WorldWideScience

Sample records for lokasi longsor p2plr-batan

  1. Study on Geotechnique and Geohydrology in Failure Areas, P2PLR-BATAN, Serpong

    International Nuclear Information System (INIS)

    Heri-Syaeful; Suharji; Sartapa; Suparjo-AS

    2004-01-01

    Failures in reverse side of 50 and 52 building, first en occurred in early 2002, temporary treatment on slope failure which conducted in the middle of the year 2002 has not solved the problem, because it did not consider the aspect of geo technique and geohydrology that causing the failure. Geo technique and geohydrology study in failure area covered field work, laboratory work and geo technic/geohydrology analysis. Field works includes topographic mapping, core drilling, hand auger, groundwater level monitoring, standard penetration test and undisturbed sampling. Laboratory work includes index properties and engineering properties test. Studio works covered geotechnical analysis for the calculation of safety factor, while geohydrology analysis to understand the groundwater system. Slope stability analysis resulting the small number of safety factor, between 0,305-1,637 on normal condition, 0,293-1,597 on saturated condition and 0,205-1,075 on earthquake condition. From the geohydrology analysis, concluded that water clogging still occurs in several areas of slope, causing the excess of pore water pressure and decreasing the value of soil shear strength. (author)

  2. TANAH LONGSOR : MEMPERKECIL RESIKO BENCANA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Kecamatan Kokap, Kulon Progo, DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Aan Jiwa Permana

    2012-03-01

    Full Text Available Setiap saat Indonesia mengalami ancaman bencana alam. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya bencana alam yang beruntun menimpa negara ini. Mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan gempa. Dengan adanya hal-hal semacam ini, terpikirkan bagaimana caranya untuk melakukan pencegahan awal agar dampak kerugian material dan korban yang ditimbulkan dapat lebih diminimalisir. Misalnya saja bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini terjadi karena penambangan dan minimnya daerah tangkapan air sehingga menjadi penyebab maraknya kasus-kasus longsor di Kulon Progo baik karena aktivitas penambangan yang dilakukan legal atau ilegal. Khusus daerah yang menjadi sasaran penambangan emas di Yogya adalah Kecamatan Kokap. Sehingga menyebabkan banyak kejadian tanah longsor di daerah tersebut. Dengan kondisi daerah yang sering mengalami bahaya longsor, nampaknya perlu dikembangkan sebuah sistem informasi geografis yang dapat membantu dalam manajemen resiko bencana tanah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Sehingga nantinya jika sistem ini dapat dikembangkan, dapat membantu melakukan analisis resiko dari dampak bencana tanah longsor di era cyber seperti saat ini. Lokasi yang menjadi titik rawan bencana, diharapkan dapat dideteksi dan hasilnya dapat dianalisis untuk kepentingan lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini adalah sudah dapat menghasilkan peta bahaya longsor dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.   Kata-kata kunci: Tanah Longsor,  Bencana Alam,  Sistem Informasi Geografis.

  3. Analisis Risiko Tanah Longsor Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elna Multi Astuti

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Desa Tieng Kecamatan Kejajar secara umum memiliki kondisi topografi yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya tanah longsor seiring dengan perkembangan perkembangan aktivitas manusia. Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya bencana alam tanah tanah longsor, maka perlu disediakan peta risiko tanah tanah longsor di Desa Tieng yang merupakan perpaduan antara peta bahaya dan peta kerentanan sebagai bahan pertimbangan yang penting dalam pencegahan dan penanggulangan tanah longsor. Penyusunan peta bahaya, kerentanan, dan risiko tanah longsor menggunakan ArcGIS dan ILWIS dengan menggunakan parameter hujan, lereng lahan, geologi, keberadaan sesar, kedalaman tanah, penggunaan lahan, infrastruktur, kepadatan pemukiman. Skoring dan pemberatan digunakan dalam penentuan peta bahaya dan  kerentanan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak berstrata dengan berdasarkan zona bahaya tanah longsor di lokasi penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zona tingkat bahaya tanah longsor terbagi menjadi 3 zona yaitu zona bahaya tinggi, sedang, dan rendah. Wilayah pemukiman berada pada zona bahaya tinggi dan sedang. Tingkat kerentanan total merupakan fungsi dari tingkat kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Tingkat kerentanan fisik menggunakan faktor persentase kawasan terbangun, kepadatan bangunan, dan jenis material banguan. Tingkat kerentanan sosial menggunakan faktor kepadatan penduduk, persentase penduduk usia tua-balita, dan penduduk wanita. Tingkat kerentanan ekonomi menggunakan faktor persentase rumah tangga yang bekerja di sektor rentan, dan persentase rumah tangga miskin. Masyarakat Desa Tieng membuat sistem terassering untuk berkebun dan membuat bangunan penahan dari batu untuk mengurangi bahaya tanah longsor.  Kesimpulan penelitian ini Desa Tieng berada pada risiko tanah longsor sedang dan tinggi. Penduduk yang berada pada zona risiko tinggi sebaiknya direlokasi terutama penduduk

  4. Evaluasi Lokasi Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tettuko Wiwengku Adhiyakso

    2012-09-01

    Full Text Available Pelabuhan baru akan direncanakan oleh pemerintah kota sebagai  antisipasi melonjaknya tingkat kedatangan kapal yang diterima Pelabuhan Tanjung Perak di tahun mendatang. Terdapat 6 lokasi yang salah satunya akan dikembangkan oleh pemerintah sebagai pelabuhan diantaranya adalah di Teluk Lamong, Socah Madura, Tanjung Bumi Madura, Tanjung Bulupandan Madura, Gresik Selatan, dan Gresik Utara. Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuktikan indikasi adanya stagnasi di Pelabuhan Tanjung Perak dengan cara melakukan peramalan (forecasting kemudian mengevaluasi manakah dari keenam lokasi tersebut yang sangat tepat dan cocok untuk menampung limpahan kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan cara menganalisa satu persatu lokasi tersebut dari sudut pandang pemilik barang, dengan menghitung transport cost dari beberapa pelabuhan kandidat tersebut. Sehingga diperoleh suatu lokasi alternatif pengembangan pelabuhan dengan pertimbangan transport cost yang paling minimum menuju lokasi-lokasi industri. Evaluasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah untuk menetapkan lokasi pelabuhan yang tepat dari sisi kacamata ekonomi.

  5. Risiko Kerugian Akibat Longsor di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathiyya Ulfa

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki riwayat kejadian longsor tertinggi di Indonesia. Salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang sering terjadi longsor adalah Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Pada dua tahun terakhir telah terjadi dua kali pergerakan tanah di daerah yang berbeda di Desa Cibanteng. Penelitian ini bertujuan memprediksi besar risiko kerugian bencana longsor pada masa akan datang sehingga bantuan saat terjadi longsor dapat dioptimalkan. Untuk memprediksi besar risiko kerugian digunakan variabel bahaya, kerentanan dan kapasitas kebencanaan longsor. Masing-masing variabel memiliki beberapa indikator tertentu yakni penggunaan tanah, lereng, dan kepadatan penduduk. Penghitungan risiko kerugian dilakukan menggunakan metode overlay masing-masing variabel. Hasil penelitian adalah berupa prediksi risiko kerugian sebesar Rp. 10,1 milyar. Besar risiko kerugian tersebut didapat dari nilai bangunan, jaringan jalan, jaringan listrik dan produktivitas pertanian. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah risiko bencana longsor mendominasi dibagian selatan Desa Cibanteng.   ABSTRACT West Java Province is a province have a high landslide history in Indonesia. One of the area in West Java Province which often occuring a landslide is Cibanteng Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency. In the last two years has been soil movement twice in different areas in the village Cibanteng. This study aims to predict big losses from landslides in future so that assistance can be optimized during a landslide. To predict the risk of loss used hazards variable, vulnerabilities and capacities of landslide disasters. Each variables have some specific indicators namely landuse, slope, and population density. The calculation of losses risk using overlay method in each variable. The results are prediction of losses risk of Rp. 10.1 billion. Great of losses risk can be assessed from value of building , road networks

  6. Model Lokasi Menara BTS ditinjau dari Faktor – faktor penentu lokasi Menara BTS di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dynastya Dynastya

    2013-03-01

    Full Text Available Perkembangan tower Base Transceiver Station (BTS di Kota Surabaya berlangsung sangat pesat. Keberadaan tower BTS yang mulai menjamur di kawasan permukiman mengakibatkan protes dari masyarakat yang takut akan dampak negatif tower BTS. Perkembangan jumlah penggunaan telepon genggam di kota Surabaya dapat diasumsikan bahwa kebutuhan jaringan komunikasi nirkabel bertambah. Untuk mengatur hal tersebut diperlukan adanya suatu pengendalian tower BTS di Kota Surabaya untuk meminimalisasi gangguan terhadap estetika kota. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan hubungan faktor penentu lokasi menara BTS terhadap lokasi menara BTS di Surabaya dengan menggunakan kajian teoritis dari berbagai pustaka.  Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran lokasi tower BTS tersebut kemudian diiterasi menurut pendapat pakar dengan menggunakan analisa delphi. Yang kemudian digunakan untuk menyusun hubungannya dengan lokasi tower BTS dengan analisa regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menjadi penentu lokasi tower BTS, yang menurut konsensus pakar adalah faktor faktor kepadatan penduduk, biaya sewa lahan, ketinggian menara, jenis lokasi menara, faktor pola ruang, faktor keamanan, dan faktor coverage service area. Hasil konsensus tersebut kemudian dianalisis dengan analisa regresi logistik sehingga menghasilkan model regresi yang menunjukkan peluang faktor yang berpengaruh dan seberapa besar pengaruhnya terhadap lokasi menara BTS.

  7. Implementasi Data Mining Dalam Data Bencana Tanah Longsor Di Jawa Barat Menggunakan Algoritma Fp-Growth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Castaka Agus Sugianto

    2017-11-01

    Full Text Available Jawa Barat merupakan salah satu zona rawan longsor di Indonesia. Pengurangan resiko bencana diantaranya adalah peringatan dini dengan langkah awal menganalisis data yang ada. Salah satu cara menganalisis data ini yaitu dengan teknik data mining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hubungan aturan assosiatif antara suatu kombinasi data dan membentuk pola kombinasi datasets dengan menggunakan algoritma Fp-growth dalam data bencana tanah longsor yang di dapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat periode data dari 2011 sampai dengan 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai confidence tertinggi sebesar 1 dengan premises malam, jalan rusak dan conclusion hujan deras dan premises tanah labil, korban jiwa, sore dengan conclusion hujan deras yang berarti keterkaitan satu kondisi dengan kondisi lain sebesar 100%. Untuk nilai support tertinggi dalam pola asosiatif didapatkan sebesar 0,629 dengan confidence 0,901 dengan premises rumah rusak dan conclusion hujan deras yang berarti 90% keterkaitan dengan kejadian 63% kemunculan.

  8. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI DAN EVALUASI LOKASI PEMASARAN PRODUK (GULA MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS : PT.MADUBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riki Irawan

    2015-07-01

    Full Text Available PT. Madubaru yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak di bidang agro industry dengan memiliki satu pabrik gula dan satu pabrik alkohol dan spiritus, yang dikenal dengan nama PG/PS Madukismo. PG/PS Madubaru di tuntut untuk dapat menciptakan kinerja pemasaran dan penjualan gula pasir yang handal. Dalam pemenuhan sasaran tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi oleh perusahaan yaitu dalam proses penjualan gula pasir yang dilakukan tidak tercapai target yang diinginkan. Untuk lokasi yang sudah ada belum dilakukan evaluasi kembali untuk dinyatakan layak atau tidak untuk dilakukan pemasaran kembali dilokasi tersebut. Informasi ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan Yudi Pratama selaku wakil Kepala Bagian Pemasaran di PT. Madubaru PG-PS Madukismo. Oleh karena itu PT. Madubaru ingin membuka cabang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan melakukan evaluasi terhadap lokasi lama yang sudah menjadi lokasi pemasaran sebelumnya. Akan tetapi PT. Madubaru membutuhkan lokasi yang strategis dengan kriteria lokasi yang tepat. Sehingga dapat memaksimalkan penjualan. Dalam mengoptimalkan hal itu tentu ada berbagai kriteria yang saling berlawanan seperti halnya lokasi yang baik tentunya memiliki harga yang sesuai. Sedangkan dalam memilih lokasi lama ini PT. Madubaru melakukan secara manual. Subjek dalam  penelitian ini, adalah aplikasi system pendukung keputusan yang digunakan untuk membantu proses pemilihan lokasi dan evaluasi lokasi lama yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh PT. Madubaru. Desain system dengan model proses Modified waterfall. Setelah implementasi selesai, hasil dari system ini, memberikan rekomendasi alternative lokasi yang terbaik serta mengevaluasi lokasi yang sudah ada sehingga dapat diketahui apakah dilajutkan atau tidak lokasi pemasaran tersebut, dengan mengacuh kepada kriteria yang sudah ditentukan dengan menggunakan metode perhitungan AHP. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan perangkat

  9. KONDISI SOSIAL-MASYARAKAT PADA KARAKTERISTIK FISIK LINGKUNGAN DALAM MEMPENGARUHI RISIKO LONGSOR DI KARANGSAMBUNG-KEBUMEN (Social-Population Condition on The Physical Environment Characteristics in Influence The Risk of Landslide in Karangsambung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puguh Dwi Raharjo

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Faktor fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan memainkan peran kunci kerentanan longsor dalam menentukan risikonya. Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen merupakan daerah dengan ragam topografi dan litologi yang memiliki intensitas tanah longsor tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sosial-masyarakat pada setiap desa di Kecamatan Karangsambung dalam mempengaruhi risiko tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai faktor fisik lingkungan berupa pembuatan peta ancaman longsor. Analytical Hierarchy Process (AHP digunakan sebagai metode dalam pembuatan peta ancaman yang diolah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG. Ancaman longsor dihubungkan dengan kondisi sosial-masyarakat dan lingkungan, sehingga terlihat peranannya dalam mengurangi risiko longsor. Hasil yang diperoleh bahwa Desa Totogan, Pujotirto, Wadasmalang, Kaligending, Plumbon, Banioro dan Tlepok memiliki tingkat ancaman longsor yang tinggi. Namun kondisi sosial-masyarakat sangat baik dalam mengatasi dampak dan mitigasi bencana longsor, kecuali pada Banioro. Desa Totogan juga memiliki ancaman longsor akan tetapi kerugian lingkungan apabila terjadi longsor tidak tinggi. Kondisi sosial-masyarakat di setiap desa sangat berpengaruh terhadap risiko longsor pada Kecamatan Karangsambung yang sering terjadi longsor. ABSTRACT Physical, social, economic and environment factors play a role in susceptibility the landslides risk. Subdistricts of Karangsambung - Kebumen is a region with diverse topography and lithology which has a high-intensity landslides. The purpose of this study was to determine the role of socio-community in Karangsambung which influencing the landslides risk. In this study, we analytedevery environmental physical factors to give the landslide hazard map. Analytical Hierarchy Process (AHP is used as a method to processing landslides maps using Geographic Information System (GIS. The landslides hazard associated

  10. Rancang Bangun Aplikasi Android Berbasis Lokasi Untuk Pencarian Distribution Point

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Laksmi Pandhita

    2016-09-01

    Full Text Available Wilayah STO Pati terdapat lebih dari 500 Distribution Point (DP. Jumlah DP yang banyak di wilayah STO Pati dan luasnya wilayah, membuat petugas kesulitan mengingat lokasi DP. Petugas sudah memiliki alat bantu Sistem Informasi Kastemer (SISKA tetapi tidak dilengkapi peta sehingga petugas masih mengalami kendala dalam mencari lokasi DP. DP juga berhubungan dengan RK dan rumah pelanggan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data menggunakan metode kuisioner, wawancara, dan pengukuran fisik. Kemudian dianalisis untuk menentukan kebutuhan user dan kebutuhan sistem. Implementasi aplikasi memanfaatkan Android Development Tools (ADT, Google Maps API, dan web service. Pengujian sistem dilakukan dengan 2 metode, yaitu Black Box dan pengujian lapagan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi android pencarian DP berbasis lokasi dengan memanfaatkan GPS dan konsep Location Based Service (LBS yang dapat memberikan informasi lokasi DP, RK, rumah pelanggan, dan memberikan informasi rute yang dapat ditempuh serta dapat melakukan panggilan telepon kepada pelanggan. Hasil pengujian sistem dengan metode Black Box didapatkan persentase 100% yang menyatakan bahwa aplikasi sudah berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem. Presisi GPS yang dimiliki aplikasi android pencarian Distribution Point(DP berbasis lokasi kurang dari 7 meter, hasil ini diperoleh dengan membandingkan koordinat dari aplikasi yang dihasilkan dan GPS Garmin 785

  11. Aplikasi Pencari Lokasi Ukm Di Tembalang Menggunakan Location Based Service

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqoniyoma Faundra

    2016-10-01

    Full Text Available SMEs (Small-Medium Enterprises is the one of economical meters in Indonesia. Research step in designing the application is to determine of main problem and purpose, analysis which covering general description, functional and non-functional need. Android base aplication to search UKM Tembalang which made for searching SMEs location, and give more information about SMEs business. UKM Tembalang is a client server base aplication which made by using java programing language with eclipse software and MySQL database. Location data will be save in database which focusing on taking coorndinate that use GPS to get map and Google Maps APIs for get the route. The use of Google Maps API service and GPS make the aplication better in taking the location coordinate.beside that, the aplication also get for searching position SMEs in Tembalang, with the aplication location searching SMEs. Keywords – SMEs; Android; Location Based Service (LBS; MySQL; GPS Abstrak - UKM (Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu tombak perekonomian di Indonesia Aplikasi Pencari Lokasi UKM Tembalang Berbasis Android yang dibuat untuk pencarian lokasi UKM dan memberi informasi lebih tentang sebuah usaha. UKM Tembalang merupakan aplikasi berbasis client server yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman java dengan software eclipse dan menggunakan basisdata MySQL. Data lokasi kafe akan disimpan dalam basisdata yang dititik beratkan pada pengambilan koordinat yang memanfaatkan GPS untuk mendapatkan peta dan Google Maps APIs untuk mendapatkan rute. Penggunaan layanan Google Maps API dan GPS menjadikan aplikasi menjadi lebih baik dalam pengambilan koordinat lokasi. Selain itu aplikasi ini juga dapat mencari letak lokasi UKM di Tembalang, dengan adanya aplikasi pencari lokasi UKM, pengguna dapat dengan mudah menemukan UKM yang dinginkan, beserta informasi UKM yang diambil dari google maupun website dari UKM tersebut.

  12. PENDEKATAN SOSIAL-EKOLOGI UNTUK PENILAIAN KESESUAIAN LOKASI RESTOCKING LOBSTER PASIR Panulirus homarus (Linnaeus, 1758 PADA BEBERAPA PERAIRAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amula Nurfiarini

    2016-11-01

    yang sama. Jika dibandingkan dengan kriteria pengambilan keputusan terhadap tingkat kesesuaian habitat, menunjukkan sebanyak 17 lokasi berada pada kategori kelayakan tinggi, dan 11 lokasi kategori kelayakan sedang. Prioritas lokasi restocking, terpilih tiga lokasi dengan nilai kelayakan tertinggi yakni perairan Batu Karas dan Pananjung Barat (Pangandaran, serta Perairan Karang Asem (Trenggalek.

  13. PENGGUNAAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PEMILIHAN LOKASI MANGROVE PARK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustika Mustika

    2017-02-01

    Full Text Available Demak district is a district that has quite a lot of mangrove forests, beautiful expanse of mangrove is a natural potential that can be developed as a regional tourism assets. Mangrove Park is one of the utilization of conservation area into tourism areas of education and recreation The Selection of Planning site locations required an appropriate location in the terms of land use, The appropriate land is a land that has a Mangrove area which still leafy, natural (unprocessed and intended as a tourism area, an easy accessibility, the network infrastructure is also needed in the election of location in order to support the available facilities in the building. In addition, the view of the inside and outside of the site that will be a tourism place attraction. Decision Support System can be used as a tool to help the site selection process that involves many criteria. Analytical Hierarchy Process (AHP can be used to analyze which support the decision to choose a location. Phases of AHP used in this research is the identification of causes, preparation of hierarchy, prioritization, consistency, and the priority weight. From the Implementation of the method on the study case successfully find the best location for mangrove park, it is in the village Bedono it has the highest total global priorities 1.2349. Keywords: Site Location, Analytical Hierarchy Process, Mangrove Park Kabupaten Demak adalah kabupaten yang memiliki hutan mangrove yang cukup banyak, hamparan mangrove yang indah merupakan potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai aset pariwisata daerah. Mangrove Park adalah salah satu bentuk pemanfaatan kawasan konservasi menjadi kawasan wisata edukasi dan rekreasi. Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area Mangrove yang masih rimbun, alami (belum diolah dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan

  14. Perancangan Sistem Informasi Lokasi Lembaga Bimbingan Belajar di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudhi Hartadi

    2016-04-01

    Full Text Available Lembaga bimbingan belajar (Bimbel merupakan sebuah lembaga non formal yang melayani pendidikan siswa yang dilakukan di luar jam sekolah. Saat ini, bimbel telah menjadi suatu kebutuhan pagi para siswa, khususnya siswa yang akan melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Di Kota Padang terdapat  lebih dari 50 lembaga bimbel untuk tingkat SMA  yang tersebar di sejumlah kecamatan.  Banyaknya lembaga bimbel yang ada secara tidak langsung mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan informasi lokasi lembaga bimbel tersebut, khususnya bagi para pendatang baru. Untuk itu, perlu dibangun Sistem Informasi Geografis (SIG lokasi lembaga bimbel di Kota Padang berbasis web. SIG ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall. Pembangunan SIG ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan, perancangan sistem, serta implementasi dan pengujian sistem. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam membangun sistem. Perancangan sistem meliputi perancangan arsitektur, basis data, dan perancangan user interface. Implementasi sistem menggunakan basis data PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS, serta bahasa pemrograman PHP dan Javascript. Pengujian sistem dilakukan dengan metode black-box yang berfokus pada fungsional sistem. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa SIG lokasi lembaga bimbel di Kota Padang berbasis web telah sesuai dengan kebutuhan fungsional sistem.

  15. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB LOKASI BAHAN GALIAN KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2010-01-01

    Full Text Available Geographical Information System Base On Web Location Materials Dig Sub-Province of Ponorogo can give information concerning dig materials situation had by area of Ponorogo. This System will present map of Sub-Province area administration of Ponorogo along with dig materials location dots. Where every the dig materials location dot will give description of detail from each dig materials. Methodologies engineer software used to build this system is Waterfall which is covering engineer system, analyse, scheme, coding, conservancy and examination. Programming language the used is Arcview, Macromedia Flash, PHP 4, and Mysql Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Lokasi Bahan Galian Kabupaten Ponorogo dapat memberikan informasi mengenai letak bahan galian yang dimiliki daerah Ponorogo. Sistem ini akan menampilkan peta administrasi daerah Kabupaten Ponorogo beserta titik-titik lokasi bahan galian. Dimana setiap titik lokasi bahan galian tersebut akan memberikan keterangan detail dari masing-masing bahan galian. Metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Waterfall yang meliputi rekayasa sistem, analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah ArcView, Macromedia Flash, PHP 4, dan MySQL

  16. Penentuan Alternatif Lokasi Pengembangan Kawasan Agroindustri Berbasis Komoditas Pertanian Unggulan Di Kabupaten Lamongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Nugrahaning Dewanti

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif lokasi pengembangan kawasan agroindustri berbasis komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Lamongan guna meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Dalam penelitian ini digunakan beberapa alat analisis yakni analisis LQ dan analisis Shift Share yang digunakan untuk menentukan komoditas unggulan, analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan agroindustri, serta analisa pembobotan untuk menentukan lokasi yang paling potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan agroindustri. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa komoditas pertanian unggulan di kabupaten Lamongan adalah komoditas padi. Selanjutnya didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi pengembangan agroindustri di Kabupaten Lamongan yakni tenaga kerja, aksesibilitas, listrik kuantitas bahan baku, dan pasar. Kemudian berdasarkan faktor-faktor tersebut didapatkan lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kawasan agroindustri berbasis komoditas unggulan di Kabupaten Lamongan yakni Kecamatan Babat, Paciran, Kedungpring, Lamongan, Modo, dan Brondong.

  17. Pembuatan Aplikasi Memantau Lokasi Anak Berbasis Android Menggunakan Location Based Service

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Pria Utama

    2016-01-01

    Full Text Available Pada era global seperti sekarang ini perkembangan teknologi sangat pesat terutama pada smartphone. Perkembangan teknologi smartphone yang begitu cepat menghasilkan dampak positif bagi manusia. Dampak positif tersebut antara lain kecepatan, kemudahan akses, dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sudah banyak aplikasi pada smartphone yang dibuat guna mempermudah aktivitas sehari-hari manusia, contohnya aplikasi menetukan letak lokasi pengguna. Dengan adanya aplikasi menentukan letak lokasi pengguna, pengguna dapat dengan mudah menentukan letak lokasi diri sendiri ataupun orang lain, seperti misalnya lokasi anak. Sering kali anak membolos sekolah dan keluar malam tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Berdasarkan permasalahan terseut dibangun aplikasi memantau lokasi anak berbasis mobile guna memudahkan para orang tua memantau lokasi anak- anak mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah SDLC (Software Development Life Cycle dengan teknik waterfall. Aplikasi memantau lokasi anak ini berbasis android menggunakan bahasa pemrograman java, database MySQL, serta Location Based Service (LBS sebagai penunjuk lokasi anak. Untuk metode pengujian aplikasi menggunakan metode Black Box Testing. Hasil Black Box Testing dari aplikasi memantau lokasi anak berbasis android menggunakan LBS ini menunjukan bahwa semua fungsi yang terdapat pada aplikasi ini telah berhasil berjalan sesuai fungsinya.

  18. Model Integrasi Keputusan Lokasi, Perutean Kendaraan, dan Pengendalian Persediaan Pada Sistem Rantai Pasok Tiga Eselon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Saragih

    2017-06-01

    Full Text Available Keputusan lokasi, perutean kendaraan, dan kebijakan persediaan merupakan keputusan yang saling terkait satu dengan yang lain. Keputusan pengendalian persediaan, seperti ukuran lot pemesanan dan frekuensi pemesanan akan mempengaruhi baik itu ongkos persediaan dan ongkos transportasi. Sebagai contoh, pengiriman dalam kuantitas yang sedikit dan frekuensi yang sering menyebabkan pengurangan ongkos persediaan tetapi membutuhkan tambahan ongkos transportasi. Selanjutnya, keputusan perutean dan keputusan pengendalian persediaan akan mempengaruhi keputusan pemilihan lokasi sebab pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan kriteria ongkos sistem minimum. Kegagalan dalam melibatkan ongkos persediaan dan ongkos transportasi ke dalam pertimbangan ketika memilih lokasi dapat menyebabkan sub-optimalitas sebab keputusan pemilihan lokasi memiliki dampak yang besar pada ongkos persediaan dan ongkos transportasi. Oleh karena itu, bagaimana memilih lokasi, menentukan rute kendaraan, dan mengendalikan persediaan yang optimal menjadi isu yang penting dalam merancang sebuah sistem logistik. Penelitian ini mengembangkan model integrasi yang secara simultan mengoptimisasikan keputusan lokasi, rute kendaraan, dan pengendalian persediaan pada sistem rantai pasok tiga eselon yang belum pernah dikembangkan sebelumnya. Entitas yang terlibat dalam rantai pasok kajian terdiri dari satu Pemasok, multi Depot, dan multi Ritel. Karakteristik permintaan yang dipertimbangkan dalam penelitian ini bersifat probabilistik dan jumlah produk terdiri dari satu produk. Model integrasi yang dikembangkan selanjutnya dipecahkan dengan metode optimal dan metode heuristik. Setelah dilakukan perbandingan dengan model dekomposisi diperoleh kesimpulan bahwa model integrasi menghasilkan ongkos total sistem yang lebih kecil.

  19. Analisis Hubungan Kluster Industri dengan Penentuan Lokasi Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Utara Pulau Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maulana Prasetya Simbolon

    2012-09-01

    Full Text Available Proses distribusi barang merupakan suatu rangkaian proses yang terkait dalam upaya penguasaan areal pasar terluas melalui maksimisasi penjualan dan minimisasi biaya produksi (transportasi. Sebagian contoh nyata di beberapa wilayah, proses distribusi barang tidak didasarkan pada aspek minimisasi biaya transportasi/trucking (teori lokasi tradisional dimana pengiriman barang tidak melalui pelabuhan muat yang dekat dengan lokasi industri. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan hubungan antara industri dengan penentuan lokasi pelabuhan serta faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode komparasi hasil perhitungan model deterministik (Linear Programming dan Gravitasi dengan Pembatas Tunggal dengan data yang ada, serta analisis korelasi (model uji kebebasan dan Crammer’s-Coefficient of Association dalam mengukur keeratan hubungan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan/ korespondensi antara lokasi pelabuhan dengan lokasi industri dimana lokasi kluster industri terlebih dahulu ada dan diikuti lokasi pelabuhan. Faktor utama yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan adalah jumlah kunjungan kapal. Prosentase hasil komparasi (selisih hasil perhitungan model gravitasi dengan data yang ada untuk variabel jumlah kunjungan kapal (2,2%; daya tampung gudang/CY (2,3%; biaya transportasi/trucking (12,7%. Nilai koefisien korelasi variabel jumlah kunjungan kapal = 0,866 (keeratan hubungan: kuat/tinggi, daya tampung gudang/CY = 0,878 (kuat/tinggi, biaya transportasi (inland = 0,699 (sedang/cukup. Persebaran muatan (ekspor dari: Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak (97%, Tanjung Emas (1%, Tanjung Priok (2%; Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta ke pelabuhan Tanjung Emas (72%, Tanjung Perak (15%, Tanjung Priok (13%; Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung Priok (97,2%, Tanjung Emas (1,5%, Tanjung Perak (1,3%; DKI Jakarta & Banten ke pelabuhan Tanjung Priok (99

  20. Pemilihan Lokasi Kawasan Konservasi Mangrove dengan Pendekatan SIG Partisipatif di Wilayah Pantai Kabupaten Demak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elida Nurrohmah

    2016-10-01

    Full Text Available Penentuan lokasi kawasan konservasi berkaitan dengan keputusan penggunaan lahan, yang melibatkan banyak aktor dan faktor. Analisis yang bersifat multifaktor dapat diselesaikan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG, namun penilaiannya hanya berdasarkan pada penilaian tunggal dari seseorang ataupun suatu institusi. Penelitian ini berusaha untuk mengintegrasikan analisis yang bersifat multiaktor dan multifaktor melalui analisis multikriteria dengan SIG berbasis partisipasi masyarakat untuk memilih lokasi kawasan konservasi mangrove. Kriteria yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi ini meliputi aspek (i fisik, (ii sosial, (iii pembiayaan, dan (iv ancaman. Kriteria aspek fisik disusun berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan untuk mangrove. Kriteria aspek sosial, pembiayaan, dan ancaman disusun berdasarkan data sosial kependudukan yang diperoleh melalui studi literatur. Partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan lokasi ini terletak pada penentuan bobot kriteria melalui perbandingan kriteria berpasangan dan dianalisis dengan teknik Analytical Hierarchial Process (AHP, serta penggalian informasi lokal melalui pemetaan partisipatif. Bobot kriteria setiap pemangku kepentingan diintegrasikan dengan data spasial melalui operasi perkalian raster untuk menghasilkan lokasi kawasan konservasi mangrove terpilih kombinasi seluruh pemangku kepentingan. Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa lahan dengan kelas sesuai untuk mangrove seluas 11.564 ha (94,8% dari luas daerah penelitian dan sesuai marginal seluas 629 ha. Pemangku kepentingan pada tingkat lokal (kelompok mangrove, petani tambak, dan tokoh masyarakat lebih memprioritaskan aspek sosial dibandingkan aspek fisik, pembiayaan, dan ancaman; sedangkan pemerintah daerah lebih memprioritaskan aspek pembiayaan. Dengan prioritas tersebut, lokasi kawasan konservasi mangrove  paling memenuhi prioritas pemangku kepentingan (prioritas I didapati seluas 51,7 ha; terletak di wilayah

  1. Kualitas Karaginan dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Lokasi Berbeda di Perairan Maluku Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu - kumayanjati

    2018-06-01

    Full Text Available Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut yang dibudidayakan di Maluku Tenggara. Rumput laut jenis ini merupakan rumput laut penghasil karaginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karaginan dari rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan di tiga lokasi di Maluku Tenggara, yaitu Letman, Letvuan dan Revav. Kualitas karaginan yang diamati antara lain rendemen, kadar air, kadar abu, viskositas, gel strength, dan derajat putih. Rumput laut diekstrak dengan metode perlakuan alkali dengan larutan NaOH 9%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan program statistik IBM SPSS Statistics 24 untuk mengetahui perbedaan kualitas karaginan dari tiga lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas karaginan dari tiga lokasi berbeda nyata (<0,05 untuk semua parameter. Karaginan dari rumput laut Letvuan memiliki nilai rendemen dan gel strength terbaik dibandingkan rumput laut Letman dan Revav, yaitu 43,25% untuk rendemen dan 207,50 g/cm2 untuk gel strength. Karaginan dari rumput laut Revav memiliki nilai viskositas terbaik yaitu sebesar 54,39 cP. Karaginan dari rumput laut Letman memiliki kenampakan terbaik dibandingkan dengan Letvuan dan Revav dengan nilai derajat putih sebesar 68,22%. Berdasarkan hasil pengujian, maka hanya karaginan dari lokasi Revav yang memenuhi standar kualitas FAO.

  2. Sistem Cerdas Reservasi dan Pemantauan Parkir pada Lokasi Kampus Berbasis Konsep Internet of Things

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Ichwana Putra

    2018-03-01

    Full Text Available At present time, the people who use vehicles on the campus is increasing. It makes more difficult to find an empty slot parking area on the campus. This study aims to develop a system parking reservation and monitoring on-campus area using NFC and IoT concept. NFC was used to confirm booking code that generated by the system. In the parking area, ultrasonic sensors were installed to detect parking space availability. IoT concept has been applied to build this system. Apps on users smartphone can do the reservation process to the desired parking location via internet. Black box testing was done by building a prototype using the number of data locations parking slots in the Andalas University. The test results showed that this system has been able to detect the location of vacant parking slots and do reservations with time for sending data to the server is 0.7952 sec. Penggunaan kendaraan yang semakin meningkat di lokasi kampus pada saat ini mengakibatkan semakin sulitnya menemukan tempat parkir kosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem reservasi dan pemantauan parkir pada lokasi kampus menggunakan NFC dan konsep IoT. NFC digunakan untuk melakukan konfirmasi dari kode pemesanan yang telah dihasilkan oleh sistem. Pada lokasi parkir, sensor jarak ultrasonik dipasang untuk mendeteksi ketersediaan parkir. Konsep IoT telah diterapkan untuk membangun sistem ini. Aplikasi pada perangkat telepon cerdas telah berhasil melakukan reservasi pada lokasi parkir yang diinginkan melalui Internet. Pengujian sistem dilakukan dengan pengujian kotak menggunakan data uji jumlah tempat parkir yang ada di lingkungan kampus Universitas Andalas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem telah mampu mendeteksi lokasi parkir yang kosong dan melakukan reservasi dengan waktu pengiriman data ke server selama 0.7952 detik.

  3. Location Based Service sebagai Penunjuk Lokasi Hotel di Kota Semarang Berbasis Augmented Reality

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Permana

    2015-10-01

    Full Text Available Semarang dikenal sebagai kota yang unik karena mempunyai destinasi wisata yang dipengaruhi oleh banyaknya etnis yang ada. Selain keunikan pariwisatanya, Kota Semarang juga dapat dipandang sebagai kota bisnis, terbukti dengan menjamurnya tempat usaha seperti restaurant, cafe dan yang paling pesat pertumbuhannya saat ini yaitu hotel. Belakangan ini pertumbuhan hotel di Semarang sudah kian pesat. Hal ini juga berpengaruh kepada para pendatang ataupun wisatawan yang singgah di Kota Semarang. Dari banyaknya jumlah hotel yang ada, bukan tidak mungkin jika para pendatang merasa bingung saat mencari hotel yang sesuai dengan keinginan mereka. Tentunya para pendatang memerlukan aplikasi yang dapat menampilkan lokasi dan informasi lengkap tentang hotel di Kota Semarang. Untuk dapat mewujudkan gagasan tersebut, maka dilakukan sejumlah metode penelitian antara lain studi literatur, mendefinisikan kebutuhan, pengumpulan data hotel pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, perancangan dan implementasi aplikasi, serta melakukan pengujian terhadap aplikasi kepada beberapa orang responden. Aplikasi dirancang dengan tujuan untuk memudahkan pengguna ketika hendak mencari hotel di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah channel “SMARTEL” (Semarang Augmented Reality Hotel Location pada aplikasi Junaio untuk mencari lokasi hotel di Kota Semarang. Basis Augmented Reality dipilih karena sifatnya yang real time saat menampilkan data atau informasi ,serta mempunyai tampilan visual yang interaktif. Channel akan menampilkan POI (Point of Interest atau dalam penelitian kali ini yaitu informasi lokasi hotel, yang didasarkan pada lokasi pengguna saat ini berada, atau dikenal dengan istilah LBS (Location Based Service. Dengan adanya channel ini, pengguna dapat lebih mempersingkat waktu dan lebih mudah dalam menemukan dan menuju ke lokasi hotel yang berada di Kota Semarang. Karena SMARTEL masih dalam bentuk channel, maka harapan untuk penelitian

  4. Implementasi Cell ID dan GPS dalam Pencarian Lokasi Fasilitas Kesehatan Terdekat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Candra Permana

    2017-07-01

    Full Text Available Cell ID dan GPS merupakan layanan berbasis lokasi dan teknologi yang banyak membantu manusia dalam hal navigasi dan penemuan tempat-tempat yang bermanfaat di sekitarnya. Salah satu komponen utama dari teknologi ini dapat diterapkan pada telepon seluler. Dalam penelitian ini, dirancang sebuah aplikasi dengan memanfaatkan teknologi berdasar implementasi dari Cell ID dan GPS untuk mengetahui posisi user dan lokasi fasilitas kesehatan terdekat di sekitar user dan penggunaan JSON sebagai sarana untuk menyimpan database pada web. Aplikasi ini diimplementasikan pada telepon seluler dengan sistem operasi Android. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Cell ID dan GPS dapat diimplementasikan dengan baik dengan memanfaatkan akses Internet dan Google Maps untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat dan menggambarkan daerah sekitar user.

  5. PEMILIHAN LOKASI OPTIMUM PEMASANGAN FILTER HARMONIK PADA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK TIPE RADIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiono Susiono

    2009-05-01

    Full Text Available Dampak negatip akibat harmonik pada sistem distribusi daya listrik akan menjadi masalah yang sangatserius pada masa yang akan datang. Hal ini terjadi karena semakin meningkatnya penggunaan peralatan listrikberbasis elektronika daya, di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Active power line conditioner ( APLC adalah filter aktif yang dapat digunakan untuk mereduksi cacat gelombang tegangan sinusoida yang diakibatkan oleh harmonik pada sistem distribusi daya listrik. Masalah yang timbul adalah bagaimana menentukan lokasi pemasangan filter tersebut pada jaringan distribusi bila ada beberapasumber harmonik dengan orde yang berbeda (multiple source harmonics. Penentuan lokasi pemasangan filterdapat dilakukan dengan pendekatan metode pusat beban,disesuaikan untuk sistem radial tanpa sectionalizer,selanjutnya dilakukan optimasi untuk menentukan arus injeksi dari filter.Simulasi menunjukkan hasil yang cukupbaik, cacat harmonik total (THD lebih dari 9,8% menjadi kurang dari 0,4 %

  6. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMETAAN LOKASI PASAR DAN PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA SOLO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murinto

    2012-04-01

    Full Text Available Kota Solo merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Tengah selain kota Semarang yang dijadikan sebagai ibukota propinsi. Dalam hal perekonomian kota Solo memiliki peranan penting terutama dalam bidang industri dan perdagangan. Sebagai penunjang perekonomian di bidang industri dan perdagangan, di kota Solo terdapat pasar (pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan. Pasar – pasar tersebut dikelola oleh Dinas Pasar yang merupakan instansi pemerintahan yang ada di kota Solo. Pasar – pasar tersebut banyak tersebar di beberapa kecamatan di kota Solo. Karena banyaknya pasar yang tersebar di wilayah kecamatan yang ada di kota Solo maka dinas pasar khususnya dan masyarakat umumnya tidak dapat secara pasti mendapatkan informasi tentang keberadaan lokasi dan fasilitas – fasilitas yang ada di pasar seperti barang yang dijual, dan jumlah kios. Tujuan penelitian ini adalah membuat Sistem Informasi Geografis berbasis web untuk mengetahui lokasi pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan, barang yang dijual, dan jumlah kios. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara dan pencarian di Internet. Metode yang dilakukan dalam merancang sistem informasi geografis pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan di kota Solo berbasis web adalah dengan menganalisa kebutuhan sistem, merancang sistem, melakukan digitasi peta dengan perangkat lunak ArcView 3.3, mengimplementasikan program dengan PHP dan MySQL, dan menguji program. Untuk melakukan evaluasi terhadap aplikasi ini dilakukan dengan metode black box test dan alpha test. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Lokasi Pasar Tradisional dan Pasar Modern (Pusat Perbelanjaan di Kota Solo Berbasis Web yang dapat digunakan dinas pasar dan masyarakat untuk mengetahui lokasi pasar, barang yang dijual dipasar, dan jumlah kios.

  7. Lokasi Dan Kelompok Teater Indonesia 2001-2005 (Analisis Rubrik Teater Majalah Tempo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhadi Nurhadi

    2010-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kelompok-kelompok teater yang berkecimpung dalam pementasan teater di Indonesia dan peta lokasi pementasan sebagaimana diulas dalam majalah Tempo tahun 2001-2005. Hasil penelitian ini menunjukan kelompok teater yang paling konsisten dalam mementaskan suatu naskah setiap tahunnya adalah Teater Koma. Kelompok teater berikutnya yang relatif banyak berkiprah dari tahun 2001-2005 berdasarkan artikel rubrik teater Tempo yaitu Teater Mandiri, Teater Garasi, dan Actors Unlimited Bandung. Kelompok teater pada jajaran berikutnya yang mementaskan lebih dari satu kali pada periode 2001-2005, yaitu Teater Gandrik, Bengkel Teater, dan Mainteater Jakarta. Lokasi pementasan teater selama 2001-2005 berdasarkan rubrik teater majalah Tempo sebagian besar berlangsung di berbagai gedung teater di Jakarta. Perbandingan jumlah lokasi pertunjukannya adalah sebagai berikut: Jakarta (50 pementasan, Yogyakarta (6 pementasan, Surakarta (2 pementasan dan Bandung (1 pementasan. Abstract: This article aims to describe the theater groups being active in theater performances in Indonesia and the performance location map as reviewed in Tempo magazine in 2001-2005. The research result has shown that the most consistent theater group in performing a script each year is Teater Koma. The next group which have relatively many performances in 2001-2005 according to Tempo’s articles are Teater Mandiri, Teater Garasi, and Actors Unlimited Bandung. The next level groups which have more than one performance in 2001-2005 are Teater Gandrik, Bengkel Teater, and Mainteater Jakarta. The theater performance locations in 2001-2005, according to Tempo’s articles, mostly took place in Jakarta’s theater houses. The ratio of performance locations amount is as follows: Jakarta (50 performances, Yogyakarta (6 performances, Surakarta (2 performances, and Bandung (1 performance. Key Words: theater performance location, theater group, Tempo magazine

  8. Deteksi Jarak Lokasi Gangguan Pada Saluran Transmisi 500 Kv Cilegon Baru - Cibinong Menggunakan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Otong

    2017-06-01

    Full Text Available Pada saluran transmisi diperlukan metode deteksi lokasi gangguan yang akurat dan cepat untuk mengurangi waktu pencarian, sehingga mempercepat proses perbaikan. Dengan menggunakan kombinasi metode Transformasi Park dan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS, dapat dideteksi jarak lokasi gangguan secara langsung setelah terjadinya gangguan dengan cara menganalisa gelombang berjalan pada saluran transmisi. Saat terjadi gangguan, akan menyebabkan timbulnya gelombang berjalan yang berupa tegangan dan arus. Tegangan dan arus ini akan ditransformasikan oleh transformasi park pada kedua ujung saluran untuk mendapatkan waktu kedatangan gelombang berjalan, yang mana terdapat perbedaan waktu pada tiap ujung saluran dikarenakan adanya perbedaan jarak yang ada. Perbedaan waktu ini akan di input kedalam ANFIS untuk mendapatkan jarak lokasi gangguan. Dengan membandingkan jumlah nilai keanggotaan dan pemilihan input, maka diperoleh desain ANFIS terbaik adalah dengan jumlah nilai keanggotaan (MF 5 serta input perbedaan waktu ∆tV dan ∆tI (V dan I dengan nilai Mean Absolute Error (MAE sebesar 1,33.

  9. Sistem Informasi Geografis Lokasi Lembaga Pendidikan Berbasis Islam (RA s.d. Pesantren di Kabupaten Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Qomariyah Kumala Dewi

    2016-01-01

    Full Text Available Lembaga pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Cilacap berjumlah cukup banyak dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap. Namun, informasi tentang lembaga pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Cilacap masih sedikit diketahui oleh masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah ketersediaan data yang sedikit dan tidak lengkap, sedangkan kebutuhan informasi masyarakat cukup tinggi. Oleh karena itu, sistem informasi geografis ini dirancang dan dibangun untuk menyediakan informasi lokasi dan profil tentang lembaga pendidikan berbasis Islam yang ada di Kabupaten Cilacap secara lebih lengkap. Perancangan dan pembangunan sistem informasi geografis pada penelitian ini menggunakan model proses waterfall. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara observasi dan membaca dokumen hasil survai. Perancangan sistem dibuat dengan mendefinisikan spesifikasi teknis dan pemodelan dengan ERD, DFD, dan Kamus Data. Sistem informasi geografis dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan basis peta Google Maps API. Pengujian perangkat lunak dilakukan menggunakan metode black-box. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah SIG sekolah Islam dapat menampilkan peta penunjuk lokasi dan data sekolah Islam untuk pengguna dengan cepat dan praktis jika dibandingkan dengan pencarian melalui peta konvensional dan pencarian manual melalui mesin pencari di internet. SIG sekolah Islam dapat dijangkau dengan mudah karena berbasis situs web. Data sekolah dalam SIG sekolah Islam dapat diperbarui sewaktu-waktu dengan mudah karena aplikasi ini mempunyai halaman admin. Aplikasi SIG sekolah Islam dapat menjadi salah satu rekomendasi dan alternatif solusi penyedia informasi tentang sekolah Islam di Kabupaten Cilacap.

  10. PERENCANAAN LOKASI SITE BTS LAYANAN 3G-WCDMA DI PEMERINTAH KOTA DENPASAR DENGAN MEMANFAATKAN BALAI BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Aryadi

    2015-03-01

    Full Text Available Seiring dengan perkembangan kebutuhan bit rate dan kapasitas layanan data yang meningkat di wilayah Kota Denpasar, diperlukan perencanaan lokasi site BTS (Base Transceiver Station yang dapat melayani kebutuhan pelanggan secara kuantitas maupun kualitas. Untuk memperoleh nilai bit rate yang maksimal dibutuhkan jari-jari sel yang kecil. Dengan perbandingan luas wilayah sebesar 130,48 km2 jika dibagi dengan 399 balai banjar di Kota Denpasar maka diperoleh coverage area 0,327 km2 per banjar dengan jari-jari sel sekitar 285 m. Maka pada penelitian ini lokasi site BTS yang digunakan adalah pada Balai Banjar di Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang lokasi site BTS layanan 3G-WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access untuk wilayah Pemerintah Kota Denpasar sesuai data sebaran penduduk dan mengetahui perbandingan jumlah site BTS secara teoritis untuk layanan 3G-WCDMA memanfaatkan Balai Banjar Pemerintah Kota Denpasar dengan model pemetaan secara geografis. Metode penelitian terdiri dari 3 alur, yaitu perkiraan pertumbuhan pelanggan 3G-WCDMA dan Offered Bit Quantity (OBQ per desa di Kota Denpasar, Perhitungan jumlah dan jari-jari site secara teoritis per desa di Kota Denpasar, dan Pemetaan site di Kota Denpasar memanfaatkan Balai Banjar. Perhitungan secara teoritis menunjukkan bahwa 257 site yang diperlukan untuk melingkupi seluruh wilayah Denpasar. Sementara pemetaan secara geografis dengan memanfaatkan lokasi Balai Banjar adalah sebanyak 311 site. Dari 311 site, 155 site (49,84% terdapat pada kawasan Balai Banjar dan 156 site (50,16% terdapat di luar kawasan Balai Banjar.

  11. STRATEGI PEMBELAJARAN, LOKASI SEKOLAH, DAN KEMAMPUAN GERAK DASAR SISWA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrial Bakhtiar

    2015-08-01

    Full Text Available Abstract: Learning Strategies, School Locations, and Fundamental Motor Skills of Elementary School Students. This study is aimed at measuring the effects of learning strategies and school locations on students’ fundamental motor skills. It is an experimental study which employs the 2x2 factorial design. The subjects of the experiment were students from elementary schools in Padang who were selected through multi stage random sampling. Data were collected using the TMGD-2 test and analyzed using the two-way ANOVA. The findings of the study show that the fundamental motor skills of the students who are taught with the Game Series Learning Strategy (GSLL are better than those taught with the Conven­tional Learning Strategy (CLS. With regard to school locations, the fundamental motor skills of students in the urban areas are better than those in the suburbs. The findings also reveal an interaction of the ef­fects of learning strategies and school locations on the students’ fundamental motor skills. The students in the urban areas who learn through the GSLL have better fundamental motor skills than those who learn through the CLS. On the other hand, the students in the rural areas who learn through the GSLL demonstrate lower fundamental motor skills than those who learn through the CLS.    Keywords: learning strategy, physical education, fundamental motor skills Abstrak: Strategi Pembelajaran, Lokasi Sekolah, dan Kemampuan Gerak Dasar Siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan strategi pembelajaran dan lokasi sekolah siswa berikut interaksinya terhadap kemampuan gerak dasar. Subjek eksperimen adalah seluruh siswa SD kota Padang yang dipilih dengan multi stage random sampling dan menggunakan rancangan fak­torial 2x2. Data dikumpulkan dengan tes TGMD-2 dan dianalisis dengan ANAVA dua jalur. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan gerak dasar siswa yang diberi perlakuan Strategi Pembelajaran Rangkaian Permainan

  12. STUDI KONDISI HIDROLOGIS SEBAGAI LOKASI PENEMPATAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN TANJUNG BENOA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Rahman As-Syakur

    2016-03-01

    Full Text Available STUDY OF HIDROLOGICAL CONDITION FOR ARTIFICIAL REEF LOCATION  IN TANJUNG BENOA BALIOne of the tourism which was demanded by the tourists are underwater activity, namely scuba diving and seawalker, where the main target underwater tourism activities is the beauty of the underwater in the form of coral and reef fish. The purpose of this study is to determine the hydrological condition of artificial reefs in Tanjung Benoa, Bali. The method used in determining the location is a purposive sampling method. Sampling was carried out in three (3 stations and taken randomly in the study site (Tanjung Benoa. Measurement of hydrological conditions include the temperature, salinity, water clarity, current, depth, turbidity, TSS, DO, Nitrate, Phosphate. Hydrological conditions measurements carried out in situ (direct and in laboratory. Data was analyzed by descriptive qualitative by comparing the quality of water based on the Ministry of the Environment Decree No. 51 of 2004 on Sea Water Quality Standard. Based on the results of hydrological conditions measurements, conditions of environmental parameters are still within the tolerance limit for the growth of marine biota. The basic conditions of the waters is not suitable for the placement of artificial reefs, this is because the substrate is muddy sand, where the basic conditions of these waters will submerge artificial reef into the sand.Keywords: artificial reef, hidrological condition, Tanjung BenoaABSTRAKSalah satu wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan adalah wisata bawah air, yaitu scuba diving dan seawalker, dimana dalam kegiatan wisata bawah air yang menjadi target utama yaitu keindahan bawah air berupa terumbu karang dan ikan karang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi hidrologis terumbu karang buatan di Tanjung Benoa-Bali. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling adalah metode sampling pertimbangan, yaitu metode pengambilan lokasi dan sampel didasarkan atas

  13. OPTIMASI PEMILIHAN LOKASI FASILITAS PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE DI INDONESIA DENGAN MODEL ELECTRE III

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pertiwi Andarani

    2015-01-01

    Full Text Available Limbah elektronik adalah masalah yang muncul di Indonesia karena mengandung bahan yang berpotensi berbahaya. Dalam rangka menciptakan manajemen yang ramah lingkungan dari limbah elektronik, fasilitas yang memadai diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memilih lokasi yang optimal untuk mengembangkan fasilitas pengolahan limbah elektronik (FLPE. Pemilihan lokasi yang optimal dilakukan dengan menggunakan metode model ELECTRE III. ELECTRE adalah keluarga metode analisis keputusan multi-kriteria yang berasal di Eropa. Kriteria yang dipilih untuk analisis ini adalah penduduk setempat, penduduk yang dilayani, persentase belanja bulanan, harga rata-rata rumah tangga per unit, populasi pengangguran, status finansial dari penduduk lokal, jarak dari fasilitas yang telah ada, dan jarak dari pelabuhan terdekat. ELECTRE III membutuhkan penentuan tiga ambang batas, yaitu ambang kelalaian (q, ambang batas preferensi (p, dan ambang veto (v dalam upaya untuk lebih beradaptasi dengan ketidakpastian. Bobot masing-masing kriteria yang ditentukan sesuai dengan kepentingan relatif terhadap kriteria lain. Lokasi optimal untuk FPLE adalah Provinsi Banten berdasarkan model ELECTRE III.   Kata Kunci: limbah elektronik, fasilitas, optimasi, ELECTRE Abstract E-waste is an emerging issue in Indonesia due to its potentially hazardous content and some precious metal. In order to create an environmentally sound management of e-waste, a facility is necessary. The objectives of this study are to to select the optimal location of e-waste dismantling and sorting facility (DSF/FLPE.  The optimal location selection was conducted using the method of ELECTRE III model. ELECTRE is a family of multi-criteria decision analysis methods that originated in Europe. The criteria chosen for this analysis are local population, population served, the percentage of monthly expenditure, average household price per unit, unemployed population, financial status of the local population

  14. PENGARUH LOKASI SEKOLAH, PROMOSI SEKOLAH, PERSEPSI, DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MINAT SISWA MEMILIH JURUSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Martha Amelia Fadjrin

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lokasi sekolah, promosi sekolah,persepsi, dan lingkungan teman sebaya terhadap minat siswa memilih jurusanAP di SMK Swasta Kota Semarang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Xjurusan AP di SMK Swasta Kota Semarang yang berjumlah 203siswa.Sampel yang digunakan adalah keseluruhan dari populasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Ada pengaruh positif dan signifikan lokasi sekolah, promosi sekolah, persepsi, dan lingkungan teman sebaya secara simultan terhadap minat siswa memilih jurusanAP sebesar76.7%. 2 Ada pengaruh positif dan signifikan lokasi sekolah secara parsial terhadap minat siswa memilih jurusansebesar 9,42%. 3 Ada pengaruh positif dan signifikan promosi sekolah secara parsial terhadap minat siswa memilihjurusan sebesar 11,56%. 4 Ada pengaruh positif dan signifikan persepsi secara parsial terhadap minat siswa memilih jurusan sebesar 16,7%.5 Ada pengaruh positif dan signifikan teman sebaya secara parsial terhadap minat siswa memilihjurusan sebesar 9,6%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara lokasi sekolah, promosi sekolah, persepsi, dan lingkungan teman sebaya terhadap minat siswa memilih jurusan AP di SMK Swasta Kota Semarang baik secara partial maupun secara simultan. This research aimed to find out and anlayze the influences of school location, school promotion, perception and environtment of students’ peer onstudents’ interest in choosing office administration study program at Private Vocational High Schools in Semarang.The population in this study was all students office administration subject in private vocational high school in Semarang, which were 203students in total number. The sample was the whole population The method of data

  15. Probabilitas Tegangan Sentuh Dan Tegangan Langkah Di Lokasi Rencana Gardu Induk 500 kV Antosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Latif

    2016-06-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya pertindustrian di Indonesia, maka kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut pada tahun 2016, PT PLN (Persero merencanakan pembangunan GITET 500 kV Antosari. Pembangunan GITET 500 kV Antosari merupakan tindak lanjut dari rencana PT PLN (Persero yang akan menambah pasokan energi listrik ke Bali melalui sistem interkoneksi Jawa – Bali menggunakan jaringan transmisi SUTET 500 kV, dimulai dari GITET 500 kV Paiton dan akan sampai di GITET 500 kV Antosari. Untuk mengamankan gardu induk dari ancaman sambaran petir, salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengamankan sistem perntanahan dilokasi gardu induk. Maka dipilih sistem pentanahan grid di lokasi rencana pembangunan Gardu Induk 500 kV Antosari. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perbandingan ukuran luas pentanahan dengan kedalaman batang konduktor terhadap tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas timbulnya tegangan sentuh dan tegangan langkah. Data tahanan tanah yang didapatkan dari pengukuran secara langsung digunakan untuk mengetahui  nilai tahanan jenis tanah kemudian digunakan untuk menghitung tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas tegangan sentuh dan tegangan langkah. Perhitungan tahanan pentanahan grid menggunakan persamaan IEEE, Standard 80-2000 sedangkan untuk perhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah menggunakan IEEE, Standard 665-1995. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi gardu induk untuk kondisi tanah basah dengan luas grid 3 m x 3 m dan kedalaman 5 m didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 0,49 ohm dan nilai tegangan langkah 125 volt dengan probabilitas 0,72%. Sedangkan untuk kondisi tanah kering dengan luas grid 3 m x 3m dan kedalaman 5 didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 1,11 ohm dan nilai tegangan langkah 281 volt dengan probabilitas 0,72%. Dari hasil analisis juga menunjukan dengan luas grid 3 m x 3

  16. APIKASI PEMANDU MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI (MGM DENGAN KONSEP LAYANAN BERBASIS LOKASI DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN QR CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminudin Rais

    2015-07-01

    Full Text Available Museum  Gunungapi  Merapi (MGM merupakan  wahana  wisata  yang dirancang sebagai  wahana  edukasi  konservasi  yang  berkelanjutan  serta  pengembangan  ilmu kebencanaan  gunung  api,  gempa  bumi,  dan  bencana  alam  lainnya. Terbatasnya media informasi yang terdapat di Museum Gunungapi Merapi menyebabkan pengunjung mengalami kesulitan dalam memahami informasi dan ditambah lagi perlu adanya tour guide untuk mendapatkan informasi lebih tentunya dengan berbagai keterbatasan, sehingga perlu dikembangkan aplikasi yang dapat membantu pengunjung untuk memudahkan akses informasi di lingkungan Museum Gunungapi Merapi. Penelitian ini menggunakan model proses pengembangan sistem Waterfall diawali dengan tahap analisis definisi persyaratan yaitu analisis kebutuhan. Dilanjutkan dengan tahap perancangan sistem dan perangkat lunak yaitu perancangan proses dan perancangan interface. Kemudian Implementasi sistem menggunakan ADT dan CodeIgniter. Pengujian yang dilakukan pada aplikasi menggunakan metode black box test, dan pengujian kecepatan pemindaian QR Code. Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah aplikasi MGM Apps (frontend yang digunakan pengunjung untuk mengakses informasi dengan melakukan pemindaian QR Code dan Web Administrator MGM (backend digunakan oleh pengelola museum untuk mengelola informasi. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa aplikasi layak dan dapat digunakan.Kata Kunci: Museum Gunungapi Merapi,QR Code, Sistem Layanan Berbasis Lokasi.

  17. PEMODELAN DUA DIMENSI DATA GRAVITASI DI WILAYAH RIAU DENGAN METODE TALWANI (STUDI KASUS LOKASI - X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto Rohadi

    2016-03-01

    Full Text Available Observasi nilai percepatan gravitasi dilakukan di Riau (Lokasi - X. Data pengamatan yang didapat diolah sedemikian rupa sehingga didapatkan nilai anomali gravitasi. Secara umum anomali gravitasi terdiri dari anomali bouger, anomali regional, dan anomali residu. Anomali Bouguer dan anomali Residu di wilayah pengamatan menunjukkan area anomali gravitasi tinggi di bagian selatan, sedangkan anomali gravitasi rendah di bagian utara. Selanjutnya peta anomali tersebut dibuat permodelan dua dimensi berbasis Metode Talwani. Dari hasil pemodelan menggunakan model poligon metode Talwani didindikasikan adanya patahan naik dengan penurunan massa pada bagian tengahnya (graben. Model patahan ini merupakan sistem pembentuk sedimen pada wilayah penelitian.    Observationof the gravity is conducted in Riau (Location - X. Observational data is processed in such a way to obtain the value of the gravity anomaly. In general, the gravity anomaly is composed of bougeranomaly, regional anomaly, and residualanomaly. High Bouguer anomaly and Residual anomaly observed in the region the southarea, while the low gravity anomaly in the north area. Furthermore, the anomaly map generate by using two-dimensional modeling based on Talwani method. From two dimensiononal modeling (2-Dindicate that fault models due to the loss of mass in the middle (graben. This fault model is a system forming sediment in the study area.

  18. PENGAMBILAN KEPUTUSAN KRITERIA JAMAK (MCDM UNTUK PEMILIHAN LOKASI FLOATING STORAGE AND REGASIFICATION UNIT (FSRU: STUDI KASUS SUPLAI LNG DARI LADANG TANGGUH KE BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Buda Artana

    2008-01-01

    Full Text Available This paper presents a case study in selecting the best location for a Floating Storage and Regasification Unit (FSRU in Bali. FSRU is an alternative to replace a conventional shore LNG terminal. The selection involves several criteria/attributes that can be grouped into two general criteria, namely qualitative and quantitative criteria. Multiple Criteria Decision Making (MCDM approach is utilized to solve the selection problem, considering the capability of this method in solving multi-criteria problem with mutual conflict. Qualitative criteria are evaluated using AHP method to calculate weight of each criterion. Moreover, decision matrix algorithm is then utilized to convert preference of stakeholders into, consecutively, probability assignment, total probability assignment and preference degree eventually. Quantitative criteria are also converted into preference degree and entropy method is used to rank the alternatives. Selected location would be the alternative having the highest entropy. Four alternatives are under consideration. Those alternatives are Benoa, Celukan Bawang, Pemaron and Gilimanuk. This research found that Celukan Bawang is the best location for the FSRU. Abstract in Bahasa Indonesia: Paper ini menyajikan pemilihan lokasi Floating Storage and Regasification Unit (FSRU untuk proses distribusi LNG dari Ladang Tangguh ke Bali. FSRU merupakan alternatif pengganti LNG receiving terminal di darat. Pemilihan lokasi ini melibatkan kriteria kualitatif dan kuantitatif dan metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM digunakan untuk melakukan pemilihan mengingat metode ini dapat memberi solusi tepat saat mutual conflict terjadi pada beberapa kriteria pemilihan. Penilaian terhadap beberapa alternatif didasarkan atas nilai masing-masing kriteria yang diperoleh dari kuisioner terhadap beberapa stakeholders. Untuk kriteria kualitatif dicari relative weight dengan menggunakan metode Analitik Hierarki Proses (AHP. Nilai relative weight ini

  19. Pengaruh Lebar Fasad, Warna Interior, dan Lokasi Meja Kasir terhadap Persepsi Aman dan Sikap Konsumen pada Convenience Store

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imtihan Hanum

    2016-12-01

    Full Text Available Pesatnya perkembangan convenience store berkontribusi terhadap tingginya angka kejahatan pada toko. Pedoman convenience store dan teori-teori yang terkait menunjukkan bahwa visibilitas dari convenience store penting untuk menekan maksud kriminal. Namun, faktor yang dikembangkan untuk mendorong persepsi keamanan dan perilaku konsumen tidak jelas dijelaskan. Penelitian ini menguji variabel yang dapat menekan maksud kriminal melalui peningkatan persepsi aman konsumen dan perilaku dalam toko. Percobaan ini menggunakan 43 responden untuk mengevaluasi stimulus gambar simulasi interior dari convenience store. Data dari respon dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kasir jauh dari pintu keluar dengan kombinasi warna dingin dianggap aman oleh responden, sedangkan lokasi counter jauh dari pintu keluar memberikan efek positif pada perilaku konsumen. Sedangkan variabel muka bangunan tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam membangun persepsi konsumen dan perilaku. Hasil eksperimen diharapkan menjadi kenyamanan pedoman desain dari convenience store dan mengembangkan pengetahuan desain. Di masa depan, kita dapat mempelajari jenis lain dari toko atau fungsi lain dengan masalah yang sama.Kata Kunci: convenience store; pencegahan kejahatan; perilaku konsumen; persepsi aman.Influence of Façade Width, Interior Color and Cashier Desk Location on Security Perception and Client Behavior in Convenience StoresThe rapid development of the convenience store contributes to the rising occurence of retail crime. Convenience store guidelines and related theories show that visibility in convenience store interiors is important to suppress criminal intents. However, the factors developed to improve security perception and client behavior are not clearly described. In this study variables were examined that may suppress criminal intent through the improvement of security perception and consumer behavior in convenience stores. In the

  20. Optimasi Penempatan Lokasi Potensial Menara Baru Bersama Pada Sistem Telekomunikasi Seluler Dengan Menggunakan Fuzzy Clustering Di Daerah Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muthmainnah Muthmainnah

    2015-03-01

    Full Text Available Mengikuti perkembangan jumlah pelanggan seluler yang semakin pesat, para operator terus berusaha membangun infrastruktur agar layanan dan kualitasnya semakin meningkat. Salah satu infrastruktur penyelenggaraan yang terus menerus dibangun adalah Base Transceiver Station. Namun, pembangunan BTS tersebut harus mempertimbangkan estetika dan kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW. Tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan metode Fuzzy Clustering dan Harmony Search untuk mengoptimalkan penempatan lokasi potensial menara baru sehingga diperoleh solusi yang optimal. Selain RTRW, titik potensial juga dapat ditentukan dengan menggunakan titik pusat cluster melalui metode Fuzzy C-Means. Setelah itu titik menara baru dapat dioptimasi dengan menggunakan metode Harmony Search dengan meminimalkan fungsi path loss. Hasil optimasi menunjukan bahwa untuk layanan 2G membutuhkan penambahan BTS sebanyak 343 BTS yang mampu melayani kebutuhan trafik sebesar 42230 Erlang, sedangkan untuk layanan 3G membutuhkan penambahan BTS sebanyak 278 BTS yang mampu melayani Offered Bit Quantity (OBQ sebesar 1160857  Kbps dengan total luas coverage BTS nya sebesar 60.798 km2. namun dari segi jumlah menaranya tidak terjadi penambahan pada kedua jenis layanan ini. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengefisienkan penggunaan menara eksisting. Dengan menggunakan metode Fuzzy Subtractive Clustering diperoleh 3 (tiga jumlah cluster yang optimal di setiap kecamatan.

  1. PENENTUAN LOKASI BUDI DAYA RUMPUT LAUT (Euchema spp. BERDASARKAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN KECAMATAN MORO, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kelayakan perairan untuk budi daya rumput laut dengan menggunakan metode long line berdasarkan parameter lingkungan di perairan Kecamatan Moro Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 87 stasiun telah dikumpulkan selama survai lapangan pada bulan Agustus dan Oktober 2004. Data parameter lingkungan dan data penginderaan jauh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan sistem informasi geografis dan multi kriteria analisis. Dari total potensial lokasi penelitian seluas 417 km2 (jarak 1 km dari garis pantai, kategori sangat layak di temukan di perairan sekitar Pulau Sugie dan Pulau Combol seluas 110 km2. Hasil verifikasi dari klasifikasi tingkat kelayakan menunjukkan bahwa sekitar 44% dari budi daya yang ada menempati kategori sangat layak. Terdapat sekitar 6% yang menempati perairan dengan kategori tidak layak. This study was conducted to identify suitability site for seaweed culture using long line method based on environmental parameters in adjacent water of Moro Sub District, Riau Island Province. Field observation was primary data sources used in this study that was conducted on August and October 2000. Total of 87 sampling stations were collected during the field survey. Environmental data together with remote sensing data were analyzed using geographic information system and multi criteria analysis. The final result showed that from the total potential site of about 417 km2 (1 km buffer from coastline, area around Sugie Island and Combol Island (about 110 km2 were classified as highly suitable. The result has been verified with the existing seaweed aquaculture. About 44% of existing seaweed culture matched with highly suitable site and about 6% was located in unsuitable site.

  2. VISUALISASI PENJUALAN DAN LOKASI PENJUALAN MENGGUNAKAN GOOGLE MAP SERTA PROYEKSI PERMINTAAN FLEXY DAN MODEM DI MASA MENDATANG (STUDI KASUS: PT. TELKOM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rully A Hendrawan

    2013-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Banyak lokasi penjualan produk Telkom yang tidak dapat teratasi karena banyaknya permintaan tapi kurangnya sales yang melayani konsumen. Aplikasi berbasis web akan dibuatkan dengan meggunakan peta google yang terintegrasi menggunakan basis data yang disesuaikan dengan perusahaan. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini yaitu dengan melakukan visualisasi sales dan letak lokasi penjualan di setiap STO (Sentral Telepon Otomatis menggunakan Google Map serta melakukan proyeksi permintaan produk guna mengetahui besarnya pangsa pasar di setiap STO. Sebelum memasuki halaman untuk memasukkan data, dibuatkan login admin dan form pengisian data yang diperlukan untuk memudahkan pengisian data tanpa harus mengubah ke dalam basis data Oracle secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan lokasi STO serta Plaza yang dimiliki oleh Telkom dengan cara memunculkan grafik pada gambar peta di Google Map dan melakukan perhitungan proyeksi permintaan produk Telkom di masa mendatang dengan menggunakan metode simple exponential smoothing. Hasil akhir dalam penelitian ini adalah aplikasi yang sudah terintegrasi dengan baik serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan penjualan yang rendah untuk di

  3. Penentuan Lokasi DG dan Kapasitor Bank dengan Rekonfigurasi Jaringan Untuk Memperoleh Rugi Daya Minimal Pada Sistem Distribusi Radial Menggunakan Algoritma Genetika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridho Fuaddi

    2016-04-01

    Full Text Available Jaringan distribusi yang paling umum digunakan ialah sistem dengan bentuk radial. Sistem ini memiliki bentuk yang sederhana serta biaya investasinya yang terbilang murah. Namun, kualitas pelayanan dayanya relatif buruk yang terjadi akibat adanya rugi daya pada saluran yang cukup besar. Hal itu terjadi karena jaringan distribusi yang merupakan ujung dari saluran transmisi memiliki perbandingan rasio R/X yang tinggi sehingga mengakibatkan rugi daya yang besar. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi rugi daya pada jaringan distribusi yakni dengan menggunakan rekonfigurasi jaringan, pemasangan kapasitor bank dan pemasangan unit distributed generation (DG pada sistem distribusi. Pada tugas akhir ini, algoritma genetika merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan suatu pencarian nilai dalam masalah optimasi penentuan lokasi DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan yang tepat untuk mendapatkan rugi daya yang paling minimal. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini, diperoleh perbaikan rugi daya nyata paling optimal sebesar 94,92 % terhadap kondisi awal sistem distribusi radial 33-bus standart IEEE melalui penggabungan pemasangan DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan.

  4. KESIAPAN PENDUDUK PEMUKIM DI DAERAH RAWAN LONGSOR KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erni Suharini

    2011-12-01

    Full Text Available Every man needs a place to live in a safe and comfortable for the continuance of his life. Due tovarious factors, the human desire to live in areas prone to disasters such as landslides. Some of them donot know the danger they mengacam, there are some others who already know the risks that might occur,and then they make the steps antisipasinya. Those who live in landslide-prone areas have a differentmotivation. Motivation and the anticipation is what menajdi purpose of this research. Population researchis their (families who live in areas prone to landslides in the city of Semarang. Identification of areasprone to landslides views of the topography / slope gradient and rock formation (formation Kalibiuk,which includes District Tembalang, Gunungpati, and Ngalian. Sample taken from the third kecamtan(purposively sampling of 50 families. Data analyzed in quantitative descriptive. Results of research thatthey live in areas prone to landslides divided in two klas namely immigrants and native inhabitants. Themigrants generally live in housing built by developers who missal, their economic level is higher, nonagriculturallivelihoods. Instead of the native build their own home, a lower level of economic migrantson, livelihood of farmers or other informal sectors. Motivation migrants choose to stay here because ofthe consideration is close to the work, accessibility, high price. For the native land because of inheritanceand a source of livelihood here (rice field, moor. Both newcomers and the natives already know the riskof landslides. They differ only in mengapresiasi against landslides. Immigrants with anticipating technicalengineering building, such as strengthening the bones, make a levee, to reforestation. Erosion of the nativelook as natural occurrence, so no need to anticipate the technical engineering, they just do reforestation.One thing that has not been done by both migrants and their native population is on the socialization oftheir children Naka-how to save themselves in case landslides really happened.Keywords: Readiness of the population, the area prone to landslides, erosion

  5. PENGELOLAAN STRES PADA KELUARGA KORBAN BENCANA LONGSOR DI KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Euis Sunarti

    2011-08-01

    Full Text Available  This research focused to analyze family stress management of landslide’s victims of Banyuwangi village, Bogor District. This research used cross-sectional design, involved 100 families who became the victims of Banyuwangi village’s landslides as samples. Results showed that stressors which gave the greatest impact on family life wereintrafamily and finances/business strains.The correlation test showed the higher the level of finances and business strains, work transitions and strains, the lower the level of family hardiness and the higher the level of family stress. Meanwhile, the higher the level of marital strains, the lower the level of family coherence and the higher the level of family stress. The higher the level of family social support, then the higher the level of family coherence and family coping strategy. The regression test indicated that family stress of landslide’s victim was influenced by stressor, family hardiness, and coping strategy focused on problem. 

  6. PEMETAAN POTENSI BENCANA LONGSOR DI KELURAHAN KEMBANG ARUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widjonarko Widjonarko

    2014-10-01

    Full Text Available Disaster is a real fact that sometimes less attention by both government and society. This is reflected from the hustle bustle of activity that occurs after the disaster compared with efforts to minimize the impact of disasters. Coexist with a culture of disaster has not become either by the government or the public. One push to institutionalize a culture coexist with disaster is to drive the community to better identify more closely the potential disaster and to encourage people to be able to map out the potential disaster in the environment around them.Kembang Arum Society in general does not fully know and understand the potential and landslide conditions in their neighborhood. The Community knew after the collapse of the cliff retaining embankments. People were not so attentive to cutting hills activities in surround them. This research resulted the map of lanslide situation. basedon that,  the society of Kembang Arum will be know that the existing condition will change in high risk of landslides in the long term,especially in areas with hills and steep slopes.

  7. Layanan Berbasis Lokasi Hotel Menggunakan Realitas Tertambah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Imansyah

    2017-11-01

    Full Text Available Getting information in real time at specific times and locations is especially needed when users have high mobility. But often users are not familiar with the area, so difficulty in finding locations and information. The development of technology for location based services and augmented reality makes it easy to get information from available resources in locations using mobile devices equipped with GPS devices. The research aims to combine hotel location based services and augmented reality in android-based mobile device by manipulating virtual objects into real objects through the camera as input and mobile phone display as output.The integration of hotel location based services and augmented reality is useful for hotel users to be able to search hotel information by directing the camera mobile device in the direction of specific targets to be retrieved information. The output of the system is provided in real time on the mobile device display for the user. Output information provided in the direction of location of the hotel object and information about the object of the hotel.

  8. Layanan Berbasis Lokasi Hotel Menggunakan Realitas Tertambah

    OpenAIRE

    Nur Imansyah; Sri Handani Widiastuti

    2017-01-01

    Getting information in real time at specific times and locations is especially needed when users have high mobility. But often users are not familiar with the area, so difficulty in finding locations and information. The development of technology for location based services and augmented reality makes it easy to get information from available resources in locations using mobile devices equipped with GPS devices. The research aims to combine hotel location based services and augmented reality ...

  9. Model Lokasi Menara BTS Ditinjau Dari Faktor – Faktor Penentu Lokasi Menara BTS Di Surabaya

    OpenAIRE

    Dynastya, Dynastya; Sulistyarso, Haryo

    2013-01-01

    Perkembangan tower Base Transceiver Station (BTS) di Kota Surabaya berlangsung sangat pesat. Keberadaan tower BTS yang mulai menjamur di kawasan permukiman mengakibatkan protes dari masyarakat yang takut akan dampak negatif tower BTS. Perkembangan jumlah penggunaan telepon genggam di kota Surabaya dapat diasumsikan bahwa kebutuhan jaringan komunikasi nirkabel bertambah. Untuk mengatur hal tersebut diperlukan adanya suatu pengendalian tower BTS di Kota Surabaya untuk meminimalisasi gangguan te...

  10. Potensi Bencana Geologi Pada Penambangan Emas dan Lempung di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2015-04-01

    Full Text Available Desa Cihonje di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, memiliki sumber daya mineral seperti emas dan tanah liat kaolin. Kedua mineral ini telah dilakukaneksploitasi oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan sumber daya ini telah memberikan kemakmuran bagi warga setempat. Namun, upaya pertambangan tidak dalam kondisi baik dan masih belum berlisensi. Penggalian emas dan tanah liat di sekitar area perumahan telah membawa dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap keselamatan para penambang dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini pada potensi bencana yang mungkin menjadi ancaman bagi masyarakat setempat dilakukan dengan pengamatan langsung. observasi lapangan ini dilakukan dengan memetakan lokasi operasi pertambangan, perubahan lingkungan dilakukan deskripsi, mengambil gambar dan wawancara dengan penduduk dan para penambang. pertambangan emas primer mengambil urat mineral dengan membuat sumur vertikal dan horizontal. sumur ini sangat dalam dan mencapai puluhan meter. Hal ini telah mengancam keselamatan para penambang, mengganggu penggunaan lahan sebagai daerah pertanian, yang mempengaruhi ketersediaan sumber air tanah, menyebabkan tanah longsor dan mencemari sumber air sungai. pertambangan emas sekunder pada deposito aluvial di tepi sungai telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian, erosi sungai dan pencemaran air. Pertambangan tanah liat telah menyebabkan perubahan dalam pengaturan lingkungan dan potensi longsor.

  11. KERAWANAN LONGSOR LERENG JALAN STUDI KASUS RUAS JALAN SUKASADA – CANDI KUNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Hartini

    2014-07-01

    Full Text Available Slope stability analysis along roads Denpasar – Singaraja have been calculated using Felenius Method and Software Plaxis 8.2. This calculation was conducted using  material model Mohr - Columb, soil cohesion (c and tan f soil parameters. Calculations safety factor using phi – c reduction value, condition until structural failure occurs. The results of computation Felenius Method give stability value Fs 1,5. This study has been on optimization of soil parameters, so that plaxis gives better result. This study may conclude that plaxis should be used with caution and with proper soil parameters

  12. DAMPAK PENGEMBANGAN PERUMAHAN TERHADAP PENINGKATAN KAWASAN RAWAN BENCANA LONGSOR LAHAN DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sutardji

    2011-12-01

    Full Text Available Research conducted in District Gunungpati, aims to: identify the development of settlements, knowing the level of vulnerability to land slides, and knowing the condition of the community who live in landslide-prone area.Variable data includes topography, geomorphology, geology, soil, and land use; data residential development; landslide area of land; population socioeconomic data. The approach taken by way of overlay maps, calculating the level of vulnerability with scoring, and quantitative descriptive analysis.The research of results showed that the function of Gunungpati district development area does not meet RUTRK, where housing is built on the Kalibeng formation which is the labile region a potentially unstable landslide occurred in the rainy season, the developer built housing in this formation are: Housing in Meteseh, Bukit Regency Gombel , Perum Dewi Sartika, Trangkil Sejahtera, Purisartika Gunungpati. Community who live in this area really know the risk of living in landslide areas, they ready live in the house that always cracked.

  13. Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riki Rahmad

    2018-03-01

    The purpose of this research is to describe the utilization of GIS in mapping of vulnerability of landslide disaster in Sibolangit Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatera. The model used refers to the estimation of Puslittanak 2004, the parameters used to determine the level of vulnerability are the land cover, soil type, land slope, rainfall and geological formation (rocks. In the process of mapping each parameter has a classification score multiplied by the weight of each parameter, then the results of the multiplication of the score and weight are summed based on the suitability of geographical location. The results showed that the District of Sibolangit has the potential for landslides from low to high levels. Based on the prediction model of landslide disaster in the dominant research area has a landslide threat level with vulnerability class covering 14 villages. In addition, the low vulnerability of low vulnerability landslide includes 10 villages, high level of vulnerability of 3 villages and very high level of vulnerability 1 villages.

  14. ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggun Prima Gilang Rupaka

    2015-09-01

    Full Text Available The frequency of landslides in Tegal regency increasing every year. The distribution area are also more widespread, especially in districts Jatinegara, Bojong and Bumijawa. These regions has a hilly topography profile with a height ranging from 400 - 1200 meters above sea level. The landslide’s factors that use as the parameters in this study are rainfall, slope, soil type, depth of soil solum and land use. Suitability of land use based on the level of vulnerability to landslides associated with the level of capacity and vulnerability, because the area that not conform based on these factors are the residential area. The method used to calculate and analyze the landslide-prone area in this study are with the help of GIS. The software were used to analyze consist of ArcGIS 10, ER Mapper 7.0 and Basemap. Satellite images digitized with ArcGIS to produce maps of land use. Then the land-use maps overlaid with maps of slope, soil type maps, rainfall maps and depth of solum. Predefined values for each parameter were then summed and classified based on assessment standards. The landslide susceptibility map is then used to analyze the suitability of land in landslide-prone areas in Tegal regency. The level of capacity and vulnerability to disasters in areas prone to landslides obtained by interview in the form of a questionnaire. Subdistrict Jatinegara, Bojong and Bumijawa has an area of 25.000 hectares, 37,81% of the area that included in the "Landslide Prone" category, while the 59.82% of the area goes into the "Pretty-Prone Landslide" category. Conversion of forest land into agricultural production into is the one of the factors that aggravate the landslide that happened. Villagers who live in landslide-prone areas do not have the awareness that cutting down trees and intensive agriculture are causing landslides that in their area, in addition to soil type and slope factors that dominant. Vulnerability and capacity to landslides in the region included in the low category. Factors that influence are economic level, education level, living conditions and the condition of the access road.

  15. Permasalahan Lokasi Pedagang Kaki Lima dalam Ruang Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widjajanti

    2014-02-01

    Full Text Available Urban development is inseparable from the problem of the urban informal. The informal sector is a sector that will always grow and thrive. Various issues that arise in urban development is the problem of the location of the activity space street vendors (PKL in the urban space. The problem of space activity occurs in the informal street vendors space settlements or urban space. PKL is one of the supporters of the activity in a public space that can be categorized as an 'activity support'. These activities tend to be located in a place according to its activity. Meanwhile, there is little discussion of urban street vendors in view space. Until now, the discussion is more to the economic, social and policy. In addition, many of the types of activities studied, space requirements, physical arrangement and the arrangement of the display / architectural aesthetics. The methodology used in conducting the study concerns the location of street vendors in the urban space using the method of literature revie. Given this method, can identify deficiencies / weaknesses of the informal sector theory and the theory of space to determine the location of street vendors in urban spaces. The conclusion of this research is to study the behavior of PKL space that affect the determination of the location of trade.Abstract : Urban development is inseparable from the problem of the urban informal. The informal sector is a sector that will always grow and thrive. Various issues that arise in urban development is the problem of the location of the activity space street vendors (PKL in the urban space. The problem of space activity occurs in the informal street vendors space settlements or urban space. PKL is one of the supporters of the activity in a public space that can be categorized as an 'activity support'. These activities tend to be located in a place according to its activity. Meanwhile, there is little discussion of urban street vendors in view space. Until now, the discussion is more to the economic, social and policy. In addition, many of the types of activities studied, space requirements, physical arrangement and the arrangement of the display / architectural aesthetics. The methodology used in conducting the study concerns the location of street vendors in the urban space using the method of literature revie. Given this method, can identify deficiencies / weaknesses of the informal sector theory and the theory of space to determine the location of street vendors in urban spaces. The conclusion of this research is to study the behavior of PKL space that affect the determination of the location of trade.

  16. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Penentuan Kelayakan Lokasi Pemukiman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutammimul Ula

    2013-01-01

    Abstrak As a disaster-prone areas of the tsunami, ocean waves and abrasion, it takes a decent location to be used as a residential area to support economic development, infrastructure, social and economic development of Regional Goverment of Lhokseumawe. Therefore, it is necessary to have feasibility determination of viable residential locations as recommendation to be a settlement. So it is necessary to evaluate the physical area of settlements, infrastructure, economic and social development that will be recommended to be a residential location. Public suggestion is needed to determine the problem locations to be recommended to a settlement. The application of group decision support systems or Group Decision Support System (GDSS are made using the VIKOR method (Vlse Kriterijumska Optimizacija Kompromisno Resenje in Serbia that is able to assist decision makers in the ranking value to each solution alternatives, entropy wih weigt for criterias, the method of Copeland score, as one method of voting is the technique by reducing the frequency of victory with the defeat of the comparison frequency pairs can be used to vote for a solution that will take the decision makers.   Keyword— GDSS, Vikor, Copeland Score, Entropy, location determination.

  17. Penentuan Titik Lokasi Pelabuhan Penyeberangan Amed Di Kabupaten Karangasem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ngurah Putra Dirgayusa

    2016-07-01

    Full Text Available Accumulation of social activity, economy and transportation that occur in Southern part of Bali adversely affects at transportation infrastructure carrying activity in this area. These require the government to get the solution of this problem. Through spatial planning area of Bali province 2005, governments establish Amed Bay developed as crossing harbor. These cases mean to divide the shout hem traffic line and support the development in northern part of Bali. The object of this research is in Purwakerti village, district of Abang, Karangasem regency. Research held based on technical and legality review. In advance analyze of those aspects that established some alterative potential location based on area requirement and mapping survey result. Following, each location alternative disassembly and examined their advantages and disadvantages in each aspect. Technical aspect analyze of land and territorial water technique. The approach that used in harbor location selection for this technique is weighting and assessment method in assessment matrix. The weighting value that used refers to harbor location selection in Makian bay. Meanwhile, for legality aspect, analyzed by policy review that relate to spatial area and location selection of harbor development. Based on minimum area demand analyze that 0.7 Ha for land facilities and 15.8 Ha for waters facilities. Refers to minimum area demand and layout spatial survey, four locations are selected for alternative points. After technical and legality aspect analyzed, then obtained second area chosen which located in Amed country, Purwakerti village.

  18. Dinamika Baru Pemilihan Lokasi Bagi Perusahaan Ritel Sistem Franchise

    OpenAIRE

    Sujadi, Sujadi

    2010-01-01

    For retail companies for expansion of the franchise system is a must to be done. For that companies need an appropriate strategy to support the opening of new outlets. Strategies that can be done in addition to site selection strategy is qualitati1'ely Flexible manufacturing system (FMS, Just-In-Time (JIT) and total quality management ( TQM). Kata Kunci : Perusahaan Ritel, Sistem Franchise, FMS, JIT, TQM

  19. VASEKTOMI PADA MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARISDI LOKASI WISATA SANGEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    WANDIA. I .N

    2012-10-01

    Full Text Available ABSTRACT Growth population control on the animal population dwelling a restricted habitat is very important to decrease, especially the negative impact on its surrounding environment. This Community Service was conducted as an application of vasectomy on an adult male of long tailed macaque occupying the tourist destination of Sangeh. This was the choosen method to overcome the overcrowded population. Vasectomy is surgical division of all or part of the vas deferens to induce sterility. One selected adult male monkey was anesthetized successfully using blowpipe. Surgical resection of part of vas deferens used a bilateral slicing method. Vasectomy was fully done nearly in one hour, and the monkey was released to habitat in the following three days of captivity.

  20. Metode Berbasis Kendala Aktif Dalam Menyelesaikan Persoalan Lokasi Fasilitas Berkapasitas.

    OpenAIRE

    Marbun, Lisbet

    2012-01-01

    Active Constraint covers all equation definitions and all inequalities that it is at equation, this is definition that used here. Definition this means that any inequality to active definition, This condition fulfills variable that influence active definition in LP optimum relaxation. One of assumption Capacitated Facility Location Problem (CFLP ) or problem of facility location is request is known and fixed. Solution model that presented in this research in attempt to to depic...

  1. Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat pada Daerah Rawan Longsor di Desa Kalitlaga Kecamatan Pagetan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Parlindungan R., Ranto; Fathani, Teuku Faisal; Karnawati, Dwikorita

    2008-01-01

    This research was carried out due to the occurrence of mass movement in Kalitlaga Village Pagentan Sub-District Banjarnegara District, which was one of most dangerous area to mass movement in Province Central Java. Such movement resulted in damaged houses and road. This research was conducted to recognize and identify the direction and type of mass movement, to identify the triggering parameters and the cause of mass movement in order to provide an appropriate disaster mitigation recommendati...

  2. Model Starlet, suatu Usulan untuk Mitigasi Bencana Longsor dengan Pendekatan Genetika Wilayah (Studi Kasus: Longsoran Citatah, Padalarang, Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Z. Zakaria

    2014-06-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v5i2.95Scientists, governments, employers, and communities have the same view on landslide disasters, that is the need to cut losses and to avoid loss of men. To deal with landslide disasters, an understanding of an area is required, especially for mitigation ( limitations and stabilization. To handle the slope - prone to landslides, an integrated approach is needed. A stabilization and integrated design (Starlet model is a proposal in the handling landslide - prone slopes the integration among: (1 mapping system, (2 slope stability analysis, (3 simulation design of stable slope, and (4 guidance with environmental management along with monitoring. In addition, this also requires the participation of scientists, government officials, communities, and employers in facing these avalanche disasters. Citatah landslides formed a system with the largest to the smallest sizes that is a unity. The landslide in the western part of Pasir Pabeasan (Pasir Pabeasan - Citatah is a complex one with the type of lateral spread. There are other landslides in the surrounding area, i.e: rock fall, rock toppling, slump, debris slide, and slide. The landslide shows the system and dimensions of landslide from the smallest to the largest one. Slopes in 22.29o to 44.28o should be noted because in general they are critical. They need stabilizations. Landslide area mapping system should consider the genetic region. A terrain genetic map will show areas of terrain genetic unit (TGU which strongly supports the zoning maps of land movements. Based on terraingenetic unit (TGU, the Citatah landslides are common at symbol TGU 2331, 2232, locations between 2231 and 2331, locations between 2232 and 2331, and locations between 2233 and 2331, around the intersection of two faults (Cimandiri thrust fault cut by dextral strike - slip fault.

  3. Pengembangan Dan Implementasi Aplikasi Pencarian Lokasi Pelanggan Dan Penjadwalan Teknisi PT. Telkom Kandatel Pati Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Nor Ahfandi

    2016-04-01

    Full Text Available Telkom Group is the only telecommunications company as well as telecommunications service providers and the largest network in Indonesia. At this time the daily scheduling of technicians and customers do not have a location search memadahi information system. In some fields, the management is still done manually. Such as scheduling repairs to the customer given to technicians only reports of damage on the day yesterday so that customers in today's report will have to wait one day plus also a technician who does not mengetehaui in detail the work area so that slowing customer service. Development of information systems in this study using the waterfall method. The waterfall model is composed of: requirements, design, implementation, testing and maintenance. For the beginning of the design, developers need observation or interviews to determine the needs of the system that is being developed. Applications developed using CodeIgniter framework. The results of this final project is an information system that can meet the needs of PT. Telkom Kandatel Patis in managing daily scheduling service technicians and search customer locations in accordance with existing business processes.

  4. GDSS Penentuan Lokasi Shelter Baru Transjogja Menggunakan Metode Brown-Gibson dan Borda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bhakti Susilo

    2013-07-01

    Abstract The purpose of establishment of the Transjogja bus fleet is to solve the problems of congestion, pollution and adequate public transport. To provide the best service, one thing is to place the shelter afforded in the right position. Department of Communication, cooperate with other agencies in the collection of executive aspirations, for the determination of the location of the new shelter. The combinations of  Brown-Gibson and Borda methods, possible used for site selection as a group. This method is used to select an alternative location based on the size of a particular preference (preference measurement taking into account the objective factors and subjective factors. Objective factor in the form of cost effectiveness is the total amount of expenses incurred for an alternative location. Subjective weighting factor of the decision makers of the criteria required in determining the location of the new shelter. These criteria include land, position, and access to space, competition, transportation and security. In the assessment of subjective factors is using the AHP model. The result of this study is to GDSS using the Brown-Gibson method and Borda shown to accommodate the preferences of many decision makers. With the output of the value location preference and rankings, it facilitated DM to determine new location. Location that has the highest ranking is more potent as a location for a new shelter. Keywords— Location, Brown-Gibson, Borda

  5. Alternatif Lokasi Terminal Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jusmar Effendi Simamora

    2014-08-01

    Full Text Available Doloksanggul as the Capital District of Humbang Hasundutan also as the center economic growth until now has not had a terminal infrastructure. The result appears terminal shadows that make the city crowded and poor quality of public transport services, so that the internal and external connectivity hub disrupted economic growth. While the terminal as one element of ground transportation can lead to multiple economic effects (multiplier effect to the local and regional economy, so it has a very strategic role in supporting economic growth centers. This study aims to determine the location of the terminal is capable of supporting Doloksanggul as the center of economic growth in the District Humbang Hasundutan through assessment criteria used. To achieve the research objectives used a qualitative-descriptive and quantitative-descriptive approach which is using purposive sampling techniques, by restricting the respondent only directly related to the problem, namely regulators, operators and users (passengers. The analytical method used is the method of Analytic Hierarchy Process (AHP, because it is a flexible method of decision-making by combining a variety of considerations to obtain multi-criteria problem solving. The formulated criteria are the easies of accessibility to enter and from the terminal location, the availability of transportation networks, the ultimate destination of public transport track AKAP/AKDP, adjacent to the central market, located in the city center. The alternatives terminal location are located in the Bonanionan village, the Pasaribu village and the Simangaronsang village. Based on the results of the analysis found that the best location is the Bonanionan village with value of 0.6022 (60.22% followed the Pasaribu village with value of 0.3073 (30.73% and the last is the Simangaronsang village with value of 0.0905 (9.05%.

  6. Uji Adaptasi Galur Mutan Harapan Padi Gogo pada Lokasi Lahan Kering Dataran Tinggi Iklim Basah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S.A.N. ARYAWATI

    2015-09-01

    Full Text Available Adaptation Test of Promising Upland Rice Mutant Line On Dry Highland With Wet Climate. Upland rice productivity is still low, productivity can be improved by using high yielding varieties through the breeding programs, by the Agency for agricultural research (BATAN. Test adaptation is necessary to determine the superiority of promising lines. The objective of this research was to determine adaptability, performance of growth, and productivity of mutant lines of upland rice. Research used randomized complete block design (RAK single factor with 10 lines of treatment the results of gene mutation and 2 check varieties with three replications. Those treatments were PMG 01/Psj, PMG 02/Psj, PMG 03/Psj, PMG 04/Psj, PMG 05/Psj, PMG 06/Psj, PMG 07/Psj, PMG 08/Psj, PMG 09/Psj, PMG 10/Psj, Limboto and Local. The research was conducted on August 2014 until February 2015 in Tiga Village, District Susut, Bangli regency at high dry land wet climate. Data were analyzed by analysis of variance (Annova and LSD test at 5% level. The results showed that tested of promising mutant lines show significant differences were observed in all parameters. Treatment of lines PMG 05/Psj, PMG 06/Psj, and PMG 08/Psj gave a yield of 2.22; 2.66; and 3.18 tons GKG/ha or higher than Limboto and Local check varieties as big as 2.04 and 0.90 tones GKG/ha. The three lines showed the parameters of flowering dates, number of filled grain, empty grain, and weight of 1000 grain, harvest time, KAR leaf, and chlorophyll better than check varieties. Lines of PMG 08/Psj gave the results 36.49% higher than Limboto and 71.78% higher than local varieties.

  7. Pengembangan Dan Implementasi Aplikasi Pencarian Lokasi Pelanggan Dan Penjadwalan Teknisi PT. Telkom Kandatel Pati Berbasis Android

    OpenAIRE

    Tri Nor Ahfandi; Rinta Kridalukmana

    2016-01-01

    Telkom Group is the only telecommunications company as well as telecommunications service providers and the largest network in Indonesia. At this time the daily scheduling of technicians and customers do not have a location search memadahi information system. In some fields, the management is still done manually. Such as scheduling repairs to the customer given to technicians only reports of damage on the day yesterday so that customers in today's report will have to wait one day plus also a ...

  8. Exploitasi Seks Terhadap Anak Perempuan yang Menjadi Korban Perdagangan Orang di Lokasi Prostitusi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suhardi Ruman

    2011-10-01

    Full Text Available The special focus of this paper is the fenomen of girls who become sex workers. They are children under age of 18 year.  This paper will show that the girls who become sex workers were human trafficking victim for sex commercial purpose. The beneficiaries of this exploitation are their parent, pimp, and those who live around of their life in prostitution location. Data is gathered by the researcher with Institute for Community Development and Social Advocacy (ICODESA team which advocate girls as human trafficking victims in interview, observation and discussion. Child sex workers must be claimed as Prostituted Children. Psychologically they have not been able to identify rationally every decision they take; socially and economically they are victims that structurally force themselves trapped in human trafficking. They have no education, no skills needed for industry, and they are also powerless towards patriarchal local culture. 

  9. Pengaruh Harga, Lokasi, dan Gaya Hidup Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Starbucks Focal Point Medan

    OpenAIRE

    Purba, Emir Syahfuad

    2016-01-01

    The objective of this research is to know the effect of Price, Place, and Lifestyle towards Customer Loyalty at Starbucks Focal Point Medan. The kind of this research is associative explanation research. Methods of data collection used questionnaire and literature. The methods of data analysis using Software SPSS 20.0 for Windows used 90 respondents which determined by using Purposive Sampling. The result of this research by analysis of multiple linear regression shows that variable of ...

  10. PERBANDINGAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L. Rendle YANG DITANAM DI LOKASI BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margareta Dacosta

    2017-03-01

    Full Text Available It has been conducted a research that aims to determine the ratio of essential oil content of citronella stalks (Cymbopogon nardus Rendle L. grown in the lowlands of Denpasar and the highlands of Bedugul. The experiment was conducted by using experimental designs. The parameters measured were the volume and the level of citronella oil produced. The sample preparation of powdered citronella stalks was as much as 200 grams, macerated with 96% ethanol and evaporated with Vacuum rotary evaporator to form condensed extract. The research used quantitative methods. The volume of hydro distillation was to obtain a crude extract of citronella stalks and the identification of active compounds was conducted by using Gas Chromatography / Mass Spectrometry (GC-MS. It can be concluded that the levels of citronella essential oil stalks from the highland of Bedugul was higher than the lowland areas of Denpasar, while the quality of essential oil of the lowland of Denpasar was better than that of the Bedugul highland. The content of secondary metabolites of the results of GC-MS analysis obtained from the essential oils contained in the analyzed crude extract of citronella stalks namely the compound of Selina-6-en-4-ol (2287322, the compound of n-hexadecanoic acid (1238019 and the compound of Driman-8,11-diol from the lowland of Denpasar while the Selina compound-6-en-4-ol (1856137 from the highland of Bedugul. Keywords: Citronella, essential oil content, altitude

  11. Aplikasi Panduan Lokasi Wisata Kota Klaten dan Akomodasi Berdasarkan Biaya yang Dimiliki Wisatawan Berbasis Android

    OpenAIRE

    Sriani, Sriani; Sunyoto, Andi

    2012-01-01

    Today, with the emergence of many new technologies flooding the world of information and technology. Distance and space for people who will not part with the development of technology that the longer the more advanced, a wide range of equipment designed to meet the needs of people that help all human activities all over the world.Tourism or tourism is a journey undertaken for recreation or leisure and also preparations for this activity. A traveler or tourist is someone who travels at least ...

  12. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi dan Pemetaan Secara Simultan dengan OLAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harindra W Pradhana

    2016-01-01

    Full Text Available This research proposes simultaneous localization and mapping (SLAM system processed separately from the robot using data ware house. Information in the data warehouse processed separately to allow complex computation held without lowering robotic system performance. The system helps making decision by analyzing information in the data warehouse. Decision support information visualized in vector graphics to helps robotic information interpretation. This system use online analytical processing (OLAP on processing and analyzing information in the data warehouse. Visualization process use SVG to display map from robotic data processing. Web server manages all of the processing and analysis of OLAP information and displays it through browser to the user. This research produces interactive and informative decision support system. The web server quickly process information and displays it to the browser. System processing and analysis generates relevant information with low error. For further research, conventional SLAM methods can be added to the server to operate the information in the data warehouse.

  13. Penerapan Teknologi Tepat Guna Padi Sawah Spesifik Lokasi di Dusun Ponggok, Trimulyo, Jetis, Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Nuryani Hidayah Utami

    2016-04-01

    Full Text Available The role of technology is very important in supporting improvement of agricultural production. The high-tech strategic role was demonstrated by the success in achieving increased production of rice within the last 35 years is the contribution of the application of more advanced technology. Mosher et al. (2003 put technology as an essential condition for agricultural development. If there is no change in the technological development of agriculture was halted. Production halted the increase, it may even decline because of declining fertility tannic or because of damage increased by pest play an increasingly rampant. A view to changing the technology, can be interpreted as an adaptive technology on the condition of the biophysical and social environment of the local culture. Practical application of specific technologies by farmers, for example how farmers adjust to the conditions of cultivation of local agro-ecosystem forming a specific production system on irrigated land, rainfed lowland, upland, swampy areas, and tidal. Choice according to agro-ecosystem farmers are adapting cultivation is calibration-specific technologies. It’s caused each commodity grows well on climatic conditions, soil and culture-specific social support. Community service activities has been implementing the specific technology that is enriched with appropriate technology research team of the Faculty of Agriculture of UGM by utilizing site-specific conditions of Ponggok Hamlet, Trimulyo, Jetis, Bantul, which have ingredients that can be used for making fertilizer and also wisdom locations in rice cultivation which has been done by farmers for generations. Community Service Team of Faculty of Agriculture, UGM during 2013-2015 had engaged in community service based on the results of research and appropriate technologies in Ponggok Hamlet, for 2 seasons seen significant progress and participation of farmers. In 2013 the results of the demonstration plot tile average of 6.8 tons/ha, after continuous mentoring and counseling in 2014 the results of tile becomes 7.8 to 9.8 tons/ha. Activities application of appropriate technology in a farmer’s land is not easy. Although guidance and counseling has been done before, but not all farmers want and dare to carry out all of the technology that is recommended because it is still in doubt, especially with regard to plant spacing, seed age and the number of seedlings planted. In 2015, a technology package has been introduced covering healthy seedlings, planting system “footprint tiger”, “tajarwo”, homemade compost with waste around the site and biological fertilizers. The results of the application of specific technologies in the growing season of April to July 2015 showed an increase in rice production, but the farmer as a principal factor remains the key to successful application of the technology.

  14. PEMILIHAN LOKASI TERBAIK PENGEMBANGAN PROPERTI APARTEMEN DI PERKOTAAN CIBINONG RAYA KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Saifuddin Amanullah

    2017-07-01

    Full Text Available As a part of Greater DKI Jakarta or known as Jabodetabek, Cibinong Raya offers alternatives for residence location. The statistic of population in Cibinong noted that its population has grown by 16.37% (BPS Bogor Regency, 2016 that has implication on the increase of residential dwelling demand. However, the amount of non-built area in the city is limited. So, land use optimazition strategy is significant to reach the optimum land-use value. The result of this study is expected to give different perpective of property development applied by the property developers in Indonesia. Hence, this research applied variables derived from the literature reviews and asked the property experts to analyse the variables. Using Analytical Hierarchy Process (AHP, it was revealed that there were four suitable alternative location named as Location A, Location B, Location C and Location D. Based on the experts perception through AHP method, the study showed that the highest optimum value was Location D (0.336 and followed by Location A (0.309, Location C (0.218 and Location B (0.139.

  15. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi USAha Waralaba Terbaik Menggunakan Metode Promethee

    OpenAIRE

    Akhbara Saga Rahacrisma, Akhbara Saga Rahacrisma/Wiji Setiyanings

    2015-01-01

    For expanding its business area, CV. TEARAI as the one of innovators brewer tea franchise in Malang, still depends on the intuition without considering many criteria and systematic calculation for determining the strategic franchise location.Therefore, decision support system for determining location of franchise using Promethee is made, to help users to give reference for new locations and compare other business locations considering some criteria and variables. This system...

  16. Analisis Sebaran Reklame Billboard Terhadap Lokasi Dan Nilai Pajak Reklame Berbasis Sistem Informasi Geografis

    OpenAIRE

    Widyaningrum, Dyah; Sudarsono, Bambang; Nugraha, Arief Laila

    2017-01-01

    Advertising holding important role in economic development in Indonesia. The success of a national economy is largely determined by the activities of advertising.Advertisement is the one of that representing a message in the form of goods or services. Advertisement managed by goverments and there is a tax on the advertisement, which are often referred to by the advertisement tax. Implementation of billboards in the Semarang city set on Regional Regulation No. 14 of 2012, which also regulates ...

  17. Interpretasi Lingkungan Pengendapan Formasi Batuan Menggunakan Analisis Elektrofasies di Lokasi Tapak Puspiptek Serpong

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Syaeful

    2017-05-01

    Full Text Available The activity of subsurface material composing site foundation characterization is part of nuclear installation siting study. Characterization conducted by several methods, such as understanding the depositional environment of rock formations. As a segment of depositional environment interpretation method, facies model analysis based on electrofacies provides quicker information on depositional system of rock formation. Methodology applied is gamma ray log (log GR interpretation using relative correlation between log shape variation and sedimentation facies. Based on the analysis, Bojongmanik Formation was deposited on marine-lagoonal environment with very low wave influence. Log GR that shows shape of funnel, serrated, and symmetry, indicate shoreface, lagoon, and tidal point bar facies. The direction of sedimentation, basin, and supply of Bojongmanik Formation interpreted relatively to the north. Serpong Formation deposited on meandering river system, and composed of point bar deposit, crevasse splay, and floodplain deposit. The result of analysis is expected to be guidance in further analysis related to the characterization of foundation materials.

  18. PENENTUAN LOKASI TEMPAT PENGOLAHAN AKHIR (TPA SAMPAH KOTA BANJARBARU MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy Mizwar

    2016-10-01

    Full Text Available The research was conducted in the District Cempaka, Banjarbaru, South Kalimantan, with the aim to determining the location of municipal solid waste landfill using Geographic Information Systems (GIS. In this study, the determination of landfill location carried out in three stages of assessment based on SNI 03-3241-1994. First phase (region feasibility is done with a binary method to determine the feasibility zone as landfill sites based on eight criteria, namely: slope, geological conditions, distance to water bodies, proximity to residential areas, distance to the areas of agricultural cultivation, distance to protected areas, the distance to the airport, and proximity to the border area. Second phase (screen feasibility performed by the method of Analytical Hierarchy Process (AHP and Weighted Linear Combination (WLC to determine the level of suitability of several alternative locations which have been obtained in the first stage of the assessment is based on seven criteria, namely: land area, buffer zone , soil permeability, groundwater depth, the intensity of rains, floods and transportation of garbage. Third phase (recommendation feasibility to determine the best location of several alternative locations which have been obtained in previous assessments. GIS analysis is used to evaluate each of these evaluation criteria are spatially. Based on the results of the first and the second phase is known that there are 7 locations that are included in the category zone as a landfill with a decent level of fitness is included in the category of being and a total area of ± 403.448 ha or 2.75% of the Cempaka District. While based on the results of the third phase is known that only one location that could be recommended to become landfill site for Banjarbaru City.

  19. Pengaruh Pemindahan Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang ke Lokasi Pariwisata Pantai Kartini Terhadap Minat Kunjung Pemustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athiyah Kamaliyah

    2016-03-01

    Full Text Available The aim ofthis research are (1 to know the influence of Rembang Public Library transfer to Kartini Beach tourism area toward animo of visits to the libratyt (2 to know user perception about Rembang Public Library transfer to Kartini Beach tourism area (3 to know animo of visits to Rembang Public Library. This was a quantitative research that used correlation method between location (independent variable and animo of visits (dependent variable. Data were collected through questionnaire, interview and documentation. Data analysis used product moment correlation and processed using SPSS version 17 for Windows. The result of the study showed there was significant correlation between location and animo of visits. Score of correlation was 0.632 at significance level 5% r table is 0.202. The Rembang public library transfer to Kartini Beach tourism area belonged to good category whereby grand mean of location variable was 2.86. Animo of visits also belonged to high category whereby grand mean was 3.01. Key word: location, animo ofvisit, public library

  20. PENGARUH INTERNET BANKING, KUALITAS LAYANAN, REPUTASI PRODUK, LOKASI, TERHADAP LOYALITAS NASABAH DENGAN INTERMEDIASI KEPUASAN NASABAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ADINOTO NURSIANA

    2015-12-01

    Full Text Available Customer loyalty is one of the important factor that affect the growth of the bank.  This research examined  the effect of internet banking, service quality, reputation, product, and location  on customer loyalty with the intermediation  customer satisfaction. As analycal tool in this research is using software LISREL 8.80.Result from  this research. first, internet banking has a negative and not significant impact on customer satisfaction and customer layalty,  second, service quality, reputation, product, and location  have a positif and significant impact on customer satistaction, but its have a negative and not significant impact on customer layalty, third, customer satisfaction has a negative and not significant impact on customer loyalty.  So as to enhance customer loyalty, banks need to provide the best relationship between bank’s marketer and customer.

  1. ANALISIS BIAYA DAN PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G.A Putri Adnya Swari

    2014-07-01

    Full Text Available Denpasar city has a traffic accident rate is high compared to most other regions. Contributing factor is the traffic condition, which is an accumulation of traffic conditions the interaction of the various characteristics of driver, vehicle, road infrastructure and environmental characteristics. By that condition, it needs an effort to identify the black site, black spot, the cost of accidents and treatment efforts to reduce traffic accidents. The research has used secondary data from local police department as an accident data from 2007 until 2011 and survey’s data on the location. Of which data continue to be analyzed with the number of accident to find out the black site with Z-score method and to determine the black spot with cusum method. While the analysis of accident cost using the method of Gross Output (Human Capital. In restraining accident, a research should be done to identify causing accident factors. Based on analysis of black site obtained that the lines of the street in denpasar as an black site is on quadrant A, consisting of Ngurah Rai By pass line, Gatot Subroto and Imam Bonjol lines. The Cusum determination done to identify the location of  black spot found on Ngurah Rai Bypass street Sta 8 - Sta 9 with cusum score 12,938.The cost of accident victims and accident costs were highest in 2011 in the amount of 36.988.633.141/year and 81.267.473.411/year. Recommendation from the research is that government should observe safety factors for the roadway users with put in traffic sign and the other safety facilities on research areas which has black spot.

  2. Pemberian Pupuk N, P, dan K Berdasarkan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai (Review

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KARSIDI PERMADI

    2016-01-01

    Full Text Available Applicationof N, P, and K Fertilizer Based on Site-Specific Nutrient Management for An increase of Productivity of Soybean. Soybean productivity in Indonesia is still low, it is about 1.25 t ha-1.This is due to the same dose of fertilizer in all location.In this case, fertilization is on the recommendation i.e. 25-75 kg urea ha-1 + 50-100 kg SP-36 ha-1 + 50-100 kg KCl ha-1 for soybean in all locations.Though each location farmland have different levels of soil fertility. Soybean commodities can compete with other plants when minimum productivity of 2.18 t ha-1 of dry beans, it is able to provide a higher profit than corn. To that end, soybean fertilizer recommended by site-specific nutrient management (SSNM by using the method of paddy soil test device, and dry soil test device that can determine soil nutrient classes to categories of low, medium and high.N fertilizer on soil classes, including low, medium, and high dose respectively at 174, 152, and 117 kg urea ha-1. For P fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high doserespectively at 104,80, and 40 kg ha-1 SP-36. Likewise K fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high each at doses of 210, 190, and 150 kg ha-1 KCl. In addition, supported by the use of new varieties of soybean large seed that high productivity and achieve the results expected in all locations soybean.Then the government provides support for input subsidies in the form of primary production facilities such as seed, fertilizer, and pesticides that farmers are interested in returning to planting soybeans and soybean prices ensure incentives for farmers. Things like this will spur farmers to increase productivity so that soybean self-sufficiency is achieved. In the end domestic soybean demand can be met so that the government no longer to import soybeans.

  3. Proporsi penggunaan berbagai jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing pada lokasi dan ketinggian berbeda di wilayah Malang Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Susanti

    2016-12-01

    Full Text Available This research aims at investigating the proportion of several types of tree foliages leaves as animal feed in different locations and altitudes in Malang Raya. The case study was conducted in five districts of Malang Raya where were assumed as the centre of goat farms. The results showed that there were 30 types of forage used as goat feeds, both leaves of tree foliages and shrubs, or grasses, crop residues and others. Most forages (73% were leaves of tree foliages and shrubs, both legumes, and non-legumes. Tree foliage leaves were more used as goat feeds in the study area with higher altitude, whereas in the area with lower altitude, farmers also utilized grasses and crop residues. The leaves of tree foliages were Paraserianthes falcataria, Gliricidia sepium, Artocarpus heterophyllus, Leucaena leucocephala and Calliandra calothyrsus. Paraserianthes falcataria was most widely used in Klampok-Singosari (88.3%. The proportion of Calliandra calothyrsus ranged from 32 to 98%, while Gliricidia sepium was 58-98%, both were most widely used in Argoyuwono-Ampelgading. Artocarpus heterophyllus was most widely used in Wajak (90.3%, whereas Leucaena leucocephala leaf was used by all respondents (100% in Sumberdem-Wonosari. It is necessary to evaluate the quality of these tree foliage leaves to provide a better animal feed through supplementation technology. Keyword: altitudes, foliages, leave, location

  4. Perancangan Aplikasi Mobile Location Based Service (LBS Untuk Lokasi Penyewaan Rumah Kos di Kota Semarang Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maulana Muhammad Iqbal

    2015-04-01

    Full Text Available Until now, Diponegoro University has become one of the favorite State Univesity for Senior High school students to continuing education college. During this time existing information of boarding house around the Diponegoro University still conventional, there is no mobile device applications that provide information and location of boarding house. Based on this information, it should be made an application on android Operating System to search the location of the boarding house in Semarang. Design of Mobile Location Based Service Application for boarding house locations in Semarang Based Android, a client server application created by using the Java, PHP, jQuery and MySQL for database. Intake form of latitude and longitude coordinates utilize the GPS feature on the mobile device and will be shown on Google Maps APIs. The results of this application design is the realization of a application that can search the location of boarding house based on android operating system, with features that can help users find the position of the boarding house. The application can help boarding house owners to promote their boarding house information rooming in their possession to the user. The design also introduces application android application development using the Global Positioning System functions for user navigation.

  5. KAJIAN GEOLOGI LINGKUNGAN PADA LOKASI PENAMBANGAN BATUAN DIABAS GUNUNG PARANG DALAM RANGKA KONSERVASI BATUAN DI CAGAR ALAM GEOLOGI KARANGSAMBUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Mustofa Nur

    2012-02-01

    Full Text Available Diabas Parang hill is one of location which conservated in area conservation of geological Karangsambung.Now, it is threatened, because there are many mines at surrounding it. Activities of mining not care science andenvironmental conservation.Impact of mining so cause change of topography/morphology, slope become more steep, and mining locationbecome potentially accure rock fall and landslide. Pursuant to result of laboratory analysis, engineeringproperties diabas Parang hill strongless than andesit so it is only fulfil for trotoir.For diabas conservation which is protected so need affort to stop activity of mining. The effort can do seekingaltenative location for mine and/or to change mine activities.

  6. KAJIAN GEOLOGI LINGKUNGAN PADA LOKASI PENAMBANGAN BATUAN DIABAS GUNUNG PARANG DALAM RANGKA KONSERVASI BATUAN DI CAGAR ALAM GEOLOGI KARANGSAMBUNG

    OpenAIRE

    Arief Mustofa Nur

    2012-01-01

    Diabas Parang hill is one of location which conservated in area conservation of geological Karangsambung.Now, it is threatened, because there are many mines at surrounding it. Activities of mining not care science andenvironmental conservation.Impact of mining so cause change of topography/morphology, slope become more steep, and mining locationbecome potentially accure rock fall and landslide. Pursuant to result of laboratory analysis, engineeringproperties diabas Parang hill strongless than...

  7. Kajian Geologi Lingkungan pada Lokasi Penambangan Batuan Diabas Gunung Parang dalam Rangka Konservasi Batuan di Cagar Alam Geologi Karangsambung

    OpenAIRE

    Mustofa Nur, Arief

    2011-01-01

    Diabas Parang hill is one of location which conservated in area conservation of geological Karangsambung.Now, it is threatened, because there are many mines at surrounding it. Activities of mining not care science andenvironmental conservation.Impact of mining so cause change of topography/morphology, slope become more steep, and mining locationbecome potentially accure rock fall and landslide. Pursuant to result of laboratory analysis, engineeringproperties diabas Parang hill strongless than...

  8. Sistem Informasi Geografis Pencarian Lokasi Agen Bus dan Travel Terdekat di Kota Semarang Berbasis Mobile dengan Metode Dijkstra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Rizki Kurniawan

    2015-04-01

    Full Text Available Nowadays, the mobility of people who travel to a place through road transportation is increasing, either private vehicle or public transportation services. By the high intensity of use the road transportation, especially the road transportation service in Semarang, in this cases are bus and travel, it makes the transportation service users often confused in determining transportation agency to be used, especially if user is in hurry. Therefore, transportation user need a mobile application that can provide bus or travel transportation agency locator services which nearby user location and provide destination route which is expected. The Bus and Travel agency – Based Applications Mobile Locator Using Dijkstra Method is the ultimate solution in the search of bus and travel agency in Semarang. The purpose of development this application is developing a search guidance system of bus and travel agency location which nearby user location that can provide an efficient route and save the time. The Bus and Travel agency – Based Applications Mobile Locator is implemented using ionic framework that runs on Android. Sqlite as the media storage of this, allows user to perform agency data management. In Addition, it is supported by the relevance of agency data which is obtained from Department of Transportation, Communication, and Information Central of Java and transportation magazine site. The use of Google Maps API supports search location using Dijkstra Method in search of bus and travel agency, that expected to facilitate the users find travel or bus agency as expected, and its information that’s already available.

  9. Pemodelan Lokasi-Alokasi Terminal Bahan Baku untuk Meminimasi Total Biaya Rantai Pasok pada Industri Produk Jadi Rotan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniaristanto .

    2010-01-01

    Full Text Available In Surakarta and its surroundings (Solo Raya, there exists more than 400 Small-Medium Enterprises (SMEs that produce finished products of rattan. Due to the high procurement cost as total operational cost of raw rattan distribution network from the sources, e.g. Borneo and Celebes to the rattan industries, the competitiveness of their products is lower than products from other countries. Therefore, to overcome the problem, those costs should be reduced for example by aggregating the demand of rattan industries. This police needs to be supported by the warehouse for storing and distributing raw rattan. Hence, this research aims to develop a facility location-allocation model so that total supply chain costs, including raw rattan procurement costs as well as facilities opening and closing costs can be minimized. The location-allocation model will be presented in a mixed integer non-linear programming model and solved using MS-Excel Solver. The results are number and location of the warehouse along with the raw rattan allocation in the warehouse to ensure raw rattan supply for rattan industries.

  10. ANALISA TINGKAT PREVALENSI DAN DERAJAT INFEKSI PARASIT PADA IKAN KERAPU MACAN (Ephinephilus fuscoguttatus DI LOKASI BUDIDAYA BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marzuki Musyaffak

    2010-04-01

    Full Text Available Fish is the potential protein source for human. People consumption of fish requires attention related to whether the fish is safe to consume. This research is aimed at finding kind of parasite attack Groupers (E. fuscoguttatus and the prevalence and the infection level in the different farming location. The research method used that is by taking Groupers size between 10 cm - 35 cm as many  fish from all population in each location with the assumption of percentage the prevalence used was 10%. Sample then analyzed for amount and type of parasite attacked and determined level of prevalence and degree of parasite infection. Result showed the type of parasite attack Groupers are Anasakis sp., Diphyllobothrium sp., Caligus sp., Diplectanum sp., Ergasillus sp., and Argulus sp. The different location of farming didn’t influence the parasite prevalence degree in Groupers. It is known that in location 1 in Lamongan, the prevalence level is 60% and the amount of fish attacked is 12, while in location 2 which is in Situbondo regency the prevalence degree is 50% with 10 fish attacked. t-test result showed that the level of infection degree did not differ perhaps because of the water condition quality between two location was relatively similar and still in the normal category, and also farmers have known the farming techniques well. Key Words : Prevalence, Degree of parasite infection, Groupers

  11. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga Dan Lokasi Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Tamu Pada Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan

    OpenAIRE

    Tambunan, Susi Marta

    2016-01-01

    Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, is one of movers in hotel service industry which combines products and services, including the combination of service quality, price, and location in order to attract and provide satisfaction for its guests. It also pays attention to and gives expectation and needs for the guests by giving something correctly which are in line with the guests’ need by providing good performance so that they will be satisfied and will eventually be loyal to t...

  12. PENERAPAN METODE ALGORITMA BELLMAN – FORD DALAM APLIKASI PENCARIAN LOKASI PERSEROAN TERBATAS DI PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG (PT. JIEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fenny Anggraini

    2015-01-01

    Full Text Available Kemacetan yang terjadi selama perjalanan sering mengganggu kegiatan sehari-hari. Setiap manusia ingin sampai ke tujuan dengan tepat waktu. Tetapi sering kali kemacetan menyebabkan keinginan manusia terhambat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu dengan mengetahui jarak tempuh minimum untuk mencapai suatu tempat. Persoalan lintasan terpendek yaitu menemukan lintasan terpendek antara dua atau beberapa simpul lebih yang berhubungan. Tujuannya memberikan informasi pencarian perusahaan di Kawasan Industri Pulogadung untuk memudahkan para pencari posisi perseroan terbatas menemukan letak perseroan terbatas yang dituju. Algoritma Bellman – Ford menghitung jarak terpendek (dari satu sumber pada sebuah graph berbobot, dimana dari satu sumber menghitung semua jarak terpendek yang berawal dari satu titik node. OpenStreetMap adalah sebuah proyek berbasis web untuk membuat peta seluruh dunia yang gratis dan terbuka, dibangun sepenuhnya oleh sukarelawan dengan melakukan survey menggunakan GPS, mendigitasi citra satelit, dan mengumpulan serta membebaskan data geografis yang tersedia di publik. Open Source Routing Machine atau OSRM adalah C ++ pelaksanaan mesin routing kinerja tinggi untuk jalur terpendek di jaringan jalan. Output berupa jarak terpendek dari titik awal pengguna berada sampai ke titik tujuan pengguna.

  13. PROFIL LOGAM BERAT Cd, Cr (VI DAN Pb PADA LOKASI BERBEDA DI PROVINSI LAMPUNG SERTA BIOAKUMULASINYA PADA TANAMAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hening Widowati

    2015-11-01

    Full Text Available The heavy metal profile analysis of Cd, Cr(VI and Pb in the different location in Lampung Province and their bioaccumulation to crops has been conducted. The aims were finding out the difference of metal accumulation in the different pollutant area and determining how it happened to the vegetables surrounding, which were kangkoong and spinach. The research methods were purposive sampling in the different location in Lampung Province, namely 1 highlands, 2 paddy fields, 3 road sides and 4industrial areas. Based on the results, it is found that the highest metal concentration of Cd, Cr(VI and Pb are in the industrial area. Commonly, the value of BCFo-w (0,12-2,00 is higher than BCF¬o-s (0,01-0,18 which shows that there is low metal accumulation of Cd, Cr(VI and Pb in kangkoong and spinach. Furthermore, the BCF value of Cd and Cr(VI are higher compared to Pb.  Keywords: Logam berat, Cd, Cr(VI, Pb,bioakumulasi.

  14. PEMILIHAN LOKASI BUDI DAYA IKAN, RUMPUT LAUT, DAN TIRAM MUTIARA YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Central Sulawesi had coastal resources which are potential to be developed for mariculture i.e Tomini Bay, however the scientific data support was unavailable. This study was conducted by survey method to find out suitable location to be developed for mariculture in Togean Archipelago, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. Secondary data such as wheather, tidal plate, coastal fisheries production, Indonesia earth surface map of scale 1:50,000, citra land sat-7ETM digital product, and navigation map of scale 1:200,000 were collected before the study. The primary data was collected from each study areas and interpreted as mariculture requirement for several domesticated species i.e. fish, seaweed, and mollusca. Tematic map of area, suitability as the main expected out put of the study was made through spatial analysis and GIS as suggested by reference. The total potential areas which were suitable for mariculture development  are 1,601.3 hectares, namely either for fish culture in floating net cage (1,021.9 hectares, seaweed and pearl oysters (579.4 hectares were distribution in the sea waters of Siatu, Salaka, Kadidiri, Huo, and Bungin island.

  15. PREDIKSI LAMA KEMATIAN BERDASARKAN KEBERADAAN SERANGGA GENUS LUCILIA (CALLIPHORIDAE PADA BANGKAI MENCIT (Mus musculus DI LOKASI HUTAN MANGROVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Saka Laksmita

    2014-03-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE This study aimed to investigate the presence of insects on mice carcasses in mangrove forest, the chronology of the insect presence and growth phase of the insects on estimating the time of death of the animal for the beneficial of forensic study. Collected insects were identified at The Laboratory of Animal Taxonomy and The Laboratory of Ecology, Department of Biology, Udayana University. The samples were divided into two based on the study areas: dry and watered areas. Five mice carcasses in three different spot were laid on each dry area. The data collected were analyzed descriptively. The differences of insect growths from egg to pupae and also the ex-pupae found on carcasses could be used to estimated the time of death of an animal.

  16. Pengaruh Aerasi Injeksi Udara terhadap Beberapa Parameter Kualitas Air di Lokasi Budidaya Ikan Waduk Ir. H. Djuanda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lismining Pujiyani Astuti

    2017-04-01

    Full Text Available Waste of fish farming in floating net are fish feces, urine and undigested feed which is one source of organic matter inputs in Ir. H. Djuanda. Waste organic materials can cause eutrophication of waters. Air injection is one way aeration to increase oxygen to help the process of organic matter decomposition. The purpose of this study was to assess the effect of air injection on some parameters of water quality in fish farming side. This research was conducted at the location of fish farming Ir. H. Djuanda in June-September 2013. Injection of air using a compressor with a pressure of 3 atm as a source of air and perforated pipe at a depth of 3.6 m. Air injection carried out for 8 hours. Observation point vertically at a depth of 3.6 m and horizontally at a distance of -1.5 m (behind the diffuser pipe; 0 (the diffuser pipe; 1.5 m (right and left pipe; +1.5; +3 And +6 m (in front of the pipe diffuser and a distance of 17 m of pipe which is control. After eight hours of aeration showed that the concentration of organic matter, free carbondioxide, N-NO2 tend to belower in cages aerated but N-NO3 concentration was higher in locations aeration cage than controls cage Keywords: air injection aeration, water quality, fish cage culture, Ir. H. Djuanda Reservoir

  17. Analisis Pengaruh Lokasi dan Fasilitas terhadap Keputusan Mahasiswa Memilih Tempat Indekos dengan Harga Sewa Indekos sebagai Variabel Moderasi

    OpenAIRE

    Kurniawan, Andre

    2015-01-01

    The purpose of this study was to analyze the significance of the influence of location, facilities and rental rates boarder partially on student decision choosing a boarder at the Village Panularan Laweyan District of the city of Surakarta. To analyze the effect of moderating the influence of homestay rental rates and facilities location to choose a student's decision boarder at the Village Panularan Laweyan District of the city of Surakarta. In conclusion, no significant influence on the dec...

  18. ANALISIS DAN FORMULASI STRATEGI KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI LOKASI TRANSMIGRASI (STUDI KASUS: KACAMATAN LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Ita Estika

    2017-09-01

    Full Text Available The clean water is not always a big city’s issue. A sub-district of South Lasalimu is an example of how a clean water problem exists due to natural factor. This research work aims to assess the availability of water clean sources in a transmigration area. The based on this assessment a strategy for clean water management in the area is formulated. This research used methods of water quality analysis, Guttman scale, requirement analysis, water quantity analysis, and SWOT analysis. The research identified that water resources available in the area consist of well water, water river, and rainwater. The daily need of clean water per person was is identified as 59 Liter, so all local residents in the area require approx. 15,656 m3/year. It is necessarily important to manage water resources in order to fulfill the need of clean water. An alternative for clean water management is by utilizing rain water to secure the clean water supply. With the rainfall of about 3,681 mm/year, there would be 18,405 m3/year of clean water can be collected from the rain. There are several steps to utilize the rain water through retention basin, filtration, and gravity distribution. This research also delivers an alternative strategy for an effective water resources management which used an opportunity to minimize weakness (W-O strategy, with primary priority to ask for government support in their capacity and capability (authority to manage water resources.

  19. KESIAPAN JALUR DAN LOKASI EVAKUASI PUBLIK MENGHADAPI RESIKO BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI DI KOTA PADANG (Studi Manajemen Bencana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zikri Alhadi

    2014-06-01

    Full Text Available This article discusses about the preparedness of the evacuation lanes and sites for Padang citizens in facing earthquake and tsunami. In disaster management, the proper evacuation lanes and sites to be used for self-rescue plan is crucial to be fulfilled by stakeholders. In Padang city, some evacuation lanes and sites have not met the needs of the number of people predicted to evacuate when the disaster comes. This can be seen when several potential-tsunami-triggered quakes struck Padang, the citizens’ evacuation process, vertically or horizontally, were significantly challenged. The speed of reaching the evacuation site is important in saving many lives when tsunami really happens in Padang. Key words: disaster management, evacuation, earthquake and tsunami

  20. STRATEGI PENENTUAN LOKASI DAN KEBUTUHAN LAHAN TPS (TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA SAMPAH BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismid Achmad

    2015-08-01

    Full Text Available The percentage of solid waste services Denpasar City in 2013 reached 51,8 percent, the limited number and capacity TPS in Denpasar not meet the needs of waste management services in denpasar. The study was to examine the relevant strategies appropriate to the criteria and requirements related to the determination of the location of TPS and the land need. The position of the study is Part Of The City (BWK Central in Denpasar. Analysis of technical aspects will evaluation garbage production in order to know the ideal needs of TPS, the evaluation of TPS placement based on the function of the area and the land needed. Environmental aspect will analyze the environmental risk due to the presence of a TPS. Analysis of public opinion and the behavior of people will use a questionnaire in the collection of data to be analyzed with qualitative methods as a consideration in determining the location and design of a TPS. Institutional aspect will be evaluated about the understanding DKP (Office of Cleaning and Gardening Services employees of the City of Denpasar in the management of garbage, especially in the TPS. As for determining the direction and strategy of the management of garbage SWOT analysis was used.Based on the analysis, the need for the addition of TPS to improve the capacity of TPS, the shape of TPS had comply standard of SNI and environmental safety factor. Additions and changes in the shape of TPS also effect land requirement, the total area of land that must be reserved for TPS is 0,40 hectares. Determining the location of TPS is based on the need of the type of TPS over the spatial pattern. Analysis of public opinion on the determination of the location of TPS, it is obtained that the distance of a TPS with the source must be relatively close and the land use is a vacant land. It is also suggested optimizing the role of the DKP of Denpasar by increasing socialization and community development programs in waste management.

  1. PERAKITAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN HARA SPESIFIK LOKASI PADI SISTEM GOGO RANCAH DI DESA SEMAWUNG KECAMATAN ANDONG KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Andrias

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Rainfed ricefield, planted at least for one cropping season in a year, depends heavily on rainfall for its water supply. This land generally is low in fertility as indicated by the limited availability of essential plant nutrients in particular nitrogen (N, phosphorus (P, and potassium (K as well as organic matter. Its productivity is relatively low with a rather erratic precipitation distribution. In order to overcome fertility issue in rainfed land, it is necessary to conduct an integrated nutrient management; one of which is by implementing location specific nutrient management. This study aims to seek the appropriate nutrient management in rainfed paddy field of Semawung village in the sub-district of Andong of Boyolali regency to be provisioned as a technological tool of location specific nutrient management. Research on nutrient management of gogo rancah system-based paddy production was carried out from October 2014 to January 2015. The field experiment was arranged in a Randomized Block Design involving eight treatments and three replications for each treatment. Treatments were combinations of NPK fertilizer, Organofosfat, and straw-based organic fertilizer. Nutrient management using NPK fertilizer and its combination with Organofosfat or organic fertilizer had very significant effect on plant height and number of stem per hill, significantly affected number of panicle per hill, panicle length, and number of fully-filled grain but did not result in difference of fully filled grain percentage and weight of 1000 grains. There was no significant difference between the treatment of 100% of NPK fertilizer and the combination of 75% of NPK fertilizer with straw-based fertilizer regarding these variables: number of stem per hill, number of panicle per hill, panicle length, number of grain per hill, number and percentage of fully-filled grain, weight of 1000 grains, and weight of fresh grain and milled grain yield. Therefore, the latter treatment is feasible as an option of location-specific nutrient management Semawung village.

  2. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL CARICA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Permadi

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana profil industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo serta untuk mengetahui strategi pengembangan apa yang bisa digunakan. Variabel yang diteliti adalah profil industri yang meliputi sumber daya manusia, permodalan, teknologi, dan pemasaran. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa profil industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2014 ada 15 unit usaha. Ada beberapa prioritas strategi pengembangan yaang dilakukaan yaitu strategi SO dengan meningkatkan kualitas SDM, memanfaatkan tenaga kerja dari daerah sekitar, dan mengoptimalkan lokasi industri yang strategis. Strategi WO menyiapkan stok produk carica, mengoptimalkan produk carica, dan mengoptimalkan pelatihan dari dinas terkait. Strategi ST dengan meningkatkan kualitas ciri khas produk carica,peranan pemerintah dalam hal mengantisipasi bencana longsor di Dieng, dan melakukan inovasi produk carica. Strategi WT dengan meningkatkan kemampuan manajerial pengusaha, menaikkan harga jual produk carica, dan pada musim kemarau diganti dengan produk makanan komoditas Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan yang agresif, yaitu industri kecil carica di Kabupaten Wonosobo dapat bersaing dengan produk olahan makanan jenis lainnya dari berbagai daerah dengan cara menjaga dan meningkatkan kualitas produk carica yang dihasilkan.The purpose of this study to find out the profiles of carica industries in Wonosobo regency and to determine what is the development strategy can be used. The variables in this research belongs to human resources, capital, technology, and marketing. Data analysis method used is descriptive analysis method and SWOT analysis. Based on the results of this study showed that small industrial profiles carica in Wonosobo regency in 2014 there were 15 business

  3. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN LOKASI CAFE BARU SUNCAFE SEBAGAI DESTINASI WISATA KULINER DI KABUPATEN PRINGSEWU MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Hidayat

    2017-05-01

    Full Text Available District Pringsewu is growing districts that continue to make the development of various sectors, one of the tourism sector. Culinary tourism in the District Pringsewu growing quite rapidly, has a lot of standing places that sell a lot of food choices, from street vendors to modern eating places like cafes. Many cafe in the district of Pringsewu would be a separate issue in determining the appropriate location for the new cafe location Suncafe, for it needed a system that could help determine the location of a new cafe. The criteria used in making this decision support system include building area, spacious parking, accessibility, security, distance to the city center, the price of the location, and comfort. Decision support system is made using a simple additive weighting method (SAW is looking for a weighted sum of the performance of each alternative. While the implementation of the program for decision support system is made by using Delphi 7. Obtained big 3 ranking the final results to determine the location of a new cafe, namely 1. Subdistrict of Pagelaran with a value of 80, 2. Subdistrict of Gadingrejo with a value of 79, and 3. Subdistrict of Adiluwih with a value of 78.55.

  4. Perencanaan Jumlah dan Lokasi Menara Base Transceiver Station (BTS Baru Pada Telekomunikasi Seluler di Kabupaten Lumajang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process-TOPSIS (AHP-TOPSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widyatmoko Widyatmoko

    2015-03-01

    Full Text Available Lahirnya teknologi baru seperti 4G LTE mendorong para operator untuk membangun infrastrur baru seperti menara BTS dalam rangka menghadapi persaingan antar operator. Dalam pembangunan menara BTS, sangat dibutuhkan suatu perencanaan yang sistematis untuk menentukan jumlah dan posisi menara BTS yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam perencanaan BTS, langkah yang wajib dilakukan adalah memprediksi kebutuhan BTS di tahun 2019. Menara BTS yang dibutuhkan didapat dengan menghitung selisih antara jumlah BTS tahun 2019 dan jumlah BTS tahun 2014 kemudian hasilnya dibagi 4 (diasumsikan satu menara BTS terdiri dari 4 BTS. Setelah diketahui jumlah kebutuhan menara BTS pada tahun 2019, selanjutnya penulis melakukan penyebaran menara tersebut ke seluruh penjuru kabupaten Lumajang. setelah itu penulis melakukan pembobotan pada tiap zona menara untuk mengetahui peringkat zona terbaik. Zona-zona dengan peringkat terbaik dianggap sebagai titik strategis untuk didirikan perangkat BTS 4G LTE. Metode yang digunakan dalam pembobotan adalah metode AHP-TOPSIS. Metode ini merupakan kombinasi dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP dan Techique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS. Metode AHP berfungsi untuk mengetahui nilai prioritas tiap sub-kriteria yang digunakan sedangkan TOPSIS berfungsi untuk mencari nilai tiap zona berdasarkan input dari AHP sehingga diketahui zona prioritas.

  5. Pengaruh Lokasi, Harga Dan Promosi Terhadap Keputusan Penggunaan Layanan Jasa Laundry (Study Kasus Pada Konsumen Simply Fresh Laundry Di Tembalang, Semarang)

    OpenAIRE

    Hamonangan, Frederick Ido; Pradhanawati, Ari; Prabawani, Bulan

    2017-01-01

    The decision to use services is an integration process that combines knowledge to evaluate two or more alternative behaviors and choose one of them. The decision-making process is a problem-solving approach where the process consists of five stages: analyzing needs and desires, seeking information, assessment and selection of alternative USAge, use decisions and behavior after USAge.This type of research is explanatory research design to data collection tool is questionnaire. This study used ...

  6. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Lokasi dan Harga terhadap Kepuasan Nasabah melalui Keputusan Pembelian sebagai Variabel Intervening pada Penjualan Logam Mulia Emas

    OpenAIRE

    Hasanuddin, Makmur

    2016-01-01

    To improve customer satisfaction, the company required the efforts of every management in all outlets PT Pegadaian (Persero) throughout Indonesia to improve service quality. The results showed that the indirect effect of service quality on customer satisfaction through purchasing decisions influence positively and significantly. The direct effect of the location of the customer satisfaction is a positive, but not significant. Indirect effect on location about customer satisfaction through the...

  7. KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI SERTA FASILITAS KESEHATAN DI LOKASI PROSTITUSI: COMMUNITY BASED PARTICIPATORY RESEARCH DENGAN PHOTOVOICE PADA PEKERJA SEKSUAL DI GUNUNG LAWU, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Diah Lestari

    2017-01-01

    Full Text Available Sex workers are victims of prostitution because prostitution endangers their physical, social, and psychological health; therefore, a movement/action that empowers the community in protecting the physical, social, and psychological health of sex workers is needed. This study tries to see the views of sex workers on reproductive health and the support of health facilities in their community. The research subjects were female sex workers who work within the scope of localization (complexes in Bali. The research approach used was a community - based participatory research (CBPR using the photovoice method as a media to answer the research questions. Participants were 11 sex workers and social workers in Gunung Lawu. The data were analyzed using a participatory analysis and coding system. The results show stigma and discrimination were still exsist. Reproductive health is important for sex workers, but they realize that the control of their health conditions is on the external side namely the customers, pimps, and the availability of health facilities in their environment. Unfortunately, health facilities are also still limited.

  8. SEBARAN ASPEK KERUANGAN TIPE LONGSORAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALO PROVINSI GORONTALO (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitryane Lihawa

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebaran aspek keruangan tipe longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo telah dikaji dan dievaluasi menggunakan bentuk Peta Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000. Lokasi penelitian ini meliputi seluruh wilayah DAS Alo Provinsi Gorontalo dengan luas 7.588 Ha. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan melakukan penelusuran di seluruh wilayah yang rawan longsor di DAS Alo untuk menemukan titik-titik kejadian longsoran. Dalam pengkajian tipe dan sebaran longsoran, dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kejadian longsoran yang terjadi pada seluruh wilayah DAS Alo yaitu sejumlah 15 (lima belas titik kejadian longsoran.  Tipe longsoran ditentukan melalui pengukuran dan pengamatan morfometri longsoran untuk menentukan indeks klasifikasi longsoran dan hasil analisis tersebut di plot ke dalam Peta Lokasi Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000 untuk mengetahui sebaran keruangan dari kejadian longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo. Berdasarkan analisis morfometri dan indeks klasifikasi longsoran menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi adalah rotational slide, planar slide, slide flow dan rock block slide. Kejadian longsoran yang terjadi di DAS Alo Provinsi Gorontalo tersebar pada wilayah dengan kemiringan lereng curam dan sangat curam dengan bentuk permukaan lereng cembung dan cenderung lurus. Kejadian longsoran juga terjadi pada wilayah dengan tekstur tanah lempung dan lempung berlanau, serta jenis batuan vulkanik dan batuan beku yang mengandung silika tinggi dan telah mengalami pelapukan. Berdasarkan wilayah  administrasi, kejadian longsoran tersebar di wilayah Kecamatan Tibawa, Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Isimu Utara.    ABSTRACT Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an

  9. Analisis Pengaruh Lokasi, Harga, Kualitas Pendidikan dan Fasilitas Terhadap Minat dan Dampaknya Pada Keputusan Orang Tua Murid Memilih Jasa Pendidikan (Studi Pada Orang Tua Siswa di SD. High/Scope Indonesia Medan)

    OpenAIRE

    Purba, Mery Lani

    2011-01-01

    Mery Lani Purba, 2011, The Analysis of Location, Price, Education Quality, and Facilities Influence toward Interest and the Impact of Parents’ Decision to Chose Education Services (Study on Parents in SD. High/Scope Indonesia Medan), under the guidance of Prof. Dr. Paham Ginting, MS (chairman), Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si (members). SD. High/Scope Indonesia Medan is the one of international private elementary schools in Medan. SD. High/Scope Indonesia Medan is a franchise business ...

  10. Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat di Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Afriani Astuti

    2016-06-01

    Full Text Available Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasar evaluasi, baik untuk penambangan di bukit maupun di sungai. Parameter kegiatan penambangan di bukit adalah umur tambang, potensi pasar dan pemanfaatan bahan galian, dan benefit cost ratio (BCR. Sedangkan parameter kegiatan penambangan di sungai adalah perbandingan cadangan terhadap penggunaan bahan galian (PCPBG, potensi pasar dan pemanfaatan bahan galian, dan benefit cost ratio (BCR. Adapun parameter kelayakan lingkungan adalah jenis dampak yang dihasilkan dari kegiatan penambangan, yaitu Dampak Penting Hipotetik (DPH, Dampak Tidak Penting Hipotetik 1 (DTPH 1, dan Dampak Tidak Penting Hipotetik 2 (DTPH 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kelayakan ekonomi terdapat 10 titik lokasi tidak layak, 5 titik lokasi kurang layak, dan 4 titik lokasi layak. Sedangkan dari aspek kelayakan lingkungan terdapat 12 titik lokasi tidak layak, 4 titik lokasi kurang layak, dan 3 titik lokasi layak.

  11. PENGEMBANGAN MOBILE ADVERTISING SEBAGAI SARANA PROMOSI TOKO ROTI DAN KUE MENGGUNAKAN LOCATION BASED SERVICE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Arfiani

    2016-07-01

    Full Text Available Pertumbuhan pengguna layanan mobile data dan mobile internet di Indonesia meningkat pesat dibandingkan voice dan sms. Sehingga kehidupan manusia bagai tak terpisah antara jarak, tempat, dan waktu. Dengan mudahnya manusia dapat melakukan komunikasi dan mengakses informasi tak peduli dimanapun dia tempatnya. Apalagi dengan beragamnya alat komunikasi yang kini beredar ditengah masyarakat, salah satunya adalah smartphone android. Permasalahan yang umum dihadapi adalah bagaimana membangun suatu aplikasi pada platform Android untuk pencarian lokasi toko roti dan kue beserta alamatnya. Hal tersebut telah terjawab dengan adanya sistem operasi android yang open source, Dengan adanya aplikasi ini maka pengguna yang mempunyai tingkat kesibukan atau mobilitas yang tinggi tidak perlu lagi mencari lokasi toko roti dengan mencari ataupun bertanya dimana lokasi toko roti yang terdekat, karena Aplikasi ini telah menyediakan fitur pencarian secara lengkap, sehingga pengguna dapat mencari lokasi toko roti yang terdekat kapanpun dan dimanapun hanya dengan ponsel Android yang dimilikinya. Kelebihan aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu mencari lokasi toko roti dan kue berdasarkan jenis tokonya serta lokasi yang terdekat dari posisi kita berada. Aplikasi ini akan menampilkan secara detail informasi dari toko yang ada berupa nama, alamat, nomor telepon, gambar / foto dan tampilan peta yang bersumber dari Google Maps.Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa aplikasi dapat memberikan informasi lokasi toko kepada pengguna, melakukan panggilan telepon ke toko yang dituju, melakukan share promosi, serta menampilkan map sekaligus rute terpendek menuju lokasi merchant yang ingin dituju. Rute terpendek yang didapat telah mampu menemukan lokasi tujuan dengan jarak yang relative pendek dan tergambar dalam google map. Kata Kunci : Android, Mobile Application, Rute Terpendek, Location Based Service,

  12. Pendugaan Struktur Patahan Dengan Metode Gaya Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibrahim Sota

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pendugaan struktur patahan mengguankan metode gayaberat. Kontras densitas tersebut berasosiasi dengan ketebalan sedimen dan keberadaan struktur patahan atau lipatan. Untuk mengetahui lokasi patahan dan lipatan maka anomali residual terlebih dahulu dipisahkan dari anomali total (anomali Bouguer dengan metode perata-rataan bergerak. Kontur anomali residual memperlihatkan keberadaan lipatan dan patahan secara kualitatif sedangkan interpretasi kuantitatif dengan pemodelan kedepan 2D memperlihatkan secara jelas lokasi patahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa lokasi patahan/sesar naik berada di bagian timurlaut yang berorientasi baratlaut-tenggara sedangkan patahan/sesar normal tersebar secara lokal yang juga berorientasi baratlaut-tenggara.

  13. Peran Green Building dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan Binaan

    OpenAIRE

    Baharuddin

    2012-01-01

    Presentasi ini menjelaskan tentang peran green building dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Lebih detail menjelaskan tentang peran green building dalam lima aspek: lokasi dan site, efisiensi air, energi, material, dan kualitas lingkungan dalam ruangan

  14. Sistem Pembayaran Parkir Menggunakan NEAR FIELD COMMUNICATION Berbasis ANDROID dan Teknologi INTERNET OF THINGS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Ichwana

    2017-05-01

    Full Text Available Intisari— Paper ini menjelaskan rancang bangun sistem pembayaran parkir menggunakan NFC (Near Field Communication dan GPS (Global Position System untuk menciptakan metode pembayaran parkir yang lebih cerdas. Kontribusi yang diberikan dari hasil penelitian adalah menerapkan konsep pervasive computing dan Internet of Things (IoT di dalam pembangunan sistem parkir, sehingga pengguna menjadi lebih nyaman untuk memarkirkan kendaraan mereka. Lokasi parkir dipasang wifi dan nama SSID yang unik.  Sistem akan  melakukan sensing kepada pengguna yang memasuki lokasi parker menggunakan IMEI. Pembayaran parkir menggunakan aplikasi pada smartphone dengan NFC Enable dengan cara didekatkan pada NFC reader pada sistem. Pengguna melakukan tap pada smartphone dengan NFC Enable ke NFC reader untuk melakukan proses inisialisasi awal parkir kendaraan yang akan mencatat ID pengguna, date, dan saldo virtual money. Aplikasi pada smartphone akan mencatat koordinat lokasi parkir kendaraan sesuai lokasi parkir yang dipilih oleh pengguna. Selanjutnya, aplikasi akan membantu pengguna menemukan lokasi kendaraan ketika penguuna terlupa. Sistem pembayaran parkir pada penelitian ini telah berhasil dibangun dengan menghindari penggunaan kertas untuk tiket sehingga akan lebih memudahkan pengguna dan lebih ramah lingkungan.

  15. Penyebaran Batuan Situs Purbakala Candi Palgading di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Menggunakan Metode Resistivitas Dipole Dipole

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usmardin Usmardin

    2015-10-01

    Full Text Available Candi Palgading yang terletak di Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta tanggal 1 Juli 2009 sampai 4 Juli 2009 dengan menggunakan alat Resistivitymeter. Pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran dan kedalaman batuan penyusun candi pada Situs Candi Palgading serta sebagai sumber informasi bagi usaha penemuan benda-benda purbakala yang terpendam dalam tanah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan 8 lintasan ukur, dan mencakup luas daerah pengukuran ±1000 m2. Lintasan 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 8 mengambil jarak rentang elektroda (a = 3 m sedangkan lintasan 7 jarak rentang elektrodanya (a = 2 m. Keseluruhan lintasan menggunakan n = 1 sampai dengan n = 7. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv dan surfer. Nilai resistivitas yang digunakan untuk menentukan batuan penyusun candi adalah nilai resistivitas batu andesit. Hasilnya menunjukkan profil nilai resistivitas batuan penyusun candi 750 Ohm-m sampai 5000 Ohm-m yang berada hingga kedalaman rata-rata 4,5 m sebagai batu andesit. Terdapat 7 lokasi yang diduga merupakan batu andesit penyusun Candi Palgading sedangkan salah satu lokasi yang lain merupakan batuan andesit bukan penyusun candi. Batuan candi pada ketujuh lokasi tersebut salah satunya telah tersingkap yakni di lokasi 4 sedangkan lokasi yang lain batuan candinya masih terpendam.

  16. DESIGN AND IMPLEMENTATION OF LOCATION BASED ADVERTISING MOBILE APPLICATION WITH INDOOR LOCALIZATION AS A PROMOTION MEDIA IN SHOPPING CENTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Ayu Indraswari

    2017-01-01

    Full Text Available Periklanan atau advertising sangat erat hubungannya dengan bisnis atau usaha. Dari sisi konsumen tentu sangat membutuhkan informasi mengenai sebuah produk atau jasa agar kebutuhan dapat terpenuhi dengan efektif. Disamping itu, teknologi perangkat bergerak berkembang cukup pesat dan sudah semakin menyatu dengan kehidupan personal manusia, sehingga secara langsung maupun tidak langsung perangkat bergerak yang dibawa oleh seseorang dapat menjadi sebuah pemancar yang memberikan informasi keberadaan mereka. Oleh sebab itu, dikembangkan sebuah sistem advertising yang dapat memberikan informasi promosi, iklan, dan lain-lain secara langsung kepada konsumen sesuai dengan lokasi saat itu. Tujuan dikembangkannya sistem ini adalah untuk memberikan solusi advertising yang tepat sasaran dan memudahkan konsumen untuk mengetahui promosi yang sedang berlaku pada booth yang sedang mereka kunjungi. Sistem didukung oleh konsep Indoor Localization yang memungkinkan untuk menentukkan lokasi pengguna yang berada didalam ruangan atau gedung. Konsep Indoor Localization diimplementasikan dengan melakukan klasifikasi terhadap data sinyal yang didapat pada waktu tertentu dengan metode Binary Tree Support Vector Machine. Dari data-data tersebut dilakukan pelatihan dan prediksi untuk menentukan lokasi. Tingkat akurasi hasil deteksi lokasi menghasilkan persentase benar sebesar 73%.

  17. Ekowisata Leuser (Studi Etnografi Tentang Pengembangan Usaha Ekowisata di Kawasan Ekosistem Leuser Pada Masyarakat di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh)

    OpenAIRE

    Caroline FD

    2017-01-01

    130905105 Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Usaha Ekowisasta yang dilakukan masyarakat di desa Ketambe. Peneliti memilih Provinsi Aceh, tepatnya di kabupaten Aceh Tenggara di Desa Ketambe karena lokasi ini masih wilayah Kawasan Ekosistem Leuser sehingga memudahkan penulis memperoleh data penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif, serta menggunakan teknik observasi dan wawancara serta analisis data. Observasi ...

  18. Analisis Zona Permeabel Fluida Sistem Panas Bumi Gunungapi Slamet Berdasarkan Analisis Kerapatan Kelurusan Citra SRTM Dan Struktur Geologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sachrul Iswahyudi

    2016-03-01

    Full Text Available Keberadaan manifestasi panasbumi di sekitar Gunungapi Slamet tidak dapat dipisahkan dari zona-zona permeabilitas yang berkembang. Lokasi-lokasi lulus air tersebut (zona permeabel yang memungkinkan terbentuknya sirkulasi fluida tempat air masuk untuk mengisi reservoir panas bumi dan air keluar ke permukaan bumi sebagai manifesatasi mata air panasbumi di sekitar Gunungapi Slamet. Publikasi yang berupa hasil penelitian ini mencoba mengidentifikasi zona-zona permeabel tersebut berdasarkan anaslisis kerapatan kelurusan yang terekam dalam citra SRTM. Identifikasi kelurusan-kelurusan pada citra berdasarkan komponen-komponen interpretasi citra, yaitu tona, tekstur, pola, bentuk dan relief. Hasil analisis tersebut dikompilasi dengan data struktur geologi regional yang sebelumnya telah diidentifikasi dan data lapangan berupa manifestasi mata air panas. Lokasi-lokasi dengan kerapatan kelurusan yang tinggi pada citra SRTM umumnya bersesuaian dengan zona struktur geologi regional keberadaan manifestasi mata air panas. Daerah tersebut memanjang relatif utara-selatan di bagian barat dan timur-barat di bagian selatan peta. Daerah-daerah inilah yang merupakan daerah lulus air tempat fluida bersirkulasi membentuk sistem panasbumi Gunungapi Slamet.

  19. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ASURANSI SYARI'AH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuat Ismanto

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini ingin membuktikan pengaruh religiusitas terhadap keputusan pembelian asuransi syariah, dengan marketing mix sebagai variabel moderator. Aspek marketing mix yang diambil meliputi lokasi, harga, promosi, dan produk. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 76 peserta dengan skala likert. Hasil penelitian menujukkan bahwa faktor religiusitas, dengan menempatkan marketing mix sebagai variabel moderator, semakin menguatkan keputusan pembelian dibanding tanpa marketing mix.

  20. Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir Di Desa Keningar Daerah Kawasan Gunung Merapi

    OpenAIRE

    Yudhistira, Y; Hidayat, Wahyu Krisna; Hadiyarto, Agus

    2011-01-01

    Pasir merupakan salah satu produk kegiatan Gunung Merapi yang, merupakan andalan pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan juga menyerap lapangan kerja. Selain mendatangkan manfaat penambangan pasir Merapi juga menimbulkan dampak lingkungan bagi daerah di lokasi penambangan dan juga bagi daerah di bawahnya Penelitian kajian dampak kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan pasir bertujuan untuk mengkaji i) tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi di...

  1. Kelayakan Ekonomi Dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat Di Kabupaten Sleman

    OpenAIRE

    Afriani Astuti, Farida; Sungkowo, Andi

    2016-01-01

    Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasa...

  2. Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat di Kabupaten Sleman

    OpenAIRE

    Afriani Astuti, Farida; Sungkowo, Andi

    2016-01-01

    Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasa...

  3. ANALISIS SOUND GOVERNANCE: SIKAP PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KETERLIBATAN NGO DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR

    OpenAIRE

    Safitri, Dian Prima; Edison, Edison; Kurniasih, Fitri

    2018-01-01

    Penelitian ini mengkaji persoalan respond pemerintah daerah khususnya terkait sikap pemerintah dalam dimensi Sound Governance terhadap Non Government Organization (NGO) yang sangat aktif melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir. Kegiatan pemberdayan tersebut dilakukan di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau (Kepri). Setting penelitian ini di lokasi Kampung Wisata Panglong di Desa Berakit Kabupaten Bintan. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dip...

  4. KANDUNGAN KATEKIN DAN KUALITAS (WARNA AIR SEDUHAN, FLAVOR, KENAMPAKAN ENAM KLON TEH (Camellia sinensis (L. O. Kuntze DI KETINGGIAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyadi Mitrowihardjo

    2012-05-01

    Full Text Available Catechins Content and Quality (Colour, Flavor, Appearance of Six Tea Clones (Camellia sinensis (L. O. Kuntze at Different Altitude Growings  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi klon-klon yang dapat memberikan katekin dan kualitas hasil yang tinggi yang diharapkan bermanfaat sebagai arahan perbaikan dalam pengembangan tanaman teh ke depan. Ketinggian tempat tumbuh (1200 – 1300 m dari permukaan laut dan 700 – 900 m dari permukaan laut yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hasil juga dievaluasi, karena terkait dengan ketersediaan lahan pengembangan. Analisis catechin (C, epicatechin (EC, epigallocatechin (EGC, epicatechin gallate (ECG, epigallocatechin gallate (EGCG dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography, sedang evaluasi kualitas (warna air seduhan, flavor, kenampakan dilakukan oleh tiga orang tester teh bersertifi kat. Hasil analisis menunjukkan bahwa total katekin yang tinggi diperlihatkan TRI 2025, PGL 10, GMB 9 di lokasi ketinggian 1200-1300 m dpl, dan total katekin tinggi juga diperlihatkan PGL 15, GMB 9, dan PGL 10 di lokasi ketinggian 700 – 900 m dpl. Skor warna air seduhan tidak menunjukkan perbedaan antar klon maupun antar lokasi, namun skor flavor GMB 7 dan PGL 15 unggul di lokasi atas maupun di lokasi bawah. Ada kecenderungan skor fl avor lebih unggul di lokasi bawah dibanding dengan lokasi atas. Skor kenampakan ampas setelah teh diseduh tinggi untuk PGL 15, TRI 2025, dan GMB 9 di lokasi atas, sedang TRI 2025 tinggi di lokasi bawah. Serupa dengan skor fl avor, skor kenampakan ampas teh berkecenderungan unggul di lokasi bawah. Kata kunci: Teh, ketinggian tempat, katekin, kualitas (warna air seduhan, fl avor, kenampakan  ABSTRACT The purpose of the study was to fi nd out high catechins content and quality of six tea clones which might contribute to tea clone improvements in the future. Altitudes growing (1200 – 1300 m above sea level and 700 – 900 m above sea level which

  5. APLIKASI MOBILE INFORMASI PARIWISATA KOTA SEMARANG BERBASIS ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tirta Indra Wibowo

    2012-10-01

    Full Text Available Kemajuan teknologi saat ini semakin pesat, salah satu yang perkembangannya cukup pesat saat ini adalah sistem operasi Android.  Aplikasi Semarang Tour adalah aplikasi mobile informasi pariwisata kota Semarang yang berbasiskan Android. Aplikasi ini menampilkan informasi objek wisata, wisata kuliner, hotel, pusat belanja, info taxi, info CCTV lalu lintas, dan peta lokasi sekitar. Dengan aplikasi Semarang Tour ini pengguna  dapat mengetahui peta wisata dan petunjuk arah  lokasi wisata dengan memanfaatkan GPS pada perangkat android. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah model pengembangan sistem waterfall. Objek wisata dan objek pendukung pariwisata yang ada di aplikasi ini merupakan objek-objek yang direkomendasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang. Aplikasi ini diharapkan dapat menyajikan  suatu informasi yang lebih efektif dan informatif  sehingga dapat digunakan sebagai panduan oleh masyarakat saat berwisata di kota Semarang. Kata kunci: Android, aplikasi mobile, pariwisata

  6. Desain Rancang Bangun Dapur Umum Portable dalam Penanggulangan Bencana Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Farid Hidayanto

    2017-03-01

    ABSTRAK   Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Memenuhi kebutuhan logistik korban dan petugas diperlukan dapur umum. Dapur umum yang ada umumnya berupa tenda peleton, bangunan yang dijadikan posko, atau mobil yang dimodifikasi. Dapur umum yang ada sifatnya darurat, seadanya dan lokasinya jauh dari lokasi bencana. Dari masalah tersebut perlu desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam, yang bisa memenuhi kebutuhan, baik petugas maupun korban. Dalam mendesain menggunakan metode Pahl dan Beitz dengan langkah-langkah Perencanaan dan penjelasan tugas, Perancangan konsep, Perancangan bentuk, dan Perancangan detail. Pengumpulan data menggunakan metode Individual Questionnaire dan Focus Group Discussion yang hasilnya didapatkan atribut yang diperlukan dalam desain. Hasil dari penelitian berupa desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam yang portable, mudah dirakit dan dibongkar, dan dapat didirikan di lokasi yang beraneka kondisi, mudah dioperasikan, mampu menampung fasilitas dan kebutuhan. Desain dapur umum yang dihasilkan dalam bentuk model tiga dimensi berskala, blue print spesifikasi teknis, dan protoype.   Kata kunci: bencana alam, desain, dapur umum, portable.

  7. ANALYSIS OF ENVIRONMENTAL FACTORS FOR LEPTOSPIROSIS CASES IN TULUNGAGUNG DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nugroho

    2016-01-01

    Full Text Available Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis. Pada tahun 2012 ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB dengan ditemukannya dua kasus leptospirosis di dua kecamatan dengan satu kasus meninggal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan terhadap kejadian leptospirosis di Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian yaitu cross sectional dilakukan melalui observasi lokasi, pengukuran lingkungan abiotik dan observasi kondisi rumah penduduk. Lokasi penelitian di Dusun Banjar, Desa Picisan RT 3 RW 1 Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Besar sampel sebanyak 50 rumah. Analisis data berupa analisis deskriptif dan statistik dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sampah terbuka di depan atau belakang rumah berhubungan dengan kejadian leptospirosis dan mempunyai resiko 16,3 kali lebih besar dalam penyebaran leptospirosis. pH, salinitas dan kelembaban udara menunjang pertumbuhan bakteri Leptospira sp. pada badan air alami. Kata kunci: leptospirosis, Tulungagung, lingkungan

  8. Penelitian Perilaku Pengguna Internet Pada Desa Pinter Hasil Pembangunan USO dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM di Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lasni Julita Siahaan

    2011-03-01

    Full Text Available Fasilitas internet yang dibangun dengan proyek USO adalah suatu teknologi baru yang dapat menimbulkan reaksi pada penggunanya, baik reaksi menerima maupun reaksi menolak. Oleh karena itu, perlu diketahui model penerimaan teknologi tersebut serta factor-faktor yang berpengaruh terhadap penerimaanya. Salah satu model penerimaan pemakai terhadap teknologi yang paling sesuai sampai sekarang adalah technology acceptance model (TAM yang dikemukakan oleh Davis dan Khosrow-Pour (2006: 209. Bagaimana kecocokan model TAM dalam menilai penerimaan pengguna terhadap fasilitas internet tersebut dianalisis dengan structural equation modeling (SEM. Pendekatan dalam penelitian ini adalan kuantitatif dengan melakukan survey kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan proyek USO di Propinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TAM dapat digunakan menilai perilaku masyarakat di sekitar lokasi pembangunan proyek USO dalam menerima dan memanfaatkan fasilitas Internet.

  9. SISTEM PEMANTAU PERTUMBUHAN POHON DI AREA HUTAN PENAMPUNG AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH (INDERAJA DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahaya Jatmoko

    2015-05-01

    Full Text Available Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor dan banjir adalah rusaknya kawasan hutan, namun karena illegal logging , pembukaan ilegal taman , dan perambahan hutan memicu pencabutan hak pengusahaan hutan ( HPH , yang diserahkan kepada kendali lokal , tapi tidak berjalan dengan baik . Dari area data akses terbuka pada tahun 2010 ada sekitar 20 juta hektar dan tidak ditindaklanjuti pengelolaannya.Hutan yang telah mengalami kerusakan akibat penebangan liar perlu direhabilitasi.Dengan menggunakan data spasial ini , kegiatan rehabilitasi dapat diidentifikasi dan dimonitor dengan lebih baik. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memantau kegiatan rehabilitasi yang dalam penelitian ini menggunakan data Landsat TM, Data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis ( GIS merupakan suatu metode yang dapat diterapkan bersama-sama , untuk memantau dan menganalisa data dengan cepat dan akurat . Penelitian ini menggunakan data penginderaan jauh dengan mengumpulkan fitur tutupan lahan di daerah tertentu yang terjangkau ke seluruh pelosok area hutan penampung air tanah di Provinsi Jawa Tengah . Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menangkap dan menganalisa data pertumbuhan pohon . Hasil yang diharapkan adalah terwujudnya sistem informasi geografis yang dapat memantau pertumbuhan pohon di area hutan penampung air tanah di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kata Kunci : data spasial, Landsat TM, Remote Sensing

  10. JEJAK BAHASA MELAYU (INDONESAI) DALAM BAHASA BUGIS,MAKASSAR,MANDAR DAN TORAJA TINJAUAN LEKSIKOSTATISTIK

    OpenAIRE

    Syairuddin Muhidin; Munirah Hasyim; Nurhayati

    2008-01-01

    ABSTRAK EKOSOSBUDKUM 2010 Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) jumlah kosakata bahasa Melayu dalam bahasa Bugis, bahasa Makassar, bahasa Mandar, dan bahasa Toraja dan (2) menganalisis tahun pisah keempat bahasa tersebut dengan bahasa Melayu dari bahasa induknya. Lokasi penelitian di Kabupaten Barru, Kota Makassar, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Tanah Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dengan teknik rekam dan penyebaran daftar 200 kata Morris Swadess. Data ...

  11. The No. 3 Craniofacial Cleft

    OpenAIRE

    Sagiran, -

    2002-01-01

    Sumbing no.3 merupakan satu di antara 14 tipe kelainan sumbing kraniofasial kongenital. Lokasi sumbing ini bertepatan dengan tempat pertemuan antara proces¬sus maxillaris dan frontonasalis pada masa perkembangan embryonal. Mengetahui embryologi leher dan kepala memberi pemahaman mengenai fungsi saraf kepala, prinsip-prinsip pembentukan kepala-wajah dan kelainan-kelainannya yang merupakan akibat penyimpangan dari perkembangannya. Penanganan kelainan ini memerlukan bedah rekonstruksi yang cangg...

  12. Comparative Analysis Of Small Medium Enterprise Profitability Based On Its Ownership Form And Ethnicity: Study On Automotive Sector In Yogyakarta

    OpenAIRE

    Singapurwoko, Arif

    2017-01-01

    Tujuan penelitian mi adalah untuk mengetahui (apakah terdapat perbedaan operating profit margin, net profit margin dan return on investment antara pengusaha Jawa dengan Tionghoa, dan bentuk sole proprietorship dengan partnership. Lokasi penelitian dilakukan di Yogyakarta pada perusahaan-perusahaan skala kecil dan menengah yang bergerak dalam bisnis otomotif suku cadang mobil dan bengkel.Variabel independent dalam penelitian ini adalah operating profit margin, net profit margin dan return on i...

  13. Penggunaan Sistem Informasi Geografis Menumbuhkan Keinginan Perjalanan Wisata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Amrin Lubis

    2017-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan kondisi beragamnya informasi yang disajikan di berbagai web rendahnya keinginan wisatawan berkunjung kesuatu lokasi wisata. Sistem informasi GIS menggunakan informasi spasial yang efektif untuk kehidupan manusia, dalam konteks ini berarti serangkaian kegiatan yang terdiri dari interoperabilitas antara unsur-unsur dunia nyata untuk tujuan penggunaan secara umum. Informasi spasial berupa lokasi objek wisata dibutuhkan untuk menandai objek wisata pada peta, tempat atau posisi lokasi dalam bentuk koordinat berdasarkan garis bujur dan garis lintang untuk mengetahui letak objek wisata secara geografi. Query yang ditulis dalam fungsi-fungsi aplikasi akan terpicu membaca database untuk menghasilkan informasi peta lokasi wisata, jarak tempuh, hotel, restoran, biro perjalanan dan informasi lain ketika icon di click oleh wisatawan. Informasi yang tersedia dapat menumbuhkan keinginan wisatawan untuk berkunjung ketempat wisata.Kata Kunci : wisatawan; geografi informasi sistem; spasial; queryThe purpose of this study to address the condition of the diversity of the information presented in the various web reduce the desire of tourists visiting tourist destination. GIS information systems using spatial information effectively to human life, in this context means a series of activities consisting of interoperability between the elements of the real world for general purpose use. Spatial information in the form of tourist sites needed to mark the attraction on the map, place or position of the location in the form of coordinates based on the longitude and latitude to determine the geographical location of the attraction. Queries written in the application functions will be triggered to read the database to generate information maps tourist location, mileage, hotels, restaurants, travel agencies and other information when clicking the icon on tour. The information available to foster tourists to visit tourist

  14. Kandungan Inulin Dari Umbi Dahliasp Yang Ditanam Pada Jenis Tanah Vertisol, Inceptisol Dan Andisol

    OpenAIRE

    Iskandar, Yetti Mulyati; Pudjiraharti, Sri; Ratnaningrum, Diah

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kandungan inulin dari umbi Dahlia sp yang ditanam didaerah sejuk seperti Cianjur, Lembang dan Sukabumi pada jenis tanah yang berbeda dalam rangka rencana produksi di Jawa Barat. Inulin adalah oligosacharida yang terjadi secara alami dengan komposisi gabungan fruktooligosacharida dari oligomer dengan derajat polimerisasi yang berbeda. Umbi dahlia dari bunga berwarna ungu, merah, kuning dan putih yang ditanam di tiga lokasi digunaka...

  15. Konsep Desain Executive Suite sebagai Branding Image Hotel Bisnis Surabaya

    OpenAIRE

    Pujiono, Muhammad Salatoen; Sari, Arwita

    2013-01-01

    Surabaya merupakan kota metropolitan ke-dua setelah ibu kota Jakarta yang memiliki intensitas aktivitas bisnis yang sangat tinggi. Hal ini di tandai dengan perkembangan CBD (Central Business District) dan Sub-CBD (Central Business District) yang tersebar di kawasan Surabaya Utara, Surabaya Pusat, dan Surabaya Barat. Peningkatan aktifitas bisnis yang tinggi, meningkatkan mobilitas manusia ke daerah Surabaya juga semakin tinggi, sehingga permintaan akan sebuah lokasi hunian sementara seperti ho...

  16. Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pengaruhnya terhadap Keputusan Konsumen Menggunakan Produk Kpr Bni Griya

    OpenAIRE

    Karamoy, Sandy Wulan

    2013-01-01

    Penentuan segmen pasar sangat penting dalam mengenali calon nasabah dan memastikan siapa yang potensial menjadi nasabah. Segmentasi ini dapat dibagi berdasar lokasi, usia, jenis kelamin, tingkat penghasilan, kebiasaan dan sebagainya. Penentuan targeting sangat tergantung dari hal-hal seperti karakter produk, karakter segmentasi, dan tingkat persaingan pada segmen yang sudah dipilih. Targeting ini menentukan kepada siapa target market dari suatu produk, apakah kepada semua orang, sebagian ora...

  17. PEMANFAATAN RUMPUT LAUT NON-KOMERSIL SEBAGAI BIOKONTROL PENYAKIT ???ICE-ICE??? PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI, SERTA KUANTITAS DAN KUALITAS KARAGINAN

    OpenAIRE

    Zainuddin, Elmi Nurhaidah; . A. Manggau, Marianti; Badraeni

    2014-01-01

    Penyakit ???ice-ice??? pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii berdampak signifikan terhadap penurunan produksi rumput laut di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Untuk mengatasi permasalahan ini maka telah dilakukan penelitian untuk mencegah penyakit ???ice-ice??? pada rumput laut K. alvarezii dengan menggunakan rumput laut non-komersil. Sampel dari rumput laut K. alvarezii yang berpenyakit ???ice-ice??? telah diambil dari beberapa lokasi budidaya rumput laut, sepe...

  18. Meningkatkan Keterampilan Petani Salak Didesa Sibetan Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Dalam Rangka Menunjang Argowisata

    OpenAIRE

    Tika, I Nyoman; Triagustiana, I Gusti Ayu; Yuniarta, I Gede Adi

    2014-01-01

    Program IbM Salak Di Desa Sibetan Bali bertujuan untuk : (1) meningkatkan kemampuan petani salak untuk mengolah salak menjadi makanan olahan(wine, manisan, dodol, asinan) (2) optimalisasi fermentasi wine salak, (3) memperluas jangkauan pemasaran wine salak. Program ini diinspirasi oleh melimpahnya produksi salak Bali saat musim panen yang kerap nilai jualnya jatuh sehingga petani salak rugi, kebun salak Bali telah dikembangkan menjadi wisata argo oleh Pemda Karangasem, Lokasi kebun Sibetan te...

  19. Konstruksi Genre Dalam Film “the Lego Movie”

    OpenAIRE

    Natalia, Vivi

    2014-01-01

    “The Lego Movie” adalah film animasi dari produsen film Warner Bros yang menceritakan kehidupan dan petualangan Emmet, seorang konstruksi bangunan yang salah terdeteksi sebagai orang spesial yang mampu menyelesaikan masalah dunia. Film ini adalah sebuah film yang membawa konvensi-konvensi genre yang berbeda dibanding film-film animasi lainnya. Peneliti melakukan analisis genre terhadap film “The Lego Movie” menggunakan 6 elemen menurut Jane Stoke, yaitu setting, lokasi, peristiwa naratif, plo...

  20. “Wreck IT Ralph”: Studi Genre Pada Film Disney Animation Studios

    OpenAIRE

    Devita, Fransisca

    2013-01-01

    “Wreck It Ralph” adalah sebuah film animasi produksi Disney Animation Studios yang menceritakan kehidupan dan petualangan seorang penjahat di dunia permainan bernama Ralph. Film ini adalah sebuah film yang membawa konvensi-konvensi genre yang berbeda dari film Disney sebelumnya. Peneliti melakukan analisis genre terhadap film “Wreck It Ralph” menggunakan 6 konvensi genre menurut Jane Stokes, yaitu setting, lokasi, peristiwa-peristiwa naratif, plot, karakter, dan ikonografi, untuk mengetahui g...

  1. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Sarang Burung Walet (Colacallia Fuciphaga) di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang

    OpenAIRE

    Yuniarti, Vina; Yurisinthae, Erlinda; Maswadi, Maswadi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial USAha sarang burung walet di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki letak geografis yang sesuai dengan kehidupan burung walet. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 43 penangkar burung walet. ...

  2. Pemodelan Spasial untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir dan Peta Tingkat Risiko Banjir Bengawan Solo di Kota Surakarta

    OpenAIRE

    Cahyono, Toto; Hadi, Mohammad Pramono; Mardiatno, Djati

    2016-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan spasial untuk menyusun Peta Bahaya Banjir dan Peta Tingkat Risiko Banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kota Surakarta. Lokasi penelitian meliputi penggal alur Bengawan Solo di wilayah Kota Surakarta. Metode penelitian yaitu dengan analisis hidrograf, pemodelan banjir, analisis potensi bahaya banjir, analisis kerentanan banjir, dan analisis tingkat risiko banjir. Analisis hidrograf dilakukan dengan menghitung debit puncak rancangan, a...

  3. Perancangan Prototipe Receiver Beacon Black Box Locator Acoustic 37,5 kHz Pingers

    OpenAIRE

    RUSTAMAJI RUSTAMAJI; PAULINE RAHMIATI; SARAH PERMATASARI

    2016-01-01

    ABSTRAK Ketika suatu pesawat terbang mengalami kecelakaan terjatuh ke dalam air, maka lokasi keberadaannya dapat dideteksi oleh alat yang disebut receiver beacon black box locator acoustic (pingers receiver). Pingers receiver berfungsi untuk menerima sinyal dengan frekuensi 37,5 kHz ± 1 kHz dari pingers transmitter atau Underwater Locator Beacon (ULB) yang berada pada black box pesawat. Dalam penelitian ini dibuat perancangan pingers receiver yang tersusun dari rangkaian Band Pass Filter (BPF...

  4. Pengenalan Doa-doa Pendek Melalui Video Animasi Untuk Anak Usia 3-4 Tahun

    OpenAIRE

    Muriana,; Marmawi R; Sutarmanto

    2017-01-01

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Sedangkan media yang digunakan adalah video animasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengenalan doa-doa pendek melalui vodeo animasi untuk anak usia 3-4 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang berjumlah 10 orang, yang terdiri 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Lokasi penelitian ini adalah TPA Taman Pena Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan hasil analisis data, maka secara ...

  5. Pengembangan Sistem Informasi Geografis Berbasis Node.JS untuk Pemetaan Mesin dan Tracking Engineer dengan Pemanfaatan Geolocation pada PT IBM Indonesia

    OpenAIRE

    Fajrin, Rachmat

    2017-01-01

    PT IBM memiliki banyak klien di Indonesia, ini membuat persebaran produk (dalam hal ini mesin atm) yang semakin meluas di wilayah Indonesia. Hal ini memicu PT IBM untuk menempatkan engineer dibanyak wilayah untuk memenuhi kebutuhan services dan maintenance. Untuk itu dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem informasi geografis untuk pemetaan mesin dan tracking engineer dengan pemanfaatan geolocation yang bertujuan untuk menampilkan peta digital beserta lokasi mesin dan engineer di selu...

  6. Implementasi Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Kabupaten Temanggung Berbasis Android dengan Global Positioning System (GPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Imam Santoso

    2016-02-01

    Full Text Available Pariwisata merupakan aspek yang berharga bagi suatu daerah, dan semakin banyak pengunjung maka dapat memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar obyek pariwisata. Kabupaten Temanggung memiliki banyak obyek pariwisata, penggunaan teknologi informasi seperti menggunakan aplikasi smartphone berbasis Android dapat digunakan untuk membantu wisatawan untuk mengenal daerah pariwisata dan mengetahui rute menuju ke obyek pariwisata yang diinginkan. Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG di daerah wisata Temanggung bertujuan untuk membangun aplikasi Wisata Temanggung berbasis Android dan menerapkan layanan Google Maps Application Programming Interface (API untuk memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi pemetaan lokasi objek wisata, rute dan fasilitas pendukung wisata yang ada di Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan adalah model proses air terjun (waterfall. Implementasi Aplikasi Wisata Temanggung menggunakan pemrograman Javascript dengan Eclipse Luna, basis data SQLite, serta peta yang bersumber dari Google Maps API. Hasilnya berupa aplikasi Wisata Temanggung berbasis Android yang membantu memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi tentang obyek wisata alam, buatan, budaya, kuliner, hotel dan rute dari lokasi sekarang ke lokasi obyek wisata yang diinginkan di Kabupaten Temanggung dengan bantuan Global Positioning System (GPS.  

  7. Optimasi Peletakan Base Transceiver Station Di Kabupaten Mojokerto Menggunakan Algoritma Differential Evolution

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahadi Arif Nugraha

    2015-03-01

    Full Text Available Salah satu aspek penting dalam perencanaan infrastruktur jaringan seluler adalah Base Transceiver Station (BTS yang merupakan sebuah pemancar dan penerima sinyal telephone seluler. Di satu sisi, peningkatan jumlah menara memang akan mendukung tercapainya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi. Namun di sisi lain, penempatan menara yang  tanpa perencanaan serta koordinasi yang tepat akan menimbulkan jumlah menara yang berlebih sehingga dapat mengganggu estetika lingkungan, tata ruang suatu wilayah, dan radiasi gelombang radio yang tidak terkontrol sehingga sangat mengganggu. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dapat diselesaikan dengan cara menyusun suatu master plan yang lengkap dan rinci tentang penataan lokasi menara di Kabupaten Mojokerto untuk lima tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan algoritma Differential Evolution (DE untuk menemukan solusi penataan menara yang baik berdasarkan luas cakupan area sel yang dihasilkan, kemudian menggunakan software MapInfo sebagai media visualisasi peta lokasi penempatan menara telekomunikasi. Dalam perancangan menara BTS tahun 2019, Kabupaten Mojokerto membutuhkan 106 menara BTS 2G dan 36 menara BTS 3G. Penempatan menara BTS 2G dan 3G menggunakan algoritma differential evolution mampu mengoptimalkan 2,94% dari luas wilayah Kabupaten Mojokerto

  8. Mosquito Survey in the Campus Area of Universitas Padjadjaran Jatinangor in September to November 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Faridah

    2017-12-01

    Kabupaten Sumedang dilaporkan sebagai salah satu daerah endemik demam berdarah di Jawa Barat. Jumlah pasien demam berdarah yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang meningkat dalam tiga bulan terakhir pada tahun 2015. Universitas Padjadjaran (Unpad merupakan salah satu wilayah yang terluas di Jatinangor Sumedang sebagai tempat banyak orang melakukan aktivitas pada siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis genera nyamuk yang ada di kampus Unpad Jatinangor berdasar atas waktu dan lokasi. Survei lapangan dilakukan pada 22 lokasi di kampus Unpad Jatinangor pada bulan September–November 2016 menggunakan perangkap nyamuk cahaya yang dimodifikasi. Perangkap nyamuk ditempatkan di dalam dan luar ruangan untuk setiap lokasi. Perangkap nyamuk dipasang selama 24 jam, kemudian nyamuk dikumpulkan setiap 12 jam. Nyamuk yang terperangkap dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam cangkir plastik, diberi label sesuai dengan waktu pengambilan, kemudian dibawa ke Laboratorium Parasitologi Unpad untuk diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 4 genera nyamuk ditemukan di kampus Unpad Jatinangor, yaitu Culex spp. (405, Armigeres spp. (70, Aedes spp. (33, dan Anopheles spp. (10. Pencegahan pada tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan perlindungan menggunakan kawat nyamuk pada jendela harus dipertimbangkan untuk menurunkan risiko penyakit tular vektor. Simpulan penelitian ini, Aedes spp. merupakan nyamuk yang paling aktif pada siang hari serta Culex spp. dan Armigeres spp. yang paling aktif pada malam hari.

  9. Aplikasi Augmented Reality Denah SMP Negeri 36 Purworejo Menggunakan Mobile Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Made Dewi Asih Astita

    2015-10-01

    Full Text Available Teknologi augmented reality pada masa kini sedang menjadi tren dalam pembuatan aplikasi mobile, baik untuk aplikasi hiburan maupun aplikasi pembelajaran. Salah satu jenis augmented reality yang sedang digemari adalah location based service augmented reality. Jenis AR ini berguna untuk menentukan dan mengidentifikasi lokasi suatu tempat, seperti pada aplikasi tugas akhir ini yang merupakan denah ruangan yang terdapat di SMPN 36 Purworejo. Selain dapat membantu masyarakat dalam mencari ruangan di sekolah hanya dengan menggunakan ponsel Android, aplikasi ini juga menyajikan tampilan denah sekolah yang modern kepada pengguna. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi ini yaitu Platform Junaio yang menyediakan pengalaman augmmented reality berdasarkan teknologi XML. Tahap perancangan dimulai dengan merancang konsep aplikasi, mengidentifikasi kebutuhan data, dan survei lokasi. Tahap implementasi dilakukan dengan membangun dan mengembangkan aplikasi sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Tahap ini meliputi implementasi sistem pada perangkat keras dan perangkat lunak. Tahap pengujian dilakukan dengan metode black box serta dilakukan pengujian Beta secara langsung kepada 15 responden. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat berjalan dengan baik pada sistem operasi Android versi Jelly Bean. Fungsi- fungsi pada aplikasi juga dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh 15 responden, aplikasi AR denah sekolah ini dinilai menarik, mudah dipahami dan digunakan, serta mampu membantu masyarakat dalam mencari lokasi ruangan di sekolah. Hal ini terlihat pada semua aspek penilaian, yang mendapatkan persentase rata-rata 90%. Aplikasi ini dapat digunakan sebagai suatu inovasi teknologi untuk denah sekolah berteknologi LBS AR dan berbasis Android.

  10. Bauran Pemasaran (4P+Physical Evidence Dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Menggunakan Jasa Laboratorium Klinik Prodia Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarsi Hartiningsih

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT This research is a descriptive study, provides an overview of the influence of the dimensions of the marketing mix consisting of product, price, promotion, distribution channels/locations and the physical evidence against the customers decisions. The purpose of this study was to determine the effect of each variable product, price, promotion, distribution channels/locations and the physical evidence against the customers decision in using the services of Prodia Clinical Laboratory in Surakarta. The samples used were 75 consumers. Instument test result data indicates that every marketing mix variables (5P has the highest r count>r table and Cronbach's alpha values>0.60 so that the data is valid and reliable and can be used for further research. Hypothesis test results show that each variable product, price, promotion, distribution channels/locations and physical evidence has the value t count>t table with a significance value of r tabel dan nilai cronbach’s alpha > 0.60 sehingga data bersifat valid dan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa masing-masing variabel produk, harga, promosi, saluran distribusi/lokasi dan bukti fisik mempunyai nilai t hitung > t tabel dengan nilai signifikasi < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa produk, harga, promosi, saluran distribusi/lokasi dan bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam menggunakan jasa Laboratorium Klinik Prodia Kata kunci  : produk, harga, promosi, saluran distribusi/lokasi dan bukti fisik keputusan konsumen.

  11. Pencarian Kelompok Tani Menggunakan Sistem Informasi Geografis bagi Penyuluh di Kabupaten Agam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yossi Prima Ariyani

    2017-12-01

    Full Text Available Kabupaten Agam adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang 38,20% dari jumlah penduduknya bekerja di sektor pertanian. Pemerintah Kabutpaten Agam sangat menggalakkan pengembangan sektor pertanian dengan pengembangan kelembagaan dan komoditas unggulan setiap kelompok tani. Penyuluhan bagi setiap kelompok tani yang dilakukan oleh penyuluh-penyuluh dan dikelola oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K2P. Dengan jumlah kelompok tani kurang lebih 1.737 kelompok dan tersebar di 2.232,30 km2  akan menyulitkan bagi BP4K2P terutama penyuluh untuk mengetahui lokasi setiap kelompok tani. Sebuah sistem informasi yang berbasis lokasi kelompok tani menjadi solusi bagi penyuluh dalam menemukan informasi setiap kelompok tani yang ada. Perangkat lunak dibangun dari rangkaian proses berurutan yang meliputi tahap analisis, desain, pengodean, dan pengujian. Analsis didapatkan kebutuhan fungsional sistem dirumuskan dengan kemampuan melakukan pencarian berdasarkan nama kelompok tani, kenagarian, jenis kelompok dan komoditi unggulan serta menampilkan rute menuju lokasi kelompok tani. Aplikasi dibangun berbasis web dengan memanfaatkan Google Maps sebagai peta dasarnya. Pengolahan data spasial memanfaatkan fitur PostGIS. Pengujian sistem dilakukan degan secara blackbox testing yang berfokus pada kemampuan fungsioanl sistem. Hasil dari pengujian yang dilakukan oleh tujuh orang penguji terhadap 7 kebutuhan fungsional menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah sesuai dengan kebutuhan fungsional sistem yang dirancang.

  12. Analisis Rugi Daya Pada Penyulang Bangli Dengan Beroperasinya PLTS Kayubihi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I GN Dion Adiputra

    2015-06-01

    Full Text Available Analisis rugi daya pada Penyulang Bangli dilakukan untuk mengetahui perbanding an rugi daya pada jaringan distribusi setelah penempatan pembangkit tersebar jenis PLTS berkapasitas 1 MWp. Lokasi penempatan PLTS ditentukan berdasarkan analisis sensitivitas bus. Nilai sensitivitas bus(?didapat dengan cara membandingkan nilai rugi daya pada sistem dengan total beban yang terhubung pada bus. Penelitian ini menggunakan simulasi aliran daya dengan metode aliran daya Newton-Raphson. Hasil penelitian menunjukkan bus TK 0041 memiliki sensitivitas terbesar dengan nilai ?= 0,178. Dari hasil simulasi aliran daya, penempatan PLTS 1MWp pada lokasi alternatif 1 menghasilkan rugi daya minimum pada Penyulang Bangli yaitu 103,1 kW atau 3,3% dari total suplai daya 3071 kW. Pemasangan PLTS dapat menurunkan rugi daya pada Penyulang Bangli sebesar 57 kW dari total rugi daya pada kondisi tanpa PLTS yaitu 160,1 kW. Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting, penem patan PLTS pada lokasi alternatif 1 memiliki selisih rugi daya 7,3 kW lebih kecil dari total rugi daya yang dihasilkan kondisi eksisting sebesar 110,4kW.

  13. Aplikasi Panduan Wisata Kota Kudus Menggunakan Perangkat Bergerak Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hasyim Maghfuri

    2016-08-01

    Full Text Available Interesting tourist sites is the reason for people to visit. Traveled as an option for people to fill holiday time to gather with familiy and friends. Because of lack information about tourist sites in Kudus city known by the public, assistance is needed to facilitate to search for the location. Travel guide Kudus city-Based applications Android Locator is the ultimate solution in search of tourist sites in the Kudus city. The purpose of making this application is to develop a search guidance system location based android that features a tourist guide. Kudus City Travel Guide-Based applications Android Locator is a client server based applications created using the Java programming language and the Eclipse software using MySQL database. Stages of development software used is SDLC (Software Development Life Cycle by using the method waterfall, as modeling software used is UML (Unified Modelling Language. Steps in this research is software requirement analysis, design, coding, testing and maintenance. Functional testing using a method of black box. The result of this research that the Kudus City Application Tourist Sites Guide Using Android-Based Mobile Devices used for guidance in traveling in the Kudus city. Function menus and buttons is going according to their respective functions. Kudus city travel guide app can now be used as a medium for guidance in finding tourist sites.   Objek wisata yang menarik adalah salah satu alasan orang untuk berkunjung. Berwisata menjadi pilihan untuk masyarakat mengisi waktu liburan dengan berkumpul bersama keluarga maupun teman. Karena sedikitnya informasi lokasi objek wisata kota Kudus yang diketahui oleh masyarakat, diperlukan bantuan untuk mempermudah dalam pencarian lokasi tersebut. Aplikasi Panduan Wisata Kota Kudus Menggunakan Perangkat Bergerak Berbasis Android adalah solusi utama dalam pencarian lokasi objek wisata di kota Kudus. Tujuan pembuatan aplikasi ini adalah mengembangkan suatu sistem pemandu

  14. PEMANFAATAN HUTAN DAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT BADUY DI BANTEN SELATAN (The Uses of Forest and the Environment by Baduy Community in South Banten, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunggung Senoaji

    2004-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Hutan adalah sumberdaya alam yang harus dimanfaatkan secara arif untuk kesejahteraan rakyat. Telah banyak terjadi dampak negatif pengelolaan hutan yang tidak ramah lingkungan termasuk banjir, longsor dan kekeringan. Salah satu bentuk pengelolaan hutan yang ramah lingkungan telah dilakukan oleh masyarakat Baduy, melalui berbagai bentuk kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mengkaji sistim pengelolaan hutan yang ramah lingkungan oleh masyarakat Baduy. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Baduy masih menerapkan autran-aturan dan norma-norma tradisional dalam perhubungan sosial dan dalam memanfaatkan sumberdaya hutan. Sistim sosial masyarakat Baduy dapat mengontrol eksploitasi hutan yang tidak ramah lingkungan. Pada saat yang sama masyarakat Baduy mempunyai tingkat pendapatan  di atas garis kemiskinan.   ABSTRACT Forest environment is a biological nature resource that has to be wisely used and utilized for people’s welfare and prosperity. However, current conditions show that the function of forest as an ecosystem equalizer has degraded. An effort to recover forest function has to be done immediately. One type of forest environment management that concerns the forest conservation is like what have Baduy Community been done. The environment is managed by traditional rules obeyed by community. The basic method of this research is descriptive, supported by quantitative and quantitative approach. Data about objects or any particular conditions or any human group area were described systematically. Data collection was done by participation-observation and open in-depth interview. The result shows that in using forest and its environment, Baduy community makes natural balancing that provides many benefits including peacefulness, welfare and prosperity for people’s life. The life pattern of Baduy community is determined by traditional rules and norms pr standard that have important roles in the social

  15. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK TRACKING ARMADA TRANSPORTASI LOGISTIK DENGAN MEMANFAATKAN BASE TRANSCEIVER STATION DAN PERALATAN HANDPHONE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khakim Ghozali

    2006-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Telepon Seluler (Ponsel merupakan salah satu teknologi yang paling diminati di dalam setiap aspek kehidupan manusia modern dan juga teknologi paling berkembang saat ini. Hampir setiap orang menggunakan teknologi ponsel ini untuk memperoleh informasi terkini yang dibutuhkannya. Tingkat penggunaan yang cukup tinggi inilah yang mendorong terciptanya beragam aplikasi dengan memanfaatkan teknologi ini. Aplikasi tracking armada yang memanfaatkan kemudahan teknologi ponsel tersebut menjadi alternatif tersendiri yang diharapkan mampu memberikan solusi di dalam permasalahan proses monitoring armada. Konsep bisnis yang ditawarkan adalah pemanfaatan layanan provider seluler sebagai sarana pelacak lokasi ponsel yang selanjutnya informasi tersebut dikembangkan lebih lanjut menjadi informasi berupa pemetaan data ke peta lokasi untuk melacak keberadaan armada. Sehingga diharapkan kehadiran solusi baru ini mampu memberikan sejumlah kemudahan dan efisiensi yang tidak dimiliki oleh alat lain. Kata Kunci : Perusahaan Logistik,Tracking Armada via BTS, SMS, Peta Lokasi.

  16. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa

  17. Penentuan Batas Pengelolaan Wilayah Laut Antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rainhard Sumarto Simatupang

    2017-01-01

    Full Text Available Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah merupakan pembaharuan dari undang-undang sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dikarenakan beberapa hal yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan pada saat ini[1]. Beberapa perubahan peraturan dalam hal penentuan batas wilayah pengelolaan laut daerah yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dari undang-undang sebelumnya yaitu mengenai penentuan garis pantai, batas wilayah bagi hasil kabupaten/kota, serta kewenangan setiap daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ditetapkan bahwa batas maksimal wilayah laut provinsi sejauh 12 mil laut, sedangkan batas bagi hasil kelautan kabupaten/kota maksimal sejauh 4 mil laut. Apabila wilayah laut antar provinsi tidak mencapai batas maksimal masing-masing, maka batas akan dibagi sama jarak dengan prinsip garis tengah (median line. Penelitian ini merupakan bentuk pengaplikasian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dalam memperbaharui penentuan batas pengelolaan wilayah laut daerah. Dalam penelitian ini  dibahas bagaimana menentukan batas pengelolaan wilayah laut daerah serta dilakukan analisa dari hasil penentuan batas pengelolaan wilayah laut. Lokasi Penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali tepatnya perbatasan pada Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur dan Kabupaten Buleleng (Bali sampai Kabupaten Jembrana (Bali. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan metode kartometrik menggunakan data Citra Satelit SPOT 7 2015 dan data Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI 2002. Dari penelitian ini dihasilkan median line sepanjang 40,3 km yang dibentuk oleh 41 titik, serta diperoleh luas wilayah pengelolaan laut Provinsi Jawa Timur sebesar 233,37 km2 dan Provinsi Bali sebesar 233,77 km2 (sesuai batasan lokasi dengan selisih sebesar 0,4 km2 serta batas wilayah bagi hasil kelautan untuk kabupaten/kota. Dihasilkan juga peta batas

  18. Student Well-being pada Remaja Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Na'imah

    2017-10-01

    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber student well-being pada remaja Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan didukung dengan kualitatif. Lokasi penelitian di Banyumas dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala student well-being dan openquesioner sumber student well-being serta panduan wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif. Hasil penelitian adalah: 1 Sumber-sumber student well-being adalah dimensi hubungan sosial, kognitif, emosi dan spiritual. 2 Faktor penghambat tercapainya student well-being adalah jika ada masalah dalam dimensi sosial, kognitif, emosi, fisik dan spiritual.

  19. POPULASI BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PULAU BULANG BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Notowinarto Notowinarto

    2015-11-01

    Full Text Available Sepanjang pesisir pantai pada perairan di kawasan Kecamatan Bulang Kota Batam sebagai lokasi penelitian dengan banyak dijumpai pemukiman penduduk dan industri galangan kapal (Shipyard serta banyak mengeluarkan limbah yang langsung dibuang keperairan terbuka. Sampai saat ini masih minim informasi tentang populasi bakteri heterotrof, sehingga di perlukan pengkajian secara biologi perairan yakni bagaimana populasi bakteri Heterotrof di perairan Pulau Bulang Batam. Tujuan mengetahui estimasi total bakteri umum dan virus (TBU;TBV serta hubungan antara padatan populasi bakteri dengan kondisi in-situ kualitas antar perairan yang berbeda. Penelitian bersifat lapangan insitu dengan pengambilan sampling secara teknik purposive sampling dan ek-situ yakni sampel air segera di bawa ke Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Budidaya Laut. Analisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk mencari hubungan antara perkiraan populasi bakteri heterotrof dengan kondisi kualitas air antar lokasi sampling menggunakan pendekatan analisis sidik ragam (Ansira. Hasil sebagai berikut: a bahwa diperkiraan populasi bakteri heterotroph baik total bakteri umum (TBU maupun total bakteri virus (TBV yang nyata dengan kecenderungan (trend meningkat akibat adanya perubahan kualitas in-situ perairan, yakni pada lokasi Kuala Bulang 2 dan Selat Awa; b Kandungan nitrat memperlihatkan kisaran nilai yang tinggi berada di lokasi Selat Awa dan terendah terdapat pada stasiun Teluk Sepaku serta ammonium memperlihatkan nilai tertinggi pada stasiun Kuala Bulang Dua dan kandungan phospat kandungan tertinggi di stasiun Selat Awa, sehingga akan menimbulkan terjadinya peledakan populasi (blooming; dan c Hubungan korelasi antar stasiun pengamatan terhadap sebaran kepadatan total bakteri umum maupun vibrio (TBU/TBV tampaknya tidak nyata (non-signifikan. Walaupun tingkat hubungan (nilai r lebih dari 50%. Begitupula terhadap parameter kualitas air, hanya ada indikasi korelasi

  20. PENCEMARAN PESTISIDA PADA PERAIRAN PERIKANAN DI SUKABUMI- JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2011-12-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida merupakan salah satu sumber pencemar yang potensial bagi sumberdaya dan lingkungan perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran pestisida pada lahan perikanan budidaya di Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian diawali dengan penentuan lokasi, dilanjutkan dengan pengambilan contoh (air, sedimen, biota air, preparasi, identifikasi, dan analisis data, serta pelaporan. Analisis contoh menggunakan alat Gas Chromatograph (GC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan perikanan air tawar di daerah Sukabumi terdapat residu pestisida dari golongan organoklorin, organofosfat, piretroid, dan karbamat dengan konsentrasi di bawah Batas Maksimal Residu (BMR. Jenis dan konsentrasi residu pestisida tersebut yang terbesar terdapat pada ikan, kemudian di dalam tanah dan yang terakhir adalah dalam air.

  1. Carbon Stocks in Mangrove Ecosystems of Musi and Banyuasin Estuarine, South Sumatra Province (Stok Karbon Ekosistem Mangrove di Estuarin Musi dan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melki Melki

    2014-09-01

    Full Text Available Hutan mangrove di daerah estuari mampu menghasilkan stok karbon yang sangat besar sebagai daerah perlindungan dan pemulihan yang efektif sebagai strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif. Pemilihan ekosistem pesisir dalam strategi mitigasi memerlukan kuantifikasi stok karbon untuk menghitung emisi atau penyerapan berdasarkan waktu. Penelitian ini menghitung stok karbon pada ekosistem Musi Estuari Waters (MEW dan Banyuasin Estuari Water (BEW, Provinsi Sumatera Selatan pada tipe vegetasi yang berbeda dan hubungan variabel lingkungan dengan stok karbon. Di tujuh lokasi dalam MEW dan BEW sampel vegetasi dan tanah. Hasil yang didapatkan adalah nilai yang lebih tinggi dari stok karbon di vegetasi dari lokasi III/MEW (7.600,92 mg.ha-1, stok karbon dalam tanah dari lokasi II/MEW (61.081,87 mg.ha-1 dan stok karbon di ekosistem dari lokasi II (64.548,54 mg.ha-1. Mangrove A. marina merupakan yang paling baik menyimpan stok carbon termasuk antara vegetasi dan tanah karena toleransi salinitas yang rendah. Kata kunci: mangrove, karbon, estuari, Musi, Banyuasin Mangrove forests in estuarines can have exceptionally large carbon stocks and their protection and restoration would constitute an effective mitigation strategy to climate change. Inclusion of coastal ecosystems in mitigation strategies require quantification of carbon stocks in order to calculate emissions or sequestration through time. This study quantified the ecosystem carbon stocks of the Musi Estuarine Waters (MEW and Banyuasin Estuarine Water (BEW, Province of South Sumatra into different vegetation types and examined relationships of environmental variables with carbon stocks. At seven sites within MEW and BEW of vegetation and soil samples. The results that the higher value of carbon stock in vegetation from Site III/MEW (7.600,92 mg.ha-1, the carbon stock in soil from Site II/MEW (61.081,87 mg.ha-1 and carbon stock in ecosystem from Site II (64.548,54 mg.ha-1. Mangrove of A. marina the

  2. IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK PENENTUAN POSISI BARANG PADA RAK MENGGUNAKAN METODE APRIORI PADA PT MIDI UTAMA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Aprizal

    2016-12-01

    Full Text Available Alfamidi merupakan objek penelitian mengalami permasalahan pada posisi penempatan barang pada rak jualan masih kurang tertata, karena kurang teraturnya posisi barang pad arak mengakibatkan terkadang ada barang yang dicari oleh konsumen tapi malah tidak ditemuka di bagian rak, yang berdampak pada pengurangan daya minat pembeli. Penelitian ini menggunakan algoritma apriori untuk mengklasifikasikan data transaksi penjualan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pihak Alfamidi untuk menyusun penempatan produk yang dijual. Kata Kunci : Data Mining, Algoritma Apriori, lokasi barang.

  3. PENGARUH KARATERISTIK TUJUAN ANGGARAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA APARAT PEMERINTAH DAERAH DENGAN TINGKAT DESENTRALISASI SEBAGAI PEMODERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ingrid Panjaitan

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik tujuan anggaran dan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja aparat pemerintah daerah serta tingkat desentralisasi sebagai pemoderasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kradenan dan Gabus, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Partial Least Square (PLS sebagai alat uji. Responden penelitian adalah aparat pemerintah di kecamatan dan kelurahan, dengan sampel sebanyak 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel karakteristik tujuan anggaran dan desentralisasi berpengaruh positif terhadap kinerja aparat pemda. Sedangkan variabel sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja aparat pemda, dan desentralisasi tidak dapat memoderasi pengaruh karakteristik tujuan anggaran dan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja aparat pemerintah daerah.

  4. KANDUNGAN KADMIUM (Cd PADA TANAH DAN CACING TANAH DI TPAS PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Cadmium (Cd Content in Soil and Earthworms in Piyungan Controlled Landfill Municipal Waste Disposal, Bantul Yogyakarta Special District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heny Mayasari Setyoningrum

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Analisis kandungan logam berat cadmium (Cd pada tanah dan cacing tanah telah dilakukan di TPAS Piyungan Bantul untuk mengetahui tingkat pencemaran Cd dalam tanah. Penelitian dibagi menjadi penelitian di lapangan yang meliputi pengambilan sampel tanah-cacing tanah dan pengukuran parameter lingkungan, serta penelitian di laboratorium yang meliputi analisis kandungan kadmium, bahan organik dan tekstur tanah. Tingkat pencemaran kadmium ditentukan menggunakan Indeks Kontaminasi-Polusi. Hasil penelitian memperlihatkan kandungan kadmium pada tanah di TPAS Piyungan antara tidak terdeteksi (< 0.01 – 0.47 ppm. Kandungan kadmium di TPAS Piyungan lebih rendah dibandingkan jumlah maksimum kadmium yang diperbolehkan di tanah dan khusus untuk zona III dan zona I titik sampling 1 dan 2 lebih tinggi dari standar kandungan kadmium pada tanah yang bebas polusi, sedangkan kandungan kadmium pada tanah kontrol lebih rendah dibandingkan kandungan kadmium secara umum pada tanah bebas polusi tersebut. Kandungan kadmium dalam tanah di lokasi TPAS tidak selalu lebih tinggi bila dibanding kontrol. Cacing tanah mengandung kadmium antara 0.35 – 0.45 ppm, kandungan kadmium dalam cacing tanah di beberapa lokasi TPAS lebih rendah dibanding kontrol. Tingkat pencemaran kadmium di TPAS Piyungan berada pada tingkat kontaminasi sangat ringan hingga kontaminasi sangat berat. Lokasi TPAS yang masih aktif digunakan memiliki tingkat kontaminasi lebih tinggi bila dibanding lokasi lain. Rasio kadmium pada tanah dan cacing tanah di TPAS Piyungan adalah 0.13 : 1.75.   ABSTRACT Cadmium (Cd analysis has been done at Piyungan TPAS (Piyungan TPAS, stands for Tempat Pembuangan Akhir Sampah for knowing the level of Cd contamination insoil. The research was divided into in-sites study, which consisted of soil and earthworms sampling, and soil environmental factors measurement, and laboratory analysis, which consisted of cadmium content, organic compounds and soil textures analysis

  5. KAJIAN JENIS POHON POTENSIAL UNTUK HUTAN KOTA DI BANDUNG, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soleh Mulyana

    2016-06-01

    Full Text Available Pembangunan dan perkembangan ekonomi di suatu perkotaan cenderung dapat meminimalkan ruang terbuka hijau (RTH yang berdampak terganggunya keseimbangan ekosistem seperti: perubahan suhu, polusi udara, pencemaran air, permukaan tanah menurun dan bahaya banjir. Upaya dalam mengurangi dampak negatif tersebut dapat dilakukan dengan cara pembangunan atau pengembangan hutan kota dengan memilih jenis pohon potensial yang sesuai dengan tipe kawasan dan peruntukannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji sejauhmana PP No. 63 Tahun 2002 tentang hutan kota dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Lokasi penelitian kajian jenis pohon Potensial untuk Pengembangan Hutan Kota ditetapkan adalah kota Bandung yang telah memiliki Perda No. 25 tahun 2009 tentang hutan kota. Berdasarkan Perda tersebut Kota Bandung telah menetapkan 9 lokasi kawasan hutan kota, yaitu Taman Tegalega, Taman Pramuka, Taman Lantas, Taman Cilaki, Taman Maluku, EksTPA Cicabe, Eks-TPA Pasir Impun, Kebun Binatang Tamansari dan kawasan hutan PT Pindad. Metode yang digunakan adalah sensus melalui pengukuran luas kawasan, pengamatan struktur, pencacahan populasi, pengukuran dimensi pohon (diameter, tinggi total, tinggi bebas cabang, lebar dan tinggi tajuk dan mengidentifikasi ( jenis, genera dan suku setiap pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan kota terdiri dari 8 lokasi hutan kota digunakan sebagai sarana olah raga dan rekreasi/wisata untuk umum dan 1 lokasi merupakan tempat industri persenjataan sehingga tertutup bagi umum. Keanekaragaman jenis tertinggi terdapat di Kebun Binatang Tamansari dan terendah di kawasan Eks-TPA Pasir Impun, sedangkan untuk populasi terbanyak terdapat di PT Pindad, dan yang paling sedikit di kawasan Eks-TPA Pasir Impun. Jenis pohon yang ada sebagai vegetasi hutan kota umumnya merupakan jenis eksotik, dari hasil kegiatan penelitian ini disusun suatu matriks kesesuaian jenis pohon berdasarkan deskripsi (karakteristik dan fungsi dari setiap jenis pohon yang

  6. Identification of Pathogenic Leptospira in Rat and Shrew Populations Using rpoB Gene and Its Spatial Distribution in Boyolali District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Widiastuti

    2016-08-01

    Ngemplak dan Desa Jeron Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction dilakukan pada 104 sampel ginjal tikus dari dua lokasi penelitian. Analisis spasial sederhana dilakukan untuk memetakan sebaran tikus yang positif Leptospira. Terdapat enam sampel positif gen rpoB Leptospira pada Rattus tanezumi, Rattus argentiventer dan Suncus murinus. Lima dari keenam sampel menunjukkan hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan Leptospira borgpetersenii serovar Sejroe berdasarkan gen rpoB. Satu isolat tidak memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan serovar manapun yang masuk dalam cluster. Analisis spasial berdasarkan jarak aktivitas harian tikus menunjukkan tikus positif Leptospira ditemukan berada dalam kisaran 30 meter dan 150 meter dari penderita leptospirosis.

  7. Perancangan Sistem Pencatatan Trafo Distribusi Berbasis Mobile Device di PT PLN Salatiga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fira Nathania

    2014-01-01

    Pengujian dilakukan menggunakan metode black box testing. Hasil pengujian menunjukkan pertukaran data berjalan dengan baik dan komponen-komponen pada aplikasi dapat berfungsi sesuai fungsi yang diharapkan. Selain itu dilakukan pula pengujian terhadap keakuratan data lintang dan bujur dengan cara membandingkan data lintang dan bujur yang diambil melalui aplikasi pada mobile device Android dengan data lintang dan bujur yang didapatkan melalui GPS dengan merek ‘Garmin’. Selisih hasil pengukuran lintang dan bujur menunjukkan nilai yang sangat kecil sehingga hal ini menunjukkan bahwa penentuan lokasi trafo distribusi berdasarkan pengukuran lintang dan bujur pada aplikasi pencatatan trafo distribusi pada mobile device Android memiliki hasil yang cukup akurat.

  8. ANALISIS KAWASAN POTENSIAL UNTUK TAMBAK SUPER-INTENSIF DI PESISIR KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2016-12-01

    Full Text Available Tambak teknologi super-intensif tidak memerlukan lahan budidaya yang luas, produksi yang tinggi dimungkinkan dengan padat tebar tinggi dan input teknologi. Keberhasilan teknologi ini sangat ditentukan oleh lokasi budidaya yang tepat, infrastruktur yang memadai dan memenuhi standar, dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL, serta dukungan faktor sosial yang menjadi penentu penerapan dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi potensial pengembangan tambak super-intensif di kawasan pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tahap awal, kawasan pesisir yang potensial diidentifikasi melalui analisis elevasi lahan dari citra satelit Aster GDEM dan penggunaan lahan dari data Google Earth. Selanjutnya faktor sosial berupa potensi konflik dengan penggunaan lahan saat ini menjadi data awal yang dikumpulkan sebelum dilakukan pengukuran variabel lain. Variabel yang diobservasi langsung antara lain; elevasi lahan, tekstur tanah, ketersediaan infrastruktur pendukung, pasang surut, penggunaan lahan saat ini, dan kualitas perairan dilakukan di sekitar lokasi potensial terpilih. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan sistem informasi geografis (SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi potensial dijumpai di Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau dengan luas kawasan sekitar 17,5 ha. Variabel yang diidentifikasi menjadi pembatas utama untuk pengembangan tambak super-intensif di kawasan tersebut adalah elevasi lahan dan keberadaan potensi konflik dengan penggunaan lahan saat ini. A super-intensive pond technology does not require extensive land cultivation, however the high production is expected from its ability to increase stocking density particularly for vannamei species. The success of this technology is highly depend upon proper site selection, availability of supporting infrastructure, the availability of wastewater treatment plant (WWTP, and supporting of social factor determining the implementation

  9. ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI TANAH SAWAH DI DESA SUKAWALI DAN DESA BELIMBING, KABUPATEN TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Pambudi

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Penggunaan pupuk kimia secara berlebih dapat menyebabkan kerusakan tanah dan menyebabkan ekosistem yang ada didalamnya terganggu. Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR adalah bakteri yang hidup di daerah rizosfer tanaman yang dapat berperan sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui karakteristik bakteri tanah yang berasal dari dua area persawahan, lokasi pertama di Desa Sukawali (TGR 1 dan lokasi kedua di Desa Belimbing (TGR 2, Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah, kemudian sampel dikultur dalam media agar nutrien dengan pengenceran bertingkat. Total bakteri dihitung dan isolat yang diperoleh diuji kemampuan dan karakternya dalam menambat nitrogen (BPN, melarutkan fosfat (BPF, menghasilkan indole acetic acid (IAA, menghasilkan Hidrogen Cyanide (HCN, aktivitas katalase, jenis Gram dan karakter motilitas. Total bakteri yang dapat tumbuh dari kedua lokasi sebanyak 2,4x106 CFU/g dan 1,8x106 CFU/g. Kedua lokasi diperoleh total 45 isolat dengan seluruhnya positif BPN, 42 isolat positif BPF, 24 isolat menghasilkan IAA, 27 isolat menghasilkan HCN, 43 isolat katalase positif, 39 isolat Gram positif, 6 isolat Gram negatif, serta 41 isolat motil. Berdasarkan uji yang dilakukan, terdapat 16 isolat yang berpotensi sebagai pupuk hayati.  Abstract Excessive use of chemical fertilizer may cause soil damage and disturb the ecosystem. Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR is a consortium bacteria that live in plant rhizosphere which acts as biofertilizer, biostimulant, and bioprotectant. The objective of this research is to isolate and investigate the characteristics of soil bacteria originating from two rice fields in Sukawali Village (TGR 1 and Belimbing Village (TGR 2, Tangerang Regency. The research was conducted by collecting soil samples and then culturing the bacteria onto nutrient agar medium with serial dilution. The total bacteria

  10. Sebaran Nyamuk Anopheles pada Topografi Wilayah yang Berbeda di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Taviv

    2015-09-01

    Full Text Available Penularan penyakit tular vektor seperti malaria dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yangtelah diketahui memiliki asosiasi dengan malaria adalah topograf wilayah yang erat hubungannya denganpola penularan. Berdasarkan tempat atau lokasi terhadap penyakit yang ditularkan oleh vektor makaperlu diperhatikan pembagian zoogeografi dimana jenis-jenis nyamuk di setiap lokasi akan dipengaruhifaktor-faktor lingkungan di setiap daerah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenisAnopheles serta habitat perkembangbiakannya pada dua wilayah dengan topograf yang berbeda diProvinsi Jambi. Kegiatan yang dilakukan adalah penangkapan nyamuk dewasa dengan metode humanlanding collection dan survei habitat perkembangbiakan Anopheles. Penangkapan nyamuk dilakukanselama 12 jam dimulai dari jam 18.00 WIB hingga jam 06.00 WIB. Larva Anopheles yang berhasilditangkap selanjutnya dibawa ke laboratorium dan dipelihara hingga dewasa dan selanjutnya diidentifiasijenisnya. Hasil penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Nipah Panjang Kabupaten Tanjung JabungTimur (dataran rendah adalah An. separatus, An. sinensis, An. tesselatus dan An. letifer. Anophelesletifer memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 3,33, kelimpahan nisbi 40, dominansi 133,33 danMan Bitting Rate (MBR 0,07. Penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Teluk Rendak KabupatenSarolangun (dataran tinggi meliputi An. nigerrimus, An. annularis, An. letifer, An. maculatus dan An.barbumbrosus. Anopheles nigerrimus memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 21,67, kelimpahannisbi 60,98, dominansi 1321,14 dan MBR 0,63.

  11. Risk Factors of Acute Respiratory Infections in Practice Area for Community of Medical Students in Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Thomas Zulaikhah

    2017-05-01

    Infeki saluran pernapasan akut (ISPA menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit di Puskesmas Bangetayu dengan persentase terbanyak di Kelurahan Penggaron Lor. Keterampilan untuk mempelajari distribusi dan frekuensi penyakit serta faktor determinan yang memengaruhi manusia sangat diperlukan untuk menetapkan intervensi yang paling efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA di lokasi praktik komunitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan jumlah responden 100 orang dan sampel dikumpulkan dengan menggunakan stratified random sampling. Sepuluh variabel yang diteliti adalah faktor risiko sanitasi lingkungan, sedangkan enam faktor risiko terkait dengan perilaku dan pelayanan kesehatan. Data dianalisis secara bivariat dengan uji kai kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah ventilasi, lubang asap dapur, ruang tidur, dan kepadatan hunian. Faktor yang paling dominan adalah kebiasaan anggota keluarga yang merokok di Kelurahan Penggaron Lor. Lokasi ini dapat digunakan sebagai lahan praktik komunitas bagi mahasiswa kedokteran yang sedang kepaniteraan di program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat karena memiliki permasalahan kesehatan yang kompleks.

  12. KAJIAN HARGA SEWA BANGUNAN KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN RAYA KALIMALANG, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Laras Adhiani

    2017-06-01

    Full Text Available Koridor Jalan Raya Kalimalang merupakan kawasan yang berkembang pesat dan memiliki harga lahan yang tinggi karena adanya aktivitas komersial. Hal ini menjadikan pemilik lahan lebih memilih untuk menyewakan bangunan yang berada di atas lahan miliknya karena dianggap lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, Jakarta beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya terkait aktivitas komersial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Temuan studi yang diperoleh adalah perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang dipengaruhi oleh faktor lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, dan kesesuaian kawasan. Harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang mulai dari Rp20.000.000 - Rp100.000.000/ tahun. Aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya permintaan, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan bangunan yakni hanya 9,04%. Terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, yaitu faktor ketersediaan bangunan, tata letak bangunan, lokasi, asal konsumen, kesesuaian koridor, luas bangunan, usia bangunan, kondisi bangunan, dan faktor jangka waktu sewa.

  13. Perencanaan dan Penataan Menara Telekomunikasi Seluler di Kabupaten Sidoarjo menggunakan MapInfo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervin Tri Sasongko

    2015-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dan industri telekomunikasi telah demikian pesatnya. Ketersediaan layanan diupayakan oleh sejumlah operator yang menawarkan berbagai sistem dan layanan yang bervariasi dengan pembangunan infrastruktur jaringan radio seluler, termasuk di dalamnya menara untuk antena BTS (Base Transceiver Station. Tetapi penempatan menara yang terlalu banyak dan tanpa perencanaan yang tepat akan menimbulkan efek yang kurang baik. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diselesaikan dengan menyusun suatu master plan tentang penataan lokasi menara di wilayah Kabupaten Sidoarjo untuk 5 tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan peta MapInfo dan berdasarkan pada kebutuhan trafik pelanggan seluler, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan regulasi tentang peyelenggaraan menara telekomunikasi. Dalam perhitungan perencanaan kebutuhan BTS untuk tahun 2018, Kabupaten Sidoarjo membutuhkan 783 BTS yang ditopang oleh 454 menara telekomunikasi seluler bersama. Maka perlu dilakukan penambahan jumlah menara sebanyak 52 menara untuk mencukupi kebutuhan trafik pada tahun 2018. Jumlah penambahan menara tersebut akan ditempatkan di zona menara baru dengan luas total zona 14,6962 .

  14. ESTIMASI ALIRAN AIR LINDI TPA BANTAR GEBANG BEKASI MENGGUNAKAN METODA SP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsu Rosid

    2012-02-01

    Full Text Available Air lindi merupakan limbah sampah organik yang biasanya diproduksi dari sampah rumah tangga. Pencemaran air tanah (groundwater oleh air lindi menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Penduduk Bantar Gebang, Bekasi merasa terancam kehidupannya dengan adanya tempat pembuangan akhir (TPA sampah yang dikirim dari DKI Jakarta. Beberapa penduduk di sekitar TPA mengeluhkan bahwa air sumurnya agak bau dan tidak lagi terasa segar. Untuk mengetahui seperti apa polusi air lindi yang terjadi, ke arah mana dan sudah sejauh mana sebarannya, dan memetakan daerah resiko tinggi terkena polusi maka telah dilakukan pengukuran geolistrik metoda self potential (SP di sebelah Tenggara dan Selatan daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dari data SP diketahui bahwa aliran air tanah bawah permukaan di daerah tersebut berarah Selatan ke Utara. Meskipun lokasi TPA berada di Utara daerah penelitian, limbah air lindi diduga telah mencemari air tanah bawah permukaan hingga radius ratusan meter dari lokasi TPA. Penyebaran air limbah ini  diperkirakan melalui proses osmosis, mekanisme kapilaritas dan proses elektrokinetik.   Kata kunci: air lindi, metoda SP, TPA Bantar Gebang.

  15. EXTENSION PGROUTING A-STAR UNTUK MENAMPILKAN KEMIRINGAN JALAN KENDARAAN ANGKUT DI TAMBANG TERBUKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuri Rahmawati

    2015-02-01

    Full Text Available Dalam perkembangan Sistem Informasi Geografis (SIG dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan rute jalur jalan dari suatu lokasi menuju lokasi lain, seperti penentuan rute dengan menggunakan extension pgRouting. Extension pgRouting ini dapat memecahkan masalah dari kelemahan penggambaran, perhitungan, dan penganalisa kemiringan dan jarak jalur jalan kendaraan angkut tambang terbukayang digunakan pada seksi survei tambang (Mine Survey Section Distrik Anugerah Bara Kaltim Loa Janan (ABKL PT Pamapersada Nusantara (PAMA. Pada penelitian ini extension pgRouting akan diterapkan untuk menganalisa jalur jalan kendaraan angkut yang lebih otomatis. Metode yang digunakan pada extension pgRouting penelitian ini adalah algoritmaa-star (A*. Extension pgRouting dapat menampilkan kemiringan dan jarak jalur jalan kendaraan angkut secara otomatis yang memiliki kemiringan diatas 8% jalur jalan yang dilalui kendaraan angkut. Tetapi pgRouting memiliki kelemahan pada parameter yang digunakan koordinat X dan Y saja, sementara untuk mendapatkan nilai kemiringan jalur jalan kendaraan angkut dibutuhkan parameter koordinat Z. Memodifikasi pgRouting 2D menjadi pgRouting 3D adalah metode yang dapat digunakan untuk memecahkan kelemahan metode extension pgRouting tersebut untuk membantu membaca parameter koordinat Z. Hasil penelitian ini adalah profil melintang rute jalur jalan kendaraan angkut dan update kolom geometri rute jalur kendaraan angkut tiap-tiap jenis kendaraan.

  16. Kesehatan Karang di Perairan Kessilampe Kota Kendari Berdasarkan Skor Kesehatan Karang dan Densitas Zooxanthellae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Palupi Diyah Ratna

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesehatan karang berdasarkan tutupan persentase karang hidup, skor kesehatan karang, dan densitas zooxanthellae sebagai simbion karang. Metode penentuan titik stasiun dengan menggunakan purposif sample. Metode pengukuran kondisi terumbu karang menggunakan Line Intersept Transect (LIT dengan 3 (tiga kali ulangan tiap stasiun, skor kesehatan karang menggunakan metode quadrat transect (1x1m, dan densitas zooxanthellae dihitung dengan pengambilan sampel jaringan karang. Pengambilan data di perairan menggunakan alat bantu selam SCUBA. Hasil penelitian ini didapat kondisi terumbu karang di lokasi penelitian dalam keadaan rusak dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 19%. Secara umum biota karang yang mampu bertahan hidup di lokasi penelitian dalam kondisi cukup sehat (skor 4. Hal ini didukung dengan rata-rata jumlah zooxanthellae yang tidak begitu banyak yaitu 1,4 juta sel/cm2 dengan kisaran yang lebar (250ribu-2,5juta sel/cm2. Keberadaan terumbu karang di pantai Mayaria beradaptasi dalam bentuk spot-spot dan didominasi oleh karang foliose dan masive. Kata Kunci : kesehatan karang, Pantai Kessilampe, zooxanthellae

  17. Komposisi Nutrisi Rumput Laut Calcareous Halimeda opuntia pada Lingkungan Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2017-06-01

    Full Text Available Halimeda opuntia merupakan rumput laut Chlorophyta berkapur yang memiliki kandungan nutrisi untuk pangan fungsional. Namun, pergeseran komposisi nutrisi dapat terjadi akibat perubahan lingkungan akibat limpasan nutrien dan bahan organik lainnya yang umum terjadi di perairan pesisir Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi pergeseran kandungan nutrisi H. opuntia yang tumbuh di zona intertidal agar dapat digunakan sebagai dasar pemilihan lokasi pengambilan bahan baku H. opuntia untuk produk fungsional. Pengambilan sampel dilakukan di empat lokasi perairan di Indonesia, yaitu perairan Binuangeun (Banten, Lampung Selatan, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara. Karakteristik nutrisi dari rumput laut target meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar. Informasi lingkungan dari habitat sampel ditunjukkan melalui variabel kimia air yaitu DO, pH, salinitas, pCO2, kalsium aragonit, nitrogen anorganik terlarut, serta fosfat anorganik terlarut. Hasil analisis menunjukkan kondisi lingkungan eutrofik berpengaruh secara signifikan terhadap komposisi nutrisi H. opuntia. pH dan salinitas menjadi faktor determinan positif (R2 = 0,75 pada p<0,05 terhadap kadar karbohidrat, sementara nitrogen anorganik terlarut menjadi faktor determinan negatif terhadap kadar protein dan lemak (R2= 0,81 dan 0,61 pada p<0,05. Berdasarkan kandungan nutrisinya, maka H. opuntia yang diperoleh dari habitat alamiah merupakan bahan baku produk fungsional yang  lebih baik dibandingkan dengan biota selaras dari perairan eutrofik.

  18. Penemu Jalur Optimal Untuk Rute Jalan Dengan New Bidirectional A* Di Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardian Fajar Rahmanto

    2017-05-01

    Full Text Available Lalulintas jalan merupakan masalah yang terjadi hampir di seluruh kota besar di dunia, terutama mengenai kemacetan. Untuk menangani permasalahan kmacetan dan menguraikanny merupakan tantangan tersendiri dan dengan alat bantu kemajuan teknoologi informasi dan system navigasi, nampaknya hal tersbut menjadi terobosan baru. Pencarian rute jalan sehingga didapatkan rute yang optimum diharapkan dapat membantu mengatasi dan mengurai kemacetan jalan, namun demikian seringkali juga menjadi bias  karena butuh waktu tempuh yang lebih lama. Sistem Informasi Geografis atau SIG merupakan salah satu sistem yang menunjang pengetahuan rute dari sebuah peta dan informasi suatu wilayah. Paper ini menyajikan solusi penemu atau pencari rute pada SIG dengan menerapkan teknik New Bidirectional A* atau NBA* pada SIG dapat melakukan komputasi penemu jalur optimal. Aplikasi yang dihasilkan dari teknik ini dapat menampilkan jalur optimal dari lokasi awal ke tujuan. Perbandingan hasil uji perjalanan secara langsung dengan komputasi yang di lakukan sebanyak 4 kali, teknik ini terbukti valid dan sinkron sebanyak 3 kali dan menghasilkan waktu tempuh optimal dengan nilai heuristic yang di tentukan secara statis. Kedepan penentuan fungsi heuristic secara statis perlu di buat dinamis sesuai dengan lokasi pencarian dari peta digital

  19. A REVIEW OF THE MALARIA SITUATION IN IRIAN JAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suriadi Gunawan

    2012-09-01

    Full Text Available Karangan ini merupakan tinjauan mengenai situasi malaria di Irian Jaya hingga tahun 1980. Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena menyebabkan 14% dari kematian di rumah sakit dan 20% dari kunjungan ke fasilitas kesehatan. Malaria adalah hiper sampai mesoendemik di daerah pantai dan dataran rendah, sedangkan di dae­rah pegunungan sampai ketinggian 1700 m malaria tidak stabil dan potensial epidemik. Yang menjadi vektor ialah kelompok Anopheles punctulatus yang exo atau endophagik secara fakultatif serta bersifat exofilik. Program pemberantasan malaria yang didasarkan pada penyemprotan rumah dengan DDT melin­dungi sekitar 300.000 penduduk di 15 lokasi. Di semua lokasi penyemprotan angka parasit memang turun, kecuali di daerah Genyem (Nimboran di mana dicurigai adanya resistensi nyamuk terhadap DDT, tetapi transmisi malaria masih berjalan terus. Pembagian obat secara massal (chloroquin dan pyrimethamin juga tidak menghasilkan penurunan penu­laran yang diharapkan. Pemberantasan malaria di Irian Jaya menghadapi berbagai hambatan yang sangat besar. Selain ma­salah operasional, keuangan dan perilaku manusia, terdapat pula masalah teknis seperti berkembangnya resistensi P. falciparum terhadap pyrimethamin dan proguanil (1959, chloroquin (1973 dan sulfadoxin/ fansidar (1979 serta kemungkinan berkembangnya resistensi vektor terhadap DDT. Pemberantasan malaria di Irian Jaya perlu dievaluasi secara menyeluruh dan penelitian yang ber­sifat operasional perlu dilaksanakan untuk menyusun suatu program yang lebih rasional dan sesuai de­ngan kondisi setempat. Meningkatnya malaria akan menghambat pembangunan, maka penanggulangannya mutlak dilak­sanakan untuk menjamin berhasilnya proyek-proyek pembangunan sosial-ekonomi di propinsi tersebut.

  20. KONDISI RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN PANTAI UJUNG GENTENG, SUKABUMI DAN LABUHANBUA, SUMBAWA: POTENSI KARBON BIRU DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2015-06-01

    Full Text Available Sumberdaya rumput laut alam yang berlimpah di perairan Indonesia merefleksikan besarnya potensi penyerapan karbon oleh rumput laut untuk mengurangi gas rumah kaca, CO2, yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serapan karbon oleh rumput laut alam di kawasan pesisir Labuhanbua, Kabupaten Sumbawa, NTB dan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data lapangan berdasarkan titik-titik pengamatan yang disebar pada transek garis yang tegak lurus terhadap garis pantai; meliputi data luas tutupan, jenis, dan kandungan karbon rumput laut alam yang dominan ditemukan pada kedua lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan pantai Ujung Genteng terdiri atas 36 spesies dan di Labuhanbua 28 spesies. Berdasarkan besarnya simpanan karbon dalam bentuk biomassa pada berbagai spesies rumput laut alam di kedua lokasi penelitian, maka Sargassum sp., Padina sp., Dictyota dichotoma, Hydroclathrus clatratus, Gracilaria sp., G. foliifera, G. salicornia, Gelidium sp., dan Turbinaria sp., merupakan spesies potensial yang berperan sebagai media penyimpanan karbon biru, dan semua jenis tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas budidaya.

  1. Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ukhti Ikhsani Larasati

    2016-11-01

    Full Text Available Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang, kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan perdagangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung bagaimana data-data komoditi unggulan kabupaten Sukoharjo disajikan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo. Setelah mengetahui sistem penyajian data yang diterapkan yaitu secara manual, kemudian muncul gagasan menggunakan aplikasi Google Earth yang digunakan untuk menyajikan data komoditi unggulan khususnya komoditi unggulan batik. Dengan adanya perubahan sistem penyajian data ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo lebih terbantu dalam menemukan lokasi-lokasi produksi batik di kabupaten Sukoharjo. Sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo dapat dengan mudah dalam memantau perkembangan produsen komoditi unggulan. Ada sebanyak 36 data komoditi batik yang berhasil disajikan ke dalam Google Earth dari 36 data komoditi batik kabupaten Sukoharjo.   Kata kunci— GIS, Google Earth, Komoditi Batik

  2. ANALISIS PERSEPSI PETANI BAWANG MERAH TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN KAMPAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    amalia amalia

    2017-11-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah: menganalisis persepsi petani tanaman bawang merah terhadap program pengembangan tanaman bawang merah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang diterapkan adalah teknik wawancara dan observasi atau supervisi langsung pada lokasi obyek pengembangan bawang merah.  Pengarahan wawancara serta ketepatan pengumpulan data yang dibutuhkan berpedoman pada daftar pertanyaan terstruktur.Teknik penetapan sampling lokasi/wilayah dilakukan secara purposive didasarkan pada potensi dan daya dukung pengembangan komoditi tersebut.  Sedangkan sampel responden diambil dengan metode cluster purvosif sampling untuk mengelompokkan sampel sesuai dengan tujuan penelitian, ditentukan sebayak 100 orang yang diambil dari anggota kelompok tani sebagai pelaku usaha produksi bawang merah.  Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian Deskriptif (Descriptive Research.               Dari hasil penelitian bahwa persepsi petani yang masuk pada kategori tinggi adalah kriteria Dukungan/keterlibatan masyarakat sebesar 114,10%, kriteria bantuan saprodi sebesar 123.47%, dan bantuan bibit sebesar 101.10% artinya rataan persepsi petani bawang merah di Kabupaten Kampar dengan kriteria tersebut lebih dari 100%.  Kemudian kriteria persepsi petani yang masuk dalam kategori rendah adalah kejelasan program sebesar 93,27%, ketepatan sasaran program sebesar 89,74%, pendampingan dan penyuluhan sebesar 86.81% dan bantuan pembiayaan sebesar 91,49%, kriteria ini dikatakan rendah karena persentase rataan kriteria tersebut kurang dari 100%.  Kata Kunci  :  Program pengembangan, persepsi, bawang merah.

  3. IDENTIFIKASI LIMBAH MERKURI DENGAN METODE GEOLISTRIK: STUDI KASUS DESA JENDI KECAMATAN SELOGIRI, WONOGIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Hendrawati

    2016-03-01

    Full Text Available Penggunaan merkuri yang tidak dikelola dengan baik pada pertambangan emas liar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri berpotensi menimbulkan pencemaran di wilayah tersebut. Akumulasi pembuangan limbah merkuri dapat membahayakan lingkungan sekitar pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran limbah merkuri di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res3Dinv, RockWork, dan CorelDraw. Interpretasi difokuskan pada kedalaman, jumlah lapisan, serta resistivitas material bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi endapan merkuri pada kedalaman 7,45 meter pada lokasi 1 dan 6,74 meter pada lokasi 2.The use of mercury were not managed properly on illegal gold mining in the district Selogiri, Wonogiri potential to cause pollution in the region. Accumulation of waste disposal of mercury can harm the environment around the mine. The aim of this study was to determine the spread of mercury waste in the village Jendi Selogiri District of Wonogiri, using geoelectric method Schlumberger configuration. Data processing using software Res3Dinv, rockwork, and CorelDraw. Interpretation focused on depth, number of layers, and the resistivity of the subsurface material. Results showed indications of deposition of mercury at a depth of 7.45 meters at the first location and 6.74 meters at the second location.

  4. STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK MINIHYDRO SISTEM TRANSMISI AIR BAKU PDAB UNIT BREGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Rezagama

    2016-03-01

    Full Text Available Distribusi pelayanan listrik di Indonesia hingga kini masih belum merata. Banyak desa-desa di pegunungan yang masih terbatas dalam mengakses pasokan listrik. Salah satu alternatif solusinya ialah dengan memanfaatkan beda ketinggian sistem perpipaan transmisi air baku. Jaringan transmisi PDAB Tirta Utama Jateng Unit Bregas teridiri atas tiga jalur perpipaan meliputi jalur Eksisting, Bregas I, dan Bregas II memiliki 34 Bak Pelepas Tekan yang bisa ditanamkan Pembangkit Listrik Minihydro. Survei lapangan dilakukan dari mata air hingga lokasi Reservoir Yamansari menggunakan GPS. Pengukuran debit aliran pipa menggunakan alat Ultrasonik Flowmeter. Analisis hidrolika perpipaan dihitung dengan formula Hazen-Williams. Alternatif lokasi terbaik yang akan dimanfaatkan potensinya sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro/minihidro adalah ruas perpipaan BPT III A – BPT III B pada jalur Bregas I dengan potensi daya yang dihasilkan 434,24 kW, kemudian ruas perpipaan Chamber Kalibakung – BPT III A pada jalur Bregas I dengan potensi daya yang dihasilkan 303,71 kW. Kondisi jalur Bergas II masih belum optimal dimana debit yang beroperasi sekarang hanya 150 l/det dapat ditingkatkan menjadi 250 l/det. Ruas perpipaan BPT 6 – BPT 7 pada jalur Bregas II dengan potensi daya yang dihasilkan 227 kW. Sedangkan sistem Bergas Eksisting tidak direkomendasikan untuk PLTM karena kondisi pipa yang sudah buruk dan kehandalan debit yang kurang baik dari sumbernya.

  5. Analisis Potensi Daerah Melalui Metode Document Clustering Laporan Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Mustika

    2015-05-01

    Full Text Available Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM adalah salah satu bentuk pengabdian UGM yang dilakukan oleh mahasiswanya kepada masyarakat secara langsung. Selama melaksanakan KKN, mahasiswa menyusun dan melaksanakan program kegiatan yang berguna bagi pemberdayaan masyarakat. Setelah selesai, mahasiswa diwajibkan membuat laporan tentang pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN yang terkumpul sudah sangat banyak tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Laporan ini sebenarnya dapat menjadi sebuah sumber infromasi. Salah satu informasi yang bisa digali dari dokumen laporan tersebut adalah informasi tentang potensi daerah lokasi KKN. Penambangan informasi dari dokumen dapat dilakukan dengan text mining. Penelitian ini bertujuan untuk menambang informasi tentang potensi daerah dari dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN-PPM menggunakan salah satu metode pada text mining, yaitu document clustering. Clustering dilakukan dengan dua pendekatan yaitu, STC dan LINGO, menggunakan Carrot2 Workbench. Penggunaan dua algoritma ini dimaksudkan untuk memperoleh perbandingan algoritma yang memberikan hasil lebih baik dalam penggambaran potensi daerah lokasi KKN-PPM UGM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma LINGO lebih baik dalam memberikan gambaran tentang potensi daerah dibandingkan algoritma STC. LINGO memunculkan label klaster yang bertema potensi daerah lebih banyak dibanding STC. Dari evaluasi pada penelitian ini, LINGO menghasilkan nilai F-Measure 70%, dua kali lebih tinggi daripada STC yang hanya 33%. Kata Kunci— KKN-PPM UGM, document clustering, STC, LINGO, Carrot2

  6. RANCANG BANGUN APLIKASI KOMUNITAS DONOR DARAH BERBASIS WEB DAN ANDROID YANG DILENGKAPI LAYANAN INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Yogi Saputra

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan darah di PMI (Palang Merah Indonesia wilayah Denpasar terus meningkat. Kesulitan untuk mendapatkan pendonor darah guna mengganti darah pada PMI (Palang Merah Indonesia menyebabkan terbatasnya stok darah pada PMI (Palang Merah Indonesia. Aplikasi komunitas donor darah berbasis web dan Android digunakan untuk berbagi informasi yang bersangkutan dengan donor darah. Dalam Aplikasi ini memanfaatkan beberapa fitur yang dapat memudahkan pengguna untuk mencari informasi donor darah, seperti fitur layanan informasi geografis dengan memanfaatkan Google Maps API sebagai media peta dan fitur pemberitahuan pada aplikasi berbasis Android. Hasil dari pengujian Black-Box menunjukkan bahwa seluruh fungsi yang ditampilkan dalam sistem sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, untuk pengujian aplikasi menggunakan metode usability testing dengan penyebaran kuisioner kepada 20 responden mendapatkan hasil bahwa tampilan aplikasi sudah bagus dan mudah untuk digunakan. Hasil akhir dari aplikasi menunjukkan bahwa pengguna dapat mengetahui lokasi Rumah Sakit dan lokasi kegiatan donor darah. Selain itu pengguna juga dapat mengetahui adanya kebutuhan darah dan kegiatan donor darah dengan cepat melalui fitur pemberitahuan pada aplikasi berbasis android.

  7. Model Pengambilan Keputusan Untuk Mengembalikan Fungsi Hutan Pasca Reklamasi Lahan Bekas Timah dengan Analytical Hierarchy Process

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilyah Magdalena

    2017-07-01

    Full Text Available Setelah masa kejayaan timah berlalu dari Pulau Bangka, maka saat ini Pulau Bangka harus berusaha membenahi peninggalan penambangan timah yang telah berlangsung lama. Masalah besarnya adalah rusaknya ekosistem baik itu di darat, sungai, maupun di pesisir pantai. Selain itu areal bekas tambang timah ternyata cukup luas dan seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk kesejahteraan masyarakat Pulau Bangka. Direktorat Kehutanan mempunyai beberapa strategi untuk memanfaatkan kembali lahan bekas tambang timah tersebut. Penelitian ini menganalisa beberapa kriteria untuk meenentukan model pengambilan keputusan terbaik yang akan dilaksanakan di Pulau Bangka. Kriteria–kriteria yang dianalisa adalah lokasi tambang terdiri dari lokasi daratan, sungai, dan pesisir pantai. Kriteria lainnya adalah dampak lingkungan yang terdiri dari rusaknya ekosistem pesisir, cemarnya sumber air bersih, perubahan topografi garis pantai, limbah tailing, padang pasir, dan erosi. Kriteria terakhir yang dianalisa adalah teknologi perbaikan lahan yang terdiri dari, teknologi pertanian dengan amelioran pupuk organik dan menggunakan kompos untuk menurunkan kadar timbal dalam air kolong sebagai media budidaya ikan. Sedangkan alternatif – alternatif yang akan dipilih untuk mengembalikan fungsi hutan di Pulau Bangka adalah agroforestri, ekowisata, silvopastura, dan silvofishery. Penelitian ini menggunakan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP yang menyusun beberapa criteria untuk memilih beberapa alternatif dengan membandingkan tingkat kepentingannya. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria paling penting adalah teknologi perbaikan lahan dengan bobot mencapai 48,9% dan alternatif yang terpilih adalah agroforestri dengan bobot mencapai 33,1%.

  8. Rancang Bangun Aplikasi Angkutan Trans Sarbagita Provinsi Bali Berbasis Perangkat Bergerak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Aditya Pradnyadipa Mustika

    2017-03-01

    Full Text Available Trans Sarbagita merupakan salah satu upaya pemerintah Bali dalam menyediakan fasilitas angkutan umum untuk mengurangi kemacetan. Trans Sarbagita adalah sebuah fasilitas BRT (Bus Rapid Transit yang memiliki angkutan pengumpan tersendiri untuk mengangkut penumpang ke halte-halte bus terdekat. Trans Sarbagita sendiri sudah memiliki rencana rute untuk armada bus dan pengumpan mereka. Dari sebagian rute yang sudah beroperasi, informasi seputar rute, dan halte yang sudah beroperasi dirasa belum terpublikasi dengan baik sehingga dapat menjadi masalah bukan hanya untuk masyarakat Bali, tapi juga untuk para wisatawan yang ingin menggunakan fasilitas tersebut. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah aplikasi yang berisikan informasi mengenai halte dan rute-rute yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan yang dapat diakses melalui perangkat bergerak. Aplikasi Trans Sarbagita dapat memberikan rute terpendek yang dapat dilalui trayek pengumpan berdasarkan lokasi awal dan tujuan pengguna yang dikalkulasikan dengan algoritma Dijkstra. Selain menampilkan rute terpendek, aplikasi ini juga dapat menampilkan rute trayek serta lokasi halte Trans Sarbagita yang sudah beroperasi. Hasil uji coba sistem sudah menunjukkan berjalannya sistem dengan baik sesuai dengan perancangan awal. Meskipun demikian pengembangan lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengimbangi berkembangnya teknologi, serta berubahnya kebutuhan pengguna yang dapat diaplikasikan pada aplikasi ini.

  9. Aplikasi Algoritma Branch and Bound Untuk Optimasi Jalur Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Margiyani

    2014-04-01

    Full Text Available Kasus kebakaran di Indonesia, khususnya Kota Yogyakarta dari tahun ke tahun masih menunjukkan angka yang tinggi. Hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup tinggi bagi korban kebakaran. Untuk meminimalisasi terjadinya korban jiwa dan kerugian secara material saat terjadi kebakaran, maka pihak pemadam kebakaran mengupayakan melalui rute terpendek untuk sampai di lokasi kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah pencarian rute terpendek jalur pemadam kebakaran dari kantor pemadam sampai ke lokasi kebakaran. Permasalahan pencarian rute terpendek jalur pemadam kebakaran secara abstrak dapat digambarkan dengan suatu graf yang merupakan masalah optimasi dalam pencarian rute terpendek (Shortest Path Problem. Pemecahan permasalahan tersebut adalah dengan merepresentasikan peta pemadam kebakaran ke dalam bentuk graf berbobot dan berarah, selanjutnya permasalahan diselesaikan menggunakan Algoritma Branch and Bound. Perhitungan dilakukan secara manual dengan jarak (dalam meter sebagai bobot perhitungan.  Berdasarkan perhitungan menggunakan Algoritma Branch and Bound untuk optimasi jalur pemadam kebakaran Kota Yogyakarta untuk wilayah Kecamatan Umbulharjo menghasilkan solusi rute: Kantor pemadam kebakaran – Jln. Ipda Tut Harsono - Jln. Kusumanegara – Jln. Glagahsari – Kantor Kecamatan Umbulharjo dengan total jarak 5305 meter atau 5,035 km.

  10. Pengembangan Sistem Informasi Geografis Berbasis Node.JS untuk Pemetaan Mesin dan Tracking Engineer dengan Pemanfaatan Geolocation pada PT IBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RACHMAT FAJRIN

    2017-09-01

    Full Text Available PT IBM memiliki banyak klien di Indonesia, ini membuat persebaran produk (dalam hal ini mesin atm yang semakin meluas di wilayah Indonesia. Hal ini memicu PT IBM untuk menempatkan engineer dibanyak wilayah untuk memenuhi kebutuhan services dan maintenance. Untuk itu dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem informasi geografis untuk pemetaan mesin dan tracking engineer dengan pemanfaatan geolocation yang bertujuan untuk menampilkan peta digital beserta lokasi mesin dan engineer di seluruh Indonesia, yang akan memudahkan PT IBM dalam pemberian tugas kepada engineer untuk services dan maintenance ke lokasi mesin terdekat. Sistem ini dibangun menggunakan beberapa software open source yaitu, Node.JS dan Express.JS yang merupakan server-side javascript web platform, Handlebars untuk template engine, MySQL sebagai database storage, Postman yang berfungsi sebagai API (Application Program Interface testing, Google Maps API untuk implementasi peta digital dan juga Firebase Cloud Messaging (FCM untuk platform mengirim notifikasi dari web ke device engineer.Pengembangan Sistem Informasi Geografis Berbasis Node.JS untuk Pemetaan Mesin dan Tracking Engineer dengan Pemanfaatan Geolocation pada PT IBM Indonesia

  11. Analisis Potensi Habitat dan Koridor Harimau Sumatera di Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oki Hadian Hadadi

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Pulau Sumatera adalah surga bagi keanekaragaman hayati, tapi surga ini sedang terancam oleh berbagai tekanan dari aktivitas manusia dari konversi hutan, pembukaan lahan yang tidak terkendali untuk perkebunan, perambahan dan perburuan liar. Saat ini, hutan alam di Sumatera berada di bawah tekanan kuat yang mempengaruhi pada kondisi ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Situasi yang sama juga terjadi di pulau besar lainnya di Indonesia, yaitu Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Teknologi Penginderaan Jauh digunakan untuk mengidentifikasi tutupan lahan dan bentang alam berdasarkan genesis. Sementara teknologi GIS digunakan untuk menilai kesesuaian habitat harimau sumatera dan untuk menentukan potensi daerah untuk pengembangan koridor habitat untuk mempertahankan konektivitas antara dua blok hutan dipisahkan oleh jalan di daerah. Lokasi penelitian adalah Bukit Batabuh Hutan Lindung. Hasil penelitian menegaskan bahwa daerah penelitian ini cocok untuk mempertimbangkan sebagai habitat Harimau Sumatera, tetapi berfungsi sebagai habitat koridor saja dan tidak dianggap sebagai habitat inti, karena wilayahnya yang hanya mampu menampung kurang dari dua harimau. Namun demikian, mengingat lokasi strategis daerah ini sebagai hubungan antara dua kawasan lindung yaitu Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, wilayah ini sangat penting untuk dilindungi. Degradasi kesesuaian habitat terjadi pada kisaran 2002 - 2013 dengan indikasi pengurangan kawasan hutan alam yang berdampak langsung pada kondisi ekosistem di daerah. Keberadaan jalan memisahkan blok hutan Bukit Batabuh di daerah memberikan kontribusi yang terhadap tekanan tinggi kerusakan lingkungan. Lokasi potensial untuk membangun koridor habitat adalah lokasi di mana masih ada tutupan vegetasi yang relatif padat. Hutan alam di sepanjang jalan yang memisahkan hutan Bukit Batabuh telah

  12. PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-11-01

    Full Text Available Keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA tidak terlepas dari tingkat keterlindungan lokasi dari aksi fisik peubah oseanografi fisik. Peubah oseanografi fisik yang paling utama menentukan tingkat keterlindungan lokasi adalah besar dan arah ombak yang datang ke pantai, karena selain berhubungan dengan tingkat kesesuaian lahan pada saat awal penyeleksian lokasi, juga dapat mempengaruhi aspek pengelolaan lebih lanjut setelah pelaksanaan dan pengembangan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk hubungan spasial antara perubahan iklim dengan kondisi oseanografi fisik khususnya peubah ombak dalam penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis spasial ombak untuk berbagai perubahan arah dan kecepatan angin yang mungkin terjadi pada lokasi penelitian. Model spasial tersebut dianalisis dengan memadukan metode analisis spasial dalam SIG dan metode penyelesaian mild-slope untuk model ombak permukaan di perairan pantai (CGWAVE. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan melihat pengaruh ombak terhadap kondisi perairan yang sedang dan kemungkinan akan diperuntukkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di wilayah pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Model spasial ombak yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi ombak akan secara signifikan langsung maupun tidak langsung mempengaruhi status tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan dalam KJA di lokasi penelitian. Dari 9.939,0 ha total luas perairan yang layak menurut kriteria kedalaman di Kabupaten Barru, hanya tersisa sekitar 2,9% (296,8 ha yang layak setelah aspek keterlindungan berdasarkan ketinggian ombak diintegrasikan dalam analisis. Hasil penelitian ini pada akhirnya menyarankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai perubahan pola propagasi spasial ombak yang datang ke pantai akibat

  13. Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mela Faridlah

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. Research on volcanic residual soil characteristics using magnetic methods and geotechnic methods was carried out on a stable slope and landslide slope are located in Langensari Lembang west Bandung, West Java Province. This study are intended to describe the characteristics of the magnetic susceptibility and residual volcanic soil engineering parameters. Geotechnical characteristics were determined by physical properties tests such as bulk density test, wet density, dry density, water content, degree of saturation and porosity

  14. VALUASI EKONOMI BIODIVERSITY KARS: STUDI KASUS VALUASI EKONOMI KAWASAN KARS MAROS, SULAWESI SELATAN (Economic Valuation of Karst Biodiversity: A Case Study of Karst Region in Maros, South Sulawesi, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustami Gustami

    2002-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi total dari kawasan kars Maros Sulawesi Selatan. Studi berlokasi di Taman Wisata Alam bantimurung, Cagar Alam Karaenta, dan Taman Wisata Alam Gua Pattunang. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Collaborative Environmental Project in Indonesia (CEPI dengan melibatkan Staf Bapedal Regional III Makassar, Pemda Maros, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Hasanuddin Ujung Pandang. Pendekatan biaya perjalanan adalah yang pertama dikaji untuk menghitung nilai guna langsung dari kegiatan rekreasi. Penghitungan nilai tidak langsung keberadaan kawasan kars beserta hutannya yang didasarkan pada nilai dari fungsinya sebagai sumber air dan pencegah terjadinya banjir dan longsor. Nilai preservasi kawasan kars yang dinilai dengan menghitung keinginan membayar pengunjung untuk konservasi kupu-kupu dan kumbang,perbaikan lingkungan terutama yang berkaitan dengan kebersihan, keindahan dan kesejukan dengan jumlah kunjungan pertahun. Berdasarkan hasil analisis, nilai ekonomi total yang terdiri dari nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung serta nilai bukan guna (non use value yang berupa nilai preservasi adalah Rp. 639,556,607,830,-. Walaupun kenyataannya masih banyak nilai ekonomi lain yang belum dikaji, namun studi ini telah mengungkapkan sebagian nilai ekonomi kawasan kars yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar ataupun masyarakat di luar yang mengunjungi kawasan ini untuk menikmati fenomena “kars tropika klasik” Maros.   ABSTRACT The objective of this study is to assess total economic values of karst region in Maros, South Sulawesi, spesifically at Taman wisata alam Bantimurung, Cagar alam Karaenta, and Taman Wisata Alam Gua Pattunuang. This activity was a joint project between the Ministry of Environmental Republic of Indonesia and the Collaborative Environmental Project in Indonesia (CEPI involving staff of BAPEDAL Regional III, Makassar, local government of

  15. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Penduduk Pendatang Asal Luar Bali Sebagai Pedagang Kaki Lima di Kota Denpasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Made Yudi Antara

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Sektor informal di perkotaan memicu pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL dalam sektor informal telah mendominasi sektor lapangan pekerjaan di wilayah Kota Denpasar. Hal ini didorong oleh kurangnya pendapatan dan potensi keuntungan yang akan diperoleh di Kota Wisata Bali. Penelitian menggunakan metode quota sampling sebanyak 100 orang PKL secara purposif dengan pertimbangan yaitu jumlah penduduk terbesar, lokasi pusat perdagangan dan bisnis, dan keterjangkauan lokasi penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian PKL berusia 20-40 tahun dengan proporsi 75% adalah laki-laki. Sebanyak 73% PKL telah tinggal di Denpasar selama kurang lebih 10 tahun. PKL yang datang ke Bali sebelumnya juga bekerja sebagai pedagang dengan pendidikan terakhir SMP/SMA. Rata-rata pendapatan bersih PKL sebesar Rp5.527.272,73,- per bulan telah layak diatas UMR tahun 2015 yaitu sebesar Rp 1.800.000,-. Kawasan wisata mempunyai pendapatan paling besar dibandingkan kawasan perdagangan dan bisnis. Umur, tingkat pendidikan, curahan jam kerja, lama usaha, modal, dan lokasi usaha mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan dengan nilai R2 hasil regresi linier ganda sebesar 0,667.   ABSTRACT The informal sector in urban areas cause the growth of high labor. The existence of street vendors (PKL in the informal sector has been dominated sector jobs in Denpasar region. It is driven by a lack of income and the potential benefits will be gained in tourism city of Bali. The study is using quota sampling of 100 people, purposively with consideration that populous center of trade and business location, and affordability study sites. The results shows that most vendors aged 20-40 years with proportion 75% were male. As many as 73% of PKL has lived in Denpasar for more than 10 years. Street vendors who come to Bali previously worked as a trader with the latest education junior high / high school. The average net income amounted Rp5

  16. DAYA ADAPTASI TIGA SPESIES IKAN PATIN PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2018-01-01

    Full Text Available Penampilan fenotipe suatu organisme ditentukan oleh faktor genotipe dan faktor lingkungan tempat organisme tersebut hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya adaptasi tiga spesies ikan patin yang dipelihara di lokasi berbeda. Ikan patin siam, patin jambal, dan patin pasupati dengan rataan bobot 20 g dipelihara di tiga lokasi yang berbeda, yaitu: kolam air tenang, tambak, dan keramba jaring apung. Pemeliharaan ikan dilakukan selama empat bulan. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan berupa pelet komersial dengan kadar protein 30%–32%. Jumlah pakan yang diberikan pada bulan kesatu sampai keempat secara berturut-turut adalah sebanyak 5%, 4%, dan 3% dari biomassa ikan per hari. Pakan diberikan dengan frekuensi tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara genotipe ikan patin dengan lingkungan ekosistem yang berbeda dan daya adaptasi yang spesifik dari ketiga spesies ikan patin. Ketiga spesies ikan patin memiliki pertumbuhan sama bila dipelihara di kolam air tenang. Ikan patin jambal tumbuh dengan baik (P0,05. Ketiga spesies ikan patin mempunyai daya adaptasi lingkungan yang sempit sehingga budidayanya akan optimal jika dilakukan di lokasi tertentu saja. The phenotypic appearance of an organism is determined by genotypes and environmental factors in which the organism lives. This study aims to study the adaptability of three species of pangasiids reared in three different environments. Three species of catfish (Siamese pangasiid, jambal pangasiid, and pasupati with an average weight of 20 gwere kept in stagnant water pond, brackishwater pond, and floating net cage. Fishes were reared for four months. During the rearing, fish were fed by commercial pellets with 30%-32% protein content. The amount of feed given in the first month to the fourth month was 5%, 4%, and 3% of the biomass per day. Feed was given three times a day. The results showed the significant interaction between pangasiid genotype

  17. DESAIN VEGETASI BERNILAI KONSERVASI DAN EKONOMI PADA KAWASAN PENYANGGA SISTEM TATA AIR DAS BOLANGO (Designing of Vegetation which Conservation and Economic Values in the Buffer Area of Water System at the Bolango Watershed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Wahyu Purnomo

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Perencanaan pembangunan arboretum di DAS Bolango dengan konsep konservasi dan ekonomi perlu dilakukan karena DAS ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi tentang komposisi dan struktur vegetasi penyusun hutan pada kawasan arboretum sebagai pemelihara mata air Sungai Bolango. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi sumber mata air, tanah, dan kondisi vegetasi eksisting. Metode wawancara kepada masyarakat setempat dilakukan untuk mendukung data etnobotani. Kajian lahan dilakukan antara lain tata guna, kelas kemampuan, konsep pengelolaan, kesesuaian lahan, dan penentuan vegetasinya. Hasil identifikasi sumber mata air menunjukkan bahwa terdapat 3 lokasi yang potensial dibangun arboretum, yaitu Desa Meranti Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, dan Desa Mongiilo Kecamatan Bolango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan data kualitas tanah, ketiga lokasi memiliki media perakaran yang cukup baik untuk tanaman budi daya. Secara umum, semua jenis tanaman budi daya sesuai untuk ditanam di ketiga lokasi arboretum. Perlu dilakukan pembuatan teras dan penerapan pola tanam konservasi yang mengaplikasikan tanaman penutup tanah (cover crop, tanaman budi daya, dan pohon penyusun hutan. Selain itu, perlu pemberian pupuk organik berupa kompos dan pupuk kandang.   ABSTRACT Arboretum development planning in Bolango Watershed using concept of conservation and economy is conducted because the watershed has an important role in people's lives around. This study aims to provide recommendations about composition and structure of forest vegetation in the arboretum area for conserving of Bolango River’s water springs. The study began by identifying the source of the springs, soil, and the existing vegetation. Interview to local communities was conducted to support the data of ethnobotany. Land observation was studied

  18. KAJIAN LINGKUNGAN RENCANA RELOKASI KWPLH BERUANG MADU DI KOTA BALIKPAPAN-PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Environmental Study of Sun Bear KWPLH Relocation Plan in Balikpapan-East Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ngabekti

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH beruang madu (Helarctos malayanus Balikpapan merupakan pusat pendidikan lingkungan yang dianggap sangat profesional, bersih dan dikelola dengan baik. Permasalahannya muncul pada tahun 2013 dengan adanya usulan relokasi beruang madu (dan enklosur ke Km 10 (Arboretum Wana Wisata Inhutani, karena lokasi yang lama akan dialihfungsikan menjadi bumi perkemahan. Relokasi beruang madu ke habitat baru memerlukan kajian lingkungan yang mendalam untuk menentukan kelayakan lokasi baru sebagai habitat beruang madu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian lingkungan rencana relokasi beruang madu di Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei langsung dengan pengamatan dan pengukuran kondisi lingkungan (fisik/abiotik, biotik. Kuesioner dan pedoman wawancara digunakan untuk mengkaji aspek sosial-budaya di lokasi KWPLH beruang madu (Km 23 dan rencana relokasi di Km 10. Berdasarkan hasil pengukuran, observasi, dan analisis ketiga aspek lingkungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Km 10 dapat digunakan untuk relokasi beruang madu. Namun untuk meminimalisir dampak sosial, direkomendasikan agar beruang madu di Km 23 tidak direlokasi, dan dibuat lagi enklosur beruang madu di Km 10 untuk merawat beruang madu hasil sitaan yang lain.   ABSTRACT “Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup” (KWPLH of sun bear (Helarctos malayanus Balikpapan is an environmental education center which is considered to be very professional, clean and well managed. The problem appeared in 2013 with the proposal of sun bear relocation (and enclosure to Km 10 (Arboretum Wana Wisata Inhutani because the old location will be converted into a camping ground . Sun bear relocation to a new habitat needs depth environmental study to determine the feasibility of the new location as sun bear habitat. This study aims to conduct an environmental study of sun bear relocation plan in Balikpapan. Research method

  19. PENERAPAN TEKNOLOGI VOIP UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN JARINGAN INTRANET KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Ketut Sudiarta

    2009-12-01

    Full Text Available Jaringan intranet Universitas Udayana telah menghubungkan ketiga lokasi kampus, yaitu Kampus Bukit, Kampus Sudirman, dan Kampus Nias.  Lokasi kampus yang terpisah-pisah dan kampus Bukit yang memiliki area yang cukup luas memerlukan prasarana teleponi yang memadai.  Selama ini, komunikasi teleponi masih memanfaatkan provider seperti PT Telkom, walaupun komunikasi telepon hanya untuk komunikasi antar fakultas atau antar fakultas dengan rektorat di area kampus bukit.  Demikian juga untuk komunikasi telepon antar lokasi kampus yang berbeda. Walaupun beberapa fakultas dan juga gedung Rektorat memiliki perangkat PABX namun keberadaan kebanyakan hanya melayani komunikasi dalam satu gedung saja.  Pemanfaatan intranet kampus UNUD baru dimanfaatkan untuk akses Internet, akses Sistem Informasi dan untuk videoconference. Dengan beban trafik yang ada, jaringan intranet masih memungkinkan untuk dibebani dengan trafik yang lebih tinggi. Dengan demikian, untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandwith,  diupayakan dengan mengembangakan sistem teleponi berbasis VoIP yang memanfaatkan infrastruktur yang ada. Tujuan yang ingin dicapai adalah menyediakan fasilitas telepon internal kampus yang tidak berbayar. Melalui teknologi VoIP ini,  komunikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara baik menggunakan telepon analog maupun softphone yang dapat diinstall di masing-masing PC atau laptop. Hal ini nanti tentu akan memberikan efisiensi waktu bagi civitas karena mudah dihubungi dan secara langsung akan berdampak pada efisiensi biaya telekomunikasi di kampus. Infrastruktur yang dikembangkan menggunakan protokol SIP memanfaatkan Free Software Linux Fedora sebagai Operating System, Asterisk dan Ondo sebagai aplikasi server.  Di sisi pemakai, perangkat telepon dapat menggunakan dua model, pertama menggunakan softphone  yang ditujukan untuk personal dengan memanfaatkan nomor induk pegawai (NIP atau nomor induk mahasiswa (NIM sebagai nomor telepon. Model telepon ini aksesnya

  20. Pengaruh Parameter Fisika dan Mikrobiologi Leachet terhadap Kesehatan Lingkungan di TPA Muara Fajar Rumbai Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riski Novera Yenita

    2015-11-01

    Full Text Available Secara umum kondisi sampah kota memperlihatkan karakteristik yang khas. Kondisi sampah kota memiliki komposisi terbesar sampah organik dengan nilai rata-rata 79,164%, sedangkan sampah anorganik hanya sebesar 20,836%. Jenis penelitian ini adalah metode survey, dimana TPA Muara Fajar Pekanbaru dijadikan lokasi pengambilan sampel. Sampel yang diambil kemudian dianalisis kadar fisika dan biologi leachet di laboratorium, selanjutnya data yang didapat dilakukan analisis secara deskriptif sesuai dengan SNI 06-2412-1991. Sumber data penelitian yaitu wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Dua kode sampel pada air lindi didapatkan hasil analisis bahwa pada kode sampel I dan II suhu yang didapatkan adalah 25oC. TSS pada kode sampel I didapatkan hasil sebesar 70 mg/l dan kode sampel II 190 mg/l. pH pada kode sampel I dan II didapatkan hasil sebesar 8, sedangkan untuk kadar E.Coli pada kode sampel I dan II didapatkan hasil tidak terhingga. 

  1. METADATA, DESKRIPSI SERTA TITIK AKSESNYA DAN INDOMARC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulistiyo Basuki

    2012-07-01

    Full Text Available lstilah metadata mulai sering muncul dalam literature tentang database management systems (DBMS pada tahun 1980 an. lstilah tersebut digunakan untuk menggambarkan informasi yang diperlukan untuk mencatat karakteristik informasi yang terdapat pada pangkalan data. Banyak sumber yang mengartikan istilah metadata. Metadata dapat diartikan sumber, menunjukan lokasi dokumen, serta memberikan ringkasan yang diperlukan untuk memanfaat-kannya. Secara umum ada 3 bagian yang digunakan untuk membuat metadata sebagai sebuah paket informasi, dan penyandian (encoding pembuatan deskripsi paket informasi, dan penyediaan akses terhadap deskripsi tersebut. Dalam makalah ini diuraikan mengenai konsep data dalam kaitannya dengan perpustakaan. Uraian meliputi definisi metadata; fungsi metadata; standar penyandian (encoding, cantuman bibliografis. surogat, metadata; penciptaan isi cantuman surogat; ancangan terhadap format metadata; serta metadata dan standar metadata.

  2. PENGARUH MODAL DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP KEMAMPULABAAN USAHA BAKUL IKAN WANITA DI PASAR TULEHU KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Hariyanti

    2008-06-01

    Full Text Available Usaha yang sangat digeluti oleh kaum perempuan sebagai upaya membantu peningkatan perekonomian keluarga di Provinsi Maluku salah satunya adalah kegiataan usaha bakul ikan di kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Usaha ini  sangat berpotensi, disebabkan oleh lokasi yang sangat strategis  sebagai daerah transit kecatan pulau Haruku dan pulau Saparua serta satu-satunya pasar terbesar di Kecamatan Salahutu sebagai tempat berbelanja masyarakat ketiga kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal dan volume penjualan terhadap kemampulabaan serta untuk mengetahui dari dua variabel tersebut mana yang sangat berpengaruh signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kemampulabaan, sedangkan variabel volume penjulan berpengaruh signifikan positif terhadap kemampulabaan yang berarti kedua variabel tersebut secara simultan berpangaru signifikan terhadap kemampulabaan. Secara parsial variabel modal yang sangat berpengaruh signifikan terhadap kemampulabaan

  3. Perancangan Augmented Realty Media Markerless Point Of Interest dalam Memberikan Informasi Gedung Berbasis Android (Studi Kasus : Universitas Kristen Satya Wacana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abraham Christover Manuputty

    2017-09-01

    Full Text Available    Abstrak. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW merupakan sebuah intuisi pendidikan swasta yang terletak di Salatiga. Setiap intuisi pendidikan tinggi memiliki fasilitas penunjang berupa gedung tempat mahasiswa berkuliah. Melihat permasalahan umum kesalahan gedung perkuliahan yang sering terjadi bagi mahasiswa baru terlebih di UKSW, maka dibangun sebuah aplikasi pencarian lokasi gedung yang dirancang dengan mengacu pada tata letak gedung yang diperoleh melalui google map. Penelitian ini menggunakan teknologi Augmented Reality sebagai media informasi yang digunakan sebagai point of interest dan penanda gedung yang dapat dijalankan pada smarthphone Android. Objek penelitian ini adalah gedung-gedung perkuliahan yang ada di UKSW. Hasilnya adalah aplikasi Find Buildings dapat memberikan informasi mengenai gedung yang dituju secara cepat dan dapat diintegrasikan dengan media promosi konvensional lainnya.Kata Kunci:  Universitas, Android, Augmented Reality, Pengenalan Gedung

  4. EVALUASI SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES KERUPUKAMPLANG DI UD SARINA KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ach Triharjono

    2016-11-01

    Full Text Available Industri pangan untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan pangan. Standar tersebut dapat dipenuhi dengan menerapkan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Prosedures (SSOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil penerapan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP dan mengevaluasi penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP Di UD Sarina Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan lokasi penelitian di UD Sarina Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian diketahui bahwa penerapan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP di UD Sarina sudah terlaksana tapi terdapat 3 tahapan kunci yang belum terlaksana dengan baik yaitu pencegahan kontaminasi silang, pengawasan kondisi kesehatan personil dan menghilangkan hama dari unit pengolahan. Hal yang perlu ditingkatkan terkait dengan penerapan SSOP di UD Sarina yaitu masih perlu adanya manual prosedur untuk berbagai pelaksanaan sanitasi yang dilakukan oleh UD Sarina ini

  5. TINGGALAN LUMPANG BATU DI TEPIAN DANAU RANAU : Refleksi Subsistensi Masyarakat Pendukung Stone Mortar In Ranau Area: A Reflection In Subsistence Of Ranau Community

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Laili

    2014-06-01

    Abstrak Tepian Danau Ranau di Kabupaten Lampung Barat terdapat beberapa situs megalitik dengan beragam tinggalan. Salah satu bentuk tinggalan budaya megalitik adalah lumpang batu. Permasalahan yang dikemukakan dalam makalah ini adalah apa fungsi dan peranan lumpang batu pada masyarakat Danau Ranau masa lampau. Tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui fungsi dan peranan lumpang batu pada masyarakat pendukung di tepian Ranau. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dikedepankan maka tulisan ini menggunakan pendekatan kebudayaan materi kemudian akan dianalogikan dengan data sejenis di lokasi lain sehingga akan diketahui fungsi dan peranan lumpang batu pada masyarakat tepian Danau Ranau masa lampau. Lumpang batu di sekitar Ranau berfungsi sebagai piranti untuk menumbuk bahan pangan hasil bercocok tanam. Adapun peranan lumpang batu berkait dengan kepentingan praktis yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.   Kata kunci: Megalitik, Religi, Subsistensi

  6. Diversity and Abundance of Sand Crabs on the South Coast of Central Java (Diversitas dan Kelimpahan Kepiting Pasir di Pantai Selatan Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mashar

    2014-12-01

    Full Text Available Kepiting pasir atau undur-undur laut merupakan biota bentik yang hidup di pantai berpasir yang mempunyai nilai ekologi dan nilai ekonomi cukup penting. Adanya tekanan penangkapan mengharuskan adanya pengelolaan yang bijak yang disesuaikan dengan karakteristik populasi kepiting pasir. Informasi tentang jenis dan kelimpahan kepiting pasir penting untuk diketahui terlebih dahulu sebagai langkah awal upaya pengelolaan lestari kepiting pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan setiap jenis kepiting pasir yang terdapat di dua lokasi penelitian, yaitu pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, dan pantai Bunton, Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kedua lokasi penelitian ditemukan tiga jenis kepiting pasir, yaitu Emerita emeritus, Hippa adactyla, dan Albunea symmysta. Kepiting pasir E. emerita ditemukan dengan persentase komposisi paling besar, 70,5%-75,3%; disusul H. adactyla 22,5%-24,7%; dan A. symmysta 2,2%-4,8%. Kepiting pasir betina dijumpai dengan persentase komposisi paling tinggi, yaitu 78,2% hingga 92,8%. Kepiting pasir E. emeritus juga ditemukan dengan kelimpahan rata-rata paling tinggi di kedua lokasi penelitian, yaitu 5 dan 34 ekor/100m2. Kepiting pasir E. emeritus dan H. adactyla yang ditemukan di pantai Bunton, Cilacap mempunyai kelimpahan lebih tinggi dari yang ditemukan di pantai Bocor, Kebumen, adapun kelimpahan rata-rata Albunea symmysta relatif sama di kedua lokasi penelitian, yaitu sekitar 1 ekor/100m2. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah diversitas kepiting pasir di pesisir selatan Jawa Tengah relatif tinggi dengan kelimpahan yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas manusia di wilayah pantai berpasir. Kata kunci: Albunea symmysta, Emerita emeritus, Hippa adactyla, kelimpahan, kepiting pasir, komposisi jenis   Sand crabs or mole crabs are benthic fauna that live in the sandy beaches. They have ecological and economic value. Because of fishing pressure to

  7. ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Herawati

    2014-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.

  8. MOBILE APPLICATION SISTEM MONITORING KONDISI PASIEN SERANGAN JANTUNG BERBASIS GOOGLE MAPS DAN ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musfirah Putri Lukman

    2017-09-01

    merasakan nyeri dada, napas yang pendek dan keringat dingin. Tercatat 45% kasus dalam jurnal Circulation terbitan America Heart Association serangan jantung yang tidak diawali dengan gejala membuat kematian akibat jantung meningkat tiga kali lipat. Oleh sebab itu perlu pemantauan berkelanjutan terhadap tanda vital tubuh seperti detak jantung, frekuensi nafas dan suhu tubuh penderita khususnya untuk fungsi aktivitas yang telalu cepat, terlalu lambat dan tidak ada perlu untuk mengurangi resiko kelumpuhan, pasien koma, bahkan kematian. Metode yang digunakan pada aplikasi mobile berbasis Google Maps dan android ini menggunakan model waterfall. Aplikasi ini dirancang dengan tujuan melindungi penderita terutama dengan faktor resiko lansia dari kematian mendadak pada lokasi serangan jantung berulang dengan mengidentifikasi kelainan fungsi aktivitas vital tubuh secara real-time yang menjadi alarm bagi keluarga terhadap tanda bahaya yang terjadi pada penderita. Sebuah sistem monitoring menggunakan mikrokontroller dan sensor yang dipasang pada penderita akan mengirimkan lokasi serangan berulang penderita dengan bantuan teknologi google maps dan nilai alat vital tubuh akan ditampilkan pada layar smartphone tanpa batasan lokasi, jarak, dan waktu. Aplikasi dibangun dengan bahasa pemrograman java, dan menggunakan web service serta MySQL untuk basis data. Hasil dari penelitian ini aplikasi telah mampu menampilkan nilai parameter yang diukur oleh dengan tepat dan dapat menampilkan lokasi terjadinya serangan berulang jantung.  Perangkat tekno-biomedik dengan teknologi GPS juga dapat memberikan respon cepat terhadap penanganan penyelamatan awal terhadap penderita yang tiba-tiba mengalami serangan berulang dengan mengirimkan tanda bahaya sebagai alarm dalam bentuk panggilan telepon. Keywords: Aplikasi, Monitoring, Jantung, Nafas dan Suhu

  9. BENTUK KARAKTER ANAK MELALUI DOKUMENTASI FOLKLOR LISAN KEBUDAYAAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ranggi Ramadhani Ilminisa

    2016-06-01

    Full Text Available This research aims to documented the myth, legend, and fairy tale in Jombang and developing the oral folklore to be child story which contain of character education. In this case, used qualitative method. Based on results study getting nine story’s from a few of data site interpretation which include north Jombang, west, south, and middle. From the nine story’s, then documented and described on result study. Thus, it is can be reference of giving character education for kid.  Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan mite, legenda, dan dongeng di Jombang dan mengemas folklor lisan tersebut menjadi cerita anak bermuatan pendidikan karakter. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sembilan cerita dari beberapa lokasi pengambilan data yang meliputi Jombang utara, barat, selatan dan tengah. Dari sembilan cerita tersebut didokumentasikan dan dideskripsikan pada temuan hasil penelitian. Dengan demikian, folklor lisan tersebut dapat dijadikan rujukan untuk membentuk pendidikan karakter anak.

  10. Keefektifan layanan informasi berbasis instagram untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Rifqi Azis

    2018-03-01

    Full Text Available Ketertarikan siswa terhadap media sosial khususnya Instagram sangat tinggi, dan membuat siswa mampu berekspresi sesuai dengan yang di mereka inginkan. Desain penelitian ini menggunkan experiment dengan metode one-group pre-test dan post-test design. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Arjasa. Responden penelitian ini yaitu siswa SMP, usia 13 tahun-15tahun, mempunyai akun Instagram, dan siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Teknik pengambilan data menggunakan angket dan dokumentasi. Data yang di ambil adalah data uji validitas, uji reliabilitas. Metode analisa menggunakan product moment dan uji t-test. Dari hasil uji menggunakan α = 5% paired sample t-test, dan data yang digunakan adalah 24 siswa sebelum treatment (pre-test dan 24 siswa sesudah treatment (post-test. Jumlah sampel N = 24 siswa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa layanan informasi berbasis Instagram efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

  11. PENYELENGGARAAN PROGRAN SD-SMP SATU ATAP DALAM LATAR BUDAYA RUMAH BETANG KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Hasan

    2014-06-01

    Abstrak: Penyelenggaraan Progran SD-SMP Satu Atap dalam Latar Budaya Rumah Betang Kali­mantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelengaaraan program SD-SMP Satu Atap dalam latar budaya rumah Betang Kalimantan Tengah yang dikaitkan dengan struktur birokrasi, sumber daya, dan komunikasi. Penelitian kualitatif dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu pada SMPN Satu Atap 1 Mihing Raya, SMPN Satu Atap 2 Kurun, dan SMPN Satu Atap 3 Tewah di Kabupaten Gunung Mas, Propinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acuan standar yang jelas, koordinasi yang intensif, dan pemberdayaan sumber daya manusia yang tepat sesuai dengan pendekatan nilai-nilai budaya rumah Betang dapat mencapai penyelenggaraan program SD-SMP Satu Atap yang efektif. Hal itu juga didukung oleh pengelolaan sumberdaya dan komunikasi yang mendasarkan diri pada nilai kekeluargaan, kebersamaan, loyalitas, dan keakraban.

  12. KOMUNITAS ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN SUMUR MINYAK BUMI DI DESA MANGUNJAYA, KECAMATAN BABAT TOMAN, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risda Muli

    2016-03-01

    Full Text Available Pencemaran tanah yang diakibatkan oleh penambangan minyak bumi berpengaruh terhadap lingkungan, vegetasi, dan kelimpahan arthropoda. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dampak pencemaran minyak bumi di tanah terhadap komunitas Arthropoda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lokasi eksplorasi minyak bumi. Kelembapan, pH, suhu tanah, dan kadar TPH tanah diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arthropoda. Penelitian dilakukan di sumur minyak bumi Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Arthropoda dikoleksi menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, pengambilan sampel dilakukan di 96 titik. Identifikasi arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah menggunakan metode Gravimetri dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi minyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada eksplorasi oleh masyarakat. Kelembaban dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembaban, dan suhu tanah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi, dan kemerataan arhtropoda. Rata-rata indeks keanekaragaman arthropoda tergolong rendah dengan nilai indeks kurang dari 1. Soil contamination caused by the extraction of petroleum affects the environment, vegetation, and abundance of arthropods. Therefore, it is necessary to study the impact of oil pollution on the ground against arthropod community. The research has conducted to determine the differences of terrestrial arthropod around petroleum exploration. Moisture, pH, temperature, and soil TPH (Total Petroleum Hydrocarbon

  13. TRANSMISI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyati Astuti

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini berusaha mengungkap kesadaran pendidik sebagai transmitter budaya bagi anak-anak usia dini. Atas dasar itu, kajian bertujuan untuk mengetahui kesadaran pengelola Pendidikan Anak Usia Dini dalam mentransmisi budaya dan kearifan lokal. Kajian lapangan ini data-datanya diperoleh melalui wawancara, ombservasi dan dokumentasi, dengan lokasi riset pada PAUD al-Hidayah yang terletak di desa Kauman, Argomulyo, Cangkringan Sleman. didapatkan kesimpulan bahwa pendidik pada umumnya belum memahami perannya pentingnya sebagai transmitter budaya. memberi contoh (voorbeeled, memberikan pembiasaan (pakulinan, gewoontevorming, pengajaran (leering, wulan wuruk, perintah, paksaan dan hukuman (regeering en tucht.   This study aims to find out awareness of teacher of Early Childhood Education in transmitting culture and local wisdom. Through field studies approach on al-Hidayah Early Childhood Education Institute which is located in the village of Kauman, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, it was concluded that teachers in general do not understand its importance as a transmitter of culture.

  14. Analisis Data Penjualan Perusahaan Detergen XYZ dengan Aplikasi Zoho Reporting Menggunakan Metode OLAP (Online Analytycal Processing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Akbar

    2017-06-01

    Full Text Available Sales Channel atau saluran penjualan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Sales channel yang beragam memungkin perusahaan untuk memperbesar keuntungan mereka, sales channel online misalnya dengan sales channel ini perusahaan dapat memperluas lokasi pemasaran keseluruh negara-negara di dunia. Perusahaan yang memiliki sales channel yang banyak dan memproduksi barang yang biasa digunakan sehari-hari, memiliki data pelanggan yang sangat besar diberbagai belahan dunia. Prediksi jumlah penjualan produk di masing-masing negara berdasarkan sales channel yang digunkan perusahaan merupakan Business Intelligence (BI yang sangat penting untuk melihat negara mana yang berpotensi memberikan pelanggan yang besar untuk penjualan produk perusahaan. Dari penelitian dengan menggunakan metode OLAP (Online Analytical Processing dan aplikasi Zoho Reporting, dapat membantu pihak pengambil keputusan dalam menemukan pelanggan dari negara mana yang nantinya berpotensi memberikan keuntungan besar bagi perusahaan. Kata kunci— business intelligence, online analytical processing, sales channel, prediksi.

  15. KARAKTERISASI GENETIKA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii YANG DIBUDIDAYAKAN DI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Parenrengi

    2016-11-01

    Full Text Available Karakterisasi genetika rumput laut Kappaphycus alvarezii telah dilakukan dengan menggunakan teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD dengan tujuan untuk mengetahui variasi genetika rumput laut K. alvarezii dari beberapa lokasi budi daya di Sulawesi Selatan yakni Polmas, Pinrang, Takalar, dan Bantaeng. Sampel dipreservasi dengan menggunakan larutan TNES-Urea sebelum ekstraksi DNA. Ekstraksi genom DNA dilakukan dengan menggunakan metode konvensional fenol-khloroform. Amplifikasi DNA dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR. Untuk dokumentasi riset, hasil PCR dielektroforesis pada agarosa gel dengan menggunakan buffer TBE. Data dianalisis menggunakan program Tools for Population Genetic Analyses (TFPGA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima “primers” (P-40, P-50, DALRP, Ca01, dan Ca-02 yang digunakan dapat menghasilkan beberapa fragmen spesifik yang mengindikasikan fragmen spesifik spesies dan lokasi budi daya K. alvarezii. Keragaan genetika intra dan inter lokasi rumput laut menunjukkan variasi yang relatif kecil yang ditandai dengan rendahnya perbedaan jumlah/ukuran fragmen DNA, polimorfisme, indeks similaritas, dan jarak genetikanya. Total fragmen yang didapatkan dari lima primer adalah 47—55 pada ukuran fragmen 175—2.600 bp, sedangkan polimorfisme dan indeks similaritas masing-masing adalah 3,6%—31,0% dan 0,79%—0,99%. Jarak genetika antar beberapa lokasi K. alvarezii berkisar antara 0,1758—0,5689 di mana kekerabatan yang terdekat didapatkan antara Takalar dan Bantaeng. Genetic characterization of seaweed Kappaphycus alvarezii was observed using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD technique to reveal the genetic variability of seaweed from different locations in South Sulawesi. The sample of farmed seaweed K. alvarezii was collected from Polmas, Pinrang, Takalar, and Bantaeng. Genomic DNA was extracted by using the conventional method of phenol-chloroform. Sample was preserved by TNES-Urea buffer prior to

  16. ANALISIS POLA MUSIM TANAM RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii MELALUI PENDEKATAN KESESUAIAN LAHAN DI NUSA PENIDA, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2014-08-01

    Full Text Available Usaha budidaya rumput laut sangat dipengaruhi oleh lokasi dan iklim. Penyusunan pola musim tanam rumput laut yang benar dapat membantu dalam keberlanjutan usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola musim tanam rumput laut, Kappaphycus alvarezii, berdasarkan pendekatan kesesuaian lahan pengembangan budidaya rumput laut di Nusa Penida, Bali. Data dikumpulkan pada bulan Mei dan September 2013. Kesesuaian lahan dianalisis secara spasial berdasarkan sistem informasi geografis, dengan memadukan antara faktor kualitas perairan dan sosialinfrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa bulan Mei merupakan bulan yang sesuai untuk K. alvarezii dibandingkan dengan bulan September. Kawasan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan merupakan kawasan yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi musim tanam di Nusa Penida.

  17. DAMPAK PEMBANGUNAN PESISIR PANTAI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsu .

    2015-11-01

    kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan yang meliputi: Pembangunan pesisir pantai mendorong terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat nelayan Punggawa-Sawi yang pada umumnya berada di atas kategori tinggi. Kondisi ini berimplikasi pada terjadinya perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan ke arah yang lebih baik, perbaikan kondisi perumahan, semakin membaiknya kondisi kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, sistem jaringan produksi dan distribusi hasil laut, terbuka peluang usaha perikanan, serta terjadinya modernisasi pada sistem penangkapan ikan. Hambatan nelayan dalam memperbaiki taraf ekonominya adalah tingkat pendidikan dan pelatihan yang rendah, kurangnya alat produksi, sistem bagi hasil, serta faktor pemasaran dan harga ikan. Faktor pemasaran di lokasi ini relatif dapat teratasi dengan baiknya jalur transportasi, banyaknya usaha pengeringan ikan, dan dimanfaatkannya ikan kecil sebagai pakan udang. Kata Kunci: Dampak pembangunan, Pesisir Pantai, produksi dan distribusi, sistem perikanan

  18. Perbandingan Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi yang Diberi Amoksisilin-Deksametason dan Amoksisilin-Asam Mefenamat pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Kadek Laura Sastrawan

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus yang diberikan obat deksametason dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi tiga perlakuan, yang diinsisi pada daerah linea alba dengan panjang insisi dua cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL. Pengamatan makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan hari ke14, lima ekor tikus dari semua kelompok dieutanasi, kemudian kulit hingga peritoneum lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan makroskopik dianalis secara deskriptif dan pemeriksaan histopatologis dianalisis menggunakan uji Non Parametrik. Hasil pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik menunjukan bahwa tikus perlakuan III memberikan efek kesembuhan luka lebih cepat dibandingkan tikus perlakuan II dan tikus perlakuan I karena efek dari peradangan terjadi lebih sedikit (minimal dan kerapatan kolagen yang lebih padat.

  19. A PRELIMINARY STUDY OF MALAYAN FILARIASIS IN PUDING VILLAGE, JAMBI PROVINCE (SUMATERA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudomo M.

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa daerah di Propinsi Jambi akan dikembangkan menjadi daerah transmigrasi, satu di antara­nya adalah daerah Kumpeh yang terletak berdekatan dengan daerah endemik filariasis malayi. Desa yang paling dekat dengan lokasi transmigrasi tersebut adalah desa Puding. Penelitian pendahuluan tentang penyakit filariasis telah dikerjakan di desa Puding untuk mengetahui tingkat endemisitas, periodisitas B. malayi, fauna nyamuk, jenis nyamuk yang potensial menjadi vektor filariasis, hospes reservoir dan keadaan sosial-ekonomi-budaya penduduk setempat. Mf rate pada penduduk desa Puding adalah 18,7% dan dari B. malayi jenis subperiodiknokturna. Nyamuk yang tertangkap terdiri dari enam genera yaitu genus Anopheles, Aedes, Culex, Coquilletidia, Mansonia dan Tripteroides. Dari enam genera tersebut yang potensial untuk menjadi vektor filariasis adalah genus Mansonia dan ini didukung dengan diketemukannyd larva stadium L3 (infektif Brugia sp di tubuh nyamuk tersebut. Keadaan sosial-ekonomi-budaya, khususnya menyangkut adat istiadat dan kebiasaan penduduk setempat, telah dipelajari.

  20. School Organizational Culture in Improving to the Teachers’ Performance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paulus Mikku Ate

    2015-02-01

    Key Words: organizational culture, teacher performance   Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses terbentuknya budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Lokasi penelitian di dua sekolah swasta di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman, dan analisis lintas kasus secara induktif konseptual. Hasil penelitian adalah budaya organisasi sekolah dipengaruhi nilai-nilai pokok yang dianut, dihidupi, dan ditanamkan para pendiri, pengganti, dan pemimpin; budaya organisasi mempengaruhi kinerja guru; dan upaya melanggengkan budaya organisasi melalui penentuan pemimpin oleh yayasan, penggunaan seragam, penegakan disiplin, dan melaksanakan perayaan.  Kata kunci: budaya organisasi, kinerja guru

  1. MODEL MENTAL SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG LISTRIK STATIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rimba Hamid

    2016-11-01

    Memahami model mental siswa sangatlah penting bagi seorang pendidik. Penelitian ini menguraikan model mental siswa Sekolah Dasar (SD tentang konsep listrik statis berdasarkan lokasi geografis. Sampel adalah 21 siswa SD yang tinggal di daerah Kota Kendari dan 17 siswa SD yang tinggal di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Ide-ide siswa tentang fenomena listrik statis dikumpulkan dengan cara meminta siswa untuk me-nuliskan ide-ide mereka tentang fenomena listrik statis di secarik kertas. Ide-ide tersebut kemudian dikla-sifikasikan berdasarkan jenis model mentalnya. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari pusat kota memiliki kerangka pemikiran yang relatif lebih konseptual jika dibandingkan dengan siswa dari luar kota yang lebih banyak menggunakan kerangka berpikir yang intuitif. Meskipun demikian, baik siswa yang ber-asal dari kota maupun dari luar kota pada umumnya menggunakan analogi pengalaman sehari-hari dalam menginterpretasi konsep listrik statis.

  2. BUDIDAYA RUMPUT LAUT Sargassum sp. DENGAN METODE KANTONG PADA BEBERAPA TINGKAT KEDALAMAN DI DUA WILAYAH PERAIRAN BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslimin Muslimin

    2018-01-01

    Full Text Available Optimalisasi produksi rumput laut memerlukan teknologi budidaya yang tepat. Rumput laut Sargassum sp. mudah mengalami kerontokan talus. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kajian penerapan metode kantong untuk budidaya rumput laut Sargassum sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. yang dibudidayakan dengan metode kantong pada beberapa tingkat kedalaman. Penelitian dilakukan di dua lokasi berbeda yakni perairan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dan perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Maret-Mei 2016. Desain penelitian menggunakan RAL faktorial yang terdiri atas faktor wadah kantong (tanpa kantong, wadah kantong dengan ukuran mata jaring 1,5; 0,75; dan 0,25 inci dan kedalaman (permukaan 0; 50; 100; 150; dan 200 cm masing-masing diulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor wadah kantong dan kedalaman, serta interaksi keduanya berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. pada taraf uji 5% (P<0,05 di kedua lokasi penelitian. Pertumbuhan terbaik diperoleh dari perlakuan K0D0 (tanpa kantong dan di permukaan air sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada perlakuan K3D4 (kantong meshsize 0,25 inci pada kedalaman 200 cm. Bobot tertinggi di lokasi-I mencapai 235,8 g dan terendah 19,2 g; sedangkan di lokasi-II tertinggi 208,4 g dan terendah 42,2 g. Penggunaan kantong rumput laut kurang efektif dalam memacu pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. Pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, karenanya budidaya Sargassum sp. perlu memperhatikan faktor kedalaman perairan yang berkorelasi dengan intensitas cahaya matahari. Optimization of seaweed production requires an appropriate cultivation technology. The thallus of Sargassum sp. is easy to break. This was the underlying reason to study the application of bag method in cultivating Sargassum sp. The research aimed to find out the growth response of Sargassum sp

  3. PENERAPAN METODE PENDEKATAN TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukmi Sari Hartati

    2010-07-01

    Full Text Available Metode pendekatan teknik dipergunakan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi dengan menentukan lokasi recloser yang optimal pada penyulang- penyulang yang akan ditingkatkan keandalannya, sehingga diperoleh nilai indeks keandalan yang lebih baik. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode tersebut untuk meningkatkan keandalan pada penyulang Penebel dan Marga untuk memenuhi target PLN ke depan yakni mencapai WCS (World Customer Service serta WCC (World Class Company yaitu SAIFI = 3 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI = 100 menit/pelangggan/tahun. Dari hasil penelitian pada 2 penyulang tersebut diperoleh nilai indeks keandalan SAIDI dan SAIFI untuk kedua penyulang tersebut sudah mendekati target WCS dan jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelum dipasang recloser. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pendekatan teknik untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi cocok untuk diterapkan, terutama pada sistem distribusi di Bali.

  4. DAMPAK LINGKUNGAN PEMANFAATAN ALUR SUNGAI DI KALI BOYONG, KALI KUNING DAN KALI GENDOL (Environmental Impact of Utulization River Courses in Boyong River, Kuning River and Gendol River

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmakusuma Darmanto

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini merupakan sebagian dari hasil studi Program Doktor (S3 pada lokasi penelitian di Kali Boyong, Kali Kuning dan Kali Gendol yang merupakan sungai yang secara periodik merupakan jalur limpahan material sedimen yang berasal dari aktivitas Gunungapi Merapi. Sehingga muncul permasalahan: (a dampak erupsi terhadap fungsi alur sungai sebagai tempat menyimpan, mengalirkan dan memanfaatkan air pada wilayah yang padat penduduk dan (b pemanfaatan alur sungai untuk kegiatan penambangan sirtu dan pertanian, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan lingkungan alur yang dapat meminimalkan dampak yang terjadi, sehingga fungsi alur sungai tetap optimal. Metodologi yang digunakan adalah metoda survei dengan cara melakukan pengamatan lingkungan dan pengukuran profil penampang sungai, pengambilan sampel material sedimen yang kemudian dianalisis di laboratorium mengenai diameter butir, berat jenis dan warna, wawancara kepada masyarakat penambang di sekitar wilayah penelitian pada setiap penggal sungai, pengambilan gambar dengan menggunakan foto-digital dan pengumpulan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif pada setiap sungai dan antar sungai dengan pendekatan ekologis dan spasial. Berdasarkan kajian hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a Mendasarkan pada pendekatan ekologis subDas antara hulu-tengah-hilir dan antar subDas kondisi geometrik dari faktor-faktor fisik maupun biotik relatif sama antara Kali Boyong dan Kali Gendol/ Opak sedangkan untuk Kali Kuning agak berbeda karena merupakan “lokasi antara” perpindahan waktu aktivitas Gunungapi Merapi; dan (b Pemanfaatan alur sungai oleh masyarakat sekitar lokasi maupun usaha pemerintah daerah menimbulkan gangguan kelancaran penyimpanan dan penyaluran air sungai pada alurnya dari hulu ke hilir, kegiatan tersebut adalah

  5. Penggunaan QR Code untuk Menunjukkan Posisi dan Implementasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Rute Terpendek pada Navigasi dalam Ruangan Berbasis Sistem Operasi Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prasetyo Prasetyo

    2017-01-01

    Full Text Available GPS memiliki kelemahan dalam menentukan posisi pengguna ketika berada di sebuah gedung bertingkat. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah sistem yang  lebih akurat untuk navigasi dalam gedung bertingkat yang dikembangkan dengan konsep 3D Indoor Localization. Dengan menggunakan QR Code untuk menentukan posisi pengguna dalam suatu gedung bertingkat dan penggunaan algoritma Dijkstra dalam mencari rute terpendek ke suatu tujuan, maka sistem ini menyediakan sebuah layanan navigasi dalam ruangan yang lebih baik dari penggunaan GPS. Untuk mengetahui posisinya, pengguna hanya perlu melakukan pemindaian terhadap QR Code yang terdapat pada sebuah ruang. Pengguna selanjutnya dapat memilih lokasi tujuan yang dikehendaki, dan sistem akan mencari rute yang dapat ditempuh untuk sampai ke tujuan dengan jarak terpendek. Uji coba dilakukan menggunakan peta 3D dari gedung Teknik Informatika ITS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem dapat melakukan semua prosesnya dengan baik, dimulai dari proses pemindaian hingga proses penunjukan rute ke tujuan. 

  6. Penentuan Koordinat Titik pada Teknologi Garis dalam Grafika Komputer dengan Menggunakan Algoritma Line Equation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mufadhol Mufadhol

    2014-07-01

    Full Text Available Grafika  Komputer atau  computer graphics  adalah  bagian  dari ilmu  komputer yang  berkaitan  dengan pembuatan  dan  manipulasi gambar  (visual  secara  digital.  Bentuk sederhana  dari grafika  komputer adalah grafika  komputer 2D yang  kemudian  berkembang  menjadi grafika  komputer 3D.  Pola  penggambaran  yang paling sederhana adalah dengan menggunakan titik pada teknologi garis. Algoritma Line Equation merupakan salah satu metode untuk menentukan lokasi koordinat titik pada teknologi garis dalam grafika komputer dengan cara menentukan nilai gradien garis serta garis yang berpotongan dengan sumbu Y, sehingga bisa mengetahui pixel yang akan menyala pada screen coordinate

  7. Pemfokusan Citra Radar untuk Hasil Pemodelan Radar Penembus Permukaan menggunakan Algoritma Migrasi Jarak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AZIZAH AZIZAH

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Citra Radar Penembus Permukaan (GPR memberikan gambaran tentang objek dalam bentuk kurva hiperbola. Kurva hiperbola ini memiliki resolusi yang rendah sehingga sulit untuk menganalisis lokasi objek yang sebenarnya. Oleh karena itu diperlukan proses untuk membuat citra menjadi lebih fokus. Proses ini disebut transformasi atau migrasi. Salah satu algoritma migrasi adalah algoritma migrasi jarak. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian ini. Pertama, pemodelan GPR dilakukan menggunakan perangkat lunak. Kemudian, algoritma migrasi jarak diimplementasikan untuk data hasil pemodelan. Terakhir, dilakukan analisis hasil yang didapat. Informasi jumlah dan lokasi objek didapatkan dari citra hasil migrasi ini dengan persentase kesalahan untuk pada sumbu x sebesar 4 % untuk 1 objek, 17 % untuk 2 objek, dan 4 % untuk 3 objek. Sedangkan persentase kesalahan pada sumbu y sebesar 2% untuk 1 objek, 3% untuk 2 objek, dan 8% untuk 3 objek. Kata kunci: GPR, migrasi, algoritma, migrasi jarak, fokus, ABSTRACT Ground Penetrating Radar (GPR image give description about object in hyperbolic curve. This hyperbolic curve has low resolution so it is too difficult to analysis the actual object position. Therefore, we need a process can make the image more focus. This process usually called transformation or migration. One of them is range migration algorithm. There are several steps in this reseacrh. First, GPR modelling done using software. Next, range migration algorithm is implemented for the data result from simulation. Last, the result are analyzed. The information about the number and object position is obtained from the image in this migration process with margin error in x-axis are 4% for 1 object, 17% for 2 object, and 4% for 3 object. On the other side, margin error in y-axis are 2% for 1 object, 4% for 2 object, and 8% for 3 object. Keywords: GPR, migration, algorithm, range migration, focus

  8. Sistem Honorifik Bahasa Lapung Dialek Pesisi di Kabupaten Tanggamus (suatu kajian sosiolinguistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Saputry

    2005-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk, jenis, faktor sosial, dan kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif-naturalistik. Sumber data adalah para informan yang dijaring dengan teknik simak libat cakap (SLQ. Para informan berasal dari daerah-daerah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini adalah penutur asli (informan bahasa Lampung dialek Pesisir yang bertempat tinggal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 14 penutur yang diambil secara acak 2 orang dari tiap lokasi penelitian. Sumber data lisan diambil melalui wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan cara: (1 perpanjangan kesertaan; (2 ketekunan pengamatan; (3 triangulasi; (4 pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata bentuk hononfik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi: (1 kata; (2 kelompok kata; (3 singkatan kata; (4 kelompok singkatan kata; dan (5 gabungan singkatan dan kata. Jenis honorifik meliputi hononfik: (1 kekerabatan; (2 kata ganti per­sona; (3 pangkat, jabatan, dan profesi; (4 gelar; (5 religius; (6 tokoh gaib; dan (7 umum. Faktor-faktor sosial penentu pemilihan honorifik meliputi faktor: (1 hubungan kekerabatan; (2 usia; (3 jenis kelamin; (4 status sosial; {5 latar belakang etnik; (6 situasi dan forum; (7 hubungan antarinterlokutor, (8 lokasi. tempat tinggal; dan (9 status perkawinan. Adapun kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi kaidah: (1 alternasi; (2 kookurensi; dan (3 sekuensi. Honorifik dapat menambah kekayaan bahasa Lampung. Pemilihan honorifik yang tepat merupakan salah satu cara atau strategi untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap or­ang lain. Katakunci: sistem honorifik, bentukjenisfaktor sosial, kaidabpemakaian honorifik, kajian sosiolinguistik

  9. ANALISIS EFEKTIVITAS PANGGILAN TELEPON SELULER (INCOMING CALL DALAM WILAYAH LAYANAN UNISMA BEKASI (STUDI KASUS OPERATOR TELKOMSEL – SIMPATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Hafid Paronda

    2015-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas keberhasilan panggilan telepon seluler di wilayah kampus UNISMA Bekasi. Luaran (output pengoperasian BTS (Base Transceiver Station operator Telkomsel – Simpati yang  melayani komunikasi dalam wilayah tersebut akan dijadikan obyek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode eksperimentasi – observasi, yakni dengan mencatat/merekam keberhasilan panggilan dari tempat tertentu terhadap pelanggan di lapangan (yang tersebar di area kampus UNISMA Bekasi, yang kemudian akan dianalisis efektivitasnya. Dalam penelitian ini pemanggilan dilakukan di pekarangan RS. dr.Adam Thalib Cibitung terhadap penerima yang berada di dalam wilayah kampus UNISMA Bekasi, yakni pada 5(lima gedung dengan mengambil sampel pada 15 (lima belas titik yang berbeda. Diperoleh data penerimaan panggilan telepon seluler operator Telkomsel – Simpati berupa durasi (lama waktu yang dibutuhkan untuk proses penyambungan antara 2(dua pelaku komunikasi yang berjarak sekitar 10 kilometer itu. Dengan uji hipotesis satu arah – uji kebebasan berbasis distribusi chi square, juga ingin diketahui pengaruh perbedaan titik posisi penerimaan sinyal panggilan terhadap efektivitas keberhasilan panggilan. Dengan analisis data penelitian yang terdiri atas 75(tujuh puluh lima sampel diketahui bahwa durasi rata – rata penyambungan komunikasi antara kedua titik lokasi yang dipilih, adalah sebesar 6,7 detik. Sedangkan dari hasil uji hipotesis yang dilakukan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara perbedaan titik lokasi penerimaan panggilan dengan efektivitas penerimaan panggilan (penyambungan komunikasi. Melalui penelitian ini juga diketahui bahwa sebagian besar durasi penyambungan komunikasi yang tercatat adalah merupakan waktu tunda (delay time yang dibutuhkan untuk pengolahan sinyal dalam perangkat telekomunikasi yang digunakan (telepon seluler, BTS, dan lain – lain.

  10. Pemetaan batimetri sebagai informasi dasar untuk penempatan fish apartment di perairan Bangsring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Bathymetry mapping as basic information for fish apartment placement in Bangsring waters, Banyuwangi, East Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Arif Zainul Fuad

    2016-12-01

    Full Text Available The objective of the present research was to map the bathymetry of the Bangsring coastal area, Banyuwangi. Depth data obtained are used to consider the suitable location for fish apartment placement. The depth of the water was measured using a single beam echosounder with a frequency of 50 Hz. The data obtained by sounding process corrected by Tidal data. The tidal data measured during sampling with the observation interval of 30 minutes. The tidal correction was performed to get the depth value relative to lowest Water Surface (LWS. The results showed the depth of the Bangsring coastal area ranged from 2-49 meters. The deepest region is in the southeast of the research area. Based on the depth of the waters, the locations that can be an alternative placement of fish apartment is located by distance of 200- 250 meters in front of Bangsring coastal area with total area  approximately 30 Ha Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kedalaman perairan Bangsring, Banyuwangi. Data kedalaman yang didapat dari pemeruman selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan untuk mencari alternatif lokasi penempatan fish apartment. Kedalaman perairan di ukur menggunakan Single Beam Echosounder dengan frekuensi 50 Hz. Pemeruman dilakukan selama 2 hari yaitu pada tanggal 17 dan 18 Maret 2016 dengan metode zig zag . Hasil pengukuran kedalaman selanjutnya di koreksi terhadap pasang surut. Pasang surut diukur selama pelaksanaan pemeruman dengan interval pengamatan 30 menit. Koreksi pasang surut dilakukan untuk mendapatkan nilai kedalaman relatif terhadap Lowest Water Surface (LWS. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman Perairan Bangsring Berkisar antara 2-49 meter. Wilayah terdalam berada dibagian tenggara area penelitian. Berdasarkan kedalaman perairan tersebut, maka lokasi Perairan di Bangsring yang dapat dijadikan alternatif penempatan fish apartment adalah di perairan depan pantai bagian timur dengan jarak sejauh 200-250 meter dari garis pantai Bangsring dengan

  11. Gambaran CT Scan Toraks Sesuai dengan Jenis Sitologi/Histologi pada Pasien Kanker Paru yang Merokok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosa Tatun

    2016-03-01

    Full Text Available Kanker paru merupakan  penyebab kematian paling banyak akibat keganasan. Kanker paru memberikan gambaran CT scan yang berbeda sesuai dengan jenis sitologi/histologinya. Pemeriksaan CT scan  toraksdengan teknik high resolution computed tomography (HRCT dapat memperlihatkan kelainan kanker parusecara rinci. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSU Persahabatan, Jakarta bekerja sama denganDepartemen Pulmonologi dan Respirasi RSU Persahabatan terhadap 100 sampel yang diperoleh pada bulanNovember 2014 hingga Maret 2015. Berdasarkan jenis sitologi/histologi kanker paru (adenokarsinoma dankarsinoma sel skuamosa/KSS tidak ditemukan  variabel yang bermakna secara statistik  (bentuk, letak, tepispikulasi, tepi lobulasi, nodul satelit. Variabel yang paling banyak ditemukan pada adenokarsinoma maupunKSS adalah bentuk massa, lokasi di sentral dan paru sebelah kanan. Gambaran kanker paru adenokarsinomadan KSS pada pasien merokok paling banyak berupa massa, lokasi di sentral dan lobus kanan paru. Kata kunci: kanker paru, merokok, CT scan toraks   Lung Cancer CT Scan Findings in Smoker Patients Basedon Cytology/Histology Abstract Lung cancer is the leading cause of most deaths due to malignancy. Lung cancer CT scan provides an overview according to the type of cytology / histology. Thorax CT scan with high resolution technique (HRCT may revealdetail lung cancer abnormalities. This study was conducted between Department of Radiology and Departmentof Pulmonology Respiratory, Persahabatan Hospital Jakarta based on 100 samples, November 2014 until March2015. Based on cytological/histological type (adenocarcinoma and squamous cell carcinoma/KSS, it was not found significant meaningfull variables (shape, location, spiculate edge, lobulate edge, satellite nodules. Most commonly variables found in adenocarcinomas and KSS were mass forming, central location, right lung location.Most of adenocarcinoma and SCC in smoked patients were mass forming, central

  12. Aplikasi web promosi kuliner dan rumah makan online

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairus Suhada

    2017-05-01

    Full Text Available AbstrakKemajuan teknologi mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor perdagangan, usaha dan pemasaran. Tingginya tingkat keberhasilan dalam perdagangan didorong oleh berbagai faktor pendukung termasuk promosi dan periklanan. Melalui promosi dan periklanan yang tepat, perdagangan dibidang kuliner dapat  tumbuh dengan baik. Memanfaatkan teknologi melalui aplikasi promosi kuliner dan rumah makan secara online dapat menjadi media promosi yang tepat. Aplikasi Web Promosi Kuliner dan Rumah Makan Online dibangun menggunakan metode System Development Life Cycle(SDLC. Perancangan sistem menggunakan Konteks diagram dan Data Flow Diagram (DFD dan diterapkan menggunakan bahasa pemrograman PHP serta database MySQL. Aplikasi memberikan fasilitas berupa pencarian informasi seperti harga menu, alamat rumah makan, lokasi rumah makan serta kontak rumah makan. Fasilitas unggulan berupa fitur peta lokasi rumah makan yang terhubung dengan google map. Kata kunci: aplikasi web, promosi kuliner dan rumah makan, google map Abstract               Technological advances promote the growth and development of the trade, business and marketing sector. The high level of success in trading is driven by various supporting factors including promotion and advertising. Through proper promotion and advertising, culinary trade can grow well. Utilizing technology through culinary promotion apps and restaurants online can be the right promotional media. Web Application Culinary Promotion and Online Restaurant is built using System Development Life Cycle (SDLC method. System design using Context diagrams and Data Flow Diagrams (DFD and applied using PHP programming language as well as MySQL database. Application provides facilities in the form of information search such as menu price, restaurant address, restaurant location and restaurant contact. Excellent facility in the form of map location map of restaurant that connected with google map.  Keywords: web

  13. DAMPAK SEDIMENTASI BENDUNGAN SOEDIRMAN TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sucihatiningsih Dian W.P

    2012-09-01

    Full Text Available Sedimentation is a material precipitation in which transported through water, wind, ice or glacier at a basin. Delta, which is found at the estuary of a river, is resulted from material precipitation process and is carried by watter from the river. Panglima Besar Soedirman (PBS barrage, located in Banjarnegara regency, has undergone a very critical sedimentation. The unstable soil making the trees unable to absorb water which has caused erosion and sedimentation. Sedimentation happened at Bendungan Panglima Besar Soedirman affected economic aspect, especially in the field of fishery and agriculture. Sedimentation will silt up in the dam area causing muddy water. This will badly effect the fishery sector at dam. Besides, this caused Karamba- a raising fishing basket-decreased. Further, agricultural sector, the irrigation system also underwent the impact from sedimentation at the dam. Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai. Bendungan panglima Besar Soedirman (PBS di kabupaten Banjarnegara merupakan satu lokasi yang terkena sedimentasi sangat parah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah aliran sungai merupakan penyebab utama dari sedimentasi di Bendungan PBS. labilnya kondisi tanah akibat tidak adanya pohon penahan air mengakibatkan erosi yang menyebabkan sedimentasi.Sedimentasi di Bendungan PBS ternyata juga sangat berdampak terhadap aspek perekonomian terutama dalam bidang perikanan dan pertanian. Sektor perikanan dan pertanian adalah bidang-bidang yang terdampak dari sedimentasi Bendungan PBS sebab sedimentasi menyebabkan pendangkalan pada area Bendungan yang menyebabkan air menjadi keruh sehingga akan berdampak buruk terhadap sektor perikanan umum bendungan. Dan juga mengakibatkan lokasi untuk kolam karamba ikan air tawar

  14. Situs Permukiman Kuno di Waeyasel Kecamatan Leihitu Barat Maluku Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlyn Salhuteru

    2016-04-01

    Full Text Available Situs permukiman kuno yang terdapat di dusun Waeyasel, penduduk setempat menyebutnya Kota Mulu adalah sebuah dataran di antara bukit karang yang cukup terjal. Penduduk di sekitar situs meyakini bahwa Kota Mulu adalah lokasi permukiman masyarakat Waeyasel pada masa lampau. Tim penelitian Balai Arkeologi Ambon melakukan penelitian di situs ini dengan menerapkan metode survei permukaan bertujuan untuk mendata dan mendokumentasikan sebanyak mungkin data arkeologi. Penelitian ini  menghasilkan sejumlah data arkeologi yang berciri megalitik berupa dolmen, sejumlah fragmentaris keramik lokal maupun keramik asing, dan sebuah makam. Sementara dapat disimpulkan bahwa situs kota mulu adalah situs permukiman yang didalamnya juga berlangsung kegiatan sakral sesuai dengan kepercayaan penghuninya, yang dibuktikan dengan keberadaan dolmen sebagai media upacara megalitik. Sedangkan keberadaan makam pada situs ini oleh penduduk sekitar dikatakan merupakan makam dari seorang pesiar agama Islam yang menyebarkan ajaran agama di waeyasel dan sekitarnya. Beliau kemudian meninggal dan dimakamkan di lokasi ini.   Site of ancient settlements located in the hamlet Waeyasel, the locals call it the City Mulu is a plateau in between fairly steep cliff. Residents around the site believes that the City Mulu is Waeyasel community settlements in the past. Ambon Archaeological Institute research team conducted research at this site by applying the method of surface survey aims to assess and document the archaeological data as much as possible. This study resulted in a number of archaeological data, characterized by megalithic dolmen form, a number of fragmentary local and foreign ceramics ceramics, and a tomb. While it can be concluded that the site Mulu city is the site of settlements which also takes place in accordance with the trust sacred activity occupants, as evidenced by the presence of megalithic dolmen as a media ceremony. While the existence of the tomb on this site

  15. PENYUSUNAN SKENARIO MASA TANAM BERDASARKAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN DI SENTRA PRODUKSI PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Estiningtyas

    2008-11-01

    Penggunaan model deterministik untuk prediksi curah hujan di daerah tropik yang faktor determinannya sangat komplek, dinamis dan acak sangat rumit. Oleh karena itu diperlukan model statistik yang dapat diperbarui secara real time. Filter Kalman menggabungkan pendekatan model fisik dan statistik menjadi model stokastik yang dapat diperbarui setiap saat untuk tujuan peramalan segera (on line forecasting. Validasi model yang menghubungkan curah hujan dan suhu permukaan laut Nio 3.4 menghasilkan nilai koefisien korelasi lebih dari 75%. Artinya model prediksi dengan Filter Kalman ini dapat digunakan untuk memprakirakan curah hujan bulanan dan diaplikasikan untuk penyusunan masa tanam. Selama ini neraca air tanaman dihitung berdasarkan pola curah hujan setempat, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi anomali iklim akan menyebabkan hasil komputasi neraca air harus diperbarui setiap saat melalui penyusunan masa tanam yang memperhitungkan aspek prediksi. Prakiraan curah hujan dengan metode Filter Kalman menghasilkan nilai koefisien korelasi validasi 48-92%. Hasil skenario pola tanam berdasarkan data prediksi curah hujan memperlihatkan bahwa ditemukan periode-periode dengan persentase kehilangan hasil lebih dari 20%, terutama pada lokasi dengan distribusi curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Dengan demikian tidak disarankan untuk melakukan penanaman pada periode tersebut. Lokasi Sukamandi memperlihatkan karakteristik model yang lebih bagus dibandingkan Tamanbogo, Batang, Wonosari. Tanggal tanam yang diperkirakan beresiko menurunkan hasil adalah 1 dan 11 November (di Tamanbogo, 1 November-1 Januari, dan 21 Februari (di Sukamandi, 1 November-1 Desember (di Batang dan  1 November, 11 dan 21 Februari (di Wonosari. Untuk aplikasi skenario masa tanam, model prakiraan hujan perlu di perbarui di setiap saat dan tempat berdasarkan data prakiraan curah hujan terbaru di dukung dengan data tanah dan tanaman. Selain itu perlu diperhatikan cakupan wilayah yang bisa

  16. Tinggalan Perang Dunia II Dan Konseptualisasi Museum di Morotai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahruddin Mansyur

    2016-04-01

    Full Text Available Morotai Island is one of the locations which left many traces of World War II in Indonesia. This suggests that Morotai Island has a strategic geographical position for the two military forces involved at the time. In this context, the legacy of World War II in Morotai has important historical value to be preserved, one of them through the establishment of a museum. This study aimed to develop appropriate thematic concept for presentation of the museum. Literature study and field observations conducted to obtain data related to the historical and archaeological remains exist in the study area. The results of this study, obtained information about the actual condition of archaeological remains exist in Morotai, as well as the formulation of the concept of thematic presentation of the exhibition. Thus, early studies of this thematic concepts can provide the storyline, so as to give weight to the information of the existing archaeological remains in the Morotai. Pulau Morotai merupakan salah satu lokasi yang banyak meninggalkan jejak Perang Dunia II di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Morotai memiliki posisi geografis yang strategis bagi dua kekuatan militer yang terlibat saat itu. Dalam konteks inilah, peninggalan Perang Dunia II yang ada di Morotai memiliki nilai sejarah yang penting untuk dilestarikan, salah satunya melalui pendirian sebuah museum. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep tematik yang tepat bagi penyajian museum. Studi pustaka dan observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh data terkait dengan sejarah dan tinggalan arkeologi yang ada di lokasi penelitian. Hasil kajian ini, diperoleh informasi tentang kondisi aktual tinggalan arkeologi yang ada di Morotai, serta rumusan tentang konsep tematik penyajian pameran. Dengan demikian, studi awal konsep tematik ini dapat memberikan alur cerita atau storyline, sehingga mampu memberikan bobot informasi tinggalan arkeologi yang ada di Morotai.

  17. Pulau Buru Masa Perang Dunia II: Perspektif Arkeo-Historis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahruddin Mansyur

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak Dalam konteks kawasan, keberadaan tinggalan arkeologi berupa sarana pertahanan masa Perang Dunia II di Pulau Buru tidak lepas dari konteks geografis, dimana Kepulauan Maluku – termasuk Pulau Buru merupakan bagian dari kawasan Pasifik. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah mengungkap berbagai bentuk sarana pertahanan dan lokasi keberadaannmya, serta informasi historis yang terkait dengan Perang Dunia II di Pulau Buru. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan analogi sejarah, penelitian ini berhasil mengidentifikasi bentuk-bentuk sarana pertahanan yang masih dapat diamati berupa; fasilitas landasan pacu, pillbox dan lokasi pendaratan pasukan Australia. Hasil pembahasan juga berhasil mengungkap peran wilayah Pulau Buru yang merupakan wilayah strategis baik bagi militer Jepang maupun pasukan sekutu dalam Perang Dunia II. Peran wilayah yang strategis ini tidak lepas dari posisi geografis Pulau Buru yang dapat menghubungkan Philipina yang ada di bagian utara, Ambon yang ada di sebelah timur, serta Pulau Timor yang ada di bagian selatan.   Abstract In the context of the region, the presence of archaeological remains in the form of means of defense during World War II on the island of Buru can not be separated from the geographical context, where the Maluku Islands - including the Buru is part of the Pacific region. The problems studied in this paper is to reveal some form of defense and locations, as well as historical information related to World War II on the island of Buru. By using descriptive analysis and historical analogies, this study managed to identify forms of the means of defense which can still be observed in the form; facilities runway, pillbox and Australian troops landing site. Discussion of the results also uncovered the role of the island of Buru is a strategic region for the Japanese military and allied forces in World War II. The role of a strategic area is not separated from the geographical position

  18. Perancangan Aplikasi Pemetaan Sarana Olahraga (PSO Berbasis Website dan Selular Sebagai Informasi untuk Memetakan Sarana Olahraga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Hidayat

    2017-05-01

    Full Text Available Aplikasi Pemetaan Sarana Olahraga (PSO berbasis Website dan Selular merupakan suatu aplikasi untuk memetakan sarana olahraga menggunakan layanan GPS, sehingga pengguna dapat mengetahui lokasi sarana olahraga, informasi fasilitas, dan jalan yang ditempuh menuju lokasi tersebut. Layanan ini dapat diakses melalui website secara online dan juga perangkat selular dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Adapun tujuan dari pembuatan dan penelitian aplikasi PSO ini adalah: 1 Mengetahui proses pembuatan, 2 Mengetahui cara kerja, dan 3 Mengetahui keunggulan  aplikasi PSO. Pembuatan aplikasi PSO terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (a Peninjauan Aplikasi, pada tahap ini menggunakan proses pengumpulan data dan fakta sebagai awal pembuatan aplikasi PSO. Terdiri dari mendownload aplikasi pendukung dan pembelian hosting dan domain, (b Analisa Aplikasi, menggunakan proses tahapan untuk menganalisa aplikasi secara lebih spesifik baik secara proses, fungsi dan prosedur yang disesuaikan berdasarkan data-data. Terdiri dari analisa requirement system, analisa proses dan analisa modul sistem, (c Desain Aplikasi, pada tahap ini menggunakan proses pemodelan untuk keperluan database, alur sistem, dan proses yang sesuai dengan analisa sebelumnya. Tahapannya adalah: desain modul, dan proses, desain struktur database dan desain arsitektur sistem, (d Prototyping, pada tahap ini dilakukan pengkodean program, prototype database dan desain template form, menu dan report. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil yaitu aplikasi PSO. Cara kerjanya adalah ketika pengguna mengakses  aplikasi melalui website ataupun selular maka data yang ada di website PSO maupun di selular, datanya diambil dari MySQL server yang ada di VPS Hosting. Kemudian dieksekusi oleh PHP server. Tetapi jika melalui selular ditambah dengan fasilitas GPS Tracking System. GPS diaktifkan dan dibuka aplikasi PSO mobile, kemudian akan didapat titik koordinat dimana posisi pengguna berada

  19. IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN SUMBERDAYA PULAU KANGEAN KABUPATEN SUMENEP MADURA SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Sulistyo Rini

    2015-10-01

    Full Text Available Kepulauan Kangean merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah timur laut pulau Madura, dengan kepulauan terbesar adalah pulau Kangean. Pulau kangean sendiri termasuk dalam wilayah kabupaten Sumenep dan terbagi dalam Tiga wilayah kecamatan yaitu kecamatan Arjasa, Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas. Aktivitas wisata bahari diantaranya adalah santai dipantai/menikmati lingkungan alam sekitar pantai, berenang, tour keliling (boat tour, cruising/extended bongat tour, surfing, diving, water sky dan sailing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan manganalisa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wisata bahari Kepulauan Kangean, serta menganalisis rencana starategis pemetaan pengembangan wisata bahari di Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Madura. Hasil penilaian kesesuaian pulau kangean untuk wisata bahari diperoleh hasil 708 yang artinya sangat sesuai, sedangkan untuk analisa Internal Eksternal Faktor Analisys Summary (I-EFAS adalah 2,8 – 2,9 yang artinya kondisi internal dan eksternal memiliki kekuatan untuk mengatasi situasi yang ada. Skala prioritas untuk pengembangan wisata bahari di pulau kangean berdasarkan analisis SWOT dan AHP adalah: 1. Peningkatan infrastruktur wisata bahari, 2. Pengelolaan wisata bahari berbasis masyarakat, 3. Promosi dan publikasi obyek wisata, 4. Peningkatan kerjasama antar sektor terkait, 5. Pembinaan dan pelatihan wisata bahari, 6. Peningkatan stabilitas keamanan wilayah, 7. Pembagian zonasi pemanfaatan perikanan dan pariwisata. Sedangkan untuk data citra ALOS diperoleh data dari masing-masing lokasi yang disurvey memiliki lokasi yang berkarakteristik dan memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing namun demikian secara umum lokasi ini dinilai semua kawasan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari.Kata Kunci: AHP, identifikasi, pemetaan, sumberdaya, SWOT, wisata bahariTHE IDENTIFICATION OF RESOURCE POTENTIAL AREA OF KANGEAN ISLAND, SUMENEP REGENCY

  20. BUDI DAYA KARANG HIAS MENDUKUNG PERDAGANGAN KARANG HIAS YANG BERKESINAMBUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ofri Johan

    2007-12-01

    Full Text Available Kegiatan budi daya karang hias di Indonesia perlu dilakukan untuk menjamin perdagangannya agar berjalan tanpa merusak keanekaragaman dan kondisi terumbu karang. Budi daya karang hias menggunakan rak berupa meja yang terbuat dari paralon PVC yang dinilai sangat ekonomis dan mudah diaplikasikan masyarakat lokal. Pengamatan pertumbuhan hanya dilakukan pada 1 rak masing-masing jenis karang yang dibudidayakan yaitu Acropora sp., Acropora formosa, Acropora humilis, Acropora millepora, Acropora nobilis, dan Seriatopora hystrix. Kegiatan dilakukan pada dua lokasi yaitu Pulau Simakakang-Mentawai, Sumatera Barat dan Gondol, Bali. Pengamatan dilakukan setiap dua bulan dan penelitian dilaksanakan selama 6 bulan. Hasil pengamatan diperoleh tingkat mortalitas pada lokasi Pulau Simakakang diperoleh 5,56% dari 36 sampel yang diukur dari 6 jenis karang dan 6 ulangan, pertambahan panjang jenis A. formosa 0,64 cm/bulan, lebih cepat dibandingkan dengan jenis A. millepora 0,58 cm/bulan dan jenis lain. Karang A. humilis memiliki laju perambatan pada substrat semen dan batang pengikat yang  lebih cepat dari jenis lain. Pada lokasi Gondol, Bali memiliki laju pertambahan panjang karang A. millepora lebih cepat (0,50 cm/bulan dibandingkan dengan jenis A. tenuis (0,43 cm/bulan dan jenis lain berkisar antara 0,21—0,39 cm/bulan.Tingkat kematian 3 koloni (7,1% dari total 42 koloni yang disampling. The culture of ornamental coral is important to be conducted to guarantee the coral trade can be run well without giving impact to coral reef biodiversities and coral reef condition in Indonesia. This cultured using table using nets as a place which is made from PVC pipe. This method can minimize cost comparing with others materials as well as applicable for coastal community. One table can be placed 12 (3x4 substrate with a distance among others of 25 cm, then fragmented coral were tied to that substrates. This activity was carried out in two locations that were Simakakang

  1. POLA AGROFORESTRI DAN POTENSI KARBON KEBUN CAMPURAN DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Prihatiningtyas

    2017-10-01

    Full Text Available Agroforestry classification will help to analyze agroforest implementation in order to optimize benefits and function for society. Carbon sequestration potential in certain area can be predicted by measuring biomass in it. In this research, we measure the carbon stock in trees. This research aimed to evaluate supporting components in mixed garden Telaga Langsat Village; observe complexity of agroforestry; and estimate the carbon stock in tree stand. Methods applied by using plot samples represent agroforest types; record the species, benefits, stand age of all components in plot; measuring Tree base area and tree crown width in plot; then describe them horizontally and vertically. Carbon stock measurement approached by using non-destructive method, applying allometric equation. Agroforestry System evaluation and the planting pattern occupied by observing the entities of afforded commodity. The Result shows that supporting components in mixed garden Telaga Langsat Village are: woody components such as rubber and mahogany; annual crops such as eggplant, corn, string bean, chili, kangkung and chives; and the pastoral components are cows and goats. Agroforestri pattern that applied in Telaga Langsat Village are agrisilviculture and silvopastoral, and included in particular agroforestry practise. Total carbon stock estimation per unit land management is 0,511 kg/m2. Pengklasifikasian agroforestri dapat membantu analisis bentuk implementasi agroforestri untuk mengoptimalkan fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat. Potensi serapan karbon suatu kawasan dapat diprediksi dengan mengukur besarnya biomassa yang terdapat di dalamnya. Potensi yang dihitung dalam penelitian ini adalah potensi tegakan berkayu saja. Tujuan penelitian adalah melakukan evaluasi komponen penyusun dalam kebun campuran di Desa Telaga Langsat; mengetahui kompleksitas bentuk agroforestri yang dilaksanakan, dan mengetahui cadangan karbon dari tegakan yang ada di lokasi penelitian. Metode

  2. SEBARAN LARVA IKAN DAN KAITANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Amri

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Sulawesi diketahui sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial sekaligus diduga sebagai lokasi pemijahan. Berbagai jenis larva ikan pelagis maupun demersal ditemukan di perairan ini. Kelimpahan dan sebaran larva ikan di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi seperti temperatur, salinitas dan sejumlah parameter lainnya termasuk ketersediaan pakan. Untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan di Laut Sulawesi, telah dilakukan penelitian menggunakan kapal riset KR Baruna Jaya VII pada Oktober 2012. Parameter oseanografi yaitu temperatur dan salinitas diukur menggunakan iCTD dan sampling larva menggunakan bonggo net pada 18 stasiun pengukuran. Analisa hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran larva dilakukan secara deskriptif dan pemetaan sebarannya dilakukan secara spasial. Hasil menunjukan keterkaitan sejumlah parameter oseanografi dengan kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan. Sebaran larva famili Scombroidae dominan berada pada perairan bersalinitas tinggi karena merupakan jenis ikan oseanik. Larva ikan demersal banyak ditemukan di perairan sekitar Kep.Sangihe Talaud. Kelimpahan larva tertinggi ditemukan di perairan bagian utara dan barat lokasi penelitian dimana kelimpahan plankton tinggi ditemukan.   Celebes Sea is known as a potential fishing and spawning grounds for several pelagic fish species. Abundance and distribution of fish larvae are allegedly linked to oceanographic conditions such as temperature, salinity and others oceanographic parameters including food availablity. To see the effect of oceanographic on the abundance and spatial distribution of fish larvae in the Celebes Sea, has conducted a research in October 2012using the research vessel KR Baruna Jaya VII. The measurement of oceanographic parameters including temperature and salinity and larval sampling were done respectively by using iCTD and Bonggo net at 18 measuring stations. The

  3. ANEMIA DAN ANEMIA GIZI BESI PADA KEHAMILAN: HUBUNGANNYA DENGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Handayani Utami

    2015-03-01

    Full Text Available Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada wanita hamil. Zat besi dianggap sebagai salah satu zat gizi mikro yang berperan terhadap terjadinya anemia. Kekurangan gizi besi dalam tingkat lanjut dapat menyebabkan anemia, yang disebut sebagai anemia gizi besi. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis perbedaan antara asupan protein dan gizi mikro serta menghitung odd ratio (OR kejadian anemia dan anemia gizi besi akibat asupan protein dan gizi mikro pada wanita hamil di lokasi studi. Analisis ini merupakan analisa dari data studi kohor Tumbuh Kembang anak pada tahun pertama, yang dilaksanakan di Kelurahan Kebon Kalapa dan Ciwaringin, Kota Bogor yang dianalisa menggunakan disainkasus kontrol. Sebanyak 47 ibu hamil menjadi sampel dalam analisa ini. Kategori untuk anemia yaitu apabila kadar hemoglobin (Hb ibu hamil ≤11 g/dL. Kekurangan gizi besi dikategorikan apabila kadar serum transferrin reseptor (sTfR diatas 4.4 mg/L. Sedangkan Anemia Gizi Besi dikategorikan apabila memiliki kadar Hb < 11 g/dL dan sTfr > 4.4 mg/L. Tes one way anova digunakan untuk menganalisa adanya perbedaan asupan energi, protein dan zat gizi mikro antara ibu hamil yang mengalami anemia, anemia gizi besi maupun yang normal. Odd ratio dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Nilai signifikan ditentukan apabila nilai p value < 0.05 dan perhitungan OR> 1. 27.7% dari ibu hamil di lokasi studi mengalami anemia, 14.9% tergolong dalam anemia ringan, 10.6% anemia sedang dan 2.1% anemia berat. Anemia gizi besi dialami oleh 17% dari wanita hamil. Terdapat hubungan yang signifikan antara keparahan anemia dan terjadinya anemia gizi besi. Tidak ditemukan perbedaan antara asupan protein, besi, folate dan zink pada wanita yang mengalami anemia, anemia gizi besi maupun yang normal. Akan tetapi terdapat kecenderungan bahwa asupan zat besi dan seng pada ibu yang anemia dan anemia gizi besi lebih rendah daripada ibu yang normal. Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada ibu

  4. Potato Cyst Nematode in East Java: Newly Infected Areas and Identification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Cahya Nugrahana

    2017-12-01

    penanaman kentang di Jawa Timur, yaitu Batu, Magetan, Probolinggo, dan Pasuruan yang terletak antara 1.205 sampai 2.063 m di atas permukaan laut. Ekstraksi dan isolasi sista NSK dari sampel tanah dilakukan dengan metode Baunacke, dan dilanjutkan dengan identifikasi secara morfologi dan molekuler menurut Baldwin dan Mundo-Ocampo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSK ditemukan di semua lokasi pengambilan sampel, yaitu Batu (Sumber Brantas, Jurang Kuali, Tunggangan, Junggo, Brakseng; Magetan (Dadi, Sarangan, Singolangu; Probolinggo (Tukul, Pandansari, Ledokombo, Sumberanom, Wonokerto, Ngadas, Pasuruan (Wonokerto, Tosari, Ledoksari, Ngadiwono. Magetan dan Pasuruan tercatat sebagai daerah sebaran baru di Jawa Timur. Hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan di semua lokasi adalah Globodera rostochiensis.

  5. BUDIDAYA LOBSTER (Panulirus sp. DI VIETNAM DAN APLIKASINYA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2013-12-01

    Full Text Available Desa Xuan Tun di Kecamatan Van Ninh Kota Nha Trang Provinsi Khanh Hoa merupakan lokasi pertama kegiatan budidaya lobster di Vietnam yang dilakuan pada tahun 1992. Secara umum di Kota Nha Trang, ada tiga jenis lobster yang dibudidayakan yaitu lobster mutiara (Panulirus ornatus, lobster pasir (Panulirus homarus, dan lobster batik (Panulirus longipes, karena benih lobster tersebut mudah didapat pada awalnya, cepat tumbuh, berukuran besar, warna cerah, dan memiliki harga yang tinggi. Kegiatan budidaya lobster pada dasarnya terdiri atas: penangkapan benih lobster, produksi tokolan lobster, dan pembesaran lobster yang masing-masing merupakan segmen usaha tersendiri. Pakan yang digunakan dalam produksi tokolan dan pembesaran lobster adalah berupa udang, kerang, tiram, cumi-cumi, dan ikan rucah, di mana sebagian besar dari pakan tersebut digunakan ikan rucah terutama pada pembesaran lobster. Sebagai akibat penggunaan pakan tersebut dan peningkatan jumlah keramba jaring apung yang cukup signifikan berdampak pada penurunan kualitas perairan yang memicu berkembangya penyakit susu (milky haemolymph disease sehingga terjadi penurunan produksi. Terkait dengan hasil yang didapatkan tersebut, ke depan diperlukan berbagai kegiatan termasuk untuk dapat diaplikasikan di Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi: produksi benih lobster secara buatan di hatcheri dan penggunaan pakan buatan berupa moist pellet. Upaya pencegahan penyakit susu dan perlakuan-perlakuan praktis untuk mencegah perkembangan serangan penyakit susu juga perlu mendapat perhatian. Perkembangan budidaya lobster yang begitu cepat memicu terjadinya penurunan daya dukung lahan. Oleh karena itu, kegiatan untuk menentukan daya dukung lahan dan kesesuaian lahan menjadi penting untuk dilakukan untuk menentukan lokasi dan jumlah keramba jaring apung yang dapat dioperasikan. Penentuan daya dukung lahan dan evaluasi kesesuaian lahan tidak hanya dilakukan pada daerah yang

  6. Bioremediasi sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di Job Pertamina – Petrochina East Java Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Siti Fatimah

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam skala ex-situ, data yang diperoleh dari setiap perlakuan berupa data deskriptif komparatif. Tujuan penelitian adalah : 1 Mengkaji efektifitas indigeneous sebagai pendegradasi penurunan TPH(Total Petroleum Hydrokarbon, pada sumur Sukowati#4, Sukowati #6, dan Sukowati #7. 2 Mengetahui penyebab penurunan laju degradasi TPH Sukowati#4, lebih cepat dibanding Sukowati #6 dan Sukowati #7. 3 Pemanfaatan hasil bioremediasi untuk masyarakat sekitar lokasi dan rekomendasi saran strategis pengelolaan limbah hasil olahan bioremediasi. Teknik remediasi yang dilakukan secara land farming, dengan menambahkan end-product pada treatment bioremediasi. Variable perlakuan tanah 3:1, pengamatan yang dilakukan selama 20 minggu Indigeneous dan end-product mampu mendegradasi mikroorganisme sumur pemboran Sukowati #4 dengan penurunan TPH yang signifikan sedangkan pada Sukowati #6 mengalami penurunan TPH 25% dan Sukowati #7 penurunan TPH mencapai 20%. Pada minggu ke-8 penurunan TPH mencapai 90 %. Tanah hasil olahan bioremediasi dengan teknik land farming banyak mengandung komponen kimia (N, P, K, memungkinkan untuk digunakan lahan tanaman jarah sebagai rekomendasi saran strategi pengelolaan lingkungan. Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi memanfaatkan tanah hasil olahan bioremediasi sebagai tanah urug dan pembuatan batako.   ABSTRACT This research was conducted in the scale of ex-situ, the data obtained from each treatment in the form of comparative descriptive data. Research objectives are: 1 Assess the effectiveness of indigeneous as degrading reduction in TPH (Total Petroleum hydrocarbon, on wells Sukowati # 4, Sragen # 6, and # 7 Sragen. 2 Determine the cause of a decrease in the degradation rate of TPH Sragen # 4, faster than Sragen Sragen # 6 and # 7. 3 Using the findings of bioremediation for the community around the location and strategic advice on the management of waste processed bioremediation. Remediation techniques

  7. PERANCANGAN VIRTUAL TOUR KAMPUS I UKSW SEBAGAI MEDIA INFORMASI MAHASISWA BARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Bastian Nur Budi

    2018-02-01

    Full Text Available Abstrak Kampus I Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW beralamat di Jalan Diponegoro 52-56 Kota Salatiga, Jawa Tengah. Memiliki luas keseluruhan 93.580 m2  terdiri dari gedung kantor dan gedung perkuliahan. Media informasi sangat penting bagi mahasiswa untuk mengenali lokasi gedung dan wilayah kampus. Berdasarkan penelitian banyak mahasiswa kesulitan menemukan lokasi gedung perkuliahan dan mengenali wilayah kampus pada awal masa perkuliahan. Media informasi yang telah ada berupa peta dua dimensi wilayah kampus hanya menyajikan informasi yang terbatas. Berdasarkan fakta tersebut, pada penelitian ini dirancang virtual tour panorama 360o  sebagai media informasi Kampus I UKSW untuk mempermudah mahasiswa baru dalam mengenali wilayah serta memberikan informasi awal tentang letak gedung secara visual. Metode perancangan yang digunakan adalah mixed method dan strategi linier. Hasil yang dicapai dari penelitian ini berupa virtual tour sebagai media informasi Kampus I UKSW sudah sesuai dengan harapan, dan layak diaplikasikan pada website Universitas.   Kata Kunci : UKSW, Media Informasi, Virtual tour, Panorama 360o, Mahasiswa Baru   Abstract Campus I of Satya Wacana Christian University (SWCU is located at Diponegoro Street 52-56 Salatiga, Central Java. Campus I UKSW has an overall area of 93,580 m2, consisting of office buildings and lecture buildings. Media information is very important for students to recognize the location of buildings and campus areas. Based on the research, many students have difficulty finding the location of the lecture building and recognize the campus area at the beginning of the lecture. The existing media information that is the two-dimensional map of the campus area presents only limited information. Based on these facts, this research designed virtual panoramic 360o   tour  as  a  medium  of  information  for  Campus  I  SWCU  to  facilitate  new  students  in recognizing the area and providing initial

  8. PEMODELAN FAKTOR K BERBASIS RASTER SEBAGAI MASUKAN PEMODELAN EROSI DI DAS MERAWU, BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH (Modeling of Raster-Based of K Factor as Input for Erosion Modeling at Merawu Catchment, Banjarnegara, Central Java Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sulistyo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketelitian absolut pemodelan faktor K berbasis raster sebagai masukan dalam pemodelan erosi Universal Soil Loss Equation (USLE di Daerah Aliran Sungai (DAS Merawu, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah dengan mengambil 30 sampel tanah secara stratified random sampling berdasarkan bentuklahan DAS Merawu. Sampel tanah tersebut kemudian dianalisis di laboratorium sehingga diperoleh tekstur, permeabilitas, bahan organik, dan struktur yang diperlukan untuk menghitung faktor K menggunakan rumus yang sudah ada. Dari 30 sampel yang diambil, 24 sampel digunakan untuk menghitung faktor K dalam pemodelan, sedangkan 6 sampel lainnya digunakan sebagai uji model. Pengeplotan nilai K pada sampel di atas peta dilakukan sesuai dengan lokasi sampel, kemudian dilakukan digitasi dan rasterisasi dan dilakukan interpolasi spasial untuk memperoleh Peta K untuk setiap piksel dengan metode Kriging. Hasil pemodelan K tersebut (Kmodel kemudian diuji pada 6 lokasi (Kaktual untuk mengetahui ketelitian pemodelan. Kmodel dikatakan teliti jika memiliki nilai ≥ 80% terhadap Kaktual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan faktor K berbasis raster di DAS Merawu mempunyai ketelitian melebihi nilai ambang yang ditetapkan, yaitu sebesar 89,068%, yang menunjukkan bahwa peta hasil pemodelan menggunakan analisis Kriging dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dalam menghitung erosi. ABSTRACT The research was aimed at knowing the absolute accuracy of modeling of raster-based K factor as input for Universal Soil Loss Equation (USLE erosion modeling at Merawu Catchment, Banjarnegara, Central Java Province. Methodology applied was by taking 30 soil samples of stratified random sampling based on landform of Merawu Catchment. Those 30 soil samples then were analised in a laboratory to get their texture, permeability, organic matter, and structure for K factor computation using the existing formula. From 30

  9. PEMETAAN FAKTOR C YANG DITURUNKAN DARI BERBAGAI INDEKS VEGETASI DATA PENGINDERAAN JAUH SEBAGAI MASUKAN PEMODELAN EROSI DI DAS MERAWU (C Factor Mapping Derived from Various Vegetation Indeces of Remotely Sensed Data for Erosion Modeling at Merawu Catchment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sulistyo

    2011-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai indeks vegetasi yang diturunkan dari data penginderaan jauh dalam pemetaan faktor C sebagai masukan dalam pemodelan erosi USLE (Universal Soil Loss Equation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis data penginderaan jauh Landsat 7 ETM + sehingga menghasilkan berbagai indeks vegetasi yang kemudian dilakukan analisis korelasi dengan Faktor C yang diukur di lapangan pada 45 lokasi. Dari analisis ini diperoleh suatu model untuk pemetaan faktor C (C model dari berbagai indeks vegetasi. Peta faktor C yang diperoleh kemudian dilakukan validasi pada 48 lokasi sehingga akan diketahui keakuratan hasil pemodelan. Dalam penelitian ini dikaji 11 (sebelas indeks vegetasi yang diturunkan dari data penginderaan jauh, yaitu ARVI, MSAVI, TVI, VIF, NDVI, TSAVI, SAVI, EVI, RVI, DVI, dan PVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 indeks vegetasi yang dikaji terdapat 8 indeks vegetasi yang menghasilkan peta faktor C dengan ketelitian yang tinggi, yaitu MSAVI, TVI, VIF, NDVI, TSAVI, SAVI, EVI, dan RVI. Indeks vegetasi yang menggunakan rumus yang lebih kompleks menghasilkan koefisien korelasi yang lebih tinggi dibanding dengan indeks vegetasi yang menggunakan rumus yang sederhana. Indeks vegetasi yang mempertimbangkan latar belakang tanah (MSAVI dan TSAVI mempunyai koefisien korelasi lebih tinggi dibanding dengan koefisien korelasi yang tidak mempertimbangkan latar belakang tanah. ABSTRACT The research was aim at studying C factor mapping derived from various vegetation indices of remotely-sensed data as input for USLE (Universal Soil Loss Equation erosion modeling at Merawu Catchment. Methodology applied was by analyzing remote sensing data of Landsat 7 ETM+ to obtain various vegetation indices for correlation analysis with C Factor measured directly from 45 locations on the field. The analysis resulted models for C factor mapping from various vegetation indices (Cmodel. These

  10. SISTEM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG PADA WATER POND DAN APLIKASI MODEL ENCAPSULATION IN-PIT DISPOSAL PADA WASTE DUMP TAMBANG BATUBARA (Acid Mine Drainage Treatment System in Water Pond and Application of Encapsulation In-Pit Disposal Model in Waste Dump

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy R. Erwin Wijaya

    2010-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kegiatan pertambangan batubara umumnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan di lokasi penambangan. Salah satu dampak negatif yang signifikan adalah terjadinya pencemaran air asam tambang yang dapat merusak fungsi lingkungan seperti komponen air dan tanah. Umumnya lokasi tambang batubara yang berpotensi besar sebagai sumber terbentuknya air asam tambang adalah kolam penampungan air tambang (water pond dan tempat penimbunan material buangan sulfida (waste dump. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan rembesan air asam tambang yang berasal dari kolam penampungan air (water pond dan mengurangi terbentuknya air asam tambang pada tempat penimbunan material buangan sulfida (waste dunp. Sistem pengendalian pencemaran air asam tambang meliputi pengolahan air asam tambang (water pond dan pengelolaan material sulfida (waste dump. Metode pengolahan air asam tambang adalah menetralisasi air asam dengan reagen alkali. Reagen alkali yang paling efektif dan ekonomis adalah batugamping (kalsium karbonat. Jumlah batugamping yang dibutuhkan untuk menetralkan air asam lambang pada water pond (5040 m3 sebesar 104,56 kg. Pengelolaan material buangan sulfida (waste dump adalah menerapkan model encapsulation in-pit disposal. Hal ini sangat efektif untuk mencegah terbentuknya air asam tambang. Material perlapisan yang digunakan adalah lempung (clay, karena mempunyai nilai permeabilitas yang sangat kecil yaitu sebesar 2,3148 x 10-9 m/det dan ketersediaannya mencukupi.   ABSTRACT Coal mining activity generally can generate negative impact to environment on mining location. One of the negative impact is contamination of acid mine drainage which able to destroy environment and ecosystem as water and soil. High potency source of acid mine drainage formed on coal mining location are water pond and waste dump. This aim of the research are control of acid mine drainage from water pond and prevention of acid mine drainage formed on the waste dump

  11. Tingkat Parasitasi Fopius arisanus (Hymenoptera : Braconidae pada Lalat Buah Belimbing di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suputa Suputa

    2007-12-01

    Full Text Available Bactrocera carambolae was founf on carambola fruit in Yogyakarta Special Province and there were three species of parasitoids, i.e. Fopius arisanus, Agasnaspis sp., and Asobara sp. The population of Agasnaspis sp. and Asobara sp. were very low and was only found in Samas coastal area. F. arisanus was dominant and always found in all observation sites. There was no significant result on their parasitism (for region, F(2,35 = 0.057; p>0.005; for elevation, F(2,35= 0.704, p>0.05; for habitat, F(2,35= 0.215, p>0.05. Parasitism of F. arisanus on fruit fly in Yogyakarta Special Province was generally low, i.e. it ranged from 0.5495 ± 0.3843 (in Sleman, to 1.2935 ± 0.8206%. Evaluation of the existence of F. arisanus and augmentation efforts might be needed to improve its ability to parasitize fruit fly in Yogyakarta Special Province.   Lalat buah yang menyerang buah belimbing lokal di Daerah Yogyakarta adalah Bactrocera carambolae dan tidak ditemukan lalat buat spesies lain pada penelitian ini, sedangkan parasitoid yang menyerang lalat buah B. carambolae ada tiga spesies yaitu Fopius arisanus, Agasnaspis sp., dan Asobora sp. Populasi Agasnaspis sp. dan Asobara sp. sangat rendah dan hanya ditemukan di Kabupaten Bantul di daerah pesisir pantai Samas, sementara di lokasi pengamatan yang lain tidak ditemukan, sedangkan F. arisanus merupakan parasitoid yang selalu ditemukan pada berbagai lokasi pengamatan. Uji beda nyata menunjukkan bahwa tingkat parasitasi F. arisanus di Yogyakarta tidak berbeda secara nyata berdasarkan kategori daerah administrasi (F(2,35 = 0.057; p>0.005; ketinggian tempat, F(2,35= 0.704, p>0.05; dan habitat, F(2,35= 0.215, p>0.05. Tingkat parasitasi F, arisanus pada lalat buah di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat rendah yaitu sekitar  0.5495 ± 0.3843 (di Sleman sampaidengan 1.2935 ± 0.8206%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa di setiap kanupaten yang diamati, populasi lalat buah B. carambolae

  12. INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN PANGAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PEREKONOMIAN DESA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soekadri Soekadri

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Aktivitas industri yang berkembang dan terkait dengan perekonomian perdesaan di DAS Progo sampai dewasa ini masih merupakan suatu harapan. Hal ini karena sektor industri manufaktur dianggap memiliki kemampuan besar dalam memecahkan masalah berkaitan dengan aspek pendapatan, kesempatan kerja maupun penyerapan tenaga kerja, tetapi kenyataannya di berbagai tempat kemampuannya masih disangsikan karena berbagai sebab. Kesenjangan ini mendasari penelitian yang bertujuan untuk (1 memahami karakteristik faktor-faktor produksi dan faktor lokasi industri, serta pengaruhnya terhadap perkembangan Industri Hasil Pertanian Pangan (IHP; (2 mengkaji efek pelipatgandaan aktifitas IHP terhadap penyerapan tenaga kerja, dan peluang usaha; (3 dan mengkaji hubungan antara kebijaksanaan pembangunan industri oleh pemerintah, khususnya pembinaan usaha terhadap perkembangan IHP di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah survei terhadap pengusaha IHP. Lokasi desa yang dipilih sebagai sampel kasus desa penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu Desa Trimurti Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Desa Banyuraden Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Desa Sumurarum Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Responden adalah petani sekaligus pengusaha IHP, dengan jumlah sampel masing-masing desa 40 KK petani pengusaha IHP ditentukan dengan cara kuota. Analisis data menggunakan uji koefisien korelasi parsial dan ganda serta uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya ekonomi IHP di ketiga desa kasus penelitian dapat berkembang, ditunjukkan oleh adanya perkembangan kesempatan usaha, dan kesempatan kerja, dan juga berpengaruhnya terhadap perkembangan perekonomian desa-desa tersebut. Hal ini disebabkan oleh faktor kebijakan pemerintah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan proses produksi IHP. Perkecualian terjadi di Desa Banyuraden karena lokasinya dekat Kota Yogyakarta, dimana pengaruh faktor

  13. SIMULASI PREDIKSI PROBABILITAS AWAL MUSIM HUJAN DAN PANJANG MUSIM HUJAN DI ZOM 126 DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus Subagyo Swarinoto

    2014-05-01

    Full Text Available Simulasi prediksi probabilitas Awal Musim Hujan (AMH dan Panjang Musim Hujan (PMH terkait kondisi Indonesia SSTA, Nino34 SSTA, dan IODM SSTA sebagai prediktor telah dilakukan di Zona Musim (ZOM 126 Denpasar. Lokasi ini dipilih karena memiliki pola curah hujan dasarian maupun bulanan pola monsunal, sehingga terdapat perbedaan yang jelas antara kondisi Musim Hujan (MH dengan kondisi Musim Kemarau (MK. Kejadian puncak dan lembah curah hujan pada lokasi ini berlangsung sekali dalam satu tahun. Puncak hujan berlangsung bersamaan dengan MH dan sebaliknya lembah hujan berlangsung bersamaan dengan MK. Untuk ZOM 126 Denpasar, simulasi prediksi probabilitas ini dihitung berdasaran pada kondisi seluruh prediktor sebagaimana tersebut di atas. Time lag 3, 2, dan 1 bulan digunakan pada data dasarian awal yang diolah. Data yang memiliki nilai koefisien determinasi R2 terbesar dari persamaan regresi multi linear yang dibentuk berdasarkan pada kondisi prediktor di atas  selanjutnya digunakan dalam menentukan simulasi prediksi probabilitas AMH dan PMH. Hasil menunjukkan bahwa kondisi Indonesia SSTA sangat berperan dalam menentukan nilai probabilitas maju-mundur AMH dan panjang-pendek PMH di ZOM 126 Denpasar, khususnya pada saat Nino34 dan IODM SSTA lemah. Sementara itu kondisi Nino34 SSTA dan IODM Anomaly memiliki peran sebagai penguat/pelemah terhadap probabilitas kejadian AMH dan PMH di ZOM 126 Denpasar.   The probability forecast simulation of Rainy Season Onset and the Lenght of Season based on Indonesia SST, Nino34 SST, and IODM SST Anomalies as predictors, have been done over Seasonal Forecast Area (SFA 126 Denpasar. This SFA was chosen as a case in relation to it’s monsoonal rainfall pattern. In this SFA there were clearly different condition between Rainy and Dry Seasons. Basically the peak of Rainy and Dry Seasons only happen once a year. The peak of Rainy Season  commonly takes place during early year but Dry Season occurs in the middle year. The

  14. JENIS JAMUR DAN LALAT YANG DITEMUKAN PADA MAKANAN JAJANAN DARI PASAR DAN WARUNG DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik St. Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Hasil penelitian terhadap makanan jajanan yang dijual di pasar dan warung, banyak yang tidak memenuhai syarat kesehatan, dan tercemar oleh bakteri serta jamur tertentu. Penelitian tentang bakteri yang mencemari makanan  jajanan seperti Entamoeba coli, Staphylococcus dan Salmonella telah banyak diketahui, tetapi mengenai data jenis jamur yang mencemari makanan jajanan belum banyak diketahui. Kontaminasi tersebut disebabkan cara penanganan, sanitasi yang kurang bersih, pembungkus makanan jajanan, tempat menjajakan makanan jajanan dan lokasi menjual makanan jajanan tersebut sebaiknya jauh dari tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah sering ditemukan lalat seperti lalat rumah (Musca domestica, Chysomia megacephala, C. safferanea dan Sarcophaga sp. Hampir semua kue basah maupun kue kering yang dijual di pasar tradisional maupun di warung umumnya tercemar oleh khamir. Kue-kue tersebut yang dijual di pasar lebih banyak tercemar khamir dibandingkan yang dijual di warung. Hal ini kemungkinan kue yang dijual di warung penanganannya lebih baik dari pada yang dijual di pasar. Begitu juga mutu kue yang dijual di pasar biasanya lebih cepat rusak. Kerusakan kue tersebut disebabkan antara lain karena tercemar spora jamur yang terbawa oleh debu maupun oleh lalat yang terkontaminasi jamur/bakteri pada kaki-kaki lalat tersebut,  yang hinggap pada makanan jajanan. Sehingga jenis-jenis jamur yang terdapat di tempat sampah, udara dan tanah dapat mencemari makanan jajanan yang dijual di pasar maupun di warung.

  15. CISADANE RIVER WATER POLLUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-09-01

    Full Text Available Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangerang, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan industri yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air di Cikokol (Tangerang dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II dan Pollution Index (PI - nya. Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat itu, adalah sebagai berikut : Tangerang PI=1891. Pencemar utama adalah fenol, dengan II- 110 dan lemak & minyak, dengan II = 2670.Serpong, PI=574. Pencemar utama adalah fenol, dengan 11 = 810 Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli, nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan baliwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

  16. Perilaku Pengendalian Tikus di Daerah Berisiko Penularan Leptospirosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Isnani

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak Tikus merupakan binatang yang mempunyai daya adaptasi dan daya kembang biak yang tinggi sehingga bisa hidup di semua tempat.  Dampak tikus bagi manusia antara lain tikus sebagai hama pertanian dan menularkan penyakit seperti pes dan leptospirosis.  Berbagai pengendalian tikus telah dilakukan baik secara tradisional yang telah ada sejak nenek moyang maupun cara-cara modern.  Tulisan ini mengeksplorasi perilaku masyarakat dalam usaha pengendalian serta faktor-faktor yang mempengaruhi dilakukannya cara-cara tersebut.  Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif desain deskriptif.  Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah pada 5 informan dan 2 kelompok Diskusi Kelompok Terarah (DKT.  Lokasi penelitian di sebuah desa di Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa cara dalam pengendalian tikus yaitu gropyokan, burung hantu, lem, racun tikus, pengemposan, menggunakan pewangi pakaian, dengan makanan umpan, kucing, dan dengan slametan.  Ada pengendalian tikus dengan mengusirnya saja atau tidak membunuhnya, dan ada pengendalian dengan membunuhnya.  Terdapat mitos dan kepercayaan terhadap tikus.  Kesimpulan penelitian bahwa perilaku dalam pengendalian tikus dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan kepercayaan.   kata kunci :  perilaku; pengendalian tikus; mitos dan kepercayaan

  17. ANALISIS FAKTOR KEHADIRAN DOSEN DI UNIVERSITAS X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Mulia Rani

    2016-10-01

    Full Text Available Aspek kualitas pekerjaan berkaitan langsung dengan waktu yang khusus digunakan dosen untuk mengembangkan kemampuan. Maka untuk merealisasikan kualitas dosen yang terbaik , pihak manajemen khusunya dekan membuat peraturan untuk kehadiran dosen adalah minimal 25 jam/minggu. Dengan peraturan ini diharapkan dosen dapat melaksanakan beban kerja dosen sebaik-baiknya. Peraturan ini tertulis dan tertuang pada SK Dekan No 20/2006 pada kampus X. Dengan Menggunakan Analisis faktor mencoba menemukan hubungan atar sejumlah variable-variabel yang awalnya saling independen satu dengan yang lain dimana variable penyebab kekurangan jam dosen datang/minggu adalah keluaraga, manajemen, hubungan social, fasilitas pengajaran, jarak/lokasi, kompensasi transport. Berdasarkan uji Bartley test dan Measure sample of adequate yang pertama maka dengan nilai sig 0.04 dan msa 0.540 . Dengan menggunakan metode principal component analysis maka pembentukan factor hanya ada 1 componen karena nilai eigen value yang mempunyai nilai diatas 1. Faktor pembentuk baru yaitu manajemen, kompensasi dan jarak menjadi satu component.

  18. Efektivitas Pijat dalam Mengurangi Nyeri pada Kala I Persalinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octa Dwienda R

    2015-05-01

    Full Text Available Pijat merupakan salah satu cara mengurangi rasa nyeri karena proses pemijatan dapat menghambat sinyal nyeri, Ibu bersalin yang mendapat pijatan selama 20 menit selama proses persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian prepost test. Lokasi penelitian adalah bidan praktik mandiri (BPS ernita Pekanbaru yang dilakukan pada bulan AprilJuni 2014. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test (dependent T-Test dengan derajat α =0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri persalinan sebelum pijat adalah 8,67, sesudah pijat adalah 5,33. Sedangkan untuk metode sebelum pemberian obat anti nyeri adalah 9,47 dan sesudah pemberian obat adalah 3,07. Pemberian pijat dan obat efektif dalam mengurangi nyeri dengan p value : 0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah metode pijat efektif dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin fase aktif kala I di BPS Ernita Pekanbaru

  19. Kualitas Jaringan Pada Jaringan Virtual Local Area Network (VLAN Yang Menerapkan Linux Terminal Server Project (LTSP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lipur Sugiyanta

    2017-12-01

    Full Text Available Virtual Local Area Network (VLAN merupakan sebuah teknik dalam jaringan komputer untuk menciptakan beberapa jaringan yang berbeda tetapi masih merupakan sebuah jaringan lokal yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN sedangkan Linux Terminal Server Project (LTSP merupakan sebuah teknik terminal server yang dapat memperbanyak workstation dengan hanya menggunakan sebuah Linux server. Dalam membangun sebuah jaringan komputer perlu memperhatikan beberapa hal dan salah satunya adalah kualitas jaringan dari jaringan yang dibangun. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah client terhadap kualitas jaringan berdasarkan parameter delay dan packet loss pada jaringan VLAN yang menerapkan LTSP. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan memperhatikan standar yang digunakan dalam penelitian yaitu standar International Telecommunication Union – Telecommunication (ITU-T. Penerapan penelitian ini menggunakan sistem operasi pada server adalah Ubuntu Desktop 14.04 LTS. Berdasarkan dari hasil penelitian yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa benar terbukti bahwa makin banyak client yang dilayani oleh server maka akan menurunkan kualitas jaringan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS yang digunakan yaitu delay dan packet loss.

  20. Photokeratoconjunctivitis Symptoms among Informal Welding Operators in North Samarinda, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Muhamad Ramdan

    2017-08-01

    Sektor informal telah berkontribusi terhadap perekonomian nasional, namun praktik kesehatan dan keselamatan kerja pada sektor ini masih belum memuaskan. Salah satu usaha sektor informal yang banyak dijumpai di Samarinda Utara adalah usaha pengelasan dengan potensi bahaya utama paparan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan photokeratoconjunctivitis. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi kejadian photokeratoconjunctivitis dan faktor yang memengaruhinya pada operator las informal di Kelurahan Samarinda Utara. Penelitian cross-sectional telah dilakukan terhadap 40 responden pada bulan Maret sampai November 2016. Pengumpulan data menggunakan UV detector meter, clamp meter, dan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square, Pearson’s correlation product moment, dan multiple linear regression. Lima puluh persen responden mengalami gejala photokeratoconjunctivitis. Alat pelindung diri (APD (p=0,004, durasi paparan UV (0,056, pengetahuan tentang kesehatan, dan keselamatan kerja (K3 (p=0,055 dan jumlah hari kerja (p=0,001 berhubungan signifikan dengan kejadian photokeratoconjunctivitis. Lokasi kerja (p=0,244, tingkat pendidikan (p=0,680, usia (0,167, intensitas radiasi UV (p=0,206, dan kuat arus las (p=0,085 tidak berhubungan dengan gejala photokeratoconjunctivitis. Simpulan, gejala photokeratoconjunctivitis dipengaruhi oleh penggunaan APD, durasi paparan UV, pengetahuan K3, dan jumlah hari kerja. Faktor yang paling dominan memengaruhi gejala photokeratoconjunctivitis adalah durasi paparan UV.

  1. Sistem Navigasi Indoor Menggunakan Sinyal Wi-Fi dan Kompas Digital Berbasis Integrasi dengan Smartphone untuk Studi Kasus pada Gedung Bertingkat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alifa Ridho Musthafa

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem navigasi menggunakan teknologi GPS saat ini sudah sangat maju ketika digunakan di luar ruangan. Namun, sistem tersebut masih kurang akurat ketika digunakan di dalam ruangan. Hal tersebut disebabkan karena GPS tidak bekerja dengan baik ketika berada di dalam ruangan. Di sisi lain, sudah ada sistem yang dapat menggantikan GPS untuk studi kasus di dalam ruangan, salah satunya yaitu sistem indoor localization berbasis Wi-fi. Memanfaatkan sistem indoor localization berbasis Wi-fi, dibuatlah sistem navigasi yang dapat digunakan di dalam ruangan. Sistem indoor localization digunakan untuk menentukan posisi pengguna. Setelah posisi pengguna diketahui, rute terbaik menuju tujuan pengguna ditentukan dengan bantuan algoritma A* dan kompas digital digunakan untuk menentukan arah kemana pengguna harus pergi. Studi kasus ini dilakukan di kampus Teknik Informatika ITS. Sistem indoor localization yang digunakan untuk menggantikan fungsi GPS dalam menentukan posisi mampu menghasilkan presentase rata-rata akurasi pendeteksian lokasi sebesar 88,953%. Sedangkan untuk uji coba pencarian rute, sistem indoor navigation dapat memberikan rute terpendek pada semua kasus percobaan.

  2. Studi Awal Perencanaan Jumlah Kebutuhan BTS dalam Penerapan Menara Bersama Telekomunikasi di Kota Palangka Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Gunadi Palilu

    2014-12-01

    Full Text Available Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi komunikasi bergerak (seluler saat ini semakin meningkat, hal ini terlihat dari semakin banyak dibangunnya menara  telekomunikasi,   terutama   di   Kota  Palangka  Raya. Menara telekomunikasi yang merupakan faktor pendukung dari layanan telekomunikasi seluler terus-menerus dibangun sebagai bentuk dari kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi. Dalam pembangunan menara telekomunikasi tentunya harus memperhatikan beberapa syarat-syarat umum seperti yang terdapat dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum Nomor:06/SE/Dr/2011 tentang Petunjuk Teknis Kriteria Lokasi Menara Telekomunikasi, yang salah satu syaratnya ialah harus memperhatikan aspek estetika ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kebutuhan Base Transceiver Station (BTS sebagai bentuk awal dalam penerapan pembangunan menara telekomunikasi sebagai menara bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, perhitungan jumlah pelanggan seluler dan kapasitas trafik menjadi metode perencanaan yang dibutuhkan dalam menentukan jumlah BTS dan menara bersama telekomunikasi dalam kurun waktu 5 (lima tahun ke depan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi awal bagi pemerintah kota Palangka Raya dalam membuat suatu perencanaan atau pedoman dalam pembangunan dan pemberian izin pendirian menara telekomunikasi yang nantinya akan menjadi suatu regulasi mengenai menara telekomunikasi, sehingga pembangunan menara bersama dapat tertata dengan baik dengan tetap memperhatikan kualitas layanan bagi masyarakat.

  3. MENGGALI KEKUATAN INTERNAL MASYARAKAT MELALUI ENERGI BARU TERBARUKAN KHUSUSNYA LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA WANAJAYA, KECAMATAN WANARAJA, KABUPATEN GARUT – PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyanti Sriyanti

    2016-01-01

    Full Text Available Energi baru terbarukan merupakan suatu pengembangan teknologi dalam rangka pemanfaatan sumberdaya alam ataupun non-alami yang dimanfaatkan untuk menjadi suatu energy baru seperti biogas dan listrik. Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik untuk kegiatan industri,kegiatan komersial maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Termasuk untuk Desa Wanajaya, sebagai desa yang merupakan penghasil ternak khususnya sapi. Desa ini merupakan pilot project dalam pengembangan biomassa menjadi bio gas, namun karena adanya beberapa kendala maka pilot project tersebut tidak berkelanjutan. Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Tujuan kegiatan PKM ini yaitu melakukan tahapan awal di dalam rencana penerapan teknologi tepat guna pemanfaatan kotoran sapi sebagai sumber energi gas dan energi listrik alternatif di Desa Wanajaya, Kec. Wanaraja – Kabupaten Garut. Besarnya produksi kotoran sapi per hari atau per tahunnya menjadi daya tarik dan kekuatan untuk bisa memanfaatkan limbah ternak menjadi biogas dan energi alternatif bagi lingkungan masyarakat local. Selain ketersedian kotoran sapi sebagai modal utama untuk pemanfaatan limbah ternak (kotoran sapi ada factor-faktor lain yang harus diperhatikan, antara lain ; pakan ternak yang digunakan, pengelolaan limbah ternak, jumlah sapi, jarak lokasi timbunan kotoran dengan rumah dan lain-lain. Mengembangkan dan Meningkatkan kemampuan sumberdaya masyarakat didalam pemanfaatan limbah ternak menajdi berbagai alternatif baik sisi energi, biogas dan lainnya

  4. Machine Learning Untuk Estimasi Posisi Objek Berbasis RSS Fingerprint Menggunakan IEEE 802.11g Pada Lantai 3 Gedung JTETI UGM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairani Chairani

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas tentang estimasi posisi (localization objek dalam gedung menggunakan jaringan wireless atau IEEE 802.11g dengan pendekatan Machine Learning. Metode pada pengukuran RSS menggunakan RSS-based fingerprint.  Algoritma Machine Learning yang digunakan dalam memperkirakan lokasi dari pengukuran RSS-based menggunakan Naive Bayes.  Localization dilakukan pada lantai 3 gedung Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI dengan luas 1969,68 m2 dan memiliki 5 buah titik penempatan access point (AP. Untuk membentuk peta fingerprint digunakan dimensi 1 m x 1 m sehingga terbentuk grid sebanyak  1893 buah. Dengan menggunakan software Net Surveyor terkumpul data kekuatan sinyal yang diterima (RSS dari jaringan wireless ke perangkat penerima (laptop sebanyak 86.980 record. Hasil nilai rata-rata error jarak estimasi untuk localization seluruh ruangan di lantai 3 dengan menggunakan algoritma Naive Bayes pada fase offline tahap learning adalah 6,29 meter. Untuk fase online dan tahap post learning diperoleh rata-rata error jarak estimasi sebesar 7,82 meter.

  5. The Parameters Affect on Power Coefficient Vertical Axis Wind Turbine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmed Y. Qasim

    2012-04-01

    Full Text Available ABSTRACT: This study describes the design of a special type of vertical axis rotor wind turbine with moveable vertically positioned vanes. The novel design increases the torque in the left side of the wind turbine by increasing the drag coefficient. It also reduces the negative torque of the frame which rotates contrary to the wind in the other side. Two different types of models, having different vane shapes (flat vane and cavity shaped vane, were fabricated. Each type consisted of two models with varying number of frames (three and four frames. The models were tested in a wind tunnel with variable wind speed in order to understand the effect of shape, weight, and number of frames on the power coefficient of the wind turbine. ABSTRAK: Di dalam kajian ini, rotor turbin angin berpaksi vertikel sebagai rangka khusus telah direkabentuk dengan lokasi vertikel mudahalih oleh bilah kipas. Rekabentuk ini meningkatkan tork di bahagian kiri turbin angin dengan meningkatkan pekali seretan dan mengurangkan tork negatif rangka yang berputar berlawanan dengan angin pada bahagian lain. Dua jenis model berbentuk berlainan telah difabrikasi (bilah kipas rata dan bilah kipas berbentuk kaviti, dengan setiap jenis mempunyai dua model dengan bilangan rangka yang berlainan (berangka tiga dan berangka empat. Model-model telah diuji di dalam terowong angin dengan kelajuan angin yang berbeza bagi mendapatkan kesan rekabentuk, berat dan bilangan rangka ke atas pekali kuasa.KEYWORDS: design; wind turbine; drag coefficient; vane

  6. Kajian Manajemen Pemasaran Kentang (Solanum tuberosum L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Palgunadi Palgunadi

    2013-06-01

    Full Text Available Kayu Aro di Kabupaten Kerinci mempunyai kondisi agroklimat yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kentang. Rendahnya produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci diduga ada hubungannya dengan faktor produksi dan gangguan hama penyakit, faktor penerapan strategi pemasaran yaitu strategi produksi, strategi harga dan strategi distribusi/pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen pemasaran dengan harga yang diterima petani.  Penentuan lokasi penelitian dan contoh pedagang dilakukan secara sengaja (purposive, mencakup beberapa pedagang yang terlibat dalam pemasaran kentang, yang mendistribusikan produk ke luar daerah yang bukan bersifat musiman tetapi kontinyu. Pedagang antar kota sebanyak 30 orang yang terpencar di Kecamatan Kayu Aro, jumlah responden pedagang sebanyak 15 orang atau 50% dari jumlah sampel frame pedagang. Analisis data menggunakan model Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang yang menerapkan manajemen pemasaran yang sangat baik berjumlah dua orang, manajemen pemasarannya baik sebanyak enam orang, dan tidak ada pedagang yang manajemen pemasarannya kurang-baik dan tidak-baik. Harga jual kentang rata – rata pada pedagang dengan manajemen pemasaran yang sangat-baik sebesar Rp. 1.753,906; pada pedangang dengan manajemen pemasaran yang baik sebesar Rp. 1.480,417; dan pada pedagang dengan manajemen pemasaran yang cukup-baik sebesar Rp. 1.341,295. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan. Semakin baik tingkat manajemen pemasaran yang diterapkan pedagang kentang, ternyata harga jual kentang yang diterima pedagang semakin tinggi. Kata kunci: Pemasaran, pedagang, kentang

  7. Maksilektomi Total Dengan Eksenterasi Orbita Pada Karsinoma Mukoepidermoid Sinonasal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bestari J. Budiman

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Karsinoma mukoepidermoid sinonasal merupakan salah satu tumor ganas pada saluran nafas atas. Gejalanya pada stadium dini tidak khas, sehingga jarang terdiagnosis. Histopatologi merupakan diagnosis pasti dan salah satu faktor yang menentukan pilihan terapi dan prognosis. Prinsip penatalaksanaan karsinoma sinonasal adalah multimodalitas dengan pembedahan sebagai pilihan utama. Maksilektomi merupakan suatu tindakan bedah pada tumor sinonasal. Terdapat beberapa jenis maksilektomi berdasarkan lokasi dan perluasan tumor. Dilaporkan sebuah kasus pasien laki-laki usia 33 th yang telah dilakukan maksilektomi total dengan eksenterasi orbita atas indikasi karsinoma mukoepidermoid sinonasal dengan infiltrasi ke orbita. Kata kunci: karsinoma sinonasal, maksilektomi, eksenterasi orbita, mukoepidermoid. Abstract Sinonasal carcinoma is one of malignant upper aerodigestive tract tumor. Low grade of sinonasal tumor is not specific, so is it rare to be early diagnosis. Histopathology is true diagnoses and one of factors to determine the choice of therapy and prognosis. The principal management of sinonasal carcinoma is multimodality which surgery as main choice. Maxillectomy is surgical approach of malignant sinonasal tumor. There are many kinds of maxillectomy based on location and tumor invasion. Has been reported one of patient, male 33 years old which had performed total maxillectomy with orbital exenteration by indicated sinonasal mucoepidermoid carcinoma with orbital infiltration. Keywords: sinonasal carcinoma, maxillectomy, orbital exenteration, mucoepidermoid.

  8. Hubungan Antara Kepuasan Konsumen Dengan Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Prabayar Simpati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizah Azizah

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek pada pengguna kartu prabayar Simpati dengan mengambil lokasi penelitian di Pekanbaru. Kepuasan konsumen diartikan sebagai sikap, penelitian dan respon emosional konsumen setelah proses pembelian yang berasal dari perbandingan kesan kinerja aktual suatu produk dengan harapan dan evaluasi pengalaman mengkonsumsi suatu produk atau jasa. Sementara loyalitas merek suatu sikap positif dan kelekatan konsumen berdasarkan perasaan menyenangi, akrab dan bangga menjadi pengguna merek dimana konsumen membeli merek secara konsisten sebagai bentuk komitmen. Hipotesis penelitian adalah ada hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek menggunakan incidental sampling pengguna kartu pra-bayar Simpati. Instrumen penelitian skala kepuasan konsumen dan skala loyalitas merek menggunakan korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek, dengan koefisien korelasi sebesar 0.665 dan R² sebesar 0.442, dan F sebesar 77.771, hal ini menunjukkan bahwa kepuasan konsumen memiliki pengaruh sebesar 44.2% terhadap loyalitas merek.

  9. Urgensi Integrasi Sistem Informasi Akuntansi Instansi Pemerintah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Nasrun

    2012-09-01

    Full Text Available Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2003 mewajibkan Pengguna APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan mempunyai peran penting untuk mengukur kinerja pemerintah, apakah terkendali sesuai landasan dan mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam APBN, serta menjadi pendukung pengambilan keputusan. Diantara kualitas laporan keuangan yang harus dicapai adalah lengkap dan tepat waktu. Sistem informasi akuntansi yang berjalan pada pemerintah Republik Indonesia saat ini bersifat desentralisasi atau menyebar ke seluruh instansi dalam platform desktop application. Kondisi ini tentu menimbulkan kendala-kendala dalam mencapai kualitas laporan keuangan yang lengkap dan tepat waktu. Jumlah instansi penyelenggara akuntansi yang ribuan banyaknya dan tersebarnya lokasi geografis dengan dukungan fasilitas komunikasi yang tidak semuanya baik, telah cukup untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi. Integrasi sistem informasi adalah salah satu solusi yang dapat diambil. Pemerintah perlu segera membuat sistem informasi yang sebaran database dan aplikasinya sesedikit mungkin atau jika mungkin membuat single database dan aplikasi. Banyak teknologi yang bisa dijadikan pilihan, baik database engine maupun front end-nya. Diantara database engine adalah PostrgeSQL, MySQL, SQLServer, dan lain-lain.  Diantara front end yang berbasis web adalah PHP, ASP, JAVA, dan lain-lain.

  10. NILAI VERNAKULAR DALAM PENATAAN LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN LERENG GUNUNG (Studi di Desa Kapencar, Lereng Gunung Sindoro, Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VG Sri Rejeki

    2007-01-01

    Full Text Available The plateau settlement is one typology of settlement in Java. Some theory about the it have been presented the problem solving of contour or sloping land, but not discuss about the strategy of climatic solution yet. At Kapencar Village we founded some phenomenas of problem solving naturally. Some strategies are 1 the building typologies have the jogan as strategy to multy activities and the pogo as strategy to suport the tobacco and corn own activities. 2 The cut and fill construstion as the strategy of sloping land. 3 The pebble became the building material locally, that it put from yard themselves. 4 The little ventilation and the zink material as the strategy of the too cold and high humidity climate. Abstract in Bahasa Indonesia : Permukiman di dataran tingi merupakan salah satu tipe permukiman di Jawa. Selama ini teori dan konsep permukiman lerengan yang berkembang sebatas membahas tentang bentuk kontur/ kelerengan. Tetapi belum mendiskusikan tentang strategi menyelesailan masalah iklim secara vernakular. Di Desa Kapencar ditemukan beberapa fenomena strategi penyelesaian masalah secara natural oleh masyarakat. Beberapa temuan yang dapat dijadikan pembahasan antara lain 1 adanya tipologi rumah dengan prioritas ruang jogan multi fungsi dan pogo, sebagai strategi mendukung kegiatan berladang tembakau dan jagung. 2 penyelesaian kontur diselesaikan dengan cut – fill,. 3 penggunaan batu alam sebagai bahan lokal, diambil dalam pekarangan sendiri, 4 sesedikit mungkin lubang di rumah dan pemilihan bahan seng , sebagai strategi mengarasi suhu dingin dan kelembaban tinggi di lokasi tersebut. Kata kunci: Permukiman, lereng gunung, bahan bangunan, iklim, tipologi.

  11. Penerapan Algoritma A Star (A* pada Game Petualangan Labirin Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Widodo

    2018-01-01

    Full Text Available Game memiliki arti dasar permainan, permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual. Di dalam penerapannya, sebuah Game tentu memerlukan sebuah AI (Artificial Intelligence, dan AI yang digunakan dalam pembangunan Game petualangan labirin ini adalah algoritma A* (A Star dengan euclidean distance. Algoritma ini merupakan algoritma pencarian untuk menemukan rute terpendek dengan cost paling minimum, algoritma A* mencari rute terpendek dengan menjumlahkan jarak sebenarnya dengan jarak perkiraan sehingga membuatnya optimum dan complete. Petualangan labirin merupakan Game yang menceritakan mengenai petualangan kelinci melewati sebuah labirin untuk mencari makanannya. Genre dari Game ini adalah adventure dan puzzle, dibangun dengan bahasa pemrograman java dengan tools Android Studio, AI yang digunakan adalah algoritma A* dengan euclidean distance yang digunakan pada bantuan untuk melakukan pencarian jalur guna menemukan makanan kelinci. Hasil uji dari Game Petualangan labirin ini adalah jika pemain dalam kesusahan menemukan jalur menuju makanan kelinci, maka pemain dapat menggunakan tombol bantuan yang akan dicarikan jalur terpendek oleh algoritma A* (A Star dengan euclidean distance untuk menuju lokasi tempat makanan kelinci berada.

  12. Analisa Keandalan Sistem Distribusi 20 kV PT.PLN Rayon Lumajang dengan Metode FMEA (Failure Modes and Effects Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatoni

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini tingkat keandalan dari suatu sistem distribusi adalah sangat penting guna menjamin kontinuitas supply tenaga listrik kepada konsumen. Karena itu, disadari pentingnya otomatisasi sistem distribusi yang salah satunya dapat dicapai dengan menggunakan sectionalizer. Tugas Akhir ini dibuat dengan tujuan menghitung indeks keandalan dari sistem distribusi 20 kV Rayon Lumajang. Metode yang digunakan adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis, di mana indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi diperhitungkan dalam mencari indeks keandalan sistem secara menyeluruh. Sejumlah studi kasus dilakukan guna melihat pengaruh dari jumlah serta lokasi penempatan sectionalizer dan juga fuse di sepanjang jaringan terhadap indeks keandalan sistem. Pada akhirnya, solusi optimal akan memberikan nilai indeks keandalan sistem distribusi yang terbaik. Berdasarkan hasil analisa, dengan penambahan fuse pada penyulang sukodono dapat menaikkan Indeks Keandalan SAIFI yang semula bernilai 6.6088 menjadi bernilai 5.4176, lalu dengan adanya penambahan sectionalizer pada penyulang sukodono maka dapat menaikkan indeks keandalan SAIDI yang awalnya bernilai 7.6737  menjadi bernilai 6.4431.

  13. PENGARUH JENIS NASI TERHADAP NILAI GIZI DAN MUTU KIMIAWI NASI DALAM KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Giyatmi Giyatmi

    2017-04-01

    Full Text Available Indonesia sering kali dilanda bencana alam yang mengakibatkan terputusnya akses dan rusaknya infrastruktur sehingga masyarakat mengungsi keadaan darurat. Terputusnya akses korban terhadap sarana dan prasarana mengakibatkan kondisi tidak memungkinkan bagi para korban bencana mendapatkan pangan yang layak. Terputusnya jaringan ke lokasi bencana juga menjadi salah satu hal yang menambah kesulitan distribusi pangan terhadap korban bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan nasi kemasan terhadap nilai gizi dan parameter kimia (aktivitas air dan nilai pH. Nasi Uduk, Nasi Ulam, dan Nasi Kuning dikemas dalam bahan aluminium foil dan disterilkan pada 121oC selama 45 menit. Produk yang diamati pada 0, 2, 4, 6 dan 8 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan lima kelompok. Terdapat pengaruh jenis nasi terhadap pH nasi kemasan selama penyimpanan, namun tidak berpengaruh terhadap aktivitas air selama penyimpanan. Semua berbagai jasi memenuhi standar IOM sebagai makanan darurat yang memenuhi kebutuhan energi. Kontribusi energi total hampir 500 kkal dan dianjurkan untuk mengkonsumsi produk ini setidaknya 3-4 kali per hari untuk memenuhi kebutuhan energi harian.   Kata Kunci : pangan darurat, pengemasan, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Nasi Kuning

  14. Basic Static Code Analysis Untuk Mendeteksi Backdoor Shell Pada Web Server

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelly Indriani Widiastuti

    2017-05-01

    Full Text Available Mengakses  sistem komputer tanpa ijin merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan komputer tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem tersebut. Kejahatan  tersebut bertujuan untuk mengintai atau mencuri informasi penting dan rahasia. Dalam praktiknya peretas menyisipkan berkas backdoor shell pada lokasi yang sulit ditemukan oleh pemilik sistem. Beberapa perangkat yang sudah ada masih dalam bentuk terminal. Perangkat tersebut melakukan pencarian berkas berdasarkan nama-nama yang telah terdaftar sebelumnya. Akibatnya, pada saat berkas backdoor shell  jenis baru menginfeksi, tools tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini pencarian backdoor shell pada web server menggunakan metode basic static code analysis. File sistem diproses melalui dua tahap utama yaitu string matching dan taint analysis. Dalam proses taint analysis, sistem menghitung peluang kemungkinan setiap signature sebagai backdoor untuk mengatasi kamus backdoor yang tidak lengkap. Berdasarkan  hasil yang didapat dari pengujian yang dilakukan terhadap 3964 berkas diperoleh tingkat akurasi  yang lebih besar dibandingkan dengan aplikasi php shell detector sebesar 75%.

  15. Estimasi Nilai Pergeseran Gempa Bumi Padang Tahun 2009 Menggunakan Data SuGAr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa Made Amertha Sanjiwani

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo – Australia dan Lempeng Pasifik. Akibatnya gempa bumi dan letusan gunung api sering terjadi pada batas-batas lempeng tersebut. Pada 30 September 2009, di sekitar wilayah Padang, Pariaman terjadi gempa berkekuatan 7.6 Mw dengan lokasi epicenter 99˚52’1.2” BT; 0˚43’12” LS. Melalui pemantauan GPS dapat diketahui pergerakan deformasi yang terjadi sebelum (interseismic dan setelah (postseismic akibat gempa (coseismic. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan estimasi nilai pergeseran akibat Gempa Bumi Padang tahun 2009 menggunakan data GPS SuGAr. Hasil analisa didapatkan nilai pergeseran terbesar terjadi pada stasiun pengamatan GPS PPNJ dengan nilai pergeseran sebesar 0.01222 m pada sumbu horizontal (easting,northing dan 0.001 m pada sumbu vertikal (up. Nilai pergeseran terkecil dimiliki oleh stasiun pengamatan KTET dengan nilai pergeseran sebesar 0.00185 m pada sumbu horizontal (easting,northing dan 0.01114 m pada sumbu vertikal (up.

  16. Sensor Asam Nukleat Sebagai Aktivator Imunitas Intrinsik Terhadap Patogen Intraseluler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usmar Usmar

    2017-12-01

    Full Text Available Vertebrata, termasuk manusia, dilengkapi dengan sistem imun alamiah dan sistem imun adaptif yang saling bekerjasama untuk melindungi tubuh dari material berbahaya, termasuk berbagai patogen dan sel-sel kanker. Kedua sistem imun tersebut secara rutin melakukan pengecekan terhadap beragam material yang ada di dalam tubuh. Salah satu cara yang digunakan oleh sistem imun dalam melaksanakan tugasnya adalah melalui pengaktifan sensor asam nukleat yang berfungsi untuk memberikan informasi keberadaan DNA atau RNA asing maupun kemungkinan adanya salinan DNA inang di sitoplasma atau lokasi lain yang tidak semestinya. Ketika genom patogen terdeteksi oleh sensor-sensor tersebut, selanjutnya efektor sistem imun akan diaktivasi melalui serangkaian proses dan berakhir dengan eradikasi asam nukleat target atau bahkan induksi apoptosis sel yang bersangkutan. Beberapa sensor asam nukleat yang telah ditemukan antara lain adalah Toll-like receptor (TLR, RIG-I-like receptors (RLRs, cyclic GMP-AMP synthase (cGAS, dan interferon-γ-inducible protein 16 (IFI16. Namun, sejumlah patogen telah memiliki mekanisme untuk menghindari sensor-sensor tersebut sehingga infeksi tetap dapat terjadi. Dengan demikian, berbagai penelitian untuk meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana sensor asam nukleat bekerja sebagai salah satu respon imun intraseluler serta mekanisme terbentuknya resistensi patogen terhadap deteksi sensor tersebut sangat penting untuk didorong. Hal ini akan memberikan wawasan baru dalam pengembangan berbagai sediaan farmasi terkait seperti vaksin dan antimikroba intraseluler.

  17. Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Djayanti

    2015-10-01

    Full Text Available Peran industri kecil di beberapa wilayah Kabupaten Semarang sangat penting dalam menunjang perekonomian, khususnya di sekitar lokasi industri tersebut. Salah satu industri kecil yang memiliki potensi berkembang adalah industri tahu. Di Jawa tengah ada sekitar 500 industri tahu, yang sampai saat ini masih terus mengembangkan kapasitas produksinya. Industri tahu adalah salah satu industri kecil yang berpotensi menyebabkan masalah lingkungan. Hampir seluruh industri kecil, terutama industri tahu, sebagian besar tidak memiliki instalasi pemanfaatan limbah dan pengolahan limbah, karena dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun unit tersebut. Dengan melihat masalah tersebut, pendekatan yang dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan cara menerapkan produksi bersih. Kajian penerapan teknologi bersih ini dilakukan dengan metode quick scanning pada setiap tahapan proses produksi. Proses  produksi  tahu terdiri  dari  pemilihan kedelai, penimbangan kedelai, perendaman, pencucian, penggilingan, ekstraksi, penyaringan, pemasakan, penggumpalan, pemisahan whey, pembungkusan, pengepresan, pemasakan, dan pengemasan. Pada proses pembuatan tahu di industri ini memiliki perbedaan dari pembuatan tahu di Industri tahu lain, yaitu terdapat penambahan garam dan bawang putih untuk menambah sedap produk tahu. Hasil kajian penerapan produksi bersih di industri tahu adalah good house keeping, recycle, reduce dan reuse. Berdasarkan beberapa kriteria kelayakan, alternatif penerapan produksi bersih untuk industri ini berupa modifikasi tungku yang dilengkapi dengan cerobong asap, modifikasi alat penyaringan dengan mesin, dan pembangunan instalasi digester untuk penghasil biogas. Kesimpulan kajian ini industri tahu ini belum mengenal produksi bersih. Manfaat yang diperoleh dari penerapan produksi bersih berupa penghematan bahan bakar, peningkatan rendemen filtrat tahu, dan kebersihan lingkungan.

  18. Pembelajaran Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini di Sekolah Alam Exelentia Pamekasan Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Nikmatul Rabbiyanti

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini ingin mengetahui pola pembelajaran Bahasa Inggris Pada UsiaDini di Sekolah Alam Excelentia Pamekasan Madura, termasuk kelebihan, dan kelemahannya. Hasilnya menunjukkan bahwa proses pembelajaran bahasainggris di PAUD SAE Pamekasan menggunakan dua pola pembelajaran yaitu: 1 Bahasa Inggris sebagai media/materi pembelajaran dengan menggunakanaktivitas Indoor maupun outdoor, seperti: songs, story tellings, project, question and answer, games, brainstorming, group discussion, dengan pendekatannatural approach, total physical response, audio lingual method. Aktivitas pembelajaran tersebut dibantu dengan media flashcards, realia, audio visual,worksheet dan lain lain. 2 Bahasa Inggris sebagai media instruksi dalamsemua mata pelajaran dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari di SAE Pamekasan. Kelebihan Pembelajaran Bahasa Inggris di PAUD SAEPamekasan adalah: a Situasi dan lingkungan belajar yang menyenangkan, b Fasilitator yang memiliki keterampilan cukup baik, c Jumlah peserta didikyang terbatas/kelas kecil, d Lengkapnya sarana dan prasarana yangmendukung pembelajaran, e Materi yang menyenangkan dan mudah dipahami, f Tidak ada pekerjaan rumah, g Peran serta orang tua dalamproses pembelajaran bahasa Inggris yang cukup baik. Kelemahannya adalah: aPenggunaan Bahasa Ibu (bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, b Pronunciation fasilitator yang terkadang tidak sesuaidengan ejaan dan pelafalan yang benar, c Pencampuran jenjang pendidikan dalam satu lokasi pembelajaran yang membuat sesama siswa salingmengganggu konsentrasi.

  19. Penentuan Rute Patroli Sekuriti Optimal Dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbour Dan Insertion (Studi Kasus : South Processing Unit PT. X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fuaddillah Fuaddillah

    2017-03-01

    Full Text Available South Processing Unit (SPU merupakan salah satu lapangan migas di PT. X dengan estimasi harian produksi gas sekitar 450 gas (MMscf/d dan 5000 kondensat (BOPD. Gas dan kondesat yang terpisah dari masing-masing sumur produksi akan dikumpulkan ke dalam satu stasiun pengumpul yang disebut Gathering and Testing Satellite (GTS. Karena statusnya sebagai objek vital nasional, melakukan patroli sekuriti di laut antara GTS yang satu dengan GTS lainnya wajib dilakukan. Proses patroli sekuriti dengan seatruck pada kawasan SPU PT. X masih menggunakan intuisi dari supir seatruck dimana rute yang dipilih adalah rute yang dirasa lebih dekat, lebih nyaman dilalui, dan lebih familiar dengan pengetahuan supir sendiri sehingga menghasilkan total jarak tempuh yang lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan metode intuitif yang dilakukan oleh supir seatruck dengan metode nearest neighbour dan metode insertion dalam permasalahan penentuan rute patroli sekuriti yang optimal di PT. X pada lokasi SPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak tempuh dengan menggunakan metode intuitif yang telah diterapkan oleh supir seatruck adalah 72,76 km. Sedangkan, total jarak tempuh yang didapatkan dari menggunakan metode nearest neighbour yaitu 67,67 km dengan persentase penghematan jarak sebesar 6,9%. Dengan metode insertion, didapatkan total jarak tempuh sebesar 61,40 km, dengan persentase penghematan jarak sebesar 15,6% dibandingkan dengan metode intuitif supir seatruck.

  20. RETAID DI PERAIRAN PESISIR BARAT TABLASUPA KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA (Red-tide at Western Coast of Tablasupa, Jayapura, Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarno Hadisusanto

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Retaid (red-tide adalah fenomena alam yang sering terjadi baik di perairan laut dan tawar. Fenomena ini menunjukkan perubahan warna dari biru laut menjadi merah, coklat, kuning bahkan putih susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi terjadinya retaid di perairan Tablasupa, Jayapura, Papua. Pencuplikan plankton dilakukan pada tanggal 8-10 Agustus 2007 di dua lokasi dengan empat ulangan waktu (pagi, siang, sore dan malanr. Hasil analisis laboratorium menunjukkan adanya 18 genus tetapi hanya dua genus yang berpotensi menimbulkan retaid yaitu Ceratium dan Chaetoceros. Kemungkinan kecil terjadinya retaid di perairan Tablasupa karena kemelimpahan fitoplankton cukup rendah.   ABSTRACT Red-tide is natural fenomenon and can be raised at marine and fresh-waters. This fenomenon was visualized by color changes from dark-blue to become redess, browness, yellowish and milkess. The objectives to find red-tide potentially at Tablasupa west coast, Jayapura, Papua. The sample was collected on August 8-10st, 2007, at two locations and four replicated. The results there were 18 genera and two red-tide potential genera was Ceratium dan Chaetoceros. There will no red-tide in Tablasupa because low abundance of phytoplankton.

  1. SELEKSI BENIH TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima DARI HASIL PEMIJAHAN INDUK ALAM DENGAN KARAKTER NACRE PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Komang Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Kualitas induk secara fenotip dan genotif berpengaruh terhadap kualitas benih tiram mutiara yang akan dihasilkan. Penggunaan induk yang berasal dari habitat yang berbeda dalam kegiatan pembenihan diharapkan dapat menghasilkan benih tiram mutiara dengan kualitas fenotip dan genotif yang baik. Salah satu sifat yang menarik untuk dijadikan target dalam program pemuliaan tiram mutiara adalah warna mutiara yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas benih tiram mutiaram(Pinctada maxima hasil pemijahan induk alam dengan karakter nacre putih dari tiga habitat yang berbeda dan mengetahui keragaan genetik induk (F0 dan turunannya (F1. Induk yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiram dengan karakter nacre putih dari tiga lokasi perairan (Bali, Karawang, dan Dobo serta dilakukan pemijahan dari masing-masing populasi tersebut. Keragaan genetik dari semua populasi dianalisa dengan menggunakan PCR RFLP. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masa inkubasi telur hasil pemijahan induk alam dengan karakter nacre putih terlihat lebih lama dibandingkan dengan tiram mutiara pada umumnya. Benih yang dihasilkan pertumbuhannya bervariasi, didominasi dengan benih berukuran sedang dengan sintasan berkisar 0,4-9%. Keragaan genetik F0 dan F1 berdasarkan nilai heterozigositas, tiram dari perairan Bali menunjukkan nilai keragaman yang paling baik (0,2726. Sementara karakter nacre dari benih yang diperoleh menunjukkan bahwa 48% memiliki nacre putih, 24% kuning dan warna lain sebanyak 28%.

  2. Penentuan Pelabuhan Hub untuk Crude Palm Oil (CPO Ekspor di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Andi Haranto

    2013-03-01

    Full Text Available CPO (Crude Palm Oil merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Moda angkut darat dan sungai menjadi pilihan untuk didistribusikan menuju calon pelabuhan hub. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merencanakan pola operasi armada pengangkut CPO, dan penentuan pelabuhan hub untuk ekspor CPO. Metode Transportasi digunakan untuk memilih pabrik pengolahan CPO sebagai pemasok utama. Dari hasil analisis didapatkan bahwa penggunaan moda darat menggunakan truk lebih optimal dibandingkan menggunakan tongkang hal ini dikarenakan kondisi sungai di Kalimantan Tengah yang dangkal. Dengan menggunakan metode transportasi didapatkan empat lokasi pabrik pengolahan minyak kelapa sawit. Pelabuhan hub yang terpilih berlokasi di Bagendang dan Bumi Harjo. Kedua titik tersebut dipilih karena sudah memiliki tangki timbun dan dermaga untuk ekspor CPO, selain itu pemilihan berdasarkan hasil analisa didapatkan biaya dari Pabrik PT. ATLANTIS ke Pelabuhan Bagendang dengan truk berukuran 10 ton memerlukan biaya sebesar Rp. 333.016,25/TRIP/TRUK. Pabrik PT. ATLANTIS II ke Pelabuhan Bagendang Rp. 237.868,75/TRIP/TRUK. Pabrik PT. TIGER ke Pelabuhan Bumi Harjo Rp. 475.737,50/TRIP/TRUK. PT. TIGER II merupakan pabrik yang dapat melakukan pengiriman langsung menggunakan tongkang berukuran 1800 DWT melewati sungai Barito, dengan biaya Rp.123.007.828,27,- /voyage.

  3. ANALISIS STRUKTUR PERILAKU DAN KINERJA PASAR (STRUCTURE, CONDUCT AND MARKET PERFORMAN KOMODITI PADI DI DESA BUNGA RAYA DAN DESA KEMUNING MUDA KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NOVIA DEWI

    2017-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan kinerja pemasaran beras di Kabupaten Bunga Raya. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purpossive sampling yaitu dua desa menjadi sentra produksi padi. Responden penelitian adalah petani padi dan semua agensi pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras dari petani sebagai produsen ke pedagang besar sebagai konsumen. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga saluran pemasaran beras yaitu saluran pemasaran I petani menjual kepada pedagang pengumpul dan kemudian dijual ke pedagang besar, saluran pemasaran II petani menjual ke pedagang pengumul yang memiliki penggilingan padi kemudian dijual ke pedagang grosir dan saluran pemasaran III yaitu petani menjual langsung ke pedagang grosir. Struktur pasar beras adalah pasar oligopsoni karena dilihat dari jumlah pembeli yang relatif sangat sedikit, kemudian dilihat dari nilai market share, rasio konsentrasi dan indeks Herfindahl dari pedagang manapun menunjukkan nilai yang tidak terlalu berbeda. Petani sebagai produsen adalah penerima harga (price taker, dimana petani sebagai produsen mendapatkan perubahan nilai harga lebih kecil dibandingkan dengan pedagang grosir sebagai konsumen. Margin pemasaran terlihat dari setiap saluran pemasaran yang terjadi menunjukkan bahwa margin dan keuntungan paling banyak didapat oleh pedagang yang melakukan lebih banyak fungsi pemasaran.

  4. ANALISA KUALITAS PELAYANAN BIOSKOP TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Edo Herokholiqi

    2018-04-01

    Full Text Available Bioskop XYZ adalah salah satu bioskop di wilayah kabupaten Sidoarjo yang mengutamakan kualitas dan kepuasan konsumen dengan terus memberikan layanan terbaik. Target pasar bioskop XYZ adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, pemilihan lokasi pendirian bioskop ini ialah pada tingkat kabupaten. Berkembangnya teknologi membuat persaingan bioskop semakin ketat baik dari pesaing, pembajakan film, harapan pelanggan meningkat serta bioskop yang masih dibutuhkan sebagai hiburan alternatif. Maka dari itu pengelola bioskop dituntut untuk lebih kreatif menarik pelanggan dengan berbagai cara antara lain dengan meningkatkan pelayanan. Untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan agar dapat memberikan beberapa usulan kepada bioskop berdasarkan hasil penelitian. Dalam meneliti hubungan variabel seperti permasalahan di atas digunakan metode Structural Equation Modeling (SEM. Hasil dari penelitian yang mengacu pada hasil uji hipotesa yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, variabel kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan namun variabel kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Adapun indikator paling berpengaruh positif kualitas layananan yakni perhatian karyawan, pada kepuasan pelanggan yakni perasaan senang pelanggan dan pada variabel loyalitas pelanggan yakni merekomendasikan pada orang lain.

  5. Pembangunan Sistem Informasi Geografis Lapangan Futsal Kota Padang Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haris Suryamen

    2016-04-01

    Full Text Available Olahraga futsal adalah olahraga dengan lapangan tertutup dan menjadi salah satu olahraga yang paling banyak diminati dari semua kalangan. Kota Padang memiliki fasilitas lapangan futsal yang cukup banyak, namun tidak semua lapangan beroperasi dengan baik disebabkan ketidaktahuan masyarakat dengan lokasi lapangan futsal. Maka dibutuhkan sistem informasi berbasis web menggunakan Google Maps API, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi kapanpun dengan koneksi internet. Proses pembangunan aplikasi menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan pengambilan titik menggunakan aplikasi Latitude Longitude Coordinates pada smartphone. Data akan dibagi menjadi data spasial dan atribut untuk memenuhi kebutuhan fungsional dari sistem yang akan dibangun.Perancangan sistem dibangun dengan menggambarkan arsitektur aplikasi, rancangan tampilan aplikasi dan rancangan database. Implementasi menggunakan basis data PostgreSQL dan ekstensi PostGIS untuk pengolahan data spasial. Bahasa pemograman yang digunakan untuk membangun aplikasi yaitu PHP, Javascript, dan HTML. Pengujian aplikasi menggunakan metode blackbox. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi  sembilan fungsional yang dibutuhkan dan sesuai dengan perancangan aplikasi.

  6. PENGHEMATAN ENERGI PADA MENARA DISTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Budiman

    2012-02-01

    Full Text Available Distilasi merupakan salah satu unit operasi yang banyak digunakan dalam industri, tetapi dikenal boros energi, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan efisiensi energi agar terjadi penurunan beaya produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan heat integrated distillation column (HIDIC, yang merupakan aplikasi dari heat pump. Dari sisi analisis thermodinamika, penulis telah mengembangkan metoda grafis berdasarkan hukum thermodinamika satu & dua dengan material-utilization diagram (MUD. Metoda ini mempunyai peran penting untuk proses sintesa dan pengembangan proses distilasi yang efisien. Dengan analisis ini akan diperoleh informasi tentang thermodynamic efficiency, lokasi dengan efisiensi energi rendah sehingga dapat dilakukan targeting untuk penghematan energi. Kelebihan dari MUD adalah tersedianya informasi konsentrasi komponen ringan & komponen berat di setiap plate dan karakteristik exergy, yang berupa; exergy loss yang disebabkan oleh baik mixing pada fase cair & fase gas, evaporation dari komponen ringan maupun condensation dari komponen berat.  Tulisan ini akan membahas tentang HIDiC, meliputi pengaruh kenaikan tekanan rectifying section pada HIDiC terhadap kemurnian hasil, kebutuhan panas  dan exergy loss. Pada operasi HIDiC dengan energy level kondenser lebih besar dari pada energi level reboiler akan bisa dihemat sekitar 75% kebutuhan panas pada reboiler.

  7. APLIKASI PENCARIAN JALUR TERPENDEK PADA RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS MENGGUNAKAN ALGORITMA A* (A-STAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Yamin

    2015-07-01

    Full Text Available Pencarian jalur terpendek merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada pengunjung rumah sakit untuk menemukan gedung atau ruangan yang dicari. Salah satu contohnya adalah pada Rumah Sakit Umum Bahteramas. Karena banyaknya gedung dan ruangan yang ada pada rumah sakit tersebut, mengakibatkan pengunjung kesulitan menemukan gedung dan ruangan yang dicari. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang dapat menunjukkan lokasi gedung dan ruangan beserta jalur terpendeknya, agar waktu pencarian lebih efisien. Terdapat beberapa algoritma pencarian jalur terpendek, salah satunya adalah algoritma A* (A-Star. Algoritma A* menggunakan estimasi jarak terdekat untuk mencapai tujuan (goal dan memiliki nilai heuristik yang digunakan sebagai dasar pertimbangan. Heuristik adalah kriteria, metoda, atau prinsip-prinsip untuk menentukan  pilihan sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran dengan efektif. Hasil pada penelitian ini adalah aplikasi yang dapat menentukan jalur terpendek antara gedung dan antara ruangan yang diimplementasikan pada Operating System Android dan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Actionscript 3.Kata kunci : algoritma A* (A-Star, android, actionscript 3, jalur terpendek.

  8. PEMANFAATAN TEKNOLOGI GOOGLE MAPS UNTUK PENYELESAIAN ONLINE TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP BERBASIS GEOGRAFIS DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi Agustiono

    2010-07-01

    Full Text Available Travelling Salesman Problem (TSP adalah salah satu metode klasik dalam proses pemecahan masalah optimasi dan penemuan rute terpendek dari sebuah rute perjalanan yang melewati beberapa titik lokasi. Oleh karena kehandalan metode ini banyak sekali algoritma dan metode optimasi yang mencoba memecahkan TSP dalam banyak penelitian. Sebagin besar hasil dari rangkaian ujicoba tersebut berupa kombinasi teroptimal dari rangkaian perjalanan salesman yang umumnya digambarkan dalam sebuah graph. Namun belum banyak penelitian yang menerapkan TSP pada data spasial atau geografis seperti Google Maps yang dapat memberikan representasi nyata permasalahan TSP dalam menemukan rute perjalanan melewati titik-titik wilayah di muka bumi. Dibandingkan dengan representasi graph, Google Maps memiliki kemampuan tidak sekedar menampilkan rute perjalanan akan tetapi juga dapat menyajikan informasi yang lebih komprehensif, interaktif dan faktual. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode TSP pada layanan data spasial sehingga akan dihasilkan visualisasi secara riil dari alternatif rute perjalanan salesman. Sebagai basis dari data spasial, penelitian ini memanfaatkan Google Maps Mashup untuk mendapatkan informasi rute yang lebih aktual, interaktif, dan komprehensif.

  9. Rancang Bangun Deteksi Jalur Pipa Terpendam Menggunakan Mobile Robot dengan Metal Detector

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Indah Pratiwi

    2017-03-01

    Full Text Available Ketika melaksanakan pembangunan atau perbaikan sesuatu di dalam tanah diperlukan secara akurat mengetahui lokasi utilitas bawah tanah, seperti instalasi pipa logam dan kabel listrik. Sedangkan selama ini masih cenderung kurang adanya pemetaan jaringan utilitas bawah tanah yang jelas. Telah banyak kasus dan pihak yang dirugikan karena masalah ini, seperti kebocoran atau bahkan ledakan. Utilitas bawah tanah yang mengandung logam seperti pipa logam, dapat dideteksi dengan metal detector. Dalam penelitian ini, metal detector yang dibuat menggunakan prinsip beat frequency oscillator (BFO dimana prinsipnya memanfaatkan perubahan frekuensi untuk mendeteksi keberadaan logam. Mikrokontroller Arduino Uno digunakan dalam rangkaian metal detector sebagai frequency counter. Metal detector ini kemudian diaplikasikan sebagai sensor ke sebuah mobile robot. Dengan membaca data metal detector dari Arduino Uno, robot kemudian dapat bergerak mengikuti jalur pipa logam. Robot juga dilengkapi dengan sistem navigasi berdasarkan posisi GPS, sehingga posisi dan gerakan robot dapat diketahui. Pengujian dilakukan pada 3 jenis bahan logam, yaitu besi (ferromagnetik, alumunium (paramagnetik, dan seng (diamagnetik. Hasil pendeteksian paling kuat didapatkan pada bahan besi. Jarak deteksi sensor bervariasi tergantung konstruksi kumparan dan jenis benda logam yang diuji. Pada pengujian dengan pipa besi berdiameter 3 cm, sensor dapat mendeteksi maksimal pada jarak 10 cm tanpa halangan. Dalam aplikasi mobile robot, digunakan 3 sensor untuk mempermudah pendeteksian ketika ada jalur yang berkelok tajam.  

  10. LARVAE DENSITY OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF VECTOR Aedes sp. IN ENDEMIC, SPORADIC AND POTENTIAL AREA IN SEMARANG CITY, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Lestari

    2015-01-01

    Full Text Available Demam Berdarah Dengue (DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamukAedes aegypti. Kota Semarang merupakan daerah endemis DBD dengan jumlah kasus sebanyak 5.538 kasus,IR 36,75/10.000 penduduk dan CFR 0,8% (tahun 2010. Data kepadatan vektor dapat digunakan untuk menentukan tindakanpengendalian vektor yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung HI, CI, BI, DF, dan Angka Bebas Jentik(ABJ Aedes sp. di daerah endemis, sporadis dan potensial DBD. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Metode pelaksanaan survei jentik dengan single larva. Populasi adalah seluruh rumah di KelurahanSendangmulyo, Terboyo Wetan, dan Pesantren. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa angka HI (53,75%, CI (30,77%, BI (75%, dan DF (7 tertinggi di Kelurahan TerboyoWetan (sporadis. Angka ABJ di semua lokasi penelitian < 95%. Kepadatan jentik daerah sporadis lebih tinggi dibandingdaerah endemis DBD. Kepadatan jentik tidak berkorelasi dengan stratifikasi endemisitas wilayah DBD.Kata kunci: kepadatan jentik, endemis, sporadis, potensial, DBD

  11. PENYERAPAN KARBON PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas DI PERAIRAN TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2013-08-01

    Full Text Available Pengikatan karbon oleh algae fotoautotrofik berpotensi untuk mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer dan dapat membantu mencegah percepatan terjadinya pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan karbon pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria gigas berdasarkan aktivitas fotosintesis serta variabel-variabel yang mempengaruhinya. Budidaya rumput laut dilakukan dengan metode long-line di perairan Teluk Gerupuk, Lombok Tengah pada satu unit long-line dengan luas area 1.250 m2. Selama penelitian, dilakukan pengujian terhadap sampel rumput laut dan sampel air laut dari lokasi budidaya yang diambil pada hari ke-0, 10, 20, 30, dan 45 pemeliharaan. Laju penyerapan karbon total berdasarkan biomassa panen pada G. gigas hampir 300% lebih tinggi dibandingkan K. alvarezii. Selain itu, laju pertumbuhan dan produksi karbohidrat pada G. gigas juga lebih tinggi, yang mengindikasikan laju fotosintesis yang lebih tinggi, dan didukung oleh indeks percabangan yang juga lebih tinggi. Potensi penyerapan karbon di perairan Teluk Gerupuk mencapai 6.656,51 ton C/tahun untuk budidaya K. Alvarezii dan 19.339,02 ton C/tahun untuk budidaya G. gigas. Penyerapan karbon berhubungan dengan kandungan pigmen dan laju pertumbuhan rumput laut, serta konsentrasi CO2 dan kecerahan perairan.

  12. ANALISIS VEGETASI DAN VISUALISASI STRUKTUR VEGETASI HUTAN KOTA BARUGA, KOTA KENDARI Vegetation Analysis and Visualization of vegetation Structure Baruga Urban Forest, Kendari City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkarnain Zulkarnain

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, struktur dan tingkat keragaman vegetasi di Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Data dianalisis untuk memperoleh Indeks Nilai Penting (INP dan Index Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'. Software Sexi-FS digunakan untuk mendapatkan visualisasi distribusi vegetasi dan stratifikasi lapisan tajuk yang menyerupai kondisi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi vegetasi disusun oleh 76 spesies yang terkelompok dalam 29 famili dengan jumlah total 8.296 individu untuk semua spesies. Alstonia macrophylla, Gironniera subaequalis dan Nephelium lappaceum adalah spesies yang mendominasi komunitas vegetasi. Distribusi vegetasi menunjukkan pola distribusi mengelompok, dengan stratifikasi terdiri 4 lapisan tajuk, yang menunjukkan bahwa lokasi-studi disusun oleh lapisan tajuk yang relatif lengkap. Indeks keragaman tergolong tinggi, dengan nilai lebih dari 3 pada tingkat pertumbuhan pohon, tiang dan pancang, kecuali pada tingkat semai dengan H'= 2,89. Hasil ini menunjukkan bahwa ketahanan ekosistem hutan cukup baik. Kata Kunci : Komposisi vegetasi, Keanekaragaman, Struktur vegetasi, Hutan Kota.

  13. THE DEVELOPMENT OF THREE DIMENSIONAL ANIMATION FILM FOR CHARACTER EDUCATION MEDIA IN ELEMENTARY SCHOOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cepi Riyana

    2015-06-01

    Abstrak. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Saat ini penguatan terhadap karakter bangsa menjadi prioritas program strategis pendidikan nasional, mengingat kondisi bangsa harus dikembalikan pada karakterisasi jati diri bangsa. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk membangun pendidikan karakter, diantaranya melalui pemodelan (modeling karakter melalui tayangan Fim Animasi 3D. Kekuatan media ini adalah daya tariknya yang mampu menghipnosis anak sehingga muatan-muatan pendidikan karakter dapat diinternalisasi pada diri anak. Tujuan Penelitian ini adalah “mengembangkan Film Animasi 3D untuk Pendidikan Karater di Sekolah Dasar”, Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D melalui tahapan : (1 Analisis kebutuhan Media, (2 Pengembangan Media , (3 Validasi dan Diseminasi Produk. Subyek penelitian adalah siswa SD, dengan lokasi di tiga wilayah Jawa Barat (Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model animasi yang didesain dengan ABC (animation character building berdampak pada pembiasaan positif sebagai langkah awal untuk pembentukan karakter pada siswa SD. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Film 3D Animasi

  14. Optimasi Penggunaan Lahan Kosong di Kecamatan Baturiti Untuk Properti Komersial Dengan Prinsip Highest and Best Use

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Darmawan Saputra Mahardika

    2013-09-01

    Full Text Available Kecamatan Baturiti merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Tabanan yang berkembang dalam sektor ekonomi agrowisata karena lokasinya yang strategis dekat dengan berbagai obyek wisata terkenal. Dengan lokasi yang strategis, pembangunan untuk properti komersial tentu akan memberikan potensi keuntungan tinggi bagi investor yang memiliki lahan kosong di Kecamatan Baturiti. Kondisi seperti ini menyebabkan permintaan yang tinggi akan lahan, padahal ketersediaan lahan selalu berkurang. Pembangunan properti komersial di Kecamatan Baturiti perlu dioptimalisasi agar dicapai keuntungan maksimum bagi investor. Berdasarkan hal tersebut, investor yang ingin membangun di Kecamatan Baturiti memerlukan analisa untuk mendapatkan alternatif pemanfaatan lahan kosong. Lahan yang dianalisa merupakan lahan kosong belum terbangun seluas 22.175 m2 di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Metode yang digunakan untuk mengetahui alternatif pendirian bangunan komersial yang memiliki nilai pasar tertinggi adalah Highest and Best Use (HBU. Dengan metode tersebut, pemilik lahan dapat mengetahui alternatif terbaik yang memenuhi syarat-syarat diijinkan secara legal, memungkinkan secara fisik, layak secara finansial, dan memiliki produktivitas maksimum. Hasil yang diperoleh dari analisa Highest and Best Use ini adalah alternatif mixed-use berupa hotel dan toko souvenir dengan nilai lahan tertinggi dibandingkan alternatif lainnya sebesar Rp 7,950,714.60 per m2.

  15. Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi Yang Diberi Amoksisilin Dan Asam Mefenamat Pada Tikus Putih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Fandhi Wibawa Lostapa

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus yang diberikan obat amoksisilin dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh dua ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 2 kelompok secara acak dibuat luka insisi pada linea alba dengan panjang insisi 2 cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Tikus Kelompok perlakuan I adalah tikus yang diberikan amoksisilin dengan dosis 150 mg/kg BB/ hari pasca operasi, sedangkan kelompok perlakuan II adalah tikus yang diberikan amoksisilin dosis 150 mg/kg BB/ hari yang dikombinasikan dengan asam mefenamat dengan dosis 45 mg/kg BB/hari pasca operasi selama 3 hari. Pengamatan kesembuhan luka secara makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan keempat belas, 8 ekor tikus dari masing-masing kelompok dieutanasi, kemudian kulit lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemberian amoksisilin dan asam mefenamat mempercepat kesembuhan luka dibandingkan kelompok tikus yang hanya diberi amoksisilin dengan hilangnya tanda kemerahan dan kebengkakan pada hari ke-6. Secara histopatologis tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap sel epitel, sel radang dan jaringan kolagen luka insisi tikus putih.

  16. STRATEGI PEMASARAN PAKET INBOUND TOUR: STUDI KASUS DI PT. LOTUS ASIA TOURS JIMBARAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Camelia Agatha Mahayu Putri

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan dan eksternal yaitu peluang dan ancaman dari PT. Lotus Asia Tours serta untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan pihak PT. Lotus Asia Tours untuk memasarkan paket inbound tour. Lokasi penelitian dilakukan di PT. Lotus Asia Tours yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No. 18, Jimbaran Bali.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi dan didukung dengan daftar pertanyaan yang disebarkan kepada 60 informan. Daftar pertanyaan yang disebarkan berpedoman pada indikator marketing mix 7 P (product, price, place, promotion, physical evidence, people, process. Hasil data yang diperoleh lalu dianalisis dengan IFAS (Internal Factor Analysis Summary dan EFAS ( External Factor Analysis Summary, selanjutnya untuk mengetahui posisi perusahaan digunakan matriks internal eksternal dan untuk mengetahui alternatif strategi digunakan matriks SWOT, sehingga dapat menciptakan strategi pemasaran baru serta mengembangkan program-program yang telah ada agar dapat diterapkan oleh PT. Lotus Asia Tours Jimbaran Bali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total nilai rata-rata lingkungan internal yaitu sebesar 3,01 dan lingkungan eksternal yaitu sebesar 2,96, dapat diketahui bahwa posisi perusahaan berada di sel IV yang berarti stability strategy dimana strategi yang tetapkan tidak merubah arah strategi yang telah ada.

  17. BUJUKAN BERWISATA KE BALI: SIMBOL-SIMBOL PROMOSI PARIWISATA FILM ‘EAT PRAY LOVE’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rimalinda Lukitasari

    2017-02-01

    Full Text Available Film merupakan sebuah promosi pariwisata yang potensial sebab simbol dan makna dalam film memiliki kemampuan mempengaruhi respon penonton dan memotivasi mereka untuk mengunjungi lokasi yang ditampilkan. Indonesia juga telah mendapatkan manfaat promosi pariwisata sebagai hasil dari popularitas sebuah film, namun, kajian di bidang ini belum mendapatkan banyak perhatian. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari promosi pariwisata melalui film dengan menganalisis simbol dan makna dalam film ‘Eat Pray Love’ yang menghadirkan daya tarik rasional, emosional, dan moral. Analisis dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dan menerapkan teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmosfer Bali ditangkap dengan baik dalam film, sehingga memberikan beberapa petunjuk mengenai Bali sebagai tempat tujuan wisata yang baik. Petunjuk-petunjuk ini terdiri dari daya tarik rasional, emosional, dan moral. Daya tarik rasional dalam film berhubungan dengan manfaat sensorik, keamanan, kebersihan, dan aksesibilitas yang baik. Daya tarik emosional memberikan pandangan Bali sebagai destinasi yang menenangkan, indah, romantis, dan ramah. Daya tarik moral memperlihatkan dorongan untuk datang ke Bali untuk menemukan bimbingan menuju keseimbangan spiritual.

  18. Eksplorasi Potensi Ekowisata di Kawasan Api Tak Kunjung Pada Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kartika Sari Susena

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek potensi ekowisata di kawasan Api Tak Kunjung Padam kabupaten Pamekasan dan persepsi masyarakat sekitar tentang potensi ekowisata yang ada. Metode pengambilan data meliputi mendapatkan informasi umum dari Key person dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelusuran pustaka, observasi lapang, pengumpulan data lokasi berdasarkan persepsi masyarakat dengan pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dan wawancara semi terstruktur. Sumber daya alam yang ada di sekitar kawasan objek wisata yang berpotensi untuk mendukung ekowisata yaitu, objek wisata Api Tak Kunjung Padam, umbi bentul (Colocasia esculenta L., lahan pertanian Singkong (Manihot esculenta Crantz, Kacang hijau (Phaseolus radiatus L., Pisang (Musa paradisiaca L. dan Jagung (Zea mays L., rengginang lorjuk, jubada, kaldu kokot, rujak dan campur madura. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa hasil panen dari lahan pertanian dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menambah perekonomian dengan cara dijual di kawasan Api Tak Kunjung Padam maupun di pasar. Masyarakat setempat juga belum banyak mengetahui potensi sumber daya tersebut untuk dimanfaatkan sebagai pendukung konservasi lingkungan secara umum di wilayah tersebut. Kata Kunci : Api Tak Kunjung Padam, ekowisata, Persepsi.

  19. Kualitas Perairan Sungai Musi di Kota Palembang Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuanita Windusari

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Sungai Musi di perairanKelurahan 5 Ulu (titik 1 pada ordinat  02o59’41.2”S dan 104o 45’39.3’’E dan 7 Ulu (Titik 2 pada ordinat 02o59’39.3’’S dan 104o45’42.1’’E di Kecamatan Seberang Ulu IKota Palembang. Parameter fisika, kimia, dan biologi perairan diukur di lapangan dan di laboratorium. Hasil menunjukkan kualitas perairan Sungai Musi untuk nilai-nilai dari beberapa parameter kimia seperti amonia, sulfida, besi, mangan, klorida lebih tinggi dari standar nilai yang diperbolehkan dalam suatu perairan sungai. Total colifrom sebesar 2400 koloni/100 ml  pada di Titik 1 juga melebihi batas kelayakan untuk nilai total coliform di perairan sungai.Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan kualitasperairan Sungai Musi, khususnya di lokasi sampling tidak layak digunakan untuk konsumsi karena terindikasi tercemar polutan dari industri dan feses.

  20. PENGGALIAN DAN PENYEBARAN POTENSI WISATA MELALUI APLIKASI MOBILE DENGAN KONSEP CROWDSOURCING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Resika Arthana

    2016-01-01

    Full Text Available Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat diminati oleh masyarakat. Keberadaan objek wisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan pelaku pariwisata. Potensi-potensi pariwisata yang masih belum terpublikasi sudah seharusnya digali dan disebarkan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan, baik sebagai pelaku pariwisata maupun penikmat pariwisata. Potensi wisata yang ada di Indonesia sangat tersebar dan tidak bisa dicari satu persatu. Penggalian potensi pariwisata memerlukan peran masyarakat untuk memberikan informasi keberadaan potensi wisata tersebut. Disisi lain, penggalian dan penyebaran potensi wisata seharusnya dibantu dengan teknologi informasi sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menginformasikan dan mencari objek wisata. Pada penelitian ini sudah dikembangkan aplikasi mobile untuk membantu masyarakat menginformasikan potensi wisata yang diketahuinya dengan menyertakan deskripsi, foto dan peta lokasi potensi objek wisata tersebut. Selain itu melalui aplikasi ini masyarakat juga dengan mudah mencari informasi objek wisata. Aplikasi yang dikembangkan memanfaatkan teknologi Android, GPS, Google Maps, serta mengadopsi konsep crowdsourcing. Secara keseluruhan penelitian ini menerapkan metodologi ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Pengujian aplikasi dilakukan dengan Usability Testing. Pada pengujian menunjukkan rata-rata aspek learnability 85%, memorability memiliki rata-rata 87%, error memiliki rata-rata 95% dan satisfaction memiliki rata-rata sebanyak 95%. Rata-rata keseluruhan pengujian adalah 90.5%. Selain itu 90% responden menyatakan bahwa aplikasi layak dipublikasikan. Kata-kata kunci : Potensi Wisata, Google Maps, GPS, Crowdsourcing

  1. Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Hi. Manrulu

    2018-03-01

    Full Text Available Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.

  2. MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN PENGARUNHYA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI DI SMAN 14 PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sri wahyuni

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Make amatch terhadap hasil belajar ekonomi kelas X SMAN 14 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK, dimana dalam suatu kelas diberikan tindakan (action. Dalam satu kelas diberikan tindakan untuk memperbaiki suatu keadaan dimana dalam proses pembelajaran dilihat masih rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran dan menyebabkan hasil Belajar rendah. Lokasi Tempat penelitian ini adalah SMAN 14 Padang Jalan Indarung Karang Putih. Dimana Yang menjadi objek Penelitian ini adalah kelas X1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian spiral, satu putaran terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: Perencanaan (planning, yakni persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan PTK. Berdasarkan dari data diatas maka model pembelajaran make AMatch dapat meningkatkan hasil Belajar ekonomi siswa di SMAN 14 Padang. Untuk itu dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil Belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus satu, siklus dua dan siklus tiga. Dengan adanya penerapan model pembelajaran Make Amatch ini adanya pengaruh yang siknifikan antara model pembelajaran make Amatch terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X1 SMA 14 Padang. Dengan Demikian Model pembelajaran ini bisa digunakan untuk proses pembelajaran ekonomi berikutnya.

  3. Keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono, Boyolali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AYU OKTARIANA VIDYA

    2014-05-01

    Full Text Available Vidya AO, Sugiyarto, Sunarto. 2013. Diversity of soil macrofauna on the ricefield with rorarion and monoculture systems in Banyudono Village, Boyolali. Bioteknologi 11: 19-22. Makrofauna tanah berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah persawahan. Perbedaan sistem pengelolaan lahan mempengaruhi populasi dan komposisi makrofauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan tanaman padi dengan sistem rotasi dan monokultur di Desa Banyudono Boyolali, Jawa Tengah. Koleksi makrofauna dalam tanah dilakukan dengan metode hand sorting. Lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling, yang masing-masing stasiun terdapat 5 titik sampling. Indeks dinyatakan dengan indeks keanekaragaman Simpson. Perbandingan studi komunitas antar penggunaan lahan dinyatakan dengan Indeks Similaritas Sorensen. Hubungan antara keanekaragaman makrofauna tanah dengan faktor lingkungan abiotik dianalisis dengan korelasi Pearson. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 3 phylum yaitu annelida, arthopoda dan mollusca. Indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah tertinggi adalah pada lahan tanaman padi monokultur umur 80 hari (0,66. Berdasarkan hasil korelasi pearson menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman makrofauna dalam tanah berhubungan kuat dengan suhu tanah (-0,732.

  4. Analisis Perbandingan Antara Colocation Server Dengan Amazon Web Services (Cloud Untuk Usabilitas Portal Swa.co.id Di PT. Swa Media Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lipur Sugiyanta

    2017-06-01

    Full Text Available Untuk mendukung usabilitas web portal nya, SWA Media Online menggunakan layanan web hosting Colocation Server dari Wowrack. Layanan Colocation Server dari Wowrack ini memiliki lokasi server fisik atau pusat data di Surabaya, Indonesia. Seiring berjalannya waktu, penggunaan Colocation Server dirasa semakin menghambat perkembangan perusahaan, terbukti dengan melambatnya akses ke web portal swa.co.id. Untuk itu, pada bulan Mei - Juni 2015 SWA Media Online memutuskan berpaling dari Colocation Server ke teknologi cloud terbaru. Pada akhir bulan Juni 2015, SWA Media Online resmi bermigrasi dari colocation ke Amazon Web Services. Dimana server fisik nya berada di Singapura (untuk pelanggan ASEAN. Untuk fitur yang digunakan, hampir sama seperti saat menggunakan colocation yaitu yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, pada Amazon Web Services memberikan service atau fitur tambahan berupa adanya load balancer, auto scaling, dan bucket atau media penyimpanan. Metodologi yang peneliti terapkan dalam penelitian ini adalah metodologi analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa fitur tambahan yang diberikan Amazon Web Services mampu meningkatkan usabilitas portal dalam segi kemudahan dalam kecepatan akses portal. Kecepatan akses web portal meningkat lebih baik dibandingkan saat menggunakan Colocation Server.

  5. ROUTING OTOMATIS BERBASIS ALGORITMA GENETIK UNTUK PENGELOLAAN TANGGAP DARURAT BENCANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Tofa Nurzaki

    2015-07-01

    Full Text Available Penanganan situasi darurat yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir resiko yang terjadi. Keterlambatan penanganan situasi darurat yang terjadi menyebabkan banyak kerugian materi bahkan jiwa. Tindakan penanganan situasi darurat dapat dilakukan setelah adanya laporan. Kecepatan, ketepatan, dan keakuratan informasi laporan sangat dibutuhkan untuk menentukan tindak penanganan yang tepat. Petugas yang menangani situasi darurat yang terjadi seringkali disulitkan dalam menemukan lokasi tepat tempat kejadian dan menentukan rute tercepat menuju tempat kejadian. Dengan demikian, diperlukan sistem yang mampu digunakan untuk melaporkan dan merespon situasi darurat yang terjadi. Hal inilah yang menjadi dasar penelitian. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan sistem berbasis teknologi GIS, GPS, GSM dan Android. Proses pencarian rute menggunakan Algoritma Genetika untuk mendapatkan rute yang optimal. Melalui sistem ini proses pelaporan dan penanganan situasi darurat dapat lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. Algoritma Genetika dapat menghasilkan rute yang efektif menuju titik tujuan. Namun, rute yang dihasilkan tidak selalu rute yang terpendek. Dengan demikian, diperlukan peningkatan optimasi pada Algoritma Genetika ini agar dapat menghasilkan rute yang lebih optimal. Kata Kunci: Otomatisasi, Algoritma Genetik, Tanggap Darurat, Bencana

  6. Design and Development Website of Research Institute, Case Study: Universitas Negeri Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ansari Saleh Ahmar

    2017-11-01

    Full Text Available Abstract: The aim of this paper was to develop a website of research institue at Universitas Negeri Makassar, that can be accessed by many people to check information about reseach anytime and anywhere without the limit of time and location so that the disclosure of information research can be done. The method used in this research is the Software Development Life Cycle method with the three stages namely Initiation Phase, Development/Acquisition Phase, and Implementation Phase. The development of this information system using PHP and CodeIgniter as a its framework. This system development using PHP programming language and CodeIgniter Framework with MySQL database. Abstrak: Tujuan dari tulisan ini adalah dikembangkannya suatu Website Lembaga Penelitian di Universitas Negeri Makassar yang dapat diakses oleh berbagai pihak yang terkait dengan penelitian kapan saja dan dimana saja tanpa adanya batasan waktu dan lokasi sehingga keterbukaan informasi penelitian dapat terlaksana. Metode yang digunakan pada tulisan ini yaitu Metode Software Development Life Cycle dengan tiga tahapan yaitu fase awal, fase pengembangan, dan fase implementasi. Pengembangan sistem informasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP berbasis pada Framework CodeIgniter dengan basis data MySQL. Keywords: CodeIgniter, Information Systems, Website, Research Insitute, Universitas Negeri Makassar

  7. Implementasi Kurikulum 2013 Di MTs Yaqin 1 Kwang Rundun Kecamatan Jerowaru ( Masalah dan Solusinya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sirajun Nasihin

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja masalah yang dihadapi oleh MTs Yaqin 1 Kwang Rundun dalam upaya Implementasi Kurikulum 2013 beserta solusi yang dikembangkan untuk memecahkan masalahnya. Untuk menghimpun data penelitian, penulis mempergunakan tiga tehnik pengumpulan data yakni; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti secara langsung menuju lokasi penelitian dimana penulis merupakan bagian integral dari yayasan penyelenggara pendidikan ini sehingga dapat dengan mudah mendapatkan akses informasi ke dalamnya. Dari penelitian yang dilakukan, penulis memperoleh kesimpulan bahwa masalah yang dihadapi dalam implementasi kurikulum 2013 di MTs Yaqin 1 Kwang Rundun adalah antara lain ; terbatasnya informasi mengenai sistem kurikulum 2013, minimnya fasilitas pembelajaran yang menjadi unsur vital yaitu buku-buku siswa, tidak tersedia sarana prasarana belajar yang utama untuk mendukung penerapannya seperti; laboratorium, alat-alat peraga, media pembelajaran dan kompetensi profesionalisme guru belum memadai”. Sedangkan solusi pemecahannya adalah membangun kerjasama dengan wali murid, komite madrasah dan stake holders sebagai bagian dari pengelolan humas sekolah untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sekolah mempunyai kebutuhan vital yang belum dijangkau, guru-guru memiliki kemauan yang kuat untuk belajar sehingga diupayakan oftimalisasi MGMP, dan kepala madrasah memiliki tekad yang kuat untuk maju sehingga dapat menyisihkan anggaran untuk pengadaan kebutuhan.

  8. PENGARUH MEDIA KOMPOS DAN ASAL BENIH KRANJI (Pongamia pinnata TERHADAP PERTUMBUHAN TINGGI BIBIT DI PERSEMAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aam Aminah

    2014-11-01

    Full Text Available Salah satu hal terpenting dalam penyediaan bibit tanaman adalah media yang digunakan dalam pembibitan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kompos yang diberikan dan asal benih kranji (Pongamia pinnata terhadap pertumbuhan tinggi bibit di persemaian.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih yang berasal dari Bangka, Carita, Batukaras dan banyuwangi.  Masing-masing bibit hasil perkecambahan dilakukan penyapihan dalam polybag dan dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada α = 5% pertumbuhan bibit tanaman kranji sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis kompos dan tidak dipengaruhi oleh lokasi asal benih. Pembibitan tanaman kranji lebih membutuhkan pupuk kompos sebagai pemberi nutrisi dan perbaikan struktur media.   Media is an important in the making seedling and it use in the production of cultivated seeds have economic value, is easily available and the range of non-destructive.  Determination of nutrients in the medium nursery is one of the factors to produce seedlings with a good quality.   The aim of research is produce of good seedling based on the compost type (conventional and brand and origin of seed (Bangka, Carita and Banyuwangi. The result is  α = 5% come from type of compost (conventional of randomized block design with 4 treatments. Compost, besides as fertilizer also contribute improving the structure of media for producing kranji (Pongamia pinnata seedlings.

  9. ANALISA FATIGUE KEKUATAN STERN RAMP DOOR AKIBAT BEBAN DINAMIS PADA KM. KIRANA I DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DISKRIT ELEMEN SEGITIGA PLANE STRESS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarjito Jokosisworo

    2012-04-01

    Full Text Available Kapal KM. Kirana I adalah kapal tipe Ro - Ro Passanger Ship yang beroperasi di Pulau Jawa dengan rute pelayaran Pelabuhan Semarang - Sampit yang mampu mengangkut penumpang dan kendaraan dalam jumlah yang relatif banyak. Untuk memudahkan akses keluar masuk kendaraan yang akan diangkut, maka kapal ini dilengkapi dengan sebuah ramp door sistem steel wire rope yang terletak di bagian buritan kapal (stern ramp door. Ramp door akan menerima beban dinamis secara berulang-ulang sehingga mengakibatkan kelelahan material (fatigue. Analisa fatigue konstruksi rampdoor dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga diskrit segitiga plane stress dengan tujuan untuk mendapatkan hasil analisa yang lebih akurat. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan program bantu berbasis CAD, sedangkan untuk analisa fatigue menggunakan program berbasis elemen hingga. Analisa  yang digunakan adalah analisa beban dinamis dengan amplitudo berubah berdasarkan variasi 4 beban kendaran. Untuk mengetahui letak kondisi paling kritis rampdoor dibagi menjadi 3 bagian dengan mengambil lokasi pnode 180, 140, dan 100. Berdasarkan hasil analisa didapat umur ramp door selama 3186 siklus atau 2 tahun 9 bulan 4 hari dan mempunyai nilai intensitas tegangan patah sebenarnya sebesar 400,713 Mpa. 

  10. Analisa Ketelitian Orthorektifikasi Citra Pleiades untuk Pembuatan Peta Rencana Detail Tata Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meika Sumarsono

    2017-01-01

    Full Text Available Surabaya merupakan salah satu kota besar yang mempunyai banyak penduduk sehingga perlu adanya pengembangan RTH yang cukup dalam suatu wilayah agar kondisi lingkungan tetap nyaman salah satunya dengan pembuatan peta RDTR RTH menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Namun citra satelit resolusi tinggi perlu dikoreksi secara geometrik dengan orthorektifikasi untuk memposisikan kembali citra sesuai lokasi sebenarnya karena pada saat peliputan data terjadi pergeseran posisi. Penelitian ini mengkaji ketelitian orthorektifikasi citra Pleiades 1A dengan menggunakan metode RPC sebagai peta dasar untuk rekomendasi dalam pembuatan peta RDTR RTH di wilayah Surabaya bagian pusat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu citra Pleiades 1A dengan resolusi spasial 0,5 m pankromatik dan 2 m multispektral, DEM ALOS PALSAR dengan ketelitian 12,5 m, Ground Control Point (GCP hasil dari pengukuran di lapangan. Ketelitian geometrik menggunakan metode RPC di mana metode ini menggunakan informasi parameter orientasi dalam yang terdapat di metadata serta dibantu dengan titik kontrol tanah dan DEM. Hasil proses orthorektifikasi dengan menggunakan 8 titik GCP berupa RMSE sebesar 0,36 piksel dan 0,18 m yang memenuhi syarat untuk pembuatan peta dasar skala 1:5000. Hasil orthorektifikasi ini diuji dengan cara tumpang tindih (overlay terhadap peta skala 1:25.000.

  11. PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK IKAN BANDENG, Chanos chanos DARI PROVINSI ACEH, BALI, DAN GORONTALO, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan bandeng, Chanos chanos merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Asia. Sejak tahun 1995, di Indonesia sebagian besar benih bandeng diproduksi dari hatchery sekitar Dusun Gondol, Bali Utara baik untuk pasar domestik maupun perdagangan internasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas benih, perlu dilakukan perbaikan induk secara genetik menggunakan populasi yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data laju pertumbuhan dan variasi genetik induk ikan bandeng yang berasal dari lokasi perairan Aceh, Bali, dan Gorontalo. Pertumbuhan ikan bandeng diamati melalui pengukuran panjang dan bobot benih hingga ukuran 500 g (calon induk, serta variasi genetik diamati menggunakan metode RFLP DNA. Benih dan calon induk masing-masing dianalisis sebanyak 15 ekor. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan bandeng mulai dari benih hingga menjadi calon induk, menunjukkan bahwa ikan bandeng dari Aceh dan Bali mempunyai pertumbuhan panjang dan bobot yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng dari Gorontalo, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0.05 were observed among the populations. The genetic analysis showed five haplotypes composite from four restriction enzymes i.e., Mbo I, Hae III, Hha I, and Nla IV at on cytochrome-b sequen. The average number of restriction site was 1-3 haplotypes. Aceh and Bali populations have lower genetic variations (0.080 and 0.000 compared to Gorontalo (0.115.

  12. Rancang Bangun Aplikasi Perepresentasian Data Perilaku Pengemudi Mobil Berbasis Android Menggunakan Sensor Accelerometer dan Orientation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Dery Rahma

    2017-01-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya popularitas smartphone dari tahun ke tahun, semakin meningkat pula jumlah aplikasi perangkat bergerak yang berkaitan dengan keamanan dalam berkemudi. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi perangkat bergerak lain yang dapat mendeteksi pergerakan mobil yang normal dan berbahaya menggunakan sensor accelerometer dan orientation yang berasal dari smartphone serta tanpa memerlukan sensor hardware tambahan. Arsitektur aplikasi perangkat bergerak ini berbasis client-server, dimana web service melayani permintaan dari aplikasi client berbasis Android. Aplikasi ini juga menggabungkan beberapa teknologi lain seperti Geolocation API, Geocoding API, dan Android Sensor API. Teknologi-teknologi tersebut digunakan untuk mengetahui kecepatan mobil, lokasi terkini dari pengemudi, dan merekam pola gerakan mobil melalui representasi nilai-nilai sensor accelerometer dan orientation.Tujuan dari dikembangkannya aplikasi perangkat bergerak untuk tugas akhir ini adalah untuk membantu pihak kepolisian lalu lintas dalam mendapatkan data pergerakan mobil berupa raw data 2-axis yang direkam oleh sensor accelerometer dan orientation pada smartphone Android ketika pengemudi mengendarai mobil. Data-data tersebut nantinya digunakan untuk membantu mendeteksi riwayat pola berkendara seorang pengemudi.

  13. PENATAAN TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM DAN PENINGKATAN TARAF HIDUP PEDAGANG (STUDI KASUS DI KAWASAN MANAHAN SOLO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NURVITASARI NURVITASARI

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui bentuk peraturan yang mengatur mengenai perlindungan terhadap usaha kecil pedagang kaki lima, untuk mengetahui proses relokasi suatu kawasan usaha yang baik, agar tidak terjadi konflik sosial, serta untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta agar relokasi yang dilakukan mampu meningkatkan taraf hidup pedagang kaki lima. Metode pendekatan yang penulis pakai adalah pendekatan yuridis empiris. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta, UPTD Prasarana Olaraga, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olaraga Kota Surakarta, serta Paguyuban Pedagang Kaki Lima di Stadion Manahan Solo. Menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Metode  pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini menggunakan teknik studi kepustakaan dan studi lapangan dengan cara wawancara dengan narasumber yang dianggap mengetahui duduk permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kota Surakarta dalam upaya meningkatkan dan memberdayakan pedagang kaki lima dengan cara merelokasi dan menyediakan tempat yang baru yang dianggap lebih strategis, serta berupaya memberdayakan pedagang kaki lima dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan bantuan modal pedagang kaki lima, serta pendampingan dan pengembangan usaha.

  14. Penambahan Bulking Agent untuk Meningkatkan Kualitas Kompos Sampah Sayur dengan Variasi Metode Pengomposan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Rohim

    2017-01-01

    Full Text Available Bahan utama pengomposan dalam penelitian ini adalah sayur dan sabut kelapa sebagai bulking agent. Kedua bahan tersebut digunakan karena ketersediannya yang melimpah di lokasi penelitian yaitu Pasar Puspa Agro, Sidoarjo. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penambahan bulking agent dan metode pengomposan. Penambahan bulking agent yang digunakan yakni 40%, 50% dan 60% yang mana persentase tersebut diperoleh dari hasil perhitungan rasio C/N campuran dari kedua bahan yang masuk rentang 25-40. Sedangkan metode pengomposan yang dipakai adalah metode 1 (tidak dicacah, dilapis, metode 2 (dicacah, dicampur dan metode 3 (dicacah, dilapis. Dimensi pengomposan yaitu 0,5x0,5x1 m dan pembalikan untuk metode 1 dan 3 yakni 3 hari sekali selama 2 minggu pertama, seminggu sekali sampai minggu keenam dan 2 minggu sekali sampai kompos matang. Sedangkan pada metode 2, pembalikan dilakukan 3 hari sekali sampai kompos matang. Parameter kualitas kompos yang digunakan mengacu pada SNI 19-7030-2004 meliputi suhu, pH, kadar air, kadar C-organik, N total dan rasio C/N. Hasil dari penelitian ini adalah jika ditinjau dari penambahan bulking agent kualitas kompos yang paling baik yaitu dengan penambahan 60%. Apabila ditinjau dari metode pengomposan, kualitas kompos yang paling baik yaitu menggunakan metode 3 (dicacah, dilapis.

  15. Pemberdayaan Petani Lahan Gambut Melalui Proses Penjernihan Air Gambut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Widiastuti

    2017-12-01

    Full Text Available Masyarakat di kawasan gambut umumnya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, akan tetapi ketersediaan air hujan menjadi terbatas pada musim kemarau, itu berarti tidak ada pilihan lain selain memanfaatkan air gambut yang mengalir di parit dilingkungan tempat tinggal mereka. Program KKN PPM bertujuan untuk memberdayakan petani melakukan penjernihan air gambut melalui program  alih teknologi dan pendampingan petani. Penjernihan air gambut menggunakan bahan - bahan  alami yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar mereka, yaitu menggunakan kapur sirih, PAC dan Tawas sebagai koagulan penjernihan air dan juga menggunakan batu kerikil, pasir, arang dan ijuk sebagai filter pada proses penyaringan air. Sasaran utama adalah kelompok tani pengguna air gambut  anggota Gapoktan Sumber Bersama yang berada di kampung Kembang Wonosari, dusun Karya 1, desa Kuala Dua. Kegiatan KKN PPM  diselenggarakan selama 1bulan diikuti oleh 30 mahasiswa, Metode yang diterapkan adalah membuat  plot percontohan, penyuluhan, bersama Poktan membuat sumur resapan, instalasi dan demo penjernihan air gambut. Pada 6 lokasi yang berbeda telah berhasil didirikan 6 buah instalasi pengolahan air gambut dan 6 sumur resapan, Melalui kegiatan KKN-PPM ini para petani telah dapat melakukan penjernihan air secara mandiri dan dapat mengatasi kesulitan air bersih pada musim kemarau.   Kata kunci : air gambut, penjernihan, sumur

  16. Pembuatan Obturator Mata pada Pasien dengan Kehilangan Mata Akibat Cacat Bawaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clara Rosalina

    2010-06-01

    Full Text Available Kasus kehilangan mata pada pasien dapat menimbulkan masalah fungsi dan estetik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah estetik adalah dengan membuatkan protesa mata kepada pasien tersebut. Tujuan pembuatan obturator mata pada pasien yang kehilangan mata adalah untuk membantu pasien dalam memperbaiki estetik. Pasien wan ita usia 35 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM FKG UGM dengan kondisi kehilangan mata sebelah kanan yang merupakan cacat bawaan. Pemeriksaan wajah menunjukkan muka asimetris. Pada mata kanan tampak adanya cheloid yang timbul setelah operasi pengangkatan bola mata. Perawatan dilakukan dengan pembuatan protesa mata non fabricated dengan tahap-tahap: pencetakan mata dengan sendok cetak mata perorangan dan pengisian hasil cetakan terdiri dari dua bagian, yang pertama diisi dengan gips keras sampai bagian terlebar dari cetakan dasar soket dan dibuat tiga retensi sebagai kunci, kedua sampai menutupi seluruh hasil cetakan. Pembuatan model malam sklera, mencoba pola malam sklera dan packing model malam sklera. Oef/asking dan polishing untuk membuat sklera akrilik, mencoba sklera akrilik dan penentuan lokasi diameter iris, melukis iris dan pupil, penyelesaian protesa mata, packing sklera dan iris, def/asking dan polishing untuk membuat protesa mata serta insersi protesa mata. Kontrol setelah 2 minggu menunjukkan hasil yang baik, tidak ada keluhan rasa sakit, tidak ada peradangan, volume dan frekuensi air mata menjadi berkurang jumlah dan frekuensinya.

  17. PERANCANGAN SISTEM TELE-NAVIGATION PADA PESAWAT TANPA AWAK (MICRO UAV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Basukesti

    2016-04-01

    Full Text Available Sistem navigasi pada pengoperasian pesawat tanpa awak (Micro UAV saat ini terdapat 2 cara yaitu dengan cara pandangan manual (line of sight dan sistem autopilot. Sistem navigasi line of sight memiliki kelemahan jangkauan pesawat tanpa awak hanya pada radius 200 meter karena keterbatasan penglihatan dari pengendali. Metode autopilot adalah metode kendali pesawat dengan algoritma lock position and homing. Sistem autopilot bekerja dengan cara mencari koordinat posisi yang dituju kemudian kembali ke lokasi awal. Keunggulan teknologi ini adalah pesawat dapat menjangkau jarak yang cukup jauh. Akan tetapi metode ini memiliki kelemahan yaitu pesawat harus terbang tinggi dan pesawat belum bisa menghindari halangan seperti gedung pencakar langit maupun pepohonan tinggi. Dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem tele-navigasi yang merupakan modifikasi sistem navigasi line of sight dan autopilot sehingga dapat menutupi kelemahan dari masing masing metode navigasi yang ada saat ini. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu dengan membuat pilot plan sistem Tele-navigasi yang selanjutnya akan diuji dengan pesawat tanpa awak (micro UAV jenis flying wing. Metode dokumentasi dan metode studi pustaka juga digunakan untuk melengkapi data teknis alat yang digunakan sehingga dapat dilakukan analisis mendalam terhadap performa alat yang dirancang. Kata kunci: line of sight, lock position and homing, autopilot, micro UAV.

  18. PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK DALAM PEMBIBITAN NYAWAI (Ficus variegata Blume

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Danu

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan baku  untuk industri pengolahan kayu dan serat dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pasokan bahan baku dari hutan alam semakin menurun, akibatnya terjadi kelangkaan bahan baku industri pengolahan kayu dan pulp. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan hutan tanaman yang memadai. Tanaman nyawai (Ficus variegata Blume  merupakan jenis alternatif prioritas dalam pembangunan hutan tanaman penghasil kayu. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan hutan tanaman nyawai adalah penggunaan bibit bermutu, karena bibit yang berkualitas akan menghasilkan tegakan dengan tingkat produktivitas tinggi. Pengadaan bibit nyawai bermutu dapat melalui teknik perbanyakan generatif maupun vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi pemupukan dan mikoriza yang tepat untuk menghasilkan bibit nyawai yang berkualitas. Buah nyawai dikumpulkan dari Kebun Raya Cibodas (Cianjur. Lokasi Penelitian di persemaian Nagrak. Perkecambahan dilakukan dengan menabur benih pada bak kecambah yang berisi media yang telah disterilkan. Media penyapihan menggunakan tanah sub soil ditambah mikoriza: tanpa mikoriza (C0, Glomus sp. (C1, Acaulospora sp. (C2 dan dosis NPK sebanyak : 0,0 g (P0, 0,5 g/polybag (P1, 1,0 g/poybag (P2. Pengadaan bibit nyawai dapat menggunakan campuran media tanah subsoil + 30 % serbuk sabut kelapa (coco peat +10 % arang sekam padi (v/v, CMA Glomus sp dan Acaulospora sp mampu berkolonisasi dengan akar bibit nyawai. Pemberian pupuk NPK 0,5 – 1,0 gram per polybag dapat meningkatkan serapan hara P.

  19. Penerapan Sistem Tanam Legowo Usahatani Padi Sawah dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan dan Kelayakan Usaha di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asda Rauf

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam padi sawah Legowo terhadap pendapatan petani padi dan kelayakan usahatani padi. Lokasi penelitian di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode survei.  data primer diperoleh dari sampel petani dengan menggunakan panduan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan sistem tanam legowo 4:1 menghasilkan pendapatan Rp 21.844.604 / ha, dan sistem tanam legowo 2:1 menghasilkan pendapatan sebesar Rp 21.705.833 / ha. Kelayakan padi tanam pertanian sistem legowo 4: 1 = 2.16 dan 2: 1 = 2.63. Kedua sistem tanam legowo adalah layak diterapkan untuk padi pertanian padi. Kata kunci : Sistem tanam legowa, pendapatan petani, kelayakan usaha tani     Abstract This study aims to determine the effect of lowland rice cropping system Legowo on farmers' income and eligibility paddy rice. Location research in Subdistrcit Dungaliyo Subdistrict, District of Gorontalo. Research using survey method. primary data obtained from a sample of farmers using an interview guide. The results found that the application of the system of planting Legowo 4: 1 generates a revenue of Rp 21,844,604 / ha, and cropping systems legowo 2: 1 generate a revenue Rp 21,705,833 / ha. Feasibility of transplanting rice farming system legowo 4:1 = 2.16 and 2:1 = 2.63. Both legowo cropping system is feasible for paddy rice farming. Keywords: Legowo cropping system , farm income, farming feasiliblity

  20. PERUMUSAN STRATEGI BERSAING JAHE INSTAN PRODUK CV. INTRAFOOD SURAKARTA MENGGUNAKAN PERCEPTUAL MAPPING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd. Harisudin

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi bersaing jahe instan produk CV. Intrafood dan strategi bersaing yang dapat direkomendasikan untuk meraih keberasilannya. Metode dasar yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penentuan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive, yaitu CV. Intrafood Surakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Perceptual Mapping. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa jahe instan produk CV Intrafood berada pada peringkat ke-2 dari produk empat jahe instan yang diperbandingkan. Atribut yang dapat dijadikan kekuatan utama dalam meningkatkan pemasaran jahe instan produk CV. Intrafood adalah manfaat produk. Sisi yang paling lemah adalah atribut desain kemasan dan kinerja produk dalam kemasan. Abstract This study aims to determine the competitive position of the product instant ginger CV. Intrafood and competitive strategy can be recommended to achieve success. The basic method used is descriptive analysis. Determining the location of the study are determined by purposive method, namely CV. Intrafood Surakarta. Data used in this study is primary data and secondary data. Method analyzed using Perceptual Mapping. From the results of the study concluded that instant ginger of CV Intrafood product ranks second of four instant ginger products are compared. Attributes that can be used as a major force in improving product marketing instant ginger CV. Intrafood is the benefits of the product. The weakest side is the packaging design and performance attributes of the product in the packaging.

  1. EKSISTENSI DAN SEBARAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN AEDES ALBOPICTUS DI KAMPUS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosefina Dota T

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan sebaran nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus telah dilakukan di Kampus Universitas Hasanuddin, Kec. Tamalanrea, Makassar. Penelitian bersifat eksploratif dengan melakukan sampling terhadap lima lokasi yaitu : a Fak. Peternakan (Utara, b Fak. Hukum (Timur, c Pusat Kegiatan Penelitian/PKP (Selatan, d Workshop/Dekat Pondokan mahasiswa (Barat dan e Fak. MIPA (Tengah. Sampling nyamuk menggunakan metode ovitrap (menggunakan attraktan Eluisine Indica L. dan survei terhadap berbagai tempat penampungan air. Sampel telur dan larva nyamuk yang diperoleh disimpan dalam microtube berisi alkohol 70% kemudian diidentifikasi berdasarkan Rueda (2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus ditemukan hidup dan berkembang biak di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. Eksistensi dan sebaran kedua jenis nyamuk tersebut dipengaruhi oleh faktor adanya manusia/masyarakat kampus yang beraktivitas baik di dalam ruangan (indoor maupun di luar ruangan (outdoor, adanya berbagai tempat penampungan air baik buatan (bak mandi, ember maupun barang bekas (botol/kaleng bekas, tempurung kelapa, vegetasi/tanaman dan berbagai macam hewan yang berada di sekitaran kampus. Hasil penelitian dalam ruangan (indoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di dalam ruangan gedung PKP sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di Fak. Hukum. Hasil penelitian di luar ruangan (outdoor menunjukkan bahwa nyamuk Ae. aegypti lebih banyak ditemukan hidup di area Workshop sedangkan Ae.albopictus lebih banyak di area PKP.

  2. Musik Dalam Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Halimah

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera individu. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam di antaranya bahwa (1 musik adalah bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar, (2 musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya, dan (3 musik adalah segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau oleh kelompok individu yang disajikan sebagai musik. Dari beberapa definisi tersebut, maka musik merupakan segala bunyi yang dihasilkan manusia secara sengaja yang disajikan sebagai music. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kecerdasan musik pada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya melalui (1 memperkenalkan musik di dalam kelas, (2 mendengarkan musik, (3 membuat instrumental musik di kelas. Untuk setiap tujuan, kelas diperkaya dengan musik dengan menggunakan beragam teknik secara bervariasi. Penggunaan musik di kelas akan membantu meningkatkan kegembiraan siswa dalam belajar dan sekaligus juga dapat meningkatkan efektivitas ketercapaian tujuan. Yang tidak kalah pentingnya belajar melalui musik dan atau belajar dengan musik, serta belajar tentang musik dapat memberikan banyak manfaat bagi perkebangan baik fisik maupun mental siswa. Melalui musik banyak yang dapat dipelajari oleh siswa di antaranya dikemukakan berikut ini. Kata Kunci: Musik, Pembelajaran

  3. Perancangan dan Pembuatan Perangkat Lunak Aplikasi Android untuk Pengolahan Data Transaksi pada Perusahaan Telekomunikasi "X" dengan menggunakan Pentaho

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanji Hastomo

    2013-03-01

    Full Text Available Perusahaan telekomunikasi “X” adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi seluler di Indonesia, salah satu layanan utamanya adalah Call dan SMS (Short Message Service. Sistem secara otomatis mencatat pada database transaksinya jika terjadi transaksi Call maupun SMS. Kebutuhan akan informasi mengenai jumlah transaksi Call dan SMS berdasarkan lokasi dan waktu tertentu menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Sistem yang ada sebelumnya belum dapat digunakan  untuk mendapatkan informasi secara cepat dan mudah. Pada artikel ini menjelaskan tentang pembuatan suatu aplikasi bergerak berbasis Android untuk menampilkan informasi di atas. Data transaksi yang kompleks terlebih dahulu dilakukan proses ETL (Extract, Transform, dan Load dengan menggunakan Kettle Pentaho untuk mengubah database sumber menjadi data mart. Grafik pada  Android dibuat dengan memanfaatkan pustaka AChartEngine.Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi dapat menampilkan informasi mengenai jumlah transaksi Call dan SMS dalam bentuk grafik melalui perangkat bergerak berbasis Android. Kemudian untuk pengujian dengan pengisian kuisioner,  hasilnya menunjukkan 67,00% menilai baik, 33,67% menilai cukup, dan 0,33% memilih kurang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden menilai aplikasi secara umum memiliki nilai yang baik.

  4. AKUMULASI MERKURI PADA IKAN BAUNG (Mytus nemurus DI SUNGAI KAHAYAN KALIMANTAN TENGAH (The Accumulation of Mercure on Baung Fish (Mytus nemurus in The Kahayan Rice of Central Kalimantan, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adventus Panda

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Kahayan di Kalimantan Tengah mengalami tekanan lingkungan karena adanya limbah merkuri yang berasal dari aktivitas penambangan emas tradisional. Di tempat tersebut terdapat 10a4 tempat penambangan emas sepanjang sungai dari hulu sampai hilir. Merkuri dalam sedimen sungai secara berturut-turut mengalami metilasi (methylation oleh reduksi sulfat bakteri. Riset ini merupakan studi akumulasi merkuri (FIg dalam Mytus nemurus, sedimen dan air, dari hulu ke hilir di sungai Kahayan. Total jarak dari hulu sekitar 296 km. Data dikumpulkan dari 3 lokasi sepanjang sungai. Dalam tiap lokasi tapak sampling berada di dataran baniir (floodplain. Penelitian dilaksanakan selama musim hujan. lkan ditangkap menggunakan rengge (gillnet. Penentuan metil merkuri digunakan metode modified CV-AAS (cold vapor atomic absorption spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara sample yang diukur, akumulasi tertinggi masing-masing berada dalam sedimen sungai (0,336 mg. dikutip dengan daging M. numerus (0,303 mg.g-1 + 0.342. dan air (0.058 mg-1. Merkuri memiliki tendensi meninggi menuju hilir. Hal ini disebabkan oleh tekstur sedimen yang didominasi oleh silt. Kondisi ini berpotensi untuk metilasi. Turbiditas, arus, dan pH menyumbangkan kenaikan tingkat merkuri di hilir. Asupan merkuri mingguan yang dapat ditoleransi menurut WHO adalah 171,42 mg adalah sama dengan 24,4 mg sehari jika seseorang mengkonsumsi 100 g daging M. numerus sehari. dimungkinkan bahwa akan ada 30,3 mg.g-1 yang masuk ke tubuh. Hal ini berarti bahwa merkuri disepanjang sungai Kahayan mengancam penduduk yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.   ABSTRACT The Kahayan River of Central Kalimantan had environmental stress due to mercury waste. This waste came from the traditional gold mining activities. There were 1014 gold mining sites along the river from upstream to downstream. Mercury in river sediment was subsequently methylated by sulfated reduction bacteria. This

  5. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PERJALANAN WISATA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Manongga

    2009-01-01

    kedua. Dalam bagian kedua ini, wisatawan telah merencanakan perjalanan, tempat yang dikunjungi, apa yang ingin dilakukan, dan informasi yang ingin diperoleh. Informasi dari buku panduan dan peta membantu pencarian lokasi atau rute yang perlu ditempuh dan membantu mencari lokasi. Untuk penyediaan informasi, Sistem Informasi Geografis (SIG merupakan alat bantu yang tepat untuk menangani masalah ini. SIG memiliki kemampuan untuk menyediakan informasi dan menampilkan dalam bentuk peta. Peta terdiri dari data dan deskripsi tentang data. SIG dapat menyediakan informasi seperti hotel, restoran, tempat wisata, bank dan lainnya, jalan yang menghubungkan tempat-tempat tersebut, maupun deskripsi tentang tempat dan jalan. Sistem diimplementasikan di kota Semarang, dengan menyediakan tools untuk searching dan informasi tentang fasilitas wisata beserta foto untuk wisatawan. Dengan kemampuan SIG, wisatawan mempunyai panduan untuk membantu perjalanan di Semarang. Kata kunci: perjalanan wisata, Sistem Informasi Geografis (SIG, Semarang

  6. Penggunaan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembuatan Prototipe Perangkat Lunak Simulasi Penyebaran Kebakaran Hutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Mulyo Widodo

    2017-04-01

    Full Text Available Telah didesain dan disusun prototipe perangkat lunak model interaktif kebakaran hutan, yang dapat memberikan skenario terjadinya kebakaran hutan dengan masukan berupa lokasi titik api (hotspot dan keluaran berupa informasi lokasi penyebaran kebakaran, luas kebakaran, waktu simulasi yang diperlukan untuk mencapai luas kebakaran serta kecepatan penyebaran kebakaran. Prototipe model interaktif ini dibangun dengan mendefinisikan suatu satuan perluasan eskalasi kebakaran (FirePixel yang mewakili granularitas data riil lapangan sebesar 400X400 m, letak (posisi geografis dan luasan pengamatan simulasi kebakaran yang dapat dikustomisasi (disetting oleh pengguna secara interaktif dengan asumsi kondisi pada sebuah satuan perluasan eskalasi kebakaran atau Fire Pixel diasumsikan homogen dengan parameter konfigurasi vegetasi, kelerengan, sebaran gambut, sebaran batubara sebagai faktor internal dan faktor eksternal yaitu faktor tetangga terdekat, kecepatan dan arah angin, temperatur rata-rata, kelembaban rata-rata dari simulasi dapat dikustomisasi secara interaktif pada saat simulasi. Dalam perhitungan proses kebakaran dan proses pemadaman kebakaran hutan didefinisikan faktor percepatan proses kebakaran yang merupakan akumulasi dari faktor internal dan eksternal yang secara langsung mempengaruhi kecepatan terjadinya proses kebakaran dan pemadaman kebakaran hutan. Perubahan fase kebakaran diperoleh melalui pemodelan matematik dari faktor internal dan eskternal mulai dari fase mulai terbakar sampai kebakaran padam. Hasil validasi prototipe diperoleh kebenaran yang dapat diterima dalam perhitungan statistik menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel. Hasil skenario 1 menghasilkan nilai KD hitung (=1,5722 < KD tabel (-1,9176 dan skenario 2 menghasilkan nilai KD hitung (=1,36 < nilai KD tabel (=1,5722.   It has been designed and structured software prototype interactive model of forest fires, which can provide forest fire scenario, input is the location of

  7. DAMPAK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Acacia crassicarpa DI LAHAN GAMBUT TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN DAN LAJU PENURUNAN PERMUKAAN TANAH (The Impact of Development of Industrial Plantation Forest Acacia crassicarpa in Peatland Towards the Maturity

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Lisnawati

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan hutan tanaman di lahan gambut tidak terlepas dari sorotan isu negatif lingkungan terkait dengan penurunan kedalaman muka air tanah, sehingga terjadi perubahan ekosistem asli. Kegiatan reklamasi lahan untuk HTI Acacia crassicarpa dalam jangka panjang disinyalir akan menimbulkan dampak negatif terhadap perubahan karakteristik tanah gambutnya seperti tingkat kematangan dan laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden. Kajian mengenai dampak pembangunan HTI di lahan gambut terhadap tingkat kematangan dan laju subsiden perlu dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi exsisting daya dukung lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan gambut baik secara vertikal (berdasarkan kedalaman gambut maupun secara horizontal (berdasarkan jarak dari bibir kanal dan mengetahui laju subsiden sebagai dampak dari reklamasi lahan gambut menjadi HTI A. crassicarpa. Penelitian dilakukan di PT AA, Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak, Riau. Plot penelitian ditempatkan dalam satu transek sepanjang 100 m yang dibuat tegak lurus dengan kanal tersier, terdapat 12 plot dan dalam satu transek terdapat 3 titik pengamatan sehingga total titik pengamatan adalah 36 titik. Parameter yang diamati adalah dinamika kedalaman muka air tanah, nilai kadar serat tanah gambut dan laju subsiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan kedalaman muka air tanah gambut di lokasi penelitian hanya mempengaruhi tingkat kematangan gambut pada kedalaman kurang dari 2 m, sedangkan jarak kanal tersier sebesar 125 m tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat kematangan gambut. Pada kedalaman kurang dari 2 m tingkat kematangan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Pembangunan HTI A. crassicarpa di lokasi penelitian menyebabkan laju subsiden sebesar rata-rata 5,5 cm/tahun.  ABSTRACT The establishment of forest on peat areas is insepatable from the glare of the negative environmental issues associated

  8. PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS INTERPRETATION FOR GROUNDWATER QUALITY ASSESSMENT IN THE COASTAL AREA, NORTH KELANTAN, MALAYSIA (Interpretasi Karakterisasi Fisika dan Kimia Untuk Penilaian Kualitas Airtanah di Area Pesisir, Kelantan Utara, Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2015-11-01

    untuk menilai kualitas air tanah dan masalah masalah yang berhubungan dengannya di zona pesisir, Kelantar Utara, Malaysia. Sebanyak tiga puluh tiga sampel airtanah yang terdiri dari enam belas sampee airtanah yang di ambil langsung dari sumur dan bersama dengan tujuh belas data sampel airtanah diperoleh dari agensi pemerintah digunakan pada penelitian ini. Kedalaman air tanah bervariasi dari yang akuifer dangkal (3,5 m sampai ke yang dalam (130 m. Karakter fisika air tanah di ukur secara langsung di lokasi saat setelah air tanah di ambil. Kandungan kimia sampel air tanah dianalisa dengan menggunakan Ion Chromatography (IC and Inductively Coupled Plasma (ICP. Data-data yang diperoleh di presentasikan dan diinterpretasi menggunakan diagram bivariate dan diagram piper untuk meningkatkan interpretasi dan analisa data secara keseluruhan. Hasil analisa sampel airtanah mengindikasikan bahwa akuifer yang dangkal dapat dikategorikan sebagai air segar. Pada zona pengendapan laut, kadar klorid dan sulfat dalam air tanah cenderung tinggi dalam sampel air. Namun kandungan ini masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Pada lokasi yang banyak penggunaan pupuk kimia, sampel airtanah memperlihatkan kandungan nitrat relative tinggi, yang melebihi batas aman untuk dikonsumsi oleh manusia (>45 mg/L. Kadar K, Ca, Mg dan Na memiliki hubungan yang positif dengan kandungan klorid pada aquifer yang dalam, ini mengindikasikan bahwa ion-ion dalam air adalah berasal dari sumber air asin yang sama. Hubungan antara rasio Cl/HCO3 dan chloride juga menunjukkan bahwa airtanah yang segar and air laut bercampur di dalam aquifer, dan sampel air dengan rasio yang rendah bisa dikategorikan air segar. Untuk aquifer yang dangkal, kebanyakan ion menunjukkan korelasi yang tidak linier dengan klorid yang mengindikasikan bahwa ion-ion tersebut berasal dari sumber yang berbeda.

  9. Analisis Kinerja Subscriber Station WiMAX di Urban Area Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DWI ARYANTA

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAK   Teknologi komunikasi wireless semakin pesat mengalami perkembangan. WiMAX  merupakan suatu teknologi broadband yang didukung oleh standar IEEE 802.16d (802.16-2004 yang mampu memberikan layanan data berkecepatan tinggi hingga 75 Mbps dalam radius maksimal 40-50 km pada bandwidth 20 MHz. Alokasi frekuensi yang dipakai Indonesia untuk jaringan WiMAX  ini ialah 3,3 – 3,4 GHz. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan proses pengukuran kinerja perangkat radio WiMAX  yaitu HiMax 331-SS. Proses pengukuran dilakukan antara CPE dan base station dengan antenna sektoral 1200 pada ketinggian 45 m. Lokasi pengukuran dilakukan di beberapa area kota Bandung yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil pengukuran memperlihatkan nilai CINR tertinggi adalah 31 dB dengan modulasi 64 QAM – ¾ dan terendah nilai 10 dB dengan modulasi BPSK 1/2. Nilai RSSI tertinggi -54 dBm berada dan nilai RSSI terendah -89 dBm. Nilai throughput tertinggi untuk layanan streaming video sebesar  1000,8 kbps (downlink dengan modulasi 64 QAM – ¾. Nilai delay terendah sebesar 56,247 ms pada kondisi LOS dan tertinggi sebesar 139,5 ms pada kondisi NLOS. Nilai terbesar packet loss sebesar 20% yaitu pada lokasi pengukuran terjauh 14,3 km. Kata Kunci : delay, packet loss, RSSI, CINR, throughput, CPE, WiMAX .   ABSTRACT   Wireless communication technologies have evolved more rapidly. WiMAX  is a broadband technology that is supported by the IEEE standard 802.16-2004/d which is able to provide high speed data services of up to 75 Mbps within a radius of 40-50 km at a maximum bandwidth of 20 MHz. Indonesia frequency allocation used for the WiMAX  network is 3.3 to 3.4 GHz. This study was conducted with the performance measurement process that is Himax 331 WiMAX  radio - SS. Process measurement is made between the CPE and base station sector antennas at a height of 45 m in 1200. Locations measurements performed in several areas of Bandung predetermined. The measurement

  10. ASSESSMENT OF ATMOSPHERIC CORRECTION METHODS FOR OPTIMIZING HAZY SATELLITE IMAGERIES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umara Firman Rizidansyah

    2015-04-01

    Full Text Available The purpose of this research is to examine suitability of three types of haze correction methods toward distinctness of surface objects in land cover. Considering the formation of haze therefore the main research are divided into both region namely rural assumed as vegetation and urban assumed as non vegetation area. Region of interest for rural selected Balaraja and urban selected Penjaringan. Haze imagery reduction utilized techniques such as Dark Object Substration, Virtual Cloud Point and Histogram Match. By applying an equation of Haze Optimized Transformation HOT = DNbluesin(∂-DNredcos(∂, the main result of this research includes: in the case of AVNIR-Rural, VCP has good results on Band 1 while the HM has good results on band 2, 3 and 4, therefore in the case of Avnir-Rural can be applied to HM. in the case of AVNIR-Urban, DOS has good result on band 1, 2 and 3 meanwhile HM has good results on band 4, therefore in the case of AVNIR-Urban can be applied to DOS. In the case of Landsat-Rural, DOS has good result on band 1, 2 and 6 meanwhile VCP has good results on band 4 and 5 and the smallest average value of HOT is 106.547 by VCP, therefore in the case of Lansat-Rural can be applied to DOS and VCP. In the case of Landsat-Urban, DOS has good result on band 1, 2 and 6 meanwhile VCP has good results on band 3, 4 and 5, therefore in the case of Landsat-Urban can be applied to VCP.   Tujuan penelitian ini untuk menguji kesesuaian tiga jenis metode koreksi haze terhadap kejelasan obyek permukaan di wilayah tutupan vegetasi dan non vegetasi, berkenaan menghilangkan haze di wilayah citra satelit optis yang memiliki karakteristik tertentu dan diduga proses pembentukan partikel hazenya berbeda. Sehingga daerah penelitian dibagi menjadi wilayah rural yang diasumsikan sebagai daerah vegetasi dan urban sebagai non vegetasi. Pedesaan terpilih kecamatan Balaraja dan Perkotaan terpilih kecamatan Penjaringan. Tiap lokasi menggunakan Avnir-2 dan Landsat

  11. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TAS DI KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Arief Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Strategi pengembangan usaha merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya suatu industri yang diperlukan guna mengembangkan usahanya dalam rangka mencapai tujuan industri secara efektif dan efisien. Strategi pengembangan usaha juga merupakan upaya mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di masa mendatang yang sulit dipastikan dan dapat memberikan arah kegiatan operasional bagi pelaksanaan kegiatan industri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri kecil tas serta untuk merekomendasikan strategi pengembangan yang tepat digunakan. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif terhadap 95 pengusaha tas. Variabel yang diteliti adalah permodalan, tenaga kerja, teknologi dan pemasaran. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus memiliki kekuatan yaitu kemudahan interaksi karena dibentuk sentra industri tas di Kecamatan Jati. Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah inovasi dan desain produk masih rendah. Peluang yang dimiliki adalah dekat dengan lokasi pasar. Sedangkan ancaman yang dimiliki adalah persaingan produk dari luar daerah baik nasional maupun internasional. Strategi pengembangan yang bisa diterapkan oleh industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabil, artinya strategi untuk memperluas usaha dengan cara membangun di lokasi yang lain, dan meningkatkan jumlah produksi dan menambah jasa. Pada industri kecil tas di Kecamatan Jati dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar dengan cara promosi dan mempublikasikan produknya. Selain itu menerapkan strategi yang lebih  defensive  yaitu  menghindari  kehilangan

  12. PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN PADA TATA GUNA LAHAN SEKOLAH DASAR SWASTA DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harry Patmadjaja

    2002-01-01

    Full Text Available Elementary School is a common location for traffic congestion especially every morning. This condition can be avoided if the elementary school planner can predict the trip generation of that school. The aim of this research is to make a mathematical model of trip generation for elementary school land use at Surabaya. Research has been done to eight private elementary school using Pearson Correlation Analysis, Simple Regression Analysis, and Stepwise Regression Analysis to obtain the most significant trip generation model. Arrival rate and service rate distribution was analyzed using Chi-Square Distribution Fitting method to obtain arrival rate and service rate characteristic. From the analysis, the most significant trip attraction model is Y = -867,9 + 194.Log X1 + 274.Log X8 + 177.Log X5, in which Y is number of student vehicle, X1 is number of elementary student, X8 is total area of classroom, and X5 is classroom capacity. The most significant trip production model is Y= -797,2 + 311.Log X1 + 164.Log X8 +79.Log X15, in which Y is number of student vehicle, X1 is number of elementary student, X8 is total area of classroom, and X15 is ratio between number of teacher and classroom. Several elementary school characteristics that influence traffic congestion are: number of student, number of queue lane, number of entrance, and vehicle occupancy. Abstract in Bahasa Indonesia : Sekolah dasar merupakan salah satu lokasi yang sering mengalami masalah kemacetan lalulintas. Hal tersebut bisa dicegah bila pemilihan lokasi sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan perkiraan bangkitan pergerakan yang akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model bangkitan pergerakan (trip generation kendaraan roda empat (pribadi dan antar jemput akibat pembangunan sekolah dasar swasta di Surabaya. Survey dilakukan pada delapan sekolah dasar swasta di Surabaya. Hasil survey dianalisis dengan metode Pearson Correlation, Simple Linear Regression, dan

  13. Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebub Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herawikan Mandiriati

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengeloaan Kebun Raya Baturraden di Kawasan Hutan Produksi terbatas dapat menimbulkan permasalahan surface run off apabila penanganan lokasi tidak dilakukan secara konservatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika Perubahan ekositem Hutan Produksi Terbatas yang bersifat homogen menjadi Kebun Raya Baturraden merupakan hutan heterogen. Dengan cara membuat PU (Petak Ukur di zona pemanfaatan keluasan 77,4 Ha, sebanyak 109 PU (Petak Ukur dengan ukuran 20x20 m, intensitas 5,5, jarak antar PU 1, 3 m. Hasil pengamatan   parameter yang menjadi pertimbangan ketinggian tanah antara 1076-760 Dpl, kelerengan tanah 12⁰-30⁰, kedalaman tanah < 85 Cm – 90<, erodibilitas tanah 0,43, jenis tanah Latosol Coklat dan curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. Dari hasil pengamatan kawasan Kebun Raya Baturraden tanah mudah sekali terjadi   proses surface run off. Mengatasi dan merubah ekosistem dari hutan homogeny menjadi heterogen (1 penjarangan harus bertahap sesuai lahan yang akan dikelola, (2 Dengan kondisi tegakan pohon sangat rapat untuk melakukan tebangan sebaiknya menggunakan tebangan penerangan atau penjarangan jangan sampai tanah terbuka mengingat mempunyai curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. (3 pada lokasi tertentu yang rawan terjadi erosi harus dibuat terasering untuk mengurangi terjadinya surface run off.   Kata Kunci: Kebun Raya, Hutan Produksi terbatas surface run off, ekosistem ABSTRACT Managing Baturraden Botanical Garden in the Limited Production Forest Area can cause problems of surface run off if the location is not handled conservatively. This study aims to overcome the problem of ecosystem changes of the homogeneous Limited Production Forest to become Baturraden Botanical Garden which is heterogeneous forest by making PU (sample plots in the utilization zone of 77.4 hectares in breadth, a total of 109 PU (sample plots with a size of 20x20 m, intensity of 5.5, the distance between PU’s 1, 3 m. The

  14. Kajian Ekosistem Mangrove Hasil Rehabilitasi pada Berbagai Tahun Tanam untuk Estimasi Kandungan Ekstrak Tanin di Pantai Utara Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erny Poedjirahajoe

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan di kawasan rehabilitasi mangrove Pantai Utara Pemalang dan Rembang, Dari dua lokasi tersebut masing-masing di pilih tanam mangrove yang sama. Setiap tahun tanam dibagi dalam tiga zona dari arah laut ke darat. Kondisi ekosistem mangrove dikaji melalui pendekatan terhadap pengukuran kerapatan, rata-rata tinggi dan diameter, ketebalan lumpur, salinitas dan kandungan bahan organik pada setiap zonasi dan setiap tahun tanam. Untuk memperkirakan kandungan ekstrak tanin, pada setiap tahun tanam diambil 3 sampel vegetasi (dalam satu zona diambil satu sampel, kemudian dikelupas kulitnya, ditimbang dan dilakukan analisis laboratorium. Kandungan ekstrak tanin dalam satu tahun tanam dapat diestimasi dengan cara menghubungkan dengan nilai kerapatannya. Uji varian untuk dua sifat yang berbeda, dilakukan untuk melihat signifikasi kerapatan tanaman pada setiap tahun tanam pada dua lokasi rehabillitasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi kandungan ekstrak tanin di Pemalang dan Rembang pada tahun tanam 2002 rata-rata menunjukkan angka yang lebih tinggi daripada tahun tanam 2003 dan 2006. Pada tahun 2002 di Pemalang, estimasi ekstrak tanin sebesar 105,93 kg/ha sedangkan di Rembang mencapai 159,23 kg/ha. Pada tahun tanam 2006 mangrove di Pemalang mempunyai kandungan ekstrak tanin sekitar 80,90 kg/ha, sedangkan di Rembang sekitar 143,36 kg/ha. Kata kunci: Mangrove, ekosistem, ekstrak tanin.    A Study of Rehabillitated Mangrove Ecosystem in Different Planting Year to Estimate Tannin Extract Content in Northern Coast of Central Java Anstract The research was conducted in the mangrove plantation areas of Pemalang and Rembang North coasts. From those two areas, mangrove vegetations with the same three plantation ages were chosen which were then divided into three zones from the sea. Tree density, height and diameter, the depth of sediment, water salinity and the content of organic matter were measured and assessed for each

  15. AKUMULASI LOGAM BERAT Cr DAN Pb PADA TUMBUHAN MANGROVE AVICENNIA MARINA DI MUARA SUNGAI BABON PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH (Accumulation of Heavy Metals Cr and Pb in Mangrove Plant Avicennia marina On Babon River’s Estuari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartikasari

    2002-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Ekosistem mangrove cenderung dapat mengakumulasi unsur-unsur logam berat yang berada dalam perairan sekitar tumbuhan mengrove. Kajian ini dilakukan di muara sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove, Avicennia murina, dalam mengakumulasi unsur logam berat Cr dan Pb; mengetahui organ (akar, cabang, dan daun yang paling banyak mengakumulasi unsur logam berat dan mengetahui peran tumbuhan mangrove dalam mengurangi kandungan logam berat (Cr dan Pb yang ada di perairan muara sungai Babon. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap observasi pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove dan menentukan keberadaan unsur logam berat dalam organ tumbuhan mangrove. Setelah observasi pendahuluan dapat ditentukan lokasi sampling yang ada tumbuhan mangrove A. marina dan lokasi yang tidak ada tumbuhan tersebut. Penelitian utama ditujukan untuk memperoleh data primer konsentrasi Cr dan Pb dengan cara mencuplik dari organ tumbuhan (akar, cabang dan daun, sedimen dan air. Cuplikan dibawa ke laboratorium untuk dikeringkan dengan Microwave Digestion MLS-1200 MEGA dan ditentukan kadar Cr dan Pbnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik Uji Non Parametric Kruskal Wallis dan Uji Two Test Kolmogorov Smimov. Hasil penelitian menampakkian Cr terakumulasi lebih banyak daripada Pb di tumbuhan mlangrove. Kecepatan faktor biokonsentrasi untuk Cr adalah 1052.66 dan Pb adalah 349.54. Tempat konsentrasi tertinggi Cr dan Pb dalam organ tumbuhan berturut-turut: akar, cabang dan dedaunan. Daun menyerap unsur Pb lebih besar daripada cabang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi Cr dan Pb di sedimen yang perairannya ditumbuhi mangrove lebilr besar dari pada di sedimen yang perairannya tanpa ditumbuhi mangrove. Konsentrasi unsur logam berat dalam perairan yang ditumbuhi magrove.   ABSTRACT Mangrove have a tendency to accumulate

  16. ANALISIS KADAR LOGAM DAN CARA MUDAH MENGENALI UDANG YANG TERAKUMULASI LOGAM: STUDI KASUS TENTANG UDANG DI SUNGAI DONAN CILACAP, JAWA TENGAH (Metal Content Analysis and Easily Recognize for Shrimps that Accumulates of Metal: Case Study about Shrimps

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumisem Tumisem

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Kadar Logam dan Cara Mudah Mengenali Berbagai Udang yang Terakumulasi Logam dilakukan dengan: mengidentifikasi berbagai jenis udang, menganalisis kadar logam dan menganalisis secara morfologi berbagai jenis udang terkait dengan morfologi tubuhnya. Penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Donan Cilacap dengan cara menangkap berbagai jenis udang di sepanjang sungai tersebut setiap musim. Analisis kadar logam dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik UGM, identifikasi dan analisis morfologi udang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia UMP. Hasil identifikasi diperoleh enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Berdasarkan hasil analisis morfologi (warna tubuh menunjukkan semua jenis udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan, dan yang berasal dari lokasi sungai yang memiliki tanaman bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening. Hasil analisis kadar logam jenis Cd dan Pb pada semua udang tidak terdeteksi, sedangkan analisis kadar Cu terdeteksi pada udang Pletok, Wuku dan Sikat dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan 0,1 ppm. Rata-rata kadar Cu pada udang tersebut sebesar 66,256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis morfologi (bentuk tubuh dari semua jenis udang baik yang terakumulasi logam maupun tidak memiliki bentuk yang sama, sehingga tidak dapat menjadi patokan dalam mengenali udang yang tercemar logam. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan udang yang terakumulasi bahan pencemar di atas standar keamanan pangan berwarna hijau kehitaman dan merah kehitaman, sedangkan udang yang tidak terakumulasi bahan pencemar berwarna putih segar. ABSTRACT Research on the metal content analysis and Easily Recognize for shrimps that accumulates of metal have done by identify various types of shrimps, metal content analysis, and analyzed morphologically various types of shrimp related

  17. Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaian Peruntukan Ruang (Studi Kasus Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca-Markov, Enter dan  Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan  seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar  23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.Kata kunci. Perubahan tutupan/penggunaan lahan, kesesuaian peruntukan ruang, pertambanganAbstract. The studies of land use/cover changes (LUCC and suitability of land utilization are very important because the LUCC affects the physical environment and suitability of space utilization affects regulations and laws on spatial planning. This article aims to measure  LUCC by using satellite imaginery, to predict the results of LUCC 10 years on, to explain out factors affecting  LUCC and

  18. PARTISIPASI ISTRI NELAYAN PANDEGA SEBAGAI PENGUPAS RAJUNGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Luthfiyatut Tasbichah

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis (a kegiatan produktif istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan,(b besarnya kontribusi pendapatan istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan terhadap total pendapatan keluarganya, (c kendala-kendala yang dihadapi oleh istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan saat melakukan aktivitas produktifnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dan untuk memperoleh validitas hasil penelitian dilakukan metode triangulasi. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan penelitian yaitu istri nelayan pendega sebagai pengupas rajungan kepala kelurahan lokasi penelitian, masyarakat di lokasi penelitian, observasi di lapangan, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tujuan dilaksanakannya penelitian. Kontribusi pendapatan informan terhadap pendapatan keluarga cukup besar yaitu 28,19% dari total pendapatan keluarga. Meskipun pendapatan keluarga mengalami peningkatan tetapi peran aktif istri nelayan dalam kegiatan produktif belum mampu mensejahterakan keluarganya. Pekerjaan para istri nelayan di Kelurahan Pacar masih bersifat tradisional belum bisa berkembang yang masih berupa pengupas rajungan biasa tanpa diolah lebih lanjut. Oleh karena itu diharapkan adanya pendampingan program pemberdayaan masyarakat di bidang kelautan dengan cara mengembangkan usaha-usaha mikro produktif seperti pengolahan rajungan yang lebih modern untuk meningkatkan pendapatan istri nelayan pengupas rajungan dan juga diperlukan informasi mengenai pemasaran, keuntungan dan besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari perubahan bentuk olahan untuk mengembangkan produksinya. This study aimed to identify and analyze (a kinds of participation of Pandega’s (fisherman's wife as a crab peeler in an effort to increase the family income (b the amount of revenue increase of a Pandega's wife as a crab peeler to the family

  19. PERAN REVEGETASI TERHADAP RESTORASI TANAH PADA LAHAN REHABILITASI TAMBANG BATUBARA DI DAERAH TROPIKA (The Role of Revegetation on the Soil Restoration in Rehabilitation Areas of Tropical Coal Mining

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyono Agus

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertambangan batubara terbuka menyebabkan degradasi lahan, sehingga perlu upaya rehabilitasi lahan melalui program revegetasi. Penelitian dilakukan di areal PT. Berau Coal  pada site Binungan, Lati dan Sambarata, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap ber-blok dengan umur revegetasi sebagai perlakuan, tiga kali ulangan dan tiga site sebagai blok. Pemilihan lokasi menggunakan metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan pada umur pengolahan lahan revegetasi, meliputi S1 : area hutan sebelum ditambang (rona awal, S2 : revegetasi awal, umur tanaman  5 tahun. Pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0–20 dan 20-40 cm pada setiap perlakuan di ketiga lokasi, selanjutnya dianalisis sifat fisik dan kimianya. Tanah Typic Hapludult pada lahan hutan sebelum ditambang batubara secara terbuka (S1,  rona awal mempunyai kadar C-organik (1,87 %, N-total (0,14 %, P-tersedia (31,40 ppm, K-tertukar (0,11 me/100g, pH (3,98, KTK (10,72 me/100g dan kejenuhan basa (17 %. Penambangan terbuka batubara telah menyebabkan lapisan bawah dan  permukaan tanah menjadi terbongkar dan terjadi penurunan kualitas tanah yang sangat drastis. Penimbunan lahan dengan media tanah permukaan sebelumnya, telah cukup  mampu memperbaiki sifat-sifat tanah tertambang namun belum sesuai sebagai media pertumbuhan, serta sangat rentan terhadap degradasi lahan lebih lanjut. Revegetasi menggunakan tanaman pionir, cepat tumbuh dan adaptif seperti Sengon, Akasia, Sungkai, Melina, Angsana, Jarak serta Legume Cover Crop (LCC pada area bekas tambang  batubara memberikan pengaruh yang  nyata terhadap peningkatan kandungan C-organik, N-total dan  pH tanah. Revegetasi menggunakan spesies cepat tumbuh setelah berumur 5 tahun telah mengembalikan bahkan memperbaiki sifat kimia tanah dibanding dengan kondisi pada hutan tropika basah sebelum dilakukan penambangan terbuka.   ABSTRACT Open coal mining

  20. Pola Penghidupan Masyarakat di Daerah Perdesaan pada Strata Rumahtangga yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kationo Udin

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian pola penghidupan di daerah perdesaan perlu dilakukan mengingat daerah perdesaan merupakan bagian integral dari wilayah pembangunan yang perlu mendapat perhatian pemeritah melalui berbagai kebijakan pemberdayaan masyarakat perdesaan dalam konteks pembangunan daerah perdesaan. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengkaji (1 strategi penghidupan rumahtangga dan (2 faktor penentu, serta (3 menyusun arahan pengembangan strategi penghidupan yang efektif pada tiap strata ekonomi rumahtangga dalam rangka peningkatan pendapatan di lokasi penelitian. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Karang Jaya Kabupaten Buru dengan unit penelitian pada strata rumahtangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan kuisioner dan wawancara dalam pengambilan data. Dengan adanya strata rumahtangga maka Teknik sampel menggunakan stratifield random sampling dengan penentuan besar sampel secara proportional. Jumlah sampel strata ekonomi lemah 65 rumahtangga, strata ekonomi menengah 34 rumahtangga dan strata ekonomi kuat 6 rumahtangga. Analisa data dilakukan secara kua ntitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang serta dilengkapi dengan indepth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strata rumahtangga ekonomi lemah sebagian besar menerapkan strategi pemanfaatan sumberdaya rumahtangga untuk meningkatkan hasil pertanian. Sementara strata rumahtangga ekonomi menengah menerapkan strategi pemanfaatan sumberdaya rumahtangga, diversifikasi pekerjaan dan optimalisasi hasil pertanian. Strata rumahtangga ekonomi kuat lebih fokus pada strategi investasi modal usaha. Adapun yang menjadi faktor penentu dalam penerapan strategi di atas adalah modal fisikal dan modal finansial yang berbeda dari segi dominasi kepemilikan pada tiap strata ekonomi. Untuk itu perlu adanya pengembangan strategi yang lebih efektif melalui peningkatan keahlian/ketrampilan anggota rumahtangga, membentuk kelompok tani/usaha kecil

  1. Wayfinding Sign pada Ruang Pameran Tetap di Museum Nasional Indonesia – Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Budi Kusuma

    2018-05-01

    Full Text Available Wayfinding atau orientasi topografi, merupakan kemampuan menentukan lokasi, menemukan tempat dalam fasilitas gedung. Sebagai media penunjuk arah, Wayfinding Sign yang diterapkan pada ruang pameran tetap belum memenuhi kebutuhan yang dapat memberikan informasi yang cukup, mengenai arah mana yang harus dituju untuk mencapai area tertentu, warna-warna yang tercantum dalam panel informasi pun tidak memberikan arti tertentu. Permasalahan pada Wayfinding Sign pada ruang pameran tetap yang dianalisis meliputi: Ukuran; dimensi tanda yang proporsional terhadap luas area dimana tanda tersebut berada,sehingga memungkinkan tanda tersebut dapat mudah terlihat. Warna; berkaitan dengan warna pada tanda telah sesuai peruntukannya dan memperhatikan warna disekitar tanda berada. Kontras; berkaitan dengan estetika tanda yang dominan terhadap kondisi disekitar tanda sehingga tanda tampak eksistensinya. Intensitas; berkaitan terhadap sesuatu yang dapat memberikan stimulus sehingga menarik perhatian terhadap tanda. Posisi ; berkaitan dengan perletakan tanda yang memperhatikan jangkauan penglihatan pengunjung yang mengarah ketempat tanda tersebut berada. Untuk memfokuskan penelitian dan menemukan hubungan antara satu data dengan data yang lain, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data hasil observasi, pengukuran, deskripsi, dan analisis data dengan teknik Triangulasi Data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Directional Sign; menggunakan tanda ‘warna’ yang tidak ada hubungannya dengan lokasi lantai ruang pameran dan nuansa warna ruangan yang ditunjukan, dan terdapat sign yang menginformasikan arah yang tidak tepat. Informational Sign; tanda yang memberikan informasi tentang materi koleksi yang didisplay dalam ruang pameran tetap, sudah sesuai dan efektif. Identificational Sign; perletakannya yang tidak tepat sehingga menggangu kenyamanan pengunjung dalam membaca informasinya dan membuat posisi membaca yang tidak sehat dan aman

  2. Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Di Surabaya (Studi Kasus: Koridor Jalan Tandes Hingga Benowo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afrizal Ma'arif

    2017-01-01

    Full Text Available Ruang Terbuka Hijau (RTH memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di koridor Jalan Tandes – Benowo. Jalan ini seringkali ramai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor pada jam sibuk. Padatnya kendaraan bermotor ini menimbulkan akumulasi emisi CO2 yang besar di lokasi studi. Emisi CO2 dalam jumlah besar ini menimbulkan banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sebuah solusi diperlukan agar permasalahan yang ditimbulkan oleh emisi CO2 kendaraan bermotor ini dapat diatasi dengan baik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penyediaan RTH guna menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu; menghitung jumlah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR di koridor studi. Selanjutnya setelah diketahui jumlah LHR, dilakukan perhitugan emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan bantuan perangkat lunak Mobilev. Setelah diketahui timbulan emisi CO2 kendaraan bermotor yang dihasilkan, selanjutnya dihitung kebutuhan penyediaan RTH untuk menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 248,00 kg CO2 dihasilkan oleh kendaraan bermotor per jam-nya pada jam puncak. Dengan timbulan emisi CO2 sedemikian rupa, RTH publik eksisting di kawasan studi dapat menyerap sebesar 39,87 kg CO2. Untuk menyerap sisa emisi CO2 yang ada, diperlukan penyediaan 1,60 hektare lahan untuk RTH baru.Abstrak— Ruang Terbuka Hijau (RTH memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di

  3. COMMUNICATION MODEL IN SOCIALIZING OF URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” INNOVATION PROGRAM IN BANDUNG CITY (MODEL KOMUNIKASI DALAM MEMASYARAKATKAN PROGRAM INOVASI URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” DI KOTA BANDUNG PROPINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Sri Mulyani R

    2016-10-01

    digunakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan   dalam memasyarakatkan inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun” di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa   program memasyarakatkan  Urban Farming “Kampung Berkebun”  terdiri dari  dua kegiatan, yakni kegiatan pertama, dilakukan sosialisasi terhadap para camat dan lurah se Kota Bandung yang dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung  dan kegiatan kedua adalah memberikan pelatihan teradap warga di lokasi  kelurahan. Kota Bandung memiliki 34 kecamatan dan 151 kelurahan. Pelatihan dilaksanakan disetiap lokasi kelurahan dengan menyertakan  maksimal  50 orang warga kelurahan tersebut. Model komunikasi  penyebaran inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun”  berupa model yang bersifat mekanistis dan interaksional yaitu model komunikasi  David K Berlo (1960 dan model komunikasi Schramm (1954.

  4. Integrasi pemrograman web pada pemrograman desktop sebagai alternatif fasilitas laporan dalam pengembangan program aplikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardainis Mardainis

    2017-11-01

    Full Text Available AbstrakPemrograman Desktop adalah program aplikasi yang mampu beroperasi tanpa mengandalkan jaringan internet. Penggunaan program desktop biasanya digunakan untuk membuat program yang akan dioperasikan tanpa memerlukan jaringan internet dengan area kerja berada disatu lokasi saja. Sedangkan program web pemakaiannya sangat bergantung pada jaringan internet agar bisa menghubungkan antar pengguna. Pilihan menggunakan program desktop atau program berbasis Web ditentukan oleh kebutuhan dan implementasinya. Jika implementasinya hanya untuk lingkungan perusahaan yang berada di satu tempat, program sebaiknya menggunakan program berbasis desktop. Namun, jika perusahaan memiliki lokasi terpisah di beberapa daerah, penggunaan program berbasis web lebih tepat. Namun banyak programmer, terutama pemula yang enggan menggunakan pemrograman desktop karena dalam membuat laporan harus menggunakan aplikasi pembuat laporan khusus seperti Crystal Report. Kesulitan yang dialami untuk menggunakan aplikasi khusus ini adalah tidak tersedianya aplikasi dalam sistem sehingga perlu diadakan secara khusus. Dalam membuat laporan kadang dirasa agak rumit karena tampilan laporan harus diseting secara manual. Sedangkan dalam bahasa pemrograman berbasis web untuk menampilkan informasi bisa langsung dibuat dengan mudah dalam program itu sendiri tanpa harus menggunakan aplikasi tambahan. Jadi membuat laporan dengan program berbasis web lebih mudah. Untuk menghindari kesulitan para pemrogram dalam membuat laporan tentang program desktop, peneliti mengintegrasikan program berbasis Web dengan pemrograman berbasis desktop dengan tujuan mempermudah membuat laporan. Kata kunci:  Pemrograman Desktop, Implementasi, Integrasi, Crystal Report.  AbstractDesktop Programming is an application programmer capable of operating without relying on the internet network. The use of desktop programs is usually used to create a program that will be operated without the need for internet network with

  5. Pengaruh Kerapatan Vegetasi Penutup Lahan terhadap Karakteristik Resesi Hidrograf pada Beberapa Subdas di Propinsi Jawa Tengah Dan Propinsi DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bokiraiya Latuamury

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi DIY, dilatarbelakangi oleh penurunan daya dukung lingkungan seperti rusaknya kawasan hutan dan berkurangnya luas tutupan lahan hutan, yang dapat mempengaruhi perilaku aliran air. Dengan adanya perubahan tutupan lahan akan berdampak pada berubahnya sifat-sifat hidrologi seperti koefisien aliran, debit dan karakteristik hidrograf aliran. Indikator kerusakan hutan dapat dilihat dari karakteristik hidrograf. Evaluasi respon DAS berupa hidrograf aliran akibat adanya perubahan penutup lahan menjadi sangat penting untuk dianalisis karena merupakan tolok ukur dalam setiap penentuan kebijakan terkait dengan penanganan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1. mengkaji karakteristik kerapatan vegetasi penutup lahan dan keterkaitannya dalam ekosistem DAS, (2. mengkaji karakteristik aliran dasar (koefisien resesi  pada beberapa sub-DAS tersebut, dan (3. menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi penutup lahan terhadap karakteristik hidrograf aliran khususnya aliran dasar pada sub DAS yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei data sekunder pada rekaman data AWLR/SPAS untuk analisis resesi hidrograf dan koefisien resesi (Krb, dan interpretasi citra Landsat ETM+ untuk transformasi indeks vegetasi NDVI dikorelasikasi dengan data kerapatan vegetasi untuk mempresentasikan karakteristik kerapatan vegetasi. Selanjutnya hasil transformasi indeks vegetasi NDVI kemudian diujikorelasikan dengan karakteristik resesi (koefisien resesi untuk menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi penutup lahan terhadap karakteristik resesi hidrograf. Hasil uji statistik NDVI dengan koefisien resesi menunjukkan terdapatnya korelasi antara nilai NDVI dan koefisien resesi pada R2 = 0,1427, F = 2.17 tidak berpengaruh nyata pada taraf signifikan 1% sebesar 0.1646 (lampiran 1.2b. Analisis korelasi antara variabel independen (NDVI penutup lahan dengan variabel

  6. Aplikasi Pemetaan Penderita Gizi Buruk di Kota Pekanbaru menggunakan Quantum GIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyani Arita Fitri

    2017-11-01

    Full Text Available AbstrakGizi buruk merupakan salah satu penyakit serius yang masih dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Kota Pekanbaru memiliki cukup banyak kasus gizi buruk , dimana penderita gizi buruk  tersebar di beberapa kecamatan. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum memiliki aplikasi untuk memetakan penderita gizi buruk yang dapat memberikan informasi lengkap tentang data dan geografis  penderita gizi buruk,  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem informasi mengenai peta sebaran penderita gizi buruk di Kota Pekanbaru. Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan Quantum GIS untuk pembuatan peta Kota Pekanbaru dilengkapi dengan fitur penunjuk lokasi dengan titik koordinat dari google maps. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle Model Waterfall sampai pada tahapan implementasi dan pengujian Blackbox. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem informasi geografis pemetaan penderita gizi buruk, yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam pengolahan data dan pencarian informasi penderita gizi buruk. Kata kunci:  Aplikasi Pemetaan ,Google maps, , gizi buruk, , Quantum GIS  AbstractMalnutrition is one of the serious illnesses still faced by people in Indonesia. Pekanbaru city has enough malnutrition cases, where malnutrition sufferer spread in some district. Pekanbaru City Health Office has no application to map malnutrition sufferer which can give complete information about data and geographic of malnutrition patient, The purpose of this research is to build information system about distribution map of malnutrition patient in Pekanbaru City. In making this application using Quantum GIS for map making Pekanbaru City is equipped with location indicator feature with coordinate point from google maps. System development method used is System Development Life Cycle Model Waterfall to the stages of implementation and testing Blackbox. The results obtained from this research is the

  7. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat merupakan perairan yang potensial untuk budidaya laut. Namun demikian belum ada data dan informasi kesesuaian lahan untuk budidaya laut termasuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA di perairan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan di perairan pesisir Kabupaten Mamuju untuk budidaya ikan dalam KJA yang diharapkan juga dapat menjadi acuan dalam penentuan tata ruang wilayah pesisir. Metode survai diaplikasi pada wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, mulai dari perbatasan Kabupaten Majene di bagian selatan sampai perbatasan Kabupaten Mamuju Utara di utara. Kualitas air perairan yang diukur adalah: pH, salinitas, kecepatan arus, arah arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, fosfat, dan besi. Data lainnya diperoleh dari hasil ekstrak citra ALOS AVNIR-2 akuisisi 28 Juli 2009. Analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografis digunakan dalam penentuan kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan dalam KJA di Kabupaten Mamuju tersebar di Pulau Karampuang, Perairan Kalukku, Pulau Bakengkeng, Perairan Papalang, Pulau Kambunong, dan Tanjung Dapurang. Untuk pengembangan kegiatan budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, hanya sekitar 10% dari potensi perairan pesisir yang secara efektif dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di perairan Kabupaten Mamuju yaitu 698,18 ha yang terdiri atas sangat sesuai seluas 133,18 ha; cukup sesuai 512,41 ha dan kurang sesuai 52,59 ha

  8. GROUND WATER ASSESSMENT IN AGRICULTURAL AREA, CASE STUDY FROM MACHANG-MALAYSIA (Penilaian Air Tanah di Daerah Pertanian, Studi Kasus di Machang Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRACT The study area is located in Machang, North Kelantan - Malaysia. The North Kelantan plain is covered with Quaternary sediments overlying granite bedrock. The drainage system is dendritic with the main river flowing into the South China Sea. Hydrogeochemical method was used to study groundwater of shallow aquifer characters within the area. Based on water samples analysis collected from the study area, it can be deduced that the cations and anions concentration are good for domestic use except in the southern region which the nitrate concentration is higher (more than 20 mg/l compared to the northern region (relatively zero. The areas that possibly possess nitrate-contaminated groundwater have been mapped along with groundwater flow patterns. The southern and middle part of the study area has an east to west groundwater flow pattern, making it impossible for contaminated water from the southern region to enter the northern area, despite in the northern area has lower elevation. ABSTRAK Lokasi area studi adalah berada di Machang, Kelantan Utara – Malaysia. Dataran tanah wilayah Kelantan Utara dilapisi oleh batuan Sedimen Kuarter yang mana batuan granit sebagai batuan dasar. Sistem pengairan adalah berbentuk jaringan dendritik dengan sungai utama mengalir ke Laut Cina Selatan. Metoda hydrogeochemical digunakan untuk mempelajari karakter air tanah dari akuifer dangkal untuk keseluruhan area studi. Berdasarkan pada analisa air yang diperoleh dari area studi, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kation dan anion baik digunakan untuk kehidupan sehari hari kecuali air tanah di area sebelah selatan yang mana kandungan nitratnya tinggi (lebih dari 20 mg/l dibandingkan di area sebelah utara (hampir tidak ada kandungan nitrat. Area yang memungkinkan memiliki konsentrasi nitrat pada air tanah dipetakan dengan kombinasi pola aliran air tanah. Pola aliran air tanah di area belahan selatan dan bagian tengah adalah dari timur ke barat yang mana tidak

  9. Peramalan trafik SMS Area Jabotabek Dengan Metode ARIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusi Alvina Tofani

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam dunia telekomunikasi, pertukaran informasidituntut memiliki performansi yang baik. Salah satu layanantelekomunikasi yang banyak digunakan adalah SMS (ShortMessage Service. Dalam tugas akhir ini akan dilakukanpemodelan dan peramalan trafik SMS pada jaringan GSM(Global System for Mobile Communication area Jabotabekmenggunakan metode ARIMA. Penelitian ini dipusatkan denganmengambil data dari 2 lokasi SMSC (Short Message ServiceCenter yaitu SMSC yang menampung transaksi SMS peer topeer GSM-T dan SMSC yang menampung transaksi SMS alloperator. Data tersebut merupakan trafik harian selama 4 bulandari bulan Maret hingga Juni 2011 yang akan digunakan untukpemodelan dan Bulan Juli 2011 yang akan digunakan sebagaidata testing. Ada 2 kategori pemodelan yaitu untuk tipe SMSCall operator pada selang waktu 0-15 sec dan 16-30 sec sedangkantipe yang kedua yaitu tipe SMSC peer to peer GSM-T padaselang waktu 0-15 sec dan 16-30 sec. Dari penelitian ini diperoleh4 model dari data selama 4 bulan yaitu model ARIMA untuk alloperator 0-15 sec adalah ([6,9],1,2, model ARIMA untuk alloperator 16-30 sec adalah (1,0,[1,4,5], model ARIMA untuk peerto peer GSM-T 0-15 sec adalah (1,0,[1,7], dan model ARIMAuntuk peer to peer GSM-T 16-30 sec adalah ([1,5],0,5. Kemudianuntuk hasil peramalan dari 4 model tersebut didapatkan nilaiMAPE terendah yaitu pada model ARIMA untuk trafik alloperator GSM-T 0-15 sec sebesar 0,32883%. Hasil peramalan iniyang akan digunakan sebagai prediksi trafik kedepan.

  10. Evaluation of Railway Level Crossing Attributes on Accident Causation in Lagos, Nigeria.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adeolu O Dina

    2017-01-01

    Full Text Available Abstract The study examines the contribution of Railway Level Crossing (RLCphysical attributes to accident occurrence using the12 major level crossings within the Lagos metropolis. The 48km single track mainline section under consideration which barely make up 1.1% of the entire narrow gauge track network of the country within a 5 year period contributed about 45% of the total National crossing accidents recorded in Nigeria. The method of investigation involved recording the individual attributes of each RLC such asgates, pedestrian traffic, car traffic light, proximity of signage to crossing, vehicular traffic as dummy variables.The regression analysis  was used to measure their effect on accidents.The result indicates gates, pedestrians and the location of signage had significant impact on accidents occurrence at level crossings within Lagos metropolis. Based on the findings, enhancement of active warning systems among other recommendations was suggested as potent counter measures for RLC accident reduction. Abstrak Penelitian menguji tingkat kontribusi atribut fisik dari perlintasan jalan kereta api terhadap kejadian kecelakaan menggunakan 12 perlintasan utama dalam kota metropolis Lagos. 48 km jalan utama tunggal menjadi pertimbangan yang hampir meningkat 1.1% dari seluruh trek sempit jaringan negara dalam jangka waktu 5 tahun menyumbang sekitar 45% dari total kecelakaan perlintasan secara Nasional di Nigeria. Metode penelitian melibatkan catatan dari masing-masing atribut RLC seperti pintu gerbang, pejalan kaki, lampu lalu lintas mobil, kedekatan tanda penyebarangan, lalu lintas kendaraan sebagai variabel dumi. Analisis regresi digunakan untuk mengukur pengaruh dari atribut terhadap kecelakaan. Hasilnya menunjukkan pintu gerbang, pejalan kaki, dan lokasi tanda perlintasan mempunyai dampak signifikan pada kecelakaan dalam kota metropolis Lagos.Berdasarkan penemuan tersebut, perbaikan dari sistem peringatan aktif disarankan sebagai upaya

  11. Kandungan Tembaga (Cu dan Timbal (Pb pada Lamun Enhalus accoroides dari Perairan Batam, Kepulauan Riau, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismarti Ismarti

    2017-02-01

    Full Text Available The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu dan timbal (Pb pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb.

  12. ASOSIASI AKAR KUNING (Fibraurea tinctoria Lour. DENGAN TUMBUHAN BERPOTENSI OBAT DI SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noorcahyati Noorcahyati

    2017-06-01

    Full Text Available Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour. Is a medicinal plant at Kalimantan that has the potential of development and require conservation efforts. This research was aimed to observe the ecology, association and other plants that have the potential as medicinal plants in the community garden in Sungai Merdeka, Samboja East Kalimantan. Data collection were using purposive sampling plot of 20 x 20 m. Found 28 species of 21 families among the sites of various stages of growth. The highest IVI value at every growth is Fibraurea tinctoria with an IVI of 78.24 (seedlings, Archidendron jiringa with IVI 35.20 (saplings, Glochidion sp. IVI 109.94 (poles and Artocarpus integer IVIs 109.94 (trees. The strongest associations at the level of the tree is Artocarpus integer. At the root of the akar kuning habitat obtained 19 species of plants that also have potential as a drug that can be developed with agroforestry system. Akar kuning (Fibraurea tinctoria merupakan biofarmaka Kalimantan yang perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi ekologi, asosiasi dan tumbuhan lain yang berpotensi sebagai obat pada habitat akar kuning di kebun masyarakat di Desa Sungai Merdeka, Samboja Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan secara sengaja dengan teknik sampling kuadrat ukuran petak 20 x 20 m. Ditemukan 28 jenis dari 21 famili pada lokasi penelitian dari berbagai tingkat pertumbuhan. Nilai INP tertinggi pada setiap pertumbuhan adalah Fibraurea tinctoria dengan INP sebesar 78,24 (tingkat semai, jenis Archidendron jiringa dengan INP 35,20 (tingkat pancang, Glochidion sp. INP 109,94 (tingkat tiang dan Artocarpus integer memiliki INP 109,94 (tingkat pohon. Asosiasi terkuat pada tingkat pohon adalah Artocarpus integer. Pada habitat akar kuning diperoleh 19 jenis tumbuhan yang juga memiliki potensi sebagai obat yang dapat dikembangkan secara bersama-sama.

  13. ANALISIS SPASIAL DISTRIBUSI BULAN BASAH DAN BULAN KERING DI JAWA TIMUR (Spatial Distribution of Wet Month and Dry Month in East Java Region

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarto Indarto

    2013-03-01

    Makalah ini memaparkan distribusi spasial Bulan Basah (BB dan Bulan Kering (BK di Jawa Timur.  Data hujan diperoleh dari 943 lokasi stasiun hujan yang tersebar merata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.  Hujan bulanan dihitung dari kumulatif hujan harian. Selanjutnya, nilai BB dan BK ditentukan berdasarkan metode klasifikasi Iklim Oldeman.  Analisa spasial dilakukan menggunakan tool  ESDA (Exploratory Spatial Data Analysis yang terdapat pada ArcGIS Geostatistical Analyst. Tool yang digunakan mencakup:  Histogram, Voronoi Map, dan QQ-Plot.  Hasil analisa menunjukkan grafik Histogram dan Normal QQPlot untuk Bulan Basah dan Bulan Kering (BK mendekati distribusi normal.  Nilai statistik BB  yang diperoleh adalah: minimal = 1 bulan/tahun dan maksimal = 9 bulan/tahun. Nilai bulan basah (BB rerata dari seluruh stasiun untuk semua periode adalah 3,67 bulan/tahun dan nilai median = 4 bulan/tahun.  Histogram bulan basah  menghasilkan nilai standar deviasi = 1,2; koefisien skewness = 0,05;  dan koefisien curtosis sebesar (3,09.  Histogram Bulan Kering, menghasilkan nilai minimal 2 bulan/tahun dan maksimal = 11 bulan/tahun.  Sedangkan, nilai BK rerata dari seluruh stasiun untuk semua periode adalah 6,4 bulan/tahun dan nilai median = 6 bulan/tahun.  Histogram juga menampilkan nilai standar deviasi = 1,21; koefisien skewness = 0,11;  dan koefisien curtosis = (3,6.   Penelitian menunjukkan bahwa analisa menggunakan : histogram, Voronoi Map, Normal QQ-Plot dapat menggambarkan lebih detail variabilitas spasial Bulan Basah  dan Bulan Kering di Jawa Timur. Kata kunci: ESDA, Histogram, Voronoi-Map, QQ-Plot,  Bulan basah, Bulan kering, Jawa Timur

  14. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  15. Desain Pabrik Sodium Karbonat Dari CO2 Flue Gas Pabrik Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fadlan Minallah

    2017-03-01

    Full Text Available Dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia selama beberapa tahunn terakhir ini, semakin juga meningkatkan bertambahnya gas rumah kaca yang dihasilkan. Gas rumah kaca (GRK yang terdiri dari CO2, CH4, N2O, HCFC, dan CFC serta uap air (H2O, dimana yang menjadi sumber utama terjadinya pemasan global. Terutama pada pabrik yang menghasilkan GRK itu sendiri selama proses produksi, seperti pabrik semen 15.107.267 ton, pabrik produksi kapur 3.688.147 ton, dan pabrik kaca/gelas 170.000 ton. Prospek soda abu (nama pasar sodium karbonat di Indonesia masih dalam kondisi baik karena kebutuhan komoditas ini semakin bertambah dengan rate 3,4% pertahun untuk industri kapur, industri gelas, dan industri keramik. Selama ini kebutuhan soda abu di Indonesia masih dipenuhi dengan adanya impor dari negara lain, karena belum adanya produsen natrium karbonat di dalam negeri yang menjadikan komoditas ini sebagai produk utama dari pabriknya. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Tuban, JawaTimur dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2017. Penentuan lokasi pabrik berdasarkan pada sumber bahan baku. Hal ini karena bahan baku yang digunakan adalah flue gas dari pabrik semen. Untuk menemuhi kebutuhan akan sodium karbonat kapasitas produk sodium karbonat ini sebesar 86,37 ton/jam. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dengan hari kerja 330 hari per tahun. Proses pembuatan soda abu dengan proses karbonasi terdiri dari empat unit proses, yaitu dust removal unit, absorption unit, crystalization unit, dan soda ash unit. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat Investasi Rp79.285.526.850, IRR sebesar 26%, POT selama 4,39 tahun, dan NPV positif 15 tahun sebesar Rp589.068.911.634. Umur dari pabrik ini diperkirakan selama 15 tahun dengan masa periode pembangunannya selama 2 tahun di mana operasi pabrik ini 330 hari/tahun.

  16. Relevansi Kompetensi Petugas Perpustakaan dengan Kepuasan Pemustaka pada UPT Perpustakaan Sultan Agung Tirtayasa Banten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gita Harja Kusuma

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi pustakawan dengan kepuasan pemustaka. Lokasi penelitian ini dilakukan di UPT. Perpustakaan Sultan Agung Tirtayasa Banten yang berlokasi di Kampus Pakupatan Jl. Raya Jakarta KM 4 Serang Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksplanasi survey. Populasi dalam penelitian adalah anggota  aktif UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten yang berjumlah 1065 orang dengan ukuran sampel sebanyak 92 orang. Untuk teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sederhana. Teknik pengumpukan data  dilakukan melalui angket, wawancara, observasi serta melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara kompetensi pustakawan dengan kepuasan pemustaka pada perpustakaan UNTIRTA Serang banten. Sedangkan kesimpulan secara khusus dapat diketahui bahwa 1. Terdapat hubungan antara pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pengguna, 2. Terdapat hubungan antara keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pengguna. ABSTRACT This study aims to determine the relationship between the competence of librarians with pemustaka satisfaction. The location of this research conducted in UPT. Library of Sultan Agung Banten Tirtayasa Pakupatan Campus located at Jl. 4 KM Jakarta Raya Serang Banten Province. The method used in this study using a survey of explanation. The population in this research is an active member of UPT. Library UNTIRTA Serang Banten totaling 1065 people with a sample size of 92 people. For sampling technique using simple random sampling. Mechanical pengumpukan data is done through questionnaires, interviews, observations, and through the study of literature. Based on the survey results revealed that there is a correlation between the competence of librarians with library UNTIRTA pemustaka satisfaction Serang Banten. While the conclusions in particular it is known that one. There is a

  17. VOLUME SEDIMEN DAN VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA AIR EMBUNG DI KOTA KUPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maxi Nikodemus Dethan

    2014-10-01

    Full Text Available Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah analisis jumlah sedimen dalam kantung embung dan valuasi ekonomi sumberdaya air embung, dengan mengambil 3 (tiga lokasi embung di Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini menghitung dan mengetahui jumlah sedimen dalam kantung embung dan valuasi ekonomi sumberdaya air embung. Hasil perhitungan sedimen embung Nononesnab diperoleh jumlah sedimen sebesar 1382,96 m3, embung Nonopasi  sebesar 976,82 m3, dan  embung Kampung Lama sebesar 186,18 m3. Nilai valuasi ekonomi sumberdaya air embung dilihat dari hasil perhitungan Total WTP sebagai berikut, untuk penawaran 1 (satu embung sebesar Rp. 437.234,04, untuk penawaran 2 (dua embung sebesar Rp. 295.744,68, untuk penawaran 3 (tiga  embung sebesar Rp.225.531,91, untuk penawaran 4 (empat embung sebesar Rp. 166.489,36 dan untuk penawaran 5 (lima embung sebesar Rp. 100.638,30. Dari hasil nilai valuasi ekonomi sumberdaya air embung menunjukkan bahwa semakin tinggi penawaran penambahan pembangunan embung baru semakin rendah tingkat kesediaan masyarakat untuk membayar. This research has been done to analyse the sediment in quarries and economic valuation of water resources. The locations were at 3 quarries in Kupang City.  The result of sediment Nonoesnab quarry was 1.382,96 m3, Nonopasi quarry was 976,82 m3, and Kampung Lama quarry was 186,18 m3.  Economic valuation water resources as total WTP as follows, WTP of  1 quarry was Rp. 437.234,04, WTP of 2 quarries was Rp. 295.744,68, WTP of 3 quarries was Rp. 225.531,91,WTP of 4 quarries was Rp. 166.489,36 and WTP of 5 quarries was Rp. 100.638,30. Based on economic valuation of water resources showed that the higher the additional development of the quarry, the lower the public's willingness to pay.

  18. ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN PADA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN GENUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Kirana

    2017-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kecamatan Genuk merupakan salah satu kecamatan yang endemis DBD di Kota Semarang. Secara berturut-turut sejak tahun 2012 hingga 2014, Kecamatan Genuk masuk sebagai tiga besar kasus DBD terbanyak. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian DBD adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari hasil analisis spasial faktor lingkungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Genuk. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Fokus penelitian ini adalah kondisi SPAL, penumpukan ban bekas dan sumur gali. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Genuk (Kelurahan Genuksari, Karangroto, Bangetayu Kulon dan Banjardowo pada bulan Maret 2016. Instrumen meliputi lembar observasi, peta lokasi, Global Positioning System (GPS, alat fotografi dan AcrGIS. Analisis data menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DBD menggerombol pada beberapa RW yang berdekatan dengan keberadaan penumpukan ban bekas sekitar permukiman dan sumur gali terbuka.   Kata Kunci        : demam berdarah (DBD, lingkungan, analisis spasial     ABSTRACT Genukis one of dengue fever endemic district in Semarang city. Since 2012 until 2014, Genuk involve as the place that has high incidence of Dengue Fever. One of the factors in the incidence Dengue Fever areenvironmental factors.The goals of this research wasto analize spatial environmental factorsin the incidence Dengue Fever in Genukdistrict. This was a quantitative descriptive research with descriptive survey. The unit this research was water puddle on the pilling of the tire, the dug wells, and waste water pipeline that located in Genuk District (Subdistrict of Genuksari, Karangroto, Bangetayu Kulon and Banjardowo at March 2016. The instruments were paper of observation,the  map, GPS, camera and ArcGIS. Data was analyzed with GIS. The study showed that dengue fever transmission was inthe area with pilling of the tire, and the dug wells.   Keywords

  19. COMPARISON OF RESORT SIGN SYSTEM BASED ON EFFECTIVENESS IN VISUAL COMMUNICATION DESIGN GOAL (Case Study: Kuta Beach Bali-Indonesia and Haeundae Beach Busan-Korea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listia Natadjaja

    2005-01-01

    Full Text Available As we know there are many resorts in Indonesia especially in Bali. Each resort needs a sign system for information and safety. We need a field study from other countries to compare our sign system condition%2C so we can get some description of how to create an effective sign system and what we should do to make a better environment. This case study represents two famous beaches in two countries which are Kuta Beach in Bali–Indonesia and Haeundae Beach in Busan-Korea. Through a study of another sign system%2C hopefully we can create an effective sign system that meets the Visual Communication Design Goal. Each area has a unique character%2C so a sign system can be developed by looking at the environment and local culture to reach a global understanding. Abstract in Bahasa Indonesia : Seperti yang kita ketahui ada begitu banyak tempat rekreasi di Indonesia utamanya di Bali. Tiap-tiap tempat rekreasi memerlukan sistem tanda untuk informasi dan keselamatan. Diperlukan suatu studi lapangan untuk membandingkan kondisi sistem tanda antar negara%2C sehingga didapatkan beberapa gambaran bagaimana menciptakan suatu sistem tanda yang efektif dan apa yang perlu dilakukan untuk membuat lingkungan yang lebih baik. Studi kasus yang diambil mewakili dua tempat rekreasi yaitu pantai yang terkenal di masing-masing negara yaitu pantai Kuta Bali-Indonesia dan pantai Haeundae di Busan-Korea. Dengan mempelajari sistem tanda yang berbeda%2C diharapkan dapat diciptakan suatu sistem tanda yang efektif untuk mencapai tujuan desain komunikasi visual. Tiap-tiap lokasi memiliki karakter yang unik%2C jadi sistem tanda dapat dikembangkan dengan melihat lingkungan dan budaya lokal untuk mencapai pengertian secara global. resort%2C sign system%2C effective%2C visual communication design goal.

  20. SARON DEMUNG’S TIMBRE AND SONOGRAM OF GAMELANS GUNTURMADU FROM KERATON NGAYOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Kuswanto

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spectrum warna bunyi (timbre dan sonogram dari Saron Demung Gamelan Gunturmadu dari Keraton Ngayogyakarta. Suara setiap wilahan direkam dengan bantuan pengolah suara yang ada pada komputer.  Akurasi frekuensi yang dapat diperoleh dengan pengolah ini adalah 1 Hz. Frekuensi dasar dari saron demung gamelan Gunturmadu untuk setiap wilahan #1 sampai dengan #7 masing-masing adalah 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz. Lokasi frekuensi harmonik  tidak berturutan akan tetapi disisipi dengan frekuensi tak harmonis. Jumlah frekuensi harmonis dan tak harmonis yang membentuk warna bunyi untuk setiap wilahan berbeda. Ketebalan garis frekuensi dasar pada sonogram bertahan lebih lama dibandingkan dengan frekuensi lain pada suatu wilahan.The aim of this research is to study the timbre spectrums of Saron Demung instruments of gamelans Gunturmadu of Keraton Ngayogyakarta. This gamelan, as a set of traditional Javanese ensemble, are a pelog scale, seven scale in one octave. Sound of Saron Demung instruments are recorded by sound software. This software can display waveform in time domain and spectrum in frequency domain. The fundamental frequency is shown directly by software.  Other peak frequencies can be traced by shifting the cursor on top of it. The accuracy of frequency that can be produced is 1 Hz. Fundamentals frequencies of  Saron Demung  keys  #1 to #7 of gamelan Gunturmadu are 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz respectively. The location of the harmonic frequencies are not always consecutive, but sometimes punctuated by another frequency. The numbers of harmonics and inharmonic frequencies of each keys are different. The thick lines of the fundamental frequency in sonogram exist in longer time than the other.

  1. Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yar Johan

    2015-05-01

    Full Text Available Abstract. The Sebesi Island has coral reefs, mangrove and seagrass ecosystems, and therefore this island has the potenticy to be developed as a tourism destination object. The objectives of the present study were to analysis the suitability and carrying of Sebesi Island for for marine ecotourism activities of diving and snorkeling. The primary data were collected through field sampling, direct observation of field conditions, questionnaires and interviews. The secondary data were collected from previous studies, journals, technical reports and related agencies. The results showed that the Sebesi Island was suitable for diving and snorkeling activities  (S2 category with the carrying capacity for diving and snorkeling activities were 2,394 person/day and 2,489 person/day, respectively. Keywords: coral reef, marine ecotourism, suitability, carrying capacity, Sebesi Island   Abstrak. Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW. Ekosistem Pulau Sebesi sebagian besar merupakan ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun. Penelitian tentang analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi Provinsi Lampung bertujuan mengkaji kesesuaian kawasan Pulau Sebesi untuk kegiatan ekowisata bahari yaitu diving dan snorkeling dan menganalisis daya dukung (carryng capacity kawasan Pulau Sebesi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui sampling, observasi langsung di lapangan, kuisioner, wawancara terbuka/langsung dan wawancara mendalam  di lokasi penelitian. Data sekunder dikumpulkan dengan penelusuran berbagai pustaka, dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kegiatan ekowisata bahari diving dan snorkling termasuk dalam kategori sesuai (S2, dengan daya dukung kawasan 2.394/hari orang untuk diving dan 2.489 orang/hari untuk snorkling. Kata kunci: terumbu karang, ekowisata bahari, kesesuaian, daya dukung, Pulau Sebesi

  2. REVITALISASI MANAJEMEN WAKAF SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin Munir

    2013-06-01

    Full Text Available Mobilize sectors of the society economy with waqf instrument is very rasional. According data compiled by the Ministry of Religious Affairs, the number of waqf land in Indonesia reached 2,686,536,656, 68 square meters or 268,653.67 acres 366 595 locations spread across an area Indonesia. With a large area, it will contribute to socio-economic empowerment if it is managed with proper and professional management. This is the most urgent matter to be addressed in the management of waqf is nadzir professionalism, because they are the key to successful management of endowments to be more focused, productive and strategic. As one of the sharia instruments, the management of waqf should be rightfully optimized for development the welfare of society. Menggerakkan  sektor  ekonomi  masyarakat  dengan  instrument  wakaf  adalah  sangat rasional.Menurut data  yang  dihimpun  Departemen  Agama  RI,  jumlah tanah  wakaf  di Indonesia mencapai 2.686.536.656, 68 meter persegi atau 268.653,67 hektar yang tersebar di 366.595 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan lahan seluas itu, tentunya akan sangat berkonstribusi dalam pemberdayaan social ekonomi jika dikelola dengan manajemen yang tepat dan profesional. Inilah hal yang paling urgen untuk dibenahi dalam pengelolaan wakaf adalah profesionalisme nadzir, karena mereka merupakan kunci keberhasilan pengelolaan wakaf  agar  lebih  focus,  produktif  dan  strategic.  Sebagai  salah  satu  instrument syariah, manajemen  wakaf  sudah  seharusnya dioptimalkan  pengelolaannya  untuk  peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  3. ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PENGEMBANGAN INDUSTRI PENDUKUNG KONSOL KAPAL (SHIP CONSOLE DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Prasetyo

    2017-01-01

    Full Text Available Industri konsol kapal di Indonesia masih perlu dikembangkan untuk mendukung peningkatan jumlah komponen lokal dalam industri perkapalan. Melihat besarnya peluang dan pasar industri konsol kapal di Indonesia, maka dilakukan penelitian tugas akhir analisa teknis dan ekonomis pengembangan industri pendukung konsol kapal (ship console di Indonesia. Konsol kapal yang dimaksud adalah bridge control console, engine control console, cargo control console, water ballast control console, bridge wing control console. Tujuan dari tugas akhir ini adalah melakukan analisa teknis meliputi pemilihan lokasi, proses produksi, pemeriksaan hasil produksi, penentuan kapasitas produksi, peralatan dan mesin yang digunakan dalam proses pembuatannya, serta pembuatan layout dari pabrik dengan luas bangunan 2728 m² dan luas tanah 3886 m² berada pada Desa Karangploso, Kec. Benjeng, Kab. Gresik, Jawa Timur. Analisa ekonomis meliputi analisa kondisi pasar di Indonesia untuk permintaan konsol kapal dalam lima tahun yang akan datang. Biaya investasi pembangunan industri ini kira-kira sebesar Rp 14.186.000.000,00 yang berupa biaya pembelian tanah, pembangunan, pembelian peralatan dan mesin. Selanjutnya dilakukan perhitungan biaya operasional dan pemasukan perusahaan agar dapat melakukan analisa kelayakan investasi dengan menggunakan metode Break Event Point, Net Present Value, dan Internal Rate of Return yang hasilnya digunakan untuk menentukan kelayakan pengembangan dari industri konsol kapal di Indonesia. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan Break Event Point terjadi pada 6 tahun 8 bulan dengan keuntungan kira-kira sebesar Rp 1.507.000.000,00. Nilai Net Present Value kira-kira sebesar Rp 4,408,000,000.00. Nilai Internal Rate of Return sebesar 11.38% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yaitu 10.25%. Hal tersebut dikarenakan besarnya potensi pasar di Indonesia dan sedikitnya jumlah kompetitor pada industri konsol kapal.    

  4. GEO-ARKEOLOGI TERAS PURBA BENGAWAN SOLO DI SEKITAR KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR The Geo-archaeology of Ancient Terrace of Bengawan Solo in Bojonegoro Surrounding Regency, East Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Arif

    2016-07-01

    Abstrak Pemetaan teras purba Bengawan Solo merupakan kajian geo-arkeologi tahap awal yang dilakukan di beberapa lokasi di wilayah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Permasalahannya adalah ditemukannya indikasi keberadaan peralatan batu paleolitik dan fosil-fosil vertebrata di beberapa teras purba di wilayah ini. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran sebaran teras purba Bengawan Solo berumur Kuarter serta memberikan usulan kepada para ahli arkeologi dalam merancang kegiatan pencarian sisa-sisa budaya manusia antara lain peralatan batu paleolitik maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan pada suatu teras purba. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode pemetaan geologi, deskripsi profil sedimen, pengambilan contoh-contoh sedimen (termasuk fosil hewan untuk keperluan analisa sedimentologi dan analisa kimia. Di daerah penelitian yang terletak di kabupaten Bojonegoro dijumpai tiga teras yaitu Teras Menden (berumur sub-Resen, Jipangulu (berumur Holosen Awal dan Ngandong (berumur Plestosen Atas. Teras Menden dijumpai di Payaman, Teras Jipangulu di Prangi dan Wotangare dan Teras Ngandong dijumpai di Prangi dan di desa Kedung. Berdasarkan bukti stratigrafinya ketiga teras tersebut disusun oleh lapisan pasir ukuran kasar hingga kerikilan di bagian bawah dan berubah menjadi pasir lempungan dan lempung pasiran di bagian atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketiga teras tersebut dibentuk oleh sungai yang berkelok-kelok yaitu Bengawan Solo purba. Kedudukan masing-masing teras purba di daerah penelitian yang diukur dari Bengawan Solo adalah 2-3 m (Teras Menden, 5-7 m (Teras Jipangulu dan >8 m (Teras Ngandong. Berdasarkan hasil kajian teras purba ini diusulkan agar para ahli arkeologi lebih memfokuskan kepada perlapisan sedimen yang berukuran kasar dalam sistem endapan sungai purba berumur Kuarter untuk mencari sisa-sisa budaya manusia paleolitikum seperti peralatan batu maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan.   Kata

  5. TINGKAT PENYERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERBASIS IMTA (INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE DI TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Yuniarsih

    2014-12-01

    Full Text Available Pengembangan budidaya laut berbasis IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture merupakan suatu metode yang dirancang untuk mengatasi masalah lingkungan yang terkait dengan penggunaan pakan pada kegiatan akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor pada budidaya rumput laut berbasis IMTA di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum dibudidayakan dengan metode rawai (long line. Pengamatan terhadap rumput laut dan kondisi perairan dilakukan setiap 15 hari; mulai hari ke-0 sampai hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor antara dua jenis rumput laut yang dibudidayakan. Total penyerapan nitrogen rumput laut K. alvarezii di lokasi IMTA mencapai 86,95 ton N/ha/tahun atau lebih tinggi 24,6% dibandingkan dengan E. spinosum yang mencapai 69,78 ton N/ha/tahun. Sedangkan untuk tingkat penyerapan fosfor, K. alvarezii mencapai 20,56 ton P/ha/tahun atau lebih tinggi 136,7% dibandingkan dengan E. spinosum yang hanya mencapai 8,69 ton P/ha/tahun. Berdasarkan luasan kawasan potensial budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk, maka potensi penyerapan nitrogen dan fosfor untuk rumput laut K. alvarezii di kawasan ini masing-masing mencapai 27.996,93 ton N/tahun dan 6.619,16 ton P/tahun. Sedangkan untuk E. spinosum potensi penyerapan nitrogen dan fosfor masing-masing mencapai 22.470,02 ton N/tahun dan 2.796,82 ton P/tahun. Penerapan budidaya rumput laut berbasis IMTA secara jelas memberikan keuntungan ekonomi dan ekologi dengan adanya peningkatan biomassa dan perbaikan kondisi lingkungan budidaya.

  6. PENILAIAN PEDOFILIA MENGGUNAKAN RESPON HEMODINAMIK OTAK TERHADAP STIMULI SEKSUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kuhelan Mahendran

    2015-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Menilai secara akurat orientasi seksual seseorang sangat penting dalam melakukan penanganan terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak. Phallometry adalah metode standar untuk mengidentifikasi orientasi seksual; tetapi, metode ini telah banyak dikritik oleh karena bersifat intrusif dan reliabilitasnya terbatas. Tujuan:Untuk mengevaluasi apakah pola respon spasial terhadap stimuli seksual yang ditandai oleh adanya perubahan blood oxygen level-dependent signal (BOLDmemfasilitasi proses identifikasi pedofilia. Desain:Selama dilakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging fungsional (fMRI, ditampilkan gambar anak-anak dan dewasa tanpa busana dengan jenis kelamin sama atau berbeda terhadap sampel penelitian (kelompok pedofil dan kontrol. Kami mengkalkulasi perbedaan BOLDterhadap stimuli sexual anak-anak dan dewasa pada setiap sampel. Hasil foto dengan kontras kemudian dimasukkan sesuai dengan kelompoknya untuk dianalisis perbedaan pemetaan otak antara kelompok pedofil dan kontrol. Kami mengkalkulasi nilai ekspresi yang sesuai dengan hasil kelompok bagi setiap sampel. Nilai ekspresi tersebut dibedakan menjadi 2 algoritma klasifikasi: analisis Fisher linear discriminant dan analisis -nearest neighbor. Prosedur klasifikasi tersebut telah divalidasi silang menggunakan metode leave-one-out. Lokasi:Bagian Kedokteran Seksual, Fakultas Kedokteran Universitas Christian Albrechts di Kiel, Jerman. Sampel:Kami merekrut 24 sampel dengan pedofil yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak perempuan (n=11 atau laki-laki (n=13 pre pubertas dan 32 kontrol laki-laki sehat yang memiliki ketertarikan seksual terhadap wanita (n=18 atau pria (n=14 dewasa. Pengukuran luaran utama:Angka sensitivitasdan spesifisitas dari kedua algoritme klasifikasi. Hasil:Akurasi klasifikasi tertinggi dicapai dengan analisis diskriminan linear Fisher, yang menunjukkan akurasi rata-rata 95% (100% spesifisitas, 88% sensitivitas. Simpulan:Pola respon otak fungsional terhadap

  7. AKSESIBILITAS HOTEL HORISON BEKASI DENGAN MAL METROPOLITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadia Nursintia

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Development of accommodation services is growing very fast, the construction of hotels ranging from low to star property confirms that the business is very profitable and promising. Growing hotel development as the presence and development of tourism in a region. Concept of mix used and are now growing in demand by developers. In addition to shorten the land, its facilities are increasingly in demand, because the concept of developing the land into two business buildings comprising the hotel and mall, can provide ease of access for service users to carry out all the activities that support their activities. Accessibility is a very important thing to be considered for the service users to choose the hotel accommodation that will be flown them. Distance, transportation, facilities, road conditions, and ease of location had been the benchmark and consideration to get a suitable hotel for their activities.   Keyword : Accessibility, Hotel   Abstrak - Perkembangan jasa akomodasi saat ini berkembang sangat cepat, dibangunnya hotel mulai dari hotel rendah hingga bintang menegaskan bahwa bisnis properti ini sangat menguntungkan dan menjanjikan. Pembangunan hotel berkembang seiring hadirnya dan berkembangnya pariwisata di suatu daerah. Konsep mix used pun kini semakin berkembang dan diminati oleh para pengembang. Selain karena mempersingkat lahan, fasilitas nya pun semakin diminati, karena konsep mengembangkan satu lahan menjadi dua bangunan usaha yang terdiri dari hotel dan mal, dapat memberikan kemudahan akses untuk para pengguna jasa untuk melakukan segala aktifitas yang mendukung kegiatannya. Aksesbilitas merupakan hal yang sangat penting yang menjadi pertimbangan bagi para pengguna jasa akomodasi untuk memilih hotel yang akan mereka singgahi. Jarak, transportasi, fasilitas, kondisi jalan, dan kemudahan lokasi lah yang menjadi tolak ukur dan pertimbangan untuk mendapatkan hotel yang cocok bagi kegiatan mereka.   Kata Kunci

  8. MASIH RELEVANKAH STRATEGI MARKETING MIX MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tondano (Jalan kampus UNIMA, Manado, In Juliana Ohy

    2010-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh marketing mix strategy terhadap kepuasan pelanggan Pasar Swalayan Jumbo di Manado. Sampel diambil secara acak sebanyak 100 pelanggan dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner dan studi dokumen. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa keseluruhan unsur-unsur marketing mix yaitu produk, harga, tempat/lokasi dan promosi secara simultan maupun secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pasar swalayan Jumbo di Manado. Implikasi manajerialnya adalah bauran pemasaran yang dilakukan oleh pasar swalayan Jumbo penting untuk ditingkatkan dan dimantapkan perannya untuk mengurangi gap antara harapan dan kinerja pasar swalayan Jumbo. Swalayan Jumbo perlu melakukan perbaikan agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil penjualan. Perbaikan yang dapat dilakukan antara lain dengan melaksanakan Retensi Pelanggan- berupa loyality program, yang terbukti secara signifikan mampu meningkatkan retensi pelanggan dan jumlah pembelian. This study aims to analyze the influence of marketing mix strategy toward customer satisfaction of Jumbo Supermarket in Manado. Samples were taken randomly from 100 customers. Meanwhile, questionnaire and study of documents are the method that is used to collect the data. Furthermore, the data were analyzed using path analysis. The results indicate that the overall marketing mix’s elements which are consist of product, price, place and promotion, simultaneously and partially has a significant effect toward customer satisfaction of Jumbo Supermarket in Manado. In addition, managerial implications of marketing mix which is made by Jumbo supermarket is important to be improved and to be strengthened in its role to reduce the gap between expectations and performance of the Jumbo Supermarket. The improvements of customer satisfaction is also necessary to increase sales

  9. Perencanaan Sistem Drainase Kebon Agung Kota Surabaya, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Gita Pitaloka

    2017-03-01

    Full Text Available Saluran Kebon Agung terletakdi Surabaya bagian selatan di Kecamatan Jambangan dan bermuara di sisi laut Surabaya bagian Timur di Kecamatan Rungkut. Saluran ini memiliki panjang 11 kilometer dan lebar berkisar antara 7 – 12 meter. Pada saluran Kebon Agung terdapat 2 rumah pompa, yaitu Pompa Kutisari dan Pompa Kebon Agung. Rumah pompa ini sudah berfungsi untuk mengurangi banjir di Surabaya, namun masih kurang maksimal, sehingga masih terjadi genangan di beberapa lokasi. Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Banjir Kota Surabaya tahun 2014, terdapat kawasan rawan banjir di pemukiman kampung wilayah kecamatan Jambangan akibat luapan sungai Kali Surabaya. Selain itu, menurut BAPPEKO (Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya tahun 2015, terjadi pula genangan setinggi 10-40 cm di Kecamatan Wonocolo dan setinggi 10-50 cm di Kecamatan Gununganyar.Perencanaan sistem drainase Kebon Agung dilakukan dengan mengevaluasi kondisi saluran eksisting, kemudian melakukan analisis hidrologi dengan menggunakan program bantu HEC-HMS untuk mendapatkan debit banjir rencana. Sedangkan, analisis hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS dengan dua kali simulasi unsteady flow, yaitu simulasi kondisi saluran eksisting dan hasil perencanaan. Berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting diperoleh bahwa genangan air terjadi karena kapasitas kapasitas saluran Kebon Agung saat ini tidak dapat mengalirkan debit banjir rencana, sehingga dibutuhkan perencanaan baru. Lebar saluran primer yang diperlukan berkisar antara 8 sampai 15 meter dengan kedalaman 3 meter, lebar saluran sekunder yang diperlukan berkisar antara 5 sampai 8 meter dengan kedalaman 2,5 meter, dan untuk lebar saluran tersier antara 1,2 sampai 2 meter dengan kedalaman 1 meter sampai 2 meter. Jumlah pompa yang dibutuhkan adalah 5 buah pompa dengan kapasitas 5 m3/detik dan 3 buah pompa dengan kapasitas 1,5 m3/detik.

  10. Penyakit-Penyakit Penting Buah Naga di Tiga Sentra Pertanaman di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wibowo

    2011-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to identify the causal agent of some dragon fruit disease emerging in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY and Central Java. Samples were taken from the dragon fruit plantation from the district of Sleman and Kulonprogo, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta as well as Magelang, Province of Central Java. Isolation of pathogen from symptomatic plant tissue was performed on Potato Dextrose Agar (PDA for fungi and Nutrient Agar (NA for bacteria and continued with Koch's postulates testing. The results of field observation showed that the disease commonly occured in all 3 plantations of dragon fruit were stem rot caused by Erwinia sp. and scab caused by Pestalotiopsis sp. Other miscellaneous diseases found among the plantations were brown spot (Fusarium sp., anthracnose (Colletotrichum sp., mosaic that might be caused by Cactus Virus X, root knotnematode (Meloidogyne sp., black rot and red spot which were still unidentified. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyait penting pada tanaman buah naga yang ditanam pada sentra pertanaman buah naga di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY dan Jawa Tengah, serta untuk mengidentifikasi penyebab penyakit penting tersebut. Sampel tanaman buah naga diambil dari pertanaman buah naga di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo untuk Provinsi DIY serta Magelang untuk Propinsi Jawa Tengah. Isolasi patogen dari jaringan tanaman bergejala dilakukan pada medium Potato Dextrose Agar (PDA untuk jamur dan Nutrient Agar (NA untuk bakteri serta dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penyakit yang umum terdapat di 3 lokasi pertanaman buah naga tersebut adalah busuk batang yang disebabkan oleh Erwinia sp. dan kudis yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. Adapun penyakit-penyakit lain yang dijumpai antara lain bercak coklat (Fusarium sp., antraknosa (Colletotrichum sp., mosaik yang kemungkinan disebabkan oleh Cactus Virus X, puru akar

  11. Inovasi Layanan Lapor Kehilangan (E-Report Dengan Metode Rapid Application Development

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Chusyairi

    2018-02-01

    Full Text Available Pelayanan kehilangan yang dilakukan Kepolisian Resort (Polres Banyuwangi khususnya Sentra Pelayanan Keamanan Terpadu (SPKT meliputi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK Mobil/Motor, Surat Izin Mengemudi (SIM Mobil/Motor, Kartu Tanda Penduduk (KTP, Kartu Keluarga (KK, Anjungan Tunai Mandiri (ATM, Buku Tabungan, Paspor, Sertifikat, Surat Tanah dan Surat Lain-lain (Kartu Tanda Mahasiswa, Surat Gadai, Ijazah, Giro Bilyet, Tilang dan Buku Raport dimana pembuatan Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK masih manual dengan tools pengolah kata dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga masyarakat mengalami kesulitan dalam proses pelayanannya. Polres Banyuwangi menjalankan Program Prioritas Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya Kapolri Tahun 2016, khususnya program ke-2: Peningkatan Pelayanan Publik yang Lebih Mudah bagi Masyarakat dan Berbasis Teknologi Informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah masyarakat (pemohon SKTLK dapat mengakses layanan dengan mudah dan mendapatkan SKTLK lebih cepat di polres/polsek terdekat pada wilayah hukum kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Application Development (RAD yang terdiri dari: Requirements Planning, User Design, Construction dan Cutover. Hasil penelitian ini adalah web tentang laporan kehilangan (e-report dengan URL http://banyuwangi.jatim.polri.go.id/kehilangan.html. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan publik pada Polres Banyuwangi tentang e-report dengan metode RAD dapat diakses pada web, sehingga pemohon dapat dengan mudah mendapatkan SKTLK di Polres atau Polsek yang terdekat dengan lokasi kehilangan. Metode RAD mempermudah dalam pembangunan layanan e-report berbasis web karena aktivitas dan fasenya melibatkan pengguna khususnya pada user design. Hasil pengujian terhadap fitur pada layanan e-report pada fase construction dan cutover dapat menampilkan  sesuai dengan requirements planning yang ditetapkan pengguna.Kata Kunci: kehilangan, Polres

  12. PENDUGAAN RESERVOIR SISTEM PANAS BUMI DENGAN MENGGUNAKAN SURVEY GEOLISTRIK, RESISTIVITAS DAN SELF POTENSIAL (Studi Kasus: Daerah Manifestasi Panas Bumi di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Basid

    2014-10-01

    Full Text Available Meningkatnya kebutuhan energi listrik, berkurangnya produksi dan meningkatnya harga minyak, memacu banyak negara, termasuk Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Jika dihitung potensi daya yang dihasilkan mencapai ±27.000 MWe. Daya sebesar ini membuat Indonesia merupakan Negara yang memiliki 40% potensi panas bumi dunia, tetapi baru 3%. dari potensi panas bumi tersebut dimanfaatkan. Salah satu penelitian untuk mengetahui potensi sebaran panas bumi dilakukan di Desa Lombang Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep dengan menggunakan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole dan Self Potensial (SP. Hasil penelitian dengan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole menunjukkan bahwa letak air tanah berada pada kedalaman + 15 dan + 20 m di bawah permukaan tanah. Menurut teori gradient geothermal, semakin ke dalam pusat bumi, maka temperaturnya semakin tinggi pula. Demikian dengan prinsip hidrotermal yang seharusnya semakin ke bawah nilai resistivitas air semakin kecil karena konduktivitas air semakin besar. Dengan metode SP diperoleh sebaran data potensial daerah penelitian dengan nilai tertinggi mencapai 90 mV dan terendah -100 mV serta rata-ratanya 0,47 mV. Berdasarkan peta kontur isopotensial yang diperoleh dapat diinterpretasi bahwa daerah penelitian merupakan zona konduktif, yang diduga berasal dari mineral sulfida dalam fluida panas. Hal ini terindikasi dengan rendahnya nilai potensial yang terukur, yang secara numerik bernilai negatif dan aliran air panas dari reservoir cenderung mengalir dari barat ke timur. Dari kajian geologi, lokasi penelitian sama sekali tidak berhubungan dengan aktivitas geologi vulkanik. Panas bumi yang

  13. KESESUAIAN LAHAN DAN REVITALISASI TAMBAK BUDIDAYA UDANG DI KAWASAN INDUSTRIALISASI KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tambak budidaya udang di kawasan industrialisasi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan mengkaji strategi revitalisasi tambak berdasarkan hasil penelitian remediasi kualitas tanah dan air tambak. Data primer meliputi: topografi, lahan, dan hidrologi pesisir diperoleh melalui survai lapangan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data sekunder yang digunakan berupa data iklim, peta Rupa Bumi Indonesia kawasan Probolinggo skala 1:25.000 dan citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2010. Data lapangan (topografi, pasang surut, fisika-kimia air dan tanah, data citra satelit ALOS AVNIR-2 dan data sekunder yang lain, dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG untuk memperoleh tingkat kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan tambak dari total luasan tambak 2.143 ha, lahan yang sangat sesuai dan sesuai untuk budidaya udang yaitu 56 ha dan 618 ha. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tongas dan Pajarakan. Lahan yang cukup sesuai ditemukan sebesar 1.235 ha, dan tersebar di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Kraksaan, Pajarakan, dan Paiton. Sedangkan lahan yang tidak sesuai yaitu 234 ha, terdapat di Kecamatan Sumberasih, Gending, dan Kraksaan. Percepatan target peningkatan produksi di tambak budidaya udang kawasan industrialisasi dapat dicapai melalui kesesuaian lahan dan revitalisasi tambak (perbaikan kualitas tanah dan air.

  14. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  15. Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Kodim 0613/Ciamis Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ito Hediarto

    2016-12-01

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Peran Komando Distrik Militer 0613/Ciamis Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap 10 orang, yaitu Komandan, Staf dan anggota Kodim 0613/Ciamis, selain itu juga melalui observasi serta studi pustaka untuk diperoleh data lalu dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa Kodim 0613/Ciamis dapat berperan maksimal dalam menangani tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Kegiatan dilakukan melalui  pengkajian secara cepat dan penentuan status terhadap lokasi kerusakan dan sumber daya, penyelamatan atau evakuasi dan perlindungan kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan kondisi darurat.Kegiatan pengkajian cepat dilakukan bila ada informasi bencana di wilayah Ciamis, dengan segera informasi tersebut diolah, penyelamatan atau evakuasi dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis setelah terjadi bencana dan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Ciamis, pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis dalam rangka melaksanakan program tanggap darurat bencana, pemulihan kondisi darurat dilakukan kerjasama antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat serta pemerintah daerah. Keberhasilan Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat memberikan dampak yang positif terhadap situasi kondisi sosial di Kabupaten Ciamis, dan berimplikasi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Ciamis yang meliputi ketahanan idiologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.Untuk lebih mengoptimalkan  peran dari Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat, maka perlu diciptakan mekanisme yaitu Dandim diberikan peran yang lebih besar dalam mengambil tindakan saat tanggap darurat. Bupati dapat menunjuk Komandan Kodim sebagai komandan posko

  16. PROSES BERKARYA GRUP MUSIK DISTORSI AKUSTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fauzie Tolah

    2014-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran proses berkarya grup musik distorsi akustik, meliputi empat tahapan proses kreativitas. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Ciri khas karya dari distorsi akustik adalah musik bergenre shoegaze yang mampu diterima semua komunitas musik indie. Selain itu karya lagu dari proses kreativitas berkarya distorsi akustik mampu relevan terhadap pendidikan seni. Proses berkarya dari grup musik distorsi akustik telah melewati empat tahapan proses kreativitas, yaitu tahap preparasi, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Karya yang dihasilkan setelah melewati empat tahapan proses kreativitas hasilnya dapat dikatakan sebagai sebuah produk kreatif.This study aims to provide an overview work process distortion acoustic music group, includes four stages of the process of creativity. The study was conducted by the research method of qualitative analysis to study the location in the city, while the form and source of data consists of the data source and form of written or unwritten. Instruments and data capture techniques using observation, interview and documentation. Data validation techniques using data triangulation technique. While technical analysis and processing of data collection, reduction, clarification and verification of data. The distinctive feature of the work is the acoustic distortion shoegaze genre of music that is able to welcome all the indie music community. In addition, the work songs from the acoustic distortion capable of creativity at work relevant to art education. Working process of

  17. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. ABSTRACTThe purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach  with a  case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on

  18. Kerjasama Pemasaran Obat Antara Dokter Dengan Pedagang Besar Farmasi Di Kota Bandung Dihubungkan Dengan Kode Etik Kedokteran dan Kepmenkes No. 3987/A/K/1973

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Pujiastoeti

    2006-03-01

    Full Text Available Salah satu faktor penting yang sering dirasakan masyarakat umum sebagai penyebab mahalnya biaya pelayanan kesehatan adalah harga obat. Mengingat obat merupakan komponen yang dominan dalam upaya pengobatan/penyembuhan terhadap penderita dan untuk kebanyakan penyakit sering merupakan terapi yang lebih tepat. Banyak sudah jeritan dan keluhan masyarakat terhadap obat yang tidak terjangkau oleh kantong mereka. Hal ini banyak terungkap pada media / harian / majalah, sehingga banyak laporan bahwa penderita tidak dapat menebus resep karena kantong mereka tidak menjangkau obat tersebut. Dalam kaitan dengan ini, penulis berasumsi bahwa harga obat yang tinggi tersebut disebabkan adanya pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi dalam persaingan usaha untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk itu perlu ditelaah mengenai kerjasama ini dari berbagai aspek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi sebagai berikut : sifat penelitian, deskriptif analisis, pendekatan penelitian, yuridis normatif, lokasi penelitian Kota Bandung, responden penelitian yaitu dokter dan pedagang besar farmasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan lapangan. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposif sampling. Data yang telah diperoleh dianalisa dengan analisa kualitatif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam “kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi tidak terdapat hubungan hukum karena tidak mempunyai akibat hukum. “Kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi tidak sesuai dengan kode etik kedokteran dan kode etik pemasaran farmasi, serta bertentangan dengan Kepmenkes RI No. 3983/A/SK/1973 tentang Larangan Pedagang Besar Farmasi Menjual Obat Secara Langsung kepada Dokter, Dokter Gigi, dan Apotek. “Kerjasama” pemasaran obat antara dokter dengan pedagang besar farmasi memenuhi asas konsensual, namun tidak sesuai dengan asas

  19. IMPLEMENTASI SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SANDAL DI CV. SANCU CREATIVE INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sonny Koeswara

    2013-10-01

    Full Text Available Six Sigma adalah metodologi yang terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi pada proses sekaligus mengurangi defect pada produk dengan menggunakan pendekatan statistik dan Problem solving tools secara intensif. Tujuan dari metode Six Sigma ini adalah untuk mendapatkan zero defect dengan menjalankan 5 tahapan yaitu : Define, Measure, Analyze, Improve ,dan Control (DMAIC. Tulisan ini bertujuan untuk menerapkan metode Six Sigma di Cv. Sancu Creative Indonesia yang merupakan badan usaha yang memproduksi sandal karakter. Masalah yang terjadi adalah adanya defect sol sandal mudah mengelupas yang berakibat pada kualitas sandal dan salah satu penghambat visi dan misi perusahaan. Penelitian ini dibagi dalam 5 tahap. Tahap pertama adalah Define, yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi yang berasal dari kebutuhan konsumen berdasarkan data DCA dan OQC defect di CV. SANCU. Tahap kedua adalah Measure yaitu mengukur kondisi level performance proses saat ini (Z-Level. Pada tahap ini dilakukan validasi sistem pengukuran  dengan  menghitung  Dpo,Dpmo,Yield  dan  Sigma  level.  Tahap  ketiga  adalah Analyze yaitu menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya sol sandal mengelupas dan sekaligus menentukan vital faktor. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa vital faktor adalah waktu penempelan.Tahap keempat adalah improvement yaitu melakukan perbaikan dengan memberikan timer diarea lokasi penempelan. Control yaitu kegiatan melakukan pemantauan dari hasil perbaikan yang telah di implementasikan Kondisi   setelah   perbaikan   menghasilkan   perubahan   yang   signifikan   terhadap kapabilitas performance pada sandal, yaitu perubahan nilai sigma level setelah perbaikan 4.74s dari yang sebelum perbaikan adalah 4.26 s. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa metode waktu penempelan dan kontrol pada performance sandal Cv. Sancu sudah membaik.

  20. PROGRAM APLIKASI PENJUALAN BUKU ENSIKLOPEDI ISLAM BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Wijaya

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Internet usable in business world as market connecting tools between buyer and seller which practice not must usage thinking about time, distance and location. Web-based application program islam ensiclopedy book store is system combine that use to support or contribute activity fluently on book store case. One of problem which happen is decrease information reached about market sale of book products so that no more people know about book store existence. This application program was builded from PHP base as server side scripting and MySQL as database server and waterfall methode as software growth process insequence trough model planning fase and solution tested. The purpose design of this application is make easy in service and give comfortely to consument also product market sale. So that with any online book e-commerce, hoped can rise service in information form to offered product and to come more customer because online market sale. Keyword :Web-Based Application Program, Islam Ensiclopedy Book Store, Store Abstrak - Penggunaan internet dalam dunia bisnis sebagai alat penghubung perdagangan antara penjual dan pembeli yang praktis tanpa harus memikirkan jarak, waktu dan lokasi. Program aplikasi penjualan buku ensiklopedi islam berbasis web merupakan serangkaian sistem yang digunakan untuk menunjang atau mendukung lancarnya kegiatan pada kasus penjualan buku. Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya penyampaian informasi mengenai pemasaran produk buku sehingga tidak banyak orang yang tahu tentang keberadaan toko buku tersebut. Program aplikasi ini dirancang berbasis web e-commerce dengan menggunakan bahasa pemograman PHP MySQL sebagai pengolahan data-data yang diperlukan dan metode waterfall sebagai proses pengembangan perangkat lunak berurutan yang melewati fase perencanaan pemodelan dan pengujian solusi. Tujuan dirancangnya aplikasi ini yaitu memudahkan dalam melayani dan memberikan kenyamanan kepada konsumen serta

  1. APLIKASI BUSINESS INTELLIGENCE UNTUK ANALISA DAN PRAKIRAAN CUACA MARITIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subekti Mujiasih

    2015-01-01

    Full Text Available Salah satu teknologi yang dapat mewujudkan kecepatan dan kemudahan analisa data adalah Business Intelligence (BI. Teknologi ini dapat menampilkan data dalam bentuk grafik yang bersifat multidimensi, sehingga dapat dilakukan pemilihan informasi sesuai kebutuhan. Aplikasi BI yang dibangun tidak hanya membuat tampilan berbagai komponen cuaca dalam bentuk grafik/dashboard, tetapi juga suatu gudang data. Dalam proses pembuatan informasi prakiraan cuaca maritim diperlukan banyak komponen data, diantaranya arah dan tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, pasang surut dan swell. Data tersebut diintegrasikan dalam bentuk data warehouse secara multidimensi melalui dimensi waktu dan lokasi. Data warehouse yang dikembangkan untuk mendukung model BI hanya yang bersifat deparmental, yaitu berbentuk datamart. Aplikasi BI yang dikembangkan meliputi aplikasi ETL dan aplikasi Dashboard dengan memanfaatkan perangkat lunak Visual Studio 2008, SQL Server Database dan Analysis Services 2008. Aplikasi ini menyediakan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan pencarian, pemilihan dan analisa data. Trend data yang dihasilkan dari proses tersebut menjadi pengontrol range nilai prediksi cuaca maritim.   One technology that can realize rapidity and simplicity of data analysis is Business Intelligence. This technology can present multidimensional data both in graphical and spatial form, so selecting the information as needed will easily be done. The developed BI is not only graphical product but also data warehouse. In the process of providing marine weather forecast information it requires many components of data including wave direction and height, wind direction and speed, tides and swell. These data are integrated in a multidimensional form of Data warehouse through the dimension of time and location. The developed data warehouse for supporting the model of Business Intelligence is datamart that covers only one division. The resulted BI includes ETL application and

  2. APLIKASI MOBILE SQL UNTUK ADMINISTRASI BASISDATA POSTGRESQL MEMANFAATKAN JAVA SERVLET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erick Costanio

    2008-01-01

    Full Text Available Since a database administrator is not always be in a fix place, we need something that make it possible for the administrator to manage the database anywhere. A Mobile SQL technology is flexible enough for an administrator to do this maintenance job immediately, such as for query operation, and database recovery. Our goal is to develop such application using Java ME and Servlet technology, thus making it runs on every mobile device that has MIDP 2.0, CLDC 1.1, and GPRS enabled device. While on a server computer, it needs web server and a DBMS. For this purpose, an object-oriented DBMS Postgre has been choosen. The main features of this application are: executing SQL queries; creating tables and users; making database backup and recovery; creating and executing SQL procedural language – PL/pgSQL; and sending a log through email. This application will also notify another adminstrator through email for any changes that has been made in the database Abstract in Bahasa Indonesia: Mobile SQL adalah alat administrasi basisdata PostgreSQL berbasis mobile menggunakan koneksi HTTP. Teknologi mobile yang bersifat fleksibel membuat administrator dapat segera melakukan perawatan basisdata jika diperlukan tanpa harus berada di lokasi server. Pengembangan aplikasi menggunakan teknologi Java ME dan Servlet, serta dapat dijalankan menggunakan telepon seluler sebagai klien dengan spesifikasi MIDP 2.0, CLDC 1.1 dan GPRS yang telah diaktifkan, sedangkan untuk komputer server diperlukan web server dan DBMS. Fitur utama pada aplikasi ini antara lain: menjalankan perintah SQL, membuat tabel dan pengguna, melakukan backup dan recovery basisdata, menulis dan menjalankan bahasa prosedural SQL - PL/pgSQL, serta mengirim log melalui email. Aplikasi Mobile SQL dapat digunakan untuk melakukan administrasi basisdata menggunakan telepon seluler. Kata kunci: Mobile SQL, Java ME, DBMS, administrasi basisdata

  3. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  4. Analisis Ketelitian Geometrik Citra Pleiades 1A untuk Pembuatan Peta Dasar Lahan Pertanian (Studi Kasus: Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas Kelvin Pujianto

    2017-01-01

    Full Text Available Penggunaan citra satelit resolusi tinggi lebih tepat dan akurat dibanding citra satelit resolusi rendah. Pada saat ini, beberapa satelit dapat menghasilkan citra dengan resolusi spasial kurang dari 1 m. Selain itu, salah satu keuntungan dari data citra satelit resolusi tinggi untuk deteksi dan inventarisasi sumber daya alam adalah setiap lembar (scene citra ini mencakup wilayah yang sangat luas yaitu sekitar 60–180 km2 (360.000–3.240.000 ha [5]. Interpretasi visual pada citra Pleiades 1A dan survei lapangan telah membuktikan bahwa mayoritas daerah Kecamatan Socah memiliki tutupan lahan berupa lahan pertanian yang lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Bangkalan. Alasan tersebut menjadikan Kecamatan Socah sebagai lokasi penelitian. Proses rektifikasi citra menggunakan koordinat titik horizontal (X,Y dari Ground Control Point (GCP yang didapatkan dari pengukuran lapangan menggunakan GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 45 menit tiap baseline. Sedangkan untuk uji ketelitian citra menggunakan pengukuran titik Independent Control Point (ICP yang didapatkan dari pengukuran GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 15 menit. Nilai Root Mean Square Error (RMSE titik ICP dari transformasi affine sebesar 0,645 m, sedangkan polynomial orde-2 sebesar 0,533 m. Masing-masing nilai RMSE titik ICP kemudian dikalikan dengan koefisien Circular Error 90% (CE90 dari Perka BIG no. 15 tahun 2014 maka didapatkan nilai ketelitian geometric sebesar 0,979 m pada affine dan 0,809 m pada polynomial orde-2. Hasil ketelitian geometric dari kedua metode transformasi menunjukkan nilai ≤ 1 m, sehingga citra Pleiades 1A memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai peta dasar skala 1:5.000 dengan kategori kelas 1.

  5. Pengelolaan Sumberdaya Air untuk Pengembangan Pariwisata di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roland Sinulingga

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk (a menganalisis kondisi ketersediaan air di Pulau Pari, (b menganalisis kondisi kualitas air di Pulau Pari, (c menganalisis kebutuhan air dan proyeksinya untuk masa yang akan datang di Pulau Pari, dan (d merumuskan strategi pengelolaan sumberdaya air untuk pariwisata di Pulau Pari. Metode penelitian terdiri atas perhitungan neraca air, kebutuhan air, metode geometrik, analisis deskriptif, dan analisis SWOT. Pengambilan sampel air dan penduduk menggunakan metode purposive, sedangkan sampel wisatawan menggunakan metode accidental random sampling. Hasil akhir penelitian ketersediaan airtanah di Pulau Pari sebesar 290000,48 m3/tahun. Kualitas airtanah di lokasi penelitian tergolong baik. Besarnya kebutuhan air tahun 2013 sebesar 46381,947 m3/tahun. Pada tahun 2018 menjadi 54443,953 m3/tahun dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi 63548,472 m3/tahun. Prioritas utama strategi pengelolaan sumberdaya air untuk pariwisata yaitu membuat kebijakan pembatasan pengunjung agar kelestarian pulau dan sumberdaya air tetap terjaga.   ABSTRACT This study aims to (a analyze water availability conditions in Pari Island, (b analyze the water quality conditions in Pari Island, (c analyze water demand and water projections for the future in Pari Island, and (d formulate strategies management water resources for tourism in Pari Island. The research method consists of the calculation of the water balance, water requirements, geometric methods, descriptive analysis, and SWOT analysis. Water sampling and settlement using purposive method, tourist’s samples using accidental random sampling. The final results of The amount of soil water availability in Pari Island of 290000,48 m3 / year. Groundwater quality in the study area are classified as good. The amount of water demand in 2013 amounted to 46381,947 m3 / year. In 2018 became 54443,953 m3 / year and in 2023 increased to 63548,472 m3 / year. First priority water resource

  6. Intensitas Cemaran Jamur pada Biji Jagung Pakan Ternak Selama Periode Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Destania Putri Indah Puspitasari

    2015-07-01

    Full Text Available This research aimed to know the intensity of fungal contamination in maize grain cattle-feed during storage. Five kilogram of grain sample were collected from Klaten, Sleman, and Muntilan, then stored at CV. Ragil Jaya’s warehouse for two months. Every two weeks the water content were measured and the grain were tested using PDA and blotter methods. Incubation during isolation process were conducted for seven days at 12 hour darkness and 12 hour light. Results showed that dominant fungal contamination from Klaten, Sleman, and Muntilan wasAspergillus sp. As2 isolate with contamination intensity as much as 89% (blotter, 73% (PDA, and 44% (blotter. The results also showed that factors which influenced the intensity of fungal contamination in cattle-feed maize is the grain condition before storage such as broken grain, dirt, and insect; and not caused by the planting location.   INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas cemaran jamur dominan pada biji jagung yang digunakan sebagai pakan ternak selama penyimpanan. Biji jagung pakan ternak dari Klaten, Sleman, dan Muntilan sebanyak 5 kg disimpan di gudang CV. Ragil Jaya, Magelang selama 2 bulan. Pengukuran kadar air dilakukan setiap 2 minggu dan kemudian diuji dengan metode PDA dan blotter untuk mengetahui cemaran jamur pada biji jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari sampel biji jagung pakan ternak yang berasal dari Klaten, Sleman, dan Muntilan, jamur cemaran yang mendominasi, yaitu Aspergillus sp. isolat As2 dengan intensitas cemaran jamur tertinggi di daerah Klaten 89% (blotter, Sleman 73% (PDA, dan Muntilan 44% (blotter. Hasil ini menunjukkan bahwa hal yang mempengaruhi intensitas cemaran jamur pada jagung pakan ternak adalah kondisi awal bahan yang disimpan yaitu ada tidaknya kerusakan, kotoran, dan serangga; bukan lokasi penanaman jagung.

  7. Effects of Mineral Oils on Host Selection Behavior of Diaphorina citri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mofit Eko Poerwanto

    2008-07-01

    Full Text Available Response of Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae on citrus leaves treated with horticultural and agricultural mineral oil (HMO & AMO was evaluated under laboratory condition in choice and non-choice trials. Combination of HMO and AMO at concentration of 0 up to 2% was applied to citrus leaves. Mineral oil applications significantly reduced the proportion of D. citri stayed on citrus leaves for feeding with the proposed mechanisms: 1 oils covered leaves thus hampered it for releasing volatile compounds, 2 oil film preventing the direct contact of tarsus or palpus to leaf surfaces, and 3 the volatile compounds produced by mineral oils also blended with plant volatiles in the atmosphere and reduced the probability of olfactory receptors capturing the olfactory cues for locating the feeding site. Mineral oils also increased the mortality of D. citri due to the refusion for feeding on the treated citrus leaves. The effect of AMO was more prominent than HMO.   Tanggapan Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae pada daun jeruk yang diperlakukan dengan minyak mineral (HMO dan AMO dievaluasi dengan metode pilihan maupun tanpa pilihan di laboratorium. Kombinasi antara HMO dan AMO pada konsentrasi 0% sampai dengan 2% diaplikasikan pada daun jeruk. Minyak mineral secara nyata menurunkan proporsi D. citri hinggap untuk makan pada daun jeruk, yang mungkin disebabkan oleh mekanisme: 1 minyak melapisi daun sehingga tidak mampu melepaskan senyawa volatil, 2 lapisan minyak menghalangi kontak langsung antara tarsus atau palpus pada permukaan daun, dan 3 senyawa volatil dari minyak bercampur dengan volatil tanaman di udara sehingga menurunkan probabilitas reseptor olfaktori menangkap sinyal penanda lokasi inang. Minyak mineral juga meningkatkan mortalitas, akibat dari penolakan makan pada daun jeruk yang diperlakukan. Pengaruh AMO lebih besar dari pada HMO.

  8. Model Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon Fab, Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal dan Rumput Laut (Gracillaria Sp. Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murachman - -

    2012-05-01

    Full Text Available Abstrak Polikultur merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan air yang mengakibatkan penurunan produksi ikan di kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menyusun pola manajemen polikultur udang windu (Penaeus monodon Fab., ikan bandeng (Chanos-chanos Forskal dan rumput laut (Gracillaria sp.. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di Dusun Tanjung Sari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Sampel penelitian diambil pada 18 lokasi polikultur dari tiga komoditas tersebut (udang windu, ikan bandeng dan rumput laut dan 20 lokasi polikultur dari dua komunitas (udang windu dan ikan bandeng. Variabel yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Variabel penelitian meliputi lingkungan makro tambak, karakteristik pembudidaya, cara pengelolaan tambak dan perlakuan–perlakuan yang diberikan, padat tebar, kualitas air, kesuburan air, produksi tambak, keuntungan pembudidaya polikultur dan model budidaya polikultur tiga komoditas. Model budidaya polikultur terdiri dari enam komponen yaitu penentuan lokasi tambak, persiapan tambak, pemeliharaan, panen, kelembagaan sosial dan kelembagaan ekonomi. Masing-masing komponne tersebut saling berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga faktor yang mendukung penentuan lokasi kolam, yaitu jenis tanah di atas kolam, sumber air tawar, sumber air laut, dan keberadaan hutan mangrove. Kualitas dan kesuburan air cukup baik dan berada pada kisaran standard kualitas air untuk tambak. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara padat tebar untuk udang windu dan ikan bandeng pada tipe polikultur tiga komoditas dan polikultur dua komoditas. Padat tebar rumput laut pada polikultur tiga komoditas adalah 975 kgha-1. Keberadaan rumput laut pada polikultur tiga komoditas dapat meningkatkan kualitas air menjadi lebih baik dibandingkan pada polikultur dua komoditas. Kandungan oksigen terlarut pada tambak adalah 165 mgl-1, tingkat kejernihan air 50.875 cm, NH3 0

  9. PERBANDINGAN ALGORITMA PERLUASAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI DENGAN MOBILE ROBOT DI DAERAH BENCANA MENGGUNAKAN OPEN DYNAMIC ENGINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Ramadhan

    2012-05-01

    Full Text Available Putusnya jaringan komunikasi sebagai dampak suatu bencana merupakan permasalahan yang perlu cepat diatasi agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Komunikasi antara lokasi bencana dengan dunia luar menjadi sangat penting dalam menentukan tindakan yang tepat untuk meminimalisasi kerugian akibat bencana. Kajian penggunaan mobile robot otonom untuk menghubungkan menara-menara komunikasi yang terputus dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah ini. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji beberapa algoritma perluasan jaringan dalam bentuk simulasi menggunakan Library Open Dynamic Engine. Library Open Dynamic Engine merupakan library yang telah menggunakan perhitungan fisika secara efisien dan teruji sehingga dapat mendekati keadaan dunia sebenarnya. Simulasi ini bertujuan untuk mendemontrasikan serta membandingkan bahwa algoritma ini dapat dikembangkan untuk menghubungkan menara komunikasi. The disconnection in communication networks as the impact of a disaster is a problem that needs to be addressed quickly in order to avoid greater losses. Communication between the disaster site with the outside world becomes very important in determining the appropriate action to minimize losses due to disasters. Study the use of autonomous mobile robots for connecting communication towers that was disconnected can be alternative solutions to address these issues. In this study, the authors examine some of the network expansion algorithm in the form of a simulation using Open Dynamics Engine library. Library of Open Dynamic Engine is a library that has used physics calculations in an efficient and tested so can approach the state of the real world. This simulation aims to demonstrate and compare that this algorithm can be developed to connect the communication towers.

  10. Sistem Informasi Geografis Pemetaan Kandang Perternakan Di Kabupaten Padang Pariaman Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrika Deni Rizki

    2017-01-01

    Full Text Available AbstrakPerancangan aplikasi sistem informasi geografis untuk pemetaan dan pencarian Kandang Peternakan Di Kabupaten Padang Pariaman berbasis android bertujuan untuk memberikan informasi lokasi Kandang Peternakan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Padang Pariaman maupun masyarakat luar Kabupaten Padang Pariaman tersebut, serta memberikan informasi-informasi mengenai detail Kandang Peternakan. Sehingga diharapkan dapat di akses kapanpun dan dimana pun.Pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis android ini dibuat menggunakan MapInfo Professional 9.0 sebagai dasar pembuatan peta aplikasi, Eclipse sebagai dasar Aplikasi di android , dan Giscloud sebagai server penyimpanan peta secara online.Aplikasi ini diharapkan dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi Kandang Peternakan Di Kabupaten Padang Pariaman yang disajikan dalam bentuk sebuah aplikasi peta Dan Informasi tentang Kandang Peternakan. Aplikasi ini dapat digunakan secara online maupun offline. Kata kunci : Sistem informasi geografis , MapInfo , Eclipse, Giscloud, Android  Abstract            The design of the application of geographic information system for mapping and Cages Animal Husbandry android-based In the district of Padang Pariaman to provide location information Cage Ranch to the people in the district of Padang Pariaman and communities outside Padang Pariaman district, as well as provide information about the details of the Cage Ranch. android based Geographic Information System was created using MapInfo Professional 9.0 as the basis for the map application, Eclipse as the basis of applications in the android, and Giscloud as maps online. The storage server aplication is expected to be used for get information Cage Ranch in Padang Pariaman district were presented in the form of a map application and information about the Cage Ranch. This application can be used online or offline. Keywords: geographic information system, MapInfo , Eclipse, Giscloud, Android

  11. Unjuk Kerja IP PBX Asterisk dan FreeSWITCH pada Topologi Bertingkat di Jaringan Kampus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Setiawan

    2017-08-01

    Full Text Available Internet Protocol-based Private Branch Exchange (IP PBX diperlukan untuk menghubungkan panggilan antar perangkat komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP di sebuah jaringan lokal (LAN. Dengan adanya IP PBX, layanan VoIP dapat disediakan di atas jaringan data/IP yang sudah tergelar. Penelitian ini kami lakukan untuk mengetahui unjuk kerja VoIP pada dua IP PBX yang menggunakan perangkat lunak server Asterisk dan FreeSWITCH. Kami merancang sebuah arsitektur jaringan eksperimen yang diadaptasi dari topologi bertingkat pada jaringan kampus (CAN di lokasi penelitian dengan hierarki perangkat yang terdiri dari core switch, distribution switch, dan access switch. Kedua IP PBX ditempatkan pada hierarki yang berbeda pada topologi jaringan tersebut agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap unjuk kerja VoIP. Konsep eksperimen ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar untuk mendesain arsitektur IP PBX secara terpusat dan tersebar pada jaringan kampus. Unjuk kerja VoIP kami ukur dengan parameter-parameter Quality of Service (QoS dan Quality of Experience (QoE. Selain itu, kami juga mengukur konsumsi prosesor dan memori yang dipakai oleh perangkat lunak server VoIP pada saat komunikasi terjadi. Pengukuran dilakukan dengan skenario phone-to-phone pada jaringan eksperimen yang terhubung ke jaringan kampus aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan IP PBX di hierarki yang berbeda pada topologi jaringan berpengaruh terhadap unjuk kerja VoIP khususnya pada IP PBX Asterisk. Ketika dibandingkan, unjuk kerja IP PBX FreeSWITCH dalam hal QoS dan QoE sedikit lebih baik daripada Asterisk pada rerata latensi/delay, jitter, Mean Opinion Score (MOS, dan konsumsi memori yaitu 41,012 ms, 0,060 ms, 5, dan 1 % untuk IP PBX 1 serta 41,016 ms, 0,066 ms, 5, dan 0,5 % untuk IP PBX 2

  12. JENIS HERPETOFAUNA DI CAGAR ALAM DAN TAMAN WISATA ALAM PENGANDARAN JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafa'at Ariful Huda

    2017-06-01

    Full Text Available This study aims to determine the type of Herpetofauna that often appear in the area Cikamal and Cirengganis. This research was conducted in West Java precisely in Nature Tourism and Pangandaran Nature Reserve. The method used in this research is descriptive qualitative with field research approach (VES. Visual Encounter Survey (VES along the river and river body. The data obtained is analyzed first with the calculation of the number and calculation of the percentage of research results. From the results of this study get 2 types of herpetofauna consisting of amphibians and reptiles. Amphibians consist of a type of frog and type of bangkong. While only the type of lizard reptile found in the two locations. Amphibians and reptiles are found: Type of frog (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae, type of bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae and Lizard Type (Spenomorphus sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Herpetofauna yang sering muncul di daerah Cikamal dan Cirengganis. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat tepatnya di Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan riset lapangan (VES. Visual Encounter Survey (VES dengan menyusuri Sungai dan badan Sungai. Data yang diperoleh dianalisis terlebih dahulu dengan perhitungan jumlah dan perhitungan persentase hasil penelitian. Dari hasil penelitian kali ini mendapatkan 2 jenis herpetofauna yang terdiri dari amfibi dan reptil. Amfibi terdiri dari jenis katak dan jenis bangkong. Sedangkan reptil hanya jenis kadal yang di temukan di dua lokasi tersebut. Amfibi dan reptil yang ditemukan yaitu: Jenis katak (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae, jenis bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae dan Jenis Kadal (Spenomorphus sp.

  13. PROSENTASE PENUTUPAN KARANG DI PULAU KANGEAN-SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Insafitri

    2010-10-01

    Full Text Available Terumbu karang merupakan habitat bagi spesies laut yang mernpunyai nilai komersial tinggi dan juga berfungsi untuk melakukan pemijahan, peneturan, pembesaran anak, makan dan mencari makan (Peding foraging. Sehingga terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperiukan di bidang medis dan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase penutupan karang di lokasi penelitian yang nantinya merupakan informasi awal dalam menentukan kondisi terumbu karang di Kepulauan Kangean Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Agustus 2010 di Pulau Kangean — Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase penutupan terumbu karang di pulau Kangean termasuk dalam kondisi buruk.Kata Kunci : terumbu karang, pulau kangean sumenep, prosentase peneutupanCORAL COVER IN THE KANGEAN ISLAND SUMENEPCoral reefs are habitat for marine species that have high commercial value and also serves as spawning, hatching, breeding, feeding and foraging (Peding foraging. So the coral reefs as marine biodiversity warehouse. Currently, the role of coral reefs as a house of biodiversity making it an important resource for a variety of bioactive materials that needed in the medical and pharmaceutical field. the purpose of this study was to determine the percentage of coral cover in the study site which will constitute the initial information in determining the condition of coral reefs in Kangean Islands, Sumenep. This research was conducted on August 2010 in Kangean Island - Sumenep. The results showed that the percentage of the coral cover in the Kangean Island including in adverse conditions.Keywords: Coral reefs, Kangean Island Sumenep, Coral cover

  14. STUDI KUALITATIF PELAYANAN KESEHATAN UNTUK KELOMPOK ADAT TERPENCIL (KAT DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Ariningrum

    2013-03-01

    kesehatan, menentukan mekanisme kerjasama dengan instansi lain yang terkait, dan menentukan pola pelayanan kesehatan KAT Metode: Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-November 2009 secara cross sectional. Lokasi penelitian di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat, di 2 (dua Kecamatan yang dipilih secara purpasif dan 8 (delapan desa, 4 desa di kecamatan Siberut Utara dan 4 desa di kecamatan Siberut Selatan dengan lokasi dan kriteria inklusi habitat pinggiran pantai. Informasi didapatkan dengan wawancara mendalam (indepth interview terhadap Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (Kementerian Sosial, Kasubdit Pengembangan DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan, Kadinkes Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kadinsas Kabupaten Kepulauan Mentawai, Camat Siberut Utara dan Siberut Selatan, Kepala Puskesmas Siberut Utara dan Muara Siberut (Siberut Selatan, Bidan Puskesmas Siberut Utara dan Muara Siberut (Siberut Selatan, Kepala desa di desa-desa yang terpilih sebagai sampel, dan penanggung jawab pustu atau polindes yang terpilih sebagai lokasi sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: pertama, kebijakan operasional secara umum sama untuk daerah terpencil maupun daerah tidak terpencil, tapi yang diutamakan daerah terpencil; kedua, prioritas program kesehatan adalah pemberantasan malaria, pengobatan pasien, imunisasi, penimbangan bulanan (di posyandu, kesehatan dan sanitasi, diare, pelayanan kesehatan dan pemeriksaan bagi ibu hamil, ibu bersalin, pengobatan bayi dan balita, kebersihan air minum; ketiga, penyakit yang banyak diderita komunitas adat terpencil adalah demam, malaria, gastritis, diare, sakit kepala, ngilu tulang, dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan komunitas adat terpencil mempunyai kekhususan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pertama, pemetaan masalah dilakukan oleh puskesmas. Kemudian, kendala yang dihadapi adalah seringnya kejadian gempa, cuaca buruk, kendala transportasi, sulit

  15. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifat – sifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  16. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN (Studi Kasus Tentang Gerbang Anak Desa di Desa Sumingkir dan Desa Limbangan Kabupaten Dati II Purbalingga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alizar - Isna

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan dan menjawab pertanyaan penelitian: mengapa pola pengembangan ternak yang dilakukan oleh masyarakat suatu desa dapat berkembang ? bagaimana proses pola pengembangan usaha ternak yang dilakukan oleh masyarakat tersebut menjadi kebijakan Gerbang Anak Desa ? mengapa pelaksanaan Gerbang Anak Desa di desa tertentu masih dapat berjalan, sementara di desa lain sudah tidak berjalan lagi (tidak berhasil ?  bagaimana prospek Gerbang Anak Desa sekiranya dilaksanakan di desa-desa lainnya di seluruh kabupaten ? dan apakah Gerbang Anak Desa dapat dijadikan sebagai model alternatif pengentasan kemiskinan ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dipilih Desa Sumingkir dan Limbangan kabupaten Dati II Purbalingga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis seperti yang dikembangkan oleh Strauss dan Corbin, yakni dengan melalui prosedur open coding, axial coding dan selective coding. Untuk menetapkan keabsahan data, digunakan tehnik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan pola pengembangan usaha ternak yang dirintis oleh masyarakat dapat berkembang karena didorong oleh motivasi individual dan keterbukaan masyarakat untuk menerima gagasan-gagasan baru yang datang dari luar. Keberhasilan penyebaran pola pengembangan ayam buras petelur di daerah lain, dipengaruhi oleh keberhasilan pengembangan pola tersebut pada masyarakat perintis. Proses perumusan kebijakan Gerbang Anak Desa bukan merupakan respon dari adanya permasalahan  yang ada dalam masyarakat, namun lebih diwarnai oleh kepentingan pemerintah daerah, dan proses perumusannya yang didominasi oleh pemerintah daerah. Pelaksanaan "Gerbang Anak Desa" yang dapat berjalan dengan baik karena

  17. Persepsi E-Learning Berbasis Web pada Program Studi Keperawatan Banda Aceh Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermansyah Hermansyah

    2017-05-01

    Full Text Available The Nursing Institution of Aceh Polytechnic is the most demanded and has the highest number of students every year and supported by 4 Prodi located in several strategic locations within Aceh Province. Required a development effort in the form of learning media design through e-Learning with the object of study that emphasizes on nursing materials and supporting courses because it can give more time and opportunity for students to be able to discuss. The aim of this research is to know the efficacy of teaching and learning activities through the application of e-Learning application. The system was developed at D-IV Nursing Study Program at Banda Aceh for 6 months starting from June to November 2016 is web-based and uses Moodle as its learning software called Internet Enabled Learning. The results of this study show that this system can improve the quality of subject learning in D-IV Nursing Study Program of Banda Aceh so that it can be used as a means to support teaching and learning process and not only implement teaching materials, but also create a mature learning scenario to invite active student involvement And constructive in their learning process. The design model is expected to be developed more widely to be applied of Health Polytechnic at Ministry of Health in Aceh Key words:  Web-based, e-learning, perception Institusi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh merupakan salah satu Jurusan yang paling banyak peminatnya dan memiliki jumlah mahasiswa terbanyak setiap tahunnya serta didukung 4 Prodi yang berada di beberapa lokasi strategis dalam wilayah Provinsi Aceh. Diperlukan suatu upaya pengembangan berupa perancangan media pembelajaran melalui e-Learning dengan objek kajian yang menitik-beratkan pada materi keperawatan dan mata kuliah pendukung karena dapat memberi lebih banyak waktu dan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa berdiskusi. Penelitian bersifat research and design ini bertujuan untuk mengetahui efikasi kegiatan belajar

  18. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bowo Susilo

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian yang masih menjadi unggulan di berbagai wilayah di Indonesia, menempatkan sektor ini sebagai aktivitas utama ekonomi masyarakat dan juga sumber penguatan perekonomian rakyat. Penelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu untuk mengembangkan model integrasi antar faktor fisik dan sosial ekonomi dalam menentukan prioritas arahan pengembangan di sektor pertanian, terutama untuk menentukan jenis komoditas yang paling sesuai pada suatu satuan lahan atau wilayah tertentu yang menjadi daerah basis pertanian. Selain itu juga mengukur keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif daerah basis pertanian DIY ditinjau dari sub sektor tanaman pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Provinsi DIY yang sangat sesuai untuk tanaman padi sebesar 25,4%, sedangkan untuk tanaman kacang tanah lebih kecil lagi yaitu 16% dan untuk tanaman jagung hanya 2%. Faktor yang membatasi tingkat kesesuaian lahan pada 3 jenis tamanan pangan tersebut adalah kondisi perakaran tanaman, ketersediaan unsur hara, retensi hara dan medan atau lokasi. Lahan yang mampu diusahakan untuk aktivitas pertanian dan sesuai dengan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan adalah di Ledok Wonosari, Lereng Tengah Merapi, Lereng Bawah Merapi dan Batur Agung.   ABSTRACT The agricultural sector is a sector of the economy is still seeded in various regions in Indonesia, putting this sector as the main economic activity of society and also the source of strengthening the economy of the people. This research has a long-term goal is to develop a model of integration between the physical and socio-economic factors in determining the priority direction of development in the agricultural sector, especially to determine the most appropriate types of commodities on a unit of land or a particular region of the local agricultural base. It also measures the comparative advantage and competitive advantage DIY agricultural base area in terms of

  19. Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nana Kariada Tri Martuti

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan pencemaran udara terutama di jalan-jalan protokol. Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan kendaraan bermotor. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui peranan tanaman di jalan-jalan protokol Kota Semarang dilihat dari kualitas dan kuantitasnya. Data mengenai jenis tanaman peneduh yang ada di jalan protokol Kota Semarang dihitung dengan metode line intercept. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Hasil penelitian terhadap jenis tanaman yang ada di jalan protokol Kota Semarang, dapat diketahui jenis tanaman yang ditanam di 5 jalan protokol Kota Semarang berjumlah 29 jenis. Jenis maupun jumlah tanaman yang ada pada masing-masing stasiun penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Simpulan dari penelitian ini ialah kualitas maupun kuantitas tanaman yang ada pada jalan-jalan protokol lokasi penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Hal ini dikarenakan jenis dan jumlah tanaman pada masing-masing jalan protokol tidak sesuai dengan tanaman peneduh yang mempunyai fungsi sebagai penjerap dan penyerap polutan udara.The increasing number of motor vehicles might potentially increase the air pollution in main roads. To reduce the increasing concentration of pollutants generated by motor vehicles, the trees are planted to absorb the pollutants and the dust in the air. The objective of the research was to understand the role of the plants along the main roads in Semarang City, from point of view of quality and quantity. Data on the kind and density of shedding plants along the main roads of Semarang City was collected using line intercept method

  20. Pelaksanaan Sosialisasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD di Rumah Sakit St Carolus dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Budhi Asih Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujiati Mujiati

    2016-02-01

    Full Text Available AbstractEarly Breastfeeding Initiation (IMD, followed by exclusive breastfeeding was one of the efforts to improve the health of babies and toddlers. Information about the IMD process has very big influence on the formation of intentions mother who will soon give birth to apply the IMD process postpartum. This type of research was case study. Data collected through in-depth interviews with 30 informants and triangulation of data, as well as the observation of the hospital environment. Hospitals as research areas, namely St. Carolus hospital and Budhi Asih regional general hospital in Jakarta. Analysis of data use content analysis. Socialization in St. Carolus hospital is mandatory activities performed routinely by health personnel, and supported by many media and dissemination of information about the IMD spread in the hospital setting. Media information in the form of posters, banners, banner and photo frame. In the Budhi Asih regional general hospital no socialization of IMD specifically, nor was there any information media because of limited funds. It needs a strong commitment from the hospitals to disseminate IMD so that implementation can be managed optimally.Keywords: socialization, early breastfeeding initation (IMD, hospitalAbstrakInisiasi Menyusu Dini (IMD yang dilanjutkan dengan pemberian ASI Eksklusif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan bayi dan balita. Informasi mengenai proses IMD sangat berpengaruh besar pada pembentukan niat ibu yang akan segera melahirkan untuk mau menerapkan proses IMD pasca melahirkan. Jenis penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 30 informan dan juga dilakukan triangulasi data, serta observasi terhadap lingkungan RS. RS yang menjadi lokasi penelitian yaitu RS St. Carolus dan RSUD Budhi Asih di Jakarta. Analisis data menggunakan content analysis. Sosialisasi IMD di RS St. Carolus merupakan kegiatan wajib

  1. ANALISIS RESPON KONSUMEN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR MARKETING MIX DALAM PEMBELIAN PRODUKLUWAK WHITE KOFFIE DI PASAR SWALAYAN KOTA SURAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesi Krista Karnasih

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor marketing mix dan variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk Luwak White Koffie instan di pasar swalayan Kota Surakarta serta posisi produk Luwak White Koffie terhadap produk pesaing. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah  judgment sampling. Metode analisis data yang digunakan antara lain analisis faktor dan perceptual map. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memutuskan pembelian luwak white koffie yaitu faktor produk, faktor aroma dan rasa, faktor tempat, dan faktor promosi. Variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen adalah variabel merek pada faktor produk, variabel rasa pada faktor aroma dan rasa, variabel penataan di swalayan pada faktor tempat dan variabel tampilan iklan pada faktor promosi. Posisi produk Luwak White Koffie instan dibandingkan dengan produk pesaing melalui perceptual map menempati posisi unggul untuk atribut merek, rasa, kecepatan alir, isi pesan iklan, dan tampilan iklan. ABSTRACTThis research aims to determine the marketing mix factors and dominant variables which considered by consumers into buying  instant Luwak White Koffie at supermarket in Surakarta City and Luwak White Koffie product position against competitor products. The basic method in this study was analytical descriptive with survey techniques. Location research determined purposively. The sampling method used was judgment sampling. Data analysis methods used include factor analysis and perceptual map. The data used is primary data and secondary data. The results of factor analysis showed that there are four factors that are considered by consumers to buy products Luwak White Koffie instant

  2. ANALISIS PENGARUH VARIABILITAS TANAH PADA VARIABILITAS SPEKTRUM RESPON GEMPABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Sukanta

    2010-11-01

    Full Text Available Salah satu komplek perkantoran yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta, dipilih sebagai lokasi penelitian. Hasil pemodelan data tanah, menghasilkan 3 lapisan tanah yang berbeda dengan kriteria jenis tanahnya cenderung lunak, dengan nilai N-SPT rata–rata = 11,23. Perhitungan percepatan puncak muka tanah (PGA dan nilai spektrum respon di permukaan tanah menggunakan metoda analisis linier equivalen dengan simulasi Monte Carlo. Program aplikasi SHAKE2000 merupakan alat bantu dalam simulasi, dengan memasukkan beberapa asumsi sebagai data masukan. Data masukan dinamik menggunakan sumber gempabumi Elcentro dan Mexico yang mempunyai kandungan frekuensi berbeda. Asumsi nilai percepatan puncak batuan dasar (PBA untuk kedua sumber gempabumi tersebut sebesar 0,18 g. Hasil analisis menunjukkan nilai spektrum respon dan percepatan puncak muka tanah sangat bervariasi. Gempabumi Elcentro menghasilkan nilai rata–rata PGA = 0,36 g dengan spektrum responnya = 1,0 g  pada Tc = 0,6 detik. Untuk gempabumi Mexico menghasilkan nilai rata–rata PGA = 0,30 g dengan spektrum responnya = 0,9 g pada Tc = 0,6 detik. Artinya, variabilitas jenis tanah sangat berpengaruh tehadap variabilitas spektrum respon di permukaan tanah.   One of the office complex located at Jalan Thamrin, Jakarta, was chosen as the location of the reseach. Results of data modeling soil, produces 3 different soil layers with soil type criteria tend to be soft, with a value of N-SPT  average = 11.23. Calculation of peak ground acceleration (PGA and the value of the response spectrum at ground surface using the method of equivalent linear analysis with Monte Carlo simulation. SHAKE2000 application software  is a tool in the simulation, by including some assumptions as input data. Dynamic input data using Elcentro and Mexican  earthquakes  which have different frequency contents. Assumed value of peak base acceleration (PBA for the two earthquakes was 0.18 g. The result of analysis was the value

  3. KONSEP WATERFRONT PADA PERMUKIMAN ETNIS KALI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Sarinastiti

    2015-12-01

    Full Text Available Kali Semarang sebagai sungai bersejarah di Semarang, dahulu memiliki fungsi transportasi yang membelah perekonomian dan pertahanan kota. Bermacam etnis pedagang tinggal di sekitarnya hingga daerah tersebut menjadi permukiman etnis. Contohnya Kampung Melayu, etnis Tionghoa pada Kampung Pecinan, etnis Arab pada Kampung Kauman, serta Kampung Sekayu. Dan juga Kawasan Kota Lama sebagai daerah bersejarah dalam masa pemerintahan Kota Semarang. Kali Semarang memberi pengaruh fungsi waterfront pada permukiman tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep waterfront pada permukiman etnis Kali Semarang, yaitu Kampung Melayu, Kawasan Kota Lama, Kampung Pecinan, Kampung Kauman, dan Kampung Melayu. Diperlukan eksplorasi dan deskripsi keadaan yang mendalam untuk mengidentifikasikan informasi baru pada lokasi penelitian dengan konsep atau teori yang menjelaskan fenomena yang akan terjadi. Metode kualitatif rasionalistik digunakan dengan landasan teori mengenai waterfront dan permukiman etnis disertai dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari berbagai sumber, observasi lapangan langsung, dan pertanyaan mendalam kepada key person. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Kampung Melayu dan Kawasan Kota Lama yang pada awal mulanya menggunakan konsep waterfront karena lokasinya merupakan kawasan pelabuhan, pergudangan, dan perdagangan. Kampung Pecinan sebagai kawasan perdagangan, serta Kampung Kauman dan Kampung Sekayu sebagai permukiman tidak menggunakan konsep waterfront.[Title: Waterfront Concept on Ethnic Settlement in Kali Semarang] Kali Semarang, as a historical river in Semarang, has function as transportation to support the economy and city. Many ethnic traders settled around, so that area becomes ethnic settlement, such as Kampung Melayu, Chinese ethnic in Kampung Pecinan, Arabian ethnic in Kampung Kauman, and Kampung Sekayu, and Kota Lama areas as historical area in Semarang’s government era. The Kali Semarang giving influence

  4. PROFIL MORALITAS ANAK BURUH MIGRAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmaul Chusna

    2017-03-01

    Full Text Available The purpose of this study is to discover the description of the morality of children of Indonesian Migrant Labor (Buruh Migran Indonesia in Tulungagung Regency which is measured through three moral aspects, namely moral knowledge, moral feeling, and moral action. The research approach and design employed a descriptive quantitative survey. The research instrument of this research was Psychological Scale of Morality Quality by field test by 87 respondents. Sampling technique of this study employed random sampling with 210 respondents from 4 research sites representing each area in Tulungagung regency. In this research, the data obtained were analyzed using descriptive test with frequency analysis technique with SPPS release 20.0 for windows. The results of the research are summed up as follows: (1 in the aspect of moral knowledge there are 3 indicators that categorize as low category, namely moral awareness, moral values, and moral thinking, (2 one indicator that categorize as the low category is self-control, (3 in the aspect of moral action there is one low indicator that is the indicator of desire. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi moralitas anak BMI (Buruh Migran Indonesia di Kabupaten Tulungagung yang di ukur melalui tiga aspek moral, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Pendekatan dan rancangan penelitian dalam tesis ini menggunakan kuantitatif deskriptif survei. Instrument penelitian menggunakan Skala Psikologis Kualitas Moralitas dengan dilakukan uji lapangan oleh 87 responden. Teknik pengambilan sampel dengan pengambilan sampel acak dengan 210 responden dari 4 lokasi penelitian yang mewakili masing-masing area di wilayah kabupaten Tulungagung. Dalam penelitian ini menggunakan uji deskriptif dengan teknik analisis frekuensi menggunakan bantuan SPPS release 20.0 for windows. Hasil penelitian mengenai profil moralitas anak BMI di Kabupaten Tulungagung, yakni (1 dalam aspek pengetahuan moral

  5. PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENSIMULASIKAN DEKORASI RUANGAN SECARA REAL TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulva Erida Nur Rochmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Mendekorasi ruangan merupakan kegiatan  yang memakan banyak waktu dan tenaga, terutama jika objek yang digunakan besar dan berat. Akan merepotkan jika seseorang harus menggeser setiap objek untuk menentukan letak yang sesuai. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan sebuah teknologi untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual dengan cara menampilkan objek-objek virtual di dunia nyata secara real time. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu aplikasi Android dengan menggunakan Augmented Reality yang dapat digunakan untuk menggantikan objek nyata dengan objek virtual 3D sehingga memudahkan pengguna dalam mensimulasikan dekorasi ruangan. Aplikasi ini bekerja dengan cara memindai marker yang sudah dicetak pada selembar kertas. Jika marker telah terdeteksi, objek 3D berupa perabot akan ditampilkan di kamera aplikasi. Pengguna dapat memindah lokasi, memutar, dan mengubah ukuran objek untuk mensimulasikan tata letak ruangan. Hasil penelitian ini adalah aplikasi Android berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan untuk mensimulasikan dekorasi ruangan secara real time. Kata Kunci: augmented reality, dekorasi, interior, marker Abstract Decorating the room is an activity that takes a lot of time and effort, especially if the object is large and heavy. It would be inconvenient if someone has to drag each object to determine the appropriate location. This problem can be avoided using an Augmented Reality-based application. Augmented reality is a technology that combine the real world and the virtual world by displaying virtual object in real world. The main purpose of this research is to create an Android application using Augmented reality  that can be used to replace the real object with virtual 3D object, making it easier for the user to simulate the decoration of the room. This application works by scanning the marker that has been printed on a

  6. Uji Kualitas Mikrobiologis Minuman Teh Poci yang Dijual Pedagang Kaki Lima di Pasar Raya Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Genta Pradana

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Minuman Teh Poci merupakan produk minuman yang berkembang pesat dan banyak dijual oleh pedagang kaki lima di Padang terutama di Pasar Raya kota Padang. Penjualan Teh Poci oleh pedagang kaki lima di Pasar Raya tidak mengikuti sistem franchise yang mempunyai standar kebersihan penyajian menyebabkan proses pembuatan Teh Pociyang  dijual di Pasar Raya tidak terjamin kebersihan penyajianya. Tujuan penelitian ini adalah menguji kualitas mikrobiologis  minuman Teh Poci yang dijual pedagang kaki lima di Pasar Raya Padang. Minuman yang diperiksa adalah minuman Teh Poci yang dijual di sepanjang jalan Pasar Raya dengan mengambil 13 sampel. Penelitian dilakukan dari bulan November 2011- September 2012 dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN yang terdiri dari tes penduga dan tes konfirmasi. Dari 13 sampel minuman yang diperiksa seluruh sampel tersebutmengandung bakteri Coliform. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adalah kebersihan penjual minuman dalam menutup kemasan minuman, kurangnya higiene perseorangan, lokasi penjualan di tengah pasar, es batu yang tidak bersih, dan alat-alat yang digunakan. Kesimpulan penelitian ini ialah minuman Teh Poci yang dijual di Pasar Raya Padang tidak memenuhi standar kualitas mikrobiologis air minum yang sudah ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan tahun No. 492 tahun 2010.Kata kunci: pedagang kaki lima, teh Poci, higieneAbstract Teh Poci has become popular nowadays. There is a significant movement of Teh Poci street sellers in Padang especially in Pasar Raya Padang. Teh Poci street sellers in Pasar Raya do not buy the franchise system which has the appropriate standard for food serving. The Teh Poci stands are also located in the middle of traditional market which cause the serving to the society do not fulfill the sanitary standard.One of the indicators of water contamination is by measuring the amount of the coliform bacteria presents in water.  The objective of this study was to do

  7. Investigation into The Effect of Arabic Incompetence on The Students’ Performance in Islamic Studies in Ibadan South-East Of Oyo State In Nigeria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kazeem Adekunle Adegoke

    2016-11-01

    Full Text Available Abstract This study investigated the effect of incompetence in Arabic language on students’ performances in Islamic studies in the selected senior secondary schools in Ibadan South-East Local Government Area of Oyo State, Nigeria. The main objective of this study was to ascertain the argument that the poor performance of senior secondary students in Islamic studies is as a result of incompetence and non-proficiency in Arabic language on the side of learners and teachers. The methodology employed in this study was the quantitative approach. Location of the study was Ibadan South-East Local Government Area of Oyo State. Teachers of Islamic studies and students were randomly selected using the stratified random sampling technique from six senior secondary schools. The data gathered were analysed using simple percentages and chi-square statistical analysis. The findings revealed that significant number of students in Senior Secondary School’s poor performance in Islamic studies was due to their incompetence in Arabic as a result of their lack of exposure to the Arabic language and their poor background in Arabic from the previous classes. It also revealed that some of their teachers in Islamic studies were not competent in Arabic reading and writing. Abstrak Penelitian ini menginvestigasi efek ketidakmampuan bahasa Arab terhadap kinerja siswa studi Islam di sekolah-sekolah menengah atas terpilih di Ibadan Tenggara, di Area Pemerintahan Daerah Negara Oyo, Nigeria. Tujuan utama penelitian ini untuk menegaskan argumen bahwa buruknya kinerja siswa sekolah menengah atas pada studi Islam adalah akibat dari ketidakmampuan dan ketidakmahiran bahasa Arab pada peserta didik dan guru. Metode penelitian pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian adalah di Area Pemerintah Daerah Ibadan Tenggara Negara Oyo. Guru dan siswa program studi Islam dipilih secara acak menggunakan teknik stratified random sampling dari enam sekolah menengah atas. Data yang terkumpul

  8. DAMPAK SOSIAL EKONOMI OBJEK WISATA THE UNIQUE PARK WATERBOOM DI KOTA SAWAHLUNTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Destaria

    2017-01-01

    Full Text Available Tourism development could improve people's lives, because of growth in employment, due to the opportunities new ventures. Government Sawahlunto is one area that also develop tourism for the economic growth of tourism is one of the locations Unique Park Waterboom. The purpose of this study was to describe how social and economic impacts once established waterboom Village Muaro Kalaban Silungkang District of Sawahlunto. This study used a qualitative approach and descriptive type. Data collected by observation, interview and document  analysis. In-depth interviews were conducted at several informants community representatives and community leaders such as village chief Muaro Kalaban, Head of Dusun Sawah tabang, traders around. The results showed that after the establishment of The Unique Park Waterboom Muaro Kalaban social and economic impacts. Its social effects are positive impacts and negative impacts. The negative impact is imitate how to dress, way of thinking and swim behavior, religious values of society. While the positive impact that increased education and relations of good interaction. The economic impact that arises is to create jobs for the people, rising incomes, the community initiative to build shophouses, increasing public facilities and infrastructure such as roads. Pembangunan pariwisata daerah bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, karena pertumbuhan lapangan pekerjaan akibat adanya peluang usaha baru. Pemerintah Kota Sawahlunto merupakan salah satu daerah yang juga mengembangkan pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi salah satu lokasi wisatanya adalah The Unique Park Waterboom.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial ekonomi setelah adanya objek wisata waterboom di Desa Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen.  Wawancara mendalam

  9. Deteksi Brugia malayi pada Armigeres subalbatus dan Culex quinquefasciatusyang diinfeksikan darah penderita filariasis dengan metode PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yahya Yahya

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract. Pemayungdistricts, Batanghari regency of Jambi province classified as filariasis endemic areas in Jambi province since the Mf rate reached 1.5% in 2011. A study was conducted to identify Brugia malayi on experimentally infected Ar. subalbatus and Cx. quinquefasciatus. An experimental study was performed with completely randomized design and six repetitions. Standard of treatment in this study was time (hours that selected for mosquitoes to bite the patients with filariasis (experimental infection. Selected time is at 9.00 a.m, 5.00 p.m, 9.00 p.m, and at 1.00 a.m. The results showed that filarial L3 larvae did not found on Ar. subalbatus and Cx. quinquefasciatus mosquitoes during surgery at day 11th to 13th after infection. Density of microfilariae in the blood of humans as a source of infection was 17 microfilariae per 20 micro liter blood. Otherwise, after detection by PCR, our study found positive B.malayi on Cx. quinquefasciatus thorax and proboscis. It indicates that Cx. quinquefasciatusas potential vector of B.malayi filariasis compared to Ar. subalbatus. Keywords: PCR, filariasis, Armigeres subalbatus, Culex quinquefasciatus, Brugia malayi   Abstrak. Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi merupakan wilayah endemis filariasis di Provinsi Jambi Karena angka Mf rate mencapai 1,5% pada tahun 2011. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerentanan nyamuk Ar. subalbatus dan Cx. quinquefasciatus terhadap infeksi B. malayi subperiodik nokturna yang dilakukan pada tahun 2013, sehingga dapat dianalisis potensi nyamuk tersebut sebagai vektor filariasis di lokasi penelitian. Desain penelitian adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap dan enam kali pengulangan. Variabel perlakuan dalam penelitian ini adalah waktu (jam yang dipilih untuk menggigitkan nyamuk pada penderita filariasis (infeksi percobaan. Waktu yang dipilih adalah pukul 09.00 WIB, pukul 17.00 WIB, pukul 21.00 WIB dan pukul 01.00 WIB. Hasil penelitian

  10. MENINGKATKAN AKTIVITAS HASIL BELAJAR MENGELOLA KONFLIK DENGAN CO-OP CO-OP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilman Nafia

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar konsumsi dengan menggunakan kooperatif tipe co-op co-op siswa kelas X BB 2 SMK NU 01 Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK NU 01, Kota Kendal. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X BB 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,11 dengan ketuntasan klasikal 71,63%. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siklus II sebesar 83,04 dengan ketuntasan klasikal 87,84%. Hasil pengamatan aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, siklus I diperoleh hasil sebesar 65% meningkat menjadi 87,49% pada siklus II, sedangkan aktivitas guru siklus I sebesar 62,5% meningkat menjadi 84,37% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan kooperatif tipe co-op co-op pada materi mengelola konflik. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian adalah perlu adanya kesiapan guru sebelum memulai pelajaran, guru hendaknya mampu menguasai kelas dengan baik agar siswa lebih aktif, dan memilih metode yang tepat untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar. The purpose of this study was to determine the increase in activity and learning outcomes with the content managing conflict of cooperative learning type co-op co-op students of class X BB 2 SMK NU 01 Kendal. This research is a class act. Location of the study conducted a SMK NU 01 Kendal, Kendal. The subjects in this study were class X BB 2. The result showed the average value of student learning outcomes in the first cycle of 74,11 to 71,63% classical completeness. While the average value of the second cycle of learning outcomes by 83,04 to 87,84% classical completeness. Observations of student activity showed an increase students' learning activities, cycle I obtained a yield of 65% increased to 87,49% in the second cycle, while the activity of the first

  11. WOMAN’S POSITION IN UNDOCUMENTED MARRIAGES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thriwaty Arsal

    2014-06-01

    tapi di Warurejo nikah siri begitu berkembang dan meluas pada masyarakat. Lokasi penelitian dilakukan di desa Warurejo Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perempuan dalam menikah siri mengalami diskriminasi, subordinasi, tidak memiliki posisi tawar dalam keluarga, rentan terhadap kanker serviks. Perempuan tidak memiliki pilihan untuk menentukan masa depannya karena masa depannya ditentukan oleh keluarga dan norma dan sistem nilai yang berlaku pada masyarakat tersebut

  12. PENETAPAN RESIDU DAN PERKIRAAN PENETAPAN BATAS MAKSIMUM RESIDU (BMR ORGANOKLORIN PADA SIMPLISIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Penggunaaan bahan obat tradisional (simplisia untuk skala industri dan peningkatan produksi tanaman obat dalam skala besar menjadi tidak ekonomis tanpa pestisida. Disatu sisi penggunaan pestisida dapat menguntungkan yaitu menyebabkan toksis pada hama namun disisi lain toksisitas dapat terjadi juga pada manusia, sehingga residu pestisida dalam tanaman obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang akan merugikan kesehatan. Batas maksimum Residu (BMR pestisida dalam simplisia baik di Indonesia maupun di negara lain belum ditetapkan. Sehingga untuk itu untuk mengetahui adanya residu pestisida jenis organoklorin yang telah dilarang penggunaannya melalui Permentan No.434.1/kpts/TP.270/7/2001 dan untuk mengetahui batas keamanannya, maka perlu dilakukan penetapan residu organoklorin dalam simplisia dan menetapkan batas keamanan berdasarkan perhitungan secara teoritis. Pengujian residu dilakukan terhadap golongan pestisida organoklorin pada 4 jenis simplisia (daun wungu (Graptophyllum pictum (L Grifl, daun sambiloto Andrographis paniculata Ness, herba pegagan (Centella  asiatica (L Urban, daun tempuyung (Sonchus arvensis (L yang berasal dari 3 lokasi penanaman, yaitu : perkebunan Tanaman Obat Manako (Jawa Barat, Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu (BPTO di Jawa Tengah dan Perkebunan Tanaman Obat Purwodadi (Jawa Timur. Pemeriksaan residu pestisida organoklorin menggunakan kromatografi gas dan perhitungan batas keamanan dihitung dengan adanya nilai ADI (Acceptable daily intake yang telah ditetapkan bersama antara JAO dan WHO serta perkiraan banyaknya konsumsi simplisia. Hasil Pengujian residu pestisida organoklorin diperoleh bahwa simplisia daun Wungu (Tawangmangu mengandung residu lindan dengan kadar 0,24 mg/kg, pegagan (Purwodadi, mengandung lindan 0,36 mg/kg dan aldrin 0,31 mg/kg serta pegagan (Manako mengandung heptaklor 0,15 mg/kg dan op-DDE 0,11 mg/kg. Adapun penghitungan BMR heptaklor dan lindan secara teoritis dengan asumsi rata

  13. IDENTIFICATION OF RATS AND SHREW IN ARGASOKA AND KUTABANJAR VILLAGE BANJARNEGARA SUB DISTRICT BANJARNEGARA DISTRICT 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Anggi Widayani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTikus (Ordo Rodentia merupakan hewan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia baik bersifatmenguntungkan maupun merugikan. Spesies tikus mempunyai habitat masing-masing untuk berkembangbiak. Pemukimanmerupakan habitat tikus untuk memperoleh makanan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan keberhasilan penangkapantikus dan mengidentifikasi tikus yang tertangkap di Kelurahan Argasoka dan Kutabanjarnegara. Metode penelitianmenggunakan survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah tikus yang berada di Kelurahan Argasoka danKelurahan Kutabanjarnegara. Sampel adalah tikus yang tertangkap menggunakan perangkap sebanyak 100 perangkapyang dipasang di lokasi penelitian selama 2 malam,dengan menggunakan umpan kelapa bakar dan ikan asin. Analisis datasecara deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilanpenangkapan tikus di Kelurahan Argasoka sebesar 10,5% dan di Kelurahan Kutabanjarnegara sebesar 6%. Tikus yangtertangkap 25 ekor Rattus tanezumi (75,76%, 1ekor R. tiomanicus (3,03%, dan 7 ekor Suncus murinus (21,21%. Tikus dancecurut berjenis kelamin jantan lebih banyak ditemukan (54,54 % daripada betina (45,45 %.Kata kunci: tikus, keberhasilan penangkapan, identifikasiABSTRACTRat is an animal that have important role to human being, even its profitable or adverse. This species have their own habitatto each depression. The community settlement is one of rat habitat to get food. The research purpose is to measure the trapsuccess of rat and to identify rat species in Argasoka and Kutabanjar Village, Banjarnegara. The research used surveymethod with cross sectional approach. Population were rats those lived in Argasoka and Kutabanjar Village. The samplewere rats those caught using single live traps in Argasoka and Kutabanjar Village, Banjarnegara. Rat trapping wasconducted for 2 nights using 100 single live traps with the roasted coconut and salted fish. Technical

  14. PERFORMANSI SISTEM AGROFORESTRI TRADISIONAL DI DESA TELAGA LANGSAT, KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adistina Fitriani

    2016-09-01

    satu sistem agroforestry, yaitu sistem agrisilvikultur dengan dua sub sistem , yakni sub sistem agroforestri kebun karet dan kebun buah campuran.  Sejarah perkembangan proses terbentuknya sistem agroforestri di lokasi penelitian pada mulanya adalah hutan alam  dan atau semak belukar. Kemudian dibuka oleh masyarakat untuk usaha perladangan tanaman semusim. Seiring dengan berjalannya waktu, selain menanam tanaman semusim, juga menanam tanaman buah-buahan berkayu dan tanaman penghasil getah (karet. Dalam perkembangannya tanaman buah-buahan tersebut menjadi bentuk kebun buah campuran yang terdiri dari berbagai pohon buah-buahan yang tersebar secara acak dan tidak beraturan, sedangkan penanaman karet cenderung ditanam secara beraturan dan seumur.  Kata Kunci : Performansi, Tradisional, Sistem Agroforestri

  15. PREVALENSI DAN KEBERADAAN VEKTOR MALARIA DI DESA TELUK LIMAU, KECAMATAN JEBUS, KABUPATEN BANGKA BARAT, PROVINSI BANGKA BELITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roy Nusa R.E.S.

    2013-03-01

    dan An. letifer. Jumlah An. sundaicus tertangkap di luar rumah sebanyak 5 ekor, An. letifer di dalam rumah 3 ekor, dan An. letifer di luar rumah sebanyak 8 ekor. Hal ini menunjukkan potensi transmisi malaria di lokasi penelitian dan perlunya dilakukan survailans malaria. Bila memungkinkan, dilakukan pembagian kelambu berinsektisida dan menganjurkan agar penduduk tidak terlalu sering berada di luar rumah pada malam hari.

  16. Kajian kesesuaian lingkungan untuk pengembangan wisata di Pantai Ganting, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herdiana Mutmainah

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Simeulue Island is situated Indian Ocean in western part of Aceh Province, this is one of the outer island in Indonesia. Simeulue has big potency in marine resources such as  clean waters and beautiful beach, coral reefs and mangrove ecosystems. Therefore, Simeulue is very promising as an ecotourism destination. The objective of present study was to evaluate the condition of the water quality and the potency for a marine ecotourism development. The feasibility study was conducted on August in Ganting Beach, Village of Kuala Makmur, Simeulue Island. The purposive random sampling method was used to determine twelve sampling stations. The measured water quality parameters were pH, temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen, brightness, BOD5, odors, oil and debris. These parameters were analyized and mapped using software ODV, and then compared to the sea water quality standard for marine tourism as well as the characteristics of the coast to the suitability index of recreational area. The results showed that the water quality of Ganting Beach is very suitable for recreational activities (index 77, category S1  andit is suitable for swimming and also for boating tourism activities, banana boats and jet skis (index 16, category S2. Keywords: water quality; marine tourism; Ganting Beach   Abstrak. Pulau Simeulue, merupakan salah satu pulau terdepan sebelah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, dan terletak di Samudera Hindia.Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang besar, diantaranya perairan yang besih dan jenih, pantai yang indah, terumbu karang dan hutan bakau, sehingga sangat berpotensi untuk dikembang menjadi tujuan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kualitas perairan dan potensi kesesuaian wisata Pulau Simeulue.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 bertempat di Pantai Ganting, Kelurahan Kuala Makmur, Kabupaten Simeulue. Sebanyak 12 lokasi pengambilan sampel kualitas air

  17. Pemetaan Risiko Tsunami terhadap Bangunan secara Kuantitatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Totok Wahyu Wibowo

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Tsunami merupakan bencana alam yang sebagian besar kejadiannya dipicu oleh gempabumi dasar laut. Dampak kerugian tsunami terhadap lingkungan pesisir antara lain rusaknya properti, struktur bangunan, infrastruktur dan dapat mengakibatkan gangguan ekonomi. Bencana tsunami memiliki keunikan dibandingkan bencana lainnya, karena memiliki kemungkinan sangat kecil tetapi dengan ancaman yang tinggi. Paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang menekankan bahwa risiko merupakan hal utama dalam penentuan strategi terhadap bencana. Kelurahan Ploso, merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Pacitan yang berpotensi terkena bencana tsunami. Pemetaan risiko bangunan dilakukan dengan metode kuantitatif, yang mana disusun atas peta kerentanan dan peta harga bangunan. Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3 diadopsi untuk pemetaan kerentanan. Data harga bangunan diperoleh dari kombinasi kerja lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG. Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa Lingkungan Barehan memiliki risiko kerugian paling tinggi diantara semua lingkungan di Kelurahan Ploso. Hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penentuan strategi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Ploso. ABSTRACT Tsunami is a natural disaster whose occurrences are mostly triggered by submarine earthquakes. The impact of tsunami on coastal environment includes damages to properties, building structures, and infrastructures as well as economic disruptions. Compared to other disasters, tsunamis are deemed unique because they have a very small occurrence probability but with a very high threat. The paradigm of Disaster Risk Reduction (DRR that has developed in the last few years stresses risk as the primary factor to determine disaster strategies. Ploso Sub-district, an area in Pacitan Regency, is potentially affected by tsunamis. The risk mapping of the buildings in this sub-district was created using a quantitative

  18. Identifikasi Formalin pada Bakso yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faradila .

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakKonsumsi makanan cepat saji saat ini telah menjadi kebiasaan makan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu makanan cepat saji yang popular adalah bakso, namun saat ini sering dijumpai penggunaan bahan tambahan non pangan di dalam bakso yaitu formalin. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi pada kenyataannya masih ada produsen makanan yang memproduksi makanan mengandung formalin. Salah satu makanan yang sering ditemukan berformalin adalah bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat formalin pada bakso yang dijual di Kota Padang. 42 sampel yang diidentifikasi diambil dari pedagang bakso gerobak, warung bakso, serta rumah makan franchise di beberapa lokasi dengan jumlah pedagang bakso terbanyak. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Formalin yang terdiri atas cairan pereaksi I dan serbuk pereaksi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 sampel dari 42 sampel yang diidentifikasi dilaboratorium positif mengandung formalin (47,6%. Bedasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir separuh bakso yang dijual di Kota Padang mengandung formalin.Kata kunci: Bakso, FormalinAbstractNow a days, the consumption of fast food has become an eating pattern for Indonesian. One of the most popular fast food is meatball, but today, we often found that the producents add a non food addition ingredient in the meatball that we call formalin. The use of formalin actually has been prohibited used in food based on the Peraturan Menteri Kesehatan No.1168 tahun 1999, but in fact, there are food producent that produce food with formalin. One of the food is meat ball. The objective of this research is to identifying whether there are formalin in meatballs that sold in padang. 42 samples that identified taken from mobile vendor, meatball restaurant and franchise restaurant in several locations with the greatest numbers of

  19. Tingkat Kerentanan Aedes aegypti (Linn. terhadap Malation di Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lasbudi P. Ambarita

    2015-07-01

    kerentanan. Uji kerentanan mengacu kepada metode baku yang ditetapkan WHO. Sebanyak 25 ekor nyamuk dipaparkan terhadap insektisida pada 4 tabung uji dan 1 tabung kontrol. Strain Aedes aegypti yang berasal dari seluruh lokasi sampling menunjukkan masih rentan terhadap malation dosis 5% setelah paparan selama 1 jam. Angka estimated resistance ratio (ERR dari knockdown time (KT terhadap dosis operasional berkisar 1,02-1,27 untuk KT50 dan 0,96-1,24 untuk KT95. Uji kerentanan terhadap dosis diagnostik (0,8% menunjukkan keragaman kerentanan setelah paparan selama 24 jam. Strain dari 7 kab/kota telah resisten, 3 kab/kota berstatus toleran dan 1 kabupaten masih rentan. Deteksi resistensi dapat menjadi acuan untuk menentukan tindakan yang efektif dalam mengatasi menurunnya efektivitas pengendalian vektor.Kata kunci : Aedes aegypti, Malation, Kerentanan, Sumatera Selatan

  20. PERENCANAAN RUTE PERJALANAN DI JAWA TIMUR DENGAN DUKUNGAN GIS MENGGUNAKAN METODE DIJKSTRA S

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Gunadi

    2002-01-01

    Full Text Available Many people need geographical information nowadays, such as: the distance between areas, information about some areas, information about nature resources in that area, to search for accident area, and others geographical information. Geographical Information System (GIS is only one from many others solution to seek for geographical information. This research aim is to make software that can give some geographical information for shortest path between towns in East Java. Others information that can be gain is information about governmental, population, tourism places, mountains, special food, handicraft, and traditional art. This software is designed with database not using satellite, so much cheaper compare with using satellite. This software use Dijkstra's method to seek the shortest path from one node to another node in the picture, so this program can't give alternative path. GIS can give answer for anything that related with geographical situation. Peoples can use GIS power to reach for a better life. Abstract in Bahasa Indonesia : Informasi mengenai geografi semakin dibutuhkan oleh banyak pihak, misalnya informasi untuk mengetahui jarak antara satu daerah dengan daerah lain, informasi seputar daerah yang diinginkan, informasi tentang sumber daya alam yang dicari, informasi untuk menemukan lokasi kecelakaan dengan cepat, dan banyak informasi mengenai geografi lainnya. Geographical Information Systems (GIS merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan informasi geografi tersebut. Tujuan perancangan adalah membuat suatu perangkat lunak yang dapat memberikan informasi geografi mengenai rute jalan terpendek antara kota yang satu dengan kota yang lainnya di Jawa Timur. Sedangkan informasi lainnya yang dapat diperoleh antara lain informasi mengenai pemerintahan, jumlah penduduk, tempat wisata, nama gunung, makanan khas, kerajinan, dan `kesenian tradisional yang berasal dari suatu daerah. Program ini dirancang tanpa menggunakan satelit namun hanya

  1. PERAN GANDA PEREMPUAN PEMETIK TEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Kusumawati

    2013-04-01

    Full Text Available Tingkat sosial ekonomi keluarga yang rendah membuat perempuan memiliki peran ganda. Terbatasnya lapangan kerja di pedesaan, ketrampilan yang terbatas dan pendidikan yang rendah menjadikan pemetik teh sebagai pilihan pekerjaan para perempuan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana pembagian waktu perempuan pemetik teh sebagai efek dari beban ganda dan bagaimana kondisi sosial ekonominya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di desa Keteleng, Batang yang berlokasi di dekat perkebunan teh PT Pagilaran dimana  banyak perempuan desa ini yang menjadi pemetik teh. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan dalam pengambilan data. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis data dilakukan dengan analisis interpretatif. Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan dengan peran ganda, memiliki waktu domestik dan waktu publik yang berdampak dalam kehidupannya. Hal ini berpengaruh pada kondisi sosial, dimana perempuan pemetik teh tetap memiliki interaksi sosial yang baik dengan keluarga, bahkan memperluas pergaulan dengan masyarakat. Dari segi ekonomi, profesi sebagai perempuan pemetik teh tidak menaikkan kesejahteraan secara signifikan karena rendahnya upah yang diterima. Namun dengan kemandirian ekonominya, perempuan ini memiliki peran yang aktif dalam pengambilan keputusan di keluarga. Tuntutan sosial ekonomi yang dibebankan kepada perempuan ini juga mendorong masyarakat untuk tidak bertindak diskriminatif. Levels of low socioeconomic families lead women to have double roles. Limited employment opportunities in rural areas, limited skills and low education make tea picking as the most possible work for women. The objective of this study is to describe the time division of women tea pickers and their social and economic conditions. The study used a qualitative approach and specifically phenomenology. The study site is in the village Keteleng, Batang

  2. IDENTIFIKASI PERTAMBAHAN PERSEBARAN LIMBAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA JATIBARANG TAHUN 2015 MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R S Wulandari

    2016-04-01

    Full Text Available Pada tahun 2000 timbunan sampah pada TPA Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang, sudah melebihi daya tampung yaitu sekitar 1,6 juta m3. Kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran leacheat (air lindi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran limbah di daerah sekitar TPA Jatibarang pada tahun  2015 dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada tiga titik penelitian, dua berada didalam TPA dan satu berada di daerah perumahan sekitar TPA dengan panjang lintasan masing-masing 75 m. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan softwareres2dinv. Hasil yang didapatkan berupa kondisi topografi serta nilai resistivitas lindi sebesar 0,044-0,70 Ωm. Persebaran lindi pada tahun 2015 menuju ke daerah dengan elevasi rendah yang mengarah ke Sungai Kreo. Sedangkan persebaran lindi pada lokasi penelitian di Perumahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang juga telah diidentifikasikan tercemar oleh air lindi yang diduga berasal TPA Jatibarang.In 2000, piles of garbage in the landfill is located in the Village Jatibarang Kedungpane Mijen District of Semarang, has exceeded the capacity of around 1.6 million m3. The condition is potentially causing environmental pollution, especially pollution leacheat (leachate. Therefore, to investigate the pollution level of waste in the area around the landfill Jatibarang 2015 using geoelectric method Schlumberger configuration. Data were collected at three points research, two are in the landfill and one is located in a residential area around the landfill with a path length of each- each 75 m. Data processing results of research conducted by using softwareres2dinv. Results obtained in the form of topography and leachate resistivity value of 0.044 Ωm- 0.70 Ωm. Distribution of leachate in 2015 heading to areas with low elevation that

  3. Analisa Kekuatan Desain Meja Kursi Lipat dengan Simulasi Komputer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jatmoko Awali

    2015-07-01

    Full Text Available Desain meja dan kursi biasanya dibuat dengan fungsi yang terpisah. Pada studi ini akan dibuatproduk yang mengabungkan meja dan kursi agar multi-fungsi dengan desain lipat sehingga bisamenghemat ruang. Multifungsi ini memberikan kebebasan pengguna merubah desain mejakursi lipat ini menjadi kursi atau meja. Desain menggunakan dimensi yang dikaji secaraergonomik agar dapat digunakan secara fungsional untuk pangsa pasar utama untuk bisnismakanan yang menggunakan media duduk lesehan. Desain ini dimodelkan dengan bantuansoftware ANSYS 14.5 dimana desain dimodelkan secara 3 dimensi (3D. Model materialmemakai 2 model yaitu kayu jati untuk desain berharga tinggi dan polipropilena untuk desainberharga lebih ekonomis. Beban operasi diaplikasikan arah aksial sebesar 100 kgmenyesuaikan dengan asumsi berat tubuh rata-rata maksimal orang Indonesia. Dari hasilsimulasi, besar tegangan operasional masih dapat menerima beban maksimum tanpa terjadikerusakan sesuai dengan kriteria kegagalan von-misses. Lokasi besar tegangan kritis terdapatpada bagian tumpuan tangan sehingga nantinya dapat diperbaiki dengan memperbesarinersianya. Ergonomik yang dilakukan memberikan batas range pemakaian meja kursi lipat iniuntuk orang dengan tinggi rata-rata 160 cm dan memiliki sudut sandaran 70 derajat.Kata kunci: Meja kursi, pemodelan 3 dimensi, ergonomik, tegangan von-misses Design for tables and chairs are usually made with a separate function. In this study, it will bemade a product that combines a table and chairs so that space can be saved. Thismultifunctional gives the user freedom to change the design of this folding chair into a deskchair or a table. The dimension of the design is examined ergonomically in order to be usedfunctionally for major market share for business meals using the media to sit cross-legged. Thisdesign is modeled with the help of ANSYS 14.5 software where design modeled 3-dimensional(3D. The mModel using 2 materials namely: with teak for the design of

  4. DESIGNING STRATEGIES FOR IMPROVING TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN MANUFACTURING INDUSTRIES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfian Nur Ubay

    2017-05-01

    Full Text Available This research was aimed at designing strategies for improving total quality management at CV XYZ and PT HIJ. The research locations were selected intentionally with the consideration that the company is a middle class company that started to apply a study in line with the research topic. The experts were chosen using an approach method. This research used a descriptive approach and quantitative analysis through questionnaires using purposive sampling. The stages began with data processing, i.e. testing the questionnaire quality through validity and reliability tests, making a causality diagram, evaluating the implementation levels of each company by giving evaluation scales based on the existing condition, making House of Quality (HOQ using QFD methods, and then analyzing the problem solutions produced from the QFD methods with 5W + IH analysis, and finally determining the improvement priorities using Fuzzy AHP methods. The results were the strategies for improving total quality management /TQM of CV XYZ, namely the factor that plays the most important role was improving the quality management performance. The actor that has the competence to carry out the TQM improvement is the director. The prioritized goal to be achieved is a commitment to improve the quality of goods and services.  The prioritized strategy used in improving TQM is carrying out SOP consistently.Keywords: strategies, improvement, TQM, manufacturing company, fuzzy AHPABSTRAKPenelitian ini bertujuan merancang strategi peningkatan manajemen mutu terpadu pada CV XYZ dan PT HIJ. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan kelas menengah yang mulai menerapkan kajian sesuai dengan topik penelitian. Penentuan pakar dilakukan dengan metode pendekatan secara sengaja. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisa kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara sengaja (purposive sampling

  5. ANALISIS DETERMINAN DAN PENGARUH STUNTING TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DI KUPANG DAN SUMBA TIMUR, NTT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intje Picauly

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe research was conducted to find out determinant factors that can cause the incidence of stunting and how it may affect elementary school children performance. The research areas were selected based on the difference access of nutrition information. Kabupaten Sumba Timur and Kota Kupang were selected as research areas. Related primary data was taken covering anthropometric index namely body height for age (HFA; weight for age (WFA, and weight for height (WFH, and academic school performances before and after research treatment. Other data was collected by interview using questionnaires. Regression analysis was used to know determinant factors that may bring about stunting. The results showed that determinant factors of stunting were family income, mother’s nutrition knowledge, child care practices, the history of infection, immunization, protein intake, and mother education. While, stunted elementary school children had low academic performances. The higher level of stunting is the lower academic performance of elementary school children.Keywords: academic performances, determinant of Stunting, elementary school studentsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting serta dampaknya terhadap prestasi anak sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Timur. Lokasi penelitian sengaja diambil dua wilayah yang berbeda jangkauan informasi tentang gizi dan manfaatnya serta ketersediaan sarana prasarana yang dapat digunakan untuk pencapaian kondisi bebas masalah gizi. Subjek yang dibutuhkan dalam penelitian ini masing-masing sebanyak 265 siswa di Kota Kupang dan 274 di Kabupaten Sumba Timur. Adapun jenis data yang digunakan adalah data primer yang meliputi data indeks antropometri (TB/U; BB/U; BB/TB dan data hasil pengukuran nilai siswa. Selain itu data–data lain dilengkapi dan diukur menggunakan instrumen kuesioner yang bersifat terstruktur. Analisis

  6. Keragaman Semut pada Ekosistem Tanaman Kakao di Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Ikbal

    2014-12-01

    Full Text Available This study aims to determine the diversity of ants in cocoa (Theobroma cacao L. ecosystems in six hamlets in the village of Banjaroya, District Kalibawang Yogyakarta. The sampling was carried out by the method of feeding ants using tuna and sugar solution, which is placed on the cacao tree and the ground surface; pit-fall traps; and direct picking by hand. Six sub-family of ants, namely Cerapachynae, Dolichoderinae, Myrmicinae, Ponerinae, and Pseudomyrmicinae were found. Six of the most abundant genera found in each catchment were Dolichoderus sp., Anoplolepis sp., Paratrechina sp., Crematogaster sp., Pheidole sp., and Pheidologeton sp., which is known to be aggressive and invasive. The analysis showed that the diversity of ant communities in the Village Banjaroya categorized as medium (H ‘> 1-3, meaning that the overall state of the ecosystem of the cocoa crop was classified as stable or steady. Meanwhile, the results of the analysis of the dominance index (C shows that the community of ants in each village tends was tended to be dominated by a single species (C close to 0. The relationship between habitat condition and the diversity of ant was discussed in this article.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman semut pada ekosistem kakao (Theobroma cacao L. di 6 dusun di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Yogyakarta. Pengambilan sampel semut dilakukan dengan metode pengumpanan menggunakan ikan tuna dan larutan gula yang diletakkan pada pohon kakao dan permukaan tanah; lubang perangkap; dan pemungutan dengan tangan. Enam subfamili semut, yaitu Cerapachynae, Dolichoderinae, Myrmicinae, Ponerinae, dan Pseudomyrmicinae telah ditemukan di lokasi pengambilan sampel. Enam genus yaitu Dolichoderus sp., Anoplolepis sp., Paratrechina sp., Crematogaster sp., Pheidole sp. dan Pheidologeton sp. yang dikenal agresif dan invasif, ditemukan paling melimpah di setiap dusun. Hasil analisis keragaman komunitas semut di Desa

  7. SKRINING FARMAKOGNOSI TANAMAN ETNOFARMASI ASAL KABUPATEN BULUKUMBA YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asni Amin

    2012-06-01

    skrining farmakognostik asal Kabupaten Bulukumba dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Bulukumba untuk mengobati penyakit kanker. Lokasi penelitian adalah desa Lembanna Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, dengan mensurvei tanaman etnofarmasi melalui sanro (pengobat tradisional, tokoh masyarakat dan masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang obat tradisional dengan metode purposive sampling. Skrining farmakognosi meliputi determinasi  tanaman etnofarmasi yang telah dikumpulkan, pemeriksaan organoleptik, morfologi, anatomi dan identifikasi kandungan kimia menggunakan pereaksi warna dan reaksi pengendapan. Hasil penelitian didapatkan lima tanaman etnofarmasi yang potensial untuk pengobatan kanker yaitu daun landep (Barleria prionitis L. Famili Acanthaceae, gewor (Basella rubra L Famili Acanhtaceae, pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis Famili Loranthaceae, rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L. family Rubiaceae dan gondola (Commelina benghalensis L. famili Commelinaceae, dengan kandungan kimia mengandung flavanoid, saponin, alkaloid, dan tanin. Kandungan flavonoid, dan alkaloid dalam tanaman berpotensi untuk digunakan sebagai obat kanker.  Kata Kunci : Etnofarmasi, Antikanker, Skrining farmakognosi.

  8. Bakteri Legionella pneumophila Terdeteksi pada Air Kolam Renang di Kota Surabaya dengan Nested Polymerase Chain Reaction (LEGIONELLA PNEUMOPHILA BACTERIADETECTED IN SWIMMING POOL WATER OF SURABAYA BY USING NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eduardus Bimo Aksono

    2017-06-01

    Full Text Available Legionella pneumophila is a Gram-negative bacillus that causes nosocomial and community-acquired pneumonia. The aim of this research was to detect the presence of bacteria of L. pneumophila species in the swimming pools water of Surabaya city by using nested Polymerase Chain Reaction (PCR assay of a specific gene for L. pneumophila (mip gene. This study used purposive sampling method. A total of 10 water samples were collected from five swimming pools consisting of 200 mL water for each swimming pool. The results showed that of 10 samples tested by nested PCR, one sample was positive for L. pneumophila, and nine samples were negative. L. pneumophila were found in pool water samples with a higher temperature (>30ºC.Serogrouping analysis of positive sample that L. pneumophila bacteria detected in the water sample of swimming pool in Surabaya was L. pneumophila serogroup 9 (98% and serogroup 10 (98%. L. pneumophila detection of bacteria is expected to raise the awareness of physician and microbiologists about the transmission of L. pneumophila and will also be useful for controlling the agents. ABSTRAK Legionella pneumophila adalah bakteri Gram-negatif berbentuk batang yang dapat menyebabkan penyakit nosokomial dan pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan bakteri L. pneumophila pada air kolam renang di Kota Surabaya dengan menggunakan nested Polymerase Chain Reaction (PCR berbasis gen spesifik L. pneumophila (mip gene. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak sepuluh sampel diambil dari lima kolam renang. Sampel diambil sebanyak 200 mL dari air kolam renang di setiap lokasi. Hasil dari 10 sampel yang diuji menggunakan nested PCR, satu sampel menunjukkan hasil positif untuk L.pneumophila, dan sembilan sampel menunjukkan hasil negatif. Bakteri L. pneumophila ditemukan pada sampel air kolam dengan suhu yang lebih tinggi (>30ºC. Satu sampel positip tersebut ketika dilanjutkan terhadap analisis serogrup

  9. Faktor-Faktor Internal Penghambat Keefektifan Pelaksanaan Supervisi Bimbingan dan Konseling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Khoiru Reza

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan penelitian terdahulu disertai data hasil wawancara yang menunjukkan supervisi bimbingan dan konseling di SMA belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah Memperoleh informasi secara objektif, mendalam, dan menyeluruh mengenai pengelolaan dan faktor internal penghambat keefektifan pelaksanaan supervisi bimbingan dan konseling di SMA Kesatrian 1 Semarang tahun 2014/2015.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif, dengan lokasi penelitian adalah SMA Kesatrian 1 Semarang. Subjek penelitian dan informan dalam penelitian ini adalah pengawas, guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah SMA Kesatrian 1 Semarang, serta koordinator pengawas Kota Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif oleh Miles dan Huberman. Pengujian kebasahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil analisis data penelitian menunjukkan pengelolaan supervisi bimbingan dan konseling di SMA Kesatrian 1 Semarang pada bagian perencanaan, sekolah tidak terlibat sebagai sumber data penyusunan program, pada bagian pelaksanaan supervisi bersifat insidental, dan bagian evaluasi dan tindak lanjut belum terlaksana. Faktor internal penghambat pelaksanaan supervisi bimbingan dan konseling di SMA Kesatrian 1 Semarang adalah motivasi dan komitmen yang relatif rendah. This study is based on the previous study and interview result that shows ineffectiveness of guidance and counseling sepervision in high school. The purpose of this study is to collect information objectively, profoundly, and thoroughly about the management of guidance and counseling supervision at SMA Kesatrian 1 Semarang and the internal factors that obstruct it. This study belongs to descriptive qualitative study that took place in SMA Kesatrian 1 Semarang. The subject and informants of this study were the supervisor, the guidance and

  10. Kondisi Sanitasi Lingkungan Perumahan dan Kontaminasi Escherichia coli pada Penyajian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Kusuma

    2013-02-01

    Full Text Available Bayi sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh Makanan Pendamping Air Susu Ibu lokal (MP-ASI lokal. Sampai saat ini belum diketahui keamanan penyajiannya dari kontaminasi mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontaminasi Escherichia coli (E. coli pada penyajian MP-ASI lokal dan mengamati hubungan antara kondisi sanitasi rumah, seperti Sarana Air Bersih (SAB, tempat mencuci peralatan makan bayi, kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (S PAL, kondisi tempat sampah dan keberadaan hewan berkeliaran di dalam rumah terhadap kontaminasi E. coli pada penyajian. Desain penelitian ini adalah potong lintang yang mengamati penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan pada 138 rumah. Lokasi penelitian pada 21 Dusun di Kabupaten S olok. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran kontaminasi E. coli pada penyajian M P-ASI lokal, kondisi faktor sanitasi rumah tangga, mengetahui hubungan antara faktor sanitasi rumah dengan kontaminasi E. coli dan faktor yang paling berhubungan dengan kontaminasi tersebut . Penelitian ini menemukan lebih dari separuh (72,5% MP-ASI lokal yang disajikan terkont aminasi E. coli. Keberadaan hewan yang berkeliaran di dalam rumah memiliki risiko dua kali lebih besar terkontaminasi E. coli pada penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan di rumah tangga. Infant is the most vulnerable groupof safer infectious diseases caused by complementary food. Meanwhile complementary food safety was unknown. The study aimed to know Escheriacoli (E. coli contamination in serving complementary food and relationship of house sanitation condition as clean water facilities, places for dishes infant food utensils,domestic wastewater facilities condition, garbage facilities condition and the present of domestic animals in houseto E. coli contaminationin serving. Study design was cross sectional, object of observation were 138 household that serving complementary food for 6-12 month old infants. Location of study was in

  11. Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di Kedungmalang, Jepara (Fish Community Structure in Mangrove Ecosystem at Kedung Malang, Jepara Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki

    2014-06-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove di Kedungmalang, Kabupaten Jepara dilaporkan telah mengalami kerusakan ekologis. Kondisi ini mempengaruhi biota termasuk ikan yang hidup di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan ikan di ekosistem mangrove di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Agustus 2011. Pengambilan sampel ikan dilakukan di 3 lokasi perairan bervegetasi mangrove sejati (true mangrove Rhizophora sp. dan mangrove asosiasi (associate mangrove rumput Cyperus sp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 famili ikan, yaitu Mugilidae, Ariidae, Eleotridae, Pristigasteridae, Gobiidae, Drepanidae, Belonidae, Adrianichtyidae, Aplocheilidae, dan Haemulidae. Ikan paling banyak ditemui adalah famili Mugilidae, sedangkan ikan yang jarang ditemui adalah Famili Belonidae. Ikan Mugilidae hidup pada kisaran salinitas luas, sering masuk estuari dan sungai serta bersifat katadromous, biasanya membentuk kelompok besar di daerah dengan dasar pasir atau lumpur. Ikan famili Mugilidae yang paling banyak tertangkap adalah fase anakan dan juvenil. Jenis ikan Belanak ini merupakan ikan  yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai berdekatan dengan hutan mangrove. Secara umum kelimpahan ikan pada saat surut selalu lebih tinggi dibandingkan saat pasang. Kelimpahan ikan di Rhizophora sp. lebih tinggi dibandingkan Cyperus sp. baik pada saat surut maupun pasang. Kata kunci: ekosistem mangrove, ikan, komposisi, Mugillidae Mangrove ecosystem at Kedungmalang has been reported experiencing  an ecological damage. This condition directly or indirectly affect the organisms, including fish that live around the area ecosystem. The purpose of this study was to identify and determine the abundance the fish communities in mangrove ecosystem in the Kedungmalang Village, Kedung District, Jepara Regency. The research

  12. Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Al Mujabuddawat

    2016-08-01

    Full Text Available Buton Sultanate is a prosperous maritime sultanate in its heyday. Buton Sultanate land is not very fertile and does not produce a lot of commodities, but it is quite well known because of its location in the commercial lines, so that it becomes a stopover place for passing ships. This paper provides an overview of ecological archaeology towards the triumph case of Buton Sultanate in the 17th-18th century. The research method used in this paper is literature study and review of a theory through an observation of cultural ecology and environmental determinism. The results show that the ecological aspects affect the heyday of the Buton Sultanate. Buton Sultanate does not produce a lot of major commodities, but it is successfully adapt to environmental conditions and maximize the benefits derived from the ecological aspects by applying it to the structure of Sultanate society, a commercial network, and material culture. The profits are also applied to maintain its legitimacy in the great power of hegemony in the region. Success in 'conquering' the environment makes the Buton Sultanate victorious, even the identity of 'kebutonan' still embedded in Buton society until this day. Kesultanan Buton merupakan kesultanan bercorak maritim yang cukup besar pada masa jayanya. Daratan Kesultanan Buton tidak begitu subur dan tidak banyak menghasilkan komoditi namun cukup terkenal karena lokasinya terletak di jalur niaga, sehingga menjadi lokasi singgah bagi kapal-kapal yang melintas. Penelitian ini berisi tinjauan arkeologi ekologi terhadap kasus kejayaan kesultanan Buton abad ke-17-18. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan tinjauan teori melalui tinjauan model cultural ecology dan environmental determinism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek ekologi berpengaruh terhadap kejayaan Kesultanan Buton. Kesultanan Buton tidak banyak menghasilkan komoditi utama, namun berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dan sukses

  13. KOMPOSISI JENIS DAN FUNGSI PEKARANGAN (Studi kasus desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, DI Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaidah Junaidah

    2017-02-01

    Full Text Available Homegarden is one form of agroforestry complex which has a diverse structure and species composition. This research is aimed to (1 Determine the composition on 3 (three levels development of homegarden, (2 Determine the function of crops on 3 (three levels development of homegarden.  The sample location was done purposively based on the availability of data and information obtained in the field.  The number of homegarden which will be observed is 12 piece who representing 3 (three levels development of homegarden, namely early homegarden, intermediate homegarden and advanced homegarden. Observations and measurements of vegetation used census (100% on the entire plot. The results showed each level  development of homegarden have different  structure and composition of species. More advanced the level development of  homegarden, the number of woody plants increased while the number of crops decreased. This condition causes changes in the environmental conditions at under the stand. The function of homegardenat Giripurwo village is as a source of food, timber, trade commodities, spices, medicine, social, craft materials and ornamental plants. Pekarangan salah satu bentuk agroforestri komplek dimana memiliki struktur dan komposisi jenis yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk (1 Mengetahui komposisi jenis pekarangan pada berbagai tingkat perkembangan, (2 Mengetahui  fungsi pekarangan pada berbagai tingkat perkembangan. Penentuan sampel lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan ketersediaan data dan informasi yang diperoleh di lapangan. Pekarangan yang diamati berjumlah 12 buah yang mewakili 3 tingkat perkembangan pekarangan, yaitu: pekarangan awal, pekarangan menengah dan pekarangan lanjut. Pengamatan dan pengukuran vegetasi secara sensus (100 % pada seluruh plot ukur. Hasil penelitian menunjukkan struktur dan komposisi pada tiap tingkat perkembangan pekarangan berbeda. Semakin lanjut tingkat perkembangan pekarangan

  14. Studi Awal Desain LNG (Liquefied Natural Gas Plant Dari Coal Bed Methane (CBM Dengan Kapasitas Feed 40 MMSCFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fahmi

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan Liquefied Natural Gas (LNG Plant dari CBM degan kapasitas feed 40 MMSCFD dan waktu operasi 24 jam/hari dan 330 hari/tahun. Perancangan LNG plant dari CBM ini bertujuan untuk membantu usaha Negara dalam melakukan diversifikasi energi untuk mengatasi krisis energi. Salah satu contoh diversifikasi energi adalah mengganti bahan bakar pembangkit listrik High Speed Diesel (HSD menjadi LNG yang harganya relative lebih murah. Penelitian ini didasarkan pada simulasi dengan Aspen HYSYS, dimana terdapat batasan penelitian yakni gas alam yang dicairkan dengan cara didinginkan pada temperatur sekitar -161.3oC dan pada tekanan 1.06 bar. Tujuan pabrik LNG ini adalah Provinsi Bali hal ini dikarenakan elektrifikasi daerah tersebut cukup rendah. Dengan konsumsi minyak HSD yang tinggi tetapi elektrifikasi yang rendah maka diperlukan sumber energi alternatif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan dan area distribusi sehingga tingkat elektrifikasi akan menjadi lebih tinggi. Pabrik LNG ini didirikan di Muara Enim, Sumatera Selatan pada tahun 2016. Penentuan lokasi pabrik berorientasi pada ketersediaan sumber bahan baku CBM. Menurut data DITJEN MIGAS Muara enim memiliki potensi CBM sebesar 0.5 TCF. Potensi sebesar ini dapat digunakan selama 60 tahun dengan kapasitas feed LNG plant sebesar 40 MMSCFD Proses pembuatan LNG dari gas alam ini menggunakan Proses On-Shore LNG menggunakan beberapa rangkaian proses yaitu : Unit Penghilang CO2 dan H2S : menggunakan Amine Cycle, Unit Dehidrasi : menggunakan molecular sieve, Unit Refrigeran dan Pencairan : menggunakan MCR Coldbox Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 20 % biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 80 % biaya investasi dengan bunga sebesar 12 % per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut : Investasi : 163,557 MUSD, Internal Rate of Return : 25.66 %, POT : 3.26 tahun, BEP : 58.86 %, NPV 10 year   :120

  15. PENGARUH KARAKTERISTIK MANAJER-PEMILIK USAHA, KARAKTERISTIK ORGANISASI DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL TERHADAP KAPASITAS INOVASI DAN KINERJA USAHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Dwi Kurniati

    2015-01-01

    angket terhadap 150 usaha kecil di sektor industri pengolahan. Pengambilan sampel dilakukan melalui Multi Stage Sampling dengan tahapan sebagai berikut: (1. Tahap pertama pengambilan sampel berdasarkan wilayah dan (2. Tahap ke dua pengambilan sampel berdasarkan lokasi usaha. Wirausaha yang menjadi responden adalah yang terdaftar di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Semarang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM. Hasil penelitian secara umum menemukan bahwa faktor karakteristik manajer-pemilik usaha, karakteristik organisasi dan lingkungan eksternal berpengaruh positif terhadap kapasitas inovasi pada usaha kecil. Hasil penelitian ini berhasil membuktikan bahwa peranan manajemen pemilik usaha menjadi faktor terbesar (dominan yang mempengaruhi pencapaian kapasitas inovasi. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa kapasitas inovasi pada usaha kecil akan mampu meningkatkan pencapaian kinerja usaha.

  16. DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAru LIMFOMA ORtsITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardizal Rahman

    2014-12-01

    Full Text Available Limfoma orbita merujuk pada limfoma yang terjadi di konjungtiva, kelenjar lakrimal, palpebradan otot-otot ekstraokular. Limfoma primer non-Hodgkin (NHL dari orbita dapat ditemukanpada hanya 1o/o dari semua limforna non-Hodgkin. Anaiisis mutasi somatik pada regiovariabel (V dari immunoglobulin (ig dan segmen gen rantai berat (H telah menunjukkanperan dari stimulasi antigen kronik pada patogenesis limfoma /nucosa-associated lymphoidflssue (MALT. Patogen mikroba seperti Helicobacter pylaridan Chlamydia pneumonia dapaimendasari proses inflamasi dan pada akhirnya memicu akuisisi MALT juga memainkanperan penting dalam tranformasi maligna dan ekspansi klonal lanjutan limfoma. Penentuanstadium kanker sangat penting karena akan menentukan terapi apa yang akan diberikan dankemungkinan remisi dan prognosisnya. Berdasarkan sistem stadium Ann-Arbor, limfoma yangterbatas di orbita disebut sebagai stadium l, keterlibatan struktur sekitar (sinus paranasal,tonsil, dan hidung menjadikannya stadium ll. Stadium lll adalah penyakit nodal abdominaldibawah diafragma dan stadium lV merujuk pada keterlibatan yang tersebar dari satu ataulebih lokasi ekstranodal (hepar, sum-sum tulang atau sistem saraf pusat. Mayoritas pasiendatang dengan keluhan massa konjungtiva berwarna pink (91%, diikuti hiperemis konjungtiva(32%, propiosis (27%, massa palpebra atau orbita (19"fi, penurunan visus dan ptosis (6%,dan diplopia(2%. Bilateralitas terjadi pada 10% hingga 15% kasus dimana 80 % terjadisecarasimultan sedangkan 20% merupakan kondisi yang berurutan. Penilaian lanjut untuk stagingyang akurat dan perencanaan terapitermasuk anamnesis yang lengkap dan pemeriksaan fisik,pemeriksaan laboratorium rutin, elektroforesis protein sei-um, LDH serum, Fr-mikroglobulin,rontgen thoraks, CT scan thoraks, abdornen, dan pelvis, dan biopsisum-sum tulang. Diagnosapositif harus berdasarkan pada perneriksaan histologik dari sampeltumor yang memadai yangdiperoleh dengan biopsiorbita. Beberapa kriteria

  17. KEPUASAN NASABAH TERHADAP BANK DAN DANA PIHAK KETIGA UNIT USAHA SYARIAH BNI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Is Eka Herawati

    2013-03-01

    adalah kepuasan nasabah (customer satisfaction. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa alasan memilih bank syariah bukan hanya faktor agama, sehingga bank harus meningkatkan kualitas pelayanannya. Secara umum kinerja UUS BNI dalam semua atribut bank dan Produk Dana Pihak Ketiga belum memberikan kepuasan terhadap nasabahnya terbukti masih ada perbedaan harapan dan kenyataan. Menurut responden, atribut bank yang penting adalah lokasi yang strategis, jaringan kantor cabang, kredibilitas, profesionalisme, idiology syariah dan keramahan. Sedangkan atribut Produk Dana Pihak Ketiga yang penting menurut responden adalah keamanan dana, prosedur penarikan dana yang mudah, prinsip bagi hasil dan teknologi. Sehubungan dengan hal tersebut diatas ada 4 (empat usulan strategi pemasaran bagi UUS BNI agar dapat kompetitif. Pertama, UUS BNI harus dapat menciptakan citra sebagai bank syariah yang profesional. Kedua, UUS BNI harus mengembangkan pasar dengan menambah jumlah kantor cabang. Ketiga, UUS BNI harus memperbaiki layanan pada teknologi ATM. Keempat, UUS BNI harus menawarkan bagi hasil yang lebih menarik melalui pembiayaan yang optimal.

  18. Studi Awal Desain Pabrik Bioetanol dari Corn stover

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gumelar Ahmad Muhlis

    2015-12-01

    Full Text Available Jagung (Zea mays merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Potensi energi limbah pada komoditas jagung sangat besar dan diharapkan akan terus meningkat sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung secara nasional yaitu program pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/CLS. Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga dalam studi ini diputuskan pemanfaatan sebanyak 50% limbah pertanian jagung yang ada di Kab. Tuban untuk selanjutnya diproses menjadi Bioetanol 95%. Ketersediaan bahan baku, letak strategis, transportasi yang mudah terletak di jalur pantura dan langsung terhubung dengan pelabuhan, serta potensi tenaga kerja yang cukup menjanjikan menjadikan alasan dalam pemilihan Kawasan Industri Kec. Jenu Kab. Tuban sebagai lokasi pabrik. Proses pembuatan bioetanol dari corn stover dengan proses fermentasi dibagi menjadi 4 tahap yaitu:  penyimpanan dan penanganan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, dan pemurnian. Desain konseptual yang disajikan mengacu pada Technical Report Pilot Plan National Renewable Energy Laboratory tahun 2011. Pabrik Bioetanol direncanakan dapat mengolah 484.625 ton corn stover kering/hari pada yield etanol (303 L/dry ton dengan kapasitas produksi etanol 95% sebanyak 44.226 kL/tahun, harga jual adalah Rp13.500,00/L. Masa konstruksi pabrik yang didirikan 2 tahun dengan pembiayaan berupa modal tetap (FCI Rp. 515.854.121.170; modal kerja (WCI Rp. 91.033.080.207; investasi total (TCI Rp. 606.887.201.377 ; total production cost (TPC Rp. 345.715.009.709. Sehingga didapatkan IRR 23,37 % pertahun ;pay out time (POT 6,98 tahun dengan project

  19. REKONSTRUKSI OBYEK TIGA DIMENSI DARI GAMBAR DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED VOXEL COLORING–LAYERED DEPTH IMAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Adipranata

    2008-01-01

    Full Text Available The objective of this research is to develop software which capable to reconstruct 3D object from 2D images as references using Generalized Voxel Coloring - Layered Depth Image method (GVC-LDI. This method reconstruct 3D object using LDI link list as help to find voxels which correspond to the objects based on color. To find the voxels, we calculate the color standard deviation of the pixels which is projected from the object. If the standard deviation is smaller than the threshold, the voxel evaluated as a part of the object. The process repeated for each voxel until it gets all of the voxels which shape the object. The voxels can be drawn to screen to get the photorealistic 3D object that represent the 2D images. In this research, we also compare the result of GVC-LDI and Generalized Voxel Coloring – Image Buffer (GVC-IB which is one of the GVC variant also. Future development of the software is automatic 3D modeling application and real time 3D animation application. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada penelitian ini dikembangkan sebuah perangkat lunak untuk merekonstruksi obyek tiga dimensi dari kumpulan gambar dua dimensi dengan menggunakan metode generalized voxel coloring– layered depth image (GVC-LDI. Metode GVC-LDI ini melakukan rekonstruksi dengan bantuan link list LDI guna mencari voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek tiga dimensi berdasarkan warna. Guna penentuan voxel tersebut dilakukan perhitungan dari pixel-pixel yang merupakan proyeksi dari sebuah voxel. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan standar deviasi warna untuk menentukan apakah pixel-pixel yang bersesuaian mewakili lokasi obyek yang sama. Apabila standar deviasi warna lebih kecil dari threshold maka dapat dikatakan bahwa voxel tersebut termasuk bagian obyek. Proses ini dilakukan secara berulang untuk semua voxel hingga didapatkan voxel-voxel yang merupakan bagian dari obyek. Voxel tersebut kemudian digambar pada layar monitor sehingga diperoleh hasil berupa

  20. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPASIAL Land Suitability Assessment Of Corn (Zea mays L. Using Spasial Analysis Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruslan Wirosoedarmo

    2012-05-01

    Full Text Available Land suitability assessment was needed to plan productive and sustainable land use. The aim of this research was to de- liver an informative data about land suitability of corn using spatial analysis model. The research was conducted from July 2007 to January 2008, located in Blitar district. The land survey and analysis covered several parameters needed for suitability assessment for corn such as temperature, rainfall, soil drainage, soil texture, pH, effective depth of soil, organic- C, soil content, Cation Exchange Capacity of clay, slope, altitude, and erosion endangered. The land suitability classes were classified into four classes, those were very suitable, suitable, marginally suitable, and not suitable. The data were finally analyzed using Map Calculator in Arc View GIS Software.The results showed that there were three classes of land suitability for corn i.e. very suitable, suitable and marginally suitable which accounted for 85 %, 10 %, and 5 % of 150.96 hectare areas in Blitar. The suitable class mainly located in the northern of Blitar district, while the marginally suitable class mostly located in more than 1200 meters height above sea level covered 10, 117, and 52 hectares area of Wlingi, Gandusari, and Doko county area respectively. ABSTRAK Evaluasi kesesuaian lahan diperlukan untuk perencanaan penggunaan lahan yang produktif dan lestari. Tujuan peneli- tian adalah untuk menyajikan data dan informasi tentang evaluasi kesesuaian lahan bagi tanaman jagung menggunakan model analisa spasial. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2007 sampai bulan Januari 2008. Lokasi penelitian dilaksanakan di Blitar, Jawa Timur. Data yang diperlukan meliputi data spasial berupa peta kontur dan peta jenis tanah skala 1:25000 serta data atribut berupa data klimatologi wilayah dan hasil pengamatan lapangan terhadap sifat fisik, morfologi dan kimia tanah. Parameter kesesuaian untuk tanaman jagung yang ditetapkan meliputi temperatur, curah hujan

  1. PUSAT PENGEMBANGAN METODE PENDIDIKAN KECERDASAN JAMAK DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Aisyah Rahman

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak— Kurangnya pelatihan mengenai metode pendidikan kecerdasan jamak dan belum adanya pedoman operasional sebagai landasan mengajar dapat menjadi faktor kecerdasan jamak belum banyak diterapkan di Makassar. Untuk mengembangkan pengetahuan serta mengenalkan metode pendidikan kecerdasan jamak kepada masyarakat di Kota Makassar, dibutuhkan sarana atau tempat yang dapat mewadahi kegiatan pengembangan berupa pemberian informasi mengenai kecerdasan jamak ataupun pengembangan dan pelatihan metode-metode atau cara pengajaran agar para pendidik dapat merangsang dan mengaktifkan kecerdasan jamak kepada anak-anak di Makassar sesuai dengan potensi dan bakat yang mereka miliki. Tujuan perancangan ini mendesain gedung Pusat Pengembangan Metode Pendidikan Kecerdasan Jamak di Makassar dengak kosep Arsitektur Ekologis. Hasil dari perancangan ini mengurai hal-hal yang spesifik dari bangunan yaitu penentuan lokasi, pengolahan tapak, yang terdiri dari; analisis view, kebisingan, aksesibilitas tapak, sirkulasi dalam tapak, orientasi matahari dan angin, zoning, dan tata massa, konsep bentuk dan fasad bangunan, sistem struktur dan material bangunan, sistem utilitas, dan sistem teknologi terkhusus pemanfaatan energi surya sebagai salah satu bagian dari arsitektur ekologis. Kata kunci: Pendidikan, Kecerdasan Jamak, Makassar, Arsitektur Ekologis. Abstract- Lack of training in recognizing plural intellegence of education methods and lack of operational guidelines as the basic for teaching can be a factor why plural intelligence has not been widely applied in Makassar yet. To develop the knowledge and introduce the educational methods of intelligence plural to the public in Makassar, needed a means or a place that can accommodate development activities by giving information about plural intelligence or developing and training of methods or thr way of teaching in order to the education can stimulate and activate the plural intelligence to Makassar’s children

  2. STRATEGI KEBIJAKAN PENGELOLAAN POLDER TAWANG SEBAGAI PENGENDALI BANJIR DENGAN PENDEKATAN ANALYSIS HIERARCHY PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deky Aji Suseno

    2015-12-01

    Full Text Available The research aimed to seek factors causing ineffectiveness of Polder Tawang; the loss due to rob, the need, and the priority scale program in optimizing the polder. Its locus was Semarang city, especially areas located nearby the polder affected by rob such as Johar, Jurnatan, and Tawan station. Data was gathered by conducting interview, observation, and documentation. To analyze the data, description and Analysis Hierarchy Process (AHP were employed. The result revealed that there were barriers in the management of Tawang Polder. The internal barriers were the broken water pump, leaking pump, unwaterproof polder, and polder which has less capacity over the water, and area which has less capacity to obsorb the water. The external factors were conflict areas, unwell managed infrastructure and rubbish, and inappropiate drainage system. These conditions led to some losses. They were the two working hours loss, and 11-15% downfall of turnover. Hence, there is a need to manage Tawang Polder either internally or externally. The internal ones are draining pump, waterproof pond, and absorption area determination. The external ones are independent polder management enabling the focus of the work, the involvement of consultant, monitoring , and better participation to optimize the polder. The priority programs resulted from AHP analysis were found to be government policy, infrastructure aspect, social and technical management aspect. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor penyebab belum efektifnya Polder Tawang meliputi bentuk dan nilai kerugian yang diderita akibat rob,kebutuhan yang diperlukan, skala prioritas optimalisasi. Lokasi penelitian ini adalah Kota Semarang, khusus di daerah – daerah sekitar Polder Tawang yang terkena rob seperti kawasan Johar, Jurnatan, dan Stasiun Tawang. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan Analysis Hierarchy Process (AHP. Hasil

  3. Quality Dimensions of Purchase Behavior Decision on Fishery Products

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurliza Nurliza

    2017-08-01

    -probability sampling terhadap 142 konsumen pada tiga lokasi di Pontianak (toko, mini/supermarket, dan pasar lokal. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu profil konsumen; pengetahuan produk; persepsi dan preferensi; dan variabel dimensi mutu dengan conjoint analysis. Hasil menunjukkan bahwa harga, aroma, kelembaban, tekstur, nutrisi, warna kemasan, dan ukuran kemasan tidak memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Namun, atribut daya tahan prduk menjadi faktor terpenting dalam keputusan pembelian yang diikuti dengan bahan kemasan, ketersediaan, aroma, jaminan, sumber jaminan, merek, entuk kemasan, dan bentuk produk. Hal tersebut bermanfaat bagi produsen untuk meningkatkan mutu yang dipentingkan oleh konsumen dan mengembangkan peluang pasar dimasa mendatang. Disamping itu, konsumen dapat memperoleh informasi karakteristik produk penting untuk memenuhi kepuasan dan harapan konsumen.Kata kunci: conjoint analysis, produk olahan perikanan, non-probability sampling, perilaku pembelian, dimensi mutu

  4. Performance and Potential Study of 10kW Wind Turbine Generator for 6 Cities in Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqimah Mustaqimah

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRACT. This study presents an analysis of the optimization by using HOMER software and financial viability of 10 kW wind turbine generator (WTG through grid connected system for six different locations in Malaysia (Mersing, Kuching, K.Trengganu, Kudat, Melaka and Labuan. Assessment criteria comprised Total Net Present Cost (TNPC, and Cost of Energy ( COE . The HOMER ( National Renewable Energy laboratory, US was utilized as the assessment tool with modeling performed with hourly load data input from six cities in Malaysia. The results demonstrate that WTG has the potential to supply significant power for small scale load in conjunction with the grid-electricity supply. Optimization modeling demonstrated that the TNPC for grid connected configuration is Mersing for the lowest TNPC among the other cities which is TNPC recorded at $ -28,436 and initial cost is about $ 20,000. This mean wind grid system in Mersing is very benefit be built and reduction in greenhouse gas emission of 9,452 kg/yr. Optimization modeling also showed that Mersing is the only one among other city had showed a high potential of WTG which produced energy at 85,326 kWh/yr and purchase grid only at 4,082 kWh/year. Kajian Kinerja dan Potensi Generator Turbin Angin 10kW untuk 6 kota di Malaysia ABSTRAK. Penelitian ini menyajikan analisis optimasi dengan menggunakan software HOMER dan kesesuaian biaya untuk generator turbin angin (wind turbine generator=WTG 10 kW sistem grid untuk enam lokasi yang berbeda di Malaysia (Mersing, Kuching, K.Trengganu, Kudat, Melaka dan Labuan. Kriteria penilaian terdiri Total Net Present Cost (TNPC dan Cost of Energy (COE. software HOMER (National Renewable Energy laboratory, US digunakan sebagai pemodelan dengan memasukkan data beban daya per jam dari enam kota tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator turbin angin (WTG memiliki potensi untuk memasok daya yang signifikan untuk beban kecil dalam hubungannya dengan pasokan grid

  5. AKUMULASI CADMIUM (CD PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V, DI SUNGAI KALIGARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Prabowo

    2016-11-01

    Full Text Available Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air. Penelitian ini bertujuan (1 mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2 Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd di Sungai Kaligarang, serta (3 mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality. This study aimes to (1 identify general description of Kaligarang water quality, (2 heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd in Kaligarang river and (3 identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters

  6. PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG PERIODE APRIL-JUNI DI TELUK BONE DENGAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Zainuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Satelit penginderaan jauh dapat memberikan informasi sistematis tentang kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memetakan zona potensial penangkapan ikan (ZPPI cakalang di Teluk Bone selama April-Juni 2012 menggunakan citra suhu permukaan laut (SPL dan klorofil-a yang dikombinasikan dengan data penangkapan pole and line.  ZPPI dipetakan menggunakan teknik sistem informasi geografis yang dikonstruksi dari hasil analisis fungsi distribusi kumulatif empiris dan generalized additive model (GAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama bulan April-Juni di Teluk Bone, ZPPI cenderung berada pada area 120.5-121.5° BT dan 3.5-5° LS. Lokasi dengan nilai Catch per unit effort (CPUE yang tinggi tersebut diindikasikan dengan kondisi SPL dan konsentrasi klorofil-a masing-masing antara 28.75-31.5° C dan antara 0.10 dan 0.2 mg m-3.  Kombinasi nilai preferensi faktor oseanografis tersebut diduga kuat merefleksikan kondisi kelimpahan makanan yang cukup tinggi dimana zona tersebut pada gilirannya menjadi daerah tempat berkumpulnya gerombolan ikan cakalang dan menjadi zona target bagi penangkapan pole and line di Teluk Bone.   Satellite remote sensing provides systematically important information on oceanographic conditions. Sea surface temperature (SST and sea surface chlorophyll-a concentration (Chl-a derived from Aqua/ Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS data together with skipjack catch data during April-June 2012 were used to map potential fishing zones for skipjack tuna in the Bone Bay.  Geographic information system was then employed to map out of the potential fishing zones generated by non-linear model (Generalized Additive Model/GAM and the empirical cumulative distribution function (ECDF analyses.  Results indicated that the highest catch per unit efforts (CPUE mostly occurred in areas of 120.5-121.5° E dan 3.5-5° S. These areas were significantly associated with SST and chlorophyll-a concentration ranged from 28.75- 31

  7. Perilaku Hygienitasi Pengelolaan dan Pembuatan Kue Home Industri Rumahan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajriansyah Fajriansyah

    2017-05-01

    Full Text Available There are many home-based food managers that do not maintain the hygiene of the food they manage, other than that the habit of managers who do not pay attention to personal hygiene in making home food. The purpose of this research is to know the management of home cake making in Lampanah Village, Seulimeum District, Aceh. This descriptive study includes knowledge, personal hygiene and the habit of home-made cake management. The research location was conducted in Lampanah Village, Seulimeum District. The results of the research are known that the management of home cake is still much less good that is equal to 60,0%. Although generally high knowledge (80.0%, but has a poor hygienist of 60.0%. Likewise with the habit of cake-making is generally not good (80.0%. In conclusion, the high knowledge of home industry managers does not necessarily have an impact on hygiene and habits on positive behavior related to business management in the health sector. The suggestion is expected to the public more to maintain hygiene, especially personal hygiene so that the food served can be protected from various diseases, in addition to counseling to the community related to the management of home-cooked food needs to be done by health personnel. Keywords:   Home industry, habits, knowledge, personal hygiene Terdapat banyak pengelola makanan rumahan yang tidak menjaga kebersihan makanan yang dikelolanya, selain itu kebiasaan pengelola yang tidak memperhatikan personal hygiene dalam pembuatan makanan rumahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan pengelolaan pembuatan kue rumahan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dekriptif ini meliputi pengetahuan, personal hygiene dan kebiasaan pengelolaan pembuatan kue rumahan. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian diketahui pengelolaan pembuatan kue rumahan masih banyak yang kurang baik yaitu sebesar 60

  8. PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN MELALUI EVALUASI PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LPG DI PULAU GILI RAJA-SUMENEP (Developing Renewable Energy Through An Evaluation for A Program of Kerosene Conversion to LPG in Gili Raja Island - Sumenep

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nian Riawati

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG pada kelompok sasaran di pulau Gili Raja kabupaten Sumenep Jawa Timur. Kajian sebelumnya terhadap program ini masih bersifat formatif dengan fokus efisiensi dan efektivitas implementasi. Dengan menggunakan metode Minimum Evaluation Procedure (MEP penelitian ini mempertanyakan implementasi program secara runtut, mulai output, outcome sampai impact. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini dapat mendeskripsikan konteks dan setting secara alamiah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pungutan dalam proses distribusi paket program, rendahnya akses atau penggunaan paket program serta tidak adanya dampak program. Selain itu, ditemukan adanya potensi lokal berupa kotoran ternak yang dapat dikembangkan menjadi sumber daya energi terbarukan. Berdasarkan hal itu, disarankan sebuah program dapat dikembangkan secara asimetris sesuai dengan kondisi lokasi dan kelompok sasaran, terjadinya komunikasi intensif antara pelaksana program dengan kelompok sasaran serta stakeholders lainnya. Berdasarkan potensi kelompok sasaran di pulau Gili Raja, hendaknya dikembangkan kebijakan energi alternatif biogas untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan kebijakan energi nasional.   ABSTRACT The purpose of this research is to evaluate the conversion programfrom kerosene to Liquefied Petroleum Gas (LPG on a target group in Gili Raja island of SumenepMunicipal, East Java. Previous study on this program was quite formative one and focusing on the efficiency and the effectiveness of the program implementation. In addition, by applying Minimum Evaluation Procedure’s (MEP method, this research questioned the implementation of the program consecutively from the output, the outcome as well as the impact. Furthermore, through a qualitative approach, this research will be able to describe context and setting naturally. Result of the research shows

  9. PERINGATAN DINI DAN DIAGNOSIS MUNCULNYA TURBULENSI CUACA CERAH DAN DAMPAKNYA PADA PESAWAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sasmito

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu informasi meteorologi yang sulit diprakirakan diantaranya yaitu terjadinya turbulensi pada saat cuaca cerah (TCC, sedangkan metoda yang lazim digunakan untuk mengetahui daerah TCC yaitu dengan menghitung bilangan Richardson (Ri.Untuk menduga lokasi terjadinya TCC yang  dialami oleh pesawat China Air Line, pada tanggal 20 September 2008 sekitar pukul 12.50 WIB yang terbang dari Taipe menuju Bali digunakan analisis data udara atas, satelit cuaca, dan prakiraan cuaca numerik model JMA (Numerical Weather Prediction/NWP. Hasil analisis data meteorologi tanggal 20 September 2008, pukul 11.00-13.00 WIB bahwa pesawat China Air Line diduga mengalami TCC lokasinya di sekitar Pulau Lulbu (Philipina/ posisi 7 - 15° LU, 115° - 120° BT, pada paras 300 - 400 mb, nilai bilangan Ri yaitu sekitar 200-290, ditengarai berada di daerah pertemuan dua (2 masa udara yaitu bagian bawah berasal dari barat kecepatan angin 10-15 knot, sedang bagian atas berasal dari timur kecepatan angin 15-25 knot, suhu puncak awan -70° C, sedang disebelahnya suhu + 10° C. Keadaan cuaca tersebut berkaitan dengan munculnya siklon tropis Hagupit di Philipina.   One of the difficult forecasted meteorological information such as the occurrence of Clear air turbulence (TCC. The methods commonly used to determine the TCC region that is by calculating the Richardson number (Ri. To infer the