kehalusan semen, kebutuhan air semen, waktu pengi...

  8. Analisis Harmonisa Inverter PWM Satu Fasa

    OpenAIRE

    Rejeki Simanjorang

    2008-01-01

    Pada tesis ini dianalisis harmonisa inverter PWM satu fasa. Inverter PWM satu fasa yang akan ditinjau adalah inverter satu fasa jembatan penuh (konvensional) dan inverter komposit. Analisis difokuskan pada penentuan pola penyaklaran yang optimum agar pembangkitan harmonisa dan switching losses inverter rendah. Untuk menentukan pola penyaklaran optimum maka dilakukan analisis yang berbasis pada rangkaian ekivalen harmonisa inverter satu fasa. Dengan menggunakan pola penyaklaran optimum, kedua ...

  9. Karakteristik Laminasi Bambu pada Papan Jabon

    OpenAIRE

    Supriadi, Achmad; Sulastiningsih, Ignasia Maria; Subyakto, Subyakto

    2017-01-01

    Tanaman jabon (Anthocephallus cadamba Miq.) sudah banyak ditanam oleh masyarakat sebagai bahan alternatif untuk keperluan bangunan dan mebel. Kayu jabon memiliki dua kelemahan, yaitu tidak kuat (termasuk kelas kuat IV) dan tidak awet (kelas awet V). Untuk meningkatkan sifat kekuatan kayu jabon dalam penelitian ini dilakukan pembuatan papan komposit kayu jabon laminasi bambu atau papan jabon laminasi bambu (PJLB). Bambu yang digunakan adalah bambu mayan (Gigantochloa robusta Kurz) dan bambu an...

  10. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  11. SYNTHESIS OF ZnO-AC COMPOSITE AND ITS USE IN REDUCING TEXTILE DYES CONCENTRATIONS OF METHYLENE BLUE AND CONGO RED BY PHOTODEGRADATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Diantariani

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian mengenai minimalisasi konsentrasi zat warna tekstil metilen biru (MB dan congo red (CR melalui fotodegradasi menggunakan komposit ZnO-Arang aktif (ZnO-AC. Penelitian meliputi sintesis seng oksida (ZnO dengan berbagai rasio pelarut (air:etanol, pembuatan komposit ZnO-AC, dan penerapan komposit untuk mengurangi konsentrasi MB dan CR dalam limbah buatan melalui proses fotodegradasi. Karakterisasi dari partikel ZnO hasil sintesis dilakukan dengan Fourier Transformed Infra Red (FTIR, X-Ray Diffraction (XRD, dan Scanning Electron Microscope (SEM. Fotodegradasi zat warna tekstil MB dan CR dilakukan dengan memaparkan campuran zat warna dan komposit di bawah radiasi sinar ultraviolet. Intensitas warna sebelum dan sesudah fotodegradasi ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar rasio pelarut air:etanol yang digunakan dalam sintesis ZnO, semakin mudah, cepat dan semakin banyak jumlah ZnO yang terbentuk. Spektra FTIR dari ZnO hasil sintesis menunjukkan adanya gugus fungsi Zn-O, O-H, N-H, C-H, dan C-O. Semua puncak difraksi dari ZnO hasil sintesis yang pada 2 31,79-31,91, 34,45-34,57, dan 36,27-36,40 sesuai dengan ZnO Wurtzite fase heksagonal. Karakterisasi ZnO dengan SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel ZnO adalah bulat dan ukuran partikelnya berkisar 220,5 nm sampai 1222 nm. Bentuk partikel yang paling mendekati bulat dihasilkan oleh perlakuan sintesis dengan rasio pelarut etanol: air sebanyak 150 mL:150 mL. Persentase fotodegradasi dari MB dan CR dengan komposit ZnO-AC lebih besar dibandingkan dengan kontrol (tanpa komposit ZnO-AC, dengan persentase tertinggi diberikan oleh komposit yang terbuat dari ZnO yang disintesis dengan rasio pelarut air : etanol sebesar 150 mL:150 mL.   ABSTRACT: Research on minimization of textile dyes concentration of methylene blue (MB and congo red (CR through photodegradation using ZnO-Activated Carbon (ZnO-AC composite has been done

  12. Herstellung und Charakterisierung von ZnO1-xSx-Dünnschichten : Dotierung mit Wasserstoff und Einsatz in ZnO1-xSx/GaN-Heterostruktur-Leuchtdioden

    OpenAIRE

    Kronenberger, Achim

    2013-01-01

    Das ternäre Materialsystem ZnO1-xSx ist für den Einsatz als Cd-freie Pufferschicht in Solarzellen, für Halbleiter-Heterostrukturen (z.B. Leuchtdioden) oder als Bandkanten-Filter interessant, da sich die energetische Lage von Valenzband-Maximum und Leitungsband-Minimum und somit ebenfalls die Energie der Bandlücke durch die Komposition beeinflussen lassen. Zusätzlich eignet es sich aufgrund der damit einhergehenden Veränderung der elektrischen und phononischen Eigenschaften als Modelsystem für...

  13. EVALUASI KERAGAMAN GENETIK INDUK IKAN KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus F-1 DAN TURUNANNYA (F-2 DENGAN PENANDA mt-DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2012-12-01

    pada turunannya (F-2. Hal ini dimungkinkan bahwa yuwana yang dianalisis tersebut berasal dari populasi 3 komposit haplotip induk F-1. Hasil analisis dengan program Tools for Population Genetic Analysis (TFPGA menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik induk F-1 mengalami penurunan sebesar 20,46% terhadap turunannya (F-2, hal ini diduga karena sedikitnya jumlah induk efektif yang memijah. Dengan demikian penambahan induk efektif perlu dilakukan untuk menghindari laju penurunan keragaman genetik.

  14. DESAIN TAS KANTOR WANITA BERBAHAN LEMBARAN SABUT KELAPA (LESKAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Purnomo

    2014-04-01

    Full Text Available Indonesia sebagai Negara yang beriklim tropis memiliki areal perkebunan kelapa luas yang menghasilkan buah, daun dan kayu serta limbah. Limbah sabut kelapa seringkali diabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Daging buah adalah komponen utama buah kelapa, sedangkan sabut, tempurung, dan air buah merupakan hasil samping. Sebagian besar petani hanya membuang sabut kelapa atau memanfaatkan untuk kerajinan seperti sapu, keset dan tali tambang. Sabut kelapa jarang dimanfaatkan menjadi produk dengan sentuhan teknologi yang bernilai jual tinggi. Penelitian ini merupakan pemanfaatan limbah serat sabut kelapa dijadikan produk tas kantor wanita dengan teknologi komposit. Lembaran sabut kelapa (leskap dengan teknologi komposit dilakukan dengan penggabungan serat sabut kelapa dengan karet alam yang di pres selama 30 menit dengan suhu 100oc. Desain tas dibuat beberapa alternatif yang selanjutnya dilakukan seleksi konsep dan dilakukan penilaian konsep dengan scoring. Hasil seleksi konsep didapat : (a Konsep desain 5 dijadikan sebagai desain A; (b Konsep desain 8 dijadikan sebagai desain B; (c Konsep desain 10 dijadikan sebagai desain C; (d Konsep desain 3, 6, 7 digabung yang dijadikan desain D. Sedangkan konsep desain 1,2,4 dan 9 tidak diikutkan dalam penilaian konsep. Berdasarkan scoring terpilih konsep desain D dengan nilai 3,0. Spesifikasi tas wanita yang terpilih adalah : (a Model tas jinjing dan selempang; (b Warna tas hitam dan coklat; (c lebar atas 40 cm; (d lebar bawah 35 cm; (d Tali tas jinjing dan selempang warna hitam; (f Tinggi 30 cm; (g Panjang tali selempang 120 cm; dan (h Panjang tali jinjing 23 cm.

  15. PENGHEMATAN ENERGI PADA MENARA DISTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Budiman

    2012-02-01

    Full Text Available Distilasi merupakan salah satu unit operasi yang banyak digunakan dalam industri, tetapi dikenal boros energi, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan efisiensi energi agar terjadi penurunan beaya produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan heat integrated distillation column (HIDIC, yang merupakan aplikasi dari heat pump. Dari sisi analisis thermodinamika, penulis telah mengembangkan metoda grafis berdasarkan hukum thermodinamika satu & dua dengan material-utilization diagram (MUD. Metoda ini mempunyai peran penting untuk proses sintesa dan pengembangan proses distilasi yang efisien. Dengan analisis ini akan diperoleh informasi tentang thermodynamic efficiency, lokasi dengan efisiensi energi rendah sehingga dapat dilakukan targeting untuk penghematan energi. Kelebihan dari MUD adalah tersedianya informasi konsentrasi komponen ringan & komponen berat di setiap plate dan karakteristik exergy, yang berupa; exergy loss yang disebabkan oleh baik mixing pada fase cair & fase gas, evaporation dari komponen ringan maupun condensation dari komponen berat.  Tulisan ini akan membahas tentang HIDiC, meliputi pengaruh kenaikan tekanan rectifying section pada HIDiC terhadap kemurnian hasil, kebutuhan panas  dan exergy loss. Pada operasi HIDiC dengan energy level kondenser lebih besar dari pada energi level reboiler akan bisa dihemat sekitar 75% kebutuhan panas pada reboiler.

  16. GUDANG-GUDANG DI KARAWANG: KELETAKAN DAN FUNGSINYA DALAM SEJARAH PERNIAGAAN MASA HINDIA BELANDA The Storehouses In Karawang: Location and Functions On Commerce History in The Netherlands Indie Period

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Libra Hari Inagurasi

    2014-06-01

    Abstrak Tulisan ini mencoba membahas keberadaan gudang-gudang kuna kolonial di Karawang, yang selama ini belum banyak ditulis. Topik gudang dalam tulisan ini dikaitkan dengan konteks perniagaan lokal, yang berlangsung di wilayah Karawang dengan daerah sekitarnya pada periode akhir Hindia Belanda. Melalui tulisan ini berhasil diungkapkan dua buah gudang kuna dari masa Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yakni gudang di Tanjungbungin dan gudang di Cilamaya. Letak dua buah gudang berada di tepi Ci Tarum, jalur perniagaan antara Tanjungbungin dengan Batavia, dan berada stasiun kereta Cilamaya jalur perniagaan antara Cilamaya dengan Cikampek. Jenis-jenis komoditas penting yang didistribusikan, misalnya, garam,  padi, ikan, kayu, dan kapur. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan garam, padi, yang  didistribusikan dari Laut Jawa menuju ke Tanjungbungin, dan dari Cilamaya ke Cikampek. Garam dan padi merupakan jenis-jenis komoditas penting untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Tulisan bertema gudang di Karawang ini berhasil diselesaikan setelah melalui tahap-tahap penelusuran literatur, deskripsi data gudang kuna, dan sintesa antara data arkeologi dengan sumber tertulis.   Kata kunci: gudang, komoditas perniagaan lokal, Karawang, Hindia  Belanda.

  17. Anterior makeover on fractured teeth by simple composite resin restoration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eric Priyo Prasetyo

    2011-09-01

    permintaan pasien akan perawatan estetik, dokter gigi harus mengetahui estetik dan prinsip dasar dari konservasi gigi yaitu mempertahankan gigi selama mungkin. Tujuan: Laporan kasus ini menunjukkan bahwa restorasi resin komposit sederhana yang tidak invasif dapat memperbaiki estetik dan fungsi geligi fraktur yang umumya dirawat dengan macam restorasi yang lebih invasif. Kasus: Seorang wanita berusia 19 tahun datang dengan fraktur pada gigi 21 dan 22. Pasien tersebut memiliki riwayat trauma pada giginya sejak sembilan tahun sebelumnya dan telah dibawa ke dokter gigi untuk debridemen dan pemberian analgesik saja, tanpa perawatan restoratif. Tatalaksana kasus: Gigi fraktur pada 21 dan 22 diperbaiki dengan restorasi resin komposit sederhana. Kesimpulan: Fraktur pada gigi anterior akan sangat mengganggu penampilan pasien, akan tetapi fraktur tersebut dapat dirawat secara konservatif dan ekonomis dengan restorasi resin komposit sederhana.

  18. Professorportrætter

    DEFF Research Database (Denmark)

    Det Kongelige Danske Musikkonservatorium i København. Som professor er han hovedansvarlig for uddannelsen af komponister og leder af konservatoriets festival for ny musik, PULSAR. Peter Bruun møder Niels Rosing-Schow til en samtale om hvordan man kan ruste fremtidens komponister til deres virke. Og om......, hvordan man som professor i komposition har mulighed for at påvirke udviklingen af musiklivet. Lars Ole Bonde er professor i Musikterapi på Aalborg Universitet og klinisk musikterapeut og forsker på Musikterapiklinikken v. Aalborg Psykiatriske Sygehus. Nina Gram har mødt Lars Ole Bonde til en snak om bl...... teknologier i lyddesign til computerspil. Mads Walther-Hansen har interviewet ham om forskningsmiljøet i Danmark, om studiet af lyd som et interdisciplinært felt, og om hans definition af lyd som ”emergent perception”....

  19. Optimasi Algoritme FFT Split Radix

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Sakti Gunawan Irianto

    2009-02-01

    Full Text Available Dalam merancang konstruksi pesawat terbang, analisis kelelahan material merupakan hal yang penting dilakukan. Kelelahan suatu material yang utama terjadi karena pengaruh variasi beban yang dialami. Salah satu metode untuk mengetahui tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh kelelahan material paduan aluminium adalah dengan uji kelelahan siklus rendah (low cycle fatigue test sesuai standar ASTM E 8 (E8-82 dan E 606 (E606-80. Paduan aluminium Al 7475-761 memiliki kekuatan lelah yang lebih tinggi, baik kekuatan statik maupun kekuatan dinamik yang digambarkan melalui kurva regangan-umur lelah. Cacat retak pada satu sisi (single edge crack dan diperkuat dengan material komposit CFRP dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu pendekatan eksperimen dan pendekatan teoritik. Secara teoritik dan eksperimen terhadap retak yang dihasilkan cenderung merambat dengan kecepatan relatif konstan. Model analitik dapat memprediksikan hasil secara teoritik terhadap perambatan retak lelah sangat mendekati hasil eksperimen.

  20. Pengujian Bending Biomaterial Hidroksiapatit Dari Tulang Sapi Sebagai Prosthesis Sendi Rahang (TMJ Pada Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmah Annur

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam dunia kedokteran jika terapi fisik dan obat-obatan tidak dapat mengatasi kelainan atau kerusakan pada sendi rahang pasien maka jalan satu-satunya adalah dengan dilakukan perawatan bedah dengan mengganti sendi yang mengalami gangguan dengan prosthesis sebagai pengganti anggota gerak yang hilang. Dalam penelitian ini digunakan material hidroksiapatit dalam pengujian bending karena memiliki komposisi kimia yang sama dengan jaringan keras pada manusia seperti gigi dan tulang. Penelitian ini bertujuan mencari nilai tegangan bending maksimum yang bisa diterima oleh komposit hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil variasi fraksi volume hidroksiapatit 40% HA, 50% HA, 60% HA, dan 70% HA. Setelah itu material di uji bending dengan menggunakan standar ASTM D790 dengan menggunakan metode pengujian three point bending. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tegangan bending maksimum sebesar 31.2 Mpa pada spesimen dengan persentase hidroksiapatit 50% fraksi volume. Fraksi ini adalah fraksi yang paling optimal di antara variabel-variabel uji lain.

  1. Seltsamkeitsproduktion in ultrarelativistischen p+p-Kollisionen bei 158 GeV

    CERN Document Server

    Billmeier, Anja

    Die Rekonstruktion der zeitlichen Evolution des Universums sowie der Komposition stellarer Objekte setzt die genaue Kenntnis des Verhaltens von Kernmaterie unter extremen Bedingungen voraus. Experimentell ist in ultrarelativistischen Schwerionenkollisionen die Erzeugung eines Zustandes hochdichter stark wechselwirkender Kernmaterie denkbar, in dem der Einschluss von Quarks und Gluonen in Hadronen aufgehoben ist (Quark-Gluon- Plasma). Ein solcher ¨Ubergang von hadronischer Materie in eine partonische Phase wird in der fr¨uhen Anfangsphase des Universums sowie im Innern von Neutronensternen vermutet. Die Formation eines Quark-Gluon-Plasmas soll dabei mit Hilfe geeigneter Obersvablen des gemessenen Endzustandes nachgewiesen werden. Das NA49-Experiment am CERN-SPS erlaubt die Messung einer Vielzahl hadronischer Observablen in hochenergetischen Kollisionen verschiedener Stoßsysteme und Einschussenergien. Eine relative Erh¨ohung der Produktion seltsamer Hadronen in Schwerionenreaktionen im Vergleich zu elementa...

  2. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  3. Zur kompositorischen Arbeit von Vitezslav Novák an Beispielen von Materialien der Kammermusik-werke

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Krupkovä Lenka

    2005-01-01

    Full Text Available (nemački Man kann den Entwicklungsprozess im Bereich der Mikrostruktur der Komposition in Nováks Kammermusikwerke, also der eigentlichen motivischthematischen Arbeit, betrachten. In dem Bestreben, auf das romantische, auf umfangreichen thematischen Gebilden basierende Klischee zu verzichten, näherte sich Novák der kompositorischen Methode von Johannes Brahms, der Nováks rationellem Denken nah verwandt war, an. Noch vor dem Entstehen des II. Schönbergs Quartetts schuf Novák das Balladesken Trio, in dem auf der Ebene eines ununterbrochenen Satzes einzelne Teile des Sonatenzyklus durchlaufen und in dem die Sonatenexposition sogar Merkmale eines selbstständigen Sonatensatzes aufweist.

  4. About LTCC materials in the substance system of CaO-La{sub 2}O{sub 3}-Al{sub 2}O{sub 3}-B{sub 2}O{sub 3}; Ueber LTCC-Werkstoffe aus dem Stoffsystem CaO-La{sub 2}O{sub 3}-Al{sub 2}O{sub 3}-B{sub 2}O{sub 3}

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gemeinert, Marion

    2009-09-01

    crystalline phases lanthanum borate and calcium alumoborate oxide were prepared and characterized separately. The sintering and crystallisation behaviour as well as the thermal and dielectric properties of the glass ceramic composites were investigated in dependence of the developed glasses, the volume relation of glassy and crystalline components of the composite powder and the sintering temperature. The developed LTCC-materials were adapted to a chosen material for the outer layers of a selfconstrained laminate referring to their thermal properties (thermal expansion coefficient: ca 5 x 10{sup -6}/K, permittivity: ca 7, dielectric loss factor: {<=}1 x 10{sup -3}). To control the suitability of the developed material it was used for the inner layers of a LTCC multilayer. The lateral shrinkage of the multilayer during sintering was reduced to <0,4%. (orig.) [German] Glaskeramische Komposite, deren Herstellung von Glas- und kristallinen Pulvern ausgeht, bieten vielfaeltige Moeglichkeiten, Werkstoffeigenschaften, wie z.B. Sinterverhalten, thermische Dehnung, mechanische Eigenschaften, chemische Bestaendigkeit, dielektrische Eigenschaften und Oberflaechenqualitaet fuer spezielle Anwendungszwecke gezielt einzustellen. Glaskeramische Kompositpulver koennen zu Folien verarbeitet werden, aus denen mittels der LTCC (Low Temperature Co-fired Ceramics)- Technologie keramische Multilayer hergestellt werden, die insbesondere fuer das Electronic Packaging von Mikrosystemen eingesetzt werden. Problematisch ist die beim freien Sintern der LTCC-Multilayer auftretende laterale Schwindung, die von relativ hohen Schwindungstoleranzen begleitet ist. Zur Vermeidung der lateralen Schwindung werden Zero Shrinkage-Techniken eingesetzt. Eine neue Moeglichkeit Zero Shrinkage beim Sintern von LTCC-Multilayern zu erreichen, besteht in der Anwendung eines self-constrained Laminates. Hierbei wird ein Multilayer eingesetzt, der aus zwei unterschiedlichen Folienarten fuer innere und aeussere Lagen mit

  5. FLEXURAL TESTING OF WOOD-CONCRETE COMPOSITE BEAM MADE FROM KAMPER AND BANGKIRAI WOOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fengky Satria Yoresta

    2015-07-01

    Full Text Available Certain wood has a tensile strength that almost equal with steel rebar in reinforced concrete beams. This research aims to understand the capacity and flexural behavior of concrete beams reinforced by wood (wood-concrete composite beam. Two different types of beams based on placement positions of wood layers are proposed in this study. Two kinds of wood used are consisted of Bangkirai (Shorea laevifolia and Kamper (Cinnamomum camphora, meanwhile the concrete mix ratio for all beams is 1 cement : 2 fine aggregates : 3 coarse aggregates. Bending test is conducted by using one-point loading method. The results show that composite beam using Bangkirai wood is stronger than beams using Kamper wood. More thicker wood layer in tensile area will increase the flexural strength of beams. Crack patterns identified could be classified into flexural cracks, shear cracks, and split on wood layer   Beberapa jenis kayu tertentu memiliki kekuatan tarik yang hampir sama dengan tulangan baja pada balok beton bertulang. Penelitian ini bertujuan memahami kapasitas dan perilaku lentur balok beton bertulang yang diperkuat menggunakan kayu (balok komposit beton-kayu. Dua tipe balok yang berbeda berdasarkan posisi penempatan kayu digunakan dalam penelitian ini. Dua jenis kayu yang digunakan adalah kayu Bangkirai (Shorea laevifolia and Kamper (Cinnamomum camphora, sementara itu rasio campuran beton untuk semua balok menggunakan perbandingan 1 semen : 2 agregat halus : 3 agregat kasar. Pengujian lentur dilakukan menggunakan metode one-point loading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok komposit dengan kayu Bangkirai lebih kuat dibandingkan balok dengan kayu Kamper. Semakin tebal lapisan kayu yang berada di daerah tarik akan meningkatkan kekuatan lentur balok. Pola kerusakan yang teridentifikasi dapat diklasifikasikan menjadi retak lentur, retak geser, dan pecah pada kayu REFERENCES Boen T. (2010. Retrofitting Simple Buildings Damaged by Earthquakes. World Seismic

  6. EFEK PEMBERIAN SUPLEMEN SINBIOTIK DAN ZAT GIZI MIKRO (VITAMIN A DAN ZINC TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA TBC PARU ORANG DEWASA YANG MENGALAMI KEKURANGAN ENERGI KRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparman Hardinsyah

    2014-09-01

    Full Text Available Pasien  TB  paru  pada  akhirnya  aka n  mengalami  keadaan gizi  buruk  dan  menurunnya  respon  imun. Kemoterapi  dengan  menggunakan  obat-obatan  TB  merupakan  langkah  yang  efektif  untuk  mengobati penyakit ini, tetapi mempunyai pengaruh negatif terhadap keseimbangan mikropola usus inflamasi karena infeksi TB paru, menurunkan pengaturan sintesa zat  gizi dan menurunkan nafsu makan, sehingga terjadi kekurangan  gizi.  Penelitian  bertujuan  untuk  menganalisa  efikasi  symbiotik  dan  suplemen zat  gizi  mikro terhadap status gizi pada pasien dewasa TB paru yang sedang diobati yang menderita kekurangan energi kronik  setelah  2  bulan  menjalani  intervensi.  Desain penelitian  “a  double-blind  randomized  treatment control trial“ dilakukan pada 2 pusat penyembuhan TB paru di Bandung dan Garut. Sejumlah 43 orang yang  menderita  kekurangan  energi  kronik  (KEK  dipilih  dari  76  pasien  TB  paru  yang  terekrut  dengan variasi umur antara 20–45 tahun. Kelompok ini dibagi 2 kelompok, kelompok pertama diberikan susu yang berisi  protein,  symbiotik  dan  suplemen  micronutrien (MSM  dan  kelompok  kedua  diberi  susu  yang berbasis protein saja (MO sebagai kelompok kontrol. Seluruh pasien menerima terapi standar untuk TB paru, parameter status gizi (BB, IMT, masa Lemak, hemoglobin, serum vitamin A dan seng dikumpulkan pada saat awal setelah 1 bulan, 2 bulan dari pemberian intervensi data di awalnya. Perbedaan antara dan dalam kelompok menggunakan statistik parametrik dannon parametric. Hasil menunjukan bahwa setiap kelompok  pada  akhir  intervensi  parameter  status  gizi  secara  signifikan  mengalami  perbaikan dibandingkan  pada  awal  penelitian  (P0,05. Ada pengaruh potensial dari setiap suplemen dalam meningkatkan status gizi, penelitian yang lebih lama dengan tidak memberikan susu berbasis protein pada kelompok kontrol dibutuhkan. Kata kunci

  7. KEBIJAKAN PENGOPERASIAN BUBU DENGAN ALAT BANTU TERUMBU KARANG BUATAN DAN RUMPON DI WILAYAH REHABILITASI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Nagib Edrus

    2014-05-01

    Full Text Available Ujicoba bubu bersama terumbu karang buatan dan rumpon di wilayah rehabilitasi perairan Pulau Pari dan Pramuka adalah untuk menentukan kesesuaian paket teknologi alat tangkap dan alat bantu dalam usaha perikanan yang layak dari sisi teknis, sosial dan ekonomi. Tulisan ini merupakan sintesa kebijakan pola pemanfaatan bubu dengan dua alat bantu pengumpul ikan. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kebijakan dengan memformulasikan semua informasi yang relevan dan hasil penelitian terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bubu dalam perikanan multi alat tangkap dengan pemanfaatan alat bantu penangkapan tergolong efektif secara teknis, sosial dan ekonomis. CPUE bubu dari 4 hari perendaman/trip adalah ratarata 1,1 kg/unit/trip untuk nelayan Pulau Pari yang mengoperasikan bubu di dekat terumbu buatan dan 2,4 kg/unit/trip untuk nelayan Pulau Pulau Pramuka yang menaruh bubu di bawah rumpon. Perikanan bubu tergolong layak ekonomi jika terintegrasi dengan perikanan multi alat tangkap. Nilai tambah pendapatan dari penggunaan bubu berkisar pada Rp. 196.000–Rp. 400.000 per trip. Perikanan bubu memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan dalam skala besar melalui diversifikasi usaha perikanan di wilayah perairan yang direhabilitasi dan aplikasinya dapat diterima nelayan. Alat bantu rumpon memberikan pengaruh lebih besar pada hasil tangkap bubu dibanding hanya penggunaan karang buatan.   The pot application by using artificial reefs and payaos as rehabilited fishing grounds in the waters of Pari and Pramuka Islands was to determine technological, social and economical feasible fisheries used pots and the both of fish aggregation divices (FAD. This paper is policy making of pot utility design using two kinds of the FAD. Policy analysis is an approach used to formulate any relevant information and related study results. The analysis showed that pot applications in multi gears fisheries using FAD were effective by technical, social and

  8. Intuitiv musik og grafisk notation

    DEFF Research Database (Denmark)

    Bergstrøm-Nielsen, Carl

    Beskrivelser af fagene, som har eksisteret på Aalborg Universitet siden midten af firserne. I intuitiv musik trænes fri improvisation gennem bla. gruppedynamiske øvelser, opmærksomhedsøvelser og parameterøvelser. Desuden skaber de studerende selv åbne kompositioner. Faget grafisk notation træner...... det at skabe lyttepartiturer over en given musik. Studerendes arbejder citeres. Forfatteren diskuterer fagenes teoretiske kontekst og argumentererfor mere teoretisk opmærksomhed på musikken som det medium, musikterapien foregår i og peger bla. på sprogteori og Jakobson. NB: beskrivelsen af fagene er i...... skrivende stund, 2011, ikke længere aktuel. Intuitiv musik lægger mindre vægt på komposition og mere vægt på brug af hovedinstrument i intuitiv sammenhæng. Grafisk notation er integreret ind i et større fag (også varetaget af undertegnede) der tillige omfatter andre metoder til beskrivelse og tolkning....

  9. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN HIBRIDA KITOSAN-SILIKA- PEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Widhi Mahatmanti

    2013-02-01

    Full Text Available Membran kitosan mempunyai efektivitas pemisahan relatif tinggi tetapi kestabilan mekanik rendah. Untuk meningkatkan kestabilan perlu ditambahkan silika sehingga dihasilkan membran kitosan-silika. Sebagai bahan dasar silika digunakan natrium silikat yang diisolasi dari abu sekam padi. Dalam pembuatan membran kitosan-silika, plasticizer (polietilen glikol/PEG digunakan untuk meningkatkan kestabilan mekanik membran secara signifikan. Pembuatan membran kitosan-silika-PEG dilakukan dengan cara penguapan larutan dan pencetakan. Membran kitosan-silika-PEG dikarakterisasi sifat mekaniknya dengan menguji kekuatan tarik, persen perpanjangan dan Modulus Young, perubahan gugus fungsi, morfologi, sifat kristalinitas, kestabilan terhadap suhu, sifat hidrofilisitas, dan uji terhadap fluks air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan-silika dengan komposisi kitosan/silika 1:0,8 mempunyai harga kuat tarik optimum. Penambahan PEG akan meningkatkan harga persen perpanjangan, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil uji FTIR dan XRD, tetapi meningkatkan sifat hidrofil seiring dengan meningkatnya konsentrasi PEG dan pH. Nilai Fluks air menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG, dimungkinkan PEG terjebak secara fisik dalam padatan komposit.

  10. „Ein Kunstwerk enthält nicht die geringste Information“. Deleuze, Guattari und die zeitgenössische Kunst

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stephen Zepke

    2017-12-01

    Full Text Available Deleuzes und Guattaris Zurückweisung der Konzeptkunst ist allgemein bekannt und passt so garnicht zur derzeitigen Hegemonie der “post-konzeptionellen” Kunstpraktiken. Genauso unpassend erscheint Deleuzes ontologische und politische Abneigung gegen die Photographie, die „Schnappschüsse“ oder Repräsentationen des Werdens liefert, indem sie Klischeebilder unmittelbar in unserer Gehirne pflanzt, die dann unsere Handlungen und Reaktionen kontrollieren, indem sie uns der Fähigkeit zum kreativen Denken berauben. In Cinema 2 weitet Deleuze diese Argumentation auf das neue “elektronische Bild” aus das, wie auch die Konzeptkunst, die Ebene der Komposition in eine „Schneidetischebene“ oder einen „Bildschirm“ verwandelt, welche Informationen und mit ihnen unsere zu Schnittstellen gewordenen Gehirne einfach nur formatieren. Heutzutage werden Konzeptpraktiken, Photographie und digitale Technologien von der zeitgenössischen Kunst als selbstverständlich angesehen, die auch fröhlich „D&G“ anwendet. Doch verdienen Deleuzes und Guattaris Gedanken nicht eine kritischere Würdigung? Braucht es nicht eine kleinere Kriegsmaschine? Wie sähe die aus im Falle der zeitgenössischen Kunstpraktiken? Unter den diversen Möglichkeiten untersucht der vorliegende Text die sublimen Verzweigungen einer Deuleuzeschen Vorstellung des “Denkens” sowie dessen Position als des „immanent Äußeren“ der post-konzeptionellen Richtung der Kunst

  11. Perancangan Dashboard Mobil Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Madinah

    2013-09-01

    Full Text Available Mobil GEA yang merupakan mobil nasional akan dikembangkan menjadi mobil pedesaan multiguna. Salah satu bagian dalam mobil GEA yang menjadi perhatian adalah dashboard. Selama ini dashboard mobil GEA diproduksi secara manual, yaitu menggunakan proses wet lay-up dengan bahan komposit. Rencana ke depan produksi mobil pedesaan multiguna adalah produksi massa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dirancang proses cetakan injeksi plastik (injection molding untuk pembuatan dashboard mobil pedesaan multiguna. Dibuat dua buah konsep dashboard, yaitu konsep A dan konsep B yang mengacu pada list of requirements. Simulasi pembebanan dan proses injection molding dengan material acrylonitrile butadiene styrene dilakukan pada kedua konsep tersebut. Beban yang diberikan adalah beban statis sebesar 100 N pada bagian atas dashboard dan 50 N pada masing-masing laci dashboard. Dari hasil perancangan, khususnya proses scoring ditetapkan konsep B sebagai alternatif dashboard untuk mobil pedesaan multiguna. Dari hasil simulasi pembebanan yang dilakukan, didapatkan nilai tegangan maksimal yang terjadi pada dashboard adalah 1.35 MPa dengan defleksi sebesar 0.237 mm. Sedangkan dari hasil simulasi proses injection molding didapatkan waktu produksi tiap dashboard adalah 246 detik (4.1 menit dengan gaya cekam maksimal 2370 ton.

  12. Impact of Women’s Empowerment on Infant Mortality in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanik Stiyaningsih

    2017-05-01

    Secara umum, otonomi dan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan. Kurangnya otonomi dan pemberdayaan perempuan dapat menyebabkan hasil negatif pada kesehatan dan kematian anak. Belum terdapat penelitian terkini yang menganalisis hubungan antara pemberdayaan perempuan dan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan menelusuri pengaruh pemberdayaan perempuan terhadap kematian bayi di Indonesia. Sampel berjumlah 9.754 perempuan berusia 15-49 tahun yang terakhir melahirkan pada periode tahun 2007-2012 diambil dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Pemberdayaan perempuan diukur dengan menggunakan indeks komposit yang dibangun dari delapan indikator dari tiga dimensi pemberdayaan perempuan, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi, partisipasi dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan, dan kebebasan untuk berpindah. Selanjutnya, estimasi dampak pemberdayaan perempuan pada kematian bayi menggunakan model regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan tingkat pemberdayaan yang lebih baik akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk mengalami kejadian kematian bayi. Hal ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk mengurangi kematian bayi.

  13. ”Den lange rejse …” – metaforiske betydningslag i filmmediet En analyse af Aarhus Universitets vejlednings-, branding- og rekrutteringskampagne 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Petersen

    2014-11-01

    Full Text Available Artiklen tager udgangspunkt i kampagnefilmen ”Tænk. Hvis det er dig”, som var en del af den branding-, vejlednings- og rekrutteringskampagne, som Aarhus Universitet lancerede i 2012, og på baggrund af en analyse af filmens komposition samt billed- og lydside undersøger artiklen, hvordan kampagnefilmen opbygger en handlingsmæssig struktur, som realiserer en grundlæggende metaforisk forståelse af ’uddannelse som en rejse’. Ved hjælp af George Lakoff og Mark Johnsons metaforteori undersøges den anvendte metafors beskaffenhed, struktur og betydning(er, og i artiklen argumenterer vi for en tolkning af den anvendte metafor som ’uddannelse som en moderne dannelsesrejse’. Lakoff og Johnsons metaforteori, som tager udgangspunkt i sproglige tegn, vil i denne artikel blive anvendt på analysen af visuelle tegn, og dermed ønsker vi at demonstrere, at et oprindeligt sproglig-tekstuelt baseret metaforbegreb også kan bidrage til en bedre forst.else af visuel-fi lmiske narrative teknikker.

  14. Preparasi Minimal pada Pembuatan Gigi Tiruan Cekat dengan Fiber Reinforced Composite (FRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Ayat Santiko

    2016-11-01

    Full Text Available Dalam praktek sering kali dokter gigi dihadapkan pada pasien yang kehilangan gigi anterior dan ingin segera dibuatkan gigi tiruan karena alasan estetik. Gigi tiruan yang dibuat bisa berupa gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL atau gigi tiruan cekat (GTC. Pada GTSL, adanya plat pada palatum menyebabkan rasa tidak nyaman, selain itu pasien setiap kali harus buka pasang gigi tiruan kembali sehingga cukup merepotkan. Oleh karena itu pada umumnya pasien ingin dibuatkan GTC dan hal ini memang sesuai dengan indikasi GTC. Hal yang menjadi pertimbangan pada pembuatan GTC adalah pengasahan permukaan gigi secara keseluruhan bila akan dibuat desain full crown. Pada perkembangan desain GTC ada desain yang disebut resin bonded bridge atau adhesive bridge yaitu GTC yang dibuat pada gigi abutment yang dipreparasi minimal pada bagian palatal saja dan dilekatkan secara mikromekanikal antara retainer sayap logam dan gigi yang telah dipreparasi. Pasien wan ita usia 22 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof Soedomo UGM karena kehilangan gigi insisif sentral kiri atas. Pada kasus ini dilakukan pembuatan GTC dengan bahan fiber reinforced composite (FRC. Pembuatan bridge dengan bahan FRC dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pada makalah ini akan dibahas pembuatan bridge FRC secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan gigi artlfisial komposit. Hasil menunjukkan estetis yang baik, kontrol setelah 2 bulan tidak ada perubahan warna dan pasien merasa puas dengan penampilannya, jaringan gingiva di sekitarnya normal.

  15. Kajian Pemilihan Sumber Mikroorganisme Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC Berdasarkan Jenis dan Volume Sampah, Power Density dan Efisiensi Penurunan COD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2017-06-01

    Full Text Available Mikroorganisme merupakan salah satu komponen penting dalam proses Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC untuk degradasi bahan organik dan transfer elektron. Pemilihan sumber mikroorganisme menjadi metode yang paling sederhana untuk dikaji sebagai informasi awal ketersediaan dan identifikasi jenis mikroorganisme yang mendukung proses SMFC. Tujuan kajian ini adalah untuk memilih sumber mikroorganisme tanah, septic tank dan sedimen sungai yang tepat digunakan dalam proses SMFC berdasarkan jenis dan volume sampah, power density, dan efisiensi penurunan COD. Kajian ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan reaktor SMFC tipe single chamber microbial fuel cell dengan variabel jenis dan volume sampah , serta sumber mikroorganisme. Metode perbandingan secara kuantitatif dilakukan berdasarkan kecenderungan nilai power density dan efisiensi penurunan COD tertinggi di antara jenis dan volume sampah kantin, dedaunan dan komposit kantin-dedaunan. Hasil yang didapatkan adalah sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 2/3 dari volume reaktor, sedangkan sumber mikroorganisme septic tank tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 1/2 dari volume reaktor. Sumber mikroorganisme dari septic tank menunjukkan kinerja power density dan efisiensi penurunan COD yang lebih rendah dibandingkan sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai.

  16. Multimodal emergens via musik - Eksemplificeret ved en reklamefilm og en dokumentarfilm [Emergent forms of meaning-making using music in multimodal compositions - Exemplified through a television commercial and a television documentary

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anders Bonde

    2009-10-01

    Full Text Available I denne artikel præsenteres og argumenteres for en værkanalytisk indfaldsvinkel i forhold til det at undersøge multimodal betydningsdannelse i audiovisuelle medieprodukter såsom reklamefilm og dokumentarfilm, hvor flere forskellige modaliteter eller semiotiske ressourcer samvirker. Som teoretisk ramme anvendes det videnskabsfilosofisk forankrede emergensbegreb, der trods dets primært naturvidenskabelige anknytning med fordel kan appliceres på perceptuelt-æstetiske fænomener, i forhold til hvilke der anlægges en hermeneutisk tilgang. Med udgangspunkt i en interesse for navnlig musikkens ekspressive og semantiske potentiale i forhold til det multimodale betydningshele diskuteres en række centrale forskningsbidrag på området og deres stilling i forhold til en forståelsesramme, der tager afsæt i emergensbegrebets definitoriske kriterier. På denne baggrund foretages analytiske nærstudier af tre forskellige audiovisuelle sekvenser, hvori samme musikalske komposition indgår, men hvor dens arrangering i forhold til de øvrige modaliteter varierer betragteligt.

  17. Pembuatan Adhesive Bridge dengan Fiber Reinforced Composite untuk Perawatan Kehilangan dan Kegoyahan Gigi Anterior Rahang Bawah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Demmy Wijaya

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu perawatan kehilangan gigi anterior untuk tujuan estetis adalah dengan adhesive bridge. Fiber Reinforced Composite (FRC adalah bahan struktural yang terdiri dari 2 konstituen yang berbeda. Komponen penguat (fiber memberikan kekuatan dan kekakuan, sedangkan matriks (resin komposit mendukung penguatan. Bahan FRC dapat digunakan untuk pembuatan adhesive bridge dan juga dapat digunakan sebagai stabilisasi gigi yang mengalami kegoyahan. Adanya gigi pendukung yang sehat juga sangat membantu keberhasilan perawatan ini. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penatalaksanaan perawatan kehilangan dan kegoyahan gigi anterior rahang bawah menggunakan FRC. Seorang pasien laki-laki berusia 33 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof. Soedomo ingin dibuatkan gigi tiruan. Pasien kehilangan gigi 31, gigi 32, gigi 41 dan mengalami kegoyahan derajat 2 disertai resesi gingiva. Kondisi tersebut akibat pasca pembuatan gigi tiruan di tukang gigi. Pasien tidak ingin giginya yang goyah dilakukan pencabutan. Tatalaksana kasus: pencetakan rahang untuk model diagnostik, pembuatan mock-up pontik gigi 31 pada model diagnostik, pembuatan index dengan mencetak bagian lingual dan 1/3 incisal menggunakan putty, preparasi gigi penyangga (gigi 32, 33, 41, 42, 43, pemasangan fiber dengan bantuan index putty, pembentukan bagian labial pontik dengan komposit, finishing dan polishing. Kesimpulan: Fiber reinforced composite dapat dipakai untuk pengelolaan pasien yang mengalami kehilangan dan kegoyahan gigi anterior rahang bawah. Adhesive Bridge of Fiber Reinforced Composite to Treat Tooth Missing and Luxation of Lower Anterior Teeth. One of the anterior tooth loss treatments for esthetic purposes is the adhesive bridge. Fiber Reinforced Composite (FRC is a structural material that consists of two different constituencies. Amplifier components (fiber provide strength and stiffness, while matrix (resin composite support reinforcement. FRC materials

  18. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  19. KARAKTERISTIK GENETIK POPULASI TIRAM MUTIARA (Pinctada margaritifera TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI GEOGRAFISNYA DI PERAIRAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2009-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk memetakan keragaman genetik lima populasi tiram mutiara di Indonesia (Sumbawa, Bali Utara, Selat Sunda, Belitung, Sulawesi Selatan dengan teknik mtDNA RFLP daerah amplifikasi Cytochrome Oxydase I (COI dan hubungan kekerabatannya. Lima puluh tiram mutiara (Pinctada margaritifera yang dianalisis menghasilkan DNA teramplifikasi sebesar 750 pb pada daerah COI mtDNA dengan teknik RFLP. Delapan belas komposit haplotipe terdeteksi dengan menggunakan tiga enzim restriksi: FokI, HaeIII, dan NlaIV. Diversitas haplotip rata-rata sebesar 0,255±0,093. Lima populasi tiram mutiara menghasilkan tiga kelompok dengan jarak genetik terendah adalah populasi Sumbawa dan Bali Utara (0,017 dan terjauh adalah populasi Sulawesi Selatan (0,142. Populasi Sulawesi Selatan merupakan populasi unik berdasarkan distribusi haplotipe BBCAA (60% dengan nilai keragaman genetik terendah (0,105 dibandingkan dengan populasi lainnya (0,177-0,328. The objectives of this study were to map the genetic diversity of five populations of pearl oyster in Indonesian waters using restriction fragment length polymorphism analysis of DNA COI gene and their genetic relationships. A total of 50 individual of pearl oysters (Pinctada margaritifera were analyzed for genetic variations within a 750-base pair region of the mitochondrial DNA COI gene using restriction fragment length polymorphism analysis. 18 composite haplotypes were detected following three digestions of endonuclease: FokI, HaeIII, and NlaIV. Five populations of pearl oysters formed three groups where the lowest values of Nei’s genetic distance were among Sumbawa and North Bali populations (0.017 and highest were among the South Sulawesi populations (0.142. The South Sulawesi populations possess uniqueness based on the haplotipe distribution of BBCAA (60% with the lowest values of genetic diversities (0.105 compared to other populations (0.177--0.328.

  20. The Musical Language of Kazimierz Serocki in the Light of the Composer’s Self-Reflection

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lindstedt Iwona

    2015-12-01

    Full Text Available The article is an attempt to reconstruct the fundamental elements of Kazimierz Serocki’s musical language on the basis of his own statements concerning his music. Those statements come first and foremost from his lectures prepared for the Meisterkurs für Komposition at the Musik-Akademie in Basel (1976, whose manuscripts are now held in the Polish Composers’ Archive of the University of Warsaw Library. The lecture texts (Notations- und Realisationsprobleme, Klangfarben als Kompositionsmaterial, Chance der offenen Form present a whole set of problems which Serocki considered as the most important for his method of composition. The central place among these problems is occupied by the idea of “composing with sound colour” (“mit Klangfarben komponieren”. Sound colour plays a decisive role in the creative process, as it constitutes self-sufficient material for composition. Sound colour has a form-shaping role in the musical work, since it can build sequences of sound structures in various configurations, which perform various functions in the piece. The idea of composing with sound colour is presented by the composer in the context of an adequate way of notating sound phenomena and the possibility of performing music from such notation. This idea was also related in the lectures to the principles of constructing polyvalent open forms (mehrdeutige Form out of small- and large-scale components. Pitch organisation, on the other hand, remains of secondary interest in the composer’s commentaries. Serocki’s self-reflection provides us with original and innovative answers to the most important problems that contemporary composers have had to face in their work. It also provides significant and hitherto frequently little-known insights into the components of the unique style of the author of Pianophonie, and these insights can be effectively utilised in the course of future research on Serocki’s work.

  1. Instrumentale Spielformeln und Vokale Verzierungen im 16.Jahrhundert

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Göllner, Theodor

    2001-12-01

    Full Text Available In the music of the 16th century, stereotype four-note formulas are found in the instrumental as well as in the vocal idiom. Although frequently identical in appearance, their functions are very different. While indispensable in the instrumental idiom, particularly in keyboard music, where they represent the very essence of instruction in 15th-century organ treatises and fundamenta, they appear in vocal music only as additions to finished compositions or existing practices. What amounts to an absolute necessity in one case is merely an ornamental supplement in the other. In vocal music it is treated as a matter of performance carried out by a qualified soloist and limited to the musical centers of Italy. The present article raises the question as to how the genuinely instrumental and widely spread keyboard practice made its impact on the vocal ornaments of the singer, whose primary concern is the musical communication of language.

    [de] Die in der Musik des 16. Jahrhunderts im Instrumentalen wie im Vokalen vorkommenden, meist viertönigen, stereotypen Formeln sind zwar in beiden Bereichen weitgehend identisch, doch von höchst unterschiedlicher Funktion. Während sie im Instrumentalen, besonders in der Tastenmusik, unverzichtbar sind und schon im 15. Jahrhundert den Kern der Orgeltraktate und Fundamenta bilden, treten sie im Vokalen zu einer fertigen Komposition oder bestehenden Praxis hinzu. Was im einen Fall eine unbedingte Notwendigkeit ist, wird im anderen zu einem nachträglichen Ornament, das sich oft erst bei der Aufftührung einstellt, den qualifizierten Solosänger voraussetzt und auf die musikalischen Zentren Italiens konzentriert war. Der Artikel versucht zu klären, wie sich das genuin instrumentale, allgemein verbreitete Tastenspiel auf die spezielle Verzierungskunst des Sängers auswirkt, dessen primäre Aufgabe es ist, Sprache musikalisch zu vermitteln.

  2. Eduardo Mieželaičio Žmogus kaip politinės religijos tekstas | Das Poem Der Mensch (Žmogus von Eduardas Mieželaitis als Text der Politischen Religion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rimantas Kmita

    2007-01-01

    Full Text Available Im diesem Aufsatz wird versucht mit Hilfe des Begriffs der politischen Religion einen der kanonischen Texte in der sowjetlitauischen Literatur, Der Mensch (Žmogus von Leninpreisträger Eduardas Mieželaitis, zu interpretieren. Am Anfang wird der Begriff der politischen Religion basierend auf Theoretiker wie Eric Voegelin, Raymond Aron, Hans Otto Setschek, Hans Maiers, Manfred Hildermeier, Klaus-Georg Riegel u.a. präsentiert. Politische Religion ist ein Begriff, der das System des totalitären Staates bezeichnet. Politische Religion ist ein Versuch, die Ideologie als ein rationales Konstrukt, als Absolutes, einzig Mögliches und Rechtes vorzustellen. In den politischen Religionen nehmen die Führer und die Ideologen des Staates den Platz des Gottes oder sacrum ein und die Politik sowie Ideologie des Saates wird zum Plan der Erlösung.In der Analyse Des Menschen wird versucht die Frage zu beantworten, wodurch die Religion in der Sowjetzeit ersetzt wurde, welche Art neuer Metaphysik, die die Moral des Menschen begründet, geschaffen wurde, wie der ideologische Diskurs sakralisiert wurde.Das Poem Der Mensch von Mieželaitis wurde nach der Kritik des Personenkults geschaffen und erfüllte die Erwartungen des sowjetischen Systems. Personenkult wurde durch Kult des Menschen ersetzt, aber im Prinzip schreibt Mieželaitis die alten Texte der politischen Religion. Damit änderte er nicht die wesentlichen Prinzipien, er plädierte für die kommunistische Partei und den sozialistischen Humanismus in abstrakterer Art und Weise. Die komunistische Ideologie wurde als metaphysicher, absoluter Wert, die einzige Wahrheit dargestellt. Mieželaitis verwendet die griechischen Mythen, die Komposition der mythischen Erzählung, die sakrale Anthropologie, mit Hilfe der Technik gewinnt sein Held das Göttliche. Die Metapher der Sonne setzt im Poem die Semantik des Stalinismus und anderer totalitärer bzw. autoritarischer Staaten fort. Sowjetischer Romantismus und

  3. History of Music and Musical Therapy – basic ideas and contexts

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bockmaier, Claus

    2008-12-01

    Full Text Available This essay intends to interpret music therapy, originated in the last century, in its creative aspects as a component of a historical process which has ultimately lead to an openness to all possible manifestations of music. The text, accesible also to readers without expert knowledge, first gives a survey of European music history in relation to problems gradually solved by composition, and then discusses some specifi c conditions, forms, and methods of music therapy, in its dependence on the diversity of 20th century musical history. The essay ends with two examples of former composition demonstrating in their own ways the “healing” power of music.

    [de] Die Abhandlung unternimmt den Versuch, die im vergangenen Jahrhundert aufgekommene Musiktherapie in ihren künstlerischen Bezügen als Teil einer musikgeschichtlichen Entwicklung begreifl ich zu machen, die nach 1900 in letzter Konsequenz eine Öffnung für alle möglichen Erscheinungsformen von Musik mit sich gebracht hat. Der allgemeinverständlich gehaltene Text entfaltet zunächst eine musikhistorische Gesamtsicht unter dem Aspekt der sukzessive gelösten Aufgaben von Komposition, um dann spezifi sche Bedingungen, Ausprägungen und Methoden der Musiktherapie in ihrer Abhängigkeit von der vielschichtigen Musikgeschichte des 20. Jahrhunderts zu beleuchten. Abrundend erscheinen zwei Beispiele je eigener Art für die schon früher bewusst ins Werk gesetzte “therapeutische” Kraft der Musik. [es] El presente artículo pretende analizar la músicoterapia originada en el siglo pasado, en sus aspectos artísticos, como componente de un proceso histórico que ha conducido, a partir de 1900, a una apertura a todas las manifestaciones posibles de la música. El texto, también accesible a lectores que no posean un conocimiento experto, proporciona en primer lugar un panorama de la historia de la música europea en relación con problemas gradualmente solucionados por la composici

  4. SYNCRETIC ARCHITECTURE OF FATEHPUR SIKRI: A SYMBOL OF COMPOSITE CULTURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asif Ali

    2013-12-01

    pada pembauran yang unik pada dua gaya yang berbeda seperti budaya yang lahir pada daerah yang berbeda dengan pendekatan yang berbeda. Peleburan ini mengembangkan gaya baru dalam arsitektur di samping beberapa aspek kehidupan yang lain di India.   Kata kunci: Fatehpur Sikri, Arsitektur Mughal, Budaya Komposit, Akbar

  5. STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI LAUT JAWA (WPPNRI 712

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Budiarto

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Jawa (WPPNRI 712 memiliki karakteristik permasalahan dalam pengelolaan perikanan rajungan yaitu berkurangnya stok sumberdaya rajungan dan tinggi nya jumlah armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan rajungan di perairan Laut Jawa berdasarkan pada indikator pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management-EAFM. Enam domain indikator EAFM yang digunakan sebagai dasar untuk analisis adalah (1 Sumber Daya Ikan; (2 Habitat dan Ekosistem; (3 Teknik Penangkapan; (4 Sosial; (5 Ekonomi; dan (6 Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor komposit EAFM tergolong kategori sedang dengan kisaran antara 1,5 – 2,5. Hasil penilaian aggregat seluruh domain diperoleh nilai skor densitas berkisar antara 6,3 – 55,9. Domain memiliki densitas tertinggi adalah domain sosial dan domain kelembagaan sebesar 54,7 dan 55,9 dengan kategori sedang. Domain habitat/ekosistem dan domain ekonomi memiliki nilai skor 36,5 dan 20,7 dengan kategori kurang. Domain sumberdaya ikan dan domain teknik penangkapan memiliki nilai skor 6,3 dan 16,3 dengan kategori buruk. Secara keseluruhan hasil penilaian indikator EAFM menunjukkan bahwa pengelolaan rajungan di WPPNRI 712 dalam kategori buruk hingga sedang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melaksanakan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan secara bertahap dengan melakukan 5 (lima langkah pengelolaan yaitu; pengaturan rajungan yang boleh ditangkap, pengaturan musim penangkapan, pengendalian alat tangkap dan daerah penangkapan, perlindungan dan rehabilitasi habitat serta melaksanakan restoking.   Java Sea waters (Fisheries Management Area 712 is one of the main live crab habitat which is also the main blue swimming crab (BSC production centers in Indonesia. FMA 712 has the characteristics of BSC fishery management problems is lower stock of crabs and the high number of fishing fleet. This study was aims to determine

  6. Identifikasi Indikator dalam Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM untuk Meningkatkan Nilai Sub-Indeks Penyakit Menular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Dharmayanti

    2018-01-01

    Full Text Available Sejak tahun 2009, Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah merumuskan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM untuk menggambarkan kesehatan masyarakat Indonesia. Tahun 2013, IPKM dijabarkan dalam tujuh subindeks yaitu kesehatan balita, kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan, perilaku kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan. Penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA pada balita serta pneumonia merupakan penyakit infeksi yang digunakan dalam perhitungan subindeks penyakit menular dalam IPKM 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi indikator-indikator dalam IPKM yang dapat meningkatkan nilai subindeks penyakit menular. IPKM merupakan komposit dari 30 indikator kesehatan utama yang dihitung dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013. Disain Riskesdas 2013 merupakan survei potong lintang dengan jumlah sampel yaitu seluruh rumah tangga di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia. Analisis data menggunakan regresi linier. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa indikator cakupan akses sanitasi (p = 0,000, cakupan air bersih (p = 0,027, serta cakupan perilaku masyarakat dalam bercuci tangan dengan benar (p = 0,001 memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai subindeks penyakit menular. Sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan cakupan tiga indikator diatas, maka nilai tiga subindeks (penyakit menular, kesehatan lingkungan, dan perilaku kesehatan akan turut meningkat. Oleh karena itu, apabila kabupaten/kota ingin meningkatkan nilai subindeks penyakit menular, yang perlu diperhatikan yaitu intervensi terhadap lingkungan dan perilaku manusia. Dengan demikian, nilai IPKM kabupaten/kota juga akan meningkat. Kata kunci: Lingkungan, penyakit menular, perilaku. Identification of Public Health Development Index (PHDI Indicators to Increase the Value of Sub-Index of Communicable Disease Abstract Since 2009, Ministry of Health through

  7. Apeksifikasi dengan mineral trioxide aggregate dan perawatan intracoronal bleaching pada gigi insisivus sentralis kiri maksila non vital diskolorasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Inajati

    2016-08-01

    restoration.   ABSTRAK Gigi anterior rahang atas pada anak-anak maupun dewasa sering mengalami trauma. Akibatnya pulpa gigi yang akarnya belum terbentuk sempurna akan mengalami nekrosis, dan penutupan apeks terhenti yang menyebabkan apeks lebar dan terbuka. Apeks yang terbuka dapat diatasi dengan perawatan apeksifikasi. Mineral Trioxide Aggregate (MTA adalah bahan pilihan terbaik yang dipakai sebagai bahan apeksifikasi untuk pembentukan apical barrier. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melaporkan keberhasilan penutupan apikal dengan menggunakan MTA pada gigi permanen insisivus sentralis kiri maksila non vital dengan apikal yang terbuka karena trauma. Pasien laki-laki usia 20 tahun dengan keluhan gigi depan atas kiri patah dan berubah warna. Kejadian trauma sejak usia 10 tahun karena jatuh dan terbentur lantai. Pemeriksaan klinis gigi non vital dengan fraktur Ellis kelas IV disertai apeks terbuka lebar dan diskolorasi. Pada gambaran radiografis menunjukkan apeks yang terbuka lebar dengan saluran akar besar serta terdapat radiolusensi periapikal. Perawatan yang dilakukan adalah apeksifikasi dengan MTA dilanjutkan obturasi dengan gutta percha dan sealer AH 26. Setelah seminggu kemudian dilakukan intracoronal bleaching dengan aplikasi sodium perborat dan hidrogen peroksida 30%. Sebelum perawatan, gigi berwarna kecoklatan (C4 setelah dilakukan perawatan menjadi warna putih kekuningan (B2. Seminggu setelah perawatan bleaching selesai kemudian dilakukan pemasangan pasak fiber, dilanjutkan dengan restorasi resin komposit kavitas kelas IV. Kontrol 2 minggu kemudian tidak menunjukkan adanya kelainan. Kesimpulan hasil perawatan apeksifikasi dengan MTA dapat mempercepat waktu perawatan dengan terbentuknya barier apikal yang merangsang penyembuhan dan dapat dilanjutkan dengan obturasi dengan gutta percha, kemudian dilakukan bleaching intracoronal bleaching dilanjutkan dengan restorasi akhir.

  8. Tensile bond strength of hydroxyethyl methacrylate dentin bonding agent on dentin surface at various drying techniques

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Ismiyatin

    2010-06-01

    halus sebanyak dua kali menggunakan bulatan kapas, yang disebut blot dry technique, dengan semprotan udara selama 1 detik atau dengan semprotan udara selama 1 detik yang dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik pengeringan permukaan dentin yang terbaik setelah etsa dengan asam phosphat 37% untuk mendapatkan kekuatan perlekatan tarik yang optimum antara HEMA dentine bonding agent dan permukaan dentin dengan menggunakan alat ukur Autograph. Metode: Permukaan dentin gigi sapi diasah rata, kemudian di etsa dengan asam phosphat 37% selama 15 detik. Permukaan dentin dicuci dengan 20 cc air dan kemudian dikeringkan dengan cara blot dry technique (kel. I, dengan semprotan udara selama 1 detik (kel. II atau semprotan udara selama 1 detik dan dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap (kel. III dan tanpa pengeringan permukaan dentin sebagai kontrol (kel. IV. Selanjutnya permukaan dentin diulasi dengan resin bonding dan diletakkan kedalam plunger dengan permukaan menghadap permukaan komposit. Setelah 24 jam dilakukan pengukuran kekuatan tarik dengan menggunakan alat ukur Autograph. Hasil: Analisis data menggunakan uji Anova satu arah dengan derajat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan test LSD pada p≤0,05. Dari hasil penelitian didapatkan kekuatan perlekatan tarik yang paling tinggi pada kelompok I, sedangkan yang paling rendah pada kelompok IV. Didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok I, II, III, dan IV. Pada kelompok II dan IV, III, dan IV, II, dan III tidak didapatkan perbedaan bermakna (p>0,05. Kesimpulan: Tehnik pengeringan permukaan dentin dengan cara pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas sebanyak 2 kali menghasilkan kekuatan perlekatan tarik terbesar.

  9. NILAI-NILAI BUDAYA YANG MENDASARI PEMERATAAN MAKANAN YANG DAPAT MENUNJANG GIZI KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasnodihardjo Kasnodihardjo

    2014-05-01

    distributed to the people who came to the house who conducted the “selametan” and distributed also to the neighbouring households. This tradition allows every family to get adequate nutrition both in quantity and quality due to the variation of the food. The sharing of food among households through social tradition will always happen in the community lives in Gadingsari village and will continue as long as people still cling to the cultural values of solidarity and a high tolerance to the fellow community. The sharing of good food among the people will give extra nutrition to the family, and indirectly affect the health status of mother and child. Cultural values are still strongly held by the community as a form of solidarity as well as a high tolerance among them.Keywords : Cultural Values, Equity , Food , Nutrition , FamilyAbstrakHasil analisis Riskesdas 2010 menggambarkan bahwa Kabupaten Bantul Yogyakarta termasuk 10 besar dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang mempunyai Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM cukup baik yaitu sebesar 0,69148. IPKM yang merupakan komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan termasuk didalamnya kesehatan ibu dan anak. Jika mendasarkan pada asumsi bahwa ada hubungan yang signifikan kemajuan ekonomi suatu masyarakat dengan tingginya status kesehatan masyarakat maka untuk daerah Bantul menjadikan suatu pertanyaan, karena jumlah keluarga pra-sejahtera atau keluarga miskin di kabupaten tersebut masih cukup tinggi. Oleh karena itu perlu diungkap berbagai faktor endogen; salah satunya faktor sosial budaya yang diduga ikut berperan menunjang status kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut. Daerah penelitian dikonsentrasikan di desa Gadingsari Kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta, yang mana kasus kematian bayi dan balita sedikit. Data berupa berbagai informasi budaya kaitannya dengan KIA dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan yang terdiri dari ibu-ibu yang sedang hamil dan atau pernah