WorldWideScience

Sample records for marsupialia selama satu

  1. Perancangan Marketing Plan sebagai Salah Satu Strategi untuk Meningkatkan Penjualan pada Pa Tani Organik

    OpenAIRE

    Saragih, Rintan

    2016-01-01

    Ketertarikan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan organic mulai meningkat, dalam hal ini adalah sayuran dan buah. Masyarakat mulai perduli terhadap kesehatan. “Pa Tani Organik” salah satu produsen penghasil sayur dan buah organic berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Proses pemasaran yang selama ini dilakukan melalui direct marketing. Untuk meningkatkan penjualan pada “Pa Tani Organik” maka perlu dirancang marketing plan agar diperoleh hasil yang maksimal. Analisa strategi a...

  2. Analisis Harmonisa Inverter PWM Satu Fasa

    OpenAIRE

    Rejeki Simanjorang

    2008-01-01

    Pada tesis ini dianalisis harmonisa inverter PWM satu fasa. Inverter PWM satu fasa yang akan ditinjau adalah inverter satu fasa jembatan penuh (konvensional) dan inverter komposit. Analisis difokuskan pada penentuan pola penyaklaran yang optimum agar pembangkitan harmonisa dan switching losses inverter rendah. Untuk menentukan pola penyaklaran optimum maka dilakukan analisis yang berbasis pada rangkaian ekivalen harmonisa inverter satu fasa. Dengan menggunakan pola penyaklaran optimum, kedua ...

  3. Tindakan ‘Surgical Exposure’ pada Impaksi Gigi Insisif Satu Atas (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini B Budiardjo

    2015-11-01

    Full Text Available Gigi impaksi adalah gigi yang tertahan di dalam tulang rahang, secara klinis dapat dijumpai sebagai gigi yang lambat erupsi, gigi yang tertutup kembali oleh jaringan selama proses erupsi, atau proses erupsi yang berhenti. Penyebab terjadinya impaksi sebagai akibat gangguan patologik seperti ameloblastoma, ameloblastic fibrousodontoma, atau kista dentigerous dan gangguan non patologik berupa penebalan jaringan ikat akibat pencabutan gigi terlalu awal. Impaksi gigi insisif satu tetap atas sering dihubungkan dengan terjadinya odontoma, gigi supernumerary, pasien cleiocranial dysostosis, dan traumatic injuries. Perawatan gigi impaksi sesuai dengan penyebab; bila disebabkan faktor patologik, maka pengambilan seluruh gigi menjadi pilihan perawatan. Pada gigi impaksi akibat faktor non patologik, maka dilakukan tindakan bedah dengan tujuan membuka jalan erupsi (surgical exposure. Setelah surgical exposure dapat dilakukan pemasangan mahkota dari seluloid atau alumunium shell yang disemenkan pada mahkota gigi. Pada laporan kasus ini anak wanita usia 10 tahun dengan gigi insisif satu tetap atas kiri yang mengalami impaksi di bagian palatal dan untuk membantu erupsi dilakukan tindakan bedah disertai pemasangan mahkota seluloid. Tindakan tersebut dilakukan setelah mengalami kegagalan pada pembedahan pertama dengan terjadinya pertautan jaringan lunak, sehingga gigi tetap mengalami kesulitan erupsi. Hasil perawatan kedua menunjukkan keberhasilan, setelah 10 bulan perawatan gigi insisif satu tetap atas kiri erupsi lebih dari duapertiga mahkota.

  4. PENGARUH KADAR TRIPTOPAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla serrata SELAMA MASA PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2017-01-01

    Full Text Available Kepiting bakau bersifat kanibal dan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lambat ketika diberi pakan buatan. Triptopan adalah salah satu asam amino esensial untuk pertumbuhan dan merupakan prekursor pembentukan serotonin yang dapat mengontrol sifat agresif pada beberapa vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum triptopan pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan krablet selama masa pendederan. Empat dosis penambahan L-triptopan dalam pakan yaitu: 0% (A; 0,25% (B; 0,5% (C; dan 1,0% (D dengan kadar triptopan dalam pakan berturut-turut 0,41%; 0,52%; 0,67%; dan 0,96%; serta kontrol berupa pakan rebon kering (E yang mengandung triptopan sebanyak 0,79%. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau berumur 3-5 hari sejak memasuki stadia krablet. Krablet dipelihara dalam bak fiber berukuran 1,0 m x 1,0 m x 0,5 m sebanyak 15 unit dengan kepadatan masing-masing 50 ekor/m2. Selama lima minggu pemeliharaan, krablet diberi pakan uji sebanyak 30%-15%/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krablet yang diberi pakan mengandung triptopan 0,67% menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi dan berbeda nyata (P0.05 among the treatments.

  5. PENGARUH JENIS NASI TERHADAP NILAI GIZI DAN MUTU KIMIAWI NASI DALAM KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Giyatmi Giyatmi

    2017-04-01

    Full Text Available Indonesia sering kali dilanda bencana alam yang mengakibatkan terputusnya akses dan rusaknya infrastruktur sehingga masyarakat mengungsi keadaan darurat. Terputusnya akses korban terhadap sarana dan prasarana mengakibatkan kondisi tidak memungkinkan bagi para korban bencana mendapatkan pangan yang layak. Terputusnya jaringan ke lokasi bencana juga menjadi salah satu hal yang menambah kesulitan distribusi pangan terhadap korban bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan nasi kemasan terhadap nilai gizi dan parameter kimia (aktivitas air dan nilai pH. Nasi Uduk, Nasi Ulam, dan Nasi Kuning dikemas dalam bahan aluminium foil dan disterilkan pada 121oC selama 45 menit. Produk yang diamati pada 0, 2, 4, 6 dan 8 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan lima kelompok. Terdapat pengaruh jenis nasi terhadap pH nasi kemasan selama penyimpanan, namun tidak berpengaruh terhadap aktivitas air selama penyimpanan. Semua berbagai jasi memenuhi standar IOM sebagai makanan darurat yang memenuhi kebutuhan energi. Kontribusi energi total hampir 500 kkal dan dianjurkan untuk mengkonsumsi produk ini setidaknya 3-4 kali per hari untuk memenuhi kebutuhan energi harian.   Kata Kunci : pangan darurat, pengemasan, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Nasi Kuning

  6. BliP PLOT : PLOT DISTRIBUSI DATA BERDIMENSI - SATU

    OpenAIRE

    Anisa Anisa; Indwiati Indwiati

    2014-01-01

    Blip Plot, adalah salah satu plot yang sibuat untuk menampilkan data berdimensi-satu. Pada dasarnya plot ini terdiri dari kotak, garis, dan titik. Sebagaimana plot distribusi berdimensi-satu yang lain, BliP Plot menampilkan nilai-nilai data individu dalam titik-titik atau garis-garis, dan informasi berkelompok dalam garis atau kotak. Kelebihannya, Blip Plot menampilkan banyak keistimewaan baru seperti plot variable-widht dan beberapa pilihan pola titik. Keuntungan utama dari Blip ...

  7. Penerapan Model Beyond Centers and Circle Tme SD Kelas Satu

    OpenAIRE

    FITRIA, EVY

    2014-01-01

    Penelitian bertujuan mengkaji pelaksanaan penerapan model pembelajaran Sentra Model pembelajaran sentra (Beyond Centers and Circle Time) dilaksanakan pada siswa kelas satu SD Islam Jayawinata Kota Tangerang 2013. Penelitian menggunakan metode kualitatitf dengan analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan SD kelas satu menggunakan model pembelajaran sentra atau BCCT pada tahun ajaran baru sehingga guru memiliki panduan ketika membuat rencana pembelajaran; p...

  8. FAKTOR RISIKO PAPARAN PESTISIDA SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BBLR PADA PETANI SAYUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftah Fatmawati

    2016-10-01

    Full Text Available Berat badan lahir rendah (BBLR menjadi salah satu penyebab utama mortalitas bayi. Permasalahan yang muncul adalah apakah ada hubungan antarapaparan pestisida pada masa kehamilan dengan kejadian BBLR di daerah pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini merupakanstudi case control. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kasus sejumlah 25 petanidengan riwayat melahirkan BBLR dan kelompok kontrol yang merupakan tetangga dari subjek kasus tanpa riwayat melahirkan BBLR sejumlah 25 petani. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square dan fisher sebagai alternatifnya. Faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian BBLR antara lain: pekerjaan ibu hamil yang berkaitan dengan pestisida (OR = 6,769; kelengkapan alat pelindung diri (APD saat beraktivitas di ladang (OR= 18,857; dan penyimpanan pestisida (OR= 12,667. Saran yang direkomendasikan adalah menghindari pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pestisida selama masa kehamilan, jika memang harus ikut dalam kegiatan pertanian maka ibu hamil sebaiknya menggunakan APD lengkap.   Low birth weight becomes one problem that may cause infant mortality. This study aimed to find the relation between pesticide exposure during pregnancy and low birth weight. This was case control study. The subjects were divided into two groups: 25 farmers with low birth weight infants as case group, and subjects 25 farmers with normal birth weight infants wholived around the case group as control group. Data were collected with interview and observation. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis (chi-square test and fisher test. Risk factors during pregnancy that associated with lowbirth weight were activities with pesticide during pregnancy (OR= 6,769; personal protective equipment completeness (OR= 18,857; and storage of pesticide

  9. MODEL PERUBAHAN WARNA KERIPIK BUAH SELAMA PENGGORENGAN VAKUM Model of Fruit Flaky Color Change during Vacuum Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2012-05-01

    Full Text Available The natural colour of fruit flaky product is one of specific property prefered by consumer. To maintain the natural colourof the fruit flaky during frying, it is necessary to pay attention the characteristic changes of raw material and control the process in order not to have much changes to get the intended colour. The objective of this research is to develop empirically mathematical model of fruit flaky colour changes during vacuum frying process by considering the change of water and sucrose contents in the product. Sample of the research were jack fruits fried in the temperature of 70–100OC, frying duration of 15–60 minutes, and vacuum pressure of 13-23 kPa. The observed parameters are colour (L, colour (a, colour (b, water and sukrose contents before and after frying. The result showed that colour changes (L, a and b were influenced by free water vaporization and sukrose decreasing in product, so empirically, the developed mathematical model of colour changes (L, a and b can be used to predict fruit flaky colour changes during vacuum frying. ABSTRAK Warna alami pada produk keripik buah adalah merupakan salah satu sifat khas yang disukai oleh konsumen, untukmempertahankan warna alami keripik buah agar tidak banyak mengalami perubahan selama dalam penggorengan, perlu diperhatikan perubahan karakteristik bahan baku dan pengendalian proses, agar warna keripik buah yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan secara empirik model matematik perubahan warna keripik buah selama dalam proses penggorengan vakum dengan mempertimbangkan ke dalam model perubahan kadar air dan kadar sukrosa di dalam padatan. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu70-100 OC, lama penggorengan 15-60 menit dan tekanan vakum 13-23 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (L, warna (a, warna (b, kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna L, a

  10. Aplikasi Wax Sebagai Salah Satu Material Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Rika Jamilah Israwati Lubis

    2008-01-01

    Wax merupakan salah satu bahan termoplastik yang terdiri dari berbagai bahan organis dan bahan alami sehingga membuatnya sebagai bahan dengan sifat-sifat yang sangat berguna. Unsur-unsur pokok dental wax terdiri dari 3 suraber utama, yaitu : mineral, serangga (hewani), dan sayur-sayuran (tumbuh-tumbuhan). Wax yang berasal dari bahan mineral diantaranya adalah paraffin wax dan microcrystallin wax yang diperoleh dari hasil residu petroleum melalui proses destilasi. Wax yang berasal dari serangg...

  11. PEMBUATAN LARU TEMPE DAN PENGAMATAN KEKUATANNYA SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available Pembuatan laru tempe dan pengamatan kekuatannja selama penjimpanan. (Preparation of tempeh mold inoculum and observation on its activity during storage. "Laru" or tempeh mold inoculum can be made by growing tempeh mold on rice or "tiwul" (steamed cassava flour. Mold grown rice or "tiwul" is dried in the sun when the spores are fully mature. It is then ground to powder. The spores may also be taken from the dried rice or "tiwul" by rubbing them off with wheat flour. Rice flour or tapioca may be used as substitutes of wheat flour. The flours are also used to dilute the concentration of the spores in inoculum. Another type of tempeh mold in­oculum can be made by grinding dried tempeh into powder. "Laru" made by growing tempeh mold on rice is the best of the three, is easy to be prepared and is inexpensive. The self-life is at least six months when stored in a closed container at room temperature (25°C Walaupun laru murni tentu sangat baik, cara pembuatan laru murni seperti dikerjakan oleh Yap dan Stanton terlalu sulit dan mahal untuk dilaksanakan oleh pedagang tempe di Indonesia pada masa ini. Pada penelitian ini dicari cara pembuatan laru tempe yang mudal dilakukan dan murah, larunya dapat ditakar dan dapat disimpan lebih lama.

  12. STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH WILAYAH PENGEMBANGAN SATU KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chris Wijayanti Puspita

    2017-03-01

    Full Text Available Regional economic development is basically a multisectoral involving many development actors, so it needs cooperation and coordination among all interested parties. The purpose of this study is (1 to determine the appropriate criteria in measuring competitiveness, (2 finding the leading sectors, (3 make appropriate recommendations in order to increase regional competitiveness Region Development of Malang. Data analysis techniques using Multi Sector Analysis (MSA. The results showed (1 there are eleven criteria for measuring competitiveness, (2 Regional Development One Malang superior in the industrial sector, (3 Recommendation prepared is to strengthen the public private partnership, infrastructure improvements, ensure the availability of electricity and water. Pembangunan ekonomi daerah pada dasarnya bersifat multisektoral dengan melibatkan banyak pelaku pembangunan sehingga diperlukan kerja sama dan koordinasi di antara semua pihak yang berkepentingan. Tujuan penelitian ini adalah (1 menentukan kriteria yang tepat dalam mengukur daya saing, (2 menemukan sektor unggulan, (3 menyusun rekomendasi yang tepat dalam rangka  peningkatan daya saing daerah Wilayah Pengembangan satu Kabupaten Malang. Teknik analisis data menggunakan Multi Sector Analysis (MSA. Hasil penelitian menunjukkan (1 terdapat sebelas kriteria untuk mengukur daya saing, (2 Wilayah Pengembangan Satu Kabupaten Malang unggul dalam sektor industri, (3 rekomndasi yang disusun adalah memperkuat kerjasama pemerintah dengn swasta, perbaikan infrastruktur, menjamin ketersediaan listrik dan air.

  13. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU MENGONSUMSI TABLET BESI-FOLAT SELAMA KEHAMILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Ade Ari Wiradnyani

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThis review aims at compiling and summarizing findings of published studies that assessed factors associated with compliance of women to take recommended iron tablets during pregnancy. The review is done in 10 published studies (8 are 2002—2010 publications and 2 are 1993—1994 publications indexed in Pubmed with the above objective. Low utilization of antenatal care/ANC services is found to be associated with low compliance as it prevents the women to receive recommended number of the iron tablets as well as decrease the opportunity of women to have encouragement from health staff to take the tablets. Supply of tablets becomes the issue since not all women receiving 30 tablets/ANC visits as recommended. Studies on influence of side-effects of taking the tablets to compliance show inconclusive findings. Some studies found the effect is very minimal, and can be managed appropriately especially among more educated women and among women with adequate counseling. Studies also indicated that support from family is important to reduce possibility of pregnant women forgot to take the tablets, the other major factor of the low compliance. Quality of counseling, e.g. clarity of the messages, is associated with compliance. In conclusion, improving support from ANC provider (such as sufficient tablet supply, clear message on the tablets benefits and support from family may contribute to better compliance of women towards maternal iron supplementation.Keywords: compliance, iron supplementation, pregnancyABSTRAKReview ini bertujuan mengumpulkan temuan studi yang mengukur faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet besi selama kehamilan. Review dilakukan pada 10 studi (8 publikasi tahun 2002—2010, 2 publikasi tahun 1993—1994 yang terdaftar di Pubmed. Rendahnya partisipasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya/ANC berhubungan dengan rendahnya kepatuhan konsumsi tablet besi. Rendahnya kunjungan ANC membuat ibu tidak

  14. PENYELENGGARAAN PROGRAN SD-SMP SATU ATAP DALAM LATAR BUDAYA RUMAH BETANG KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Hasan

    2014-06-01

    Abstrak: Penyelenggaraan Progran SD-SMP Satu Atap dalam Latar Budaya Rumah Betang Kali­mantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelengaaraan program SD-SMP Satu Atap dalam latar budaya rumah Betang Kalimantan Tengah yang dikaitkan dengan struktur birokrasi, sumber daya, dan komunikasi. Penelitian kualitatif dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu pada SMPN Satu Atap 1 Mihing Raya, SMPN Satu Atap 2 Kurun, dan SMPN Satu Atap 3 Tewah di Kabupaten Gunung Mas, Propinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acuan standar yang jelas, koordinasi yang intensif, dan pemberdayaan sumber daya manusia yang tepat sesuai dengan pendekatan nilai-nilai budaya rumah Betang dapat mencapai penyelenggaraan program SD-SMP Satu Atap yang efektif. Hal itu juga didukung oleh pengelolaan sumberdaya dan komunikasi yang mendasarkan diri pada nilai kekeluargaan, kebersamaan, loyalitas, dan keakraban.

  15. PERSEPSI IBU HAMIL DAN NIFAS TENTANG ANEMIA DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH SELAMA KEHAMILAN : STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN PURWAKARTA DAN LEBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titaley CR

    2015-04-01

    Full Text Available Latar belakang: Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah melalui pemberian tablet tambah darah (tablet besi-folat selama kehamilan; Tujuan: Memberikan gambaran persepsi ibu hamil dan nifas (42 hari setelah melahirkan tentang anemia dan pemberian tablet tambah darah selama kehamilan di Kabupaten Lebak  dan Purwakarta. Metode: Data dalam penulisan ini berasal dari studi kualitatif di Kabupaten Lebak dan Purwakarta pada bulan Maret 2012. Informasi yang dianalisis bersumber dari 24 wawancara mendalam (WM dan enam diskusi kelompok terarah  (DKT, melibatkan 46 ibu hamil dan 17 ibu nifas. Analisis konten dan tematik dilakukan melalui identifikasi tema yang muncul dari hasil WM dan DKT; Hasil: Walaupun pengetahuan ibu tentang penyebab dan cara mengatasi anemia di kedua daerah studi cukup baik, persepsi yang keliru dengan menyamakan anemia dengan tekanan darah rendah masih kerap ditemukan. Penjelasan tentang tablet tambah darah telah diberikan bidan, namun informasi terkait efek samping tablet tambah darah masih dianggap kurang. Beberapa faktor pendorong minum tablet tambah darah termasuk pengetahuan ibu tentang tablet tambah darah, manfaat yang dirasakan setelah minum tablet tambah darah, anjuran tenaga kesehatan, serta dorongan anggota keluarga. Beberapa faktor penghambat yang disebutkan termasuk efek samping minum tablet tambah darah, adanya pemahaman yang keliru tentang manfaat minum tablet tambah darah, larangan paraji, dan akses yang sulit untuk mendapatkan tablet tambah darah; Kesimpulan: Diperlukan upaya komprehensif untuk meningkatkan kepatuhan ibu minum tablet tambah darah, termasuk program edukasi dan penguatan keterampilan konseling bidan dan kader, peningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tablet tambah darah, serta peningkatan keterlibatan suami dan paraji terutama bagi masyarakat daerah terpencil.   Kata kunci: Persepsi, pengetahuan, anemia, suplementasi besi

  16. Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Sari

    2014-12-01

    Full Text Available Artikel ini membicarakan tentang sifat strong Perron-Frobenius pada solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu. Syarat perlu agar solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu diajukan. Beberapa kriteria tentang matriks eksponensial positif eventual dan matriks positif eventual juga akan digunakan dalam teorema.

  17. Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Sari

    2015-04-01

    Full Text Available Artikel ini membicarakan tentang sifat strong Perron-Frobenius pada solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu. Syarat perlu agar solusi positif eventual sistem persamaan differensial linier orde satu diajukan. Beberapa kriteria tentang matriks eksponensial positif eventual dan matriks positif eventual juga akan digunakan dalam teorema.

  18. Natural infection of Didelphis aurita (Mammalia: Marsupialia with Leishmania infantum in Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Carreira João Carlos

    2012-06-01

    through dot blot hybridization using a L. infantum-specific biotinylated probe. Conclusions In the present paper we present the first report of amastigotes in the tissues of Didelphis aurita (Mammalia: Marsupialia naturally infected with Leishmania infantum. We also attempt to claim the particular role of some opossum species as hosts of Leishmania infantum, contributing at least in part on the description of potential sylvatic reservoirs.

  19. Natural infection of Didelphis aurita (Mammalia: Marsupialia) with Leishmania infantum in Brazil.

    Science.gov (United States)

    Carreira, João Carlos Araujo; da Silva, Alba Valéria Machado; de Pita Pereira, Daniela; Brazil, Reginaldo Peçanha

    2012-06-07

    -specific biotinylated probe. In the present paper we present the first report of amastigotes in the tissues of Didelphis aurita (Mammalia: Marsupialia) naturally infected with Leishmania infantum. We also attempt to claim the particular role of some opossum species as hosts of Leishmania infantum, contributing at least in part on the description of potential sylvatic reservoirs.

  20. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  1. AKSEPTABILITAS DAN SIFAT DAGING ITIK AFKIR YANG DILAKUKAN CURING MENGGUNAKAN EKSTRAK KURKUMIN KUNYIT UNTUK MENGHAMBAT OKSIDASI LEMAK SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartati Candra Dewi

    2015-02-01

    asam lemak dan angka peroksida penyimpanan beku selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging itik afkir yang paling akseptabel adalah daging itik dengan curing menggunakan 0,3% ekstrak kunyit dengan lama curing selama 10 menit. Penambahan ekstrak kurkumin kunyit pada daging itik afkir mampu menghambat peroksidasi asam lemak sekitar 39,55% pada penyimpanan beku selama lima minggu. Kadar air dan lemak menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Namun asam lemak bebas mengalami kenaikan yang signifikan sampai minggu ke 5. Angka peroksida meningkat sampai minggu kelima sebesar 39,55 m.eq, kemudian menurun. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa akseptabilitas terbaik menggunakan ekstrak kurkumin 0,3% dengan lama curing 10 menit, pada penyimpanan beku selama 8 minggu. Kata kunci:Daging itik afkir, antioksidan kurkumin, akseptabilitas dan kualitas daging

  2. PENGARUH JENIS PENGEMAS TERHADAP RETENSI KAROTEN, SIFAT FISIK DAN KIMIA GULA KELAPA YANG DIPERKAYA MINYAK SAWIT MERAH SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vicencius Prihananto

    2015-10-01

    hingga penyimpanan selama 2 bulan, kadar air produk pada semua perlakuan masih dalam kisaran standar SNI-013743-1995 (< 10 %, yaitu antara 8,55 % - 9,94 %. Kata kunci: Minyak sawit merah, retensi karoten, gula kelapa, penyimpanan, pengemas

  3. Kajian Pengaruh Radiasi Sinar Gamma Terhadap Susut Bobot Pada Buah Jambu Biji Merah Selama Masa Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2014-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan radiasi pada sampel jambu biji merah (psidium guajava linn pada variasi dosis 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, dan 1 kGy menggunakan sinar gamma dengan sumber isotop Co-60 serta sampel yang tidak diradiasi sebagai sampel kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap susut bobot sebagai indikasi dari terjadinya perlambatan proses fisiologis pada buah jambu biji merah selama masa penyimpanan. Sampel jambu biji merah diradiasi sesuai dosis yang ditentukan kemudian disimpan dalam wadah plastik selama 8 hari masa penyimpanan. Hari ke 4 dan ke 8 dilakukan evaluasi terhadap massa sampel untuk mengetahui penyusutan bobot yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel yang tidak diradiasi mengalami penyusutan bobot rata-rata 20.27% dan sampel yang diradiasi mengalami penyusutan bobot rata-rata sebesar 1.23 – 5.98%. Perlakuan radiasi gamma mampu memperlambat proses fisiologis dimana terjadi perlambatan penyusutan bobot pada buah jambu biji merah selama masa penyimpanan. The samples of red guava (psidium guajava linn have been irradiated at variation doses of 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, and 1 kGy using gamma rays with Co-60 isotope source and un-irradiated samples as control. The purpose of this research was to determine the effect of gamma irradiation on shrinkage weights as indication of slowing in physiological processes on red guava fruit during storage. Red guava fruit samples were irradiated in certain doses then saved in plastic pan during 8 days storage time. The fourth and eighth day sample mass was measured to determine the shrinkage of the weight. The result showed that un-irradiated sample was shrinkage weighted average 20.27% and the samples were irradiated shrinkage weight by an average of 1.23 to 5.98%. Gamma irradiation is able to slow the physiological processes which cause shrinkage weight on red guava fruit during storage.

  4. PERANAN PROFITABILITAS, SUKU BUNGA, INFLASI DAN NILAI TUKAR DALAM MEMPENGARUHI PASAR MODAL INDONESIA SELAMA KRISIS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mudji Utami

    2003-01-01

    Full Text Available The economic crisis which had happening in Indonesia since 1997 has already given significant effect. Stock price decreased dramatically as well as its transaction volume. Boedie, et.all and Weston and Brigham state that there are many factor influence stock price such as profitability, interest rate, inflation and exchange rate. This, the aim of this research is to find at whether profitability, interest rate, inflation and exchange rate have significant effect to fluctuation of the stock price within the economic crisis in Indonesia. The result of this research proves that the change of profitability, interest rate, inflation and exchange rate have significant influence to the fluctuation of company stock price within the period of the economic crisis. Partially, only interest rate and exchange rate have significant effect to stock price in the period of the economic crisis. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1997 telah mempunyai pengaruh yang sangat signifikan. Harga-harga saham turun secara tajam demikian pula dengan volume transaksi. Boedie, Weston dan Brigham menyatakan bahwa beberapa faktor mempengaruhi harga saham, seperti profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham selama krisis ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perubahan profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham badan usaha selama periode krisis ekonomi. Secara parsial hanya suku bunga dan nilai tukar mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap harga saham selama periode krisis ekonomi tersebut. Kata kunci: profitabilitas, suku bunga, inflasi, nilai tukar.

  5. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut selama Penyimpanan dalam Es Curai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian kadar formaldehid alami pada beberapa jenis ikan laut selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan laut hidup yang terdiri dari 6 jenis ikan yaitu bawal bintang (Trachinotus blochii, kakap putih (Lates calcarifer, bloch., cobia (Rachycentron canadum, bandeng (Chanos chanos, kerapu cantrang Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus, dan kakap merah/jenaha (Lutjanus johnii. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara bertahap dan setiap pengambilan terdiri dari dua jenis ikan. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP dalam keadaan hidup, kemudian ikan dimatikan dengan cara hipotermal (dimasukkan dalam air es dengan suhu 0–4oC selama 30 menit. Setelah mati ikan dibagi menjadi 3 kelompok dan disimpan dalam peti insulasi yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1 : 3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA, trimethil amin oksida (TMAO dan kadar total volatile base (TVB serta komposisi proksimat pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 12 penyimpanan pada bawal bintang, kakap putih, cobia, bandeng, kakap merah, dan kerapu cantrang berturut-turut adalah 0.954; 1.572; 0.964; 0,715; 1.381; dan 1.303 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mN% kecuali ikan cobia (28,94 mgN%. Kandungan TMA berkisar 6,09–11,81 mgN% dan TMAO 3,22–11,3 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat.

  6. Efektivitas Seminar pada Perubahan Sikap Ibu dalam Pemberian Dukungan Nutrisi dan Stimulasi selama Pemantauan Tumbuh Kembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soedjatmiko Soedjatmiko

    2018-03-01

    Hasil. Terdapat 617 ibu yang mengisi lengkap kuesioner yang diberikan dalam seminar. Terjadi peningkatan yang bermakna (beda mean -0,15±0,26;95%CI -0,17sampai-0,13; p<0,001 pada rerata skor sikap ibu setelah mengikuti seminar yang diadakan oleh peneliti. Sumber informasi yang penting dan berkesan, antara lain, televisi, gawai, media sosial, tenaga kesehatan, dan seminar oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan. Pemberian seminar oleh tenaga kesehatan mengubah sikap ibu pada pengasuhan anak selama pemantauan tumbuh kembang dengan efektif (p<0,001.

  7. A COMPARATIVE ANALYSIS OF MANAGERIAL COMPETENCIES BASED ON EVIDENCE FROM SATU MARE COUNTY, ROMANIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Olimpia Neagu

    2014-12-01

    Full Text Available The paper explores the managerial competencies of human resources in the companies from Satu Mare County, by comparing the employers' and employees' views. The comparison is based on data collected and processed within the project HURO/0901/264/2.2.2 implemented in partnership by "Vasile Goldiș" Western University and University of Debrecen and financed by European Union through ERDF under Hungary-Romania 2007-2013 Programme, in 2012, and on data collected and processed in 2013-2014, in a new field research applied to employees from Satu Mare county.

  8. Pengaruh Perendaman Cumi Cumi Segar Dalam Larutan Kitosan Terhadap Daya awetnya Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2007-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh perendaman dalam larutan kitosan terhadap daya awet cumi‑cumi yang disimpan pada suhu kamar. Pada penelitian ini, cumi‑cumi direndam dalam larutan kitosan masing‑masing dengan variasi konsentrasi 0; 0,30; 0,38; 0,50; dan 0,75% selama 30 menit. Pengamatan kesegaran dilakukan setiap 8 jam sampai produk cumi‑cumi ditolak oleh panelis. Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat, Total Volatile Base (TVB, Total Plate Count (TPC dan nilai organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai TVB dan TPC, perlakuan perendaman dalam larutan 0,75% kitosan dapat memperpanjang daya simpan cumi‑cumi selama 16 jam, tetapi perlakuan yang lain, termasuk kontrol, hanya mempunyai daya simpan hingga 8 jam. Akan tetapi dari hasil pengamatan rupa, warna, bau dan tekstur, tanpa memperhatikan rasa pahit, produk baru ditolak panelis pada jam ke‑24 untuk kontrol, jam ke‑32 untuk perlakuan konsentrasi kitosan 0,30; 0,38; dan 0,50%, dan jam ke‑40 untuk konsentrasi tertinggi, yaitu 0,75%. Pada konsentrasi kitosan 0,38 dan 0,50% terdeteksi rasa tambahan berupa rasa agak asam, sedangkan pada konsentrasi 0,75% rasa tambahan berupa rasa agak pahit. Pada konsentrasi kitosan di atas 50%, kulit cumi‑cumi banyak terkelupas, sehingga menurunkan nilai rupa/kenampakan.

  9. KARAKTERISTIK REAKTIVITAS TERAS KERJA RSG-GAS SELAMA 30 TAHUN BEROPERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2017-06-01

    Full Text Available RSG-GAS, mulai dari komisioning, operasi teras kerja hingga kini telah 30 tahun beroperasi sehingga perlu dilakukan evaluasi keselamatan parameter neutroniknya. Untuk tujuan keselamatan telah dilakukan berbagai aktivitas penelitian, baik yang berhubungan dengan operasi, keselamatan, maupun dalam rangka penggunaan reaktor. Analisis dan pengelolaan besaran reaktivitas yang menunjang keselamatan operasi reaktor sangat penting dilakukan karena besaran ini mempengaruhi desain, kendali dan jadual operasi reaktor. Besaran tersebut dapat ditentukan melalui pengukuran reaktivitas batang kendali dan eksperimen pemuatan bahan bakar di dalam teras. Pengukuran reaktivitas batang kendali yang dilakukan pada setiap awal siklus teras (dengan kondisi teras dingin dan bersih, bebas pengaruh xenon, menghasilkan nilai reaktivitas batang kendali yang dapat digunakan untuk menentukan nilai reaktivitas lainnya seperti reaktivitas lebih, reaktivitas padam dan reaktivitas total. Pengelolaan reaktivitas teras telah dilakukan dengan baik selama 30 tahun dalam rangka mendukung operasi reaktor untuk keperluan penelitian dan iradiasi target.

  10. Intensitas Cemaran Jamur pada Biji Jagung Pakan Ternak Selama Periode Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Destania Putri Indah Puspitasari

    2015-07-01

    Full Text Available This research aimed to know the intensity of fungal contamination in maize grain cattle-feed during storage. Five kilogram of grain sample were collected from Klaten, Sleman, and Muntilan, then stored at CV. Ragil Jaya’s warehouse for two months. Every two weeks the water content were measured and the grain were tested using PDA and blotter methods. Incubation during isolation process were conducted for seven days at 12 hour darkness and 12 hour light. Results showed that dominant fungal contamination from Klaten, Sleman, and Muntilan wasAspergillus sp. As2 isolate with contamination intensity as much as 89% (blotter, 73% (PDA, and 44% (blotter. The results also showed that factors which influenced the intensity of fungal contamination in cattle-feed maize is the grain condition before storage such as broken grain, dirt, and insect; and not caused by the planting location.   INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas cemaran jamur dominan pada biji jagung yang digunakan sebagai pakan ternak selama penyimpanan. Biji jagung pakan ternak dari Klaten, Sleman, dan Muntilan sebanyak 5 kg disimpan di gudang CV. Ragil Jaya, Magelang selama 2 bulan. Pengukuran kadar air dilakukan setiap 2 minggu dan kemudian diuji dengan metode PDA dan blotter untuk mengetahui cemaran jamur pada biji jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari sampel biji jagung pakan ternak yang berasal dari Klaten, Sleman, dan Muntilan, jamur cemaran yang mendominasi, yaitu Aspergillus sp. isolat As2 dengan intensitas cemaran jamur tertinggi di daerah Klaten 89% (blotter, Sleman 73% (PDA, dan Muntilan 44% (blotter. Hasil ini menunjukkan bahwa hal yang mempengaruhi intensitas cemaran jamur pada jagung pakan ternak adalah kondisi awal bahan yang disimpan yaitu ada tidaknya kerusakan, kotoran, dan serangga; bukan lokasi penanaman jagung.

  11. PERFORMA PERTUMBUHAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla olivacea, YANG DIBERI PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA SELAMA PERIODE PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-12-01

    Full Text Available Jumlah pemberian pakan yang tepat sangat penting dalam periode pendederan krablet kepiting bakau karena pada periode tersebut tingkat kanibalisme krablet sangat tinggi. Informasi dosis pemberian pakan pada krablet ini masih sangat kurang khususnya dengan penggunaan pakan buatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan sintasan krablet kepiting bakau yang diberi pakan buatan dengan dosis berbeda selama periode pendederan. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau dengan bobot awal rata-rata 0,038 g dan lebar karapas awal rata-rata 3,25 mm. Krablet dipelihara dalam bak berukuran 1,0 m × 1,0 m × 0,5 m sebanyak sembilan unit, dengan kepadatan awal masing-masing 50 ekor/bak. Tiga level dosis pakan harian yang dicobakan yaitu: 20%, 30%, dan 40% dari biomassa dan diberikan pada pagi dan sore hari selama lima minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua minggu pertama periode pendederan, pemberian dosis pakan 20% memiliki sintasan yang lebih rendah (P0,05 di antara perlakuan. Pada pendederan krablet kepiting bakau, dosis pemberian pakan harian sebaiknya sebanyak 30% pada dua minggu pertama hingga krablet berukuran 0,2-0,3 g (lebar karapas 8-10 mm, selanjutnya 20% pada minggu ke-3, 15% pada minggu ke-4, dan 10% pada minggu ke-5. Appropriate feeding rate applied during nursery of mud crab crablet is important due to high cannibalism occurred at this stage. The information on feeding rates for crablet during nursery is still limited, in particularly the used of artificial diet. This study aims to evaluate the growth performance and survival rate of mud crab crablet fed artificial feed at different feeding rates during the nursery. The crablets with average initial weight of 0.038 g and initial carapace width of 3.25 mm were used in this study. The crablets were stocked in nine tanks sizing of 1.0 m × 1.0 m × 0.5 m each, with the initial density of 50 crablets/tank. Three daily feeding rates were tested at 20%, 30

  12. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN INDEKS HARGA SAHAM DI JAKARTA ISLAMIC INDEX SELAMA TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Fera Triani

    2014-03-01

    Indeks harga saham gabungan merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Pergerakan indeks harga saham gabungan yang meningkat menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, seperti: volume perdagangan saham, nilai tukar, dan Suku Bunga Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis: pengaruh faktor makro ekonomi melalui volume perdagngan saham, nilai tukar, dan suku bunga Indonesia terhadap Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index. Sampel dari penelitian ini adalah: volume perdagangan saham, nilai tukar, suku bunga Indonesia, dan Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index dengan menggunakan data harian selama tahun 2011, sehingga data pada observasi (n = 247. Ada pengaruh faktor ekonomi makro yang diwakili oleh volume transaksi, dan tingkat suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan. Variabelnilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Hasil perhitungan yang diperoleh nilai F = 27,416; menjadi jelas bahwa perubahan dalam volume transaksi, nilai tukar, dan nilai suku bunga berpengaruh signifikan secara bersama-sama Indeks Harga Saham Gabungan.

  13. PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI; SATU ANALISIS TINJAUAN ULANG DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SYAMSURI SYAMSURI

    2016-10-01

    Full Text Available Abstract. Paradigm of Economic Development; Perspective of Islamic Economics Analysis. The capitalist economic system has failed because the rich exploiting the poor and a socialist economic system justifies the poor seize property of the rich. This problem becomes an important issue for the Muslim economists. Paradigm both the liberal system is exploitative, unfair and treats people not as people. Not pay attention to moral values and akhlaqs, a dichotomy between religion and economics, make man a slave of development and not development for human. This paper is a reflection phenomenon of damage to the environment, social inequality and poverty not been abated. So the liberal economic theories and concepts need to be reviewed by presenting a new economic development concept that comes from revelation that is the Quran and hadith. Finally, from the discussion can be concluded that economic development can not be achieved except with implementing Islamic guidance in everything. And the nature of development must necessarily multi-dimensional, included the gratification of physical and ruh. Economic development must also be able to create a balance between individual interests and the interests of society, kindness balanced and consistent according the rules of Islam. Measure of the success of development if the concept of caliphate, ‘adalah, and tazkiyah can meet all basic needs of every human being and nature conservation around for the long term future generations. Abstrak. Paradigma Pembangunan Ekonomi; Satu Analisis Tinjauan Ulang Dari Perspektif Ekonomi Islam. Kegagalan sistem ekonomi kapitalis yang membenarkan orang kaya mengeksploitasi orang miskin, dan sistem sosialis membenarkan orang miskin merampas harta orang kaya menjadi satu isu penting bagi para ekonom muslim. Paradigma kedua sistem liberal tersebut bersifat eksploitatif dan tidak fair serta memperlakukan manusia bukan sebagai manusia. Mengesampingkan nilai moral dan akhlak

  14. MOTIVATIONAL PRACTICES USED BY EMPLOYERS FROM THE COUNTIES OF SATU MARE AND BIHOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Olimpia Neagu

    2013-09-01

    Full Text Available The paper explores the motivation of human resources in the companies from counties of Satu Mare and Bihor. Data were collected by applying a questionnaire to 114 companies located in the counties of Satu Mare and Bihor, within the project HURO/0901/264/2.2.2 implemented in partnership by "Vasile Goldis" Western University and University of Debrecen and financed by European Union through ERDF under Hungary-Romania 2007- 2013 Programme. Data were processed and analyzed by using the SPSS soft. We found that employers perceived as most efficient the following motivation instruments: a good communication between employees, basic wage, partial delegation of managerial tasks and optimal working conditions. The efficiency of the motivation instruments in the view of employers differs significantly across activity sectors. Thus, using the ANOVA test, we found that the variation of variables related to basic wage, performance rewarding, bonuses, partial delegation of managerial tasks, work competencies, fear of job loss, need for affiliation to a workgroup, the prestige outside the organisation, working a good reputation organisation, social benefits, home distance can be explained in a proportion ranged from 23,5% to 42,9% by the variation of variable associated to the activity sector.

  15. Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq. Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudradjat

    2015-09-01

    Full Text Available Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1. Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.

  16. PERBEDAAN TOPICAL FLUORIDE APPLICATION DAN FISSURE SEALANT DALAM MENCEGAH KARIES PADAGIGI MOLAR SATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pawarti Pawarti

    2017-07-01

    Full Text Available Abstract: Topical Fluoride Application And Fissure Sealant To Prevent Dental Caries Permanent First Molars. Anatomy pits and fissures of teeth are caries initiation vulnerable areas of the permanent molars that grow at the age of 6 years where children can not perform oral hygiene. Caries prevention can be done by closing the pits and fissures or application of fluoride (topical fluoride application on the surface of the teeth. The purpose of this study was to analyze the difference fissure sealants and topical application of fluoride to prevent dental caries of first permanent molars. This study was a quasi-experimental study with time series, a sample was taken by purposive 117-second grade students of SDN District of North Pontianak. Data were analyzed using t-test. The result showed that fissure sealant more effective in caries prevention of first permanent molar than topical fluoride application where there were none caries teeth after and month fissure sealant, 25% sealant partially off and 11% fully off. Teeth that have done fluoride after 6 months of 3.9% of dental caries, the eighth month of 5.4% of dental caries. There was a significant difference between the effectiveness of fissure sealants with topical application of fluoride to prevent dental caries in first permanent molars p-value < 0.05, after 6-month p-value: 0.004 and after 8-month p-value: 0.001. Abstrak: Topical Fluoride Application Dan Fissure Sealant Untuk Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Permanen. Anatomi pit dan fisura gigi merupakan daerah rentan inisiasi karies gigi molar satu permanen yang tumbuh pada usia 6 tahun anak belum bisa melakukan kebersihan mulutnya. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara menutup pit dan fissure atau pengolesan fluor (topical fluoride application pada permukaan gigi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan efektivitas fissure sealant dan topical fluoride application untuk mencegah karies gigi molar satu permanen anak

  17. Teknik Gelatinisasi Tepung Beras untuk Menurunkan Penyerapan Minyak Selama Penggorengan Minyak Terendam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Florentina Florentina

    2017-02-01

    Full Text Available Pregelatinized rice flour is one of ingredients that can reduce oil uptake. Gelatinization can be processed by drum drying, extrusion, and steaming. The aim of this research was to know the effect of gelatinization rice flour by drum drying, extrusion, and cooking rice on water holding capacity, degree of gelatinization, and oil uptake. Oil uptake was analyzed by using food model that substituted with 50 % pregelatinized flour. Results indicated that degree of gelatinization and water holding capacity of pregelatinized flour by drum drying was higher than extrusion and cooking rice. The highest reducing oil uptake of product was produced using pregelatinized flour by drum dryer was 33.70 % while by extruder which was 13.32 % and rice cooker was 10.09 % ABSTRAK Tepung beras pragelatinisasi merupakan salah satu ingredien yang dapat mengurangi penyerapan minyak. Proses gelatinisasi dapat dilakukan dengan metode pengeringan drum, ekstrusi, dan pengukusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gelatinisasi tepung beras dengan pengeringan drum, ekstrusi, dan pemasakan nasi terhadap daya ikat air, derajat gelatinisasi dan penyerapan minyak. Penyerapan minyak dianalisis dengan menggunakan model pangan yang telah disubtitusi 50 % tepung pragelatinisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat gelatinisasi dan daya ikat air pada tepung pragelatinisasi dari pengeringan drum lebih tinggi daripada proses ekstrusi dan pemasakan nasi. Penurunan penyerapan minyak tertinggi dihasilkan pada produk dengan penggunaan tepung pragelatinisasi pengeringan drum yaitu 33,70 %, sedangkan ekstruder sebesar 13,32 % dan pemasak nasi sebesar 10,09 %.

  18. Validasi Sistem Skoring Rondinelli untuk Mendeteksi Komplikasi Infeksi Berat pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut L1 dengan Demam Neutropenia Selama Kemoterapi Fase Induksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renno Hidayat

    2016-11-01

    Kesimpulan. Sistem skoring Rondinelli merupakan instrumen yang cukup baik untuk mendeteksi komplikasi infeksi berat pada anak dengan LLA-L1 yang mengalami demam neutropenia selama pemberian kemoterapi fase induksi.

  19. PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS   NASKAH DRAMA SATU BABAK MENGGUNAKAN MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN ALAT PERAGA GAMBAR BERSERI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhartini Suhartini

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama satu babak menggunakan model pembelajaran Think Pare Share. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diterapkan pada siswa kelas VIIIA SMPN1 Tanjungsari pada materi menulis naskah drama satu babak menggunakan alat peraga gambar berseri. Penelitian tindakan kelas (PTK dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu proses tindakan pada siklus I dan siklus II. Penelitian tindakan kelas (PTK dilaksanakan dalam proses pengkajian berdaur pada setiap siklusnya yakni perencanaan, pelksanaan tindakan, observasi, dan refleksi Berdasarkan analisis data diperoleh hasil ulangan harian meningkat. Peningkatan hasil tersebut sangat signifikan, 28 siswa memperoleh nilai di atas KKM dan rerata kelas menjadi 80,55 dan persentase ketuntasan sebesar 96,5%. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan dalam menulis naskah drama satu babak. Hal ini ditunjukkan pada hasil tes, yakni  28 orang (100% memperoleh nilai di atas KKM, dengan nilai rata-rata 83,4. Simpulan penelitian adalah model pembelajaran Think Pair Share menggunakan alat peraga gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis naskah drama satu babak. Berdasarkan simpulan penelitian, maka dalam pembelajaran menulis naskah drama satu babak sebaiknya dapat menerapkan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan alat peraga gambar berseri.

  20. EXPLORASI DESAIN SIRKUIT BALAP MOBIL FORMULA SATU DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutmainnah Mutmainnah

    2017-06-01

    Full Text Available Abstrak_ Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak atlet balap berprestasi dalam taraf internasional. Keberadaan sirkuit balap sangat dibutuhkan para atlet untuk menunjang kegiatan dan mengasah kemampuan balap yang dimiliki. Namun, ketersediaan sirkuit yang sesuai dengan standar internasional di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan ide desain sirkuit balap mobil formula satu di Makassar dengan pendekatan arsitektur modern. Melalui metode eksplorasi desain yaitu metode penjabaran ide dan gagasan yang dirumuskan dalam bentuk gambar. Hasil yang diperoleh berupa tata massa bangunan dipilih sistem terpusat, dimana lintasan yang menjadi pusatnya. Sehingga bangunan disekitarnya berorientasi ke lintasan. Sistem  sirkulasi dari dan menuju tapak dibagi menjadi dua dimana sirkulasi untuk pengunjung dipisah dengan sirkulasi untuk team balap. Jalur masuk dan keluar untuk pengunjung juga dipisah, dengan lebar masingmasing jalan 15 m. Sedangkan bentuk bangunan mengambil analogi bentuk dari mobil formula satu dan bentuk aerodinamika dari mobil formula satu. Aerodinamika adalah pergerakan udara ketika berinteraksi dengan benda padat. Dalam hal kendaraan, aerodinamika adalah kecepatan kendaraan dan hambatan udara ketika kendaraan itu melaju. Penerapan tema arsitektur modern pada bangunan dapat dilihat dari bidang-bidang kaca yang lebar, jenis material yang digunakan diekspos secara polos, dan dari bahan material yang digunakan. Kata kunci : Aerodinamika, Arsitektur Modern, Eksplorasi Desain, Sirkuit. Abstract­_ Indonesia is one of the countries that have many athletes of racing achievement in international level. The existence of a racing circuit is needed athletes to support activities and hone the ability of racing owned. However, the availability of circuits that comply with international standards in Indonesia is still very minimal. Therefore, this study provides the idea of the design of the formula one

  1. THE PRESSURE OF ANTHROPIC ACTIVITIES ON NATURAL CAPITAL OF SATU MARE COUNTY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VIOLETA BRAN

    2017-12-01

    Full Text Available The relationship between man and the natural environment, that provides the most valuable resources for existence, has transformed over time into an artificial and destructive manifestation. The encrease of the standard of living of society has been achieved through the drastic reduction of natural resources and the demage of the environment, endangering the welfare of future generations. Activities such as discharges of waste in the rivers, inappropriate use of land, uncontrolled deforestation, fragmentation of habitats due to infrastructure development pose the greatest risks to natural capital. This article aims to analyze by statistical methods, on the basis of the documents studied, the negative effects of anthropogenic activities on the natural capital of Satu Mare County.

  2. Efek Konsumsi Air Kelapa (Cocos Nucifera terhadap Ketahanan Berolahraga Selama Latihan Lari pada Laki-laki Dewasa Bukan Atlet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Fen Tih

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak Ketahanan berolahraga menunjang latihan fisik yang optimal untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani. Penurunan kapasitas ketahanan olahraga disebabkan oleh dehidrasi dan penurunan karbohidrat dalam otot selama melakukan latihan. Air kelapa berpotensi sebagai minuman olahraga karena memiliki derajat keasaman yang rendah, gula seimbang, kandungan mineral, dan bersifat isotonis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsumsi air kelapa terhadap ketahanan dan kebugaran berolahraga diukur dari jarak tempuh dan VO2max  selama latihan lari. Penelitian dilakukan di Lapangan FPOK UPI Bandung periode Juli 2015–Februari 2016. Bahan penelitian yang digunakan adalah air kelapa dalam kemasan. Air mineral, air gula 5%, dan minuman olahraga isotonik yang digunakan sebagai pembanding. Subjek penelitian adalah 120 orang laki-laki, berusia 18–23 tahun yang dibagi menjadi 4 kelompok untuk tiap-tiap bahan uji. Setelah pemanasan, subjek berlari secepatnya selama 30 menit. Bahan uji diberikan sebelum dan setiap 10 menit selama lari. Jarak yang ditempuh dicatat dalam satuan meter. Analisis dengan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji least significant difference (LSD dengan α<0,05. Jarak tempuh terpanjang rata-rata dan VO2max tertinggi didapatkan pada kelompok perlakuan air kelapa, diikuti kelompok air gula 5%, minuman olahraga isotonik, dan air mineral (p<0,01. Simpulan, konsumsi air kelapa sebelum dan selama latihan olahraga lari dapat meningkatkan ketahanan olahraga pada laki-laki dewasa bukan atlet. Abstract The endurance in exercising supports optimal physical training to improve physical health and fitness. Two major factors in decreasing sport endurance are dehydration and loss of carbohydrates in muscle during exercise. Coconut water is a potential sports drink because it has low acidity, sugars, minerals content and is isotonic. This research aims to know the effects of coconut water consumption towards endurance and

  3. Kesantunan Berbahasa dalam Berwawancara Siswa SMK Satu Nusa 2 Bandar Lampung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohana Rohana

    2017-09-01

    Full Text Available AbstractProblems in this research are politeness in English students class XI odd semester SMK Satu Nusa 2 Bandar Lampung academic year 2016-2017. Modesty speech is assessed based on some maxim, maximal admission, acceptance, generosity, humility, consent, and the maxim of conclusions. The purpose of research is to know the deviation of politeness in terms and views of the deviation factor. The research used descriptive with a qualitative approach. The subjects of this study were students of class XI who used 219 and only took 35 students as core subjects taken with proportionate stratified random sampling. The research data were collected by interviewing assignments and analyzed by qualitative analysis. The results showed there are deviations of politeness in students. Students are judged to be less wise speech so that develops the resource person. The deviation factor is being less able to formulate interview questions, narrow student vocabulary, and weak student interviewing abilities.Keywords: Modesty, language, interview  

  4. MEMPREDIKSI POLA PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM RUMAH TROPIS LEMBAB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANALOGI ELEKTRIK SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sangkertadi Sangkertadi

    2002-01-01

    Full Text Available This study concern in the application of a simplified heat transfer model for simulation of thermal behaviour of tropical buildings. The model is to be integrated to a transient simulation program TRNSYS. The objective of this study is to predict the variable of indoor air temperature due to outdoors environmental climatic. The first case is about the comparison of the model with other model from ASHRAE (i.e. Transfer Function Method. The second case is the application of the model for a thermal simulation of a 7-zones typical tropical house. The simulation results (indoor air temperature and surfaces temperature are to be then compared to the results from field measurement. The comparison shows that there is similarity between those two approaches. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini diarahkan pada validasi dan penggunaan suatu model perhitungan perpindahan panas sederhana satu dimensi untuk memprediksi perubahan suhu udara dalam ruang rumah beriklim tropis lembab. Model tersebut adalah model analogi elektrik yang dapat dipakai untuk membuat simulasi perpindahan panas pada kondisi tak-stedi.Pada penerapan di kasus pertama, hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap perhitungan dengan model lainnya yaitu model TFM (Transfer Function Method dari ASHRAE (American Society of Heating, Referigerating and Air conditioning Engineers. Pada penerapan di kasus kedua, dilakukan pembandingan terhadap hasil pengukuran pada kasus rumah tinggal 7 zona. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap hasil perhitungan dengan model TFM maupun terhadap hasil pengukuran di lapangan.

  5. PENGEPAKAN PIPA BERAGAM DIAMETER KE DALAM SATU KONTAINER DENGAN MENGGUNAKAN SOLUSI HEURISTIK ALGORITMA GENETIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sundoro Untung

    2000-01-01

    Full Text Available Literature on packing problems in general is extensive and too broad to be covered here. One of the packing problems is packing for cylindrical material, that is packing for pipe. To pack the pipes, a mathematical model non linier mixed integer programming will be applied to explain packing problem mathematically. A combined genetic algorithm and tabu list is suggested to solve the mathematical problem to obtain satisfactory solution in terms of packing configuration and computational time. The algorithm gives a good result in terms of space utilization and computational time. Abstract in Bahasa Indonesia : Literatur mengenai permasalahan pengepakan (packing problem secara umum telah dipelajari secara intensif dan sangat luas pengembangannya. Salah satu masalah pengepakan yang ada adalah masalah pengepakan silinder. Pada tulisan ini diteliti mengenai masalah yang merupakan bagian dari pengepakan silinder yaitu pengepakan pipa. Dalam pengepakan pipa digunakan model matematis non linier mixed integer programming untuk menerangkan permasalahan pengepakan secara matematis dan menyarankan menggunakan metode heuristik algoritma genetika (genetic algorithm dipadukan dengan penggunaan daftar iterasi tabu untuk menyelesaikan model matematis yang dihadapi sehingga solusi yang dihasilkan dapat memuaskan ditinjau dari sisi konfigurasi pengepakan dan juga efisien ditinjau dari waktu komputasi. Algoritma yang diusulkan pada tulisan ini mampu memberikan konfigurasi pengepakan pipa yang memuaskan bila ditinjau dari pemanfaatan ruangan dan waktu komputasi yang cepat. Kata kunci: pengepakan pipa, model matematis, Algotirma Genetika.

  6. Use of the space by the opossum Didelphis aurita Wied-Newied (Mammalia, Marsupialia in a mixed forest fragment of southern Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cáceres Nilton Carlos

    2003-01-01

    Full Text Available Use of the space by the opossum Didelphis aurita Wied-Newied, 1826 (Mammalia, Marsupialia in a mixed forest fragment of southern Brazil. The space use of the marsupial Didelphis aurita was studied in a forest fragment of southern Brazil from February 1995 to January 1996. The method used was the 'distribution utilization' in which each trap was set in 38 x 38 m quadrats. Captures of each marked individual in each point give information on its habitat use. Food availability was searched and compared to the habitat utilization and to the food consumption of opossums. Distribution patterns of captures (aggregated to random and spatial overlap between individuals were searched. Results showed aggregated distributions of individuals, particularly females, in the fragment. Females used exclusively the fragment during the drier season. Opossums tend to not choose the sites with highest food availability to establish home ranges. Spatial overlap was usually low between forest resident and neighbouring resident females, but much lower during the breeding season (only forest resident females in an apparently pattern of territoriality. Hence, core areas of females decreased in size during the breeding season. Males probably searched primarily for mates during the breeding season being less opportunistic than females in feeding habits, yet their space use did not correlate to food consumption.

  7. STUDI KOMPARASI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU (PPTSP DALAM PENERAPAN BUDAYA ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhini Fatmasari

    2013-08-01

    Full Text Available The integrated of one-stop service is one of the major breakthroughs made by the government in order to improve public services, its specialized in the field of licensing through Permendagri number 24 concerning about Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP. In Government regulation district/city administration are required to have PPTSP Institutions, not only formality in the sense of institutional institutions but also in terms of value and mechanisms. General trend in Indonesia is difficult to start a formal business due to hit on the difficulty of the licenses. Although, all parties aware that businesses, especially Small and Medium Enterprises (SMEs is one of the main pillar of the nation's economy. Overall formation of the PPTSP can be said to be successful in the district/city. But the success is not evenly distributed in the context of the development of organizational culture. If the formation of institutions PPTSP more leads to the formation of organization and mechanisms that are supported by regulatory which is the organization's culture is more directed at the behavior.The research was conducted in three PPTSP namely District Sragen, District Solok and District 50 Kota by comparing the third success and how to develop organization culture. The results showed that the success 50 Kota in develop of public service supported by the formation of organizational culture continuously. Formation of organization culture done with socializing the values espoused in organization, particularly cultural services to consumers. Success of District Sragen not be separated from the region’s ability to internalize the values of service to staff 50 Kota. The same think was not seen in District Solok and District 50 Kota.

  8. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP DENGAN METODE INKUIRI PADA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilman Hilman

    2015-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan metode inkuiri pada persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dengan kriteria valid, praktis, dan efektif ditinjau dari prestasi dan kepercayaan diri siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan diadaptasi dari model pengembangan Reiser & Dempsey. Pengembangan terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LAS, dan tes ulangan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kevalidan produk pengembangan ditentukan oleh validasi ahli, kepraktisan produk pengem-bangan ditentukan oleh penilaian guru, dan siswa, sedangkan keefektifan produk pengembangan ditinjau dari prestasi dan kepercayaan diri siswa. Prestasi yang dicapai siswa mencapai rata-rata 76,94 melampaui KKM yakni 70, sedangkan kepercayaan diri siswa dari 55,88% menjadi 82,35% pada kategori minimal baik. Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, inkuiri   DEVELOPING LEARNING MATERIALS MATHEMATICS WITH INQUIRY METHOD FOR EQUATIONS LINEAR AND INEQUALITY OF ONE VARIABLE Abstract The aim of this study produces mathematics instructional materials, on linear equations and inequalities one variable with inquiry methods that valid, practical, and effective criteria in terms of student achievement and self-confidence. This study is developmental research. It is adapted from Reiser & Dempsey models. The research through several phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instructional materials is consists of syllabi, lesson plans, student sheet activity, and daily tests. The results showed that is the valid criteria valid, practical, and effective. Validity of development product is determined by the expert validation, the practicality is determined by

  9. STRATEGI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN IKM KONVEKSI SEBAGAI SALAH SATU INDUSTRI KECIL MENENGAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kirana Rukmayuninda Ririh

    2012-08-01

    Full Text Available Melihat kondisi yang terjadi setelah runtuhnya kondisi perekonomian Indonesia akibat krisis 1998, pemerintah mulai melirik industri kecil dan menengah (IKM karena terbukti lebih tahan terhadap krisis ekonomi. Buktinya saat pertumbuhan industri secara keseluruhan terjun bebas dari 5,90% (2005 menjadi 5% (2006, pertumbuhan IKM justru meningkat dari 3,48% (2005 menjadi 4,6% (2006. Namun demikian IKM yang dipercaya sebagai andalan kekuatan ekonomi bangsa, masih banyak menghadapi masalah. Salah satu contohnya IKM “Dedi Konveksi” di Bandung.  Dalam penelitian ini, identifikasi masalah dilakukan dengan menggunakan metode “three level characteristics of manufacture”. Kemudian dilakukan analisis SWOT sebagai dasar penentuan strategi korporasi.  Strategi bisnis yang diusulkan menjadi acuan untuk menyusun strategi teknologi. Dari strategi-strategi yang telah tersusun (strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi teknologi diperlukan adanya suatu kebijakan. Kebijakan tersebut digunakan sebagai arahan untuk dapat mengembangkan dan membina industri kecil modern. Kebijakan pengembangan dan pembinaan IKM  konveksi ini  menggunakan 4 perspektif yaitu finansial, customer, proses bisnis internal, dan pertumbuhan-pembelajaran. Unsur dalam kebijakan tersebut melibatkan seluruh stakeholder dalam IKM. Kata kunci : Manajemen, Industri Kecil Modern, Strategi Bisnis, Strategi Korporasi, Strategi Teknologi.     Review to  the conditions that occurred after the collapse of Indonesia's economy from the crisis of 1998, the government will begin to consider  small and medium enterprises (SME because it has proved to be more resilient to the economic crisis. This could be figured out when the overall industrial growth just plummeted from 5.90% (2005 to 5% (2006, and the growth of SMEs had increased from 3.48% (2005 to 4.6% (2006. Eventhough  SMEs are believed as centre of the nation's economic strength, those still

  10. Petuah-petuah Leluhur dalam Wérékkada: Salah Satu Pencerminan Kearifan Lokal Masyarakat Bugis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nfn Mustafa

    2017-11-01

    Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kearifan-kearifan lokal yang terdapat dalam wérékkada. Wérékkada adalah salah satu bentuk sastra klasik Bugis yang hingga kini masih dihayati oleh masyarakat berlatar belakang bahasa dan budaya Bugis yang berfungsi sebagai alat perekat hubungan antar individu dan sumber hukum serta peraturan yang mampu mengetuk hati, pikiran dan memerintahkan orang untuk berlaku jujur, berperilaku sopan santun, tahu adat istiadat, dan tata krama dalam hidup bermasyarakat. Tulisan ini menggambarkan kearifan lokal budaya Bugis yang hingga kini masih berlaku di dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini menggunakan dua teori yaitu, pendekatan pragmatik dan sosiologi sastra. Metode dan teknik yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif, yaitu memaparkan sebagaimana adanya. Pengumpulan data, digunakan teknik pencatatan, wawancara, perekaman, dan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa wérékkada dapat mengandung kearifan lokal tentang kejujuran. Petuah-petuah atau wérékkada berisi landasan pokok dalam menjalin hubungan antar sesama, keteguhan, memberikan gambaran dari tingkah laku sehari-hari seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi, tegas, tangguh, setia pada keyakinan, dan taat asas. Sementara itu, sirik ‘malu,’ adalah salah satu pandangan hidup orang Bugis yang bertujuan untuk mempertahankan harkat dan martabat pribadi, orang lain atau kelompok.

  11. Perawatan Satu\tKunjungan\tpada\tPremolar Pertama Atas Menggunakan Protaper Rotary dan Restorasi Resin Komposit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sherli Diana

    2013-06-01

    Full Text Available Preparasi kemomekanik pada saluran akar meliputi instrumentasi mekanis dan irigasi antibakteri yang secara prinsip dapat langsung mengeliminasi mikroorganisme pada sistem saluran akar. sejak diperkenalkan pada tahun 1988, instrumen rotary nikel-titanium (niti telah digunakan secara umum dalam perawatan endodontik karena kemampuannya membentuk saluran akar dengan prosedur komplikasi yang minimal. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan perawatan saluran akar satu kunjungan menggunakan protaper rotary dan restorasi resin komposit gigi premolar. Penderita pria 21 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo UGM Yogyakarta mengeluhkan gigi belakang atas kiri yang berlubang tapi tidak sakit dan pasien ingin  dirawat.Gigi  Premolar satu atas  kiri terdapat kavitas disto oklusal dengan pulpa terbuka. Pemeriksan objektif pada gigi 24 sondasi, perkusi, palpasi, dan tes termal menunjukkan hasil negatif.Pemeriksaan radiografis tidak terdapat lesi, lamina dura tidak terputus dan saluran akar jelas dan lurus. Pada kasus ini dilakukan perawatan saluran akar dengan menggunakan ProTaper rotary ( X-Smart, Dentsply. Pasca perawatan saluran akar, gigi premolar satu atas kiri dilakukan tumpatan resin komposit kelas II.Hasil evaluasi klinik saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit, pemeriksaan objektif juga tidak ada rasa sakit, warna gigi serasi dengan warna gigi tetangga.prognosis pada kasus ini baik dan tidak ada keluhan. Kesimpulan paska perawatan saluran akar satu kunjungan dengan instrumenrotary, tidak terdapat keluhan.Penggunaan Instrumen rotary Nikel-Titanium (NiTi sangat flexible dengan prosedur komplikasi yang minimal, dan hemat waktu. One Visit Treatment of Upper Premolar Tooth Using Rotary Protaper and Composite Resin Restoration. Chemomechanical preparation for root canal including mechanic instrumentation and anti-bacterial irrigation principally could eliminate microorganisms in root canal system. Many instruments and techniques have been

  12. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Individu Tentang Makanan Beraneka Ragam sebagai Salah Satu Indikator Keluarga Sadar Gizi (KADARZI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditianti Aditianti

    2016-09-01

    Full Text Available AbstractCurrently, Indonesia has multiple nutritional problems. Malnutrition still high, but on the other hand, obesity occurs and the prevalence of degenerative diseases increased. One of the government’s efforts to overcome the nutritional problem is with the declaration of nutrition conscious family program (Kadarzi. The purpose of this research was to gain an overview of family knowledge, attitudes, and behavior of Dietary Diversity as Nutrition-Aware Family as one of Conscious Family Program (Kadarzi. Methods: The study anlyzed Kadarzi data from 2009 to 2011. The sample size was 4289 households and 9231 individuals spread across 6 provinces in Indonesia. Data collection includes knowledge, attitudes and behavior of various aspects Kadarzi indicators. Data processing was performed by descriptive analysis. The results showed knowledge about the benefits of staple foods in the adult group, teen, school children and the elderly ranged between 41-53.1%. More than 75% of respondents agree to consume animal source foods, vegetables and fruit. However, the behavior of a variety of food consumed each day is generally still low at under 20% based on age category or based on the province level. In the province of Jabar, Kaltim and Sulsel, namely the province with diverse food consumption behavior than average all 6 provinces there are nutritional problems, increasing prevalence of non-communicable diseases and the prevalence of stunting based on data Riskesdas 2007, 2010 and 2013.Keywords : knowledge, attitudes, behaviorsAbstrakSaat ini, Indonesia mengalami masalah triple burden. Di satu sisi masih mengalami masalah kekurangan gizi yaitu wasting, underweight, dan stunting namun di sisi lain terjadi overweight dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah gizi tersebut adalah dengan dicanangkannya program keluarga sadar gizi (KADARZI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran

  13. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SAGA DAN DAUN SIRIH TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    USEMAHU, RIFDATUL AHWAL

    2015-01-01

    2015 Latar Belakang: Bakteri adalah salah satu mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Daun sirih dan daun saga memiliki sifat antibakteri karena mempunyai zat aktif yang berguna untuk meghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efektivitas antara daun saga dan daun sirih. Metodologi : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories. Sampel penelitian ini adalah ...

  14. CONCEIVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT STRATEGIC OBJECTIVES OF OAȘ AREA, SATU MARE COUNTY, ON THE BASIS OF NATURAL CAPITAL ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    OLIMPIA NEAGU

    2017-06-01

    Full Text Available The sustainable development essentially depends on natural capital or environment assets and conceiving a sustainable development strategy at local level means first to evaluate it, through inventorying all types of natural resources: vegetable, animal, protected areas, forest and water resources, crops and farming resources, land and pastures and meadows. The area called Țara Oașului, located in the north-eastern part of Satu Mare county has some particular features: a wealth of natural resources (such as forests, stone, mineral water, wild flora and fauna, population with a high level of income and luxurious but uninhabited houses, a high level of migration for work abroad (from the very beginning of nineties, a lack of labour force and active population, a reduced life expectancy, and specific popular traditions (costume, events and culture. We carried out a field reseach, by applying a questionnaire to local population, authorities and experts in order to obtain an estimation of natural resources, as volumes and ways of exploitation (for own consumption or market selling and the main trends in local traditional employment. The research conclusions are valuable in order to conceive the sustainable development strategy of the area, taking into consideration the local capabilities to use the existing natural resources by protecting the environment, to build an appropriate social capital and to attract the required for economic growth human and financial resources.

  15. Analysis of SATU Indonesia award activities, one of Astra’s corporate social responsibility (CSR) programs as corporate communications media for society

    OpenAIRE

    I.W., Lely Fachrul; Salamah, Ummi

    2017-01-01

    Corporate social responsibility (CSR) program is a form of corporate social responsibility in reducing the impact of its business activities, which in its implementation is supported by CSR corporate communication strategy to run effectively. The aim of the research is to analyze the implementation of SATU Indonesia Award activities, one of Astra's corporate social responsibility (CSR) program and measure the reputation of Astra corporation for the society. This research uses qualitative rese...

  16. Aproximación a un fotógrafo y pintor desconocido: Fr. Pedro de Madrid, Pedro Satué, Foto Antsa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    José Javier Azanza López

    2015-01-01

    Full Text Available Este trabajo pretende ser una aproximación a un fotógrafo y pintor prácticamente desconocido, y trazar una secuencia biográ- ca hasta ahora inédita: Fr. Pedro de Madrid-Pedro Satué-Foto Antsa. Este polifacético artista (Madrid, 1880-1936 se inició en las técnicas pictóricas y fotográ cas en el colegio capuchino de Lekaroz (Navarra, mostrándose como un hábil copista de Murillo y resultando triunfador en el Certamen Fotográ co-Social celebrado en Pamplona en 1912 con su colección de caseríos vascos del Baztán. Tras secularizarse y recuperar su nombre civil, desarrolló su labor profesional como fotógrafo al frente de un estudio abierto en 1924 en Madrid, especializándose en el retrato artístico y colaborando en las revistas ilustradas más importantes de la época.

  17. FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR SEBAGAI SALAH SATU PENILAIAN KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH (Study Kasus Pada Bank BJB Syariah Cabang Serang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DIDIN RASYIDIN

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract. Study on Assessment the Commercial Islamic Bank by Financing to Deposit Ratio (FDR at BJB Syariah Serang. Islamic bank is a bank that operates without relying on interest. Islamic banks can also be interpreted as financial institutions/ banks operations and products are developed based on the Quran and Hadith. Antonio and Perwataatmadja distinguish two senses, namely the Islamic banks and banks operating with Islamic Shari'a principles. Islamic Bank is a bank that operates with Islamic Shari'a and an ordinance operating refers to the provisions of the Qur'an and hadith. The purpose of this study is to determine how percentage and how does the calculation of Financing to Deposit Ratio of Bank Jawa Barat Syariah at the end of 2013. The method used in this research is descriptive cualitative method. Qualitative research method is a method to investigate an object that can not be measured by numbers or other sizes that are exact. The conclusion of the study is the Financing to Deposit Ratio (FDR at Bank BJB Syariah is 104.28%. This means that banks liquidity ability to anticipate the needs of liquidity and liquidity risk management is weak is ranked fourth composite Abstrak. Financing to Deposit Ratio (FDR Sebagai Salah Satu Penilaian Kesehatan Bank Umum Syariah (Study Kasus Pada Bank BJB Syariah Cabang Serang. Bank syariah adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga. bank syariah juga dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang operasional dan produknya dikembangkan berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Antonio dan Perwataatmadja membedakan dua pengertian, yaitu bank syariah dan bank yang beroperasi dengan prinsip syariat Islam. Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan syariat dan tata cara Islam yang mengacu pada ketentuan Al-Qur'an dan hadits. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana persentase dan bagaimana perhitungan Financing to Deposit Ratio Bank Jawa Barat Syariah pada akhir 2013. Metode yang

  18. PANJANG BADAN LAHIR PENDEK SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR DETERMINAN KETERLAMBATAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6-23 BULAN DI KELURAHAN JATICEMPAKA, KECAMATAN PONDOK GEDE, KOTA BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurillah Amaliah

    2016-06-01

    Bekasi. Populasi adalah anak umur 6-23 bulan dengan total sampel diperoleh 95 umur 6-23 bulan. Status gizi dihitung berdasarkan indeks TB/U. Perkembangan diukur berdasarkan alat ukur Denver Developmental Screening Test II. Data jenis kelamin, umur, morbiditas, berat badan dan panjang badan lahir dan karakteristik keluarga dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan adalah multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, umur dan panjang badan lahir berhubungan bermakna dengan tumbuh kembang anak. Panjang badan lahir merupakan salah satu determinan pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang panjang badan lahirnya pendek memiliki peluang 3 kali lebih besar mengalami mengalami stunting dan keterlambatan perkembangan (OR adj=3,08 ; CI 95% 1,03-9,15 setelah dikontrol oleh variabel umur anak, jenis kelamin anak dan tingkat pendidikan ayah. Pola konsumsi gizi seimbang baik pada saat kehamilan dan awal kehidupan anak serta dukungan pengetahuan ayah tentang gizi dan kesehatan diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kata kunci: Panjang badan, tumbuh kembang, anak baduta

  19. ANALISIS SIFAT AKUSTIK PAGAR PEMBATAS SEBAGAI PEREDAM BISING KENDARAAN BERMOTOR: SALAH SATU ALTERNATIF PENGENDALI BISING DI KOTA DENPASAR (Analysis on The Acoustic Characteristic of Fence to Reduce Noise from Motorized Vehicles: One of The Alternatives

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Kusuma

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Salah satu sumber kebisingan di daerah urban adalah kendaraan bermotor. Upaya untuk menghadapi kebisingan ini adalah mengendalikannya dengan cara memasang penghalang (barrier dalam bentuk pagar, seperti misalnya pada arsitektur tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi tentang efektivitas berbagai macam pagar dan tentang efek pagar ini dan jumlah kendaraan bermotor terhadap tingkat kebisingan yang ditimbulkan. Penelitian ini dilaksanakan berdasar pada standar (ISO R 1996, atau Equivalence of Noise Level of n number of sample. Penelitian ini mengadopsi sampling purposif untuk memilih jenis penghalang, dan berfokus pada objek berikut: (1 jenis pagar, (2 jarak dari sumber kebisingan, dan (3 jumlah jenis kendaraan. Efektivitas penghalang diekspresikan dalam jumlah reduksi kebisingan dari suatu kebisingan, baik menggunakan atau tidak menggunakan penghalang, serta koefisien keheningan (coefficient of muting dari setiap penghalang. Tes untuk menganalisis data meliputi korelasi untuk mengetahui efektifitas penghalang, dan tes regresi untuk mengetahui hubungan antara jenis kendaraan dan tingkat kebisingan. Penelitian ini menemukan bahwa pagar masif merupakan pengurang kebisingan yang paling efektif diantara jenis-jenis pagar yang ada, dengan koefisien 0,12, tetapi jenis ini memiliki kekurangan elemen estetika dan memberikan kesan individualistik ditambah lagi bahwa struktur tersebut menghalangi pandangan apa yang terjadi diluar. Pagar yang berselang-seling dan ditutupi dengan vegetasi lebih baik ditinjau dari sisi estetika maupun fungsi fisik untuk mengurangi kebisingan, dengan koefisien 0,09. Relasi antara tingkat kebisingan dan jumlah kendaraan dapat diidentifikasi dengan menggunakan persamaan linier dengan memberikan jumlah kendaraan yang equivalen dengan jumlah sepeda motor.   ABSTRACT One of the sources of noise in urban areas is motorized vehicles. An attempt to deal with noise is to control it in its tract by

  20. APLIKASI SERVER VIRTUAL IP UNTUK MIKROKONTROLER

    OpenAIRE

    Ashari, Ahmad

    2008-01-01

    Selama ini mikrokontroler yang terhubung ke satu komputer hanya dapat diakses melalui satu IP saja, padahal kebanyakan sistem operasi sekarang dapat memperjanjikan lebih dari satu IP untuk setiap komputer dalam bentuk virtual IP. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan virtual IP dari IP aliasing pada sistem operasi Linux sebagai Server Virtual IP untuk mikrokontroler. Prinsip dasar Server Virtual IP adalah pembuatan Virtual Host pada masing-masing IP untuk memproses paket-paket data dan menerjem...

  1. Perilaku Biokimia Benih Kedelai Selama Penyimpanan dalam Kondisi Terkontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Noviana

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACTPhysiological and biochemical changes in seeds indicates levels of viability and vigor during deterioration. The aims of the research were to study the patterns of biochemical changes in soybean seeds and its relationship to seed vigor during storage under controlled conditions. The experiment was arranged in a completely randomized design using two varieties as a factor which was nested into storage period and replicated four times. Two varieties were Gepak Kuning and Mallika, stored in controlled condition at temperature of 19-22 °C and 64-67% of relative humidity for six months. The seeds were evaluated for protein, peroxide value, electrical conductivity and seed viability. The exponential regression analysis was used to determine the patterns of biochemical changes of each soybean varieties during the storage period. The results showed that the biochemical behaviour of soybean seeds stored under controlled conditions for 24 weeks following the exponential equation of y = a + b expcx, which a, b, and c were constants that has different value for each variety. Electrical conductivity and peroxide value could be used as indicators of seed vigor during storage under controlled conditions for 24 weeks. Seed storage under controlled conditions are to maintain seed vigor >80% up to 12 weeks for Mallika and 24 weeks for Gepak Kuning with low oxidative process and less membrane damages.Keywords:deterioration, storability, vigor

  2. Adaptasi Fisiologis Selama Puasa (Physiological Adaptation During Fasting)

    OpenAIRE

    Fauziyati, Ana

    2009-01-01

    Fasting is an activity that has been done by people for long time. It is believed that fasting is good for health. During fasting people restrict food and water intake. How fasting makes body healthy and how body maintains the balance of energy and fluid during fasting are very interesting to learn. The objective of this review essay is to describe how the body maintain the balance of energy and fluid during fasting. During fasting, body lacks of food or energy intake, that means there is a r...

  3. Pengaruh Beberapa Kemasan Plastik Terhadap Kualitas Benih Kedelai Selama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irna Dwi Destiana

    2016-04-01

    Full Text Available Soybean seed var. Argomulyo has been processed and dried to < 10% moisture content. Seeds were stored in 3 different kinds of plastic packaging ie. HDPE, hermetic plastic and vacuum plastic for a period of 6 months at room temperature. The research aims to determine the best type of plastic packaging for soybean seed. The experimental design was arranged in RBD consisting of 2 block and 1 factor; different engine rotation n speed (rpm threshing and packaging material. Sample was carried out every month until 6 months of storage. The following analyses were carried out: moisture content, germination, damaged grains, additional weight and free fatty acid (FFA. Result show that kinds of packaging significantly affect moisture content and additional weights. It was found that seed moisture contentin HDPE packaging was increase and showed positive correlation with additional weight. Engine rotation speed (rpm threshing was significantly affect damaged grains that high rpm showed positively corelation with increasing damaged grain. Percent of FFA < 0.4% untill 6 months of storage. From this research, soybean seed was stored in hermetic plastic observed have the ability to maintain moisture content and hold up additional weight followed by vacuum plastic and HDPE. Soybean seed were stored in HDPE, hermetic plastic and vacuum plastic have percent of germination ≥70% after 6 months stored and moisture content < 10%.

  4. PROFIL SOSIAL EKONOMI PENDUDUK BALI (TINJAUAN DESKRIPTIF SELAMA KRISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Dayuh Rimbawan

    2012-11-01

    Full Text Available Until now, economy of Bali has not been fully recovered from the impact of economic crisis. The recovery is more restricted by the Kuta bomb blast in the year of 2000 which is followed by decreasing of foreign tourist visit drastically. The economic crisis and the Kuta bomb blast caused several aspect of life of the community become worse, such as decreasing of per capita income, decreasing of life expectancy, and the education qualification in general is not getting better. The decreasing of social and economic life standard of the community is shown by the decreasing of Human Development Index, from 70 in 1996 become 68 in 2002.

  5. Pengalaman Mahasiswa Yang Mengalami Insomnia Selama Mengerjakan Tugas Akhir

    OpenAIRE

    Rizqiea, Noerma Shovie; Hartati, Elis

    2012-01-01

    The interview that was done by the researcher to 25 informants of students gave a preliminary data, 10 of students stated that they have insomnia while doing their final project. The general purpose of this study was to identify student experiences of class 2008 PSIK FK UNDIP in doing their final project. This research was qualitative study with phenomenological approach. The method of collecting data was in-depth interview with 5 informants from student of class 2008 PSIK FK UNDIP who experi...

  6. PENGARUH KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP LABA SATU TAHUN KE DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Temy Setiawan

    2017-02-01

    Full Text Available Earning growth is one of the company’s goals in accounting report. Dividend payment is assumed to have a link in the change of the profit in the following year. Pecking Order Theory revealed that a change in dividend will give a negative impact towards profit change. However, this statement contradicts to Zhou and Rulland’s research (2006 which showed that dividend payout has a positive impact towards profit change in the following year. This research is in accordance with signaling theory which describes that dividend is a reflection of a good performance from the company, thus, it will invite investors to increase their investment share. With the increase in the investment, the company is expected to expand and increase its profit. The research is conducted in Indonesia towards all emitents in the manufactory sub sector by taking 95 research samples from companies that paid dividend in 2007, 2008,2009, and 2010. The research type is quantitative research with double regression analysis instrument. The dependent variable is the change of profit while the independent variable is dividend payout. Variable controls in this research are ROA, leverage, and size.The result of the research shows that dividend payout does not significantly influence the change of profit even though the number of co-efficient regression is positive. ROA and leverage variables significantly influence the change of profit while Size variable does not significantly influence it. In the maturity and stable level, the company will find it hard to increase the profit even though dividend payment is high. Keywords: Earning growth,Profit,  ROA, Leverage and Size.

  7. Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling

    OpenAIRE

    Ifdil Ifdil; Zadrian Ardi

    2013-01-01

    The development of technology has changed the lives of the world as well as counseling. Counseling is not only face to face (FTF) in a confined space, but it can be done through distance format in assistive technology that online counseling. Counseling is an integral part of e-counseling services. Various applications have been developed to support the implementation of BK in Indonesia, as well as with use of other technologies that can support the implementation of guidance and counseling se...

  8. Kecacingan Sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Menurunnya Prestasi Belajar Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Prastiono

    2016-06-01

    Full Text Available Abstrak: Kecacingan termasuk dalam 11 dari 20 jenis Neglected Tropical Disease (NTD atau penyakit tropis terabaikan yang terdapat di Indonesia. Angka kecacingan di Indonesia tahun 2012 adalah 22,6%.Kecacingan menimbulkan mual, kembung dan diare, anemia, kurang gizi, mudah sakit, kurang aktif dan lemas, sehingga berpengaruh pada intelegensi question (IQ anak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas 1 SD sebanyak 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada 9-12 Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kejadian kecacingan sebanyak 8 siswa (26,7% dengan jenis cacing gelang (Ascaris Lumricoides sebesar 100%. Prestasi belajar siswa kurang baik sebanyak 20 siswa (66,7%. Ada hubungan kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa dengan  p value 0,029 dengan OR=1,8 artinya responden menderita kecacingan berisiko 1,8 memiliki  prestasi belajar kurang baik dibandingkan responden yang tidak menderita kecacingan Kata kunci: Kecacingan, Prestasi Belajar, Siswa WORMY AS ONE OF CAUSATIVE FACTOR REVERSE LEARNING STUDENT ACHIEVEMENT Abstract: Worms included in 11 of the 20 types of Neglected Tropical Disease (NTD or the neglected tropical diseases found in Indonesia. Figures worms in Indonesia in 2012 was 22.6%. worms can cause nausea, bloating and diarrhea, anemia, malnutrition, illness-prone, less active and limp, so the effect on the question of intelligence (IQ of children. The purpose of this study was to determine the relationship between worm infection and incidence of student achievement. This type of research is quantitative with cross sectional design. The object of this study is all students of elementary school in grade 1 as many as 30 pupils. The experiment was conducted on June 9 to 12, 2014. The results showed that students who experience worm disease incidence as much as 8 students (26.7% with the type of Ascaris Lumricoides are 100%. less student achievement by 20 students (66.7%. There is correlate between the incidence of worm infection and student achievement in elementary school Grade 1with p value 0.029 with OR = 1.8 means that the respondent suffered a 1.8-risk worm disease have poor learning achievement than those who did not suffer from worm infection Keywords: Worms, Achievement, Student

  9. Pedofilia sebagai Salah Satu Bentuk Kejahatan Kekerasan Seksual terhadap Anak

    OpenAIRE

    Mokale, Junita

    2013-01-01

    UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, secara tegas menyatakan bahwa anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan sejak dalam kandungan ibunya. Selain itu anak berhak atas perlindungan terhadap lingkungan hidup yang membahayakan atau menghambat bagi pertumbuhannya dengan wajar. Anak berhak atas perlindungan-­perlindungan lingkungan hidup yang dapat membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan dengan wajar. Dalam realitas ternyata jangan melindungi, malah anak sering di...

  10. PEMBAHARUAN ATAS HUKUM KELUARGA DI INDONESIA: SATU TINJAUAN SOSIOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munawir Haris

    2017-03-01

    Full Text Available The renewal of Islamic law is essentially contrary to something that already exists (existing then undergoes a qualitative change as a product of interaction in public life. It could be argued that the process of renewal of Islamic law is seen as something autonomous, but it also interacts with other elements in society that occur interdependently. Therefore, the concept of renewal of Islamic law requires adaptive stance with social conditions in which it interacts. In this case, the realization of the principle of al-muh}āfaz}atu ‘alā al-qadīmi al-s\\ālih} wa al-akhdhu bi al-jadīd al-as\\lah} (Maintaining the old one if it is still good and accept the new or changed if it is considered better became a necessity. Within the framework of family law renewal in Indonesia, Islamic law has a very strategic and important role. From the sociological point of view, Islamic family law has deeply rooted in the Muslim daily live and become a living law in the midst of the majority of Indonesian people. Renewal of Islamic law in the context of family law in Indonesia includes four categories namely fiqh, fatwā, jurisprudence and legislation. This article explores these four categories and shows how reform influence these domains.

  11. Studi Penempatan Kapasitor Eksitasi Pada Generator Induksi Satu Fasa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Hidayat

    2015-09-01

    Full Text Available Single phase induction motor can only operate as a single-phase self-excited induction generator (SPSEIG when the rotor is rotated above synchronous speed, as well as auxiliary windings and / or main windings is connected capacitor excitation. This paper analyzes the influence of the placement of excitation capacitor on the performance of SPSEIG, which include: voltage and frequency generator. Computer simulation results compared with the results of laboratory testing to verify the accuracy of the models and methods of analysis are proposed. Based on test results and simulation, the use of two capacitors excitation coil mounted in the main and auxiliary windings produce best performance of voltage and frequency stability. The use of a capacitor excitation in the main windings will cause relatively high voltage drop when loaded.

  12. PERBANDINGAN PENGUKURAN RADIOMETER DAN RADIOSONDE PADA MUSIM HUJAN DI DRAMAGA BOGOR

    OpenAIRE

    Athoillah, Ibnu; Dewi, Saraswati; Renggono, Findy

    2016-01-01

    IntisariBalai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) BPPT bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan kegiatan Intensive Observation Period (IOP) selama puncak musim hujan pada tanggal 18 Januari - 16 Februari 2016 di wilayah Jabodetabek. Salah satu peralatan yang digunakan untuk observasi adalah Radiometer dan Radiosonde. Pada penelitian ini akan difokuskan bagaimana perbandingan hasil dari pengukuran Radiometer dan Radiosonde selama kegiatan IOP teruta...

  13. PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

    OpenAIRE

    Ni Luh Arpiwi; Guijun Yan; Elizabeth L Barbour; Julie A Plummer

    2015-01-01

    Millettia pinnata L. Panigrahi atau Pongamia pinnata L. Piere adalah tumbuhan legum yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak yang cocok untuk biodiesel. Fenologi dan polinasi pada tanaman ini dipantau dan dimanipulasi untuk meningkatkan pembentukan biji dan hasil panen. Musim berbunga di Kununurra berlangsung selama satu bulan dari awal Oktober dan pembungaan terjadi tidak bersamaan baik pada satu tanaman maupun di antara tanaman yang berbeda. Dua spesies lebah lokal sebagai polinator, ...

  14. Pengukuran Performansi Supply Chain Dengan Menggunakan Supply Chain Operation Reference (Scor) Berbasis Analytical Hierarchy Process (Ahp) Dan Objective Matrix (Omax)

    OpenAIRE

    Hanugrani, Nikita; Setyanto, Nasir Widha; Efranto, Remba Yanuar

    2013-01-01

    PT. Indonesian Tobacco merupakan salah satu Perusahaan rokok yang telah menerapkan konsep Supply Chain Management untuk mengatur proses aliran material. Selama berjalannya Supply Chain Management tersebut, Perusahaan belum pernah melakukan pengukuran terhadap performansi supply chain yang melibatkan semua pihak yang terkait. Metode yang digunakan untuk mengukur performansi supply chain adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR). SCOR merupakan suatu model acuan proses untuk operasi supply...

  15. Penerapan Preventive Maintenance Untuk Meningkatkan Reliability Pada Boiler Feed Pump PLTU Tarahan Unit 3 & 4

    OpenAIRE

    Saputra, Melki

    2015-01-01

    Pemeliharaan dan perawatan merupakan kegiatan untuk menjamin mesin dapat bekerja sebagaimana mestinya. Pemeliharaan dan perawatan menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dikenal dengan Preventive Maintenance. pemeliharaan keterlibatan operator melalui kegiatan autonomous maintenance. PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Sektor Tarahan merupakan salah satu perusahaan penghasil listrik dan semua mesinnya beroperasi selama 24 jam. Beroperasinya mesin secara c...

  16. Natural infection of the opossum Didelphis albiventris (Marsupialia, Didelphidae with Leishmania donovani, in Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ítalo A. Sherlock

    1984-12-01

    Full Text Available An opossum, Didelphis albiventris, from Jacobina, bahia State, was found naturally infected with Leishmania donovani, being the first non-canid wild mammal to be detected with agent of kala-azar in the New World.Um gambá, Didelphis albiventris, de Jacobina, Bahia, foi encontrado com infecção natural pela Leishmania donovani, sendo o primeiro mamífero silvestre não-canídeo a ser achado com o agente do calazar nas Américas.

  17. Toxocara cati (Nematoda: Ascarididae in Didelphis albiventris (Marsupialia: Didelphidae from Brazil: a case of pseudoparasitism

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hudson Alves Pinto

    2014-12-01

    Full Text Available Eggs of Toxocara cati were found in the feces of Didelphis albiventris from a peridomestic urban environment in Brazil. Negative fecal tests following short-term captivity of the opossums, as well as the absence of ascaridids during necropsy, suggest the occurrence of pseudoparasitism. Implications of the findings for the epidemiology of toxocariasis are discussed.

  18. Dental anomalies in Didelphis albiventris (Mammalia, Marsupialia, Didelphidae) from Argentina, Brazil and Uruguay

    OpenAIRE

    Chemisquy, M. Amelia; Martin, Gabriel M.

    2016-01-01

    ABSTRACT Dental anomalies have been investigated and reported for most orders of mammals, including marsupials. Previous works in Didelphis albiventris Lund, 1840 only described one kind of malformation or just a few observations from some collections, thus the type and presence of anomalies for this species was underestimated. The aim of this contribution is to describe and analyze several dental anomalies found in specimens of Didelphis albiventris from Argentina, Uruguay and Brazil. Dental...

  19. Wombat reproduction (Marsupialia; Vombatidae): an update and future directions for the development of artificial breeding technology.

    Science.gov (United States)

    Hogan, Lindsay A; Janssen, Tina; Johnston, Stephen D

    2013-06-01

    This review provides an update on what is currently known about wombat reproductive biology and reports on attempts made to manipulate and/or enhance wombat reproduction as part of the development of artificial reproductive technology (ART) in this taxon. Over the last decade, the logistical difficulties associated with monitoring a nocturnal and semi-fossorial species have largely been overcome, enabling new features of wombat physiology and behaviour to be elucidated. Despite this progress, captive propagation rates are still poor and there are areas of wombat reproductive biology that still require attention, e.g. further characterisation of the oestrous cycle and oestrus. Numerous advances in the use of ART have also been recently developed in the Vombatidae but despite this research, practical methods of manipulating wombat reproduction for the purposes of obtaining research material or for artificial breeding are not yet available. Improvement of the propagation, genetic diversity and management of wombat populations requires a thorough understanding of Vombatidae reproduction. While semen collection and cryopreservation in wombats is fairly straightforward there is currently an inability to detect, induce or synchronise oestrus/ovulation and this is an impeding progress in the development of artificial insemination in this taxon.

  20. Huddling behaviour and energetics of Sminthopsis spp. (Marsupialia, Dasyruidae) in response to environmental challenge.

    Science.gov (United States)

    Tomlinson, Sean; Withers, Philip C; Maloney, Shane K

    2014-04-10

    We describe how behavioural responses are an important adjunct to physiological responses for two dunnart marsupials that live in arid environments. Behavioural responses of the stripe-faced dunnart Sminthopsis macroura and the Ooldea dunnart Sminthopsis ooldea differed with acclimation to four ambient temperature (T(a)) regimes, 12 h:12 h of 5-15 °C, 12-22 °C, 18-28 °C and 25-35 °C. Aggression levels were low at regimes 5-15 °C and 12-22 °C, and high at regimes 18-28 °C and 25-35 °C. The proportion of S. macroura huddled in groups increased significantly with decreasing T(a) regime, but there was no aggregation by S. ooldea at low T(a) regimes. The energetic benefit of huddling by S. macroura was highest for pairs of dunnarts (27% saving compared with singles) and only 3% for triplets at T(a)=10 °C. Thermal conductance decreased for pairs but not triplets compared to singles. There were no energetic savings for S. ooldea with increased numbers, and thermal conductance was the same per individual for single, pairs and triplets, reflecting their lack of huddling behaviour. The flexible behavioural (huddling) responses of S. macroura may facilitate their capacity to occupy a broad geographical distribution, unlike S. ooldea, which had inflexible behavioural responses (no huddling) and has a more restricted geographical range. The phylogenetic relationships of the dunnarts suggest that social behaviours may have arisen only once in the most adaptable subgroup of the Sminthopsini. Crown Copyright © 2014. Published by Elsevier Inc. All rights reserved.

  1. Dental anomalies in Didelphis albiventris (Mammalia, Marsupialia, Didelphidae from Argentina, Brazil and Uruguay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Amelia Chemisquy

    Full Text Available ABSTRACT Dental anomalies have been investigated and reported for most orders of mammals, including marsupials. Previous works in Didelphis albiventris Lund, 1840 only described one kind of malformation or just a few observations from some collections, thus the type and presence of anomalies for this species was underestimated. The aim of this contribution is to describe and analyze several dental anomalies found in specimens of Didelphis albiventris from Argentina, Uruguay and Brazil. Dental anomalies were classified in three categories: supernumerary or missing teeth, morphological anomalies in size and shape, and teeth in unusual positions. We found 32 individuals of D. albiventris with anomalies out of 393 analyzed specimens (8.14%, some specimens with more than one anomaly. A similar proportion of specimens from Argentina and Uruguay presented anomalies, while in specimens from Brazil anomalies were less common. Anomalies were more commonly found in the upper toothrow and in molars, being supernumerary teeth and molars with unusual crown-shape the most common ones. The percentage of specimens with anomalies found for D. albiventris is higher than previously reported for the species, and other Didelphimorphia. Inbreeding and limited gene flow do not appear as possible explanations for the elevated percentage of anomalies, especially due to the ecological characteristics of Didelphis albiventris. Developmental instability and fluctuating asymmetry could be some of the causes for the anomalies found in this species, mostly since the habitat used by D. albiventris tends to be unstable and disturbed. Dental anomalies were mostly found in areas of the toothrow where occlusion is relaxed or does not prevent teeth from interlocking during mastication, and consequently have no functional value.

  2. The presence of antibodies for hepatitis a virus in amazonia Didelphis marsupialis (Vertebrata, Marsupialia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manoel do Carmo P. Soares

    1987-04-01

    Full Text Available Anti-HAV was detected by enzyme - immunoassay in sera collected from 6 (18,75% of 32 Didelphis marsupialis trapped in the Amazon region. No anti-HAV were found in the sera from 136 other wild animals, including small rodents, reptiles and other marsupials.

  3. Comparative jaw muscle anatomy in kangaroos, wallabies, and rat-kangaroos (marsupialia: macropodoidea).

    Science.gov (United States)

    Warburton, Natalie Marina

    2009-06-01

    The jaw muscles were studied in seven genera of macropodoid marsupials with diets ranging from mainly fungi in Potorous to grass in Macropus. Relative size, attachments, and lamination within the jaw adductor muscles varied between macropodoid species. Among macropodine species, the jaw adductor muscle proportions vary with feeding type. The relative mass of the masseter is roughly consistent, but grazers and mixed-feeders (Macropus and Lagostrophus) had relatively larger medial pterygoids and smaller temporalis muscles than the browsers (Dendrolagus, Dorcopsulus, and Setonix). Grazing macropods show similar jaw muscle proportions to "ungulate-grinding" type placental mammals. The internal architecture of the jaw muscles also varies between grazing and browsing macropods, most significantly, the anatomy of the medial pterygoid muscle. Potoroines have distinctly different jaw muscle proportions to macropodines. The masseter muscle group, in particular, the superficial masseter is enlarged, while the temporalis group is relatively reduced. Lagostrophus fasciatus is anatomically distinct from other macropods with respect to its masticatory muscle anatomy, including enlarged superficial medial pterygoid and deep temporalis muscles, an anteriorly inflected masseteric process, and the shape of the mandibular condyle. The enlarged triangular pterygoid process of the sphenoid bone, in particular, is distinctive of Lagsotrophus. (c) 2009 Wiley-Liss, Inc.

  4. Kajian Retensi Karoten Kapang Oncom Merah Dari Tongkol Jagung Selama Pengolahan Dan Penyimpanan Mie Instan Fungsional

    OpenAIRE

    Nurakhirawati, Nurakhirawati; Aneke, Harianthy; Bahri, Syaiful

    2016-01-01

    Has done research on carotenoids retention oncom red on the processing and storage of instant noodles functional.This study aims was to determine the level of damage carotene in the instant noodle processing and to determine the carotene retention during storage of instant noodles as well as to determine the shelf life of instant noodles at a temperature 50ºC and 60ºC. Estimation of shelf life or expiration period using the model of reaction kinetics the treatment phase of the study include ...

  5. Praktek Window Dressing pada Reksa Dana Saham di Indonesia Selama Periode 2001-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Patrick Kapugu

    2008-01-01

    Full Text Available During maintaining their assets, there is an indication those days surrounding every reporting date, which is the date at each year end; fund manager behaves differently from any other dates. Some researchers and analysts conclude this behavior as what-so-called window dressing, which is a practice to present the report in favor of the investors’ expectation. This study is intended to examine the existence of such behavior in Indonesia. Some of the signals that aid in proving the existence of window dressing are the turn-of-year factor, lagged returns, and fund’s objectives. The result of this study exhibits indications of turn-of-year factor and lagged return inclined to window dressing. This study fails to verify the indications of fund’s objective inclined to window dressing because of the changing objectives during the portfolio management. Abstract in Bahasa Indoensia: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidakwajaran yang terjadi di sekitar tanggal pelaporan dibandingkan dengan periode lainnya atau yang disebut praktek window dressing yang terjadi di Indonesia. Melalui penelitian ini investor lebih mengetahui dampak-dampak penempatan dananya, khususnya pada instrumen investasi reksa dana. Beberapa peneliti menyimpulkan ada praktek window dressing untuk membuat laporan keuangan tampak menjanjikan bagi investor. Dari hasil penelitian diperoleh tanda bahwa terdapat praktek window dressing di sekitar tanggal pelaporan berdasarkan residual aktual dan pengaruh lagged return Kata kunci: window dressing, lagged return, reksa dana

  6. APLIKASI SPLIN RELAKSASI PADA GANGGUAN SENDI RAHANG SELAMA PERAWATAN ORTHODONTIK (LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Donna Pratiwi

    2015-08-01

    Full Text Available The increase of pain symptoms in the temporomandibular joint (TMJ challenges the scientists to find a more effective therapy. The popular treatment of the temporomandibular disorders (TMD are eg oclussal splints, orthodontic treatment, electromyographic biofeedback, medication, etc. Among these, splint therapy is more successful than the others, especially in dealing with pain in the TMJ. Orthodontics as a treatment for the TMD quite often creates new complains on TMJ during and/or after treatment. The extrusion of the posterior teeth in reducing anterior deep overbite have been proposed as possible cause of TMD. This paper reported that a relaxation splint was an effective solution to relieve the pain in the TMJ for the orthodontic patients where occlusal factors were related. One month after the splint therapy, the pain in the TMJ was slowly disappeared, and the orthodontic treatment can be continued with the splint as an occlusal height guidance.

  7. APLIKASI SPLIN RELAKSASI PADA GANGGUAN SENDI RAHANG SELAMA PERAWATAN ORTHODONTIK (LAPORAN KASUS)

    OpenAIRE

    R.A. Donna Pratiwi; Laura Susanti Himawan

    2015-01-01

    The increase of pain symptoms in the temporomandibular joint (TMJ) challenges the scientists to find a more effective therapy. The popular treatment of the temporomandibular disorders (TMD) are eg oclussal splints, orthodontic treatment, electromyographic biofeedback, medication, etc. Among these, splint therapy is more successful than the others, especially in dealing with pain in the TMJ. Orthodontics as a treatment for the TMD quite often creates new complains on TMJ during and/or after tr...

  8. Perlakuan Invigorasi untuk Meningkatkan Mutu Fisiologis dan Kesehatan Benih Padi Hibrida Intani-2 Selama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purnawati ,

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Storage condition and pathogen infection of seed can cause seed deteriorates faster. The rate of deterioration during storage could be slowed by seed invigoration, and pathogen infection could be elimited by application of natural pesticide. The objective of this research was to determine the effect of seed invigoration on seed physiological quality and health of Intani-2 hybrid rice seed during storage. All research activities were done at Laboratory of Quality Control and Plant Protection, PT. BISI International, Kediri, East Java. Split plot design was used in this experiment with 4 replications. Three seed lots of Intani-2 rice seed were used as main plot and 5 invigoration treatments were used as sub plot. Seed lot 1, 2 and 3 were harvested on 30 June 2012, 29 September 2012, and 2 November 2012, respectively. Invigoration treatments consisted of untreated, priming with ascorbic acid 40 ppm, osmoconditioning with KNO3 2%, osmoconditioning with PEG -0.2 MPa, and hydropriming. All invigoration treatments were added with clove oil 0.3%. Osmoconditioning with KNO3 2% + clove oil 0.3% was effective to maintain vigour index of seed lots 2 and 3 for up to 3 months storage. All seed invigoration treatments increased speed of germination before storage. Priming with ascorbic acid 40 ppm + clove oil 0.3% and osmoconditioning with PEG -0.2 MPa + clove oil 0.3% were effective to reduce the growth of Xanthomonas sp. on rice seeds monitored at 0, 2, and 3 months after storage.Keywords: ascorbic acid, clove oil, KNO3, osmoconditioning, PEG

  9. Pengaruh Status Sosial Budaya pada Kondisi Jaringan Periodontal Selama Masa Kehamilan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peni Pujiastuti

    2015-10-01

    Full Text Available The effect of socio-cultural status on periodontal condition in pregnant women has been reported by a number of researches. This study aimed to investigate the effect of socio-cultural status on periodontal condition in pregnancy. The periodontal condition was evaluated for 84 pregnant women at their first, second, and third trimesters. The clinic indices include gingival index, plaque index, and the amount of subgingival plaque bacterial colonies. Statistical testing used one way Anova at 95% confidence level (α = 0.05, and t-test for the differences in the gingivitis severity of each group. The results of the study showed that gingival index, plaque index, and the amount of subgingival plaque bacterial colonies increased gradually in the first, second, and third trimesters, and that most severe gingivitis in pregnant women was associated with low level of education and unemployment. The conclusion of this study showed (1 increasing severity of gingivitis in pregnancy, (2 higher level of education is related to lower severity of gingivitis, and (3 employed women have lower rate of severe gingivitis than unemployed women.

  10. PERUBAHAN KOMPONEN VOLATIL SELAMA FERMENTASI KECAP [Change Volatile Components During Soy Sauce Fermentation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Apriyantono1

    2004-08-01

    Full Text Available A study has been conducted to investigate changes of volatile components during soy sauce fermentation. During the fermentation, many volatile components produced may contribute to soy sauce flavor. THe volatile identified by GC-MS werw classified into hydrocarbon (15, alcohol (15, aldehyde (14, ester (14, ketone (9, benzene derivative (11, fatty acid (9, furan (5, terpenoid (18, pyrazine (3, thiazole (1, pyridine (1 and sulfur containing compound (2.Concentration of compounds found in almost all fermentation steps, such as hexanal and benzaldehyde did. These compounds may be derived from raw soybean, since they were all present in raw soybean and their concentration did not change during fermentation. Concentration of palmitic acid and benzeneacetaldehyde, in general, increased during all fermentation steps. They are probably derived from lipid degradation or microorganism activities. Concentrations of some fatty acids, esters and hydrocarbons, such as linoleic acid, methyl palmitate and heptadecane increased during salt fermentation only. Concentration of some other compounds, such as 2,4 decadienal decreased or undetected during fermentation.The absence of some volatile compounds, e.g. (E-nerolidol and (E,E-famesol in boiled soybean which were previously present in raw soybean may be due to evaporation of these compounds during boiling. Some volatile compounds such as, methyl heptadecanoate and few aromatic alcohols are likely derived from Aspergillus sojae, since these compounds were identified only in 0 day koji

  11. MUTU MIKROBIOLOGIS DRUPA BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lamk. PADA BERBAGAI JENIS KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mathelda Kurniaty Roreng

    2016-12-01

    Full Text Available Microbiological quality is one crucial factor relating to food products quality. This quality can be measured based on the growth level of bacteria and fungi during storage of food product. The objective of this study is to determine the effect of plastic packaging types and different storage conditions on total bacteria and total fungi in fresh red fruit. The experiment was conducted using three treatments of plastic packaging, that is high-density polyethylene (HDPE, low density polyethylene (LDPE and polypropylene (PP. Additionally, three storage conditions were applied, that is room temperature (27 °C, cold temperature (10 °C and freezing temperatures (-18° C. The results showed that during storage, freezing conditions inhibited the growth of bacteria and fungi. Meanwhile, the type of plastic packaging did not inhibit the growth of bacteria and fungi.

  12. URGENSI PENYUSUNAN MODEL BIMBINGAN KESEHATAN MENTAL (MENTAL HYGIENE SELAMA MENUNGGU EKSEKUSI MATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hasan Ramli, Wiwik Utami

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan urgensi penyusunan model pembimbingan kesehatan mental terpidana mati.   Penelitian ini merupakan penelitian hukum-empiris dengan pendekatan yuridis-psikologis. Berdasarkan hasil penelitian, materi dan metode pembimbingan kesehatan mental terpidana mati dilakukan berdasarkan interpretasi masing-masing petugas pemasyarakatan, sepanjang tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.     Hal ini semata-mata dilakukan agar terpidana mati tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum di LAPAS/RUTAN, dan agar lebih siap dalam menghadapi eksekusi mati.   Pembimbing berasal dari dalam maupun luar LAPAS. Prosesnya diintegrasikan melalui kegiatan pembinaan bidang keagamaan dengan metode caramah secara massal dan konsultasi individual. Konseling individual merupakan langkah positif untuk membimbing terpidana mati sesuai dengan kebutuhannya. Sayangnya, pembimbingan tersebut belum didasarkan pada hasil pemeriksanaan psikologis, prosesnya juga belum menggunakan prinsip-prinsip konseling sehingga hasilnya belum optimal. Jika pedoman tersebut ada, petugas pemasyarakatan dapat menyusun langkah-langkah pembimbingan secara sah, efisien dan efektif dalam bimbingan dan konseling, sehingga terpidana mati siap dieksekusi. This research aims at describing the urgence of designing model of sentenced-death prisoner health mental supervision. This research is empiric-law research with psychological- juridical approaches. Based on research result, the supervision is conducted based on the interpretation of each officers as long as it does not violate the rule. The aim of this sort of supervision is that the sentenced-death prisoner does not violate the rule and prepare for the death sentence. Supervisors may come from inside or outside the prison. The process is integrated through religious supervision activity with massive sermon and individual consultation. Individual counceling is a positive step to supervise sentenced-death prisoners based on their needs. Unfortunately, the supervision has been based on psychological test, the process has not implement counceling principles that the result can be optimal. If the prison has the guidence, the officers can make legitimate, effective and effficient supervison steps in supervising and counceling in order the prisoners are ready to be executed.

  13. KEMATIAN PERINATAL HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR PRAKTIK KESEHATAN IBU SELAMA KEHAMILAN DI KOTA BEKASI TAHUN 2001

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ning Sulistiyowati

    2012-11-01

    Full Text Available Infants mortality rate is one of the sensitive indicators to evaluate health level of a country. However Perinatal Mortality Rate (PMR as part of infant mortality rate did not show any decline in the last ten period. The National Household Survey 1995 reported that PMR was within 48 per 1000 life births. Mother and Child Health program had promoted intensive antenatal health care to cover all pregnancies. The purpose of this program is to improve early detection of high risk pregnancies as well as to increase coverage of postnatal care of new borns. Perinatal mortality is influenced by several maternal health service, (antenatal care and delivery assistance, maternal health status, social-economic and environmental background, and traditional behavior. The objective of this analysis is to find the relation between maternal health practice during pregnancy and perinatal mortality in city of Bekasi 2001. Mother's age at delivery, educational level, parity, birth interval, smoking habit, pregnancy complication, and sex of the new born were calculated as covariates. Using case-control method, cases are mothers with perinatal deaths, and control are mothers with 7 days surviving new borns (83 case and 83 control. Based on a statistical analysis with logistic regression test the maternal health practice during pregnancy showed no significant relationship with perinatal mortality. Controlling birth interval, pregnancy complications and mother's ageat delivery, the odds ratio was OR = 2,3 (confidence interval 0,89 - 3,99 with p = 0,029 at 95% probability;, which is not significant. This result may be caused by small sample size or poor quality health service.

  14. STUDI METODE INVIGORASI PADA VIABILITAS DUA LOT BENIH KEDELAI YANG TELAH DISIMPAN SELAMA SEMBILAN BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmauli

    2010-04-01

    Full Text Available Invigoration is one method to solve the problem of overdue seeds. Seeds are treated before planting to stimulate the metabolism activities inside the seeds so that seeds are equipped to emerge. Invigoration method could be applied using osmo-conditioning (Polyethylene Glycol (PEG-6000 solution or matriconditioning, and hydrate-dehydrate treatment. Invigoration started when seeds imbibe in a solution with low water potential until seed water content could be reserved after its equilibrium.This study was conducted in Seed technology and breeding laboratory, Faculty of Agriculture, Lampung University in June 2009. Seeds testing with osmo-conditioning including: (1 hydrate-dehydrate treatment with aqua bides and (2 immersed into Polyethylene Glycol (PEG with 10 and 20% concentration. Observations were including: seeds emerge ability, sprout identical growth, dry mass of normal seeds, and electrical conductance. All data were analyzed, described and presented with statistical methods and with histogram. The results showed that: (1 Anjosmoro soybean seeds status which were overdue during storage were moderate stability which were showed by emerge viability observation (<70% and (2 viability restoration and anjosmoro soybean seeds vigor which were overdue during storage using invigoration method tended to be the highest which were showed by observing seeds emerged ability, sprout identical growth, and sprout dry mass together with low electrical conductance

  15. ANALISIS BIAYA OBAT UNTUK PENYAKIT KEBIDANAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT (SEBELUM DAN SELAMA KRISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martuti Budiharto

    2012-11-01

    Full Text Available An explorative survey on obstetrics drug cost had been conducted in three hospitals, in Jakarta. The three hospitals were type B governmental hospital, private hospital (I has 200 beds hospital and private hospital (II has 170 beds respectively. Medical record data were collected. They were collected purposively, 10% of population number, started from January-May1997 (before crisis and January-May 1998 (during crisis. The sample size both at the Governmental hospital and at the private hospital were (I before crisis 112, and during crisis 113, at the private hospital (II both of before and dunng crisis 75 samples respectively. Results showed that the quality of medical records in 3 hospitals selected still have not clear, complete and correct yet. Drug services profile showed that there's no significant differences between before and during crisis at the governmental hospital. It was identified that drug supplied 1- 3 items, 4-6 items and more than 7 items. Meanwhile at the private hospital (I showed that there's significant differences, especially when drug supplied 1- 3 items increase from 31,8% before crisis, up to 53,4% during crisis. Evenly, the private hospital (II drug supplied 1-3 items increased from 47,4% before crisis, up to 63,7% during crisis. Obstetrics drug cost for 7 item drugs supplied increased from Rp. 74.000,- (before crisis up to Rp. 152.000,- (during crisis. Similarly at the private hospital (II the drug cost for obstetrics cases increased by two times for 7 item drug supplied, that was Rp.198.000,- to Rp.406.000,-. There's no difference between before and during crisis for generic drug utilization even at the Governmental Hospital or private hospitals. Since drug cost of some diseases might be compared by a different period, the samples must be in a sizeable for getting a responsible value. Key words: expenses, drugs, obstetrics

  16. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Gizi Seimbang Selama Hamil Dengan Kejadian Bblr

    OpenAIRE

    Woro Tri Utami, Woro Tri Utami; Waqidil Hidayah, Waqidil Hidayah; Ika Junita, Ika Junita

    2013-01-01

    Knowledge of mothers on nutrition is crucial to the future of children and families. The purpose of the study to analyze the relationship of knowledge maternal 3rd trimester about balanced diet for pregnant with BBLR incident . Survey design used analytic approaches Prospective ( Cohort ) , sampling techniques using simple random sampling . Independent Variable knowledge maternal 3rd trimester about balanced nutrition and dependent variable BBLR incident . Instrument research questionnaires a...

  17. Representasi Budaya Popular dalam Video Parodi Jokowi-Ahok di Youtube Selama Pemilukada DKI Jakarta 2012

    OpenAIRE

    Wulansari, Amalia Ayu; Lukmantoro, Triyono; Hasfi, Nurul

    2013-01-01

    Representation of Popular Culture in Jokowi-Ahok's Video Parodyson Youtube During Pemilukada DKI Jakarta 2012AbstractPemilukada DKI Jakarta 2012 was marked by the rise of videos that related toGovernor and Vice Governor candidates of DKI Jakarta 2012 on internet mediaYoutube, such as videos which is purposely made for campaign, or videos withSARA (etnic, religion, race and inter-group) issue, that attack one of the pair'scabdidates. The interesting point is videos made by partisipants and vol...

  18. Khamir Antagonis untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Buah Avokad Selama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Fitriati

    2014-08-01

    Full Text Available Anthracnose caused by Colletotrichum gloeosporioides is an important disease in avocado fruit during storage. An effective, cheap, and safe control method is necessary as an alternative to subtitute the use of fungicides in postharvest disease control. This research aimed to identify yeast antagonist from avocados that are effective in controlling anthracnose disease on avocado fruit. Research was started with isolation of C. gloeosporioides and yeast from avocado fruit, followed by in vivo bioassay, antibiosis assay, and chitinolitic activity assay. In vivo bioassay was done by dipping avocado fruit on yeast cell suspension. As many as 23 yeasts isolates was obtained from avocado fruits. Eight yeast isolates (A28, A32, A33, A34, A35, A36, A37, A38 showed very effective for inhibiting anthracnose disease in avocado fruit at concentration of 106 mL-1 and 107 mL-1. However, only four isolates were chosen for further characterization based on morphological and molecular identification. Two species of yeast was identified as Pichia anomala, i.e. isolates A33 and A37 and Candida intermedia, i.e. isolates A35 and A36.

  19. MUTU CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L PADA TINGKAT KEMATANGAN DAN SUHU YANG BERBEDA SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desi Natalia Edowai

    2017-09-01

    Full Text Available The objective of this study is to know the ripeness level of small chilli and the right temperature during storage as far as the quality of small chilli can to defend until marketing. The study was conducted at the laboratory of Physiology and Postharvest and laboratory of Food Science and Technology of Research in Agriculture Faculty of Sam Ratulangi University Manado. Three level of ripeness are green ripe, green reddish ripe and red ripe. Temperature of storages are storage in room temperature 28°C – 32°C (64 – 77%, 4°C – 10°C (90 - 95%, 4°C – (-22°C (95 – 98%, and  –10°C (99%. With long storage are 30 days. The Method of analyzed study result is descriptive analysis and the dataare presented by the table.     The quality of small chilli during storage looked about the height of water, weight, the height of capsaicin, and colour. The right temperature and the right ripeness can to maintain quality of small chilli until storage. The result study show is in level ripeness green ripe and green reddish ripe and than storage temperature 4°C – 10°C (90 - 95% can maintain the qualiy of small chilli during storage. It is looked from amount of the height of water, weight, the height of capsaicin, and colour during storage always increase regulary.

  20. PENGGUNAAN BIOGRAFI TUAN GURU KIYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL WATHAN SENYIUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Afandi

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini berjudul Penggunaan Biografi Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Senyiur Kabupaten Lombok Timur. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran berangsung dan bagaimana dampaknya bagi siswa dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan sikap nasionalisme siswa yang berlandaskan beberapa indikator yang peneliti sodorkan, misalnya 1 memiliki rasa bangga terhadap bangsa, 2 peduli terhadap nasib bangsa, 3 mempertahankan identitas atau jati diri sebagai bangsa timur, 4 menerima kemajemukan, 5 memiliki rasa keterpautan dan rasa memiliki (Sense of Belonging. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa aktifitas siswa di dalam kelas selama proses pembelajaran mengalami peningkatan secara signifikan. Hal tersebut terlihat dari proses tanya jawab selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu kendala dalam pembelajaran ini adalah terkait minimnya sumber-sumber pendukung pembelajran, misalnya buku maupun literatur-literatur yang membahas tentang tokoh Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Kata kunci: biografi, pembelajaran Sejarah.

  1. AKOMODASI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA IMIGRAN ILEGAL ASAL AFGANISTAN DENGAN MASYARAKAT KOTA PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Yohana

    2017-11-01

    Full Text Available ABSTRAKKota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang banyak didatangi oleh imigran dengan alasan mencari suaka. Imigran asal Afghanistan merupakan pencari suaka yang terbanyak menghuni RumahDetensi Kota Pekanbaru. Selama berada di Kota Pekanbaru mengakibatkan imigran pencari suaka asal Afganistan ini tidak bisa menghindari kontak antarbudaya, sehingga penyesuaian atau adaptasikomunikasi antarbudaya terjadi karena latar belakang budaya yang berbeda. Salah satu cara dalamberkomunikasi antar budaya untuk mencapai mutual understanding dinamakan dengan akomodasikomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konvergensi dan divergensi dalamakomodasi komunikasi antarbudaya yang dihadapi imigran gelap asal afganistan dengan masyarakatpribumi selama di Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori AkomodasiKomunikasi dari Howard Giles. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptifdari hasil wawancara dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanyamotivasi konvergensi yang dilakukan imigran asal afganistan untuk mengadaptasikan perilaku verbaldan nonverbal ketika berinteraksi dengan masyarakat pribumi Kota Pekanbaru meskipun merekamemiliki kecenderungan divergensi dalam akomodasi komunikasi antarbudaya dengan masyarakatpribumi Kota Pekanbaru.

  2. IMPETIGO BULOSA : SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Raditya Adiprayoga

    2015-05-01

    Full Text Available Impetigo merupakan peradangan superfisialis yang terbatas pada bagian epidermis yangdisebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus dan streptokokus sp.  Salah satu bentuk klinisyang paling sering dijumpai pada kasus pediatrik adalah impetigo bulosa, bakteri inimenyebar dari satu individu ke individu yang lainnya melalui suatu kontak langsung sepertimelalui kontak tangan. Dilaporkan suatu kasus impetigo bulosa pada anak perempuan usia7 tahun dengan gambaran klinis berupa bula dengan dinding kendor berisi berisi nanah,hipopion  di atas kulit yang eritema, tanpa riwayat demam maupun nyeri. Pengobatan yangdiberikan adalah kapsul oral Cefadroxil 500 mg 2x1 selama lima hari dan topikalMupirosin 2 % cream dioleskan 2 x sehari selama 7 hari dengan memberikan respon terapiyang baik, serta tanpa komplikasi. Prognosis pasien ini adalah baik

  3. STUDI KUALITAS HASIL PENGOLAHAN AIR LIMBAH - KASUS SALAH SATU HOTEL BERBINTANG DI BALI

    OpenAIRE

    N. Sudipa; M.S. Mahendra; I.B. Sudana

    2012-01-01

    Water is well thought-out as one of the basic need of human life. Beside its significant role in incomecontribution in the region, tourism industry is almost blamed as an environmental demolisher and polluter inBali. This matter writer interest for research something result quality waste water processing at one casehotel and specific as know bacteriology and chemistry quality, because the result of quality hotel waste waterprocessing very influential about water of river already polluted as p...

  4. Organizational Diagnosis - a Management Tool for Change. Case Study in Satu Mare County Hospital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cătălin BABA

    2009-02-01

    Full Text Available Most human activities are the product ofcoordinated actions performed by individualsworking as a team rather than individuals workingalone. Thus, the processes through which theyaccomplish their tasks, change, decide andrelate to each other inside an organization isessential. This paper is about the importanceof Organizational Diagnosis in management ofchange. Organizational Diagnosis is an essentialstep in every initiative of change, and with everchanging environment in which flexibility andcreativity are proving to be key values, mostmanagers are interested in questions regardingthe nature of organizational process and structure,human relations, and nature of change. The paperpresents such a case of using organizationaldiagnosis as a management tool in a changeprocess inside a health care organization. Usingthis tool has helped the management team identifythe existing gaps between “what is” and “whatshould be” and has increased the chances of asuccessful change process.

  5. Terorisme sebagai Cabaran Ideologi Muslim Masa Kini: Satu Analisis dari Perspektif Falsafah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ZUL`AZMI YAAKOB

    2015-06-01

    Full Text Available Terrorism is currently becoming an ideological challenge for Muslims in contemporary world. The rise of terrorist groups such as the Islamic State (IS and others who claimed themselves as jihadist and propagates Islamic jihad similar to the idea of the medieval ‘Holy War’ not only target non-Muslims or kuffar, but also their Muslim brothers respectively. This act of terrorism raised dilemma among Muslim societies in general whether to support the extreme groups or to defy them as they portrayed themselves as representing the whole Muslims whereas in fact they only represent a group of disillusioned Muslims. This paper aims at analysing their ideological challenge from the philosophical point of view and Islamic ethics. Generally, this analysis emphasizes on the importance of Islamic ethics and law in order to achieve true understanding of jihad.

  6. Saponifikasi dan Ekstraksi Satu Tahap untuk Ekstraksi Minyak Tinggi Linoleat dan Linolenat dari Kedelai Varietas Lokal

    OpenAIRE

    Estiasih, Teti; Ahmadi, Kgs; Sunarharum, Wenny Bekti; Kurnain, R. Amilia D

    2011-01-01

    Linoleic acid (LA, C18:2ω-6) and alpha linolenic acid (ALA, C18:3ω-3) were essential polyunsaturated fatty acid (PUFA). The exploration of local varieties of soybean as the sources of LA and ALA is very important to reduce the dependence of LA+ALA import products. However, the local varieties of soybean in Indonesia are limited to be ex- plored as the suorce of LA and ALA. The efficient technique is needed to increase the PUFA (LA and ALA) content of soybean oil. One of the techniques is the ...

  7. Budaya Organisasi (Organizational Culture), Salah Satu Sumber Keunggulan Bersaing Perusahaan di Tengah Lingkungan yang Selalu Berubah

    OpenAIRE

    Son Wandrial

    2012-01-01

    As the world has grown more turbulent, the concept of culture has become increasingly important to organizational leaders because the new environment often calls for new values and fresh approach to doing business. Most leaders now understand that when a company’s culture fits the needs of its external environment and company strategy, employee can create an organization that is tough to beat. The method used in this writing is literature study, through literature materials from several sourc...

  8. Budaya Organisasi (Organizational Culture, Salah Satu Sumber Keunggulan Bersaing Perusahaan di Tengah Lingkungan yang Selalu Berubah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Son Wandrial

    2012-05-01

    Full Text Available As the world has grown more turbulent, the concept of culture has become increasingly important to organizational leaders because the new environment often calls for new values and fresh approach to doing business. Most leaders now understand that when a company’s culture fits the needs of its external environment and company strategy, employee can create an organization that is tough to beat. The method used in this writing is literature study, through literature materials from several sources. There are a lot of examples in success or failure of a company based on their applied organization culture. Google is one company which success in applying adaptive culture in their organization. This example should be modified by other companies to remain in exchanging world and to reach vision and mission in the future.

  9. Charaxteristics and malfunctions of the drinking water supply and sewerage network in Satu Mare.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. O. MAREŞ

    2017-10-01

    Full Text Available The beginnings of centralized drinking water supply in the metropolitan area date back to the beginning of the 20th century when a project is being developed focusing on the underground sources afferent to Somes' alluvial cone at the expense of other sources. The source raises the issue of water deferring and demanganizing due to its high Fe and Mn content. The age of the adduction network causes defects that require rehabilitation of the old supply chain trunks. The sewage capacity - the discharge of meteoric and domestic water is outweighed by heavy rainfall resulting in outbreaks in certain urban areas with floods in inland waters. The phenomenon is favored by the flatness of the relief, the clogging of the evacuation network and the inconsistency between the urban dynamics and the existing sewerage network.

  10. Empat Prinsip Komposisi Menciptakan Desain Indah, Satu Trik Pemikat Hati Pemirsa: Rhythm, Depth, Balance, Unity - Emphasis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julianto Julianto

    2011-10-01

    Full Text Available Rhytm, depth, balance, unity are 4 main visual composition principles which are abbreviated and simple. The design principles made it easier to design beautiful visual communication but still reflecting strong effects for audience in extracting one trick of desain principles: emphasis. The article adapts literature study method from 7 popular books about visual design communication, along with information beneath each book. The analysis consists of descripted important parts in design principles, then summarize them into 4 (rhythm, depth, balance, unity plus 1 (emphasis. The article hopefully could facilitate lecturers and students in learning process in DKV classes.  

  11. Strategi Positioning Slank dalam Menanamkan Citra sebagai Salah Satu Grup Band di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M.Ronald Reagan

    2013-12-01

    Full Text Available  Abstract: This research is aimed to analyze the positioning strategy of music group band, the Slank, that still now can exist in Indonesia.The Slank is offering some differentiation that can be identified, offering an unique selling proposition (USP that can be differentiate among their competitors. Some several findings in the research are: the Slank delivers a tagline “polos dan apa adanya” (means innocent and just be yourself which contains solid and clear messages to their audience. This message divulged in their overall activities including in how they communicate and promote to their audience. The message “polos dan apa adanya” have been emerging in various of a medium that Slank used to communicate, including music and the lyrics of the songs, video clips, their performances or life style in their daily activities, their cover and logo, Slank’s live show and Slank’s merchandises. From their lyrics of the Slank song titled Seperti Para Koruptor, the Slank gives a clear message to persuade the audiences to live with humble and just be ourselves because in the living world, happiness and peaceful is much more worthed instead of being rich and famous. With all that efforts, the Slank tries to place their image among their audience and trying to be unique and different. Positioning strategy that pertain to the Slank should be managed and controlled in order to surviving Slank among of the competitors.

  12. Analisis Pengaruh Faktor Kepribadian, Lingkungan Dan Demografis Terhadap Minat Kewirausahaan Mahasiswa Strata Satu Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Rudy

    2010-01-01

    Universities’ graduates in Indonesia need relatively long time to get jobs, consequently unemployment can not be avoided against university graduates. Entrepreneurship is the key to settle the unemployment, hence entrepreneurship should be developed in campus. The problem statements of this research are 1) how strong is the influence of variables of personality, environment and demography towards entrepreneurship intention of students, 2) how strong is the influence of variables of needs ...

  13. Groupware sebagai Salah Satu Teknologi Informasi untuk E- Learning (Distance Learning

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julisar Julisar

    2013-12-01

    Full Text Available E-Learning is the process of distance learning by using of computer technology, computer network and/or Internet. E-Learning is delivered by utilizing computing devices. With e-learning, lecture material can be distributed either on-line using a network connection as well as off-line using a mobile media. One type of software used in distance learning is Groupware. It is a software product to support a group of people who share a task or goal to work together to achieve that goal. Two types of groupware technology are Electronic Teleconferencing and Real-time Collaboration Tools. Electronic Teleconferencing is electronic communication technology that allows two or more people in different locations to simultaneously conduct the conference. In Video Conference, participants in a location can see the other participants who are in different locations.

  14. Ayat-ayat Al-Quran Berkaitan Bisnes: Satu Kupasan Buku

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Anisah Atan @ Yaakub

    2017-06-01

    Full Text Available Al-Quran adalah rujukan utama ajaran Islam, mengandungi prinsip-prinsip asas untuk setiap permasalahan dalam kehidupan manusia.Untuk mendapat pandangan Islam tentang bisnes, penulis ingin mengetahui terlebih dahulu apa AlQuran kata mengenai bisnes. Beberapa rujukan telah dibuat, termasuk pencarian dalam indeks terjemahan Al-Quran, penulis tidak menemukan analisa yang sebegitu lengkap seperti yang terdapat di dalam buku The CommercialTheological Terms in The Koran oleh Charles C. Torrey. Buku ini membahagikan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan bisnes kepada 2 kategori. Ayat-ayat yang membicarakan dunia bisnes sebenar dan ayat-ayat Al-Quran yang menggunakan istilah-istilah dunia bisnes untuk menerangkan teologi Islam. Ternyata banyak sekali ayat Al-Quran berbicara tentang dunia bisnes sebenar, tetapi lagi banyak menggunakan istilah-istilah dunia bisnes untuk teologi Islam yang mana bilangannya menghampiri 370 ayat. Walau pun buku ini mendapat kritikan kerana penulisnya seorang orientalis Yahudi, namun analisanya terhadap ayat-ayat berkaitan bisnes sangat lengkap dan terperinci.

  15. Hubungan Corporate Governance, Corporate Social Responsibilities dan Corporate Financial Performance Dalam Satu Continuum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Murwaningsari

    2009-01-01

    Full Text Available This research aims to identify the influence of Good Corporate Governance, represented by institutional ownership and managerial ownership, on Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance, and also to observe the possible influence of Corporate Social Responsibility on Corporate Financial Performance. This research examines 126 manufacturing companies which are listed in Indonesian Stock Exchange (ISX and have issued an audited financial statement for 2006. The statistical method used to test the hypothesis is Path Analysis. The result suggests that Good Corporate Governance influences both the disclosure of Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance and that Corporate Social Responsibility significantly influences Corporate Financial Performance. The result also suggests that CEO Tenure, the controlling variable, holds a significant influence on the disclosure of Corporate Social Responsibility. Yet, there is no strong evidence to support the type of industries as an influencing factor of Corporate Social Responsibility. Furthermore, we found that the latter condition would also apply when we analyze the influence of Corporate Secretary and Nomination and Remuneration Committee on Corporate Financial Performance. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh antara struktur Coorporate Governance yang diproksikan sebagai kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial terhadap corporate social responsibility dan corporate social responsibility terhadap corporate financial performance. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan tahunan 2006 perusahaan publik yang terdapat di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM Bursa Efek Indonesia (BEI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 perusahaan. Melalui pendekatan analisa jalur (path analysis menunjukkan Good Corporate Governance yaitu kepemilikan managerial dan institusional mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan Good Corporate Governance yang diamati melalui kepemilikan managerial dan institusional, mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Pengujian variabel control, yaitu CEO Tenure mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR. Sedangkan jenis Industri tidak mempunyai pengaruh terhadap CSR. Untuk Corporate Secretary dan Komite Nominasi dan Remunerasi juga tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kata kunci: corporate governance, corporate social responsibility, corporate financial performance, kepemilikan institusional, kepemilkan mangerial, CEO tenure, corporate secretary, komite nominasi dan remunerasi

  16. Hubungan Corporate Governance, Corporate Social Responsibilities dan Corporate Financial Performance Dalam Satu Continuum

    OpenAIRE

    Etty Murwaningsari

    2009-01-01

    This research aims to identify the influence of Good Corporate Governance, represented by institutional ownership and managerial ownership, on Corporate Social Responsibility and Corporate Financial Performance, and also to observe the possible influence of Corporate Social Responsibility on Corporate Financial Performance. This research examines 126 manufacturing companies which are listed in Indonesian Stock Exchange (ISX) and have issued an audited financial statement for 2006. The statist...

  17. Posisi Kepala dan Tubuh sebagai Salah Satu Penyebab Keluhan Nyeri Kepala

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gimawati Muljono

    2015-09-01

    Full Text Available Headache is a disturbance of multifactorial causes. After many researches and debates, dental profession had accepted occlusion factors and temporomandibular disorders as a cause of headache. Unfortunately, since head and body posture have not been realized as a cause of headache, this posture condition is often neglected by patients, physicians, and dentists. Many cases with headache symptom could resemble any headache caused by any disturbances within skull itself, in the eyes, or ears. Radiographic observation of head posture could be a part of examination process to establish diagnosis and to identify the cause of headache symptoms. The ability to differentiate diagnosis between normal anatomic structures with abnormal, and pathological conditions is useful to eliminate possibilities of any diseases with headache as one of the manifestation, for instance: infections and malignancy. From 3 cases described in this study, it is obviously important that relationship between head and body posture as the possible cause of headache should be identified through radiographic invvestigation, before doing any treatment.

  18. Pengambilan Lentulo Patah Pada Perawatan Saluran Akar Gigi Molar Satu Kiri Bawah Nekrosis Pulpa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Syafri

    2013-06-01

    Broken Lentulo Removal During Root Canal Treatment On The First Molar Mandible Sinistra With Pulp Necrosis. During root canal preparation procedure, there is always potential for instrument breakage. Nowadays, broken instruments can be removed using ultrasonic instruments such as a needle miller connected to endo ultrasonic tip, but it needs good access and visibility in order to make it easier for the operator to remove the broken instruments. The aim of this case report is to present the successful removal of a broken lentulo left in a root canal by using smooth broach connected to a ultrasonic endo tip combined with an hedstroem file no 25. This paper reports a case of molar root canal treatment of the lower left irreversible pulpitis in 20 year-old female patient, but the incident of broken lentulo occured while applying root canal medicament. The effort to remove lentulo was successful on the second visits using a needle miller connected to endo ultrasonic tip and headstrom file no 25. Visibility was obtained by using a coronal flaring of micro mega hero shaper associated with the rotary tool. In the following week, the teeth was obturated with single cone technique on the distal root canal applying the lateral condensation technique on mesiolingual and mesiobuccal root canal. In the next visit, the teeth were restored with composite resin with dowel dentatus screw. After 2 months of being observed radiographically and clinically, there is no more complaint from the patient

  19. Kualitas Mikrobiologis Udara di Salah Satu Pusat Perbelanjaan di Jakarta Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Pudjadi

    2016-03-01

    Full Text Available The airborne bacteria and fungi in parking building, playground and food court in Blok M Square, South Jakarta, were assessed in order to investigate air quality in one of the shopping center in Jakarta. The air sample was passed through plate count agar and potato dextrose agar using a single-stage multi-orifice Sampler SKC Biostage Standard. Results showed that average microbial concen-trations were 200.17, 101.17, 55, 33 CFU bacteria per m3, and 109.54, 37.69, 27.09 CFU fungi per m3 of air volume in the parking building, the children playground and the food court, respectively. The most dominating bacteria had characteristicsresembleairborne Bacillus subtilis, while the most dominating fungi wereidentified as Cryptococcus sp., Aspergillus spp., Penicillium sp. and Candida sp. The microbial concentrations were different significantly (α=0,05 inall the three areas. In addition, there were strong relationship and significant influence between the concentrations of bacteria and fungi to temperature, humidity and light intensity in in all the three areas based on Pearson correlation analysis. For today, there is no air quality standard specifically for shopping center, so the data were compared tocommon standards for indoor air quality. The concentration of bacteria and fungi met the standard regulated by TheMinistry of Health Republic of IndonesiaNo.1405/MENKES/SK/ XI/2002 about Environmental Requirements for Office and Industrial., i.e <700 CFU/m3, and acceptable according to World Health Organization (WHO with 500 CFU/m3 as a normal condition. In any case, it is advisable to be aware ofthe spread of airborne bacteria and fungi in shopping centersthat are potentially pathogenic.

  20. Feeding niche characteristics of a Bombina bombina population from Livada Plain (Satu-Mare County, Romania

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edina SZEPLAKI

    2006-05-01

    Full Text Available Along our study we analyzed the food of 87 individuals of Bombina bombina. The reduced number of empty stomachs indicates that there were optimal feeding conditions. In the obtained stomach contents we identified vegetal remains (χ23=0.97, p=0.002, shad-skins fragments (χ2=11.21, p=0.1 and animal type food. We identified a total number of 1498 preys belonging to 37 categories. Most of the identified preys proceed from terrestrial environment (Amean=72.97 %, DSA=45.46. The most important preys items from the diet of the studied fire-bellied toads are: Collembola (Amean=28.98%; Fmean=31.59%, χ23=23.35, p=0.13, Coleoptera’s adults (Amean=34.25%; Fmean=67.74%, χ23=1.53, p=0.004 and Hymenopera Formicidae (Amean=15.02%; Fmean=33.93%, χ23=23.35, p=0.09. There was noticed an important seasonal variation at the consumed preys’ level. Diet diversity presents seasonal changes (Hmean=1.7, SDH=0.62. The trophic niche overlap, according to Pianka’s index, presents the highest values between May and June (Q=0.87 and April-June (Q=0.967.

  1. PEMAHAMAN TEORI DATA WAREHOUSE BAGI MAHASISWA TAHUN AWAL JENJANG STRATA SATU BIDANG ILMU KOMPUTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harco Leslie Hendric Spits Warnars

    2015-01-01

    Full Text Available As a Computer scientist, a computer science students should have understanding about database theory as a concept of data maintenance. Database will be needed in every single human real life computer implementation such as information systems, information technology, internet, games, artificial intelligence, robot and so on. Inevitably, the right data handling and managament will produce excellent technology implementation. Data warehouse as one of the specialization subject which is offered in computer science study program final semester, provide challenge for computer science students.A survey was conducted on 18 students of early year of computer science study program at Surya university and giving hypothesis that for those students who ever heard of a data warehouse would be interested to learn data warehouse and on other hand, students who had never heard of the data warehouse will not be interested to learn data warehouse. Therefore, it is important that delivery of the Data warehouse subject material should be understood by lecturers, so that students can well understoodwith the data warehouse.

  2. Perbandingan Hasil Pemodelan Aliran Satu Dimensi Unsteady Flow dan Steady Flow pada Banjir Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas Tigor Oktaga

    2016-06-01

    Full Text Available One dimensional flow is often used as a flood simulation for the planning capacity of the river. Flood is a type of unsteady non-uniform flow, that can be simulated using HEC-RAS. HEC-RAS software is often used for flood modeling with a one-dimensional flow method. Unsteady flow modeling results in HEC-RAS sometimes refer to error and warning due to unstable analysis program. The stability program among others influenced bend in the river flow, the steep slope of the river bottom, and changes in cross-section shape. Because the flood handling required maximum discharge and maximum flood water level, then a steady flow is often used as an alternative to simulate the flood flow. This study aimed to determine the advantages and disadvantages of modeling unsteady non-uniform and steady non-uniform flow. The research location in the Kanal Banjir Barat, in the Semarang City. Hydraulics modeling uses HEC-RAS 4.1 and for discharge the plan is obtained from the HEC-HMS 3.5. Results of the comparison modeling hydraulics the modeling of steady non-uniform flow has a tendency water level is higher and modeling of unsteady non-uniform flow takes longer to analyze. Results of the comparison the average flood water level maximun is less than 15%  (± 0,3 meters, that is 0.27 meters (13.16% for Q50, 0.25 meters (11.56% for Q100, dan 0.16 meters (4.73% for Q200. So the modeling steady non-uniform flow can still be used as a companion version the modeling unsteady non-uniform flow.

  3. Skrining Gangguan Dengar pada Pekerja Salah Satu Pabrik Tekstil di Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yussy Afriani Dewi

    2012-06-01

    Full Text Available Textile factory in Indonesia is an important source of foreign exchange for the country because the numbers were quite a lot. The factory workers have a high risk for the occurrence of hearing disorders. Sound intensity more than 85 dB in a long time could cause hearing loss, both temporary or permanent. If this does not get serious attention, it can results in adverse effects. It is not in accordance with the objective of the development of Health of Indonesia, Outlines of State Policy 1998 to improve community health status and quality of human resources and life expectancy. The objective of this study was to determine the prevalence, degree and type of hearing loss in one of textile factory workers in Majalaya Bandung West-Java. Subjects were 109 workers, consisted of 47 males and 62 females, chosen by total sampling. Sampling was due in August 26 until September 9, 2004. The study design was descriptive cross-sectional. Data was obtained from anamnesis with questionnaire, otologic examination and pure tone audiometry evaluation. The results showed that hearing loss was more common in male subjects 68.1% compared to female subjects 37.2%. The most common hearing loss was noise induced 41%, followed by sensorineural 32%, conductive 23%, mixed type hearing loss 4%. The prevalence of mild hearing loss was 46.8%, moderate 3.7% and severe 0.9%. In conclusion, hearing disorder which is frequently found in the factory workers is noise-induced hearing loss.

  4. Studi Keragaman Rambutan Di Sumatera Utara, Sebagai Salah Satu Faktor Pendukung Pembangunan Pertanian Yang Berkelanjutan

    OpenAIRE

    Sorta Simatupang

    2008-01-01

    Buah rambutan buah asli Sumatera Utara yang mempunyai prospek ekonomi cerah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya volume pasar ekspor 160 % dati pada tahun sembilan puluhan. Dari beberapa keragaman jenis buah rambutan yang ada di Sumatera Utara, yang laku di pasaran hanyalah buah rambutan tertentu saja yang sesuai dengan selera konsumen (Kotler, 1991). Untuk memenuhi selera konsumen petani rambutan menanam varietas yang disukai konsumen saja, dan menebang/membunuh yang tidak disukai atau yang...

  5. Bioenergia kasutamine Läänemere maades / Satu Helynen, Pirkko Vesterinen, Martti Flyktman

    Index Scriptorium Estoniae

    Helynen, Satu

    2007-01-01

    Taastuvenergia osakaal on riigiti erinev, biomassi kasutamisel on edukamateks Rootsi, Saksamaa ja Soome. Diagrammid: Bioenergia osakaal primaarenergia kogutarbimises käesoleva aastakümne algul; Taastuva energia osakaal; Kasvuhoonegaaside saaste ja Kyoto eesmärgid; Näited puiduküttel toodetud elektrienergia hindadest; Graafik: Tüüpilised tootmiskulud elektrienergia tootmisel koostootmisjaamas, mis kasutab hakkepuitu. Tabelid: Olemasolev puidugraanulite tootmisvõimsus Läänemere maades 2005. aastal; Potentsiaalne puidugraanulite tootmisvõimsus Läänemere maades

  6. STUDI KUALITAS HASIL PENGOLAHAN AIR LIMBAH - KASUS SALAH SATU HOTEL BERBINTANG DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Sudipa

    2012-11-01

    Full Text Available Water is well thought-out as one of the basic need of human life. Beside its significant role in incomecontribution in the region, tourism industry is almost blamed as an environmental demolisher and polluter inBali. This matter writer interest for research something result quality waste water processing at one casehotel and specific as know bacteriology and chemistry quality, because the result of quality hotel waste waterprocessing very influential about water of river already polluted as physical, chemistry and bacteriology.The study aimed to investigate water quality of Ayung River at the nearest outlet of a star hotel STP and atupper-site rive..The research of methodology is hotel waste water analysis be based on the Minister of EnvironmentLife Regulation number 52, 1995. Analysis result waste water process and water ofr river be based onGovernment Regulation number 82, 2001.The water analysis results evidently showed that water sample taken during the 1st - 3th weeks beforeprocessing at hotel’s STP were classified as heavily polluted based on water quality class I, II, III, and IV,with lowest pollution index (PI of 33.23 and highest at 42.56. Amazingly, samples taken after STPprocessing were categorized as heavily polluted as well, based on water quality class I II, III, and IV. Thelowest PI was 13.4 and the highest at 22,15. Water sample taken at the nearest STP outlet at river wascategorized as slightly polluted based on water quality class I and fill quality criteria based on water qualityclass II, III, and IV. Water sample taken at upper-site of Ayung River was categorized as slightly pollutedbased on water quality class I, and fill quality criteria polluted based on criteria of water quality class II, III,and IV.

  7. INTEGRASI PENGAJIAN SAINS-TEKNOLOGI DAN PENGAJIAN SYARIAH: SATU PENILAIAN SEMULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alias Azhar

    2016-02-01

    Full Text Available The development of shari’ah is being questioned because it has deviated from the original purpose and tends to focus more on formal aspects than on its application and usefulness for life. Therefore, it is the time to re-evaluate the strategy and execution of all forms of shari’ah to fi t with the modern era and improve the business of ummah to cover the advancement of science and technology. There are two choices in establishing the patterns of shari’ah studies. First, follow the trends with tecnical, bureaucratic and legal also formal rule that will make Islamic shari’ah static. Secondly, formulate the paradigm of integrated shari’ah studies covering the development of science and technology whose purpose is to establish a dynamic and responsive Islamic law to the problems of society.

  8. Customer Relations Management sebagai Salah Satu Upaya Public Relations Perusahaan Jasa Perbankan Menciptakan Good Image

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Ayu Rizqi Mahanani

    2017-01-01

    Full Text Available This article deals with marketing trends in the 21st century is shifting from a transactional approach to the relational approach with focus on the fulfillment of needs, satisfaction, and pleasure affect business banking customers are very dependent on the customer. Map business services banking services fickle demands creativity public relations in providing the best service to its customers get a good image. Service concept using the service paradigm leading to cultivate the power of the customer based on the customer satisfaction-oriented, widely used by business banking services at this time. Paradigms that focus on how to provide services to the customer so that the customer was satisfied, beyond what can be given to something that is important and not to be underestimated. Skills to understand and fulfill customer expectations should be every company’s business philosophy of banking services and customer relationship management is a strategy

  9. Fenomena Ikumen sebagai Salah Satu Perubahan Peran dan Identitas Ayah dalam Masyarakat Jepang Modern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iis Muhayaroh

    2015-11-01

    Full Text Available Article focused on the changes of father’s role within modern society due to social changes that was called ikumen. Ikumen is a social change that happens in the father’s role and identity in Japan in which now is appears a type of father who enjoys caring for children while working. Ikumen itself was made by media, and then it was supported by the government. The purpose of this research was to analyse the changes of father’s role and identity in Japan using Social Change theory by Anthony Giddens. This research applied qualitative method and by interviewing six ikumen who were members of NPO (Non Profit Organization Fathering Japan. The research finds out that right now there have been many fathers who have desire to put family first. It is proven by the amount of fathers who have taken paternal leave in Japan.

  10. Analisis Pengaturan Putaran Motor Satu Fasa dengan Parameter Frekuensi Menggunakan Power Simulator (PSIM)

    OpenAIRE

    Rasjid, Dwi Hadidjaja

    2015-01-01

    -The Setting of a single-phase motor rotation can be performed in various ways, such as by adjusting the frequency of the motor, the voltage, motor resistor or increasing the number of motor poles.By using astable oscillator circuit, setting a single-phase motor rotation frequency parameters can be done by setting the value variabel resistor. Thyristor trigger circuit can be used to control a single-phase motor rotation. Thyristor trigger phase angle changes, caused changes in the frequency, ...

  11. Pemupukan Patriotisme melalui Pendidikan Multikultural dalam Pendidikan Sejarah di Malaysia: Satu Tinjuan Perspektif

    OpenAIRE

    Seman, Ahmad Ali Bin

    2009-01-01

    The purpose of this research is to show up the variant of ethnicgroup in Malaysia, it is an impression to Malaysia as a country with politicalinsight, state to construct the power of country as a sovereign govern-ment. In contrary, history education has a part to increase the sociali-zation as poUrical consciousness in young generation, defend the spirit ofnationalism which is important element to develop a good characteristicand quality of citizen.

  12. EKSISTENSI “PASAR SEMAWIS” SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI REVITALISASI KAWASAN PECINAN SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Purwanto

    2012-02-01

    Full Text Available Revitalization is one of preservation kinds with adapting old building that is impractical to serve new use and inthe same time, to prevent the original characteristics. Revitalization can be done without or with changingbuilding formation. Sometimes, it really cannot be avoided if it is viewed from benefit expense analysis, it doesnot bring benefit to be preserved, so that, let the building façade be prevented, thus, the observer can imaginecity face in the past time.Revitalization effort of old city is not merely effort to preserve building, but also effort that has broughteconomic life in the less developed area. Preservation effort at the moment is holistic effort that aims to givebetter society life quality based on old resource power and to do life injection that is interesting and creative andsustainable, with involving society by calculating economy value. Management is instrument to achieve aimincluding society total involvement that is people centered management-oriented.Revitalization of Chinatown of Semarang area shall be read as an effort to bring back Chinatown area that hasethnic specification. Revitalization effort also has aim to bring Chinatown area life as well as to be tourismdestination as it has been implemented in several other countries, like Singapore, Australia, Malaysia andseveral others.One effort to fulfill revitalization of Chinatown area of Semarang is to give activity stimuli that is hoped to beable to be tourist’s interest. That interest is “Pasar Semawis”that is night fair in Chinatown area of Semarang.“Pasar Semawis” is only a part of revitalization. In the other word, if the revitalization is the aim, thus, “PasarSemawis” is one instrumen used to fulfill it.

  13. MODEL PEMBAYARAN GRADUATED PAYMENT MORTGAGE (GPM SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PEMBAYARAN KREDIT RUMAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2003-01-01

    Full Text Available The Graduated Payment Mortgage (GPM has a unique stair-step payment schedule that often enhances borrower qualification for young, first-time home buyers who are anticipated to have increasing incomes. The determination of the initial payment on a GPM mortgage is often regarded as complex; therefore, textbook authors especially financial real estate normally disregard its theoretical development and substitute instead GPM interest factor tables. This study develops a general equation for finding the initial payment on a GPM and programmable computer spreadsheets (Microsoft Excel routines for implementing the general equation. This approach enhances the technical understanding of the GPM, and its offer more flexible. Abstract in Bahasa Indonesia : Model Graduated Payment Mortgage (GPM memiliki keunikan dalam pembayaran pinjaman yang dapat membantu peminjam usia muda, pembeli rumah pertama yang dapat diantisipasi pertambahan pendapatannya. Pembayaran cicilan pertama GPM sangat kompleks, sehingga pada umumnya buku-buku tentang keuangan real estat menetapkan pola pembayaran GPM menggunakan tabel suku bunga. Penelitian ini mengembangkan pola pembayaran cicilan pertama GPM menggunakan program komputer (Microsoft Excel untuk lebih fleksibel dalam penerapannya. Kata kunci: graduated payment mortgage, cicilan pertama, tabel suku bunga, komputer.

  14. KADER KESEHATAN MASYARAKAT SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN DARI UPAYA PENGEMBANGAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peter Andreas

    2015-08-01

    Full Text Available The obstacles of community debelopment in developing countries are low socioeconomic status that causes ignorancy, inability, and low productivity. However, the community can survive since they have the potential of coping with their minimum sources and skills. Such potential in the community must be developed using their own resources. The limitation of funding and manpower from the Government for health activities causes inequality in health care service distributiion. Using the community members as part of its health activity will stimulate the optimum usage the community potential to cope with the problem of sparsity in health care. Community health workers will bridge out the health gap disparsities between those who can afford  health care and those who cannot. These health workers must be members of the community, work closely with local authority and also get appropriate training of knowledge and skills in dealing with health problems individual, house-hold and community based health problems. Work principles of community health workers are to give health care service in their community, to help the community identify their own health needs and solve their health problems in the first hand.

  15. Analisis Sistem Antrian di Departemen Washing pada PT Mark Dynamics Indonesia dengan Menggunakan Teknik Simulasi ProModel

    OpenAIRE

    Limbong, Maraden

    2010-01-01

    Salah satu proses pada pembuatan cetakan sarung tangan di PT. Mark Dynamics Indonesia yaitu proses pencucian yang dilakukan di departemen Washing. Proses pencucian ini lini produksinya di bagi atas 3 lini dimana jenis ukuran yang harus dikerjakan terdiri dari 3 jenis yaitu small, medium dan large dimana waktu pengerjaannya berbeda-beda. Pada proses ini, tiap lini terdiri dari 20 orang dengan waktu kerja normal selama 400 menit (6,67 jam) per hari dengan persentase input ukuran yang masuk dal...

  16. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes Melitus di RSUD Kelet Jepara

    OpenAIRE

    Faidah, Noor; Handayani, Nur

    2014-01-01

    Latar Belakang : Diabetes melitus memiliki prevalensi yang meningkat, di RSUD Kelet Jepara penyakit diabetes melitus selalu masuk dalam peringkat peyakit 10 besar selama 3 tahun yaitu tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Kepatuhan kontrol gula darah merupakan salah satu bentuk perilaku dalam pencegahan keparahan penyakit diabetes melitus. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita diabetes melitus dalam melakukan kontrol gula darah M...

  17. ANALISIS STRATEGI BERSAING GUDANG DIGITAL YOGYAKARTA DALAM MEMPERLUAS PASAR

    OpenAIRE

    Nofrizal Nofrizal

    2015-01-01

    Abstrak : Gudang Digital adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang retail fotograpi di Yogyakarta yang sudah berdiri selama 7 tahun dengan kerja keras dan kesabaran Gudang Digital berhasil membaca kebutuhan konsumen Yogyakarta, hingga saat ini Gudang Digital sudah memiliki 3 cabang serta memiliki cafe dan kelas fotograpi adapun strategi yang mereka gunakan adalah one stop shoping dan paling murah .Pemilihan Srategi yang tepat bagi Gudang Digital merupakan salah satu tujuan yang peni...

  18. Analisa Beban Kerja Operator Inspeksi Dengan Metode Nasa-tlx (Task Load Index) Di PT. Xyz the Workload Analysis of Operator Inspection Using Nasa-tlx (Task Load Index) in PT. Xyz

    OpenAIRE

    Afma, Vera Methalina

    2016-01-01

    Operator packing di PT. XYZ selalu melakukan kegiatan mengangkat dan menurunkan barang seberat 3 kg dan dilakukan 16 kali selama satu hari. Hal ini akan menimbulkan rasa lelah pada operator packing. Di PT. XYZ ada 3 orang operator packing yang melakukan aktivitas yang sama. Penulis tertarik untuk mengetahui dan menganalisa beban kerja operator packing di PT. XYZ dengan pendekatan NASA-TLX. Dari hasil penelitian disimpulkan, beban kerja masing-masing operator packing di PT. XYZ menggunakan me...

  19. Sikap Masyarakat Surabaya terhadap Iklan AirAsia “We'll Take You There” di Televisi

    OpenAIRE

    Mahesthi, Athanasia Placidia

    2017-01-01

    Selama tahun 2015, AirAsia mengeluarkan sebanyak 8 iklan komersial di televisi, 2 diantaranya merupakan iklan yang memiliki tema berbeda daripada iklan televisi Low Cost Carier pada umumnya. Salah satu iklan televisi AirAsia adalah iklan “We'll Take You There” yang dirilis pada tanggal 1 November 2015 di berbagai stasiun televisi. Iklan ini terdiri dari beberapa penggalan cerita yang diperagakan oleh talent dari berbagai kalangan usia. Iklan ini memiliki pesan iklan bahwa AirAsia akan mengant...

  20. Penggunaan Skor Pediatric Logistic Organ Dysfunction Harian sebagai Prediktor Mortalitas Anak yang Dirawat di Unit Perawatan Intensif Anak

    OpenAIRE

    Hendra Salim; Suparyatha I B; Budi-Hartawan I Nym

    2016-01-01

    Latar belakang. Penggunaan sistem skoring Pediatric Logistic Organ Dysfunction (PELOD) sebagai prediktor mortalitas anak yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Anak (UPIA) di Indonesia masih belum banyak diteliti. Tujuan. Mengetahui hubungan skor PELOD harian dalam memprediksi mortalitas anak yang dirawat di UPIA. Metode. Penelitian observasional analitik terhadap 49 anak yang dirawat di UPIA bulan Maret-Juli 2012. Skor PELOD harian dinilai selama satu minggu pertama perawatan dan diba...

  1. Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Aktivitas Green Supply Chain Management (Gscm) (Studi Kasus: Kud “Batu”

    OpenAIRE

    Fortuna, Irvan Fauzi; Suamtri, Yeni; Yuniarti, Rahmi

    2014-01-01

    KUD “BATU” merupakan salah satu sektor industri yang memiliki aktivitas supply chain dalam memproduksi susu pasteurisasi Nandhi Murni. Selama ini, KUD “BATU” belum pernah melakukan pengukuran kinerja supply chain management yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang dapat diterapkan dalam pengukuran kinerja supply chain management yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pencapaian kinerja supply chain management KUD “BATU” yang rama...

  2. Aktivitas Inhibitor Enzim Pengubah Angiotensin (ACE dan Antioksidan Peptida Kolagen dari Teripang Gama (Stichopus variegatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Habbib Khirzin

    2015-05-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu echinodermata yang memiliki kandungan protein tinggi dan sekitar 70% dari proteinnya merupakan kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibitor Angiotensin Converting Enzyme (ACE dan antioksidan dari peptida kolagen teripang Gama (Stichopus variegatus. Ekstraksi kolagen dilakukan menggunakan asam asetat 0,5 M. Peptida kolagen diperoleh melalui hidrolisis kolagen menggunakan enzim pepsin dengan konsentrasi 0,1 U/g kolagen, selama 0; 30; 60; 90; 120; 180; dan 240 menit. Aktivitas inhibitor ACE dan antioksidan peptida kolagen diuji dengan metode spektroskopi. Kolagen yang dihasilkan memiliki rendemen 16,40% dengan berat molekul 130,33 kDa. Aktivitas inhibitor ACE tertinggi dihasilkan dari proses hidrolisis selama 180 menit dengan penghambatan sebesar 82,31%, sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh peptida kolagen dari hidrolisis kolagen selama 120 menit dengan nilai IC50 1,9 mg/ml.

  3. Atrição dental em Didelphis albiventris e D. marsupialis (Marsupialia, Didelphimorphia, Didelphidae do Sul do Brasil Dental wear in Didelphis albiventris and D. marsupialis (Marsupialia, Didelphimorphia, Didelphidae from southern Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marília da Silva Aguiar

    2004-08-01

    Full Text Available Pesquisou-se o nível de desgaste dental (atrição e/ou abrasão em 168 espécimes de Didelphis albiventris e D. marsupialis (gambás do sul do Brasil. O desgaste foi muito importante, com elevada freqüência de dentina terciária e de exposição da câmara coronária e/ou do canal radicular, devido à associação de fraturas e desgaste, pois as fraturas predispõem ao desgaste e este favorece as fraturas. O grau de desgaste aumentou com a idade dos animais. A ordem crescente na freqüência de dentina terciária nos dentes caudais aos caninos foi: primeiro, segundo e terceiro molares, terceiro e segundo pré-molar, e quarto molar. Diferentemente de outros onívoros, em Didelphis o desgaste dentário parece mais relacionado às fraturas devidas aos alimentos (seguida de atrição/abrasão do que ao contato entre os dentes. Ao contrário da literatura, os molares tribosfênicos não parecem "ideais" para tal dieta onívora, o que é evidenciado pela elevada freqüência de desgaste, fraturas e exposição da câmara coronária ou do canal radicular.This work deals with the study of dental wear down (atrittion and/or abrasion in 168 specimens of Didelphis albiventris and D. marsupialis from Southern Brazil. Wear down was very important, with high frequency of tertiary dentine and exposition of the pulp cavity/radicular canal, due to the association of fractures and wear down. Fractures predispose wear down which, on the other side, favors fractures. The degree of attrition increased with age. The order of growing frequency of tertiary dentin in poscanines was: first, second and third molars, third and second premolars, and finally fourth molar. Differently from others omnivorous in Didelphis tooth wear down seems rather related to fractures due to food (followed by attrition than to teeth contact. Contrary to literature, tribosphenic molars seems not to be "ideals" for such omnivorous diet, as is evident from the high frequency of wear down, fractures and teeth cavities exposition.

  4. Atrição dental em Didelphis albiventris e D. marsupialis (Marsupialia, Didelphimorphia, Didelphidae) do Sul do Brasil Dental wear in Didelphis albiventris and D. marsupialis (Marsupialia, Didelphimorphia, Didelphidae) from southern Brazil

    OpenAIRE

    Marília da Silva Aguiar; Jorge Ferigolo; João Luiz Rossi Junior; Marco Antônio Gioso

    2004-01-01

    Pesquisou-se o nível de desgaste dental (atrição e/ou abrasão) em 168 espécimes de Didelphis albiventris e D. marsupialis (gambás) do sul do Brasil. O desgaste foi muito importante, com elevada freqüência de dentina terciária e de exposição da câmara coronária e/ou do canal radicular, devido à associação de fraturas e desgaste, pois as fraturas predispõem ao desgaste e este favorece as fraturas. O grau de desgaste aumentou com a idade dos animais. A ordem crescente na freqüência de dentina te...

  5. Late dry season habitat use of common opossum, Didelphis marsupialis (Marsupialia: Didelphidae in neotropical lower montane agricultural areas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christopher S. Vaughan

    1999-06-01

    Full Text Available Three Didelphis marsupialis were radio tracked during late dry season (23 February-26 April, 1983 in agricultural area at 1500 m elevation in Central Valley, Costa Rica. All animals were nocturnally active, significantly more so between 2100-0300 h. Fifty diurnal den site locations were found, 96% inside tree cavities in living fence rows or abandoned squirrel nests in windbreaks. Two females occupied 3.4 and 3.1 ha 95% home ranges, moving an average 890 and 686 m nightly respectively. The male occupied a 5.6 ha 95% home range for 42 days overlapping 90% of females' home ranges. Over the next 15 days, he moved 1020 m south, establishing three temporary home ranges. During nocturnal movements, windbreaks and living fence rows were used in higher proportion than available, while pasture, roads and cultivated lands were used less then available within 100% home ranges. Abandoned coffee and spruce plantations, fruit orchards and overgrown pastures were used in equal proportions to availability in 100% home ranges. Opossum conservation techniques in coffee growing areas include promoting spruce windbreaks, living fence rows, and garbage dumps.

  6. PENGARUH LAMA PERENDAMAN KORO BENGU (Mucuna pruriens DALAM AIR KAPUR (Ca(OH2 TERHADAP KADAR ASAM SIANIDA (HCN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Nurmawan Toro

    2014-03-01

    Full Text Available Latar belakang: Masyarakat Indonesia masih menitikberatkan pada komoditas kacang kedelai sebagai sumber utama protein, sedangkan pemanfaatan komoditas lain seperti koro benguk masih sangat minim. Minimnya pemanfaatan koro benguk ini karena di dalamnya terkandung senyawa alami berupa glokusida sianogenik yang dapat mengalami hidrolisis enzimatis menjadi asam sianida (HCN yang bersifat racun. Karena asam sianida bersifat asam yang sangat mudah larut dalam air, maka dilakukan perendaman menggunakan air kapur (Ca(OH2 bersifat basa yang dirasa cukup efektif menetralkan HCN dalam koro benguk.   Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida dan mengetahui apakah air kapur lebih efektif dibandingkan air biasa dalam menetralkan HCN koro benguk.   Metode Penelitian: Penelitian dengan desain post test with control group. Obyek penelitian ini adalah koro benguk varietas benguk putih berumur 4-6 bulan yang diperoleh di Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY yang dilakukan perendaman dalam air sebagai kelompok kontrol dan air kapur 100 mg/L sebagai kelompok perlakuan selama 12, 24 dan 36 jam kemudian dilakukan destilasi. Destilat direaksikan dengan asam pikrat 1% kemudia diukur kadar HCN secara spektrofotometri.   Hasil: Kadar HCN  koro benguk pada perendaman dalam air selama 12 jam adalah 20,736 mg/kg, selama 24 jam adalah 19,348 mg/kg dan selama 36 jam adalah 16,786 mg/kg. Sedangkan kadar HCN pada perendaman air kapur 100 mg/L selama 12 jam adalah 19,020 mg/kg, selama 24 jam adalah 1,635 mg/kg dan selama 36 jam adalah 9,307 mg/kg. Hasil Uji ANOVA satu jalan pada kelompok perlakuan didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p< 0.05.   Kesimpulan: Ada pengaruh bermakna lama perendaman koro benguk dalam air kapur terhadap kadar asam sianida. Perendaman dalam air kapur terbukti lebih efektif menetralkan asam sianida koro benguk dibandingkan perendaman dalam

  7. PENGARUH PENGHILANGAN RAFINOSA DALAM PENGENCER TRIS AMINOMETHANE KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER SELAMA SIMPAN DINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Rochim

    2017-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to examine the effect of removal raffinose in tris aminomethane egg yolk diluents to semen quality of Boer goat during chilled preservation. This research was carried out at Animal Reproduction Laboratory and Sumber Sekar Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Brawijaya University from December 11th 2016 to  January 31th 2017. Semen diluent was divided into two groups, there were P0 (80% Tris Aminomethane + 20% Egg Yolk; and P1 (80% Tris Aminomethane (without raffinose + 20% Egg Yolk. Parameter of this research was motility percentage, viability percentage, and abnormality percentage. Data of this research was analyzed using paired design t test. The result showed that after five days chilled preservation, was different (P0,05 in P1 treatment compared to the expectation value of 40 million sperm/ml. The conclution of this research was the tris aminomethane egg yolk diluent without raffinose could protect of Boer goat semen quality during chilled preservation.   Keywords: boer goat semen, tris aminomethane, raffinose, chilled preservation

  8. Pengaruh asupan energi dan protein terhadap perubahan status gizi pasien anak selama dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bandawati Bandawati

    2016-06-01

    Full Text Available Background : Adequate energy and  protein  intake  for  children  patients is required as efforts to prevent decline in nutritional status during hospitalization. Nutritional support is a part of therapy which has an important role in the recovery. Objective : To analyze the effect of energy and protein intake on changes of nutritional status in children patients during hospitalized. Method : Observational study with cohort prospective design, from March to April 2014. Subjects were 52 children, 2-14 years old from pediatrics unit in Dr. Kariadi Central General Hospital Semarang. Sampling were choosen by consecutive sampling, hospitalized for >7 days and according inclusion criteria. Body weight and height data were measured at admission and discharge. Nutritional status determined using weight for height Z Score, according to WHO 2005 child Growth Standards. Food intake data collected by Comstock Methode and recall 24 hours. Data analyzed by chi-square and fisher test. Result : There were 48,1% subjects with insufficient energy and 53,9% with insufficient protein intakes. 48,1% subjects  were declining in nutritional status after hospitalization. There was correlation between energy (p=0,003 and protein (p= 0,003 intakes on changes of nutritional status in children patients during hospitalized.  Subjects with insufficient energy intakes were 26 times at risk (95% CI 3,31-291,09 of declining of BW/BH Z Score than sufficient subjects. Subjects with insufficient protein intake were 20 times at risk (95% CI 4,24-230,52 of declining of weight for height Z Score than sufficient subjects. Conclusion : Insufficient energy and protein intakes can decline nutritional status in children during hospitalized.

  9. Studi Pendahuluan Perubahan Garis Pantai Selama Zaman Kuarter di Daerah Kroya sampai Binangun Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2013-06-01

    Full Text Available Cilacap coast line is a part of southern coast of Java at Cilacap Regency, Central Java. Topographic and satellite image observation shown some ancient coast lines behind the modern coast lines. How many of the coast lines which have formed before the modern coast lines is the question to be answered. This research is the preliminary effort to determine the direction of coast line development and the amount of coast lines which have formed before the modern ones. This preliminary research of the ancient coast lines is done by two stages of work that are studio and field work. Studio work was done by observation and interpretation of topographic map, land use map, Google Earth image and SRTM image. At this stage of work was made an ancient coast lineaments map and geomorphic profiles of the research area. To the results of the interpretation which have been done then taken a field work verification by ground check. Interpretation to the coast lines of the research area has resulted 24 coast lines. Ancient coast lines lineament of the research area is in line with the modern ones which have east-west lineament and prograde from the north to southward.

  10. Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Menggunakan Metode Camels pada Sebelum, Selama dan Sesudah Krisis Global Tahun 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Kurniawati

    2015-12-01

    Full Text Available In 2008 the global financial crisis that hit the United States has spread to the whole world. Conditions of the global economic crisis affecting the financial performance of banks and each bank has the financial performance of the condition varies in receiving the impact of global crisis include Shariah banking. Thus the purpose of this study was to determine the comparison and test the differences between the financial performance of Shariah banking, objects used in this study is the bank Syariah Mandiri and Bank Muamalat Indonesia and Bank Syariah Mega Indonesia in the period 2007, 2008, 2009 using the method CAMELS. The study was based on the rating of the CAMELS method that uses a Bank Indonesia Regulation 9/1/PBI/2007. The study was a quantitative study using a comparative description and analysis of secondary data collection methods in the form of annual financial statements of each Islamic bank and the sampling method using a purposive sampling method. Data were processed using SPSS and data analysis performed using One Way ANOVA. The results showed that the overall ratio of otherwise healthy banks in the years 2007-2009 CAMELS BSM and BMI, and BSMI has an average level of health in the composite ranking categories. Based on the results obtained there was no significant difference between the performance of CAMELS in BMI, BSM and BSMI. At the time of global crisis Bank Syariah Mandiri is superior to preserve the value and growth ratio compared Muamalat Indonesia and Bank Syariah Mega Indonesia.

  11. PENGUJIAN ASAM LEMAK BEBAS DAN AKTIVITAS MIKROBA PADA BMC-MP-ASI BUAH SUKUN DAN KACANG BENGUK SELAMA PENYIMPANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Satyajaya

    2013-03-01

    Full Text Available Free fatty acid and microbial activity of weaning food from bread fruit (Atocarpus communis and surly bean (Mucuna pruriens L during storage was evaluated in this research. Variables of research were consisted of duration of storage on 2, 4, 6 and 8 weeks and also the using of polyetylene and alumunium foil. The result showed that product has fulfilled the SNI standard with level of : protein 15.42%, fat 6.74%, fiber 3.375%, water 3.63%, ash content 3.576% and carbohydrate 72.25. During storage, free fatty acid (FFA level and microba  increased and had significant effects between two kinds of packaging material where alumunium foil tended to have a better effect than that of polyetylene. Keywords : weaning food, bread fruit, slury bean, storage

  12. Analisis Pengaruh Tax Avoidance Terhadap Cost of Debt Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Selama Periode 2010–2014

    OpenAIRE

    Santosa, Janice Ekasanti; Kurniawan, Heni

    2016-01-01

    Cost of debt borne by the company set by creditors based on how managementmanages the company. Effective and efficient management related to the way themanagement to increase revenue and suppress the load to obtain the maximum profit. Oneof the expense to be managed is the tax expense. Tax savings that they comply with the provisions of taxation known as tax avoidance. This study aims to reexamine the influenceof tax avoidance on the cost of debt on companies listed in the Indonesia Stock Exc...

  13. MODEL PERUBAHAN VOLUME KERIPIK BUAH SELAMA PROSES PENGGORENGAN SECARA VAKUM [Model for Volume Changes in Fruit Chips during Vacuum Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin1*

    2011-06-01

    Full Text Available Expansion and puffing are specific characteristics of fried products critical for consumer preferences. To obtain expanded and puffed dried products that fit well with consumer acceptance criteria, it is necessary to pay attention to the process conditions which change the raw material characteristics during frying. The important changes include volume and density ratio of the products during frying. Hypothetically, these changes are due to water vaporization and the decrease dry matter in the products. The objective of this research is to develop a mathematical model of volume and density ratio changes for jack fruit during vacuum frying as a function of water and starch content reductions. Samples were vacuum fried at 70–100OC and pressure of 80-90 kPa for 15–60 min. The parameters observed were volume and density as well as water and starch contents of samples before and after vacuum frying. The results showed that the developed model can be used to predict changes in volume and density ratio of jack fruit during vacuum frying.

  14. Pola makan dan kebugaran jasmani atlet pencak silat selama pelatihan daerah Pekan Olahraga Nasional XVII Provinsi Bali tahun 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ayu Widiastuti

    2009-07-01

    Full Text Available Background : The fulfillment of nutrient intake is a basic need of athletes. The result of observation to some athletes with varied branches of sport indicates that nutrition and physical exercise will simultaneously bring better output. Presently, attention to the administration of nutrition for athletes is lacking, moreover at local level. Meanwhile, providing good nutrition is as important as maintaining sports achievement. Objective : The study aimed to identify support of eating pattern to physical exercise of Bali self-defence athletes during local training of National Sports Week XVII Province of Bali. Method : This was a descriptive analytical study which used qualitative and quantitave approaches and cross sectional design. Subjects of the study were all of 26 self defence athletes participating in local training at National Sports Week Province of Bali. Data gathered were eating pattern, physical fitness (VO2 max and body fat percent, and physiological condition (hemoglobin level. Support of eating pattern to physical exercise was measured in terms of physical fitness using regression and correlation analysis.  Result : Most of nutrient intakes of Bali self-defences athletes were low in carbohydrate but high in fat and protein. Statistical analysis showed that there were correlation and effect of vitamin C and Fe intake to VO2 max. There were correlation and effect of carbohydrate to body fat percent. There was protein affected hemoglobin level.  Conclusion : Adequate consumption of nutrients was needed to support athletes in doing physical exercise during training period.

  15. Pengaruh getah pepaya (Carica papaya) terhadap sintasan tokolan udang windu (Panaeus monodon) pada kepadatan yang berbeda selama pengangkutan

    OpenAIRE

    Sofyatuddin Karina; Wahyu Tursina

    2013-01-01

    The objective of present study was to evaluate the possibility of papaya’s latex (Carica papaya) as anti stress or larvaside for tiger shrimp (Panaeus monodon) post larvae Pl 14-30 during transportation. The tiger shrimp post larvae was collected from BBAP Ujung Batee, Aceh Besar on September, 2012. Reseach method used the completely random design with two factors, density of post larvae with three treatments (1000; 1500 dan 2000 ind/l) and concentration of papaya’s latex with four treatments...

  16. DETERMINAN TINGKAT HUTANG PADA PERUSAHAAN PUBLIK YANG BERTAHAN DALAM POSISI JAKARTA ISLAMIC INDEX SELAMA 2004-2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Hapsari

    2016-07-01

    Full Text Available Persisting in Jakarta Islamic Index positions for more than ten years was not easy. Managing the proportion of debt at the same time making its attractive to investors was also not simple. This study aims to analyze the determinants of debt from the surviving companies in Jakarta Islamic Index positions during 2004-2014. Using multiple linear regression, the adjusted R2 was 66,3% and the results stated that managerial ownerships, institutional ownerships, independent commissioners, and liquidity could influence and control the level of debt. Meanwhile, profitability, assets structure, and company size had no significant efffect to debt. These results indicated the importance of managerial ownerships, institutional ownerships, independent commissioners, and liquidity as the determinats of debt in accordance with sharia (Bapepam-LK No.IX.A.13.

  17. Kajian Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma terhadap Mortalitas Lalat Buah dan Mutu Buah Mangga Gedong (Mangifera indica L. selama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cicih Sugianti

    2012-04-01

    Full Text Available Gedong mango (Mangifera indica L. is a tropical fruit that has the potential for export. But, the fruit of the mango is hosted by fruit fly. Fruit fly pests of mango export has been restrained by the very strict quarantine regulation. Therefore, it need a treatment that can annihilate the fruit fly. Irradiation technique has been one of the quarantine treatment that being attention, in order to disinfested pest attack. This research aims to study the effect of irradiation on mortality of fruit fly species Bactocera papayae (oriental fruitfly on gedong mango, and to study the effect of irradiation dose and storage temperature on the physiology of the nature and quality of mangoes gedong. The results showed the mortality test results for B. papayae towards the dose 0.75 kGy reached until 100%. The next level was to test the mango fruit fly which considered infested naturally from the field. The dose given were 0:25 kGy, 0.5 kGy, 0.75 kGy and control. The results showed that in the control treatment founded that fruit flies growth from the day 9th to day 24th days of storage. 0.25 kGy dose and 0.5 kGy dose given were still found larva growth until the day 24th days of storage. From the test results of mortality at the dose of 0.75 kGy was able to annihilate fruit fly mortality reaches until 100%, but when applied to the fruit which has considered infested in the field were still found larvae growth until the 21st days of storage. Irradiation dose of 0.75 kGy can suppress the respiration rate, and weight losses during storage. With the irradiation dose can affected the quality of gedong mango such as vitamin C, total acid, Total Soluble Solid (TSS, and moisture content of gedong mango.

  18. Pengaruh Pencucian Daging Lumat Ikan Patin Siam terhadap Karakteristik Dendeng yang Dihasilkan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2010-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian daging lumat ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus terhadap karakteristik dendeng. Ikan patin siam hidup diberi perlakuan pemberokan selama 24 jam, kemudian dimatikan dengan cara perendaman dalam es selama ± 20 menit. Daging dipisahkan dari tulang dan kulit serta digiling hingga diperoleh daging lumat. Daging lumat diberi perlakuan pencucian satu sampai tiga kali masing-masing dalam air suhu 4-5oC dengan perbandingan 1:5 (b/v, yang dilanjutkan dengan pengepresan. Daging lumat yang diperoleh dari masing-masing perlakuan pencucian kemudian diolah menjadi dendeng dengan mencampurkan bahan tambahan gula putih, garam serta rempah-rempah seperti bawang putih (2%, bawang merah (1,5%, ketumbar (2,5%, asam jawa (3%, lengkuas (2,5%, dan jahe (0,5%. Tahap selanjutnya adalah pencetakan campuran bahan dalam loyang dan dikeringkan dengan sinar matahari selama ±15 jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin banyak perlakuan pencucian menyebabkan kandungan protein dan karbohidrat semakin kecil, dan sifat tekstur (kekuatan tarik dan elongasi semakin besar. Dendeng berwana coklat kekuningan dengan rasa dan aroma rempah-rempah, sedangkan tekstur agak kenyal dan tidak mudah sobek. Dendeng dari perlakuan satu sampai tiga kali pencucian memiliki nilai angka lempeng total (ALT antara <25 x 102 sampai dengan 1,6 x 104 kol/g serta tidak terdapat kapang yang tumbuh.

  19. Pengaruh Pencucian terhadap Sifat Fungsional Daging Lumat Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian terhadap sifat fungsional daging lumat ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus. Ikan patin siam hidup diperoleh dari kolam ikan di Parung, Bogor. Ikan diberok selama 24 jam, kemudian ikan dimatikan dengan perendaman dalam air es selama ± 20 menit. Daging dipisahkan dari tulang dan kulit hingga diperoleh filet daging. Filet dicuci dan dilumatkan dengan mincer. Daging lumat yang diperoleh dicuci satu sampai tiga kali dalam air pada s uhu 4–5oC dengan rasio 1:5 (w/v, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan dan pengepresan. Sebagai kontrol adalah daging lumat yang dipress tanpa melalui pencucian dan penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian satu kali menghasilkan sifat fungsional terbaik dalam hal water holding capacity41,98%, sifat emulsi (aktivitas emulsi 0,37 dan stabilitas emulsi 48,37%, serta kekuatan gel 1364 g cm. Komposisi proksimat daging lumat dengan pencucian satu kali menghasilkan kadar air 81,21%, protein 87,25% (bk, abu 1,63% (bk, dan lemak 10,29% (bk.

  20. PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Arpiwi

    2015-02-01

    Full Text Available Millettia pinnata L. Panigrahi atau Pongamia pinnata L. Piere adalah tumbuhan legum yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak yang cocok untuk biodiesel. Fenologi dan polinasi pada tanaman ini dipantau dan dimanipulasi untuk meningkatkan pembentukan biji dan hasil panen. Musim berbunga di Kununurra berlangsung selama satu bulan dari awal Oktober dan pembungaan terjadi tidak bersamaan baik pada satu tanaman maupun di antara tanaman yang berbeda. Dua spesies lebah lokal sebagai polinator, Megachile sp., dan Nomia sp., memiliki tingkat kunjungan yang sangat rendah (6-13 kunjungan dengan puncak waktu kunjungan dari jam 9.00 sampai jam 10.00 dan periode aktivitas mencari makan yang pendek (dari jam 6.00 sampai 12.00. Hal ini mungkin terjadi karena sedikitnya volume nektar yang dihasilkan (1.0 ± 0.04 ?l dan tingginya temperatur di Kununurra. Viabilitas polen yang tinggi (85 ± 3% menurun tajam menjadi 10 ± 3% dengan penyimpanan selama satu tahun pada suhu 4oC, tetapi hanya sedikit menurun menjadi 62 ± 3% pada suhu penyimpanan -20oC dan -80oC. Kunjungan lebah madu (Apis mellifera meningkatkan hasil panen biji dari 296 menjadi 4.981 g/pohon, tetapi hasil panen ini masih rendah dan sangat bervariasi.

  1. Analisis Laba Kotor Sebagai Salah Satu Alat Dalam Menetapkan Harga Jual Pada Perusahaan Telur Asin Eni Jayabrebes

    OpenAIRE

    Purwanto, Medi Tri

    2013-01-01

    The purpose of this research is: to know the methods of determining the selling price set by the company and setting the selling price set by the company. The method used is the case study company Eni Jaya regency, while the data collection methods used are surveys, interviews, questionnaires and research library. In analyzing the data using techniques seleisih gross profit, sales margin, the difference in cost of sales and net volume difference. From the analysis it can be concluded: (1) the...

  2. Evaluasi Proses Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Ptsp) dalam Rangka Perwujudan Good Governance (Studi Penelitian : Upt Ptsp Provinsi Jawa Tengah)

    OpenAIRE

    krisilvana, agnes anindita; Teguh yuwono; herawati, Nunik Retno

    2017-01-01

    In the current era of reform the system of government based on absolute good governance to be applied, especially in the implementation of public services. The implementation of public services no longer aims only to meet statutory or considers administrative matters alone, but about government accountability and promote community. Implementation of good governance should be applied at the One Stop Services (OSS) which is where the licensing services ranging from application stage to the stag...

  3. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahimin Affandi Abd. Rahim

    2010-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan data sekunder yang dianalisis kemudiannya bagi membentuk teori konsep fiqah semasa yang lebih bersesuaian dengan realiti Malaysia. Hasil kajian ini mendapati konsep fiqah semasa telah mula difahami oleh masyarakat Malaysia. Namun begitu, kelangkaan masih lagi wujud dalam soal pemantapan konsep fiqah semasa ini dari segi kerangka konsep, rasionaliti, pendekatan dan epistemologi, yang sepatutnya dijalankan oleh pihak Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA di Malaysia. Untuk itu, kajian ini telah cuba mengemukakan jalan penyelesaian kepada usaha pemantapan ini.This study aims to demonstrate the dynamism of the concept of Islamic fiqah in Malaysian Islamic law that emphasises the importance of the relationship between Allah and human beings. In this regard, this study hopes to show the dynamism of fiqah as a concept in Malaysia's Islamic legal system. The primary theory used here is the epistemology of Islamic law which determines that the sustainability of Islamic law can only be achieved by developing an epistemological framework (what, how and for what purpose in a clear manner. In order to achieve this objective, the study had collected both primary and secondary data. The data was subsequently analysed to formulate a contemporary theory of Islam fiqah that is better suited to Malaysian reality. The findings show that the proposed concept of contemporary Islamic fiqah has begun to be understood by Malaysian society. However, the reinforcement of the contemporary fiqah concept is still rarely undertaken in terms of the concept framework, rationality, approach and epistemology that should have been done by the institutions of higher learning in Malaysia. For this purpose, this study has attempted to offer solutions to the effort of reinforcing the said concept.

  4. OSOB NGALAMAN (BAHASA SLANG ASAL MALANG SEBAGAI SALAH SATU I-CON MALANG (Studi Struktur Osob Ngalaman, dalam Sosial Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aji Setyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Malang raya as a place of a tourist destination , must always be innovating and innovation to keep the existence and increase the appeal for tourists. One thing that should not be forgotten is that Malang has Osob Ngalaman or language Malangan. That language has two the main characteristics namely: typical language Malang / the dialect of malang (osob ngalaman and their language Walikan. Both are fused and inseparable in language usage , both in oral and written. This research is a qualitative descriptive study aims to determine the dialect Malangan covering the structure of words, phrases and grammatical structure of the language used by people in the social network community. These results indicate that the structure of the word in Osob Ngalaman, there are variety of structures, even there is no rule of words between the speakers and the other said flipping the different words. In addition to reverse the order of the letters in the words, in Osob Ngalaman also contained original words such as Genaro, Lawet, Sibun. OsobNgalaman used the words of a language, 2 or even 3 languages (Java, Bahasa, and English. There are sentences that all words are reversed. Generally, not all the words revesed. Number of words that reversed also varies its speakers depends. For the benefit of tourism promotion and sustainability Osob Ngalaman it is necessary to stipulate or established institution OSOB NGALAMAN CENTER. It has a duty major: documenting Osob Ngalaman; conducted a study of continuous to the development of Osob Ngalaman; Formulating simple textbook, making a Osob Ngalaman dictionary; became the central of learning Osob Ngalaman ; designing and planning to using Osob Ngalaman as means of Malang tourism promotion.

  5. Konsep Fiqah Malaysia dalam Perundangan Islam: Satu Pengenalan (The Concept of Malaysian Fiqah in Islamic Law: An Introduction)

    OpenAIRE

    Rahimin Affandi Abd. Rahim; Shamsiah Mohamad; Paizah Ismail; Nor Hayati Mohd Dahlal

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan sifat dinamik konsep fiqah dalam sistem perundangan Islam Malaysia yang menekankan kepentingan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk. Teori utama yang digunakan adalah teori epistemologi hukum Islam yang menetapkan bahawa sifat kelestarian sistem hukum Islam hanya boleh dicapai melalui pembentukan kerangka epistemologi (apa, bagaimana dan untuk tujuan apa) yang jelas. Bagi mencapai objektif, kajian ini menggunakan kaedah pengumpulan data primer dan da...

  6. PENGATURAN CITY HOTEL BERKARAKTER CHAIN HOTEL SEBAGAI SALAH SATU BENTUK USAHA JASA PARIWISATA DI INDONESIA (STUDI KASUS DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Suksma Prijandhini Devi Salain

    2015-12-01

    Full Text Available Bali is one of the favorite tourism destinations in the world give benefits as well as loss for Indonesia and Bali particularly. As a tourism place, a lot of Hotels are established in Bali, especially the chain hotels, such as Aston, Ibis, Harris, Fave or Horrison Hotel. Existence of the chain hotels is causing unfair competition with the local hotels. They have different standards in competitive prices. Especially in Bali, there is no regulation that regulates the chain hotels. According to those conditions, it really need to conduct a normative research of the chain hotels regulations within international, national and  local Balinese instruments.

  7. Novasi Sebagai Salah Satu Upaya Penyelesaian Kredit Macet Oleh Bank (Studi Pada Pt Bank Mandiri Cabang Medan)

    OpenAIRE

    Sofianna Haulihan Pasaribu

    2010-01-01

    Usaha pokok bank adalah sektor perkreditan dan pendapatan bank yang terbesar berasal dari sektor perkreditan. Setelah dilakukan analisis kredit, dan kredit dinyatakan layak untuk diberikan kepada calon debitur, kemungkinan pengembaliannya kelak mengalami kemacetan selalu ada. Terjadinya kemacetan pengembalian kredit mungkin disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian dari pihak bank sendiri atau dari pihak nasabah, atau karena keadaan memaksa (force majure). Usaha yang dilakukan untuk menangani ...

  8. Efektifitas Pemberlakuan Sistem Satu Arah pada Jalan Indraprasta Kota Semarang dalam Rangka Pemerataan Sebaran Beban Lalu Lintas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Purwanto

    2016-06-01

    Full Text Available The traffic problems in a big city such as Semarang generally caused by the typical situation like overcrowding at peak hours. To overcome this problem, Semarang Government has implemented “One Way System” on the Indraprasta Street section without providing road partner. This study is intended to identify the effectiveness of this policy. The following streets were reviewed: Indraprasta, Imam Bonjol, Mgr. Soegiyopranoto, and Pierre Tendean. Further, the intersections which studied are Indraprasta-Imam Bonjol-Pierre Tendean and Tugu Muda. Traffic survey data were collected in the morning and afternoon peak hours. Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 was used in the data analysis procedure. This short-term study was conducted by simulating the proposed scenario and compared with the existing situations.In conclusion, “One Way System” on Indraprasta Street section is assessed not effective due to its relatively small degree of saturation, while Mgr. Soegiyopranoto Street has a large degree of saturation. Therefore, the one-way system to Imam Bonjol Street and Mgr. Soegiyopranoto Street also needed to implement and form a “rotary link“. In addition, enacting contraflow for public transport on Soegiyopranoto Street and Imam Bonjol Street is necessary, also the arrangement of signals and geometric in the intersection that linked those three streets.

  9. PERENCANAAN STRATEGI BERSAING SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PESERTA DIDIK BARU DI SALAH SATU SEKOLAH SWASTA SALATIGA 1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Made Dwi Kamayuda

    2016-06-01

    Full Text Available This study aimed to develop competitive strategy planning in increasing number of new students in one of private schools in Salatiga. The Design of the study is research & development, but it is limited to the product design stage alone that produce schools competitive strategy planning in increasing the number of new students. Research instruments for gathering data are observation, interviews, FGD and study documents. Data Analysis used SWOT analysis to analyze the internal and external factors such as the school's strengths, weaknesses, opportunities and threats in determining the appropriate competitive strategies for schools. The result of SWOT analysis indicated that the school is in quadrant position SO (Strength Opportunity, which supports an aggressive strategy by using the power of the internal environment of the school to seize the opportunities from external environment. Competitive strategy planning of the school which suggested is differentiation strategy namely: making program "community service" in the form of "students service community", building cooperation and trust with the two primary schools under the same foundation, forming clubs academic achievement and non-academic, maximizing learning extracurricular through the program of "students exhibition" that can also be a program of "open house" of the school, maximizing the potential of teachers through seminars, training or workshops, maximizing the facility orphanage, making a jointly program of "parents & students fun day", socializing to public and private schools, churches and Christian communities regularly.

  10. Pengaruh Penggunaan Media Konvensional Dan New Media Terhadap Tingkat Sosialisasi Politik Mahasiswa Fisip Undip (Studi Kasus Mahasiswa Strata Satu)

    OpenAIRE

    Triwijanarko, Ramadhan; Utomo, Susilo; Widayati, Wiwik

    2013-01-01

    Political socialization is a process of how the political system introduced to someone,and how to determine the person's response and reaction to the political phenomenon. One of theagents of political socialization is the mass media. In the modern era of mass media has beendivided into two camps, the conventional media and new media. Widespread development oftechnology and inexpensive price make the new media accessible to many people. Whileconventional media slowly began to incontestably wi...

  11. MEMAJUKAN KABUPATEN MISKIN DENGAN COMPETITIVE ADVANTAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizanda Machmud

    2007-03-01

    Full Text Available Kemiskinan merupakan hulu dari berbagai permasalahn yang ada seperti tingginya angka kesakitan dan kematian, pengangguran, gizi buruk , rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Upaya menghilangkan kemiskinan dirasakan selama ini masih dalam bentuk parsial, belum secara holistik. Pada makalah ini diberikan suatu pemikiran pentingnya keunggulan bersaing suatu daerah (yang merupakan tipikal masing masing daerah dengan melakukan clustering, dalam memajukan kabupaten tersebut. Tidak ada pola satu resep untuk penanggulangan kemiskinan ini, penanganan kemajuan suatu kabupaten harus sesuai dengan pola individualistik kabupaten masing-masing.

  12. Pengumuman Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Bank Indonesia sebagai Upaya untuk Melakukan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (Suatu Tinjauan dari Sisi Audit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barbara Gunawan

    2015-12-01

    Full Text Available Peralihan dari ordebaru ke orde reformasi berimplikasi pada tuntutan untuk melakukan perbaikan fundamental di segala bidang dan institusi pemerintahan, termasuk Bank Indonesia (BI. BI sebagai bank sentral yang selama orde baru memiliki kesan tertutup dan selalu dipandang berhasil dalam menjalankan fungsinya, kini mendapat tuntutan gencar untuk melakukan upaya keterbukaan dan dipertanyakan akuntabilitasnya. Salah satu perwujudan akuntabilitas BI adalah dilakukannya audit terhadap BI oleh auditor independen dan mengumumkan hasilnya pada masyarakat luas. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan terhadap kinerja BI, khususnya pengumuman hasil audit BPK, dari sisi audit. 

  13. ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERAWATAN GIGI DI KLINIK GIGI MY DENTAL CARE SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adityarani Putranti

    2016-10-01

    Full Text Available Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan jasa layanan kesehatan membuat ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan yang baik juga semakin tinggi. Pelayanan gigi dan mulut, merupakan salah satu pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat. Klinik gigi My Dental Care Surabaya merupakan salah satu klinik gigi yang terletak di Surabaya Selatan. Klinik Gigi My Dental Care memiliki permasalahan belum tercapainya target jumlah kunjungan pasien sebesar 120 pasien per bulan selama tahun 2013-2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pengumpulan data secara cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dan jumlah sampel sebesar 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang melakukan perawatan gigi di Klinik Gigi My Dental Care Surabaya. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, Klinik Gigi My Dental Care Surabaya

  14. Iman Kristen dan Akal Budi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermanto Suanglangi

    2005-04-01

    Full Text Available Apakah iman bertentangan dengan rasio atau akal budi, ataukah rasio adalahsesuatu yang tidak bersangkut paut dengan iman? Pertanyaan ini pertanyaan klasik di dalam kekristenan, oleh karena pertanyaan ini telah mempengaruhi agama Kristen selama berabad-abad lamanya. Dari pertanyaan di atas muncul dua macam ekstrim yang berbeda, di nurna ada yang memandang bahwa orang Kristen harus menekankan iman sebagai satu-satunya pokokyang harus menjadi landasan dalam kehidupan orang Kristen sehingga tidak menekankan rasio. Di lain pihak, ada yang menjadikan rasio sebagai satu-satunya standar segala sesuatu, kalau tidak masuk akal maka itu bukan kebenaran, seperti yang diungkapakan Immanuel Kant "gunakanlah rasiomu setinggi mungkin", bahkan Rene Descartes berkata, "Cogito ergo sum,I think therefore I am. I am am thinking being", sehingga segala sesuatu menjadi objek pikiran termasuk Allah, inilah pikiran era Rasionalisme.

  15. PENGAJARAN BAHASA DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF: Analisis atas Teori Transformatif-Generatif Noam Chomsky

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alif Cahya Setiadi

    2016-08-01

    Full Text Available Sebagai alat interaksi verbal, bahasa dapat dikaji secarainternal maupun secara eksternal. Secara internal kajian dilakukanterhadap struktur internal bahasa itu mulai dari strukturfonologi, morfologi, sintaksis, sampai struktur wacana. Kajiansecara eksternal berkaitan dengan hubungan bahasa denganfaktor-faktor atau hal-hal yang ada di luar bahasa, seperti faktirsosial, psikologi, seni dan sebagainya.Pembelajaran bahasa sebagai salah satu masalah komplekmanusia karena hal ini termasuk kajian bahasa internal maupuneksternal yang berkenaan dengan masalah bahasa dan kegiatanberbahasa. Sedangkan kegiatan berbahasa itu bukan hanyaberlangsung secara mekanistik tetapi juga secara mentalistik.Artikel ini mencoba menguraikan suatu bentuk pendekatankomunikatif yang diusung dalam teori transformativegeneratifmenurut Noam Chomsky, seorang linguis Amerika.Hal ini diharapan agar pembelajaran bahasa mampu memperkayapendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasadan tidak terpaku pada satu jenis pendekatan yang selama inidigunakan. Sehingga mampu menghadirkan suasana belajarbahasa yang komunikatif dan mencapai sasaran.

  16. Revision de las especies del genero Hyperdidelphys Ameghino, 1904 (Mammalia, Marsupialia, Didelphidae. Su significacion filogenetica, estratigrafica y adaptativa en el neogeno del Cono Sur Sudamericano

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pardiñas, U. F. J.

    1996-12-01

    Full Text Available All species of fossil marsupials belonging to the genus Hyperdidelphys Ameghino, 1904 (Didelphidae, Didelphinae, Didelphini are analyzed and rediagnosed: H. inexpectata (Ameghino, 1889, H. pawula (Rovereto, 1914, H. pattersoni (Reig, 1952 and the new species H. dimartinoi. The biochron of this genus spans from the Late Miocene (Huayquerian StageIAge to the Late Pliocene (Chapadmalalan StageIAge; al1 records referable to species of Hyperdidelphys come from central and northwestern Argentine localities. Hyperdidelphys and Lutreolina conform a monophyletic group among the Didelphini, being Lutreolina the plesiomorphic sister group of Hyperdidelphys. H. pattersoni is the sister group of a clade including two monophyletic groups: H. pawula on one side, and H. inexpectata + H. dimartinoi sp. nov. on the other. Several taxa previously referred to this genus are discussed and excluded from it: (1 «Hyperdidelphys brachyodonta» (Reig, 1952 is a junior synonym of Didelphis crucialis Ameghino,1904; (2 «Hyperdidelphys biforata» (Ameghino, 1904 is a species of Lutreolina (L. biforata n. comb., and (3 «Paradidelphys nodosa» Ameghino, 1904 is a junior synonym of Thylophorops perplana (Ameghino, 1904 n. combo The biostratigraphic significance of the species of Hyperdidelphys in the Late Cenozoic of Southern South America remains unelear: their record in Neogene levels is unfrequent, the identification of two of the four species (H. parvula and H. inexpectata is complex on the basis of known materials, and the biochrones of three of them are not restricted but inelude relatively wide time spans. Carnivorous adaptations of species of Hyperdidelphys correlate with the decline of Sparassodont marsupials in late Miocene-Pliocene times, a process that was previous to the arrival in South America of inmigrant placental carnivores of Holarctic origin by the stablishment of the intercontinental Panamanian land bridge.Se analizan y diagnostican nuevamente todas las especies de marsupiales fósiles asignable al género Hyperdidelphys Ameghino, 1904 (Didelphidae, Didelphinae, Didelphini: H. inexpectata (Ameghino, 1889, H. pawula (Rovereto, 1914, H. pattersoni (Reig, 1952 y la nueva especie H. dimartinoi. El biocrón del género se extiende desde el Mioceno tardío (PisoIEdad Huayqueriense hasta el Plioceno tardío (PisotEdad Chapadmalalense; la totalidad de los registros procede de yacimientos del centro y noroeste del territorio argentino. Hyperdidelphys y Lutreolina conforman un grupo monofilético en el contexto de los Didelphini, siendo Lutreolina el grupo hermano plesiomorfo de Hyperdidelphys. Entre los representantes de este género, H. pattersoni es el grupo hermano de un clado conformado por dos grupos monofiléticos, uno integrado por H. pawula y el otro por H. inexpectata + H. dimartinoi. Se descartan varios taxones previamente referidos a este género: (1 Hyperdidelphys brachyodonta» (Reig, 1952 es un sinónimo junior de Didelphis crucialis Ameghino, 1904; (2 Hyperdidelphys biforata (Ameghino, 1904 es una especie de Lutreolina (L. biforata n. comb., y (3 «Paradidelphys nodosu» Ameghino, 1904 es un sinónimo junior de Thylophorops perplana (Ameghino, 1904, n. comb. Es poco clara la significación bioestratigráfica de las especies de Hyperdidelphys en el contexto del Cenozoico tardío del Cono Sur sudamericano: su registro en los distintos niveles es poco frecuente, la identificación de dos de ellas (H. inexpectata y H. parvula es compleja sobre la base de las estructuras confrontables, y los biocrones de casi todas son poco restringidos en el marco estratigráfico de referencia. Las adaptaciones carnívoras de las especies de Hyperdidelphys se corresponden con un proceso general de declinación de los marsupiales Sparassodonta hacia el Mioceno tardío y Plioceno de América del Sur, un proceso que precedió a la llegada de los carnívoros placentarios inmigrantes de origen holártico a partir del establecimiento del puente panameño entre ambas Américas.

  17. Chromosome evolution in kangaroos (Marsupialia: Macropodidae): cross species chromosome painting between the tammar wallaby and rock wallaby spp. with the 2n = 22 ancestral macropodid karyotype.

    Science.gov (United States)

    O'Neill, R J; Eldridge, M D; Toder, R; Ferguson-Smith, M A; O'Brien, P C; Graves, J A

    1999-06-01

    Marsupial mammals show extraordinary karyotype stability, with 2n = 14 considered ancestral. However, macropodid marsupials (kangaroos and wallabies) exhibit a considerable variety of karyotypes, with a hypothesised ancestral karyotype of 2n = 22. Speciation and karyotypic diversity in rock wallabies (Petrogale) is exceptional. We used cross species chromosome painting to examine the chromosome evolution between the tammar wallaby (2n = 16) and three 2n = 22 rock wallaby species groups with the putative ancestral karyotype. Hybridization of chromosome paints prepared from flow sorted chromosomes of the tammar wallaby to Petrogale spp., showed that this ancestral karyotype is largely conserved among 2n = 22 rock wallaby species, and confirmed the identity of ancestral chromosomes which fused to produce the bi-armed chromosomes of the 2n = 16 tammar wallaby. These results illustrate the fission-fusion process of karyotype evolution characteristic of the kangaroo group.

  18. Análisis cladístico, paleoecología y extinción de la subfamilia Pichipilinae (Marsupialia, Caenolestidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ortiz Jaureguizar, E.

    1997-04-01

    Full Text Available The extinct subfamily Pichipilinae is a monophyletic group that comprise three genera and six species of small marsupials that lived on Southern South America from early Colhuehuapian (early Miocene to Montehermosan (late Pliocene land-mammal «ages». A cladistic analysis of the Pichipilinae was carried out using sixteen dental characters, and the six species considered as terminal taxa. Apomorphic character states were identified using the subfamily Caenolestinae as outgroup. The analysis yielded one cladogram, with 16 steps, a consistency index of 0.93, and a retention index of 0.83. In this cladogram: 1 Phonocdromus gracilis is the sister group to the other Pichipilinae species; 2 Pichipilus halleuxi + Pliolestes tripotamicus and Pichipilus rigssi + Pichipilus centinelus + Pichipilus osborni are two sistergroups, and 3 the relationship among Pichipilus rigssi + Pichipilus centinelus + Pichipilus osborni is unresolved. The results of the cladistic analysis support the previous hypothesis of a close phylogenetic relation between Pliolestes tripotamicus and Pichipilus halleuxi. It is probably that new and more complete fossil specimens of Pichipilus halleuxi allow: a to include this species in Pliolestes; or b to include Pliolestes tripotamicus in Pichipilus. It is possible to infer that Pichipilinae were scansorial, nocturnal and insectivorous- frugivorous mammals, that lived on wet and warm-temperate climatic conditions. Probably, its extinction was related to the climatic-environmental changes occurred on Southern South America during the middle Miocene-late Pliocene span.La subfamilia Pichipilinae es un grupo monofilético que comprende tres géneros y seis especies de pequeños marsupiales extinguidos, que habitaron el extremo austral de América del Sur desde la «Edad-mamífero» Colhuehuapense (Mioceno temprano hasta la Montehermosense (Plioceno tardío. Se realizó un análisis cladístico de los Pichipilinae empleando dieciséis caracteres dentales, y las seis especies conocidas fueron consideradas como taxones terminales. Los caracteres apomórficos fueron identificados utilizando a la subfamilia Caenolestinae como grupo externo. El análisis produjo un cladograma, con 16 pasos, un índice de consistencia de 0,93 y un índice de retención de 0,83. En este cladograma: 1 Phonocdromus gracilis es el grupo hermano de las restantes especies de Pichipilinae; 2 Pichipilus halleuxi + Pliolestes tripotamicus y Pichipilus rigssi + Pichipilus centinelus + Pichipilus osborni son dos grupos hermanos y 3 la relación entre Pichipilus rigssi + Pichipilus centinelus + Pichipilus osborni no está resuelta. Los resultados del análisis cladístico soportan la hipótesis previa de una estrecha relación filogenética entre Pliolestes tripotamicus y Pichipilus halleuxi. Es posible que nuevos y más completos especímenes fósiles de Pichipilus halleuxi permitan: a incluir esta especie en Pliolestes; o b incluir a Pliolestes tripotamicus en Pichipilus. Es posible inferir que los Pichipilinae fueron mamíferos escansoriales e insectívoro-frugívoros, que vivieron bajo condiciones climático-ambientales húmedas y templado-cálidas. La extinción de estos marsupiales estuvo relacionada probablemente con los cambios climático-ambientales ocurridos en la porción austral de América del Sur durante el lapso Mioceno medio-Plioceno.

  19. Turgida turgida (Nematoda: Physalopteridae parasitic in white-bellied opossum, Didelphis albiventris (Marsupialia: Didelphidae, state of Mato Grosso do Sul, Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roberta M.P. Humberg

    2011-01-01

    Full Text Available Turgida turgida have been largely reported parasitizing Didelphis species in North and South America based on light microscopy observation. However, the features that differentiate T. turgida from other physalopterid species should be observed using scanning electron microscopy (SEM. A female white-bellied opossum, Didelphis albiventris, arrived dead at the Centro de Reabilitação de Animais Silvestres (CRAS in the municipality of Campo Grande, state of Mato Grosso do Sul, Brazil. During the necropsy, adult nematodes were collected from stomach and intestine. The nematodes were determined to be adult specimens and submitted to SEM for the species determination. This is the first report of T. turgida confirmed by SEM in the Neotropical region and the first report in an urban area in the state of Mato Grosso do Sul, Brazil.

  20. Rilleyella petauri gen. nov., sp. nov. (Pentastomida : Cephalobaenida from the lungs and nasal sinus of Petaurus breviceps (Marsupialia : Petauridae in Australia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Spratt D.M.

    2003-09-01

    Full Text Available A new cephalobaenid pentastome, Rileyella petauri gen. nov., sp. nov. from the lungs and nasal sinus of the petaurid marsupial, Petaurus breviceps, is described. It is the smallest adult pentastome known to date, represents the first record of a mammal as the definitive host of a cephalobaenid and may respresent the only pentastome known to inhabit the lungs of a mammal through all its instars, with the exception of patent females. Adult males, non-gravid females and nymphs moulting to adults occur in the lungs; gravid females occur in the nasal sinus. R. petauri is minute and possesses morphological features primarily of the Cephalobaenida but the glands in the cephalothorax and the morphology of the copulatory spicules are similar to some members of the remaining pentastomid order, the Porocephalida. This unusual combination of features distinguish the new genus from other genera in the Cephalobaenida. The occurrence of only seven fully-formed larvae in eggs in the uterus, each representing about 10 % of the length of the patent female, and her presence in the nasal sinus of a dependent juvenile P. breviceps (36 gm implies a direct life cycle.

  1. Light microscopic and autoradiographic study of the subcommissural organ and the post-subcommissurral area in the native cat, Dasyurus hallucatus (Dasyuridae, Marsupialia)

    International Nuclear Information System (INIS)

    Ueck, M.; Hoefner, A.J.

    1987-01-01

    In Dasyurus hallucatus the subcommissural organ (SCO) cells differentiate around the 22nd day after gestation (a.g.). 3 H-thymidine studies demonstrate no multiplication of differentiated SCO cells. The cells of the lateral part of the organ multiply longer than the cells of the medial part. Beside the secretion into the cerebrospinal fluid, the subcommissural organ cells possess intimate contact with their basal processes to leptomeningeal blood vessels. Between the 40th and 100th day a.g., but not in adults, a concentration of cells like the tail of a comet is demonstrated in the dorsomedian wall of the aquaeduct of Sylvii. (author)

  2. Optimasi Perencanaan Jumlah Base Transceiver Station (BTS dan Kapasitas Trafik BTS Menggunakan Pendekatan Goal Programming pada Sistem Telekomunikasi Seluler Berbasis GSM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Fajrul Hakim

    2012-09-01

    Full Text Available Jumlah pengguna telepon seluler GSM telah mencapai 229.4 juta pada tahun 2011. Hal ini menyebabkan operator seluler GSM harus bisa memenuhi kebutuhan trafik pengguna. Pemenuhan kebutuhan jaringan dilakukan dengan membangun infrastruktur jaringan, salah satunya adalah BTS. BTS biasanya dibangun untuk dapat menampung trafik pengguna selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan pembangunan BTS diusahakan membutuhkan seminimal mungkin perangkat keras jaringan tetapi dapat memenuhi semaksimal mungkin kapasitas trafik yang ada. Untuk melaksanakan perencanaan tersebut dibutuhkan optimasi jumlah dan trafik BTS dalam satu wilayah. Optimasi tersebut mencakup dua fungsi tujuan. Salah satu metode optimasi yang mampu menangani kasus multi tujuan adalah metode goal programming. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan kapasitas trafik yang bisa menampung semua permintaan trafik dari pengguna telepon seluler dan menentukan kapasitas total trafik BTS yang tidak melebihi total kapasitas yang dimiliki masing-masing BTS. Dalam pengerjaan tugas akhir ini, permintaan trafik diramalkan selama 10 tahun mendatang. Hasil peramalan digunakan sebagai batasan dari fungsi tujuan. Kemudian model optimasi dibuat dalam bentuk program linear, lalu diubah sesuai metode goal programming. Model yang terbentuk diselesaikan menggunakan program komputer. Dari hasil penelitian dan perhitungan diperoleh bahwa metode goal programming dapat dijadikan sebagai metode untuk menyelesaikan multi tujuan.

  3. PERBEDAAN MUSIM TANAM TERHADAP PERFORMA BUDIDAYA EMPAT VARIAN RUMPUT LAUT EUCHEUMATOIDS DI TELUK GERUPUK, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2014-08-01

    Full Text Available Musim tanam rumput laut di perairan Teluk Gerupuk dikelompokkan menjadi musim produktif dan non-produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan performa budidaya dari empat varian rumput laut: Kappaphycus alvarezii varian Tambalang dan Maumere, Eucheuma denticulatum, dan K. striatum yang dibudidayakan di perairan Teluk Gerupuk dengan metode long line pada musim tanam yang berbeda. Pengamatan terhadap parameter performa budidaya meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa, dan produksi rumput laut, yang dilakukan setiap 15 hari sekali selama masa budidaya yaitu 45 hari per siklus. Pengamatan dilakukan selama tiga siklus tanam dari bulan Juli-Desember. Analisis ragam (ANOVA dengan rancangan acak lengkap faktorial dan uji lanjut Tukey Test dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan varian rumput laut dan periode musim tanam terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim tanam (produktif dan non-produktif merupakan salah satu aspek penting yang berpengaruh nyata terhadap performa budidaya rumput laut (P<0,05. Dari keempat varian yang dibudidayakan, E. denticulatum merupakan varian yang memiliki performa terbaik yang berbeda nyata dengan ketiga varian lainnya (P<0,05, baik pada musim produktif maupun musim non-produktif. Pemilihan varian rumput laut yang tepat dengan tingkat pertumbuhan dan daya adaptasi yang lebih baik terhadap perbedaan kondisi lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan budidaya rumput laut.

  4. PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ADSORBEN BIJI TREMBESI TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM KROMIUM (CR TOTAL PADA LIMBAH INDUSTRI SASIRANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Indah hayati

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak- Proses pembuatan kain sasirangan menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan dan pencelupan kain. Salah satu polutan yang terkandung pada limbah cair industri sasirangan adalah logam Cr. Reduksi logam Cr total limbah cair industri sasirangan dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben dari biji Trembesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi adsorben 1, 2, 3 dan 4% w/v terhadap proses reduksi logam Cr total industri sasirangan. Variasi konsentrasi adsorben yang digunakan sebesar 1 g/100 mL, 2 g/100 mL, 3 g/100 mL dan 4 g/100 mL limbah sasirangan dengan pengadukan selama 30 menit pada 100 rpm suhu 55oC dengan ukuran adsorben 250 mikron. Proses pirolisis berlangsung selama 5 jam dengan suhu operasi 450oC. Adsorben diaktifkan menggunakan HCl 0,1 N yang berlangsung selama 24 jam. Analisa yang dilakukan yaitu ICP (Inductively Coupled Plasma untuk mengetahui kadar logam yang masih tersisa didalam limbah setelah dilakukannya proses adsorpsi. Semakin banyak jumlah adsorben yang ditambahkan maka penurunan konsentrasi logam Cr dalam air limbah semakin besar. Hasil penelitian diperoleh penurunan konsentrasi logam Cr maksimum sebesar 82,65%. Konsentrasi logam Cr mula-mula pada limbah cair kain sasirangan sebesar 2 ppm dan penurunan konsentrasi logam Cr maksimum pada penambahan adsorben 2 g sebesar 0,347 ppm.

  5. STUDI BANDING PELAPISAN MATERIAL SKD11 DENGAN METODE PHYSICAL VAPOUR DEPOSITION DAN THERMAL DIFUSION PADA KOMPONEN INSERT DIES MESIN STAMPING PRESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robertus Suryo Bisono

    2017-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan pelapisan menggunakan Titanium Alumunium Nitrid (TIAlN dengan metode PVD Coating (Physical Vapour Diposition dan TD (Thermal Difusion  untuk perlakuan permukaan baja perkakas SKD11 sebagai material Insert Die komponen mesin Stamping Press setelah perlakuan hardening. Perlakuan permukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas permukaan khususnya kekerasan dan perubahan struktur mikro yang terjadi. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari perlakuan permukaan tersebut dilakukan dengan memvariasi waktu proses, masing masing 2 sample diproses pada 4 jam, 5 jam dan 6 jam dengan temperatur  proses masing-masing  400ᴼ C. Kemudian satu dari tiap variable sample tersebut di panaskan pada suhu 1000ᴼ C selama 1 jam, pendinginan dilalukan dengan udara bebas tanpa proses quenching Untuk mengetahui hasilnya dilakukan uji kekerasan mikro Vickers, pengamatan struktur mikro Scanning Eectron Microscope (SEM, dan pengujian komposisi dengan Energy Defersif Sepectroscopy (EDS untuk mengetahui tingkat penyerapan material terdifusi. Hasil menunjukan bahwa SKD11 yang dilapisi TiAlN dengan metode PVD selama 6 jam menghasilkan lapisan yang paling keras yaitu 1363 HV dengan ketebalan lapisan 5,3µm. Proses pemanasan 1000⁰C selama 1 jam pada sample mengakibatkan penurunan kekerasan sample dan lapisan permukaan sample menjadi lebih tebal hingga 50µm. Penambahan lapisan diakibatkan oleh terdifusinya atom atom yang menyusun lapisan TiAlN ke dalam substrat serta keluarnya atom atom penyusun lapisan hingga membentuk lapisan kompleks.

  6. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  7. PENGARUH INTENSITAS RADIASI SAAT GERHANA MATAHARI CINCIN TERHADAP BEBERAPA PARAMETER CUACA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wido Hanggoro

    2014-06-01

    Full Text Available Pengamatan pengaruh kejadian gerhana matahari terhadap perubahan parameter-parameter cuaca seperti temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin serta tekanan udara dilakukan di Gunung Sugih, Lampung pada tanggal 26 Januari 2009. Pengamatan dilakukan sebelum, selama dan sesudah kejadian gerhana matahari menggunakan stasiun pengamatan cuaca otomatis (AWS secara periodik dengan interval pengamatan satu jam dan 10 detik-an. Dari data yang diperoleh, tekanan udara dan kelembaban udara meningkat selama kejadian gerhana. Namun dari beberapa faktor cuaca yang diamati, hanya suhu udara dan tekanan udara yang mempunyai hubungan yang cukup besar dengan gerhana matahari. Penurunan suhu sebesar 4-5°C terjadi selama kejadian gerhana dan mencapai titik minimum 5 menit setelah kejadian gerhana.   The changes of meteorological parameters such as temperature, relative humidity, wind speed and barometric pressure observed during annular eclipse January 26, 2009 at Gunung Sugih, Lampung. Meteorological observation were made before, during and after the annular eclipse using Automatic Weather Station and periodically measured with hourly and ten seconds interval. From the data, both barometric pressure and relative humidity respectively increased during the annular eclipse but only air temperature and relative humidity have a strong relationship with annular eclipse. The air temperature decreased 4-5°C and reaches the minimum value just 5 minutes after annular eclipse.

  8. Pengaruh Pelapis Bionanokomposit terhadap Mutu Mangga Terolah Minimal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ata Aditya Wardana

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract Minimally-processed mango is a perishable product due to high respiration and transpiration and microbial decay. Edible coating is one of the alternative methods to maintain the quality of minimally - processed mango. The objective of this study was to evaluate the effects of bionanocomposite edible coating from tapioca and ZnO nanoparticles (NP-ZnO on quality of minimally - processed mango cv. Arumanis, stored for 12 days at 8°C. The combination of tapioca and NP-ZnO (0, 1, 2% by weight of tapioca were used to coat minimally processed mango. The result showed that application of bionanocomposite edible coatings were able to maintain the quality of minimally-processed mango during the storage periods. The bionanocomposite from tapioca + NP-ZnO (2% by weight of tapioca was the most effective in reducing weight loss, firmness, browning index, total acidity, total soluble solids ,respiration, and microbial counts. Thus, the use of bionanocomposite edible coating might provide an alternative method to maintain storage quality of minimally-processed mango. Abstrak Mangga terolah minimal merupakan produk yang cepat mengalami kerusakan dikarenakan respirasi yang cepat, transpirasi dan kerusakan oleh mikroba. Edible coating merupakan salah satu alternatif metode untuk mempertahankan mutu mangga terolah minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pelapis bionanokomposit dari tapioka dan nanopartikel ZnO (NP-ZnO terhadap mutu mangga terolah minimal cv. Arumanis yang disimpan selama 12 hari pada suhu 8oC. Kombinasi dari tapioka dan NP-ZnO (0, 1, 2% b/b tapioka digunakan untuk melapisi mangga terolah minimal. Hasil menunjukkan bahwa pelapisan bionanokomposit mampu mempertahankan mutu mangga terolah minimal selama penyimpanan. Bionanokomposit dari tapioka + NP-ZnO (2% b/b tapioka paling efektif dalam menghambat penurunan susut bobot, kekerasan, indeks pencoklatan, total asam, total padatan terlarut, respirasi dan total

  9. PERUBAHAN KOMPOSISI VOLATIL DAGING BUAH MANGGA "KENSINGTON PRIDE" SELAMA PEMASAKAN [Changes in Volatile Compound Composition of Kensington Pride Mango Pulp During Fruit Ripening

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herianus J.D Lalel

    2003-08-01

    Full Text Available Volatile compounds of ‘Kesington Pride’ mango produced from the pulp during fruit ripening were studied using headspace solid-phase microextraction (SPME as a sampling method and gas chromatography with a flame ionisation detector (GC-FID and gas chromatography mass spectrophotometry (GC-MS for analysis. Ethylene production and respiration reached a peak on the second and third day of ripening, respectively. Seventy-eight volatile compounds were identified from the pulp of ‘Kesington Pride’ mango; however, only 73 volatile compounds were present in notable amount. The most abundant group of volatile compounds was monoterpenes, accounting for abaout 44% of the total identified compounds, followed by sesquiterpenes (19%, aldehydes (11%,esters (10% aromatics (8%, alcohol (2%, ketones (2%, alkanes (1% and norisoprenoid (1%. -Terpinolene was the major compound during ripening. Except for -pinene, 3,7-dimethl-1,3,7-octatriene, 4-methl-1 (1-methylethylidene-cyclohexene, p-mentha-1,5,8-triene, aloocimene, the concentration of all other monoterpenes increased for the first six or eight days and decreased afterwards. All sesquiteroenes, p-cymene, p-cymen-9-ol,2-ethyl-1,4-dimethl benzene also increased during ripening and peaked on day four, six or eight of ripening. Ketones, aldehydes alkane and cis-3-hexenol, on the other hand, decreased during ripening. Ethanol, esters and norisoprenoid increased quite sharply at the end of ripening period.

  10. SENSORY EVALUATION AND SURVIVAL OF PROBIOTICS IN MODIFIED BANANA FLOUR YOGHURT DURING STORAGE [Evaluasi Sensori dan Sintasan Probiotik dalam Yoghurt Tepung Pisang Modifikasi selama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widaningrum3

    2013-06-01

    Full Text Available Modified uli banana flour (MUBF rich in resistant starch as prebiotic source was formulated in yoghurt making to substitute skim milk at various concentrations i.e. 40, 50, 60, and 70%. Yoghurts were prepared using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus as the starter cultures. The objective of this study was to determine the maximum MUBF concentration to produce yoghurt with good sensory quality and good number of surviving probiotics (Bifidobacterium bifidum and Lactobacillus plantarum BSL in non-pasteurized and pasteurized (90ºC, 30 minutes MUBF yoghurt during 4 week of storage at 10ºC. Hedonic rating and ranking test on yoghurt attributes (aroma, taste, consistency, texture, color and overall preference performed by 35 untrained panelists showed that yoghurt produced with 70% MUBF substitution achieved good preferences in all of the attributes ranging from neutral to like. The pH value of the product decreased with increase in MUBF concentration. In addition, titratable acidity (TA, expressed as % lactic acid, increased. Survival of both probiotics in 70% MUBF yoghurt either in the pasteurized synbiotic or non-pasteurized yoghurts were still relatively high at week 4. The yoghurt still contains 108 CFU/ml of lactic acid bacteria, although this was a log decrease from the initial count. Therefore, the MUBF yoghurt was promising as synbiotic yoghurt based on the probiotic counts throughout 4 week of storage, which was higher than the minimum level recommended (106 CFU/ml to provide the beneficial effect.

  11. HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN IBU SELAMA KEHAMILAN DAN PEMBERIAN ASI PERTAMA KALI SETELAH MELAHIRKAN (ASSOCIATION OF MATERNAL FOOD CONSUMPTION DURING PREGNANCY AND THE FIRST TIME BREASTFEEDING AFTER DELIVERY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjetjep Syarif Hidayat

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Ability to produce breast-milk is to some extent dependent on the storage of material from the mother's food during the prenatal period, as well as on the supply of nutrients from the food she receives during lactation. Objective: To study association of maternal food consumption during pregnancy and the first time breastfeeding after delivery. Methods: We took advantage from a cross-sectional research for Development of Media and Promotional Strategies for Exclusive Breastfeeding in rural and urban West Java, 2006. The analysis is based on 609 mothers who had infants aged 6-12 months in the Bandung city and district, West Java. ‘The first time breastfeeding after delivery’ was identified from the question of ‘how many hours after birth did mother breastfeed her child for the first time’. We used Chi-Square to analyze the association between the mother’s food consumption during prenatal period and the first time breastfeeding after delivery. Results: Mothers who ate more food during pregnancy as much as 1-2 servings per day of pre-pregnancy and the occasional drink of milk to the baby was feeding time less than 3 hours after birth. Whereas mothers who during pregnancy eating just the same as before pregnancy, the first time breastfeeding was longer than 3 hours or even up to 2 days after delivery. The test results obtained was statistically significant difference. Conclusion: Maternal food consumption during pregnancy is significantly associated with the first time breastfeeding after delivery. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2: 154-160] Keywords: food consumption, maternal, pregnancy, early breast-milk

  12. KINETIKA PERUBAHAN KADAR 5-Hydroxymethyl -2-Furfural (HMF BAHAN MAKANAN BERPATI SELAMA PENGGORENGAN [Kinetics of Changes of 5-Hydroxymethyl-2-Furfural (HMF Content Of Starchy Food during Frying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. Marsono3

    2006-08-01

    Full Text Available Cooking of the starchy foods at high temperature can result in formation of 5-Hydroxymethyl-2-Furfural (HMF compound. The HMF content of starchy foods changes during the heat treatment in the frying process. The rate of change of the HMF content during frying depends on oil temperature, initial water content and the amylosa – amylopctin ratio of the material. The objective of the research was to study the kinetics of HMF change in the starchy foods during frying process. The change of the HMF content was assumed following by the first order kinetic model. The samples used in the experiment were the dried dough corn powders. The dough was made of a mixture of two varietes of corn with different amylosa – amylopectin content, with variation on the composition of the mixture. Bisma variety was used as the high amylosa ( low amylopectin and Pulut (waxy was used as the low amylosa (high amylopectin.The samples were fried in palm oil using a deep fat frying method with variation of oil temperature, initial water content and content of amylosa – amylopektin ratio. The HMF of the fried product was extracted with absolute ethanol and the extracts were determined by UV-Vis Spectrophotometer at 281,5 nm. The result indicated that the rate of change of the HMF content in corn increased with the increasing oil temperature and amylosa content and decreased with initial water content. The model applied to the changing on HMF content showed that the equation : Xhmf = A (1– B e-km t (with Xhmf = the HMF content; km = The rate of the HMF changing; t = frying time; A and B = the contsnts can be used for estimation the change of the HMF content of the corn fried product during the frying process

  13. AKTIVITAS HATI TIKUS (RATTUS SP YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG TEPUNG DAUN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus DAN KULIT NANAS (Ananas comosus SELAMA MASA PERTUMBUHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IRIANI SETYAWATI

    2017-06-01

    Full Text Available Calliandra calothyrsus leaves contain 17-28% protein thus potential as a protein source in animal diet. However, it also contain a high antinutrition of condensed tannins (>10%. The addition of protease enzymes (bromelain in the diet containing tannins is expected to overcome the negative effects of tannins. Bromelain can be obtained from the pineapple plant (Ananas comosus including the peel. This study was a feeding experiment on weaned male and female rats during the growth period. This study used a completely randomized design of 4x4 factorial design. The main factor was Calliandra leaf meal substitution levels of 0; 10; 17.5 and 25% in the diet. The sub factor was pineapple peel additive levels of 0; 4.35; 8.70 and 13.05 g/rat/day. Weaned rats were divided into 16 groups and they were fed for two months during growth period. The study showed that there was no interaction between calliandra leaves and pineapple peels on the rat liver activity including the blood levels of SGOT and SGPT levels. SGPT and SGOT levels were not affected by all levels of pineapple peels in the diets. All calliandra levels did not affect the level of SGOT, but 17.5 and 25% calliandra in the diets increased SGPT level.

  14. Studi Kasus Pada Penerapan Sop Inventori Lobby Bar Shangri-la Hotel and Resort Surabaya : Pengamatan Terhadap Prosedur Pengambilan Bahan, Penyimpanan Serta Perlakuan Selama Penyimpanan Bahan

    OpenAIRE

    Widjojo, Gerald; Kusumawidjaya, Amanda

    2013-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman staff dari Lobby Lounge Shangri-La Hotel Surabaya terhadap SOP pada inventori bahan yang ada. SOP ini dirasa penting dalam operasional lobby sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan wawancara dan checklist dalam menghasilkan data untuk dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf sudah memahami SOP yang ada dan sudah mampu menjalankan SOP yang ada dengan baik.

  15. Scalp Nerve Block pada Kraniotomi Evakuasi Pasien Moderate Head Injury dengan Subdural Hemorrhage dan Intracerebral Hemorrhage Frontotemporoparietal Dekstra Mencegah Stress Response Selama dan Pascabedah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariko Gunadi

    2013-12-01

    Full Text Available Skin incision and craniotomy are recognized as an acute noxious stimulation during intracranial surgery which may result in stress response causing an increase in intracranial pressure. Scalp nerve block may be effective in reducing stress response. It can also be used to provide post-operative analgesia. A twenty two years old male with moderate head injury, subdural hemorrhage, intracerebral hemorrhage at right fronto-temporo-parietal region underwent evacuation craniotomy with combined scalp nerve block and general anesthesia at Dr. Hasan General Sadikin Hospital Bandung on August 14th 2012. After induction and before incision of the skin, a scalp nerve block was performed using 0.5% bupivacaine. Hemodynamic (blood pressure and heart rate changes after incision of the skin and craniotomy were not significant, and so was post-operative blood glucose concentration. Post-operative analgetic was given eight hours after the block. The result demonstrates that scalp nerve block using 0.5% bupivacaine successfully blunts stress response and can be used as post-operative analgesia.

  16. RETENSI VANILIN DAN PERUBAHAN WARNA EKSTRAK PEKAT VANILI SELAMA PENYIMPANAN [Vanillin Retention and Color Changes of Concentrated Vanilla Extract During Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mira Sofyaningsih1*

    2011-12-01

    Full Text Available The purpose of this research was to observe vanillin retention and color changes during storage of concentrated vanilla extract at the low temperature (10°C, room temperature (30°C, and high temperature (55°C for 49 days. The methodology of this research consisted of vanilla curing process, vanilla extraction, evaporation of vanilla extract, formulation of concentrated vanilla extract, and measuring the vanillin retention and color change.The best products of concentrated vanilla extract were made with formula containing 10 ml vanilla extract, 10 ml high fructose syrup (HFS 55% and 3 ml of carboxyl methyl cellulose (CMC solution 1% and that made with formula containing 10 ml vanilla extract, 15 ml glucose syrup 75°Brix and 3 ml of CMC solution 1%. The vanillin retention of both formulas had a trend to descrease. The pattern of vanillin retention and color change during storage of both formulas followed linear equations.Thetemperature and period of storage significantly affected the color of concentrated vanilla extract. Both formulas did not show any differences in vanillin retention and color during storage at refrigerator and room temperature.

  17. PENENTUAN DIFUSIVITAS PANAS PEMPEK LENJER SELAMA PEREBUSAN MENGGUNAKAN METODE NUMERI (Determination of Thermal Diffusivity Pempek Lenjer during Boiling Using Numerical Methods

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Railia Karneta

    2015-05-01

    /s, between 0.297 and 1.389.10-7 m2/s, between 0.378 and 1.471. 10-7 m/s and between 0.2778 and 1.620. 10-7 m2/s respectively Keywords: thermal diffusivity, pempek lenjer, numerical method   ABSTRAK Koefisien difusivitas panas pada perebusan pempek lenjer harus diketahui, karena dapat ditentukan waktu pengolahan pempek yang tepat (optimal. Formula dan suhu akan mempengaruhi koefisien difusivitas panas.Tujuan penelitian adalah menentukan koefisien difusivitas panas pada perebusan pempek lenjer secara numerik. Variabel yang diukur adalah suhu sampel pada titik pusat (r0 = 0 cm, r1= 1 cm, r2= 2 cm, dan lama pemasakan pempek. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model difusivitas panas di titik sembarang dan model difusivitas panas di titik pusat, dengan program computer Engineering Equation Solver (EES Ver 8.91.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien difusivitas panas pempek lenjer pada formula 1 adalah interval 0,321 - 1,515. 10-7 m/s, pada formula 2 adalah 0,297 - 1,389. 10-7 m2/s, pada formula 3 adalah 0,378 - 1,471. 10 Kata kunci: Difusivitas panas, pempek lenjer, metode numerik

  18. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  19. Perbandingan antara Tramadol 2 mg/kgBB dan Fentanil 2 mg/kgBB Intravena Sebagai Analgetik Intraoperatif pada Operasi Laparotomi Ginekologis; Pengaruhnya terhadap Skor PRST

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Kurniawan

    2017-12-01

    Full Text Available Perkembangan dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan telah mendorong pelaksanaan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan lebih ekonomis dibanding dengan cara yang lazim dikerjakan. Telah dilakukan penelitian terhadap 32 pasien operasi laparotomi ginekologis yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok Tramadol (n=16 diberikan tramadol 2 mg/kgBB (pengenceran akuabides sampai 10 mL lewat jalur infus selama satu menit, sedangkan pada kelompok Fentanil (n=16 diberikan fentanil 2 µg/kgBB dengan cara yang sama. Lima menit kemudian diberikan propofol 2 mg/kgBB, atrakurium 0,5 mg/kgBB, enfluran 2 volume %, N2O:O2=2 L/menit:2 L/menit. Setelah tiga menit dilakukan laringoskopi intubasi. Pasien diventilasi kendali dengan mode ventilator IPPV. Operasi dilaksanakan bila kedalaman anestesi tercapai berdasar atas skor PRST (P=systolic arterial pressure, R=heart rate, S=sweat, dan T=tears 2 sampai dengan 4. Analgetik pertolongan 50 µg fentanil diberikan bila skor PRST lebih dari 4. Analgetik postoperatif 30 mg ketorolak dan antimuntah 10 mg metoklopramid diberikan saat jahit kulit. Pencatatan tekanan darah, laju nadi, saturasi O2, dan skor PRST dilakukan sebagai berikut: T0 = penderita tiba di kamar operasi, T1= preintubasi, T2= satu menit setelah intubasi, T3= satu menit setelah insisi, T4 dan seterusnya diukur tiap 15 menit sampai selesai operasi. Pasien diekstubasi setelah pernapasan adekuat. Skala sedasi dan muntah dinilai setiap 15 menit setelah ekstubasi selama dua jam. Dari hasil penelitian didapatkan skor PRST mulai T1 sampai T12 secara statistis tidak berbeda bermakna antara kelompok tramadol dan fentanil (p>0,05. Kedua kelompok mengalami peningkatan skor PRST satu menit setelah intubasi. Skor PRST dipertahankan antara 0 sampai 2. Pada kelompok tramadol dan fentanil masing-masing satu orang mendapatkan analgetik pertolongan fentanil 50 µg karena skor PRST 5. Tidak ditemukan perbedaan skala sedasi dan muntah antara dua kelompok perlakuan

  20. PENERAPAN METODE ALGORITMA BELLMAN – FORD DALAM APLIKASI PENCARIAN LOKASI PERSEROAN TERBATAS DI PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG (PT. JIEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fenny Anggraini

    2015-01-01

    Full Text Available Kemacetan yang terjadi selama perjalanan sering mengganggu kegiatan sehari-hari. Setiap manusia ingin sampai ke tujuan dengan tepat waktu. Tetapi sering kali kemacetan menyebabkan keinginan manusia terhambat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu dengan mengetahui jarak tempuh minimum untuk mencapai suatu tempat. Persoalan lintasan terpendek yaitu menemukan lintasan terpendek antara dua atau beberapa simpul lebih yang berhubungan. Tujuannya memberikan informasi pencarian perusahaan di Kawasan Industri Pulogadung untuk memudahkan para pencari posisi perseroan terbatas menemukan letak perseroan terbatas yang dituju. Algoritma Bellman – Ford menghitung jarak terpendek (dari satu sumber pada sebuah graph berbobot, dimana dari satu sumber menghitung semua jarak terpendek yang berawal dari satu titik node. OpenStreetMap adalah sebuah proyek berbasis web untuk membuat peta seluruh dunia yang gratis dan terbuka, dibangun sepenuhnya oleh sukarelawan dengan melakukan survey menggunakan GPS, mendigitasi citra satelit, dan mengumpulan serta membebaskan data geografis yang tersedia di publik. Open Source Routing Machine atau OSRM adalah C ++ pelaksanaan mesin routing kinerja tinggi untuk jalur terpendek di jaringan jalan. Output berupa jarak terpendek dari titik awal pengguna berada sampai ke titik tujuan pengguna.

  1. TRADING OTOMATIS PERDAGANGAN FOREX MENGGUNAKAN METODE MARTINGALE DAN CANDLESTICK SEBAGAI ACUAN TRANSAKSI DI EXNESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauyhi Eko Nugroho

    2016-04-01

    Full Text Available Perdagangan forex merupakan suatu perdagangan mata uang asing dimana seorang trader mendapatkan keuntungan dari perbedaan nilai mata uang satu dengan mata uang asing lainnya yang dapat berubah-ubah secara berkala. Salah satu faktor analisa dalam keputusan jual beli dalam perdagangan forex adalah menggunakan analisa teknikal. Analisa teknikal menggunakan data dan metode statistik berdasarkan data histori harga untuk mendukung keputusan jual atau beli. Trader sering mengalami loss karena emosi dan psikologis. Faktor emosi dan psikologis yang dimaksud diantaranya adalah keserakahan, kelelahan, kurang konsentrasi dan lainnya. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan expert advisor . Expert advisor adalah aplikasi yang digunakan trader untuk melakukan trading secara otomatis dan mampu melakukan trading tanpa seorang trader harus memantau pergerakan harga selama 24 jam karena telah diberikan logic dengan menggunakan bahasa pemrograman mql 4. Expert advisor yang dibuat menggunakan metode martingale dan candlestick sebagai acuan transaksinya dalam pembukaan posisi jual atau beli. dari hasil penelitian pengujian Expert advisor dapat disimpulkan penggunaan metode martingale dan candlestick sebagai acuan transaksinya sebagai dasar logika expert advisor membantu dalam pengambilan keputusan trading. Kata kunci: expert advisor, forex, martingale, candlestick, mq 4.

  2. Analisis Potensi Daerah Melalui Metode Document Clustering Laporan Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Mustika

    2015-05-01

    Full Text Available Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM adalah salah satu bentuk pengabdian UGM yang dilakukan oleh mahasiswanya kepada masyarakat secara langsung. Selama melaksanakan KKN, mahasiswa menyusun dan melaksanakan program kegiatan yang berguna bagi pemberdayaan masyarakat. Setelah selesai, mahasiswa diwajibkan membuat laporan tentang pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN yang terkumpul sudah sangat banyak tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Laporan ini sebenarnya dapat menjadi sebuah sumber infromasi. Salah satu informasi yang bisa digali dari dokumen laporan tersebut adalah informasi tentang potensi daerah lokasi KKN. Penambangan informasi dari dokumen dapat dilakukan dengan text mining. Penelitian ini bertujuan untuk menambang informasi tentang potensi daerah dari dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN-PPM menggunakan salah satu metode pada text mining, yaitu document clustering. Clustering dilakukan dengan dua pendekatan yaitu, STC dan LINGO, menggunakan Carrot2 Workbench. Penggunaan dua algoritma ini dimaksudkan untuk memperoleh perbandingan algoritma yang memberikan hasil lebih baik dalam penggambaran potensi daerah lokasi KKN-PPM UGM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma LINGO lebih baik dalam memberikan gambaran tentang potensi daerah dibandingkan algoritma STC. LINGO memunculkan label klaster yang bertema potensi daerah lebih banyak dibanding STC. Dari evaluasi pada penelitian ini, LINGO menghasilkan nilai F-Measure 70%, dua kali lebih tinggi daripada STC yang hanya 33%. Kata Kunci— KKN-PPM UGM, document clustering, STC, LINGO, Carrot2

  3. MANAJEMEN GIZI ATLET CABANG OLAHRAGA UNGGULAN DI KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Kadek Alit Arsani

    2014-05-01

    Full Text Available Pembinaan prestasi olahraga merupakan salah satu agenda tahunan yang menggunakan dana pemerintah cukup besar baik di tingkat nasional maupun di daerah. Salah satu aspek penting yang sering terlupakan dalam pembinaan atlet adalah faktor gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui keberadaan cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng; 2 mengetahui manajemen gizi atlet cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng; 3 mengetahui kesesuaian manajemen gizi atlet cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Interaktive model dari Miles. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1 Cabang olahraga yang menjadi unggulan Kabupaten Buleleng adalah tenis lapangan, tenis meja, bulutangkis, atletik, kempo, dan cabang olahraga woodball; 2 Manajemen gizi atlet di Kabupaten Buleleng selama ini dilakukan oleh atlet sendiri dan orang tua atlet; 3 Kesesuaian manajemen gizi atlet di Kabupaten Buleleng tidak dilakukan perhitungan kebutuhan kalori terhadap atlet. Dapat disimpulkan bahwa pola asupan gizi sebagai salah satu prioritas dalam pembinaan atlet dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya tertangani dengan baik dan manajemen gizi di Kabupaten Buleleng belum sesuai dengan perhitungan kebutuhan energi atlet bersangkutan. Dapat disarankan untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Buleleng sebaiknya mengaplikasikan IPTEKS Keolahragaan dan menerapkan manajemen gizi atlet yang baik.

  4. Initial Tuning Sebagai Salah Satu Metode Pengoptimalan New Site Pada Jaringan Seluler Gsm (Studi Kasus Pada Area Kerja Pt. Sinergi Telecom Under Ericsson Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hesti Susilawati

    2007-02-01

    Full Text Available The development of new sites by telecommunication network operator, especially GSM network, purposes for more increase performance and give satisfy for consument. Performance of a site is most affecting for value of network quality totally. New site builded must be monitorized and optimized by its existing in order to can be more realible on serving society with the method that was mentioned “initial tuning activity”. On this method must be concerned some matter as like: application of accurate frequency for avoiding interference problem, creating neighbour relationship between ex isting site and new site, detection for faulth installation for arranging re-use frequency concept, setting accurate coverage, olso changing tilt angle for accurate main beam area. This arrangement must be conditioned on a new site that still “default”, so it can improve quality. On operator side, they have some criteria that must be passed by a new site. Initial tuning activity on Site Simpang RGM had been proved on passing  that site from recommended criteria, olso being totally indicated more increase pe rformance of network

  5. Perbedaan Ukuran Kamar Pulpa Molar Satu Rahang Bawah pada Pasien Diabetes Melitus dan Non-Diabetes Melitus Ditinjau dari Radiografi Periapikal

    OpenAIRE

    Mulianingsih, Enni

    2015-01-01

    Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang mengakibatkan tidak seimbangnya kemampuan tubuh dalam mengolah makanan secara efisien yang disebabkan oleh pankreas gagal memproduksi insulin atau terjadi kesalahan fungsi tubuh yang tidak bisa menggunakan insulin secara tepat. Diabetes melitus menyebabkan gangguan peredaran darah hingga sampai ke bagian pulpa gigi. Perubahan kamar pulpa pasien diabetes melitus menjadi lebih kecil dibandingkan non-diabetes melitus diakibatkan adanya gangguan peredar...

  6. STUDI ANALISA KOORDINASI RELAI GFR INCOMING BUSBAR 20 KV DAN GFR SALURAN UNTUK MENGAMANKAN GANGGUAN SATU PHASA KETANAH DI TRANSFORMATOR 3 GARDU INDUK KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Krisnayoga Kusuma

    2017-08-01

    Full Text Available Disruption of the distribution system is generally caused by a short circuit that causes overcurrent, one single phase short circuit to ground. Single phase to ground disturbances that occurred at the feeder should be secured by a ground fault relays in feeders. However, due to an error of coordination, interference with the feeder perceived also to the incoming side of the transformer so that ground fault relays on the incoming 20 kV ordered PMT 20 kV at the transformer side open. Working time ground fault relays in feeders Peguyangan is for 0.25 seconds. While working time ground fault relays in the incoming 20 kV is for 0.5 seconds. This indicates that differences in work time relay by 0.25 seconds is considered selective. The event of disruption of the ground phase, GFR relay coordination in securing the area of ??interference must be gradual. Where the value of working time ground fault relays in the base should be longer than the time ground fault relays working on a feeder. It aims to work ground fault relays working order, so that errors can be avoided in the security and do not lead to the spread of disturbed areas.

  7. Gambaran Kadar Kolesterol-LDL (Low Density Lipoprotein Sebelum dan 48 Jam Sesudah Melakukan Satu Kali Terapi Bekam Basah Pada Penderita Hipertensi Dengan Pola lima titik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanta Suryanta

    2016-09-01

    Full Text Available Hypertension, or more commonly known as high blood pressure is a condition in which a person got an increasing blood pressure upper normal, resulting in increasing morbidity and mortality. The long hypertension is one risk factor for cardiovascular disease, which is one cause of atherosclerosis. Atherosclerosis is a very progressive diseases that causes hardening of the arteries due to the blockage by oxidized cholesterol. Atherosclerosis begins with the build up of LDL-cholesterol. There are two handling of LDL-cholesterol; pharmacological and non-pharmacological. Nonpharmacologic is done with wet cupping therapy. The aim of this study is to determine the average LDL-cholesterol levels before and after the wet cupping therapy with five-point pattern. This research is descriptive research, then presented in the form of tables to showing the results of the study. This study was done Talunombo, Sidomulya, Pengasih, Kulon Progo. This research object is venous blood samples taken from hypertensive patients as research subjects. Descriptive test results obtained an average LDL-cholesterol levels before the wet cupping therapy is 114,182 mg/dl and after wet cupping is 115,618 mg/dl. The conclusion of this study is the average LDL-cholesterol levels prior to the wet cupping therapy with a five-point pattern is 114,182 mg/dl and after wet cupping with five-point pattern is 115,618 mg/dl.

  8. STUDI KASUS PEMANFAATAN E-LEARNING SEBAGAI SALAH SATU SARANA YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Rini Handayani

    2011-01-01

    Full Text Available Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents dan sistemnya. Sistem e-Learning mutlak diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan Teknologi Informasi dimana semua menuju ke era digital, baik mekanisme maupun konten. Pengembangan sistem e-Learning harus didahului dengan melakukan analisa terhadap kebutuhan dari pengguna (user needs. Sesuai dengan paradigma rekayasa sistem dan perangkat lunak, kebutuhan dari pengguna ini memiliki kedudukan tertinggi, dan merupakan dasar kreasi dan kerja pengembang. Agar penelitian ini dapat memberikan hasil yang baik, maka penulisan laporannya menggunakan berbagai macam data, keterangan data, serta informasi penting yang diperoleh dari berbagai sumber, didasarkan pada (1 data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian ( dosen dan mahasiswa , (2 data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, literatur sebagai pelengkap dalam penyusunan laporan penelitian ini. Metode Studi Pustaka, yaitu metode pengumpulan data melalui pemahaman literatur maupun buku dan juga browsing internet sebagai acuan untuk menentukan landasan teori. Metode angket / kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada para dosen dan mahasiswa di lingkungan FTIK USM

  9. Hollo kaasajastab Kangro-käsitust / Satu Grünthal ; soomekeelsest käsikirjast tõlkinud Johanna Ross

    Index Scriptorium Estoniae

    Grünthal, Satu

    2016-01-01

    Arvustus: Hollo, Maarja. Romantiline subjekt, mälu ja trauma Bernard Kangro sõjajärgses loomingus. Tartu : Tartu Ülikooli Kirjastus, 2016. (Dissertationes litterarum et contemplationis comparativae Universitatis Tartuensis ; 14)

  10. ¬MPPT Pada Sistem PV Menggunakan Algoritma Firefly dan Modified P&O dengan Konverter Hybrid Cuk terkoneksi ke Grid Satu Phasa di Bawah Kondisi Partial Shaded

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhuhari Chalis Bani

    2017-01-01

    Full Text Available Abstrak— Photovoltaic (PV merupakan sumber energi terbarukan yang paling banyak dijumpai di alam serta merupakn energi alternatif yang sangat pesat perkembangannya. Untuk mengahasilkan daya, sebuah PV dipengaruhi sebuah nilai intensitas cahaya matahari yang mengenainya. Sebuah sistem PV membutuhkan sebuah kontrol yang bertujuan untuk meningkatkan efisien daya PV tersebut. Kontrol ini adalah Maximum Power Point Tracking (MPPT yang dapat mengoptimalkan daya yang dihasilkan oleh PV.  Sebuah PV hanya menghasilkan nilai tegangan yang rendah, untuk itu perlu menggunakan koverter DC-DC step up untuk menaikan rasio tegangan DC tadi. Untuk mengoptimalkan sistem ini, diperlukan sebuah konverter yang efisien dan dapat menghasilkan rasio konversi tegangan yang tinggi. Pada penelitian menggunakan firefly algoritm (FFA dan modified perturb and observe (P&O sebagai MPPT untuk mendapatkan nilai daya optimal pada keluaran PV.  Konverter DC-DC yang digunakan adalah hybrid cuk converter boost mode yang memiliki rasio tegangan yang tinggi. Dari DC-link kemudian masuk ke inverter (VSI yang diinterkoneksi dengan grid menggunakan current control. Hasil analisis simulasi menunjukan bahwa FFA dan P&O mampu menghasilkan daya PV yang optimum dengan riak yang kecil dan konverter hybrid cuk converter boost mode dapat menghasilkan rasio tegangan yang lebih besar dibandingkan konverter cuk biasa.   Kata Kunci — PV, MPPT FFA, MPPT P&O, Hybrid Cuk Converter, DC-Link, Inverter Grid Connected

  11. Peramalan Jumlah Produksi Kakao Di Sumatera Utara Dan Konsumsi Kakao Di Indonesia Dengan Pemulusan Eksponensial Ganda Metode Linier Satu Parameter Dari Brown

    OpenAIRE

    Maranata, Lauda

    2015-01-01

    Forecasting is a way to estimate a condition that could happen in the future, so that a program can be implemented appropriately. This research includes the forecasting of cocoa production in North Sumatra and cocoa consumption in Indonesia in purpose to see how the production meet the needs of cocoa in Indonesia. Double Exponential Smoothing One Parameter by Brown is a method which is used in this research. The results show that the production and consumption of cocoa keep increasing. The fo...

  12. PERBANDINGAN JENIS MEDIA TANAM TANAH ENTISOL YANG TERPAPAR SATU KALI DAN DUA KALI OLEH LIMBAH CAIR NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN SELEDRI (Apium graveolens L. SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Yunita Sari Kartika Sari

    2015-10-01

    Full Text Available Abstract. This research to know effect of Pineapple Liquid Compost (PLC in long term the growth of celery. This research conducted at the village in Yosodadi 21 Polos, East Metro, Metro City since 7 December until 28 February 2015. This research is experimental research, the design used the Complete Random Design (CRD. This research used entisol soil that was exposed by PLC once and entisol soil that was exposed by PLC twice. The treatment was done to them both by giving PLC about 200ml in a time per three days. The data analysis was done by using normality test (liliefors, homogeneity test (barlett and Ttes. It shows that there is no negative effect of fertilizer use PLC in the long term against the growth of celery in entisol soil that was exposed by PLC once and entisol soil that was exposed by PLC twice.

  13. PERBANDINGAN JENIS MEDIA TANAM TANAH ENTISOL YANG TERPAPAR SATU KALI DAN DUA KALI OLEH LIMBAH CAIR NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    OpenAIRE

    Irma Yunita Sari Kartika Sari

    2015-01-01

    Abstract. This research to know effect of Pineapple Liquid Compost (PLC) in long term the growth of celery. This research conducted at the village in Yosodadi 21 Polos, East Metro, Metro City since 7 December until 28 February 2015. This research is experimental research, the design used the Complete Random Design (CRD). This research used entisol soil that was exposed by PLC once and entisol soil that was exposed by PLC twice. The treatment was done to them both by giving PLC about 200ml in ...

  14. PERBEDAAN SEMANTIK ANTARA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA:Satu Kajian Awal Upaya Mengelak Kesalahpahaman dan Perbedaan Budaya Antara Bangsa Serumpun di Asia Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Promadi Promadi

    2012-11-01

    Full Text Available In Indonesian and Bahasa Malaysia there are different meanings of the same word, though both languages are derived from the language of the Malay language. This can lead to misunderstandings between citizens of Malaysia and Indonesia in the communicating. The question that arises is how to form words meaning the difference between Indonesian and Bahasa Malaysia? This study is a qualitative research that produces descriptive data barupa words written or spoken about the observed behavior. The morphological differences were found present in the sound (phoneme, the form of words (morphemes, and meaning (semantics of a word. This difference can be grouped to (a the words have similar sounds and form words but have different meanings, such as sexy, slave, need, sex, hard, dead, may, demolished, and other marks, (b different word forms of the word but have similar meanings, such as blades and spoons, direction and direction, Abun-Abun and wishful thinking, buy sides and shop, and they travel mengadar, crushed and terhempap, boxing and bertumbuk, ravaged and terjejas, and other (c words that sound different but have similar meanings, such as boys and men, bebola and balls, mouse, and rat-tikusan, mountain-range of mountains and mountains, once-scale and once in a while and others. To avoid misunderstandings in communication between the citizens of Malaysia and Indonesia to the competent authorities such as the Ministry of Education in this regard pergururan, or anyone who is interested, publish Dictionary Indonesian-Malaysia. It is expected that such a dictionary, any citizen of Indonesia and Malaysia will be assisted in communicating between countries.

  15. OPTIMASI STERILISASI PERMUKAAN DAUN DAN ELIMINASI ENDOFIT PADA BURAHOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Aini Habibah

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakBurahol termasuk tanaman yang buahnya dapat dimakan, dan mempunyai zat-zat aktif yang berpotensi sebagai obat dan deodoran alami. Kultur in vitro merupakan salah satu cara dalam produksi metabolit sekunder. Tingginya kontaminasi merupakan salah satu hal yang menjadi kendala dalam kultur  in vitro. Salah satu sumber kontaminan adalah eksplan yang digunakan dalam kultur in vitro. Optimasi sterilisasi permukaan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pengembangan kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan mendapatkan prosedur optimasi sterilisasi permukaan eksplan daun burahol dan juga melakukan deteksi dan eliminasi edofit pada daun burahol. Optimasi sterilisasi permukaan dilakukan dengan perlakuan variasi konsentrasi klorox dan waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun burahol mengandung jamur endofit. Eliminasi jamur endofit dapat dilakukan dengan penyiraman tanaman dengan fungisida. Sterilisasi permukaan eksplan yang paling optimal adalah dengan fungisida selama 24 jam, dilanjutkan dengan perendaman bakterisida dan fungisida selama 30 menit, perendaman pada alcohol 70% selama 1 menit, dilanjutkan dengan klorox 15% 10 menit, dan klorox 10% 10 menit berturut-turut. AbstractBurahol has active substances with potential as a drug and natural deodorant. In vitro culture is one way to production of secondary metabolites. High contamination is one of the things that become obstacles in in vitro culture . One of the contaminant source is explant that used in in vitro culture. Optimization of surface sterilization is a very important first step in the development of in vitro culture. This study aims to get the optimization procedure surface sterilization of burahol leaf explant and also perform detection and elimination endophyte on burahol leaves. Optimization surface sterilization is done by treatment by variations clorox concentration and immersion time. The results showed that the burahol leaves contain fungal

  16. MENGENAL LEBIH DEKAT KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis HASIL BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2015-06-01

    Full Text Available Kerapu bebek/kerapu tikus/humpback grouper (Cromileptes altivelis merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya laut yang memiliki nilai jual tinggi. Sebelum berkembangnya kerapu hibrid, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, sudah berhasil mengembangkan pembenihan ikan kerapu bebek meskipun sintasan yang diperoleh masih bervariasi. Pemantauan benih hasil budidaya sebagian besar terfokus pada pertumbuhan dan jika sudah mencapai ukuran konsumsi bisa dijual atau diekspor ke Hongkong. Sebagai institusi penelitian nampaknya masih perlu mengupas lebih detail komoditas yang dikembangkan. Beberapa catatan yang dapat diperhatikan, untuk lebih mengenal komoditas kerapu bebek, sebelum dijadikan sebagai ikon jenis ikan yang pernah memiliki masa kejayaan, karena saat ini popularitasnya relatif menurun karena ada larangan ekspor dan masuk dalam satwa CITES. Catatan tersebut antara lain; kerapu bebek selama fase yuwana (2-3 bulan dapat dijadikan sebagai kandidat ikan hias dengan performasi bintik bintik hitam pada permukaan tubuh yang merupakan keunikan tersendiri, karena jumlah dan polanya berbeda antara satu individu dengan yang lainnya serta akan bertambah jumlahnya seiring dengan bertambahnya umur dan bobot badan. Spot/bintik hitam kemungkinan identik dengan sidik jari manusia, yang bisa digunakan untuk membedakan antara satu individu dengan individu lainnya dalam satu populasi. Gonad kerapu bebek turunan pertama (F1 dengan umur dan kisaran bobot badan yang kurang lebih sama (600-900 g, menunjukkan 95% berada pada fase betina. Sementara pematangan dan pembentukan gonad jantan pada kerapu bebek hasil budidaya dapat dipacu dengan rangsangan hormonal dan pemberian pakan segar dengan kualitas yang baik. Dari hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa kerapu bebek hasil budidaya dapat memijah dengan baik dan menghasilkan turunan generasi kedua (F2, akan tetapi kualitas telur dan larva yang dihasilkan masih lebih rendah bila

  17. TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BENIH PILANG (Acacia leucophloea Wild.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati Suharti

    2016-09-01

    Full Text Available Salah satu faktor yang mempengaruhi daya berkecambah benih adalah serangan penyakit benih. Penyakit yang umumnya berupa cendawan terbawa benih dapat menimbulkan kerusakan pada benih diantaranya mutu dan daya simpan benih menjadi menurun. Teknik pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan penggunaan kemasan plastik yang hampa udara (vacum, sedangkan secara kimia dengan penggunaan fungisida benomil. Teknik pengendalian penyakit benih pilang selama penyimpanan yaitu dengan perlakuan pengepresan vacum. Perlakuan ini dapat menjaga viabilitas benih dan menekan infeksi cendawan Aspergillus sp. Pada umur simpan 1 tahun, perlakuan ini menghasilkan daya berkecambah sebesar 47 % dan persentase infeksi Aspergillus sp. sebesar 18% sedangkan perlakuan plastik menghasilkan daya berkecambah sebesar 34,67 % dan persentase infeksi Aspergillus sp. sebesar 50 %.

  18. DAMPAK PROGRAM RESITASI TERHADAP PERUBAHAN KONSEPTUAL MAHASISWA PADA TOPIK HUKUM III NEWTON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Bagus Rini Jayanti

    2016-02-01

    Melalui penelitian ini telah dikembangkan program resitasi berbantuan komputer berisi 9 soal-soal konseptual dalam bentuk pilihan ganda beserta balikan langsung. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki dampak program tersebut terhadap penguasaan konsep dan perubahan konsep mahasiswa mengenai hukum III Newton. Data diambil melalui pretes berupa tes pilihan ganda yang diberikan setelah pembahasan topik kinematika (satu dan dua dimensi dan dinamika partikel (hukum-hukum Newton tentang gaya dan gerak dan postes diberikan setelah menggunakan program resitasi. Program digunakan mahasiswa selama seminggu secara offline. Subjek penelitian terdiri atas 35 mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar I. Hasil penelitian ditemukan bahwa penguasaan konsep mahasiswa secara keseluruhan meningkat secara signifikan dengan nilai N-gain sebesar 0.31 dan perubahan konsep mahasiswa semakin baik dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang memiliki pemahaman mantap dan pemahaman sebagian, serta berkurangnya jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi dan yang tidak paham.

  19. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN TWO STAGE STOCHASTIC FRONTIER APROACH (Studi Analisis di Bank Umum Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahab Wahab

    2015-10-01

    Full Text Available Kinerja perbankan syariah dapat diukur dengan menggunakan salah satu parameter yaitu efisiensi. Data efisiensi dari sampel Bank Umum Syariah pada tahun 2006 – 2009 adalah sebesar 0.9467, data ini dapat mencerminkan kondisi tingkat efisiensi bank syariah selama periode tersebut, Tingkat efisiensi tertinggi berada di Bank Syariah Mandiri (BSM pada periode 2009 yakni sebesar 0.9631 yang berarti sangat mendekati nilai efisiensi optimal. Penelitian ini diukur dengan menggunakan pendekatan parametrik Stochastic Frontier Approach (SFA untuk mengetahui nilai efisiensi pada BSM. Sedangkan variabel yang diukur adalah ROA, CAR, FDR, BOPO, PPAP, dan NPF. Hasilnya bahwa Return On Asset (ROA berpengaruh positif tidak signifikan,Sedangkan Capital Adaquacy Ratio (CAR berpengaruh positif tidak signifikan, Financing Deposit Ratio (FDR berpengaruh positif signifikan, Biaya Operasional Pendapatan Operasional  BOPO berpengaruh negatif tidak signifikan, Penyisihan Piutang Aktiva Produktif (PPAP berpengaruh positif tidak signifikan, Non Performing Finance (NPF berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat efisiensi Bank Syariah Mandiri dengan pendekatan SFA.

  20. Epistemologi Anarkisme Paul Feyerabend dalam Studi Ilmu Tafsir al-Quran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurdi Fadal

    2015-03-01

    Full Text Available Tulisan ini mengkaji tentang epistemologi anarkisme Paul Feyerabend dalam studi tafsir al-Qur'an. Selama ini studi tafsir al-Qur'an telah berkembang sangat pesat sejak periode formatif, afirmatif hingga transformatif. Berbagai metode dan pendekatan telah lahir mengiringi. Perkembangan itu menunjukkan bahwa studi tafsir berjalan secara dinamis. Namun, sebagian menilai tafsir al-Qur'an telah selesai pasca generasi ketiga dalam Islam. Melalui prinsip Anything Goes yang digagas Feyerabend, metode dan pendekatan apapun yang ditawarkan untuk menafsirkan al-Qur'an dapat berjalan dan "berkontestasi" secara terbuka. Satu sisi, hal ini sangat positif bagi perkembangan ilmu tafsir dalam konteks kemajuan zaman. Namun di sisi lain, anarkisme dalam bidang ini dapat menimbulkan tafsir liar yang melahirkan problem bagi kemajuan peradaban, seperti lahirnya terorisme dalam Islam yang sering disandarkan pada ayat-ayat al-Qur'an sebagai sumber justifikasinya.

  1. Effect of soybean extract after tooth extraction on osteoblast numbers

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosa Sharon Suhono

    2011-06-01

    -tooth extraction.Latar belakang: Pada masa sekarang, banyak dilakukan penelitian-penelitian untuk menemukan bahan-bahan alami yang dapat mendukung dan meningkatkan proses remodeling tulang untuk mengembangkan perawatan penyakit osteoporosis dan juga untuk mengembangkan penyembuhan tulang pasca trauma dan pasca pembedahan. Salah satu bahan alami yang banyak diteliti adalah ekstrak kedelai yang mengandung fitoestrogen, suatu senyawa non-steroid yang terdapat dalam tumbuhan, yang dapat berikatan dengan reseptor estrogen dan memiliki bioaktivitas yang sejenis dengan hormon estrogen. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh ekstrak kedelai yang mengandung fitoestrogen terhadap jumlah sel osteoblas pada tulang alveolar pasca pencabutan gigi. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tikus wistar jantan. Tujuh belas ekor tikus dibagi menjadi tiga kelompok sampel dalam penelitian ini. Kelompok sampel tersebut mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda. Kelompok 1 dilakukan feeding larutan CMC 0,2% selama tujuh hari, kemudian dilakukan pencabutan satu gigi insisivus sentral kiri rahang bawah, kelompok 2 dilakukan feeding ekstrak kedelai selama tujuh hari, kemudian dilakukan pencabutan satu gigi insisivus sentral kiri rahang bawah, kelompok 3 kelompok yang dilakukan pencabutan satu gigi insisivus sentral kiri rahang bawah, kemudian diberikan feeding ekstrak kedelai selama tujuh hari pasca pencabutan gigi. Semua kelompok dikorbankan pada hari ketujuh pasca pencabutan gigi, dan soket bekas pencabutan gigi tersebut diambil untuk dibuat sediaan histopatologis. Jaringan tersebut diproses dan dilakukan pengecatan dengan hematoxylin and eosin untuk melihat sel osteoblas. Setiap preparat diperiksa di bawah mikroskop cahaya dan sel osteoblas dihitung dengan menggunakan program Image Tool. Data hasil penelitian kemudian dianalisa dengan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah sel osteoblas pada tulang alveolar pasca pencabutan gigi, antara

  2. Analisa Pengaruh Penambahan Kapasitor Terhadap Proses Pengisian Baterai Wahana Bawah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Muhammad Chanif

    2014-03-01

    Full Text Available Potensi wisata bawah laut Indonesia banyak yang belum dikembangkan, hanya Pulau Bali yang sudah memanfaatkannya dengan membuat wahana bawah laut yang berpenggerak motor DC yang listriknya disuplai oleh baterai. Setiap satu jam pelayanan berupa penyelaman, wahana bawah laut ini melakukan pengisian baterai sekaligus muat penumpang. Agar terdapat nilai ekonomis dan efektivitas selama proses itu di pelabuhan, dalam skripsi ini akan diuraikan mengenai pengaruh kapasitor untuk menambah muatan baterai charger, sehingga arus yang masuk bisa bertambah. Dalam rangkaian baterai charger yang telah dimodifikasi jumlah kapasitor menjadi 3 buah, nilai arus yang keluar sebesar 18 Ah dan tegangan yang keluar adalah tegangan input ditambah 4 V. Perbandingan rangkaian baterai charger yang termodifikasi penambahan kapasitor mampu mempercepat 1.44 kali dibanding dengan rangkaian sederhana. Selain itu, penambahan kapasitor bank juga mampu memberikan penghematan daya sebesar 22 % dengan menambahkan kapasitor berkapasitas 0.00519 Farad.

  3. IbM KELOMPOK PKK KELURAHAN WONOSEKAR DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Kusumaningsih

    2016-10-01

    Full Text Available Demak merupakan salah satu kabupaten yang memiliki wilayah pertanian terbesar di Jawa Tengah. Hampir semua kelurahan di kabupaten Demak memiliki wilayah pertanian yang luas, pun tak terkecuali kelurahan Wonosekar. Komoditas pertanian utama di Wonosekar adalah padi di mana selama ini hasil sampingan dari padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, di kelurahan Wonosekar ditemukan banyak ibu-ibu rumah tangga yang cenderung memiliki banyak waktu luang di sela-sela rutinitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Melihat dua kondisi yang berelasi ini, kami melihat peluang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui wirausaha dengan memanfaatkan bekatul yang merupakan hasil sampingan padi. Bekatul relatif murah dan mudah didapatkan. Selain itu, bekatul memiliki berbagai macam kandungan gizi bagi tubuh. Dewasa ini bekatul dapat diolah menjadi berbagai macam makanan salah satunya adalah kukis. Dalam pengabdian ini kami memberikan motovasi kewirausahan, demo pembuatan kukis bekatul, metode pengemasan produk dan metode marketing produk berbasis online.   Kata Kunci: Kewirausahaan, bekatul, kukis, marketing online

  4. UJI UNJUK KERJA PENDINGIN RUANGAN BERBASIS THERMOELECTRIC COOLING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Nulhakim

    2017-04-01

    Full Text Available Thermoelectric cooling (TEC teknologi dimana ketika arus DC dialirkan ke elemen peltier yang terdiri dari beberapa pasang sel semikonduktor tipe p dan tipe n dimana akan mengakibatkan salah satu sisi elemen peltier menjadi dingin dan sisi lainnya menjadi panas. Proses perakitan pendingin menggunakan 2 buah thermoelectric cooling tipe TEC1-12706, heatsink, fan dan rongga berbentuk persegi panjang dengan ukuran 80 x 80 x 150 mm dengan menggunakan isolator styrofoam. Pengujian dilakukan selama 30 menit dengan variasi tegangan 3, 6, 9 dan 12 V, variasi selain tegangan juga menggunakan variasi kecepatan udara pada sisi dingin 1, 2 dan 3 m/s. Hasil terbaik pada variasi dengan tegangan 12 V dan kecepatan 1 m/s yaitu 20 oC.

  5. Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Aktivitas, Green Supply Chain Management (Gscm (Studi Kasus: Kud “Dau”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Al Wafdah Lazuardian

    2016-10-01

    Full Text Available KUD "DAU" merupakan salah satu sektor industri yang memiliki aktivitas supply chain dalam memproduksi susu pasteurisasi yang diberi nama Dau Fresh Milk. Selama ini, KUD "DAU" belum pernah membuat pengukuran kinerja manajemen rantai pasokan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang diterapkan dalam mengukur kinerja SCM yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja manajemen rantai pasokan KUD "DAU" yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengukur kinerja SCM adalah metode pendekatan hijau ramah lingkungan untuk manajemen rantai pasokan (GSCM. Model pengukuran kinerja GSCM terdiri dari kegiatan pengadaan hijau, green manufacturing, green distribution logistics. Pengamatan diperoleh dari sejumlah 44 indikator yang mengukur indikator kinerja utama yang valid. Dari pengukuran tersebut dapat diberikan rekomendasi perbaikan indikator kinerja yang memiliki kategori merah traffic light system.

  6. Profil Kemandirin Belajar Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Alif Syibli

    2018-03-01

    Full Text Available Abstrak Melihat kondisi para pelajar sekarang, dapat dilihat berbagai karakteristik pelajar yang sangat bermacam-macam. Ada pelajar yang aktif dan juga pasif. Ada pelajar yang mandiri dan ada yang bergantung pada orang lain. Pada penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan kemandirian belajar siswa MTSN 5 Jombang, dimana diambil sampel siswa yang berkemandirian belajar rendah, sedang dan tinggi dari angket yang diberikan beserta konsultasi dengan guru. Setelah sampel diambil peneliti melakukan wawancara dan membandingkan transkip nilai siswa selama satu semester. Hasil yang didapatkan, siswa yang berkemandirian tinggi memiliki sedikit kendala dalam belajarnya dan mampu menyelesaikan sendiri. Sedangkan siswa yang berkemandirian belajar rendah sulit untuk menyelesaikan kendala belajarnya. Tingkat kemandirian belajar juga berpengaruh pada nilai yang diperoleh. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi memperoleh nilai diatas rata-rata teman sekelasnya. Begitupula sebaliknya, siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah memperoleh nilai dibawah rata-rata teman sekelasnya. Kata Kunci : Matematika, Kendala belajar, Kemandirian belajar

  7. HERPES ZOSTER KRURIS DEXTRA: LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Agus Bhakti Suputra

    2014-09-01

    Full Text Available Herpes zoster adalah manifestasi klinis karena reaktivasi virus varisela zoster (VZV. Karakteristik penyakit ini ditandai dengan adanya ruam vesikular unilateral yang berkelompok dengan nyeri yang radikular sekitar dermatom. Dilaporkan kasus seorang laki-laki 45 tahun, diagnosis herpes zoster kruris dextra, gambaran klinis berupa vesikel bergerombol multipel, berbentuk bulat, dengan ukuran 0,3-0,5 cm diatas kulit eritematosus, unilateral, tidak menyilang garis tengah, umur vesikel dalam satu gerombolan sama, tetapi dengan gerombolan yang lain tidak sama, kulit diantara gerombolan normal. Pemeriksaan penunjang tes Tzank, hasilnya negatif dengan tidak ditemukannya sel giant multinukleat. Pengobatan diberikan asiklovir 5x800 mg per hari diminum secara oral selama 7 hari, bedak salisil 1% dan mentol 0,5 % dioleskan dua kali sehari pada lesi kering. Prognosis pasien baik.  

  8. PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dene Herwanto

    2016-07-01

    Full Text Available Salah satu pekerjaan yang masih dilakukan secara manual di PT. Yushiro Indonesia adalah penuangan bahan baku berupa cairan kimia pada saat proses pencampuran bahan. Pada saat penuangan cairan kimia tersebut, operator banyak melakukan aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan tidak alami, sehingga timbul beberapa keluhan muskuloskeletal, seperti sakit pinggang, sakit punggung, sakit leher, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RWL dan LI yang terjadi dalam proses penuangan cairan kimia selama ini secara berturut-turut adalah 9,7 dan 1,7 yang berarti bahwa pekerjaa yang dilakukan mengandung resiko terjadinya keluhan. Untuk mengatasi hal itu, selanjutnya dilakukan modifikasi pada alat bantu, yang sebelumnya menggunakan trolley diganti dengan table lifter yang dapat disetel ketinggiannya. Selain itu juga dengan mengubah jarak beban ke pusat tubuh. Hasil modifikasi menunjukkan nilai RWL dan LI berturut-turut sebesar 13,1 dan 0,96. Dengan demikian, modifikasi ini berhasil menurunkan resiko terjadinya muskuloskeletal.

  9. Identifikasi Sistim Peternakan di Manokwari, Papua Barat-Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. A. Iyai

    2015-06-01

    Full Text Available Pembangunan peternakan yang moderen membutuhkan kejelasan dan ketegasan batasan, corak dan dinamika produksinya. Penelitian eksploratif dengan metode survei melalui pendekatan Participative Rural Appraisal selama satu bulan dilakukan untuk mencatat sumberdaya yang dimiliki oleh para peternak berdasarkan kawasan agro-ekologi di Manokwari, yang meliputi Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Warmare, Prafi, Masni, Oransbari, Ransiki, Anggi dan Minyambouw. Karakteristik agroekologi dibuat dengan software Microsoft Office VISIO. Matriks sederhana digunakan untuk pengelompokan kriteria komoditi ternak, komoditi pertanian, dan komoditi perikanan dan indikator BioFisik. Sistim peternakan terpadu yang dapat diidentifikasi pada wilayah agroekologi pesisir adalah sistim peternakan sapi berbasis tanaman kelapa (cocobeef dan tanaman pertanian (crops livestock farming system serta backyard poultry farming system. Pada daerah dataran rendah sistim yang dikembangkan adalah cattle-palm farming system, pig palm farming system, goat faming system, poultry farming system dan Crops livestock farming system. Pada kawasan Agroekologi Dataran Tinggi, Crop Pig Farming System, Poultry Farming System dan Backyard Cattle farming system sudah dikembangkan.

  10. The Needs of Internet Literacy in An Ongoing Process of Economic Stability

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia D. Wulandari

    2013-06-01

    Full Text Available Internet adalah media komunikasi yang relatif baru namun terus mengalami perkembangan terus menerus. Di beberapa negara, terutama wilayah Asia Selatan, penggunaan internet masih sangat rendah, bahkan hampir tidak ada. Ini karena internet dianggap integral sebagai sarana komunikasi sosial saja. Namun di Indonesia, pengguna internet terus berkembang dengan pesat. Jumlah pengguna internet diprediksi akan semakin berkembang ke masa yang akan datang. Ini sejalan dengan perkembangan indikator ekonomi makro 2050 di mana Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Tentu hal ini akan sejalan dengan perkembangan pengguna internet di Indonesia karena akan ada pergeseran pola komunikasi di antara mereka. Komunikasi di antara orang Indonesia tidak lagi dilakukan secara langsung namun berubah melalui kecerdasan mereka melihat internet. Hal ini tampaknya ada hubungannya dengan indikator makro ekonomi selama satu dekade ini, di mana orang Indonesia sudah mulai mengenal internet.

  11. Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mereduksi waste di PT ARISU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farah Widyan Hazmi

    2012-09-01

    Full Text Available PT ARISU merupakan perusahaan job order yang menghasilkan packaging dalam bentuk lembaran, roll dan tube. PT ARISU berusaha untuk selalu meningkatkan keunggulannya agar dapat bersaing. Peningkatan keunggulan ini dilakukan dengan salah satu caranya adalah dengan meminimasi waste (pemborosan. Selama proses produksi terjadi adanya pemborosan antara lain inappropriate processing, unnecessary inventory, waiting dan defect. Lean Manufacturing merupakan pendekatan yang bertujuan untuk meminimasi pemborosan yang terjadi pada aliran proses produksi. Pemborosan tersebut akan dicari akar penyebabnya menggunakan root cause analysis. Setelah diketahui akar penyebabnya maka dilakukan perhitungan risk rating menggunakan analisa resiko untuk mengetahui akar penyebab yang paling berpotensial. Kemudian dilakukan pemilihan alternatif usulan perbaikan dengan empat alternatif usulan perbaikan yang dapat dipilih antara lain adanya tanda atau label peringatan pada setiap station, pelatihan mengenai autonomous maintenance, pembuatan mesin harian yang terjadwal dan adanya red taggimg. Pada pemilihan usulan alternatif perbaikan didapatkan usulan alternatif perbaikan terbaik adalah menyelenggarakan pelatihan autonomous maintenance dan pembuatan mesin harian yang terjadwal.

  12. KEBIASAAN DAN KUALITAS SARAPAN PADA SISWI REMAJA DI KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Febritta Intan Sari

    2013-10-01

    Full Text Available ABSTRACTThe study aimed to describe breakfast habit among teenage girls of vocational high school Bogor. A cross-sectional study was conducted and was involving 68 students 14—18 years old from SMK Pelita Ciampea, Bogor District. Breakfast consumption was collected by a 7-day food records. The result showed that there were 45.6% schoolgirls having breakfast regularly. Breakfast frequency per week was associated with BMI and anaemic status (pKey words: breakfast, concept, quality, schoolgirlsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kebiasaan sarapan pada remaja siswi sekolah menengah kejuruan Bogor. Desain cross-sectional digunakan dengan subjek 68 siswi berusia 14—18 tahun dari SMK Pelita Ciampea, Kabupaten Bogor. Konsumsi sarapan dikumpulkan dengan food record selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45.6% remaja siswi biasa sarapan setiap hari. Frekuensi sarapan dalam satu minggu berhubungan dengan IMT dan status anemia (pKata kunci: konsep, kualitas, sarapan, siswi remaja

  13. PEMANFAATAN E-COMMERCE POPULER POPULER UNTUK OPTIMALISASI PEMASARAN PRODUK PADA KUBE BORDIR KURNIA DESA DEMANGAN KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Laily Fithri

    2017-11-01

    Full Text Available Desa Demangan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Kota kabupaten Kudus. Di desa ini terdapat beberapa pengrajin usaha bordir yang tergabung dalam KUBE. Selama ini proses pemasaran produk bordir masih dilakukan secara tradisional sehingga hasil penjualan produk bordir kuantitasnya belum optimal serta jangkauan promosinya masih terbatas di sekitar kota Kudus, meskipun ada beberapa permintaan dari luar kota tetapi jumlahnya masih sedikit karena kurangnya promosi. Implementasi teknologi informasi dalam dunia pemasaran, salah satunya melalui penerapan media pemasaran berbasis e-commerce populer. Melalui media tersebut memungkinkan akses informasi untuk promosi serta pemasaran dapat dilakukan seluas – luasnya tanpa terbatas ruang dan waktu.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pengrajin bordir. Dengan target khususnya yaitu meningkatkan kuantitas pemasaran bordir melalui memperluas daerah pemasaran dengan cara  mempromosikan hasil bordir melalui e-commerce populer supaya bisa mencakup pasar yang lebih luas.

  14. PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (Studi Kasus di Plaza Hotel Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Suliantoro

    2012-03-01

    Full Text Available Selama ini Plaza hotel belum pernah melakukan pengukuran kinerja yang terintegrasi yang terdiri dari aspek finansial dan non finansial. Dilihat dari prosentase tingkat hunian yang tidak memenuhi target yang ditetapkan, maka pengukuran kinerja yang terintegrasi diharapkan mampu memberikan perbaikan kinerja yang diharapkan. Dengan menggunakan performance prism, dilakukan identifikasi kebutuhan dan kontribusi stakeholder secara keseluruhan sehingga didapat indikator kinerja dari kriteria strategi, proses dan kapabilitas yang dijadikan tolok ukur perbaikan kinerja.. tahap pengumpulan data dengan menyebarkan matriks perbandingan berpasangan sebagai dasar penyusunan bobot kepentingan pada AHP dan kuesioner target pencapaian kinerja sebagai dasar penetapan skor aktual pada OMAX. Dari analisis yang dilakukan setelah bobot kepentingan diperoleh dan perhitungan nilai performansi, dilakukan simulasi perbaikan satu-satuan nilai performansi agar didapat kriteria dan elemen apa saja yang mendapat prioritas perbaikan dan rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja Plaza Hotel Semarang. Kata kunci : Performance Prism, AHP, OMAX, skor aktual

  15. ANALISA KINERJA REFRIGERASI WATER CHILLER PADA PT GMF AEROASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Nugroho

    2015-02-01

    Full Text Available Pengkondisian udara merupakan salah satu hal yang paling penting dalam suatu industri atau gedung, khusunya pada suatu gedung perkantoran. Karena dengan sistem pengkondisian udara yang baik akan menghasilkan uadara segar yang akan memperoleh kenyamanan bagi manusia, mesin, maupun lingkungan yang berada disekitar. Karena dengan tingkat kenyamanan yang baik akan meningkatkan kinerja dari mesin yang digunakan. Ketidak sesuaian pola pengoperasian sistem refrigerai pada saat perancangan dengan keadaan aktual merupakan salah satu penyebab tingginya konsumsi energi listrik, oleh karena itu perlu dilakukan analisa performansi pada sistem refrigerasi di sana agar dapat diketahui apakah energi yang digunakan sudah efisien. Untuk menganalisia kinerja mesin water chiller ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap panel control water chiller selama empat jam sekali secara continue selama lima hari. Dan dilakukan perhitungan dari data tersebut untuk mengetahui nilai effisiensinya yaitu: COP, laju aliran refrigerant, kalor yang diserap evaporator dan kondensor, kerja yang dilakukan kompresor, daya yang dibutuhkan kompresor, dan laju aliran volume air cooling water. Kinerja chiller yang baik mempunyai efisiensi yang dapat dipengaruhi antara lain oleh: temperatur air keluar evaporator, dan temperaturr air masuk kondensor. Hasil penelitian hari sabtu diperoleh nilai COP = 8,04, Pref = 0,44 kW/TR, TR = 112,961 TR, dan laju massa refrigerant evaporator = 2,415 kg/s, kerja yang dilakukan kompresor = 49,395kW, laju aliran volume cooling tower = 94,613 m3/jam, dan laju aliran volume make-up water = 0,567 m3/jam. Maka di simpulkan semakin rendah temperatur refrigerant di kondensor maka akan semakin bagus juga nilai COP yang dihasilkan(KW/TR semakin rendah, karena kerja kompresor yang dibutuhkan akan lebih rendah.

  16. Taxonomic revision of Phascogale tapoatafa (Meyer, 1793) (Dasyuridae; Marsupialia), including descriptions of two new subspecies and confirmation of P. pirata Thomas, 1904 as a ‘Top End’ endemic

    Science.gov (United States)

    Aplin, K. P.; Rhind, S. G.; Ten Have, J.; Chesser, R. Terry

    2015-01-01

    The Australian Brush-tailed Phascogale (Phascogale tapoatafa sensu lato) has a broad but highly fragmented distribution around the periphery of the Australian continent and all populations are under significant ongoing threat to survival. A new appraisal of morphological and molecular diversity within the group reveals that the population in the ‘Top End’ of the Northern Territory is specifically distinct from all others, including those in the Kimberley region of Western Australia to the west and on Cape York of Queensland to the east. The name P. pirata Thomas, 1904 is available for the ‘Top End’ taxon. Three geographically disjunct populations are distinguished at subspecies level within P. tapoatafa on a suite of external and cranio-dental features; these are found in southeast Australia from South Australia to mid-coastal Queensland (nominotypical tapoatafa), southwest Western Australia (wambenger subsp. nov.), and the Kimberley region of Western Australia (kimberleyensis subsp. nov.). A potential fourth subspecies occurs on Cape York but remains too poorly represented in collections for adequate characterization. Molecular divergence estimates based on partial sequences of the mitochondrial cytochrome b gene indicate that the range disjunction across southern Australia probably dates from the Late Pliocene, with the multiple disjunctions across northern Australia being more recent though almost certainly exceeding 400,000 years. An argument is made for the continued use of the subspecies rank in Australian mammalogy, despite a general lack of consistency in its current application.

  17. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  18. Efektivitas Pijat dalam Mengurangi Nyeri pada Kala I Persalinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octa Dwienda R

    2015-05-01

    Full Text Available Pijat merupakan salah satu cara mengurangi rasa nyeri karena proses pemijatan dapat menghambat sinyal nyeri, Ibu bersalin yang mendapat pijatan selama 20 menit selama proses persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian prepost test. Lokasi penelitian adalah bidan praktik mandiri (BPS ernita Pekanbaru yang dilakukan pada bulan AprilJuni 2014. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test (dependent T-Test dengan derajat α =0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri persalinan sebelum pijat adalah 8,67, sesudah pijat adalah 5,33. Sedangkan untuk metode sebelum pemberian obat anti nyeri adalah 9,47 dan sesudah pemberian obat adalah 3,07. Pemberian pijat dan obat efektif dalam mengurangi nyeri dengan p value : 0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah metode pijat efektif dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin fase aktif kala I di BPS Ernita Pekanbaru

  19. PENGGUNAAN KITOSAN CANGKANG BEKICOT (ACHANTINA FULICA UNTUK BAHAN PENGAWET ALAMI BERBAGAI JENIS SAYURAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aisyah

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C dan pH dalam sayuran bunga kol, kubis dan buncis yang diawetkan dengan kitosan cangkang bekicot selama proses penyimpanan dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi kitosan cangkang bekicot yang paling efektif sebagai bahan pengawet sayuran tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan melalui True Experimental Research. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang yang berlangsung pada tanggal 23 Juni – 6 Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan pada bunga kol, kubis dan buncis yaitu C0, K0 dan B0 (Kontrol, C1, K1 dan B1 (0,5%, C2, K2 dan B2 (1%, C3, K3 dan B3(1,5%l, C4, K4 dan B4 (2%, C5, K5 dan B5 (2,5%, Analisis data menggunakan analisis varians satu arah dan uji beda jarak nyata Duncan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica terhadap perbedaan kandungan vitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis dari hari per hari selama penyimpanan. Perubahan kandungan vitamin C paling kecil terjadi pada perlakuan 1,5% dan paling besar pada perlakuan kontrol. Pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica 1,5% adalah yang paling efektif mempengaruhi kandungan fitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis. Hasil penelitian diaplikasikan pada perencanaan pembelajaran SMA kelas XII materi bioteknologi

  20. Aktivitas Harian Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus di Bali Safari and Marine Park, Gianyar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nikmatur rayan

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus. Penelitian ini dilakukan di Bali Safari and Marine Park, Gianyar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode focal animal sampling pada dua ekor orangutan kalimantan jantan dewasa. Kedua ekor orangutan tersebut diamati aktivitasnya pada pagi hari pukul 09.00-12.00 Wita dan pada sore hari pukul 14.00-17.00 Wita selama 20 hari. Data aktivitas harian dicatat selama tiga jam dengan mencatat kejadian aktivitas setiap satu menit. Orangutan kalimantan di Bali Safari and Marine Park yang ditempatkan di habitat buatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat (63,75%, diikuti makan (23,38%, bergerak (9,07%, bermain (2,79%, agresif (0,53%, grooming (0,38% dan seksual (0,11%. Orangutan kalimantan lebih banyak melakukan aktivitas pada sore hari dari pada pagi hari. Aktivitas harian orangutan kalimantan yang diamati di Bali Safari and Marine Park berturut-turut dari yang paling banyak ke aktivitas paling sedikit yaitu istirahat, makan, bergerak bermain, grooming, agresif, dan seksual.

  1. STUDI EVALUASI SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KAMPUS BUKIT JIMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nur Hanifan

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Pada gedung Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana, banyak menggunakan energi listrik untuk berbagai sarana dalam memberi kenyamanan bagi mahasiswa maupun staff. Salah satu usaha dalam memberi kenyamanan tersebut adalah dengan memasang sistem pengkondisian udara. Karena banyaknya ruangan yang menggunakan sistem pengkondisian udara, maka diperlukan evaluasi pada kapasitas sistem pengkondisian udara tersebut sehingga dapat diketahui kondisi besar kapasitas AC terpasang. Pemakaian software dalam penghitungan akan sangat membantu kecepatan dalam penghitungan kapasitas sistem pengkondisian udara yang dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Studio. Selain itu evaluasi dilakukan pada penggunaan timer pada gedung DH karena timer pada gedung DH sudah tidak bekerja dengan baik dan waktu operasi AC belum efektif. Pada hasil perhitungan terdapat 18 ruangan dimana kapasitas AC terpasang kurang dari hasil perhitungan dan 3 ruangan kapasitas AC terpasang melebihi hasil perhitungan. Hal ini disebabkan penghitungan kapasitas AC terpasang belum menambahkan faktor penambahan kalor dari luar dan dari dalam ruangan. Evaluasi kinerja timer yang dilakukan pada gedung DH yaitu dengan mengevaluasi waktu operasi AC dimana kerja AC sebelumnya 8 jam waktu operasi selama 7 hari dikurangi menjadi 8 jam selama 5 hari karena pada hari sabtu dan minggu merupakan hari libur kuliah sehingga konsumsi energi listrik berkurang sebesar 580,34 kWh/minggu Kata kunci : Evaluasi, Air Conditioner (AC, Kapasitas AC.

  2. MATERNAL BEHAVIOUR IN SELECTING TRADITIONAL BIRTH ATTENDANTS TO ASSIST THE DELIVERY IN KELINJAU ULU VILLAGE MUARA ANCALONG EAST KUTAI EAST KALIMANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ike Anggraeni

    2015-04-01

    Full Text Available Latar Belakang: Rendahnya pertolongan persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu, di sisi lain peran dukun bayi masih dominan terutama di daerah pedesaan. Tujuan: Mengidentifikasi perilaku ibu dan budaya yang mempengaruhi ibu dalam memilih dukun bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 10 ibu yang memiliki pengalaman persalinan dibantu oleh dukun bayi, 2 dukun bayi, dan 1 tenaga kesehatan. Hasil: Dukun bayi memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendasar dengan mendukung wanita selama kehamilan, persalinan, dan periode postpartum. Dukun bayi membantu persalinan sebagai perbuatan sukarela dan tidak akan dibayar, tetapi menerima bahan makanan atau uang sebagai tanda penghargaan. Dukun bayi juga memiliki peran penting pada upacara kelahiran. Ibu juga memiliki pendapat bahwa persalinan oleh tenaga kesehatan cenderung menyakitkan, mereka merasa takut dan malu untuk membuka vagina mereka saat melahirkan dengan bidan. Selain itu, tidak adanya tenaga kesehatan akibat kendala geografis membuat ibu melahirkan dengan dukun bayi. Kesimpulan: Disarankan untuk mempromosikan manfaat kelahiran di fasilitas kesehatan atau dibantu dengan petugas kesehatan ketika ibu memiliki perawatan antenatal. Pada pelatihan dukun bayi, tenaga kesehatan harus mengarahkan peran dukun bayi hanya sebagai seorang pembantu yang memberikan dukungan emosional dan sosial bagi perempuan selama persalinan dan melahirkan.  Kata kunci: Dukun bayi, persalinan, perilaku ibu

  3. PEMANFAATAN LIMBAH PEPAYA (Carica papaya L DAN TOMAT (Solanum lycopersicum L UNTUK MEMPERCEPAT PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aji Baharudin

    2017-04-01

    Full Text Available Salah satu penanganan sampah organik adalah memaanfaatkannya menjadi bahan baku kom-pos. Dalam penelitian ini, untuk mempercepat waktu pengomposan,digunakan limbah pepaya dan limbah tomat sebagai inokulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis inokulan yang lebih efektif di antara dua jenis limbah buah tersebut, melalui eksperimen yang mengguna-kan rancangan post test only group. Obyek penelitian adalah sampah organik yang berasal dari halaman Asrama I Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebanyak 60 kg yang diperoleh dengan me-toda integrated sampling, sedangkan sampah limbah pepaya dan tomat sebanyak 2 kg yang di-peroleh dari Pasar Serangan, diambil dengan metoda purposive sampling. Berdasarkan indika-tor kompos matang, dari lima kali ulangan, rata-rata waktu terbentuknya kompos pada kelompok perlakuan dengan inokulan limbah pepaya adalah selama 32,3 hari dan inokulan limbah tomat selama 31,7 hari. Hasil uji statistik dengan t-test bebas memperoleh nilai p < 0,001 yang berarti bahwa perbedaan lama waktu pengomposan antara kedua inokulan tersebut memang bermak-na. Dapat disimpulkan bahwa limbah tomat lebih efektif dan cepat dibandingkan dengan limbah pepaya dalam mempercepat proses pengomposan.

  4. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  5. Analisis Safety System dan Manajemen Risiko pada Steam Boiler PLTU di Unit 5 Pembangkitan Paiton, PT. YTL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Kristianingsih

    2013-09-01

    Full Text Available Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia. Salah satu bagian dari sistem PLTU yang memiliki risiko bahaya tinggi adalah boiler, oleh karena itu diperlukan adanya analisis bahaya dan safety system sebagai langkah pencegahan bahaya pada boiler. Analisis bahaya dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode HAZOP. Node yang dipakai adalah economizer, steam drum, superheater, dan reheater yang merupakan komponen utama penyusun boiler. Guide word dan deviasi ditentukan berdasarkan control chart yang dibentuk oleh data proses masing-masing komponen selama bulan Maret 2013. Estimasi likelihood dilakukan berdasarkan data maintenance dari work order PT YTL selama 5 tahun, sedangkan estimasi consequences dilakukan berdasarkan kriteria risiko yang ditimbulkan serta berdasarkan control chart. Hasil perkalian likelihood dan consequences dengan risk matrix menghasilkan kriteria risiko dari komponen. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa komponen yang memiliki risiko bahaya paling besar adalah level transmitter steam drum dengan deviasi berupa less level, yaitu dengan kriteria likelihood adalah A dan consequences 4, sehingga risiko bernilai extreme. Selain itu, risiko extreme juga terdapat pada pressure transmitter outlet superheater, dengan likelihood B dan consequences 4. Untuk menurunkan risiko, maka dilakukan perawatan dan kalibrasi secara rutin, serta penambahan redundant transmitter. Bahaya paling besar pada seluruh node adalah adanya kebakaran. Oleh karena itu, dilakukan analisis emergency response plan untuk kebakaran yang mencakup peta evakuasi, tugas dan tanggungjawab tiap personel, langkah pencegahan, serta langkah penanganan.

  6. KARAKTERISASI SIFAT-SIFAT BIOKIMIA EKSTRAK KASAR LIPASE EKSTRASELULER BAKTERI Azospirillum sp.PRD1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Nur Handayani

    2011-11-01

    Full Text Available Enzim lipase mempunyai peranan penting dalam katalis berbagai reaksi industri satu diantaranya pembuatan flavor melalui reaksi esterifikasi. Lipase adalah biokatalis yang berperan besar dalam aplikasi bioteknologi, seperti dalam sintesis biopolimer, biodiesel, produksi obat, dan produksi flavor. Peningkatan penggunaan lipase untuk industri mendorong dilakukan penelitian untuk mendapatkan sumber-sumber lipase baru. Sumber lipase yang potensial salah satunya adalah bakteri Azospirillum sp.PRD1 dari isolat lokal Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan ekstrak kasar lipase dan menentukan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Metode yang digunakan antara lain peremajaan bakteri Azospirillum sp.PRD1, dan produksi inokulum, penentuan waktu produksi optimum dan fase pertumbuhan bakteri, ekstraksi dan produksi ekstrak kasar lipase dan penentuan karakteristik sifat-sifat biokimiawinya. Hasil penelitian diperoleh ekstrak kasar lipase dari inokulum berumur 7 jam dan medium produksi dengan induser minyak zaitun yang diinkubasi selama 3 jam memiliki aktivitas spesifik 7,0547 Unit/mg. Lipase ekstrak kasar optimum pada pH 7, suhu 40 oC dan waktu inkubasi selama 25 menit. Lipase merupakan metaloenzim dengan kofaktor Zn2+ , Mn2+, Hg2+, Ca2+, Co2+ and Mg2+.

  7. TINGKAT HIDUP DAN PERTUMBUHAN AVOKAD HASIL SAMBUNG PUCUK ENTRES YANG DISIMPAN DALAM PELEPAH BATANG PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lazarus Agus Sukamto

    2014-01-01

    Full Text Available Buah avokad mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik bagi masyarakat khususnya kandungan lemak tidak jenuh dan protein yang tertinggi bila dibandingkan jenis buah lain. Untuk tujuan komersial, tanaman avokad perlu diperbanyak secara vegetatif untuk memperoleh bibit yang telah terbukti kualitas dan kuantitas tinggi, serta berbuah lebih awal. Keberhasilan penyambungan sangat dipengaruhi oleh kesegaran entres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan pertumbuhan sambungan tanaman avokad dengan menggunakan entres yang disimpan dalam pelepah batang pisang selama dua hingga sembilan hari. Parameter pengamatan meliputi persentase tingkat hidup sambungan, pertumbuhan panjang, jumlah daun, jumlah cabang, dan panjang percabangan batang atas setiap bulan sampai enam bulan. Data pertumbuhan dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap tingkat hidup hasil sambungan dan pertumbuhan batang atas avokad. Rerata tingkat hidup bibit sambungan avokad terus menurun dari 99,5% pada umur satu bulan sampai 71% pada umur enam bulan setelah penyambungan, tetapi tidak mengalami penurunan setelah lima bulan penyambungan. Penyimpanan entres avokad dalam pelepah pisang dapat dipertahankan kesegarannya selama sembilan hari, yaitu tingkat hidup sambungan 60% - 84% enam bulan setelah penyambungan. Ada kecenderungan bahwa makin lama penyimpanan entres, makin menurun pertumbuhan batang atas avokad; sebaliknya makin lama umur penyambungan, makin meningkat pertumbuhan batang atas avokad, kecuali jumlah cabangnya yang relatif tidak meningkat setelah dua bulan penyambungan.

  8. The oldest modern therian mammal from Europe and its bearing on stem marsupial paleobiogeography

    OpenAIRE

    Vullo , Romain; Gheerbrant , E.; Muizon , Chri; Neraudeau , Didier

    2009-01-01

    International audience; We report the discovery of mammalian tribosphenic teeth from the basal Cenomanian of southwestern France that we refer to a new primitive marsupial-like form identified as a basal taxon of Mar- supialiformes, a new clade recognized here to include the crown group Marsupialia and primitive stem lineages more closely related to Marsupialia than to Deltatheroida. Arcantiodelphys marchandi gen et sp nov. shares several significant marsupial-like features (s.l.) with marsup...

  9. Penentuan Umur Simpan Lengkuas dengan Model Arrhenius Berdasarkan Kadar Air dan Kadar Sari Larut dalam Air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Khathir

    2014-04-01

    Full Text Available Abstrak. Lengkuas (Alpinia galanga adalah salah satu tanaman penting bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini dapat digunakan untuk bumbu masakan dan obat herbal. Tujuan kajian ini adalah untuk menduga umur simpan lengkuas segar dengan menggunakan model Arrhenius. Lengkuas segar yang baru dipanen dibersihkan dan dipotong-potong dengan ukuran 2cm, kemudian disimpan pada suhu 5, 10 dan 28°C. Evaluasi dilakukan oleh 25 orang panelis dengan menggunakan skala hedonic dari sangat suka sampai sangat tidak suka terhadap warna, kesegaran, aroma dan tekstur. Parameter yang diamati adalah kadar air dan kadar sari larut dalam air. Parameter tersebut diamati dalam interval 3 hari selama 21 hari atau sampai sampel dinyatakan tidak disukai oleh panelis pada salah satu kriteria hedoniknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pad asuhu 28°C, lengkuas dapat disimpan selama 3 hari, sedangkan pada suhu 10 dan 5°C, lengkuas dapat disimpan selama 12 dan 21 hari. Energi aktivasi (EA dan tingkat perubahan mutu (Q10 karena kadar sari larut dalam air lebih besar dari energi aktivasi (EA dan tingkat perubahan mutu (Q10 karena kadar air lengkuas. Namun demikian, kedua parameter tersebut tidak tepat digunakan untuk menduga umur simpan lengkuas.   Shelf-Life Prediction of Galanga by Using Arrhenius Model Based on Its Moisture and Water Soluble Extract Content Abstract. Galanga (Alpinia galanga is one of important plants for Indonesian people. It can be used as spices and also as herbal medicine. The aim of this study is to predict the shelf-life of fresh galanga by using Arrhenius model. Fresh harvested galanga, which was cleaned and chopped at width about 2 cm, was stored at temperatures 5, 10, and 28°C. The evaluation was done by 25 respondents by using hedonic scale from the range of like very much until dislike very much. This hedonic evaluation was assessed, based on colour, freshness, aroma, and texture. Parameters observed were moisture and water soluble extract

  10. تعليم اللغة العربية بفكرة كياهي الحاج إمام زركشي التي » كتاب دروس اللغة العربية « تتصور

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Muchlish Huda

    2013-01-01

    Full Text Available Dalam proses pembelajaran Bahasa Arab tidak terlepas dari adanya buku, kitab atau diktat sebagai materi dan bahan ajar. Suatu materi atau bahan ajar, tentunya disusun oleh penyusunnya dengan suatu pendekatan tertentu dan melalui beberapa pertimbangan tertentu baik pertimbangan yang bersifat ideologis-epistemologis maupun pertimbangan yang bersifat sequence-content dengan tetap memperhatikan kebutuhan peserta didik sebagai objek dan subjek dalam pembelajaran. Salah satu kitab dalam pembelajaran bahasa Arab yang memberikan arah baru dan corak yang berbeda dengan kitab pembelajaran bahasa Arab lain adalah “Durusullughoh al-Arabiyah” yang dikarang oleh Imam Zarkasy dan Imam Syubbani. Kitab ini mencerminkan revolusi pemikiran yang dibawa oleh Imam Zarkasy dalam pembelajaran bahasa Arab, di mana pembelajaran bahasa Arab yang selama ini hanya berkutat pada tuntutan kepada siswa untuk menguasai aspek gramatikalnya dan mengesampingkan aspek yang lain, maka dalam kitab ini peran aktif siswa ketika mempelajari bahasa Arab menjadi salah satu tuntutannya. Tulisan ini membahas revolusi pemikiran Imma Zarkasy dalam pembelajaran bahasa Arab yang tercermin dalam kitab “Durusullughoh al-Arabiyah”. Adapun pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan yang kedua yakni sequence-content.

  11. Mosquito Survey in the Campus Area of Universitas Padjadjaran Jatinangor in September to November 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Faridah

    2017-12-01

    Kabupaten Sumedang dilaporkan sebagai salah satu daerah endemik demam berdarah di Jawa Barat. Jumlah pasien demam berdarah yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang meningkat dalam tiga bulan terakhir pada tahun 2015. Universitas Padjadjaran (Unpad merupakan salah satu wilayah yang terluas di Jatinangor Sumedang sebagai tempat banyak orang melakukan aktivitas pada siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis genera nyamuk yang ada di kampus Unpad Jatinangor berdasar atas waktu dan lokasi. Survei lapangan dilakukan pada 22 lokasi di kampus Unpad Jatinangor pada bulan September–November 2016 menggunakan perangkap nyamuk cahaya yang dimodifikasi. Perangkap nyamuk ditempatkan di dalam dan luar ruangan untuk setiap lokasi. Perangkap nyamuk dipasang selama 24 jam, kemudian nyamuk dikumpulkan setiap 12 jam. Nyamuk yang terperangkap dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam cangkir plastik, diberi label sesuai dengan waktu pengambilan, kemudian dibawa ke Laboratorium Parasitologi Unpad untuk diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 4 genera nyamuk ditemukan di kampus Unpad Jatinangor, yaitu Culex spp. (405, Armigeres spp. (70, Aedes spp. (33, dan Anopheles spp. (10. Pencegahan pada tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan perlindungan menggunakan kawat nyamuk pada jendela harus dipertimbangkan untuk menurunkan risiko penyakit tular vektor. Simpulan penelitian ini, Aedes spp. merupakan nyamuk yang paling aktif pada siang hari serta Culex spp. dan Armigeres spp. yang paling aktif pada malam hari.

  12. PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PADA KELOMPOK TERNAK PATRA SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Dwi Saputro

    2014-02-01

    Full Text Available Kelompok ternak Patra Sutera di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora yang berdiri pada tahun 2013 telah mempunyai sapi 8 ekor yang berada di kandang komunal yang dikelola oleh 6 anggota kelompok. Dalam satu hari setiap ekor sapi dapat menghasilkan limbah padat sebanyak 20-30 kg dan limbah cair sebanyak 100-150 liter yang selama ini belum dikelola dengan baik. Limbah dari kegiatan ternak belum terolah dengan baik dan dibuang ke lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat sekitar kandang. Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan atau pendampingan bagaimanakah teknik pembuatan pupuk organic dan reaktor biogas sederhana, mengoperasikan, serta memanfaatkan gas yang dihasilkan. Dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan keterampilan bagaimana cara mengolah limbah ternah untuk dijadikan pupuk dan pestisida organik,serta pengelolaan biodigester. Dari kegiatan ini Anggota kelompok ternak Patra Sutera mendapat pengetahuan dan mengolah limbah kotoran ternak (padat dan cair yang keliar dari biodigester menjadi pupuk yang lebih bermanfaat.

  13. ANALISIS KINERJA SAHAM SEKTOR FARMASI PADA BURSA EFEK INDONESIA (BEI TAHUN 2012-2014.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firman Hidayat

    2016-08-01

      Abstrak. Pasar Modal merupakan salah satu sarana untuk melakukan investasi, yaitu memungkinan para pemodal (investor untuk melakukan diversifikasi invetasi, membentuk portofolio sesuai dengan risiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan. Pasar modal adalah pertemuan antara yang memiliki kelebihan dana (pihak investor dengan pihak yang membutuhkan dana ( pihak perusahaan dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Investasi dalam bentuk saham memiliki resiko yang sangat besar. Kesalahan dalam pemilihan saham yang akan dibeli dapat mengakibatkan kerugian yang fatal. Oleh karena itu, investor harus dapat memilih dengan baik saham yang dibelinya. Pemilihan ini dapat dilakukan dengan melihat kinerja perusahaan selama kurun waktu tertentu. Salah satu cara yang umum untuk menilai kinerja perusahaan adalah dengan cara mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio keuangan terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Dalam hal ini penulis menggunakan Rasio Likuiditas yang diwakili oleh Current Ratio dan Rasio Profitabilitas yang diwakili oleh Earning Per Share dan Net Profit Margin.Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda yang disertai dengan asumsi klasik menunjukkan bahwa Current Ratio (CR, Earning Per Share (EPS, Net Profit Margin (NPM berpengaruh signifikan    terhadap Return Saham. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai probabilitas nya atau p-value yang mempunyai nilai < Kata Kunci: Current Ratio (CR; Earning Per Share (EPS;  Net Profit Margin (NPM;  Return Saham

  14. Konduktifitas Listrik Komposit Polimer Polipropilena/Karbon Untuk Aplikasi Pelat Bipolar Fuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pramono

    2016-02-01

    Full Text Available Proton exchange membrane fuel cell (PEMFC merupakan salah satu sumber energi alternatif yang saat ini sedang dikembangkan untuk mengatasi permasahan krisis energi dan lingkungan. Salah satu komponen yang mempunyai peran  signifikan dalam efisiensi biaya dan proses PEMFC adalah pelat bipolar. Untuk itu diperlukan pelat bipolar yang ringan, murah, dan mudah diproduksi secara masal. Dalam penelitian ini dikembangkan komposit pelat bipolar menggunakan matriks polipropilena (PP, penguat karbon hitam dan grafit elektroda dengan variasi komposisi wt% PP/grafit/CB sebesar 85:10:5; 75:20:5; 65:30:5;dan 55:40:5, sehingga mendapatkan sifat daya hantar listrik yang baik. Sifat-sifat dari komposit yang dihasilkan diuji dengan pengujian konduktivitas, Dari keempat formula, didapatkan bahwa sifat listrik yang paling baik terdapat pada formula empat dengan penambahan grafit sebesar 40 wt%. Formulasi empat memiliki konduktivitas listrik sebesar 2,523E-03 S/cm. sifat listrik juga belum optimal dikarenakan masih terdapatnya banyak rongga atau pori dalam komposit PP/grafit/CB yang disebabkan oleh udara yang terjebak selama proses penekanan.

  15. EGG TRAY DAUN SALAM (Eugenia polyantha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isna Bekti Pertiwi

    2017-02-01

    Full Text Available Telur ayam ras merupakan salah satu makanan yang bergizi tinggi dengan rasa yang enak dan harga relatif murah serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Namun, telur ayam ras mentah memiliki sifat mudah menurun kualitasnya dan mudah rusak karena lama wak-tu simpan telur yang relatif pendek. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pe-ngaruh penggunaan baki telur daun salam (Eugenia polyantha terhadap lama waktu simpan telur ayam ras mentah yang dicuci dan tidak dicuci, dan secara khusus bertujuan untuk menge-tahui pengaruh perbandingan komposisi 0 %, 20 % dan 40 % dari daun salam yang digunakan. Penelitian yang dilakukan adalah true experiment dengan rancangan post test only with control group. Sebagai kontrol adalah baki telur yang biasa dijumpai di pasaran. Di setiap baki telur, pa-da suhu kamar diletakkan masing-masing 10 butir telur yang tidak dicuci dan 10 butir telur yang dicuci sebelumnya. Pengamatan lama waktu simpan telur dilakukan selama dua puluh tujuh hari dengan melihat perubahan kondisi telur-telur tersebut. Data dianalisis menggunakan uji Anova satu jalan pada α 0,05; dan hasilnya menunjukkan bahwa baki telur dengan komposisi daun salam 40 % adalah yang paling efektif dalam memperpanjang lama waktu simpan telur ayam ras mentah yang dicuci. Nilai mean difference yan dihasilkan adalah 14.00000 dan nilai p lebih kecil dari 0,001.

  16. PEMAHAMAN KEBERAGAMAAN DAN GERAKAN KELOMPOK FPI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Ma’arif

    2017-08-01

      Sikap-sikap FPI (Front Pembela Islam di Indonesia selama ini terkesan ‘frontal’ dan melawan setiap bentuk kemunkaran. Aksi mereka, sebenarnya bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk ekspresi terdalam dari sekelompok orang muslim dalam mengartikulasikan ajaran-ajaran agama yang dipeluknya, atau sebagai bentuk sikap “kesalehan” dalam memandang setiap keyakinan yang berbeda dengan keyakinan yang diyakininya. Apalagi dalam memandang persoalan yang jelas-jelas dianggap sebagai bentuk kemaksiatan, kesesatan dan penodaan agama. Maka respons dan reaksi mereka, sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di Surabaya adalah dalam rangka menegakkan prinsip keimanan yang dianggap “benar” tadi. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang faktor apa saja yang melatari lahirnya kelompok-kelompok keagamaan kontemporer—terutama sekali FPI di Surabaya. Sekaligus mengetahui pemahaman keagamaan, aktifitas dan gerakan-gerakan kelompok FPI di daerah tersebut. Gambaran hasil penelitian ini pada akhirnya diharapkan mampu mengeliminasi kemungkinan kesalahpahaman informasi yang menjadi sebab timbulnya prejudice, dan stereotype yang merupakan langkah awal terjadinya konflik atau mengatasi konflik antar komunitas agama secara komprehensif. Sebab, dengan diketahui keanekaragaman kelompok-kelompok keagamaan dengan dinamika gerakannya  akan lebih memudahkan masyarakat agama untuk saling belajar satu sama lain.

  17. Kebutuhan Masyarakat Desa Tebat Gabus Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan Terhadap Program Pengendalian Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Arisanti

    2015-09-01

    Full Text Available Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS merupakan salah satu daerah endemis malaria di ProvinsiSumatera Selatan dengan Annual Malaria Incidence (AMI yang mengalami perubahan flktuatif,dimana pada tahun 2007 sebesar 6,50/00 meningkat menjadi 8,700/00 di tahun 2008. Desa Tebat Gabusmerupakan salah satu daerah endemis malaria di Kabupaten OKUS dengan AMI 2011 sebesar231,890/00. Program pemberantasan malaria sudah dijalankan di Indonesia sejak tahun 2000 yaitukegiatan penemuan dan pengobatan penderita, perluasan cakupan pengobatan, pemberantasanvektor, gebrak malaria, penyuluhan, kerja sama lintas sektor dan pengamatan vektor. Hasil penelitian diwilayah kerja Puskesmas Tenang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKUS tahun 2009 menyatakanbahwa pengetahuan masyarakat masih rendah (61,5% dan sebanyak 97,8% masyarakat belum pernahmendapatkan penyuluhan kesehatan tentang malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikebutuhan masyarakat dalam program pengendalian malaria. Pengumpulan data dilakukan selama 5bulan tahun 2012 dengan menggunakan metode pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD.Informan FGD terdiri dari 4 kelompok masyarakat:i. kelompok wanita dengan pendidikan SMP kebawah, ii. kelompok wanita dengan pendidikan SMA ke atas, iii kelompok laki-laki dengan pendidikanSMP ke bawah dan iv. kelompok laki-laki dengan pendidikan SMA ke atas yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program pengendalian malaria berupa edukasikesehatan, kemudahan memperoleh pengobatan malaria dan pemeriksaan darah untuk diagnosismalaria serta pembagian kelambu berinsektisida dan penyemprotan insektisida di dinding rumah untuktindakan pencegahan.

  18. Hidrolisis Ampas Tebu dengan Katalisator Asam Asetat untuk Memproduksi Furfural menggunakan Metode Steam Stripping

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Listiani

    2016-12-01

    Full Text Available Proses hidrolisis ampas tebu menggunakan asam asetat sebagai katalis dengan metode satu tahap (steam stripping telah dilakukan. Ampas tebu sebanyak 50 gram dihidrolisis dalam 500 ml akuades yang mengandung katalis asam asetat sebesar 2 - 6% dengan variabel waktu selama 1 - 3 jam dan temperatur hidrolisis 110 - 120oC menggunakan metode steam stripping. Metode konvensional dilakukan dalam dua tahap yaitu pemasakan dan pemisahan dalam waktu tinggal tertentu, sehingga dapat menyebabkan degradasi furfural. Selain itu, energi yang digunakan sangat besar karena ada energi yang terbuang saat pendinginan produk. Maka peneliti mengembangkan proses hidrolisis hemiselulosa menjadi furfural sekaligus juga proses pemisahan yang dilakukan secara serempak dalam satu tahap yaitu dengan menggunakan metode distilasi steam stripping. Penelitian ini ditujukan untuk melihat apakah metode steam stripping dengan menggunakan katalis asam asetat efektif untuk digunakan dalam memproduksi furfural. Dalam studi ini juga dipelajari pengaruh waktu hidrolisis, konsentrasi katalis, dan  temperatur terhadap konsentrasi furfural. Hasil uji menggunakan Response Surface Methodology (RSM menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh untuk perolehan furfural adalah konsentrasi katalis dan temperatur. Hasil penelitian menunjukkan optimum dengan perolehan konsentrasi furfural tertinggi (6,038 mg/ml di peroleh pada waktu 3 jam, temperatur 120°C, dan konsentrasi katalis 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif untuk digunakan dalam produksi furfural.

  19. PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BIMOLI CLASSIC (Studi Kasus : PT. SALIM IVOMAS PRATAMA – BITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prudensy F. Opit

    2012-02-01

    Full Text Available Salah satu metode yang digunakan untuk memberikan solusi peningkatan standar proses internal perusahaan yang bertujuan untuk meminimasi defect atau nonconforming sehingga trend kegagalan produk menurun untuk tiap periodenya adalah metode Six Sigma. Melalui penerapan siklus DMAIC (Define, Measure, Improve, Analyze, and Control dalam Six Sigma, maka indeks kapabilitas proses (Cp serta Defect per Million Opportunies (DPMO dapat diketahui. Penelitian ini dilakukan pada PT. Salim Invomas Pratama-Bitung, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan minyak goreng dengan menggunakan bahan baku kelapa sawit, dimana salah satu produk yang dihasilkan adalah Bimoli gelon 5 liter (classic. Dari karateristik kualitas Peroxide Value (PV yang diukur oleh perusahaan selama satu periode (Februari-Maret 2007, kadar PV dengan batas maksimum 3% sering mengalami penyimpangan. Melalui pengolahan data serta analisis dengan menggunakan siklus DMAIC, didapatkan Cp sebesar 1,11 dengan nilai DPMO sebesar 3,4. Kata Kunci :        Pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC, DPMO, SOP, Indeks Kapabilitas Proses     One of method used to give solution of corporate internal process standard improvement, whose goal to minimalize defect or nonconforming, so trend of product  decrease for each period is six sigma method. Through DMIAC  cycle (Define, Measure, Improve, Analyze, and Control on six sigma, The  capability Index (CP and defect per million opportunities (DPMO will be knew. This reaserch was be done by PT Salim Invomas Pratama , Bitung, is one of edible oil corporate, one of product is bimoli. From quality characteristic in one period (February-March 2007 . PV content has 3 % as maximum limit. Trough data process and analysis use DMAIC, get 1,11 as CP and 3,4 s DPMO point  Keywords :Quality Control, Six Sigma, DMAIC, DPMO, SOP, Indeks Kapabilitas Proces

  20. MULTILAYER POROUS COMPOSITE FROM WASTE GLASS FOR WATER FILTRATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. P. Aji

    2015-07-01

    Full Text Available Multilayer porous composite have been produced through the heating process at temperature T=700oC for 2.5 h. Single layered porous composite was made with a varied mass percentage of from PEG polymer  1% to 10%. Double-layered porous composite were made by the arrangement of porosity (4:3%, (4:2% and (3:2%, while the three-layers porous composite have an arrangement (4:3:2%. Performance of multilayer porous composite for water filtration with pollutants of methylene blue 100 ppm was estimated from the absorbance spectrum. Rejection of methylene blue pollutants from single layered porous composite increases when the fraction of PEG polymer tend to be smaller in the matrix. Meanwhile, the double layered porous composite has a degradation of methylene blue pollutants are better than one layer. Triple layered porous composite have good performance for the water filtration where all the pollutants of methylene blue be able to be filtered.   Komposit pori berlapis telah dihasilkan dengan proses pemanasan pada temperatur T=700oC selama 2.5 jam. Komposit pori satu lapis dibuat dengan variasi persen massa polimer PEG 1% hingga 10%. Komposit pori dua lapis dibuat dengan susunan porositas (4:3%, (4:2% dan (3:2%, sedangkan komposit pori tiga lapis memiliki susunan porositas (4:3:2%. Kinerja komposit pori berlapis untuk filter air dengan polutan methylene blue 100 ppm diestimasi dari spektrum absorbansi. Rejeksi polutan methylene blue dari komposit pori satu lapis meningkat saat fraksi polimer PEG cenderung lebih kecil dalam matrik komposit. Sedangkan, komposit pori dua lapis memiliki kemampuan untuk degradasi polutan methylene blue yang lebih baik dari satu lapis. Komposit pori tiga lapis memiliki kinerja yang baik untuk filter air dimana seluruh polutan methylene blue mampu disaring. 

  1. IDENTIFIKASI GAYA KOGNITIF (COGNITIVE STYLE PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldarmono Aldarmono

    2012-09-01

    Full Text Available Keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran sangat ditentukan sejauhmana ia memahami karakteristik peserta didiknya. Kemampuan pendidik dalam hal ini sangat penting yaitu bagaimaan pendidik mampu mengidentifikasi karakter-karakter masing-masing individu. Perbedaan karatakter tersebut berpengaruh besar terhadap belajar mereka sesuai dengan gaya atau cara  masing-masing yang sudah barang tentu berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya. Implikasinya dari karakter peserta didik yang begitu variatif mendorong pendidik menerapkan strategi, model maupun metode pembelajaran yang efektif untuk disesuaikan dengan karakter masing-masing anak didik. Dari berbagai macam karakter yang dimiliki anak didik tersebut yang tidak kalah penting yaitu gaya kognitif dalam belajar. Gaya kognitif merupakan salah satu karakter anak didik yang sangat penting dan berpengaruh terutama terhadap pencapaian prestasi belajar mereka. Gaya kognitif berkaitan dengan bagaimana mereka belajar melalui cara-cara sendiri yang melekat dan menjadi kekhasan pada masing-masing individu. Gaya kognitif sangat erat kaitannya dengan bagaimana cara menerima dan memproses segala informasi khususnya dalam pembelajaran. Berbagai kecenderungan-kecenderungan dalam belajar mereka dapat didentifikasi dan kemudian diklasifikasi apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field Independent (berpikir cenderung memiliki kemandirian pandangan ataukah filed dependent (ketergantungan pandangan. Selama ini seperti yang nampak di lapangan praktek pendidikan tidak begitu memandang penting karateristik peserta didik. Sehingga masih sangat jarang pendidik yang memiliki kemampuan dan keterampilan mengungkap dan mengtahui berbagai karakteristik peserta didiknya dalam belajar. Yang terpenting bagaimana materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat kuasai tanpa memperhatikan karakter masing-masing. Sehingga yang terjadi pendidik cenderung menyama ratakan karakter masing-masing anak yang begitu

  2. DAYA KECAMBAH BENIH ROTAN JERNANG (Daemonorops draco Blume DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN PERENDAMAN DALAM AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emmy Winarni

    2018-01-01

    Full Text Available Good germination of rattan seed (DaemonoropsdracoBlume will increase the germination rate, germination rate, and germination rate. However, to germinate undergoes any obstacles because the seed of jernangrattan has a period of dormancy. The immersion in cold water or at normal temperature (28o - 32o C is one way that can be used to break the dormancy period of the seed. This study aims to determine the long immersion to the value of germination of rattan seed jernang (D. dracoBlume. This study used 3 treatments and 1 replication. The treatment in this research is soaking time without immersion (control, soaking for 24 hours, and 48 hours. The result research is that the long immersion has the effect on germination of rattan seed jernang (D. dracoBlume. The results showed that the best percentage of rattan seed germination (D.dracoBlume got the preliminary treatment with water immersion for 24 hours with a percentage of 80%. The best seed germination rate is at 48 hours of water immersion treatment at 33.89% / day. The highest germination rate was found in seeds treated by water immersion for 48 hours with an average of 0.0122% / day. Keywords : germination capacity; rotan jernang Perkecambahan benih rotan jernang (Daemonorops draco Blume yang baik akan meningkatkan daya kecambah, laju perkecambahan,dan nilai perkecambahan. Namun demikian untuk mengecambahkan masih terdapat kendala, karena benih rotan jernang memiliki masa dormansi. Perendam dalam air dingin atau pada suhu normal (28o - 32o C merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mematahkan masa dormansi benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman terhadap nilai perkecambahan benih rotan jernang (D. draco Blume . Penelitian menggunakan 3 perlakuan dan 1 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah waktu perendaman yaitu tanpa perendaman (kontrol, perendaman selama 24 jam, dan 48 jam. Hasil penelitian yang didapat adalah lama perendaman berpengaruh terhadap

  3. Aplikasi Pelapis Bionanokomposit berbasis Karagenan untuk Mempertahankan Mutu Buah Mangga Utuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Meindrawan

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract Mango is one of Indonesia export comodities which vulnerable to decay during transportation and storage.Coating is known as an effective method to overcome such shortcomings of mango during storage. The objective of this study is to examine the effect of carrageenan-based bionanocomposite coating application for maintaining quality of mango type Gedong gincu stored at 20 oC as well as characterize the mechanical and water vapor barier properties of resulting film. Zinc oxide nanoparticles (ZnO NPs (1 % w/w carrageenan and beeswax (3 % v/v solution, as hydrophobic component, were incorporated into carrageenan polymer to produce bionanocomposite solution. The results showed the mechanical and water vapor barrier properties of carrageenan films were improved by the addition of beeswax and ZnO NPs. N1B1 (carrageenan + beeswax + ZnO NPs emerged as the most effective coating formulation to delay the change of weight loss, firmness, CO2 production, total acidity as well as alteration in color parameters (L, a and b of mango during storage. Carrageenan-based bionanocomposite coating was potential as alternative method to keep the quality of mango during storage. Abstrak Mangga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang rentan mengalami kerusakan selama transportasi dan penyimpanan. Pelapisan dikenal sebagai metode yang efektif untuk mengatasi masalah mangga selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh aplikasi pelapis bionanokomposit berbasis karagenan dalam mempertahankan kualitas mangga jenis Gedong gincu yang disimpan pada suhu 20 oC serta mengkarakterisasi sifat mekanis dan barier uap air dari film yang dihasilkan. Nanopartikel seng oksida (NP-ZnO (1% b/b karagenan dan beeswax (3 % v/v larutan, sebagai komponen hidrofobik, diinkorporasikan ke dalam polimer karagenan untuk menghasilkan larutan bionanokomposit. Hasil penelitian menunjukkan sifat mekanis serta barier uap air dari film karagenan mampu

  4. Penambahan Astaxanthin pada Pengencer Kuning Telur Berbagai Jenis Unggas Dapat Memproteksi Semen Babi Selama Penyimpanan (THE ADDITION OF ASTAXANTHIN ON SPERM DILUENTS PHOSPHATE EGGYOLK OF VARIOUS POULTRY CAN PROTECT QUALITY OF PIG SPERM DURING STORAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Bebas

    2017-01-01

    Full Text Available A study was conducted to formulate semen diluent of pigswith a better quality, cheap and easy toprepare using egg yolk of various poultries such as chickens, ducks and quails in combinationwithastaxanthin, a potent antioxidant. The research design used was a completely randomized factorialdesign with three different types of sperm diluents and four levels of astaxanthin concentration. Spermdiluents used were phosphate duck egg yolk, phosphate quail egg yolk and yolks phosphate supplementedrespectivelywith 0,002%, 0,004% and 0,008%astaxanthine. The treated sperm were strored at 5oC for 48hours. The sperm qualities were examined for progressive motility, spermatozoa abnormalities, viabilityand plasma membrane integrity. The result showed that sperm diluents of using duck egg yolk phosphatein combination with 0.002% astaxanthinresulted in the highest progressive motility, viability and plasmamembrane intact while abnormalities spermatozoa is lowest. It can be concluded that phosphate duck eggyolk sperm diluents with the addition of 0,002% astaxanthinappeared to be able to maintain the qualityof pig sperm stored at 5oC for 48 hours.

  5. PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN UDARA TERHADAP PERUBAHAN MUTU TABLET EFFERVESCEN SARI BUAH SELAMA PENYIMPANAN [Influence of Temperature and Relative Humidity on the Quality of Fruit Juice Effervescent Tablet During Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ansar

    2011-06-01

    Full Text Available The aim of this research was to study the influence of temperature and relative humidity on the quality of the fruit juice effervescent tablet. Sample of the passion fruit effervescent tablet was prepared from passion fruit granular, aspartame, polyetilene glycol, citric acid, and sodium bicarbonate. Variable analyzed was dissolution rate of the tablet during storage. The results indicated that temperature and humidity significantly affect dissolution rate of the fruit juice effervescent tablet. The reason for the decrease in dissolution rate was because at high storage temperature (35oC, sodium bicarbonate was not stable. The bicarbonate amount gradually decreased because it reacted with citric acid. Consequently, when the tablet was dissolved, the reaction between sodium bicarbonate and citric acid was slow. At high relative humidity (85.5% of storage, the reaction occurred prior to the dissolution due to moisture intake.

  6. QUANTIFICATION OF Salmonella Typhimurium REDUCTION DURING COLD STORAGE OF RAW SHRIMPS IN THE PRESENCE OF SODIUM METABISULFITE [Kuantifikasi Reduksi Salmonella Typhimurium pada Udang Segar selama Penyimpanan Dingin dengan Penambahan Natrium Metabisulfit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andiarto Yanuardi3

    2012-12-01

    Full Text Available Prediction of bacterial growth, survival or reduction in food matrices is needed for microbiological risk assessment. The survival of Salmonella Typhimurium on surfaces of raw shrimps at low temperature was studied, in the presence of sodium metabisulfite which is often used to prevent melanosis. The growth and/or reduction rates were quantified using DMFit software with Baranyi model and or linear model. The result showed that without sodium metabisulfite (control, when the initial level was high (105 CFU/ml, S. Typhimurium grew with a lag phase of 51.99±7.46 h and a growth rate of 0.01±0.002 log CFU.ml-1.h-1 on raw shrimps during storage at 8±2°C. When 1.5% (w/w sodium metabisulfite, a maximum level that often used to prevent melanosis, was added under the same condition, the number of S. Typhimurium was reduced for 5 log CFU/ml after 5 days, with a reduction rate of -0.03±0.001 log CFU.ml-1.h-1. This study indicated that Baranyi model can be used to predict the growth of S. Typhimurium on raw shrimp at low temperature, when sodium metabisulfite is absent. However, when sodium metabisulfite is present, at least 0.4% as found in this study, the reduction of S. Typhimurium can be predicted using a simple linear model.

  7. ¬¬¬¬ SURVIVAL OF Cronobacter sakazakii IN SKIM MILK DURING SPRAY DRYING, STORAGE AND RECONSTITUTION [Ketahanan Hidup Cronobacter sakazakii dalam Susu Skim selama Proses Pengeringan Semprot, Penyimpanan dan Rekonstitusi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilis Nuraida1,2

    2012-12-01

    Full Text Available Cronobacter sakazakii is an emerging pathogen known to survive dry conditions and its presence in powder infant formula (PIF has been linked to several outbreaks. In Indonesia, isolation of this bacterium from various foods have been reported. The objective of this study was to determine the effect of spray drying and storage humidity on the survival of C. sakazakii YRc3a in skim milk and their viability upon reconstitution. The survival of Cronobacter during spray drying was determined by comparing the number of bacteria before and after drying. The viability of Cronobacter in spray dried skim milk (SDSM during storage was observed at weeks 1 to 8 and 12. At the same intervals, SDSM containing the pathogens was reconstituted at either 27°C or 50°C and the survivors were enumerated. The data were plotted to yield survival curves. Spray drying caused 4.19 log CFU/g reduction of Cronobacter and the bacteria experiencing drying were less sensitive to reconstitution at 50°C. During storage, the water activity of SDSM reached equilibrium at week 2 and afterwards, they started to decrease when stored at 50% or 90% RH, but maintained its viability at 70% RH. Storage at 50% and 90% RH accelerated the death rate of C. sakazakii YRc3a, resulting in the decline of the viable counts for 3 log cycles. At 50% RH, C. sakazakii Yrc3a decreased significantly, but the survivors exhibited increased heat resistance with the lowest reduction upon reconstitution at 50°C (0.16 log CFU/ml.

  8. EFEK KOLAGEN DARI BERBAGAI JENIS TULANG IKAN TERHADAP KUALITAS MIOFIBRIL PROTEIN IKAN SELAMA PROSES DEHIDRASI [Effect of Various Fish Bone Collagens on the Quality of Myofibril Fish Protein During Dehydration Process

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudhomenggolo Sastro Darmanto*

    2012-06-01

    Full Text Available Increase in fish fillet export in Indonesia has caused an increase in its waste such as bones, spines, skin and entrails of fish. Fish bones can be processed by demineralization to produce collagen, an important food additive. The effect of addition of 5% of collagen obtained from fresh water, brackish water and sea water fish bone on the fish protein miofibril of grouper was investigated in this research. Water sorption isotherm, Ca-ATPase activity, gel strength, water holding capacity, folding test and viscosity during dehydration process were evaluated. The results showed that collagens made from various fish bones have different Ca-ATPase activity. The reduction rate of Ca-ATPase activity were in accordance with the reduction of water sorbtion isotherm, gel forming ability, water holding capacity, viscosity and folding test during dehydration process.

  9. Analisis Nilai Gizi Telur Itik Asin Yang Dibuat Dengan Media Kulit Buah Manggis Selama Masa Pemeraman (NUTRIENT ANALYSIS OF DUCK SALTED EGGS MADE BY MANGOSTEEN RIND MEDIA DURING SALTING PERIODS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Karang Agustina

    2015-08-01

    Full Text Available The purposes of this research were to determine the level of nutrient in duck salted eggs made by using mangosteen rind media observed by water content, ash, fat, protein and carbohydrate during salting periods. This research used Completely Randomized Design (CRD, with twofactors. First were media;   mangosteen rind media and brick media. Second were salting periods;7, 14 and 21 days. The level of nutrient contain in duck salted eggs measured according to  Association of Official Analytical Chemist (1984 methods. These data analyzed by T tests tocompare the level of nutrient contain in duck salted eggs produced between medias during saltingperiods. The results show that during the curing process by using the mangosteen rind media wasobserved at days 7, 14 and 21 decreased water and fat content of salted eggs. While the ash, proteinand carbohydrates content increased successively. When compared with the bricks media, all levelof nutritional parameters did not show a significant difference. So it can be concluded that themangosteen rind can be used as a media for making salted eggs.

  10. SOIL PROPERTIES OF EIGHT FOREST STANDS RESULTED FROM REHABILITATION OF DEGRADED LAND ON THE TROPICAL AREA FOR ALMOST A HALF CENTURY (Sifat-sifat Tanah Delapan Tegakan Hutan Hasil Rehabilitasi Lahan Terdegradasi pada Daerah Tropika Selama Setengah Abad

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Supriyo

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical, chemical and biological properties of soil are influenced by vegetation types which grow above it. Different tree species of stands will produce difference litter quantity, litter quality and also plants’ root system. Therefore quantifying physical and chemical soil properties in several stands after rehabilitation of degraded land will increase the understanding of forest soil characteristics. The research was conducted in 8 forest stands in Wanagama I, Gunungkidul, Yogyakarta. Collection of soil samples was done at the depth of 0-10, 10-30 and 30-50 cm by making soil profile. The result showed that the textural classes were from sandy clay loam to clay. The content of clay increased with increasing soil depth. Bulk density did not differ much among the profiles and soil depth, ranging from 0.90 to 1.28 g/cm3, and so were particle density ranged from 2.19 to 2.55 g/cm3 and pore space ranged from 47.89 to 58.08 %. pH H2O ranging from 5.81 to 7.49 (slightly acid to neutral, meanwhile  pH KCl ranging from 4.44 to 6.37. C-organic content varied widely among the vegetations and soil depth ranged between 0.11 and 5.17 %. Available P and total P varied widely from 1 to 104 ppm and from 20 to 390 ppm, respectively. CEC were not much different among the profiles and soil depths, ranging from 19.80 to 38.06 cmol (+/kg and base saturation in all samples were very high i.e. > 100 %.   ABSTRAK Sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah dipengaruhi oleh tipe vegetasi yang tumbuh di atasnya. Perbedaan spesies pohon suatu tegakan akan menghasilkan perbedaan jumlah seresah, kualitas seresah dan juga sistem perakaran. Kuantifikasi sifat-sifat fisik dan kimia tanah pada beberapa tegakan hutan pada lahan terdegradasi setelah direhabilitasi akan meningkatkan pemahaman mengenai sifat-sifat tanah hutan. Penelitian dilakukan pada I jenis tegakan hutan di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-10, 10-30 dan 30-50 cm dengan cara membuat profil tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas tekstur mulai dari geluh lempung pasiran sampai lempung. Kandungan lempung meningkat dengan semakin dalamnya tanah. Berat volume tidak banyak berbeda antar profil dan kedalaman tanah, berkisar antara 0,90 - 1,28 g/cm3, dan kerapatan partikel berkisar antara 2,19 - 2,55 g/ cm3, dan ruang pori tanah berkisar antara 47,89 - 58,08 %. pH H2O berkisar antara 5,81 - 7,49 (agak asam sampai netral, pH KCI berkisar dari 4,44 - 6,37. Kandungan C-organik sangat bervariasi antar jenis vegetasi dan kedalaman tanah mulai 0,11 - 5,17 %. Kandungan P tersedia dan P total sangat bervariasi, secaraberturut-turut dari 1- 104 ppm dan 20 - 370 ppm. Nilai KPK tidak banyak berbeda antar profil dan kedalaman tanah berkisar antara 19,80 - 38,06 cmol (+/ kg dan kejenuhan basa untuk semua sampel mempunyai nilai sangat tinggi > 100 %.

  11. STABILITAS OKSIDATIF MINYAK BIJI KENARI (Canarium indicum DAN Canarium vulgare SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 30 DAN 40°C [Oxidative Stability of Canarium Nut (Canarium indicum and Canarium vulgare Oil during Storage at 30 and 40°C

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhartati Djarkasi1

    2008-12-01

    Full Text Available The aims of this research were to study the effect of temperature and storage on the oxidative stability of crude and refined canarium nut oil extracted from the seeds of Canarium indicum and Canarium vulgare. The experiment was designed to include storage of two type of canarium nut oil at two different temperatures for up to 35 days. The oils (crude and refined used had the similar condition. Parameter used for oxidative deterioration indicators were two peroxide value, TBARS (thiobarbituric acid reactive substances, and free fatty acid value. The result showed that refining oil can decrease component natural antioxidant of canarium oil cause more sensitive to the oxidation. Increased storage temperature can raise oxidation of crude and refined oils from both species Canarium. The peroxide values of crude and refined oils both Canarium indicum and Canarium vulgare stored at 30 °C were 2.17, 4.35, 3.36 and 3.77 meq O2/kg oil, respectively. When they were stored at 4C the similar results were 6.21, 19.09, 8.12 and 17.23 meq O2/kg oil. Furthermore, TBARS value of crude and refined oils both for Canarium indicum and Canarium vulgare stored 30C were 4.55, 7.78, 5.70 and 6.58 µmol MDA/kg oil. When they were stored at 40 °C the similar results were 9.99, 55.46, 12.46 and 43.62 µmol MDA/kg oil.

  12. SIFAT FISIK DAN KIMIA BUAH MANGGA (Mangifera indica L. SELAMA PENYIMPANAN DENGAN BERBAGAI METODE PENGEMASAN [Physical and Chemical Characteristics of Mangos (Mangifera indica L. during Storage with Various Methods of Packaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Saputra

    2006-04-01

    Full Text Available The research was aimed to determine the physical and chemical characteristics of mangos in various packing methods during storage. Factorial Completely Randomized Design with four treatments and three replications were used in this research. The treatments were individually and collectively packed mangos which were stored at 10 and 200C. The physical and chemical changes of mangos in the flexible packaging (individual and collective were slower than mangos without packaging. Collectively packed mango stored was with the storage temperature of 100C was found to have longer shelf life than that of other treatments. On day 25, the collectively packed mango had weight loss of 1,464%, 0,316 Kgf hardness, 11,4% total sugars, 0,44% total acids, and 229,44 mg/100g vitamin C. Further duo-trio test indicated that panelists could detect the differences of the taste between packed and freshly harvested mangos. The hedonic test shows that most panelists preferred the taste of mangos that were collectively packed and stored at 100C (on day 10.

  13. PELATIHAN LARI AEROBIK 400 METER TIGA REPETISI DUA SET DAN DUA REPETISI TIGA SET SELAMA 6 MINGGU SAMA-SAMA MENINGKATKAN KECEPATAN JALAN CEPAT 3000 METER SISWA KELAS VII SMPN 11 DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dixon E.M. Taek Bete

    2014-08-01

    Full Text Available Monitoring the author has been in SMP 11 Denpasar.They had never achieved maximum performance (champion in the number of brisk walking.Because by declining student motivation, student interest because it appears more inclined to form other sports, such as volleyball ball games, soccer, futsall, table tennis or badminton or perhaps training methods that do not follow the principles of training required. The purpose of this training is to determine an increase in the speed of a brisk walk 3000 meters against both treatment groups. This study used an experimental method. Population is taken from class VII SMP Denpasar. This study used an experimental method. Population is taken from class VII SMP Denpasar. Samples are 32 people drawn randomly from the population who meet the inclusion and exclusion criteria. The number of samples divided into two groups with each group consisting of 16 people. The training is done with a frequency 4 times a week for 6 weeks. The first group was given 400-meter aerobic training run two sets of three reps and group II aerobic training 400 meter run three sets of two reps. Data in the form of brisk walking 3000 meter results taken before and after training. The data obtained were tested using SPSS computer program. The data were normally distributed and homogeneous so that further tested using paired t-test to compare mean values ??before and after training between each group, while the independent t-test to determine differences in mean values ??between the two groups. Paired t-test results of Group I and Group II were significantly increased (p <0.05. The results of independent t-test found that the two groups before the training was not significant (p> 0.05, whereas both groups after training pace brisk walking are equally increased (p> 0.05. Conclusion that aerobic training 400 meter run two sets of three reps and three sets of two reps for 6 weeks together (not significant increase the speed of a brisk walk 3000 meters class VII SMP 11 Denpasar.

  14. Effectiveness of various sterilization methods of contaminated post-fitted molar band

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggia Tridianti

    2013-06-01

    dilakukan suatu proses dekontaminasi untuk menghindari terjadinya cross-infection pada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah bakteri pada molar band pasca fitting band setelah sterilisasi dry heat oven dan steam autoclave yang sebelumnya telah dilakukan pre-sterilisasi alcohol dan ultrasonic cleaning bath, sehingga dapat ditentukan metode sterilisasi yang terbaik dalam dekontaminasi molar band. Metode: Empat molar band yang telah melalui proses fitting band pada seorang pasien dibagi dalam dua kelompok. Pada kelompok pertama, dua molar band dilakukan pre-sterilisasi dengan alkohol, kemudian satu band dilakukan sterilisasi dengan dry heat oven dan satu band lainnya dengan steam autoclave. Kelompok kedua, dua molar band dilakukan pre-sterilisasi dengan ultrasonic cleaning bath, kemudian satu band dilakukan sterilisasi dengan dry heat oven dan satu band lainnya dengan steam autoclave. Molar band tersebut masing-masing kemudian dimasukkan ke dalam cairan phosphate-buffered saline, dengan micropipette cairan diambil dan dituangkan ke cawan petri yang berisi Brain Heart Infusion. Kemudian dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam dan dihitung jumlah bakterinya. Metode yang sama dilakukan terhadap molar band lainnya, dengan total 128 molar band dari 32 pasien. Hasil: Terdapat perbedaan jumlah bakteri yang bermakna antara beberapa kelompok metode sterilisasi dan terdapat satu kelompok dengan perbedaan tidak bermakna, yaitu kelompok alcohol-steam autoclave dengan ultrasonic cleaning bath-steam autoclave. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa steam autoclave merupakan metode sterilisasi yang terbaik pada molar band yang telah melalui proses fitting band karena menunjukkan jumlah bakteri yang paling minimal.

  15. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe Nht dan Tps terhadap Prestasi Belajar dan Motivasi Berprestasi Siswa Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Pokok Materi Persamaan Linear Satu Variabel pada Siswa SMP Negeri di Kota Surakarta

    OpenAIRE

    Aspriyani, Riski; Mardiyana, Mardiyana; Sari S, Dewi Retno

    2014-01-01

    This research was aimed to know: (1) which gave achievement and motivation to do better, students who were subjected to cooperative models of NHT, TPS, or Conventional and students with high, medium, or low emotional intelligence; (2) on each model of learning and at each category of emotional intelligence which provided achievement and motivation to do better. The population was all the students of VII grade of Junior High Schools in Surakarta year of 2013/2014 and obtained a sample of 26...

  16. Penerapan Metode Capital Asset Pricing Model (Capm) Sebagai Salah Satu Upaya Untuk Menentukan Kelompok Saham Efisien (Studi Pada Saham Perusahaan Sektor Industri Pengolahan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2009-2012)

    OpenAIRE

    Susanti, Ariska Yuli

    2014-01-01

    This research aims to classify efficient stocks and inefficient stock using the Capital Asset Pricing Model approach (CAPM), it really helps the investors to make the right investment decisions. The object of research is done in the manufacturing sector shares which are listed in the Stock Exchange 2009-2012 . Based on the research result and the analysis that have been done, it can be seen that from the 11 manufacturing company shares which are used as the research sample, there are two comp...

  17. OPTIMALISASI PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MATERI POKOK EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI PADA SISWA KELAS X.3 SEMESTER SATU SMA NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmiatun Rochmiatun

    2017-02-01

    Full Text Available The research aim was to describe the improvement of grade X.3 SMA N 3 (State Senior High School student’s economic learning outcome through group discussion method. The respondents of this research were 32 Grade X.3 students of SMA N 3 Sukoharjo. The research was conducted in two cycles, every cycle had four steps. The steps were (1 planning, (2 acting, (3 observing, (4 reflecting. The results of this action research were divided in two cycles.  In the first, cycle students average score was 70,31 higher than before. In the second cycle, students average score was 79,59. Based on those results, the implementation of group discussion method improved the learning outcome of grade X.3 students of SMA N 3 Sukoharjo in the economic subject. Keywords : Group Discussion Method, Learning Outcome, Economic

  18. Seroprevalensi dan Faktor Risiko Penularan Mycoplasma gallisepticum pada Peternakan Ayam Petelur Komersial di Kabupaten Blitar (SEROPREVALENCE AND( RISK FACTORS OF MYCOPLASMA GALLISEPTICUM INFECTION IN COMMERCIAL LAYER FARM IN BLITAR DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diyantoro Diyantoro

    2017-06-01

    Full Text Available This study aimed to figure out the prevalence and risk factors of Mycoplasma gallisepticum (MG infection in commercial layer farm in Blitar District. Blood samples and questionnaires were taken during December 2014 to February 2015. A total of 264 sera samples were collected from 22 commercial layer farm. Based on serum plate agglutination test, 26 sera samples were MG positive that were indicated an infection prevalence was 9.85%. The highest SRR value for MG infection was occurred in Bakung Subdistrict (SRR = 2.5. Based on Analysis of multivariate logistic regression showed that a very significant influenced risk factors of MG infection have occurred in flocking density more than 3,000 birds per flock (?2= 11.10; p= 0.001; OR= 6.1, flocking density about 1,501 to 3,000 birds per flock (?2 = 11.10; p= 0.001; OR= 6.1, bird feeding once a day (?2= 9.32; p= 0.002; OR= 0.3, house desinfection once in every two weeks (?2 =7.70; p= 0.009; OR= 1.2, house desinfection once a month or only in case (?2= 9.36; p= 0.006; OR= 3.9. It was concluded that seroprevalence of MG infection in studied area was 9,85%. the MG seroprevalence were influenced by flocking density more than 3,000 birds per flock, flocking density about 1,501 to 3,000 birds per flock, bird feeding once a day, house desinfection once every two weeks, and house desinfection once a month or only in case. ABSTRAK Mycoplasmosis merupakan salah satu penyakit paling penting yang dihadapi oleh industri perunggasan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko penularan Mycoplasma gallisepticum (MG pada peternakan ayam petelur komersial di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Contoh darah dan kuisioner diambil selama periode Desember 2014 hingga Februari 2015. Sebanyak 264 contoh serum dikumpulkan dari 22 peternakan ayam petelur komersial. Berdasarkan uji Rapid Serum Agglutination (RSA, 26 contoh ditemukan positif MG dengan prevalensi infeksi MG di Kabupaten Blitar

  19. AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Kurniasari

    2012-04-01

    penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.

  20. EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK (MOZART DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    reni heryani

    2017-12-01

    Full Text Available Dysmenorrhea / nyeri haid adalah nyeri menjelang atau selama haid, yang kadang menyebabkan gangguan aktivitas dan memerlukan istirahat. Nyeri menstruasi atau dysmenorrhea adalah kekakuan atau kejang di bagian bawah perut akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin yang terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi Dismenorea primer didefinisikan sebagai nyeri haid yang tidak berhubungan dengan kondisi patologis pelvis. Nyeri yang biasanya dirasakan adalah kram yang timbul-hilang atau nyeri yang terus menerus biasanya pada perut bagian bawah yang menjalar sampai ke punggung bagian bawah. Salah satu exercise yang dapat diberikan untuk nyeri dysmenorrhea  ini adalah dengan pemberian terapi musik dan back exercise.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi musik dan back exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi experimental pre and post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri yang sedang mengalami  menstruasi dengan  nyeri dysmenorrhea dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok eksperimen, diberikan perlakukan terapi musik (mozart dan back exercise  dan kelompok 2 sebagai kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi musik (mozart dan back exercise. Pada penelitian ini menggunakan uji hipotesis Paired Sample T- test untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik dan back exercice terhadap dysmenorrhea primer. Kemudian untuk uji beda pengaruh antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan digunakan uji Independent Sample T-test.Tingkat nyeri dismenorhoea sebelum diberikan perlakuan adalah nyeri tingkat sedang (rata-rata : 2,08 dan setelah diberikan perlakuan adalah adalah nyeri tingkat ringan (rata rata = 0,88. Uji efektifitas menggunakan Paired Sample T-Test pada kelompok eksperimen menunjukkan hasil p= 0,00 dan pada kelompok kontrol p= 0,00. Dengan

  1. Peramalan trafik SMS Area Jabotabek Dengan Metode ARIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusi Alvina Tofani

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam dunia telekomunikasi, pertukaran informasidituntut memiliki performansi yang baik. Salah satu layanantelekomunikasi yang banyak digunakan adalah SMS (ShortMessage Service. Dalam tugas akhir ini akan dilakukanpemodelan dan peramalan trafik SMS pada jaringan GSM(Global System for Mobile Communication area Jabotabekmenggunakan metode ARIMA. Penelitian ini dipusatkan denganmengambil data dari 2 lokasi SMSC (Short Message ServiceCenter yaitu SMSC yang menampung transaksi SMS peer topeer GSM-T dan SMSC yang menampung transaksi SMS alloperator. Data tersebut merupakan trafik harian selama 4 bulandari bulan Maret hingga Juni 2011 yang akan digunakan untukpemodelan dan Bulan Juli 2011 yang akan digunakan sebagaidata testing. Ada 2 kategori pemodelan yaitu untuk tipe SMSCall operator pada selang waktu 0-15 sec dan 16-30 sec sedangkantipe yang kedua yaitu tipe SMSC peer to peer GSM-T padaselang waktu 0-15 sec dan 16-30 sec. Dari penelitian ini diperoleh4 model dari data selama 4 bulan yaitu model ARIMA untuk alloperator 0-15 sec adalah ([6,9],1,2, model ARIMA untuk alloperator 16-30 sec adalah (1,0,[1,4,5], model ARIMA untuk peerto peer GSM-T 0-15 sec adalah (1,0,[1,7], dan model ARIMAuntuk peer to peer GSM-T 16-30 sec adalah ([1,5],0,5. Kemudianuntuk hasil peramalan dari 4 model tersebut didapatkan nilaiMAPE terendah yaitu pada model ARIMA untuk trafik alloperator GSM-T 0-15 sec sebesar 0,32883%. Hasil peramalan iniyang akan digunakan sebagai prediksi trafik kedepan.

  2. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS METAKOGNITIF UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Yasir

    2015-09-01

    Full Text Available The aim of this research was to develop and implement biology learning materials based on metacognitive strategy. The learning material was developed by using 4-D model, including the Definition, Design, Develop phase, whereas the Disseminate phase was not conducted because this research is classified as the development research. This research was conducted in one of the senior high schools in East Java. Validating, observing, and giving questionnaire were implemented to collect various information during implementation of the learning materials. The findings from this research showed that the learning materials are valid, practical, and effective in empowering students both in terms of attention and learning outcomes. There were several obstacles occurred during the implementation of the learning materials, i.e. students were confused of new task and learning strategy and were not accostumed in correcting and acknowledged their own mistakes. Alternative solutions were given by providing guidance and information to students about learning using metacognitive strategy, so that students were expected to follow the learning with ease, as well as to train their reflective thinking skill and using an analogy which easier to understand. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran Biologi berbasis metakognitif. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D, meliputi tahap pendefinisian (Definition, perancangan (Design, dan pengembangan (Develop, sedangkan tahap penyebaran (Disseminate tidak dilakukan karena penelitian ini tergolong penelitian pengembangan. Penelitian dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA Negeri di Jawa Timur. Observasi, angket, dan tes digunakan untuk mengumpulkan variasi informasi selama implementasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran ini valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir reflektif

  3. Analisa Investasi Hotel Axana (Ex Ambacang Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusriani Gusriani

    2013-03-01

    Full Text Available Gempa bumi pada tahun 2009 mengakibatkan bangunan-bangunan di Padang banyak yang runtuh, salah satunya adalah Hotel Ambacang. Pemilik  membangun kembali Hotel  Ambacang dengan desain struktur  tahan gempa dan ini  membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari bangunan semula. Hotel Axana adalah hotel berbintang empat dengan jumlah lantai empat lantai, lantai satu terdiri dari kafe, lobby, gudang, coffe, dan ballroom, sedangkan untuk lantai dua terdiri dari 39 unit kamar, lantai tiga terdiri dari 37 unit kamar, lantai empat terdiri dari 38 unit kamar,  gym dan kolam renang. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa kelayakan dengan meninjau aspek finansial. Analisa finansial ini dilakukan dengan menganalisa variabel investasi, kemudian menghitung pengeluaran dan  penerimaan  yang selanjutnya dapat dibuat cashflow selama masa investasi, kemudian dilakukan analisa sensitivitas terhadap variabel tingkatan jumlah pengunjung, tarif sewa kamar, dan suku bunga bank. Dari hasil analisa data diketahui bahwa Investasi total Hotel Axana Sebesar Rp 130.293.467.888,00 dengan NPV selama masa investasi  sebesar   Rp 1.712.634.662,00, sedangkan analisa Profitability Index (PI Hotel Axana ini = 1,3%, positif berarti hotel ini profit dan dikatakan layak dari segi finansial. Hasil analisa sensitivitas antara variabel okupansi, tarif sewa kamar, dan suku bunga terhadap NPV diketahui bahwa Hotel  Axana Padang layak jika  tingkat hunian lebih dari 40%, penurunan tarif sewa kamar tidak lebih dari 5% dari taraf saat ini,  suku bunga tidak lebih lebih dari 12,6 %.

  4. PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA SUMBER MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP SERAPAN, RETENSI, UTILISASI NITROGEN, DAN PROTEIN DARAH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. PUTRA

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Suatu penelitian tingkat stasiun telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi beberapa sumber mineral dalam ransum terhadap serapan semu nitrogen (N, protein darah, retensi N, dan jumlah bersih N yang dimanfaatkan ternak kambing PE (NNU yang diberi pakan dasar rumput alami. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah bujur sangkar latin yang terdiri atas 4 perlakuan ransum, 4 ekor kambing PE, dan 4 periode (minggu. Keempat perlakuan ransum tersebut adalah ransum A rumput alami + konsentrat tanpa suplemen-tasi sumber mineral; ransum B rumput alami + konsentrat yang disuplementasi MINERAL 10; ransum C adalah ransum B disuplementasi amonium sulfat; dan ransum D adalah ransum C disuplementasi PIGNOX. Nisbah antara rumput alami dengan konsentrat adalah 68% : 32%. Keempat ekor kambing tersebut mempunyai berat badan (? SD rata-rata 18,2 ? 1,8 kg. Setiap periode dialokasikan waktu selama 3 minggu dengan 2 minggu pertama untuk periode pengamatan dan satu minggu terakhir untuk periode koleksi total. Namun, di antara periode diberikan waktu selama 7 hari sebagai waktu adaptasi atau istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sumber mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05 terhadap konsumsi N, serapan N, kadar protein darah, retensi N, nilai hayati protein ransum (BV, dan NNU, tetapi berpengaruh nyata (P0,05 setelah perlakuan C. Ini berarti bahwa sumber N tersebut dapat dimanfaatkan kambing D secara lebih efisien. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitatif suplementasi MINERAL 10, amonium sulfat, dan PIGNOX pada perlakuan D adalah kombinasi terbaik dalam upaya meningkatkan N terserap, teretensi dan terutilisasi serta kadar protein darah ternak.

  5. UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA PEMBUATAN RODA CASTOR 5” MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN PENGENDALIAN PROSES STATISTIK (Studi Kasus Di Unit Komponen Plastik PT. Mega Andalan Kalasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available PT. Mega Andalan Kalasan (MAK merupakan industri manufaktur yang menghasilkan peralatan rumah sakit dari logam. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Unit Komponen Plastik yang salah satu hasil produknya adalah roda castor 5”. Keluhan yang sering terjadi adalah adanya kerusakan pada bagian roda, terutama bagian wheel out roda. Hal ini disebabkan adanya rongga udara antara komponen wheel out dengan wheel in yang dapat menyebabkan pecah/terpisahnya bagian wheel out dengan wheel in. Untuk mengetahui ada tidaknya rongga, cara yang dapat dilakukan selama ini adalah membelah roda sehingga dapat terlihat bagian dalamnya (uji merusak. Cara ini tentu saja sulit dan tidak ekonomis. Pihak perusahaan pun memutuskan untuk mengganti material yang selama ini digunakan (Haibam dengan material lain (TPU yang memiliki sifat bahan lebih baik. Hal ini mampu mengurangi keluhan yang terjadi akibat cacat yang terjadi ketika masih menggunakan material haibam. Akan tetapi, penggantian bahan tidak serta merta menyelesaikan permasalahan, hal ini dapat dilihat dengan muncunya permasalahan baru berkaitan dengan proses produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk meminimalkan cacat yang terjadi pada proses pembuatan roda castor 5” dan difokuskan pada cacat wheel out Castor 5”. Hasil identifikasi terhadap bahan haibam dan TPU menunjukkan bahwa sink mark merupakan cacat dominan. Pengolahan data dengan menggunakan metode DPMO menghasilkan tingkat sigma yang berbeda. Dari kedua tingkat sigma yang dihasilkan tersebut terlihat bahwa Tingkat Sigma Haibam > TPU (3,0 Sigma > 2,8 Sigma. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan proses ketika proses produksi castor diganti bahan bakunya dari Haibam menjadi TPU. Kata kunci : Wheel in, Wheel out, Haibam, TPU, DPMO, SPC, Ttngkat Sigma

  6. INFORMASI SEPUTAR EVALUASI RUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiharto Sugiharto

    2012-06-01

    Full Text Available Riset Unggulan Terpadu (RUT merupakan kegiatan riset yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan Sistem Iptek Nasional, dengan memadukan dan mendayagunakan sumberdaya manusia, dana, prasarana dan sarana yang tersedia, serta untuk meningkatkan mutu hasil riset dalam rangka pelaksanaan kegiatan riset unggulan dengan pendanaan yang wajar untuk memecahkan masaiah prioritas pembangunan sesuai dengan PUSNAS RISTEK. Riset Unggulan Terpadu telah berlangsung selama 7 kali, dan Tahun Anggaran 1999/2000 ini memasuki RUT ke VIII. RUT sudah bejalan sejak tahun 1993 dengan pengelola Kantor Menteri Riset dan Teknologi/BPP Teknologi. Mulai tahun 1996, melalui S.K. Menteri Negara Riset dan Teknologi NO. 18/M/Kp/XII/1996 tanggal 25 Desember 1996, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ditugasi sebagai pengelola pelaksanaan Riset Unggulan Terpadu (RUT. Selama tujuh tahun pelaksanaan RUT telah terjaring sebanyak 920 topik riset unggulan dan telah memasyarakatkan kebijakan satu pintu Kantor Menteri Negara Riset dan teknologi (KMNRT dalam memanfaatkan dana APBN sektor 16. Pelaksanaan Program ini dapat diikuti oleh para peneliti dari Lembaga Pemerintah Non Departemen, Badan Penelitian dan pengembangan Departemen dan dari Universitas. Berbagai aturan yang berlaku bagi para peneliti yang mengajukan usulan riset telah diikuti dengan baik, sehingga terdapat keseragaman. Penyempumaan dalam menangani usulan riset masih terus dilakukan mengingat dinamika permasalahan baru selalu timbul, antara lain krisis moneter yang belum kunjung berhenti. Kesulitan memperoleh bahan baku industri, lemahnya daya beli masyarakat terhadap produksi yang dihasilkannya, serta ketersediaan bahan pangan dan obat-obatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia menjadi sesuatu hal yang selalu dipertanyakan masyarakat. Kelangkaan bahan baku produksi dan tingginya harga kedua bahan serta kesediaannya dipasar menjadi fokus utama program riset saat ini. Oleh karena itu, bidang/topik RUT saat ini

  7. Nigella Sativa Seed Extract Ointment Increasing the Amount of Healing Fibroblast and Collagen on Balb/C Mice

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mastuti

    2017-04-01

    Full Text Available LATAR BELAKANG: Luka tidak sembuh dalam waktu lama dengan berbagai penyebab merupakan masalah yang sering ditemukan dalam berbagai disiplin kedokteran. Kejadian ini salah satu sumber utama morbiditas, penyebab gangguan psikologis para penderita, meningkatkan biaya pengobatan dan kehilangan jam kerja pada penderita usia produktif. TUJUAN: untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji jinten hitam (Nigella sativa dalam sediaan salep sebanyak 40% dan 60% terhadap jumlah fibroblas dan kolagen pada penyembuhan luka sayat mencit balb/c. METODE: Penelitian eksperimental dengan rancangan “post test only control group design” pada 48 ekor mencit jantan galur balb/c, dibagi menjadi 4 kelompok pengujian fibroblast (24 ekor dan 4 kelompok pengujian kolagen (24 ekor. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor sampel yang dipilih secara random. Salep ekstrak Nigella sativa dengan konsentrasi 40% dan dengan konsentrasi 60% dioles sebanyak 3x sehari selama 7 hari pada kelompok fibroblast dan selama 14 hari pada kelompok kolagen. Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis. HASIL: Analisis jumlah fibroblast antara kelompok kontrol/tidak diberikan perlakuan dan kelompok yang diberikan salep garamycin terdapat perbedaan (p value =0,010, antara kelompok kontrol dan kelompok yang diberikan salep ekstrak jinten hitam 40 % tidak ada perbedaan (p value =0,065, pada kelompok yang diberikan salep ekstrak jinten hitam 60 % terdapat perbedaan (p value =0,025. Hasil analisis jumlah kolagen menunjukkan perbedaan antara semua kelompok (p value =0,004. KESIMPULAN: Pemberian salep ekstrak biji jinten hitam (Nigella sativa dapat meningkatkan jumlah fibroblas dan kolagen pada penyembuhan  luka sayat kulit mencit galur balb/c.

  8. PEMANFAATAN RELAI TUNDA WAKTU DAN KONTAKTOR PADA PANEL HUBUNG BAGI (PHB UNTUK PRAKTEK PENGHASUTAN STARTING MOTOR STAR DELTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Siden Sudaryana

    2015-07-01

    Full Text Available Tujuan dari pemanfaatan relai tunda watu selanjutnya disebut TDR (Time Delay Relay dan kontaktor adalah sebagai salah satu modul pembelajaran mahasiswa di Laboratorium Teknik Tenaga Listrik sebagai pendukung mata kuliah Panel Hubung Bagi (PHB. Selama ini pemahaman yang dimiliki mahasiswa mengenai sistem kerja TDR dan kontaktor belum maksimal, yang menyebabkan mahasiswa belum siap diterjunkan ke lapangan dunia industri, dikarenakan kurangnya modul praktek di Laboratorium. Berdasarkan hal tersebut perlu dirancang dan dibuat suatu alat berupa Modul Praktek sebagai media pembelajaran tentang pengoperasian TDR dan kontaktor. Modul Praktek ini disusun dalam bentuk modul pembelajaran yang berisi uraian materi, tentang operasi sistem kunci rangakaian Otomatisasi Lampu Taman, sistem Direct On Line (DOL, sistem Interlock hidup secara bergantian, Interlock hidup berurutan, Putar balik Motor, penghasutan/starting motor Star-Delta. Pada kesempatan ini akan dibahas tentang pemanfaatan TDR dan Kontaktor dimana komponen-komponen tersebut adalah sebagai rangkaian kontrol yang dipergunakan pada pengendali sistem penghasutan starting motor star-delta. Sistem hidup berurutan saat push button ON ditekan yaitu rangkaian kontaktor K1 dan K2 yang akan menghubungkan rangkaian motor star, sedang rangkaian kontaktor K1 dan K3 yang akan menghubungkan rangkaian motor menjadi delta. Operasi kontaktor K2 dan K3 bekerja secara berurutan/bergantian. Jika push button OFF ditekan maka semua kontaktor akan terputus. Sistem hidup bergantian menggunakan sistem Interlock dimana K2 dan K3 tidak boleh hidup bersamaan, dimana K3 akan mengalami penundaan waktu selama 5 detik setelah K2 bekerja, sedangkan kontaktor K1 tetap bekerja dengan sistem Direct On Line (DOL. Penundaan waktu bekerjanya kontaktor K3 setelah K2 terputus secara automatis, dengan menggunakan komponen TDR (Time Delay Relay. Hasilnya, dengan pemanfaatan TDR pada rangkaian star-delta mahasiswa lebih mengerti cara kerja

  9. FAUNA DAN TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN POTENSIAL NYAMUK Anopheles spp DI KECAMATAN MAYONG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiana Mardiana

    2012-10-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di beberapa daerah pedesaan di Jawa Tengah. Usaha pemberantasan malaria telah dilakukan oleh program baik secara kimiawi maupun hayati, guna memutuskan rantai penularan. Penelitian fauna dan tempat perindukan potensial nyamuk Anopheles telah dilakukan di Desa Buaran, Kecamatan Mayong I, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Penangkapan nyamuk dengan umpan orang dilakukan di dalam dan di luar rumah pada malam hari dari pukul 18.00-24.00 yang masing-masing dilakukan oleh dua orang kolektor. Penangkapan nyamuk yang istirahat di dalam dan luar rumah (vegetasi pada pagi hari dilakukan pukul 06.00-08.00, yang dilakukan satu bulan 4 kali penangkapan selama 6 bulan. Pengambilan larva dan pupa dilakukan dari pukul 06.00-08.00 pagi di tempat genangan air dan sawah serta tempat yang potensial diduga sebagai perindukan Anopheles. Hasil penangkapan selama 6 bulan, diperoleh 1248 ekor nyamuk Anopheles yang terdiri dari 6 spesies yaitu: An. aconitus 442 ekor (35,42%, An. annularis 69 ekor (5,53% , An. barbirostris 30 ekor (2,4%, An. maculatus 2 ekor (0,16%, An. tesselatus 5 ekor (0,40% dan An. vagus 700 ekor (56,09%. Populasi aconitus ditemukan dari penangkapan di luar rumah, pada bulan Juli (56,40%, Agustus (42,80% dan Oktober (39,50% sedangkan pada bulan Mei (52,9%, Juni (44% dan September (50,40% dari penangkapan di kandang sapi. Pengambilan larva dan pupa Anopheles dilakukan di tempat habitat seperti sawah yang pada bulan Aguslus terbanyak ditemukan sebesar 85 (1.70, di sungai ditemukan hanya 4 (0.08 serta di genangan air bekas telapak kaki/kobokan ditemukan sebesar 6 (0.12. Ternyata tempat perindukan yang potensial larva Anopheles pada musim kemarau, ditemukan pada sungai yang ditanami kangkung oleh masyarakat selempat. Kata kunci: Fauna, tempat perindukan, Anopheles, vector

  10. Uji kinerja Turbin arus laut-Twin Hull 10 Kilowatt di Jembatan Suramadu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afian Kasharjanto

    2017-11-01

    Full Text Available Abstrak Melalui Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI - Ristekdikti tahun 2016 telah di lakukan uji fungsi Turbin arus laut Twin Turbine -10 Kilowatt selama 1 (satu bulan sejak 28 Nopember sampai dengan 30 Desember 2016. Turbin yang di gunakan adalah turbin yang pernah di uji pada tahun 2015 dilokasi yang sama  yaitu di bawah Jembatan Suramadu – Pile   56 tetapi rasio transmisi yang pada awalnya di buat 1 : 22,5 di turunkan menjadi 1: 12. Perubahan di lakukan karena putaran generator melebihi putaran maksimum yang di ijinkan generator sehingga terjadi beban arus besar (melebihi kapasitas Inverter sehingga Inverter dapat terbakar. Tujuan dari kegiatan adalah untuk mengetahui daya listrik yang dapat di hasilkan oleh turbin tipe dua rotor (Twin Turbine untuk operasional di bawah Jembatan.  Melalui pengukuran langsung selama 30 hari siang dan malam, akan di dapat data daya listrik maksimal sebagai fungsi dari kecepatan arus laut dan ukuran rotor Tubin. Data kemudian di olah untuk mendapatkan nilai besaran daya listrik dan efisiensi. Cutt-in speed terjadi pada kecepatan arus 0,6 m/dt dan menghasilkan daya minimal pada masing – masing generator sebesar 480 Watt dan kecepatan arus maksimal terjadi pada 1,10 m/dt , menghasilkan daya maksimal 2,230 watt.Beban lampu di distribusikan bukan hanya di dalam turbin tetapi juga di tempelkan pada tiang Plie – 56 sebagai uji coba untuk penerangan di sepanjang jalan raya pada Pile-56 Jembatan Suramadu.           Kata kunci : Uji Fungsi turbin, Jembatan Suramadu, Rasio transmisi mekanik, Cutt-in speed

  11. DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sulistiawati

    2012-10-01

    Full Text Available Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China, dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah. Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper dan limbah pertanian yaitu abu jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik. Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram, lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan kayu sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai, hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara bambu awal dan akhir (kering dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam, dengan selisih berat (basis kering mencapai 44,5%.

  12. Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung untuk Produk Modular dengan Teknik Pilin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Artarita Ginting

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPengembangan industri kreatif tanpa limbah merupakan persyaratan penting bagi keseimbangan yang baik antara peningkatan usaha industri, daya dukung alam dan kesejahteraan manusia yang tinggal di lingkungan tersebut. Sangat sedikit usaha para pelaku industri untuk mengoptimalkan manfaat sebuah hasil alam hingga tidak menghasilkan limbah sama sekali. Kulit jagung merupakan salah satu limbah rumah tangga dan industri kecil yang jumlahnya berlimpah namun kurang optimal dalam pemanfaatannya. Produksi dan konsumsi jagung merupakan bagian dari satu sistem kehidupan yang utuh sehingga patut dipertimbangkan strategi pelaksanaannya agar daya dukung lingkungan tetap kuat. Penelitian eksperimental bahan kulit jagung ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit jagung sebagai bahan alternatif produk kerajinan secara optimal tanpa menghasilkan limbah kembali. Dalam penelitian yang menggunakan metode penelitian eksperimen bahan posttest-only, diperoleh kesimpulan bahwa pengawetan dengan rendaman CH3COOH selama 24 jam dan proses penjemuran selama 3 jam pada jam 9 pagi hingga jam 12 siang menghasilkan serat kulit jagung yang memiliki kekuatan tarik paling tinggi dan warna yang cerah. Sedangkan teknik pemilinan membantu untuk menambah kekuatan tarik melalui kepadatan dari hasil pilinan kulit jagung. Hasil penelitian eksperimen bahan digunakan untuk membuat spesifikasi performa produk bagi konsep perancangan desain rak anyam modular yang diwujudkan dengan teknik sambung pasak yang praktis dalam penggunaannya. Kata kunci: tanpa limbah, pilinan kulit jagung, kaleng bekas, modular ABSTRACT  The development of zero waste creative industry is a vital prerequisite for a healthy balance between industrial development, nature support capacity and community welfare within the area. There are only a few number of industries that consider to optimalized their raw materials towards zero waste goal. Corn husk is one of the industrial and residential waste that is under

  13. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  14. Impact of Abamectin on Anagrus nilaparvatae, An Egg Parasitoid of Nilaparvata lugens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Eko Sasmito

    2017-12-01

    : Delphacidae]. Abamektin adalah salah satu insektisida yang terdaftar untuk pengendalian N. lugens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak aplikasi kontak abamektin terhadap suseptibilitas dan tingkat parasitasi A. nilaparvatae terhadap telur N. lugens pada kondisi laboratorium. Imago A. nilaparvatae serta instar satu dan imago N. lugens dipapar dengan residu abamektin di dalam tabung reaksi. A. nilaparvatae lebih peka terhadap abamektin dibandingkan N. lugens. Aplikasi abamektin pada konsentrasi anjuran (22,78 ppm selama 30 menit menyebabkan mortalitas A. nilaparvatae 100%, dan mengurangi sampai dengan 85% pada konsentrasi yang lebih rendah 0,36 ppm. Sebaliknya, mortalitas instar satu N. lugens hanya sebesar 15% pada 22,78 ppm dan tidak menimbulkan kematian pada 0,36 ppm. Konsentrasi 22,78 ppm tidak menimbulkan kematian imago N. lugens. Selanjutnya, uji parasitasi dilakukan menggunakan media tanaman padi varietas IR-64 umur 38 hari setelah tanam. Tanaman diinfestasi dengan 50 ekor betina N. lugens selama dua hari. A. nilaparvatae dipapar abamektin dengan metode kontak pada konsentrasi 0.02, 0,23, dan 2,28 ppm. Parasitoid yang mampu bertahan hidup dilepaskan pada tanaman padi yang telah diinfestasi telur N. lugens. Aplikasi kontak abamektin mengurangi tingkat parasitasi A. nilaparvatae sebesar 86,34, 70.01, dan 28,43% pada konsentrasi 2,28; 0,23; dan 0,02 ppm. Selain itu, jumlah parasitoid yang muncul semakin menurun dengan peningkatan konsentrasi abamektin. Hasil ini menunjukkan bahwa abamektin dapat merugikan secara langsung terhadap mortalitas serta mengurangi tingkat parasitasi dan jumlah keturunan A. nilaparvatae.

  15. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA 1,2 CHLORELLA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2015-02-01

    Full Text Available Proses produksi biodiesel secara konvensional menggunakan bahan baku yang terbatas jumlahnya, proses yang rumit, dan banyaknya limbah yang dihasilkan menyebabkan produksi biodiesel dalam skala besar tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Mikroalga merupakan sumber bahan alam terbarukan yang sangat potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi, kecepatannya tumbuh pada lahan yang terbatas, serta merupakan produk non-pangan. Salah satu jenis mikroalga dengan kandungan minyak yang relatif besar (28-32% berat kering adalah mikroalga Chlorella sp. Selain bahan baku, pemilihan proses yang lebih sederhana dan ekonomis perlu dikembangkan. Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Katalis padat tersebut dapat disintesis dari abu vulkanik yang mengandung unsur-unsur seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, MnO, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O5, serta beberapa elemen minor seperti Zr, Sr, dan V. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan jenis katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis

  16. AKTIVITAS SEKUNDER AUDIO UNTUK MENJAGA KEWASPADAAN PENGEMUDI MOBIL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iftikar Zahedi Sutalaksana

    2013-03-01

    Full Text Available Tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Tingginya peran faktor manusia sebagai penyebab utama kejadian kecelakaan patut diperhatikan. Penurunan kewaspadaan saat mengemudi akibat kantuk atau kelelahan merupakan salah satu kondisi yang mendorong terjadinya kecelakaan. Tulisan ini memaparkan aplikasi audio response test sebagai aktivitas sekunder dalam mengemudikan mobil. Response test yang dimaksud merupakan seperangkat aplikasi pada dashboard mobil yang menuntut respon pengemudi setiap stimulus suara bekerja. Audio response test ini diusulkan sebagai pemantau tingkat kewaspadaan pengemudi selama berkendara. Kewaspadaan pengemudi merupakan kondisi selama berkendara yang terjaga, awas, dan mampu memproses semua stimulus dengan baik. Hasil studi ini menghasilkan suatu bentuk audio response test yang terintegrasi dengan sistem berkendara di dalam mobil. Sumber bunyi diperdengarkan dengan intensitas konstan antara 80-85 dB. Bunyi akan berhenti jika pengemudi memberikan respon atas stimulus suara tersebut. Response test ini dirancang untuk mampu memantau tingkat kewaspadaan pengemudi selama berkendara. Penerapannya diharapkan mampu membantu menekan tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Kata kunci: mengemudi, aktivitas sekunder, audio, kewaspadaan, response test   Abstract   The level of traffic accidents involving cars in Indonesia increasingly alarming. The high role of the human factor as the main cause of accident noteworthy. Decreased alertness while driving due to sleepiness or fatigue is one of the conditions that led to the accident. This paper describes an audio application response test as a secondary activity of driving a car. Response test is a set of applications on the dashboard of a car that demands a response driver each stimulus voice work. Audio response was proposed as test monitors the driver's level of alertness while driving. Vigilance driver was driving conditions during

  17. Mozart effect on dental anxiety in 6–12 year old children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arlette Suzy Setiawan

    2010-03-01

    Full Text Available Background: Children anxiety in dental treatment often becomes a barrier for dentist to perform optimum dental treatment procedure. Various methods to manage anxiety and fear in children have been applied including listening to classical music during dental treatment. One of the classical music usually used is music by Mozart. Purpose: This study is aimed to discover the role of classical music by Mozart in dental anxiety changes. Method: This study was a quasi experimental study using purposive sampling method. The samples consist of 30 children between 6-12 years old group who were treated at the Pediatric Dentistry Clinic, Dental Hospital, Faculty of Dentistry Padjadjaran University. The anxiety data was collected using Visual Analogue Scale (VAS before and after listening on the classical music during treatment. Result: The result of this study showed that there were 23 children (76.67% of subjects who present decreased anxiety, 7 children (23.33% of subjects did not present decreased anxiety and none of of subjects showed increased anxiety. Conclusion: It was concluded that listening to music by Mozart during dental treatment can reduce anxiety in 6-12 year old children.Latar belakang: Kecemasan pada anak saat perawatan gigi seringkali merupakan penghalang bagi dokter gigi untuk melaksanakan prosedurperawatan gigi yang optimal. Berbagai metode untuk mengatasi kecemasan dan rasa takutpada anak telah dilakukan termasuk mendengarkan musik klasik selama perawatan gigi. Salah satu musik klasik yang banyak digunakan adalah music oleh Mozart. Tujuan: Penelitian ini ditujukan untuk menemukan peran music klasik Mozart dalam perubahan kecemasan pada perawatan gigi. Metode: Penelitian ini adalah kuasi eksperimental menggunakan metode pengambilan sampel purposif. Sampel terdiri dari 30 anak antara 6-12 tahun yang dirawat di Klinik Kedokteran Gigi Anak, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Data kecemasan diambil

  18. Tensile bond strength of hydroxyethyl methacrylate dentin bonding agent on dentin surface at various drying techniques

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Ismiyatin

    2010-06-01

    halus sebanyak dua kali menggunakan bulatan kapas, yang disebut blot dry technique, dengan semprotan udara selama 1 detik atau dengan semprotan udara selama 1 detik yang dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik pengeringan permukaan dentin yang terbaik setelah etsa dengan asam phosphat 37% untuk mendapatkan kekuatan perlekatan tarik yang optimum antara HEMA dentine bonding agent dan permukaan dentin dengan menggunakan alat ukur Autograph. Metode: Permukaan dentin gigi sapi diasah rata, kemudian di etsa dengan asam phosphat 37% selama 15 detik. Permukaan dentin dicuci dengan 20 cc air dan kemudian dikeringkan dengan cara blot dry technique (kel. I, dengan semprotan udara selama 1 detik (kel. II atau semprotan udara selama 1 detik dan dilanjutkan dengan pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas basah yang diperas dan kelebihan air pada kapas diserap dengan kertas hisap (kel. III dan tanpa pengeringan permukaan dentin sebagai kontrol (kel. IV. Selanjutnya permukaan dentin diulasi dengan resin bonding dan diletakkan kedalam plunger dengan permukaan menghadap permukaan komposit. Setelah 24 jam dilakukan pengukuran kekuatan tarik dengan menggunakan alat ukur Autograph. Hasil: Analisis data menggunakan uji Anova satu arah dengan derajat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan test LSD pada p≤0,05. Dari hasil penelitian didapatkan kekuatan perlekatan tarik yang paling tinggi pada kelompok I, sedangkan yang paling rendah pada kelompok IV. Didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok I, II, III, dan IV. Pada kelompok II dan IV, III, dan IV, II, dan III tidak didapatkan perbedaan bermakna (p>0,05. Kesimpulan: Tehnik pengeringan permukaan dentin dengan cara pengusapan secara halus menggunakan bulatan kapas sebanyak 2 kali menghasilkan kekuatan perlekatan tarik terbesar.

  19. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  20. Perancangan Photovoltaic Stand Alone Sebagai Catu Daya Pada Base Transceiver Station Telekomunikasi Di Pulau Nusa Penida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Eka Indrawan

    2013-06-01

    Full Text Available Salah satu perangkat dalam jaringan komunikasi seluler adalah BTS (Base Transceiver Station. BTS yang ada di pulau Nusa Penida adalah BTS Nusa Penida dengan alamat desa kutampi dengan luas 500 m2. Sistem kelistrikan BTS  Nusa Penida dipasok oleh PLN dan genset,  dimana pada saat terjadi pemadaman energi listrik pada umumnya mempergunakan genset sebagai sumber energi listrik. Penggunaan genset mengakibatkan biaya operasional sangat tinggi, untuk itu diperlukan sumber lain yang lebih efisien. Besarnya potensi insolasi sinar harian matahari di Nusa penida, bisa sebagai  alternatif lain untuk sumber energi listrik dimana energi matahari bisa sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS Nusa Penida yang pada akhirnya dapat menjaga  kestabilan suplai energi listrik ke BTS dan akses masyarakat terhadap informasi melalui seluler menjadi tidak terganggu. PV (Photovoltaic merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS. Sistem PV yang dikembangkan untuk mensuplai energi listrik di BTS direncanakan sebesar 25%, adalah sistem PV yang hybrid dengan suplai listrik PLN. Besar daya PV yang dibangkitkan untuk mensuplai energi listrik di BTS adalah 9 kWp, yang dihasilkan dari panel PV sebanyak 45 panel dengan kapasitas panel PV adalah 200Wp dan kapasitas baterai yang akan digunakan adalah 3.800 Ah dengan total baterai 16. Analisis kelayakan investasi PV tanpa baterai dan PV dengan baterai yang dilakukan dengan menggunakan NPV, PI dan DPP menunjukkan hasil bahwa investasi PV layak untuk dilaksanakan. Untuk nilai NPV dan PI didapatkan kedua hasil investasi (> 0. Sedangkan untuk DPP didapatkan kedua hasil investasi dihasilkan lebih kecil dari periode umur proyek yang sudah ditetapkan, yaitu selama 25 tahun.

  1. FORMULASI DAN APLIKASI PAKAN BUATAN BERBASIS RUMPUT LAUT UNTUK PENDEDERAN BENIH TERIPANG PASIR (Holothuria scabra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2018-01-01

    Full Text Available Teripang merupakan salah satu komoditas perikanan penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi di Asia. Teknologi pembenihan teripang sudah mulai dikembangkan dan telah mampu memproduksi benih secara massal untuk budidaya. Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa formula pakan berbasis rumput laut untuk pendederan teripang pasir. Empat pakan percobaan diformulasi menggunakan kombinasi beberapa jenis bahan baku, khususnya rumput laut. Pakan dibuat dalam bentuk pelet dengan kandungan protein 14% dan lemak 4,5%. Kontrol adalah pakan berupa bentos segar. Benih teripang pasir yang digunakan berukuran bobot 2,0 ± 0,6 g dengan panjang 2,8 ± 0,5 cm. Benih teripang dipelihara dalam bak persegi berkapasitas 150 L dengan kepadatan 50 ekor per bak. Benih teripang diberi pakan percobaan sekali dalam sehari pada sore hari. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas lima perlakuan pakan dan empat ulangan. Percobaan berlangsung selama 120 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih teripang pasir yang diberi pakan buatan menghasilkan pertumbuhan (pertambahan bobot 341,3%-386,8% dan sintasan (92,5%-97,5% lebih tinggi dan berbeda nyata (P0,05. Kandungan protein teripang yang diberi pakan buatan (22,3%-24,4% lebih tinggi (P0.05. Protein content of sea cucumber fed the artificial feeds was significantly higher (22.3%-24.4% (P<0.05 than that of the control (18.4%. Results of this study indicated that juveniles of sea cucumber could utilize artificial feed properly and Sargassum sp. based diet could be applied for nursery of sea cucumber juveniles.

  2. Model Prediksi Kebutuhan Darah untuk Penderita Talasemia Mayor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sarwani Sri Rejeki

    2014-02-01

    Full Text Available Pada dua tahun pertama kehidupan penderita talasemia mayor, umumnya menderita anemia dan membutuhkan tranfusi darah. Penelitian ini bertujuan membuat model prediksi kebutuhan darah bagi penderita talasemia mayor. Penelitian observasional dengan desain studi pendekatan potong lintang ini dilakukan pada sampel 79 penderita talasemia mayor yang melakukan transfusi rutin minimal satu bulan satu kali di Rumah Sakit Umum Banyumas, selama tahun 2012. Analisis regresi linier ganda digunakan untuk membuat model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,7% kebutuhan darah penderia talasemia mayor dijelaskan oleh variabel usia, berat badan, dan kadar hemoglobin sedangkan 19,3% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Rumus prediksi menyatakan setiap kenaikan usia 1 tahun maka kebutuhan darah akan bertambah sebanyak 0,816 mililiter dan setiap kenaikan 1 kilogram berat badan maka kebutuhan darah akan bertambah 13,4 mililiter serta apabila kadar hemoglobin mengalami penurunan 1 g/dL maka kebutuhan darah akan bertambah sebesar 81 mililiter. Patients with thalassemia major usually present within the first two years of life with severe anemia, need red blood cell transfusion. The objective of this study was to create a prediction model of blood transfusion need for patients with thalassemia mayor. This type of research was observational with cross sectional design. Samples are 79 patients with thalassemia major who perform routine transfusion at least once in a month at Banyumas hospital in 2012. Multiple linier regression analysis was used to create the model. The results showed that 80.7% blood requirements can be explained by variables of weight, haemoglobin level and age, while 19.3% is explained by other causes. Prediction formula states every increment of one year in age, the need for blood will increase by 0.816 millilitres and every increment of one kilogram of body weight, the need for blood will increase 13.4 millilitres, and when the haemoglobin

  3. PERAN EMANSIPATORIS PEREMPUAN PESISIR (Istri Nelayan sebagai Ujung Tombak Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wahyudi

    2012-02-01

    Full Text Available Abstrak:Perempuan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam bidang pembangunan masyarakat pesisir. Kehidupan nelayan yang kerapkali lekat dengan belenggu kemiskinan dan ketidakpastian penghasilan mendorong para perempuan nelayan untuk lebih giat memberikan kontribusi nyata dalam perekonomian rumah tangga mereka, khususnya pada aktivitas pasca penangkapan. Minimnya ketrampilan yang dimiliki, upah bekerja yang rendah hingga ketiadaan jaminan sosial kerja merupakan sebagian dari kendala-kendala yang selalu dihadapi oleh perempuan nelayan. Transfer pengetahuan berkenaan dengan pengelolaan hasil laut pasca penangkapan didukung dengan strategi pemasaran dan manajemen pengelolaan keuangan merupakan salah satu di antara program-program pengembangan masyarakat pesisir yang berorientasi pada perempuan, yang bisa dilakukan oleh pemerintah, sehingga apa yang telah dilakukan oleh para perempuan nelayan selama ini tidak lagi dipandang sebelah mata dan harapan untuk dapat hidup sejahtera serta bebas dari belenggu kemiskinan dapat pula terwujud.Kata Kunci:perempuan, rumah tangga nelayan, dan pemberdayaan kualitasAbstract:Women become one of  important components in the development of coatsal area  community. The lif of fisherman has been often identical with the poor life and the indeterminancy income. It encourages women in the coastal area to be more active in in supporting the family income by giving the real contribution mainly after fishing time. For these women,  life is not really easy. They face some troubles, inspite of they are poorly skilled they also underpaid and they don’t have work and social sureties. This article suggets some programs that is women oriented; they include knowledge transformation on sea product management, marketing strategy, and finance management. After all, we cannot in a capacity to  neglect what these women do to keep the family, to realize a  wealthy life, and to break free from  poverty. Key words

  4. PEMANFAATAN WEB KHAN ACADEMY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Soebagyo

    2016-02-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan untuk mengobservasi pemanfaatan web Khan Academy siswa SMK Swasta di Jakarta Utara. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa dalam menggunakan web khan academy selama proses pembelajaran matematika. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran matematika sudah sepatutnya dilakukan oleh pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab atas keberhasilan belajar matematika perserta didik.  Teknologi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu bentuk teknologi yang sering dimanfaatkan saat ini adalah website dimana akitifitas pekerjaan, pendidikan, hiburan dan hubungan  sosial, semuanya dapat dialami melalui website.  Dibutuhkan sebuah website yang bias mengakomodir siswa dalam proses pembelajaran matematika baik di dalam kelas maupun di luar kelas.  Kriteria web yang baik haruslah memberikan kemudahan dalam pemanfaatannya, salah satu web tersebut adalah web khan academy.   This paper aims to observe the use of web Khan Academy Private vocational students in North Jakarta. Observations carried out to observe the activities of the students in using web khan academy during the learning process of mathematics. The use of technology in the learning process of mathematics has been duly carried out by parties who share responsibility for the success of students studying mathematics participants. Technology is something that can not be separated in everyday life and one form of technology that is often used today is a website where the activity, employment, education, entertainment and social relationships, all of which can be experienced through the website. It takes a biased website to accommodate students in mathematics learning process both in the classroom and outside the classroom. Criteria for good web should provide ease of use, one of the web is a web khan academy.

  5. STUDI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAUD BERBASIS TEMATIK SEBUAH STUDI KASUS DI PAUD SEATAP MARGALUYU KECAMATAN CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kosim Sirodjuddin

    2018-01-01

    Full Text Available Sesuai dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 26 ayat 3 dinyatakan bahwa pendidikan non-formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Sebagai salah satu lembaga PAUD yang dibangun di lingkungan SDN Margaluyu Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, PAUD Seatap Margaluyu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nuansa pendidikan di sekolah tersebut terkait dengan persiapan peserta didik menuju pendidikan dasar. Pengembangan pola pembelajaran berbasis tematik yang dibahas dalam kajian ini adalah sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan pembelajaran PAUD Seatap Margaluyu yang selama ini cenderung menggunakan pola pembelajaran konvensional, di mana peserta didik lebih berperan sebagai objek pembelajaran ketimbang subjek pembelajaran. Pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. (Depdiknas, 2006: 5. Sementara Trianto memaknai Pembelajaran Tematik sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Pembelajaran Tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa/ peserta didik untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka. (2009: 78. Untuk itulah dapat kami simpulkan bahwa studi kasus tentang penggunaan pola pembelajaran tematik

  6. RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN PERBAIKAN KAMPUNG: KASUS KAMPUNG KOTA DI YOGYAKARTA (Community Respond to Kampung Improvement Activities: Case Urban Kampung in Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atyanto Dharoko

    2006-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kegiatan perbaikan kampung yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta merupakan upaya strategis untuk menngkatkan kualitas lingkungan kampung kota dengan tujuan lebih lanjut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuni. Pendekatan yang paling sepadan digunakan adalah metode Community empowerment approach. Yogyakarta menjadi salah satu sasaran utama dari berbagai program perbaikan kampung karena memiliki masalah lingkungan yang cukup kompleks dengan adanya perkembangan kampung-kampung kumuh dan Illegal yang tersebar di dalam wilayah kota. Perkembangan berbagai kegiatan perbaikan kampung selama ini menunjukkan hasil yang bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi kampung yang beraneka ragam serta pemahaman masyarakat yang berbeda-beda dalam melihat persoalan fenomena kampung mereka. Penelitian menympulkan bahwa pemahaman masyarakat dalam satu wilayah kampung yang sama sangat bervariasi sehingga keberlanjutan dari berbagai program perbaikan kampung belum dapat dicapai. Pada kondisi pemahaman masyarakat yang rendah disebabkan karena pra kondisi yang dilakukan sangat kurang untuk memperoleh tingkat keberlanjutan yang tinggi, oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih baik oleh para inisiator pada masa pra kegiatan terutama dalam bentuk pemahaman masrakat terhadap program dengan benar.   ABSTRACT Kampung improvement activities developed by authority, community and sponsoring bodies are strategic efford to enchance environmental quality of the kampong and finally enhancing the community prosperity. The most compatible approach to develop is community empowerment basis. Yogyakarta becomes one of the target since the city faces a complicated problems in environmental aspect. The improvement of kampong shows a various achievement because the awareness and concept of inhabitants are also varies. It is concluded that different concept and interpretation among communities, authority and sponsoring bodies to

  7. Family Planning Information, Education and Communication with Contaceptive Use

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Winarni

    2016-11-01

    Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE berperan penting dalam meningkatkan pencapaian prevalensi kesertaan Keluarga Berencana (KB. Namun, prevalensi KB di Indonesia selama satu dekade terakhir (2002-2012 tidak meningkat secara signifikan, walaupun pelbagai kegiatan KIE KB telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosio ekonomi demografi yang berkaitan dengan KIE KB, pelbagai unsur KIE yang berkaitan dengan pemakaian KB, dan unsur KIE yang berpengaruh terhadap pemakaian KB. Analisis menggunakan sumber data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 dengan unit analisis perempuan berstatus kawin usia 15-49 tahun. Jumlah sampel yang dianalisis 33.465 perempuan berstatus kawin. Analisis menggunakan odds ratio atau rasio kecenderungan antara perempuan yang memperoleh KIE KB terhadap perempuan tidak mendapatkan akses KIE KB dalam hubungannya dengan pemakaian KB. Temuan bahwa pemberian KIE KB, baik media maupun petugas, merupakan faktor penting dalam pemakaian KB. KIE melalui televisi dan poster/pamflet memiliki hubungan bermakna dengan pemakaian KB (OR 1,6 dan 1,3. Petugas medis, petugas KB dan tokoh informal di masyarakat berperan penting dalam penyampaian informasi KB dan pemakaian KB (OR 2,2; 1,4; dan 1,2. Sejalan dengan hasil tersebut, kunjungan petugas KB dan petugas kesehatan menjelaskan KB kepada klien di fasilitas kesehatan berpengaruh secara bermakna ke pemakaian KB (OR 1,5 dan 2,6.

  8. Analisa Kinerja Pneumatic Wave Energy Converter (WEC Dengan Menggunakan Oscillating Water Column(OWC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rico Ary Sona

    2014-03-01

    Full Text Available Sistem konversi energi gelombang laut merupakan sistem yang menangkap energi gelombang laut untuk dikonversi menjadi energi lain seperti energi listrik. Salah satu jenis wave energy converter (WEC yang banyak digunakan diantaranya yaitu Oscillating Water Columnatau OWC. Prinsip kerja sistem WEC ini ialah mengubah pergerakan naik turunnya gelombang pada silinder kolom udara untuk menghasilkan udara bertekanan yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik. Penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui kinerja dari Oscillating Water Column (OWC dalam menangkap energi gelombang laut. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan beberapa perlatan yaitu pembuatan konfigurasi peralatan pembuat dan penangkapan gelombang yang terdiri dari pelampung dan silinder Oscillating Water Column (OWC. Percobaan ini dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dan tinggi gelombang pada flow water channel dengan mengatur bukaan pada pneumatic speed control. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa kinerja paling efektif diperoleh pada panjang gelombang 0.9 m dan tinggi gelombang 0.23m. Pada karakteristik gelombang tersebut diperoleh tekanan, kecepatan dan volume pada silinder Oscillating Water Column (OWC sebesar  1.11 bar, 39.39 m/s dan 0.0057 m3. Dari hasil percobaan juga diperoleh waktu pengisian Pressure Vessel selama 100 menit dengan tekanan 3 Psi.

  9. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  10. Relation on phitoplankton community with Litopenaeus vannamei productivity in biocrete pond

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Budiardi

    2007-07-01

    Full Text Available ABSTRACTManagement of phytoplankton is generally conducted by controlling the concentration of organic matter, fertilization and water exchange.  Organic materials are from uneaten feed and excretion of shrimp.  By using post facto method it was found four class of phytoplankton in biocrete pond at one cycle rearing of white shrimp (Litopenaeus vannamei.  Population at early rearing period was dominated by Bacillariophyceae (50.4%; 13 species and Cyanophyceae (42.41%; 1 species, followed by Dynophyceae (6.2%; 5 species and Chlorophyceae (1.3%; 1 species.  Increment in phytoplankton density was followed by increment in chlorophyll-a and oxygen from photosynthesis, and productivity was 2132 kg/pond.Keywords: phytoplankton, white shrimp, Litopenaeus vannamei, biocrete pond ABSTRAKPengelolaan fitoplankton umumnya dilakukan dengan mengoptimalkan bahan organik serta pemupukan dan pergantian air. Bahan organik berasal dari pakan buatan yang tidak terkonsumsi (sisa pakan dan ekskresi dari udang. Dengan menggunakan metode post facto selama satu siklus pemeliharaan udang vaname (Litopenaeus vannamei pada tambak biocrete diperoleh empat kelas fitoplankton. Dominasi Bacillariophyceae (50,4%; 13 jenis, Cyanophyceae (42,41%; 1 jenis terjadi pada awal pemeliharaan yang diiukuti oleh Dynophyceae (6,2%; 5 jenis dan Chlorophyceae (1,3%; 1 jenis. Peningkatan kelimpahan fitoplankton secara keseluruhan diikuti oleh peningkatan kandungan klorofil-a dan oksigen hasil fotosintesis total sehingga produktifitasnya mencapai 2132 kg/petakKata kunci: fitoplankton, udang vaname, Litopenaeus vannamei, tambak biocrete

  11. ANALISIS WAKTU PEMUPUKAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Sutapa

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian analisis waktu pemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensisdengan teknik perunut radioaktif. Untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan perlu adanya perbaikan pertanian(intensifikasi selama beberapa tahun yang lalu masih signifikan, karena ketersediaan sumber daya alam danteknologi pertanian cukup memadai dan berimbang dengan ketersediaan lahan dan peningkatan jumlah penduduk.Keadaan ini sulit untuk dipertahankan dimasa yang akan datang, kecuali ada pendekatan baru yang menawarkan ide dan teknik untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Efesiensi pemupukan tanaman dengan teknik perunut (tracer radioisotop adalah salah satu potensi menujusistem pertanian berkelanjutan. Teknik perunut dapat digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan antaratanah dan tanaman, menentukan kondisi optimal dalam penggunaan pupuk (waktu pemupukan, pola perakaranaktif tanaman, jenis dan takaran pupuk, mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik, sertamempelajari proses fotosintesis tanaman,baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung.Waktu pemupukanyang lebih tepat dapat ditentukan dengan teknik perunut tersebut, sehingga optimalisasi pemupukan dapat dicapai,tanpa pemborosan yang tidak berguna.Dari penelitian dengan menggunakan radioisotop P, ternyata waktupemupukan pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis yang paling signifikan adalah padapukul 9.00 pagi. Waktu siang hari mulai pukul 11.00 sampai pukul 15.00 adalah waktu pemupukan yang sangatburuk. Sedangkan waktu sore hari yaitu pukul 15.00 sampai 17.00 menunjukkan waktu pemupukan yang semakinbaik namun tidak signifikan.32

  12. Pengaruh Antikoagulan dan Waktu Penyimpanan Terhadap Profil Hematologis Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769 Galur Wistar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmindra Fitria

    2017-06-01

    Full Text Available Darah merupakan komponen penting karena menunjukkan kondisi fisiologis individu. Oleh  karena  itu  darah  menjadi salah  satu  parameter  pokok  dalam penelitian praklinik/ biomedik. Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari kondisi sel-sel darah perifer dalam kondisi normal maupun patologis. Parameter pemeriksaan hematologis yang rutin dilakukan antara lain profil eritrosit dan leukosit. Sampel darah yang diterima kadangkala tidak langsung diperiksa karena berbagai alasan. Untuk menjaga supaya kondisinya tidak rusak, maka sampel darah ditambah antikoagulan dan disimpan di dalam lemari pendingin selama beberapa jam hingga beberapa hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil eritrosit dan leukosit pada sampel darah tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769 Galur Wistar yang sehat/normal dengan antikoagulan EDTA atau Heparin dan variasi waktu penyimpanan (0, 6, 18, 24, dan 48 jam. Untuk pembahasan lebih lanjut, data dianalisis secara statistik berdasarkan ANOVA two-factor (P0,05. Disimpulkan bahwa pemeriksaan profil hematologis yang terbaik adalah menggunakan darah tanpa antikoagulan namun harus langsung dilakukan segera setelah sampel diperoleh (sebelum darah mengalami koagulasi. Apabila tidak memungkinkan, maka dapat digunakan EDTA atau Heparin, dan jenis antikoagulan harus dijelaskan dalam pelaporannya. Pemeriksaan darah dengan antikoagulan hendaknya juga tetap dilakukan segera setelah sampel diterima (tidak ditunda.

  13. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  14. Perancangan Dashboard Mobil Pedesaan Multiguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Madinah

    2013-09-01

    Full Text Available Mobil GEA yang merupakan mobil nasional akan dikembangkan menjadi mobil pedesaan multiguna. Salah satu bagian dalam mobil GEA yang menjadi perhatian adalah dashboard. Selama ini dashboard mobil GEA diproduksi secara manual, yaitu menggunakan proses wet lay-up dengan bahan komposit. Rencana ke depan produksi mobil pedesaan multiguna adalah produksi massa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dirancang proses cetakan injeksi plastik (injection molding untuk pembuatan dashboard mobil pedesaan multiguna. Dibuat dua buah konsep dashboard, yaitu konsep A dan konsep B yang mengacu pada list of requirements. Simulasi pembebanan dan proses injection molding dengan material acrylonitrile butadiene styrene dilakukan pada kedua konsep tersebut. Beban yang diberikan adalah beban statis sebesar 100 N pada bagian atas dashboard dan 50 N pada masing-masing laci dashboard. Dari hasil perancangan, khususnya proses scoring ditetapkan konsep B sebagai alternatif dashboard untuk mobil pedesaan multiguna. Dari hasil simulasi pembebanan yang dilakukan, didapatkan nilai tegangan maksimal yang terjadi pada dashboard adalah 1.35 MPa dengan defleksi sebesar 0.237 mm. Sedangkan dari hasil simulasi proses injection molding didapatkan waktu produksi tiap dashboard adalah 246 detik (4.1 menit dengan gaya cekam maksimal 2370 ton.

  15. MORTALITY AMONG INFANTS AND PRESCHOOL CHILDREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Ratna Budiarso

    2012-09-01

    Full Text Available Pencatatan dan pelaporan kematian telah dilakukan secara prospektif selama satu tahun, di Kabu­paten Sukabumi, pada tahun 1982 - 1983. Dalam kurun waktu tersebut tercatat angka kematian untuk semua golongan umur sebesar 10,7 %. , angka kematian Balita (0 - 4 tahun sebesar 31,7 %. dan angka kematian bayi 75 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian utama pada anak umur 1-4 tahun adalah pneumonia 415,2; diare 272,8; tifus perut 225,4; dan campak 83,0 per 100.000 anak. Kurang gizi merupakan pendamping dari penya­kit yang menyebabkan kematian. Pada bayi umur 1 - 11 bulan, penyebab kematian yang utama adalah pneumonia 1106,4; diare 510,6; campak 340,4; meningitis 340,4; batuk rejan 297,9 dan tetanus 212,8 per 100.000 bayi lahir hidup. Kurang gizi sering merupakan pendamping dari penyakit yang menyebabkan kematian. Kematian pada bayi umur kurang dari 1 bulan, umumnya disebabkan tetanus 1574,5; immatu-ritas 851,1; hypoxia atau asphyxia 425,5 per 100.000 bayi lahir hidup. Untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak 1 - 4 tahun, cakupan immunisasi pada ibu hamil dan bayi serta anak 1 - 4 tahun perlu ditingkatkan; di samping mengadakan latihan tentang pera­watan tali pusat. Penyuluhan tentang hygiene dan sanitasi perlu ditingkatkan untuk mencegah timbulnya penyakit menular.

  16. Spillover Volatilitas Pasar Saham Indonesia dan Singapura Periode 2001-2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestano Lestano

    2010-01-01

    Full Text Available Using an Autoregressive model combined with a univariate Exponential GARCH model for constructing a volatility spillover model, we investigate asymmetric effect and volatility persistence effect in Indonesia and Singapore stock market, and the effect of volatility spillover from Singapore stock market considered as one of Asian financial activity center to Indonesia stock market during the post Asian financial crisis period. The study reveals that the degree of volatility persistence slightly increases as we include the spillover effect from Singapura as one extra variable in the variance equation. We also find that strong evidence of volatility spillover effect from Singapore to Indonesia stock market. Abstract in Bahasa Indonesia: Autoregressive model yang dikombinasikan dengan univariate Exponential GARCH model digunakan untuk mengkonstruksi model spillover volatilitas, tulisan ini mengkaji asymmetric effect dan efek persistensi volatilitas pasar saham di Indonesia dan Singapura, dan efek spillover volatilitas dari pasar saham Singapura, yang dipertimbangkan sebagai salah satu pusat kegiatan keuangan Asia, ke pasar saham Indonesia selama periode setelah krisis keuangan Asia. Studi ini mengungkapkan bahwa tingkat persistensi volatilitas meningkat saat spillover effect dari Singapura dimasukan sebagai variabel tambahan ke dalam persamaan variance. Temuan empiris lain adalah terdapat fakta kuat keberadaan efek spillover volatilitas dari pasar saham Singapura ke Indonesia.   Kata kunci: Spillover volatilitas, asymmetric effect, leverage effect, exponential GARCH, pasar saham, Indonesia, Singapura

  17. Jember Fashion Carnaval (JFC Dalam Industri Pariwisata Di Kabupaten Jember

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Ayu Proborini

    2017-09-01

    Full Text Available Fenomena Jember Fashion Carnaval (JFC yang terjadi di Kabupaten Jember menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penelitian ini. Jember yang mempunyai latar belakang masyarakat pandalungan, diantara masyarakatnya terbentuk sebuah karnaval fashion yang saat ini dikenal hingga dunia. Fenomena ini menjadi hal yang menarik, karena Jember tidak mempunyai riwayat sejarah fashion dan dikenal dengan kota santri. JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz telah menunjukkan eksistensinya selama 14 tahun dan telah berhasil merubah Jember menjadi kota karnaval tingkat dunia. Selain itu JFC menjadi barometer karnaval fashion di Indonesia karena menginspirasi daerah lain untuk membuat karnaval yang serupa. JFC memamer- kan busana hasil kreativitas dari peserta yang mengikutinya. Peserta diberikan pelatihan untuk membuat dan memperagakan busana. Adanya proses pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta sehingga dapat membuat busana yang memiliki standart keindahan tersendiri. Proses tersebut secara tidak langsung membuat JFC mengalami proses komodifikasi, yaitu JFC bertransformasi menjadi event yang layak jual. Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tumbuh dan berkembangnya JFC diantara masyarakat Jember. Adapun secara spesifik mengkaji tentang latar belakang sosial budaya terbentuknya JFC sebagai industri pariwisata di Kabupaten Jember. Hasil pene- litian ini menunjukkan bahwa Jember memiliki ciri khas kultural serta modal yang mendukung tumbuh dan berkembangnya JFC di Jember, sehingga Jember dapat bersaing dengan daerah lain dalam ranah sektor pariwisata.Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang diguna- kan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian.

  18. Pengaruh pemberian ekstrak meniran merah (Phyllanthus urinaria terhadap penekanan jumlah limfosit pada organ timus mencit balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IFANDARI

    2012-05-01

    Full Text Available Ifandari, Suranto, Wuryaningsih YNS. 2012. Pengaruh pemberian ekstrak meniran merah (Phyllanthus urinaria terhadap penekanan jumlah limfosit pada organ timus mencit balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi. Bioteknologi 9: 1-6. Meniran merah merupakan salah satu anggota dalam genus Phyllanthus. Anggota dalam genus ini memiliki variasi karakter morfologi dimana beberapa diantaranya telah digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Meniran merah digunakan dalam pene- litian sebagai diuretik, hipoglikemik, antihepatitis-B dan anti kanker. Kemanfaatan tanaman ini sebagaii immunomodulator belum digali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian meniran merah terhadap jumlah limfosit pada organ timus mencit Balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi dan mengetahui pengaruh variasi dosis ekstrak meniran merah terhadap jumlah limfositnya. Penelitian ini menggunakan rancangan the post test-only control group terhadap 48 ekor mencit Balb/C yang terbagi dalam 8 kelompok dan dilakukan selama 10 hari. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan dengan variasi dosis masing-masing 3x 0,065 mg/hr, 3x0,130 mg/hr dan 3x0,260 mg/hr untuk tiap jenis ekstrak meniran merah dan hijau. Mencit diinfeksi pada hari ke-4 S. typhi dan hari ke-11 dikorbankan. Limfosit diisolasi dari organ timus, kemudian dihitung jumlahnya. Data dianalisis dengan T test untuk melihat perbedaanya dan data dalam kelompok meniran merah dilakukan uji anava. Pemberian ekstrak meniran merah menekan jumlah limfosit mendekati keadaan normal. Variasi penambahan dosis ekstrak meniran merah tidak mepengaruhi penurunan jumlah limfosit.

  19. Role of Hearth Program with Undernutrition Incidence among Toddlers in Tangerang City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gizella Gizella

    2016-08-01

    Kelompok yang rentan terhadap gizi kurang adalah balita. World Health Organization (WHO menyatakan kematian anak bawah lima tahun (balita akibat gizi kurang sebesar 54% pada tahun 2002. Di Indonesia, prevalensinya mengalami peningkatan dari 17,9% pada tahun 2010 menjadi 19,6% pada tahun 2013. Di Kota Tangerang, terdapat 1,43% balita yang mengalami gizi buruk pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara valid hubungan antara Program Pos Gizi yang meliputi perilaku pemberian makan, perilaku kebersihan balita, perilaku mencari pelayanan kesehatan dan perilaku pengasuhan balita dengan kejadian gizi kurang pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, potong lintang, menggunakan data primer serta dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat selama satu bulan pada bulan September 2015. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 60 balita yang mengalami gizi kurang di Kota Tangerang. Hasil menunjukkan bahwa dari 60 balita yang mengalami gizi kurang, sebanyak 12 balita (20% mengalami gizi sangat kurus dan sisanya sejumlah 48 balita (80% mengalami gizi kurus. Terdapat hubungan antara perilaku pemberian makan dan perilaku mencari pelayanan kesehatan dengan gizi kurang pada balita. Variabel perilaku pemberian makan merupakan faktor dominan yang memengaruhi gizi kurang pada balita dengan OR = 4,655 (CI = 1,052 – 20,6 setelah dikontrol oleh variabel perilaku mencari pelayanan kesehatan. Perbaikan pemberian makan dan pencarian pelayanan kesehatan diharapkan mampu memperbaiki dan menurunkan gizi kurang pada balita.

  20. NILAI VERNAKULAR DALAM PENATAAN LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN LERENG GUNUNG (Studi di Desa Kapencar, Lereng Gunung Sindoro, Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VG Sri Rejeki

    2007-01-01

    Full Text Available The plateau settlement is one typology of settlement in Java. Some theory about the it have been presented the problem solving of contour or sloping land, but not discuss about the strategy of climatic solution yet. At Kapencar Village we founded some phenomenas of problem solving naturally. Some strategies are 1 the building typologies have the jogan as strategy to multy activities and the pogo as strategy to suport the tobacco and corn own activities. 2 The cut and fill construstion as the strategy of sloping land. 3 The pebble became the building material locally, that it put from yard themselves. 4 The little ventilation and the zink material as the strategy of the too cold and high humidity climate. Abstract in Bahasa Indonesia : Permukiman di dataran tingi merupakan salah satu tipe permukiman di Jawa. Selama ini teori dan konsep permukiman lerengan yang berkembang sebatas membahas tentang bentuk kontur/ kelerengan. Tetapi belum mendiskusikan tentang strategi menyelesailan masalah iklim secara vernakular. Di Desa Kapencar ditemukan beberapa fenomena strategi penyelesaian masalah secara natural oleh masyarakat. Beberapa temuan yang dapat dijadikan pembahasan antara lain 1 adanya tipologi rumah dengan prioritas ruang jogan multi fungsi dan pogo, sebagai strategi mendukung kegiatan berladang tembakau dan jagung. 2 penyelesaian kontur diselesaikan dengan cut – fill,. 3 penggunaan batu alam sebagai bahan lokal, diambil dalam pekarangan sendiri, 4 sesedikit mungkin lubang di rumah dan pemilihan bahan seng , sebagai strategi mengarasi suhu dingin dan kelembaban tinggi di lokasi tersebut. Kata kunci: Permukiman, lereng gunung, bahan bangunan, iklim, tipologi.

  1. PERBAIKAN SISTEM DIVISI PENGOLAHAN DAN PENGADAAN PERPUSTAKAAN UK. PETRA DENGAN FILOSOFI LEAN SIX SIGMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jani Rahardjo

    2007-01-01

    Full Text Available The responsibility of Acquisition and Processing Unit in Petra Christian University Library is to handle books purchasing, processing the books, then hand them over to the circulation unit. To improve the unit performance, a new system was proposed using Lean Six Sigma philosophy. We employ the common tools of Six Sigma i.e. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. The results are a new procedure, a better software design, and a better workplace lay out. We believe that the results could reduce the book processing time, eliminate non value added activities, reduce defects, and decrease the total distance taken by books when being processed. Abstract in Bahasa Indonesia : Tanggung jawab divisi Pengadaan dan Pengolahan Perpustakaan U.K. Petra adalah menangani pembelian buku, memprosesnya lalu menyerahkan ke bagian sirkulasi. Untuk meningkatkan performa divisi ini, maka dilakukan perbaikan sistem dengan menggunakan metode Lean Six Sigma dengan salah satu tool yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Hasil akhir dari metode tersebut adalah prosedur baru, desain software baru, dan tata letak baru yang jika diimplementasikan dapat mengurangi waktu pemrosesan buku, non value added activity, jumlah kecacatan buku, dan jarak total yang ditempuh buku selama pemrosesan. Kata kunci: Lean Six Sigma, Perpustakaan U.K. Petra, Perbaikan Sistem

  2. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-05-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium  dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%.

  3. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA Studi kasus di Perusahaan Anode Crome Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2010-07-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%. Kata kunci: Ergonomis, Antropometri, Data Ketidaknyamanan, Waktu baku, Produktivitas. 

  4. HIPERPLASIA ADRENAL KONGENITAL (HAK KLASIK SIMPLE VIRILIZING PADA ANAK UMUR 3 TAHUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alice Indradjaja

    2015-01-01

    Full Text Available Hiperplasia adrenal kongenital merupakan salah satu dari kelompok kelainan genetik akibat defisiensi enzim yang diperlukan untuk biosintesis steroid di korteks kelenjar adrenal. Bentuk kelainan hiperplasia adrenal kongenital yang tersering adalah defisiensi enzim 21-hidroksilase (21OHD hingga mencapai 90% kasus. Kelainan utama pada pasien dengan defisiensi enzim 21-hidroksilase adalah kegagalan sintesis kortisol secara adekuat. Defisiensi 21-hidroksilase klasik tipe virilisasi sederhana menyebabkan genitalia ambigu pada bayi perempuan. Dilaporkan sebuah kasus hiperplasia adrenal kongenital klasik tipe virilisasi sederhana pada anak perempuan usia tiga tahun. Pasien dirujuk ke Poliklinik anak RSUP Sanglah Denpasar dengan keluhan utama pembesaran dan pemanjangan klitoris yang progresif disertai tumbuhnya bulu pubis.  Pasien lahir dengan genitalia ambigu. Pasien didiagnosis defisiensi 21-hidroksilase berdasarkan hasil pemeriksaan kadar progesteron 17-OH >1.200ng/dl dan pemeriksaan fisik didapatkan prader derajat III. Pada pemeriksaan usia tulang menunjukkan usia tulang yang melebihi umurnya, USG abdomen dalam batas normal dengan hasil analisis kromosom 46,XX. Pasien tidak pernah mengalami krisis adrenal selama 3 tahun dan menjalani tindakan pembedahan pada usia 3 tahun. Keluarga pasien diberikan konseling, dilakukan monitor  berkala pada pasien dan terapi hidrokortison. Prognosis pada pasien ini baik. [MEDICINA 2014;45:58-64].

  5. OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PENGKONDISI UDARA MELALUI SISTEM KENDALI ON-OFF BERBASIS MIKROKONTROLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyanto Pangaribowo

    2015-10-01

    Full Text Available Penghematan energi listrik merupakan langkah yang strategis, mengingat sebagian besar energi listrik yang dikonsumsi oleh objek-objek tersebut dihasilkan dari pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Salah satu komponen yang mengkonsumsi energi listrik terbesar pada objek-objek tersebut di atas adalah mesin-mesin pengkondisi udara ruangan. Pengaturan pengoperasian mesin pengkondisi udara ruangan kebanyakan dilakukan secara manual menggunakan alat remote control. Namun sistem tersebut tidaklah efektif dan efisien  karena kendali bergantung kepada seorang atau beberapa operator untuk menghidupkan atau mematikannya. Penelitian ini bermaksud melakukan analisa penghematan energi listrik melalui sistem kendali on - off Air Conditioner (AC menggunakan microcontroller pada ruang dosen Universitas Mercu Buana yang berukuran 9 meter x 14 meter. Sistem pengendali yang dirancang menggunakan interaksi antara sinyal informasi yang diperoleh dari sensor suhu. Diperoleh hasil setingan program yang optimum untuk menghemat energi listrik yaitu pada suhu 220 C - 240 C. AC nomor 1 dan AC nomor 2 bekerja secara On – Off bergantian selama 3 jam dengan konsumsi daya sebesar 27,8 KWH perhari.

  6. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  7. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  8. PENGARUH LAMA DAN CARA PENYIMPANAN TERHADAP PERKEMBANGAN KANDUNGAN AFLATOKSIN PADA GAPLEK DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukati Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available Aflatoksin yang mencemari makanan dapat menyebabkan timbulnya kanker hati. Gaplek merupakan salah satu komoditi yang dapat tercemar aflatoksin. Ada beberapa daerah di Indonesia yang menggunakan gaplek sebagai makanan pokok. Karena gaplek pada umumnya disimpan sampai panen berikutnya maka ada peluang untuk tercemar aflatoksin. Karena itu perlu diteliti sampai berapa jauh pencemaran aflatoksin pada gaplek. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama dan cara penyimpanan terhadap cemaran aflatoksin pada gaplek.Gaplek yang sudah dikeringkan dengan cara yang lazim dilakukan di daerah dengan makanan pokok gaplek dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama disimpan di lantai semen terbuka, bagian kedua disimpan dalam bakul terbuka dan bagian ketiga di simpan dalam karung goni yangdiikat. Analisa kandungan aflatoksin dan kadar air gaplek dilakukan pada permulaan dan 4, 8, 12, 16 dan 20 minggu dalam penyimpanan.Perkembangan cemaran aflatoksin gaplek dalam penyimpanan ini mengungkapkan makin lama gaplek disimpan makin tinggi kadar aflatoksinnya. Rata-rata kadar air gaplek selama penyimpanan berkisar antara 13,1% sampai 14,0%. Gaplek yang disimpan di lantai menunjukkan kandungan aflatoksin tertinggi, diikuti oleh gaplek yang disimpan dalam bakul dan dalam karung.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sampai waktu panen berikutnya sekitar 10 bulan, kandungan aflatoksin gaplek yang disimpan di dalam karung diikat belum mencapai taraf yang menbahayakan kesehatan.

  9. PENYERAPAN KARBON PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas DI PERAIRAN TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2013-08-01

    Full Text Available Pengikatan karbon oleh algae fotoautotrofik berpotensi untuk mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer dan dapat membantu mencegah percepatan terjadinya pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan karbon pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas berdasarkan aktivitas fotosintesis serta variabel-variabel yang mempengaruhinya. Budidaya rumput laut dilakukan dengan metode long-line di perairan Teluk Gerupuk, Lombok Tengah pada satu unit long-line dengan luas area 1.250 m2. Selama penelitian, dilakukan pengujian terhadap sampel rumput laut dan sampel air laut dari lokasi budidaya yang diambil pada hari ke-0, 10, 20, 30, dan 45 pemeliharaan. Laju penyerapan karbon total berdasarkan biomassa panen pada G. gigas hampir 300% lebih tinggi dibandingkan K. alvarezii. Selain itu, laju pertumbuhan dan produksi karbohidrat pada G. gigas juga lebih tinggi, yang mengindikasikan laju fotosintesis yang lebih tinggi, dan didukung oleh indeks percabangan yang juga lebih tinggi. Potensi penyerapan karbon di perairan Teluk Gerupuk mencapai 6.656,51 ton C/tahun untuk budidaya K. Alvarezii dan 19.339,02 ton C/tahun untuk budidaya G. gigas. Penyerapan karbon berhubungan dengan kandungan pigmen dan laju pertumbuhan rumput laut, serta konsentrasi CO2 dan kecerahan perairan.

  10. Kolaborasi Metode Ceramah, Diskusi dan Latihan Pada Materi Perkembangan Teknologi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maski Maski

    2014-02-01

    Full Text Available Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi antara guru dengan siswa. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, dalam praktek pembelajaran mustahil menggunakan satu metode saja. Kombinasi (kolaborasi penggunaan beberapa metode merupakan keharusan dalam praktek pembelajaran. Terkait dengan parktek pembelajaran di kelas, peneliti selaku guru kelas mengalami permasalahan dalam pelajaran IPS mendeskripsikan materi “Perkembangan Teknologi” pada siswa kelas IVB yang berdampak pada rendahnya prestasi siswa. Penyebab kegagalan tersebut yaitu metode yang digunakan kurang tepat dan kurangnya motivasi siswa dalam mendiskripsikan persoalan. Oleh karena itu peneliti mencoba menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas IVB SDN Pinggir Papas 1 selama dua siklus, kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan dapat meningktkan prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar siswa yang tuntas secara indvidu mulai dari siklus I sebanyak 22 siswa (73% dengan nilai rata-rata 74, pada siklus II bertambah menjadi 27 orang (90% dengan nilai rata-rata 87. Sedangkan untuk  aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapat penilaian 60% meningkat menjadi 93,3% pada siklus II, maka dapat dikatakan bahwa pada siklus II ini perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan telah berhasil menjadikan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

  11. Kluster Bag of Word Menggunakan Weka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tari Mardiana

    2015-05-01

    Full Text Available Dalam bidang pengolahan bahasa alami dan sistem temu balik informasi, representasi sebuah data teks sangat penting untuk mendukung proses analisis data statistik di dalamnya. Data teks dengan bentuk tidak terstruktur dapat direpresentasikan secara sederhana menggunakan sekumpulan set kata yang disebut bag-of-words dan belum memiliki label atau kelas tertentu. Data unsupervised atau objek-objek yang belum memiliki label dapat dikelompokan menggunakan klustering berdasarkan kemiripan satu objek dengan objek lain. Artikel ini membahas perbandingan hasil pengelompokan unsupervised data menggunakan algoritma kluster yang tersedia pada tools Weka, yaitu SimpleKMeans, X-Means, dan Farthest First. SimpleKMeans dan XMeans digunakan untuk mengolah dataset dan mengelompokan berdasarkan jumlah kluster tetap yang digunakan, sedangkan Farthest First akan meletakan semua pusat kluster pada titik terjauh dari pusat kluster yang sudah ada untuk mengelompokan data. Dataset berasal dari UCI machine learning dengan menggunakan 3 koleksi data, yaitu Enron Email, NIPS Proceedings, dan Daily Kos Blog entries. Performa dataset diuji dengan berbagai masukan parameter yang berbeda meliputi jumlah kluster hingga evaluasi sum squared error (SSE, serta iterasi selama proses pengolahan data. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan acuan untuk menentukan algoritma dan parameter yang sesuai untuk melakukan pengelompokan data yang tidak memiliki label.

  12. Studi Angkutan Sedimen Sudetan Pelangwot-Sedayu Lawas Sungai Bengawan Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Murprabowo Mudjib

    2013-12-01

    Full Text Available Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir mulai dari area hulu di Kabupaten Wonogiri dan Ponorogo hingga ke area hilir di Kabupaten Gresik. Perubahan fungsi lahan di area hulu dan peningkatan debit yang melalui Sungai Bengawan Solo membuat banjir terjadi di area hilir sungai yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Gresik. Sudetan Pelangwot sepanjang 13 km merupakan saluran yang dibuat untuk mengurangi debit banjir yang terjadi dengan mengalirkannya ke laut Jawa. Namun dikarenakan pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi, kapasitas Sudetan Pelangwot dalam mengalirkan debit menurun. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sedimentasi yang terjadi pada sudetan Pelangwot dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0 Konsep yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan memodelkan Sudetan Pelangwot menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 kemudian melakukan simulasi aliran sudetan untuk mengetahui sedimentasi yang terjadi. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 diketahui perkiraan volume sedimentasi yang terjadi di sudetan selama musim penghujan dari tanggal 1 Desember 2010 hingga 21 Mei 2011 adalah sebesar 325.030,23 m3. Agradasi terjadi di sebagian besar penampang sudetan sedangkan degradasi hanya terjadi di beberapa titik. Kantong sedimen dapat dibuat sebagai upaya pengendalian sedimen pada dasar saluran sudetan di tiga titik yang berbeda dengan kapasitas total 175.875 m3.Pemeliharaan kantong sedimen dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan melakukan pengerukan pada kantong sedimen.

  13. DIFUSI INOVASI MARKETING MIX MELALUI KELOMPOK USAHA SEKTOR INFORMAL (UPAYA PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK SEKTOR INFORMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiharini Sugiharini

    2006-01-01

    Full Text Available Sektor informal sebagai sektor usaha yang punya andil penting dalam penyerapan tenaga kerja akhir-akhir ini. Dalam situasi dimana sektor formal belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan tenaga kerja karena berbagai kendala terutama karena faktor SDM dan iklim dunia usaha formal yang belum kondusif, maka pilihan sektor informal menjadi prioritas. Berdasarkan fakta yang ada banyak sektor informal yang telah berkembang dan berhasil. Dan sebaliknya tidak sedikit pula yang gagal di perjalanan terutama disebabkan faktor individu kewirausahaan terutama faktor akses pasar. Sebenarnya kalau kita cermati dan analisis lebih dalam terutama mereka-mereka yang sukses ada aspek nilai pemasaran yang selama ini terlupakan dan berada di luar marketing mix. Dan aspek ini lambat laun akan menjadi citra merek yang melekat di hati konsumen dan akan mendatangkan omzet yang tinggi. Ambil contoh kasus ayam goreng Wong Solo. Kalau dilihat dari atribut produk yang melekat tidak jauh berbeda dengan produk-produk lain, dan produk ini terkesan mengabaikan faktor marketing mix dalam promosi produk. Namun ada satu kelebihan dibanding dengan yang lain yaitu cita rasa khas yang sudah melekat dan punya posisi tersendiri di lidah konsumen. Konsumen sudah mampu membedakan produk ini dengan yang lain. Berbagai contoh kasus di atas tampaknya pas sebagai gambaran dari divusi inovasi marketing mix. Selain itu juga bisa ditempuh dengan membentuk kelompok usaha sehingga mempunyai kekuatan dan pertahanan yang kuat.

  14. Perubahan Tema Iklan Menurut Siklus Hidup Produk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marselinus Krisna

    2013-11-01

    Full Text Available Abstract: This research is an descriptive qualitative study about the changes of TV commercial’s themes of Sony PlayStation console in USA at 1995-2010. As human beings, the product has its life cycle. The life cycle of products is very influential in the formation of advertising messages. The Sony PlayStation is one brand of video game console generation to the five released by Sony Computer Entertainment and the most popular in the history of the gaming industry. The life cycle of PlayStation consoles reaches its peak at the time of appearance of the PlayStation 2 console. During the life cycle of the last PlayStation has released several television commercials used to promote this console for the consumer.   Abstrak: Riset ini merupakan studi deskriptif kualitatif tentang perubahan tema iklan televisi dari produk konsol Sony PlayStation di Amerika Serikat pada periode 1995-2010. Seperti manusia, produk juga memiliki siklus hidup. Siklus hidup produk sangat mempengaruhi pembeuatan pesan iklan. Sony PlayStation adalah salah satu merek generasi konsol video game yang dikeluarkan oleh Sony Computer Entertainment dan sangay populer dalam sejarah industri games. Siklus hidup produk konsol PlayStation mencapai puncaknya pada saat dimunculkannya konsol PlayStation 2. Selama periode siklus hidupnya , PlayStation mengeluarkan beberapa iklan televisi yang digunakan untuk mempromosikan konsol kepada para konsumen.

  15. KOREA SYDENHAM DAN KARDITIS TERSEMBUNYI PADA SEORANG ANAK PEREMPUAN USIA 9 TAHUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ayu Widyanti

    2013-03-01

    Full Text Available Korea Sydenham adalah bentuk paling umum dari gerakan korea yang diperoleh pada masa kanak-kanak, dan  merupakan salah satu kriteria diagnostik utama demam rematik. Korea Sydenham ditandai dengan gerakan involunter yang menghilang saat tidur, ketidakstabilan emosional, dan hipotonia. Kasus adalah anak perempuan berumur 9 tahun dengan gerakan coreatic (gerakan involunter pada lengan dan kaki. Gerakan tersebut juga ditemukan pada lidah sehingga pasien sulit untuk berbicara. Pasien juga memiliki ketidakstabilan emosi, dan kelemahan otot. Riwayat trauma disangkal.  Pada pemeriksaan fisik ditemukan murmur di daerah apex jantung, holosistolik, derajat  2/6, meniup, dan menyebar sepanjang aksila. Pada echocardiography didapatkan  regurgitasi mitral moderat (MR dan regurgitasi aorta (AR karena karditis. Diagnosisnya adalah Korea Sydenham dan karditis. Pasien  diterapi dengan erythomicin 250 mg empat kali sehari selama 10 hari, dan eritromisin 250 mg oral dua kali sehari untuk profilaksis. Untuk terapi simtomatik diberikan haloperidol 2 mg dua kali sehari dan trihexyphenidil 0.5 mg tiga kali sehari. Respon terapi dan prognosis baik. (MEDICINA 2012;43:54-59.

  16. PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN (LAPORAN LABA RUGI SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN IFRS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Anggraeni

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya perbedaan laporan keuangan (laba/rugi sebelum dan sesudah penerapan IFRS, serta bagaimana pengaruhnya terhadap return saham setelah adanya perubahan standar akuntansi terbaru pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan teknik purposive sampling dalam pengumpulan data. Sampel penelitian adalah perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek Indonesia selama empat tahun berturut-turut yaitu 2008 sampai dengan 2010 yang berjumlah 8 perusahaan manufaktur. Teknik analisis data menggunakan Analisis regresi, yang terdiri dari model 1 antara laporan keuangan (laba/rugi sebelum penerapan IFRS terhadap return saham, model 2 antara laporan keuangan (laba/rugi sebelum penerapan IFRS terhadap return saham, dan model 3 mengenai ada tidaknya perbedaan laporan keuangan (laba/rugi sebelum dan sesudah penerapan IFRS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari tiga hipotesis yang diajukan terdapat satu hipotesis yang diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa laporan keuangan (laba/rugi sebelum dan sesudah penerapan IFRS tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham, dan terdapat perbedaan antara variabel laporan keuangan (Laba/Rugi sebelum penerapan IFRS dan variabel laporan keuangan (Laba/Rugi sesudah penerapan IFRS sehingga jumlah laba yang dihasilkan menurun setelah adanya IFRS.

  17. MENJEMBATANI KRISIS ADVOKASI TERHADAP TKW INDONESIA DILUAR NEGERI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanatul Jannah

    2012-06-01

    Full Text Available Sebagai salah satu penghasil devisa negara dan mendapat julukan yang begitu tehormat dari negara sebagai Pahlawan Devisa, TKW Indonesia seharusnya mendapat perhatian tersendiri dari pemerintah maupun pihak yang terkait, sehingga terkirimnya para TKW keluar negeri memiliki jaminan keselamatan. Untuk itu diperlukan adanya kesepakatan antara pihak pengirim dengan penerima TKW agar kehadiran TKW bisa memperoleh perlindungan di Negara tempat mereka bekerja. Seharusnya berbagai kasus yang banyak menimpa para TKW selama ini seperti penganiaaan, pelecehan seksual dan tindak kekerasan lainnya baik yang di ketahui publik maupun tidak, menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia.   As one of state foreign exchange producer and the hero of foreign exchange, Indonesian migrant workers should get sufficient attention from the government and all parts which are related to their process of being migrant workers in order they get safety guarantee in the countries they work. Therefore, it is a need to have an agreement between internal agent (that sends the workers and external agent (that accept and manage the workers to make sure that the migrant workers will get protection. What have been experienced, so far, by migrant workers such as mistreatment, sexual harassment and  violence which are publicly known or ice versa should be an important lesson for Indonesia.

  18. IMPLEMENTASI E-POSYANDU UNTUK MONITORING PERKEMBANGAN KESEHATAN DAN GIZI IBU DAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sumardi

    2012-11-01

    Full Text Available Salah satu kegiatan Posyandu adalah untuk memonitoring gizi anak pada daerah sekitarnya. Memonitoring dilakukan oleh Kader Posyandu dengan mencatat dan melaporkan sesuai dengan format yang diberikan oleh puskesmas. Informasi yang dihasilkan berupa status gizi anak, daftar anak pengikut penimbangan, daftar anak yang melakukan imunisasi, dan data kematian anak. Selama ini penyampaian informasi belum menghasilkan lengkap, akurat, jelas, dan tepat waktu. Hal ini tentunya menjadi masalah dalam memonitoring gizi anak pada suatu Posyandu. Sistem dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dan database dengan PHPMyAdmin. Desain sistem meliputi form login admin, form pengolahan daftar anak, form pengolahan layanan anak, form pengolahan catatan imunisasi, form data kematian, form daftar imunisasi. Untuk menghasilkan laporan pengolahan data dibuat dalam bentuk pdf agar tidak terjadi manipulasi informasi. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan kualitas informasi, berupa : ketersedian informasi saat dibutuhkan secara cepat, sudah dalam bentuk komputerisasi, tidak ada keterlambatan pelaporan hasil pengolahan data, dan hasil pengolahan data sesuai dengan keadaan yang ada. Pada tahap akhir pembuatan produk akan dilakukan evaluasi untuk memaksimalkan fungsinya. Kata kunci: E-Posyandu, monitoring, gizi anak, web report, Puskesmas

  19. PENERAPAN PENILAIAN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN GURU SMKN DI KELAS X PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isyatul Karimah

    2017-11-01

    Full Text Available The change of the curriculum affects the process of teaching and learning activities of teachers with students, so that required documentation of teaching and learning activities. The objective is to apply portfolio assessments and to obtain learning documentation from planning, implementation, and evaluation that embraces Lesson Study principles and to obtain student learning outcomes and to know how to implement teacher competencies. The method used using case study, type of research using grounded theory with data collection using snowball sampling as well as searching the validity of research findings using source triangulation techniques and method triangulation. The result of the research is the learning process which is planned, implemented, and evaluated by the teacher for one semester. Pergantian kurikulum memengaruhi proses kegiatan belajar mengajar guru dengan siswa sehingga diperlukan dokumentasi kegiatan belajar mengajar. Tujuannya adalah untuk menerapkan penilaian portofolio dan mendapatkan dokumentasi pembelajaran mulai dari perencanaan (plan, pelaksanaan (do, dan evaluasi (see yang menganut prinsip Lesson Study serta untuk mendapatkan hasil belajar siswa dan mengetahui cara mengimplementasikan kompetensi guru. Metode yang digunakan mengunakan studi kasus, jenis penelitian menggunakan grounded theory dengan penjaringan data menggunakan snowball sampling serta mencari keabsahan temuan penelitian menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian berupa proses pembelajaran yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasikan oleh guru selama satu semester.

  20. Demokrasi dan Kekuasaan Politik Calon Incumbent

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Ristian

    2016-06-01

    Full Text Available Demokrasi yang selama ini diidam-idamkan banyak rakyat untuk mencapai satu kesejahteraan, ternyata tidak lebih dari sekedar “mainan”  yang dipermain oleh elit politik. Ungkapan “sinis” di atas akan diruaikan dalam tulisan ini guna melihat gambaran kekuatan politik yang berkuasa di arena demokrasi lokal di era reformasi. Penelitian ini penting untuk dibahas secara ilmiah karena besarnya harapan masyarakat untuk perbaikan politik (khusus untuk lokal terutama setelah penerapan pasca reformasi otonomi daerah. Faktanya adalah demokrasi yang berjalan di tingkat lokal gagal untuk mensejahterakan dan membalikkan keadaan seperti yang diharapkan. Keuntungan dari posisi incumbent untuk menggunakan sumber daya kewarganegaraan pada frame birokrasi dan pelayanan publik kamuflase tercakup dalam "APBD" menimbulkan dampak negatif pada demokrasi. Adapun pertanyaan substansial dalam peneilitian ini adalah bagaimana relasi demokrasi dengan kekuatan pasangan incumbent, kekuatan incumbent serta actor yang bermain dalam pemilukada Bangka-Belitung tahun 2013. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif khsusnya studi pustaka.  Hasil EkoTrus sebagai incumbent memainkan semua peran dan sumberdaya untuk memenangkan pertarungan di Pemilukada Bangka Belitung tahun 2013.

  1. PENGEMBANGAN SELANCAR (SURFING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY BASED DEVELOPMENT DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. L. Henny Andayani

    2014-05-01

    Full Text Available Kuta merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Badung yang dilengkapi dengan beragam fasilitas wisata, seperti restoran, bar, hotel, laundry, dan money changer. Keberadaan kawasan wisata Kuta tidak terlepas dari atraksi wisata utama berupa keindahan pantai dengan pasir putihnya. Beragam aktifitas wisata seperti berjemur, dan surfing, dapat dilakukan di Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk (1 Mengetahui keterlibatan dan peran serta masyarakat local dalam pengembangan potensi wisata selancar (surfing selama ini (2 Mengetahui strategi pengembangan aktifitas wisata selancar (surfing sebagai daya tarik wisata baharí/tirta di Bali dengan memberdayakan masyarakat lokal. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan matriks internal eksternal dan dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta dan keikutsertaan masyarakat lokal dalam pengembangan selancar (surfing di kawasan wisata Kuta masih sedikit. Para pelaku dan investor mayoritas berasal dari luar wilayah Kuta. Berdasarkan analisis SWOT didapatkan strategi alternatif yang perlu dikembangkan di Kuta, antara lain: pengembangan surfing berbasis masyarakat lokal di kawasan Kuta, pengembangan usaha jasa pelayanan surfing yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal, strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang melakukan kegiatan surfing di Kawasan Kuta, dan strategi pengembangan kelembagaan terhadap kegiatan surfing.

  2. Profil Keamanan setelah Pemberian Dosis Primer Vaksin Pentabio® pada Bayi di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julitasari Sundoro

    2017-06-01

    Full Text Available Vaksin Hib mulai digunakan pada Pogram Imunisasi Nasional sejak tahun 2013 secara bertahap dan di seluruh Indonesia mulai tahun 2014 dalam bentuk vaksin kombinasi DTP/HB/Hib (Pentabio®, yang memberikan  kekebalan terhadap difteria, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b. Studi ini menilai reaksi sitemik, reaksi lokal, dan reaksi yang serius pascaimunisasi dengan Pentabio®. Sebanyak 4.000 bayi penerima vaksin Pentabio®bergabung dalam studi ini. Reaksi yang timbul dicatat pada kartu harian oleh petugas yang sudah dilatih. Vaksin Pentabio®yang diamati pada PMS ini menggunakan vaksin rutin dari Program Imunisasi Nasional dalam waktu pengamatan 28 hari di empat propinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Barat pada periode Mei–Desember 2014. Sebanyak 3.978 data dapat dianalisis karena 22 di antaranya tidak memberikan informasi yang valid. Reaksi sistemik yang paling banyak timbul adalah demam 0,85% pada 30 menit pertama, dan meningkat menjadi 14,03% pada satu hari pascaimunisasi, kemudian sembuh pada hari berikutnya. Reaksi lokal yang paling sering timbul adalah nyeri pada tempat suntikan pada 67,6% subjek pada 30 menit setelah imunisasi, dan meningkat menjadi 87,23% pada 1 hari pascaimunisasi namun sembuh pada hari berikutnya. Mayoritas nyeri yang timbul adalah kategori ringan. Tidak ditemukan kejadian ikutan pascaimunisasi serius selama pengamatan. Simpulan, reaksi lokal dan sistemik pascaimunisasi dengan Pentabio® dapat ditoleransi pada bayi.

  3. EFEKTIVITAS INTEGRASI TERAPI METADON DENGAN LAYANAN PSIKOSOSIAL TERHADAP KESEHATAN PSIKIS PENYALAHGUNA NARKOBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Swasti Wulanyani N M

    2012-11-01

    Full Text Available Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah medico-psiko-sosio-kultural yang sangat kompleks. Salah satu terapi yang diterapkan di Bali sejak tahun 2003 adalah terapi metadon. Walaupun secara teoritis mudah, namun kemungkinan kambuhnya juga sangat tinggi. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengintegrasikan layanan psikososial ke dalam terapi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas integrasi tersebut terhadap kesehatan psikisnya. Layanan psikososial berupa Cognitive Behavior therapy, Narcotic anonymous, terapi kelompok, konseling individual, yoga dan terapi kerja. Sepuluh orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Denpasar berjenis kelamin laki-laki berusia 20 -30 tahun diberikan perlakuan selama 6 bulan dengan rancangan treatment by subject. Alat ukur disajikan dengan pre dan post test berupa skala Motivasi Berprestasi, Self Esteem dan skala Locus of Control. Hasil pengolahan data dengan t-pair test (? = 0.05 menunjukkan bahwa hasrat berprestasi meningkat secara signifikan (p=0.035, p<0.05, self esteem meningkat dengan sangat signifikan (p=0.005, p<0.01, dan locus of control bergeser ke arah internal secara signifikan (p= 0.01, p<0.05. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa integrasi layanan psikososial terhadap terapi metadon telah meningkatkan kesehatan psikis narapidana, sehingga disarankan agar terapi farmakologi terutama yang diberikan dalam waktu panjang dan kompleks seperti halnya terapi metadon, juga disertai dukungan layanan psikososial agar pengobatan menjadi lebih optimal.

  4. Penggalian Pola Asosiasi pada Data Warehouse Agen Perusahaan Manufaktur Menggunakan Microsoft SQL Server (Studi Kasus: PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andhika Putra Cahyarifian

    2013-09-01

    Full Text Available Data penjualan pada perusahaan manufaktur selalu bertambah setiap hari seiring dengan terjadinya transaksi yang dilakukan pelanggan. Hal ini perlu didukung dengan adanya pengelolaan data yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan. Selama ini agen PT. XYZ belum mempunyai sistem yang terintegrasi di Surabaya untuk menggunakan seluruh data yang dimilikinya untuk proses pengambilan keputusan. Penulis melakukan pengerjaan penelitian dengan membuat sebuah data warehouse yang digunakan untuk mengelola data dalam jumlah besar, dalam studi kasus ini adalah data penjualan harian agen PT.XYZ. Selain itu pemanfaatan pengambilan keputusan dari data penjualan yang terhitung besar ini juga perlu dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penggalian asosiasi untuk memberikan rekomendasi produk cross-selling. Metode yang digunakan dalam pengerjaan penelitian ini adalah metode association rule mining, dengan metode ini akan ditemukan sebuah pola dari data transaksi penjualan dari periode sebelumnya mengenai hubungan keterkaitan antar variabel sehingga diketahui kecenderungan produk yang akan dibeli oleh pelanggan bersamaan dengan produk tertentu. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah rekomendasi produk cross-selling dari proses penggalian asosiasi terhadap data penjualan agen PT. XYZ. Dan dapat membantu agen PT. XYZ dalam melakukan pengelolaan data dan pengambilan keputusan.

  5. Production of ”Tokolan” White Shrimp Litopenaeus vannamei in the Cage with Different Rearing Density

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Supriyono

    2007-01-01

    Full Text Available Larva rearing is one of the efforts to increase white shrimp Litopenaeus vannamei seed quality.  This study was conducted to determine effect of  rearing density on the quality and productivity of white shrimp larvae in cage system. The tested rearing densities were 500, 1000, 1500 and 2000 ind/m2 and cultured for 28 days.  The result showed that rearing density did not affect survival rate and coefficient of variation of shrimp length. The treatmentonly affected the shrimp larvae growthwhere 500 ind/m2 rearing density gave the best growth. Keywords: white shrimp, larva, rearing density, net cage   ABSTRAK Penokolan merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas benih udang vaname (Litopenaeus vannamei. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh padat tebar terhadap kualitas dan produktivitas pemeliharaan larva udang vaname di hapa. Padat tebar yang diuji meliputi 500  ,1000, 1500   dan 2000 ekor/m2 selama 28 hari pemeliharaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar tidak mempengaruhi kelangsungan hidup dan koefisien keragaman panjang udang, dan hanya mempengaruhi pertumbuhan. Kepadatan 500 ekor/m2 menghasilkan pertumbuhan terbaik. Kata kunci: vaname, larva, kepadatan, hapa

  6. Rancang Bangun Prototype Unmanned Aerial Vehicle (UAV dengan Tiga Rotor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmawan Rasyid Hadi Saputra

    2013-03-01

    Full Text Available Unmanned Aerial Vehicle atau yang biasa dikenal dengan istilah UAV  merupakan sebuah sistem penerbangan/ pesawat tanpa pilot yang berada di dalam pesawat tersebut. UAV dapat dikendalikan dengan menggunakan remote dari jarak jauh, diprogram dengan perintah tertentu, atau bahkan dengan sistem pengendalian otomatis yang lebih kompleks. Aplikasi dari teknologi UAV pun beragam mulai dari tugas militer hingga pengamatan udara. Dalam penelitian ini, sebuah UAV akan dikembangkan dengan tiga buah rotor dan satu buah motor servo di bagian belakang UAV. Perancangan model menggunakan software CATIA dengan batasan dimensi (panjang × lebar maksimum 75 × 75 cm dan massa < 2 kg. Analisis struktur rangka dilakukan untuk menguji kekuatan rangka ketika terbang dan membawa beban, dengan menggunakan metode elemen hingga dan kriteria kegagalan Von-Misses. Dalam proses pengerjaan, rancangan dari CATIA dan analisis yang telah dilakukan dalam perancangan tersebut akan digunakan. Hasil yang didapat berupa UAV yang memiliki struktur rangka dengan defleksi maksimum 3,67 mm pada rangka tengah yang berbahan acrylic. Dalam pengujian di lapangan, UAV dapat melakukan gerak roll, pitch, dan yaw yang dikendalikan melalui remote control. Waktu operasi maksimum yang dapat dilakukan adalah selama 7 menit 43 detik.

  7. UJI APLIKASI VAKSIN HYDROVAC UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MERAH PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio DAN GURAME (Osphronemus gouramy DI BALAI BENIH IKAN PANDAK KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Indrawati

    2009-06-01

    Full Text Available Uji aplikasi vaksin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vaksin hydrovac terhadap perkembangan kesehatan ikan mas dan gurami, serta mendapatkan informasi tentang cara pengendalian, melalui tindakan pencegahan ikan air tawar yang terserang wabah penyakit Aeromonas hydrophila. Sebanyak 39 ekor ikan mas (Cyprinus carpio dengan bobot rata-rata 1 kg dan panjang rata-rata 30 cm dan108 ekor ikan gurami (Osphronemus gouramy L. dengan bobot rata-rata 250 g dan panjang rata-rata 10 cm yang berasal dari Balai Benih Ikan (BBI Pandak Kabupaten Banyumas, digunakan sebagai ikan uji. Vaksin yang digunakan adalah “vaksin hydrovac” yang diproduksi oleh Laboratorium Patologi Ikan. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Vaksin diaplikasikan dengan cara dicampur pelet dengan dosis 2--3 mL per kilogram bobot badan ikan yang diberikan selama 5--7 hari berturut-turut dan setelah satu bulan kemudian dilakukan vaksinasi ulangan (booster terhadap ikan yang telah divaksin dengan cara yang sama. Hasil uji menunjukkan bahwa ikan baik ikan mas maupun gurame yang divaksin menunjukkan angka sintasan yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan ikan yang tidak divaksin. Mortalitas ikan uji yang tidak divaksin terjadi mulai minggu ke-5 dan ke-6.

  8. SKENARIO TENGGANG WAKTU SST NINO 3.4 TERHADAP CURAH HUJAN UNTUK MENINGKATKAN AKURASI PREDIKSI KALMAN FILTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Restu Tresnawati

    2014-06-01

    Full Text Available Prediksi curah hujan bulanan menggunakan prediktor SST (Sea Surface Temperature Nino 3.4 harus diketahui apakah secara langsung dalam waktu bersamaan mempengaruhi curah hujan. Pada penelitian ini, skenario tenggang waktu (time lag diujicobakan untuk meningkatkan akurasi prediksi curah hujan bulanan dengan Kalman Filter. Pada tahap pertama, SST Nino 3.4 pada lag 0, lag 1, lag 2 diprediksi menggunakan ARIMA. Kemudian hasil ini digunakan sebagai salah satu prediktor dalam Kalman Filter. Penelitian diujicobakan terhadap validasi prediksi curah hujan bulanan di daerah Purbalingga selama periode tiga tahun kebelakang (hindcast 2006, 2007, 2008. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tenggang waktu diperlukan dalam prediksi.   Monthly rainfall forecasting using Sea Surface Temperature (SST Nino 3.4 as predictor must be known of how directly effect on rainfall. In this paper, time lag scenarios are proposed for increase prediction accurately of Kalman Filter. First, SST Nino 3.4 on lag 0, lag 1, and lag 2 are predicted by ARIMA. Then, this result is used as one of predictor in the Kalman Filter Prediction. This method is attempted for validation of monthly rainfall forecasting in Purbalingga by three-year period (2006,2007,2009 of hind cast. Experimental results show that time lag are needed in Monthly rainfall forecasting.

  9. VIDEO ETNOGRAFI: PENGALAMAN PENELITIAN SOSIAL DENGAN VIDEO KAMERA DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Yasir Alimi

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana video kamera dapat membantu focus pikiran peneliti, mempertajam naluri etnografi, memperbagus hubungan dengan masyarakat dan memperbagus laporan penelitian. Penelitian dilakukan di Sulawesi Selatan selama satu tahun dengan menggunakan handycam Sony DCR-TRV27, handycam Sony yang dilengkapi dengan fitur screen dan layar pengintip untuk siang hari. Kecanggihan teknologi kamera bertemu dengan kekayaan kehidupan social di Sulawesi Selatan, sebagaimana terefleksikan paling baik dalam upacara pernikahan. Video kamera secara sistematik mempunyai tempat yang penting dalam system knowledge/power local. Melakukan hal ini, artikel ini tidak hanya mendiskusikan tentang penggunaan kamera di praktek etnografis, tetapi juga mendiskusikan dunia sosial yang memungkinkan kamera mempunyai peran yang sangat penting didalamnya. In this article, the author explores how a video camera can refocus researcher’s mind, sharpens ethnographic senses, and improve relation with the community. This sophisticated feature of technology has met with the vibrancy of social life in South Sulawesi, best reflected in wedding ceremonies, placing camera nicely in the existing local system of knowledge/power. The research was done for one year using Sony handycam Sony DCR-TRV27. The study is drawn from a year fieldwork experience in South Sulawesi. This article does not only discuss  the use of camera in an ethnographic practice, but also discusses the social world that has enabled the camera to have a central place in it.

  10. KONSTRUKSI TEORI PARADIGMA THOMAS S. KUHN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurkhalis Nurkhalis

    2012-02-01

    Full Text Available Thomas Kuhn memberikan gambaran bahwa kebenaran sains akan ditemukan berkali-kali ataupun berganti-ganti bentuk ilmiahnya walaupun dari satu objek yang sama. Formulasi teori paradigma yang mencetuskan bahwa sebuah kebenaran sains (legatimed truth identik dalam target teleologis yang didasari pada detection dikenal sebagai final cause (end. Kebenaran sains bukan continuous (lanjutan, improvisasi, evolusi atau kumulatif, melainkan terjadi paradigm shift (pergeseran paradigma atau disebut juga dengan revolusi. Paradigma melalui shift moving (pergerakan pergeseran dipahami sama dengan gestalt switch (perpindahan secara keseluruhan atau tidak sama sekali. Di dalam gestalt switch yang diungkapkan adalah verifikasi terjadi sekaligus atau tidak sama sekali (all at once or not at all. Konsep paradigm shifts membuka kesadaran bersama bahwa para pengkaji sains tidak akan mungkin bekerja dalam suatu suasana objektivitas yang mapan. Paradigma men-design kerangka world view (pandangan dunia atau perspective (cara pandang untuk lebih important, legitimate, and reasonable. Hal ini membuat sebuah detection (target teleologis tidak akan terevolusi atau tereleminir karena kemampuan eksperimentalnya mengakomodir counterinstances (ketahanan berkompetisi teori. Paradigma yang bertahan merupakan winnowing (keunggulan baru dari sebuah discovery, supertitian (temuan besar atau novelty (terbaharukan. Paradigma bertahan akan tumbuh menguasai normal science selama belum eksisnya anomaly (ketimpangan. Paradigma baru memiliki kriteria neater (rapi, more suitable (lebih cocok, simpler (sederhana, or more elegant (lebih elegan. Paradigma akan terusbertransformatif dengan paradigma baru karena sistem bekerja paradigma mengalihkan padigma menuju revolusi ilmiah di mana revolusi ilmiah dengan perubahan fundamental akan meresap dalam metode dan pemahaman.

  11. PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN IBU, PADA KASUS KEMATIAN IBU DI INDONESIA : STUDI TINDAK LANJUT DATA SENSUS PENDUDUK 2010 UNTUK MENDAPAT PENYEBAB KEMATIAN IBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Saptarini

    2015-04-01

    Full Text Available Pendahuluan: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi jika dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi angka kematian ibu adalah faktor perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu. Tujuan: Mendeskripsikan pelayanan kesehatan ibu yang diterima pada kasus kematian ibu. Metode: Populasi adalah kasus pregnancy related death (Kematian seorang wanita selama kehamilan atau 60 hari setelah terminasi kehamilan, tanpa mempedulikan penyebab kematiannya dari hasil Sensus Penduduk 2010 (SP 2010. Sampel yang digunakan sebanyak 4167 dari 8484 kasus. Studi tindak lanjut ini menggunakan instrument verbal autopsi oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS. Hasil analisis lebih dari 60 persen kematian ibu yang dilaporkan mendapatkan K4. Terdapat 27 persen kematian ibu ditolong oleh tenaga non nakes dan 40 persen masih melahirkan di rumah. Hasil: Hasil pemeriksaan Postnatal care di Indonesia sebanyak 79,9 persen dan tertinggi terdapat di Daerah Jawa Bali sebanyak 85,2 persen . Kesimpulan: Pada kasus kematian maternal di Indonesia pada tiap region lebih banyak kasus yang mendapatkan pelayanan kesehatan ibu daripada yang tidak mendapat. Penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu diperlukan pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas disamping cakupan pelayanan yang tinggi.     Kata kunci: Kematian ibu, Pelayanan kesehatan ibu, Pregnancy related death, Sensus Penduduk.

  12. MIKROFLORA PADA TEMPOYAK The Microflora of Tempoyak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasanuddin Hasanuddin

    2012-05-01

    laboratorium. Sampel tempoyak diambil dari pasar-pasar tradisional yang ada di Bengkulu. Sampel diambil selama satu bulan dengan kisaran waktu satu kali sem- inggu. Mikroorganisme diisolasi dari sampel, dibedakan atas bakteri, khamir dan jamur. Mikroorganisme dimurnikan dan diidentifikasi. Ada empat species bakteri asam laktat pada tempoyak yaitu Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus curvatus dan Leuconostoc mesentroides. Ada dua species bakteri, terdapat pada tempoyak yang tidak tergolong kedalam bakteri asam laktat, yaitu Staphylococcus saprophyticus dan Micrococcus varians. Ada satu species dari khamir yang teridentifikasi yaitu Kluyveromyces marxianus. Jamur yang teridentifikasi adalah Rhizo- pus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens dan Penicillium sp. Diantara spesies-spesies tersebut tiga spesies mampu memproduksi asam laktat yaitu Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, dan Mucor roxii. Sedangkan A. ripens dan Penicillium sp. tidak memproduksi asam laktat. Dua spesies ini tergolong species yang tidak menguntung- kan dalam proses fermentasi tempoyak.

  13. Clinical Language Intervention Programme (KLISA PROGRAMME to Improve Reading Skill of Students with Learning Disability with Potential in Education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bungawali Abduh

    2017-03-01

    bacaan iaitu Program KLISA (Program Klinik Bahasa dilaksanakan selama 30 menit masa pertama sesi pengajaran setiap hari persekolahan. Pelaksanaan program ini menekankan kaedah fonik menggunakan set buku ‘Bacalah Anakku’ dan ABM Velcro serta dibuat dalam 3 gelungan yang mengambil masa 9 bulan. Penilaian bacaan dibuat setiap 3 bulan yang mewakili satu gelungan untuk melihat pencapaian murid dalam bacaan. Penilaian tersebut dibuat menggunakan satu set instrumen penilaian yang mewakili 8 tahap bacaan. Hasil penelitian membuktikan peningkatan kemahiran bacaan yang memberansangkan di kalangan murid-murid yang terlibat. Justeru itu disarankan program seumpamanya dilaksanakan secara konsisten bagi mengatasi masalah buta huruf dan tidak pandai membaca dikalangan murid-murid peringkat rendah dan menengah.

  14. KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA PADA EKSTRAK OLAHAN LIMBAH KAKAO BERPENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae merupakan salah satu hama pen ting menyerang tanaman buah-buahan dan sayuran. B. carambolae di laboratorium tertarik pada olahan limbah kakao. Hasil uji coba di lapangan belum memuaskan karena olahan limbah kakao mudah rusak. Tujuan penelitian ini mengkaji respon lalat buah Bactrocera yang diberi umpan ekstrak olahan limbah kakao berpenga wet. Pengawet yang digunakan yakni: Natrium klorida (NaCl, Natrium benzoat (C7H5NaO2 dan Potasium sorbat (C6H7KO2. Konsentrasi yang dipakai masing-masing pengawet 0,1%; 0,2% dan 0,3%. Pengamatan dilakukan selama satu ming gu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya tahan limbah yang diberi penga wet dan yang tidak dilihat secara secara fisik (warna dan tekstur tidak berbeda nyata, namun ada perbedaan bau. Limbah yang tidak diberi pengawet ada kecen derungan baunya tidak sedap dibanding yang diberi pengawet. Hal ini yang mempengaruhi ketertarikan lalat terhadap olahan limbah kakao. Respon ketertarikan lalat Bactrocera terhadap olahan limbah kakao yang diberi pengawet berbeda antara satu dengan yang lain. Respon ketertarikan tertinggi Bactrocera cenderung pada olahan limbah kakao yang diberi pengawet Natrium klorida 0,3%, Potasium sorbat 0,2% dan Natrium benzoat 0,1%.The fruit fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae is one of the important pests attacking crops of fruits and vegetables. In the laboratory, B. carambolae was attracted by the processed cocoa waste. The results of field trials have not been satisfactory yet, because the processed cocoa waste was easily damaged. The purpose of the study wast to examine the response of Bactrocera to the bait made of processed cocoa extract waste containing preservatives. The preservatives used were: Sodium chloride (NaCl, sodium benzoate (C7H5NaO2 and potassium sorbate (C6H7KO2. The concentration of each preservative was 0.1%; 0.2% and 0.3%. A one-week observation was made. The result showed that there was no

  15. PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK COMPRESSED NATURAL GAS DARI LANDFILL GAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PADA TPST BANTAR GEBANG, BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Srilarakasuri P Ardiagarini

    2013-06-01

    Full Text Available Pergeseran konsumsi bahan bakar minyak ke bahan bakar berbasis gas, sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi di Indonesia diperlukan. Salah satu renewable energy yang saat ini populer adalah biogas. Landfill gas (LFG yaitu biogas yang dihasilkan dari timbunan sampah domestik dalam jumlah yang besar pada suatu lahan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan menghitung harga pokok untuk memproduksi CNG yang terbuat dari LFG yang dihasilkan oleh TPST Bantar Gebang. CNG dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin industri dan juga kendaraan mobil. TPST Bantar Gebang termasuk sebagai salah satu institusi yang dapat mengelola sampah dengan baik memiliki 95 area aktif Ha yang dapat menghasilkan gas TPA (LFG dengan kapasitas 5.971 Nm3/hour. Kandungan utama dari gas yang terbentuk adalah metana (CH4 dan karbondioksida (CO2 diikuti dengan gas-gas lainnya dengan komposisi yang relatif kecil. LFG dapat dikonversi ke CNG menggunakan Acrion CO2 WASH yang melepaskan CH4 dari gas lainnya. Hasil penelitian menggunakan 2 skenario jangka waktu, yaitu selama 5 tahun dan 10 tahun, didapatkan kapasitas LFG yang digunakan saat ini untuk memproduksi CNG hanya 5% dari kapasitas LFG, yaitu sebesar 7,500 Nm3/hari, dan menghasilkan CNG sebanyak 3,570 Nm3/hari. Harga pokok produksi produk CNG yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah Rp 160,00/ liter dengan perhitungan jangka waktu selama 5 tahun dan Rp 150,00 /liter dengan perhitungan jangka waktu selama 10 tahun. Kata kunci: renewable energy, biogas, TPST bantar gebang, LFG, CNG, harga pokok produksi Abstract In light of shifting fuel consumption from oil-based to gas-based fuel, researches on renewable energy as an alternative energy for trasportation sector in Indonesia are needed. Meanwhile, TPST Bantar Gebang has 95 Ha active area which can produce landfill gas (LFG with the capacity of 5,971 Nm3/hour. Landfill gas is biogas produced as a result of anaerob decomposition on organic material from piled

  16. The effectiveness of fixative addition on Zodia (Evodia suaveolens S. and rosemary (Rosmarinus officinalis l. gel against Aedes aegypti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutiara Widawati

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD. Sebagai salah satu upaya pencegahannya, bahan tanaman sering dijadikan sebagai bahan penolak nyamuk, di antaranya Zodia (Evodia suaveolens Scheff dan Rosemary (Rosmarinus officinalis L.. Salah satu pengembangan yang banyak dilakukan adalah modifikasi sediaan yang mudah dipakai agar lebih tahan lama, misalnya formulasi gel minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efek penambahan zat fiksatif (minyak nilam terhadap daya proteksi repelan gel Rosemary dan Zodia.Metode:Penelitian ini bersifat ekperimen yang menggunakan minyak atsiri dari bunga Rosemary dan daun Zodia dengan konsentrasi masing-masing 0,1%, 0,5%, 1%, 2%, 4%. Kontrol (+ menggunakan N,Ndiethyl-3-methylbenzamide (DEET dan kontrol (- menggunakan lengan tanpa perlakuan. Uji repelan menggunakan lengan sukarelawan yang sudah dilatih. Pengamatan dilakukan tiap jam selama enam jam. Daya proteksi baik jika bernilai 90% atau lebih. Hasil:Data menunjukkan bahwa penambahan zat fiksatif meningkatkan daya proteksi repelan mulai dari konsentrasi 2% untuk Rosemary dan konsentrasi 4% untuk Zodia. Daya proteksi di atas 90% selama 6 jam. Kesimpulan:Penambahan zat fiksatif gel Rosseamary dan Zodia terbuti efektif untuk meningkatkan daya proteksi repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. (Health Science Indones 2013;2:103-6Kata kunci:Aedes, Efektivitas repellent,Evodia suaveolens S., Rosmarinus officinalis L.AbstractBackground: Aedes aegyptiis a mosquito is one of the vectors for dengue. One method of preventing dengue is to use bio insecticides from plants. A plant that is often used as a mosquito repellent is Zodia (Evodia suaveolens scheff and Rosemary (Rosmarinus officinalis l.. Some studies have modified the dosage of bio insecticides to achieve more durable repellent, including developing a gel form. The aim of this study is to measure the protective effect of additional

  17. Effect of tender coconut water on systolic and diastolic blood pressure in prehypertensive women

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farapti Farapti

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Insiden prehipertensi di Indonesia dimulai sejak usia dewasa muda. Salah satu faktor risiko prehipertensi adalah asupan kalium rendah. Asupan makanan kalium tinggi akan menurunkan tekanan darah (TD. Air kelapa muda segar adalah khas minuman tinggi kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air kelapa muda segar terhadap tekanan darah prehipertensi wanita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian acak tersamar tunggal di antara 32 subjek perempuan berusia 25-44 tahun. Subjek dibagi menjadi dua kelompak masing-masing terdiri dari 16 subjek. Kelompok perlakuan diberi air kelapa muda segar 300 ml dua kali sehari selama 14 hari dan konseling gizi, sedangkan kelompok kontrol diberi air 300 ml dua kali sehari selama 14 hari dan konseling gizi. Penilaian tekanan darah dilakukan pada hari 0, hari ke-8, dan hari ke-15. Analisis statistik menggunakan t-test dan test Mann-Whitney. Hasil: Rerata asupan kalium sebanyak 1420,28 ± 405,54 mg / hari atau 30,22 ± 8,63% dibandingkan dengan Recomendasi Diet Indonesia 2004. Selama masa penelitian, asupan kalium meningkat secara signifikan pada kelompok perlakuan. Di samping itu terdapat penurunan tekanan darah pada kedua kelompok, dan yang lebih besar terjadi pada kelompok perlakuan tetapi tidak signifikan secara statistik (P > 0,05. Ratarata penurunan yang signifikan terhadap tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan (P = 0,031, sementara penurunan tekanan diastolik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (P=0.134 Kesimpulan: Air kelapa muda segar 300 ml dua kali sehari selama 14 hari berturut-turut cenderung menurunkan tekanan darah sistolik, tetapi tidak terhadap tekanan darah diastolik. (Health Science Indones 2013;2:64-8Kata kunci:air kelapa muda segar, tekanan darah, sistolik dan diastolikAbstractBackground: The incident of prehypertension in Indonesia has started since young adulthood. One of the risk factors of prehypertension is low potassium intake

  18. Emotional Freedom Techniques for Reducing Anxiety and Cortisol Level in Pregnant Adolescent Primiparous

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardjan Mardjan

    2018-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Anxiety during pregnancy in  primiparous mother will be a hard burden because of the immature both psycologic and reproductive organs which can increase the risk of maternal mortality, infant mortality, prolonged childbirth, LBW, postpartum depression, etc. An effort to minimize the anxiety is the implementation of EFT (Emotional Freedom Techniques during the third trimester.  This research purposed to assess the effectiveness of EFT to decrease anxiety in facing childbirth. This research used the quasi-experimental pre-test and post-test method of treatment and control. The treatment was done during the third trimester, started and followed for 3 months ie month 7th, 8th, 9th. The EFT was implemented every month then continued independently by the mother, until before childbirth process. The research instrument used TMAS (Taylor Manifest Anxiety Scale and cortisol blood test. The subjects were 38 respondents consisted of 19 interventions and 19 controls. Result with paired t-test, TMAS1,2,3, each stage got significant difference, pre and post blood cortisol level p = 0.0001. Linear regression analysis on TMAS p = 0.001 and R² = 0.57, whereas blood cortisol level p = 0.004 and R² = 0.43. This analysis proved EFT contributed significantly 57% to lower anxiety levels and 43% to lower blood cortisol level, indirectly affected the readiness to face childbirth process.                                                            ABSTRAK         Kecemasan selama kehamilan pada ibu primipara akan memberatkan kondisi bayi dalam kandungan karena secara psikologis kejiwaannya belum siap dan organ reproduksi belum sempurna yang dapat meningkatkan risiko dalam persalinan dan merupakan salah satu faktor penyebab kematian ibu, bayi, partus lama, BBLR, depresi postpartum, dll. Upaya meminimalisasi kecemasan ini dilakukan dengan metode EFT (Emotional Freedom Techniques selama trimester

  19. The difference of acrylic resin residual monomer levels with various polymerization method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sherman Salim

    2011-12-01

    polimerisasi berbeda menggunakan gas chromatograph mass spectrometer. Metode: Bubuk dan cairan resin akrilik dicampur sesuai aturan pabrik dan sampel dibuat berukuran 30 mm × 50 mm × 3 mm dipolimerisasi berdasarkan metode Japan Industrial Standard (JIS, suhu 70° C selama 24 jam, dan microwave. Setiap kelompok sampel dipotong seberat ± 0,2 gram dilarutkan 5 ml dalam metil etil keton pada tabung uji dan disimpan suhu ± 5° C selama empat hari, dilakukan analisis kadar monomer sisa dengan gas chromatograph mass spectrometer. Data yang diperoleh dianalis ANOVA satu arah dengan nilai p < 0,05. Hasil: Kadar monomer sisa resin akrilik yang berpolimerisasi metode JIS dibandingkan polimerisasi suhu 70° C selama 24 jam dan microwave terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05. Kesimpulan: Kadar monomer sisa paling tinggi pada resin akrilik yang dipolimerisasi suhu 70° C selama 24 jam.

  20. PEMUNGUTAN MINYAK ATSIRI MAWAR (Rose Oil DENGAN METODE MASERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Minyak mawar merupakan salah satu produk minyak bunga yang memungkinkan diproduksi di Indonesia dengan kualitas ekspor. Manfaat dari minyak mawar adalah untuk parfum, kosmestik, dan obat-obatan. Minyak mawar dapat diproduksi dengan menggunakan metode diantaranya maserasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rendemen minyak atsiri mawar merah (Rosa damascena dan komponen minyak atsiri yang terambil dengan etanol dan n-heksana. Bahan baku yang digunakan berupa mahkota bunga mawar sebanyak 50 gram yang dipotong kecil-kecil, kemudian direndam dalam pelarut dengan perbandingan 1:3. Pelarut yang digunakan yaitu etanol dan n-heksana. Proses maserasi dilakukan dengan pengadukan selama 1 menit secara manual pada suhu ruang dan didiamkan selama 12 jam di tempat tertutup dan gelap (tanpa terkena cahaya. Hasil maserasi berupa ekstrak mawar dipisahkan dengan cara penyaringan dan pemerasan bunga. Filtrat yang mengandung minyak bunga mawar dievaporasi dengan  rotary vacuum evaporator. Maserasi menggunakan etanol pada suhu 60ºC selama 20 menit, sedangkan maserasi menggunakan n-heksana pada suhu 55 ºC selama 10 menit. Minyak atsiri hasil maserasi bunga mawar merah dilakukan uji GC-MS. Komponen utama minyak atsiri dari bunga mawar dengan pelarut etanol dan pelarut n-heksana secara berurutan adalah phenyl ethyl alcohol (2,73% dan (31,69%. Rendemen hasil maserasi minyak bunga mawar dengan pelarut etanol adalah 8,76%, sedangkan pelarut n-heksana menghasilkan 0,34 %. Rose oil is one of the flower oil products which is potentially produced in Indonesia with export quality. The uses of rose oils are for perfume, cosmestics, and medicine. Rose oil can be produced using methods such as maceration. The purpose of this reasearch was to determine the yield of essential oil of red roses (Rosa damascena and the essential oil components taken using ethanol and n-hexane. The raw material used was 50 grams of red roses which subsequently soaked into solvent with

  1. USULAN PERBAIKANUNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS FILLINGPLANT DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING PADA PT SMART Tbk SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darminto Pujotomo

    2015-06-01

    Full Text Available Dalam industri manufaktur, produktivitas merupakan kemampuan perusahaan untuk mengoptimalkan output dari input yang digunakan. Output yang dihasilkan harus dapat memenuhi demand konsumen. PT Smart Tbk Surabaya merupakan salah satu industri manufaktur yang bergerak dalam produksi pengolah minyak kelapa sawit. Dalam proses produksinya terjadi ketidakseimbangan output produksi dengan demand konsumen yang harus dipenuhi. Hal tersebut terjadi karena adanya waste selama proses filling. Permasalahan ini diselesaikan dengan pendekatan Lean Manufacturing dengan memberikan usulan improvement pada proses filling dengan menggunakan metode Line Balancing. Value stream mapping digunakan untuk mengidentifikasi waste yang terjadi selama proses filling berlangsung. Tools yang digunakan dalam lean manufacturing dan line balancing ini digunakan untuk mereduksi cycle time. Berdasarkan hasil analisis didapatkan empat usulan improvement yaitu perbaikan alur proses filling, penggabungan operasi kerja plugging dan capping, continuous flow dengan line balancing dan redesain layout. Usulan improvement tersebut dapat menekan tingkat defect, mengurangi total operation time menjadi 188,55 detik/batch, meningkatkan efisiensi lini menjadi 79,83% dan menurunkan delay time menjadi 23%.     Abstract Productivity is the company’s ability to optimize output from all input that they use to production. The output they produce must fulfill the customer demand. PT Smart Tbk Surabaya is one of the private manufacturing industries which are existed in the processing of palm oil. There are unbalance condition during processing the product. The output of the production is different from the customer demand. It happened because there are some wastes during the filling process. This research is focus on solving the problem by using Lean Manufacturing and creating the improvement in filling proces by using line balancing method. The purpose of value stream mapping is to identify waste

  2. Tingkat Kerentanan Aedes aegypti (Linn. terhadap Malation di Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lasbudi P. Ambarita

    2015-07-01

    Full Text Available AbstractDengue vector control program in Indonesia and also South Sumatera Province has been using malathion quite long enough. The extensive use of chemical in dengue vector control can lead to development of resistance. This study aims to determine the susceptibility of Aedes aegypti against malathion in 11 district of South Sumatera Province. Larva or pupae were collected with entomology survey kit and colonized until first generation (F1 that were used for bioassay. This test was conducted according to WHO adult susceptibility bioassay procedure.Twenty five blood-fed mosquitoes were exposed to insecticide impregnated paper in each of 4 WHO test kits and 1 control tube. Aedes aegypti from all study sites were still susceptible to operational dose of malathion (5%after 1 hour exposure. The estimated resistance ratio (ERR of knockdown time (KT to operasional dose of malathion is about 1,02 – 1,27 for KT50 and 0,96 – 1,24 for KT95. The susceptibility test of adult mosquitoes to diagnostic dose (0,8% of malathion showed a variety of susceptibility after 24 hours. Strain of 7 districts showed resistance, 3 districts toleran and 1 district still susceptible. The detection of resistance can actually help public health personnel to formulate appropriate steps in encountering the reduction in effectiveness of vector control efforts.Keywords : Aedes aegypti, Malathion, Susceptibility, South SumateraAbstrakProgram pengendalian vektor DBD di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Selatan telah cukup lama menggunakan malation dengan konsentrasi 5%. Penggunaan satu jenis insektisida kimiawi secara ekstensif dapat memicu perkembangan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status kerentanan Aedes aegypti terhadap malation dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Larva atau pupa dikumpulkan menggunakan alat survei entomologi dan selanjutnyadipelihara hingga mendapatkan generasi pertama (F1 yang akan digunakan pada uji

  3. AKTIVITAS DAN CURAHAN WAKTU PETANI DALAM PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI CIAMIS JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-10-01

    Full Text Available This study was conducted to determine the implementation one of the social forestry program in Ciamis, particularly related to the activity and time allocation of farmers during the program. This study used questionnaires and interviews with a total sample of respondents were 90 people, who came from three farmer groups or Lembaga Masyarakat Desa Hutan/ LMDH (each 30 people. Three LMDH represented three different planting patterns, namely; pine-coffee, teak-cardamom, and teak-papaya. The results indicate that during the first four years of the program, coffee farmers spent the longest time in the program (227 days, followed by cardamom farmers (174 days and the last papaya farmer (108 days. Based on the activities, the longest activity for coffee farmers is maintenance, whereas for cardamom and papaya farmers are harvesting. Pine-coffee pattern can provide the greatest benefit to farmers because crop cultivation activity (coffee that lasts a long time (20 years compared cardamom (10 years and papaya (2 years. In addition pine harvest waiting period also faster (30 years compare to teak (up to 40 years. However, coffee farmers only earn twice from wood thinning activities, compared cardamom and papaya farmers, who earn six times from wood thinning. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui implementasi salah satu program perhutanan sosial di Ciamis, khususnya terkait dengan aktivitas dan curahan waktu petani selama program. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara dengan total sampel responden adalah sebanyak 90 orang, yang berasal dari tiga kelompok tani atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan/LMDH (masing-masing 30 orang. Tiga LMDH ini mewakili tiga pola tanam yang berbeda, yaitu; pinus-kopi, jati-kapulaga, dan jati-pepaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa selama empat tahun pertama program, petani kopi mencurahkan waktu paling lama dalam program (227 hari, disusul petani kapulaga (174 hari dan terakhir petani papaya (108 hari

  4. APPLICATION OF PHYTOREMEDIATION FOR HERBAL MEDICINE WASTE AND ITS UTILIZATION FOR PROTEIN PRODUCTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Soetrisnanto

    2012-11-01

    Full Text Available Herbal industry in Indonesia is progressing very rapidly. Increasing number of herbal medicineindustries lead to an increase of the waste which are normally processed in anaerobic ponds by usingchemical and biological process. However this process are not economical feasible and therefore analternative method by using natural resource is required. Phytoremediation is an environmentalfriendly method to reduce contaminant using aquatic plant. This method uses water plant to reduceCOD and nutrients content in the waste. Since the waste still high content of nutrient, therefore it ispotential for medium growth of algae Spirulina. This study was aimed to evaluate the use of variousplant species (water hyacinth and lotus in decreasing contaminant and to determine optimal nutrientcomposition of the growth media. The phytoremediation was performed in 3-8 days and height ofliquid in the tank was maintained constant at 5 cm. The effluent of first phytoremediation wastransferred to second stage for cultivation of Spirulina with 15 days of cultivation time. The externalnutrients were added each 2 days and the concentration of biomass was measured for its opticaldensity. Spirulina grow well in herbal medicine waste that has been phytoremediation with lotus for 3days and had a CNP ratio amounted to 57.790 : 9.281 : 1 with a growth rate of 0.271/day. Industri obat di Indonesia tumbuh sangat cepat. Pertumbuhan inimengakibatkan meningkatnya limbah yang umumnya dilakukan dalam kolam anaerobik denganmenggunakan proses kimia dan biologi. Namun demikian, proses tersebut belum menunjukkan hasilekonomis sehingga diperlukan metode lain yang relatif aman dan ekonomis. Salah satu cara yangdapat digunakan adalah phytoremediasi mengguanakn tanaman air untuk mengurangi kandunganCOD dalam limbah dan nutrient. Dikarenakan limbah masih mengandung nutrient yang cukup banyak,maka limbah tersebut juga sangat potensial untuk digunakan sebagai medium mikroalga. Penelitianini

  5. Business Model Perusahaan Keluarga: Studi Kasus Pada Industri Batik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sobirin

    2014-07-01

    adalah sebuah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar kepemilikannya berada di tangan keluarga dan dikelola oleh seorang atau beberapa anggota keluarga, dan akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Berdasarkan wawancara mendalam (indepth interview terhadap pemilik perusahaan, hasil studi menunjukkan bahwa business model Perusahaan Batik Bogavira berpotensi terjadinya kanibalisme terhadap produk yang selama ini telah menjadi icon batik khas Lampung. Potensi ini disebabkan karena di satu sisi pemilik ingin perusahaan tumbuh cepat dan di sisi lain perusahaan cenderung mengabaikan loyal buyers yang selama ini bisa dikatakan membesarkan perusahaan. Oleh karena itu paper ini mengusulkan agar perusahaan mendesain ulang business model untuk menjaga loyal buyers dan pada saat bersamaan perusahaan bisa tumbuh seperti yang diharapkan. Kata kunci: business model, perusahaan keluarga, industry batik.

  6. Detection Survey of Khapra Beetle in Stored Agricultural Products in Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suciati Hadi Wuryaningsih

    2009-07-01

    waktu dua bulan, dan diamatisetiap 2–4 minggu. Jumlah observasi mencapai kisaran 18–24 kali, kecuali di satu gudang (delapan kali. Kumbang Kaphra tidak ditemukan selama survei deteksi berlangsung. Hasil ini menunjukkan bahwa kumbang Kaphra tidak ada di Jawa Tengah. Survei perlu dilanjutkan untuk memperoleh data sampai memenuhi untuk persyaratan penetapan PFA

  7. Effectivity of 0.15% benzydamine on radiation-induced oral mucositis in nasopharynx carcinoma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Remita Adya Prasetyo

    2011-06-01

    Full Text Available Background: Nasopharynx carcinoma is the most common malignant tumour in head and neck region. Radiotherapy is the first choice of treatment for nasopharynx carcinoma that had not been metastases. The most common oral complications in radiotherapy is mucositis (± 80%. 0.15% benzydamine hydrochloride (HCl oral rinse can be used to prevent radiation-induced oral mucositis. Purpose: The aim of this research was to study the effectivity of 0.15% benzydamine HCl oral rinse for prevention of radiation-induced oral mucositis in nasopharynx carcinoma. Methods: Samples were divided into 2 groups. Group A was using 0.15% benzydamine HCl oral rinse for 10 days. Group B was using placebo oral rinse for 10 days. Evaluation was conducted 3 times: first day, fifth day and tenth day of radiotherapy. The scoring used Spijkervet’s mucositis α score. Results: Independent t test analysis for initial occurrence of oral mucositis showed no significant difference between 2 groups. Paired t test analysis showed significant difference between initial mucositis α score and mucositis α score in tenth day in each group. Independent t test analysis showed no significant difference in mucositis α score in tenth day between 2 groups. Conclusion: In conclusion 0.15% benzydamine HCl oral rinse was not effective to prevent radiation-induced oral mucositis in nasopharynx carcinoma.Latar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF merupakan tumor ganas terbanyak di daerah kepala-leher. Radioterapi merupakan terapi pilihan utama KNF yang belum mempunyai metastasis jauh. Komplikasi akibat radioterapi dalam rongga mulut yang terbanyak adalah mukositis (± 80%. Salah satu obat untuk pencegahan mukositis akibat radioterapi adalah benzydamine hydrochloride (HCl 0,15%. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efektivitas penggunaan obat kumur benzydamine HCl 0,15% sebagai pencegah mukositis akibat radioterapi pada karsinoma nasofaring. Metode: Sampel dibagi ke dalam 2

  8. Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Imam

    2014-08-01

    Full Text Available Kondisi riil pendidikan yang ada di daerah, masih banyak menemukan guru berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas dengan professional.Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan anak didik dengan perlengkapan yang kurang memadai, para guru diharapkan mampu melaksanakan tugas mulia untuk mendidik generasi penerus anak bangsa.Hal demikian sebagaimana dialami pula oleh peneliti selaku guru di SDN Pinggir Papas 1, dimana SDN Pinggir Papas 1 juga terletak di daerah pinggiran dengan penduduk yang kurang berpendidikan.Siswa kelas 1A sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan

  9. Rekonstruksi pada Perforasi Palatum Akibat Pneggunaan Gigi Tiruan Lengkap Rahang Atas dengan Suction Cup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cristiani Nadya Pramasari

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Pemasangan suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas merupakan salah satu cara untuk meningkatkan referensi. Kondisi vakum oleh karena suction cup ini dalam waktu jangka panjang dan tidak terkontrol mengakibatkan nekrosis jaringan yaitu adanya perforasi palatum. Tujuan. Melaporkan rekonstruksi penutupan perforasi palatum sebagai komplikasi penggunaan gigi tiruan lengkap rahang atas dengan suction cup. Laporan Kasus. Pada tanggal 11 September 2012 seorang pria berusia 64 tahun datang ke Poliklinik Bedah Mulut RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dengan keluhan terdapat lubang pada langit-langit. Pasien menggunakan gigi palsu buatan tukang gigi dengan perekat berbahan karet pada langit-langit selama 5 tahun. Selama penggunaan gigi palsu pasien sering mengalami sakit dan pembengkakan di langit-langit sampai keluar nanah dan akhirnya terbentuk lubang sehingga jika minum air keluar dari hidung. Pemeriksaan rontgen oklusal rahang atas tampak adanya resorbsi regio palatum durum. Rekonstruksi menggunakan teknik push back modifikasi dilakukan untuk penutupan perforasi palatum di bawah anestesi umum. Kesimpulan. Suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas mengakibatkan kerusakan jaringan lunak dan jaringan keras rongga mulut. Perforasi palatum yang diakibatkan oleh suction cup ini dapat dilakukan rekonstruksi dengan teknik push back dengan hasil yang cukup optimal.   Background. Suction cups are used to get retention of the complete dentures. The uncontrolled constant vacuum created by the suction cup induces necrosis of tissues and perforation ofpalate. Objective. To report reconstruction for palatal perforation closure as a complication due to prolonged use of maxillary denture with suction cup. Case Report. A 64 years old male patient came to the Department of Oral Surgery, Sardjito General Hospital Yogyakarta on September 11, 2012 with the complaint of hole in his palate. He was wearing dentures for the past 5 years. He also

  10. PENERAPAN REKAYASA ULANG ITERATIF PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK FTIF ITS SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Rochimah

    2006-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Selama penggunaannya, sistem warisan (legacy dapat terjadi banyak aktifitas pemeliharaan (maintenance yang dapat menyebabkan penurunan kualitas sistem. Ketika sistem mengalami penurunan sampai tingkat kritis, sistem warisan perlu direkayasa ulang.Untuk mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan sistem perlu dilakukan rekayasa ulang secara bertahap dalam domain aplikasi sistem warisan. Dalam prosesnya, pada sistem warisan dilakukan rekayasa ulang komponen demi komponen baik program maupun data membentuk sistem tujuan yang telah direkayasa ulang. Proses ini berakhir sampai akhirnya sistem warisan habis menjadi sistem tujuan. Metode ini dinamakan Rekayasa Ulang Iteratif. Metode Rekayasa Ulang Iteratif memperhatikan satu hal yang sangat penting dari metode rekayasa ulang lain yaitu memastikan pembagian data dan fungsi antara sistem warisan dan sistem yang telah direkayasa ulang. Selain itu selama proses rekayasa ulang antara komponen warisan dan komponen yang telah direkayasa ulang dapat berjalan bersamaan. Implementasi dari Rekayasa Ulang Iteratif dalam penelitian ini dilakukan pada studi kasus Sistem Informasi Akademik FTIF ITS Surabaya. Hasil dari Rekayasa Ulang Iteratif ini telah dapat menyelesaikan

  11. Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS dari Debu Sabut Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Mulyawan

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120. Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211.Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3, sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS pada reaktor sulfonasi (R-310. Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI sebesar Rp 390

  12. Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galuh Suprobo

    2015-06-01

    Full Text Available Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel

  13. APLIKASI DOSIS FERMENTASI PROBIOTIK BERBEDA PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei POLA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2016-11-01

    Full Text Available Aplikasi dosis probiotik yang tepat menjadi satu di antara penentu utama dalam peningkatan produksi udang di tambak, karena berkaitan dengan kemampuannya mengurai limbah organik sisa pakan dan sisa metabolisme udang yang dibudidayakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis fermentasi probiotik yang berbeda pada pertumbuhan, sintasan, produksi udang, nilai rasio konversi pakan, dan kualitas air tambak budidaya intensif udang vaname di tambak. Enam unit tambak masing-masing ukuran 4.000 m2 ditebari benur vaname PL-10 dengan padat tebar 50 ekor/m2. Pakan diberikan dengan dosis 2,5%-100% dari total biomassa udang dengan frekuensi 2–4 kali/hari selama pemeliharaan 105 hari. Tiga dosis berbeda dari aplikasi fermentasi probiotik komersial dijadikan perlakuan, yaitu A. 1 mg/L/minggu, B. 3 mg/L/minggu, dan C. 5 mg/L/minggu. Masing-masing perlakuan dengan dua ulangan. Aplikasi fermentasi probiotik di tambak dilakukan setiap minggu sekali dan dimulai seminggu sebelum tebar hingga mendekati waktu panen. Sampling pertumbuhan dan kualitas air (amoniak, nitrit, nitrat, fosfat, bahan organik total (BOT, klorofil-a, total bakteri Vibrio sp. dan total bakteri dilakukan setiap dua minggu sekali. Pengamatan fluktuasi oksigen terlarut di air tambak selama 24 jam dilakukan pada hari ke-43, 60, dan 90. Sintasan, produksi, dan nilai konversi pakan dihitung setelah udang dipanen. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian pola Rancangan Acak Lengkap, dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terjadi perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian nampak bahwa dosis 5 mg/L fermentasi probiotik, mampu menghasilkan sintasan yang lebih baik dan juga efisien dalam pemanfaatan pakan, yang ditunjukkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan lebih rendah apabila dibandingkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan yang diperoleh pada dosis fermentasi probiotik 3 dan 1 mg/L, meskipun demikian

  14. Uji Unjuk Kerja dan Durability 5000 Km Mobil Bensin 1497 Cc Berbahan Bakar Campuran Bensin-Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pasca Hariyadi Winanda

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan di tanah air ialah etanol. Ethanol memiliki karakteristik yang mirip dengan Premium dengan nilai RON sebesar 108. Dalam penelitian ini, ingin diketahui karakteristik unjuk kerja serta emisi gas buang  mesin bensin menggunakan bahan bakar  campuran ethanol 99.5% dengan premium setelah uji durability selama 5000 KM. Dalam penelitian ini pula ingin diketahui pengaruh pemakaian campuran ethanol 99.5% dengan premium pada ruang bakar dan minyak pelumas setelah digunakan selama 5000 KM. Pengujian dilakukan dengan uji durability mobil sejauh 5000 km dengan bahan bakar campuran ethanol dan bensin dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15%, pengukuran meliputi kandungan minyak pelumas dan visualisasi ruang bakar. Selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Teknik  Pembakaran dan Bahan Bakar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dengan menggunakan mesin bensin empat langkah Toyota Vios dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan putaran mesin 3000 hingga 6000 rpm. Pengukuran meliputi torsi, daya, waktu konsumsi bahan bakar, T oli, T radiator, dan T exhaust serta emisi gas HC, CO dan CO2. Hasil uji eksperimental menunjukkan penambahan bioetanol pada bahan bakar bensin premium cenderung meningkatkan densitas dan viskositas tetapi menurunkan nilai kalor. Sedangkan unjuk kerja cenderung mengalami peningkatan performa dan terjadi penurunan emisi. Torsi, daya dan bmep tertinggi didapatkan oleh campuran E10 dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,40%, 2,94% dan 2,72% dibandingkan dengan premium. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc terendah didapatkan oleh campuran E10 dengan penurunan sebesar 4,14% dibandingkan dengan premium. Karakteristik minyak pelumas untuk bahan bakar E5, E10 dan E15 relatif stabil seperti bahan bakar premium. Pencampuran bioetanol pada premium cenderung menurunkan suhu operasional mesin, yaitu mencapai 3,02% pada campuaran 15%. Untuk

  15. Perbandingan Tinggi Tulang Maksila dan Mandibula di Regio Interisisivi Sentral antara Pra dan Pasca Perawatan Ortodontik dengan Pencabutan ke Empat Gigi Premolar Pertama (Kajian pada Foto Panoramik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Ardhana

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Perawatan ortodontik pada kasus-kasus gigi berjejal dan protusif sering membutuhkan pencabutan gigi premolar untuk penyediaan ruang agar gigi berjejal dapat dirapikan dan gigi depan yang protusif dapat diundurkan. Gigi insisivus sentral merupakan salah satu gigi yang paling banyak mengalami pergerakan selama proses retrusi. Pergerakan gigi insisivus mengakibatkan terjadinya perubahan pada puncak tulang alveolar selama perawatan yang mungkin akan mempengaruhi tinggi tulang maksila dan mandibula pasca perawatan. Tujuan penelitian. Membandingkan tinggi tulang maksila dan mandibula di daerah interdental gigi insisivi sentral pada foto panoramic antara pra dan pasca perawatan maloklusi dengan pencabutan ke empat gigi premolar pertama. Metode penelitian. Digunakan 30 pasang foto panoramic pra dan pasca perawatan yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian dari pasien-pasien peneliti yang telah selesai mendapat perawatan aktif dengan teknik edgewise. Analisis Kolmogorov-Smirnov dan Shaviro-Wilk digunakan untuk uji normalitas dan Student t-test data berpasangan digunakan untuk menguji perbedaan tinggi tulang maksila dan mandibula antara pra dan pasca perawatan. Hasil Penelitian. Tidak didapatkan perbedaan (p>0,05 tinggi tulang maksila dan amndibula antara pra dan pasca perawatan ortodontik dengan pencabutan keempat gigi premolar pertama.   Background. In orthodontic treatment, premolar extractions are often needed in crowding and prostrusive cases to provide space for the teeth can be aligned and retracted to their desire position. Central incisor teeth are the teeth that mostly undergone more movement during retrusion. The change of the alveolar bone crest in this incisors might affect the maxillary and mandibular bone height post-treatment. Research objectives. The present study aimed to compare the bone height in the interdental maxillary and mandibular central incisors regions before and after orthodontic treatment with four

  16. ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI UKURAN KEBERHASILAN KINERJA MANAJEMEN PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Linawati Utomo

    1999-01-01

    Full Text Available The company's performance is mostly measured by analysis based on the financial ratio for a specific period. This type of measurement is highly dependent upon the accounting methods used in preparing the financial statement. Therefore a company's performance often looks good and improving overtime, but in reality its performance is deteriorating. The unreliable accounting measure needs an improved performance measure that will recognize and encourage management actions and strategies to increase the overall value of the company and ultimately to punish any activity that reduce value. The introduction of Economic Value Added (EVA has been very relevant recently because based on its definition, EVA measures the amount of value added created by specific action or strategy taken in a company. EVA is also used in the process of goal setting, capital budgeting, performance assessment, and most importantly, incentive compensation within a company. Its implication to the overall being of a company is so important these days that it should not be overlooked when companies plan their strategies. Abstract in Bahasa Indonesia : Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan selama satu periode tertentu. Pengukuran berdasarkan rasio keuangan ini sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Sehingga seringkali kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja tidak mengalami peningkatan dan bahkan menurun. Diperlukannya suatu alat ukur kinerja yang menunjukkan prestasi manajemen sebenarnya dengan tujuan untuk mendorong aktivitas atau strategi yang menambah nilai ekonomis (value added activities dan menghapuskan aktivitas yang merusak nilai (non-value added activities. Economic Value Added (EVA sangat relevan dalam hal ini karena EVA dapat mengukur kinerja (prestasi manajemen berdasarkan besar kecilnya nilai tambah yang diciptakan

  17. PENERAPAN TEKNOLOGI VOIP UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN JARINGAN INTRANET KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Ketut Sudiarta

    2009-12-01

    Full Text Available Jaringan intranet Universitas Udayana telah menghubungkan ketiga lokasi kampus, yaitu Kampus Bukit, Kampus Sudirman, dan Kampus Nias.  Lokasi kampus yang terpisah-pisah dan kampus Bukit yang memiliki area yang cukup luas memerlukan prasarana teleponi yang memadai.  Selama ini, komunikasi teleponi masih memanfaatkan provider seperti PT Telkom, walaupun komunikasi telepon hanya untuk komunikasi antar fakultas atau antar fakultas dengan rektorat di area kampus bukit.  Demikian juga untuk komunikasi telepon antar lokasi kampus yang berbeda. Walaupun beberapa fakultas dan juga gedung Rektorat memiliki perangkat PABX namun keberadaan kebanyakan hanya melayani komunikasi dalam satu gedung saja.  Pemanfaatan intranet kampus UNUD baru dimanfaatkan untuk akses Internet, akses Sistem Informasi dan untuk videoconference. Dengan beban trafik yang ada, jaringan intranet masih memungkinkan untuk dibebani dengan trafik yang lebih tinggi. Dengan demikian, untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandwith,  diupayakan dengan mengembangakan sistem teleponi berbasis VoIP yang memanfaatkan infrastruktur yang ada. Tujuan yang ingin dicapai adalah menyediakan fasilitas telepon internal kampus yang tidak berbayar. Melalui teknologi VoIP ini,  komunikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara baik menggunakan telepon analog maupun softphone yang dapat diinstall di masing-masing PC atau laptop. Hal ini nanti tentu akan memberikan efisiensi waktu bagi civitas karena mudah dihubungi dan secara langsung akan berdampak pada efisiensi biaya telekomunikasi di kampus. Infrastruktur yang dikembangkan menggunakan protokol SIP memanfaatkan Free Software Linux Fedora sebagai Operating System, Asterisk dan Ondo sebagai aplikasi server.  Di sisi pemakai, perangkat telepon dapat menggunakan dua model, pertama menggunakan softphone  yang ditujukan untuk personal dengan memanfaatkan nomor induk pegawai (NIP atau nomor induk mahasiswa (NIM sebagai nomor telepon. Model telepon ini aksesnya

  18. PENGARUH PERENDAMAN DAGING PRA KYURING DALAM JUS DAUN SIRIH TERHADAP KETENGIKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DENDENG SAPI SELAMA PENYIMPANAN [The Effect of Soaking of Beef in Betle (Piper betle L Leaf Juice Prior to Curing on Rancidity and Sensory Characteristics of Beef “Dendeng” During Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Rohidayah 2

    2002-04-01

    Full Text Available The research was carried out to determine the effect of soaking of beef in betle (Piper betle L leaf juice prior to curing on peroxide level, thiobarbituric acid (TBA score, and sensory characteristics of beef “dendeng” during 1-3 months storage. The result in showed that soaking in 10% of betle leaf juice resulted in “dendeng” with peroxide level of 8.69 meq/kg which was significantly lower than that of “dendeng” without soaking. TBA scores of “dendeng” soaked in 10% betle leaf juice after 1, 2, and 3 months storage were 0.0131, 0.0159, and 0.0168 μ mole MA/kg, respectively. These scores were lower than that of threshold score of food rancidity (18 μ mole MA/kg. Sensory characteristics (color, taste, and aroma of “dendeng” during storage were accepted well by the panellists.

  19. PERAN SIKAP DALAM MEMEDIASI PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU MINIMISASI SAMPAH PADA MASYARAKAT TERBAN, YOGYAKARTA (The Role of Attitude to Mediate The Effect of Knowledge on People’s Waste Minimization Behaviour in Terban, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanif Akhtar

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Sebagian besar masalah lingkungan ini diakibatkan oleh perilaku manusia. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang lingkungan yang kemudian akan diteruskan menjadi perilaku peduli lingkungan. Akan tetapi, hasil survey menunjukkan bahwa pengetahuan yang sudah baik tidak sejalan dengan perilaku peduli lingkungan. Sikap memegang peran penting dalam meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Penelitian ini fokus pada salah satu perilaku peduli lingkungan yakni perilaku minimisasi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku minimisasi. Penelitian dilakukan di Kelurahan Terban, RW 02 dan RW 11 selama bulan Januari sampai Februari 2014 dengan jumlah subjek sebanyak 105. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan menggunakan tiga skala, yakni skala perilaku minimisasi sampah, skala sikap terhadap minimisasi sampah, dan skala pengetahuan tentang minimisasi sampah. Analisis data menggunakan analisis regresi model analisis jalur, sedangkan uji pengaruh mediasi menggunakan Sobel Test. Analisis efek tidak langsung menunjukkan nilai efek tidak langsung sebesar 0,742 dengan z=3,42 dan p<0,01. Hal ini menunjukkan adanya efek tidak langsung pengetahuan terhadap perilaku minimisasi sampah melalui sikap terhadap minimisasi sampah. Dengan demikian dapat disimpulkan sikap terhadap minimisasi sampah memediasi pengaruh pengetahuan terhadap perilaku minimisasi sampah. ABSTRACT Environmental quality in Indonesia today is in poor condition. Many of these problems root in human behaviour. One way to solve this problem is by increasing people’s environmental knowledge which is translated into pro-environmental behaviour. However, empirical evidence showed that high level of environmental knowledge is not always followed by high level of environmental

  20. JEJAK ALUMNI JURUSAN PGMI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DAN RESPON PENGGUNA (STAKEHOLDER TERHADAP KOMPETENSI DAN KINERJANYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamsik Udin

    2015-11-01

    Full Text Available Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI Strata Satu (S1  di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK Institut Agama Islam Negeri  (IAIN Syekh Nurjati  Cirebon berdiri sejak tahun 2007. Ijin pendirian dari Kementerian Agama RI dalam bentuk SK Dirjen Pendidikan Tinggi Islam nomor: Dj.I/257/2007 tanggal 10 Juli 2007 tentang Ijin Operasional. Alumni Jurusan PGMI yang ada  selama ini belum dapat mengisi formasi guru MI yang berada di wilayah III Cirebon dan bahkan belum merata, apalagi untuk di luar wilayah Cirebon.Tujuan  Tracer Study ini adalah untuk :1.mengetahui keberadaan alumni PGMI serta menjalin komunitas seara kontinue.2. Mengidentifikasi profil kompetensi dan keterampilan lulusan. 3. Mengetahui relevansi pelaksanaan kurikulum dan kebutuhan pasar kerja. 4.  Memenuhi Kriteria Akreditasi/sertifikasi Jurusan PGMI.5. Memenuhi persyaratan bantuan penelitian tahun 2014.Millington (2006, “tracer study is an impact  assessment toll where the impact on target groups is traced back to specific elements of programme so that effective and ineffective project components may be identified” (sebuah metode untuk menelusuri informasi mengenai Alumni.Metode dalam penelitian inia dalah deskriptif.  Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor  yang lain. Karenanya, metode deskriptif juga dinamakan studi status atau disebut juga survey normative. Prespektif waktu yang dijangkau dalam  penelitian deskriptif , adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan alumni Jurusan PGMI tahun sejak tahun 2012 dan tahun 2013 belum merata di daerah wilayah III Cirebon. Pkeberadaan rofil kompetensi alumni Jurusan PGMI Pekerjaan Hampir setengahnya (40% responden sudah bekerja di sekolah swasta, Penyelenggaraan Pengajaran di PGMI direspon oleh Hampir

  1. Angka Kematian dan Faktor Risiko Stroke Sebagai Penyebab Dasar Kematian di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laurentia Konadi

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract Mortality data are one of important indicators for the publich health The aim of this study is to know about the death rate, characteristics and risk factors of stroke as underlying cause of death in Padang Pariaman district. The mortality data in 2010 was analyzed using SPSS 16. The results showed that the entire death data was amount of 2642 and crude death rate was 6.71. Proportion of stroke in the district was 19.3% and stroke mortality rate was 1.29 per 1000 population in the year 2010, The risk factors of stroke as underlying cause of death after adjusted with education, employment and place of death were age and gender. The age of 40 – 64 years had the risk with OR of 6.45 (95% CI 2.77 – 14.28, p < 0.0001 and age of > 65 years had the risk of 10.29 (95% CI 4.47 – 23.69, p < 0.0001 compared to 20 – 39 year old. Women had greater risk than that of men with OR of 1.43 (95% CI 1.16 – 1.76, p < 0.001. The mortality rate of stroke as an underlying cause of death is high, so it is necessary to prevent the disease by appropriate intervention program. Keywords: age, cause of death, , gender, stroke,AbstrakData kematian merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kematian, karakteristik dan faktor risiko dari stroke sebagai penyebab dasar kematian di Kabupaten Padang Pariaman. Karakteristik meliputi usia, jenis kelamin, tempat meninggal, pendidikan dan pekerjaan. Dilakukan analisis data kematian 2010 menggunakan SPSS 16,0. Jumlah seluruh data kematian selama satu tahun adalah 2642, diperoleh angka kematian kasar sebesar 6,71. Proporsi kematian akibat stroke sebesar 19,3% dan angka kematian stroke didapat sebesar 1,29 per 1000 penduduk per tahun 2010. Faktor risiko sebagai penyebab dasar kematian stroke setelah disesuaikan dengan pendidikan, pekerjaan dan tempat meninggal adalah umur dan jenis kelamin. Umur 40 – 64 tahun berisiko OR 6,45 (95% CI 2,77 – 14

  2. PENGGUNAAN FMEA DALAM MENGIDENTIFIKASI RESIKO KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SARUNG ATM (ALAT TENUN MESIN (STUDI KASUS PT. ASAPUTEX JAYA TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nia Budi Puspitasari

    2014-05-01

    Full Text Available Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. PT. Asaputex Jaya adalah perusahaan textil yang bergerak dalam bidang sarung tenun.  Pada saat ini cacat produk yang terjadi pada perusahaan masih ada yang diluar dari ketentuan batas perusahaan yaitu diatas angka persentase yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 2%. Sehingga perusahaan segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi waste yang merugikan perusahaan. Dengan adanya pengendalian kualitas secara baik dan benar, maka akan diperoleh produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Salah satu tool yang digunakan untuk membantu pengendalian kualitas adalah menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA. Penggunaan FMEA mampu mengidentifikasi resiko kegagalan yang terjadi selama proses produksi pada pembuatan sarung tenun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa moda kegagalan yang menyebabkan cacat produk dengan menggunakan metode FMEA, mendapatkan resiko kegagalan proses produksi terbesar dalam nilai RPN (Risk Priority Number, memberikan usulan perbaikan untuk produksi selanjutnya.  Berdasarkan pengolahan dengan metode FMEA dapat mengidentifikasi moda kegagalan yang terjadi pada proses pembuatan sarung tenun. Moda kegagalan potensial pada proses pembuatan sarung tenun dengan alat tenun mesin (ATM pada PT. Asaputex Jaya terdiri dari 14 jenis kegagalan. Kata Kunci : kualitas; alat tenun mesin; failure mode and effect analysis; risk priority number Abstract Quality control is one of the things that are important to maintain the company's reputation in the eyes of consumers. PT. Asaputex Jaya is a company engaged in the field of textile woven sarongs. At this time the product defect that occurs in companies that still exist outside the corporate limits of the provisions of the above percentage figures set by the company which is 2%. So the company immediately repairs to prevent harmful waste. With

  3. Perjalanan Menjadi Cina Benteng: Studi Identitas Etnis di Desa Situgadung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Reza Zaini

    2014-01-01

    Full Text Available This article argue that “Chinese-ness” is an achievable entity to a social group withindigenous cultural identity. Previous studies tend to define ethnic identity as asingle and objective entity. This study offers a new understanding on ethnic identity.Identity is defined as a process to identify a certain collectivity in which an individualfeels he/she belonged to, while ethnicity is one of the manifestations of collectivities.Thus, identity is a subjective process, where each individual plays a significant role indetermining his/her collectivity as his/her alter-ego. While ethnicity is an objectiveprocess, in which the society determine an individual’s collectivity. This qualitativeresearch is conducted by interviewing seven informants with grounded approach, inwhich the researcher tries to build concepts from the collected data. This study pintedout that Cina Benteng is the whole community of Peranakan Chinese living in thecountryside of Tangerang. However, some of its communities rejected that notion,and identified themselves as “orang keturunan”, a term which bought them closer tothe indigenous identity. Through a long process, as a result of historic, infrastructure, demographic, and economic change, they eventually identified themselves as CinaBenteng, a term which bought them closer to the Chinese identity. Artikel ini memiliki argumen bahwa “ke-Tionghoa-an” merupakan sesuatu yang dapat dicapai oleh sekelompok individu yang pada dasarnya memiliki identitas yang dekat dengan etnis pribumi. Selama ini, identitas etnis didefinisikan sebagai entitas tunggal yang bersifat objektif. Namun, penelitian ini memberikan definisi baru mengenai identitas etnis. Identitas adalah sebuah proses mengidentifikasi kolektivitas yang menjadi acuannya, sedangkan etnisitas merupakan salah satu dari banyak kolektivitas. Identitas adalah suatu proses subyektif dimana individu berperan penting untuk menentukan kolektivitas mana yang merupakan alter

  4. Problem Solving-Based Experiment untuk Meningkatkan Keterampilan Penalaran Ilmiah Mahasiswa Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Gina Nugraha

    2017-12-01

    Full Text Available Abstract As one of the foundations in the development of technology, physics must be supported by experimental activities that are able to develop a scientist's skills, such as scientific reasoning skills. Experiments with cookbook methods that have been conducted in various experimental activities are considered not able to maximize the potential of students because it does not provide wide opportunities for students to explore. One of the solutions to develop the scientific reasoning skills of physics students is the problem solving-based experiment approach. The research was conducted by one group pretest-posstest design to 20 physics students as research sample. The research instrument used is the scientific reasoning instrument test developed by Lawson which is known as Lawson Classroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR and student work sheet instrument (LKM containing problems in daily life and questions about: tools and materials, prediction, exploration, measurement, analysis and conclusions. The results show all aspects of scientific reasoning being measured, i.e. 1 conservation of matter and volume, 2 proportional thinking, 3 identification and control of variables, 4 probabilistic thinking, 5 correlative thinking, and 6 hypothetic-deductive thinking has increased. Based on the result of research can be concluded that the problem solving-based experiment can improve the scientific reasoning skills of physics students. Keywords: Problem solving, experiment, scientific reasoning skills Abstrak Fisika sebagai salah satu pondasi ilmu dalam perkembangan teknologi harus didukung dengan kegiatan eksperimen yang mampu menumbuhkembangkan keterampilan seorang ilmuwan, diantaranya keterampilan penalaran ilmiah dalam menyikapi fenomena alam. Eksperimen dengan metode cookbook yang selama ini menjamur dalam berbagai kegiatan eksperimen dipandang tidak mampu memaksimalkan potensi mahasiswa karena tidak memberikan kesempatan yang luas kepada

  5. IMPLEMENTASI DIGITAL ASSET MANAGEMENT SYSTEM PADA WEB PORTAL KARYA SISWA JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 MARTAPURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Ramadhani

    2016-04-01

    Full Text Available Student Works Web Portal Of Multimedia Department In Smk Negeri 1 Martapura is a web portal implementing Digital Asset Management System. This web portal built based by the works of the students who had only used the DVD, in which each store one of his students in a single DVD. This causes problems especially in the limited physical storage space and search work takes a long time. With the waterfall method, built a student works web portal to save the works of the students in the form of digital media. A DAM system is built on a central repository that facilitates the storage, organization, retrieval, use and reuse of digital files. The results of the construction of the web portal is known that there is a significant speed difference between the old system to the new system, the new system can be said to be faster than the old system. In addition, the new system can be seen consuming less physical space than the old system. Based on research conducted, it can be concluded that by implementing the DAM system, the search speed for work can be improved and storage of work can be saved. Keywords: Web Portal, Work, Multimedia, Digital Asset Management, Digital Media. Web Portal Karya Siswa Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Martapura merupakan web portal yang menerapkan Digital Asset Management System. Web portal yang dibangun dilatar belakangi oleh penyimpanan data karya-karya para siswa yang selama ini hanya menggunakan DVD, dimana setiap siswa menyimpan satu karyanya dalam satu DVD. Hal ini menyebabkan masalah terutama pada terbatasnya ruang penyimpanan secara fisik serta pencarian karya yang memerlukan waktu lama. Dengan metode waterfall, dibangunlah sebuah web portal karya siswa yang secara spesifik menyimpan karya-karya para siswa dalam bentuk media digital. Sebuah sistem DAM dibangun di atas repositori pusat yang memfasilitasi penyimpanan, organisasi, pengambilan, pemanfaatan dan penggunaan kembali file digital. Hasil dari dibangunnya web portal

  6. EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS KASUS LEPTOSPIROSIS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lintang Dian Saraswati

    2017-04-01

    Full Text Available Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang telah terjadi peningkatan kasus Leptospirosis selama 4 tahun terakhir. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan melakukan surveilans epidemiologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan dan hasil surveilans kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian observasional. Sampel penelitian berjumlah 12 tenaga surveilans puskesmas dan 2 orang tenaga surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang dipilih dengan metode purposive sampling dan dilakukan wawancara, telaah data sekunder, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali tahun 2012-2015 paling banyak terjadi pada kelompok umur 26-45 tahun (38,3%, berjenis kelamin laki-laki (70%, dan pekerjaan sebagai petani (44,7%. Kasus paling banyak terjadi pada bulan Maret tahun 2014 dan 2015 dengan angka insiden kumulatif sebesar 0,6. Sebagian besar kasus leptospirosis terjadi di Kecamatan Nogosari (34%. Pelaksanaan surveilans epidemiologi leptospirosis di Kabupaten Boyolali belum berjalan dengan baik, pengumpulan data sudah dilakukan oleh semua responden, kompilasi data hanya dilakukan di 3 dari 12 puskesmas dan di dinas kesehatan, analisis data hanya dilakukan di dinas kesehatan berupa analisis sederhana kecenderungan leptospirosis, dan sudah dilakukan diseminasi informasi dalam bentuk pelaporan dan umpan balik. Boyolali is one of the regency in Indonesia that has been an increase of Leptospirosis cases for the last 4 years. One effort to overcome this problem is conduct epidemiological surveillance. The purpose of this study was to evaluate the implementation and results of leptospirosis case surveillance in Boyolali. This research was descriptive study with observational research design. Samples of this research were 12 puskesmas surveillance officers and 2 health office surveillance

  7. Pengaruh Ozonated Water sebagai Antiseptik dalam Menghambat Pertumbuhan Staphilococcus Aureus (in vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulita Kristanti

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang. Penelitian seputar ozonazed water akhir-akhir ini cukup banyak diminati karena bahan ini mempunyai potensi antibakteria yang menjanjikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ozonated water pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan 1 ml larutan bakteri 106 CFU/ml dengan 10 ml ozonated water konsentrasi 4 ppm selama 10 detik (kelompok I, 20 detik (kelompok II, 30 detik  (kelompok III, dan 40 detik (kelompok IV, akuades (kontrol negatif kemudian semua diencerkan dengan akuabides 10ml. selanjutnya dari masing-masing kelompok diambil 0,01 ml untuk ditanam pada MHA, inkubasi 24 jam pada suhu 370 C dalam anaerobic jar kemudian dilakikan perhitungan koloni. Data dianalisis dengan Avana satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil. Avana satu jalur memperlihatkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Uji LSD menunjukkan perbedaan rerarta yang bermakna (p<0,05 antar kelompok I, II, III, IV dengan kelompok V (akuedes terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara kelompok I dan kelompok VI (iod. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok II, III, IV terdapat kelompok VI (oid. Uji korelasi Produk Momen Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat kuat. Kesimpulan. Ozonated Water 4 ppm memiliki daya antibakreri dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus Aureus. Semakin lama waktu kontak, daya anti bakterinya semakain besar.   Background. Some previous research show that the antibacterial effect of ozonated water is very promi-sing. The aim of this study was to know the antibacterial effect of ozonated water on staphylococcus aureus. Method. One ml of 106 CFU/ ml S. aureus suspension was mixed with 10 ml ozonated water for 10 second (group I, 20 second (group II, 30 second (group III, 40 second (group IVAs negative control S. aureus was mixed with aquadest (group V, and as positive control S. aureus was mixed

  8. PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN DAN PENAMBAHAN INOKULAN Ti-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nugroho

    2016-08-01

    Full Text Available Perkembangan industri pengecoran global hingga lokal sampai saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Salah satu produk yang banyak dicari konsumen adalah velg, part pada roda sepeda motor. Tetapi sayangnya velg lokal sering dikeluhkan memiliki kualitas lebih rendah dari pabrikan. Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di proleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap

  9. Efek antigenotoksik ekstrak etanolik daun sirsak (Annona muricata Linn terhadap frekuensi mikronukleus mukosa bukal tikus Sprague Dawley

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tyas Prihatiningsih

    2017-10-01

    ,12-Dimetillbez(αantransena merupakan senyawa golongan PAH yang bersifat karsinogen genotoksik. Salah satu uji genotoksisitas yang paling sering dilakukan adalah uji mikronukleus. Sirsak merupakan tanaman yang tumbuh baik di Indonesia. Daun sirsak mengandung avonoid dan acetogenin yang diduga mempunyai potensi kemopreventif dan aktivitas antikanker. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efek antigenotoksik ekstrak etanolik daun sirsak terhadap frekuensi mikronukleus mukosa bukal tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi dengan DMBA. Penelitian ini dilakukan pada 24 tikus Sprague Dawley jantan berumur 5 minggu yang dibagi secara acak dalam 6 kelompok. Karsinogenesis dorsum lidah tikus kelompok I – III diinduksi dengan DMBA secara topikal 3 kali dalam seminggu selama 16 minggu, kelompok II dan III selain diinduksi karsinogenesis, juga diberi ekstrak etanolik daun sirsak 100 dan 200 mg/kg BB setiap hari selama 18 minggu dan kelompok IV diberi ekstrak etanolik daun sirsak 200 mg/kg BB, kelompok V diberi DMSO 1% dan kelompok VI tidak diberi perlakuan. Setelah minggu ke-18, swab mukosa bukal dilakukan untuk uji mikronukleus kemudian sampel dicat dengan metode Feulgen-Rossenbeck. Jumlah mikronukleus dihitung di bawah mikroskop cahaya per 500 sel epitel mukosa bukal, lalu data dianalisis menggunakan one way ANOVA diikuti Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata frekuensi mikronukleus kelompok II (13 ± 0,82 dan kelompok III (12 ± 0,96 mengalami penurunan secara signikan (p<0,05 dibanding kelompok I (24 ± 1,71. Disimpulkan bahwa ekstrak etanolik daun sirsak mempunyai efek antigenotoksik yang ditunjukkan dengan penurunan frekuensi mikronukleus sel epitel mukosa bukal tikus.

  10. ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA LINE 8/CARBONATED SOFT DRINK PT COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darminto Pujotomo

    2012-02-01

    Full Text Available PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI Central Java merupakan salah satu perusahaan produsen minuman ringan yang terkemuka di Indonesia, dengan dua jenis kelompok produk yang dihasilkan yaitu minuman karbonasi/Carbonated Soft Drink (Coca-Cola, Sprite, dan Fanta dan non-karbonasi (Frestea dan Ades. Dalam usaha untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan produktifitas, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah masalah perawatan fasilitas/mesin produksi.  Makalah ini membahas mengenai penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh breakdown mesin terjadi pada Line 8/Carbonated Soft Drink, khususnya pada conveyor, filler machine, dan bottle washer machine. Untuk mendapatkan mesin yang dapat terjaga keterandalannya dibutuhkan suatu konsep yang baik. Total Productive Maintenance (TPM merupakan sebuah konsep yang baik untuk merealisasikan hal tersebut. Konsep ini, selain melibatkan semua personil dalam perusahaan, juga bertujuan untuk merawat semua fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan.Data yang digunakan merupakan data breakdown conveyor, filler machine, dan bottle washer machine dari ME Monthly Report PT.CCBI selama bulan Januari-Desember 2005 khususnya line 8. Selain itu makalah ini juga membahas performance maintenance PT. Coca-Cola Bottling Indonesia-Central Java, dengan memperhitungkan nilai Mean Time Beetwen Failure (MTBF, Mean Time To Repair (MTTR, serta Availability mesin, dengan menggunakan data record Line 8 selama bulan Mei 2006 sampai bulan Juli 2006. Sehingga nantinya akan diketahui informasi keadaan aktual dari perusahaan tentang sistem perawatannya, khususnya pada Line 8/Carbonated Soft Drink apakah baik atau buruk. Kata kunci : Total Production Maintenance, Conveyor, Filler Machine, Bottle Washer Machine, Performance Maintenance   PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI-Central Java represent one of notable light beverage producer company in Indonesia, with two product group type yielded is carbonated beverage/Carbonated Soft

  11. PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN CUPANG ALAM (Betta imbellis YANG DIBERI HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN MELALUI PERENDAMAN DAN PAKAN ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2017-01-01

    Full Text Available Pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone/rGH dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Pemberian rGH yang berasal dari ikan kerapu kertang (rEIGH diharapkan meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis yang telah diberi rGH ikan kerapu kertang (rEIGH melalui perendaman dan pakan alami. Pemberian rGH dilakukan melalui perendaman dengan dosis yang sama 1,5 mg/L pada larva umur lima hari. Kejut salinitas pada 20 ppt selama 90 detik dilakukan sebelum direndam dalam 100 mL larutan rGH selama satu jam. Pemberian rGH dilanjutkan setelah satu minggu menggunakan pakan alami yang sudah diperkaya rGH dengan dosis 0; 0,3; 3; dan 30 mg/L; serta kontrol tanpa perlakuan. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pakan alami yang digunakan meliputi nauplii Artemia, Moina, cacing Tubifex, dan bloodworm yang diberi secara bertahap mengikuti bukaan mulut, dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Pemberian pakan rGH dilakukan dua kali dalam seminggu pada hari senin dan kamis dan diberikan pada pagi hari saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi terbaik adalah pemberian rGH melalui perendaman 1,5 mg/L yang dikombinasikan dengan oral dosis 3 mg/L air. Laju pertumbuhan ikan cupang yang dihasilkan sebesar 5,54% dan rataan bobot akhir 1,03 ± 0,26 g atau sekitar 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0,05. Pemberian rGH melalui perendaman saja sudah dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam tetapi akan lebih baik jika dikombinasikan dengan pemberian rGH melalui pakan alami dosis berkisar 0,3-3 mg/L. The used of recombinant growth hormone (rGH for wild betta fish could enhance growth performance. The use of rGH of giant grouper fish (rEIGH is expected to enhance the growth performance of wild betta fish. The aim of this study is to determine the performance of wild betta fish treated with the

  12. PENGAMBILAN MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Clove Oil MENGGUNAKAN PELARUT n-HEKSANA DAN BENZENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Hadi

    2013-05-01

    Full Text Available Minyak cengkeh merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diperoleh dari bunga, tangkai atau gagang bunga dan daun cengkeh. Kandungan minyak atsiri bunga cengkeh mencapai 21,3% dengan kadar eugenol antara 78-95%, dari tangkai atau gagang bunga mencapai 6% dengan kadar eugenol antara 89-95%, dan dari daun cengkeh mencapai 2-3% dengan kadar eugenol antara 80-85%. Kandungan terbesar minyak cengkeh adalah eugenol, yang bermanfaat dalam pembuatan vanilin, eugenil metil eter, eugenil asetat, dll. Ektraksi dengan pelarut adalah salah satu metode yang digunakan untuk ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah n-heksana dan benzena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen yang diperoleh dengan menggunakan pelarut n-heksana dan benzene serta mengetahui komponen-komponen minyak cengkeh yang terambil dengan pelarut n-heksana dan benzena. Tahapan penelitian diawali dengan mengeringkan bunga cengkeh dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 1 minggu. Setelah itu, bu-nga cengkeh kering ditumbuk sampai halus. Bunga cengkeh diekstraksi menggunakan soxhlet dengan 100 mL pelarut pada suhu didihnya selama 15 siklus (+ 80 menit. Dari percobaan yang telah dilakukan dihasilkan rendemen ekstrak bunga cengkeh dengan pelarut n-heksana sebesar 17,61% dan kadar eugenol 65,02%. Sedangkan dengan pelarut benzene, rendemen ekstraks bunga cengkeh sebesar 18,90% dan kadar eugenol 8,81%. Oleh karena itu, ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut n-heksana relatif lebih baik karena memberikan kadar eugenol lebih besar daripada pelarut benzena. Clove oil is one of the essential oils obtained from the cloves, stalks or clove steam and clove leaf. The clove contains 21.3% of the essential oils with the eugenol content of 78-95%, the clove stalk contains 6% of the essential oils with the eugenol content of 89-95%, and the clove leaf contains 2-3% of the essential oils with the eugenol

  13. EFEK PEMBERIAN SPILANTHES ACMELLA DAN LATIHAN FISIK TERHADAP JUMLAH SEL OSTEOBLAS FEMUR MENCIT YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Laswati

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui uji aktivitas anti-osteoporosis secara in vivo dari tanaman Spilanthes acmella terhadap sel osteoblas tulang trabekula proksimal femur mencit jantan model osteoporosis induksi deksametason. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian posttest only control group, 60 ekor mencit jantan sehat (usia >5 bulan dikelompokkan secara random menjadi 10 kelompok yaitu kelompok sehat tanpa induksi deksametason dan kelompok osteoporosis induksi deksametason. Kontrol positif mendapat suspensi alendronat dan kelompok latihan fiik menggunakantreadmill mencit berjalan 10m/menit bertahap selama 5 -12 menit, 3 kali dalam satu minggu, kelompok kombinasi ekstrak etanol 70% dan latihan fiik serta kelompok uji fraksi butanol, heksan, etil asetat dan air. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu. Osteoporosis akibat pemakaian glukokortikoid menjadi penyebab osteoporosis sekunder yang meningkatkan risiko fraktur. Telah banyak bukti klinik tentang peran fioestrogen dalam pengobatan osteoporosis pada pascamenopause. Spilanthes acmella, atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Legetan, termasuk famili Asteracea merupakan satu tanaman obat di Indonesia yang mempunyai kandungan senyawa polifenol dan flvonoid. Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa baik fraksi butanol dan air dari tanaman tersebut mampu meningkatkan aktivitas enzim alkalin fosfatase yang merupakan marker pembentukan tulang. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% Spilanthes acmella dikombinasikan dengan latihan fiik meningkatkan jumlah sel osteoblas secara bermakna bila dibandingkan dengan hanya ekstrak etanol atau latihan fiik. Ini membuktikan bahwa ekstrak etanol 70% Spilanthes acmella mempunyai efek additive terhadap efek latihan pembebanan aksial pada kondisi osteoporosis. Fraksi heksana, etil asetat dan air juga meningkatkan secara bermakna jumlah sel osteoblas. Fraksi non polar merupakan fraksi yang lebih potensial untuk

  14. PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL UNTUK MATA KULIAH TIPOGRAFI PADA PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puri Sulistiyawati

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak Tipografi merupakan salah satu mata kuliah pada bidang desain komunikasi visual yang mengutamakan aspek visual. Namun berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa media pembelajaran yang selama ini digunakan kurang efektif karena kurangnya pemanfaatan teknologi informasi, sehingga mahasiswa kurang maksimal dalam memahami materi kuliah yang disampaikan oleh pengajar. Perkembangan teknologi informasi saat ini banyak memberikan dampak positif bagi kemajuan bidang pendidikan diantaranya dapat digunakan untuk mendukung media dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah merancang media pembelajaran untuk mata kuliah tipografi dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu media audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Dengan diciptakannya media pembelajaran audio visual ini diharapkan proses pembelajaran mata kuliah Tipografi dapat lebih efektif dan materi kuliah lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Kata Kunci : audio visual, media pembelajaran, tipografi Abstract Typography is one of the subjects in the field of visual communication design that prioritizes the visual aspect. However, based on the observation note that the media has been used less effective because the lack of use information technology, so students can't understand the course material that explained by lecturers. Today, the development of information technology is being positive impact for the advancement of education which can be used to support the media in the learning process. The purpose of this research is to design learning media for the course of typography by utilizing information technology, called audio-visual media.  The method that used in this research is Research and Development with ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. With the creation of audio-visual learning media is expected

  15. ANALISIS STRATEGI BERSAING GUDANG DIGITAL YOGYAKARTA DALAM MEMPERLUAS PASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nofrizal Nofrizal

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak : Gudang Digital adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang retail fotograpi di Yogyakarta yang sudah berdiri selama 7 tahun dengan kerja keras dan kesabaran Gudang Digital berhasil membaca kebutuhan konsumen Yogyakarta, hingga saat ini Gudang Digital sudah memiliki 3 cabang serta memiliki cafe dan kelas fotograpi adapun strategi yang mereka gunakan adalah one stop shoping dan paling murah .Pemilihan Srategi yang tepat bagi Gudang Digital merupakan salah satu tujuan yang penilitian ini untuk dapat bertahan dalam persaingan di industri retail alat – alat fotograpi. Proses dilakukan dengan mengunakan PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi dan Lima Kekuatan Porter. Setelah itu peneliti menggunakan value chain untuk melihat keunggulan bersaing dan untuk pemilihan strategi penelitian ini menggunakan SWOT dan Strategi Generik Porter. Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa Gudang Digital bisa mengunakan keunggulan yang dimiliki dengan munggunakan strategi Generik Porter yaitu Kunggulan biaya menyeluruh (Porter, 1989. Abstract : Gudang Digital is a company engaged in the retail photography in Yogyakarta that has been established for 7 years with hard work and patience Digital Warehouse successfully read consumer needs Yogyakarta, until now Digital Vault already has three branches and has a cafe and a photography class as for strategy they used is one stop shopping and cheapest.Selection of the appropriate strategy, Gudang Digital is one of the goals of this research to be able to survive in the competition in the retail industry tool - a tool fotograpi. The process is done by using PEST (Political, Economic, Social, Technological and Porter's Five Forces. After the researchers used a value chain to see the competitive advantage and for the selection of the research strategy using SWOT and Porter Generic Strategies. Results of research conducted stating that the Digital Vault can use the advantages of the used Porter

  16. PENILAIAN PEMAHAMAN REPRESENTASI GRAFIK MATERI OPTIKA GEOMETRI MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Bunawan

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengembangkan dan menerapkan tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat untuk mengukur pemahaman representasi grafik mahasiswa terkait esensi inkuiri sains dan materi optika geometri. Penelitian menggunakan metode campuran melibatkan 83 mahasiswa calon guru fisika di satu LPTK Sumatera Utara. Instrumen tes diagnostik terlebih dahulu didesain kemudian disempurnakan selama proses, direvisi, dan digunakan untuk mendeteksi dan menilai pemahaman representasi grafik mahasiswa calon guru fisika. Instrumen tes telah dikembangkan untuk dapat mendiagnosis dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan calon guru fisika terkait dengan keterampilan mengonstruk grafik, menemukan kesulitan-kesulitan dalam membaca dan menginterpretasi grafik. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil studi menunjukkan pembacaan grafik dan keterampilan menginterpretasi grafik calon guru fisika masih belum memadai dan juga kemahiran dalam menganalisis grafik bergantung pada jenis grafik dan level atau tipe pertanyaan yang dikembangkan. Kata Kunci: representasi grafik, optik geometri, diagnostik tes ASSESSING OF UNDERSTANDING GRAPHICAL REPRESENTATION CONTENT GEOMETRICAL OPTIC USING DIAGNOSTIC TEST Abstract: The purpose of this study is to develop and apply three tier multiple choice diagnostic test to measure student’s understanding of graphical representation about essential features of inquiry and content geometrical optic. The study was conducted using mixed methods and carried out with 83 prephysics teachers at a University of Teachers Education in North Sumatera. The diagnostic instrument was designed and then progressively refined, revised, and implemented to detect and assess student’s understanding of graphical representation. Test instrument was developed to diagnose and correct the mistakes made by pre-service physics teachers about construction graphic skills, difficulties in the reading and interpretation

  17. KEMUNCULAN DAN TINGKAH LAKU PESUT (Orcaella brevirostris (Owen in Gray 1866 SEBAGAIMAMALIATERANCAMLANGKA DI PERAIRANKUBU RAYADANKAYONGUTARAKALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regi Fiji Anggawangsa

    2015-12-01

    2013. Selama pengamatan hanya diketahui terdapat satu kelompok pesut sebanyak 4-6 individu yang terdiri dari pesut muda dan dewasa. Kelompokan itu dijumpai di muara Sungai Bumbun pada kedalamanan perairan 11 meter. Tingkah laku yang teramati menunjukkan gerombolan pesut umumnya memburu kelompokan ikan dan sesekali menyemburkan air dari blowhole nya. Berdasarkan ciri-ciri morfologi dan tingkah laku yang teramati serta kondisi lingkungan perairan setempat maka perairan di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat diduga merupakan perairan yang potensial sebagai habitat pesut (Orcaella brevirostris. Irrawaddy dolphins (Orcaella brevirostris (Owen in Gray 1866 is one of aquatic mammals species who populations are increasingly threatened. The lack information about population of Irrawaddy dolphins in West Kalimantan waters makes the conservation of this species and its management were still not optimized yet. This research aims to identify the characteristics and behavior of dolphins found in Kubu Raya and Kayong Utara waters of West Kalimantan. The observation was held on April 2013, exploring coastal waters and estuaries which are expected to be the habitats of Irrawaddy dolphins using binoculars. There are 4-6 individuals of Irrawaddy dolphin found at the mouth of Bumbun River. A group consist of young and adults dolphins at the depth of 11 meters. The observed behavior is chasing schooling fish and occasionally spitting water from his blowhole. Based on morphological character and fish behavior observed, and environmental condition parameters, indicated that the water surrounding of Kubu Raya and Kayong Utara District were potential habitat for Irrawaddy dolphins.

  18. Agama dan Media Diskursus LGBT dalam Opini SKH Republika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suranto Aw

    2017-10-01

    Full Text Available SKH Republika menurunkan banyak tulisan mengenai isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT selama kurun waktu 24 Januari – 31 Maret 2016. Pertanyaan penelitian yang diajukan : (1 bagaimana representasi ideologi dan (2 seksualitas dalam pemberitaan SKH Republika?Metode Penelitian yang dipilih adalah analisis wacana Van Dijk dengan pendekatan intensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SKH Republika menawarkan wacana anti LGBT melalui pemilihan narasumber dan pendapat mereka yang dikutip. Representasi ideologi yang ditampilkan bahwa LGBT bersandar pada ideologi liberalisme dan universalisme yang bertentangan dengan nilai, norma, dan hukum nasional Indonesia. Sedangkan wacana seksualitas direpresentasikan melalui kuasa pengetahuan bersumber dari psikolog islam dan institusi otoritatif yaitu agama, negara dan pendidikan. Semua narasumber islam di tiga institusi tersebut menolak LGBT sedangkan narasumber negara non-islam bersifat moderat dengan membatasi penampilan mereka di ruang publik, selanjutnya peneliti sekuler menerima praktik LGBT sebagai salah satu jalan masuk membentuk pengetahuan dan kesetaraan hukum. Kata kunci : Republika, wacana, LGBT, kuasa, seksualitas, pengetahuan The Republika Daily published abundant articles about lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT during the period January 24 to March 31, 2016. The research question: (1 how do the representation of ideology and (2 sexuality in the news SKH Republika? The Van Dijk’s discourse analysis with intentional approach was employed. In general The Republika Daily offers anti-LGBT discourse through the selection of speakers and their opinions are cited. According to The Republika Daily, ideology representation that is based on liberalism and universalism is against values, norms, and Indonesian national law. While the discourse of sexuality is represented by the power of knowledge comes from psychologists Islam and authoritative institution that is

  19. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  20. Efektifitas siwak (Salvadora persica dan pasta gigi siwak terhadap akumulasi plak gigi pada anak-anak (Effectiveness of Siwak (Salvadora persica and siwak toothpaste on dental plaque accumulation in children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Bramanti

    2014-09-01

    Full Text Available Background: siwak contain of salvadorine with an antiseptic effect. There were many reports about antibacterial effect of siwak on the cariogenic bacterial, pathogen periodontal, and dental plaque accumulation. Purpose: The study was aimed to determine the effect of siwak and siwak toothpaste on accumulated dental plaque in children. Methods: The subjects were 39 teenage children in range of age 12-15 years old, and were divided on 3 groups. Each subject group was asked to brush their teeth 3 times a day using siwak; siwak toothpaste; and toothpaste with no additional substance as control, respectively. After brushing for a week, plaque scoring was performing using Modified Personal Hygiene Performance Index (PHP-M. Data were analysed using one way Anova. Results: The plaque score on siwak group lower significantly than control group, but there was no significant difference between siwak group and siwak toothpaste group. Conclusion: The study suggested that siwak and siwak toothpaste had the same effect on decreasing plaque accumulation in children.Latar belakang: siwak mengandung salvadorine yang berefek sebagai antiseptik. siwak juga dilaporkan memiliki efek antibakteri terhadap bakteri kariogenik dan pathogen periodontal, dan menghambat pembentukan plak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek siwak dan pasta gigi siwak terhadap akumulasi plak pada anak. Metode: subyek penelitian adalah 39 anak remaja berusia 12-15 tahun yang dibagi dalam 3 kelompok. setiap subyek dalam kelompok yang sama diminta untuk menyikat gigi sehari 3 kali dengan menggunakan siwak; pasta gigi siwak; dan pasta gigi murni tanpa tambahan bahan sebagai control. setelah selama seminggu menyikat gigi, dilakukan pengukuran skor plak menggunakan indeks PHP-M. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova satu jalur. Hasil: skor plak kelompok siwak lebih rendah secara signifikan dibanding kelompok pasta gigi murni, namun antara kelompok siwak dan pasta gigi siwak

  1. LATIHAN FISIK MENCETUSKAN ASMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afriwardi Afriwardi

    2008-05-01

    Full Text Available AbstrakAsma yang dicetuskan latihan fisik (exercise-induced asthma merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan terjadinya bronkospasme serta hipersekresi mukosa bronkus yang dicetuskan oleh kegiatan olahraga atau aktifitas fisik. Kami melaporkan satu kasus seorang atlet putri karate, umur 24 tahun yang sudah menekuni olahraga selama 10 tahun. Serangan sesak nafas yang kadang menimbulkan mengi dan dada terasa berat seringkali timbul saat melakukan latihan. Pada umumnya sesak dan dada berat akan berkurang setelah latihan dihentikan. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan pada saat serangan yang terakhir serta adanya catatan medis yang sempat terdokumentasi. Perlu dilakukan kajian yang mendalam terhadap kasus ini karena serangan tersebut sangat mengganggu program latihan yang diberikan untuk atlet tersebut. Penelusuran terhadap faktor pencetus serta pemahaman karakteristik serangan akan sangat membantu pelatih dalam menyiapkan program latihan untuk atlet ini guna memperoleh prestasi terbaik.Kata kunci: exercise induced asthma – diagnosis - program latihanAbstractAsthma triggered by physical exercise (exercise-induced asthma is a marked disorder with the occurrence of bronchospasm and hypersecretion of bronchial mucous triggered by sports or physical activity. We report a case of a karate sportswoman, aged 24 years old who has engaged in sports for 10 years. Shortness of breath attacks that sometimes followed with wheezing and chest heaviness often occurs during exercise. In general, shortness of breath and chest heaviness will decrease after the training is stopped. Diagnosis by interview and physical examination conducted at the time of the attack, and documented n the medical record. In-depth study of the case need to be performed because the attack seriously affects training provided to the athlete. Studying the triggering factors and understanding the characteristics of the attack will greatly help

  2. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  3. Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arya Satya Dharma Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.

  4. STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Christijanti

    2011-02-01

    Full Text Available Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.

  5. Degradasi Zat Warna Pada Limbah Cair Industri Tekstil Dengan Metode Fotokatalitik Menggunakan Nanokomposit Tio2 – Zeolit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Naimah

    2014-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian degradasi zat warna pada limbah cair industri tekstil menggunakan metode fotokatalitik dengan penambahan nanokomposit TiO2 - zeolit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kemampuan nanokomposit dalam mendegradasi zat warna serta parameter-parameter yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Zeolit alam diaktivasi terlebih dahulu sebelum dikompositkan dengan TiO2. Perbandingan TiO2 : zeolit yang digunakan pada pembuatan nanokomposit adalah 100:0, 20:80, 40:60, 50:50, 60:40, dan 0:100. Percobaan pendahuluan dilakukan dengan menggunakan limbah cair tekstil buatan yang dibuat dari pewarna Synolon yellow S- G6LS (untuk warna kuning dan B/Blue R 150% special (untuk warna biru, sedangkan limbah cair industri tekstil diambil dari salah satu industri di Bogor. Waktu degradasi zat warna dilakukan dalam reaktor fotokatalitik selama 180 menit. Pada perbandingan TiO2 : zeolit 40:60 didapatkan degradasi zat warna tekstil buatan berwarna kuning maksimal adalah 99,9 % dan zat warna tekstil buatan berwarna biru maksimal 99,8%. Analisis warna menggunakan spektrofotometer dan HPLC. Nanokomposit TiO2 : zeolit 40 : 60 merupakan perbandingan optimal sehingga digunakan pada uji coba limbah cair industri tekstil. Degradasi maksimal warna kuning dengan pengolahan fotokatalitik yang ditambahkan nanokomposit pada limbah cair industri tekstil sebesar 98,4%, sedangkan untuk parameter uji zat organik, TSS, TDS, BOD, COD, dan lemak/minyak diperoleh nilai di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. 

  6. SEBARAN UKURAN MORFOLOGI LABI-LABI (Amyda cartilaginea Boddaert, 1770 HASIL TANGKAPAN DI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Arifin Sentosa

    2016-03-01

    Full Text Available Labi-labi (Amydacartilaginea merupakan salah satu komoditas tangkapan untuk ekspor di Sumatera Selatan. Status perlindungannya telah masuk dalam Appendix II CITES dan kategori rawan menurut IUCN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran morfologi A. cartilaginea hasil tangkapan di Sumatera Selatan. Data tangkapan labi-labi diperoleh dari catatan enumerator  selama 2013 di Kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Lubuklinggau. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa labi-labi yang tertangkap dari Musi Rawas dan Lubuklinggau memiliki ukuran morfologi yang lebih besar dibandingkan dari MusiBanyuasin. Labi-labi yang dominan tertangkap memiliki bobot 1000 kg dan total tangkapan > 200 ekor tahun-1 terdapat di Jaya Loka, Megang Sakti dan Lakitan Ulu (Kabupaten Musi Rawas serta di Sekayu, Batanghari Leko dan Babat Toman (Kabupaten Musi Banyuasin. The Asiatic softshell turtle (Amyda cartilaginea Boddaert, 1770 is one of the export commodities in South Sumatera. Its conservation status has been included in Appendix II CITES and IUCN vulnerable category. The objective of study is to determine the distribution of morphological size of A. cartilaginea caught in South Sumatera. The softshell turtle catch data was collected and recorded by enumerators during 2013 in District Musi Rawas, Musi Banyuasin and Lubuklinggau. Data were analysed descriptively. The results show that the morphological size of softshell turtle caught from Musi Rawas and Lubuklinggau were bigger than from Musi Banyuasin. The Asiatic softshell turtle catch distribution with a total catch body mass >1000 kg and total catch >200 individuals year-1 were found in Jaya Loka, Megang Sakti and Lakitan Ulu (Musi Rawas Regency and Sekayu, Batanghari Leko and Babat Toman (Musi Banyuasin Regency.

  7. Pengetahuan Sikap Perilaku Masyarakat Desa Pagar Desa terhadap Malaria (Pemukiman Suku Anak Dalam Kabupaten Musi Banyuasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hotnida Sitorus

    2017-02-01

    Full Text Available Malaria adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan kemiskinan. Di beberapa tempat, hutan merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat miskin. Desa Pagar Desa merupakan salah satu pemukiman Suku Anak Dalam di Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian PSP masyarakat bertujuan mengetahui seberapa jauh pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang penyakit malaria. Penelitian dilakukan tahun 2006 dengan disain penelitian cross- sectional study. Penelitian menunjukkan bahwa semua masyarakat tahu tentang penyakit malaria dan 85% mengakui pernah mengalami gejala-gejala malaria. Gejala malaria yang dialami adalah demam, mengigil dan berkeringat (83,9%. Seluruh responden tidak tahu penyebab penyakit malaria dan 79,6% tahu bahwa malaria merupakan penyakit berbahaya. Mayoritas responden tahu bahwa malaria penyebab kematian (77,4% dan 54,8% tidak tahu bahwa malaria merupakan penyakit menular, 23,7% mengatakan tahu cara menghindarkan diri dari penyakit malaria yaitu menghindari gigitan nyamuk. Sikap masyarakat pada umumnya positif terhadap pencegahan dan pengobatan malaria. Pengobatan yang dilakukan sebagian besar masyarakat (41,9% adalah membeli obat di warung. Kebiasaan keluar rumah pada malam hari dilakukan oleh sebagian besar masyarakat (66,7% untuk mengobrol di warung-warung, menonton TV di rumah tetangga dan melakukan kegiatan Mandi, Cuci, Kakus. Sebesar 95,7% masyarakat tidak memakai perlindungan khusus untuk menghindari gigitan nyamuk selama di luar rumah pada malam hari, namun bila di dalam rumah menggunakan kelambu dilakukan oleh sebanyak 41,9% responden dan menggunakan obat nyamuk bakar sebanyak 24,7% responden. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan malaria demi peningkatan perilaku positif pencegahan malaria dengan mengadakan penyuluhan, selain itu perlu disediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

  8. Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haniffudin Nurdiansah

    2013-03-01

    Full Text Available Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin meningkat. Keadaan yang diharapkan adalah tersedianya perangkat penyimpan energi yang praktis, canggih, tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah penggunaan EDLC sebagai media penyimpanan energi, hal ini karena EDLC mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional dan juga lebih ramah lingkungan. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menganalisis karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak untuk dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC. Dari pengujian Kadar Karbon Fix didapat nilai fixed carbon Tempurung Kelapa sebesar 74.62% dan untuk Tempurung Kluwak sebesar 74.59% sehingga  Tempurung Kelapa dan  Kluwak berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 2 jam pada temperatur 700OC dan 800OC selanjutnya diaktivasi kimia dengan KOH dan diaktivasi fisika pada 110 OC dan 600OC. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 884 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 291 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak pada sampel yang dikarbonisasi 700OC dan di aktivasi fisika 600OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 548.542 m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 333.399  m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak  serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1122.96 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 968.83 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak juga pada temperatur karbonisasi 700OC dan diaktivasi fisika 600OC. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak memiliki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC.

  9. Lokasi Dan Kelompok Teater Indonesia 2001-2005 (Analisis Rubrik Teater Majalah Tempo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhadi Nurhadi

    2010-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kelompok-kelompok teater yang berkecimpung dalam pementasan teater di Indonesia dan peta lokasi pementasan sebagaimana diulas dalam majalah Tempo tahun 2001-2005. Hasil penelitian ini menunjukan kelompok teater yang paling konsisten dalam mementaskan suatu naskah setiap tahunnya adalah Teater Koma. Kelompok teater berikutnya yang relatif banyak berkiprah dari tahun 2001-2005 berdasarkan artikel rubrik teater Tempo yaitu Teater Mandiri, Teater Garasi, dan Actors Unlimited Bandung. Kelompok teater pada jajaran berikutnya yang mementaskan lebih dari satu kali pada periode 2001-2005, yaitu Teater Gandrik, Bengkel Teater, dan Mainteater Jakarta. Lokasi pementasan teater selama 2001-2005 berdasarkan rubrik teater majalah Tempo sebagian besar berlangsung di berbagai gedung teater di Jakarta. Perbandingan jumlah lokasi pertunjukannya adalah sebagai berikut: Jakarta (50 pementasan, Yogyakarta (6 pementasan, Surakarta (2 pementasan dan Bandung (1 pementasan. Abstract: This article aims to describe the theater groups being active in theater performances in Indonesia and the performance location map as reviewed in Tempo magazine in 2001-2005. The research result has shown that the most consistent theater group in performing a script each year is Teater Koma. The next group which have relatively many performances in 2001-2005 according to Tempo’s articles are Teater Mandiri, Teater Garasi, and Actors Unlimited Bandung. The next level groups which have more than one performance in 2001-2005 are Teater Gandrik, Bengkel Teater, and Mainteater Jakarta. The theater performance locations in 2001-2005, according to Tempo’s articles, mostly took place in Jakarta’s theater houses. The ratio of performance locations amount is as follows: Jakarta (50 performances, Yogyakarta (6 performances, Surakarta (2 performances, and Bandung (1 performance. Key Words: theater performance location, theater group, Tempo magazine

  10. BIAYA KLAIM INA CBGS DAN BIAYA RIIL PENYAKIT KATASTROPIK RAWAT INAP PESERTA JAMKESMAS DI RUMAH SAKIT STUDI DI 10 RUMAH SAKIT MILIK KEMENTERIAN KESEHATAN JANUARI–MARET 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasis Budiarto

    2013-08-01

    Full Text Available Latar belakang: Implementasi sistem INA-CBGs bagi pasien penyakit katastropik (jantung, kanker, stroke peserta Jamkesmas di rumah sakit, memberikan konsekuensi di satu pihak bahwa penyakit katastropik merupakan ancaman terhadap membengkaknya pembiayaan Jamkesmas di masa datang, sedangkan di pihak lain, rumah sakit merasakan bahwa biaya penggantian klaim INA CBGs lebih rendah dari tarif yang berlaku dirumah sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran biaya pengobatan penyakit katastropik dan perbandingan pembiayaan klaim berdasarkan INA-DRGs dengan biaya pengobatan riil penyakit katastropik dirumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif menurut perspektif rumah sakit. Metode: Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen catatan medik pasien penyakit katastropik di 10 rumah sakit selama 3 bulan (Januari–Maret 2012. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Jamkesmas yang dirawat dengan kasus katastropik terdiri dari penyakit jantung sebesar37,11%, penyakit kanker 23,54% dan sisanya sebesar 39,35% pasien penyakit stroke. Kesimpulan: Biaya pengobatan rawat inap berdasarkan tarif rumah sakit kelas A jauh lebih besar dibandingkan kelas B dan RS Khusus, biaya klaim berdasarkan INA-CBGs jauh lebih besar di rumah sakit kelas A dibanding kelas B dan RS Khusus. Komponen biaya yang banyak peruntukannya adalah biaya akomodasi, tindakan ruangan, pemeriksaan laboratorium, tindakan intervensi nonbedah untuk jantung, tindakan operasi untuk kanker serta biaya obat-obatan. Biaya penggantian klaim penyakit katastropik berdasarkan INA CBGs lebih besar dibandingkan dengan biaya riil berdasarkan tarif rumah sakit, sehingga untuk penyakit katastropik rumah sakit tidak merugi. Untuk itu pelaksanaan kebijakan rujukan berjenjang bagi peserta Jamkesmas harus diawasi secara ketat sehingga pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin menjadi lebih terjamin

  11. Sistem Perburuan Landak Moncong Panjang (Zaglossus bruijnii pada Masyarakat Kampung Waibem dan Kampung Saukorem Tambrauw, Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tresia Frida Awak

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perburuan landak moncong panjang (Zaglossus bruijnii oleh masyarakat kampung Waibem dan Saukorem, Kabupaten Tambrauw. Penelitian ini dilakukan di Kampung Waibem dan Saukorem selama 1 bulan, yaitu sejak bulan Juli-Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi struktural yang mengacu pada daftar kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya masyarakat Kampung Waibem dan Saukorem melakukan perburuan dengan 3 (tiga tujuan, yaitu untuk dikonsumsi, dijual, dan sebagai hiburan. Masyarakat Kampung Waibem dan Saukorem berburu landak moncong panjang dengan menggunakan jerat, parang, bantuan anjing, dan berburu secara visual (bantuan mata. Waktu berburu landak moncong panjang adalah sehabis hujan, bulan sabit, dan pada malam hari. Pengembangan ekowisata berbasis satwa landak moncong panjang menjadi salah satu strategi untuk menambah pendapatan masyarakat pada kedua kampung serta secara perlahan-lahan mengurangi tingkat perburuan masyarakat. Kata kunci: sistem perburuan, Zaglossus bruijnii, landak moncong panjang, Saukorem Village, Waibem Village   Hunting system of long-beaked echidna (Zaglossus bruijnii by Waibem and Saukorem local communities, Tambrauw Regency, West Papua Abstract The objective of this research was to investigate hunting system of western long-beaked echidna (Zaglossus bruijnii by Waibem and Saukorem Local Communities, Tambrauw Regency in Papua Province of Indonesia during July to August 2014. The observation technique and semi-structural interview were carried out by asking local people through questionnaire and analyzed by descriptive method. The result shows that local people in Waibem and Saukorem villagers generally do hunting for consumption, commercial/sale and hobby. The hunting method used by these communities were lasso, chopping knife, dog, and visual hunting. Hunting time of western long-beaked echidnais

  12. KARAKTERISTIK INTERAKSI MEMBRAN-FOULANT DAN FOULANT-FOULANT SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN FOULING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Susanto

    2012-05-01

    Full Text Available THE CHARACTERISTICS OF MEMBRANE-FOULANT AND FOULANT-FOULANT INTERACTIONS AS THE BASIS FOR CONTROL OF FOULING. Industrial membrane applications for solid liquid and liquid-liquid filtration are limited by fouling and concentration polarization. Because fouling significantly reduces the membrane performance and often changes the membrane selectivity, efforts to overcome the fouling problem are very important from practical applications point of view. This paper presents the basic knowledge required to control fouling and recent development in fouling control including the method developed by the author. Control of fouling can be done by (i commercial membrane modification (post modification by photo-graft polymerization, (ii modification by polymer blending during membrane manufacturing and (iii integration of a pretreatment into membrane processes. The results showed that all the developed methods can significantly reduce the resulting fouling; however, none of the method could totally remove the occurring fouling. The understanding of the membrane-foulant and foulant-foulant interactions is the key to success in control of fouling.Aplikasi teknologi membran untuk pemisahan padat cair di  berbagai industri dibatasi oleh peristiwa fouling yang menyebabkan penurunan laju produk dan perubahan selektifitas membran. Oleh karena itu, pengendalian fouling merupakan upaya yang mutlak harus dilakukan. Makalah ini mempresentasikan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk pengendalian fouling dan perkembangan terkini dalam pengendalian fouling termasuk hasil-hasil yang telah dikembangkan oleh penulis. Pengendalian fouling dilakukan dengan (i modifikasi membran komersial (post modification menggunakan metode photo-grafting, (ii modifikasi dengan pencampuran polimer selama proses pembuatan (polymer blend dan (iii integrasi unit perlakuan awal (pre-treatment dengan proses membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua metode yang dikembangkan dapat

  13. Gaps in Perception on Social Media Use in Crisis Communication Between Vietnamese Organizations and Stakeholders

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuong-Minh Ly-Le

    2018-05-01

    Full Text Available Despite the emergence of social media in many aspects of Vietnamese lives, including marketing and promotional activities, Vietnamese organizations have used little social media in their crisis communication efforts. The organizations are hesitant to adopt social media in crisis communication and prefer to use traditional media because of its controllability and professionalism. However, with the increasing number of organizational crises that started on social media in the past years, it is arguably that Vietnamese stakeholders use social media as one of their main communication channels during crises. Should the organizations use social media in response? Through a series of interviews to PR practitioners and stakeholders in Vietnam, this research aims to find out the similarities and gaps in the perception of social media use for crisis communication between these two groups, and to guide a crisis communication practice that is appreciated by stakeholders.   Bahasa Indonesia Abstrak: Meskipun munculnya media sosial dalam banyak aspek kehidupan Vietnam, termasuk kegiatan pemasaran dan promosi, organisasi Vietnam telah menggunakan sedikit media sosial dalam upaya komunikasi krisis mereka. Organisasi ragu-ragu untuk mengadopsi media sosial dalam komunikasi krisis dan lebih suka menggunakan media tradisional karena pengendalian dan profesionalisme. Namun, dengan meningkatnya jumlah krisis organisasi yang dimulai di media sosial dalam beberapa tahun terakhir, dapat dibilang bahwa pemangku kepentingan Vietnam menggunakan media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi utama mereka selama krisis. Haruskah organisasi menggunakan media sosial sebagai jawaban? Melalui serangkaian wawancara kepada praktisi PR dan pemangku kepentingan di Vietnam, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan kesenjangan dalam persepsi penggunaan media sosial untuk komunikasi krisis antara kedua kelompok ini, dan untuk memandu praktik komunikasi krisis yang

  14. Kajian Pembuatan Permen Jelly dari Buah Tanjung (Mimusops elengi L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nida El Husna

    2018-04-01

    Full Text Available Tanaman tanjung (Mimusops elengi L. merupakan tanaman pelindung yang banyak ditanam diperkarangan kantor, sekolah maupun dipingir-pinggir jalan dan hutan kota. Bagian tanaman tanjung yang biasa dimanfaatkan yaitu bunga, daun, akar dan kulit batang sedangkan buahnya tidak termanfaatkan sama sekali. Buah tanjung memiliki rasa sepat sehingga masyarakat tidak menyukainya. Rasa sepat pada buah bisa dikurangi dengan merendam buah dengan larutan kapur sirih. Salah satu cara yang dilakukan agar buah tanjung tidak terbuang yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur dan konsentrasi gula terhadap karakteristik permen jelly yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur (J dengan 3 taraf yaitu 12 jam (J1, 24 jam (J2 dan 36 jam (J3. Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G dengan 3 taraf yaitu 70% (G1,  90% (G2 dan 110% (G3. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian lama perendaman buah tanjung berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur permen jelly yang dihasilkan. Semakin lama perendaman buah tanjung maka rasa kelat pada buah tanjung akan semakin berkurang. Konsentrasi gula yang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air permen jelly buah tanjung. Semakin besar konsentrasi gula yang ditambahkan maka kadar air permen jelly yang dihasilkan semakin rendah. Interaksi lama perendaman buah tanjung dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rasa permen jelly yang dihasilkan. Berdasarkan nilai organoleptik, buah tanjung yang direndam dengan larutan kapur sirih selama 24 jam dan konsentrasi gula 90% merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan permen jelly buah tanjung, yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 10,58%, p

  15. Metode Barbeau Test dalam Menilai Keutuhan Arteri Radialis Pascaintervensi Koroner Perkutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhusna N

    2017-08-01

    Full Text Available Page Header User Username Password Remember me Editorial Team Editor Policies Mechanism & Ethics Author Guideline Reference Tools: About The Authors Nurhusna N Indonesia F Sri Susilaningsih Purwo Suwigjo Article Tools Print this article Indexing metadata How to cite item Finding References Review policy Email this article (Login required Email the author (Login required Information For Readers For Authors For Librarians Journal Content Search Search Scope Browse By Issue By Author By Title Home About Login Register Search Current Archives Announcements Register Index Contact Us Home > Vol 2, No 1 (2014 > N Metode Barbeau Test dalam Menilai Keutuhan Arteri Radialis Pascaintervensi Koroner Perkutan Nurhusna N, F Sri Susilaningsih, Purwo Suwigjo Abstract Radial artery occlusion merupakan salah satu komplikasi vaskular postkateterisasi jantung trans radial. Kompresi lokal menggunakan alat kompresi setelah tindakan kateterisasi jantung trans radial dapat menurunkan angka kejadian komplikasi vaskular Radial Artery Occlusion(RAO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara metode Barbeau test dan metode pengamatan klinik dalam menilai keutuhan arteri radialis selama proses kompresi pada pasien postprosedur kateterisasi jantung trans radial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi komparatif. Subjek penelitian adalah 20 pasien yang menjalani prosedur kateterisasi jantung dengan akses arteri radialis. Pengukuran dilakukan secara bertahap menit ke-15 dan setelah tiga jam menggunakan alat kompresi stepty-p. Uji komparasi menggunakan uji McNemar. Data univariat dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan penilaian keutuhan arteri radialis antara metode Barbeau testdengan metode pengamatan klinik pada menit ke-15 (p=0.035 dan ke-30 (p=0.035. Namun secara keseluruhan hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna dalam menilai kepatenan arteri pada

  16. AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI AKAR SINGAWALANG (Petiveria alliacea L. TERHADAP JAMUR PENYEBAB KETOMBE DENGAN METODE BROTH MICRODILUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niken Indriyanti

    2013-06-01

    Full Text Available Dandruff was an anomaly of scalp caused by abnormal growth of Pityrosporum ovale. Ketoconazole and sulfuric compounds known as antifungal, include antifungal against Pityrosporum ovale. One of medicinal plant that has polysulfide compounds was Singawalang (Petiveria alliacea L.. Activity of ethanol extract and fraction of singawalang roots tested using microdilution broth method appropriate to Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI standard, then growth profiles determined by colony count. Microdilution test results showed that Singawalang roots extract has antifungal activity against Pityrosporum ovale with Minimum Inhibition Concentration (MIC 16 μg/mL and Minimum Fungicidal Concentration (MFC 64 μg/mL. Fraction that has highest activity against Pityrosporum ovale was n-hexane fraction of Singawalang roots with MIC 16 µg/ml dan MFC 128 μg/mL. The higher activity of the extract predicted that there were some polysulfide compounds have synergic activity.  Key words : singalawang roots, polysulfide, Pityrosporum ovale   ABSTRAK Ketombe adalah suatu keadaan anomali pada kulit kepala disebabkan jamur Pityrosporum ovale dalam jumlah diatas normal. Selama ini antijamur yang digunakan adalah ketokonazol. Selain itu, senyawa sulfur juga diketahui aktif terhadap jamur. Salah satu tanaman yang telah diteliti mengandung senyawa polisulfida adalah tanaman singawalang (Petiveria alliacea L.. Penelitian aktivitasnya terhadap Pityrosporum ovale dilakukan dengan Broth Microdilution sesuai standar Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI. Konsentrasi Hambat Minumum (KHM terkecil ada pada ekstrak dan fraksi n-heksan, yaitu 16 μg/mL, seperempat dari aktivitas ketokonazol. Konsentrasi Fungisidal Minimum (KFM terkecil ekstrak adalah 64 μg/mL, dan pada fraksi n-heksan ekstrak etanol akar singawalang dengan konsentrasi 128 μg/mL. Diduga aktivitas antijamur lebih kuat pada ekstrak karena adanya kombinasi aktivitas beberapa senyawa

  17. Effect of Spirulina platensis Supplementation by Different Concentration in Diet on Red Color Intensity of Kohaku Koi (Cyprinus carpio L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N.B.P Utomo

    2007-01-01

    Full Text Available Kohaku koi (Cyprinus carpio is one of the fancy koi that has a high price.  Red color intensity of kohaku determines its market price.  This study was performed to verify the effect of Spirulina platensis supplementation in diet  with different dosages (1, 3 and 5% on red color intensity of kohaku koi.  The result of study show that inclusion of Spirulina platensis in the diet increased intensity of koi color.  Feeding with  1% of Spirulina platensis enriched paste diet for 5 weeks resulted in  a brighter red color compared to other treatments and control.   Alteration of red color intensity has not been followed by its patch length.  No effect of Spirulina supplementation on koi growth by weight and length were observed. Keywords: Spirulina platensis, color, kohaku, koi, Cyprinus carpio   ABSTRAK Ikan koi kohaku (Cyprinus carpio L merupakan salah satu jenis ikan koi yang memiliki harga tinggi.  Kecerahan warna merah ikan koi kohaku menentukan harga jualnya.  Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina platensis in the diet dengan dosis berbeda (1, 3 dan 5% terhadap kualitas warna merah koi kohaku.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Spirulina platensis melalui pakan dapat meningkatkan kualitas warna pada ikan koi. Pemberian pakan berupa pasta yang diperkaya dengan Spirulina platensis sebanyak 1% selama 5 minggu menghasilkan warna merah lebih cerah dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol. Perubahan warna yang terjadi tidak diikuti oleh perubahan panjang bercak warnanya. Penambahan Spirulina pada pakan tidak berpengaruh pada pertumbuhan berat dan panjang ikan koi. Kata kunci: Spirulina platensis, warna, kohaku, koi, Cyprinus carpio

  18. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY (CSR DI PERUSAHAAN PENGEBORAN MINYAK PETROCINA KABUPATEN BOJONEGORO - JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukriyah Kustanti

    2011-06-01

    Full Text Available Pada dasarnya Corporate Social Responsibility (CSR membawa misi organisasi dan panduan untuk berdirinya suatu perusahaan yang menjujung tinggi kepada para konsumennya. Perusahaan-perusahaan mulai menerapkan etika bisnis yang merupakan salah satu bentuk bisnis yang memperhatikan Pembangunan Berkelanjutan yang menekankan pada sinergi antara tiga aspek yakni aspek lingkungan hidup, aspek keuangan serta aspek sosial yang dikenal oleh perusahaan-perusahaan dengan sebutan Triple bottom line. JOB Pertamina – PetroChina East Java yang berada di Kabupaten Bojonegoro ini adalah Perusahaan Penanam modal asing yang bergerak pada kegiatan pemboran dalam rangka eksplorasi sumur minyak yang dilaksanakan mulai Juni 2007 hingga saat ini. Perusahaan ini sudah melaksanakan kajian lingkungan yang diharuskan oleh Lembaga Lingkungan Hidup. Oleh karena itu peneliti ingin melihat dampak dari penerapan etika sosial ekonomi yang sudah dilaksanakan selama ini. Permasalahan penelitian melihat sejauh mana implementasi dan evaluasi program CSR yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan ini. Manfaat penelitian adalah bisa digunakan sebagai data base pemerintah dalam hal etika bisnis perusahaan serta untuk mengukur kinerja perusahaan petrocina dalam melaksanakan nilai-nilai sosial ekonomi pada masyarakat. Hasil penelitian Corporate Sosial Responsibility (CSR JOB Pertamina – PetroChina East Java, yang sudah dilaksanakan sejak dilaksanakannya kegiatan pemboran di lapangan Sukowati, sebagai tanggung jawab sosial perusahaan dalam menejemen lingkungan hidup. Bentuk/wujud dari Corporate Sosial Responsibility (CSR yang dilaksanakan JOB Pertamina-Petro Cina adalah pemberian tali asih, dana Community Development serta perekrutan tenaga kerja masyarakat lokal dalam perusahaan tersebut. Evaluasi terhadap pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility (CSR, tidak ada aspek kecenderungan kritis seperti sikap aksi protes dan demo masyarakat.

  19. PENGEMBANGAN METODE STERILISASI PADA BERBAGAI EKSPLAN GUNA MENINGKATKAN KEBERHASILAN KULTUR KALUS KENCUR (Kaemferia galangal L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Shofiyani

    2015-06-01

    Full Text Available Dewasa ini penggunaan obat tradisional yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan dimasyarakat semakin meningkat sebagai dampak dari konsep hidup kembali ke alam (back to nature. Salah satu tumbuhan yang dikembangkan sebagai tanaman obat di Indonesia adalah kencur (Kaemferia galanga. Kencur banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu, fitofarmaka, industri kosmetika,penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut karena rimpangnya mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain saponin, flavonoid, fenol serta minyak atsiri (Syamsuhidayat dan Johnny, 1991. Tahap awal keberhasilan kultur kalus yang dilakukan tidak lepas dari ketepatan pemilihan bahan dasar eksplan yang akan digunakan dan juga teknik sterilisasi yang dilakukan selama kultur kalus. Ketepatan pemilihan sterilan dan lamanya waktu pemberian sterilan pada berbagai macam eksplan ternyata memberikan respon yang berbeda. Penelitian ini merupakan upaya dalam perolehan metode sterilisasi yang tepat pada berbagai macam sumber eksplan berupa daun, akar dan irisan rhizome dalam media MS yang digunakan dalam kultur in vitro khususnya kultur kalus tanaman kencur (Kaemferia galanga, sehingga akan diperoleh metode sterilisasi yang sesuai untuyk perbanyakan kalus kencur. Hasil penelitian menujukkan bahwa kombinasi perlakuan yang efektif untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan sumber kontaminasi adalah Natrium hipoklorit (NaOCl 10 %, 5 menit + Alkohol 70 % ,1 menit pada eksplan daun, kombinasi perlakuan Natrium hipoklorit (NaOCl 5 %, 5 menit + Alkohol 70 % ,1 menit untuk eksplan akar dan kombinasi perlakuan Alkohol 70 % ,1 menit + Kaporit (Ca(ClO2 6%, 20 menit untuk eksplan rimpang kencur. Sumber kontaminan yang dominan tumbuh adalah bakteri dan jamur dari jenis Mucor dan Rhizopus dengan cirri

  20. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI B PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK PGRI II SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nani Mediatati

    2012-06-01

    Full Text Available Hasil pengamatan peneliti terhadap pembelajaran PKn di kelas XI B SMK PGRI II Salatiga, nampak bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam menyampaikan materi. Pembelajaran lebih berpusat pada guru dan menekankan pada pembelajaran secara individual, sehingga tingkat keaktifan siswa rendah (34,25% dari seluruh siswa di kelas . Hal ini juga berdampak kepada rendahnya hasil belajar yang mencapai 62,17 persen siswa di bawah KKM ( 75 . Terkait masih rendahnya keaktifan siswa serta rendahnya hasil belajar siswa tersebut, maka dilakukan PTK sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together, sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang lebih tepat. Indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa meningkat lebih dari 80 persen dari jumlah siswa dan hasil belajar siswa mencapai KKM (≥ 75 meningkat 100 persen. Selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together keaktifan belajar siswa dapat meningkat, karena siswa diberdayakan dan diberi kepercayaan untuk kritis dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Ketercapaian persentase rata-rata keaktifan belajar siswa mencapai 71,4 persen pada siklus I yang lebih baik dari rata-rata keaktifan belajar siswa pada pra siklus yang hanya mencapai 34,25 persen saja, pada siklus II meningkat menjadi 91,4 persen. Dampak positif dari meningkatnya keaktifan belajar siswa adalah pada hasil belajar siswa yang juga meningkat, semula nilai rata-rata 72,43 pada pra siklus menjadi 75,86 pada siklus I dan 80,92 pada siklus II. Ketercapaian KKM (75, semula 37,83 persen pada pra siklus meningkat menjadi 81,08 persen pada siklus I dan menjadi 100 persen pada siklus II.

  1. EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA PATIN HASIL HIBRIDISASI ANTARA BETINA IKAN PATIN SIAM ( Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 DENGAN JANTAN IKAN PATIN JAMBAL ( Pangasius djambal Bleeker, 1846 DAN JANTAN PATIN NASUTUS ( Pangasius nasutus Bleeker, 1863

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2011-08-01

    Full Text Available Pengembangan budidaya ikan patin jambal maupun ikan patin nasutus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor patin daging putih sulit direalisasikan karena keterbatasan fekunditas dan pematangan gonad induk betinanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas patin daging putih adalah melalui hibridisasi, yakni hibridisasi antara betina patin siam dengan jantan patin jambal maupun jantan patin nasutus. Hal ini dikarenakan patin siam memiliki keunggulan fekunditas yang tinggi, sedangkan patin jambal maupun patin nasutus memiliki keunggulan daging yang putih. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik patin hibrida tersebut, termasuk pada tahap-tahap awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik embriogenesis dan perkembangan ontogeni morfologis larva patin hibrida tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa embriogenesis patin hibrida siam-jambal dan hibrida siam-nasutus serupa, tetapi perkembangan patin hibrida siam-nasutus sedikit lebih cepat. Pada suhu 28oC-29oC, larva patin hibrida siam-nasutus mulai menetas 20 jam setelah fertilisasi, berukuran panjang total 3,34±0,14 mm, dengan kantung kuning telur berukuran 0,71±0,28 mm3 yang terserap 50% pada umur 24 jam dan relatif habis terserap pada umur 54 jam. Larva patin hibrida siam-jambal mulai menetas 21 jam setelah fertilisasi, berukuran panjang total 3,47±0,13 mm, dengan kantung kuning telur berukuran 0,42±0,08 mm3 yang terserap 50% pada umur 30 jam dan habis terserap pada umur 60 jam. Perkembangan larva kedua patin hibrida tersebut hingga menyerupai morfologi ikan patin dewasa juga relatif serupa, tetapi patin hibrida siam-nasutus menunjukkan keragaan pertumbuhan yang lebih bagus, menghasilkan heterosis berdasarkan pertambahan panjang total selama 10 hari masa pemeliharaan sebesar 20,20%, sedangkan pada patin hibrida siam-jambal sebesar -4,15%.

  2. PRODUKSI BIOGAS DARI SAMPAH BUAH DAN SAYUR : PENGARUH VOLATILE SOLID DAN LIMONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Piyantina Rukmini

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak- Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sedang dikembangkan dan sumber energi yang terbarukan. Bahan baku yang digunakan adalah kulit jeruk busuk (Citrus sinensia osbeck dan kobis (Brassica oleracea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volatile solid dan limonen terhadap produksi biogas. Penelitian menggunakan erlenmeyer 500 mL sebanyak 6 buah, waterbath, manometer air, dan thermometer. Volume total digester 350 mL. Penelitian dilakukan dengan cara menghancurkan bahan baku supaya lebih mudah didegradasi oleh bakteri. Oksigen yang bersifat toxic bagi bakteri anaerobik, dapat dihilangkan dengan penambahan N2 dalam digester pada awal operasi. Penelitian dilakukan pada kondisi mesofilik (30 – 400C selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada digester yang memiliki VS sama (T1 dan T3 dengan 15% VS, dan T2 dan T4 dengan 20% VS, dengan konsentrasi kulit jeruk/limonen berbeda (T1= 114ppm< T3= 170ppm, dan T2= 152ppm

  3. Inkarnasi:Realitas Kemanusiaan Yesus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peniel C.D. Maiaweng

    2015-03-01

    Full Text Available Inkarnasi adalah doktrin Kristen yang bersumber pada Alkitab, yaitu Firman adalah kekal, Ia bersama Allah, Ia adalah Allah, dan Ia menjadi manusia.  Ia adalah Anak Tunggal Bapa yang menjadi manusia yang sempurna.  Kehadiran-Nya di bumi menyatakan Bapa dan melaksanakan kehendak Bapa, yaitu mengerjakan keselamatan bagi orang berdosa melalui kehidupan, pelayanan, kesengsaraan, penyaliban, dan kematian di Kayu Salib.  Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Yesus selama Ia berada di bumi berkaitan langsung dengan keselamatan manusia. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia telah menunjukkan realita kemanusiaan-Nya, relasi sosial-Nya, pelayanan-Nya, dan mempersiapkan para murid sebagai pemimpin yang meneruskan pelayanan yang telah dilaksanakan-Nya dan melaksanakan pemberitaan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dunia.Incarnation is a Christian doctrine which originates from the Bible and which explains that the Word is eternal, the Word was together with God, the Word was God, and the Word became human. The Word is the one and only Son of the Father who became the perfect man. His coming to earth manifested the Father and implemented the will of the Father, that is, effected the salvation of sinful man through His life, ministry, suffering, death on the Cross, and resurrection. All of the events that happened in the life of Jesus as long as He was on earth are directly related to the salvation of mankind. Before Jesus ascended to heaven, He showed the reality of His humanity through His social relationships and His ministry, and prepared the disciples as leaders to continue the ministry that He initiated and to promulgate the preaching that Jesus is the one and only Savior of the world.

  4. PENGUKURAN NILAI TUKAR NELAYAN DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Budiono

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian  bertujuan untuk mengukur nilai tukar nelayan dan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Data yang didapat dengan metode survei,  sedangkan data sekunder  dari instansi pemerintah terkait.  Nilai tukar nelayan yang diukur selama bulan nopember 2012 – pebruari 2013.  Penelitian menggunakan formula Indeks Laspeyres yang dikembangkan dan pengujian dengan teori ekonomi kesejahteraan. Perhitungan nilai tukar nelayan dalam  penelitian didapatkan enam  formula, yaitu (1 NTN-pemilik  (2 NTN-perseorangan  (3 NTN-juragan (4 NTN-ABK terampil (5 NTN- ABK biasa  dan (6 NTN-tradisional.  Hasil penelitian memperlihatkan NTN Kabupaten Tanah Laut berada diatas seratus dan INTN berada diatas satu.  Sedangkan tingkat ekonomi kesejahteraan nelayan mengalami kenaikan. Purpose of the research was to measure trade turn and economic welfare of  fisherman living  in the Sea Land Regency  South Borneo Province.  The research use descriptive method in valving that primary data were obtained by survey and secondary data oven collected from relevant government agencies.  Exchange rate index of thratmen was measured during 4 months (November 2012 – February 2013.  Index formulation was developed Laspeyres the economic welfare of the fisherman. Analysis of fisherman trade term found 6 formulation, in cloding (1 NTN-owner (2 NTN-individual (3-NTN squire (4 NTN-skilled crew (5 NTN-ordinary crew and (6 NTN-traditional. Research results showed that NTN for Tanah Laut district was above 100  and INTN was above 1.  Eventhough economic welfare of fisherman was increase.

  5. ESTIMASI KETINGGIAN PLANETARY BOUNDARY LAYER INDONESIA MENGGUNAKAN DATA ECMWF REANALYSIS ERA-INTERM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Fitriani

    2018-03-01

    Full Text Available Planetary Boundary Layer (PBL merupakan bagian dari troposfer yang mendapat pengaruh secara langsung dari permukaan bumi, yang memiliki peranan penting dalam iklim, cuaca dan kualitas udara. PBL dikenal sangat sulit untuk diobservasi dari luar angkasa dikarenakan strukturnya yang sangat kompleks dan berubah-ubah. Salah satu properties yang paling relevan dan fundamental untuk diselidiki adalah ketinggian PBL. Ketinggian PBL dihitung menggunakan tujuh metode berbasis gradien dari kelembaban relatif (RH, temperatur virtual (Tv, temperatur potensial ( , temperatur potensial virtual ( , kelembaban spesifik (q, refraktiviti atmosfer (N, dan Kecepatan angin (V yang diperoleh dari data ECMWF Reanalisis Era Interm selama enam bulan di wilayah 100LU–100LS, 900BT –1500BT dengan resolusi spasial 2.50 x 2.50. Beberapa metode menunjukkan hasil yang indentik untuk ketinggian PBL pada waktu dan tempat tertentu. Metode gradien  dan V konsisten memberikan ketinggian PBL yang tinggi, sementara metode q dan N menghasilkan ketinggian PBL terendah signifikan. Tingginya variasi bulanan dan harian umumnya ditemukan diseluruh wilayah daratan, sedangkan wilayah lautan relatif konstan. Beberapa sumber dari kedua parametrik dan struktur ketidakpastian dari nilai ketinggian PBL diestimasi secara statistik menggunakan lima uji statistik, yaitu uji Student’s t, Uji F, Uji Kormogoorv Sminorv, Uji Korelasi Pearson, dan Uji Korelasi NonParametrik Spearman. Ditemukan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara ketujuh metode. Rata-rata median ketinggian PBL berbeda ratusan hingga ribuan meter untuk kebanyakan metode yang dibandingkan. Estimasi ketinggian PBL di Indonesia menggunakan metode RH berada di ketinggian 2000 m-4000m pada siang hari dan pada malam hari berada di bawah 2500  m.

  6. Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jahn Leonard Saragih

    2013-09-01

    Full Text Available Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.

  7. BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astuti Astuti

    2016-01-01

    Full Text Available Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan  kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia.  Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian  yang berakhlak  mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. THE   GUIDANCE  OF   PRAYER AS   MEDIA  CHANGES PRIORITISING Shalat  is one  vertical communication media  to Allah. Can raise awareness of human  identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans  feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil.  This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others.

  8. PENENTUAN RECEIVED DATE DENGAN LOAD-ORIENTED MANUFACRURING CONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini

    2012-02-01

    Full Text Available Salah satu kunci kompetitif sebuah perusahaan make to order adalah ketepatan dalam pemenuhan waktu penerimaan pesanan pada konsumen yang telah dijanjikan perusahaan ( received date. Penentuan received date yang selama ini dilakukan oleh JI  kurang tepat karena hanya memperkirakan waktu sekitar 10 – 12 minggu tanpa mempertimbangkan faktor produksi. Penelitian ini merancang received date dengan model load-oriented manufacturing control dimana penentuan received date didasarkan pada perhitungan manufacturing lead time yang mempertimbangkan waktu pengiriman order ke konsumen, kapasitas yang tersedia pada tiap stasiun kerja, waktu proses pada stasiun kerja dan aliran produksi di lantai produksi. Hasil validasi perhitungan  penentuan received date order sesuai  dengan sistem produksi PT JI dan lebih valid dibanding sistem awal. Kata kunci : make to order, received date, manufacturing leadtime, load-oriented manufacturing control   One of the competitive key of a make to order company is the accuracy in fulfilling orders which has been promised by the company towards the consumers (received date. Determining received date which has been applied by JI recently is not sufficient because it only predicts 10-12 weeks of time without considering production factors. This research designs received date with load-oriented manufacturing control model where determining received date is based on calculating manufacturing lead time that considers the time needed to deliver orders to the consumer, capacity available for each work station, work station process time, and production flow within the production floor.  Validation results from the calculations for determining received date order is adjusted to PT JI  production system and is more valid than the first system. Keywords : make to order, received date, manufacturing leadtime, load-oriented manufacturing control

  9. PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemas Ridhuan

    2016-08-01

    Full Text Available Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

  10. Effect of Vapor Heat Treatment on the Mortality of Bactrocera dorsalis (Diptera: Tephritidae and the Quality of Mango cv. Arumanis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wulan Widya Lestari

    2017-07-01

    Full Text Available Arumanis is a superior export variety mango from Indonesia. One inhibiting factor on the production of this fruit variety is the infestation of Bactrocera dorsalis (Diptera: Tephritidae fruit fly. Vapor heat treatment was recommended by ISPM No. 28 of 2007 as an effective treatment in eradicating fruit flies. This research was aimed to find out the optimum temperature and the duration of vapor heat treatment on the mortality of egg and larvae of B. dorsalis. The experiment was conducted in the Laboratory of Vapor Heat Treatment, BBPOPT, Jatisari, from October 2016 to January 2017. The observed parameters were temperature, duration of treatment, mortality of egg and larvae of fruit fly, and fruit quality. The results showed that vapor heat treatment at 47°C for 40 minutes (min was effective to reduce the number of eggs and larvae of B. dorsalis and had no negative impact on the fruit quality.   Intisari Buah mangga varietas Arumanis merupakan varietas mangga ekspor unggulan Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi buah mangga varietas Arumanis adalah lalat buah B. dorsalis (Diptera: Tephritidae. Perlakuan uap panas direkomendasikan oleh ISPM Nomor 28 tahun 2007 sebagai tindakan perlakuan yang efektif dalam mengeradikasi lalat buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu optimum perlakuan uap panas terhadap mortalitas telur dan larva B. dorsalis pada buah mangga varietas Arumanis tanpa merusak kualitas buah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Vapor Heat Treatment, BBPOPT, Jatisari, pada Oktober 2016 sampai dengan Januari 2017. Parameter yang diamati adalah suhu, lamanya waktu perlakuan, mortalitas telur dan larva lalat buah, dan kualitas buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan uap panas pada suhu 47°C selama 40 menit terbukti efektif membunuh telur dan larva B. dorsalis dan tidak berdampak negatif terhadap kualitas buah.

  11. PENGARUH INFUS BUAH PARE (Momordica charantia L TERHADAP KELENJAR PROSTAT TIKUS PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wien Winarno

    2012-10-01

    Full Text Available Buah pare (Momordica charantia L.. selain dikenal sebagai sayuran juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa perasan buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. Sebagai kontrasepsi pria, buah pare terbukti menyebabkan abnormalitas struktur morfologi sperma dan menurunkan kadar testosteron darah. Ekstrak buah pare secara invitro menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Buah pare mengandung momordisin, momordin, asam resinal dan sterol. Berdasarkan efeknya yaitu dapat menurunkan hormon testosteron, dan secara invitro menghambat sel-sel kanker prostat dan adanya kandungan sterol, maka dilakukan penelitian Pengaruh infus buah pare (M. charantia L. terhadap kelenjar prostat tikus putih. Penelitian menggunakan hewan coba tikus putih, galur Wistar dengan bobot badan 180-200 gram. Rancangan penelitian yang digunakan "Rancangan Acak Lengkap". Bahan yang diteliti berupa infus buah pare dengan dosis pemberian 625 mg, 1250 mg, 2500 mg dan 5000 mg/kg bb. Sebagai pembanding digunakan akuades. Bahan diberikan secara oral, satu kali sehari selama 30 hari. Hari ke-31 hewan dibunuh, diambil kelenjar prostatnya untuk dibuat preparat histopatologi. Pengamatan meliputi berat dan ketebalan sel epitel kelenjar prostat. Hasilnya, pemberian infus buah pare pada semua dasis dibandingkan dengan akuades (kontrol berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap berat kelenjar prostat. Sementara infus buah pare dosis 2500 mg/kg bb. berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap tebal set epitel kelenjar prostat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infus buah pare dapat menurunkan berat kelenjar prostat normal dan menipiskan sel epitel dari kelenjar prostat.   Kata kunci : pare, Momordica charantia L., kelenjar prostat

  12. Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwanto -

    2014-01-01

    Full Text Available Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK. Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D. Tahap-tahap penelitian meliputi (1 studi pendahuluan; (2 pengembangan PCK; (3 validasi PCK; dan (4 pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK. The research method used was a research & development (R & D, with the stages of (1 preliminary study, (2 development of PCK, (3 validation PCK, and (4 product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.

  13. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  14. Analisis Kelayakan Implementasi Teknologi LTE 1.8 GHz Bagi Operator Seluler di Indonesia [Feasibility Analysis of LTE 1.8 GHz for Mobile Operators in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ariyanti

    2015-06-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan layanan data mendorong operator telekomunikasi berusaha mengimplementasikan jaringan akses broadband yang lebih handal.  Teknologi LTE merupakan salah satu teknologi dengan kecepatan mencapai tiga kali dibanding teknologi HSDPA, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan data mobile. Refarming frekuensi 1.8 GHz  untuk penerapan teknologi LTE memberikan efisiensi karena tidak perlu membayar BHP lagi untuk menyewa frekuensi baru. Teknologi 2G GSM selama ini juga semakin ditinggalkan, masyarakat di daerah perkotaan cenderung lebih banyak menggunakan layanan data.  Sebelum diterapkannya teknologi LTE pada frekuensi 1.8 GHz perlu adanya kajian untuk mengetahui kelayakan teknologi LTE pada frekuensi 1.8 GHz. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan cost-benefit analysis implementasi LTE pada frekuensi 1.8 GHz.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitataif yang didukung dengan data kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimal bandiwdth yang diperlukan agar implementasi LTE layak digunakan adalah 15 MHz.  Meskipun tanpa Global Frequency Returning, penggunaan bandwidth 10 MHz tidak layak digunakan untuk implementasi LTE.      *****The incresing of data demand drives mobile operators to implement more reliable broadband access network. LTE technology has downlink peak rate up to three times than HSDPA,  hence it may fulfill the mobile data user requirement. Frequency 1.8 GHz refarming can be implemented to provide efficiency because They do not need to pay licence fee for leasing new frequency. GSM technology will be abandoned since it is not growing anymore. Besides that, dense urban users tend to use data mobile.  Before implementing LTE technology  on 1.8 GHz frequency, It is necessary to analysis the feasibility such technology. This research used qualitative method supported by quantitative  approach.  The result of this research showed that minimum bandwidth to implement 1.8 GHz LTE

  15. ANALISIS PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA CV. CITRA JEPARA FURNITURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darminto Pujotomo

    2012-02-01

    Full Text Available CV. Citra Jepara adalah perusahaan furnitur ekspor. Pada masa itu, perusahaan hanya melihat level keuntungan untuk mengkaji perusahaan telah berjalan lebih baik atau kebalikannya. Hasil persepsi membuat perusahaan hanya sedikit memperhatikan efisiensi pemakaian sumber daya yang dimiliki (input sehingga perusahaan membutuhkan biaya besar untuk melakukan aktivitas perusahaan.Penelitian ini mempelajari evaluasi produktivitas perusahaan dan pengukuran serta hubungan antara level produktivitas dengan level profitabilitas (kemampuan perusahaan untuk menciptakan laba yang dapat dicapai oleh perusahaan.Hasil penelitian ini tentang pengukuran produktivitas parsial memperlihatkan level produktivitas berubah-ubah dan masih memerlukan usaha peningkatan produktivitas parsial terutama dalam pemakaian masing-masing input dengan efisien. Level Total Factor Productivity selama perioda pengukuran memperlihatkan level pertumbuhan positif. Ini melukiskan perusahaan sukses dalam mengelola input tenaga kerja dan modal kolektif yang dimiliki. Level Total Productivity selama perioda pengukuran menunjukkan level pertumbuhan yang berubah-ubah. Ini melukiskan perusahaan itu belum dapat mengelola input yang dimiliki keseluruhan dengan sukses. Untuk melukiskan hubungan antara produktivitas total dengan profitabilitas dari hasil penelitian bisa diketahui faktor produktivitas (0,998 mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan pemulihan harga (0,457 untuk peningkatan profitabilitas perusahaan selama kurun waktu satu tahun perioda pengukuran. Diperlukan usaha untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan untuk periode mendatang disertai usaha untuk meningkatkan produktivitas yang memusatkan pada peningkatan produktivitas material dan produktivitas modal sebagai input yang sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan dengan cara berkelanjutkan dan berkesinambungan. Kata kunci: pengukuran evaluasi dan produktivitas, profitabilitas    CV. Citra Jepara is an export furniture

  16. PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulata UNTUK ADSORBSI PEWARNA REMAZOL BRILLIANT BLUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asriningtyas Ajeng Erprihana

    2014-12-01

    Full Text Available Limbah kulit jeruk keprok (Citrus reticulata sering dijumpai di industri pembuatan berbagai macam minuman seperti jus, sirup, dan sari buah. Limbah kulit jeruk ini hanya akan dibuang begitu saja dengan jumlah banyak, dan pada akhirnya limbah ini akan mencemari lingkungan. Salah satu upaya peningkatan nilai ekonomis limbah kulit jeruk dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karbon aktif dari kulit jeruk keprok dengan aktivasi kimia, luas permukaan, serta mengetahui kemampuannya dalam mengadsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue. Kulit jeruk yang telah dibersihkan dari kotoran, dikeringkan menggunakan oven pada suhu 120oC selama 3 jam. Aktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah H3PO4 dengan rasio massa aktivator : massa karbon 1:1. Aktivasi dilakukan pada temperatur 600oC selama 1 jam, kulit jeruk kemudian dicuci dengan aquades dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 150oC selama 6 jam. Setelah itu, dilakukan uji bilangan iodin terhadap sampel hasil penelitian. Adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif kulit jeruk dilakukan dengan variasi waktu kontak dan massa karbon aktif untuk mencari kondisi adsorpsi optimum. Kondisi optimum adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif pada kulit jeruk keprok pada waktu kontak 30 menit dengan massa karbon aktif 1 gram. Karbon aktif dari kulit jeruk keprok memiliki luas permukaan karbon aktif sebesar 529,17 mg/g berdasarkan daya serapnya terhadap larutan iodin. Orange peel (Citrus reticulate waste is often found in industrial manufacturing various kinds of beverages such as juice, syrup, fruit juice. Orange peel waste is just be thrown away with the lot number, and in the end of this waste will pollute the environment. One of the efforts to increase the economic value of orange peel waste by using the process which convert waste into activated carbon. This research aims are to produce activated carbon

  17. The effects of benzil amino purin (BAP and gibberellin with in vitro seedling growth of pulesari (Alyxia reinwardtii Bl

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Sudrajad

    2016-12-01

    Full Text Available Latar belakang: Status kelangkaan pulesari (Alyxia reinwardtii Bl. termasuk rawan (vulnerable karena tingginya permintaan dan mahalnya harga menyebabkan eksploitasi pulesari di hutan meningkat sedangkan upaya konservasi dan budidayanya belum ada. Selama ini perbanyakan pulesari hanya mengandalkan biji di alam. Benih pulesari persentase perkecambahannya tergolong sangat rendah, waktu lama dan sulit diperbanyak secara vegetatif. Memperhatikan sulitnya mendapatkan bibit pulesari secara konvensional maka perlu dilakukan dengan cara kultur jaringan. Metode: Penelitian dilakukan di laboratorium kultur jaringan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu selama tiga bulan. Bibit A. reinwardtii Bl. diperoleh dari Pringgondani Forest, Tawangmangu. Biji kupas dan dikeringkan selama lima hari, dicuci menggunakan aquadest steril, direndam pada 0,5% Agrept 5 menit kemudian pada 2,125% natrium hipochorida 5 menit dan dibilas menggunakan aquades steril. Media Murashige dan Skoog (MS disiapkan sesuai komposisi. Penelitian ini rancangan acak lengkap (RAL pola faktorial. Faktor pertama konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP pada konsentrasi 3, 4 dan 5 mg/l dan faktor kedua konsentrasi giberelin dari 1, 2 dan 3 mg/l. Media MS yang dimodifikasi dengan penambahan BAP konsentrasi 3, 4, dan 5 mg/l dan giberelin konsentrasi 1, 2, dan 3 mg/l sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan zat pengatur tumbuh BAP  mg/l dan giberelin 2 mg/l pada media MS terbentuk tunas dan akar. Tunas terbentuk pada 30 hari setelah tanam dengan tinggi 2 cm dan akar muncul pada 45 hari setelah tanam dalam satu kali percobaan. Kesimpulan: Pulesari (Alyxia reinwardtii Bl. dapat diperbanyak melalui kultur jaringan menggunakan biji sebagai eksplan. Kaca kunci : pulesari, Alyxia reinwardtii Bl, BAP dan giberelin Abstract Background: Alyxia reinwardtii Bl. in natural habitat becomes rare and reaches

  18. The concentration of optimum dissolved oxygen levels for growth of mangrove crab Scylla serrata seed in recirculation system

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Faturrohman

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT This study aimed to determine optimum dissolved oxygen (DO through the addition of aeration and to evaluate the role of dissolved oxygen on production performance and stress responses of mangrove crab Scylla serrata. Experimental design used was complete randomized design with four treatments namely no aeration (A, one point aeration (B, two points aeration (C, and three points aeration (D. All treatments replicated three times. The crab with the average of body weight 45.6±2.1 g/individual cultured in a plastic box (40×30×30 cm3. The stocking densities was 10 crab/box. Crab was cultured within 42 days and were fed two times a day by restricted method (15% of the total biomass. The result showed that C treatment produced 5.51 mg/L dissolved oxygen and gave the best result of mangrove crabs production performance  with 60% survival, 0.83±0.03 g/day absolute growth rate and food conversion ratio 1.1. It also showed good response to the stress that indicated by the cortisol level (10.159 µg/dL. The best results of coefficient of diversity showed by D treatment that was 13.5%. The water quality during study period was fluctuative as affected by different dissolved oxygen value. Keyword: mangrove crabs, dissolved oxygen, production performance  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menentukan kadar oksigen terlarut (OT atau dissolved oxygen (DO yang optimum melalui penentuan titik aerasi serta mengevalusi peranan oksigen terlarut terhadap kinerja produksi dan respons stres kepiting bakau Scylla serrata. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat pelakuan (penambahan titik aerasi dengan rincian A, tidak menggunakan titik aerasi; B, satu titik aerasi; C, dua titik aerasi dan D, tiga titik aerasi dan tiga ulangan. Kepiting bakau yang digunakan memiliki berat rata-rata 45,6±2,1 g/ekor dengan padat tebar 10 ekor/wadah. Wadah yang digunakan selama pemeliharaan adalah bak fiber plastik yang berukuran 40

  19. Novel development of carbonate apatite-chitosan scaffolds based on lyophilization technique for bone tissue engineering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maretaningtias Dwi Ariani

    2012-09-01

    pembentukan tulang, telah dikembangkan suatu scaffolds yang menggabungkan kitosan dengan carbonate apatite (CA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat carbonate apatite-chitosan scaffolds (CA-ChSs serta mengevaluasi osteokonduktivitas CA-ChSs dari sudut pandang proliferasi sel. Metode: Chitosan scaffolds (ChSs dibuat dengan prosedur berikut ini. Dua puluh lima, 50, 100, 200 dan 400 mg bubuk kitosan dilarutkan dalam 5 ml asam asetat (CH3COOH 2%, dikocok selama 15 menit dan dinetralkan dengan 15 ml 0,1 M larutan sodium hidroksia (NaOH. Setelah sentrifugasi, gel kitosan dikemas ke dalam cetakan teflon kemudian dibekukan pada suhu -80°C selama 2 jam dan dikeringkan dalam mesin beku kering pada suhu -54°C selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan radiasi ultraviolet pada ChSs selama 2 jam. Untuk membuat CA-ChSs, dipilih ChSs yang berisi 200 mg bubuk kitosan. Setelah dinetralisir, 50 mg dari 0.06 M CA ditambahkan ke dalam kitosan gel yang berisi 200 mg bubuk kitosan. Struktur CA-ChSs diamati dengan scanning electron microscope (SEM. Proliferasi mouse osteoblast-like cell (MC3T3-E1 dalam ChSs dan CA-ChSs dievaluasi pada hari ke-1, 7 dan 14. Hasil: CA-ChSs dengan struktur tiga dimensi yang berpori dapat diamati dengan jelas menggunakan SEM. Jumlah pertumbuhan dan perkembangan sel pada CA-ChSs secara signifikan lebih banyak dibandingkan pada ChSs (kontrol pada setiap tahap pengamatan di hari ke-1, 7, 14 dan 21 (p<0.05. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa CA-ChSs mempunyai struktur tiga dimensi dengan pori-pori yang saling berhubungan satu sama lain dan dapat meningkatkan proliferasi osteoblast. Hal ini menunjukkan bahwa CA-ChSs adalah kandidat untuk rekayasa jaringan tulang.

  20. Final Environmental Impact Statement. Permit Application by United States Steel Corp., Proposed Lake Front Steel Mill, Conneaut, Ohio. Volume 2.

    Science.gov (United States)

    1979-01-01

    route before reaching Lake Erie; and their flood plains contain the bulk of sefo prune areas in the Pennsylvania Coastal Communities. The U.S...leading variety, while sour cherries rank second. Other fruit crops of importance include cherries, peaches, apples, plums, prunes , and pears. Although...Lakefront Site (Spring, Summer and Fall) Species Common Name Spring Summer Fall Order Marsupialia Didelphis virginiana Virginia opossum X X X Order

  1. Peroxide alkaline for cleansing the baby bottle nipple to prevent oral thrush relaps

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maharani Laillyza Apriasari

    2013-06-01

    peroxide alkaline for five minutes, then it was washed with antiseptic soap, and soaked it in boiling water. Conclusion: The baby bottle nipple sterilization on the case of Oral thrush can not only by boiling in the water, but it must be keep in the antiseptic solution before boiled in the water. It was for preventing oral thrush relaps.Latar belakang: Kandidiasis rongga mulut merupakan infeksi opurtunistik yang sering terjadi pada mukosa mulut. Banyak faktor predisposisi yang menyebabkan Candida yang awalnya merupakan flora normal dalam rongga mulut berubah menjadi organisme patogen. Kandidiasis rongga mulut dibagi menjadi infeksi primer dan sekunder. Infeksi primer terjadi pada rongga mulut dan sekitarnya, sedangkan infeksi sekunder akan diikuti oleh manifestasi mukokutan secara sistemik. Oral thrush adalah salah satu dari infeksi primer candidasis. Beberapa faktor predisposisinya adalah pada bayi, orang tua atau microflora rongga mulut terganggu karena pemakaian jenis antibiotik spektrum luas. Diagnosis akhir didapatkan dari pemeriksaan kultur jamur, meskipun diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan klinis melalui hapusan lesi pesudomembran putih. Tujuan: Laporan kasus ini tentang pentingnya penggunaan antiseptik untuk sterilisasi dot botol bayi untuk mencegah kekambuhan oral thrush dan menunjukkan alkalin peroxida sebagai alternatif bahan antiseptik untuk sterilisasi dot botol bayi, yang mampu mengganti Klorheksidin glukonat 0,2%. Kasus: Pasien adalah bayi perempuan usia 15 bulan, selama sakit batuk pilek mendapat obat dari dokter spesialis anak amoxycillin 125 mg yang diberikan 3 kali sehari selama 10 hari. Selanjutnya tampak plak putih pada lidah. Terapi yang diberikan adalah Gentian Violet 1% yang oleskan 4 kali sehari selama 10 hari pada dorsum lidah. Hal ini disebabkan pasien diduga mengalami alergi setelah diberi nistatin suspensi 4 kali sehari. Instruksi yang dianjurkan adalah menyeteril dot botol bayi dalam rebusan air. Setelah sembuh, 3 hari kemudian

  2. ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL AIR DI DAS CISADANE HULU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilda Nilda

    2015-08-01

    Full Text Available Air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi manusia. Terdapat beberapa faktor utama penyebab perubahan sumber daya air, diantaranya adalah perubahan penutupandan pengelolaan lahan yang meningkatkan kekedapan lahan.Salah satu tujuan pengelolaan DAS adalah mencapai kondisi tata air optimal yang dapat dikenali dari sifat aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengetahui distribusi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di wilayah DAS Cisadane Hulu dari tahun 2003 sampai 2010; (2 mengetahui perubahan hasil air akibat distribusi perubahan penggunaan lahan. Daerah kajian penelitian adalah DAS Cisadane Hulu dengan luasan sekitar 22.288,01 ha. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu analisis perubahan penggnaan lahan dan prediksi aliran dengan model HEC-HMS. Dalam penelitian ini digunakan peta pengunaan lahan dari BIG (Badan Informasi Geospasial tahun 2003 dan Peta Penggunaan Lahan tahun 2010 hasil interpretasi Citra ALOS. Selanjutnya kedua peta tersebut dianalisis dengan metoda tabel silang (cross tabel untuk memperoleh data perubahan penggunaan lahan dari setiap kelas penggunaannya. Kedua data series penggunaan lahan ini digunakan sebagai input pada model prediksi debit aliran HEC-HMS. Selanjutnya dibangun juga skenario-skenario untuk melihat dampak perubahan lahan terhadap debit aliran di DAS Cisadane Hulu. Metode bilangan kurva (SCS-CN dipilih untuk menghitung besar curah hujan efektif, yaitu dari pengurangan curah hujan bruto dengan berbagai bentuk kehilangan air (loss. Transformasi dari curah hujan efektif menjadi hidrograf aliran langsung (direct runoff diperoleh dengan menggunakan metode hidrograf satuan SCS Curve Number. Selama kurun waktu 2003 – 2010 terjadi perubahan penggunaan lahan di DAS Cisadane Hulu. Luas Hutan bertambah 223,78 ha, pemukiman 214,78 ha, rumput/tanah kosong 85, 73 ha, dan gedung 12, 64 ha. Terjadi penguarangan luas semak belukar 225,64 ha, tegalan/ladang 145,92 ha, sawah irigasi 124

  3. Gambaran Pasien Tuli Mendadak di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedo Hidayat

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakTuli mendadak adalah penurunan pendengaran sensorineural yang berlangsung dalam waktu kurang dari 72 jam. Penyakit ini merupakan salah satu kegawatdaruratan neurotologi dan memerlukan penatalaksanaan dini untuk menghindari kecacatan yang dapat ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran kejadian tuli mendadak di Bagian THT-KL RSUP Dr. M.Djamil. Ini merupakan penelititan deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik di RSUP Dr. M. Djamil Padang selama tahun 2010 sampai tahun 2013. Didapatkan hasil sebanyak 26 kasus yang masuk kriteria inklusi pada periode tersebut. Sebaran umur penderita dari 8 sampai 79 tahun, dengan distribusi terbanyak pada usia 40 – 60 tahun. Faktor resiko yang ditemukan berupa hipertensi dan diabetes melitus sama besar yaitu 11,54%. Gejala klinis terdiri atas tinitus (76,92%, diikuti vertigo (38,46%, dan rasa penuh di telinga (15,38%. Pasien terbanyak pada derajat ketulian sangat berat (38,46%, kemudian derajat sedang berat dan berat (23,08%, diikuti derajat ringan (11,54% dan sedang (3,85%. Distribusi onset terapi terbanyak pada 0 – 7 hari (50,00%, kemudian onset > 14 hari (30,77% dan onset 8 – 14 hari (19,23%. Perbaikan pendengaran ditemukan sama banyak pada kategori sangat baik dan baik sebanyak 6 kasus dan diikuti kategori sembuh satu kasus. Dari penelitian ini dapat dikatakan tidak hanya satu faktor yang menentukan perbaikan tuli mendadak.Kata kunci: tuli mendadak, retrospektif, gejala klinis1Mahasiswa FK Unand, 2Bagian Pulmonologi FK Unand, 3Bagian Patologi Anatomi FK UnandAbstractSudden deafness is a sensorineural hearing loss  in less than 72 hours. Sudden deafness is a neurotological emergency and requiring an early management to avoid the defects that can be caused. The objective of  this study was to see cases of sudden deafness in Dr. M. Djamil General Hospital. This was a descriptive research with retrospective design using medical record data in Dr. M. Djamil General

  4. RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENALAN POLA SIDIK JARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ryan Wahyudi

    2016-04-01

    adalah pengenalan sidik jari. Proses identifikasi sidik jari dapat dipercepat dengan cara mereduksi sejumlah sidik jari pembanding, seperti membagi database sidik jari ke dalam sejumlah kelas berdasarkan kelas yang telah didefinisikan sebelumnya, misalnya pola sidik jari. Pola sidik jari dibagi ke dalam lima kategori, yaitu: Whorls, Right Loops, Left Loops, Arch, dan Tented Arch. Salah satu teknik pengenalan pola (sidik jari adalah dengan jaringan saraf tiruan. Penelitian ini mengembangkan jaringan saraf tiruan RBF (Radial Basis Function, yang dikenal sebagai SLFNs (Single Hidden Layer Feed-forward Neural Networks yang handal dalam pengenalan pola. Penggunaan algoritma ELM (Extreme Learning Machine pada jaringan RBF merupakan salah satu alternatif untuk menghindari adanya komputasi yang lama karena tidak adanya penyesuaian bobot selama proses training sehingga waktu komputasi berlangsung relatif lebih singkat. OLS (Orthogonal Least Square digunakan untuk optimalisasi bobot dan penyederhanaan jaringan RBF. Sebagai proses pengolahan awal citra sidik jari dilakukan proses normalisasi grayscalling, perataan histogram, dan operasi blok. Metode ekstraksi fitur ciri yang digunakan berbasis orientasi arah dominan citra. Satu citra sidik jari diwakili oleh 256 nilai sudut dominan dalam satuan radian. Dari hasil uji coba program menunjukkan bahwa ELM-RBF dan OLS dapat mengenali pola sidik jari dengan akurasi 100% pada proses training dan 60% pada proses testing. Kata kunci: Pengenalan Pola Sidik Jari, Extreme Learning Machine, Radial Basis Function, Orthogonal Least Square

  5. PERANAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGRI (PMDN DAN PENANAMAN MODAL ASING (PMA DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN SIAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Thamrin

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak: Siak yang kita kenal sebagai salah satu daerah potensi sumber daya alam yang dimilikinya dan juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Riau. pembangunan ekonomi Siak berdasarkan kebutuhan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial, dan karena itu potensi ini perlu dikelola dan dimanfaatkan karena dapat membuat kontribusi besar untuk negara untuk menarik investasi serta menciptakan lapangan kerja. investasi mereka akan mendorong terciptanya barang modal baru yang akan menyerap faktor produksi baru yang menciptakan lapangan kerja kerjabaru atau pekerjaan yang akan menyerap tenaga kerja, yang pada gilirannya akan mengurangi pengangguran.               Berdasarkan apa yang telah dijelaskan, penyidik permasalahandalam pokok merumuskan penelitian ini adalah, Barapa besar adalah peran investasi domestik dan asing untuk menyerap permintaan tenaga kerja di Siak. Setelah semua data yang diperlukan dikumpulkan, diproses, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif berdasarkan teori, model dan berbagai pendapat para ahli yang sudah berlaku umum sesuai dengan masalah yang dibahas.               Hasil penelitian menunjukkan Siak merupakan salah satu daerah potensi sumber daya alam, potensi terbesar Kabupaten Siak adalah pertanian dan perkebunan, Foreign Direct Investment (FDI yang terjadi selama lima tahun terakhir sebesar Rp 7.508.886.293.818, - atau 43, 40% yang terutama terlibat sektor industri, ada dua (2 perusahaan yang berinvestasi besar, yaitu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills mampu menyerap tenaga kerja sebanya 22 168 orang atau 13,41%. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN dalam lima tahun terakhir sebesar Rp 9.839.746.586.566, - atau 56,60%, yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan sektor manufaktur mampu menyediakan lapangan kerja bagi 143 172 orang atau 86,59%.  Abstract: Siak we know as one of the potential of its natural

  6. Indonesian Muslim killings: revisiting the forgotten Talang Sari tragedy (1989 and its impact in post authoritarian regime

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi Akmaliah

    2016-06-01

    representasi penindasan masyarakat Muslim Indonesia selama rejim otoriter berkuasa, peristiwa itu jarang diketahui oleh publik Indonesia. Pengabaian kebanyakan Muslim Indo- nesia yang tidak mendukung upaya penyelesaian kasus tersebut adalah salah satu buktinya. Bahkan, mereka tidak membicarakan dan mengangkat kasus Talang Sari di ruang publik. Artikel ini bermaksud melihat kembali peristiwa Talang Sari sebagai salah satu kasus pelanggaran yang belum diselesaikan. Selain mengeksplorasi kasus, menjelaskan konteks kekerasan, artikel ini juga menelusuri dinamika kasus tersebut sebelum dan pasca rejim Orde Baru, khususnya seiring dengan kemunculan Islah sebagai Impunitas Kultural untuk melupakan masa lalu oleh sebagaian korban. Pertanyaannya yang diajukan dalam artikel ini adalah: kondisi-kondisi semacam apa yang membuat kasus Talang Sari terjadi di Lampung Timur pada tahun 1989, Sumatera Selatan saat presiden Suharto berkuasa? Bagaimana rejim Suharto mengontrol wacana peristiwa tersebut yang membuat kebanyakan masyarakat Islam Indonesia tidak menanggapi peristiwa tersebut? Meskipun pasca rejim Orde Baru memberikan kesempatan untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan mendesak untuk mengajukan keadilan kepada pemerintah Indonesia, mengapa peristiwa Talang Sari tidak atau belum diselesaikan hingga sekarang?. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya membagi penjelasan ini kepada tiga bagian. Pertama, memahami kasus Talang Sari dengan mendiskusikan konteks kebijakan rejim Orde Baru dalam menghadapi umat Islam dan ideologi politiknya. Kedua, membaca lebih dalam media cetak dalam membuat wacana peristiwa tersebut melalui liputan yang dibuat. Asumsi ini diajukan karena liputan media tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa kebanyakan umat Islam tidak merespon peristiwa tersebut. Ketiga, menganalisis persetujuan Islah, rekonsiliasi dalam perspektif Islam sebagai faktor utama yang memberikan kontribusi terhadap impunitas kultural untuk membawa keadilan ke jalan yang lebih

  7. AN OPTIMALIZATION OF NATURAL LIGHTING BY APPLYING AUTOMATIC LIGHTING USING MOTION SENSOR AND LUX SENSOR FOR HISTORICAL OLD BUILDINGS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saeful Bahri

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACT One of the problems that occurs within city centres, particularly within capital cities, is the existence of many historical old buildings. Historical old buildings within city centres, that have abandoned for years because of their condition, suffer from a lack of utilities, infrastructure and facilities [2][3]. These conditions occur because of low levels of maintenance arising as a consequence of a lack of finance of the owner of a building, be they government or private sector. To solve the problem of abandoned historical old buildings, the concept of adaptive reuse can be adopted and applied. This concept of adaptive reuse may continously cover the cost of building maintenance. The adaptive reuse concept usually covers the interior of a building and its utilities, though the need for utilities depends on the function of a building [4]. By adopting a concept of adaptive reuse, new building functions will be designed as the needs and demand of the market dictate, and which is appropriate for feasibility study. One utility element that has to be designed for historical old buildings is the provision of lighting within a building. To minimize the cost of building maintenance, one of the solutions is to optimize natural lighting and to minimize the use of artificial lighting such as lamps. This paper will discuss the extent to which artificial lighting can be minimized by using automatic lighting; the automatic lighting types discussed in this paper are lighting controlled by motion sensor and lux sensor. Keywords: Natural lighting, automatic lighting, motion sensor, lux sensor, historical old buildings ABSTRAK Salah satu permasalahan yang muncul dalam sebuah kota metropolitan, khususnya sebuah ibukota adalah keberadaan dari banyaknya bangunan-bangunan tua bersejarah. Bangunan-bangunan tua bersejarah dalam sebuah kota besar terutama yang diabaikan selama bertahun-tahun biasanya disebabkan karena kondisinya yang menua, minimnya utilitas

  8. The Skull of Epidolops ameghinoi from the Early Eocene Itaboraí Fauna, Southeastern Brazil, and the Affinities of the Extinct Marsupialiform Order Polydolopimorphia.

    Science.gov (United States)

    Beck, Robin M D

    2017-01-01

    The skull of the polydolopimorphian marsupialiform Epidolops ameghinoi is described in detail for the first time, based on a single well-preserved cranium and associated left and right dentaries plus additional craniodental fragments, all from the early Eocene (53-50 million year old) Itaboraí fauna in southeastern Brazil. Notable craniodental features of E. ameghinoi include absence of a masseteric process, very small maxillopalatine fenestrae, a prominent pterygoid fossa enclosed laterally by a prominent ectopterygoid crest, an absent or tiny transverse canal foramen, a simple, planar glenoid fossa, and a postglenoid foramen that is immediately posterior to the postglenoid process. Most strikingly, the floor of the hypotympanic sinus was apparently unossified, a feature found in several stem marsupials but absent in all known crown marsupials. "Type II" marsupialiform petrosals previously described from Itaboraí plausibly belong to E. ameghinoi ; in published phylogenetic analyses, these petrosals fell outside (crown-clade) Marsupialia. "IMG VII" tarsals previously referred to E. ameghinoi do not share obvious synapomorphies with any crown marsupial clade, nor do they resemble those of the only other putative polydolopimorphians represented by tarsal remains, namely the argyrolagids. Most studies have placed Polydolopimorphia within Marsupialia, related to either Paucituberculata, or to Microbiotheria and Diprotodontia. However, diprotodonty almost certainly evolved independently in polydolopimorphians, paucituberculatans and diprotodontians, and Epidolops does not share obvious synapomorphies with any marsupial order. Epidolops is dentally specialized, but several morphological features appear to be more plesiomorphic than any crown marsupial. It seems likely Epidolops that falls outside Marsupialia, as do morphologically similar forms such as Bonapartherium and polydolopids. Argyrolagids differ markedly in their known morphology from Epidolops but share some

  9. Aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale Linn. terhadap Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Harsini

    2018-04-01

    antibakteri merupakan tanda terganggunya pertumbuhan bakteri. Kulit batang tanaman jambu mete (Anacardium occidentale Linn. mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan tanin serta asam anakardat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Salah satu bakteri gram positif dalam mulut yang patogen adalah Staphylococcus aureus (S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit batang jambu mete (anacardium occidentale Linn. terhadap S.aureus yang ditandai dengan kebocoran ion logam. Penelitian menggunakan sebanyak 1 ose dengan kepadatan 106  CFL/mL disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit. Filtrat dibuang, pellet dalam tabung dicuci menggunakan buffer fosfat pH 7,0. Ekstrak etanolik kulit batang jambu mete konsentrasi 3; 5 dan 7% serta tanpa ekstrak sebagai kontrol, masing-masing dalam 5 tabung, diinkubasi dalam inkubator goyang selama 24 jam. Suspensi kemudian disentrifuse dengan kecepatan 3500 rpm selama 20 menit lalu disaring. Cairan supernatan diambil diukur absorbansinya menggunakan AAS (Atomic absorption Spectroscopy. Data dianalisis menggunakan Anava satu jalur. Hasil menunjukkan kebocoran Ca2+ pada konsentrasi 0, 3, 5 dan 7% berturut-turut adalah 2,42 ± 0,82; 32,87 ± 1,97; 49,10 ± 3,3; 66,73 ± 3,29, sedangkan logam K+ adalah 15,28 ± 0,46; 606,36 ± 14,14; 895 ± 9,5; 1251 ± 11,54. Hasil analisis statistik Anava menunjukkan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete. Hasil LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar seluruh kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete terhadap S.aureus dilihat dari kebocoran ion logam Ca2+ and K+. Kebocoran tertinggi pada konsentrasi ekstrak 7%.

  10. Identifikasi Aktivitas Manajemen Perubahan Organisasi pada Implementasi ERP di PT Perkebunan Nusantara XI Menggunakan Model ADKAR

    OpenAIRE

    Rizki Nugraha Anundra; Achmad Holil

    2017-01-01

    Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem yang kompleks sehingga angka kegagalan dalam proyek implementasinya sangat tinggi. Manajemen perubahan merupakan salah satu faktornya. PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI), salah satu perusahaan Badan Umum Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang agribisnis akan mengimplementasikan ERP sehingga perlu manajemen perubahan yang baik agar implementasi berjalan sukses. ADKAR merupakan salah satu model manajemen perubahan organisasi. Model ini ...

  11. REKAYASA PROSES HIDROLISIS PATI DAN SERAT UBI KAYU (Manihot utilissima UNTUK PRODUKSI BIOETANOL Hydrolysis Process Design of Starch and Cassava (Manihot utilissima Fibers for Bioethanol Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuana Susmiati

    2012-05-01

    produksi etanol tinggi. Pada penelitian ini ada dua tahap hidrolisis menggunakan asam berkonsentrasi rendah, yaitu tahap pertama untuk menghidrolisis pati dengan konsentrasi H SO 0,1-0,5 M selama 5-15 menit dan tahap kedua untuk menghidrolisis serat dengan kensentrasi H SO  0,5-1,0 M selama 2 410-20 menit pada suhu dan tekanan sama, yaitu 121-127 oC dan 1,0-1,5 atm. Kekurangan pada hidrolisis asam adalahterbentuknya senyawa toksik seperti hidroksimetil furfural (HMF yang mengganggu fermentasi khamir. Oleh karena itu hidrolisat asam didetoksifikasi menggunakan NH OH sebelum digunakan sebagai substrat fermentasi. Kondisi terbaik hidrolisis pati diperoleh pada konsentrasi H SO  0,4 M selama 10 menit dengan nilai total gula 257,37 g/l, 2 4gula pereduksi 229,38 g/l, dextrose equivalent (DE 89,59 dan HMF 0,57 g/l. Selain itu kondisi terbaik hidrolisis serat diperoleh pada konsentrasi H SO  1,0 M selama 20 menit dengan nilai total gula 79,74 g/l, gula pereduksi 70,88 g/l, 2 4DE 88,99 dan HMF 0,0142 g/l. Hidrolisat asam yang paling sesuai digunakan sebagai substrat fermentasi adalah darihidrolisis satu tahap tanpa pemisahan serat yang menghasilkan etanol dengan konsentrasi 5,7 % (b/v dan rendemen etanol 30,5 (b/b. Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan hidrolisis enzimatis yang mengasilkan rendemen etanol 30% (b/b.

  12. Pengaruh Variasi Konsentrasi Inulin pada Proses Fermentasi oleh L. acidophilus, L. bulgaricus dan S. thermophillus - (The Inulin Variation Concentration Effect in Fermentation Using L. acidophilus, L. bulgaricus and S. thermophilus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Haryo Bimo Setiarto

    2017-06-01

    Full Text Available Prebiotics are food components that can not enzymatically digested, thus it fermented by probiotic bacteria. Inulin is a prebiotic source that widely used in processed food products such as fermented milk. This study aimed to know the variation concentrations effect of prebiotic inulin on the growth of lactic acid bacteria starter yogurt (Lactobacillus acidophillus, Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus. The growth of those lactic acid bacteries was determined based on OD (Optical Density, Total Plate Count (TPC, total lactic acid content and pH. Inulin concentration of 0.5% (w/v increased the growth of those three bacteries. Reductioned of pH value during inulin fermentation indicated the growth of bacteria that produced lactic acid. L.bulgaricus and S.thermophilus growth rate were more sensitive than L.acidophilus in addition of prebiotic inulin concentration. The growth of those bacteries in MRSB medium supplemented inulin decreased pH around 7.00 into below 5.00 due to organic acids formation.Keywords: Fermentation, Inulin, L.acidophilus, L.bulgaricus, S.thermophilusABSTRAKPrebiotik adalah komponen bahan pangan yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan secara enzimatis sehingga akan difermentasi oleh bakteri probiotik di usus besar. Inulin merupakan salah satu sumber prebiotik yang banyak dimanfaatkan dalam produk pangan olahan seperti susu fermentasi. Pemberian inulin pada kadar tertentu perlu diketahui untuk mengetahui jumlah optimal yang diperlukan untuk menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi prebiotik inulin terhadap pertumbuhan bakteri asam laktat starter yogurt (Lactobacillus acidophillus, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Pengamatan pertumbuhan L. acidophilus, L. bulgaricus dan S. thermophillus dilakukan dengan beberapa cara antara lain perhitungan total sel dengan menggunakan prinsip turbidimetrik OD (Optical Density,  jumlah total

  13. Effectiveness of ambon banana stem juice as immunostimulatory against Aeromonas hydrophila infections in catfish Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qorie Astria

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Outbreaks of infectious diseases due to Aeromonas hydrophila in catfish can cause high death rates (80–100%. Fish disease control can be done using phytopharmaceutical to prevent or treat diseases of fish. One of the phytopharmaceutical that known to prevent the fish diseases is ambon banana stem Musa cavendishii var. dwarf Paxton. This study was conducted to test the effectiveness of catfish immersion using banana stem juice as an immunostimulant against bacterial infections A. hydrophila. The observed parameters were a total performance of production, hematological test, and water quality. Immersion of catfish seeds with stem juice was performed at a concentration of 5 mL/L, 13 mL/L, and 21 mL/L for 30 minutes. Each treatment consisted of three replications. A  total of 15 fishes were immersed in 1.5 L water. At day-9 after immersion, fish was infected by A. hydrophila bacteria at a dose of 104 cfu/mL. The results showed that fish treated with banana stem juice at a concentration of 13 mL/L had the survival rate of 53.33±6.67% which is higher than positive control (33.33±6.67%. Based on hematology observations on the 3rd day post-challenge test (H12 with A. hydrophila, total erythrocytes, hemoglobin, total leukocytes, phagocytic activity, differential leukocyte, and lysozyme activity was highest in treatment13 mL/L. Lower feed conversion ratio (1.08±0.04 were also obtained in treatment 13 mL/L. Thus Immersion of seeds in stem juice can boost the immune system against infections A. hydrophila. Keywords: Aeromonas hydrophila, ambon banana stem juice, soaking, catfish, immune system  ABSTRAK Wabah penyakit akibat infeksi Aeromonas hydrophila pada ikan lele dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi (80–100%. Penanggulangan penyakit ikan dapat dilakukan menggunakan fitofarmaka untuk mencegah ataupun mengobati penyakit ikan. Salah satu fitofarmaka yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan penyakit ikan adalah batang

  14. Clinical trial of osteoarthritis jamu formula compare to piroxicam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Ardiyanto

    2016-12-01

    Full Text Available Latar belakang: Indonesia memiliki beberapa ramuan tradisional yang telah digunakan untuk mengurangi nyeri pada osteoarthritis (OA. Namun belum ada bukti yang kuat mengenai khasiat dan keamanan dari ramuan tradisional. Penelitian ini memberikan bukti mengenai khasiat dan keamanan dari satu ramuan tradisional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode randomized clinical trial (RCT dengan 123 subyek (pasien selama 28 hari intervensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Desember 2014 oleh 30 dokter Saintifikasi Jamu di 20 provinsi. Formula jamu dibandingkan dengan piroksikam sebagai kontrol positif. Parameter yang digunakan untuk mengevaluasi khasiat formula jamu dan piroxicam adalah visual analogue score (VAS, pilot geriatric arthritis project (PGAP functional status assessment (FSA, dan Short Form (SF-36. Untuk mengevaluasi keamanan digunakan nilai serum glutamic-oxaloacetic transaminase (SGOT, serum glutamic pyruvic transaminase level (SGPT, blood urea nitrogen (BUN, dan kreatinin. Hasil: Sebanyak 123 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 63 subyek pada kelompok formula jamu dan 60 subyek pada kelompok piroksikam. Pemberian jamu dapat menurunkan VAS secara bermakna (p<0,05 jika dibandingkan dengan hari ke-0. Nilai FSA kelompok jamu turun secara bermakna (p=0,000 jika dibandingkan dengan nilai di awal intervensi. Formula jamu dapat memperbaiki nilai SF-36 bila dibandingkan dengan hari ke-0. Nilai ketiga parameter antara jamu formula dan piroksikam, jika dibandingkan tidak berbeda bermakna (p>0,05. Kelompok formula jamu menunjukkan nilai SGOT, SGPT, BUN, dan kreatinin dalam ambang normal. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ramuan jamu secara klinis, khasiatnya sebanding dengan piroxicam dan aman setelah intervensi selama 28 hari. Kata kunci: khasiat, keamanan, RCT, ramuan Abstract Background: Indonesian herbs have several formulas which have been used traditionally to reduce pain of osteoarthritis (OA. However, there

  15. Effect of Citrus aurantifolia swingle essential oils on methyl mercaptan production of Porphyromonas gingivalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Prima Yusinta

    2013-03-01

    adalah senyawa volatile sulphur compound (VSC dan metil merkaptan merupakan komponen VSC yang paling dominan menyebabkan halitosis. P. gingivalis dapat memproduksi metil merkaptan dalam jumlah banyak. Minyak atsiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia swingle memiliki kandungan antibakteri di dalamnya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri kulit jeruk nipis terhadap produksi senyawa metil merkaptan pada bakteri P. gingivalis. Metode: Suspensi bakteri P. gingivalis dalam media TSB dengan konsentrasi 108 CFU/ml dibiakkan dalam microplate. Selanjutnya dilakukan penambahan minyak atsiri kulit jeruk nipis konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 4%. Obat kumur chlorhexidine 0,2% digunakan sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Microplate diinkubasi selama 48 jam untuk selanjutnya dilakukan penambahan metionin 0,6% dan DTNB 0,06% dan diinkubasi kembali selama 12 jam. Konsentrasi senyawa metil merkaptan yang diproduksi oleh bakteri P. gingivalis dihitung dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 415 nm. Hasil: ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit jeruk nipis berpengaruh terhadap konsentrasi metil merkaptan yang diproduksi oleh bakteri P. gingivalis. Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan akuades sebagai kontrol negatif. Kesimpulan: Minyak atsiri kulit jeruk nipis dapat menurunkan produksi senyawa metil merkaptan yang dihasilkan oleh bakteri penyebab halitosis P. gingivalis.

  16. DAMPAK KEBERADAAN MINIMARKET TERHADAP MODAL KERJA DAN PENDAPATAN WARUNG TRADISIONAL DI KECAMATAN RUMBAI DAN RUMBAI PESISIR KOTA PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wita Dwika Listihana Afvan Aquino Arizal

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik fasilitas dan pelayanan dari minimarket  dan warung tradisional, karakteristik konsumen dari minimarket dan warung tradisional, dampak keberadaan minimarket terhadap pola kegiatan usaha warung tradisional, dampak keberadaan minimarket terhadap pendapatan yang diterima oleh warung tradisional, dampak keberadaan minimarket terhadap modal kerja yang dikelola oleh warung tradisional. Metode penelitian ini mengunakan  pendekatan survey. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dari warung tradisional yang menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dan analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya warung tradisional yang merubah waktu kerjanya setelah maraknya minimarket yakni sebanyak 8 warung (20% responden. Dari 8 warung tersebut, ada 6 warung (15% responden yang mengurangi waktu kerjanya dengan tingkat rata-rata pengurangan masing-masing selama 2 jam. Kemudian, ada 2 warung (5% reponden yang menambah waktu kerjanya dengan tingkat rata-rata penambahan masing-masing selama 3 jam. Dampak dari maraknya keberadaan minimarket telah menurunkan modal kerja warung tradisional di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir dengan rata-rata sebesar Rp 232.400/hari. Dampak dari maraknya keberadaan minimarket telah menurunkan pendapatan warung tradisional di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir rata-rata sebesar Rp 64.200/hari. Adapun jumlah warung yang mengalami penurunan pendapatan adalah sebanyak 10 warung atau sebesar 25% responden dan tutupnya satu warung tradisional karena pendapatan menurun secara signifikan. Abstract: This Research is aimed to analyze facility and service characteristics of  minimarket and traditional shop, consumer

  17. Pengaruh Iodium terhadap Perubahan Fungsi Tiroid dan Status Iodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryati Kumorowulan

    2015-01-01

    -gunaan kapsul iodium secara tidak selektif telah menimbulkan gejala-gejala hipertiroid sehingga penggunaannya dihentikan sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian iodium terhadap fungsi tiroid dan status iodium. Disain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan sampel wanita usia subur sebanyak 85 orang yang terbagi dalam tiga kelompok intervensi. Setiap kelompok dilakukan pemberian garam beriodium selama satu bulan dan dilanjutkan dengan pemberian garam beriodium dan kapsul iodium 200 mg pada kelompok I, pemberian garam beriodium dan kapsul iodium 400 mg pada kelompok II, pemberian garam beriodium dan abon ikan tuna 2 kali seminggu pada kelompok III selama 3 bulan. Subyek diukur kadar TSH dan FT4 dengan metode ELISA, serta diukur kadar iodium dalam urin (UIE dengan metode Spektrofotometer. Analisa data menggunakan General Linear Model Repeated Measure. Setelah tiga bulan intervensi terjadi perubahan kadar TSH yang bermakna secara statistik pada ketiga kelompok perlakuan. Pada kadar hormon FT4 setelah pemberian intervensi terjadi mekanisme “Wolff-Chaikoff” dan pada kadar UIE terjadi peningkatan yang bermakna secara statistik (p<0,05 pada ketiga kelompok perlakuan. Terjadi perubahan fungsi tiroid dan status iodium setelah pemberian intervensi iodium. Kata kunci: TSH, FT4, UIE.

  18. Pengaruh waktu kontak terhadap kualitas sambungan hasil las gesek (Friction Welding Magnesium AZ-31

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Solihin Solihin

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak: Pengelasan merupakan salah suatu proses penyambungan dua atau lebih bahan teknik, dengan atau tanpa peroses pencairan logam dasarnya. Teknologi Las Gesek (Friction Welding, FW merupakan salah satu teknik pengelasan padat atau pengelasan tanpa proses pencairan (solid-state welding. Pembangkitan panas dalam proses FW dihasilkan dengan cara menggesekkan permukaan material las (base metal hingga mencapai temperatur penyambungannya (semi-solid temperature atau sekitar 80% dari temperature cair bahan, dan dalam hal Magnesium AZ31 adalah sekitar temperatur 5500C. Setelah bahan mencapai temperatur semi-solid tersebut, kemudian diberi tekanan agar terjadi proses penyambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proses terhadap kualitas hasil pengelasan gesek, yang meliputi: kekuatan tarik, struktur makro, dan nilai kekerasan bahan hasil las. Parameter pengujiannya adalah variasi waktu kontak las, yaitu selama 3, 5, dan 10 menit. Kecepatan putar spindle selama proses pengelasan ditetapkan 1400 rpm. Hasil pengelasan menunjukkan bahwa waktu kontak gesek 3 menit menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (16,78 MPa, bila dibandingkan dengan dua parameter lain. Hasil uji keras pada daerah las (stir zone menunjukkan angka kekerasan rata-rata yang relative konsisten, atau sebesar 60 HRE untuk semua parameter, sedangkan angka kekerasan rata-rata di daerah terpengaruh panas (heat affected zone, HAZ untuk waktu kontak gesek 3, 5 dan 10 menit secara berturut-turut adalah sebesar 69,6; 64,6; dan 60,6 HRE. Hasil penelitian awal ini memberikan potensi studi lanjutan pada berbagai parameter pengelasan lain agar didapatkan kualitas sambungan las gesek yang optimum untuk proses pengelasan gesek Magnesium AZ-31. Kata Kunci: Las gesek, Magnesium AZ-31, struktur makro, cacat void. Abstract: Welding is a process technology aiming to join two or more materials. Friction Welding (FW is including in a solid-state technology cluster, where the heat is

  19. Rancang bangun mesin penyangrai kacang tanah pada Industri Mochi di Sukabumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvi Ariyanti

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Banyaknya penggunaan kacang tanah yang disangrai untuk diolah menjadi Tingting Gepuk sebagai isi dari kue Mochi sehingga kacang tanah merupakan bahan utama kedua yang banyak digunakan dalam produksi kue Mochi selain dari tepung ketan. Dalam proses pembuatan Titing Gepuk kacang tanah harus disangrai selama 30 menit dengan kapasitas penyangraian 20 Kg/jam. Proses penyangraian kacang tanah dilakukan dengan menggunakan dua buah kuali dan dua buah kompor. Selama proses penyangraian kacang harus terus diaduk tanpa henti oleh satu orang tenaga kerja dengan menggunakan kedua tangannya kanan dan kiri. Hal ini dilakukan karena apabila pekerja berhenti mengaduk karena kelelahan maka kacang akan hangus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana rancang bangun dan pembuatan mesin penyangraian kacang tanah dengan kapasitas 2 kg/proses untuk menunjang produksi kue Mochi di Sukabumi. Berdasarkan persyaratan teknologi tepat guna bagi industri kecil, antara lain: biaya operasinya terjangkau oleh industri kecil; bentuknya menarik, ergonomis, sederhana; mudah dioperasikan, dirawat, dan aman, dapat meningkatkan mutu produk, dapat mengurangi kelelahan dari pekerja. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, pengembangan konsep dan perancangan detail. Dan hari hasil penelitian ini telah dihasilkan disain mesin penyangaraian kacang tanah yang dapat mengurangkan beban kerja pada pekerja penyangraian, pengurangan hawa yang disebabkan oleh proses penyangraian, meningkatkan produktivitas yang disebabkan banyaknya kacang yang hangus, kacang yang dihasilkan dari proses penyangraian yang dihasilkan telah bersih dari dari kulit ari. Kata kunci: Penyangrai, kacang tanah, ergonomis Abstract The amount of use of peanuts roasted to extract the contents of Tingting Gepuk as mochi cake so that the peanut is the main ingredient is widely used both in the production of Mochi Cake apart from glutinous rice flour. In the

  20. HIDROLISIS SELULOSA MENJADI GLUKOSA DENGAN KATALIS HETEROGEN ARANG AKTIF TERSULFONASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didi Dwi Anggoro

    2014-12-01

    Full Text Available CELLULOCE HYDROLYSIS TO GLUCOSE USING ACTIVE CARBON SULPHONATED HETEROGENOUS CATALYST. Enzimatic process and acid hydrolysis process are common process for conversion of cellulose to glucose. Unfornately, the two processes are expensive process and korosif process. Hence, the new process, that use sulfonaned active carbon catalyst is important to developing. The sulfonated active carbon is made from carbonated coconut sheel under temperature at 350oC. After carbonation, sulfonated active carbon soaked under sulphate acid 96% at 150oC until 15 hours. The result is then washed and dried, and tested catalyst characteristics in the form of H+ capacity, pore size catalysts by used BET surface area, functional groups by used FTIR, and morphology catalyst structure by used SEM. Catalyst performance was tested in an autoclave reactor through a hydrothermal process with difference of the catalyst amount and temperature. The results showed that the test characteristics of H+ capacity is 2.95 mmol/g, the pore size is 29 m2/gr. FTIR analyze showed that the presence of sulfonate groups read at a wavelength of vibration 1750 cm-1 and 1379 cm-1. By SEM analyze showed that the morphological structure of sulfonated active carbon is more open than other catalyst. By testing catalyst, the highest conversion of glucose is 87.2 %. Keywords: cellulose; glucose; sulfonate active carbon; thatch Abstrak Teknologi yang sudah digunakan dalam mengubah selulosa menjadi glukosa adalah dengan proses enzimatik dan hidrolisis asam. Kedua teknologi tersebut masih memiliki kendala teknis, yaitu  harga enzim yang mahal, proses yang korosif dan menimbulkan limbah, sehingga diperlukan pengembangan teknologi baru salah satu diantaranya yaitu dengan metode katalis heterogen berupa karbon aktif tersulfonasi. Karbon aktif tersulfonasi ini dibuat dari tempurung kelapa yang dikarbonisasi pada temperatur 350oC, selanjutnya direndam dalam asam sulfat 96% pada temperatur 150oC selama 15 jam

  1. MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGELASAN SHIELED METAL ARC WELDING(SMAW POSISI 1G JURUSAN TEKNIK PENGELASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masri Bin Ardin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mendeskripsikan model pembelajaran praktik yang berlangsung atau disebut model pembelajaran regular praktek pengelasan SMAW posisi 1G di SMK Negeri 2 Pengasih; (2 mengetahui efektifitas dan mendeskripsikan bahan yang digunakan dalam praktek pengelasan SMAW posisi 1G, misalnya: besi plat, mata gerinda, elektroda, dan waktu yang digunakan selama praktek pengelasan SMAW posisi 1G. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, angket dan penilaian skill pengelasan. Asessment skill pengelasan mengacu pada Acean Skill Welding Competition. Hasil penelitian yaitu: (1 model pembelajaran praktek pengelasan SMAW posisi 1G terdiri dari 4 pertemuan teori dan 13 pertemuan praktik; (2 model pembelajaran praktik pengelasan di SMKN 2 Pengasih sudah efektif tetapi untuk rutinitas pengelasan belum efektif untuk membentuk skill pengelasan SMAW posisi 1G dengan sistem assesment Asean Skill Welding Competition. Fasilitas utama dalam praktek pengelasan SMAW posisi 1G adalah mesin las. Sementara itu SMKN 2 pengasih memiliki 6 buah mesin las dengan rasio 1 mesin las untuk 5 orang siswa. Bahan habis pakai untuk 30 orang siswa per semester yang menggunakan model pembelajaran praktek pengelasan adalah besi plat ± 100-150 kg, mata gerinda total ± 5-6 keping, elektroda ± 9-10 box dan total waktunya aktif 77 jam selama satu semester. Kata kunci: pembelajaran Praktik Pengelasan SMAW, Skill Siswa untuk Posisi 1G LEARNING MODEL OF SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW PRACTICE OF 1G POSITION AT THE WELDING ENGINEERING DEPARTMENT Abstract This research aimed to: (1 describe the learning model of shield metal arc welding (SMAW practice of 1G position at the Welding Engineering Department of State Vocational High School (SMKN 2 Pengasih; (2 find the effectiveness and describe materials needed in the learning model of shield metal arc welding (SMAW practice of 1G position, for examples

  2. KERTAS SENI BERBAHAN LIMBAH PEWARNA ALAM RUMPUT LAUT JENIS SARGASSUM, ULVA DAN PELEPAH PISANG ABAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guring Briegel Mandegani

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKKertas seni merupakan kerajinan tangan dengan bahan dasar berbagai macam tanaman berserat. Serat pisang abaka, serat jerami dan serat padi telah mampu diolah menjadi kertas seni secara mandiri tanpa bahan perekat tambahan. Selama ini industri kertas seni yang ada sebagian besar menggunakan bahan baku pelepah pisang raja, pisang abaka, jerami, serat padi dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan keanekaragaman bahan baku, di antaranya dengan memanfaatkan material dari rumput laut maupun limbah rumput laut limbah pewarna alam tekstil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter kertas seni yang terbuat dari limbah pewarna alam dari rumput laut Sargassum sp. dan Ulva serta kombinasinya dengan material serat pisang abaka. Bahan baku pelepah pisang abaka dan limbah rumput laut diolah dengan cara pencacahan dengan ukuran 2-3 cm, direbus dengan soda api selama 2 jam, kemudian disaring dan didinginkan. Bahan kemudian saling dikombinasi dan dijadikan pulp menggunakan mesin blender. Pulp kemudian dicetak dan dianalisis secara fisik. Limbah rumput laut jenis Sargassum sp. dan Ulva dalam keadaan murni (100% tidak dapat digunakan sebagai bahan pembuatan produk kertas seni, dikarenakan kandungan selulosa yang masih di bawah 40% sehingga kertas yang dihasilkan dari proses pencetakan bersifat rapuh, mudah sobek dan tidak rekat antara satu dengan yang lain. Sedangkan kertas dengan campuran serat pisang abaka, menghasilkan kualitas kertas seni dengan kekuatan fisik yang lebih baik daripada kertas seni murni dari rumput laut Sargassum sp. dan Ulva. Kata Kunci: kertas seni, rumput laut, Sargassum sp., Ulva, pisang abaka  ABSTRACTPaper art is a craft that uses a wide variety of fibrous plan