WorldWideScience

Sample records for larik sebagai sensor

  1. SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.G. Suastika

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKEra perkembangan teknologi saat ini telah banyak ditemukan alat-alat inovasi terbaru terutama pada penggunaan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz dan biasanya digunakan dalam bidang kelautan (SONAR, kedokteran (USG maupun dalam bidang industri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tentang pengukuran kecepatan aliran udara dalam pipa menggunakan sensor ultrasonik dan gelombang ultrasonik yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi kerja sebesar 300 kHz. Prinsip pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode waktu tempuh gelombang ultrasonik (time of flight dengan memanfaatkan perubahan karakteristik gelombang ultrasonik ketika melewati kondisi aliran udara yang berbeda yaitu upstream dan downstream. Selain itu, sebagai pembanding (tingkat akurasi dalam penelitian ini digunakan alat pengukur kecepatan aliran udara standar yaitu anemometer. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat akurasi sebesar 99% dan dengan korelasi sebesar 0,99 (korelasi sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sensor ultrasonik valid dan dapat digunakan sebagai perangkat pengukur kecepatan aliran udara dalam pipa. ABSTRACTThe newest innovation instruments applying ultrasonic wave have been found in this technology era. Ultrasonic wave is the sound of wave is the sound wave having frequency above 20.000 Hz and is usually used in oceanic field (SONAR, medical (USG and industrial fields. This research measured the air velocity in pipe by using ultrasonic sensor. The ultrasonic wave used was the one which has frequency of 300 kHz. The Principle of measurement applied the method of elapsed time of ultrasonic wave (time of flight by considering the change of ultrasonic wave when passing different air flow condition: upstream and downstream. Besides, the anemometer was used as the accuracy comparator. The

  2. INTEGRASI SENSOR GERAK DAN PONSEL PADA ARDUINO SEBAGAI SISTEM KONTROL KEAMANAN RUMAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy Putra Dewa

    2016-12-01

    Full Text Available Berbagai macam persoalan kehidupan dihadapi masyarakat di era modern ini. Persoalan yang dihadapi salah satunya adalah mengenai keamanan, khususnya pencurian yang terjadi di kompleks perumahan. Pelaku tindak kejahatan ini pun tidak segan – segan melakukan kekerasan sampai melukai penghuni rumah agar bisa mendapatkan hasil atau juga untuk melindungi diri dari serangan balik korban. Untuk mengatasi persoalan tersebut, para pemilik rumah menggunakan model sistem keamanan seperti siskamling, satpam maupun penggunaan CCTV (Closed Circuit Television. Penggunaan sistem – sistem keamanan tersebut tentu belum menjadi solusi efektif untuk pencegahan awal. Pencegahan awal dimaksudkan agar niat pelaku melanjutkan aksinya dapat dicegah. Dari permasalahan tersebut, maka akan dipaparkan rancangan sebuah sistem pengontrol keamanan rumah yang diharapkan dapat menghadirkan perasaan aman baik saat berada di rumah maupun jauh dari rumah. Sistem ini juga dapat menjadi alat bantu pencegahan sehingga pelaku kehilangan niat untuk melakukan kejahatan. Sistem ini menggunakan beberapa perangkat utama dan tambahan, seperti PIR, buzzer, Arduino sebagai pengendali sistem, handphone sebagai penyampai informasi serta beberapa komponen pendukung lainnya. Sistem ini bekerja apabila ada gerakan manusia yang terdeteksi oleh sensor maka langsung mengirimkan pesan ke nomor yang telah diprogram dan beberapa detik kemudian akan mengaktifkan buzzer. Perangkat utama sistem dan pendukung berfungsi efektif dalam melakukan pengamanan. Jarak jangkau PIR mencapai lebih dari tujuh meter dan kecepatan respon antara 0,2 sampai 3 detik, begitu juga dengan waktu pengiriman pesan yang dibutuhkan sekitar 4 detik yang efektif sebagai peringatan dini. Sistem ini dapat

  3. KARAKTERISTIK MAGNETIK LAPISAN TIPIS NI-FE SEBAGAI FLAT CORE FLUX GATE SENSOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Purnama

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKKarakteristik magnetik lapisan tipis Ni-Fe hasil elektrodeposisi sebagai flat core flux gate sensor didiskusikan pada makalah ini.  Lapisan tipis Ni-Fe dideposisi di atas substrat printed circuit board (PCB dengan variasi komposisi Ni dan rapat arus J.  Untuk memperoleh kualitas lapisan tipis yang baik, zat aditif vanily digunakan untuk mengurangi laju deposisi untuk keseluruhan ekperimen.  Hasil menunjukkan modifikasi karakteristik magnetik hasil vibrating sample magnetometer karena perubahan parameter penumbuhannya. Koersif field (Hc meningkat dengan kenaikan prosentase komposisi Ni pada lapisan tipis yang terbentuk.  Sedangkan Hc tidak membentuk pola tertentu dengan modifikasi apat arus J. Akhirnya magnetisasi jenuh maksimum mS = 0.72 emu/gr diperoleh untuk prosentase Ni = 51%, dan mS = 0.43 emu/gr untuk J = 5 mA/cm2.  Klarifikasi dengan STM, hal ini akibat perubahan struktur mikroskopik lapisan tipis Ni-Fe.ABSTRACTThis paper discusses magnetic characteristic of Ni-Fe permalloy thin film produced by electro deposited as flat core flux gate sensor.  Ni-Fe thin films were deposited on printed circuit board (PCB substrates with variation of composition in Ni percentage and current density J.  In order to obtain high quality thin films, an additive ingredient of vanily was used to reduce rate deposition for whole experimental procedure. Experiment results showed that modified of magnetic characteristic evaluated by vibrating sample magnetometer was caused by the modified of deposition parameters.  Coersive field (Hc increased with the increase of percentage of Ni composition, while the Hc did not form any particular pattern by modifying current density J. Finally, maximum saturated magnetization mS = 0.72 emu/gr was attained for percentage Ni of 51% and mS = 0.43 emu/gr for J = 5 mA/cm2. Clarification by using STM showed that this was caused by the change of microscopic structure in Ni-Fe thin films.

  4. KARAKTERISTIK MAGNETIK LAPISAN TIPIS NI-FE SEBAGAI FLAT CORE FLUX GATE SENSOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Purnama

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKKarakteristik magnetik lapisan tipis Ni-Fe hasil elektrodeposisi sebagai flat core flux gate sensor didiskusikan pada makalah ini.  Lapisan tipis Ni-Fe dideposisi di atas substrat printed circuit board (PCB dengan variasi komposisi Ni dan rapat arus J.  Untuk memperoleh kualitas lapisan tipis yang baik, zat aditif vanily digunakan untuk mengurangi laju deposisi untuk keseluruhan ekperimen.  Hasil menunjukkan modifikasi karakteristik magnetik hasil vibrating sample magnetometer karena perubahan parameter penumbuhannya. Koersif field (Hc meningkat dengan kenaikan prosentase komposisi Ni pada lapisan tipis yang terbentuk.  Sedangkan Hc tidak membentuk pola tertentu dengan modifikasi apat arus J. Akhirnya magnetisasi jenuh maksimum mS = 0.72 emu/gr diperoleh untuk prosentase Ni = 51%, dan mS = 0.43 emu/gr untuk J = 5 mA/cm2.  Klarifikasi dengan STM, hal ini akibat perubahan struktur mikroskopik lapisan tipis Ni-Fe.ABSTRACTThis paper discusses magnetic characteristic of Ni-Fe permalloy thin film produced by electro deposited as flat core flux gate sensor.  Ni-Fe thin films were deposited on printed circuit board (PCB substrates with variation of composition in Ni percentage and current density J.  In order to obtain high quality thin films, an additive ingredient of vanily was used to reduce rate deposition for whole experimental procedure. Experiment results showed that modified of magnetic characteristic evaluated by vibrating sample magnetometer was caused by the modified of deposition parameters.  Coersive field (Hc increased with the increase of percentage of Ni composition, while the Hc did not form any particular pattern by modifying current density J. Finally, maximum saturated magnetization mS = 0.72 emu/gr was attained for percentage Ni of 51% and mS = 0.43 emu/gr for J = 5 mA/cm2. Clarification by using STM showed that this was caused by the change of microscopic structure in Ni-Fe thin films.

  5. MODIFIKASI SENSOR KECEPATAN ANGIN BEDA SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN TRANSMISI JARAK JAUH SEBAGAI PENGUKUR POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Harnawan

    2011-10-01

    Full Text Available Modifikasi sensor kecepatan angin beda suhu bertujuan untuk memperbaiki kinerja sensor dengan menstabilkan prosespenginderaan kecepatan angin dan transmisi data jarak jauh, yang dilakukan dengan menambahkan mikrokontroler AT89S52sebagai basis operasi, rangkaian transmisi jarak jauh dengan jarak 15 m menggunakan level data RS232 dan juga dilengkapidengan rangkaian ADC0808 terkendali mikrokontroler, pada akhirnya sensor dapat berfungsi lebih baik. Pengujian lapangansensor menunjukkan kecepatan angin di sekitar Laboratorium Pengembangan Fisika berfluktuasi antara 0,25 m/s sampai 0,35m/s Detector made in this study is a black box camera made of aluminum. This detector is made of aluminum plate 2-mm thick, a box of(20x15x30 cm, with the following components: the detector panels, paper, film / photography, and sources of ionizing radiation withradiation. Interaction between ionizing radiation and film paper produces a shadow on the paper trail showing blackened after beingwashed. The blackening of radiation attenuation, absorption with at least translucent material produces a shadow on the paper film,with variation of exposure time, the absorbent material and distance, the detector can be using ionizing radiation submer qualitativetests. Camera conclusively prove can be used as a learning tool in the core content and radioactivity in high school.Keywords: detector, ionizing radiation, learning tool

  6. Pengaruh Variasi pH dan Temperatur Sintering Terhadap Nilai Sensitivitas Material TiO2 Sebagai Sensor Gas CO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Silviana Widianti

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan berbagai macam pengupayaan untuk mengoptimalkan potensi Titanium dioksida (TiO2 sebagai sensor gas, mengingat TiO2 merupakan semikonduktor metal oksida. Pada penelitian ini digunakan TiO2 dalam bentuk serbuk, dengan pelarutnya H2SO4 yang diencerkan dengan air distilasi sehingga terbentuk variasi pH 1, 3, dan 5. Metode sol-gel dilakukan dengan perendaman dan dilanjutkan stiring selama 2,5 jam, kecepatan 700 rpm, dan temperatur 200ºC . Drying dilakukan selama 2 jam pada temperatur 350ºC, selanjutnya serbuk dikompaksi pada tekanan 200 bar agar terbentuk pellet. Pelet kemudian disintering pada temperatur 700,800, dan 900ºC selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM dan X-Ray Diffraction (XRD. Sedangkan untuk luas permukaan spesifik sampel TiO2 diuji dengan BET Analyser. Morfologi TiO2 yang dihasilkan dari proses sol-gel berbentuk bulat (spherical dan memiliki fase stabil anatase. Nilai sensitivitas didapatkan dari pengujian pada temperatur operasi 100ºC dan variasi volume gas CO 5L, 12,5L, 25L. Respon tercepat adalah material TiO2 pH 3 yang disinter dengan temperatur 900ºC, serta memiliki ukuran pori 50,83 nm

  7. Pengembangan Sistem Aquisisi Data Kadar Nitrogen Tanah Berbasis Sensor Infra Merah Sebagai Pedoman Penentuan Dosis Pemupukan

    OpenAIRE

    Abdul Roni Angkat; I Wayan Astika; Lenny Saulia

    2011-01-01

    Site specific nitrogen fertilizing needs an accurate map of soil nitrogen content. The use of sensors operated upon the soil is a promising method since the accurate soil sampling methods are costly and time consuming. The objectives of this research are to determine the relation between soil nitrogen level and near infrared spectrum using artificial neural network (ANN) and to develop soil nitrogen content data acquisition system for static dan dynamic measurement. The results showed that t...

  8. Pengembangan Sistem Aquisisi Data Kadar Nitrogen Tanah Berbasis Sensor Infra Merah Sebagai Pedoman Penentuan Dosis Pemupukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Roni Angkat

    2011-10-01

    Full Text Available Site specific nitrogen fertilizing needs an accurate map of soil nitrogen content. The use of sensors operated upon the soil is a promising method since the accurate soil sampling methods are costly and time consuming. The objectives of this research are to determine the relation between soil nitrogen level and near infrared spectrum using artificial neural network (ANN and to develop soil nitrogen content data acquisition system for static dan dynamic measurement. The results showed that the 1506 nm wavelength can be used to estimate the soil nitrogen content. Furthermore it was found that static measurement showed a better correlation (R2= 0.6286 than the dynamic measurement (R2=0.3111. Combined with the developed ATMega32 microcontroller based display recorder, the precision of N content measurement achieved 0.12% wb with 0.1% wb noise.

  9. Prospek Teologi sebagai Ilmu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Ronda

    2005-04-01

    Full Text Available Teologi adalah Ilmu yang bersifat multi dimensi. Karena itu, ilmu teologi harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lainnya sebagai pendukung bagi ilmu teologiTeologi sejak abad pertengahan sudah dikenal sebagai “queen of the science”. Teologisebagai ilmu yang dipelajari mendapat tempat utama dalam kehidupan masyarakat padawaktu itu. Maksudnya adalah bahwa semua jawaban dapat diperoleh dari teologi (baca: gereja. Ada juga ilmu-ilmu lain yang ditemukan, namun umumnya mereka adalah rohaniawan juga seperti Pascal, Newton, Keppler, dsb. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, terutama sejak masa pencerahan di Eropa pada abad pertengahan, kedudukan ilmu teologi merosot dan digantikan oleh ilmu lainnya. Bahkan secara singkat dapat dikatakan di sini bahwa teologi telah berganti dengan sistem filsafat. Teologi yang bercirikan liberalisme mulai muncul akibat pemujaan terhadap akal yang berlebihan,sehingga para teolog berpikir untuk menghilangkan semua bentuk mitos di dalam Alkitab, dan diganti dengan konsep proyeksi iman kepercayaan.

  10. Gerakan Sosial Sebagai Peristiwa Sejarah

    OpenAIRE

    Peninna Simanjuntak

    2009-01-01

    Proses gerakan sosial dapat dipahami sebagai proses yang luar biasa, kasar, dan merupakan gerakan terpadu. Sebab-sebab gerakan sosial tidak hanya dipahami sebagai peristiwa kontemporer atau manifestasi frustrasi marginal atau kegelisahan saja. Gerakan sosial dapat terjadi karena berbagai pergeseran (anomali) sosial atau ketimpangan yang fundamental terutama perjuangan antar elit, perpaduan pergolakan tersebut dengan kekuatan sosial, maupun konflik golongan yang lebih dalam dan menyebar luas, ...

  11. Televisi sebagai Media "Quantum Learning" bagi Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ike Junita Triwardhani

    2003-12-01

    Full Text Available Televisi, di samping mengundang gugatan karena sejumlah efek negatifnya juga memiliki banyak sisi positip,  antara lain, sebagai media belajar bagl anak. Melalui metode Quantum Learning, suatu tayangan acara televisi diberi makna sebagai substansi pendidikan yang menyenangkan metode pengajaran partisipatif, serta suasana lingkungan yang memembuat anak merasa nyaman. Dalam hal ini kehadiran orang tua sebagai mitra dialog bagi anak adalah untuk memberikan makna yang mudah diserap mengenai suatu acara televisi, sangat diperlukan. meotode belajar dalam suasana menyenangkan. sebagai prinsip penting dalam metode  Quantum Learning  akan memberikan hasil yang lebih optimal. Metode ini berangkat dan keyakinan bahwa manusia ternyata memiliki kemampuan luar biasa untuk meloncat di atas kemampuan yang diperkirakan.

  12. Peran Dokter sebagai Saksi Ahli Di Persidangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Susanti

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakPemanfaatan ilmu kedokteran forensik dalam penegakan hukum serta keadilan membutuhkan dokter sebagai saksi ahli medis di persidangan. Saksi ahli pada dasarnya adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan keahlian khusus sebagai dasar dalam memberikan keterangan ahli suatu perkara pidana. Kewajiban dokter untuk membuat keterangan ahli diatur dalam Kitab Undang-undang Acara Pidana dan dalam etika kedokteran. Kehadiran dokter sebagai saksi ahli dapat diminta oleh jaksa penuntut ataupun penasehat hukum tersangka atas persetujuan hakim. Dokter dapat menjadi saksi fakta (dokter yang merawat atau saksi pendapat (ahli independen tergantung keterangan yang dibutuhkan pengadilan. Dalam memberikan keterangan ahli, dokter harus mengikuti ketentuan yang berlaku di persidangan Indonesia, sehingga penting bagi dokter untuk mengetahui tata cara dan sikap dokter sebagai saksi ahli dan mengikuti pedoman menjadi saksi ahli kedokteran.Kata kunci: Dokter sebagai aksi ahli, dasar hukum, persidangan, pedoman saksi ahliAbstractThe utilization of forensic medical science in law enforcement and justice requires a medical doctor as an expert medical witness in court. An expert witness is basically a person who has knowledge, experience and special skill as a basis in providing expertise which is caused a criminal. The obligation of the doctor to make expert explanation is arranged in the book of the law in the crime and in medical ethics.The presence of the doctor as an expert witness can be requested by the prosecutor or the lawyer of the suspect upon approval the judge. Doctors can be as a witness of fact (the treating doctor or as a witness of opinion (the independent expert witness, depending on the information needed at the court. In providing expert information, the doctor should follow the applicable provisions in Council of Indonesia, so it is important for the doctor to know the ordinances and the attitude of doctors acting as medical

  13. Implementasi Antena Wajanbolic Sebagai Penerima Signal Hotspot

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Wahyudi

    2010-05-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah memadu menjadi satu. Teknologi informasi banyak berkaitan dengan konten sementara teknologi komunikasi banyak berkaitan dengan infrastruktur. Sistem komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar dan sebuah sistem selalu membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal. Maka dari itu dibutuhkan alat pendukung sebagai penghubung pembawa sinyal dalam sebuah jaringan, salah satunya yaitu  teknologi wireless. Salah satu bagian dalam teknologi wireless ini yaitu antena. Dari berbagai bentuk antena, antena wajanbolic merupakan antena yang praktis dan sederhana untuk diimplementasikan. Fungsi dari antena wajanbolic ini yaitu untuk mengumpulkan sinyal yang dipancarkan oleh acces point. Komponen utama dalam membuat wajanbolic adalah USB wireless adapter. Dalam implementasi wajanbolic tersebut, diperoleh jarak maksimal jangkauan acces point yang mampu diterima sekitar 150 meter dimana lintasan sinyal dalam keadaan clear of  sight (CLOS

  14. FIGUR WANITA SEBAGAI PENARIK PANDANG DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    2000-01-01

    Full Text Available In order to gain brand awareness effectively%2C advertiser use unusual and sometimes inappropriate form of creatifity to make their ads more memorable such method includes the use of women s sexual attractions which%2C on the other hand%2C causes in fraction of ethical norms. Will this be called a deviations in ads or a compromise approach to the audience taste? Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mencapai brand awareness yang lebih tinggi%2C pengiklan harus membuat iklannya menarik%2C lewat kreativitas yang tinggi. Ketika kreativitas itu menggunakan pendekatan yang terjebak oleh pelanggaran norma-norma etis kemasyarakatan -lewat eksploatasi figur wanita dan daya tarik yang melingkupinya-. Akankah kreativitas itu disebut sebagai penyimpangan dalam iklan? Ataukah sah-sah saja sebagai suatu bentuk pendekatan yang menuruti selera pasar. advertisement%2C women s sexual attractions%2C body language

  15. Sensors

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jensen, H. [PBI-Dansensor A/S (Denmark); Toft Soerensen, O. [Risoe National Lab., Materials Research Dept. (Denmark)

    1999-10-01

    A new type of ceramic oxygen sensors based on semiconducting oxides was developed in this project. The advantage of these sensors compared to standard ZrO{sub 2} sensors is that they do not require a reference gas and that they can be produced in small sizes. The sensor design and the techniques developed for production of these sensors are judged suitable by the participating industry for a niche production of a new generation of oxygen sensors. Materials research on new oxygen ion conducting conductors both for applications in oxygen sensors and in fuel was also performed in this project and finally a new process was developed for fabrication of ceramic tubes by dip-coating. (EHS)

  16. Sensors

    CERN Document Server

    Pigorsch, Enrico

    1997-01-01

    This is the 5th edition of the Metra Martech Directory "EUROPEAN CENTRES OF EXPERTISE - SENSORS." The entries represent a survey of European sensors development. The new edition contains 425 detailed profiles of companies and research institutions in 22 countries. This is reflected in the diversity of sensors development programmes described, from sensors for physical parameters to biosensors and intelligent sensor systems. We do not claim that all European organisations developing sensors are included, but this is a good cross section from an invited list of participants. If you see gaps or omissions, or would like your organisation to be included, please send details. The data base invites the formation of effective joint ventures by identifying and providing access to specific areas in which organisations offer collaboration. This issue is recognised to be of great importance and most entrants include details of collaboration offered and sought. We hope the directory on Sensors will help you to find the ri...

  17. EPISTEMOLOGI ISLAM: KEDUDUKAN WAHYU SEBAGAI SUMBER ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Mujahidin

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract:    Modern science dominated by idealism, rationalism, and empiricism has brought an acute humanity crisis. At the epistemology level, religion provides knowledge which guarantees human values, beyond ration and empirical findings. This paper aims at exploring texts of al-Qur’an as a source of knowledge. The methodology construction starts from seeing it as a paradigm-placing the holy text as an open corpus critically analyzed from linguistics, literary, and historical points of views. Abstrak:      Sains modern yang dikuasai oleh idealisme, rasionalisme dan empirisme telah membawa krisis kemanusiaan yang akut. Pada ranah epistemologis, agama menyediakan pengetahuan yang tidak disediakan oleh rasio maupun temuan empirik yang menjamin adanya nilai-nilai kemanusiaan. Paper ini bertujuan mengeksplorasi peluang dijadikannya wahyu al-Qur’an sebagai sumber ilmu. Konstruksi metodologi ilmiah dimulai dengan mengubah cara pandang terhadap wahyu al-Qur’an sebagai paradigma yang berarti menempatkan al-Qur’an dalam hakekat ontologisnya sebagai teks kebahasaan yang  terbuka terhadap kerangka analisis modern seperti lingusitik, kritik sastra dan analisis historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks suci al-Qur’an yang bersumber dari wahyu dapat dijadikan sumber ilmu dengan persyaratan kajian dengan metodologi yang ilmiah.

  18. POTENSI BIOMASSA FITOPLANKTON Tetraselmis chui SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    OpenAIRE

    Usman, Sukmawati

    2015-01-01

    Penelitian mengenai potensi biomassa fitoplakton Porphyridium cruentum dan Tetraselmis chui sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan metode fermentasi telah dilakukan. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian kultivasi fitoplankton untuk memperoleh biomassa sebagai bahan baku substrat untuk fermentasi bioetanol. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari dua tahap yakni pretreatment biomassa dan fermentasi bioetanol. Proses pretreatment terdiri dari proses delipidasi dengan metode ekstra...

  19. Game Bahari Menggunakan Algoritma Fisher Yates Suffle Sebagai Pengacak Posisi NPC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fachrul Kurniawan

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak- Latar belakang laut merupakan sebuah hal yang unik dan bisa dikembangkan, karena game dengan latar belakang darat dan udara telah banyak digunakan. Game bahari yang berbentuk 2 dimensi dan dimainkan menggunakan sensor accelerometer adalah pengembangan game berlatar belakang bawah laut. Karakter penyelam sebagai pembersih sampah bawah laut, dimana algoritma fisher yatesshuffle digunakan untuk menentukan posisi dari Non Playable Character(NPC. Dari hasil pengujian implementasi algoritma Fisher Yates Shuffle untuk menentukan posisi NPC pada game Bahari dapat berjalan dengan baik, yaitu dapat digunakan untuk mengacak posisi NPC agar posisinya tidak berulang pada permainan berikutnya. Pengujian dilakukan pada perangkat mobile yang menggunakan platform Android.

  20. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and

  1. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the

  2. TITIK SEBAGAI DASAR PENCIPTAAN KARYA SENI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanny Wijaya

    2010-09-01

    pengolahan titik-titik warna sudah berkembang sejak lama. Pada masa pergerakan seni Impresionisme, beberapa seniman sudah mencoba untuk mengaplikasikan titik-titik warna sebagai sebuah teknik baru yang disebut dengan Pointilisme. Georges Seurat adalah seniman yang menjadi pelopor pengembangan teknik ini. Teknik Pointilisme sering dikenal dengan sebutan Divisionisme atau Chromoluminarism pada masanya. Teknik ini menggunakan metode additif yang mengkombinasikan pigmen dasar warna merah, hijau dan biru untuk menghasilkan vibrasi optikal pada lukisan, sehingga para pengamat lukisan dapat mencapai tingkat luminosity yang maksimal pada mata.Keberadaan teknik Pointilisme ini telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat saling mendukung. Perpaduan logika dan estetika dapat menciptakan karya seni yang luar biasa.

  3. Strategi Evaluasi Formatif sebagai Peningkatan Keterampilan Menari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinny Devi Triana

    2016-03-01

    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menari melalui strategi penilaian sebagai evaluasi formatif, sehingga akan meningkatkan keterampilan menari peserta didik dan membantu tenaga pengajar dalam melakukan penilaian yang tidak hanya dilakukan dalam ujian tengah semester dan ujian akhir se- mester. Hal ini diperlukan karena karakteristik pembelajaran praktik tari berbeda dengan pembelajaran teori yang bersifat klasikal.Berdasarkan tujuan tersebut, maka dilakukan pe n e li ti a n t in da k an  ke la s ( P TK  d e n g an  de sa i n  Cla s ro o m Act i on  Re s ea r ch ya n g dikembangkan Kemis dan Tagart, di mana tindakan dan observasi dilakukan bersamaan. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, di mana pada prosentasi kenaikan dari pra kondisi ke siklus 1 sebesar 17%, sedangkan dari akhir siklus 2 sebesar 4,7%. Dengan demikian strategi penilaian sebagai salah satu evaluasi formatif akan dapat mendorong peserta didik dalam meningkatkan kemampuan menari, karena pada kegiatan ini akan terjadi refleksi dan tidak menimbulkan tekanan psikologis seperti halnya apabila dilakukan tes keterampilan.   Kata kunci: Strategi penelitian, evaluasi formatif, keterampilan menari, pembelajaran praktek tari.

  4. Pemanfaatan Sistem RFID sebagai Pembatas Akses Ruangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    HENDI HANDIAN RACHMAT

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Pada penelitian ini, sistem RFID (Radio Frequency Identification dimanfaatkan sebagai kartu identifikasi personal pada sistem akses ruangan. Keberadaan sistem ini ditujukan untuk menjaga keamanan dan privasi ruangan dari seseorang yang tidak memiliki otoritas untuk memasuki ruangan tersebut. Melalui perancangan dan implementasi sistem akses ruangan ini, dilakukan evaluasi sistem kerja kunci elektrik berbasis komponen solenoid serta jarak dan posisi optimal pembacaan RFID tag guna memberikan kenyamanan pada pengguna ketika mengakses ruangan. RFID tag yang dipergunakan dalam sistem ini berbentuk kartu tipe EM4001 dan menyimpan kode unik yang digunakan sebagai identifikasi personal. Kode ini dibaca oleh RFID reader tipe ID-12 dan divalidasi otoritasnya dengan mikrokontroler ATMega32 untuk mengatur sistem kerja kunci elektrik yang dirancang sendiri menggunakan solenoid. Sistem ini dilengkapi pula dengan sistem database untuk pencatatan pengguna yang mengakses ruangan. Dari hasil pengujian, seluruh (100% RFID tag dapat dikenali oleh RFID reader dalam tiga posisi berbeda dengan jarak optimal sejauh 5 cm (vertikal dan 2 cm (horisontal. Keseluruhan (100% aktifitas pengguna yang mengakses ruangan dapat tercatat dalam sistem database. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknologi RFID dapat digunakan secara nyaman dan aman sebagai alternatif sistem identifikasi personal untuk sistem akses ruangan. Kata Kunci : kunci elektrik, RFID, sistem akses ruangan, sistem database, solenoid. ABSTRACT In this research, RFID system was utilized as a personal identification security card in access room system. This system was aimed to secure a room and to have privacy from unauthorized person to enter the room. By designing and implementing the system, a solenoid based electric key system as well as an optimal distance and position of RFID tag were evaluated to know the most convenience condition for all users during accessing the room. RFID tag used in

  5. TERAPI BAKTERIOFAGA: BISAKAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI ANTIBIOTIKA PADA AKUAKULTUR?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2008-12-01

    Full Text Available Kemoterapi merupakan metode efektif dan cepat untuk mengobati dan mencegah infeksi bakterial, tetapi penggunaan yang terlalu sering dapat menyebabkan munculnya strain bakteri yang resisten terhadap antibiotika. Bakteriofaga dapat digunakan sebagai kandidat agen terapi untuk infeksi bakterial. Bagaimana efek protektif faga melawan infeksi bakterial dan bagaimana potensinya sebagai phage therapy pada akuakultur dibahas di sini.

  6. PICUNG (PANGIUM EDULE SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available (Pangium edule sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule as a preservative for fish. Pitjung (Pangium edule contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

  7. WAYANG BEBER SEBAGAI MATERI PELAJARAN SENI BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margana

    2015-08-01

    Full Text Available Abstract: Wayang Beber as Instructional Material of Arts and Culture. This study aims to describe the teaching and learning process of arts and culture based on uniqueness and local wisdom using wayang beber (beber puppets material, and to identify the factors which support and hinder the process.  The study was carried out in the State Senior High School (SMAN of Punung, Pacitan regency, a school that implements the method. It is a qualitative study, in which the data were collected through in­terviews, observations, focused group discussions, and document analyses, and analyzed using the in­teractive method of analysis. The results show that the teaching learning process is initiated by designing a syllabus, lesson plans, and developing instructional materials on wayang beber. The factors that support the teaching and learning process include the commitment from the local government of Pacitan re­gency, the school, and the teachers, as well as the students’ enthusiasm to learn about wayang beber as part of the local contents that reflects local wisdom. The hindering factors, on the other hand, are limited time allocation for the Arts and Culture subject, and limited number of teachers and learning facilities for the subject. The model and teaching learning strategy employed is the balanced integration model. Keywords: arts and culture, uniqueness and local wisdom, wayang beber Abstrak: Wayang Beber sebagai Materi Pelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini untuk menge­tahui proses pembelajaran seni budaya berbasis keunikan dan kearifan lokal dengan materi wayang beber di SMA Negeri Punung Kabupaten Pacitan, dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan peng­hambat pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara, FGD, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni

  8. RANCANG BANGUN PULSE OXIMETRY MENGGUNAKAN ARDUINO SEBAGAI DETEKSI KEJENUHAN OKSIGEN DALAM DARAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Salamah

    2016-12-01

    Full Text Available Kekurangan atau kelebihan oksigen dalam darah akan menimbulkan penyakit dan gangguan kerja tubuh. Pada tingkat tertentu, penyakit tersebut dapat meninbulkan resiko kematian. Oleh karena itu, informasi tentang kejenuhan oksigen dalam darah menjadi hal yang penting untuk dideteksi. Salah satu insturmentasi yang digunakan untuk memantau kejenuhan oksigen dalam darah adalah dengan pulse oximetry. Dalam penelitian ini dirancang bangun pulse oximetry berbasis personal computer menggunakan LED merah dan inframerah sebagai sumber cahaya sedang sensor cahaya yang digunakan adalah fotodioda. Pulse oximetry yang dirancang adalah instrumentasi non invasive yang mana driver LED diletakkan pada ujung jari. Cahaya LED yang terserap jari akan menjadi sinyal yang diumpankan ke fotodioda yang selanjutnya sinyal tersebut akan diubah menjadi sinyal digital oleh Arduino dan diproses lebih lanjut oleh personal computer untuk menampilkan grafik pulse oximetry tersebut. Perangkat lunak untuk mengolah data keluaran Arduino menggunakan Delphi 7, Microsoft Exel dan Mat Lab sebagai perangkat lunaknya. Hasil penelitian ini diperoleh sinyal Photopletysmography (PPG Ujung Jari yang representatif  dengan sinyal PPG referensi. Pengujian pulse oximetry yang telah dirancang adalah 16 dengan sampel uji random. Dari sampel tersebut, diperoleh 13 sampel uji berada pada prosentase kejenuhan oksigen normal dan 3 sampel uji berada pada prosentase kejenuhan oksigen tidak normal.

  9. Tantangan Guru Sejarah: Pesan Sejarah sebagai Konsep Pendidikan Nilai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Senen

    2004-01-01

    Full Text Available Keberhasilan guru sejarah menyampaikan pesan sejarah sebagai suatu nilai moral yang perlu difahami siswa, terletak pada bagaimana cara guru mengembangkan materi pelajaran di depan kelas. Penggunaan metode pengajaran secara tepat yang dikemas secara kreatif akan memungkinkan pesan sejarah dapat disampaikan kepada siswa. Penekanan pada pesan sejarah ini penting, karena selama ini masih terkesan bahwa mata pelajaran sejarah hanya dianggap sebagai pengetahuan hafalan sejumlah peristiwa masa lalu. Hal demikian menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran sejarah sebatas pada pengetahuan deskriptif konsep apa, di mana, kapan dan mengapa suatu peristiwa sejarah terjadi, menjadi dasar mempelajari sejarah. Dalam kerangka memori tidaklah keliru. Tetapi sejarah sebagai mata pelajaran di sekolah dalam konsep pendidikan masih jauh dari harapan. Sebagai konsep pendidikan, pelajaran sejarah dapat bercerita kepada siswa. Oleh sebab itu, metode pengajaran sejarah oleh gum dengan pendekatan moral akan lebih tepat digunakan. Pendekatan moral sebagai konsep belajar mengajar lebih memungkinkan menjadikan pelajaran sejarah dinamis dalam menyikapi situasi yang berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian bahwa belajar sejarah memiliki dimensi masa lalu, kini dan akan datang akan terjawab melalui pendekatan moral dalam konsep pembelajarannya.

  10. Pemanfaatan Bentonite sebagai Media Pembumian Elektroda Batang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winanda Riga Tamma

    2017-03-01

    Full Text Available Sistem pentanahan merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mengamankan sistem tenaga listrik dari gangguan ke tanah maupun gangguan hubung singkat. Pada sistem pentanahan yang baik, resistansi pentanahan harus bernilai dibawah lima ohm. Resistansi pentanahan bergantung pada berbagai aspek antara lain yaitu struktur tanah, kelembapan tanah, dan kandungan yang ada dalam tanah itu sendiri. Dalam pengujian pada penelitian ini akan dilakukan perbaikan pada tanah dengan mencampurkan bentonite ke dalam tanah sebagai media pentanahan. Pencampuran bentonite bertujuan agar mendapatkan nilai resistansi pentanahan yang baik sesuai dengan standar sistem pentanahan. Pengujian dilakukan menggunakan elektroda batang dan alat earth resistance tester dengan metode tiga titik dimana elektroda utama atau elektroda pengukuran diberikan treatment sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Diharapkan pada pengujian ini akan diketahui dampak dari bentonite terhadap penurunan nilai resistansi pentanahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan mencampurkan bentonite pada media pentanahan, resistansi pentanahan menjadi lebih baik. Meskipun tidak terlalu signifikan, rata-rata penurunan dari setiap masing-masing treatment adalah sebesar 2 ohm.

  11. Imlek sebagai Pesta Rakyat Cina di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Dwikurniarini

    2010-05-01

    Full Text Available Semenjak dibangun hubungan kembali Indonesia – Cina maka nampak bahwa segala sesuatu tentang Cina marak diseluruh Indonesia.  Di Yogyakarta juga tidak beda dengan kota-kota besar lain dalam perayaan pergantian tahun dan jika terdapat  perbedaan terutama hubungan Cina dan pribumi yang tanpa konflik. Tujuan tulisan ini  mengkaji kebijakan Negara terhadap Cina dalam bidang budaya serta  hubungan Cina dan pribumi yang harmanis dapat diciptakan di Yogyakarta. Kajian ini adalah kajian historis yang menggunakan metode sejarah dengan empat langkah yaitu heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber sejarah, kritik sumber, inteprettasi dan historigrafi. Hubungan Cina dan pribumi sudah terjadii semenjak kedatangan awal Cina sebelum terbentuknya Negara Indonesia hingga sesudah Indonesia menjadi sebuah negara merdeka. Kenyataan menunjukkan bahwa arang-orang pribumi dan Cina dapat saling menerima sebagai warga negara yang sama, merupakan proses panjang. Dalam sejarah menunjukkan bahwa peran pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya turut mempengaruhi hubungan antar pribumi dan Cina. Diskriminasi juga memperlambat terjalinnya perkembangan hubungan tersebut.  Di Yogyakarta, misalnya perayaan imlek atau pergantian tahun dirayakan semua orang dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata  memasukkannya dalam agenda wisata Yogyakarta dan kelompok muslim mengizinkan merayakannya di masjid untuk Cina yang beraga Islam. Kata Kunci : Imlek di Yogyakarta, Pesta Rakyat Cina

  12. BIAYA TANGGUNG JAWAB SOSIAL SEBAGAI TAX BENEFIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2007-01-01

    Full Text Available Company should not always maximize profits for their shareholders, but they have to undertake activity that might be regarded as socially responsible with their environment where it place. Corporate social responsibility can be form as charity or community development. The law number 40 year 2007 of the amendment to law of limited liabilities companies in paragraph 74 about company obligation for corporate social responsibility. Government through Director General of Taxation can give tax facility that allow all corporate social responsibility cost as an items that may be deducted to determine amounts of taxable income for company which is consistent applying their corporate social responsibility. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan perusahaan tidak semata-mata hanya maksimalisasi laba untuk shareholders, tetapi perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan di mana perusahaan itu berada. Tanggung jawab sosial dapat dalam bentuk yang bersifat kemanusiaan atau pengembangan komunitas (Community Development. Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroaan Terbatas, pada Pasal 74 mengatur tentang kewajiban perusahaan melakukan tanggung jawab sosial. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pajak dapat memberikan insentif pajak yang memperkenankan pengeluaran-pengeluaran tanggung jawab sosial sebagai pengurang penghasilan kena pajak untuk perusahaan yang konsisten menerapkan tanggung jawab sosialnya. Kata kunci: tanggung jawab sosial perusahaan, pajak penghasilan, fasilitas pajak

  13. BELAJAR DARI DESA: PKK SEBAGAI ORGANISASI GERAKAN PEREMPUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Audra Jovani

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai arti penting dalam proses pembangunan, perempuan mempunyai andil besar dalam membentuk keluarga yang bermartabat, membina keluarga secara langsung dan menjangkau sasaran sebanyak mungkin. Negara dapat belajar dari perempuan tentang bagaimana mengelola atau menjadikan desa sebagai tempat berkarya sekaligus rumah. PKK merupakan organisasi gerakan perempuan dalam memberikan kontribusi nyata bagi negara melintasi batas kelas, etnis, agama dengan prioritas menghasilkan keluaga yang berkualitas. Tim PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing bidang demi terlaksananya Sepuluh Program PKK. Kata kunci: PKK, Gerakan Perempuan, Partisipasi, Desa

  14. PRIMITIVISME IKAN POLYPTERUS SEBAGAI WARISAN MANUSIA MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2010-12-01

    Full Text Available Tinjauan ini mensintesa historis dan diversitas ikan purba Polypterus yang berasal dari Afrika sebagai komoditi budidaya ikan hias. Sejarah evolusinya sangat unik, muncul sejak pertengahan Miocen (10 juta tahun, hubungan parentalnya berada pada posisi transisional sister-takson antara Teleostei dan Tetrapoda. Primitivismenya menyisakan divergensi momental sains hampir satu abad dalam determinasi dimorfisme seksualnya. Bersifat nokturnal, tahan terhadap kondisi habitat ekstrim tetapi mudah dibudidayakan. Polypterus jantan memiliki sirip anal tebal dan condong ke hipural konjungsi sirip ekor. Seekor betina mampu bertelur 100–300 butir dan menetas kurang dari 3 hari. Benih Polypterus sudah dapat beradaptasi dengan pakan tambahan sekitar 10 hari pasca menetas, dan dalam perkembangan gonad jantan dan betina akan terbentuk sempurna setelah berumur 10 bulan. Fosil hidup Polypterus telah menjadi warisan dunia, adopsi dan asuhan penggemarnya tersebar ke-5 benua, dapat dilaporkan bahwa harga per ekor dipatok variatif antara US$40–US$70. Kegemaran kita membudidayakannya, berarti telah menyelamatkan populasi ikan ini agar terhindar dari kepunahan. Atas dasar konsesi dan semangat terhadap warisan spesies dunia itu, BRBIH Depok telah mengoleksi dan sukses memproduksi satu sub spesies, satu varian intergenetik-albino dari populasi Polypterus senegalus senegalus dan 3 spesies intragenerik lainnya.

  15. REVITALISASI MANAJEMEN WAKAF SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin Munir

    2013-06-01

    Full Text Available Mobilize sectors of the society economy with waqf instrument is very rasional. According data compiled by the Ministry of Religious Affairs, the number of waqf land in Indonesia reached 2,686,536,656, 68 square meters or 268,653.67 acres 366 595 locations spread across an area Indonesia. With a large area, it will contribute to socio-economic empowerment if it is managed with proper and professional management. This is the most urgent matter to be addressed in the management of waqf is nadzir professionalism, because they are the key to successful management of endowments to be more focused, productive and strategic. As one of the sharia instruments, the management of waqf should be rightfully optimized for development the welfare of society. Menggerakkan  sektor  ekonomi  masyarakat  dengan  instrument  wakaf  adalah  sangat rasional.Menurut data  yang  dihimpun  Departemen  Agama  RI,  jumlah tanah  wakaf  di Indonesia mencapai 2.686.536.656, 68 meter persegi atau 268.653,67 hektar yang tersebar di 366.595 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan lahan seluas itu, tentunya akan sangat berkonstribusi dalam pemberdayaan social ekonomi jika dikelola dengan manajemen yang tepat dan profesional. Inilah hal yang paling urgen untuk dibenahi dalam pengelolaan wakaf adalah profesionalisme nadzir, karena mereka merupakan kunci keberhasilan pengelolaan wakaf  agar  lebih  focus,  produktif  dan  strategic.  Sebagai  salah  satu  instrument syariah, manajemen  wakaf  sudah  seharusnya dioptimalkan  pengelolaannya  untuk  peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  16. Kanca Indihiang sebagai Embrio Kreativitas Mang Koko

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasita Satriana

    2014-11-01

    Full Text Available Kanca Indihiang adalah sebuah grup yang dibentuk oleh Mang Koko tahun 1946, yang termasukpada genre seni Jenaka Sunda, yakni seni pertunjukan dengan format seni humor. Kreativitas MangKoko dalam melakukan berbagai inovasi garap, membuat grup Kanca Indihiang sangat berbeda denganseni Jenaka Sunda pada umumnya. Nama Mang Koko terkenal sebagai pencipta genre seni baruatau dikenal dengan sebutan karawitan wanda anyar. Untuk mengungkap perkembangan kreativitasMang Koko, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa dalam wadah grup Kanca Indihiang, Mang Koko bereksplorasimemodernisasi kekakuan pakem seni kawih Sunda tradisi. Karawitan wanda anyar diyakini sebagaigenre karawitan Sunda yang terbentuk dari akumulasi kreativitas berkesenian dari Mang Koko. Kanca Indihiang: As a Creativity Embryo of Mang Koko. Kanca Indihiang is a group which wasfirst created by Mang Koko in 1946 and is one of the Sundanese art genres that is a performing art withsuch a humorous art format. Mang Koko’s creativity in doing works on a variety of innovations makes KancaIndihiang group may differ a lot from Sundanese humorous art in general. Mang Koko’s name then becomesfamous as a creator of a new art genre called ‘karawitan wanda anyar’. Thus, a qualitative research applyingethno-musicological approach is done to uncover the development of Mang Koko’s creativity. According to thisresearch, it can be concluded that within this Kanca Indihiang group, Mang Koko did some explorationsto modernize rigidity in the rules of traditional Sundanese kawih. Karawitan wanda anyar is believed as aSundanese karawitan genre shaped from the accumulation of Mang Koko’s artistic creativities.

  17. Arahan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Singosari Malang Sebagai Heritage Tourism

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Krisnawati

    2014-09-01

    Full Text Available Permasalahan di kawasan cagar budaya Singosari yaitu kurangnya peran serta stakeholder dan keterpaduan perencanaan dalam mengembangkan obyek pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan cagar budaya Singosari Malang sebagai Heritage Tourism. Tahapan dalam penelitian ini meliputi mengetahui potensi dengan menggunakan analisa teoritical descriptif dan skoring, mengetahui kendala dengan menggunakan analisa teoritical descriptif dan skoring. Selanjutnya dilakukan penentuan faktor yang berpengaruh dengan menggunakan teknik analisa deskriptif dan analisa Delphi. Kemudian dalam perumusan arahan pengembangan kawasan cagar budaya di Singosari Malang menggunakan teknik content analysis. Arahan untuk pengembangan kawasan cagar budaya Singosari sebagai heritage tourism terdiri dari arahan mikro spasial-non spasial dan arahan makro spasial-non spasial yang dibagi menjadi 3 zona pengembangan secara spasial di kawasan cagar budaya Singosari yaitu zona inti, zona pendukung langsung dan zona pendukung tidak langsung. Zona inti merupakan tempat adanya bangunan cagar budaya sebagai daya tarik wisata, zona pendukung langsung berkaitan dengan arahan mikro spasial-non spasial yaitu penataan bangunan cagar budaya yang kondisinya sebagai ikon kawasan dan kesejarahan yang terkandung didalamnya, fasilitas akomodasi serta fasilitas pendukung pengembangan. Kemudian zona pendukung tidak langsung berkaitan dengan arahan makro spasial-non spasial yaitu partisipasi masyarakat, atraksi wisata, pemasaran, aksesibilitas, implementasi kebijakan, pengembangan antar obyek wisata, kerjasama sektor swasta serta pendanaan di kawasan wisata cagar budaya.

  18. Kandisiasis Mulut sebagai Indikator Penyakit Sistemik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satrya Ayu Erawatie Prayudha

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Kandidiasis mulut disebabkan oleh infeksi Candida. Kondisi imunokompromais seperti DM merupakan salah satu faktor predisposisinya. Diabetes mellitus (DM merupakan penyakit metabolik yang sering tidak disadari dan menjadikan penderitanya rentan infeksi. Tujuan. Penulisan ini bertujuan untuk melaporkan kandidiasis mulut polimorfik pada pasien yang sebelumnya tidak terdeteksi DM. Kasus dan penanganan. Seorang laki-laki 57 tahun datang ke Klinik Gigi dan Mulut, RSUP Dr. Sardjito mengeluhkan gangguan pengunyahan. Keluhan dirasakan sejak 1 bulan terakhir akibat gigi sebalah kiri atasnya goyah. Pasien menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL sejak 5 tahun yang lalu. Sejak awal, GTSL susah dilepas sendiri oleh pasien. Akhir-akhir ini, terdapat keluhan mulutnya gatal dan nafas berbau. Dilaporkan adanya penurunan berat badan hingga 9 kg pada 3 bula terakhir. Ekstra-oral normal, intra-oral tampak plak putih pada dorsum lidah, area eritematus pada palatum berhadapan dengan plat GTSL, gigi avulsi, luksasi disertai resesi. Berdasar anamnesis dan pemeriksaan klinis, lesi mulut mengacu pada kandidiasis mulut dan pasien dicurigai menderita DM. Rencana perawatan meliputi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, terapi antifungal, ortopantomogram (OPG dan konsultasi medis terkait kecurigaan DM. Penatalaksanaan lesi mulut meliputi debridasi dan Nystatin topikal. Dua minggu kemudian, lesi mulut menunjukkan perbaikan. Hasil OPG dan kadar glukosa darah (KGD mengindikasikan latar belakang DM. Ekstraksi dilakukan setelah DM terkontrol diikuti pembuatan protesa. Fungsi mulut kembali normal dan diinstruksikan pengelolaan KGD. Kesimpulan. Temuan klinis kandidiasis mulut dapat digunakan sebagai indicator adanya gangguan sistemik, pada kasus ini adalah DM. Identifikasi dini lesi mulut terkait gangguan sistemik dapat membantu penderita untuk memperoleh perawatan sistemik lebih awal.   Background. Oral candidiasis is caused bt Candida infection

  19. EVALUASI KARAKTERISTIK PONDASI BAMBU RAFT & PILE SEBAGAI PERKUATAN TANAH PADA EMBANKMENT JALAN

    OpenAIRE

    Harianto, Tri; Maricar, Iskandar; Djamaluddin, Abd. Rahman; Sitepu, M.Farid; Abdi Putra, Pebryanto

    2012-01-01

    Desain pondasi dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan telah banyak digunakan sebagai inovasi dalam upaya mereduksi deformasi tanah dan penurunan sebagai uniform settlement. Tipe raft bambu digunakan untuk menghasilkan penurunan yang merata pada seluruh bidang lateral embankment jalan. Pile bambu dimanfaaatkan untuk dapat mendukung pondasi raft bambu yang pada aplikasinya sebagai tiang tekan yang mampu menahan tekanan vertical yang ditumpu oleh raft bambu. Untuk menginvestigasi efektif...

  20. EFEKTIVITAS IKAN NILA MERAH (OREOCHROMIS NILOTICUS SEBAGAI PEMAKAN JENTIK NYAMUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sudomo

    2012-10-01

    Full Text Available Ikan nila merah (Oreachromis niloticus merupakan ikan yang berasal dari luar negeri yang sudah dibudidayakan secara meluas di Indonesia. Ikan tersebut mempunyai arti ekonomis penting karena harganya mahal. Dalam percobaan laboratorium, ikan nila merah memakan jentik nyamuk dan ganggang Enteromorpha, yaitu ganggang yang dipakai untuk bertelur nyamuk Anopheles sundaicus. Dalam suatu percobaan, efektivitas ikan nila merah sebagai agen biologi untuk mengendalikan jentik nyamuk vektor malaria, telah dilakukan dengan membuat kolam-kolam percobaan sebanyak 12 kolam yang diisi dengan, ikan nila merah, ikan nila merah, dan ikan nila merah dan ikan mas, serta kolam kosong sebagai kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam kolam yang diisi dengan ikan nila merah dan ikan mas jentik nyamuknya lebih sedikit. Hal ini berbeda nyata dengan kolam yang diisi ikan mas saja dan kolam kontrol.

  1. Media Sosial sebagai Strategi Gerakan Bali Tolak Reklamasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Agung Ayu Kade Galuh

    2016-06-01

    refl ection in the matter of mobilization. This means social media is capable to encourage the representation of democracy when the online activism successfully transformed into action. Abstrak: Tulisan ini mengaji bagaimana media sosial bermakna bagi aktivis gerakan. Media sosial dipandang sebagai salah satu strategi gerakan sosial baru. Menggunakan metode studi kasus serta kerangka berpikir new social movement dan cyberprotest, penelitian ini melihat bagaimana peran karakteristik media sosial ikut mempengaruhi proses demokrasi akar rumput di Indonesia. Karakteristik media sosial seperti bentuk, konten, dan khalayak memengaruhi pembentukan nalar dan refl eksi publik atas isu reklamasi Teluk Benoa. Kesimpulannya, posisi media sosial sebagai strategi gerakan sosial baru berperan memfasilitasi strategi nalar dan refl eksi dalam mobilisasi dukungan. Ini berarti media sosial mampu mendorong representasi demokratis ketika berhasil bertransformasi menjadi aksi nyata.

  2. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Hernaman

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering (KcBK tertinggi (P<0,05 diperoleh padakulit singkong, yaitu 64,92. Potensial hidrogen (pH untuk semua perlakuan menghasilkan nilai yang sama (P>0,05 dengan kisaran 6,97-6,99. Kesimpulan, campuran daun, batang, dan kulit singkong paling baik digunakan sebagai pakan domba.

  3. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    OpenAIRE

    Iman Hernaman; Atun Budiman; Siti Nurachma; Kundrat Hidayat

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT) dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering...

  4. Kualitas Acasia Nilotica L (Daun Oncit sebagai Pewarna Kain Sutera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Budiastuti

    2007-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian, (2 Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit, menggunakan konsentrasi fiksator tunjung yang berbeda, yaitu 1gr/l, 2gr/l, 3gr/l. Sampel uji yang digunakan adalah kain sutera T 54 diambil secara random atau secara acak diagonal sesuai dengan SII nomer 0728 tahun 1983. Tingkat ketahanan luntur warna kain sutera yang dicelup dengan zat warna Acacia Nilotica L. (daun oncit diketahui berdasarkan perubahan warna yang diukur menggunakan alat gray scale dan penodaan pada kain putih diukur menggunakan staining scale. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari ketahanan luntur berdasarkan pada perubahan warna akibat pencucian termasuk kategori 3-4 atau cukup baik artinya kain sutera sedikit luntur bila dicuci,(2 kualitas Acacia Nilotica L. (daun oncit sebagai pewarna kain sutera menggunakan fiksator tunjung 1 gram, 2 gram, dan 3 gram ditinjau dari penodaan pada kain putih akibat gosokan termasuk pada kategori 4-5 atau baik, artinya kain sutera tidak menodai kain putih.

  5. PEMANFAATAN SAMPAH KERTAS MENJADI PAPAN PARTIKEL SEBAGAI DINDING DEKORATIF RUANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meldawati Artayani

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak_Permasalahan sampah dalam pembahasan ini dikhususkan pada sampah kering sebagai contoh sampah kertas. Jumlah sampah kertas di kota Makassar bisa mencapai angka 322,16 m³/hari dan akan terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sebagai upaya peneliti dalam mengurangi serta meningkatkan nilai guna dari sampah kertas khususnya sehingga mampu memberi manfaat kepada masyarakat secara umum, yaitu dengan cara mendaur ulang sampah kertas menjadi papan partikel sebagai dinding dekoratif ruangan yang mudah, murah serta ramah lingkungan. Penelitian ini akan dilakukan secara experimen di laboratorium dan akan berlangsung selama 5 (lima bulan untuk mengetahui karateristik dasar dari papan partikel kertas sebagai dinding dekoratif ruangan. Adapun tahapan prosesnya yaitu pegumpulan bahan, pengolahan bahan serta pengujian secara fisik dan mekanisnya. Variasi papan partikel yang diteliti berkisar pada perbedaan tekstur permukaan, serta ketebalannya. Kata kunci : sampah kertas dan papan partikel dekoratif Abstract_ The problem of garbage in this discussion is devoted to the dry waste, for example waste paper. The amount of paper waste in the city of Makassar could reach 322.16 m³ / day and will continue to increase in tandem with the increasing population. As researchers attempt to reduce and increase the use of waste paper grades in particular so as to provide benefits to society in general, that is by recycling waste paper into particle board as a decorative wall of the room that is easy, cheap and environmentally friendly. The research will be conducted experiments in the laboratory and will last for 5 (five months to determine the basic characteristics of particle board decorative paper as the wall of the room. The stages of the process, namely pegumpulan materials, materials processing as well as physical and mechanical testing. Variation of particle board that investigated the range of differences in surface texture and

  6. Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Tahu Sebagai Penggumpal Lateks

    OpenAIRE

    Yugia Muis

    2009-01-01

    Pemanfaatan limbah yang berasal dari industri pada saat sekarang ini merupakan salah satu untuk menghindari pencemaran lingkungan. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah cair pabrik tahu sebagai bahan penggumpal lateks. Lateks yang berasal dari perkebunan ditambahkan limbah cair tahu yang mempunyai pH =4 dan akhirnya akan membentuk koagulan. Kemudian digiling dan dikeringkan pada suhu 1100C selama 3,5 jam. Karet kering yang dihasilkan diuji mutu karetnya m...

  7. Aplikasi Wax Sebagai Salah Satu Material Di Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    2008-01-01

    Wax merupakan salah satu bahan termoplastik yang terdiri dari berbagai bahan organis dan bahan alami sehingga membuatnya sebagai bahan dengan sifat-sifat yang sangat berguna. Unsur-unsur pokok dental wax terdiri dari 3 suraber utama, yaitu : mineral, serangga (hewani), dan sayur-sayuran (tumbuh-tumbuhan). Wax yang berasal dari bahan mineral diantaranya adalah paraffin wax dan microcrystallin wax yang diperoleh dari hasil residu petroleum melalui proses destilasi. Wax yang berasal dari serangg...

  8. Sistem Pengendali Peralatan Elektronik dalam Rumah secara Otomatis Menggunakan Sensor PIR, Sensor LM35, dan Sensor LDR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Desyantoro

    2015-08-01

    Full Text Available Listrik merupakan hal yang sangat penting di kehidupan kita. Setiap pekerjaan kita pasti dibantu dengan adanya listrik. Mulai dari penerangan hingga pengaturan suhu ruangan pun semuanya dibantu oleh listrik. Ketergantungan manusia terhadap listrik ini menimbulkan kebiasaan buruk. Banyak orang yang terkadang membiarkan suatu peralatan elektronik hidup pada saat tidak dibutuhkan. Terjadi suatu permasalahan untuk menciptakan suatu desain sistem embedded untuk mengendalikan peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis. Makalah ini membahas tentang perancangan sistem pengendali peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis. Sistem terdiri dari sensor PIR yang berfungsi untuk mendeteksi objek bergerak (manusia, sensor LM35 yang berfungsi untuk mendeteksi suhu, dan sensor LDR berfungsi sebagai sensor cahaya. Mikrokontroller ATMega16 sebagai pengendali jalannya sistem dari pembacaan sensor, menampilkan data sensor pada LCD dan mengatur kontak relay untuk menghidup dan mematikan listrik. Sistem pengendali peralatan elektronik dalam rumah secara otomatis menunjukan sensor LDR dapat membedakan gelap dan terang, sensor suhu LM35 dapat mendeteksi suhu dalam ruangan dengan toleransi kesalahan pembacaan kurang lebih 2o Celcius, dan sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan manusia sejauh 5 meter.

  9. PENGUBAHAN KONSEP DIRI SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PENDIDIKAN BAGI ANAK JALANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyuni

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract: Developing Self-concept in Educating Street Children. This qualitative research aims at formulating a data-based theory concerning the success in educating street children. The study involved 13 street children and employed in-depth interviews, participatory observation, and documentation study in collecting the data. Constant comparative analysis of the data reveals that the success or failure in educating street children is dependent upon the development of self-concept. This should be taken into consideration in constructing a more effective and creative education model to avoid “malpractice” in handling street children. Keywords: self-concept, education, street children Abstrak: Pengubahan Konsep Diri sebagai Kunci Keberhasilan Pendidikan bagi Anak Jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebuah teori berdasarkan data yang dapat menjelaskan keberha­silan dan kegagalan pendidikan bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian teori grounded, berlokasi di Rumah Singgah Insan Mandiri di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan 13 anak jalanan sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode analisis komparasi konstan. Penelitian ini menemukan sebuah teori keberhasilan dan kegagalan pendidikan bagi anak jalanan yang menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan bagi anak jalanan sangat dipengaruhi oleh konsep diri anak jalanan. Teori ini bermanfaat sebagai dasar bagi upaya penyusunan model pendidikan bagi anak jalanan yang efisien dan efektif, sehingga tidak akan terjadi malapraktik. Kata kunci: konsep diri, pendidikan, anak jalanan

  10. PEMBUATAN RESIN PHENOL FORMALDEHID TERHADAP APLIKASINYA SEBAGAI VERNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Rokhati

    2011-07-01

    Full Text Available Phenol formaldehid termasuk kelompok resin sintetis yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi antara phenol dengan formaldehid. Ada dua jenis resin phenol formaldehid yaitu : novolak yang bersifat termoplast dan resol yang bersifat termoset. Phenol formaldehid dapat diaplikasikan sebagai vernis karena dapat membentuk lapisan film yang kering.Penelitian dilakukan dengan mereaksikan phenol dan formaldehid dengan pH dan perbandingan mol bervariasi. Jenis novolak dibuat pada suasana asam dengan penambahan HCl, suhu 900C, dan waktu reaksi 5 jam, sedangkan jenis resol dibuat pada suasana basa dengan penambahan NaOH, suhu 800C dan waktu reaksi 3 jam. Hasil resin phenol formaldehid diaplikasikan sebagai vernis pada kayu jati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya pH dan perbandingan reaktan, waktu kering semakin lama. Kondisi optimum jenis novolak diperoleh pada pH 2,5 dan perbandingan reaktan 1 : 0,8, sedangkan untuk jenis resol dicapai pada pH 10 dan perbandingan mol reaktan 1 : 2. Aplikasi jenis novolak sebagai vernis kayu menghasilkan warna yang lebih cerah (tingkat gloss tinggi dibanding dengan jenis resol

  11. REKONSTRUKSI PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI CHARACTER BUILDING MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Muchlis Solichin

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak: Sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli (indegenous Indonesia, pesantren menampilkan suatu sistem pendidikan tradisional dengan mempertahankan tradisi dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai dan ajaran Islam. Dalam perkembangannya, banyak pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah dan sekolah sebagai respon pesantren terhadap perkembagan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Dengan dikenalnya pendidikan sekolah dan madrasah, maka pesantren sebagai lembaga character building menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern yang cenderung materialis, oportunis, dan hedonis. Untuk itu, pesantren harus mampu merumuskan pendidikan yang berorientasi pada penamanaman nilai-nilai keislaman yang berdasarkan pada fithrah (potensi dasar peserta didik.   Abstract: As the oldest and indegenous educational institution of Indonesian, pesantren featuring a traditional education system, maintains the tradition while still being based on the values ​​and teachings of Islam. In its development, many pesantrens adopt madrasah and school as education systems to respond the development and changes in society. Through the adoption of school and madrasah, pesantren as character building institution has to face modernity which tends to be materialistic, oppurtunistic, hedonic. For this reason, pesantren should be able to formulate its education by implementing Islamic values ​​ based on the human nature (basic potential.   Kata Kunci: Pendidikan, pesantren, character building, modern

  12. Pengaruh Cyberbullying Di Media Sosial Terhadap Perilaku Reaktif Sebagai Pelaku Maupun Sebagai Korban Cyberbullying Pada Siswa Kristen SMP Nasional Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mira Marleni Pandie

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cyberbullying  terhadap perilaku reaktif sebagai pelaku sekaligus sebagai korban cyberbullying pada siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan mengambil sampel sebanyak 40 orang dari SMP Nasional Kota Makassar. Siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII sampai kelas IX karena tanggap terhadap teknologi dan  pada masa ini terjadi perubahan secara fisik dan psikis yang membawa siswa pada suatu fase yang disebut masa transisi, labil, mencari identitas dan mencari public figure. Hasil dari penelitian ini adalah terbuktinya hipotesis bahwa ada pengaruh antara perilaku pelaku cyberbullying dengan perilaku reaktif siswa Kristen korban cyberbullying dengan signifikansi 0,037<0,05. Dengan demikian jelas bahwa bila makin tinggi perilaku reaktif pelaku maka makin tinggi pula perilaku reaktif korban. Semakin rendah perilaku reaktif pelaku maka makin rendah pula perilaku reaktif korban cyberbullying.  

  13. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUKUR GETARAN MEKANIS MENGGUNAKAN PIEZZO ELECTRIC SENSOR BERBASIS ARDUINO MIKROKONTROLLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TARMUJI TARMUJI

    2015-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi diindonesia berkembang sangat pesat, baik teknologi dalam bidang transportasi, pertanian, komunikasi, industri, dll. Dalam bidang industri hampir semua proses produksi dilakukan dengan menggunakan mesin. Dengan adanya alat pendukung tersebut akan mempermudah dan mempercepat proses produksi. Namun dalam kenyataanya mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi tersebut tidak mampu digunakan secara terus-menerus. Mesin merupakan serangkaian komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainya. Jika satu komponen mengalami kerusakan atau keausan, tidak menutup kemungkinan untuk komponen mesin lainya menerima dampak negative dari mesin yang mengalami kerusakan. Pengecekan mesin juga harus dilakukan secara berkala untuk menjaga performa mesin agar proses produksi tetap berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya getaran yang dihasilkan dari kinerja mesin. Pada penelitian ini menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai pengontrol utama. Sensor piezzo electric sebagai inputan pembaca getaran. Lcd 16x2 sebagai layar penampil. Dua buah tombol yang masing-masing digunakan sebagai tombol play dan pause. Baterai lippo 12 volt digunakan sebagai catu daya utama. Pengguna dapat menggunakan alat ukur ini dengan cara meletakkan sensor pada mesin atau alat lain yang akan dilakukan pengukuran, maka hasil pengukuran akan langsung ditampilkan pada LCD display. Hasil penelitian ini didapatkan prosentase selisih rata-rata pengukuran frekuensi dan amplitudo terhadap oscilloscope dengan empat metode pengukuran. Pengukuran pertama dengan tanpa penghalang didapatkan selisih rata-rta 0,644 % untuk frekuensi dan 0,786 % untuk amplitudo. Pengukuran kedua dengan menggunakan busa sebagai penghalang didapatkan 0,004 % untuk frekuensi dan 1,416 % untuk amplitudo. Pengukuran ketiga dengan menggunakan kardus sebagai penghalang didapatkan 1,930 % untuk frekuensi dan 1,202 % untuk amplitude. pengukuran keempat dengan menggunakan kain

  14. Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik bagi Seorang Akuntan

    OpenAIRE

    Tangalalayuk, Virandha

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan dan yang paling dominan dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik. Sampel penelitian yang digunakan adalah orang-orang yang berprofesi sebagai akuntan publik pada Kantor Akuntan Publik yang tersebar di kota Makassar, baik kantor pusat maupun kantor cabang. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan ...

  15. KEWENANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) SEBAGAI LEMBAGA PENGAWASAN PERBANKAN DI INDONESIA

    OpenAIRE

    Firmansyah, Muhammad

    2014-01-01

    2013 ABSTRAK Muhammad Firmansyah, (B11107924), Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas perbankan di Indonesia, dibimbing oleh Aminuddin Ilmar (selaku Pembimbing I) dan Ariani Arifin (selaku Pembimbing II). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas perbankan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan Otoritas Jasa Keuangan (OJ...

  16. BALE KULKUL SEBAGAI BANGUNAN PENANDA PENDUKUNG KARAKTER KOTA BUDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Ayu Oka Saraswati

    2006-01-01

    Full Text Available Bale Kulkul is a bale edifice to hang up the kulkul (wooden bell so it can function as communicative facility for Balinese community. Bale kulkul which is grouped into several types, firstly found in temples, palaces and banjar. Later in its development, bale kulkul also functions as security post, generator room, lift shaft, water tower, office for head of banjar as well as warehouse. This research focuses on the evaluation of functional development of bale kulkul happened in society due to transformation, "both-end" phenomenon and resultant of the complexities. The samples are taken from temples, palaces, banjar and tourism facilities, such as hotels, travel bureau office as well as shopping centers. With its impress tall building like a minaret, bale kulkul also function as node to support the character of cultural town Abstract in Bahasa Indonesia : Bale kulkul merupakan suatu bangunan bale untuk menggantung kulkul sehingga dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi masyarakat Bali. Bale kulkul yang dikelompokkan dalam beberapa jenis, pada awalnya banyak ditemukan di pura, puri, dan banjar. Pada perkembangannya, bale kulkul juga berfungsi sebagai pos satpam, ruang genset, lift shaft, tower air, kantor kelian banjar ataupun gudang simpan. Kajian ini mengetengahkan evaluasi terhadap perkembangan fungsi bale kulkul yang terjadi di masyarakat melalui transformasi, fenomena both-and, dan resultan kompleksitas. Pengambilan sampel dilakukan di pura, puri, banjar dan fasilitas pariwisata seperti hotel, kantor biro perjalanan serta pertokoan. Dengan bentuk yang menjulang tinggi menyerupai menara, bale kulkul juga berfungsi sebagai bangunan penanda yang mendukung karakter kota budaya. Kata kunci: bale kulkul, penanda, karakter kota budaya

  17. KAJIAN: KHASIAT DAN KEAMANAN STEVIA SEBAGAI PEMANIS PENGGANTI GULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariana Raini

    2012-07-01

    Full Text Available The increasing of diabetic prevalence encouraged scientists to discover sweetener  as sugar substitution. Stevia is a perenial shrub (known as Stevia rebaudiana of the aster family that has been used for hundred of years to sweetening. Stevia is a natural, non caloric, sweet tasting plant known for its pleasant sweet taste without leaving bitter aftertaste.  The leaves contain primarily stevioside and rebaudioside. Both have potential for  antihyperlicemic and blood pressure lowering effect. Besides its empirical long-use without any reported toxicity in Latin America and Asia, Japan also enhanced its widespread use. Negative side effects of Stevia has not been seen yet. Stevioside and rebaudioside are not genotocsic in vitro or in vivo in animal models and  the genotocicity of steviol and some of its oxidative derivats  in vitro are not expressed in vivo. (The study is an assessment derived from 30 of the report studies/review collected from international journals. The objective is to evaluate the biochemical, to study the effect and safety of stevia herb as well as to support  its use as sugar substitution particularly for diabetic patients.  ARTIKEL Abstrak Meningkatnya prevalensi diabetes mendorong para ilmuwan untuk menemukan pemanis sebagai pengganti gula. Stevia adalah semak perenial (dikenal dengan Stevia rebaudiana bagian dari keluarga aster yang te;ah digunaka selama ratusan tahun sebagai pemanis. Stevia alami, non kalori, tanaman yang dikenal dengan rasa manisnya tanpa meninggalkan rasa pahit jika dicicipi. Daunnya mengandung stevioside dan rebaudioside. Keduanya memiliki antihpyperlicemic dan berpotensi menurunkan tekanan darah. Efek samping dari stevia belum ada. (Penelitian ini merupakan penialaian yang berasal dari 30 laporan studi/review yang dikumpulkan dari jurnal internasional. Tujuannay adalah untuk mengevaluasi biokimia, untk mempelajari efek dan kemanan Stevia serta mendukung penggunanannya sebagai pengganti gula

  18. STUDI SIMULASI ECOTECT SEBAGAI PENDEKATAN REDESAIN AKUSTIK AUDITORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Djoko Istiadji

    2007-01-01

    Full Text Available Speech intelligibility, which is a function of reverberation time (RT60, is a primary criterion to design acoustic of an auditorium. Optimum RT60 (0,5-1,0 s in a diffuse auditorium is determined by the absorption and the room geometry. This paper describes Ecotect as a computational simulation program that is supportive in deciding the position and area of absorption material in the auditorium. Calculations based on statistical reverberation and existing acoustic particles methods are sufficient for the approach of room acoustic design. Site measurement result was used to examine validity of the program. Redesign of acoustic of the auditorium, then, was done based on the result of sound path analysis by identifying the position and the area of absorption material. Final test results by statistical reverberation and existing acoustic particles methods point out that the application of sound path analysis is quite successful to improve RT60, sound distribution, and the cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Kejelasan berpidato (speech intelligibility sebagai kriteria utama desain akustik auditorium merupakan fungsi dari waktu dengung (RT60. Penyediaan RT60 yang optimal (0,5-1,0 detik yang tersebar merata (diffuse di dalam ruangan ditentukan oleh faktor serap bidang dan geometri ruang. Tulisan ini memaparkan pemakaian Ecotect sebagai program untuk merancang posisi dan luas bidang serap dalam auditorium. Fasilitas kalkulasi RT60 secara statistik dan existing acoustic particles menjadikan Ecotect sebagai program simulasi akustik yang cukup memadai guna pendekatan desain akustik ruang. Validasi hasil simulasi terhadap hasil pengukuran lapangan dilakukan pada tahap pertama untuk menguji keandalan program. Redesain akustik auditorium dilakukan berdasarkan hasil analisis perjalanan suara (sound path, yakni dengan mengidentifikasi posisi dan luas bidang serap. Hasil pengujian redesain akustik auditorium dengan metode statistik maupun existing acoustic

  19. PEMANFAATAN TELUR AYAM SEBAGAI PABRIK BIOLOGIS (KAJIAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I WAYAN TEGUH WIBAWAN

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian tentang pemanfaatan telur sebagai pabrik biologis dilakukan sangat komprehensif di beberapa institusi perguruan tinggi di Inonesia, yakni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH Institut Pertanian Bogor (IPB, FKH Universitas Gadjah Mada (UGM, FKH Universitas Udayana (UNUD, FKH Universitas Syahkuala (Unsyiah, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Jejaring penelitian dibangun dengan baik dan telah menghasilkan beberapa produk, antara lain: telur berkhasiat flu burung H5N1, telur Anti Tetanus Serum, Telur Anti Diare, Telur anti Plaque dan Telur Anti White Spot Syndrome Virus pada udang. Secara ilmiah khasiat IgY spesifik dalam kuning telur sebagai senyawa therapeutic telah diuji dan tinggal memerlukan sentuhan akhir tersendiri untuk dapat disajikan sebagai produk komersial. Peran industri yang relevan sangat dibutuhkan dalam mewujudkan hal ini. THE USE OF EGG AS A BIOLOGICAL PRODUCER FOR SPESIFIC ANTIBODIES ABSTRACTS The use of egg as a biological producer for specific antibodies were done intensively among well known universities in Indonesia, such as Faculty of Veterinary Medicine (FVM of FVM of IPB, FVM of UGM, FVM of UDAYANA and FVM of UNSYIAH as well as Faculty of Dental Medicine Indonesia University. The collaboration and research networking among those institutions run as expected and succeed to produce some important products such as eggs containing IgY anti avian flu as well as anti tetanus, anti diarrhea, anti plaques and eggs anti WSSV in shrimp. The potency of specific IgY as immunotherapeutic substances had been studied and need the commercial touch from the respective industries until this products in market available.

  20. Potensi Arang Hasil Pirolisis Tempurung Kelapa sebagai Material Karbon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meytij Jeanne Rampe

    2015-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan kajian pengembangan material karbon dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa. Penelitian bertujuan mempelajari penggunaan polivinil alkohol (PVA sebagai stimulan dalam pengembangan arang terhadap sifat-sifat fisikokimia material karbon. Kalsinasi, pencampuran, dan sintering temperatur tinggi dilakukan pada proses penerapan teknologi karbon. Metode analisis X-ray Diffraction (XRD, Scanning Electron Microscopy (SEM, Energy Dispersive Spectroscopy (EDS untuk pengujian struktur kristal, topografi permukaan berupa struktur mikro dan analisis unsur material karbon. Karakteristik produk material karbon menunjukkan perubahan karakter di mana terjadi perubahan sifat fisikokimia dari arang amorf menjadi karbon dengan struktur semi-kristalin.Kata kunci: Arang, Tempurung Kelapa, Pirolisis, Karbon

  1. Peran Surau Syaikh Burhanuddin sebagai Lembaga Pendidikan Islam Tradisional di Pariaman Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Natsir Yunas

    2005-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awal perkembangan surau sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional Selain itu, penelitian ini berupaya mendeskripsikan peranan surau sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional pada saat ini ketika masyarakat mudah kena bias modernisasL Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi. Sementara itu, analisis data menggunakan model Hubermen dan Miles. Surau Syaikh Burhanuddin didirikan oleh Syaikh Burhanudin (1646-1704, sekembalinya belajar dari Aceh dan menjadikan Ulakan sebagai lokasi suraunya pada tahun 1680. Surau Syaikh Burhanuddin sejak paruh pertama Abad ke-17 sudah menjadi pusat penyebaran Is­lam di rantau pesisir Minangkabau. Surau ini merupakan surau tertua di Minangkabau yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional dalam meletakkan dasar-dasar proses pembelajaran. Surau menjadi sentral aktifitas masyarakat, yang tidak hanya dirungsikan sebagai lembaga pendidikan agama tetapi juga sebagai lembaga adat dan budaya. Surau berhasil membentuk learning society dalam masyarakat Minangkabau. Sampai saat ini, di tengah arus globalisasi dan kapitalisme pendidikan, surau Syaikh Burhanuddin sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional masih eksis, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kata kunci: peranan surau, lembaga pendidikan islam

  2. Perancangan dan Implementasi Augmented Reality sebagai Media Promosi Penjualan Perumahan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alan Zuniargo Prabowo

    2015-01-01

    Full Text Available Untuk melakukan promosi sebuah perumahan banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan brosur yang mana informasinya disampaikan dalam media dua dimensi, maket yang mana informasinya sudah dapat disampaikan dalam media tiga dimensi tetapi harus memerlukan ruang yang tidak sedikit untuk mewujudkannya demi mendapatkan hasil yang maksimal. Yang menjadi masalah disini adalah bagaimana menjadikan suatu informasi tersebut menjadi interaktif dan lebih menarik bagi konsumen. Dengan menggunakan teknik promosi berbasis augmented reality yang dibuat dengan menggunakan ARTool Kit sebagai komponen yang utama dan dengan menggunakan 3DS Max sebagai software untuk menghasilkan gambar yang menarik. Proses perancangan dan pembuatan teknik promosiini akan menggunkan metode waterfall. Kelebihan dari model waterfall adalah struktur tahap pengembangan sistem jelas, dokumentasi dihasilkan disetiap tahap pengembangan, dan sebuah tahap dijalankan setelah tahap sebelumnya selesai dijalankan (tidak ada tumpang tindih pelaksanaan tahap. Hasil dari perancangan aplikasi ini adalah terealisasinya suatu aplikasi untuk kepentingan promosipenjualan perumahan yang lebih menarik dan interaktif dengan konsumen berbasis augmented reality. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan metode promosi dapat berkembang dengan lebih menarik dan tentunya dengan mengandalkan teknologitanpa membutuhkan ruang yang banyak untuk mencapai hasil yang maksimal.

  3. Perancangan Game Math Adventure Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizky Rahadi

    2016-01-01

    Full Text Available Upaya meningkatkan efisiensi penyediaan aplikasi yang mengandung unsur pendidikan diperlukan berbagai alternatif dan inovasi baru dalam hal pemrograman untuk bisa diterapkan sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran. Adanya game edukasi matematika ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak dalam proses pembelajaran matematika, dan menghilangkan rasa jenuh dan takut bagi anak-anak untuk belajar matematika. Game edukasi ini sangat berguna dibidang pendidikan khususnya matematika. Penulis memilih anak berusia 6 tahun sampai 9 tahun sebagai pengguna dalam game edukasi ini, karena akan lebih efektif jika mulai belajar matematika dari kecil karena di usia itulah anak-anak bisa dengan mudah mengingat dalam belajar menghitung. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC yang bersumber dari Luther dan sudah dimodifikasi oleh Sutopo. Alat bantu yang digunakan untuk menganalisis penyusun menggunakan Unified Modeling Language (UML. Sedangkan aplikasi yang digunakan dalam pembuatam skripsi ini adalah construct 2. Penerapan game edukasi matematika ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Jadi disaat anak memainkan game ini anak tidak bosan dan tidak takut untuk belajar matematika, dengan harapan semangat anak untuk belajar akan lebih terpacu dan meningkatkan kualitas belajar anak. Untuk game edukasi ini sendiri diharapkan dapat dikembangkan lagi dalam hal animasi, desain, fitur, dan music sehingga menjadi semakin atraktif.

  4. Efektifitas Propolis Toothpaste sebagai Initial Therapy pada Mild Gingivitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nila Kasuma

    2015-02-01

    Full Text Available Karakteristik gingivitis ringan adalah terjadinya perubahan warna gusi, edema ringan, tidak ada pendarahan dan tanpa ada rasa nyeri. Jika pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat, gingivitis dapat berubah menjadi periodontitis yang menyebabkan kerusakan jaringan tulang rahang alveolar, menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut secara lokal dan sistemik melalui pembuluh darah. Pemilihan terapi yang tepat sangat penting untuk mengurangi prevalensi dari penyakit ini. Selain proses scaling dan kontrol plak, penggunaan pasta gigi propolis dapat digunakan sebagai terapi awal. Komposisi pasta gigi yang mengandung propolis memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat sebagai salah satu terapi awal untuk mengobati gingivitis ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Indeks gingiva dari 15 pasien diukur sebelum dan sesudah penggunaan pasta gigi propolis. Analisis data dilakukan dengan cara univariat untuk menggambarkan masing-masing variabel dengan Kolmogorov-Smirnof Test. Perbedaan indeks gingiva antara sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung propolis dianalisis dengan uji T berpasangan. Pasta gigi yang mengandung propolis ini terbukti efektif dalam terapi awal gingivitis ringan dengan rata-rata pengurangan skor indeks gingiva sebelum dan sesudah adalah 0,40 ± 0,04. Terdepat perbedaan yang signifikan (p <0,05 antara rata-rata penurunan nilai gingiva indeks sebelum dan setelah penggunaan pasta gigi yang mengandung propolis.

  5. PENGGUNAAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DI TPA SUWUNG - DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cokorde Gde Indra Partha

    2010-12-01

    Full Text Available Kebutuhan energi listrik di Bali khususnya, meningkat pesat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintahberusaha membangun pembangkit baru, atau pun dengan mencoba mengembangkan pembangkit alternatif sepertipembangkit tenaga surya dan pembangkit tenaga angin. Namun disisi lain pemerintah daerah khususnya Denpasar,Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita bergulat dengan masalah sampah yang sangat mengganggu, makadirencanakanlah untuk membangun pembangkit listrik dengan sumber energinya berasal dari sampah. Ada berbagaicara untuk menanggulangi masalah sampah sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yaitu denganpembakaran sampah dengan teknologi Thermal Converter dan penggasan dengan Teknologi Gasifikasi. Keduateknologi ini masing-masing mempunyai kelebihan-kelebihan maupun kekurangan-kekurangan. Dari kondisi diatasmaka dicoba untuk menganalisa dan membandingkan berapa besar daya listrik yang bisa dihasilkan dari sampahorganik yang tersedia di TPA Suwung, dilihat dari besar nilai kalor dari sampah organik tersebut, baik untukteknologi thermal converter maupun teknologi gasifikasi. Sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai bahanpertimbangan untuk memilih teknologi yang tepat dipergunakan untuk mengatasi kondisi sampah kota khususnyasampah Sarbagita. Dari hasil perhitungan, besar daya listrik yang dapat dibangkitkan, dengan teknologi termalkonverter rata-rata sebesar 6 MW per unit atau sama dengan 144 MWh dan dengan teknologi gasifikasi dapatmembangkitkan listrik sebesar 4,128 MW per unit atau sama dengan 99,072 MWh, dengan efisiensi pembangkitansebesar 30%.

  6. KEPASTIAN HUKUM PENERBITAN SERTIFIKAT HAK KOMUNAL SEBAGAI PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Safrin Salam

    2016-11-01

    Full Text Available Abstract: The existence of communal rights certificates to ensure legal certainty over customary land tenure by indigenous peoples is agrarian reform through progressive legal breakthrough. But in its development where the certificate of communal rights still need to be revised and adapted the principles of agrarian reform by attention to the rules contained in Law No. 5 of 1960 as the fundamental rules of the land. Communal rights should be conceived as a concept of property rights is not only public but also private nature Abstrak: Keberadaan sertifikat hak komunal untuk menjamin kepastian hukum atas penguasaan tanah adat oleh masyarakat adat merupakan sebuah reforma agraria melalui terobosan hukum yang progresif. Namun dalam perkembangannya keberadaan sertifikat hak komunal masih perlu direvisi dan disesuaikan prinsip-prinsip pembaruan agrarian dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang ada dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 sebagai induk dari aturan pertanahan. Hak komunal harus dikonsepsikan sebagai konsep hak milik yang bukan hanya bersifat public tapi juga privat.  DOI: 10.15408/jch.v4i2.3192

  7. PEMILIHAN JENIS BULIR POLIMER SEBAGAI PENYANGGA MATERIAL FOTOKATALIS TIO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasniah Aliah

    2014-05-01

    Full Text Available Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas fotokatalitik suatu material katalis adalah dengan melapiskan material katalis Titanium dioksida (TiO2  pada permukaan polimer yang berukuran cukup besar, ringan, transparan dan bersifat termoplastik.  Untuk memilih jenis polimer terbaik sebagai material penyangga katalis, dilakukan pengujian pelapisan partikel TiO2 pada tiga jenis polimer berbentuk bulir, yaitu polystyrene (PS, linear-low density polyethylene (LLDPE, dan polypropilene (PP.Pelapisan material TiO2 di permukaan polimer dilakukan dengan menggunakan teknik thermalmilling berbasis oven listrik. Temperatur dalam proses milling diatur di sekitar titik HDT (Heat Deflection Temperaturematerial polimer dan berlangsung selama 60 menit.  Massa jenis dan transmitansi polimer setelah dilapisi TiO2 merupakan parameter fisik yang menjadi acuan dalam pemilihan polimer penyangga katalis. Imobilisasi menggunakan teknik thermal milling menghasilkan polimer PP berlapis katalis TiO2 yang homogen. Pabrikasi dengan parameter milling 100°C dan 60 menit menghasilkan PP berlapis katalis TiO2 dengan massa jenis rata-rata 0,872 g/cm3 sehingga dapat mengapung di permukaan air.  Di samping itu, PP berlapis TiO2 mempunyai transmitansi 58%. Polimer PP inilah yang kemudian dipilih sebagai material penyangga katalis TiO2 dalam proses penelitian selanjutnya.

  8. ANALISA WHAT IF SEBAGAI METODE ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna S Alifen

    1999-01-01

    Full Text Available A project network is composed of various activities interrelated in a sequencial relationship. If delay occurs on one activity, it will eventually cause the project overall duration to delay. To anticipate the project delays one could accelarate the succeeding activity in the network. Critical Path Method (CPM is a management tool which is widely used in the construction project. In this study “what if” analysis is used to anticipate project delays by accelarating the activities on CPM schedule. The accelaration actions are treated in accordance with additional working hours and man-power in the succeeding activities Abstract in Bahasa Indonesia : Jaringan kerja proyek terdiri dari berbagai jenis aktivitas yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Bila terjadi keterlambatan pada salah satu jenis aktivitas, sering kali akan menyebabkan keterlambatan durasi proyek secara keseluruhan. Salah satu usaha untuk mengantisipasi keterlambatan durasi proyek adalah dengan melakukan percepatan durasi aktivitas pengikut. Metode Jalur Kritis atau Critical Path Method (CPM merupakan suatu metode penjadwalan proyek yang sudah dikenal dan sering digunakan sebagai sarana manajemen dalam pelaksanaan proyek. Sebuah studi telah dilakukan untuk mengatasi masalah percepatan durasi aktivitas sebagai langkah antisipasi keterlambatan proyek, dengan analisa “what if” yang diterapkan pada jadwal CPM. Percepatan durasi dilakukan pada aktivitas-aktivitas pengikut dengan menambah jumlah jam kerja dan jumlah pekerja pada aktivitas percepatan

  9. PERSPEKTIF PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy Rifai

    2014-06-01

    Full Text Available This study examines the perspectives of corporate criminal responsibility as perpetrators of corruption. The research method used normative juridical approach and empirical jurisdiction. The results showed that the regulation of corporate criminal responsibility in criminal corruption has been regulated in the legislation of corruption but are rarely applied in practice. The reluctance of the Public Prosecutor filed a corporate offender to court, because the punishment to be imposed on the corporation only in the form of criminal penalties that have less than the deterrent effect of the death penalty or imprisonment and hardships refutation against the corporation as part elements of the law rather than to prove the guilt of a person accused acquitted result.   Penelitian mengkaji tentang perspektif pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pidana tentang pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi telah diatur dalam peraturan perundang-undangan tindak pidana korupsi tetapi jarang diterapkan dalam praktik. Keengganan Jaksa Penuntut Umum mengajukan pelaku korporasi ke pengadilan, karena pemidanaan yang akan dikenakan kepada korporasi hanya berupa pidana denda yang kurang mempunyai efek penjera daripada pidana mati atau penjara dan kesulitan pembuktian “kesalahan” korporasi sebagai bagian unsur melawan hukum daripada membuktikan kesalahan orang perorang yang berakibat terdakwa dibebaskan.

  10. PERSPEKTIF PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy Rifai

    2014-06-01

    Full Text Available This study examines the perspectives of corporate criminal responsibility as perpetrators of corruption. The research method used normative juridical approach and empirical jurisdiction. The results showed that the regulation of corporate criminal responsibility in criminal corruption has been regulated in the legislation of corruption but are rarely applied in practice. The reluctance of the Public Prosecutor filed a corporate offender to court, because the punishment to be imposed on the corporation only in the form of criminal penalties that have less than the deterrent effect of the death penalty or imprisonment and hardships refutation against the corporation as part elements of the law rather than to prove the guilt of a person accused acquitted result. Penelitian mengkaji tentang perspektif pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pidana tentang pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi telah diatur dalam peraturan perundang-undangan tindak pidana korupsi tetapi jarang diterapkan dalam praktik. Keengganan Jaksa Penuntut Umum mengajukan pelaku korporasi ke pengadilan, karena pemidanaan yang akan dikenakan kepada korporasi hanya berupa pidana denda yang kurang mempunyai efek penjera daripada pidana mati atau penjara dan kesulitan pembuktian “kesalahan” korporasi sebagai bagian unsur melawan hukum daripada membuktikan kesalahan orang perorang yang berakibat terdakwa dibebaskan.

  11. Analisis Semiotik Fashion Ines Ariani Sebagai Bentuk Presentasi Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Stella Angelina

    2015-12-01

    Full Text Available Fashion can be seen from the side semoitikanya that denotation and connotation. Like the black color that has connotations mysterious, bold, independent, and stylish, yellow color that symbolizes joy and a sense of spirit. Tiger spotted pattern connotes bold. Clothes that show the shape of the body shape connotes the online, open-minded, and confident. Denotation and connotation of this it can be concluded that Ines presenting himself as someone who is brave, open, cheerful, and stylish. Fashion and clothing are included in it has a deeper function than as body armor and kesopan that as the way a person communicates where fashion clothing is non-verbal communication that is artifactual. It can be seen that one can judge others simply on appearances alone. Even generally someone will first see the appearance of others before making conversation. This conversation function to verify whether the accepted meaning when just looking at clothes only in accordance with the meaning of a conversation or when it is doing the opposite. Although a person can wear to present themselves as it is, but nonetheless in reality there is an element of performance in it. It is also likely to be experienced by Ines, where in addition wants to present himself, Ines also wants the fashion that he was wearing viewed and became the center of attention of the crowd. Fashion dapat dilihat secara semoitikanya yaitu dari sisi denotasi dan konotasinya. Seperti warna hitam yang memiliki konotasi misterius, berani, mandiri, dan stylish, warna kuning yang melambangkan keceriaan dan rasa semangat. Pattern totol harimau yang berkonotasi berani. Bentuk pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh berkonotasi daring, open-minded, dan percaya diri. Dari denotasi dan konotasi inilah dapat diambil kesimpulan bahwa Ines mempresentasikan dirinya sebagai seseorang yang berani, terbuka, ceria, dan stylish. Fashion dan pakaian yang termasuk di dalamnya memiliki fungsi yang lebih mendalam selain

  12. PEMANFAATAN BIJI KAKAO INFERIOR CAMPURAN SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto Tri Chandra Kusuma

    2013-11-01

    Full Text Available [ENGLISH] There are about 30% of cocoa beans still classified as inferior or low quality beans due to diseases. Low-quality cocoa beans can be used as the source of polyphenolic substances. The purpose of this study was to determine the potency of inferior cocoa beans with various particle sizes as raw materials for polyphenol extraction, and the use of polyphenol-rich cocoa extracts as antioxidant and antibacterial substances. The research was conducted in two stages, namely preliminary research and primary research. This preliminary study aimed to obtain polyphenol-rich cocoa bean extract and to examine antioxidant activity using DPPH method. The next research was to conduct antibacterial test against Escherichia coli and Bacillus subtilis using well diffusion method treated using polyphenols of each type of various particle size (16 mesh, 25 mesh, 35 mesh with concentrations of 0 ppm, 25.000 ppm, 50.000 ppm, 75.000 ppm, 100.000 ppm. The plates were incubated at 37°C for 24 hours and the inhibition power against bacteria was observed. The results showed that the greater the concentration of polyphenol extracts and the smaller size of the filter powder cocoa resulted in the increase of bacterial growth inhibition area. Keywords: Polyphenol; Cocoa beans; Escherichia coli; Bacillus subtilis [INDONESIAN] Biji kakao inferior merupakan biji buah kakao bermutu rendah karena terserang penyakit dan belum termanfaatkan secara maksimal. Biji kakao berkualitas rendah dapat dimanfaatkan dengan cara mengekstrak kandungan polifenolnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak polifenol biji kakao inferior dengan variasi ukuran partikel sebagai bahan yang memiliki aktivitas antioksidan dan penghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk memperoleh esktrak polifenol dari biji kakao inferior campuran yang terserang penyakit

  13. Categorical Imperative Immanuel Kant sebagai Landasan Filosofis Pelaksanaan Putusan Arbitrase

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djunyanto Thriyana

    2016-04-01

    Full Text Available Penyelesaian sengketa dalam bidang bisnis sering kali menuntut kecepatan, kepastian, dan biaya yang murah. Arbitrase sebagai salah satu metode alternatif penyelesaian sengketa sebaiknya ideal agar dapat dimanfaatkan oleh para pihak yang bersengketa. Beberapa prinsip dalam arbitrase mendukung harapan para pebisnis dalam menyelesaikan sengketanya. Namun demikian, putusan arbitrase juga sering menjadi lambat karena perilaku para pihak terutama yang kalah. Sebagai pebisnis seharusnya para pihak mempunyai integritas yang dapat mempertahankan bonafiditas dan iktikad baik mengingat dunia bisnis berdasarkan pada kepercayaan. Untuk itu, para pebisnis diharapkan memiliki norma-norma yang menyatu dalam cara pandang atau tindakan termasuk dalam penyelesaian sengketa yang terjadi. Norma moral merupakan norma yang dapat menjadi panduan. Salah satu konsep filosofi yang berlandaskan pada moral adalah konsep yang berasal dari Immanuel Kant. Kant memperkenalkan konsep ‘Categorical Imperative’ atau kewajiban tanpa syarat yang semestinya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk berakal dalam mencapai keharmonian dalam kehidupan bersama manusia lain, di bawah hukum kebebasan berdasarkan prinsip-prinsip universal. Konsep ini dapat menjadi landasan filosofi dalam penyelesaian sengketa melalui arbitrase. Abstract Dispute resolution in business requires immediacy and certainty at a reasonable cost. Arbitration as an alternative method for dispute resolution should be ideal to be used by the parties in dispute. Principles in arbitration support expectations of businesses in handling dispute. However, arbitration is inevitably slow due to the behavior of the parties, especially by the party at loss. Business stakeholders acting as the parties should be compelled to maintain the integrity and reliability of their businesses, in accordance with the principle of good faith based on trust. Businesses are expected to follow norms coherent between the worldview and its

  14. DETERMINAN HARGA SAHAM DENGAN NILAI PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendy Bayu Satriawan

    2017-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh ROA, DER, dan EPS terhadap harga saham dengan nilai perusahaan sebagai variabel intervening. Populasi penelitian adalah perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ45 yang terdaftar di BEI tahun 2011 sampai 2013. 15 perusahaan dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan ROA dan DER berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. EPS tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. ROA, DER, EPS, dan nilai perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan Nilai perusahaan tidak mampu menjadi variabel intervening. Simpulan dari penelitian ini yakni besarnya ROA, DER, EPS, dan nilai perusahaan terbukti tidak mampu meningkatkan harga saham. Saran yang diberikan adalah penggunaan variabel lain sebagai variabel intervening karena nilai perusahaan terbukti tidak mampu menjembatani atau memediasi ROA, DER, dan EPS terhadap harga saham serta penggunaan pengukuran leverage dan profitabilitas yang lain seperti Debt to Total Asset (DTA dan Return On Equity (ROE karena terbukti DER dan ROA tidak berpengaruh terhadap harga saham. The purpose of this research was to clarify the effect of ROA, DER, and EPS to stock price with the firm values as an intervening variable. Population is LQ 45 Index’s companies which listed on Indonesian Stock Exchange from 2011 until 2013. A total of 15 companies used as a sample by using purposive sampling technique. The analytical method which used is path analysis. The result showed that ROA and DER had significant positive effect to firm value. EPS had no effect to firm value. ROA, DER, EPS, and firm value had no effect to stock price. Meanwhile, firm value was not able to be intervening variable between ROA, DER, and EPS with stock price. Conclusion was the amount of ROA, DER, EPS, and firm value can not increase the amount of stock price. Suggestions were

  15. Aplikasi Sensor Cahaya Untuk Alarm Anti Pencuri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asita Shoman Muzaki

    2011-11-01

    Full Text Available Kasus pencurian di rumah kosong yang ditinggal pergi oleh pemiliknya belakangan ini marak terjadi. Berangkat dari pemikiran ini penulis mencoba merancang alarm yang dapat mendeteksi pergerakan seseorang saat rumah dalam kondisi kosong, ditinggalkan oleh pemiliknya. Alat ini mempunyai prinsip kerja yaitu mendeteksi bayangan seseorang yang melewati titik tertentu. Perancangan dan pembuatan perangkat ini menggunakan sensor cahaya berupa LASER dan LDR yang dirangkai dengan transistor sebagai saklar otomatis serta LED dan telepon rumah untuk melakukan panggilan kepada nomor telepon pemilik rumah. Komponen yang dipakai dalam pembuatan perangkat ini antara lain IC LM7805, LASER pointer, resistor, transistor BC108, LED, relay dan telepon rumah. Perancangan dan pembuatan alat menggunakan software multisim 10.1 sebagai simulator rangkaian, dan software eagle 5.1.1 untuk mendesain jalur rangkaian pada papan PCB. Saat cahaya LASER tidak sampai ke LDR karena terhalang oleh sesuatu, maka rangkaian output yang berupa indikator LED dan panggilan dari telepon rumah akan aktif

  16. Pemanfaatan Isi Rumen Dari Limbah Rumah Potong Hewan Sebagai Bahan Pakan Dalam Ransum Ikan Nila

    OpenAIRE

    Noor Arida Fauzana

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kandungan gizi isi rumen sebagai bahan pakan ikan yang bergizi , 2) mengetahui pengaruh kandungan protein dalam ransum ikan dan penambahan filtrat air abu sekam terhadap pertumbuhan ikan dan (3) menetapkan konsentrasi isi rumen yang terbaik sebagai bahan pakan dalam ransum ikan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak ikan nila yang meliputi pertambahan berat (gr) dan pertambahan panjang (cm), pertumbuhan relatif (%) baik berat maupun ...

  17. POTENSI DAUN SINGKONG KERING SEBAGAI SUMBER VITAMIN UNTUK ANAK PRA SEKOLAH

    OpenAIRE

    Almasyhuri Almasyhuri; Heru Yuniarti; Erna Luciasari; Muhilal Muhilal

    2012-01-01

    Penelitian ini mempelajari potensi serbuk daun singkong kering sebagai sumber provitamin A meliputi kandungan karoten dalam serbuk daun singkong kering dan pengaruhnya terhadap pemasakan serta daya terima gulai serbuk daun singkong muda dan tua kering (DSMK dan DSTK) pada anak prasekolah. Sebagai pembanding adalah daun singkong muda segar yang sebelum dimasak diblancing terlebih dahulu (DSMB). Penelitian dilakukan terhadap 36 anak prasekolah (3-5 tahun) yang dibagi menjadi tiga kelompok. Daun...

  18. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri tahu

    OpenAIRE

    Bernard Enrico

    2009-01-01

    Pemanfaatan biji asam jawa yang selama ini hanya sebagai limbah yang jarang digunakan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair, yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan, pH limbah cair industri tahu, ukuran partikel biji asam jawa dan kombinasi biji asam jawa dengan alum terhadap persentase penurunan turbiditas, TSS dan COD limbah cair industri tahu dengan menggunakan metode koagulasi-flokulasi...

  19. Analisis Lokasi Aliran Muka Sebagai Fungsi Waktu Resapan Pada Proses VARTM

    OpenAIRE

    Dingin Surbakti

    2008-01-01

    Panel komposit yang diresapi resin diamati dengan komputer sebagai proses VARTM. Simulasinya yang disebut "Simulasi Aliran Muka" digambarkan dalam bentuk "Lokasi Aliran Muka" sebagai fungsi "Waktu Resapan" yang berbanding lurus dengan Sifat Fisis dan Kualitas panel komposit. Dari simulasi komputer "3 DINFIL" diketahui waktu resapan beberapa panel komposit sehingga dapat dibuat persamaan hubungan: waktu resapan, sifat fisis dan kualitas panel komposit. Dari data simulasi lokasi aliran muka,...

  20. SASTRA SEBAGAI SARANA ISLAMISASI BUGIS; TELAAH FILOLOGI DAN SEMIOTIK ATAS KARYA SASTRA BUGIS SADURAN

    OpenAIRE

    Andi Muhammad Akhmar; Hj. Norma Mudung; M. Dalyan Tahir; Wahyuddin

    2014-01-01

    Penelitian ini mengangkat sastra (Islam) Bugis sebagai objeknya. Kategori sastra ini meliputi dua pengertian, yaitu (1) sastra Bugis yang disadur dari sastra dari kawasan Asia Barat dan dari sastra Melayu; serta (2) berbagai kepustakaan yang dihasilkan setelah Islam diterima oleh orang Bugis.Khususnya sastra Bugis saduran, dipilih tujuh cerita dengan kategori yang berbeda sebagai sampel penelitian. Namun, dalam membahas kepustakaan (Islam) Bugis, pembahasan difokuskan pada kumpulan naskah yan...

  1. Pengembangan Minyak Jarak Pagar sebagai Biodisel (Development of Jatropha Oil as Biodiesel)

    OpenAIRE

    Elisa Julianti

    2009-01-01

    Situasi harga minyak dunia yang tidak stabil menyebabkan banyak negara mulai mencari energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi. Biodisel adalah minyak disel yang dibuat dari bahan?bahan alami, dari sumber yang dapat diperbaharui seperti minyak nabati dan lemak hewan. Penelitian mengenai penggunaan minyak jarak pagar sebagai biodisel atau biofuel saat ini intensif dilakukan. Pada tahap awal dilakukan penelitian mengenai kemungkinan teknis yang berhubungan dengan penggunaan minyak jarak p...

  2. Ulama Sebagai Penyeimbang Kekuatan Sosial Politik di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Okrisal Eka Putra

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji kaitan agama dengan bidang kehidupan sosial yang menjadikan politik sebagai salah satu ruang lingkupnya. Mulai dari zaman Orde Lama, Orde Baru, bahkan zaman reformasi pun, partai Islam yang nota bene merupakan perwakilan aspirasi politik umat Islam tidak pernah menjadi pemenang dalam setiap pemilu. Pertanyaannya adalah ada apa dengan umat Islam Indonesia sehingga dalam setiap proses demokrasi hanya dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin meraih kekuasaan di negeri ini. Tulisan ini memperkaya khazanah pemikiran tentang peran ulama dalam bidang politik dan juga dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam dalam kehidupan bernegara. Permasalahannya berdasar pada pemahaman umat Islam tentang kekuasaan, ayat, dan hadis yang berisi tentang kekuasaan yang selalu multi intrepretatif, yang pada gilirannya melahirkan puspawarna pemahaman dan mengkristal menjadi kelompok yang solid. Perbedaan itu cenderung sulit disatukan dalam satu wadah politik. Eksistensi primodialisme lebih menonjol daripada memikirkan kemajuan umat Islam dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

  3. Budaya Panengen Sebagai Representasi Simbolik Kepemimpinan Desa Cikalong

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Engkus -

    2017-07-01

    ABSTRAK Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya dualisme kepemimpinan dalam kehidupan  masyarakat di Desa Cikalong: Pemimpin formal dan pimpinan informal. Tujuan penelitian ini mengumpulkan data, fakta dan menganalisis beberapa masalah,  baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mengetahui dengan mendalam tentang dualisme tersebut. Pendekatan metodologi kualitatif dan teknik penelitian adalah observasi, interview, dan historik dokumental. Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh positif dan negatifnya dari sistem gotong royong serta dari kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat di Desa.  Pengaruh negatif terutama berkaitan dengan syi’ar Islam yang terhambat, disebabkan oleh karena patuhnya sebagian besar masyarakat menganut ajaran dari leluhurnya  yang disebut budaya Panengen. Dengan kata lain para penganutnya masih melaksanakan ritual khusus di waktu-waktu tertentu yang terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Kebijakan kepala desa sebagai administrator pembangunan fisik  dan kemasyarakatan berpotensi besar terhadap keberlanjutan pembangunan nasional.   Kata kunci: budaya panengen, tata nilai, budi pekerti, pemerintahan desa.

  4. STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN SEBAGAI UPAYA MENJAMIN KEPUASAN PELANGGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mila Faila Sufa

    2006-12-01

    Full Text Available Perusahaan roti X sebagai perusahaan yang memproduksi roti dituntut untuk dapat memberikan kualitas yang terbaik seperti yang diharapkan konsumen, agar konsumen mendapatkan kepuasan dan tidak beralih ke produk lain. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengupayakan kualitas dari roti adalah dengan Quality Function Deployment (QFD. Dalam penelitian ini QFD digunakan untuk mengevaluasi kualitas dari produk roti di perusahaan roti X. Untuk dapat mengetahui keinginan konsumen maka digunakan kuisioner. Selanjutnya ditentukan derajat kepentingan, tingkat kepuasan konsumen, nilai target, rasio perbaikan, sales point, bobot, normalisasi bobot, serta penentuan parameter teknik dan interaksinya. Setelah melakukan pengolahan data maka diperoleh 14 atribut yang dianggap penting oleh konsumen, dan 7 langkah serta strategi yang harus dilaksanakan perusahaan. Atribut yang dianggap paling penting adalah adalah standarisasi mutu dari bahan baku.

  5. Integrasi Diri Sebagai Konsep Sehat Mental Orang Melayu Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nasilah

    2016-04-01

    Full Text Available Kesehatan mental merupakan hal yang sangat kompleks. Banyak faktor yang berperan dalam pembentukan kesehatan mental, seperti faktor sosial budaya dan agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kesehatan mental menurut Orang Melayu Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Informan penelitian sebanyak delapan (8 orang yaitu tiga orang tokoh Melayu Riau, dan lima mahasiswa bersuku Melayu Riau. Data diperoleh dengan wawancara dan Focused Group Disscussion (FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental menurut Orang Melayu Riau adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya harmonisasi dan tercapainya kesejahteraan dalam kehidupan secara badaniah dan batiniah. Pencapaian kesehatan mental dilakukan dengan upaya meningkatkan pengendalian diri, kesadaran diri, dan penanaman nilai-nilai agama dalam hidup sehari-hari. Nilai-nilai agama, pendidikan, budaya, lingkungan dan media informasi memberikan bimbingan, memberikan pemecahan masalah, menentramkan batin, sehingga mendorong tercapainya keselarasan antara diri dan Tuhan sebagai bentuk integrasi diri. Kata Kunci : kesehatan mental,melayu riau, integrasi diri

  6. Biosensor Urea Berbasis Biopolimer Khitin Sebagai Matriks Immobilisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazruddin Nazaruddin

    2007-06-01

    Full Text Available Penelitian tentang biosensor urea menggunakan biopolimer khitin sebagai matriks immobilisasi telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja biosensor yang dihasilkan yang meliputi sensitivitas, trayek pengukuran, limit deteksi, waktu respon, koefisien selektifitas, dan waktu hidup. Penelitian meliputi beberapa tahap yaitu pembuatan membran polimer khitin dan immobilisasi enzim urease, pelekatan membran khitin pada elektroda pH, dan pengukuran parameter kinerja elektroda. Hasil pengukuran menunjukkan sensitivitas biosensor urea berbasis membran khitin adalah 19,11 mV/dekade, trayek pengukuran 10-4 – 10-8 M, limit deteksi 10-8 M, waktu respon 3,10–6,02 menit, dengan urutan kekuatan ion penggangu: NH4Cl > NaCl > CH3COONa > campuran garam > KCl > CaCl2 > asam askorbat. Kata kunci: biosensor, immobilisasi, khitin, urea

  7. Peranan Ikan Nila Sebagai Pengendali Nyamuk Vektor Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ima Nurisa

    2012-09-01

    Full Text Available Salah satu cara pendekatan dalam pengendalian nyamuk adalah cara biologis yang menggunakan musuh-musuh hayati dalam alam lingkungan hidupnya. Musuh hayati alami tersebut di samping iklim, kondisi fisik dan kimiawi medium, makanan dan kompetisi berperan sebagai faktor lingkungan yang menentukan kepadatan dan distribusi nyamuk.Berbagai jenis jasad hidup seperti virus, bakteri, jamur, cacing, jentik nyamuk kanibal dan ikan-ikan pemakan jentik telah dikenal bermanfaat untuk pengendalian nyamuk secara biologis walaupun pada umumnya memberikan hasil yang terbatas. Namun demikian penggunaan jasad hayati tersebut tetap harus hati-hati dan diperhitungkan dengan teliti demi keamananan lingkungan.Peranan perikanan darat dalam usaha mengurangi bahaya timbulnya epidemi penyakit malaria tidak dapat diabaikan. Genangan-genangan air yang ditanami ikan akan lebih terpelihara dengan baik, sehingga tidak merupakan genangan kotor dan menjadi tempat perindukan nyamuk. 

  8. JERAMI SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL AKUSTIK PELAPIS DINDING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christina E. Mediastika

    2008-01-01

    Full Text Available The demand of walling panels with acoustic qualification has surprisingly increased, due to the needs for home theaters and mini recording studios in the increase of environmental noise. Therefore, good supply of acoustic panels, especially those with lower price are necessary. A series of study to explore possibility in using paddy-straw as main material to construct cheap and high quality panels has been developed. Prior to this study, an earlier small research showed there was a great potency in using paddy-straw as panels, especially ones drawn from paddy in type IR. The earlier study recommends further research to examine strength of compression and tensile of the constructed panels to go for building materials, which is presented in this paper. Acoustic qualification of the panels is subject for further reserach. Abstract in Bahasa Indonesia: Kebutuhan akan panel pelapis dinding yang bersifat akustik terus meningkat seiring meningkatnya kebisingan dan kebutuhan terhadap ruang studio pribadi. Ketersediaan panel pelapis dinding dengan harga yang lebih terjangkau seperti yang terbuat dari bahan limbah sangatlah dibutuhkan. Pada penelitian awal telah diselidiki kemungkinan penggunaan jerami yang merupakan limbah sebagai bahan baku pembuatan panel akustik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jerami sangat potensial digunakan sebagai bahan aku panel, terutama jerami padi berjenis IR. Selanjutnya panel jerami ini perlu mendapatkan perlakukan uji desak dan lentur untuk memastikan kemampuannya menahan berat sendiri dan kekuatannya saat proses penggunaan, sebelum akhirnya mengalami pengujian berkaitan dengan kualitas akustik. Kekuatan desak dan lentur panel dimaksud, tersaji dalam tulisan ini. Kata kunci: panel jerami, uji desak, uji lentur.

  9. Pembuatan Aplikasi TOEFL sebagai Media Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yongki Yonatan Marbun

    2016-01-01

    Full Text Available Penggunaan internet telah memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses informasi. Salah satu layanan yang dari teknologi internet adalah web. Web selain berfungsi sebagai media informasi, juga dapat dijadikan sebagai media pelatihan dan pembelajaran. Salah satu contohnya yaitu penggunaan web dalam proses pelatihan dan pembelajaran TOEFL (Test of English as Foreign Language. TOEFL merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Sementara itu untuk mendapatkan skor TOEFL yang tinggi bukanlah hal yang mudah. Biasanya peserta tes harus belajar dan mengerjakan soal TOEFL yang terdapat pada buku untuk mengukur kemampuannya. Metode belajar dengan menggunakan buku ini, membutuhkan waktu yang relatif banyak. Seseorang harus menjawab soal, kemudian memeriksa jawaban, menghitung jumlah soal yang benar, dan kemudian mengkonversi jumlah jawaban yang benar serta menghitung jumlah skor yang didapat. Dengan metode belajar yang seperti itu akan membutuhkan tambahan waktu. Perancangan aplikasi TOEFL pada penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi TOEFL yang dapat digunakan untuk menguji kemampuan diri dimana dalam pengaksesan aplikasi ini membutuhkan internet. Aplikasi ini berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basisdata MySQL dengan menggunakan metode Waterfall pada proses perancangannya. Perencanaan sistem menggunakan metode terstruktur dengan mendefinisikan DFD, ERD, serta diagram alir sistem. Pengujian aplikasi TOEFL ini menggunakan metode pengujian Black Box. Dimana berdasarkan pengujian black box yang sering disebut pengujian fungsionalitas semua tombol dapat digunakan dan menampilkan tanggapan sesuai keinginan dan pengujian oleh pengguna (Bheta testing dengan hasil lebih besar dari 82%, dan pengujian reliability menggunakan aplikasi WAPT 8.5 versi trial dengan R = 0.987 dan error rate = 0.013yang berarti berdasarkan standar Telcordia perangkat ini memenuhi kriteria Reliability. Untuk

  10. BERAS ANALOG SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Noviasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to produce rice analogue as functional food with low glycemic index. The rice was made from white corn and sorghum with additional soybean flour. The physicochemical properties of rice analogue being analysed were resistant starch content, total phenolic content, dietary fiber, color (L*, +a, +b values and whiteness (oHue. Rice analogue was potentially used as functional food indicated by high level of resistant starch 2.59%-3.31%, total phenolic content 0.18-0.25 mg GAE/g sample and dietary fiber 5.35%-6.14%. Rice analogue from white corn with and without soybean flour was further tested for glycemic index. Rice analogue from white corn has 69 GI value, while rice analogue from white corn with 10% soybean flour addition has 50 GI value.Keywords: functional food, glycemic index, rice analogueABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan beras analog yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan bernilai indeks glikemik rendah. Beras analog dibuat dari bahan baku jagung putih dan sorgum dengan penambahan tepung kedelai. Sifat fisiko kimia beras analog yang dianalisis adalah pati resisten, total fenol, serat pangan, warna (nilai L*, +a, +b dan derajat putih (oHue. Beras analog berpotensi sebagai pangan fungsional, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar pati resisten yaitu sebanyak 2,59%-3,31%, total fenol sekitar 0,18-0,25 mg GAE/g sampel dan serat pangan antara 5,35%-6,14%. Beras analog berbahan baku jagung putih dengan dan tanpa penambahan kedelai dipilih untuk uji indeks glikemik. Beras analog dari jagung putih memiliki nilai IG 69 sedangkan beras analog dari jagung putih dengan penambahan tepung kedelai 10% memiliki nilai IG 50.Kata kunci: beras analog, indeks glikemik, pangan fungsional

  11. PERAN KEBERADAAN KOPERASI SISWA SEBAGAI LABORATORIUM BELAJAR EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzawir Muzawir

    2017-02-01

    Full Text Available This study aims to find out the roles of the school cooperation as an economic-learning laboratory for students of the Vocational Schools located at Kuripan subdistrict, West Lombok. This study was carried out within the framework of qualitative descriptive research. The methods used for data collection include observations, interviews and documantations. The findings suggest that the school cooperation at the Public Vocational School 1 Kuripan serves the following roles: to provide students with their needs at school, to help students in developing characters of honesty and responsibility, to promote students’ insight into economic science, to provide students with organization education. As for the school cooperation at the Public Vocational School 2 Kuripan, the two following roles are identified: to give a help with providing students’ needs at school and to provide a place to sell creative products by the students in particular those who are specialized in cullinary art and agriculture. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari keberadaan koperasi siswa sebagai laboratorium belajar ekonomi di SMK sekecamatan Kuripan Lombok Barat.  Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di SMKN 1 Kuripan, peran dari keberadaan koperasi siswa sebagai laboratorium belajar ekonomi, yaitu, membantu memenuhi kebutuhan siswa di sekolah, menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab, meningkatkan pengetahuan ekonomi siswa, mendidik sisiwa berorganisasi. Sementara itu, koperasi siswa SMKN 2 Kuripan mempunyai peran membantu memenuhi segala kebutuhan siswa di sekolah, sebagi tempat penjualan barang-barang hasil kreasi dari siswa khusunya yang mengambil jurusan tata boga, dan pertanian.

  12. ARGUMEN EKSISTENSI BANK MUAMALAT DI INDONESIA SEBAGAI PERBANKAN SYARIAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Nur Yasin

    2010-06-01

    Full Text Available Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia terus berlangsung pesat dan cepat. Salah satu periode yang unik dan menarik dari rangkaian panjang perkembangan perbankan syariah di Indonesia adalah periode pematangan konsep dan rintisan awal yang berlangsung antara 1992-2000. Pada saat itu masih ada satu bank umum syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI. Dengan statusnya sebagai Bank Umum Syariah pertama di Indonesia, BMI menjadi pilot  projek  dan  trademark  kebangkitan  serta  implementasi  secara  besar-besaran  hukum ekonomi Islam di Indonesia. Dekade pada saat BMI berdiri menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Periode ini sangat strategis karena mengawali dan menjadi batu loncatan  keberhasilan atau kegagalan perkembangan perbankan syariah pada era selanjutnya. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan Perbankan Syariah saat ini tidak lepas dari sejarah awal kemunculan BMI. Tulisan ini mengkaji latar sosio-historis-politis kemunculan awal BMI sebagai embrio perbankan syariah di Indonesia. Mere?eksi sejarah sangat urgen dan diperlukan guna meneropong  masa depan yang lebih cerah dan terarah. After their formative period in 1992s to 2000s, Syariah banks show a rapid development. As the ?rst syariah bank in the country, Bank Muamalat Indonesia (BMI is quick to become a pilot project and an icon of  Islamic economic awaking and implementation in the country. The establishment of  BMI was considered an awaited momentum and a step towards the success of other syariah banks of the later era. The ?ourish of syariah banks in this period is not inseparable from the history of BMI establishment. This article seeks to analyze socio-political and historical background of BMI as an embryo of syariah banks in Indonesia

  13. Simulasi Pengendalian Multiproses Industri dengan Programmable Logic Controller sebagai Sarana dan Bahan Ajar Praktik Instalasi Listrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukir Sukir

    2010-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendapatkan unjuk kerja yang baik tentang simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan Programmable Logic Controller (PLC sebagai sarana dan bahan ajar Praktik Instalasi Listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri atas analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan atau implementasi, pengujian unjuk kerja dan perbaikan serta finishing. Pengumpulan data dengan cara observasi. Instrumen yang digunakan antara lain multimeter Sanwa, ceklist deskripsi kerja sarana praktik, angket validasi ahli media, ahli materi dan mahasiswa terhadap kelayakan sarana praktik serta labsheet. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik dan bahan ajar (labsheet pada Praktik Instalasi Listrik yang mempunyai unjuk yang baik diantaranya: (1 simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sebagai sarana praktik mempunyai deskripsi kerja yang sesuai dengan perencanaan; (2 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai sarana praktik oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh hasil rata-rata total sebesar 2,89 atau 72,25% dalam kategori baik serta (3 Hasil pengamatan kelayakan simulasi pengendalian multiproses industri menggunakan PLC sebagai bahan ajar (labsheet oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa diperoleh skor rata-rata total sebesar 2,85 atau 71,25% yang masuk dalam kategori baik.

  14. PEMANFAATAN KLOBOT JAGUNG SEBAGAI WAFER RANSUM KOMPLIT UNTUK DOMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    YULI RETNANI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah pertanian pada umumnya memiliki kandungan protein, kecernaan, dan palatabilitas yang rendah disamping itu sifatnya yang voluminous menyulitkan dalam penanganan, baik pada saat transportasi maupun penyimpanannya, sehingga memerlukan suatu cara untuk meningkatkan nilai guna limbah pertanian. Klobot jagung merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat, karena kandungan seratnya tinggi yaitu sebesar 32%. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan klobot jagung sebagai pakan ternak yaitu sifatnya yang voluminous, sehingga masih belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk memudahkan penyimpanan dan menjaga ketersediaannya maka klobot jagung dimanfaatkan dengan pengolahan fisik dalam bentuk wafer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui taraf terbaik dari klobot jagung yang dapat digunakan sebagai substitusi sumber serat pengganti rumput lapang di dalam wafer ransum komplit untuk domba ditinjau dari kualitas sifat fisik yaitu kadar air, kerapatan wafer, daya serap air, dan palatabilitas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: ransum yang mengandung 30% rumput lapang + 70% konsentrat (R1; ransum yang mengandung 20% rumput lapang + 10% klobot jagung + 70% konsentrat (R2; ransum yang mengandung 10% rumput lapang + 20% klobot jagung + 70% konsentrat (R3; dan ransum yang mengandung 30% klobot jagung + 70% konsentrat (R4. Variabel yang diukur adalah kandungan air, densitas, penyerapan air, dan palatabitas dari wafer klobot jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R2 dan R3 berpengaruh terhadap kandungan air (p<0,05. Perlakuan R2, R3, dan R4 berpengaruh sangat nyata terhadap daya serap air (p<0,01, tetapi tidak berpengaruh terhadap densitas. Nilai kandungan air berkisar antara 9,39%-12,61%, dan nilai densitas berkisar antara 0,70 g/cm3-0,75 g/cm3, sedangkan nilai palatabilitas wafer berkisar 550-885 g

  15. FORMULASI DAN STABILITAS MIKROEMULSI O/W SEBAGAI PEMBAWA FUCOXANTHIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Suhendra

    2013-03-01

    Full Text Available FORMULASI DAN STABILITAS MIKROEMULSI O/W SEBAGAI PEMBAWAFUCOXANTHIN Formulation and Stability of O/W Microemulsion as Fucoxanthin Delivery Lutfi Suhendra, Sri Raharjo, Pudji Hastuti, Chusnul Hidayat ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh mikroemulsi minyak dalam air (o/w yang mengandung fucoxanthinyang stabil dan jernih untuk diaplikasikan dalam sistem makanan aqueous. Virgin coconut oil (VCO digunakansebagai fase minyak dan kombinasi Tween 80, Tween 20 dan Span 80 sebagai surfaktan non ionik yang masingmasingmempunyai nilai HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance tinggi, medium dan rendah. Formulasi mikroemulsio/w ditentukan nilai HLB akhir masing-masing 13,5; 14, dan 14,5. Masing-masing nilai HLB tersebut ditentukan tigaformula yang berbeda. Semua formulasi mikroemulsi kemudian dipanaskan dalam oven pada suhu 105 oC selama 5jam, disentrifugasi pada kecepatan 4500 rpm selama 30 menit, diinkubasi pada pH yang berbeda (3,5; 4,5 dan 6,5,diencerkan dengan akuades dan stabilitas diuji secara fotooksidasi. Mikroemulsi paling stabil selanjutnya dipilih dandigunakan untuk pembawa fucoxanthin sebagai antioksidan hidrofobik dalam sistem aqueous. Fotooksidasi ditentukandengan menempatkan mikroemulasi di bawah sinar ß ouresensi 4000 lux selama 4 jam pada suhu ruang. Angkaperoksida diukur setiap jam menggunakan metode feri thiosianat. Mikroemulsi o/w yang stabil diperoleh pada HLB14,5 dengan rasio minyak : surfaktan = 3 : 17 dan rasio minyak + surfaktan : air = 35 : 65. Rasio Tween 80 : Tween 20: Span 80 adalah 92.0 : 2.5 : 5.5. Mikroemulsi fucoxanthin yang diperoleh stabil pada pH 3,5 sampai 6,5 dan bahkansetelah perlakuan pemanasan, sentrifugasi dan pengenceran. Namun angka peroksida meningkat selama fotooksidasi.Fucoxanthin dalam mikroemulasi lebih dari 12 ppm tidak efektif untuk menghambat fotooksidasi dalam mikroemulsio/w.Kata kunci: Mikroemulsi, fucoxanthin, fotooksidasi, surfaktan ABSTRACT The objective of this study was to obtain a clear

  16. Pemanfaatan Limbah Daun Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramayanty Bulan

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak. Limbah padat pada perkebunan kelapa sawit telah diketahui potensial sebagai bahan baku pupuk organik padat melalui proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik dan mengkarakterisasi proses pengomposan limbah daun kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik potensial. Proses pengomposan dilakukan dengan dua faktor perlakuan, meliputi komposisi bahan katalisator kompos (Bokashi, Vermikompos dan Natural dan ukuran cacahan daun sawit (2 cm, 4 cm 6 cm. Parameter yang diamati meliputi persentase penyusutan massa dan fluktuasi perubahan suhu selama proses pengomposan, serta pengukuran zat hara Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK dan rasio C/N yang terkandung pada hasil pengomposan yang diukur setelah 10 dan 14 minggu proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengomposan dengan bokashi memberikan penyusutan massa terbesar jika dibandingkan dua metode lainnya pada semua ukuran cacahan yaitu sebesar 32%. Cacahan daun sawit yang berukuran kecil cenderung memberikan proses pengomposan yang lebih cepat dan memberikan produk kompos yang lebih baik. Hasil pengukuran setelah proses pengomposan menunjukkan bahwa interaksi dua faktor perlakuan yang diberikan hanya berpengaruh signifikan pada rasio C/N dan tidak signifikan pada zat hara NPK.   Utilization of Waste Palm Leaves as Raw Material Palm Compost Abstract. The use of oil palm plantation solid waste, particularly oil palm leaf as organic compost raw material are now receiving greater attention by researchers, but have not been fully utilized on large scale, either agriculturally or industrially. The aim of present study was to characterize composting process with oil palm leaf as raw material. The research of composting conducted with two combination of composting factor, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, 6 cm. The percentage of mass reduction and temperature

  17. Pemanfaatan Komputer Pentium II Sebagai PC Router Dengan Linux Freesco Di SMK Negeri 1 Bawang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adnan Purwanto

    2010-05-01

    Full Text Available Seiring semakin berkembangnya sistem operasi dan perangkat lunak komputer sekarang ini, maka berkembang pula perangkat keras komputer yang dibutuhkan untuk kebutuhan tersebut. Komputer-komputer lama yang tidak mendukung sistem operasi yang baru pun akhirnya terabaikan dan tidak digunakan. Namun komputer-komputer tersebut dapat dipergunakan kembali sebagai router. Linux Freesco adalah salah satu aplikasi router yang dapat digunakan sebagai alternatif pembuatan router yang berbasiskan komputer 386 dengan menggunakan resource yang kecil tetapi mempunyai kemampuan yang powerfull sebagai router. Linux Freesco merupakan sebuah proyek open source yang mengijinkan penggunanya untuk dapat mendistribusikan kembali dan memodifikasinya secara bebas tanpa harus membayar lisensi. Walaupun berbasis teks namun Linux Freesco dirancang untuk memudahkan penggunanya dimana semua perintah yang ada pada Linux Freesco dibuat secara interaktif.  Penelitian ini mengimplementasikan Linux Freesco sebagai router di SMK Negeri 1 Bawang dan dikomparasikan dengan Linux Depdiknux yang sudah terpasang di SMK Negeri 1 Bawang. Dari hasil komparasi ternyata kemampuan Linux Freesco sebagai router sebanding dengan Linux Depdiknux yang sudah terpasang di SMK Negeri 1 Bawang, sehingga Linux Freesco dapat dijadikan router alternatif di SMK Negeri 1 Bawang dengan memanfaatkan komputer-komputer Pentium II yang tidak terpakai di SMK Negeri 1 Bawang.

  18. UJI KHASIAT SEDUHAN RIMPANG BENGLE (ZINGIBER PURPUREUMROXB. SEBAGAI LAKSANSIA PADA TIKUS PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Nuratmi

    2012-10-01

    Full Text Available Tanaman bengle (Zingiber purpureum Roxb. termasuk suku Zingiberaceae. Salah satu penggunaan empiris rimpang bengle adalah untuk obat sembelit. Untuk mengetahui khasiat rimpang bengle sebagai  obat  sembelit, telah dilakukan percobaan uji khasiat seduhan rimpang sebagai laksansia. Lima kelompok tikus, masing-masing kelompok diberi perlakuan: kelompok I diberi seduhan dosis 40 mg/100 g bb., kelompok II seduhan dosis 120 mg/100 g bb., kelompok III seduhan dosis 400 mg/100 g bb., kelompok IV sebagai pembanding diberi olium ricini dosis 1 ml/100 g bb., dan kelompok V sebagai kontrol 1 ml/100 g bb. Semua bahan perlakuan diberikan secara oral. Parameter yang diamati meliputi konsistensi defekasi, frekuensi dan berat feses.Dari hasil pengamatan ternyata, seduhan rimpang bengle dapat digunakan sebagai obat sembelit atau laksansia. Dari dosis yang dicoba terlihat adanya hubungan antara dosis dan efek. Dibandingkan pada tikus dengan minyak jarak, seduhan rimpang bengle tidak menyebabkan feses menjadi cair atau menyebabkan mencret.   Kata kunci : bengle, Zingiber purpureum Roxb., laksansia ·

  19. Analisis Struktur Mikro Dan Perubahan Fasa γ-TiAl Sebagai Material Paduan Tahan Temperatur Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyka Rahayu Meyla Sari

    2013-03-01

    Full Text Available Kebutuhan material paduan tahan temperatur tinggi semakin meningkat salah satunya pada industri pesawat terbang. Paduan intermetalik γ-TiAl dijadikan kandidat sebagai konstruksi aplikasi temperatur tinggi karena lebih ringan dan memiliki ketahanan pembakaran yang baik. Sintesa substrat dilakukan melalui proses mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill selama 10 jam dengan kecepatan 400 rpm dilanjutkan annealing pada 900oC selama 30 menit. Sintesa paduan γ-TiAl melibatkan serbuk titanium dan aluminium dengan komposisi Ti64wt%-Al. Pengujian thermal cyclic dilakukan pada temperatur 8000C selama satu jam kemudian didinginkan sampai temperatur kamar dan dibiarkan selama 30 menit untuk setiap siklusnya dengan menggunakan burner oxygen acetelene sebagai simulasi aplikasi paduan g-TiAl pada temperatur tinggi. Pengujian XRD dilakukan untuk mengidentifikasi transformasi fasa dari senyawa yang terbentuk, SEM-EDAX dilakukan untuk mengamati morfologi dan komposisi unsur dari mikrostruktur. Fasa intermealik γ-TiAl terbentuk sebagai hasil sintesa paduan setelah mechanical alloying dan annealing. Perlakuan thermal cyclic hingga  siklus kelima terbentuk oksida Al2O3, TiO2 dan Al2TiO5 sebagai produk oksidasi dari paduan γ-TiAl. Oksida SiO2 dan Mg(SiO3 muncul akibat kereaktifan unsur yang berada pada batu tahan api yang digunakan sebagai tempat spesimen saat dilakukan pemanasan sehingga kedepannya disarankan untuk tidak menggunakan batu tahan api.

  20. Gigi Tiruan Lengkap Duplikasi dengan Modifikasi Terbatas sebagai Pedoman Pembuatan Gigi Tiruan Lengkap Cadangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Th. Esti Tjahjanti

    2011-06-01

    Full Text Available Latar belakang. Gigi Tiruan Lengkap (GTL duplikasi adalah GTL kedua merupakan replika atau tiruan GTL pertama. GTL cadangan disiapkan untuk lanjut usia sebagai GTL pengganti jika GTL yang telah lama dipakai dengan memuaskan patah atau hilang. Untuk memudahkan adaptasi pasien terhadap GTL cadangan diperlukan GTL cadangan identik dengan GTL lama. GTL duplikasi dibuat untuk tujuan memindahkan kontur GTL lama ke GTL cadangan. Tujuan. Penulisan laporan kasus ini bertujuan untuk menginformasikan cara melaksanakan perawatan penggantian GTL dengan GTL duplikasi sebagai pedoman membuat GTL cadangan. Kasus & penanganan. Pasien laki-Iaki berumur 72 tahun telah memakai GTL 7 tahun dengan memuaskan membutuhkan GTL cadangan. Pada pemeriksaan subjektif dan objektif, GTL mempunyai retensi dan stabilisasi kurang serta traumatik oklusi. GTL diduplikasi untuk dibuat GTL duplikasi sebagai pedoman. GTL duplikasi pedoman dimodifikasi terbatas yaitu dilakukan sedikit perubahan meliputi perbaikan perluasan tepi dan relining, selanjutnya dipakai sebagai pedoman pembuatan GTL cadangan. DuplikasiGTL dengan teknik 2 sendok cetak dengan bahan tanam silikon. GTL duplikasi pedoman dengan bahan resin akrilik polimerisasi dingin warna gusi dan malam. Kesimpulan. GTL cadangan mempunyai retensi dan stabilisasi baik, oklusi seimbang. GTL cadangan langsung berhasil dipakai pasien. GTL duplikasi dengan modifikasi terbatas adalah desain yang memudahkan adaptasi pasien dan sebagai pedoman pembuatan GTL cadangan.

  1. ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI DENITRIFIKASI SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI NITROGEN ANORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Syahputra

    2011-08-01

    Full Text Available Denitrifikasi merupakan salah satu proses utama yang mengurangi kandungan senyawa nitrogen anorganik di lingkungan. Proses ini dapat digunakan untuk mengatasi kelebihan senyawa nitrogen anorganik yang tinggi di kolam budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi isolat bakteri denitrifikasi sebagai agen bioremediasi senyawa nitrogen anorganik. Sebanyak 21 isolat bakteri pereduksi nitrat berhasil diisolasi dari medium pengkayaan dengan konsentrasi nitrat 100 µM dan 1500 µM. Sebanyak 6 isolat merupakan kelompok bakteri denitrifikasi (fermentatif negatif dan 15 isolat termasuk kelompok bakteri fermentatif. Berdasarkan hasil seleksi didapatkan isolat HNF5 dan LNF mempunyai kemampuan reduksi nitrat yang tinggi. Aktivitas reduksi nitrat terjadi dari awal inkubasi, di mana aktivitas paling cepat terjadi pada fase eksponensial pertumbuhan bakteri. Isolat HNF5 dan LNF memiliki kecepatan maksimum reduksi nitrat (Vmaks 0,17 mM.h-1 dan 0,16 mM.h-1 dengan nilai konstanta Michaelis-Menten (Km 0,40 mM dan 0,28 mM. Identifikasi dengan sekuen 16S-rRNA memperlihatkan bahwa isolat HNF5 dan LNF mempunyai kemiripan dengan Pseudomonas aeruginosa.

  2. BUDIDAYA IKAN HIAS SEBAGAI PENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL PERIKANAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Kusrini

    2010-12-01

    Full Text Available Indonesia diharapkan menjadi Negara Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar Tahun 2015. Sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama (prime mover perekonomian, perlu terus ditingkatkan produksinya sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Ikan hias yang diperdagangkan di dunia mencapai 1.600 jenis, di mana 750 jenis di antaranya adalah ikan air tawar. Pada tahun 2010, Indonesia menargetkan ekspor ikan hias akan meningkat sebesar 10%. Upaya dalam mendorong pengembangan kawasan perikanan budidaya di daerah-daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian, maka dilakukan program minapolitan. Dukungan penelitian terhadap program minapolitan khususnya budidaya ikan hias antara lain dalam pengembangan ikan hias yang bersifat konvensional (maskoki, guppy, cupang hias; pemanfaatan sumberdaya genetik baru dari alam yang dapat didomestikasi (rainbow, peningkatan produksi ikan hias dengan nilai ekonomi tinggi/mahal (arwana, botia, dan tren (tigerfish baik berupa paket teknologi maupun penerapan di masyarakat secara langsung. Dalam tulisan ini dikemukakan prospek dan peluang serta program pengembangan dan dukungan penelitian bagi pengembangan budidaya ikan hias.

  3. TAX PLANNING : SEBUAH PENGANTAR SEBAGAI ALTERNATIF MEMINIMALKAN PAJAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    1999-01-01

    Full Text Available It is not public's secret anymore, that if there are some efforts from tax payers, not only individual but also business entity to manage the amount of taxes that they have to be pay to the government. For them the taxes are cost, therefore they need to make some initiative or strategies to minimize the taxes liabilities in order to reach the optimal of the income after taxes. Generally, the strategies that have been done in a tax planning are considered taking advantages of the "holes" in tax regulation. That is why tax planning is not against the law. Abstract in Bahasa Indonesia : Bukan merupakan rahasia umum lagi, jika ada usaha-usaha yang dilakukan oleh wajib pajak, baik itu pribadi maupun wajib pajak badan untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar. Bagi mereka pajak dianggap sebagai biaya, sehingga perlu dilakukan usaha-usaha atau strategi-strategi tertentu untuk menguranginya. Usaha-usaha atau strategi-strategi yang dilakukan merupakan bagian dari tax planning. Tujuan yang diharapkan dengan adanya tax planning ini adalah meminimalkan pajak terutang untuk mencapai laba sebelum pajak yang optimal. Biasanya startegi-strategi yang dilakukan dalam tax planning ini lebih pada memanfaatkan celah-celah atau lubang-lubang yang terdapat dalam undang-undang perpajakan. Oleh karena itu tax planning ini pada dasarnya tidak bertentangan dengan undang-undang. Kata kunci : taxes, tax planning, tax evasion, tax avoidance, biaya fiskal

  4. STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifuddin Abd Muis

    2016-11-01

    Full Text Available Learning is good to support the quality of learning. The development of marine ecotourism can be used as a learning resource for the tourism geography courses teaching materials appropriate to the needs of students. This type of research is a case study, with the stages of research done of preliminary studies, surveys and data verification, feasibility analysis and final stage is to do situational analysis (SWOT to analyze the condition of strategic environmental developments. The results of the feasibility analysis of marine ecotourism in the category Donggala feasible or good for the development of marine ecotourism. Students know the strengths, weaknesses, opportunities and threats, as well as marine ecotourism development priority order by using SWOT analysis. Pembelajaran yang baik dapat menunjang kualitas pembelajaran. Pengembangan ekowisata bahari dapat dijadikan sebagai sumber belajar matakuliah geografi pariwisata untuk bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Jenis penelitian ialah penelitian studi kasus, dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pendahuluan, survei dan verifikasi data, analisis kelayakan dan tahap terakhir yaitu melakukan analisis situational (SWOT untuk menganalisis kondisi lingkungan strategis kawasan pengembangan. Hasil analisis kelayakan ekowisata bahari Kabupaten Donggala berada pada kategori layak atau baik untuk pengembangan ekowisata bahari. Mahasiswa tahu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya, serta urutan prioritas pengembangan ekowisata bahari dengan menggunakan analisis SWOT.

  5. Pemanfaatan Aplikasi Lectora Inspire Sebagai Media Pembelajaran Interaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Norma Dewi Shalikhah

    2016-06-01

    Full Text Available Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK berjalan sangat cepat. Tren penggunaan ICT dalam dunia pendidikan semakin marak. Berbagai teknologi dan aplikasi pendukung telah banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan. Seorang guru sebagai perencana pembelajaran dituntut untuk mampu merancang pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan sumber belajar yang sesuai agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Penggunaan media pembelajaran interaktif merupakan salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran interaktif diharapkan membantu peserta didik dalam memahami dan menerima proses pembelajaran yang dilakukan guru. Media pembelajaran interaktif dapat mewakili apa yang belum bisa disampaikan guru dan proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Melalui aplikasi Lectora inspire, seorang guru dapat dengan mudah mengembangkan media pembelajaran interaktif sendiri, sehingga dapat disesuaikan dengan lingkungan, situasi, dan kondisi dari peserta didik.

  6. STRUKTUR RANGKA RUANG BAJA SEBAGAI PENDUKUNG LANTAI ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Huthudi Huthudi

    2005-01-01

    Full Text Available A one level space, which lies between two buildings of two levels. This one level room, has to be designed to be two levels. The function of this one level, a space of 12 x 12 square meters, is a boxing training hall. This building is a part off sports facilities buildings in the Pajajaran street of Bandung. The budget for the development is very low, so it needs to minimise the expenses. The abstackle for this development are for example : the existing walls, and foundation must not be changed. Especially the roof, which will be elevated to the upper floor. And last but not least the time limit of construction is fixed at maximum 3 months, or 12 weeks only. The structure of this first level, must gives the impression of being light, but solid. Abstract in Bahasa Indonesia : Sebuah ruang berlantai satu yang terletak bersebelahan dengan bangunan 2 lantai, harus ditingkatkan menjadi 2 lantai. Bangunan satu lantai ini berfungsi sebagai ruang latih tinju yang berukuran 12 x 12 meter, dan merupakan sebagian ruang suatu komplek olah raga di jalan Pajajaran Bandung. Biaya pembangunan amatlah kecil, hingga memerlukan penghematan secara maksimal. Beberapa kendala dalam penambahan ruang terdapat di sini misalnya, dinding diusahakan tidak dibongkar apalagi pondasi, terutama rangka atap akan dipakai kembali. Dan yang terutama adalah waktu pembangunan disediakan sebanyak 3 bulan atau 12 minggu. Kesan fisik ruang bawah harus ringan , namun kokoh serta kuat. Kata kunci: pendukung lantai, struktur rangka ruang, estetika, kokoh dan kuat.

  7. POLITIK IDENTITAS DALAM KONSTUKSI IDENTITAS ETNIK MANDAR SEBAGAI UPAYA REINVENTION OF IDENTITY (STUDI KUALITATIF KOMUNITAS MANDAR DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS ETNIKNYA)

    OpenAIRE

    Sukri Tamma; GUSTIANA A KAMBO

    2008-01-01

    ABSTRAK EKOSOSBUDKUM 2010 Penelitian ini diarahkan untuk memahami kompleksitas dinamika politik lokal yang berlatarbelakang identitas dan etnisitas. Dinamika ini terjadi di wilayah etnik Mandar sebagai refresentasi dari Sulawesi Barat. Masalah penelitian yang dikemukakan, pertama, bagaimanakah etnik Mandar mempertahankan identitasnya yang telah dikonstruksikan? Apakah identitas tersebut dapat memperkuatmodal social etnik Mandar sebagai komunitas yang kuat? Kedua, Apakah pemaknaan dan pener...

  8. Evaluasi Karakteristik XBee Pro dan nRF24L01+ sebagai Transceiver Nirkabel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    BURHAN FAJRIANSYAH

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Pemillihan modul transciever sebagai media transmisi data digital menjadi permasalahan bagi perancang ketika mendesain suatu sistem komunikasi nirkabel. Pada penelitian ini penulis melakukan evaluasi pada dua modul transceiver yaitu XBee Pro dan nRFf24L01+ dengan tujuan untuk menentukan modul transceiver mana yang tepat digunakan untuk kebutuhan perancangan sistem Wireless Sensor Network (WSN. Evaluasi dilakukan dengan mengirimkan data dalam bentuk karakter ASCII/ bytes secara kontinyu maupun sekuensial melalui komunikasi serial UART. Pada pengaturan untuk mode data rate 250 Kbps, XBee Pro memiliki data rate 27 Kbps dan nRF24L01+ 16 Kbps untuk protokol komunikasi serial UART. Modul nRF24L01+ lebih unggul dalam mengirimkan data secara streaming (kontinyu dibandingkan Xbee Pro, dan nRF24L01+ memiliki Round Time Trip (RTT tercepat 0,003 sekon sedangkan XBee Pro hanya 0,036sekon. Pada aplikasi dalam ruangan XBee Pro memiliki performa lebih tinggi karena lebih stabil dalam transmisi dengan hambatan 4 dinding sedangkan nRF24L01+ hanya 2 dinding. Kata Kunci : UART, Data Rate, Nirkabel, XBee Pro, nRF24L01+. ABSTRACT Chosing transciever module as a media for a digital transmission data has becoming a serious problem for a designer to design a wireless communication system. In this research, author do the evaluation for a two transceiver module that are XBee Pro and nRF24L01+, the purpose is to chose which the right transceiver module that designer need to make a Wireless Sensor Network (WSN system. The evaluation was done by sending a data in ASCII character/ bytes as continuous and sequensial method using serial communication UART. When data rate is set to 250 Kbps mode, XBee Pro data rate is 27 Kbps and nRF24L01+ 16Kbps for serial communicaton UART purpose. nRF24L01+ is better at sending a streaming data (continuous than XBee Pro, and also nRF24L01+ has a fastest Round Time Trip (RTT that are 0,003 sec while XBee Pro only 0,036 sec. For indoor

  9. PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL: KOMITMEN ORGANISASI DAN JOB RELATED STRESS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eris Dianawati

    2009-02-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial, menganalisis pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial apabila komitmen organisasi di masukkan sebagai variabel intervening, dan menganalisis pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial apabila job-related stress dimasukkan sebagai variabel intervening. Populasi ini adalah lembaga pendidikan Technos di Jawa Timur sejumlah 60 buah kantor cabang. Dari 60 buah kantor cabang lembaga pendidikan Primagama di Jawa Timur ternyata hanya 54 yang memiliki kepala cabang dan yang dapat dijadikan sampel. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Jalur (Path Analysis. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa komitmen organisasi dan job-related stress merupakan variabel penting untuk pencapaian prestasi kinerja manajerial yang baik. Prestasi yang diartikan sebagai keterlibatan  dan pengaruh manajer dalam menentukan anggarannya, memberikan  dampak positif untuk menumbuhkan komitmen terhadap organisasi tempat mereka bekerja.

  10. PENGEMBANGAN VIDEO ICE BREAKING SEBAGAI MEDIA BIMBINGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ilham bakhtiar

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang menelaah pengembangan Ice Breaking sebagai media BK untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Tujuan penelitian adalah (1 Untuk mengembangkan media video ice breaking sebagai media BK yang acceptable (diterima, dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa. (2 Untuk mengetahui efektifitas media video ice breaking sebagai media BK dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa. Hasil penelitian berupa panduan Ice Breaking dan Video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan panduan video ice breaking yang acceptabe (diterima, berdasarkan kegunaan (utility, ketepatan (accuracy, kelayakan (faesibility dan relevansi dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa mendapat hasil yang layak untuk di gunakan di SMA Negeri 1 Bontonompo. (2 Panduan video Ice breaking sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMA Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Media, keterampilan sosial, ice breaking dan Video

  11. Rancang Bangun Sistem Pilkades Menggunakan Teknologi Smart Card Sebagai Kartu Pemilih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Indra Permana

    2016-08-01

    Full Text Available Pemilihan Kepala Desa (Pilkades merupakan proses yang tidak terpisahkan dari Negara Indonesia sebagai negara demokrasi. Pilkades saat ini masih menggunakan sistem pemungutan suara (voting secara konvensional, menggunakan media kertas untuk melakukan proses pemilihan. Pelaksanaan sistem voting konvensional tersebut mempunyai banyak kelemahan seperti menghitung hasil voting relatif lebih lama dan menggunakan perhitungan manual. Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan voting Pilkades secara lebih baik yang menjadi solusi cerdas akan kemajuan teknologi yang dapat menggantikan sistem voting konvensional, yaitu dengan media sistem elektronik voting (e-voting menggunakan teknologi smart card sebagai kartu pemilih. Sistem dikemas dalam bentuk aplikasi yang dipasang/di-install pada komputer dan reader/writer tools sebagai media untuk membaca/menulis pada smart card. Sistem e-voting Pilkades dengan teknologi smart card telah berhasil dijalankan dan menghasilkan dashboard hasil voting Pilkades dengan menunjukkan jumlah voting dalam bentuk angka, persentase (%, grafik dan diagram.

  12. RANCANG BANGUN APLIKASI PEMETAAN COVERAGE AREA BERBASIS WEB RESPONSIVE SEBAGAI ALAT SIMULASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN TOWER TELEKOMUNIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Andika Virgunzena

    2014-12-01

    Full Text Available Net Act Planner digunakan dalam perencanaan pembangunan BTS, namun kurang efisien jika dijadikansebagai media pembelajaran karena berlisensi/berbayar. Penelitian ini membahas implementasi library Google MapsAPI sebagai aplikasi pemetaan perencanaan coverage area BTS dan implementasinya sebagai media pembelajaran.Hasil pengujian menunjukkan hasil perhitungan aplikasi sama dengan hasil perhitungan manual, namun berbeda0,05% dari data hasil perencanaan Net Act Planner v6.00 karena perbedaan parameter yang digunakan aplikasidalam perhitungan. Sedangkan hasil perbandingan dengan data hasil drive test diperoleh 89,55% titik berada didalam hasil perencanaan dan 10,45% berada di luar perencanaan yang berarti hasil perencanaan aplikasi masih dapatditerima untuk direalisasikan. Penelitian ini juga menghasilkan aplikasi yang menyediakan fitur untuk memodifikasiformula perhitungan dan 4 modul sebagai media pembelajaran.

  13. Asap Cair Sabut Kelapa sebagai Repelan Bagi Hama Padi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmat S. Santoso

    2016-05-01

    Full Text Available Asap cair sabut kelapa berpotensi sebagai repelan terhadap hama padi walang sangit (Leptocorisa oratorius Corixa Acuta Thumb. Asap cair ini diperoleh melalui pirolisis dari bahan yang banyak mengandung biomasa yaitu hemi selulosa, selulosa dan lignin dimana dekomposisinya merupakan senyawa fenol dan asam serta turunannya. Hasil identifikasi asap cair ini ada 25 senyawa dan 3 senyawa dominan diantaranya asam palmitat, metal oleat, siklo tetraheksana, yang mampu bekerja aktif sebagai repelan terhadap walang sangit hingga dapat menekan populasi menuju arah nilai ambang ekonomi. Serta bersifat anti mikroba dan bacteria bagi hama dan penyakit tanaman.Kata kunci: Asap cair, Repelan, Walang sangit.

  14. Redefinisi Kaum Paderi Melalui Metodologi Genealogis Foucauldian Sebagai Rekonsiliasi Etnis Minangkabau-Batak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Arifian

    2016-11-01

    Full Text Available Redefinisi Kaum Paderi merupakan konsep pendefinisian Kaum Paderi berdasarkan metodologi genealogis yang menulis sejarah berdasarkan kerangka kekinian. Definisi ini berbeda dari definisi Kaum Paderi dalam pandangan sejarah umum. Redefinisi ini dimaksudkan untuk memetakan gerakan Paderi berdasarkan konsep kekuasaan berbasis keamiran melalui gelar Tuanku Imam Bonjol merujuk kerangka kekuasaan nagari (balad-dalam pemahaman imamah. Tujuan pemetaan gerakan Paderi adalah membuktikan (secara teori bahwa ada dikotomi di tubuh Paderi sebagai gerakan pemurni Islam serta yang bersifat radikal. Dikotomi inilah yang digunakan sebagai dalih untuk membangun wacana rekonsiliasi antara etnis Minangkabau-Batak lantaran konflik masa lalu "Perang Paderi" jilid I.

  15. AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Kurniasari

    2012-04-01

    penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.

  16. Komposit Laminate Rami Epoksi Sebagai Bahan Alternatif Socket Prosthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus P. Irawan

    2009-01-01

    Full Text Available pure plant oil, biofuel, coconut oil, palm oil, jatropha oilSocket is the most important component in a prosthesis making. Performance criteria for prosthetic socket material include strength, durability, minimal weight, comfort, and minimal fabrication cost. This research attempts to analyze the strength of ramie fiber reinforced epoxy laminate composite as an alternative of socket prosthesis. The research based on ASTM D 3039/D 3039M for tensile strength and ASTM D 695 for compressive strength. The ramie fiber used was a continuous fiber 100 % Ne14'S, with Epoxy Resin Bakelite EPR 174 and Epoxy Hardener V-140. The sample test was created using a hand lay-up method. The result of this research is presented in a correlation of finsile strength (st, compression strength (sc, elasticity modulus (E versus fraction volume of fiber (Vf. The result is then being compared with some of the prosthesis material’s strength produced by Otto Bock. The analysis was completed with the mode of the failure observation by using Scanning Electron Microscope (SEM. The result concludes that the ramie fiber reinforced epoxy laminate composite is potentially developed further as a socket prosthesis material on Vf 40 – 50 %. Tensile strength and specific strength that has been generated was higher than that of several materias for socket prosthesis, including fiberglass. The mode of the failure found were a brittle failure on Vf: 10-30%, debonding and delamination on Vf: 40-50%. Abstract in Bahasa Indonesia: Socket merupakan bagian terpenting dalam pembuatan prosthesis. Kriteria bahan socket prosthesis antara lain kekuatan, ketahanan, ringan, kenyamanan dan biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan komposit laminate berpenguat serat rami epoksi sebagai bahan alternatif socket prosthesis. Pengujian kekuatan mengacu standar ASTM D 3039/D 3039M uji tarik dan ASTM D 695 uji tekan. Serat rami yang digunakan berupa serat kontinyu jenis

  17. Muhammad sebagai pemimpin agama dan negara periode Makkah dan Madinah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummu Zakiyah Maulidah

    2014-07-01

    Full Text Available Muhammad was born in Mecca between AD 570 and 580 in the Banu Hashims,a reputable family of Quraysh. In Mecca, Muhammad is portrayed as a privatecitizen, as he had to limit himself and adapt his behavior to face the situationduring jahiliyyah era. While, in Medina he governed the community and guidedthem in religious life. His arrival in Medina has significant contribution towardhis role as political leader. His power in this city had protected himself and hisfollowers from violent opposition of the Quraysh. The doctrines he employedin politics were inseparable from the religious values rooted from the Quran.Through his innovation and skillful diplomacy, he had converted the peopleof Mecca and Medina into brighter Arab civilization. Such a positive changereflected his monumental accomplishment for the people.Muhammad lahir di kota Makkah antara tahun 570 sampai 580 Masehi dikeluarga Bani Hasyim, suku Quraisy terkemuka di Arab. Di kota Makkah,Muhammad dianggap sebagai masyarakat biasa, sebab ia harus membatasidirinya dan menyesuaikan prilakunya dalam menghadapi keadaan yangterjadi pada zaman jahiliyyah. Sedangkan di Madinah, ia dianggap sebagaipemimpin masyarakat dan menjadi pembimbing umat dalam hidup beragama.Kedatangannya di Madinah juga memberikan konstribusi besar pada perannyasebagai pemimpin politik. Kekuasaan di kota ini sangat membantu dirinya danpara pengikutnya dari kerasnya kelompok oposisi Quraisy. Doktin-doktrin yangdigunakan Muhammad dalam dunia politik juga tidak lepas dari nilai-nilaiagama yang bersumber dari al Quran. Dengan kreatifitas dan inovasinya dalammemimpin, Muhammad mampu mengarahkan masyarakat Makkah dan Madinah menuju kebangkitan peradaban bangsa Arab yang lebih cemerlang.Kondisi yang semakin membaik tersebut, tidak lain merupakan sebuah karyadan jasa monumental yang telah diukir oleh Muhammad untuk umatnya.

  18. Musik sebagai Wujud Eksistensi dalam Gelaran World Cup

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael HB Raditya

    2014-11-01

    Full Text Available We Are One atau “Ole Ola” merupakan lagu resmi dari gelaran World Cup. Setiap World Cupmempunyai lagu resminya ditiap gelarannya. Dalam keberlangsungannya, setiap lagu world cupmembutuhkan pertimbangan dalam pembentukannya. Aspek-aspek seperti budaya, sosial, politikdan lainya menjadi alasan penting dalam pembentukannya. Pembentukan Ole Ola didasarkan padaproses hibriditas budaya lokal dan global. Perpaduan samba dan hip hop menjadi variant dalampembentukannya. Perpaduan tersebut membentuk identitas untuk lagu itu sendiri, dan untuk gelaranworld cup. Eksistensi dari lagu sehingga makin terasa karena perpaduan yang membentuk identitas.Terlebih lagu tersebut tercipta tidak hanya karena gelaran, tetapi mempunyai fungsi dan guna untukmasyarakat. Musik sebagai media dalam mengkonstruksi pesan atas kepentingan. Musik membentukidentitas, dan mempunyai eksistensi dalam keberlangsungannya. Musik tidak lagi hanya berfungsisebagai musik saja, tetapi musik mempunyai peran dalam pembentukan identitas dan menjamineksistensi. Music as a form of Existance in the World Cup Performance. We are one or Ole Ola is the officialsong of the world cup performance. Every world cup has its official song in each event. In its development ofexistance, every song in world cup needs requires of consideration for creating process. Aspects such as cultural,social, politics and others become the important reason for creation. The creating proses of Ole Ola song isbased on the local and global cultural hybridity. The combination of samba and hip hop is a primary varianton creating process. The combination creates an identity for the song itself, and for world cup identity. Theexistance of Ole Ola is stronger because the combination may create the new identity. Moreover, the songcreated is not only for the event, but also has a function and purpose to society. Music is as a medium inconstructing the messages of interest. Music creates an identity, and has an existance in its

  19. Rekonstruksi definisi Sunnah sebagai pijakan kontekstualitas pemahaman Hadits

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrulloh Nasrulloh

    2014-07-01

    Full Text Available Canonization of sunnah into hadith massively appears to deal with extremismand arbitrary interpretations that have been critical to the sunnah of the Prophet.It marks the end of the interpretation process of the sunnah, including ‘theliving sunnah’ because it was freely appreciated and interpreted by others andsubsequently was turned into a verbal form. At this stage comes the new movementpioneered by Imam Shafi’i who spread the dogma that the required one is thesunnah of the Prophet. The sunnah that has validity as a source of Islamiclaw is the provable one through verbal transmission mechanism (hadith. Thehistorical point of view shows difference, intersection and similarity between thehadith and sunnah. Tracing both the meaning of hadith and sunnah in depthwill change the mindset of understanding the hadith and sunnah.Kanonisasi sunnah ke dalam bentuk hadits muncul dalam skala besar untukmenghadapi ekstrimisme dan penafsiran sewenang-wenang yang sudah gawatterhadap sunnah Nabi. Ini menandai berakhirnya proses penafsiran terhadapsunnah Nabi, termasuk ‘sunnah yang hidup’ karena sunnah Nabi yang semulabebas dipahami dan ditafsirkan oleh generasi sahabat dan setelahnya sudahberubah bentuk menjadi verbal. Pada tahap ini muncullah gerakan baruyang dipelopori oleh Imam Syafi’i yang menyebarkan dogma bahwa sunnahyang harus dipegang adalah sunnah yang berasal dari Nabi. Sunnah yangmemiliki keabsahan sebagai sumber hukum islam adalah sunnah yang dapatdibuktikan berasal dari Nabi melalui mekanisme transmisi verbal (hadits.Dengan pendekatan sejarah, diketahui adanya perbedaan dan persinggunganserta kesamaan antara hadits dan sunnah. Dengan menelusuri kedua maknahadits dan sunnah secara mendalam akan merubah pola pikir pemahamanterhadap hadits dan sunnah.

  20. MODEL PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN LOKAL SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN PENGEMBANGAN USAHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukidjo .

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Model Pemberdayaan Kelembagaan Lokal Sebagai Wahana Pendidikan Pengembangan Usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui : (1 permasalahan yang dihadapi kelompok usaha warga miskin dalam mengembangkan usaha; (2 kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Tim Konsultan Manajemen Wilayah (KMW terhadap lembaga lokal; (3 kegiatan pemberdayaan yang dilakukan lembaga lokal terhadap kelompok usaha dalam mengembangkan usaha. Penelitian ini merupakan R&D, dilakukan di Provinsi Yogyakarta. Penentuan sampel dilakukan secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan : (1 permasalahan utama yang dihadapi kelompok usaha warga miskin adalah kekurangan modal kerja, bahan baku dan pemasaran; (2 Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Tim KMW kepada lembaga lokal berupa pelatihan dan pendampingan; (3 kegiatan pemberdayaan yang dilakukan lembaga lokal terhadap kelompok usaha berupa pelatihan, bimbingan, pendampingan melalui program pinjaman bergulir, pelatihan keterampilan dan pembangunan permukiman dan lingkungan. Kata Kunci: pemberdayaan dan pengembangan usaha Abstract : Local Institutional Empowerment Model As A Educational for Bisnis Development. The objective of this study were to identify : (1 the problem facing the poor in developing their business; (2 empowerment activities that was undertaken by Regional Management Consultant Team towards local institution; (3 empowerment activities that was undertaken by local institution toward business groups in order to developing their business activity. This study was R & D, and undertaken in Yogyakarta Province. Samples were randomly selected. Data were obtained through questionnaire, interview, and documentation. Data analysis used descriptive qualitative analysis. Conclusion of this study were : (1 the main problem faced by business group of the poor is lack

  1. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN SISWA SEBAGAI NASABAH PADA BANK MINI SMK SMART AKUNTANSI DI SMK NEGERI 3 JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Sartika

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan siswa sebagai nasabah Bank Mini SMK Smart Akuntansi di SMK Negeri 3 Jepara secara simultan mapun parsial . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X - XI tahun 2012/2013 SMK Negeri 3 Jepara yang terdaftar sebagai nasabah per 31 Desember 2012 sebanyak 157 siswa . Pengambilan sampel dilakukan se cara undian dengan metode proportional random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 112 siswa. Metode pengambilan data menggunakan angket. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pen elitian, kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan siswa sebagai nasabah secara simultan . Secara parsial, v ariabel bukti fisik (tangible berpengaruh terhadap kepuasan siswa sebagai nasabah sebesar 4,0%, variabel jaminan ( assurance berpengaruh terhadap kepuasan siswa sebagai nasabah sebesar 6,15% dan empati ( emphaty berpengaruh terhadap kepuasan siswa sebagai nasabah sebesar 11,29%. Sedangkan variabel keandalan dan daya tangkap tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan siwa sebagai nasabah Bank Mini Smart Akuntansi

  2. PENGEMBANGAN MESIN CNC VIRTUAL SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN CNC

    OpenAIRE

    Bambang Setyo Hari Purwoko

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan prototype tampilan lingkungan fisik sebuah mesin bubut CNC (Virtual Reality CNC) pada layar komputer yang dapat menerima masukan dan dioperasikan sebagaimana suatu mesin CNC dan (2) menguji keefektifan prototype mesin CNC Virtual tersebut sebagai media interaktif pembelajaran pemrograman CNC. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Obyek penelitian adalah rekayasa pemrograman dengan bahasa Visual Basic 6 guna menghasilkan mesin CNC Virtual....

  3. Isolasi dan Identifikasi Protein Bioaktif Alga Merah Eucheuma cottonii serta Potensinya Sebagai Antikanker

    OpenAIRE

    Ismail, Ayu Indayanti

    2014-01-01

    Isolasi dan Identifikasi Senyawa Protein Bioaktif dari Alga Merah Eucheuma cottoni dari Teluk Laikang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa protein bioaktif dari alga merah Eucheuma cottonii serta potensinya sebagai antikanker. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan tahapan perlakuan yaitu isolasi senyawa protein bioaktif dari alga merah Eucheuma cottonii melalui proses lisis, ...

  4. PRANATA GADAI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN BERBASIS KEKUATAN SENDIRI (GAGASAN PEMBENTUKAN UU PERGADAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lastuti Abubakar

    2012-07-01

    Full Text Available Pawn services in Indonesia has transformed from a traditional financing institution which particularly work within small and medium enterprise to a wider financial institution that include mortgage, investment, parcel delivery services, custody as well as gold trading. Yet it raises question how is the development of pawn services in practice in regards to the objective of pawn institution as a financial alternative. In additon, it also leads to the question how the proper regulation concept is in the future. Research shows that pawn services, particularly sharia pawn services in gold, turns to be a speculative investment. Hence, future regulation concerning pawn services should be able to achieve the objective of pawn services as a tool of economic development. Jasa pegadaian di Indonesia bertransformasi dari semula sebagai lembaga pembiayaan masyarakat, khususnya UMKM meluas menjadi lembaga yang juga melayani fidusia, investasi, pengiriman dan penerimaan barang, penitipan dan jual beli logam mulia. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana perkembangan praktik gadai apabila dikaitkan dengan tujuan pranata gadai sebagai alternatif pembiayaan dan bagaimanakah konsep pengaturan gadai di masa datang guna mewujudkan fungsi gadai sebagai alternatif pembiayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa praktik pegadaian, khususnya gadai emas syariah bergeser menjadi investasi yang spekulatif. Oleh karena itu regulasi pergadaian sangat diperlukan. Regulasi pergadaian di masa datang harus mampu menjadikan pranata gadai sebagai alternatif pembiayaan guna menggerakkan perekonomian.

  5. Pengukuran Sumber Daya Manusia sebagai Human Capital di PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

    OpenAIRE

    Mirza, Audy

    2012-01-01

    Human capital merupakan kemampuan yang dimiliki oleh manusia dan bernilai apabila dikelola secara tepat sebagai suatu investasi. Pelatihan dan rekrutmen merupakan investasi yang paling penting. Saat ini, perusahaan telah secara konsisten melakukan pelatihan dan rekrutmen untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusianya. Namun, perusahaan tidak mengetahui secara pasti peran atau kontribusi yang diberikan sumber daya manusia terhadap sasaran perusahaan atas program investasi sumber daya manusi...

  6. PENGEMBANGAN MESIN CNC VIRTUAL SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN CNC

    OpenAIRE

    Bambang Setyo Hari Purwoko

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan prototype tampilan lingkungan fisik sebuah mesin bubut CNC (Virtual Reality CNC) pada layar komputer yang dapat menerima masukan dan dioperasikan sebagaimana suatu mesin CNC dan (2) menguji keefektifan prototype mesin CNC Virtual tersebut sebagai media interaktif pembelajaran pemrograman CNC. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Obyek penelitian adalah rekayasa pemrograman dengan bahasa Visual Basic 6 guna menghasilkan mesin CNC Virtual....

  7. ANALISIS RELEVANSI STENOGRAFI SEBAGAI MATA KULIAH PROGRAM STUDI D3 SEKRETARI DAN PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

    OpenAIRE

    Marsofiyati, M

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi stenografi sebagai mata kuliah Program Studi D3 Sekretari dan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling yaitu teknik non probability sampling dimana subyek dipilih karena aksesibilitas nyaman dan kedekatan sehingga memudahkan peneliti dalam mencari partisipan penelitian. Menurut pendapat para responden, saat ini meskipun teknologi semakin maju, stenografi m...

  8. AKTIFITAS ANTIHELICOBACTER DARI LACTOBACILLUS SP SECARA INVITRO : POTENSI SEBAGAI SUATU BAHAN BIOTERAPI TUKAK LAMBUNG

    OpenAIRE

    Zaraswati Dwyana

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari bahan bioterapi alami yang dapat digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi Helicobacter pylori. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kemampuan Lactobacillus sebagai bahan bioterapi dengan mengetahui aktivitas antimikrobanya terhadap Helicobacter pylori yang kemudian dapat disebut antihelicobacter. Lactobacillus ditumbuhkan media tumbuh dan difermentasi lalu disentrifus sehingga diperoleh kultur lactobacillus cair lalu diliofilikasi untuk...

  9. Pemasangan Implan Endodontik sebagai Stabilisator Pasca Apikoektomi Gigi Premolar Dua Kanan Bawah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas Edwin

    2016-11-01

    Full Text Available Latar Belakang: Gigi yang tidak didukung akar yang cukup panjang akan kesulitan menahan beban kunyah dan akan terjadi kegoyahan. Implan endodontik dapat digunakan sebagai alternatif stabilisator pada gigi dengan panjang akar yang tidak memadai. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai perawatan gigi premolar kedua bawah kanan yang mengalami perforasi eksternal dan harus menjalani perawatan apikoektomi dengan menggunakan MOl sebagai stabilisator endodontik. Kasus: seorang wanita, 23 tahun, datang dalam keadaan gigi sakit sebelah belakang kanan bawah. Beberapa tahun yang lalu pasien menjalani operasi pengambilan gigi supernumerary pada area tersebut. Beberapa bulan setelah operasi pasien mengeluhkan adanya rasa nyeri. Gambaran radiograf tampak ada area radiolusen bagian mesial gigi 46 dan di bagian distal gigi 45. Hal ini diperkirakan karena tindakan iatrogenik operasi pengambilan gigi supernumerary. Gigi 45 dirawat dengan prosedur apikoektomi dilanjutkan dengan bedah pemasangan implan endodontik sebagai stabilisator. Manajemen kasus: dilakukan bedah apikoektomi, bersamaan dengan bedah apikoektomi dilakukan pemasangan implan endodontik. Material implan yang digunakan adalah Mini Oental lmplant berukuran 1,8 mm panjang 15 mm. Bagian akar yang berbatasan dengan implan ditutup dengan MTA sebagai penutup tepi. Kesimpulan: pemasangan implan endodontik pada gigi 45 telah di evaluasi selama 45 hari sejak prosedur bedah dilakukan menunjukkan pasien tidak mengalami keluhan dan secara klinis tidak ada kelainan pada gigi 45 tersebut. Gigi siap direstorasi dengan mahkota jembatan porselen fusi metal.

  10. PENDIDIKAN SEBAGAI TRADISI: KUMPULAN PENGALAMAN INTERSUBJEKTIF MASYARAKAT URBAN PINGGIRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Fajar

    2014-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman intersubjektif masyarakaturban pinggiran tentang pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pengalaman intersubjektif masyarakatmengenai pendidikan dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomiini membentuk kerangka acuan masyarakat tentang pendidikan sebagai berikut:pendidikan itu penting karena berkaitan dengan kondisi ekonomi anaknya di masayang akan datang; pengalaman pahit kehidupan ekonomi orangtua tidak inginterulang kembali pada anak-anak mereka; pendidikan dimaknai sebatas untukmendapatkan ijazah; pendidikan dianggap penting agar nantinya anak dapat bekerjadi pabrik. Kerangka acuan itu menjadi sebuah kenyataan objektif bagi orangtuagolongan ekonomi bawah, namun dalam pelaksanannya orangtua golonganbawah tidak sepenuhnya memberikan perhatian yang serius pada perkembanganpendidikan anaknya. Model moso borong kepada institusi pendidikan menjadi polahubungan orangtua dengan pendidikan. Ilmu bukan menjadi orientasi, yang lebihdiperhatikan orangtua adalah unsur kepatutan. Ketika usia anaknya telah mencapaiusia sekolah dasar (SD, maka ”sepantasnya” orangtua menyekolahkannya ke SD.Oleh karena itu menyekolahkan anak bagi orangtua merupakan sebuah tradisi. The aim of this study is for analyze intersubjective experiences the urban fringe society of formaleducation. This study used qualitative method. The results showed that: economic factorsinfluenced the experience of intersubjective for the education community. These economic factorsestablish the terms of reference of the educational community as follows: that educationis important because it relates to their economic conditions in the future; the economic livesof bitter experiences of parents do not want to happen again in their children; education isdefined to get a diploma; education is considered important that the child will be able to workin a factory. Frame of reference

  11. Uji Klinik Fase II Ramuan Jamu sebagai Pelindung Fungsi Hati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    zuraida - zulkarnain

    2017-07-01

    Full Text Available AbstractThe human liver is susceptible to interference due to its complex function. The development ofhepatoprotective from jamu formula is still needed as to produce more effective, cheaper andsafer hepatoprotective. The result of previous study showed that the hepatoprotective from jamuformula was safe and efficacious. This phase 2 trial was conducted to evaluate the efficacy andsafety of hepatoprotective from jamu formula which consists of Curcuma longa rhizomes, Curcumaxanthorrhiza rhizomes, and Taraxacum officinale leaves. The design was open label randomizedclinical trial with silimarin as a comparison for 42 days intervention. Two hundreds of humansubjects participated in this study. The trial held in 2015 and involved 50 physician members ofSaintifikasi Jamu Network at several regencies in Indonesia. The parameters for assessing efficacywere SGPT, SGOT and as for safety were routine blood, urea, and creatinine. Clinical symptoms andpossible side effects were also observed. The results showed that the jamu formula can reduce theaverage value of SGPT and SGOT equal to silimarin. Jamu formula can relieve clinical symptomsarising from liver function disruption, and it is safe, it does not alter kidney function, hemoglobin,leukocyte count and platelet count in its use for 42 days.Keywords: hepatoprotective, Saintifikasi Jamu, Curcuma longa, Curcuma AbstrakHati mudah mengalami gangguan disebabkan fungsinya yang kompleks. Saat ini masih diperlukanpengembangan ramuan jamu untuk melindungi dan memperbaiki sel-sel hati (hepatoprotektor yanglebih efektif, murah dan aman. Hasil penelitian observasi klinik terdahulu menunjukkan bahwaformula jamu untuk hepatoprotektor aman dan berkhasiat sehingga dilanjutkan dengan uji klinik fase2. Tujuan uji ini untuk menilai khasiat dan keamanan ramuan jamu sebagai hepatoprotektor dengankomposisi rimpang temulawak, rimpang kunyit, dan daun jombang. Rancangan uji adalah open labelrandomised clinical trial dengan

  12. Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Sebagai Penguat Aluminium Matrix Composite

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subarmono Subarmono

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims to utilize fly ash which is obtained from waste of combustion of coal in steam power plant as a reinforcement of aluminum matrix composite (AMC. The amounts of fly ash of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% wt were added to fine aluminum powder (dimension of particles are smaller than 40 µm. Each composition was mixed using a rotary mixer for 3 hr. The mixture was uniaxially pressed and it was followed by isostatic compaction with a pressure of 100 MPa to produce green bodies. They was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperatures of 500°C, 525°C, 550°C, 575°C and 600ºC. Bending strength, Vickers hardness, wear resistance, density of the AMC were tested, and the microstructures were observed using SEM. The results show that the mechanical properties increase with increasing the fly ash content up to 5% wt. The bending strength, hardness, porosity and wear rate are 74 MPa, 66 VHN, 4.5% and 0.04 mg/(MPa.m, respectively. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu terbang sebagai penguat komposit bermatrik aluminium (AMC. Abu terbang merupakan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap. Abu terbang sejumlah 2,5%; 5%; 7,5% dan 10% berat dicampur dengan serbuk aluminium (ukuran serbuk lebih kesil dari 40 µm. Setiap campuran diaduk menggunakan rotay mixer selama 3 jam. Campuran aluminum dan abu terbang dikompaksi secara uniaksial dilanjutkan kompaksi secara isostatik dengan tekanan 100 MPa dan diikuti sintering tanpa tekanan dengan lingkungan gas argon dan variasi temperatur 500°C, 525°C, 550°C, 575°C dan 600°C. Kekuatan bending, kekerasan Vickers, ketahanan aus dan densitas komposit diuji serta struktur mikro diamati menggunakan SEM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sifat mekanis meningkat seiring dengan peningkatan fraksi berat abu terbang sampai 5% berat, selebihnya terjadi penurunan. Kekuatam bending, kekerasan Vickers, porositas dan laju keausan berturut

  13. EFISIENSI CONSTRUCTION WETLAND TYPHA SP. SEBAGAI PENGOLAH AIR LIMPASAN JALAN RAYA SECARA ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudatin Windraswara

    2011-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bersifat desain eksperimental pada skala laboratorium untuk mengetahui kemampuan Typha latifolia. sebagai tanaman wetland dalam mereduksi BOD dan COD yang berasal polutan air limpasan jalan raya sebagai bagian dari sistem drainase yang berkelanjutan. Sampel dalam penelitian ini adalah air limpasan jalan yang berasal dari air hujan yang kemudian masuk ke saluran pengumpul (drainase jalan. Habitat wetland disimulasikan menggunakan kolom dengan tabung yang memiliki volume kosong 20 liter. Susunan tabung adalah sebagai berikut; tanaman wetland, air, pasir dan batu kerikil. Satu tabung lagi akan berlaku sebagai kontrol dengan susunan yang sama tanpa tanaman wetland. Desain tabung memiliki spesifikasi sebagai berikut bahan acrylic dengan ukuran diameter 9,7 cm, tinggi 40 cm, volume 20 liter, media pasir setinggi 10 cm, kerikil 15 cm, kemudian diisi air setinggi 15 cm dari batas kerikil. Nilai BOD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 104 mg/l sedangkan nilai BOD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 44 mg/l dari nilai semula 104 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman tersebut mampu menghilangkan nilai BOD sebesar 65% atau BOD removal sebesar 65%. Nilai COD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 309 mg/l dari nilai semula 210 mg/l sedangkan nilai COD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 210 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman Typha latifolia mampu menghilangkan nilai COD sebesar 58,6% atau COD removal sebesar 58,6%. Kedua parameter tersebut telah sesuai dengan baku mutu Kepmen LH no 112 tahun 2003 dan Kepmen LH no 51 tahun 1999.

  14. Sintesis Senyawa Turunan Sekunder dan Tersier p-Kumaramida dan Uji Aktivitasnya Sebagai Anti Tumor Sel Leukimia P388

    OpenAIRE

    2014-01-01

    Senyawa-senyawa turunan p-kumaramida berpotensi sebagai anti tumor. Penelitian tentang metode sintesis senyawa turunan p-kumaramida, yakni N-propil-p-kumaramida, N,N-dietil-p-kumaramida, dan piperidinil-p-kumaramida serta uji aktivitasnya terhadap sel tumor leukimia P388 telah dilakukan. Senyawa turunan p-kumaramida disintesis dari asam p-kumarat dan amina yang sesuai sebagai reaktan dengan menggunakan katalis asam borat pada kondisi refluks di dalam pelarut DMF dan atmosfir nitrogen selam...

  15. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah menjadi masalah lingkungan yang besar seiring dengan pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia. Konversi limbah padat menjadi bahan bakar pelengkap untuk industri kertas juga tidak memberikan hasil yang signifikan untuk memecahkan masalah pencemaran udara pada saat karbon aktif dibebaskan dari proses pembakaran. Masalah ini secara khusus menuntut sistem pengelolaan sampah yang maju dan efektif secara terus-menerus. Baru-baru ini, optimasi pemanfaatan serat-limbah menjadi alternatif khusus untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah. Namun, tidak semua dapat didaur ulang. Karakteristik limbah padat berserat dari industri kertas tisu cenderung menurun gramaturnya, sehingga sangat disayangkan pemanfaatannya akan berkurang bahkan setelah proses daur ulang. Di sisi lain, struktur kimianya yang telah rusak selama proses produksi tampaknya menjadi semangat baru bagi industri tekstil di masa depan dalam mengembangkan teknologi daur ulang limbah padat berserat, yang menghasilkan benang tekstil generasi baru. Fokus dalam penelitian ini ditekankan pada penemuan tas yang terbuat dari bahan serat-limbah menggunakan metode eksperimental. Identifikasi karakteristik serat-sampah berbasis padat dikembangkan melalui teknik eksplorasi multi-ply yarns berdasarkan sistem interlace. Hubungan antara penciptaan produk dan forecasting  tren pada tahun 2013 akan menjadi analisis berikutnya sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah sampah.Kata Kunci: limbah; multi-ply yarns; sistem interlacing.The Potential of Solid Waste as Multiply Yarn Based on Interlacing SystemsSolid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released

  16. MEDIA KONSULTASI ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENANGANAN MASALAH REMAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Mirawati

    2016-05-01

    agar media konsultasi online tersebut menggunakan nama yang dekat dengan kehidupan remaja, bukan  nama formal yang mencerminkan kelembagaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti kemudian mengembangkan www.sobatmu.com sebagai media konsultasi online untuk pada remaja. Kata kunci: Media Konsultasi Online, Bimbingan Konseling, Masalah Remaja Abstract. Nowadays, teenagers need for career guidance and counseling are increasing, along with the diversity of their problems. In the schools and universities, the need for consultation has also increased, especially since the University entrance examination using Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN known as “school path entrance”. The problem is, for various reasons, not all teenagers can reveal or consult their problems using face to face communication easily. On the other hand social media user among adolescents increased rapidly. The latest data from Indonesian Internet Service Provider Association (APJII, indicate that 49% from 88.1 million Indonesian internet users are adolescent. Therefore, it is the right step for us to provide online consultation media which can help them to consult the problems, anytime and anywhere. This research objectives are to describe the teenagers need of online consultation media, and develop its prototype. The results showed that beside of career guidance, the teenager problems are about friendship, love, family, and financial. Most respondents had posted their problems in social media, just to release the pressure, without expecting feedback from friends or their followers. Almost all respondents are interested to use online consultation service. They hope, the online consultations can be done personally and privately, without the ability of another internet user to read their consultation history. In addition, respondents suggested that online consultation media name using a popular name, close to the life of a teenager, not using a formal name that reflects the

  17. Memaknai Kelas Menengah Muslim Sebagai Agen Perubahan Sosial Politik Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasisto Raharjo Jati

    2016-06-01

    ثرة حال السائريصير فنّا متوسّطا للمسلمين للدلالة السياسيّة. السياسيّة فى كون مثل المعاشرة فى العرب, كمثل مصرى, تركى, عير اختيار الاولى للتخاذ الفرق على الثقفة السياسيّة فى ذالك المكان. امّا الاوّل رأيان فى نظر فرق ثقفة السياسيّة بعلاملت فنّ متوسّط المسلمين. وهو بعد الاسلاميّة و الاسلامية الذى نصر المستضعفين. الرأي الاوّل, يحصل على الحضارة و دموكراتية و الحرّية. الرأي الثانى, يحصل على التغيّر بطريق الاوّل من تغيير السياسيّة  تأكيدا يعمل على الفنّ المتوسّط. رأيان يستقبل ليتّخذ فنّ المسلمين فى اندنسي. هذا الكتاب يصير فى تغيير ثقفة السياسية على فنّ متوسّط المسلمين فى اندنسي.كلمة الخصائص: الفنّ المتوسّط على المسلمين فى اندونسي, تغيير ثقفة السياسيّة, فرقة السياسيّة.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis agenda perubahan sosial politik bagi kelas menengah muslim Indonesia.  Dibandingkan dengan kelas menengah lainnya, kelas menengah muslim adalah kelas menengah yang politis terhadap perubahan politik. Hal tersebut terkait dengan adanya pengalaman politis yang dialami seperti halnya alienasi, otoritarianisme, maupn juga ketimpangan. Berbagai kondisi satir itulah yang menjadikan kelas menengah muslim tampil sebagai agen politik. Pengalaman politik seperti yang terjadi dalam kasus masyarakat Timur Tengah seperti Mesir, Turki, dan Iran menjadi preferensi utama dalam menganalisis perubahan sosial politik yang ada. Terdapat dua perspektif penting dalam melihat agenda perubahan sosial politik yang dialamatkan oleh kelas menengah muslim

  18. PEMANFAATAN MUSEUM BLAMBANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI KELAS X SMA NEGERI KABUPATEN BANYUWANGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Mursidi

    2011-10-01

    Full Text Available The purpose of this study is to determine: (1 Type of Blambangan Museum collection that can be utilized as a resource for high school students learning history, (2 How to utilize Blambangan Museum collection as a source for high school students learning history, (3 Appreciation of high school students to the Museum Blambangan as a source of high school students learning history, and (4 The constraints faced by students and teachers in utilizing the Museum Blambangan as a source of learning history. Types of collections that can be used as a source to learn the history in SMA is keramologika (jar, filologika (sword, historika (clothing regent, etnografika (ax square, arkeologika (papyrus manuscript, teknologika (phonograph and the fine arts (brick berelief and miniature art infatuated, (2 In accordance with the standards of competence and basic competence as a source of how to utilize the museum to learn history, the learning process can be done is through the method of study tours and home work by teachers to students.   Key words: Blambangan Museum, Learning Resources, Learning History, high school   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1 Jenis koleksi Museum Blambangan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya untuk siswa SMA belajar sejarah, (2 Bagaimana memanfaatkan koleksi Museum Blambangan sebagai sumber untuk siswa SMA belajar sejarah, (3 Apresiasi siswa sekolah tinggi ke Museum Blambangan sebagai sumber siswa SMA belajar sejarah, dan (4 kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam memanfaatkan Blambangan Museum sebagai sumber belajar sejarah. Jenis koleksi yang dapat digunakan sebagai sumber untuk belajar sejarah SMA keramologika (jar, filologika (pedang, historika (pakaian, etnografika (kapak persegi, arkeologika (naskah papirus, teknologika (phonograph dan denda seni (batu bata berelief dan seni miniatur tergila-gila, (2 Sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagai sumber bagaimana

  19. INTERKALASI XILENOL ORANGE PADA ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI ELEKTRODA ZEOLIT TERMODIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Fitriyah

    2016-07-01

    Full Text Available Zeolit terbagi menjadi zeolit alam dan zeolit sintesis, kapasitas adsorpsi zeolit alam umumnya lebih rendah daripada zeolit sintesis, sehingga untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya, karakter permukaan zeolit alam perlu diubah dengan melakukan proses modifikasi permukaan melalui berbagai metode, salah satunya dengan metode interkalasi. Tujuan penelitian ini yaitu menginterkalasi zat warna xilenol orange ke dalam zeolit alam Lampung dan mengaplikasikannya sebagai elektroda zeolit termodifikasi. Melalui proses interkalasi diharapkan dapat meningkatkan kegunaan dan nilai tambah dari zeolit. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa xilenol orange (XO dapat diinterkalasikan ke dalam zeolit, hal ini dapat dilihat dari pita spektrum FTIR yang memiliki serapan pada bilangan gelombang 1383 cm-1, yaitu menunjukkan serapan dari S=O simetris dan asimetris pada gugus –SO3H,hal ini diduga karena XO memiliki gugus SO3 sehingga menyebabkan adanya serangan pada proton zeolit. Berdasarkan penelitian dapat disarikan bahwa xilanol orange dapat terinterkalasi pada zeolit alam Lampung dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda pendeteksi logam.

  20. IDENTIFIKASI DAN SINERGISME KAPANG LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervina Mukharomah

    2016-03-01

    Full Text Available Identifikasi dan sinergisme lipolitik dari Limbah SBE (Spent Bleaching Earth yang berpotensi sebagai agen bioremediasi telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2015. Pengambilan sampel dengan metode Random Sampling dari PT Wilmar International Group Mariana Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di Labolatorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat kapang lipolitik yang berpotensi mendegradasi residu minyak dan sebagai agen remediasi. Hasil penelitian ini diperoleh kapang lipolitik yang mampu mendegradasi minyak yaitu Cylindrocladium sp (V2, Fumago sp (V5 dan Aspergilus Fumigatus (V8. Ketiga isolat kapang ini dapat menurunkan residu minyak sebesar 76,6 %. Kapang yang memiliki potensi tinggi dalam mendegradasi minyak yaitu Aspergilus Fumigatus (V8.

  1. SINTESIS PIGMEN ALAMI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L. SEBAGAI PEWARNA BATIK DAN ANALISIS SIFAT OPTIKNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Rosita

    2014-11-01

    Full Text Available Pigmen alami dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L. telah berhasil disintesis secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,47 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis sifat optik berupa transmitansi dan absorbansinya. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Hasil analisis menunjukkan bahwa transmitansi pigmen yang diperoleh menurun secara eksponensial dengan penambahan massa daun. Hasil tersebut menunjukkan pada massa daun 4 gram pigmen telah mengalami saturasi. Adapun absorbansi pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki spektrum absorbansi pada daerah UV hingga spektrum tampak yaitu pada panjang gelombang 200 – 700  nm. Dari hasil analisis absorbansi tersebut, pigmen yang dihasilkan dari penelitian ini secara umum merupakan pigmen jenis flavonoid.  Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun tanaman Andong berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pewarna batik.

  2. Rancang Bangun Sistem Business Intelligence Universitas Sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan Akademik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Arifin

    2016-01-01

    Full Text Available Sistem business intelligence universitas dimulai dengan tahapan integrasi data, analisis data, membuat laporan dan membuatweb portal dan kemudian mengitegrasikan laporan tersebut dengan web portal. Analisis data diolah dengan OLAP, KPI dandata mining untuk mengekstrak informasi dari data yang tersimpan didalam data warehouse. Hasil proses analisis datatersebut di representasikan dalam bentuk laporan statistik dan dashboard, kemudian digunakan sebagai pendukungpengambilan keputusan akademik. Penelitian ini bertujuan merancang bangun sistem business intelligence universitassebagai pendukung pengambilan keputusan akademik pada Universitas Mulawarman berbasis web dengan OLAP. Penelitianini menghasilkan kerangka sistem dan web portal sistem business intelligence universitas yang diakses melalui browsersecara online. Business Intelligence dapat digunakan sebagai solusi untuk mempertimbangkan proses pengambilan keputusandalam pengelolaan universitas dan solusi dalam peningkatan kinerja pengelolaan akademik untuk mencapai keunggulanakademik.Kata kunci : Business Intelligence; Data warehouse; OLAP; KPI; Data mining

  3. IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS GADJAH MADA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sulaiman

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di Universitas Gadjah Mada, dengan subjek Kantor Jaminan Mutu (KJM UGM. Teknik pengumpulan data: observasi langsung, penelusuran dokumen dan arsip, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1 Kebijakan dan konsep SPMI berupa dokumen akademik dan dokumen mutu disusun oleh KJM UGM; (2 KJM UGM sebagai koordinator dalam merencanakan dan melaksanakan SPMI di seluruh universitas; (3 Implementasi SPMI dilaksanakan dengan penyusunan rancangan berupa Siklus SPMI; (4 Kendala yang dihadapi: komitmen pimpinan, jumlah tenaga auditor, kegiatan SPMI menjadi rutinitas; (5 Langkah yang ditempuh: menyediakan tenaga expert penjaminan mutu, pelatihan auditor, membangun semangat penjaminan mutu; (6 Evaluasi Implementasi SPMI dilaksanakan setiap tahun; (7 Pemanfaatan hasil implementasi SPMI: membangun budaya mutu, akreditasi dan sertifikasi nasional dan internasional; dan (8 Pengembangan implementasi SPMI mengacu pada manajemen mutu ISO dan standar BAN PT.

  4. PERANCANGAN CHATBOT PUSAT INFORMASI MAHASISWA MENGGUNAKAN AIML SEBAGAI VIRTUAL ASSISTANT BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maskur Maskur

    2016-11-01

    Full Text Available Seiring perkembangan teknologi dan keinginan program studi teknik informatika untuk mengembangkan layanan terhadap mahasiswa, informasi yang diperoleh melalui sistem informasi dan chatting yang dilakukan antara pengguna dengan pihak Virtual Assistant. Penelitian ini bertujuan untuk membangun chatbot yang mempunyai tujuan sebagai Virtual Assistant yang memberikan informasi kepada mahasiswa melalui data yang tersimpan pada sistem yang berisi informasi mengenai program studi teknik informatika dan penambahan pengetahuan baru apabila data yang tersimpan tidak ditemukan. Pada perancangan dan implementasi perangkat lunak ini menghasilkan sebuah prototipe Chatbot yang dibangun dengan menggunakan mesin ALICE sebagai penerjemah AIML. AIML ini menyebabkan Chatbot dapat mengintegrasikan input yang diterima berupa input text. Sehingga akan dihasilkan percakapan antara pengguna dan program. Dengan pemanfaatan chatbot yang telah dilengkapi dengan informasi berupa audio, membuat pengguna dapat lebih mudah mendapatkan informasi yang berasal dari database yang diinformasikan kepada pengguna. Dari hasil pengujian verifikasi, pengujian validitas dan pengujian prototipe yang dilakukan sistem berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan.

  5. Mesopori MCM-41 sebagai Adsorben: Kajian Kinetika dan Isotherm Adsorpsi Limbah Cair Tapioka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmansyah Darmansyah

    2016-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian penggunaan material aluminasilikat MCM-41 sebagai adsorben limbah cair tapioka. Dalam penelitian ini dipelajari permodelan isotermal dan kinetika adsorpsi dari material MCM-41 pada proses adsorpsi limbah cair tapioka. Isotermal Langmuir dan Freundlich digunakan sebagai permodelan isotermal data penelitian. Dari data penelitian yang diperoleh pada konsentrasi COD sebesar 416 - 784 mg/L, proses adsorpsi limbah cair tapioka oleh MCM-41 sesuai dengan pendekatan isothermal Langmuir.  Kapasitas maksimum adsorpsi MCM-41 diperoleh dari pendekatan Langmuir adalah sebesar 15,92 mg/g. Model kinetika pseudo-orde pertama dan pseudo-orde kedua digunakan untuk analisis kinetika adsorpsi pada data penelitian. Model kinetik pseudo-orde pertama yang sesuai dengan proses adsorpsi limbah cair tapioka dengan laju penyerapan adalah 7,48 x 10-2 dan 7,37 x 10-2 g/(min-mg untuk konsentrasi awal secara berturut-turut adalah 608 dan 784 mg/L.

  6. Program “Jari Peri” sebagai Pelindung Anak dari Kekerasan Seksual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Islawati

    2015-08-01

    Full Text Available Kekerasan Seksual terhadap Anak (KSA merupakan bentuk pelanggaran hak anak dan menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak. Demi melindungi anak, maka perlu dilakukan prevensi primer melalui pengembangan guru sebagai agen prevensi. Guru sebagai agen prevensi KSA membutuhkan efikasi mengajar prevensi KSA yang baik agar siswa yang diampunya dapat menguasai topik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi guru dalam mengajarkan prevensi KSA kepada siswa. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitiatif dengan rancangan the untreated control group design with dependent pretest and posttest sample. Subjek yang digunakan untuk penelitian adalah guru SD yang dipilih secara purposif. Anava cam-puran digunakan untuk mengukur peningkatan efikasi guru dalam mengajar prevensi KSA kepada siswa sebelum dan sesudah intervensi. Efikasi guru dalam mengajar prevensi KSA kepada siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.

  7. Dari Samudra untuk Dunia: Penominasian Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai Memory of The World (Mow) UNESCO

    OpenAIRE

    Pambudi, Adhie Gesit

    2017-01-01

    Pada 2016, Indonesia menominasikan Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai Memory of the World UNESCO. Peristiwa Tsunami Samudera Hindia pada 2004 merupakan salah satu bencana yang terdahsyat dan mematikan di sepanjang sejarah umat manusia. Peristiwa ini terekam dalam Arsip Tsunami Samudera Hindia yang merupakan warisan dokumenter yang memiliki nilai pembelajaran bagi masyarakat dunia tentang bencana, kemanusiaan, dan pengembangan teknologi penanggulangan bencana.

  8. Peranan Gliserol Sebagai Plastisiser Dalam Film Pati Jagung Dengan Pengisi Serbuk Halus Tongkol Jagung

    OpenAIRE

    Farida Arriany Pasaribu

    2009-01-01

    Telah dilakukan penelitian pembuatan film pati jagung yang dibuat dari pati jagung dengan pemlastis gliserol sehingga diperoleh film yang tipis yang fleksibel dan elastis. Tujuan penelitian untuk menyelidiki peranan gliserol sebagai pemlastis dalam film pati jagung dengan variasi gliserol 3 gram, 4 gram, 5 gram, 6 gram, dan 7 gram untuk pati jagung 10 gram. Setelah dilakukan uji tarik dan kemuluran ternyata hasil yang optimum dengan pemakaian 3 gram gliserol. Penelitian berikutnya dengan ...

  9. EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK EDIBLE FILM DARI GELATIN KULIT KAMBING BLIGON YANG MENGGUNAKAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER

    OpenAIRE

    Said, Muhammad Irfan; Triatmojo, Suharjono; Erwanto, Yuny; Fudholi, Achmad

    2013-01-01

    Bahan baku dalam pembuatan edible film dari golongan pati telah banyak digunakan, sedangkan golongan protein yang berasal dari ternak masih jarang digunakan. Gelatin merupakan salah satu jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan edible film dari golongan protein asal ternak. Bahan ini diketahui memiliki sifat-sifat yang baik dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan edible film (Klahorst, 1999). Gelatin pada dasarnya adalah sebuah produk hidrokoloid yang merupa...

  10. Penatalaksanaan Band Loop Sebagai Space Maintainer Pada Premature Loss Gigi Molar Susu

    OpenAIRE

    Ferawati

    2008-01-01

    Perkembangan oklusi masa gigi susu sering mengalami gangguan yang dapat mempengaruhi hubungan oklusi gigi permanen. Salah satu bentuk gangguan tersebut adalah premature loss, yaitu hilangnya gigi dari lengkung gigi sebelum gigi penggantinya mendekati erupsi Bila hal ini tidak segera ditangani, akan menyebabkan kehilangan ruang dan mengganggu keseimbangan oklusi dewasa, maka perlu dipasangkan suatu pesawat space maintainer sebagai perawatan premature loss. Band hop adalah salah satu jeni...

  11. Karakteristik Termoplastik Polietilena Dengan Serat Batang Pisang Sebagai Komposit Untuk Bahan Palet Kayu

    OpenAIRE

    Ramzah Ram

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk membuat Serat Batang Pisang ( SBP ) sebagai penguat bahan komposit Polietilena ( PE ). Pencampuran Serat Batang Pisang terhadap Polietilena dilakukan dengan perbandingan 10%, 20%, 30%, dan 40%. Kepingan Polietilena dicampur dengan SBP dengan menggunakan mesin Hot Press dengan variasi waktu untuk masing- masing komposisi selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan 30 menit. Pembanding komposit PE- SBP adalah PE- murni (100%) dan palet kayu indu...

  12. Interpretasi Elemen Vernakular pada Tata Ruang Kawasan sebagai Implementasi Regionalisme Kritis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sherlly Maulana

    2014-02-01

    Full Text Available Dampak globalisasi di Kawasan Danau Toba telah menyebabkan hilangnya identitas kawasan yang telah mengakibatkan penurunan nilai dan image kawasan. Tujuan penelitian ini adalah menjadikan elemen vernakular sebagai identitas pada tata ruang kawasan, melalui penerapan teori regionalisme kritis. Lokasi penelitian berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan data melalui arsip literatur tentang vernakular Batak Toba dan survey aktivitas masyarakat Tongging melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur, tahap analisis dan sintesis berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa potensi kawasan yang dapat dikembangkan sebagai identitas kawasan berdasarkan interpretasi elemen vernakular, yaitu: 1 budaya agraris; 2 penataan ruang yang mengadopsi bentuk kampung; 3 budaya gotong royong melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan kawasan; dan 4 bentuk arsitektur tropis yang beradaptasi terhadap iklim.Dampak globalisasi di Kawasan Danau Toba telah menyebabkan hilangnya identitas kawasan yang telah mengakibatkan penurunan nilai dan image kawasan. Tujuan penelitian ini adalah menjadikan elemen vernakular sebagai identitas pada tata ruang kawasan, melalui penerapan teori regionalisme kritis. Lokasi penelitian berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan data melalui arsip literatur tentang vernakular Batak Toba dan survey aktivitas masyarakat Tongging melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur, tahap analisis dan sintesis berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa potensi kawasan yang dapat dikembangkan sebagai identitas kawasan berdasarkan interpretasi elemen vernakular, yaitu: 1 budaya agraris; 2 penataan ruang yang mengadopsi bentuk kampung; 3 budaya gotong royong melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan kawasan

  13. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  14. INSENCE COMBUSTIBLE SEREH, CENGKEH DAN JERUK SEBAGAI PENOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI

    OpenAIRE

    Mulyani, Sri; Mulyaningsih, Budi; Lestari, Anindita Winda; Munawaroh, Fitri Ana; Anna, Diescendy Selly

    2015-01-01

    Nyamuk merupakan salah satu serangga vektor penyakit seperti demam berdarah, malaria, filariasis, dan sebagainya. Penggunaan bahan yang memiliki aktivitas repelan (penolak) seperti sereh, daun jeruk, daun cengkeh merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Sediaan dupa (insence combustible) dikenal sebagai sediaan aromaterapi yang dapat digunakan setiap saat, yang umumnya digunakan pada acara-acara keagamaan. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk membuat sediaan insen...

  15. KARAKTERISASI BAKTERI ANTI QUORUM SENSING (AQS) SEBAGAI PENGHAMBAT VIRULENSI PENYAKIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

    OpenAIRE

    Hessy Novita; Iman Rusmana; Munti Yuhana; Fachriyan Hasmi Pasaribu

    2015-01-01

    Penyakit bakterial adalah salah satu penyebab kerugian besar di bidang akuakultur. Faktor virulensi bakteri penyakit umumnya diekspresikan oleh gen-gen virulen yang diregulasi dengan sistem Quorum Sensing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri yang memiliki potensi sebagai Anti Quorum Sensing (AQS) yang dapat menghambat faktor virulensi bakteri patogen penyebab penyakit pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Isolasi bakteri dilakukan dari sedimen, organ pencer...

  16. DISAIN TEKNOLOGI SURYA SEBAGAI "FORM-GIVER" PADA ARSITEKTUR Implementasi Bangunan Perumahan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    2001-01-01

    Full Text Available As a country lies within the equatorial belt, Indonesia receives abundant incoming solar radiation (insolation throughout the year. Although the climate has high humidity due to its existence as archipelagowith high vapour content of the atmosphere, the radiation reaching the building (direct or diffuse but strong enables its widespread use for cooling and heating of the building (in some places as well as domestic water heating. The potency is not only as a energy source, but also as an opportunity to introduce the sun as a dominant element in our lives. The sun provides sunshine as well as solar energy. Dwellings which are responsive to both with the use of solar energy to cool and heat can lead to a generation of buildings/dwellings in harmony with their environment and their occupants, and at the same time to terminate an era of energy waste. This paper presents solar design determinants influencing architectural design to form a new architectural style called "solar architecture". Abstract in Bahasa Indonesia : Sebagai suatu negara yang terletak disabuk khatulistiwa, Indonesia menerima radiasi matahari yang melimpah sepanjang tahun. Meskipun iklimnya mempunyai kelembaban tinggi yang disebabkan karena letaknya sebagai negara kepulauan dengan kandungan uap air tinggi di atmosfernya, radiasi langsung maupun diffus yang diterima pada bangunan memungkinkan penggunaannya untuk pendinginan/pemanasan ruang maupun penyediaan air panas domestik. Potensi matahari disini tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga suatu kesempatan untuk menghadirkan matahari sebagai elemen dominan dalam kehidupan kita. Matahari menyediakan penerangan alami dan energi panas. Bangunan yang dapat merespons keduanya dan memanfaatkannya untuk pendinginan maupun pemanasan ruang dapat menuntun kesuatu generasi bangunan/perumahan yang selaras dengan lingkungan dan penghuninya, dan pada saat yang sama mengakhiri suatu era pemborosan energi. Paper ini mengemukakan faktor

  17. Perubahan Fungsi Gendang Guro-Guro Aron Sebagai Akibat Perubahan Kebudayaan Masyarakat Karo...

    OpenAIRE

    Frida Deliana

    2007-01-01

    Perubahan fungsi gendang guro-guro aron terjadi adalah akibat terjadinya perubahan kebudayaan masyarakat Karo sebagai masyaerakat pendukung. Demikian pula terjadinya perubahan kebudayaan masyarakat Karo adalah disebabkan faktor-faktor perkembangan sumber mata pencaharian, adanya alat musik yang baru, dengan masuk dan berkembangannya agama, kemajuan tehnologi pengeras suara, dan pengaruh perkembangan repertoar yang ditampilkan. Dengan demikian pelaksanaan gendang guro-guro aron di Desa Tengah ...

  18. TABU SEARCH SEBAGAI LOCAL SEARCH PADA ALGORITMA ANT COLONY UNTUK PENJADWALAN FLOWSHOP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Halim Sahputra

    2009-01-01

    Full Text Available Ant colony optimization (ACO is one of the meta-heuristic methods developed for finding solutions to optimization problems such as scheduling. Local search method is one part of the ACO which determines the quality of the resulting solution. In this paper, Tabu Search was proposed as a method of local search in ACO to solve the problem of flowshop scheduling. The purpose of this scheduling was to minimize the makespan. Makespan and computation time of the proposed method were compared to the ACO that implemented Job-Index as local search method. Using proposed algorithm, makespan values obtained were not significantly different than solutions of ACO using Job-Index method, and had computation time shorter. Abstract in Bahasa Indonesia: Ant colony optimization (ACO adalah salah satu metode meta-heuristic yang dikembangkan untuk mencari solusi bagi permasalahan optimasi seperti penjadwalan. Metode local search merupakan salah satu bagian dari ACO yang menentukan kualitas solusi yang dihasilkan. Dalam makalah ini Tabu Search diusulkan sebagai metode local search dalam algoritma ACO untuk menyelesaikan masalah penjadwalan flowshop. Tujuan dari penjadwalan ini adalah untuk meminimalkan makespan. Hasil makespan dan computation time dari metode usulan ini akan dibandingkan dengan algoritma ACO yang menggunakan Job-Index sebagai metode local search. Dengan menggunakan algoritma Tabu Search sebagai local search didapat nilai makespan yang tidak berbeda secara signifikan dibandingkan yang menggunakan metode Job-Index, dengan kelebihan computation time yang lebih singkat. Kata kunci: Tabu Search, Ant Colony Algorithm, Local Search, Penjadwalan Flowshop.

  19. Hermeneutika Humanistik Nasr Hamid Abu Zayd : Al-Qur’an sebagai Wacana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmana Kusmana

    2012-12-01

    Full Text Available Abstract : This paper informs Nasr Hamid Abu Zayd ideas on Humanistic Hermeneutics, where it tries to put the Qur’an as a discourse, in a way of describing its hermeneutical thought development context. Hermeneutical task formulation is an extension of the previous task that is still being in the spirit of reconstruction of a new reading of religious texts. Al-Qur’an as discourse claimed as an attempt upon an extension way of reading with the whole spirit of construction over again. This Heremeneutical task is potentially burden the establishment, and controversial but it is certain.Keywords : Al-Qur’an, discourse, ta’wīl, semiotica, historical criticism, phronesis, intellectual grasp, agreement, application, translation Abstrak : Makalah ini menginformasikan tawaran Nasr Hamid Abu Zayd tentang Hermeneutika Humanistik, yaitu menempatkan al-Qur’an sebagai wacana, dengan cara dijelaskan dalam konteks perkembangan pemikiran hermeneutikanya. Tugas hermeneutika yang dirumuskannya ini merupakan perluasan dari tugas sebelumnya yang masih banyak berada dalam semangat rekonstruksi dalam upaya konstruksi pembacaan baru teks-teks keagamaan. Al-Qur’an sebagai wacana diklaim sebagai upaya perluasannya untuk melakukan pembacaan baru dengan semangat konstruksi lebih utuh lagi. Tugas hermeneutika ini berpotensi menggugat kemapanan dan kontroversial tapi niscaya.Kata kunci : Al-Qur’an, wacana, takwil, semiotika, kritisisme sejarah, phronesis, pemahaman intelektual, persetujuan aplikasi, terjemahan

  20. PEMANFAATAN KOMIK STRIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UM METRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triani Ratnawuri

    2016-11-01

    Full Text Available Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satunya adalah pemanfaatan media pembelajaran sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran guna tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Berdasarkan fenomena yang terdapat pada mahasiswa pendidikan ekonomi untuk mata kuliah manajemen keuangan yang hasil belajarnya belum optimal, maka diperlukan pemanfaatan media pembelajaran berupa media komik strip. Komik strip dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karena diduga sesuai untuk menggambarkan materi pembelajaran agar dapat membantu memudahkan pemahaman mahasiswa. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode eksperimen, dengan desain eksperimen semu atau quasi eksperimental design bentuk nonequivalent   control   group   design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah  t-test dua sampel independen. Pemanfaatan media komik strip mempengaruhi hasil belajar ditunjukkan dengan nilai signifikansi uji t adalah 0,000. Nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 yang berarti bahwa H1 tidak ditolak serta nilai t hitung adalah sebesar 5,508 > dari t tabel yaitu sebesar 1,99. Sehingga pemanfaatan komik strip sebagai media pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar.

  1. PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusno Rusno

    2010-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1 mengetahui penggunaan internet sebagai sumber belajar bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang (2 mengetahui pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi belajar bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini (X penggunaan internet sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar (Y. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 387 mahasiswa dan sampel berjumlah 96 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan keseluruhan analisis ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 17.00. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa  penggunaan internet sebagai salah satu sumber belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang sebesar 10,4%. Rendahnya pengaruh internet terhadap prestasi belajar mahasiswa tersebut karena penggunaan internet masih lebih banyak sebagai media hiburan serta masih belum semua dosen dalam memberikan tugas berbasis internet.

  2. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PAKIS SEBAGAI MOULTING STIMULAN PADA INDUK UDANG WINDU (Penaeus monodon. Fab DI HATCHERY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2013-08-01

    kandungan senyawa steroid yaitu fitoekdisteroid dalam bentuk 20-Hydroxyecdyson atau Ecdysteron berfungsi sebagai moulting stimulan pada krustase. Pada umumnya ecdysteron ditemukan pada krustase baik yang ada di darat maupun yang berada di dalam air seperti kepiting, udang, dan krustase lainnya yang ditemukan secara alami dan berfungsi sebagai pengatur proses penggantian kulit dan mengontrol pembentukan exoskeleton baru untuk menggantikan exoskeleton yang lama. Selain ablasi proses moulting pada udang dapat diinduksi melalui penambahan 20-hydroksi ecdysteron (20 E pada hemolim sehingga fase premoulting dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. 20-hydroksiecdysteron dapat diperoleh dari ekstrak tumbuhan di antaranya bayam, asparagus, pakis, dan lain-lain melalui pemisahan dengan ekstraksi, fraksinasi, dan pemurnian dengan HPLC dilanjutkan dengan elusidasi struktur. Pemberian ekstrak pakis pada induk udang windu untuk memacu terjadinya pergantian kulit dilakukan melalui dengan beberapa konsentrasi menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kandungan phytoecdysteron pada pakis perkisar 230-730 mg/L dari larutan ekstrak yang setara dengan 20 g bahan segar. Konsentrasi ECD 25 mg/L, memperlihatkan respon yang paling baik sebagai moulting stimulan.

  3. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  4. POTENSI PENGEMBANGAN CACING LAUT (POLYCHAETA SEBAGAI SUMBER PAKAN INDUK UDANG WINDU DI KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Haryadi

    2012-12-01

    Full Text Available Permintaan terhadap cacing laut sebagai sumber pakan induk terus meningkat. Sementara ketersediaan cacing di habitatnya sudah mulai menurun. Hal ini disebabkan telah rusaknya ekosistem pantai terutama mangrove akibat dikonversi lahan mangrove menjadi lahan budidaya tambak. Untuk itu, kajian potensi terhadap potensi cacing laut di perairan pantai. Kabupaten Barru menjadi hal menarik karena diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap kondisi terkini dari populasi dan habitat serta jumlah kebutuhan hatceri terhadap cacing sebagai sumber pakan broodstock udang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode survai dengan teknik purposive sampling method dan intervews dengan responden yang terdiri atas pemilik hatcheri, penjual cacing, dan penangkap cacing laut. Survai dilakukan pada tanggal 11-12 April 2012 di Desa Mallawa dan Ujung Labua Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Hasil survai menunjukkan bahwa umumnya hatcheri di Kabupaten Barru menggunakan cacing laut sebagai pakan induk udang. Jumlah populasi cacing sedikit menurun, terutama di kawasan habitat yang berpasir dibandingkan dengan habitat cacing yamg berada di bawah tegakan mangrove.

  5. Pengaruh Penggunaan Aspal Buton sebagai Filler Campuran Split Mastic Asphalt terhadap Karakteristik Marshall

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuryadin Eko Raharjo

    2008-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan asbuton sebagai filler dalam campuran SMA beserta pengaruhnya terhadap karakteristik marshal yang meliputi: VITM, VFWA, Stabilitas, flow dan MQ. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menguji penggunaan asbuton sebagai filler dalam campuran SMA. Variasi kadar asbuton sebagai filler dibuat 4%, 4,5%, 5%, 5,5% dan 6%. Setiap varian dalam penelitian ini menggunakan 3 benda uji sehingga jumlah sampel adalah 15 buah. Uji menggunakan Aspal yang digunakan Aspalt AC 80/100. Filler yang digunakan Asbuton mikro B30. Kadar aspal yang digunakan ditetapkan sebesar  7%. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1 nilai VITM akan mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar filler asbuton mikro, (2 penambahan filler asbuton kadar 4 – 5% akan meningkatkan nilai VFWA , namun pada kadar filler 5,5% dan 6% akan menurunkan nilai VFWA karena filler yang digunakan terlalu banyak sehingga persentase bitumen terhadap total aspal dalam campuran juga semakin besar, (3 penggunaan asbuton mikro filler pada campuran SMA memberi pengaruh menurunnya nilai stabilitas (4 penambahan filler asbuton mikro akan menaikkan nilai flow, hal ini terjadi karena dengan penambahan asbuton mikro kandungan aspal pada campuran akan bertambah, dan (5 nilai MQ mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya kadar filler.

  6. PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2016-03-01

    Full Text Available Lumpur Lapindo (LL atau Lumpur Sidoarjo (Lusi merupakan lumpur panas, yang pemanfaatannya sangat terbatas dan menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang cukup besar. Karakteristik Lumpur Lapindo mengandung silikat (SiO2 dan kapur (CaO yang cukup tinggi dan bersifat pozoland. Selain kandungan kimia yang menguntungkan, Lumpur Lapindo juga bersifat B3 dengan kandungan logam berat Pb 35,41 ppm dan Cu 21,9 ppm yang melebihi baku mutu Kepmenkes no.907/2002, PP no.82/2001 dan PP no.18/1999. Teknik olidifikasi menjadi paving block dapat digunakan untuk mengubah watak fisik dan kimia limbah B3 dengan cara penambahan senyawa pengikat sehingga pergerakan senyawa-senyawa B3 dapat dihambat dan membentuk ikatan massa monolit dengan struktur yang kekar. Penambahan Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen dan pasir ditentukan sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, dengan pengujian terhadap kuat tekan, daya serap air dan perlindian. Penelitian ini didapatkan variasi Lumpur Lapindo sebagai substitusi pasir dan semen optimum asingmasing sebesar 30% dengan kuat tekan 408 kg/cm2 , daya serap air 10,17% dan uji perlindian dihasilkan dibawah 0,03 ppm Pb dan Cu, serta biaya pembuatan 1 buah paving block berkurang dari Rp 1.302,86 per buah menjadi Rp 1.059,40 per buah. Lumpur Lapindo sebagai substitusi semen lebih baik penggunaannya dalam pembuatan paving block ramah ingkungan.

  7. Penggunaan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava sebagai Pengawet Pindang Tongkol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2010-06-01

    Full Text Available Penelitian aplikasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava untuk menghambat kemunduran mutu pindang tongkol (Scomber australasicus CV telah dilakukan. Pada penelitian ini digunakan 4 konsentrasi ekstrak daun jambu (0, 3, 6, dan 9% sebagai larutan perebus pada pengolahan pindang tongkol. Perubahan mutu ikan pindang diamati setiap 24 jam secara organoleptik, kimia (TVB, TBA dan mikrobiologi (TPC, kapang, sedangkan pengamatan terhadap perubahan asam lemak dilakukan pada ikan pindang dengan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun jambu sebagai larutan perebus pada pemindangan ikan tongkol mampu menghambat peningkatan kadar TBA dan menekan oksidasi asam lemak tidak jenuh, tetapi tidak mampu menghambat peningkatan kadar TVB dan pertumbuhan mikroorganisme selama penyimpanan pada suhu ruang. Meskipun penggunaan ekstrak daun jambu menyebabkan warna pindang cenderung menjadi lebih gelap (kecoklatan, pindang tongkol yang direbus dengan ekstrak daun jambu mempunyai intensitas bau dan rasa tengik yang sangat rendah dan tekstur yang lebih baik bila disbanding kontrol. Perlakuan ekstrak daun jambu yang paling efektif sebagai pengawet pindang tongkol dengan nilai sensori terbaik adalah perlakuan ekstrak daun jambu pada konsentrasi 9%.

  8. KARAKTERISASI BAKTERI ANTI QUORUM SENSING (AQS SEBAGAI PENGHAMBAT VIRULENSI PENYAKIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hessy Novita

    2015-03-01

    Full Text Available Penyakit bakterial adalah salah satu penyebab kerugian besar di bidang akuakultur. Faktor virulensi bakteri penyakit umumnya diekspresikan oleh gen-gen virulen yang diregulasi dengan sistem Quorum Sensing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri yang memiliki potensi sebagai Anti Quorum Sensing (AQS yang dapat menghambat faktor virulensi bakteri patogen penyebab penyakit pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus. Isolasi bakteri dilakukan dari sedimen, organ pencernaan dan air kolam ikan lele dumbo dari Parung, Ciampea, dan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 347 isolat bakteri berhasil diisolasi, dan sebanyak 68 (19% isolat di antaranya mempunyai aktivitas AQS dengan empat isolat yang berpotensi sebagai bakteri AQS yaitu: TS 1 dan TS 2, TA 23, dan TY 33. Empat isolat tersebut teridentifikasi berdasarkan sekuen 16S rRNA sebagai Bacillus amyloliquefaciens, Lysinnibacillus sphaericus, Lysinnibacillus fusiformis, dan Bacillus cereus dengan persentase kemiripan masing-masing 93%, 99%, dan 100%. Berdasarkan analisa gen AHL (Acyl Homoserine Lactone laktonase (aiiA, keempat isolat tersebut menghasilkan enzim AHL. Hasil studi ini menunjukkan bahwa isolat bakteri hasil isolasi dari kolam ikan lele dumbo dapat menghambat mekanisme Quorum Sensing bakteri patogen ikan dengan mendegradasi autoinduser-nya yang berupa AHL.

  9. Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam dan Bebek sebagai Sumber Kalsium untuk Sintesis Mineral Tulang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Nurlaela

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuat biomaterial substitusi tulang yang menyerupai komposisi tulang sebenarnya, yang terdiri dari mineral inorganik (apatit dan bahan organik sebagai matriks. Pada penelitian ini metode presipitasi digunakan dalam pembuatan komposit apatit-kitosan dengan menggunakan cangkang telur ayam dan bebek sebagai sumber kalsium dan KH2PO4 sintetik sebagai sumber posfat. Cangkang telur dan KH2PO4 sebagai mineral inorganik tulang, sedangkan matriks organik yang digunakan adalah kitosan dari kulit udang. Cangkang telur ayam dan bebek dikalsinasi untuk menghilangkan semua komponen karbonat (CO3 sehingga didapatkan CaO sebagai sumber kalsium. Komposit apatit-kitosan dibuat dengan menumbuhkan senyawa kalsium posfat pada matriks dengan metode ek situ. Sampel yang dihasilkan selanjutnya dikeringkan pada suhu 50 oC. Karakteristik sampel selanjutnya dianalisis menggunakan X-ray Diffraction (XRD dan Fourier Transform Infrared (FTIR Spectroscopy. Pola XRD sampel memperlihatkan adanya puncak-puncak difraksi untuk kristal apatit. Data tersebut didukung oleh spektrum FTIR yang memperlihatkan puncak transmitansi dari fosfat dan karbonat dari kristal apatit. This study aimed to develop bone substituted biomaterial consisting of inorganic mineral (apatit and organic material as matrix. In this study, a precipitation method of apatite-chitosan composite synthesis has been used using hen’s and duck’s eggshell as calcium source and synthetic KH2PO4 as phosphate source. The eggshell and KH2PO4 act as inorganic mineral, whereas organic matrix used was chitosan originated from shrimp shell. The eggshell was calcinated to decompose all the carbonate (CO3 phases. To produce the composite, calcium phosphates were grown on organic matrix of chitosan using ex situ method. The result samples were further dried at 50 oC. Characteristic of the samples were performed using X-ray Diffraction (XRD and Fourier Transform Infrared (FTIR Spectroscopy. The

  10. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro)

    OpenAIRE

    Teo, Heng Yan

    2015-01-01

    Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Kontak Ekstrak Etanol Lerak (Sapindus rarak DC) Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar Terhadap Kelarutan Jaringan Pulpa (Penelitian in Vitro) xi + 48 halaman Keberhasilan perawatan endodontik tergantung pada penyingkiran jaringan pulpa, debris dentin dan bakteri secara kemomekanis. Konsentrasi dan waktu kontak bahan irigasi akan mempengaruhi daya kelarutan jaringan pulpa. Buah lerak dapat digunakan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar karena ...

  11. ANALISIS POTENSI TEGAKAN BAMBU PARRING (Gigantochloa atter) SEBAGAI PENYERAP DAN PENYIMPAN KARBON (Studi Kasus Pengelolaan Hutan Bambu Rakyat di Tanralili Kabupaten Maros)

    OpenAIRE

    Baharuddin

    2014-01-01

    Analisis Potensi Tegakan Bambu Parring (Gigantochloa atter) Sebagai Penyerap Dan Penyimpan Karbon:Studi Kasus Pengelolaan Hutan Bambu Rakyat di Tanralili Kabupaten Maros. (dibimbing oleh Djamal Sanusi, Daud Malamassam, dan Kaimuddin. Peneltian ini bertujuan, menghitung potensi bambu, biomassa bambu, serapan CO2 dan cadangan karbon pada hutan rakyat bambu. Menentukan model pendugaan biomassa terbaik sebagai dasar dalam perhitungan potensi serapan karbon bambu. Menganalisis pengelolaan...

  12. PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI MENGENAI LINGKUNGAN KERJA AUDITOR TERHADAP PILIHAN KARIRNYA SEBAGAI AUDITOR (Studi pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin dan Politeknik Negeri Ujung Pandang)

    OpenAIRE

    CORAWETTOENG, MUTHIA

    2008-01-01

    2013 Pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Lingkungan Kerja Auditor Terhadap Pilihan Karirmya Sebagai Auditor (Studi pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin dan Politeknik Negeri Ujung Pandang) Muthia Corawettoeng H. Amiruddin M. Christian Mangiwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi mahasiswa akuntansi mengenai lingkungan kerja auditor terhadap pilihan karirnya sebagai auditor. Metode peneli...

  13. PEMODELAN PROTOTYPE TRACKING DENGAN PEMANFAATAN GEOLOCATION SEBAGAI GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM BERBASIS WEB MOBILE PADA JASA PENGIRIMAN JNE SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Tri Meilani

    2016-03-01

    Full Text Available JNE merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengiriman barang atau dokumen yang sangat maju, karena banyak dimanfaatkan berbagai toko online dalam melakukan pengiriman barang pada customer. Sementara itu, tingkat kejahatan dijalanan semakin meningkat di berbagai kota di Indonesia. Sehingga diperlukan antisipasi pengamanan pada sebuah pengiriman untuk meningkatkan kepercayaan customer dan memberi rasa aman pada bagian pengangkutan. Selain dari sisi pengamanan, tingkat efisiensi waktu dalam pengiriman dapat berpengaruh pada tingkat kinerja perusahaan. Maka diperlukan sebuah sistem yang mampu memonitoring pengangkutan dan melakukan estimasi waktu secara efisien dalam membatasi waktu pengiriman dengan memanfaatkan geolocation sebagai GPS dengan menggunakan metode prototype model. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pemodelan Prototype Tracking dengan Pemanfaat Geolocation sebagai GPS dapat dimanfaatkan sebagai media dalam memonitor pengiriman barang secara visual (Map. Kata Kunci : Tracking, Jasa Pengiriman, Geolocation, Google Map, GPS.

  14. Kajian Potensi Air Rawa dan Kearifan Lokal sebagai Dasar Pengelolaan Air Rawa Yomoth sebagai Sumber Air Bersih di Distrik Agats Kabupaten Asmat Provinsi Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoseph Kamun

    2016-10-01

    Tujuanpenelitianiniadalah (1 mengkajikebutuhanairbersihpenduduk dansumber- sumber air bersih di daerah penelitian, (2 mengkaji  karasteristik  potensi  air  rawa Yomoth sebagaisumberairbersihdan(3menyusun  kerangkadasarpengelolaan airrawaYomoth sebagaisumberair bersihyangberbasiskearifanlokal. Metode penelian adalah survey, dengan data diperoleh dan wawancara terhadap koresponden  yangditentukan  secarapurposive  sampling.  Datadianalisis  secara  deskriptip kuantitatif untuk mendapatkan gambaran tentang jumlah angka dan   pembahasan  objek kesimpulansecarakeruangan(spasial.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa:(1KebutuhanairbersihdiKotaAgatsKabupaten Asmatberdasarkansampel30KKyangdiperolehadalahsebesarrata-rata60ltr/harimakatotal kebutuhanair92.46ltr3/haridenganjumlah pendudukKotaAgats1541orang.Makakebutuhan airbersihpada5tahunmendatangadalah14736ltr3dengantingkatpenduduk1615orang,pada 10tahunmendatang  adalah31171ltr3  dengantingkatpenduduk1708orang,pada15tahun mendatangadalah49411ltr3  dengantingkatpenduduk1805orang,pada20tahunmendatang adalah69058ltr3dengantinkatpenduduk1892orangdanpada25tahunmedatangadalah88147 ltr3   dengan  tingkat  penduduk  1932  orang.  (2  Air  rawa  Yomoth  sebagai  sumber  air  bersih mempunyaikapasitasdayadukung2.302.140m3 dengankualitasbaikuntukdikelolasebagai sumbercadanganairbersih,walaupunterdapatpembatasberupasifatfisikairrawa,kandungan unsurkimiadanbiologisnya.(3UpayapengelolaanairrawaYomothdilakukandengancara perlindungan,penyelamatandanpelestarianterhadaphutandansumberdayaairrawa,dengan melakukan  tindakan  perlindungan  kearifan  lokal  dan  peraturan  daerah  sebagai  suatu  dasar hukum dalam pengambilan kebijakan dan keputusan.Mengingat secara ariftelah  melalui

  15. SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Nugroho CS

    2011-11-01

    Full Text Available Penelitian tentang pemanfaatan membran kitosan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic belum pernah dilaporkan. Penelitian ini melaporkan kajian tentang sintesis membrane kitosan untuk diaplikasikan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic. Sebagai laporan awal, pada artikel ini baru akan dilaporkan kajian sintesis membrane kitosan dari serbuk kitosan hasil preparasi dari cangkang kepiting dan karakterisasinya. Penelitian awal ini bertujuan untuk mensintesis membrane kitosan dari serbuk kitosan dan karakterisasinya. Serbuk kitosan dipreparasi dari cangkang kepiting melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Membran kitosan dibuat dari kitosan dengan penambahan agen crosslingking berupa glutaraldehida. Kitosan dikarakterisasi meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, viskositas, derajat deasetilasi, analisis gugus fungsi dengan spektroskopi IR dan kristalinitas dengan difraksi sinar X. Membran kitosan dilakukan karakterisasi penampilan fisik, analisis gugus fungsi dan kristalinitas. Kesimpulan penelitian adalah 1 kitosan dapat dipreparasi dari limbah cangkang kepiting melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi, 2 membran kitosan dapat disintesis dari serbuk kitosan dengan menggunakan agen crosslinking glurataldehida, 3 semakin tinggi konsentrasi kitosan yang digunakan untuk membuat membran, maka membran yang dihasilkan akan menunjukkan warna yang pekat dan kurang transparan, 4 struktur kimia kitosan dalam bentuk membran kitosan tidak mengalami perubahan tetapi kristalinitasnya berubah.

  16. STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Noertjahyana

    2002-01-01

    Full Text Available Rapid Application Development is one of the alternatives of System Development Life Cycle which is lately used to cope with the "slowness" of the conventional method. The Strength of using this method is the speed, accuracy and relatively lower cost than the conventional method. Moreover, the user's needs can be fulfilled well by involving the user in the design process. As a result, the user's satisfaction will increase. However, there are several things that should be considered in using the Rapid Application Development such as the team's preparation, the system territory, user's needs, and system operation. Finally, as one of the alternatives of System Development Life Cycle, Rapid Application Development can be used as the fundamental to produce an information system which is able to fulfill the user's needs. Abstract in Bahasa Indonesia : Rapid Application Development (RAD sebagai salah satu alternatif dari System Development Life Cycle belakangan ini seringkali digunakan untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi apabila menggunakan metode konvensional. Adapun keunggulan yang bisa didapatkan dengan menggunakan metode ini adalah kecepatan, ketepatan, dan biaya yang relatif lebih rendah dibanding dengan metode konvensional. Di samping itu dengan melibatkan user pada proses desain menyebabkan kebutuhan user dapat terpenuhi dengan baik dan secara otomatis kepuasan user sebagai pengguna sistem semakin meningkat. Akan tetapi di dalam menggunakan metode Rapid Aplication Development perlu untuk memperhatikan hal-hal yang penting, terutama kesiapan tim, ruang lingkup sistem, kebutuhan user, dan kinerja sistem. Pada akhirnya, sebagai salah satu alternatif dari System Development Life Cycle, maka Rapid Aplication Development dapat dijadikan acuan untuk menghasilkan sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan user. Kata kunci: Rapid Application Development (RAD, System Development life Cycle (SDLC.

  17. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KUSMIYATI

    2010-11-01

    Full Text Available Kusmiyati. 2010. Perbandingan umbi iles-iles dan singkong sebagai substrat fermentasi Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol. Bioteknologi 7: 63-72. Produksi bioetanol meningkat dengan cepat karena merupakan energi terbarukan untuk mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh habisnya minyak fosil. Produksi bioetanol skala besar di industri umumnya menggunakan bahan baku seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang juga diperlukan sebagai sumber makanan. Oleh karena itu, banyak studi pada proses bioetanol terkait dengan penggunaan bahan baku yang tidak bersaing dengan pasokan makanan. Salah satu alternatif bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah bahan berpati yang tersedia secara lokal yaitu iles-iles (Amorphophallus mueller Blum. Kandungan karbohidrat umbi iles-iles sekitar 71,12% yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan umbi singkong (83,47%. Pengaruh berbagai bahan awal, konsentrasi pati, pH, waktu fermentasi dipelajari. Konversi dari bahan berpati menjadi etanol memiliki tiga langkah, pencairan dan sakarifikasi dilakukan dengan α-amilase dan amyloglucosidase kemudian difermentasi dengan ragi S.cerevisiaie. Bioetanol tertinggi diperoleh pada variabel berikut rasio pati: air = 1:4; likuifaksi dengan 0,40 mL α-amilase (4h; sakarifikasi dengan amyloglucosidase 0,40 mL (40h; fermentasi dengan 10 mL S.cerevisiae (72h memproduksi bioetanol 69,81 g/L dari singkong sementara 53,49 g/L dari umbi iles-iles. Pada kondisi optimum, gula total dihasilkan 33.431 g/L dari ubi kayu sementara 16.175 g/L dari umbi iles-iles. Pengaruh pH menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan terbaik diperoleh pada pH fermentasi 5,5 baik untuk ubi kayu maupun umbi iles-iles. Hasil studi menunjukkan bahwa umbi iles-iles menjanjikan sebagai bahan baku bioetanol karena menghasilkan bioetanol hampir sama dengan ubi kayu.

  18. POTENSI TANAMAN AIR SEBAGAI FITOAKUMULATOR LOGAM KROMIUM DALAM LIMBAH CAIR TEKSTIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Awaludin Malik

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tiga jenis tanaman air yaitu Zantedeschia aethiopica, Pontederia lanceolata, Echinodorus palaefolius sebagai fitoakumulator logam kromium. Sumber logam kromium yang digunakan berasal dari limbah cair tekstil yang telah diolah namun masih memiliki kadar krom total yang masih cukup tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah microcosm constructed wetlands dengan menggunakan pasir dan kerikil sebagai substrat tumbuh. Penelitian dilakukan selama 60 hari dan parameter yang di ukur meliputi akumulasi logam kromium pada tanaman, dan respon morfologis dari tanaman selama dipaparkan dengan limbah yang mengandung logam kromium meliputi nekrosis, klorosis, berat basah dan jumlah helaian daun. Dari hasil yang didapatkan terlihat bahwa penurunan kadar logam kromium dari limbah cair mencapai 99%. Peningkatan jumlah konsentrasi logam kromium tertinggi terdapat pada tanaman Echinodorus palaefolius, peningkatan konsentrasi sebesar 6,12 ppm, sedangkan tanaman Pontederia lanceolata sebesar 2,45, dan pada tanaman zanthedeschia aethiopica sebesar 1,38 ppm. Pada akhir masa penelitian didapatkan data bahwa tanaman echinodorus palaefolius memiliki daya regenerasi yang lebih besar dibanding kedua tanaman uji lainnya, hal ini ditunjukan dengan persentase nekrosis sebesar 1,33% dan klorosis sebesar 0% dan selisih jumlah daun sebesar 0,44, sedangkan tanaman zanthedeschia aethiopica memiliki persentase klorosis 3,6% dan nekrosis 18,55% dan selisih jumlah daun -1,0, dan tanaman pontederia lanceolata 18,22% dan 4,11% memiliki selisih jumlah daun -0,44. Dapat disimpulkan bahwa ketiga tanaman dapat digunakan sebagai akumulator logam kromium, namun tanaman Echinodorus palaefolius memiliki potensi paling tinggi dalam akumulasi logam kromium dari limbah cair tekstil.

  19. KAWASAN PRODUKSI SENI PAHAT BATU SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI KABUPATEN MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Pinaringsih Kristiutami

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Development of tourism in Indonesia is currently more important, not only in order to increase the revenue of the country, is expected also to expanding business opportunities, while providing new job opportunities as well as to reduce unemployment. Potential Village Tamanagung as industrial areas and areas of stone carving art craft. Production area of stone carving art has the potential and attraction of attraction so that built and developed as a worthy tourist destination. In the development of tourism in the area of production of stone sculpture studio and the government in cooperation with surrounding communities. The existence of cooperation between organizations institutions with studio owner. Human Resources Training and empowerment of the overall performance of the Department of Tourism. Involving the private sector role in tourism development and promotion is encouraged with the development of technology and information. Designing a stone sculpture gallery as container sales, promotion, recreation and exhibition of handicrafts is a strategy in the development of stone sculpture production region as one tourism destination. Keywords: Development, Stone Sculpture Area, Potential, Attractions, Tourist Destination   Abstrak - Pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini semakin penting, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, diharapkan juga dapat memperluas kesempatan berusaha, disamping memberikan lapangan pekerjaan baru juga untuk mengurangi pengangguran. Potensi Desa Tamanagung sebagai daerah industri dan kawasan kerajinan seni pahat batu. Kawasan produksi seni pahat batu mempunyai potensi dan daya tarik wisata berupa atraksi sehingga layak dibangun dan dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam pengembangan pariwisata di kawasan produksi seni pahat batu pemerintah bekerjasama dengan sanggar dan masyarakat sekitar. Adanya kerjasama antara organisasi lembaga dengan pemilik sanggar

  20. PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN PANTAI SEMBUKAN SEBAGAI DAYA TARIK EKOWISATA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Fatonah Handayani

    2017-06-01

    Full Text Available Kawasan wisata PantaiSembukan merupakan potensi yang dapat dijadikan sektor unggulan di KecamatanParanggupito dan Kabupaten Wonogiri, namun sampai saat ini belum ada pengelolaan khusus.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang selanjutnya dijadikan dasar dalam perumusan strategi. Mengetahui program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan program pengelolaan PantaiSembukan. Hasil penelitian ini, strategi prioritas yang dilakukan adalah sebagai berikut pertama standardisasi keamanan, pengadaan sarana dan pasarana dasar, serta perawatan secara berkala. Kedua pengadaan kegiatan kesian serbaguna, sosialisasi dan pengawasan bersama, pengadaan kegiatan budaya tradisional, dan program pemberdayaan masyarakat. Ketiga menarik investor, pengembangan sebagai daya tarik ekowisata, pengembangan kawasan wisata oleh masyarakat. Terakhir adalah pelatihan, perbaikan manajemen, dan pengadaan study banding. Pengadaan program pemberdayaan masyarakat perbaikan jalan menuju kawasan wisata PantaiSembukan, mengelola goa-goa yang baru ditemukan sebagai bentuk pemetaan area wisata, pengolahan gula aren dan souvenir sebagai oleh-oleh khas ketika berkunjung ke PantaiSembukan Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa peningkatan potensi daerah khususnya sektor pariwisata sangatlah penting dengan tujuan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan pendapatan daerah.  Sembukan Beach Tourism Area is a potential which can be developed to be an excellent sector in District Paranggupito, Wonogiri. However, there has not been any specific management for this tourism area. This research aimed in identifying the strength, weakness, opportunity and threats which later would be set as the basis of the strategy formulation and finding out the social empowerment programs corresponding to the managmenet of Sembukan Beach. From the result of this study, the priority strategy to be conducted are as follows: (1 providing security

  1. AR Edugame Ayo Cintai Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bashid Hery Purnomo

    2015-12-01

    Full Text Available Perangkat mobile mempunyai beragam aplikasi didalamnya, misalnya mobile learning. Perkembangan mobile learning diperkirakan akan dapat mendunia. Oleh karena itu penulis ingin memanfaatkan perkembangan mobile learning di Indonesia untuk membuat aplikasi Augmented Reality (AR Edugame Ayo Cintai Lingkungan sebagai media pembelajaran siswa sekolah dasar dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah prototyping yang merupakan bagian dari metode SDLC (System Development Life Cycle. aplikasi Augmented Reality Edugame Ayo Cintai Lingkungan yang didalamnya terdapat berbagai fitur untuk dimainkan oleh siswa adalah hasil dari penelitiannya yang akan dijelaskan pada paper ini.

  2. Perkembangan Terkini Membran Guided Tissue Regeneration/Guided Bone Regeneration sebagai Terapi Regenerasi Jaringan Periodontal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Cahaya

    2015-06-01

    kombinasi prosedur-prosedur di atas, termasuk prosedur bedah restoratif yang berhubungan dengan rehabilitasi oral dengan penempatan dental implan. Pada tingkat selular, regenerasi periodontal adalah proses kompleks yang membutuhkan proliferasi yang terorganisasi, differensiasi dan pengembangan berbagai tipe sel untuk membentuk perlekatan periodontal. Rasionalisasi penggunaan guided tissue regeneration sebagai membran pembatas adalah menahan epitel dan gingiva jaringan pendukung, sebagai barrier membrane mempertahankan ruang dan gigi serta menstabilkan bekuan darah. Pada makalah ini akan dibahas sekilas mengenai 1. Proses penyembuhan terapi periodontal meliputi regenerasi, repair ataupun pembentukan perlekatan baru. 2. Periodontal spesific tissue engineering. 3. Berbagai jenis membran/guided tissue regeneration yang beredar di pasaran dengan keuntungan dan kerugian sekaligus karakteristik masing-masing membran. 4. Perkembangan membran terbaru sebagai terapi regenerasi penyakit periodontal. Tujuan penulisan untuk memberi gambaran masa depan mengenai terapi regenerasi yang menjanjikan sebagai perkembangan terapi penyakit periodontal.   Latest Development of Guided Tissue Regeneration and Guided Bone Regeneration Membrane as Regenerative Therapy on Periodontal Tissue. Periodontitis is a patological state which influences the integrity of periodontal system that could lead to the destruction of the periodontal tissue and end up with tooth loss. Currently, there are so many researches and efforts to regenerate periodontal tissue, not only to stop the process of the disease but also to reconstruct the periodontal tissue. Periodontal regenerative therapy aims at directing the growth of new bone, cementum and periodontal ligament on the affected teeth. Regenerative procedures consist of soft tissue graft, bone graft, roots biomodification, guided tissue regeneration and combination of the procedures, including restorative surgical procedure that is

  3. FAKTOR-FAKTOR ORGANISASIONAL SEBAGAI PENCETUS KECENDERUNGAN AGRESI DI TEMPAT KERJA : STUDI META-ANALISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intaglia Harsanti

    2009-11-01

    Full Text Available Artikel ini menyajikan studi meta-analisis dari literature eksperimen dan survey yang diujikan dengan menggunakan korelasi antara faktor-faktor organisasi dan agresi di tempat kerja. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak 31 penelitian dari 20 artikel. Rangkuman analisis menunjang hipotesis bahwa faktor-faktor organisasi memiliki hubungan dengan agresi di tempat kerja. Analisis ini mengoreksi nilai kesalahan sampling dan pengukuran. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor organisasi diidentifikasikan sebagai prediktor terhadap agresi di tempat kerja.

  4. Ambient Sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Börner, Dirk; Specht, Marcus

    2014-01-01

    This software sketches comprise two custom-built ambient sensors, i.e. a noise and a movement sensor. Both sensors measure an ambient value and process the values to a color gradient (green > yellow > red). The sensors were built using the Processing 1.5.1 development environment. Available under th

  5. Ambient Sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Börner, Dirk; Specht, Marcus

    2014-01-01

    This software sketches comprise two custom-built ambient sensors, i.e. a noise and a movement sensor. Both sensors measure an ambient value and process the values to a color gradient (green > yellow > red). The sensors were built using the Processing 1.5.1 development environment. Available under

  6. RANCANG BANGUN SENSOR VISKOSITAS CAIRAN MENGGUNAKAN STRAIN GAUGE DENGAN PRINSIP SILINDER KONSENTRIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farid Hananto Hananto

    2013-05-01

    Full Text Available Viskositas   adalah salah satu sifat penting suatu cairan. Pengukuran viskositas kebanyakan dilakukan dengan cara mekanik dan manual. Untuk memudahkan pengukuran dan digitalisasi pengukuran viskositas diperlukan sensor yang bisa mengubah besaran viskositas menjadi besaran listrik. Dalam penelitian ini telah di rancang sensor viskostas cairan menggunakan strain gauge menggunakan prinsip silinder konsentris. Silinder dalam menggunakan diameter 3 cm sedangkan silinder luar yang juga berfungsi sebagai tempat cairan sampel berdiameter 4 cm. Silinder dalam dihubungkan dengan pelat pegas oleh sebuah as yang mana pada pegas tersebut dilekatkan sensor strain gauge. Silinder luar sebagai tempat sampel cairan dihubungkan ke sebuah motor yang dapat berputar konstan. Putaran silinder luar ini akan membuat cairan ikut berputar dan juga akan menyeret silinder dalam bergeser memutar. Gaya yang diterima oleh silinder dalam ini salah satunya tergantung pada viskositas dari cairan ini yang nantinya bisa dibaca oleh sensor strain gage yang dilekatkan pada pegas silinder dalam. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa tegangan keluaran rata-rata untuk sensor ini didapatkan sebesar 1,2 mvolt/cPois. Yang ini berarti setiap 1 cPois viskostas cairan akan menghasilkan tegangan sebesar 1,2 mili volt.

  7. KAWASAN WISATA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (KWPLH BALIKPAPAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR KONSERVASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Ngabekti

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH Balikpapan sebagai sumber belajar konservasi. Metode penelitian adalah metode survai instansional dan pengamatan lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, pengelolan enklosur beruang madu seperti di habitat alami, dan aktivitasnya dapat diamati oleh masyarakat sebagai sumber belajar konservasi. Analisis dokumen buku tamu (2012 menunjukkan KWPLH Balikpapan dikunjungi oleh 50.000 – 70.000 orang. Pendapat pengunjung secara ringkas dapat disimpulkan bahwa KWPLH Balikpapan merupakan tempat yang nyaman untuk belajar dan berpotensi bagus untuk memperoleh pengetahuan, dan upaya pelestarian beruang madu beserta habitatnya. This study aims to assess Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH Balikpapan as a learning resource of conservation. The research method is institutional survey and field observation. Based on field observations, such as the management of bear’s enclosure in their natural habitat, and its activity can be observed by the community as a learning resource of conservation. Analysis of guest book documents (2012 indicated that KWPLH Balikpapan visited by 50,000-70,000 people. Opinions from visitors briefly can be concluded that KWPLH Balikpapan is a comfortable place to learn and have a good potential to acquire knowledge, and the effort to conserve sun bears and their habitat.

  8. Optimalisasi Hubungan Antargereja Di Doyo Sentani Sebagai Upaya Menunjang Keesaan Gereja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otinel Kaway

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui pengaruh kerjasama dalampersekutuan bersama antargereja dapat mengoptimalkan sesuatu yang berguna untukmambawa perubahan dalam gereja-gereja lokal di Doyo SentaniMetode penelitian yang digunakan adalah: Pertama, studi kepustakaan yangmendukung pembahasan tulisan ilmiah ini. Kedua, melalui angket yang disebarkan keseratus responden, guna mendapat masukan dan sekaligus menjadi dasar yangmenguatkan penelitian serta memiliki bobot ilmiah. Ketiga, wawancara, yaitumelakukan percakapan langsung atau wawancara melalui beberapa pertanyaan lisankepada responden atau anggota jemaat juga kepada pemimpin dalam jemaat (pendeta,penatua, syamas, majelis yang dituakan dan sebagai panutan dalam jemaat di tujuhdenominasi gereja yang ada di Doyo Sentani.Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, Kesatuan dalam hubungankerjasama pelayanan antargereja di Doyo Sentani dapat tercipta apabila semuaorang percaya sungguh-sungguh memahami arti persekutuan yang dimaksudkan olehTuhan Yesus Kristus. Kedua, Hubungan antargereja sebagai upaya dan sarana untukmengkomunikasikan Injil Yesus Kristus bagi anggota jemaat yang tidak aktif, sertameningkatkan mutu rohani jemaat secara menyeluruh. Ketiga, Optimalisasihubungan kerjasama pelayanan melalui persekutuan bersama antargereja lokal diDoyo Sentani dapat dicapai karena hal itu merupakan kebutuhan. Pemimpin gerejadan anggota jemaat yang memahami kepentingan dari persekutuan bersama dapatmewujudkannya melalui pengoptimalisasian hubungan kerjasama antargereja lokaldi Doyo.

  9. ANALISIS GAMBAR DIGITAL SEBAGAI METODE KARAKTERISASI DAN KUANTIFIKASI WARNA PADA IKAN HIAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2011-12-01

    Full Text Available Analisis gambar (foto digital digunakan sebagai metode alternatif karakterisasi dan kuantifikasi warna yang obyektif, akurat, serta aplikatif. Software Image membantu mengukur dan mengelompokkan beberapa parameter kualitatif warna secara kuantitatif berdasarkan standar nilai digital RGB (Red Green Blue yang dimiliki setiap pikselnya. Dengan melakukan konversi ke model HSB (Hue Saturation Brightness, nilai digital warna yang diperoleh semakin mudah dipahami sesuai konsep cara pandang mata manusia. Frekuensi serta distribusi warna yang terukur pun dapat ditampilkan dalam bentuk histogram dua dimensi dan grafik tiga dimensi warna (3D color space. Hasil analisis pada delapan strain warna ikan cupang hias (Betta splendens menunjukkan variasi warna yang ditampilkan dalam bentuk kisaran (minimum-maksimum, rata-rata (mean, serta standar deviasi (SD dari setiap nilai RGB dan HSB. Kecerahan setiap individu dalam suatu strain warna diukur berdasarkan nilai kecerahan (brightness yang dimiliki model warna HSB. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mempelajari analisis gambar digital sebagai metode karakterisasi dan kuantifikasi warna pada ikan hias.

  10. POTENSI DAUN SINGKONG KERING SEBAGAI SUMBER VITAMIN UNTUK ANAK PRA SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini mempelajari potensi serbuk daun singkong kering sebagai sumber provitamin A meliputi kandungan karoten dalam serbuk daun singkong kering dan pengaruhnya terhadap pemasakan serta daya terima gulai serbuk daun singkong muda dan tua kering (DSMK dan DSTK pada anak prasekolah. Sebagai pembanding adalah daun singkong muda segar yang sebelum dimasak diblancing terlebih dahulu (DSMB. Penelitian dilakukan terhadap 36 anak prasekolah (3-5 tahun yang dibagi menjadi tiga kelompok. Daun singkong diberikan dalam bentuk masakan gulai yang diberikan bersama dengan menu makanan lengkap pada waktu makan pagi, siang dan sore selama tiga hari penuh. Daya terima daun singkong dinilai berdasarkan jumlah gulai yang dapat dikonsumsi per hari. Hasil yang diperoleh adalah daun singkong muda dan tua kering mengandung karoten cukup tinggi, yaitu berturut-turut adalah 14.270 dan 14.733 per 100 g berat kering. Penggulaian menyebabkan penurunan jumlah karoten sebesar 6.1%-8.6%. Baik DSMK maupun DSTK yang dimasak gulai dapat diterima oleh anak prasekolah. Secara statistik daya terima gulai DSMK dan DSTK tidak berbeda dengan gulai DSMB (P>0.05. Dari penelitian disimpulkan bahwa serbuk daun singkong kering merupakan sayur yang kaya dengan provitamin A yang dapat diterima anak prasekolah.                                        

  11. Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Rahman

    2015-07-01

    Full Text Available Studi pembuatan cat tembok emulsi menggunakan bahan pengisi kapur sangat potensial untuk dikembangkan karena ketersediaan kapur yang banyak di alam. Cat tembok emulsi telah dibuat dari campuran bahan pengisi, bahan pengikat, pigmen, pelarut, dan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah cat tembok emulsi dapat dihasilkan dari kapur atau tidak dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CaO sebagai filler, dan konsentrasi polivinil asetat (PVA sebagai binder terhadap kualitas cat tembok emulsi yang dihasilkan. Prosedur penelitian dan analisis mutu produk mengacu pada SNI 3564:2009 tentang cat tembok emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapur dapat digunakan dalam membuat cat tembok emulsi. Baik konsentrasi PVA dan konsentrasi CaO yang divariasikan mempengaruhi semua parameter kualitas cat sebagaimana ditetapkan dalam SNI 3564:2009. Hasil optimum penelitian diperoleh pada perlakuan konsentrasi PVA 20% dan konsentrasi CaO 26% yaitu masing-masing untuk padatan total cat sebesar 76,43%, waktu kering cat 36,00 menit, daya sebar cat 8,4 m2/kg, viskositas cat 110,99 KU, sedangkan daya tutup cat sebesar 8,20 m2/L pada konsentrasi CaO 24%.

  12. Pengaruh Ukuran Arang Aktif Ampas Tebu sebagai Biomaterial Pretreatment terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Farihah

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang saat ini semakin terbatas jumlahnya. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, biodiesel lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui karena berasal dari minyak nabati, serta memiliki titik nyala yang tinggi sehingga aman dari bahaya kebakaran. Proses pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan secara transesterifikasi yakni dengan mencampurkan minyak jelantah dengan methanol serta KOH sebagai katalisnya. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, untuk menurunkan kandungan Free Fatty Acid (FFA pada minyak jelantah dengan menambahkan arang aktif ampas tebu sebagai biomaterial yang mampu menyerap FFA pada minyak jelantah. Aktivasi arang aktif ampas tebu dilakukan secara kimia dengan aktivator H3PO4 12,5 % serta aktivasi fisika dengan pemanasan 800oC selama 2 jam. Variasi ukuran arang aktif yang digunakan adalah 100 mesh (149 µm, 200 mesh (74µm, 325 mesh (44µm, dan 400 mesh (37µm. Pretreatment tersebut telah menunjukkan bahwa terjadi penurunan FFA minyak jelantah. Hasil pengukuran FFA menunjukkan bahwa pretreatment dengan ukuran arang aktif 325 mesh cukup efektif menurunkan nilai FFA sebesar 0,03% dari FFA semula 0,1%. Densitas, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI yaitu 862-870 kg/m3 untuk densitas, titik nyala > 171oC, titik kabut 15 oC, dan titik tuang 10,7 oC, sedangkan viskositas yang diperoleh belum memenuhi standar dengan nilai di atas 7,665 cSt.

  13. EFEKTIVITAS PERAN KOPERASI SEKOLAH SEBAGAI UNIT PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SMP NEGERI 1 KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dea Prilia Sari

    2013-02-01

    Full Text Available Di SMP Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Pekalongan, koperasi sekolah menyediakan jasa penjualan berbagai keperluan para siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas peran koperasi sekolah sebagai unit pembelajaran kewirausahaan. Tipe penelitian yaitu kualitatif dengan proses analisis deskriptif evaluatif. Berdasarkan hasil analisis koperasi sekolah terbukti efektif sebagai pembelajaran kewirausahaan siswa tetapi masih mempunyai beberapa kendala. Kendala-Kendala yang dihadapi yaitu �waktu yang terbatas, tempat yang sempit dan modal juga sangat terbatas serta sifat personality yang beragam. Strategi yang digunakan yaitu membentuk tim guru pembina yang bertanggung jawab atas keberadan koperasi. � Abstract ___________________________________________________________________ In SMP Negeri 1 Karanganyar Pekalongan, cooperative schools provide students selling various purposes. this study aims to determine the effectiveness of� cooperative learning school as the unit of entrepreneurship. This type of research used is descriptive qualitative analysis process evaluative. Based on the analysis of school cooperatives proved to be effective as a learning entrepreneurship students but still have some problems. constraints faced by the limited time, the place is also very narrow and limited capital as well as diverse personality trait. the strategy used is to set up a teacher coach is responsible for the existence of cooperative

  14. PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH TAPIOKA SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Iswardhani

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1 perbedaan motivasi dan prestasi belajar siswa setelah menggunakan sumber belajar yang berupa limbah tapioka pada materi Archaebacteria dan Eubacteria; dan (2 pengaruh sumber belajar yang berupa limbah tapioka terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MAN 2 Pati. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain randomized control group, pretest-post test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MAN 2 Pati kelas X, sedangkan sampel penelitian adalah kelas X-2 sebagai kelompok kontrol dan kelas X-3 sebagai kelompok eksperimen. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan nontes. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan hasil uji paired sample t test nilai sig.(2-tailed>α. Tidak ada perbedaan hasil belajar ditunjukkan dengan hasil uji paired sample t-test nilai sig.(2-tailedα. There is no difference in learning achievement after using tapioca waste as a source of learning, which is indicated by paired sample t-test, the value of sig.(2-tailed<α. Learning motivation and achievement of students who use tapioca waste as learning resources is higher than that of students who use the conventional learning resources. Keywords: tapioca waste, learning resources, motivation, learning achievement

  15. PENGEMBANGAN FOIL NACA SERI 2412 SEBAGAI SISTEM PENYELAMAN MODEL KAPAL SELAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Munazid

    2015-06-01

    Full Text Available Bentuk  foil menghasilkan gaya angkat (lift force ketika foil dilewati oleh aliran fluida  karena adanya pengaruh interaksi antara aliran fluida dengan permukaan foil yang mengakibatkan tekanan permukaan atas lebih kecil dari permukaan bawah. Bagaimana mengaplikasikan teori foil pada hydroplane kapal selam sebagai  system penyelaman, dengan membalik foil maka lift force tersebut menjadi gaya ke bawah, dengan demikian memungkinkan kapal selam dapat menyelam, melayang dan bermanouver di bawah air, seperti halnya gerak pesawat terbang yang terbang dan melayang dengan menggunakan sayap. Dilakukan penelitian dan pengamatan terhadap kemampuan penyelaman (diving plan dari foil NACA seri 2412 pada model kapal selam, dengan mencari nilai Cl (coefisien lift di Laboratorium, serta mendesain bentuk badan kapal selam dan analisa gaya-gaya yang bekerja pada model kapal selam, jumlah gaya-gaya yang bekerja keatas lebih rendah dari gaya-gaya ke bawah maka kapal selam mampu menyelam. Penerapan Hydroplane sebagai diving plane dapat diterapkan, kemampuan penyelaman dipengaruhi oleh sudut flip  Hydroplane dan kecepatan model, semakin besar kecepatan dan sudut flip maka semakin besar kedalaman penyelaman yang dapat dilakukan.

  16. METODE ANUITAS DAN PROPORSIONAL MURABAHAH SEBAGAI BENTUK TRANSPARANSI DAN PUBLIKASI LAPORAN BANK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr Faisal

    2015-02-01

    Full Text Available Proportional and annuity methods are based on PBI 14/14/PBI/2012 on Transparency and Publication Reports of Islamic Banking and SEBI No. 15/26/DPbs/2013 on Implementation of Accounting Guidelines of Islamic Banking in Indonesia. These methods are forms of commitment to bring transparency in the Islamic banks and recognition on financial statement of profit on murabaha. The Annuity method is referred to PSAK 50, PSAK 55 and PSAK 60 because the substance is classified as a form of financing. Proportional method is referred to PSAK 102 because the substance is classified as trading activities. Metode anuitas dan proporsional didasarkan pada PBI No. 14/14/PBI/2012 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Syariah dan SEBI No. 15/26/DPbs/2013 tentang Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia. Metode tersebut merupakan bentuk komitmen bank syariah dalam mewujudkan transparansi dan laporan keuangan pada pengakuan keuntungan murabahah. Metode anuitas mengacu pada PSAK 50, PSAK 55, dan PSAK 60 karena secara substansi dikategorikan sebagai bentuk pembiayaan. Metode proporsional mengacu pada PSAK 102 karena secara substansi dikategorikan sebagai bentuk kegiatan jual beli.

  17. PREPARASI Fe3+/TiO2- MONTMORILLONIT SEBAGAI KATALIS PADA DEGRADASI ZAT WARNA AZO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Is Fatimah

    2014-12-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini dilakukan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit dan uji aktivitasnya sebagai katalis pada degradasi senyawa azo. Keberhasilan preparasi material dipelajari melalui karakterisasi menggunakan X-ray Diffraction, BET surface area analyzer dan Diffuse Reflectance UV-Visible. Peranan katalitik material hasil preparasi pada degradasi senyawa azo: metil jingga(MO dan metilena biru(MB dipelajari melalui studi kinetika reaksi dengan mekanisme mirip foto-Fenton (Photo-Fenton like mechanism. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan preparasi material Fe3+/TiO2-Montmorillonit serta tercapainya tujuan penggunaannya sebagai katalis untuk degradasi zat warna azo melalui mekanisme Photo-Fenton like. Simulasi terhadap data kinetika menunjukkan bahwa degradasi kedua zat warna azo dengan katalis hasil preparasi mengikuti  model kinetika Langmuir-Hinshelwood dengan nilai k dan K untuk MO berturut-turut adalah sebesar 8,83x10-7 M/detik dan 328,29 dan untuk MB sebesar 4,56x10-5 M dan 555,60. Nilai konstanta laju reaksi dan konstanta adsorpsi-desorpsi reaksi degradasi kedua zat warna menjelaskan peranan mekanisme interaksi permukaan dalam proses katalisis.

  18. POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH KEMLOKO (Phyllanthus emblica L. SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiny Suzery

    2013-11-01

    Full Text Available Tanaman KemLoko (Phyllanthus emblica L. merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional. Aktivitas biologis tanaman tersebut diduga disebabkan oleh keberadaan senyawa-senyawa kelompok fenolat, terutama golongan flavonoid. Riset mengenai analisis kandungan senyawa fenolat, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak beserta fraksi-fraksi dari buah kemLoko dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, untuk pertama kalinya dilaporkan pada publikasi ini. Buah kemLoko kering dimaserasi dalam metanol, diikuti partisi dengan gradien pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Analisis fenolat total, flavonoid total dan aktivitas peredaman radikal DPPH dilakukan terhadap ekstrak atau fraksi yang menunjukan test positif fenolat dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana dan fraksi diklorometana negatif pada uji fenolat dan flavonoid. Kandungan fenolat total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi air berturut turut adalah 351, 436 dan 111 mg ekuaivalen asam galat/g ekstrak atau fraksi, sedangkan flavonoid total berturut-turut 200, 216 dan 70 mg ekuivalen quercetin/g ekstrak atau fraksi. Aktivitas antioksidan ketiga sampel uji tersebut memiliki IC50 berkisar 58,4 sampai 120,9. Fraksi etil asetat merupakan sampel uji yang paling aktif sebagai antioksidan, selain memiliki kadar fenolat total dan flavonoid total tertinggi.

  19. HAK CIPTA SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERGERAK DIKAITKAN DENGAN PENGEMBANGAN OBYEK FIDUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Sudjana

    2013-02-01

    Full Text Available This study aims to determine whether copyright can be encumbered by fiduciary security under Act Number 42 of 1999 on Fiduciary Transfer. We employed legal normative approach, with specification to descriptive analysis. The study was conducted as a literature study and the data were analysed using normative-qualitative method. Our study finds that copyright may be encumbered by fiduciary guarantee provided that the encumbrance be put not over the copyrighted work, but on its economic value. In order to be secured under fiduciary claim, copyright must be registered with the Directorate General of Intellectual Property Rights. The registration is imperative as a proof that the fiduciary grantor is the holder of the copyright. However, several provisions in the 2009 Fiduciary Transfer Act seem to be not readily imposable to copyright. Kajian ini dilaksanakan untuk menentukan hak cipta sebagai jaminan fidusia sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Penelitian dilaksanakan dengan melalui tahap studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil kajian menunjukan bahwa hak cipta dapat dibebani fidusia selama pembebanan fidusia bukan dilakukan kepada bendanya, tetapi kepada nilai ekonominya. Hak cipta harus didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual agar dapat dijaminkan. Pendaftaran ini penting sebagai bukti bahwa pemberi fidusia adalah pemegang hak. Namun, terdapat beberapa ketentuan di dalam Undang-undang Jaminan Fidusia yang tidak dapat diberlakukan terhadap hak cipta.

  20. PENGARUH PROFITABILITAS, SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN SRUKTUR MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hermuningsih

    2014-07-01

    Full Text Available Abstract This study investigates the impact of profitability and firm size on firm value with capital structure as an intervening variable of Indonesian public listed firms over the period of 2006 to 2010. Using panel data and Structural Equation Model analysis, this study finds that profitability has negative influence on capital structure, with a significance value 0.023. Second, firm size has positive influence on capital structure with a significance value 0.012. Third, capital structure has positive influence on firm size with a significance value 0.000. Fourth, profitability and firm size have indirect effect on firm value with capital structure as an intervening variable.Keywords: profitability, firm size, capital structure, firm value.AbstrakStudi ini mengkaji dampak profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening pada perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2006 sampai dengan 2010. Menggunakan panel data dan Analsis Structural Equation Model, penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, dengan nilai signifikansi 0,023. Kedua, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal dengan nilai signifikansi 0,012. Ketiga, struktur modal berpengaruh positif terhadap ukuran perusahaan dengan nilai signifikansi 0,000. Keempat, profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.Kata kunci: profitabilitas, ukuran perusahaan, struktur modal, nilai perusahaan.

  1. PENGGUNAAN ENZIM CAIRAN RUMEN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PEMANFAATAN BAHAN BAKU PAKAN IKAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Pamungkas

    2012-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan bahan baku pakan alternatif telah banyak dilakukan yaitu dengan menggunakan bahan baku pakan lokal yang mudah didapat dan biasanya berupa limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. Namun, upaya pemanfaatan bahan baku pakan lokal tersebut masih mengalami kendala salah satunya adalah tingginya kandungan serat kasar yaitu lebih dari 7%. Kandungan serat kasar yang tinggi menyebabkan bahan baku lokal tersebut perlu diolah lagi agar dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan. Salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan cairan rumen untuk menurunkan kandungan serat kasar bahan pakan. Cairan rumen merupakan salah satu sumber bahan alternatif yang murah dan dapat dimanfaatkan dengan mudah sebagai sumber enzim hidrolase. Pengolahan bahan baku pakan lokal hasil limbah agro industri dan limbah peternakan menggunakan enzim cairan rumen akan dapat memberikan dampak peningkatan nilai nutrisi bahan pakan lokal sehingga dapat digunakan menjadi sumber pakan alternatif yang berkualitas.

  2. APLIKASI EDUCATION BAHASA INGGRIS YANG BISA DIATUR SEBAGAI ALAT PENGUKUR KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSAKATA BERBASIS ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    harison son

    2016-05-01

    Full Text Available Bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang dipergunakan untuk komunikasi antar negara. Karna begitu pentingnya maka bahasa inggris di negara indonesia dijadikan kurikulum pembelajaran SMP, SMA dan Perguruan Tinggi  serta wajib untuk diikuti. Begitu banyak alat atau aplikasi yang bisa dimanfaatkan dalam sarana pembelajaran  bahasa inggris, namun penulis melihat masih perlu untuk mengembangkan aplikasi yang ada sebagai media pembelajaran. Perancangan aplikasi ini dengan menggunakan database mysqlite, bahasa pemograman Java Nebeant dan penggunaan Android sebagai media Interface.   Aplikasi yang dirancang ini nantinya bisa membantu siswa  SMP, SMA, Mahasiswa dan masyarakat umum dalam belajar bahasa inggris menggunakan Android atau smartphone. Penggunaan aplikasi ini mempunyai kelebihan dari aplikasi yang telah ada yaitu, memasukan kosakata/ prasa sendiri ke aplikasi tersebut untuk disimpan,  kemudian bisa mencari kosakata atau prasa yang disimpan baik itu dalam pencarian inggris ke indonesia atau sebaliknya. Aplikasi ini juga memberikan petunjuk sudah berapa banyak kosakata yang sudah kita simpang dan aplikasi ini juga bisa membaca kasokata atau prasa sampai pada paragraf dalam ejaan bahasa Inggris.

  3. SAINTIFIKASI JAMU SEBAGAI UPAYA TEROBOSAN UNTUK MENDAPATKAN BUKTI ILMIAH TENTANG MANFAAT DAN KEAMANAN JAMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswanto Siswanto

    2013-03-01

    . Namun demikian, sebagai pengobatan tradisional, jamu masih dianggap kekurangan bukti ilmiah dalam hal khasiat dan keamanan. Di pihak lain, terdapat tuntutan yang tinggi untuk menggunakan jamu dalam pelayanan kesehatan, termasuk arahan Presiden lndonesia untuk mengangkat jamu sebagai alternatif terapi pada pelayanan kesehatan. Solusi terhadap hal ini, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program Saintifikasi Jamu untuk menyediakan bukti ilmiah terkait khasiat dan keamanan jamu melalui penelitian dan pengembangan. Saintifikasi Jamu dipandang sebagai upaya terobosan untuk mempercepat penelitian jamu di sisi hilir. Sebagai pengobatan tradisional, jamu menggunakan pendekatan naturopati, diarahkan pada penyembuhan dari pada menyingkirkan penyakit sebagaimana kedokteran alopati. Kedokteran konvensional, menggunakan pendekatan alopati, menerapkan terapi radikal seperti obat dan bedah. Saintifikasi jamu mencoba mensintesis pendekatan naturopati dan alopati menjadi kedokteran integratif. Konsekuensinya, evaluasi outcome klinik untuk Saintifikasi Jamu menggunakan pendekatan holistik, sebagai filosofi kedokteran integratif. Outcome klinik tidak hanya diukur dengan parameter objektif (pengukuran fisik dan hasil laboratorium namun juga parameter subjektif (outcome penilaian sendiri oleh pasien, kualitas hidup, dan indeks kebugaran. Dengan diperolehnya bukti ilmiah khasiat dan keamanan jamu, diharapkan dapat dipercepat integrasi jamu dalam pelayanan kesehatan formal. Kata kunci: Saintikasi Jamu, upaya terobosan, pendekatan naturopati, pendekatan alopati, kedokteran integratif, pendekatan holistik

  4. Peranan Perguruan Tinggi Sebagai Nara Sumber dan Media Monitoring Pada Pelaksanaan PPK Akselerasi Peningkatan IPM Jawa Barat 2001-2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Harahap

    2006-09-01

    Full Text Available Pada tahun 2001 hingga 2004, Propinsi Jawa Barat memperoleh score IPM berturut-turut, 66,10; 67,45;  67,87 dan 68,36. Nilai-nilai IPM tersebut masih berada dibawah target perolehan IPM Propinsi Jawa Barat 2001-2010. Oleh karena itu Pemerintah Propinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui peningkatan IPM dengan meluncurkan Program Pendanaan Kompetisi (PPK akselerasi Peningkatan IPM Jawa Barat menuju IPM 80 pada tahun 2010. Perguruan tinggi sebagai lembaga independen, dapat berperan serta aktif untuk mendukung dalam pelaksanaan program-program pemerintah. Perguruan tinggi dapat berperan sebagai sebagai nara sumber, staf ahli, lembaga konsultasi, atau peran lainnya dalam ikut serta mensukseskan program-program pemerintah, terutama dalam program peningkatan IPM. Perguruan tinggi juga dapat berperan sebagai lembaga independen dalam monitoring dan evaluasi baik kinerja maupun penggunaan dana PPK, sehingga dapat mewujudkan efisiensi pendanaan, serta usaha yang optimal dalam mencapai target IPM 80 Propinsi Jawa Barat pada tahun 2010.

  5. PENGARUH PENGALAMAN DAN PELATIHAN AUDITOR TERHADAP AUDIT RISK DENGAN PROFESIONALISME AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BPKP PERWAKILAN SULAWESI BARAT

    OpenAIRE

    FIRDHAUS MAKURAGA, HIRAZ GHIBRAN

    2017-01-01

    2017 Pengaruh Pengalaman dan Pelatihan Auditor terhadap Audit Risk dengan Profesionalisme Auditor sebagai Variabel Mediasi pada BPKP Perwakilan Sulawesi Barat The Effects of Experience, and Auditor???s Training on Audit Risk with Auditor???s Professionalism as Interveing Variable On BPKP Representative of West Sulawesi Hiraz Ghibran Firdhaus Makuraga Nirwana Kartini Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh langsung dari varia...

  6. PengaruhImplementasi CorporateGovernanceTerhadap Pengungkapan Informasi dengan Ukuran Perusahaan danLeverage Sebagai VariabelModerating

    OpenAIRE

    SUARNIATI, NI MADE

    2012-01-01

    2012 PengaruhImplementasi CorporateGovernanceTerhadap Pengungkapan Informasi dengan Ukuran Perusahaan danLeverage Sebagai VariabelModerating Effect of Corporate GovernanceImplementation onInformation Disclosure with Firm Size and Leverage as Moderating Variable Ni Made Suarniati Syahrir Sri Sundari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate governance, ukuran perusahaan, danleverage terhadap pengungkapan informasidan apakah ukuran peru...

  7. PENERAPAN ALGORITMA FUNGSI BOOLEAN SEBAGAI EKSTRASI CIRI PADA JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK UNTUK PENGENALAN SIMBOL PETA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helmy Thendean

    2007-01-01

    Full Text Available Artificial neural networks (ANN implementation in image classification problem requires a lot of training time which caused by enormous data size. This kind of data is known as raw data. An image data is extracted directly without any preprocessing. Many feature extraction techniques are offered to reduce the time consumed in training image data. Boolean function algorithm (BFA in ANN (first and second approach produces identical output values that can be used as feature of an image data. This feature can then be used as input in Back Propagation ANN that is known as the best ANN method in problems classification. The experiment shows that BFA can be used well as one of feature extraction methods. The second approach BFA in Back Propagation ANN shows better performance in recognition and is lesser time consuming in training than the first approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan (JST pada masalah klasifikasi citra sering membutuhkan waktu proses pembelajaran yang cukup lama yang disebabkan oleh besarnya jumlah data input. Penggunaan data seperti ini dikenal sebagai penggunaan data yang bersifat mentah. Data input sebuah citra diambil secara langsung untuk diberikan sebagai data pembelajaran dalam algoritma JST. Permasalahan ini menimbulkan berbagai metode ekstrasi ciri (feature extraction yang diterapkan pada sebuah citra sebelum dijadikan sebagai data pembelajaran dalam sebuah algoritma JST. Algoritma Fungsi Boolean (AFB menunjukkan bahwa JST dengan penerapan AFB memiliki nilai output yang bersifat identik. Sifat identik pada hasil pemrosesan sebuah data citra inilah yang kemudian diterapkan pada algoritma JST Propagasi Balik (JST PB sebagai algoritma JST yang terbaik untuk permasalahan klasifikasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa JST AFB dapat diterapkan sebagai salah satu metode feature extraction pada citra. Kinerja JST AFB dengan pendekatan kedua memberikan hasil yang lebih baik dari tingkat pengenalan

  8. Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Sumber Karbon Pada Produksi Avicelase dan CMCase dari Bacillus circulans

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrullah Hamdan Rahmadani

    2017-03-01

    Full Text Available AbstrakAvicelase dan CMCase mewakili aktivitas eksoselulase dan endoselulase, termasuk dua dari tiga jenis selulase dalam sistem selulase yang dihasilkan oleh Bacillus circulans. Ekspresi keduanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis sumber karbon dalam media produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan konsentrasi limbah pertanian terbaik untuk menghasilkan avicelase dan CMCase dari B. circulans serta kemampuan sistem selulase tersebut untuk mendegradasi substrat lignoselulosa. Limbah pertanian yang diteliti berupa ampas tebu, bonggol jagung dan sekam. Limbah pertanian tersebut digunakan sebagai satu-satunya sumber karbon pada media produksi. Avicel digunakan sebagai sumber karbon pembanding. Aktivitas avicelase dan CMCase ditentukan berdasar jumlah gula pereduksi yang dihasilkan dengan menggunakan metoda Somogy-Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua limbah pertanian yang diteliti berpotensi sebagai sumber karbon yang lebih baik dibandingkan dengan avicel untuk produksi avicelase dan CMCase dari B. circulans. Limbah pertanian yang terbaik adalah ampas tebu. Penggunaan ampas tebu pada konsentrasi 0,5 % menghasilkan aviselase dan CMCase sebesar 309,39 dan 405,48 U/mL. Sistem selulase yang dihasilkan mampu mendegradasi ampas tebu, bonggol jagung dan sekam.Kata kunci : avicelase, CMCase, limbah pertanian, sumber kabon, Bacillus circulansAbstractAvicelase and CMCase activity represent exocellulase and endocellulase, including two of the three types of cellulase in the cellulase system produced by Bacillus circulans. Expression both of them strongly influenced by the amount and type of carbon source in the production medium. The aims of this research were to determine the type and concentration of the best agricultural waste to generate avicelase and CMCase from B. circulans and their ability to degrade lignocellulosic substrates. Studied agricultural wastes are bagasse, corn stalks and husks. Agricultural waste is used as

  9. OPTIMASI KONDISI FERMENTASI WHEY DANGKE SEBAGAI PRODUK MINUMAN DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Maruddin

    2012-08-01

    Full Text Available Optimization of Fermentation Conditions of Dangke Whey as Beverage Product by Using Response SurfaceMethodology ABSTRAK Whey dangke merupakan limbah dangke yang belum banyak dimanfaatkan. Whey dangke dipisahkan dari curdmenggunakan getah buah pepaya sebagai sumber enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisifermentasi (level inokulum, waktu inkubasi dan level tapioka whey limbah dangke sebagai produk minuman denganresponse surface methodology. Minuman fermentasi komersial digunakan sebagai target dalam menentukan kondisioptimal. Whey dicampur tepung tapioka level 0, 0,35., 0,7., 1,05 dan 1,4% dan dipanaskan sambil diaduk selama 5menit suhu 70 oC. Whey selanjutnya dipasteurisasi suhu 80oC selama 30 menit. Setelah dingin diinokulasi L.acidophiluslevel 1, 3, 5, dan 7% serta diinkubasi suhu 37 oC selama 8, 12, 16, 18 dan 24 jam. Karakteristik produk minuman yangdiperoleh dengan penambahan level inokulum 5%, tapioka level 0,7% dan diinkubasi 16 jam hampir sama karakteristikminuman fermentasi komersial adalah kandungan asam laktat 0,58%, viskositas 0,21 poise dan pH 3,7. Karakteristiktersebut dapat didekati dengan mengoptimasi kondisi fermentasi menggunakan metode RSM. Kata kunci: Whey dangke, kondisi fermentasi, produk minuman, response surface methodology ABSTRACT Dangke whey is a dangke by-product that has not been widely utilized. Dangke whey is separated from curd using thepapaya latex as source of enzymes. The objectives of the study were to optimize fermentation conditions (tapioca level,inoculum level, and incubation time of whey from dangke waste by using a response surface methodology. Commerciallyfermentative beverage was used as a target to determine the optimal conditions. Whey was mixed with tapioca level of0, 0.35, 0.7, 1.05, and 1.4%, and was heated by stirring for 5 minutes at temperature of 70 oC. The whey was pasteurizedat the temperature of 80 oC for 30 minutes. The whey was cool, and inoculated with L.acidophilus at

  10. PEMILIHAN CERITA ANAK SEBAGAI BAHAN AJAR MEMBACA DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosihan Anwar

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria-kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs berdasarkan kriteria-kriteria itu.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita anak yang ada di Buku Sekolah Elektronik, buku bacaan, dan internet. Objek penelitiannya adalah isi cerita. Ada dua puluh cerita anak yang yang dijadikan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 ada tiga kriteria yang digunakan dalam pemilihan cerita anak yang layak sebagai bahan ajar membaca di MTs. Kriteria-kriteria itu adalah kriteria nilai/moral, motivasi, dan kesesuaian jenis sekolah. (2 Dari dua puluh cerita yang dianalisis, sebelas cerita dinyatakan layak dan sembilan cerita dinyatakan tidak layak dijadikan bahan ajar membaca di MTs. Kata kunci: cerita anak, bahan ajar, membaca   THE SELECTION OF CHILDREN STORIES AS READING TEACHING MATERIAL IN MADRASAH TSANAWIYAH (MTS Abstract The study aims to describe criteria used in the selection proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs. In addition, the study also aims to describe proper children stories as reading teaching material in Madrasah Tsanawiyah (MTs based on the criteria.The study is descriptive qualitative research. The subjects of the study are children stories in Buku Sekolah Elektronik (BSE, reading book, and internet. The object of the study is the contents of the stories. There are twenty children stories that the research sample. The sample was taken by purposive sampling technique. The collection of data is done by reading and writing. Data

  11. TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH DASAR SEBAGAI INDIKATOR SOSIAL EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djumadias Abunain

    2012-11-01

    Full Text Available Pada tahun 1986, Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (Puslitbang Gizi bekerjasama dengan Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH melakukan penelitian evaluasi Tinggi Badan Anak Baru masuk sekolah provinsi yaitu: Sumatera Barat, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat mencakup semua kecamatan di semua Daerah Tingkat II (kabupaten dan kotamadya. Tiga persen desa di tiap kecamatan dipilih secara acak sebagai sampel desa. Satu sekolah tingkat dasar (termasuk negeri dan swasta dipilih dari tiap desa yang terletak di daerah kabupaten dan dua sekolah dari desa/kelurahan yang terletak di daerah kota (kotamadya/kota administratif. Sampel sekolah dipilih dari daftar nama-nama sekolah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1984-1985. Secara keseluruhan penelitian ini meliputi 56 daerah tingkat II, 652 kecamatan dan 3540 sekolah tingkat dasar. Pengukuran tinggi badan anak sekolah dilakukan oleh guru-guru sekolah dengan menggunakan pita pengukur yang terbuat dari "fiber-glass" seperti yang biasa digunakan oleh para penjahit pakaian. Data yang berkaitan dengan keadaan sosial ekonomi desa (PODES dikumpulkan oleh petugas tingkat kecamatan dari laporan terakhir monografi desa (Juni, 1986. Formulir pengumpulan data dikirimkan lewat pos dari Puslitbang Gizi ke kecamatan-kecamatan. Selanjutnya, formulir tinggi badan anak sekolah dikirimkan ke masing-masing sekolah oleh kantor pendidikan tingkat kecamatan. Pengolahan data dan analisis dilakukan di Puslitbang Gizi, Bogor. Status gizi anak sekolah diidentifikasi dengan menggunakan indeks tinggi badan dan umur (TB/U berdasarkan standar tinggi badan yang biasa digunakan di Indonesia. Status gizi anak sekolah digolongkan ke dalam empat kategori mengikuti cara klasifikasi WHO, yaitu kategori I (<85% standar, kategori II (85%-90% standar, kategori III (90%-95% standar dan kategori IV (>95% standar. Prevalensi gizi kurang (kategori I dan II digunakan dalam analisis regresi

  12. Pemanfaatan Batu Apung (Pumice Lombok dan Bakteri (Baccillus Subtilis sebagai Agent Perbaikan Kerusakan Retak Pada Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Rochani

    2016-10-01

    Full Text Available Batu apung (pumice merupakan bahan lokal yang banyak terdapat di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Komposisi batu apung mengandung silika tinggi yaitu antara 52,30% - 65,60% dapat digunakan sebagai pozolan. Penggunaan batu apung (pumice  sebagai campuran pada penyusunan beton ringan yang mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang baik. Beton juga rentan terhadap kerusakan yang dapat bersumber dari beban ekstrim, serangan kimia dan kondisi lingkungan. Faktor kualitas beton berpengaruh terhadap proses terjadinya keretakan beton. Produksi semen  dalam penggunaan campuran beton dapat memberikan kontribusi 10% emisi CO2 ke atmosfer. Retak mikro merupakan fenomena yang tidak dapat terhindari, akan tetapi retak kecil dapat di atasi yang disebut penyembuhan  autogenous atau self-healing beton. Metode yang digunakan dalam perbaikan mandiri pada keretakan beton adalah pemanfaatan peranan bakteri Bacillus subtilis yang terenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan enkapsulasi bakteri B. subtilis dalam campuran beton dengan campuran pozolan batu apung (pumice terhadap kemampuan menutup retak beton. Metode analisis penelitian self-healing beton berdasarkan tinjauan kimia, mekanik, fisis dan keberlanjutan secara ekonomi, toksi lingkungan, sosial. Tinjauan kimia pozolan batu apung Lombok mengandung SiO2 sebesar 56,56% dan Al2O3 sebesar 14,77% apabila bercampur dengan B. subtilis kurang signifikan sebagai self-healing beton dengan kadar perbaikan hanya 5,6%. Kuat lentur tertinggi terjadi dalam persentase enkapsulasi 3% dan diameter enkapsulasi 4 mm sebesar 1.497 KPa. Kuat tekan beton sebesar 21,053 MPa dalam persentase enkapsulasi 3% dan diameter enkapsulasi 2 mm. Analisis SEM  menyatakan bahwa peranan bakteri B. subtilis dan pozolan batu apung terlihat adanya serabut - serabut kecil yang menghubungkan antar partikel beton. Kadar persentase perbaikan mandiri dalam retak beton mencapai 5,6% dalam diameter enkapsulasi 4 mm

  13. Metamaterial Sensors

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jing Jing Yang

    2013-01-01

    Full Text Available Metamaterials have attracted a great deal of attention due to their intriguing properties, as well as the large potential applications for designing functional devices. In this paper, we review the current status of metamaterial sensors, with an emphasis on the evanescent wave amplification and the accompanying local field enhancement characteristics. Examples of the sensors are given to illustrate the principle and the performance of the metamaterial sensor. The paper concludes with an optimistic outlook regarding the future of metamaterial sensor.

  14. Perbedaan Kekuatan Kompresi Gipsum Tipe III Pabrikan dan Daur Ulang serta Gipsum Tipe III Daur Ulang dengan Penambahan Larutan Zink Sulfat 4% sebagai Bahan Model Kerja Gigitiruan

    OpenAIRE

    Pitri, Yulindia

    2015-01-01

    Gipsum di bidang kedokteran gigi berasal dari bahan Kalsium Sulfat Dihidrat murni kemudian mengalami kalsinasi menjadi Kalsium Sulfat Hemihidrat. Gipsum mempunyai sifat reversibel sehingga dapat dilakukan proses daur ulang. Gipsum yang sering digunakan adalah gipsum tipe III menurut spesifikasi American Dental Association (ADA) dan digunakan sebagai bahan model kerja gigitiruan. Gipsum sebagai bahan model kerja gigitiruan yang digunakan harus mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi agar dihas...

  15. Attention Sensor

    NARCIS (Netherlands)

    Börner, Dirk; Kalz, Marco; Specht, Marcus

    2014-01-01

    This software sketch was used in the context of an experiment for the PhD project “Ambient Learning Displays”. The sketch comprises a custom-built attention sensor. The sensor measured (during the experiment) whether a participant looked at and thus attended a public display. The sensor was built us

  16. Attention Sensor

    NARCIS (Netherlands)

    Börner, Dirk; Kalz, Marco; Specht, Marcus

    2014-01-01

    This software sketch was used in the context of an experiment for the PhD project “Ambient Learning Displays”. The sketch comprises a custom-built attention sensor. The sensor measured (during the experiment) whether a participant looked at and thus attended a public display. The sensor was built us

  17. Pengaruh Waktu Perendaman Ampas Tebu Sebagai Biomaterial Adsorbent Pada Proses Pretreatment Terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farid Widi Arfika

    2013-09-01

    Full Text Available Tingginya viskositas minyak jelantah dipengaruhi oleh kandungan asam lemak bebas (FFA yang diakibatkan oleh pemanasan berulang-ulang saat menggoreng. Oleh karena itu perlu diadakan pretreatment terhadap minyak jelantah sebelum diproses menjadi biodiesel agar kandungan FFA nya dapat diturunkan. Salah satu cara untuk menurunkan FFA pada minyak jelantah adalah dengan merendam ampas tebu. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu perendaman ampas tebu (baggase sebagai biomaterial adsorbent FFA pada minyak jelantah. Ampas tebu berupa serbuk berukuran 65 mesh seberat 25 gr direndamkan ke dalam minyak jelantah sebanyak 500 ml dengan waktu yang bervariasi, mulai dari 2 jam hingga 15 hari. Hasil yang diperoleh berupa penurunan nilai FFA minyak jelantah paling rendah mencapai 0,041% pada perendaman 15 hari.

  18. Perancangan Aplikasi Pengenalan Wajah Sebagai Media Akses Kontrol Pada Organisasi XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnold Nasir

    2016-06-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, terutama dibidang teknologi informasi. Salah satu cabang dari teknologi informasi yang paling berkembang ialah penggunaan biometrik dalam bidang keamanan. Penelitian ini berfokus pada perancangan aplikasi pengenalan wajah sebagai media akses kontrol terhadap ruangan riset dan pengembangan Organisasi XYZ. Pengenalan wajah yang dirancangkan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA untuk mendapatkan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga keamanan ruangan riset bertambah. Hasil pengujian dari aplikasi ini menunjukkan bahwa media akses kontrol berbasis pengenalan wajah telah berhasil membatasi pihak yang tidak memiliki hak akses untuk masuk kedalam ruangan riset. Selain itu tingkat akurasi pengenalan wajah dalam mengenali wajah seseorang yang telah tersimpan pada database mencapai 87%.   Kata kunci— Pengenalan Wajah, PCA, Eigenfaces, Rapid Application Development

  19. Pengujian Bending Biomaterial Hidroksiapatit Dari Tulang Sapi Sebagai Prosthesis Sendi Rahang (TMJ Pada Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hikmah Annur

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam dunia kedokteran jika terapi fisik dan obat-obatan tidak dapat mengatasi kelainan atau kerusakan pada sendi rahang pasien maka jalan satu-satunya adalah dengan dilakukan perawatan bedah dengan mengganti sendi yang mengalami gangguan dengan prosthesis sebagai pengganti anggota gerak yang hilang. Dalam penelitian ini digunakan material hidroksiapatit dalam pengujian bending karena memiliki komposisi kimia yang sama dengan jaringan keras pada manusia seperti gigi dan tulang. Penelitian ini bertujuan mencari nilai tegangan bending maksimum yang bisa diterima oleh komposit hidroksiapatit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil variasi fraksi volume hidroksiapatit 40% HA, 50% HA, 60% HA, dan 70% HA. Setelah itu material di uji bending dengan menggunakan standar ASTM D790 dengan menggunakan metode pengujian three point bending. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tegangan bending maksimum sebesar 31.2 Mpa pada spesimen dengan persentase hidroksiapatit 50% fraksi volume. Fraksi ini adalah fraksi yang paling optimal di antara variabel-variabel uji lain.

  20. DNA Epstein-Barr virus (EBV sebagai biomaker diagnosis karsinoma nasofaring

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janti Sudiono

    2013-09-01

    Full Text Available Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC is a malignant neoplasm arising from the mucosal epithelium of the nasopharynx with various cells differentiation. Nasopharyngeal carcinoma is vastly more common in certain regions of East Asia, South Asia and Africa with viral, dietary which is typically includes consumption of salted vegetables, fish, meat and genetic factors that implicated in its causation. The undifferentiated is the most common type of NPC and strongly associated with Epstein-Barr virus (EBV infection. Purpose: This paper was aimed to review about molecular biomarker as non invasive diagnosis of NPC especially in related to EBV infection in nasopharyngeal epithelial cells. Reviews: The pathogenesis of NPC particularly the endemic type seems to follow a multi-step process, in which EBV, ethnic background, and environmental carcinogens all seem to play important role. EBV DNA plasm level is used continuously in clinic as a promise, sensitive and specific molecular marker diagnostic that reflected the stage, treatment response and prognosis of NPC. Detection of nuclear antigen associated with Epstein-Barr virus (EBNA and viral DNA has revealed that EBV can infect epithelial cells and associated with their transformation in carcinogenesis. Latent membrane protein (LMP-1 and LMP-2 oncogenes EBV encoded related to proliferative gene expression indicated invasive and progressive growth of NPC. Conclusion: The new biomarkers for NPC, including EBV DNA in serum; EBV DNA and BamH1-A Reading Frame-1 (BARF1 mRNA in NPC brushings have been developed for the molecular non invasive diagnosis of this tumour.Latar belakang: Nasopharyngeal carcinoma (NPC, sering dikenal sebagai kanker nasofaring merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel mukosa nasofaring dengan derajat diferensiasi sel yang bervariasi. Paling banyak ditemukan di Asia Selatan, Asia Timur, dan Afrika. Virus, pola diet tipikal seperti konsumsi sayuran, ikan dan daging yang

  1. MEDIASI PENAL SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERKARA PENCURIAN RINGAN (STUDI DI POLRES MALANG KOTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    James Hasudungan Hutajulu

    2016-02-01

      Key words: penal mediation, minor theft case, an alternative penal settlement   Abstrak Penelitian mengenai pelaksanaan mediasi penal pada tindak pidana pencurian ringan oleh Polres Malang Kota bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis digunakannya mediasi penal serta menganalisis pelaksanaan mediasi penal sebagai alternatif penyelesaian perkara. Adapun metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis atau jenis penelitian hukum sosiologis atau penelitian lapangan. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: Polres Malang Kota melakukan mediasi penal dengan alasan agar tercipta rasa keadilan terhadap para saksi sehingga masyarakat puas atas pelayanan yang dilakukan penyidik. Selain itu, langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan mediasi penal ini adalah mempertemukan para pihak, penyidik menyaksikan pengembalian barang yang dicuri oleh pelaku, membantu membuat surat kesepakatan bersama, menerima surat pencabutan perkara serta melakukan gelar perkara.   Kata kunci: mediasi penal, pencurian ringan, alternatif penyelesaian perkara

  2. PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA DI STT ADISUTJIPTO SEBAGAI PENDUKUNG SISTEM PENJAMINAN MUTU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasrin Zabidi

    2007-04-01

    Full Text Available Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA sebagai sebuah perguruan tinggi yang baru terbentuk sangatlah perlu untuk membentuk Sistem Pengukuran Kinerja (SPK demi terciptanya visi dan misi. SPK yang baik haruslah terintegrasi untuk semua unit dan aktivitas di perguruan tinggi. Indikator kinerja yang terbentuk tidak hanya berupa indikator kinerja finansial (keuangan tetapi juga indikator kinerja nonfinansial. Oleh karena itu peneliti mencoba merancang sistem pengukuran kinerja dengan melibatkan indikator kinerja finansial dan nonfinansial. Prores perancangan SPK menggunakan model Balanced Scorecard , yaitu keseimbangan antara finansial dan nonfinansial dengan didasarkan pada langkah-langkah (framework yaitu penetapan arsitek pengukuran, penentuan tujuan strategis (strategic objectives dari masing-masing perspektif (finansial, pelanggan, proses bisnis internal, belajar dan tumbuh, penentuan Key Performance Indicators (KPI dan penentuan target. Indikator-indikator kinerja (key performance indicators yang terbentuk dalam penelitian ini ada 45 indikator kinerja. Untuk melakukan penilaian kinerja adalah menggunakan lembar kerja pengukuran kinerja yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kinerja.

  3. Molar Dua Sulung Sebagai Salah Satu Pencetus Maloklusi Ditinjau Secara Radiografis (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gimawati Muljono

    2015-10-01

    Full Text Available Pengetahuan mengenai kehilangan dini gigi molar-2 sulung sebagai penyebab miringnya gigi molar-1 tetap dan berkurangnya ruangan tempat erupsi gigi kaninus dan premolar, sudah lama diketahui. Dari penelusuran pustaka ternyata masih banyak faktor yang efeknya sama dan penyebabnya gigi molar-2 sulung yang kurang disadari dan belum mendapat perhatian sepenuhnya. Faktor-faktor tersebut adalah : anatomis, karies, ankilose, dan iatrogenik, yang efek lanjutnya bahkan dapat sampai menimbulkan maloklusi. Makalah ini akan mengemukakan suatu kasus, sehubungan dengan keadaan gigi molar-2 sulung yang dapat menjadi salah satu faktor penyebab maloklusi ditinjau secara radiografis dengan foto panoramik dan cephalometri. Ramalan maloklusi gigi geligi tetap dapat dilihat dari proyeksi gambar pergeseran gigi-gigi, kontak oklusi bidang terminal permukaan distal mahkota gigi molar-2 sulung, hubungan kontak gigi molar-1 tetap di foto pasien.

  4. Analisis Komunikasi Sosial Media Twitter sebagai Saluran Layanan Pelanggan Provider Internet dan Seluler di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Agus Setiawan

    2017-04-01

    Full Text Available Penggunaan sosial media sebagai layanan pelanggan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan. Pelanggan dapat menyampaikan keluhan, komentar, dan saran kepada perusahaan dengan mudah dan cepat. Namun tidak semua perusahaan yang menggunakan sosial media untuk meningkatkan layanan pelanggan memahami dengan baik interaksi yang terjadi yang melibatkan pelanggan. Penelitian ini mengidentifikasi interaksi yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan melalui layanan pelanggan di lingkungan sosial media Twitter. Metode netnography digunakan untuk mengetahui bagaimana interaksi pelanggan dan perilaku perusahaan dalam berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelompok utama interaksi pelanggan, yaitu keluhan (42,20%, komentar (35,55% dan pertanyaan (22,25%. Selain itu hasil penelitian menunjukkan perilaku perusahaan yang menggunakan pendekatan personal dan bersahabat dalam berinteraksi dengan pelanggan.

  5. ANALISIS SEKUEN GEN GLUTATION PEROKSIDASE (GPX1 SEBAGAI DETEKSI STRES OKSIDATIF AKIBAT INFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Yuniastuti

    2013-02-01

    Full Text Available Glutation merupakan antioksidan yang berperan dalam fungsi imun, dan diekspresikan secara genetik oleh urutan gen yang membentuk protein enzim Glutation Peroxidase (GPx1. Bila ekspresi gen berubah maka terjadi perubahan fungsi glutation dan kerentanan terhadap stress oksidatif. Metode yang digunakan adalah Kasus-kontrol. Sampel yang digunakan adalah sampel darah. Kelompok kasus adalah sampel darah pasien tuberkulosis paru sedangkan kelompok kontrol adalah sampel darah orang sehat. Pemeriksaan gen Glutation peroxidase (GPx1 menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR untuk melihat pita DNA pada pasien tuberkulosis par serta elektroforesis produk PCR-RFLP gen GPx1 kelompok sampel tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen GPx1 (p=0,365 pasein tuberkulois dengan individu sehat, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat deteksi kerentanan terhadap stress oksidatif pada pasien tuberkulosis. Perlu penelitian lanjutan yang menggunakan sampel lebih besar dan populasi etnik yang berbeda.

  6. ANALISIS RELEVANSI STENOGRAFI SEBAGAI MATA KULIAH PROGRAM STUDI D3 SEKRETARI DAN PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marsofiyati

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi stenografi sebagai mata kuliah Program Studi D3 Sekretari dan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling yaitu teknik non probability sampling dimana subyek dipilih karena aksesibilitas nyaman dan kedekatan sehingga memudahkan peneliti dalam mencari partisipan penelitian. Menurut pendapat para responden, saat ini meskipun teknologi semakin maju, stenografi masih dirasakan bermanfaat dalam menunjang kegiatan kantor. Stenografi dapat dijadikan mata kuliah Program Studi D3 Sekretari dan Pendidikan Administrasi Perkantoran dengan memperhatikan faktor tulisan stenografi dibuat lebih sederhana dan mudah dimengerti, serta model pembelajaran yang merangsang ketertarikan belajar stenografi. Berdasarkan analisa di atas maka peneliti merekomendasikan stenografi tetap dijadikan mata kuliah Program Studi D3 Sekretari dan Administrasi Perkantoran, tulisan stenografi dibuat lebih sederhana dan mudah dimengerti.

  7. PARTISIPASI ISTRI NELAYAN PANDEGA SEBAGAI PENGUPAS RAJUNGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Luthfiyatut Tasbichah

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis (a kegiatan produktif istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan,(b besarnya kontribusi pendapatan istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan terhadap total pendapatan keluarganya, (c kendala-kendala yang dihadapi oleh istri nelayan pandega sebagai pengupas rajungan saat melakukan aktivitas produktifnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dan untuk memperoleh validitas hasil penelitian dilakukan metode triangulasi. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan penelitian yaitu istri nelayan pendega sebagai pengupas rajungan kepala kelurahan lokasi penelitian, masyarakat di lokasi penelitian, observasi di lapangan, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tujuan dilaksanakannya penelitian. Kontribusi pendapatan informan terhadap pendapatan keluarga cukup besar yaitu 28,19% dari total pendapatan keluarga. Meskipun pendapatan keluarga mengalami peningkatan tetapi peran aktif istri nelayan dalam kegiatan produktif belum mampu mensejahterakan keluarganya. Pekerjaan para istri nelayan di Kelurahan Pacar masih bersifat tradisional belum bisa berkembang yang masih berupa pengupas rajungan biasa tanpa diolah lebih lanjut. Oleh karena itu diharapkan adanya pendampingan program pemberdayaan masyarakat di bidang kelautan dengan cara mengembangkan usaha-usaha mikro produktif seperti pengolahan rajungan yang lebih modern untuk meningkatkan pendapatan istri nelayan pengupas rajungan dan juga diperlukan informasi mengenai pemasaran, keuntungan dan besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari perubahan bentuk olahan untuk mengembangkan produksinya. This study aimed to identify and analyze (a kinds of participation of Pandega’s (fisherman's wife as a crab peeler in an effort to increase the family income (b the amount of revenue increase of a Pandega's wife as a crab peeler to the family

  8. SINTESIS ZEOLIT DARI ABU DASAR BATUBARADAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM MERKURI (II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma’rifat

    2014-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dan aplikasinya sebagai adsorbenuntuk logam merkuri (II. Zeolit disintesis dengan metode alkali hidrotermal dan dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer FTIR dan Difraktometer Sinar-X (XRD. Kajian adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II dilakukan dengan variasi pH,waktu kontak dan konsentrasi merkuri. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan pspesifik pada bilangan gelombang 457,31 cm-1.Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa zeolit hasil sintesis mempunyai struktur material zeolit faujasit yang ditunjukkan dengan difraksi utama pada 6,29°; 26,89°; dan 31,19°. Adsorpsi zeolit terhadap logam merkuri (II optimum terjadi pada pH 6, kesetimbangan adsorpsi cenderung mengikuti pola isoterm Freundlich dengan konstanta yaitu 1,803 x 10-4 mol/gram dan kinetika adsorpsi cenderung mengikuti persamaan pseudo orde dua dengan konstanta laju reaksi (k yaitu 8,687 x 10-3(g/mg min.

  9. KAJIAN POTENSI PEMAKAMAN SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN, STUDI KASUS: TPU KOTA PONTIANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustiah Wulandari

    2014-07-01

    Full Text Available Ruang terbuka hijau (RTH pada saat ini banyak mengalami perubahan fungsi menjadi lahan terbangun. Tidak dipungkiri lagi bahwa RTH di banyak kota di Indonesia sudah beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, perhotelan, restauran, pertokoan, perkantoran, jalan raya, tempat parkir, pompa bensin, tempat pedagang kaki lima dan kawasan lainnya. Hal ini menciptakan kelangkaan RTH di banyak daerah perkotaan di Indonesia. Proses perencanaan kota yang berwawasan lingkungan sangat diperlukan di seluruh wilayah perkotaan di Indonesia. Pemanfaatan ruang terbuka yang selama ini belum atau kurang dimanfaatkan harus lebih dimaksimalkan lagi pemanfaatannya, seperti tempat pemakaman. Pemakaman merupakan salah satu bentuk ruang terbuka kota yang belum efektif pemanfaatannya sebagai RTH. Karakteristik dan jenis makam yang ada di Indonesia seperti  tempat pemakaman umum (TPU dan tempat pemakaman khusus (TPK memiliki kelebihan dan kekurangan untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Pemanfaatan tempat pemakaman umum sebagai RTH dilakukan dengan membandingkan variabel-variabel dari tiap indikator  fungsi RTH, seperti fungsi sosial, fungsi fisik, dan fungsi estetika.  Kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan fungsi fisik RTH kawasan pemakaman saat ini masih belum ada kawasan pemakaman umum yang secara optimal dapat berfungsi sebagai RTH. Kawasan Pemakaman yang memenuhi fungsi sosial  RTH  adalah TPU Islam, TPU Kristen, dan TPU tionghoa.  Sedangkan  Fungsi estetika  RTH dapat dipenuhi oleh tempat pemakaman Kristen dan Tionghoa.   Green open space has now been changed into buildings. urban green space has been converted into residential areas, hotels, restaurants, shops, offices, highways, parking lots, gas stations, street vendors and other areas. This creates a dearth of green space in many urban areas in Indonesia. Ecological city planning is indispensable in all urban areas in Indonesia. Utilization of open space should be maximized

  10. PENGEMBANGAN SISTEM TERINTEGRASI UNTUK PANDUAN PARIWISATA BERBASIS MOBILE SEBAGAI DAYA DUKUNG PENINGKATAN PARIWISATA DI KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Suparta

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem yang terintegrasi untuk panduan pariwisata berbasis mobile sebagai daya dukung peningkatan pariwisata di Kabupaten Buleleng. Hasil lebih luas terhadap produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh para wisatawan maupun para pelaku pariwisata lainnya dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan perluasan ekonomi khususnya di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan Riset&Development yang dilengkapi metode khusus pengembangan perangkat lunak System Development Life Cycle dengan model waterfall. Hasil pengembangan dan pengujian fungsional sistem terintegrasi panduan pariwisata berbasis mobile yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa Aplikasi sistem terintegrasi panduan pariwisata berbasis mobile dapat menjalankan fungsionalitas yang dibutuhkan dalam mencari info-info daerah pariwisata di Kabupaten Buleleng secara detail, beserta fasilitas umum terdekatnya.

  11. Perancangan Kontroler Fuzzy PD untuk Kontrol Toleransi Kesalahan Sensor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch - Hafid

    2014-03-01

    Full Text Available Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR merupakan suatu plant nonlinear yang banyak digunakan di industri-industri kimia sebagai pengaduk bahan-bahan kimia. Proses di dalam CSTR sangat dipengaruhi oleh suhu, di mana suhu tersebut didapat dari uap panas yang mengalir di dalam dinding tangki melalui pipa, sehingga suhu tersebut harus dijaga supaya tetap berada pada suhu kerja dengan merancang suatu kontroler. Suhu di dalam tangki dideteksi oleh suatu sensor dan dari informasi pengukuran, kontroler akan memberikan sinyal kontrol agar proses di dalam CSTR berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Kesalahan pengukuran pada sensor dapat menyebabkan proses tidak berjalan dengan baik, bahkan dapat mengakibatkan berhentinya proses. Fault Tolerant Control (FTC, kontrol toleransi kesalahan, dapat memberikan kompensasi sehingga proses dapat berjalan dengan baik meskipun terjadi kesalahan pengukuran pada sensor. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan kontroler fuzzy PD untuk menjaga suhu di dalam CSTR tetap pada suhu kerja. Kesalahan sensor yang terjadi pada sistem diidentifikasi dengan menggunakan model-based fault diagnosis. Dari hasil identifikasi, ditentukan kategori-kategori kesalahan sensor. Tiap kategori memiliki nilai-nilai kompensasi terhadap kesalahan yang terjadi. Dengan adanya kompensasi tersebut maka proses pada CSTR dapat beroperasi dengan baik meskipun terjadi kesalahan pengukuran pada sensor.

  12. FORMULASI SOSIS ANALOG SUMBER PROTEIN BERBASIS TEMPE DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL KAYA SERAT PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Pratiwi Ambari

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to develop formula of sausage based on tempeh flour with the addition of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus as functional food rich in protein and dietary fiber as healthy snack product for children. Sausage was formulated by addition of oyster mushroom used trial and error method. A selected formula was determined based on semi trained panelist preference. Acceptance of the selected sausage formula was examine by children using hedonic test. The contribution of protein and dietary fiber contained in sausage per serving size (50 g was calculated for general consumer. The accepted sausage with 20% oyster mushroom addition contained 24% of protein and can be claimed as source of protein and 7.64 g of dietary fiber per 100 g and can be claimed rich in dietary fiber.Keywords: dietary fiber, oyster mushroom, protein, sausage, tempehABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan formula sosis berbasis tempe dengan penambahan jamur tiram sebagai pangan fungsional kaya protein dan serat pangan untuk produk camilan sehat bagi anak-anak. Sosis diformulasikan dengan penambahan jamur tiram melalui metode trial dan error. Formula terpilih ditentukan berdasarkan kesukaan panelis semi terlatih. Penerimaan sosis formula terpilih dilakukan terhadap anak-anak melalui uji hedonik. Kontribusi protein dan serat pangan pada sosis per takaran saji (50 g dihitung untuk konsumen umum. Sosis terpilih dengan penambahan 20% jamur tiram mengandung 24% protein sehingga dapat diklaim sebagai sumber protein dan 7.64 g serat pangan per 100 g sehingga dapat diklaim kaya serat pangan.Kata kunci: jamur tiram, protein, serat pangan, sosis, tempe

  13. Location Based Service sebagai Penunjuk Lokasi Hotel di Kota Semarang Berbasis Augmented Reality

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Permana

    2015-10-01

    Full Text Available Semarang dikenal sebagai kota yang unik karena mempunyai destinasi wisata yang dipengaruhi oleh banyaknya etnis yang ada. Selain keunikan pariwisatanya, Kota Semarang juga dapat dipandang sebagai kota bisnis, terbukti dengan menjamurnya tempat usaha seperti restaurant, cafe dan yang paling pesat pertumbuhannya saat ini yaitu hotel. Belakangan ini pertumbuhan hotel di Semarang sudah kian pesat. Hal ini juga berpengaruh kepada para pendatang ataupun wisatawan yang singgah di Kota Semarang. Dari banyaknya jumlah hotel yang ada, bukan tidak mungkin jika para pendatang merasa bingung saat mencari hotel yang sesuai dengan keinginan mereka. Tentunya para pendatang memerlukan aplikasi yang dapat menampilkan lokasi dan informasi lengkap tentang hotel di Kota Semarang. Untuk dapat mewujudkan gagasan tersebut, maka dilakukan sejumlah metode penelitian antara lain studi literatur, mendefinisikan kebutuhan, pengumpulan data hotel pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, perancangan dan implementasi aplikasi, serta melakukan pengujian terhadap aplikasi kepada beberapa orang responden. Aplikasi dirancang dengan tujuan untuk memudahkan pengguna ketika hendak mencari hotel di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah channel “SMARTEL” (Semarang Augmented Reality Hotel Location pada aplikasi Junaio untuk mencari lokasi hotel di Kota Semarang. Basis Augmented Reality dipilih karena sifatnya yang real time saat menampilkan data atau informasi ,serta mempunyai tampilan visual yang interaktif. Channel akan menampilkan POI (Point of Interest atau dalam penelitian kali ini yaitu informasi lokasi hotel, yang didasarkan pada lokasi pengguna saat ini berada, atau dikenal dengan istilah LBS (Location Based Service. Dengan adanya channel ini, pengguna dapat lebih mempersingkat waktu dan lebih mudah dalam menemukan dan menuju ke lokasi hotel yang berada di Kota Semarang. Karena SMARTEL masih dalam bentuk channel, maka harapan untuk penelitian

  14. STRATEGI PEMASARAN DAERAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PELUANG INVESTASI DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyono -

    2010-03-01

    Full Text Available Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi marketing regional sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan investasi lokal. Wilayah pemasaran pada dasarnya adalah sebuah bangunan keunggulan kompetitif sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan ekspektasi suatu daerah baik dari masyarakat daerah itu sendiri maupun pihak-pihak dari luar yang mempunyai keterkaitan dengan daerah tersebut terhadap investasi. Lebih lanjut, hal tersebut akan meningkatkan kualitas dan standarkehidupan dalam jangka panjang. Studi ini menggunakan data primer dan sekunder untuk mengidentifikasi persepsi stakeholder (karyawan, investor, pemerintah, dan komunitas yang digunakan untuk menganalisis kebijakan yang tepat dan strategi pemasaran untuk pemerintah daerah, yang ditujukan untuk meningkatkan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang sangat menentukan kesan dan rasa tertarik mereka terhadap Kota Semarang tentang dinamika kehidupan masyarakat, sedangkan aspek potensi dan peluang dari dan di dalam dinamika masyarakat cukup besar untuk dimanfaatkan dalam pengembangan peluang investasi Kota Semarang This study aimed to describe and analyze the regional marketing strategy as an attempt to increase local investment. Regional marketing is basically a building competitive advantage as one of the efforts to improve productivity. This Reseach aims to analyze the influence of perceptions and expectations of a good area of the region itself as well as external parties that have a connection with the area of investments. It will improve the quality and standart of living in the long run. The results primary and secondary data to identify the perceptions of stakeholders (employees, investors, governments, and communities are used to analyze the appropriate policies and marketing strategies for local government, The results showed that the variables that

  15. EKSISTENSI TARI TOPENG IRENG SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN ESTETIK MASYARAKAT PANDESARI PARAKAN TEMANGGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Pujiyanti

    2013-12-01

    Full Text Available Eksistensi Tari Topeng Ireng ditunjukkan dengan seringnya tampil pentas, sehingga dapat memberikan hiburan masyarakat dari pertunjukan yang indah, bahkan berdampak sebagai pencitraan bagi si penanggap. Tujuan penlitian ini adalah (1 menjelaskan nilai-nilai estetik yang terkandung dalam Tari Topeng Ireng di Pandesari Parakan Temanggung, (2 menjelaskan eksistensi Tari Topeng Ireng sebagai pemenuhan kebutuhan estetik masyarakat Pandesari Parakan Temanggung. Penelitian ini mengunakan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman. Analisis data menggunakan analisis data Miles dan Huberman meliputi penyajian data, reduksi data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan (1 Nilai estetik Tari Topeng Ireng terdapat gerak, pola lantai, iringan, tata rias dan kostum. Gerak yang ditunjukkan dengan bersifat energik, dinamis, ekspresif dan atraktif. Pola lantai terlihat dinamis karena variasi arah hadap, level dan perpindahan penari. Iringannya ritmis, menghentak, lagu-lagunya lebih variatif. Alat musiknya sudah menggunakan ornamen hiasan yang lebih indah. (2 Eksistensi Tari Topeng Ireng ditunjukkan dari dampak pemenuhan kebutuhan estetik yaitu pencitraan, penyaluran hobi.  Existence Topeng Ireng Dance indicated by the frequent performing stage, so as to provide the entertainment community of wonderful performances, even as the impact of imaging for the responders. This interesting study because of the existence of Topeng Ireng Dance in Temanggung got a good position in the hearts of the people. This study uses qualitative. Note was collected using observation, interviews, documentation, and recording. Analysis of the data using the model of Miles and Huberman data analysis that includes data presentation, data reduction and verification. Results showed The value of the aesthetic movement there Topeng Ireng Dance, floor patterns, accompaniment, makeup and costumes. Motion is

  16. JATI DIRI BANGSA DAN POTENSI SUMBER DAYA KONSTRUKTIF SEBAGAI ASET EKONOMI KREATIF DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zumrotus Sa'adah

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Jati Diri Bangsa dan Potensi Sumber Daya Konstruktif Sebagai Aset Ekonomi Kreatif di Indonesia. Di tengah era pasar bebas ASEAN, menjadi negara yang unggul kompetitif adalah tugas masyarakat bersama dengan jati diri yang kokoh dengan memanfaatkan kekayaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran jati diri bangsa dan potensi sumber daya konstruktif yang dapat dijadikan aset ekonomi kreatif di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan sebuah identitas tentang jati diri bangsa yang dapat ditempuh melalui pendidikan karakter sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang kreatif. Sedangkan untuk menumbuhkembangkan industri kreatif dapat ditempuh dengan strategi kolaborasi antara nilai budaya lokal dengan kebutuhan global menjadi produk globalisasi. Kata Kunci: jati diri bangsa, sumber daya konstruktif, ekonomi kreatif. Abstrak: Jati Diri Bangsa dan Potensi Sumber Daya Konstruktif Sebagai Aset Ekonomi Kreatif di Indonesia. Di tengah era pasar bebas ASEAN, menjadi negara yang unggul kompetitif adalah tugas masyarakat bersama dengan jati diri yang kokoh dengan memanfaatkan kekayaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran jati diri bangsa dan potensi sumber daya konstruktif yang dapat dijadikan aset ekonomi kreatif di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan sebuah identitas tentang jati diri bangsa yang dapat ditempuh melalui pendidikan karakter sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang kreatif. Sedangkan untuk menumbuhkembangkan industri kreatif dapat ditempuh dengan strategi kolaborasi antara nilai budaya lokal dengan kebutuhan global menjadi produk globalisasi. Kata Kunci: jati diri bangsa, sumber daya konstruktif, ekonomi kreatif.

  17. IDENTIFIKASI DAN UJI POTENSI BAKTERI LIPOLITIK DARI LIMBAH SBE (SPENT BLEACHING EARTH SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitralia Elyza

    2016-03-01

    Full Text Available Limbah minyak kelapa sawit yang terbanyak adalah SBE (Spent Bleaching Earth, limbah ini mengandung residu minyak tinggi yang dapat mencemari lingkungan, 30% residu minyak pada limbah SBE dapat digunakan bakteri untuk pertumbuhannya, sehingga adanya bakteri mampu menjadi agen bioremediasi pencemaran SBE. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bakteri lipolitik sebagai agen potensial bioremediasi pada limbah SBE. Metode pengambilan sampel limbah SBE secara random sampling. Sampel tanah diambil secara acak dari beberapa titik area limbah SBE. Bakteri diisolasi dari sampel limbah SBE, kemudian dilakukan tahapan yaitu : pemurnian, seleksi, uji potensi, bakteri berpotensi mereduksi lipid dikarakterisasi dan diidentifikasi genusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas enzim lipase yang tinggi menandakan bahwa bakteri lipolitik bekerja optimal merombak zat pencemar. Bakteri yang memiliki potensi sebagai agen bioremediasi terdiri dari genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 dan Acinetobacter (B3. The most palm oil waste is SBE (Spent Bleaching Earth, this waste had many reduced lipid that got pollution for inviroments, Bacteria can use lipid from SBE as much as 30% for growed. So that consist of bacteria in SBE as a potensial agent for remediation. This study aims to obtain lipolytic bacteria as a potential agent of bioremediation. The method of sampling soil were taken at random from SBE waste, Bacteria were isolated from the SBE waste, then they were selected into steps : performed purification, selection, potential test, then characterized and identified it’s genus of potential bacteria. The results showed that the higest activity enzyme of lipolytic indicated that the lipolytic bacteria worked optimal for reduce polution. Bacteria had potential as a bioremediation agent consisting of genus Citrobacter (B1, Enterobacter (B2 and Acinetobacter (B3.

  18. KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP ENVIRONMENTAL DISCLOSURE DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI PEMODERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Faris Arifianata

    2017-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti mengenai pengaruh ukuran perusahaan, tipe industri, dan umur perusahaan terhadap environmental disclosure dengan good corporate governance sebagai variabel moderating. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar sebagai peserta Corporate Governance Perception Index (CGPI award tahun 2009-2013 sejumlah 58 perusahaan. Teknik pemilihan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang masuk kriteria sebanyak 11 perusahaan dengan 55 unit analisis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi nilai selisih mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan tipe industri berpengaruh positif terhadap environmental disclosure. Umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap environmental disclosure. Good corporate governance tidak memoderasi hubungan antara pengaruh tipe industri terhadap environmental disclosure. Good corporate governance memoderasi hubungan antara pengaruh ukuran perusahaan dan umur perusahaan terhadap environmental disclosure. Penelitian selanjutnya agar menambah variabel yang dapat mempengaruhi environmental disclosure, dan menggunakan objek lain untuk sampel penelitian. This research was conducted to obtain evidence about the influence of company size, industry type, and company age on the environmental disclosure using good corporate governance as moderating variable. The research’s population is companies that are registered as a participant of Corporate Governance Perception Index (CGPI award from 2009 to 2013 with total number of 58 companies. The sampling technique used in this research is purposive sampling. There are 11 companies that qualified as sample with 55 unit of analyse. The analysis technique used is absolute difference value regression analysis. The results showed that the size of company and the type of industry give positive effect to environmental disclosure. The age of company does not give any effect to the environmental disclosure

  19. Perancangan Laboratorium Komputer Menggunakan Jaringan Diskless Berbasis Linux Terminal Server Project dan Pemanfaatan Epoptes Sebagai Aplikasi Monitoring

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gufron Gufron

    2016-05-01

    Full Text Available Keberadaan laboratorium komputer sebagai media dan sarana pembelajaran memegang peranan yang sangat penting terhadap proses keberhasilan pembelajaran di institusi pendidikan, sehingga dengan demikian diharapkan guru dan siswa dapat menguasai teknologi dan informasi yang sangat penting di era globalisasi sekarang ini. Namun pengadaan komputer dalam jumlah banyak membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Permasalahan lain adalah kurang optimalnya pengawasan komputer yang digunakan siswa. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah membuat laboratorium komputer menggunakan jaringan diskless berbasis Linux Terminal Server Project (LTSP, sehingga satu komputer dapat digunakan oleh dua orang atau lebih dalam waktu bersamaan dan dengan menjalankan aplikasi yang sama ataupun berbeda, serta memanfaatkan epoptes sebagai aplikasi untuk monitoring dan pengawasan penggunaan komputer.

  20. ON/OFF POWER SWITCH DAN REMOTE CONTROL BERBASIS MICROCONTROLLER ATMEGA8 SEBAGAI RELIABILITY TESTER CRT DANLCD TV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fina Supegina

    2013-10-01

    Full Text Available Mikrokontroler sebagai suatu terobosan teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar dan teknologi baru. Sebagai teknologi baru, yaitu teknologi semikonduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang yang lebih kecil serta dapat diproduksi secara masal sehingga harganya menjadi lebih murah (dibandingkan dengan mikroprosesor. Sebagai kebutuhan pasar, mikrokontroler hadir untuk memenuhi selera industri dan para konsumen akan kebutuhan dan keinginan alat-alat bantu yang lebih baik dan canggih. Quality Engineering merupakan bagian dari Departemen Quality Assurance yang melakukan proses studi dan menganalisa semua produk baru sebelum diproduksi secara masal (Mass production dan sebelum dijual ke pasaran lokal maupun ekspor, pada bagian ini dilakukan proses pembelajaran dan penganalisaan secara detail kemampuan komponen pada CRT TV dan LCD TV yang dapat mempengaruhi kinerja dari produk itu sendiri. Disamping itu juga dilakukanlah pengetesan terhadap reliability (ketahanan suatu produk baru ini salah satu dengan cara menghidupkan dan mematikan power switch dan juga melalui remote kontrolnya. Pada saat melakukan pengetesan reliability ini terasa sangat membosankan, melelahkan karena dilakukan secara manual, jadi dengan kondisi seperti ini cukup menyita waktu dan menghambat bagi seorang engineer dalam mempelajari dan menganalisa dari produk baru lebih lanjut. Solusi dari masalah yang ada dihadapi oleh engineer untuk menunjang dan mengetahui kemampuan komponen yang dipakai CRT TV dan LCD TV adalah dengan dibuatnya sebuah alat Reliability Tester Otomatic yang memanfaatkan sebuah IC Mikrokontroler ATmega8 sebagai otak pengendalinya. Dengan adanya sebuah Reliability Tester Otomatic tersebut, dapat mengetahui ketahanan dari produk televisi baik CRT TV juga LCD TV saat dihidupkan dan dimatikan secara berulang-ulang, sebelum dipergunakan oleh konsumen. Efektivitas kerja seorang engineer yang

  1. Keefetifan E-Learning sebagai Media Pembelajaran (Studi Evaluasi Model Pembelajaran E-Learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto)

    OpenAIRE

    Numiek Sulistyo Hanum

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan standar mutu pelaksanaan e-learning sebagai media pembelajaran yang efektif; (2) mengidentifikasi keefektifan perencanaan pembelajaran e-learning; (3) mengidentifikasi keefektifan perancangan dan pembuatan materi pembelajaran e-learning; (4) mengidentifikasi keefektifan metode penyampaian pembelajaran e-learning; (5) mengidentifikasi keefektifan pelaksanaan dan interaktivitas pembelajaran e-learning; (6) men-gidentifikasi keefektifan evaluasi...

  2. Sensor Compendium

    CERN Document Server

    Artuso, M; Bolla, G; Bortoletto, D; Caberera, B; Carlstrom, J E; Chang, C L; Cooper, W; Da Via, C; Demarteau, M; Fast, J; Frisch, H; Garcia-Sciveres, M; Golwala, S; Haber, C; Hall, J; Hoppe, E; Irwin, K D; Kagan, H; Kenney, C; Lee, A T; Lynn, D; Orrell, J; Pyle, M; Rusack, R; Sadrozinski, H; Sanchez, M C; Seiden, A; Trischuk, W; Vavra, J; Wetstein, M; Zhu, R-Y

    2013-01-01

    Sensors play a key role in detecting both charged particles and photons for all three frontiers in Particle Physics. The signals from an individual sensor that can be used include ionization deposited, phonons created, or light emitted from excitations of the material. The individual sensors are then typically arrayed for detection of individual particles or groups of particles. Mounting of new, ever higher performance experiments, often depend on advances in sensors in a range of performance characteristics. These performance metrics can include position resolution for passing particles, time resolution on particles impacting the sensor, and overall rate capabilities. In addition the feasible detector area and cost frequently provides a limit to what can be built and therefore is often another area where improvements are important. Finally, radiation tolerance is becoming a requirement in a broad array of devices. We present a status report on a broad category of sensors, including challenges for the future ...

  3. Wind Sensor

    OpenAIRE

    Li, Jiaoyang; Ni, Jiqin

    2014-01-01

    Wind measurement is needed in many practical and scientific research situations. Some specific applications require to precisely measuring both wind direction and wind speed at the same time. Current commercial sensors for wind direction and wind speed measurement usually use ultrasonic technology and the sensors are very expensive (> $1500). In addition, the sensors are large in dimension and cannot measure airflow patterns in high spatial resolution. Therefore new and low cost wind speed an...

  4. Gas Sensor

    KAUST Repository

    Luebke, Ryan

    2015-01-22

    A gas sensor using a metal organic framework material can be fully integrated with related circuitry on a single substrate. In an on-chip application, the gas sensor can result in an area-efficient fully integrated gas sensor solution. In one aspect, a gas sensor can include a first gas sensing region including a first pair of electrodes, and a first gas sensitive material proximate to the first pair of electrodes, wherein the first gas sensitive material includes a first metal organic framework material.

  5. Sensor web

    Science.gov (United States)

    Delin, Kevin A. (Inventor); Jackson, Shannon P. (Inventor)

    2011-01-01

    A Sensor Web formed of a number of different sensor pods. Each of the sensor pods include a clock which is synchronized with a master clock so that all of the sensor pods in the Web have a synchronized clock. The synchronization is carried out by first using a coarse synchronization which takes less power, and subsequently carrying out a fine synchronization to make a fine sync of all the pods on the Web. After the synchronization, the pods ping their neighbors to determine which pods are listening and responded, and then only listen during time slots corresponding to those pods which respond.

  6. SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.V. Rissa

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2 secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2

  7. KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL BIJI KLABET (Trigonella foenum-graecum L SEBAGAI TANAMAN OBAT PELANCAR ASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2013-08-01

    belakang. Data (SDKI tahun 2002-2003, ditemukan  jumlah pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah usia dua bulan hanya mencakup 64% dari total bayi yang ada dan lebih memprihatinkan, 13% bayi di bawah dua bulan telah diberi susu formula. Selain itu satu dari tiga bayi usia 2-3 bulan telah diberi makanan tambahan. Hasil suatu survei melaporkan bahwa 38% ibu menghentikan pemberian ASI bagi bayi dengan alasan produksi ASI tidak mencukupi. Klabet sebagai herbal penambah ASI perlu dilakukan karakterisasi ekstrak biji Klabet sebagai langkah awal standarisasi ekstrak biji Klabet. Metode. Sampel adalah ekstrak biji Klabet. Tanaman Klabet diperoleh dari Jawa Timur.Untuk menjamin persyaratan mutu ekstrak etanol 50 % biji Klabet yang digunakan sebagai herbal untuk pelancar ASI pertama –tama harus memenuhi karakteristik mutu berdasarkan Pedoman persyaratan ekstrak yang dikeluarkan BPOM.Pemeriksaan men-cakup parameter non spesifik antara lain: kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan susut. Sedangkan parameter spesifik mencakup penetapan kadar sari larut alka-loid, penetapan kadar sari larut air, penetapan kadar Trigonellin dan uji golongan senyawa kimia Hasil. Karakterisasi ekstrak etanol 50 % biji klabet non spesifik : kadar air 13,70 %, kadar abu total 1,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,06 % dan susut pengeringan 20,59  %, sedangkan karakteristik  spesifik : kadar sari larut etanol 59,58 %, kadar sari larut air 47,78 %, dan   kadar Trigonellin 9,72 %.   Kata kunci : Ekstrak etanol Biji Klabet,Trigonellin, Trigonella foenum-graecum L ,ASI

  8. PENGEMBANGAN PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI PRODUK SARAPAN UNTUK REMAJA GEMUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Darawati

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study aimed to find a functional food formulas (FFF based on local food as breakfast product, that can be accepted organoleptically, nutritious, and contain antioxidants for overweight/obese adolescents. This study was laboratory experiment, randomized complete design and using five level of one factor of treatment (proportion of carrot: pumpkin were F1 7.14%:19.64%; F2 8.93%:17.86%; F3 10.71%:16.07%; F4 12.50%:14.29%; and F5 14.29%:12.50%. The result showed that 80-100% of semi-trained panelis accepted all FFFs (F1, F2, F3, F4, and F5 organoleptically. There was a significant effect of level of treatment (F1, F2, F3, F4, and F5 on the color, flavor, and overall of FFFs (p<0.05. Product F5 had the highest percentage of acceptance and the average value than other products. F5 consisted of 30.36% orange sweet potato, 28.57% red beans, 8.93% fermented soybean (tempeh, 14.29% carrot, 12.50% pumpkin, 3.75% sugar, and 1.79% cornstarch. Each portion of F5 product could contribute about 20% of the recommended energy and protein adequacy for adolescents, and it’s contain 4.02 mg of β-carotene and antioxidant activity 38.54 mg/100 g (AEAC. The total microbe content of F5 was 9.6 x 102 coloni/g, still below the threshold for a type of processed product, so that these products are safe to eat. The resulting product has the potential as a functional food because of the content of β-carotene and it's antioxidant activity and can be considered as a breakfast product for overweight/obese adolescents.Keywords: adolescent, functional food, local food, obese, overweightABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula pangan fungsional berbasis pangan lokal yang dapat diterima secara organoleptik, memenuhi kebutuhan gizi, dan mengandung antioksidan sebagai produk sarapan bagi remaja gemuk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium, menggunakan rancangan acak lengkap, satu faktor dengan lima taraf perlakuan yaitu F1

  9. SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L.V. Rissa

    2012-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2 secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2

  10. FORMULASI BUBUR INSTAN MENGGUNAKAN KOMPOSIT TEPUNG KACANG MERAH DAN PATI GANYONG SEBAGAI MAKANAN SAPIHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Yustiyani

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to formulate instant baby porridge as a source of protein weaning food based on red beans flour and canna starch composite. The design of this study was a complete randomized design with one factor which was the ratio of red beans flour and canna starch in composite composition as instant porridge ingredient (2:1, 3:1, and 4:1. Based on organoleptic test, F2 which used red bean flour and starch canna ratio by 3:1 was the best formula. The optimal time to brew the instant porridge was 62 seconds with amount of water used was 3 ml/g. The instant porridge bulk density was 0.61 g/ml and water absorption was 4.67g/g. This instant porridge contained 363 kcal/100 g, 16.57% protein, 1.48% fat, 70.84% total carbohydrate, 197.70 mg calcium, 8.17 mg zinc, and 16.48 mg iron. Protein digestibility of this porridge was 79.83%. As per 27 g serving size of this instant porridge can fulfill 22.25% protein, 55.25% iron, 27.63% zinc so that it can be claimed as food source of protein and zinc, and high iron.Keywords: canna starch, instant porridge, red bean flour, weaning foodABSTRAKTujuan penelitian ini adalah memformulasikan bubur instan sebagai MP-ASI sumber protein berbahan dasar tepung komposit yaitu tepung kacang merah dan pati ganyong. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu perbandingan penggunaan tepung kacang merah dan pati ganyong dalam tepung komposit sebagai bahan dasar pembuatan bubur instan (2:1, 3:1, dan 4:1. Berdasarkan uji organoleptik, formula bubur instan terbaik adalah F2 dengan perbandingan tepung kacang merah dan pati ganyong sebesar 3:1. Waktu optimal penyeduhan bubur instan terbaik adalah 62 detik dengan volume air penyeduh 3 ml/g. Densitas kamba bubur adalah sebesar 0.61 g/ml dan daya serap air 4.67 g/g. Kandungan gizi bubur instan meliputi 363 kkal energi/100 g, 16.57% protein, 1.48% lemak, 70.84% karbohidrat total, 197.70 mg kalsium, 8.17 mg seng, serta 16

  11. KAJIAN CIDER SEBAGAI ALTERNATIF PENGANEKARAGAMAN PRODUK KOPI Study of Cider as Alternative Product Diversivication from Coffee

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharyono Apno Sugito

    2012-05-01

    Full Text Available Coffee is an important export commodity from Indonesia. There are not many processed product from coffee, and sincecoffee is a delightful refreshing beverage, it is interesting to make product diversivication from coffee. An alternative processing could be a cider. Coffee used in this research were decaffeinated, Robusta and Arabica coffee. The amount of added sugar were 15 %, 20 %, and 25 %. Natural cultures, combination of Sacharomyces cerevisiae and Acetobacter xylinum, combination of Sacharomyces ludwigii and Acetobacter xylinum, combination of  S. cerevisiae, S. ludwigii, and A. xylinum were used as starters. The parameters observed included: reducing sugar content, alcohol, total tertitrasi acid, pH and Organoleptic Test (color, aroma, taste, clarity, and general acceptance. Coffee cider with the highest overall acceptance score was made from decaffeinated coffee, with 20 % sugar addition and combination of S. ludwigii and A. xylinum as starter.The result of correlation analysis showed a negative significant correlation between reducing sugar content and aroma of coffee cider. Positive significant correlation were found between total titrable acidity and aroma, taste and overall acceptance of coffee cider. ABSTRAK Kopi merupakan komoditas ekspor penting   Indonesia. Tidak banyak produk olahan dari kopi, yang lebih dikenalsebagai minuman menyegarkan dan menyenangkan, sehingga menarik untuk membuat diversifikasi produk kopi. Salah satu alternatif adalah pengolahan cider. Kopi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kopi tanpa kafein, Robusta dan Arabika. Jumlah gula yang ditambahkan adalah 15 %, 20 %, dan 25 %. Kultur alami, kombinasi Sacharomyces cerevisea dan Acetobacter xylinum, kombinasi Sacharomyces Ludwigii dan Acetobacter xylinum, kombinasi S. cerevisiae, S.Ludwigii , dan A.xylinum digunakan sebagai starter. Parameter yang diamati meliputi: kadar gula pereduksi, alkohol, total asam tertitrasi, pH dan Uji Organoleptik (warna

  12. Pengembangan Media Pembelajaran Berupa Komik Fisika Berbantuan Sosial Media Instagram sebagai Alternatif Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwandani Irwandani

    2016-04-01

    Full Text Available The development trend of technology and information at this time should be used by the world of education to make it as a learning tool, both outside and inside the classroom. One trend that is emerging now is the use of social media as a medium of learning. Social media will be focused to develop is a media Instagram, in which can contain images and text content. The study was conducted with the aim of producing instructional media products that meet the necessary criteria. The research is the research and development method undertaken by several stages, a preliminary investigation, gathering information, product design, product validation, testing is limited to the user, and product revision. Based on the stages that made learning media product obtained declared fit and is needed by learners after validating and testing the product. Validation linguists gained 84%, the design of 82.67%, 86.67% materials, and media gained 87.14%. Meanwhile, based on the scoring is obtained 90.83%. Tren perkembangan teknologi dan informasi saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh dunia pendidikan untuk menjadikannya sebagai sarana pembelajaran, baik itu di luar maupun di dalam kelas. Salah satu tren yang sedang muncul saat ini adalah pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran. Media sosial yang akan difokuskan untuk dikembangkan adalah media instagram, yang di dalamnya bisa memuat konten gambar dan tulisan. Penelitian dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk media pembelajaran yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu melakukan penelitian pendahuluan, mengumpulkan informasi, desain produk, validasi produk, ujicoba terbatas kepada pengguna, kemudian revisi produk. Berdasarkan tahapan-tahapan yang dilakukan diperoleh produk media pembelajaran yang dinyatakan layak dan sangat dibutuhkan oleh peserta didik setelah melakukan validasi

  13. PEMANFAATAN MAGGOT SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK BENIH IKAN BALASHARK (Balanthiocheilus melanopterus Bleeker

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Priyadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sumber protein tepung ikan dengan tepung maggot telah diteliti terhadap ikan hias balashark. Sebanyak 1.500 ekor benih ikan balashark dengan bobot awal rata-rata 2,26 ± 0,08 g dan panjang 5,18 ± 0,06 cm ditebar dalam 15 unit bak tembok berukuran 1,2 m x 0,7 m x 0,5 m, sistem resirkulasi dan dilengkapi aerasi dengan padat penebaran 100 ekor/bak dan dipelihara selama 60 hari. Pakan buatan dengan perbedaan substitusi maggot terhadap tepung ikan sebagai pengganti protein diberikan sebagai perlakuan yaitu (a 0%; (b 10%; (c 20%; (d 30%; dan (e 40% maggot substitusi. Perlakuan substitusi maggot nyata mempengaruhi (P<0,05 pertambahan bobot, panjang total, pertumbuhan spesifik, retensi protein, dan rasio efisiensi protein. Substitusi maggot hingga level 16,47% memberikan respons terbaik terhadap penampilan tumbuh benih ikan balashark. The objective of this research was to study the effect of maggot meal as an alternative protein source to partially substitute fish meal in artificial feed for balashark fry. This research was conducted at the Research Institute for Ornamental Fish in Depok, West Java. Fifteen concrete tanks each of 1.2 m x 0.7 m x 0.5 m, provided with aerated recirculation water system, were used as culture tanks. Balashark fry averaging 2.26±0.08 g in body weight and 5.18±0.06 cm in body length were stocked into the tanks at a density of 100 fries per tank. The dietary treatments tested were five different levels of maggot meal, namely: (a 0% substitution; (b 10% substitution; (c 20% substitution; 30% substitution, and e 40% substitution. Feeding of the fries lasted for 60 days. Results of the research showed that, based on body weight gain, total body length, specific growth rate, protein retention, protein efficiency ratio, and lipid retention, the effect of maggot meal to substitute for fish meal was significant (P<0.05. The best growth performance of the balashark fries

  14. VIRTUAL POINTER UNTUK IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGENDALI GERAKAN ROBOT SECARA REAL-TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Isa Irawan

    2008-01-01

    Full Text Available Many previous researches have been done in relation to human-robot interface, which is an interaction between human and robot using hand gesture. Hand gesture that is used in this research is a moving hand gesture with pointing position. The most important factor to identify hand gesture is the ability to differentiate hands with other objects based on the skin colour. A method to detect hand skin colour is using Fuzzy C-Means (FCM which can refine a cluster centre and the membership value of each data iteratively by minimizing objective function. Hence, the cluster centre moves to the correct location. Recognition result with moving detection method was able to detect the movement of a moving object 91.07944% in 1 second. Skin detection using FCM was able to segment skin colour and not the skin in real time with the successful rate 90.2834%. The successful rate of the hand gesture pattern identification using rule base is 86.67%. The successful rate of virtual hand writing using LVQ artificial neural network as a command for controlling a robot is 79.2%. Abstract in Bahasa Indonesia : Banyak penelitian sebelumnya berrhubungan dengan human robot interface, interaksi manusia dengan robot menggunakan isyarat tangan sebagai bahasa tubuh manusia. Isyarat tangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah isyarat tangan bergerak yang berposisi menunjuk untuk identifikasi isyarat tangan, faktor yang paling penting adalah kemampuan membedakan tangan dengan obyek lain berdasarkan warna kulitnya. Metode untuk mendeteksi warna kulit tangan adalah Fuzzy C-Means (FCM yang memiliki kemampuan memperbaiki pusat cluster dan nilai keanggotaan tiap data secara berulang dengan meminimumkan fungsi obyektif, sehingga pusat cluster akan bergerak menuju lokasi yang tepat. Hasil pengenalan dengan metode moving detection, mampu mendeteksi pergerakan obyek bergerak. secara baik sebesar 91.07944% dalam 1 detik. obyek Skin detection dengan Fuzzy C-Means (FCM mampu melakukan

  15. PEMANFAATAN KULIT KAYU ANGSANA (Pterocarpus indicus SEBAGAI SUMBER ZAT WARNA ALAM PADA PEWARNAAN KAIN BATIK SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Wiji Lestari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pemanfaatan kulit kayu angsana (Pterocarpus indicus sebagai sumber zat warna alam untuk pewarnaan kain batik sutera. Ekstraksi ZWA dilakukan dengan pelarut air dengan variasi suhu ekstraksi 75 °C dan 100 °C. Pewarnaan zat warna alam kemudian diaplikasikan pada kain batik sutera pada kondisi pencelupan asam (pH 4 dan basa (pH 10. Mordan awal yang digunakan adalah tawas dan jirak. Diakhir pewarnaan alam dilakukan fiksasi dengan menggunakan tawas dan tunjung. Berdasar hasil penelitian, kulit kayu angsana terbukti dapat digunakan sebagai sumber zat warna alam untuk batik sutera. Ketuaan warna paling tinggi diperoleh pada pewarnaan batik sutera dengan menggunakan mordan jirek pada suhu ekstraksi 100 °C dalam kondisi pencelupan basa dengan fiksator tunjung. Arah warna yang dihasilkan adalah coklat tua pada suasana pencelupan asam dengan fiksasi tunjung, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan asam fiksasi tawas, coklat kemerahan pada suasana  pencelupan basa fiksasi tawas dan coklat tanah pada suasana  pencelupan basa dengan fiksasi tunjung. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian dari sampel pewarnaan menunjukkan kualitas baik yaitu pada skala 4-5 (Baik. Study on utilizationof angsana (Pterocarpus indicus as natural dye for silk batik has been conducted. The study was aimed to determine the quality of the natural dyeing of the bark of angsana by use jirak (Symplocos fasciculata Zoll. and alum as the natural mordant. Extraction of natural dye was carried out using water by varying the extraction temperature of 75 and 100 °C. The coloration was applied to silk batik at both acid (pH 4 and basic (pH 6 impregnations. The mordant employed  were alum and jirak. The last stage was fixation using alum and ferrosulfate. Based on the results, angsana was proved to be used as a source of natural dyes for silk batik. The highest color intensity was obtained by using angsana bark extract and jirak as mordant at

  16. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katarina Rima Melati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai ‘sesamawarga negara’. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan.   The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar

  17. Chemical sensors

    Science.gov (United States)

    Lowell, J.R. Jr.; Edlund, D.J.; Friesen, D.T.; Rayfield, G.W.

    1991-07-02

    Sensors responsive to small changes in the concentration of chemical species are disclosed. The sensors comprise a mechanochemically responsive polymeric film capable of expansion or contraction in response to a change in its chemical environment. They are operatively coupled to a transducer capable of directly converting the expansion or contraction to a measurable electrical response. 9 figures.

  18. Pathogen Sensors

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joseph Irudayaraj

    2009-10-01

    Full Text Available The development of sensors for detecting foodborne pathogens has been motivated by the need to produce safe foods and to provide better healthcare. However, in the more recent times, these needs have been expanded to encompass issues relating to biosecurity, detection of plant and soil pathogens, microbial communities, and the environment. The range of technologies that currently flood the sensor market encompass PCR and microarray-based methods, an assortment of optical sensors (including bioluminescence and fluorescence, in addition to biosensor-based approaches that include piezoelectric, potentiometric, amperometric, and conductometric sensors to name a few. More recently, nanosensors have come into limelight, as a more sensitive and portable alternative, with some commercial success. However, key issues affecting the sensor community is the lack of standardization of the testing protocols and portability, among other desirable elements, which include timeliness, cost-effectiveness, user-friendliness, sensitivity and specificity. [...

  19. Smart Sensors

    Science.gov (United States)

    Corsi, C.

    2007-01-01

    The term "Smart Sensors" refers to sensors which contain both sensing and signal processing capabilities with objectives ranging from simple viewing to sophisticated remote sensing, surveillance, search/track, weapon guidance, robotics, perceptronics and intelligence applications. Recently this approach is achieving higher goals by a new and revolutionary sensors concept which introduced inside the sensor some of the basic functions of living eyes, such as dynamic stare, non-uniformity compensation, spatial and temporal filtering. New objectives and requirements are presented for this type of new infrared smart sensor systems. This paper is concerned with the front end of FPA microbolometers processing, namely, the enhancement of target-to-noise ratio by background clutter suppression and the improvement in target detection by "smart" and pattern correlation thresholding.

  20. PEMBUATAN SENSOR GAS HIDROGEN BERBASIS FILM TIPIS GaN DENGAN TEKNIK SOL GEL SPIN COATING UNTUK KOMPONEN PADA SISTEM PENDETEKSI KEBOCORAN GAS

    OpenAIRE

    Rusdiana, D.

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk membuat sensor gas dengan sensitivitas baik, dipergunakan sebagai komponen dalam sistem pendeteksi kebocoran gas hidrogen. Bahan dasar sensor berbahan  film tipis semikonduktor Gallium Nitrida (GaN) yang ditumbuhkan di atas substrat sapphire (Al2O3) menggunakan teknik sol gel spin coating. Parameter penumbuhan film tipis temperatur penumbuhan 8500 C, laju spinner 1000 rpm, molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 100 sccm.  Hasil pengujian sifat lis...

  1. EKSPLOITASI ANAK JALANAN SEBAGAI PENGAMEN DAN PENGEMIS DI TERMINAL TIDAR OLEH KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninik Yuniarti

    2013-04-01

    Full Text Available Fenomena anak jalanan ada di kota-kota di seluruh Indonesia, seperti halnya fenomena anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang. Dalam penelitian ini penulis mengkaji bagaimana profil anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang, bagaimana eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut dan bagaiamana kebijakan Pemerintah Kota Magelang untuk mengatasi masalah anak jalanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan di Terminal Tidar berasal dari keluarga miskin dan pendidikan rendah, bentuk eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut adalah menjadikan mereka sebagai pengemis dan pengamen. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, tetapi hasilnya belum maksimal.Street child phenomenon exist in cities through out Indonesia like street child phenomenon in Tidar bus terminal Magelang. The purpose of this study is to explore the profiles of street children in Tidar Terminal, the exploitation of family upon these children and  the policies of the city government to engage these street children. Research methods used are observation, interviews, and documentation. Research shows that the street children in Terminal Tidar originateds from poor families and education lower. The explotation by family that they experience include the family’s demands to the children be street singers and beggar. The government has done many efforts to resolve the problem children street but there are no maximum results in overcoming street children phenomenon.

  2. Desain Compact Heat Exchanger Tipe Plate Fin Sebagai Pendingin Motor Pada Boiler Feed Pump

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Sapti Marsheliyana

    2013-12-01

    Full Text Available Listrik meringankan pekerjaan manusia. Dalam mengalirkan listrik pembangkit listrik tenaga uap menggunakan motor listrik sebagai starting awal. Untuk menjaga motor listrik tetap bekerja maksimal diperlukan proses pendinginan. Selama ini motor listrik hanya didinginkan menggunakan fan, namun masalah lain muncul ketika udara luar lembab atau saat udara mengandung debu/partikulat. Hal ini menyebabkan dinding motor listrik ditempeli oleh debu/partikulat yang akan menyebabkan panas tidak bisa keluar dari motor, sehingga terjadi overheating dan motor mudah mengalami kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah alat pendingin motor dengan menggunakan alat penukar panas compact tipe plate fin. Pada penelitian ini data operasi diperoleh dari pembangkit listrik tenaga uap dan perancangan desain alat penukar panas berdasarkan spesifikasi yang ada pada buku Kays and London. Setelah dihitung akan dibandingkan nilai UALMTD dengan UAdesain. Variasi pada penelitian ini adalah beban yang harus didinginkan oleh heat exchanger fungsi temperatur masuk dan keluar dari heat exchanger.  Hasil dari penelitian diperoleh dimensi plate fin heat exchanger yang memiliki spesifikasi sesuai desain permukaan 5.3 dari buku Kays and London dengan panjang 1,556 m, lebar 0,897 m, dan tinggi 1,299 m. Sedangkan nilai UALMTD sebesar 17,364 kW/K dan UAdesain sebesar 17,599 kW/K. Kesimpulannya pada analisa performa terhadap variasi beban yang harus didinginkan yaitu semakin tinggi beban yang didinginkan semakin tinggi pula nilai effectiveness. Hal ini terlihat pada beban 105 % dengan efektivitas 0,8845.

  3. POTENSI DAN KAIDAH PERANCANGAN SITUS-WEB SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy H. Istanto

    2001-01-01

    Full Text Available The world is overwhelmed with the newly advanced-communication%2C that is Internet. One which widely known is web-site. Performing as the media of information through visual communication%2C web site is very potential and provides a wide variety of work field for the designers. The rules in web-site design are not far different from those of visual communication design. The essential elements%2C such as typography%2C illustration%2C symbolism%2C and photography%2C act as the key design in producing the web sites. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia dilanda model komunikasi baru yaitu internet. Salah satu bentuknya yang sangat terkenal adalah situs-web. Sebagai media penyebaran informasi melalui komunikasi visual%2C situs-web merupakan potensi dan lapangan kerja yang luar biasa bagi desainer komunikasi visual. Kaidah-kaidah perancangan situs-web tidak berbeda jauh dengan kaidah-kaidah pokok desain komunikasi visual. Elemen-elemen penting dalam desain komunikasi visual seperti typografi%2C ilustrasi%2C simbolisme dan fotografi merupakan kunci perancangan tampilan situs-web. web-site%2C potensi%2C design-criteria%2C visual communication design

  4. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  5. Pengaruh Ampas Tebu sebagai Adsorbent pada Proses Pretreatment Minyak Jelantah terhadap Karakteristik Biodiesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratno Ratno

    2013-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh ampas tebu pada proses pretreatment minyak jelantah terhadap karakteristik biodiesel. Proses pretreatment dilakukan sebelum minyak jelantah diolah menjadi biodiesel, yakni ampas tebu dengan ukuran partikel dan massa yang bervariasi direndam pada minyak tersebut selama 2 jam. Ukuran partikel ampas tebu yang digunakan adalah 80, 115, 170, dan 200 mesh, sedangkan massa ampas tebu divariasi untuk tiap ukuran partikel yaitu 25 gram, 37,5 gram, dan 50 gram. Penggunaan ampas tebu sebagai adsorbent dinilai cukup efektif menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA minyak jelantah dengan penurunan terbesar 57,3% terjadi pada minyak jelantah yang telah mengalami pretreatment ampas tebu berukuran partikel 200 mesh sebanyak 50 gram. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak jelantah yang telah mengalami pretreatment ampas tebu dengan lauratan Methanol dan Kalium Hidroksida (KOH selama 1 jam pada suhu 55oC. Hasil karakterisasi  menunjukkan bahwa massa jenis, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel telah memenuhi standar SNI-04-7182-2006 kecuali sampel yang mengalami pretreatment dengan ampas tebu 80 mesh sebanyak 25 gram. Sedangkan viskositas kinematik terdapat 5 sampel yang memenuhi untuk standar yang sama.

  6. PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Heruwati

    2009-12-01

    Full Text Available Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC. Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG yang merupakan penghambat enzim HDC, sehingga dekarboksilasi histidin menjadi histamin dapat dicegah. Perendaman ikan tongkol dalarn ekstrak teh hijau pada konsentrasi 0, 2, dan 4% dilakukan selama 30 menit, diikuti dengan pernindangan dalam larutan gararn 15% selama 30 menit diteruskan dengan penyimpanan ikan pindang pada suhu kamar. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selarna 4 hari penyimpanan untuk diamati perubahan mutu kimiawi (TVB dan kadar histarnin, mikrobiologi JPC dan bakteri pembentuk histamin, serta organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, lendir, rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang direndam dalam ekstrak teh 4% mempunyai kadar histamin 21,3 ppm, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ikan yang direndam dalam ekstrak teh 2% dan 0% yang masing-masing mencapai 64,4 pprn dan 101,4 ppm. Penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau masih terjadi selama penyimpanan, yang terlihat dari rendahnya jumlah bakteri pembentuk histarnin dan kadar histamin dibandingkan dengan kontrol. Pada penyimpanan hari ke-3, penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau tidak efektif, kemungkinan karena terlalu tingginya jurnlah bakteri pembentuk histamin, yaitu mencapai 108 cfu/g.

  7. SINTESIS TURUNAN POLIEUGENOL SEBAGAI CARRIER BAGI RECOVERY LOGAM BERAT DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Cholid Djunaidi

    2012-02-01

    Full Text Available Telah dilakukan sintesis senyawa asam poliuegenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat (suatu turunan polieugenoksi asetat dengan gugus aktif N dari eugenol. Hasil sintesis digunakan sebagai ekstraktan logam berat dengan metode transport membran cair. Analisis struktur polimer yang terbentuk dilakukan dengan spektrometer infra merah, 1H NMR, KLT, dan uji kelarutan. Penentuan berat molekul relatif polimer menggunakan metode viscometer Ubbelohde. Transport logam dilakukan dengan Membran Cair Ruah (BLM menggunakan sel gelas tipe U terhadap campuran logam Cu (II, Fe (III, Ni (II, Cd (II, Zn (II, dan Cr (III kesemuanya dalam bentuk garam klorida. Transport dilakukan pada fasa umpan dan penerima HCl, konsentrasi logam masing-masing 50 ppm. Penentuan konsentrasi ion logam di fasa penerima sebelum dan sesudah transport dilakukan dengan spectrofotometer serapan atom, sedangkan perubahan pH yang menyertai diukur dengan pH meter. Hasil sintesis polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat berupa serbuk amorf berwarna merah bata sampai coklat tua, dengan berat molekul 5.980.854 gram/mol dan 5.602.282 gram/mol. Hasil transport terhadap campuran logam menunjukkan polieugenoksi asetat dan polieugenoksi asetil piridil karbinolat dengan gugus N hasil sintesis mampu mentransferkan  campuran logam ke fasa penerima dengan urutan logam hard  (Cr (III dan Fe (III > logam borderline (Ni (II, Zn (II dan Cu (II, logam soft Cd (II.

  8. Dashboard Monitoring System Berbasis Web Sebagai Pemantau Layanan liteBIG Instant Messenger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gigih Forda Nama

    2017-04-01

    Full Text Available Saat ini hampir semua pengguna ponsel pintar menggunakan layanan perpesanan instan sebagai media komunikasi dikarenakan layanan perpesanan instan lebih hemat biaya dengan hanya menggunakan jaringan internet dibandingkan layanan pesan singkat (SMS. Layanan yang diberikan harus dapat melayani pengguna dengan baik agar pesan yang dikirim oleh pengirim dapat diterima oleh penerima dengan cepat dan akurat. Layanan ini juga harus dijaga keandalannya untuk menjamin kualitas pelayanan dan untuk menghindari ketidaknyamanan pengguna. Sehingga, diperlukan adanya sistem pemantauan berupa perangkat lunak untuk pengawasan status layanan setiap saat dapat diakses dari manapun dan kapanpun. PT.Sandika Cahaya Mandiri memiliki produk layanan perpesanan instan dengan brand name liteBIG Messenger. Perusahaan ini memerlukan perangkat lunak untuk pemantauan layanan liteBIG Messenger. Dengan adanya perangkat lunak pemantauan layanan, petugas pemantauan dapat melihat secara realtime status layanan utama pada setiap komputer server, pemakaian sumber daya (cpu, memory, dan harddisk, dan statistik pengguna baru liteBIG Messenger  melalui antarmuka web. Petugas pemantauan juga akan mendapat pemberitahuan ketika terjadi masalah pada layanan sehingga masalah dapat lebih dini diketahui dan downtime dapat dikurangi.

  9. Penerapan Algoritma Alphabeta Pruning Sebagai Kecerdasan Buatan pada Game Pawn Battle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridho Rahman Hariadi

    2017-05-01

    Full Text Available Catur merupakan game strategi. Catur dimainkan oleh dua orang. Ada dua jenis warna bidak pada permainan catur, yaitu: bidak hitam dan bidak putih. Agar dapat memenangkan sebuah permainan catur, pemain harus menguasai strategi-strategi dalam bermain catur. Ada banyak startegi dalam bermain catur yang hanya dapat dipahami dengan banyak bermain dan berlatih. Modul-modul cara bermain catur pada umumnya hanya menjelaskan kejadian yang biasa terjadi dalam permainan catur. Sehingga berlatih merupakan satu-satu nya cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain catur. Penelitian ini merupakan penelitian implementasi yang menggunakan algoritma Alpha Beta Prunnning sebagai kecerdasan buatan dalam permainan catur. Algoritma yang biasanya digunakan dalam permainan catur adalah algoritma Min-Max. Algoritma Min-Max merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan langkah terbaik dalam permainan catur. Sedangkan Algoritma Alpha Beta Pruning adalah algoritma yang digunakan untuk mencegah perluasan cabang/node untuk mendapatkan hasil pencarian langkah yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran penerapan algoritma Alpha Beta Prunning yang digunakan dalam  membangun sebuah kecerdasan buatan pada permainan catur.

  10. REVITALISASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PEMBANGUN KARAKTER MELALUI PEMBERDAYAAN KULTUR SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukhi Masrukhi

    2016-02-01

    Full Text Available Revitalization of the Teaching and Learning of Civic Education: Building a Character by Empowering School Culture. This study was aimed at constructing a teaching and learning model of character building suitable for primary schools. The study was conducted in 89 primary schools in Semarang, Central Java. The study took respondents of 200 teachers whose home base was civic educa­tion. The data were obtained using structured-scale questionnaires. The data were analyzed using LISREL. The study came up with two points: the configuration model constructed of exogenous latent variables in the form of teachers’ understanding of character building, and the notion that character building was mostly constructed by the schools’ culture and the leadership of the school principals.   Revitalisasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pembangun Karakter Melalui Pemberdayaan Kultur Sekolah Tujuan penelitian adalah membangun model pembelajaran character building yang fit di sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada 89 SD di Semarang , dengan res­ponden sebanyak 200 orang guru pengampu Pendidikan Kewarganegaraan. Data dijaring melalui angket skala berstruktu, dan dianalisis dengan menggunakan perangkat LISREL.Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama model konfigurasi terbangun oleh variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemim­pinan kepala sekolah, kultur sekolah, dan rancangan pembelajaran. Kedua, Kedua, pembangunan karakter, lebih banyak terbangun oleh kultur sekolah dan  kepemimpinan kepala sekolah.

  11. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  12. Pemakaian Overdenture Magnet sebagai Upaya Peningkatan Retensi dan Stabilisasi Gigi Tiruan Lengkap Rahang Bawah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael Santiko

    2010-06-01

    Full Text Available Dalam upaya meningkatkan retensi GTL rahang bawah dapat digunakan overdenture dengan kaitan magnet. Overdenture adalah gigi tiruan lengkap atau sebagian yang didukung oleh mucoperiosteum dan beberapa gigi atau akar gigi asH yang telah mengalami perawatan endodontic.Teknik penggunaan kaitan magnet sangat sederhana, tidak menambah ukurannya yang sudah didesain sesuai besar gigi penyangga yang digunakan. Terdiri dari dua bagian yaitu keeper yang ditanamkan pada permukaan akar gigi yang telah dipreparasi dan magnet yang ditanam pada basis gigi tiruan bagian fitting surface. Seorang pasien wan ita usia 77 tahun datang ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dengan keluhan malu dan tidak bisa mengunyah makanan karena banyak gigi yang rusak dan hilang, gigi yang goyang dicabut sedangkan gigi yang tersisa hanya 34 dan 44 dan telah dilakukan perawatan saluran akar. Gigi tersebut rencananya akan digunakan sebagai overdenture dengan kaitan magnet. Diharapkan dengan adanya kaitan magnet tersebut retensi gigi tiruan rahang bawah semakin meningkat sehingga pasien merasa puas dalam penggunaannya. Setelah pasienmemakai gigi tiruan tersebut pasien merasa nyaman dan puas karena gigi sangat retentif. Perawatan dengan overdenture magnet merupakan sebuah pilihan yang tepat karena dapat mempertahankan prosesus alveolaris yang akan memberi dukungan gigi tiruan menjadi jauh lebih baik dari pada gigi tiruan konvensional.

  13. PERBANDINGAN ANTARA ETIKA JURGEN HABERMAS DAN RICHARD RORTY SEBAGAI PRINSIP DASAR BERTINDAK MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dominique Rio Adiwijaya H

    2010-09-01

    Full Text Available Etika tak dapat dipungkiri adalah isu bagi setiap bidang ilmu. Pertanyaan etika bukanlah pertanyaan tentang kewajiban satu-dua orang tertentu atau satu-dua bidang spesifik saja melainkan sebagaimana telah dirumuskan dengan tajam oleh Imannuel Kant dalam Critique of Practical Reason adalah pertanyaan segenap manusia sebagai mahluk yang berpikir dan punya kebebasan memilih tentang: apa yang seharusnya aku lakukan. Dari definisi Kant kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika saja manusia tidak mampu berpikir dan tidak bebas menentukan tindakannya, maka mustahil diharapkan tanggung jawab moral darinya. Meskipun demikian, tulisan kecil ini tidak bermaksud untuk memberikan paparan etika secara menyeluruh dan historis, melainkan sekadar sketsa tentang diskursus etika kontemporer yang diwakili dua sosok pemikir ternamanya: Jrgen Habermas dari tradisi Teori Kritis Mazhab Frankfurt, dan Richard Rorty dari kubu Neo- Pragmatisme. Habermas mengajukan etika diskursus dan Rorty mengajukan konsep etika lewat sosok manusia ironis-liberal-nya. Diharapkan sidang pembaca dapat sedikit mencicipi problematik etika yang tak terhindarkan karena setiap posisi etika selalu theory laden, dan teori itu sendiri berciri historis (dapat ditelusuri ciri-ciri, asal-usul dan konteks historis mazhab-mazhab yang melatar-belakanginya. Maka dari itu etika adalah refleksi yang belum pernah selesai meskipun sudah dimulai sejak 2500 tahun yang lalu. Malah etika mengundang kita dari ilmu-ilmu spesifik untuk masuk ke dalam diskursus general-nya yang mau tak mau berciri sedemikian all-encompassing, persis karena ia menyangkut manusia.

  14. Pembuatan Aplikasi Augmented Reality Siklus Hidrologi sebagai Media Pembelajaran Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardiyanto Hardiyanto

    2016-01-01

    Full Text Available Daur air atau bisa disebut dengan siklus hidrologi merupakan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tingkat Sekolah Dasar kelas V. Materi ini membahas tentang proses perputaran air yang ada di muka bumi. Media pembelajaran yang saat ini digunakan masih didominasi oleh buku yang berisi tulisan dan gambar saja. Penggunaan gambar yang telah tersedia dalam buku teks membuat siswa cenderung pasif dan kurang interaktif karena media gambar tidak mampu memberikan respon timbal balik, kurang terlihat nyata dan kurang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah perangkat lunak berbasis android yang dapat menampilkan pemodelan siklus air atau hidrologi dalam bentuk tiga dimensi memanfaatkan teknologi augmented reality. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan multimedia meliputi tahap konsep, tahap desain, tahap pengumpulan materi, tahap pembuatan, tahap pengujian dan tahap distribusi. Aplikasi ini dibuat menggunakan Unity 3D, serta Vuforia sebagai Software Development Kit (SDK. Aplikasi berjalan pada perangkat bergerak dengan sistem operasi Android. Pada tahap pengujian dilakukan pengujian dengan metode Black Box yang meliputi pengujian fungsi aplikasi, pengujian intensitas cahaya, sudut dan jarak antara kamera dengan penanda. Berdasarkan hasil pengujian terhadap aplikasi yang telah dibangun, seluruh fungsi menu dan antarmuka dapat berfungsi dengan baik. Deteksi penanda oleh kamera mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Proses deteksi penanda pada sudut 90 ̊ tidak baik karena proses pembacaan penanda tidak dapat ditangkap oleh sistem. Selain itu, jarak yang baik untuk sistem mengidentifikasi penanda yaitu lebih dari 10 cm.

  15. Sistem Aplikasi EDUCHAT STMIK PRINGSEWU Berbasis ANDROID Sebagai Media Komunikasi dan Informasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartati

    2017-05-01

    Full Text Available Aplikasi Berbagi Pesan merupakan sebuah media komunikasi pendidikan  yang membantu STMIK Pringsewu dalam menjalin laju komunikasi di antara berbagai pihak yang terkait didalam proses perkuliahan  di STMIK Pringsewu. Aplikasi Berbagi Pesan ini mempercepat proses komunikasi yang pada awalnya terjadi secara konvensional menjadi lebih modern (berbasis web dan android, sehingga komunikasi yang terjadi lebih mudah tersampaikan kepada mahasiswa dan dosen yang ada dilingkungan stmik pringsewu. Teknologi yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi educhat menggunkan  bahasa pemrograman PHP, Javascript, HTML, CSS ,MySql(untuk servis database yang digabungkan dengan pemrograman Android. Dalam Pengembangan aplikasi ini, mengembangkan system menggunakan tahapan waterfall yang memiliki beberapa langkah serta tahapan-tahapan. Diantaranya Perencanaan, Analisis, Desain, Implemantasi, Testing dan Perawatan dengan konsep Reseach and Development. Dari hasil ujicobakan dengan mahasiswa dan dosen dengan menggunakan sample 100 orang mahasiswa dan Dosen system informasi yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas oracle 2 sebanyak 33 mahasiswa, kelas website 1 sebanyak 35 mahasiswa dan kelas you tube 1  sebanyak 31 mahasiswa. Sedangkan dosen menggunakan sampel 4 Dosen. Dari quisioner yang di sebarkan didapat hasil 80,5 % (+ 26 mahasiswa kelas oracle 2 menyukai, 84.5 % (+ 29 kelas website 1 menyukai, 82.5% (+ 25 kelas you tube 1  menyukai dan 100 % (4 Dosen menyukai aplikasi yang di kembangkan. Dengan persentasi hasil pengujian maka dapat disimpulkan Aplikasi ini dapat digunakan sebagai sarana pendidikan di STMIK Pringsewu karena cepat, efektif dan efisien

  16. Penggunaan Minyak Nabati Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Motor Diesel Sistim Injeksi Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Winaya

    2002-01-01

    Full Text Available Vegetable oil as an example product of agricultural engineering, has potential to be developed to renewable energy called bio-diesel. This paper describes comparison study performance from a direct injection system diesel-engine fueled with composition 20%, 30% and 40% bio-diesel, with diesel engine fueled diesel oil (solar. The test results have shown that the engine fueled with 20%, 30%, and 40% bio-diesel produce slightly lower torque and power than the same engine fueled with solar. The other research before, the emission test results have shown a lower particulate matter, hydrocarbon and carbon monoxide from exhaust. Abstract in Bahasa Indonesia : Minyak nabati sebagai suatu contoh produk dalam bidang rekayasa pertanian, berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu bentuk energi bahan bakar yang terperbaharui yang disebut dengan bio-disel. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan performansi motor disel sistim injeksi langsung berbahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% bio-disel, dengan yang berbahan bakar minyak diesel (solar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor disel yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% biodisel menghasilkan torsi dan daya yang lebih rendah daripada motor yang sama berbahan bakar solar. Hasil penelitian sebelumnya, hasil uji emisi menujukkan adanya partikel, hidrokarbon dan karbon monoksida yang lebih rendah pada saluran buang. Kata kunci: Minyak nabati, Biodisel, Torsi, daya.

  17. MODIFIKASI KAMERA OBSCURA SEBAGAI DETEKTOR RADIASI PENGION UNTUK ALAT PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. Dwijananti

    2012-01-01

    Full Text Available Detektor yang dibuat pada penelitian ini berupa kamera kotak hitam. Detektor ini terbuat dari lempeng aluminium tebal 2 mm,berdimensi kotak ukuran (20x15x30 cm, memiliki komponen : panel detektor, kertas film/fotografi, dan sumber radiasi. Interaksiradiasi pengion dengan kertas film menghasilkan jejak bayangan penghitaman pada kertas film setelah dicuci. Tingkatpenghitaman hasil pemotretan menunjukkan pelemahan intesitas radiasi, absorbsi dengan bahan menghasilkan bayangantembus tidaknya pada kertas film. Dengan variasi waktu eksposure, bahan absorber dan pengaturan jarak, detektor ini dapatdigunakan uji kualitatif suatu sumber radiasi pengion. Kamera ini dapat digunakan sebagai alat pembelajaran pada materi inti danradioaktivitas di SMA. Detector made in this study is a black box camera made of aluminum. This detector is made of aluminum plate 2-mm thick, a box of(20x15x30 cm, with the following components: the detector panels, paper, film / photography, and sources of ionizing radiation withradiation. Interaction between ionizing radiation and film paper produces a shadow on the paper trail showing blackened after beingwashed. The blackening of radiation attenuation, absorption with at least translucent material produces a shadow on the paper film,with variation of exposure time, the absorbent material and distance, the detector can be using ionizing radiation submer qualitativetests. Camera conclusively prove can be used as a learning tool in the core content and radioactivity in high school.Keywords: detector, ionizing radiation, learning tool.

  18. Pemanfaatan Perbedaan Temperatur pada Main Engine Cooling System sebagai Energi Alternatif untuk Pembangkit Listrik di Kapal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Julianto

    2017-01-01

    Full Text Available Dari 100 persen bahan bakar yang masuk ke dalam mesin kapal, hanya sekitar 40 persem yang dikonversi menjadi daya. Sedangkan 30 persen panas dilepas menuju sistem pendingin (cooling system dan sisanya menjadi gas buang (exhaust. Energi panas yang terbuang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik. Perbedaan temperatur antara air panas yang keluar dari mesin kapal dan air laut yang digunakan sebagai pendingin dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan thermoelectric. Besarnya daya listrik yang dihasilkan tergantung pada besarnya perbedaan temperatur dan jumlah thermoelectric yang dipasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode yang tepat guna memanfaatkan energi panas yang terbuang pada sistem pendingin mesin. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian pustaka serta analisa ekperimen menggunakan prototype. Hasil penelitian berdasarkan keluaran  jacket water mesin Wartsila 6L20 sebesar 91 oC yang harus didinginkan dengan air laut bertemperatur 30oC didapatkan daya sebesar 32,4 Watt dari 12 thermoelectric yang dipasang. Dengan penyerapan energi sebesar 0,4 persen. Dengan begitu, masih banyak potensi energi yang masih bisa diserap untuk diubah menjadi energi listrik. Sehingga, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa panas yang terbuang dari mesin yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

  19. PEMBUATAN GLISEROL KLORIDA SEBAGAI PREKUSOR OBAT BATUK GLISERIL GUAIAKOLAT: UPAYA PEMANFAATAN GLISEROL HASIL SAMPING PRODUKSI BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ritmaleni Ritmaleni

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK: Pemanfaatan gliserol dari hasil samping pembuatan biodiesel sudah banyak dilakukan seperti ditransformasi menjadi produk kimia lain yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Pada penelitian ini gliserol tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pada pembuatan obat batuk gliseril guaiakolat (GG. Gliserol murni maupun yang berasal dari minyak jelantah diubah terlebih dahulu menjadi gliseril klorida melalui reaksi klorinasi, yang kemudian bereaksi dengan o-metoksifenol menjadi GG.Hasil reaksi belum memberikan hasil yang optimal sehingga obat batuk GG belum dapat dihasilkan. Kata kunci: gliserol, gliseril klorida, klorinasi, o-metoksifenol, gliseril guaiakolat.   ABSTRACT: Conversion of glycerol as by-product from the biodiesel production into some more valuable products have been done by some researchers. In this research, that glycerol will be used as starting material for the production of cough medicine, glyceril guaiacolate (GG. A pure glycerol or one from the biodiesel production based on waste cooking oil were transformed to glyceril chloride firstly, through the chlorination reaction, which then reacted with o-methoxyfenol to form GG. The reaction conditions that have been applied to make the reactions worked well were not got enough. So, the GG was not obtained yet. Keywords: glycerol, glyceril chloride, chlorination,

  20. Automotive sensors

    Science.gov (United States)

    Marek, Jiri; Illing, Matthias

    2003-01-01

    Sensors are an essential component of most electronic systems in the car. They deliver input parameters for comfort features, engine and emission control as well as for the active and passive safety systems. New technologies such as silicon micromachining play an important role for the introduction of these sensors in all vehicle classes. The importance and use of these sensor technologies in today"s automotive applications will be shown in this article. Finally an outlook on important current developments and new functions in the car will be given.

  1. Piezoceramic Sensors

    CERN Document Server

    Sharapov, Valeriy

    2011-01-01

    This book presents the latest and complete information about various types of piezosensors. A sensor is a converter of the measured physical size to an electric signal. Piezoelectric transducers and sensors are based on piezoelectric effects. They have proven to be versatile tools for the measurement of various processes. They are used for quality assurance, process control and for research and development in many different industries. In each area of application specific requirements to the parameters of transducers and sensors are developed. This book presents the fundamentals, technical des

  2. Vibrissa Sensor

    Science.gov (United States)

    2016-09-30

    Docket No. 300119 1 of 11 VIBRISSA SENSOR STATEMENT OF GOVERNMENT INTEREST [0001] The invention described herein may be manufactured and used by...REFERENCE TO OTHER PATENT APPLICATIONS [0002] None. BACKGROUND OF THE INVENTION (1) Field of the Invention [0003] The present invention provides a... measured as strain. [0009] Thus, there is a need for a sensor utilizing a vibrissa that can detect dynamic and high frequency movement of the

  3. Vibration sensors

    Science.gov (United States)

    Gupta, Amita; Singh, Ranvir; Ahmad, Amir; Kumar, Mahesh

    2003-10-01

    Today, vibration sensors with low and medium sensitivities are in great demand. Their applications include robotics, navigation, machine vibration monitoring, isolation of precision equipment & activation of safety systems e.g. airbags in automobiles. Vibration sensors have been developed at SSPL, using silicon micromachining to sense vibrations in a system in the 30 - 200 Hz frequency band. The sensing element in the silicon vibration sensor is a seismic mass suspended by thin silicon hinges mounted on a metallized glass plate forming a parallel plate capacitor. The movement of the seismic mass along the vertical axis is monitored to sense vibrations. This is obtained by measuring the change in capacitance. The movable plate of the parallel plate capacitor is formed by a block connected to a surrounding frame by four cantilever beams located on sides or corners of the seismic mass. This element is fabricated by silicon micromachining. Several sensors in the chip sizes 1.6 cm x 1.6 cm, 1 cm x 1 cm and 0.7 cm x 0.7 cm have been fabricated. Work done on these sensors, techniques used in processing and silicon to glass bonding are presented in the paper. Performance evaluation of these sensors is also discussed.

  4. Teka-teki Unsur Kimia sebagai Media Pembelajaran Kimia Interaktif bagi siswa SMA Kelas X Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isvandiari Fitri Utami

    2016-01-01

    Full Text Available Unsur kimia yang terdiri dari banyak unsur sering membuat siswa malas dengan mata pelajaran kimia khususnya dalam hal menghafal sistem periodik unsur kimia. Terkait dengan masalah ini, salah satu solusi yang ditawarkan adalah melalui media pembelajaran. Salah satu cara untuk membantu siswa melalui media pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaaatkan teknologi smartphone yang telah banyak dimiliki. Melihat banyaknya siswa yang telah menggunakan smartphone setiap harinya memungkinkan untuk memadukan kedua hal tersebut, sehingga siswa tidak hanya menggunakan smartphone sebagai sarana komunikasi, sosial media dan bermain game, tetapi dapat dialihkan menjadi sebuah inovasi positif dalam hal edukasi untuk menunjang sistem belajar yang interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi teka-teki unsur kimia sebagai media pembelajaran kimia interaktif bagi siswa SMA kelas X berbasis android. Salah satu manfaat dari penelitian ini adalah hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bagi perkembangan dunia teknologi dan berguna juga untuk menjadi referensi bagi mahasiswa yang melakukan pengembangan produk teknologi khususnya mengenai media pembelajaran berbasis android. Dalam melakukan penelitian ini, aplikasi dibangun dengan menggunakan metode pengembangan multimedia development life cycle, data dan informasi mengenai unsur- unsur kimia dalam sistem periodik unsur diperoleh dari buku materi kimia SMA kelas X berdasarkan kurikulum 2006, beberapa jurnal, dan dari pengajar kimia untuk materi SMA kelas X secara langsung. Pada tahapan implementasi, program dibuat dengan drag and drop serta menggunakan bahasa pemrograman Javascript. Pengujian yang dilakukan pada aplikasi adalah dengan menggunakan metode whitebox. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada aplikasi teka-teki unsur kimia sebagai media pembelajaran kimia interaktif berbasis aplikasi android, aplikasi sudah mampu berjalan cukup maksimal. Hasil pengujian mampu menampilkan

  5. PENENTUAN JENIS NYAMUK MansoniaSEBAGAI TERSANGKA VEKTOR FILARIASIS Brugia malayi DAN HEWAN ZOONOSIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakFilariasis merupakan penyakit yang tidak mudah menular. Filariasis adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk sebagai vector. Jenis nyamuk yang dapat berperan sebagai vector filariasis dipengaruhi oleh jenis cacing penyebab filaria. Brugia spp. umumnya ditularkan oleh nyamuk Mansonia spp dan Anopheles spp. Vektor dan hewan zoonosis merupakan salah satu factor yang dapat perlu mendapat perhatian dalam pengendalian filariasis. Penelitian terhadap vector dan hewan zoonosis telah dilakukan di Kabupaten Muaro Jambi untuk mengidentifikasi bionomik vektor dan kemungkinan adanya hewan zoonosis yang berperan sebagai penular filariasis. Desain penelitian adalah observasi, yaitu dengan melakukan penangkapan nyamuk dan pemeriksaan darah terhadap kucing. Jumlah kucing yang diperiksa sebanyak 18 ekor. Kucing yang positif microfilaria sebanyak 1 ekor. Jumlah nyamuk Mansonia spp. tertangkap sebanyak 1,167 ekor yang terdiri dari 6 species. Spesies nyamuk tertangkap paling banyak adalah Mansonia uniformis sebanyak 1.010 ekor dengan angka kekerapan 1,0. Berdasarkan hasil tersebut, maka diperlukan peran serta masyarakat untuk mengurangi kepadatan nyamuk dengan membersihkan genangan air dan mencegah gigitan nyamuk. Selain itu diperlukan juga penanganan terhadap hewan yang bertindak sebagai zoonosis dengan memberikan pengobatan terhadap kucing agar tidak menjadi sumber infeksi.Keywords : filariasis, Mansonia, vektor, zoonosis, Muaro Jambi.AbstractFilariasisis noteasily transmitted diseases. Filariasisis transmitted by mosquito vectors. Various types of mosquitoes can act as vectors of filariasis, depending on the type of microfilaria. Brugia spp. are generally transmitted by Mansonia spp and Anopheles spp. Vector and zoonotic animal are the factors that can transmit filariasis and need to have attention for controlling filariasis. Research on vector and zoonotic had been done in Muaro Jambi to determine bionomic vector and the possibility of animals can

  6. EKSTRAKSI PATI RESISTEN DARI TIGA VARIETAS KENTANG LOKAL YANG BERPOTENSI SEBAGAI KANDIDAT PREBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrah Kurnia Sari

    2014-02-01

    Full Text Available [ENGLISH] Potato native starch (PNS can pass trough the gastrointestinal digestive tract without undergoing substantial breakdown so they are classified as resistant starch type II (RS2. The research were to extract the PNS by using water and 10% etanol solution (1:3 and evaluated the probiotic properties. The starch extraction was conducted at room temperature with three times. The result showed that the arka variety produced highest starch than rendang or granola variety. Extraction yield of arka with aquades has highest yield approximately 10,49 ± 0,03%.The kind of solvent and potato varieties affect significant different in standart 5% of RS content. The starch from granola variety of water solvent extraction (K3P1 was the highest levels of RS2 aproximately 56,37 ± 0,24%. The RS2 arka’s potato of water solvent (K2P1 was more resistant to gastric acid hydrolysis than the other. K2P1 was highest to increase survival of L.acidophillus than K1P1 and K3P1. In addition, K2P1 suppressed survival of EPEC and Salmonella Typhimurium. It can be concluded that RS2 extracted from arka’s potato of water solven (K2P1 was better prebiotics properties than RS2 extracted from rendang’s potato of water solven (K1P1 and granola’s potato of water solven (K3P1 Keywords: Potato; Resistant starch type II (RS2; Water–ethanol extraction; Prebiotic properties. [INDONESIAN] Pati kentang alami yang mampu melewati saluran pencernaan tanpa mengalami pemecahan akibat struktur granula pati yang sedimikian rupa sehingga diklasifikasikan sebagai pati resisten tipe II (RS2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstrak pati kentang alami dengan menggunakan pelarut air dan pelarut etanol 10% pada perbandingan 1:3 dan mengevaluasi sifat-sifat prebiotiknya. Ekstraksi pati dilakukan pada suhu ruang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas arka menghasilkan pati terekstrak lebih tinggi daripada varietas granola. Yield ekstraksi dari

  7. POTENSI GEN dtx DAN dtxR SEBAGAI MARKER UNTUK DETEKSI DAN PEMERIKSAAN TOKSIGENISITAS Corynebacterium diphtheriae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2013-05-01

    mempunyai variasi hasil yang cukup beragam, membutuhkan waktu yang cukup lama, serta masalah ketersediaan reagen standard.  Di sisi lain pemeriksaan dengan hewan coba banyak ditentang oleh para pecinta satwa. Sementara itu, pemeriksaan dengan vero cell membutuhkan biaya yang sangat tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi gen dtx dan dtxR sebagai marker deteksi C.diphtheriae sekaligus pemeriksaan toksigenisitas bakteri menggunakan PCR Multipleks. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 isolat, termasuk  22 C.diphtheriae (4 strain referensi dan 18 isolat klinik, 5 spesies lain Corynebacterium (strain referensi dan 17 isolat non-Corynebacterium  (10 strain referensi dan 7 isolat tersimpan. Semua sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR Multipleks dengan  2 pasang primer yang mempunyai target gen dtx dan dtxR Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Gen dtx dan dtxR dapat digunakan sebagai marker (gen target dalam metode deteksi dan pemeriksaan toksigenisitas C.diphtheriae menggunakan PCR Multipleks sehingga menjadi alternatif metode diagnosis difteri yang cepat dan akurat Kata Kunci: Corynebacterium diphtheriae, dtx, dan dtxR

  8. Kajian Kinerja Organoclay Bentonit Terinterkalasi Poli-DADMAC sebagai Flokulasn Limbah Cair Tahu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Rohmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Telah dilakukan kajian kinerja organoclay bentonit terinterkalasi polyi-DADMAC  sebagai flokulan limbah cair tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas organoclay bentonit terinterkalasi poly-DADMAC sebagai flokulan limbah cair tahu. Organoclay bentonit terinterkalasi poly-DADMAC  disintesis dengan mereaksikan 10 g bentonit dengan 100 mL poly-DADMAC 4%.  Pergeseran yang terjadi pada spektra hasil analisis XRD dan FTIR menunjukan keberhasilan proses interkalasi bentonit dengan poly-DADMAC. Koagulasi flokulasi dilakukan dengan metode jar test pada kecepatan pengadukan cepat 120 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 20 rpm. Kajian kinerja flokulan organoclay meliputi variasi jenis flokulan, massa flokulan, lama waktu kontak flokulasi dan variasi jenis pengenceran. Nilai efektifitas penurunan COD maksimum pada   35.7 %  terjadi pada penambahan jenis flokulan organoclay dengan massa 0.05 g dan waktu kontak flokulasi 40 menit. Proses koagulasi-flokulasi limbah cair tahu menggunakan flokulan organoclay mampu menghasilkan penurunan nilai COD limbah dari 1145.76 mg/L menjadi 833.28 mg/L. Akan tetapi., koagulasi-flokulasi limbah cair tahu pada penelitian ini tidak menurunkan pH limbah secara ekstrim, rentang penurunan pH adalah dari 3.836 menjadi 3.448.   Kata kunci : Flokulan, organoclay, bentonit-polyDADMAC, limbah cair tahu Abstract Studies of Bentonite intercalated organoclay performance polyi-DADMAC as flocculants wastewater of tahu has been done. The purpose of this study was to examine the effectiveness of Bentonite intercalated organoclay poly-DADMAC as flocculants wastewater of Tahu. Bentonite intercalated organoclay poly-DADMAC are synthesized by reacting 10 g of bentonite with 100 mL of poly-DADMAC 4%. The shift in spectral analysis of XRD and FTIR results showed the success of the process of intercalation of bentonite with poly-DADMAC. Coagulation-flocculation using Jar test with the rapid stirring

  9. Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Pilpres

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Farhan Subhi

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract : Nomination of the Candidate Pair of President and Vice President For Participants Election According to the Presidential Election Law. Knowing the legal position of the candidates for President and Vice-President and the Political Parties Elections, namely Knowing setting Political Parties in the nomination of the Candidate Election of President and Vice-President and the timing of the nomination of the candidate of President and Vice President based on legal analysis. It is motivated by the lack of rules regarding the nomination of candidates for President and Vice President of the Law No. 42 Year 2008 on the General Election of President and Vice President, namely in the norm of Article 9 and Article 14 paragraph (2 which do not conform to the norms of Section 22E paragraph (3 and the norm of Article 6A paragraph (2 of the Constitution of the Republic of Indonesia (the 1945 NRI 1945.  Abstrak : Pengusulan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Pilpres. Mengetahui kedudukan hukum calon Presiden dan Wakil Presiden dan Partai Politik Peserta Pemilu, yakni Mengetahui pengaturan Partai Politik Peserta Pemilu dalam pengusulan Calon Presiden dan Wakil Presiden dan pengaturan waktu pengusulan Calon Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan analisa hukum. Hal tersebut dilatar belakangi oleh adanya aturan mengenai pengusulan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, yakni di dalam norma Pasal 9 dan Pasal 14 ayat (2 yang tidak sesuai dengan norma Pasal 22E ayat (3 dan norma Pasal 6A ayat (2 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945.  DOI: 10.15408/jch.v2i2.2324

  10. Pengaruh Tipe Kepemimpinan pada Persepsi Politik dan Outcomes Organisasional dengan Ingrasiasi sebagai Variabel Pemoderasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Fitriastuti

    2014-06-01

    Full Text Available AbstractPerception of organizational politics has important role in the organization. It’s because many empirical findings show that perception of organizational politics have impact on performance. Many factors have contributed to the development of organizational politics. The purpose of this study are to investigate the impact of transformational and transactional leadership on perception of organizational politics and to investigate the impact of perception of organizational politics on organizational outcomes such as job satisfaction, affective commitment with ingratiation as moderating variable. The research finding that transformational leadership have negative impact on perception of organizational politics, transactional leadership have no impact on perception of organizational politics, perception of organizational politics have negative impact on job satisfaction, perception of organizational politics have no impact on affective commitment, ingratiation moderate the relationship beween perception of organizational politics and job satisfaction, ingratiation moderate the relationship between perception of organizational politics and affective commitment.Keywords:perception of organizational politics, transformational, transactional, ingratiation.AbstrakPersepsi politik organisasional memiliki pengaruh penting dalam organisasi. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan persepsi politik organisasional berpengaruh negatif pada kinerja. Persepsi politik organisasional bukan suatu hal yang terbentuk dengan sendirinya. Salah satu diantaranya adalah faktor situasional yaitu kepemimpinan atasan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan transaksional pada persepsi politik organisasional dan menguji pengaruh persepsi politik organisasional pada outcomes organisasional seperti kepuasan kerja dan komitmen afektif dengan menggunakan ingrasiasi sebagai variabel pemoderasi. Hasil penelitian menunjukkan

  11. KOMPOSIT SERAT ALAM AKAR WANGI DAN LIMBAH SERBUK GERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN DASAR ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2016-09-01

    Full Text Available penelitian ini  adalah mengkaji tentang pemanfaatan limbah untuk membuat bahan komposit dari  limbah serbuk gergajian kayu (SGK dan bahan alam serat akar wangi (SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan eksperiman di laboratorium dengan membuat komposit SGK-SAWK  dalam bentuk lembaran dan poros dengan perbandingan berat antara SGK dan SAW adalah 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 dan 5:5. Setelah terbentuk komposit kemudian dibuat specimen uji, untuk  uji tarik  spesimen  di buat sesuai standart JIS R7601 dan uji akustik (redam suara sesuai standart ASTM E336-90. Pengujian dilakukan di Laboratoriun Bahan dan Laboratorium Getaran dan Akustik, Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. Hasil penelitian  komposit antara serat akar wangi  dan serbuk gergajian kayu bisa mencapai kekuatan tarik  36,2 kg/mm2 pada komposisi 5:2, hasil ini nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan tarik bahan kayu kamper sebesar 12,81 kg/cm2. Demikian juga dalam sifat yang lain komposit ini mempunyai kemampuan sebagai  peredam suara bisa mencapai nilai redam (α 0,99, pada frekuensi 800 Hz. Nilai ini juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan kayu yang mempunyai nilai koefisien redam (α sebesar 0,07 dan pada plywood nilai redamnya (α sebesar 0,08. Pembuatan komposit dari bahan serat alam dan limbah bisa dilakukan pada skala rumahan sehingga pemanfaatan bahan tersebut dapat dijadikan alternatif bahan dasar pembuatan produk-produk kreatif maupun desain interior yang murah dan ramah lingkungan di industri kecil.

  12. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  13. BRIDGE TO TERABITHIA DAN ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN SEBAGAI BAHAN AJAR BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdu Rajab

    2015-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan: (1 Nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin (2 Sejauh mana novel-novel tersebut dapat dijadikan bahan ajar Bahasa Inggris bermuatan pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Penelitian kualitatif mengungkapkan gejala secara menyeluruh, dan sesuai dengan konteks permasalahannya dipecahkan melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci (Djukri dkk, 2010, p.18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Novel Bridge to Terabithia dan Island of the Blue Dolphin memberikan penggambaran contoh nilai-nilai pendidikan karakter dengan frekuensi dan variasi yang tinggi juga dengan kualitas penggambaran yang kuat dan realistis, (2 Kedua novel memiliki bahasa yang imajinatif dan kisah yang inspiratif, (3 Kedua novel relevan dengan tujuan pembelajaran Bahasa Inggris. ____________________________________________________________________________________________________________________ BRIDGE TO TERABITHIA AND ISLAND OF THE BLUE DOLPHIN AS INSTRUCTIONAL MATERIAL EMBODYING CHARACTER EDUCATION Abstract This study aims at describing: (1 Character education values embodied in the novel Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin, (2 The extent to which those novels can be utilized as English instructional material embodying character education.  This study is a descriptive qualitative research, which employs content analysis method. Qualitative research describes the entire indications based on the context of the matter which is solved through collecting data of natural context employing the researcher as key instruments (Djukri dkk, 2010, p.18.The results of the study show that: (1 Bridge to Terabithia and Island of the Blue Dolphin give examples of high frequency and high variation as well as strong and realistic

  14. Implementasi Teknologi Nfc Pada Ponsel Pintar Sebagai Agen Autentikasi Dalam Sistem E-Vote

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Ardhinata Juari

    2017-03-01

    Full Text Available Sistem pemungutan suara di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama pemilihan umum (pemilu sampai saat ini masih dilaksanakan secara manual. Dalam sistem tersebut, dibutuhkan waktu yang lama serta tenaga yang besar untuk menghitung hasil dari pemlihan umum tersebut. Sistem manual juga memiliki banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memanipulasi hasil pemilihan umum. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah dengan menerapkan sistem pemilihan umum dengan sistem berbasis perangkat elektronik yang lebih dikenal dengan istilah E-Vote. Berbagai macam metode telah diterapkan dalam sistem E-Vote untuk mengatasi kecurangan, salah satunya dengan menggunakan sistem enkripsi-dekripsi data dari pemilih ke sistem. Namun hal ini kurang efektif apabila kecurangan terjadi ketika data sudah dirubah sebelum masuk ke sistem. Dengan menerapkan mekanisme rantai kepercayaan (chain of trust untuk mendeteksi adanya perubahan surat suara serta sistem autentikasi digital, mekanisme keamanan bagi peserta pemungutan suara bisa diwujudkan. Proses autentikasi digital menggunakan ponsel pintar dengan teknologi NFC dipadukan dengan sistem enkripsi asimetris dan digital signature. Pemilih bisa mendeteksi adanya perubahan surat suara melalui digital signature yang ada dan sistem E-Vote bisa mengenali peserta dari kunci publik yang ditawarkan oleh autentikator. Kemudian sistem E-Vote bisa memverifikasi keaslian kunci publik peserta melalui autentikasi berbasis zero-knowledge proof challenge. Hasil pilihan peserta kemudian dikirimkan ke autentikator untuk ditandatangani dan tandatangan tersebut digunakan sebagai bukti peserta telah melakukan pemilihan. Dari hasil uji coba yang dilakukan, terbukti bahwa autentikator bisa mendeteksi ketidaksamaan antara data dengan signature, dan autentikator bisa melakukan autentikasi dengan sistem E-Vote dengan tepat. Data hasil pilihan peserta bisa diverifikasi dengan signature yang ada untuk memeriksa

  15. PERSEPSI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP SPA SEBAGAI SARANA PERAWATAN KESEHATAN, KEBUGARAN DAN KECANTIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peter Remy Yosy Pasla

    2004-01-01

    Full Text Available Spa (Sanus Per Aquam or Solus Per Aqua as a health and beauty care method coherence with various elements include in the Ten Elements of Spa Experience, through the spirit, body, and mind approach, creates a balance between spirit, body, and mind (reflect, a relax atmosphere that could revitalize, and revives the joy (rejoice, and now supported with various facilities and resources, Spa could be an option of healing and therapy. Beautician and beauty clinics who offer Spa as their menu and facilities, but misconceive the meaning and concept of Spa probably make people unwilling to try and have a negative impression about Spa. It will cause a distortion in forming a perception, and also could affect the perception of people about business image of Spa. Abstract in Bahasa Indonesia : Spa (Sanus Per Aquam atau Solus Per Aqua sebagai salah satu metode perawatan kebugaran dan kecantikan yang dipadukan dengan berbagai elemen yang tercakup dalam the Ten Elements of Spa Experience, melalui pendekatan jiwa (spirit, raga (body dan pikiran (mind, menciptakan keseimbangan antara jiwa, raga, dan pikiran (reflect, dan nuansa rileks (relax yang dapat menumbuhkan kembali vitalitas (revitalize serta mengembalikan keceriaan (rejoice, dan dengan didukung berbagai fasilitas dan sumber daya saat ini, Spa juga dapat menjadi pilihan terapi dan penyembuhan. Adanya salon dan klinik kecantikan yang menawarkan fasilitas dan menu Spa tetapi kurang memahami arti dan konsep Spa mungkin saja mjembuat masyarakat menjadi enggan untuk mencoba dan memiliki kesan negatif akan Spa. Hal tersebut dapat menjadi faktor distorsi pada pembentukan persepsi, dan mungkin saja mempengaruhi persepsi masyarakat Surabaya terhadap image/citra bisnis Spa. Kata kunci: Spa, Persepsi.

  16. DINAMIKA LARVA IKAN SEBAGAI DASAR OPSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN DI LAGUNA PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Puspasari

    2013-05-01

    Full Text Available Proses rekruitmen populasi ikan sangat ditentukan oleh kelangsungan hidup larva ikan yang ada di daerah pemijahan/asuhan. Laguna Pulau Pari merupakan daerah pemjahan bagi banyak jenis larva ikan karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dinamika kelimpahan dan komposisi dari larva ikan di laguna Pulau Pari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan larva ikan yang ditemukan berkisar antara 1,0 x103 – 14,7 x 103 individu/m3. Puncak kelimpahan tertinggi terjadi pada bulan Juli dan Oktober. Larva ikan ditemukan tersebar di semua lokasi pengamatan. Larva pada fase perkembangan pre flexion ditemukan dalam presentase yang paling tinggi. Selama masa pengamatan ditemukan 79 famili larva ikan yang didominasi oleh Pomacentridae, Aulostomidae, Blenniidae, Engraulidae dan Pinguipedidae. Dinamika yang terjadi pada larva ikan dapat dijadikan dasar bagi pengelolaan perikanan di wilayah Laguna Pulau Pari dengan cara memperluas daerah perlindungan laut dan rehabilitasi ekosistem Laguna Pulau Pari, sehingga peran dan fungsinya sebagai pemasok rekrut bagi stok ikan di perairan sekitarnya terjaga.   Fish Recruitment is, in turn, thought to be directly related to the survival of the early life stages in the spawning/nursery ground. Pulau Pari Laguna is considered as a spawning ground for many reef fishes. The aims of the research were to investigate the dynamic of abundance and composition of fish larvae in Pulau Pari lagune. The Results show, fish larvae abundance range between 1,0 x 103 – 14,7 x 103 ind/m3. Highest larval abundance occurred on July and October, which predicted as the month of fish larvae production seasons. Fish larvae were distributed in all part of the lagune. Larvae in the pre flexion stage found in the highest precentation compare to other. Totally 79 families of reef fish larvae were found during June – November 2010 dominated by Pomacentridae, Aulostomidae, Blenniidae, Engraulidae and Pinguipedidae.

  17. BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge. Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram

  18. Potensi Jamur Parasit Telur Sebagai Agens Hayati Pengendali Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita pada Tanaman Tomat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siwi Indarti

    2014-12-01

    Full Text Available Root-knot nematodes Meloidogyne spp. are sedentary endoparasitic that attacks various economically important plants. Utilization of nematode’s fungal egg parasite as biocontrol agents of sedentary endoparasitic nematodes have a good possibility of potential success to be applied in the field level, because this fungi is able to colonize in and causes damage to eggs as well as female nematodes inside the root. The purpose of this research are to know the parasitism ability of this parasitic fungi to Meloidogyne incognita eggs, and its effects on second stage larvae hatching rate and the development of galls number in the host. The result shows that the parasitic fungi, those of Trichoderma, Penicillium, Talaromyces, Fusarium genera were able to parasitize root-knot nematode eggs (25.09 to 89.79%, caused root-knot nematode egg hatching to decrease, suppressed the formation of galls, and reduced the population of second stage nematode larvae in the greenhouse. Nematoda puru-akar Meloidogyne spp. adalah nematoda endoparasitik sedentari, bersifat polifag, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan jamur parasit telur sebagai agens hayati pengendali nematoda endoparasitik sedentari mempunyai potensi tingkat keberhasilan tinggi untuk diterapkan pada aras lapangan karena mampu mengoloni dan merusak telur maupun stadium nematoda betina yang terlindungi jaringan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan parasitasi isolat-isolat jamur parasit telur terhadap telur nematoda Meloidogyne incognita, dan pengaruhnya terhadap tingkat penetasan telur menjadi L-2, serta pembentukan jumlah puru pada tanaman terserang. Hasil penelitian didapatkan bahwa jamur parasit telur yang termasuk genera Tricoderma, Penicillium, Talaromyces, dan Fusarium mampu memarasit telur M. incognita berkisar antara 25,09–89,79%, mengakibatkan penurunan persentase jumlah L-2 nematoda yang bersangkutan, serta menekan pembentukan puru akar pada aplikasi aras

  19. PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Fitriyani

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen laba baik manajemen laba akrual maupun manajemen laba riil terhadap kinerja perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi. Seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjadi populasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan regresi linear berganda dan moderated regression analysis. Hasil uji regresi linear berganda menghasilkan bahwa manajemen laba akrual memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan sedangkan manajemen laba riil tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hasil uji moderated regression analysis menunjukkan bahwa kualitas audit tidak dapat memoderasi pengaruh manajemen laba baik akrual maupun riil terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian disimpulkan manajemen laba melalui aktivitas akrual akan lebih berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dibandingkan manajemen laba melalui aktivitas riil. Penelitian ini juga menyimpulkan perusahaan yang diaudit baik oleh KAP Big Four maupun selain KAP Big Four tidak dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan aktivitas manajemen laba. The aim of this research is to analyse the influence of earnings management both accruals earnings management and real earnings management to companies performance with audit quality as moderating variable. High audit quality is showed by the size of audit firm. This research is used the population from manufacture companies listed for the period of 2004 to 2007 in Indonesian Stock Exchange with purposive sampling. The result from multiple linear regression test is accrual earnings management have influence to companies performance, but real earnings management have not influence. The moderated regression analysis find that audit quality can not moderate influence accruals and real earnings management to companies performance. This research is conclude that earnings management through accruals activity more

  20. Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2015-04-01

    Full Text Available Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

  1. PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY VERSI ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM EKSKRESI MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qumillaila Qumillaila

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran biologi menggunakan teknologi augmented reality versi Android, serta menguji daya gunanya pada siswa dan guru biologi. Penelitian pengembangan ini terdiri atas tiga tahapan, yakni penelitian pendahuluan, pembuatan prototipe, serta refleksi sistematik dan dokumentasi. Data didapatkan melalui wawancara siswa dan guru, kuesioner, dan tes, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa aplikasi AR versi Android untuk sistem ekskresi manusia yang mendapatkan skor rata-rata baik dalam validasi ahli, evaluasi kelompok kecil, dan uji lapangan, serta sangat baik dalam evaluasi satu-satu. Aplikasi AR versi Android ini dinilai menarik dan dapat diterima oleh siswa dan guru sebagai alternatif media pembelajaran untuk sistem ekskresi manusia, serta efektif dalam membantu proses pembelajaran biologi di kelas. DEVELOPING ANDROID AUGMENTED REALITY AS A LEARNING MEDIA OF HUMAN EXCRETORY SYSTEM Abstract: This study aims to develop android Augmented Reality application as a learning media of human excretory system concept and to examine its practicality for biology students and teachers. This development research includes 3 stages, namely preliminary research, prototyping stage, and systematic reflection and documentation. The data were collected through interview to 100 students and 3 teachers, and questionnaires to 100 students and 3 teachers from three schools. This study has resulted in Android AR application for human excretory system concept which is rated “good” by expert review, small group evaluation and field study, and “very good” through one-to-one evaluation. This application is interesting for and is accepted by students and teachers as an alternative learning media for human excretory system concept, and is effective to help them in biology teaching-learning process. Keywords

  2. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Rusdiyanto

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Terhadap Kepuasan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional, kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 87 karyawan FIS dan FE UNY. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi. Uji variabel mediasi menggunakan metode Baron and Kenny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB, dan kepuasan kerja berperan sebagai mediator pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional pada OCB karyawan. Kata kunci: Gaya kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavior Abstract: The influence of Transformational and Transactional Leadership to Job Satisfaction and Organizational Citizenship Behavior. The purpose of the study was to analyze the influence and the relationship among transformational leadership style, transactional leadership style, and job satisfaction on organizational citizenship behavior (OCB of Social Science Faculty and Economics Faculty Yogyakarta State University employees. This study was classified as descriptive qualitative research with a sample of 87 participants. The data were collected through the distribution of questionnaires. Hypothesis test was using the regression analysis with a significance level of 0.05. Variable meditation test was using the method of Baron and Kenny. The result showed that transformational leadership had a positive effect on the job satisfaction, transactional leadership had a positive effect on job

  3. PENGEMBANGAN KURSI RODA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN RUANG GERAK PENDERITA CACAT KAKI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Londen Batan

    2006-01-01

    Full Text Available According to the survey to the wheelchair users in Surabaya, it is found that 70% of the respondents want to have activities inside or outside their home independently. Therefore, a wheelchair that can satisfy their requirements is on demand. In this research we used an integrated product development to design a wheelchair. We simulated the ergonomic design by a method so called RULA for static load 150 kg. This proposed wheelchair is an ergonomic wheelchair. It is a wheelchair, that satisfies the safety regulations. By using a joystick, a user can control the wheelchair to move forward and backward, to set the seat up and down as convenience as they want to. We hope that this wheelchair can help the physical handicaps to move more freely and have more activities than before. Abstract in Bahasa Indonesia : Hasil kuisioner yang disebarkan ke pemakai kursi roda di kota Surabaya pada akhir 2005 dan awal 2006 menunjukkan bahwa 70% reponden tidak menginginkan lagi didampingi oleh seorang pemandu para saat mereka beraktifitas di dalam maupun di luar rumah. Sehingga, sebagai transportasi yang sangat dibutuhkan oleh penderita cacat kaki, kursi roda perlu untuk dikembangkan berdasarkan permintaan dan keinginan mereka. Pada makalah ini akan dipaparkan metode pengembangkan kursi roda yang didasarkan pada metode pengembangan produk terintegrasi. Melalui analisa kekuatan material pada beban statis 150 kg dan simulasi kenyamanan dengan metode RULA, dapat dirancang sebuah kursi roda yang aman dan nyaman, dapat bergerak maju mundur, tempat duduk dapat naik turun serta seluruh gerakannya dikontrol sendiri oleh pemakai kursi roda. Pengembangan kursi roda ini diharapkan dapat meningkatkan ruang gerak penderita cacat kaki dalam beraktifitas. Kata kunci: kursi roda, transportasi, aman, nyaman, simulasi, RULA.

  4. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit sebagai Katalis pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karna Wijaya

    2008-04-01

    Full Text Available Process of the transesterification reaction of palm oil with methanol by using ash of palm empty fruitbunches (EFB as base catalyst has been conducted. The studied variables were effect of weight ash of EFB(5, 10, 15, 20, 25 g and the molar ratio (3:1; 6:1; 9:1; and 12:1 of methanol to palm oil. Sample of ash wasprepared through heating, screening, and reashing. A certain amount of ash was extracted in methanolwith mixing for about 1 h at room temperature and the product was used as catlayst for transesterificationprocess. The composition of the methyl esters (biodiesel was analyzed using GC-MS and 1H NMR, whereascharacters of biodiesel were analyzed using ASTM methods. The results of AAS analysis showed that potassiumcarbonate content in ash of EFB was 25.92% w/w. The main components of biodiesel were mixture ofmethyl palmitate and methyl oleat as the major compounds. The increasing of EFB ash weight (catalystconcentration in reaction of transesterification enhanced the biodiesel conversion of 53.0; 76.9; 88.2; 90.5and 97.8% (w/w respectively. The increasing of the molar ratio of methanol to palm oil, the biodiesel conversionenhanced too, that were 74.0; 90.5; 92.3 and 98.8% (w/w respectively. The properties of biodieselwere relatively conformed with specification of biodiesel (ASTM D 6751. © 2008 BCREC UNDIP. All rights reserved.(Received: 25th September 2008, Accepted: 5th October 2008[How to Cite: M. Imaduddin, Y. Yoeswono, I. Tahir. (2008. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 3 (1-3: 14-20. doi:10.9767/bcrec.3.1-3.18.14-20

  5. PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN KEPUASAN NASABAH SEBAGAI PREDIKTOR DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS NASABAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riswandhi Ismail

    2015-01-01

    Full Text Available The objective creation of new products and improvement of services is to retain existing customers and attract new customers. Customers are satisfied with the services received will foster customer loyalty so that will be a loyal customer. The purpose of this study is to analyze how much influence the quality of service, product quality and customer satisfaction as a predictor of customer loyalty on the PT. BPR Syarikat Madani. The data were processed using the statistical program for Windows version 20.0 Amos to test for normality, Confirmatory Factor Analysis (CFA and test the effect of using Structural Equation Modeling (SEM. This study concludes that the quality of service and product quality significantly influence customer satisfaction. While the quality of service and quality of products have a significant effect on customer loyalty. Product quality significantly affect customer satisfaction and customer satisfaction on customer loyalty perpengaruh significant. Tujuan penciptaan berbagai produk dan peningkatan layanan tersebut adalah untuk mempertahankan nasabah lama dan menarik nasabah baru. Nasabah yang merasa puas terhadap pelayanan yang diterimanya akan menumbuhkan loyalitas nasabah sehingga akan menjadi nasabah yang setia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seberapa jauh pengaruh kualitas layanan, kualitas produk dan kepuasan sebagai nasabah prediktor terhadap loyalitas nasabah pada PT. BPRS Syarikat Madani. Data diolah menggunakan program statistik Amos for Windows version 20.0 untuk menguji normalitas, Confirmatory Factor Analysis (CFA serta uji pengaruh menggunakan Structural Equation Modelling (SEM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas layanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Sementara kualitas layanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah. Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah dan kepuasan nasabah perpengaruh

  6. MEMS sensor technology

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Jiang Zhuangde

    2012-01-01

    Since 1992 the author has led research group in Xi'an Jiaotong University to investigate and develop microelectro mechanical systems (MEMS) sensors, including pressure sensor, acceleration sensor, gas sensor, viscosity & density sensor, polymerase chain reaction (PCR) chip and integrated sensor etc. This paper introduces the technologies and research results related to MEMS sensors we achieved in the last 20 years.

  7. VALIDITAS GEJALA KLINIS SEBAGAI INDIKATOR UNTUK MEMPREDIKSI KASUS MALARIA DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayani Anastasia

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakSalah satu upaya yang cukup efektif dalam surveilans malaria adalah melakukan screening (penapisan malaria untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini di kelompok masyarakat daerah endemis malaria. Hasil penapisan positif atau meragukan harus dirujuk ke dokter untuk penegakkan diagnosis dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas gejala klinis sebagai indicator untuk memprediksi kasus malaria di Indonesia dengan menggunakan disain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua responden yang diwawancarai, dilakukan pemeriksaan darah dengan Rapid Diagnostic Test (RDT. Validitas gejala klinis diukur dengan melakukan summary statistic untuk diagnostic test. Di wilayah endemis tinggi sensitivitas gejala klinis demam saja sebagai prediktor malaria hanya 26,9% (95% CI: 22-32,2 dan PPV 11,4% (95% CI: 9,2-13,9 dengan spesifisitas 96% (95% CI: 95,6-96,3. Sensitivitas, PPV, dan spesifisitas gejala demam saja di daerah endemis sedang secara berturut-turut adalah sebesar 26,1% (95% CI: 17,5-36,3, 5.0% (95% CI: 3,2-7,4, dan 96,9% (95% CI: 96,6-97,2. Di daerah endemis rendah sensitivitas demam sebagai alat diagnosa kasus malaria hanya sebesar 3,5% (95% CIH: 1,6-6,6 dengan PPV 1,1% (95% CI: 0,5-2,1 sedangkan spesifisitas 98% (95% CI: 97,8-98,1. Kombinasi gejala klinis demam, menggigil, sakit kepala, berkeringat, mual, dan muntah dalam analisis data Riskesdas menunjukkan sensitifitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan demam saja (36,4%. Sebaliknya PPV kombinasi gejala tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan PPV demam saja (3,8%. Gejala klinis malaria kurang valid untuk digunakan untuk mendeteksi kasus malaria baik pada daerah endemis tinggi, sedang, maupun rendah. Akan tetapi penggunaannya untuk daerah endemis tinggi masih dimungkinkan, seperti yang direkomendasikan oleh WHO terutama untuk anak-anak.Kata kunci: malaria, gejala klinis, validitas, sensitivitas, spesifisitasAbstractOne of the effective ways

  8. Pengaruh Variasi Temperatur Post Hydrothermal Terhadap Sensitivitas Sensor Gas Co Dari Material Wo3 Hasil Proses Sol Gel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Seras Perdana

    2013-03-01

    Full Text Available Gas karbon monoksida (CO adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak larut dalam air, tetapi beracun bila berikatan secara metabolis dengan darah ketika terhirup kedalam tubuh manusia.     Oleh karena itu diperlukan suatu alatberupa sensor untuk mendeteksi keberadaan gas CO secara dini untuk mengindari efek yang berbahaya bagi kesehatan.  Penelitian ini bertujuan mempersiapkan material WO3 sebagai sensor gas CO. Proses sintesa material WO3 dilakukan dengan metode sol gel menggunakan WCl6, ethanol, dan NH4OH. Chip sensor dibuat dari serbuk hasil proses post hydrothermal dengan variasi temperatur 160oC, 180oC dan 200oC selama 12 jam dikompaksi pada tekanan 150 bar dan dianil 300oC selama 1 jam. Proses karakterisasi material WO3 dilakukan dengan pengujian Scanning Electron Microscope (SEM dan X-Ray Diffraction (XRD. Luas permukaan aktif diukur dengan Brauner Emmet Teller (BET, dan pengujian sensitivitas menggunakan alat Potentiostat sebagai Instrumen pengukur arus.     Hasil pengujian menunjukkan struktur kristal adalah monoklinik. Sensitivitas  naik seiring dengan kenaikan temperatur operasi, begitu juga dengan peningkatan konsentrasi gas. Nilai sensitivitas tertinggi adalah pada sampel temperatur 160oC dengan temperatur operasi 100oC dan konsentrasi gas 500 ppm.

  9. RESPONS LINGKUNGAN BERBELANJA SEBAGAI STIMULUS PEMBELIAN TIDAK TERENCANA PADA TOKO SERBA ADA (TOSERBA (Studi Kasus Carrefour Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hatane Semuel

    2005-01-01

    Full Text Available This research discuss about the Shopping Environment Responses as Impulsive Buying stimuli in a study case on 200 consummers of Carrefour Surabaya. The shopping environment responses variables consist of are pleasure, arousal, and dominance (PAD. This study used shopping experience, that consists of hedonic shoping value, resources expenditure, and utilitarian shopping value, as the mediation variables. This study revealed that dominance variable had a positive effect on impulsive buying, and this study also revealed that resources expenditure as a shopping experience could be mediation variable between the shopping environment responses and the other shopping experience variables, and had a negative effect on impulsive buying. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian pembelian tidak terencana pada toko serba ada (TOSERBA dilihat dari respons pelanggan terhadap lingkungan berbelanja sebagai stimulus, suatu studi kasus pada 200 pelanggan Carrefour Surabaya. Variabel respons lingkungan belanja, yang terdiri dari pleasure, arousal, dan dominance (PAD. Penelitian ini menggunakan variabel pengalaman belanja hedonic shopping value, resources expenditure, dan utilitarian shopping value sebagai mediator respons lingkungan belanja terhadap pembelian tidak terencana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa; variabel respons lingkungan belanja dominance berpengaruh positip terhadap pembelian tidak terencana. Terungkap juga bahwa variabel pengalaman belanja resources expenditure merupakan variabel mediator antara respons lingkungan belanja dan variabel pengalaman belanja lainnya, serta berpengaruh negatip terhadap pembelian tidak terencana. Kata kunci: respons, lingkungan, belanja, pembelian.

  10. VALIDITAS TES CLOZE, TES-C, DAN PENILAIAN DIRI SEBAGAI ALAT UKUR KEMAMPUAN MEMBACA TEKS BAHASA INGGRIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharso Suharso

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas tes cloze (CL dan tes-C (C sebagai alat ukur kemampuan membaca teks bahasa Inggris dengan tes Reading Comprehension (RC dari TOEFL sebagai tolok ukur dan mengetahui validitas penilaian diri (PD dengan mengacu pada ketiga tes tersebut. Populasi penelitian meliputi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Reading I, III, dan V pada semester gasal tahun akademik 2006/2007 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Sampel penelitian terdiri atas 121 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel acak gugus. Data kemampuan membaca dikumpulkan dengan tes RC, CL dan C. Data PD dikumpulkan dengan tiga kuesioner PD yang menggunakan model Likert. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif antara skor tes RC dan skor tes CL, antara skor tes RC dan tes C, dan antara skor PD dan ketiga skor tes membaca tersebut. Kata kunci:      tes reading comprehension, tes cloze, tes-c, penilaian diri, validitas

  11. Aplikasi Multimedia sebagai Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Budaya di Indonesia menggunakan Unity Engine untuk Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Riyantika Dewi

    2015-10-01

    Full Text Available Belajar merupakan kegiatan pokok yang dilakukan di sekolah, khususnya untuk seorang pelajar. Seorang pelajar harus memperhatikan penjelasan materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Namun saat ini guru hanya menjelaskan materi pelajaran dengan metode konvensional, sehingga pelajar menjadi kurang aktif karena hanya memperhatikan dan mendengarkan saja. Metode ini berdampak pada semangat belajar pelajar yang menurun karena merasa bosan dengan metode-metode seperti itu saja. Seharusnya dengan perkembangan teknologi masa kini, guru dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan semangat belajar pelajar secara efisien dan mandiri serta mengajarkan siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut dibangun sebuah aplikasi multimedia pembelajaran interaktif berbasis mobile sebagai pendamping pembelajaran untuk dapat menunjang proses penerimaan materi pelajaran di sekolah. Aplikasi multimedia pembelajaran pendamping tersebut dibuat menggunakan Unity Engine 5.0, dan Adobe Illustrator. Metode pengembangan mutimedia yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC . Untuk metode pengujian aplikasi menggunakan metode Black Box Testing dan Betha Testing yang berupa kuesioner. Hasil Black Box Testing dari aplikasi multimedia pembelajaran pendamping berbasis mobile dengan Unity Engine ini menunjukkan bahwa semua fungsi menu yang terdapat pada aplikasi telah berhasil sesuai dengan fungsinya. Hasil Betha Testing menunjukkan bahwa lebih dari 75% responden memberikan respon positif terhadap aplikasi. Aplikasi dapat dikategorikan baik, sehingga aplikasi dapat digunakan sebagai media pendamping pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

  12. KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER ISOLAT BT951 SERTA EVALUASI POTENSINYA SEBAGAI BAKTERI PROBIOTIK PADA BUDIDAYA UDANG WINDU ( Penaeus monodon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muliani Muliani

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui karakteristik, dan menentukan posisi relatif isolat BT951 melalui identifikasi molekuler menggunakan gen 16S-rRNA, serta mengevaluasi potensinya sebagai probiotik pada budidaya udang windu (P. Monodon. Penelitian ini meliputi tahapan: (1 isolasi dan karakterisasi secara morfologi; (2 uji fisiologi dan biokimia; (3 identifikasi isolat BT951 secara molekuler; (4 uji sensitifitas terhadap antibiotik; (5 uji daya hambat isolat BT951 terhadap V. harveyi; (6 uji patogenisitas isolat BT951 terhadap larva udang; (7 uji tantang isolat BT951 dengan V. harveyi; (8 uji ketahanan isolat BT951 pada suhu ruang dan suhu 4oC. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa, secara morfologi isolat BT951 koloninya berbentuk bulat kecil, berwarna krem kekuningan, tepian licin, dan cembung, termasuk kelompok bakteri gram positif yang berbentuk batang, oksidase dan katalase positif, indol negatif, dan bersifat motil. Bakteri ini dapat tumbuh pada suhu 40oC, salinitas 0-50 ppt, dan sensitif terhadap beberapa jenis antibiotik seperti rifanpisin, eritromisin, dan klorampenikol akan tetapi resiten terhadap ampisilin, oksitetrasiklin, gentamisin, dan furazolidon. Berdasarkan hasil analisis gen 16S-rRNA menunjukkan bahwa isolat BT951 termasuk kelompok Brevibacillus laterosporus dengan indeks kedekatan sebesar 97,7%. Bakteri ini tidak bersifat patogen terhadap udang windu, dapat menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi, dan potensial dijadikan sebagai bakteri probiotik pada budidaya udang windu.

  13. STUDI KRITIS KONSEP SANAD KITAB NAHJ AL-BALAGHAH SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN BUDAYA TABAYYUN DALAM KEILMUAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Hasan Bashori

    2016-12-01

    Full Text Available Tabayyun or tatsabbut or tahaqquq (verification and taakkud (confirmation of the news are important in order to prevent doing something wrong, injustice and regret. While in science and religion, tatsabbut is more important because the consequences could be dangerous. Therefore, Muslims as ummatan wasatan have been given by God the privilege to be the people that their religion and science has sanad. At the time of the salaf, tatsabbut with sanad was common through talaqqi and historical verification. In order to revive the culture of this tatsabbut, the researcher see the important of doing critical study on the sanad concept in a famous and wide spread of Nahj al-Balaghah book.    Tabayyun atau tatsabbut atau tahaqquq (verifikasi dan taakkud (konfirmasi dalam berita adalah penting agar kita tidak berbuat salah, zhalim dan menyesal. Sedangkan di dalam ilmu dan agama maka tatsabbut itu lebih penting lagi sebab akibatnya bisa lebih fatal. Oleh karena itu umat Islam yang dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasatan diberi keistimewaan sebagai umat yang agama dan ilmunya ber-sanad. Di jaman salaf, tatsabbut dengan sanad sudah membudaya dalam talaqqi dan riwayat. Maka untuk menghidupkan kembali budaya tastabbut ini peneliti memandang perlu melakukan studi kritis terhadap konsep sanad yang ada dalam kitab Nahj al-Balaghah  yang kesohor dan tersebar luas itu.

  14. Analisis Tampilan Visual Game Super Mario Bros Dalam Kajian Persepsi Visual Sebagai Dasar Pengembangan Konsep Visual Game

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khamadi Khamadi

    2015-08-01

    Full Text Available Pada perancangan sebuah game selain memiliki konsep yang berupa gameplay yang kuat dan menarik, harus memperhatikan aspek visual yang diwujudkan dalam desain interface game sebagai media interaksi dengan user. Aspek visual begitu penting untuk menarik minat dari user dan juga untuk memperlihatkan pesan pertama kali kepada user. Dengan visual yang baik, user akan menangkap pesan game dengan mudah dan akan memahami gameplay permainan lebih cepat. Visual yang baik tidak harus dengan gambar yang rumit tetapi bisa dengan gambar yang sederhana yang disusun dengan komposisi yang baik dan desain tata letak yang mudah dipahami oleh user. Dengan menganalisis game Super Mario Bros yang telah terbukti disukai banyak orang meskipun tampilan visual dan gameplaynya sederhana. Maka penelitian ini berusaha mengkaji visual game Super Mario Bros versi 2 Dimensi (2D dan 3 Dimensi (3D berdasarkan teori persepsi visual untuk mendapatkan rumusan visual game yang disukai oleh user (pemain game. Kemudian dengan metode komparasi dari kajian tersebut dibuat analisis perancangan tampilan visual game yang baik meliputi aspek gambar/objek, view, komposisi, dan desain tata letak/layout yang berguna sebagai dasar pengembangan visual game selanjutnya. Kata Kunci: Game, Persepsi, Super Mario Bros, Visual

  15. Pembuatan Dashboard Berbasis Web Sebagai Sarana Evaluasi Diri Berkala Untuk Persiapan Penilaian Akreditasi Berdasarkan Standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fandi Cahyo Saputro

    2012-09-01

    Full Text Available Akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT merupakan salah satu parameter dalam menentukan mutu  perguruan tinggi serta program studi di Indonesia. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa untuk mencapai nilai akreditasi yang sesuai diinginkan maka perguruan tinggi serta program studi harus menyesuaikan kondisi internal mereka sesuai dengan standar yang telah diberikan oleh BAN-PT. Sebagai pertimbangan untuk mencapai standar yang ditentukan oleh BAN-PT, maka diperlukanlah proses evaluasi diri apakah program studi atau perguruan tinggi tersbut sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Dalam melaksanakan proses evaluasi diri, diperlukan sumber data yang digunakan sebagai dasar dalam menilai pada suatu kriteria. Pada kebanyakan program studi, semua data tersebar pada sistem informasi dan dokumen fisik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk mengintegrasikan hingga menilainya. Sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu mengambil dan menampilkan hasil evaluasi secara visual secara otomatis dengan lebih hemat waktu dan usaha. Salah satu bentuk visualisasi yang dapat menggambarkannya adalah dashboard.  Melalui dashboard, pihak internal program studi dapat mengetahui posisi penilaian mereka pada periode tertentu dan mampu memperbaikinya jika kurang dari target yang ditetapkan oleh standar.

  16. PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparti Suparti

    2015-08-01

    Full Text Available Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%, masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3 memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

  17. APLIKASI SEDIMEN WETLAND SEBAGAI SUMBER INOKULUM BAKTERI UNTUK BIOREMEDIASI AIR ASAM TAMBANG: SUATU ALTERNATIF DALAM MENANGGULANGI PENCEMARAN PERAIRAN DARI LIMBAH INDUSTRI PERTAMBANGAN

    OpenAIRE

    Fahruddin; Syahrul, M; Abdullah, As???adi; Dwiyana, Zaraswati

    2013-01-01

    Penanggulangan AAT sebagai limbah pertambangan selama ini dilakukan dengan metode kimiawi dengan penambahan kapur, tapi hasilnya tidak efektif. Aplikasi metode biologis dengan menggunakan bakteri pereduksi sulfat (BPS) adalah alternatif yang baik dan ramah lingkungan. Selama ini secara biologis menggunakan kultur BPS untuk mereduksi sulfat, namun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam mereduksi sulfat dengan menggunakan ...

  18. Load sensor

    NARCIS (Netherlands)

    Van den Ende, D.; Almeida, P.M.R.; Dingemans, T.J.; Van der Zwaag, S.

    2007-01-01

    The invention relates to a load sensor comprising a polymer matrix and a piezo-ceramic material such as PZT, em not bedded in the polymer matrix, which together form a compos not ite, wherein the polymer matrix is a liquid crystalline resin, and wherein the piezo-ceramic material is a PZT powder for

  19. Gas sensor

    Science.gov (United States)

    Schmid, Andreas K.; Mascaraque, Arantzazu; Santos, Benito; de la Figuera, Juan

    2014-09-09

    A gas sensor is described which incorporates a sensor stack comprising a first film layer of a ferromagnetic material, a spacer layer, and a second film layer of the ferromagnetic material. The first film layer is fabricated so that it exhibits a dependence of its magnetic anisotropy direction on the presence of a gas, That is, the orientation of the easy axis of magnetization will flip from out-of-plane to in-plane when the gas to be detected is present in sufficient concentration. By monitoring the change in resistance of the sensor stack when the orientation of the first layer's magnetization changes, and correlating that change with temperature one can determine both the identity and relative concentration of the detected gas. In one embodiment the stack sensor comprises a top ferromagnetic layer two mono layers thick of cobalt deposited upon a spacer layer of ruthenium, which in turn has a second layer of cobalt disposed on its other side, this second cobalt layer in contact with a programmable heater chip.

  20. PENGARUH KEPEMILIKAN KELUARGA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN AGENCY COST SEBAGAI VARIABEL MODERATING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Apri Dwi Astuti

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan dengan dimoderasi oleh agency cost. Kepemilikan Keluarga menggunakan indikator presentase jumlah saham yang dimiliki oleh keluarga, kinerja perusahaan menggunakan proksi Return On Assets (ROA dan Agency cost diukur dengan biaya operasi manajerial. Populasi dalam penelitian ini adalah manufaktur yang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2013. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 140 sampel yang memenuhi kriteria. Teknik analisis menggunakan analisis regresi moderated regression analysis (MRA. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif Kepemilikan Keluarga terhadap kinerja perusahaan perusahaan. Namun Agency Cost sebagai variabel moderating memperlemah hubungan kepemilikan keluarga dan kinerja perusahaan. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkankan bahwa pada perusahaan keluarga dimana terbukti dapat meningkatkan kinerja perusahaan tetapi biaya keagenan menjadi lebih besar dikarenakan masalah agensi antara pemegang saham mayoritas dan minoritas yang menegaskan bahwa efek entrenchment lebih dominan. Implikasi dari penelitian ini, perusahaan akan lebih efisien dalam berinvestasi dan lebih cermat dalam mengambil keputusan.This study was conducted to examine the influence of family ownership on corporate performance with moderated by the agency cost. Family ownership using the indicator percentage of shares owned by the family, the company's performance using proxy Return On Assets (ROA and the cost Agency measured by operating expense management. Population in this research are manufacturing companies listing  in Bursa Efek Indonesia (BEI  in 2011-2013. The sampling technique using purposive sampling method and obtained 140 samples that meet the criteria. Techniques of analysis using regression analysis moderated regression analysis (MRA. Results of this study indicate a

  1. Rambut Sebagai Bioindikator Pencemaran Timbal Pada Penduduk di Kecamatan Semarang Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Marianti

    2013-03-01

    Full Text Available Timbal (Pb bersifat toksik, karsinogenik, bioakumulator dan biomagnifikasi. Bioakumulasi Pb dapat terjadi pada kuku, hati dan rambut. Penelitian bertujuan untuk mendeteksi apakah telah terjadi pencemaran timbal pada penduduk di kecamatan Semarang Utara dengan menggunakan rambut sebagai bioindikator. Penelitian deskriptif eksploratif ini menggunakan populasi seluruh penduduk di kecamatan Semarang Utara. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu penduduk laki-laki berumur antara 17 sampai dengan 50 tahun yang tinggal di kelurahan Tanjung Mas dan Bandarharjo Semarang Utara, minimal selama 5 tahun terakhir terus menerus. Kadar timbal pada tubuh dideteksi dari kadar timbal yang terakumulasi pada rambut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kandungan timbal pada rambut 56 sampel. Kadar timbal tertinggi sebesar 17,028 ppm dan rata-rata 8,304 ppm. Penyebabnya diduga bukan berasal dari emisis kendaraan bermotor di jalan raya mengingat profesi sampel sebagian besar adalah nelayan, tetapi kemungkinan berasal dari air minum yang mereka konsumsi. Sampel air minum yang dikonsumsi terdeteksi mengandung timbal rata-rata 6 ppm. Simpulan dari penelitian ini telah terjadi pencemaran timbal pada sebagian penduduk Semarang Utara dengan tingkat ringan sampai sedang. Pencemaran diduga berasal dari air minum yang dikonsumsi.Lead (Pb are toxic, carcinogenic, bioaccumulator and biomagnification. Pb bioaccumulation may occur in the nail, liver and hair. The research aimed to detect whether lead pollution has affected the people in North Semarang, using hair as bioindicator. The population of this explorative descriptive research was all residents of Sub-District of North Semarang. Samples were taken using purposive sampling technique, i.e. male residents of Tanjung Mas and Bandarharjo aged between 17 and 50 years, who have stayed in the sites for at least 5 years without interruption. The lead level in their body was detected from their hair strand using AAS

  2. Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukandar Sukandar

    2017-08-01

    Full Text Available The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada

  3. Hemimandibulektomi dengan Rekonstruksi Mandibula dan Fiksasi Intermaksila sebagai Penatalaksanaan Ameloblastoma Mandibula Sinistra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indria Nehriasari

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Ameloblastoma adalah tumor odontogenik yang jarang terjadi. Walaupun jinak tetapi bersifat merusak dan mempunyai tingkat kekambuhan yang tinggi. Hemimandibulektomy adalah salah satu tindakan yang dipilih jika lesi patologis telah melibatkan processus coronoideus dan condyle walaupun efek dari tindakan tersebut adalah terjadinya defek wajah dan deviasi mandibula. Tujuan. Melaporkan tindakan hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dan traksi intermaksila pada ameloblastoma mandibula sebelah kiri yang dilakukan untuk mengurangi deviasi dan defek wajah. Kasus dan perawatan. Laki-laki umur 46 tahun datang ke klinik bedah mulut dan maksilofacial RS Dr Sardjito Yogyakarta dengan keluhan utama adanya pembengkakan pada sisi kiri rahang bawah di area pipi. Keadaan tersebut dirasakan sejak 4 tahun yang lalu, tidak sakit, keras, warna sesuai dengan jaringan sekitar. Diagnosa yang ditegakkan Ameloblastoma mandibula. Perawatan dari kasus ini adalah hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dengan anestesi umum. Enam minggu dengan kawat dan 3 bulan dengan traksi elastic digunakan untuk mengurangi deviasi mandibula setelah tulang rahang direseksi. Kesimpulan. Hemimandibulektomi dilakukan untuk mengambil lesi patologi secara radikal untuk mencegah rekurensi. Bridging plate digunakan sebagai tindakan rekontruksi mandibula. Traksi intermaksila merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi deviasi mandibula setelah hemimandibulektomy.   Background. Ameloblastoma is an odontogenic tumor which rarely happened. Although it is benign, it can be destructive and has a high recurrency rate. Hemimandibulectomy is one kind of treatments which can be choosed if pathologic fracture has involved coronoid processus and condyle, eventhough its effect can cause mandible deviation and facial defect. Purpose. Reported a hemimandibulectomy with bridging plate reconstruction and intermaxillary function on the left mandible

  4. ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEX SEBAGAI MODEL PENGUKURAN KINERJA SOSIAL PERBANKAN SYARIAH (STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN MALAYSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafiez Sofyani

    2012-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja sosial perbankan Islam di Indonesia  dan Malaysia dengan menggunakan model Islamic Social Reporting Index (ISR Index. Objek penelitian ini adalah tiga bank Islam baik di Indonesia dan Malaysia. Content analysis digunakan untuk menganalisis data. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberi kontribusi kepada praktek bisnis perbankan Islam yang terkait dengan tanggung jawab sosial yang mereka jalankan, dan berkontribusi  pada input pengetahuan baik sebagai bahan komparasi dan replikasi untuk melakukan studi lebih lanjut terkait dengan Model Indeks ISR dalam menilai kinerja sosial perbankan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja sosial train-average perbankan Islam di Malaysia lebih tinggi daripada di Indonesia. Kinerja sosial perbankan Islam di Indonesia pada 2010 mengalami peningkatan yang signifikan, sekitar 10% dari tahun sebelumnya (2009. Sementara  kinerja sosial pada perbankan Islam di Malaysia adalah stabil karena tidak meningkat ataupun menurun. Namun, dari semua bank-bank Islam, baik Indonesia dan Malaysia, tidak ada satupun yang mencapai tingkat kinerja sangat bagus. The aim of this study is to compare the social performance of Islamic banking in Indonesia and in Malaysia by using a model of Islamic Social Reporting Index (ISR Index. The objects of study are three Islamic banks both in Indonesia and Malaysia. Content analysis is used to analyze the data. The expected results of study are they can give contribution to the business practice of Islamic banking which relates to their social responsibility activities, to further study in terms of providing inputs of knowledge as a comparison and replication materials to conduct further study relates to the model ISR Index in assessing the social performance of  Islamic banking. The results of this study indicate that the train-average overall social performance of Islamic

  5. KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KONSENTRASI TSS SEBAGAI INDIKATOR PENENTU KONDISI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2016-11-01

    Full Text Available Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong diduga akan berdampak bagi lingkungan sekitarnya, khususnya meningkatnya konsentrasi padatan tersuspensi (TSS dan mempengaruhi sebaran fitoplankton di wilayah tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi, kekeruhan dan kelimpahan fitoplankton di perairan muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah muatan padatan tersuspensi, kekeruhan, kelimpahan fitoplankton dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data pasang surut dan peta bathimetri wilayah muara Sungai Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Konsentrasi muatan padatan tersuspensi 542-885 mg/l. konsentrasi kekeruhan 3.7-20.5 NTU. Kelimpahan fitoplankton 153-238 ind/l. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa sebaran muatan padatan tersuspensi dan kekeruhan memiliki kaitan dengan kelimpahan fitoplankton pada saat surut, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama. Arah sebaran bergerak ke arah Timur atau menjauhi muara sungai. ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON AND TSS VALUE AS AN INDICATOR FOR PORONG RIVER ESTUARY WATER CONDITIONSDisposal of waste and mud into Porong River is expected to have an impact to the surrounding environment, particularly the increasing concentration of suspended solids (TSS and affect the distribution of phytoplankton in the region. The purpose of this study was to determine the correlation between the concentration of TSS and abundance of phytoplankton as an indicator for determinate condition of Porong River Estuary. Determining the location of sampling by purposive sampling method. The data were then analyzed with statistical methods and spatially using ArcGIS 10 program. The concentration of suspended solids charge 542-885 mg

  6. Kultur Asrama Berbasis Sekolah Sebagai Pusat Pembinaan Karakter (Studi Kasus di SMPIT Al-Furqon Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munir Munir

    2016-12-01

    Full Text Available Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mendeskripsikan tentang kultur asrama di SMPIT Al-Furqan Palembang, memahami makna filosofis asrama bagi masyarakat belajar SMPIT Al-Furqan Palembang, serta memahami sistem nilai dalam kultur tersebut pada konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yakni dengan menjadikan SMPIT Al-Furqan Palembang sebagai objek penelitian. Sedangkan sumber primer dalam penelitian ini, yakni berasal dari hasil observasi dan didukung juga dengan hasil wawancara. Sedangkan yang menjadi informan dalam kajian ini adalah para siswa dan para tenaga pendidik, pembina dan kepala asrama, kepala sekolah, pengurus dapur, petugas keamanan dan ketertiban asrama, kantin dan toko di sekitar asrama, serta beberapa orang wali siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa karakter yang ingin ditanamkan kepada setiap siswa/ peserta didik di SMPIT Al-Furqan Palembang, yakni: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, peduli lingkungan, peduli sosial, dll. Karakter ini akan dicapai dengan membuat tata tertib peraturan, panduan dan sangsi atas setiap pelanggaran.                               This article is the result of research that describes about the dormitory culture at Al-Furqan SMP IT Palembang, understanding the philosophical meaning of hostels for people to learn SMPIT Al-Furqan Palembang, as well as understanding the value system of the culture in the context of contemporary Islamic education. This research is a field study, by making SMP IT Al-Furqan Palembang as research objects. While the primary source in this study is derived from the observation and supported also by the results of the interview. While the informants in this study are students and educators, teachers and matron, principals, kitchen staffs, security guards and order cafeterias and shops around the dormitory, as well as several students’ parents. The article concludes

  7. PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA (Dragon Fruit SEBAGAI PEWARNA ALAMI MAKANAN PENGGANTI PEWARNA SINTETIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2013-05-01

    Full Text Available Kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Pengambilan zat warna antosianin dilakukan dengan metode ekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah aquades. Variabel penelitian antara lain varietas buah naga, konsentrasi asam sitrat dalam pelarut, suhu ekstraksi, dan waktu ekstraksi. Potongan kulit buah naga diekstraksi dengan pelarut aquades dan asam sitrat dengan perbandingan tertentu, pada suhu ekstraksi 25-800C dan waktu ekstraksi 0,5-3 jam. Analisis kadar antosianin dilakukan dengan analisa antosianin metode Glusti dan Wrolstad. Hasil percobaan diperoleh bahwa varietas buah naga daging merah menghasilkan kadar antosianin terbesar 22,59335 ppm. Selain itu kadar antosianin terbesar diperoleh pada variasi pelarut aquades:asam sitrat (5:1 26,4587 ppm, variasi pada suhu kamar menghasilkan 21,5028 ppm dan waktu pengadukan  3 jam menghasilkan 23,3027 ppm. Pewarna alami ini telah diaplikasikan pada makanan dan diujikan pada tikus putih, hasil uji coba menunjukkan pewarna buah naga dapat dipakai sebagai pewarna alami makanan. Dragon fruit peel is agricultural waste which contains quite high natural pigments of anthocyanins. Anthocyanin is a dye that potentially provides a red natural colorant for food and alternatively used as synthetic dye which is safe for health. In this study, the process of taking anthocyanin was conducted using extraction method. The solvent used was distilled water. The variables observed in the research include dragon fruit varieties, the concentration of citric acid in the solvent, extraction temperature, and extraction time. The dragon fruit peel was extracted using solvents of distilled water and citric acid at a certain ratio, at extraction temperature

  8. EKSTRAKSI PEKTIN KULIT BUAH NAGA (Dragon fruit DAN APLIKASINYA SEBAGAI EDIBLE FILM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati -

    2014-10-01

    Full Text Available Ekstraksi pektin kulit buah naga dilakukan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE dengan variasi berat bahan (10, 15, and 20 gram dan waktu ekstraksi (15, 20, and 25 minute. Ekstraksi dengan variasi berat bahan dilakukan pada waktu ekstraksi 25 menit dan daya 600 W, sedangkan ekstraksi dengan variasi waktu dilakukan pada berat bahan 10 gram dan daya 600 W. Pektin yang diperoleh dianalisis kadar pektinnya menggunakan uji Fourier Transform Infrared (FTIR dan diproses menjadi edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield pektin kulit buah naga  dengan metode MAE  lebih besar dibandingkan metode konvensional. Variasi berat bahan mempengaruhi yield pektin yang dihasilkan, semakin sedikit bahan yang digunakan dalam ekstraksi, semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar (72 % dihasilkan pada variasi berat 10 gram. Variasi waktu ekstraksi juga memberikan pengaruh terhadap yield pektin, semakin lama waktu ekstraksi semakin besar yield pektin kulit buah naga yang dihasilkan. Yield pektin terbesar dihasilkan pada waktu ekstraksi 25 menit. Pektin hasil ekstraksi dapat digunakan sebagai bahan edible film. Extraction of pectinfrom dragon fruit peel is conducted using Microwave Assisted Extraction (MAE method with the variation of the weight of the raw materials are 10, 15, and 20 gram and the time of the extraction are 15, 20 and 25 minutes. Extraction with the variation of the weight of raw material is conducted in 25 minutes using power of 600 W, whereas the extraction with the variation of time is conducted with 10 gram of raw material using power of 600 W. The obtained pectin was analyzed using Fourier Transform Infrared (FTIR and processed into edible film. The result of the research shows that MAE method provides more yield of dragon fruit peel rather than the conventional method. The variation of the weight affecting the amount of the obtained pectin, the less material used in the

  9. Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Bidang Sosial sebagai Salah Satu Wajah Islam Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andik Wahyun Muqoyyidin

    2012-12-01

    Full Text Available This article is to unravel the issue of dialectic of Islam and local culture in the social field as one face of Javanese Islam. Historically, Islam came to Indonesia there is a record seventh century AD, but there are also the states of the thirteenth century AD. This means that Islam has been a long time to adapt and dialogue with the culture, customs, attitudes and ways of thinking locals Indonesia. Moreover, many aspects of Islamic teachings that can be flexible so it can receive the local elements are in harmony with the teachings of Islam. The style of Islam in Java in many ways resembles Islam in South Asia. Kerala, the Malabar coast became an important area for the spice trade. Therefore, this area is also very likely to be a transit area for the purpose of trading with the merchants and simultaneously broadcast and Sufi Moslem are deliberately seeking new areas for development of Islam. For this reason, the face of Islam in Java is the result of dialogue and dialectic between Islam and local culture which then displays the face of Javanese Islam. In fact, Islam in Java is indeed not a single, not a monolith, and not simple. Among these are reflected in social relations syncretic Javanese Moslem community with other communities go naturally with the local knowledge base in the village community at large.   Artikel ini ingin mengurai persoalan dialektika Islam dan budaya lokal dalam bidang sosial sebagai salah satu wajah Islam Jawa. Secara historis, Islam datang ke Indonesia ada yang mencatat abad VII Masehi, tapi ada juga yang menyatakan abad XIII Masehi. Ini berarti Islam telah lama beradaptasi dan berdialog dengan budaya, adat kebiasaan, sikap dan cara berpikir penduduk lokal Indonesia. Terlebih lagi, banyak aspek dari ajaran Islam yang dapat bersifat fleksibel sehingga dapat menerima unsur-unsur lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Corak Islam di Jawa dalam banyak hal menyerupai Islam di Asia Selatan. Kerala, di pantai Malabar

  10. KERAGAAN REPRODUKSI IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus Bleeker, 1863 SEBAGAI KANDIDAT IKAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2011-04-01

    Full Text Available Patin nasutus merupakan salah satu spesies patin Indonesia yang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas baru perikanan budidaya. Upaya pengembangan patin nasutus memerlukan informasi-informasi biologi-reproduksi berkaitan dengan kapasitas produksi massalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan reproduksi patin nasutus. Hasil pengamatan perkembangan gonad menunjukkan bahwa oosit intraovarian patin nasutus dapat dibagi dalam lima tahap, yakni tahap 1 (kromatin nukleolar dan perinukleolar dengan diameter oosit kurang dari 0,125 mm, tahap 2 (vesikula kuning telur dan alveoli korteks dengan diameter oosit 0,125-0,500 mm, tahap 3 (granula kuning telur dengan diameter oosit 0,700-1,850 mm, tahap 4 (migrasi nukleus dan hidrasi dengan diameter oosit 1,250-1,900 mm dan tahap 5 (atresis dengan diameter oosit 0,300-1,700 mm. Perkembangan oosit patin nasutus bersifat sinkronis grup, ditandai dengan adanya dominasi dua kelompok oosit intraovarian pada ikan dengan tingkat kematangan yang tertua, yakni kelompok oosit tertua (oosit tahap 3 yang akan segera dikeluarkan pada saat pemijahan dan kelompok oosit stok yang belum berkuning telur dan berukuran kecil (oosit tahap 1 yang merupakan telur cadangan untuk proses pemijahan berikutnya. Oosit tahap 3 merupakan tahap perkembangan oosit tertua yang dapat terjadi secara sempurna dan responsif terhadap induksi stimulasi hormonal. Tipe perkembangan testis patin nasutus bersifat asinkronis, ditandai dengan keberadaan berbagai tahap perkembangan sel-sel gamet jantan. Fekunditas relatif patin nasutus berkisar 26-67 butir telur per gram bobot induk, lebih tinggi daripada patin jambal, tetapi lebih rendah daripada patin siam. Derajat penetasan patin nasutus berkisar 44,16-79,05% dengan lama inkubasi 22-25 jam pada suhu inkubasi 29-30oC. Ukuran panjang total larva yang baru menetas berkisar 4,700-5,200 mm.

  11. Peran Partisipan sebagai Bagian Infrastruktur Seni di Sumatera Barat: Perkembangan Seni Musik Talempong Kreasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardipal Ardipal

    2016-02-01

    Full Text Available Perkembangan seni tidak lepas dari peran pelaku seni atau seniman musik. Namun peran itubukan hanya terletak pada seniman, tetapi juga berbagai unsur yang terlibat dalam kesenian dalammasyarakat atau partisipan seni, yang terlihat dalam infrastruktur seni. Penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif analisis, dengan maksud memberikan gambaran partisipan seni sebagai bagiandari infrastruktur seni dalam konteks kesenian Talempong Kreasi. Penelitian ini dilakukan untukmenjawab pertanyaan siapa yang berperan dan apa yang dilakukan mereka dalam musik talempongtradisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa talempong tradisi berhasil dikembangkan olehtokoh partisipan akademik. Pengembangan ini terlihat dari konsep harmoni dalam komposisi musikdan penggabungan alat musik baru dan tradisi sehingga lahirlah Talempong Kreasi. Genre musikini dapat berfungsi untuk pembentuk imaji dan identitas Minangkabau di masyarakat. Di antara permasalahan baru yang timbul, karena hasilnya masih berfokus kepada produksi musik komersial, bukan pada kualitas musik.   The Participants Role as a Part of the Arts Infrastructure in West Sumatra: The Developmentof Talempong Kreasi Musical Arts. The development of art cannot be separated from the role of performersor musical artists. But the role does not merely only lie in the artists themselves, but also in the various elementsinvolved in the arts in the community or the participants of art, which are commonly visible in the artsinfrastructure. This study used a descriptive analytical approach, with the intention of giving the participantsan overview of art as a part of the infrastructure of the art in the context of Talempong Kreasi art. Thisstudy was conducted to answer the questions of who play the role, and what they have done for Talempongmusic tradition. These results indicate that the tradition of talempong has successfully been developed by theacademic participants. This development can be seen from the concept

  12. KEMAMPUAN Gracilaria sp. SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi N Ihsan

    2015-04-01

    Full Text Available Efek negatif dari kegiatan industri telah menyebar tidak hanya di darat tapi juga di ekosistem perairan, termasuk laut. Polusi dari kegiatan industri ke air laut terutama heavymetal, menjadi masalah di seluruh dunia. Penelitian tentang makroalga Gracilaria sp. menyerap Timbal telah dilakukan dalam percobaan 6-hari untuk menyelidiki kemampuan potensial sebagai agen bioremediasi. Penurunan konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut selama percobaan 144 jam diukur dalam suhu kamar. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan dua faktor, amonium dan Timbal (Pb. Memimpin digunakan dalam tiga tingkat (0,0, 0,5, dan 1 ppm dan amonium digunakan dalam satu tingkat (0,5 ppm. Setiap pengobatan menggunakan tiga ulangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa konsentrasi Timbal dalam Gracilaria sp. selama pengobatan A (0.00 ppm dari amonium naik ke 0,03 ppm, perlakuan B (0,05 ppm dari amonium naik 0,55 ppm, perlakuan C (0,50 ppm dari amonium naik ke 1,77 ppm dan perlakuan D (1 ppm dari amonium naik ke 2.94 ppm. Konsentrasi Timbal ditemukan dalam air laut menurun secara berkala. Pada periode 96 jam eksperimental, konsentrasi Timbal di semua perawatan mencapai 0.00 ppm.Kata kunci: Ammonium, Bioremediasi, Gracillaria, Timbal (Pb THE ABILITY OF Gracilaria sp. AS BIOREMEDIATION AGENT IN ABSORBING HEAVY METAL PbABSTRACTThe negative effect of industrial activities has been spread out not only in terrestrial but also in aquatic ecosystems, including ocean. The pollution from industrial activities to the seawater especially heavymetal, become problem all over the world. Research on macroalgae Gracilaria sp. to absorb Lead has been conducted in 6-day experiment to investigate the potential ability as bioremediation agent. The decline of Lead concentration found in the seawater during 144 hours experiment measured in room temperature. This experiments used Completely Randomized Design (CRD with two factors, ammonium and Lead (Pb. Lead used in three level (0

  13. ANALISIS KESELAMATAN GEDUNG BARU F5 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEBAGAI UPAYA TANGGAP TERHADAP KEADAAN DARURAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Widowati

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak   Gedung F5 adalah gedung baru di Fakultas Ilmu Keolahragaan yang masih memiliki sarana keselamatan gedung yang sangat minim, dimana gedung ini memiliki potensi untuk terjadi kebakaran ataupun bencana alam lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu rekomendasi sebagai upaya perbaikan dalam aspek keselamatan terhadap gedung baru F5 Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif komparatif. Hasil dari 103 poin yang dibahas, sebanyak 41 poin (39,8% terpenuhi dan sesuai dengan standar/peraturan. Sebanyak 12 poin (11,7% terpenuhi namun belum sesuai dengan standar/peraturan dan sebanyak 50 poin (48,5% tidak terpenuhi. Saran untuk penelitian ini antara lain yaitu memasang instalasi alarm kebakaran, titik panggil manual, hidran, sprinkler, tanda pemasangan pada setiap APAR, dan memasang kembali check sheet yang hilang. Selain itu memasang pintu darurat, tangga darurat, pencahayaan darurat, memperbaiki penunjuk arah evakuasi darurat, menambah 1 area untuk titik berkumpul, menambah 1 akses untuk jalur keluar atau memperlebar jalur akses masuk tersebut menjadi minimal 4 dan ideal 5,5 meter dan melengkapi dengan cermin cembung setiap tikungan yang ada pada akses masuk gedung F5 sebanyak 3 unit.   Kata Kunci : Keselamatan, gedung, darurat.     Abstract F5 Building is a new building in the Faculty of Sport Science which still has very minimal building safety facilities.The purpose of this research is to produce a recommendation as an effort to improve the safety aspect of the new building of F5 State University of Semarang. This research used comparative descriptive research method and focus on 103 topic points of safety building. From observation and analysis, it resulted 41 points (39.8% were met and in accordance with the standards / regulations. A total of 12 points (11.7% are met but not in accordance with the standard / regulation and as many as 50 points (48.5% are not met

  14. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Imaduddin

    2010-10-01

    Full Text Available Process of the transesterification reaction of palm oil with methanol by using ash of palm empty fruit bunches (EFB as base catalyst has been conducted. The studied variables were effect of weight ash of EFB (5, 10, 15, 20, 25 g and the molar ratio (3:1; 6:1; 9:1; and 12:1 of methanol to palm oil. Sample of ash was prepared through heating, screening, and reashing. A certain amount of ash was extracted in methanol with mixing for about 1 h at room temperature and the product was used as catlayst for transesterification process. The composition of the methyl esters (biodiesel was analyzed using GC-MS and 1H NMR, whereas characters of biodiesel were analyzed using ASTM methods. The results of AAS analysis showed that potassium carbonate content in ash of EFB was 25.92% w/w. The main components of biodiesel were mixture of methyl palmitate and methyl oleat as the major compounds. The increasing of EFB ash weight (catalyst concentration in reaction of transesterification enhanced the biodiesel conversion of 53.0; 76.9; 88.2; 90.5 and 97.8% (w/w respectively. The increasing of the molar ratio of methanol to palm oil, the biodiesel conversion enhanced too, that were 74.0; 90.5; 92.3 and 98.8% (w/w respectively. The properties of biodiesel were relatively conformed with specification of biodiesel (ASTM D 6751. © 2008 BCREC UNDIP. All rights reserved.(Received: 25th September 2008, Accepted: 5th October 2008[How to Cite: M. Imaduddin, Y. Yoeswono, I. Tahir. (2008. Ekstraksi Kalium dari Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Katalis Pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 3 (1-3: 14-20.  doi:10.9767/bcrec.3.1-3.7119.14-20][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.3.1-3.7119.14-20 || or local:  http://ejournal.undip.ac.id/index.php/bcrec/article/view/7119][Cited by: Scopus 1 | ] 

  15. Gambir (Uncaria gambir Roxb Sebagai Pewarna Alam Kain Batik Sutera, Katun, dan Rayon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofyan Sofyan

    2016-12-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb. is one of main commodities in West Sumatra Province where most of the products are exported in raw gambier form. Many benefits that can be derived from gambier, but there is no diversify of this product. The research was aimed to use gambier as natural dyes in batik fabric and to see the quality of the batik that had been dyed. The study was conducted by varying the type of fabric (silk, cotton, and rayon and the type of mordant or color fixer namely lime (CaO, alum (Al2(SO43, and ferous salt (FeSO4. The fabrics which had been dyed were tested color direction, color fastness of washing, light, rubbing, moreover acid and alkaline perspiration. The results showed that the color direction was brownish with different color darkness depending on the type of mordant used. The results of testing on color fastness were good to excellent averagely. In term of the type of fabric, from the three types of fabric used, silk gave the best result in terms of color fastness of washing and perspiration of acid and alkaline with average test results was good to excellent (scale 4-5. The use of different types of mordant had not given significant effect on testing of color fastness to light and rubbing. ABSTRAKGambir (Uncaria gambir Roxb. merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Sumatera Barat dimana hampir sebagian besar produknya diekspor dalam bentuk gambir mentah. Sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari gambir, namun belum ada hilirisasi produk ini di dalam negeri. Tujuan penelitian adalah menggunakan gambir sebagai pewarna alam pada kain batik dan melihat kualitas kain batik yang telah diwarnai. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jenis kain (sutera, katun, dan rayon dan jenis mordan atau pembangkit warna yaitu kapur (CaO, tawas (Al2(SO43, dan tunjung (FeSO4. Kain yang telah diwarnai dilakukan pengujian arah/beda warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian, sinar, gosokan, dan keringat asam dan basa

  16. UJI VALIDITAS TEKNIK PCR (Polymerase Chain Reaction DAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BAKTERI TAHAN ASAM SEBAGAI ALAT DIAGNOSIS PENDERITA TB PARU DI RUMAH SAKIT PERSAHABATAN, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Basundari Sri Utami

    2012-10-01

    Full Text Available Salah satu faktor yang menghambat program pemberantasan tuberkulosis paru adalah belum tersedianya alat diagnosis cepat yang dapat menentukan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam sputum. Diagnosis cepat dan tepat sangat penting untuk menentukan pengobatan dan memutus rantai penularan. PCR (Polymerase Chain Reaction adalah suatu metode pemeriksaan yang prinsip kerjanya memperbanyak (amplification DNA invitro secara enzimatis. Tehnik PCR telah dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan untuk mendeteksi M.tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan validitas PCR sebagai perangkat diagnosis pada tersangka penderita tuberkulosis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi program pemberantasan tuberkulosis terutama sebagai informasi tentang validitas diagnosis dan kemungkinan penggunaan PCR sebagai alat diagnosis. Sebanyak 70 sampel sputum diambil dari tersangka penderita tuberkulosis,  diperiksa  menggunakan 3 jenis pemeriksaan: mikroskopis bakteri tahan asam (BTA, uji PCR dan metode biakan yang berfungsi sebagai baku emas (gold standard. Validitas diagnosis ditentukan dengan menghitung sensitifitas, spesifisitas, nilai duga positif dan negatif, rasio kecenderungan positif dan negatif, akurasi dari masing­ masing hasil diagnosis (mikroskopis BTA dan PCR. Sensitifitas dan spesifisitas pemeriksaan mikroskopis BTA adalah 77,2% (CI = 95%; 0,7837- 0,7603 dan 95,8% (CI = 95%; 0,96361- 0,9523 dengan nilai duga positif dan negatif 89,4% dan 90,1% dengan rasio kecenderungan (LR + = 18,8 dan (LR - = 0,23. Hasil uji PCR menunjukkan sensitifitas dan spesifisitas pemeriksaan sebesar 90% (CI = 95%; 0,90705 - 0,89295 dan 79% (CI = 95%; 0,7995 - 0,78043 dengan nilai duga positif dan negatif 66% dan 95% dengan rasio kecenderungan (LR + = 3,18 dan (LR - = 0,11. Sebagai perangkat diagnosis TB paru, PCR valid dapat membedakan penderita TB paru dan bukan

  17. Sistem Monitoring Parkir Mobil menggunakan Sensor Infrared berbasis RASPBERRY PI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DECY NATALIANA

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Masalah yang selalu timbul dalam sistem perparkiran adalah kurangnya informasi mengenai status ketersediaan lahan parkir, untuk itu diperlukan sebuah sistem monitoring parkir. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan merealisasikan model sistem monitoring perparkiran dengan fasilitas pemilihan area parkir dengan berbasiskan Raspberry Pi serta pemanfaatan infrared sebagai sensor. Sistem ini mampu menampilkan status ketersediaan dari area parkir yang ditampilkan pada display serta dilengkapi dengan perhitungan tarif parkir. Pada sistem yang dirancang dilengkapi dengan tombol untuk memilih area parkir, 2 buah sensor pada masing-masing area parkir untuk mendeteksi kendaraan, kamera untuk kemanan dan lampu LED sebagai indikator ketersediaan area parkir. Perangkat lunak yang digunakan pada sistem ini dirancang dengan menggunakan bahasa Python 2 dan untuk sistem database digunakan SQLite3. Pengujian dilakukan secara simulasi pada miniatur perparkiran. Hasil pengujian model sistem perparkiran dapat menampilkan kondisi dari masing-masing area parkir yang ditampilkan pada display. Kedua buah LED berhasil menjadi indikator ada tidaknya lahan parkir yang masih kosong. Untuk sistem perhitungan tarif parkir telah sesuai dengan perhitungan lamanya parkir. Kata kunci : Parkir, Raspberry Pi , Infrared, Python 2, Monitoring. ABSTRACT The problem which always happens in parking system is the lack of information about the parking area. That’s why we need parking monitoring system. The purposes of this project are to devise and create parking monitoring system which has fitur for ordering parking area. The system based on Raspberry Pi. The system use infra red as sensor. Beside show the availability status of parking area in a display, this system also calculates the price of using the parking area. The System equipped with button for ordering parking area, 2 infrared sensors for each area, web camera for security and 2 LED lamps for availability

  18. Bioremediasi sebagai Usaha Konservasi Lingkungan pada Pencemaran Limbah Pemboran Minyak di Job Pertamina – Petrochina East Java Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ai Siti Fatimah

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam skala ex-situ, data yang diperoleh dari setiap perlakuan berupa data deskriptif komparatif. Tujuan penelitian adalah : 1 Mengkaji efektifitas indigeneous sebagai pendegradasi penurunan TPH(Total Petroleum Hydrokarbon, pada sumur Sukowati#4, Sukowati #6, dan Sukowati #7. 2 Mengetahui penyebab penurunan laju degradasi TPH Sukowati#4, lebih cepat dibanding Sukowati #6 dan Sukowati #7. 3 Pemanfaatan hasil bioremediasi untuk masyarakat sekitar lokasi dan rekomendasi saran strategis pengelolaan limbah hasil olahan bioremediasi. Teknik remediasi yang dilakukan secara land farming, dengan menambahkan end-product pada treatment bioremediasi. Variable perlakuan tanah 3:1, pengamatan yang dilakukan selama 20 minggu Indigeneous dan end-product mampu mendegradasi mikroorganisme sumur pemboran Sukowati #4 dengan penurunan TPH yang signifikan sedangkan pada Sukowati #6 mengalami penurunan TPH 25% dan Sukowati #7 penurunan TPH mencapai 20%. Pada minggu ke-8 penurunan TPH mencapai 90 %. Tanah hasil olahan bioremediasi dengan teknik land farming banyak mengandung komponen kimia (N, P, K, memungkinkan untuk digunakan lahan tanaman jarah sebagai rekomendasi saran strategi pengelolaan lingkungan. Pada umumnya masyarakat sekitar lokasi memanfaatkan tanah hasil olahan bioremediasi sebagai tanah urug dan pembuatan batako.   ABSTRACT This research was conducted in the scale of ex-situ, the data obtained from each treatment in the form of comparative descriptive data. Research objectives are: 1 Assess the effectiveness of indigeneous as degrading reduction in TPH (Total Petroleum hydrocarbon, on wells Sukowati # 4, Sragen # 6, and # 7 Sragen. 2 Determine the cause of a decrease in the degradation rate of TPH Sragen # 4, faster than Sragen Sragen # 6 and # 7. 3 Using the findings of bioremediation for the community around the location and strategic advice on the management of waste processed bioremediation. Remediation techniques

  19. Pressure sensor

    Science.gov (United States)

    Mee, David K.; Ripley, Edward B.; Nienstedt, Zachary C.; Nienstedt, Alex W.; Howell, Jr., Layton N.

    2015-09-29

    Disclosed is a passive, in-situ pressure sensor. The sensor includes a sensing element having a ferromagnetic metal and a tension inducing mechanism coupled to the ferromagnetic metal. The tension inducing mechanism is operable to change a tensile stress upon the ferromagnetic metal based on a change in pressure in the sensing element. Changes in pressure are detected based on changes in the magnetic switching characteristics of the ferromagnetic metal when subjected to an alternating magnetic field caused by the change in the tensile stress. The sensing element is embeddable in a closed system for detecting pressure changes without the need for any penetrations of the system for power or data acquisition by detecting changes in the magnetic switching characteristics of the ferromagnetic metal caused by the tensile stress.

  20. Semiconductor sensors

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hartmann, Frank, E-mail: frank.hartmann@cern.c [Institut fuer Experimentelle Kernphysik, KIT, Wolfgang-Gaede-Str. 1, Karlsruhe 76131 (Germany)

    2011-02-01

    Semiconductor sensors have been around since the 1950s and today, every high energy physics experiment has one in its repertoire. In Lepton as well as Hadron colliders, silicon vertex and tracking detectors led to the most amazing physics and will continue doing so in the future. This contribution tries to depict the history of these devices exemplarily without being able to honor all important developments and installations. The current understanding of radiation damage mechanisms and recent R and D topics demonstrating the future challenges and possible technical solutions for the SLHC detectors are presented. Consequently semiconductor sensor candidates for an LHC upgrade and a future linear collider are also briefly introduced. The work presented here is a collage of the work of many individual silicon experts spread over several collaborations across the world.

  1. Corrosion sensor

    Science.gov (United States)

    Glass, Robert S.; Clarke, Jr., Willis L.; Ciarlo, Dino R.

    1994-01-01

    A corrosion sensor array incorporating individual elements for measuring various elements and ions, such as chloride, sulfide, copper, hydrogen (pH), etc. and elements for evaluating the instantaneous corrosion properties of structural materials. The exact combination and number of elements measured or monitored would depend upon the environmental conditions and materials used which are subject to corrosive effects. Such a corrosion monitoring system embedded in or mounted on a structure exposed to the environment would serve as an early warning system for the onset of severe corrosion problems for the structure, thus providing a safety factor as well as economic factors. The sensor array is accessed to an electronics/computational system, which provides a means for data collection and analysis.

  2. Thermal flow micro sensors

    OpenAIRE

    Elwenspoek, M.

    1999-01-01

    A review is given on sensors fabricated by silicon micromachining technology using the thermal domain for the measurement of fluid flow. Attention is paid especially to performance and geometry of the sensors. Three basic types of thermal flow sensors are discussed: anemometers, calorimetric flow sensors and time of flight flow sensors. Anemometers may comprise several heaters and temperature sensors and from a geometric point of view are similar sometimes for calorimetric flow sensors. We fi...

  3. PENGOLAHAN BUAH DAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KOKTAIL, MANISAN, EMPING BIJI RAMBUTAN DAN OBAT HERBAL YANG BERKHASIAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuni Widiarti

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan Pengolahan Buah Dan Biji Rambutan Sebagai Makanan Tradisional Koktail, Manisan, Emping Biji Rambutan Dan Obat Herbal Yang Berkhasiat bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dukuh kanggan Desa Wringinputih terhadap manfaat rambutan, dan biji rambutan terhadap kesehatan beserta bagaimana meningkatkan nilai jual rambutan dan biji rambutan pada saat panen raya. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga di dukuh Kanggan Desa Wringinputih khususnya warga RT 01 dan 02 RW XIII yang berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan dalam pngabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan emping serta manisan buah rambutan. Manfaat yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah masyarakat menjadi tahu manfaat dari daun hingga akar dan buah rambutan terhadap berbagai penyakit dan kecantikan.

  4. Desain Multi-purpose Support Ship sebagai Sarana Pengamanan, Pemetaan, dan Pusat Komando untuk Meningkatkan Keamanan Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewangga Aradea Widjatmiko

    2017-03-01

    Full Text Available Akibat maraknya pelanggaran-pelanggaran seperti illegal fishing, perompakan, penyelundupan, dan pelanggaran wilayah perbatasan laut Sulawesi, Indonesia. maka dibutuhkan kapal yang memiliki beragam kemampuan yaitu sebagai kapal kombatan (anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan anti serangan udara, kapal markas (command ship, kapal hidro-oseonagrafi (kapal survey dan riset, kapal bantu angkut personel dan kendaraan tempur (support ships, dan kapal pengawas lingkungan (environmental protection. Jenis kapal yang dibuat adalah Multi-purpose Support Ship (MSS, dikarenakan kegunaan yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan laut Indonesia. Dari proses desain ini didapat ukuran Multi-purpose Support Ship yaitu; Lpp = 110.0 m, B =14 m, H = 6.5 m, T= 4,5 m.

  5. APLIKASI ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOQUE (OPAC BERBASIS ANDROID SEBAGAI SARANA TEMU KEMBALI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Tika Parmawati

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC berbasis android. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R & D dengan metode pengembangan menggunakan model prototyping. Pengembangan sistem informasi layanan audio visual berbasis video streaming dengan enam tahap, yaitu : 1 Tahap pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, 2 Tahap perancangan desain cepat (desain awal, 3 Tahap membangun prototipe, 4 Tahap evaluasi prototype, 5 Tahap perbaikan prototype, dan 6 Tahap rekayasa produk. Penentuan tingkat kelayakan aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC berbasis android berdasarkan uji validasi ahli bidang teknologi informasi dan uji coba terbatas pada pengguna. Hasil uji coba sebagai berikut : 1 Pengembangan aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC berbasis android sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebagai aplikasi penelusuran informasi koleksi buku teks umum secara online melalui smartphone. 2 Indikator penilaian dari program ini adalah kebenaran atau ketepatan operasional sistem, ketegaran, keterluasan, keterpakaian ulang, efisiensi atau kinerja, portabilitas, integritas, modularitas, keterbacaan mendapat kualifikasi cukup baik, sedangkan verifikasi mendapat kualifikasi baik. 3 Secara umum dari hasil penilaian tersebut aplikasi OPAC berbasis android ini cukup layak untuk digunakan sebagai alternatif pelengkap pemberian layanan penelusuran informasi koleksi buku teks umum di Perpustakaan Undiksha. Kata Kunci: OPAC, android, dan temu kembali informasi Abstract Aim of this study to develop the software of Online Public Access Cataloque (OPAC based on android. Research and Development (R & D design was applied in this study which was developed through prototyping models. The software was constructed through six stages, namely: 1 needs analysis and repairment, 2 rapid design (preliminary design, 3 prototypes building, 4 prototype evaluation, 5

  6. Analisis Sifat Mekanik Tulangan Beton Pasca Bakar (Sebagai Bahan Pengayaan Mata Kuliah Bahan Bangunan dan Struktur Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Santoso

    2009-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya tegangan leleh tulangan beton bertulang  yang dibakar pada suhu 6000 Celcius dan 9000 Celcius  dengan tebal lindungan beton  2 cm dan 4 cm. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah  Bahan Bangunan dan Struktur Beton. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dan pelaksanaannya dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan Fakultas Teknik UNY, Laboratorium Struktur dan Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gajah Mada. Jumlah sampel  sebanyak 15 buah. Bentuk konstruksi beton berupa balok, dengan ukuran 15 x 20 cm dengan  panjang 45 cm. Tulangan yang digunakan adalah tulangan baja polos berdiameter 10 mm dan begel diameter 6 mm sebagai bahan untuk merangkai tulangan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan mencari harga reratanya. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain besarnya tegangan leleh tulangan sebelum dilakukan pembakaran= 385,12 MPa, setelah dibakar pada suhu 6000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm  sebesar 385,25 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar 382,50 MPa. Besarnya tegangan leleh tulangan  beton setelah dilakukan pembakaran pada suhu 9000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm sebesar 374,97 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar  377,48 MPa.  Secara umum beton yang dibakar sampai dengan suhu sampai 9000 Celcius, tegangan lelehnya  masih memenuhi persyaratan, yaitu masih dalam satu kelas (SII 0136-80dan penurunan tegangan  lelehnya sebesar 2,63%.

  7. PENGARUH MOTIVASI, DAN LINGKUNGAN KERJA, TERHADAP KINERJA KARYAWAN, DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT BNI LIFEINSURANCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Dwilaksono Hanafi

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan, motivasi terhadap kepuasan kerja, motivasi terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh kepuasan kerja, pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja, dan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT BNI Life Insurance divisi employee benefit, dengan jumlah populasi 322 orang, peneliti mengambil 220 orang sebagai sampel. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan hubungan kausal (causal effect dan jenis data primer.Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi dengan media kuesioner.Metode analisis menggunakan statistik inferensial dengan tipe data parametrik, dan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM.Hasil penelitian menunjukan variabel motivasi terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan karena memiliki nilai t-value 2.97 >t-tabel 1.96. Begitupun motivasi terhadap kepuasan kerja memiliki nilai t value 2,31>t-tabel 1.96 yang berarti motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Motivasi terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai t value -2.32 >t-tabel 1.96.Namun pada variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan menunjukan tidak berpengaruh dan signifikan karena nilai t-value 0.00 t-tabel 1.96. Begitupun pada variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi mempunyai nilai t-value 3.36 >t-tabel 1.96 yang berarti bahwa kepuasan kerja positif memediasi hubungan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.Terakhir dapat dilihat variabel kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-value -2.73 >t-tabel 1.96, jadi dapat diartikan variabel kepuasan kerja berpengaruh positif

  8. POTENSI HIDROLISAT TEMPE SEBAGAI PENYEDAP RASA MELALUI PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH NANAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Machin

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perlunya pengembangan penyedap rasa alternatif berbahan hidrolisat tempe dan proses pembuatannya, menguji jenis asam amino, kadar protein dan uji organoleptik. Metode eksperimen digunakan pada penelitian ini. Pengujian jenis asam amino melalui teknik kromatografi, kadar protein terlarut melalui metode Biuret dan uji organoleptik produk dibandingkan penyedap rasa sintetis. Hasil yang didapatkan adalah pengembangan penyedap rasa hidrolisat tempe perlu dilakukan karena alasan dampak mengkonsumsi penyedap rasa sintetis, pengembangan teknologi, sumber penghasilan dan potensi penelitian. Proses pembuatannya melalui penambahan sari nanas pada tempe yang telah dikukus dan diblender dengan perbandingan tempe:air:sari nanas 1: 0,5:0,5. Pengovenan selama 2 jam pada suhu 55ºC, penambahan dektrin + NaCl (masing-masing sebanyak 0,5 gr/100 gr tempe, pengovenan kembali selama 2 jam pada suhu 55ºC. Perlakuan B2 (pengovenan pada suhu 55ºC selama 2 jam menghasilkan asam glutamat. Produk ini berpotensi membentuk monosodium glutamat dengan penambahan NaCl. Jumlah protein terlarut dipengaruhi oleh lama pengovenan dan suhu. Produk hidrolisat tempe sebagai penyedap rasa menghasilkan rerata kesukaan warna (3,3 = menarik, aroma (3,9 = sangat suka dan menghasilkan cita rasa sama jika ditambahakan sebanyak 2 kali dibandingkan penyedap rasa sintetis.This research was aimed to describe the need for the development of alternative flavor made from hydrolyzated tempe and its manufacturing process, to test the types of amino acid, to measure the protein levels and to test the favor organoleptically. This was an experimental study. The types of amino acid was tested using chromatographic technique, the level of soluble protein was tested using Biuret method and the products were compared organoleptically. The study showed that the development of hydrolyzated tempe flavoring needs to be performed by the reason of the impact of

  9. Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan Hasil Diognosis Mikroskopis Malaria di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fridolina Mau

    2015-07-01

    sasaran. Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan ketepatan diagnosis dan sebagai bahan evaluasi dalam upaya perbaikan keterampilan mikroskopis dijarak yang akan datang. Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan pemeriksaan mikroskopis malaria pada tenaga mikroskopis malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kemampuan diagnosis malaria petugas mikroskopis Puskesmas dan kabupaten dievaluasi dengan pemberian sediaan darah baku maupun sediaan darah yang didapat dari Passive Case Detection (PCD. Evaluasi kinerja dilakukan dengan pengamatan dan pengisian checklist oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada bulan April - Juni 2012 di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pemantauan kualitas dinilai berdasarkan hasil cross check dan penilaian koefisien Kappa antara tenaga mikroskopis Puskesmas dan mikrokopis dinas kesehatan kabupaten dengan mikroskopis parasitologiFakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM yang tersertifikasi, hasil kesepakatan diagnosis menunjukan kekuatan kesepakatan antara mikroskopis Puskesmas dan mikroskopis dinas kesehatan kabupaten “baik” (Kappa 0,61-0,80 sedangkan Kappa antara kabupaten denganFK UGM nenunjukan “kurang” (0,20-0,40.Kata kunci : pemeriksaan mikrokopis malaria, kabupaten Belu, cross check, Kappa

  10. Koefesien Kappa sebagai Indeks Kesepakatan Hasil Diognosis Mikroskopis Malaria di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fridolina Mau

    2015-07-01

    sasaran. Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan ketepatan diagnosis dan sebagai bahan evaluasi dalam upaya perbaikan keterampilan mikroskopis dijarak yang akan datang. Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan pemeriksaan mikroskopis malaria pada tenaga mikroskopis malaria di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kemampuan diagnosis malaria petugas mikroskopis Puskesmas dan kabupaten dievaluasi dengan pemberian sediaan darah baku maupun sediaan darah yang didapat dari Passive Case Detection (PCD. Evaluasi kinerja dilakukan dengan pengamatan dan pengisian checklist oleh peneliti. Penelitian dilakukan pada bulan April - Juni 2012 di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pemantauan kualitas dinilai berdasarkan hasil cross check dan penilaian koefisien Kappa antara tenaga mikroskopis Puskesmas dan mikrokopis dinas kesehatan kabupaten dengan mikroskopis parasitologiFakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM yang tersertifikasi, hasil kesepakatan diagnosis menunjukan kekuatan kesepakatan antara mikroskopis Puskesmas dan mikroskopis dinas kesehatan kabupaten “baik” (Kappa 0,61-0,80 sedangkan Kappa antara kabupaten denganFK UGM nenunjukan “kurang” (0,20-0,40.Kata kunci : pemeriksaan mikrokopis malaria, kabupaten Belu, cross check, Kappa

  11. PENINGKATAN KUALITAS FILM TIPIS CdTe SEBAGAI ABSORBER SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN DOPING TEMBAGA (Cu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. Marwoto

    2012-12-01

    Full Text Available Film tipis CdTe dengan doping tembaga (Cu berkonsenterasi 2% telah berhasil ditumbuhkan di atas substrat Indium Tin Oxide (ITO dengan metode dc magnetron sputtering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh doping Cu(2% terhadap struktur morfologi, struktur kristal, fotoluminisensi dan resistivitas listrik film CdTe. Citra morfologi Scanning Electron Microscopy (SEM dan hasil analisis struktur dengan X-Ray Diffraction (XRD menunjukkan bahwa film CdTe:Cu(2% mempunyai citra permukaan dan struktur kristal yang lebih sempurna dibandingkan film CdTe tanpa doping. Hasil analisis spektrometer fotoluminisensi menunjukkan bahwa film CdTe dan CdTe(2% mempunyai puncak fotoluminisensi pada tiga panjang gelombang yang identik yaitu 685 nm (1,81 eV, 725 nm (1,71 eV dan 740 nm (1,67 eV. Film CdTe dengan doping Cu(2% memiliki intensitas puncak fotoluminisensi yang lebih tajam pada pita energi 1,81 eV dibandingkan dengan film CdTe tanpa doping. Pengukuran arus dan tegangan (I-V menunjukkan bahwa pemberian doping Cu(2% dapat menurunkan resistivitas film dari 8,40x109 Ωcm menjadi 6,92x105 Ωcm. Sebagai absorber sel surya, kualitas film tipis CdTe telah berhasil ditingkatkan dengan pemberian doping Cu(2%.CdTe:Cu(2% thin film has been successfully grown on Indium Tin Oxide (ITO substrates by using dc magnetron sputtering. This study was carried out in order to investigate the effect of Cu(2% doping on the morphologycal structure, crystal structure, photoluminesence, and resistivity of CdTe thin film. Scanning Electron Microscopy (SEM  images and X-Ray Diffraction (XRD results showed that CdTe:Cu(2% thin film has morphologycal and crystal structures more perfect than undoped CdTe film. Photoluminesence spectroscopy results showed that CdTe and CdTe:Cu(2% thin films have luminesence peak at three identical wevelength regions i.e. 685 nm (1.81 eV, 725 nm (1.71 eV and 740 nm (1.67 eV however CdTe:Cu(2% film shows sharper photoluminescence peak at band

  12. PENGGUNAAN SILVER DIAMINA FLUORIDA (SDF 38% SEBAGAI Arresting Caries Treatment (ACT PADA ANAK-ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lendrawati Lendrawati

    2011-09-01

    Full Text Available AbstrakKaries merupakan masalah kesehatan gigi yang banyak diderita oleh anak-anak seluruh dunia terutama negara berkembang termasuk Indonesia. Kerusakan gigi pada anak-anak terjadi lebih cepat dibandingkan orang dewasa karena gigi yang baru erupsi masih dalam proses maturasi dan proses mineralisasi belum sempurna. Tubuli dentin anak anak yang masih lebar menyebabkan pembentukan jaringan sklerotik tidak sempurna dan buffer saliva masih kurang sehingga aktivitas proteolitik menjadi lebih banyak di dalam mulut. Fluor merupakan zat mineral yang digunakan sebagai bahan yang efektif mencegah terjadinya karies gigi dapat membuat lapisan email tahan terhadap kerusakan yang disebabkan pelarutan email oleh zat asam. Strategi pencegahan karies lebih efektif sejak diperkenalkannya silver diamina fluoride (SDF yang merupakan cairan tidak berwarna mengandung ion fluoride yang digunakan untuk memacu terjadinya proses remineralisasi hidoksiapatit mineral gigi. Penggunaan SDF ini merupakan metoda Arresting Caries Treatment (ACT. SDF menggabungkan efek penguatan gigi dari natrium fluoride (NaF dan efek nitrat perak.Konsentrasi efektif solusi SDF 38% (44.800 ion fluoride ppm digunakan untuk menghambat perkembangan karies pada gigi sulung anak-anak, terutama anak-anak yang sulit untuk dilakukan perawatan. SDF sederhana, mudah dalam mengaplikasikan dan biaya pemakaian lebih murah. SDF merupakan bahan yang tepat untuk digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi masyarakat terutama pada anak-anak.Kata Kunci : karies gigi, silver diamine fluoride, Arresting Caries Treatment, topikalAbstractDental caries is a health problem that affects many children all over the world, especially in developing countries, including Indonesia. Tooth decay in children occurs more rapidly than adults because the new tooth eruption is still in the process of maturation and mineralization process is not perfect. Dentin tubules of children is still wide lead sclerotic tissue formation

  13. POTENSI DAN TINGKAT PEMAFAATAN IKAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN DI SELATAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Rosana

    2015-10-01

    Full Text Available Jawa Timur (Jatim adalah salah satu propinsi yang memiliki potensi sumberdaya perikanan laut yang terdiri dari ikan pelagis dan ikan demersal. Wilayah pengelolaan perikanan laut di Jawa Timur bagian selatan memiliki potensi yang sangat besar karena berhadapan langsung dengan samudera Hindia dan memiliki potensi ikan khususnya kelompok pelagis besar seperti tuna (Thunnus sp dan cakalang (Katsuwonus pelamis. Untuk mengetahui informasi tentang potensi dan tingkat pemanfaatan perikanan laut di Jatim perlu dianalisis data yang ada, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan sektor perikanan laut kedepannya dengan memperhatikan kelestarian sumberdayanya. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi dan tingkat pemanfaatan ikan di wilayah Selatan Jatim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan analisa data menggunakan metode Maximum Sustainable Yield (MSY. MSY atau potensi lestari ikan adalah besarnya jumlah stok ikan tertinggi yang yang dapat ditangkap secara terus menerus dari suatu sumberdaya tanpa mempengaruhi kelestarian stok ikan tersebut. Dengan menggunakan metode surplus produksi, potensi lestari ikan (MSY di wilayah Selatan Jatim periode 2009-2013 adalah sebesar 219.189,453 ton. Tingkat pemanfaatan ikan di perairan Selatan Jatim tahun 2009-2013 nilai rata-ratanya sebesar 49,48% yang berarti masih dibawah nilai jumlah tangkapan yang diperbolahkan (JTB sebesar 80%. Dari nilai tingkat pemanfaatan selama 5 (lima tahun tersebut dapat dikatakan perairan Selatan Jatim masih dalam kondisi underfishing karena tingkat pemanfaatannya masih dibawah nilai JTB (kurang dari 80%. Rata-rata nilai upaya penangkapan sebesar 577.764 trip dengan upaya optimum sebesar 523.437 trip, maka dapat disimpulkan bahwa upaya optimum lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata upaya penangkapan selama 5 (lima tahun.Kata Kunci: CPUE, MSY, potensi, tingkat pemanfaatan, upaya UTILIZATION POTENTIAL AND LEVEL OF FISH AS A BASIS FOR

  14. MATAKAO SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DAN REPRESIF TERHADAP TINDAK PENCURIAN DI PULAU AMBON DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Jamaa

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak:Pencurian merupakan tindak pidana meresahkan masyarakat, sehingga dibutuhkan upaya preventif, dan represif, baik dari aparat kepolisian maupun kesadaran masyarakat sendiri. Upaya yang dilakukan masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Pange di pulau Ambon terhadap pencurian tersebut adalah penggunaan matakao. Penelitian ini mengungkap dampak penggunaan matakao terhadap pencegahan pencurian barang masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok dan penggunaan matakao dianalisis dari aspek preventif dan represif terhadap pencurian dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan syar’i dan fenomenologis serta dianalisis secara kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam kepada beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok memercayai penggunaan matakao menimbulkan efek fisik berupa rasa sakit kepada pencuri tanaman atau hewan ternak yang dipasang matakao. Matakao karimpu menimbulkan efek psikologis; pencuri kesulitan keluar dari areal tanaman atau hewan ternak yang dicurinya hingga ditemukan korban atau orang lain. Rasa sakit yang dialami pencuri akan hilang, setelah diberikan penawar, jika pencuri mengakui perbuatannya dan bertobat tak akan mencuri lagi di hadapan korban (pemilik barang. Sehingga tanaman dan hewan ternak masyarakat setempat aman dari pencurian. Karena itu, matakao berdampak positif sebagai upaya preventif sekaligus represif terhadap pencurian di dusun Telaga Pange dan Telaga Kodok. Usaha pencegahan dari pencurian itu, sejalan dengan maqashîd al-syarî`ah, sebab pencurian merupakan jarîmah hudûd dalam hukum Islam. Pengakuan pelaku pencurian pada dasarnya merupakan alat bukti yang sah dalam perspektif hukum Islam.Abstract:Theft is a criminal act of disturbing the public, so that the necessary preventive measures and repressive, including police and public awareness. Efforts are being made publics of

  15. PENGEMBANGAN CD PEMBELAJARAN INTERAKTIF KIMIA SMA BERBASIS INTERTEKSTUALITAS ILMU KIMIA SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sjaeful Anwar

    2015-01-01

    Full Text Available Chemistry learning based on the intertextuality of chemistry demands relationship among chemistry representsation on three levels, which are macrocospic, microscopic, and symbol level with the daily experience of students and the social interaction developed by teachers. Through the research entitled “Pengembangan CD Pembelajaran Interaktif Kimia SMA Berbasis Intertekstualitas sebagai Alternatif Model Pembelajaran”, we will have a learning CD for teachers using competency standard and basic competency; concepts and indicators; the representation of chemistry materials on three levels macroscopic, microscopic, and symbol; learning description; and student work sheet. Before making the learning model, we will execute a standard analysis on the content of KTSP 2006, so we will get the concepts and indicators; potray the learning process of teachers in class and analyse the reference books both text books and hig school books. The data source for this research is the table of according to concept and indicators with competency standard and basic competency; the observation of learning process in class; the analysis table of three levels; hydrolysis materials from text books in high school and university; and the descriptive table of hydrolysis concept learning. The supporting instruments used are quistionaires to know the students expereince and essay texts to know the concept understanding the students have after the learning process. From the standard analysis of the content of KTSP 2006, we have three concepts and eight indicators. The first concept is classifying salt according to the forming compounds with the indicators (1 explain salt coming from strong acid and strong base; (2 explain salt coming from strong acid and weak base; (3 explain salt coming from weak acid and strong base; (4 explaining salt coming from weak acid and weak base. The second concept: hydrolysis is the ions reaction with water molecul producing ion H+ and or OH

  16. IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN SUMBERDAYA PULAU KANGEAN KABUPATEN SUMENEP MADURA SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Sulistyo Rini

    2015-10-01

    Full Text Available Kepulauan Kangean merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah timur laut pulau Madura, dengan kepulauan terbesar adalah pulau Kangean. Pulau kangean sendiri termasuk dalam wilayah kabupaten Sumenep dan terbagi dalam Tiga wilayah kecamatan yaitu kecamatan Arjasa, Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas. Aktivitas wisata bahari diantaranya adalah santai dipantai/menikmati lingkungan alam sekitar pantai, berenang, tour keliling (boat tour, cruising/extended bongat tour, surfing, diving, water sky dan sailing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan manganalisa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wisata bahari Kepulauan Kangean, serta menganalisis rencana starategis pemetaan pengembangan wisata bahari di Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Madura. Hasil penilaian kesesuaian pulau kangean untuk wisata bahari diperoleh hasil 708 yang artinya sangat sesuai, sedangkan untuk analisa Internal Eksternal Faktor Analisys Summary (I-EFAS adalah 2,8 – 2,9 yang artinya kondisi internal dan eksternal memiliki kekuatan untuk mengatasi situasi yang ada. Skala prioritas untuk pengembangan wisata bahari di pulau kangean berdasarkan analisis SWOT dan AHP adalah: 1. Peningkatan infrastruktur wisata bahari, 2. Pengelolaan wisata bahari berbasis masyarakat, 3. Promosi dan publikasi obyek wisata, 4. Peningkatan kerjasama antar sektor terkait, 5. Pembinaan dan pelatihan wisata bahari, 6. Peningkatan stabilitas keamanan wilayah, 7. Pembagian zonasi pemanfaatan perikanan dan pariwisata. Sedangkan untuk data citra ALOS diperoleh data dari masing-masing lokasi yang disurvey memiliki lokasi yang berkarakteristik dan memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing namun demikian secara umum lokasi ini dinilai semua kawasan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari.Kata Kunci: AHP, identifikasi, pemetaan, sumberdaya, SWOT, wisata bahariTHE IDENTIFICATION OF RESOURCE POTENTIAL AREA OF KANGEAN ISLAND, SUMENEP REGENCY

  17. APLIKASI SERBUK WORTEL SEBAGAI SUMBER β-KAROTEN ALAMI PADA PRODUK MI INSTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Anna Marliyati

    2013-10-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to study the use of carrot powder as a source of natural β-carotene in instant noodle. Four formulas were developed based on carrot powder level added into the formula (0%, 10%, 15%, and 20%. The carrot instant noodle was evaluated for sensory properties by 30 panelists. The best formula was analyzed for chemical properties, including proximate composition, dietary fibre, and β-carotene. The physical properties were analyzed in color, cooking time, elasticity, and water holding capacity. The experimental design applied terms of Complete Randomized Design. The result showed that instant noodle with 15% carrot powder was the best formula of carrot instant noodle. No significant difference in acceptance between this formula and commercial instant noodles. Product was composed of moisture content 7.75% (wb, ash 1.59% (d.b, protein 12.82% (d.b, fat 1.41% (d.b, carbohydrate 84.18% (d.b and β-carotene 2 390 μg/100 g (199 RE or 99.5 RAE/serving size. Carrot instant noodle had physical properties as cooking time was 3.5 minutes, the color was yellow-redish, elasticity properties was 162.22%, and water holding capacity was 143.89%. This noodle contribute above 15% RDA of vitamin A for the children aged 4—5 years.Key words: β-carotene, carrot powder, instant noodleABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari penggunaan serbuk wortel sebagai sumber beta karoten alami dalam mi instan. Empat formula dikembangkan berdasarkan jumlah serbuk wortel yang ditambahkan (0%, 10%, 15%, dan 20%. Mi instan wortel dievaluasi sifat organoleptiknya oleh 30 orang panelis. Formula terbaik dianalisis sifat-sifat kimianya meliputi komposisi, serat pangan, dan beta karoten, sedangkan sifat-sifat fisik yang dianalisis adalah warna, waktu masak, elastisitas, dan daya serap air. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi instan dengan penambahan 15% serbuk wortel

  18. PENGARUH GAYA BELAJAR DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bonita Prabasari

    2017-06-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Sayung menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa masih rendah, dilihat dari nilai ulangan harian, nilai tengah semester, dan nilai akhir semester siswa kelas XI IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pola asuh orang tua dan gaya belajar terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar sebagai variable intervening pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sayung tahun pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sayung Tahun Pelajaran 2015/2016 sejumlah 60 siswa. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, ada pengaruh positif dan signifikan gaya belajar terhadap prestasi belajar, ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar, ada pengaruh positif dan signifikan gaya belajar terhadap motivasi belajar, ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar, ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajarsebesar, dan ada pengaruh positif dan signifikan gaya belajar terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar. The result of preliminary observation in Senior High School 1 Sayung indicate that achievements of student is relatively low, it showed value of daily test, value of the middle of the semester, and value of the end of the semester. The purpose of this research is to know the influence of parents parenting and learning style towards study achievement in the students studying economic through study motivation of class XI students of social sciences in Senior High School 1 Sayung academic year 2015

  19. Hydrogen sensor

    Science.gov (United States)

    Duan, Yixiang; Jia, Quanxi; Cao, Wenqing

    2010-11-23

    A hydrogen sensor for detecting/quantitating hydrogen and hydrogen isotopes includes a sampling line and a microplasma generator that excites hydrogen from a gas sample and produces light emission from excited hydrogen. A power supply provides power to the microplasma generator, and a spectrometer generates an emission spectrum from the light emission. A programmable computer is adapted for determining whether or not the gas sample includes hydrogen, and for quantitating the amount of hydrogen and/or hydrogen isotopes are present in the gas sample.

  20. Penggunaan Accelerometer MMA7361 sebagai Alternatif Pengukuran Lendutan pada Jembatan Secara Nirkabel Berbasis ATmega32

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Syaryadhi

    2016-03-01

    by ATmega32. The system was tested by manually loading the trial bridge with 1 m of length. The loading deflects down the bridge to maximum 15 cm from the reference point. Sensor readout data was sent wirelessly using ZigBee real time to computer in a graphical display for easy analysis. The research give an alternative method in vertical deflection measuring on the bridge that can be utilized by stakeholder in policy decision.

  1. Microcantilever sensor

    Science.gov (United States)

    Thundat, T.G.; Wachter, E.A.

    1998-02-17

    An improved microcantilever sensor is fabricated with at least one microcantilever attached to a piezoelectric transducer. The microcantilever is partially surface treated with a compound selective substance having substantially exclusive affinity for a targeted compound in a monitored atmosphere. The microcantilever sensor is also provided with a frequency detection means and a bending detection means. The frequency detection means is capable of detecting changes in the resonance frequency of the vibrated microcantilever in the monitored atmosphere. The bending detection means is capable of detecting changes in the bending of the vibrated microcantilever in the monitored atmosphere coactively with the frequency detection means. The piezoelectric transducer is excited by an oscillator means which provides a signal driving the transducer at a resonance frequency inducing a predetermined order of resonance on the partially treated microcantilever. Upon insertion into a monitored atmosphere, molecules of the targeted chemical attach to the treated regions of the microcantilever resulting in a change in oscillating mass as well as a change in microcantilever spring constant thereby influencing the resonant frequency of the microcantilever oscillation. Furthermore, the molecular attachment of the target chemical to the treated regions induce areas of mechanical strain in the microcantilever consistent with the treated regions thereby influencing microcantilever bending. The rate at which the treated microcantilever accumulates the target chemical is a function of the target chemical concentration. Consequently, the extent of microcantilever oscillation frequency change and bending is related to the concentration of target chemical within the monitored atmosphere. 16 figs.

  2. Sensors for Entertainment.

    Science.gov (United States)

    Lamberti, Fabrizio; Sanna, Andrea; Rokne, Jon

    2016-07-15

    Sensors are becoming ubiquitous in all areas of science, technology, and society. In this Special Issue on "Sensors for Entertainment", developments in progress and the current state of application scenarios for sensors in the field of entertainment is explored.

  3. DNA and RNA sensor

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    LIU; Tao; LIN; Lin; ZHAO; Hong; JIANG; Long

    2005-01-01

    This review summarizes recent advances in DNA sensor. Major areas of DNA sensor covered in this review include immobilization methods of DNA, general techniques of DNA detection and application of nanoparticles in DNA sensor.

  4. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica) sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe

    OpenAIRE

    Gary Intan Ramadhani; Atiek Moesriati

    2013-01-01

    Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica) merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasi...

  5. PROSES PEMAKNAAN KELOMPOK TERHADAP BRAND SEBAGAI IDENTITAS KELOMPOK (Studi Deskriptif Kualitatif pada Kelompok Skinhead di Yogyakarta terhadap Brand Dr. Martens, Fred Perry, Ben Sherman, Levi’s.)

    OpenAIRE

    Renaldo, Bernadus

    2014-01-01

    Sebagai makhluk sosial kita tidak terlepas pada kelompok-kelompok masyarkat. Pada hal ini individu-individu membentuk satu kelompok dengan memiliki tujuan yang sama. Skinhead merupakan kelompok anak muda kelas pekerja “Working Class” yang telah ada pada tahun 1960an di Inggris. Skinhead juga merupakan “Way of Life”, sehingga semua orang bisa menjadi skinhead. Berkepala gundul merupakan ciri fisik skinhead. Kemeja kotak-kota, kaus berkerah, jaket harrington, jaket jeans, celana jeans, sepatu b...

  6. KAJIAN EKONOMI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF : KASUS PANTAI BARU, DESA PONCOSARI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014

    OpenAIRE

    Wuryantari, Asri

    2015-01-01

    Di tengah krisis energi saat ini timbul pemikiran untuk keanekaragaman energi (diversifikasi energi) dengan mengembangkan sumber energi lain sebagai elternatif untuk penyediaan konsumsi energi domestik. Di Indonesia, semakin bertambahnya jumlah penduduk, penggunaan akan gas ELPIJI juga semakin meningkat. Namun, hal ini tidak didukung oleh jumlah migas yang mampu disediakan oleh pemerintah Indonesia sendiri. Disisi lain, teknologi akan sumber energi alternatif biogas sudah diterapkan lama di I...

  7. “Man Belo” (Sebuah Etnografi Kegiatan Menyirih Sebagai Identitas Sosial Generasi Muda Karo di Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Medan).

    OpenAIRE

    Ginting, Mediawati

    2012-01-01

    Menyirih adalah sesuatu kegiatan yang memiliki kaitan nilai dengan adat-budaya Karo, hal ini tampak dalam penggunaan sirih dan kegiatan menyirih yang dilakukan dalam konteks upacara, seperti pertunangan, perkawinan, perobatan dan lain sebagainya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mendeskripsikan mengenai perilaku menyirih dikalangan generasi muda Karo yang dalam hal ini dilakoni oleh anak gadis Karo, pada satu sisi usaha deskripsi ini sebagai bentuk dokumentasi budaya d...

  8. Agama Sebagai Kesadaran Ideologis: Refleksi Perubahan Sosial Ali Syari’ati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Bonjol Jauhari

    2016-06-01

    . Di lain pihak ia sama sekali berbeda dengan para ulama tradisional Iran yang anti-perubahan, juga berbeda dengan gerakan-gerakan Islam radikal yang melakukan pemberontakan politik terhadap penguasa. Syari’ati melakukan perlawanan politik melalui gagasan-gagasannya yang revolusioner, mempengaruhi opini publik untuk memahami Islam sebagai ajaran yang memiliki kepentingan emansipatoris. Yakni kepercayaan terhadap Islam sebagai mahzab pikiran dan tindakan dalam melawan ketidakadilan sosial ekonomi, kezhaliman penguasa, dan belenggu-belenggu kebudayaan. Upaya-upaya pemaknaan Islam secara modern dan kontekstual ini menghadirkan dua pola perubahan sosial, yaitu pola pergerakan moderat dan  ekstrem (radikal. Yang pertama lebih spesifik mengarah kepada bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa terjebak pada simbolisme atau labelisasi Islam (formalisasi Islam sementara yang terakhir sama-sama menganggap penting implementasi nilai-nilai Islam dan simbolisme atau formalisasi Islam dalam bentuk negara Islam dll. Kalau yang pertama lebih bersifat substantif yakni mementingkan tujuan berupa terwujudnya cita-cita Islam dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan yang kedua lebih mengutamakan berlakunya hukum Islam (legal-formal dalam keseluruhan aspek kehidupan masyarakat.

  9. Advances in wireless sensors and sensor networks

    CERN Document Server

    Mukhopadhyay, Subhas Chandra; Leung, Henry

    2010-01-01

    Written by experts, this book illustrates and collects recent advances in wireless sensors and sensor networks. It provides clever support for scientists, students and researchers in order to stimulate exchange and discussions for further developments.

  10. Wireless sensor platform

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Joshi, Pooran C.; Killough, Stephen M.; Kuruganti, Phani Teja

    2017-08-08

    A wireless sensor platform and methods of manufacture are provided. The platform involves providing a plurality of wireless sensors, where each of the sensors is fabricated on flexible substrates using printing techniques and low temperature curing. Each of the sensors can include planar sensor elements and planar antennas defined using the printing and curing. Further, each of the sensors can include a communications system configured to encode the data from the sensors into a spread spectrum code sequence that is transmitted to a central computer(s) for use in monitoring an area associated with the sensors.

  11. EDITORIAL: Humidity sensors Humidity sensors

    Science.gov (United States)

    Regtien, Paul P. L.

    2012-01-01

    produced at relatively low cost. Therefore, they find wide use in lots of applications. However, the method requires a material that possesses some conflicting properties: stable and reproducible relations between air humidity, moisture uptake and a specific property (for instance the length of a hair, the electrical impedance of the material), fast absorption and desorption of the water vapour (to obtain a short response time), small hysteresis, wide range of relative humidity (RH) and temperature-independent output (only responsive to RH). For these reasons, much research is done and is still going on to find suitable materials that combine high performance and low price. In this special feature, three of the four papers report on absorption sensors, all with different focus. Aziz et al describe experiments with newly developed materials. The surface structure is extensively studied, in view of its ability to rapidly absorb water vapour and exhibit a reproducible change in the resistance and capacitance of the device. Sanchez et al employ optical fibres coated with a thin moisture-absorbing layer as a sensitive humidity sensor. They have studied various coating materials and investigated the possibility of using changes in optical properties of the fibre (here the lossy mode resonance) due to a change in humidity of the surrounding air. The third paper, by Weremczuk et al, focuses on a cheap fabrication method for absorption-based humidity sensors. The inkjet technology appears to be suitable for mass fabrication of such sensors, which is demonstrated by extensive measurements of the electrical properties (resistance and capacitance) of the absorbing layers. Moreover, they have developed a model that describes the relation between humidity and the electrical parameters of the moisture-sensitive layer. Despite intensive research, absorption sensors still do not meet the requirements for high accuracy applications. The dew-point temperature method is more appropriate

  12. Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Temperatur dan Debit Thermal Oil Sebagai Heater Generator Terhadap Performansi Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denis Aryanto

    2015-03-01

    Full Text Available Sistem pendingin saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang berbagai aktifitas manusia. Salah satu teknologi pendinginan yang ada saat ini adalah sistem refrijerasi difusi absorpsi atau DAR (Diffusion Absorption Refrigeration. Sistem ini menggunakan generator untuk menjalankan sistemnya sebagai pengganti kompresor pada sistem kompresi uap. Pada penelitian ini digunakan thermal oil yang dipanaskan dengan menggunakan electric heater sebagai sumber panas pada generator.  Fluida kerja yang digunakan dalam sistem adalah pasangan refrijeran-absorben R22-DMF (Dimethylformamide dengan konsentrasi massa 60%-40% serta gas hidrogen sebagai gas inert. Pengujian sistem dilakukan dengan mengkombinasikan 3 variasi debit thermal oil yang masuk ke generator yaitu sebesar 6 liter/jam, 8 liter/jam dan 10 liter/jam dengan 3 variasi temperatur thermal oil sebesar 90ºC, 110 ºC dan 130 ºC. Hasil unjuk kerja terbaik dari sistem difusi absorpsi ini yaitu nilai COP terbesar 0.612 didapatkan pada temperatur thermal oil sebesar 130ºC dengan debit thermal oil sebesar 8 liter/jam. Untuk nilai kapasitas pendinginan terbesar diperoleh sebesar 139,1 watt, laju perpindahan panas pada generator ( 233 watt, laju perpindahan panas pada kondensor 143 watt, laju alir massa refrijeran 0.000721 kg/s serta efisiensi generator 0,233 yang didapatkan pada temperatur thermal oil sebesar 130ºC dan debit 6 liter/jam.

  13. RAPID ASSESMENT LIMNOLOGIS SEBAGAI INDIKATOR PENGELOLAAN (REGULASI DAN PEMANFAATAN PERAIRAN DI ZONA PENYANGGA LAHAN BASAH RESERVAT DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pathul Arifin

    2017-02-01

    Full Text Available Penurunan jumlah tangkapan di perairan reservat danau panggang kabupaten hulu sungai utara sebesar 2% pertahun dari 3145,1 ton (2010 menjadi 3.030,0 ton (2013 dan kehadiran ikan lais (Cryptopterus micronema < 1% setiap tahunnya disusul ikan baung (Mystus nemurus < 0,5% mengindikasikan penurunan kualitas air, produktivitas perairan dan lingkungan perairan secara keseluruhan sebagai sistem ekologi. Tujuan penelitian (a mengidentifikasi kondisi limnologis perairan di zona penyangga kawasan reservat danau panggang dengan analisis kualitas air dan biological indeks; (b menganalisis konfigurasi ruang dari aktivitas di lokasi dan nilai sumberdaya perairan dari karakter bioekologis; (c menilai kondisi keseluruhan atribut perairan di zona penyangga; (d memetakan profil zonasi untuk menjelaskan kondisi eksisting di lokasi penelitian. Metode analisis kualitas air dan biological indeks serta kuissioner disertai statistik deskriptif dan pemetaan. Konsentrasi bahan organik yang tinggi berasal dari limbah organik dan tingkat biodiversitas fitoplankton lebih dominan daripada zooplankton berupa kelompok Chlorophyta air tawar sebagai pakan alami bagi larva dan benih ikan. Struktur pemukiman di lokasi terhadap perairan 50-75%, pembudidaya dan nelayan sebagai profesi utama dengan 2-10 jenis ikan yang tertangkap serta 4 jenis yang kehadirannya rendah. Pemetaan faktor penyebab kerusakan zona penyangga berasal dari peningkatan pemukiman 30%, prilaku masyarakat, intensitas penangkapan dan illegal fishing

  14. DAMPAK RESPON EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF KONSUMEN ONLINE DENGAN SUMBERDAYA YANG DIKELUAKAN DAN ORIENTASI BELANJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hatane Semuel

    2006-01-01

    iklan online. Format media iklan online diformat dalam bentuk audio-visual, animasi gambar, dan teks gambar. Tujuan utama dari penelitian ini, lebih difokuskan pada format media online, namun digunakan media offline brosur sebagai pembanding stimulus media. Penelitian diformat dalam rancangan percobaan faktorial dengan menggunakan format media online dan offline sebagai faktor. Untuk menguji dampak tidak langsung respon emosi terhadap kecenderungan perilaku pembelian impulsif, digunakan sumberdaya yang dikeluarkan dan orientasi belanja konsumen sebagai mediasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pengaruh stimulus antara format media offline dengan media online terhadap respon emosi dan kecenderungan perilaku pembelian impulsif. Ditemukan bahwa stimulus dari format media online memberikan dampak respon emosi dan kecenderungan perilaku pembelian impulsif yang lebih kuat. Dalam kelompok format media online ditemukan juga bahwa bentuk format audio-visual dan teks gambar mempunyai stimulus yang tidak berbeda secara statistik dan lebih kuat dibandingkan format animasi gambar. Hasil temuan lainya. menunjukan bahwa respon emosi mempunyai dampak positip secara langsung terhadap kecenderungan perilaku pembelian impulsif. Selain itu sumberdaya yang dikeluarkan dapat merupakan mediasi positip antara respon emosi dengan orientasi belanja rekreasi, dan negatip untuk orientasi belanja kenyamanan. Orientasi belanja kenyamanan merupakan mediasi positip antara sumberdaya yang dikeluarkan dengan kecenderungan perilaku pembelian impulsif, sedangkan orientasi belanja rekreasi merupakan mediasi negatip. Kata kunci:. pembelian online, pembelian impulsive, media online, orientasi belanja.

  15. Perancangan Alat Ukur Sudut Tekuk Lutut Wireless menggunakan Sensor Gyroscope berbasis ATMega 328 dan ATMega 2560

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TEGUH PERKASA

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAKPada penelitian ini, sensor Gyroscope digunakan sebagai alat pengukur sudut lutut. Pengukuran sudut ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada pasien yang mengalami gangguan atau cedera lutut dan evaluasi pola jalan manusia. Alat pengukur sudut ini terdiri dari 3 sistem yaitu sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Media komunikasi data yang digunakan adalah radio frekuensi 2,4 GHz untuk mentransfer data sudut lutut antar sistem secara wireless. Sensor Gyroscope ditempelkan pada suatu divais mekanik berbahan acrylic sebagai representasi sistem tungkai kaki bawah dan sistem tungkai kaki atas. Kedua sensor tersebut digunakan untuk mengukur percepatan sudut dari kedua sistem tungkai kaki. Kemudian data tersebut diolah menjadi nilai sudut lutut menggunakan kontroler berbasis Arduino. Pengujian alat ini mencakup pengujian sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Dari hasil pengujian diperoleh nilai error sebesar 3 derajat untuk sistem tungkai bawah dan 2 derajat untuk sistem tungkai atas terhadap hasil pengukuran dengan goniometer yang biasa digunakan untuk mengukur sudut lutut oleh tenaga medis. Sistem komunikasi data wireless juga telah berhasil mengirimkan data sudut secara utuh.Kata Kunci: Arduino, Gyroscope, Radio Frekuensi, Sudut lutut, Wireless.ABSTRACTGyroscope sensor was used to measure a knee angle. The angle measurement is useful to diagnose an early symptom of some patient with disorders or knee injuries as well as to evaluation of gait analysis. The device consist of three system i.e. lower limb system, upper limb system and communication. The radio frequency of 2.4 GHz was used to transfer knee angle data between two systems. Gyroscope sensor were affixed on upper and lower part of the mechanical hinge device that built from acrylic. These device device was representative of the knee joint. Both sensors were used to measure the angular acceleration between the upper

  16. PEMANFAATAN TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis sp. PADA PEMBUATAN ANEKA KUDAPAN SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BERGIZI UNTUK PMT-AS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewanti Putri Pratiwi

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTBreadfruit is valuable fruit and has a good of nutrient content, but its usage is limited by poor storage properties of fresh fruit. Processing into flour, can increase its utilization. The aim of this research was to utilize breadfruit flour in production of nutritious snack foods for School Supplementary Feeding Programme (PMT-AS. There were three products developed in this study; brownies, pia, and croquette. The research was conducted using experimental design. The proportions of breadfruit flour and wheat flour were different for each product, which brownies was formulated using 70:30, 80:20, 90:10, and 100:0; whereas pia and croquette was formulated by 50:50, 60:40, 70:30, and 80:20. Proximate analysis showed that 100 g brownies contained 409 kcal energy and 7.5 g protein, 100 g pia had 383 kcal energy and 6.7 g protein and croquette had the highest energy and protein content is 455 kcal and 9.9 g protein. In conclusion, all products were suitable as alternative snacks for PMT-AS. The products have met 300 kcal energy and 5 g protein per serving size. Considered also the cost of production, these products have fulfilled criteria to be used in PMT-AS.Keywords: breadfruit, PMT-AS, snacksABSTRAKSukun merupakan buah yang bernilai dan memiliki kandungan gizi yang baik, tetapi penggunaannya terbatas oleh penyimpanan ketika berbentuk buah segar. Sukun yang diubah ke dalam bentuk tepung dapat meningkatkan pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan tepung sukun dalam pembuatan kudapan sebagai alternatif makanan bergizi untuk PMT-AS. Terdapat tiga produk dalam penelitian ini, yaitu brownies, pia, dan kroket. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Perbandingan tepung sukun dan tepung terigu berbeda untuk masing-masing produk. Formulasi brownies adalah 70:39, 80:20, 90:10, dan 100:0, sedangkan formulasi pia dan kroket adalah 50:50, 60:40, 70:30, dan 80:20. Berdasarkan uji organoleptik diketahui bahwa produk

  17. FORMULASI FLAKES PATI GARUT DAN TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus SEBAGAI PANGAN KAYA ENERGI PROTEIN DAN MINERAL UNTUK LANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firda Amalia

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to produce arrowroot starch flakes with dumbo catfish (Clarias gariepinus flour, as a rich energy, protein, and mineral food for elderly. Design of this study was complete randomized design with four formulas and each combination was replicated two times. A selected formula was determined based on semi trained panelists preference. Acceptance of selected flakes formula was examined by elderly using hedonic test. Flakes by addition of 33.00% of dumbo catfish flour was the selected formula. The chemical properties for selected flakes were as follows 4.00% of water, 4.84% ash, 16.90% protein, 5.21% fat, 69.06% carbohydrate, 14.48% calcium, and 8.61% phosphor. The selected flakes contain 391 kcals energy per 100 g. The selected flakes had contributed more than 20.00% of energy, protein, calcium, and phosphor for elderly people so it can be claimed as a food product rich in energy, protein and minerals.Keywords: arrowroot starch, dumbo catfish flour, flakes, mineral, proteinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan flakes pati garut dan tepung ikan lele dumbo (Clarias gariepinus sebagai pangan kaya energi, protein, dan mineral untuk lansia. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat formula dan setiap kombinasi diulang dua kali. Formula terpilih ditentukan berdasarkan preferensi panelis agak terlatih. Penerimaan flakes terpilih oleh lansia dilakukan dengan menggunakan uji hedonik. Flakes dengan penambahan tepung ikan lele dumbo sebanyak 33.00% merupakan formula terpilih. Sifat kimia flakes terpilih yaitu 4.00% kadar air, 4.84% abu, 16.90% protein, 5.21% lemak, 69.06% karbohidrat, 14.48% kalsium, dan 8.61% fosfor. Flakes terpilih mengandung 391 kkal energi per 100 g. Flakes terpilih memiliki kontribusi lebih dari 20.00% untuk energi, protein, mineral kalsium, dan fosfor untuk lansia sehingga dapat diklaim sebagai produk makanan yang kaya energi, protein, dan mineral.Kata kunci

  18. Harmonisasi Hukum Perusahaan di ASEAN sebagai Faktor Fundamental dalam Implementasi Kegiatan Merger and Acquisition (M&As

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Wisnu Wardhana

    2015-08-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebagai wadah kerja sama regional Asia Tenggara, ASEAN tengah memasuki suatu tahapan penting dalam proses peningkatan kerja sama kawasan. Tahapan tersebut merupakan salah satu respon dari perkembangan yang terjadi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Berbekal dengan semangat awal pembentukan ASEAN yang berdasarkan tiga pilar kerja sama di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, ASEAN memperkuat kerja sama dengan pembangunan dibidang ekonomi yang bersifat fundamental melalui proses integrasi ekonomi negara-negara ASEAN. Pembangunan kerja sama di ASEAN dapat ditinjau berdasarkan konsep hukum pembangunan yang diperluas ke dalam ruang lingkup suatu kawasan, dan konsep pembentukan sistem hukum untuk suatu kawasan. Berdasarkan perspektif dan pokok pikiran yang terkandung dalam hukum pembangunan oleh Mochtar Kusumaatmadja, maka keberadaan harmonisasi hukum perusahaan dapat difungsikan sebagai suatu bentuk penyatuan dasar kerja sama negara-negara satu kawasan. Hal ini di dukung oleh adanya fakta bahwa pluralisme masyarakat ASEAN membutuhkan kehadiran hukum yang mampu menjamin adanya ketertiban dan kesamaan perlakuan (equality. Kerja sama di ASEAN dengan salah satu inisiatif penyatuan ekonomi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dalam rangka peningkatkan ekonomi kawasan. Tujuan dari harmonisasi hukum (perusahaan sangatlah jelas, yaitu ketertiban dalam lingkup masyarakat yang plural (ASEAN dan kesamaan perlakuan dalam bentuk keadilan yang bersifat distributif, serta adanya manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh entitas didalamnya. Abstract As a cooperation of regionalism among Southeast Asia countries, ASEAN recently entered a critical stage in its process of improving regionalism scheme. The stage of its cooperation is part of ASEAN responses due to the progress of globalization and the proliferation of free trade area. ASEAN regionalism can be analysed through the concept of legal development perspective (hukum

  19. PENGGUNAAN MEMBRAN SERAT BERONGGA SEBAGAI AERATOR DALAM SISTEM KULTIVASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIOMASSA DAN BIOFIKSASI CO2 DARI Chlorella vulgaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Dianursanti

    2015-06-01

    Full Text Available Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim, sebagian besar disebabkan karena merebaknya gas CO2.  Pemanfaatan mikroalga Chlorella sp. untuk mereduksi gas CO2 menjadi potensi yang menjanjikan. Hal ini mengingat, bahwa Chlorella dapat dengan efisien mereduksi CO2 karena mereka dapat tumbuh dengan cepat dan mudah diadaptasikan ke dalam rekayasa sistem fotobioreaktor. Dalam penelitian ini akan diupayakan pengaturan sistem aerasi berfilter untuk kultivasi Chlorella vulgaris dalam reaktor agar proses transfer massa gas CO2 dalam kultur mikroalga menjadi lebih baik. Dengan demikian nilai KLa (CO2 menjadi salah satu parameter penentu dalam peningkatan produksi biomassa Chlorella. Nilai KLa yang tinggi menunjukkan proses transfer massa CO2 yang lebih baik dalam kultur mikroalga. Namun nilai KLa (CO2 yang terlalu besar sangat mungkin menyebabkan terjadinya shear stress pada alga.Dengan menggunakan membran serat berongga sebagai aerator, permasalahan shear stress pada alga dapat dihindari. Dengan diameter pori yang sangat kecil, membran ini dapat memberikan laju alir dan transfer massa CO2 dalam kultur yang optimal, tanpa menimbulkan efek shear strees. Dengan demikian penggunaan membran ini dapat menghasilkan produktivitas Chlorella yang lebih baik serta dapat meningkatkan kemampuan biofiksasi CO2 selama proses kultivasinya. Penggunaan membran serat berongga sebagai aerator telah terbukti mampu meningkatkan produksi biomassa C. vulgaris  sebesar 27,2 %. Abstract Global warming triggering climate change is largely due to the presence of CO2. Utilization of microalgae Chlorella vulgaris to reduce CO2 gas is potential as it efficiently reduces CO2while growing quickly and adapting to the photobioreactor systems engineering. This study explored filter aeration system settings for cultivating C. vulgaris in the reactor thus mass transfer of CO2 in microalgae cultures becomes more efficient. Value of KLa (CO2 is one of the parameters in

  20. Wireless ferroelectric resonating sensor.

    Science.gov (United States)

    Viikari, Ville; Seppa, Heikki; Mattila, Tomi; Alastalo, Ari

    2010-04-01

    This paper presents a passive wireless resonating sensor that is based on a ferroelectric varactor. The sensor replies with its data at an intermodulation frequency when a reader device illuminates it at 2 closely located frequencies. The paper derives a theoretical equation for the response of such a sensor, verifies the theory by simulations, and demonstrates a temperature sensor based on a ferroelectric varactor.

  1. Integrated Optical Sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Lambeck, Paul; Hoekstra, Hugo

    2003-01-01

    The optical (tele-) communication is the main driving force for the worldwide R&D on integrated optical devices and microsystems. lO-sensors have to compete with many other sensor types both within the optical domain (fiber sensors) and outside that domain, where sensors based on measurand induced c

  2. Integrated Optical Sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Lambeck, Paul V.; Hoekstra, Hugo

    2003-01-01

    The optical (tele-) communication is the main driving force for the worldwide R&D on integrated optical devices and microsystems. lO-sensors have to compete with many other sensor types both within the optical domain (fiber sensors) and outside that domain, where sensors based on measurand induced c

  3. Aplikasi Short Message Service (SMS dan Email Sebagai Media Komunikasi Data dalam Sistem Pemantauan Suhu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Adriansyah

    2011-06-01

    Full Text Available      Sistem pemantauan suhu secara langsung dengan mencatat setiap perubahan suhu secara manual, terlebih pada kondisi suhu yang ekstrim, memiliki resiko yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukannya secara otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem mandiri yang dapat melakukan pemantauan dan pencatatan perubahan suhu secara near real time (NRT dan mengirimkan laporan secara otomatis melalui email dan SMS. Sistem terdiri dari Sensor suhu LM35 yang berfungsi merubah besaran fisis suhu ke besaran listrik tegangan, Microcontroller Atmega8535 yang memegang peranan untuk mengkonversi tegangan keluaran LM35 kedalam bentuk digital, serta mengirimkan data hasil konversi melalui komunikasi serial ke computer. Program Java yang dijalankan di computer berfungsi memproses data yang dikirim mikrokontroler ATmega8535, menyimpannya ke basis data MySQL, menampilkannya dalam bentuk tabel dan grafik, dan mengirimkan laporan melalui email dan SMS bila data suhu yang diterima melebihi ambang batas yang telah ditentukan.

  4. Sensor sentinel computing device

    Science.gov (United States)

    Damico, Joseph P.

    2016-08-02

    Technologies pertaining to authenticating data output by sensors in an industrial environment are described herein. A sensor sentinel computing device receives time-series data from a sensor by way of a wireline connection. The sensor sentinel computing device generates a validation signal that is a function of the time-series signal. The sensor sentinel computing device then transmits the validation signal to a programmable logic controller in the industrial environment.

  5. STRUKTUR MORFOLOGI, KOMPOSISI KIMIA DAN RESISTANSI LAPISAN TIO2-CU SEBAGAI LAPISAN AKTIF PADA SEL SURYA FOTOELEKTROKIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2013-11-01

    Full Text Available Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalah memodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi dengan logam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cu dengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (Scanning Electron Microscopy untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersive X-ray spectroscopy untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukur menggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitu cukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDX diperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandung  unsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkan lapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%. Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilai resistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah 6,624 kilo ohm.

  6. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  7. BANGUNAN TINGGI MULTI FUNGSI SEBAGAI SINTESIS ARSITEKTUR DAN STRUKTUR Studi Analisis Jin Mao Tower Grand Hyatt Shanghai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    2005-01-01

    Full Text Available More than two decades, after the emerging of post- modern architecture, the split between construction technology and cultural expression in architecture appeared to become wider and wider. With the exception of a few "high-tech" buildings, the unity of art and applied science (technology in design seems facing challenges. It is interesting to see how fast and unexpectedly the situation has changed. Many factors and people played a role in this reversal, many new buildings demonstrate that utilitarian artifacts do not have to be oppressive to creativity but can evoke new innovation. One of the most significant contributors was JIN MAO TOWER at Shanghai, China. The paper analyses this building as a genuine synthesis of rational intelligence with art poetry that is still possible. Abstract in Bahasa Indonesia : Lebih dari dua dekade setelah timbulnya arsitektur pasca modern, pemisahan antara tekknologi konstruksi dan ekspresi kultural dalam arsitektur menjadi semakin lebar. Dengan perkecualian beberapa gedung "high-tech", kesatuan antara seni dan teknologi dalam tahap desain terlihat menghadapi tantangan tantangan. Tetapi menarik untuk diamati bahwa situasi telah berubah. Banyak faktor dan tokoh tokoh arsitek memegang peranan penting dalam perubahan ini, banyak bangunan bangunan baru mendemontrasikan bahwa artefak fungsionil tidak bearti menindas kreativitas namun dapat membangkitkan inovasi baru. Salah satu kontributor yang sangat penting adalah JIN MAO TOWER di Shanghai-China. Makalah ini membahas bangunan tersebut sebagai sintesis orijinal yang masih memungkinkan antara kecerdasan rasional dengan puisi seni arsitektur. Kata kunci: Sintesis.

  8. INTEGRASI MIKROTIK DAN WIRELESS RADIO SEBAGAI MEDIA EFISIENSI INTERNET DI PERUSAHAAN (STUDI KASUS DI PT. BITS MILIARTHA SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andy Rachman

    2015-11-01

    Full Text Available Teknologi informasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam kegiatan perusahaan saat ini.Setiap perusahaan yang ada di Indonesia saat ini telah terhubung dengan Internet.Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, harga berlangganan bandwidthInternetpun semakin murah dari tahun ke tahun. Harga sewa Internet di warung Internet tahun 2013 turun 75% dari tahun 2000 dan harga berlangganan Internet pribadi tahun 2013 turun 86% dari tahun 2000. Penggunaan Internet pada suatu perusahaan yang memiliki gedung terpisah dengan gedung lainnya akan membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk pengoperasiannya. Oleh karena itu, digunakanlah wireless radio sebagai media koneksi antar satu gedung dengan gedung lainnya dengan jarak antar gedung, sedangkan untuk pengaturan hak dan kegiatan berInternet digunakanlah mikrotik.Mikrotik merupakan salah satu jenis router yang handal dan banyak digunakan oleh perusahaan berukuran kecil sampai dengan berukuran menengah. Dengan menggunakan mikrotik yang mempunyai kemampuan sama dengan router-router lainnya dan dengan harga yang sangat murah, maka pengeluaran perusahaan untuk pengadaan router berkurang menjadi 97% serta dengan menggunakan wireless radio, perusahaan dapat mengefisiensi pembangunan Internet sampai dengan 50% dan kemudahan manajemen Internet perusahaan.

  9. ANATOMI DAUN GALUR-GALUR HARAPAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERILL TAHAN CPMMV (COWPEA MILD MOTTLE VIRUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Wijaya

    2016-03-01

    Full Text Available Learning source is the whole thing that can be used in the learning process includes person, environment, objects, messages, tools, and materials that used as information to assist in the learning process and the learning objectives. The aim of this study was to introduce the anatomical characteristics of the 10 CpMMV- resistance soybean lines derived from the soybean crosses that could be use as learning source. The research was conducted at Jambegede Research Station, Indonesian Legume and Tuber Crops Research Institute, Malang, and Laboratory of Genetics, State University of Malang  for observing the anatomy of soybean  leaf. Results showed that the existence of a difference in the average number of stomata and the number trichomes on the upper surface and lower surface leaf of soybean lines that could be use as source of learning. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam proses belajar meliputi orang, lingkungan, benda, pesan, alat, dan bahan yang dijadikan sebagai informasi untuk membantu dalam proses belajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penulisan ini untuk mengenalkan karakter anatomi 10 galur harapan kedelai tahan CpMMV dari hasil persilangan yang dapat dijadikan sumber belajar. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Jambegede, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Malang, dan Laboratorium Genetika Universitas Negeri Malang untuk pengamatan anatomi daun kedelai. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah stomata dan jumlah trikoma pada permukaan atas dan permukaan bawah daun galur kedelai yang dapat dijadikan sumber belajar.

  10. PERAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA TUHA PEUT SEBAGAI LEMBAGA ADAT ACEH DAN PEMERINTAHAN GAMPONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzi Abubakar

    2015-12-01

    ي مؤسسة العادة "Tuha Peut" والحكومة في أتشيه.  حاولت هذه الدراسة – بالمدخل التاريخي – دراسة دور المرأة في مؤسسة العادة "Tuha Peut" والحكومة . دلّت البيانات – المحصولة عليها عن طريق الملاحظة، والمقابلة، والوثائق المكتوبة – على أن دور المرأة في مؤسسة العادة "Tuha Peut" أو الحكومة القائمة "Gampong"متوازيا بدور الرجل، خاصة في تصميم القرارات. ودلّت البيانات كذلك على أن دورها أكثر وضوحا وخاصة فيما يتعلق بالقرارات المتعلقة بالجنس. إن المرأة –ليس فقط- قادرة على تقديم الآراء والاعتبارات إلى "Keuchik" (رئيس اتحاد مجتمع العادة Gampong بل قادرة على القيام بالملاحظة والتفتيش تجاه Reusam Gampong . واستطاعت المرأة كذلك أن تكون همزة وصل لحل المنازاعات والخلافات بين مجتمع العادة أتشيه عن طريق الاستشارة وطرح سبيل الحل لحل هذه الخلافات حتى لا يكون حلّها عن طريق المحكمة.Abstrak: Peran perempuan dalam wacana feminisme tidak saja menjadi perbincangan teoritis tetapi juga praktis di berbagai belahan dunia, termasuk di Aceh Indonesia. Dalam tataran praktis, peran perempuan berada dalam berbagai institusi baik institusi adat maupun pemerintahan. Fokus masalahnya adalah bagaimana peran perempuan dalam institusi adat ‘Tuha Peut’ dan pemerintahan di Aceh. Melalui pendekatan sejarah, tulisan ini mencoba untuk mengeksplorasi peran perempuan dalam institusi adat ‘Tuha Peut’ dan pemerintahan di Aceh. Beragam data, melalui observasi, interview dan dokumentasi, menunjukkan bahwa peran perempuan dalam institusi Tuha Peut baik sebagai

  11. Sensors an introductory course

    CERN Document Server

    Kalantar-zadeh, Kourosh

    2013-01-01

    Sensors: An Introductory Course provides an essential reference on the fundamentals of sensors. The book is designed to help readers in developing skills and the understanding required in order to implement a wide range of sensors that are commonly used in our daily lives. This book covers the basic concepts in the sensors field, including definitions and terminologies. The physical sensing effects are described, and devices which utilize these effects are presented. The most frequently used organic and inorganic sensors are introduced and the techniques for implementing them are discussed. This book: Provides a comprehensive representation of the most common sensors and can be used as a reference in relevant fields Presents learning materials in a concise and easy to understand manner Includes examples of how sensors are incorporated in real life measurements Contains detailed figures and schematics to assist in understanding the sensor performance Sensors: An Introductory Course is ideal for university stu...

  12. Sistem Informasi Antropometri Terintegrasi Dengan Sistem Tertanam Sebagai Pengukur Berat Dan Tinggi Balita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nugroho Budi Wicaksono

    2016-01-01

    Full Text Available Indonesian children’s growth are monitored monthly and can be seen by the KMS graphic and posyandu cadre’s book. The data from posyandu activity will be evaluated by the government health department. In practice, there are many obstacles to make posyandu works ideally. First, the cadres of posyandu have a difficulty to use the conventional anthropometric equipment, so the measurement data may not be valid and precise. Second, noting the KMS graphic needs an accuracy. Third, the measurement result in posyandu is not rapidly integrated to the central health data. A technology innovation of automatization anthropometry measurement called OTOTIM designed for infants that supported by an integrated information system is needed to solve those problems. OTOTIM designed to make anthropometric measurement for infants more fast, valid, and accurate. The measurement result will be stored in the database and transferred to an image that describe the nutrition status in the KMS. Microcontroller will process the data from load sensor that measure baby’s weight and ping sensor that measure baby’s height. Then those raw data will be sent to main component of OTOTIM, which is the software itself to gain informative result of measurement, that consist of right suggestion on what kind of treatment used to take care various nutrition condition of infant and comparison against the previous measurement. OTOTIM will also generate statistics which group the infant by nutritional condition for each month. Those statistics will also include information on how percentage of male and female babies which have certain nutritional condition. However those statistic will provide information which is relevant only for specific district as OTOTIM used in regional manner. In order to create statistic which is relevant to consumed by public, those measurement data must be processed in central server which can calculate whole data and grouped them by nutritional condition

  13. Smart Sensor Systems

    Science.gov (United States)

    Hunter, G. W.; Stetter, J. R.; Hesketh, P. J.; Liu, C. C.

    Sensors and sensor systems are vital to our awareness of our surroundings and provide safety, security, and surveillance, as well as enable monitoring of our health and environment. A transformative advance in the field of sensor technology has been the development of "Smart Sensor Systems". The definition of a Smart Sensor may vary, but typically at a minimum a Smart Sensor is the combination of a sensing element with processing capabilities provided by a microprocessor. That is, Smart Sensors are basic sensing elements with embedded intelligence. The sensor signal is fed to the microprocessor, which processes the data and provides an informative output to an external user. A more expansive view of a Smart Sensor System, which is used in this article, is illustrated in Fig. 19.1: a complete self-contained sensor system that includes the capabilities for logging, processing with a model of sensor response and other data, self-contained power, and an ability to transmit or display informative data to an outside user. The fundamental idea of a smart sensor is that the integration of silicon microprocessors with sensor technology cannot only provide interpretive power and customized outputs, but also significantly improve sensor system performance and capabilities.

  14. Ubiquitous Sensor Network for Chemical Sensors

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Wan-Young Chung; Risto Myllylae

    2006-01-01

    Wireless sensor networks have been identified as one of the most important technologies for the 21st century. Recent advances in micro sensor fabrication technology and wireless communication technology enable the practical deployment of large-scale, low-power, inexpensive sensor networks. Such an approach offers an advantage over traditional sensing methods in many ways: large-scale, dense deployment not only extends spatial coverage and achieves higher resolution, but also increases the system's fault-tolerance and robustness. Moreover, the ad-hoc nature of wireless sensor networks makes them even more attractive for military and other risk-associated applications, such as environmental observation and habitat monitoring.

  15. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru dengan Motivasi Karir Sebagai Variabel Moderasi dan Kepuasan Karir Sebagai Variabel Mediasi pada YP IPPI [Effect of Job Satisfaction on Teacher Performance with Career Motivation as a Moderating Variable and Career Satisfaction as a Mediating Variable at the YP IPPI – Education Foundation/Indonesian Educational Development Institute

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferdy Ardiansyah

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru dengan motivasi karir sebagai variabel moderasi dan kepuasan karir sebagai variabel mediasi pada YP IPPI, Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji pengaruh variabel moderasi motivasi karir dan variabel mediasi pada hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja. Penelitian ini menyebarkan kuesioner kepada 74 guru dari total 208 guru di YP IPPI di Jakarta dan dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan dimediasi oleh kepuasan karir dan di moderasi oleh motivasi karir, namun temuan yang unik variabel moderasi motivasi karir memberikan dukungan pengaruh yang negatif pada guru-guru di sekolah tersebut.

  16. Efek Pemberian Ekstrak Limbah Teh Hitam sebagai Sumber Antioksidan dal Level Energi-Protein Pakan yang Berbeda terhadap Stabilitas Oksidatif dan Kualitas Daging Ayam Broiler

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dilla Mareistia Fassah

    2013-02-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak limbah teh hitam (ELT sebagai sumber antioksidan, dan level energi - protein pakan serta interaksi antara keduanya terhadap stabilitas oksidasi dan kualitas daging ayam broiler. Percobaan ini menggunakan analisis variansi pola faktorial 3 x 3 (3 faktor level pemberian aditif pakan ELT dan 3 tipe pakan dan perbedaan yang signifikan dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT. Tipe pakan yaitu tipe 1: energi - protein rendah, tipe 2: energi - protein sedang, tipe 3: energi - protein tinggi. Tiap perlakuan pakan diberi 3 level pemberian aditif: ELT 0, 500, dan 1.000 mg/kg pakan. Percobaan dilakukan selama 42 hari menggunakan 45 ekor ayam, tiap perlakuan terdiri atas 5 ekor ayam sebagai replikasi. Parameter yang diukur meliputi komposisi kimia daging, kualitas fisik daging, kadar malonaldehyde (MDA, kadar kolesterol, dan komposisi asam lemak daging. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa level pemberian ELT dan level energi – protein pakan saling berinteraksi dalam mempengaruhi nilai pH, susut masak dan kadar MDA, total asam lemak jenuh (SFA, total asam lemak mono tidak jenuh (MUFA serta total asam lemak poli tidak jenuh (PUFA daging. Pemberian ELT berpengaruh tidak nyata terhadap kualitas kimia daging, tetapi berpengaruh nyata menurunkan pH daging, kadar MDA dan SFA daging (P<0,05, meningkatkan total MUFA dan PUFA daging secara nyata (P<0,05. Level energi - protein pakan tidak menyebabkan perbedaan kualitas kimia daging, tetapi daya ikat air daging, kadar MDA daging, kolesterol daging, total MUFA dan PUFA (P<0,05, menurunkan total SFA (P<0,05. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penambahan ELT sebagai aditif pakan memiliki efek yang baik terhadap stabilitas oksidasi yang tercermin dalam penurunan kadar MDA dan total SFA daging serta meningkatkan total PUFA dalam daging, tanpa menyebabkan perbedaan kualitas daging.   (Kata kunci: Ekstrak limbah teh hitam, Antioksidan

  17. PERUBAHAN NILAI NUTRIEN TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L. MOENCHVARIETAS LOKAL ROTE SEBAGAI HIJAUAN PAKAN RUMINANSIA PADA BERBAGAI UMUR PANEN DAN DOSIS PUPUK UREA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bernadete B Koten

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perubahan nilai nutrien hijauan sorgum (Sorghum bicolor (L.Moench varietas lokal Rote sebagai pakan ternak ruminansia pada umur panen dan dosis urea yang berbeda,telah dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas PeternakanUniversitas Gadjah Mada selama 4 bulan dari tanggal 11 November 2011 hingga 27 Februari 2012. Penelitianini dirancang dengan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu umur panen (UPsebagai faktor pertama (UP1= 50 hari, UP2 = 70 hari, dan UP3 = 90 hari dan dosis pupuk urea (P0 = tanpaurea sebagai kontrol, P1 = 50 kg/ha, dan P2 = 100 kg/ha sebagai faktor kedua. Kombinasi perlakuan inidiulang 4 kali. Variabel yang diamati adalah kadar bahan organik (BO, protein kasar (PK, serat kasar (SK,ekstrak eter (EE, bahan ekstrak tanpa N, dan kadar abu (% hijauan sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BO pada UP3P2, UP3P1 dan UP3P0 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Kadar PK tertinggi terdapat pada UP1P2 dan kadar EE tertinggi pada UP3P2. Kadar SK pada UP3P2 dan UP3P0 lebih tinggidan kadar BETN pada UP2P0 dan UP1P1 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. UP1P0, UP1P1, dan UP1P2menghasilkan kadar abu yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa umur panen 90 hariyang dikombinasikan dengan dosis urea 100 kg/ha menghasilkan nilai nutrien hijauan sorgum terbaik sebagaipakan ruminansia dengan 93,69% kadar BO, 04,45% kadar PK, 08,41% EE, dan 33,14% SK, 47,21% kadarBETN, dan 06,79% kadar abu. Kata kunci : Sorghum bicolor (L. Moench, hijauan pak

  18. Embedded sensor systems

    CERN Document Server

    Agrawal, Dharma Prakash

    2017-01-01

    This inspiring textbook provides an introduction to wireless technologies for sensors, explores potential use of sensors for numerous applications, and utilizes probability theory and mathematical methods as a means of embedding sensors in system design. It discusses the need for synchronization and underlying limitations, inter-relation between given coverage and connectivity to number of sensors needed, and the use of geometrical distance to determine location of the base station for data collection and explore use of anchor nodes for relative position determination of sensors. The book explores energy conservation, communication using TCP, the need for clustering and data aggregation, and residual energy determination and energy harvesting. It covers key topics of sensor communication like mobile base stations and relay nodes, delay-tolerant sensor networks, and remote sensing and possible applications. The book defines routing methods and do performance evaluation for random and regular sensor topology an...

  19. Towards Sensor Database Systems

    DEFF Research Database (Denmark)

    Bonnet, Philippe; Gehrke, Johannes; Seshadri, Praveen

    2001-01-01

    Sensor networks are being widely deployed for measurement, detection and surveillance applications. In these new applications, users issue long-running queries over a combination of stored data and sensor data. Most existing applications rely on a centralized system for collecting sensor data....... These systems lack flexibility because data is extracted in a predefined way; also, they do not scale to a large number of devices because large volumes of raw data are transferred regardless of the queries that are submitted. In our new concept of sensor database system, queries dictate which data is extracted...... from the sensors. In this paper, we define the concept of sensor databases mixing stored data represented as relations and sensor data represented as time series. Each long-running query formulated over a sensor database defines a persistent view, which is maintained during a given time interval. We...

  20. Sensors for Process Control

    Science.gov (United States)

    Tschulena, G.

    1988-01-01

    Sensors are one of the key elements for the automation in the manufacturing and process technology. The sensor field is presently within a restructuring process, directed to a stronger utilization of solid state technologies. This restructuring is governed by the utilization of solid state physical effects, by the use of reproducible fabrication techniques, and by the market driving forces. The state of the art of sensors in modern fabrication techniques will be demonstrated in examples, namely for sensors in silicon technology, in thin film technology and in thick film/screen printing technology. Some important physical and technological problems to be solved for the development of new and advanced sensor families will be outlined. Sensor development is strongly directed to the minaturization of devices and to the integration of different sensors to multisensors, as well as the integration between sensors and microelectronics.

  1. Air Sensor Toolbox

    Science.gov (United States)

    Air Sensor Toolbox provides information to citizen scientists, researchers and developers interested in learning more about new lower-cost compact air sensor technologies and tools for measuring air quality.

  2. Analisis Koefisien Attenuasi Bahan Plastik Menggunakan Sensor Cahaya Smartphone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Pramuda

    2016-09-01

    Full Text Available Untuk menekan mainstream yang negatif terhadap penggunaan smartphone, salah satunya adalah dengan kajian yang inovatif dan menarik untuk memanfaatkan smartphone sebagai media bantu pembelajaran, eksperimen sains dan fisika. Pada penelitian ini dikaji karakteristik koefisien attenuasi bahan plastik menggunakan sensor cahaya pada smartphone secara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan filter bahan plastik berwarna kuning dan biru yang digunakan didapati memiliki nilai R2 yang secara teknis cukup relevan untuk menunjukkan karakteristik linier attenuation coefficient. Sedangkan tren dari μ (attenuation coefficient filter bahan plastik berwarna merah cenderung sesuai untuk tren polinomial dengan nilai R2 yang jauh lebih baik dari pada tren linier. Pemilihan filter yang tepat menjadi hal yang penting untuk mempermudah pembelajaran, selain sebenarnya tersembunyi berbagai konsep fisika yang menarik bila didapatkan hasil yang mungkin berbeda dengan teori dasarnya. Penggunaan smartphone untuk eksperimentasi sederhana sesuai dengan langkah yang dipaparkan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk akrab dengan persamaan Lambert-Beer, selain itu, dapat menjadi batu loncatan untuk mempelajari peristiwa absorbsi serta transmisi cahaya oleh bahan.

  3. Perbandingan Levofloxacin dengan Ciprofloxacin Peroral dalam Menurunkan Leukosituria Sebagai Profilaksis Isk pada Kateterisasi di RSUP. Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marwazi Sofyan

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi saluran kemih (ISK adalah keadaan ketika kuman tumbuh dan berkembang biak di dalam saluran kemih dalam jumlah yang bermakna. Diagnosis ISK ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis bakteriuria dan leukosituria. ISK pasca kateterisasi merupakan penyebab terbesar infeksi nosokomial, dengan sumber kuman bisa dari penyebaran ascending (seperti penggunaan kateter, hematogen maupun limfogen. Antibiotik profilaksis perlu diberikan untuk mencegah infeksi, mengingat tingginya kemungkinan ISK pasca kateterisasi. Flouroquinolon saat ini masih direkomendasikan untuk profilaksis ISK, namun akhir-akhir ini banyak laporan tentang resistensi terhadap golongan ini, terutama ciprofloxacin. Ciprofloxacin adalah golongan fluoroquinolon generasi kedua sedangkan Levofloxacin merupakan generasi ketiga. Di RSUP DR M Djamil, khususnya di SMF Urologi belum ada data mengenai perbandingan keefektifan levofloxacin dan ciprofloxacin ini terhadap profilaksis ISK. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian keefektifan levofloxacin dibandingkan dengan ciprofloxacin dalam menurunkan insiden leukosituria sebagai profilaksis ISK pada pasien yang dipasang kateter Foley. Metode: Subjek diambil dari 30 pasien yang akan dipasang kateter Foley, yang dibagi atas dua kelompok atas 15 pasien. Setelah pemasangan dilakukan urinalisis untuk menentukan kadar leukosit <10/LPB, lalu diberi Levofoloxacin 750 mg dan Ciprofloxacin 750 mg secara oral pada masing-masing kelompok. Tiga hari kemudian dilakukan urinalisis ulang. Hasil Penelitian: Tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam kadar lekosit urin antara kedua kelompok baik pada hari pemasangan kateter (p Fisher = 0,159 atau pun tiga hari kemudian (p fisher = 0,097. Penurunan kadar lekosit urin juga tidak bermakna antara kelompok Levofloxacin dan Ciprofloxacin (Chi-square = 1,222; P>5%. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan keefektifan antara Levofloxacin oral 750 mg dengan Ciprofloxacin oral 750 mg dalam menurunkan insiden

  4. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  5. Digital Sensor Technology

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ted Quinn; Jerry Mauck; Richard Bockhorst; Ken Thomas

    2013-07-01

    The nuclear industry has been slow to incorporate digital sensor technology into nuclear plant designs due to concerns with digital qualification issues. However, the benefits of digital sensor technology for nuclear plant instrumentation are substantial in terms of accuracy, reliability, availability, and maintainability. This report demonstrates these benefits in direct comparisons of digital and analog sensor applications. It also addresses the qualification issues that must be addressed in the application of digital sensor technology.

  6. Fiber optic geophysical sensors

    Science.gov (United States)

    Homuth, Emil F.

    1991-01-01

    A fiber optic geophysical sensor in which laser light is passed through a sensor interferometer in contact with a geophysical event, and a reference interferometer not in contact with the geophysical event but in the same general environment as the sensor interferometer. In one embodiment, a single tunable laser provides the laser light. In another embodiment, separate tunable lasers are used for the sensor and reference interferometers. The invention can find such uses as monitoring for earthquakes, and the weighing of objects.

  7. Extreme Velocity Wind Sensor

    Science.gov (United States)

    Perotti, Jose; Voska, Ned (Technical Monitor)

    2002-01-01

    This presentation provides an overview of the development of new hurricane wind sensor (Extreme Velocity Wind Sensor) for the Kennedy Space Center (KSC) which is designed to withstand winds of up to three hundred miles an hour. The proposed Extreme Velocity Wind Sensor contains no moveable components that would be exposed to extreme wind conditions. Topics covered include: need for new hurricane wind sensor, conceptual design, software applications, computational fluid dynamic simulations of design concept, preliminary performance tests, and project status.

  8. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  9. PENGARUH "THERMAL PROPERTIES" MATERIAL BATA MERAH DAN BATAKO SEBAGAI DINDING, TERHADAP EFISIEN ENERJI DALAM RUANG DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mas Santosa

    2006-01-01

    Full Text Available Surabaya is one of the cities in tropical region; with the high temperature. The main problem of such case is the indoor nighttime temperature is higher than that of the outdoor. In this research, the wall material of brick and Batako are considered as the main variable, both materials are chosen in the finding materials, which have energy efficient to keep the low temperature mainly in nighttime. This research applies two methods of data recording; those are field measurement and model simulation. Recording of data logger Hobo is used to record the indoor temperatures in field, while the model simulation is conducted by "Archipac" program. This research compares the wall of brick and Batako temperature including the peak temperature, the overheated condition, overheated duration and the material thermal properties. The finding of this investigation shows that brick wall is more efficient energy than that of Batako wall. Abstract in Bahasa Indonesia : Surabaya adalah salah satu kota didaerah tropis, mempunyai temperatur yang relatif tinggi. Masalah utama temperatur dalam ruang di Surabaya adalah: temperatur didalam ruang pada malam hari lebih tinggi daripada temperatur luar. Pada penelitian ini, material dinding batako dan bata merah dicoba sebagai variabel utama. Kedua material dipilih untuk mendapatkan material yang mempunyai efisien enerji untuk mendapatkan temperatur yang rendah dalam ruangan. Metoda yang dilakukan pada penelitian ini adalah: pengukuran di lapangan dan perhitungan model simulasi dengan bantuan program komputer. Pengamatan lapangan mempergunakan data logger Hobo, sedangkan program Archipac 5.2 digunakan untuk model simulasi. Penelitian ini membandingkan antara temperatur dinding batako dan bata merah yang meliputi: Tinggi temperatur puncak, besar overheted dan durasi overheated, disamping thermal properties materialnya. Temuan yang diperoleh adalah: bahwa secara umum dinding bata merah lebih efisien energi daripada dinding

  10. BUDAYA TRI HITA KARANA SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KOMPLEKSITAS TUGAS TERHADAP KINERJA INTERNAL AUDITOR (Studi Pada Kantor Inspektorat di Provinsi Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Pradana Adiputra

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompleksitas tugas terhadap kinerja internal auditor  dengan budaya Tri Hita Karana sebagai  variabel moderating  di Kantor Inspektorat di Provinsi Bali. Populasi penelitian adalah seluruh auditor di 6 (enam Kantor Inspektorat di Bali (Klungkung, Karangasem, Gianyar, Bangli, Buleleng dan Badung. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu, yaitu kerja internal auditor minimal 1 tahun. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menyebarkan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan moderated regression analysis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kompleksitas tugas terhadap kinerja internal auditor dan moderasi tri hita karana pada kompleksitas tugas berpengaruh terhadap kinerja internal auditor pada Kantor Inspektorat di Provinsi Bali This study aimed to examine the effect of task complexity on the performance of the internal auditor with Tri Hita Karana culture as a moderating variable in the Office of the Inspectorate in Bali Province. The study population was all auditors in 6 (six Office Inspectorate in Bali (Klungkung, Karangasem, Gianyar, Bangli, Buleleng and Badung. The sampling technique used purposive sampling to certain criteria, namely the internal auditor's work a minimum of 1 year. The research design used in this study is a survey method by distributing questionnaires. Analysis of data using multiple linear regression and moderated regression analysis. The results of the data analysis showed that there are significant task complexity on the performance of the internal auditors and the moderation of Tri Hita Karana on the complexity of the task affect the performance of the internal auditor in the Office of the Inspectorate in Bali Province

  11. POTENSI DARI KAPANG Aspergilus niger, Rhizophus oryzae DAN Neurospora sitophila SEBAGAI PENGHASIL EZIM FITASE DAN AMILASE PADA SUBSTRATE AMPAS TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atit - Kanti

    2017-02-01

    Full Text Available Penambahan enzim hidrolisis untuk pakan ternak dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk produksi enzim amilase dan fitase pada media ampas tahu menggunakan Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila. Uji kemampuan produksi enzim fitase dan amilase oleh Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila dilakukan menggunakan media ampas tahu yang disterilisasi. Pemilihan ketiga isolat ini diawali dengan uji produksi enzim amilase pada kultur cair yang mengandung 2 % pati, dan uji fitase dilakukan pada media yang mengandung 0.5 % sodium fitat. Hasil uji pada medium cair selanjutnya digunakan untuk uji produksi enzim fitase dan fitase pada sistem fermentasi padat (SSF menggunakan ampas tahu sebagai media fermentasi. Untuk mendapatkan produksi enzim yang tinggi dilakukan melalui optimasi waktu inkubasi, suhu inkubasi dan pH media. Fitase dan amilase dapat diproduksi dengan media ampas tahu oleh R. oryzae, A. niger dan N. sitophila. Kondisi optimum untuk produksi fitase, yaitu waktu inkubasi pada hari keempat untuk ketiga kapang, suhu 25 °C untuk R. oryzae dan A. niger, suhu 30°C untuk N. sitophila, pH 8 untuk R. oryzae, pH 6 untuk Aspergillus niger dan N. Sitophila. Neurospora sitophila menghasilkan amilase optimum pada suhu 35°C, sedangkan Aspergillus niger dan Rhizopus oryzae optimum pada suhu 30°C. Penurunan aktivitas produksi amilase menurun oleh R. oryzae pada suhu 40°C. Amilase diproduksi optimal pada pH 6-7. Pakan ternak yang mengandung asam fitat mampu dihidrolisis oleh fitase pada kondisi optimum. Ketiga kapang juga menghasilkan enzim amilase pada media ampas tahu mengindikasikan bahwa ampas tahu merupakan susbtrat yang baik untuk produksi enzim hidrolisis yang berguna untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. (Kata kunci: Amilase, Aspergilus niger, Neurospora sitophila, phytase, Rhizophus oryzae

  12. Thermal flow micro sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Elwenspoek, M.

    1999-01-01

    A review is given on sensors fabricated by silicon micromachining technology using the thermal domain for the measurement of fluid flow. Attention is paid especially to performance and geometry of the sensors. Three basic types of thermal flow sensors are discussed: anemometers, calorimetric flow se

  13. Sensors for Entertainment

    Science.gov (United States)

    Lamberti, Fabrizio; Sanna, Andrea; Rokne, Jon

    2016-01-01

    Sensors are becoming ubiquitous in all areas of science, technology, and society. In this Special Issue on “Sensors for Entertainment”, developments in progress and the current state of application scenarios for sensors in the field of entertainment is explored. PMID:27428981

  14. Environmental Sensor Networks

    OpenAIRE

    Martinez, Kirk; Hart, Jane; Ong, Royan

    2004-01-01

    Sensor networks for the natural environment require an understanding of earth science, combined with sensor, communications and computer technology. We discuss the evolution from data logging to sensor networks, describe our research from a glacial environment and highlight future challenges in this field.

  15. Optical waveguide sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Fluitman, J.; Popma, Th.

    1986-01-01

    An overview of the field of optical waveguide sensors is presented. Some emphasis is laid on the development of a single scheme under which the diversity of sensor principles can be arranged. First three types of sensors are distinguished: intrinsic, extrinsic and active. Next, two steps are disting

  16. Sensors and actuators, Twente

    NARCIS (Netherlands)

    Bergveld, P.

    1989-01-01

    This paper describes the organization and the research programme of the Sensor and Actuator (S&A) Research Unit of the University of Twente, Enschede, the Netherlands. It includes short descriptions of all present projects concerning: micromachined mechanical sensors and actuators, optical sensors,

  17. Automotive vehicle sensors

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Sheen, S.H.; Raptis, A.C.; Moscynski, M.J.

    1995-09-01

    This report is an introduction to the field of automotive vehicle sensors. It contains a prototype data base for companies working in automotive vehicle sensors, as well as a prototype data base for automotive vehicle sensors. A market analysis is also included.

  18. Sensors for Entertainment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fabrizio Lamberti

    2016-07-01

    Full Text Available Sensors are becoming ubiquitous in all areas of science, technology, and society. In this Special Issue on “Sensors for Entertainment”, developments in progress and the current state of application scenarios for sensors in the field of entertainment is explored.

  19. Rotorwash wind sensor evaluation

    Science.gov (United States)

    Meyerhoff, Curtis L.; Lake, Robert E.; Gordge, Dennis N.

    1993-08-01

    This project's purpose was to assess and document the ability of the Qualimetrics, Inc. model 2132 wind sensor (a cup and vane type sensor) to measure a rotor wash flow field as compared to the TSI, Inc. model 204D ion beam deflection sensor. The tests concentrated on the sensor's ability to capture dynamic characteristics of a helicopter rotor wash flow field. The project was conducted from April to November 1992 and consisted of quantitative laboratory and field testing. The laboratory testing included 9.5 hours of wind tunnel test time, subjecting each sensor to three step input tests at velocities of 20 knots, 50 knots, and 80 knots. Field test data were collected during one hour of SH-60B helicopter hover time at heights of 15 and 25 feet above ground level at distances of 35 and 70 feet from the wind sensors. Aircraft gross weights ranged between 19,600 and 20,500 pounds. All field test data were obtained in ambient wind conditions of approximately 8 knots at 40 degrees relative to the aircraft nose, -40 feet pressure altitude in an ambient temperature of 85 F. Laboratory data analysis indicates the model 2132 cup and vane sensor's time constant values were significantly higher than those of the model 204D ion beam sensor and varied relative to wind tunnel velocity settings. This indicates the model 2132 sensor's ability to accurately capture oscillations in a dynamic flow field is significantly less than the model 204D sensor. The model 2132 sensor did detect periodic or pulsating velocity magnitudes, but failed to capture significant oscillations as compared to the model 204D sensor. Comparative analysis of all field test event data indicate the model 2132 sensor only detected frequencies below 1.5 Hz and only captured an average of 46 percent of the model 204D sensor's maximum amplitude pulse values that were below 1.5 Hz. The model 2132 sensor's inability to capture many of the maximum pulse amplitudes is evidence of the sensor's limited capability to

  20. Virtual Sensor Test Instrumentation

    Science.gov (United States)

    Wang, Roy

    2011-01-01

    Virtual Sensor Test Instrumentation is based on the concept of smart sensor technology for testing with intelligence needed to perform sell-diagnosis of health, and to participate in a hierarchy of health determination at sensor, process, and system levels. A virtual sensor test instrumentation consists of five elements: (1) a common sensor interface, (2) microprocessor, (3) wireless interface, (4) signal conditioning and ADC/DAC (analog-to-digital conversion/ digital-to-analog conversion), and (5) onboard EEPROM (electrically erasable programmable read-only memory) for metadata storage and executable software to create powerful, scalable, reconfigurable, and reliable embedded and distributed test instruments. In order to maximize the efficient data conversion through the smart sensor node, plug-and-play functionality is required to interface with traditional sensors to enhance their identity and capabilities for data processing and communications. Virtual sensor test instrumentation can be accessible wirelessly via a Network Capable Application Processor (NCAP) or a Smart Transducer Interlace Module (STIM) that may be managed under real-time rule engines for mission-critical applications. The transducer senses the physical quantity being measured and converts it into an electrical signal. The signal is fed to an A/D converter, and is ready for use by the processor to execute functional transformation based on the sensor characteristics stored in a Transducer Electronic Data Sheet (TEDS). Virtual sensor test instrumentation is built upon an open-system architecture with standardized protocol modules/stacks to interface with industry standards and commonly used software. One major benefit for deploying the virtual sensor test instrumentation is the ability, through a plug-and-play common interface, to convert raw sensor data in either analog or digital form, to an IEEE 1451 standard-based smart sensor, which has instructions to program sensors for a wide variety of

  1. Multi-Sensor Architectures

    DEFF Research Database (Denmark)

    Hussain, Dil Muhammad Akbar; Ahmed, Zaki; Khan, M. Z.

    2012-01-01

    The use of multiple sensors typically requires the fusion of data from different type of sensors. The combined use of such a data has the potential to give an efficient, high quality and reliable estimation. Input data from different sensors allows the introduction of target attributes (target type......, size) into the association logic. This requires a more general association logic, in which both the physical position parameters and the target attributes can be used simultaneously. Although, the data fusion from a number of sensors could provide better and reliable estimation but abundance...... processing units for same type of multiple sensors, typically radar in our case....

  2. Multifuctional integrated sensors (MFISES).

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Homeijer, Brian D. [Sandia National Lab. (SNL-NM), Albuquerque, NM (United States); Roozeboom, Clifton [Sandia National Lab. (SNL-NM), Albuquerque, NM (United States)

    2015-10-01

    Many emerging IoT applications require sensing of multiple physical and environmental parameters for: completeness of information, measurement validation, unexpected demands, improved performance. For example, a typical outdoor weather station measures temperature, humidity, barometric pressure, light intensity, rainfall, wind speed and direction. Existing sensor technologies do not directly address the demand for cost, size, and power reduction in multi-paramater sensing applications. Industry sensor manufacturers have developed integrated sensor systems for inertial measurements that combine accelerometers, gyroscopes, and magnetometers, but do not address environmental sensing functionality. In existing research literature, a technology gap exists between the functionality of MEMS sensors and the real world applications of the sensors systems.

  3. DUA KEBENARAN DALAM NASKAH SUNDA CARIOS TAMIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohim Rohim

    2015-02-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan.  Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional  yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat.

  4. Sensor mount assemblies and sensor assemblies

    Science.gov (United States)

    Miller, David H [Redondo Beach, CA

    2012-04-10

    Sensor mount assemblies and sensor assemblies are provided. In an embodiment, by way of example only, a sensor mount assembly includes a busbar, a main body, a backing surface, and a first finger. The busbar has a first end and a second end. The main body is overmolded onto the busbar. The backing surface extends radially outwardly relative to the main body. The first finger extends axially from the backing surface, and the first finger has a first end, a second end, and a tooth. The first end of the first finger is disposed on the backing surface, and the tooth is formed on the second end of the first finger.

  5. Online Distributed Sensor Selection

    CERN Document Server

    Golovin, Daniel; Krause, Andreas

    2010-01-01

    A key problem in sensor networks is to decide which sensors to query when, in order to obtain the most useful information (e.g., for performing accurate prediction), subject to constraints (e.g., on power and bandwidth). In many applications the utility function is not known a priori, must be learned from data, and can even change over time. Furthermore for large sensor networks solving a centralized optimization problem to select sensors is not feasible, and thus we seek a fully distributed solution. In this paper, we present Distributed Online Greedy (DOG), an efficient, distributed algorithm for repeatedly selecting sensors online, only receiving feedback about the utility of the selected sensors. We prove very strong theoretical no-regret guarantees that apply whenever the (unknown) utility function satisfies a natural diminishing returns property called submodularity. Our algorithm has extremely low communication requirements, and scales well to large sensor deployments. We extend DOG to allow observatio...

  6. Silicon force sensor

    Science.gov (United States)

    Galambos, Paul C.; Crenshaw, Thomas B.; Nishida, Erik E.; Burnett, Damon J.; Lantz, Jeffrey W.

    2016-07-05

    The various technologies presented herein relate to a sensor for measurement of high forces and/or high load shock rate(s), whereby the sensor utilizes silicon as the sensing element. A plate of Si can have a thinned region formed therein on which can be formed a number of traces operating as a Wheatstone bridge. The brittle Si can be incorporated into a layered structure comprising ductile and/or compliant materials. The sensor can have a washer-like configuration which can be incorporated into a nut and bolt configuration, whereby tightening of the nut and bolt can facilitate application of a compressive preload upon the sensor. Upon application of an impact load on the bolt, the compressive load on the sensor can be reduced (e.g., moves towards zero-load), however the magnitude of the preload can be such that the load on the sensor does not translate to tensile stress being applied to the sensor.

  7. MEMS optical sensor

    DEFF Research Database (Denmark)

    2013-01-01

    The present invention relates to an all-optical sensor utilizing effective index modulation of a waveguide and detection of a wavelength shift of reflected light and a force sensing system accommodating said optical sensor. One embodiment of the invention relates to a sensor system comprising...... at least one multimode light source, one or more optical sensors comprising a multimode sensor optical waveguide accommodating a distributed Bragg reflector, at least one transmitting optical waveguide for guiding light from said at least one light source to said one or more multimode sensor optical...... waveguides, a detector for measuring light reflected from said Bragg reflector in said one or more multimode sensor optical waveguides, and a data processor adapted for analyzing variations in the Bragg wavelength of at least one higher order mode of the reflected light....

  8. Studi Awal Teknologi WIFI Untuk Diimplementasikan Pada Pembuatan Prototipe Sistem Remote Terminal Unit Multi Sensor Dengan Energi Mandiri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Insani

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam makalah ini dipaparkan tentang hasil studi awal teknologi wifi dalam rangka perancangan dan pembuatan prototipe sistem remote terminal unit (RTU multi sensor dengan energi mandiri untuk mercusuar di wilayah pulau-pulau kecil dan perbatasan yang akan digunakan untuk pengukuran dan komunikasi data serta pemantauan lingkungan. Dalam rangka pembuatan prototipe tersebut terlebih dahulu dibuat model sistem skala laboratorium, kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi prototipe sistem. Seiring dengan pembuatan model skala laboratorium telah dilakukan pecobaan-percobaan meliputi mode operasi wireless, analisa dan pengamatan karakteristik teknologi wifi, mengetahui jarak optimal jaringan kabel di beberapa tempat dan jarak yang berbeda dengan menggunakan laptop. Dari penelitian ini didapat hasil percobaan yang terkait dengan posisi dan jarak yang optimal untuk mengakses jaringan nirkabel yang digunakan sebagai masukan atau bahan pertimbangan untuk penempatan suatu akses point dari RTU.  Dengan demikian  pengguna jaringan nirkabel dapat dengan mudah mendapatkan signal dan transfer rate yang paling optimum disetiap lokasi disekitar mercusuar.

  9. Digital Sensor Technology

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Thomas, Ken D. [Idaho National Lab. (INL), Idaho Falls, ID (United States); Quinn, Edward L. [Technology Resources, Dana Point, CA (United States); Mauck, Jerry L. [Technology Resources, Dana Point, CA (United States); Bockhorst, Richard M. [Technology Resources, Dana Point, CA (United States)

    2015-02-01

    The nuclear industry has been slow to incorporate digital sensor technology into nuclear plant designs due to concerns with digital qualification issues. However, the benefits of digital sensor technology for nuclear plant instrumentation are substantial in terms of accuracy and reliability. This paper, which refers to a final report issued in 2013, demonstrates these benefits in direct comparisons of digital and analog sensor applications. Improved accuracy results from the superior operating characteristics of digital sensors. These include improvements in sensor accuracy and drift and other related parameters which reduce total loop uncertainty and thereby increase safety and operating margins. An example instrument loop uncertainty calculation for a pressure sensor application is presented to illustrate these improvements. This is a side-by-side comparison of the instrument loop uncertainty for both an analog and a digital sensor in the same pressure measurement application. Similarly, improved sensor reliability is illustrated with a sample calculation for determining the probability of failure on demand, an industry standard reliability measure. This looks at equivalent analog and digital temperature sensors to draw the comparison. The results confirm substantial reliability improvement with the digital sensor, due in large part to ability to continuously monitor the health of a digital sensor such that problems can be immediately identified and corrected. This greatly reduces the likelihood of a latent failure condition of the sensor at the time of a design basis event. Notwithstanding the benefits of digital sensors, there are certain qualification issues that are inherent with digital technology and these are described in the report. One major qualification impediment for digital sensor implementation is software common cause failure (SCCF).

  10. STRATEGI PENGEMBANGAN GETAH JELUTUNG SEBAGAI HHBK UNGGULAN The Development Strategy of Jelutung’s Latex as Superior Non Timber Forest Product

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marinus Kristiadi Harun

    2016-08-01

    Full Text Available Makalah ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosial-ekonomi pengembangan getah jelutung sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK unggulan. Pada aspek sosial, parameter yang diteliti mencakup potensi getah jelutung sebagai HHBK unggulan sesuai Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P.21/Menhut-II/2009. Pada aspek ekonomi, parameter yang diteliti mencakup margin pemasaran getah jelutung dan analisis finansial pengembangan jelutung dengan sistem agroforestri. Metode yang pada penelitian ini adalah Focus Group Discussion (FGD dan wawancara dengan informan kunci. Hasil analisis aspek sosial menunjukkan bahwa menurut kriteria dan indikator HHBK Unggulan maka getah jelutung termasuk HHBK Unggulan Provinsi dengan Total Nilai Unggulan (TNU sebesar 72,62. Pada aspek ekonomi diketahui bahwa margin pemasaran getah jelutung di Provinsi Kalimantan Tengah belum efisien karena nilainya masih > 50%. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa hutan tanaman jelutung layak untuk dikembangkan baik secara monokultur maupun pola agroforestri. Nilai NPV, BCR dan IRR untuk agroforestri jelutung berturut-turut adalah 69.799.338; 8,68 dan 29%. Strategi pengembangan komoditas getah jelutung menuju kategori yang lebih tinggi (HHBK Unggulan Nasional perlu dilakukan dengan menjawab tantangan untuk kriteria dan indikator bernilai rendah. Hal ini memerlukan adanya suatu kelembagaan yang membumi. Sistem kelembagaan yang diusulkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah Sistem Kebersaman Ekonomi (SKE yang didukung oleh kelompok tani pengembang komoditas getah jelutung yang berkategori kelompok lestari. Kata kunci: getah jelutung, HHBK unggulan, sistem kebersamaan ekonomi.

  11. Desain Triangulasi Konkuren dalam Menganalisis Model 3I Marketing 3.0 sebagai Entrepreneurial Marketing Usaha Mikro Kecil Menengah Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Metta Padmalia

    2016-12-01

      Entrepreneurial Marketing adalah kegiatan pemasaran oleh usaha dengan skala kecil menengah (UMKM menggunakan pendekatan kewirausahaan. Perhatian pemerintah masih kurang optimal terhadap penerapan entrepreneurial marketing dari UMKM, padahal sebagai fondasi perekonomian negara, UMKM memegang peranan penting ketika dimulainya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA. Melihat fenomena tersebut, peneliti ingin mengidentifikasi bagaimana peran serta yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam membina UMKM, terutama dalam era Marketing 3.0. Pada era Marketing 3.0, pemasaran diterjemahkan sebagai segitiga merek melalui Model 3i. Penelitian yang dikembangkan adalah penelitian kombinasi dengan desain triangulasi konkuren. Bagian pertama penelitian ini melibatkan 5 orang pemilik UMKM binaan Diskoperindag kota Magelang yang diwawancarai terkait penerapan Model 3i, peran serta Diskoperindag, dan pemahamannya terhadap MEA. Hasil dari bagian pertama berupa eksplorasi kondisi UMKM terkait aspek-aspek yang ditanyakan. Bagian kedua penelitian melibatkan 40 orang konsumen yang telah membeli produk UMKM binaan. Pengujian data kuantitatif pada bagian kedua dilakukan dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian dari Model 3i hanya identitas merek dan integritas merek saja yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk UMKM.

  12. PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PORTLAND POSSOLAN CEMENT (PPC (Utilization of Fly Ash as A Mixing in Portland Pozzolan Cement (PPC Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ambo Upe

    2006-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Fly ash atau abu terbang (Kode Limbah D 22.3 merupakan salah satu produk hasil pembakaran batubara yang dihasilkan PT. Semen Tonasa sebesar rata-rata 72.36 ton/hari. Telah dicoba memanfaatkan fly ash sebagai bahan campuran semen untuk menghasilkan Portland Pozzolan Cement (PPC. Selain itu, dilakukan uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP serta analisis kandungan logam berat dari fly ash dan PPC tersebut.  Hasil perocobaan menunjukkan bahwa fly ash memenuhi persaratan sebagai bahan campuran PPC dan memenuhi syarat peraturan pemerintah No.85/1999 tentang Pengelolaan Llimbah Bahan Berbahaya dan Beracun.   ABSTRACT Fly ash (Disposal code: D 223 is disposal produced in coal burning process of PT. Semen Tonasa. It is estimated that the produced fly ash are 72.36 ton/day. In this paper, the study examines the possibility of utilization the fly ash as a mixing material in fabrication of Portland Pozzoland Cement (PPC. Experimental results show that the produced PPC meets the standard quality requirement. The Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP also has been performed to analysis the heavy metal contained in the fly ash and PPC materials. This test indicates that all results for TCLP Metals property fill the Indonesian Government Regulation for Hazardous Waste as described in PP No. 85/1999

  13. Peranan Zakat Sebagai Manifestasi Ketaqwaan Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Implementasi Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad Desa Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Abiyoso

    2015-04-01

    Full Text Available Membayar zakat adalah salah satu bentuk manifestasi ketaqwaan seseorang, dimana taqwa merupakan kunci dari pintu kesejahteraan. Sehingga ketika kita mengkaji penanggulangan kemiskinan tidak dapat dipisahkan dari ketaqwaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1 Pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh oleh Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad, (2 Sasaran yang dicapai oleh Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad dalam menanggulangi kemiskinan (pemenuhan kebutuhan dasar, dan (3 Faktor-faktor yang mengindikasikan ketaqwaan masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan. Penelitian dilakukan di desa Sidowungu Kecamatan menganti Kabupaten Gresik dengan studi implementasi pada Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad. Informan dari penelitian ini adalah amil, muzakki dan mustahiq yang dipilih dengan menggunakan teknik snawball sampling, dimana data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan model interaktif (miles dan huberman,1992. Hasil dari penelitian yaitu (1 Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad melibatkan masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh, mulai dalam perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, sampai pada pengidentifikasian fakir miskin, (2 Lembaga Amil Zakat Al-Ittihad menggunakan dua variabel dalam mengukur kemiskinan, yaitu variabel ekonomi dan varibel non-ekonomi untuk menentukan fakir dan miskin sebagai sasaran dalam penanggulangan kemiskinan, (3 Janji ALLAH SWT dalam Al-Qur’an Surat Ath-Thalaaq ayat dua sampai ayat tiga bagi orang yang bertaqwa memotifasi masyarakat desa Sidowungu untuk bersedekah sebagai perwujudan dari ketaqwaannya.   Kata kunci : Lembaga Amil Zakat, Zakat, Taqwa, Kesejahteraan, Kemiskinan

  14. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gary Intan Ramadhani

    2013-03-01

    Full Text Available Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasil optimum yaitu dengan tercapainya penurunan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah cair yang digunakan sesuai dengan baku mutu dan kondisi yang tidak membahayakan lingkungan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, TSS, kadar COD dan BOD dengan membandingkan dari tiap-tiap variasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah pemberian dosis biji asam jawa sebagai koagulan dengan variasi (500, 1500, 2500, 3500 mg/l, kecepatan putaran pada proses koagulasi-flokulasi dan lama pengadukan lambat (flokulasi. Pada penelitian ini, terdapat korelasi antara dosis koagulan dan kecepatan pengadukan yang diberikan terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS. Dosis optimum yang diperoleh yaitu 1500 mg/l limbah. Sedangkan hasil optimum diperoleh pada kecepatan koagulasi 180 rpm selama 1 menit dan flokulasi 80 rpm dengan lama waktu pengadukan 45 menit.

  15. PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP DAN PENGGUNAAN GAME SIMULATION SEBAGAI MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, KREATIVITAS, DAN LIFE SKILL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mursiti

    2011-12-01

    Full Text Available Pada matakuliah Kimia Organik Bahan Alam, dosen diharapkan dapat melaksanakanpembelajaran kimia dengan pendekatan CEP (Chemo-entrepreneurship dengan penggunaangame simulation sebagai media CET (Chemo-edutainment untuk meningkatkan hasil belajar,kreativitas, dan life skill mahasiswa dalam proses belajar mengajar, dan memberikan bekalserta contoh kepada mahasiswa kemudian mahasiswa mengimplementasikannya di sekolahlatihan pada saat praktek pengalaman lapangan (PPL. Penelitian dilakukan di JurusanKimia FMIPA UNNES. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa semester 6 yang sedangmenempuh matakuliah Kimia Organik Bhan Alam sebanyak 40 orang. Pengumpulan datamenggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkanmahasiswa yang memperoleh nilai post test e” 65 sebesar 87,5% pada siklus I dan 100%pada siklus II. Tolok ukur keberhasilan penelitian adalah sekurang-kurangnya 75% mahasiswamemperoleh nilai e” 65 pada siklus I dan 85% pada siklus II sehingga penelitian tindakan kelasini dikatakan berhasil. Tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran dengan pendekatanCEP dan media CET sudah baik, hal ini ditunjukkan dengan hasil kuesioner yang memperolehskor 1254 terdapat pada range skor 961 - 1282 dengan kriteria setuju. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan CEP danpenggunaan game simulation sebagai media CET sangat efektif untuk meningkatkan hasilbelajar, kreativitas, dan life skill mahasiswa.Kata Kunci: game simulation, chemo-edutainment, life skill 

  16. PENGARUH PROFITABILITY DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN TUNAI DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL PENGUAT (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michell Suharli

    2007-01-01

    Full Text Available The objective of this research is to study influence of profitability and investment opportunity as independent variable, and liquidity as moderating variable toward cash dividend. It is interesting to analyze factors that influence dividend policy because to many considerations. Sometimes those considerations cause conflict between many parties. Research object is companies that delisting in Bursa Efek Jakarta that paid dividend. Research sample using purposive sampling of companies for period ended 2002 and 2003. This research concludes that both of two independent variables have significant influence toward dividend amount policy, and liquidity moderate the influence. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bermaksud menguji pengaruh profitabilitas dan kesempatan investasi terhadap kebijakan jumlah dividen kas perusahaan publik di Jakarta dengan menggunakan likuiditas sebagai variabel penguat (variabel moderator. Profitabilitas diukur dengan return on investment (ROI, kesempatan investasi diproksikan oleh fixed assets, dan liquiditas sebagai variabel moderat diproksikan oleh current ratio di Bursa Efek Jakarta.. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan di Indonesia yang listing di BEJ dan membagikan dividen pada tahun 2002-2003. Hasil penelitian ini adalah kebijakan jumlah pembagian dividen perusahaan dipengaruhi oleh profitabilitas dan diperkuat oleh likuiditas perusahaan. Kata kunci: dividen, profitabilitas, return on investment

  17. Penggunaan Teknologi Augmented Reality Berbasis Barcode sebagai Sarana Penyampaian Informasi Spesifikasi dan Harga Barang yang Interaktif Berbasis Android, Studi Kasus pada Toko Elektronik ABC Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrian Wahyutama

    2013-12-01

    Full Text Available Augmented reality adalah suatu teknologi yang memungkinkan orang untuk memvisualisasikan dunia maya sebagai bagian dari dunia nyata yang ada di sekitar secara efektif sehingga membuat dunia nyata seakan-akan dapat terhubung dengan dunia maya dan dapat terjadi suatu interaksi  (Jacobs, 2012. Dewasa ini, penggunaan teknologi augmented reality pada perangkat mobile (telepon genggam dan tablet memang masih tergolong minim. Padahal, teknologi ini memiliki potensi yang besar untuk memperkaya telekomunikasi untuk menjadi lebih efektif. Selain teknologi Augmented Reality, penggunaan teknologi Barcode juga sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Barcode merupakan suatu kumpulan data optic yang dibaca oleh mesin. Namun penggunaan teknologi Barcode masih terbatas penggunaannya dan belum menyediakan informasi yang lebih bagi para penggunanya. Umumnya teknologi ini digunakan pada toko retail sebagai UPC (Universal Price Code atau pembaca harga barang secara otomatis. Meskipun teknologi Augmented Reality dan Barcode telah dikembangkan namun tidak sepenuhnya dapat memenuhi semua kebutuhan user. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali ketika akan membeli barang elektronik konsumen merasa kebingungan dan tidak mengetahui spesifikasi dari barang yang hendak dibeli. Konsumen sering merasa “salah beli” karena tidak mengetahui kualitas barang yang dibelinya.

  18. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  19. PERANAN MANGROVE SEBAGAI BIOFILTER PENCEMARAN AIR WILAYAH TAMBAK BANDENG TAPAK, SEMARANG (Role of Mangrove as Water Pollution Biofilter in Milkfish Pond, Tapak, Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nana T.M. Kariada

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang terdapat dalam ekosistem tempat tumbuhnya. Tujuan yang hendak dicapai dari  penelitian ini adalah mengkaji peranan mangrove sebagai biofilter pencemaran air dan  mengetahui jenis mangrove yang terbaik berperan sebagai biofilter pencemaran air di di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian tentang akumulasi logam berat Cu antara air dan sedimen tambak, diperoleh hasil telah terjadi akumulasi Cu dengan Faktor Konsentrasi antara 43-400.  Pada stasiun 3 dan 4 terdapat akumulasi Cu dengan nilai Faktor Konsentrasi 3 dan 0,3. Hal ini menunjukkan akumulasi Cu dari sedimen ke akar mangrove relatif masih kecil. Perbedaan akumulasi dari tiap stasiun penelitian yang diamati menunjukkan adanya perbedaan jenis mangrove yang tumbuh pada masing-masing stasiun penelitian. Mangrove yang berada di lingkungan tambak bandeng wilayah Tapak Kota Semarang disimpulkan dapat berperan sebagai biofilter pencemaran air yang ada di perairan tersebut. Mangrove dari jenis Avicennia marina mempunyai peranan yang lebih baik dari jenis Rhizophora sp sebagai biofilter pencemaran air di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang.   ABSTRACT Mangroves,  that is growing at the end of a great river, has a role as the last place for the waste water from urban and domestic industry at the upstream that were carried by the flow of river. Mangrove area  has  ability to accumulate a heavy metals  which is contained in it. The  goals  from this research is to assess role of mangrove as biofilter of water pollution and to find out the best species of mangrove as biofilter of water pollution in milkifish pond in Tapak, Semarang

  20. HEAT Sensor: Harsh Environment Adaptable Thermionic Sensor

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Limb, Scott J. [Palo Alto Research Center, Palo Alto, CA (United States)

    2016-05-31

    This document is the final report for the “HARSH ENVIRONMENT ADAPTABLE THERMIONIC SENSOR” project under NETL’s Crosscutting contract DE-FE0013062. This report addresses sensors that can be made with thermionic thin films along with the required high temperature hermetic packaging process. These sensors can be placed in harsh high temperature environments and potentially be wireless and self-powered.

  1. Sensor Management for Tracking in Sensor Networks

    CERN Document Server

    Fuemmeler, Jason A; Veeravalli, Venugopal V

    2010-01-01

    We study the problem of tracking an object moving through a network of wireless sensors. In order to conserve energy, the sensors may be put into a sleep mode with a timer that determines their sleep duration. It is assumed that an asleep sensor cannot be communicated with or woken up, and hence the sleep duration needs to be determined at the time the sensor goes to sleep based on all the information available to the sensor. Having sleeping sensors in the network could result in degraded tracking performance, therefore, there is a tradeoff between energy usage and tracking performance. We design sleeping policies that attempt to optimize this tradeoff and characterize their performance. As an extension to our previous work in this area [1], we consider generalized models for object movement, object sensing, and tracking cost. For discrete state spaces and continuous Gaussian observations, we derive a lower bound on the optimal energy-tracking tradeoff. It is shown that in the low tracking error regime, the g...

  2. POTENSI MINYAK ATSIRI DAUN NILAM (Pogostemon cablin B., DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L, BUNGA KENANGA (Cananga odorata hook F & Thoms DAN DAUN ROSEMARRY (Rosmarinus officinalis L SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shinta Shinta

    2012-11-01

    Full Text Available Demam berdarah dengue (DBD merupakan penyakit tular vektor yang hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, karena morbiditasnya yang terkait dengan kematian. Vektor utama penyebab DBD adalah nyamuk Aedes aegypti, oleh karenanya menjadi penting mencegah gigitan nyamuk Ae. aegypti. Salah satu cara pencegahan gigitan Ae. aegypti yaitu menggunakan repelan sebagai pelindung pribadi. Beberapa tanaman yang mengandung minyak atsiri dipercaya dapat bermanfaat sebagai repelan. Mekanisme repelan adalah bau yang terkandung dalam minyak atsiri  meresap ke pori-pori kulit dan karena panas tubuh, lingkungan, minyak atsiri menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia yang terdapat pada antena nyamuk dan diteruskan ke impuls saraf, direspon ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan diri untuk menghindar. Artikel ini merupakan review hasil penelitian beberapa tanaman yang mengandung minyak atsiri, bertujuan untuk mengetahui potensi  daya repelan sebagai perlindung tubuh dari gigitan nyamuk Ae. aegypti. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen.  Minyak atsiri tanaman yang diuji adalah daun Nilam (Pogostemon cablin B. dalam konsentrasi 45%, 55%, 65%, dan 75% , daun Babadotan (Ageratum conyzoides L konsentrasi 14%, 20%, 29% dan 42%,  bunga Kenanga (Cananga odorata Hook F & Thoms konsentrasi 5%, 20%. 35% dan 50% dan daun Rosemarry (Rosmarinus officinalis L konsentrasi 36%, 43%, 52% dan 62%. Uji repelan menggunakan lengan tenaga sukarelawan. Sebagai kontrol negatif menggunakan larutan tween 20 dan sebagai kontrol positif menggunakan larutan DEET 23%. Pengamatan daya repelan dilakukan setiap jam hingga jam ke enam. Untuk mengetahui potensi daya repelan minyak atsiri digunakan perhitungan dengan rumus: DR  = (K – P /K  x  100%. Tanaman dikatakan memiliki daya repelan bila daya repelan ≥ 95%.  Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa minyak atsiri daun Nilam, daun Babadotan, bunga Kenanga dan daun Rosemarry mempunyai

  3. Sensor for metal detection

    KAUST Repository

    Kodzius, Rimantas

    2014-06-26

    NOVELTY - The sensor has a microfluidic flow channel that is provided with an inlet port, an outlet port, and a detection chamber. The detection chamber is provided with a group of sensing electrodes (4) having a working electrode (8), a counter electrode (9), and a reference electrode (10). A flow sensor is configured to measure flow in the channel. A temperature sensor (6) is configured to measure temperature in the channel (3). An electrical connection is configured to connect the sensor to a sensing device. USE - Sensor for detecting metal such as toxic metal in sample such as clinical sample such as stool, saliva, sputum, bronchial lavage, urine, vaginal swab, nasal swab, biopsy, tissue, tears, breath, blood, serum, plasma, cerebrospinal fluid, peritoneal fluid, pleural fluid, pericardial fluid, joint fluid, and amniotic fluid, water sample, food sample, air sample, and soil sample (all claimed). ADVANTAGE - The sensor for use with the portable analytical instrument is configured for detection of metalsin samples. The sensor can provide the excellent solution for on-site metal detection, including heavy metal detection. The sensors can provide significant advantages in higher throughput, lower cost, at the same time being less labor intensive and less dependent on individual skills. The disposable design of the sensor, the enhanced reliability and repeatability of measurements can be obtained. The sensors can be widely applied in various industries. DETAILED DESCRIPTION - INDEPENDENT CLAIMS are included for the following: (1) a system for detecting metal in sample; and (2) a method for using sensor for detecting metal in sample. DESCRIPTION OF DRAWING(S) - The drawing shows a schematic view of the sensor prototype. Channel (3) Sensing electrodes (4) Temperature sensor (6) Working electrode (8) Counter electrode (9) Reference electrode (10)

  4. Stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA sebagai Hambatan Pencarian Pengobatan: Studi Kasus pada Pecandu Narkoba Suntik di Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Ardani

    2017-07-01

    dengan kriteria penasun atau mantan penasun yang sudah terinfeksi HIV.Stigma memiliki dua jenis yaitu stigma yang berasal dari dalam diri sendiri dan yang berasal dari luardiri. Stigma dari dalam muncul dari rasa ketakutan dalam diri ODHA dan juga hasil dari internalisasistigma dari luar. Stigma dari luar diterima ODHA penasun dalam bentuk diskriminasi, intimidasi danpembiaran. Sebagai kesimpulan ODHA penasun yang merasa terstigma akan mengurangi kemungkinanuntuk mencari bantuan, menunda pengobatan atau memilih mengakhiri pengobatan. Kepercayaan diriODHA penasun untuk mengatasi masalah adiksi mereka juga akan berkurang akibat stigma yang merekadapat.Kata kunci: stigma, HIV/AIDS, pecandu, pengobatan 

  5. PENGEMBANGAN MODUL GEOGRAFI PARIWISATA BERBASIS PAKET WISATA PULAU LOMBOK SEBAGAI UPAYA MEMUPUK RASA CINTA TANAH AIR PADA MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrinata Andrinata

    2016-10-01

    /materi terhadap komponen modul 83%, (c penilaian ahli bahasa terhadap komponen modul 76%, (d penilaian dosen pengampu matakuliah dan mahasiswa terhadap angket yang dibagikan terkait dengan produk yang dikembangkan yakni masing-masing memperoleh nilai 84,28% dan 86,4%. Nilai rata-rata hasil validasi dan uji coba lapangan, modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar dengan tingkat persentase 82,5%.

  6. Perbandingan Daya Hambat Madu Alami dengan Madu Kemasan secara In Vitro terhadap Streptococcus beta hemoliticus Group A sebagai Penyebab Faringitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsi Wineri

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakMadu merupakan substansi alam yang dihasilkan oleh lebah yang diketahui memiliki manfaat, salah satunya untuk mengobati faringitis yang disebabkan Streptococcus beta hemoliticus Group A. Efek antibakteri dari madu dapat menghambat pertumbuhan  Streptococcus beta hemoliticus Group A. Berdasarkan cara pembuatannya madu terdiri dari madu alami dan madu kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya hambat madu alami dengan madu kemasan secara in vitro terhadap Streptococcus beta hemoliticus Group A. sebagai penyebab faringitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan posttest only control group design yang dilaksanakan dari September sampai Desember 2013 di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian menunjukan madu alami dan madu kemasan dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus beta hemoliticus Group A dengan diameter daya hambat terbesar pada madu alami adalah 14 mm dan madu kemasan 11 mm. Berdasarkan uji analisis Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan post-hoc Mann-Whitney terdapat perbedaan yang signifikan antara daya hambat  madu alami dengan madu kemasan dengan nilaip=0,004 (p<0,05. Kesimpulan hasil penelitian adalah madu alami dan madu kemasan memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus beta hemoliticus Group A. Madu alami memiliki daya hambat yang lebih kuat dibandingkan madu kemasan.Kata kunci: madu alami, madu kemasan, Streptococcus beta hemoliticus Group A, antibakteri, faringitis AbstractHoney is a natural substance that produced by bees which is known have many benefits, one of them is to treat pharyngitis that caused by Streptococcus beta hemoliticus Group A. The antibacterial effect of honey can inhibit bacterial growth. By way of making, honey is divided to natural honey dan packing honey. The purpose of this study was to see comparison of the antibacterial effect of natural honey and packing honey againt Streptococcus beta

  7. Pengembangan Transportasi Sungai Kota Semarang Sebagai Transportasi Perintis Tujuan Wisata Air (Studi Kasus Kanal Banjir Barat Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismiyati Ismiyati

    2016-12-01

    Full Text Available Perkembangan pariwisata di kota Semarang ditandai dengan tersedianya fasilitas shuttle bus gratis. Rute shuttle bus tersebut melewati rute Kuliner Pekunden, Pusat oleh-oleh Pandanaran, Gedung Lawang Sewu dan Daerah Kota Lama Semarang.Sejak tahun 2012, wisata di tepi Sungai Kanal Banjir Barat mulai dikembangkan pemerintah Kota Semarang. Namun, sampai saat ini Kanal Banjir Barat hanya difungsikan sebagai sungai pengendali banjir, sehingga fungsi pariwisatanya belum optimal seperti objek wisata lain di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan transportasi wisata air, khususnya di Kanal Banjir Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner dan observasi lapangan. Metode kuantitatif penentuan alur pelayaran menggunakan analisis hidrologi dan simulasi hidrolika sungai dengan program HEC-RAS. Penelitian ini merekomendasikan bahwa lokasi pengembangan transportasi untuk wisata air di Kanal Banjir Barat akan efektif jika berada diantara Bendung Simongan hingga muara Kanal Banjir Barat. Tipe angkutan wisata yang ideal adalah menggunakan 2 kapal speedboat terbuka dengan dimensi panjang 8 m, lebar 2,2 m, dan draft 0,4 m. Biaya Operasional Kapal per tahun untuk 8 trip per hari dan biaya pengelolaannya adalah sebesar Rp 901,2 juta dengan estimasi tarif per orang sebesar untuk Rp 17.070,- per trip.  [Title: River Transportation Development of Semarang City for Water Tourism: A Case Study West Flood Canal] Tourism development of Semarang city is identified by the facilities of free shuttle bus. The shuttle bus service passes through Pekunden culinary route, a central souvenir of Pandanaran, Lawang Sewu and Old City of Semarang. Since 2012, local government has developed riverside tourism object of the West Flood Canal Semarang. However, until then the West Flood Canal only was functioned as flood control. Thus, the tourism function is not optimum as other tourism attractions in Semarang city. This research aims

  8. MITRE sensor layer prototype

    Science.gov (United States)

    Duff, Francis; McGarry, Donald; Zasada, David; Foote, Scott

    2009-05-01

    The MITRE Sensor Layer Prototype is an initial design effort to enable every sensor to help create new capabilities through collaborative data sharing. By making both upstream (raw) and downstream (processed) sensor data visible, users can access the specific level, type, and quantities of data needed to create new data products that were never anticipated by the original designers of the individual sensors. The major characteristic that sets sensor data services apart from typical enterprise services is the volume (on the order of multiple terabytes) of raw data that can be generated by most sensors. Traditional tightly coupled processing approaches extract pre-determined information from the incoming raw sensor data, format it, and send it to predetermined users. The community is rapidly reaching the conclusion that tightly coupled sensor processing loses too much potentially critical information.1 Hence upstream (raw and partially processed) data must be extracted, rapidly archived, and advertised to the enterprise for unanticipated uses. The authors believe layered sensing net-centric integration can be achieved through a standardize-encapsulate-syndicateaggregate- manipulate-process paradigm. The Sensor Layer Prototype's technical approach focuses on implementing this proof of concept framework to make sensor data visible, accessible and useful to the enterprise. To achieve this, a "raw" data tap between physical transducers associated with sensor arrays and the embedded sensor signal processing hardware and software has been exploited. Second, we encapsulate and expose both raw and partially processed data to the enterprise within the context of a service-oriented architecture. Third, we advertise the presence of multiple types, and multiple layers of data through geographic-enabled Really Simple Syndication (GeoRSS) services. These GeoRSS feeds are aggregated, manipulated, and filtered by a feed aggregator. After filtering these feeds to bring just the type

  9. Clementine sensor suite

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ledebuhr, A.G. [Lawrence Livermore National Lab., CA (United States)

    1994-11-15

    LLNL designed and built the suite of six miniaturized light-weight space-qualified sensors utilized in the Clementine mission. A major goal of the Clementine program was to demonstrate technologies originally developed for Ballistic Missile Defense Organization Programs. These sensors were modified to gather data from the moon. This overview presents each of these sensors and some preliminary on-orbit performance estimates. The basic subsystems of these sensors include optical baffles to reject off-axis stray light, light-weight ruggedized optical systems, filter wheel assemblies, radiation tolerant focal plane arrays, radiation hardened control and readout electronics and low mass and power mechanical cryogenic coolers for the infrared sensors. Descriptions of each sensor type are given along with design specifications, photographs and on-orbit data collected.

  10. Sensor technology foresight

    DEFF Research Database (Denmark)

    Andersen, Per Dannemand; Jørgensen, Birte Holst; Rasmussen, Birgitte

    2001-01-01

    The Sensor Technology Center A/S (STC) in co-operation with Risoe National Laboratory has carried out a sensor technology foresight in order to strengthen a strategic outlook on sensor technology. The technology foresight (with a timeframe of 2000 to2015) has been performed in the period October...... 2000 - September 2001. The conclusions of the sensor technology report are based on 1) a scanning of existing forward looking literature on sensor technology, 2) a number of workshops with Danish andinternational participants and 3) an international survey with 174 respondents. Half of the respondents...... came from universities and other research institutes, and approximately one-third came from industry. The study has analysed six types of sensors(covering 13 sub-types) and, in addition, a number of systemic issues. All three sources of information indicate the same pattern regarding future...

  11. Medical Sensor Network Infrastructures

    DEFF Research Database (Denmark)

    Andersen, Jacob

    is required, such as taking a blood sample, mailing it to a lab, where it is analysed and the result returned by mail. Due to the continuing size and cost reduction of electronic equipment, future medical sensors will be much smaller, cheaper and often disposable. Furthermore, integration of these sensors...... with the electronic health record (EHR) IT-systems will save a lot of work (and human errors), as the sensor readings will be directly recorded in the patient’s records by the sensors themselves, rather than by a transcription performed by a busy clinician. Although this development has been going on for at least...... a decade, most sensors are still quite big, heavy and difficult to operate, and a lot of research is revolving around minimising the instruments and making them easier to use. Several research experiments have demonstrated the utility of such sensors, but few of these experiments consider security...

  12. Intelligent Sensors Security

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrzej Bialas

    2010-01-01

    Full Text Available The paper is focused on the security issues of sensors provided with processors and software and used for high-risk applications. Common IT related threats may cause serious consequences for sensor system users. To improve their robustness, sensor systems should be developed in a restricted way that would provide them with assurance. One assurance creation methodology is Common Criteria (ISO/IEC 15408 used for IT products and systems. The paper begins with a primer on the Common Criteria, and then a general security model of the intelligent sensor as an IT product is discussed. The paper presents how the security problem of the intelligent sensor is defined and solved. The contribution of the paper is to provide Common Criteria (CC related security design patterns and to improve the effectiveness of the sensor development process.

  13. Capacitive chemical sensor

    Science.gov (United States)

    Manginell, Ronald P; Moorman, Matthew W; Wheeler, David R

    2014-05-27

    A microfabricated capacitive chemical sensor can be used as an autonomous chemical sensor or as an analyte-sensitive chemical preconcentrator in a larger microanalytical system. The capacitive chemical sensor detects changes in sensing film dielectric properties, such as the dielectric constant, conductivity, or dimensionality. These changes result from the interaction of a target analyte with the sensing film. This capability provides a low-power, self-heating chemical sensor suitable for remote and unattended sensing applications. The capacitive chemical sensor also enables a smart, analyte-sensitive chemical preconcentrator. After sorption of the sample by the sensing film, the film can be rapidly heated to release the sample for further analysis. Therefore, the capacitive chemical sensor can optimize the sample collection time prior to release to enable the rapid and accurate analysis of analytes by a microanalytical system.

  14. Flexible magnetoimpedance sensor

    KAUST Repository

    Li, Bodong

    2015-03-01

    Flexible magnetoimpedance (MI) sensors fabricated using a NiFe/Cu/NiFe tri-layer on Kapton substrate have been studied. A customized flexible microstrip transmission line was employed to investigate the MI sensors\\'s magnetic field and frequency responses and their dependence on the sensors\\'s deflection. For the first time, the impedance characteristic is obtained through reflection coefficient analysis over a wide range of frequencies from 0.1 MHz to 3 GHz and for deflections ranging from zero curvature to a radius of 7.2 cm. The sensor element maintains a high MI ratio of up to 90% and magnetic sensitivity of up to 9.2%/Oe over different bending curvatures. The relationship between the curvature and material composition is discussed based on the magnetostriction effect and stress simulations. The sensor\\'s large frequency range, simple fabrication process and high sensitivity provide a great potential for flexible electronics and wireless applications.

  15. Intelligent Sensors Security

    Science.gov (United States)

    Bialas, Andrzej

    2010-01-01

    The paper is focused on the security issues of sensors provided with processors and software and used for high-risk applications. Common IT related threats may cause serious consequences for sensor system users. To improve their robustness, sensor systems should be developed in a restricted way that would provide them with assurance. One assurance creation methodology is Common Criteria (ISO/IEC 15408) used for IT products and systems. The paper begins with a primer on the Common Criteria, and then a general security model of the intelligent sensor as an IT product is discussed. The paper presents how the security problem of the intelligent sensor is defined and solved. The contribution of the paper is to provide Common Criteria (CC) related security design patterns and to improve the effectiveness of the sensor development process. PMID:22315571

  16. Working Group Report: Sensors

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Artuso, M.; et al.,

    2013-10-18

    Sensors play a key role in detecting both charged particles and photons for all three frontiers in Particle Physics. The signals from an individual sensor that can be used include ionization deposited, phonons created, or light emitted from excitations of the material. The individual sensors are then typically arrayed for detection of individual particles or groups of particles. Mounting of new, ever higher performance experiments, often depend on advances in sensors in a range of performance characteristics. These performance metrics can include position resolution for passing particles, time resolution on particles impacting the sensor, and overall rate capabilities. In addition the feasible detector area and cost frequently provides a limit to what can be built and therefore is often another area where improvements are important. Finally, radiation tolerance is becoming a requirement in a broad array of devices. We present a status report on a broad category of sensors, including challenges for the future and work in progress to solve those challenges.

  17. Magnetic current sensor

    Science.gov (United States)

    Black, Jr., William C. (Inventor); Hermann, Theodore M. (Inventor)

    1998-01-01

    A current determiner having an output at which representations of input currents are provided having an input conductor for the input current and a current sensor supported on a substrate electrically isolated from one another but with the sensor positioned in the magnetic fields arising about the input conductor due to any input currents. The sensor extends along the substrate in a direction primarily perpendicular to the extent of the input conductor and is formed of at least a pair of thin-film ferromagnetic layers separated by a non-magnetic conductive layer. The sensor can be electrically connected to a electronic circuitry formed in the substrate including a nonlinearity adaptation circuit to provide representations of the input currents of increased accuracy despite nonlinearities in the current sensor, and can include further current sensors in bridge circuits.

  18. The Ringcore Fluxgate Sensor

    DEFF Research Database (Denmark)

    Brauer, Peter

    1997-01-01

    A model describing the fundamental working principle of the "ringcore fluxgate sensor" is derived. The model is solely based on geometrical and measurable magnetic properties of the sensor and from this a number of fluxgate phenomenon can be described and estimated. The sensitivity of ringcore...... fluxgate sensors is measured for a large variety of geometries and is for all measurements found to fall between two limits obtained by the fluxgate model. The model is used to explain the zero field odd harmonic output of the fluxgate sensor, called the "feedthrough". By assuming a non ideal sensor...... with spatially distributed magnetization, the model predicts feedthrough signals which exactly reflects the measured signals. The non-linearities in a feedback compensated ringcore fluxgate sensors, called the "transverse field effect", can also be explained by the model. Measurements on stress annealed...

  19. Beam imaging sensor

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    McAninch, Michael D.; Root, Jeffrey J.

    2016-07-05

    The present invention relates generally to the field of sensors for beam imaging and, in particular, to a new and useful beam imaging sensor for use in determining, for example, the power density distribution of a beam including, but not limited to, an electron beam or an ion beam. In one embodiment, the beam imaging sensor of the present invention comprises, among other items, a circumferential slit that is either circular, elliptical or polygonal in nature.

  20. Contact stress sensor

    Science.gov (United States)

    Kotovsky, Jack [Oakland, CA

    2012-02-07

    A contact stress sensor includes one or more MEMS fabricated sensor elements, where each sensor element of includes a thin non-recessed portion, a recessed portion and a pressure sensitive element adjacent to the recessed portion. An electric circuit is connected to the pressure sensitive element. The circuit includes a thermal compensator and a pressure signal circuit element configured to provide a signal upon movement of the pressure sensitive element.

  1. Contact stress sensor

    Science.gov (United States)

    Kotovsky, Jack

    2014-02-11

    A method for producing a contact stress sensor that includes one or more MEMS fabricated sensor elements, where each sensor element of includes a thin non-recessed portion, a recessed portion and a pressure sensitive element adjacent to the recessed portion. An electric circuit is connected to the pressure sensitive element. The circuit includes a pressure signal circuit element configured to provide a signal upon movement of the pressure sensitive element.

  2. Air Conditioning Overflow Sensor

    Science.gov (United States)

    1996-01-01

    The Technology Transfer Office at Stennis Space Center helped a local inventor develop a prototype of an attachment for central air conditioners and heat pumps that helps monitor water levels to prevent condensation overflow. The sensor will indicate a need for drain line maintenance and prevent possible damage caused by drain pan water spillover. An engineer in the Stennis Space Center prototype Development Laboratory used SSC sensor technology in the development of the sensor.

  3. Transient multivariable sensor evaluation

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Vilim, Richard B.; Heifetz, Alexander

    2017-02-21

    A method and system for performing transient multivariable sensor evaluation. The method and system includes a computer system for identifying a model form, providing training measurement data, generating a basis vector, monitoring system data from sensor, loading the system data in a non-transient memory, performing an estimation to provide desired data and comparing the system data to the desired data and outputting an alarm for a defective sensor.

  4. Magnetic actuators and sensors

    CERN Document Server

    Brauer, John R

    2014-01-01

    An accessible, comprehensive guide on magnetic actuators and sensors, this fully updated second edition of Magnetic Actuators and Sensors includes the latest advances, numerous worked calculations, illustrations, and real-life applications. Covering magnetics, actuators, sensors, and systems, with updates of new technologies and techniques, this exemplary learning tool emphasizes computer-aided design techniques, especially magnetic finite element analysis, commonly used by today's engineers. Detailed calculations, numerous illustrations, and discussions of discrepancies make this text an inva

  5. Transient multivariable sensor evaluation

    Science.gov (United States)

    Vilim, Richard B.; Heifetz, Alexander

    2017-02-21

    A method and system for performing transient multivariable sensor evaluation. The method and system includes a computer system for identifying a model form, providing training measurement data, generating a basis vector, monitoring system data from sensor, loading the system data in a non-transient memory, performing an estimation to provide desired data and comparing the system data to the desired data and outputting an alarm for a defective sensor.

  6. Air Conditioning Overflow Sensor

    Science.gov (United States)

    1996-01-01

    The Technology Transfer Office at Stennis Space Center helped a local inventor develop a prototype of an attachment for central air conditioners and heat pumps that helps monitor water levels to prevent condensation overflow. The sensor will indicate a need for drain line maintenance and prevent possible damage caused by drain pan water spillover. An engineer in the Stennis Space Center prototype Development Laboratory used SSC sensor technology in the development of the sensor.

  7. Vehicle Based Vector Sensor

    Science.gov (United States)

    2015-09-28

    300001 1 of 16 VEHICLE-BASED VECTOR SENSOR STATEMENT OF GOVERNMENT INTEREST [0001] The invention described herein may be manufactured and...unmanned underwater vehicle that can function as an acoustic vector sensor . (2) Description of the Prior Art [0004] It is known that a propagating...mechanics. An acoustic vector sensor measures the particle motion via an accelerometer and combines Attorney Docket No. 300001 2 of 16 the

  8. MEMS optical sensor

    DEFF Research Database (Denmark)

    2013-01-01

    The present invention relates to an all-optical sensor utilizing effective index modulation of a waveguide and detection of a wavelength shift of reflected light and a force sensing system accommodating said optical sensor. One embodiment of the invention relates to a sensor system comprising...... waveguides, a detector for measuring light reflected from said Bragg reflector in said one or more multimode sensor optical waveguides, and a data processor adapted for analyzing variations in the Bragg wavelength of at least one higher order mode of the reflected light....

  9. Smart Sensor Demonstration Payload

    Science.gov (United States)

    Schmalzel, John; Bracey, Andrew; Rawls, Stephen; Morris, Jon; Turowski, Mark; Franzl, Richard; Figueroa, Fernando

    2010-01-01

    Sensors are a critical element to any monitoring, control, and evaluation processes such as those needed to support ground based testing for rocket engine test. Sensor applications involve tens to thousands of sensors; their reliable performance is critical to achieving overall system goals. Many figures of merit are used to describe and evaluate sensor characteristics; for example, sensitivity and linearity. In addition, sensor selection must satisfy many trade-offs among system engineering (SE) requirements to best integrate sensors into complex systems [1]. These SE trades include the familiar constraints of power, signal conditioning, cabling, reliability, and mass, and now include considerations such as spectrum allocation and interference for wireless sensors. Our group at NASA s John C. Stennis Space Center (SSC) works in the broad area of integrated systems health management (ISHM). Core ISHM technologies include smart and intelligent sensors, anomaly detection, root cause analysis, prognosis, and interfaces to operators and other system elements [2]. Sensor technologies are the base fabric that feed data and health information to higher layers. Cost-effective operation of the complement of test stands benefits from technologies and methodologies that contribute to reductions in labor costs, improvements in efficiency, reductions in turn-around times, improved reliability, and other measures. ISHM is an active area of development at SSC because it offers the potential to achieve many of those operational goals [3-5].

  10. Acondicionamiento de sensores capacitivos

    OpenAIRE

    Campos López, Pedro

    2010-01-01

    Los sensores son componentes de instrumentación cuyo objetivo principal es detectar una magnitud física del entorno y transforarla en una magnitud eléctrica. El posterior tratamiento de esta señal permite valorar la magnitud física en su unidad característica. Actualmente en el mercado se encuentra una gran variedad de sensores y la tendencia destaca su aumento año tras año. Un tipo de sensor es clasificado como sensor capacitivo, cuya característica eléctrica es el valor de...

  11. Smart sensors and systems

    CERN Document Server

    Kyung, Chong-Min; Yasuura, Hiroto; Liu, Yongpan

    2015-01-01

     This book describes for readers technology used for effective sensing of our physical world and intelligent processing techniques for sensed information, which are essential to the success of Internet of Things (IoTs).  The authors provide a multidisciplinary view of sensor technology from MEMS, biological, chemical, and electrical domains and showcase smart sensor systems in real applications including smart home, transportation, medical, environmental, agricultural, etc.  Unlike earlier books on sensors, this book will provide a “global” view on smart sensors covering abstraction levels from device, circuit, systems, and algorithms.  .

  12. Microfabricated Formaldehyde Gas Sensors

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karen C. Cheung

    2009-11-01

    Full Text Available Formaldehyde is a volatile organic compound that is widely used in textiles, paper, wood composites, and household materials. Formaldehyde will continuously outgas from manufactured wood products such as furniture, with adverse health effects resulting from prolonged low-level exposure. New, microfabricated sensors for formaldehyde have been developed to meet the need for portable, low-power gas detection. This paper reviews recent work including silicon microhotplates for metal oxide-based detection, enzyme-based electrochemical sensors, and nanowire-based sensors. This paper also investigates the promise of polymer-based sensors for low-temperature, low-power operation.

  13. Biomedical Sensors and Instruments

    CERN Document Server

    Tagawa, Tatsuo

    2011-01-01

    The living body is a difficult object to measure: accurate measurements of physiological signals require sensors and instruments capable of high specificity and selectivity that do not interfere with the systems under study. As a result, detailed knowledge of sensor and instrument properties is required to be able to select the "best" sensor from one of the many designed to meet these challenges. From the underlying principles to practical applications, this updated edition of Biomedical Sensors and Instruments provides an easy-to-understand introduction to the various kinds of biome

  14. EKSTRAK RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii SEBAGAI CROSS LINKING AGENT PADA PEMBENTUKAN EDIBLE FILM GELATIN KULIT IKAN NILA HITAM (Oreochromis mossambicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Sutono

    2016-02-01

    Full Text Available Black tilapia (Oreochromis mossambicus skin gelatin was potential material for edible film formation. However, it needs some modifications to improve the mechanical and barier properties. One of modification is by adding a cross linking agent. Seaweed extract Kappaphycus alvarezii containing phenol compounds was oxidized to be converted into quinone. It was expected to act as a cross linking agent. The purpose of this study was to determine the characteristics of edible film from black tilapia skin gelatin by adding with oxidized K. alvarezii extract. Edible film was made by addition of K. alvarezii extract (E at concentration of 0%(E0; 2%(E1; 4%(E2; 6%(E3; 8%(E4 (v/w for each gelatin concentratios (G were 3g(G1; 6g(G2; 9g(G3; 12g(G4 into 150 ml destilled water containing 10% glycerol (w/w of gelatin. Gelatin film solution was agitated at 50oC for 30 min and dehydrated in a cabinet dryer at 50oC. The addition of oxidized K. alvarezii extract increased tensile Strength (TS and elongation at break properties. The highest TS was 3.08 MPa, shown by G4E1. The lowest water vapor permeability (WVP was ontained by G4E1 (0.01 x 10-10 g. H2O/m.s.Pa. Microstructure observation and FTIR spectra (SEM also showed an increased cross linking bonds in the G4E1 rather than in G4E0. The G4E1 seemd to be more compact than G4E0. The highest TS values and the lowest WVP on G4E1 were possibly caused by optimization concentration of the addition of oxidized K. alvarezii extract that could be optimum interaction with amino acid residues of polypeptide bond to form an optimal cross linking reaction. Keywords: Edible film, cross linking agent, oxidized  K. alvarezii extract, quinone, gelatin, O. mossambicus   ABSTRAK Gelatin kulit ikan nila hitam (Oreochromis mossambicus berpotensi sebagai pembentuk edible film namun perlu modifikasi untuk meningkatkan sifat mekanik dan bariernya terhadap uap air. Salah satu modifikasi adalah dengan penambahan cross linking agent

  15. Semantic Sensor Web

    Science.gov (United States)

    Sheth, A.; Henson, C.; Thirunarayan, K.

    2008-12-01

    Sensors are distributed across the globe leading to an avalanche of data about our environment. It is possible today to utilize networks of sensors to detect and identify a multitude of observations, from simple phenomena to complex events and situations. The lack of integration and communication between these networks, however, often isolates important data streams and intensifies the existing problem of too much data and not enough knowledge. With a view to addressing this problem, the Semantic Sensor Web (SSW) [1] proposes that sensor data be annotated with semantic metadata that will both increase interoperability and provide contextual information essential for situational knowledge. Kno.e.sis Center's approach to SSW is an evolutionary one. It adds semantic annotations to the existing standard sensor languages of the Sensor Web Enablement (SWE) defined by OGC. These annotations enhance primarily syntactic XML-based descriptions in OGC's SWE languages with microformats, and W3C's Semantic Web languages- RDF and OWL. In association with semantic annotation and semantic web capabilities including ontologies and rules, SSW supports interoperability, analysis and reasoning over heterogeneous multi-modal sensor data. In this presentation, we will also demonstrate a mashup with support for complex spatio-temporal-thematic queries [2] and semantic analysis that utilize semantic annotations, multiple ontologies and rules. It uses existing services (e.g., GoogleMap) and semantics enhanced SWE's Sensor Observation Service (SOS) over weather and road condition data from various sensors that are part of Ohio's transportation network. Our upcoming plans are to demonstrate end to end (heterogeneous sensor to application) semantics support and study scalability of SSW involving thousands of sensors to about a billion triples. Keywords: Semantic Sensor Web, Spatiotemporal thematic queries, Semantic Web Enablement, Sensor Observation Service [1] Amit Sheth, Cory Henson, Satya

  16. SENSOR GAS BERBASIS FILM TIPIS DENGAN KONFIGURASI TRANSISTOR EFEK MEDAN (FET UNTUK DETEKSI GAS CO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sujarwata Sujarwata

    2013-02-01

    Full Text Available Pembuatan dan karakterisasi Transistor Efek Medan (FET berbasis film tipis dengan struktur bottom-contact dan panjang channel 100 ?m untuk aplikasi sensor gas. Pembuatan FET dengan cara: permulaan dilakukan pencucian substrat Si/SiO 2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan pendeposisian elektroda source/ drain dengan metode penguapan hampa udara dan teknik lithography. Selanjutnya dilakukan deposisi film tipis CuPc diantara source/drain sebagai panjang channel dan elektrode gate. Karakteristik FET, untuk daerah aktif untuk V DS (2,80 s/d 3,42 V dan kuat arus I (0,00095 s/d 0,00169 A. FET akan aktif beroperasi hanya diperlukan tegangan V DS (2,79 V s/d 3,43 V dan dengan ukuran sangat kecil ( 1,5 mm x 3,1 mm serta jarak antara S ke D adalah 100 ?m. Aplikasi sensor gas telah dilakukan untuk mendeteksi gas CO, diperoleh hasil untuk response time 90 detik dan recovery time 120 detik. DS

  17. Steerable Capacitive Proximity Sensor

    Science.gov (United States)

    Jenstrom, Del T.; Mcconnell, Robert L.

    1994-01-01

    Steerable capacitive proximity sensor of "capaciflector" type based partly on sensing units described in GSC-13377 and GSC-13475. Position of maximum sensitivity adjusted without moving sensor. Voltage of each driven shield adjusted separately to concentrate sensing electric field more toward one side or other.

  18. Stretch Sensor Device

    DEFF Research Database (Denmark)

    2013-01-01

    The invention relates to a method for determining stretch values and movement of body parts, e.g. a foot, by analysing stretch data from a stretch sensor. By analysing data from the stretch sensor it is possible to determine stretch samples which are associated with particular motion phases...

  19. Sensor Data Fusion

    DEFF Research Database (Denmark)

    Plascencia, Alfredo; Stepán, Petr

    2006-01-01

    The main contribution of this paper is to present a sensor fusion approach to scene environment mapping as part of a Sensor Data Fusion (SDF) architecture. This approach involves combined sonar array with stereo vision readings.  Sonar readings are interpreted using probability density functions...

  20. Sensor Data Integrity

    Science.gov (United States)

    2008-12-01

    Alempijevic, S.R. Kodagoda, J.P. Underwood, S. Kumar, and G. Dissanayake. Mutual information based sensor registration and calibration. In Procedings of...Steven Scheding. Calibration of range sensor pose on mobile platforms. In Procedings of the 2007 IEEE/RSJ Int. Conf. on Intelligent Robots and Systems

  1. Wearable Optical Chemical Sensors

    Science.gov (United States)

    Lobnik, Aleksandra

    Wearable sensors can be used to provide valuable information about the wearer's health and/or monitor the wearer's surroundings, identify safety concerns and detect threats, during the wearer's daily routine within his or her natural environment. The "sensor on a textile", an integrated sensor capable of analyzing data, would enable early many forms of detection. Moreover, a sensor connected with a smart delivery system could simultaneously provide comfort and monitoring (for safety and/or health), non-invasive measurements, no laboratory sampling, continuous monitoring during the daily activity of the person, and possible multi-parameter analysis and monitoring. However, in order for the technology to be accessible, it must remain innocuous and impose a minimal intrusion on the daily activities of the wearer. Therefore, such wearable technologies should be soft, flexible, and washable in order to meet the expectations of normal clothing. Optical chemical sensors (OCSs) could be used as wearable technology since they can be embedded into textile structures by using conventional dyeing, printing processes and coatings, while fiber-optic chemical sensors (FOCSs) as well as nanofiber sensors (NFSs) can be incorporated by weaving, knitting or laminating. The interest in small, robust and sensitive sensors that can be embedded into textile structures is increasing and the research activity on this topic is an important issue.

  2. Nanophotonic Image Sensors.

    Science.gov (United States)

    Chen, Qin; Hu, Xin; Wen, Long; Yu, Yan; Cumming, David R S

    2016-09-01

    The increasing miniaturization and resolution of image sensors bring challenges to conventional optical elements such as spectral filters and polarizers, the properties of which are determined mainly by the materials used, including dye polymers. Recent developments in spectral filtering and optical manipulating techniques based on nanophotonics have opened up the possibility of an alternative method to control light spectrally and spatially. By integrating these technologies into image sensors, it will become possible to achieve high compactness, improved process compatibility, robust stability and tunable functionality. In this Review, recent representative achievements on nanophotonic image sensors are presented and analyzed including image sensors with nanophotonic color filters and polarizers, metamaterial-based THz image sensors, filter-free nanowire image sensors and nanostructured-based multispectral image sensors. This novel combination of cutting edge photonics research and well-developed commercial products may not only lead to an important application of nanophotonics but also offer great potential for next generation image sensors beyond Moore's Law expectations.

  3. Sensors in Education

    NARCIS (Netherlands)

    Van Rosmalen, Peter; Schneider, Jan; Börner, Dirk

    2014-01-01

    Sensors rapidly become available both for personal as well as scientific use. A wide range of applications exists for personal use e.g. safety in and around the house, sport, fitness and health. In this workshop we will explore how sensors are (can be) used in education. We start with an introducti

  4. Potentiometric anion selective sensors

    NARCIS (Netherlands)

    Antonisse, Martijn M.G.; Reinhoudt, David N.

    1999-01-01

    In comparison with selective receptors (and sensors) for cationic species, work on the selective complexation and detection of anions is of more recent date. There are three important components for a sensor, a transducer element, a membrane material that separates the transducer element and the aqu

  5. Wireless Sensors Network (Sensornet)

    Science.gov (United States)

    Perotti, J.

    2003-01-01

    The Wireless Sensor Network System presented in this paper provides a flexible reconfigurable architecture that could be used in a broad range of applications. It also provides a sensor network with increased reliability; decreased maintainability costs, and assured data availability by autonomously and automatically reconfiguring to overcome communication interferences.

  6. Chalcogenide Fibre Displacement Sensor

    Science.gov (United States)

    2001-06-01

    Fibre optic technology offers the possibility for developing of a variety of physical sensors for a wide range of physical parameters. The main...integrating sphere. The use of chalcogenide rather quartz fibre optic highly increases the Sensitivity of the sensor. Experimental set-up, transmission characteristics and technical parameters are presented.

  7. Sensor Network Motes:

    DEFF Research Database (Denmark)

    Leopold, Martin

    This dissertation describes our efforts to improve sensor network performance evaluation and portability, within the context of the sensor network project Hogthrob. In Hogthrob, we faced the challenge of building an sensor network architecture for sow monitoring. This application has hard...... requirements on price and performance, and shows great potential for using sensor networks. Throughout the project we let the application requirements guide our design choices, leading us to push the technologies further to meet the specific goal of the application. In this dissertation, we attack two key...... to investigate these challenges and apart from developing the methodologies, we also present the results of our experiments. In particular, we present a new vector based methodology for performance evaluation of sensor network devices (motes) and applications, based on application specific benchmarking...

  8. Fibres For Sensors

    Science.gov (United States)

    Payne, D. N.

    1984-11-01

    Sensors which rely on the external modulation of the properties of an optical fibre (intrinsic sensors) are receiving much attention since they can be made extremely sensitive, and can be used for distributed measurements. Distributed sensing provides some particularly exciting prospects for acoustic, magnetic and electric field monitoring. To date, however, the great majority of experimental and commercial fibre sensors employ telecommunications-grade fibres, largely as a result of their ready availability. Not only does this policy frequently lead to a design compromise, but in some cases makes the performance marginal or untenable as a result of excessive environmental sensitivity. Despite this, little attention has been given to the design of special sensor fibres with enhanced (or depressed) sensitivity to specific measurands. The position is somewhat better with respect to fibres designed to eliminate sensor polarisation problems (e.g. polar isation-maintaining fibres), but even here further work is required to provide the performance demanded.

  9. Sensor Data Fusion

    DEFF Research Database (Denmark)

    Plascencia, Alfredo; Stepán, Petr

    2006-01-01

    The main contribution of this paper is to present a sensor fusion approach to scene environment mapping as part of a Sensor Data Fusion (SDF) architecture. This approach involves combined sonar array with stereo vision readings.  Sonar readings are interpreted using probability density functions...... to the occupied and empty regions. Scale Invariant Feature Transform (SIFT) feature descriptors are interpreted using gaussian probabilistic error models. The use of occupancy grids is proposed for representing the sensor readings. The Bayesian estimation approach is applied to update the sonar array......  and the SIFT descriptors' uncertainty grids. The sensor fusion yields a significant reduction in the uncertainty of the occupancy grid compared to the individual sensor readings....

  10. Studi Perbandingan Perilaku Profil Baja WF dan HSS Sebagai Bresing pada SCBF Akibat Beban Lateral dengan Program Bantu Finite Element Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuur Aziza Setiyowati

    2012-09-01

    Full Text Available Concentrically Braced Frame (CBF adalah pengembangan dari Moment Resisting Frame (MRF, dimana CBF mempunyai kekakuan yang tinggi sehingga mempunyai simpangan yang lebih kecil dari MRF. Dalam hal ini juga balok, kolom, dan pengaku diatur sehingga membentuk suatu rangka vertikal. Dalam aksi inelastis pengaku diatur mengalami ada dua macam gaya yaitu leleh akibat gaya tarik dan tekuk akibat gaya tekan. Dalam Tugas Akhir ini akan membahas mengenai perbandingan perilaku dari 2 jenis profil baja yang digunakan sebagai bresing, yaitu profil WF dan HSS. Portal yang dianalisa adalah portal baja SCBF dengan tipe inverted-v 1 lantai yang menerima beban lateral. Analisa yang akan dilakukan menggunakan program bantu SAP 2000 v.14 dan kemudian dianalisa lagi dengan program bantu finite element analysis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bresing adalah elemen terlemah pada portal SCBF yang ditinjau karena tegangan pada bresing lebih besar daripada elemen pada portal SCBF yang lain.

  11. REKAYASA M-MARKET (MOBILE MARKET UNTUK KELOMPOK USAHA PEMUDA BINAAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROPINSI JAWA TENGAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK UMKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajib Susanto

    2015-05-01

    Full Text Available Kelompok usaha pemuda binaan Dinpora Jateng terdiri dari beberapa klaster, tiap klaster terdiri dari 20-24 kelompok usaha, selama ini proses penjualan dilakukan dengan menunggu pembeli datang, 10% menggunakan fasilitas online sehingga belum maksimal dalam melayani pelanggan, sedangkan potensi penetrasi pengguna smartphone di Indonesia adalah 14% dan terus naik. Tujuan M-Market ini adalah  membangun aplikasi M-Market berbasis android untuk melayani pelanggan/calon pelanggan pengguna smartphone sebagai upaya peningkatan penjualan produk UMKM hasil kelompok usaha binaan pemuda Dinpora Jateng. Metode pengembangan sistem digunakan metode Agile XP(Extreme Programming dengan fase yaitu explorasi, perencanaan, publikasi, produksi, perawatan dan akhir hidup sistem. Aplikasi  ini menampilkan data toko, produk, proses penjualan barang sampai proses pembayaran dan biaya pengiriman. Kata kunci : M-Market, smartphone, android, kelompok usaha pemuda

  12. Analisis Pengaruh Susunan Komposit Laminat Graphene-TiO2 sebagai Lapisan Semikonduktor Terhadap Unjuk Kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Tirta Nugraha

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai sel surya mengalami peningkatan yang signifikan beberapa tahun terakhir. Khususnya penelitian tentang sel surya lanjutan, Dye Sensitized Solar Cell (DSSC.Karena fabrikasinya yang mudah dan murah dibandingkan dengan sel surya konvensional. Penelitian ini akan dilakukan untuk menghasilkan prototype DSSC. DSSC tersebut difabrikasi menggunakan susunan komposit laminat Graphene – TiO2 yang berbeda dengan metode Spincoating sebagai lapisan semikonduktor dan dye organik dari ekstrak Bunga Geranium. Lapisan semikonduktor dikarakterisasi menggunakan X –Ray Diffraction (XRD dan Scanning Electron Microscop