WorldWideScience

Sample records for metallurgymethod sintesa komposit

  1. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  2. Optimasi Pembuatan Komposit dari Nanoclay Polistiren

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Puspa Sari

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pengembangan teknologi dapat dilakukan dengan rekayasa material, salah satunya pada pembuatan komposit. Pada pengembangan komposit berbasis polistiren nanoclay, faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam peningkatan sifat material adalah pendispersian nanoclay dalam matrik polimer yaitu masuknya molekul polimer diantara lapisan silika sehingga nanoclay akan terdistribusi secara acak kedalam matrik polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi yang terbaik dari komposit nanoclay polistiren dan menentukan karakteristiknya. Parameter yang divariasikan adalah komposisi nanoclay (1%, 3% dan 5% dan lamanya putaran pada mesin ekstruder (50, 80 dan 120 rpm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nanoclay 3% pada kecepatan screw 50 rpm memiliki nilai terbaik pada uji kuat tarik, yaitu sebesar 55,15 MPa dengan nilai d-spacing (berdasarkan uji XRD sebesar 4,6nm. Hasil pengamatan dengan menggunakan SEM menunjukan telah terbentuk interkalasi pada komposit nanoclay- polistirena.   Kata kunci : Nanoclay, komposit, polistiren, XRD, SEM   Abstract   Technology development can be done with materials engineering , one of them in the manufacture of composites . On the development of polymer -based nanoclay composites, the main factor that determines the success in improving the material properties are dispersing of nanoclay in the polymer matrix , namely the inclusion of the silica layer between the polymer molecules, so nanoclay will be randomly distributed into the polymer matrix . This study aims to get the best composition of nanoclay composite polystyrene and determine its characteristics . The parameters varied are the nanoclay composition ( 1 % , 3 % and 5 % and the length of the extruder machine in the range of (50 , 80 and 120 rpm. The results showed that 3 % nanoclay concentration at 50 rpm screw speed has the best value on the tensile strength test, which amounted to 55.15 MPa with ad - spacing values ( based on XRD

  3. PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP REDAMAN SUARA KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT PINANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Pratiwi

    2017-11-01

    Full Text Available Komposit menjadi salah  satu material  teknik yang banyak diteliti  beberapa tahun  belakang ini karena memiliki sifat fisis, mekanik dan termal yang baik sehingga sangat banyak diaplikasikan di bidang industri. Selain itu,  komposit juga diketahui berpeluang untuk digunakan  sebagai  material  penyerap bunyi. Hal ini menjadikan komposit sebagai material yang berdaya-guna optimal baik dari segi fisis, mekanik, termal ataupun akustik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat pada sifat akustik (serapan bunyi komposit serat pinang. Pada penelitian ini, serat pinang digunakan sebagai filler dari komposit bermatrik resin epoxy. Fraksi volume antara serat pinang dan resin epoxy adalah 60%:40 %. Sebelum dibuat menjadi papan komposit, orientasi serat divariasikan dengan orientasi 0°-0°, 0°-45°, 0°-90° dan  acak.  Pengukuran  koefisien  absorpsi suara dilakukan  dengan  menggunakan  Tabung Impedansi (Impedance Tube. Hasil penelitian menyatakan koefisien serapan bunyi optimum diperoleh pada orientasi  serat 0°-90° dengan  α = 0,98 pada frekuensi 1500 Hz. Hal ini menunjukkan  bahwa komposit serat pinang mampu menyerap bunyi dengan baik, sesuai dengan standar ISO 11654:1997.

  4. SIFAT MEKANIK KOMPOSIT COKELAT BATANG DENGAN FILLER BIJI METE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P A Wiguna

    2015-07-01

    Full Text Available Bahan komposit yang banyak dijumpai di masyarakat umumnya terbuat dari material berat seperti, logam, keramik, atau polimer. Pada bahan pangan terdapat pula yang termasuk ke dalam kategori material komposit, diantaranya adalah cracker, cookie, kue pie, chasew chocolate, dan lain sebagianya. Diantara komposit bahan pangan tersebut yang paling banyak digemari sebagai makanan camilan adalah  cokelat. Hal menarik yang dikaji pada studi ini berkaitan dengan sifat mekanik komposit cokelat yaitu kekuatan tekan dari komposit tersebut. Komposit ini terbuat dari bahan makanan cokelat dengan variasi  fraksi massa mete sebagai filler yaitu 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, dan 29%. Matriks yang digunakan adalah cokelat jenis dark chocolate. Sifat mekanik yang dikaji adalah kuat tekan pada komposit cokelat batang. Parameter ini diukur untuk mengetahui ukuran maksimum beban yang dapat diterima komposit tersebut. Komposit yang memiliki kekuatan tekan terbesar ada pada cokelat batang dengan fraksi massa mete 29 % yaitu sebesar 2,81 MPa. Hal ini menunjukkan  bahwa variasi fraksi massa mete berpengaruh pada sifat mekanik material komposit karena berkaitan dengan perilaku distribusi partikel. Kuat tekan komposit cokelat teramati meningkat dengan kenaikan jumlah biji mete pada cokelat batang.Generally, the composite materials found in the civilization are made from heavy materials, e.g. metals, ceramics, and polymers. In fact, the composite material also found in food, such as crackers, cookies, pies, and cashew chocolates. Cashew chocolates usually consumed as the most favourite snack. The most interesting object from this study is related with the mechanical composite characteristic of the chocolate, i.e. compressive strength. Chocolate composite is made from chocolate with variety of cashew mass fraction as the filler, i.e. 13 %, 17%, 20%, 23%, 26 %, and 29%. In this study, the composite matrix was a dark chocolate, whereas the mechanical characteristic determined

  5. Analisis Kekuatan Tangki CNG Ditinjau dengan Material Logam Lapis Komposit pada Kapal Pengangkut Compressed Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Firmansah

    2013-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan pada kekuatan pressure vessel compressed natural gas. Pressure vessel yang digunakan yaitu tipe satu dan tipe tiga, tipe satu adalah tabung menggunakan material logam yaitu Carbon Steel SA 516 Grade 70 dan Aluminium Alloy T6-6061. Pada tabung tipe tiga material menggunakan Aluminium Alloy T6-6061 dengan lapisan Komposit (Carbon Fibre – Epoxy pada seluruh tabung (full wrapped. Sudut orientasi serat yang digunakan 54.73560 dan terdiri dari 4 lapis komposit yang membungkus aluminium. Variasi yang dilakukan pada tebal komposit yaitu 25% komposit, 50% komposit, dan 75% komposit. Pressure vessel mendapat perlakuan internal pressure sebesar 125 bar dan temperatur -300C. Analisa dilakukan dengan dua metode yaitu dengan perhitungan manual dan software finite element method (NASTRAN 2010. Dari hasil perhitungan tersebut tabung tipe satu dengan material logam terbukti aman karena memenuhi dari faktor keamanan yang ditentukan tetapi pressure vessel sangat berat. Pada tabung tipe tiga lamina dengan komposisi 75% komposit dan 50% komposit dinyatakan aman karena memenuhi dari kriteria tegangan maksimum. Sedangkan pada komposisi 25% komposit lamina mengalami kegagalan yang disebabkan terlalu rendahnya lapisan komposit. Dari keseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan komposisi ideal pressure vessel yaitu 75% komposit dan 25% aluminium dari tebal keseluruhan sehingga menghasilkan tegangan yang sangat kecil dan memiliki berat yang paling ringan.

  6. Kekuatan Lentur Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astika

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat mekanis yaitu kekuatan lentur dari kompositpolyester yang diperkuat dengan serat tapis kelapa. Di masa depan komposit ini dapatdigunakan untuk menggantikan kayu, bambu dan gipsun yang harganya mahal dan tidaktahan air. Komposit dibuat dengan memanfaatkan serat sabut kelapa dan matriks resinUnsaturated-Polyester (UPRs jenis Yucalac 157 BQTN, campuran 1% hardener jenis MEKPO(Methyl Ethyl Ketone Peroxide dan perendaman serat dalam larutan alkali KMnO4 0,5%.Metode produksi yang digunakan adalah press hand lay up dengan orientasi serat acak.Desain komposit dengan variasi fraksi volume serat 20, 25 dan 30% dan variasi panjang serat5, 10 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar fraksi volume danpanjang serat dalam komposit maka kekuatan lentur semakin tinggi. Mode patahan yangteramati adalah patah getas, debonding, pullout dan crack deflection.Kata kunci: komposit, serat tapis kelapa, kekuatan lentur, mode patahan The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. flexural strength ofcomposites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood,bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance.The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resinunsaturated polyester (UPRs type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO(Methyl Ethyl Ketone Peroxide and fiber treatment by 0.5% KMnO4. Production methods arepress hand lay-up and the variations of fiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiberlength are 5, 10 and 15 mm. Testing of mechanical properties is flexural test (ASTM - D790The results of research show that the longer of fiber and the bigger of fiber volume fraction,the higher of flexural strength are obtained. The fracture mode are overload, debonding ,pullout and crack deflectionKeywords : composites, coconut filter fiber, flexural strength, fracture mode

  7. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  8. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  9. Adsorpsi Fenol pada Membran Komposit Khitosan Berikatan Silang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Rahmi

    2007-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pembuatan membran komposit khitosan-PVP (polivinil pirolidon berikatan silang dengan variasi komposisi. Khitosan yang digunakan adalah hasil deasetilasi khitin dari kulit udang. Pembuatan membran komposit khitosan berikatan silang dilakukan dengan variasi komposisi PVP:khitosan dan variasi konsentrasi asam sulfat yang digunakan sebagai pembentuk ikatan silang. Hasil penelitian menunjukkan komposisi PVP:khitosan optimum adalah 0,1:2 (b/b dengan persen penyerapan sebesar 88,62% dan konsentrasi optimum H2SO4 adalah 0,5 N. Waktu kontak dan pH optimum diperoleh pada 15 menit dan pH 4. Kinetika adsorpsi dipelajari berdasarkan persen adsorpsi pada pH yang berbeda dan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H+ dan gugus amino yang ada pada khitosan mempengaruhi laju adsorpsi, dimana semakin besar konsentrasi H+ dan gugus amino semakin besar laju adsorpsi, sehingga kinetika adsorpsi fenol merupakan orde 2. Isoterm adsorpsi fenol pada membran komposit khitosan berikatan silang mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir dengan nilai kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0,071 mg/g. Kata kunci: khitosan, membran, polivinil pirolidon

  10. PENGARUH KOMPOSISI RESIN POLIYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU APUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Chandra

    2016-07-01

    Full Text Available Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen. Dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentukanya berbeda-beda. Dari pencampuran tersebut akan dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Material yang dipakai adalah bambu apus dan bambu petung yang dimana modulus elastisitas bambu apus lebih besar dengan bambu petung. Bambu apus memiliki modulus elastisitas sebesar 23171,66 MPa, dan bambu petung mempunyai modulus elastisitas adalah 14439,64 Mpa. Alasan pemilihan serat bambu sebagai bahan baku komposit adalah mudah diperoleh dalam jumlah banyak, berkualitas, ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Jenis matrik yang digunakan adalah resin polyester. Jenis pengujianya adalah uji bending ASTM D-790-03. Komposisi serat dan resin 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85%, 20% : 80%. Variasi fraksi volume serat mempengaruhi kekuatan bending komposit, dimana kekuatan bending komposit tertinggi diperoleh pada komposit dengan fraksi volume resin 80% dan serat 20% yaitu sebesar 97,71 N/mm2, sedangkan nilai  kekuatan bending terendah diperoleh  pada dengan fraksi volume resin 95% dan serat 5% yaitu sebesar 54,11 N/mm2. Pada pola patahan komposit bending yang di uji secara mikro atau  menggunakan SEM (scaning electro miscroscope volume resin 95% dan 80% menunjukan debonding dimana lepasnya daya ikat serat dengan matrik. Matrik cracking (retak  dan fiber pull- out.

  11. Pengaruh Komposisi Kulit Kerang Darah (Anadara Granosa) terhadap Kerapatan, Keteguhan Patah Komposit Partikel Poliester

    OpenAIRE

    Ginting, Muhammad Hendra S; Siregar, Netti Helina; Suwito, Fendy; Tanujaya, Billy

    2016-01-01

    Papan partikel komposit Poliester ini merupakan papan alternatif dari hasil pengempaan kulit kerang darah (Anadara Granosa) sebagai pengisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi kulit kerang darah (Anadara Granosa) terhadap densitas dan keteguhan patah Modulus of Rupture) papan partikel komposit. Metode penelitian ini adalah pengempaan plat cetakan papan partikel sejajar dengan memvariasikan komposisi kulit kerang darah (Anadara Granosa) sebesar 0, 10, 20, 30 40, 50...

  12. Keberhasilan Restorasi Komposit untuk Perbaikan Titik Kontak pada Terapi Periodontal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Ariyani Hokardi

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang: Pada kondisi fisiologis, gigi geligi berada pada posisi stabil dalam lengkung rahang, mempunyai kontak oklusal dengan gigi lawan, dan kontak proksimal dengan gigi disebelahnya. Adanya sedikit pembukaan kontak proksimal akan menyebabbkan terjadinya impaksi makanan, yang merupakan etiologi kelainan periodontal. Pembuatan restorasi permanen dengan menggunakan bahan komposit yang memperhatikan kontak proksimal, kontur permukaan oklusal,  kontur fasial dan lingual dapat melindungi jaringan periodontal. Tujuan: menunjukkan bahwa restorasi komposit untuk perbaikan titik kontak dapat menunjang kesehatan jaringan periodontal. Laporan kusus: pada kasusu pertama ditemukan gigi 2.4 dan 3.5 terdapat karies di sisi distal, dan pada kasus kedua gigi 2.8 terdapat karies di sisi mesial sehingga kehilangan titik kontak yang mengakibatkan terjadi poket periodontal. Penanganan: terapi awal yang dilakukan berupa skeling dan penghalusan akar, serta kuretase. Pembuatan restorasi komposit untuk memperbaiki titi kontak dengan menggunakan matriks dan baji di area proksimal. Maladaptasi pita matriks atau baji menyebabkan kegagalan klinis seperti batas restorasi mengemper, kontur didnding proksimal serta titik kontak yang tidak baik. Pemilihan baji yang benar, harus mempertimbangkan : sudut konvergensi dasar, lebar mesiodistal dasar baji, ketinggian gingivooklusa dari arah transversal, dan kecembungan dinding  baji. Kesimpulan: secara klinis terjadi penurunan kedalaman poket setelah perbaikan restorasi, namun gambaran radiografis belum memperlihatkan hasil signifikan dalam waktu tiga bulan.    Blackground: under physiological conditions, teeth are stabilized in the dental arch by making occlusal contacts with opposing teeth and proximal contacts with adjacent teeth. A weak or slightly open proximal tooth contact would permit food impaction, one of the etiology of periodontal disease. The common therapy is to make a permanent restoration using composite

  13. Kekerasan mikro resin komposit packable dan bulkfill dengan kedalaman kavitas berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diatri Nari Ratih

    2017-12-01

    Full Text Available Microhardness of packable and bulkfill composite resin with different cavity depths. Bulkfill composite resin restorations are increasingly popular because the material can be irradiated with a thickness reaching 4 mm, making it easier to apply. The objective of this study was to determine the differences in the microhardness between packable and bulkfill composite resin restorations with a cavity depth of 2 mm and 4 mm. This study was done using 32 Teon molds (5 mm diameter, and grouped randomly into 4 groups in which each consisted of 8 samples. Group 1A, packable composite resin was applied to the mold with a cavity depth of 2 mm. Group 1B, bulkfill composite resin was applied to the mold with a cavity depth of 2 mm. Group 2A, packable composite resin was applied with a depth of 4 mm. Group 2B, bulkfill composite resin was applied with a depth of 4 mm. Each sample was immersed in articial saliva with a pH of 6.8 and stored in an incubator at a temperature of 37°C for 24 hours. The hardness of each sample was tested using Vickers indenter microhardness tester. The data obtained were then analyzed by using two-way ANOVA, followed by Tukey’s test. The results showed that bulkfill composite resin with a cavity depth of 2 mm has the highest average of microhardness (31.09 ± 2.02 VHN, followed by packable composite resin with a depth of 2 mm (17.52 ± 1.25 VHN, bulkfill with a depth of 4 mm (11.97 ± 1.23 VHN and packable with a depth of 4 mm (3.18 ± 0.85 VHN. The two-way ANOVA analysis showed that there are significant differences between the types of composite resin and cavity depths (p < 0.05, and there is interaction between the types of composite resin and cavity depth (p<0.05. In conclusion, the microhardness of packable composite resin is lower than that of bulkfill at a cavity depth of 2 and 4 mm.   ABSTRAK Restorasi resin komposit dengan bulkfill semakin populer karena material tersebut dapat disinar dengan ketebalan sampai 4

  14. Restorasi Resin Komposit dengan Pasak Fiber Reinforced Composite untuk Perbaikan Gigi Insisivus Sentralis Maksila Pasca Trauma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mella Synthya Dewi

    2011-06-01

    Full Text Available Latar belakang. Trauma pada gigi dapat menyebabkan injuri pulpa dengan atau tanpa kerusakan mahkota atau akar. Pulpektomi menjadi pilihan perawatan pada fraktur mahkota yang membutuhkan restorasi kompleks. Gigi pasca perawatan saluran akar biasanya telah kehilangan struktur jaringan keras yang cukup banyak sehingga membutuhkan retensi intrakanal berupa pasak untuk mendukung restorasi akhir. Pasak Fiber Reinforced Composite (FRG memiliki flexure dan fatigue strength yang lebih besar, modulus elastisitas yang mendekati dentin, kemampuan untuk membentuk monoblok (kompleks akar-pasak dalam saluran akar, dan meningkatkan estetik jika dibandingkan dengan pasak logam. Resin komposit memiliki warna dan translusensi yang menyerupai dentin dan email sehingga mampu menghasilkan estetik yang baik pada gigi anterior. Tujuan. Melaporkan restorasi resin komposit dengan pasak FRG untuk memperbaiki gigi insisivus sentralis maksila yang mengalami fraktur mahkota kompleks pasca trauma. Kasus dan penanganan. Perempuan 20 tahun, gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila mengalami Fraktur Ellis klas III akibat kecelakaan. Gigi 11 pulpitis ireversibel dan gigi 21 nekrosis pulpa. Kedua gigi malposisi. Dilakukan pulpektomi atau perawatan saluran akar multi kunjungan. Resin komposit dengan pasak FRG customized digunakan sebagai restorasi akhir. Kesimpulan. Restorasi resin komposit dengan pasak FRG customized memberikan hasil yang memuaskan secara estetik dan fungsional untuk merestorasi gigi insisivus sentralis pasca trauma dan perawatan saluran akar.

  15. Simulasi Komposit Isopoliester/Serat Kaca untuk Compressed Natural Gas (CNG Tipe IV dengan Variasi Arah Serat terhadap Tekanan Internal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Imam Bukhori

    2014-09-01

    Full Text Available Komposit serat kaca/Isopoliester memiliki potensi untuk dibentuk menjadi tangki CNG tipe IV sebagai alternatif bahan yang mudah dibuat dan murah. Studi ini menggunakan simulasi numerik dengan metode elemen hingga untuk mengkaji kemampuan komposit dalam menerima beban tekanan internal. Faktor keamanan yang digunakan adalah 1,5 sehingga nilai tekanan internal yang diaplikasikan sebesar 30 Mpa. Jumlah lapisan laminat dan konfigurasi arah serat dipilih sebagai variabel bebas. Analisa numerik tangki CNG dilakukan dengan menggunakan program MSC Nastran. Distribusi pergeseran pada tangki menunjukkan konfigurasi sudut (0,90 memberikan hasil optimum untuk diaplikasikan. Jumlah lapisan minimum yang dibutuhkan pada komposit adalah 24 lapis laminat sesuai kriteria kegagalan Tsai-Hill. Namun demikian tebal yang cukup besar 15,3 mm menyebabkan, material komposit serat kaca/isopolester tidak disarankan sebagai alternatif bahan pembuatan tangki CNG tipe IV.

  16. Pengaruh Variasi Fraksi Volume, Temperatur, Waktu Curing dan Post-Curing Terhadap Karakteristik Tekan Komposit Polyester - Hollow Glass Microspheres

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Prastyadi

    2017-03-01

    Full Text Available Dewasa ini penggunaan material komposit sudah sangat berkembang. Komposisi dari komposit juga sudah sangat beragam, namun penelitian tentang komposit Polyester – Hollow Glass Microspheres (HGM dengan variasi temperatur curing dan post-curing untuk karakteristik tekan masih sangat terbatas. Keunggulan yang dimiliki HGM antara lain memberikan bobot yang ringan, konduktivitas termal rendah, dan ketahanan terhadap tegangan kompresi yang tinggi. Komposit Polyester-HGM dapat diaplikasikan antara lain pada bemper atau body kendaraan sehingga dapat mereduksi berat total kendaraan dan meningkatkan efisiensi kendaraan. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan polyester resin dan HGM. Spesimen uji tekan dibuat dengan dimensi sesuai ASTM D-695 dengan variasi fraksi volume HGM 10% hingga 17%. Spesimen menerima tiga perlakuan yang berbeda yaitu: (1 Spesimen I di-curing pada temperatur kamar (± 27°C ditahan selama 24 jam; (2 Spesimen II di-curing pada temperatur kamar (±27°C ditahan selama 24 jam lalu post-curing pada temperatur 90°C selama 5 jam; dan (3 Spesimen III di-curing pada temperatur 90°C ditahan selama 24 jam. Untuk mempelajari perbedaan sifat mekanik yang terjadi, dilakukan pengujian tekan. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa kekuatan tekan dan ketangguhan maksimum terjadi pada komposit dengan fraksi volume HGM 17%. Semakin tinggi temperatur curing akan meningkatkan nilai kekuatan tekan dan ketangguhan dari komposit polyester-HGM. Hal ini terjadi karena komposit yang di-curing pada temperatur tinggi memiliki ikatan crosslink lebih banyak sehingga ikatan polyester dan HGM lebih kuat dan nilai kekuatan tekan pada komposit akan meningkat.

  17. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  18. KOMPARASI KUAT TEKAN KOMPOSIT BERBAHAN DASAR SERBUK LIMBAH KACA DENGAN PEREKAT POLIMER POLYURETHANE DAN POLYVINYL ACETATE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MP Aji

    2013-07-01

    Full Text Available Komposit berbahan dasar serbuk limbah kaca telah dihasilkan dengan perekat polimer polyurethane (PU dan polyvinyl acetate (PVAc. Komposit dengan perekat polimer PU memiliki kuat tekan 36 MPa dengan fraksi optimum perekat adalah 30% berat. Komposit dengan perekat polimer PVAc memiliki kuat tekan yang lebih rendah dari perekat polimer PU, yaitu 10 MPa pada fraksi perekat 10 persen berat. Gugus fungsi urethane yang terbentuk dari gugus fungsi isosianat yang reaktif dan hidroksil menjadi perekat yang baik untuk limbah kaca yang didominasi oleh bahan silika (SiO2. Daya rekat polimer pada serbuk kaca ditentukan banyaknya kontak perekat dengan silika. Hasil uji kuat tekan diestimasi dengan persamaan sederhana. Hasil estimasi menunjukan bahwa komposit dengan perekat polimer PU memiliki kontak dengan partikel limbah kaca lebih banyak dari perekat PVAc. Kontak perekat dengan serbuk kaca merepresentasi daya adhesif. Hasil ini didukung dari pengujian porositas komposit dimana perekat polimer PU dengan kontak partikel yang tinggi memiliki porositas yang jauh lebih rendah dari perekat polimer PVAc sehingga komposit dengan perekat polimer PU memiliki kuat tekan yang lebih baik. Composite made from waste glass powder has been produced with polymer adhesive polyurethane (PU and polyvinyl acetate (PVAC. Composites with a polymer adhesive PU has a compressive strength of 36 MPa with optimum adhesive fraction of 30% of weight. Meanwhile, polymer composite with PVAc adhesive has a lower compressive strength than PU adhesive polymer, that is 10 MPa at adhesive fraction of 10 percent of weight. Functional group of urethane formed from reactive isocyanate and hydroxyl is turning out to be a good adhesive for glass waste material dominated by silica (SiO2. Polymer adhesion on glass powder is determined by contact of adhesive with silica. Compressive strength test results are estimated with a simple equation. Estimation results show that composite with PU adhesive

  19. Pengaruh perlakuan serat tapis kelapa terhadap kekuatan lentur skin komposit sandwich

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astika

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Penggunaan serat alam sebagai penguat komposit semakin berkembang. Indonesia sebagai negara beriklim tropis menghasilkan berbagai jenis serat alami seperti rami, abaca, agave, serat sabut kelapa dan serat tapis kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali serat (NaOH 5% terhadap kekuatan lentur komposit sandwich serat tapis kelapa bermatrik polyester dengan core kayu albasia Bahan penelitian adalah serat tapis kelapa dengan panjang 15 mm, resin unsaturated polyester 157 BQTN, kayu albasia dan NaOH. Hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1%. Serat tapis kelapa yang digunakan terdiri dari serat tanpa perlakuan dan dengan perlakuan alkali 2 jam. Komposit sandwich tersusun atas dua skin dengan core ditengahnya dan dibuat dengan metode cetak tekan hidrolis. Lamina komposit sebagai skin terbuat dari serat tapis kelapa-polyester dengan fraksi volume serat 30%. Spesimen dan prosedur pengujian lentur mengacu pada standar ASTM C 393. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya.Hasil penelitian menunjukkan serat yang mendapatkan perlakuan alkali 2 jam NaOH menghasilkan kekuatan lentur yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena perlakuan alkali pada serat tapis kelapa dapat membersihkan lapisan lilin (lignin dan kotoran pada permukaan serat sehingga menghasilkan mechanical interlocking yang lebih baik antara serat dengan matrik poliester. Dengan ikatan yang lebih baik maka komposit tersebut akan mampu menahan beban lentur yang lebih tinggi. Kata kunci: komposit sandwich, serat tapis kelapa, perlakuan NaOH, kekuatan lentur Abstract The use of natural fibers as reinforcement composites is growing. Indonesia as a tropical country produces various types of natural fibers like coconut filter fiber. The purpose of this study is to investigate the effect of alkali treatment of the fiber (5% NaOH. The research material is coconut filter fiber, 157 BQTN unsaturated

  20. Analisis Sifat Listrik Komposit Polianilin (Pani) Terhadap Penambahan Bottom Ash Sebagai Elektroda Superkapasitor

    OpenAIRE

    Susmita, Ria; Muttaqin, Afdal

    2013-01-01

    Telah dilakukan pembuatan dan analisis sifat listrik elektroda superkapasitor berbahan dasar polimer PANi dengan penambahan bottom ash. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat listrik polimer konduktif polianilin terhadap penambahan bottom ash dibawah pengaruh temperatur antara 308 K hingga 373 K. Sampel komposit PANi-bottom ash dibuat dalam bentuk tablet dengan ukuran tebal 0,324 cm, luas permukaan 1,3143 cm2 dan massa jenis ± 1,3624 g/cm3, dengan komposisi penambahan bottom ash 0 ...

  1. PENGARUH ORIENTASI AGREGAT SERAT BAMBU TERHADAP MORFOLOGI DAN KUAT LENTUR KOMPOSIT GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Nurhayati

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh orientasi agregat serat bambu terhadap morfologi dan kuat lentur komposit geopolimer berbasis metakaolin. Mineral metakaolin diperoleh melalui proses dehidroksilasi kaolin pada suhu 750oC selama 6 jam. Pasta geopolimer disintesis melalui metode aktivasi larutan alkali dan dicuring pada suhu 60oC selama 1 jam. Serat bambu diproduksi secara termo-mekanik dengan panjang sekitar 20,00 mm dan diameter 20 -100 ìm, digunakan sebagai agregat dengan susunan acak atau membanjar searah panjang sampel. Karakterisasi mikro bahan dasar dan material yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM yang dilengkapi dengan electron dispersive spectroscopy (EDS. Struktur kristal dan komposisi kimia bahan dasar dan sampel dikarakterisai dengan X-Ray Diffraction (XRD. Sifat termal serat bambu diukur dengan menggunakan differential scanning caloritmetry (DSC 400 PerkinElmer. Hasil karakterisasi dengan SEM-EDS menunjukkan bahwa matriks geopolimer cukup homogen, namun ikatan antara matriks dengan agregat serat bambu tampak belum sempurna akibat kehadiran celah yang cukup besar pada daerah antar zona antara matriks dengan agregat serat bambu. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa matriks komposit geopolimer yang dihasilkan bersifat amorf. Uji mekanik berupa three bending points flexural strength dilakukan terhadap 3 sampel untuk setiap jenis sampel memperlihatkan bahwa kehadiran agregat serat bambu, orientasi serat dan suhu curing sangat berpengaruh terhadap kuat lentur komposit geopolimer yang dihasilkan.

  2. Konduktifitas Listrik Komposit Polimer Polipropilena/Karbon Untuk Aplikasi Pelat Bipolar Fuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pramono

    2016-02-01

    Full Text Available Proton exchange membrane fuel cell (PEMFC merupakan salah satu sumber energi alternatif yang saat ini sedang dikembangkan untuk mengatasi permasahan krisis energi dan lingkungan. Salah satu komponen yang mempunyai peran  signifikan dalam efisiensi biaya dan proses PEMFC adalah pelat bipolar. Untuk itu diperlukan pelat bipolar yang ringan, murah, dan mudah diproduksi secara masal. Dalam penelitian ini dikembangkan komposit pelat bipolar menggunakan matriks polipropilena (PP, penguat karbon hitam dan grafit elektroda dengan variasi komposisi wt% PP/grafit/CB sebesar 85:10:5; 75:20:5; 65:30:5;dan 55:40:5, sehingga mendapatkan sifat daya hantar listrik yang baik. Sifat-sifat dari komposit yang dihasilkan diuji dengan pengujian konduktivitas, Dari keempat formula, didapatkan bahwa sifat listrik yang paling baik terdapat pada formula empat dengan penambahan grafit sebesar 40 wt%. Formulasi empat memiliki konduktivitas listrik sebesar 2,523E-03 S/cm. sifat listrik juga belum optimal dikarenakan masih terdapatnya banyak rongga atau pori dalam komposit PP/grafit/CB yang disebabkan oleh udara yang terjebak selama proses penekanan.

  3. Pemanfaatan serat silicon carbon dan partikel alumina pada matrik aluminium untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Suarsana

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Pemanfaatan penguat material komposit berbasis serat dan juga partikel pada pembuatan bahan komposit sekarang ini sangatpotensial untuk dikembangkan dan diteliti. Beragam sumber serat dan juga penguat dalam bentuk partikel bisa didapat dari seratalami dari tumbuh-tubuhan dan juga serat yang sudah dikenakan perlakuan sebelumnya. Indonesia memiliki potensi sumberalam yang sangat potensial terutama sebgai sumber serat dari tumbuhan juga berupa logam aluminium (bauxite dari fosil.Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat industri sebagai bahan dasar pembuatan komposit bermatrikAluminium dan sebagai penguat berupa serat maupun partikel alumina. Metode pembuatan Aluminum Matrix Composite (AMCdengan proses metalurgi serbuk pada gaya tekan/kompaksi 2,5 ton mengunakan alat press hydrolik, waktu penahanan 15menit, serta proses perlakuan pada variasi komposisi berat (%wt. Variasi komposisi penguat serat Silicon Carbon (SiC danAl2O3 (alumina pada matrik Aluminium adalah : 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 dan 21% SiC+ 9% Al203 dengan matrik 70% Al, pada kondisi tempertaur 500oC, 550oC dan 600oC. Setelah material komposit terbentuk, diujiuntuk mengetahui sifat mekanik akibat pengaruh variasi komposisi antara matrik dan penguatan pada komposit. Uji karakteristikdilakukan di laboratorium untuk menggetahui sifat kekuatan dan kekerasan material komposit. Selanjutnya dicari hubunganantara sifat masing-masing komposisi penguat serat SiC dan Al2O3 pembentuk komposit yang dibuat untuk mengetahui manfaatdari penguat serat dan partikel alumina.Kata Kunci: Sifat kekuatan, kekerasan, serat SiC dan Al2O3 Abstract: Utilization reinforcement fiber-based composite material and particles in the manufacture of composite materials now havepotential to be developed and researched. Various sources of fiber and reinforcement in particle form can be obtained fromnatural fibers from plants and fiber that has been subjected to a

  4. Perbedaan Tensile Bond Strength Resin Komposit Berbasis Silorane dengan Menggunakan Sistem Adhesif yang Berbeda pada Restorasi Klas I

    OpenAIRE

    Sary, Bunga Indah

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tensile bond strength dari resin komposit berbasis silorane terhadap dentin dengan menggunakan bahan adhesif self-etch two-step yang berbeda (Silorane System Adhesive dan Adper SE Plus) pada restorasi klas I premolar bawah. Sampel berjumlah 32 buah gigi premolar satu dan dua rahang bawah yang diekstraksi untuk keperluan ortodonti, terdiri dari dua kelompok perlakuan yaitu kelompok I diaplikasikan sistem adhesif self-etch two-step (Silorane System A...

  5. Perbedaan Kekuatan Tarik Perlekatan Antara Resin Komposit Dan Permukaan Gigi Dengan Aplikasi Single, Double, Dan Triple Sistem Adhesif

    OpenAIRE

    Rizka Vila Putri

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan tarik perlekatan antara resin komposit danpermukaan gigi dengan aplikasi single, double dan triple sistem adhesif. Sampel berjumlah 30 buah gigi premolar yang diekstraksi untuk keperluan ortodonti, terdiri atas tiga ke1ompok perlakuan, yaitu kelompok I diberikan aplikasi single dari one-step self-etch adhesive, kelompok II diberikan aplikasi double dari one-step self-etch adhesive, dan kelompok III diberikan aplikasi triple dari...

  6. Analisis Komposit Serat kaca/Vinil ester terhadap Pembebanan Tekanan Internal untuk Aplikasi Tabung Gas Alam Terkompresi (Compressed Natural Gas (CNG Tipe IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risa Nurin Baiti

    2013-03-01

    Full Text Available Gas alam dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG memiliki tekanan 20 MPa. Komposit serat kaca/vinil ester memiliki potensi untuk dibentuk menjadi tabung CNG. Studi ini menggunakan metode analisa numerik untuk mengkaji kemampuan komposit dalam menerima beban tekanan internal. Faktor keamanan yang digunakan adalah 1,5 sehingga nilai tekanan internal yang diaplikasikan sebesar 35 MPa. Konstanta teknik yang diinputkan pada analisa numerik diperoleh melalui pengujian tarik. Jumlah lapisan dan arah serat dipilih sebagai variabel bebas. Analisa numerik tabung CNG dilakukan dengan pendekatan tubular menggunakan program MSC Nastran. Distribusi beban pada tabung menunjukkan sudut (+50 optimal untuk diaplikasikan. Konfigurasi sudut (+70,+25s memberikan hasil yang lebih optimum daripada penggunaan satu sudut. Jumlah lapisan minimum diperoleh dengan mengacu pada kriteria kegagalan laminat Hill. Komposit berada pada kondisi aman pada lapisan ke 180. Tetapi, komposit serat kaca/vinil ester dapat diaplikasikan pada pembuatan tabung liquified natural gas (LNG yang bertekanan 2MPa dengan 23 lapis lamina. Sehingga, material komposit serat kaca/vinil ester tidak disarankan untuk digunakan pada pembuatan tabung CNG

  7. FORMULASI BUBUR INSTAN MENGGUNAKAN KOMPOSIT TEPUNG KACANG MERAH DAN PATI GANYONG SEBAGAI MAKANAN SAPIHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Yustiyani

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to formulate instant baby porridge as a source of protein weaning food based on red beans flour and canna starch composite. The design of this study was a complete randomized design with one factor which was the ratio of red beans flour and canna starch in composite composition as instant porridge ingredient (2:1, 3:1, and 4:1. Based on organoleptic test, F2 which used red bean flour and starch canna ratio by 3:1 was the best formula. The optimal time to brew the instant porridge was 62 seconds with amount of water used was 3 ml/g. The instant porridge bulk density was 0.61 g/ml and water absorption was 4.67g/g. This instant porridge contained 363 kcal/100 g, 16.57% protein, 1.48% fat, 70.84% total carbohydrate, 197.70 mg calcium, 8.17 mg zinc, and 16.48 mg iron. Protein digestibility of this porridge was 79.83%. As per 27 g serving size of this instant porridge can fulfill 22.25% protein, 55.25% iron, 27.63% zinc so that it can be claimed as food source of protein and zinc, and high iron.Keywords: canna starch, instant porridge, red bean flour, weaning foodABSTRAKTujuan penelitian ini adalah memformulasikan bubur instan sebagai MP-ASI sumber protein berbahan dasar tepung komposit yaitu tepung kacang merah dan pati ganyong. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu perbandingan penggunaan tepung kacang merah dan pati ganyong dalam tepung komposit sebagai bahan dasar pembuatan bubur instan (2:1, 3:1, dan 4:1. Berdasarkan uji organoleptik, formula bubur instan terbaik adalah F2 dengan perbandingan tepung kacang merah dan pati ganyong sebesar 3:1. Waktu optimal penyeduhan bubur instan terbaik adalah 62 detik dengan volume air penyeduh 3 ml/g. Densitas kamba bubur adalah sebesar 0.61 g/ml dan daya serap air 4.67 g/g. Kandungan gizi bubur instan meliputi 363 kkal energi/100 g, 16.57% protein, 1.48% lemak, 70.84% karbohidrat total, 197.70 mg kalsium, 8.17 mg seng, serta 16

  8. Pemanfaatan TKKS Sebagai Pengisi Komposit Epoxy Untuk Struktur Bergerak Mesin CNC Perkayuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farkhan

    2017-04-01

    , namun mesin CNC perkayuan umumnya dibangun dengan struktur logam yang berat, baik untuk struktur penopang maupun struktur bergeraknya. Kenyataannya, bahan baku kayunya sendiri jauh lebih ringan ketimbang struktur yang menggerakkannya. Dinamika gerakan pada struktur bergerak yang berat ini menyebabkan pemborosan daya dan getaran berlebih yang mempengaruhi ketelitian, keawetan pahat potong, dan produktivitas. Penelitian ini mengembangkan bahan komposit ringan baru dengan memanfaatkan sumber terbarukan dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS sebagai bahan pengisinya dengan matriks polimer epoxy untuk dibangun sebagai struktur bergerak mesin CNC perkayuan metode permesinan cepat 3 dimensi, untuk meningkatkan unjuk kerja dinamiknya. Analisa perbandingan menunjukkan bahan ini memiliki unjuk kerja dinamik lebih baik pada proses permesinan cepat ketimbang menggunakan besi tuang sebagai bahan tradisionalnya.

  9. Analisis Koefisien Absorpsi Bunyi Pada Komposit Penguat Serat Alam Dengan Menggunakan Alat Uji Tabung Impedansi 2 Microphone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Dalam perambatannya gelombang bunyi dapat di halangi dengan menggunakan suatu medium yang memiliki sifat-sifatkedap suara, sehingga energi yang ditransmisikan akan mampu dikurangi/dihambat oleh medium tersebut. Salah satumetode yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kemampuan peredaman (koefisien absorpsi suatu mediumterhadap gelombang bunyi yang datang dapat diketahui dengan menggunakan Tabung Impedansi 2 Microphone.Sedangkan sebagai mediumnya adalah panel komposit. Mengingat dalam perkembangan ilmu bahan saat ini banyak digunakan komposit dengan penguat serat alam, dan salah satu sifat yang dikaji adalah sifat akustiknya. Kajian ini lebihmenitik beratkan sifat akustik komposit berpenguat serat alam, mengingat selama ini banyak serat alam yang terbuangpercuma menjadi limbahsehingga mencemari lingkungan. Jenis-jenis serat alam yang digunakan sebagai penguatantara lain : serat serabut kelapa, serat jerami, serat batang pisang, serat nenas, serat kapuk dan serat batang kelapasawit, sedangkan frekuensi pengukuran koefisien absorpsi terhadap medium ini berkisar anatra 200 hz sampai dengan1400 hz, dengan ketebalan spesiemn uji antara 2 mm sampai dengan 4 mmdengan menggunakan metode pengujianTabung impedansi 2 mikrophone, sesuai dengan standart ISO 10534-2:1998 and American Standart forTestingMaterials (ASTM E1050-98. Dalam kajian ini diperoleh kesimpulan bahwa pada frekuensi rendah koefisienabsorpsi bahan cukup tinggi antara 0,4 sampai dengan 0,6 dan kemampuan serap bunyi ini akan menurun denganmeningkatnya frekuensi, sedangkan pengaruh ketebalan bahan juga mempengaruhi sifat akustiknya.Kata kunci: komposit, serat alam, koefisien absorpsi, tabung impedansi Abstract: In the propagation of sound waves can be prevented by using a medium that has properties soundproofed, so that thetransmitted energy to be able to be reduced / inhibited by the medium. One method that can be used to determine theability of damping (absorption coefficient of a

  10. KAJIAN KUAT BENDING DAN KADAR AIR PADA KOMPOSIT DARI SEKAM PADI DAN SERAT BAMBU MENGGUNAKAN STATISTIK TAGUCHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Yunianto Prihatin

    2017-11-01

    Full Text Available Kayu merupakan komoditi utama dalam pembuatan mebel yang berasal dari alam. Dewasa ini penyusutan  hutan  dunia  telah  mengkhawatirkan mencapai  80%.  Sehingga  kebutuhan  oksigen  akan menurun karena tidak sesuai dengan upaya reboisasi. Disisi lain bambu memiliki kelebihan dalam hal masa panen yang lebih cepat berkisar 2–3 tahun. Sedangkan sekam padi adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan hasil pertanian yang pemanfaatannya selama ini hanya sebagai bahan pembantu dalam aktifitas produksi, maka nilai ekonomis sekam padi ini sangat rendah. Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian ini dititik beratkan pada pembuatan komposit anyaman bambu dan sekam padi sebagai pengganti kayu dalam industri mebel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen statistik taguchi, sehingga meghasilkan nilai kuat bending optimal 35,58N/mm2 dengan kadar air 0,334%. Kondisi optimal tersebut terdiri dari A3B2C2D1 Variasi anyaman Satin, Tekanan hidrolik 60N, Waktu pemanasan sebelum pengecoran pada suhu 105oC adalah 45 menit, dan Komposisi = Resin 100 : Katalis 0,75.

  11. ANALISIS SIFAT TARIK DAN IMPAK KOMPOSIT SERAT RAMI DENGAN PERLAKUAN ALKALI DALAM WAKTU 2,4,6 DAN 8 JAM BERMATRIK POLIESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2017-10-01

    Full Text Available Ikatan interfacal bonding pada komposit serat alam sangat tergantung dari kekasaran permukaan serat. Permukaan serat dapat ditingkatkan daya ikatan permukaannya dengan cara mencelupkan pada larutan alkali. Pencelupan ini akan mengurangi lapisan lignin yang mengurangi kekuatan ikat pada permukaan serat. Pada penelitian ini proses yang digunakan adalah perlakuan alkali terhadap permukaan serat dengan  cara merendam serat rami selama 2,4,6, dan 8 jam. Larutah alkali yang digunakan adalah larutan NaOH dengan konsentrasi 10% pada pelarut air. Serat rami   Boehmeria nivea (L Goud direndam pada larutan NaOH selama 2,4,6, dan 8 jam perendaman, untuk menghilangkan zat ligninnya agar kekuatan ikatan permukaan bisa diperbaiki.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan pengujian impak. Hasil yang didapat adalah kekuatan tarik terbesar didapat pada perendaman 8 jam yaitu sebesar 41,9 MPa. Modulus young terbesar didapat pada perendaman 2 jam, yaitu 2743,15 Mpa, dan kekuatan impak terbesar adalah 0,0725 Joule/mm2 terjadi pada perendaman 4 jam   Kata kunci : komposit serat, kekuatan tarik, kekuatan impak, perendaman alkali

  12. Perawatan Satu\tKunjungan\tpada\tPremolar Pertama Atas Menggunakan Protaper Rotary dan Restorasi Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sherli Diana

    2013-06-01

    Full Text Available Preparasi kemomekanik pada saluran akar meliputi instrumentasi mekanis dan irigasi antibakteri yang secara prinsip dapat langsung mengeliminasi mikroorganisme pada sistem saluran akar. sejak diperkenalkan pada tahun 1988, instrumen rotary nikel-titanium (niti telah digunakan secara umum dalam perawatan endodontik karena kemampuannya membentuk saluran akar dengan prosedur komplikasi yang minimal. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan perawatan saluran akar satu kunjungan menggunakan protaper rotary dan restorasi resin komposit gigi premolar. Penderita pria 21 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo UGM Yogyakarta mengeluhkan gigi belakang atas kiri yang berlubang tapi tidak sakit dan pasien ingin  dirawat.Gigi  Premolar satu atas  kiri terdapat kavitas disto oklusal dengan pulpa terbuka. Pemeriksan objektif pada gigi 24 sondasi, perkusi, palpasi, dan tes termal menunjukkan hasil negatif.Pemeriksaan radiografis tidak terdapat lesi, lamina dura tidak terputus dan saluran akar jelas dan lurus. Pada kasus ini dilakukan perawatan saluran akar dengan menggunakan ProTaper rotary ( X-Smart, Dentsply. Pasca perawatan saluran akar, gigi premolar satu atas kiri dilakukan tumpatan resin komposit kelas II.Hasil evaluasi klinik saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit, pemeriksaan objektif juga tidak ada rasa sakit, warna gigi serasi dengan warna gigi tetangga.prognosis pada kasus ini baik dan tidak ada keluhan. Kesimpulan paska perawatan saluran akar satu kunjungan dengan instrumenrotary, tidak terdapat keluhan.Penggunaan Instrumen rotary Nikel-Titanium (NiTi sangat flexible dengan prosedur komplikasi yang minimal, dan hemat waktu. One Visit Treatment of Upper Premolar Tooth Using Rotary Protaper and Composite Resin Restoration. Chemomechanical preparation for root canal including mechanic instrumentation and anti-bacterial irrigation principally could eliminate microorganisms in root canal system. Many instruments and techniques have been

  13. FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Pratama Sianturi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The results of physical analysis show that FTA have 51.04 g/mmof hardness, 273.79% of water absorption, and 0.13 g/ml of bulk density. The results of nutrition content analysis show that FTA contained 3.28% of water, 1.35% of ash, 0.43% of fat, 3.09% of protein, 91.86% of carbohydrate, and 384 kcal of energy, 11.33 mg/100 g of Ca, 5.93 mg/100 g of Fe, and 52.45 mg/100 g of P. Nutrient contributions of flakes FTA against RDA of children aged elementary school are 6.39—8.39% for energy, 1.80—3.09% for protein, 0.21—0.24% for fat, 11.13—14.61% for carbohydrate, 0.33—0.40% for Ca, 14.83—25.95% for Fe, and 1.47—3.67% for P.Keywords: arrowroot starch, breakfast, cassava flour, flakes, gotu kolaABSTRAKPegagan merupakan tanaman herbal yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula flakes dari tepung komposit pati garut dan tepung singkong dengan penambahan pegagan sebagai pangan fungsional untuk sarapan anak sekolah dasar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa flakes formula terpilih akhir (FTA adalah flakes yang terbuat dari 60% pati garut, 40% tepung singkong, dan dengan penambahan pegagan sebesar 2.5%. Uji penerimaan juga dilakukan terhadap flakes FTA, dan sebanyak 91.67% konsumen sasaran dapat menerima flakes FTA. Hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa flakes FTA memiliki kekerasan sebesar 51.04 g/mm, daya serap air sebesar 273.79%, dan densitas kamba sebesar 0.13 g/ml. Hasil analisis kandungan gizi

  14. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  15. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  16. PENGUJIAN AKTIVITAS KOMPOSIT Fe2O3-SiO2 SEBAGAI FOTOKATALIS PADA FOTODEGRADASI 4-KLOROFENOL (The Activity Test of Fe2O3-SiO2 Composite As Photocatalyst on 4-Chlorophenol Photodegradation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sri Kunarti

    2009-03-01

    Full Text Available ABSTRAK  Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas komposit Fe2O3-SiO2 sebagai fotokatalis pada fotodegradasi 4-klorofenol. Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi fotokatalis Fe2O3-SiO2. Preparasi dilakukan dengan metode sol-gel pada temperatur kamar menggunakan tetraetil ortosilikat (TEOS dan besi (III nitrat sebagai prekursor diikuti dengan perlakuan termal pada temperature 500 oC. Karakterisasi dilakukan dengan metode spektrometri inframerah, difraksi sinar-X dan spektrometri fluoresensi sinar-X. Uji aktivitas komposit untuk fotodegradasi 4-klorofenol dilakukan dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Pada uji ini telah dipelajari pengaruh waktu penyinaran dan pH larutan terhadap efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit Fe2O3-SiO2 dapat dipreparasi dengan metode sol-gel pada temperatur kamar diikuti perlakuan termal. Komposit Fe2O3-SiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol dari 11,86 % menjadi 55,38 %. Efektivitas fotodegradasi 4- klorofenol dipengaruhi waktu penyinaran dan pH larutan yang semakin lama waktu penyinaran efektifitas fotodegradasi semakin tinggi, namun waktu penyinaran yang lebih lama dari 4 jam dapat menurunkan efektivitasnya. pH larutan memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol.   ABSTRACT The activity test of Fe2O3-SiO2 composite as photocatalyst on 4-chlorophenol photodegradation has been studied. The research was initiated by preparation of Fe2O3-SiO2 photocatalyst and followed by characterization. The preparation was conducted by sol-gel method at room temperature using tetraethylorthosilicate (TEOS and iron (III nitrate as precursors followed by thermal treatment at a temperature of 500oC. The characterizations were performed by X-ray Diffraction (XRD, Infrared and X-ray Fluorescence Spectrophotometry. The photocatalytic activity test of composites for 4 chlorophenol

  17. Karakteristik Fisiko-Kimiawi (Morfologi, Higroskopisitas, pH dan Toksisitas Panel Bangunan yang Dihasilkan dari Komposit Limbah Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash, Daun-Ampas Tebu, Jerami-Sekam Padi dan Ijuk (Palm Fiber

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto P. Prihatmaji

    2015-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisiko-kimiawi (morfologi, higroskopisitas, ph dan toksisitas panel bangunan yang dihasilkan dari komposit limbah abu terbang batu bara (fly ash, daunampas tebu, jerami-sekam padi dan ijuk (palm fiber. Berdasarkah hasil uji dan analisis fisiko-kimiawi kaitannya dengan morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa komposit panel bangunan dari berbagai macam jenis bahan baku tersebut tampak menyatu secara solid dengan ikatan kimia antar bahan yang terlibat. Bahan organik yang berupa limbah ampas-daun tebu, jerami-sekam padi, dan ijuk tampak menyatu padu dengan komponen anorganiknya berupa fly ash dan semen. Kaitannya dengan higroskopisitasnya, produk panel bangunan yang dihasilkan tampaknya tidak terpengaruh oleh iklim dan kelembaban di dalam maupun di luar ruang karena kadar air panel bangunan yang diuji pada hari ke-30 dan hari ke-60 relatif stabil yakni 19,65% yang berarti normal. Kaitannya dengan tingkat keasaman (pH, panel bangunan yang dihasilkan menunjukkan kondisi yang aman/tidak menyebabkan iritasi karena pH: 7-8 yang berarti tidak mengiritasi/aman. Adapun hasil uji dan analisis toksisitas fly ash dilakukan menggunakan indikator biologis; mencit menunjukkan harga LD50: 32,915 mg/kg (bb yang berarti relatif tidak berbahaya. Kutu air menunjukkan harga LC50: 75,515 ppm (7,552% yang berarti hampir tidak toksik dan ikan mas menunjukkan harga LC50: 121,943 ppm (12,194% yang berarti tidak toksik. Oleh sebab itu produk panel bangunan yang dihasilkan dapat dipastikan aman dikonsumsi.

  18. Karakteristik Komposit Resin Berkemampuan Mengalir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2015-10-01

    Full Text Available The use of resin composites as posterior restoratives has markedly increased over the past decade. The patients demand for better esthetics, concerns related to possible mercury toxicity from amalgam and improvements in resin composite materials have significantly contributed the popularity of these materials. Early problems related to composites included excessive wear, less of anatomic form, post operative sensitivity, secondary caries and marginal leakage. Marginal adaptation still remains an unavoidable problem for composite restoration, especially at the gingival wall of cervical or Class II restoration. In an attempt to improve marginal sealing, many techniques and lining materials have been designed. To reduce stress generated by polymerization shrinkage, applying and curing of resin composites in layers is often recommended. Using a thick adhesive layer or low-viscosity resin may, due to its elastic properties, serve as a flexible intermediate layer and compensate for the polymerization stress created in resin composite. Flowable composites were created by retaining the same small particle size of traditional hybrid composite but reducing the filler content and allowing the increased resin to reduce the viscosity of the mixture. Flowable composites were introduced in 1996 as liners, fissure sealants and also in tunnel preparations. They have been suggested for Class I, II, III and V cavity restorations, preventive resin restorations and composite, porcelain and amalgam repairing. Their usage as a liner under high filled resins in posterior restorations has been shown to improve the adaptation of composites and effectively achieve clinically acceptable results. This article attempts to give a broad characteristics of different types of flowable composites. 

  19. Pengaruh komposisi komposit al2o3/ysz dan variasi feed rate terhadap ketahanan termal dan kekuatan lekat pada Ysz-al2o3/ysz double layer tbc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parindra Kusriantoko

    2014-03-01

    Full Text Available TBC (Thermal Barrier Coating dengan YSZ-Al2O3/YSZ top coat (TCdan MCrAlY sebagai bond coat (BC yang selanjutnya disebut sebagai YSZ-Al2O3/YSZ double layer TBC dibuat dengan menggunakan metode flame spray.Hasil pelapisan sebelum dan sesudah diuji termal dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan XRD.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi powder feed rate akan berpengaruh pada morfologi permukaan lapisan. Feed rate makin rendah menyebabkan struktur yang cenderung kasar dan tidak padat dan cenderung berporos. Lapisan komposit Al2O3/YSZ juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan TGO (Thermally Grown Oxide setelah dilakukan uji termal, dimana komposisi paling bagus dengan pertumbuhan TGO paling rendah adalah 15%Al2O3/8YSZ. Hasil pengujian TGA menunjukkan semua sampel mulai teroksidasi pada temperatur 1000-1030oC dan didapatkan sampel paling stabil adalah 15% Al2O3/8YSZ 14 dan 20 gr/min. Dari pengujian XRD sampel yang memiliki fasa yang paling stabil adalah 15%Al2O3/8YSZ dengan fasa t-ZrO2 dan m-ZrO2. Dari pengujian Thermal Torch dan Pull Off komposisi 15%Al2O3/8YSZjuga memiliki ketahanan terhadap pengerusakan yang paling baik dan kelekatan yang baik sebesar 10 MPa.

  20. Alat Ukur Tebal Papan Komposit Berbasis Mikrokontroler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferisa Pratiwi

    2018-02-01

    Full Text Available Thickness measurement tools of materials based on microcontroller has been done. This instrument consists of mechanical system, ultrasonic sensor HC-SR04, Arduino UNO microcontroller module, stepper motor, and MicroSD Card module. Ultrasonic sensor HC-SR04 is integrated with the Arduino UNO module and measurement data is displayed on LCD 20 X 4 characters, then the measurement result of date was stored automatically in MicroSD Card. The accuracy of the thickness meter is done by comparing between the measurement data from the thickness meter with the measurement manually. The measurement result of composite board thickness has 93,8% accuracy on flat composite and 50% on the uneven composite board test.

  1. Penutupan Diastema dengan Menggunakan Komposit Nanofiller

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Permatasari

    2012-10-01

    Full Text Available The purpose of this work is to report a clinical care of diastema closure in case of multiple diastema using composite nanofiller material, as an alternative from orthodontic treatment and also porcelain crown restoration. This method proved to be conservative, practical, and provide high estethic value.DOI: 10.14693/jdi.v15i3.32

  2. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  3. Optimasi Sintesa Dekstrin dari Umbi Janeng (Dioscore hispida Dennest dengan Katalis Asam Nitrat (HNO3 Menggunakan Metode Permukaan Respon (RSM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Meutia Sari

    2016-10-01

    Full Text Available Umbi Janeng (Dioscorea hispida Dennst dapat digunakan sebagai bahan dasar pati dalam pembuatan dekstrin. Dekstrin merupakan produk degradasi pati secara hidrolisis dengan mengunakan asam ataupun enzim. Pembuatan dekstrin dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya hidrolisa pati secara kering dengan menggunakan katalis asam. Asam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu HNO3.  Penelitian bertujuan unutkmengetahui pengaruh konsentrasi HNO3 , waktu hidrolisis dan ukuran partikel terhadap kadar dekstrin yang dihasilkan.  Rancangan penelitian menggunakan Central Composite Design (CCD tiga faktor peubah yaitu konsentrasi HNO3 , waktu hidrolisis dan ukuran partikel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi HNO3, waktu hidrolisis dan ukuran partikel berpengaruh signifikan terhadap kadar dekstrin. Kadar dekstrin tertinggi diperoleh pada konsentrasi HNO3 1,5N, waktu hidrolisis 40 menit dan ukuran partikel 100 mesh yaitu sebesar 6,48%.

  4. Sintesa Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa) dengan Variasi Ukuran Partikel dan Waktu Karbonasi

    OpenAIRE

    Rahmawati, Lucy; Amri, Amun; Zultiniar, Zultiniar; Yelmida, Yelmida

    2015-01-01

    Precipitated Calcium Carbonate (PCC) is a product of the processing of natural materials containing calcium carbonate resulting from the precipitation process with high purity. Bloodcockle shell can be used as a source of calcium for precipitated Calcium Carbonate. The purpose of this study to produce PCC of waste shells blood with carbonation method and determine the particle size of the PCC and the best carbonation time. Synthesis performed using carbonation method by adding nitric acid to ...

  5. PENGARUH KADAR ABU SEKAM PADI TERHADAP KONDUKTIVITAS PANAS KOMPOSIT SEMENNYA

    OpenAIRE

    Bakri; Suhasman

    2012-01-01

    The aim of this study was to determine the value of heat conductivity of cement composite in the form of lightweight conblock. Lightweight conblock made of various treatment combinations of rice husk ash, rise husk, and matrices of study using factorial experiment in completely randomized design. This completely randomized design consisted of three factors namely rice husk ash (A), rice husk (B) and ratio of cement and lime (C). The result indicated that the value of heat conductivity ranging...

  6. Pengaruh Alkalisasi Komposit Serat Kelapa-Poliester Terhadap Kekuatan Tarik

    OpenAIRE

    Maryanti, Budha; Sonief, Ahmad As'ad; Wahyudi, Slamet

    2011-01-01

    The purpose of this research is to analyze the effect of alkalization on the tensile strength and strain of coconut fiber composites with polyester matrix by varying the concentration of NaOH as follow 0%, 2%, 5% and 8%. Alkalization is one of modifications natural fibers to improve fiber-matrix compatibility.The method of this research used a hands lay-up method. As follow the 1st coconut fiber treated without alkalization or 0% alkalization and the 2nd coconut fiber immersed in alkaline sol...

  7. Komposit Hibrid Polyester Berpenguat Serbuk Batang Dan Serat Sabut Kelapa

    OpenAIRE

    Lumintang, Romels C. A; Soenoko, Rudy; Wahyudi, Slamet

    2011-01-01

    Sawdust coconut trunks of palm trees and fiber coconut coir are two waste materials from the processing of coconuts and coconut tree trunks sawmill waste are plentiful materials can be utilized for producing composites using polyester resins. Both each properties materials as follow polyester resin: liquid in the open air conditions, sawdust coconut and coconut coir fiber properties is lightweight and fragile nature of the polyester adhesive used as a binder (binder) between fiber coconut coi...

  8. Karakterstik Serapan Suara Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2016-01-01

    The purpose of this study is to investigate of sound absorption of coconut filter fiber composites. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157 with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0,5% KMnO4. Production methods is poltrusion and the variations of fiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiber length are 5, 10 and 15 mm. Testing of sound absorpt...

  9. PENYINARAN BERLEBIHAN PADA TAMBALAN RESIN KOMPOSIT DAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Venita Tanusuwito

    2015-07-01

    Full Text Available Dentists are often taught that 'overcure' is better than ' undercure'. Undercure is said to cause serious problem with resin composite fillings. Actually it does not always happen this way. Overcure also has several bad impacts that have never been thought before by practitioners. Researchers claim that curing time informed by resin composite manufacturers is not always correct. Filling material is not the only factor that determines the correct curing time for each filling. Light cure unit performance also plays a major role.

  10. Optimalisasi Kalsium Karbonat Dari Cangkang Telur Untuk Produksi Pasta Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Warsy Warsy

    2016-07-01

    Full Text Available Egg shell is a household waste which can be used to produce a composite paste, as it contains around 90% calsium carbonate (CaCO3 as the main composition. This research aims to determine the optimum weight of egg shell powder in composite paste production. This research is conducted by determining the calsium carbonate content beforehand by EDTA titration and the determination of the contain of calsium by using atomic absorption spectroscopy (AAS, then the determination of the optimum weight of shell powder by varying the shell powder and baking soda. The results of the research that has been done that the content of calsium carbonate in the shell of eggs was 92,57% and calsium at 28%. While the optimum weight for the shell powder manufacture composite paste which is 3 grams with a ratio of 3,0 (Ca : 7,0 (BS, in which the pH obtained is 9. This is in a accordance by SNI that the pH value of the composite paste is 4,5–10,5 and is semisolid form.

  11. Pengaruh Minuman Kopi terhadap Perubahan Warna pada Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Aprilia

    2015-10-01

    Full Text Available Objective: The aim of this research was to investigate the influence of coffee beverage on hybrid composite resin discoloration. Material and method: This study used hybrid composite resin with A3 color, and was done by soaking composite resin plates in coffee solution for 1, 3, 5, and 7 days, corresponding to equivalent coffee usage for 6 months, 1, 1.5, and 2 years. The same measurements of reflectance were done before and after soaking into coffee solution. In the measurement, a beam from He-Ne laser is reflected by the sample to a photovoltaic cell type BOY-47, which provides a voltage signal accordig to the intensity of reflected light. Results: There was a significant difference between composite resin plates before and after soaking into coffee dilution for 1, 3, 5, and 7 days. Conclusion: Composite resin is discolored after soaking into a coffee solution, suggesting that coffee usage will have a discoloring effect on dental composite resin.

  12. APLIKASI KOMPOSIT RESIN UNTUK PENATALAKSANAAN KEGOYANGAN GIGI AKIBAT TRAUMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Venita Venita

    2015-08-01

    Full Text Available Injuries to the teeth range from minor coronal fractures to total avulsion. If the injuries cause totl avulsion or luxation, there will be varying levels of injuries to the periodontal ligament, alveolus and microvascular supply. Management of the injured teeth ranges from inspection and treatment which includes stabilization by splinting. Usually splinting is accomplished by a segment of arch bar. Due to the ebsence of arch bar appliances, dentists often referred patients to an oral surgeon. It would cost extra time, for an immediate action to help the patients. This paper is a case report of a traumatized tooth which has been successfully stabilized with acid etched wire-composite. The use of composite resin is considered as a quick and an easy solution for dental trauma therapy.

  13. STUDI PERBANDINGAN PERILAKU DAN KINERJA STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN KOLOM KOMPOSIT CONCRETE ENCASED DAN CONCRETE FILLED TUBE, SERTA NON KOMPOSIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Diartama Kubon Tubuh

    2017-07-01

    Full Text Available Comparative study of steel structure behavior and performance using composite and non composite columns were done by making five structure models. A model using wide flange steel columns, two models with circular and square concrete encased columns (MCEC and MCES, also two models with circular and square concrete filled tube columns (MCFTC and MCFTS. Columns on 4th-5th floor are smaller than columns on three floors below. Structure behavior were observed through elastic analysis which are displacement and interstory drift. While structure performance were evaluated through non linear static Pushover analysis using SAP2000®. The analysis showed that with P-M ratio ranging from 0.79 until 0.88, all models interstory drifts were exceed limit on 1st, 2nd and 4th floors. Countermeasures were done by rotating half of total MS steel columns (then became MS-R, enlarging 4th-5th floor columns on MS-R and MCFTC, and also installing eight X-bracings on all models ground floor. Pushover analysis showed that performance level of all models are Immediate Occupancy (IO except MCFTS. MCFTS model which in Collapse (C performance level were improved by increasing thickness of steel section (then became MCFTS-Improved and resulting IO performance level. Calculation of structure materials cost showed the most expensive until the cheapest models respectively were MS-R, MCFTS-Improved, MCEC, MCES, and MCFTC with comparison 1:0,99:0,88:0,87:0,86.  Keywords: concrete encased (CE, concrete filled tube (CFT, X-bracing, Pushover analysis

  14. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  15. Pemanfaatan TKKS sebagai Pengisi Komposit Epoxy untuk Struktur Bergerak Mesin CNC Perkayuan

    OpenAIRE

    Farkhan; Purwanto, Yohanes Aris; Hambali, Erizal; Hermawan, Wawan

    2017-01-01

    Abstract CNC machinery is widely used at various kind of industrial sector to manufacture of art products up to satellite products. Instead of its massive utilization in automotive and electronic industry which mostly use metallic component, wood working industry has been using it to produces furniture’s, merchandises, and other house ware products which apply light weight non-metallic low density material. High removal rate in wood machining process needs high speed application due to its...

  16. Pembuatan Papan Komposit dari Plastik Daur Ulang dan Serbuk Kayu serta Jerami Sebagai Filler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farid Mulana

    2011-06-01

    Full Text Available Production of composites was done by mixing the filler and matrix. The common matrix used to produce composite is plastic ore with types of poly propylene, poly ethylene and others. To know the characteristics of composite boards made from recycled plastic type poly ethylene so this research was conducted. This research aims to create a composite board made of solid waste sawdust and straw as a filler and recycled plastics as the matrix and to find out more details of the influence of variable solid waste types and ratio of solid waste weight and plastic toward the quality of the composite board product. Composite board manufacturing process was carried out by hot press method at a temperature of 145 oC for 20 minutes. The composite board products are tested on value of hardness, tensile strength, and thermal value. The results showed that the use of sawdust as a filler resulted the composite hardness value that is better (R79,5 compared with straw (R67 at a ratio of filler composition: matrix of 80:20 respectively. The use of sawdust also gives the value of tensile strength of 6.86 MPa that is better than the using a straw that valued of 3.62 MPa at composition ratio of filler: to matrix (60:40. Largest amount of heat needed to melt the composite boards are 31.19 J/g and 14.02 J/g at composition ratio sawdust: recycled plastics of 80:20 and at composition ratio straw: recycled plastics of 80:20, respectively. Visually composite board with a composition of sawdust:plastic HDPE 50:50 looks better with bright colors and shiny. Keywords: Composite, Solid waste, Plastic, Matrix, Filler,  Poly ethylene

  17. Pembuatan Dan Karakterisasi Gigi Tiruan Berbahan Dasar Komposit Resin Akrilik No.3 Dengan Penambahan Serat Kaca

    OpenAIRE

    Sinabutar, Yosephin Romania

    2013-01-01

    Acrylic resins usually used as a base for the manufacture of artificial teeth, because it is biocompatibel, flexible, and easily available material and cheap. This material is brittle and can cause pores due to evaporation of unreacted monomers to polymers. The advantages of this material resembles the original tooth, fit and aesthetics can be strengthened with the addition of glass fibers. In this research, the manufacture of denture acrylic resin-based thermal polymerization no.3 with the a...

  18. Ketahanan Bending Komposit Hybrid Serat Batang Kelapa/Serat Gelas Dengan Matrik Urea Formaldehyde

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasmi Herlina Sari

    2012-11-01

    Full Text Available The composite has its own advantages compared to other alternative techniques such material is strong, lightweight,corrosion-resistant, economical and so on. The purpose of this study was to investigate the characteristics of bending strengthfiber composite hybrid coconut trunk / fiber glass using urea formaldehyde resin.Hybrid palm trunk fiber /glass fiber composite have been made by hand lay up which volume fraction fiber hybridvariation namely 10:20, 15:15 and 20:10 (% with length fiber 2 cm. Every Tests conducted were bending testing with eachvariation performed three times repetition. Bending test specimens in accordance with standard ASTMD 790.The results of bending strength of palm trunk fiber hybrid composite / fiber-glass with random fiber direction that thehighest bending strength in the palm trunk fiber volume fraction 10% and 20% glass fiber that is 22.7 N/mm2.

  19. Kajian Pelepah Kelapa sebagai Serat Komposit (Study Of Coconut Branch AS Composite Fiber)

    OpenAIRE

    Darmanto, Seno; Sediono, Windu; Setyoko, Bambang; Murni, Murni

    2007-01-01

    Research is done to analyze coconut branch fiber as car body composite. Analyzing is based onmaterial, composition, and strength of material. Research was done in laboratory. Coconut branchfiber is obtained by natural drying process and cutting to become fiber with ±0,5 mm of length.Reinforcement and binder is determined polyester resin. Coir (coconut fiber) have 1.15 kg/m3 ofdensity, 1.15 MPa of strength dan modulus elastisitas 4 – 6 GPa. And based on specimen and studyof litera...

  20. Karakteristik Sifat Tarik Dan Mode Patahan Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa

    OpenAIRE

    Astika, I Made; Dwijana, I Gusti Komang

    2014-01-01

    The purpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength of composites coconut filter fiber. In the future this material can be used to replace the wood, bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance. The research material made with coconut filter fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs) type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) and fiber treatment by  0.5% KMnO4...

  1. Restorasi Resin Komposit Menggunakan Pasak Tapered Self Threading Pada Molar Ketiga Kiri Mandibula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellen Krisanti

    2013-06-01

    Composite Resin Restoration Using Tapered Self Threading Poston Left Mandibular Third Molar. Root canal morphology of mandibular third molar has more complex variation than the other molars. In third molar, the extraction teeth are often executed; however, the third molar can be maintained in other conditions. One visit root canal treatment is a therapy option for this case. The purpose of this case report is to show the success of one visit root canal treatment in third molar with pulp necrosis by restoring the composite resin through tapered self-treading post. A 20 year-old female patient who came to the Prof Soedomo RSGM, FKG UGM complained about the pain when chewing food on her third molar and positive in percussion. The radiographs showed that there was an incomplete restoration. There was a gap between cavities with restoration. The treatment plan for this case was one visit root canal treatment and composite resin with tapered self-threading post as final restoration. From the case, it can concluded that one visit root canal treatment results in a smaller chance for microorganism recontamination than the multi-visit in order to ensure the success of the treatment. Direct composite resin restoration with tapered self-threading dowel is an alternative restoration after endodontic treatment because it works out faster and more retentive.

  2. Daya Antibakteri Bahan Tumpat Amalgam dan Resin Komposit Berfluor Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans Serotipe KPSK2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Ayu Nyoman Putri Artiningsih

    2015-09-01

    Full Text Available This research was carried out to study the difference in the antibacterial capacity of two kinds of filling materials, namely amalgam and composite resin, on S. mutans KPSK2 bacteria with different times of treatment. In total, 48 amalgam and composite resin samples each were prepared and then divided into four groups of treatment. Of each group, 6 samples were used to count the number of bacterial colonies and 6 samples to count the right obstacle zone. The results show that the best antibacterial capacity of composite resin occurred within one week, while for amalgam the best performance appears within one day. The antibacterial capacity of fluorine containing composites is stronger than that of amalgam for a time of 1 to 2 weeks.

  3. PENGARUH KONSENTRASI TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIK BIODEGRADABLE FILM DARI BAHAN KOMPOSIT SELULOSA NANAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Fransisca

    2013-09-01

    Full Text Available This research was aimed to find the right concentration of tapioca to produce  biodegradable films from composite materials of pineapple cellulose with the best physical characteristic. The research was designed using a Completely Randomized Block Design with starch concentration as the single factor. It was consisted of five levels 1%, 2%, 3%, 4% and 5% (w/v with 5 replications.  The data of visual observation and water vapor permeability were analyzed descriptively, while data of tensile strength were processed by analysis of variance.  Data homogenity  and additivity were tested using Barlett and Tuckey tests. The data were analyzed further by LSD test at 5% level of significance. The best result was the biodegradable film from composite material of pineapple cellulose with 4% tapioca which produced 5228, 59 Mpa for tensile strength and 9.11 g/(m2/hr for the water vapor permeability. The addition of tapioca in producing biodegradable film from composite material of pineapple cellulose could eliminate floc or the heterogen clump-forming film materials. Keywords: Biodegradable film, tapioca, tensile strength.

  4. Karakteristik Kekuatan Bending Dan Kekuatan Tekan Komposit Serat Hybrid Kapas/gelas Sebagai Pengganti Produk Kayu

    OpenAIRE

    Haris, H; Sari, Nasmi Herlina; Sinarep, S

    2015-01-01

    Wood material is very popular in Indonesia and all over the world, there are so many people who use it as their buildings contruction and also for their home tools, because the wood material is strong, long lasting, green living, save and lux. On the other hand the wood material will be mouldy if it meets water, thats why this material is not suitable to be placed in humid or wet places we need a new material that can be used as the subtitution of the wood material. The aim of this research i...

  5. Studi Eksperimental Perbandingan Kebisingan Knalpot Komposit Propylene (PP) dan Palm Oil Fly Ash dengan Knalpot Standar

    OpenAIRE

    Kurniawan, Sigit

    2017-01-01

    120401092 Polypropylene (PP) and POFA composite exhausts are an innovation in the exhaust world. The main function of this exhaust is to minimize noise on motorcycle exhaust. Testing aims to compare the noise generated by the composite exhaust and the standard exhaust as well as get the NRR from the composite exhaust. Composite exhaust testing is done by searching for noise data on composite exhaust. Performed with several stages, for the first step to prepare the sound level meter as a no...

  6. UJI BIOKOMPATIBILITAS KOMPOSIT POLIVINIL ALKOHOLHIDROKSIAPATIT DENGAN PENGUAT CATGUT SEBAGAI BAHAN PENYAMBUNG PATAH TULANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Taha Ma’ruf, Widowati Siswomihardjo, Marsetyawan HNE Alva Edy Tontowi

    2013-12-01

    Full Text Available Bone fracture fixation devices have been using rigid metallic materials such as titanium, titanium-alloy or cobalt chrome. Besides having some advantages, the titanium fixation devices also have disadvantages, such as too high strength and stiffness. This continuously stimulates the bone, causing bone atrophy under the plate, further disrupting the growth of bones, especially in children. Other deficiencies of this metal material is its sensitivity to temperature changes and the spread of metal ions in several organs. Some of these shortcomings led to the need for a secondary operation. Bone fracture fixation devices, such as the poly-l-lactic acid (PLLA, can be absorbed by the body and show some other advantages. However, it also has some drawbacks due to the high crystalline products during the degradation process. Lactic acid monomer released after degradation causes cellular response at the implant site, which facilitates the release of chemical mediators, such as prostaglandine by fibroblasts and macrophages as a cause of bone resorption. Therefore, this study aimed to develop the use of other polymeric materials that have good biocompatibility,appropriate mechanical strength, and can be absorbed by the body, such as Polyvinyl Alcohol (PVA. Previous research suggests that the PVA-HA composite with catgut reinforcement has sufficient and stable mechanical strength to be used as bone fracture fixation material. The purpose of this study is to know whether the PVA-HA composite with catgut reinforcement has good biocompatibility without toxicity and hypersensitivity effects in experimental animals. Biocompatibility testing includes local cytotoxicity and type IV contact hypersensitivity test. This type of research is experimental in vivo laboratory using wistar rats (Rattus norvegicus. Testing is done through two phases, in which induction or sensitization phase is done by rubbing PVA-HA composite with catgut reinforced ointment powder on the ears that lasts up to 10 days. After being rested for 3 days, this is followed by a second phase contact (elicitation on day 14 and observed in the period of 24, 48, and 72 hours. Observations were made macroscopically and ear thickness was measured with a micrometer. Local toxicity testing is done by implantation of PVA-HA composite with catgut reinforcement on the back catgut of wistar rats. After a certain time period, the implant material is opened,examined, and observed histologically under a light microscope. The results showed no discoloration or induration on the animal ears in all treatment and control groups, both for the sensitization and the elicitation phase. One way ANOVA statistical test showed that there were no significant differences in the results of measurements of the thickness of the wistar rats ears from all treatment groups before and after treatment on measures 24, 48 and 72 hours (ρ >0.05. Microscopic examination showed no infiltration of acute inflammatory cells such as neutrophils, basophils or eusinofil, and chronic inflammatory cell infiltration such as macrophages, lymphocytes and plasma cells. It can be concluded that the PVA-HA composite with catgut reinforcement is a material that does not cause toxicity and hypersensitivity in experimental animals, thus potentially can be used as bone fractures fixation material. 

  7. UJI BIOKOMPATIBILITAS KOMPOSIT POLIVINIL ALKOHOLHIDROKSIAPATIT DENGAN PENGUAT CATGUT SEBAGAI BAHAN PENYAMBUNG PATAH TULANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Taha Ma’ruf, Widowati Siswomihardjo, Marsetyawan HNE Alva Edy Tontowi

    2013-12-01

    Full Text Available Bone fracture fixation devices have been using rigid metallic materials such as titanium, titanium-alloy or cobalt chrome. Besides having some advantages, the titanium fixation devices also have disadvantages, such as too high strength and stiffness. This continuously stimulates the bone, causing bone atrophy under the plate, further disrupting the growth of bones, especially in children. Other deficiencies of this metal material is its sensitivity to temperature changes and the spread of metal ions in several organs. Some of these shortcomings led to the need for a secondary operation. Bone fracture fixation devices, such as the poly-l-lactic acid (PLLA, can be absorbed by the body and show some other advantages. However, it also has some drawbacks due to the high crystalline products during the degradation process. Lactic acid monomer released after degradation causes cellular response at the implant site, which facilitates the release of chemical mediators, such as prostaglandine by fibroblasts and macrophages as a cause of bone resorption. Therefore, this study aimed to develop the use of other polymeric materials that have good biocompatibility,appropriate mechanical strength, and can be absorbed by the body, such as Polyvinyl Alcohol (PVA. Previous research suggests that the PVA-HA composite with catgut reinforcement has sufficient and stable mechanical strength to be used as bone fracture fixation material. The purpose of this study is to know whether the PVA-HA composite with catgut reinforcement has good biocompatibility without toxicity and hypersensitivity effects in experimental animals. Biocompatibility testing includes local cytotoxicity and type IV contact hypersensitivity test. This type of research is experimental in vivo laboratory using wistar rats (Rattus norvegicus. Testing is done through two phases, in which induction or sensitization phase is done by rubbing PVA-HA composite with catgut reinforced ointment powder on the ears that lasts up to 10 days. After being rested for 3 days, this is followed by a second phase contact (elicitation on day 14 and observed in the period of 24, 48, and 72 hours. Observations were made macroscopically and ear thickness was measured with a micrometer. Local toxicity testing is done by implantation of PVA-HA composite with catgut reinforcement on the back catgut of wistar rats. After a certain time period, the implant material is opened,examined, and observed histologically under a light microscope. The results showed no discoloration or induration on the animal ears in all treatment and control groups, both for the sensitization and the elicitation phase. One way ANOVA statistical test showed that there were no significant differences in the results of measurements of the thickness of the wistar rats ears from all treatment groups before and after treatment on measures 24, 48 and 72 hours (ρ >0.05. Microscopic examination showed no infiltration of acute inflammatory cells such as neutrophils, basophils or eusinofil, and chronic inflammatory cell infiltration such as macrophages, lymphocytes and plasma cells. It can be concluded that the PVA-HA composite with catgut reinforcement is a material that does not cause toxicity and hypersensitivity in experimental animals, thus potentially can be used as bone fractures fixation material.

  8. PENGARUH PENAMBAHAN GRAFIT SEBAGAI REINFORCEMENT KOMPOSIT PERUNGGU TERHADAP SIFAT KETAHANAN AUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Suryanto

    2012-09-01

    Full Text Available Abstract: The influence of graphite addition as reinforcement composite of bronze on wear resistance. It is important to increase the properties of wear resistance of metal conducted by forming metal matrix composite with graphite particle reinforcement. This purpose of this research is to identify the wear resistant and microstructure of bronze matrix composite reinforced by graphite. The research used laboratory experiments. The material of experiment is acquired from bronze/graphite composite obtained from melting copper which has been added with tin (Sn of 10% and a graphite particles in 0%, 3%, 6% and 9% of weight. Wear resistance test is conducted by using pin-on-disc method. The results show that increasing graphite particles in bronze gives hardness degradation of the composite. The result of wear resistant test shows that the greater of free graphite content in bronze the better wear resistant. Wear lowest rate is obtained on composite of 9% graphite-reinforced bronze with 0.00074 mg/meter mean of wear rate, while 0%, 3%, 6% graphite-reinforced bronze have 0.00776 mg/meter, 0.00592 mg/meter, and 0.00330 mg/meter wear rate respectively.

  9. Kajian komposit plastik daur ulang dengan serbuk kayu untuk bahan bangunan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2007-06-01

    Full Text Available The require problem were wood as building material either for material, decoration, or furniture increases along with the raise of population. Composite is a material which is formed by two or more distinctive components united. The manufacturing of composite made of recycle plastic and wood flour is aimed to lower environmental encumbering and produce a kind of product for building material. Composite of recycle plastic and wood flour is that made of recycle plastic as the matrix and wood flour as the filler, and expected being able to adopt both properties. The process of composite manufacturing was carried-out through the phase of preparation for filler, plastic recycle, mixing, pelletizing, and product manufacturing. It can be concluded from the review that the quantity, type of wood selected, size of wood flour prepared, water content, and quantity of compatibilizer affect very much upon the quality of composite produced. Composite produced of plastic recycle and wood flour by applying certain technology can be used for material building.

  10. Pengaruh Perlakuan Alkali Terhadap Kekuatan Tarik Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Digunakan Pada Komposit Serat Tkks

    OpenAIRE

    Gultom, Firman; Supriadi, Harnowo; Savetlana, Shirley

    2014-01-01

    Empty Palm bunches (TKKS) is one of the solid waste generated by industrial palm oil plantations which contain lots of fiber and is one of the natural fiber source that the availability of abundant in Indonesia, especially in the province of Lampung. TKKS fiber can be used as an alternative amplifier to composite materials. This research was conducted to determine the influence of the chemical composition of TKKS fiber and know the tensile strength from TKKS fiber by doing a tensile test. Alk...

  11. Efek hipoglikemik tepung komposit (ubi jalar ungu, jagung kuning, dan kacang tunggak pada tikus diabetes induksi streptozotocin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Carolina Sisca Djunaidi

    2014-01-01

    Full Text Available Background: The composite flour (50% sweet potato, 30% corn, and 20% cowpea had proven that it could substitute 100% wheat flour for biscuit making. Intake of antioxidants, dietary fiber, and protein, had been known to reduce plasma glucose level. Objective: To evaluate the effect of composite flour diet on plasma glucose levels, body weight and food consumption of streptozotocin (STZ-diabetic rats. Method: Thirty male Sprague-Dawley rats aged ± 2 months (± 200 grams, were divided into three groups of ten rats. They were (1 non-diabetic standard diet (ND-STD, (2 diabetic (65 mg/kg of body weight by STZ induction standard diet (D-STD, and (3 diabetic composite flour diet (1,5 g/100 g of body weight/day (D-CFD, for 4 weeks, 3 days after STZ induction. The plasma glucose obtained from GOD-PAP method were determined before induction, after induction and every week during diet intervention. Results: Plasma glucose levels was significantly lower in D-CFD when compared with D-STD (p<0,05. The weight of D-STD was found to be significantly decreased as compared to ND-STD (p<0,05. There were no changes in food consumption of ND-STD, D-STD and D-CFD (p<0,05. Conclusion: The composite flour could reduce plasma glucose level in diabetic rats and did not give negative effects on body weight and food consumption.

  12. KARAKTERISTIK MORFOLOGI, TERMAL, FISIK-MEKANIK, DAN BARRIER PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE/HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Waryat Waryat

    2013-08-01

      ABSTRAK   Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adalah penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran/blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, suhu leleh, sifat mekanik, dan barrier pastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE/HDPE. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pembuatan pati termoplastik, pembuatan compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA dan pembuatan plastik biodegradabel. Karakteristik sifat aliran, kekuatan tarik, perpanjangan putus, dan permeabilitas oksigen plastik biodegradabel berbahan baku pati termoplastik-LLDPE/HDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE/HDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradabel. Kata kunci: plastik biodegradabel, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE/HDPE

  13. PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA - POLYESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Yoga Pratama

    2014-06-01

    Full Text Available Production of wood in Indonesia is no longer able to meet their need, which is opening an opportunity for study in material alternatives. Coconut fiber is very potential material for wood replacement composite, since its availability is abundant and its utilization is still low. Meanwhile, some factors have been studied as single affecting variable for natural fiber composite. The objective of this study is to evaluate the influence factors of alkali treatment, fiber length, fiber volume fraction and interaction between factors on the tensile strenght of coco-fiber polyester composite. 108 pieces of composites have been prepared as speciments of tensile test which comply ASTM D 638 standard. The testing result was processed using completely randomized full factorial experiment. The experiment showed significant difference for all three factors. The highest value of tensile strenght is 22.57 MPa for 2 hours alkali treatment, 10 mm fiber length and fiber volume fraction of 35%. This value has met the standard minimum tensile strength of hardboard according to ANSI A135.4 2004.

  14. ANALISIS ARAH DAN PERLAKUAN SERAT TAPIS SERTA RASIO EPOXY HARDENER TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT TAPIS/EPOXY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Lokantara

    2012-11-01

    Full Text Available Tapis kelapa (Coconut filter as natural fiber, in this time its resources very copius but no longer be exploited and thrown off hand as waste though in fact its used for other material dissimilar inovatif and high economic valuable that is as one of natural fiber alternative to be composite. The objective of this research is to investigate the behavior changing of physical and mechanical properties of composite tapis kelapa as reinforcement and epoxy 7120 with hardener Versamid 140 as matrix. The fiber is treated with the chemical NaOH and KMnO4 with percentage 0.5%, 1%, and 2% in weight, respectively. The ratio of epoxy and hardener is 7:3 and 6:4, and fiber orientation 0o, 45o, dan 90o. For testing of the speciment in tensile test with ASTM standard D3039 and three point bending test with ASTM standard D790. The result of this research obtained that fiber treatment with KMnO4 give the better effect to machine properties compared to NaOH. Variation of percentage 0.5%, 1%, and 2% NaOH and KMnO4 give the effect in fiber surface which higher percentage make the cleaner of surface, decrease of wax contain, and roughness of fiber surface so that stronger of linkage of fiber and matrix and increase of tensile strength, bending strength, and bending modulus of the composite. The highest tensile strength, modulus of elasticity and bending strength are 70.23 MPa, 446.24 GPa and 97.81 MPa respectively reached at composite with ratio epoxy/hardener 7:3; by 2% KMnO4 and fiber orientation 45o. While the highest modulus of elasticity is 385.48 GPa reached at composite with the ratio epoxy/hardener 6:4; 2% KMnO4 and fiber orientation 90o. Keywords: Tensile Strength, bending strength, ratio of epoxy/hardener, NaOH, KMnO4

  15. Studi Pengaruh Fraksi Volume Dan Susunan Serat Terhadap Kekuatan Tarik Dan Bending Komposit Resin Berpenguat Serat Rotan (Calamus Trachycoleus)

    OpenAIRE

    Hestiawan, Hendri

    2014-01-01

    Use of natural fiber composite material started being developed in the manufacturing industry. Progress is due to the composite nature of the privilege of the composite itself, such as: has a low density, capable of biodegradable, recyclable, has good mechanical properties, and can be renewed because it comes from nature. This research aims to determine the effect of fiber volume fraction and the composition to the tensile strength and bending strength on rattan fiber reinforced composites.Th...

  16. Kekuatan Rekat Restorasi Komposit Resin pada Permukaan Dentin dengan Sistem Adhesif Self-Etch dalam Berbagai Temperatur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Sundari

    2012-10-01

    Full Text Available Single-step self-etch adhesive systems are the system that combine self etching primer and bonding agent into one step application. This system was developed as the effort to simplified in application prosedures and give a good bond strength of resin composites to dentin surface. The purpose of this study was to examine the bond strength of resin composites with two singlestep self-etch adhesives system (Xeno III and Clearfil Tri-S Bond to bovine dentin at temperature of adhesive 3ºC, 22ºC and 30ºC. Adhesive was applied to dentin surface (bovine insisivus mandibular dentin follow by resin composites bonded according to the manufacturer’s instructions. Tensile bond strength of 60 specimens were tested UTM (universal testing machine after 24 hours storage in aquadest at 37 ºC. The results were analyzed using ANOVA test followed by Tukey’s test (p< 0,05. The bond strength of Xeno III was significantly diffrent from that of Clearfil tri-S Bond, 0,66±0,271, 2,70±1,528, 0,23±0,104 versus 2,07±0,272, 4,77±0,689, 4,39±1,205 MPa at temperature of materials 3ºC, 22ºC and 30ºC respectively. The bond strength of two single- step adhesives system (Xeno III and Clearfil Tri-S Bond were highest at temperature 22ºC than other temperatures of materials.DOI: 10.14693/jdi.v15i3.34

  17. Kualitas Papan Komposit dari Sekam Padi dan Plastik HDPE Daur Ulang Menggunakan Maleic Anhydride (MAH sebagai Compatibilizer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Fathanah

    2011-12-01

    Full Text Available The utilization of rice husk as raw material on preparation of composite board could be used as alternative and cheap construction material. In this research, the  composite board was prepared by mixing fined rice husk, recycledhigh density polyethylene (HDPE plastic. Maleic Anhydride (MAH was added ascompatibilizer. The objective of this research is to develop an alternative and a cheap technologyon fabrication of composite board by utilizing rice husk waste as filler and plastic from the type of recycled HDPE plastic as matrix. In order to improve the compactness of rice husk and recycled HDPE plastic thus the addition of MAH as compatibilizer is carried out. The research aspect learned is the MAH addition variation as much of 4% and 8% from HDPE plastic weight, and the mixing ratios of filler and matrix which are 30:70; 40:60; 50:50; 60:40; 70:30. Casting process of the homogonized solution was  carried out at casting temperature of 145oC for 20 minutes. The research result obtained indicates that the value of composite board density has fulfilled standard of SNI 03-2105-1996. The maximum water adsorbtion is obtained on composition of filler and matrixof 60:40 where with the addition of MAH 4% and 8% they are 10,1% and 6.9%, respectively. The addition of MAH as much of4% and 8% has resulted composite board with tensile strength value that has fulfilled SNI standard. Whereas the addition of MAH as much of 8% could increase modulus of rapture value of composite board i. e. 82.5 – 85.2 kgf/cm2and they have fulfilled standard of SNI 03-2105-1996. Keywords: Composite board, Maleic Anhydride (MAH, Recycled HDPE plastic, Tensile Strength, modulus of rapture.

  18. Efek ukuran, bentuk dan konsentrasi partikel precipitated calcium carbonate (PCC yang ditambahkan pada sifat mekanik komposit karet alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihda Novia Indrajati

    2013-06-01

    Full Text Available The objectives of this research was to study the effect of particle size, shape and concentration of PCC on mechanical properties of natural rubber composites, i.e. tensile strength (Ts and elongation at break (Eb at original and aging conditions. Two kinds of PCC were used, PCCL (local, size 12 μm, uncoated and PCCD (commercial, size 0.03-0.06 μm, stearate coated. PCCL was pre-treated by applying stearic acid. PCCLA was characterized with FTIR, TG/DTA thermal analysis, and morphological test using SEM. The loading of PCC were 2.5; 5.0; 7.5; 10.0 and 12.5 phr respectively. Natural rubber composites were compounded using laboratory scale two roll mill. The incorporation of PCCLA or PCCD into rubber matrix increased Ts and Eb. Both Ts and Eb initially increased continued up to the maximum point then decreased. The maximum point of Ts and Eb of PCCLA were given on 10 phr, while of PCCD were on 10 phr and 5 phr resepectively. PCCLA with its cubical particle shape gave higher Ts and Eb than those PCCD with its needle-like shape, eventhough the particle size was larger. Aging increased tensile and elongation, because of excessive crosslinking. The characeristic of the interfacial adhesion between rubber matrix and PCC particle was estimated by Ts value, and proved that the Ts of PCCLA higher than those of PCCD.

  19. Studi Ekperimental Perbandingan kebisingan Pada Knalpot Standar Satria FU 150 dengan Knalpot Komposit Serbuk Batang Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Machmuriza, Muhammad Jeffry

    2016-01-01

    Exhaust composite powder palm trunks is an innovation in the world of the exhaust. The main function of this is to minimize the exhaust noise of the motorcycle exhaust. Composite exhaust testing done by collecting data on the exhaust noise composite. doing with several stages, the first step Preparing for the sound level meter as detector noise on the exhaust and do spacing distance between silencer and sound level meter. In the last step see noise legible on the sound level meter with around...

  20. PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA - POLYESTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Yoga Pratama

    2014-06-01

    Full Text Available Production of wood in Indonesia is no longer able to meet their need, which is opening an opportunity for study in material alternatives. Coconut fiber is very potential material for wood replacement composite, since its availability is abundant and its utilization is still low. Meanwhile, some factors have been studied as single affecting variable for natural fiber composite. The objective of this study is to evaluate the influence factors of alkali treatment, fiber length, fiber volume fraction and interaction between factors on the tensile strenght of coco-fiber polyester composite. 108 pieces of composites have been prepared as speciments of tensile test which comply ASTM D 638 standard. The testing result was processed using  completely randomized full  factorial experiment. The experiment showed significant difference for all three factors. The highest value of tensile strenght is 22.57 MPa for 2 hours alkali treatment, 10 mm fiber length and fiber volume fraction of 35%. This value has met the standard minimum tensile strength of hardboard according to ANSI A135.4 2004.

  1. Pengaruh serbuk serat batang pisang sebagai filler terhadap sifat mekanis dari komposit PVC– CaCO3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT The aim of research was to study the effect to the mechanical properties of banana fiber as a filler of PVC-calcium carbonate composite. Banana stem powder was made from banana stem which was grounded and soaked in 15 % NaOH for 24 hours to remove the lignin, dried and screened to 200 mesh, PVC-calcium carbonate composite was made using a Two Roll Mill at o temperature of 50 C, for 10 minutes and 50 rpm. The composition of PVC and additiveswere not varied, while the variations made on banana fiber, ie 0, 10; 20, 30, and 40 phr (per hundred resin. The observation showed the mechanical properties of PVC- calcium carbonate 2 composite has value of weight per unit area between 4.55 to 5.90 kg/m , bulk densities from 1.503 3 2 to 1.999 g/cm , tensile strength from 67.56 to 79.03 kg/cm , hardness 55.00 to 66.66 shore D, 2 water absorption from 0.960 to 3.322 %, flexibility test from 118.99 to 165.09 kg/cm , flash point 0.032 0.075 inc / sec, water density was good (not drop happened and the ability of sawed and nailed was good (no defected/cracked. When the test results of PVC-calcium carbonate composite with banana fiber compared with SNI 15-0233-1989 Mutu dan Cara Uji Lembaran Serat Semen, indicates that

  2. FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR

    OpenAIRE

    Daniel Pratama Sianturi; Sri Anna Marliyati

    2014-01-01

    ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA) are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The result...

  3. Pengaruh Penggunaan Light-Emitting Diode Light Curing Unit Dan Halogen Light Curing Unit Terhadap Microleakage Dengan Jarak Penyinaran 0 MM Dan 5 MM Pada Restorasi Klas V (Penelitian In Vitro)

    OpenAIRE

    Yumira

    2010-01-01

    Kelemahan utama dari resin komposit adalah terjadinya kontraksi polimerisasi selama pengerasan sehingga timbul kebocoran mikro. Kebocoran mikro sering menimbulkan masalah pada kavitas klas V resin komposit seperti hipersensitivitas, karies rekuren, penyakit pulpa, dan diskolorissasi marginal. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui perbedaan kebocoran mikro pada restorasi resin komposit yang dipolimerisasi dengan LED light curing unit dan halogen light curing unit dengan jarak...

  4. KARAKTERISASI KOMPOSIT FILM EDIBLE PEKTIN DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt DAN TAPIOKA [Characterization of Edible Film Composite Made of Pectin from Nutmeg Mesocarp and Tapioca

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Payung Layuk 1

    2002-08-01

    Full Text Available The objective of the research was to investigate the properties of pectin derived from mesocarp of nutmeg (Mysristica fragrans Houtt and edible film made from the pectin and added tapioca. Pectin was extracted from mesocarp of nutmeg using 0.5% of EDTA at pH 1.5-2, and temperature at 90°C for 1 hour. The first group of edible film was prepared using 1% (w/v of pectin, 1.6% CaCl2, 1% glycerol and various concentration of tapioca (0-2%, w/v. Second group of edible film was prepared using 1% of pectin, 1.6 % CaCl2, 1% glycerol and 2% tapioca and various concentration of palmitic acid (0-0,08 w/v. Physical, mechanical and barrier properties of the films were examined and its capability to reduce weight loss of small pieces of apples during storage was also measured.The result showed that yield of isolated pectin was 20.73% (w/w having methoxyl content 11.43%, and polygalacturonic acid of 79.47%. Proximate analysis showed that protein, ash and water content in the isolated pectin were 7.86, 3.03 and 7.60%, respectively. Characteristics of first group of film showed that the higher concentration of tapioca added resulted in the higher of tensile strength and thickness. Data of the second groups of films showed that addition of palmitic acid up to 0,08% has no effects on tensile strength, thickness, elongation and water vapour transmission rate (WVTR of films. Small piece of apples coated or wrapped with edible film (1% pectin – 1,6% CaCl2-2% tapioca-1% glycerol and 0.04% palmitic acid had lower weight loss and better colour than those of control during storage.

  5. Kaji Eksperimental dan Simulasi Ansys 14.5 Perlakuan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Serta Pembuatan Komposit Busa Polimer pada Proses Hot Press Menggunakan Alat Uji Tarik

    OpenAIRE

    Ginting, Enda Prananta

    2016-01-01

    Along the innovations of the field of materials, natural fibers are used as reinforcement materials composite which are the fibers greatly affect and determine the strength of the composite. This experimental study reported the empty fruit bunches of oil palm fiber’s treatment process and manufacture of polymeric foam composite spesimens in the process of hot press machine followed by a tensile test. The issues, that characteristic of composites reinforced fibers has a light weight and relati...

  6. KARAKTERISASI KOMPOSIT EDIBLE FILM BUAH KOLANG-KALING (Arenge Pinnata DAN LILIN LEBAH (Beeswax [Characterization of Composite Edible Film Derived from Palm Fruit (Arenge pinnata and Beeswax

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santoso

    2006-08-01

    Full Text Available The objective of this research was to study of the characteristics of edible film after addition of different concentrations of kolang-kaling and beeswax. The research used of Factorial Block Randomized Design with two treatments and each treatment was replicated three times. The first treatment was concentrations of the kolang-kaling (5%, 10%, 15% and 20%, and the second treatment was concentrations of the beeswax (0%, 0,5%, 1%, and 1,5%. The parameters were water content, tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate. The result showed that the addition of different concentrations of kolang-kaling and beeswax significantly afected the water content, tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate. The thickness increased with the increasing concentrations of kolang-kaling and beeswax. The water vapor transmission rate, tensile strength, and elongation percentage were decreased. The tensile strength, elongation percentage, thickness, and water vapor transmission rate of edible film were 0,342 Kgf cm-2, 52,5%, 0,025 mm and 53,439 gm-2hari-1 respectively. The best treatment was achived by using concentration of kolang-kaling at 5% and concentration of beeswax at 1,5%.

  7. PENGARUH PENGGUNAAN SERAT KULIT ROTAN SEBAGAI PENGUAT PADA KOMPOSIT POLIMER DENGAN MATRIKS POLYESTER YUKALAC 157 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN DAN TEKUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjito Jokosisworo

    2012-02-01

    Full Text Available This time, rattan bark fiber’s used in furniture industries and home industries because it is easy to get, cheap,not to be danger for our health, and it can lesson environment pollution (biodegradability; so, with exploit ascomposites lasing fibre, later, it can overcome the environment problem. The rattan bark development ascomposite material has already know, in view of the raw material of natural fibre (rattan available, Indonesiahas many raw material. From this case, this research conducted to get technical analysis of tensile strength andbending from rattan bark fibre composite that is using woven roving treatment of variation matting pattern onfibre direction 0º/90º and 45º angles as polyester resin matrix.The purpose of this research is: to identify the tensile strength and bending of composite of rattan bark fibrewhich influence fibre direction between 0º/90º and 45º angles. From the result of specimen trial is served intensile strength and bending, and compared with tensile strength and bending value which permitted by BKI (Biro Klasifikasi Indonesia as theory of standardization trial. On the research, the writer found composite thathave rattan bark fibre compared 0º/90º and 45º angle of fibre direction, the treatment of matting pattern fibre,volume fraction 42,8% matrix polyester and 57,2% rattan bark fibre to specimen of tensile strength trial,volume fraction 50% matrix polyester and 50% rattan bark fibre to specimen bending trials. Conducted handlay up method, from the result study found the price maximum of tensile strength has got by composite with0º/90º and 45º fibre direction and maximum bending has got by composite with 45º fibre direction.

  8. Analisis Gaya Dan Pembuatan Badan Pesawat Tanpa Awak Dari Bahan Material Komposit Yang Diperkuat Polyester Dan Serat Rock Wool Dengan Metode Hand Lay Up

    OpenAIRE

    Susanto, Juliono

    2015-01-01

    The fuselage is the main component of an aircraft. The fuselage itself is a place for the attachment of aircraft parts such as wings, elevators, and landing gear. Drone body length is 2027 mm. This study was conducted to create and analyze drone body using a mixture of polyester resin composite materials with rock wool fibers. This study aimed to explore the value of gravity by using theoretically the drone body and get the value of stress strain that occurs in the body drone through simulati...

  9. KARAKTERISTIK BRIKET DARI KOMPOSIT SAMPAH BUAH, SAMPAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Ruslinda

    2017-03-01

    Full Text Available This study aims to examine the characteristics of briquettes from fruit waste, HDPE plastic waste, and coconut shell composite, as an alternative fuel. Characteristic tests include physical characteristics (density and compressive strength, chemical characteristics (moisture, volatile content, fixed carbon, ash content, calorific value, and cost calculation for making briquettes. Physical characteristics tests obtained that density is between 0.60 to 0.89 g/cm3 and compressive strength is between 0.88 to 6.87 kg/cm2. Chemical characteristics tests found that water content 5.73 - 9.06%; volatile content 70.02 - 79.92%; fixed carbon 12.39 - 18.41%; ash content of 1.47 - 4.86%, and calorific value 4549 - 7213 cal/g. Cost for making briquettes range between 0.56 to 0.86 rupiahs/kcal. Except for compressive strength parameter, other parameters are in the standard range of biobriquettes quality according to Permen ESDM No. 047 Tahun 2006. Optimum briquette found in this research is a mixture of 20% fruit waste, 20% of plastic waste HDPE, and 60% coconut shell. Briquettes made as a mixture of those three raw material with that composition is optimum as an alternative fuel, because it produces higher calorific value and lower cost.

  10. MULTILAYER POROUS COMPOSITE FROM WASTE GLASS FOR WATER FILTRATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. P. Aji

    2015-07-01

    Full Text Available Multilayer porous composite have been produced through the heating process at temperature T=700oC for 2.5 h. Single layered porous composite was made with a varied mass percentage of from PEG polymer  1% to 10%. Double-layered porous composite were made by the arrangement of porosity (4:3%, (4:2% and (3:2%, while the three-layers porous composite have an arrangement (4:3:2%. Performance of multilayer porous composite for water filtration with pollutants of methylene blue 100 ppm was estimated from the absorbance spectrum. Rejection of methylene blue pollutants from single layered porous composite increases when the fraction of PEG polymer tend to be smaller in the matrix. Meanwhile, the double layered porous composite has a degradation of methylene blue pollutants are better than one layer. Triple layered porous composite have good performance for the water filtration where all the pollutants of methylene blue be able to be filtered.   Komposit pori berlapis telah dihasilkan dengan proses pemanasan pada temperatur T=700oC selama 2.5 jam. Komposit pori satu lapis dibuat dengan variasi persen massa polimer PEG 1% hingga 10%. Komposit pori dua lapis dibuat dengan susunan porositas (4:3%, (4:2% dan (3:2%, sedangkan komposit pori tiga lapis memiliki susunan porositas (4:3:2%. Kinerja komposit pori berlapis untuk filter air dengan polutan methylene blue 100 ppm diestimasi dari spektrum absorbansi. Rejeksi polutan methylene blue dari komposit pori satu lapis meningkat saat fraksi polimer PEG cenderung lebih kecil dalam matrik komposit. Sedangkan, komposit pori dua lapis memiliki kemampuan untuk degradasi polutan methylene blue yang lebih baik dari satu lapis. Komposit pori tiga lapis memiliki kinerja yang baik untuk filter air dimana seluruh polutan methylene blue mampu disaring. 

  11. Potensi “Khimelor” sebagai Tepung Komposit Tinggi Energi Tinggi Protein Berbasis Pangan Lokal (Health Potential of “Khimelor” as Composite Fluor Having Both High Energy and High Protein Level Based on Local Food

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmi Karunia Tanuwijaya

    2016-07-01

    The use of wheat flour as the basic ingredients of food products for high energy high protein diet is considerably high. Soybeans, mung beans, red leaf spinach and moringa leaf is local food sources of nutrients that are potential to be processed into a composite flour substituting wheat flour, which can be utilized for a variety of food products. The research was aimed to know the influence of proportion of soybeans, mung beans, red leaf spinach and moringa leaf (KhiMeLor on the quality of nutrition, protein and organoleptik quality of composite flour. This was experimental research with a complete random design. The treatment were several composition mixtures of wheat and composite flour, consisting of soybean, mung bean, red leaf spinach and moringa leaf P0 (100% : 0%; P1 (75% : 25%; P2 (50% : 50%; P3 (25% : 75%; P4 (0% : 100%. The content of carbohydrate, protein and fat was analyzed using proximate analysis. The quality of protein was examined from limiting amino acid and protein digestibility score. The sensory test was used to examine the costumer acceptance on sensory parameters. Statistical analysis used One Way Anova which  showed that substitution of  soy bean, mung bean,  moringaleaf and red spinach significantly (p=0,000 increases protein level. The limiting amino acid of P0,P1 and P2 was Lysine, but P3 and P4 was methionine. Protein digestibility of composite fluor was less than P0 (96%. The result of sensory evaluation showed that there was significant difference in aroma (p=0,000 and texture (p=0,029 which decreases as there is an increase of proportion composite flour. The conclusion was different proportion of soy bean, mung bean, moringa leaf and red spinach  influences the nutrition quality and sensory evaluation of composite flour. Keyword : composite flour, local food, KHiMelor

  12. Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ihsan

    2015-03-01

    Full Text Available Mobil merupakan sarana transportasi yang banyak digunakan oleh manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun umum. Pada tahun 2013 Teknik Mesin ITS bekerja sama dengan PT. Karya Tugas Anda membuat sebuah prototype mobil pick up multiguna pedesaan. Berat total prototype mobil dan box tersebut adalah 1200 Kg. Sedangkan dengan engine 650 cc dan daya 38,23 - 43,33 HP, berat mobil terlalu berat (rancangan beban total maksimum mobil dan penumpang/ barang adalah 1500 Kg. Untuk itu dilakukan kajian terhadap hood dan side panel mobil tersebut pada body bagian depan maupun box (body bagian belakang. Setelah perancangan tersebut selesai, dilanjutkan dengan merancang sambungan hood dan side panel mobil tersebut. Sambungan menggabungkan antara material pelat dengan komposit dan material komposit dengan komposit. Sambungan dianalisa kekuatannya terhadap gaya-gaya/ beban yang mungkin terjadi saat mobil digunakan. Selanjutnya dilakukan perancangan proses pembuatan hood dan side panel mobil dari bahan komposit. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah hood berdimensi 1176 mm x 453 mm dan side panel mobil dengan dimensi 558 mm x 430,5 mm. Bahan kedua komponen adalah komposit tipe E-Glass yang memiliki keuntungan lebih ringan daripada bahan sebelumnya, yaitu mild steel. Ketebalan hood yang dipilih sebesar 2 mm. Ketebalan hood tersebut aman, yaitu mampu menerima tegangan ekuivalen maksimum 7,9769 MPa dan lebih kecil daripada tegangan ijin material komposit yaitu 1020 MPa. Deformasi yang pada hood adalah sebesar 0,0247 mm. Berat dari hood mengalami perubahan, dimana dengan menggunakan bahan mild steel berat hood adalah 7,536 kg. Jika menggunakan bahan komposit berat hood menjadi 2,327 kg, hampir 69,12% lebih ringan dari sebelumnya.

  13. Effectiveness of bleaching agent on composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galih Sampoerno

    2012-03-01

    tumpatan komposit pada gigi anteriornya. Meskipun telah banyak penelitiahan yang dilakukan tetapi masalah ini masih menjadi pro dan kontra. Tujuan: Melihat perbedaan perubahan warna antara komposit hybrid dan komposit nano sebelum dan sesudah terpapar bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 38%. Metode: Tiap kelompok mendapatkan perlakuan 3 kali. Dipersiapka 18 spesimen berbentuk tabung (5 mm dan dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 9 untuk resin komposite hybrid dan komposit nano. Direndam larutan teh hitam selama 72 jam. Perubahan warna diukur dengan spektrofotometer tipe BPY-47 dan mikrovolt digital, baik sebelum, setelah perendaman larutan teh hitam dan setelah proses bleaching. Perbedaan intensitas cahaya dihitung dengan GLM MANOVA Repeated Measuse dan analisa parametrik. Hasil: Setelah perendaman teh hitam, komposit nano mempunyai perubahan warna yang lebih gelap dibandingkan komposit hybrid. Setelah bleaching, baik komposite hybrid dan komposit nano kembali ke warna aslinya. Tetapi perubahan warna komposit nano lebih besar dari pada komposit hybrid. Kesimpulan: Setelah bleaching, baik resin komposit hybrid dan nano menjadi lebih terang dari warna aslinya.

  14. Overflademodifikation af rustfast stål som forbehandling til limning

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jellesen, Morten Stendahl

    2003-01-01

    sammenligne forsøgene holdes limsamlingens geometri konstant og i alle forsøg limes med en to-komponent epoxy lim, dp 460, fra 3M. Limemnerne består af AISI 304, hvis komposition er fastlagt vha. optisk emissionsspektrometri. For alle overflademodificerede emner er ruheden bestemt vha. optisk...

  15. The effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Chair Effendi

    2014-03-01

    Full Text Available Background: Composite resin is the tooth-colored restorative material which most of the people are fond of due to their aesthetic value. The composite resin discoloration may happen because of the intrinsic and extrinsic factors. Soda water is one of the beverages which can cause the composite resin discoloration. Purpose: The study was aimed to determine the effect of soda immersion on nano hybrid composite resin discoloration. Methods: The study was an experimental laboratory study using 100 shade A3 nano hybrid composite resin specimens with the diameter of 5 mm and density of 2mm. The samples were divided into 5 groups, each group was immersed in different beverages. The beverages were mineral water; lemon-flavored soda; strawberry-flavored soda; fruit punch-flavored soda; and orange-flavored soda for 3, 7, 14 and 21 days respectively, in the temperature of 37o C. The discoloration measurement utilizes Spectrophotometer, Vita Easy Shade, and uses CIEL*a*b* method. Results: The result showed that the duration of immersion in soda had an effect on the Nano hybrid composite resin discoloration. Strawberry and fruit punch- flavored soda were the most influential components toward the discoloration. Nevertheless, the generally-occurred discoloration was clinically acceptable (∆E ≤ 3,3. Conclusion: The study suggested that the soda immersion duration has effect on Nano hybrid composite resin discoloration.Latar belakang: Resin komposit adalah material sewarna gigi yang diminati masyarakat karena memiliki nilai estetik yang baik. Perubahan warna resin komposit dapat terjadi karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Minuman soda merupakan salah satu minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin komposit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti perubahan warna resin komposit nanohibrida akibat perendaman dalam minuman soda. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan

  16. PENGARUH FRAKSI VOLUME PENGUAT TERHADAP KEKUATAN LENTUR GREEN COMPOSITE UNTUK APLIKASI PADA BODI KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mastariyanto Perdana

    2016-07-01

    Full Text Available Composites are one of material be used in engineering field. This is due the composites has light weight and relatively strong properties. The synthesis fiber-based composites reduces to obtain environmental friendly properties. This research use hybrid fiber which consist of calcium carbonate (CaCO3 powder and bagasse fiber. Matrix used is resin polyester. Variation of volume fraction between bagasse and calcium carbonate powder are 10:20, 15:15 and 20:10 respectively. Volume fraction of hybrid fiber and polyester is 30:70. This study aims to determine mechanical properties of hybrid composites for each variation of volume fraction. Test results showed. Bending strength of bagasse-based hybrid composites and powder of calcium carbonate with a variation of volume fraction of 10%: 20%, 15%: 15% and 20%: 10% are 53.77 MPa, 54.90 MPa and 59.76 MPa. Hybrid composites with volume fraction 20% bagasse and 10% calcium carbonate powder has highest of bending strength. Green composite based bagasse and calcium carbonate powder can use on application of vehicle body.Komposit merupakan salah satu material yang banyak digunakan pada bidang keteknikan. Ini dikarenakan komposit memiliki sifat ringan dan relatif kuat. Untuk mendapakatkan sifat yang ramah lingkungan, penggunaan komposit yang berbasis serat sintesis dikurangi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan serat hibrid yaitu penggabungan antara serbuk kalsium karbonat (CaCO3 dan serat ampas tebu (bagasse. Matrix yang digunakan adalah resin polyester.Variasi fraksi volume antara bagasse dan serbuk kalsium karbonat masing-masing adalah 10:20, 15:15 dan 20:10. Fraksi volume antara serat hibrid dan resin polyester adalah 30:70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium karbonat untuk masing-masing variasi fraksi volume. Hasil pengujian menunjukkan bahwakekuatan bending tertinggi komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium

  17. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  18. Genresignatur

    DEFF Research Database (Denmark)

    Nyboe, Jacob Ølgaard

    tale om genresignaturer, når Svend Åge Madsen karakteriserer et tidligt værk som uroman, når Lars Skinnebach udsender en samling af genrer, eller når Hans Otto Jørgensen skriver en Andy Warhol-komposition. I den første af fem artikler kortlægges genresignaturens udbredelse i de seneste 17 års danske...

  19. Karakteristik Laminasi Bambu pada Papan Jabon

    OpenAIRE

    Supriadi, Achmad; Sulastiningsih, Ignasia Maria; Subyakto, Subyakto

    2017-01-01

    Tanaman jabon (Anthocephallus cadamba Miq.) sudah banyak ditanam oleh masyarakat sebagai bahan alternatif untuk keperluan bangunan dan mebel. Kayu jabon memiliki dua kelemahan, yaitu tidak kuat (termasuk kelas kuat IV) dan tidak awet (kelas awet V). Untuk meningkatkan sifat kekuatan kayu jabon dalam penelitian ini dilakukan pembuatan papan komposit kayu jabon laminasi bambu atau papan jabon laminasi bambu (PJLB). Bambu yang digunakan adalah bambu mayan (Gigantochloa robusta Kurz) dan bambu an...

  20. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS

    OpenAIRE

    Budianto Budianto

    2015-01-01

    Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic) yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis st...

  1. Analisis Kekuatan Struktur Pada Kapal Wisata Sungai Kalimas

    OpenAIRE

    Budianto, Budianto

    2015-01-01

    Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic) yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis st...

  2. Analisis Harmonisa Inverter PWM Satu Fasa

    OpenAIRE

    Rejeki Simanjorang

    2008-01-01

    Pada tesis ini dianalisis harmonisa inverter PWM satu fasa. Inverter PWM satu fasa yang akan ditinjau adalah inverter satu fasa jembatan penuh (konvensional) dan inverter komposit. Analisis difokuskan pada penentuan pola penyaklaran yang optimum agar pembangkitan harmonisa dan switching losses inverter rendah. Untuk menentukan pola penyaklaran optimum maka dilakukan analisis yang berbasis pada rangkaian ekivalen harmonisa inverter satu fasa. Dengan menggunakan pola penyaklaran optimum, kedua ...

  3. Analisa Pengaruh Komposisi Graphene- TiO2 Terhadap Unjuk Kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indera Cahya Pradana

    2015-03-01

    Full Text Available Saat ini,  89,5% pembangkit tenaga listrik di Indonesia menggunakan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari sumber energi alternatif dengan memanfaatkan energi surya yang dikonversikan menjadi energi listrik menggunakan dye-sensitized solar cell. Material semikonduktor pada fotoelektroda DSSC penelitian ini terdiri dari komposit TiO2 dengan graphene. Graphene yang dikompositkan merupakan hasil sintesis dengan metode modifikasi Hummer sebagai salah satu komponennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi 0; 5; 10 dan 15% wt graphene pada komposit graphene- TiO2 yang terbaik untuk didapatkan efisiensi unjuk kerja yang maksimal. Pada penelitian ini, digunakan dye dari ekstrak bunga Geranium (Geranium sylvaticum. Unjuk kerja DSSC pada penelitian ini didasarkan pada efisiensi dan fill factor DSSC. Efisiensi dan Fill Factor terbaik didapatkan pada komposisi 10% wt graphene pada komposit graphene- TiO2 dengan nilai efisiensi sebesar 0,00532% dan fill factor sebesar 0,69 (69%.

  4. Pengaruh Milling Time Terhadap Pembentukan Intermetalik ɣ-TiAl Sebagai Reinforced Dalam Metal Matrix Composite (MMCs Hasil Mechanical Alloying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Badrus Soleh

    2013-03-01

    Full Text Available Paduan TiAl mempunyai berbagai keunggulan dalam sifat mekanik serta sifat termal. Senyawa intermetalik γ-TiAl mempunyai sifat mekanik dan sifat termal yang sangat baik sehingga sesuai apabila diaplikasikan sebagai penguat pada metal matrix composite (MMCs. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis paduan TiAl sehingga terbentuk  fasa intermetalik γ-TiAl yang homogen. Sintesa dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan modification horizontal ball mill dengan komposisi paduan Ti-36%wt Al dan variasi milling time 0,10,20 jam dengan kecepatan tetap 350rpm. Hasil milling dikompaksi dan di-annealing pada temperatur 9000C selama 30menit.  Fasa intermetalik γ-TiAl terbentuk setelah proses mechanical alloying 20 jam. Hasil pengujian difraksi sinar X menunjukkan ukuran kristal sebesar 198.92Å pada fasa γ-TiAl, memiliki kekerasan 678,1HV.

  5. Pengaruh Penambahan 10at.%Ni dan Waktu Milling pada Paduan MgAl Hasil Mechanical Alloying dan Sintering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Kurniawan

    2013-03-01

    Full Text Available Paduan magnesium banyak dikembangkan sebagai Hydrogen Storage Materials. Penambahan unsur Al dan Ni dalam paduan magnesium berguna untuk mengurangi energi ketika proses hidrogenasi berlangsung. Sintesa paduan magnesium dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill. Paduan Mg-Al akan didoping dengan menambahkan 10at.% Ni menggunakan variasi waktu milling selama 2, 5, 10, dan 20 jam. Paduan yang terbentuk hasil milling akan dilakukan proses sintering pada temperatur 6000C. Pengujian BET, Sieving, XRD, SEM/EDX, dan DSC/TGA dilakukan untuk menganalisa paduan yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi waktu milling selama 10 jam dengan temperatur sintering 6000C mampu membentuk paduan Mg-Al-Ni berupa larutan padat Mg, AlNi dan Mg3AlNi2.

  6. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  7. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  8. EVALUASI KERAGAMAN GENETIK INDUK IKAN KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus F-1 DAN TURUNANNYA (F-2 DENGAN PENANDA mt-DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2012-12-01

    pada turunannya (F-2. Hal ini dimungkinkan bahwa yuwana yang dianalisis tersebut berasal dari populasi 3 komposit haplotip induk F-1. Hasil analisis dengan program Tools for Population Genetic Analysis (TFPGA menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik induk F-1 mengalami penurunan sebesar 20,46% terhadap turunannya (F-2, hal ini diduga karena sedikitnya jumlah induk efektif yang memijah. Dengan demikian penambahan induk efektif perlu dilakukan untuk menghindari laju penurunan keragaman genetik.

  9. GUDANG-GUDANG DI KARAWANG: KELETAKAN DAN FUNGSINYA DALAM SEJARAH PERNIAGAAN MASA HINDIA BELANDA The Storehouses In Karawang: Location and Functions On Commerce History in The Netherlands Indie Period

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Libra Hari Inagurasi

    2014-06-01

    Abstrak Tulisan ini mencoba membahas keberadaan gudang-gudang kuna kolonial di Karawang, yang selama ini belum banyak ditulis. Topik gudang dalam tulisan ini dikaitkan dengan konteks perniagaan lokal, yang berlangsung di wilayah Karawang dengan daerah sekitarnya pada periode akhir Hindia Belanda. Melalui tulisan ini berhasil diungkapkan dua buah gudang kuna dari masa Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yakni gudang di Tanjungbungin dan gudang di Cilamaya. Letak dua buah gudang berada di tepi Ci Tarum, jalur perniagaan antara Tanjungbungin dengan Batavia, dan berada stasiun kereta Cilamaya jalur perniagaan antara Cilamaya dengan Cikampek. Jenis-jenis komoditas penting yang didistribusikan, misalnya, garam,  padi, ikan, kayu, dan kapur. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan garam, padi, yang  didistribusikan dari Laut Jawa menuju ke Tanjungbungin, dan dari Cilamaya ke Cikampek. Garam dan padi merupakan jenis-jenis komoditas penting untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Tulisan bertema gudang di Karawang ini berhasil diselesaikan setelah melalui tahap-tahap penelusuran literatur, deskripsi data gudang kuna, dan sintesa antara data arkeologi dengan sumber tertulis.   Kata kunci: gudang, komoditas perniagaan lokal, Karawang, Hindia  Belanda.

  10. Digital Wayang: Exploring the Use of Digital Media in Wayang Performance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erandaru Erandaru

    2013-01-01

    Full Text Available Wayang merupakan salah satu seni tradisi di Indonesia yang pernah memiliki posisi penting dalam budaya Jawa. Selain memiliki peran penting dalam ritual religi wayang juga berperan sebagai media dalam pendidikan dan hiburan. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan kurangnya usaha untuk mempertahankan relevansi keberadaannya dengan pemirsa kontemporer telah merubah dan membatasi peran wayang di masyarakat menjadi sekedar media hiburan tradisional. Jurnal ini mendokumentasikan secara ringkas sebuah proyek yang bertujuan untuk mengeksplorasi potensi aplikasi teknologi digital dalam kesenian wayang sebagai wujud pelestarian melalui inovasi. Aplikasi teknologi digital dalam elemen audio visual kesenian wayang secara inovatif dapat merubah dan memperkaya unsur naratif wayang. Proyek tersebut juga bertujuan untuk mengekplorasi aplikasi aspek fisik dan nilai-nilai tradisi dalam wayang yang dapat bermanfaat dalam pengembangan media digital. Media digital diaplikasikan dalam pertunjukan wayang secara sintesis. Karakter media melalui algoritma pemograman digunakan untuk mengatur visualisasi, suara dan interaktifitas yang bermanfaat dalam memperkaya pertunjukan. Sintesa tersebut memungkinkan munculnya suatu bentuk baru pertunjukan wayang yang diharapkan memiliki relevansi dengan permirsa kontemporer.

  11. Anterior makeover on fractured teeth by simple composite resin restoration

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eric Priyo Prasetyo

    2011-09-01

    permintaan pasien akan perawatan estetik, dokter gigi harus mengetahui estetik dan prinsip dasar dari konservasi gigi yaitu mempertahankan gigi selama mungkin. Tujuan: Laporan kasus ini menunjukkan bahwa restorasi resin komposit sederhana yang tidak invasif dapat memperbaiki estetik dan fungsi geligi fraktur yang umumya dirawat dengan macam restorasi yang lebih invasif. Kasus: Seorang wanita berusia 19 tahun datang dengan fraktur pada gigi 21 dan 22. Pasien tersebut memiliki riwayat trauma pada giginya sejak sembilan tahun sebelumnya dan telah dibawa ke dokter gigi untuk debridemen dan pemberian analgesik saja, tanpa perawatan restoratif. Tatalaksana kasus: Gigi fraktur pada 21 dan 22 diperbaiki dengan restorasi resin komposit sederhana. Kesimpulan: Fraktur pada gigi anterior akan sangat mengganggu penampilan pasien, akan tetapi fraktur tersebut dapat dirawat secara konservatif dan ekonomis dengan restorasi resin komposit sederhana.

  12. Pengujian Bending Biomaterial Hidroksiapatit Dari Tulang Sapi Sebagai Prosthesis Sendi Rahang (TMJ Pada Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmah Annur

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam dunia kedokteran jika terapi fisik dan obat-obatan tidak dapat mengatasi kelainan atau kerusakan pada sendi rahang pasien maka jalan satu-satunya adalah dengan dilakukan perawatan bedah dengan mengganti sendi yang mengalami gangguan dengan prosthesis sebagai pengganti anggota gerak yang hilang. Dalam penelitian ini digunakan material hidroksiapatit dalam pengujian bending karena memiliki komposisi kimia yang sama dengan jaringan keras pada manusia seperti gigi dan tulang. Penelitian ini bertujuan mencari nilai tegangan bending maksimum yang bisa diterima oleh komposit hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil variasi fraksi volume hidroksiapatit 40% HA, 50% HA, 60% HA, dan 70% HA. Setelah itu material di uji bending dengan menggunakan standar ASTM D790 dengan menggunakan metode pengujian three point bending. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tegangan bending maksimum sebesar 31.2 Mpa pada spesimen dengan persentase hidroksiapatit 50% fraksi volume. Fraksi ini adalah fraksi yang paling optimal di antara variabel-variabel uji lain.

  13. Seltsamkeitsproduktion in ultrarelativistischen p+p-Kollisionen bei 158 GeV

    CERN Document Server

    Billmeier, Anja

    Die Rekonstruktion der zeitlichen Evolution des Universums sowie der Komposition stellarer Objekte setzt die genaue Kenntnis des Verhaltens von Kernmaterie unter extremen Bedingungen voraus. Experimentell ist in ultrarelativistischen Schwerionenkollisionen die Erzeugung eines Zustandes hochdichter stark wechselwirkender Kernmaterie denkbar, in dem der Einschluss von Quarks und Gluonen in Hadronen aufgehoben ist (Quark-Gluon- Plasma). Ein solcher ¨Ubergang von hadronischer Materie in eine partonische Phase wird in der fr¨uhen Anfangsphase des Universums sowie im Innern von Neutronensternen vermutet. Die Formation eines Quark-Gluon-Plasmas soll dabei mit Hilfe geeigneter Obersvablen des gemessenen Endzustandes nachgewiesen werden. Das NA49-Experiment am CERN-SPS erlaubt die Messung einer Vielzahl hadronischer Observablen in hochenergetischen Kollisionen verschiedener Stoßsysteme und Einschussenergien. Eine relative Erh¨ohung der Produktion seltsamer Hadronen in Schwerionenreaktionen im Vergleich zu elementa...

  14. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  15. Zur kompositorischen Arbeit von Vitezslav Novák an Beispielen von Materialien der Kammermusik-werke

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Krupkovä Lenka

    2005-01-01

    Full Text Available (nemački Man kann den Entwicklungsprozess im Bereich der Mikrostruktur der Komposition in Nováks Kammermusikwerke, also der eigentlichen motivischthematischen Arbeit, betrachten. In dem Bestreben, auf das romantische, auf umfangreichen thematischen Gebilden basierende Klischee zu verzichten, näherte sich Novák der kompositorischen Methode von Johannes Brahms, der Nováks rationellem Denken nah verwandt war, an. Noch vor dem Entstehen des II. Schönbergs Quartetts schuf Novák das Balladesken Trio, in dem auf der Ebene eines ununterbrochenen Satzes einzelne Teile des Sonatenzyklus durchlaufen und in dem die Sonatenexposition sogar Merkmale eines selbstständigen Sonatensatzes aufweist.

  16. TUMBUH-TUMBUHAN EMISI ISOPRENA SEBAGAI SUATU EVOLUSI MOLEKUL GEN DAN ADAPTASI FISIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Tambunan

    2017-06-01

    Full Text Available Isoprene is one of volatile organic compounds (VOCs that is emitted in large quantities by plants. Isoprene is an important in the plant for defence and communication. The plant is the largest emitted isoprene especially from the leaf. Isoprene is synthesized in chloroplast, and emited to atmosphere through stomata.Isoprene can be emitted from plant leaves depend on many factors, such as gene, organism and micro organism interacted, and environmental conditions. Integrating these factors is a major challengein the formation of molecular genetic, because gene is one of an important effect to more accurate description of isoprene function. By molecular genetic evolution, isoprene can be provided rise physiological adaptation of the plants in the global changes. This paperdescribe some experiment results which are related to regulation and mechanism of isoprene synthesis in the plants as molecular genetic evolution and physiological adaptation to the climate changes. Isoprena adalah salah satu senyawa organik yang mudah menguap yang diemisi sangat besar jumlahnya oleh tumbuh-tumbuhan. Isoprena perlu bagi tumbuhan untuk pertahanan dan komunikasi. Tumbuhan mengemisi isoprenaterbanyak khususnya dari daun. Isoprenadisintesa di kloroplast, dan diemisi ke atmosfir melalui stomata. Isoprena dapat teremisi dari daun-daun tumbuhan tergantung pada banyak faktor, yakni gen, interaksi organisme dan mikroorganisme, dan kondisi-kondisi lingkungan. Keterpaduan faktor-faktor tersebut merupakan tantangan besar dalam pembentukan genetik molekuler, karena gen adalah salah satu pengaruh yang diperlukan untuk lebih akurat mendiskripsi fungsi isoprena. Dengan evolusi molekul gen, isoprena dapat memberikan peningkatan adaptasi fisiologi tumbuhan pada perubahan-perubahan global. Tulisan ini menggambarkan beberapa hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan regulasi dan mekanisme sintesa isoprena pada tumbuh-tumbuhan sebagai evolusi molekul gendan adaptasi fisiologi

  17. KINERJA KATALIS Ag/Al2O3 UNTUK REDUKSI NOx

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Sarwono

    2012-02-01

    Full Text Available NOx merupakan hasil samping dari suatu reaksi pembakaran. NOx merupakan gas yang beracun sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia dan hewan bila terhirup pada waktu bernafas. Untuk mengurangi kadar NOx pada gas buang, banyak penelitian diarahkan pada reduksi NOx dengan katalis secara selektif dengan hidrokarbon dan oksigen berlebihan. Katalis yang digunakan adalah katalis alumina (Al2O3 yang didapat dari katalis komersial (AlO1-7 dan katalis hasil sintesa (ALOA. Katalis Ag/Al2O3 didapat dengan memasukkan logam Ag ke dalam alumina (Al2O3 dengan cara impregnasi dengan larutan perak nitrat. Katalis diuji aktifitasnya pada reaktor fixed bed yang diluarnya terdapat pemanas yang bisa diatur suhunya. Reaktan seperti gas NO, C2H4  dan oksigen dimasukkan kedalam reaktor dengan laju yang ditentukan. Hasil reaksi dianalisa dengan gas chromatography dan dicatat pada recorder, selanjutnya bisa ditentukan kuantitas dan prosentase konversinya. Katalis alumina  ALOA mempunyai kemampuan mereduksi NO dengan konversi  sekitar 40-45% gas NO menjadi N2. Loading logam perak (Ag kedalam Al2O3 sebesar 2-3% berat menambah daya reduksi NO menjadi sekitar 45-50% pada suhu 500oC. Pada umpan NO + C2H4  + O2  reaksi reduksi terjadi pada suhu 300oC, sedangkan pada umpan NO + C2H4   (tanpa oksigen reaksi reduksi baru terjadi pada suhu 450oC, dengan demikian adanya oksigen sangat berperan dalam proses reduksi NOx. Reaksi peruraian C2H4 menjadi COx berkebalikan dengan kinerja katalis pada proses reduksi NOx

  18. About LTCC materials in the substance system of CaO-La{sub 2}O{sub 3}-Al{sub 2}O{sub 3}-B{sub 2}O{sub 3}; Ueber LTCC-Werkstoffe aus dem Stoffsystem CaO-La{sub 2}O{sub 3}-Al{sub 2}O{sub 3}-B{sub 2}O{sub 3}

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gemeinert, Marion

    2009-09-01

    crystalline phases lanthanum borate and calcium alumoborate oxide were prepared and characterized separately. The sintering and crystallisation behaviour as well as the thermal and dielectric properties of the glass ceramic composites were investigated in dependence of the developed glasses, the volume relation of glassy and crystalline components of the composite powder and the sintering temperature. The developed LTCC-materials were adapted to a chosen material for the outer layers of a selfconstrained laminate referring to their thermal properties (thermal expansion coefficient: ca 5 x 10{sup -6}/K, permittivity: ca 7, dielectric loss factor: {<=}1 x 10{sup -3}). To control the suitability of the developed material it was used for the inner layers of a LTCC multilayer. The lateral shrinkage of the multilayer during sintering was reduced to <0,4%. (orig.) [German] Glaskeramische Komposite, deren Herstellung von Glas- und kristallinen Pulvern ausgeht, bieten vielfaeltige Moeglichkeiten, Werkstoffeigenschaften, wie z.B. Sinterverhalten, thermische Dehnung, mechanische Eigenschaften, chemische Bestaendigkeit, dielektrische Eigenschaften und Oberflaechenqualitaet fuer spezielle Anwendungszwecke gezielt einzustellen. Glaskeramische Kompositpulver koennen zu Folien verarbeitet werden, aus denen mittels der LTCC (Low Temperature Co-fired Ceramics)- Technologie keramische Multilayer hergestellt werden, die insbesondere fuer das Electronic Packaging von Mikrosystemen eingesetzt werden. Problematisch ist die beim freien Sintern der LTCC-Multilayer auftretende laterale Schwindung, die von relativ hohen Schwindungstoleranzen begleitet ist. Zur Vermeidung der lateralen Schwindung werden Zero Shrinkage-Techniken eingesetzt. Eine neue Moeglichkeit Zero Shrinkage beim Sintern von LTCC-Multilayern zu erreichen, besteht in der Anwendung eines self-constrained Laminates. Hierbei wird ein Multilayer eingesetzt, der aus zwei unterschiedlichen Folienarten fuer innere und aeussere Lagen mit

  19. Root Canal Retreatment Followed By Root-End Resection and Direct Veneer Restoration Using Resin Composite of Maxillary Right Central Incisor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diatri Nari Ratih

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang: Kegagalan perawatan saluran akar dapat menyebabkan nyeri yang persisten dan perubahan warna pada gigi, oleh karena itu dianjurkan untuk dilakukan perawatan ulang saluran akar, didikuti dengan bedah endodontik dan dilakukan restorasi yang estetis sehingga hasil perawatan dapat optimal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan kasus perawatan ulang saluran akar yang diikuti dengan reseksi apeks dan restorasi veneer direk dengan resin komposit padai insisivus sentralis kanan maksila. Kasus dan penanganannya: seorang pasien laki-laki berumur 17 tahun datang dengan keluhan rasa sakit yang terus-menerus dan perubahan warna pada giginya pada gigi insisivus sentral kanan maksila. Pemeriksaan klinis menunjukkan warn agigi kecoklatan, ada kerusakan pada email dengan garis putih pada permukaan labial, dan sebagian restorasi resin komposit telah hilang. Pada pemeriksaan perkusi gigi terasa sakit, pada pemeriksaan palpasi gigi tidak sakit dan tidak ada mobilitas. Pemeriksaan radiografis memperlihatkan bahwa obturasi saluran akar tidak hermetis dan terlihat adanya area radiolusen yang jelas di sekitar apeks akar. Perawatan yang dilakukan pada pasien tesebut adalah perawatan ulang saluran akar, kemudian diikuti reseksi apeks, dan restorasi secara veneer direk dengan resin komposit. Evaluasi hasil perawatan menunjukkan bahwa pasien tidak merasakan sakit lagi, tidak ada lesi periapikal, dan pasien puas dengan restorasi veneer direk. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa apabila perawatan ulang saluran akar tidak berhasil, bedah endodontik adalah pilihan perawatan yang tepat untuk mendapatkan penyembuhan lesi pariapikal yang optimal dan restorasi estetik merupakan pilihan sehingga keberhasilan jangka panjang dapat dicapai.   Background: The failure of root canal treatment can cause persistent pain and discolored tooth. Therefore it is recommended to conduct root canal retreatment followed by endodontic surgery and to esthetically

  20. KEKUATAN LEKAT BETON DAN BAJA TULANGAN AKIBAT PEMANASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellen Kumaat

    2003-01-01

    Full Text Available The combination of concrete and steel form economical and efficient composite material by means of the created cooperation through bond stress on the interface of both materials. Heating at varying temperature would result in behaviour change of the composite material, particularly regarding its bond stress performance due to the microstructure change of the concrete and steel. The uniaxial compression test indicated that the value of concrete compression strength on seven days if heated at 2000 C , 5000 C, and 8000 C temperature would decrease, varying from six to 100%, whereas the decrease of concrete compression strength on 28 days varying from ten to 90%. At 2000 C heating, the decrease of bond stress between steel and concrete on 28 days was approximately 30%. Heating at a higher temperature or at 5000 C would lead to 40% to 77% decrease. The decrease of concrete compression and that of bond stress due to heating was presented by a non-linear curve showing that there was a positive correlation between the two characteristics. Abstract in Bahasa Indonesia : Perpaduan antara material beton dan baja tulangan akan membentuk material komposit yang ekonomis serta efisien lewat hasil kerjasama yang tercipta melalui kekuatan lekat pada interface kedua material tersebut. Pemanasan dengan temperatur yang bervariasi akan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku material komposit tersebut, khususnya menyangkut kinerja kekuatan lekatnya akibat perubahan mikrostruktur pada material beton dan material baja tulangan. Dari hasil uji tekan uniaksial diperoleh nilai kuat tekan beton umur tujuh hari yang bila dipanaskan dengan temperatur 200oC, 500oC dan 800oC akan mengalami penurunan yang bervariasi antara enam hingga 100%, sedangkan penurunan kuat tekan beton pada umur 28 hari berkisar antara sepuluh hingga 90%. Pada tingkat pemanasan dengan temperatur 200oC, penurunan kekuatan lekat antara baja tulangan dan beton umur 28 hari adalah sekitar 30%, serta

  1. Kajian Pemilihan Sumber Mikroorganisme Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC Berdasarkan Jenis dan Volume Sampah, Power Density dan Efisiensi Penurunan COD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2017-06-01

    Full Text Available Mikroorganisme merupakan salah satu komponen penting dalam proses Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC untuk degradasi bahan organik dan transfer elektron. Pemilihan sumber mikroorganisme menjadi metode yang paling sederhana untuk dikaji sebagai informasi awal ketersediaan dan identifikasi jenis mikroorganisme yang mendukung proses SMFC. Tujuan kajian ini adalah untuk memilih sumber mikroorganisme tanah, septic tank dan sedimen sungai yang tepat digunakan dalam proses SMFC berdasarkan jenis dan volume sampah, power density, dan efisiensi penurunan COD. Kajian ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan reaktor SMFC tipe single chamber microbial fuel cell dengan variabel jenis dan volume sampah , serta sumber mikroorganisme. Metode perbandingan secara kuantitatif dilakukan berdasarkan kecenderungan nilai power density dan efisiensi penurunan COD tertinggi di antara jenis dan volume sampah kantin, dedaunan dan komposit kantin-dedaunan. Hasil yang didapatkan adalah sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 2/3 dari volume reaktor, sedangkan sumber mikroorganisme septic tank tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 1/2 dari volume reaktor. Sumber mikroorganisme dari septic tank menunjukkan kinerja power density dan efisiensi penurunan COD yang lebih rendah dibandingkan sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai.

  2. VARIASI GENETIK IKAN TUNA SIRIP KUNING, Thunnus albacares DENGAN ANALISIS ELEKTROFORESIS ALLOZYME DAN Mt-DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2007-04-01

    Full Text Available Sampel ikan tuna sirip kuning, T. albacares diambil dari tiga lokasi (perairan Bali, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara dan dilakukan analisis variasi genetik dengan metode elektroforesis allozyme menggunakan 15 enzim dan mt-DNA dengan 4 enzim restriksi. Hasil penelitian ini diperoleh 4 lokus enzim polimorfik yaitu: Idh-*2 (isocitrate dehydrogenase, Gpi-2* (glucose phoshate dehydrogenase , Mdh-1* (malat e dehydrogenase, dan Est-1* (esterase. Frekuensi alel allozyme terlihat adanya perbedaan yang nyata (Fst = 0,12; P<0,05 antar lokasi yaitu Bali (A, B, C, D, Sulawesi Utara dan Maluku Utara (A, B, C. 15 komposit haplotipe ditemukan pada populasi Bali, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara. Haplotype diversity pada populasi Bali 0,886; Sulawesi Utara 0,790; dan Maluku Utara 0,785; dengan rata-rata dari haplotype diversity adalah 0,857. Jarak genetik dari ketiga populasi berkisar antara 0,003--0,023 (rata-rata 0,016. Populasi Maluku Utara dan Sulawesi Utara mempunyai jarak genetik terdekat yaitu 0,003. Hal ini merupakan indikator bahwa Sulawesi Utara dan Maluku Utara sering digunakan sebagai jalur migrasi dengan adanya kesamaan alel yang ditemukan pada kedua populasi tesebut, jika dibandingkan dengan populasi Bali (0,023.

  3. Impact of Women’s Empowerment on Infant Mortality in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanik Stiyaningsih

    2017-05-01

    Secara umum, otonomi dan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan. Kurangnya otonomi dan pemberdayaan perempuan dapat menyebabkan hasil negatif pada kesehatan dan kematian anak. Belum terdapat penelitian terkini yang menganalisis hubungan antara pemberdayaan perempuan dan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan menelusuri pengaruh pemberdayaan perempuan terhadap kematian bayi di Indonesia. Sampel berjumlah 9.754 perempuan berusia 15-49 tahun yang terakhir melahirkan pada periode tahun 2007-2012 diambil dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Pemberdayaan perempuan diukur dengan menggunakan indeks komposit yang dibangun dari delapan indikator dari tiga dimensi pemberdayaan perempuan, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi, partisipasi dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan, dan kebebasan untuk berpindah. Selanjutnya, estimasi dampak pemberdayaan perempuan pada kematian bayi menggunakan model regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan tingkat pemberdayaan yang lebih baik akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk mengalami kejadian kematian bayi. Hal ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk mengurangi kematian bayi.

  4. ”Den lange rejse …” – metaforiske betydningslag i filmmediet En analyse af Aarhus Universitets vejlednings-, branding- og rekrutteringskampagne 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Petersen

    2014-11-01

    Full Text Available Artiklen tager udgangspunkt i kampagnefilmen ”Tænk. Hvis det er dig”, som var en del af den branding-, vejlednings- og rekrutteringskampagne, som Aarhus Universitet lancerede i 2012, og på baggrund af en analyse af filmens komposition samt billed- og lydside undersøger artiklen, hvordan kampagnefilmen opbygger en handlingsmæssig struktur, som realiserer en grundlæggende metaforisk forståelse af ’uddannelse som en rejse’. Ved hjælp af George Lakoff og Mark Johnsons metaforteori undersøges den anvendte metafors beskaffenhed, struktur og betydning(er, og i artiklen argumenterer vi for en tolkning af den anvendte metafor som ’uddannelse som en moderne dannelsesrejse’. Lakoff og Johnsons metaforteori, som tager udgangspunkt i sproglige tegn, vil i denne artikel blive anvendt på analysen af visuelle tegn, og dermed ønsker vi at demonstrere, at et oprindeligt sproglig-tekstuelt baseret metaforbegreb også kan bidrage til en bedre forst.else af visuel-fi lmiske narrative teknikker.

  5. The Material and “Inner Life” in Music: Beethoven, Psychological Coherence, and Meaning

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sara Eckerson

    2015-09-01

    Full Text Available Current studies on Adolph Bernhard Marx generally focus on Marx’s seminal texts in music theory and pedagogy, such as Die Lehre von der musikalischen Komposition, praktisch theoretisch (1837–1847 and Marx’s theory of sonata form, but they infrequently explore the philosophical and aesthetic dimensions of Marx’s criticism. The present essay will analyze a series of statements Marx wrote that address the aesthetic principles one should employ in descriptions of musical meaning, including “spiritual guidelines” (die geistigen Lenkfäden and psychological coherence (des psychologischen Zusammenhangs. We will investigate Hegel’s influence on Marx’s thought, in addition to other contemporary philosophical positions, in relation to the themes of musical content, form, and the creative process. The study will aim to reveal the function of “spiritual guidelines” and specifically psychological coherence in aesthetics as the basis of a fresh look into musical meaning and ideal content in Beethoven’s Ninth Symphony, Op. 125.

  6. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN HIBRIDA KITOSAN-SILIKA- PEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F Widhi Mahatmanti

    2013-02-01

    Full Text Available Membran kitosan mempunyai efektivitas pemisahan relatif tinggi tetapi kestabilan mekanik rendah. Untuk meningkatkan kestabilan perlu ditambahkan silika sehingga dihasilkan membran kitosan-silika. Sebagai bahan dasar silika digunakan natrium silikat yang diisolasi dari abu sekam padi. Dalam pembuatan membran kitosan-silika, plasticizer (polietilen glikol/PEG digunakan untuk meningkatkan kestabilan mekanik membran secara signifikan. Pembuatan membran kitosan-silika-PEG dilakukan dengan cara penguapan larutan dan pencetakan. Membran kitosan-silika-PEG dikarakterisasi sifat mekaniknya dengan menguji kekuatan tarik, persen perpanjangan dan Modulus Young, perubahan gugus fungsi, morfologi, sifat kristalinitas, kestabilan terhadap suhu, sifat hidrofilisitas, dan uji terhadap fluks air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan-silika dengan komposisi kitosan/silika 1:0,8 mempunyai harga kuat tarik optimum. Penambahan PEG akan meningkatkan harga persen perpanjangan, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil uji FTIR dan XRD, tetapi meningkatkan sifat hidrofil seiring dengan meningkatnya konsentrasi PEG dan pH. Nilai Fluks air menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG, dimungkinkan PEG terjebak secara fisik dalam padatan komposit.

  7. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2015-02-01

    Full Text Available Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis struktur konstruksi dengan menggunakan metode elemen hingga. Dimana diterapkan dengan mampu menerima beban baik dari dalam maupun luar pada perahu wisata sungai Kalimas FRP tersebut. Kemampuan kekuatan struktur yang cukup aman diijinkan, dengan nilai tengangan bending yang masih dalam nilai dibawah 67 mPa. Dimana dalam keadaan kondisi hogging maupun sagging telah dianalisis cukup aman kekuatan pada struktur perahu wisata sungai Kalimas FRP yang dapat timbul pembebanan akibat adanya manouvering tersebut, baik secara global memanjang kapal maupun struktur lokal didudukan mesin yang merupakan fokus konsentarsi utama. Untuk Struktur lokal di dudukan mesin dimana menerima beban statis dari mesin outboard maupun beban dinamis yang ditimbulkan akibat pergerakan perahu wisata Kalimas FRP tersebut. Perhitungan dengan mekanisme pembebanan distribusi merata ataupun beban terpusat merupakan faktor utama hasil analisis perancangan struktur perahu wisata sungai Kalimas yang effisien dan efektif.

  8. Preparasi Minimal pada Pembuatan Gigi Tiruan Cekat dengan Fiber Reinforced Composite (FRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Ayat Santiko

    2016-11-01

    Full Text Available Dalam praktek sering kali dokter gigi dihadapkan pada pasien yang kehilangan gigi anterior dan ingin segera dibuatkan gigi tiruan karena alasan estetik. Gigi tiruan yang dibuat bisa berupa gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL atau gigi tiruan cekat (GTC. Pada GTSL, adanya plat pada palatum menyebabkan rasa tidak nyaman, selain itu pasien setiap kali harus buka pasang gigi tiruan kembali sehingga cukup merepotkan. Oleh karena itu pada umumnya pasien ingin dibuatkan GTC dan hal ini memang sesuai dengan indikasi GTC. Hal yang menjadi pertimbangan pada pembuatan GTC adalah pengasahan permukaan gigi secara keseluruhan bila akan dibuat desain full crown. Pada perkembangan desain GTC ada desain yang disebut resin bonded bridge atau adhesive bridge yaitu GTC yang dibuat pada gigi abutment yang dipreparasi minimal pada bagian palatal saja dan dilekatkan secara mikromekanikal antara retainer sayap logam dan gigi yang telah dipreparasi. Pasien wan ita usia 22 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof Soedomo UGM karena kehilangan gigi insisif sentral kiri atas. Pada kasus ini dilakukan pembuatan GTC dengan bahan fiber reinforced composite (FRC. Pembuatan bridge dengan bahan FRC dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pada makalah ini akan dibahas pembuatan bridge FRC secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan gigi artlfisial komposit. Hasil menunjukkan estetis yang baik, kontrol setelah 2 bulan tidak ada perubahan warna dan pasien merasa puas dengan penampilannya, jaringan gingiva di sekitarnya normal.

  9. Intuitiv musik og grafisk notation

    DEFF Research Database (Denmark)

    Bergstrøm-Nielsen, Carl

    Beskrivelser af fagene, som har eksisteret på Aalborg Universitet siden midten af firserne. I intuitiv musik trænes fri improvisation gennem bla. gruppedynamiske øvelser, opmærksomhedsøvelser og parameterøvelser. Desuden skaber de studerende selv åbne kompositioner. Faget grafisk notation træner...... det at skabe lyttepartiturer over en given musik. Studerendes arbejder citeres. Forfatteren diskuterer fagenes teoretiske kontekst og argumentererfor mere teoretisk opmærksomhed på musikken som det medium, musikterapien foregår i og peger bla. på sprogteori og Jakobson. NB: beskrivelsen af fagene er i...... skrivende stund, 2011, ikke længere aktuel. Intuitiv musik lægger mindre vægt på komposition og mere vægt på brug af hovedinstrument i intuitiv sammenhæng. Grafisk notation er integreret ind i et større fag (også varetaget af undertegnede) der tillige omfatter andre metoder til beskrivelse og tolkning....

  10. Multimodal emergens via musik - Eksemplificeret ved en reklamefilm og en dokumentarfilm [Emergent forms of meaning-making using music in multimodal compositions - Exemplified through a television commercial and a television documentary

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anders Bonde

    2009-10-01

    Full Text Available I denne artikel præsenteres og argumenteres for en værkanalytisk indfaldsvinkel i forhold til det at undersøge multimodal betydningsdannelse i audiovisuelle medieprodukter såsom reklamefilm og dokumentarfilm, hvor flere forskellige modaliteter eller semiotiske ressourcer samvirker. Som teoretisk ramme anvendes det videnskabsfilosofisk forankrede emergensbegreb, der trods dets primært naturvidenskabelige anknytning med fordel kan appliceres på perceptuelt-æstetiske fænomener, i forhold til hvilke der anlægges en hermeneutisk tilgang. Med udgangspunkt i en interesse for navnlig musikkens ekspressive og semantiske potentiale i forhold til det multimodale betydningshele diskuteres en række centrale forskningsbidrag på området og deres stilling i forhold til en forståelsesramme, der tager afsæt i emergensbegrebets definitoriske kriterier. På denne baggrund foretages analytiske nærstudier af tre forskellige audiovisuelle sekvenser, hvori samme musikalske komposition indgår, men hvor dens arrangering i forhold til de øvrige modaliteter varierer betragteligt.

  11. STUDI AWAL APLIKASI TEORI FUZZY SET PADA PERUSAHAAN READYMIX CONCRETE DALAM MEMILIH PEMASOK MATERIAL BETON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentosa Limanto

    2005-01-01

    Full Text Available Material supply has a very important role in construction process. Material supply process require suitable and reliable supplier. In this study, fuzzy set theory is used as the appraisal and selection process of material suppliers to supply materials needed to produce concrete mix in a ready mix company. Sinusoidal, Blockley, and Baldwin models are used. This research uses three variables as qualifications, which are quality, performance, and payment. With these qualifications, ready mix concrete company can appraise material suppliers to be selected. It is shown that quality can be represented by Sinusoidal model, performance by Blockley model, and payment by Baldwin model, while the appropriate defuzzification method is maximum composite method. Abstract in Bahasa Indonesia : Aktivitas yang mempunyai peranan penting dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi adalah penyediaan material. Proses penyediaan material memerlukan pemasok yang sesuai dan dapat diandalkan. Dalam studi ini dicoba untuk menggunakan teory fuzzy set dalam proses penelitian dan pemilihan pemasok material untuk adonan beton suatu perusahaan readymix concrete. Model yang dipergunakan adalah model Sinusoidal, Blockley dan Baldwin. Kualifikasi yang digunakan dipengaruhi oleh tiga variabel penentu yaitu variabel kualitas, performa dan pembayaran. Dengan kualifikasi tersebut perusahaan readymix concrete bisa menilai para supplier material yang akan dipakai perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian melalui variabel kualitas dapat diwakili oleh model Sinusoidal, untuk variabel performa diwakili oleh model Blockley dan variabel pembayaran diwakili oleh model Baldwin, sedangkan metode defuzifikasi yang sesuai adalah metode maksimum komposit.

  12. Perancangan Dashboard Mobil Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Madinah

    2013-09-01

    Full Text Available Mobil GEA yang merupakan mobil nasional akan dikembangkan menjadi mobil pedesaan multiguna. Salah satu bagian dalam mobil GEA yang menjadi perhatian adalah dashboard. Selama ini dashboard mobil GEA diproduksi secara manual, yaitu menggunakan proses wet lay-up dengan bahan komposit. Rencana ke depan produksi mobil pedesaan multiguna adalah produksi massa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dirancang proses cetakan injeksi plastik (injection molding untuk pembuatan dashboard mobil pedesaan multiguna. Dibuat dua buah konsep dashboard, yaitu konsep A dan konsep B yang mengacu pada list of requirements. Simulasi pembebanan dan proses injection molding dengan material acrylonitrile butadiene styrene dilakukan pada kedua konsep tersebut. Beban yang diberikan adalah beban statis sebesar 100 N pada bagian atas dashboard dan 50 N pada masing-masing laci dashboard. Dari hasil perancangan, khususnya proses scoring ditetapkan konsep B sebagai alternatif dashboard untuk mobil pedesaan multiguna. Dari hasil simulasi pembebanan yang dilakukan, didapatkan nilai tegangan maksimal yang terjadi pada dashboard adalah 1.35 MPa dengan defleksi sebesar 0.237 mm. Sedangkan dari hasil simulasi proses injection molding didapatkan waktu produksi tiap dashboard adalah 246 detik (4.1 menit dengan gaya cekam maksimal 2370 ton.

  13. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  14. The Musical Language of Kazimierz Serocki in the Light of the Composer’s Self-Reflection

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lindstedt Iwona

    2015-12-01

    Full Text Available The article is an attempt to reconstruct the fundamental elements of Kazimierz Serocki’s musical language on the basis of his own statements concerning his music. Those statements come first and foremost from his lectures prepared for the Meisterkurs für Komposition at the Musik-Akademie in Basel (1976, whose manuscripts are now held in the Polish Composers’ Archive of the University of Warsaw Library. The lecture texts (Notations- und Realisationsprobleme, Klangfarben als Kompositionsmaterial, Chance der offenen Form present a whole set of problems which Serocki considered as the most important for his method of composition. The central place among these problems is occupied by the idea of “composing with sound colour” (“mit Klangfarben komponieren”. Sound colour plays a decisive role in the creative process, as it constitutes self-sufficient material for composition. Sound colour has a form-shaping role in the musical work, since it can build sequences of sound structures in various configurations, which perform various functions in the piece. The idea of composing with sound colour is presented by the composer in the context of an adequate way of notating sound phenomena and the possibility of performing music from such notation. This idea was also related in the lectures to the principles of constructing polyvalent open forms (mehrdeutige Form out of small- and large-scale components. Pitch organisation, on the other hand, remains of secondary interest in the composer’s commentaries. Serocki’s self-reflection provides us with original and innovative answers to the most important problems that contemporary composers have had to face in their work. It also provides significant and hitherto frequently little-known insights into the components of the unique style of the author of Pianophonie, and these insights can be effectively utilised in the course of future research on Serocki’s work.

  15. Instrumentale Spielformeln und Vokale Verzierungen im 16.Jahrhundert

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Göllner, Theodor

    2001-12-01

    Full Text Available In the music of the 16th century, stereotype four-note formulas are found in the instrumental as well as in the vocal idiom. Although frequently identical in appearance, their functions are very different. While indispensable in the instrumental idiom, particularly in keyboard music, where they represent the very essence of instruction in 15th-century organ treatises and fundamenta, they appear in vocal music only as additions to finished compositions or existing practices. What amounts to an absolute necessity in one case is merely an ornamental supplement in the other. In vocal music it is treated as a matter of performance carried out by a qualified soloist and limited to the musical centers of Italy. The present article raises the question as to how the genuinely instrumental and widely spread keyboard practice made its impact on the vocal ornaments of the singer, whose primary concern is the musical communication of language.

    [de] Die in der Musik des 16. Jahrhunderts im Instrumentalen wie im Vokalen vorkommenden, meist viertönigen, stereotypen Formeln sind zwar in beiden Bereichen weitgehend identisch, doch von höchst unterschiedlicher Funktion. Während sie im Instrumentalen, besonders in der Tastenmusik, unverzichtbar sind und schon im 15. Jahrhundert den Kern der Orgeltraktate und Fundamenta bilden, treten sie im Vokalen zu einer fertigen Komposition oder bestehenden Praxis hinzu. Was im einen Fall eine unbedingte Notwendigkeit ist, wird im anderen zu einem nachträglichen Ornament, das sich oft erst bei der Aufftührung einstellt, den qualifizierten Solosänger voraussetzt und auf die musikalischen Zentren Italiens konzentriert war. Der Artikel versucht zu klären, wie sich das genuin instrumentale, allgemein verbreitete Tastenspiel auf die spezielle Verzierungskunst des Sängers auswirkt, dessen primäre Aufgabe es ist, Sprache musikalisch zu vermitteln.

  16. PENGARUH PEMBERIAN 1,25 DIHYDROXYVITAMIN D (CALCITRIOL TERHADAP KADAR FIBROBLAST GROWTH FACTOR-23 DAN ALBUMINURIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Herlina

    2017-06-01

    Full Text Available Penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien Penyakit Ginjal Kronik adalah insiden kardiovaskuler yang didasari oleh proses aterosklerosis yang menyebabkan meningkatnya morbiditas dan mortalitas. Ginjal merupakan tempat utama sintesa 1,25 Dihydroxyvitamin D (Calcitriol, sehingga dengan adanya kerusakan ginjal menyebabkan defisiensi 1,25 Dihydroxyvitamin D (Calcitriol. Pada pasien Penyakit Ginjal Kronik terjadi peningkatan Fibroblast Growth Factor-23 dan Albuminuria akibat dari aktifitas Renin Angiotensin Aldosteron Sistem. Aktifitas RAAS mempengaruhi 1,25 Dihydroxy vitamin D (Calcitriol, Fibroblast Growth Factor-23 melalui Angiotensin 2 dengan cara menghambat reseptor Angiotensin I (AT1 melalui Nicotinmide Adenine Dinucleotide Phosphate Oxidase (NADPH Oksidase dan Stress Oxidativ. Beberapa penelitian menyimpulkan pemberian 1,25 Dihydroxyvitamin D (Calcitriol mempunyai efek renoprotektif, anti inflamasi dan antiproteinuric dengan cara menghambat reseptor Angoitensin I (AT1 sehingga mengakibatkan menurunnya albuminuria. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuktikan pemberian 1,25 Dihydroxyvitamin D (Calcitriol dapat menurunkan kadar Fibroblas Growth Factor-23 dan albuminuria pada pasien Penyakit Ginjal Kronik stadium V yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan randomisasi, subyek penelitian 30 orang, dibagi dalam dua kelompok sampel, kelompok plasebo 15 orang dan kelompok perlakuan 15 orang. Dalam perjalanan, kelompok placebo drop out 4 pasien karena keluarga pasien tidak menyetujui untuk melanjutkan penelitian dan satu lagi mengalami perburukan, sehingga jumlah sampel menjadi 26 orang, terbagi menjadi kelompok placebo sebanyak 11 orang yang diberi placebo dan kelompok perlakuan 15 orang diberi calcitriol 1x0,5 μg peroral selama 4 minggu. Karakteristik penelitian yang berupa variabel kualitatif, uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Chi Square. Uji beda dua Rerata menggunakan uji t pada p<0

  17. Eduardo Mieželaičio Žmogus kaip politinės religijos tekstas | Das Poem Der Mensch (Žmogus von Eduardas Mieželaitis als Text der Politischen Religion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rimantas Kmita

    2007-01-01

    Full Text Available Im diesem Aufsatz wird versucht mit Hilfe des Begriffs der politischen Religion einen der kanonischen Texte in der sowjetlitauischen Literatur, Der Mensch (Žmogus von Leninpreisträger Eduardas Mieželaitis, zu interpretieren. Am Anfang wird der Begriff der politischen Religion basierend auf Theoretiker wie Eric Voegelin, Raymond Aron, Hans Otto Setschek, Hans Maiers, Manfred Hildermeier, Klaus-Georg Riegel u.a. präsentiert. Politische Religion ist ein Begriff, der das System des totalitären Staates bezeichnet. Politische Religion ist ein Versuch, die Ideologie als ein rationales Konstrukt, als Absolutes, einzig Mögliches und Rechtes vorzustellen. In den politischen Religionen nehmen die Führer und die Ideologen des Staates den Platz des Gottes oder sacrum ein und die Politik sowie Ideologie des Saates wird zum Plan der Erlösung.In der Analyse Des Menschen wird versucht die Frage zu beantworten, wodurch die Religion in der Sowjetzeit ersetzt wurde, welche Art neuer Metaphysik, die die Moral des Menschen begründet, geschaffen wurde, wie der ideologische Diskurs sakralisiert wurde.Das Poem Der Mensch von Mieželaitis wurde nach der Kritik des Personenkults geschaffen und erfüllte die Erwartungen des sowjetischen Systems. Personenkult wurde durch Kult des Menschen ersetzt, aber im Prinzip schreibt Mieželaitis die alten Texte der politischen Religion. Damit änderte er nicht die wesentlichen Prinzipien, er plädierte für die kommunistische Partei und den sozialistischen Humanismus in abstrakterer Art und Weise. Die komunistische Ideologie wurde als metaphysicher, absoluter Wert, die einzige Wahrheit dargestellt. Mieželaitis verwendet die griechischen Mythen, die Komposition der mythischen Erzählung, die sakrale Anthropologie, mit Hilfe der Technik gewinnt sein Held das Göttliche. Die Metapher der Sonne setzt im Poem die Semantik des Stalinismus und anderer totalitärer bzw. autoritarischer Staaten fort. Sowjetischer Romantismus und

  18. History of Music and Musical Therapy – basic ideas and contexts

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bockmaier, Claus

    2008-12-01

    Full Text Available This essay intends to interpret music therapy, originated in the last century, in its creative aspects as a component of a historical process which has ultimately lead to an openness to all possible manifestations of music. The text, accesible also to readers without expert knowledge, first gives a survey of European music history in relation to problems gradually solved by composition, and then discusses some specifi c conditions, forms, and methods of music therapy, in its dependence on the diversity of 20th century musical history. The essay ends with two examples of former composition demonstrating in their own ways the “healing” power of music.

    [de] Die Abhandlung unternimmt den Versuch, die im vergangenen Jahrhundert aufgekommene Musiktherapie in ihren künstlerischen Bezügen als Teil einer musikgeschichtlichen Entwicklung begreifl ich zu machen, die nach 1900 in letzter Konsequenz eine Öffnung für alle möglichen Erscheinungsformen von Musik mit sich gebracht hat. Der allgemeinverständlich gehaltene Text entfaltet zunächst eine musikhistorische Gesamtsicht unter dem Aspekt der sukzessive gelösten Aufgaben von Komposition, um dann spezifi sche Bedingungen, Ausprägungen und Methoden der Musiktherapie in ihrer Abhängigkeit von der vielschichtigen Musikgeschichte des 20. Jahrhunderts zu beleuchten. Abrundend erscheinen zwei Beispiele je eigener Art für die schon früher bewusst ins Werk gesetzte “therapeutische” Kraft der Musik. [es] El presente artículo pretende analizar la músicoterapia originada en el siglo pasado, en sus aspectos artísticos, como componente de un proceso histórico que ha conducido, a partir de 1900, a una apertura a todas las manifestaciones posibles de la música. El texto, también accesible a lectores que no posean un conocimiento experto, proporciona en primer lugar un panorama de la historia de la música europea en relación con problemas gradualmente solucionados por la composici

  19. SYNCRETIC ARCHITECTURE OF FATEHPUR SIKRI: A SYMBOL OF COMPOSITE CULTURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asif Ali

    2013-12-01

    pada pembauran yang unik pada dua gaya yang berbeda seperti budaya yang lahir pada daerah yang berbeda dengan pendekatan yang berbeda. Peleburan ini mengembangkan gaya baru dalam arsitektur di samping beberapa aspek kehidupan yang lain di India.   Kata kunci: Fatehpur Sikri, Arsitektur Mughal, Budaya Komposit, Akbar

  20. Identification and quantification of fat compartments with CT and MRI and their importance; Identifikation und Quantifizierung von Fettkompartimenten mit CT und MRT und deren Stellenwert

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Schlett, C.L.; Hoffmann, U. [Massachusetts General Hospital and Harvard Medical School, Department of Radiology, Cardiac MR PET CT Program, Boston, MA (United States)

    2011-05-15

    In addition to being overweight, as defined by the BMI, the distribution, composition and biological activity of adipose tissue are key elements in the cardiovascular risk stratification of patients. Several non-invasive techniques have been developed to quantify local fat depots, whereby computed tomography (CT) and magnetic resonance imaging (MRI) are the most important. In general adipose tissue is subdivided into subcutaneous and visceral compartments and although both are associated with cardiovascular risk factors and disease, visceral fat has on average a stronger association and a clearly higher biological activity independent of traditional risk factors. This maybe explained by the higher endocrine activity and secretion of pro-inflammatory cytokines by visceral fat. Especially pericardial adipose tissue, a local visceral fat depot surrounding the coronary arteries, is associated with the presence, extent and severity of coronary artery disease. However, several other local fat depots have been identified and associations with various diseases have been established. This article gives an overview over the current methods for the identification and quantification of local fat depots and summarizes the hypothesized and known associations. Furthermore, it gives an overview of the potential significance of individual local fat depots for cardiovascular risk stratification. (orig.) [German] Neben dem eigentlichen Uebergewicht, das durch den BMI definiert ist, spielen auch die Verteilung, Komposition und biologische Aktivitaet von Fettgewebe im menschlichen Koerper eine entscheidende Rolle bei der Risikostratifikation fuer kardiovaskulaere Erkrankungen. Verschiedene nichtinvasive Techniken stehen zur Verfuegung, um die unterschiedlichen Fettkompartimente zu identifizieren und quantifizieren. Dabei nehmen die Magnetresonanztomographie (MRT) und die Computertomographie (CT) einen besonderen Stellenwert ein, da diese Verfahren die Akquisition von 3D

  1. STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI LAUT JAWA (WPPNRI 712

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Budiarto

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Jawa (WPPNRI 712 memiliki karakteristik permasalahan dalam pengelolaan perikanan rajungan yaitu berkurangnya stok sumberdaya rajungan dan tinggi nya jumlah armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan rajungan di perairan Laut Jawa berdasarkan pada indikator pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management-EAFM. Enam domain indikator EAFM yang digunakan sebagai dasar untuk analisis adalah (1 Sumber Daya Ikan; (2 Habitat dan Ekosistem; (3 Teknik Penangkapan; (4 Sosial; (5 Ekonomi; dan (6 Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor komposit EAFM tergolong kategori sedang dengan kisaran antara 1,5 – 2,5. Hasil penilaian aggregat seluruh domain diperoleh nilai skor densitas berkisar antara 6,3 – 55,9. Domain memiliki densitas tertinggi adalah domain sosial dan domain kelembagaan sebesar 54,7 dan 55,9 dengan kategori sedang. Domain habitat/ekosistem dan domain ekonomi memiliki nilai skor 36,5 dan 20,7 dengan kategori kurang. Domain sumberdaya ikan dan domain teknik penangkapan memiliki nilai skor 6,3 dan 16,3 dengan kategori buruk. Secara keseluruhan hasil penilaian indikator EAFM menunjukkan bahwa pengelolaan rajungan di WPPNRI 712 dalam kategori buruk hingga sedang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melaksanakan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan secara bertahap dengan melakukan 5 (lima langkah pengelolaan yaitu; pengaturan rajungan yang boleh ditangkap, pengaturan musim penangkapan, pengendalian alat tangkap dan daerah penangkapan, perlindungan dan rehabilitasi habitat serta melaksanakan restoking.   Java Sea waters (Fisheries Management Area 712 is one of the main live crab habitat which is also the main blue swimming crab (BSC production centers in Indonesia. FMA 712 has the characteristics of BSC fishery management problems is lower stock of crabs and the high number of fishing fleet. This study was aims to determine

  2. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  3. Identifikasi Indikator dalam Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM untuk Meningkatkan Nilai Sub-Indeks Penyakit Menular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Dharmayanti

    2018-01-01

    Full Text Available Sejak tahun 2009, Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah merumuskan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM untuk menggambarkan kesehatan masyarakat Indonesia. Tahun 2013, IPKM dijabarkan dalam tujuh subindeks yaitu kesehatan balita, kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan, perilaku kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan. Penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA pada balita serta pneumonia merupakan penyakit infeksi yang digunakan dalam perhitungan subindeks penyakit menular dalam IPKM 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi indikator-indikator dalam IPKM yang dapat meningkatkan nilai subindeks penyakit menular. IPKM merupakan komposit dari 30 indikator kesehatan utama yang dihitung dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013. Disain Riskesdas 2013 merupakan survei potong lintang dengan jumlah sampel yaitu seluruh rumah tangga di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia. Analisis data menggunakan regresi linier. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa indikator cakupan akses sanitasi (p = 0,000, cakupan air bersih (p = 0,027, serta cakupan perilaku masyarakat dalam bercuci tangan dengan benar (p = 0,001 memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai subindeks penyakit menular. Sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan cakupan tiga indikator diatas, maka nilai tiga subindeks (penyakit menular, kesehatan lingkungan, dan perilaku kesehatan akan turut meningkat. Oleh karena itu, apabila kabupaten/kota ingin meningkatkan nilai subindeks penyakit menular, yang perlu diperhatikan yaitu intervensi terhadap lingkungan dan perilaku manusia. Dengan demikian, nilai IPKM kabupaten/kota juga akan meningkat. Kata kunci: Lingkungan, penyakit menular, perilaku. Identification of Public Health Development Index (PHDI Indicators to Increase the Value of Sub-Index of Communicable Disease Abstract Since 2009, Ministry of Health through

  4. Apeksifikasi dengan mineral trioxide aggregate dan perawatan intracoronal bleaching pada gigi insisivus sentralis kiri maksila non vital diskolorasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Inajati

    2016-08-01

    restoration.   ABSTRAK Gigi anterior rahang atas pada anak-anak maupun dewasa sering mengalami trauma. Akibatnya pulpa gigi yang akarnya belum terbentuk sempurna akan mengalami nekrosis, dan penutupan apeks terhenti yang menyebabkan apeks lebar dan terbuka. Apeks yang terbuka dapat diatasi dengan perawatan apeksifikasi. Mineral Trioxide Aggregate (MTA adalah bahan pilihan terbaik yang dipakai sebagai bahan apeksifikasi untuk pembentukan apical barrier. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melaporkan keberhasilan penutupan apikal dengan menggunakan MTA pada gigi permanen insisivus sentralis kiri maksila non vital dengan apikal yang terbuka karena trauma. Pasien laki-laki usia 20 tahun dengan keluhan gigi depan atas kiri patah dan berubah warna. Kejadian trauma sejak usia 10 tahun karena jatuh dan terbentur lantai. Pemeriksaan klinis gigi non vital dengan fraktur Ellis kelas IV disertai apeks terbuka lebar dan diskolorasi. Pada gambaran radiografis menunjukkan apeks yang terbuka lebar dengan saluran akar besar serta terdapat radiolusensi periapikal. Perawatan yang dilakukan adalah apeksifikasi dengan MTA dilanjutkan obturasi dengan gutta percha dan sealer AH 26. Setelah seminggu kemudian dilakukan intracoronal bleaching dengan aplikasi sodium perborat dan hidrogen peroksida 30%. Sebelum perawatan, gigi berwarna kecoklatan (C4 setelah dilakukan perawatan menjadi warna putih kekuningan (B2. Seminggu setelah perawatan bleaching selesai kemudian dilakukan pemasangan pasak fiber, dilanjutkan dengan restorasi resin komposit kavitas kelas IV. Kontrol 2 minggu kemudian tidak menunjukkan adanya kelainan. Kesimpulan hasil perawatan apeksifikasi dengan MTA dapat mempercepat waktu perawatan dengan terbentuknya barier apikal yang merangsang penyembuhan dan dapat dilanjutkan dengan obturasi dengan gutta percha, kemudian dilakukan bleaching intracoronal bleaching dilanjutkan dengan restorasi akhir.

  5. Tensile bond strength of hydroxyethyl methacrylate dentin bonding agent on dentin surface at various drying techniques

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Ismiyatin

    2010-06-01

    halus sebanyak dua kali menggunakan bulatan kapas, yang disebut blot dry technique, dengan semprotan udara selama 1 detik atau dengan semprotan udara selama 1 detik yang dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik pengeringan permukaan dentin yang terbaik setelah etsa dengan asam phosphat 37% untuk mendapatkan kekuatan perlekatan tarik yang optimum antara HEMA dentine bonding agent dan permukaan dentin dengan menggunakan alat ukur Autograph. Metode: Permukaan dentin gigi sapi diasah rata, kemudian di etsa dengan asam phosphat 37% selama 15 detik. Permukaan dentin dicuci dengan 20 cc air dan kemudian dikeringkan dengan cara blot dry technique (kel. I, dengan semprotan udara selama 1 detik (kel. II atau semprotan udara selama 1 detik dan dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap (kel. III dan tanpa pengeringan permukaan dentin sebagai kontrol (kel. IV. Selanjutnya permukaan dentin diulasi dengan resin bonding dan diletakkan kedalam plunger dengan permukaan menghadap permukaan komposit. Setelah 24 jam dilakukan pengukuran kekuatan tarik dengan menggunakan alat ukur Autograph. Hasil: Analisis data menggunakan uji Anova satu arah dengan derajat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan test LSD pada p≤0,05. Dari hasil penelitian didapatkan kekuatan perlekatan tarik yang paling tinggi pada kelompok I, sedangkan yang paling rendah pada kelompok IV. Didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok I, II, III, dan IV. Pada kelompok II dan IV, III, dan IV, II, dan III tidak didapatkan perbedaan bermakna (p>0,05. Kesimpulan: Tehnik pengeringan permukaan dentin dengan cara pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas sebanyak 2 kali menghasilkan kekuatan perlekatan tarik terbesar.

  6. NILAI-NILAI BUDAYA YANG MENDASARI PEMERATAAN MAKANAN YANG DAPAT MENUNJANG GIZI KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasnodihardjo Kasnodihardjo

    2014-05-01

    distributed to the people who came to the house who conducted the “selametan” and distributed also to the neighbouring households. This tradition allows every family to get adequate nutrition both in quantity and quality due to the variation of the food. The sharing of food among households through social tradition will always happen in the community lives in Gadingsari village and will continue as long as people still cling to the cultural values of solidarity and a high tolerance to the fellow community. The sharing of good food among the people will give extra nutrition to the family, and indirectly affect the health status of mother and child. Cultural values are still strongly held by the community as a form of solidarity as well as a high tolerance among them.Keywords : Cultural Values, Equity , Food , Nutrition , FamilyAbstrakHasil analisis Riskesdas 2010 menggambarkan bahwa Kabupaten Bantul Yogyakarta termasuk 10 besar dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang mempunyai Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM cukup baik yaitu sebesar 0,69148. IPKM yang merupakan komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan termasuk didalamnya kesehatan ibu dan anak. Jika mendasarkan pada asumsi bahwa ada hubungan yang signifikan kemajuan ekonomi suatu masyarakat dengan tingginya status kesehatan masyarakat maka untuk daerah Bantul menjadikan suatu pertanyaan, karena jumlah keluarga pra-sejahtera atau keluarga miskin di kabupaten tersebut masih cukup tinggi. Oleh karena itu perlu diungkap berbagai faktor endogen; salah satunya faktor sosial budaya yang diduga ikut berperan menunjang status kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut. Daerah penelitian dikonsentrasikan di desa Gadingsari Kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta, yang mana kasus kematian bayi dan balita sedikit. Data berupa berbagai informasi budaya kaitannya dengan KIA dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan yang terdiri dari ibu-ibu yang sedang hamil dan atau pernah

  7. FORS am Very Large Telescope der Europäischen Südsternwarte

    Science.gov (United States)

    1998-09-01

    von Aufnahmen verschiedener astronomischer Objekte, von denen einige hier wiedergegeben sind. Sie wurden alle mit FORS in der Standardauflösung gewonnen (Bildfeldgröße 6.8 x 6.8 Bogenminuten, Pixelgröße 0.20 Bogensekunden) und zeigen einige der eindrucksvollen Möglichkeiten, die das neue Instrument bietet. Spiralgalaxie NGC 1288 ESO PR Photo 37a/98 ESO PR Photo 37a/98 [Preview - JPEG: 800 x 908 pix - 224k] [High-Res - JPEG: 3000 x 3406 pix - 1.5Mb] Farbaufnahme der Spiralgalaxie NGC 1288, aufgenommen in der ersten Beobachtungsnacht von FORS ("Nacht des ersten Lichts"). Das erste Photo zeigt eine Dreifarbenaufnahme der schönen Spiralgalaxie NGC 1288 im südlichen Sternbild Fornax. PR Photo 37a/98 umfaßt das gesamte Feld, das mit der 2048 x 2048 Pixel großen CCD-Kamera abgebildet wurde. Es wurde aus drei CCD-Aufnahmen zusammengesetzt, die bei gutem Seeing in verschiedenen Farben in der "Nacht des ersten Lichts" (15. September 1998) aufgenommen wurden. Diese Galaxie mit einem Durchmesser von rund 200000 Lichtjahren ist etwa 300 Millionen Lichtjahre entfernt, ihre Fluchtgeschwindigkeit beträgt 4500 km/sec. Technische Informationen : Photo 37a/98 ist ein Komposit von drei Aufnahmen in den drei Filtern B (420nm, 6 Minuten belichtet), V (530nm, 3 Minuten) und I (800nm, 3 Minuten) während einer Periode mit 0.7 Bogensekunden Seeing. Das gezeigte Feld ist 6.8 x 6.8 Bogenminuten groß. Norden ist links, Osten unten. Entfernter Galaxienhaufen ESO PR Photo 37b/98 ESO PR Photo 37b/98 [Preview - JPEG: 657 x 800 pix - 248k] [High-Res - JPEG: 2465 x 3000 pix - 1.9Mb] Ein ungewöhnlicher Galaxienhaufen in der Umgebung des Quasars PB5763 . ESO PR Photo 37c/98 ESO PR Photo 37c/98 [Preview - JPEG: 670 x 800 pix - 272k] [High-Res - JPEG: 2512 x 3000 pix - 1.9Mb] Vergrößerung von PR Photo 37b/98; sie zeigt mehr Einzelheiten des ungewöhnlichen Galaxienhaufens. Die nächsten Photos wurden von einer 5-minütigen Aufnahme im Nahen Infrarot reproduziert, die ebenfalls in der "Nacht