WorldWideScience

Sample records for limbah aktivitas rendah

  1. PENGARUH EKSTRAK LIMBAH DAUN TEMBAKAU MADURA TERHADAP AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera exigua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwanto -

    2012-03-01

    Full Text Available Ekstrak tanaman untuk insektisida nabati tidak hanya berpengaruh terhadap mortalitas saja akan tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas makan serangga. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstraklimbah daun tembakau madura terhadap aktivitas makan larva instar III Spodoptera exigua. Metode uji ada dua yakni pakan pilihan dan pakan tanpa pilihan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL, dengan 6 perlakuan konsentrasi dan 1 kontrol yang diulang 5 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemaparan ekstrak limbah daun tembakau dengan metode pakan pilihan: (1 berpengaruh nyata terhadap bobot daun yang dikonsumsi pada semua konsentrasi dibandingkan dengan kontrol, (2 bersifat antifeedant terhadap larva S. exigua dengan indeks hambatan makan berkisar 17,51 – 38,12%, sedang ekstrak limbah daun tembakau pada uji pakan tanpa pilihan (3 berpengaruh nyata pada konsentrasi > 0,21% terhadap bobot daun yang dikonsumsi dibandingkan dengan kontrol, dan (4 bersifat antifeedant dengan indeks hambatan makan lebih tinggi (22,87 – 69,39% daripada dengan pakan pilihan (17,51 – 32,12%. Plants extracts used for botanical insecticides do not only influence the mortality but also the feeding activity of insects. The aim of this test was to determine the activity of the extract of Madura tobacco leaf on the feeding activity of the third instar of beet armyworm Spodoptera exigua. There were two test methods, choice and no-choice feeding tests. The design of each test was a completely randomized design (CRD, with six treatment concentrations and one control, replicated five times. The results showed that the exposure of tobacco leaf extracts with the choice feeding: (1 had significant effect on the leaf weight consumed at all concentration compared to the controls, (2 act as antifeedant against the larvae of S. exigua with the index of food consumption barrier ranging from 17.51 to 38.12%; while the extract of

  2. PENGARUH EKSTRAK LIMBAH DAUN TEMBAKAU MADURA TERHADAP AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera exigua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwanto -

    2012-03-01

    Full Text Available Ekstrak tanaman untuk insektisida nabati tidak hanya berpengaruh terhadap mortalitas saja akan tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas makan serangga. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstraklimbah daun tembakau madura terhadap aktivitas makan larva instar III Spodoptera exigua. Metode uji ada dua yakni pakan pilihan dan pakan tanpa pilihan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL, dengan 6 perlakuan konsentrasi dan 1 kontrol yang diulang 5 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemaparan ekstrak limbah daun tembakau dengan metode pakan pilihan: (1 berpengaruh nyata terhadap bobot daun yang dikonsumsi pada semua konsentrasi dibandingkan dengan kontrol, (2 bersifat antifeedant terhadap larva S. exigua dengan indeks hambatan makan berkisar 17,51 – 38,12%, sedang ekstrak limbah daun tembakau pada uji pakan tanpa pilihan (3 berpengaruh nyata pada konsentrasi > 0,21% terhadap bobot daun yang dikonsumsi dibandingkan dengan kontrol, dan (4 bersifat antifeedant dengan indeks hambatan makan lebih tinggi (22,87 – 69,39% daripada dengan pakan pilihan (17,51 – 32,12%. Plants extracts used for botanical insecticides do not only influence the mortality but also the feeding activity of insects. The aim of this test was to determine the activity of the extract of Madura tobacco leaf on the feeding activity of the third instar of beet armyworm Spodoptera exigua. There were two test methods, choice and no-choice feeding tests. The design of each test was a completely randomized design (CRD, with six treatment concentrations and one control, replicated five times. The results showed that the exposure of tobacco leaf extracts with the choice feeding: (1 had significant effect on the leaf weight consumed at all concentration compared to the controls, (2 act as antifeedant against the larvae of S. exigua with the index of food consumption barrier ranging from 17.51 to 38.12%; while the extract of

  3. PENGARUH KARBON AKTIF TERHADAP AKTIVITAS FOTODEGRADASI ZAT WARNA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kapti Riyani

    2011-11-01

    Full Text Available Studi penggunaan fotokatalis TiO2/KA (arang aktif dilakukan dengan tujuan mengurangi konsentrasi zat warna pada limbah cair tekstil. Arang aktif dari jerami padi diperoleh dari Kabupaten Banyumas dan contoh dari limbah cair tekstil dari salah satu industri tekstil di Pemalang. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan arang aktif dari jerami padi, dengan aktivasi termal pada temperatur 300 oC dan 700 oC, kemudian dilakukan modifikasi fotokatalis TiO2/KA. Uji fotodegradasi zat warna dilakukan dengan beberapa parameter seperti perbandingan berat TiO2: KA (99:1, 98:2, 97:3, 96:4, 95:5 dan pH (2, 5, 7, 9, 13. Karekterisasi fotokatalis menggunakan SEM, konsentrasi pewarna menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalis optimum dalam perbandingan berat TiO2: KA300 (99 : 1 dengan menurunkan konsentrasi zat warna adalah 49,19%, berarti sementara TiO2: KA700 (97 : 3 dengan penurun konsentrasi zat warna adalah 52,02%. Proses yang optimal untuk fotodegadasi zat warna pada pH 2 dengan penurunan konsentrasi zat warna pada TiO2: KA300 (99 : 1 adalah 83,80% dan untuk TiO2: KA700 (97:3 adalah 85,66%.

  4. LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei BERSALINITAS RENDAH (Constructed Wetland for Remediation of Brackish Wastewater from White Shrimp (Litopenaeus vannamaei Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Raharjo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. ABSTRACT The amount of wastewater shrimp cultivation is relatively/too much, contains a variety of pollutants and potentially pollute the environment. In other side, The wastewater can be treated and also recirculated in shrimp cultivation systems. The purpose of research is to investigate the ability of flow water surface-constructed wetland system (FWS-CWs that planted vetiver grass (Chrysopogon zizanioides, L that removes of pollutants (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43- from wastewater vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamaei on conditions mesohaline and with the aim of evaluating the performance of the system. The results of the research indicate that FWS-CWs able to eliminate the parameters significantly of NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43-. Vetiver grass could grow on mesohaline conditions and it can perform remediation of the wastewater. Uptake of

  5. DEODORISASI LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN KOMBINASI VOLUME DAN WAKTU INKUBASI BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Teguh Sumarko

    2013-11-01

    Full Text Available Limbah cair batik yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu bersifat toksik, mengakibatkan penurunan kualitas air disekitar lingkungan dan kesehatan dengan munculnya masalah utama seperti bau tidak sedap. Kondisi tersebut diperlukan penanganan agar efek pencemaran rendah atau menjadikan limbah cair batik tidak toksik. Penelitian tentang pengelolaan limbah cair batik berupa deodorisasi menggunakan limbah baglog Pleurotus ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda telah diujikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatusdengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda dalam mendeodorisasi limbah cair batik, dan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dalam mendeodorisasi limbah cair batik menggunakan limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda mampu mendeodorisasi limbah cair batik. Hasil terbaik berupa penurunan skala bau 3 (tidak bau yang diikuti persentase penurunan nilai BOD sebesar 93,95% (3301 mg/l menjadi 200 mg/l dan COD 79,66% (15200 mg/l menjadi 3120 mg/l pada perlakuan 100 ml volume limbah cair batik dan 96 jam waktu inkubasi.

  6. FOTODEGRADASI ZAT WARNA TARTRAZIN LIMBAH CAIR INDUSTRI MIE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 - SINAR MATAHARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Windy Dwiasi

    2014-05-01

    Full Text Available Salah satu dampak negatif perkembangan industri mie di Indonesia adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat organik seperti zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui proses fotodegradasi dengan metode fotokatalis. Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi zat warna tartrazin dalam limbah cair mie menggunakan fotokatalis TiO2. Perlakuan meliputi pengaruh variasi waktu kontak dan pH terhadap aktivitas fotokatalis TiO2 menggunakan sinar UV dan sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik yang terbaik untuk TiO2 adalah pada kondisi limbah cair mie dengan pH 2, dan waktu kontak 1 jam. Persentase penurunan kadar tartrazin dengan menggunakan lampu UV adalah sebesar 56,81%, sedangkan dengan penyinaran sinar matahari sebesar 61,64 %.

  7. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Setiawan

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakterisasi degradasi termal dari limbah pertanian untuk dijadikan suatu bahan bakar padat alternatif. Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan bahan yang dilanjutkan penyeragaman ukuran sampel uji hingga berukuran 20 mesh. Setelah itu masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air maksimal 12 %. Sebelum Sampel seberat 20 gram diuji pirolisis dengan menempatkan sampel dalam reaktor yang telah dialiri nitrogen dengan laju 100 ml/menit. Sampel diuji dengan kondisi heating rate 15 oC/menit, temperatur akhir 600 oC dan holding time 10 menit. Data yang didapat berupa penurunan massa dan perubahan temperatur dicatat dalam laptop dengan menggunakan software RS-Key, Ms Excel dan Adam.NET Utility. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan campuran serbuk gergaji dan jerami memiliki temperatur pirolisis paling rendah, sementara campuran sekam padi dan kulit singkong memiliki massa arang paling banyak.

  8. IDENTIFIKASI DAN UJI POTENSI BAKTERI LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitralia Elyza

    2016-03-01

    Full Text Available Limbah minyak kelapa sawit yang terbanyak adalah SBE (Spent Bleaching Earth, limbah ini mengandung residu minyak tinggi yang dapat mencemari lingkungan, 30% residu minyak pada limbah SBE dapat digunakan bakteri untuk pertumbuhannya, sehingga adanya bakteri mampu menjadi agen bioremediasi pencemaran SBE. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bakteri lipolitik sebagai agen potensial bioremediasi pada limbah SBE. Metode pengambilan sampel limbah SBE secara random sampling. Sampel tanah diambil secara acak dari beberapa titik area limbah SBE. Bakteri diisolasi dari sampel limbah SBE, kemudian dilakukan tahapan yaitu : pemurnian, seleksi, uji potensi, bakteri berpotensi mereduksi lipid dikarakterisasi dan diidentifikasi genusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas enzim lipase yang tinggi menandakan bahwa bakteri lipolitik bekerja optimal merombak zat pencemar. Bakteri yang memiliki potensi sebagai agen bioremediasi terdiri dari genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 dan Acinetobacter (B3. The most palm oil waste is SBE (Spent Bleaching Earth, this waste had many reduced lipid that got pollution for inviroments, Bacteria can use lipid from SBE as much as 30% for growed. So that consist of bacteria in SBE as a potensial agent for remediation. This study aims to obtain lipolytic bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling soil were taken at random from SBE waste, Bacteria were isolated from the SBE waste, then they were selected into steps : performed purification, selection, potential test, then characterized and identified it’s genus of potential bacteria. The results showed that the higest activity enzyme of lipolytic indicated that the lipolytic bacteria worked optimal for reduce polution. Bacteria had potential as a bioremediation agent consisting of genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 and Acinetobacter (B3.

  9. Karakterisasi Enzim Selulase PMP 0126Y dari Limbah Pengolahan Agar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2013-12-01

    Full Text Available Hasil penapisan bakteri penghasil enzim selulase terdahulu mendapatkan isolat PMP 0126 sebagai isolat yang berpotensi yang diisolasi dari limbah pengolahan agar skala UKM di Pamengpeuk, Garut. Isolat tersebut ternyata belum merupakan koloni tunggal, terdiri dari 2 isolat bakteri yaitu PMP 0126Y dan PMP 0126W. Isolat PMP 0126Y memiliki kemampuan mendegradasi selulosa yang lebih besar dibanding PMP 0126W. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memproduksi dan mengkarakterisasi enzim selulase dari isolat PMP 0126Y, serta mengidentifikasi isolat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim selulase diproduksi optimum pada hari ke-3 kultivasi menggunakan medium cair berisi  CMC 1%. Enzim kasar yang diperoleh dapat bekerja optimal pada suhu 30 °C dan pH 5, dapat ditingkatkan aktivitasnya dengan ion logam dalam bentuk garam CaCl2 dan ZnCl2 5 mM.. Pemurnian dengan sistem penukar anion dapat meningkatkan aktivitas enzim 15x dengan perolehan 20%. Dari hasil SDS-PAGE terlihat bahwa ada 3 selulase dengan perkiraan berat molekul 39, 30, dan 14 kDa. Enzim kasar ini memiliki kemampuan menghidrolisis limbah pengolahan agar sebaik ketika memecah substrat CMC,  yang mengindikasikan bahwa enzim dari isolat ini berpotensi sebagai kandidat agen sakarifikasi pada produksi bioetanol. Identifikasi bakteri dengan 16S-rDNA menunjukkan bahwa isolat ini memiliki kemiripan 96% dengan bakteri Chryseobacterium indologenes McR-1.

  10. Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Sumber Karbon Pada Produksi Avicelase dan CMCase dari Bacillus circulans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrullah Hamdan Rahmadani

    2017-03-01

    Full Text Available AbstrakAvicelase dan CMCase mewakili aktivitas eksoselulase dan endoselulase, termasuk dua dari tiga jenis selulase dalam sistem selulase yang dihasilkan oleh Bacillus circulans. Ekspresi keduanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis sumber karbon dalam media produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan konsentrasi limbah pertanian terbaik untuk menghasilkan avicelase dan CMCase dari B. circulans serta kemampuan sistem selulase tersebut untuk mendegradasi substrat lignoselulosa. Limbah pertanian yang diteliti berupa ampas tebu, bonggol jagung dan sekam. Limbah pertanian tersebut digunakan sebagai satu-satunya sumber karbon pada media produksi. Avicel digunakan sebagai sumber karbon pembanding. Aktivitas avicelase dan CMCase ditentukan berdasar jumlah gula pereduksi yang dihasilkan dengan menggunakan metoda Somogy-Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua limbah pertanian yang diteliti berpotensi sebagai sumber karbon yang lebih baik dibandingkan dengan avicel untuk produksi avicelase dan CMCase dari B. circulans. Limbah pertanian yang terbaik adalah ampas tebu. Penggunaan ampas tebu pada konsentrasi 0,5 % menghasilkan aviselase dan CMCase sebesar 309,39 dan 405,48 U/mL. Sistem selulase yang dihasilkan mampu mendegradasi ampas tebu, bonggol jagung dan sekam.Kata kunci : avicelase, CMCase, limbah pertanian, sumber kabon, Bacillus circulansAbstractAvicelase and CMCase activity represent exocellulase and endocellulase, including two of the three types of cellulase in the cellulase system produced by Bacillus circulans. Expression both of them strongly influenced by the amount and type of carbon source in the production medium. The aims of this research were to determine the type and concentration of the best agricultural waste to generate avicelase and CMCase from B. circulans and their ability to degrade lignocellulosic substrates. Studied agricultural wastes are bagasse, corn stalks and husks. Agricultural waste is used as

  11. DEGRADASI ZAT WARNA AZO TARTRAZIN PADA LIMBAH CAIR MIE DENGAN METODE AOPs (Advanced Oxidation Processes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tien Setyaningtyas

    2012-11-01

    Full Text Available Penggunaan metode untuk mendegradasi zat warna dari limbah industri dengan proses AOPs (Advanced Oxidation Processes atau proses oksidasi lanjut saat ini banyak dikembangkan terutama untuk limbah cair zat warna yang sulit terdegradasi. Salah satu industri makanan yang menggunakan bahan aditif zat warna pada proses produksinya adalah industri mie yaitu menggunakan zat warna tartrazin. Dampak negatif perkembangan industri mie adalah timbulnya pencemaran lingkungan dari limbah cair industri mie yang masih mengandung zat warna tartrazin. Penurunan kadar zat warna tartrazin dalam limbah cair mie dapat diupayakan dengan cara mendegradasi zat warna tartrazin melalui metode AOPs. Proses AOPs untuk mendegradasi tartrazin dalam limbah cair mie pada penelitan ini menggunakan kombinasi H2O2 dengan sinar matahari sebagai sumber sinar UV (H2O2/UV-Vis. Paramaeter yang dilakukan antara lain variasi konsentrasi H2O2 yaitu 0,01 M ; 0,02 M dan 0,03 M dengan variasi waktu kontak 0; 0,5 ; 1 ; 1,5 ; 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 jam. Pengaruh pH terhadap degradasi tartrazin dengan variasi 2, 5, 7, 9 dan 12. Hasil yang diperoleh bahwa degradasi tartrazin tidak dipengaruhi oleh konsentrasi H2O2 tetapi konsentrasi H2O2 mempengaruhi waktu kesetimbangan. Waktu kesetimbangan paling cepat dicapai 30 menit pada konsentrasi H2O2 0,03 M, sedangkan untuk H2O2 0,01M dan 0,02 M waktu kesetimbangan tercapai pada 2,5 jam dengan penurunan tartrazin sebesar 45%. Proses AOPs pada degradasi tartrazin dipengaruhi oleh harga pH. Pada pH rendah penurunan tartrazin semakin besar. Pernurunan tartrazin paling besar pada pH 2 yaitu sebesar 65%.

  12. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Nitric Oxide (NO Plasma pada Masyarakat di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ghozi Natul Isral

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakNitric oxide merupakan faktor relaksan yang disentesis oleh endotel pembuluh darah yang kadarnya dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder dari penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada penderita Hipertensi Etnik Minangkabau”. Subyek penelitian adalah semua responden penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada Penderita Hipertensi Etnik Minangkabau” berjumlah 130 orang yang dinilai aktivitas fisiknya dengan menggunakan kuisioner Baecke dkk. dan dilakukan pemeriksaan kadar NO plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan NO plasma rendah dengan dengan rerata 26,3±15,2 μmol/L. Dari analisis data didapatkan bahwa responden dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak memiliki kadar NO plasma rendah (61,7% dibandingkan kadar NO plasma normal (38,3%. Dari analisis statistik uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,007 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma (p<0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar masyarakat di kota Padang memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan kadar NO plasma rendah. Dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang.Kata kunci: Aktivitas fisik, NOAbstractNitric oxide is relaxan factor that is synthesized by endothelial cell of blood vessel. From previous research showed that plasma NO level influenced by physical activity. The purpose of this study is to know correlation between physical activity with plasma NO level to Padang city people. The research is a research with secondary data by Delmi Sulastri et al., in

  13. Nyamuk Vektor Malaria dan Hubungannya Dengan Aktivitas Kehidupan Manusia Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrul Munif

    2009-12-01

    Full Text Available Nyamuk merupakan organisme hidup yang tersebar di berbagai penjuru dunia, yang sebagian besar dapat merugikan bagi kehidupan manusia karena perannya dapat menyebar luaskan penyakit menular (penyakit tular vektor diantaranya malaria, demam berdarah, radang otak hencephalitis, filaria, chikungunya. Tidak semua spesies nyamuk betina dapat berperan sebagai penular penyakit hanya beberapa saja diantaranya genus Anopheles, culex, Aedes dan Mansonia. Penyakit penting yang dapat ditularkan oleh keempat genus tersebut adalah malaria, filaria, demam berdarah dan Japanese encephalitis. Tujuan dari penulisan ini mengkaji sejahu mana nyamuk Anopheles dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat serta sebarannya yang terkait dengan aktivitas kehidupan manusia di Indonesia. Berbagai aktivitas manusia dapat memberikan kontribusi terhadap tempat perkembangbiakan bagi kehidupan nyamuk, apabila tempat-tempat tersebut tidak terawat /terkontrol dengan baik. Hal ini akan memberikan kerugian bagi manusia sendiri, karena populasi nyamuk bertambah memberi peluang kontak gigitan nyamuk terhadap manusia. Spesies nyamuk vektor tertentu mempunyai kaitan erat dengan aktivitas kehidupan manusia dari mulai pengelolaan lahan sawah, tambak ikan, perkebunan, peternakan, menampung air sampai pembuangan air limbah rumah tangga akan memberikan peluang nyamuk untuk berkembangbiak. Pada umumnya vektor malaria di Indonesia mempunyai sifat perilaku zoofilik dan sedikit antropofilik yang berbeda pada setiap daerah endemis, dan bersifat eksofagik, eksofilik berbeda pula sebagai parameter entomologi kesehatan.

  14. Optimasi Waktu Proses Hidrolisis dan Fermentasi dalam Produksi Bioetanol dari Limbah Pengolahan Agar (Gracilaria sp. Industri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodiah Nurbaya Sari

    2013-12-01

    menggunakan kapang Trichoderma viride dan khamir Saccharomyces cerevisiae. Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi limbah agar industri, hidrolisis enzimatis menggunakan kapang Trichoderma viride penghasil selulase, dan fermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu optimal untuk hidrolisis enzimatis adalah 4 hari pada suhu 28 oC dan pH 3,91; aktivitas CMCase 210,48 IU/ml dan menghasilkan total gula pereduksi 6,74 mg/ml. Sedangkan untuk waktu fermentasi yang optimal adalah 2 hari pada suhu 32 oC dan pH 4,66 dengan nilai OD 600 nm 0,0181 menghasilkan etanol kasar dengan kadar 0,47% (b/b.

  15. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    National Research Council Canada - National Science Library

    SUNARTO; EDWI MAHAJOENO; DODIK LUTHFIANTO

    2012-01-01

    ...). Tujuan penelitian ini adalah (i) menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii...

  16. Aktivitas Fisik, Stres, dan Obesitas pada Pegawai Negeri Sipil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winne Widiantini

    2014-02-01

    Full Text Available Pada tahun 2008, sekitar 2,8 juta orang dewasa meninggal akibat obesitas, sekitar 300 juta orang yang secara klinis tergolong obesitas yang merupakan penyokong utama penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi obesitas pada Pegawai Negeri Sipil (PNS Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan pengaruh aktivitas fisik dan stres terhadap obesitas. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2013 di Jakarta pada 230 responden yang dipilih secara acak sistematik dari 1.119 PNS. Obesitas diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT berupa rasio berat badan (kilogram dibagi tinggi badan kuadrat (meter2, responden dinyatakan obesitas jika IMT ³ 25 kg/m2. Prevalensi obesitas pada PNS Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013 adalah 48%. Setelah dikontrol oleh konsumsi makanan dan usia didapatkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan stres dengan obesitas. Kelompok yang melakukan aktivitas fisik sedang atau berat berisiko 0,4 atau 0,6 kali lebih rendah untuk mengalami obesitas dan kelompok yang mengalami stres sedang atau berat berisiko 4,6 atau 2,4 kali lebih besar untuk mengalami obesitas. Disarankan Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan obesitas pada semua pegawai secara rutin dan menyelenggarakan olahraga rutin setiap hari serta memanfaatkan fasilitas olahraga (fitness center untuk menjaga kebugaran. In 2008, about 2,8 milion adult people were dead caused by obesity, about 300 milions people who clinically obese who is main support of degenerative diseases such as diabetes mellitus, heart desease, and cancer. This study aimed to know the prevalence of obesity among civil servant Secretariat General of the Ministry of Health of Republic of Indonesia and the effect of physical activity and stress. The cross sectional studies was performed on 230 respondents who selected by systematic random samsampling. Obesity is

  17. KOMPARASI KUAT TEKAN KOMPOSIT BERBAHAN DASAR SERBUK LIMBAH KACA DENGAN PEREKAT POLIMER POLYURETHANE DAN POLYVINYL ACETATE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MP Aji

    2013-07-01

    Full Text Available Komposit berbahan dasar serbuk limbah kaca telah dihasilkan dengan perekat polimer polyurethane (PU dan polyvinyl acetate (PVAc. Komposit dengan perekat polimer PU memiliki kuat tekan 36 MPa dengan fraksi optimum perekat adalah 30% berat. Komposit dengan perekat polimer PVAc memiliki kuat tekan yang lebih rendah dari perekat polimer PU, yaitu 10 MPa pada fraksi perekat 10 persen berat. Gugus fungsi urethane yang terbentuk dari gugus fungsi isosianat yang reaktif dan hidroksil menjadi perekat yang baik untuk limbah kaca yang didominasi oleh bahan silika (SiO2. Daya rekat polimer pada serbuk kaca ditentukan banyaknya kontak perekat dengan silika. Hasil uji kuat tekan diestimasi dengan persamaan sederhana. Hasil estimasi menunjukan bahwa komposit dengan perekat polimer PU memiliki kontak dengan partikel limbah kaca lebih banyak dari perekat PVAc. Kontak perekat dengan serbuk kaca merepresentasi daya adhesif. Hasil ini didukung dari pengujian porositas komposit dimana perekat polimer PU dengan kontak partikel yang tinggi memiliki porositas yang jauh lebih rendah dari perekat polimer PVAc sehingga komposit dengan perekat polimer PU memiliki kuat tekan yang lebih baik. Composite made from waste glass powder has been produced with polymer adhesive polyurethane (PU and polyvinyl acetate (PVAC. Composites with a polymer adhesive PU has a compressive strength of 36 MPa with optimum adhesive fraction of 30% of weight. Meanwhile, polymer composite with PVAc adhesive has a lower compressive strength than PU adhesive polymer, that is 10 MPa at adhesive fraction of 10 percent of weight. Functional group of urethane formed from reactive isocyanate and hydroxyl is turning out to be a good adhesive for glass waste material dominated by silica (SiO2. Polymer adhesion on glass powder is determined by contact of adhesive with silica. Compressive strength test results are estimated with a simple equation. Estimation results show that composite with PU adhesive

  18. ANALISIS AKTIVITAS SUMBER RADIASI DAN INTENSITAS SINAR GAMMA DI TERAS REAKTOR PWR 1000 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardani Ardani

    2015-04-01

    Full Text Available Salah satu PLTN kelas 1000 MWe adalah AP1000, reaktor dengan daya operasi penuh 3400 MWt. Sinar gamma dalam teras reaktor berasal dari tiga jenis sumber: 1 sinar gamma hasil reaksi penangkapan radiatif, 2 sinar gamma hasil reaksi pembelahan spontan dan 3 sinar gamma peluruhan radionuklida hasil pembelahan dan peluruhan radionuklida hasil aktivasi material dalam teras. Komposisi nuklida dalam teras merupakan parameter untuk menentukan laju reaksi penangkapan radiatif. Paket program ORIGEN-2 digunakan untuk menghitung aktivitas radionuklida dalam teras reaktor dan intensitas sinar gamma peluruhannya. Dengan asumsi reaktor dioperasikan pada daya penuh selama 540 hari tanpa gangguan, sebagian besar aktivitas radionuklida hasil pembelahan cenderung stabil, sedangkan aktivitas radionuklida hasil aktivasi material dan aktivitas aktinida cenderung meningkat seiring dengan waktu operasi. Aktivitas terbesar adalah aktivitas radionuklida hasil pembelahan yang totalnya mencapai 6,8×109 curie pada akhir operasi, diikuti aktivitas aktinida 1,06×109 curie, kemudian aktivitas radionuklida hasil aktivasi 5,98×106 curie. Energi sinar gamma terentang antara 0 - 11 MeV, dikelompokkan dalam 7 kelas energi. Sumber sinar gamma penangkapan radiatif memberikan kontribusi intensitas yang paling tinggi diikuti oleh intensitas sinar gamma hasil pembelahan spontan kemudian intensitas sinar gamma hasil peluruhan. Secara umum sinar gamma kelas energi rendah mempunyai intensitas yang lebih besar dibanding intensitas sinar gamma kelas energi tinggi. Kata kunci : PLTN AP1000, aktivitas radionuklida, curie, intensitas sinar gamma, foton   One of the 1000 MWe class nuclear power plant is the AP1000, full operating power reactors by 3400 MWt. Gamma rays in the reactor core derived from three types of sources :1 gamma ray results of radiative capture reactions,2 gamma rays result of spontaneous fission reaction and 3 gamma ray decay of radionuclides and the decay of the fission

  19. AKTIVITAS EKONOMI NELAYAN SAWI PURSE SEINE DI PULAU KODINGARENG KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Adhawaty, Sri Suro

    2011-01-01

    PENDAHULUAN Kunci pemenuhan ketersediaan pangan rumah tangga sangat bergantung kepada pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi yang dilakukan. Pada umumnya aktivitas ekonomi nelayan hanya untuk kegiatan menangkap ikan di laut. Ritme fluktuasi aktivitas melaut nelayan cukup extrem. Pada musim puncak, biasanya aktivitas melaut nelayan sangat tinggi sehingga alokasi waktu untuk melakukan aktivitas melaut juga tinggi. Pada musim sedang, walaupun aktivitas melaut relatif tinggi dan ...

  20. PENGOLAHAN LIMBAH Cr(VI DAN FENOL DENGAN FOTOKATALIS SERBUK TiO2 DAN CuO/TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Slamet

    2011-07-01

    Full Text Available Studi tentang pengolahan limbah Cr(VI dan fenol secara fotokatalisis telah dilakukan dengan fotokatalis TiO2 dan CuO/TiO2. Katalis CuO/TiO2 dipreparasi dengan cara impregnasi terhadap TiO2 Degussa P25 menggunakan larutan garam tembaga yang berasal dari berbagai jenis prekursor. Komposisi Cu dalam katalis divariaskani dari 0,2% hingga 5%. Fotokatalis tersebut kemudian dikarakterisasi DRS (Diffuse Reflectance Spectroscopy dan XRD (X-Ray Diffraction. Aktivitas fotokatalis diuji dengan menggunakan sistem reaktor slurry yang bekerja secara batch dan dilengkapi dengan 6 lampu UV black light selama 5 jam, kemudian hasilnya dianalisis dengan UV-VIS Spectrophotometer. Hasil karakterisasi DRS menunjukan bahwa penambahan CuO dari 1% hingga 5% ke dalam TiO2 dapat meningkatkan pita absorbansi katalis dari 398 hingga 413 nm dan menurunkan band gap dari 3,2 hingga 2,58 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukan adanya struktur kristal anatase dan rutil dalam katalis TiO2 dan CuO/TiO2, sementara struktur kristal CuO muncul pada katalis CuO/TiO2 yang dipreparasi dengan prekursor Cu-Asetat dan Cu-Nitrat. Fotokatalis 0,2% CuO/TiO2 dari prekursor Cu-Asetat memiliki aktivitas optimal yang mereduksi Cr(VI 99,67% dan mendegradasi fenol 97,16%. Sementara jika kedua limbah tersebut diolah secara simultan, katalis TiO2 Degussa P25 memiliki aktivitas yang paling tinggi dengan meningkatkan konversi reduksi Cr(VI menjadi 100% dan menurunkan konversi degradasi fenol menjadi 93,81% dengan waktu reaksi 5 jam.

  1. PENGARUH KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP KINERJA KEUANGAN: RASIO AKTIVITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdalena Nany

    2012-03-01

    Full Text Available Pembagian dividen yang lebih rendah akan meningkatkan laba yang ditahan. Tapi aset yang lebih tinggi tidak akan meningkatkan kinerja keuangan kecuali aset dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak perubahan rasio aktivitas pada hubungan antara perubahan kebijakan dividen dan perubahan kinerja keuangan. Lima puluh sembilan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada akhir tahun 2004 dan yang sudah mendistribusikan dividennya untuk tahun 2004 dan 2005, dianalisis dengan uji residu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas rasio perubahan tidak berdampak pada hubungan antara perubahan kebijakan dividen dan perubahan kinerja keuangan. AbstractLower dividend distribution will increase retained earnings. However higher assets will not increase the financial performance unless the assets are well managed. The objective of this research is to examine the impact of activity ratio changes on the correlation between dividend policy changes and financial performance changes. Fifty nine companies listed at Jakarta Stock Exchange at the end of 2004 and have distributed their dividends for 2004 and 2005, were analyzed by residual test. The results show that activity ratio changes have no impact on the association between dividend policy changes and financial performance changes.Keywords: dividend distribution; dividend policy; activity ratio; financial performance

  2. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  3. Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Tahu Sebagai Penggumpal Lateks

    OpenAIRE

    Yugia Muis

    2009-01-01

    Pemanfaatan limbah yang berasal dari industri pada saat sekarang ini merupakan salah satu untuk menghindari pencemaran lingkungan. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah cair pabrik tahu sebagai bahan penggumpal lateks. Lateks yang berasal dari perkebunan ditambahkan limbah cair tahu yang mempunyai pH =4 dan akhirnya akan membentuk koagulan. Kemudian digiling dan dikeringkan pada suhu 1100C selama 3,5 jam. Karet kering yang dihasilkan diuji mutu karetnya m...

  4. Bioremediasi Limbah Cair Industri Udang Menggunakan EM4 dan PROMI

    OpenAIRE

    SABARA, ASRIDA AMIR

    2015-01-01

    ABSTRAK Limbah cair udang mengandung berbagai jenis pencemar lingkungan, misalnya Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Derajat Keasaman (PH). Pembuangan limbah cair udang ke badan air tanpa proses pengolahan akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengupayakan cara sederhana dengan memanfaatkan aktivator promoting microbed dan efektif microorganisme dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD), Chemic...

  5. Pembuatan Biobriket dari Limbah Cangkang Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munas Martynis

    2012-06-01

    Full Text Available Biobriquette is an alternative energy as fuel substitute which is produced from organic materials or underutilized agricultural waste (biomass. Some types of biomass waste has considerable potential as wood waste, rice husks, straw, bagasse, palm shells, and municipal solid waste. Another untapped potential is the cocoa shell waste. These wastes are not used if it will cause a bad odor and may damage ecosystems. This study aims to see the effect of particle size variations and biobriquette shape to the biobriquette compressive strength produced, quality analysis, and combustion rate of biobriquette. The making of biobriquette used starch as adhesive as much as 50% of the biobriquette weight, variations of biobriquette particle size were 30 mesh and 60 mesh, the shape of biobriquette were hollow cylinder and solid cylinder. The results showed that biobriquette generated met the fuel standards for households. The best biobriquette was hollow cylinder biobriquette with the size of 30 mesh and the resulting calorific value was more than 4000 cal/g. Based on burning test, biobriquette obtained could be used as fuel.ABSTRAKBiobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi ukuran partikel dan bentuk biobriket terhadap kuat tekan biobriket yang dihasilkan, menganalisa mutu dan laju pembakaran bioriket. Pembuatan biobriket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji sebanyak 50 % dari berat biobriket, variasi ukuran partikel biobriket adalah 30 mesh

  6. LIMBAH CAIR INDUSTRI KECIL DAN PENCEMARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-10-01

    Full Text Available Beberapa jenis industri kecil yang banyak tersebar, antara lain adalah pabrik tempe, tabu, kecap, dan sirup. Kualitas limbah yang dihasilkan industri-industri tersebut sangat jauh dari memenuhi syarat. Selain itu, limbah cair tersebut dibuang langsung ke saluran terbuka/tertutup yang bermuara di badan-badan air terdekat.Untuk mengurangi besamya beban pencemaran, sejak tahun 1989 pemerintah DKI Jakarta mengadakan Program Kali Bersih  (Prokasih. Sasaran progam adalah penurunan beban pencemaran dari sumbemya secara bertahap sehingga kualitas air sungai akan menjadi lebih baik. Sumber pencemaran yang menjadi sasaran dalam Prokasih adalah industri-industri skala besar dan menengah, sedangkan industri-industri kecil belum termasuk sasaran Prokasih untuk sementara waktu ini. 

  7. Hubungan Antara Periodontitis Dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Lahir Rendah Ditinjau Dari Aspek Destruksi Periodontal

    OpenAIRE

    Ulfah, Khairiyah

    2011-01-01

    Hubungan Antara Periodontitis dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Rendah Ditinjau dari Aspek Destruksi Periodontal xii+32 halaman Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kejadian bayi berat badan lahir rendah di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. Kelahiran prematur ini meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan bayi, yang mencakup ketidakmampuan perkembangan ...

  8. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri tahu

    OpenAIRE

    Bernard Enrico

    2009-01-01

    Pemanfaatan biji asam jawa yang selama ini hanya sebagai limbah yang jarang digunakan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair, yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan, pH limbah cair industri tahu, ukuran partikel biji asam jawa dan kombinasi biji asam jawa dengan alum terhadap persentase penurunan turbiditas, TSS dan COD limbah cair industri tahu dengan menggunakan metode koagulasi-flokulasi...

  9. PENGARUH PERBEDAAN WARNA PIGMEN BERAS ORGANIK TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paini Sri Widyawati

    2015-02-01

    dan mereduksi ion besi. Hasil menunjukkan bahwa beras organik merah varietas Saodah paling berpotensi sebagai sumber antioksidan. Hal ini ditunjukkan dengan total fenol dan total flavonoid beras merah tertinggi dibandingkan kedua beras yang lain, masing-masing sebesar 37,93 mg GAE/g sampel db dan 0,85 mg CE/g sampel db. Meskipun beras organik merah mempunyai total antosianin (0,0025 mg/g sampel db lebih rendah dari beras organik hitam (0,024 mg/g sampel db. Jenis senyawa antosianin yang terdeteksi pada ketiga jenis organik ini adalah sianidin-3-glukosida yang terdeteksi pada waktu retensi 32 menit dan peonidin-3-glukosida dengan waktu retensi 37 menit. Kemampuan menangkap radikal bebas DPPH dan kemampuan mereduksi ion besi beras organik merah tertinggi, masing-masing sebesar 0,90 mg ekuivalen vit E/g sampel db dan278,28 mg ekuivalen vit E/g sampel db. Kata kunci: Pigmen, beras organik, aktivitas antioksidan

  10. Pengolahan Limbah Rumah Makan dengan Proses Biofilter Aerobik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laily Zoraya Zahra

    2015-03-01

    Full Text Available Berkembangnya rumah makan/restoran yang semakin pesat dapat dipastikan akan turut menambah buangan air limbah domestik dengan kadar organik yang tinggi dalam jumlah yang tidak sedikit yang dibuang ke badan air.Tingginya kadar organik dalam limbah domestik rumah makan akan menyebabkan aroma yang tidak sedap jika tidak ada pengolahan terlebih dahulu, maka pengolahan yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah rumah makan tersebut adalah proses biofilter aerobik. Penelitian dilakukan dengan proses biofilter aerobik dengan aliran downflow dan menggunakan sistem intermitten.Variabel dalam penelitian ini adalah media biofilter berupa kerikil dan batu alam serta Hydraulic Retention Time (HRT 8 jam. Parameter pencemar yang diukur efisiensinya adalah BOD, COD, dan TSS. Besarnya penyisihan parameter BOD, COD dan TSS dengan menggunakan biofilter aerob berturut-turut mencapai 94,83%, 92,95%, dan 95%. Reaktor paling baik dalam mengolah air limbah adalah reaktor biofilter dengan media kerikil pada HRT 8 jam.

  11. MAKNA PERILAKU MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI YANG RENDAH DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Anang Hadi Santoso

    2017-01-01

    Full Text Available Motivation to learn is an important aspect in the learning process of a student. However, efforts to understand the motivation of student learning through an educational research with phenomenological approach has not been done by education practitioners. Man as the subject of education is dynamic, it takes an in-depth approach, holistic and humanistic to study it. Phenomenological approach is an appropriate alternative to research in education. The focus in this paper is the meaning of a low learning motivation by student of Sukosari Senior High School. The results showed that students have low motivation to learn its meaning is to have a broken home and do not get the urge to learn from their parents is a major factor students are not motivated. Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam proses belajar seorang siswa. Namun, upaya memahami motivasi belajar siswa melalui sebuah riset pendidikan dengan pendekatan fenomenologi belum banyak dilakukan oleh praktisi pendidikan. Manusia sebagai subyek pendidikan bersifat dinamis, maka dibutuhkan suatu pendekatan yang mendalam, holistik dan humanistik untuk mengkajinya. Pendekatan fenomenologi merupakan alternatif yang tepat untuk riset dalam pendidikan. Fokus pada tulisan ini adalah mengenai makna motivasi belajar yang rendah oleh siswa SMA Negeri 1 Sukosari Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi belajar yang rendah maknanya adalah memiliki keluarga broken home dan tidak mendapatkan dorongan belajar dari orangtua merupakan faktor utama siswa tidak termotivasi.

  12. Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit secara Sonochemical

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Kusuma

    2017-06-01

    Full Text Available Hospital as a service provider has an important role in human life, especially for people who are experiencing physical and mental disorders. Various types of diseases and therapies performed in hospitals has made it as one of the producers of hazardous and infectious waste that requires special handling and processing so as not to pollute the water, soil, and air environment. Hospital wastewater treatment was conducted to determine the ability of sonochemical method to reduce level of Chemical Oxygen Demand (COD and determine the optimum conditions of the parameters used by the design of Response Surface Methodology Box-Behnken. The parameters that affected this process was the concentration of hydrogen peroxide (H2O2, pH, and reaction time. The Waste used was taken from the waste water treatment plant in Zainoel Abidin General Hospital in Banda Aceh with COD value 260.65 ppm. The optimum conditions of this treatment process occured at pH 2, H2O2 concentration 500 ppm, and reaction time 119.98 minutes with reduction of COD was 81.88%.ABSTRAKRumah sakit sebagai penyedia layanan jasa memegang peranan cukup penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami gangguan fisik dan mental. Berbagai jenis penyakit dan terapi yang dilakukan di rumah sakit telah menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah berbahaya dan infeksius yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus agar tidak mencemari lingkungan yaitu air, tanah dan udara. Pengolahan limbah cair rumah sakit dilakukan untuk mengetahui kemampuan metode sonochemical dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD dan menentukan kondisi optimum dari parameter yang digunakan berdasarkan disain Response Surface Methodology Box-Behnken. Parameter yang mempengaruhi proses ini adalah konsentrasi hidrogen peroksida (H2O2, pH, dan waktu reaksi. Limbah yang digunakan diambil dari instalasi pengolahan air limbah di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Kota Banda Aceh

  13. Asupan lemak dan aktivitas fisik serta hubungannya dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusi Ayu Kartika

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRACTBackground: Hypertension is a great health problem in Indonesia. The cause of hypertension was high fat intake and low physical activity. In Indonesia in 2013, the prevalence of hipertension was 28,5%, and in Yogyakarta was 25,7%. Objectives: To Know the correlation between fat intake and phisical activity and hypertension among outpatients in RSUD Panembahan Senopati Bantul.Methods: This was an observasional study with case-control design. Cases was outpatient aged 30 – 60 years with hypertension. Controls was outpatient aged 30-60 years without hypertension. Data were analyzed by using univariable (descriptive, bivariable (chi-square test, and multivariable anaysis (logistic regression.Results: Bivariat analysis showed that there was significant relationship between fat intake (p =0,009; OR=3,839; CI 95% = 1,357 – 10,861, outpatient aged (p=0,008; OR=3,37; CI=1,340-8,476   and hypertension. However, no significant relationship between physical activity ( τ = 0,075; p= 0,451, Body mass index (p=0,065; OR=2,155; CI 95%= 0,949–4,893 and hypertension. Multivariate analysis showed that variables most influential against an hypertension is fat intake (p=0,010; OR (CI 95% = 4,246 (1,418 – 12,721.Conclusions: There was significant correlation between fat intake, aged, and hypertension. However, physical activity and body mass index  failed to prove the correlation with hypertension.KEYWORDS : Hypertension, Fat Intake, Physical Activity, BMI, Aged ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan yang besar di Indonesia. Penyebab terjadinya hipertensi diantaranya adalah asupan makanan tinggi lemak dan aktivitas fisik yang rendah. Di Indonesia pada tahun 2013 prevalensi stunting sebanyak 28,5 %, dan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 25,7%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara  asupan lemak dan aktivitas fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Panembahan Senopati Bantul

  14. Penilaian Teknologi Penolahan Limbah Cair dengan Metode ANP-TOPSIS di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Pabatu

    OpenAIRE

    Emila, Elfa

    2016-01-01

    Pertumbuhan produksi kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Bertambahnya lahan kelapa sawit maka makin bertambahnya juga pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dalam pengolahan kelapa sawit, tidak hanya Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO), pabrik kelapa sawit juga menghasilkan limbah yang terdiri dari limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Limbah ini dapat menyebabkan dampak buruk pada lingkungan jika tidak dikelola denga...

  15. PENGGUNAAN TEKNOLOGI REAKTOR MICROBIAL FUEL CELLS (MFCs DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwono

    2015-09-01

    Full Text Available Microbial Fuel Cells (MFCs adalah bioreaktor yang mengubah energi kimia dari senyawa organik menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi media terlekat (attached growth media dan variasi konsentrasi COD awal terhadap efisiensi penyisihan konsentrasi COD dan energi listrik yang dihasilkan. Reaktor MFCs didesain dalam betuk dual-chamber yang dihubungkan menggunakan jembatan garam. Kerikil dan bioball digunakan sebagi variasi media lekat pada kompartemen anoda dan konsentrasi limbah awal divariasikan dari 0%, 25%, 50%, dan 100% dari konsentrasi COD limbah cair industri tahu asli dengan cara melakukan pengenceran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lekat kerikil dengan konsentrasi 50% menghasilkan arus listrik rata-rata tertinggi 7,25 µA dan energi listrik sebesar 179,54 mWh. Voltase dan enegi listrik pada kedua variasi tersebut semakin hari semakin enurun. Variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 100% menghasilkan enurunan nilai effisiensi penyisihan COD masing-masing 41,41%; 39,90% dan 18,26%.Pada variasi 100% menghasilkan energi listrik lebih rendah dari pada 50%. Kemungkinan hal ini karena adanya senyawa sulfida yang berperan sebagai akseptor elektron. Pembentukan senyawa sulfida ditandai dengan terbentuknya warna hitam pada substrat. Efisiensi coulombic (εC akibat perbedaan media lekat dan variasi konsentrasi berada pada kisaran 0,001-0,035%. Rendahnya εC kemungkinan karena adanya produkproduk fermentasi dan biofilm pada elektroda anoda yang menghambat transfer elektron menuju elektroda anoda seperti biomassa, bahan organik terlarut, gas H2 dan gas CH4.

  16. Penentuan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Pabrik Karet Dan Domestik

    OpenAIRE

    Nurhasanah

    2009-01-01

    Telah dilakukan penentuan kadar COD pada limbah cair pabrik kelapa sawit, industri karet, dan domestik dengan metode titrimetri. Dari hasil analisa COD diperoleh kadar limbah kelapa sawit sebesar 206,33mg/l, limbah industri karet sebesar 31,74 mg/l, dan limbah domestik sebesar 162,68 mg/l. dimana menurut Standart baku mutu yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Nomor: Kep-51/MENLH/10/1995, kadar maksimum COD dalam air limbah industri kelapa sawit sebesar 350 mg/l, dalam indust...

  17. PENGOLAHAN PRIMER LIMBAH TEKSTIL DENGAN ELEKTROKOAGULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lieke Riadi

    2014-12-01

    Full Text Available Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari tekonologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menurunkan intensitas warna, Total Suspended Solid (TSS dan Chemical Oxygen Demand (COD. Percobaan batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda terhadap penurunan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia.Effisiensi penurunan tertinggi untuk warna (91.96%,  TSS (49.17%, dan COD (29.67% terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan  elektroda Al/Al. Waktu optimum penurunan intensitas warna dalah 10 menit. Laju penurunan COD adalah : -dC/dt = 0.0053 C +0.056 , dengan C adalah konsentrasi COD. Jumlah sludge yang dihasilkan daripengolahan elektrokoagulasi  3.4 % lebih kecil dibandingkan menggunakan bahan kimia. Biaya yang digunakan untuk pengolahan dengan elektrokoagulasi 52.35 % lebih murah dibandingkan jika menggunakan koagulasi dengan bahan kimia ( tawas. Kata kunci : elektrokoagulasi, penurunan warna, penurunan TSS, laju degradasi COD, imbah tekstil Abstract Waste water from textile industry which is located in one suburb of Surabaya city as characteristic which the ratio of COD to BOD was 5.57. This type of waste water is difficult to be biodegraded. This study investigated elektrokoagulasi technology to treat textile waste water by removing color, total suspended solid, and Chemical Oxygen Demand. Batch experiment at room temperature was carried out to study the effect of pH, electrode distance for color, TSS and COD removal. This study also tried to compare the operation cost between elektrokoagulasi and chemical processes. The best removal efficiencies by Al electrodes was 91.96 % for color, 49.17 % for TSS and 29.67 % for COD which were under initial pH 4.0 and electrodes distance 2 cm. The optimum operation

  18. EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT RK CHARITAS PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meylinda Mulyati

    2016-03-01

    Full Text Available Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar bagi lingkungan yang dapat memberi dampak negatif berupa gangguan terhadap kesehatan, kehidupan biotik serta gangguan terhadap keindahan sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Rumah sakit RK Charitas mempunyai Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL namun selama ini belum pernah dievaluasi. Baku Mutu Lingkungan (BML Limbah Cair Rumah Sakit antara lain berupa BOD, COD, TSS, amoniak bebas, fosfat, dan total coli. Dari hasil analisis keluaran limbah cair RS RK Charitas Palembang tenyata limbah cair ini masih memiliki kadar amoniak (NH3 dan fosfat (PO4 yang masih tinggi yang tidak memenuhi baku mutu lingkungan (BML dan syarat BML yang lain berada pada ambang batas.  Kadar PO4 sebesar 2,134-2,213 mg/l yang melebihi BML sebesar 2 mg/l dan kadar NH3 sebesar 0,174-0,186 yang melebihi BML sebesar 0,1 mg/l. Pada penelitian ini dilakukan evalusi instalasi IPAL Rumah sakit RK Charitas Palembang dari alur proses, waktu proses pengolahan, bahan pengolah air limbah, dan biaya pengolahan limbah cair dan memberikan solusi penyelesaian berupa redesain IPAL dan membuat miniatur IPAL usulan yang akan disimulasikan. Diharapkan usulan redesain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL di Rumah Sakit RK Charitas akan menghasilkan kualitas limbah cair yang memenuhi syarat baku mutu lingkungan rumah sakit. Hospital wastewater is one of the pollution sources to the environment that can cause negative impact on human health and disruption into biotic life. Hospital wastewater must be treated before it discharged into the environment. RK Charitas Hospital Wastewater Treatment Plant (WWTP has not been evaluated. Environmental Quality Standards (EQS of wastewater hospital consists of BOD, COD, TSS, ammonia, phosphate, and total coliform.  The analysis results of RK Charitas Hospital Palembang’s wastewater showed that the wastewater still have high level of ammonia (NH3 and phosphate (PO4

  19. PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakimahwati -

    2014-06-01

    Abstrak: Penggunaan Tutor Sebaya untuk Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dengan menerapkan metode tutor sebaya pada perkuliahan Perencanaan Pembelajaran TK. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan dilakukan dua siklus terhadap mahasiswa reguler Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi, angket dan penilaian akhir kegiatan. Data kuantitatif dianalisis dengan rerata dan persentase, dan dikom­parasikan dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.

  20. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN MANGROVE Sonneratia alba

    OpenAIRE

    Herawati, Netti; Jalaluddin, Noor; Daha, La; Firdaus

    2009-01-01

    Ekstrak kulit batang kayu buli berpotensi sebagai anti oksidan. Ekstrak kulit batang tumbuhan mangrove Sonneratia alba dianalisis untuk menentukan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Empat macam ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat (IC50< 200 ??g/ml). Ekstrak metanol memperlihatkan aktivitas tertinggi (IC50 9.8 ??g/ml) disusul ekstrak etil asetat (IC50 10.23 ??g/ml, kloroform (IC50 27.34 ??g/ml), dan heksan ( IC50147 ??g/ml). Ekstrak metanol dan etil asetat memiliki...

  1. PRODUKSI ETANOL DARI SISA GULA LIMBAH PABRIK BREM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Oka Suartama

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi gula yang terkandung dalam limbah pabrik brem untuk produksi etanol. Kadungan gula pereduksi dan kadar etanol ditentukan berturut-turut dengan metode luff schoorl and hydrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan rata-rata gula pereduksi pada limbah pabrik brem sekitar 4,55% (b/v dan jumlah ini cukup untuk difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae menjadi etanol. Pada akhir proses (hari ke 21 konsentrasi etanol yang terbentuk sebesar 2,9% (v/v atau 22,64 g/liter atau 0,49 mol/liter. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi proses pengubahan gula menjadi etanol mencapai 96%. Selama proses fermentasi terjadi penurunan pH dari 4,25 ±0.00 (pada hari ke 0 menjadi 3.58±0.10 (pada hari ke 21. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa limbah pabrik brem sangat berpotensi sebagai sumber gula pereduksiuntuk produksi etanol.

  2. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  3. KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN TERCELUP KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Permatasari

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jumlah proses pencelupan kain menggunakan komposit kitosan-silika terhadap aktvitas antibakteri kain kitosan-silika. Proses pelapisan kitosan-silika pada kain dilakukan dengan metode pencelupan atau dip-coating dengan teknik pengeringan pad-dry-cure pada temperatur dry 80 oC dan temperatur curing 140 oC. Uji aktivitas antibakteri kain kitosan-silika terhadap bakteri S.aureus dilakukan dengan metode Shake flask turbidimetry. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah proses pencelupan kain dalam larutan kitosan-silika terhadap persentase aktivitas antibakterinya. Persentase aktivitas antibakteri setelah 24 jam pada kain tercelup komposit kitosan-silika dengan variasi pencelupan 5 kali adalah sebesar 18,52%, kain dengan 10 kali pencelupan adalah sebesar 22,06%, kain dengan 15 kali pencelupan adalah sebesar 32,87% dan dengan variasi pencelupan sebanyak 30 kali diperoleh persentase aktivitas antibakteri sebesar 39,32%.

  4. INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Firdaus

    2015-07-01

    Full Text Available AbstrakIndeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.

  5. KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA PADA EKSTRAK OLAHAN LIMBAH KAKAO BERPENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae merupakan salah satu hama pen ting menyerang tanaman buah-buahan dan sayuran. B. carambolae di laboratorium tertarik pada olahan limbah kakao. Hasil uji coba di lapangan belum memuaskan karena olahan limbah kakao mudah rusak. Tujuan penelitian ini mengkaji respon lalat buah Bactrocera yang diberi umpan ekstrak olahan limbah kakao berpenga wet. Pengawet yang digunakan yakni: Natrium klorida (NaCl, Natrium benzoat (C7H5NaO2 dan Potasium sorbat (C6H7KO2. Konsentrasi yang dipakai masing-masing pengawet 0,1%; 0,2% dan 0,3%. Pengamatan dilakukan selama satu ming gu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya tahan limbah yang diberi penga wet dan yang tidak dilihat secara secara fisik (warna dan tekstur tidak berbeda nyata, namun ada perbedaan bau. Limbah yang tidak diberi pengawet ada kecen derungan baunya tidak sedap dibanding yang diberi pengawet. Hal ini yang mempengaruhi ketertarikan lalat terhadap olahan limbah kakao. Respon ketertarikan lalat Bactrocera terhadap olahan limbah kakao yang diberi pengawet berbeda antara satu dengan yang lain. Respon ketertarikan tertinggi Bactrocera cenderung pada olahan limbah kakao yang diberi pengawet Natrium klorida 0,3%, Potasium sorbat 0,2% dan Natrium benzoat 0,1%.The fruit fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae is one of the important pests attacking crops of fruits and vegetables. In the laboratory, B. carambolae was attracted by the processed cocoa waste. The results of field trials have not been satisfactory yet, because the processed cocoa waste was easily damaged. The purpose of the study wast to examine the response of Bactrocera to the bait made of processed cocoa extract waste containing preservatives. The preservatives used were: Sodium chloride (NaCl, sodium benzoate (C7H5NaO2 and potassium sorbate (C6H7KO2. The concentration of each preservative was 0.1%; 0.2% and 0.3%. A one-week observation was made. The result showed that there was no

  6. KETERTARIKAN LALAT BUAH BACTROCERA PADA EKSTRAK OLAHAN LIMBAH KAKAO BERPENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2012-09-01

    Full Text Available Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae merupakan salah satu hama pen ting menyerang tanaman buah-buahan dan sayuran. B. carambolae di laboratorium tertarik pada olahan limbah kakao. Hasil uji coba di lapangan belum memuaskan karena olahan limbah kakao mudah rusak. Tujuan penelitian ini mengkaji respon lalat buah Bactrocera yang diberi umpan ekstrak olahan limbah kakao berpenga wet. Pengawet yang digunakan yakni: Natrium klorida (NaCl, Natrium benzoat (C7H5NaO2 dan Potasium sorbat (C6H7KO2. Konsentrasi yang dipakai masing-masing pengawet 0,1%; 0,2% dan 0,3%. Pengamatan dilakukan selama satu ming gu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daya tahan limbah yang diberi penga wet dan yang tidak dilihat secara secara fisik (warna dan tekstur tidak berbeda nyata, namun ada perbedaan bau. Limbah yang tidak diberi pengawet ada kecen derungan baunya tidak sedap dibanding yang diberi pengawet. Hal ini yang mempengaruhi ketertarikan lalat terhadap olahan limbah kakao. Respon ketertarikan lalat Bactrocera terhadap olahan limbah kakao yang diberi pengawet berbeda antara satu dengan yang lain. Respon ketertarikan tertinggi Bactrocera cenderung pada olahan limbah kakao yang diberi pengawet Natrium klorida 0,3%, Potasium sorbat 0,2% dan Natrium benzoat 0,1%.The fruit fly Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae is one of the important pests attacking crops of fruits and vegetables. In the laboratory, B. carambolae was attracted by the processed cocoa waste. The results of field trials have not been satisfactory yet, because the processed cocoa waste was easily damaged. The purpose of the study wast to examine the response of Bactrocera to the bait made of processed cocoa extract waste containing preservatives. The preservatives used were: Sodium chloride (NaCl, sodium benzoate (C7H5NaO2 and potassium sorbate (C6H7KO2. The concentration of each preservative was 0.1%; 0.2% and 0.3%. A one-week observation was made. The result showed that there was no

  7. HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS (HKSA ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN KALANON DENGAN METODE SEMI EMPIRIS PM3 (PARAMETERIZED MODEL 3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Vaulina Y.D.

    2012-11-01

    Full Text Available Kalanon adalah senyawa turunan kumarin yang diisolasi dari spesies Calophyllum teysmannii yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan dan Malaysia. Kalanon dan beberapa senyawa turunannya mempunyai potensi sebagai antikanker, namun aktivitasnya masih relatif rendah dengan senyawa paling aktif yaitu benzoilglisin ester kalanonyang mempunyai IC50 36,48 µg/mL terhadap sel Leukimia L1210. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi molekul kalanon untuk mendapatkan senyawa turunan kalanon baru yang mempunyai aktivitas lebih baik. Modifikasi molekul suatu senyawa dapat dilakukan melalui kajian HKSA untuk mengurangi resiko trial and error di laboratorium. Penelitian ini berdasarkan metode perhitungan semi empiris PM3 melalui pendekatan Multiple Linear Regression (MLR dengan log 1/IC50 sebagai variabel tergantung dan variabel bebasnya berupa 31 muatan bersih atom, momen dwikutub, selisih enegi orbital HOMO-LUMO (ΔΕ, koefisien partisi oktanol-air (log P, indeks Harary dan indeks Randic. Persamaan HKSA yang dihasilkan dari penelitian ini adalah log1/IC50= -1,194-0,029logP + 0,002Harary + 0,403ΔE + 53,983qC12 + 0,439qC19 dengan n= 11, r= 0,958, r2= 0,917, SE= 0,0561773, Fhitung/Ftabel = 2,19960, dan PRESS = 0,097115. Berdasarkan persamaan HKSA tersebut, didapatkan empat senyawa prediksi dengan aktivitas teoritik lebih baik dibandingkan senyawa turunan kalanon sebelumnya, yaitu senyawa prediksi 12, 22, 24, dan 25 yang masing-masing mempunyai IC50 teoritik 26,44; 25,609; 27,050; dan 23,013 µg/mL terhadap sel Leukimia L1210.

  8. Penggunaan Arang Tempurung Kelapa dan Eceng Gondok untuk Pengolahan Air Limbah Tahu dengan Variasi Konsentrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angelica Alimsyah

    2013-03-01

    Full Text Available Air limbah tahu yang dibuang langsung tanpa pengolahan dapat mencemari badan air. Sesuai dengan hasil laboratorium, air limbah tahu yang dibuang memiliki kandungan nutrien yang tinggi dan tidak memenuhi baku mutu. Dengan adanya permasalahan tersebut maka diperlukan adanya pengolahan air limbah tahu. Salah satu alternatif pengolahan adalah menggunakan arang tempurung kelapa dan eceng gondok. Kontaminan pada air limbah tahu diharapkan dapat berkurang dengan adanya proses adsorpsi yang dilakukan arang tempurung kelapa dan fitoremediasi yang dilakukan oleh eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh konsentrasi air limbah tahu terhadap penurunan NH4, TSS, dan COD yang dilakukan oleh arang tempurung kelapa dan tumbuhan eceng gondok. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi air limbah 60% dan 50% serta Parameter yang digunakan adalah NH4, TSS, dan COD. Dari hasil penelitian terlihat peningkatan efisiensi dari berbagai macam kerapatan tumbuhan.

  9. EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    PALANGDA, DIAZ

    2015-01-01

    EVALUASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN TALLO KOTAMADYA MAKASSAR Sumarni Hamid Aly , Muralia Hustim2, Diaz Palangda3 ABSTRAK : Setiap air limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung di dalamnya. IPAL Komunal merupakan sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara terpusat. Beberapa IPAL Komunal, khususnya di Kota Makassar sudah ad...

  10. PENGENDALIAN LIMBAH AMONIA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN SISTEM HETEROTROFIK MENUJU SISTEM AKUAKULTUR NIR-LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Gunadi

    2008-12-01

    Full Text Available Limbah amonia dari budidaya ikan yang dibuang langsung ke perairan sekitarnya merupakan sumber pencemaran yang perlu mendapat perhatian. Potensi pasokan amonia ke dalam air budidaya ikan adalah sebesar 75% dari kadar nitrogen dalam pakan. Pengubahan nitrogen dalam sistem akuakultur yang berperan dalam pengurangan kandungan amonia terdiri atas tiga proses yakni proses fotoautotrofik oleh alga, proses bakterial autotrofik yang mengubah amonia menjadi nitrat, dan proses bakterial heterotrofik yang mengubah amonia langsung menjadi biomassa mikroba. Proses mikrobial seperti tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi beban cemaran limbah budidaya ikan ke perairan sekitarnya. Pada prinsipnya kandungan amonia di dalam air kolam dirangsang untuk berubah menjadi alga atau bakteri. Penelitian penerapan sistem heterotrofik untuk mengurangi beban limbah budidaya ikan lele (Clarias gariepinus telah dilaksanakan di Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi. Air pemeliharaan ikan lele dialirkan ke ruang pemeliharaan ikan nila. Pemberian pakan hanya diberikan kepada ikan lele. Kandungan amonia yang ada dipacu untuk diubah menjadi biomassa bakteri dengan memberikan pasokan karbon berupa molases yang merupakan hasil samping pabrik gula. Hasil yang diperoleh setelah pengamatan selama 7 minggu menunjukkan bahwa kadar amonia dapat dipertahankan di bawah 0,1 mg/L NH3/L, produksi biomassa bakteri dalam bentuk padatan volatil total (total volatile solids, TVS mencapai 85,5 mg/L dan pertumbuhan ikan nila mencapai 30,53%. Sistem heterotrofik mempunyai peluang untuk diterapkan dalam pemanfaatan limbah amonia pada pemeliharaan ikan lele. Namun demikian, masih diperlukan kajian lebih lanjut dalam rangka optimalisasi keragaan sistem heterotrofik dalam mendukung sistem akuakultur nir-limbah (zero-waste aquaculture. Waste from fish farm which is directly discharged to the sorounding water is a potential source of

  11. BERAS ANALOG SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Noviasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to produce rice analogue as functional food with low glycemic index. The rice was made from white corn and sorghum with additional soybean flour. The physicochemical properties of rice analogue being analysed were resistant starch content, total phenolic content, dietary fiber, color (L*, +a, +b values and whiteness (oHue. Rice analogue was potentially used as functional food indicated by high level of resistant starch 2.59%-3.31%, total phenolic content 0.18-0.25 mg GAE/g sample and dietary fiber 5.35%-6.14%. Rice analogue from white corn with and without soybean flour was further tested for glycemic index. Rice analogue from white corn has 69 GI value, while rice analogue from white corn with 10% soybean flour addition has 50 GI value.Keywords: functional food, glycemic index, rice analogueABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan beras analog yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan bernilai indeks glikemik rendah. Beras analog dibuat dari bahan baku jagung putih dan sorgum dengan penambahan tepung kedelai. Sifat fisiko kimia beras analog yang dianalisis adalah pati resisten, total fenol, serat pangan, warna (nilai L*, +a, +b dan derajat putih (oHue. Beras analog berpotensi sebagai pangan fungsional, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar pati resisten yaitu sebanyak 2,59%-3,31%, total fenol sekitar 0,18-0,25 mg GAE/g sampel dan serat pangan antara 5,35%-6,14%. Beras analog berbahan baku jagung putih dengan dan tanpa penambahan kedelai dipilih untuk uji indeks glikemik. Beras analog dari jagung putih memiliki nilai IG 69 sedangkan beras analog dari jagung putih dengan penambahan tepung kedelai 10% memiliki nilai IG 50.Kata kunci: beras analog, indeks glikemik, pangan fungsional

  12. STUDI RUANG BERSAMA DALAM RUMAH SUSUN BAGI PENGHUNI BERPENGHASILAN RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Darmiwati

    2000-01-01

    bersama, masih diperlukan warga, dan sebaiknya lebih bersifat pribadi. Kata kunci: rumah susun, penghuni berpenghasilan rendah, ruang bersama.

  13. Efek Pemberian Ekstrak Limbah Teh Hitam sebagai Sumber Antioksidan dal Level Energi-Protein Pakan yang Berbeda terhadap Stabilitas Oksidatif dan Kualitas Daging Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dilla Mareistia Fassah

    2013-02-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak limbah teh hitam (ELT sebagai sumber antioksidan, dan level energi - protein pakan serta interaksi antara keduanya terhadap stabilitas oksidasi dan kualitas daging ayam broiler. Percobaan ini menggunakan analisis variansi pola faktorial 3 x 3 (3 faktor level pemberian aditif pakan ELT dan 3 tipe pakan dan perbedaan yang signifikan dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT. Tipe pakan yaitu tipe 1: energi - protein rendah, tipe 2: energi - protein sedang, tipe 3: energi - protein tinggi. Tiap perlakuan pakan diberi 3 level pemberian aditif: ELT 0, 500, dan 1.000 mg/kg pakan. Percobaan dilakukan selama 42 hari menggunakan 45 ekor ayam, tiap perlakuan terdiri atas 5 ekor ayam sebagai replikasi. Parameter yang diukur meliputi komposisi kimia daging, kualitas fisik daging, kadar malonaldehyde (MDA, kadar kolesterol, dan komposisi asam lemak daging. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa level pemberian ELT dan level energi – protein pakan saling berinteraksi dalam mempengaruhi nilai pH, susut masak dan kadar MDA, total asam lemak jenuh (SFA, total asam lemak mono tidak jenuh (MUFA serta total asam lemak poli tidak jenuh (PUFA daging. Pemberian ELT berpengaruh tidak nyata terhadap kualitas kimia daging, tetapi berpengaruh nyata menurunkan pH daging, kadar MDA dan SFA daging (P<0,05, meningkatkan total MUFA dan PUFA daging secara nyata (P<0,05. Level energi - protein pakan tidak menyebabkan perbedaan kualitas kimia daging, tetapi daya ikat air daging, kadar MDA daging, kolesterol daging, total MUFA dan PUFA (P<0,05, menurunkan total SFA (P<0,05. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penambahan ELT sebagai aditif pakan memiliki efek yang baik terhadap stabilitas oksidasi yang tercermin dalam penurunan kadar MDA dan total SFA daging serta meningkatkan total PUFA dalam daging, tanpa menyebabkan perbedaan kualitas daging.   (Kata kunci: Ekstrak limbah teh hitam, Antioksidan

  14. PEMANFAATAN SPYWARE UNTUK MONITORING AKTIVITAS KEYBOARD DALAM JARINGAN MICROSOFT WINDOWS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulki Indana Zulfa

    2015-03-01

    Full Text Available Pengawasan terhadap penggunaan teknologi informasi sangat diperlukan terlebih semakin berkembangnya ilmu tentang pembuatan virus, worm, atau spyware. Memasang antivirus bisa juga menjadi solusi untuk mencegah virus masuk ke dalam jaringan atau sistem komputer. Tetapi antivirus tidak bisa melakukan monitoring terhadap aktivitas user contohnya aktivitas keyboard. Keylogger adalah perangkat lunak yang mampu merekam segala aktivitas keyboard. Keylogger harus diinstal terlebih dahulu terhadap target komputer (client yang akan direkam aktivitas keyboard-nya. Kemudian untuk mengambil file hasil rekamannya, file log, harus mempunyai akses fisik ke komputer tersebut dan hal ini akan menjadi masalah jika komputer target yang akan dimonitoring cukup banyak. Metode control keylogger-spy agent dengan memanfaatkan teknologi spyware menjadi solusi dari masalah tersebut. Spy agent akan secara aktif merekam aktivitas keyboard seseorang. File log yang dihasilkan akan disimpan didalam cache-nya sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan user dan tidak perlu mempunyai akses fisik jika ingin mengambil file lognya. Control keylogger dapat menghubungi spy agent mana yang akan diambil file lognya. File log yang berhasil diambil akan disimpan dengan baik di komputer server. Dari hasil pengujian lima komputer yang dijadikan target spy agent semuanya dapat memberikan file log kepada control keylogger.

  15. INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad - Firdaus

    2014-06-01

    Full Text Available Indeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.Kata kunci: difenilpikrilhidrasil, ekstrak, indeks aktivitas antioksidan, Sargassum aquifolium

  16. Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung untuk Produk Modular dengan Teknik Pilin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Artarita Ginting

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPengembangan industri kreatif tanpa limbah merupakan persyaratan penting bagi keseimbangan yang baik antara peningkatan usaha industri, daya dukung alam dan kesejahteraan manusia yang tinggal di lingkungan tersebut. Sangat sedikit usaha para pelaku industri untuk mengoptimalkan manfaat sebuah hasil alam hingga tidak menghasilkan limbah sama sekali. Kulit jagung merupakan salah satu limbah rumah tangga dan industri kecil yang jumlahnya berlimpah namun kurang optimal dalam pemanfaatannya. Produksi dan konsumsi jagung merupakan bagian dari satu sistem kehidupan yang utuh sehingga patut dipertimbangkan strategi pelaksanaannya agar daya dukung lingkungan tetap kuat. Penelitian eksperimental bahan kulit jagung ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit jagung sebagai bahan alternatif produk kerajinan secara optimal tanpa menghasilkan limbah kembali. Dalam penelitian yang menggunakan metode penelitian eksperimen bahan posttest-only, diperoleh kesimpulan bahwa pengawetan dengan rendaman CH3COOH selama 24 jam dan proses penjemuran selama 3 jam pada jam 9 pagi hingga jam 12 siang menghasilkan serat kulit jagung yang memiliki kekuatan tarik paling tinggi dan warna yang cerah. Sedangkan teknik pemilinan membantu untuk menambah kekuatan tarik melalui kepadatan dari hasil pilinan kulit jagung. Hasil penelitian eksperimen bahan digunakan untuk membuat spesifikasi performa produk bagi konsep perancangan desain rak anyam modular yang diwujudkan dengan teknik sambung pasak yang praktis dalam penggunaannya. Kata kunci: tanpa limbah, pilinan kulit jagung, kaleng bekas, modular ABSTRACT  The development of zero waste creative industry is a vital prerequisite for a healthy balance between industrial development, nature support capacity and community welfare within the area. There are only a few number of industries that consider to optimalized their raw materials towards zero waste goal. Corn husk is one of the industrial and residential waste that is under

  17. AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Kurniasari

    2012-04-01

    penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.

  18. PENGEMBANGAN APLIKASI UNTUK MENENTUKAN DAERAH PENCEMARAN LIMBAH HOME INDUSTRY BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tedy Setiadi

    2012-05-01

    Full Text Available Pertumbuhan sentra industri yang semakin tinggi di kecamatan Sentolo serta proses pembuangan limbah yang banyak dilakukan secara sembarangan, menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang ada disekitar. BAPEDAL sebagai suatu lembaga yang khusus terkait hal ini ternyata belum mempunyai sistem pemetaan tentang daerah pencemaran limbah sehingga dalam penentuan daerah yang tercemar limbah belum bisa dilakukan secara optimal. Dalam penelitian ini telah dilakuan pengembangaan aplikasi untuk penentuan dan pemetaan daerah pencemaran limbah industri berbasis SIG dengan model keputusannya menggunakan metode stored Dari hasil pengujian sistem baik Black Box Test maupun Alpha Test didapat sistem yang dibuat telah siap dan mudah digunakan. Aplikasi ini dapat membuat laporan ,fungsi pencarian dan penentuan daerah sentra industri yang tercemar oleh limbah.

  19. Pengolahan Limbah Laundry Menggunakan Membran Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Kekeruhan dan Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aufiyah Aufiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Dilakukan penelitian mengenai pembuatan membran silika nanofiltrasi untuk mengurangi kekeruhan dan fosfat menggunakan reaktor dengan aliran cross flow dengan variasi massa silika 5, 8, dan 10 gram. Silika didapatkan dari sintesis pasir silika menggunakan metode alkali fussion menggunakan peleburan dengan KOH. Variasi limbah yang digunakan adalah 100% limbah, 50% pengenceran dan 75% pengenceran (25% air limbah dengan air PDAM. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh massa silika terhadap koefisien rejeksi dan nilai fluks pada setiap variasi membran. Data koefisien rejeksi dan nilai fluks menunjukkan variasi membran terbaik yang selanjutnya akan dianalisa morfologinya dengan metode SEM (Scanning Electron Microscopy dan analisa gugus fungsi dengan metode FTIR (Fourier Transform Infra Red. Didapatkan koefisien rejeksi terbaik adalah 5 gram 100% limbah dengan nilai rejeksi kekeruhan 91,33%. Rejeksi fosfat 56, 07%. Nilai fluks terbaik didapatkan membran 8 gram 25% air limbah dengan nilai fluks 2,81 L/m2.jam.

  20. IDENTIFIKASI PERTAMBAHAN PERSEBARAN LIMBAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA JATIBARANG TAHUN 2015 MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R S Wulandari

    2016-04-01

    Full Text Available Pada tahun 2000 timbunan sampah pada TPA Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang, sudah melebihi daya tampung yaitu sekitar 1,6 juta m3. Kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran leacheat (air lindi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran limbah di daerah sekitar TPA Jatibarang pada tahun  2015 dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada tiga titik penelitian, dua berada didalam TPA dan satu berada di daerah perumahan sekitar TPA dengan panjang lintasan masing-masing 75 m. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan softwareres2dinv. Hasil yang didapatkan berupa kondisi topografi serta nilai resistivitas lindi sebesar 0,044-0,70 Ωm. Persebaran lindi pada tahun 2015 menuju ke daerah dengan elevasi rendah yang mengarah ke Sungai Kreo. Sedangkan persebaran lindi pada lokasi penelitian di Perumahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang juga telah diidentifikasikan tercemar oleh air lindi yang diduga berasal TPA Jatibarang.In 2000, piles of garbage in the landfill is located in the Village Jatibarang Kedungpane Mijen District of Semarang, has exceeded the capacity of around 1.6 million m3. The condition is potentially causing environmental pollution, especially pollution leacheat (leachate. Therefore, to investigate the pollution level of waste in the area around the landfill Jatibarang 2015 using geoelectric method Schlumberger configuration. Data were collected at three points research, two are in the landfill and one is located in a residential area around the landfill with a path length of each- each 75 m. Data processing results of research conducted by using softwareres2dinv. Results obtained in the form of topography and leachate resistivity value of 0.044 Ωm- 0.70 Ωm. Distribution of leachate in 2015 heading to areas with low elevation that

  1. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    OpenAIRE

    Iman Hernaman; Atun Budiman; Siti Nurachma; Kundrat Hidayat

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT) dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering...

  2. Pengolahan Limbah Cair Industri Fatty Alcohol Secara Anaerobik

    OpenAIRE

    Maya Sarah

    2008-01-01

    Pembuatan fatty alcohol melalui proses transesterifikasi dan hidrogenasi menghasilkan produk fatty alcohol, metil ester, gliserin dan glycerin pitch sebagai limbah. Glycein pitch merupakan cairan kental menyerupai pasta berwarna gelap kecoklatan dengan kandungan COD sebesar 1,8-2: juta mg/l, Pembuangan glycerine pitch menjadi problematika tersendiri yang harus ditangani secara serius bila dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan pemanfaatan biodiesel dari metil ester di masa yang akan datan...

  3. PENGARUH KEDELAI PRODUK REKAYASA GENETIK TERHADAP KADAR MALONALDEHID, AKTIVITAS SUPEROKSIDA DISMUTASE DAN PROFIL DARAH PADA TIKUS PERCOBAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dadi Hidayat Maskar

    2015-12-01

    untuk mengevaluasi pengaruh tepung tempe dari kedelai PRG dan non-PRG terhadap kadar malonaldehida (MDA, aktivitas superoksida dismutase (SOD, di hati dan ginjal serta profil hematologi tikus percobaan. Sebanyak 25 ekor tikus galur Sprague Dawley dibagi menjadi empat kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol (kasein diberi ransum tempe PRG dan non-PRG dengan konsentrasi 10% dan 20% selama 90 hari. Hasil menunjukkan bahwa kelompok tikus yang diberi ransum tempe kedelai non-PRG 10 % memiliki kadar MDA lebih rendah di hati dan ginjal dibanding kelompok tikus yang diberi ransum tempe PRG 10% dan 20% persen, tetapi tidak berbeda nyata dengan kelompok non-PRG 20 % dan kelompok kontrol. Sedangkan aktivitas SOD tidak berbeda nyata (p>0,05 antar kelompok perlakuan. Hasil analisis hematologi menunjukkan semua kelompok perlakuan memiliki nilai pada rentang normal. Semua kelompok perlakuan memiliki nilai kadar trombosit, di atas normal. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagaifaktor, diantaranya: aktivitas fisik dan metabolisme serta jumlah ransum yang dikonsumsi. Analisis kadar MDA, aktivitas SOD dan profil hematologi mengungkapkan bahwa tepung tempe kedelai PRG dan non-PRG amanuntuk dikonsumsi. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1: 41-50]Kata kunci: tikus percobaan, tepung tempe PRG, tepung tempe non-PRG, hematologi, superoxide dismutase

  4. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN BIOAKTIF KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    pipih - suptijah

    2014-06-01

    Full Text Available Kerang simping diduga memiliki komponen bioaktif sebagai antioksidan baru. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif kerang simping. Metode analisis yangdigunakan meliputi analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan analisis komponen bioaktif. Kerangsimping memiliki rendemen cangkang 41,15%; daging 35,89%; jeroan 23,04%. Aktivitas antioksidan (IC50 tertinggipada ekstrak kasar daging kerang simping yang diekstraksi dengan metanol sebesar 1.648,45 ppm. Ekstrak kasardaging dan jeroan dengan pelarut metanol mengandung steroid, fl avonoid, saponin, gula pereduksi, danasam amino. Ekstrak kasar daging dan jeroan dengan pelarut etil asetat mengandung fl avonoid dan gulapereduksi. Ekstrak daging pada pelarut n-heksana mengandung fl avonoid, saponin, dan asam amino.Jeroan pada pelarut n-heksana mengandung komponen gula pereduksi.Kata kunci: α-tokoferol, aktivitas antioksidan, kerang simping (Amusium pleuronectes, komponen bioaktifPENDAHULUANKemajuan zaman dewasa ini telah membuatsebagian besar masyarakat mengalamiperubahan pola hidup termasuk diantaranyapola makan. Masyarakat cenderung memilihhal-hal yang bersifat cepat dan instan. Polamakan yang tidak tepat dapat menyebabkanterjadinya akumulasi radikal bebas jangkapanjang yang dapat mempengaruhi kesehatantubuh yaitu munculnya beragam penyakit.Radikal bebas merupakan salah satu bentuk

  5. STRATEGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KOMERSIAL DARI LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2015-09-01

    Full Text Available Limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH Kota Semarang yang didominasi oleh rumen sapi jika tidak diolah dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada manusia dan kerusakan lingkungan. Dampak negatif dari limbah adalah proses pembuangan dan pembersihannya memerlukan biaya serta efeknya dapat mencemari lingkungan. Hal ini mendorong adanya inovasi dan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang murah dan mudah operasional dan pemeliharaannya serta biaya yang sedikit. Upaya meningkatkan keuntungan akan keberadaan limbah dilakukan cara mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Keuntungan yang bisa diperoleh dari proses pengolahan limbah tersebut menjadi biogas, bioenergi, dan pupuk. Pupuk yang mengandung magnesium yang tinggi yang beredar di pasaran biasanya berbentuk granul/ serbuk. Apabila tanaman mengalami kekurangan magnesium maka akan menyebabkan kuningnya daun dan menghambat proses fotosintesis yang terjadi di daun. Penambahan limbah garam pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan unsur hara makro C,N,P,K, dan Mg, tidak mencemari lingkungan, tidak merusak struktur tanah, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Variasi rasio serat kasar dengan cairan rumen bertujuan untuk mengetahui kandungan paling optimum,antara lain: 100:0 ,75:25 , 50:50 , 25:75 , 0:100 (serat kasar:cairan rumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan limbah garam tidak mempengaruhi terhadap kandungan unsur hara C-Organik dan Nitrogen, sedangkan pada kandungan Fospor, Kalium, dan Magnesium memiliki pengaruh dari penambahan limbah garam. Kandungan unsur hara makro paling optimum yaitu C-Organik pada fermentor B1 sebesar 1,44%, Ntotal pada fermentor B2 sebesar 0,73%, Fospor (P2O5 pada fermentor B3 sebesar 2,243%, Kalium pada fermentor B3 sebesar 13,05, dan Mg pada fermentor B3 sebesar 26,82%. meskipun demikian, pupuk organik cair ini belum memenuhi persyaratan teknis Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik, pupuk

  6. Aktivitas Antioksidan Kulit Biji Kakao dari Hasil Penyangraian Biji Kakao Kering pada Derajat Ringan, Sedang dan Berat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratri Retno Utami

    2017-03-01

    Full Text Available Cocoa bean shell is waste from chocolate industry that containing polyphenol 5.78 % and can be used as natural antioxidant source. The most important step in cocoa processing is roasting. Roasting is needed for developing the chocolate flavor. Chocolate industries do their roasting with low, medium and high degree, depend on product’s necessity. The objective of this research is to determine the effect of roasting degree toward cocoa bean shell antioxidant activity. Cocoa bean roasted at low degree (110 ºC for 60 minutes, medium (140 ºC for 40 minutes and high (190ºC for 15 minutes. Cocoa bean shell polyphenol was extracted with acetone 70 %. Yield, total phenolic, DPPH free radical scavenging activity as IC50 and inhibition of linoleic acid oxidation was analyzed from crude polyphenol extract. The result shows that the increasing of roasting temperature leads to low yield. Cocoa bean shell polyphenol extract with high roasting degree has the lowest yield (8.07 % b/b. While cocoa bean shell polyphenol extract using medium roasting degree has the highest total phenolic and DPPH free radical scavenging activity of 21.23 ± 0.39 mg GAE/g dry extract and IC50 74.31 ± 0.72 μg/mL, respectively. Cocoa bean shell polyphenol extract is able to inhibit the linoleic acid oxidation. Roasting enhance the inhibition of linoleic acid oxidation compared to extract without roasting about 6%. For the future study, it is needed to identify the cocoa bean shell antioxidant compound during roasting.   ABSTRAK Kulit biji kakao merupakan limbah dari industri pengolahan cokelat yang mengandung polifenol sebesar 5,78 %, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tahapan penting dalam pengolahan biji kakao kering adalah penyangraian yang berguna untuk pengembangan citarasa khas cokelat. Industri pengolahan cokelat melakukan penyangraian dengan derajat ringan, sedang dan berat, berdasarkan produk yang dikehendaki. Penelitian

  7. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF MELALUI STRATEGI ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA KELAS X SEMESTER II POKOK BAHASAN KALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Arifin

    2012-01-01

    Full Text Available Pada masa sekarang masih banyak guru yang menerapkan metode ceramah dalam pembelajaran. Guru mengajar murid dengantarget kurikulum dan nilai Ujian Nasional. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas belajar siswa rendah dan kemampuan berpikirsiswa tidak berkembang. Model pembelajaran aktif melalui strategi rotating trio exchange memberi kesempatan kepada siswaberpartisipasi aktif dalam pembelajaran melalui diskusi dengan seksama. Melalui kegiatan tersebut metode pembelajaran inidapat membuat siswa aktif sejak awal pembelajaran. Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuipeningkatan kemampuan analisis dan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran aktif dengan strategi rotatingtrio exchange. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Berdasarkan uji t dan uji gain dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran aktif melalui strategi rotating trio exchange dapat meningkatkan kemampuan analisis danaktivitas belajar siswa pada pokok bahasan kalor. Nowadays, there are many teachers still applying lecture learning method. In the classroom, teacher activities to instruction thestudent with curiculum target and National Test values standart only. The lecture learning method makes student's learningactivities and anlytical thinking skill not increased. Active learning with Rotating Trio Exchange Strategy gives an opportunity forstudents to participate in the learning procces by intensif discussion. This experiment research have the goals that are to knowimproving student's learning activities and anlytical thinking skill by applied of active learning with rotating trio exchange strategy.Taking over of data in this research do by observation and test metode. Base of t test and gain test got conclusion that activelearning with rotating trio exchange strategy can be improve student's learning activities and anlytical thinking skill on the calor submaterial.Keywords: active learning; rotating trio

  8. SEMI SINTESIS SENYAWA 2,4,6-TRINITROFENILHIDRAZON KALANON DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP SEL LEUKIMIA L1210

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Chasani

    2011-11-01

    Full Text Available Kalanon adalah senyawa antikanker yang diisolasi dari Calophyllum biflorum Hends dan Ws. Aktivitas kalanon terhadap sel leukemia L1210 masih rendah yakni dengan niali IC50 = 59,4 ug/mL. Suatu senyawa dikatakan aktif sebagai antikanker jjika memiliki nilai IC50 di bawah 10 ug/mL. Penelitian ini ditujukan untuk mensintesis senyawa turunan kalanon dan diharapkan diperoleh senyawa baru yang mempunyai aktivitas lebih tinggi dibandingkan senyawa asal kalanon. Senyawa turunan kalanon diperoleh melalui reaksi antara kalanon dengan 2,4,6-trinitrofenilhidrazin. Reaksi dilakukan pada suhu 78 oC selama delapan jam. Analisis pendahuluan senyawa hasil sintesis dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT menggunakan eluen n-heksana dan etil asetat (2:1, v/v. Pemurnian senyawa hasil sintesis menggunakan teknik rekristalisasi dengan pelarut n-heksana dan diklorometan (3:1, v/v. Senyawa hasil sintesis diperoleh dengan Rf = 0,6609 dan rendemen 5,125 % ( b/b serta berupa kristal berwarna coklat. Identifikasi senyawa hasil sintesis dilakukan dengan spektrometer massa dan spektrofotometer IR. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis yang diharapkan telah terbentuk. Data spektrometer massa diperoleh ion molekul M+ = 647 dengan lepasnya molekul H2. Fragmen-fragmen yang terbentuk adalah pada m/e = 504, m/e = 479, m/e = 451, m/e = 429, m/e = 405, m/e = 377, m/e = 341, m/e = 316, m/e = 281, m/e = 253, m/e = 233, m/e = 207, m/e = 177, m/e = 156, m/e = 135, m/e = 96, m/e = 73, dan m/e = 41. Hasil spektrofotometer IR menunjukkan pita serapan pada 1654.8 cm-1 yang merupakan daerah regang ikatan rangkap C=N, pita serapan pada 3000 cm-1 – 3400 cm-1 adalah pita getaran OH fenol dan pita pada 1380 cm-1 menunjukkan rentangan simetri gugus nitro (NO2. Hasil uji sitotoksik terhadap sel leukemia L1210 menghasilkan nilai IC50 sebesr 47.69 μg/ml.

  9. Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Yang Berasal Dari Kolam Akhir (Final Pond) Dengan Proses Koagulasi Melalui Elektrolisis

    OpenAIRE

    Darwin Yunus Nasution

    2009-01-01

    Pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit yang berasal dari kolom akhir dengan koagulasi melalui elektrolositelah dilakukan. Sampel limbah cair diambil dari kolom akhir Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi KebuAdolina Perbaungan dan diukur pH, COD, BOD dan kekeruhannya. Sebanyak 250 ml sampel limbah cair pabrik kelapa sawit yang berasal dari kolom akhir dimasukkan elektroda aluminium dengan jarak 2 cm dan divariasikan arus yang mengalir selama 2 jam, lalu disaring. Selanjutnya masing-mas...

  10. Studi Korelasi Antara Bod Dengan Unsur Hara N, P Dan K Dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

    OpenAIRE

    Hidup Simanjuntak

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang studi korelasi antara BOD dengan unsur hara N, P dan K dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Sampel Limbah Cair Pabrik Kelapa sawit berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. Nusantara II (Persero) unit Pengolahan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Sampel diambil dari kolam Anaerobik primer 1, kolam Anaerobik primer 2, kolam Anaerobik sekunder 1 dan kolam Anaerobik sekunder 2. BOD dianalisa dengan metode Winkler, N dengan metode Dekstruksi Kjehldahl...

  11. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah menjadi masalah lingkungan yang besar seiring dengan pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia. Konversi limbah padat menjadi bahan bakar pelengkap untuk industri kertas juga tidak memberikan hasil yang signifikan untuk memecahkan masalah pencemaran udara pada saat karbon aktif dibebaskan dari proses pembakaran. Masalah ini secara khusus menuntut sistem pengelolaan sampah yang maju dan efektif secara terus-menerus. Baru-baru ini, optimasi pemanfaatan serat-limbah menjadi alternatif khusus untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah. Namun, tidak semua dapat didaur ulang. Karakteristik limbah padat berserat dari industri kertas tisu cenderung menurun gramaturnya, sehingga sangat disayangkan pemanfaatannya akan berkurang bahkan setelah proses daur ulang. Di sisi lain, struktur kimianya yang telah rusak selama proses produksi tampaknya menjadi semangat baru bagi industri tekstil di masa depan dalam mengembangkan teknologi daur ulang limbah padat berserat, yang menghasilkan benang tekstil generasi baru. Fokus dalam penelitian ini ditekankan pada penemuan tas yang terbuat dari bahan serat-limbah menggunakan metode eksperimental. Identifikasi karakteristik serat-sampah berbasis padat dikembangkan melalui teknik eksplorasi multi-ply yarns berdasarkan sistem interlace. Hubungan antara penciptaan produk dan forecasting  tren pada tahun 2013 akan menjadi analisis berikutnya sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah sampah.Kata Kunci: limbah; multi-ply yarns; sistem interlacing.The Potential of Solid Waste as Multiply Yarn Based on Interlacing SystemsSolid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released

  12. Mesopori MCM-41 sebagai Adsorben: Kajian Kinetika dan Isotherm Adsorpsi Limbah Cair Tapioka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmansyah Darmansyah

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian penggunaan material aluminasilikat MCM-41 sebagai adsorben limbah cair tapioka. Dalam penelitian ini dipelajari permodelan isotermal dan kinetika adsorpsi dari material MCM-41 pada proses adsorpsi limbah cair tapioka. Isotermal Langmuir dan Freundlich digunakan sebagai permodelan isotermal data penelitian. Dari data penelitian yang diperoleh pada konsentrasi COD sebesar 416 - 784 mg/L, proses adsorpsi limbah cair tapioka oleh MCM-41 sesuai dengan pendekatan isothermal Langmuir.  Kapasitas maksimum adsorpsi MCM-41 diperoleh dari pendekatan Langmuir adalah sebesar 15,92 mg/g. Model kinetika pseudo-orde pertama dan pseudo-orde kedua digunakan untuk analisis kinetika adsorpsi pada data penelitian. Model kinetik pseudo-orde pertama yang sesuai dengan proses adsorpsi limbah cair tapioka dengan laju penyerapan adalah 7,48 x 10-2 dan 7,37 x 10-2 g/(min-mg untuk konsentrasi awal secara berturut-turut adalah 608 dan 784 mg/L.

  13. PEMENFAATAN JAMUR PELAPUK UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN NUTRISI LIMBAH TANAMAN KELAPA SAWIT

    OpenAIRE

    -, FARDIL

    2016-01-01

    2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi oleh isolat jamur pelapuk terhadap kandungan nutrisi (Protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN) limbah tanaman kelapa sawit yaitu serat sawit. Penelitian ini menggunakan isolat jamur dari jerami padi, jamur trametes versicolor dan jamur ganoderma applanatum, limbah serat sawit, dedak, kapur, air serta bahan kimia untuk analisis proksimat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari...

  14. ISOLASI MIKROBA YANG DAPAT MENGHILANGKAN BAU PADA PUPUK ORGANIK AIR LIMBAH CUCIAN BERAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfarisna .

    2015-04-01

    Full Text Available Air limbah cucian beras jika difermentasi selama dua minggu menimbulkan bau. Penelitian yang dilakukan dengan menambah Efektif Microorganisme (EM 4 dapat memperpendek waktu fermentasi dan tidak menimbulkan bau. Efektif Microorganisme 4 adalah produk dari luar, sementara Indonesia mempunyai banyak mikroorganisme lokal yang potensial untuk dikembangkan. Pupuk organik ini telah diteliti pada tanaman anggrek, sayur-sayuran, dan kedelai. Tujuan penelitian untuk mendapatkan mikroorganisme lokal yang dapat menghilangkan bau pada air limbah cucian beras yang akan digunakan sebagai pupuk organik. Isolasi dengan menggunakan media Patato Dextrose Agar (PDA dan Mann Rogosa Sharpe Agar (MRSA, dengan sumber inokulan air limbah cucian beras, ragi tape, kombucha, dan yoghurt. Hasil isolasi diperoleh 2 jenis Lactobacillus dari air limbah cucian beras dan yogurt. Ada tujuh khamir yang diperoleh, yaitu dari air limbah cucian beras (4 jenis, ragi tape (2 jenis, dan kombucha (1 jenis. Dari hasil penelitian ini dipilih 1 jenis Lactobacillus, dan 4 jenis khamir yang dapat hidup dengan baik di dalam air limbah cucian beras dan tidak menimbulkan bau.

  15. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  16. Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Rumah Susun Tanah Merah Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daneswari Mahayu Wisesa

    2017-01-01

    Full Text Available Kegiatan rumah tangga pada Rumah Susun Tanah Merah menghasilkan air limbah domestik yang terdiri dari greywater dan blackwater. Greywater pada Rumah Susun Tanah Merah langsung dibuang ke drainase tanpa melalui proses pengolahan. Sedangkan blackwater diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL eksisting, namun efluen yang dihasilkan masih belum memenuhi baku mutu. Di sisi lain, warga Rumah Susun Tanah Merah mengalami kekurangan air untuk kegiatan sehari-hari. Instalasi Pengolahan Air Limbah dibutuhkan untuk mengolah air limbah domestik menjadi air olahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Pada perencanaan ini dilakukan perhitungan air limbah domestik yang dihasilkan oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah. Selain itu dilakukan analisis karakteristik greywater dan blackwater. Debit dan karakteristik air limbah domestik tersebut menjadi acuan dalam perhitungan IPAL. Unit IPAL yang digunakan yaitu Grease Trap, Anaerobic Baffle Reactor (ABR dan Aerobic Biofilter. Grease Trap yang direncanakan memiliki efisiensi penyisihan minyak dan lemak mencapai 95%. Sedangkan Anerobic Baffle Reactor dan Aerobic Biofilter memiliki efisiensi penyisihan BOD, COD, TSS berturut turut adalah 99,5%, 98,8%, dan 99%. Air hasil olahan ditampung pada bak penampung dan dapat dimanfaatkan kembali oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah untuk menyiram tanaman dan sebagai air penggelontor.

  17. Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Hotel X di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hutomo Dwi Prabowo

    2017-03-01

    Full Text Available Hotel X merupakan salah satu hotel bintang 4 di Surabaya yang memiliki sarana pengolahan limbah cair dengan kualitas effluent belum memenuhi baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 tahun 2013. Berdasarkan hasil pelaporan pengujian kualitas effluent Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Hotel X pada 11 Juni 2015 diketahui bahwa salah satu parameter kualitas effluent tidak memenuhi baku mutu. Parameter tersebut adalah COD dengan konsentrasi sebesar 71,684 mg/l. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap IPAL yang ada. Unit yang dievaluasi terdiri dari bak ekualisasi, tangki aerasi, dan bak pengendap 2 dengan sistem activated sludge. Unit-unit ini dievaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas masing-masing bangunan. Sampel yang diuji diambil dari influent dan effluent tiap bangunan untuk mengetahui tingkat penyisihan dari tiap bangunan. Hasil evaluasi berupa perubahan fungsi unit, modifikasi unit, dan juga penambahan unit baru.yang direncanakan agar kualitas effluent IPAL Hotel X memenuhi baku mutu. Biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan sesuai hasil evaluasi adalah Rp. 297.960.000,-

  18. ANALISIS KARAKTERISTIK SAMPAH DAN LIMBAH CAIR PASAR BADUNG DALAM UPAYA PEMILIHAN SISTEM PENGELOLAANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Jana

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan analisis data di lakukan di lapangan danlaboratorium. Pengukuran kuantitas sampah dilakukan selama satu minggu berturut-turut, sedangkanpengukuran karakteristik yang meliputi komposisi, kepadatan dan kadar air sampah dilakukan sebanyak tigakali pengukuran. Pengukuran kuantitas dan kualitas limbah cair juga dilakukan sebanyak tiga kali. Parameterlimbah yang diukur adalah parameter kimia dan fisik yang meliputi BOD5 dengan metode elektroda, CODdengan titrimetrik, TSS dengan metode filter membran, serta parameter bakteriologis menggunakan metodeMPN dengan tabung fermentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa timbulan sampah pasar Badung sebanyak 33,13 M3 per hari,yang terdiri dari empat komponen, yaitu; sampah organik sebesar 71,51 %, sampah plastik sebesar 14,61%,sampah kertas dan karton sebesar 12,59 %, dan sisa-sisa potongan kain dan lain lain sebesar 1,29 % dengandensitas sebesar 244,33 kg/m3 dan kadar air mencapai 25,67%. Perkiraan volume limbah cair yang dihasilkanPasar Badung adalah sebesar 49.056 liter per hari dengan kualitas termasuk kedalam kualitas limbah klas IIIberdasarkan kandungan TSS dan termasuk kedalam kualitas limbah klas IV berdasarkan kandungan BODdan COD serta adanya indikator tercemar tinja manusia karena mengandung bakteri Coliform maupun E.coli. Limbah cair ini memberikan beban pencemaran secara langsung terhadap Kali Badung.Berdasarkan karakteristik sampah yang didapatkan, maka alternatif yang paling tepat diterapkanuntuk pengolahan sampah Pasar Badung adalah dengan melakukan pemilahan pada sumbernya kemudiansampah organik diolah dengan metode komposting dan sampah anorganik dilakukan upaya daur ulang,sehingga kebutuhan TPA menjadi berkurang serta nilai ekonomis sampah bisa diangkat. Berdasarkan kualitaslimbah cair, maka limbah cair yang dihasilkan Pasar Badung sudah seharusnya dibuatkan suatu instalasipengolahan air limbah (IPAL secara lengkap, sehingga tidak

  19. PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEH BOTOL DENGAN TEKNOLOGI BIOLOGIS ANAEROBIK UASB – WETLAND

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misbachul Moenir

    2014-11-01

    Full Text Available Industri minuman ringan merupakan salah satu industri yang mengeluarkan air limbah dengan beban organik yang cukup tinggi. Sistem pengolahan air limbah yang berkategori low rate seperti sistem activated sludge yang sekarang diterapkan di industri kurang sesuai lagi untuk mengolah air limbah yang mengandung cemaran organik tinggi dan bersifat kompleks terlarut. Sistem Up-flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB adalah salah satu proses anaerobik dengan efisiensi tinggi yang dapat beroperasi pada beban organik tinggi. Proses pengolahan dengan wetland sebagai pengolahan lanjutan dapat menurunkan kadar cemaran organik lebih lanjut. Pada penelitian digunakan air limbah yang berasal dari salah satu industri teh botol di Jawa Tengah. Sumber mikroba anaerob yang digunakan sebagai seeding reaktor UASB (2 unit paralel berasal dari lumpur anaerob yang terbentuk pada pengolahan air limbah industri tahu yang telah berfungsi dengan baik. Waktu tinggal dalam reaktor UASB secara total selama 19 jam dengan debit 2.297 l/hari. Pengolahan lanjutan dari reaktor UASB dilakukan dengan pengolahan wetlandHasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB I dan II dapat mereduksi COD dengan efisiensi tertinggi 88,51% dan pengolahan dengan wetland tertinggi 85,02%, selanjutnya pengolahan air limbah dengan kombinasi UASB dan wetland dapat mereduksi beban cemaran COD antara 97,65 – 98,90 %  dan hasil effluen sudah memenuhi baku mutu air limbah industri minuman dalam botol menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012,  yaitu COD = 35,44 mg/l, TSS = 16 mg/l, dan BOD5 = 13,44 mg/l.

  20. Ketertarikan Bactrocera carambolae (Diptera: Tephritidae pada Senyawa Volatil Olahan Limbah Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Rini Indriyanti

    2013-03-01

    Full Text Available Tanaman kakao (Theobroma cacao menghasilkan biji. Biji ditutupi oleh pulp pada saat dipanen, kemudian difermentasi selama tiga hari untuk diambil biji kakao dan dihasilkan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketertarikan lalat buah pada olahan limbah kakao dan mengidentifikasi senyawa kimia volatil yang menarik lalat buah. Penelitian dilakukan di laboratorium, dimulai dari pengolahan limbah kakao, pengujian ketertarikan B. carambolae pada limbah dan mengidentifikasi senyawa volatil olahan limbah kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jantan dan betina B. carambolae tertarik pada limbah. Olahan limbah kakao berisi berbagai senyawa volatil yakni: amonia; etil-2-hidroksi propanoat ; 7-dodesenil asetat; senyawa asetamida; 3,5-dihidroksi-2-metil-5,6-dihidropiran; hidroksi metilfurfurol; dan derivat-1-undekuna.The cocoa plants (Theobroma cacao produce seeds. The seeds are covered by pulp when it is harvested. Then these seeds were fermented for three days to transform them becoming cocoa seeds and the fermentation would produce liquid wastes. The study aims to test the attractiveness of fruit flies to the processed liquid cocoa wastes and to identify the chemical compounds which attract fruit flies. The study was conducted in the laboratory, beginning from the processing of cocoa wastes, the testing of the attractiveness of B. carambolae to wastes and to identify the chemical compounds of the processed cocoa wastes. The result showed that males and females B. carambolae were attracted to the wastes.The processed cocoa wastes contain various chemical compounds, i.e. ammonia; ethyl-2-hydroxy propanoate; 7-dodecenyl acetate; acetamide compounds; 3,5 dihydroxy-2-methyl-5,6-dihydropyrane; hydroxyl methylfurfurol; and 1-undecyne derivates.

  1. Pengaruh Laju Alir Inlet Reaktor MSL terhadap Reduksi BOD, COD, TSS, dan Minyak/Lemak Limbah Cair Industri Minyak Goreng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salmariza Sy

    2017-06-01

    Full Text Available This research was conducted by treating edible oil industry wastewater used Multi Soil Layering (MSL method. The MSL reactor was built from a 200x120x200 cm concrete basin. Andisol soil was mixed with sawdust and fine charcoal at each ratio 5:1:1 based on dry weight as an impermeable layer. The flow rate variations were 250, 500, 1000, and 1500 L/m2.day. The observed pollutant parameters were BOD, COD, TSS, oil/fat, and pH. The results showed that MSL reactor was effective to decrease the pollutant content of edible oil industry wastewater. The reactor could reduce concentration of effluent parameters below standard except for oil/fat parameters at high flow rates. In the effluent was found BOD 0.66-14.22 mg/L, COD 5-69 mg/L, TSS 9-26 mg/L, and oil/fat 2-9 mg/L. The flow rate had an effect on reduction efficiency of BOD, COD, TSS, and oil/fat but did not effect pH as all flow rate could raise pH 6.37-6.95 became pH 6.99-7.24. The lower the flow rate the higher the reduction efficiency. The reduction efficiency at flow rates 250 and 1500 L/m2 days for BOD were 99% and 86%, COD were 96% and 71%, TSS were 88% and 77%, and oil/fat were 80% and 60%.ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan dengan mengolah air limbah industri minyak goreng menggunakan metoda Multi Soil Layering (MSL. Reaktor MSL dibuat dari beton berbentuk bak ukuran 200x120x200 cm. Tanah andisol dicampur dengan serbuk gergaji dan arang halus pada rasio masing-masing 5:1:1 berdasarkan berat kering sebagai penyusun lapisan impermeable. Variasi laju alir yaitu 250, 500, 1000, dan 1500 L/m2.hari. Parameter pencemar yang dianalisis meliputi BOD, COD, TSS, minyak/lemak, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor MSL sangat efektif untuk menurunkan kandungan zat pencemar limbah cair industri minyak goreng. Reaktor dapat mereduksi konsentrasi parameter outlet sampai dibawah baku mutu yang distandarkan kecuali untuk parameter miyak/lemak pada perlakuan laju alir tinggi. Pada effluen

  2. PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fithia Dyah Puspitasari

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe imbalance nutrition intake for a long term period can cause changes in weight, body composition andmay alter health problem. The environment temperature can affect the 24 Hours Energy Expenditure (24-hEE magnitude. This research was aimed to investigate the differences of adult's nutrient intake pattern inhigh-temperature and low-temperature area. Research was held in high-temperature area (Jakarta and lowtemperaturearea (Tawangmangu. Frequency distribution analysis was done to obtain the respondentcharacteristics, while bivariat test was done to determine the difference of energy consumption rate andnutritions. The results showed that the subjects in high-temperature area consumed higher total protein,total vitamin B2 and total calcium than the subjects in low-temperature area. Subject in low-temperaturearea consumed more partial calcium compare to subjects in high-temperature area. There was a signifiCantdifference in average of total vitamin A intake between less and overweight group (p=0,049; normal andoverweight group (p=0,007 and between overweight and obese group (p=0,004.Keywords: Nutrient intake, nutrition status, environment temperature ABSTRAKKetidakseimbangan asupan zat gizi pada jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan berat badan,komposisi tubuh dan memungkinan timbulnya gangguan kesehatan. Suhu lingkungan mempengaruhibesaran 24 Hours Energy Expenditure (24-h EE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan polakonsumsi zat gizi orang dewasa di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan bersuhu rendah. Penelitiandilakukan di area bersuhu tinggi (Jakarta dan area bersuhu rendah (Tawangmangu. Analisis distribusifrekuensi dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden sedangkan uji bivariat dilakukan untukmengetahui beda jumlah konsumsi energi dan zat gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek padaarea suhu tinggi mengonsumsi protein total, vitamin B2 total dan kalsium total lebih banyak

  3. Peranan Diet Rendah Serat terhadap Timbulnya Hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afifah Muthmainnah

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari pleksus hemoroidal inferior atau superior yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sumatera Barat menempati urutan kedua terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah terdapat peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain case control yang dilakukan pada 44 orang, terdiri dari 22 kasus dan 22 kontrol. Data primer dikumpulkan dengan mencatat hasil anamnesis berdasarkan kuesioner dan FFQ (Food Frequency Questionnaire dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk FFQ, dan aplikasi komputer dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square disertai derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa hemoroid lebih banyak diderita oleh pasien yang berumur diatas 40 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid (OR tidak ditemukan, namun terdapat faktor lain yang berperan terhadap timbulnya hemoroid yaitu jenis pekerjaan (OR=6,5. Diet rendah serat, riwayat hemoroid dalam keluarga, dan kebiasaan posisi BAB bukan merupakan faktor risiko hemoroid dalam penelitian ini. Jenis pekerjaan merupakan faktor risiko hemoroid.Kata kunci: hemoroid, diet rendah serat, FFQAbstractHemorrhoid are the dilated veins of the plexus hemoroidal varicose inferior or superior due to various factors. West Sumatra ranks second lowest fiber consumption in all provinces of Indonesia. The objective of this study was to determine the role of low-fiber diet in the occurrence of hemorrhoid in RSUP. Dr. M. Djamil Padang. This research was an analytic observational uses case control design that conducted on 44 people, consisting of 22 cases and 22 controls. Primary data were collected by recording the results of history by questionnaire and FFQ (Food

  4. Persentase Karkas Itik Peking yang Diberi Pakan dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit Mengandung Limbah Kopi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Penggunaan wafer ransum komplit mengandung limbah kopi pada itik peking dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berat akhir dan persentase karkas. Materi penelitian yang digunakan adalah itik peking umur 1 hari (DOD sebanyak 96 ekor dibagi dalam 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ransum yang digunakan satu bulan pertama adalah ransum komersil, dan satu bulan terakhir wafer ransum komplit mengandung limbah kopi. Ransum perlakuan yang diberikan adalah: P0 = Wafer ransum komplit 0% limbah kopi (kontrol, P1 = Wafer ransum komplit 2,5% limbah kopi, P2 = Wafer ransum komplit 5% limbah kopi, dan P3 = Wafer ransum komplit 7,5% limbah kopi. Parameter yang diamati: bobot hidup, bobot karkas, bobot potongan karkas, persentase karkas, dan persentase potongan karkas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan analysis of variance dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah kulit kopi sebagai bahan penyusun ransum itik peking dalam bentuk wafer ransum komplit berpengaruh nyata terhadap bobot akhir. Penggunaan limbah kulit kopi 2,5% dalam ransum secara signifikan (P<0.05 meningkatkan bobot karkas dan potongan karkas. Dapat disimpulkan penggunaan limbah kulit kopi sebanyak 2,5% sebagai bahan penyusun wafer ransum komplit tidak memberi pengaruh negatif terhadap bobot badan akhir, persentase karkas dan potongan karkas itik peking.    (Carcass percentage of peking duck feed wafer complete ration containing of coffee waste  ABSTRACT. This research was conducted to study the effectiveness of wafer complete ration containing coffee waste on the final body weight and carcass percentage. The study used 96 DOD Peking duck. Completely Randomized Design (CRD consisting of 4 treatments and 3 replications. Rations used during the first month was a commercial ration, and then subsequently wafer complete ration of coffee waste given as treatments; P0 = wafer complete ration contained 0% of coffee waste

  5. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  6. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2012-01-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  7. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Hernaman

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering (KcBK tertinggi (P<0,05 diperoleh padakulit singkong, yaitu 64,92. Potensial hidrogen (pH untuk semua perlakuan menghasilkan nilai yang sama (P>0,05 dengan kisaran 6,97-6,99. Kesimpulan, campuran daun, batang, dan kulit singkong paling baik digunakan sebagai pakan domba.

  8. APLIKASI GEOLISTRIK 3-DIMENSI UNTUK MENGETAHUI SEBARAN LIMBAH RCO (RUBBER COMPOUND OILS DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FV Daraninggar

    2014-11-01

    Full Text Available Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai. Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dengan spasi antar elektroda lima meter. Data nilai resistivitas limbah industri minyak bakar RCO diolah menggunakan software IPI2Win, kemudian distribusi resistivitas digambarkan dalam bentuk 3-dimensi menggunakan software Res2dinv, Res3dinv, Slicer Dicer. Hasil interpretasi 3-dimensi menyimpulkan bahwa limbah industri minyak bakar RCO telah menyebar lebih dari 43,75 meter ke arah timur pabrik, lebih dari 20 meter ke arah utara dan kedalaman lebih dari 12 meter dengan nilai resistivitas 11-20 ohm.m. Limbah diduga tersebar pada lapisan tanah dengan struktur batuan lempung dan pasir. {0>Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai.<}0{>Waste treatment technology of used rubber tires to produce RCO (Rubber Compound Oils fuel oil is a solution of the accumulatoin of abandoned used tires.<0} {0>Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan.<}0{>However, the oil conversion of dumped RCO wastes might cause environmental pollution.<0} {0>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.<}0{>The purpose of this study was to determine the resistivity value and the pattern of 3D distribution of industrial RCO wastes in a treatment plant, subdistrict

  9. Desain Produk Kerajinan dan Ornamen Bangunan Bergaya Etnik Dayak dari Hasil Pengolahan Injeksi Limbah Plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarto -

    2016-03-01

    ABSTRAK   Dengan meningkatnya penggunaan plastik di Indonesia umumnya dan Kalimantan pada khususnya maka akan meningkatkan juga jumlah limbah plastik yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan alat pemanas limbah plastik yang digerakkan dengan hydraulic berkapasitas 3 (tiga ton mampu menghasilkan produk kerajinan dan orna- ment bangunan yang berkualitas baik, ini terlihat pada hasil uji alat sehingga proses re- cycle dapat berlangsung. Dengan pemanasan pada mesin pencetak menggunakan suhu 2700-2800  pada cetakan kayu bengkirai kombinasi plat besi, plastik kresek (HDPE limbah rumah tangga dapat dicetak menjadi modul bermotif Dayak yang selanjutnya dapat digunakan untuk ornamen bangunan. Dihasilkan modul plastik injeksi yang kemudian dapat dirangkai menjadi ornamen bangunan. Untuk dapat digunakan sebagai ornamen bangunan modul-modul hasil injeksi plastik tadi di rekatkan pada bingkai kayu dimaksudkan agar memudahkan pada saat di gabungkan sebagai ornamen bangunan.   Kata kunci : Plastik, Pemanas, Cetakan, modul, Dayak

  10. IMPLEMENTASI KONSEP LEAN PADA AKTIVITAS PEMELIHARAAN PT. PJB UP GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Bima Nugraha

    2012-09-01

    Full Text Available PT. PJB UP Gresik merupakan pembangkit energi listrik yang berada di Gresik, Jawa Timur. PT. PJB UP Gresik berusaha mencapai peningkatan kesiapan, keandalan, dan efisiensi yang merupakan target utama dari proses unit pembangkitan, dengan perencanaan dan pengendalian pemeliharaan yang disebut dengan Work Planning & Control (WP&C. Walaupun PT. PJB UP Gresik telah menggunakan sistem WP&C, kegiatan pemeliharaan pembangkit yang dilakukan masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan pengukuran performansi model Overall Measure of Maintenance Performance, hanya beberapa faktor indikator perhitungan yang telah memenuhi target, yaitu Overdue tasks, Degree of scheduling, Evaluation of preventive maintenance and predicitve maintenance dan Emergency man-hours. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan efisiensi aktivitas pemeliharaan yang salah satunya dengan mengurangi pemborosan atau waste. Penelitian ini diterapkan konsep Lean performansi model Overall Measure of Maintenance Performance, Value Stream Maintenance Mapping (VSMM dan Risiko. Model performansi digunakan untuk mengukur aktivitas awal perawatan dan menggunakan konsep lean untuk mendeteksi waste. Waste yang terdeteksi dikaitkan dengan risiko kegagalan unit pembangkit

  11. ANALISIS AKTIVITAS NITROGENASE DAN GEN NIFH ISOLAT BAKTERI RHIZOSFER TANAMAN PADI DARI LAHAN SAWAH PESISIR JAWA BARAT

    OpenAIRE

    Dwi Ningsih Susilowati; Mamik Setyowati

    2016-01-01

    AbstrakPenambatan nitrogen oleh bakteri rhizosfer dapat dimanfaatkan untuk menyiasati dampak salinitas pada tanah sawah pesisir. Kemampuan tersebut disebabkan oleh aktivitas nitrogenase yang disandikan gen nifH pada komponen II. Penelitian  ini bertujuan  menganalisis aktivitas nitrogenase pada kondisi salin dan mengidentifikasi gen nifH. Sebanyak 50 isolat bakteri rhizosfer asal tanah sawah pesisir daerah Eretan dan Patimban, Jawa Barat telah dianalisis. Lima isolat yang menunjukkan aktivita...

  12. PENENTUAN AKTIVITAS UNSUR RADIOAKTIF THORIUM YANG TERKANDUNG DALAM PROTOTIPE SUMBER RADIASI KAOS LAMPU PETROMAKS

    OpenAIRE

    A. Nugraheni; P Dwijananti; Sayono -

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis unsur radioaktif thorium yang terkandung dalam prototipe kaos lampu petromaks, mengetahui aktivitas jenis dan umur paruh unsur radioaktif thorium tersebut. Analisis data menggunakan metode spektrometri gamma dengan detektor Ge(Li). Data pencacahan berupa spektrum energi gamma, yang memberikan informasi energi gamma dan cacahnya. Jenis unsur radioaktif dan umur paruhnya diketahui dengan mencocokkan energi gamma pada tabel isotop. Sedangkan aktivita...

  13. POLA AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscogutattus Forsskal, 1775)

    OpenAIRE

    Regina Melianawati; Rarastoeti Pratiwi

    2011-01-01

    Masalah utama yang masih dihadapi dalam usaha budidaya ikan kerapu macan adalah tingkat mortalitas yang tinggi pada stadia larva. Perkembangan struktur sistem pencernaan dan fungsi enzimatik yang masih sederhana dan belum sempurna diyakini merupakan salah satu penyebab terjadinya hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeteksi waktu awal aktivitas enzim pencernaan dan (2) mengetahui pola aktivitas enzim pencernaan pada larva umur 1 hingga 20 hari. Enzim yang dianalisis meliputi pr...

  14. POROSITAS DAN PERMEABILITAS KOMPOSIT BERPORI DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KACA (CULT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MI Savitri

    2014-11-01

    Full Text Available Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glycol  (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana. Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam. Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%. Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG. Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15 m2. Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai. Hasil pengujian diperoleh air dengan sifat fisis air bening dan tidak berbau, sehingga komposit berpori dari limbah kaca dapat menyaring air limbah.  {0>Komposit berpori dengan bahan dasar limbah kaca dan Polyethylen Glicol (PEG telah dihasilkan dengan metode pencampuran sederhana.<}0{>Porous composites from waste glass and Polyethylene Glycol (PEG have been synthesized by a simple mixing method.<0} {0>Pori pada komposit terbentuk akibat PEG yang menguap ketika dipanaskan pada temperature 700oC selama 2,5 jam.Variasi pori dihasilkan dengan mengatur komposisi PEG yaitu 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9%.Komposit berpori memiliki nilai porositas yang bertambah dengan kenaikan komposisi PEG.<}0{>The pores of the composite were formed due to the evaporation of PEG when heated at temperature of 700oC for 2.5 hours. The pore variation may be obtained by adjusting the PEG composition, i.e. 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, and 9%. The porous composites have higher porosity because of the PEG composition.<0} {0>Komposit berpori memiliki porositas pada rentang 1% hingga 5% dan nilai permeabilitas komposit berpori yaitu (0.3-25x10-15m2.Potensi komposit berpori sebagai filter air diujicobakan dengan mengalirkan limbah air sungai.<}0{>Mesoporous composites have porosity ranging from 1% to 5% and the permeability has value

  15. PENGARUH BIAYA OPERASIONAL DAN ARUS KAS (AKTIVITAS OPERASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT. PINDAD (PERSERO BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misbah Nuryani

    2016-03-01

    Abstrak - Penelitian ini dilakukan pada PT Pindad (perseo yang memiliki fungsi sebagai penyedia alat militer dan komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biaya operasional dan arus kas (aktivitas operasi terhadap profitabilitas (Net Profit Margin secara parsial dan simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan laporan keuangan tahunan PT. Pindad (Persero dalam 2009-2013 sebanyak lima buah sample. Untuk menentukan jumlah biaya operasional dan arus kas (aktivitas operasi terhadap profitabilitas (Net Profit Margin digunakan Analisis Regresi berganda. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan statistic uji F statistic t dua pihak dengan α = uji 0,05. Proses analisis statistic dengan menggunakan SPSS 17,0 untuk Windows.  Hasil studi ini menunjukkan bahwa Biaya operasional terhadap profitabilitas secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0.958 atau 95,8%. Arus kas (aktivitas operasi dan profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Sehingga tingkat pengaruh Arus kas (aktivitas operasi sebesar -0,097 atau 9,7%. Biaya operasional dan arus kas (aktivitas operasi terhadap profitabilitas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 98,1% sedangkan sisanya 1,9% dipegaruhi faktor lain.   Kata Kunci : Biaya Operasional, Arus Kas (Aktivitas Operasi, Profitabilitas (NPM

  16. KAJIAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN DATA PAP-SMEAR IBU RUMAH TANGGA DALAM SURVEILANS INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA KELOMPOK RISIKO RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Hargono

    2013-05-01

    Full Text Available Latar Belakang: Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS pada kelompok risiko rendah mengalami peningkatan. Analisisdata PKBI Jawa Timur 2004–2009 menunjukkan peningkatan kasus IMS melalui pemeriksaan pap-smear pada ibu rumahtangga. Kajian kebijakan penggunaan data pap-smear dilakukan sebagai bahan pengembangan surveilans IMS padakelompok risiko rendah. Metode: Riset kualitatif dengan kaidah analisis kebijakan dari Walt dan Gilson yang meliputiaktor, konteks, isi dan proses. Penelitian dilakukan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan Bali. Informanadalah pelaksana surveilans IMS dan pap-smear dinas kesehatan propinsi, dinas kesehatan kota, rumah sakit, puskesmas,balai pengobatan dan LSM. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Disscussion (FGD dan study dokumen. Datadianalisis dengan cara content analysis. Hasil: Aktor yang berperan dalam surveilans adalah unit surveilans epidemiologipusat hingga di daerah. Unit tersebut didukung oleh institusi pelaksana surveilans IMS dan pap-smear yang meliputipemerintah, swasta dan masyarakat. Faktor situasional data kesehatan dan penelitian memperlihatkan meningkatnyakejadian IMS pada ibu rumah tangga. Faktor struktural di masyarakat menunjukkan surveilans IMS sudah dilaksanakandan masyarakat merasakan pentingnya informasi kejadian IMS pada kelompok risiko rendah. Isi kebijakan meliputi fokusdeteksi dini dan pencegahan IMS pada ibu rumah tangga, penggunaan data dan informasi kegiatan pemeriksaan ibu rumahtangga dan pengembangan surveilans IMS menggunakan data pap-smear. Saran: Fokus pencegahan dan mengatasi penyebaran penyakit IMS diperluas pada kelompok risiko rendah yaitu ibu rumah tangga. Memperkuat sistem dan jejaringsurveilans epidemiologi IMS dan HIV/AIDS sebagai upaya pemantauan terus menerus pada masalah IMS.

  17. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica) sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe

    OpenAIRE

    Gary Intan Ramadhani; Atiek Moesriati

    2013-01-01

    Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica) merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasi...

  18. Pemanfaatan Limbah Daun Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramayanty Bulan

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak. Limbah padat pada perkebunan kelapa sawit telah diketahui potensial sebagai bahan baku pupuk organik padat melalui proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik dan mengkarakterisasi proses pengomposan limbah daun kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik potensial. Proses pengomposan dilakukan dengan dua faktor perlakuan, meliputi komposisi bahan katalisator kompos (Bokashi, Vermikompos dan Natural dan ukuran cacahan daun sawit (2 cm, 4 cm 6 cm. Parameter yang diamati meliputi persentase penyusutan massa dan fluktuasi perubahan suhu selama proses pengomposan, serta pengukuran zat hara Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK dan rasio C/N yang terkandung pada hasil pengomposan yang diukur setelah 10 dan 14 minggu proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengomposan dengan bokashi memberikan penyusutan massa terbesar jika dibandingkan dua metode lainnya pada semua ukuran cacahan yaitu sebesar 32%. Cacahan daun sawit yang berukuran kecil cenderung memberikan proses pengomposan yang lebih cepat dan memberikan produk kompos yang lebih baik. Hasil pengukuran setelah proses pengomposan menunjukkan bahwa interaksi dua faktor perlakuan yang diberikan hanya berpengaruh signifikan pada rasio C/N dan tidak signifikan pada zat hara NPK.   Utilization of Waste Palm Leaves as Raw Material Palm Compost Abstract. The use of oil palm plantation solid waste, particularly oil palm leaf as organic compost raw material are now receiving greater attention by researchers, but have not been fully utilized on large scale, either agriculturally or industrially. The aim of present study was to characterize composting process with oil palm leaf as raw material. The research of composting conducted with two combination of composting factor, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, 6 cm. The percentage of mass reduction and temperature

  19. Analisa Spektrum Motor Imagery pada Sinyal Aktivitas Otak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Chandra

    2017-01-01

    Full Text Available Otak merupakan organ vital pada tubuh manusia yang berperan sebagai pusat kendali sistem saraf manusia. Sinyal yang dikeluarkan otak (EEG mengandung berbagai informasi yang dapat dimanfaatkan pada teknologi BCI. Salah satu informasi yang dapat digunakan adalah informasi motorik baik mengenai motor execution maupung motor imagery. Pada penderita stroke yang biasanya mengalami kelumpuhan pada anggota gerak tubuhnya, informasi mengenai motor imagery dapat dimanfaatkan untuk aplikasi Brain Computer Interface terutama dalam rehabilitasi kelumpuhan anggota gerak pasien tersebut. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat sistem EEG untuk merekam sinyal EEG pada otak untuk menganalisa spektrum motor imagery pada sinyal aktivitas otak. Sistem terdiri dari rangkaian filter pasif, rangkaian proteksi, penguat isntrumentasi, common mode rejection, amplifier, dan filter. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sinyal EEG pada tasking motor imagery dan motor execution. Selanjutnya, informasi motorik baik motor execution dan motor imagery dapat diaplikasikan lebih lanjut pada sistem BCI terutama pada rehabilitasi medik.

  20. Pengaruh Derajat Deasetilasi Nano Kitosan Untuk Menyerap Ion Zn2+ Dari Limbah Cair Industri Karet

    OpenAIRE

    Susi Kamelia S

    2009-01-01

    Penelitian tentang Pengaruh Derajat Deasetilasi Kitosan nano Partikel untuk Menurunkan Konsentrasi ion Zn2+ dalam Limbah Industri Karet, dengan variasi waktu perendaman, berat kitosan, dan waktu kontak. Derajat deasetilasi dengan variasi waktu perendaman (1 – 5 hari), berat kitosan (gram) dan waktu kontak (menit). Pencampuran kitosan nano partikel dengan menggunakan Jartest dan hasilnya diukur dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deraja...

  1. Penurunan Kadar Amonium dan Fosfat pada Limbah Cair Industri Pupuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Rodlia Fitriana

    2017-01-01

    Full Text Available Limbah cair industri pupuk mengandung kadar amonium dan fosfat yang cukup tinggi. Kadar ini dihasilkan dari kegiatan produksi pabrik amoniak dan pabrik asam fosfat. Penurunan ammonium dan fosfat ini dapat dilakukan melalui proses presipitasi kimiawi dan menghasilkan mineral Magnesium Ammonium Phosphate (MAP atau Struvite. Sumber Mg yang akan digunakan adalah MgCl2. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan sistem batch. Variabel yang digunakan adalah kecepatan pengadukan, pH, dan rasio molar [Mg2+]:[NH4+]:[PO43-]. pH yang akan digunakan adalah 7,5; 8; dan 8,5. Sedangkan rasio molar yang digunakan adalah 1:1:1; 1,5:1:1; dan 2:1:1. Kedua hasil variabel ini merupakan hasil dari permodelan Visual MINTEQ v3.0. Variasi G.td yang digunakan adalah 0,5.106; 106; dan 1,5.106. Presipitasi dilakukan selama 60 menit dan dilanjutkan dengan proses sedimentasi selama 30 menit. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah presentase removal amonium dan fosfat optimum terjadi pada pH 8,5 dan rasio molar 1:1:1 dengan G.td 106 atau setara degan 158 rpm. Kadar amonium awal sebesar 2864 mg/L dan fosfat sebesar 14656 mg/L. Residual amonium sebesar 396,82 mg/L dan residual fosfat sebesar 148,86 mg/L. Residual amonium dan fosfat pada penelitian ini masih tinggi.

  2. Pengolahan Limbah Cair Pabrik Pupuk Urea Menggunakan Advanced Oxidation Processes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmadi Darmadi

    2014-06-01

    Full Text Available Limbah cair pabrik pupuk urea terdiri dari urea dan amonium yang masing-masing mempunyai konsentrasi berkisar antara 1500-10000 ppm dan 400-3000 ppm. Konsentrasi urea yang tinggi di dalam badan air dapat menyebabkan blooming algae dalam ekosistem tersebut yang dapat mengakibatkan kehidupan biota air lain terserang penyakit. Peristiwa ini terjadi karena kurangnya nutrisi bagi biota air dan sedikitnya sinar matahari yang dapat menembusi permukaan air. Disamping kedua hal tersebut di atas, algae juga dapat memproduksi senyawa beracun bagi biota air dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah urea menggunakan oksidasi konvensional (H2O2 dan Advanced Oxidation Processes (kombinasi H2O2-Fe2+ pada pH 5 dengan parameter yang digunakan adalah variasi konsen-trasi awal H2O2  dan konsentrasi Fe2+. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi urea tertinggi diperoleh pada penggunaan reagen fenton (8000 ppm H2O2 dan 500 ppm Fe2+, yaitu dapat menurunkan urea dari konsentrasi awal urea 2566,145 ppm menjadi 0 ppm. Kinetika reaksi dekomposisi urea menjadi amonium dan amonium menjadi nitrit dan nitrat yang diuji mengikuti laju kinetika reaksi orde 1 (satu terhadap urea dan orde satu terhadap amonium dengan konstanta laju reaksi masing-masing k1 = 0,019 dan k2 = 0,022 min-1.

  3. ADSORPSI LOGAM SENG (Zn DAN TIMBAL (Pb PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Rianti Priadi

    2014-05-01

    Full Text Available ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L; Cu (0.033 mg/L; Pb (1.20 mg/L; and Zn (7.00 mg/L. Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb and zinc (Zn with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L; Cu (0,033 mg/L; Pb (1,20 mg/L; dan Zn (7,00 mg/L. Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan

  4. Optimasi Proses Pemesinan Milling Fitur Pocket Material Baja Karbon Rendah Menggunakan Response Surface Methodology

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    The Jaya Suteja

    2008-01-01

    dan pergeseran pahat dengan kekasaran permukaan dan waktu pemakanan material untuk dua macam cut type. Setelah itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mencari kombinasi kedalaman potong dan pergeseran pahat untuk mendapatkan kondisi optimum yaitu MRR yang paling tinggi dan Ra yang paling rendah. Proses pemesinan milling pada penelitian ini dilakukan pada sebuah fitur pocket material baja karbon rendah dengan dimensi P x L x T adalah 20 mm x 20 mm x 1 mm. Dalam penelitian ini metode optimasi yang digunakan adalah Response Surface Methodology. Dari hasil optimasi diperoleh bahwa pergeseran pahat dan kedalaman potong yang memberikan respon MRR dan Ra yang optimal berturut-turut adalah 6,7582 mm dan 0,22 mm. Dengan menggunakan parameter proses tersebut, nilai MRR dan Ra yang didapatkan untuk zig-zag cut type adalah 9,619 mm³/detik dan 1,5124 μm sedang untuk spiral cut type adalah 8,981 mm³/detik dan 1,3824 μm. Kata kunci: Optimasi, milling, baja karbon rendah, response surface methodology.

  5. Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sagung Adi Sresti Mahayana

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak  Berat Badan Lahir Rendah (BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLRmerupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktorrisiko ibu, plasenta, janin dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bersifat analitikdengan desain cross-sectional dengan mengumpulkan data retrospektif rekam medis ibu yang melahirkan bayi BBLRdi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari sampai Desember 2012. Pada 72 sampel yang didapatkan, faktor risikojanin dengan jenis kelamin laki-laki (61,1% dan status sosioekonomi rendah (52,8% memiliki proporsi yang lebihbesar pada kejadian BBLR. Analisis bivariat chi-square menunjukkan faktor risiko anemia (p=0,001 dan kelainanplasenta (p=0,049 memiliki hubungan statistik yang signifikan terhadap kejadian BBLR prematur dan dismatur.Pengaruh terbesar secara statistik terdapat pada faktor risiko anemia (p=0,001 dan paritas (p=0,022 pada analisismultivariat regresi logistik. Anemia, kelainan plasenta dan paritas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadapkejadian BBLR prematur dan dismatur di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: BBLR, prematur, dismatur, faktor risikoAbstract Low birthweight (LBW is a birth weight under 2500 g. LBW is a major predictor of infant morbidity and mortality.The objective of this study was to determine maternal, placental, fetal and environmental risk factors that influencingLBW. This was a cross-sectional study by obtaining retrospective datas from medical records of mother who deliveredLBW babies at RSUP Dr. M. Djamil Padang from January until December 2012 period. Male fetal sex (61.1% and lowsocioeconomic status (52.8% were found in high rates on total 72 cases of LBW. Chi-square test showed anemia(p=0.001 and placental abnormalities (p=0.049 were statistically significant in LBW with premature and dysmature.Logistic regression test indicates anemia (p=0.001 and parity (p=0

  6. Imobilisasi Tembaga (Cu dan Netralisasi Aktivitas Ion Hidrogen (pH pada Limbah Cair Industri Peleburan Emas Dengan Batu Gamping (Limestone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Onny Setiani

    2016-01-01

    Full Text Available The objectives of this research were to determine the effectiveness of  limestones in neutralizing hydrogen ion activity (pH, immobilizing cooper (Cu and to implement a waste water treatment process from the gold molten industry using a cost-effective method to prevent the environment contamination from hazardous wastes. Before  implementing technology, a preliminary study was done to determine a simple and cost effective  method to neutralize pH, immobilize and sedimentation of Copper (Cu  using limestones (CaCO3. The results of laboratory examination in preliminary study  showed that limestones may decrease the concentration of Cu from 23,070 mg/L to 0.711 mg/L, TDS from 30,302 mgLl to 18,289 mg/L and neutralize pH from 1.0-3.0 to 7.0. This research demonstrate that limestones may provide a cost effective method to immobilize  Cu and neutralize contaminated wastewater of the gold molten industry. Since the technology  is very simple, it is  suggested  to be used by home scale or  small industry to protect the environment from toxic waste pollution.   Keywords: Immobilizing cooper, lime stone, neutralization, waste water.

  7. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  8. Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe Selama Hamil Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatimatasari Fatimatasari

    2013-11-01

    Full Text Available Penurunan angka kematian bayi di Indonesia belum belum mencapai target 8 tujuan emas MDG’S. Pada tahun 2010 penyebab kasus kematian neonatal terbanyak disebabkan karena bayi berat lahir rendah (BBLR dan kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Bantul. Ibu hamil dengan anemia merupakan faktor resiko kejadian BBLR, sedangkan kasus anemia yang paling sering dijumpai pada ibu hamil adalah akibat kekurangan zat besi.Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet dapat mengatasi anemia kekuarangan zat besi pada ibu hamil. Penelitian case control ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR. Sampel penelitian adalah 132 ibu melahirkan di RSUD Panembahan Senopati Bantul  terdiri dari 66 Ibu yang melahirkan bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 66 Ibu yang melahirkan bayi tidak BBLR sebagai kelompok kontrol. Hasil pengumpulan data didapatkan 53% sampel masih mengkonsumsi tablet Fe kurang dari 90 tablet. Hasil analisa data dengan uji statistik didapatkan hasil OR= 2,09 (95%CI [1,040–4,194] dan x=4,38 dengan p-value=0,036. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian Bayi berat lahir rendah (BBLR dengan resiko ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe kurang dari 90 tablet mempunyai resiko 2,1 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mengkonsumsi tablet Fe 90 tablet atau lebih.

  9. Ekstraksi Oleoresin dari Limbah Penyulingan Pala Menggunakan Ultrasonik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Normalina Arpi

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ukuran partikel limbah penyulingan pala (Myristica fragrans Houtt. dan suhu ekstraksi terhadap rendemen dan mutu oleoresin pala yang dihasilkan pada proses ekstraksi pelarut menggunakan bantuan ultrasonik. Etanol mutu teknis (technical grade digunakan sebagai pelarut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial dengan ulangan sebagai kelompok yang terdiri dari ukuran partikel bahan (P yaitu P1= 10 mesh, P2= 40 mesh dan P3= 60 mesh dan suhu ekstraksi (S yaitu S1= 40oC, S2= 50oC dan S3= 60oC. Analisis oleoresin pala yang dilakukan meliputi analisis awal (kadar air dan kadar abu dan analisis akhir (bobot jenis, indeks bias, dan sisa pelarut. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel dan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap rendemen dan mutu oleoresin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi sebesar 7,16% diperoleh pada  ukuran partikel 10 mesh dan suhu 60oC. Hasil analisis bobot jenis oleoresin menunjukkan bahwa bobot jenis tertinggi yaitu 1,250 dihasilkan pada suhu ekstraksi 50oC. Sementara itu, hasil analisis indeks bias oleoresin menunjukkan bahwa ukuran partikel dan suhu ekstraksi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap oleoresin pala dimana ukuran partikel 40 mesh pada suhu ekstraksi 40oC dan 60oC  serta ukuran partikel 60 mesh pada suhu 50oC memiliki nilai indeks bias yang lebih tinggi yaitu berkisar antara 1,476 hingga 1,480. Hasil analisis sisa pelarut juga menunjukkan bahwa ukuran partikel dan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap tingginya sisa pelarut, dimana ukuran partikel 10 mesh mengandung sisa pelarut 0,229% dan suhu ekstraksi 40oC mengandung sisa pelarut 0,265%.

  10. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA PRASEKOLAH MELALUI AKTIVITAS BERMAIN MODEL SKILL PLAY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsri -

    2014-06-01

    Abstrak: Pengembangan Kemampuan Motorik Anak Usia Prasekolah melalui Aktivitas bermain Model Skill Play. Anak usia prasekolah membutuhkan pendampingan orang-orang di lingkungan seki­tarnya untuk membantu mengembangkan kemampuan psikososial dan motorik. Skill play adalah model aktivitas bermain yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik. Artikel ini memaparkan pengembangan kemampuan motorik dengan memergunakan aktivitas bermain model skill play sebagai bentuk perlakuan. Penelitian dilakukan dengan desain praeksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 40 anak usia prasekolah yang diambil secara purposif dari 4 Taman Kanak-Kanak di Ke­camatan Lowokwaru Malang. Perubahan kemampuan motorik diamati dengan memergunakan instrumen kuesioner Pra-Skrining Perkembangan. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat perbedaan kemam­puan motorik antara sebelum dan sesudah perlakuan.

  11. Pengembangan Reaktor Fotokatalitik Rotating Drum untuk Pengolahan Air Limbah Industri Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cholid Syahroni

    2015-11-01

    Full Text Available Reaksi oksidasi fotokatalitik memiliki potensi untuk mendegradasi senyawa organik hingga tingkat mineralisasi, sehingga tidak meninggalkan residu (sludge. Penelitian ini bertujuan membuat reaktor fotokatalitik rotating drum dan mengaplikasikan pada industri tekstil. Langkah percobaan meliputi pembuatan katalis TiO2 secara anodizing serta karakterisasi dengan XRD dan SEM, pembuatan reaktor fotokatalitik  rotating drum dan uji coba degradasi air limbah industri tekstil. Proses anodizing dilakukan dengan bias potensial sebesar 40 volt selama 2 jam menggunakan elektrolit etilen glikol yang mengandung amonium fluorida dan air. Uji karakterisasi secara XRD dan SEM menunjukkan bahwa struktur kristal TiO2 adalah anatase dengan ukuran kristalit 8–19 nm. Bentuk kristal nanotube, dengan diameter 30–110 nm. Hasil uji coba menunjukkan bahwa  degradasi secara fotokatalitik dengan penambahan H2O2 0,15% terhadap air limbah bisa menurunkan COD 72,12% dalam waktu 2 jam. 

  12. Isolasi Bertahap Bakteri Pendegradasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit di PT. Erasakti Wira Forestama Muaro Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retni S BUDIARTI

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri yang mampu mengurai limbah tandan kosong kelapa sawit secara bertahap. Skrining tahap pertama pada Nutrient Broth dan Tandan Kosong Kelapa sawit yang dishaker 150 rpm selama 3 hari,dan diperoleh 18 isolat bakteri. Sedangkan pada skrining  tahap kedua  menggunakan Nutrient Broth ditambah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan diperkaya dengan sisa medium tahap 1 (Nutrient Broth ditambah Tandan Kosong Kelapa Sawit yang telah didegradasi oleh 18 isolat  dishaker  selama 3 hari dengan kecepatan 150 rpm, didapatkan 6 buah isolat bakteri. Menurut buku Bergey Manual of Determinative Bacteriology Isolat 1, isolat 2, isolat 3, isolat 5 dan isolat 6 termasuk kelompok ke 7 yaitu bakteri gram negatif aerobik bentuk kokus dan batang. Sedangkan isolat 4 termasuk ke dalam  kelompok ke 14 yaitu bakteri gram positif berbentuk kokus.   Kata Kunci : Isolasi, Limbah, Tandan Kosong Sawit

  13. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  14. PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN BUAH MERAH PADA SISTEM PEMELIHARAAN BABI SECARA PASTURA

    OpenAIRE

    Diana Sawen; Bernaddeta Wahyuni Irianti Rahayu; Iriani Sumpe

    2015-01-01

    Suatu penelitian telah dilakukan pada bulan April 2013, untuk mengetahui pemanfaatan limbah hasil pengolahan buah merah pada sistem pemeliharaan ternak babi secara pastura di Kampung Umpakalo Jayawijaya. Bagi masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, babi memiliki nilai penting secara sosial budaya dan ekonomi. Babi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian mereka secara turun temurun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan percobaan lapangan untuk mengukur p...

  15. POTENSI TANAMAN AIR SEBAGAI FITOAKUMULATOR LOGAM KROMIUM DALAM LIMBAH CAIR TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Awaludin Malik

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tiga jenis tanaman air yaitu Zantedeschia aethiopica, Pontederia lanceolata, Echinodorus palaefolius sebagai fitoakumulator logam kromium. Sumber logam kromium yang digunakan berasal dari limbah cair tekstil yang telah diolah namun masih memiliki kadar krom total yang masih cukup tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah microcosm constructed wetlands dengan menggunakan pasir dan kerikil sebagai substrat tumbuh. Penelitian dilakukan selama 60 hari dan parameter yang di ukur meliputi akumulasi logam kromium pada tanaman, dan respon morfologis dari tanaman selama dipaparkan dengan limbah yang mengandung logam kromium meliputi nekrosis, klorosis, berat basah dan jumlah helaian daun. Dari hasil yang didapatkan terlihat bahwa penurunan kadar logam kromium dari limbah cair mencapai 99%. Peningkatan jumlah konsentrasi logam kromium tertinggi terdapat pada tanaman Echinodorus palaefolius, peningkatan konsentrasi sebesar 6,12 ppm, sedangkan tanaman Pontederia lanceolata sebesar 2,45, dan pada tanaman zanthedeschia aethiopica sebesar 1,38 ppm. Pada akhir masa penelitian didapatkan data bahwa tanaman echinodorus palaefolius memiliki daya regenerasi yang lebih besar dibanding kedua tanaman uji lainnya, hal ini ditunjukan dengan persentase nekrosis sebesar 1,33% dan klorosis sebesar 0% dan selisih jumlah daun sebesar 0,44, sedangkan tanaman zanthedeschia aethiopica memiliki persentase klorosis 3,6% dan nekrosis 18,55% dan selisih jumlah daun -1,0, dan tanaman pontederia lanceolata 18,22% dan 4,11% memiliki selisih jumlah daun -0,44. Dapat disimpulkan bahwa ketiga tanaman dapat digunakan sebagai akumulator logam kromium, namun tanaman Echinodorus palaefolius memiliki potensi paling tinggi dalam akumulasi logam kromium dari limbah cair tekstil.

  16. Penyisihan COD dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit menggunakan Nano Karbon Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Munandar

    2016-06-01

    Full Text Available Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS merupakan sumber pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui peningkatan teknologi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dalam skala nanometer. Nano karbon diaktivasi secara fisika (kalsinasi pada suhu 700OC untuk mendapatkan volume pori yang lebih besar. Kristalinitas nano karbon aktif dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD, sedangkan morfologi dari nano karbon aktif dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM. Konsentrasi COD sebelum dan setelah proses adsorbsi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu kontak (0,5; 1; 2; 3; 4; dan 8 jam, massa adsorben (0,25; 0,5; 1; dan 2 gr, konsentrasi awal (47,60; 97,04; 193,84; dan 482,82 mg/l, ukuran adsorben (nano size dan mikron size, dan jenis adsorben (nano karbon aktif dan nano zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak, massa adsorben, jenis adsorben, dan konsentrasi awal sampel limbah mempengaruhi penyisihan COD. Waktu kontak yang optimal antara nano karbon aktif dengan COD adalah 4 jam dengan massa adsorben 2 gr. Pada jumlah atau massa adsorben yang tetap (2 gram semakin tinggi konsentrasi awal COD di dalam sampel limbah maka persen penyisihan semakin kecil. Ukuran sampel pada skala nano memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran sampel pada skala mikron. Hasil penyisihan COD di dalam sample PMKS untuk nano karbon aktif lebih baik dibandingkan nano zeolit. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM terlihat bahwa nano karbon aktif memiliki ukuran nanometer (10-9.

  17. REMEDIASI LIMBAH PROSES PEWARNA NAPTOL JEANS DENGAN SISTEM LUMPUR AKTIF MENGGUNAKAN BAKTERI INDIGENUS

    OpenAIRE

    Rakhmawati, Debby

    2015-01-01

    Industri jeans mulai masuk di Indonesia sekitar tahun 90-an. Proses pembuatan jeans salah satunya adalah pewarnaan. Pewarna yang dipakai beragam jenis dan golongan, namun terdapat beberapa zat pewarna yang berbahaya dan sifatnya mencemari lingkungan, salah satu senyawa tambahan pada bahan baku pewarna adalah fosfat PO4. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kemampuan bakteri indigenus dalam remediasi limbah naptol jeans menggunakan metode lumpur aktif dan mengetahui bakteri dominan yang a...

  18. IBM: PEMANFAATAN LIMBAH PASTIK MENJADI PRODUK ALAT RUMAH TANGGA DALAM USAHA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PEMULUNG DI BANTAR GEBANG BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toni Nawawi

    2016-10-01

    Full Text Available Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha masyarakat pemulung untuk memanfaatkan limbah menjadi berbagai produk yang mempunyai nilai jual tinggi dari bahan limbah pastik. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemulung dengan memberikan pembekalan mengenai manajemen usaha, mulai aspek perencanaan usaha sampai aspek perlindungan usaha. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan penyuluhan. Metode penyuluhan meliputi, wawancara, ceramah, sosialisasi dan dokumentasi,sedangkan metode pelatihannya adalah mengubah limbah plastik menjadi produk rumah tangga. Subyek dalam kegiatan PKM ini adalah masyarakat pemulung yang berlokasi di Bekasi Barat tepatnya di daearah Bantar Gebang pusat pembuangan sampah atau limbah terpadu (TPST.Hasil kegiatan adalah peningkatan keterampilan masyarakat pemulung dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi produk rumah tanggadanpeningkatankemampuan berwirausaha yang meliputi perencanaan usaha, manajemen usaha, dan perlindungan proses usaha. Kegiatan PKM ini ditujukan dalam menopang kesejahteraan masyarakat pemulung pada umumnya dan masyarakat pemulung di Bantar Gebang Bekasi pada khususnya. Untuk itu, diperlukan pola hubungan yang bersinergi antara pihak-pihak yang berkepentingan maupun pihak perguruan tinggi dalam melakukan kegiatan PKM ini

  19. Perancangan Permainan "Membuat Bioetanol dari Limbah Buah" Menggunakan Adobe Flash CS3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Arifa

    2014-01-01

    Permainan membuat bioetanol ini ditujukan untuk semua kalangan dan usia, namun lebih dikhususkan untuk kalangan pelajar SMP dikarenakan pada masa jenjang pendidikan ini sesuai dengan kurikulum mata pelajaran ilmu pengetahuan alam telah diajarkan tentang unsur, senyawa, larutan asam basa yang diperlukan sebagai dasar awal untuk memahami istilah-istilah dalam pembuatan bioetanol. Hasil pengujian permainan menunjukkan bahwa permainan ini dapat berjalan dengan baik pada sistem operasi Windows 7. Tombol-tombol dan fungsi-fungsi pada permainan juga dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan fungsionalitasnya masing-masing pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode black-box. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh pengguna yaitu 30 siswa SMP, permainan “Membuat Bioetanol Dari Limbah Buah” ini membantu dalam mengenalkan tahap-tahap membuat bioetanol dari limbah buah, serta tampilan permainannya bagus. Hal ini terlihat pada semua aspek penilaian yang telah dihitung menggunakan skala Likert. Permainan ini dapat digunakan sebagai media yang dapat memberikan pengetahuan tentang tahap-tahap dalam membuat bioetanol dari limbah buah.

  20. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  1. Produksi Gas hidrogen dari Limbah Alumunium dan Uji Daya Listrik dengan Fuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusraini DIS

    2017-03-01

    Full Text Available Teknologi Fuel Cell adalah teknologi masa depan yang ramah lingkungan. Bahan baku untuk fuel cell adalah hidrogen. Produksi hidrogen dari limbah alumunium dan storage telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah alumunium (alumunium foil dan kaleng minuman yang direaksikan dengan larutan beralkalin untuk menghasilkan hidrogen. Hidrogen yang dihasilkan sebanding dengan tekanan yang terukur yang diukur dengan CASSY LAB Version 1.41. Hasilnya adalah: a. Semakin tinggi konsentrasi NaOH (5 %, 10 % dan 15 % semakin cepat reaksi produksi hidrogen berlangsung. b. Jumlah limbah alumunium yang berbeda (0,01 g, 0,05 g dan 0,10 g kurang berpengaruh terhadap waktu reaksi jika konsentrasi NaOHnya sama. c. Temperatur yang dihasilkan berkisar antara 27 oC - 33,7 oC, semakin banyak jumlah alumunium yang direaksikan semakin tinggi temperatur yang dihasilkan. d. Daya listrik yang dihasilkan dari 0,10 gram alumunium foil adalah sebesar 45-51 watt dengan daya rata-rata 0,08 watt per detik. e. Daya listrik yang dihasilkan dengan kaleng Coca Cola adalah sebesar 12,13 watt dengan daya rata-rata 0,009 watt per detik.

  2. PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN BUAH MERAH PADA SISTEM PEMELIHARAAN BABI SECARA PASTURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Sawen

    2015-06-01

    Full Text Available Suatu penelitian telah dilakukan pada bulan April 2013, untuk mengetahui pemanfaatan limbah hasil pengolahan buah merah pada sistem pemeliharaan ternak babi secara pastura di Kampung Umpakalo Jayawijaya. Bagi masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, babi memiliki nilai penting secara sosial budaya dan ekonomi. Babi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian mereka secara turun temurun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan percobaan lapangan untuk mengukur pertambahan bobot badan. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tiga perbedaan pakan tambahan menggunakan limbah buah merah (kontrol, biji buah merah dan biji + sari buah merah. Jumlah sampel ternak sebanyak 15 ekor babi lokal fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan peningkatan berat badan pada perlakuan dengan penambahan biji + sari buah merah. Pertambahan bobot badan harian yang diperoleh dari semua perlakuan adalah 0,41 kg. Hal ini karena sari buah merah mengandung betakaroten dan tokoferol yang lebih tinggi sehingga sangat membantu dalam pertumbuhan ternak di samping pakan lainnya yang dikonsumsi. Limbah buah merah sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pakan

  3. Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Sebagai Penguat Aluminium Matrix Composite

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subarmono Subarmono

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims to utilize fly ash which is obtained from waste of combustion of coal in steam power plant as a reinforcement of aluminum matrix composite (AMC. The amounts of fly ash of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% wt were added to fine aluminum powder (dimension of particles are smaller than 40 µm. Each composition was mixed using a rotary mixer for 3 hr. The mixture was uniaxially pressed and it was followed by isostatic compaction with a pressure of 100 MPa to produce green bodies. They was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperatures of 500°C, 525°C, 550°C, 575°C and 600ºC. Bending strength, Vickers hardness, wear resistance, density of the AMC were tested, and the microstructures were observed using SEM. The results show that the mechanical properties increase with increasing the fly ash content up to 5% wt. The bending strength, hardness, porosity and wear rate are 74 MPa, 66 VHN, 4.5% and 0.04 mg/(MPa.m, respectively. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu terbang sebagai penguat komposit bermatrik aluminium (AMC. Abu terbang merupakan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap. Abu terbang sejumlah 2,5%; 5%; 7,5% dan 10% berat dicampur dengan serbuk aluminium (ukuran serbuk lebih kesil dari 40 µm. Setiap campuran diaduk menggunakan rotay mixer selama 3 jam. Campuran aluminum dan abu terbang dikompaksi secara uniaksial dilanjutkan kompaksi secara isostatik dengan tekanan 100 MPa dan diikuti sintering tanpa tekanan dengan lingkungan gas argon dan variasi temperatur 500°C, 525°C, 550°C, 575°C dan 600°C. Kekuatan bending, kekerasan Vickers, ketahanan aus dan densitas komposit diuji serta struktur mikro diamati menggunakan SEM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sifat mekanis meningkat seiring dengan peningkatan fraksi berat abu terbang sampai 5% berat, selebihnya terjadi penurunan. Kekuatam bending, kekerasan Vickers, porositas dan laju keausan berturut

  4. PENERAPAN ELEKTROOSMOSIS UNTUK PENGERINGAN SLUDGE DARI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmawan Darmawan

    2013-11-01

    Full Text Available APPLICATION OF ELECTROOSMOSIS FOR DEWATERING OF SLUDGE FROM WASTE WATER TREATMENT. Wastewater treatment produces semi-solid residue (sludge that must be handled carefully during dumping and discharge to avoid polluting the environment. A low cost and easy treatment of dewatering is needed. This research aimed to apply electroosmosis technique for dewatering sludge in order to seek for parameters that can efficiently reduce water content of sludge, including range of voltage, type of electrodes, and distance between electrodes; and to determine the effect of electroosmosis processes on changes of chemical characteristics of sludge. The results showed that: (1 electroosmosis dewatering occurred on the sludge taken from waste water treatment of landfill but not on sludge from water purification plant (PDAM, (2 direct current voltage of 30 volts was the optimum voltage, (3 copper rod cathode provided electroosmosis process as good as stainless steel cathode and both were better than the woven stainless steel cathode, (4 the dewatering time to reduce 1200% (w/w water content to about 400% was about 40 hours for sludge of 2500 cm3 in volume (laboratory bench scale, (5 the anode need to reinserted gradually approaching the cathode due to current lost when the water content at the anode point reached 400% and sludge at the point shrink, and (6 some chemical elements in the sludge decreased significantly after treatment. Pengolahan limbah cair menghasilkan residu berupa bahan semi padat yang dikenal sebagai sludge. Sludge tersebut juga perlu dikelola penyimpanan dan pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu pengelolaan sludge yang perlu dilakukan adalah pengeringan (dewatering. Salahsatu teknik dewatering yang mungkin diterapkan ialah teknik elektroosmosis, yaitu teknik yang memanfaatkan adanya pergerakan air pada media poros di dalam medan istrik searah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter sistem dewatering secara

  5. STUDI AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN KUWE, Gnathanodon speciosus YANG DIPELIHARA DENGAN JENIS PAKAN AWAL BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2012-04-01

    Full Text Available Upaya kontinuitas produksi benih ikan kuwe, Gnathanodon speciosus telah dilakukan namun sintasan yang diperoleh belum stabil. Jenis dan ukuran pakan pada larva stadia awal seringkali menjadi penyebab utama kegagalan produksi benih. Aktivitas enzim pencernaan diketahui sangat terkait dengan jenis pakan yang dikonsumsi larva sehingga berdampak terhadap pertumbuhan dan sintasannya. Enzim protease, amilase, dan lipase merupakan indikator biologis yang dapat menunjukkan kesesuaian jenis pakan yang dikonsumsi larva melalui kemampuannya untuk mencerna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim pencernaan larva ikan kuwe yang diberi ransum pakan awal berbeda yaitu rotifer, gonad kerang, dan kuning telur ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim protease, amilase, dan lipase pada ketiga perlakuan mempunyai korelasi positif terhadap pertumbuhan. Aktivitas enzim pencernaan cenderung meningkat pada saat larva mulai menerima pakan eksogen (D-2, kemudian menurun pada D-3–D-7 selanjutnya relatif stabil hingga akhir penelitian (D-30. Pakan awal kuning telur menghasilkan pertumbuhan (TL = 13,3±1,77 mm dan sintasan benih (55,42% paling tinggi daripada rotifer (TL = 10,6±1,51 mm; SR 52,42% maupun gonad kerang (TL = 12,7±2,67 mm; 52,45%. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan produksi benih sebagai pasok yang kontinu dalam mendukung pengembangan budidaya.

  6. IMPLEMENTASI PRINSIP ISLAM DALAM AKTIVITAS EKONOMI: ALTERNATIF MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursal dan Suhadi

    2015-03-01

    Full Text Available IMPLEMENTING ISLAMIC PRINCIPLE IN ECONO- MIC ACTIVITIES: ALTERNATIV TO REALIZE THE LIFE BALANCE. This paper aims to explain the principles of Islam in economic activity contained in the al-Quran and Hadith. The principle of  balance occupy a decisive role in human life to reach al-Falah. The balance is the Sunnah of  Allah, balanced life is one of  the essence of  Islam, so Muslims were referred to as the people of the middle (Ummatan wasthan. Islamic Economics aims to create a balanced life, which includes, among others, the physical with the mental balance, the material with the spiritual, the individual with the social, the present with the future, and the world to the hereafter. This is because, physical balance with mental, spiritual or the material will create a holistic for the welfare of man. Economic development are too concerned with material aspects and ignore the spiritual aspect only will bear false happiness, even quite disastrous. keyword: Islam, Economic, Balanced. Tulisan  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  tentang  prinsip  Islam dalam aktivitas ekonomi yang tertuang dalam al-Quran dan Hadis. Prinsip keseimbangan menduduki peran yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia untuk mencapai al-Falah. Keseimbangan merupakan sunnah Allah, kehidupan yang seimbang merupakan salah satu esensi ajaran Islam, sehingga umat Islam pun disebut sebagai umat pertengahan (Ummatan wasthan. Ekonomi Islam bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang seimbang, yang mencakup antara lain keseimbangan fisik dengan mental, material dengan spiritual, individu dengan sosial, masa kini dengan masa depan, serta dunia dengan akhirat. Hal ini karena, keseimbangan fisik dengan mental, atau material dengan spiritual akan menciptakan kesejahteraraan  holistik  bagi  manusia.  Pembangunan  ekonomi yang terlalu mementingkan aspek material dan mengabaikan aspek spiritual hanya akan melahirkan kebahagiaan semu, bahkan justru menimbulkan petaka

  7. Pengolahan Limbah Cair Industri Pewarnaan Jeans Menggunakan Membran Silika Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Warna dan Kekeruhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veny Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Limbah cair industri tekstil disamping mengandung bahan pencemar organik yang tinggi, juga mengandung bahan pewarna organik rantai panjang yang relatif sukar diolah dengan proses biologis. Sedangkan proses pengolahan secara kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge. Sehingga dipilih teknologi membran sebagai media filtrasi baik yang digunakan pada skala laboratorium maupun industri, proses berlangsung cepat, cara pengoperasian sederhana, mudah dalam penggandaan skala, tidak memerlukan ruang yang besar, dan dapat mendapatkan permeat dengan kualitas sangat baik. Pasir silika merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai sumber silika untuk pembuatan membran. Metode yang digunakan untuk sintesis silika yaitu metode alkalifussion dikarenakan  metode ini menghasilkan silika dengan kemurnian 99%.Membran silika merupakan membran yang terbuat dari silika dengan perekat poly vinyl alcohol (PVA, pengemulsi poly ethylen glykol (PEG, dan semen putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa silika dan konsentrasi limbah terhadap koefisien rejeksi, fluks, struktur dan morfologi membran. Uji struktur dan morfologi membran dilakukan dengan FTIR serta SEM.  Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah warna dan kekeruhan. Nilai koefisien rejeksi tertinggi sebesar 96,86% untuk warna dan 99,31% untuk kekeruhan yang diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt, volume limbah 100% dengan kandungan warna 1,123 Co dan kekeruhan 180,5 NTU. Nilai fluks tertinggi sebesar 3,432 liter.m-2.jam-1 yang diperoleh dari massa campuran silika 8 gram (39,12 %wt dengan penggunaan volume limbah 25% yang mengandung  warna 0,525 Co dan kekeruhan 40,9 NTU. Membran silika yang optimum untuk menurunkan warna dan kekeruhan diperoleh dari massa campuran silika 5 gram (28,65  %wt dengan % volume limbah 100%.

  8. Kajian Kinerja Organoclay Bentonit Terinterkalasi Poli-DADMAC sebagai Flokulasn Limbah Cair Tahu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Rohmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Telah dilakukan kajian kinerja organoclay bentonit terinterkalasi polyi-DADMAC  sebagai flokulan limbah cair tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas organoclay bentonit terinterkalasi poly-DADMAC sebagai flokulan limbah cair tahu. Organoclay bentonit terinterkalasi poly-DADMAC  disintesis dengan mereaksikan 10 g bentonit dengan 100 mL poly-DADMAC 4%.  Pergeseran yang terjadi pada spektra hasil analisis XRD dan FTIR menunjukan keberhasilan proses interkalasi bentonit dengan poly-DADMAC. Koagulasi flokulasi dilakukan dengan metode jar test pada kecepatan pengadukan cepat 120 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 20 rpm. Kajian kinerja flokulan organoclay meliputi variasi jenis flokulan, massa flokulan, lama waktu kontak flokulasi dan variasi jenis pengenceran. Nilai efektifitas penurunan COD maksimum pada   35.7 %  terjadi pada penambahan jenis flokulan organoclay dengan massa 0.05 g dan waktu kontak flokulasi 40 menit. Proses koagulasi-flokulasi limbah cair tahu menggunakan flokulan organoclay mampu menghasilkan penurunan nilai COD limbah dari 1145.76 mg/L menjadi 833.28 mg/L. Akan tetapi., koagulasi-flokulasi limbah cair tahu pada penelitian ini tidak menurunkan pH limbah secara ekstrim, rentang penurunan pH adalah dari 3.836 menjadi 3.448.   Kata kunci : Flokulan, organoclay, bentonit-polyDADMAC, limbah cair tahu Abstract Studies of Bentonite intercalated organoclay performance polyi-DADMAC as flocculants wastewater of tahu has been done. The purpose of this study was to examine the effectiveness of Bentonite intercalated organoclay poly-DADMAC as flocculants wastewater of Tahu. Bentonite intercalated organoclay poly-DADMAC are synthesized by reacting 10 g of bentonite with 100 mL of poly-DADMAC 4%. The shift in spectral analysis of XRD and FTIR results showed the success of the process of intercalation of bentonite with poly-DADMAC. Coagulation-flocculation using Jar test with the rapid stirring

  9. KEMAJUAN BELAJAR SISWA PADA GEOMETRI TRANSFORMASI MENGGUNAKAN AKTIVITAS REFLEKSI GEOMETRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irkham Ulil Albab

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemajuan belajar siswa pada materi geometri transformasi yang didukung dengan serangkaian aktivitas belajar berdasarkan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Penelitian didesain melalui tiga tahap, yaitu tahapan perancangan desain awal, pengujian desain melalui pembelajaran awal dan pembelajaran eksperimental, dan tahap analisis retrospektif. Dalam penelitian ini, Hypothetical Learning Trajectory, HLT (HLT berperan penting sebagai desain pembelajaran sekaligus instrumen penelitian. HLT diujikan terhadap 26 siswa kelas VII. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, pengamatan, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran ini mampu menstimulasi siswa untuk memberikan karakteristik refleksi dan transformasi geometri lainnya secara informal, mengklasifikasikannya dalam transformasi isometri pada level kedua, dan menemukan garis bantuan refleksi pada level yang lebih formal. Selain itu, garis bantuan refleksi digunakan oleh siswa untuk menggambar bayangan refleksi dan pola pencerminan serta memahami bentuk rotasi dan translasi sebagai kombinasi refleksi adalah level tertinggi. Keyword: transformasi geometri, kombinasi refleksi, rotasi, translasi, design research, HLT STUDENTS’ LEARNING PROGRESS ON TRANSFORMATION GEOMETRY USING THE GEOMETRY REFLECTION ACTIVITIES Abstract: This study was aimed at describing the students’ learning progress on transformation geometry supported by a set of learning activities based on Indonesian Realistic Mathematics Education. The study was designed into three stages, that is, the preliminary design stage, the design testing through initial instruction and experiment, and the restrospective analysis stage. In this study, Hypothetical Learning Trajectory (HLT played an important role as an instructional design and a research instrument. HLT was tested to 26 seventh grade students. The data were collected through interviews

  10. PERUMAHAN MULTI-LANTAI DAN DIMENSINYA: PEMBANGUNAN HUNIAN MASYARAKAT PERKOTAAN BERPENGHASILAN RENDAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ayu Made Suartika

    2014-07-01

    berkaitan erat dengan terjadinya perpindahan penduduk yang tidak terkontrol menuju ke kota, untuk alasan ekonomi. Selain itu, paper ini mempromosikan ide bahwa pembangunan perumahan tidak hanya menangani masalah perumahan. Tetapi prinsip yang lebih penting disini adalah proses membangun sebuah komunitas serta mengakomodasi perkembangannya. Sehingga, instigasi kebijakan dan strategi berkenaan penanganan kebutuhan akan perumahan untuk golongan kurang mampu di daerah perkotaan harus didekati secara holistik. Beranjak dari ide ini, maka prosesnya harus melibatkan pertimbangan atas aspek politik, legal-judisial, ekonomi, teknologi, kesehatan, dan sosial-budaya. Elemen lain yang juga penting untuk diperhatikan disini adalah pertimbangan akan keamanan, sustanabilitas, dan ketersediaan infrastruktur pokok permukiman. Satu lagi prinsip dasar yang diusung disini adalah usaha untuk membangun 'rumah,' bukan 'tempat tinggal.' Artikel ini distrukturisasi menjadi empat bagian. Bagian pertama memaparkan konteks diskusi. Bagian kedua menjelaskan praktek-praktek yang terlibat dalam pengadaan perumahan untuk publik di Indonesia, termasuk pembangunan multi-lantai. Bagian ketiga mendiskusikan potensi dan hambatan dalam pembangunan perumahan multi-lantai, dengan memakai pengalaman serta beberapa kasus dari beberapa negara di dunia. Bagian terakhir menyimpulkan diskusi-diskusi sebelumnya menuju pembangunan kebijakan yang tepat berkenaan pengadaan perumahan untuk kelompok berpendapatan rendah di kota. Artikel ini menyarankan bahwa pebangunan unit perumahan bertingkat tinggi harus secara seksama dikaji sebelum mengadopsinya sebagai sebuah kebijakan yang umum. Kata kunci: Urbanisasi, urban densitas, rumah susun, kebijakan dan strategi dalam pengadaan perumahan

  11. PENGARUH TOLUENA DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS SELULASE DARI TANAH HUTAN MANGROVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Lia Wahyuni

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Tanah hutan mangrove diketahui memiliki biodiversitas yang tinggi sebagai lokasi yang berpotensi untuk eksplorasi enzim. Salah satu enzim yang dapat dieksplorasi dari tanah hutan mangrove adalah selulase yang merupakan biokatalisator yang banyak digunakan dalam bidang industri. Tidak seperti pengukuran aktivitas selulase murni atau ekstrak kasar yang berasal dari salah satu sumbernya, pengukuran aktivitas selulase secara langsung dari tanah sering mengalami kesulitan dan banyak faktor yang harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis terhadap aktivitas selulase yang terdapat pada tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Pengukuran aktivitas selulase dilakukan dengan metode CMC (Carboxymethyl Cellulose Assay pada sampel tanah (slurry, pelet, dan supernatan dengan dan tanpa penambahan toluena dengan waktu inkubasi reaksi enzimatis 1 dan 24 jam. Glukosa yang dihasilkan dari reaksi dengan substrat CMC (Carboxymethyl Cellulose dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm setelah direaksikan dengan asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan antiseptik toluena dan waktu inkubasi reaksi enzimatis berpengaruh terhadap aktivitas selulase tanah hutan mangrove pantai Suwung Bali. Aktivitas selulase tertinggi sebesar 249,26 U/mL diperoleh pada lumpur dengan penambahan toluena dan inkubasi reaksi enzimatis 1 jam.   ABSTRACT: Mangrove soil has high biodiversity and has been well known as potential location for enzymes exploration. One of the enzymes explored from mangrove soil is cellulase which is a biocatalysator commonly used in industries. Unlike the measurement of cellulase activity of pure or crude extract obtained from one source, direct measurement of cellulase activity of the soil often counter many obstacles and many factors are involved that need to be elaborated. The aim of this study is to

  12. Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Gangguan Menstruasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Anindita

    2016-09-01

    Full Text Available  AbstrakGangguan menstruasi dapat menimbulkan stres dan menurunkan kualitas hidup wanita. Gambaran menstruasi seseorang dapat memperlihatkan keadaan fungsi reproduksi seseorang dan risiko mengalami berbagai penyakit. Aktivitas fisik diperkirakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi terjadinya gangguan menstruasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi. Desain penelitian  menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 90 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2011-2013. Data didapatkan dari kuisioner yang diisi langsung oleh masing-masing responden yang kemudian dianalisis denga uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan gangguan menstruasi terjadi pada 73,3% mahasiswi dengan gangguan yang paling sering terjadi yaitu dysmenorrhea sebanyak 63,3%. Sebagian besar mahasiswi tersebut memiliki aktivitas fisik harian yang cukup menurut rekomendasi WHO yaitu sebanyak 60%. Berdasarkan uji chi-square, tidak ditemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi (p= 0,846. Kesimpulan ialah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.Kata kunci: aktivitas fisik, gangguan menstruasi, mahasiswi FK AbstractMenstrual disorder is often cause stress and decrease the life quality of a woman. Menstrual pattern can describe the condition of reproduction function and risk of having several disease. Physical Activity is considered as one of the way to reduce menstrual disorder. The objective of this study was to determine the association between daily physical activity and menstrual disorder.This  study  used cross sectional design on 90 female medical student of Andalas University Class of 2011-2013 as the sample. The data from self reported questionnaire that was given to the students is analyzed using chi-square.The results show

  13. TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN KEBUGARAN KARDIORESPIRATORI PEGAWAI PT. INDOCEMENT BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kharisma Tamimi

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe general objective of this study was to analyse nutritional adequacy, physical activity, and cardiorespiratory fitness among Indocement’s workers at Bogor. The cross-sectional study was applied with purposive sampling, involving 32 office workers and 32 plant workers. Most of subjects (59.4% and 78.2% had a normal Body Mass Index (BMI. The mean VO2 max of plant workers (24.4±7.6 mL/kg/mnt was higher than office workers (22.9±7.5 mL/kg/mnt. There were no differences of macrocutrients adequacy (energy, protein, fat, and carbohydrate between two workers (p>0.05. Physical activity level of plant workers was higher than the office workers, and it was categorized as moderately active (59.4%, whereas the office workers categorized as sedentary (75.0%. The office workers had better exercise (160.3±118.0 minutes than the plant workers (89.1±167.6 minutes. Moreover, there were differences on physical activity and habitual exercise between the two groups (p<0.05. The significant correlations between age, physical activity, and habitual exercise with VO2 max were found on plant workers (p<0.05, but not on office workers (p>0.05.Keywords: cardiorespiratory fitness, nutritional adequacy, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kecukupan gizi, aktivitas fisik, dan tingkat kebugaran kardiorespiratori pegawai PT. Indocement di Bogor. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan purposive sampling, melibatkan 32 pegawai kantor dan 32 pegawai lapang PT. Indocement. Sebanyak 59,4% pegawai kantor dan 78,2% pegawai lapang memiliki IMT yang normal. Rata-rata VO2 max kelompok lapang (24,4±7,6 mL/kg/menit lebih tinggi dibandingkan kelompok kantor (22,9±7,5 mL/kg/menit. Tingkat kecukupan zat gizi kedua kelompok tidak berbeda (p>0,05. Sebagian besar (59,4% pegawai kelompok lapang mempunyai kategori aktivitas sedang dan sebanyak 75,0% kelompok kantor mempunyai kategori aktivitas fisik ringan. Kebiasaan olahraga

  14. Pengaruh Konsentrasi Alginat dan CaCl2 terhadap Kadar Antosianin, Aktivitas Antioksidan, dan Karakteristik Sensoris Buah Duwet (Syzygium cumini Linn Restrukturisasi (Effect of Alginate and CaCl2 Concentrations on Anthocyanin Content, Antioxidant Activity, and Sensory Characteristics of Restructured Java Plum Fruit (Syzygium cumini Linn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lydia Ninan Lestario

    2016-12-01

    Full Text Available Restructuration is one of the ways for processing fresh fruit without heating, so the nutritional value of fruit can be maintained. This method has been applied to several types of tropical fruits but has never been applied to java plum fruit, while it has high antioxidant activity but has a short shelf life. The aim of this research was to produce the best formulation to make restructured java plum fruit. Fresh java plum fruit puree was mixed with several concentrations of calcium alginate (1 %, 2 %, 3 %, and 4 % and CaCl2 (0.75 %; 1 %. Restructured fruit products were evaluated for total anthocyanin content, antioxidant activity, texture, pH, and sensory properties. The result of this research showed that 1 % alginate and 1 % CaCl2 gave restructured java plum fruit with the highest anthocyanin content 171.61 mg/100g (DW and highest antioxidant activity 75.79 %. The overall organoleptic test with 20 panelists showed that restructured fruit with alginate 1 % and CaCl2 1 % or 0.75 % resulted the highest score 3.75.   ABSTRAK Restrukturisasi merupakan salah satu cara pengolahan buah segar tanpa pemanasan sehingga nilai gizi buah dapat dipertahankan. Metode ini sudah diteliti pada beberapa jenis buah tropis tetapi belum pernah dilakukan terhadap buah duwet, padahal buah duwet memiliki aktivitas antioksidan tinggi tetapi memiliki daya simpan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan restrukturisasi buah duwet. Bubur buah duwet segar dicampur dengan berbagai konsentrasi alginat (1 %, 2 %, 3 %, dan 4 % dan CaCl2 (0,75 %; 1 %. Produk buah hasil restrukturisasi diukur kandungan antosianin total, aktivitas antioksidan, tekstur, pH, dan sifat-sifat sensorisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alginat 1% dan CaCl2 1% memiliki kandungan antosianin tertinggi yaitu 171,61 mg/100g (BK dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 75,79 %. Uji organoleptik dengan 20 panelis menunjukkan bahwa produk restrukturisasi buah

  15. KOMPOSIT SERAT ALAM AKAR WANGI DAN LIMBAH SERBUK GERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN DASAR ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-09-01

    Full Text Available penelitian ini  adalah mengkaji tentang pemanfaatan limbah untuk membuat bahan komposit dari  limbah serbuk gergajian kayu (SGK dan bahan alam serat akar wangi (SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan eksperiman di laboratorium dengan membuat komposit SGK-SAWK  dalam bentuk lembaran dan poros dengan perbandingan berat antara SGK dan SAW adalah 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. Setelah terbentuk komposit kemudian dibuat specimen uji, untuk  uji tarik  spesimen  di buat sesuai standart JIS R7601 dan uji akustik (redam suara sesuai standart ASTM E336-90. Pengujian dilakukan di Laboratoriun Bahan dan Laboratorium Getaran dan Akustik, Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. Hasil penelitian  komposit antara serat akar wangi  dan serbuk gergajian kayu bisa mencapai kekuatan tarik  36,2 kg/mm2 pada komposisi 5:2, hasil ini nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan tarik bahan kayu kamper sebesar 12,81 kg/cm2. Demikian juga dalam sifat yang lain komposit ini mempunyai kemampuan sebagai  peredam suara bisa mencapai nilai redam (α 0,99, pada frekuensi 800 Hz. Nilai ini juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan kayu yang mempunyai nilai koefisien redam (α sebesar 0,07 dan pada plywood nilai redamnya (α sebesar 0,08. Pembuatan komposit dari bahan serat alam dan limbah bisa dilakukan pada skala rumahan sehingga pemanfaatan bahan tersebut dapat dijadikan alternatif bahan dasar pembuatan produk-produk kreatif maupun desain interior yang murah dan ramah lingkungan di industri kecil.

  16. PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gogot Setyo Budi

    2003-01-01

    Full Text Available A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO up to 60%. The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column diameter D from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area closer to the column, and it decreases with the distance from the column. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur Calsium Oksida (CaO sampai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D adalah tetap. Peningkatan kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil seiring dengan jarak dari kolom.

  17. Penurunan Logam Timbal (Pb pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Siswoyo

    2015-10-01

    Full Text Available Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya lindi di TPA Piyungan yaitu pencemaran pada badan air, sungai dan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan sistem Constructed Wetlands dengan menggunakan tumbuhah eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan konsentrasi Timbal (Pb yang terdapat dalam limbah cair TPA Piyungan dengan Constructed Wetlands menggunakan tumbuhan eceng gondok dan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan tumbuhan eceng gondok terhadap kandungan Timbal (Pb dalam limbah cair TPA Piyungan.Dalam penelitian ini digunakan reaktor yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik dengan ukuran 0,5 m x 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah 5 cm, dan diberi tumbuhan sebanyak 14 buah. Reaktor tersebut diberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%, dan waktu pengambilan sampel (0, 3, 6, 9, 12 hari. Dengan menggunakan metode SSA (Spektrofotometri Serapan Atom.Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa penurunan logam Pb pada limbah cair TPA Piyungan hari ke- 12, yaitu sebesar 0.0501mg/L pada konsentrasi 100%, 0.0295mg/L pada konsentrasi 75%, 0.0267mg/L pada konsentrasi 50% dan 0.0041 mg/L pada konsentrasi 25%.

  18. RANCANG BANGUN ALAT PENJERNIH AIR LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYARING KOMBINASI PASIR – ARANG AKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Setyobudiarso

    2014-05-01

    Full Text Available Perkembangan jasa pencucian pakaian (laundry berkontribusi pada peningkatan penggunaan air tanah dan pemakaian deterjen sehingga menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air limbah laundry menjadi air bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh bahan penyaring pasir silika, zeolit dan arang aktif terhadap hasil olahan air limbah laundry dan mengetahui  pengaruh tekanan dan waktu pemakaian reaktor penyaring. Metode pengolahan yang digunakan adalah filtrasi menggunakan filtrasi pasir silika, adsorpsi karbon aktif, serta gabungan pengolahan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif untuk menghasilkan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan koagulasi dan flokulasi, filtrasi pasir aktif, adsorpsi karbon aktif serta gabungan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif mampu menurunkan kekeruhan hingga batas maksimum air bersih. Karakteristik limbah laundry pada tekanan 1 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , warna nilai 138, COD 908 mg/l dan TSS 215 mg/l. Sedangkan pada tekanan 2 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , masing-masing masing-masing warna nilai 40, COD 746 mg/l dan TSS 210 mg/l.  Air yang dihasilkan bukan merupakan air bersih tetapi aman untuk dibuang ke lingkungan.

  19. Aktivitas Antitumor (Hela dan T47d dan Antioksidan Ekstrak Makroalga Hijau Ulva fasciata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2008-12-01

    metode BSLT, uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan T47D dilakukan dengan metode uji MTT, sedangkan uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa fraksi heksan U. fasciata memiliki toksisitas tertinggi dengan LC50 sebesar 19,12 ppm sehingga tergolong sangat toksik. Sementara itu, fraksi heksan makroalga U. fasciata menunjukkan aktivitas sitotoksik yang baik terhadap sel tumor HeLa (IC50 = 25,6 ppm dan terhadap sel tumor T47D (IC50 = 28,7 ppm. Akan tetapi, ekstrak kasar, fraksi metanol dan fraksi heksan makroalga U. fasciata tidak menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang masih jauh di atas standar vitamin C.

  20. Aktivitas Protease Dari Bacillus circulans Pada Media Pertumbuhan Dengan pH Tidak Terkontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Sumarlin

    2017-03-01

    Full Text Available Salah satu enzim yang telah banyak dipelajari adalah enzim protease. Jenis enzim inimerupakan enzim yang penting dari segi ekonomi karena menguasai 59% dari total penjualanenzim di dunia. Aplikasi protese telah meluas, baik pada industri pangan maupun nonpangan.Industri pangan memanfaatkan protease untuk memperbaiki tekstur, mempersingkat waktupencampuran, dan meningkatkan volume adonan pada pembuatan roti, menjernihkan bir,mengempukkan daging, dan menggumpalkan susu. Enzim ini dapat dproduksi oleh mikrobadalam suatu media mengandung Air Rendaman Kedelai (ARK dengan pH tidak terkontrol.Pengukuran aktivitas enzim menggunakan metode Bergmeyer dan Grassl sedangkan kadarprotein ditentukan dengan metode Bradford. Hasil analisis menunjukkan bahwa AktivitasProtease (AP pada media Air Rendaman Kedelai dan media standar dengan pH tidakterkontrol masing-masing sebesar 0,1814 U/ml dan 0,0342 U/ml. Produksi protease pada mediatersebut optimum pada pH 9,28, jam ke-56 pada fase akhir eksponensial dari fase pertumbuhanmikroba.

  1. AKTIVITAS HARIAN KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis DI TAMAN WISATA ALAM SANGEH, KABUPATEN BADUNG, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Gede Wahyu Saputra

    2015-02-01

    Full Text Available Penelitian tentang aktivitas harian kera ekor panjang (Macaca fascicularis telah dilakukan di Taman Wisata Alam Sangeh, Kabupaten Badung, Bali dari bulan Oktober – Desember 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian kera ekor panjang (M.  fascicularis di Taman Wisata Alam Sangeh. Penelitian perilaku harian kera dilakukan dengan metode Focal Animal Sampling. Data yang terkumpul dari berbagai jenis perilaku di analisa secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi aktivitas harian kera ekor panjang didominasi oleh perilaku bergerak, kemudian berturut-turut diikuti oleh perilaku istirahat, makan, grooming, mendekap di dada, objek manipulasi, cuddling, agresif. sedangkan perilaku yang paling jarang dilakukan adalah kawin. Berdasarkan jenis kelamin individu dewasa, perilaku istirahat, makan, bergerak, agresif, objek manipulasi dan kawin didominasi oleh jantan sedangkan perilaku mendekap di dada, cuddling, dan grooming di dominasi oleh betina.

  2. PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON REAKTOR KARTINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Niati

    2012-01-01

    Full Text Available Limbah cair hasil aktivasi manusia misalnya di Rumah Sakit harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan. Pengolahan limbah cair ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya suatu hal yang berbahaya atau tidak aman bagi lingkungan. Permasalahan yang dikaji adalah dengan mengetahui jenis unsur dan kadarnya apakah melebihi dari batas kadar baku mutu limbah dan air minum. Metode  Analisis Aktivasi Neutron (AAN untuk analisis kualitatif yaitu mengetahui jenis unsur dan analisis kuantitatif yaitu menghitung kadar dari jenis unsur tersebut. Sampel limbah cair diaktivasi menggunakan sumber neutron dari Reaktor Kartini, kemudian dicacah menggunakan Spektrometri-γ, barulah analisis kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan. Hasil penelitian sampel air sumur dan limbah cair RS secara kualitatif terdapat jenis unsur dengan waktu peluruhan pendek seperti : Fe, Cl, dan Al dan waktu peluruhan panjang terdapat jenis unsur Br dan Na. Secara kuantitatif untuk waktu peluruhan pendek dengan evaporasi kadar Cl antara (0,0849-3,01E-06 ppm, kadar Al antara (2,3197-3,9841E-07 ppm; tanpa evaporasi kadar Cl antara (0,65785-2,3197E-07 ppm, kadar Al antara (2,5113-2,7761E-09 ppm. Untuk waktu peluruhan panjang dengan evaporasi kadar Br antara (0,069846-1,9147E-04 ppm, kadar Na antara (0,8058-3,2544E-05 ppm; tanpa evaporasi kadar Br 5,031E-06 ppm, kadar Na antara (6,7857-8,3285E-07 ppm. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa waktu peluruhan dan perbedaan perlakuan sampel mengakibatkan jenis unsur dan kadar unsur yang dihasilkan juga berbeda-beda. Berdasarkan penghitungan kadar jenis unsur dan setelah dibandingkan dengan kadar baku mutu limbah dan mutu air maka limbah cair RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam batas aman apabila dibuang ke lingkungan dan air sumur tersebut juga aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL, AAN, Reaktor Kartini

  3. Perbandingan Total Padatan Tersuspensi Dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) Pada Analisis Air Limbah Kelapa Sawit Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

    OpenAIRE

    Arizta

    2009-01-01

    Komposisi utama dari air limbah kelapa sawit adalah bahan – bahan organik terutama seperti minyak dan serat dari TBS (Tandan Buah Segar) adalah parameter yang digunakan untuk menunjukkan karakter air limbah kelapa sawit meliputi parameter organik seperti Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) dan parameter fisika seperti Total Padatan Tersuspensi. Total Padatan Tersuspensi dengan metode gravimetri dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) ditentukan dengan metode Winkler pada temperatur 20ºC dengan masa...

  4. Pola Pemanfaatan Limbah Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dalam Upaya Menghindari Pencemaran Lingkungan (Studi Kasus Di Perkebunan Kelapa Sawit PT.Tapian Nadenggan SMART Group, Langga Payung, Sumatera Utra),

    OpenAIRE

    Retno Widhiastuti

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai pupuk, sehingga kebutuhan pupuk anorganik dapat dikurangi dan pencemaran lingkungan dapat dihindari. Penelitian dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT Tapian Nadenggan dan perkebunan rakyat sekitarnya di Langga Payung, Sumatera Utara dengan rancangan percobaan rancangan petak terbagi. Musim (hujan dan kemarau ) sebagai petak utama dan aplikasi limbah pabrik kelapa sawit sebagai anak petak. Par...

  5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS HEDGING DENGAN INSTRUMEN DERIVATIF VALUTA ASING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fay Guniarti

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas hedging dengan instrumen derivatif valuta asing pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012. Data yang digunakan adalahdata sekunder yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012. Sedangkan sampel penelitian ini sejumlah 77 perusahaan yang memiliki eksposur transaksi dan memiliki kelengkapan data untuk diteliti. Dari sampel tersebut sebanyak 28 perusahaan melakukan aktivitas hedging selama periode pengamatan dan 49 perusahaan tidak melakukan aktivitas hedging.Analisis Logistic Regression digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model analisis menghasilkan ketepatan 79.2% dan variabel leverage, liquidity, firm size dan financial distress berpengaruh signifikan terhadap prediksi probabilitas aktivitas hedging dengan tingkat signifikansi 5%, sedangkan variabel firm value dan growth opportunity berpengaruh tidak signifikan. The objective of the study was to know the factors which influence the hedging activity with foreign currency derivative instruments at non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2012. The data of the research were secondary data which was downloaded from the Indonesia Stock Exchange website. The population of the study was all companies listed in Indonesia Stock Exchange in the period of 2010-2012. There were 77 companies which had the transaction exposure andcomplete data for analysis. From those samples, only 28 companies did hedging activities during the period of observation and 49 companies did not do hedging activities.The data were analyzed by Logistic Regression Analysis to test the hypothesis. The test result showed that analysis model gave the accuracy 79.2% and the research variables; leverage, liquidity, firm size, and financial distress

  6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS HEDGING DENGAN INSTRUMEN DERIVATIF VALUTA ASING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fay Guniarti

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas hedging dengan instrumen derivatif valuta asing pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012. Data yang digunakan adalahdata sekunder yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012. Sedangkan sampel penelitian ini sejumlah 77 perusahaan yang memiliki eksposur transaksi dan memiliki kelengkapan data untuk diteliti. Dari sampel tersebut sebanyak 28 perusahaan melakukan aktivitas hedging selama periode pengamatan dan 49 perusahaan tidak melakukan aktivitas hedging.Analisis Logistic Regression digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model analisis menghasilkan ketepatan 79.2% dan variabel leverage, liquidity, firm size dan financial distress berpengaruh signifikan terhadap prediksi probabilitas aktivitas hedging dengan tingkat signifikansi 5%, sedangkan variabel firm value dan growth opportunity berpengaruh tidak signifikan. The objective of the study was to know the factors which influence the hedging activity with foreign currency derivative instruments at non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2012. The data of the research were secondary data which was downloaded from the Indonesia Stock Exchange website. The population of the study was all companies listed in Indonesia Stock Exchange in the period of 2010-2012. There were 77 companies which had the transaction exposure andcomplete data for analysis. From those samples, only 28 companies did hedging activities during the period of observation and 49 companies did not do hedging activities.The data were analyzed by Logistic Regression Analysis to test the hypothesis. The test result showed that analysis model gave the accuracy 79.2% and the research variables; leverage, liquidity, firm size, and financial distress

  7. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN EFEK HEPATOPROTEKTIF DAUN BAKAU API-API PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    safrina dyah hardiningtyas

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak kasar daun api-api putih yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik, menentukan kandungan fitokimia dan efek Hepatoprotektif ekstrak kasar yang dipilih secara in vivo. Daun api-api putih diekstrak menggunakan tiga jenis pelarut, yakni metanol, etil asetat dan n-heksana. Dalam uji in vivo dilakukan evaluasi terhadap kadar malondialdehid (MDA, enzim aspartat transaminase (AST, enzim alanin transaminase (ALT, dan histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi daun api-api putih dengan pelarut etil asetat menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan kandungan fitokimia terdiri dari flavonoid dan steroid/triterpenoid. Pemberian ekstrak etil asetat daun api-api putih pada tikus yang telah diinduksi CCl4 dapat menormalkan berbagai parameter biokimia stres oksidatif (kadar MDA, AST, dan ALT dibandingkan dengan standar Silymarin. Ekstrak daun api-api putih berpotensi untuk melindungi hati tikus dari kerusakan oksidatif yang diinduksi CCl4. Efek Hepatoprotektif ekstrak daun api-api putih berkorelasi dengan aktivitas antioksidannya.Kata kunci: antioksidan, Avicennia marina, ekstrak, hepatoprotektor

  8. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Umbi Sarang Semut (Myrmecodia pendens Dibanding dengan Klorheksidin terhadap Streptococcus sanguinis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathimah Azzahra Attamimi

    2017-06-01

    Full Text Available Streptococcus sanguinis merupakan bakteri pionir penyebab plak gigi. Penggunaan obat kumur klorheksidin merupakan tindakan untuk mengontrol pembentukan plak gigi, namun karena efek sampingnya, klorheksidin tidak dapat digunakan untuk jangka panjang. Umbi sarang semut (Myrmecodia pendens merupakan tanaman obat yang memiliki banyak aktivitas biologis untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak kasar umbi sarang semut terhadap bakteri S. sanguinis dibandingkan dengan klorheksidin dan pengaruh pemberian konsentrasinya terhadap kematian sel bakteri. Metode penelitian menggunakan uji Kirby-Bauer untuk menentukan diameter hambat pertumbuhan bakteri, dilanjutkan dengan uji MIC untuk mengetahui nilai MIC dari sampel dan pengaruhnya terhadap kematian sel bakteri. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2015 di Laboratorium Kimia Organik Universitas Padjadjaran Hasil uji Kirby-Bauer ekstrak kasar umbi sarang semut menunjukkan aktivitas antibakteri. Zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak kasar tidak berbeda signifikan dengan klorheksidin (12 mm vs 15 mm, p>0,05. Nilai MIC ekstrak kasar berada diantara 9,77 ppm dan 19,53 ppm, nilai ini lebih kecil dibanding dengan klorheksidin, yaitu sebesar 1,935 ppm. Selain itu, terdapat korelasi positif dan kuat antara konsentrasi ekstrak kasar dan kematian sel bakteri S. sanguinis (r=0,867. Dapat disimpulkan ekstrak kasar umbi sarang semut memiliki efek antibakteri lebih kecil dibanding dengan klorheksidin. Peningkatan konsentrasi eksrak kasar umbi sarang semut memiliki korelasi positif dan kuat terhadap peningkatan kematian sel bakteri S. sanguinis.

  9. APLIKASI REGRESI KOMPONEN UTAMA UNTUK ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN NAFTOQUINON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian Saputra

    2013-11-01

    Full Text Available KajianHubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA senyawa antikanker turunan naftoquinon telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi komponen utama.Sebagai deskriptor digunakan muatan atom bersih dan beberapa deskriptor teoritik sebagai hasil perhitungan mekanika kuantum semiempirik PM3. Semua proses pemodelan molekul meliputi pembentukan struktur molekul, optimasi geometri dan perhitungan deskriptor molekul dilakukan menggunakan paket perangkat lunak Hyperchem 7.5. Data aktivitas biologis yang digunakan adalah data aktivitas antikanker senyawa melawan human cervical carcinoma dalam bentuk log IC50.Setiap deskriptor molekul ditransformasi menjadi beberapa komponen utama sebagai variabel bebas pada analisis regresi terhadap log IC50guna mendapatkan model persamaan HKSA. Dengan pendekatan regresi komponen utama diperoleh model persamaan HKSA sebagai berikut : log IC50 = 0.719 + 0.324 x1 + 0.018 x2 – 0.183 x3 dengan n = 13, r = 0,893, r2 = 0,797, adjusted r2 = 0,757, SE = 0,228, Fhitung/Ftabel = 3,482, dan PRESS = 0,455

  10. EFEKTIVITAS STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION BERBANTU MONOPOLI TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feronika Febri Larasati

    2013-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD berbantu media permainan monopoli terhadap aktivitas dan hasil belajar akuntansi kompetensi dasar jurnal umum di SMA Negeri 1 Jepara tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dirancang menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling melalui pengundian, diperoleh kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yaitu metode tes dan observasi. Analisis data menggunakan analisis data aktivitas belajar ((sebelum perlakuan (statistik deskriptif, normalitas, homogenitas, kesamaan dua rata-rata dan setelah perlakuan (statistik deskriptif, normalitas, homogenitas, uji hipotesis dan analisis data hasil belajar ((sebelum perlakuan (statistik deskriptif, normalitas, homogenitas, kesamaan dua rata-rata dan setelah perlakuan (statistik deskriptif, normalitas, homogenitas, uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbantu media permainan monopoli dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar serta lebih efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi kompetensi dasar jurnal umum dibandingkan model pembelajaran konvensional. Saran This study aims to prove the effectiveness of the learning model Student Team Achievement Division (STAD assisted monopoly games media on learning activities and outcomes of the general journal of accounting competence in Jepara 1st State Senior High School academic year 2013/2014. This study is experimental research that designed with pre-test post-test control group design. Samples were taken with simple random sampling technique by lottery method, obtained in class XI IPS 2 as the experimental class and class XI IPS 4 as the control class. Methods of data collection are test and observation. Analyzed

  11. PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH TAPIOKA SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Iswardhani

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1 perbedaan motivasi dan prestasi belajar siswa setelah menggunakan sumber belajar yang berupa limbah tapioka pada materi Archaebacteria dan Eubacteria; dan (2 pengaruh sumber belajar yang berupa limbah tapioka terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MAN 2 Pati. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain randomized control group, pretest-post test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MAN 2 Pati kelas X, sedangkan sampel penelitian adalah kelas X-2 sebagai kelompok kontrol dan kelas X-3 sebagai kelompok eksperimen. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan nontes. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan hasil uji paired sample t test nilai sig.(2-tailed>α. Tidak ada perbedaan hasil belajar ditunjukkan dengan hasil uji paired sample t-test nilai sig.(2-tailedα. There is no difference in learning achievement after using tapioca waste as a source of learning, which is indicated by paired sample t-test, the value of sig.(2-tailed<α. Learning motivation and achievement of students who use tapioca waste as learning resources is higher than that of students who use the conventional learning resources. Keywords: tapioca waste, learning resources, motivation, learning achievement

  12. Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Portable untuk Kegiatan Usaha Pencucian Mobil di Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Novitrianingsih

    2017-01-01

    Full Text Available Pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Surabaya tidak terlepas dari kegiatan industri salah satunya yaitu usaha pencucian mobil. Hal tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dikarenakan usaha pencucian mobil belum memiliki IPAL untuk mengolah limbah yang dihasilkan. Sehingga masih banyaknya usaha pencucian mobil yang membuang air limbah pencucian mobil langsung ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu.Dimensi untuk masing-masing unit ­­pre-treatment yang terdiri dari oil trap dan sumur pengumpul sebesar 1,3m x 0,6m x 1 m dan 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan dimensi unit IPAL portable yang terdiri dari tangki septik, aerobik biofilter, dan bak penampung secara berturut-turut sebesar 1,7 m x 0,4 m x 1,2 m; 0,5 m x 0,4 m x 1,2 m sebanyak 2 kompartemen; dan dimensi unit bak penampung yang diperoleh dari lahan IPAL portable yang tersisa sebesar 0,7 m x 0,4 m x 1,2 m. Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan unit pre-treatment sebesar Rp 1.590.000,00. Sedangkan untuk unit IPAL portable sebesar Rp 3.900.000,00.

  13. Efisiensi Pengolahan Limbah Cair Mengandung Minyak Pelumas pada Oil Separator dengan Menggunakan Plate Settler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasih Ditaningtyas Sari Pratiwi

    2014-03-01

    Full Text Available Kegiatan pencucian kendaraan bermotor menghasilkan limbah cair mengandung minyak pelumas yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama menghambat suplai oksigen ke dalam tanah, meracuni mikroorganisme tanah, serta dapat mencemari perairan sampai ke lapisan aquifer air tanah. Salah satu cara mengolah limbah yang mengandung minyak pelumas adalah dengan pemisahan menggunakan gravity separator yang memanfaatkan plate settler. Penelitian ini lalu dilaksanakan untuk menentukan efisiensi pemisahan minyak pelumas pada oil separator dengan plate settler. Variabel yang digunakan dalam penelitian yakni konsentrasi campuran minyak pelumas sebesar 90 mg/L, 120 mg/L, dan 150 mg/L serta sudut kemiringan plate settler sebesar 30°, 45°, dan 60°. Pengujian konsentrasi minyak pelumas dalam air sampel menggunakan metode ekstraksi soxhlet. Berdasarkan hasil penelitian, sudut kemiringan 60° dan konsentrasi minyak pelumas dalam influent 150 mg/L memberikan efisiensi tertinggi, yakni 84,93%. Sudut 60° berdasarkan hasil penelitian diketahui pula merupakan sudut yang paling optimum untuk proses pemisahan minyak pelumas dengan air.

  14. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  15. PENGARUH PERENDAMAN DAN PEREBUSAN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, GULA, TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KERANDANG (Canavalia virosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Farianti Djaafar

    2013-03-01

    Full Text Available The Effect of Soaking and Boiling on Protein, Oligosaccharides, Total Phenolic Content and Antioxidant Activity ofKerandang (Canavalia virosa Titiek Farianti Djaafar, Umar Santosa, Muhammad Nur Cahyanto, Endang Sutriswati Rahayu ABSTRAK Kerandang (Canavalia virosa tergolong tanaman legum dan menghasilkan biji, tumbuh menjalar di lahan pasir pantaiDaerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo dengan luas lahan sekitar 3.500 ha.Tanaman kerandang merupakan sumber protein nabati, mengandung senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antioksidan.Penelitian tentang aktivitas antioksidan biji kerandang belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh perendaman dan perebusan terhadap perubahan kandungan protein, gula, total fenolik dan aktivitas antioksidanbiji kerandang. Perendaman dilakukan pada 0, 12, dan 24 jam dengan rasio biji kerandang dan air sebesar 1:6 (b/v.Perlakuan perendaman ini dikombinasikan dengan perebusan biji pada suhu didih air (80 – 90 ºC selama 0, 10, dan20 menit. Perbandingan biji kerandang dan air untuk perebusan adalah 1:5 (b/v. Pengujian yang dilakukan meliputikadar protein, jenis gula, total fenolik dan aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan AcakLengkap dengan ulangan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein biji kerandang menurun denganperlakuan perendaman dan perebusan. Biji kerandang mengandung oligosakarida tahan cerna (raÞ nosa yang cukuptinggi. Kandungan total fenolik biji kerandang segar sebesar 7,42 g GAE/100 g biji kerandang. Perlakuan perendamandan perebusan menyebabkan kandungan total fenolik menurun sampai dengan 74,93 %. Aktivitas antioksidan bijikerandang dinyatakan sebagai Radical Scavenging Activity sebesar 10,22 %. Pada perendaman selama 12 dan 24 jamterjadi penurunan aktivitas antioksidan.Kata kunci: kerandang, total fenol, aktivitas antioksidan ABSTRACT Kerandang (Canavalia virosa is legume crops and producing seeds

  16. STUDI AWAL: PENGARUH GAME KEKERASAN TERHADAP AKTIVITAS OTAK ANAK MELALUI PEMETAAN SINYAL OTAK (BRAIN MAPPING MENGGUNAKAN WIRELESS EEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Handayani

    2017-06-01

    Full Text Available Brain mapping adalah pemetaan aktivitas kelistrikan otak untuk mempelajari fungsional otak manusia. Pada studi ini, brain mapping digunakan untuk mempelajari pengaruh game kekerasan terhadap aktivitas fungsional otak anak dengan menggunakan wireless EEG (electroencephalography berupa Emotiv Epoc 14-channel. Subjek penelitian ini adalah anak-anak pecandu game kekerasan (10 anak dengan rentang usia antara 12-15 tahun. Aktivitas otak pada saat bermain game akan dibandingkan dengan kondisi rileks. Waktu perekaman EEG selama 42 menit untuk setiap subjek. Dari hasil analisis spektral daya menggunakan periodogram Welch menunjukkan bahwa pada saat bermain game, frekuensi gelombang delta dan theta meningkat terutama pada area frontal (F7, F3, FC5, FC6, F4, F8, dan AF4. Spektral daya gelombang alpha mengalami penurunan sedangkan gelombang beta mengalami peningkatan pada saat bermain game. Hal ini mengindikasikan bahwa anak mengalami beban mental dan berada pada kondisi stres pada saat bermain game kekerasan.

  17. KAJIAN PROGRAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN STUDI KASUS PENGELOLAAN IPAL MARGASARI BALIKPAPAN (Study on Urban Wastewater Management Program A Case Study at WWTP Margasari Management of Balikpapan City, Indonesia)

    OpenAIRE

    Freddy Nelwan; Kawik Sugiana; Budi Kamulyan

    2015-01-01

    ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji kinerja pengelolaarr limbah cair, dan untuk mengamati persepsi komunitas tentang fasilitas pengolahan limbah cair (WWTP). Analisis terhadap kinerja pengelolaan WWTP Margasari menunjukkan bahwa implenrentasi program rehabilitasi sanitasi berjalan dengan baik. WWTP nampu untuk mencakup 1500 pelanggan, yang sama dengan 1/5 dari pemukiman terapung di Kecamatan Balikpapan Barat. Kenaikan retribusi yang tekait dengan pengurangan subsidi untuk oper...

  18. PERBANDINGAN DESAIN IPAL ANAEROBIC BIOFILTER DENGAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK LIMBAH CAIR TEKSTIL DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yogie Restu Firmansyah

    2017-01-01

    Full Text Available Effluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL di Pabrik Tekstil X belum memenuhi kriteria yang ada, terutama untuk masalah warna. Sistem pengolahan IPAL menggunakan Anaerobic Biofilter memiliki kelebihan menyisihkan bahan organik yang tinggi, kebutuhan lahan yang relatif tidak besar, dan biaya operasi yang murah dibandingkan dengan sistem lumpur aktif yang menggunakan proses aerasi. Rotating Biological Contactor (RBC juga memiliki kelebihan yang sama dengan anaerobic biofilter. Perbandingan antara kedua sistem tersebut diperlukan untuk mengetahui sistem yang paling efektif untuk mengolah air limbah di Pabrik Textil X. Pengolahan adsorbsi batok arang kelapa dipilih untuk menghilangkan warna. Perencanaan ini dilakukan dengan menggunakan metode yang sistematis dimulai pengumpulan data primer dan sekunder yang berupa data karakteristik dan debit air limbah, lalu dilakukan perhitungan dan penggambaran Detail Engineering Desan (DED, volume pekerjaan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB, setelah itu dilakukan pembahasan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari unit anaerobic Biofilter yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa dan Rotating Biological Contactor yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa, lalu diambil kesimpulan dan saran yang relevan dengan tujuan dari perancanaan ini. Dari perhitungan DED didapat dimensi untuk masing masing unit IPAL sebagai berikut Bak ekualisasi (2,6 m x 2,6 m x 2 m, Septic tank (1,75 m x 1,5m x 2,5m, Anaerobic Filter 4 kompartemen (4,5m x 2,5m x 2,5m, , RBC 2 shaft  (2,75m x 2,75 m x 1m, Adsorbsi (3,5 mx 6,75m x 0,55m. Biaya investasi alternative 1 sebesar Rp   700.193.694,29, biaya operasi sebesar Rp 50.222.462,40, biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Alternatif 2 biaya investasi sebesar Rp 777.526.655,53, biaya operasi sebesar Rp Rp 53.012.599,20  , biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Kelebihan anaerobic filter adalah biaya investasi yang lebih kecil, kebutuhan lahan yang lebih sedikit yaitu

  19. GAMBARAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGASEM I PADA SEPTEMBER-OKTOBER 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Bagus Aginda Dwi Pawana

    2015-07-01

    Full Text Available Di Puskesmas Karangasem I, diabetes melitus termasuk dalam daftar sepuluh besar penyakit yang paling sering ditemui oleh petugas pelayanan medis. Untuk mengetahui prevalensi kadar gula darah,aktivitas fisik, gambaran aktivitas fisik terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Karangasem I. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif potong lintang, dilakukan bulan September - Oktober 2013. 55 penderita diabetes melitus yang tercatat dalam register Puskesmas Karangasem I pada tahun 2012 sebagai sampel dipilih secara acak. Didapatkan prevalensi kadar gula darah terkontrol pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Karangasem I sebanyak 56,4% dan yang tidak terkontrol 43,6%. Dari 55 sampel, sebanyak 9 orang (16,4% memiliki aktivitas sedang, 25 orang (45,4% memiliki aktivitas ringan, 21 orang (38,2% merupakan penderita diabetes melitus yang tidak aktif dalam beraktivitas. Tidak ditemukan penderita diabetes melitus yang memiliki aktivitas berat. Secara umum, kadar gula darah yang tidak terkontrol lebih banyak dialami oleh penderita diabetes melitus yang tidak aktif dalam beraktivitas fisik, yaitu sebanyak 52,4% (11 orang dari total 21 penderita yang tidak aktif dalam aktivitas fisik. Sedangkan dari 25 penderita diabetes melitus yang melakukan aktivitas ringan sebanyak 17 orang (68,0% memiliki kadar gula darah yang terkontrol dan 8 orang (32,0% memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tidak terkontrol justru lebih tinggi pada kelompok penderita diabetes melitus dengan aktifitas sedang yaitu 5 orang (55,6% dari 9 orang yang didapatkan memiliki aktivitas sedang. Tidak ditemukan kecenderungan peningkatan presentase kadar gula darah pada penderita diabetes melitus dengan aktivitas fisik yang tidak aktif, ringan, sedang maupun berat.

  20. ANALISIS DAN PREDIKSI BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR PABRIK PENGALENGAN IKAN (Analysis and Prediction of Liquid Waste Pollutant Level in Fish Canning Plant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2011-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar parameter pencemaran serta beban pencemaran limbah cair pabrik pengalengan ikan sardin. Manfaatnya adalah sebagai saran pertimbangan kepada industri untuk mengelola limbah cair secara profesional, menjamin kelestarian dan peruntukkan badan air penerima limbah cair, serta bahan informasi ilmiah kepada pengambil kebijakan (terutama pejabat daerah dalam pengelolaan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan adalah neraca masa, dengan parameter pengamatan yaitu: debit limbah cair maksimum (DM dan debit limbah cair sebenarnya (DA, serta beban pencemaran maksimum (BPM dan beban pencemaran sebenarnya (BPA dari parameter pH, TSS, BOD, COD, dan minyak/lemak sesuai Kepmen LH. No. 06 Tahun 2007. Berdasarkan hasil pengukuran, tercatat debit air limbah aktual (Dp = 10,0 liter/detik, debit air limbah sebenarnya (DA = 2.880 m 3, serta debit air limbah maksimum (DM = 720 m 3, (jadi DA > DM. Dari hasil analisis laboratorium, kadar parameter indikator pencemaran limbah cair pabrik ikan kaleng, masing-masing: pH = 6,5; TSS = 250 mg/l; BOD 5 = 95,0 mg/l; COD = 105 mg/l; dan minyak/lemak = 0,5 mg/l. Berdasarkan hasil perhitungan, ternyata beban pencemaran sebenarnya dari masing-masing parameter (BPA-TSS, BOD 5 , dan COD lebih besar dari beban pencemaran maksimum (BPM, kecuali lemak di mana BPA MWD. Based on the laboratory analytical result, wastewater pollution indicator parameters are, respectively, pH=6.5; TSS=250 mg/l; BOD­5=95.0 mg/l; COD=105 mg/l; and oil/fat = 0.5 mg/l. Based on the measuring result, the substantive pollution load, respectively, higher than maximum pollution load (SPL>MPL, except fat parameter, while SPL less than MPL.  We can conclude that wastewater pollution load produced by canning industries, exceeded the allowed limit of wastewater quality for fisheries industries (Kepmen LH No. 06 Year 2007, and also resulted pollution (changing the utilization in

  1. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gary Intan Ramadhani

    2013-03-01

    Full Text Available Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasil optimum yaitu dengan tercapainya penurunan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah cair yang digunakan sesuai dengan baku mutu dan kondisi yang tidak membahayakan lingkungan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, TSS, kadar COD dan BOD dengan membandingkan dari tiap-tiap variasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah pemberian dosis biji asam jawa sebagai koagulan dengan variasi (500, 1500, 2500, 3500 mg/l, kecepatan putaran pada proses koagulasi-flokulasi dan lama pengadukan lambat (flokulasi. Pada penelitian ini, terdapat korelasi antara dosis koagulan dan kecepatan pengadukan yang diberikan terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS. Dosis optimum yang diperoleh yaitu 1500 mg/l limbah. Sedangkan hasil optimum diperoleh pada kecepatan koagulasi 180 rpm selama 1 menit dan flokulasi 80 rpm dengan lama waktu pengadukan 45 menit.

  2. Evaluasi dan Desain Ulang Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Industri Tekstil di Kota Surabaya Menggunakan Biofilter Tercelup Anaerobik-Aerobik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Muzakky

    2017-01-01

    Full Text Available Perkembangan dunia fashion saat ini membuat permintaan produk tekstil meningkat. Industri tekstil Z sebagai salah satu industri tekstil tua di Kota Surabaya berusaha untuk tetap bersaing dipangsa pasarnya dengan memproduksi berupa pakaian berwarna gelap. Peningkatan kegiatan produksi yang tidak diikuti dengan perubahan pada sistem pengolahan IPAL membuat perubahan pada karakteristik air limbah yang dikeluarkan oleh industri. Hal ini menyebabkan air yang dikeluarkan tidak memenuhi baku mutu. Sehingga diperlukan sebuah evaluasi dari setiap unit dan perencanaan ulang dari sistem IPAL. Evaluasi dilakukan dengan mengukur dimensi dari masing-masing unit IPAL eksisting, menganalisa sampel air limbah, dan membandingkannya dengan kriteria desain dari masing-masing unit. Perencanaan ulang dilakukan pada unit yang tidak berfungsi dengan baik. Biofilter tercelup anaerobik-aerobik adalah salah satu teknologi yang dapat dijadikan sebagai alternatif karena memiliki banyak kelebihan dari aspek teknis dan finansial. Hasil evaluasi IPAL eksisting menunjukkan bahwa semua unit tidak memenuhi kriteria desain. Hal inilah yang menyebabkan air limbah yang dihasilkan tidak memenuhi baku mutu. Limbah yang dihasilkan IPAL eksisting adalah 52,05 mg/L TSS; 899,3 mg/L COD; 182,61 mg/L BOD; dan 31,85 PtCo warna. Rekomendasi berupa perencanaan ulang menggunakan biofilter tercelup anaerobik-aerobik menghasilkan limbah dengan kadar TSS, COD, BOD, dan warna secara berurutan adalah 15,93 mg/L; 29,05 mg/L; 2,99 mg/L; dan 2,63 PtCo dengan biaya investasi sebesar Rp 793.175.680.

  3. UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH BIJI MANGGA MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI DI DESA KENDEL KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartati Soetjipto

    2015-06-01

    Full Text Available Limbah biji mangga yang terbuang percuma dapat diolah menjadiberbagai produk yang memiliki nilai jual seperti minyak, sabun dan tepung biji mangga. Hasil penelitian di laboratorium Kimia FSM UKSW telah diaplikasikan di kelompok ibu-ibu PKK desa Kendel kabupaten Boyolali sejak April–Oktober 2014. Minyak biji mangga yang diperoleh dengan metoda ekstraksi, dibuat sabun mandi dengan metoda dingin sedangkan tepung biji mangga diperoleh dengan metoda pengeringan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan SDM ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK desa Kendel agar mampu menghasilkan produk barang layak jual untuk membantu perekonomian keluarga.Kata kunci: Kendel, minyak biji mangga, sabun alami, tepung biji mangga

  4. IDENTIFIKASI DAN SINERGISME KAPANG LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervina Mukharomah

    2016-03-01

    Full Text Available Identifikasi dan sinergisme lipolitik dari Limbah SBE (Spent Bleaching Earth yang berpotensi sebagai agen bioremediasi telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2015. Pengambilan sampel dengan metode Random Sampling dari PT Wilmar International Group Mariana Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di Labolatorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat kapang lipolitik yang berpotensi mendegradasi residu minyak dan sebagai agen remediasi. Hasil penelitian ini diperoleh kapang lipolitik yang mampu mendegradasi minyak yaitu Cylindrocladium sp (V2, Fumago sp (V5 dan Aspergilus Fumigatus (V8. Ketiga isolat kapang ini dapat menurunkan residu minyak sebesar 76,6 %. Kapang yang memiliki potensi tinggi dalam mendegradasi minyak yaitu Aspergilus Fumigatus (V8.

  5. PENYISIHAN LIMBAH NITROGEN DARI SISTEM AKUAKULTUR MULTITROFIK TERPADU MENGGUNAKAN TANAMAN SAYUR SEBAGAI KONVERTER FOTOAUTOTROF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumoharjo Sumoharjo

    2016-04-01

    Full Text Available Tiga spesies tanaman sayur, kangkung darat (Ipomoea reptana, sawi (Brassica juncea, dan kemangi (Ocimum basilicum dibandingkan guna mengonversi ammonium dan nitrat nitrogen dari sistem akuakultur. Tanaman tersebut ditanam secara hidroponik menggunakan teknik rakit (rafting technique dengan tata letak rancangan acak kelompok lengkap (RAKL. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat konversi nitrogen oleh ketiga jenis tanaman berbeda secara nyata dengan tingkat retensi nitrogen tertinggi pada tanaman kangkung sebesar 0,73±0,28 g; diikuti oleh kemangi (0,30±0,17 g; dan terakhir oleh sawi (0,03±0,07 g. Secara keseluruhan ketiga tanaman mampu menyisihkan limbah nitrogen sebesar 6,70% dari total produksi TAN dari sisa metabolisme ikan yang dibudidayakan.

  6. Pembuatan Membran Komposit Khitosan-Selulosa dari Limbah Kulit Kepala Udang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Aprilia

    2006-06-01

    Full Text Available Khitosan adalah produk yang dapat diasetilasi dari khitin, dan banyak terdapat di alam. Khitin diisolasi dari limbah kulit udang yang merupakan polimer alam yang mempunyai struktur mirip dengan selulosa. Khitosan ini bersifat hidrofilik  dan merupakan material biodegradable. Dengan pesatnya teknologi pemisahan, maka khitosan telah digunakan sebagai bahan pembuat membran. Membran khitosan bersifat hidrofilik yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam melewatkan permeat berupa air. Pada penelitian ini khitosan diisolasi dari khitin pada temperatur  120oC dan waktu deasetilasi 120 menit. Kandungan air yang diperoleh adalah 7% dan kandungan abu adalah 1,28%. Membran komposit khitosan dan selulosa dibuat dengan metode inversi fasa dan teknik  polimerisasi antar muka. Hasil peneletian dilakukan karakterisasi membran dengan permeasi pelarut. Fluks besar diperoleh pada membran dengan konsentrasi khitosan terkecil yaitu 0,25%. Koefisien permeabilitas (Lp terbesar diperoleh pada membran dengan konsentrasi khitosan 0,25%, yaitu sebesar 1,522 l/m2jam bar.

  7. KINETIKA REAKSI OKSIDASI KATALITIK FERO SULFAT DARI LIMBAH BESI DALAM REAKTOR LULUHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hary Sulistyo

    2012-02-01

    Full Text Available Limbah besi yang berupa serbuk direaksikan dengan asam sulfat membentuk larutan fero sulfat. Larutan fero sulfat dapat dioksidasi menjadi feri sulfat. Oksidasi dijalankan dalam reaktor drift pada tekanan dan suhu tetap. Percobaan dilakukan pada kisaran suhu 323K sampai 353K dan konsentrasi katalisator dari 1,7 sampai 6,7 g/L, waktu reaksi 150 menit pada tekanan atmosferis. Nilai konversi tertinggi fero sulfat menjadi feri sulfat yang diperoleh 39,5%. Nilai koefisien perpindahan massa gas ke cairan dan cairan ke permukaan padatan berturut-turut 37,18 cm/s dan 180 cm/s. Hubungan antara konstante kecepatan reaksi permukaan dengan suhu dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan Arrhenius, k = 2,8092x107exp(-8794/RT. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan data di pustaka dan kinetika reaksi ditentukan oleh gabungan antara perpindahan massa gas ke cairan dan reaksi pada permukaan katalisator. 

  8. Adsorpsi Ion Logam Cu(II Menggunakan Lignin dari Limbah Serbuk Kayu Gergaji

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lelifajri Lelifajri

    2010-06-01

    Full Text Available Adsorption of heavy metal ion Cu(II onto modified lignin from sawdust waste have been presented. The ability of lignin from sawdust waste to adsorb the copper ion has been evaluated by varying adsorption time, pH of solution, and adsorption capacity. The concentration of copper ion was measured by atomic adsorption spectrometer. The result showed that the optimum condition of ion Cu(II by lignin were achieved at adsorption time of 15 minutes, pH of solution of 6, and copper concentration of 20 mg/L with adsorption efficiency of 99,3 %. In this study, the maximum capacity of 15,43 mg/g and equilibrium constant of 754,96 were achieved. Keywords: adsorpsi, ion tembaga, lignin, limbah serbuk kayu gergaji

  9. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA AKAR BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L. TERHADAP Shigella flexneri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Nuriyatun

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L terhadap Shigella flexneri secara in vitro, untuk mengetahui Konsentarasi Hambat Minimum (KHM dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L terhadap bakteri Shigella flexneri. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L. yaitu 50%, 25%, 12 ,5%, 6,25%, dan 3,12 5%. Pembuatan infusa dilakukan dengan metode infundasi, sedangkan uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. KHM Konsentrasi Hambat Minimum ditentukan dengan pengamatan kekeruhan dan kejernihan dari masing–masing larutan uji dan dibandingkan dengan larutan kontrol, sedangkan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum ditentukan dengan pengamatan ada tidaknya bakteri yang tumbuh pada media Mc Conkey . Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHM tidak dapat ditentukan karena infusanya keruh dan KBM juga tidak dapat ditentukan karena semua ruang pada cawan petri ditumbuhi bakteri, sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosusL tidak memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap Shigella flexneri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber belajar biologi di SMA kelas X semester I untuk mencapai Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ciri–Ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan Peranannya dalam Kehidupan.Kata kunci : antibakteri, infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus. L, Shigella flexneri.

  10. Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle Konsentrasi 10% Terhadap Aktivitas Enzim Glukosiltransferase Streptococcus mutans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zenia Adindaputri U

    2013-12-01

    Full Text Available Streptococcus mutans merupakan bakteri yang berperan sebagai agen utama penyebab karies gigi, yang memiliki enzim glukosiltransferase (GTF. Enzim GTF akan mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukan. Salah satu herbal tradisional yang dapat berperan sebagai antibakteri adalah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle yang mengandung polifenol terutama flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle konsentrasi 10% terhadap aktivitas enzim GTF Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10% sebagai perlakuan, chlorhexidine gluconate 0,12% sebagai kontrol positif, serta akuades steril sebagai kontrol negatif. Metode penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu penyiapan ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10%, penyiapan enzim GTF dari supernatan Streptococcus mutans, dan pengujian aktivitas enzim GTF melalui analisis konsentrasi fruktosa dengan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Pembacaan luas area fruktosa dilakukan berdasarkan waktu retensi. Satu unit aktivitas enzim GTF di definisikan sebagai 1 µmol fruktosa/ml dari enzim/jam. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA.Hasil perhitungan aktivitas enzim GTF dengan one way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10% dapat menghambat aktivitas enzim glukosiltransferase Streptococcus mutans.  The Influence of 10% Concentrate of Citrus Aurantifolia Swingle on The Activities of Streptococcus Mutans Glucocyl Transferase Enzyme. Streptococcus mutans is a bacteria which has glucosyl transferase (GTF enzyme and acts as the main agent that causes dental caries. GTF enzyme will convert sucrose into fructose and glucan

  11. Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Milfa Sari Muzamil

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakGangguan kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada golongan usia lanjut. Prevalensi gangguan kognitif tinggi pada negara yang memiliki populasi usila yang tinggi. Indonesia merupakan negara keempat dunia yang memiliki populasi usila tertinggi dan diperkirakan akan menjadi ketiga tertinggi pada 2020. Antara usaha preventif yang dilakukan adalah dengan beraktivitas fisik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif pada usila. Jenis penelitian ini adalah studi cross sectional dengan metode non probability sampling. Populasi penelitian adalah usila ≥60 tahun yang berada di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel seramai 51 orang dengan 13 laki-laki dan 38 perempuan. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan General Practice Physical Activity Questionnaire (GPPAQ dan fungsi kognitif dinilai menggunaan Mini Mental State Examination (MMSE. Data diolah dengan uji statistik chi square menggunakan program SPSS. Hasil univariat didapatkan persentase usila yang aktif sebanyak 29.4% dan yang kurang aktif 70.6%. Persentase usila dengan fungsi kognitif yang normal sebanyak 82.4% dan yang mengalami penurunan 17.6%. Hasil bivariat didapatkan ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif dimana nilai p = 0.044 (p < 0.05. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur.Kata kunci: fungsi kognitif, aktivitas fisik, usia lanjutAbstractCognitive impairment is common and highly age-related in the world. The prevalence of cognitive impairment is high in the country with high proportion of elderly. Indonesia is the fourth country with the highest population of elderly and estimated to be the third highest in 2020. Little attention has been paid to the identification of modifiable lifestyle habits for its

  12. HUBUNGAN KEMATANGAN REPRODUKSI DAN USIA SAAT MELAHIRKAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR DI INDONESIA TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofingatul Mubasyiroh

    2016-09-01

    Full Text Available AbstractBackground: Infant Low Birth Weight (LBW is a major factor in increased mortality, morbidity and disability neonatal infants and children. One of biological characteristics of mothers that increases the risk of low birth weight is young gynecological age (reproductive maturity. Objective: This study aims to determine the relationship of reproductive maturity and maternal age at delivery with Infant LBW. Methods: The study design was cross-sectional with the outcome (LBW clearly preceded by exposure (condition during pregnancy. Sample was 1562 subjects of Riskesdas 2010 namely married with first child. Birth weight data recorded in the health record book/KMS/KIA books. Multivariate analysis done by Cox regression. Result: Overall incidence of LBW was 6.1 percent. There were 11.8 percent of LBW with immaturity reproduction and 8.4 percent in women at risk on maternal age (<20 years. The final result of multivariate analysis showed that women with immaturity reproduction and at risk on maternal age were 2.43 times having low birth weight baby compared to those with maturity reproduction and safe age of childbirth, controlled by education, iron tablet consumption, gestational age at first visit and number of ANC visits. Conclusions: Immaturity reproduction and at risk maternal age affect the incidence of LBW in Indonesia in 2010 adjusted by education, iron tablet consumption, gestational age at first visit and the number of ANC visits. Keywords: reproductive maturity, age at delivery, low birth weight Abstrak Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus bayi dan anak. Salah satu karakteristik biologis ibu yang memiliki peran meningkatkan risiko BBLR adalah usia ginekologi yang muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kematangan reproduksi dan usia ibu saat melahirkan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR. Metode: Disain

  13. PENENTUAN AKTIVITAS UNSUR RADIOAKTIF THORIUM YANG TERKANDUNG DALAM PROTOTIPE SUMBER RADIASI KAOS LAMPU PETROMAKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Nugraheni

    2012-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis unsur radioaktif thorium yang terkandung dalam prototipe kaos lampu petromaks, mengetahui aktivitas jenis dan umur paruh unsur radioaktif thorium tersebut. Analisis data menggunakan metode spektrometri gamma dengan detektor Ge(Li. Data pencacahan berupa spektrum energi gamma, yang memberikan informasi energi gamma dan cacahnya. Jenis unsur radioaktif dan umur paruhnya diketahui dengan mencocokkan energi gamma pada tabel isotop. Sedangkan aktivitas jenisnya ditentukan dengan menganalisis spektrum energi gamma. Berdasarkan hasil penelitian, prototipe kaos lampu petromaks mengandung unsur radioaktif 212Pb (thorium B, 224Ra (thorium X, 228Ac (Mesothorium II, 208Tl (thorium C’’, 212Bi (thorium C dan 40K (kalium-40. Aktivitas jenis unsur 212Pb (Eγ = 238,90 keV dalam satuan Bq/gram pada prototipe berturut-turut A (2,301 ± 0,001102, B (1,351 ± 0,007103, C (1,068 ± 0,003103, D (6,343 ± 0,005102, dan E (6,637 ± 0,009102. Sedangkan aktivitas jenis unsur 40K (Eγ = 1460,91 keV dalam satuan Bq/gram pada prototipe berturut-turut A (1,29 ± 0,01101, B (1,818 ± 0,007102, C (1,362 ± 0,003102, D (7,85 ± 0,02101 dan E (7,93±  0,01101, Hal ini  terbukti  dengan teridentifikasinya unsur-unsur radioaktif anak luruh deret thorium. Aktivitas prototipe sumber radiasi kaos lampu petromaks sebagian besar berasal dari sumbangan aktivitas unsur radioaktif 212Pb (Eγ = 238,90 keV. Aktivitas prototipe sumber radiasi kaos lampu petromaks yang terbesar terdapat pada prototipe B. The purpose of this research is to determine type of radioactive element thorium contained in petromax light mantle prototype and find out the specific activity and half life of radioactive element thorium. The data was analyzed by using gamma spectrometry method with Ge(Li detector. The data enumeration is the spectrum of gamma energy which gives information of gamma energy and its enumeration

  14. PENGARUH PEMBERIAN TUMBUHAN AIR PADA AIR LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy SEBAGAI INFORMASI BAGI MASYARAKAT TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafzon Exaputra

    2016-05-01

    Full Text Available Utilization fern (Azolla pinnata and water hyacinth (Eichhornia crassipes in addition to preserving the environment also produces elements that are needed for the growth of living things. Household wastewater by plants Azolla pinnata and hyacinth will return sustainability, and can be used as a maintenance gourami (Osphronemus gouramy.        The purpose of this research are: (1 to determine the effect of aquatic plants in domestic wastewater to the quality of the water quality standard household waste and growth of carp (Osphronemus gouramy. (2 to find out which one is better growth of carp (Osphronemus gouramy in household waste water between the new and old by fern (Azolla pinnata and by plants hyacinth (Eichhornia crassipes. (3 as a source of information for the public about environmental pollution and recycling of waste water by using plants in domestic wastewater.        This type of research experiments. Samples of each treatment 20 fish carp with 4 treatments. Treatment I (wastewater new households by ferns, treatment of II (wastewater new households by plants hyacinth, Treatment III (domestic wastewater long by ferns, treatment IV (household wastewater long by water hyacinth plants. The measured parameters ie width, length and weight of carp within a certain period. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA two lanes and qualitative analysis.        The results obtained by analysis of existing water plants on the effect of domestic wastewater on growth of carp (Osphronemus gouramy, as well as the provision of fern (Azolla pinnata provides the most good influence on the growth of carp. Kata Kunci: Tumbuhan air, air limbah rumah tangga, pertumbuhan ikan gurami.

  15. PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MODEL PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA SMPN 2 KAWUNGANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharto Suharto

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk (1 meningkatkan hasil dan (2 Aktivitas belajar IPS siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Kawunganten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK yang terdiri atas empat pertemuan dalam dua siklus, menggunakan desain Kemmis & Taggart. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Kawunganten Cilacap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1 Melalui model pembelajaran Problem-based learning berbantuan media dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar. (2 Ada peningkatan ketuntasan hasil belajar ranah kognitif. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa 60,00%, dan siklus II menjadi 85,71%. (3 Ada peningkatan nilai sikap siswa (hasil belajar ranah afektif. Rata-rata nilai sikap siswa 62,20 pada siklus I menjadi 67,97 pada siklus II atau meningkat 5,77 poin. (4 Ada peningkatan aktivitas belajar siswa; siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa 3,01 menjadi 3,37 pada siklus II, atau meningkat 0,36 poin.   IMPROVING LEARNING OUTCOME AND ACTIVITIES IN SOCIAL STUDIES OF THE MEDIA-AIDED PROBLEM- BASED LEARNING INSTRUCTIONAL MODEL SMPN 2 KAWUNGANTEN Abstract This study aims to: (1 improve the learning outcome and (2 activities of class VIII C, SMP Negeri 2 Kawunganten Cilacap. This study is classroom action research (CAR consisting of two cycles, each of which consisted of two meetings, using Kemmis & Taggart design. The subject is 35 students of class VIII C, SMP Negeri 2 Kawunganten Cilacap. The data collection techniques used were observation, achievement test, questionnaire, documentation, and field note. The  data analysis used the quantitative descriptive analysis. The results are as follows (1 The through of media-aided Problem-Based Learning instructional model in social studies teaching can

  16. Pengaruh Penambahan Rempah dan Bentuk Minuman terhadap Aktivitas Antioksidan Berbagai Minuman Tradisional Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aisyah Tri Septiana

    2017-03-01

    Full Text Available Indonesia traditional beverages such as minuman jahe, kunyit asam, beras kencur, and minuman temulawak are usually made with the addition of spices. They can be served in the form of  liquid or powder. This research was aimed to study the effect of  the beverage type, addition of spices, and the form of product on their antioxidant activity. The type of sugar used in this study was palm sugar juice. Total phenolic contents were measured to  indicate the level of antioxidants. Measurement of antioxidant  activity was conducted by analyzing malonaldehyde from linoleic  acid and capturing capacity of DPPH radical. The results showed  that Indonesian traditional beverage could inhibit the oxidation of linoleic acid and capture free radicals. Free radical capturing  capacity of curcuma beverage greater than other beverages, but  the malonaldehyde (MDA inhibitor effect was not different. Total phenolic content of curcuma tended to be higher than the other traditional beverages. The addition of spices could raise the level  of total phenolic content in beverages and increase free radical  trapping capacity. Drying the beverages into powder could reduce the levels of total phenolic content and but did not reduce the  antioxidant activity.   ABSTRAK Minuman tradisional Indonesia seperti minuman jahe, kunyit  asam, beras kencur, dan minuman temulawak biasanya dibuat  dengan tambahan berbagai rempah. Minuman tersebut dapat  disajikan dalam bentuk cair maupun serbuk. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minuman,  penambahan rempah tambahan, dan bentuk minuman terhadap aktivitas antioksidan minuman. Jenis gula yang ditambahkan  adalah gula nira. Jenis antioksidan yang diuji adalah total fenolik. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan uji  penghambatan malonaldehid dan kapasitas penangkapan radikal  DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman  tradisional Indonesia dapat menghambat oksidasi asam

  17. MENINGKATKAN AKTIVITAS HASIL BELAJAR MENGELOLA KONFLIK DENGAN CO-OP CO-OP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilman Nafia

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar konsumsi dengan menggunakan kooperatif tipe co-op co-op siswa kelas X BB 2 SMK NU 01 Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK NU 01, Kota Kendal. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X BB 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,11 dengan ketuntasan klasikal 71,63%. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siklus II sebesar 83,04 dengan ketuntasan klasikal 87,84%. Hasil pengamatan aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, siklus I diperoleh hasil sebesar 65% meningkat menjadi 87,49% pada siklus II, sedangkan aktivitas guru siklus I sebesar 62,5% meningkat menjadi 84,37% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan kooperatif tipe co-op co-op pada materi mengelola konflik. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian adalah perlu adanya kesiapan guru sebelum memulai pelajaran, guru hendaknya mampu menguasai kelas dengan baik agar siswa lebih aktif, dan memilih metode yang tepat untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar. The purpose of this study was to determine the increase in activity and learning outcomes with the content managing conflict of cooperative learning type co-op co-op students of class X BB 2 SMK NU 01 Kendal. This research is a class act. Location of the study conducted a SMK NU 01 Kendal, Kendal. The subjects in this study were class X BB 2. The result showed the average value of student learning outcomes in the first cycle of 74,11 to 71,63% classical completeness. While the average value of the second cycle of learning outcomes by 83,04 to 87,84% classical completeness. Observations of student activity showed an increase students' learning activities, cycle I obtained a yield of 65% increased to 87,49% in the second cycle, while the activity of the first

  18. KUALITAS LINGKUNGAN DAN AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei PADA BERBAGAI KONSENTRASI PROBIOTIK BIOREMEDIASI-Bacillus sp. (THE ENVIRONMENTAL QUALITY AND ENZYME ACTIVITIES OF DIGESTIVE VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei ON VARIOUS CONCENTRATIONS OF BIOREMEDIATION-Bacillus sp. PROBIOTICS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aslamyah

    2016-06-01

    Full Text Available Probiotik Bioremediasi-Bacillus sp. dengan komposisi bakteri yang menguntungkan, serta bekerja secara sinergis pada lingkungan budidaya dan pada saluran cerna inang. Selain, dapat memperbaiki kualitas lingkungan juga dapat meningkatkan aktivitas enzim pencernaan udang. Pada akhirnya menyebabkan peningkatan pertumbuhan dan memperkecil resiko timbulnya penyakit  pada udang.  Tujuan dari penelitian ini menentukan konsentrasi optimum aplikasi probiotik Bioremediasi-Bacillus sp.  dalam media budidaya udang vannamei.  Penelitian didesain dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan konsentrasi probiotik Bioremediasi-Bacillus sp. yaitu kontrol (tanpa probiotik; 0,5; 1,0; 1,5 ppm per minggu, masing-masing dengan 3 ulangan.  Selama penelitian, udang uji dipelihara dalam akuarium kaca berkapasitas 30 L dengan kepadatan 4 ekor/L dan diberi pakan berbentuk powder dengan kadar protein 52% sebanyak 70-100% total biomassa.  Media air yang digunakan bersalinitas ± 30 ppt sebanyak 25 L.  Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbaikan kualitas lingkungan budidaya pada perlakuan aplikasi probiotik, terutama kadar amoniak lebih rendah dibandingkan kontrol.  Kadar enzim pencernaan α-amilase dan protease juga meningkat signifikan dibandingkan kontrol.  Keadaan inilah yang menyebabkan sintasan dan pertumbuhan udang vannamei yang mendapat perlakuan pemberian probiotik lebih tinggi dibandingkan kontrol, sedangkan berbagai konsentrasi probiotik tidak menghasilkan respon perbedaan. Dapat disimpulkan aplikasi probiotik Bioremediasi-Bacillus sp. dengan konsentrasi 0,5 ppm per minggu dalam media budidaya dapat memperbaiki kualitas lingkungan budidaya dan aktivitas enzim pencernaan α-amilase dan protease, sehingga dapat meningkatkan sintasan dan pertumbuhan udang vannamei. Bioremediation-Bacillus sp. probiotics with the composition of the beneficial bacteria, as well as working synergistically on aquaculture and environment in the host gastrointestinal

  19. ANALISIS MANFAAT DAN BIAYA SOSIAL LIMBAH INDUSTRI TAHU DAN LIMBAH PETERNAKAN DI DAERAH PEDESAAN (Benefit and Social Cost Analysis of Tofu Industry and Livestock Waste Product in Rural Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Anggraeni Kusumastuti

    2005-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Desa Sumber Mulyo, Kabupaten Gunung Kidul dikenal sebagai pusat industri tahu, dan berpotensi sebagai penyedia pakan ternak yang berasal dari limbah industri tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan manfaat sosial pemanfaatan limbah terhadap total pendapatan rumah tangga. Data primer diperoleh dari produsen tahu dan non-produsen tahu, masing-masing 18 dan 22 responden dari produsen non-tahu. Analisis input-output digunakan untuk analisis penghasilan total rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penggunaan limbah tahu dan pupuk terhadap penghasilan rumah tangga adalah kecil. Penghitungan depresiasi dengan pengukuran kualitas air menunjukkan penghasilan produsen tahu turun dari Rp.56.241.540,-/tahun menjadi 48.750.320,-/tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa peternak sapi dan produsen tahu masih berada dalam usaha tradisional. Dampak negatif dari faktor eksternal dari usaha mereka tidak diperhitungkan.   ABSTRACT Sumber Mulyo Village, Gunung Kidul district is wellknown as the center of tofu industry and potential for feedlot raising. This is supported by the use of tofu waste as feedlot feed. The objective of the research was to find out the amount of social cost and benefit of the waste use towards total household income. Primary data were collected from 18 respondents of tofu producers and 22 respondents of non tofu producers. Input-Output analysis was used for total household income analysis. The results of the study showed that the contribution of the use of tofu waste and the manure of feedlot towards total household income were small. The counting of cost depreciation by water quality measurements causes the income of tofu producers decreases from 56.241.540 rupiah per year to 48.750.320 rupiah per year. This indicated that cattle farmers and tofu producers still on the traditional effort. The impact of negative externality from theur effort was not counted.

  20. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ​​of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0

  1. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kerang Pisau (Solen sp. dan Kerang Simping (Placuna placenta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Rochmawati

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak kerang pisau dan kerang simping dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji berdasarkan zona jernih yang terbentuk dan menentukan jenis ekstrak kerang yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji. Kerang pisau yang diperoleh dari Pantai Talang Siring Madura dan kerang simping yang diperoleh dari Lamongan diekstrak dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat dengan tiga pelarut,. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pemberian kontrol negatif (akuades, kontrol positif (kloramfenikol, ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, ekstrak metanol kerang pisau serta ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, ekstrak metanol kerang simping. Data yang diperoleh berupa diameter zona jernih, dianalisis dengan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa ekstrak etil asetat dan metanol kerang pisau serta ekstrak heksana, etil asetat, dan metanol kerang simping menunjukkan aktivitas antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji Staphylococcus aureus FNCC 0047 dan Escherichia coli FNCC 0091. Ekstrak etil asetat kerang pisau terbukti menunjukkan aktivitas antibakteri paling baik, yaitu menunjukkan diameter zona jernih paling besar dibanding dengan ekstrak-ekstrak yang lain. Ekstrak etil asetat kerang pisau mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan membentuk zona jernih sebesar 32,10 ± 0,17 mm, sedangkan pada bakteri Escherichia coli ekstrak etil asetat kerang pisau mampu menghambat pertumbuhannya dengan zona jernih yang terbentuk sebesar 32,06 ± 1,07 mm.This research aimed to test the antibacterial activities of the extracts of razor clams and window-pane oyster and determine the extract that can inhibit the growth of tested bacteria optimally based on clear zones formed. Razor clams collected from Talang

  2. Hubungan Lama Aktivitas Membaca dengan Derajat Miopia pada Mahasiswa Pendidikan Dokter FK Unand Angkatan 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutia Maulud Fauziah

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakMiopia adalah salah satu kelainan refraksi pada mata dengan prevalensi yang tinggi di dunia. Berbagai faktor yang berhubungan dengan miopia seperti faktor keturunan dan lingkungan. Faktor lingkungan yang berperan kuat adalah kerja dekat seperti membaca. Lama membaca dapat meningkatkan risiko dan progresivitas miopia. Mahasiswa kedokteran berisiko mengalami miopia karena banyak melakukan aktivitas membaca yang lama dan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama aktivitas membaca dengan derajat miopia. Metode studi menggunakan desain cross sectional analitik dengan 121 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tentang riwayat miopia dan lama membaca. Data dianalisis dengan uji chi-square (x² dengan kemaknaan (p<0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian miopia lebih banyak terjadi pada mahasiswa perempuan (78.5%. Miopia pertama kali paling banyak terjadi pada usia 13 tahun (19%. Pertambahan ukuran refraksi per tahun pada mahasiswa miopia rata-rata adalah 0.30 D. Sebagian mahasiswa miopia menghabiskan waktu untuk membaca lebih dari 10.7 jam/hari (52.9%, sebagian lagi kurang dari 10.7 jam/hari (47.1%. Mahasiswa miopia sebagian besar menderita miopia ringan. Analisis statistik hubungan lama aktivitas membaca dengan derajat miopia didapatkan nilai p=0,15. Penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama aktivitas membaca dengan derajat myopia.Kata kunci: lama membaca, derajat miopiaAbstractMyopia is a refractive error of the eye with a high prevalence in the world. Various factors association with myopia such as heredity and environmental factor. The strongest role an environmental is near work such as reading. Reading time can increase risk and progression of myopia. Medical students have the risk of myopia because of long and intensive reading. This study aimed to determine relationship the duration of reading activities with the degree of myopia. This study used a

  3. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kerang Pisau (Solen sp. dan Kerang Simping (Placuna placenta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Rochmawati

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak kerang pisau dan kerang simping dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji berdasarkan zona jernih yang terbentuk dan menentukan jenis ekstrak kerang yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji. Kerang pisau yang diperoleh dari Pantai Talang Siring Madura dan kerang simping yang diperoleh dari Lamongan diekstrak dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat dengan tiga pelarut,. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pemberian kontrol negatif (akuades, kontrol positif (kloramfenikol, ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, ekstrak metanol kerang pisau serta ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, ekstrak metanol kerang simping. Data yang diperoleh berupa diameter zona jernih, dianalisis dengan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa ekstrak etil asetat dan metanol kerang pisau serta ekstrak heksana, etil asetat, dan metanol kerang simping menunjukkan aktivitas antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji Staphylococcus aureus FNCC 0047 dan Escherichia coli FNCC 0091. Ekstrak etil asetat kerang pisau terbukti menunjukkan aktivitas antibakteri paling baik, yaitu menunjukkan diameter zona jernih paling besar dibanding dengan ekstrak-ekstrak yang lain. Ekstrak etil asetat kerang pisau mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan membentuk zona jernih sebesar 32,10 ± 0,17 mm, sedangkan pada bakteri Escherichia coli ekstrak etil asetat kerang pisau mampu menghambat pertumbuhannya dengan zona jernih yang terbentuk sebesar 32,06 ± 1,07 mm.This research aimed to test the antibacterial activities of the extracts of razor clams and window-pane oyster and determine the extract that can inhibit the growth of tested bacteria optimally based on clear zones formed. Razor clams collected from Talang

  4. Pengaruh Aktivitas Masyarakat terhadap Kerusakan Hutan Mangrove di Rarowatu Utara, Bombana Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wa Alimuna

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Hutan mangrove penting keberadaannya karena memberikan fungsi ekologi dan fungsi ekonomis bagi kehidupan masyarakat pesisir. Kerusakan hutan mangrove yang terjadi bersumber dari perilaku masyarakat untuk membuka lahan tambak, budidaya perikanan, dan penebangan liar karena semakin besarnya permintaan terhadap produksi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1 mengkaji tingkat kerusakan hutan mangrove; 2 mengkaji aktivitas masyarakat yang mempengaruhi kerusakan hutan mangrove; 3 mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove; 4 mengkaji peran serta masyarakat dalam mengelola hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel silang, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui perhitungan INP (Indeks Nilai Penting diketahui bahwa jenis vegetasi mangrove yang mendominasi dan memiliki peranan penting pada hutan mangrove di Desa Watumentade adalah jenis Bruguiera gymnorrhiza (tingkat semai (92,21, tingkat sapihan (87,98, dan tingkat pohon (139,84, dan di Desa Tunas Baru adalah jenis Rhizophora mucronata (tingkat semai (67,52, tingkat sapihan (73,52, dan tingkat pohon (80,88. Aktivitas masyarakat yang mempengaruhi terjadinya kerusakan hutan mangrove meliputi kegiatan pertambakan, dan penebangan liar yang digunakan sebagai kayu bakar dan bahan bangunan. Faktor-faktor kondisi sosial ekonomi yang mempengaruhi ativitas masyarakat meliputi pendidikan formal, pengetahuan, dan pendapatan masyarakat. Faktor tingkat pendidikan, pengetahuan (fungsi dan manfaat hutan mangrove, kerusakan hutan mangrove, dan pencegahan kerusakan hutan mangrove, dan pendapatan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dalam bentuk penggunaan lahan pertambakan yang menyebabkan kerusakan terhadap hutan mangerove. Peranserta masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove ditujukan

  5. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Bubuk Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L. Terhadap Pertumbuhan Bakteri Patogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Semadi Antara

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji aktivitas antimikroba ekstrak bubuk buah mengkudu (Morinda citrifolia L. terhadap pertumbuhan beberapa bakteri patogen. Bubuk buah mengkudu diolah dari buah mentah dan matang yang kemudian diekstrak menggunakan berbagai jenis larutan pengekstrak. Larutan pengekstrak yang dicoba dalam penelitian ini adalah etanol, petroleum eter (PE, dan aquades. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak bubuk mengkudu mentah dan matang yang diekstraksi dengan pelarut etanol memperlihatkan spektrum penghambatan yang lebih luas dibandingkan dengan menggunakan larutan pengekstrak PE dan aquades. Ekstrak buah mengkudu yang menggunakan etanol sebagai larutan pengekstrak dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli, Salmonella typhi dan Bacillus cereus. Sementara ekstrak menggunakan pelarut PE hanya memberikan penghambatan terhadap B. cereus, dan ekstrak bubuk mengkudu yang diekstrak dengan aquades tidak terdeteksi memberikan penghambatan terhadap ketiga bakteri uji.Kata Kunci: antimikroba, mengkudu, larutan pengekstrak, bakteri pathogen.

  6. PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PERMASALAHAN TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Khasanah

    2016-03-01

    Full Text Available Peningkatan aktivitas dan hasil belajar permasalahan tenaga kerja Indonesia dengan Numbered Head Together (NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi permasalahan tenaga kerja Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Batang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 40 siswa di SD Negeri 5 Batang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT dapat meningkatkan pembelajaran di SMP Negeri 5 Batang, yang meliputi peningkatan dalam proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkan penjabaran diatas peneliti memberikan saran kepada guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT agar siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Increased activity and learning outcomes Indonesian labor problems with Numbered Head Together (NHT. This study aims to determine the application of learning models Numbered Head Together (NHT to increase the activity and learning outcomes on the material issues of Indonesian workers eighth grade students of SMP Negeri 5 Batang. This study uses classroom action research was conducted in two cycles. Each cycle includes the planning, implementation, observation, and reflection. Subjects were students of class VIII A, amounting to 40 students in SMP Negeri 5 Batang. The results of this study indicate that cooperative learning Numbered Head Together (NHT to improve learning in SMP Negeri 5 Batang, which includes an increase in the students' learning processes and outcomes. Based on the above translation researchers advising the teacher should use instructional model Numbered Head Together (NHT to make students more active in learning

  7. PENURUNAN KADAR PROTEIN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN PEMANFAATAN KARBON BAGASSE TERAKTIVASI (Protein Reduction of Tofu Wastewater Using Activated Carbon Bagasse

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penurunan kadar protein limbah tahu telah dilakukan dengan pemanfaatan karbon Bagasse teraktivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum dari karbon teraktivasi NaOH dan H2SO4 dalam menurunkan kadar protein limbah cair tahu dan mengetahui jenis isoterm adsorpsi dari karbon aktif yang digunakan untuk menyerap protein limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaOH yang optimum untuk aktivasi karbon aktif 15%, massa optimum karbon bagasse teraktivasi NaOH adalah 2 g dan penurunan kadar proteinnya 71,95%, sedangkan massa optimum karbon bagasse teraktivasi H2SO4 adalah 1 g dengan penurunan kadar protein sebesar 38,19%. Waktu kontak optimum karbon bagasse teraktivasi  NaOH dan H2SO4 adalah 12 jam. Adsorpsi protein oleh karbon bagasse teraktivasi NaOH mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich sedangkan karbon bagasse teraktivasi H2SO4 dominan mengikuti isoterm Freundlich.   ABSTRACT The protein reduction of tofu wastewater using activated carbon from bagasse  had been conducted. The purposes of this research were to analysis optimum condition of activated carbon bagsse using NaOH and H2SO4 for reduction protein in tofu wastewater, and analysis adsorption isotherm of activated carbon with protein. The result showed that optimum mass of carbon bagasse activated NaOH was  2 g with 71.95% protein reduction, while carbon bagasse activated H2SO4 has 1 g with 38.19% protein reduction. The optimum contact time between protein and activated carbon (with NaOH and H2SO4 was happened in 12 hours. Adsorption protein with carbon bagasse activated NaOH had followed Langmuir and Freundlich adsorption isotherm, while adsorption with carbon bagasse activated H2SO4 dominantlyhad followed Freundlich adsorption isotherm

  8. Pengaruh Pemberian Limbah Kalapa sawit (Sludge) dan Pupuk Majemuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinsensis Jacq) di Pembibitan Awal

    OpenAIRE

    Siregar, Zulkarnain

    2012-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian Limbah Kelapa Sawit (Sludge) dan Pupuk Majemuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pre Nursery. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor pada ketinggian 27 meter diatas permukaan laut. Penelitian berlangsung dari bulan November-Maret 2001. 950301088

  9. APLIKASI SEDIMEN WETLAND SEBAGAI SUMBER INOKULUM BAKTERI UNTUK BIOREMEDIASI AIR ASAM TAMBANG: SUATU ALTERNATIF DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN PERAIRAN DARI LIMBAH INDUSTRI PERTAMBANGAN

    OpenAIRE

    Fahruddin; Syahrul, M; Abdullah, As???adi; Dwiyana, Zaraswati

    2013-01-01

    Penanggulangan AAT sebagai limbah pertambangan selama ini dilakukan dengan metode kimiawi dengan penambahan kapur, tapi hasilnya tidak efektif. Aplikasi metode biologis dengan menggunakan bakteri pereduksi sulfat (BPS) adalah alternatif yang baik dan ramah lingkungan. Selama ini secara biologis menggunakan kultur BPS untuk mereduksi sulfat, namun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam mereduksi sulfat dengan menggunakan ...

  10. Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ankiq Taofiqurohman

    2013-08-01

    Full Text Available Penilaian risiko terhadap suatu habitat dan pemetaannya sangat penting dalam penilaian keadaan lingkungan. Pulau Biawak merupakan daerah konservasi dan pariwisata, yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada sumber daya laut baik ekologi maupun ekonomi. Pulau Biawak dikelilingi oleh terumbu karang dan banyak aktivitas manusia terjadi pada terumbu karang tersebut.Survey lapangan telah dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Pulau Biawak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko terumbu karang di Pulau Biawak, dengan membandingkan tiga aktivitas kelautan yaitu penangkapan ikan, menyelam dan snorkeling. Pemodelan spasial menunjukan bahwa semua kawasan terumbu karang di Pulau Biawak pada tingkat kondisi risiko tinggi, terutama di daerah selatan. Hasil perhitungan Euclidean menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan memberikan dampak yang paling tinggi terhadap habitat terumbu karang di Pulau Biawak

  11. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  12. HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avliya Quratul Marjan

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze relationship between food consumption and physical activity with incidence of osteoporosis in elderly at nursing home in Bogor. The design of this study was cross sectional. Subjects were taken purposively with certain criteria and the number of subjects obtained were 37 elderly. Results showed that the adequacy level of energy and protein were normal, phosphor was in adequate category and calcium was in deficient category. There was no significant relationship between nutritional status, the adequacy level of energy, protein and phosphor with risk of osteoporosis (p>0.05. However, there was a significant relationship between the adequacy level of calcium and physical activity level with risk of osteoporosis (p<0.05. The deficit adequacy level of calcium and physical activity was a risk factor for the risk of osteoporosis.Keywords: elderly, food consumption, osteoporosis, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi pangan dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis pada lansia di Panti Werdha Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek diambil secara purposive dengan kriteria tertentu dan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein adalah normal, fosfor pada kategori cukup dan kalsium diklasifikasikan pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, dan fosfor dengan kejadian osteoporosis (p>0.05. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis (p<0.05. Tingkat kecukupan kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terhadap kejadian osteoporosis.Kata kunci: aktivitas fisik, lansia, osteoporosis, pola konsumsi pangan

  13. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  14. AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI ISOLAT 4 EKSTRAK PETROLEUM ETER DAUN Phaleria macrocarpa (Scheff. Boerl. PADA SEL KANKER SERVIKS MANUSIA (HeLa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Utami

    2011-11-01

    Full Text Available Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Mahkota dewa Phaleria macrocarpa (Scheff. Boerl telah dikenal oleh masyarakat dan digunakan secara tradisional untuk pengobatan kanker. Ekstrak petroleum eter daun mahkota dewa menunjukkan aktivitas antiproliferasi pada sel kanker serviks manusia (HeLa dengan IC50 9 µg/ml (Kintoko dan Hawariah, 2007. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antiproliferasi isolat 4 ekstrak petroleum eter terhadap sel kanker serviks manusia (HeLa. Serbuk daun mahkota dewa disokletasi dengan petroleum eter, kemudian difraksi dengan etil asetat hingga diperoleh fraksi etil asetat. Fraksi etil asetat dilakukan kromatografi preparatif dengan fase gerak heksana : etil asetat (9:1. Aktivitas antiproliferasi terhadap sel HeLa ditetapkan harga LC50dan doubling time melalui uji sitotoksik dan pengamatan kinetika proliferasi dengan metode MTT. Hasil isolasi dengan kromatografi preparatif diperoleh lima isolat masing-masing dengan harga Rf : 0,05 ; 0,10 ; 0,20 ; 0,60 ; dan 0,90. Harga LC50 dari isolat 4 adalah sebesar 82,091 µg/ml. Isolat 4 menunjukkan penghambatan pertumbuhan sel HeLa dengan memperpanjang doubling time (16,495 jam dibanding kontrol sel (10,170 jam.

  15. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DAN Eucheuma denticullatum TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Budi Wiyanto

    2010-04-01

    Full Text Available Penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticullatum Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii dilakukan, mengingat banyak dijumpai  penyakit pada usaha budidaya ikan dan udang, terutama bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senyawa bioaktif rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol sebagai antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii.  Penelitian dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu: (1 Uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut; dan (2 Analisa senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak rumput laut, dimana masing-masing tahapan dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan, dua jenis ekstrak rumput laut dengan pelarut metanol dan etanol, mempunyai daya antibakteri terhadap A. hydrophila dan V. harveyii. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekstrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap A. hydrophila (19.43±0,55 mm. Ekstrak E. denticullatum dengan pelarut metanol memiliki daya hambat lebih luas dibanding ekastrak K. alvarezii dengan pelarut metanol terhadap V. harveyii (19.85±0,23 mm. Asam heksadekanoat merupakan senyawa paling dominan dijumpai pada ekstrak rumput laut K. alvarezii, dan E. denticullatum yang diekstrak menggunakan pelarut metanol. Kata Kunci : Aktivitas Antibakteri, Rumput laut K. alvarezii dan E. denticullatum,  Bakteri A.  hydrophila dan V. harveyii. 

  16. HUBUNGAN POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEKUATAN DAN DAYA TAHAN TARUNA AKADEMI IMIGRASI DEPOK, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meirisa Rahmawati

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to observe association between consumption pattern and physical activity with strength and endurance of taruna in Immigration Academy, Depok, West Java. A cross sectional study using 63 taruna as study participant was conducted. The results of study showed that there was significant correlation between nutritional status and strength of taruna (p<0.05. There was no significant correlation between adequacy levels of energy, protein, fat, carbohydrate, calcium, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, physical activity with strength and endurance (p>0.05. There was no significant correlation between nutritional status with endurance of taruna (p>0.05.Keywords: consumption pattern, endurance, physical activity, strengthABSTRAKPenelitian bertujuan untuk melihat hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan kekuatan dan daya tahan taruna Akademi Imigrasi Depok, Jawa Barat. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek penelitian sebanyak 63 taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan para taruna (p<0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, aktivitas fisik dengan kekuatan dan daya tahan (p>0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan daya tahan para taruna (p>0.05.Kata kunci: aktivitas fisik, daya tahan, kekuatan, pola konsumsi

  17. DETERMINAN STATUS GIZI PENDEK ANAK BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2007-2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Christita Rosha

    2015-03-01

    Full Text Available Kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR merupakan indikator kesehatan masyarakat karena erat hubungannya dengan angka kematian, kesakitan dan kejadian kurang gizi dikemudian hari, salah satunya adalah permasalahan status gizi pendek (stunting. Tujuan analisis ini adalah menganalisis determinan status gizi pendek (stunting anak balita dengan riwayat BBLR di Indonesia, tahun 2007-2010. Analisis ini merupakan analisis lanjut dari data Riskesdas tahun 2007 dan tahun 2010 dengan sampel anak balita yang memiliki riwayat BBLR di Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji chisquare dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan pada tahun 2007 determinan utama stunting anak balita dengan riwayat BBLR adalah wilayah tempat tinggal yaitu responden yang tinggal di wilayah desa memiliki peluang lebih rendah terhadap kejadian stunting sebesar 0,57 kali dibandingkan dengan responden yang tinggal di kota dengan nilai OR (95%CI = 0,57 (0,36-0,89 dibandingkan wilayah perkotaan. Sedangkan pada tahun 2010 determinan utamanya adalah proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total (ketahanan pangan keluarga yaitu anak yang berasal dari keluarga dengan proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total >70% berisiko 2,48 kali menyebabkan anak menderita stunting dengan OR (95% CI = 2,48 (1,58-3,87 dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang memiliki proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total < 50%.

  18. Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Make A Match Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas V SDN 050687 Sawit Seberang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daitin Tarigan

    2014-06-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya dengan menggunakan model make a match di kelas V SD Negeri 050687 Sawit Seberang T.A 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK dengan alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada siklus I Pertemuan I skor aktivitas guru adalah 82,14 dengan kriteria baik dan aktivitas belajar dalah aktif. Tindakan dilanjutkan sampai dengan siklus ke II. Pada pertemuan II siklus II skor aktivitas guru adalah 96,42 dengan kriteria sangat baik dan aktivitas belajar klasikal adalah sangat aktif. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tindakan penelitian berhasil karena nilai indikator aktivitas belajar siswa dan jumlah siswa yang dinyatakan aktif secara klasikal telah mencapai 80%. Dengan demikian maka penggunaan model make a match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas V SD Negeri 050687 Sawit Seberang pada mata pelajaran Matematika materi mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal. Kata Kunci:      Model Make a Match; Aktivitas Belajar Siswa  AbstractThis reseach aim is to know the student activity on Math at topic change the fraction into percent, desimal and vice versa, using make a match model on fifth grade of SDN 050687 Sawit Seberang 2013/2014. This is a classroom action research which is used activity observrvation sheet as its instrumen of collecting data. From the analisys of data, it is got result as follows: on cycle I meet I, teacher activity score is 82,14, which was mean good, and learning activity was active. The action and then continued until second cycle. On the meet II cylce II, it was got teacher activity score is 96,42, which was mean very good, and clasical learning activity was very active. Based on the result, it was conclude

  19. Karakteristik Minuman Laktat Sari Buah Durian Lay (Durio kutejensis yang Disuplementasi dengan Kultur Lactobacillus selama Penyimpanan pada Suhu Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neti Yuliana

    2017-02-01

    Full Text Available The objective of this study was to characterize the durian lay juices supplemented by Lactic Acid Bacteria (LAB  culture during cold storage. The LAB cultures consisted of Lactobacillus plantarum FNCC-0265, Lactobacillus acidophillus FNCC-0051 and combination of these LABs. After being inoculated with a 24 h – old culture starters, durian lay juice was incubated at 37 °C for 2 hours and kept at 4 °C for 0, 1, 2, 3 and 4 weeks. Changes in pH, total lactic acid, and sugar content, viable cell counts of LAB, total soluble solid, viability of LAB, and sensory characteristic during fermentation were measured. The results revealed that pH decreased from 4.79 to 4.20; sugar content reduced from 4.52 to 0.75 %; total soluble solid reduced from 8.93 to 7.97 °Bx, and sensory score reduced from 3.71 (like to 3.40 (moderate like; while  the total lactic acid increased from 0.33 to 0.69 %; viable cell counts of LAB increased from 8.86  to 9.14 log CFU/ml; and % viability of LAB decreased from 100 to 95.90, during storage. Combination of Lactobacillus plantarum FNCC-0265 and Lactobacillus acidophillus FNCC-0051 cultures at two weeks cold storage period was the best treatment, based on the sensory and viable cell counts of LAB. The characteristics of this durian lay juice probiotic were pH 4.46, total lactic acid 0.59 %, sugar content 2.13 %, viable cell counts of LAB 9.33 log CFU/mL, total soluble solid 9.60 °Bx, and carbohydrate 45,05 %. This durian lay juice contained oxalate (107.56 mg/L, malic (527.895 mg/L, lactic (4381.49 mg/L and citric (351.245 mg/L acid. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengkaji karakteristik minuman laktat sari durian lay yang disuplementasi dengan kultur bakteri asam laktat (BAL selama penyimpanan pada suhu rendah. Kultur BAL terdiri dari Lactobacillus plantarum FNCC-0265, Lactobacillus acidophillus FNCC-0051, dan campuran keduanya.  Sari buah durian lay diinokulasi dengan kultur berumur 24 jam lalu diinkubasi pada

  20. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR UREA MENGGUNAKAN PROSES GABUNGAN ACTIVATED MICROALGAE DAN NITRIFIKASI-DENITRIFIKASI AUTOTROFIK: UJI DENGAN RANCANGAN TAGUCHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indro Sumantri

    2012-05-01

    Full Text Available Proses konvensional untuk mengolah limbah cair industri urea biasanya menggunakan proses alga mikro atau bakteri heterotropik nitrifikasi-denitrifikasi. Proses alga mikro dapat menggunakan berbagai jenis alga mikro. Keuntungannya adalah murah karena hanya memerlukan nutrien Psedikit tetapi tidak dapat digunakan untuk menyusutkan amoniak. Proses nitrifikasi-denitrifikasi bakteri heterotropik memerlukan asupan karbon yang tinggi sehingga pengolahan menjadi mahal. Tujuan saat ini untuk penelitian adalah untuk mempelajari kombinasi yang potensial untuk proses alga mikro jenis tertentu dengan proses nitrifikasi-denitrifikasi ototrofik. Jenis alga mikro yang digunakan dalam proses alga mikro mempunyai kemampuan baik untuk penyusutan amoniak atau tahan dalam konsentrasi amoniak tinggi. Proses nitrifikasi-denitrifikasi ototrofik menggunakan bakteri nitrifikasi/lumpur sebagai biokatalis. Lumpur nitrifikasi awal adalah lumpur aktif kolam aerasi unit pengolahan limbah cair industri partikel board Pengayaan dan pembibitan lumpur nitrifikasi dilakukan dalam konsentrasi amoniak yang tinggi dan kondisi ototrofik. Berdasarkan penelitian, pengayaan dan pembibitan alga mikro yang mempunyai kemampuan untuk penyusutan amoniak dan tahan konsentrasi amoniak yang tinggi mudah. Evaluasi substrat pembatas penghambat amonium terhadap pertumbuhan alga tidak terbukti. Tujuh variabel yang dipilih lewat penapisan adalah : MLSS, waktu tinggal, konsentrasi NH3-N, laju aerasi, kadar CaCO3, nutrien mikro, rasio N:P. Variabel yang berpengaruhadalah konsentrasi NH3-N, laju aerasi, kadar CaCO3.

  1. Variasi Dosis Pupuk Cair Lcn (Limbah Cair Nanas terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Sp untuk Menyusun Panduan Praktikum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sutanto

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk cair oganik LCN (Limbah Cair Nanas terhadap pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp, dan hasil penelitiannya sebagai rancangan sumber belajar Biologi SMA Kelas XII Semester Ganjil berupa Panduan Praktikum. Rancangan penelitian menggunakan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL. Penelitian ini terdapat 1 kontrol, 3 perlakuan. Pupuk Cair LCN (Limbah Cair Nanas dengan dosis kontrol (0ml, A (2ml, B (3ml, dan C (4ml. pupuk cair diberikan dengan cara penyemprotan menggunakan spreyer. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan tinggi tanaman (cm dan pertambahan jumlah daun (helai. Hasil penelitian diuji menggunakan uji ANAVA satu jalur menunjukkan bahwa pada aplikasi pupuk cair organik LCN tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman anggrek (p<0,05 dan pada pertambahan jumlah daun (helai berpengaruh secara nyata (p>0,05. Hasil validasi panduan praktikum menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dibuat layak untuk digunakan menjadi sumber belajar dalam proses belajar mengajar biologi pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan.

  2. PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparti Suparti

    2015-08-01

    Full Text Available Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%, masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3 memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

  3. Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung Menggunakan Bahan Limbah Berbasis Lesson Study di Kelas IX SMPN 1 Kromengan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musni Yuliastuti

    2016-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan mendiskripsikan pembelajaran bangun ruang sisi lengkung dengan materi volume dan luas sisi tabung menggunakan bahan limbah melalui kegiatan Lesson Study. Kegiatan lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu plan pada tanggal 10 September 2015 di SMP Negeri 1 Kromengan. Tahap do dan see dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2015 juga bertempat di SMP Negeri 1 Kromengan. Berdasarkan hasil refleksi didapat bahwa dengan tayangan video di awal pembelajaran dapat membangkitkan motivasi siswa.  Menggunakan media bahan limbah memudahkan siswa untuk mendapatkan konsep volume dan luas sisi tabung.This article aims to describe learning with curved side with material volume and extensive side of the tube using waste materials through Lesson Study activities. Lesson study activities carried out in three stages, plan on 10 September 2015 SMP Negeri 1 Kromengan. Stage do and see held on 1 October 2015 are also at SMP Negeri 1 Kromengan. Based on the results obtained that the reflection with a video show in early learning can be motivating students. Using media waste materials easier for students to get the concept of volume and area of the tube. 

  4. HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS (HKSA) ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN KALANON DENGAN METODE SEMI EMPIRIS PM3 (PARAMETERIZED MODEL 3)

    OpenAIRE

    2012-01-01

    Kalanon adalah senyawa turunan kumarin yang diisolasi dari spesies Calophyllum teysmannii yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan dan Malaysia. Kalanon dan beberapa senyawa turunannya mempunyai potensi sebagai antikanker, namun aktivitasnya masih relatif rendah dengan senyawa paling aktif yaitu benzoilglisin ester kalanonyang mempunyai IC50 36,48 µg/mL terhadap sel Leukimia L1210. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi molekul kalanon untuk mendapatkan senyawa turunan kalanon baru yang mem...

  5. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKELAT (Sargassum polycystum (Antioxidant Activity of Brown Seaweed (Sargassum polycystum Extracts

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kun Cahyaningrum

    2016-10-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine antioxidant activity of polyphenol and phlorotannin extracts from brown algae Sargassum polycystum. Polyphenol was extracted with ethanol 96% then tested total phenolic content, while phlorotannin was extracted with methanol, chloroform, aquabidest, and ethyl acetate then tested total phlorotannin content. After crude polyphenol and crude phlorotannin extracts were obtained, the studied compounds were extracted using column chromatography. The extracts were then analyzed with HPLC (High Performance Liquid Chromatograpys. Antioxidant activity was analyzed by radical scavenging activity (RSA and ferrous ion chelating ability (FIC for four samples, crude polyphenol, crude phlorotannin, polyphenol, and phlorotannin. The result of total phenolic content was 1.18±0.67 mg GAE/g dry sample and total phlorotannin content was 0.61±0.27 mg PGE/g dry sample. Based on RSA and FIC analysis, phlorotannin (IC50 1.12±0.02 mg/mL and 1.34±0.01 mg/mL showed the highest activity followed by crude phlorotannin (IC50 1.20±0.01 mg/mL and 1.47±0.10 mg/mL, polyphenol (IC50 1.23±0.01 and 1.55±0.02 mg/mL, and crude polyphenol (IC50 1.27±0.01 mg/mL and 1.63±0.02 mg/mL. The results of chromatographic analysis showed that S. polycystum extract contains phenolic compounds similar to the phloroglucinol. Keywords: Sargassum polycystum, antioxidant, polyphenol, phlorotannin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak polifenol dan florotanin dari rumput laut cokelat Sargassum polycystum. Polifenol diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% kemudian diuji kandungan total fenolik, sedangkan florotanin diekstrak dengan menggunakan pelarut metanol, kloroform, akuades, dan etil asetat kemudian diuji kandungan total florotanin. Setelah memperoleh ekstrak polifenol dan florotanin, kedua senyawa tersebut dipurifikasi dengan kromatografi kolom. Hasil kromatografi kolom dianalisis menggunakan HPLC (High

  6. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM TANAMAN TORBANGUN (Coleus amboinicus Lour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trini Suryowati

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to determine the chemical compound in leaves, stem, and root by GC-MS technique and antioxidant activity of torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour. The torbangun leaves ethanol extract were tested to antioxidant activity assay using DPPH, and á-glucosidase inhibitory effects was measured with a spectrophotometric method. The analysis of leaves revealed the presence of Carbamic acid, monoammonium salt (CAS Ammonium carbamate (11.73%, Hexadecanoic acid (CAS Palmitic acid (8.35%, I-Limonene (5.92%, Heptadecene-(8- carbonic acid-(1 (4.76%, Oxacycloheptadec-8-en-2-one (CAS Ambrettolide (4.70%. The analysis of stem revealed the presence of Formamide (CAS Methanamide (22.48%, 12,13- Dimethyl-2,7- dioxa 5,10 diazatricyclo [4.4.4.0(1,6] trans -tetradecan-12 (13.22%, Hexadecanoic acid (CAS Palmitic acid (11.51%, 2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS Acetol (10.14%, 9-Octadecen-1-ol, (Z- (CAS cis-9-Octadecen-1-ol (7.09%. The analysis of roots revealed the presence of Methanamine, N-methyl- (CAS Dimethylamine (28.45%, Acetic acid (CAS Ethylic acid (9.78%, 3.2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS Acetol (6.41%, 1-Propen-2-ol, acetate (CAS Isopropenyl acetate (5.16%, 4.73 Phenol, 2-methoxy- (CAS Guaiacol(4.73%. The DPPH result of torbangun leaves ethanol extract obtained by IC50 247,942 ppm and ascorbic acid standard was 1 ppm. IC50 values inhibition of á-glucosidase extract was >100 ppm and glucobay standard was 0.264 ppm. This research provided a chemical compound and the torbangun leaves ethanol extract capable of acting as antioxidant based on IC50 values.Keywords: antioxidant activity, chemical compound, Coleus amboinicus LourABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa kimia dalam daun, dahan, dan akar menggunakan analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (GC-MS serta aktivitas antioksidan daun torbangun (Coleus amboinicus Lour. Daun torbangun yang diekstrak etanol dianalisis aktivitas antioksidan

  7. Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Scaffold Membran Cangkang Telur yang Diaktivasi Karbonat Apatit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirantini Aprilisna

    2015-06-01

    membran cangkang telur + karbonat apatit + SBF selama 7 hari, sampel D membran cangkang telur + karbonat apatit + SBF selama 14 hari, dan sampel E membran cangkang telur + karbonat apatit + SBF selama 21 hari. Uji sampel yaitu karakterisasi menggunakan ATR FTIR dan SEM, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan pori-pori serat 10-20μm pada semua sampel, ATR FTIR sampel B, C, D, E menunjukkan peningkatan gugus apatit dibanding sampel A. Pengujian antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan zona bening pada setiap sampel. Perhitungan jumlah koloni setiap sampel yaitu terbanyak koloninya sampel A ±78x105 CFU/ml, dan paling sedikit koloninya sampel B ±14x105 CFU/ml. Kesimpulan penelitian ini yaitu karakteristik dan aktivitas antibakteri scaffold membran cangkang telur yang diaktivasi karbonat apatit mengandung bahan bioaktif, bersifat biodegradasi dan menunjukkan aktivitas antibakteri.   Characteristic And Antibacterial Activity Of Egg-Shell Membrane Scaffold Activated By Carbonate Apatite. The loss of bone structure that can be caused by periodontal disease and trauma can be treated by installation of graft. The installation of graft is vulnerable to bacterial invasion, so that the alternative is to make a scaffold with antibacterial activity. Scaffold manufacturing in engineering system must have biocompatible, biodegradable, and bioactive properties. This research used egg-shell membrane (ESM as scaffold template, alginate, chitosan, carbonate apatite, and SBF solution. The purpose of this research is to know the characteristics, and antibacterial activity of eggshell membrane scaffold which is activated by carbonate apatite. This research used laboratory experimental method by dividing the samples into five groups that were ESM as sample A, ESM with carbonate apatite as sample B, ESM with carbonate apatite soaked in SBF sol for 7days as sample C, ESM with carbonate apatite soaked in

  8. PEMBUATAN FILM PLASTIK BIODEGRADABLE DARI LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2015-07-01

    Full Text Available Pembuatan film plastik biodegradable dilakukan melalui proses pencampuran menggunakan pelarut aquades dengan komposisi 10 g tepung biji durian, 50 mL larutan kitosan 2% , dan gliserol 25% dari berat pati.Variasi suhu pencampuran yaitu 70oC, 80oC, dan 90oC. Film plastik biodegradable yang dihasilkan dilakukan karakterisasi FTIR, biodegradasi, kuat tarik dan elongasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi suhu proses pengadukan mempengaruhi kemampuan kuat tarik dan elongasi. Film plastik biodegradable terbaik dihasilkan pada suhu pengadukan 80oC dengan nilai kuat tarik sebesar 1187,732 N/m2 dan % elongasi sebesar 7,547%. Film plastik biodegradable dari limbah biji durian mampu terdegradasi selama 15 hari, sedangkan variasi suhu proses pengadukan tidak mempengaruhi kemampuan biodegradasi.Gugus fungsi yang terdapat dalam film plastik biodegradable diantaranya C-H, O-H, N-H, C-O, C≡C, C=O, dan C=C. Adanya gugus fungsi amida dan ester dalam analisis FTIR menunjukkan film plastik biodegradable dari limbah biji durian ini dapat terdegradasi dan dapat dikatakan sebagai plastik yang ramah lingkungan.Kata  kunci: film plastik biodegradable, biji durian, degradasi, kuat tarik, elongasi, dan FTIR. The manufacture of the biodegradable plastic film was done through the mixing process using  an aquades solvent with 10 g of durian seed flour, 50 mL of 2% chitosan solution, and 25% of glycerol from the weight of starch. The variation of the mixing temperature are 70oC, 80oC, and 90oC. The biodegradable plastic film was characterized by FTIR, its biodegradation, tensile strength, and elongation. The results were showed that the variations of temperature mixing proses affecting the ability of tensile strength and elongation.The best biodegradable plastic film was produced from the mixing process at 80oC and the value of tensile strength at 1187,732 N/m2 and percentation of elongation at 7,547%. The biodegradable plastic from the waste of durian seed was able to

  9. Pengujian Kemampuan Daya Samak Cube Black dan Limbah Cair Gambir Terhadap Mutu Kulit Tersamak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustri Yeni

    2016-06-01

    Cube black dan limbah cair pengolahan gambir. Konsentrasi bahan penyamak yang digunakan dalam perlakuan adalah 2%, 3% dan 4% dengan berat kulit yang akan disamak sebanyak 1 kg. Kulit tersamak diuji terhadap derajat penyamakan (DP dan uji fisik meliputi kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Pada perlakuan yang sama dibandingkan dengan penyamak krom. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan makin tinggi konsentrasi bahan penyamak makin tinggi nilai DP dan sifat fisik kulit makin baik. Kulit tersamak dari kambing menggunakan Cube black gambir pada konsentrasi 4% menghasilkan nilai DP mendekati sama dengan penyamak krom (38,45% dan 36,60%. Untuk kulit ikan tuna tersamak menghasilkan nilai DP 39,57% dan 31,35%. Bahan penyamak gambir menghasilkan nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran lebih tinggi dari penyamak krom. Nilai kekuatan tarik kulit kambing 730,37 kg/cm2, ikan tuna 353,33 kg/cm2 diperoleh dari penyamak limbah cair. Nilai kekuatan sobek kulit kambing adalah 353,33 kg/cm2, kulit ikan tuna 29,96 kg/ cm2 dan nilai kemuluran kulit ikan tuna 202,0% diperoleh dari Cube black gambir. Hasil penelitian menunjukkan bahan penyamak gambir memiliki sifat penyamak yang dapat menggantikan penyamak krom.

  10. PENGARUH KEPRIBADIAN, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP AKTIVITAS BERWIRAUSAHA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adelina Citradewi

    2016-06-01

    Full Text Available Berdasarkan data awal penelitian berupa dokumentasi dari Pusbang LKBK Unnes melalui tracer study yang dilakukan terakhir kali pada tahun 2012 diketahui bahwa hanya terdapat 9,3% alumni yang menyatakan bahwa bisnis yang dimilikinya merupakan kelanjutan usaha dari masa kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kepribadian, pendidikan kewirausahaan, dan lingkungan keluarga berpengaruh terhadap aktivitas berwirausaha mahasiswa Universitas Negeri Semarang baik secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah ketua penerima dana Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K dan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW yang didanai pada tahun 2015 sebanyak 136 mahasiswa dan sampel sebanyak 60 mahasiswa setelah diolah dengan rumus Slovin dengan standar error 10%. Penelitian ini menggunakan angket sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian, pendidikan kewirausahaan, dan lingkungan keluarga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas berwirausaha mahasiswa Universitas Negeri Semarang (26,5%. Secara parsial kepribadian berpengaruh positif dan signifikan (8,24%. Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan (5,34%. Serta lingkungan keluarga berpengaruh positif namun tidak signifikan (4,28%. Based on preliminary data from Pusbang LKBK Semarang State University true tracer study which was done lastly in 2012 knowing that there are only 9,3% of alumni state that his business is the continuation from the effort at collage. This study aims to determine the extent to which personality, entrepreneurship education, and family environment effect on student entrepreneurship activity Semarang State University either simultaneously or partially. The population in this study are the chairmans of fund receiver from Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan

  11. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS PADA KOMPETENSI DASAR SURAT MENYURAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK PGRI 2 SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmawati Nur Fadhilah

    2013-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Salatiga. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI AP-3 yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua siklus. Kegiatan dalam setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh total skor 36 dari 10 aspek yang diamati, dan hasil perhitungan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase sebesar 72%, nilai tersebut dalam kategori tinggi. Pada penilaian aktivitas belajar siswa siklus II meningkat dengan total skor 42 dari 10 aspek yang diamati, dan hasil perhitungan aktivitas belajar siswa diperoleh persentase sebesar 84%, nilai tersebut dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan aktivitas siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 3 pada Kompetensi Dasar Surat Menyurat melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS. The purpose of this research is to improve students' learning activities in class XI SMK PGRI 2 Salatiga. Subjects in this study were class XI AP-3 is 31 students. This study was conducted in two (2 cycles. Activities in each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that students' learning activities in the first cycle obtained a total score of 36 out of 10 aspects were observed, and the calculation results obtained by the percentage of student learning activity by 72%, the value is in the high category. In the assessment of student learning activities second cycle increased by a total score of 42 out of 10 aspects are observed, and the calculation results obtained by the percentage of students' learning activities by 84%, the value is in the very high category. Based on these results, we can conclude that there is an increase in the activity of the students of class XI

  12. PENGALAMAN ANAK DEWASA BERPENDAPATAN RENDAH YANG MENJAGA IBU BAPA TUA: SATU PENDEKATAN BERTERASKAN PENDIDIKAN KOMUNITI (THE EXPERIENCE OF ADULT CHILDREN CARING FOR ELDERLY PARENTS: A COMMUNITY EDUCATION APPROACH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khadijah Alavi

    2007-01-01

    Full Text Available Kajian ini bertujuan meninjau fenomena bagaimana seseorang penjaga(anak dewasa mengharungi pengalaman dan mengurus aktiviti hariandalam menjaga ibu bapa tua. Kajian kes berasaskan pendekatanfenomenologi telah dipilih sebagai pendekatan kajian. Responden kajian ini adalah anak dewasa yang menjaga ibu bapa tua yang berumur lebih daripada 60 tahun, berbangsa Melayu, berstatus sosioekonomi rendah dan tinggal di sekitar Bandaraya Kuala Lumpur serta mempunyaikeluarga sendiri. Responden kajian juga dipilih mengikut penjagaanterhadap tiga kumpulan warga tua (yang sihat, kurang upaya dan sakitterlantar berpaksikan dalam satu kontinum. Hasil kajian mendapatibahawa terdapat lompang antara penjagaan tiga kumpulan warga tuadalam aspek program (penyertaan komuniti dan penyampaianperkhidmatan komuniti melalui sokongan sosial berteraskan pendidikankomuniti. Kajian ini juga telah mencadangkan sebuah pendekatanpengurusan daya tindak berteraskan pendidikan komuniti untuk anakdewasa yang menjaga ibu bapa tua.

  13. UJI IRITASI DAN AKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT TIKUS PUTIH: EFEK SEDIAAN GEL APIGENIN DAN PERASAN HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Sri Kuncari

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPerasan seledri (Apium graveolens L. biasa dipergunakan untuk memacu pertumbuhan rambut. Salah satu senyawa utama yang terkandung di dalam seledri adalah apigenin. Penelitian ini membahas tentang pengaruh pemakaian gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri sebagai penumbuh rambut, meliputi uji iritasi dan aktivitas pertumbuhan rambut pada tikus putih jantan galur Spraque-Dawley. Uji iritasi menggunakan metode Kamkaen dan Rao, sedangkan uji aktivitas penumbuh rambut menggunakan metode Hattori-Ogawa dan Suzuki-Hamada. Berdasarkan indeks iritasi primer, semua formulasi gel tidak potensial menyebabkan iritasi pada kulit tikus putih (p>0,05. Gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri menunjukkan aktivitas lebih baik dalam memacu pertumbuhan rambut (p<0,05 dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Apigenin menunjukkan aktivitas lebih baik (p<0,05 dalam meningkatkan ketebalan rambut dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.Namun perlakuan perasan herba seledri tidak nyata (p>0,05 meningkatkan ketebalan rambut. Dapat disimpulkan bahwa gel yang mengandung apigenin dan perasan herba seledri dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada tikus putih dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.Kata kunci : seledri, apigenin, gel, iritasi kulit, penumbuh rambutAbstractCelery (Apium graveolens L. juice is widely used for promoting hair growth. One of the main compounds in celery is apigenin. This research discusses about the effect of gel containing apigenin and celery juice application as hair growth in term of skin irritation and its hair growth activity on Spraque-Dawley male mice. The irritation test was Kamkaen and Rao methods, while hair growth activity was HattoriOgawa and Suzuki-Hamada methods. Based on primary index irritation, all of the gel formulations did not signifiantly potential in resulting skin irritation on the mice (p>0,05. Gel containing apigenin andcelery juice showed better activity in promoting hair growth (p<0,05 than

  14. ANALISIS AKTIVITAS NITROGENASE DAN GEN NIFH ISOLAT BAKTERI RHIZOSFER TANAMAN PADI DARI LAHAN SAWAH PESISIR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Ningsih Susilowati

    2016-12-01

    Full Text Available AbstrakPenambatan nitrogen oleh bakteri rhizosfer dapat dimanfaatkan untuk menyiasati dampak salinitas pada tanah sawah pesisir. Kemampuan tersebut disebabkan oleh aktivitas nitrogenase yang disandikan gen nifH pada komponen II. Penelitian  ini bertujuan  menganalisis aktivitas nitrogenase pada kondisi salin dan mengidentifikasi gen nifH. Sebanyak 50 isolat bakteri rhizosfer asal tanah sawah pesisir daerah Eretan dan Patimban, Jawa Barat telah dianalisis. Lima isolat yang menunjukkan aktivitas nitrogenase pada kondisi salin adalah Er B1 3, Er B1 4, Er B1 9, Er B2 10, dan Ptb B1 4. Gen nifH kelima sampel diidentifikasi menggunakan PCR menghasilkan amplikon berukuran ~360 bp. Aktivitas nitrogenase tertinggi berdasarkan Analisis Reduksi Asetilen (ARA diperoleh pada isolat Er B2 10 yang memiliki kekerabatan terdekat dengan bakteri Providencia sp. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa beberapa bakteri asal sawah pesisir dapat menambat nitrogen pada kondisi salin.AbstractThe ability of nitrogen fixation by rhizosphere bacteria could be used to decrease salinity impact in coastal paddy field, due to nitrogenase capability, encoded by a nifH gene in component II. The objectives of this research are to analyze nitrogenase activity in saline condition and identify the presense of the nifH gene. A total of 50 isolates of the rhizosphere bacteria coastal from wetland areas of Eretan and Patimban, West Java, has been isolated and being analyzed. Among them, five isolates i.e. Er B1 3, ER B1 4, Er B1 9, Er B2 10 and Ptb B1 4, showed the nitrogenase activity under saline condition. The polymerase chain reaction (PCR of the nifH gene from those five samples resulted in the amplicon size of  ~360 bp. The highest activity of nitrogenase assessed by acetylene reduction assay (ARA was shown by Er B2 10 which closely related to bacteria of Providencia sp. The obtained result showed that several bacteria from coastal paddy field were able to conduct nitrogen

  15. MINIMASI RESIKO DALAM SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI KOTA BANDUNG, INDONESIA DENGAN PENDEKATAN LINEAR PROGRAMMING (Risk Minimization for Medical Waste Management System in Bandung City, Indonesia: A Linear Programming Approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Chaerul

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Berbagai macam pelayanan perawatan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit akan berpotensi menghasilkan limbah medis. Walaupun sebagian besar limbah rumah sakit dapat dikelompokkan sebagai limbah yang tidak berbahaya yang memiliki sifat yang sama dengan sampah rumah tangga dan dapat dibuang ke tempat penimbunan sampah, sebagian kecil dari limbah medis harus dikelola dengan tepat untuk meminimasi resiko terhadap kesehatan masyarakat. Model pengelolaan limbah medis yang dikembangkan ditujukan untuk meminimasi resiko terhadap fasilitas umum dan komersial seperti fasilitas ibadah, bank, perkantoran, restoran, hotel, stasiun pengisian bahan bakar, fasilitas pendidikan, mall dan pusat perbelanjaan, taman dan pusat olahraga/kebugaran, akibat pengangkutan limbah medis dan abu hasil pengolahannya. Tingkat resiko dari setiap fasilitas di atas ditentukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP. Permasalahan diselesaikan dengan mengaplikasikan linear programming menggunakan software optimimasi LINGO®. Output model berupa optimasi alokasi limbah medis dari setiap rumah sakit ke fasilitas pengolahan dan alokasi abu dari fasilitas pengolahan ke tempat penimbunan akhir. Hasil model memperlihatkan bahwa rute terpendek tidak menghasilkan total resiko terkecil karena dipengaruhi oleh jumlah dan tingkat resiko dari setiap fasilitas yang dilalui oleh kemdaraan pengangkut limbah medis dan abu. Perbedaan fasilitas yang berada di sekitar pengolahan limbah medis juga akan menghasilkan total resiko yang berbeda. ABSTRACT A broad range of healthcare services provided by hospital may generate medical waste. Although a large percentage of hospital waste is classified as general waste, which has similar nature as that of municipal solid waste and, therefore, could be disposed in municipal landfill, a small portion of medical waste has to be managed in a proper manner to minimize risk to public health. A medical waste management model is proposed in

  16. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette)

    OpenAIRE

    Saptoadi, Harwin; Syamsiro, Moch.; Tambunan, Bisrul Hapis

    2014-01-01

    ABSTRAK Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan ...

  17. Perilaku Krom Dalam Limbah Cair Penyamakan Kombinasi Krom-Gambir dan Krom-Mimosa Pada Penyamakan Kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardinal Ardinal

    2014-06-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE This study aims to determine the amount of chrome that come out together with tannery waste in a tanned combination process of chrome-gambier and chrome-mimosa. the process research performed by 2 stages. The 1st stage  using chrome with 5 concentration,    they were 2,4,6 and 8 %. Then it followed by the 2nd stage  tanning process by using vegetable tanning, gambier and mimosa, with each 7% and 9% concentration. The results showed that the combination of chrome-gambier tanned at the same concentration disposed chromium waste less than the combination of chrome-mimosa tanned. The lowest total chrome waste on the chrome-gambier tanning combination was 3.9 ppm at  2% chromium and 7% gambier concentration and the highest was 146.6 ppm at 8% chromium and 9% gambier concentrations.  The lowest total chrome waste on the combination of chrome-mimosa tanning was 2.2 ppm at  2% chromium and 7% mimosa concentration and the highest was 170.4 ppm at 8 % chromium and 9% mimosa concentration. The 2ndtanning, was combination tanning process, chrome-gambier able to reduce chromium levels more than the chrome-mimosa tanning.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah krom yang ikut terbuang bersama limbah proses penyamakan kulit yang di samak kombinasi krom-gambir dan krom-mimosa. Pelaksanaan penelitian proses penyamakan kulit  dilakukan dengan 2 tahap. Tahap I menggunakan krom dengan 5 variasi  konsentrasi yaitu 2, 4, 6 dan 8%. Setelah penyamakan tahap I kemudian dilanjutkan penyamakan tahap II dengan menggunakan penyamakan nabati, gambir dan mimosa, dengan variasi konsentrasi masing-masing 7 dan 9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyamakan kombinasi krom-gambir pada konsentrasi yang sama menghasilkan limbah krom yang lebih sedikit dibandingkan dengan samak kombinasi krom-mimosa. Jumlah limbah krom pada penyamak kombinasi krom-gambir terendah adalah 3,9 ppm pada konsentrasi krom

  18. PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN TULANG PADA WANITA USIA 40-65 TAHUN DI PUSKESMAS NANGGALO KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrial Syahrial

    2011-03-01

    Full Text Available Penelitian ini adalah tentang pengaruh Asupan Zat Gizi dan aktivitas Fisik terhadap Kesehatan Tulang di Kecamatan Nanggalo Kota Padang yang menggunakan desain cross sectional study, dilakukan pada bulan Maret sampai Desember 2010. Populasi penelitian ini adalah semua lansia pre dan post menopause yang berkunjung ke posyandu lansia di Kecamatan Nanggalo Kota Padang sebanyak 48 orang. Data diolah dan dianalisis dengan analisis univariat untuk mendeskripsikan masing-masing variabel guna memperoleh gambaran karakteristik sampel dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, pola konsumsi, asupan zat gizi dengan kesehatan tulang, menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (a < 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata umur responden adalah 52,2 ± 7,24 tahun dan 50% diantaranva sudah menopouse. Hasil pemeriksaan tulang menunjukkan bahwa 81,2% responden sudah mengalami Osteoporosis. Dilihat dari konsumsi zat gizi, responden dengan asupan kalsium kurang 62,5%, asupan phosfor tinggi 95,8%, asupan vitamin D tinggi 93,8 %. Sebanyak 52,1% responden mempunyai aktivitas fisik harian dengan kategori berat. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara zat gizi phosfor, kalsium dan vitamin D dengan kesehatan tulang dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan tulang. Disarankan untuk mengadakan penelitian eksperimen pada 2 kelompok yang berbeda dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok yang sudah menopouse kemudian diperiksa status kesehatan tulangnya.Kata kunci : Osteoporiosis, gizi

  19. PENGARUH IKLIM KELAS, KESIAPAN, DAN MOTIVASI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MENGELOLA PERALATAN KANTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslimun Muslimun

    2016-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh iklim kelas, kesiapan, dan motivasi terhadap aktivitas belajar siswa X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah Bobotsari Kabupaten Purbalingga secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran yang berjumlah 102 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportional random sampling dan didapatkan responden dengan jumlah 81 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Hasil dari analisis regresi berganda penelitian ini yaitu Y = 12,916 + 0,214X1 + 0,352X2 + 0,400X3 + e. Ada pengaruh secara simultan sebesar 69,4%, sedangkan pengaruh secara parsial iklim kelas sebesar 11,8%, kesiapan belajar sebesar 11,3%, dan motivasi belajar sebesar 17,1%. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara iklim kelas, kesiapan dan motivasi terhadap aktivitas belajar siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Saran dari penelitian ini adalah; 1 Guru hendaknya mengkondisikan suasana belajar siswa di dalam kelas. 2 Siswa sebaiknya lebih menjaga kondisi fisiknya dan diharapkan terus menjaga semangat belajar dalam mengikuti mata pelajaran yang disampaikan oleh guru. 3 Guru hendaknya berperan aktif dalam proses belajar mengajar seperti menerapkan metode pembelajaran yang variatif. 4 Sekolah hendaknya rutin melakukan pengecekan di Laboratorium AP khususnya peralatan yang digunakan untuk praktik siswa. This research has purpose to find out whether there is influence from Class Climate, Readiness and Motivation toward Student Activities Class X of Office Administration Department’s on the Subjects Managing Office Equipment at Muhammadiyah Vocational High School of Bobotsari, Purbalingga Regency simultaneously or partially. The populations in this research were students of class X

  20. MODEL PERMAINAN AKTIVITAS LUAR KELAS UNTUK MENGEMBANGKAN RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Setyawan

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan model-model permainan Aktivitas Luar kelas (ALK yang layak digunakan sebagai materi pembelajaran penjas, serta efektif untuk mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa SMA. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1 pengumpulan informasi di lapangan, (2 menganalisis informasi yang telah dikumpulkan, (3 mengembangkan produk awal, (4 validasi ahli dan revisi, (5 uji coba skala kecil dan  revisi, (6 uji coba skala besar dan revisi, dan (7 pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa kelas X-D dan XI-IPA 4 dari SMA N I Prambanan berjumlah 66 orang. Uji coba skala besar dilakukan terhadap siswa kelas X-G, X-H, XI-IPS 3, dan XI-BHS dari SMA N I Prambanan berjumlah 132 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu; (1 pedoman wawancara, (2 skala nilai, (3 pedoman observasi permainan, (4 pedoman observasi keefektifan permainan, (5 pedoman observasi terhadap guru pelaku uji coba, dan (6 rubrik penilaian siswa. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian berupa tujuh model permainan yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran penjas, hal ini dibuktikan dengan perolehan persentase sebesar 100% dari data hasil kuesioner skala nilai, observasi model permainan, observasi keefektifan permainan, dan observasi guru pelaku uji coba. Model permainan juga efektif untuk mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang dibuktikan dengan terjadinya peningkatan persentase nilai rata-rata siswa sebesar 21%. Kata kunci: model, permainan, aktivitas luar kelas, kognitif, afektif, psikomotorik THE OUTDOOR ACTIVITY GAME MODEL TO DEVELOP THE ASPECT OF COGNITIVE, AFFECTIVE, AND PSYCHOMOTOR OF THE SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Abstract This study aims at producing outdoor activity game models which are proper to be used for physicall education learning and developing cognitive, affective, and

  1. MENGGALI METRIK YANG PENTING DALAM RANGKAIAN AKTIVITAS PERUBAHAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMPREDIKSI BUG DENGAN ATURAN ASOSIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Arwan

    2014-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Dalam evolusi perangkat lunak terdapat rangkaian aktivitas proses perubahan yang kemudian oleh Nachiapan diformulasikan menjadi metrik-metrik yang mampu memprediksi bug secara presisi. Akan tetapi secara spesifik belum ditemukan seberapa besar pengaruh masing-masing metrik tersebut terhadap hasil prediksi sebuah bug. Penelitian ini mengusulkan pengukuran jumlah kemunculan metrik dengan kemunculan bug pada proyek eclipse. Sehingga dengan penelitian ini dapat diketahui metrik -metrik mana yang penting dalam prediksi kemunculan bug. Aturan asosiasi dalam penggalian data telah dipergunakan secara luas untuk menggali variabel-variabel saling terkait dalam sampel data. Metrik-metrik dalam proyek eclipse kemudian digali dengan aturan asosiasi untuk mendapatkan metrik yang muncul bersama bug. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metrik Numberofchangeslate rata-rata kemunculannya sebesar 46,9%, sedangkan metrik Peopletotal muncul bersama bug rata-rata sebesar 43,57% dan metrik Numberofchangesearly memiliki kemunculan rata-rata 14% sehingga ketiga metrik tersebut merupakan metrik yang penting dalam memprediksi bug.

  2. AKTIVITAS INULINASE OLEH Pichia manshurica DAN FUSAN F4 PADA FERMENTASI BATCH DENGAN UMBI DAHLIA (Dahlia sp SEBAGAI SUBSTRAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wijanarka Wijanarka

    2013-11-01

    Full Text Available ACTIVITY OF INULINASE OF Pichia Manshuria AND FUSAN F4 ON BATCH FERMENTATION UDING DAHLIA TUBER (Dahlia sp AS A SUBSTRATE. A dahlia tuber is one of the common inulin rich crops. Inulin is formed by units of fructans, which are polymers of D-fructose. Inulinases (EC 3.2.1.7 catalyze the hydrolysis of inulin, producing fructooligosaccharides (FOS, inulooligosaccharides (IOS, pulullan, acetone, butanol and sorbitol, therefore dahlia tubers are used as growth media. The inulin hydrolyzing activity has been reported from various microbial strains Pichia manshurica and Fusan F4 which is the result of fusion protoplast. The objective of this study was to determine the activity of inulinase Pichia manshurica and Fusan F4 on the substrate dahlia tubers. Fusan F4 to increase inulinase activity compared with Pichia manshurica and to investigate the kinetics of specific growth rate (μ and time double (g from of Pichia manshurica and Fusan F4. The results showed that the exponential phase occurs at 0-12 hour without a lag phase. P. manshurica has a specific growth rate (μ of 0.18/hour with time double (g 3.90 hours and the inulinase enzyme activity of 0.56 IU, while for Fusan F4 consecutive has a value μ of 0.20/hour, g of 3.49 hours and the activity of 0.69 IU. The conclusion of this research is to improve Fusan F4 inulinase activity and the ability has to be better than the Pichia manshurica.Umbi dahlia merupakan salah satu umbi yang mengandung inulin. Inulin merupakan polimer fruktan yang dapat dipecah oleh enzim inulinase (E.C. 3.2.1.7 menjadi fruktosa. Fruktosa merupakan bahan baku dasar untuk pembuatan FOS, IOS, pulullan, aseton dan sorbitol, oleh karena itu umbi dahlia digunakan sebagai media pertumbuhan. Enzim inulinase ini secara indigenous dimiliki oleh Pichia manshurica dan Fusan F4 yang merupakan hasil fusi protoplas.Tujuan  penelitian ini adalah  untuk mengetahui aktivitas inulinase Pichia manshurica dan Fusan F4 pada substrat umbi dahlia

  3. PENGARUH FOAMING PADA PENGERINGAN INULIN UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN AKTIVITAS PREBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winarti

    2014-02-01

    Full Text Available Lesser yam (Dioscorea esculenta is one type of Dioscorea spp. with high inulin content. There are many factors can affect on the physicochemical characteristics and prebiotic activity of inulin, one of this factor is drying method. The purpose of the study was to evaluate the effect of foaming (foam mat on drying procces of lesser yam inulin on the physicochemical characteristics and prebiotic activity. Lesser yam inulin was dried with cabinet drying and foam mat drying, which was compared with the commercial inulin that was dried by spray drying method. Inulin properties evaluated were solubility, water absorbtion, gel strength, water content, viscosity, purity, crystallinity and prebiotic activity. The results showed that the drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can improve the solubility of 79.09% to 89.97%, water absorption from 12.39% to 34.39%, and prebiotic activity score from 1,071 to 1,113 on Bifidobacteria breve BRL-131 and from 0.658 to 0.820 on Bifidobacterium bifidum BRL-130. Drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can reduce the gel strength of 0.1295 N to 0.0929 N, water content from 10,55% to 9,29%, the viscosity of 14.47 mPa to 6.7 mPa at 90 °c, purity of 73.58% to 66.34% and lower crystallinity. Lesser yam inulin had prebiotic activity score higher than commercial inulin from chicory root. Keywords: Inulin, lesser yam, Dioscorea esculenta, prebiotic, foam mat drying   ABSTRAK Gembili (Dioscorea esculenta merupakan salah satu jenis Dioscorea spp. yang mengandung inulin cukup tinggi. Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik inulin, salah satunya adalah cara pengeringan.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh foaming (pembentukan foam pada proses pengeringan inulin umbi gembili terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik. Inulin umbi gembili dikeringkan dengan metode foam mat drying dibandingkan dengan cabinet drying

  4. PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TERBENTUKNYA HARGA PASAR DENGAN PENERAPAN MODEL CORE PADA SISWA KELAS VIII SMP N 2 UNGARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lala Sakuntala

    2013-11-01

    Full Text Available Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran di SMP N 2 Ungaran berawal dari penggunan metode dan model pembelajaran yang digunakan guru pada saat pembelajaran. Dalam pembalajaran guru cenderung masih menggunakan ceramah, sehingga menyebabkan kurangnya interaksi dan motivasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP N 2 Ungaran, diperoleh data bahwa 53,12% siswa belum tuntas dalam pembelajaran materi harga keseimbangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada peningkatan menggunakan model pembelajaran CORE terhadap aktivitas dan hasil belajar pokok bahasan pembentukan harga pasar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Ungaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP N 2 Ungaran dengan menerapkan model pembelajaran CORE. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,2 dengan ketuntasn klasikal 72%. Untuk hasil penelitian siklus II menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 78.9 dengan ketuntasan klasikal 88%. Hasil aktivitas siswa dan guru meningkat dengan diterapkannya model pembelajaran CORE. Terlihat pada hasil aktivitas siswa siklus I sebesar 70% meningkat menjadi 87.5% pad siklus II. Sedangkan aktivitas guru pada siklus II sebesar 75% meningkat menjadi 95% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran CORE pada materi harga keseimbangan. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian adalah perlu adanya kesiapan guru sebelum memulai pelajaran, guru hendaknya mampu menguasai kelas dengan baik, dan memilih metode yang tepat untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar. The problems that arise in learning in SMP 2 Ungaran originated from the use of learning

  5. APLIKASI THERMAL PRE-TREATMENT LIMBAH TANAMAN JAGUNG (Zea mays SEBAGAI CO·SUBSTRAT PADA PROSES ANAEROBIK DIGESTI UNTUK PRODUKSI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Darwin

    2016-04-01

    Full Text Available Thermal pre-treatment was given on corn stover in the purpose of breaking the lignin content; thus, it may help anaerobic microorganisms to convert polymer including cellulose and hemicelluloses into biogas. This study aimed to investigate the effects of thermal pre-treatment on corn stover in anaerobic digestion process related to the production of biogas as well as digestion process efficiency. This research was carried out by utilizing batch reactors where the temperature was maintained at mesophilic conditions above room temperature (33 ± 2 oC. Based on the result, it was known that thermal pre-treatment given on the corn stover may enhance anaerobic digestion process for biogas production at the first 10 days. This condition reduced the time of lag phase during anaerobic digestion. The biogas production of corn stover given thermal pre-treatment was slow at 26 days where their average total production were 12,412.5 mL,12,310 mL at 15 and 25 minutes thermal pre-treatment, respectively while biogas production of non pre-treated corn stover was 12,557 mL. The highest daily biogas production was accomplished by corn stover that was given thermal pre-treatment at 25 minutes (915 mL. Corn stover given with 15 minutes thermal pre-treatment also generated higher daily biogas production at day 9 (772.5 mL compared with corn stover that was not pre-treated (405 mL. This research also revealed that corn stover given thermal pre-treatment reached higher biogas yield compared with non pre-treated corn stover where their biogas yield were 670.39, 690.65 mL/g volatile solids added at 15 and 25 minutes thermal pre- treatment respectively, and 456.37 mL/g volatile solids added of non pre-treated corn stover. Keywords: Thermal pre-treatment, corn stover, anaerobic digestion, biogas   ABSTRAK Thermal pre-treatment diberikan pada limbah tanaman jagung dengan tujuan untuk memecahkan kandungan lignin yang terdapat pada limbah tanaman jagung sehingga memudahkan

  6. PENGARUH RETROGRADASI PADA PEMBUATAN SOHUN PATI JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PRODUK DAN AKTIVITAS PREBIOTIKNYA (The Effect of Retrogradation on the Physicochemical Properties of Maize Starch Noodle and Its Prebiotic Potential

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Interpares

    2015-09-01

    3 jam pada pertumbuhan   sebesar 0,730 dan   0,041. Nilai aktivitas prebiotik komersial A,komersial B, dan inulin pada adalah 1,058; 0,405 dan 1,130 sedangkan pada  nilai aktivitasnya sebesar 0,062; 0,066; dan 0,076. Kata kunci: Sohun pati jagung, retrogradasi, mutu produk, nilai aktivitas prebiotik

  7. Demagnetisasi Arus Inrush pada Transformator Satu Fasa 1 kVA Menggunakan Metode Pengurangan Sisa Medan Magnet dengan Menggunakan Sumber Tenaga Berfrekuensi Sangat Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dicky Wahyu Darmawan

    2017-01-01

    Full Text Available Pada penelitian ini akan membahas tentang pembuatan sebuah alat yang dirancang untuk menghilangkan fluks sisa pada inti transformator satu fasa 1 kVA. Tujuan utama dari menghilangkan fluks sisa pada transformator yaitu untuk mengurangi lonjakan arus inrush ketika transformator dienergisasi, dan meningkatkan keandalan dari transformator tersebut, hal ini lebih dimaksudkan untuk mengurangi rugi – rugi yang terjadi akibat adanya fluks sisa. Saat ini ada banyak metode yang digunakan untuk mereduksi besarnya arus inrush. Diantaranya adalah menggunakan metode shunt kapasitor, variable frequency – constant voltage (VFCV, dan variable voltage – constant frequency (VVCF. Menggunakan metode variable frequency – constant voltage, alat demagnetisasi yang dibuat pada penelitian ini merupakan sebuah rangkaian saklar semikonduktor yang dirangkai dengan input sumber tegangan DC dan output yang dihubungkan dengan belitan primer tranformator. Alat ini berkerja dengan cara membolak-balik polaritas sumber tegangan DC sesuai pengaturan waktu yang telah ditentukan, sehingga frekuensinya berubah dari frekuensi rendah menjadi frekuensi tinggi. Setelah dilakukan proses demagnetisasi menggunakan alat demagnetisasi tersebut, besarnya nilai arus inrush bisa berkurang hingga lebih dari 50%. Sebagai perbandingan, proses demagnetisasi yang dilakukan menggunakan alat dengan metode yang lain, yaitu VVCF, hanya mampu mengurangi arus inrush sebesar 37,3%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses demagnetisasi menggunakan metode VFCV hanya 1,46 detik saja atau 1 detik lebih cepat daripada metode VVCF.

  8. AKTIVITAS SPERMATOPROTECTIVE EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava PADA JUMLAH SPERMATOZOA TIKUS PUTIH TERINDUKSI KADMIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    W Christijanti

    2014-06-01

    Full Text Available Kadmium dapat bersifat meningkatkan aktivitas oksigen reaktif yang memicu munculnya radikal bebas. Zat aktif dalam daun jambu biji bersifat antioksidan yaitu suatu senyawa yang dapat berikatan atau menghambat terbentuknya radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya hubungan  antara ekstrak daun jambu biji dengan jumlah spermatozoa tikus terinduksi kadmium. Penelitian eksperimental ini menggunakan 20 ekor tikus yang terinduksi kadmium melalui air minum dengan dosis 100ppm/ekor/hari. Kelompok kontrol mendapatkan ekstrak daun jambu biji 0 mg/ekor sedangkan kelompok I, II dan III berturut turut adalah 50 mg/ekor, 100 mg/ekor dan 150 mg/ekor. Pemberian ekstrak daun jambu biji selama 30 hari. Data jumlah spermatozoa dan kadar kadmium dianalisis dengan uji korelasi pada taraf uji 5%. Pada hari ke 31, testis diambil untuk diukur kadar kadmium dan jumlah spermatozoanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara jumlah spermatozoa dan kadar kadmium dengan nilai sig 0,009 <0,05 dan berbanding terbalik sebesar  -0,567. Hal ini berarti semakin besar kadar kadium dalam testis maka semakin sedikit jumlah spermatozoa tikus dan semakin kecil kadar kadium dalam testis maka semakin banyak jumlah spermatozoa tikus. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji dapat berperan sebagai spermatoprotective tikus yang terpapar Cadmium. Cadmium can be used to increase the activity of reactive oxygen that triggers the emergence of free radicals. The active substances in guava leaves is an antioxidant compound that can bind or inhibit the formation of free radicals . This study aims to examine the relationship between guava leaf extract with the amount of rat spermatozoa induced by cadmium. This experimental study used 20 mice induced by cadmium through drinking water at  dose of 100ppm/mice/day. The control group received guava leaf extract of 0 mg/mice , while group I , II and III received 50 mg , 100 mg and 150 mg in 30 days

  9. AKTIVITAS PENGENDALIAN MUTU JASA AUDIT LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (Studi Kasus pada Beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Jogi Christiawan

    2005-01-01

    Full Text Available The objective of this study was to get the descriptive in depth and holistic the quality control activities in several CPAs%2C in Surabaya in order to answer the audit quality questioned by the audit report user. This study was a qualitative research with multiple case studies and multiple unit analysis approach. The study was focused on the competence and independence standards as well as the control procedures and its activities by partners and managers in CPA firms. There were%3A 1%29 the CPA firms face difficult in establishing independence in fact standards and objectives%2C 2%29 the CPA firms applied the professional standard to establish independence in appearance standards and objectives%2C 3%29 the CPA firms applied human resources management function to secure personnel educational competence%2C 4%29 the CPA firms applied planning%2C supervising and performance evaluating in order to obtain experience personnel%2C and 5%29 the CPA firms give strict punishment for violation of independence and competence. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan mengetahui secara mendalam %28in depth%29 dan menyeluruh tentang aktivitas pengendalian mutu audit yang terjadi di beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya%2C sehingga diharapkan bisa menjawab keraguan pengguna jasa audit terhadap mutu audit yang ada di kantor akuntan publik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan multiple case study dengan multiple unit analysis. Penelitian diarahkan pada standar independensi dan kompetensi di Kantor Akuntan Publik serta aktivitas dan prosedur pengendalian oleh partner dan manajer Kantor Akuntan Publik. Penelitian dilakukan terhadap empat dari lima puluh satu Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Hasil penelitian ini sedikitnya menunjukkan lima fenomena terkait dengan aktivitas pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Lima fenomena tersebut adalah%3A 1%29 Kantor Akuntan Publik sulit menetapkan suatu standar%2

  10. POLA SEBARAN LIMBAH TPA STUDI KASUS DI JATIBARAG SEMARANG (Waste Distribution Pattern Cese Study in TPA Jatibarang Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi Supriyadi

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRAK TPA Jatibarang merupakan tempat pembuangan akhir di Semarang yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk. Penumpukan sampah di TPA Jatibarang yang sudah semakin banyak dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu dilakukan penelitian di TPA Jatibarang dengan tujuan untuk mengetahui sebaran limbahnya. Pendugaan sebaran limbah di bawah permukaan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dengan Resistivity meter Geosound  GL-4100 menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rembesan limbah di TPA Jatibarang sebarannya hampir merata dari bentangan 2 meter sampai 135 meter mencapai kedalaman 37,7 meter ke arah selatan, pada titik sounding 4  penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah Timur dari lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 60 meter pada kedalaman 8,62 meter dan dari bentangan 98 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 30,3 meter. Pada titik sounding 5 penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah barat lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 18 meter dan 50 meter sampai 70 meter pada kedalaman 19,1 meter dan pada bentangan 82 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 19,1 meter sampai 37,7 meter.  Disimpulkan bahwa  sebaran limbah di TPA Jatibarang ke arah selatan menuju sungai Kreo dan sebaran limbahnya juga sampai ke pemukiman penduduk  di Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang lokasinya sebelah Barat dan Timur dari TPA Jatibarang.   ABSTRACT TPA Jatibarang are landfills located in Semarang is close to settlements. Accumulation of rubbish in landfill Jatibarang who is getting a lot can cause environmental pollution, it is necessary to do research on landfill Jatibarang in order to know the distribution of its waste. Estimation of the distribution of waste below the ground surface can be performed using geoelectric

  11. KARAKTERISTIK MINYAK IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN FILET IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus DAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Hastarini

    2013-03-01

    ABSTRAK Ikan Patin merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia yang dikenal dengan sebutan catfish. Ikan patin memiliki kandungan lemak yang tinggi dan merupakan sumber asam lemak tidak jenuh termasuk asam lemak omega 3 yang memiliki fungsi positif bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data karakteristik minyak ikan dari limbah pengolahan fillet ikan patin jenis Siam (Pangasius hypopthalmus dan Jambal (Pangasius djambal terutama mengenai profil asam lemaknya. Proses pengolahan filet menghasilkan filet sebagai produk utama dan sisanya berupa 6 komponen limbah yang terdiri dari kepala, tulang-ekor, kulit, daging trimm (sisa perapian fillet, daging belly flap (daging bagian perut dan isi perut. Ekstraksi minyak ikan dilakukan menggunakan metode wet rendering yang dimodifikasi. Bagian kepala, daging belly flap dan isi perut merupakan bagian yang potensial digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak ikan dengan rendemen minyak ikan kasar yang dihasilkan berturut – turut sebesar 9,84%, 28,52% dan 20,34% untuk ikan patin Siam dan 9,54%, 25,60% dan 30,05% untuk ikan patin Jambal. Profil asam lemak dari minyak ikan patin Siam maupun Jambal menunjukkan bahwa asam lemak palmitat dan oleat merupakan komponen utama. Persentase asam lemak tak jenuh memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh dari total asam lemak secara keseluruhan yaitu sebesar 53,24%, 54,38%, 52,74% dan 62,70%, 62,92%, 61,97% berturut–turut untuk ikan patin jenis Siam dan Jambal bagian kepala, daging belly flap dan isi perut. Asam lemak omega 3 yaitu linolenat, EPA dan DHA terdeteksi pada kedua jenis minyak ikan patin dengan jumlah yang relatif kecil. Hasil analisis DSC minyak ikan patin Siam menunjukkan tiga kisaran zona pencairan minyak yang terdeteksi, yaitu pada kisaran suhu – 30 sampai – 16 oC, kisaran suhu – 16 sampai 25 oC, dan kisaran suhu 25 sampai 46 oC. Pada patin Jambal pencairan minyak terdeteksi lebih awal yaitu

  12. PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SIDAT INDONESIA (Anguilla bicolor SEBAGAI TEPUNG PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RA Hangesti Emi Widyasari

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aims to analyze the nutritive value of flour head, liver powder and bone meal as by product of Indonesian eel (Anguilla bicolor processing. Eel waste flour was made by using a thermal process in the drum dryer fish flouring mill PT. Carmelitha Lestari in Bogor, whereas proximate analysis for chemical tests were performed in the laboratory of Integrated Chemical Laboratory, IPB and direct observation was conducted in PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Sukabumi district in October 2012—April 2013. The nutritive value based on proximate analysis showed that head flour, liver flour, and bone flour contained protein 61.78%, 53.92%, and 41.01%; fat 15.55%, 27.28%, 13.07%; carbohydrate 11.48%; 14.96%, 8.13%; water 5.44%, 8.48%, 3.01%; ash 12.95%, 3.62%, 37.49%, and crude fiber 1.33%, 0.04%, 1.11%, respectively.Keywords: Anguilla bicolor, bone flour, head flour, liver flour, nutritive valueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi tepung kepala, tepung tulang dan tepung hati ikan yang merupakan limbah pengolahan ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor. Tepung limbah ikan sidat dibuat berdasarkan proses termal menggunakan drum dryer di pabrik penepungan ikan PT. Carmelitha Lestari di Bogor dan analisis proksimat untuk uji kimiawi dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu, IPB serta observasi langsung di PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada bulan Oktober 2012—April 2013. Hasil analisis proksimat tepung kepala, tepung hati dan tepung tulang mengandung protein berturut-turut sebesar 61.78%, 53.92%, dan 41.01%; lemak sebesar 15.55%; 27.28%; 13.07%, karbohidrat sebesar 11.48%; 14.96%; 8.13%, kadar air sebesar 5.44%; 8.48%; 3.01%, kadar abu 12.95%; 3.62%; 37.49% dan serat kasar 1.33%; 0.04%; 1.11%.Kata kunci: Anguilla bicolor, nilai gizi, tepung hati, tepung kepala, tepung tulang

  13. Aktivitas Zymomonas mobilis pada produk etanol dari buah semu jambu mete (Anacardium occidentale dengan variasi sumber nitrogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AKHMAD MUSTOFA

    2010-05-01

    Full Text Available Mustofa A, Suranto. 2010. Aktivitas Zymomonas mobilis pada produk etanol daribuah semu jambu mete (Anacardium occidentale dengan variasi sumber nitrogen. Bioteknologi 7: 1-9. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan Zymomonas mobilis dalam memproduksi etanol melalui proses fermentasi batch (selama 24, 48 dan 72 jam, menggunakan sumber karbon sari buah jambu mete (varietas merah, hijau dan kuning dan sumber nitrogen berupa urea, ammonium sulfat, ekstrak kecambah kacang hijau dan ekstrak kacang koro (Mucuna pruriens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas buah jambu mete hijau dengan sumber nitrogen ammonium sulfat dan lama fermentasi 24 jam memberikan hasil etanol yang paling optimal. Pada perlakuan tersebut diperoleh nilai pH 5,87, kadar gula reduksi 7,64 g/100 mL (tingkat konsumsi 48,44%, jumlah bakteri 8,0x107 (µ = 0,154 dan etanol sebesar 33,02 g/L (Ye = 90,19%.

  14. Studi Pemanfaatan Catu Daya Hibrida PLTS 3,7 kWp Dan PLN Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Desa Pemecutan Kaja Denpasar Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Arimbawa

    2016-11-01

    Full Text Available Abstract—Pemecutan Kaja waste treatment plant (WTP was a community treatment plant located in one of Denpasar city ward to process sewerage produced by community members. The WTP uses radial flow anaerobic system which mainly consists of rabic pro and up flow tanks. The water produced by the WTP was released to nearby river as it already met envinronmental quality standard. The WTP was driven by an electric pump to circulate sewer material within the process flow. The pump was fed by hybrid power supply combining 3.7 kW solar PV and power from utility grid. The WTP was operated by village council of Pemecutan Kaja. The study presented here was result of firstly, evaluation on the utilization and performance of solar PV plant, and secondly, to propose managerial model that can manage the plant effectively and sustainably. The study found that daily average energy produced bythe PVplant was 23.59 kWh yielding cost of energy at IDR 7,766/kWh. Experiment to clean filters of the plant reduced daily energy consumption from 8.84 kWh to 3.05 kWh or 65%. Household that connected to the plant pay monthly subscription currently at IDR 10,000.  However, for sustainable operation of the plant, the household need to pay IDR 51,654. Keywords: Renewable Energy, Solar PV, Hybrid Power Supply, Waste Treatment, Managerial Model Abstrak—Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Desa Pemecutan Kaja adalah IPAL yang terletak di salah satu lingkungan kota Denpasar yang berfungi untuk mengolah air limbah yang dihasilkan oleh anggota masyarakat. IPAL ini meggunakan sistem radial flow anaerobic yang terdiri tangki rabic pro dan tangki up flow filter. Air hasil pengolahan limbah dapat langsung disalurkan ke sungai karena sudah memenuhi baku mutu limbah cair. IPAL ini menggunakan pompa listrik untuk mengalirkan limbah menuju tangki penyaringan. Pompa ini mengunakan catu daya hibrida PLTS 3,7 kW dan PLN. IPAL ini dikelola langsung oleh masyarakat desa Pemecutan Kaja. Hasil

  15. SINTESIS ADSORBEN BERBASIS LIGNOSELULOSA DARI KAYU RANDU (Ceiba pentandraL. UNTUK MENJERAP Pb(II DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2014-12-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, limbah kayu randu digunakan sebagai adsorben untuk menjerap ion Pb (II dalam larutan. Kayu randu yang telah direaksikan dengan NaOH dikarakterisasi dan diuji kemampuan adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada serbuk kayu hasil reaksi dengan NaOH terlihat adanya pori dengan bentuk dan ukuran yang lebih seragam dengan luas permukaan spesifik 7,420 m2/g dan diameter pori 0.3 nm. Adsorpsi mencapai kesetimbangan pada 120 menit dengan kemampuan penjerapan sebesar 2,47 mg/g. Adsorpsi mengikuti model isotherm Freundlich dengan nilai tetapan KF sebesar 1,986 dan n sebesar 0,649.In this research, cotton wood waste was used to adsorb Pb(II ion in the solution. Sodium hydroxide treated cotton wood was characterized its spesific surface area, pore size, morphology and functional group. Furthermore, it was tested its adsorption ability to adsorb ion Pb(II. The result show that the treated cotton wood has uniform pores. Its specific surface area and pore diameter are 7.420 m2/g and 0.3 nm, respectively. The equilibrium was achieved in 120 minutes. Adsorption ability of the adsorben is 2.47 mg/g. In the adsorption, Freundlich isotherm model fit with the experimental data with the value of KF and n are 1.986 and 0.649, respectively.

  16. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk

  17. Kultivasi Fungi Mfw-01-08 yang Diisolasi dari Ascidia Aplidium longithorax dan Uji Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel Kanker Payudara T47D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nursid

    2010-12-01

    Full Text Available Mikroba laut, khususnya fungi, banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru. Banyak dari senyawa ini digunakan sebagai senyawa pemandu dalam pencarian obat-obatan baru antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak fungi MFW -01-08. Fungi diisolasi dari ascidia laut Aplidium longithoraxyang diambil dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Fungi MFW-01-08 diisolasi dengan menggunakan media malt extract agar (MEA kemudian dikultivasi selama 5 minggu (statis pada suhu 27–29oC dalam media SWS yang mengandung pepton soya (0,1%, pati larut air (2,0%, dan air laut buatan (1 L. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan sel lestari T47D (kanker payudara berdasarkan metode MTT assay. Senyawa metabolit sekunder dari miselium fungi diekstraksi dengan campuran diklorometan – metanol 1 : 1 sedangkan media kultur fungi diekstraksi dengan etil asetat. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa ekstrak media kultur memiliki aktivitas sitotoksik medium (IC50= 92,6 µg/mL dan ekstrak miselium tidak menunjukkan aktivitas sitotoksik (IC50183,6µg/mL terhadap sel T47D. Oleh karena itu penelitian lanjutan akan difokuskan pada ekstrak media kultur.

  18. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kayu Mangifera indica L., Mangifera foetida Lour, dan Mangifera odorata Griff.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganis Lukmandaru

    2014-01-01

    Full Text Available Ekstrak dari kayu dan kulit batang tiga spesies mangifera, yaitu mangga (Mangifera indica L., pakel (Mangifera foetida Lour, dan kweni (Mangifera odorata Griff. telah diuji aktivitas antioksidannya (AAO. Tiap bagian batang tersebut diekstrak dengan metanol (MeOH dan ekstrak kasarnya kemudian difraksinasi secara bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat (EtOAc dan n-butanol untuk memperoleh 4 fraksi berbeda. Sifat anti oksidan dari ekstrak MeOH dan hasil fraksinasinya ditentukan melalui uji 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak MEOH dari gubal pakel serta kulit kweni secara nyata memberikan AAO tertinggi jika dibandingkan dengan antioksidan standar (asam galat dan katekin dengan nilai IC50 sekitar 3-10 ppm. Dari beberapa faksi yang dipisahkan pada ekstrak MeOH di bagian-bagian tersebut, fraksi terlarut EtOAc secara nyata menunjukkan AAO tertinggi. Uji identifikasi metabolit sekunder dengan reaksi kimia secara kualitatif mengindikasikan bahwa alkaloid dan tanin berperan pada hasil pengujian AAO. Kadar fenolat total (KFT dari tiap ekstrak juga ditentukan berdasarkan metoda Folin-Ciocalteu. Baik pada bagian ekstrak kasar maupun hasil fraksinasi, hanya korelasi yang lemah didapatkan apabila antara nilai AAO dan KFT dihubungkan. Kata kunci : Mangifera, ekstraktif, antioksidan, uji DPPH, kadar fenolat   Antioxidant Activity of Methanol Extracts from Mangifera indica L., Mangifera foetida Lour, and Mangifera odorata Griff.Woods Abstract Wood and bark extracts of three mangifera species, mangga (Mangifera indica L., pakel (Mangifera foetida Lour, and kweni (Mangifera odorata Griff. were examined for its antioxidant activity (AOA. Each stem part was extracted with methanol (MeOH and the crude extract was then sequentially partitioned with n-hexane, ethyl acetate (EtOAc and n-butanol to obtain four different fractions. The antioxidant properties of the MeOH extracts and their fractions were determined by

  19. DAYA SAING PT BENAR FLORA UTAMA BERDASARKAN AKTIVITAS RANTAI NILAI FLORIKULTURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Marina Kurniaty

    2012-11-01

    menggambarkan dari kondisi internal dan eksternal sebagai analisis faktor keberhasilan perusahaan, (3 posisi strategis perusahaan, dan (4 merumuskan strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing dalam industri florikultura. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dengan mempertimbangkan posisi perusahaan dan pendekatan value chain dimulai dengan pemetaan rantai untuk menggambarkan siapa aktor yang terlibat, apa masalah bisnis di perusahaan ini dan aktivitas mana memiliki kontribusi terbesar. Pendekatan rantai nilai juga digunakan untuk menentukan produk terkemuka dari laporan penjualan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu-isu dalam rantai nilai meliputi: harga input yang mahal, pasokan benih tidak menentu dan biaya transportasi terutama untuk Negara Eropa dan Amerika lebih tinggi. Hasil matriks internal dan eksternal, posisi perusahaan pada pertumbuhan strategis sehingga perusahaan menerapkan beberapa strategi. Strategi alternatif yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan, seperti: (1 maintaning hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok, (2 memperluas pasar ekspor ke Asia, (3 meningkatkan jenis pohon, (4 mengikuti pameran besar, (5 berinovasi produk ke membuat trendcentre tanaman, (6 peningkatan manajemen pengetahuan untuk sumber daya manusia di perusahaan, dan (7 memaksimalkan produksi untuk pasar domestik, (8 saluran distribusi yang didirikan di setiap kota, (9 membuat target pasar yang jelas, (10 mempertahankan kualitas tanaman, (11 merestrukturisasi perusahaan dalam rangka untuk memperjelas spesialisasi pekerjaan, (12 membuat dokumen menyediakan benih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.Kata kunci: daya saing, industri florikultura, rantai pemetaan, analisis rantai nilai ekonomi, analisis SWOT

  20. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI DUWET (Syzygium cumini Linn. PADA PEROKSIDASI LIPIDA SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohadi Rohadi

    2016-04-01

    Full Text Available All parts of Syzygium cumini Linn. (duwet were widely used for medicinal plant in the treatment of various deseases. The seed extract was used to lower blood glucose. Cumini's seed had higher phenolic fractions than others. It were prepared by extracted of duwet seed "Genthong" varieties, using various extractants such as 85% ethyl acetate, 50% methanol and 50% ethanol. Duwet seed extract collected then was determined of phenolics compound and antioxidant activity assayed by measuring 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazylradical (DPPH scavenging activity, reducing Ferric ion (Fe3+ power and inhibition of linoleic acid oxidation. The objective was to select one of the extractant which gave highest yield and polyphenolic content and its stronger antioxidant activity. Extractant 50% methanol gave highest the extract yields was 16.29 % (db. and phenolics compounds of extract was composed: total phenolic 45.99±0.25 g-GAE/100 g-extract; total flavonoid 2.28±0.07 g-QE/100 g-extract and total tannin 26.9±0.07 g-TAE/100 g-extract. All of extract exhibited strong on behalf of RSA-DPPH assay 87-95% (100  g-mL-l and reducing power, nevertheless in inhibition of linoleic acid oxidation was moderate 49-55% (400  g-mL-l. Keywords: Syzygium cumini Linn, seed, antioxidant, extraction   ABSTRAK Tanaman duwet (Syzygium cumini Linn. pada semua kompartemennya dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan suatu penyakit. Ekstrak bijinya dimanfaatkan untuk penurun gula darah. Bijinya merupakan bagian tanaman yang kaya senyawa polifenol. Fraksi kaya senyawa fenolik dipreparasi dengan mengekstraksi biji duwet varietas "Genthong", dengan tiga jenis ekstraktan; etil acetat 85%, metanol 50% dan etanol 50%. Ekstrak biji duwet (EBD yang diperoleh dianalisis kelompok senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode uji penangkapan radikal DPPH (2,2-diphenil 1-picrylhydrazyl, uji reduksi ion Feri (ferric reduction antioxidant power-FRAP dan uji penghambatan peroksidasi

  1. AKTIVITAS REACTIVE OXYGEN SPECIES MAKROFAG AKIBAT STIMULASI GEL LIDAH BUAYA PADA INFEKSI Salmonella typhimurium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Susanti

    2012-09-01

    Full Text Available Reactive Oxygen Species (ROS merupakan salah satu lethal chemical yang dapatmembunuh dan mengeliminasi bakteri pada sel fagosit. Lidah Buaya (Aloevera banyak dipakai sebagai pengobatan tradisional, tetapi belum ada buktiilmiah sampai tingkat seluler apalagi subseluler dalam hal efek imunostimulanpada penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitasimunostimulan dari gel lidah buaya yang ditunjukkan oleh aktivitas ROS makrofagsecara in vivo terhadap infeksi bakteri patogen Salmonella typhimurium. Sebanyak24 ekor mencit BABL/c betina umur 8-10 minggu berat 20-30 gram dikelompokkansecara acak menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok enam ekor.Kelompok kontrol tidak diberi gel Aloe vera, sementara kelompok P1, P2, dan P3berturut-turut diberi gel Aloe vera 0,5 ml/ekor/hari; 1,0 ml/ekor/hari, dan 1,5ml/ekor/hari. Pemberian gel Aloe vera dilakukan selama sembilan hari. Pada harike-6, mencit diinfeksi bakteri patogen Salmonella typhimurium intraperitoneal105 CFU. Selanjutnya pada hari ke-10 mencit didislokasi dan dibedah, diambilmakrofag dari peritoneum untuk dianalisis produksi ROS-nya. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian gel Aloe vera berpengaruh signi..ikan terhadappeningkatan produksi ROS makrofag mencit BALB/c yang diinfeksi Salmonellatyphimurium. Terdapat perbedaan secara signi..ikan antara kelompok kontroldengan kelompok P1, P2, dan P3, tetapi tidak terdapat perbedaan signi..ikan antarkelompok P1, P2, dan P3. Pemberian gel Aloe vera dosis 0,5 ml/ekor/hari sudahmampu meningkatkan produksi ROS makrofag. Reactive Oxygen Species (ROS is one of lethal chemicals that can kill and eliminatebacteria in phagocytic cells. Aloe vera is widely used as traditional medicine, but thereis no scienti..ic evidence to prove the effect of immunostimulatory of the Aloe vera gel oninfectious disease in the cellular or subcellular level. This research aims to determinethe immunostimulatory activity of Aloe vera gel showed by

  2. PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BENTUK PASAR DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR KELAS VIII SMP N 1 BULU KABUPATEN SUKOHARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyaningsih Setyaningsih

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi bentuk pasar dengan metode Course Review Horay (CRH berbantuan media gambar kelas VIII SMP N 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP N 1 Bulu. Data aktivitas siswa dan guru diperoleh dari lembar observasi. Data hasil belajar diperoleh dari soal evaluasi siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh aktivitas siswa siklus I sebesar 70,83% meningkat menjadi 87,50% pada siklus II. Sedangkan aktivitas guru dalam siklus I sebesar 71,86% meningkat menjadi 90,6% pada siklus II. Rata-rata hasil belajar kognitif menunjukkan pada siklus I sebesar 72,67 meningkat menjadi 83,20 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 70% meningkat menjadi 83,33% pada siklus II. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi bentuk pasar dengan metode Course Review Horay (CRH berbantuan media gambar siswa kelas VIIIA SMP N 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo. This research is aimed to increasing activity and student learning results in the subject matter of market forms material by using Course Review Horay (CRH method and image as media in VIIIA class of SMP N 1 Bulu. The design is Classroom Action Research (CAR consisting of two cycles, each cycle including planning, action, observation and reflection. The subjects of research were 30 students of the VIIIA class of SMP N 1 Bulu. Student and teacher activity data were obtained from observation sheet. Results learning data were obtained from test evaluation of the first cycle and second cycle. Based on the results research was obtained in the first cycle of student activities at 70,83% increased to 87,50 in the

  3. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  4. KEPERCAYAAN DIRI (SELF ESTEEM YANG RENDAH MENINGKATKAN RISIKO KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT PADA REMAJA DI DUA SEKOLAH DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kencana Sari

    2016-09-01

    hubungan antara lingkungan di mana seseorang hidup adalah penting untukmengatasi masalah kesehatan gizi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antaralingkungan obesogenic dan perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT. Penelitian ini merupakan studi timeseries. Subjek terdiri dari siswa kelas XI dan XII SMAN 70 dan 47 di Jakarta Selatan. Sekolah dibedakansebagai lingkungan obesogenic (SMAN 70 dan lingkungan non obesogenic (SMAN 47 berdasarkanpengamatan lingkungan sekolah terhadap jarak dan kepadatan restoran siap saji. Didapat 152 respondenberusia 15-18 tahun dengan status gizi tidak obese (IMT < 30. Pengumpulan data dilakukan dua kalidengan interval waktu enam bulan. Data sosio-demografi dikumpulkan dengan kuesioner. IMT dihitungberdasarkan berat dan tinggi badan. Perubahan IMT dikategorikan menjadi peningkatan dan penurunandibanding pengukuran pertama kali pada enam bulan yang lalu. Bivariat dan uji statistik multivariatdilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan terdapat 90 (58,5 %responden mengalami penurunan IMT dan 64 (41,5% responden mengalami peningkatan IMT.Lingkungan obesogenic (adj.OR= 0,42; 95% CI = 0,21- 0,84 , dan mengendarai mobil atau motor dari/kesekolah (adj OR=0,25; 95 % CI = 0,09-0,73 berisiko terhadap penurunan BMI. Self esteem yang rendahberisiko terhadap peningkatan IMT (adj. OR = 2,54; 95 % CI = 1,26-5,11. Lingkungan obesogenic sekitarsekolah, jenis transportasi merupakan faktor penentu penurunan IMT pada remaja. Sementara self esteemyang rendah merupakan faktor penentu dalam meningkatkan IMT pada remaja. Bimbingan dan konseling diperlukan remaja untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka terutama dalammenghadapi masalah sehingga tidak menjadikan makan sebagai salah satu jalan keluar.Kata kunci: Remaja, indeks massa tubuh, kepercayaan diri

  5. PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMP KELAS VII PADA TEMA KALOR DAN PERPINDAHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Addin Hutomo

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak ____________________________________________________________________ Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model active learning berbantuan media flash terhadap pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa pada tema kalor dan perpindahannya. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII C (kelas eksperimen dan VII A (kelas kontrol SMPN 1 Ungaran. Data diambil dengan metode tes (pemahaman konsep dan observasi (aktivitas belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman konsep (posttest kelas eksperimen (87,22 lebih tinggi dari kelas kontrol (75,83. Besarnya rata-rata aktivitas belajar siswa kelas eksperimen (83,90 juga lebih besar daripada kelas kontrol (76,28. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan model active learning berbantuan media flash pada tema kalor dan perpindahannya berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa sebesar 54,06 % dengan nilai koefisen korelasi sebesar 0,74 (kategori kuat dan berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa sebesar 85,54 % dengan nilai koefisen korelasi sebesar 0,92 (kategori sangat kuat.   Abstract Studies have been conducted to determine the effect of active learning model of flash media aided the understanding of concepts and learning activities of students on the theme of heat and displacement. This type of research is a quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The sample was taken by purposive sampling technique. The sample in this research is class VII C (experimental class and VII A (control group SMPN 1 Ungaran. Data taken with test method (understanding of the concept and observation (student activity. The results showed that the average understanding of the concept (posttest experimental class (87.22 higher than the control class (75.83. The average size

  6. MULTIOBJECTIVES ANALYSIS OF WASTEWATER MANAGEMENT SYSTEM IN TAPIOCA STARCH INDUSTRY: CASE STUDY - CIAMIS DISTRICT, WEST JAVA (Analisis Multiobyektif sistem Pengelolaan Air Limbah Industri Tapioka: Studi Kasus Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Chaerul

    2014-05-01

    Ciamis district is one of the industrial centers of tapioca starch in West Java. Industry has been utilizing solid waste into by-products, fertilizers and animal feeds, but the wastewater which consist a lot of organic substances still discharged directly into the water that potentially cause water pollution. This study aims to determine the wastewater treatment system that can be applied in tapioca starch industry based on five scenarios proposed by using fuzzy goal programming approach. The first objective is the achievement of stream standard (DO-dissolved oxygen and BOD-biochemical oxygen demand and wastewater quality standards. The second objective is to minimize the cost of wastewater treatment. Wastewater treatment system that proposed, consists of a primary, secondary and collective treatment that shared by some of the industries in one segment with 20% efficiency of BOD removal for primary, 60% for secondary and 85% for collective treatment. The results show that scenario five, which consists of primary, secondary and collective wastewater treatment is chosen for all industries by considering economic and environmental aspects. There was some improvement of water quality for the Cijolang middle-stream segment with DO 7.35 mg/L and BOD 3.68 mg/L; Citanduy middle-stream segment with DO 6.24 mg/L and BOD 2.37 mg/L, and also for Citanduy down-stream segment  with DO 6.11 mg/L and BOD 5.52 mg/L. The fulfillment of BOD pollutant load limits obtained with achieving BOD concentration of 6.32 to 27.89 mg/L of each industry with total cost incurred is IDR 62,689 per day. Fuzzy goal programming approach provides a solution in achievement and as useful information for decision-makers to improve the quality of the environment, especially in the district of Ciamis. ABSTRAK Kabupaten Ciamis merupakan salah satu sentra industri tapioka di Jawa Barat. Industri tapioka menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Pelaku industri sudah memanfaatkan limbah padat menjadi produk

  7. ANALISIS TINGKAT KECERNAAN PAKAN DAN LIMBAH NITROGEN (N BUDIDAYA IKAN BANDENG SERTA KEBUTUHAN PENAMBAHAN C-ORGANIK UNTUK PENUMBUHAN BAKTERI HETEROTROF (BIOFLOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kecernaan pakan dan beban limbah nitrogen (N dan karbon organik (C pada pembesaran ikan bandeng untuk dijadikan acuan penumbuhan bakteri heterotrof (bioflok. Pakan uji yang digunakan adalah pakan komersial yang memiliki kadar protein berbeda yaitu 17%, 21%, dan 26%. Pakan tersebut digiling ulang, lalu ditambahkan kromium oksida (Cr2O3 sebagai indikator kecernaan. Untuk menentukan total limbah N termasuk ekskresi amonia, dilakukan juga pemeliharaan ikan bandeng selama 45 hari dan menghitung retensi N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan ketiga pakan tersebut tidak berbeda nyata yaitu antara 77,2%-78,2% untuk bahan kering; 88,6%-90,0% untuk protein; dan 81,6%-83,1% untuk C-organik. Namun total limbah N per 100 g pakan yang masuk ke perairan meningkat secara nyata dengan meningkatnya kadar protein pakan yaitu 2,27 g N untuk pakan berprotein 17%; 2,76 g N untuk pakan berprotein 21%; dan 3,28 g N untuk pakan berprotein 26%. Untuk mengkonversi limbah N dari budidaya bandeng ini menjadi bakteri heterotrof (bioflok, diperlukan aplikasi C-organik sebanyak 22,7 g; 27,6; dan 33 g per 100 g pakan berturut-turut untuk pakan yang berprotein 17%, 21%, dan 26%. This experiment was conducted to analyze the feed digestibility and nitrogen (N waste of milk fish grow-out and assessment of organic-C addition to promote heterotrophic bacteria (biofloc. The three commercial diets were used containing different protein levels i.e. (A 17%, (B 21%, and (C 26%. Chromic oxide was used as the digestibility marker. To assess the total nitrogen waste, the milk fish with initial weight of 48 g/fish were reared for 45 days and the protein retention was calculated. The results showed that the apparent digestibility of the all three tested diets was not significantly different (>0.05 i.e. 77.2%-78.2% for dry matter, 88.6%-90% for protein, and 81.6%-83.1% for organic-C. However, the total nitrogen waste per 100 g of feed

  8. PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ASAM, TEMPERATUR DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISH GLUE DARI LIMBAH IKAN TENGGIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Handoko

    2012-05-01

    Full Text Available THE EFFECTS OF TYPES AND ACID CONCENTRATIONS, TEMPERATURES AND EXTRACTION TIME ON THE FISH GLUE CHARACTERISTIC OBTAINED FROM MACKEREL FISH BONE WASTE. As a maritime nation, Indonesia produced fresh fish products up to 4,408,419 tons in 2005. Mackerel fish is one of them. Its bone waste has an economic value as a source for fish glue production. The purpose of this research was to determine the optimum conditions in fish glue processing. Preliminary research was done to determine the acid type (CH3COOH and HCl and its concentration (4%, 5%, and 6% in soaking process. While the main research was then done to determine the best temperature (45oC, 60oC, and 75oC and time of extraction (4 hrs, 5 hrs, 6 hrs. The fish glue products were analyzed their adhesion and physical characteristics, such as density, viscosity, pH, and water content. The results showed that weak acid (CH3COOH of 5% concentration is the best solution in soaking process and extraction in 4 hrs at 45oC has given the optimum condition for producing fish glue. The glue has a nice odor but its adhesion strength remains poor.      Abstrak   Sebagai negara maritim, Indonesia menghasilkan produk perikanan yang sangat besar mencapai 4.408.419 ton pada tahun 2005 dan terus bertambah. Salah satu produk perikanan yang terbesar adalah ikan tenggiri dengan limbah tulang yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan baku fish glue. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi proses yang dapat menghasilkan fish glue yang baik melalui dua tahap yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan bertujuan mendapatkan jenis asam (CH3COOH dan HCl dan konsentrasi asam terbaik (4%, 5%, dan 6% pada  proses perendaman tulang ikan. Penelitian utama bertujuan  menentukan temperatur ekstraksi (45oC, 60oC, dan 75oC dan waktu ekstraksi (4 jam, 5 jam, 6 jam. Analisis fish glue yang dilakukan adalah uji kerekatan dan sifat fisik berupa densitas, viskositas, pH, dan kadar air

  9. Bioremediasi sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di Job Pertamina – Petrochina East Java Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Siti Fatimah

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam skala ex-situ, data yang diperoleh dari setiap perlakuan berupa data deskriptif komparatif. Tujuan penelitian adalah : 1 Mengkaji efektifitas indigeneous sebagai pendegradasi penurunan TPH(Total Petroleum Hydrokarbon, pada sumur Sukowati#4, Sukowati #6, dan Sukowati #7. 2 Mengetahui penyebab penurunan laju degradasi TPH Sukowati#4, lebih cepat dibanding Sukowati #6 dan Sukowati #7. 3 Pemanfaatan hasil bioremediasi untuk masyarakat sekitar lokasi dan rekomendasi saran strategis pengelolaan limbah hasil olahan bioremediasi. Teknik remediasi yang dilakukan secara land farming, dengan menambahkan end-product pada treatment bioremediasi. Variable perlakuan tanah 3:1, pengamatan yang dilakukan selama 20 minggu Indigeneous dan end-product mampu mendegradasi mikroorganisme sumur pemboran Sukowati #4 dengan penurunan TPH yang signifikan sedangkan pada Sukowati #6 mengalami penurunan TPH 25% dan Sukowati #7 penurunan TPH mencapai 20%. Pada minggu ke-8 penurunan TPH mencapai 90 %. Tanah hasil olahan bioremediasi dengan teknik land farming banyak mengandung komponen kimia (N, P, K, memungkinkan untuk digunakan lahan tanaman jarah sebagai rekomendasi saran strategi pengelolaan lingkungan. Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi memanfaatkan tanah hasil olahan bioremediasi sebagai tanah urug dan pembuatan batako.   ABSTRACT This research was conducted in the scale of ex-situ, the data obtained from each treatment in the form of comparative descriptive data. Research objectives are: 1 Assess the effectiveness of indigeneous as degrading reduction in TPH (Total Petroleum hydrocarbon, on wells Sukowati # 4, Sragen # 6, and # 7 Sragen. 2 Determine the cause of a decrease in the degradation rate of TPH Sragen # 4, faster than Sragen Sragen # 6 and # 7. 3 Using the findings of bioremediation for the community around the location and strategic advice on the management of waste processed bioremediation. Remediation techniques

  10. Variable Step Closed Loop Power Control with Space Diversity for Low Elevation Angle High Altitude Platforms Communication Channel [Langkah Variabel Kontrol Daya Loop Tertutup dengan Keragaman Ruang untuk Sudut Elevasi Rendah pada Kanal Komunikasi HAPs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskandar Iskandar

    2016-07-01

    Full Text Available This paper proposes variable step closed loop power control algorithm combined with space diversity to improve the performance of High Altitude Platforms (HAPs communication at low elevation angle using Code Division Multiple Access (CDMA. In this contribution, we first develop HAPs channel model which is derived from experimental measurement. From our experiment, we found HAPs channel characteristic can be modeled as a Ricean distribution because the presence of line of sight path. Different elevation angle resulting different K factor value.  This value is then used in Signal to Interference Ratio (SIR based closed loop power control evaluation. The variable step algorithm is simulated under various elevation angles with different speed of mobile user. The performance is presented in terms of user elevation angle, user speed, step size and space diversity order. We found that the performance of variable step closed-loop power control less effective at low elevation angle. However our simulation shows that space diversity is able to improve the performance of closed loop power control for HAPs channel at low elevation angle.*****Kajian ini mengusulkan suatu algoritma kontrol daya langkah variabel loop tertutup dikombinasikan dengan keragaman ruang untuk meningkatkan kinerja komunikasi High Altitude Platforms(HAPs pada sudut elevasi rendah menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA. Kami berkontribusi untuk mengembangkan model kanal HAPs yang berasal dari pengukuran eksperimental sebelumnya. Dari percobaan tersebut, kami menemukan karakteristik kanal HAPs yang dapat dimodelkan sebagai distribusi Ricean karena kehadiran jalur tanpa penghalang. Eksperimen menunjukkan bahwa perbedaan sudut elevasi menghasilkan perbedaan nilai factor K. Nilai ini kemudian digunakan dalam Signal to Interference Ratio (SIR berbasiskan evaluasi kontrol daya loop tertutup. Algoritma langkah variabel disimulasikan dibawah sudut elevasi yang berbeda dengan kecepatan

  11. MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GROUP INVESTIGATION (GI PADA POKOK BAHASAN PASAR DI KELAS VIII SMP 5 KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutthofiyah Mutthofiyah

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan metode group investigation (GI pada pokok bahasan pasar pada penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK. Dalam penelitian ini dirancang menggunakan siklus, masing-masing siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, observasi dan tes.Hasil penelitian menunjukkan melalui meningkatkan metode group investigation (GI aktivitas siswa SMP 5 Kudus ada peningkatan yang sigifikan, dari siklus I kelas VIII F 15,8 (41,62% meningkat di siklus II menjadi 24,8 (72,9%, sedangkan di kelas VIII G siklus I 18,5 (47,04% meningkat menjadi 26,2 (74,7%; melalui penerapan metode group investigation hasil belajar siswa SMP 5 kudus meningkat sangat signifkan, ketuntasan belajar secara klasikal dari kelas VIII F pra siklus sebesar 17,64% terjadi peningkatan 47% ke siklus I dan meningkat menjadi 82,35% di siklus II. Sedangkan di kelas VII G pra siklus sebesar 22,85% meningkat 54,28% di siklus I dan meningkat menjadi 94,28% di siklus II. Saran yang peneliti berikan adalah sebagai berikut:1Kepada para guru diharapkan dapat menerapkan pembelajaran kooperatif khususnya pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI dalam proses pembelajaran ekonomi dan mata pelajaran lainya dan mengembangkannya; 2 Kepada para peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran yang dapat membangkitkan keaktifan siswa untuk belajar ekonomi. This study aims to improve students' learning activities using group investigation (GI on the subject of markets in class VIII SMP 5 Kudus. In this study is designed to use cycles, with each cycle stages of planning, action, observation and reflection. Data collection techniques in this study is documentation, observation and tests. Results showed through improved methods of group investigation (GI junior 5 high

  12. Pengaruh Pemberian Ekstrak Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn Terhadap Kadar Malondialdehid dan Aktivitas Katalase Tikus yang Terpapar Karbon Tetraklorida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuraida ,

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Pemberian rosella (Hibiscus sabdariffa Linn diharapkan melindung hepar tikus dari kerusakkan akibat stres oksidatif pada keracunan karbon tetraklorida (CCl 4. Senyawa yang sering dijadikan petunjuk adanya kerusakan tersebut adalah malondialdehid (MDA. Rosella mengandung vitamin C, flavonoid, polifenol dan beta karoten. Tujuanpenelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian ekstrak rosella (Hibiscus sabdariffa Linn terhadap MDA dan aktivitas katalase tikus yang terpapar CCl 4. Ini adalah penelitian eksperimental dengan desain Post test Only Control Group Design. Sampel 24 ekor tikus Strain Wistar berumur 2-3 bulan, berat 150-200 gr. Sampel diambil secara acakdan dibagi 4 kelompok terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif (CCl 4, perlakuan 1 (CCl 4 dan ekstrak rosella 250 mg/kg bb dan perlakuan 2 (CCl4  dan ekstrak rosella 500 mg/kg bb. Pemberian CCl 4secara oral dosis tunggal, setelah 24 jam kemudian diberi ekstrak rosella secara oral selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji Anova, tingkatkepercayaan 95%.Pemberian ekstrak rosella secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan rerata kadar MDA dan katalase antar kelompok (p < 0,05. Disimpulkan bahwa ekstrak rosella dapat menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas katalase tikus yang terpapar CCl 4. Kata kunci: karbon tetraklorida, MDA, katalase, rosella Abstract Administering roselle (Hibiscus sabdariffa Linn is expected to protect rat liver from damage caused by oxidative stress in CCl4 poisoning. Rosella contains vitamin C, flavonoids, polyphenol and beta carotene. Compounds which was often used as marker of the damage caused by free radicals wa MDA. The objective of this study was to determine the effect of extracts of roselle (Hibiscus sabdariffa Linn on MDA and catalase activity of rats exposed to CCl4. Experimental research design with Post test Only Control Group Design. Samples of 24 male Wistar Strain rats were 2-3 months old. weighing 150-200 gr

  13. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN MEDIA KULTUR JARINGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KREATIVITAS SISWA KELAS XII IPA2 SMA NEGERI 1 BANGSRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Yahya

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas dalam pembelajaran berbasis proyek berbantuan media kultur jaringan. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat secara signifikan dari 31,50% prasiklus, 79,79% siklus I dan 90,14% pada siklus II. Kreativitas belajar siswa meningkat secara signifikan dari 58,70% prasiklus, 77,29% siklus I dan 85,10% pada siklus II. Dan kreativitas produk kultur jaringan juga meningkat secara signifikan dari 0% prasiklus, 72,42% siklus I dan 83,33% pada siklus II. This study aims to improve the activity and creativity in project-based learning-assisted tissue culture media. Data were analyzed with descriptive analysis techniques. The results showed that students’ learning activities increased significantly from prasiklus 31.50%, 79.79% and 90.14% first cycle in the second cycle. Creativity of students increased significantly from prasiklus 58.70%, 77.29% and 85.10% first cycle, the second cycle. Tissue culture and creativity products also increased significantly from 0% prasiklus, 72.42% and 83.33% first cycle in the second cycle.

  14. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN MEDIA KULTUR JARINGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KREATIVITAS SISWA KELAS XII IPA2 SMA NEGERI 1 BANGSRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Yahya

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas dalam pembelajaran berbasis proyek berbantuan media kultur jaringan. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat secara signifikan dari 31,50% prasiklus, 79,79% siklus I dan 90,14% pada siklus II. Kreativitas belajar siswa meningkat secara signifikan dari 58,70% prasiklus, 77,29% siklus I dan 85,10% pada siklus II. Dan kreativitas produk kultur jaringan juga meningkat secara signifikan dari 0% prasiklus, 72,42% siklus I dan 83,33% pada siklus II. This study aims to improve the activity and creativity in project-based learning-assisted tissue culture media. Data were analyzed with descriptive analysis techniques. The results showed that students’ learning activities increased significantly from prasiklus 31.50%, 79.79% and 90.14% first cycle in the second cycle. Creativity of students increased significantly from prasiklus 58.70%, 77.29% and 85.10% first cycle, the second cycle. Tissue culture and creativity products also increased significantly from 0% prasiklus, 72.42% and 83.33% first cycle in the second cycle.

  15. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BIJI TERONG BELANDA (Solanum betaceum, syn DALAM MENGHAMBAT REAKSI PEROKSIDASI LEMAK PADA PLASMA DARAH TIKUS WISTAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Oktarini A.C.Dewi

    2014-06-01

    Full Text Available ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari biji terong belanda dalam menghambat reaksi peroksidasi lemak plasma darah pada tikus dan menentukan golongan flavonoid yang aktif sebagai antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan pengukuran kadar MDA darah tikus Wistar. Partisi ekstrak etanol biji menghasilkan fraksi n-heksan, etil asetat, dan n-butanol. Fraksi etil asetat dan n-butanol positif mengandung senyawa flavonoid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan lebih besar dengan nilai IC50 1162,608 ppm. Fraksi etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom menggunakan eluen n-heksan:etil asetat:n-butanol (6:4:0,1, diperoleh dua fraksi (Fraksi A dan fraksi B. Analisis dengan spektroskopi inframerah menunjukkan bahwa kedua isolat diduga mengandung gugus fungsi yang sama (OH, CH, C=O, C=C aromatik, C-O, CH alifatik. Analisis dengan spektroskopi UV-Vis diindikasikan bahwa fraksi A merupakan golongan dihidroflavonol dengan gugus hidroksi pada cincin A yaitu pada atom C-6, C-7 atau C-7, C-8 dan fraksi B merupakan golongan flavanon dengan gugus hidroksi pada cincin A yaitu pada atol C-7 dan C-8. Hasil analisis statistik pada pengukuran kadar MDA darah tikus Wistar menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan dosis 200 mg/kgBB mampu menurunkan kadar MDA darah tikus Wistar yang diberi aktivitas fisik maksimal. Kata kunci : Solanum betaceum, syn, malondialdehid, peroksidasi lemak, flavonoid ABSTRACT : The aims of this study are to determine the antioxidant activity of flavonoid compounds extracted from  Dutch eggplant seeds in inhibiting lipid peroxidation reactions in the Wistar rat blood plasma and to determine the active flavonoid compounds as antioxidants. The test of antioxidant activity was carried out with DPPH (diphenilpikril hidrazil method and measurment of MDA (malondialdehyde level of blood of the

  16. MODEL PREDIKSI PENGARUH LIMBAH CAIR HOTEL TERHADAP KUALITAS AIR LAUT DI PESISIR TELUK KUPANG (A Prediction Model of Liquid Waste Hotel Impact on The Sea Water along The Coast of Kupang Bay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inty Megarini

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Hotel-hotel di pesisir Teluk Kupang sebagian besar membuang efluen limbah cairnya ke laut. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kualitas air laut dan berdampak pada kelangsungan hidup biota dan mikroorganisme laut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prediksi pengaruh efluen limbah cair hotel yang dibuang terhadap kualitas air laut di hadapannya. Parameter yang diteliti adalah minyak dan lemak dan ortofosfat efluen limbah cair hotel. Parameter kualitas air laut yang diteliti adalah kekeruhan, minyak dan lemak dan klorofil. Metode pengambilan sampel dan pengujian menggunakan SNI dan USEPA. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan air laut pada jarak 0 meter dan 25 meter dapat diprediksi dari kadar minyak dan lemak efluen limbah cair hotel melalui model regresi y = 0,0051 x + 4,8456 dan y = 0,0015 x + 4,5440. Kadar klorofil air laut pada jarak 25 meter dan 75 meter dapat diprediksi dari kadar ortofosfat efluen limbah cair hotel melalui persamaan regresi y = 0,0430 x + 0,0004 dan y = 0,0075 x + 0,0001. ABSTRACT Most of the hotels located along the coast of Kupang Bay dump their effluent liquid waste to the sea. This action will definitely affect the sea water quality and in turn, will unavoidably give deep impact on the life of both microorganism and all the living things in the sea. This research intends to make an impact prediction on the sea water quality over the dumping hotels’ affluent liquid waste to the sea. The parameters which are observed are oil and fat and orthophosphate of the hotels’ affluent liquid waste. While the observed parameters of the sea water quality are turbidity, oil and fat, and chlorophyll. The methods used to take and test the sample are SNI and USEPA. And to analyze the data, testing on both correlation and regression are applied. The result of the study reveals that the turbidity of the sea water within the range of 0 to 25 meters can be

  17. PENURUNAN COD, TSS DAN TOTAL FOSFAT PADA SEPTIC TANK LIMBAH MATARAM CITRA SEMBADA CATERING DENGAN MENGGUNAKAN WASTEWATER GARDEN (Degradation of COD, TSS and Total Phosphate in Septic Tank Wastewater of Mataram Citra Sembada Catering Using Wastewater

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dradjat Suhardjo

    2008-07-01

    Full Text Available ABSTRAK  Sumber limbah berasal dari septictank industri restauran (catering Citra Sembada Catering, termasuk dalam kategori limbah domestik. Limbah tersebut banyak mengandung komponen yang tidak diinginkan bila dibuang ke badan air. Konsentrasi limbah yang masih di atas baku mutu, di antaranya akan memunculkan masalah pencemaran. Reaktor Wastewater Garden yang menggunakan krikil (0,5Cm-1cm dan 6 jenis tanaman yaitu : melati air (Echinodoras paleafias, Cyperus (Cyperus, Futoi (Hippochaetes lymnenalis, Pisang air (Typhonodorum indleyanum, Pickerel rush (Pontedoria cordata, Cattail (Typha latifulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas reaktor Wastewater Garden, apabila digunakan untuk menurunkan konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD, Total Suspended Solid (TSS dan Fosfat Total sebagai faktor pencemar pada limbah industri restauran (Citra Sembada Catering yang tertampung pada septictank. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor Wastewater Garden dengan sistem batch dan dimensi reaktor lm x 0.5m x lm. Zona air limbah 75 cm, dan zona substrat atau krikil 80 cm, akar tanaman ditanam sedalam l0-15 cm. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan SNI, di mana COD mengacu pada SNI 06-6989.2-2004 metode refluks tertutup secara spektrofotometri, TSS mengacu pada SK SNI M-03-1990-F metode pengujian secara gravimetri dan Fosfat total mengacu pada SNI M-52-1990-03 metode asam askorbat dengan alat spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan selama 12 hari di mana setiap 3 hari sampel diambil pada outlel kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa penggunaan wastewater garden pada limbah cair Mataram Citra Sembada Catering dapat menurunkan COD dengan efektivitas optimum 40,81% pada hari ke-6, penurunan TSS 89,l2% pada efektifitas optirnum hari ke-12 dan penurunan fosfat total dengan efektivitas optimum pada hari ke-6 yaitu sebesar 99,73 %. Tanaman dapat hidup dengan subur.   ABSTRACT  Wastewater

  18. OPTIMASI PROSES PEMBUATAN HIDROLISAT JEROAN IKAN KAKAP PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati - Nurhayati

    2014-07-01

    Full Text Available Jeroan ikan adalah bahan baku dengan kualitas rendah atau limbah yang jika tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Limbah jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik pembuatan hidrolisat protein serta mengkarakterisasi produk hidrolisat protein yang dihasilkan. Tahap penelitian meliputi karakterisasi jeroan, pembuangan komponen lemak (defatting, penentuan kondisi optimum hidrolisis, dan analisis kimia hidrolisat jeroan ikan kakap putih. Jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein tinggi sebesar 31,20%±0,03 (bk dan lemak 61,44%±1,22 (bk. Kandungan lemak dapat mempengaruhi proses hidrolisis sehingga membutuhkan proses pembuangan lemak (defatting. Defatting mampu menurunkan lemak sebesar 2,95% (bk dari lemak awal yakni 61,44%±1,22 (bk menjadi 58,71%±0,65 (bk. Proses hidrolisis jeroan ikan kakap putih dilakukan menggunakan enzim papain dengan aktivitas 30 Usp/mL dengan konsentrasi enzim 0,15% (b/v, suhu 55°C, pH 8 selama 4 jam. Karakteristik produk hidrolisat jeroan ikan kakap putih (Lates calcarifer yakni kadar air (10,82±0,84%, kadar protein (62,85%±0,72, kadar lemak (0,84%±0,28, kadar abu (7,30%±0,03, karbohidrat (18,19%±1,32 dan daya cerna protein sebesar 87,03%. Hidrolisat protein jeroan ikan kakap putih memiliki kandungan 15 jenis asam amino. Asam amino tertinggi yakni asam glutamat (10,75%, sedangkan asam amino terendah yakni histidin (1,38%. Hidrolisat protein dapat diaplikasikan sebagai sumber protein dalam pakan ikan.Kata kunci: hidrolisat, jeroan, papain, pembuangan lemak

  19. RAPID ASSESMENT LIMNOLOGIS SEBAGAI INDIKATOR PENGELOLAAN (REGULASI DAN PEMANFAATAN PERAIRAN DI ZONA PENYANGGA LAHAN BASAH RESERVAT DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pathul Arifin

    2017-02-01

    Full Text Available Penurunan jumlah tangkapan di perairan reservat danau panggang kabupaten hulu sungai utara sebesar 2% pertahun dari 3145,1 ton (2010 menjadi 3.030,0 ton (2013 dan kehadiran ikan lais (Cryptopterus micronema < 1% setiap tahunnya disusul ikan baung (Mystus nemurus < 0,5% mengindikasikan penurunan kualitas air, produktivitas perairan dan lingkungan perairan secara keseluruhan sebagai sistem ekologi. Tujuan penelitian (a mengidentifikasi kondisi limnologis perairan di zona penyangga kawasan reservat danau panggang dengan analisis kualitas air dan biological indeks; (b menganalisis konfigurasi ruang dari aktivitas di lokasi dan nilai sumberdaya perairan dari karakter bioekologis; (c menilai kondisi keseluruhan atribut perairan di zona penyangga; (d memetakan profil zonasi untuk menjelaskan kondisi eksisting di lokasi penelitian. Metode analisis kualitas air dan biological indeks serta kuissioner disertai statistik deskriptif dan pemetaan. Konsentrasi bahan organik yang tinggi berasal dari limbah organik dan tingkat biodiversitas fitoplankton lebih dominan daripada zooplankton berupa kelompok Chlorophyta air tawar sebagai pakan alami bagi larva dan benih ikan. Struktur pemukiman di lokasi terhadap perairan 50-75%, pembudidaya dan nelayan sebagai profesi utama dengan 2-10 jenis ikan yang tertangkap serta 4 jenis yang kehadirannya rendah. Pemetaan faktor penyebab kerusakan zona penyangga berasal dari peningkatan pemukiman 30%, prilaku masyarakat, intensitas penangkapan dan illegal fishing

  20. MINUMAN TINGGI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAHAN DASAR ALAMI MINYAK BEKATUL PADI (Oryzae sativa DAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purnawati Hustina Rachman

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study aimed to assess the antioxidant potential of chocholate-rice bran oil-emulsion beverage and meniran extract beverage. RBO beverage was made using oil in water emulsion with sugar ester as the emulsifier.Four formulas was created with the RBO-chocolate concentrate : water ratio of 1:1, 1:3, 1:5, and 1:7. Meanwhile the meniran beverage was made by adding extract meniran in five different concentrations (30, 40, 50, 60, 70 ppm along with flavor and sucralose. The selected emulsion beverage had the AEAC value of 30.75 mg Vit C/100 g, while the meniran extract beverage had the AEAC value of 9.12 mg Vit C/100 g with the total fenol of 92.75 mg/100 g. The results of TBA value, content of protein, fat, carbohydrate, ash, and water of the emulsion beverage were 0.12 mg malondialdehyde eq/kg, 0.24%, 0.52%,6.74%, 0.15% and 92.32%, respectively. Increasing concentrations of chocolate and RBO significantly affected the results of the chemical parameters (pKeywords: antioxidants, chocolate, emulsion beverage, meniran, rice bran oilABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antioksidan dalam pembuatan minuman emulsi minyak bekatul-cokelat dan minuman ekstrak meniran. Minuman minyak bekatul dibuat menggunakan emulsi minyak dalam air dan sugar ester sebagai emulsifier. Dibuat empat formula minuman dengan perbandingan minyak bekatul-cokelat:air yaitu 1:1, 1:3, 1:5, 1:7. Sedangkan minuman meniran dibuat dengan menambahkan ekstrak meniran pada lima konsentrasi yang berbeda (30, 40, 50, 60, 70 ppm serta ditambahkan flavor dan gula. Minuman Emulsi yang terpilih mempunyai nilai AEAC 30.75 mg Vit C/100 g, sedangkan minuman ekstrak meniran 9.12 mg Vit C/100 g dengan total fenol 92.75 mg/100 g. Hasil bilangan TBA, kandungan protein, lemak, karbohidrat, abu, dan air dari minuman emulsi masing-masing 0.12 mg malondialdehid eq/kg, 0.24%, 0.52%, 6.74%, 0,15% dan 92.32%. Meningkatnya konsentrasi cokelat dan minyak bekatul secara nyata

  1. ANALISIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia marina DARI KABUPATEN TRENGGALEK DAN KABUPATEN PASURUAN TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Vibrio alginolyticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridha Handriany Danada

    2014-04-01

    Full Text Available Avicennia marina mampu beradaptasi pada habitat pasang-surut dan memiliki toleransi salinitas bervariasi. Bentuk adaptasi tersebut berpotensi mempengaruhi komposisi senyawa metabolit sekunder A. marina. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak daun A. marina dari Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak A. marina dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Vibrio alginolyticus. Hasil uji fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, dan saponin pada ekstrak A. marina dari kedua lokasi. Namun, kandungan senyawa Terpenoid dan Tanin hanya ditemukan pada stasiun dengan kondisi tertentu. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun A. marina dari Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan terhadap S. aureus menunjukkan hasil rata-rata diameter zona bening sebesar 4,43 – 5,79 mm dan terhadap V. alginolyticus sebesar 4,25 – 5,48 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun mangrove A. marina mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan V. alginolyticus. Perbedaan habitat tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan daya hambat, tetapi pada komposisi senyawa bioaktif.Kata Kunci: aktivitas antibakteri, senyawa metabolit sekunder, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten  Pasuruan, Avicennia marinaANTIBACTERIAL ACTIVITY ANALYSIS OF LEAF EXTRACT FROM DISTRICT MANGROVE Avicennia marina PASURUAN TRENGGALEK AND ON THE GROWTH AND Staphylococcus aureus, Vibrio alginolyticusABSTRACTAvicennia marina capable of adapting to the habitat in tidal and have varying salinity tolerance. Adaptation has the potential to affect the composition of secondary metabolites, A. marina. This study aims to determine the composition of bioactive compounds contained in extracts of leaves of A. marina of Trenggalek and Pasuruan and determine the antibacterial activity of the extracts of A. marina in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus

  2. KANDUNGAN ANTOSIANIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN UBI JALAR UNGU SEGAR DAN PRODUK OLAHANNYA (Anthocyanins Content and Antioxidant Activity of Fresh Purple Fleshed Sweet Potato and Selected Products

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nida El Husna

    2013-11-01

    sebagai sumber antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, dan antikarsinogenik. Antosianin dapat rusak akibat suhu tinggi (pemanasan yang biasa digunakan dalam pembuatan sejumlah produk olahan ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengurangan/kehilangan antosianin pada produk olahan ubi jalar (tepung, keripik, ubi jalar kukus, rebus, dan goreng dari dua jenis ubi jalar ungu lokal di Saree, Aceh Besar (ungu muda dan ungu pekat sehingga dapat memberikan informasi proses pengolahan yang paling dapat mempertahankan kandungan antosianin. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK faktorial 2 faktor, yaitu jenis ubi jalar ungu dan jenis produk olahan ubi jalar. Parameter analisis utama adalah kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan. Ubi jalar ungu pekat mengandung antosianin 61,85 mg/100 g, 17 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan antosianin ubi jalar ungu muda 3,51 mg/100 g. Ubi jalar ungu pekat memiliki aktivitas antioksidan 59,25 %, lebih besar dibandingkan dengan ubi jalar ungu muda 56,64 %. Penurunan kandungan antosianin pada produk olahan dari kedua jenis ubi jalar menunjukkan kecenderungan yang sama. Produk olahan ubi jalar ungu yang paling mampu mempertahankan kandungan antosianin diperoleh pada ubi kukus yaitu 34,14 % (ungu pekat dan 42,16 % (ungu muda, sedangkan tingkat penurunan tertinggi diperoleh pada produk keripik yaitu 95,21 % (ungu pekat dan 88,47% (ungu muda. Penurunan aktivitas antioksidan juga berbanding lurus dengan penurunan kadar antosianin pada semua produk olahan, kecuali pada produk olahan keripik. Kata kunci: Ubi jalar ungu, kadar antosianin, aktivitas antioksidan

  3. KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS KATALITIK BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI KATALIS Ni DAN ZnBr2 DALAM Γ-Al2O3 UNTUK ISOMERISASI DAN HIDROGENASI (R-(+-SITRONELAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ED Iftitah

    2014-06-01

    Full Text Available Pengaruh sifat dan karakter berbagai variasi komposisi katalis Ni dan ZnBr2 yang terimpregnasi dalam γ-Al2O3 terhadap aktivitas dan selektivitasnya untuk reaksi isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal telah dilakukan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis variasi komposisi Ni dan ZnBr2 dalam γ-Al2O3, yaitu: A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1 dan A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. Katalis dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area, dan SEM-EELS. Luas area permukaan spesifik dan porositasnya ditentukan berdasarkan adsorption-desorption gas nitrogen pada 77 K. Distribusi dan volume pori ditentukan dengan desorption isotherm pada P/Po ≥ 0,3. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakter dan sifat katalis dengan aktivitas katalitiknya terhadap produk isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal. Uji aktivitas dilakukan dalam sebuah reaktor mini dengan 0,5 g katalis dan 3 mL (R-(+-Sitronelal menggunakan atmosfir gas N2 dan/atau H2 dalam waktu 5 dan 24 jam masing-masing pada suhu 90 dan 120 °C. Komposisi katalis, pemilihan jenis atmosfir gas dan suhu sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan selektivitas pembentukan produk isomerisasi dan hidrogenasi. Konversi (R-(+-Sitronelal tertinggi ditunjukkan oleh katalis A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3 dengan kondisi reaksi selama 5 jam (4 jam N2 + 1 jam H2 pada suhu 90 °C dan 24 jam (4 jam N2 + 20 jam H2 pada suhu 120 °C. The influence of catalyst properties and characteristics of Ni and ZnBr2 catalysts impregnated in γ-Al2O3 on the activity and selectivity of (R-(+-Citronellal isomerisation and hydrogenation has been done. In this study, there were three sets of Ni and ZnBr2 in γ-Al2O3 with various composition, they were A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1, A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. The catalysts were characterized using X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area and SEM

  4. IMPLEMENTASI MODEL RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN “ECONOMICS MODULE” DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DAN AKTIVITAS SISWA KOMPETENSI DASAR PASAR MODAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Aisyatul Ulya

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui: Implementasi model Reciprocal Teaching berbantuan “Economics Module” dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi dan hasil belajar ekonomi lebih tinggi dibandingkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Serta implementasi model Reciprocal Teaching berbantuan “Economics Module” dapat meningkatkan aktivitas siswa dan aktivitas siswa lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan model konvensional.Penelitian ini menggunakanTrue experimental design. Populasinya adalahsiswa kelas XIIIS di SMA Negeri 3 Demak tahun pelajaran 2014/2015, yang terdiri dari 5 kelas sebanyak 182 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling yang kemudian didapat sampel kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IIS 2 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yaitu dengan tesdan observasi.Pengujian H1 yaitu menggunakan uji paired sample t-tets, uji H2 menggunakan independent sample t-test, pengujian H3 menggunakan uji paired sample t-tets danuji H4 menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar setelah perlakuan dengan modelReciprocal Teaching berbantuan “Economics Module” dilihat dari rata-rata nilaipost-test kelas eksperimen sebesar 86,1 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 80. Terdapat peningkatan pada aktivitas siswa setelah perlakuan model Reciprocal Teaching berbantuan “Economics Module” dilihat dari total nilai rata-rata pada pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir pada kelas eksperimen sebesar 59,29 lebih tinggi dibandingkan total nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 39,43. Saran dari penelitian ini diharapkan agar guru ekonomi menerapkan modelReciprocal Teaching berbantuan Economics Module karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi pada kompetensi dasar pasar modal dan meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran ekonomi. The purpose in this research is to find out: the

  5. FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN POSITIF (POSITIVE DEVIANCE STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN GIZI-KURANG RENDAH DAN TINGGI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (FACTORS OF POSITIVE DEVIANCE IN NUTRITIONAL STATUS OF UNDER-FIVES AMONG POOR FAMILY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Luciasari

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The amount of poor population in Jeneponto & Selayar districts, South Sulawesi, were relatively similar and higher than the national average. However, Janeponto had high prevalence in malnutrition among children under five (28%, whereas Selayar had low prevalence in malnutrition among children under five (11,31%. Objective: This research aims to measure positive deviance which affects nutrition status in two different districts with relative-similar poverty level as well as different nutrition deficiency prevalence. Method: This research is an advance analysis of Riskesdas 2007 data which targeted poor family with under-five-children as sample. As the first step, data verification is conducted to make sure data completeness. Analysis is done by using statistical description, whereas Chi square test is used to analyzing nutrition-status-factors difference between two districts. Result: Under-five-children nutrition status is highly affected by family socio-economy status which covers education level of parents, income, total of family member, access to clean water, environment hygiene and sanitation, and family morbidity. Conclusion: Positive deviation factor of less malnutrition nutritional status than high malnutrition in poor areas was the high parental education, the small number of household members, and ease of access to water.   Keywords: positive deviance, nutritional status, under-fives, poor family   ABSTRAK Latar Belakang: Penduduk miskin di Kabupaten Jeneponto dan Selayar, Sulawesi Selatan, jumlahnya relatif sama dan lebih tinggi dari angka nasional. Namun, Jeneponto memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang tinggi (28%, sedangkan Selayar memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang rendah (11,3%. Tujuan: Menentukan faktor-faktor penyimpangan positif yang memengaruhi status gizi di dua kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif sama tetapi berprevalensi gizi kurang berbeda. Metode: Analisis lanjut data

  6. METODE EKSTRAKSI PELARUT BERBANTUAN ULTRASONIK UNTUK RECOVERY MINYAK DARI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT Application of Ultrasound-assisted Solvent Extraction for Recovery of Oil from Palm Oil Mill Effluent

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Dani Supardan

    2012-05-01

    Full Text Available In this study, application of ultrasound-assisted solvent extraction for recovery of oil from palm oil mill effluent (POMEwas studied. Extraction conditions such as volume ratio of POME to solvent, extraction time and type of solvent were investigated. Extraction was carried out at room temperature with total volume (POME and solvent of 300 ml. The experimental results showed that ultrasound-assisted extraction provided higher yield than without ultrasound using mechanical stirring. The highest oil yield of 0.265 % obtained at ultrasound-assisted extraction condition of volume ratio of POME to solvent 5:1, extraction time of 60 minutes using n-hexane as solvent. The highest oil yield and carotene concentration were obtained by n-hexane. Meanwhile, there was no significant differenece of carotene concentration obtained from ultrasound-assisted and without ultrasound-assisted extraction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mempelajari metode ekstraksi pelarut berbantuan ultrasonik untuk recovery minyak dari limbahcair pabrik kelapa sawit. Ekstraksi dilakukan pada temperatur kamar dengan menggunakan volum total campuran (limbah dan pelarut sebanyak 300 ml. Variabel penelitian yang digunakan adalah rasio volum limbah terhadap pelarut (1:1; 2:1; 4:1; dan 5:1, waktu ekstraksi (30, 60, 90 dan 120 menit, dan jenis pelarut (n-heksan dan petroleum eter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi berbantuan ultrasonik menghasilkan rendemen minyak yang lebih besar dibandingkan ekstraksi tanpa bantuan ultrasonik dengan menggunakan pengadukan mekanik. Rendemen minyak tertinggi sebesar 0,265 % diperoleh pada proses ekstraksi berbantuan ultrasonik dengan rasio volum limbah terhadap pelarut 5:1, waktu ekstraksi 90 menit dengan menggunakan pelarut n-heksan. Rendemen minyak dan konsentrasi karoten yang lebih tinggi diperoleh pada ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan. Metode ekstraksi pelarut berbantuan ultrasonik dan tanpa bantuan ultrasonik memberikan perbedaan

  7. PENERAPAN METODE DISKUSI SYNDICATE GROUP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN MENDESKRIPSIKAN HUBUNGAN ANTARA KELANGKAAN SUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TIDAK TERBATAS SISWA KELAS VIII B DI SMP NEGERI 2 BANYUBIRU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meita Lusianti

    2013-11-01

    Full Text Available Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Banyubiru belum terlihat optimal. Proses pembelajaran berpusat pada guru sehingga siswa belum terlibat langsung untuk aktif dalam pembelajaran. Kondisi tersebut mempengaruhi hasil penerimaan siswa terhadap materi pembelajaran yang berakibat rendahnya hasil ulangan harian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua siklus. Kegiatan dalam setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 72,93 dengan ketuntasan klasikal 67%. Rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 79,20 dengan ketuntasan klasikal 90%. Adapun hasil analisis aktivitas siswa pada siklus I mencapai 61% dan pada siklus II meningkat menjadi 81%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode diskusi Syndicate Group dapat peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Banyubiru tahun ajaran 2013/2014. Student activity in learning activities at SMP Negeri 2 Banyubiru seen optimum yet. Learning proces centre on teacher so the student not involve direct to active in the learning. That condition influential student outcome about learning material that come about student daily test outcome low. The research as a purpose to increase activity and student outcome learning. This research doing on two cycle. Activity in every cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. Research result got average of cognitive learning outcome in cycle I is 72,93 with classical totally 67%. Average of learning outcome in cycle II is 79,20 with classical totally 90%. There is student activity analysis outcome on cycle I reach 61% and on cycle II rises become 81%. Grounded on research result that, be able take conclusion that implementation Syndicate

  8. SELEKSI BAKTERI ASAM LAKTAT DENGAN AKTIVITAS ANTI JAMUR YANG DIISOLASI DARI SILASE DAN SALURAN CERNA TERNAK (Isolation of Lactic Acid Bacteria for Antifungal Activity Isolated from Silage and Animal Digestives Tract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Damayanti

    2015-09-01

    Pengujian aktivitas anti jamur dilakukan dalam secara kualitatif dengan metode dan secara kuantitatif dengan menguji daya hambat supernatan bebas sel menggunakan metode difusi kertas cakram terhadap kapang FNCC 6002,   FNCC 6033 dan   FNCC 6111. Hasil penelitian menunjukkan isolat PDS2 dari silase memiliki daya hambat yang nyata terhadap ketiga jamur uji, sedangkan isolat BAL dari saluran cerna unggas dan ruminansia tidak menunjukkan daya hambat yang nyata. Kata kunci: Anti jamur, bakteri asam laktat, saluran cerna ternak, silase

  9. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  10. EFEK PEMBERIAN KOMBINASI BUAH SIRIH (Piper betle L FRUIT, DAUN MIYANA (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR. LEAF, MADU DAN KUNING TELUR TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yun Astuti Nugroho

    2012-11-01

    Full Text Available Latar belakang, kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara untuk mengobati malaria.  Diharapkan kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur juga memiliki potensi untuk merangsang respon imun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur terhadap aktivitas dan kapasitas sel makrofag. Metode, tiga puluh ekor mencit Swiss dibagi ke dalam 5 grup. Grup I mendapatkan air suling, grup II mendapatkan 0,55 mg/20g BB Stimuno. Sementara kelompok perlakuan: grup III sampai V masing-masing mendapatkan  0,07 mL; 0,21 mL; 0,6 mL/20 g BB. Bahan uji diberikan secara oral pada hari pertama sampai dengan ketujuh. Pada hari kedelapan, kepada masing-masing mencit disuntik secara intraperitoneal bakteri Staphylococcus aureus (SA. Aktivitas dan kapasitas sel  makrofag dihitung dari sediaan apus cairan peritoneum dengan menghitung persentase fagosit yang melakukan fagositosis dari 100 fagosit. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah SA yang difagositosis oleh 50 fagosit aktif. Hasil, aktivitas dan kapasitas sel makrofag meningkat seiring dengan peningkatan dosis kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur dibandingkan dengan kontrol negatif. Kata  kunci: Buah sirih, Piper betle L, Makrofag, Fagositosis 

  11. The Increased of Activity and Content Reading Understanding Ability Through Problem Based Learning in Technique Discussion Group-Peningkatan Aktivitas dan Kemampuan Memahami Isi Bacaan Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Teknik Diskusi Kelompok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yakobus Paluru

    2015-02-01

    Full Text Available Abstract: The purpose of this research is to improve students’ learning activities and the ability to understand the information in the text. The results showed that the ability to understand written information students has increased after gaining experience learning through problem-based strategy with group discussion techniques. The increase is due to the emergence of motivation and the interest of students who constructed through problem-based learning strategies with group discussion techniques. The increase in activity caused by the adjustment of learning to students’ needs related to the topic of reading materials used in teaching and habits and learning styles that is performed by the students.Key Words: learning, the content of text, group discussion Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan siswa dalam memahami informasi yang ada dalam bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memahami informasi tertulis siswa telah meningkat setelah mendapatkan pengalaman belajar melalui strategi berbasis masalah dengan teknik diskusi kelompok. Terjadinya peningkatan aktivitas disebabkan munculnya motivasi dan minat siswa yang dibangun melalui strategi pembelajaran berbasis masalah dengan teknik diskusi kelompok. Peningkatan aktivitas disebabkan adanya penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan topik materi bacaan yang digunakan dalam pembelajaran dan kebiasaan serta gaya belajar yang dilakukan oleh siswa.Kata kunci: pembelajaran, isi bacaan, diskusi kelompok

  12. KEBIASAAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK REMAJA OBES: STUDI KASUS PADA MURID SMU KORNITA BOGOR (FOOD HABIT AND PHYSICAL AACTIVITY OF OBESE ADOLESCENTS: A CASE STUDY AT SMU KORNITS BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tetty Herta

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT The aim of this study was to explore food habit, physical activity of the obese adolescents and their views on obesity by involving interviews with obese adolescents, their mothers and their closed friends. Four obese adolescents aged 16-17 years from senior high school Kornita Bogor participated in this study. The results showed obese adolescents have unhealthy food habit and physical activity. All subjects knew the interaction their daily food habit and physical activities with their body size. Although they know the negative interaction obesity with health, but obese adolescents felt enjoy with their body size. Keywords: Food habit, physical activity, obese adolescents   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kebiasaan makan dan aktivitas fisik remaja yang obes serta menggali pandangan mereka tentang obesitas. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek, ibu dan teman akrabnya serta melalui observasi. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dari siswa SMU sebanyak empat siswa obes berusia 16-17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja obes memiliki kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang kurang sehat. Semua subyek penelitian mengaku tahu adanya pengaruh negatif obesitas terhadap kesehatan, namun mereka merasa biasa saja dengan ukuran tubuhnya yang obes. [Penel Gizi Makan 2011, 34(2: 138-146]   Kata kunci: Kebiasaan makan, aktivitas fisik, remaja obes

  13. ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL AKTIVITAS KAPAL IKAN DI PERAIRAN SELATAN ARU MENGGUNAKAN CITRA MODIS DAN RADARSAT-2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dendy Mahabror

    2016-11-01

    Full Text Available Perairan selatan Aru merupakan daerah penangkapan  ikan yang potensial dengan sumberdaya ikannya yang berlimpah. Kapal-kapal ikan melakukan penangkapan ikan dengan mempertimbangkan kondisi kesuburan perairan yaitu fenomena upwelling melalui parameter suhu permukaan laut dan kelimpahan konsentrasi klorofil-a. Penggunaan citra MODIS secara periodik dapat menggambarkan waktu dan lokasi upwelling. Variabilitas suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a di lintang 7 LS dan 7.5 LS, bujur 133.1 – 136 BT menunjukkan fenomena upwelling pada musim Timur dimana suhu permukaan laut menurun hingga 24 oC sedangkan konsentrasi klorofil-a rata-rata meningkat hingga 3.61 mg/m3. Fenomena downwelling terjadi di musim Barat dimana suhu permukaan laut di lintang yang sama menjadi hangat berkisar 30 oC dengan konsentrasi rata-rata klorofil-a <1 mg/m3. Jumlah kapal ikan yang beroperasi di daerah penangkapan diketahui dengan menggunakan citra Radarsat-2 dan data VMS yang disesuaikan dengan waktu pengambilan citra di setiap bulannya dengan lokasi yang sama. Analisis spasial dan temporal dilakukan untuk mengetahui sebaran kapal ikan pada musim timur saat kesuburan perairan tinggi dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan mencapai 5.01 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi >150 unit/hari. Pada musim Barat kesuburan perairan rendah dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan <1 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi <40 unit/hari. KATA KUNCIklorofil-a, Modis, perairan selatan Aru, Radarsat-2, suhu permukaan laut. SPATIAL AND TEMPORAL ANALYSIS OF WATER PRODUCTIVITY AFFECTING ACTIVITIES IN FISHING VESSEL AT SOUTH ARU FISHING GROUND USING MODIS IMAGE AND RADARSAT-2Southern Aru waters is a potential fishing areas with abundant fish resources. Fishing boats catch fish by considering the condition of the waters productivity such as upwelling phenomenon through the parameters of sea surface temperatures and an abundance of chlorophyll

  14. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR (Kompetensi Mengidentifikasi Jenis-Jenis Surat/Dokumen Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja U

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Umiroh

    2013-02-01

    Full Text Available Kesulitan yang dialami siswa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor eksternal seperti kurang tepatnya model yang diterapkan oleh guru, kesenjangan di kelas, kurangnya aktivitas siswa dan sebagainya. Hal tersebut menyebabkan perlu adanya penggunaan variasi model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, salah satu alternatifnya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasil penelitian dengan menggunakan model STAD diperoleh hasil siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 71,22 dengan ketuntasan klasikal 60,98%, aktivitas siswa secara klasikal sebesar 60% dalam kategori cukup. Hasil penelitian siklus II menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 73,54 dengan ketuntasan klasikal 68,29%, aktivitas siswa secara klasikal sebesar 71,10% dalam kategori tinggi. Hasil penelitian siklus III menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,27 dengan ketuntasan klasikal 80,49%, aktivitas siswa secara klasikal sebesar 83,29% dalam kategori tinggi. Saran yang diberikan yaitu supaya siswa kelas XI AP 1 lebih aktif bertanya dalam pembelajaran di kelas serta mempunyai minat mengikuti pembelajaran khususnya pada kompetensi dasar mengidentifikasi jenis-jenis surat/dokumen. The one of factors when made students difficulties was external factor such as the inappropise model by the teacher the gapinclass, lack ofstudents activityandso on. This causes the need for the use of varied learning model which can increase the activity of students in the learning process, one of the alternatives to implement cooperative learning model STAD. The results of the study with the results obtained using the STAD model first cycle shows the average was 71.22 student learning outcomes, with classical completeness was 60.98%, in the classical student’s activitines by60% in categoryof enough. The results in cycle II study showed that the average was 73.54 student’s learning outcomes

  15. Karakteristik Fisiko-Kimiawi (Morfologi, Higroskopisitas, pH dan Toksisitas Panel Bangunan yang Dihasilkan dari Komposit Limbah Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash, Daun-Ampas Tebu, Jerami-Sekam Padi dan Ijuk (Palm Fiber

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto P. Prihatmaji

    2015-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisiko-kimiawi (morfologi, higroskopisitas, ph dan toksisitas panel bangunan yang dihasilkan dari komposit limbah abu terbang batu bara (fly ash, daunampas tebu, jerami-sekam padi dan ijuk (palm fiber. Berdasarkah hasil uji dan analisis fisiko-kimiawi kaitannya dengan morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa komposit panel bangunan dari berbagai macam jenis bahan baku tersebut tampak menyatu secara solid dengan ikatan kimia antar bahan yang terlibat. Bahan organik yang berupa limbah ampas-daun tebu, jerami-sekam padi, dan ijuk tampak menyatu padu dengan komponen anorganiknya berupa fly ash dan semen. Kaitannya dengan higroskopisitasnya, produk panel bangunan yang dihasilkan tampaknya tidak terpengaruh oleh iklim dan kelembaban di dalam maupun di luar ruang karena kadar air panel bangunan yang diuji pada hari ke-30 dan hari ke-60 relatif stabil yakni 19,65% yang berarti normal. Kaitannya dengan tingkat keasaman (pH, panel bangunan yang dihasilkan menunjukkan kondisi yang aman/tidak menyebabkan iritasi karena pH: 7-8 yang berarti tidak mengiritasi/aman. Adapun hasil uji dan analisis toksisitas fly ash dilakukan menggunakan indikator biologis; mencit menunjukkan harga LD50: 32,915 mg/kg (bb yang berarti relatif tidak berbahaya. Kutu air menunjukkan harga LC50: 75,515 ppm (7,552% yang berarti hampir tidak toksik dan ikan mas menunjukkan harga LC50: 121,943 ppm (12,194% yang berarti tidak toksik. Oleh sebab itu produk panel bangunan yang dihasilkan dapat dipastikan aman dikonsumsi.

  16. Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Pendekatan Ilmiah Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Biologi Kelas VII Peserta Didik SMP Negeri 2 Watampone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marsa Marsa

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKParadigma pendidikan menuntut perubahan pembelajaran  yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat  pada peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan ilmiah adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan ilmiah merupakan lembaran kerja peserta didik yang  berisikan  petunjuk  untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dengan mengaplikasikan pendekatan ilmiah yang melalui tahapan-tahapan  mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi,  dan mengomunikasikan. Penelitian ini bertujuan  untuk (1 mengetahui  aktivitas belajar IPA Biologi  peserta didik kelas VII SMP Negeri  2 Watampone yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah, (2 mengetahui  hasil belajar  IPA Biologi   peserta didik kelas VII SMP  Negeri  2 Watampone yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah, dan (3 mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis pendekatan ilmiah terhadap hasil  belajar IPA Biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Watampone. Penelitian ini merupakan peneltian  pre eksperimen dengan  desain one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII semester genap tahun pelajaran 2015/2016, yaitu kelas VII A sebanyak 24 peserta didik sebagai kelas eksperimen tanpa  kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1  aktivitas belajar peserta didik   yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah berada pada kategori sangat aktif, (2 hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah mencapai nilai rata-rata 83,13 dengan standar deviasi 9,143, dan (3  Peningkatan kemampuan peserta didik  setelah diajar dengan pembelajaran menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah  berada pada klasifikasi

  17. FORMULASI MIKROEMULSI MINYAK DALAM AIR (O/W YANG STABIL MENGGUNAKAN KOMBINASI TIGA SURFAKTAN NON IONIK DENGAN NILAI HLB RENDAH, TINGGI DAN SEDANG Stable O/W Microemulsion Formulation Using Combination of Three Nonionic Surfactants with Low, High and Med

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sih Yuwanti

    2012-05-01

    menghasilkan mik- roemulsi minyak dalam air yang stabil menggunakan kombinasi tiga surfaktan non ionik dengan nilai HLB rendah, tinggi dan sedang; dan mengetahui peran surfaktan dengan nilai HLB sedang dalam formulasi mikroemulsi minyak da- lam air. Kelompok mikroemulsi yang pertama disiapkan dengan kombinasi surfaktan Tween 80, Span 80 dan Span 40 (80 %:10 %:10 % dan variasi proporsi VCO:surfaktan 1:3, 1:3,5 dan 1:4. Kelompok mikroemulsi yang kedua disiap- kan dengan kombinasi surfaktan Tween 80, Span 80 dan Span 40 (90 %:5 %:5 % dan variasi proporsi VCO:surfaktan1:4, 1:4,5 dan 1:5. Uji stabilitas mikroemulsi dilakukan dengan disimpan pada suhu kamar, dioven 105 0C selama 5 jam dan disentrifuge 2300 g selama 15 menit. Pengamatan stabilitas mikroemulsi dilakukan dengan mengukur absorbansi mikroemulsi pada λ 502 nm yang dikonversi menjadi persen turbiditas. Untuk mengetahui peran surfaktan dengan HLB sedang maka dibuat mikroemulsi tanpa surfaktan HLB sedang, dan juga dibuat mikroemulsi dengan variasi rasio surfaktan  HLB rendah dan sedang yaitu 1:1, 2:1 dan 1:2. Mikroemulsi paling stabil diperoleh dari formula dengan proporsi VCO:surfaktan:air = 4:20:76 dengan kombinasi surfaktan Tween 80:Span 80:Span 40 = 90:3,33:6,67. Pe- nambahan surfaktan HLB sedang pada formulasi mikroemulsi minyak dalam air lebih menstabilkan mikroemulsi yang dihasilkan. Surfaktan HLB sedang menjembatani fase minyak dan air dengan lapisan surfaktan sehingga meningkatkan interaksi surfaktan-air dan surfaktan-minyak, transisi antara fase minyak dan fase air menjadi lebih halus dan mikro- emulsi menjadi lebih stabil.

  18. Peningkatan Aktivitas, Motivasi dan Hasil Belajar IPA Biologi Peserta Didik Kelas VIIIA-1 MTsN Watampone melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pujiati Pujiati

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar, motivasi belajar dan hasil belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MTsN  1 Watampone Kabupaten Bone. Subjek  penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIIA-1 dengan jumlah peserta didik 32 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, bulan Januari sampai bulan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 aktivitas belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari  62,25% menjadi 87,5% melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing (2 motivasi  belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 85,71% menjadi 87,06%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing (3 . Hasil   belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 59,37% menjadi 87,5%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing.Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif biologi.ABSTRACTThis study aims to determine the increase activity, motivation and learning outcomes of science biology for VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone through guided inquiry learning model. This study is classroom action research conducted in MTsN 1 Watampone, Bone. The subjects were students of Class of VIIIA-1 with the number of students is 32. This research was conducted in the second semester of 2015/2016 academic year, January to April 2016. Results showed that (1 the activity of students to learn science biology of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 62.25% to 87.5% through the inquiry guided learning model, (2 motivation to learn science biology of Students of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 85.71% to 87.06% through the inquiry guided learning model, (3 Biological science learning

  19. Penerapan Model Pembelajaran Treffinger dengan Bantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Terpadu pada Siswa Kelas VII SMP Frater Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Indah Sari

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini adalah  jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA Terpadu melalui penerapan model pembelajaran Treffinger dengan bantuan media audio visual pada materi ekosistem siswa kelas VII SMP FRATER Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi aktivitas belajar siswa dan evaluasi pada setiap akhir siklus. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan dilengkapi dengan tabel frekuensi dan presentase. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan terjadi peningkatan hasil belajar siswa, siklus I sebanyak 14 orang dengan presentase 37,83%, sedangkan pada siklus II sebanyak 32 orang dengan persentase 86,48%. dan terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa, Semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Terpadu pada siklus I 50,15% dan  meningkat pada siklus II menjadi 80,05%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Treffinger dengan bantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA Terpadu pada materi ekosistem pada siswa kelas VII A SMP FRATER Makassar.Kata kunci: model pembelajaran treffinger, hasil belajar, ipa terpadu.ABSTRACTThis study is classroom action research study that aims to increase activity and study results of Integrated Science of  student by using Treffinger model with audio visual media on ecosystem material of Class VII Student at SMP Frater Makassar. Data collection used in this study was observation and achievement test in the end of every cycle. Analytical data by using descriptive statistical analysis include the frequency tables and percentages. The results of this study indicate that: Treffinger  model with audio visual media showed a positive tendency from 14 students with 37,83% in cycle I and improve to 32 students with 86,48% in cycle II and showed a positive tendency on student’s activity in study. Student

  20. SINTESIS BIOKOAGULAN BERBASIS KITOSAN DARI KULIT UDANG UNTUK PENGOLAHAN AIR SUNGAI YANG TERCEMAR LIMBAH INDUSTRI JAMU DENGAN KANDUNGAN PADATAN TERSUSPENSI TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shofia Lathifa Ihsani

    2014-12-01

    Full Text Available Koagulan sintetik telah umum digunakan untuk penjernihan air. Meskipun koagulan tersebut kelihatan lebih praktis dalam penggunaan dan mudah diperoleh tetapi pemakaian koagulan sintetik yang berlebih justru akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi lingkungan maupun kesehatan karena koagulan jenis ini tidak mudah terbiodegradasi. Eksplorasi terhadap material alami, yang lebih ramah lingkungan namun mempunyai potensi yang baik perlu terus dikaji. Keunggulan kitosan sebagai koagulan adalah sifatnya tidak beracun, mudah mengalami biodegradasi, tidak mencemari lingkungan, dan mudah bereaksi dengan zat-zat organik lainnya seperti protein. Dengan demikian diharapkan bahwa koagulan yang diperoleh dari kulit udang adalah bahan yang ramah lingkungan dan mempunyai nilai tambah yang tinggi. Pada tugas akhir ini, isolasi kitosan dilakukan melalui tiga tahap yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Deproteinasi dilakukan dengan melarutkan kulit udang menggunakan NaOH 5% (b/v pada perbandingan 1:10 (gr/mL dan direfluks selama 1 jam pada suhu 650C. Sedangkan demineralisasi dilakukan dengan melarutkan serbuk hasil deproteinasi dengan HCl 1M dengan perbandingan 1:15 (g/mL dan direfluks selama 2 jam pada suhu 650C. Serbuk kitin hasil demineralisasi selanjutnya diproses lebih lanjut dengan mereaksikan kitin menggunakan NaOH 50%(b/v dengan perbandingan 1:15 (gr/mL dan direfluks selama 4 jam pada suhu 1000C. Kitosan yang diperoleh diaplikasikan sebagai biokoagulan untuk menjernihkan air sungai yang tercemar limbah industri. Variabel yang diteliti adalah konsentrasi kitosan 0,01 %, 0,4%, 1%, 1,5%, 2%. Kemudian sampel limbah yang sudah diolah diuji pH dan tingkat kekeruhannya. Hasil proses deproteinasi kulit udang menghasilkan rendemen 55,55%, sedangkan proses demineralisasi menghasilkan rendemen 32,65%. Pada proses deasetilasi kitin dari kulit udang menghasilkan rendemen sebesar 69,25%, sedangkan rendemen kitosan yang diperoleh sebanyak 12,466%. Dari hasil

  1. AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH ADAS (Foeniculum vulgare, Mill PADA Vibrio harveyi DAN Vibrio alginolyticus Antibacterial Activity of Fennel (Foeniculum vulgare Mill Extract on Vibrio alginolyticus and Vibrio harveyi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2015-10-01

    Pada penelitian ini menggunakan ekstrak air dari buah adas untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi dan Vibrio alginolyticus dengan menggunakan metode uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC dan difusi cakram kertas. Hasil yang diperoleh pada uji MIC, konsentrasi terkecil untuk menghambat pertumbuhan adalah 0,060 g/ml, untuk kedua spesies bakteri. Variasi perlakuan pada uji cakram kertas yaitu konsentrasi A (0,065 g/ml, B (0,070 g/ml, C (0,075 g/ml, D (0,080 g/ml, E (0,085 g/ml, F (0,090 g/ml dan kontrol (0,000 g/ml, hasil yang diperoleh adalah konsentrasi 0,090 g/ml memiliki diameter zona hambat tertinggi sebesar 11,17 ± 0,5 mm (V. harveyi dan 12,53 ± 1,14 mm (V. alginolyticus, sehingga dapat disimpulkan bahwa buah adas (F. vulgare Mill memiliki peranan ekologi yang sangat penting sebagai bahan pengobatan alternatif dalam pengendalian penyebaran penyakit Vibriosis yang disebabkan oleh V. harveyi dan V. alginolyticus. Kata kunci: Foeniculum vulgare Mill, Vibrio harveyi, Vibrio alginolyticus, uji MIC dan difusi cakram kertas

  2. AKTIVITAS KITINASE, LESITINASE, DAN HEMOLISIN ISOLAT DARI BAKTERI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Lin. YANG DIKULTUR DALAM KERAMBA JARING APUNG WADUK JATILUHUR, PURWAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wibowo Mangunwardoyo

    2016-11-01

    Full Text Available Aeromonas hydrophila Lin. merupakan bakteri patogen oportunistik akuatik yang virulensinya dipengaruhi oleh adanya enzim kitinase, lesitinase, dan toksin haemolisin, merupakan penyebab kematian ikan nila yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengamati aktivitas enzim kitinase, lesitinase, dan toksin hemolisin dari 30 ikan nila dari keramba jaring apung waduk Jatiluhur dengan metode tehnik agar. A. hydrophila menunjukkan positif virulen ditunjukkan adanya zona bening untuk lesitinase sebesar 7,9 mm; kitinase 8,0 mm; dan hemolisin 6,6 mm dibandingkan dengan isolat Enterobacter sp., Pseudomonas sp., dan Vibrio sp. Hal ini menunjukkan bahwa A. hydrophila bersifat patogen dan virulen terhadap ikan nila. Aeromonas hydrophila Lin. is one of opportunistic aquatic pathogen bacteria where its pathogenic behavior is influenced by chitinase, lechitinase, and toxin haemolycine, and causes high mortality in nile tilapia culture. The purpose of the research was to observe the activities of two A. hydrophila’s enzymes i.e.: chitinase and lechitinase, and one extracelullar toxin, haemolycine, isolated from 30 nile tilapias cultured in floating net cage at Jatiluhur using quantitative plate assay technique. A. hydrophila was positive virulent marked with transparent zone of lechitinase of 7.9 mm, haemolycin of 6.6 mm, and chitinase of 8.0 mm compared to Enterobacter sp., Pseudomonas sp., and Vibrio sp. Therefore, A. hydrophila is determined as highly pathogenic bacterium and virulent for nile tilapia.

  3. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI METODE INKUIRI YANG MENGGUNAKAN KOMIK BIOLOGI SISWA KELAS VII A MTs NEGERI METRO TAHUN PELAJARAN 2011/2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hesty Wahyuningsih

    2013-05-01

    Full Text Available The purposes of this research were (1 to improve students’ learning activity by using inquiry method with biology comics for the students of VII A MTs Negeri Metro (2 to improve students’ achievement in learning biology by using inquiry method with biology comics for the students of VII A MTs Negeri Metro. The results of this research were (1 learning through inquiry method which uses biology comics can improve students’ activity during the learning process. From the data of observation, the students achievements increase from cycle I to cycle II (from 46.6% to 55.28%, it means that the increasing is about 8.68% (2 learning through inquiry method which uses biology comics can improve students’ activity during the learning process, the students achievements increase from cycle II to cycle III (from 60% to 76.7%, it means that the increasing is about 16, 7%.   Kata kunci: metode inkuiri, media komik biologi, aktivitas belajar, hasil belajar biologi

  4. KAJIAN PROGRAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN STUDI KASUS PENGELOLAAN IPAL MARGASARI BALIKPAPAN (Study on Urban Wastewater Management Program A Case Study at WWTP Margasari Management of Balikpapan City, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy Nelwan

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji kinerja pengelolaarr limbah cair, dan untuk mengamati persepsi komunitas tentang fasilitas pengolahan limbah cair (WWTP. Analisis terhadap kinerja pengelolaan WWTP Margasari menunjukkan bahwa implenrentasi program rehabilitasi sanitasi berjalan dengan baik. WWTP nampu untuk mencakup 1500 pelanggan, yang sama dengan 1/5 dari pemukiman terapung di Kecamatan Balikpapan Barat. Kenaikan retribusi yang tekait dengan pengurangan subsidi untuk operasi dan pemeliharaan WWTP perlu dilakukan tahap demi tahap dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Berdasarkan analisis persepsi masyarakat tentang tingkat pelayanan WWTP umumnya mereka peduli terhadap pelayanan pengolahan limbah tersebut. Di pihak lain terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan, daya tanggap, profesionalisme, dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan fasilitas WWTP dan petugasnya. Dapat disimpulkan bahwa projek percontohan ini memiliki kinerja yang baik yang terkait dengan tujuan dan target serta dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar program tersebut dilanjutkan mencakup perluasan area. Pengelolaan yang intensif untuk meningkatkan kinerja WWTP serta pelayanannya harus dilakukan terus-menerus yang mencakup fasilitas pendukung, kesejahteraan pegawai, dan peningkatan partisipasi masyarakat dan sektor swasta.   ABSTRACT This research was aimed to assess the performance of the wastewater management, and to observe the community perception about WWTP (wastewater treatment plant facility. The analysis towards WWTP Margasari management performance shows that the implementation of the sanitation rehabilitation program has been operating well. The WWTP is able to cover 1500 costumers, which equal one fifth part of floating settlement area in Kecamatan Balikpapan Barat. Increasing retribution charge in accordance with subsidies reduction for WWTP operation and maintenance, needs to be done step by step and considers

  5. PENGARUH BLANCHING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR FENOL, FLAVONOID, DAN TANIN TERKONDENSASI KUNIR PUTIH (Curcuma mangga Val. Blanching Effects on Antioxidant Activity, Phenol, Flavonoid and Condensed Tannin Contents of White Saffron (Curcuma mang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwiyati Pujimulyani

    2012-05-01

    Full Text Available The purposes of this research were to examine antioxidant activity, total phenolic content (TPC, total flavonoid content(TFC, and condensed tannin content (CTC of blanced white saffron that were extracted with methanol : HCl=1000 :1.White saffron rhizomes were peeled, washed and blanched in the media of 0.0 5% and 0 % citric acid solution at 100 ºC for 5 and 10 minutes. �hite saffrons were evaluated antioxidant activity using 2-2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH, TPC, TFC, and CTC. Blanched white saffron in the media of 0.05%, temperature 100 ºC for  5 minutes significantly increased the antioxidant  activity (from 87.38 to 90.90 % RSA, TPC (from 58.35 to 81.80 mg GAE/g, TFC (from12.82 to 24.69 mg QE/g, and CTC (from 6.10 to 10.59 mg CE/g compare to the non-blanched. The antioxidant activ-ity of blanched white saffron has significantly positive correlation with TPC, TFC, and CTC. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh blanching terhadap aktivitas antioksidan kadar fenol total, flavonoid total dan kadar tanin terkondensasi kunir putih yang diekstrak dengan pelarut metanol : HCl = 1000 : 1.  Kunir putih dikupas, dicuci, dilakukan blanching dalam media asam sitrat 0,05 % dan 0 % (akuades, pada suhu 100 ºC selama5 dan 10 menit. Kunir putih diuji aktivitas antioksidan dengan metode 2-2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH, kadarfenol total, flavonoid total dan tanin terkondensasi. Blanching dalam media asam sitrat 0,05 %, suhu 100 ºC selama5 menit dapat meningkatkan secara nyata aktivitas antioksidan dari 87,38 menjadi 90,90 % RSA (Radical Scaveng-ing Activity, kadar fenol total dari 58,35 menjadi 81,80 mg Ekivalen Asam Galat (EAG/g, flavonoid total dari 12,82menjadi 24,69 mg ekivalen kuersetin (EK/g dan tanin terkondensasi dari 6,10 menjadi 10,59 mg Ekivalen Catechin(EC/g dibanding kunir putih tanpa blanching. Aktivitas antioksidan kunir putih yang telah mengalami blanching dalammedia asam sitrat 0 % maupun 0,05 % berkorelasi

  6. BESARNYA RESIKO KEGEMUKAN TERHADAP KADAR GULA RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihadi Sihadi

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The beta pancreas cell hypertrophy and hyperinsulinime occur in Obesity. If the compensation is not sufficient and with the addition of genetic and environment factors, diabetes mellitus are more likely to occur. The general parameter utilized to determine the condition of diabetes mellitus is blood glucose level, therefore the analysis of obesity risk to blood glucose level are performed. Objectives: To determine the relation of the risk of obesity level to the blood  glucose level. Methods: The secondary data are analyzed based on SKRT 2004 and Susenas 2004 data. All the samples are female and male with the age among 25-65. Results: The people with obesity are 1.78 times more likely to have high blood glucose level than person with normal weight. The other variable is that the female have less risk of 0.72 times and 0.62 times to have borderline and high blood glucose level compared to male. The age groups of 36-45 and 46-65 have risk 1.28 times and 1.52 times respectively, to have high glucose level than the age group of 25-35. Another result shows that the people living in the city are 1.30 times more likely to have high blood glucose level than those living in countryside. Conclusions: The people with obesity are more risky to have high blood glucose level than people with normal weight. The other risk factors of borderline or high blood glucose level are men, living in city and above 36 years of age. Recommendations: The education about blood glucose level should be given priory to the risk groups which are; the people with obesity, male, living in city and more than 36 years of age. [Penel Gizi Makan 2005,28(1: 9-15] Keywords: overweight, obesity, blood glucose level

  7. OPTIMASI KONSENTRASI GUM ARAB DAN EKSTRAK REMPAH-REMPAH PADA EDIBLE COATING BERAS CEPAT TANAK DENGAN INDEKS GLISEMIK RENDAH Optimation of Gum Arabic and Spices Extract Concentration to Edible Coating of Low Glycemic Index Quick Cooking Rice

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ch. Lilis Suryani

    2012-05-01

    Full Text Available Quick cooking rice is pragelatinised rice that required short cooking time. However, the Glycemic Index (GI of quick cooking rice was quite high, so that less suitable for diabetes mellitus patients. Spices extract (ginger, cinnamon, clove had ability to reduce GI because of their phenolic content. The purposes of this research was to produce quick cooking rice coated with gum arabic that enriched with spices extracts (BCTER, so had low glycemic index. Quick cooking rice was coated with gum arabic (20, 30 and 40 % and enriched with spices extracts (15, 20 and 15 %. The parameters that was analysis were moisture and phenolic content, phenol retention, texture, acceptability and glycemic index. The research showed that acceptable BCTER was produce by coated with 40 % gum arabic that enriched by 20 % spice extracts concentration. Cooked  BCTER had moisture content 53.82 %, phenol content 50.00 ppm, texture with resistance to force 6.98 N and deformation 32.45 %. Phenol retention of BCTER was 48.96 %, and the glycemic index (GI was 45.34. ABSTRAK Beras cepat tanak adalah beras yang telah mengalami proses pragelatinisasi sehingga memerlukan waktu pemasakan yang lebih singkat. Namun beras cepat tanak memiliki Indeks Glikemik (IG yang cukup tinggi, sehingga kurang cocok untuk penderita diabetes mellitus. Ekstrak rempah-rempah (jahe, kayu manis, cengkeh diketahui memiliki kemampuan menurunkan IG karena mengandung senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan beras cepat tanak yang mempunyai IG rendah dengan pelapisan edible film gum arab yang diperkaya ekstrak rempah-rempah (BCTER. Beras cepat tanak dilapisi dengan larutan edible coating gum arab (20, 30 dan 40 % b/v yang diperkaya dengan ekstrak rempah-rempah (15, 20 dan 15 % b/v. Parameter yang diuji adalah kadar air, fenol, retensi fenol, tekstur, uji tingkat kesukaan dan penentuan IG BCTER. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BCTER yang terbaik adalah beras dengan edible coating gum

  8. PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBSTRAT UNTUK SINTESIS ZAT GIZI MELALUI FERMENTASI KAPANG RHIZOPUS OLIGOSPORUS (USES OF THE WASTE OF PALM RESIDUE AS SUBSTRATE FOR SYNTHESIZING SOME NUTRIENTS THROUGH RHIZOPUS OLIGOSPORUS FERMENTATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Affandi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The residue of palm seeds is the by-products of palm oil. This waste still contains palm oil which can be used as sources of carbon for fermentation in producing the useful substances. Objective: Use of the palm oil residue as the substrate fermentation for the mould of Rhizopus oligosporus. Methods: The residue of palm seeds  were treated by adding urea, sucrose and fish oil for the growth of mould.  The mould of R.oligosporus was used as mix culture which is used in the fermented soybean. The fermentation was carried out for 3 days in the incubator at 37o C. Product of fermentation were analyzed for the content of water, ash, protein, fat, and fibres. Results: The results indicated the water content of all substrate were changed. The substrate without added nutrient as the control and substrate added urea decreased 29.06 and 11.35  percent, substrate addition of sucrose and fish oil were increasing respectively 26.38 and 19.81 percent. The ash content were increasing for the all substrates, were 79.43; 85.02; 32.97 and 6.06 percent respectively for substrate without addition , substrate with added fish oil,  sucrose, urea. The protein contents increased 85.34 and 71.58 percent for substrate without addition, and substrate added fish oil. The highest fat content was in the substrate added sucrose, and 313.09 percent decreasing for the substrate added fish oil. Conclusion: The residue of palm seeds could be used as the substrate fermentation of Rhizopus oligosporus to increase the content of fat after addition of sucrose as the growth supplementation.   Keywords: Residue of palm seeds, Rhizopus oligosporus, fermentation. Abstrak Latar belakang: Ampas sawit merupakan produk samping minyak sawit. Limbah masih mengandung minyak, dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon (C untuk fermentasi dalam menghasilkan senyawa yang bermanfaat. Tujuan: memanfaatkan limbah ampas kelapa sawit sebagai substrat fermentasi kapang Rhizopus

  9. PERBANDINGAN NILAI KALOR BIOBRIKET YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DAN BIOMASSA CANGKANG KOPI DENGAN VARIASI KOMPOSISI DAN JENIS PENGIKAT YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Gunawan

    2015-12-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bahan bottom ash limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU dengan biomassa cangkang kopi dengan zat pengikat tetes tebu serta menguji nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; pembuatan biobriket dengan memvariasi komposisi antara bottom ash dengan biomassanya serta zat pengikat yang berbeda. Variasi komposisi antara biomassa cangkang kopi dengan bootom ash yang digunakan adalah 60% : 40% dan 70% : 30%, sedangkan bahan perekatnya menggunakan tetes tebu dan tepung kanji. Pengujian yang dilakukan adalah menguji nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan menggunakan alat uji calloriboom. Dari hasil pengujian didapatkan biobriket dengan komposisi 70% biomassa cangkang kopi dan 30% bottom ash dengan pengikat tetes tebu mempunyai nilai kalor yang paling tinggi dibandingkan dengan komposisi dan pengikat yang lain dengan nilai kalor yang dihasilkan yaitu 2496,18 kal/gr. Nilai kalor ini dipengaruhi oleh kandungan karbon aktif yang terdapat pada arang cangkang kopi dan besar kecilnya kandungan carbon, oxygen dan ash yang dimiliki, semakin tinggi kandungan carbon dan oxygen maka makin tinggi pula nilai kalor yang kandungan kalor yang terdapat pada jenis perekat tetes tebu lebih tinggi dari pada tepung kanji. [Title: Comparison of Calorific Value of Biobriket Made of Bottom Ash Waste and Biomass Plant Shell Coffee by Varying Composition and Types of Binder] This study is aimed to make biobriket of bottom ash material waste biomass power plant and different binder of coffee shell (molasses as well as measuring the calorific value. The method in this study are by manufacturing biobricket by varying the composition of bottom ash with biomass and different binder. Biomass composition variation of the shell coffee and bottom ash are 60%:40% and 70%:30%. The binder used are molasses and starch. This experiment was carry out by measuring the calorific value of produced

  10. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  11. PENINGKATAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUPEROKSIDA DISMUTASE PADA TIKUS HIPERGLIKEMI DENGAN ASUPAN TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L. (Increased Superoxide Dismutase Antioxidant Activity in Hyperglycemia Rat with Velvet Bean (Mucuna pruriens L.Tempe Diet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christiana Retnaningsih

    2013-08-01

    Hiperglikemi menimbulkan stress oksidatif dan patogenesis komplikasi diabetes. Untuk menurunkan hiperglikemi perlu dipertimbangkan kombinasi antara pengobatan modern dengan terapi tardisional melalui pangan fungsional guna mengurangi kerusakan sel beta pankreas. Bahan pangan yang memiliki potensi fungsional tersebut adalah biji koro benguk (Mucuna pruriens L yang difermentasi menjadi bentuk tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh asupan tempe koro benguk terhadap kadar glukosa darah dan status antioksidan serum pada tikus hiperglikemi. Penelitian ini menggunakan 50 ekor tikus jantan jenis Sprague Dawley umur 2-3 bulan. Tikus dibagi ke dalam 5 kelompok dengan cara random alokasi. Kelompok 1 kontrol negatif (C-, kelompok 2 kontrol positif (C+, kelompok 3 adalah X1-TK10%, kelompok 4 adalah X2-TK10%, kelompok 5 adalah X3-TK10%. Tikus kelompok C+, X1, X2, X3 diinduksi streptozotocin (STZ dengan dosis 40 mg/kg BB secara inta peritoneal. Penelitian dilakukan selama 30 hari. Data dianalisis dengan Paired T test, One way Anova dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STZ meningkatkan kadar glukosa darah dan menurunkan aktivitas antioksidan SOD serum. Hasil analisis in vivo pada tkus menunjukkan bahwa asupan tempe koro benguk menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan aktivitas antioksidan SOD serum. Kata kunci: Tempe koro benguk, antioksidan, hiperglikemi

  12. Studi Pengembangan Pertanian Padi Sawah Organik Berdasarkan Kesesuaian Lahan dan Potensi Pupuk Organik dari Limbah Pertanian di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusiyah Rusiyah

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Revolusi Hijau telah menimbulkan berbagai dampak negatif, baik pada lingkungan, keanekaragaman hayati pertanian, maupun sosial ekonomi masyarakat. Tujuan  penelitian ini mengkaji: 1 tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah, 2 potensi pupuk organik dari  limbah pertanian,3 karakteristik  sosial ekonomi petani, dan 4 merumuskan  strategi  pengembangan pertanian padi  sawah organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel  dengan  purposive area sampling untuk aspek fisik lahan dan purposive sampling untuk sampel petani. Teknik  pengolahan data  dengan Software LCLP, tabel frekuensi, dan analisis SWOT. Hasil penelitian dan pembahasan menggunakan analisis kuantitatif dan  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah di daerah penelitian adalah sesuai marginal (S3 dengan luas 1.165,77 ha atau  99,11% dan tidak sesuai saat ini (N1 dengan luas 10,51 ha atau 0,89%, potensi pupuk organik dari limbah pertanian  pada  musim tanam I adalah  5.070,05 ton dan  musim tanam II adalah 3.595,04 ton, karakteristik sosial ekonomi internal petani  memiliki  kekuatan lebih baik dibandingkan karakteristik sosial ekonomi eksternal  petani bagi  pengembangan pertanian padi sawah organik di daerah penelitian, strategi pengembangan pertanian padi sawah  organik di Kecamatan Temon dapat dilakukan  sebagai berikut: (a pemberian penghargaan/apresiasi kepada petani yang telah berhasil mengembangkan pertanian organik, (b pemerintah perlu membantu petani dalam mendapatkan  sertifikat produk pertanian organik, (c pembuatan lahan percontohan/demplot pertanian organik, (d pemberdayaan peran kelembagaan, (e kegiatan sosialisasi kepada petani, konsumen  pedagang, pemerintah daerah, penyuluh, dan institusi terkait lainnya, (f mengintegrasikan pembangunan bidang pertanian dan peternakan,(g pelatihan teknologi pembuatan pupuk organik dan

  13. Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Maulana K

    2016-12-01

    Full Text Available Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output dan energi yang terbuang (heat losses selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output. Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas.

  14. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR MEMELIHARA PERALATAN KANTOR SISWA KELAS X.3 AP SMK KRISTEN SALATIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Dwi Prasetyo

    2013-01-01

    Full Text Available Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar memelihara peralatan kantor sisiwa kelas X.3 AP SMK Kristen Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain PTK. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X.3 AP SMK Kristen Salatiga. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh dengan instrumen tes berupa soal pilihan ganda, dan instrumen nontes berupa lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil analisis data penelitian dari prasiklus, siklus I dan II mengalami peningkatan hasil belajar secara klasikal 46,88%, 62,50%, dan 90,63%, jadi ada kenaikan 15,62 % pada siklus I dan 28,13% pada siklus II. Sedangkan untuk rata-rata aktivitas siswa 63,63% pada siklus I dan 81,13% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar memelihara peralatan kantor siswa kelas X.3 AP SMK Kristen Salatiga, dengan keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. The goal is to determine whether the application of Student Team Achievment Division (STAD cooperative learning model to improve the activity and learning outcomes maintain office equipment AP class X.3 students of SMK Christian Salatiga. The design of this study PTK. Research subject is a class X.3 student of SMK Christian AP Salatiga. The study consisted of two cycles, each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Date obtained with the test instrument in the form of multiple choice questions, and a nontest instruments observation sheet. Date were analyzed by descriptive analysis techniques percentage. The results of the analysis of research data prasiklus, Cycle

  15. BIOSORPSI DAN REDUKSI KROM LIMBAH PENYAMAKAN KULIT DENGAN BIOMASSA Fusarium sp DAN Aspergillus niger (Biosorpstion and Reduction of Chromium Bearing Tannery Wastewater Using The Biomass of Fusarium Sp. and Aspergillus niger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharjono Triatmojo

    2001-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan bahwa biomassa Fusarium sp dapat mereduksi Cr(VI, dan biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil ion krom dari larutan. Fusarium.sp ditumbuhkan pada media cair kentang dekftosa cair, ditambah K2Cr2O7 atau sludge limbah penyamakan kulit. Selanjutnya diamati perubahan warnanya, bila terjadi perubahan warna dan oranye ke ungu atau tak berwarna maka telah terjadi reduksi krom valensi VI menjadi krom valensi Ill. Aspergillus niger ditumbuhkan pada media Potato dectrose agar (PDA padat, dipindahkan ke media cair yang bensi bakto pepton, bakto dektrose dan srukronutrien. Produksi biomassa dilakukan pada labu erlenmeyer; setelah 5 hari dipanen dan dibuat bubuk. Bubuk ini digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa Fusarium sp dapat digunakan untuk mengambil krom dan larutan yang.mengandung KrCrrO, atau sludge limbah penyamakan kulit. Waktu inkubasi yang lebih lama meningkatkan absorbsi krom oleh biomassa Fascrium sp. Fusarium sp mampu mereduksi Cr(VI menjadi Cr(Iii. Biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi awal 100 mg/I, pada pH 2,0, berat biomassa 0,1 g, dan waktu kontak 12 jam, yaitu 96,23% untuk Cr(II| dan96,3 % untuk Cr(VI. Fusarium sp. dan A. niger dapat digunakan sebagai bioremediator dalam penanganan limbah penyamakan kulit secara biologi.   ABSTRACT The objectives of this research was to study the biosorption and reduction of chromium bearing tannery wastewater using biomass of Fusarium sp and Aspergillus niger. Fusarium sp was used to investigate bioaccumulation and reduction of chromium in K2 Cr2O7 solution and solution containing sludge of leather tanning waste, and aspergillus niger was used to investigate biosorption of Cr(III and Cr(VI in solution. Fusarium sp was grown on sterilized potato extrose liquid medium, added with K2Cr2O7solution or sludge

  16. ANALISIS RESISTANSI COIL KAWAT TEMBAGA TERHADAP PERUBAHAN SUHU SANGAT RENDAH SEBAGAI RANCANG DASAR PENGUKURAN SUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riswanto Riswanto

    2015-03-01

    Full Text Available The resistance of a wire conductor depend of the wire material. Copper wire formed into a coil shape an effective form to produce a large resistance. Copper wire resistance influenced bytemperature about it. Coil of copper wire has a good response at low temperature changes produced by liquid nitrogen. This response is shown by the index value determination (R2 = 0.999 which is close to the value 1,that means changes in temperature approaching a linear response to changes in a voltage. The results can be used as a basis for the design of the low-temperature measurements cheaper

  17. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN KASA TERLAPISI TiO¬2/Ag AMORF, Ag, DAN KITOSAN/Ag TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DAN POSITIF (The Antibacterial Activity of Gauze Coated by Tio¬2/Ag Amorphous, Ag, and Chitosan/Ag Against Gram Negative and Positive Bacteria)

    OpenAIRE

    Purnawan, Candra; Martini, Tri; Rawiningtyas, Sotya; Zidny, Zidny Z.S.R.A.

    2014-01-01

    ABSTRAKPelapisan kain kasa dengan komposit TiO2/Ag amorf, kitosan/Ag, dan Ag telah dilakukan menggunakan metode dip coating dengan variasi urutan pelapisan. Komposit TiO2/Ag amorf disintesis dengan metode sol gel dalam pelarut etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Kain kasa hasil pelapisan dikarakterisasi menggunakan XRD dan dilakukan uji antibakteri menggunakan metode optical density pada λ 600nm terhadap aktivitas bakteri Eschericia coli dan Stapylococcus aureus. ...

  18. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; μH = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  19. KARAKTERISASI ENZIM KITOSANASE DAR] ISOLAT BAKTERI KPU 2123 DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUKS1 OLIGOMER KITOSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2009-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan sebagian dari rangkaian penelitian mengenai eksplorasi enzim kitinolitik dari mikroba lingkungan laut, khususnya dari limbah udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat bakteri KPU 2123 dari limbah udang, mengkarakterisasi dan mengaplikasikan enzim kitosanase yang dihasilkan oleh bakteri tersebut untuk produksi oligomer kitosan dan menguji bioaktivitas oligomer kitosan tersebut sebagai antitumor dan antibakteri. Karakterisasi enzim dilakukan dengan menguji aktivitas enzim pada berbagai suhu dan pH. Selain itu juga ditentukan besarnya aktivitas yang tersisa setelah enzim diinkubasi pada suhu dan lama waktu tertentu. Pengaruh ion logam terhadap aktivitas enzim juga dilihat dengan mereaksikan enzim dengan 1 mM ion logam dalam bentuk larutan khlorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis gen 16S-rRNA, isolat bakteri KPU 2123 memiliki kemiripan 95% dengan Stanotrophomonas maltophilia. Enzim kitosanase dari isolat ini bekerja optimal pada suhu 50 ºC dan pH 6. Enzim ini cukup stabil pada suhu 37 ºC selama 120 menit. Penambahan ion logam berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Ion logam Zn²+ (sebagai garam klorida 1 mM menghambat 100% aktivitas enzim tersebut. Penggunaan enzim kitosanase dalam menghidrolisis substrat kitosan, menghasilkan oligomer kitosan yang mengandung tetramer, pentamer dan heksamer Oligor kitosan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,06% dan dapat menyebabkan kematian sel HeLa dengan LC50 pada dosis 120 ppm.

  20. KOMPOSISI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR SABUT KELAPA YANG DIBUAT DENGAN TEKNIK PEMBAKARAN NON PIROLISIS Composition and Antibacterial Activity of Liquid Smoke of Coconut Fiber Made by NonPirolisis Combusting Technique

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feti Fatimah

    2012-05-01

    mengkaji pembuatan asap cair dengan teknik non pirolisis dari bahan dasar sabut kelapa. Selanjutnya pada asap cair yang dihasilkan dengan teknik ini, dilakukan redistilasi dan penyerapan dengan karbonaktif. Kualitas asap cair yang dihasilkan diuji dengan melihat komponen penyusun asap cair dengan kromatografi gas - spektrofotometer massa (GC-MS serta uji aktivitas antibakteri terhadap 3 jenis bakteri yaitu Salmonella choleraeaeus, Bacillus subtilus dan Staphylococcus aureus menggunakan teknik sumur pada media PCA dengan jumlah populasi 108/ml. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa asap cair asli (tanpa redistilasi dan penyerapan dengan karbon aktif sedikitnya mengandung 21 komponen, asap cair redistilasi sedikitnya mengandung31 komponen dan asap cair hasil penyerapan dengan karbon aktif mengandung sedikitnya 5 komponen. Dari hasil uji antibakteri diketahui bahwa asap cair hasil redistilasi menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan asap cair asli, sedangkan asap cair hasil penyerapan dengan karbon aktif mempunyai aktivitas yang paling kecil dibandingkan keduanya. Hal tersebut dikarenakan kandungan senyawa 2-metoksifenol yang paling tinggi pada asap cair redistilasi dibandingkan keduanya. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa teknik redistilasi dapat meningkatkan kualitas asap cair sabut kelapa yang dibuat dengan metode pembakaran non pirolisis.

  1. PENGUJIAN AKTIVITAS KOMPOSIT Fe2O3-SiO2 SEBAGAI FOTOKATALIS PADA FOTODEGRADASI 4-KLOROFENOL (The Activity Test of Fe2O3-SiO2 Composite As Photocatalyst on 4-Chlorophenol Photodegradation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sri Kunarti

    2009-03-01

    Full Text Available ABSTRAK  Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas komposit Fe2O3-SiO2 sebagai fotokatalis pada fotodegradasi 4-klorofenol. Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi fotokatalis Fe2O3-SiO2. Preparasi dilakukan dengan metode sol-gel pada temperatur kamar menggunakan tetraetil ortosilikat (TEOS dan besi (III nitrat sebagai prekursor diikuti dengan perlakuan termal pada temperature 500 oC. Karakterisasi dilakukan dengan metode spektrometri inframerah, difraksi sinar-X dan spektrometri fluoresensi sinar-X. Uji aktivitas komposit untuk fotodegradasi 4-klorofenol dilakukan dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Pada uji ini telah dipelajari pengaruh waktu penyinaran dan pH larutan terhadap efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit Fe2O3-SiO2 dapat dipreparasi dengan metode sol-gel pada temperatur kamar diikuti perlakuan termal. Komposit Fe2O3-SiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol dari 11,86 % menjadi 55,38 %. Efektivitas fotodegradasi 4- klorofenol dipengaruhi waktu penyinaran dan pH larutan yang semakin lama waktu penyinaran efektifitas fotodegradasi semakin tinggi, namun waktu penyinaran yang lebih lama dari 4 jam dapat menurunkan efektivitasnya. pH larutan memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol.   ABSTRACT The activity test of Fe2O3-SiO2 composite as photocatalyst on 4-chlorophenol photodegradation has been studied. The research was initiated by preparation of Fe2O3-SiO2 photocatalyst and followed by characterization. The preparation was conducted by sol-gel method at room temperature using tetraethylorthosilicate (TEOS and iron (III nitrate as precursors followed by thermal treatment at a temperature of 500oC. The characterizations were performed by X-ray Diffraction (XRD, Infrared and X-ray Fluorescence Spectrophotometry. The photocatalytic activity test of composites for 4 chlorophenol

  2. PEMANFAATAN LIMBAH ABU TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI KATALIS BASA PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT (Ash Waste from Empty Palm Fruit Bunches as Base Catalyst for Biodiesel Synthesis from Palm Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoeswono Yoeswono

    2007-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pemanfaatan limbah abu tandan kosong sawit (TKS sebagai sumber katalis basa telah dilakukan untuk aplikasi pada proses pembuatan biodiesel dari minyak biji sawit. Kadar logam kalium untuk mengetahui kadar basa dalam abu TKS dianalisis dengan AAS dan kadar ion karbonat diuji dengan uji alkanalis. Komposisi asam lemak dalam bahan minyak biji sawit  dianalisis dengan GC-MS. Abu TKS direndam dalam metanol untuk mendapatkan senyawa kalium metoksida yang selanjutnya digunakan untuk transesterifikasi minyak biji sawit. Rasio persentase berat abu terhadap minyak pada reaksi transesterifikasi tersebut divariasi kemudian persentase konversi biodiesel ditentukan dengan spektrometer 1H NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalium dalam abu TKS = 29,82 % b/b, dan kadar ion karbonat = 19,63 % b/b, sehingga konversi (% dimungkinkan kalium tersebut dalam bentuk karbonat. Konversi biodiesel meningkat dengan peningkatan persentase berat abu terhadap minyak. Kondisi optimum dicapai pada persentase berat abu terhadap minyak = 6 % b/b dengan diperoleh konversi biodiesel 69,67 %.   ABSTRACT The use of ash waste from empty palm fruit bunches (EFB as a source of base catalyst have been done in biodiesel synthesis from palm kernel oil. The potasium metal content was analyzed using AAS and carbonate ions content was measured by alkalinity test. The fatty acids composition of palm kernel oil were analyzed by GC-MS. The ash was immersed in the methanol to form potassium methoxide, and then used in transesterification of palm kernel oil. Weigth of ratio of ash to oil was varied and then the biodiesel conversion was determined by 1H NMR spectrometer. The results showed that potassium content in the ash was 29.82 wt %, and the carbonate ion content was 19.63 wt %, the potassium might be in carbonate form. The biodiesel conversion increased with increase of weight ratio of ash to oil. The optimum condition was reached at weight ratio of ash to oil = 6 wt

  3. PIROLISIS LIGNIN DARI LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT UNTUK PENGEMBANGAN SURFAKTAN DALAM PROSES ENHANCE OIL RECOVERY (EOR (Pyrolysis of Lignin From Waste of Palm Oil Industries for The Development of Surfactants for Enhance Oil Recovery (EOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Purwono

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Pirolisis dari lignin yang berasal dari limbah industri kelapa sawit dapat menghasilkan alkohol dan derivatif lainnyd yang dapat digunakan sehagai surfaktan. Prosedur penelitian proses pirolisis ini odalah sebagai berikut: I serabut atau tandan sisa pengolahon kelapa sawit yang sudah dikeringkan dimasukkan kedalam reaktor dengan berat tertentu dan dipanaskan sampai suhu yang diinginkan, 2 produk pirolisis yang keluar dari reoktor kemudian didinginkan sampoi mencapai suhu kamor, 3 hasil cair ditampung didalam gelas ukur dan hasil gasnya ditampung di suatu botol tertentu. Suhu paling baik yang dicapai adalah 4A0 "C untuk lignin yong berasal dari serabut dan 350'C untuk lignin yang berasal dari tandan kelapa sawit. Surfaktan yang dihasilkan sekitar j4 sampai 38% dari produk pirolisis. Pada penelitian ini kecepatan reaksi dianggap order satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfakton yang dihasilkan dapat membentuk emulsi dengan minyak menta.h. Hal ini menunjukkon bahwa surfaktan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan untuk proses EOR.   ABSTRACT Pyrolysis of lignin from waste of palm oil industries produces alcohol and its derivatives which can be sulfonated to become surfactant. The experimental procedures for the pyrolysis process were as follows: 1 dried palm oil husks at a certain weight were put into the pyrolysis reactor and heated up to a certain temperafure; 2 the product leaving the reactor was cooled down to room temperature; and 3 the liquid product was collected in a flask while the gas product was put into a big bottle. The best temperature obtained for producing liquid product was 400 oC for lignin from palm oil fruit fibers and 350 oC for lignin from palm oil fruit stems. The surfactant developed was in the range between 34 and 38% from the pyrolysis product. In this experiment, the reaction rate was assumed to be in first order. The result showed that the surfactant obtained from the experiment could form emulsion

  4. AKTIVITAS ENZIM KOMERSIAL, EKSTRAK KASAR ENZIM DARI VISCERA KEONG MAS (Pila polita, ABALON (Haliotis asinina, DAN BEKICOT (Achatina fulica UNTUK LISIS JARINGAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA KULTUR PROTOPLAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum

    2008-12-01

    Full Text Available Dalam usaha perbaikan kualitas bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan kultur protoplas dengan isolasi protoplas menggunakan enzim. Untuk mendapatkan sumber enzim yang ekonomis sebagai alternatif pengganti enzim komersial dan untuk mengetahui perbandingan konsentrasi enzim komersial yang optimum agar menghasilkan jumlah protoplas yang maksimum, dilakukan karakterisasi terhadap enzim dari berbagai sumber. Aktivitas ekstrak kasar enzim dari viscera bekicot (Achatina fulica tidak berbeda nyata dengan enzim komersial (P>0,05 dengan aktivitas sebesar 0,729 unit/mL; enzim komersial 0,354 unit/mL; ekstrak kasar enzim dari viscera keong mas (Pila polita 0,048 unit/mL; dan ekstrak kasar enzim dari viscera abalon (Haliotis asinina 0,014 unit/mL. Perbandingan enzim komersial yang optimum adalah 2:1 menghasilkan protoplas sebanyak 1,26 x 108 sel/mL; kemudian 1:2 dengan jumlah protoplas 1,22 x 108 sel/mL; perbandingan 1:1 menghasilkan protoplas sebanyak 8,36 x 107 sel/mL; perbandingan 0:1 menghasilkan protoplas sebanyak 6,33 x 107 sel/mL; dan perbandingan 1:0 menghasilkan protoplas sebanyak 9,55 x 106 sel/mL. Rumput laut asal Takalar memiliki protoplas dengan kepadatan tertinggi sebesar 3,7 x 108 sel/mL. Effort to improve the quality of seaweed seed Kappaphycus alvarezii has been done by protoplast culture with protoplast isolation using enzyme. To find out economical enzyme sources as alternatives to substitute the expensive commercial enzyme and to determine the optimum concentration ratio of commercial enzyme to produce maximum amount of protoplast, characterization was executed to several potential sources. Activity of crude extract enzyme from viscera of garden snail (Achatina fulica was not significantly different with commercial enzyme (P>0.05 it was 0.729 unit/mL, commercial enzyme 0.354 unit/mL activity; crude extract enzyme from viscera of golden snail (Pila polita 0.048 unit/mL activity and crude extract enzyme from viscera of abalone

  5. THE RELATIONSHIP OF THE GENERAL REACTION SCORE WITH THE NATURAL KILLER CELLS ACTIVITY AMONG WOMEN WITH AIRCRAFT NOISE EXPOSURE IN THE AREA OF ADI SOEMARMO AIRPORT SOLO (Hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Hartono

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Paparan bising pesawat udara dapat berisiko terhadap kesehatan. Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa paparan bising pesawat udara dapat menyebabkan gangguan pendengaran, hipertensi, penyakit jantung iskemik, ketergangguan (annoyance, gangguan tidur dan penurunan prestasi sekolah. Sedangkan efek terhadap perubahan pada sistem imun dan lahir cacat, bukti-bukti masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita yang terpapar bising pesawat udara di sekitar bandara Adi Sumarmo Solo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi masyarakat serta pemerintah daerah khususnya dalam upaya pencegahan terhadap dampak paparan bising pesawat udara. Rancangan penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil lokasi di Desa Dibal dan Gagak Sipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2008 sampai dengan bulan Juni 2009. Jumlah keseluruhan sampel 39, terbagi dalam 3 kelompok; kelompok 1 terpapar bising intensitas 92,29 dB (13 responden; kelompok 2 terpapar bising intensitas 71,79 dB (13 responden; kelompok 3 terpapar bising intensitas 52,17dB (13 responden. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Anova diikuti dengan Post Hoc Test metode LSD dilengkapi dengan Homogenous Subsets. Uji Anova menujukkan ada perbedaan yang signifikan antar kelompok terhadap general reaction score yang ditunjukkan dari nilai p=0,000. Uji Pearson Correlation menunjukkan ada hubungan yang negatif antara general reaction score dengan aktivitas sel NK (r = – 0,631; p < 0,05. ABSTRACT Exposure to noise constitutes a health risk. There is sufficient scientific evidence that aircraft noise exposure can induce hearing impairment, hypertension and ischemic heart disease, annoyance, sleep disturbance, and decreased school

  6. DESAIN MODEL SPESIFIKASI AKSES PENGGUNA DI LINGKUNGAN JARINGAN BERKECEPATAN RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Wardani

    2012-05-01

    Full Text Available The Internet has the potential to provide universal and easy access to the various types of information services on a single multi-service, but unreliable quality connection can sometime prevent access to the Internet altogether. There are many efforts have been started to resolve the Internet access problem. The main idea behind them is to provide a set of objective parameters that can be used to compare and negotiate in a network. Relatively little emphasis has been put on issues concerning end users, especially on the relationship of user perception and Quality of Service parameters.  In order to implement Quality of Service schemes successfully, users must be taken into account to establish users' subjective perceptions of Quality of Service.This paper is concerned to the study of mechanism of providing Quality of Service specification for Internet access in low-quality connection. We propose the conceptual model for the specification of user access and allow the users to specify their subjective preferences through the Quality of Service parameters. This model provides the alternative option for user access if resource availability in the system is limited. The user is given opportunity to define their access and determine the parameter for each application which they are chosen. The system will check the resource availability and then compare to the user preferences. In the case resource availability is lower than user preferences, the system can exchange to another option as determined by user requirements.

  7. Efisiensi Prototipe Turbin Savonius pada Kecepatan Angin Rendah

    OpenAIRE

    Melda Latif

    2013-01-01

    Wind energy can be transformed into electrical energy using wind turbine. Based on rotation axis, there are two types of wind turbine, namely turbine with horizontal axis and the one with vertical axis. Turbine with vertical axis has been known with various names that are Darrieus turbine, Savonius turbine and H turbine. This research designed and implemented a prototype of simple Savonius turbine for small scale wind speed. Resistor with resistance of 200 ohm and LED are used as the load. Ma...

  8. RESPONS IMUNITAS YANG RENDAH PADA TUBUH MANUSIA USIA LANJUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmah

    2006-06-01

    Full Text Available Low Immunity Response in the Elderly. Aging is related to a number of changes in the immunity function, mainly the reducing of Cell Mediated Immunity (CMI. The immunocompetence of elderly worsen with age including the rate of immune respons against infection. It means that older people have a high risk of getting diseases such as infection, cancer, cardiovascular, autoimmune disorder, or other chronic diseases. All of these diseases occured in elderly due tothe immunoglobulin production decrease. Thus, vaccination given to elderly often might not be effective against diseases. Older people who commonly suffer from a decrease of macro and micronutrients will have a low function and response of the immune system. Therefore, malnutrition cases in elderly should have early specific attention including consideration in given vaccination for preventing diseases. Infectious diseases mostly suffered by older people can be prevented or reduced through improving nutrition efforts because the immune system will be improved. If the immune function of the elderly can be improved, the individual quality of life increases and the health cost can be suppressed.

  9. PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL RENDAH LEMAK PADA PEMBUATAN KERIPIK SIMULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Damayanthi

    2012-02-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The objectives of this study are to determine the substitution level of defatted rice bran flour substituted to wheat flour, to know the impact of defatted rice bran flour substitution to physical,  chemical and organoleptic characteristics of simulated chips, and to compare defatted rice bran flour with whole rice bran flour as substituted raw material in making of simulated chips to physical, chemical, and organoleptic characteristics.  The substitution of defatted rice bran increased content of water, ash, protein and fiber, but fat, carbohydrate and energy decreased compare with control simulated chips (a = 0.05.  Organoleptic test of simulated chips with some levels of defatted rice bran flour substitution showed that acceptance of panelist  to color has mode ranged from not like to like; mode of aroma ranged from neutral to like; and both of taste and crispiness has mode ranged from not like to like.  Percentage of panelist that accepted simulated chips color in some level of defatted rice bran flour substitution ranged from 20% to 96.7%, aroma 76.7% to 90%, taste 50% to 100% and crispiness 53.3% to 100%.  The substitution of defatted rice bran flour will decrease acceptance of panelist to color, aroma, taste and crispiness (a = 0,05.  Simulated chips substituted by defatted rice bran flour and whole rice bran flour shows that the content of water, ashes, carbohydrate, energy, insoluble dietary fiber and total dietary fiber of simulated chips were not significantly difference (a = 0.05, but there was a significantly difference for fat and soluble dietary fiber. The organoleptic test showed that the color, aroma and taste of simulated chips were not significantly difference, but there was a significantly difference for crispiness (a = 0,05.   Keywords: defatted rice bran flour, whole rice bran flour, simulated chips

  10. Generator Magnet Permanen Sebagai Pembangkit Listrik Putaran Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Prasetijo

    2012-02-01

    Full Text Available Development renewable energy as electrical energy need to be followed by provision of low speed generator, especially for small-scale use of alternative energy. This study discusses the design of low speed synchronous generator using permanent magnets for producing magnetic flux in the rotor. Stator coils are designed so that on the rotation of 500 rpm generator can produce 5 watts output power at 3 phase voltage 12 Vac.

  11. Perancangan Penguat Awal Menggunakan Tabung Hampa Pada Aras Tegangan Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Matias H.W. Budhiantho

    2015-03-01

    Full Text Available Vacuum tube amplifiers have been known as softly-cliping audio amplifiers, as opposed to solid-state based amplifiers which exhibit hard-cliping properties. However, vacuum tubes are operated in high voltage level. Meanwhile, in order to work in low voltage level, a vacuum tube amplifier must employ step down transformers that leads to complexity. This study aims to make use of vacuum tubes in a pre-amplifier working on 12 VDC level. First, several measurements were done to obtain graphics of characteristic of triode 12AT7 in low voltage level. Common-cathode topology was cascaded with a common-anode topology to realize such amplifier. The results show that the preamplifier has an input impedance of 1.11 MΩ, output impedance of 3.5 kΩ for the right channel and 3.2 kΩ for the left channel. Maximum Total Harmonic Distortion of 1.7% occurs on frequency of 4 kHz. Voltage gains of 20.08 dB and 20 dB were obtained for the right and left channels, respectively. This pre-amplifier also shows sensitivity of 212 mVrms, maximum output level of 2 Vrms, and relatively flat frequency response within 60 Hz–20 kHz with ripple of ± 0.5dB. This pre-amplifier can be alternatively used in two modes, namely linear mode and distorted mode.

  12. PENYAKIT PERIODONTAL DAN BAYI PREMATUR BERBERAT BADAN LAHIR RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saidina Hamzah Daliemunthe

    2015-08-01

    Full Text Available Periodontal disease is one of the risk factors for certain systemic conditions. Retrospective and prospective studies showed that pregnant women with periodontitis have significantly higher risk to deliver preterm low birth weight infants (gestation period < 37 weeks and birth weight < 2500 grams, and the risk increase as the periodontitis progressed during pregnancy. Periodontal disease could mediate this systemic effect through the action of periodontal pathogens and lipopolysaccharide increasing the production of prostaglandin and cytokine (physiologic mediators in parturition which will trigger the delivery of preterm low birth weight among women with periodontitis. It is concluded that periodontal disease is an independent risk factor for preterm low birth weight, and inclusion of oral prophylaxis procedure during pregnancy should be considered.

  13. Efisiensi Prototipe Turbin Savonius pada Kecepatan Angin Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melda Latif

    2013-04-01

    Full Text Available Wind energy can be transformed into electrical energy using wind turbine. Based on rotation axis, there are two types of wind turbine, namely turbine with horizontal axis and the one with vertical axis. Turbine with vertical axis has been known with various names that are Darrieus turbine, Savonius turbine and H turbine. This research designed and implemented a prototype of simple Savonius turbine for small scale wind speed. Resistor with resistance of 200 ohm and LED are used as the load. Material of the prototype is alumunium plate, which is light and easy to find. The experiment was conducted at the beach. Permanent magnet synchronous generator was chosen for generating equipment. Voltage resulted by the generator increased as the wind speed increased. The prototype began rotating at wind speed 2.4 m/s. Average efficiency for Y and D connected load are 4.8% and 14.5% respectively.

  14. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK USIA 6- 11 TAHUN DI PUSKESMAS CENDRAWASIH

    OpenAIRE

    Pertiwisari, Amanah

    2012-01-01

    Skripsi alumni Fak. Kedokteran Gigi thn. 2011 Latar Belakang:Kesadaran anak dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya tentu masih sangat rendah, dimana faktor peran orangtua merupakan hal yang dominan. Angular cheilitis merupakan lesi yang ditandai dengan keretakan atau fisur pada sudut mulut dan sering diderita oleh anak-anak.Angular cheilitis sering terjadi pada anak dikarenakan kekurangan gizi dan akan sangat mengganggu aktivitas belajar anak ...

  15. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN II DI SMKN 9 SEMARANG TAHUN AJARAN 2014-2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indri Giriyanti

    2015-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dua hal. Pertama, Ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar siswa kelas X AP II di SMK N 9 Semarang tahun ajaran 2014-2015 setelah penerapan metode pembelajaran mind mapping. Kedua, ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa kelas X AP II di SMK N 9 Semarang tahun ajaran 2014-2015 setelah penerapan metode pembelajaran mind mapping. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran II di SMK Negeri 9 Semarang yang terdiri dari 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi dan tes. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan rata-rata keaktifan siswa sebesar 63,50% yang tergolong dalam kategori aktif, sedangkan rata – rata hasil belajar siswa mencapai 7,23 dengan ketuntasan klasikal 58,06%. Untuk hasil penelitian siklus II menunjukkan rata-rata keaktifan siswa sebesar 75,9% dengan kategori aktif. Sedangkan untuk hasil belajar didapati rata-rata 7,64 dengan ketuntasan klasikal sebesar 77,42%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran. Saran yang diberikan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas adalah dengan cara siswa diminta lebih sering mengajukan pertanyaan dan sanggahan pada saat presentasi kelompok berlangsung. The aim of research is to discover two things. First, the increase of learning activity of student X AP II in SMK N 9 Semarang year of study 2014-2015 after implementation of mind mapping learning method. Second, the increase of study result of student X AP II in SMK N 9 Semarang year of study 2014-2015 after implementation of mind mapping learning method. The subject of this research are student of 10th Office Administration II in SMK Negeri 9 Semarang which consist of 31 student. The data collection method in

  16. PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI SILIKA GEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2014-12-01

    Full Text Available Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar, berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel. Abu sekam padi mengandung silika sebanyak 87%-97% berat kering. Sintesis silika gel dari abu sekam padi dilakukan dengan mereaksikan abu sekam padi menggunakan larutan NaOH 1N pada suhu 800C selama 1 jam dan dilanjutkan dengan penambahan larutan asam hingga pH=7. Gel yang dihasilkan selanjutnya didiamkan selama 18 jam kemudian dikeringkan pada suhu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 800C hingga beratnya konstan. Hasil percobaan diperoleh bahwa silika gel dengan penambahan CH3COOH menghasilkan yield yang lebih besar dibandingkan penambahan HCl. Berdasarkan analisis FT-IR silika gel yang diperoleh memiliki gugus Si-O-Si dan gugus Si-OH. Silika gel dengan penambahan HCl memiliki surface area sebesar 65,558 m2/g, total pore volume 0,1935 cc/g, dan average pore size sebesar 59,0196 Å. Sedangkan silika gel dengan penambahan CH3COOH memiliki surface area sebesar 9,685 m2/g, total pore volume 0,02118 cc/g, dan average pore size sebesar 43,7357Å. Silika gel dengan penambahanCH3COOH memiliki kemampuan menyerap kelembaban udara yang lebih baik dibanding silika gel dengan penambahan HCl. Rice hull ash (RHA is one of the biggest source of silica, potential for sintesis silica gel. RHA contains silica as many as 87 % -97 %. Synthesis of silica gel from rice hull ash was done by reaction using NaOH solution at temperature 800C for 1 hour and followed by the addition of an acid solution until pH=7. The gel were rested with time aging 18 hour, and then dried using oven at temperature 800C until constant weigh. The results obtained that the silica gel with the addition of CH3COOH produce higher yields than the addition of HCl. Based on FT-IR analysis, silica gel has a group of silanol (Si-`OH and siloxan (Si-O-Si group. Silica gel with the addition of HCl has a surface area 65,558 m2/g, a total pore volume 0,1935 cc/g, and average pore size 59,0196 Å. While the silica gel with the addition of CH3COOH has a surface area 9.685 m2/g, a total pore volume 0,02118 cc/g, and average pore size 43,7357 Å. Silica gel with the addition of CH3COOHhas the ability to absorb humidity better than silica gel with the addition of HCl.

  17. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK, BIOLOGI, DAN SOSIAL DI DAERAH ENDEMIS DBD KOTA BANJAR TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arda Dinata

    2015-03-01

    ,8%, endemis sedang (20% dan 50%, endemis rendah (45,5%. Aktivitas PSN: endemis tinggi (61,2%, endemis sedang (95%, dan rendah (100%.

  18. Quality of Agricultural by Products Fermented by Trichoderma harzianum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available (Kualitas limbah produk pertanian yang difermentasi dengan trichoderma harzianum ABSTRAK. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi menggunakan Trichoderma harzianum terhadap kualitas limbah pertanian sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan non konvensional pada ternak unggas. Sekam padi, kulit pisang dan kulit nanas digunakan dalam penelitian ini dan difermentasi dengan T. harzianum selama 7 hari. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu 3 jenis limbah pertanian (sekam padi, kulit pisang dan kulit nanas dan 4 level T. harzianum ( 0, 4, 8 dan 12%. Setiap unit perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diamati yaitu kandungan bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Data yang dihimpun dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P<0.05 kualitas kulit nanas, kulit pisang dan sekam padi setelah difermentasi menggunakan T. harzianum. Kandungan protein kasar kulit nanas dan sekam padi lebih tinggi dibandingkan kulit pisang sedangkan kandungan serat kasarnya lebih rendah. Semakin meningkat level penggunaan T. harzianum pada fermentasi kulit nanas dan sekam padi maka semakin meningkat kandungan protein kasar dan semakin menurun kandungan serat kasarnya. Berbeda dengan kulit pisang, yang kualitasnya tidak nyata dipengaruhi oleh meningkatnya level T. harzianum. Disimpulkan bahwa T. harzianum dapat digunakan untuk memfermentasi limbah pertanian yang kaya kandungan serat untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasarnya. Kulit nanas dan sekam padi memiliki kualitas lebih tinggi setelah difermentasi menggunakan 12 % T. harzianum. Kulit pisang tidak disarankan untuk difermentasi menggunakan T. harzianum.

  19. DEKOLORISASI LIMBAH BATIK TULIS MENGGUNAKAN JAMUR INDIGENOUS HASIL ISOLASI PADA KONSENTRASI LIMBAH YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Stia Dewi

    2010-11-01

    Full Text Available Azo as batik dyes are textile dyes which difficult to degradate. Fungus as bioremidiation organism are choosed to decolorize the dyes because its transformation ability, it can degradate toxic dyes component. The aim of research are to explore the fungus from Sokaraja-Banyumas batik industrial dyestuff, to know potential indigenous species wich can degradate it, to know dyestuff consentration which is degradated. Result of research showed that the isolation process of indigenous fungi from batik dyestuff in District Sokaraja Banyumas produce 4 isolates that have the potential dekolorization, they are 3 isolates of the genus Fusarium, and 1 isolate of the genus Aspergillus. That indigenous fungus can be used to decolorize dyestuff batik the decolorize percentage 69.346% -82.421%.

  20. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  1. PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL SISTEM KOMBINASI ANAEROBIK-AEROBIK MENGGUNAKAN BIOFILM BAKTERI KONSORSIUM DARI LUMPUR LIMBAH TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa K. Sastrawidana

    2012-11-01

    Full Text Available The objective of this research are to assess the eficiency of biodegradation of textile dyes by using bacteriaconsortium biofim on combined anaerobic-aerobic system and also to asses the possibility for applicating this technologyin textile dyeing industry. Textile wastewater that used in this research are azo dyes total concentration 200 mg/L which isconsist of remazol yellow, remazol red, remazol black and remazol blue For anaerobik condition step, by using bacteriaconsortium selected from sludge of textile wastewater plant of Mama & Leon consist of Aeromonas sp ML6., Aeromonassp. ML14, Aeromonas sp. ML24, Pseudomonas sp. ML8 and Flavobacterium Sp ML20 whereas aerobic condition step,using bacteria consortium selected from Badung river sludge consist of Vibrio sp. and Plesiomonas sp. Both bacteriaconsortium is immobilized separatively on volcanous stone for 3 days in each reactor before used to treatment of synteticdyeswater (SDW. Further more, immobilized bacteria consortiom on volcanous stone is determined by four plate countmethod.The result ot this research showed the eficiency process in decreasing color, TDS, TSS, COD and BOD was96,94%,75,73%, 68,03%, 97,68% dan 94,60% respectively. So, wastewater treatment by using combined anaerobicaerobicsystem is potential to applied on wastewater treatment in textile industry.

  2. IDENTIFIKASI KERAGAMAN JENIS BAKTERI PADA PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN DENGAN LUMPUR AKTIF LIMBAH TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ritni Megasari

    2016-10-01

    Full Text Available The method of activated sludge is a wastewater treatment method that utilizes microbial growth processes are suspended.  One of the microbes that play a role in wastewater treatment systems with activated sludge are bacteria. The purpose of this research was to determine the effect of sampling time and the combination of retention time on levels of pH, BOD, TSS, H2S and turbidity effluent of beverage industry with waste activated sludge of tofu and identify the bacterial isolates obtained from the beverage industry wastewater treatment with activated sludge waste of tofu and to know the diversity of types of bacteria that play a role in it.  The diversity of bacteria identified in the beverage industry wastewater treatment by activated sludge are five types of Bacillus sp, Acinetobacter sp, Staphylococcos sp, Cardiobacterium sp, and Mycoplasma sp.  These bacteria are most likely a bacterium that plays a role in the degradation of the beverage industry wastewater. Activated sludge method, it is also able to improve water quality, especially for TSS parameter (<200 mg/l and H2S (<0.05 mg/l.  Sampling time in the morning better than afternoon in the improvement of water quality parameters; for the retention time of 8 hours of sample treatment is better than 6 hours.  Thus, the retrieval time (morning, afternoon and the retention time of wastewater samples generate all test parameters better than the control.

  3. POLA HIDUP TIDAK TERATUR DAN AKTIVITAS FISIK BERLEBIH MENURUNKAN KEMAMPUAN AKTIVITAS SEKSUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Adams Pangkahila

    2015-01-01

    Full Text Available One important aspect that determines the quality of human life is sexual life. Therefore,  sexual activity to be one part in the assessment of the quality of human life. In everyday life, not infrequently encountered sexual problem in various communities, an estimated 322 million people both men and women experience sexual dysfunction worldwide. One of the factors that cause sexual dysfunction that is very important is lifestyle. Lifestyle that includes physical activity would interfere with organ function so that the body is not healthy and does not fit include decreased sexual fitness. Many studies have reported that the results of unhealthy lifestyle, especially diet and sleep patterns, can interfere with a person's sexual ability. In addition to lifestyle, excessive physical activity also decreases sexual function. But in contrast, a good control on lifestyle and physical activity will enhance the ability of sexual activity.

  4. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN KASA TERLAPISI TiO¬2/Ag AMORF, Ag, DAN KITOSAN/Ag TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DAN POSITIF (The Antibacterial Activity of Gauze Coated by Tio¬2/Ag Amorphous, Ag, and Chitosan/Ag Against Gram Negative and Positive Bacteria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Purnawan

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Pelapisan kain kasa dengan komposit TiO2/Ag amorf, kitosan/Ag, dan Ag telah dilakukan menggunakan metode dip coating dengan variasi urutan pelapisan. Komposit TiO2/Ag amorf disintesis dengan metode sol gel dalam pelarut etanol. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Kain kasa hasil pelapisan dikarakterisasi menggunakan XRD dan dilakukan uji antibakteri menggunakan metode optical density pada λ 600nm terhadap aktivitas bakteri Eschericia coli dan Stapylococcus aureus. Kain kasa dengan urutan pelapisan kitosan/Ag, komposit TiO2/Ag amorf, dan Ag memiliki daya antibakteri optimum. Daya antibakteri kain kasa terhadap E. coli sebesar 98, 66% setelah jam ke-24. Daya antibakteri tersebut lebih besar dibandingkan dengan daya antibakteri terhadap S. aureus yaitu 71,47% setelah jam ke-24.   ABSTRACT TiO2/Ag amorphous composite has been synthesized by sol gel method in ethanol. This composite  was characterized using FTIR and XRD. TiO2/Ag amorphous composite, chitosan/ Ag, and Ag coated in gauze using dip coating method with plating sequence variation. Coated gauze was characterized using XRD and antibacterial test was conducted by optical density at λ 600 nm against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results showed that coated gauze with the sequence was chitosan/Ag, TiO2/Ag amorphous composite, and Ag was optimum antibacterial power. The inhibition against Escherichia coli was greater than Staphylococcus aureus. The inhibition against Escherichia coli was 98.66% for 24 hours and against Staphylococcus aureus was 71.47% for 24 hours.

  5. Bone mineral density and accelerometer-determined habitual physical activity and inactivity in postmenopausal women [Kostní denzita a habituální pohybová aktivita a inaktivita u postmenopauzálních žen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ondřej Kapuš

    2011-09-01

    Full Text Available BACKGROUND: In postmenopausal women, physical activity appears to be important in preventing loss of bone mineral density (BMD and osteoporosis and thus contributes to the reduction of fracture risk. OBJECTIVE: This cross-sectional study aimed to investigate the differences in habitual physical activity, physical inactivity and meeting physical activity recommendations between women with normal femoral BMD and women with osteopenia. METHODS: Out of the ninety-two postmenopausal women analyzed in this study, 72.8% women had normal femoral BMD and 27.2% women were osteopenic. Their BMD and body composition were measured using Dual Energy X-ray Absorptiometry. The region of interest was the total proximal femur. Seven days of physical activity were objectively assessed by using the ActiGraph GT1M accelerometer. Daily activity and inactivity logs were used for the participants to self-record their times (minutes when the accelerometer was worn and follow activity and inactivity patterns. RESULTS: Women with normal BMD spent significantly more hours/day being active than women with osteopenia. On theother hand, women with osteopenia perform significantly more household-related PA. According to the physical inactivity analysis, women with osteopenia spent significantly more minutes/week while doing different mental activities (reading, doing crossword puzzles, etc. in a sitting position than women with normal BMD. CONCLUSIONS: In conclusion, the results of this study show the differences in physical activity and physical inactivity in women with different femoral BMD.[VÝCHODISKA: U postmenopauzálních žen je pohybová aktivita důležitá jako prevence úbytku kostní denzity a osteoporózy a přispívá tak ke snížování rizika zlomenin. CÍLE: Cílem této průřezové studie bylo zjištění, zda existují rozdíly v habituální pohybové aktivitě, pohybové inaktivitě a v plnění doporučení k pohybové aktivitě mezi ženami s norm

  6. Sifat Fisik Daging Domba yang Diberi Perlakuan Stimulasi Listrik Voltase Rendah dan Injeksi Kalsium Klorida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T. Suryati

    2004-12-01

    Full Text Available Effect of low voltage electrical stimulation (LVES; 45 volt, 3 amps for approx 100 sec and calcium chloride (CaCl2 injection on physical properties of meat were evaluated. Six mutton were devided into 3 groups. One carcass of each group was subjected to within 30 min postmortem (PM. After LVES, longissimi thoracis et lumbarum muscles were removed and treated: without CaCl2 injection, CaCl2 injection (200 mM, 5% w/w at about 2 h and 24 h PM. Samples were stored in vacuum pack at 1 ± 1o C. Physical properties evaluated were Warner–Bratzler (WB shear force, cooking loss and sarcomere length. The LVES had no significant effect on WB shear force, cooking loss and sarcomere length. There wasn’t interaction effect between LVES and CaCl2 injection on WB shear force, cooking loss and sarcomere length. CaCl2 injection decreased sarcomere length (P<0.01, therefore resulted in tougher meat with higher cooking loss.

  7. Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat di Hutan Hujan Dataran Rendah Desa Nyamplung Pulau Karimunjawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Abdullah

    2010-09-01

    Full Text Available The research aims to obtain information about the various of medicinal plantsspecies. from 17 species of wild plants were found, approximately 76.5% (13has been known to have the potential to be used as a medicine, namely jambumete, kecapi, gondang putih, laban, petai cina, jati, gerok ayam, lampeni, jemang,mangga, beruas, karet manis, and kopi anjing.Keywords: medicinal plant, lowland rain forest, Karimunjawa

  8. MEMBANGKITKAN KEMBALI GAIRAH PETAMBAK MELALUI BUDI DAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei DENGAN KEPADATAN RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Mansyur

    2007-12-01

    Full Text Available Perkembangan budi daya udang vannamei sudah menyebar di sentra-sentra budi daya udang seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan. Namun masih didominasi oleh petambak intensif yang bermodal besar, padahal jumlah petambak yang bermodal kecil mencapai 80%. Pada saat masih bangkitnya petani udang windu, produksi udang nasional umumnya berasal dari petambak yang bermodal kecil, sehingga berdampak nyata kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat petambak terutama di sentra-sentra produksi udang vannamei. Diharapkan dengan adanya dukungan penelitian, petambak bermodal kecil dapat bangkit dan bergairah kembali mengelola tambaknya demi peningkatan produksi, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan.

  9. PEMBUATAN LEMAK KAKAO RENDAH KALORI DENGAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL MELALUI REAKSI INTERESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lelya Hilda

    2016-02-01

    Full Text Available Cacao fat has long chain fatty acids was high mainly palmitic and stearic can be improved their character by adding of palm oil to obtain cocoa fat was low calories. The addition of coconut oil can be done only up to 20%, which is the ratio (90:10 and (80:20 cocoa fat and coconut oil with solid fat content of 5:53 and 4:58 with a melting point 33.6 ° C and 32.8oC (32oC-35oC melting point cacao fat. The process was be done by interesterification reaction produces cocoa fat that free of trans fatty acids . Keywords: long chain fatty acaid, low calory, solid fat content, melting point

  10. Trichogramma chilotraeae PARASITOID TELUR Helicoverpa armigera (Hubner PADA POPULASI INANG RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sujak

    2011-03-01

    Full Text Available Helicoverpa armigera Hubner is an insect pest of corn and cotton crops. Eggs are laid by  H. armigera imago on corn silk and cotton crops often have high mortality, mainly caused by egg parasitoid. H. armigera egg on various agroecosystem reported can  be parasited by at least 12 species of  Trichogrammatidae. The purpose of this study was to determine the diversity of  Trichogrammatidae family as  parasitoid eggs of  H. armigera on  low population. H. armigera egg sample taken from Asembagus, Lamongan and Blora at 1 m2 field  both monoculture and intercropping. Observation of parasitoids and predators  done at the Laboratory of Biological Control Balittas Malang. Parasitoid that appears preserved in the Hoyer medium for identification purposes. low population of  H. armigera Egg in Asembagus is  4 eggs/m2 in both monoculture maize and intercropping with 86-100 days after transplanting (DAT cotton and  4.5 egg/m2 on cotton monoculture and intercropping with 75  DAT soybean, while 2 eggs/m2 in the Lamongan and Blora corn agroecosystem. The dominant egg parasitoid in Asembagus is T. chilotraea, as well as in Lamongan and Blora.

  11. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Menggunakan Microwave : Penggunaan Katalis KOH dengan Konsentrasi Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gus Ali Nur Rohman

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian pembuatan methyl ester (biodiesel dari minyak kelapa dengan katalis KOH dengan bantuan gelombang mikro (microwave di latar belakangi oleh adanya krisis energi sehingga memerlukan metode baru untuk membuat renewable energy dalam hal ini adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari proses pembuatan biodiesel dengan metode radiasi microwave, pengaruh konsentrasi katalis KOH, pengaruh daya, waktu pemanasan yang digunakan terhadap yield dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Pembuatan methyl ester (biodiesel dari minyak kelapa dilakukan dengan perbandingan mol minyak : metanol = 1 : 9. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisa dengan uji viskositas, uji flash point, dan uji gas chromatography (GC. Yield optimum pada pembuatan methyl ester dari minyak kelapa dengan metode microwave-assisted transesterification untuk katalis KOH adalah konsentrasi 0,5% dengan daya 400 watt dan waktu reaksi 4 menit.

  12. Ibu hamil perokok pasif sebagai faktor risiko bayi berat lahir rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irnawati Irnawati

    2011-10-01

    Full Text Available Background: Low birth weigth babies (LBW are most likely a cause of the infant mortality and morbidity. Many factors causes LBW babies as maternal health, behavior during pregnancy, environmental  as well as fetal and placental factors. Negative behavior during pregnancy such as exposure of cigarette smoke can affect the body’s supply of oxygen from mother to fetus and placenta. Exposure to cigarette smoke may also reduce maternal folic acid level which causes disruption of fetal growth inside the womb. Objective: This study was aimed to fnd out the risk of low birth weight baby in the passive smoker pregnant woman. Method: The study used a case control design. The subject consisted of mothers who delivered at RSU dr. Zainoel Abidin in Banda Aceh municipality. The case group were mothers who delivered babies of less than 2,500 grams and the control group were those who delivered babies of 2,500 grams or more. Each group consisted of 105 mothers (1:1. Sample were taken using non probability with consecutive sampling method. Data analysis used univariable method with frequency distribution, bivariable with chi square and multivariable with logistic regression. Results: Passive smoker pregnant woman exposed the 1-10 cigarettes a day had risk 2,4 times greater of getting low birth weight baby (OR=2,42; 95%CI 1,24-4,71. Pregnant mother exposed to ≥11 cigarettes a day had the risk 3,1 times greates in having LBW infants than those not exposed (OR=3,1; 95%CI 1,50-6,70. Conclusion: Passive smoker of pregnant mother increased the risk of low birth weight babies.

  13. PENGETAHUAN WUS YANG RENDAH TERHADAP TOKSOPLASMOSIS DI KECAMATAN SETIABUDI DAN KECAMATAN MAMPANG KODYA JAKARTA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salma Ma'roef

    2016-09-01

    Full Text Available The risk ofToxoplasmosis gondii can cause abortion, it can result in death or mental disorderfor babies. A study has been conducted with cross sectional design. The analysis unit was used in womenin infertile period with age of 20-34 years old. It was done in two villages in South Jakarta in 2000. Data collected by performing interviews usingquestionnare conducted by health workers. Objective of thisresearch was toindentify  the characteristics of women in infertile period for the purpose ofToxoplasmosis counselings  model. The results of this study showed characteristics of women in infertile period withcomplete primary school education was (74.0%, those with married status (83.6%, and 16,4% for unmarried ones More than half of the respondents was Java tribe(  62.1 %, and rest of them come from Sunda tribe, out of Java, Betawi tribe and foreign (Indian nations. The majority (59.0% of therespondents was housewife and rest were( intrepreneurs, workers, teachers, and college. The averageexpenditure of the respondent family was underRp 750.000 per month(  34.1 %  Knowledge of toksoplasmosis was only understood by 18.1% .The sources of information was come fromwaching  TV66.9 %  , listening of the radio( 27,0 % and reading ( 6.1% . This research results is expected to use for developingtoksoplasmosis prevention counseling models for wedding preparation.

  14. Mutu Keju Putih Rendah Lemak Diproduksi Dengan Bahan Baku Susu Modifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    abubakar abubakar

    2016-06-01

    Full Text Available This research was conducted to investigate the quality of low-fat white cheese produced using raw material of modified milk. Five treatments applied were (A1 Using reduced fat (60% milk, (A2 Using emulsion of corn oil in skim milk (replacing milk fat with corn oil, (A3 Using emulsion of corn oil in skim milk and addition of whey protein concentrate (replacing milk fat with corn oil and the addition of whey protein concentrate=WPC, (A4 Using skim milk and water emulsion oil in water, and (A5 replacing milk fat with corn oil and the addition of probiotic (Lactobacillus casei. Each treatment was replicated three times. The selected that skim milk in corn oil emulsion with the addition of probiotics, the results showed had cheese quality characteristics as follow: yield 12.94±0.16%, hardnes 48.07±10.12 g, softness 8.51±0.54 kg/s, moisture content 50.37±1.60%, ash content 7.38±1.75% (dry matter, fat content 41.06±6.07% (dry matter, protein content 37.85±3.25% (dry matter, phosphorus content 346.62±25.61 mg/100g (dry matter, calcium content 860.78±87.91 mg/100g (dry matter, white color, regular texture, not flavorfull, salty taste, soft texture, elastic, ordinary preference acceptance.

  15. Metode Pembuatan Sorgum Sosoh Rendah Tanin pada Pembuatan Nasi Sorgum (Sorghum Bicolor L Instan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwit Amrinola

    2015-06-01

    Full Text Available Sorghum is one of the non-rice commodities which have a relatively high content of nutrients, especially protein and carbohydrate. However, the nutritional value is to be down and relatively low due to the relatively high tannin content as an anti-nutrient. Fairly high tannin content in sorghum is also causing sorghum has unpleasant taste and slightly bitter or "Sepet". Therefore, it is necessary to reduce the content of tannins in sorghum that is expected to improve the quality of nutrition, especially the increase in protein and starch digestibility and palatability or the flavor of sorghum products. The purpose of this study is to obtain the best method to lower tannin content in the manufacture of low-tannin sorghum milling, which will be used in the manufacture of instant rice sorghum. This research was done in two stages, namely 1 the timing of the milling stage and 2 the development stage of a method of making low-tannin sorghum milling by comparing the content of tannin reduction method with the immersion process in alkaline solution (NaOH 0.3% and 0.3% Na2CO3 and distilled water with the method of reducing tannin content without immersion process. The results of this study indicate that the best milling time that can produce milled sorghum with good physical sorghum is five minutes and the best immersion treatment that can lower the optimum tannin content is by immersing in 0.3% Na2CO3 solution for 24 hours. This method can reduce up to 77.46% tannin content.

  16. POLA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI INDONESIA TAHUN 2010

    OpenAIRE

    Mochammad Setyo Pramono; Umi Muzakkiroh

    2012-01-01

    Background: Low Birth Weight (LBW) is still a public health problem in many countries because it is considered to be one of the causes of infant mortality. LBW can also seriously  affected the quality of future generations because it can slow the growth and development of children, and therefore contributes to a decrease of intelligence. Methods: This was a secondary data analysis, where data sources are result of Basic Health Research (Riskesdas) in 2010 with coverage of all provinces in Ind...

  17. ANALISIS KEROPOS PADA PENGELASAN LASER MIKRO KAPSUL TERAPI KANKER LAJU DOSIS RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DK Yoga

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu terapi pengobatan kanker adalah dengan menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam mikrokapsul untuk diimplan ke dalam jaringan tubuh pasien yang terkena kanker.  Mikrokapsul terbuat dari bahan Ti6Al4V ditutup menggunakan las laser. Pada saat pengelasan terjadi proses perubahan fase padat ke cair dan sebaliknya. Proses pendinginan dalam pengelasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keropos karena adanya gas yang terjebak pada saat pemadatan.  Waktu pencairan dan pemadatan pada pengelasan laser dipengaruhi oleh pulsa berkas laser dan aliran gas selubung .  Pada penelitian ini digunakan las laser Nd-YAG dengan bentuk pulsa trapezium pada frekuensi 5 Hz ,pada daya 300 W dan 400 W serta variasi aliran gas selubung 20,18,15 dan 12 l/min. Hasil pengelasan setelah dibelah dan diamati menggunakan mikroskop stereo ditemukan adanya lobang keropos pada sampel las dengan aliran gas 20 l/min dan efisiensi energy laser turun dengan penambahan panjang durasi pulsa laser pada fase pendinginan.  Untuk mencegah adanya keropos, pengelasan efektif menggunakan aliran gas 15 l/min.  Microcapsules containing radioisotope is one of methods used for cancer treatment. It is put in the microcapsule to be implanted to the body tissues of patient who is affected by cancer. The microcapsule was made of Ti6Al4V and sealed by using laser welding. A phase change from solid to liquid or vice versa occurred during the welding process. A fast cooling time in welding process can cause a loss of porosity due to a gas entrapment during solidification. The melting and solidification time of laser welding were affected by laser beam pulse and the flow of sealed gas. In this study, Nd-YAG laser was used in a shape of trapezium pulse. The study was carried out with a frequency, power and sealed gas flow of 5Hz, 300 and 400 W, and 20, 18, 15, 12 l/min, respectively. The welding product after splitting was further observed using a stereo microscope. The result revealed that a porous hole was found in welding samples in a gas flow of 20 l/min and a decrease of laser energy exist by the increasing of long duration laser pulses in cooling time. Laser welding process was also found to be effective in gas flow of 15 l/min.

  18. Studi Risiko Penggunaan Kayu Bakar Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa Made Widaryana

    2015-12-01

    Full Text Available ABSRACT Background : Low birth weight incidence in Central Java is still high (1.2 % compare to birth life. Faktor that may cause low birth weight intrinsic factors (i.e. mothers nutrition, anemia, etc., and extrinsic factors i.e. physical factor, chemist, and social economic. One of chemical  factor was carbon monoxide exposure from wood smoke. Fire wood consumption in Central Java is still high ( Rp.3.093, - per capita  compare to  gasoline consumption  (Rp.1.093/per capita and Liquid Petroleum Gas (Rp.43, - per capita. The main objective  of this research is to  measure the  risk of the using of  fire wood to low birth weight incidence. Methods :This research a case control study, that used 84 low birth weight infant for case, compare to 84 non low birth weight infant  for control and infant mothers as respondents. Results :The research  show that the using of fire wood has OR=1.493  95%CI= 0.801-2.783, period time wood fuel before pregnant (in year result OR=1.118;95%CI = 0.581-2.151, exposure duration  before pregnant (hours/day has OR=1.402 ;95% CI= 0.761-2.582, exposure duration in pregnant (in trimester has OR=1.538;95%CI=  0.837 – 2.826, exposure duration in pregnant (hours/day result OR=1.471 ;95% CI=0.799-2.708. Conclusion : There is no significant influence of the using of fire wood to low birth weight in Semarang District. Supposed for another researchers, to research in stage II (ambient and stage III (biomarker, because this research is only in stage I (sources and stage IV (impact. Key Words : Fire woodl, Low Birth Weight, Semarang  District, 2002

  19. IDIOTIPE KOPI ARABIKA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN PADA LINGKUNGAN DATARAN RENDAH DAN MENENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Alnopri

    2011-09-01

    Full Text Available Coffee is the second priority and is nationally leading commodity aimed to increase export  as well as  to improve added values of national production in order to gain high compatibility in the international level. The development of coffee plantation in Indonesia focuses on the increased proportion of arabica coffee. The technology offered is to establish the superior characteristics of robusta coffee (lowland habitats and that of arabica coffee (highland habitats into a single crop named robbica cofffee. The idiotype of arabica crops has not been studied at the low and moderate altitude of land.            The study uses a randomized block design arranged at a split-plot, where two altitude act as the main-plot (10 m and 500 m above sea level and ten genotypes of arabica coffee as the sub-plot (five genotypes of arabica and five genotypes of robbica, with three replicates and four crops for each experimental unit. The sample crops are located  at the centre of the plot (two crops for each experimental unit. Variables observed are plant height (cm, stem diameter (mm, are of a couple of leaf (cm2, weight of a couple of leaf (gram, the number of stomata, the level of leaf greeness, the content of leaf chlorophile (A and B, and nitrate reductase activity.            Result of variance analysis showed that genotypes significantly affect plant height, stem diameter, area of a couple of leaf, weight of a couple of leaf, and the number of stomata. The level of leaf greeness, and the number of chlorophile (A and B show insignificant responses genotypes. The study conclude that the idiotype of arabica coffee, i.e. that is having a combination of robusta and arabica performs better than pure arabica, the habitat of moderate altitude is more favourable than that lowland, and the cultivation of arabica at the moderate altitude requires a modification of enviroment by plantibg the shade plant from leguminosae family.

  20. Transmisi dan Refleksi Gelombang pada Pemecah Gelombang Ambang Rendah Ganda Tumpukan Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Surendro

    2015-10-01

    Full Text Available Protection of beaches for tourism development, protection planning in addition to aiming to keep the damage to the beach will also need to think about the authenticity and beauty of the beach area . Building protective beaches that can meet these objectives include low threshold breakwaters (submerged breakwater. Some of the excessuse of low threshold breakwaters are: 1. No disturbing beauty of the beach; 2. because construction is under water, then when the wave comes partially absorbed wave energy, will be partially reflected, and the rest will be transmitted; 3. can become breeding grounds for fish, because the construction is hollow. The disadvantages are: 1. requires a large stone with a large number, 2. in the assembly requires a supporting infrastructure such as transport  equipment, long bridge, lifting equipment etc, thus requiring a lot of cost. Based on that research conducted by the title of the transmission and reflection of waves on double sumerged breakwater. Methodology of research, conducted with with physical models, and then continued with theoretical studies in order to obtain the equation for calculating the coefficient of wave  transmission and wave reflection coefficient. The results showed that to calculate the magnitude of the coefficient of wave transmission and wave reflection coefficient can be approximated by the following equation: , .

  1. Indikasi mineralisasi epitermal emas bersulfi da rendah, di Wilayah Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdan Z. Abidin

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol2no1.20075Bonjol gold prospect, known as Old Dutch Gold mine, consists of several ore bodies (Malintang, Balimbing, Lubang Sempit, Lubang Belanda and Lubang Perak. The deposit hosts within the altered volcanic rocks known as Gunung Amas Formation of Early Miocene age (9.3 ± 0.4 - 11.9 ±1.0 Ma. This formation consists of various rock types such as rhyolitic tuff, volcanic breccia, dacitic tuffs and rhyolites. These rocks are moderate to strongly alter. Mineralogy of the deposit consists of gold and silver with minor pyrite, sphalerite and galena. Besides this, hematite, jarosite and manganese are also present as supergene minerals. Ore minerals are found within quartz veins ranging from few centimetres to tens of metres thick. The veins are characterized by crustiform, comb, vuggy, botroyidal, layering and bladed. Quartz is a dominant mineral as hydrothermal alteration in addition to illite, dickite, monmorillonite, kaolinite, chlorite, smectite, natrolite, nontronite, calcite, halloysite, palygorskite, muscovite, sepiolite, analcime, heulandite, clino-chlor, zircon, zoisite, laumontite, alunite, biotite and erionite. The presence of these secondary minerals could be classifi ed into prophylitic, argillic and advanced argillic types. Analytical result of gold–bearing quartz vein indicates higher content of gold (0.3% and silver (400 ppm. In contrast, the content of sulphide minerals (Cu, Pb, and Zn is very low (< 100 ppm. Combined geology, mineralogy, textures and alteration minerals, it is concluded that gold deposit in the area shows an indication of a low sulphidation epithermal type within Gunung Amas Formation.  

  2. STRATEGI MANAJEMEN RESIKO PETANI CABAI MERAH PADA LAHAN SAWAH DATARAN RENDAH DI JAWA JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saptana Saptana

    2011-08-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Red pepper farmers as the farm managers deal with risk management. Objectives of this study was to analysis farmers’ behavior in coping with risks and risks management strategy on red pepper farm management on lowland in Central Java. This study was carried out between February to March, 2009, in lowland areas in Kersana sub district, Brebes district; Karangnongko, Jogonalan, Manisrenggo, and Ngawen sub districts, Klaten district, and Teras sub district, Boyolali district, Central Java.   Decision to adopt dominant cropping pattern by including red pepper as high economic value commodity was an ex ante risk management strategy. Meanwhile, interactive risk management was carried out through over use of seeds and pesticides. If the farms failed and led to lower households’ incomes and farm sustainability, the farmers tended to employ other farm incomes, to draw savings, to sell some assets, and to borrow as the ex post risk strategy management. Implications of this study are: (i cropping patterns need to include red pepper to sustain and to improve farmers’ incomes; (ii application of hybrid red pepper varieties to cope with environmental pressure and pests’ attack; (iii farm practice technique should be locally specific based on red pepper varieties and agro ecology; (iv farm diversification and agriculture insurance could lessen production risk; and (v farmers’ group and contract farming will reduce marketing risks.

  3. Indikasi mineralisasi epitermal emas bersulfi da rendah, di Wilayah Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamdan Z. Abidin

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol2no1.20075Bonjol gold prospect, known as Old Dutch Gold mine, consists of several ore bodies (Malintang, Balimbing, Lubang Sempit, Lubang Belanda and Lubang Perak. The deposit hosts within the altered volcanic rocks known as Gunung Amas Formation of Early Miocene age (9.3 ± 0.4 - 11.9 ±1.0 Ma. This formation consists of various rock types such as rhyolitic tuff, volcanic breccia, dacitic tuffs and rhyolites. These rocks are moderate to strongly alter. Mineralogy of the deposit consists of gold and silver with minor pyrite, sphalerite and galena. Besides this, hematite, jarosite and manganese are also present as supergene minerals. Ore minerals are found within quartz veins ranging from few centimetres to tens of metres thick. The veins are characterized by crustiform, comb, vuggy, botroyidal, layering and bladed. Quartz is a dominant mineral as hydrothermal alteration in addition to illite, dickite, monmorillonite, kaolinite, chlorite, smectite, natrolite, nontronite, calcite, halloysite, palygorskite, muscovite, sepiolite, analcime, heulandite, clino-chlor, zircon, zoisite, laumontite, alunite, biotite and erionite. The presence of these secondary minerals could be classifi ed into prophylitic, argillic and advanced argillic types. Analytical result of gold–bearing quartz vein indicates higher content of gold (0.3% and silver (400 ppm. In contrast, the content of sulphide minerals (Cu, Pb, and Zn is very low (< 100 ppm. Combined geology, mineralogy, textures and alteration minerals, it is concluded that gold deposit in the area shows an indication of a low sulphidation epithermal type within Gunung Amas Formation.  

  4. Pertumbuhan cacing tanah Eisenia fetida sp. Pada kompos limbah fleshing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    2015-12-01

    Full Text Available The use of earthworm as a source of income and a means for managing organic solid waste such as fleshing waste has been widely applied. The aim of this research was to find the optimum ratio between fleshing waste and cow dung in the growing medium of Eisenia fetida sp. This research was conducted by growing the E. fetida sp. earthworm in the medium containing fleshing waste mixed with cow dung. The ratio of fleshing waste and cow dung was varied at 0:100; 10:90; 20:80; 30:70; 40:60; and 50:50. In addition, 2 parts of chopped stubbles per part of every sample was added as a carbon source. The prepared media were fermented for three weeks with EM4 as a starter, followed by incubation of the earthworm for six weeks. The weight and the number of earthworm were evaluated every two weeks. The optimum growth of earthworm was achieved at the 2nd week of incubation with 185.48% and 121.10% increase of weight and number of earthworm, respectively, at 40:60 ratio of fleshing waste and cow dung in the growing medium.

  5. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gani Haji

    2013-06-01

    Full Text Available Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS. Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research. Keywords: palm oil solid waste, pyrolysis, liquid smoke, chemical compound

  6. Pemanfaatan limbah fleshing kulit kambing untuk pembuatan kompos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2008-12-01

    Full Text Available The aim of this research was to create method for managing the environmental pollution caused by fleshing from leather tanning industry. Compos production was carried out by using the cooked fleshing and uncooked fleshing with variation of fleshing 85,60,45, and 30 % respectively mixed with 13.8% of chaff, 0.2% of brand, and 1% of lime and the rest was soil to gain 100% of compound. Protein bio-city as much as 50 ml/kg was used as a starter and it was added after having diluted and fermented for 48 hours. The compound was filled in the 10 I of plastic bucket and cured by lid on it. Every two days they were agitated and sprayed with water regarding to keep the humidity to be constant. The C/N ratio of the compos was analyzed chemically. The compos had been nature for about one month, and they were characterized by the change of the natural color into dark brown with soil smell, and the volume decreased would be 30% of the initial volume. The mean C/N ratio of compos from cooked fleshing was 14 which varied between 12.46-15.50. That value has a smaller range compared with the compos from uncooked fleshing, the mean value of which was 11, with the variation of C/N ratio of that was bigger 7.07-16.24.

  7. Pembuatan gas methane dari limbah padat penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    1996-12-01

    Full Text Available Leather tanning industry is one of the industry which potentially causes environmental problem. For processing, a lot of water and chemical are used, generates a lot of liquid waste, which are powerful pollution in water an in soil. There will also be animal residues from such operation as cleaning, fleshing, splitting and trimming. Each of these generates solid waste which must be disposed. It is a big problem for handling the solid waste because of their volume and highly odours when they decompose in their solid form. Untanned solid waste and liquid waste generated in the tanning process have a high organic content (protein and fats and their humidity …. are such that they are readily degradated by methane fermentation.

  8. Model untuk Persoalan Lokasi-Routing Limbah Berbahaya

    OpenAIRE

    Surbakti, Hermida Yani

    2015-01-01

    Increased development in all fields, particularly in the construction industry, will result in increasing the amount of waste generated, including hazardous and toxic wastes which can degrade the quality of the environment and harm to human health and thus require special management. In the hazardous waste management involves collection, transportation, treatment and disposal of the hazardous waste. The model presented in solving the problem of hazardous waste location-routing ...

  9. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LABORATORIUM DENGAN BERBAGAI WAKTU RETENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Rhofiah

    2016-05-01

    Full Text Available According to the Indonesian Government Regulation Number 85 Year 1999 about  the processing of B3 waste, the laboratorys waste water classified to B3 (Bahan Berbahaya Beracun. Based on this, then conducted laboratory research on wastewater treatment using chemical processes, biology and physics with a variation of time are 5 hours, 10 hours and 15 hours. Test parameters studied were  Iron (Fe and Mangan (Mn. The Goal of this study was to determine the effectiveness of the decrease in the concentration of iron (Fe and Mangan (Mn using a combination of processing by the processing chemistry, biology and physics with a variation of residence time is 5 hours, 10 hours and 15 hours. Based on initial test data, the initial concentration is known to Iron (Fe is 46.4 mg / l while the initial concentrations of manganese (Mn is 3,91 mg / l, where the concentration exceeds the ambien. From the results revealed that the decrease in Fe content of the most effective outcome of the time of 15 hours is able to reduce up to 99,78% Fe with a concentration of 0,1 mg / l, while the decrease in Mn content of the most effective results on the time of 15 hours, able to reduce up to 86,70% Mn with a concentration of 0,52 mg / l.

  10. Pemanfaatan limbah kopolimer ethyene vinyl acetateuntuk komposit karet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wahini Nurhajati

    2008-12-01

    Full Text Available A new composite of natural rubber blend with ethylene vinyl acetate (EVA waste obtained from footwear industry hase been made. EVA waste from footwear industry is crosslinked materials which is able to be used as a filler in composite rubber. Potency of EVA waste in the form of powder from the footwear industry in Indonesia is more than 50kg/day, while in the form of solid is about 75,000 ton/ year and is hasn’t yet utilized. The aim of this research is to study influence of EVA waste on the physical properties of natural rubber composite filled with EVA waste. Natural rubber, EVA waste, and addives were mixed by a two-roll mills machine. The amounts of EVA waste were varied from 0 to 100 phr with range of 20 phr. The results of physical properties test showed that the maximum addition of EVA waste, which performed highest tensile strength, and tear resistance was found for 60 phr, and which contributed to an increase in higher elongation at break, hardness, 50% permanent set, and density was found for 100 phr. The addition of EVA waste resulted in a reduction of the abrasion resistance. All of the resulted composites there were no crack detected on the flex cracking test at 150 kcs.

  11. DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR NANAS OLEH BAKTERI INDIGENAgus Sutanto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    2011-04-01

    Full Text Available Pineapple Liquid Waste has high organic material and still unfulfilled required quality standard. Processing occurred at the waste processing installation with pond system (Lagoon required a wide space and keep long time so that less efficient. Based on this problem, it needs an environmentally sound waste management by utilizing bioprocess technology using indigenous bacteria’s ability in degrading organic pollutant called Bioremediation. The objective of this research was to get isolated indigenous bacteria, enables to decrease organic material. It was divided into four stages. First, performed characteristic observation of isolated bacteria that potentially decrease organic material, secondly decomposition capability test in vitro, and thirdly scale bioremediation test pilot plan, fourthly bioremediation test in ex situ at the microbiology laboratory of Malang State University. Data were analyzed by Varian analysis to test the presence or absence of differences and regression test to analyze the link between variables. First phase result: 15 isolated indigenous bacteria.. Potential consortia bacteria consisting of more effective 4 species, indicated by 4 consortia bacteria decreased BOD in 6 days. Starter bacteria with a consortia K1’s combination (ABCD, Volume: 5% (v/v and 6 days were the most effective incubation time in decreasing BOD. Second phase result: 1 A significant link among the number of bacteria, a. Bacillus cereus, b. Acinetobacter baumanni, c.Bacillus subtilis, d. Pseudomonas pseudomallei and not abcd against organic material with contribution of 72,7% and negatively correlated, 2 Media treatment and incubation time gave distinctive outcome against organic material, 3 there was a link between organic material organic acid concentration decrease would decrease BOD at scale bioremediation test Pilot plan, and ex situ scale. Threshold BOD achievement limit value on 10th day (75 quality standard: 75. In accordance with ministry decree LH No. 05 year 2007 industrial wastewater quality standard, suggested to industry to use this study in processing its waste.

  12. Kajian penerapan bioteknologi pengolahan kulit untuk mengurangi limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract In its wider scope, biotechnology has been used in the tanning industry for several years, since the inception of enzyme utilization. Enzyme in leather processing can be successfully applied at the several stage of processes. At the soaking, enzyme was able to decrease soaking time from 7 hours to 4 hours for salted raw stock and from 24 hours to 10 hours for dried raw stock. At the liming and unhairing processes, however enzyme can be recover a good quality of hair with a good saleable value, recution of sodium sulfide to minimize the waste, the quality of tanned leather will increase, by using 3 % of the enzyme concentration moreover the tensile strength increased from 138,35 kg/cm2 to 209.50 kg/ cm2,while elongation at break degrease from 69.91% to 62.54%. at the bating process, the proteolitic enzyme was the only one substance and it can’t be substituted by other chemicals. At the degreasing process, the use of lipase enzyme will improve the quality of waste effluent, it was due to the application of fat solvent on contional method of tanning. The use 0.02% concentration of collagenase enzyme in vegetable tanning will increase the tanning’s substance absorption efficiency by 98%. Whereas at the waste treatment, the acidophilic fungi might absorb chromium that was liberated from the re-tanning process with 95% affectivity. Immobilized cells were also possible to be applied in effluent waste treatment of leather industry.

  13. Pemanfaatan kembali krom limbah shaving untuk penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2014-12-01

    Full Text Available This study aims to determine the extent of chrome in shaving waste that can be recovered and reused for tanning the leather and to reduce environmental pollution. Three kg of chrome shaving waste was hydrolyzed with NaOH by variation of 1, 2 and 3 % respectively in 10 liters of water, at temperature of 100oC for 1 hour. The results solution was then filtered to separate the chrome from the collagen protein . The filtered solids chrome was recovery by concentrated using sulfuric acid. The resulting chrome has Cr2O3 about 11 g/kg of chromium with utiluzation of 2 % NaOH. The recovered chrome was used for tanning goat skin with variation of 0, 30, 40, 50, 60, 70, and 100% respectively from total chrome used for tanning leather. Test result showed that the variation of 60 % met the standard of SNI 0253-2009: Upper leather footwear-goat. The use of recovered chrome reduce environmental pollution.

  14. KUALITAS AIR LIMBAH PABRIK KERTAS PT. BALI KERTAS MITRA JEMBRANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    l KETUT SUNDRA

    2015-05-01

    Full Text Available PT. Bali Paper Mitra Jembrana is a business unit engaged in manufacturing or recycling (recycle waste paper (cardboard into a thin paper which is known as rice paper wrap. This business has been operational since 2004 the paper every day to process anaverage of 13 tonnes of waste paper and produces an average of 10 tons/ day. The production requires 90 m3/day of ground water: 50 m3 for the cleaning cloth (shower system and 40 m3 for cooling boiler. Heating using coal with a volume of one ton/ day. Steam heat from the boiler used for drying paper. From this process, the 90 m3 of ground water pruducted 60 m3/ day wastewater into lagoon. Waste treatment system of PT. Paper Jembr ana is still a semi-permanent using 5 lagoon with a capacit y of 651 m3. The purpose of this study was to determine the factual quality of water in physical and chemical wastewater produced PT. Bali Paper Mitra Jembrana which will be used as a data base for monitoring and management for stake holder and government. The results show, at the end of the treatment there are 5 parameters which exceeds Waste Water Quality St and ard Class II (LH Decree No. 5 of 1995 such as BODS, COD, phenols, sulfide (H2S and lead (Pb, so it is not feasible discarded to the outside environment.

  15. ABU TEBU LIMBAH PABRIK GULA BATA EFISIEN ENERJI

    OpenAIRE

    V. Totok Noerwasito

    2004-01-01

    "Brick of sugar cane ash" is construction material of wall in the form of brick, which elementary materials are clay and sugar cane ash from sugar mill, molded with compacted. Dried without burned (non burning), earn used after have age 28 days. Production process is not depended at weather and easy to be adapted for to be designed architecture. Application "brick of sugar cane ash" is as partition wall or as bearing wall and patching brick, which can to be exposed at cheap house wall, luxuri...

  16. ABU TEBU LIMBAH PABRIK GULA BATA EFISIEN ENERJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. Totok Noerwasito

    2004-01-01

    Full Text Available "Brick of sugar cane ash" is construction material of wall in the form of brick, which elementary materials are clay and sugar cane ash from sugar mill, molded with compacted. Dried without burned (non burning, earn used after have age 28 days. Production process is not depended at weather and easy to be adapted for to be designed architecture. Application "brick of sugar cane ash" is as partition wall or as bearing wall and patching brick, which can to be exposed at cheap house wall, luxuriant house or at Complex of real estate. "Brick of sugar cane ash" having strength to minimize 50 kg/cm2, waterproof and earn production as according to requirement of designed architecture. "Brick of sugar cane ash" is construction material of energy efficient, environmental friendliness, having thermal properties which as according to tropical climate, and represent material of structure and non-structure. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan dinding berupa bata yang berbahan dasar tanah liat (clay dan abu tebu dari pabrik gula, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar (non bakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca dan mudah disesuaikan dengan disain arsitektural. Aplikasi "bata abu tebu" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi dan bata tempelan, yang dapat diekspos pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. "Bata abu tebu " mempunyai kuat tekan minimal 50 kg/cm2, tahan air dan dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan disain arsitektural "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan yang efisien energi, ramah lingkungan mempunyai thermal properties yang sesuai dengan iklim tropis lembab, dan merupakan bahan bangunan struktural maupun nonstruktural. Kata Kunci : Ekspos, dinding pemikul, efisien energi, thermal properies, material struktural.

  17. Penggunaan Biokompos dalam Bioremediasi Lahan Tercemar Limbah Minyak Bumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barokah Aliyanta

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas biokompos, rumput gajah dan kelompok mikroba yang efektif dalam bioremediasi lahan tercemar minyak bumi yang dilakukan dalam skala laboratorium, dan bahan tambahan yang digunakan urea sebagai sumber nitrogen. Pada penelitian ini dilakukan berdasarkan rasio C/N yaitu 15, 10, dan 5. Parameter uji yang dilakukan untuk mengetahui kondisi optimal yang dicapai pada remediasi terdiri atas pH, kadar air, kadar abu, dan kemampuan ikat air/water holding capacity (WHC. Hasilnya menunjukan degradasi TPH (Total Petroleum Hidrokarbon sebesar 91,15% dengan komposisi medium (100 g berat kering lumpur minyak bumi, 100 g berat kering biokompos, 9 g urea, rasio C/N = 5 menggunakan perlakuan dari kombinasi rumput gajah, mikroorganisme, urea dan biokompos selama 35 hari. Faktor lingkungan yang menghasilkan kondisi optimal ini dicapai pada remediasi diperoleh melalui kondisi awal pH 8,25; kadar air 49,97%; WHC 101,64%; dan kadar abu 63,76% dan kondisi akhir pH 6,25; kadar air 55,04%; kadar abu 73,39%; dan WHC 124,11%. Penambahan kompos dan urea dapat meningkatkan efisiensi degradasi TPH dan diperoleh hubungan positif antara jumlah penambahan kompos dan urea terhadap tingkat degradasi TPH. Kata kunci : biokompos, bioremediasi, degradasi, WHC, TPH

  18. Penurunan COD air limbah industri penyamakan kulit menggunakan reagen fenton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sholeh

    2013-06-01

    Full Text Available The aim of the experiment was to obtain optimum condition for COD reduction in tannery wastewater using fenton's reagent. The effects of different reaction parameters included ferrous concentration, hydrogen peroxide concentration, and the pH walue of solution were investigated. The optimum values were achieved at 0.2%, 120 ppm, and 4 for FeSO H O , and pH, 4, 2 2 respectively. The optimum condition still unable to fulfill the quality standard for COD of wastewater.

  19. Uji Kriteria Manajemen dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muji Siswati

    2017-07-01

    Full Text Available Sanitation infrastructure is one of the basic needs of society and has a strategic role in improving the health and welfare of the community. The Indonesian government has built centralized domestic waste water infrastructure in 13 cities until 2014. According to USAID (2006 and AusAID (2013, idle capacity and cost recovery in the centralized domestic waste water system is still a major problem. Therefore, it needs to be done assessment management criteria of centralized domestic waste water management. This research is done by three-stage, that is construction models of a relationship of interdependence between management criteria; assessment of model suitability that has been constructed using SEM method; and calculate the weight of each management criteria using ANP method. The management criteria used on this study consist of: performance management, technical, institutional, regulatory, financing, and public participation. The weight of each criteria using models that have been assessment for their suitability, are: performance management (75.37%, financing (8.83%, public participation (8.39%, technical (3.56%, regulatory (2.36% and institutional (1:49%. The global weight of sub criteria with most critical weight and should be a priority concern are sustainability (48.20%, public acceptance (14.90% 0, reliability (9.30%, willingness to pay (5.20%, and cost recovery (4.62%.

  20. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Padat Rumah Sakit Martha Friska Tahun 2010

    OpenAIRE

    Suharty, Nova Sri

    2011-01-01

    Hospital as one of the health service institutions that has job to support the effort of healing and recovery of patient and avoid the health impact due to the waste of hospital service. Thus, the operation of solid waste treatment should be adjusted to the Kepmenkes RI No. 124 /MENKES/SK/X/2004. The present study is a descriptive survey with the object includes the operation of solid waste treatment of Martha Friska Hospital Medan and 42 persons of cleaning service as the r...

  1. Biotransformasi Limbah Ikan Menjadi Bahan Pakan untuk Ruminansia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efka Aris Rimbawanto

    2012-04-01

    Full Text Available Biotransformation of fish waste as feed matter for ruminant ABSTRACT. Fish waste (head, viscera and tails which ensilage with saccharomyces sp and lactobacillus sp, had a high quality and protein content of about 53,18 ± 0,83% and a good aroma. An experiment have been conducted by experimental method with in sacco trial and in vivo trial. The treatment tested were 4 kind of protein source : (1 fish waste silages mixed with tapioca ; (2 fish waste silages mixed with rice bran ; (3 soy bean kernels and (4 fish meal. The in sacco trial was carried out on 3 fistulated cows, to study the rate of protein degradability in the rumen. The in vivo trial was carried out by Completely Randomized Design on 16 heads of fat tail rams. The variable measured were: rumen fermentation product (VFA and N-NH3; energy and protein digestibility; daily body weight gain of the rams. The experiment showed, that the source of protein use have no significantly effect upon VFA both on the VFA total and individual VFA (acetate, propionate and butyrate. The highest propionate reach by soya bean kernels (P < 0.01. Based on the all variables measured, it was indicated the silage of fish waste can be used to substituted of soya bean kernels or fish meal in the ration of sheep.

  2. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TATI BUDI KUSMIYARTI

    2015-09-01

    Full Text Available The Quality of Compost on Various Combinations of Organic Waste Raw Materials Evaluation of compost stability prior to its use is essential for the recycling of organic waste in agricultural soils. During composting, most of the biodegradable organic compound are broken down and a portion of the remaining organic material is converted into humic-like substances, with production of a chemically stabilized composted material. This experiment aimed to monitor the changes in physicochemical characteristics during composting of three kinds compost heap and to define parameters suitable for evaluating the stability of compost. The experiment were conducted from Mei to October 2011 and consisted of three treatments with six replicates for each treatment. Compost pile temperature,the pH, that reflected the initiation and stabilization of the compost, were measured during the composting process. The carbon organic material content, carbon and nitrogen content, the carbon to nitrogen ratio, organoleptic characteristics, and K2O, P2O5, Mg, Ca content were measured to evaluate the quality of the physicochemical properties of the compost. Compost toxicity level had evaluated using Germination Index. The result showed that the quality of compost from all treatments that were evaluated in this experiment meet the standard quality of SNI 2004.

  3. Daur ulang limbah shaving industri penyamakan kulit untuk kertas seni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2012-12-01

    Full Text Available ABSTRACT A research has been done on recycling of shavings waste for art paper. The aim of this research was to utilize shaving waste from tanning industry for making art paper in order not to pollute the environment, and to add raw materials to the manufacture of art paper. In this study the majority of shaving waste was used as a motif (20% and partly made ​of pulp (10% together with paper waste (newspaper. As the materials starch and resin adhesive (fox used was (1% that served as an adhesive. Dyes were used to the beauty of the appearance of art paper. There were two stages of the paper making, first made ​from waste paper pulp added with the waste shaving, then printing given motives shaving motive of waste too. Part of the sheet of paper were pressed (about half, and the other parts were not pressed. They were then tested on gramatur art paper, tear index, tensile index, and the fracture index. The test results showed that pressed art paper had -3 a tear index, tensile index and the fracture index (3.85; 0.59; 8.4 x 10 , and the impressed was -3 (3.57; 0.52; 6.9 x 10 respectively the art paper that used fox adhesive on the pressed (15,545; -1 -1 0,76; 3528 x 10 , and on impressed (16,366; 0,80; 3549 x 10 . The overall appearance of art paper results could still compete with the art of paper are the market.

  4. STUDI PENDAHULUAN OZONASI (KATALITIK DAN NON KATALITIK LIMBAH CAIR KARBOFURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enjarlis Enjarlis

    2012-02-01

    Full Text Available Karbofuran adalah insektisida yang banyak digunakan oleh petani padi di Indonesia. Di perairan karbofuran berpotensi membentuk organoklorida dengan klor atau turunan klor. Oleh sebab itu,   karbofuran  digunakan sebagai objek  penelitian untuk disisihkan dalam air dengan proses ozonasi. Proses ozonasi  mampu menguraikan organik kompleks menjadi sederhana dan  meningkatkan sifat biodegradable. Tujuan penelitian yaitu membandingkan  penyisihan karbofuran  dalam air dengan proses ozonasi non-katalitik dan katalitik menggunakan katalis karbon aktif. Ragam percobaan yaitu pH (2, 7, dan 9 pada  suhu kamar  selama  60 menit.  Analisis konsentrasi karbofuran  menggunakan kromatografi gas dan konsentrasi zat organik  sebagai Chemical Oxigen Deman (COD secara titrasi pada satiap10 menit selama 60 menit. Hasil percobaan memperlihatkan proses ozonasi katalitik dan non-katalitik terbaik  pada kondisi basa (pH 9  dengan penyisihan karbofuran 100 % dan COD turun dari 134 ppm menjadi 38 ppm untuk ozonasi katalitik, sedangkan pada ozonasi non-katalitik penyisihan  karbofuran  46,4 % dan  COD turun menjadi  70 ppm. Perubahan suhu dan pH selama proses baik ozonasi katalitik maupun non-katalitik  tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

  5. Upaya Peningkatan Sistem Pengelolaan Limbah Cair Terhadap Efektivitas Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estri Irawati

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Generally, hospital wastewater constitutes all matter from activity in hospital, that may contain microorganisme, poisonous  and radioactive material. The aim of this research was to analyze the efforts of management system improvement to the effectiveness of  wastewater treatment of Kariadi Hospital Semarang. Method: This research was an observational research with a cross sectional approach. Data was taken by three methods: observation in the area, interview, and also from the secondary data from hospital management. The data of wastewater quality was taken as a serial data from February until March 2007 for determining the quality after the program of management system improvement. A serial data of wastewater treatment waere taken  from January, March, May, August until December 2006 Result: The  result of this research  was focused to fulfill and improve the tools for effectiveness of management  and infrastructure, involving 20 kinds of jos.  In the fact,  only 60 % or 12 kinds of jobs can be well carried out. . The result of data analysis  proved  that the efforts of management system of  wastewater improvement could  be run effectively. Meanwhile the output of its investigation showed that  temperature parameter, PH, TSS, BOD, COD, NH3-N, phosfat and E-coli concentration is still under wastewater standard  stated by the government number 10, 2004. Conclusion: SWOT analytical describes that the organization favorable for  Installation of  tools  and sanition maintance in quadran II  and for  the position of stabilisation/rasionalisation to support the turn around strategy   Key words : The waste water treatment system management, Hospital

  6. ISOLASI OLIGOSAKARIDA MADU LOKAL DAN ANALISIS AKTIVITAS PREBIOTIKNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umul Karimah

    2012-11-01

    Full Text Available The objective of this study was to isolate oligosaccharides from local honey of Pulau Sumbawa and province of Kalimantan Timur and to analyze its prebiotic activity in vitro. Oligosaccharides were isolated with activated charcoal adsorption and ethanol treatment. Effectiveness of this method was evaluated by Thin Layer Chromatography and colorimetry. The isolates were then being a sample to prebiotic examination. Honey from Sumbawa forest has higher oligosaccharides content than honey from Kalimantan. Qualitative and quantitative assays showed that oligosaccharide isolation method was effective to concentrate the oligosaccharide with high degree of polymerization but ineffective for mono- and disaccharides removal. The highest percentages of hydrolysis of oligosaccharide from Sumbawa and Kalimantan by mimic gastric juice were 1.78% and 0.59 %. Whereas, the hydrolysis was higher with amylase, 11.87% for Sumbawa and 21.03% for Kalimantan honey oligosaccharides. Prebiotic activity was 0.32, and 0.09 for honey oligosaccharide from Sumbawa and Kalimantan respectively. Honey oligosaccharide from Sumbawa presented higher prebiotic activity than inulin as prebiotic reference (0.11. GC-MS chromatogram showed L. acidophilus cultured in media added with Sumbawa honey oligosaccharide produced lactic acid as the highest metabolite (48.01%.Key words: oligosaccharide, local honey, prebiotic activity

  7. Pengaruh Aktivitas Wisatawan Terhadap Keanekaragaman Tumbuhan Di Sulawesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regina Rosita Butarbutar

    2013-09-01

    Full Text Available Tourist arrival and its effects on the sustainability of biodiversity in Sulawesi is one of the interesting public issues discussed at this time. Object of the most visited by tourists are protected forest ecotourism. In a protected forest tour are endemic plant and animal species that must be protected and preserved in order to sustain their ecosystem.  Forest ecosystem suggests the dynamic interactions between plants, animals, and microorganisms and their abiotic environment working together as a functional unit.  Ecosystems will not sustain if they are imbalance.  However, thare are many human activities, especially tourist activities lead to major implications on biodiversity of natural vegetation in Sulawesi. This paper presents informations and data on vegetation biodiversity and information about tourist activities in maintaining vegetation biodiversity. There are 57 endemic plant species in Sulawesi are still maintained and preserved. Most are in Gorontalo about 16 species, in North Sulawesi about 13 species, in Southeast Sulawesi 10 species, in Central Sulawesi 9 species and in South Sulawesi, 9 species. Activities carried tourists in maintaining diversity of species include: planting trees, learning and research the endemic species of plants and animals, and collect solid wastes in the tourism areas. These activities suggest a positive impact on the sustainability of forest ecosystems and economic benefits for the local communities. Keyword :Tourist activities,  biodiversity, endemic species.

  8. AKTIVITAS ANTITUMOR DARI EKSOPOLISAKARIDA (EPS) Lactobacillus bulgaricus SECARAN IN VITRO

    OpenAIRE

    2007-01-01

    Nama eksopolisakarida (EPS) adalah nama umum untuk semua bentuk polisakarida bakteri yang ditemukan di luar dinding sel dan merupakan salah satu produk bioaktif yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Salah satu mikrooorganisme yang menghasilkan EPS adalah bakteri asam laknat, diantaranya Lactobacillus bulgaricus strain ropy yang diisolasi dari susu fermentasi secara in vitro. EPS yang telah diektrasksi dengan berbagai konsentrasi mmenggunakan sel tumor K-562 (sel leukemia) ( jumlah sel x 10 4)....

  9. AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR DAN DAYA AWETNYA TERHADAP BAKSO IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ita Zuraida

    2009-04-01

    Full Text Available The study were investigated antibacterial activity of liquid smoke from coconut shell and its applications of fishball at room temperature (27–280C and refrigeration temperature (4±10C. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC of liquid smokel against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus were determined using broth or agar dilution methods. Liquid smoke showed bactericidal effects with P. aeruginosa than S. aureus. MIC of liquid smoke was 0.40% against S. aureus and 0.22% against P. aeruginosa. Trial in fishball, showed that boiling in 2.5% liquid smoke and storage at 27–280C and 4±10C were inhibited the growth of total bacteria and increased shelflife 16 hours and 8 days than no treatment (based on SNI 01-3819-1995, respectively, and retarded the increased in pH and moisture content after storage. The results indicated that liquid smoke was an effective inhibitor of fishball spoilage

  10. ASPEK PSIKOSOSIAL, AKTIVITAS FISIK, DAN KONSUMSI MAKANAN LANSIA DI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusilanti .

    2012-02-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 This research attempts to analyze psychosocial aspect, physical activity, and food consumption of the elderly living in the community dwelling.  Research locations were chosen purposively in three POSBINDU (The Services Post for Elderly located at areal of Bogor City, namely: Kelurahan Budi Agung (represents city-high income society, Kelurahan Baranangsiang (city-moderate to low society, and Kelurahan Situ Gede (boundary between city to rural-low income society.  A simple random sampling was applied to select the subjects. One hundred ninety-seven (197 subjects aged range 60-85 years old (mean age 68.4 years were selected in those places and completed the survey between August 2004-July 2006. A cross –sectional design and one point approach was followed (Singarimbun & Effendi, 1995. A structured questionnaire was developed to collect data about psychological aspects (family and community support; health behavior; level of depression; life satisfaction, and food consumption limited to some nutrients essensial for elderly. For physical activity assessment, each subject rated his/her capacity involved in housekeeping. A descriptive, Chi Square, One Way ANOVA and Tuckey tests were applied to analyze the data.  The research results showed that there is no significance difference among elderly in three sites in terms of psychological aspect. However, there are significance differences in health behavior and physical activity. The worst health behavior and physical activity conditions were found among elderly in Kelurahan Situ Gede caused by the social-economic differences. In terms of food consumption aspects, the significance differences exist in intake of vitamin A, vitamin B, and calcium among the subjects.   Keywords: elderly, psychosocial, physical activity, food intake, community dwelling.

  11. Pengaruh Rasio Aktivitas Dan Rasio Leverage Terhadap Tingkat Profitabilitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Noormuliyaningsih

    2016-06-01

    Full Text Available The objectives of this research to analyze the influence of activity ratio (inventory turnover, fixed assets turnover, and total assets turnover and leverage ratio (debt ratio and debt to equity ratio to profitability level (return on assets and return on equity on food and beverage companies that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX.  Sample on this research consist of 14 (fourteen food and beverage companies that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX. The observation periods  are 3 (three years that start from 2012 until 2014. Multiple linear regression is a method that used to analyze data, and for testing the raised hypothesis with t test. The result of research conclude that debt ratio significantly affect the company’s profitability level (return on assets and return on equity with value of negative coefficient. Other variables such as inventory turnover, fixed assets turnover, and total assets turnover are not affect to profitability level (return on assets and return on equity. Influence of debt to equity ratio an profitability level can not be concluded in this research. Keywords: Activity Ratio, Inventory Turnover, Fixed Assets Turnover, Total Assets Turnover, Leverage Ratio, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, Profitability Level, Return On Assets, Return On Equity.

  12. PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Astrid

    2012-11-01

    Full Text Available AbstractThe current social problems are often related to the failure in building in our education process, more specifically teaching and learning process. Meanwhile, the basic concept of education is more than just transmitting knowledge to the learners but providing opportunities for the learners to build their character. Character education should be integrated into all subjects the students learn, including English as a Foreign Language (EFL. In setting up the objectives, it is important to provide students with learning activities and exercises which build character such as allowing students to understand the importance of respecting others or introducing responsibility. Such activities could be applied in all language learning activities. Accordingly, this paper tries to describe the integration of character education into language learning activities. Integrating character education into language activities should be started just from the initial process of designing curriculum.  Keywords: character building, langauge learning activities 

  13. KARAKTERISTIK, MOTIVASI DAN AKTIVITAS WISATAWAN ASIA DI KELURAHAN UBUD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Axel Christine Pratama

    2016-07-01

    Full Text Available The types of the data that are used in this research are primary and secondary data. All the datas are collected through an observation method, questionnaires, literature study and documentation. The sample is collected by non-random sampling method. Analysis technique that is used in this research is qualitative descriptive analysis. This research result showed that the Asia tourists who came to Ubud for the first time are 96 tourists and the repeater tourists are 9 (nine people. The characteristic of the tourists according to the age who came to Ubud the most is tourists between 26-36 years old and most of the gender are male. Most of the tourists are from China. According to the occupation, most of the tourists are student with bachelor degree, they got the information about Ubud from their friends and they came to Ubud with groups. Most of them are the first timer visitors and they came by car or bus and came to Bali by airplane. Mode of transportation which is used when the tourists are in Ubud mostly is rented vehicles and stay in Ubud for a day without the tour. The attraction they want to see in Ubud is the culture with the expenses around Rp 201.000-300.000 in a day. According to the tourists who came to Ubud, Ubud’s environment is very clean and safe, so they feel very satisfied and they definitely will come back again to Ubud. The motivation of the tourists who came to Ubud the most is the tourists with the pleasure motivation and the main activity they want to do is to visit Ubud market.

  14. Tinjauan Kritis Terhadap Teori Aktivitas dan Dilema Sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juneman Juneman

    2011-04-01

    Full Text Available Nowadays, there are developing theories in social psychology. Two of them are activity and social dilemma theory. Unfortunately, Indonesia has less expertise in specific theoretical social psychology. The article is purposed to give analysis for the two theories including its history, its development today, and also its research critical and prospect in the future. This description could help academics and practitioners to build and develop best theories (as well as practice in their own environment. Based on the critical analysis, it could be concluded that along with their advantages and limits, both activity and social dilemma theory are prospective in triggering researches especially in Indonesia, where there are not much research using those theories. 

  15. Aktivitas enzim lipase alkali dari bakteri dalam surfaktan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. Sri Pertiwi Rumiyati

    1999-07-01

    Full Text Available Activity and stability of alkaline lipase from bacteria (strain AS, KB and SP were studied in containing of surfactants at 0,05% and 0,10%. The survactanswere used in research, these were consisted of four anionic surfactants (cetyl trimethyl ammonium bromide, cetyl pyridium chloride, cetyl dimethyl ammonium bromide and there nonionic surfactants (Triton X – 100, tergitol, and nonidet P.40. Production of enzyme was produced in initial medium pH 7,5; incubation at 37oC for 48 h. These research showed that activity of alkaline lipase from strain A S-1; AS-2; KB-4; SP-2 and SP-13 was stable in containing of anionic surfactants and nonionic surfactants at 0,05% and alkaline lipase from KB-8 and SP-1 were showed decrease of activity (relatif activity < 80 %. Strain KB – 4 was prodused alkaline lipase which stable in containing of anionic surfactants, cationic surfactants and nonionic surfactants at 0,05% & 0,10%. It was had high activity (activity relatif 90-125%.

  16. KAJIAN AKTIVITAS EKONOMI BURUH ANGKUT PEREMPUAN DI PASAR BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Gede Meydianawathi

    2012-11-01

    Full Text Available Balinese women tends to enter the labor market in informal sector. One ofthe unique jobs of Balinese women in the informal sector, is to become laborershaul (carry women in Badung Market, as the biggest traditional market inDenpasar.This research is using survey and depth interview method. Data collected byobservations and interviews to 30 respondents using questionnaire. The resultsshown that based on the economic activity analysis of respondents, indicated thatthe highest average income of respondents is between Rp 175,000 - Rp 250,000per day, earn by a carry woman that has worked from 5 until over 15 years length.Furthermore, an outpouring of average working hours is above the normalworking hours (> 40 hours per week.The push factors that driving the respondent worked as a carry woman inBadung Market are due to the low level of income, do not have another job, wantto spend leisure time and want to make money themselves. Whereas, the pullfactors are due to follow the call of family or friends, higher labor income, andshort distance to the work place. As a recommendation, it is necessary to form anassociation that protect all the carry women workers at Badung Market, which isalso play a role in organizing, establishing a standard operation procedure, servicefees, which will create an equitable distribution of income among carry women atBadung Market.

  17. KONTRIBUSI WANITA DALAM AKTIVITAS EKONOMI DAN RUMAH TANGGA KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Eko Waluyo

    2015-01-01

    Full Text Available This study was conducted to discover the women contribution on the dynamics of village economic activities. It was a very interesting topic to discuss since most of women in the village have low educational background and always directed to be workers. The respondents of this project were 51 housemaids who were selected by employing purposive sampling technique. Subsequently, the data which consisted of variables in the form of individual characteristics, earnings, and working hours were analyzed using cross-tabulation. The results showed that the majority of women workers’ education is elementary school (47.1%, junior high school (37.3%, senior high school (7.8% and they were mostly less than 45 years old. In conclusion, women’s income had contributed well to meet the expectations of family economy with average wage was 350,000 rupiah per month for 8 work hours per day.

  18. Kecemasan Menghadapi Tes (Test Anxiety Dan Dampaknya Terhadap Aktivitas Belajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lina Revilla

    2009-12-01

    Full Text Available In education process, the objective of test given to the students is to find out the change of attitude and also new skill that achieve by the students after teaching and learning process. Many times, test in students’ mind is a problem that cause test anxiety. The anxiety theory differentiates between cognitive component which is known as worry component and emotional component or affective component, as two components of test anxiety. Cognitive component or worry component administers mind that comes with anxiety such as test failure, and the consequence of the test failure is potential to cause the anger of parents, drop out, and also embarrassed feeling. Whereas the emotional component or affective component describes the physiological reaction and emotion that appear when students face the test. It’s important to note that most of people feel the anxiety when they have to prove their productivity. Test anxiety that encountered by people will be influenced by their ability to finish the test. Some researches prove that test anxiety can influence academic productivity, self-esteem, related to students’ self-defense and the fear of negative valuation. Hence, to anticipate the negative effect that caused by test anxiety, it is important to held anxiety management and learning skill.

  19. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP BAKTERI S.aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiyah Kurniasih

    2009-05-01

    Full Text Available Chitosan is the N-deacetylated derivative of chitin. Chitosan is biodegradable, biocompatible and non-toxic. Chitosan is polycationic in acidic media and give antibacterial activity. In this paper, antibacterial activity of chitosan have been studied. Chitosan had been isolated from white shrimp. Antibacterial activity of chitosan solutions was examined against S. aureus The result showed that antimicrobial effect on S. aureus was strengthened as the choitosan concentrate decreased.

  20. AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP BAKTERI S.aureus

    OpenAIRE

    Mardiyah Kurniasih; Dwi Kartika

    2009-01-01

    Chitosan is the N-deacetylated derivative of chitin. Chitosan is biodegradable, biocompatible and non-toxic. Chitosan is polycationic in acidic media and give antibacterial activity. In this paper, antibacterial activity of chitosan have been studied. Chitosan had been isolated from white shrimp. Antibacterial activity of chitosan solutions was examined against S. aureus The result showed that antimicrobial effect on S. aureus was strengthened as the choitosan concentrate decreased.

  1. AKTIVITAS OLAHRAGA PADA MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maulidiyah Zulfa

    2017-02-01

    Full Text Available This study aims to determine the general picture of society, sports activities, open space and sporting potential that can be explored in the coastal Tegal. This study was descriptive qualitative research. Examination of the validity of data by source triangulation and triangulation techniques. Analysis of the data by means of data reduction, data display, and conclusion. The study states the majority of coastal communities Tegal are women amounted to 41 279 people with a high school education level, religion Islam, working in agriculture and the majority use the region as rice cultivation with an average air temperature 27,4ºc. Sports activities in coastal communities Tegal sequentially majority is football, badminton, volleyball, aerobics, table tennis, running and basketball time in the afternoon and held in the village square. Total runag open as many as 24 rooms. with as many as five broad categories cramped space and as many as 19 categories of space. Sporting potential that can be explored in coastal areas Tegal is beach soccer, beach volleyball, badminton, table tennis, and rowing. For that is expected for all elements of the central government Tegal to the village and the community should jointly take care of nature and open spaces, encouraging create sporting culture in the community so that people woke up healthy and develop the potential of the existing sports so that sports development will be better.

  2. AKTIVITAS ENZIM FITASE PADA PERKEMBANGAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Riyadina

    2012-09-01

    Full Text Available This is a study on the phytase enzyme activities on germination of Mung Beans (Phaseolus radiatus L. The activities and stability of phytase enzyme were observed under influence of various incubation temperature (27°C, 37°C and 55"C, and incubation time (1 hour, 2 hours and 3 hours of the Mung Beans (Phaseolus radiatus L in germinating for 1 to 5 days. The results showed that activities of phytase enzyme at the same temperature and incubation time are the same in Mung Beans seed germinating for 1 to 5 days. Phytase enzyme is one of the termostabile enzymes with optimal activities at high temperature.

  3. PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERIAL PADA TEMPE TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Affandi

    2012-11-01

    Full Text Available Tempe adalah bahan makanan yang sudah populer di Indonesia. Selain sumber zat gizi yang bernilai tinggi, tempe juga diduga mempunyai khasiat lain.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya hambat zat antibakterial dalam tempe terhadap beberapa jenis bakteri termasuk bakteri penyebab diare.Pada prinsipnya dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan ekstrak tempe terhadap pertumbuhan bakteri. Jenis bakteri penguji diambil dua jenis gram-positif dan empat jenis gram-negatif. Tempe sebagai sumber zat antibakterial, berupa tempe yang dibuat dengan menggunakan Rhizopus oligosporus dalam bentuk biakan murni, usar dan laru; dua jenis yang terakhir ini dibeli dari pedagang tempe. Pengukuran pertumbuhan bakteri dilakukan dengan menggunakan Spectronic-20, Bausch dan Lomb.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tempe yang dibuat dengan biakan murni terdapat zat antibakterial yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Dihasilkannya zat antibakterial tersebut pada proses fermentasi, sangat dipengaruhi oleh kemurnian jenis kapang dan media tempat pertumbuhan kapang.

  4. AKTIVITAS ANTIMIKOSIS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didi Rohadi

    2016-05-01

    Full Text Available Prevalence of Candidiasis is still in high level. Some antimycosis have been less effective so it needs to explore novel sources of antimycosis, one of candidate is the soursop leaves (Annona muricata L. The aims of this study to observe antimycosis activity of the ethanol extract of soursop leaves at concentration of 15 %, 30 %, and 60 % against Candida albicans ATCC 10231 with agar diffusion method . The results showed that all of the ethanol extract of soursop leaves have exhibited antimycosis activity which concentration-dependent.

  5. PENGATURAN POLA HIDUP DAN AKTIVITAS FISIK MENINGKATKAN UMUR HARAPAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alex Pangkahila

    2013-07-01

    Full Text Available Human life expectancy is very dependent on the process of aging, and the aging process is not nature but is caused by several factors including: excessive activity (Wear and Tear Theory, hormonal (Neuroendocrinology Theory, genetic (The Genetic Control Theory, and free radicals (The Free Radical Theory. Understanding of the nature that is not appropriate is believed by many community groups and even linked to problems that impede true religion in society. A true old age group the number is gradually increasing and this means increasing life expectancy. Actually, life expectancy can be scientifically programmed with faith. The development of science and technology so advanced in many fields, including health sciences and many other disciplines that support positive impact for the control of the aging process that increases a person's life expectancy. Pattern of life is very important role determining the aging process. This is evidenced by the report that 64% of deaths are caused by unhealthy lifestyles. Setting lifestyle that includes sleeping patterns, eating, working, break, and recreation, especially in determining the age of a person. Excess work or excess physical activity and lack of sleep will shorten the lifespan because penuaannya process occurs faster than their healthy life. This situation will reduce levels of some hormones and increases free radicals which will accelerate the aging process. Based on various research reports that turns the aging process can be slowed by setting lifestyle that consists of several elements of the lifestyle patterns such as sleep, work, eat, exercise and recreation. It is recommended that all people a healthy lifestyle as early as possible since the kids up for life.

  6. Isolasi Penghambat Aktivitas Enzim Pengubah Angiotensin Dari Protein Susu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amhar Abubakar

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT. Three kinds of samles (whey protein containing casenoglycopeptide, whey protein removed casenoglycopeptide and cheese whey powder digested with 7 kinds of proteases at 37 0C for 24 hr (trypsin, protenase-K, actinase-E, thermolysin, and papain or 25 0C (pepsin and chymotrypsin. Strong inhibotory activity against the angiotensin converting enzyime (ACE, EC 3.4.15.1 was generated in all samples by 5 proteases digestion (pepsin, chymotrypsin, protinase-K, thermolysin and papain. In whey protein removed caseinoglycopeptide digestion by thermolysin induced the highest activity (95,25%. In cheese whey powder, the highest activity was derived by thermolysin (98.25%. On the other hand, week ACE inhibitory activity were derived by trypsin and actinase-E digestion. As no remarkable differences in inhibitory activity were observed between whey protein containing casenoglycopeptide and whey protein removed casenoglycopeptide samples, the bioactive peptides are considered to come mainly not from casenoglycopeptide but from cheese whey powder components.

  7. OPTIMASI LINI PRODUKSI DENGAN VALUE STREAM MAPPING DAN VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosua Caesar Fernando

    2014-12-01

    Full Text Available Meminimalkan pemborosan dalam proses produksi adalah salah satu tujuan dari suatu perusahaan. Lean adalah metode yang dapat meminimalkan pemborosan dalam proses produksi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk meminimalkan limbah di PT. Bonindo Abadi adalah Value Stream Analysis Tools (VALSAT dan Value Stream Mapping (VSM. VSM digunakan untuk melihat kondisi peta keadaan pada perusahaan. Pengurangan pemborosan dilakukan dengan menggunakan salah satu alat dari VALSAT yaitu Process Activity Mapping (PAM. Jumlah non value added (NVA yang ditemukan dalam proses produksi PT. X adalah 90,17% diikuti oleh necessary but non value added (NNVA dengan jumlah 9,79% dan value added (VA sebesar 0,04%. Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan mengurangi jumlah waktu aktivitas NVA atau menghilangkannya.

  8. OPTIMASI LINI PRODUKSI DENGAN VALUE STREAM MAPPING DAN VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosua Caesar Fernando

    2014-12-01

    Full Text Available Meminimalkan pemborosan dalam proses produksi adalah salah satu tujuan dari suatu perusahaan. Lean adalah metode yang dapat meminimalkan pemborosan dalam proses produksi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk meminimalkan limbah di PT. Bonindo Abadi adalah Value Stream Analysis Tools (VALSAT dan Value Stream Mapping (VSM. VSM digunakan untuk melihat kondisi peta keadaan pada perusahaan. Pengurangan pemborosan dilakukan dengan menggunakan salah satu alat dari VALSAT yaitu Process Activity Mapping (PAM. Jumlah non value added (NVA yang ditemukan dalam proses produksi PT. X adalah 90,17% diikuti oleh necessary but non value added (NNVA dengan jumlah 9,79% dan value added (VA sebesar 0,04%. Usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan mengurangi jumlah waktu aktivitas NVA atau menghilangkannya.

  9. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA CHLORELLA SP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2014-02-01

    Full Text Available Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu refluks dengan larutan H 2 SO 2 M dan secara alkali hidrotermal menggunakan larutan NaOH 2M. Reaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 60 o 4 C dengan penambahan katalis padat sebanyak 5% selama 60 menit. Yield biodiesel yang diperoleh dari reaksi menggunakan katalis yang dipreparasi dengan larutan H 2 SO adalah 28,27% dengan densitas 0,684 g/ mL. Sedangkan reaksi dengan katalis yang dipreparasi secara alkali hidrotermal menghasilkan biodiesel sebanyak 23% dengan densitas 0,69 g/mL.

  10. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  11. PENUMBUHAN BIOFLOK DALAM MEDIA BUDIDAYA IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-04-01

    Full Text Available Bioflok merupakan agregat campuran heterogen mikroba yang diinisiasi oleh bakteri heterotrof dan memiliki nutrisi yang cukup baik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan oleh beberapa jenis ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi metode menumbuhkan bioflok dalam media budidaya ikan bandeng intensif. Penumbuhan bakteri heterotrof dilakukan dengan mempertahankan keseimbangan rasio Karbon/Nitrogen (C/N sebesar 10 dalam media budidaya. Sumber nitrogen berasal dari limbah 40 ekor ikan bandeng (bobot rata-rata 75 g/ekor yang dipelihara dalam bak fibre glass berisi air bersalinitas 25 ppt sebanyak 625 L. Ikan uji diberi pakan komersial dengan kadar protein 26%. Molase digunakan sebagai sumber Corganik. Perlakuan yang dicobakan adalah: (A tanpa inokulasi bakteri heterotrof (0 cfu/mL, (B inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 102 cfu/mL, (C inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 104 cfu/mL, dan (D inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL. Hasil percobaan selama masa 30 hari menunjukkan bahwa penambahan inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL cenderung lebih meningkatkan laju konversi limbah N menjadi bioflok dibandingkan jumlah inokulasi bakteri yang lebih rendah dan kontrol. Indikator utamanya dapat dilihat dari pola penurunan konsentrasi TAN dan peningkatan VSS. Penambahan inokulasi bakteri heterotrof (Bacillus sp. cenderung meningkatkan kandungan asam amino bioflok

  12. Pengaruh Musik Keroncong selama Pelaksanaan Kangaroo Mother Care terhadap Respons Fisiologis dan Lama Rawat Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Rahmawati

    2015-11-01

    (LBW infants. Some care interventions in neonatal intensive care unit, such as infant massage, KMC and listening to music have advantage for infant growth in form of physiological responses and reduce LBW infant-nursing length. This study aimed to determine advantage of keroncong music toward LBW infant’s response during KMC and nursing length. The study design was quasi experimental using pretest and posttest using control group design. Population was mothers and LBW infants implementing KMC. Samples were 60 infants taken by purposive sampling. Inclusion criteria determined for LBW infants were having weight 1,500 – 2,499 gram, without considering pregnancy age, having ability to suckle though still weak, not suffering breathing distress. Meanwhile, exclusion criteria were infants with congenital disorder, sepsis symptoms and infants during therapy photo. Statistical test used paired t-test, independent t-test with p value 0.05. In conclusion, keroncong music influences on decrease of pulse, respiration during KMC and length of infant nursing.

  13. Lingkungan Keluarga Anak-Anak Berprestasi Tinggi dan Anak-Anak Berprestasi Rendah di SMA Negeri Kabupaten Pidie Sigli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Daud

    2016-02-01

    Full Text Available This study describes the contribution of family environment to the achievement of students. Data were collected from the high achievers and low achievers of SMAN grade II student at Kabupaten Pidie Sigli. The result reveals that 5 sub-variables of family environment do not show significant contribution to the student's achievement, while 6 of them give significant contributions though they are not applicable, and 8 of them are significant and applicable.

  14. Evaluasi Metode Penman-Monteith dalam Menduga Laju Evapotranspirasi Standar (ET0 di Dataran Rendah Propinsi Lampung, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumiar Katarina Manik

    2012-10-01

    Full Text Available Evapotranspiration is an important factor in estimating crops water use and then irigation schedule. Direct measurement of evapotranspiration is difficult since it is influenced by many factors. Estimation methods are developed for estimating evapotranspiration rate from meteorological data. One method which is recommended by FAO is Penman-Monteith Method (P-M. To evaluate whether this method could be accurately used in Lampung a comparison had been conducted with evaporation measurement on two climate stations in Lampung, Branti and Masgar with data set from 2006-2008. The result for Branti showed that observation data was lower than P-M for ET > 4 mm and higher for ET <4; while for Masgar evaporation observation always higher than P-M. In general P-M was 1.09 times higher than observation in Branti and 0.89 lower in Masgar. Correlation coefficients between P-M and observation were low (r = 0.3 for Branti and r= 0.5 for Masgar. Two possible reasons for the disagrrement were first, there was an error in measuring water level on the evaporation pan, this showed by the fact that observed evaporation has low coefficient correlation with all meteorological data which have direct impact on evaporation (air temperature and humidity, wind speed and radiation; second, CROPWAT converted shunshine duration to be the radiation intensity with linear approach while field data showed that sunshine duration did not relate linearly with radiation intensity.

  15. KAJIAN TEKNOLOGI KESEHATAN ATAS PERBEDAAN EFEK ANALGESIA DARI ELEKTROAKUPUNKTUR DENGAN FREKUENSI RENDAH, KOMBINASI, DAN TINGGI, PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarif Sudirman

    2012-11-01

    Full Text Available Low back pain (LBP was an important public health problem which ranked second after upper respiratory infectionin adults. WHO has recommended acupuncture for pain treatment. However, there was a lack of study that show the optimal frequency of electroacupuncture for pain treatment. This study aimed to determine the optimal frequency of electroacupuncture for the treatment of low back pain. This study was a double blind randomized controlled trial. A sampleof 40 subjects was selected at random of all (60 patients visiting the acupuncture clinic at Puskesmas Sragen Kota from September to Desember 2007. The subjects consist of 10 control subjects (paracetamol, 10 electroacupuncture subjects with low frequency (2Hz, 10 subjects with combined frequency (20/50Hz, and 10 subjects with high frequency (100Hz. The electroacupuncture was administered for 7 times. Pain was measured twice, before and after the treatment, using of McGill Pain Questionnaire. The data was analyzed with F test (ANOVA and Post Hoc Test, which was run on SPSS v.15 program. Results of the study showed statistically significant different in the reduction of pain before and after the electroacupuncture treatment (F = 6.60; p = 0.001. There was a statistically significant different in pain reduction between control and low frequency (score difference -10.4; p = 0.032, control and combined frequency (score difference -1 2.1;p = 0.015, and control and high frequency as well (score difference -16.1; p = 0.004. Difference in the pain reduction was statistically non-significant between low and combined frequencies (score difference -1. 7; p = 0. 999, between combined and high frequencies (score difference -4.0; p = 0.928, between low and high frequencies as well (score difference -5. 7;p = 0. 726. This study concluded that the lowest frequency of electroacupuncture was the most optimal for pain reduction.Therefore, this study recommended the use of low frequency of 2 Hz for treating low back pain by electroacupuncture. Key words: low back pain, electroacupuncture, analgetic effect

  16. LATIHAN AEROBIK INTENSITAS SEDANG DENGAN DIET RENDAH KOLESTEROL LEBIH BAIK DALAM MEMPERBAIKI KOGNITIF DARIPADA INTENSITAS RINGAN PADA PENDERITA SINDROMA METABOLIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Ratmawati

    2013-11-01

    Full Text Available Metabolic syndrome is a group of risk factors causing atherosclerosis. The presence of cholesterol mikroemboli carotid plaque is considered as one of the mechanisms that can interfere with cognitive. Aerobic exercise is one of the interventions that can improve cognitive function. The purpose of this study was to determine the aerobic exercise of moderate intensity with more cholesterol diet improve cognitive rather than light intensity in patients with metabolic syndrome. The experimental research method to design randomized control trial of pre and post test design. Sample of 26 patients with metabolic syndrome. samples were divided into two groups. The first group was given exercise intensity light with a low cholesterol diet (n = 13 while the second group was given moderate intensity exercise with low-cholesterol diet (n = 13.Characteristics of study subjects with age range of 45-55 years old, with a body mass index 23-29 range. Data before and after the treatment with a light intensity aerobic low cholesterol diet obtained p> 0.05 normally, while the data before and after the treatment of moderate-intensity aerobic with low cholesterol diet p <0.05 distribution is not normal. Different test groups before and after treatment with a mild intensity aerobic low cholesterol diet using paired sample t-test test showed 0,001 (p <0,05. Different test before and after the treatment of moderate-intensity aerobic with low cholesterol diet results obtained using the Wilcoxon Sign Rank Test 0,001 (p <0,05. Different test groups after the treatment of mild and moderate intensity aerobics with low cholesterol diet results obtained using the Mann-Whitney U 0,005 (p <0.05 there is a significant difference between treatment groups with a light aerobic low-cholesterol diet with moderate intensity aerobic treatment group with a low-cholesterol diet. The conclusion of this research is that the treatment group showed moderate aerobic intensity with a low cholesterol diet improve cognitive more than mild intensity aerobics with low-cholesterol diet.

  17. Proporsi Berat Badan Lahi r Rendah Pada Bayi Kembar Yang Lahir Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008 -2012

    OpenAIRE

    Gultom, Andrio

    2015-01-01

    Twin is one of the contributors that cause infant mortality in the world. Becauese babies are born twins often accompanied by premature birth and increasing neonatal disorders of birth and death. Incidence rate of twins is increasingin the last 30 years. In 2009, 16 of 100 births in England and Wales are twins, compared to 10 out of 1000 births in 1980. This study used a descriptive research design with cross -sectional method. The population are all double -twins born in Ad...

  18. PENGERTING SUHU RENDAH UNTUK MENJAGA MUTU BAHAN PERTANIAN [Low Temperature Drying to Maintain the Quality of Agricultural Products

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R Sarwono

    2005-08-01

    Full Text Available Drying equipment is an important unit operation in industrial processes. Reducing moisture content in order to prolog the storage time is very commonly used. There are many agricultural product which are very heat sensitive. To maintain the essential ingredient in those product, drying process should be applied at low temperature drying process gave lower drying rate, is time consuming and in general costly. Increasing drying rate by reducing the absolute humidity is this recommended. There are many ways to dry the air, firstly moisture is condensed in evaporator and then dried air is heated in condenser. Is conducted if the drying system in connected with heat pump system. Secondly, moisture is absorbed by hygroscopic materials such as CaO. Water absorbed and reacted with CaO become Ca(OH2 in exothermic reaction, and simultaneously dried air is heated.

  19. Kajian Tentang Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi di Kabupaten Karanganyar Tahun 2003

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyuningsih

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : The Aedes aegypti mosquito is  a vector of DHF that influenced by temperature and humidity, because the lower and the higher make them can not survive. The degree of different location will result the different temperature and humidity. The Ngringo village of Jaten sub districtis is located at 98 meters over surface sea level and Karanganyar village of Karanganyar sub district is 480 meters over surface sea leve, they are the endemic village of DHF. In 2003, the Ngringo village had IR = 0,75 per 10,000 population and  Karanganyar village was not found DHF cases. The objective of this research is to analyze characteristic difference of areas any at both high and low landscape. Methods : This is an observational research using cross sectional design. The sample is 30 houses on Ngringo village and 30 houses on Karanganyar village, by apllied ovitrap, larvae survey and capturing of Aedes Aegypti mosquitoes at the resting places surround the houses. Then, surgering was done to know parousity and dilatation. Data would be analyzed using chi square test at a = 0,05. Results : The research found that the proportion of  indoor and  outdoor, the mosquito mosquito eggs , larvae, mosquitoes adult, parous mosquitoes and dilatation mosquitoes are more found at the low landscape than the high one. There is a difference of proportion of egg finding indoor (p = 0,001 between  in the low landscape and the high one. There is no difference of proportion of egg finding outdoor (p = 0,09 between in the low landscape and the high one. There is a difference of proportion of larvae finding (p = 0,001 between  in the low landscape and the high one. There is a difference of proportion adult mosquitoes finding (P= 0,001 between in the low landscape and the high one. There is a difference of proportion of parous mosquitoes finding (p = 0,001 between in the low landscape and the high one and there is no difference  of proportion of dilatation mosquitoes finding (p = 1,00 between in the low landscape and the high one. Conclusions : Same characteristics of mosquito are different between at the low and the high landscape.They are found higher at the low than the high landscape. Key word :  Aedes aegypti mosquitoes, low and high landscape, Karanganyar, 2003.

  20. Efek Kortikosteroid Dosis Rendah terhadap Kadar Soluble Receptor for Advanced Glycation End Products Mencit Balb/C Model Sepsis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Heri Prasetyo

    2015-03-01

    Full Text Available The use of low-dose corticosteroids in the management of early sepsis is still under debate. Soluble receptor for advanced glycation end products (sRAGE is a biomarker of severity and poor outcome of sepsis. This study aimed to analyze the effects of the use of low-dose corticosteroids on sRAGE serum levels in Balb/C mice model of early sepsis. This study was an experimental research laboratory study with 30 male Balb/C mice which divided into control, sepsis and sepsis+low-dose corticosteroids groups. The study was conducted at Histology and Biomedical Laboratory, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta, from June to December 2013. Sepsis was induced in the male Balb/C mice by inoculation with an intraperitoneally (i.p. injection of lipopoly-saccharide/LPS (E. coli with a dose of 0.1 mg/mice/i.p.for sepsis mice model. Control mice were not inoculated during the study. Low-dose corticosteroids used was methyl prednisolone at a dose of 0.05 mg/mice/day/i.p. Levels of sRAGE 54.29±16.28 pg/mL in control group, 78.12±13.38 pg/mL in sepsis group, and 63.39±11.07 pg/mL in low-dose corticosteroids group. Low-dose corticosteroids significantly decreased sRAGE level (p=0.044 compared to the sepsis group. In conclusion, the use of low-dose corticosteroids reduces levels of sRAGE in early sepsis.

  1. ANALISIS DETERMINAN POSITIVE DEVIANCE STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH MISKIN DENGAN PREVALENSI KURANG GIZI RENDAH DAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sakri Sab'atmaja

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The aim this study was to analyze the determinant of positive deviance nutritional status of under five year old children in poor areas with low and high prevalence of undernutrition. Cross sectional study was conducted in the study using secondary data analysis taken from Basic Health Research 2007 in four provinces with determination samples criterias of high poverty levels according BPS 2009 (>14.15% and low and high prevalence of undernutrition (+18.4% which were analyzed through quadrants. The number of samples was 3.494 under five year old children from poor families. The significancy relations among variables were measured using Pearson's correlation and path analysis to analyze the determinants. The results, the determinant of positive deviance were income through mother's characteristics, health upbringing, and health status, the four provinces had the same determinants pathway (β=0.0451, with mother's characteristics (p Key words: positive deviance, undernutrition, nutritional status.

  2. SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PATI ONGGOK SANDWICH DENGAN CORE SERAT ACAK DARI BAHAN LIMBAH SEKAM PADI DENGAN MATRIK RESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngafwan Ngafwan

    2017-01-01

    Full Text Available Nature composite from skin rice fibre and palm sago fibre have different mechanical and physycs properties characteristic , that have done from result of our researh before. Therefore there is many research that can composse the properties of materials above. The methode of compossing two fiber use poliester that have 20%, 30%, and 40% volume fraction of that matrice, compossing with sandwich layer. Caracterizing properties testing used are thermal conductivity test, and bending test. The result are, at high thermal condition the conductivity was decrease for all above materials. The decreasing of conductivity of this sandwich compsite is more significant. The sandwich composite more tough than skin rice fibre composite. The resume is the mechanical properties ( bending toughness more less significant of the thermal conductivity that more better.

  3. PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Arpiwi

    2015-02-01

    Full Text Available Millettia pinnata L. Panigrahi atau Pongamia pinnata L. Piere adalah tumbuhan legum yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak yang cocok untuk biodiesel. Fenologi dan polinasi pada tanaman ini dipantau dan dimanipulasi untuk meningkatkan pembentukan biji dan hasil panen. Musim berbunga di Kununurra berlangsung selama satu bulan dari awal Oktober dan pembungaan terjadi tidak bersamaan baik pada satu tanaman maupun di antara tanaman yang berbeda. Dua spesies lebah lokal sebagai polinator, Megachile sp., dan Nomia sp., memiliki tingkat kunjungan yang sangat rendah (6-13 kunjungan dengan puncak waktu kunjungan dari jam 9.00 sampai jam 10.00 dan periode aktivitas mencari makan yang pendek (dari jam 6.00 sampai 12.00. Hal ini mungkin terjadi karena sedikitnya volume nektar yang dihasilkan (1.0 ± 0.04 ?l dan tingginya temperatur di Kununurra. Viabilitas polen yang tinggi (85 ± 3% menurun tajam menjadi 10 ± 3% dengan penyimpanan selama satu tahun pada suhu 4oC, tetapi hanya sedikit menurun menjadi 62 ± 3% pada suhu penyimpanan -20oC dan -80oC. Kunjungan lebah madu (Apis mellifera meningkatkan hasil panen biji dari 296 menjadi 4.981 g/pohon, tetapi hasil panen ini masih rendah dan sangat bervariasi.

  4. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA 1,2 CHLORELLA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2015-02-01

    Full Text Available Proses produksi biodiesel secara konvensional menggunakan bahan baku yang terbatas jumlahnya, proses yang rumit, dan banyaknya limbah yang dihasilkan menyebabkan produksi biodiesel dalam skala besar tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Mikroalga merupakan sumber bahan alam terbarukan yang sangat potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi, kecepatannya tumbuh pada lahan yang terbatas, serta merupakan produk non-pangan. Salah satu jenis mikroalga dengan kandungan minyak yang relatif besar (28-32% berat kering adalah mikroalga Chlorella sp. Selain bahan baku, pemilihan proses yang lebih sederhana dan ekonomis perlu dikembangkan. Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Katalis padat tersebut dapat disintesis dari abu vulkanik yang mengandung unsur-unsur seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, MnO, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O5, serta beberapa elemen minor seperti Zr, Sr, dan V. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan jenis katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis

  5. PERILAKU PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maironah Maironah

    2016-05-01

    Full Text Available Hospital waste is an invaluable, unusable and expelled material, which is divided into medical and non medical waste. It is also categorized as radiology, infectious and common solid or domestic waste. (Health Department of Indonesia, 1992. As a public health service, hospital always produces medical or non-medical waste such as clinic, pathology and radioactive waste. It has been organized well according to the rules on health law. Remember that these are dangerous and causing infections, pollution of water, air and soil, accident factor and aesthetics problem. It is purposed to mark the knowledge, attitude and act of health officers on solving medical waste problem in order to know the relation between the predisposition factors (education, year of work, knowledge and attitude, motivating factors (hospital policy, employers motivation and supporting factors (facilities, information with the health officers’ attitude on solving medical waste problem, as advices for RSUD Ulin, Banjarmasin, in order to develop the quality on giving services. Those things are profitable to compare the medical waste problem solving with the law. Knowledge, attitude and act of the RSUD Ulin health officers are appraised well. -            There is significant relation between variable (education, knowledge, attitude and facilities providing with an action of health officer on solving medical waste problem. -            There is no significant relation between the year of work variable, hospital policy, motivation and information with the attitude of health officers on solving medical waste problem. The RSUD Ulin organizers have to relocate and rearrange the place to throw away the medical waste according to the standard health requirements, organizing standard code, standard procedures, socializing the health officers, patient and their family, visitor and people around the hospital trough available media networks.

  6. Pemberdayaan Masyarakat Miskin Penyandang Disabilitas Melalui Pengembangan Industri Kreatif “Limbah Singkong” Di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Susilawati

    2016-09-01

    Full Text Available Ponorogo is a district that has the most poor community with disabilities in East Java. The existence of community with disabilities are on two important points, namely Jambon sub-district and Balong sub-district that reached 1,505 people. And of course, their condition is still very far from the standard of economic welfare. Therefore, it seems very urgent to do community empowerment with disabilities in Ponorogo in order to improve their economic welfare. The factors that pushed towards success in community empowerment with disabilities in Ponorogo were the attitude of openness towards others, and the support and participation of all stakeholders. The inhibiting factors were the traditional public attitudes and dependence. During this time, the community with disabilities in Ponorogo often got help from outside consumptive.  So, this caused the community less independent and inflicting dependence on others.

  7. POTENSI DAN PEMANFAATAN LIMBAH SUSU BUBUK UNTUK FORTIFIKASI KOMPOS PADA PERTANIAN SAYUR ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suselo Harjo

    2015-10-01

    Full Text Available Composting can be use as one of the alternatives solution to managing solid waste. The purposes of this research are (1 Knowing the initial description of the potential milk powder and waste management through surveys (2 Knowing the influence of the concentration of Waste Water Treatment Process (WWTP sludge as waste decomposers and fortification dose of milk powder. Indicators used are compost quality, yield and growth of leafy vegetables and improvement of soil fertility. This research used 2 factors and 3 replications. Factor A: WWTP sludge concentrations (0%, 10% and 20% and Factor B: dose fortification of milk wastes powder (0%, 10% , 20% and 30%. Complete factorial designs were used as a tools in this research. The survey shows that the average distributor waste is 2,35% per month. Waste management of milk powder solid waste usually done by burn it with diesel fuel or gasoline. In the industries 68,7% of waste are damaged waste that burn in incinerator. In the quality of compost show that interaction between A and B havehighly significant effect in total of N. The result of fortified compost has met quality standards microbe well as heavy metals. The aplication of fortified compost was increase soil labile C organic. Factor B have significant effect in the width of leaves and yield of vegetable. In the soil fertility show that the interaction between A and B have significant effect in total of Nand K2O .The best combination in this research is A3B4 (20 % WWTP sludge and dosage fortification solid waste 30%dry basis. Keywords: solid waste management, compost, fortified compost, leafy vegetable, soil fertility

  8. Pengaruh Lama Perendaman terhadap Absorpsi Tetrasiklin pada Adsorben Limbah Sisik Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sabrina M Pratama

    2016-03-01

    nm. Tahapan ini diulangi sebanyak lima kali. Hasilnya kadar tetrasiklin dalam larutan pada lama perendaman 1 jam menunjukkan kadar terendah yaitu 160,6 μg/μl. Dari pengamatan mikroskopis terlihat adanya ikatan antara tetrasiklin dan kolagen sisik ikan. Sisik ikan gurami dapat mengabsorbsi tetrasiklin dengan lama perendaman efektif yaitu 1 jam dengan mekanisme ikatan antara kolagen sisik ikan dengan kristal tetrasiklin Influence of Immersion Length on Tetracycline Absorption on Gourami (Osphronemus Gouramy Scales as Adsorbent. Gourami (Osphronemus Gouramy scales are one of the natural sources of collagen. This fish scale’s collagen has functional properties, such as bio-degradable (easily decomposed, bio-compatible (compatible with surrounding tissue, and potential as bio-adsorbent. The absorbent properties of collagen are currently used as a transport material in local drug delivery for periodontal disease treatment, which is known as tetracycline chip. However, this chip is made of synthetic collagen so it is not absorbable by the body’s system. The price is also expensive. This study’s aim is to prove the potency of Gourami scales as a source of collagen in medical treatment, especially as a transport material of tetracycline for periodontal disease treatment. The gourami scale was obtained from seafood restaurant in Jember, Jawa Timur. About 500 mg of gourami scales was immersed into 20 ml tetracycline solution in beaker glass. About 200 μl solution from the beaker glass was taken with micropipette after 1-hour, 2-hour, 4-hour, 12-hour and 24-hour after immersed. After that, the solution was collected into an eppendorf for each time. The absorbance was measured with spectrophotometer at 450 nm wave length. This procedure was repeated five times. The lowest absorbance occured at 1-hour time (160,6 μg/μl. The result from light and inverted microscope examination shows a bond between collagen from gourami scales with tetracycline. Gourami scale has the ability to absorb the highest rate of tetracycline at 1-hour immersed time by forming a bond between collagen and tetracycline.

  9. PEMBUATAN KOMPOS BOKASHI DARI LIMBAH PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR EM4 DI DESA MEGATI TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DIBIA I N

    2012-10-01

    Full Text Available ABSTRACT The training program of making compost from agriculture waste was conducted on September 25 th until October 26 th 2009 at Megati Village, district of Selemadeg Timur, Tabanan Regency. This activity aimed at increasing knowledge and skill of participants how to process efficiently the agricultural waste become good quality compost as organic fertilizer. The methods used in this training were: giving conseling, discussion, and practice to make the compost. It involved 16 farmers as participants, 3 speakers as lecturers and several instructurs as assisstants. According to the evaluation result during this activity, the participants were very enthusiatic which can be proved by a lot of questions raised by the participants during conseling session, as well as during the practice. By this training, the participants improved their knowledge and skill to process the agricultural waste into compost efficiently, and ready to use it to improve the soil fertility. From the practice result done in a week, compost has already been used to fertilise plant because it has constant temprature which is 40ºC, then within one month compost has been considered rottening well, characterized by some changes, such as from brown to blackish colour, loose structure, and smooth texture.

  10. Uji Coba Penggunaan Limbah Air Kelapa Tua sebagai Bahan Dasar Media Isolasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanna Yolanda

    2011-09-01

    Full Text Available he culture media commonly used for isolation are imported and expensive. Many organic materials are naturally decomposed from complex organic compounds to simple ones by microbes. Based on this principles, this study wants to make isolation media with ripe coconut waste-water as based substance, so it can be considered as economical culture media. The method was laboratoric experimental by isolating tested bacteria with ripe coconut waste-water as based substance. The composition of the media were adjusted with MacConkey agar and blood agar base. Standard media were MacConkey agar and blood agar base. Control media were agar 15 g/L media and ripe coconut waste-water agar media. Tested bacteria were a number species of Enterobacteriaceae and positive gram cocci. The evaluated variables were macroscopic and microscopic images. Data was analized by Wilcoxon matched pairs test and sign test methods. This study did not find a significant differences (p>0.05 between standard media and ripe coconut waste-water media. Specific characteristics of tested bacteria, such as red colonies, mucoid, and hemolitic zone, were similar between standard media and ripe coconut waste-water media. The conclusion is ripe coconut waste-water can be used as base for isolation media substance of Enterobacteriaceae and gram positive cocci.

  11. Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to recover chrome in tanning waste water to reduce environmental pollution and to utilize chrome as tanning agent. Chrome in tanning waste water leaching out of the drum was filtered and put in the tank and subsequently it was added with NaOH to generate chrome hydroxide. Furthermore, chrome hydroxide was converted to chrome sulfate as tanning agent by addition of concentred sulfuric acid. Cr2O3 content of chrome sulfate was determined before being used for tanning. The result showed that Cr2O3 content was 3958.6 mg/l. Variation of recovered chrome sulfate concentrations for tanning jacket leather were 25, 50, 75 and 100% respectively. Controls were made with the use of 100% of industrial grade chrome sulfate. The best result were goat jacket leather tanned with recovered chrome of 75 and 100 % for its physical properties and 25% for its chemical properties. Test results of SEM showed that chrome was morphologically presence in tanned goat leather mass.

  12. PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes DALAM PEMBUATAN COOKIES KAYA KALSIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Winarni Agustini

    2015-07-01

    Full Text Available Asian moon scallop (Amusium pleuronectes eggshell contain minerals expecially calcium which is needed by human. But the scallop eggshell waste have not yet been optimally used in food technologies. This research was aimed to  nd out the effect of addition of scallop shell meal to the qualities of cookies product. The process to extract calcium was done by hydrolysis of protein using acid solution (HCl. The threatments implemented are different concentration of Asian moon scallop eggshell meal of 0%, 5% and 7.5% into cookies dough. Research result showed that increasing on concentration of Asian moon scallop eggshell meal gave highly signi cant effect(α 0.01 to moisture, ash, fat, protein, calcium, phophorus and hardness of cookies. However, it gave no signi cant effect (α 0.01 to hedonic test. The addition of Asian moon scallop eggshell meal of 7.5% concentration resulted in highest calcium content (6.57%, phosphorus content (1.58%, ash content (6.95%, carbohydrate content (52.31% and hardness of cookies (1.06 KgF. Based on hedonic test the addition of asian moon scallop eggshell meal of 5% concentration was the most acceptable by panelist.Keyword : Asian moon scallop (Amusium pleuronectes eggshell meal; calcium; phosphorus; cookies

  13. Pengaruh penggunaan lumpur limbah industri penyamakan kulit terhadap penyerapan krom pada tanaman sawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. R. Budi Darmawan

    2012-12-01

    Full Text Available The aims of research was to study the effect of contaminated soil with tannery industrial wastesludge, and absorption level of chromium by the green mustard. The experiment was carried out in Kayen, Sleman, Yogyakarta for 3 months. The form of a pot experiment using a full factorial design 2x3 and 2 additional treatments as a control was set out in Completely Randomized Design (CRD, using 15 units of pots as replicates. The first factor consists of two varieties of mustard, which is kailan (chinesse kale and spoon mustard greens (pak choy green. The second factor consists of 3 doses of leather tanning industry waste, i.e 500 mg chromium/kg soil, 1000 mg chromium/kg soil, 1500 mg chromium/kg soil. Control treatment was the planting of two varieties of mustard without the addition of sewage sludge. Preparation of sewage sludge was carried out by mixing the sewage sludge into the planting medium consisting of a mixture of soil, compost and manure treatments in accordance with the treatment. Observations made by harvesting the plants at the age of 3 and 6 weeks after planting for the next shoots and roots of plants and chromium content of growing media was analyzed. The results showed that the accumulation of chromium in the roots of plants was greater than in the plant canopy for the two types of mustards either good harvested at the age of 3 or 6 weeks after planting, and the content of chromium in plant tissues of mustard as part of vegetable that generally consumed exceeds the threshold of human daily consumption (0,035 mg/kg daily consumption.

  14. Inkorporasi Kromium oleh Fungi Ganoderma lucidum dengan Limbah Industri Kelapa Sawit Sebagai Substrat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    F. Agustin

    2010-04-01

    Full Text Available The aim of this study was to determine the effective Cr (chromium level for Ganoderma lucidum growth in solid state fermentation of oil palm by-product. Treatments were combination of Cr level (0, 500, 1000, 1500, 2000, 25000, and 3000 ppm and fermentation time (0, 2, 4, 6, and 8 weeks. The treatments were allocated in a factorial 7x5 of complete randomized design with four replications. Inoculant of G. lucidum was grown in potato dextrosa agar (PDA medium for 10 days and then innoculated to substrate which have been autoclaved and mixed with CrCl3.6H2O. The moisture of substrate was maintained at 65%. Growth media of G. lucidum was diluted with aquades and the supernatant was analysed for its Cr content. The result showed that the addition of Cr up to 3000 ppm into the medium stimulated the G. lucidum growth in all experimental condition. The Cr ions were incorporated into the media and G. lucidum cells during fermentation. Incorporation of chromium by G. lucidum was higher in oil palm by-product substrate with 3000 ppm Cr than the others. It is concluded that Cr can be incorporated into the G. lucidum cells during fermentation. The effective level of Cr for G. lucidum growth was 3000 ppm with efficiency of Cr incorporation 68.23% in 8 weeks fermentation and chromium in protein of fermentation product was 12.01%.

  15. Analisis Error Pengukuran Konduktivitas Panas Mulsa Limbah Padat Organik: Sekam Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diswandi Nurba

    2007-06-01

    Full Text Available The objective of this paper is to analyze measurement error of heat conductivity of organic solid waste (paddy chaf. Error analyze is to obtain accuration of the measured result. Visual Basic Applications (VBA on excel was used in simulation. The result showed that heat conductivity of paddy chaf is 0,501 W/mK with error 0,00936 W/mK. Voltage tolerance value gives highest effect on total error.

  16. BIOBRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH KULIT BIJI METE, SEKAM DAN JERAMI SERTA BUNGKIL JARAK, SEKAM DAN JERAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faleh Setia Budi

    2012-08-01

    Full Text Available The petroleum is the fuel derived from fossil which can not be renewable and the deposit in the earth is not morenow. In the middle 2008, the price of petroleum achieved US$ 147/Barrel because the supply of petroleum toworld market was reduced. This situation forced the appearance of the alternative energy which can replace thefossil fuel in the future. Their result of combustion has low emission so that they can be reduced the pollutionand were environment friendly. Biobriquette is the one alternative energy which expected to be able to replacethe kerosene and LPG. This research aims to get the exactly composition and type in manufacturing ofbiobriquette from cashew nut shell and jatropa shell waste. The variables choose as the independence variablewas the type of waste (cashew nut shell and jatropa shell and the compositions (40, 60, 80 and 100%. Theothers are the fixed variable such as the size of briquette 4 cm and the total weight/biquette 25 g. The responseor parameters observed in the experiment were the color, the value of calor, the length of combustion and thecolor of fire. The result of experiment showed that composition of the material greatly affected the quality ofbriquette produced. The composition 100% owns the highest calor of combustion. The calor of Jatropa wastewas higher than that of cashew nut shell.

  17. Penggunaan Tepung Limbah Udang yang Diolah dengan Filtrat Air Abu Sekam dalam Ransum Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirzah

    2007-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to measure the effect of different levels of shrimp head waste (SHW substituting fish meal (FM in broiler diets. FM is the sole crude protein from animal sources. A control fish meal broiler diet and four different levels of SHW substituted for crude protein FM were fed to CP 707 Arbor Acres broiler strains from day old chick to four weeks of age. The crude proteins FM were replaced with 0 (R0; 25 (R1; 50 (R2; 75 (R3; and 100 (R4 percent of crude protein SHW. The five treatments were assigned to completely randomized design. Feed consumption, body weight gain, feed conversion and carcass percentage were recorded to measure the performances. The results of Duncan’s revealed that feed consumption, feed conversion and carcass percentage were not significantly different with increasing level of SHW as substituted crude protein FM in broiler diets. However these parameters in bird fed 100 % SHW diets did not differ from those in birds fed 16 % FM (7.32% crude protein from FM. While body weight gain decreased with increasing levels of SHW in broiler diets (R4. The decrease body weight gain may be due to the decreased feed intake and amino acid in balance and the increased chitin content in the diet. The conclusion of this experiment that SHW can be used as a protein source in broiler diets up to 75% to replace FM.

  18. Karakteristik plastik biodegradabel dari limbah plastik polipropilena dan pati biji durian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tengku Rachmi Hidayani

    2015-07-01

    Full Text Available Manufacturing of biodegradable plastic has been conducted by blending polypropylene plastic waste and durian seed starch. Polypropylene plastic waste was refluxed by xylene solvent and durian seeds starch was prepared by precipitation method with hard water and aquadest. The composition of blends were 94:6, 92:8, and 90:10 (%w/w. The mechanical and thermal properties of the resulting plastics were characterized. Based on the test result, biodegradable plastics with the ratio of 94:6 met the expectation. The mechanical properties obtained were tensile strength of 25.722 N/m2 and elongation at break of 5.292%. Thermal properties analysis showed that the melting point temperature was 163.68°C and the decomposition temperature was 445.62oC.

  19. EFEKTIVITAS SISTEM BIOFILTER AEROB DALAM MENURUNKAN KADAR AMONIA PADA AIR LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Made Indra Wahyuni

    2015-06-01

    Full Text Available The increasingpopulationand activity of the Balinese people can increase the amount of waste as a byproduct of community activities. The presence of the metabolites in wastewater as ammonia is toxic to aquatic organisms. Application aerobic biofilter system can be used as an attempt to reduce levels of ammonia. In the aerobic biofilter, contact between the gravel media with microorganisms that form biofilmsare able to accelerate the degradation of organic matter and nitrification processes. The aims of this research are to determine the best consortium of activated sludge to reduce ammonia levels by aerobic biofilter system and to determine the effectivity of aerobic biofilter system. The first stage of this research were seeding of activated sludge from three sources are Wastewater Treatment Plan (WWTP of Suwung Denpasar, WWTP of Wangaya Hospital and WWTP of Bali Tourism Development Corporation (BTDC Nusa Dua Bali, for six days. This research was done by measuring Volatile Suspended Solid (VSS value that showed the growth rate of biomass in activated sludge. The second stage wereapplication of activated sludges and control in aerobic biofilter to reduce ammonia levels, for five days. This study used a Completely Randomized Design with four treatments and three repetitions. The results showed that the best activated sludge obtained from WWTP of Suwung Denpasar indicated by the highest biomass growth (VSS value of 2396.6 mg/L and was able to reduce ammonia up to 0.78 mg/ L. The effectivity of aerobic biofilter system with activated sludge from WWTP of Suwung Denpasar achieve effectivity of treatment process up to 92.20 % and have been able to pass the effectivity of quality standards (90% during five days of processing. The effectivity levels was the highest compared to control and activated sludgetreatments.

  20. Pengolahan Limbah Cair Laundry Menggunakan Membran Selulosa Diasetat Berbasis Selulosa Pulp Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Roni Setiawan

    2013-06-01

    Full Text Available The improvement of laundry activity brought a negative effect on the environment because laundry wastewater have a high content pollutants such as phosphate, surfactants, mineral, nitrogen, COD and other components, so the treatment is needed before being discharged into terristorial water. Laundry wastewater treatment has been conducted by membrane technology. Preparation of cellulose diacetate  membranes with ultrafiltration process had be done by phase inversion using dimethylformamide (DMF as a solvent. The filtration experiment showed that the highest membrane flux was 77,408 L/m2.h at TMP 3 bar. While the lowest flux at TMP 1 bar was 55.649 L/m2.h. Rejection of membrane ultrafiltration for parameters of COD, phosphate, and surfactant were 67%, 72%, and 63% respectively. Keywords: cellulose diacetate membranes, laundry wastewater, flux, rejection

  1. Karakterisasi Arang dan Gas-gas Hasil Pirolisis Limbah Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Raju

    2016-10-01

    Full Text Available Empty fruit bunch (EFB and shell of oil palm are potential sources of bioenergy because they contain lignocellulose (cellulose, hemycellulose and lignin which can be converted to bio-oil (liquid, char, or combustible gases by pyrolysis process. Operating temperature of the pyrolysis process will influence the composition of the liquid, char and gases, as well as its characteristics. The objective of this study is to characterize the pyrolysis product of both empty fruit bunch and shell as affected by the pyrolysis temperature. The experiment was conducted by using a lab scale pyrolysis reactor, specially designed with controlable temperature. The temperature of the pyrolysis process was controled at 300°C, 400°C, 500°C, and 600°C level, and the product was measured and analysed. The result showed that pyrolysis of shell produced char, liquid and gases at the range of 34.99 - 63.78%, 22.76 - 43.28% and 13.47 - 21.73%, in mass fraction respectively. While pyrolysis of empty fruit bunch produced char, liquid and gases at the range of 30.66 - 64.7%, 16.25 - 29.16% and 18.98 - 44.49%, in mass fraction respectively. Increasing temperature resulted in increasing calorific value of the pyrolysis char from shell and empty fruit bunch in range of 25.64 – 29.60 kJ/g and 24.50 – 27.86 kJ/g, respectively. However, the calorific value of pyrolysis gases was decreasing with the increasing temperature in range of 12.18 kJ/g – 20.05 kJ/g and 11.98 kJ/g – 15.94 kJ/g, respectively. The gas calorific value did not account H2 gas, which might be the cause of the phenomenon. Shell pyrolysis temperature increasing caused the increasing of CO concentration in range 2.86% - 18.42% while the CH4 concentration increased at 400°C level afterwards decreased at higher temperature level in range of 0.89% - 2.84%. The increasing of EFB pyrolysis temperature increased CO dan CH4 concentration in range 3.8% - 15.74% and 0.29% - 0.76%, respectively.

  2. Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila

    OpenAIRE

    Noor Arida Fauzana

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kandungan gizi isi rumen sebagai bahan pakan ikan yang bergizi , 2) mengetahui pengaruh kandungan protein dalam ransum ikan dan penambahan filtrat air abu sekam terhadap pertumbuhan ikan dan (3) menetapkan konsentrasi isi rumen yang terbaik sebagai bahan pakan dalam ransum ikan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak ikan nila yang meliputi pertambahan berat (gr) dan pertambahan panjang (cm), pertumbuhan relatif (%) baik berat maupun ...

  3. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PELAPIS (UPHOLSTERY PADA PRODUK INTERIOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunida Sofiana

    2010-09-01

    Full Text Available Environment pollution which is caused by garbage, especially plastic products, is one undeniable thing nowadays. Environment pollution by non-degradable materials could be decreased in 3Rs that are recycling, reusing, reducing. Recycle method is one of creative methods; the plastic waste could be recycled into matting materials that substitute natural material (pandanus and also to be alternative upholstery in interior products. Plastic waste treatment process until disposable is easier than natural material which has to go through several stages like drying and staining. What could be gained from pandanus could also be gained from plastic waste, so there are many things probable products could be designed. The product image is assumed to be modern, one trend nowadays.

  4. EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 PT. INDOFARMA, TBK BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Syafrudin

    2012-02-01

    Full Text Available Besides yielding product, production process also will yield discard product that we called as waste. Thetype of the waste are depended on the raw materials and other process that happened during theproduction process. As a pharmacy industry, PT. Indofarma Tbk also generate waste from their productionprocess which have potency to contaminate the environment because the most material that use for theproduction are chemicals that need to be handled seriously. The waste can be categorize as HazardousWaste and needed furthermore management to control, so it will be secure for the environment. Forpharmacy industry, the hazardous waste is in the form of the chemicals, Waste Water Treatment’s sludge,residu production process like dust from dust collector, incinerator’s fly ash, and other materials which iscame from hazardous materials.

  5. Penggunaan zeolit alam untuk mengurangi kandungan krom dan nh4+ dalam air limbah penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih Supraptiningsih

    2006-07-01

    Full Text Available Leather tanning waste water contains chemical compounds, such as chromium and NH4+ in high concentration, so if they are thrown away without treatment they will make some problems. The aims of this research is to adsorb the cations in leather tanning waste water i.e chromium and NH4+ used natural zeolite as an adsorbent. Research was done by comparing amount of chromium and NH4+ in effluent waste water treatment unit with amount of chromium and NH4+ after being adsorbed by zeolite in a batch system. The result of this research showed that efficiency difference between using zeolite and waste water treatment unit was significant. The optimal condition to reduce chromium and NH4+ was by using 300 grams per liter waste, zeolite particle size was 50-60 mesh, contact time was 24 hours and pH 8±0,1. In this condition, zeolites could reduce chromium from 3728,56mg/l to 365,39 mg/l or 90,20%, and NH4+ from 3040,02 mg/l menjadi 209,76 mg/l or 93,10%. Waste water treatment unit could reduce chromium 63,55% and NH4+ 56,75%.

  6. PENURUNAN KADAR AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI AMPAS KOPI

    OpenAIRE

    Irmanto; Suyata

    2009-01-01

    The tofu industry is one of food industry which the product of organic waste to environment pollution. One of alternative methode which used to overcome tofu industrial waste water pollution is adsorption methode using activated carbon from coffee waste. The aim of this researched is to know about the activated carbon from coffee waste quality which observe of rendemen, water content, ash content, and iodium adsorption, to know optimum contact of time and pH of coffee waste to decrease ammoni...

  7. PENURUNAN KADAR AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI AMPAS KOPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irmanto

    2009-11-01

    Full Text Available The tofu industry is one of food industry which the product of organic waste to environment pollution. One of alternative methode which used to overcome tofu industrial waste water pollution is adsorption methode using activated carbon from coffee waste. The aim of this researched is to know about the activated carbon from coffee waste quality which observe of rendemen, water content, ash content, and iodium adsorption, to know optimum contact of time and pH of coffee waste to decrease ammonia, nitrite and nitrate contents in tofu industry waste water and to know decrease percentage of ammonia, nitrite and nitrate contents in tofu industrial waste water using activated carbon from coffee waste. The activated carbon made by soaking of coffee waste in HCl 0.1 M solution for 2 days. The activated carbon coaled in muffle furnace at temperature 350°C. The activated carbon analyzed consist of rendemen, water content, ash content, and iodium adsorption. Optimum contact of time and pH of coffee waste determined in order to get optimum adsorption ammonia, nitrite and nitrate in tofu industrial waste water. Contact time variation are 1, 10, 30, 45, 60, 90, 120 minutes and pH variation are 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. The result showed that the activated carbon from coffee waste fulfill the criteria SNI number 06-3730-1995. The activated carbon from coffee waste could be used to decrease the ammonia, nitrite, and nitrate contents in tofu industrial waste water at the optimum contact of time of 30 minutes and pH 7. Decreasing percentage of ammonia, nitrite and nitrate contents in tofu industrial waste water are 64,69% , 52,35% and 86,40% respectively.

  8. OPTIMASI DAN PEMODELAN PROSES RECOVER FLAVOR DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PENGOLAHAN RAJUNGAN DENGAN REVERSE OSMOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uju

    2009-04-01

    Full Text Available The waste water of blue crab pasteurization has potential in environmental pollution. It contained TSS of 206.5mg.1-1, BOD 7,092.6mg.1-1 and COD of 51,000mg.1-1. on the other hand, it also contains an interesting flavor compound, which composed of 0.23% non protein nitrogen and 17 amino acids where the highest was glutamic acid one. In this study, pre-filtration step using filter size 0.3 µ followed by reverse osmosis has been used to reduce these pollutions load and flavor compound recovery. During pre-filtration steps, TSS was reduced to 74.8% so turbidity decrased reased until 31%. After reverse osmosis process, BOD, and COD decreased more than 99%, and there was no amino acids detected in permeate stream. Factors that affect performance of reverse osmosis were transmembrane pressure, temperature and pH. The higher transmembrane pressure, temperature and pH resulted the higher the flux permeate. The use of higher temperature make flux increasing, eventually increasing transmembrane pressure make the flux increased only at transmembrane pressure less than 716 kPa. The protein rejection was influenced unsignifanctly by transmembrane pressure, temperature and pH. During concentrating flux declined exponentially by time function. At concentration factor 2.75 resulted 79% and 12% of increasing protein and NPN, respectively. The amino acids content can be increased 2−23 times of the origin. Even arginin and sistin, the amino acids that were undetectable initially, but they can bedetected at concentration of 0.0360 and 0.0250 (w/v respectively at the end of the process. Hidrolysis and fermentation process can increase the amino acid content 31−45 times

  9. PENURUNAN KADAR RHODAMIN B DALAM AIR LIMBAH DENGAN BIOFILTRASI SISTEM TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Yogi Purnamawati

    2016-01-01

    Full Text Available The textile industry is growing rapidly and as the result it’s producing waste that can harm the environment. One of which is rhodamine B. Rhodamine B is a synthetics dyes that have a form crystalline which an organic base containing amino groups, so it is difficult to degrade naturally by microorganism. Biofiltration system method is one of many ways in handling wastewater. Layered filtration unit of sand and rocks combine with the adsorption of plant and decomposition by microorganisms in rhizosphere so that wastewater can be reused. The aim of this study determined effectiveness and capacity of biofiltration system vegetation in reducing concentrate of rhodamine-B, total dissolved solid (TDS, total suspended solid (TSS and the pH in wastewater. The result showed that biofiltration effectiveness in reducing rhodamine B, TDS and TSS concetrate were 51,70%; 47,60%; 50,44% while decreasing and stabilization of pH obtained at 30 hours treatment time with pH value is 7,5. Capacity of biofiltration system vegetation with volume 0,06 m3 can reduced rhodamine B, TDS and TSS by 0,2256 ppm; 278,0237 ppm and 9,4978 ppm respectively, while the optimum detention time of wastewater in the biosystem for reducing rhodamine B was 30 hours and for TSS and TDS was 36 hours. It can be concluded that biofiltration system vegetation was able to reduce rhodamine B, TDS, TSS and pH of wastewater

  10. Kajian Kualitas Air Sungai Condong yang terkena Buangan Limbah Cair Industri Batik Trusmi Cirebon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pipin Supenah

    2015-05-01

    Full Text Available The aims of this study were to assess the water quality of the River Condong and Condong River Quality Statebased on physical, chemical and biological parameters. Sampling was carried out in seven stations with 3 repetitions at intervals of one month. Water quality were analyzed descriptively by reference raw Water Quality Standard.  Determination of the stateof water quality using methods Storet. Results of laboratory tests showed that the water quality of the River Condong exceed the Water Quality Standard Group II based on Government Regulation No. 82 of 2001 and in particular textile waste quality standard TSS, DO, BOD5, COD, NH3, sulfide, Cr (VI, phenols, oils and fats, Biological parameters using makrobentos diversity index (H ' obtained a low value that is from 0 to 1.7077.  Quality state based Storet method, the value of  > -31. It can be concluded that the condition of physical, chemical and biological parameters, Condong River water showed waters not appropriate the Quality Standard for agricultural irrigation, freshwater fish breeding and infrastructure or water recreation facilities before and after the discharge of liquid waste of batik. Condong River quality state before and after the liquid waste of batik is heavily polluted.

  11. PEMANFAATAN GULMA AIR PERUPUK (Phragmites karka Trin SEBAGAI TUMBUHAN PEREDUKSI LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Dharmaji

    2016-09-01

    Full Text Available This research was aimed analyze the ability of perupuk (Phragmites karka Trin in reducing of rubber industrial liquid waste polluters on the scale of the laboratory. The method used was the method of survey. The data laboratory test were tabulated and analyzed descriptively and the level of efficiency was calculated. Referring to South Kalimantan Governor Regulation Number 36/2008, the results showed that, TSS parameters started to be effectively reduced on day 10 with close to 84,33 mg/l (32.53%, BOD5 started to be effectively reduced on day 20 with close to 24.00 mg/l (99,29%, and COD started to be effectively reduced on day 20 with close to 44,65 mg/l (98,90%. Referring to the decision of the Minister of Environment No. KEP-78/MENLH/10/1995, the parameters of the Sulfide started to be effectively reduced on day 10 with close to 0.001 mg/l (93,75% and Manganese start to be effectively reduced on day 20 with close to 0,70 mg/l (-134,00 %. Ph levels and temperature still normal condition.  Time retention was best accomplished on day 30 in reducing liquid waste rubber industry.

  12. Peningkatan kualitas air limbah terolah industri penyamakah kulit menggunakan taman tanaman air dengan tumbuhan bambu air

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    2014-06-01

    Full Text Available A research of constructed wetland system vegetated with Equisetum hyemale for treating of treated tannery wastewater have been conducted. The constructed wetland was 3 m long, 1 m wide, and 1 m deep or equal with volume of 3 m3. The construction of wetland consisted of 4 main layers (from the bottom to the top: 0.3 m of rock; 0.3 m of gravel; 0.1 m of black sugar-palm fiber; and 0.3 m of sand. The wetland was operated with subsurface flow system (SSF. The detention time was varied at 3.125; 2.083; and 1.563 days. The result showed that the optimum removal were 60.60% for COD with detention time of 3.125 days, 60.17% for BOD with detention time of 2.083 days, 93.76% for TSS with detention time of 3.125 days, 89.02% for S with detention time of 3.125 days and 96.89% for total chrome wth detention time of 2.083 days.

  13. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Daud

    2013-04-01

    Full Text Available Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem vegetable waste could be formed as wafer. This research was conducted to study effectiveness of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration This experiment was run in completely randomized design which consist of 4 feed treatment and 3 replications.  Ration used was consisted of  P0 = wafer complete ration 0% coffee waste (control, P1 = wafer complete ration 2,5% coffee waste, P2 = wafer complete ration 5% coffee waste, and P3 = Wafer complete ration 7,5% coffee waste. The Variables observed were: physical characteristic (aroma, color, and wafer density and palatability of wafer complete ration. Data collected was analyzed with ANOVA and Duncan Range Test would be used if the result was significantly different. The result showed that the density of wafer complete ration coffee waste was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. Mean density wafer complete ration equal to: P0= 0,52±0,03, P1 =0,67±0,04, P2 =0,72±0,03, and P3 = 0,76±0.05 g/cm3. Wafer complete ration coffee waste palatability was significantly (P< 0.05 differences between of treatment. It is concluded that of wafer complete ration composition 5 and 7,5% coffee waste was significantly wafer palatability and gave a highest wafer density. The ration P0 was the most palatable compare to other treatments for the experimental peking duck.

  14. Penggunaan Limbah Kopi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Itik Peking dalam Bentuk Wafer Ransum Komplit

    OpenAIRE

    Muhammad Daud; Zahrul Fuadi; Sultana Sultana

    2013-01-01

    Effect of coffee waste as component of compiler ration peking duck in the form of wafer complete ration ABSTRACT. Coffee waste is a by-product of coffee processing that potential to be used as feed stuff for peking duck. The weakness of this coffee waste, among others, is perishable, voluminous (bulky) and the availability was fluctuated so the processing technology is needed to make this vegetable waste to be durable, easy to stored and to be given to livestock. To solve this problem veg...

  15. PENURUNAN KADAR AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI AMPAS KOPI

    OpenAIRE

    Irmanto; Suyata

    2009-01-01

    The tofu industry is one of food industry which the product of organic waste to environment pollution. One of alternative methode which used to overcome tofu industrial waste water pollution is adsorption methode using activated carbon from coffee waste. The aim of this researched is to know about the activated carbon from coffee waste quality which observe of rendemen, water content, ash content, and iodium adsorption, to know optimum contact of time and pH of coffee waste to decrease ammoni...

  16. PENURUNAN BOD DAN COD LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL DI KABUPATEN PEKALONGAN DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irmanto

    2008-11-01

    Full Text Available Multi Soil Layering (MSL system is a method of wastewater treatment that increase the soils function to purify wastewater. In the construction of MSL, soils mixed with the charcoal and then filled into the box of size 50x14x50 cm in layers structured like brick pattern. The aims of this research are to determine the concentration of BOD and COD on textile industrial wastewater before and after the process by MSL method. It also determines the optimal loading rate of wastewater on the MSL system, and then it can determine the efficiency of MSL system on reducing the concentration of BOD and COD on textile industrial wastewater. The method which used in this research is an experimental method. The wastewater on the MSL system is loaded on the loading rate variety: 160, 320, 480, 640, and 800 L m-2 day-1. The efficiency of MSL system to removing BOD and COD on textile industrial wastewater are determined on optimal loading rate. The research gave result that MSL method could remove BOD and COD on textile industrial wastewater on the optimal loading rate 320 L m-2 day-1. The efficiency of MSL system in removing BOD and COD on textile industrial wastewater are 96.52 and 80.87% respectively. This indicated that the method MSL serve the purpose of effective alternative method in processing of liquid waste textile industry.

  17. Analisis Pengaruh Ukuran Pori Terhadap Sifat Listrik Karbon Aktif Dari Limbah Tandan Sawit Pada Prototipe Baterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handoyo Margi Waluyo

    2017-07-01

    Full Text Available The prototype batteries was succesfully made by using activated carbon. This research aimed to examine the effect of pore size on the electrical properties of activated carbon which is used as a battery-making material. Activated carbon is synthesized using H3PO4 activator with concentration variations (mass/volume of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The carbonization was carried out at 400 °C for 1 hour, while activation at 700 °C for 1 hour. The result showed, the pore size effect on the electrical properties of the activated carbon in the battery prototype, especially for the capacitance and internal resistance of the material which has a correlation of 90% and 90.2%, respectively. The sample with 25% H3PO4 has the best pore size of 5.43μm. As the pore size of the activated carbon increases, it has caused increased capacitance and decreased internal resistance of the material. With the pore size of 5.43μm, the capacitance is 5.88mF/g and the internal resistance of the material is 662.02Ω.

  18. KEMAMPUAN SISTEM SARINGAN PASIR-TANAMAN MENURUNKAN NILAI BOD DAN COD AIR TERCEMAR LIMBAH PENCELUPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W. Budiarsa Suyasa

    2012-11-01

    Full Text Available Colored of clothes has developed as concentrated in Denpasar area. The process has a negativeeffect because of waste, the resulting organic toxicants and heavy metal into aquatic system. The effect ofthe pollution including the river, well water and organism that live there. The research of bioremedialeffectiveness of herb-sand treatment system on laboratory simulation were studied in Denpasar, from June2004 to September 2004.For laboratory simulation, the plants were cultured in 25 cm sand bed, in between 5 cm palmfiber ofwhich were in between 10 cm pumicestone for the top and 5 cm gravel for the bottom with surface area of 25x 50 cm2.The result of treatment system showed that effective for decrease biological oxygen demandcompared to those of chemical oxygen demand parameters. The treatment system reduced significantly BODlevel respectively to 13,15 for 3 days, 11,19 for 10 days and 5,79 for 20 days with 85,55 – 93,63 effectively.While COD level respectively to 76,68 for 3 days, 61,38 for 10 days and 58,57 for 20 days with 42,78 – 56,50effectively. Time of treatment for 3, 10 and 20 days showed a little increase of pH from 6,87 to 7,00.

  19. Analis Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit X Kota Medan Tahun 2016

    OpenAIRE

    Silalahi, Julia Elisabeth

    2016-01-01

    The hospital is one of the health facilities that generate liquid waste therefore the liquid waste processing is needed. This is part of the sanitation activities in order to protect the community from the environment pollution which sourced from the hospital liquid waste. This experiment aims to know the picture of liquid waste processing at the X hospital. The hospital liquid waste processing included the labor, finance and facilities and the hospital liquid process which consists of the...

  20. DESAIN INSTALASI PENGOLAH LIMBAH WC KOMUNAL MASYARAKAT PINGGIR SUNGAI DESA LINGKAR KAMPUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Sapei

    2011-08-01

    Full Text Available Cangkurawok Village is located in the outer of the Bogor Agricultural University area and does not have good sanitation facilities. Disposal of domestic wastewater directly discharges into drainage channels to river. Wastewater treatment plant design from toilets communal divides into three stages. The first stage is determining the location of toilets communal and excreta treatment plant. Location provided by the public is around 5 meters above the surface of the river water. The second stage is the determination of service areas. In this village consists of 70 heads of households as the basic criteria for determining the volume of septic tanks. The last step is determining the design of toilets communal and wastewater treatment unit. This stage requires the unit options that fits on the selected sites, based on ease of maintenance and no need employ trained operators. Waste treatment facility consists septic tank and infiltration well planning. Septic tank volume is 26.5 m3 with the long dimension of 2.75 m, width of 5.5 m and height of 1.5 m plus 0.3 meters for free board. Septic tank serving four toilets communal is built above it, with the division of space for two men and two spaces for women. infiltration well constructed to absorb the waste liquid vertically through the soil pores. Layers of sand and gravel is spread throughout the wells to assist the flow pattern. Depth and diameter of infiltration well are 3 m and 1 m. This wells should be placed lower than the drinking water sources and wells, with a minimum distance of 15 m

  1. ADSORPSI PENCEMARAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT OLEH KITOSAN YANG MELAPISI ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musrowati Lasindrang

    2014-06-01

    Full Text Available Chitosan has been used as biosorbent. In addition to having advantages, chitosan as biosorbent also has disadvantages. Chitosan is very soluble in low pH, so it cannot adsorb Cr (total at low pH. It is because the active site (amine group of chitosan undergoes protonation, and its adsorption capability is easily influenced by anions in waters. Therefore, this research studied the use of chitosan coating on active charcoal of coconut shell to increase the adsorption capability of Cr (total, BOD, and COD. This research was done to evaluate the characteristics of the liquid waste quality with or without Wastewater treatment unit (IPAL, and compare them with the Regulation of DIY Governor number 7/2010. It also studied the effect of pH and Concentration of chitosan coating on active charcoal as adsorbent on the decrease of Cr (total, BOD, and COD concentration in the liquid waste of leather tanning. The results indicate that the liquid waste of the leather tanning industry with and without Wastewater treatment unit (IPAL have exceeded the quality standard for the liquid waste of leather tanning industry. An ANOVA statistical test indicated that Cr (total, BOD, and COD are significant at 0.05 (p < 0.05, with various pH influencing the decrease in Cr (total, BOD, and COD. The highest removal percentage resulting from the effect of chitosan concentration coating on active charcoal is obtained in adsorbent C (K3A1, with Cr (total (91.9%; BOD (99.5%; and COD (98.47%.;

  2. PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART. SOLMS. DALAM PENYISIHAN LOGAM BERAT CHROM (CR PADA LIMBAH ELEKTROPLATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sumiyati

    2012-02-01

    Full Text Available Effluent that is produce by the electroplating industry, especially nickel chrome plating, contains chromemetal that is carcinogenic. The toxicities from chrome are caused by its ability to dissolve and it’s mobilityin the environment. An alternative treatment to reduce chrome is called fitoremediasi which uses plants asits indicator; in this case we use water hyacinth.At the preface experiment, we tried to plant mature water hyacinth in electroplating waste. First we tried toplant in 100% waste water in witch we repeated it 3 times. At the 3rd week; day 18; the plants becameyellowish and became wilted. Knowing this fact, we applied the time for our experiment the we were goingto executed, with assuming at the 18th day the plants will become wilted as an indicator that the waterhyacinth are saturated in adsorbing chrome as the heavy metal pollutant. This became the parameter indesigning the time treatment for the plant zone, 4 until 15 days.The treatment was done by making variation in the amount of plants that are planted, which was 0 plants(as the control, 1 plant, 2 plants, 3 plants, and 4 plants; with 3 times repeating at each stage. The result ofthis experiment after 18 days shows the chrome concentration and the efficiently in decreasing theconcentration on each stage. The highest efficiently for each plant was the treatment by 1 plant only. Thehighest efficiently in decreasing the concentration was 78,95% ad it was done by the treatment with 4plants. To get chrom concentration which is fill with the standard, we can add more water hyacinth into thewaste with the balance equivalent or we need the lower beginning concentration.

  3. STUDI KUALITAS HASIL PENGOLAHAN AIR LIMBAH - KASUS SALAH SATU HOTEL BERBINTANG DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Sudipa

    2012-11-01

    Full Text Available Water is well thought-out as one of the basic need of human life. Beside its significant role in incomecontribution in the region, tourism industry is almost blamed as an environmental demolisher and polluter inBali. This matter writer interest for research something result quality waste water processing at one casehotel and specific as know bacteriology and chemistry quality, because the result of quality hotel waste waterprocessing very influential about water of river already polluted as physical, chemistry and bacteriology.The study aimed to investigate water quality of Ayung River at the nearest outlet of a star hotel STP and atupper-site rive..The research of methodology is hotel waste water analysis be based on the Minister of EnvironmentLife Regulation number 52, 1995. Analysis result waste water process and water ofr river be based onGovernment Regulation number 82, 2001.The water analysis results evidently showed that water sample taken during the 1st - 3th weeks beforeprocessing at hotel’s STP were classified as heavily polluted based on water quality class I, II, III, and IV,with lowest pollution index (PI of 33.23 and highest at 42.56. Amazingly, samples taken after STPprocessing were categorized as heavily polluted as well, based on water quality class I II, III, and IV. Thelowest PI was 13.4 and the highest at 22,15. Water sample taken at the nearest STP outlet at river wascategorized as slightly polluted based on water quality class I and fill quality criteria based on water qualityclass II, III, and IV. Water sample taken at upper-site of Ayung River was categorized as slightly pollutedbased on water quality class I, and fill quality criteria polluted based on criteria of water quality class II, III,and IV.

  4. Penggunaan Tepung Limbah Jus Jeruk (citrus sinensis dalam Ransum terhadap Kualitas Karkas Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ucop Haroen

    2017-04-01

    (The use of orange (citrus sinensis juice by products in the ration on carcass quality of broiler chickens ABSTRACT. This study was conducted to evaluate the effect of orange (Citrus sinensis juice by products in rations on (carcass quality ; weight of slaughter, carcass weight, carcasspercentages, abdominal fat weight and feed intake of broiler chicks. A total of two hundred unsexed 1 d-old chicks (Arbor Acres CP-707 used. The design used was Completely Randomized Design consisting of 5 treatments and 4 replications of each replication consisting of 10 chickens. Feed treatment consisted of P0 = 0% orange juice waste flour (positive control; P1 = 0% waste juice flour with 0.02% basitratin addition (negative control; P2 = 5% orange juice flour waste; P3 = 10% orange juice flour waste; P4 = 15% orange juice flour waste. The variables observed were carcass quality (cut weight, carcass weight, carcass percentage, carcass cholesterol, abdominal fat and ration consumption..The results showed that the use of orange juice flour in the ration significantly influenced (P <0.05 in reducing the consumption of ration, cut weight, carcass weight, carcass cholesterol and abdominal fat weight, but the use of orange juice waste flour in the ration did not affect the percentage of carcass . As a conclusion is the use of orange juice waste flour (Citrus sinensis can be used to a level of 5% in broiler chicken rations.

  5. Pengaruh Air Limbah Industri Tahu Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus Tricolor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Siswoyo

    2017-06-01

    Full Text Available The concentration of BOD, COD, N, P and K in the tofu industrial waste is very high, therefore without appropriate treatment, it will become one of environmental problem. The recent study aimed to investigate the effect of tofu waste concentration on spinach plant growth. The plant is put in the plastic pot filled by mixed soil and humus and then added by tofu waste (500 mL with different concentrations from 0% (balnk, 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. Parameters such number of leaf, surface of leaf, wet weight of leaf, dry weight of leaf and height of stem were measured after 15, 20, 25, 30, 35 and 40 days. In order to measure the surface area of leaf, gravimetry method was used. The result of the study showed that after 40 days, pure tofu waste (100% have the best result for all parameters. This result indicated that high amount of organic substances in tofu industrial waste give ositive impact on the spinach growth, therefore it could be considered as fertilizer in the agricultural activities.

  6. PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI UNTUK PEMBUATAN KOMPOSIT HAMBAT PANAS MENGGUNAKAN MATRIK RESIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ngafwan Ngafwan

    2017-01-01

    Full Text Available The paddy husk is often used as material for persevering ice block which means it has good thermal resistance property. The thermal resistance of paddy husk can be used as base for composing new composite material having good thermal resistance property. The material is made by using polyester as binder with composition paddy husk and polyester in 20%, 30%, 40%, 50% and 60% of husk volume fraction. The types of composite manufactured are honeycomb and nonhoneycomb composites. The only test that has been carried out is thermal conductivity property. The thermal conductivity decreases as material temperature increases. In honeycomb composite the decrease of thermal conductivity occurred greater than that in non-honeycomb composite.

  7. POTENSI BEBAN PENCEMAR (PBP AIR ASAL LIMBAH PETERNAKAN DI KOTA BANJARMASIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Biyatmoko

    2016-10-01

    Full Text Available The research aims to identify and inventory the potential pollutant sources and calculate the pollutant load from livestock waste water in the river that passes through the city of Banjarmasin.  The study was conducted based on a survey sampling and determination of the observation point in the five districts in the city of Banjarmasin.  Determination of pollutant sources is observed Coli total, N total, P total and BOD.  The results showed that lead to type activity peternakann Barito waste in the watershed and includes Martapura and slaughtering of livestock farming in both the RPH, RPU, and other cattle abattoir.  Estimates of potential pollutant load (PBP from livestock waste in the city of Banjarmasin include pollutant source in the form of Colli total reached 20.07 x 109/day, N Total 2.62 kg day, P Total 1.26 kg/day and BOD reaching 1018.93 kg/day. Key words: potential pollutant loads, livestock waste, river, Banjarmasin

  8. TINGKAT EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR HOTEL-HOTEL DI YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendro Martono

    2012-10-01

    Full Text Available In the period of 2002 - 2003, a study was performed to assess the effectiveness of hotels' wastewater treatment plants in reducing  wastewater pollutant contents in Yogyakarta. There were 11 hotels surveyed, with 44 wastewater samples analysed in the parameters of BOD, COD, TDS, and detergent. The effectiveness degrees of the wastewater treatment plant in reducing pollutants in 2002 for the above parameters were 72.72% (BOD, 45.45% (COD, 90.90% (TDS, and 90.90% (detergent. While those for 2003 the degrees of pollutant removal were 45.45%, 27.27%, 81.81%, and 90.90% for the parameters of BOD, COD, TDS, and detergent respectively. It was meant that for the parameters of BOD, COD, TDS, and detergent, the effectiveness degree of the plants in 2003 for reducing the pollutants was decreasing as many as 27.27%, 17.73%, 9.09% and 0.0% respectively compared to those in 2002. Then, average level of the plant capability in reducing pollutant content in 2002 for the parameters of BOD, COD, TDS, and detergent were 72.28%, 66.5%, 74.7%, and 56.3% respectively, and those in 2003 were 56.7%, 59.5%, 74.5%, and 37.5% respectively, so the decreasing level of the plant capability for each parameters were 15.8%, 7.0%, 0.2%, and 18.8%. The average contents of BOD, COD, and TDS in outlet of the plants were 38.45 mg/l, 108.27 mg/l, and 20,7 mg/l respectively (2002, and 38.90 mg/l, 97.5 mg/l, and 34.09 mg/l respectively (2003. Improvement of the wastewater treatment plant performance especially was needed to reduce the parameters of BOD and COD.

  9. Pengaruh kualitas air limbah sentra industri penyamakan kulit sitimulyo terhadap karakteristik air sungai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Jaka Susila

    2005-07-01

    Full Text Available The characteristic of waste discaharged in tanning industry depends on variety and describe of processing and technology are used. Liquid effluent is high-grade category. Waste water comes from beam house process and tanning process, and the dangerous of waste is trivalent and hexavalent of chrome from tanning chrome process. The management of waste in the tanning industry is holding and handling start at raw material, auxiliaries, processing, finishing the last product and the end of pipe treatment. The objective of the research was to know the influence of waste water quality in tanning industry centre Sitimulyo for water river characteristic. The sample was examine in 5 months and the eight parameters were limited by SK Gunernur No : 281/KPTS/1998: Waste water analysis in tanning industry was BOD 31,80mg/l, COD 660,84 mg/l, TSS 221,60 mg/l, Chrom 0,07 mg/l, N-Amonia 13,36 mg/l, Sulfide 13,56 mg/l, Oil/fat 4,80 mg/l, and pH 7,53. Characteristic water river befor received pollutant was BOD 0,75 mg/l, COD 12,18 mg/l, TSS 10,00 mg/l, Chrom 0,01 mg/l, N-Amonia 2,07 mg/l, Sulfide 0,17 mg/l, oil/fat 4,00 mg/l, and pH 7,48. Characteristic water river after received polutan was BOD 8,17 mg/l, COD 38,42 mg/l, TSS 14,00 mg/l, Chrom 0,06 mg/l, N-Amonia 0,47 mg/l, Sulfide 0,002 mg/l, Oil/fat 4,21 mg/l and pH 7,33. Stated that there is a correlation between waste water quality in tanning industry centre Sitimulyo with the river. Although water river characteristic to be change, but still full fill the requiremnts.

  10. POTENSI SEBARAN LIMBAH MERKURI PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT DI DESA CISUNGSANG, KABUPATEN LEBAK, BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helmi Setia Ritma Pamungkas

    2016-03-01

    Full Text Available The amalgamation in artisanal gold mining process in order to separate gold from the ore (gold-amalgam will produce mercury waste. Poor waste management of mercury can pollute the environment. This research aims to identify  a potential distribution pattern of mercury waste or tailing in Cisungsang village, Cibeber sub-district. Methods used are survei and spatial analysis. Samples taken from the research site are the gold miners (as subjects of research, sample of mercury waste, environmental samples (water, soil, fish, vegetables, and rice. The research results show that the use of mercury (100gr every tromol, every shift has strong correlation (r = 0,791 with mercury concentrations in the waste ponds. Mercury concentrations in the liquid of waste ponds are 0,083-0,265 ppm and mercury concentration in the tailing (sludge are 0,304-0,407 ppm. Researcher also develop a potential distribution pattern of mercury that consider slopes of 35% in the area, high precipitation, which can reach 4000 mm per year, and the condition of open waste ponds, which can speed up the   mercury disposal process in the environment. Mercury concentration in the environment has exceeded the quality standard. Test result on environmental samples show that mercury concentration in fish is 1,66 ppm, in spinach is 4,61 ppm, and soil 0,0127 ppm.

  11. Adsorpsi amonia dari limbah cair industri penyamakan kulit menggunakan abu terbang bagas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rihastiwi Setiya Murti

    2013-12-01

    Full Text Available The aim of this study is to reduce ammonia concentration in tannery wastewater using bagasse fly ash in a batch adsorption system. Experiments were conducted to study the effect of various parameters such as adsorbent dose and contact time. Data analysis was performed by calculating the efficiency of adsorption and fitting the data into Freundlich and Langmuir isotherm models. Correlation coefficient and mean squared error were used to evaluate the performance of the models. From the results, it was found that the operating conditions to achieve an optimum removal efficiency of 45.72% are 1 hour contact time and 2 grams of bagasse fly ash. The results also indicate that the data fits Langmuir model well where Langmuir constant Qo, b, and correlation coefficient were found to be 0.706 mg/g, 0.209 L/mg, and 0.9424, respectively.

  12. Pengurangan Kadar N dan P pada Limbah Cair Laboratorium secara Fitoremediasi Menggunakan Enceng Gondok (Eichornia crassipes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmaya Arofah

    2016-03-01

    Full Text Available Laboratory liquid waste contains both metal, nonmetal, organic and anorganic content. If it is discharged directly to environment, it will cause pollution that is harmful for living thing. Data of waste survey result in 2009-2010 indicated that liquid waste of Laboratory in Chemical Engineering Department, Gadjah Mada University (JTK UGM consist of various complex compound such as NH4+, PO43-. JTK UGM has wastewater treatment plant (WWTP to deal with environmental pollution coming from waste of each laboratory and have three process, anaerobe activated sludge, aerobe and phytoremediation. Because the laboratory’s waste was very complex, the WWTP have not operated maximally yet. So, it is necessary research on wwtp processing step, particularly for phytoremediation process using water hyacinth. Objective of this research was to study effect of concentrations N and P on adaptability and capability of water hyacinth to grow. In addition it developed a mathematical model to estimate of N and P concentration decrease rate in liquid. The research was done in batch by planting water hyacinth that has been acclimated in wastewater containing N-NH4OH and P-H3PO4. Parameter observed is N and P concentration in liquid. The result indicated that water hyacinth can absorb N and P. Water hyacinth grow well in N-NH4OH concentration of 9.651 ppm and 15.573 ppm and P-H3PO4 concentration of 2.013 ppm and 2.7373 ppm. It was marked with additional weight and colour of water hyacinth leaves of fresh green. Mathematical model presented to estimate N concentration decrease rate indicated good result in experiment. However, P concentration decrease in liquid phase, the presented model is still not good, because P nutrient decomposition process has not been accommodated during absorption by water hyacinth.

  13. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN PENYANDANG DISABILITAS MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF “LIMBAH SINGKONG” DI KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Susilawati

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACT Ponorogo is a district that has the most poor community with disabilities in East Java. The existence of community with disabilities are on two important points, namely Jambon sub-district and Balong sub-district that reached 1,505 people. And of course, their condition is still very far from the standard of economic welfare. Therefore, it seems very urgent to do community empowerment with disabilities in Ponorogo in order to improve their economic welfare. This empowerment is implemented using the principles of emancipatory approach to doing community organizations through adult education (andragogy using participatory method in community-based research (CBR. This approach emphasized the active role of the community in planning, implementation, and evaluation of research results. This program was conducted for 4 days, on October 24 to 27 until October 27, 2015, which including entrepreneurial motivation, training, manufacture of food products from cassava waste and food from cassava, and the training of financial reporting for UKM production, spiritual motivation of scholars. the follow up of empowerment activities is the establishment of a business group with the name of "Mandiri Sejahtera" in cooperation with various parties that supporting the production of marketers. The factors that pushed towards success in community empowerment with disabilities in Ponorogo were the attitude of openness towards others, and the support and participation of all stakeholders. The inhibiting factors were the traditional public attitudes and dependence. During this time, the community with disabilities in less independent and inflicting dependence on others.

  14. BIOBRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH KULIT BIJI METE, SEKAM DAN JERAMI SERTA BUNGKIL JARAK, SEKAM DAN JERAMI

    OpenAIRE

    2012-01-01

    The petroleum is the fuel derived from fossil which can not be renewable and the deposit in the earth is not morenow. In the middle 2008, the price of petroleum achieved US$ 147/Barrel because the supply of petroleum toworld market was reduced. This situation forced the appearance of the alternative energy which can replace thefossil fuel in the future. Their result of combustion has low emission so that they can be reduced the pollutionand were environment friendly. Biobriquette is the one a...

  15. TEORI DASAR SIMULASI PROSES PEMBAKARAN LIMBAH VINASSE DARI INDUSTRI ALKOHOL BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Triwibowo

    2014-03-01

    Full Text Available In the midst of restrictions issue on the use of fossil fuels, the world began to move towards the use of renewable fuels. One such fuel is bio-ethanol. Production of bio-ethanol itself leaves vinasse wastetreatment problems with large discharge. There have been many ways to treat vinasse one of which is the burning of concentrated vinasse. Combustion process is a complex process in terms physical and chemical. Complex phenomenon will be difficult to be analyzed simultaneously and comprehensively when using conventional techniques. Simulation of combustion process based on CFD can be one such solution. In the case of vinasse as fuel and air as oxydizer the selected combustion model is a non-premixed combustion models with probability density function.

  16. Pemanfaatan kembali air limbah terolah dengan sistem wetland untuk pembuatan kulit glace

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sutyasmi

    2014-06-01

    Full Text Available Tanneries use large quantities of water and produce high pollutant load. Wastewater recycling is an effective way to conserve water supplies. The purpose of this study was to reuse wastewater that has been treated with a wetland system to save water and to apply cleaner production in tannery industry. The treated wastewater was tested in accordance with the test requirements of water used for leather tanning process. The treated wastewater test results met the requirements of SNI 06-0649-1989 Water for the tanning process. Furthermore, treated wastewater was used for leather tanning process with variations of wastewater used were 0, 25, 50, 75 and 100%. The resulting leather was tested in accordance with SNI 06-0253-1989 Quality requirement of goat glace leather. The test results met the SNI. Utilization of 75 % wastewater gave the best result.

  17. Pemisahan krom pada limbah cair industri penyamakan kulit menggunakan gelatin dan flokulan anorganik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugihartono

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRACT The aim of the study was to determine the ability of gelatin, ferrous sulfate, aluminium sulfate, and combination of gelatin with ferrous sulfate or aluminium sulfate for total chromium content (trivalent chromium and hexavalent chromium separation from tannery wastewater. Reduction of total chromium content in the wastewater was conducted using combination of gelatin and ferrous sulfate or gelatin and aluminium sulfate with a ratio of 4:0; 3:1; 2:2; 1:3; and 0:4 (w/w. The results showed that gelatin, ferrous sulfate, and aluminium sulfate, were able to reduce total chromium content in the wastewater. Combination of gelatin/ferrous sulfate or gelatin/aluminium sulfate as flocculants provide synergistic work in reducing the total chromium content. A 94.75% removal of total chromium content was achieved by combining gelatine and aluminium sulfate with a ratio of 3:1, clearer wastewater, and followed by reduction of degree of turbidity up to 74.47%. The total chromium content after treatment was 0.61 ppm, which met the requirements of wastewater for business and or daily activities especially for tanning industry.

  18. Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam dan Bebek sebagai Sumber Kalsium untuk Sintesis Mineral Tulang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Nurlaela

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuat biomaterial substitusi tulang yang menyerupai komposisi tulang sebenarnya, yang terdiri dari mineral inorganik (apatit dan bahan organik sebagai matriks. Pada penelitian ini metode presipitasi digunakan dalam pembuatan komposit apatit-kitosan dengan menggunakan cangkang telur ayam dan bebek sebagai sumber kalsium dan KH2PO4 sintetik sebagai sumber posfat. Cangkang telur dan KH2PO4 sebagai mineral inorganik tulang, sedangkan matriks organik yang digunakan adalah kitosan dari kulit udang. Cangkang telur ayam dan bebek dikalsinasi untuk menghilangkan semua komponen karbonat (CO3 sehingga didapatkan CaO sebagai sumber kalsium. Komposit apatit-kitosan dibuat dengan menumbuhkan senyawa kalsium posfat pada matriks dengan metode ek situ. Sampel yang dihasilkan selanjutnya dikeringkan pada suhu 50 oC. Karakteristik sampel selanjutnya dianalisis menggunakan X-ray Diffraction (XRD dan Fourier Transform Infrared (FTIR Spectroscopy. Pola XRD sampel memperlihatkan adanya puncak-puncak difraksi untuk kristal apatit. Data tersebut didukung oleh spektrum FTIR yang memperlihatkan puncak transmitansi dari fosfat dan karbonat dari kristal apatit. This study aimed to develop bone substituted biomaterial consisting of inorganic mineral (apatit and organic material as matrix. In this study, a precipitation method of apatite-chitosan composite synthesis has been used using hen’s and duck’s eggshell as calcium source and synthetic KH2PO4 as phosphate source. The eggshell and KH2PO4 act as inorganic mineral, whereas organic matrix used was chitosan originated from shrimp shell. The eggshell was calcinated to decompose all the carbonate (CO3 phases. To produce the composite, calcium phosphates were grown on organic matrix of chitosan using ex situ method. The result samples were further dried at 50 oC. Characteristic of the samples were performed using X-ray Diffraction (XRD and Fourier Transform Infrared (FTIR Spectroscopy. The XRD profile illustrated specific diffraction angles at peaks of apatite crystals. This data were supported by FTIR spectra that showed transmittance peak of phosphates and carbonates from apatites.

  19. ANALISIS KARAKTERISTIK KANDUNGAN PENCEMAR AIR LIMBAH DAN PROSES PENGOLAHAN AIR MINUM KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AWANG ERRY SOFYAR IRAWAN

    2015-06-01

    Full Text Available Installation of water treatment is the required infrastructure in meeting the needs of clean water. During the process of water treatment it produces waste water as a byproduct that could potentially cause pollution if not properly treated. The research purposes of the study are to determine the effectiveness of compliance procedures for waste water treatment, the quality and quantity of waste water and its impact to the environment, as well as providing alternatives for waste water management strategies. Determination of samples were conducted by using purposive sampling method. Samples were taken at two sewer sedimentation and filtration points antl the other four points were taken in the water body and then compared with Governor of Bali Regulation No.8 year 2007. Samples were analywd both in situ and in the laboratory. To determine the effectiveness of the waste water treatment to the conformity assessment procedures, the field conditions were analyzed with a force-field analysis. The effectiveness of waste water management was categorized as moderate. The quality of waste water from the sedimentation basin shows the parameters of TSS (4957.50 mg/I and Mn (81.68 mg/I, of the tub filtration TSS (665 mg/I and Mn (12.60 mg/I. The quantity of waste sedimentation basin discharge (Q o.68 mg/sec, TSS pollutant load (3371.01 mg/sec, Mn (55.51 mg/sec, filtration basin discharge (Q o.68 mg/sec, load TSS pollutant (332.50 mg/sec, Mn (6.30 mg/sec. Based on the force-field analysis conducted, some alternative strategies were proposed such as building facilities for waste management, environmental m.inagement implementation based on the appropriate planning, implementation of waste water disposal permit including fulfill the technical conditions as required, technical capacity building of human resources, and land use.

  20. ANALISIS PENYEBAB NYERI DAN KETIDAKNYAMANAN DALAM BEKERJA PADA PENGRAJIN KESET KAIN LIMBAH PRINGAPUS SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rida Zuraida

    2012-05-01

    Full Text Available This research identified any kind of work condition and craftsmans posture that trigger the pain and discomfort for cra