WorldWideScience

Sample records for kondisi kurungan lapangan

  1. ANALISA INVESTASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GOLF DAN PERUMAHAN CITRARAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Njo Anastasia

    2001-01-01

    Full Text Available Investment in the real estate sector has a great risk, therefore a developer needs to do investment analysis before making a decision. The decision is made by considering the returns from two investment alternatives. The first alternative examined is a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf. The second alternative is residential property. Given the above conditions, the purpose of this research is to help the developer to make the proper investment decision, based on which alternative has the higher return. Two data collection methods are used in this research, including interviews and a survey which was done by distributing questionnaires to develop a profile of golfers and purchasers as well as potential residential purchasers. Forecasting analysis using the Holt-Winters model was used for forecasting the number of golfers. The Box-Jenkins model was utilized to forecast residential sales. The forecasting results were used for cash flow analysis. The results show that the first alternative produces a higher IRR (25,16% per year and NPV of Rp.25.056.800.000 , relative to the the second alternative with an IRR of 16,72% per year and NPV of Rp.4.794.945.000. Thus, the first alternative, a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf, was selected. Abstract in Bahasa Indonesia : Investasi di bidang real estat mengandung risiko besar, sehingga pengembang perlu melakukan analisa investasi sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan adalah dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian dua alternatif investasi. Alternatif pertama adalah properti 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Alternatif kedua adalah properti perumahan saja. Dengan kondisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah membantu pengembang untuk memutuskan menginvestasikan dananya di alternatif pertama jika tingkat pengembalian investasinya lebih tinggi dibanding alternatif kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah

  2. Pembangunan Sistem Informasi Geografis Lapangan Futsal Kota Padang Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haris Suryamen

    2016-04-01

    Full Text Available Olahraga futsal adalah olahraga dengan lapangan tertutup dan menjadi salah satu olahraga yang paling banyak diminati dari semua kalangan. Kota Padang memiliki fasilitas lapangan futsal yang cukup banyak, namun tidak semua lapangan beroperasi dengan baik disebabkan ketidaktahuan masyarakat dengan lokasi lapangan futsal. Maka dibutuhkan sistem informasi berbasis web menggunakan Google Maps API, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi kapanpun dengan koneksi internet. Proses pembangunan aplikasi menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan pengambilan titik menggunakan aplikasi Latitude Longitude Coordinates pada smartphone. Data akan dibagi menjadi data spasial dan atribut untuk memenuhi kebutuhan fungsional dari sistem yang akan dibangun.Perancangan sistem dibangun dengan menggambarkan arsitektur aplikasi, rancangan tampilan aplikasi dan rancangan database. Implementasi menggunakan basis data PostgreSQL dan ekstensi PostGIS untuk pengolahan data spasial. Bahasa pemograman yang digunakan untuk membangun aplikasi yaitu PHP, Javascript, dan HTML. Pengujian aplikasi menggunakan metode blackbox. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi  sembilan fungsional yang dibutuhkan dan sesuai dengan perancangan aplikasi.

  3. Perbaikan Tanah Dasar Menggunakan Pre-Fabricated Vertical Drain Dengan Variasi Kedalaman Dan Perkuatan Lereng Dengan Turap Studi Kasus : Lapangan Penumpukan Peti Kemas, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dofran Winner

    2017-03-01

    Full Text Available Metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD dipilih untuk proyek pengembangan lapangan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama masa preloading, ternyata kelongsoran selebar 37 meter terjadi di area penumpukan. Diketahui bahwa kelongsoran terjadi saat preloading setinggi 4,0 meter. Agar lapangan penumpukan dapat beroperasi kembali, diperlukan perencanaan untuk perkuatan lereng dan untuk menghilangkan pemampatan tanah dasar di area lapangan penumpukan. Perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Pre-fabricated Vertical Drain (PVD digunakan untuk Zona 3, 4, dan 5, dan perkuatan lereng dengan turap digunakan untuk Zona-1 dan Zona-2 yang merupakan bagian lereng dari lapangan penumpukan. Direncanakan PVD dipasang pada kedalaman yang berbeda: 1/3H, 2/3H, dan H (H adalah ketebalan lapisan tanah lunak untuk melihat kondisi yang menghasilkan biaya paling murah. Dari hasil perencanaan yang dilakukan, diketahui bahwa turap yang digunakan adalah Corrugated Concrete sheet pile type W-600 A1000. Turap dipasang sedalam 18 meter di Zona-1 dan sedalam 22 meter di Zona-2; selain itu, angker dipasang pada turap untuk meningkatkan kekakuan turap. Hasil perencanaan juga menunjukkan bahwa biaya yang paling ekonomis adalah PVD dipasang sampai 2/3H di Zona-3, dan tanpa PVD di Zona-4 dan Zona-5. Total biaya konstruksi adalah sebesar Rp 843.106.053,00 untuk Zona-1 dan Zona-2; Rp 9.446.530.597,00 untuk Zona-3; Rp 1.869.613.200,00 untuk Zona 4; dan Rp 3.577.392.000,00 untuk Zona 5.

  4. KONDISI CURAH HUJAN PADA KEJADIAN BANJIR JAKARTA DAN ANALISIS KONDISI UDARA ATAS WILAYAH JAKARTA BULAN JANUARI – FEBRUARI 2013

    OpenAIRE

    Syaifullah, M. Djazim

    2018-01-01

    IntisariKondisi curah hujan di wilayah Jakarta pada kejadian banjir besar tanggal 17 Januari 2013 telah dianalisis yang dihubungkan dengan kondisi atmosfer pada selang waktu tersebut. Data curah hujan menggunakan data TRMM sedangkan analisis kondisi atmosfer menggunakan data rawinsonde. Hasil analisis menunjukkan bahwa puncak kejadian banjir Jakarta musim hujan tahun 2013 terjadi pada tanggal 17 Januari 2013 disebabkan oleh faktor lokal yang sangat kuat ditambah dengan faktor global yang mend...

  5. Walking behavior on Lapangan Merdeka district in Medan city

    Science.gov (United States)

    Zahrah, W.; Mandai, A. J. O.; Nasution, A. D.

    2018-03-01

    Lapangan Merdeka district in Medan City is an area with a lot of functions and activities. Pedestrians in this area pose particular behavior for walking. Such behavior can be formed due to certain factors. This study aimed to identify the behavior and motivation of walking, as well as knowing the perception of pedestrians on pedestrian facilities and infrastructures. This research is a qualitative descriptive study. This research was conducted in five streets that have pedestrian lanes by collecting data through observation of pedestrian facilities and infrastructures, as well as the distribution of questionnaires to investigate the characteristics of pedestrians, the behavior and motivation of walking, and perceptions of pedestrian facilities and infrastructure. The research found that the behavior of pedestrians when walking are different on certain characteristics of pedestrians as well as the specific conditions of facilities and infrastructures. The most dominant motivation when walking in this area is easy transportation access. The results of the perception of pedestrians also show that pedestrian facilities and infrastructure are good in this area.

  6. PETA KONDISI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR DI PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fiqru Mafar

    2017-04-01

    Full Text Available AbstractSchool Accreditation has demanded a complete learning tool, one of which is the library. The demands made several educational institutions managers juggle a room to be used as a library. As a result of the magic-juggling, many schools which then have seadaya library. This attracted the attention of researchers to see how the condition of the school library, especially primary schools in the city of Pekanbaru. The method used in this study is a questionnaire and survey methods. Through the method is expected to obtain a picture of the condition of the existing elementary school library in the city of Pekanbaru. The results of the study will be used as the basis of the guidelines of cooperation between the University of Lancang Kuning, especially Studies Program Library with the library manager Elementary School in the city of Pekanbaru. The results showed that there are several aspects such as library staff, library staff education, minimum area, completeness of the type of collection, and application of information technology is still not being met by some primary schools in Pekanbaru. These conditions provide opportunities for cooperation between Unilak with SD in Pekanbaru. Therefore, it is expected Unilak can immediately seized the opportunity to enter into an agreement in the form of training or distribution of graduates with a primary manager in Peknbaru.Keywords: Map Library,  Elementary School, Pekanbaru.AbstrakAkreditasi sekolah telah menuntut adanya sebuah sarana belajar yang lengkap, salah satunya adalah perpustakaan. Tuntutan tersebut membuat beberapa pengelola lembaga pendidikan menyulap sebuah ruangan untuk dijadikan sebagai ruang perpustakaan. Sebagaimana hasil dari sulap-menyulap, banyak sekolah yang kemudian memiliki perpustakaan yang seadaya. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk melihat bagaimana kondisi perpustakaan sekolah, terutama sekolah dasar di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  7. REGULASI KORTISOL PADA KONDISI STRES DAN ADDICTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisdiana -

    2012-03-01

    Full Text Available Stres adalah suatu kondisi dimanan tuntutan yang harus dipenuhi melebihi kemampuan yang dimilikinya, penyebab stres dinamakan stresor. Stres dapat terjadi akibat ketidakmampuan seseorang dalam merespon suatu stresor, sehingga dapat mengakibatkan gangguan badan atau jiwa. Addiction adalah suatu dorongan yang kuat, seperti dipaksakan untuk mengulangi suatu perbuatan tertentu meskipun tahu akan berakibat merugikan. Stress dan adicction akibat penyalahgunaan narkotika akan direspon oleh Hipotlamus-Pituitary-Adrenalin (HPA-axis, sehingga menye-babkan kadar hormon kortisol akan meningkat. Desain penelitian adalah Quasi-Eksperimental dengan Randomized Control Pretest-Postest Design Dengan subyek penelitian 22 Addict recovery yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Balai Kasih Sayang Pamardisiwi BNN Jakata.Variabel yang diukur adalah hormone yang disekresikan oleh HPA-axis, yakni hormon kortisol. Pemeriksaan kadar kortisol dengan menggunakan Radioimmunoassay (RIA. Hasil penelitian menunjukkan kadar kortisol pada Addict recovery yang menjalani rehabilitasi sebesar 9,2 – 13,97 µg/dl dan 16,5-16,9 µg/dl pada Addict recovery yang tidak menjalani rehabilitasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan hormone yang disekresikan HPA-axis pada kondisi stress dan addiction. Stress is a condition where the demands to be met is beyond the capabilities of a person, and something that causes a stress is called stressor. Stress can occur as a result of the inability of a person in responding a stressor, and the stress can cause physical or mental disorders. Addiction is a strong drive, forced to repeat a particular action even it is known that it will harm the body. Stress and adicction to drug abuse will be responded by the hypothalamus-pituitary-adrenalin (HPA-axis, causing the levels of the hormone cortisol to rise. The study design was a randomized Quasi-Experimental Control Pretest-posttest design with 22 addict recovery study

  8. HUBUNGAN PANJANG BOBOT, FAKTOR KONDISI DAN STRUKTUR UKURAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru DI PERAIRAN SELAT BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan lemuru merupakan jenis ikan hasil tangkapan utama kegiatan perikanan di perairan Selat Bali yang status pemanfaatannya sudah mengalami lebih tangkap dan memerlukan upaya pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot, faktor kondisi, serta struktur ukuran ikan lemuru di perairan Selat Bali. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2010 hingga Desember 2011 dengan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang dan bobot ikan lemuru mengikuti persamaan W=0,007FL3,167 dan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif (b>3 namun pada setiap bulannya mengalami perubahan pola pertumbuhan. Nilai faktor kondisi relatif berkisar antara 0,95-1,28 dan berfluktuasi setiap bulannya. Hasil ini diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Ikan lemuru berukuran kecil atau “sempenit” (<11 cmFL banyak tertangkap pada bulan Agustus dan September 2010 serta Juli dan November 2011 dan diduga pada waktu tersebut terjadi awal rekruitmen.   Bali sardinella (“lemuru” is mostly caught by fishers in the Bali Strait waters, and its status predicted have overfishing so that it needs to manage this resources. The purpose of this study to investigate the length-weight relationship, the condition factors and size structure of lemuru in the Bali Strait waters. The data was collected through survey and direct observation in the field from August 2010 to December 2011. The result of this study shows that length-weight relationship could be described as W = 0.007 FL3, 167. Nevertheless,  it is change on the growth pattern by monthly. The value of relative condition factors of lemuru were ranging from 0.95 to 1.28 and very fluctuated by monthly. It is predicted that influenced by feed availability in Bali Strait waters. The smaal size of lemuru, namely “sempenit (<11 cmFL are dominantly caught during August to September 2010 and July and November 2011 that indicated

  9. Identifikasi Struktur Bawah Permukaaan Pada Lapangan Panasbumi X Dengan Menggunakan Metode Audio Magnetotelurik Dan Magnetotelurik

    OpenAIRE

    Dewi, Cinantya Nirmala; Maryanto, Sukir; Gaffar, Eddy Z

    2014-01-01

    Penelitian geofisika dengan menggunakan metode audio magnetotelurik dan magnetotelurik telah dilaksanakan di lapangan panasbumi X. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan menentukan sistem panasbumi di daerah penelitian. Daerah penelitian terdiri dari 3 lintasan dengan jumlah titik pengukuran sebanyak 24 titik. Pengolahan data dilakukan hingga didapatkan peta kontur resistivitas. Hasil pengolahan data 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas lapisan bawah p...

  10. PENILAIAN KONDISI TRANSFORMATOR DAYA PADA PT.X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badaruddin Badaruddin

    2016-10-01

    Full Text Available Transformator daya merupakan peralatan yang vital dalam penyaluran energi listrik dari unit pembangkit menuju sistem jaringan saluran tegangan. Kehandalan transformator daya sangat penting untuk keberhasilan operasi dari sistem tenaga listrik. Untuk itu dilakukan pendekatan sistematis dengan cara mengetahui kondisi peralatan komponen utama dari transformator daya tersebut. Transformator secara ideal memiliki useful life sesuai dengan design life yang direkomendasikan yaitu 30 tahun. Sedangkan transformator daya PT X sudah tidak berada dalam range useful life, dimana transformator daya tersebut diproduksi oleh Takaoka Electric pada tahun 1976. Oleh karena factor usia transformator yang sudah berumur maka diperlukan inspeksi khusus secara mendalamsebagai pendukung untuk membuat keputusan pembatasan operasi atau keputusan investasi pembangkit secara tepat dan tidak merugikan unit pembangkit itu sendiri. Untuk itu penulis melakukan serangkaian pengujian dan analisa penilaian kondisi transformator daya PT X untuk memperoleh nilai kondisi dengan mengacu  pada referensi penilaian HAP (Hydro Power Advancement Project. Hasil penilaian kondisi diharapkan nantinya akan digunakan sebagai bahan pendukung tindak lanjut pengambilan keputusan oleh PT. X.

  11. KECERNAAN NUTRIEN KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT LAPANGAN DISUPLEMENTASI DENGAN DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W. WIRAWAN

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien kambing Peranakan Etawah (PE yang diberi pakan dasar rumput lapangan disuplementasi dengan dedak padi, telah dilaksanakan di Tabanan dan Lab. Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 4 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kambing PE dengan berat badan awal 15,92 ± 1,34 kg. Ke empat perlakuan tersebut adalah: perlakuan A rumput lapangan tanpa suplementasi dedak padi, perlakuan B : rumput lapangan + 75 g dedak padi, perlakuan C : rumput lapangan + 150 g dedak padi, dan perlakuan D : rumput lapangan + 225 g dedak padi. Pemberian dedak padi sekali dalam sehari yaitu pagi hari, sedangkan rumput lapangan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan nutrien (bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar, pH, VFA dan amonia cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum dan DMI pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata (P0,05 lebih tinggi dari perlakuan A, tetapi konsumsi air minum pada perlakuan C dan D nyata (P0,05 lebih tinggi dari pada perlakuan A, namun koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan C dan D nyata (P0,05. Konsentrasi asam asetat dan butirat pada ke-empat perlakuan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05, tetapi konsentrasi asam propionat pada peralakuan suplementasi dedak padi nyata (P0.05 difference, but water consumption on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but the propionate concentration on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05 than treatment A. From the result in this experiment it can be concluded that the supplemented rice bran 75g-225g on the effect to increased

  12. KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2016-10-01

    Full Text Available Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.

  13. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  14. KEBIJAKAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA PEDESAAN ( Kajian Pembangunan Pasar Desa Proyek PDK-MK di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUS SOEHARTO

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Kebijakan penciptaan lapangan kerja pedesaan melalui proyek PDK-MK ( Penanggulangan Dampak Kekeringan dan Masalah Ketenagakerjaan tahap II Tahun 1998/1999 merupakan salah satu kebijakan Nasional guna mengatasi dampak krisis ekonomi di sektor ketenagakerjaan. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kebijakan sektor ketenagakerjaan dengan pokok masalah : diskripsi implementasi kebijakan desentralisasi suatu proyek penciptaan lapangan kerja di Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah (1 mengkaji implementasi kebijakan penciptaan lapangan kerja di desa melalui proyek PDK-MK; (2 menganalisa dampak implementasi kebijakan desentralisasi penciptaan lapangan kerja melalui mekanisme usulan dari bawah terhadap kebutuhan akan lapangan kerja pedesaan. Methode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif, sedang pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dengan analisa data, secara kualitatif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan desentralisasi penciptaan lapangan dengan melibatkan masyarakat melalui usulan dari bawah mendapat respon positif, meskipun terdapat kendala kesinambungan proyek namun telah dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja di desa. Kata kunci: Lapangan kerja, pedesaan ABSTRACT Policy of creating Job Opportunity in villages by second period of the PDK – MK Project (Penanggulangan Dampak Kekeringan dan Masalah Ketenagakerjaan was one of National Policies in overcoming impact of economical crisis in any labor sectors. The main theme of the reaseach to the policy of the labor sector was the description of the decentralized policy implementation to the project of creating job opportunity in Nglundo village, Sukomoro subdistrict, Nganjuk Regency. Goals of this research are (1 to study the implementation of the policy in creating labor market in the village by the PDK – MK project, (2 to analyse the effect of

  15. APLIKASI MONITORING PRAKTEK KERJA LAPANGAN SECARA ONLINE (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Andriati Asri

    2017-12-01

    Full Text Available Mahasiswa Politeknik Negeri Bali melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL selama tiga bulan. Selama PKL mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbing PKL. Dalam hal ini, jarak dan waktu menjadi kendala utama yang dialami mahasiswa PKL. Pengelolaan PKL yang telah berjalan selama ini ditangani oleh seorang koordinator. Pengelolaan  tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan rawan terjadi kesalahan. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengembangkan sebuah aplikasi online bimbingan dan monitoring PKL. Aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi kendala jarak dan waktu pada proses bimbingan dan membantu koordinator kegiatan PKL untuk membantu pengelolaan dengan lebih baik. Aplikasi dibuat dengan menggunakan metode waterfall, dengan PHP 5.6 dan MYSQL 5.6 sebagai bahasa pemrograman dan basis data. Aplikasi ini telah diujicoba ke pengguna dan dari hasil kuesioner diketahui 17,5% responden sangat setuju dan 82,5 % responden setuju bahwa aplikasi ini sangat membantu.

  16. UTILISASI NITROGEN DAN KOMPOSISI TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN RUMPUT LAPANGAN DENGAN SUPLEMENTASI DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. W. SITI

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui utilisasi nitrogen dan komposisi tubuh kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan dengan suplementasi dedak padi, telah dilaksanakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah Rumput lapangan ad libitum sebagai perlakuan (A; perlakuan B= perlakuan A + 75 g dedak padi; perlakuan C = perlakuan A + 150 g dedak padi dan perlakuan D= perlakuan A + 225 g dedak padi. Pemberian rumput lapangan 2 kali sehari yaitu pagi pukul 7.00 Wita dan sore pukul 16.00 Wita, sedangkan dedak padi diberikan sekali pada pukul 7.00 Wita. Air minum yang diberikan berasal dari PDAM secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah komposisi tubuh, konsentrasi urea darah, konsumsi nitrogen, retensi nitrogen dan utilisasi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari pada kambing PE yang diberi pakan hijauan rumput lapangan secara nyata (P0,05 menurunkan urea darah. Namun suplementasi dedak padi 75 g/e/h belum berpengaruh terhadap air tubuh dan lemak tubuh, tetapi suplementasi dedak padi pada level 150-225 g/e/h dapat menurunkan air tubuh dan meningkatkan lemak tubuh. Suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari belum berpengaruh nyata terhadap penurunan protein tubuh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi dedak padi dari 75-225 g/ekor/hari dapat meningkatkan utilisasi nitrogen pada kambing peranakan etawah yang diberi pakan hijauan rumput lapangan.

  17. Analisis Kondisi dan Proyeksi Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaidi Junaidi

    2016-03-01

    Penelitian ini bertujuan untuk: (1 Menganalisis kondisi ketenaga kerjaan di Provinsi Jambi; (2 Proyeksi ketenaga kerjaan di Provinsi Jambi dalam 5 tahun mendatang yang mencakup persediaan, kebutuhan dan kesesuaian persediaan dengan kebutuhan tenaga kerja. Data yang digunakan data sekunder meliputi jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, PDRB dan data pendukung lainnya. Untuk menganalisis kondisi ketenagakerjaan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan ukuran-ukuran ketenagakerjaan. Proyeksi persediaan tenaga kerja diperoleh dari proyeksi TPAK dan proyeksi penduduk. Proyeksi Proyeksi TPAK dengan metode pertumbuhan eksponensial. Proyeksi penduduk didasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia 2010 – 2035 per provinsi yang telah disusun oleh Badan Pusat Statistik RI. Proyeksi kebutuhan tenaga kerja menggunakan Employment Elasticity berdasarkan derivasi fungsi produksi Cobb-Douglas dengan 2 input. Hasil penelitian menemukan: 1 Mayoritas penduduk yang bekerja di Provinsi Jambi bekerja pada sektor pertanian dan pada status usaha sektor informal, dengan  pendidikan umumnya SMP ke bawah  dan jam kerja lebih dari 35 jam seminggu; 2Rata-rata Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK di Provinsi Jambi adalah sebesar 66,74 persen pertahun dengan rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT di Provinsi Jambi adalah sebesar 4,66 persen pertahun; Berdasarkan proyeksi terhadap ketenagakerjaan di Provinsi Jambi maka pada Tahun 2020 di perkirakan jumlah angkatan kerja yang ada di Provinsi Jambi sebanyak 1.938.058 orang sementara jumlah kebutuhan tenaga kerja atau kesempatan kerja di Provinsi Jambi diperkirakan hanya sebanyak 1.903.625 orang, dengan surplus tenaga kerja sebanyak 34.433 orang. Kata kunci: Angkatan Kerja, Pengangguran, Persediaan tenaga kerja, Kebutuhan Tenaga Kerja

  18. SEBARAN LARVA IKAN DAN KAITANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Amri

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Sulawesi diketahui sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial sekaligus diduga sebagai lokasi pemijahan. Berbagai jenis larva ikan pelagis maupun demersal ditemukan di perairan ini. Kelimpahan dan sebaran larva ikan di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi seperti temperatur, salinitas dan sejumlah parameter lainnya termasuk ketersediaan pakan. Untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan di Laut Sulawesi, telah dilakukan penelitian menggunakan kapal riset KR Baruna Jaya VII pada Oktober 2012. Parameter oseanografi yaitu temperatur dan salinitas diukur menggunakan iCTD dan sampling larva menggunakan bonggo net pada 18 stasiun pengukuran. Analisa hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran larva dilakukan secara deskriptif dan pemetaan sebarannya dilakukan secara spasial. Hasil menunjukan keterkaitan sejumlah parameter oseanografi dengan kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan. Sebaran larva famili Scombroidae dominan berada pada perairan bersalinitas tinggi karena merupakan jenis ikan oseanik. Larva ikan demersal banyak ditemukan di perairan sekitar Kep.Sangihe Talaud. Kelimpahan larva tertinggi ditemukan di perairan bagian utara dan barat lokasi penelitian dimana kelimpahan plankton tinggi ditemukan.   Celebes Sea is known as a potential fishing and spawning grounds for several pelagic fish species. Abundance and distribution of fish larvae are allegedly linked to oceanographic conditions such as temperature, salinity and others oceanographic parameters including food availablity. To see the effect of oceanographic on the abundance and spatial distribution of fish larvae in the Celebes Sea, has conducted a research in October 2012using the research vessel KR Baruna Jaya VII. The measurement of oceanographic parameters including temperature and salinity and larval sampling were done respectively by using iCTD and Bonggo net at 18 measuring stations. The

  19. DAMPAK PEMBANGUNAN PESISIR PANTAI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsu .

    2015-11-01

    kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan yang meliputi: Pembangunan pesisir pantai mendorong terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat nelayan Punggawa-Sawi yang pada umumnya berada di atas kategori tinggi. Kondisi ini berimplikasi pada terjadinya perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan ke arah yang lebih baik, perbaikan kondisi perumahan, semakin membaiknya kondisi kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, sistem jaringan produksi dan distribusi hasil laut, terbuka peluang usaha perikanan, serta terjadinya modernisasi pada sistem penangkapan ikan. Hambatan nelayan dalam memperbaiki taraf ekonominya adalah tingkat pendidikan dan pelatihan yang rendah, kurangnya alat produksi, sistem bagi hasil, serta faktor pemasaran dan harga ikan. Faktor pemasaran di lokasi ini relatif dapat teratasi dengan baiknya jalur transportasi, banyaknya usaha pengeringan ikan, dan dimanfaatkannya ikan kecil sebagai pakan udang. Kata Kunci: Dampak pembangunan, Pesisir Pantai, produksi dan distribusi, sistem perikanan

  20. PENGARUH PERSEPSI TENTANG PRAKTIK KERJA LAPANGAN, INFORMASI DUNIA KERJA DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyun Kusnaeni

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang praktik kerja lapangan, informasi dunia kerja dan motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa SMK Bhakti Persada Kendal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Bhakti Persada Kendal yang berjumlah 202 siswa. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 134 siswa, yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin.Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda dengan menggunakanSPSS for Windows versi 16. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif praktik kerja lapangan terhadap kesiapan kerja siswa0.000 0.05, there was the effect ofjobs information on students' job readiness 0.013 <0.05, there was the influence of motivation to enter the workforce to the job readiness of students 0,000 <0,05 so Ha1, Ha2 and Ha3 accepted.

  1. Analisis Kesesuaian Kursi Pembatik Terhadap Kondisi Antropometri Pekerja Batik Tulis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joni Setiawan

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKSejak diakuinya Batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, perkembangan industri batik mengalami perkembangan seiring dengan peningkatan permintaan pasar. Pada saat ini peralatan utama untuk membatik (kursi, gawangan, canting, kompor, meja cap, canting cap, wajan cap, dan lain-lain masih menggunakan peralatan batik yang lama, yang belum diteliti mengenai usability dan safety-nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji ukuran kursi dan gawangan pembatikan yang beredar di pasaran apakah telah sesuai dengan kebutuhan pembatik dan sesuai dengan konsep ergonomi. Pengumpulan data kursi dan gawangan dari berbagai tempat industri batik. Data yang diperlukan diwakili oleh N = 30 buah. Data-data ini kemudian dilakukan analisis statistik dengan metode histogram. Penggunaan kursi pembatikan di industri batik masih sangat jauh dari kondisi ideal (minimum tinggi 370 mm, lebar 380 mm dan kedalaman 380 mm. Ukuran tinggi kursi pembatik yang ada, rata-rata hanya berketinggian alas duduk 263,7 mm, lebar alas duduk 353 mm, kedalaman alas duduk 305 mm, dan tanpa menggunakan sandaran punggung.Kata kunci: kursi pembatikan, ergonomi, antropometriABSTRACTSince the approval of batik as an intangible cultural heritage by UNESCO, the improvement of batik industry have evolved along with the increase in market demand. At this time the main equipment for batik processes are still using the old batik equipment that has not been studied regarding its usability and safety. The purpose of this study was to assess the size of the seat and gawangan batik on the market whether in accordance with the requirements in accordance with the concept of batik and ergonomics. The data collected from several places batik industry. The data required to make is represented by N = 30 pieces. These data are then performed statistical analysis with the histogram method. The use of seat batik batik industry is still very far from ideal conditions. The size of the existing

  2. PENGARUH PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL, MINAT MENJADI GURU, DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA MENJADI GURU YANG PROFESIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Yulianto

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh praktik pengalaman lapangan, minat menjadi guru, dan prestasi belajar terhadap kesiapan menjadi guru yang profesional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Progam Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi tahun angkatan 2011 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang sebanyak 174 mahasiswa. Sampel penelitian ini adalah 122 mahasiswa yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif presentase, statistik inferensial, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan praktik pengalaman lapangan, minat menjadi guru, dan prestasi belajar berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap kesiapan menjadi guru yang profesional. Hasil adjusted R^2 menunjukan adanya hubungan antara praktik pengalaman lapangan, minat menjadi guru, dan prestasi belajar terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional sebesar 0.574 atau 57,4%. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah hendaknya mahasiswa memperbanyak referensi tentang akuntansi, mengikuti berbagai forum diskusi akuntansi guna meningkatkan wawasan mengenai bidang studi akuntansinya; mahasiswa diharapkan meningkatkan minat untuk menjadi guru yang tinggi dengan mengenal lebih jauh tentang profesi guru, mencari tahu kabar dan informasi mengenai profesi keguruan, memanfatkan kegiatan praktik pengalaman lapangan dengan sungguh-sungguh yang dapat menunjang kesiapannya untuk menjadi guru. The purpose of that study was to determine the influence of practice field experience, interest becoming a teacher and learning achievement againts the readiness of the students to become a professional teacher. Population in this research are students of accounting education class of Faculty of Economic semarang state university as many as 174 students. Sample used in this study were 122 students

  3. STUDI KONDISI HIDROLOGIS SEBAGAI LOKASI PENEMPATAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN TANJUNG BENOA BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Rahman As-Syakur

    2016-03-01

    Full Text Available STUDY OF HIDROLOGICAL CONDITION FOR ARTIFICIAL REEF LOCATION  IN TANJUNG BENOA BALIOne of the tourism which was demanded by the tourists are underwater activity, namely scuba diving and seawalker, where the main target underwater tourism activities is the beauty of the underwater in the form of coral and reef fish. The purpose of this study is to determine the hydrological condition of artificial reefs in Tanjung Benoa, Bali. The method used in determining the location is a purposive sampling method. Sampling was carried out in three (3 stations and taken randomly in the study site (Tanjung Benoa. Measurement of hydrological conditions include the temperature, salinity, water clarity, current, depth, turbidity, TSS, DO, Nitrate, Phosphate. Hydrological conditions measurements carried out in situ (direct and in laboratory. Data was analyzed by descriptive qualitative by comparing the quality of water based on the Ministry of the Environment Decree No. 51 of 2004 on Sea Water Quality Standard. Based on the results of hydrological conditions measurements, conditions of environmental parameters are still within the tolerance limit for the growth of marine biota. The basic conditions of the waters is not suitable for the placement of artificial reefs, this is because the substrate is muddy sand, where the basic conditions of these waters will submerge artificial reef into the sand.Keywords: artificial reef, hidrological condition, Tanjung BenoaABSTRAKSalah satu wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan adalah wisata bawah air, yaitu scuba diving dan seawalker, dimana dalam kegiatan wisata bawah air yang menjadi target utama yaitu keindahan bawah air berupa terumbu karang dan ikan karang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi hidrologis terumbu karang buatan di Tanjung Benoa-Bali. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling adalah metode sampling pertimbangan, yaitu metode pengambilan lokasi dan sampel didasarkan atas

  4. Pengaruh Kepadatan dan Durasi dalam Kondisi Transportasi Sistem Kering Terhadap Kelulusan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2008-12-01

    selama dalam kondisi transportasi. Kemasan dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik menghasilkan kelulusan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemasan dengan kepadatan 8 ekor/kotak plastik. Semakin lama waktu dalam kondisi transportasi, semakin rendah kelulusan hidup dan bobot lobster. Durasi dalam kondisi transportasi sampai 7 hari dapat menurunkan bobot lobster sampai 10%. Transportasi lobster dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik selama 6 hari menghasilkan kelulusan hidup 97% dan tetap sehat setelah dibugarkan kembali. Oleh karena itu, lobster air tawar sebaiknya ditransportasikan dengan durasi tidak lebih dari 6 hari.

  5. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793 yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Muthmainnah

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.

  6. Kondisi oral higiene dan karies gigi pada vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan

    OpenAIRE

    Prawira, Albert

    2011-01-01

    Perbedaan pola makan antara vegetarian dan non vegetarian dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi oral higiene dan karies gigi pada umat vegetarian dan non vegetarian di Maha Vihara Maitreya Medan. Jenis penelitian adalah survei deskriptif. Sampel terdiri atas 74 vegetarian dan 65 non vegetarian. Pemeriksaan oral higiene dan karies gigi masing-masing menggunakan indeks OHIS Greene dan Vermillion dan indeks DMFT Klein, se...

  7. Sintesis Furfural dari Bagas Tebu Via Reaksi Hidrolisa dengan Menggunakan Katalis Asam Asetat pada Kondisi Atmosferik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nine Tria Rossa

    2015-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang hidrolisa bagas tebu menggunakan asam asetat sebagai katalis. Sebanyak 30 gram dihidrolisa dalam 300ml air yang mengandung katalis asam menggunakan  asetat sebesar 7 sampai 9% v/v dengan variabel waktu dan temperatur hidrolisa selama 1 sampai 4 jam dan 80oC sampai 103oC pada kondisi atmosferik menggunakan reaktor tipe batch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur dan waktu hidrolisa, serta konsentrasi katalis asam asetat terhadap perolehan furfural. Kemudian untuk menemukan kondisi paling efisien untuk memproduksi furfural menggunakan Response Surface Methodology (RSM dengan Software Design Expert 7.0.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan waktu dan temperatur hidrolisa akan meningkatkan perolehan furfural. Perolehan asam asetat juga meningkat rata-rata hingga 2 kali dari konsentrasi asam asetat awal. Hal ini terjadi karena pemutusan gugus acetyl dari fraksi hemiselulosa pada bagas tebu. Perolehan kondisi optimum yakni pada waktu dan temperatur hidrolisa 2 jam dan 103oC, konsentrasi katalis 9%, dengan konsentrasi furfural 4,10 mg/ml dan konsentrasi asam asetat 2,62 mmol/ml.

  8. Pengaruh Aras Energi Pakan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Produksi dan Kualitas Fisik Daging Ternak Sapi Bali Betina Afkir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M.E. Ili

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh aras energi dan kondisi tubuh terhadap produksi dan mutu daging sapi Bali betina afkir. Kajian ini menggunakan 18 ekor sapi Bali betina afkir yang kurus dengan skor kondisi tubuh 2. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan aras energi sebagai faktor utama dan skor kondisi tubuh sebagai faktor tersarang. Pakan komplit fermentasi (2% dari berat badan dengan level energi yang berbeda yaitu 7, 8 dan 9 MJ diberikan sebagai perlakuan. Penelitian berlangsung selama 3 bulan yang terdiri dari 2 minggu masa persiapan dan penyesuaian (preleminary dan 10 minggu pengambilan (koleksi data. Parameter utama adalah produksi karkas dan kualitas fisik serta kimia daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh (P>0.05 dari level energi dan skor kondisi tubuh pada parameter yang diukur. Sementara itu, nilai susut masak dan keempukan secara signifikan dipengaruhi oleh level energi pakan. Kesimpulannya bahwa penggemukan sapi Bali betina afkir dapat dilakukan secara efisien dalam periode singkat. Ada indikasi perubahan skor kondisi tubuh yang memadai dengan pemberian pakan pada level energi metabolis 9 MJ.

  9. Kondisi Sanitasi Lingkungan Perumahan dan Kontaminasi Escherichia coli pada Penyajian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Kusuma

    2013-02-01

    Full Text Available Bayi sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh Makanan Pendamping Air Susu Ibu lokal (MP-ASI lokal. Sampai saat ini belum diketahui keamanan penyajiannya dari kontaminasi mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontaminasi Escherichia coli (E. coli pada penyajian MP-ASI lokal dan mengamati hubungan antara kondisi sanitasi rumah, seperti Sarana Air Bersih (SAB, tempat mencuci peralatan makan bayi, kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (S PAL, kondisi tempat sampah dan keberadaan hewan berkeliaran di dalam rumah terhadap kontaminasi E. coli pada penyajian. Desain penelitian ini adalah potong lintang yang mengamati penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan pada 138 rumah. Lokasi penelitian pada 21 Dusun di Kabupaten S olok. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran kontaminasi E. coli pada penyajian M P-ASI lokal, kondisi faktor sanitasi rumah tangga, mengetahui hubungan antara faktor sanitasi rumah dengan kontaminasi E. coli dan faktor yang paling berhubungan dengan kontaminasi tersebut . Penelitian ini menemukan lebih dari separuh (72,5% MP-ASI lokal yang disajikan terkont aminasi E. coli. Keberadaan hewan yang berkeliaran di dalam rumah memiliki risiko dua kali lebih besar terkontaminasi E. coli pada penyajian MP-ASI lokal bagi bayi usia 6-12 bulan di rumah tangga. Infant is the most vulnerable groupof safer infectious diseases caused by complementary food. Meanwhile complementary food safety was unknown. The study aimed to know Escheriacoli (E. coli contamination in serving complementary food and relationship of house sanitation condition as clean water facilities, places for dishes infant food utensils,domestic wastewater facilities condition, garbage facilities condition and the present of domestic animals in houseto E. coli contaminationin serving. Study design was cross sectional, object of observation were 138 household that serving complementary food for 6-12 month old infants. Location of study was in

  10. PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN DAN OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badingatus Solikhah

    2012-03-01

    Full Text Available Penelitian tentang going concern ditujukan untuk menguji secara empiris dampak kondisi keuangan corporate, perkembangan corporate dan opini audit tahun lalu terhadap opini audit going concern Data dikumpulkan dengan menggunakan content analysis dan metode dokumentasi dan diproses dengan Logistic Regression. Berdasarkan hasil penelitian, bukti empiris yang ditemukan adalah bahwa kondisi keuangan corporate opini audit tahun lalu berdampak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun sebaliknya variabel pertumbuhan corporate terbukti tidak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. AbstractThe going concern research has a goal for testing empirically the effect of corporate financial condition, corporate growth, and last year audit opinion towards going concern audit opinion The data were collected by using content analysis and documentation methods, and processed by means of Logistic Regression. Based on the result of the study, empirical evidence is found that corporate financial condition and last year audit opinion has significant effect towards going concern audit opinion acceptance. In the contrary, corporate growth variable is proven insignificant towards going concern audit opinion acceptance.Keywords: audit opinion; going concern; logistic regression

  11. PENGARUH SUHU DAN WAKTU STERILISASI TERHADAP NILAI F DAN KONDISI FISIK KALENG KEMASAN PADA PENGALENGAN GUDEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Nurhikmat

    2016-04-01

    Full Text Available Canning food is a way of preserving foodstuffs was then sterilized. Sterilization was done at a certain time and temperature. Research on the effects of temperature and time sterilization on the F value and the physical cans conditions in canned gudeg had done. The research objective was to determine the effect of sterilization on the F value and the physical cans conditions. Sterilization was carried out at 111; 121 and 1310C for 10; 20 and 30 minutes. During the sterilization process, a history of substance temperature rise recorded by using a data logger. The data generated in the analysis of the value of sterility. Observations physical condition after sterilization canned done visually using a scanning electron microscope (SEM. This research resulted in the sterilization temperature influence on the increase in F value from the time of sterilization with the lowest F value is 0.123 minutes occurred in the treatment of 1110C for 10 minutes and the highest F value is 112.504 minutes occurred at 1310C for 30 minutes treatment. The physical condition of the packaging is damaged at a temperature of 1310C with the smallest percentage of damage that is 42% occurred within 10 minutes and the largest is 75% at 30 minutes. The most optimal treatment is the sterilization of 1210C for 20 minutes with F value of 4.425 minutes where all cans produced has a normal appearance. Analysis visualization and characterization using SEM produce lacquer damage occurs at a temperature of 1310C for 30 minutes sterilization and aluminum decreased by 13.85%. Keywords: Canned gudeg, canning, the physical cans condition, sterilization   ABSTRAK Pengalengan makanan adalah suatu cara pengawetan bahan pangan yang dikemas kemudian disterilkan. Sterilisasi dilakukan pada suhu dan waktu tertentu. Penelitian tentang pengaruh suhu dan waktu sterilisasi terhadap nilai F dan kondisi fisik kemasan pada pengalengan gudeg telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui

  12. PROPORSI BANGSA, UMUR, BOBOT BADAN AWAL DAN SKOR KONDISI TUBUH SAPI BAKALAN PADA USAHA PENGGEMUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frandz Rumbiak Pawere

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi bangsa, umur, skor kondisi tubuh sapi bakalan yang digemukkan pada usaha penggemukan. Penelitian dilaksanakan di CV. Restu Bumi, Kabupaten Bantul selama 1 tahun yakni dari bulan Mei 2011 sampai bulan Mei 2012. Materi yang digunakan adalah 500 ekor sapi meliputi bangsa sapi Limmousin Peranakan Ongole (LimPO, Peranakan Ongole (PO dan Simmental Peranakan Ongole (SimPO. Parameter yang diamati adalah bangsa, umur, body condition score (BCS. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bangsa sapi yang digemukkan-SimPO (56%, LimPO (19% dan PO (25%, umur sapi yang paling banyak digemukkan adalah poel 1 dan poel 2 masing-masing 36% dan 25%. Bobot badan awal sapi 300 kg didominasi oleh bangsa sapi silangan (SimPO dan LimPO. Nilai body condition score (BCS awal penggemukan 2-3. (Kata kunci: Bangsa, LimPO, PO, SimPO, Penggemukan

  13. PENGETAHUAN GIZI, KELUHAN KESEHATAN, KONDISI PSIKOLOGIS, DAN POLA PEMBERIAN ASI IBU POSTPARTUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armina Puji Utari

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to assess nutritional knowledge, health complaints, psychological conditions, and their association with breastfeeding pattern on postpartum mother. A cross sectional study with interview method was conducted in five villages in Dramaga Subdistrict, Bogor District, during the period of April to May 2013. Subjects included in this study were 30 postpartum mothers who met inclusion criteria. Subjects were mothers of 10—40 days old newborn baby and it was not the first childbirth, willing to be subject through informed consent agreement, and was able to communicate. The majority of postpartum mothers had fair nutritional knowledge (60.0%, low health complaints (66.7%, and depression (56.7%. The nutritional knowledge of exclusive breastfeeding tended to correlate with exclusive breastfeeding practice (r=0.126; p=0.508. Meanwhile, lower health complaints tended to correlate with better breastfeeding practices (r=0.063; p=0.74.Keywords: breastfeeding, health complaints, nutritional knowledge, postpartum mother, psychologicalconditionsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan gizi, status kesehatan, kondisi psikologis serta kaitannya dengan pola pemberian ASI ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode wawancara yang dilakukan di lima desa di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada bulan April hingga Mei 2013. Subjek penelitian adalah 30 ibu postpartum dengan kriteria inklusi, ibu dari bayi berusia 10—40 hari dan bukan persalinan pertama, bersedia menjadi subjek penelitian, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu postpartum memiliki tingkat pengetahuan gizi cukup (60%, keluhan kesehatan rendah (66.7% serta mengalami depresi (56.7%. Pengetahuan gizi tentang definisi ASI yang semakin baik pada ibu postpartum cenderung berkorelasi dengan pemberian ASI eksklusif yang baik (r=0.126; p=0.508. Sebaliknya, semakin

  14. Desain Mobile Unit Instalasi Pengolahan Air Minum Untuk Kondisi Darurat Bencana Banjir Menggunakan Membran Mikrofiltrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angie Prabhata Putra

    2015-03-01

    Full Text Available Banjir dan kekeringan merupakan sebuah fenomena yang rutin dihadapi di berbagai daerah dengan kerugian yang tidak kecil contohnya di wilayah Jabodetabek pada bulan februari tahun 2007, banjir yang terjadi selama 5 hari mencapai kerugian sekitar 8,6 triliyun rupiah. Saat terjadi banjir pengungsi sangat sulit untuk mendapat air bersih maupun air minum, di karenakan sumur penduduk yang dipenuhi lumpur dan kotoran. Kesulitan dalam memperoleh air bersih maupun air minum pada saat maupun paska bencana banjir, berdampak pada timbulnya berbagai penyakit terkait air bersih yaitu seperti muntaber, diare dan gatal-gatal. Oleh karena itu diperlukan solusi atau penanggulangan masalah air bersih dan air siap minum baik saat maupun paska bencana banjir. Menurut buku Introduction to International Disaster Management (2007, disebutkan bahwa ada beberapa alternatif dalam penyediaan air bersih dan air siap minum pada saat kondisi banjir yaitu  penyediaan air melalui tangki truk, atau dari tangki yang di datangkan  dari luar daerah banjir, melakukan proses pengolahan air banjir itu sendiri untuk menghasilkan air bersih sebagai contoh menggunakan filter. Solusi dalam hal masalah ini adalah pengolahan air minum yang berbasis mobile water treatment. Dalam kaitan tentang masalah ini perlu adanya perencanaan tentang desain instalasi pengolahan air minum secara mobile untuk kondisi darurat bencana banjir. Dalam hal ini rencana desain atau DED (Detail Engineering Design yang akan digunakan adalah mobile water treatment membran mikrofiltrasi, keuntungan dari menggunakan membran ini adalah dapat menyisihkan bakteri patogenik dan beberapa jenis virus. Pada perencanaan ini direncanakan unit-unit sebelum dan sesudah membran mikrofiltrasi agar kualitas air hasil pengolahan (effluent memenuhi baku mutu air siap minum yang sesuai dengan PERMENKES RI No.492/MEN.KES/PER/IV/2010.

  15. ANALISA ANOMALI GAYABERAT TERHADAP KONDISI TATANAN TEKTONIK ZONA SUBDUKSI SUNDA MEGATHRUST DI SEBELAH BARAT PULAU SUMATERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Thea Saraswati

    2015-02-01

    Full Text Available Aktivitas tektonik yang terjadi di bumi merupakan hal yang masih terus diteliti sampai sekarang. Sumatera yang terletak pada area Sunda Megathrust, yang merupakan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, mengakibatkan daerah ini rentan dengan aktivitas seismogenic. Salah satu akibat dari adanya pergerakan kedua lempeng ini adalah terbentuknya tatanan tektonik di wilayah Sumatera. GOCE (Gravity field and steady-state Ocean Circulation Explorer menawarkan metode yang cepat dengan cakupan global untuk mendapatkan data gayaberat bumi. Dengan memanfaatkan hitungan dari spherical harmonic coeffisien (SHC serta dilengkapi dengan data Digital Elevation Model (DEM, dapat diketahui nilai anomali gayaberat pada suatu wilayah. Distribusi anomali gayaberat mampu mencerminkan kondisi tektonik di suatu area. Variasi spasial dari anomali gayaberat menunjukkan bahwa pada palung yang terbentuk akibat subduksi kedua lempeng memiliki nilai anomali gayaberat negatif dengan nilai rata-rata sebesar -42.8729 mgal. Forearc ridge yang terbentuk akibat konvergensi lempeng memiliki nilai anomali gayaberat positif, sedangkan forearc basin yang merupakan cekungan diantara backarc dan forearc ridge, memiliki nilai anomali gayaberat negatif yang lebih kuat daripada yang terdapat pada Sunda Megathrust. Variasi temporal yang teramati menunjukkan bahwa distribusi anomali gayaberat positif yang terdapat pada prisma akresi di kedua tepian palung bergerak semakin mendekati Sunda Megathrust pada tiap seri pengamatannya, sedangkan distribusi anomali gayaberat negatif pada palung laut dan forearc basin membentuk suatu  pola distribusi yang semakin menyempit sehingga menyebabkan semakin curamnya gradient anomali gayaberat pada area di sekitarnya.

  16. HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus DI PERAIRAN SELATAN GUNUNG KIDUL DAN PACITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fauzi Fauzi

    2016-03-01

    Full Text Available Perairan di sebelah selatan Gunung Kidul dan Pacitan merupakan daerah penangkapan lobster yang cukup potensial. Analisis hubungan panjang berat, faktor kondisi dan sebaran kisaran panjang lobster batu (Panulirus penicillatus di perairan tersebut dilakukan pada bulan Maret 2010 hingga Maret 2012. Pengukuran panjang-berat terhadap 1.803 individu lobster batu menunjukkan pola pertumbuhan yang bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi lobster memiliki kesamaan antara jenis kelamin jantan dan betina dan terdapat kecenderungan menurunnya faktor kondisi dengan bertambahnya panjang (umur. Panjang karapas dominan berada pada kisaran antara 45-50mm. Lobster betina yang membawa telur ditemukan pertama kali pada kelas panjang karapas antara 35-40mm. The waters in the south of Gunung Kidul and Pacitan were indicated as a potentially fishing ground of spiny lobster. Analysis of Length-weight relationship, condition factor and distribution of the pronghorn spiny lobster (Panulirus penicillatus in those waters were conducted in March 2010 through March 2012. Length-weight measurements on 1.803 individual lobsters showed allometric negative growth patterns. Lobster have in common condition factor between male and female, and there is a tendency condition factor decreased with increasing length (age. Dominant carapace length is in the range between 45-50mm. Female lobsters carrying eggs were first discovered in the class of carapace length between 35-40mm.

  17. PENGARUH EFIKASI DIRI, KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, DAN BIMBINGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Wakhid Ibrahim

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik secara simultan maupun parsial. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket/kuesioner dan dokumentasi. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Variabel independennya yaitu efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir. Hasil uji hipotesis simultan menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan ada pengaurh bimbingan karir terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Simpulan dari penelitian ini yaitu efikasi diri, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan bimbingan karir berpengaruh terhadap motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik secara simultan maupun secara parsial. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah guru hendaknya memberikan dorongan kepada siswa untuk meningkatkan efikasi diri; guru dan orangtua hendaknya memberikan dorongan dan informasi tentang beasiswa; peningkatan inovasi layanan bimbingan karir; dan siswa hendaknya lebih rajin belajar. This study aimed to examine the influence of self efficacy, parental economic social condition, and career guidance toward motivation to continue study either simultaneously or partially. population and sample in this research were students of class XI IPS. Data collection method in this research using questionnaires / questionnaire, and

  18. ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan pendingin (loss of coolant accident / LOCA dari sistem reaktor merupakan kejadian dasar desain yang tetap diantisipasi dalam desain reaktor daya yang mengadopsi teknologi Generasi II hingga IV. LOCA ukuran kecil (small break LOCA memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap keselamatan dibandingkan LOCA ukuran besar (large break LOCA seperti terlihat pada kejadian Three-Mile Island (TMI. Fokus makalah adalah pada analisis small break LOCA pada reaktor daya maju Generasi III+ yaitu AP1000 dengan mensimulasikan tiga kejadian pemicu yaitu membukanya katup Automatic Depressurization System (ADS secara tak disengaja, putusnya salah satu pipa Direct Vessel Injection (DVI secara double-ended, dan putusnya pipa lengan dingin dengan diameter bocoran 10 inci. Metode yang digunakan adalah simulasi kejadian pada model AP1000 yang dikembangkan secara mandiri menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Dampak yang ingin dilihat adalah kondisi teras selama terjadinya small break LOCA yang terdiri dari pembentukan mixture level dan transien temperatur kelongsong bahan bakar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mixture level untuk semua kejadian small break LOCA berada di atas tinggi teras aktif yang menunjukkan tidak terjadinya core uncovery. Adanya mixture level berpengaruh pada transien temperatur kelongsong yang menurun dan menunjukkan pendinginan bahan bakar yang efektif. Hasil di atas juga identik dengan hasil perhitungan program lain yaitu NOTRUMP. Keefektifan pendinginan teras juga disebabkan oleh berfungsinya injeksi pendingin melalui fitur keselamatan pasif yang menjadi ciri reaktor daya AP1000. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan model AP1000 yang telah dikembangkan dengan RELAP5 dapat digunakan untuk keperluan analisis kecelakaan dasar desain pada reaktor daya maju AP1000. Kata kunci: analisis

  19. Kondisi Kesehatan Lingkungan Pesantren dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa dengan Kejadian Hepatitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ii Sumarni

    2014-12-01

    Full Text Available Kejadian luar biasa hepatitis A di Kabupaten Ciamis telah terjadi beberapa kali, satu di antaranya terjadi di Pondok Pesantren X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian hepatitis A siswa/siswi di Pondok Pesantren X Kabupaten Ciamis. Rancangan penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah kasus 40 orang dan kontrol 80 orang, total sampel 120 orang. Populasi penelitian adalah siswa/siswi madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah negeri yang tinggal di asrama pondok pesantren. Data kasus merupakan data sekunder yang diperoleh dari Tim Surveilans Kabupaten Ciamis, dengan hasil pemeriksaan serologis positif. Sedangkan kontrol berdasarkan tidak adanya gejala klinis. Data kondisi kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat diperoleh langsung dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukan, usia, kebiasaan minum air masak, kebiasaan makan bersama antar teman, tukar menukar alat makan, dan kebiasaan jajan merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian hepatitis A. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh tiga variabel yang berhubungan dengan kejadian hepatitis A, yaitu kebiasaan makan bersama dalam satu tempat (OR = 21,48, kebiasaan tukar menukar alat makan (OR = 6,15, dan status imunisasi sebagai faktor pencegah hepatitis A (OR = 0,056. Risiko responden apabila belum diimunisasi hepatitis A serta terbiasa tukar menukar alat dan makan bersama dalam satu tempat adalah 3, 36 kali untuk terjadinya hepatitis A. Boarding School Environment Health Conditions and Personal Hygiene Students with Hepatitis Incident Hepatitis A outbreaks in Ciamis District has occurred several times, one of them has occurred in X Islamic Boarding School in 2012. This research aimed to analyze environment health condition dan personal hygiene with incident of hepatitis A among students in X

  20. STOK DAN KONDISI HABITAT DAERAH ASUHAN BEBERAPA JENIS KRUSTASEA DI SEGARAANAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karsono Wagiyo

    2015-06-01

    Full Text Available Produksi krustasea di Cilacap menurun seiring dengan penurunan kualitas habitat. Fenomena ini dapat diungkap dengan penelitian stok krutasea dan kondisi habitatnya, untuk mengetahui; kelimpahan, laju tangkap, komposisi dan hubungannya dengan kondisi habitat. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan sampling pada area dan musim yang berbeda. Hasil penelitian mendapatkan kelimpahan krustasea di Area Timur (6.865 ekor/104m3 lebih tinggi dari Area Tengah (1.023 ekor/104m3 dan Area Barat (441 ekor/104m3, Musim Timur (4.378 ekor/104m3 lebih tinggi dari Musim Peralihan II (1.174 ekor/104m3. Laju tangkap krustasea di Area Timur (1.910 gr/jam lebih tinggi dari Area Tengah (1.104 gr/jam dan Area Barat (389 gr/jam, Musim Timur (1.222 gr/ jam lebih tinggi dari Musim Peralihan II (1.046 gr/jam. Komposisi krustasea di Area Barat (71,50 % lebih tinggi dari Area Tengah (67,66 % dan Area Timur (50,68 %, Musim Timur (56,84 % lebih rendah dari Musim Peralihan II (69,72 %. Kelimpahan larva udang di Area Tengah (70.313 ekor/ 103m3 lebih tinggi dari Area Barat (13.357 ekor/103m3 dan Area Timur (18.400 ekor/103m3, Musim Peralihan I (56.861 ekor/103m3 lebih tinggi dari Musim Timur (11.186 ekor/103m3. Kondisi perairan antar wilayah dan musim menunjukan kualitas yang berbeda. Oksigen dan karbondioksida terlarut lebih baik di Area Timur dibandingkan Area Barat dan Area Tengah. Kecerahan, salinitas dan kecepatan arus di Area Timur lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Musim Peralihan I memiliki kandungan oksigen dan pH lebih baik dari Musim Timur, salinitas dan kecepatan arus lebih rendah dari Musim Timur. Larva udang lebih menyukai tutupan mangrove tinggi sedangkan juvenil lebih menyukai jenis mangrove Rhizopora spp. Crustaceans production in Cilacap decreases with habitat degradation. This phenomenon can be revealed by crutaceans stock krutasea and its habitat conditions, to know; abundance, catch rate, composition, and its relationship with

  1. KEEFEKTIFAN STRATEGI VISUAL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK DENGAN KONDISI SPEKTRUM AUTIS TIPE SINDROMA ASPERGER (ASD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Wawan

    2016-04-01

    Full Text Available Kefektifan Strategi Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Sosial pada Anak dengan Kondisi Spektrum Autis Tipe Sindroma Asperger (ASD. Perilaku tantrum merupakan perilaku yang sering muncul pada anak spektrum autisme, berupa perilaku  mengamuk, amarah meledak-ledak, jeritan, tangisan, membentur-benturkan kepala, memukul-mukul, menendang, berguling-guling dan kekakuan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan strategi visual untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak dengan kondisi Autis Spectrum Disorder (ASD. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling dengan kriteria tertentu (purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah guru pendamping (shadow teacher, orang tua dan guru kelas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 perencanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah terencana dengan baik tetapi sistem pendokumentasian masih bersifat umum, (2 pelaksanaan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual dilakukan di dalam kelas dan luar kelas, dengan menggunakan gambar-gambar mengenai suatu tindakan yang harus dilakukan oleh anak, (3 evaluasi pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual sudah dilaksanakan selama proses pembelajaran maupun di akhir pembelajaran, namun belum terdokumentasi dengan baik, (4 penggunaan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak ASD tipe Sindroma Asperger dinilai sangat efektif dilihat dari perubahan perilaku yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran keterampilan sosial dengan strategi visual. Implikasi penelitian ini bahwa TPP Al Firdaus perlu menggunakan strategi visual dalam pembelajaran keterampilan sosial pada anak autis serta meningkatkan kualitas guru dan terapis agar penggunaan strategi visual dalam pembelajaran dan terapi untuk anak autis lebih optimal.

  2. ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA PADA KONDISI NORMAL UNTUK REAKTOR AEC 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis sebaran radionuklida pada reaktor daya Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWTh, setara dengan 1000 Mwe untuk kondisi operasi normal. Analisis dilakukan untuk dua reaktor yang terpisah sejauh 500 m dan sudut 90o satu dengan yang lain. Langkah awal dalam melakukan analisis adalah menentukan suku sumber reaktor menggunakan program komputer ORIGEN2 dan EMERALD NORMAL. ORIGEN2 digunakan untuk menentukan inventori radionuklida yang terdapat di reaktor. Selanjutnya dengan dengan menggunakan program EMERALD NORMAL dihitung suku sumber yang sampai ke cerobong reaktor. Untuk menganalisis dosis yang diterima penduduk dilakukan dengan menggunakan program PC-CREAM. Perhitungan dilakukan untuk satu dan dua PLTN di calon tapak PLTN. Hasil yang diperoleh adalah sebaran radionuklida terbesar untuk satu PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 9 (191,25o dan untuk dua PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 10 (213,75o. Radionuklida yang sampai ke penduduk melalui dua alur yaitu alur makanan dan hirupan. Untuk alur makanan berasal dari radionuklida I-131, dan terbesar melalui alur produk susu sebesar 53,40 % untuk satu maupun dua PLTN . Untuk alur hirupan ranionuklida pemberi kontribusi paparan terbesar berasal dari Kr-85m sebesar 53,80 %. Dosis total terbesar yang diterima penduduk terdapat pada jarak 1 Km untuk bayi yaitu sebesar 4,10 μSi dan 11,26 μSi untuk satu dan dua PLTN. Hasil ini sangat kecil dibandingkan dengan batas dosis yang diijinkan oleh badan pengawas (BAPETEN untuk penduduk yaitu sebesar 1 mSi. Kata Kunci : Reaktor daya, komputer code, radionuklida, alur makanan, hirupan   Analysis for radionuclide dispersion for the Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWth Power Reactor, equal to the 1000 MWe at normal condition has been done. Analysis was done for two piles that is separated by 500 m distance and angle of 90o one to other. Initial pace in doing the analysis is to determine reactors source term using ORIGEN2 and EMERALD NORMAL

  3. PENGARUH PRESTASI BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP MINAT MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lystia Aryanti Nurjannah

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar, motivasi belajar, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan lingkungan sosial terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Semarang tahun ajaran 2015/2016 baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI IPS di MAN 2 Semarang berjumlah 115 siswa, dengan rumus Isaac dan Michel diperoleh sampel 89 siswa dan menggunakan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar, motivasi belajar, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan lingkungan sosial berpengaruh 53% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi. Prestasi Belajar berpengaruh 9,9% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, motivasi belajar berpengaruh 5,7% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, kondisi sosial ekonomi orang tua berpengaruh 19,8% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dan lingkungan sosial berpengaruh 7,5% terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi. The purpose of this research is to determine the level of positive influence between academic achievement, learning motivation, socio economic condition of parents, and social environment toward interest of continuing studies to college of 11th IPS students at MAN 2 Semarang in academic year 2015/2016 simultaneously or partially. Population that used in this research is students of 11th at MAN 2 Semarang academic year 2015/2016 totaling 115 students, with 89 samples obtained Isaac and Michael formula students and using Simple Random Sampling. Methods of the data collection is documentation and questionnaire. Methods of data analysis is descriptive and multiple linear regression analysis. The result of experiment show that academic achievement, learning

  4. KONDISI RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN PANTAI UJUNG GENTENG, SUKABUMI DAN LABUHANBUA, SUMBAWA: POTENSI KARBON BIRU DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2015-06-01

    Full Text Available Sumberdaya rumput laut alam yang berlimpah di perairan Indonesia merefleksikan besarnya potensi penyerapan karbon oleh rumput laut untuk mengurangi gas rumah kaca, CO2, yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serapan karbon oleh rumput laut alam di kawasan pesisir Labuhanbua, Kabupaten Sumbawa, NTB dan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data lapangan berdasarkan titik-titik pengamatan yang disebar pada transek garis yang tegak lurus terhadap garis pantai; meliputi data luas tutupan, jenis, dan kandungan karbon rumput laut alam yang dominan ditemukan pada kedua lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan pantai Ujung Genteng terdiri atas 36 spesies dan di Labuhanbua 28 spesies. Berdasarkan besarnya simpanan karbon dalam bentuk biomassa pada berbagai spesies rumput laut alam di kedua lokasi penelitian, maka Sargassum sp., Padina sp., Dictyota dichotoma, Hydroclathrus clatratus, Gracilaria sp., G. foliifera, G. salicornia, Gelidium sp., dan Turbinaria sp., merupakan spesies potensial yang berperan sebagai media penyimpanan karbon biru, dan semua jenis tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas budidaya.

  5. PENGARUH VARIABEL INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM PADA KONDISI PASAR YANG BERBEDA (STUDI PADA SAHAM-SAHAM ILQ 45 DI BURSA EFEK JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nining Setyowati Dwi Andayani

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Fluktuasi harga saham di pasar modal sebagai cerminan ketidakpastian kondisi pasar secara langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi.  Investor yang rasional, pengambilan keputusan investasi didasarkan pada penilaian return maupun risiko yang terkandung dalam alternatif investasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi internal dan eksternal perusahaan terhadap risiko sistematis saham pada kondisi pasar yang berbeda. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan harga saham.  Populasi penelitian adalah seluruh emiten yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45 selama periode 1999 sampai 2003.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknk purposive sampling dan menghasilkan 15 emiten yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai sampel. Dengan melakukan analisis regresi linier berganda terhadap variabel penelitian, diperoleh hasil bahwa secara simultan variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan berpengaruh terhadap risiko sistematis saham pada kondisi pasar bullish maupun bearish. Secara parsial, variabel TATO, DER, ROI, PER berpengaruh secara signifikan terhadap risiko sistematis saham pada kondisi pasar bullish, dengan variabel TATO yang dominan mempengaruhi.  Sedangkan pada kondisi pasar bearish, variabel CR, TATO, DER, PER, PBV, dan AS berpengaruh secara signifikan terhadap risiko sistematis saham, dengan variabel AS yang dominan mempengaruhi.   Kata kunci: risiko sistematis, pasar bullish, pasar bearish     ABSTRACT   Fluctuation of stock price in the capital market as an indicator of uncertainty market, it can influence any investment decision of investors. Any rational investors, their investment decisions  are based on return valuation and risk assessment in any investment alternatives.  This research aimed to analyze effects of internal and external variables on the systematic risk of stock at different condition

  6. Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heriawan Maulana

    2016-10-01

      ABSTRACT Bodies Wediombo Gunung Kidul regency which has been designated as a Local Backup Water Conservation Area in 2013. Utilization Wediombo Turkish territory by the public as a fish landing site and tourism resulted in increased pressure on aquatic ecosystems, especially coral reefs. As common property, damage to coral reefs is not perceived as economic losses so that the exploitation of the benefits of coral reef ecosystems had become unmanageable. Wediombo Coastal management is a challenge for stakeholders to be able to optimize the use of environmental services for the welfare of society. One component management efforts is by monitoring the condition of coral reefs in Wediombo Beach. Economic valuation of coral ecosystems termbu is an instrument to assess the products and services produced by a coral reef ecosystems. The purpose of this study was to determine the condition of coral reef ecosystems are represented by percent cover of coral reefs and coral reef ecosystems benefit value represented by the fishery products produced from coral reef ecosystems Wediombo Beach. The method used is a survey method. Methods of data collection coral reef condition refers to a method Line Intercept Transect (LIT. while the economic value of coral reef ecosystem benefits are calculated using methods Effect on Productivity. In the research results the percentage of coral reef cover in Turkish Wediombo of 25.29% with a damaged condition status. the true economic value of coral reef ecosystems Wediombo Coast of Rp. 634 553 504, -, while the value of current benefits of coral reef ecosystems Wediombo Coast of Rp. 20,304,872, -. Keywords:  Coral Reef Ecosystems, Economic Valuation, Turkish Wediombo Cara sitasi: Maulana, H., Anggoro, S., Yulianto, B. (2016. Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2,82-87, doi:10.14710/jil.14.2.82-87

  7. DESAIN TERAS PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM MCNP-5 PADA KONDISI BEGINNING OF LIFE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ralind Re Marla

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain teras Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN untuk jenis Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 70 MWe untuk keperluan proses smelter pada keadaan beginning of life (BOL. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui persen pengkayaan, distribusi suhu dan nilai keselamatan dengan koefisien reaktivitas teras yang negatif pada reaktor jenis PBMR apabila daya reaktor 70 MWe. Analisis menggunakan program Monte Carlo N-Particle-5 (MCNP5 dan dari hasil analisis ini diharapkan dapat memenuhi syarat dalam mendukung program percepatan pembangunan kelistrikan batubara 10.000 MWe khususnya untuk proses smelter, yang tersebar merata di wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor perlipatan efektif (k-eff Reaktor jenis PBMR daya 70 MWe mengalami kondisi kritis pada pengkayaan 5,626 % dengan nilai faktor perlipatan efektif 1,00031±0,00087 dan nilai koefisien reaktivitas suhu pada -10,0006 pcm/K. Dari hasil analisis daat disimpulkan bahwa reaktor jenis PBMR daya 70 MWe adalah aman.   ABSTRACT The core design of Nuclear Power Plant for Pebble Bed Modular Reactor (PBMR type with 70 MWe capacity power in Beginning of Life (BOL has been performed. The aim of this analysis, to know percent enrichment, temperature distribution and safety value by negative temperature coefficient at type PBMR if reactor power become lower equal to 70 MWe. This analysis was expected become one part of overview project development the power plant with 10.000 MWe of total capacity, spread evenly in territory of Indonesia especially to support of smelter industries. The results showed that, effective multiplication factor (keff with power 70 MWe critical condition at enrichment 5,626 %is 1,00031±0,00087, based on enrichment result, a value of the temperature coefficient reactivity is - 10,0006 pcm/K. Based on the results of these studies, it can beconcluded that the PBMR 70 MWe design is theoritically safe.

  8. KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU DENGAN PREVALENSI TB PARU DI PROPINSI DKI JAKARTA, BANTEN DAN SULAWESI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khadijah Azhar

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakSampai saat ini tuberkulosis (Tb paru masih merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Upaya-upaya  dalam mengeliminasi kasus  Tb paru  di  Indonesia  masih mengalami banyak kendala. Faktor lingkungan dan  perilaku  sangat  mempengaruhi  tingginya  prevalensi  Tb  paru.  Dari  33  propinsi  di  Indonesia, prevalensi  Tb  paru tertinggi berasal 3 propinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten dan Sulawesi Utara. Analisis bivariat menggunakan desain potong lintang dengan menggunakan data Riskesdas 2010, bertujuan untuk melihat hubungan antara lingkungan (kondisi fisik rumah dan perilaku dengan prevalensi Tb paru di ketiga propinsi tersebut. Hasil analisis menyatakan bahwa prevalensi Tb paru lebih banyak diderita oleh kaum pria sebanyak 52,0%-63,1%. DKI Jakarta dan Banten memiliki jumlah penderita terbanyak berusia 25-34 tahun (29,0% dan 23,5%, sedangkan di Sulawesi Utara penderita Tb paru didominasi usia 55 tahun ke  atas  (29,2%.  Sosial  ekonomi  tidak  mempengaruhi  tingginya  prevalensi  Tb  paru  di  ketiga  propinsi.  Perilaku yang  mempermudah  terjadinya  penularan  Tb  paru,  seperti  tidak  membuka  kamar  tidur  setiap  hari  berisiko  terinfeksi sebesar 1,36 kali, sedangkan perilaku tidak menjemur kasur berisiko terinfeksi sebesar 1,423 kali. Kondisi fisik rumah yang berpengaruh adalah lantai rumah berupa semen plesteran rusak/papan/tanah yaitu berisiko 1,731 kali lebih besar dibanding  rumah  berlantai  keramik,  marmer  atau  ubin.  Diperlukan  analisis  lebih  lanjut  untuk  melihat  faktor  lain  yang dapat mempengaruhi tingginya prevalensi Tb paru di Indonesia. Kata kunci: Tb Paru, Perilaku, Lingkungan, Kondisi Fisik RumahAbstractTuberculosis  (pulmonary  Tb  is  still  a  health  problem  around  the  world,  inclunding  in  Indonesia  until  now. Efforts to eliminate cases of pulmonary Tb in Indonesia still have many obstacles

  9. PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT KEWIRAUSAHAAN DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA SMK TEXMACO PEMALANG (Studi pada Kelas XI SMK Texmaco Pemalang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaqiya Febriany

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelaksanaan pembelajaran mata diklat kewirausahaan dan kondisi sosial ekonomi terhadap motivasi berwirausaha siswa kelas XI SMK Texmaco Pemalang. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMK Texmaco Pemalang yang berjumlah 367 sedangkan sampel yang digunakan 80 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu pelaksanaan pembelajaran mata diklat kewirausahaan (XI, kondisi sosial ekonomi (X2, dan motivasi berwirausaha (Y sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data: dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif presentase. Uji asumsi klasik: multikolinieritas, heteroskesdastisitas. Sedangkan uji hipotesis: uji parsial, uji signifikan simultan, regresi linier berganda, dan koefisien determinasi. Secara deskriptif variabel independen termasuk kategori cukup sedangkan variabel dependen berkategori tinggi. Pengaruh pelaksanaan pembelajaran mata diklat kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha kategori cukup, pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap motivasi berwirausaha kategori tinggi. Sedangkan pengaruh pelaksanaan pembelajaran mata diklat kewirausahaan dan kondisi sosial ekonomi secara bersama berpengaruh terhadap motivasi berwirausaha berkategori rendah. purpose of this study was to determine the effect of the implementation of the entrepreneurship training and socio-economic conditions of the entrepreneurial motivation XI student of SMK Texmaco Pemalang. The study population was all students of SMK XI Texmaco Pemalang of 367 samples used was 80 students. Sampling using proportional random sampling technique. The variables in this study are the independent variables, namely the implementation of learning entrepreneurship training (XI, socio-economic conditions (X2, and the motivation for entrepreneurship (Y as the dependent variable. Methods

  10. KONDISI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEKAS TAMBANG NIKKEL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TRENGGULI DAN MAHONI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merryana Kiding Allo

    2017-06-01

    Full Text Available Mining activities through land clearing, dredging and backfilling will lead to changes in the ecosystem. Land conditions badly damaged among other unproductive, high erosion and loss of top soil layer of soil. The physical properties of the soil pH is acid soil, the texture increased dust causes soil compacted is difficult to be processed and chemical properties of the soil decreased to lower and lower, that it can not support the root system of plants and would affect the plant growth is not normally. The need for nutrients origin of organic fertilizers and inorganic fertilizers combined with the planting hole and alcosorb can spur the growth of trengguli and mahoni that is expected to speed up the recovery process mined lands of nickel. Planting  trengguli and mahogany produced by percentage grew to 95% by using a experiments using completely randomized design (CRD with a combination of the size of the hole, the dosage of fertilizer and alcosorb on trengguli and mahoni plants produce the best height and diameter growth on the kind trengguli obtained from treatment of the planting hole size 0.30 mx 0.40 mx 0.30 m ( A2 15 kg of organic fertilizer (B3 with alcosorb 3 gr and the best diameter growth in mahoni generated by the use of manure dosage of 7.5 kg and 7.5 gr NPK (B2. Kegiatan penambangan secara land clearing, pengerukan dan penimbunan  akan menyebabkan perubahan ekosistem. Kondisi lahan rusak berat antara lain tidak produktif, terjadi erosi berat dan hilangnya lapisan top soil tanah. Sifat fisik fisik pH tanah menjadi masam, tekstur debu meningkat menyebabkan pemadatan tanah sukar diolah dan sifat kimia tanah menurun menjadi makin rendah, sehingga tidak dapat mendukung sistem perakaran tanaman dan akan berdampak pertumbuhan tanaman tidak normal. Kebutuhan akan unsur hara asal pupuk organik maupun pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan lubang tanam dan alcosorb dapat memacu pertumbuhan tanaman jenis trengguli dan mahoni yang

  11. Sifat Tahan Luntur dan Intensitas Warna Kain Sutera Dengan Pewarna Alam Gambir (Uncaria gambir Roxb Pada Kondisi Pencelupan dan Jenis Fiksator Yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2014-06-01

    Full Text Available Gambier (Uncaria gambir Roxb contains tannin compounds that can be used as a dye for textile products. Tannins are complex compounds in plant tissues when reacted with certain metal ions will form a specific colour. Result of strength and colour direction depend on dyeing condition and kind of fixator in fixation process. Purpose of the research to decide a right of dyeing condition and kind of fixator which were desired in order to produce colour variation, colour strength value, and a good colour fastness. The dyeing was conducted in hot condition (60-70ºC in room temperature (27-30ºC with fixator Al2(SO43, CaO,, and FeSO4. Result of the research was found a colour direction that was variative enough on silk fabrics started from yellow, golden yellow, brownish red, brown, moss green until blackish green. The optimum condition was obtained in hot dyeing (60-70ºC, kind of fixator CaO that produced intensity and higher darkness colour (K/S value as high as 19.174 and colour fastness of washing 40oC, bright light and heat pressure was good and very good (4-5.ABSTRAK Gambir (Uncaria gambir Roxb mengandung senyawa tanin yang dapat digunakan sebagai pewarna pada produk tekstil. Tanin merupakan senyawa komplek pada jaringan tumbuhan yang bila direaksikan dengan ion-ion logam tertentu akan membentuk warna yang spesifik. Intensitas dan arah warna kain yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kondisi saat pencelupan dan jenis fiksator pada proses fiksasi. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kondisi pencelupan yang tepat dan pemilihan jenis fiksator yang diinginkan dalam menghasilkan variasi warna, nilai intensitas dan ketahanan luntur warna yang baik. Pencelupan dilakukan dalam suasana panas (60-70ºC dan pada suhu kamar (27-30ºC, dengan pembangkit warna (fiksator Al2(SO43 (tawas, CaO(kapur tohor dan FeSO4 (tunjung.  Hasil penelitian didapatkan arah warna yang cukup variatif pada kain sutera mulai dari kuning, kuning keemasan, merah kecoklatan

  12. Teknik Sampling Snowball dalam Penelitian Lapangan

    OpenAIRE

    Nina Nurdiani

    2014-01-01

    Field research can be associated with both qualitative and quantitative research methods, depending on the problems faced and the goals to be achieved. The success of data collection in the field research depends on the determination of the appropriate sampling technique, to obtain accurate data, and reliably. In studies that have problems related to specific issues, requiring a non-probability sampling techniques one of which is the snowball sampling technique. This technique is useful for f...

  13. Teknik Sampling Snowball dalam Penelitian Lapangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Nurdiani

    2014-12-01

    Full Text Available Field research can be associated with both qualitative and quantitative research methods, depending on the problems faced and the goals to be achieved. The success of data collection in the field research depends on the determination of the appropriate sampling technique, to obtain accurate data, and reliably. In studies that have problems related to specific issues, requiring a non-probability sampling techniques one of which is the snowball sampling technique. This technique is useful for finding, identifying, selecting and taking samples in a network or chain of relationships. Phased implementation procedures performed through interviews and questionnaires. Snowball sampling technique has strengths and weaknesses in its application. Field research housing sector become the case study to explain this sampling technique.

  14. PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER DAN KONDISI EKONOMI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU MELALUI PERHATIAN ORANG TUA SISWA (studi kelas VIII SMP N 32 Semarang Tahun Ajaran 2013/2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laurensia Ajeng Martrianingtyas

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan karakter dan kondisi ekonomi terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ips terpadu melalui perhatian orang tua. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 32 Semarang yang berjumlah 249 siswa. Penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 72 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu pendidikan karakter (XI, kondisi ekonomi (X2, hasil belajar (Y sebagai variabel terikat dan perhatian orang tua (y1 sebagai variabel intervening.Metode pengumpulan data: dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase.Uji asumsi klasik:multikolinieritas, heteroskesdastisitas. Sedangkan uji hipotesis:uji parsial, uji signifikan simultan, regresi linier berganda, dan koefisien determinasi.Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Y1= 0,821X₁+ 0,821X₂ dan Y2 = 0,476X₁+ 0,369X₂+ 0,165Y₁. Secara deskriptif penelitian menunjukkan bahwa kategori pendidikan karakter, dan kondisi ekonomi adalah sedang. Pengaruh pendidikan karakter terhadap hasil belajar sebesar 29,6%. kondisi ekonomi terhadap hasil belajar sebesar 27,1%, pengaruhnya positif dan signifikan. Sedangkan pengaruh pendidikan karakter dan kondisi ekonomi secara bersama berpengaruh terhadap hasil belajar melalui perhatian orang tua sebesar 18,5% dan sisanya sebesar 71,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Based on the result of observation, it indicates that students achievement are less optimal. It might happen because of the effect of character education, economy conditions, and parents attention. The purpose of this research is to find out the effect of character education, economy condition towards students achievement through parents attention for eighth grade students of SMP N 32 Semarang. In this research,population at the

  15. Disparitas Penjatuhan Pidana Kurungan Pengganti Pidana Denda dalam Putusan Kasus Narkotika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nursiti Nursiti

    2015-08-01

    Disparity of Custody Punishment as Fine Replacement in Narcotic Court Decision ABSTRACT: Disparity of punishment as fine replacement is based on judge freedom in making a decision, minimum and maximum punishment in Narcotic Act, a change of the Act, the incorrectness of legal basis toward the punishment and lack of attention in the decision draft. The reasons for determining the amount of fine is based on judge consideration on not being paid of the payment that has been decided due to economic reason that is low, lenient and heavy sentences and the amount of evidences used by the accused, age, and the different occupation.

  16. SENYAWA KIMIA DAN ARAH WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn DAN GAMBIR (Uncaria gambir PADA BERBAGAI KONDISI EKSTRAKSI UNTUK PEWARNAAN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAKTumbuhan pembawa warna mengandung senyawa kimia yang berbeda beda baik jumlah maupun jenis senyawanya. Senyawa-senyawa dominan pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu . Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan arah warna kayu secang dan gambir. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50 oC, 75 oC, 100 oC dan perendaman dalam alkohol selama 7 (tujuh hari pada suhu kamar. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur dan tujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh pada senyawa kimia zat warna alam kayu secang dan gambir.  Jumlah senyawa zat warna alam pada kayu secang semakin berkurang seiring dengan peningkatan suhu ekstraksi.  Pada gambir jumlah senyawa zat warna paling banyak diperoleh pada suhu ekstraksi 75 oC. Senyawa zat warna dominan pada kayu secang adalah cyclohexanone sedang pada gambir  adalah methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Arah warna kayu secang merah sampai merah kecoklatan dan pada gambir warna kecoklatan sampai coklat tua.ABSTRACTColor bearing plant contains chemical compounds that vary both the number and types of compounds. Compounds dominant color carriers having different resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the content of chemical compounds and direction color of Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir. Extraction of natural dyes made at various heating temperature is 50 ° C, 75 ° C, 100 ° C and soaking in alcohol for seven (7 days at room temperature. Natural dyes obtained is applied to dye batik on cotton and silk. Directions color is determined by fixation using alum, lime and

  17. KONDISI SOSIAL-MASYARAKAT PADA KARAKTERISTIK FISIK LINGKUNGAN DALAM MEMPENGARUHI RISIKO LONGSOR DI KARANGSAMBUNG-KEBUMEN (Social-Population Condition on The Physical Environment Characteristics in Influence The Risk of Landslide in Karangsambung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puguh Dwi Raharjo

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Faktor fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan memainkan peran kunci kerentanan longsor dalam menentukan risikonya. Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen merupakan daerah dengan ragam topografi dan litologi yang memiliki intensitas tanah longsor tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sosial-masyarakat pada setiap desa di Kecamatan Karangsambung dalam mempengaruhi risiko tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai faktor fisik lingkungan berupa pembuatan peta ancaman longsor. Analytical Hierarchy Process (AHP digunakan sebagai metode dalam pembuatan peta ancaman yang diolah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG. Ancaman longsor dihubungkan dengan kondisi sosial-masyarakat dan lingkungan, sehingga terlihat peranannya dalam mengurangi risiko longsor. Hasil yang diperoleh bahwa Desa Totogan, Pujotirto, Wadasmalang, Kaligending, Plumbon, Banioro dan Tlepok memiliki tingkat ancaman longsor yang tinggi. Namun kondisi sosial-masyarakat sangat baik dalam mengatasi dampak dan mitigasi bencana longsor, kecuali pada Banioro. Desa Totogan juga memiliki ancaman longsor akan tetapi kerugian lingkungan apabila terjadi longsor tidak tinggi. Kondisi sosial-masyarakat di setiap desa sangat berpengaruh terhadap risiko longsor pada Kecamatan Karangsambung yang sering terjadi longsor. ABSTRACT Physical, social, economic and environment factors play a role in susceptibility the landslides risk. Subdistricts of Karangsambung - Kebumen is a region with diverse topography and lithology which has a high-intensity landslides. The purpose of this study was to determine the role of socio-community in Karangsambung which influencing the landslides risk. In this study, we analytedevery environmental physical factors to give the landslide hazard map. Analytical Hierarchy Process (AHP is used as a method to processing landslides maps using Geographic Information System (GIS. The landslides hazard associated

  18. KONDISI HABITAT DAN EKOSISTEM MANGROVE KECAMATAN SIMPANG PESAK, BELITUNG TIMUR UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK UDANG (Habitat Conditions and Mangrove Ecosystem in Simpang Pesak District, East Belitung for Development of Shrimp Pond

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Juwita

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kondisi habitat dan eksosistem mangrove menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha perikanan budidaya di wilayah pesisir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi habitat dan ekosistem mangrove berdasarkan kualitas perairan, tanah, dan vegetasi mangrove serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan di empat desa Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur pada bulan April – November 2013. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air seperti salinitas 28–30, suhu 27–36 oC, pH 7–7,5, kecerahan 50–70, TSS 11–85 mg/L dan kekeruhan 0,91–46,00 NTU, yang rata-rata tidak melebihi ambang batas baku mutu untuk tambak udang dan biota laut, sedangkan kualitas tanah yaitu tekstur tanah (liat berpasir, pH tanah 4,8–6,8 dan bahan organik tanah 9–13% juga menunjukkan nilai yang tidak lebih dari ambang batas yang ditentukan. Kajian lainnya yaitu kondisi mangrove dengan kisaran indeks nilai penting 0–300 menunjukkan mangrove yang berperan dalam ekosistem tersebut dan dalam status mutu baik yang didukung dengan kerapatan 460 pohon/hektar. Oleh karena itu, nilai kerapatan yang tinggi dapat mendukung kegiatan pengembangan tambak udang yaitu dengan konsep ramah lingkungan (silvofisheries. Selain secara ekologi, secara sosial masyarakat juga mendukung pengembangan budidaya tambak udang (wawancara dengan menyediakan (sewa lahan dan tidak mengabaikan kerusakan lingkungan yaitu tetap mempertahankan mangrove. ABSTRACT This research discusses about conditions of habitats and mangrove ecosystems which become an important aspect to develop a good aquaculture in coastal areas. This study aims to analyze the condition of the habitat and mangrove ecosystem based on the quality of water, soil, vegetation of mangroves, and socio-economic conditions of the social community. The study was conducted in four villages in Simpang Pesak, East Belitung Regency from April to November 2013. The results showed the indicator for water

  19. SIMULATOR PENGATUR LAMPU LALU LINTAS BERDASARKAN WAKTU DAN KEPADATAN KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IGAP. Raka Agung

    2009-12-01

    Full Text Available Sistem kontrol lampu lalu lintas sangat diperlukan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Agar sistem kontrol bekerja dengan baik untuk mengatasi kemacetan  salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disesuaikan dengan waktu dan hari saat  kondisi lalulintas normal, padat maupun lengang. Dari data kepadatan lalulintas yang didapat di lapangan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disimulasikan dengan peralatan yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S52. Mikrokontroler yang difungsikan sebagai sistem kontrol lampu lalu lintas dilengkapi dengan real time clock (RTC DS1307, dimana RTC ini akan digunakan sebagai acuan  waktu yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data waktu yang didapat dari perhitungan dimasukan ke EEPROM eksternal AT24C04 melalui tombol edit waktu dan tanggal  yang nilainya bisa diubah-ubah sesuai dengan kondisi di lapangan dan juga ditampilkan pada display LCD 16x2. Display lampu lalulintas berupa 12 led dan  dilengkapi juga dengan tombol pengaturan darurat yang diatur secara manual. Dari data volume lalu lintas yang diperoleh dapat diklasifikasikan waktu dan kondisinya yaitu kondisi padat 1 (pukul 07.00-09.00, padat 2 (pukul 11.00-14.00, padat 3 (pukul 16.00-19.00, lengang (pukul 00.00-05.00 dan normal (selain waktu padat dan lengang. Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu nyala lampu hijau masing-masing phase dan siklus optimum. Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu siklus optimum dan nyala lampu hijau masing-masing phase. Untuk Hari Senin – Kamis untuk kondisi padat 1 didapat 45 detik, 15 detik dan 20 detik, kondisi padat 2 didapat 38 detik, 19 detik dan 9 detik, kondisi  padat 3 didapat 39 detik, 10 detik, 19 detik dan untuk kondisi

  20. Motivasi, Kepuasan dan Produktivitas Kerja Penyuluh Lapangan Peternakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. V. Hubeis

    2008-04-01

    Full Text Available It is well documented that productivity of workers is influenced by both internal and external factors. The objective of this study was to provide insights into motivation, job satisfaction and job productivity of Animal Husbandry Field Extension Workers (FEW. The analysis was carried out using the Spearman rank correlation. The respondents of the study were 36 FEW, in Sukabumi district, West Java. The results of the study showed that most of FEW were male, married, relatively old, and had more than three children. Most of them had a diploma certificate, had been participating in several trainings, had 20 years of working experience, and belong to third rank employee. It was found that all internal factors of FEW (achievement, recognition, job, and responsibility had a positive correlation with job productivity. On the contrary, there were only two external factors, employment status and personal communication, which had a positive correlation with job productivity of FEW. Other external factors, including administration and policy, supervision, salary and reward, and working condition factors, were negatively correlated with job productivity of FEW. Finally, the findings also reveal evidence that three out of four job satisfactions (psychology, social, and physical condition were positively correlated with work productivity of FEW whereas financial aspect was not.

  1. MANAJEMEN PENGELOLAAN LAPANGAN FUTSAL SE-KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Utomo

    2015-02-01

    Full Text Available The purpose of this research is to determine the management of a futsal court in Boyolali Regency. Approach used in this research is a qualitative approach, by collecting the data in the from of interviews, written sources and documentation from respondents. The result of this research were: 1 Planning management of futsal court in Boyolali Regency was good enough, 2 Organizing management of futsal court in Boyolali Regency was less good, 3 Actuating management of futsal court in Boyolali Regency was good enough, 4 Controlling management of futsal court in Boyolali Regency was good enough. It can be concluded that the management of a futsal court in Boyolali Regency already well appropriate management functions, but to the process of organizing less running well because there is no clear organizational structure.

  2. Pembelajaran Kooperatif pada Mata Kuliah Akuntansi Pengantar: Suatu Eksperimen Lapangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaidi Junaidi

    2009-01-01

    Full Text Available This study examines the cooperative learning implementation at accounting department of the economic faculty of Trunojoyo University. Specifically the aims of this study are 1 to test the influence of cooperative learning with student team achievement division method on the grade of  Introduction of Accounting II subject, 2 to find out whether some indicators of cooperative learning, such as attitude toward home team, attitude toward expert team, classroom issues, seft-esteem, interpersonal skills and perception about achievement is the same or not for gender and academic categories. Treatment students as much as 43 students from accounting department of the Economic Faculty of Trunojoyo University. From the results of Probit model, it can be concluded that only classes implementing cooperative learning that influence probabilities to achieve satisfied grade for  Introduction of Accounting II subject. Meanwhile, other variables do not have significant influences on the achievement of score for  Introduction of Accounting II subject.  The result of multivariate analysis of variance (Manova shows that there is no correlation and difference between male and female gender and between students who has high academic achievement and those who have low academic achievement with variables that measure cooperative learning construction.Abstract in Bahasa Indonesia:Penelitian ini menguji implementasi pembelajaran kooperatif pada program studi akuntansi fakultas ekonomi universitas trunojoyo. Secara khusus penelitian ini bertujuan 1 untuk menguji pengaruh pembelajaran kooperatif dengan metode divisi pencapaian kelompok mahasiswa terhadap nilai mata kuliah akuntansi pengantar II, 2 untuk menguji apakah indikator-indikator pembelajaran kooperatif seperti sikap terhadap teman kelompok, sikap terhadap kelompok ahli, sikap terhadap masalah-masalah akuntansi di kelas, harga diri, kemampuan interpersonal dan persepsi terhadap pencapaian menurut jenis kelamin dan kemampuan akademik. Sebanyak 43 orang mahasiswa program studi akuntansi fakultas ekonomi universitas trunojoyo diberi perlakuan pembelajaran kooperatif. Dari hasil pengujian probit, dapat disimpulkan bahwa hanya variabel pengimplementasi pembelajaran kooperatif yang signifikan berpengaruh terhadap perolehan nilai mata kuliah akuntansi pengantar II yang memuaskan. Hasil pengujian analasis varian multivariate menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan dan perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan wanita serta antara mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dan yang rendah dalam memandang variabel-variabel yang mengukur konstruk pembelajaran kooperatif.Kata Kunci: pembelajaran kooperatif, sikap, kemampuan dan jenis kelamin

  3. Peran Kondisi Pemangku Kepentingan Dalam Keberhasilan Proyek

    OpenAIRE

    Herry Pintardi Chandra; Indarto .; I Putu Artama Wiguna; Peter Kaming

    2011-01-01

    There is a natural tendency for a stakeholder groups to try to influence their condition in project success. This presents a challenge for construction project player in analyzing and managing these various concerns and needs in the implementation of project. The aim of the research presented here is to show how well the factors affecting the stakeholder condition in project success. These uncertainty condition factors that come from stakeholder can be identified into three parts: stakeholder...

  4. Keterkaitan kebiasaan manusia terhadap kondisi gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widya Ayu Permatasari

    2015-10-01

    Full Text Available Many daily habits relates to the condition of dentition. Therefore it is interesting to study in the coastal society that has unique daily habit and food, that may affect the condition of their dentition. This research used ethnography method. This method has two way to get information, (1 interview and (2 observation. Researcher lived in Dusun Tawang Kulon, District Sidomulyo, sub Ngadirojo, Pacitan for 1 month. Researcher interviewed 19 people age 30-90 years old and experienced tooth illnesses condition. Qualitative data analysis use data collection, categorization of the data obtained, resulting domain, interpretation and conclusions. The result of this research shows that society in Tawang Kulon, District Sidomulyo, sub Ngadirojo practice several types of behavior that relate to tooth condition. That three types human behavior are (1 dietary behavior, for example is how to make gaplek flour and food flavour, (2 incidental cultural behavior, for example using tooth-picks (3 intentional cultural modification, for example nginang—bethel nut chewing, and pangur—teeth-filing. In term of oral health, prevention is not very common. As long as the society did not feel any pain, they did not seek for medication. When there is tooth-ache, first, they did nothing expecting the pain will go away by itself. Second they will try heal using traditional medication or over-the-counter medication such as pain killer. If the pain persists, then, they visit the dentist or dental nurse.

  5. Analisis Diskriminan Dalam Memprediksi Kondisi Kesulitan Keuangan

    OpenAIRE

    Trisnaningsih, Sri

    2011-01-01

    The purpose of this research is to prove that the contribution of the financial ratios of liquidity ratios, activity ratios, solvency ratios, profitability ratios and market ratios simultaneously in classifying the company's financial condition category of healthy and unhealthy. Besides, it also examines the differences in liquidity ratios, activity ratios, solvency ratios, profitability ratios and market ratios between the company's financial condition category of healthy and unhealthy in In...

  6. Peran Kondisi Pemangku Kepentingan Dalam Keberhasilan Proyek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Pintardi Chandra

    2011-01-01

    Full Text Available There is a natural tendency for a stakeholder groups to try to influence their condition in project success. This presents a challenge for construction project player in analyzing and managing these various concerns and needs in the implementation of project. The aim of the research presented here is to show how well the factors affecting the stakeholder condition in project success. These uncertainty condition factors that come from stakeholder can be identified into three parts: stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment. It was hypothesized that project success is influenced by stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment. The data obtained from a questionnaire survey administered to 204 respondents as construction project players were analyzed by using Structural Equation Modeling (SEM. The results of this research verify the hypothesis suggested. Stakeholder condition that can be defined as stakeholder impact, stakeholder engagement, and stakeholder psychological empowerment has a positive significance related to project success.

  7. Pengembangan Desain Mainan Anak Sebagai Identitas Dan Sarana Pengenalan Musik Untuk Anak-anak Di Kampung Akustik Cicadas

    OpenAIRE

    Fajriani, Novi; Larasati, Dwinita

    2014-01-01

    Bermain dengan bermusik sebagai contohnya merupakan sebuah kebutuhan bagi anak untuk mengeksplorasi kreativitas alami dalam mengembangkan dirinya. Sebagai salah satu kampung kreatif , Kampung Akustik Cicadas belum memiliki identitas khusus sebagai kampung yang berhubungan erat dengan musik, baik identitas fisik maupun nonfisik dengan minimnya ruang publik terbuka dan sarana bermusik untuk anak-anak Cicadas sebagai salah satu permasalahannya. Berdasarkan analisis kondisi lapangan dan tinjauan ...

  8. Perilaku Biokimia Benih Kedelai Selama Penyimpanan dalam Kondisi Terkontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Noviana

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACTPhysiological and biochemical changes in seeds indicates levels of viability and vigor during deterioration. The aims of the research were to study the patterns of biochemical changes in soybean seeds and its relationship to seed vigor during storage under controlled conditions. The experiment was arranged in a completely randomized design using two varieties as a factor which was nested into storage period and replicated four times. Two varieties were Gepak Kuning and Mallika, stored in controlled condition at temperature of 19-22 °C and 64-67% of relative humidity for six months. The seeds were evaluated for protein, peroxide value, electrical conductivity and seed viability. The exponential regression analysis was used to determine the patterns of biochemical changes of each soybean varieties during the storage period. The results showed that the biochemical behaviour of soybean seeds stored under controlled conditions for 24 weeks following the exponential equation of y = a + b expcx, which a, b, and c were constants that has different value for each variety. Electrical conductivity and peroxide value could be used as indicators of seed vigor during storage under controlled conditions for 24 weeks. Seed storage under controlled conditions are to maintain seed vigor >80% up to 12 weeks for Mallika and 24 weeks for Gepak Kuning with low oxidative process and less membrane damages.Keywords:deterioration, storability, vigor

  9. Hubungan Phantom Vibration Syndrome Terhadap Sleep Disorder dan Kondisi Stress

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Yeni Setianingrum

    2017-10-01

    Full Text Available Phantom vibration syndrome is a condition where a person would feel the sensation of vibration of a cell phone as if there were incoming notification but the fact is not. This research investigated the relationship between phantom vibration syndromes, sleep disorder and stress condition. Questionnaires were distributed to 120 participants with age range 18 to 23 years old. Data of participants showed that all of participants using a smart mobile phone and 24% of them have more than one cell phone. Time usage of cell phone is at least 1 hour. 23% of participants using a cell phone for social media activity, followed by 21% related to entertainment (music, video and games. The results showed a positive relationship between phantom vibration syndrome, sleep disorder and stress condition. Insomnia contributed a greater influence on stress condition. However, the phantom vibration syndrome is more directly affecting the sleep apnea compared to insomnia and stress condition. Therefore, the phantom vibration syndrome more affects stress condition indirectly, through sleep disorder (sleep apnea and insomnia. Consequently, phantom vibration syndrome has a strong relationship with stress condition at the time of the phantom vibration syndrome can cause sleep disorder.

  10. Uji Stabilitas Kit Cair Tetrofosmin pada Berbagai Kondisi Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunilda Yunilda

    2016-09-01

    Full Text Available Tetrofosmin radiopharmaceutical compound that is being developed by PTRR BATAN for use as myocardial perfusion imaging agent and cancer diagnostic agent in nuclear medicine. The aim of this study is observe the stability of this liquid kits after stored in various condition to determine its expire date various condition. The stability test was done of 1 hour, 3 hours, 5 hours and 7 hours after labeling. The radiochemical was determined its radiochemical purity has to be ≥ 90 %. Analysis of radiochemical purity was carried out by separation method which using Sep-Pak C18 cartride. Storage condition of tetrofosmin kit was carried out at various temperatures as in the deep freezer (-800C, freezer (-180C, refrigerator (2-60C and cool box (2-60C. The result showed that the liquid tetrofosmin kits stored in deep freezer, freezer, refrigerator were stable up to 23 months, 8 weeks and 4 days respectively. Simulation of stability  test after stored in a cool box was done by observing the temperature of cool box, and the result showed that the temperature in the cool box was constant as in refrigerator for up to 24 hours. Tetrofosmin which has been labeled with technetium-99m can with stand up 7 hours. It is concluded that expiry date of liquid tetrofosmin kit related with storage temperature, the lower the temperature the longer the expiry date of the kits.

  11. Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Taufik

    2014-01-01

    Full Text Available This research conduct base from increasing the National Examination standards from recent years, and overload student’s learning activity in Senior High School (SMA. These conditions as triggers stress students, from a long time, its influence on their learning. Based that, the research is to identify level of student academic stress, and differences base gender, and school location. This research use Cluster Random Sampling. Samples are grouped into 3 (three, that’s school is located in downtown, midtown and the Suburbs. Research findings show that there are 15% of student’s stress academic at low levels of, 71,8% experiencing stress academic at medium level, and 13.2% of students experiencing stress academic at high level. There was no significant difference between the academic stress Student SMAN in Padang by location and gender. These research findings can then be an important basic need for guidance and counseling services in order to decrease the level of stress of academic students in Padang city, so that they can learn by making every effort that is optimal.

  12. Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang

    OpenAIRE

    Taufik Taufik; Ifdil Ifdil

    2014-01-01

    This research conduct base from increasing the National Examination standards from recent years, and overload student’s learning activity in Senior High School (SMA). These conditions as triggers stress students, from a long time, its influence on their learning. Based that, the research is to identify level of student academic stress, and differences base gender, and school location. This research use Cluster Random Sampling. Samples are grouped into 3 (three), that’s school is located in do...

  13. KERAGAAN COPEPODA CYCLOPOIDA: Apocyclops sp. PADA KONDISI KULTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philip Teguh Imanto

    2016-11-01

    Full Text Available Copepoda pada dasarnya adalah udang berukuran mikroskopik yang menjadi rantai pakan alami yang penting di perairan bebas. Investigasi jenis-jenis copepod lokal akan membantu menyiapkan informasi untuk pengembangan budidayanya sebagai jasad pakan alami. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi jenis Cyclopoida lokal perairan pantai Gerokgak, Buleleng, Bali, diisolasi dan dikembangbiakkan dengan pakan kombinasi antara alga Nannochloropsis oculatta, tepung terigu, ragi roti, dan hati ayam dalam tangki beton 5 m3. Tiga ratus individu Cyclopoida yang membawa telur ditempatkan pada tiga wadah kultur bervolume satu liter. Pengamatan pada pertumbuhan individu dilakukan dengan sampling setiap hari dan setiap dua hari untuk melihat perkembangan telurnya. Jenis Cyclopoida lokal termasuk famili Cyclopidae dan genus Apocyclops spp. Kecepatan pertumbuhan mencapai 20 µm setiap harinya, dan dari fase copepodit mencapai ukuran dewasa membawa telur dianalisis selama 12 hari, perkembangan telur memerlukan waktu maksimal 10 hari, sehingga estimasi siklus umur minimal adalah 22 hari. Produktivitas rata-rata telur Apocyclops spp. pada penelitian ini diestimasi sebanyak 36 (minimum16-maksimum 65 butir per individu betina. Penelitian kultur lebih lanjut difokuskan pada optimalisasi suhu, salinitas, oksigen terlarut pada media hingga optimalisasi pada jenis pakan. Copepod, a microscopic shrimp, is an important member in natural food chain in waters. Investigating the types of local copepod will provide valuable information for the development of other natural live feed culture. The research was carried out by collecting local Cyclopoida species from Gerokgak coastal waters, Buleleng Regency-Bali, isolated and cultured with combination feed of algae Nannochloropsis oculatta, wheat flour, yeast bread and chicken liver in 5 m3 concrete tank. Three hundred individuals of Cyclopoida carrying eggs were placed in three beaker glasses of one-liter culture volume. An observation on the individual growth was done by daily sampling and every two days to see the development of the eggs. The type of local Cyclopoid was classified as Cyclopidae family in the genus of Apocyclops spp. The growth rate reached 20 ìm per day, and from copepodite to adult carrying eggs took 12 days, the egg development took maximum 10 days, and the estimate of the minimum age cycle was 22 days. The average productivity of egg of Apocyclops spp. in this study was estimated to be 36 (min. 16-max. 65 eggs per female. Further culture studies focusing on the optimization of temperature, salinity, dissolved oxygen in the media and nutritional aspects, need to be further studied.

  14. ARSITEKTUR VERNAKULAR NABIRE DAN KONDISI NABIRE PASCA GEMPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. Sri Gayatri

    2007-01-01

    Full Text Available The natural disaster in Nabire in February 2004 and November 2004 has left a noumerous effects on buildings. Many buildings have destroyed because of the terrifying effect of natural disaster which caused a big loss both for material and for the human safety. However, the misapplication of construction and inappropriate choice of material almost cause the terrible damage. After the natural disaster passed, the only left is mostly on the long time needed to build the buildings for people who suffer from the disaster. Because of this problem above, many people usually stay in uncomfortable places such a tend, and this condition creates social and health problems. Concerning the problem above, it is needed to create the "quick built house" which is hopefully can be accepted by the community to cope with the terrifying effect of the natural disaster.In the first year of this research, the data concerning traditional architecture and vernacular architecture in Nabire will be collected. This step will be done in order to understand more detail about all the problem faced and identified all the potential aspects which can be developed to build house for people. The deepest study of vernacular architecture is expected not only to make the house close to the uniqueness of the local activities and culture, but also to make it understandable and built easily by the people/community, because its construction and architecture have become part of their life. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada saat bencana alam di Nabire yang terjadi Februari 2004 dan November 2004, banyak bangunan roboh dan rusak. Kerugian sangat besar dan mengakibatkan kerugian baik material maupun keselamatan manusia. Kerusakan yang parah sering diakibatkan oleh salahnya penerapan konstruksi dan salah dalam pemilihan bahan bangunan. Sementara itu pasca bencana, menyisakan kesulitan berupa lamanya membangun bangunan penampungan korban bencana, sehingga seringkali korban bencana hanya ditampung di tenda saja. Akibatnya muncul masalah sosial dan kesehatan. Bangunan yang roboh juga membutuhkan waktu yang lama untuk dibangun kembali. Hal ini mendorong pemikiran untuk mengembangkan rumah cepat bangun yang dapat diterima masyarakat, pada saat bencana telah berlalu. Pada penelitian tahun I ini, dilakukan pengumpulan data tentang arsitektur tradisional dan arsitektur vernakular di Nabire, untuk memahami secara lebih dekat segala permasalahan yang harus dihadapi dan potensi yang dapat dikembangkan untuk membangun rumah Rakyat. Penggalian arsitektur vernakular, diharapkan tidak hanya mendekatkan rumah tinggal yang akan dibangun kembali nantinya, sesuai dengan segala aktifitas dan budaya masyarakat setempat, namun juga untuk lebih mudah dipahami dan mudah dikerjakan sendiri oleh masyarakat, karena bentuk konstruksi dan arsitekturnya sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Kata kunci: arsitektur tradisonal, vernakular arsitektur, gempa di Nabire.

  15. KONDISI USAHA PERIKANAN TANGKAP PASCA GEMPA DI SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Kamal

    2011-06-01

    Full Text Available Earthquake that occurred in the area of West Sumatera, especially the earthquake that occurred repeatedly since 2004 to 2009 has greatly impacted to the progress and development of fishing effort in seven districts that have sea area in West Sumatera. This study aims to assess the marine business conditions after the earthquake in West Sumatra for can be considered to make policy in the management of fishing effort further. Marine fisheries statistics data indicate that there has been a decline in the number of fishermen postearthquake from 2005 to 2009 as 22.49 percent, the decline in capture fisheries production to 16.12 percent and a decrease in the fishing fleet to 23.89 percent. In resource management and development strategies in the field of maritime affairs and fisheries, it is important to make a comprehensive policy after the earthquake in West Sumatra.

  16. REFLEKSI KRITIS KONDISI DEMOGRAFI INDONESIA: ANTARA BONUS DAN BENCANA DEMOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sarmita

    2017-07-01

    Full Text Available Indonesia still has various demographic problems. Large population, low population quality, and uneven distribution of population. In quantity, Indonesia can be said will soon enjoy the demographic dividend because the large number of population is a productive age. But the large number of productive age population was not followed by a reliable quality and this can actually be a demographic disaster. This article presents the outlook as a critical reflection of Indonesia's current demographic condition derived from the review of demographic data and related writings. The results obtained are that the demographic conditions of Indonesia are in the "crossroads".  In terms of quantity, Indonesia will enjoy demographic dividend, but in terms of the quality of Indonesia will be faced with the demographic disaster. To avoid the negative impacts of the demographic conditions and to enjoy the momentum, extra effort needs to be done not only by the government, but by all components of the nation. Real, immediate and continuous efforts that can be done include improving the quality of human resources, especially through education and health, creating jobs by all parties, placing the elderly population as an asset, and consolidating the agricultural sector through the empowerment of local farmers as well as cutting wages between agriculture and non-agricultural sectors.

  17. KEKERASAN, KONDISI KELUARGA, DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PADA ANAK KORBAN KEKERASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herien Puspitawati

    2011-08-01

    Full Text Available The study aimed to examine the relationship between child abuse, children’s psychological condition, the behavior, and satisfaction to family well-being. Participants were purposively selected, involved 35 children from 56 child victims of child abuse period 2007-2009 based on data from Bogor Police Station. Data collected by interview with questionnaire. Data was analyzed by descriptive and Spearman’s correlation analysis. Results showed that the variables related to child abuse include father’s education (r=-0,515;p<0,01, father's employment status (r=-0,479;p<0,01, family size (r=-0,347;p<0,05, parent and child relationship (r=-0,422;p<0,05, and social support (r=-0,450;p<0,01. In addition, there was negative correlation between sexual abuse and psychological condition and children’s behavior (r=-0,383;p<0,05, and the satisfaction of family well-being       (r=-0,354; p<0,05. Spearman’s correlation also showed that there was positive relationship between social and psychological abused toward child (r=0,679, p<0,01. Positive relationships also found between satisfaction of the family well-being and the psychological condition and child behavior (r=0,428, p<0,05.

  18. Kondisi Manajemen Pengetahuan Perguruan Tinggi Swasta di DKI Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Budiastuti

    2013-05-01

    Full Text Available Globalization affects not only economic sector, but also education sector especially higher education. It changes the mindset on managing university as higher education executant which is responsible in producing science and technology. As an organization focusing on human capital, a university should have ability in knowledge management. This research aims to determine the conditions of knowledge management on privateuniversities in Jakarta, and to propose the implementations of knowledge management which could create value. The study was conducted on 184 private universities in Jakarta with descriptive statistical analysis methods. The results showed that the conditions of knowledge management on the universities have not been able to create value for the universities concerned. So that, the implementations should be linked to the provision of knowledge management components, such as the provision of information technology, the process management, and theprovision/improvization on human capital capability in managing knowledge management systems.

  19. Kondisi Migrasi Internet Protocol version 6 (IPv6 di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahrizal Lukman Budiono

    2011-06-01

    Full Text Available    Sejalan dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia tersebut, maka kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP juga pasti meningkat. Operator Internet akan membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke seluruh pelosok negeri. Saat ini, jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan Internet Protocol version 4 (IPv4. Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dialokasikan. Hal ini dikarenakan jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 232 bits, sedangkan data terakhir didapatkan bahwa alokasi IPv4 telah habis dialokasikan pada akhir April 2011 di tingkat Internet Assigned Numbers Authority (IANA, organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Untuk mempercepat migrasi, stakeholder internet di Indonesia yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Industri Penyelenggara Internet membentuk ID-IPv6TF. Dalam studi ini, ditemukan bahwa implementasi IPv6 di Indonesia termasuk dalam kategori baik dibandingkan dengan negara lain di dunia. Namun, terlihat bahwa perkembangan ini masih sporadis dengan kurangnya peran koordinator, serta sosialiasi ke masyarakat yang tidak ada.

  20. DETEKSI KONDISI KETAHANAN PANGAN BERAS MENGGUNAKAN PEMODELAN SPASIAL KERENTANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede Dirgahayu

    2012-12-01

    Full Text Available In 2005 and 2009, BKP and WFP has provided food security conditions in Indonesia on Food Insecurity Map which were developed using food availability, food accessibility, food absorption and food vulnerability. There are 100 out of 265 districts in Indonesia or about 37,7%, which fall into the vulnerable to very vulnerable categories, where 11 districts were found in Java. The main objective of this research is to develope a spatial model of the rice production vulnerability (KPB based on Remote Sensing and GIS technologies for estimating the food insecurity condition. Several criteria used to obtain food vulnerability information are percentage level of green vegetation (PV, rainfall anomaly (ACH, land degradation due to erosion (Deg, and paddy harvest failure due to drought and flood in paddy field (BK. Dynamic spatial information on the greenness level of land cover can be obtained from multitemporal EVI (Enhanced vegetation Index of MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer data. Spatial information of paddy harvest failure caused by drought and flood was estimated by using vegetation index, land surface temperature, rainfall and moisture parameters with advance image processing of multitemporal EVI MODIS data. The GIS technology were used to perform spatial modelling based on weighted overlay index (multicriteria analysis. The method for computing weight of factors in the vulnerability model was AHP (Analytical Hierarchy Process. The spatial model of production vulnerability (KPB developed in this study is as follows: KPB = 0,102 PV + 0,179 Deg + 0,276 ACH + 0,443 BK. In this study, level of production vulnerability can be categorized into six classes, i.e.: (1 invulnerable; (2 very low vulnerability; (3 low vulnerability; (4 moderately vulnerable; (5 highly vulnerable; and (6 extremely vulnerable. The result of spatial modelling then was used to evaluate progress production vulnerability condition at several sub-districts in Indramayu Regency. According to the investigation results of WFP in 2005, this area fall into moderately vulnerable category. Only few sub-districts that fall into highly and extremely vulnerable during the period of May ~ August 2008, namely: Kandanghaur, Losarang, part of Lohbener, and Arahan.Keywords: remote sensing, GIS, food vulnerability, vegetation index, AHP

  1. PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA KONDISI STOKASTIK DAN HARGA BERTINGKAT MENGGUNAKAN SIMULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marcelly Widya Wardana

    2014-10-01

    Full Text Available Inventories almost always exist in every company both manufacturing and service companies. The investment value of the company in the form of supplies could reach 50 % of the value of all assets . Basically resource inventory is idle resources, which means that if the excess inventory will lead to wasted investment , but if there is no inventory would be difficult to anticipate fluctuations in demand can lead to stockout . So, we need a good inventory management to manage the balance between inventory investment and customer service . This research took a case study in Olla Bakery where there is demand and uncertain lead time , which affects the supply of raw material flour . To control the supply of the raw material , in this study using Monte Carlo simulation due to the properties of probabilistic variables , fluctuating demand , lead time is uncertain , and also considering the quantity discounts in the purchase of raw materials as a consideration in the simulation . The results obtained from this study that the Monte Carlo simulation method can reduce inventory costs by 6.83% , so it can be taken into consideration for the company in the purchase of raw materials.

  2. Teknik Pengukuran Laju Respirasi Produk Hortikultura pada Kondisi Atmosfir Terkendali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhani Hasbullah

    2008-04-01

    Full Text Available The design of modified atmosphere packaging (MAP requires steady state respiration rate data. The respiration rate of fresh produce is usually measured by the open system method where a steady stream of gas is passed through a respiration jar. It needs gas mixing unit to get certain level of controlled atmosphere (CA condition and an instrument to analyze gas composition. In this research, a gas chromatograph of Hewlett Packard of HP 5890 series with a thermal conductivity detector and suitable column was used to analyze the composition of oxygen, carbon dioxide and nitrogen simultanously. The measuring result of respiration rate of broccoli under CA conditions indicated that the gas composition gave significant influences. The respiration rate at a constant CO2 concentration decreases with decreasing O2 concentration.

  3. Penerapan Teknologi GPS Tracker Untuk Identifikasi Kondisi Traffik Jalan Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IM. O. Widyantara

    2015-06-01

    Full Text Available Real time tracking system technology has been made possible by integrating three technologies, namely global positioning system (GPS, database technologies such as geographic information system (GIS and mobile telecommunications technologies such as general packet radio service (GPRS. This paper has proposed a vehicle tracking mechanism based on GPS tracker to build a real-time traffic information system. A GPS server is built to process data of position and speed of the vehicle for further processed into vehicle traffic information. The Server and GPS tracker is designed to communicate using GPRS services in real time. Furthermore, the server processes the data from the GPS tracker into traffic information such as traffic jam, dense, medium and smoothly. Test results showed that the GPS server is able to visualize the real position of the vehicle and is able to decide the category of traffic information in real time.

  4. KEBERADAAN CORPORATE GOVERNANCE DAN KONDISI FINANCIAL DISTRESSED TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riesanti Edie Wijaya

    2017-03-01

    Full Text Available Voluntary disclosure meant giving information to public either about fi nancial or non-fi -nancial regarding the fi rm’s operations without any legal requirement (Fishman and Hagerty, 1997.Giving information about voluntary disclosure enables all the concerned parties obtaining more relevantinformation about the strategies and critical elements of the fi rms. In this study, we examinedthe impact of corporate governance and fi nancial distress condition on the level of voluntary informationdisclosure. This research used a sample of manufacture fi rms listed in Indonesian stockexchange. Based on data processing using sample above, we found that corporate governance andfi nancial distress could be associated with the voluntary disclosure level.

  5. Keberadaan Corporate Governance Dan Kondisi Financial Distressed Terhadap Voluntary Disclosure

    OpenAIRE

    Wijaya, Riesanti Edie

    2009-01-01

    Voluntary disclosure meant giving information to public either about fi nancial or non-fi -nancial regarding the fi rm's operations without any legal requirement (Fishman and Hagerty, 1997).Giving information about voluntary disclosure enables all the concerned parties obtaining more relevantinformation about the strategies and critical elements of the fi rms. In this study, we examinedthe impact of corporate governance and fi nancial distress condition on the level of voluntary informationdi...

  6. Induksi Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi di Lapangan Menggunakan Rizobakteri Indigenos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Khaeruni

    2014-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Induced resistance to bacterial leaf blight disease in rice field by indigenous rhizobacteria.  Bacterial leaf blight is the most important disease on paddy at Southeast Sulawesi. Utilization of biological agents that induce plant resistance is an alternative tool to control bacterial leaf blight disease on paddy. The aim of  the experiment was obtain rhizobacteria that were able to stimulate the growth of paddy plants as well induce plant resistance towards bacterial leaf blight in the field. All experiment units were arranged with a factorial design in a randomized complete block design. The first factor was the rhizobacteria isolates, consisting 4 treatments, i.e: without rhizobacteria (R0, isolate P11a (R1, isolate PKLK5 (IR2, and  mixture P11a and PKLK5 (R3, the second factor is paddy varieties, (V1: IR64 variety, (V2: Cisantana variety. The pathogen was inoculated on leaf when 45 day after crop.  Weekly observation of disease severity, vegetative plant growth (leaf and stem numbers, and yield were conducted. The results showed that the 10 isolates of rhizobacteria tested were able to induce plant resistance toward bacterial leaf blight, stimulated vegetative growth as well as increased yield of paddy plant. Rhizobacteria application could increase the resistance of paddy toward Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The application rhizobacteria could increase the vegetative plant growth, application  mixture P11a and PKLK5 isolates showed higher resistance than single application in terms of plant growth and yield, both IR64 and Cisantana varietes

  7. KEGIATAN SURVEY LAPANGAN UNTUK INVENTARISASI PERMASALAHAN KERUSAKAN PESISIR PANTAI DI KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zikra

    2009-04-01

    Full Text Available This paper addresses engineering coastal problems in estuarine and coastal environments based on the results of field measurements. The field survey was conducted on the beach of District of Tegal, Middle East of Java. The practical solutions for these problem are: (1 try to understand the physical system based on available field data; perform new field measurements if the existing field data set is not sufficient; and (2 try to estimate the morphological effects of engineering works based on simple methods (rules of thumb, simplified models, analogy models, i.e. comparison with similar cases elsewhere. The result indicated that engineering coastal works should be designed and constructed along the coastline of District of Tegal, especially at two fisheries ports located at Surodadi village and Kramat village to support and to maintenance economy activity at both areas. Key Words : Coastal problems, Tegal District,

  8. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kebijakan Harga terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan pada Jasa Lapangan Internasional Futsal Pekanbaru

    OpenAIRE

    Wijayanto, Gatot; Sukpa, Wiwik Dwi

    2015-01-01

    This study aims to determine how the variables influence service quality, pricing policy towards customer satisfaction and loyalty simultaneously or partially on international futsal field services pekanbaru. This study uses the technique of accidental sampling method sampling conducted by coincidence. To determine the number of samples using Slovin formula, and obtained a sample of 96 people from a total population of 2268 people. This study uses primary data, where the data obtained through...

  9. UJI LAPANGAN ALAT PRODUKSI GARAM BERYODIUM BERSKALA KECIL DI DAERAH GANGGUAN AKIBAT KURANG YODIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available The problem in supplying iodine to people suffering from iodine deficiency disorders are technique to produce iodated salt and the great distance between producers and consumers. The delivery of iodine would be more effective if production of iodated salt is carried out near or in areas of iodine deficiency disorders. Nutrition Research and Development Centre, Ministry of Health, RI has produced a small-scale salt iodation plant. The plant has been tested in the laboratory. Field trial of the plant was carried out in collaboration with the Village Cooperatives Unit (Koperasi Unit Desa at Bulu Cindeo, District of Pangkajene and Kepulauan, South Sulawesi. Locally-produced salt was iodated. The product was distributed not only in Pangkep but in neighbouring districts as well. It was observed that the small scale iodation plant was an appropriate technology for village level. It could be operated by man powers having minimum education (primary school. The production unit needs a not-too-big investment to run the plant During the trial, the Cooperatives learned that the plant was efficient and was economically profitable. The availability of iodated salt in the area, resulted in increased consumption.Keywords: salt iodation, iodation machine.

  10. PENGARUH LATIHAN FARTLEK DENGAN TREADMILL DAN LARI DI LAPANGAN TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maya Kurnia

    2013-04-01

    Abstract The objective of this study is to reveal the effect of fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity on respiratory endurance. The study used the experiment factorial 2x2 block design. The data were collected using the respiratory endurance test (using the twelve minutes by Cooper’s test with maximal distance which can be taken within twelve minutes. The results of this study are as follows: (1 There is a difference in respiratory endurance between those who were involved in fartlek with treadmill with those who ran. The respiratory endurance is better for those who ran than those who used treadmill. (2 There is a difference in respiratory endurance between those who have low vital lung capacity with those who have high vital lung capacity. The respiratory endurance is better for those who have high vital lung capacity than those who have low vital lung capacity. (3 There is no interaction between those who were involved in fartlek with treadmill, running, and vital lung capacity in respiratory endurance. Members who were involved in fartlek with ran and have low vital lung capacity, who were involved in fartlek with treadmill and have high vital lung capacity, and who were involved in fartlek with ran and have high vital lung capacity is not different significance. Keywords: fartlek training, vital lung capacity, respiratory endurance.

  11. Determinan Kepuasan Pelanggan Pada Penyewaan Lapangan Centro Futsal Cabang Daan Mogot

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Susanto

    2016-09-01

    Full Text Available The Determinant of Customer's Satisfaction to Centro Futsal Branch of Daan MogotThe aim of this research is to analyze the determinat of consumer satisfaction at Futsal Centro. This research is using multiple regression as tools of analysis. The independent variables of this research are service quality, promotion, and location. The result shows that the most influence in providing customer satisfaction is the location amounted to 0.364 and then followed by the variable of service quality amounted to 0.349 and followed by the promotion variable equal to 0.229. Then through the F test showed that the variables of service quality, well-deserved promotions and locations to test the dependent variable customer satisfaction on leasing futsal field. Through correlation R value is 0.811 or 81.1% and the determination coefficient value (R2 is 0.657, or 65.7.DOI: 10.15408/ess.v6i2.3574

  12. KAJIAN KASUS BLBI: PENGGESERAN HUKUM PUBLIK KE DALAM LAPANGAN HUKUM PRIVAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aang Achmad

    2012-02-01

    Full Text Available We identify tendency where corruption cases are resolved under civil law provisions rather than criminal law. Apparently, UNCAC 2003, as ratified by Act 7/2006, is the basis for examining BLBI scandal under Inpres 8/2002 concerning ‘release and discharge’ policy. Examination of corruption crimes seems to embark on to private law aspects. Korupsi diberikan sarana penyelesaian sengketa melalui aspek hukum perdata (litigasi/non-litigasi. Hal ini sejalan dengan UNCAC 2003, yang diratifikasi dengan UU No. 7 Tahun 2006 yang menjadi landasan penyelesaian kasus BLBI melalui Inpres No. 8 Tahun 2002 tentang release and discharge. Terjadi pergeseran hukum pidana menjadi hukum perdata dalam menyelesaikan perkara korupsi.

  13. Keefektifan penggunaan Dua Jenis Ovitrap untuk Pengambilan Contoh Telur Aedes spp. di Lapangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Endah Wahyuningsih

    2016-12-01

    Full Text Available In the last three decades, there has been a four fold increase of dengue incidence globally. The control of the disease depends heavily on controlling the vector. Therefore, it is necessary to develop an ecological data of vector to identify the population density of the mosquitoes. One method to study the density and presence of the mosquitoes is through the use of ovitrap. The aim of this research is to identify the effect of two different types of ovitraps. One hundred and eighty ovitrap consist of coconut shell and glass ovitrap were placed in three different subdistricts which was selected based on the Incidence Rate of DHF in the district of Purwokerto City. The container indices and eggs density were compared between two types of ovitrap. Research was conducted using experimental quasy and the data were analyzed with the Mann-Whitney test. The total amount of eggs from coconut shell ovitrap were 9328 of eggs were obtain from 51.33 of ovitrap while the total amount of eggs from glass ovitrap only 1858 of eggs were obtain from 29 ovitrap. Statistical test showed significant difference between the amount of eggs of coconut shell higher than the glass. Mosquitoes prefer natural coconut shell ovitrap compared with artificial ovitrap so we recommended that to eradicate the mosquitoes nest, should not only artificial containers but also natural container to be managed in order to control the dengue vector.

  14. Penerapan Konsep Customer Relationship Management (Crm) Pada Sistem Informasi Penyewaan Lapangan Futsal Di Swadaya Futsal Palembang

    OpenAIRE

    Novianti, Hardini; Meiriza, Allsela; Izmy, Nurul

    2016-01-01

    Swadaya Futsal Palembang is a rental futsal court services company. Therefore, in order Swadaya Futsal Palembang to continue compete then applied the concept of Customer Relationship Management information systems leasing futsal field to establish a relationship with the customer. System development methods in this study using the FAST (Framework for the Application of Systems Techniques), while the programming language used PHP and MySQL as the database. The result of applying of Customer Re...

  15. SEDIAAN BIJI BARRINGTONIA ASIATICA: AKTIVITAS PADA HAMA KUBIS CROCIDOLOMIA PAVONANA DI LABORATORIUM DAN KEEFEKTIFAN DI LAPANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Syahputra .

    2011-11-01

    Full Text Available Preparation of Barringtonia asiatica: insecticidal activity against Crocidolomia pavonana on laboratory and effectiveness on field.  The objectives of this study were to evaluate the insecticidal and anti-oviposition activity of ethanol seed extract of Barringtonia asiatica against Crocidolomia pavonana in the laboratory, and to determine the effectiveness of a simple preparation of B. asiatica seeds in supressing oviposition and population of C. pavonana in the field.  The mortality bioassays were conducted by a leaf-feeding method.  Anti-oviposition activity was assessed by a choice-test in the nursery.  The results showed that the ethanol seed extract of B. asiatica possessed strong insecticidal activity against C. pavonana larvae with LC50 of 0.14%.  The extract at concentrations of 0.14-1.00% reduced oviposition by C. pavonana female as much as 65.7-95.6%.  B. asiatica seeds ground in water for 5 seconds and then immersed for 1 hour at a concentration of 50 g l-1 yielded a simple preparation which was active against C. pavoana larvae. Such simple preparation at a concentration of 75 g l-1 sprayed on cabbage crop effectively suppressed population of C. pavonana larvae in the field.

  16. Peran Pemerintah dalam Perencanaan Pembangunan Lapangan Golf Kintamani dengan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rila Hilma

    2013-05-01

    Full Text Available Planning a tourist destination, some aspects need to be considered concerning government’s role, surrounding society, and sustainable development principles. The project of golf court in caldera Gunung Batur must be analysed by some experts. This study aims to anticipate some new troubles that might come up when the construction of golf court begins. Above it all, every study has opportunity to be applied whether by regional or national government, who responsibly takes control of the region, once they approved the project. Based on it, the plan of golf court construction in Kintamani, Bangli regency, Bali Province (as cited by www.bisnisbali.com on 27th January 2011 proposed by Ministre Jero Wacik and approved by the parlement members of DPRD Bangli, concerns the principles of sustainable tourism which could prevent, especially Kintamani region, from deconstructed side effects of the development. This research applies qualitative-descriptive method supported by literature review and news from media, especially online media which are able to provide the actual news from Kintamani region.

  17. LOTION PREPARATION FROM Piper betle L. ESSENTIAL OIL WITH THE ADDITION OF PATCHOULI OIL AS AN Aedes aegypti REPELLENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutiara Widawati

    2015-01-01

    Full Text Available Daun Sirih (Piper betle L. merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku repelan. Penelitian bertujuanuntuk mengetahui potensi minyak atsiri dari daun sirih dengan penambahan minyak nilam sebagai repelan. Penelitianeksperimental dengan rancangan post test only control group design dilakukan tahun 2013, menggunakan sampel nyamukAe. aegypti betina lapar darah. Konsentrasi digunakan yaitu 2%, untuk kontrol positif digunakan losion DEET denganulangan lima kali. Lengan diolesi losion sirih selanjutnya dimasukkan pada kurungan berisi 100 ekor nyamuk uji, kemudiandihitung rata-rata jumlah nyamuk hinggap selama lima menit pengamatan setiap jam periode (uji efikasi repelan dilakukanselama 6 jam. Pada kondisi yang sama, diujikan pula losion biasa tanpa minyak sirih dan fiksatif yang dioleskan ke lenganyang lain terhadap nyamuk Ae. aegypti (kontrol negatif. Efektifitas penolakan hinggapan nyamuk Ae. aegypti dianalisismenggunakan daya proteksi, kemudian dianalisis lebih lanjut dengan uji paired t-test. Losion sirih hasil modifikasi yangdioleskan pada lengan mampu menolak hinggapan nyamuk Ae. aegypti. Losion sirih dengan penambahan minyak nilammemiliki daya proteksi rata-rata 90,33%. Walaupun daya proteksi losion sirih tidak berbeda secara nyata dengan dayaproteksi DEET, tetapi masih memenuhi syarat efektivitas repelan. Minyak sirih dengan penambahan minyak nilamberpotensi untuk digunakan sebagai repelan terhadap nyamuk Ae. aegypti.Kata kunci: losion, daun sirih, minyak nilam, repelan, Aedes aegypti

  18. PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PROTOTYPE SISTEM PARKIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Ayu Septriyaningrum

    2016-10-01

    Abstrak  Sistem parkir manual pada pelayanan parkir mall memerlukan pengelolaan dan pengembangan sistem yang lebih rumit dan jauh dari kata efisien. Informasi yang didapatkan pengelola parkir terkait kondisi parkir di lapangan setiap harinya masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan prototype sistem parkir. Metode pengembangan dan perancangan sistem pada penelitian ini adalah metode Waterfall. Hasil yang didapatkan adalah sistem ini dapat mendeteksi keberadaan mobil pada slot parkir yang tersedia dengan bantuan Intel Galileo Board Gen 2 sebagai kontroler, sensor LDR (Light Dependent Resistor dan sensor ultrasonik (PING sebagai alat bantu pendeteksi keberadaan mobil. Sistem dapat menampilkan aktifitas parkir pada aplikasi web seperti kondisi lahan parkir kosong, lahan terisi, waktu masuk, waktu keluar, lama parkir dan kapasitas parkir yang tersedia serta grafik pemakaian lahan parkir. Dapat disimpulkan bahwa perancangan dan pengembangan sistem berhasil diimplementasikan. Kata Kunci : Sistem parkir, waterfall, Intel Galileo Board Gen 2,sensor LDR (Light Dependent Resistor, sensor ultrasonik

  19. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (Fma) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Tembakau (Nicotiana Tabaccum L.) Di Lapangan

    OpenAIRE

    Sinaga, Parulian; Purba, Edison; Ginting, Jonis

    2014-01-01

    The growth and yield of a selected tobacco varieties (Nicotiana tabaccum L) treated withmycorhiza fungi arbuskular were evaluated in a field experiment. The aimed of the research was todetermine the effect of mycorhiza fungi on the growth and yield of several varieties of tobacco. Theresearch was conducted outdoor in the field at Balai Benih Penelitian Tembakau Deli Medan withaltitude of about 25 meters above sea level at the beginning of February until May 2012, with twotreatment factors. Th...

  20. Peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam Meningkatkan Akseptor KB Aktif di Wilayah Kabupaten Padang Lawas Tahun 2012

    OpenAIRE

    Angrainy, Rizka

    2015-01-01

    Nowadays, one of problems faced by Indonesia is population problem especially concerning to the relatively big population, high population growth, younger population, unequal population distribution, and low socio-economic level. Population control by family planning has been done by the government for several decades. However, current user of family planning program decreased in Padang Lawas District. Although the population numbers increased by 5,820 during 2009-2010 and reproductive age co...

  1. EFIKASI ISOLAT TRICHODERMA TERPILIH DENGAN BAHAN ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PADA LADA DI LAPANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cipta Ginting

    2017-05-01

    Full Text Available Efficacy of selected Trichoderma isolate and organic matter to control foot rot of black pepper in the field. The objective of this experiment was to determine the efficacy of selected Trichoderma isolatand organic matter to control the disease. Dual culture method was used to select a Trichoderma isolate. The experiment to evaluate the efficacy of selected isolate consisted of control (no application of T. harzianum or organic matter, T. harzianum and rice straw, and T. harzianum and coffee husk. As starter, T. harzianum was grown in broken rice. Two liters of organic matter was infested with suspension of 10 g starter in 100 ml steril water and incubated for 2 weeks. The mixture was applied around the base of black pepper stem. The results showed that all plants treated with T. harzianum and organic matter did not show disease symptom. Ten percent of the control plants showed symptoms. However, statistical analysis showed that the occurrence of the disease was not significantly different between treatments. Applications ofT. harzianum and rice straw increased the density of Trichoderma for 1 and 2 months after application. T. harzianum and coffee husk increased the density of the fungus 1 month after application.

  2. Uji Efektifitas Beberapa Bahan Aktif Insektisida Untuk Mengendalikan Ulat Api (Setothosea asigna Eecke) Pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Lapangan

    OpenAIRE

    Tarigan, Amadeus J.

    2017-01-01

    This research aim to determine the most effective and efficient insecticide to control nettle caterpillar (S. asigna Eecke) on oil palm in the field. The research was held in Desa Perumnas Simalingkar since July to September 2016. The method of this research was complete block design nonfactorial, with nine treatments, Control, Deltamethrin (0.05% and 0.1)%, Chlorpyrifos (0.05% and 0.1%), Dimehipo (0.05% and 0.1%), Dimetoat (0.05% and 0.1%) with three replications. The parameters include the ...

  3. KENDALA PADA PENDEDERAN BENIH IKAN BERONANG LADA (Siganus canaliculatus PADA KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PULAU SIRAI, TANJUNGPINANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philip Teguh Imanto

    2010-06-01

    Full Text Available Beronang lada (Siganus canaliculatus adalah kelompok ikan yang banyak ditemukan di perairan pantai dan rataan terumbu karang, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi terutama pada saat hari raya Imlek, di mana ikan yang matang gonad sangat digemari dan mencapai harga tertinggi hingga Rp 110 ribu/kg. Hal ini menarik minat pembudidaya untuk memelihara dan membesarkan dengan tujuan mencapai ukuran matang gonad pada saat tersebut. Ketersediaan benih yang melimpah dan mudah diperoleh menyebabkan pengusaha memelihara dengan kepadatan tinggi hingga 5 ribu ekor per kurungan berukuran 3 m x 3 m x 2 m (18 m3, dengan sediaan pakan potongan padang lamun dan pelet kakap komersial seri KPA 3-4. Kendala kematian benih yang cukup tinggi muncul pada saat pemeliharaan, yang dicirikan dengan gerakan abnormal, mulut kemerahan, dan ekor yang terkikis. Pengamatan lapang dilakukan pada fasilitas pemeliharaan dan wawancara untuk mendapat gambaran umum kondisi budidaya, serta pengambilan sampel benih sehat dan yang bermasalah untuk observasi visual (organoleptik maupun secara mikroskopik. Hasil pengamatan dengan miksroskop diketahui mulut yang memerah disebabkan kerusakan pada gigi dan bibir, serta ekor yang terkikis lebih disebabkan gigitan benih ikan yang sehat. Perbaikan manajemen budidaya disarankan dilakukan dengan mengurangi tingkat kepadatan, penggunaan pelet basah (moist pellet serta meningkatkan frekuensi pemberian pakan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan.

  4. AKTIVITAS ENZIM PROTEASE DAN KONDISI PENCERNAAN DI USUS IKAN KERAPU MACAM (Epinephelus fuscoguttatus SETELAH PEMBERIAN PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Yamin

    2016-11-01

    Aims of the research are to figure out proteolitic activities and intestinal digestibility on tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus after feeding. The research was carried out on Research Institute for Coastal Aquaculture (RICA floating net cages at Awarange Bay, Barru Regency, South Sulawesi.The fish has 200 ± 10 g on size and relatively same on age of 6 months. Seven floating net cages of 1x1x1.2 m3 were used to rearing fish with random position for each sampling. The fish fed with 45% protein of moist pellet ad satiation. Sampling was carried out at 6, 9, 12, 15, 18, 21, and 24 after fed. Preparation and analysis of protease enzyme activity collected after grouper was killed. Protease activity was analyzed by modification of Bergmeyer methods. Result of enzyme analysis show that 18 and 21 hours after fed has the highest activities i.e. 13.04 μ/mL and 13.3 μ/mL respectively, and 9 hours after fed has the lowest activities i.e. 5.83 μ/mL. Result of liquid presentation of intestinal shows fluctuation in every time of sampling. The highest presentation of liquid was at 9 hours after fed of 76% and the lowest was 6 hours after fed of 53%.

  5. Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofia Sofia

    2016-01-01

    Full Text Available Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF is a communicable disease caused by dengue virus known as the most spread disease in the world. In Aceh Besar district, DHF cases were found annually, 156 cases was recorded in 2013 (IR=42,0 per100.000 people, 1 case of death was reported (CFR=0,88%. It was seen that almost household had breeding places and used materials which can trun into breading places of Aedes aegypti. This research was to analyze the relationship of household environmental condition and family behavior to the incidence of DHF. Methods: This research was observational analytic study using case control design with total samples of 150 respondents, consisted of 75 cases and 75 control. Data analysis were using Chi-Square and Logistic Regression. Results: The result was that there was significant relationship between breeding place in household (p=0,000 and OR = 5,5, temperature in house (p=0,000 and OR= 4,0 and habits of cleaning up water container (p=0,000 and OR= 4,7 to the incidence of DHF. Conclusion: Community can prevent the cycle of DHF transmission by doing activities such as egg, larva, pupa eradication in its breading places, cleaning up water container at least, once in less then 7 days and actively perform 3 M Plus activities. Coordination between various stake holders is needed to observe sanitation of environment so then breeding places will not exist for Aedes aegypti. Keywords: Residence environment, family behavior, DHF

  6. Pengaruh Status Sosial Budaya pada Kondisi Jaringan Periodontal Selama Masa Kehamilan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peni Pujiastuti

    2015-10-01

    Full Text Available The effect of socio-cultural status on periodontal condition in pregnant women has been reported by a number of researches. This study aimed to investigate the effect of socio-cultural status on periodontal condition in pregnancy. The periodontal condition was evaluated for 84 pregnant women at their first, second, and third trimesters. The clinic indices include gingival index, plaque index, and the amount of subgingival plaque bacterial colonies. Statistical testing used one way Anova at 95% confidence level (α = 0.05, and t-test for the differences in the gingivitis severity of each group. The results of the study showed that gingival index, plaque index, and the amount of subgingival plaque bacterial colonies increased gradually in the first, second, and third trimesters, and that most severe gingivitis in pregnant women was associated with low level of education and unemployment. The conclusion of this study showed (1 increasing severity of gingivitis in pregnancy, (2 higher level of education is related to lower severity of gingivitis, and (3 employed women have lower rate of severe gingivitis than unemployed women.

  7. Karakteristik Individu Dan Kondisi Lingkungan Pemukiman di Daerah Endemis Leptospirosis Di Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Ramadhani

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract: Leptospirosis is an acute febrile illness injecting human and animal (zoonosis and caused by the bacteria leptospira. Semarang city is one endemic leptospirosis with inci­dence rate in 2009 of 13,27/100.000 and case fa ta lity rate 3,5%. This study aimed to know the epidemiological characteristics of leptospirosis cases and the relationship of environ­mental conditions of settlement with the incidence of leptospirosis The study was observational with cross sectional design. Data population are the people who visit the health center with clinical symptoms of leptospirosis and secondary data from the Health Department of Semarang. Sample are people who visited the health center with clinical symptoms ofleptospirosis (mainly:fever (body temperature> 37°C or fever accom­panied by headache, muscle aches, conjunctivitis and rash. Data environmental conditions of settlement had beed observed and interviewed using, and analysed bivariat with chi square. The results show characteristics of respondents most of the age group 10 -19 years (38.1%, male sex (56.2%, education level did not complete primary school (30.5% Distri­bution cases of leptospirosis attack more men (55% with mortality rate (CFR = 3.6, and in the age group 0-19 years that is as much as 32.5% (CFR=14.29Environmental conditions associated with the occurrence of leptospirosis include kitchen wall not a wall, no plavond, open dumping and dirty house. To prevention transmission of leptospirosis, among others, hygiene sanitasi, rat proofing so it does not make to nest rat.Key words: environment, endemic, leptospirosis, individual characteristics, Semarang

  8. ANALISIS KONDISI DAN PENGENDALIAN BAHAYA DI BENGKEL/ LABORATORIUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putut Hargiyanto

    2015-02-01

    Full Text Available ABSTRACT This research aims at revealing (1 types of hazard that potentially arise, (2 the level of existing hazard, (3 the urgency of hazard management that should be done, and (4 the formula of recommended action to control the hazard in workstations or labs. This study belongs to survey research. Data collection techniques were using observation, interview, and visit. The number of workstations or labs were 23 from 11 state schools and 4 private schools. Data validation techniques were obtained through in-depth observation and examniation towards the documentation of visit photos as well as in-depth interview. Data analysis techniques were using quantitative data analysis by calculating the frequency of occurence on each type of hazard and then formulating the average and the percentage. The findings showed that (1 the hazard covered 9 items related to: material handling, the use of hands tool, machine protection, workplace design, lightning, weather, managemnent of noise hazard, vibration and electricity, workers’ facility, and working organization; (2 the average of hazard ratio consisted of (a 68 cases of non-hazard catagory (58%; (b 43 cases that required treatment (34%; 10 cases that catagorized as high-priority treatment; and 6 cases that had no data (4%; (3 the hazard control of high urgency on risky condition through repairment action; (4 recommendation for repairment condition was conducted through several stages, i.e. setting the target, selecting the approach, setting the procedure, and conducting continual evaluation. Keywords: hazard control/ management, types and hazard, workstation or labs in Vocational High Schools

  9. Pengaruh Kondisi Perawatan Pada Kekuatan Dan Struktur Mikro Beton Memadat Sendiri Dengan Volume Abu Terbang Tinggi

    OpenAIRE

    Sondakh, Chichilya S.P; Manalip, H; Wallah, S

    2016-01-01

    In the process of normal concrete casting is often to experience constraints due to the distance between the reinforcement is too dense, so it can resulting segregation. Therefore the last few years started to develop Self Compacting Concrete (SCC). SCC is a concrete that is able to solidify themselves with fairly high of slump. In contrast to normal concrete, the composition of cement that needed in the mix design of SCC more than the normal concrete's. This is also often used as research to...

  10. Kajian Kondisi Lingkungan Kerja sebagai Penunjang Kinerja Karyawan PT. Hasjrat Multifinance

    OpenAIRE

    Kaparang, Yolanda .

    2015-01-01

    This research discussed the work environment condition in supporting the performance of employees in PT. Hasjrat Multifinance.This research is based on both physical and nonphysical issues experienced by the employees while they are working. Noisy environment is one of the physical issues and relationship between the management and employees is one of the non physical issues. The aforementioned issues signified that PT. Hasjrat Multifinance has not yet created an ideal working condition for t...

  11. PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN REPUTASI AUDITOR PADA PENGUNGKAPAN OPINI AUDIT GOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI PUTU MERIANI

    2012-01-01

    Full Text Available Audit report with modification of going concern indicates that in auditor’s opinion there is a risk that auditee could not survive. This going concern modification is not expected by companies because it would decrease public trust on the company’s image. This research aims to investigate the impact of financial condition, company growth, and auditor reputation on going concern audit opinion. The research object includes manufacturer listed on Indonesia Stock Exchange during 2008-2010 with 78 observations obtained using purposive sampling method. Data then is analyzed using logistic regression analysis. The result shows that the financial condition proxied by bankruptcy prediction model affect going concern auditor opinion negatively and significantly. While company size which is proxied by sales growth and auditor reputation which is proxied by audit firm size do not significantly affect the opinion.

  12. Pengaruhkompensasi dan Kondisi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Sentra Karya Cahaya Raya di Pekanbaru

    OpenAIRE

    Susanto, Andri

    2014-01-01

    The study was conducted in PT. Sentra Karya Raya Pekanbaru Light which is a general trade contractors. The purpose of this study was to analyze the effect of compensation and working conditions on employee job satisfaction. The study population was the entire staff of about 63 employees who conducted the census. Analysis of data using multiple linear regression analysis using SPSS 17 for windows. The results showed that compensation and a significant positive effect on job satisfaction. In co...

  13. MOBILE APPLICATION SISTEM MONITORING KONDISI PASIEN SERANGAN JANTUNG BERBASIS GOOGLE MAPS DAN ANDROID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musfirah Putri Lukman

    2017-09-01

    Full Text Available Many people with heart disease who do not detect recurrent heart attacks because they do not feel chest pain, shortness of breath and cold sweat. Recorded 45% of cases in the journal Circulation America Heart Association published heart attacks that did not start with symptoms to make deaths due to heart triples. Therefore, continuous monitoring of vital signs of the body such as heart rate, breathing frequency and body temperature, especially for fast, slow and unnecessary activity functions need to reduce the risk of paralysis, coma, and even death. The method used in mobile applications based on Google Maps and android uses a waterfall model. This application is designed with the purpose of protecting patients, especially with elderly risk factors from sudden death at the location of recurrent heart attacks by identifying the functional abnormalities of the body's vital activity in real-time that alarm the family against the alarm signals that occur in patients. A monitoring system using a microcontroller and sensors mounted on the patient will send the location of a recurrent attack of the patient with the help of google maps technology and the value of the body's vital tool will be displayed on the smartphone screen without limitation of location, distance, and time. Applications built with java programming language, and using web service and MySQL for database. The results of this study the application has been able to display the parameter values measured by the right and can display the location of the occurrence of recurrent attacks of the heart. Techno-biomedical devices with GPS technology can also provide a quick response to the initial rescue handling of patients who suddenly experience recurrent attacks by sending alarm alerts as alarms in the form of phone calls. Keywords: Application, Monitoring, Heart, breath and temperature Banyak penderita penyakit jantung yang tidak mendeteksi terjadinya serangan jantung berulang sebab tidak merasakan nyeri dada, napas yang pendek dan keringat dingin. Tercatat 45% kasus dalam jurnal Circulation terbitan America Heart Association serangan jantung yang tidak diawali dengan gejala membuat kematian akibat jantung meningkat tiga kali lipat. Oleh sebab itu perlu pemantauan berkelanjutan terhadap tanda vital tubuh seperti detak jantung, frekuensi nafas dan suhu tubuh penderita khususnya untuk fungsi aktivitas yang telalu cepat, terlalu lambat dan tidak ada perlu untuk mengurangi resiko kelumpuhan, pasien koma, bahkan kematian. Metode yang digunakan pada aplikasi mobile berbasis Google Maps dan android ini menggunakan model waterfall. Aplikasi ini dirancang dengan tujuan melindungi penderita terutama dengan faktor resiko lansia dari kematian mendadak pada lokasi serangan jantung berulang dengan mengidentifikasi kelainan fungsi aktivitas vital tubuh secara real-time yang menjadi alarm bagi keluarga terhadap tanda bahaya yang terjadi pada penderita. Sebuah sistem monitoring menggunakan mikrokontroller dan sensor yang dipasang pada penderita akan mengirimkan lokasi serangan berulang penderita dengan bantuan teknologi google maps dan nilai alat vital tubuh akan ditampilkan pada layar smartphone tanpa batasan lokasi, jarak, dan waktu. Aplikasi dibangun dengan bahasa pemrograman java, dan menggunakan web service serta MySQL untuk basis data. Hasil dari penelitian ini aplikasi telah mampu menampilkan nilai parameter yang diukur oleh dengan tepat dan dapat menampilkan lokasi terjadinya serangan berulang jantung.  Perangkat tekno-biomedik dengan teknologi GPS juga dapat memberikan respon cepat terhadap penanganan penyelamatan awal terhadap penderita yang tiba-tiba mengalami serangan berulang dengan mengirimkan tanda bahaya sebagai alarm dalam bentuk panggilan telepon. Keywords: Aplikasi, Monitoring, Jantung, Nafas dan Suhu

  14. DAMPAK KINERJA INTERNAL DAN KONDISI MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERBANKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Widokartiko

    2016-05-01

    Full Text Available The objectives of this study are 1 to analyze and measure the impacts of internal performance variables of the conventional and Islamic banking toward profitability; 2 to analyze and measure the impacts of macro-economic variables influencing the profitability of conventional and Islamic banking. This research used Granger causality and Vector Auto Regressive (VAR/Vector Error Correction Model (VECM as the data analysis tools. The results of this study confirm that Islamic banking has a more stable profitability in response to macroeconomic conditions as compared to the conventional banking system. The response of the profitability toward the influence of the movement of macroeconomic variables can conclude that the Islamic banking can be stable more quickly in CURRENCY and INFLATION. The influence of the performance variable of the internal banking toward macroeconomic occurs more frequently in conventional banks. CAR internal performance variable is influential on BI Rate, and LDR is influential on currencies. Key words: profitability, Islamic banking, granger causality, VAR, VECM

  15. Preferensi Pakan dan Kebutuhan Nutrien Anoa Gunung (Bubalus quarlesi Ouwens 1910 pada Kondisi Prabudidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Basri

    2008-04-01

    Full Text Available The aim of this study was to obtain information in relation to kind of forest plants which were usually consumed by mountain anoa in its natural habitat and community area around the forest, and to estimate energy and nutrient requirements for maintenance and growth of anoa. This study was conducted in Province of Central Sulawesi using six anoas. Digestal analysis method was used to study kind of forest plants in the rumen of anoas. Cafetaria system was used to obtain information related to the dry matter intake of forest plants. Regression analysis was used to estimate energy and nutrient requirements of anoa. The results showed that anoa consumed Ficus vasculosa Rump (fruits, Cyperus sp. (leaves, Ficus sp. (shoots, Brachiaria mutica (leaves and Ipomea aquatica Fordk (leaves and stems. The dry matter intake of these feeds were 29.1 ± 8.5, 16.5 ± 3.8, 14.2 ± 2.8, 7.6 ± 1.7 and 4.8 ± 0.6 g/kg W0.75, respectively. The energy and nutrient requirements of anoa for maintenance based on g/kg W0.75 were 22 g TDN, 6.3 g protein, 0.457 g Ca and 0.427 g P. The energy and nutrient requirements of anoas for growth based on g/kg weight gain were 1333.64 g TDN, 399.9 g protein, 29.38 g Ca and 26.85 g P.

  16. Karakteristik Pati Ubi Jalar Crem (Ipomea batatas Termodifikasi HMT pada Berbagai Kondisi Kadar Air dan Temperatur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Virna Muhardina

    2016-10-01

    Full Text Available Sweet potato starch characteristic of local variety using heat moisture treatment with different level of moisture content and temperature The aim of this study is to modify local variety sweet potato starch (cream flesh color in order to produce the optimal dried-noodle based starch. Native starch was maintained in varied water content (20%, 25% and 30% and heat moisture treatment (HMT by exposing the starch in high temperature, i.e. 90oC, 95oC, 100oC and 110oC for 3 h. The treated starch was analyzed using some parameters such as: swelling power, solubility, SEM (scanning electron microscopy and total dietary fiber. Based on this study, swelling power shows decreasing as increasing both HMT temperature and starch water content. In other hand, solubility shows not significant different among all treatments. The treated-starch granule which is exposed to high temperature has irregular shape compared to granule in lower temperature. Furthermore, total dietary fiber shows significant different among the starch moisture content and the temperature treatment. HMT modification at 100oC and starch water content of 30% is chosen as the best results

  17. KAJIAN DAMPAK PEMBEBASAN LAHAN PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSMISI LISTRIK TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Muhtar

    2015-12-01

    Full Text Available Development of transmission line is needed to increase the availability of electrical demand. This development requires a land acquisition, which has some impacts toward socio-economic of society, namely changes of livehood and loss of earnings. Objectives of this study were: 1 to identify some problems caused by land acquisition; 2 to analyze the changes of livehood and income caused by land acquisition; 3 factors affected price of land compensation; 4 alternatives solution to minimize impact of land acquisition. The change of livehood was analyzed by descriptive qualitative method, meanwhile the change of income by loss of earning, factors affected price of land compensation by regression. This study was conducted in 12 villages in Bogor and Depok crossed by the transmission line. The result of study showed that the transmission lines development the emergencing of various problems, namely: (a land acquisition is causing the loss of home for 3,33 percent of respondents that had to be relocated to other areas, (b land acquisition is causing the loss of 16,63 percent agricultural land owned by community that affected by the transmission line, (c land acquisition is causing internal conflict within the family of 5.00 percent respondents in terms of the distribution of compensation money received. The land acquisition causes change of livelihood of farmers (6,67 percent, owners of grocery shop and drink stalls business (3.33 percent, and business owners of rental house (3,33 percent. This causes loss of earning for 26.67 percent respondent, with the total loss of earnings of IDR 6,605,000 per month or an average of IDR 412,813 per month per respondent. The regression model of land compensation price has R-Square (adj 73,9 percent, with the factors that significantly affect the value of land compensation are: Tax Object Sales Value (NJOP of land, market price of the land, and the size area of respondents landholding, with a significance level of each respectively 0,000. The result of classical assumption test proves that the regression model is built in accordance with the rules of econometrics is good with no autocorrelation, no multicollinieraty, no heteroscedasticity, and the data is also distributed normally. To minimize the land acquisitioned impact should be noted about how the continuation of economic enterprise communities that rely on land as the main capital of the business, and how the compensation value specified must meet the aspect of obedience to the law and agreement with the land owners.Keywords: land acquisition, transmission line, livehood change, loss of earnings

  18. Penentuan Kondisi Optimum Ukuran Partikel dan Bilangan Reynold Pada Sintesis Bioplastik Berbasis Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Darni

    2011-12-01

    Full Text Available The article reported the laboratory experiment to obtain the optimal condition of particle size and Reynold Number of bioplastic film based on the plastic package standard of High Density Polyethylene (HDPE.  Particle sizes of starch were varied at 63, 90, 106, 600, and 1000 micron, and the mixing rate were changes at 190, 252, 313, 375, and 437 rpm. The concentration of chitosan and gliserol added to solution were set as constant variable as 20 and 10 wt %, respectively. The temperature of gelatinitation was also fixed at 95OC. The fabricated of bioplastic film were characterized for mechanical property such as tensile strength, elongation at break and Modulus Young by using a  Universal Testing Machine. The  morphology of film sheets were observed by using a scanning electron microscopy (SEM. Moreover, the obtained film was also investigated for water uptake parameter. The result showed that the mechanical properties were improve by increasing mixing rate at smallest particle sizes of starch. The water uptakes shows decrease at hight mixing rate. SEM images showed that the morphology of bioplastic was almost simmilar to the morphology of  HDPE.  The optimum condition was found that the best film was obtained at particle size of starch 63 micron, Reynold Number of  959, with mixing rate of  375 rpm. The mechanical value at best condition was 19.27%, 757.046 Mpa, and 142.875 for elongation, Modulus Young,  and tensile strength, respectively. Keywords: bioplastic, reynold Number, starch, sorgum

  19. KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KONSENTRASI TSS SEBAGAI INDIKATOR PENENTU KONDISI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2016-11-01

    Full Text Available Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong diduga akan berdampak bagi lingkungan sekitarnya, khususnya meningkatnya konsentrasi padatan tersuspensi (TSS dan mempengaruhi sebaran fitoplankton di wilayah tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi, kekeruhan dan kelimpahan fitoplankton di perairan muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah muatan padatan tersuspensi, kekeruhan, kelimpahan fitoplankton dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data pasang surut dan peta bathimetri wilayah muara Sungai Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Konsentrasi muatan padatan tersuspensi 542-885 mg/l. konsentrasi kekeruhan 3.7-20.5 NTU. Kelimpahan fitoplankton 153-238 ind/l. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa sebaran muatan padatan tersuspensi dan kekeruhan memiliki kaitan dengan kelimpahan fitoplankton pada saat surut, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama. Arah sebaran bergerak ke arah Timur atau menjauhi muara sungai. ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON AND TSS VALUE AS AN INDICATOR FOR PORONG RIVER ESTUARY WATER CONDITIONSDisposal of waste and mud into Porong River is expected to have an impact to the surrounding environment, particularly the increasing concentration of suspended solids (TSS and affect the distribution of phytoplankton in the region. The purpose of this study was to determine the correlation between the concentration of TSS and abundance of phytoplankton as an indicator for determinate condition of Porong River Estuary. Determining the location of sampling by purposive sampling method. The data were then analyzed with statistical methods and spatially using ArcGIS 10 program. The concentration of suspended solids charge 542-885 mg/L. concentration of 3.7-20.5 NTU turbidity. The abundance of phytoplankton 153-238 ind/L with a diversity index ranged from 0.4 to 0.62. Hydrodynamic modeling simulated using ADCIRC module of SMS 8.1 software with a current velocity in the range of 0 to 0.04 m.s-1. Distribution of TSS and turbidity linked to the abundance of phytoplankton at low tide, although the quantity is not always the same, based on the diversity index and the condition of the Porong River estuary is in category of lightly polluted.Keywords: Diversity Index, Phytoplankton, Porong estuary, Totally Suspended Solids

  20. Efek Penggunaan Sinbiotik Terhadap Kondisi Miklofora dan Histologi Usus Ayam Sentul Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Fauzi Hartono

    2016-10-01

    ABSTRACT. Symbiotic is a combination of probiotic and prebiotic used to improve microflora in digestive system. This study aims to evaluate the symbiotic usage as a feed additive toward the number of lactic acid bacteria, Escherichia coli, the height and the width of villi. Treatment R0 = Diet control, R1 Natural Symbiotic (2%, R2 = Natural Symbiotic (4%, R3 = Natural Symbiotic (6%, R4 = Commercial Symbiotic (2%, R5 = Commercial Symbiotic (4%, R6 = Commercial Symbiotic (6%. Statistical analysis uses ANOVA (Analysis of Variant, while further test uses orthogonal contrast. The result showed that the given symbiotic was significantly (P<0,05 effect toward the condition of intestinal microflora, it increases the number of lactic acid bacteria and decreases Escherichia coli, as well as the treatment (P<0,05 toward histology of the height and the width of intestinal villi. As the conclusion, the use of 2% of natural symbiotic increases the amount of lactic acid bacteria in duodenum, jejunum, and ileum, but reduces Escherichia coli in ileum, the height of intestinal villi in duodenum and the width of intestinal villi in ileum, and administered 4% of commercial symbiotic increases the height of intestinal villi in duodenum, jejunum, ileum and the width of intestinal villi in ileum.

  1. Peranan Mulsa Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Melalui Modifikasi Kondisi Fisik Di Dalam Tanah

    OpenAIRE

    Basuki, Joko; Yunus, Ahmad; Purwanto, Edi

    2009-01-01

    Soil is growing media for plant growth. It preserves water and nutrients for plants. The physical changes in soil affect the life of roots and plant performances. The goal of research was to change physical condition in soil through mulching for increasing pepper plant production. Land for pepper cultivation was mulched using rice straws and plastic sheet (PE). Physical condition such as soil suhue and humidity and content of organic matters in the soil were measured or examined. Also, pr...

  2. Pengaruh Kondisi Operasi Alat Pengering Semprot Terhadap Kualitas Susu Bubuk Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhra Zuhra

    2012-06-01

    Full Text Available Drying method is one of techniques used in food preservation. This method usually means reducing water content which is the best contiditon for microorganism growth. Higher water content also causes some enzyms needed for food decomposition cannot work well. This research aims to produce corn milk powder and to study some variables effecting on quality of corn milk powder. Hopefully the results can provide some information and produce good quality of corn milk powder. The drying process was carried out with batch process where the material was put into spray dryer and the process was allowed for the given period of time. Heat was added by direct contact to the material. The pressures of the chamber were 2, 4, 6 and 8 bars and the temperatures were 100, 150, 200 and 250oC. The best results of the research of protein, fat and water contents were 25.86 %, 18.34%, and 6.14%, recpectively. Keywords: atomizer pressure, cornmilk powder, spray dryer, temperature

  3. Manfaat Pengembangan Desa Wisata Wonolopo terhadap Kondisi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yessi Fitari

    2017-03-01

    Full Text Available Wonolopo Tourism Village is one of tourism village destinations in Semarang City.  It has three types of tourism attractions, i.e. agro-tourism, local industry and culinary, and educational tourism. The tourism potentials need to be developed to generate more benefits for the local community. The study aims to determine the benefits of the development in Wonolopo Tourism Village on social, economic, and environmental conditions of the local community. This study was conducted using both quantitative and qualitative methods through the analysis of product components of tourism village to find out the strengths and weaknesses in the development of tourism products in Wonolopo, and Anova analysis to determine the alteration of local community condition due to the tourism village development. The results show that the development of Wonolopo Tourism Village has moderate impact on the social, economic and environmental aspects to the local community. In the social aspect, the artistic potential had increasingly to be preserved and become the local wisdom. In the economic aspect, the development of tourism village has increased the local livelihood and local business opportunity. In the environmental aspect, the tourism village has improved the village infrastructures and accessibility condition.

  4. Manfaat Pengembangan Desa Wisata Wonolopo terhadap Kondisi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat Lokal

    OpenAIRE

    Yessi Fitari; Samsul Ma'rif

    2017-01-01

    Wonolopo Tourism Village is one of tourism village destinations in Semarang City.  It has three types of tourism attractions, i.e. agro-tourism, local industry and culinary, and educational tourism. The tourism potentials need to be developed to generate more benefits for the local community. The study aims to determine the benefits of the development in Wonolopo Tourism Village on social, economic, and environmental conditions of the local community. This study was conducted using both quant...

  5. Kajian Isu Pemekaran di Kota Medan: Tinjauan Berdasarkan Kondisi Ketimpangan Wilayah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Mutiara Pasaribu

    2015-12-01

    Full Text Available Generally, disparities between regions and inter-regions happened because of concentration, agglomeration, external factors, globalization, internal factor, grouping, critical growth or polar development, institution involvement in economic activities. Initially development in Medan concentrated in several sub districts as the center of government and trade activities. Based on long-term development plan of Medan 2006-2025, stated that development policy in Medan not notice of the regional gap. Disparities development between north and south of Medan are the problems for segregation issue at fourth sub-districts in the northern part of Medan. The purpose of this research is to analyze the gap condition in economic, social demography and the infrastructure’s service in Medan related to the emergence of segregation issue in North Medan. The analysis that used in research is descriptive statistic analysis, analysis of statistical correlation, crosstab analysis, and verification of statistic results using interview method so that at the end of the research will be generated economic, social demography and infrastructure services index for every sub-district in the Medan to know the development difference. The result of correlation analysis shows that there was a correlation between disparity and segregation issue. Descriptive analysis produce the index for 4 sub districts in north side have the medium category while 17 sub districts in the south have a good category. Crosstab analysis shows that there is a correlation between disparities condition and the emergence of segregation issue. Crosstab analysis also shows that variable education facilities (senior high school, population density, and labor variables show the disparity condition significantly.

  6. Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Audit dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Going Concern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsuri Rahim

    2017-03-01

    Full Text Available This study aims to examine the effect of the company’s financial condition, the audit quality and shopping opinion towards the acceptance of going concern audit opinion. The samples used in this research are manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2012-2014. The population of this study is132. The samples used are 28 companies selected by random sampling method during the observation period of 3 (three years. Data was analyzed using logistic regression analysis model. The results show that the financial condition, audit quality and opinion shopping significantly influence the acceptance of going concern audit opinion.

  7. PENGARUH KONDISI FUMIGASI TERHADAP EFEKTIFITAS PEWARNAAN DAN KEAWETAN KAYU HUTAN RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istie Sekartining Rahayu

    2009-08-01

    Full Text Available Indonesian log consumption average in 1999-2004 was about 40 million cubic meter per year. Far above the capacity of natural forest to supply wood demand which was only 6.9 million cubic meter per year and only 5 million cubic meter per year from plantation forest. Now community forest has been managed well based on commercial orientation to fullfill the needs of forest products. Recently community forest is known as realible wood producer for furniture such as rubber wood (Hevea brasiliensis, Maesopsis (Maesopsis eminii, Jeunjing (Paraserianthes falcataria, Durian (Durio spp., Jackfriut (Arthocarpus sp. However those woods have low appearance quality (pale colours and ununiform, texture not attractive. Thus they need some treatments to enhance their appearance, one of them by fumigation. The purpose of this researh are to gain optimalize fumigation condition (combination between amonia volume and time of fumigation to have wood stain that resistance from weathering and to analyze durability of fumigation wood against Cryptotermes sp attack. The treatments were fumigation by 2, 4, 6 litre of amonia for 1, 2, 3 days. Those treatments were applied on 5 wood species (mahagony, jackfruit, rambutan, menteng and mindi. The results of this research showed that fumigation treatments have effects only on jackfruit, mahagony, rambutan. They did not have effects on menteng and mindi. Because the difference of tanin content between woods, made every wood had different reaction to fumigation (amonia. Based on comparison of all treatments quantitatively showed the most darkened colour of jackfruit was resulted by fumigation by 4 litre amonia for 3 days, mahagony was fumigation by 6 litre amonia for 2 days and rambutan was fumigation by 4 liter amonia for 2 days. Weathering resistance resulted all wood species did not resist to weathering or their colour fade away. Wood fumigation durability showed 100 % mortality of Cryptotermes sp (on jackfruit, mahagony and menteng, on the other hand mindi showed 83 % and rambutan 89% mortality of Cryptotermes sp

  8. Pengaruh Beberapa Indeks Saham dan Indikator Ekonomi Global terhadap Kondisi Pasar Modal Indonesia

    OpenAIRE

    Rahyuda, Henny; Purbawangsa, Ida Bagus Anom; Andiyasa, I Gusti Agus

    2014-01-01

    Indonesian capital market is highly developed capital markets in recent years. With the growing world of investment and finance , the events that occurred in other countries, be it stock index or economic indicator will have an impact to the Indonesian state. This study aimed to determine the effect of several stock indices and global economic indicators to the condition of the Indonesian Capital Market. Global stock indices used in this study is the Dow Jones index, Nikkei 225 index, Shangha...

  9. Kondisi Psikologis Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II Karang Intan, Martapura, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulia Hairina

    2017-05-01

    Full Text Available This study aims to describe the psychological condition of inmates during being in Narcotics Correctional Institution II Karang Intan, Martapura, South Kalimantan. The research method used is qualitative research. Method of taking data by using interview and observation. The main research subjects were two prisoners, HRS and BSR were supported by two informants, prison officers and counselors as a complementary source of data. From the results of research can be described psychological condition of inmates are divided into four aspects, namely cognitive aspects, affective aspects, social aspects and psychomotor aspects (behavior. The research findings can be summarized as follows, on the cognitive aspect can be described prisoners are susceptible to cognitive dysfunction this is related to the ability his perception, the ability to catch and often lose concentration, while the affective aspects of deep sadness, suspicion and excessive alertness, And anxious, to social aspects show behavior tend to withdraw from association among fellow inmates, often sat pensive and become loners or close themselves. In the psychomotor aspect can be seen from maladaptive behavior, can manisfestation in the form of behavior of sleeplessness, lack of spirit and loss of interest, even the desire to hurt until the desire to end life.

  10. ANALISIS DAMPAK PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIK TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KOTA DEPOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyanto Sugiyanto

    2011-08-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 This research purposes are (1 to analyze communities perception about land certificate, (2 to analyze determinant factors of communities perception toward systematic land registration, (3 to analyze the impact of systematic land registration toward communities social economic conditions, and (4 to  formulate policy implication which can be improved from execution of systematic land registration and its impact to communities social economic conditions. This research used descriptive statistic and inferensia statistic method through survey approach. Primary data collected using structured interview with questionnaire guidelines from 100 respondent with purposive sampling from Curug Village and Sukatani Village in Cimanggis Subdistrict on Depok Regency. This research used range criteria, ordinal logistic regression, Mann-Whitney Test. The results of this research were: (1 communities perception about land certificates represent that certificate perceived very important for strongest evidence of land ownership, safety, easier sell, higher price. While, land certificate perceived important in credit collateral; (2 factors which significantly influencing communities perception toward systematic land registration were time, cost, and procedure of registering land ownership; (3 the impact of systematic land registration toward community social economics condition were land owner safety, land sell amenity, land price and land tax; (4 The systematic land registration is a  feasible project, but need  improvement in: giving high priority for area with productive agriculture and population with low income, project well planning, optimizing of counselling, prohibiting illegal fee with giving punishment and giving reward for countryside officer which have  the vital role

  11. Perbandingan Analisis Diskriminan dan Analisis Regresi Logistik Ordinal dalam Prediksi Klasifikasi Kondisi Kesehatan Bank

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajri Zufa

    2017-12-01

    Full Text Available The purpose of this research is to compare the accuracy of bank classification prediction based on Capital Adequacy Ratio (CAR, Earning Asset Quality (EAQ, Non Performing Loan (NPL, Return on Assets (ROA, Net Interest Margin (NIM, Short Term Mismatch (STM and Loan to Deposit Ratio (LDR. Discriminant analysis and ordinal logistic regression analysis are compared in classifying the prediction. The data used are secondary data, namely data classification of bank conditions in Indonesia in 2014 obtained from research institute PT Infovesta Utama. Based on Apparent Error Rate (APER score obtained, it can be said that discriminant analysis is better in predicting the classification of bank conditions in Indonesia than that of ordinal logistic regression analysis. Discriminant analysis has the average prediction accuracy of 80%, while ordinal logistic regression analysis has the average prediction accuracy of 74,38%.

  12. KONDISI LINGKUNGAN, PERILAKU HIDUP SEHAT, DAN STATUS KESEHATAN KELUARGA WANITA PEMETIK TEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Fitriyani

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\\:*{behavior:url(#ieooui } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} The aim of this research is to study environmental condition, healthy life behaviour, and health status of women tea picker’s family in PTPN VIII Pengalengan, Bandung, West Java. The cross sectional study design is used in this research and total number of samples are 92  family of women tea picker who live in Malabar Plantation. The inclusion criteria of the sample is having children 0-72 month age and willing to be interviewed. The place of the research was chosen purposively. Malabar Plantation was chosen from the other five plantations (clusters because of its easier access and the homogenous characteristics of inter cluster. Primary data consists of family characteristics, environmental condition, healthy life behavior, and family’s health status. Secondary data consists of general description of Malabar Plantation and Banjarsari Village. Data was processed and analyzed with descriptive statistic and inference, and correlation analysis used Rank Spearman correlation test. The results revealed that the family were live in average (moderate environmental condition, and only a few families live in good environmental condition. Their family’s health behaviour was good. The symptoms/kind of diseases which found among the samples were fever, acute respiratory infection (ARI diseases, digestion organ diseases, skin disease, and hepatitis. Family’s member who was the most susceptible to disease was children. The related factors to environmental condition of women tea picker’s family were family income and family size. The water source used by the families, which was one of factors of the environmental condition’s, was related to  health status of women tea picker’s family. The acute respiratory infection (ARI disease and hepatitis cases in family were related to better water source for taking a bath, wash the dishes and wash hands after defecation. Better water source, then less cases of the diseases. Keywords: environment, healthy life behavior, tea picker family, health status

  13. Hubungan Kondisi Lingkungan dengan Kasus Filariasis di Masyarakat (Analisis Lanjut Hasil Riskesdas 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2013-02-01

    Full Text Available Abstracts. Filariasis (elephantiasis disease in Indonesia is still a health problems, there are still areas with the patient chronic and acute. A total of 1553 villages in 647 health centers scattered in 231 districts in 26 provinces as the location of the endemic, with a number of chronic cases of 6233 people. Elimination program disease elephantiasis has been undertaken by the government, but until today there are still many areas with the number of microfilariae (Mf rate is still high (> 1%. One of the government's efforts in this regard Litbangkes RI in collecting basic data, including data filariasis is with the activities of the Basic Health Research (Riskesdas conducted simultaneously across Indonesia. Based on the results of data collection Riskesdas then further analysis is to look at the environmental conditions and demographic status associated with the incidence of filariasis. Based on the results of analysis show that there were a statistically significant relationship between the type of waste water reservoirs; types of sewage systems and types of livestock kept, the classification of villages with the incidence of filariasis.Keywords: riskesdas, filariasis, environmental, demographic status

  14. DAMPAK PENAMBANGAN PASIR TERHADAP KONDISI LAHAN DAN AIR DI KECAMATAN SUKARATU KABUPATEN TASIKMALAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Widyasmarani Suherman

    2015-08-01

    Full Text Available Sand is an important commodity for constructions. The largest sand mining in Tasikmalaya District is located in Sukaratu Sub District. This mining activites have a negative impact for the environment such as causing erosion and water pollution. This study was aimed to assess the impact of sand mining on the land and water conditions. The analysis method that was used in this study is the analysis of erotion rate using Universal Soil Loss Equation (USLE formula and the analysis of Total Suspended Solid (TSS parameters. The results showed that the rate of erosion ranged from 163.49 to 1,194.16 ton/ha/year, with erosion hazard rate (TBE were very heavy. The TSS value of Cibanjaran and Cikunir river water ranged from 26 to 186 mg/liter, this values were below the threshold but the effect is not good for the fishery.Keywords: erosion rate, sand mining, Total Suspended Solid (TSS doi: 10.19081/jpsl.5.2.99

  15. KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI PROVINSI BALI SEBUAH ANALISIS DATA SEKUNDER BERDASARKAN HASIL SENSUS PERTANIAN 2003

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Sudibia

    2012-11-01

    Full Text Available The objective of this study is to analyze social and economic condition of the farmers in Province of Bali. The main data is obtained from The Agricultural Census 2003, specifically ?The Survey of Farmers? Income 2004?. Data is analyzed using techniques of descriptive, qualitative, and comparative. Some findings of this study are (1 the shifting of young generation orientation from agricultural sector to non-agricultural sector in Denpasar city, Badung and Gianyar regencies; (2 the level of education of farmers are relatively low, even in several regencies like Buleleng, Bangli, Klungkung, and Karangasem there are over than 80 percent of them are low educated (primary school and under; (3 the average cultivated non-rice field is 0.3987 hectares with composition of 61.1 percent of farmers cultivating less than 0.50 hectares, on the other side, the average cultivated rice field is 0.1534 hectares with composition of 76,1 percent of farmers cultivating less than 0.50 hectares; (4 the contribution of non-agricultural sector to the household income of farmers tends to be high for farmers that cultivate land less than 0.50 hectares; and (5 the income levels of farmers in Province of Bali are relatively low, compared to the minimum standard of living or per capita income of Bali population in the same period. Furthermore, some suggestions emerge from this study are needs of (1 enhancement of farmers education through farmers training; (2 protection to the farmers in terms of production input and strategic commodities in order to decrease the impressions that agricultural sector is less protected; and (3 creation of balanced development between agricultural and non-agricultural sectors, so that both sectors are developed.

  16. Kondisi Filariasis Pasca Pengobatan Massal di Kelurahan Pabean Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bondan Fajar Wahyudi

    2016-07-01

    Full Text Available Pekalongan city is endemic for filariasis. Filariasis Mass Drug Administration (MDA implemented to decrease filariasis endemicity in Pekalongan and was started in 2011, but especially the Pabean Village has started implementing in 2009. The study aimed to determine the post-filariasis MDA by measuring filariasis endemicity parameters include the distribution of patients, microfilariae rate, microfilariae density, microfilariae species and adherence of the people. A descriptive study with cross sectional design was conducted in Pabean village, Pekalongan city. Finger Blood Filariasis slide and medication status of those who had Filariasis MDA in 2011-2013 were examined. Finger Blood Filariasis slide of 519 respondents examined found 7 (Mf rate 1.35% microfilariae positive, decreased from 2007, accounted for 3.4% and spread almost evenly throughout the village. Microfilariae density accounted for 229.02 per ml of blood and only one species of filarial worms found as Wuchereria brancrofti. Respondents who received the drug in 2011, 2012, and 2013 increased (80.02%, 90.75%, 92.68% respectively, but respondents who were taking medication decreased (63.01% 60.89%, and 55, 88% respectively. From this findings, filariasis endemicity parameters showed that filariasis MDA for 5 years have not been able to eliminate filariasis endemicity despite of the drop parameter. Key words : filariasis, microfilariae, mass drug administration

  17. Model tes keterampilan dasar dan kondisi fisik untuk mengidentifikasi bakat calon atlet bolabasket

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Iqroni

    2017-09-01

    Abstract This study aims to develop a model of basic skills and physical condition to identify prospective talent basketball players which, is valid and reliable based on the characteristics of giftedness in the sport basketball. This research is research and development adapting some measures proposed by Borg and Gall (2007: 590 including: (1 preliminary studies and data collection, (2 planning the implementation of the research, (3 the initial product development, (4 initial product trials, (5 a revision to compose the main products, (6 the main product trials, (7 a revision to draft operational products, (8 product testing operations, (9 the revision of the final product, (10 the implementation of the final product. The Initial product trials were conducted to 40 students. The main product trials were conducted to 124 students. Product testing was conducted to 402 students. The results of the research and development is in the form of an aptitude test models for basketball players. The aptitude test model is declared fit for use because it has a high degree of validity and reliability, with a value greater than r-table 0,195. The developed test model for prospective basketball players in the form of a scale of ratings (norm is packed in the manual. It can be used as a manual for the coaches and physical education teachers in the process of identifying candidates for athletes with different levels of giftedness and the model is effective and efficient.

  18. ANALISIS PARAMETER JARINGAN HSDPA KONDISI INDOOR DENGAN TEMS INVESTIGATION DAN G-NETTRACK PRO

    OpenAIRE

    Dewa Made Mahendra Yudha; Pande Ketut Sudiarta; Ngurah Indra ER

    2016-01-01

    Penggunaan teknologi dalam sistem komunikasi bergerak sudah berkembang cukup pesat. Salah satu contohnya ada teknologi HSDPA. Pihak provider biasanya melakukan metode walk test untuk mengecek kekuatan sinyal dengan menggunakan software TEMS Investigtions. Dengan kemajuannya Teknologi walk test dapat diterapkan dengan lebih mudah yaitu menggunakan perangkat android yang sudah terinstal aplikasi G-Net track Pro. Pada penelitian ini, akan menggunakan tahapan sesuai alur yang ada pada metode pene...

  19. ANALISIS PARAMETER JARINGAN HSDPA KONDISI INDOOR DENGAN TEMS INVESTIGATION DAN G-NETTRACK PRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Made Mahendra Yudha

    2016-03-01

    Full Text Available Penggunaan teknologi dalam sistem komunikasi bergerak sudah berkembang cukup pesat. Salah satu contohnya ada teknologi HSDPA. Pihak provider biasanya melakukan metode walk test untuk mengecek kekuatan sinyal dengan menggunakan software TEMS Investigtions. Dengan kemajuannya Teknologi walk test dapat diterapkan dengan lebih mudah yaitu menggunakan perangkat android yang sudah terinstal aplikasi G-Net track Pro. Pada penelitian ini, akan menggunakan tahapan sesuai alur yang ada pada metode penelitian yaitu dimulai dengan melakukan pengukuran berdasarkan jarak dengan membandingkan software TEMS Investigations dan G-NET TRACK PRO dengan parameter RSCP dan Ec/No. Setelah dilakukan pengukuran kemudian akan dilanjutkan dengan menganalisa antara hubungan parameter RSCP dan Ec/No menggunakan TEMS Investigations dan G-Net Pro. kemudian dilanjutkan menggunakan perhitungan teoritis parameter RSCP. Dari hasil pengukuran diproleh pada lantai I antena 1-1 pada titik jarak 5 meter parameter RSCP dengan TEMS Investigation memiliki nilai -75 dBm sedangkan dari G-Net Track Pro memiliki nilai -83 dBm. Pada parameter Ec/No dengan TEMS Investigation memiliki nilai -6 dB dan G_Net Track memiliki nilai -5 dB. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi G-NetTrack Pro mampu menampilkan parameter yang dibutuhkan akan tetapi tidak sedetail TEMS investigation sehingga untuk proses pembelajaran dan pengenalan walk test aplikasi G-Net track Pro dapat digunakan.

  20. PENANGANAN JALAN DAN PEMASANGAN UTILITAS DI WILAYAH KOTA DENPASAR: KONDISI DAN KENDALA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.A Widhiyanasari

    2017-07-01

    Full Text Available The road handling and installation of utilities in Denpasar City is still running based on the work program of each agency and has not been integrated. The authorities of the utilities repair and improve the network based on consumer demand, however, the implementation has not been integrated between the utilities installation and road handling program.  Consequently, the reinstatement of pavement conditions is not optimal and can potentially damage the utility network.  This paper aims to analyze existing condition of the road handling and installation of utilities and barriers to conducting synergy of program between the road handling and installation of utilities.  Data was collected using questionnaire survey to respondents that selected by purposive sampling method.  The result shows that currently, the synergy condition of   the road handling and installation of utilities in Denpasar City is only based on coordination among the stakeholders regarding approval to install the utility network.  The barriers to integrated utility implementation include ineffective implementation of coordination and collaboration between related stakeholders, ineffective involvement stakeholder in decision making, unavaibility of vision and mission of stakeholders to alter the program,  stakeholder ‘s resistance to change, limited budget allocation on road handling lack of stakeholder’s innovation, high cost of operational and maintenance,  and unavailability of stakeholders who initiate the integrated program.  Key words: synergy, stakeholders, integrated management

  1. Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Gedung Serbaguna Purnama di Jl R.A Kartini Bangkalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairun Nisya Aziz

    2015-03-01

    Full Text Available Era pembangunan pasca jembatan Suramadu diharapkan menjadi tonggak kebangkitan daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat yang merupakan cita-cita pembangunan akan terwujud. Akan tetapi fakta yang terjadi di lapangan, beberapa pembangunan mengalami kondisi yang kurang layak secara finansial. Dalam penelitian ini menggunakan analisa HBU pada sebuah lahan gedung serbaguna Purnama Bangkalan. Analisis legal, fisik, keuangan, dan produktivitas maksimum adalah proses dan metodologi yang digunakan pada penelitian ini. Objek studi sebuah lahan gedung yang dianggap kosong seluas 600 m2 terletak di kawasan komersial alun-alun kota Bangkalan. Hasil yang diperoleh yaitu hotel merupakan alternatif penggunaan yang memberikan nilai tertinggi dengan nilai lahan menjadi sebesar Rp 4,086,635/m2 dan memiliki produktifitas maksimum sebesar 253%

  2. Menggali Filsafat Wayang Beber untuk Mendukung Perkembangan Industri Kreatif Batik Pacitan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanto -

    2017-03-01

      Artikel ini berjudul “Menggali Filsafat Wayang Beber untuk Mendukung Perkembangan Industri Kreatif Batik Pacitan” Ini merupakan perasan dari hasil penelitian  pada tahun kedua.    Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kondisi Wayang Beber Pacitan hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan  ekonomi dan industri, serta perannya sebagai media penguatan kearifan lokal dan upaya peningkatan perekonomian masyarakat  Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research melalui empat tahapan: menentukan fokus, pengumpulan data,  analisis dan interpretasi data, serta tindakan lapangan. Metode yang dilakukan melalui tahap pengkajian, perancangan, sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, produksi, serta  Launching. Hasil penelitian tahun kedua ini menjadi acuan penelitian tahun ketiga untuk: desiminasi draft corporate identity branding panduan ekowisata kampung batik dan draft modul pelatihan perancangan desain motif batik yang diperuntukkan bagi pengrajin klaster industri batik Pacitan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pacitan.    Kata Kunci: Filsafat, Wayang Beber, Motif Batik Pacitan.

  3. Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jemur Gayungan II Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finda Virgitta Faradiany

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan bisnis properti di Surabaya yang semakin pesat, mengakibatkan permintaan terhadap lahan semakin tinggi. Namun fakta di lapangan menampakkan hal yang sebaliknya karena ternyata masih terdapat lahan-lahan yang dibiarkan kosong tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. Kondisi yang demikian memerlukan efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan dengan mendirikan sebuah properti komersial yang memberikan keuntungan bagi pemilik serta lingkungan sekitarnya.Lahan “X” seluas 1786 m2 berlokasi di Jl. Jemur Gayungan II merupakan lahan kosong yang terletak di dekat daerah perkantoran dan berpotensi dikembangkan menjadi properti komersial. Penentuan nilai lahan “X” bergantung pada penggunaan lahan. Metode penilaian yang digunakan adalah analisa penggunaan tertinggi dan terbaik atau Highest and Best Use (HBU yang secara legal diijinkan, secara fisik memungkinkan, layak secara finansial dan memiliki produktifitas maksimum. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan produktivitas maksimum adalah hotel. Nilai lahan yang didapatkan sebesar Rp 9.722.718/m2 dengan produktivitas meningkat sebesar 486%.

  4. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PERUMAHAN NASIONAL DI KOTA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Fahreza

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1 Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas Kota Medan ditinjau dari luasan, vegetasi, jenis dan perawatan. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini yaitu Perumahan Nasional Martubung, dan Perumahan Nasional Helvetia karna kedua Perumahan nasional ini berada di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi (Total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa (1 kondisi RTH publik pada kedua perumahan nasional ini ditinjau dari luasan, jenis, vegetasi dan perawatan. Untuk luasan RTH, kedua perumahan nasional ini belum optimal dan belum memenuhi syarat yang ditentukan Kementrian PU yang mensyratkan 20% dari luas kawasan. Jenis RTH pada perumahan nasional ini yaitu taman, lapangan sepak bola, lapangan olahraga, bantaran danau, dan lahan kosong terbengkalai. Untuk vegetasi pada RTH, masih terlalu sedikit sehingga mengurangi nilai keindahan dan keteduhan pada RTH kedua perumahan nasional ini, hal itu terlihat dari tanaman-tanaman yang layu, kering dan gersang. Perawatan RTH yang dilakukan kurang maksimal hal itu terlihat dari rumput yang tidak teratur dan lebat, ranting pohon yang berjatuhan serta fasilitas didalam RTH yang rusak. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Ada beberapa RTH yang tidak dilakukan pemanfaatan aktifitas didalamnya. Jenis aktifitas yang ada pada kedua perumahan nasional ini hampir sama, yaitu bermain bola, bermain bulu tangkis, bermain futsal, bermain voli, berolahraga seperti jogging dan senam, bermain anak-anak, bersosialisasi, berjualan dan acara-acara tahunan. Kata Kunci: RTH, perumnas

  5. IDENTIFIKASI TUTUPAN VEGETASI DAN POTENSI FISIK LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI LABORATORIUM LAPANGAN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA HUTAN PENDIDIKAN UNHAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amran Achmad

    2013-12-01

    Full Text Available The aims of this study are to identify vegetation coverage and physical potential of land that can be developed as an ecotourism attraction, and plan for the management of ecotourism development space in the Field Laboratory of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Unhas Educational Forest. Vegetation cover, was interpreted from satellite images by using remote sensing techniques, while the physical land potential data information was collected through direct measurements in the field by using GPS, compass and meter. Data analysis was done by using GIS with overlay method and Digital Elevation Model (DEM. The results showed that the Field Laboratory of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Unhas Educational Forest, has natural forest vegetation and pine plantations forest covering 91.32% of the total land area of 311 ha, that potentially for the development of ecotourism. Some interesting physical potential to be developed as an ecotourism attraction, is a waterfall, mountain peaks, camping ground and a research station. 

  6. Kompetensi Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan di Perbankan Syariah: Studi Mahasiswa Jurusan Syariah Program Studi Muamalah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Samarinda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Nur Zaroni

    2014-12-01

    Full Text Available The objective of this study is to describe the students’ competency of Muamalah study program of STAIN Samarinda who were conducting school internship program at three Syariah Banks in Samarinda. The banks are Bank Muamalat Indonesia, Bankaltim Syariah, and Bank Syariah Bukopin. The competency, here, are basic competency, managerial competency, and operational/technical competency. This is a descriptive research design. The result of the study shows that the students’ competency of Muamalah study program of STAIN Samarinda is 7.85% or it is classified as “Good”. The overall findings are: basic competency is 77,27% (Good, operational competency is 69,55% (Good, and managerial competency is 68,73% (Fair. There are 2 of 28 indicators which have the highest score, they are moral integrity and the understanding of the concept of syariah economy; the score is 83.64% for each category which is classified as “Very Good”. Meanwhile, there three aspects which have the lowest score, they are: presentation skill, human relations, and carefulness to the jobs. The score is 56.36% for each category which is classified as “Fair”.

  7. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekuitas Merek Pada Produk Sepatu Lari Nike (Studi Pada Pengguna Sepatu Lari Nike Di Lapangan Merdeka Kota Medan)

    OpenAIRE

    Raksa, M.Wahyu Huda

    2016-01-01

    Running shoes is one of the fixtures run extremely important. Nike is a running shoe that gives attention to the design and performance of its products. Thus, in order to maintain the market of existing competitors, then Nike should pay more attention to brand equity. The purpose of this study was to analyze the factors that affect brand equity products Nike running shoes in an independent field of Medan where there are four main factors, namely brand awareness, perceived quality, brand as...

  8. PENGARUH MOTIVASI DAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN SERTA SARANA PEMBELAJARAN PRAKTEK TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA JURUSAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI BALI PADA SEKTOR INDUSTRI PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Narti

    2012-11-01

    Full Text Available Every education institute hope to all graduated to be competed in job market, theability to student be able competed in job market if the institute education take steps acorrect decision. The correct decision that is the students have job readiness beforeentering that job. To enter that job is needed most the student motivation, theperformance of practicum facilities to fulfill of medium study to practice readiness tostudent.The aimed of this research is to know: (1 the motivation of influence and influencepractice experience and also medium, either through in group and also private to workreadiness of student (2 to know the dominant influence between motivation, theinfluence practice experience and practicum facilities to work readiness of student.The population of the study was all student of Tourism Politeknik Negeri Balimajoring in tourism industry in the academic year 2008/2009 and the sample of 84students, was established using. The data for each variable were analyzed by means ofdescriptive statistical analyses to find-out any trend appearing in each variable. Toexplore the relationship between the independent and dependent variable, bothindividually and simultaneously, the partial correlation and multiple regression analysis.The result of analysis, quantitative show that: (1 there was influence significantbetween motivation and influence practice experience and also medium of practice tostudent to readiness based on to result of analysis test F with SPSS program version 13found value of F count is 49,529 and Sig value is 0,000. F value (0,05;3;81 is 2,7173.Because F count > F tables hence Ho is refused and Hi is accepted and there was theinfluence of significant by partial between motivation and influence practice experienceand also study of practice to and working readiness. (2 The variable having an effectdominant to influence practice experience (X2 have beta value 0,530 while motivation(X1 have beta value 0,425 and medium of practice study (X3 have beta value 0,258,The conclusion is it most dominant influence to readiness of student is the influencepractice experience.

  9. STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK MINIHYDRO SISTEM TRANSMISI AIR BAKU PDAB UNIT BREGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Rezagama

    2016-03-01

    Full Text Available Distribusi pelayanan listrik di Indonesia hingga kini masih belum merata. Banyak desa-desa di pegunungan yang masih terbatas dalam mengakses pasokan listrik. Salah satu alternatif solusinya ialah dengan memanfaatkan beda ketinggian sistem perpipaan transmisi air baku. Jaringan transmisi PDAB Tirta Utama Jateng Unit Bregas teridiri atas tiga jalur perpipaan meliputi jalur Eksisting, Bregas I, dan Bregas II memiliki 34 Bak Pelepas Tekan yang bisa ditanamkan Pembangkit Listrik Minihydro. Survei lapangan dilakukan dari mata air hingga lokasi Reservoir Yamansari menggunakan GPS. Pengukuran debit aliran pipa menggunakan alat Ultrasonik Flowmeter. Analisis hidrolika perpipaan dihitung dengan formula Hazen-Williams. Alternatif lokasi terbaik yang akan dimanfaatkan potensinya sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro/minihidro adalah ruas perpipaan BPT III A – BPT III B pada jalur Bregas I dengan potensi daya yang dihasilkan 434,24 kW, kemudian ruas perpipaan Chamber Kalibakung – BPT III A pada jalur Bregas I dengan potensi daya yang dihasilkan 303,71 kW. Kondisi jalur Bergas II masih belum optimal dimana debit yang beroperasi sekarang hanya 150 l/det dapat ditingkatkan menjadi 250 l/det. Ruas perpipaan BPT 6 – BPT 7 pada jalur Bregas II dengan potensi daya yang dihasilkan 227 kW. Sedangkan sistem Bergas Eksisting tidak direkomendasikan untuk PLTM karena kondisi pipa yang sudah buruk dan kehandalan debit yang kurang baik dari sumbernya.

  10. FUNGSI PENGASUHAN DAN INTERAKSI DALAM KELUARGA TERHADAP KULITAS PERKAWINAN DAN KONDISI ANAK PADA KELUARGA TENAGA KERJA WANITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herien Puspitawati

    2011-01-01

    Full Text Available  The aim of study was to analyze social supports, parental function, family’s interaction, marital quality, and child’s condition at family of migrant woman worker. The study implemented cross sectional and retrospective study design. The total sample was 47 family of migrant woman workers who had school-age’s children. Data was analyzed by descriptive, Pearson correlation test, independent sample t-test, and regression test. The results found out that families had social support in moderate category and parenting in high category. Husband-wife interaction and father-child interaction falls into the high category, while the mother-child interaction in the moderate category. However, more than half of children had moderate stress and low achievement at school. Mostly families had high marriage quality. Father-child interaction and husband-wife interaction had positive affects to marriage quality. The length of the wife as migrant had negative affects to child’s conditions. However, income had positive affects on the conditions of child.

  11. STUDI PERKEMBANGAN STRUK TUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI TERUMBU BUATAN BERBENTUK HEXADOME PADA BERBAGAI KONDISI PERAIRAN DI KABUPATEN BULELENG, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    YUNALDI YUNALDI

    2015-06-01

    Full Text Available Artificial reefs are made to act as temporary substitutes for small areas of damaged original reef. The structures attract fish and other marine organisms, which can eventually be exploited (e.g. for human food, so it is expected that they will form the basis around which natural reefs can grow and recover. The purpose of this study is to document recruitment of organisms onto the artificial structures, evaluate the effectiveness of the structures in terms of shape and recruitment potential, and use the recruitment information to show which species occur in the surrounding reefs. This research was conducted from May-July 2010 in north Bali, in the Village District Gerokgak Patas, Kampung Baru Village in Buleleng District, and Penuktukan Village, Kecematan Tejakula. The research method used was a visual census method to determine the number of fish species and fish abundance on artificial reefs at three different locations. Three replications were performed at each location. 2481 individuals from 18 families (38 species of reef fish were observed. The area with the greatest abundance of fish and the highest number of fish species was in Kampung Baru, with 1170 individuals from 21 species of fish. Dominant reef fish species were Plotosus lineatus (Cat Fish - 510 individuals, Pomacentrus auriventris (Goldbelly damsel- 256 individuals, Dascyllus trimaculatus (Three spot damsel - 335 individuals, Pseudanthias squamipinnis (Lyretail Anthias - 320 individuals. A Sorensen analysis showed that reef fish communities on the artificial reefs in the form of 'hexadomes' were not derived from the surrounding reefs.

  12. Hubungan Kondisi Geologi terhadap Alterasi Hidrotermal dan Mineralisasi pada Endapan Epitermal Daerah Bunikasih, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

    OpenAIRE

    Rahmawati, Saumi; Nugroho, Hadi; Widiarso, Dian Agus; Verdiansyah, Okky

    2013-01-01

    Hydrothermal alteration is a changed in the mineral composition of the rock as a result of interaction of hydrothermal fluids with the wall rock involving various geological environments like fault zones and volcanic eruptions zones. Hydrothermal alteration has a very close relationship with the mineralization. Mineralization is a process of inclusion of valuable rare minerals in rocks that form ore deposits. The purpose of this study is to determine the geological conditions of the mapping a...

  13. Hubungan Kondisi Geologi terhadap Alterasi dan Mineralisasi Endapan Epithermal Daerah Sualan, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

    OpenAIRE

    Kumala Sari, Paramitha Eka

    2013-01-01

    In exploration process of epithermal deposit, it is important to understand alteration and mineralization. The presence of alteration and mineralization zones help development of ore mineral exploration. Hydrothermal alteration is change of the chemistry, physics, mineralogy and origin textures of rocks as it interacts with the hydrothermal fluid. Alteration and mineralization zones has characteristics and certain minerals in each area.The research purposes are to determine the geological ...

  14. STUDI POLA SPASIAL PERSEBARAN GAHARU (Aquilaria spp. DAN KETERKAITANNYA DENGAN KONDISI HABITAT DI TAMAN NASIONAL KUTAI KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didit Okta Pribadi

    2009-01-01

    Full Text Available Agarwood is an important forest product due to its high economic value. However, the natural population of agarwood species has been decreasing rapidly because of over exploitation, therefore the international trade of the most important agarwood species (i.e. Aquilaria malaccensis is restricted to just a small quota. This research was conducted in an attempt to provide basic information for the conservation of Aquilaria spp. by identifying the species spatial distribution and habitat characteristics and developing a linkage model between their abundance and habitat characteristics. Data were collected through a field survey at Kutai National Park in August 2006 with Aquilaria spp. as the target species. Data on the species localities were used to determine the species densities and the value of Distance Index of Dispersion. The ordinance levels between the target species and the surrounding other species were identified using a correspondence analysis, while the linkage model between the species abundance and habitat characteristics was established using an ordinal multinomial logit model. The results showed that Aquilaria spp. had a low density (0.01/ha and were spatially distributed in a clump pattern. The abundance of Aquilaria species had a close association with soil texture, humidity and acidity, land elevation, air temperature and humidity, and light intensity. The abundance decreased with increasing the proportion of sandy clay loam content, soil humidity and acidity, land elevation, and light intensity. In contrast, the abundance increased with increasing sandy loam content, air temperature and air humidity. The existence of A. malaccensis was likely to associate with the existence of Goniothalamus sp., Macaranga sp., Vordia splendidissima, Lygopodium sp., and Stachyphrynium borneensis.

  15. KONDISI ENTOMOLOGI DAN UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE OLEH MASYARAKAT DI DAERAH ENDEMIS KELURAHAN BAROS KOTA SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heni Prasetyowati

    2014-07-01

    Full Text Available Baros sub-district contribute high incidence rate of dengue fever in Sukabumi city. To determine the level of transmission risk of dengue fever from entomological condition aspect, it’s required to do the entomological survey and interview about control efforts with the aim of identifying entomological factors at Baros sub-district and dengue control efforts in that area. Population for the survey and interview on entomological control efforts are all community group or Rukun Warga (RW in endemic area in Baros sub-district. Samples for survey are house/building at sub-district Baros RW 11. Interviewed respondent was a person whose stays in the building. Interviews were conducted using a questionnaire by visiting the respondent. Entomology data were collected through pre adult mosquitoes surveys. The results show that vector control made by RW 11 Baros sub-district are grouped into cultural, physical, biological, chemical, role and control in an integrated manner, with the highest type of control measures is an integrated control (37.6%. Indicators of entomology is HI = 33.98%, CI = 11.1%, BI = 45.63% . Based on the CI indicator, RW 11 sub-district Baros has a density figure 4, while the indicator based on HI and BI, has a density figure 6. This suggests that this region has a moderate risk of transmission to the spread of dengue disease.Keywords: control efforts, dengue, Baros sub-district, entomological survey

  16. PENGARUH KUALITAS AUDIT, OPINION SHOPPING, DEBTDEFAULT PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDITGOING CONCERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Istiana

    2016-02-01

    Full Text Available This research have a purpose to test the effect of Audit Quality, opinion shopping, debt default, company growth and company financial condition to going concern audit opinion acceptance. The sample which used in this research is Manufacture Company which registered in Indonesia Stock Exchange use of 2006-2008. The sample was taken with purposive sampling method and the result 53 companies were match and fulfill the sample criteria. Hypotheses testing was done whit logistic regression test tool from SPSS application program. The research result show that audit quality does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, opinion shopping does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, debt default have effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, company growth does not effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance, and company financial condition have effect to the possibility of going concern audit opinion acceptance.

  17. Kondisi Periodontal Akibat Pemakaian Piranti Ortodonti Cekat Pada Pasien Di Klinik Ortodonti Rsgm Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Yahya, Nur Adila Binti

    2015-01-01

    Evaluation on correlation of fixed orthodontic appliance with periodontal conditions on patients in Orthodontic clinic (RSGM) of Dentistry Faculty, University of North Sumatera. IX + 38 pages Fixed orthodontic appliance is an appliance that is fixed on teeth that cannot be opened by patients. Fixed orthodontic appliance may cause many oral complications due to the difficulities in maintaining good oral hygiene. Plaque is formed with the appliance of fixed orthodontic appliance which o...

  18. Audit Teknologiinformasiatas Physical Security Control Dan Logical Security Control Serta Penentuan Kondisi Security Risk Studi Kasus: PT Talc Indonesia

    OpenAIRE

    Inggrid; Arfianti, Rizka I; Utami, Viany

    2009-01-01

    Abstract The fast growth of technology has an impact to the accounting field. This relates to the term of information technology (17) auditing. One of the risI6 of using information technology in business which can be fatal enough i fignored is security risk Security risk can be reduced by security controls which include physical security control and logical security contra Information technology auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether or not a co...

  19. Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)

    OpenAIRE

    Sirait, Maiusna

    2015-01-01

    Reality of Indomaret retail growth as progression in which first focused on the big cities, now has penetrated into various areas such as in the village of Padang Bulan. Massive expansion of modern market to various areas have small merchant market exposes the harsh open competition. Currently, Indomaret retailer network has been repulsed retailers. Networking system is what makes the modern retailer back benefit in terms of price. Networks built between suppliers with the Indomaret can simpl...

  20. Analisis Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dan Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Serangan Asma Anak Di Kota Semarang 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Dwi Kurniawati

    2015-12-01

    Full Text Available Background : Total asthma patient in Telogorejo Hospital in the year 2004 had increased 63.20% from year ago. While the number of child asthma in patient by the year of 2004 also had increased by 15.83%. United State Environmental Protection Agency (US EPA stated that environmental can caused asthma attack. Indoor house environment can give contribution to factors that cause asthma more than outdoor environment. This research was conducted to know the relation of environmental condition in housing and family behavior with the incidence of child asthma attack. Methods : This study was an observational research with a  cross sectional approaches. Total sample in this research were 50 respondents child who had asthma. The variable divided into dependent variable of environmental condition in housing and family behaviors. Independent variable were air humidity, lights intensity, household furniture facility which was potential as allergen sources,  dust,  ventilation window¸ family behavior of AC usage, volatile organic compound,, animal keeping, insecticide and family members who smoke cigarettes. The dependent variable was child asthma attack. Results : The Result of this study showed that air humidity (RP=2,588; 95% CI 1,069-6,267; p=0,02, dust (RP=1,889; 95% CI 1,049-3,400; p=0,048 and the use of air conditioner (RP=1,889; 95% CI 1,099-3,226; p=0,040 related to the child asthma attack. Multiple logistics regression analysis showed that AC (OR=5,100; 95% CI 1,107 – 23,489; p=0,037 and dust (OR = 6,360;  95% CI 1,435 – 28,192; p=0,015 were potential risk factors of child asthma attack. Conclusions:It was concluded that environmental house condition and family behavior related to child asthma attack.   Keywords : Child asthma attack, environmental condition of housing,  family behavior.

  1. Pengaruh Cara Kematian Ikan Dan Tahapan Penurunan Kondisi Kesegaran Ikan Terhadap Kualitas Pasta Ikan Gurami (Osphronemous Gouramy)

    OpenAIRE

    Nugroho, Danuar Adi; Darmanto, YS; Romadhon, -

    2014-01-01

    Cara kematian ikan dapat mempengaruhi kualitas produk olahannya sehingga diperlukan bahan baku dengan tingkat kesegaran tertentu untuk menghasilkan bahan baku produk olahan yang baik. Salah satu produk olahan tersebut adalah pasta ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh cara kematian dan penurunan kesegaran ikan yang berbeda terhadap kualitas pasta ikan gurami (Osphronemus gouramy). Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian utama adalah eksperimental laboratories ...

  2. APLIKASI ABU SEKAM PADA KONDISI DIBAWAH KAPASITAS LAPANG PADA LIMA VARIETAS PADI GOGO: HASIL DAN KOMPONEN HASIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahadiyat Yugi Rahayu

    2010-09-01

    Full Text Available Objective of the study was to know application of burned-rice husk under lower soil field capacity on yield and yield components. The pot study was done at wire house Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University. Randomized complete block design was applied with the factors of variety (Situ patenggang, Limboto, Towuti, Batutegi dan Aek sibundong and burned-rice husk (0, 2, 4, 6 t/ha, and three times replication.  The result showed that application of burned-rie husk up to 6 t/ha could not improve yield and yield component at all varieties. Towuti and Aek sibundong varieties resulted the higher numbers of tiller and panicle, and weight of grain wth the values of 38,8 and 41,8; 26,31 and 27,71; 36,06 and 37,24 g, respectively. Aek sibundong had a highest value of 1000 seeds weight of 25,09 g. Batu tegi resulted the highest value on  panicle length and, number of grain per panicle and per pot of 23,62; 206,71 and  2540,58, respectively

  3. Identifikasi Sifat dan Distribusi Sel Endokrin Ghrelin di Lambung Tikus (Rattus Norvegicus: Studi Immunohis-Tokimia pada Kondisi Obesitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Budipitojo

    2016-06-01

    Full Text Available Obesity is one of major nutritional problems in the world. Obesity is very dangerous, especially when concentrated in the abdomen, because it is closely linked to various diseases such as diabetes, hypertension, heart disease, which can to causing death. This study aims to identify the nature and distribution of ghrelin on gastric endocrine cells in the obese rat (Rattus norvegicus by using immunohistochemical techniques. The results will strengthen the understanding of the role and function of ghrelin as an alternative therapeutic target on obesity. The research used gastric tissues of ten obese and control rats which were stained with avidin-biotin-peroxidase complex method of immunohistochemistry. The results showed the existence of two types of ghrelin-producing cells (open and closed types on the gastric mucosa of control rats, and only one type of ghrelin producing cells (open type in obese rats. The intensity of ghrelin immunoreactive positive cells was detected weak in obese rats, but very strong in control rats. Ghrelin endocrine cells mainly distributed in the basal part of the gastric mucosa of the fundus parts, with a very small number in obese rats, but highly abundant in control rats. This study confirmed the decrease of the ghrelin synthesis and secretion in obese rat (Rattus norvegicus at the cellular level. The decrease of ghrelin synthesis is characterized by a reduction on the number of ghrelin producing cells, the disappearance of the close type of ghrelin producing cells, and the low activity of protein synthesis in the ghrelin producing cells. Ghrelin endocrine cells distributed mainly in the basal part of the gastric mucosa, especially in the fundus parts.

  4. ANALISIS KONDISI HABITAT DAN PERAKARAN TUMBUHAN BAWAH PADA DAERAH TERBUKA DAN DI BAWAH TEGAKAN CEMARA UDANG DI PESISIR LEMBUPURWO, KEBUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winastuti Dwi Atmanto

    2017-09-01

    Full Text Available Coastal areas with sandy soil structure without  trees have high temperature and salinity, strong wind, as well as minimum nutrient content. The limitation of the environment conditions  affects the variety of undergrowth. This research aims to figure out the composition, distribution patterns, habitat conditions and rooting from undergrowth species which are found in coastal sandy areas at Lemburpurwo. The research was conducted  using line transect method defined by systematic sampling with random start. The observations of undergrowth were carried out on 3 types of treads near from the sea, under and behind Cemara Udang stands. Paths are made perpendicular within approximately 53 m from the shoreline and  the distance between lines is 95 m. Each track was divided into segments in the form of 2x2 m2 plots which were laid out diagonally between plots for undergrowth observation. 81 plots were taken, where the size of the area is 72960 m2. Undergrowth plant species were identified, the length and number of roots were measured, environmental conditions and soil quality including pH, DHL, N total content, P and K available were observed. Lembupurwo coastal sandy area consists of 20 species of 13 plant families with 3 types of random distribution pattern and 17 types of clustered distribution pattern. Spinifex littoralis has the longest root as well as the largest number of roots, especially in open areas. The pH values and electrical conductivity below the stands of 6.41; 32,23 µs/cm are lower when compared to locations near the sea. N-total and P available under stands are available 0,03%; 5,05 ppm which is higher than the other two locations.

  5. KONDISI SOSIAL EKONOMI BURUH PABRIK GULA SRAGI KABUPATEN PEKALONGAN PASCA G 30 S TAHUN 1965-1998

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilin Suryantono

    2011-10-01

    Full Text Available The presence of labor in the sugar industry was once used as a political tool during the conflict in 1965 and became the party that is often neglected in the subsequent period between the years 1965-1998. On the one hand, sugar factory was one of plantation sectors having crucial position as one of development achievement of the new order government, because it increased income. It is an irony to see that workers having a vital role for the development of the country's economy but rather their fate are often not addressed by the state. Fundamental problems that later emerged in the life of labor is poverty, but the truth of this argument needs to be proved through research in order to obtain accurate answers. Keywords: Labor, sugar factory, event G 30 S     Keberadaan buruh di pabrik gula menjadi salah satu alat politik pada tahun 1965 dan menjadi tersisih pada masa berikutnya pada tahun 1965-1998. Di satu sisi, pabrik gula menjadi salah satu sektor perkebunan yang memiliki posisi penting sebagai salah satu capaian pembangunan pada masa pemerintahan Orde Baru, karena posisinya penting dalam meningkatkan pemasukan dalam negeri. Hal ini sangat ironi ketika melihat peran pekerja yang memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi, tetapi sering kali tidak diperhatikan oleh pemerintah. Permasalahan utama yang muncul dalam kehidupan buruh adalah kemiskinan, tetapi permasalahan ini membutuhkan pembuktian melalui penelitian untuk menemukan jawaban yang tepat.   Kata kunci: buruh, pabrik gula, peristiwa G 30 S  

  6. KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN KONSERVASI : STUDI KASUS DI PULAU GAG, RAJA AMPAT, PAPUA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Baharinawati W. Hastanti

    2013-12-01

    Full Text Available This study was aim to know the social, economic and cultural communities on the island of Gag, a nickel mining sites in the Marine Wildlife of the Raja Ampat Islands. In last years the region enter into a conflict between the central government (Ministry of Forestry and the local government supported by the community. The conflict occurred because of a lack of public understanding of conservation of natural resources and the presence of nickel mining was expected to improve the welfare of local communities. Lack of public understanding of conservation is influenced by socio-economic conditions and local culture is partly because of geographical isolation, low levels of education and the difficulty of economic development. These factors led to the economic motivation of nickel mining in the region hope was forwarded to the exclusion of ecological impacts would arise from the nickel mining project.Keywords: Social, economic, cultural, community, conservation area, Raja Ampat

  7. KONDISI VEGETASI DI HUTAN LINDUNG SESAOT, KABUPATEN LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT, SEBAGAI INFORMASI DASAR PENGELOLAAN KAWASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Hidayat

    2014-09-01

    Full Text Available The Research has been conducted in buffer zone, Sesaot Protected Forest. The aim of research is to provide information about the condition of the vegetation that covers the diversity, structure, and composition. This information is important for forest managers to maintain and even improve the composition of plant species as natural forest vegetation.Therefore, studies of forest vegetation have been conducted in two blocks (Waode and Pengkoak using stratified sampling plots. The results indicate that the minimum curve area were found in plots of (40 x 40 m developed in two different blocks of observations with each diversity index was 1.23 (in waode and 1.14 (in Pengkoak. Vegetation structure in the block Waode was fairly well possessing an L-type structure, while for the block Pengkoak was somewhat less well with a U-shaped like structure. Twenty-nine plant species in Waode and 26 species on the Pengkoak were recorded with a similarity index (IS of 0.47. The similarity index indicates that the two blocks are quite different in species composition. In the block Waode, Saurauria pendula is a dominant tree with an IVI of 107.79 followed by Debregeasia dichotoma (IVI 95.55. In contrast, in the block Pengkoak, D. dichotoma has the highest IVI, followed by Laportea decumana.Keywords: Diversity, structure and composition, Sesaot protected forest

  8. Analisis Kondisi Awal Pembelajaran Fisika SMAN Kota Padang (Dalam Rangka Pengembangan Bahan Ajar Fisika Multimedia Interaktif Berbantuan Game

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djusmaini Djamas

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract Low understanding of the students in learning physics suspected because physics learning patterns have not been able to optimize students' critical thinking skills. As known, the critical thinking is the key to academic success of a student. Currently, lack of critical thinking skills of students as one of the clear indicators of low quality of education. If this is allowed, then the physics learning outcomes in the future will be very apprehensive. Therefore, efforts should be made to improve critical thinking skills using interactive multimedia teaching materials based on discovery learning aided games. The development of teaching materials are using ADDIE Model. The first step of this model is analysis, i.e. preliminary study of physics learning how to condition that has lasted until today. Based on the analysis of the field findings, will be designed Interactive Multimedia Instructional Materials, and then will be the development of Instructional Materials.  In this paper, we will present the results of the initial needs analysis to develop the interactive multimedia teaching materials based on discovery learning aids game for physics learning in the future. Keywords: Critical Thinking, Discovery Learning, Game, Interactive Multimedia, Physics Learning

  9. Mengkaji Pengaruh Aspek Kondisi Sosial Dan Ekonomi Terhadap Minat Anak Keluarga Nelayan Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shendy Andrie Wijaya , Roro Aditya Novi Wardhani

    2018-01-01

    Full Text Available One of the problems on the progress of educational level that is still a lot of basic education age children can no longer go on to secondary school level let alone up to the college level. Many factors affect the condition. The main factors that the ordinary is the reason the family is expensive tuition fees for middle school to College, so that parents are more likely to send his son to elementary education only. Most parents sent his son worked after graduating from SD and SMP, whether it be labor or help parents traveling etc. This happens on the fishing communities in the village a reality Puger Kulon, still many fishermen did not continue her studies up to College. This research is explanatory research classified as research i.e. research to examine relationships between variables that influence or hypothesized. A form of statistical analysis used was Multiple Linear Regression Models. The results of this research show that there are partial and simultaneous influence aspects of social and economic conditions against the interest of the child the family fishermen to continue their education into college. This is shown by the value standard of sig 0,00 < 0,05. The conclusion from this study is there is influence aspects of social and economic conditions against the interest of the child the family fishermen to continue their education into College in district Puger Puger Jember Regency of Kulon Village.

  10. PENGARUH KONDISI SISTEM DRAINASE, PERSAMPAHAN DAN AIR LIMBAH TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (Studi kasus Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2012-03-01

    Full Text Available Kelurahan Kuningan in the district of north Semarang meet with enviromental quality and people’shealthy degree decrease cause by poor drainage system, solid waste and waste water management.This case had been caused several disease that disturb people’s healthy. The purposes of this research was to know the existing condition of drainage system, solid waste and waste water in KelurahanKuningan, to know the influence of existing condition into enviromental quality and people’s healthy, to give an overcoming solution connected with PenyehatanLingkunganPemukiman program that points on people in this development area. Method used in this research is observation, questionaire and interview, BOD concentration measurement in drainage line and secondary data collection include institution aspect, operational, financial, law and also people’s role. Results of thisresearch show that BOD concentration in tertiary, secondary and primary drainage line is over from PP No.82 tahun 2001. Calculation results show the available pump is not enough to take the water debit from domestic rain that accumulated with domestic waste water, plus when the flood tide and flood from the higher area. The condition is getting worse by stucking trash in line that causing disease and become sediment. Waste water distribution system in this area is not appropriate with high density population and also public MCK as sanitation place is careless. That case caused the unclean enviromental and people have to expend extra money to take the medicine and to buy clean water. The recommended overcoming solutions are formating the pumping team and public MCK team management, increasing pumping capasity, maintenance budget, exploiting the sediment, 3R program, waste water distribution system with communal system and public MCK fixed up.

  11. METODE PELAKSANAAN DEWATERING YANG RAMAH LINGKUNGAN PADA PROYEK THE NEST CONDOTEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Intara

    2016-03-01

    Full Text Available Proyek Pembangunan The Nest Condotel merupakan salah satu upaya untuk memenuhi sarana dan prasarana pariwisata khusunya daerah Nusa Dua-Bali. Proyek ini dibangun di tengah-tengah pemukiman penduduk dan berdekatan dengan Pengolahan Limbah BTDC. Setelah dilaksanakan survei lapangan ada permasalahan yang dihadapi pada pembangunan proyek ini yaitu pada pengerjaan struktur basement. Kondisi muka air tanah lebih tinggi daripada rencana pemukaan galian lantai basement yang akan dibuat. Di samping itu, kondisi tanah yang kurang baik dengan kondisi tanah yang berpasir. Berdasarkan permasalahan di atas perlu adanya pemilihan perencanaan metode penanganan muka air tanah yang paling tepat dalam pekerjaan  galian basement. Dewatering adalah proses penurunan muka air tanah pada suatu area tertentu dengan cara pemompaan dari sebuah sumur ataupun saluran. Tujuannya adalah untuk menjaga area galian tetap kering dalam proses konstruksi dan menjaga kestabilan lereng galian. Pemompaan dilakukan melalui sumur-sumur dewatering (dewatering well atau well point atau saluran-saluran (sump dengan menggunakan pompa submersible (submersible pump. Dengan demikian penggalian basement bisa dikerjakan dengan baik. Penelitian ini adalah menentukan metode pelaksanaan pekerjaan dewatering yang paling tepat dari metode-metode pelaksanaan yang mungkin untuk dilaksankan berdasarkan biaya, waktu, dan dampak terhadap lingkungan. Metodelogi yang digunakan untuk analisis data adalah menganalisis metode-metode pelaksanaan yang ada dan dari hasil analisis akan ditetapkan metode pelaksanaan terbaik. Hasil analisis dari beberapa metode pelaksanaan yang ada untuk pekerjaan dewatering digunakan adalah predrainage dan open pumping, metode yang terpilih yaitu open pumping adalah metode terbaik untuk dilaksanakan pada proyek tersebut dengan biaya yang terendah, waktu pelaksanaan yang lebih cepat, dan dampak lingkungan yang dapat diminimalisir

  12. ANALISIS PERHITUNGAN TOLERANSI EROSI DI DAERAH TANGKAPAN WADUK KEDUNG OMBO, BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Harjadi

    2018-01-01

    Full Text Available The purpose of this research is to get the distribution of erosion tolerance value (T-value in KedungOmbo Dam Catchment Area. The KedungOmbo Dam Catchment Area is located in Boyolali area as a food granary with the main supply of vegetables and rice producers. This situation requires soil conditions to be maintained and no land degradation or erosion that exceeds the limits of erosion or erosion tolerance allowed. The method used to calculate the T-value is the survey and by the calculation of raster analysis with satellite imagery. The parameter collected in the field includes soil conditions (soil solum and crop conditions (effective root depth. Based on T-value calculation formula with 300 years life resource, this will get the amount of erosion allowed in KedungOmbo Dam Catchment Area. Areas with low T values should be maintained for land conditions because mild erosion will be a serious threat. The erosion tolerance in the KedungOmbo Dam Catchment Area is 59%, which is dominated by high T-values, with an area of 34,092 ha and a very high 24% or an area of 14,136 ha. Keywords: Land degradation; Sheet erosion; Value-T; Land productivity Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan sebarannilai toleransi erosi (nilai-T di Daerah Tangkapan Waduk (DTW Kedung Ombo. Mengingat DTW Kedung Ombo termasuk wilayah Boyolali sebagai lumbung pangan dengan pasokan utama sayuran dan juga produsen padi. Situasi ini membutuhkan kondisi tanah harus dipertahankan dan tidak ada degradasi lahan atau erosi yang melebihi batas toleransi erosi atau erosi diperbolehkan. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai-T dengan cara survei dan dibantu dengan perhitungan analisis raster dengan citra satelit. Parameter yang dikumpulkan di lapangan meliputi kondisi tanah (solum tanah dan kondisi tanaman (kedalaman perakaran efektif. Dari rumus perhitungan nilai-T dengan resource life 300 tahun akan mendapatkan besarnya erosi yang diperbolehkan di seluruh DTW Kedung Ombo

  13. Pengaruh Jenis Mangsa dan Suhu pada Perkembangan Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae dan Peranannya dalam Pengendalian Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tris Haris Ramadhan

    2008-07-01

    Full Text Available Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae is the vector of citrus greening (Huanglongbing bacterium and the most serious impediment to citrus culture. Classical biological control of this psyllid vector should contribute to suppress their population. This research was conducted to determine the performance of Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae when they were fed with D. citri. The larval performance index of M. sexmaculatus on D. citri compared with Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae diet was 1.3.M. sexmaculatus fed with D. citri had lower fitness than those fed with A. craccivora as shown by longer larval stadium, lower adult dry weight, less number of egg produced and lower percentage of egg hatched. M. sexmaculatus grew best at the temperature of 27oC. Employing the exclusion procedure under field condition,M. sexmaculatus could reduce the population of D. citri up to 90%. These findings showed that theM. sexmaculatus could be a potential predator in reducing D. citri, particularly when the more preferred prey A. craccivora was not present.   Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae merupakan kelompok Psyllid yang menularkan penyebab penyakit Huanglongbing yang sangat berbahaya pada tanaman jeruk. Pengendalian hayati klasik telah banyak memberikan kontribusi dalam pengendalian di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penampilan Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae dengan pakan D. citri. Indeks penampilan larva M. sexmaculatus dengan pakan D. citri dibandingkan dengan Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae adalah 1,3. M. sexmaculatus yang diberi pakan D. citri menunjukkan penurunan kebugaran dibandingkan jika diberi pakan A. craccivora seperti yang ditunjukkan dengan stadium larva lebih lama, penurunan berat kering serangga dewasa, telur yang dihasilkan lebih sedikit, dan penurunan jumlah telur yang menetas. Menggunakan metode eksklusi pada kondisi

  14. BUKU PENGAYAAN MENULIS NASKAH KETOPRAK BERBASIS PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungging Widagdo

    2016-04-01

    Full Text Available Kajian lapangan menunjukkan, nilai menulis naskah ketoprak mahasiswa lebih rendah dibandingkan nilai pada kompetensi menulis lainnya. Kondisi ini sebagai dampak minimnya buku ajar menulis naskah ketoprak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan menulis naskah ketoprak sekaligus menyajikan validitas dan keefektifan produk penelitian. Penelitian ini mengembangkan buku pengayaan menulis naskah ketoprak dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran penemuan. Penelitian ini dicapai melalui teknik educational R & D adaptasi model Dick & Carey. Hasil penelitian disajikan dalam tiga hal. (1 Kajian lapangan menunjukan adanya kebutuhan lapangan terhadap buku pengayaan menulis naskah ketoprak yang mampu meningkatkan minat, kreatifitas, dan keterampilan menulis naskah ketoprak. (2 Penyusunan prototipe produk dikembangkan berdasarkan strategi aplikasi pembelajaran penemuan. (3 Produk penelitian memiliki validitas isi yang memuaskan. Produk terbukti efektif meningkatkan kompetensi menulis naskah ketoprak dengan t hitung (-91.622 dan taraf signifikansi (α 0.000. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan teoretis bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti lainnya.Field studies showed, students score of writing ketoprak script is lower than score at the other writing competence. This condition arises as a result of the lack of writing ketoprak script reference book. Therefore, this study aims to: develop the writing ketoprak scripts supplementary book while presents the validity and effectiveness of products. These research developed the writing ketoprak scripts supplementary book by applying the principles of discovery learning. Research is achieved through a method of educational R & D by Dick & Carey model. Results of the study are presented in three domains. (1 The field studies showed the needs of writing ketoprak script supplementary book were able to increase interest, creativity, and skill of

  15. PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA KONDISI CEKAMAN AIR DAN PEMBERIAN MIKOKOMPOS (Growth and Yield of Soybean (Glycine max (L) Merril) Under Water Stress Conditions and Mycocompost Application)

    OpenAIRE

    Buhaira, .; Soverda, Nerty; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Achnopa, Yudi

    2013-01-01

    Thi research was conducted to increase soybean tolerance to drought and soil fertility by applying compost and   arbuscular mycorhiza fungi. This system will create environmental friendly agriculture or agricultural system focusing on utilizing biological manure which can improve land productivity. Experiment was arranged in completely randomized design with two treatment factors and three replicated . First factor is type of compost, municipal waste compost , cow manure compost, chicken manu...

  16. Konsep Lima Kekuatan Porter untuk Membedah Kondisi Industri Rotan Indonesia (The Concept of Porter‘s Five Forces in Evaluating Indonesian Rattan Industry

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisman Sumardjani

    2011-05-01

    Full Text Available Rattan is one of non timber product forest which is very famous in Indonesia. Indonesia has 350 from  the total of 600 rattan species in the world.  Indonesia rattan potential is getting more significant when it is known that among 350 species, only 53 species have been traded in both local and international market. Recently, Indonesia rattan industry facing some serious conditions, such as decreasing raw rattan production, dropping export volume and value of rattan product, and popping out the  imitation rattan.  Improper policy of government, by closing and opening the export the half-finished product of rattan without comprehensive consideration and analyzing become active catalyst of falling down for Indonesia rattan industry. Whereas in “Porter’s Five Forces” concept which was written by Michael Porter (1980, it was stated that the material component is one of five industrial environmental conditions. This concept can be used to analyze industry and company strategy development for looking at market interest.  Based on this concept, Indonesia has potential advantage as world’s main rattan supplier, because rattan can not be found in other place, except a little one.  In application stage, there are some steps can be done to return the glory of rattan, namely: assuring the market of round-semi finished rattan product is opened widely, guarantying the rattan product which has strong competitive value through design development and production cost efficiency, and national campaign to increase the usage of rattan product.Keywords: rattan, raw material, supplier, Porter’s five forces, market

  17. Pengaruh Status Sosial dan Kondisi Ekonomi Keluarga terhadap Motivasi Bekerja bagi Remaja Awal (Usia 12-16 Tahun di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wijianto Wijianto

    2016-12-01

    Full Text Available In Ponorogo which is one of the districts in East Java, still have a high dropout rate. The dropout rate or children who do not continue their education to a higher level is mainly due to socio-economic status of the child. Children who do not attend school to higher levels experienced by many children completing elementary school, where the child has stepped on early teens (aged 12-16 years who do not attend school. The preferring to work to help the economy of parents who are still below the poverty line. Children who stepped on early teens is more work in the agricultural sector and the building became a construction worker. Not a few of the young women who choose to take urbanization into town and become housemaid. The result showed that there was no significant effect of social status on work motivation early teens in Ponorogo. The influence of social status variables on work motivation is small, making it less contributed to the high-low work ethic early teens in Ponorogo. This means that the socio-economic conditions of the early teens in Ponorogo not significantly affect the work motivation early teens in Ponorogo. The second discovery was no significant effect of economic conditions on work motivation early teens in Ponorogo. This means that their economic condition is not good to have an impact on work motivation early teens in Ponorogo.

  18. ¬MPPT Pada Sistem PV Menggunakan Algoritma Firefly dan Modified P&O dengan Konverter Hybrid Cuk terkoneksi ke Grid Satu Phasa di Bawah Kondisi Partial Shaded

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhuhari Chalis Bani

    2017-01-01

    Full Text Available Abstrak— Photovoltaic (PV merupakan sumber energi terbarukan yang paling banyak dijumpai di alam serta merupakn energi alternatif yang sangat pesat perkembangannya. Untuk mengahasilkan daya, sebuah PV dipengaruhi sebuah nilai intensitas cahaya matahari yang mengenainya. Sebuah sistem PV membutuhkan sebuah kontrol yang bertujuan untuk meningkatkan efisien daya PV tersebut. Kontrol ini adalah Maximum Power Point Tracking (MPPT yang dapat mengoptimalkan daya yang dihasilkan oleh PV.  Sebuah PV hanya menghasilkan nilai tegangan yang rendah, untuk itu perlu menggunakan koverter DC-DC step up untuk menaikan rasio tegangan DC tadi. Untuk mengoptimalkan sistem ini, diperlukan sebuah konverter yang efisien dan dapat menghasilkan rasio konversi tegangan yang tinggi. Pada penelitian menggunakan firefly algoritm (FFA dan modified perturb and observe (P&O sebagai MPPT untuk mendapatkan nilai daya optimal pada keluaran PV.  Konverter DC-DC yang digunakan adalah hybrid cuk converter boost mode yang memiliki rasio tegangan yang tinggi. Dari DC-link kemudian masuk ke inverter (VSI yang diinterkoneksi dengan grid menggunakan current control. Hasil analisis simulasi menunjukan bahwa FFA dan P&O mampu menghasilkan daya PV yang optimum dengan riak yang kecil dan konverter hybrid cuk converter boost mode dapat menghasilkan rasio tegangan yang lebih besar dibandingkan konverter cuk biasa.   Kata Kunci — PV, MPPT FFA, MPPT P&O, Hybrid Cuk Converter, DC-Link, Inverter Grid Connected

  19. Hubungan Karakteristik, Personal Hygine Ibu, dan Kondisi Sanitasi Jamban Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat Kabupaten asahan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Saragi, Muhammad Sutan Reza

    2016-01-01

    Diarrhea is one kind of disease that still become a health problem in Indonesia. Its prevalence and mortality rate are still high, especially among the children under five years. The incidence among the children under five years old in Sei Dua village in 2011 was 179 cases. The poverty, lack of personal hygiene and environment are factors for diarrhea among children under five years. This study aims to determine the relationship between characteristics, personal hygine, latrines and sanita...

  20. Desain Pengisian Optimal Kendaraan Listrik Berdasarkan Kebutuhan Daya Grid dan Kondisi Grid pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Menggunakan Kontroler Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Onang Surya Nugroho

    2017-01-01

    Full Text Available Electric vehicles has become one of alternatives in addressing energy crisis in the field of transportation. Increasing the number of electric vehicles that are not accompanied by a proper charging station management would give negative impact either to the distribution system on the network such as voltage fluctuation, voltage drop, voltage stress, lack of continuity of the power system, and even cause the blackout. Energy management design is needed for electric vehicles charging stations to obtain optimal power flow model between charging station and grid. This research will be designed an analysis and design of optimal charging by considering estimated power flow between charging station with the grid and load conditions on the grid (off-peak / peak using fuzzy logic controller. This charging management uses the concept vehicle to vehicle (V2V, vehicle to grid (V2G, and the grid to vehicle (G2V which adjust by charging index and charging rate results from rule fuzzy scoring result. The simulation results show that the fuzzy-based system can flatten the load curve peak of electric vehicle, reducing the impact of peak load to the grid, and can provide cost advantages in the form of cost saving.

  1. Pengembangan Ekonomi Lokal di Kawasan Perikanan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nelayan Nambangan Kedung Cowek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Firmantyo Pramono

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah nambangan memiliki prosentase 40% sebagai nelayan menggantungkan dengan kondisi pesisir, mengindikasikan bahwa wilayah nambangan memiliki potensi pesisir yang cukup besar. Namun masih mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan seperti SDA, SDM, Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, dan teknologi di kawasan pesisir Nambangan Kedung Cowek. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi lokal wilayah nambangan berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis pertama penentuan faktor kurang berkembangnya ekonomi lokal menggunakan teknik delphi, selanjutnya menentukan preferensi masyarakat dan faktor prioritas menggunakan teknik servqual. Melalui metode servqual ditemukan banyak faktor prioritas yang harus dikembangkan yaitu SDA, SDM , Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, Teknologi, dan Pemasaran. Selanjutnya menentukan arahan pengembangan ekonomi lokal beradasakan faktor prioritas menggunakan teknik triangulasi berdasarkan tujuh faktor priortas dengan menggabungkan studi literatur, studi kasus wilayah lain dan temuan fakta emipiri di lapangan. Hasil akhir berupa peningkatan prasarana sarana berupa penataan lingkungan sempadan pantai, pengelolahan limbah, peningkatan sumberdaya manusia berupa pelatihan mutu pendidikan dan wawasan ekonomi. Selanjutnya peningkatan upaya pemasaran dengan membangun mina store dan peningkatan fasilitas alat tangkap.

  2. MEMPREDIKSI POLA PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM RUMAH TROPIS LEMBAB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANALOGI ELEKTRIK SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sangkertadi Sangkertadi

    2002-01-01

    Full Text Available This study concern in the application of a simplified heat transfer model for simulation of thermal behaviour of tropical buildings. The model is to be integrated to a transient simulation program TRNSYS. The objective of this study is to predict the variable of indoor air temperature due to outdoors environmental climatic. The first case is about the comparison of the model with other model from ASHRAE (i.e. Transfer Function Method. The second case is the application of the model for a thermal simulation of a 7-zones typical tropical house. The simulation results (indoor air temperature and surfaces temperature are to be then compared to the results from field measurement. The comparison shows that there is similarity between those two approaches. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini diarahkan pada validasi dan penggunaan suatu model perhitungan perpindahan panas sederhana satu dimensi untuk memprediksi perubahan suhu udara dalam ruang rumah beriklim tropis lembab. Model tersebut adalah model analogi elektrik yang dapat dipakai untuk membuat simulasi perpindahan panas pada kondisi tak-stedi.Pada penerapan di kasus pertama, hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap perhitungan dengan model lainnya yaitu model TFM (Transfer Function Method dari ASHRAE (American Society of Heating, Referigerating and Air conditioning Engineers. Pada penerapan di kasus kedua, dilakukan pembandingan terhadap hasil pengukuran pada kasus rumah tinggal 7 zona. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan dengan model sederhana tersebut dibandingkan terhadap hasil perhitungan dengan model TFM maupun terhadap hasil pengukuran di lapangan.

  3. POTENSI KONTRIBUSI SEKTOR KEHUTANAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN NASIONAL MELALUI PENGEMBANGAN AGROFORESTRY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tigor Butarbutar

    2016-11-01

    Full Text Available Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang pangan menyebutkan tujan ketahanan pangan  sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman dan terjangkau. Resesi ekonomi global yang masih akan terjadi beberapa tahun kedepan akan menyebabkan menurunnya pertumbuhan ekonomi karena sulitnya mendapatkan dana dalam menjalankan sektor riil.  Kelangkaan  lapangan kerja dan pertambahan penduduk menyebabkan sulitnya  masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama  pangan. Untuk antisipasi hal tersebut diperlukan kontribusi sektor kehutanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sektor kehutanan dapat berkontribusi terhadap pangan dengan mengembangkan potensi hutan yang terdapat di hutan alam, hutan tanaman, hutan lindung dan kawasan konservasi. Selain pemanfaatan dan pengembangan potensi yang ada juga perlu dipertimbangkan pemanfaatan areal hutan/kawasan sebagai areal pengembangan pangan terpadu. Pola agroforestri yang lebih berorientasi komoditi pangan dapat dikembangkan. Pengembangan agroforestri dapat dilakukan dengan model silvopastur serta harus mempertimbangkan kesesuaian jenis, ekonomi dan kebijakan. Tujuan dari pengembangan model agroforestry ini adalah untuk pemanfaatan kawasan hutan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar hutan khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

  4. ANALISIS VEGETASI DAN VISUALISASI STRUKTUR VEGETASI HUTAN KOTA BARUGA, KOTA KENDARI Vegetation Analysis and Visualization of vegetation Structure Baruga Urban Forest, Kendari City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkarnain Zulkarnain

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, struktur dan tingkat keragaman vegetasi di Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Data dianalisis untuk memperoleh Indeks Nilai Penting (INP dan Index Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'. Software Sexi-FS digunakan untuk mendapatkan visualisasi distribusi vegetasi dan stratifikasi lapisan tajuk yang menyerupai kondisi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi vegetasi disusun oleh 76 spesies yang terkelompok dalam 29 famili dengan jumlah total 8.296 individu untuk semua spesies. Alstonia macrophylla, Gironniera subaequalis dan Nephelium lappaceum adalah spesies yang mendominasi komunitas vegetasi. Distribusi vegetasi menunjukkan pola distribusi mengelompok, dengan stratifikasi terdiri 4 lapisan tajuk, yang menunjukkan bahwa lokasi-studi disusun oleh lapisan tajuk yang relatif lengkap. Indeks keragaman tergolong tinggi, dengan nilai lebih dari 3 pada tingkat pertumbuhan pohon, tiang dan pancang, kecuali pada tingkat semai dengan H'= 2,89. Hasil ini menunjukkan bahwa ketahanan ekosistem hutan cukup baik. Kata Kunci : Komposisi vegetasi, Keanekaragaman, Struktur vegetasi, Hutan Kota.

  5. APLIKASI JARINGAN KOMUNIKASI ROBOT MULTIHOP TERDISTRIBUSI PADA LINGKUNGAN STATIS TERBATAS: IMPLEMENTASI, SIMULASI DAN ANALISIS PADA KASUS ROBOT LEGO MINDSTORM NXT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Jatmiko

    2012-05-01

    Full Text Available Paper ini akan membahas tahap awal (prototipe pengembangan jaringan komunikasi-robot multihop terdistribusi, yaitu suatu aplikasi yang diharapkan dapat dimanfaatkan pada lingkungan yang minim infrastruktur dan fasilitas komunikasi. Pada bagian awal paper disebutkan kondisi yang dapat menerapkan aplikasi jaringan komunikasi multihop ini, yaitu pada daerah bencana alam yang mengalami kerusakan sarana komunikasi, pada daerah terpencil karena faktor alam yang sulit untuk diadakan fasilitas komunikasi, ataupun daerah berbahaya untuk didatangi manusia ataupun kawasan konflik dan peperangan. Salah satu karakteristik yang diharapkan dari aplikasi ini adalah proses penyebaran informasi secara cepat dan mudah, bahkan walaupun tidak tersedia infrastruktur memadai sebelumnya. Selain itu, sistem ini bersifat terdistribusi sehingga diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan, baik saat diimplementasikan maupun kinerja di lapangan nantinya. Paper ini kemudian membahas pengembangan algoritma penyelesaian masalah, yang dilanjutkan dengan verifikasi dan analisis pada level simulasi perangkat lunak. Selanjutkan, algoritma ini diterapkan pada level simulasi perangkat keras dengan menggunakan modul robot Lego Mindstorm NXT. Untuk penyederhanaan masalah, pada tahap ini lingkungan yang digunakan masih bersifat statis dan terbatas sebagai salah satu asumsi.

  6. Potensi Bencana Geologi Pada Penambangan Emas dan Lempung di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2015-04-01

    Full Text Available Desa Cihonje di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, memiliki sumber daya mineral seperti emas dan tanah liat kaolin. Kedua mineral ini telah dilakukaneksploitasi oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan sumber daya ini telah memberikan kemakmuran bagi warga setempat. Namun, upaya pertambangan tidak dalam kondisi baik dan masih belum berlisensi. Penggalian emas dan tanah liat di sekitar area perumahan telah membawa dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap keselamatan para penambang dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini pada potensi bencana yang mungkin menjadi ancaman bagi masyarakat setempat dilakukan dengan pengamatan langsung. observasi lapangan ini dilakukan dengan memetakan lokasi operasi pertambangan, perubahan lingkungan dilakukan deskripsi, mengambil gambar dan wawancara dengan penduduk dan para penambang. pertambangan emas primer mengambil urat mineral dengan membuat sumur vertikal dan horizontal. sumur ini sangat dalam dan mencapai puluhan meter. Hal ini telah mengancam keselamatan para penambang, mengganggu penggunaan lahan sebagai daerah pertanian, yang mempengaruhi ketersediaan sumber air tanah, menyebabkan tanah longsor dan mencemari sumber air sungai. pertambangan emas sekunder pada deposito aluvial di tepi sungai telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian, erosi sungai dan pencemaran air. Pertambangan tanah liat telah menyebabkan perubahan dalam pengaturan lingkungan dan potensi longsor.

  7. Analisa Ketelitian Orthorektifikasi Citra Pleiades untuk Pembuatan Peta Rencana Detail Tata Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meika Sumarsono

    2017-01-01

    Full Text Available Surabaya merupakan salah satu kota besar yang mempunyai banyak penduduk sehingga perlu adanya pengembangan RTH yang cukup dalam suatu wilayah agar kondisi lingkungan tetap nyaman salah satunya dengan pembuatan peta RDTR RTH menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Namun citra satelit resolusi tinggi perlu dikoreksi secara geometrik dengan orthorektifikasi untuk memposisikan kembali citra sesuai lokasi sebenarnya karena pada saat peliputan data terjadi pergeseran posisi. Penelitian ini mengkaji ketelitian orthorektifikasi citra Pleiades 1A dengan menggunakan metode RPC sebagai peta dasar untuk rekomendasi dalam pembuatan peta RDTR RTH di wilayah Surabaya bagian pusat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu citra Pleiades 1A dengan resolusi spasial 0,5 m pankromatik dan 2 m multispektral, DEM ALOS PALSAR dengan ketelitian 12,5 m, Ground Control Point (GCP hasil dari pengukuran di lapangan. Ketelitian geometrik menggunakan metode RPC di mana metode ini menggunakan informasi parameter orientasi dalam yang terdapat di metadata serta dibantu dengan titik kontrol tanah dan DEM. Hasil proses orthorektifikasi dengan menggunakan 8 titik GCP berupa RMSE sebesar 0,36 piksel dan 0,18 m yang memenuhi syarat untuk pembuatan peta dasar skala 1:5000. Hasil orthorektifikasi ini diuji dengan cara tumpang tindih (overlay terhadap peta skala 1:25.000.

  8. PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, SIKAP, DAN HASIL BELAJAR IPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Ngafifi

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1 Aktivitas Belajar Siswa, (2 Sikap Siswa, dan (3 Hasil Belajar IPS siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Sukoharjo, Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK yang terlaksana dalam dua siklus dengan menggunakan desain Kemmis & Taggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1 Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa; pada akhir siklus I dengan rata-rata 67,84 menjadi 81,20 pada akhir siklus II. (2 Ada peningkatan nilai sikap siswa. Rata-rata nilai sikap siswa pada akhir siklus I 77,20 menjadi 84,49 pada akhir siklus II. (3 Terjadi Peningkatan hasil belajar dari kondisi awal dengan nilai rata-rata 65,58, pada akhir siklus I menjadi 79,10, dan pada akhir siklus II menjadi 85,90.Kata Kunci: model Think Pair Share, media pembelajaran, hasil belajar

  9. POPULASI BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PULAU BULANG BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Notowinarto Notowinarto

    2015-11-01

    Full Text Available Sepanjang pesisir pantai pada perairan di kawasan Kecamatan Bulang Kota Batam sebagai lokasi penelitian dengan banyak dijumpai pemukiman penduduk dan industri galangan kapal (Shipyard serta banyak mengeluarkan limbah yang langsung dibuang keperairan terbuka. Sampai saat ini masih minim informasi tentang populasi bakteri heterotrof, sehingga di perlukan pengkajian secara biologi perairan yakni bagaimana populasi bakteri Heterotrof di perairan Pulau Bulang Batam. Tujuan mengetahui estimasi total bakteri umum dan virus (TBU;TBV serta hubungan antara padatan populasi bakteri dengan kondisi in-situ kualitas antar perairan yang berbeda. Penelitian bersifat lapangan insitu dengan pengambilan sampling secara teknik purposive sampling dan ek-situ yakni sampel air segera di bawa ke Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Budidaya Laut. Analisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk mencari hubungan antara perkiraan populasi bakteri heterotrof dengan kondisi kualitas air antar lokasi sampling menggunakan pendekatan analisis sidik ragam (Ansira. Hasil sebagai berikut: a bahwa diperkiraan populasi bakteri heterotroph baik total bakteri umum (TBU maupun total bakteri virus (TBV yang nyata dengan kecenderungan (trend meningkat akibat adanya perubahan kualitas in-situ perairan, yakni pada lokasi Kuala Bulang 2 dan Selat Awa; b Kandungan nitrat memperlihatkan kisaran nilai yang tinggi berada di lokasi Selat Awa dan terendah terdapat pada stasiun Teluk Sepaku serta ammonium memperlihatkan nilai tertinggi pada stasiun Kuala Bulang Dua dan kandungan phospat kandungan tertinggi di stasiun Selat Awa, sehingga akan menimbulkan terjadinya peledakan populasi (blooming; dan c Hubungan korelasi antar stasiun pengamatan terhadap sebaran kepadatan total bakteri umum maupun vibrio (TBU/TBV tampaknya tidak nyata (non-signifikan. Walaupun tingkat hubungan (nilai r lebih dari 50%. Begitupula terhadap parameter kualitas air, hanya ada indikasi korelasi

  10. PENGENTASAN KEMISKINAN YANG KOMPREHENSIF DI BAGIAN WILAYAH TERLUAR INDONESIA - KASUS KABUPATEN NUNUKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA (Comprehensive Poverty Reduction in Indonesian Outermost Regions - Case Study of Nunukan Regency-North Kalimantan Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rum Giyarsih

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan salah satu kabupaten terluar di Indonesia. Kondisi pemilikan aset sumberdaya yang bervariasi antar kecamatan di Kabupaten Nunukan menyebabkan variasi kondisi kemiskinan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan dan merumuskan program pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan bervariasi antar kecamatan. Kondisi ini disebabkan oleh bervariasinya pemilikan aset sumberdaya antar kecamatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua pola pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Pola pengentasan kemiskinan yang dimaksud adalah pola pengentasan kemskinan untuk kelompok anak-anak berupa pendidikan ekstra kurikuler ekonomi kreatif produktif dan pola pengentasan kemiskinan untuk kelompok dewasa adalah program pelatihan, bantuan modal, pendampingan, monitoring, dan pemasaran hasil melalui wadah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM.   ABSTRACT Nunukan Regency, located in the North Borneo Province, is one of Indonesia's outer regions. The variation of resources ownership among districts inside Nunukan Regency causing different poverty level in this region. This study aims to determine the poverty condition in Nunukan Regency and to formulate a comprehensive poverty reduction program in this regency. The method used in this study is based on survey method, consists of data collection from field observations, in-depth interviews, and focus group discussions. Data processing and analysis were analyzed using descriptive-qualitative analysis. The results showed that there

  11. PENGELOLAAN SUNGAI BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI DAERAH LERENG SELATAN GUNUNGAPI MERAPI (River Management Based on Local Community in the Southern Slope of Marapi Volcano

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmakusuma Darmanto

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Dalam kehidupan manusia, ternyata ada hubungan yang saling terkait antara manusia dengan sungai. Manusia memerlukan sungai untuk mendukung keperluan dan aktivitasnya, sebaliknya keberadaan sungai juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Dalam memanfaatkan dan memelihara sungai tidak terlepas dari pemanfaatan air di dalam sungai dan alur sungainya. Dalam memgelola sungai tidak terpisahkan antara pengelolaan air sungai dan alur sungainya. Hal tersebut juga tergantung dari karakteristik sungai dan kondisi sosial budaya masyarakat. Penelitian yang dilakukan di lereng selatan Gunungapi Merapi dengan cara survei di lapangan. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat. Selanjutnya dikuti dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Sungai sungai besar di daerah penelitian telah dikelola oleh pemerintah, sedangkan masyarakat lebih berperan kepada pemanfaatan dan pemeliharaan sungai kecil. Berbagai penggunaan dilakukan terhadap sungai-sungai kecil, untuk keperluan rumah tangga, irigasi dan perikanan. Teknik pengambilan dan pemanfaatan air dilakukan dengan cara sederhana dengan beaya yang relatif murah, tetapi tetap mengedepankan azas kebersamaan dan keadilan. Pemeliharaan terhadap alur sungai terhadap kerusakkan lingkungan dilakukan berdasarkan atas kesadaran untuk keberlangsungan lingkungan dengan yang dilakukan secara perorangan dan berkelompok. Dalam pemeliharaan dikedepankan asas kegotongroyongan tanpa mengabaikan budaya masyarakat setempat. ABSTRACT In human life, there was a relationship between human activities with rivers. Humans need rivers to support their need and their activities; otherwise the existence of rivers can also be affected by human activities. The management of river cannot be separated from managing water in the river and its channels. It also depends on rivers characteristics as well as social and culture of the community. This research was conducted in the southern slopes of

  12. IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN PESISIR BARAT-LAMPUNG DAN KABUPATEN TEBO-JAMBI (Implementation of Community Timber Plantation in Pesisir Barat District-Lampung and Tebo District-Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sanudin Sanudin

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan hutan dengan didasari oleh prinsip-prinsip pengelolaan hutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi HTR pada koperasi yang mendapatkan Pinjaman Dana Bergulir (PDB dari Pusat Pembiyaan Pembangunan Hutan (PPPH. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 – Januari 2015 di KLL, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan KMB, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Data primer seperti pengelolaan HTR, kinerja PDB, dan permasalahan yang dihadapi dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola koperasi, pejabat di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP, Dinas Kehutanan Kabupaten/Provinsi, petani dan melalui pengamatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program HTR masih rendah akibat kurang maksimalnya kegiatan sosialisasi. Hal ini menyebabkan konflik dalam implementasi HTR. Berdasarkan kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi, tingkat keberhasilan implementasi HTR di KLL sangat tergantung kepada kesungguhan pihak koperasi dalam melakukan teknik silvikultur dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sementara implementasi HTR di KMB dari sisi silvikultur sudah cukup baik namun perlu pendekatan persuasif dalam penanganan masalah sosial. Sifat dari PDB adalah untuk memperkuat modal, oleh karena itu koperasi HTR harus mencari sumber permodalan lainnya baik lembaga keuangan maupun pihak swasta lainnya.   ABSTRACT Development of Community Timber Plantation (HTR is government effort to increase participation and responsibility of community around the forest on forest management based on management production forest. This study aimed is to know HTR implementation of cooperative which get revolving fund scheme (PDB-HTR from Forest Development

  13. Identifikasi dan Tingkat Penerapan Inovasi Teknologi Padi Sawah di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafruddin Syafruddin

    2016-07-01

    Full Text Available Pencapaian tingkat swasembada dan ketahanan pangan khususnya beras tidak terlepas dari beberapa dukungan seperti sumberdaya alam dan penerapan inovasi teknologi. Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu wilayah penghasil beras yang cukup besar di Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru produksi beras Nasional di Indonesia. Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini, sebagai daerah penyangga beras terbesar di Sulawesi Tengah. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk : 1. Mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tingkat penerapan inovasi teknologi pertanian di Kabupaten Parigi Moutong dan 2. Menetapkan arahan dan alternatif teknologi yang potensial untuk pengembangan lahan di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua tahap yaitu tahap 1 Desk study dan 2. Penelitian Lapangan. Desk study dilakukan dengan cara penelusuran pustaka dan diskusi dengan stake holders lainnya. Untuk Penelitian lapangan dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan kondisi sosial ekonomi dan budaya serta pengamatan tingkat penerapan inovasi teknologi melalui pendekatan Partisifatif Rural Aprasial atau Pengenalan Desa Secara Partisifatif (PRA. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan Juni hingga bulan Juli 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi perluasan areal persawahan dan peningkatan luas tanam karena didukung oleh iklim dan irigasi yang cukup baik. Tingkat penerapan teknologi masih cukup rendah terutama penggunaan varietas unggul, benih unggul dan bermutu serta pemupukan. The achievement level of self-sufficiency and food security, particularly in rice production should be supported by natural resources and the application of technology innovation.  Parigi Moutong Regency is one of the largest rice producer areas in Central Sulawesi, which is expected to be a new growth source area of national rice production in Indonesia. Local government

  14. IJTIHAD HAKIM DALAM PENYELESAIAN PERKARA HARTA BERSAMA DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH (Analisis dengan Pendekatan Ushul Fiqh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursyid Mursyid

    2014-12-01

    Full Text Available Ketentuan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tentang harta bersama mengatur bahwa sebelum warisan dibagi kepada ahli waris, maka harta bersama antara suami dan istri dibagi dengan cara 50% bagi suami dan 50% istri. Namun bagaimana dengan praktik pembagian harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam penyelesaian perkara harta bersama di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh para apakah hakim hanya mendasarkan putusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam saja ataukah juga mempertimbangkan hukum Islam yang hidup dalam masyarakat Aceh. Hal inilah yang menjadi fokus kajian dari penelitian ini dengan arah utama pembahasan diarahkan pada dua pertanyaan pokok, yaitu Perkara apa saja yang ditangani oleh Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam kaitannya dengan harta bersama? Dan Bagaimana ijtihad hakim dalam penyelesaian perkara harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, apakah para hakim hanya mendasarkan putusannya pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam saja atau juga mempertimbangkan praktek pembagian harta bersama dalam masyarakat Aceh? Untuk membahas permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Untuk data lapangan, penulis lebih dominan menggunakan metode wawancara (indepth interview dan studi dokumentasi. Hasil Pembahasan menunjukkan bahwa Perkara harta bersama yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh pada tahun 2010 terdapat 4 perkara harta bersama dari 550 perkara secara umum. Pada tahun 2011 terdapat 5 perkara harta bersama dari 815 perkara secara umum dan pada tahun 2012 terdapat 10 perkara harta bersama dari 433 perkara secara umum. Adapun Ijtihad Hakim dalam penyelesaian perkara harta bersama pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh didasarkan pada pada pertimbangan ketentuan tentang harta bersama yang diatur dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974

  15. STUDI PENGARUH JUMLAH PENGUNJUNG TERHADAP KEANEKAAN JENIS DAN KEMELIMPAHAN BURUNG DI KAWASAN WISATA ALAM KOPENG (Study on Effect of Visitor Number to The Species Variety and The Abundance of Birds in Kopeng Natural Tourism Area

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Nur Utami

    2007-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian yang dilakukan di Kawasan Wisata Alam (KWA Kopeng ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pengunjung terhadap keanekaan jenis dan kemelimpahan burung di KWA Kopeng; mengetahui keanekaan jenis dan kemelimpahan burungterhadap tingkat kepuasan pengunjung; serta untuk memberikan arahan pengelolaan pengunjung berdasarkan hasil penelitian. Pengamatan burung dan pengunjung dilakukan dengan metode point count. Titik pengamatan dipilih secara representatif menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan peta kawasan hutan wisata dan pengecekan lapangan dilakukan pembagian lokasi titik pengamatan sebanyak 21 titik. Titik pengamatan berbentuk lingkaran dengan radius 20 m, kemudian titik-titik pengamatan yang telah terpilih dipetakan dan didokumentasikan untuk memudahkan pengamatan pada periode berikutnya. Waktu pengamatan adalah selama dua (kali hari Minggu. Hari Minggu dipilih atas pertimbangan kemudahan perjumpaan dengan pengunjung. Selain dilakukan pengukuran terhadap variabel-variabel terpilih (dalam rangka memperoleh data primer, juga dilakukan pengumpulan data sekunder yang meliputi data kondisi umum lapangan dan sistem pengelolaan kawasan. Data primer yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model regresi linier sederhana dan korelasi peringkat Spearman, masing-masing untuk mengetahui pengaruh jumlah pengunjung (variable bebas terhadap keanekaan jenis burung dan jumlah kemelimpahan burung (variabel-variabel bergantung; dan untuk mengetahui korelasi antara variabel keanekaan jenis burung maupun variabel kemelimpahan burung dengan variabel kepuasan pengunjung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah pengunjung tidak berpengaruh nyata terhadap keanekaan jenis dan kemelimpahan burung di Kawasan Wisata Alam Kopeng; terdapat korelasi yang negatif antara keanekaan jenis dan kemelimpahan burung dengan tingkat kepuasan pengunjung.   ABSTRACT The aims of this research were to know the effect of the

  16. KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN JENIS VEGETASI MANGROVE DAN KEDALAMAN TANAH BERBEDA SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS UNTUK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2011-04-01

    Full Text Available Kondisi lahan mangrove sangat ekstrem, sehingga vegetasi yang tumbuh merupakan vegetasi yang telah beradaptasi dan berevolusi dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah di bawah tegakan vegetasi mangrove dan kedalaman tanah berbeda yang dapat dijadikan indikator biologis untuk memprediksi karakteristik tanah untuk budidaya tambak. Pengukuran dan pengambilan contoh tanah dilakukan di bawah tegakan paku laut (Acrostichum aureum, bakau (Rhizophora apiculata, api-api (Avicennia alba, dan nipah (Nypa fruticans masing-masing pada kedalaman tanah 0-0,25 m dan 0,50-0,75 m di hutan mangrove Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kualitas tanah yang diukur langsung di lapangan adalah pHF, pHFOX, dan potensial redoks, sedangkan yang dianalisis di laboratorium adalah kandungan air, pHKCl, pHOX, SP, SKCl, SPOS, TPA, TAA, TSA, pirit, karbon organik, N-total, PO4, Fe, Al, tekstur, dan nilai n. Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar vegetasi mangrove pada kedalaman yang sama, sedangkan Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas tanah antar kedalaman pada vegetasi mangrove yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan bakau, api-api, nipah, dan paku laut yang tumbuh pada tanah sulfat masam Kabupaten Mamuju diklasifikasikan sebagai Sulfaquent dan Sulfihemits untuk kategori Kelompok Besar. pHF tanah pada vegetasi dan kedalaman tanah yang berbeda relatif sama, tetapi peubah kemasaman tanah lainnya menunjukkan bahwa tanah vegetasi paku laut memiliki potensi kemasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Kesuburan dan sifat fisik tanah vegetasi paku laut lebih mendukung untuk lahan budidaya tambak daripada vegetasi lainnya (bakau, api-api, nipah. Kualitas tanah pada setiap vegetasi relatif sama pada kedua kedalaman, kecuali tanah vegetasi paku laut dan api-api yang memiliki pH dan kandungan PO4 yang

  17. PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN DAS WAY SEPUTIH HULU LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN MODEL TATA AIR (Landuse Planning for Way Seputih Watershed at Central Lampung by Water Management Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Amin

    2008-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Das Way Seputih Hulu merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Larnpung Tengah, merniliki luas 175,28 km2. Kejadian banjir di Desa Segalarninder hilir Way Seputih Hulu terjadi setiap datang musim penghujan. Hasil penelitian bempa software program tata-air.exe, konsep dasar rnodel menggunakan neraca air (waterbalance yang dibuat dengart program delphi versi 7. Hasil uji t-tes antara tebal aliran model simulasi dengan pengukuran lapangan menunjukkan nilai t-hitung (0,14 lebih besar dari t-tabel (2,51, sehingga dikatakan model dapat digunakan untuk melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Hasil simulasi program tata-air.exe menunjukkan bahwa keseluruhan alternatif untuk eksperimentasi model menghasilkan nilai rasio tebal aliran di bawah angka 30. Kondisi rasio tebal aliran air Way Seputih Hulu memiliki nilai berkisar antara 2,84 sanrpai 3,40, sehingga dapat dikatakan dalam kondisi masih wajar bahkan dapat dikatakan mempunvai nilai yang cukup bagus. Alternatif penggunaan lahan yang mengarah kepada bentuk lahan kebun campuran akan memberikan nilai rasio paling kecil dan menghasilkan produksi air yang kecil pula.   ABSTRACT  Watersheed of Way Seputih Upstream represent river which located in Kabupaten Lampung Tengah, oing wide of 175,28 km2. Occurence of floods in Countryside of Segalaminder go downstream Way Seputih Upstream happened in every coming rain season. Result of the research namely tata-air.exe, base concept of modeling uses water balance was made by using Delphi 7th version. Result of t-test value between modeled discharge flow and field measurement result shows t-counting value (0.14 higher than t-table (2.51, hence the model is can be used for simulating various landuse alternative. The simulation result using tata-air.exe shows that entire alternatives for model experimentation resulted discharge ratio value was under 30. Condition of Way Seputih Hulu River discharge was in the range between 2.84 until 3

  18. PERAN GANDA PEREMPUAN PEMETIK TEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Kusumawati

    2013-04-01

    Full Text Available Tingkat sosial ekonomi keluarga yang rendah membuat perempuan memiliki peran ganda. Terbatasnya lapangan kerja di pedesaan, ketrampilan yang terbatas dan pendidikan yang rendah menjadikan pemetik teh sebagai pilihan pekerjaan para perempuan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana pembagian waktu perempuan pemetik teh sebagai efek dari beban ganda dan bagaimana kondisi sosial ekonominya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di desa Keteleng, Batang yang berlokasi di dekat perkebunan teh PT Pagilaran dimana  banyak perempuan desa ini yang menjadi pemetik teh. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan dalam pengambilan data. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis data dilakukan dengan analisis interpretatif. Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan dengan peran ganda, memiliki waktu domestik dan waktu publik yang berdampak dalam kehidupannya. Hal ini berpengaruh pada kondisi sosial, dimana perempuan pemetik teh tetap memiliki interaksi sosial yang baik dengan keluarga, bahkan memperluas pergaulan dengan masyarakat. Dari segi ekonomi, profesi sebagai perempuan pemetik teh tidak menaikkan kesejahteraan secara signifikan karena rendahnya upah yang diterima. Namun dengan kemandirian ekonominya, perempuan ini memiliki peran yang aktif dalam pengambilan keputusan di keluarga. Tuntutan sosial ekonomi yang dibebankan kepada perempuan ini juga mendorong masyarakat untuk tidak bertindak diskriminatif. Levels of low socioeconomic families lead women to have double roles. Limited employment opportunities in rural areas, limited skills and low education make tea picking as the most possible work for women. The objective of this study is to describe the time division of women tea pickers and their social and economic conditions. The study used a qualitative approach and specifically phenomenology. The study site is in the village Keteleng, Batang

  19. KOMPOSISI JENIS DAN FUNGSI PEKARANGAN (Studi kasus desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, DI Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Junaidah Junaidah

    2017-02-01

    Full Text Available Homegarden is one form of agroforestry complex which has a diverse structure and species composition. This research is aimed to (1 Determine the composition on 3 (three levels development of homegarden, (2 Determine the function of crops on 3 (three levels development of homegarden.  The sample location was done purposively based on the availability of data and information obtained in the field.  The number of homegarden which will be observed is 12 piece who representing 3 (three levels development of homegarden, namely early homegarden, intermediate homegarden and advanced homegarden. Observations and measurements of vegetation used census (100% on the entire plot. The results showed each level  development of homegarden have different  structure and composition of species. More advanced the level development of  homegarden, the number of woody plants increased while the number of crops decreased. This condition causes changes in the environmental conditions at under the stand. The function of homegardenat Giripurwo village is as a source of food, timber, trade commodities, spices, medicine, social, craft materials and ornamental plants. Pekarangan salah satu bentuk agroforestri komplek dimana memiliki struktur dan komposisi jenis yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk (1 Mengetahui komposisi jenis pekarangan pada berbagai tingkat perkembangan, (2 Mengetahui  fungsi pekarangan pada berbagai tingkat perkembangan. Penentuan sampel lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan ketersediaan data dan informasi yang diperoleh di lapangan. Pekarangan yang diamati berjumlah 12 buah yang mewakili 3 tingkat perkembangan pekarangan, yaitu: pekarangan awal, pekarangan menengah dan pekarangan lanjut. Pengamatan dan pengukuran vegetasi secara sensus (100 % pada seluruh plot ukur. Hasil penelitian menunjukkan struktur dan komposisi pada tiap tingkat perkembangan pekarangan berbeda. Semakin lanjut tingkat perkembangan pekarangan

  20. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPASIAL Land Suitability Assessment Of Corn (Zea mays L. Using Spasial Analysis Method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruslan Wirosoedarmo

    2012-05-01

    Full Text Available Land suitability assessment was needed to plan productive and sustainable land use. The aim of this research was to de- liver an informative data about land suitability of corn using spatial analysis model. The research was conducted from July 2007 to January 2008, located in Blitar district. The land survey and analysis covered several parameters needed for suitability assessment for corn such as temperature, rainfall, soil drainage, soil texture, pH, effective depth of soil, organic- C, soil content, Cation Exchange Capacity of clay, slope, altitude, and erosion endangered. The land suitability classes were classified into four classes, those were very suitable, suitable, marginally suitable, and not suitable. The data were finally analyzed using Map Calculator in Arc View GIS Software.The results showed that there were three classes of land suitability for corn i.e. very suitable, suitable and marginally suitable which accounted for 85 %, 10 %, and 5 % of 150.96 hectare areas in Blitar. The suitable class mainly located in the northern of Blitar district, while the marginally suitable class mostly located in more than 1200 meters height above sea level covered 10, 117, and 52 hectares area of Wlingi, Gandusari, and Doko county area respectively. ABSTRAK Evaluasi kesesuaian lahan diperlukan untuk perencanaan penggunaan lahan yang produktif dan lestari. Tujuan peneli- tian adalah untuk menyajikan data dan informasi tentang evaluasi kesesuaian lahan bagi tanaman jagung menggunakan model analisa spasial. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2007 sampai bulan Januari 2008. Lokasi penelitian dilaksanakan di Blitar, Jawa Timur. Data yang diperlukan meliputi data spasial berupa peta kontur dan peta jenis tanah skala 1:25000 serta data atribut berupa data klimatologi wilayah dan hasil pengamatan lapangan terhadap sifat fisik, morfologi dan kimia tanah. Parameter kesesuaian untuk tanaman jagung yang ditetapkan meliputi temperatur, curah hujan

  1. ANALISA PERBANDINGAN ANOMALI GRAVITASI DENGAN PERSEBARAN INTRUSI AIR ASIN (STUDI KASUS JAKARTA 2006-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Litanya Octonovrilna

    2009-07-01

    Full Text Available Aplikasi pada bidang geofisika, berupa pengukuran gravitasi dilakukan di lapangan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan untuk mendeteksi perubahan kondisi bawah permukaan bumi. Dalam hal ini dilakukan pengukuran gravitasi di wilayah Jakarta untuk mendeteksi perubahan kondisi hidrologi Jakarta dalam kaitannya dengan fenomena intrusi air asin. Secara geografis daerah penelitian berada pada -6.35158 s.d -6.08655 LS dan 106.689 s.d. 106.955 BT. Pengolahan data gravitasi wilayah Jakarta dilakukan dalam 2 periode, yaitu periode I (September 2006 dan periode II (November–Desember 2007. Anomali gravitasi  tertinggi terdapat pada bagian pusat dan barat Jakarta ini mengindikasikan terjadinya fenomena subsidensi dan kekosongan massa akibat eksploitasi air tanah serta tekanan dari sejumlah gedung tinggi yang berpusat pada daerah tersebut. Anomali gravitasi terendah terdapat di bagian barat laut Jakarta yang bersesuaian konsentrasi nilai kepayauan tertinggi, mengindikasikan adanya intrusi air asin yang diakibatkan oleh adanya fenomena Conate Water yang menyusup  pada aquifer air tanah akibat eksplotasi air tanah berlebih. Hubungan pola aliran sungai dengan nilai kepayauan air, membuktikan adanya pengaruh sungai aquifer air tanah, namun dampaknya tidak terlalu berpengaruh terlebih pada aquifer dalam.   Gravity measurements are conducted in the field within a certain period in order to detect changes in the earth's surface conditions. We conducted gravity measurements in Jakarta to detect changes in hydrologic conditions in connection to salt water intrusion phenomena. The data processing performed in the two periods, the first period is September 2006 and the second one is November-December 2007. The highest gravity anomalies are in central and western parts of Jakarta. This implies the occurrence of mass subsidence and void due to the exploitation of ground water and the pressure from a number of high buildings based on the area. The lowest gravity

  2. PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR JASA PASCAKEBIJAKAN UPAH MINIMUM DI PROVINSI BANTEN (PERIODE TAHUN 2001–2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Findi Alexandi

    2014-09-01

    , investasi, dan PDRB memiliki pengaruh yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Kedua, hasil estimasi model sektor jasa menunjukan bahwa variabel UMK, konsumsi, investasi, dan PDRB memiliki pengaruh yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten diharapkan mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan kontribusi PDRB sektor pertanian dan sektor jasa, memperhitungkan tingkat upah, dan memerhatikan kondisi lapangan pekerjaan di sektor tersebut.Kata kunci: sektor pertanian,  tenaga kerja, upah minimum, PDRB, Banten

  3. ANALISIS PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH (The Analysis of Community Roles in Potable Water Management

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrani Syahrani

    2004-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Kondisi air sungai yang terpolusi karena penebangan hutan, penambangan, dan limbah domestik menyebabkan rendahnya kualitas air yang dikonsumsi masyarakat. Pada tahun l996 telah dibentuk Unit Pengelola Air (UPS-AB oleh komunitas di Kumpai Batu untuk membantu pengadaan air bagi masyarakat. Studi ini dilakukan untuk mengkaji kinerja UPS-AB melalui survai lapangan terhadap 160 rumah tangga. Variabel yang dikaji meliputi aktivitas UPS-AB. cara pengelolaannya dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan air. Data ini kemudian diproses dengan analisa deskriptif dan analisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi. Tingginya tingkat partisipasi ini disebabkan karena kebutuhan komunitas yang tinggi akan pelayanan air. Meskipun demikian masyarakat merasakan pentingnya peningkatan pengelolaaut air oleh UPS-AB khususnya dalam hal: peningkatan kualitas air. kontinuitas suplai. sistim pembayaran dan sistim pencatatan.   ABSTRACT Polluted river water due to destructed forest, mining and population settlement have created lower quality of up-stream water that households generally consume. Considering the scarcity of water, in 1996, Potable Water Management Unit (UPS-AB of Kumpai Batu was founded as community association to participate in the potable water preparation, development and maintenance. This study was conducted through a field survey on 160 households selected using random sampling method. The variable studied were the availability of UPS-AB, involvement indecision making, involvement in activity, involvement in evaluation and social economic condition of village community. Data were processed using descriptive an regression analysis. The result showed that availability of UPS-AB involvement in decision making, involvement in activities, involvement in evaluation and social-economic condition of village community positively affected community participation in potable water management.

  4. BAHASA DAN IDEOLOGI: MENGUNGKAP IDEOLOGI DAN KEKUASAAN SIMBOLIK DI BALIK PENGGUNAAN BAHASA (KAJIAN TEKS MEDIA MELALUI ANALISIS WACANA KRITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Su haryo

    2014-11-01

    Full Text Available Abstrak   Tulisan ini didasari sebuah anggapan bahwa bahasa tidak berada di ruang hampa sosial.Maka, bahasa pada dasarnya bukan hanya untaian kata yang hanya bersifat linguistik, tetapi bersifat sosial. Karenanya, bahasa dipahami sebagai tindakan sosial.Implikasinya, bahasa bukan hanya bermatra linguistik, tetapi juga bermatra sosial. Van Dijk menjadi salah satu model yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis wacana secara kritis. Penelitian analisis wacana kritis model van Dijk mempertimbangkan teks, konteks, kognisi sosial, dan analisis/konteks sosial. Untuk mengungkap hal itu, langkah yang dapat dilakukan adalah: mengungkap struktur makro (tematik, suprstruktur (skematik, dan struktur mikro yang terdiri atas semantik, sintaksis, stilitistik, dan retorika. Untuk mengungkap hal itu, di sini digunakan metode simak dan catat dengan menjadikan Suara Merdeka dan Kompassebagai sumber datanya. Hasilnya pertama,SM cenderung berideologi kasar, provokatif, dan konotatif/figuratif. Hal itu, tampak pada pilihan kata/kalimat  kata yang cenderung kasar, seperti mengancam,menyerang, memanggil paksa, menyeret, menembak.Sementara, harian K cenderung berideologi idealisme pers yang objektif, netral, dan berimbang. Kedua, dari dimensi kekuasaan (simbolik, harian SM cenderung menjadi “oposisi”  dan “oposan”sebagai pihak yang di-dominan-kan, sedang pihak pemerintah sebagai pihak yang “dimarginalkan”. Sementara, harian K menempatkan pihak yang dominan/marginal lebih didasarkan pada kondisi objektif di lapangan yang  berbasis data dan keterangan yang dari narasumber yang cenderung netral, seperti pengamat, warga, dan akademisi; tidak didasarkan pada keterangan yang cenderung subjektif, seperti dari para politisi.Ketiga, dari sisi analisis sosial dan kognisi sosial; SM lebih tampak sebagai cerminan tagline-nya yaitu lokal (yaitu “perekat komunitas Jawa Tengah”, sedangkan harian K lebih “mengabdi” pada rakyat seperti tampak pada

  5. COMPARISON OF RESORT SIGN SYSTEM BASED ON EFFECTIVENESS IN VISUAL COMMUNICATION DESIGN GOAL (Case Study: Kuta Beach Bali-Indonesia and Haeundae Beach Busan-Korea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Listia Natadjaja

    2005-01-01

    Full Text Available As we know there are many resorts in Indonesia especially in Bali. Each resort needs a sign system for information and safety. We need a field study from other countries to compare our sign system condition%2C so we can get some description of how to create an effective sign system and what we should do to make a better environment. This case study represents two famous beaches in two countries which are Kuta Beach in Bali–Indonesia and Haeundae Beach in Busan-Korea. Through a study of another sign system%2C hopefully we can create an effective sign system that meets the Visual Communication Design Goal. Each area has a unique character%2C so a sign system can be developed by looking at the environment and local culture to reach a global understanding. Abstract in Bahasa Indonesia : Seperti yang kita ketahui ada begitu banyak tempat rekreasi di Indonesia utamanya di Bali. Tiap-tiap tempat rekreasi memerlukan sistem tanda untuk informasi dan keselamatan. Diperlukan suatu studi lapangan untuk membandingkan kondisi sistem tanda antar negara%2C sehingga didapatkan beberapa gambaran bagaimana menciptakan suatu sistem tanda yang efektif dan apa yang perlu dilakukan untuk membuat lingkungan yang lebih baik. Studi kasus yang diambil mewakili dua tempat rekreasi yaitu pantai yang terkenal di masing-masing negara yaitu pantai Kuta Bali-Indonesia dan pantai Haeundae di Busan-Korea. Dengan mempelajari sistem tanda yang berbeda%2C diharapkan dapat diciptakan suatu sistem tanda yang efektif untuk mencapai tujuan desain komunikasi visual. Tiap-tiap lokasi memiliki karakter yang unik%2C jadi sistem tanda dapat dikembangkan dengan melihat lingkungan dan budaya lokal untuk mencapai pengertian secara global. resort%2C sign system%2C effective%2C visual communication design goal.

  6. Kualitas Air Tanah di Tiga Ibu Kota Kecamatan (Kutowinangun, Prembun dan Kutoarjo dan Kaitannya dengan Sanitasi Lingkungan Sekitar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Sudarmadji

    2016-12-01

    Full Text Available Air tanah masih merupakan sumber air untuk keperluan sehari-hari bagi penduduk perkotaan, lebih-lebih kota kecil pada umumnya. Sumber daya air menunjukkan gejala penurunan kualitas yang disebabkan oleh dampak berbagai macam kegiatan yang menghasilkan limbah dan sistem sanitasi lingkungan yang kurang baik. Daerah-daerah perkotaan yang terletak di dataran alluvial pantai dapat merupakan daerah yang rawan terhadap pencemaran air tanah. Tiga ibu kota kecamatan, yaitu Kutowinangun dan Prembun, Kabupaten Kebumen dan Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang terletak saling berdekatan diteliti untuk mengetahui kualitas air tanah yang merupakan sumber air domestik penduduknya dalam kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan serta persepsi masyarakat terhadap pencemaran sumber air tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan di lapangan wawancara dengan penduduk serta analisis laboratorium terhadap sampel air tanah yang diambil. Hasil analisis laboratorium menunjukkan gejala kualitas air di tiga kota tersebut sudah memperlihatkan gejala penurunan, walaupun belum sampai melampaui ambang batas baku mutu air Golongan B. Penurunan tersebut terlibat dengan tingginya kadar NO2, SO4, Cl, COD dan bakteri coli. Diperkirakan bahwa tingginya kadar zat tersebut terkait dengan masalah limbah yang dibuang, yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang masih belum baik. Kadar NO2 dan NO3 cenderung lebih tinggi di daerah pusat kota yang merupakan pusat aktivitas penduduk, dibandingkan dengan daerah pinggir kota. Limbah dari aktivitas kegiatan penduduk di pusat-pusat pelayanan umum, termasuk juga dari sarana transportasi di jalan raya dapat merupakan sumber pencemar air tanah. Bakteri coli pada umumnya tinggi di ketiga kota yang diteliti, melebihi 2400 MPN/100ml. Angka COD yang tinggi teramati didalam air tanah Kutowinangun dan Prembun, lebih dari 25% sampel di kedua kota ini memiliki COD diatas 10 mg/l, sedangkan di Kutoarjo relatif lebih rendah. Hal yang

  7. Tinggalan Perang Dunia II Dan Konseptualisasi Museum di Morotai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahruddin Mansyur

    2016-04-01

    Full Text Available Morotai Island is one of the locations which left many traces of World War II in Indonesia. This suggests that Morotai Island has a strategic geographical position for the two military forces involved at the time. In this context, the legacy of World War II in Morotai has important historical value to be preserved, one of them through the establishment of a museum. This study aimed to develop appropriate thematic concept for presentation of the museum. Literature study and field observations conducted to obtain data related to the historical and archaeological remains exist in the study area. The results of this study, obtained information about the actual condition of archaeological remains exist in Morotai, as well as the formulation of the concept of thematic presentation of the exhibition. Thus, early studies of this thematic concepts can provide the storyline, so as to give weight to the information of the existing archaeological remains in the Morotai. Pulau Morotai merupakan salah satu lokasi yang banyak meninggalkan jejak Perang Dunia II di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Morotai memiliki posisi geografis yang strategis bagi dua kekuatan militer yang terlibat saat itu. Dalam konteks inilah, peninggalan Perang Dunia II yang ada di Morotai memiliki nilai sejarah yang penting untuk dilestarikan, salah satunya melalui pendirian sebuah museum. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep tematik yang tepat bagi penyajian museum. Studi pustaka dan observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh data terkait dengan sejarah dan tinggalan arkeologi yang ada di lokasi penelitian. Hasil kajian ini, diperoleh informasi tentang kondisi aktual tinggalan arkeologi yang ada di Morotai, serta rumusan tentang konsep tematik penyajian pameran. Dengan demikian, studi awal konsep tematik ini dapat memberikan alur cerita atau storyline, sehingga mampu memberikan bobot informasi tinggalan arkeologi yang ada di Morotai.

  8. Dampak Transformasi Mata Pencaharian Terhadap Kondisi Ekonomi dan Sosial Masyarakat (Studi Kasus pada Usaha / Kegiatan Penambangan Mineral Logam Mangan di Wilayah IUP PT Bun Yan Hasanah di Desa Nian Kecamatan Miomafo Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanus Frengki Mbawo

    2014-08-01

    Full Text Available This research was conducted in the area of North Central Timor Government District of Central Miomafo Nian village on 18 November 2013 to 18 May 2014 This study examines the impact of the transformation of the livelihood and economic and social conditions (Case Study On Business / Manganese Mineral Mining Activities Region Iup PT. Bun Yan Hasanah in Nian village Miomafo District of Central North Central Timor. With the aim to determine the impact of the transformation of the livelihood  and  economic  and  social  conditions,  the  type  of  research  used  is descriptive analytical approach using ex post facto that the data collected after the incident  took place.  With each  study variable,  namely  (1 changes  in the orientation of the public about livelihood, (2 economic conditions, (3 social conditions. The sampling technique was conducted by distributing questionnaires and direct interviews or questionnaires to 20 respondents who are involved actively in mining activities. Data were collected and analyzed by using AHP method. Results and discussion illustrate that the impact on the livelihood transformation of economic conditions  showed  the  highest  value  of  67%  and  is  followed  by  changes  in  the livelihood of 25% and 8% of social conditions. The fact indicates that the level 1 criteria matiks that economic criteria with sub-criteria fulfillment necessities of life ie 27% priority to the welfare of society villagers Nian District of Central Miomafo TTU.

  9. PERAMALAN BEBAN JANGKA PENDEK PADA HARI LIBUR DI BALI MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED REGRESSION NEURAL NETWORK (GRNN)

    OpenAIRE

    Juniar Doan Wihardono; Agus Dharma; I Made Mataram

    2016-01-01

    Peramalan beban merupakan suatu kegiatan untuk memperkirakan kondisi beban pada hari yang akan datang. Kondisi beban pada saat hari libur merupakan suatu fenomena yang sangat menarik untuk diketahui. Fenomena ini terjadi di Bali yaitu pada saat hari Raya Nyepi. Karena, kondisi beban pada hari Raya Nyepi akan mengalami penurunan yang sangat drastis. Kondisi tersebut perlu diketahui agar operasi sistem tenaga listrik dapat berjalan secara optimal. Metode peramalan beban pada penelitian ini meng...

  10. MODEL PENGELOLAAN LINGKUNGAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI PAPUA BARAT (Model Environmental Management of Meja Mountain Natural Manokwari West Papua (Model Environmental Management of Meja Mountain Natural Manokwari West Papua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Natalsen Basna

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Model pengelolaan lingkungan hutan Taman Wisata Alam Gunung Meja mencapai lingkungan keberkelanjutan apabila aspek ekologis, ekonornis, dan sosial budaya yang dinarnis diperlukan suatu konsep model lingkungan yang permanen dalam pengelolaannya. Model lingkungan adalah perwakilan sebuah objek dalam bentuk aktual atau situasi rill yang ditentukan secara sadar dan terencana. Penelitian ini bertujuan (i menganalisis model sistem blok, (2 mengontruksi model rekayasa struktur hutan tanaman lokal campuran sebagai pengedalian lingkungan masa kini, (3 mengonstuksi model arahan lingkungan pengelolaan wisata alam yang berbasis bisnis konservasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memadukan sumber informasi lingkungan dari data penginderaan jauh, peta tematik, sistem informasi geografis (SIG, dan survei lapangan. Populasi sampel mengenai kerusakan lingkungan dipilih dari peta satuan lahan sesuai dengan liputan citra lansat thematic mapper (TM atau enhanced thematic mapper (ETM seluruh kawasan dan survei lapangan.Hasil penelitian, adalah (1 perumusan model berdasarkan kondisi permasalahan yang terdiri atas model sistem blok berdasarkan blok daerah datar, daerah tangkapan air satu atau daerah dengan kerapatan hutan yang tinggi, blok kerapatan sedang atau daerah tangkapan air dua, blok daerah pernanfaatan dan blok rehabilitasi; (2 mengontruksi model rekayasa struktur hutan tanaman lokal campuran untuk pengendalian lingkungan masa kini berdasarkan stratifikasi tajuk; dan (3 menginstruksi model arahan pengelolaan lingkungan wisata alam yang berbasis bisnis konservasi berdasarkan pada pengembagan jalur pariwisata dan model pengembangan bisnis konservasi. ABSTRACT Model environmental management of forests Meja Mountain Natural Park has achieved thenvironmental aspects of sustainability where ecological, economic and socio-cultural dynamic. At present a concept model of the environment, that can be permanently implied in its management is

  11. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TEKNOLOGI PENANGANAN DAN KELAYAKAN INVESTASI PASCAPANEN KAKAO (Theobroma cacao L. (STUDI KASUS DI KABUPATEN PIDIE JAYA, PROPINSI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raida Agustina

    2013-06-01

    dukungan bagi pengambil keputusan dalam  memilih salah satu alternatif yang tepat dan sesuai dengan kondisi wilayahnya sehingga bisa meningkatkan kualitas biji kering kakao. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah software sistem pendukung keputusan sebagai alat bantu pengambilan keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, memperoleh alternatif terbaik berdasarkan analisis teknis dan analisis ekonomi, mengevaluasi tingkat kelayakan investasi, dan mengetahui nilai sensitivitas dari setiap alternatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan bulan Desember 2010 di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Propinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah survey lapangan dan wawancara. Hasil pengambilan data di lapangan dianalisis untuk tujuan penyusunan database model sistem pendukung keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, dan diolah menggunakan bahasa program Java. Berdasarkan hasil analisis teknologi penanganan pascapanen kakao untuk petani dan investor menunjukkan bahwa alternatif mekanis merupakan alternatif terbaik karena menghasilkan keuntungan terbesar. Untuk petani alternatif mekanis  memberikan keuntungan sebesar Rp 1.419.279.165,00 per tahun sedangkan untuk investor keuntungan sebesar Rp 1.023.246.397,00 per tahun  dan analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 923.577.155,00 dan  nilai R/C ratio sebesar 3,00 juga didapatkan pada alternatif mekanis. Dari hasil analisis sensitivitas pada setiap alternatif, variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan petani dan  investor adalah upah tenaga kerja, harga buah kakao segar, dan harga biji kering. Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, informasi, kakao, teknologi pascapanen

  12. PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH LIKUIFAKSI PADA PROYEK PEMBANGUNGAN HOTEL DI LOMBOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD ILHAM GUMILANG SYAFEI

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi letak geografis Indonesia, bahwa Indonesia merupakan tempat bertemunya 4 lempeng dunia yaitu, lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Filipina dan lempeng Pasific. Bukti lainnya adalah banyaknya jumlah gunung berapi yang aktif di Indonesia. Jika mendesain sebuah bangunan pada lokasi tanah yang dominan pasir, maka salah satu bahaya yang dihadapi adalah likuifaksi. Likuifaksi adalah suatu kondisi berubahnya perilaku tanah dari padat menjadi cair akibat adanya getaran atau beban sklik. Salah satu penyebab dapat terjadinya likuifaksi adalah gempa. Maka jika mendesain bangunan yang berada pada kondisi tanah pasir serta daerah gempa tinggi, harus dilakukan analisa zona likuifaksi. Saat ini terdapat sebuah proyek pembangunan hotel di Pantai Malimbu, Lombok. Proyek tersebut berada di tanah dominan pasir dan juga termasuk daerah dengan resiko gempa tinggi. Pada perencanaan yang telah dilakukan, pihak perencana tidak melakukan analisa terhadap zona likuifaksi dan pengurangan daya dukung pondasi tiang pancang akibat dari likuifaksi. Untuk menangggulangi adanya bahaya akibat likuifaksi, hanya dilakukan dengan menggunakan angka keamanan (safety factor = 5. Pada tugas akhir ini akan dilakukan perencanaan pondasi tiang pancang dengan membandingkan kondisi likuifaksi dan kondisi tidak likuifaksi. Perencanaan pondasi dilakukan terhadap 4 kondisi. Kondisi 1 adalah kondisi eksisting proyek, dimana tidak meninjau terhadap kemungkinan likuifaksi, meninjau beban gempa, dan safety factor = 5. Kondisi 2 adalah kondisi dimana meninjau kemungkinan likufaksi dan penggunaan safety factor = 1.5. Kondisi 3 adalah kondisi tidak meninjau adanya kemungkinan likuifaksi, meninjau beban gempa dan safety factor = 2. Kondisi 4 adalah kondisi tidak meninjau kemungkinan likuifaksi, tidak meninjau beban gempa dan safety factor = 3. Struktur bangunan atas akan di modelkan dengan program bantu SAP

  13. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HOTS BERBASIS KURIKULUM 2013 TERHADAP SIKAP DISIPLIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Pratiwi

    2015-11-01

    Full Text Available This research is aimed to develop an assessment instrument of High Order Thinking Skill (HOTS in 2013-based curriculum toward discipline behaviour. The development of assessment instrument in this research applies Thiagarajan’s 4D model. It has been tried out at the population which consists of 3 (three schools in 3 (three districts by using cluster random sampling technique, in which X(1 class is chosen to try the assessment instrument out. The independent variable is HOTS and the dependent variable is discipline behaviour. The data are collected through the validity sheet of assessment instrument in the form of lesson plan, used to find out: (1 the validity of learning aid; (2 the effectiveness of learning aid based on the learning result. The process of development with 4.00 maximal score results in: (1 the learning aid which is valid according to 4 (four validations: the average score is 3.57 in the fourst validity; (2The assessment instrument is effective or successful, since it can obtain the success of assessment instrument with 73.3 % HOTS score of the total score and 90 % discipline behaviour score of the total score. Developing this assessment instrument is suitable to be applied for active students, who can work independently but have less ability to follow the process or finishing steps in Physics systematicallyPendidikan sebagai salah satu parameter kemajuan suatu bangsa menjadi sangat penting dengan SDM sebagai tolak ukurnya. Fenomena-fenomena yang mengarah pada gagalnya pendidikan, seperti kondisi moral generasi muda yang rusak, pengangguran terididik yang semakin meluas,rusaknyamoral bangsa yang akut dan sebagainya. Hal tersebut yang mendasari penelitian ini dengan menerapkan pendidikan integrasi dengan pendidikan karakter yaitu, pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS berbasis kurikulum 2013 terhadap sikap disiplin.Pengembangan instrumen penilaian menggunakan R & D model 4-D dari Thiagarajan

  14. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Burnout pada Wanita Bekerja di Kabupaten Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Keksi Girindra Swasti

    2018-01-01

    Full Text Available ABSTRACTThe globalization era has given many changes in some aspects of life such as women participation in work field. There are women can perform their potential ability in doing their work. The effects of doing their role, women oftentimes feel weary not only physical but also mental and emotional therefore it can influence their work performance and personal life. This condition is called by “burnout”. Burnout is influenced by individual, environment and cultural factor. Based on that problem, the researcher is interested to find out some factors that influence burnout for working women in Banyumas Regency. This research is quantitative by descriptive analysis design and the sample is chosen by simple random sampling. The relationship between characteristic of respondent demography and burn out was analyzed by Chi-Square and Sommers d test. The result of analysis are 55% respond are mild burnout and 42,5% are moderate burnout. Level of education, kind of work, amount of income and work duration are some factors that influence burnout for working women in Banyumas Regency. Based on that fact, it is needed some efforts to prevent sustainable burnout.   ABSTRAKEra globalisasi telah memberikan banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk  partisipasi wanita dalam lapangan pekerjaan. Tidak sedikit  wanita yang mampu menunjukkan potensinya dalam menjalankan peran diberbagai bidang keahliannya. Dalam menjalankan perannya, seringkali wanita merasakan kelelahan yang berlebihan,  tidak hanya fisik namun juga mental dan emosional yang kemudian berimbas pada performa kerja dan kehidupan personalnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah burnout. Burnout dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan, dan budaya.  Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi burnout pada wanita bekerja di Kabupaten  Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif

  15. Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Imam

    2014-08-01

    Full Text Available Kondisi riil pendidikan yang ada di daerah, masih banyak menemukan guru berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas dengan professional.Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan anak didik dengan perlengkapan yang kurang memadai, para guru diharapkan mampu melaksanakan tugas mulia untuk mendidik generasi penerus anak bangsa.Hal demikian sebagaimana dialami pula oleh peneliti selaku guru di SDN Pinggir Papas 1, dimana SDN Pinggir Papas 1 juga terletak di daerah pinggiran dengan penduduk yang kurang berpendidikan.Siswa kelas 1A sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan

  16. OPTIMASI DESAIN INTERIOR UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG AUDITORIUM MULTI-FUNGSI (Studi kasus Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedy C. Indrani

    2007-01-01

    Full Text Available Fields survey showed that multi-function auditorium design was done without involving acoustic expert. In this case, acoustic condition is not proper that cannot perform a good acoustic quality (Reverberation Time and Early Decay Time, as a result audiences are disturbed by over reverberation and echoes. The results of experimental simulation using the ECOTECT v5.20 program on multi-function auditorium at Petra Christian University showed that utilizing absorptive flexible material and easily adjusted such as baffle on the ceiling with 5% of covered area and drapery on the wall with 25% of covered area can adapt speech character. The dismantling of baffle from ceiling, the opening of drapery from the wall, and the adding of reflective material with 10% of covered area can adapt music character. Besides fulfilling design and acoustic criteria, both acoustic materials can be used practically for they can adapt functional changes and are also easily applied, short period and few labors consuming for implementation, mainly for existing multi-function auditorium. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa perancangan auditorium multi-fungsi seringkali dibuat tanpa melibatkan ahli akustik. Hal ini menyebabkan kondisi akustik tidak memadai sehingga tidak mampu menampilkan kualitas akustik (Reverberation Time dan Early Decay Time yang baik, akibatnya penikmat merasa terganggu oleh dengung yang berlebihan dan echo. Hasil simulasi eksperimental menggunakan program ECOTECT v5.20, untuk meningkatkan kualitas akustik pada auditorium multi-fungsi Universitas Kristen Petra, menunjukkan bahwa penggunaan bahan absorbtif yang fleksibel dan mudah disesuaikan seperti baffle di plafon seluas 5% dan drapery di dinding seluas 25% mampu mengadaptasi karakter speech. Penurunan baffle dari plafon dan penyingkapan drapery di dinding serta penambahan bahan reflektif seluas 10% mampu mengadaptasi karakter music. Selain memenuhi kriteria desain dan

  17. SOLVING THE STUDENTS’ SPEAKING PROBLEM IN DELIVERING ENGLISH PRESENTATION THROUGH 3-P TECHNIQUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadif Ulfia

    2017-01-01

    adalah guru dan para siswa pata tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan 3 siklus penelitian tindakan kelas. Dalam mengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi melalui catatan lapangan, rekaman video, kuesioner dan wawancara. Untuk menganalisis data kuntitatif, peneliti menggunakan teknik deskiptif statistic, sedangkn untuk menganalisis data kulitatif, peneliti menggunakan metode konstan komparatif oleh Garner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 teknik 3-P dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara khususnya dalam melakukan sebuah presentasi dalam hal prestasi belajar siswa, kefasihan, pengucapan, dan kemampuan untuk mengemukakan opini, argumentasi dan ide menggunakan kosakata yang tepat, susunan gramatikal, dan bahasa tubah yang tepat, control suara, kontk mata. (2 teknik 3-P dpat meningkatkan kondisi kelas dalam hal meningkatkan motivasi dan partisispasi siswa, menciptakan atmosfir kelas yang lebih aktif, dan meningkatkan motivasi guru dalam mengajar. Kata kunci: Berbicara, Teknik 3-P, Penelitian tindkan kelas.

  18. STUDI STRATEGI PEMANTAPAN KEGIATAN PENYULUHAN GIZI PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI MAKANAN DALAM MASYARAKAT DI WILAYAH SULAWESI TENGAH DAN NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Susanto

    2012-11-01

    Full Text Available Melalui kerja keras jajaran Departemen Pertanian bekerjasama dengan masyarakat petani, maka pada tahun 1985 Indonesia telah mampu berswasembada beras dan status itu mendapat penghargaan dari FAO. Konsekuensi dari kondisi tersebut tiada lain adalah mempertahankan dan melestarikannya secara terus menerus dan berkesinambungan. Landasan formal ke arah upaya itu adalah INPRES Nomor 20 tahun 1979 tentang Perbaikan Menu Makanan Rakyat, sedangkan landasan teknis operasional adalah melalui penganekaragaman menu makanan sehari-hari. Dengan prinsip penganekaragaman menu makanan, maka dua tujuan ingin dicapai sekaligus, yakni: (1 agar ketergantungan masyarakat kepada salah satu jenis pangan pokok, terutama beras dapat dikurangi, dan (2 agar mutu gizi susunan makanan masyarakat dapat ditingkatkan. Sebagian penduduk di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur mengkonsumsi pangan pokok non-beras secara turun-temurun. Pada tingkat nasional dan regional kebiasaan pangan tersebut perlu dipertahankan dan didukung agar penganekaragaman konsumsi makanan dapat dikembangkan dan mutu gizi susunan makanan dapat ditingkatkan dengan mendayagunakan bahan-bahan makanan yang tersedia setempat. Penelitian ini ditujukan untuk menggali keragaan di lapangan berkenaan denga pentahuan pejabat dan kader Posyandu mengenai konsep penganekaragaman konsumsi makanan, serta penerapannya pada tingkat keluarga. Ketersediaan komoditas pangan pada sistem pasar di berbagai tingkat administratif telah digali pula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 50-70% Pejabat di berbagai tingkat administratif di kedua wilayah propinsi tersebut mengetahui dengan baik rumusan dan tujuan program penganekaragaman konsumsi makanan. Menurut para Pejabat tersebut sarana penyuluhan gizi yang tersedia belum mengandung materi mengenai penganekaragaman konsumsi makanan. Dari data pengamatan ternyata bahwa makanan pokok non-beras lebih banyak ditemukan di tingkat kecamatan, sedangkan beras lebih banyak

  19. PENGELOLAAN MATA AIR UNTUK PENYEDIAAN AIR RUMAHTANGGA BERKELANJUTAN DI LERENG SELATAN GUNUNGAPI MERAPI (Springs Management for Sustainability Domestic Water Supply in the South West of Merapi Volcano Slope

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmadji Sudarmadji

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Mata air merupakan pemunculan air tanah ke permukaan tanah. Pemanfaatan mata air sangat beragam, antara lain penggunaan untuk keperluan air minum, irigasi, perikanan, untuk obyek wisata. Mata air mempunyai debit terbatas, namun kualitasnya baik, penggunaannya beragam, hal tersebut sering terjadi konflik pemanfaatan. Di saat musim kemarau, beberapa mata air merupakan sumber air satu-satunya di suatu tempat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan mata air berbasis teknologi tepat guna dalam penyediaan air rumahtangga di lereng selatan Gunungapi Merapi. Penelitian dilakukan dengan survei dan observasi di lapangan terhadap mata air yang digunakan untuk penyediaan air rumahtangga. Sejumlah responden pengguna mata air dan tokoh masyarakat setempat diwawancarai secara bebas dan terstruktur untuk memperoleh data pengelolaan mata air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan karakteristik mata air, pengetahuan masyarakat dan budaya lokal yang beragam akan berpengaruh terhadap pengelolaanmata air. Perkembangan teknologi tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan sumberdaya air. Hal ini dapat dipadukan dengan budaya masyarakat setempat dalam pengelolaan mata air, sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal dan kesinambungan fungsi dan manfaat mata air tersebut.   ABSTRACT Spring is the groundwater which comes out on ground surface. The use of water from springs is very diverse, varying from water for drinking, irrigation, fisheries, even for tourism. The springs usually have a limited discharge but the water quality from springs is good, therefore they are often facing some conflicts in utilization. In the dry season, in fact the springs are the only source of water supply; therefore the management of the spring should be done properly. This research aims to study the spring management based on appropriate technology in relation to household water supply in the

  20. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut selama Penyimpanan dalam Es Curai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian kadar formaldehid alami pada beberapa jenis ikan laut selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan laut hidup yang terdiri dari 6 jenis ikan yaitu bawal bintang (Trachinotus blochii, kakap putih (Lates calcarifer, bloch., cobia (Rachycentron canadum, bandeng (Chanos chanos, kerapu cantrang Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus, dan kakap merah/jenaha (Lutjanus johnii. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara bertahap dan setiap pengambilan terdiri dari dua jenis ikan. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP dalam keadaan hidup, kemudian ikan dimatikan dengan cara hipotermal (dimasukkan dalam air es dengan suhu 0–4oC selama 30 menit. Setelah mati ikan dibagi menjadi 3 kelompok dan disimpan dalam peti insulasi yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1 : 3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA, trimethil amin oksida (TMAO dan kadar total volatile base (TVB serta komposisi proksimat pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 12 penyimpanan pada bawal bintang, kakap putih, cobia, bandeng, kakap merah, dan kerapu cantrang berturut-turut adalah 0.954; 1.572; 0.964; 0,715; 1.381; dan 1.303 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mN% kecuali ikan cobia (28,94 mgN%. Kandungan TMA berkisar 6,09–11,81 mgN% dan TMAO 3,22–11,3 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat.

  1. Relationship between salivary fluor concentration and caries index in 12–15 years old children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vidyana Pratiwi

    2012-03-01

    Full Text Available Background: Dental caries is a bacterial infection leading to dissolution and localized damage of hard tissues. The assessment of caries risk is based on several caries indicators including clinical conditions (DMF-T index, environment (fluor, and general health. Purpose: The objective of this study was to assess the relationship between salivary fluor concentration and caries index in children aging 12–15 years old at SMP Negeri 2 PTPN VIII Pangalengan. Methods: This study is an observational analytical study using crosssectional approach and is conducted in a field trial manner. The study sample consists of 80 students in the age of 12 to 15 years old at SMP Negeri 2 PTPN VIII selected through Probability Sampling manner using simple random sampling method. Results: The result of this study shows a DMF-T index of 4.32 and salivary fluor concentration mean of 0.018. Pearson Product Moment correlation test shows that there is a weak correlation between salivary fluor concentration and DMF-T index. Conclusion: It is concluded that the salivary fluor concentration has an insignificant correlation with the DMF-T index since the fluor concentration in saliva is very low.Latar belakang: Karies gigi adalah penyakit infeksi bakteri yang berakibat pada disolusi dan kerusakan terlokalisasi jaringan keras. Penilaian risiko karies berdasarkan atas beberapa indikator karies yaitu kondisi klinis (indeks DMF-T, lingkungan (fluor, dan kesehatan umum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi fluor yang terdapat dalam saliva dengan indeks karies pada anak usia 12-15 tahun di SMP Negeri 2 PTPN VIII Pangalengan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di lapangan. Sampel penelitian sebanyak 80 orang siswasiswi usia 12–15 tahun di SMP Negeri 2 PTPN VIII Pangalengan yang dipilih secara Probability Sampling dengan metode simple random sampling. Hasil

  2. REKONSTRUKSI ARSITEKTUR ISTANA KOTA PIRING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Totok Roesmanto

    2004-01-01

    Full Text Available The Kota Piring Palace is located in the little island of Birm Bewa Tanjungpinang, Bintan Island. It was a centre government of Melayu Riau Sultanate in 1722-1784 after Johor and Pahang. The ruin of Kota Piring Palace are the part of fortwall and building foundations in aprehensive sondition. In this historical site exists 23 new buildings of permament construction. This research as the first action of the Kota Piring Palace architectural reconstruction is the trans-sectoral research included activities of archaeological research, historical research, architectural research, and this action must be continued by several reseaches. The wall position and courtyard pattern can be analyzed by the ruins of building foundation in the field of Kota Piring Palace artifact. The essential buildings in the complex of Kota Piring Palace can be known by historical study based on the text of Tuhfat Al-Nafis ancient book. Also, based on architectural study of the Melayu traditional building in Johor and Pahang in the same period can be estimated the building types and building forms of Kota Piring Palace. The artifact of Kota Piring Palace were burried on the ground can be found by archaeological excavation. This activity can be stars after relocation all of new buildings in the historical site. Abstract in Bahasa Indonesia : Istana Kota Piring terletak di Pulau Biram Dewa, Tanjungpinang, Pulau Bintan adalah pusat pemerintahan Kesultanan Melayu Johor Riau pada tahun 1722-1784, dan berhubungan kesejarahan dengan Johor dan Pahang yang menjadi pusat pemerintahan sebelumnya. Istana Kota Piring tinggal menyisakan sebagian dinding tembok dan pondasi bangunan dalam kondisi memprihatinkan, dan di atasnya telah berdiri banyak bangunan baru berkonstruksi permanen. Penelitian ini merupakan kegiatan awal untuk merekonstruksi arsitektur Istana Kota Piring berupa penelitian lintas-sektoral mencakup arkeologi-sejarah-arsitektur, yang harus dilanjutkan dengan penelitian

  3. Pengaruh Games Memorize Card Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Operasi Hitung Bilangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Detta Anastasya

    2015-12-01

    Full Text Available Kemampuan dasar matematika sangatlah penting untuk siswa Sekolah Dasar (SD. Salah satunya adalah kemampuan melakukan operasi hitung bilangan. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Sekolah Dasar (SD tentang operasi hitung bilangan masih rendah. Hal ini terjadi karena aktivitas siswa di sekolah pada umumnya masih dibatasi oleh guru, sehingga membuat anak-anak menjadi cepat bosan saat pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukannya suatu suasana pembelajaran yang baru dengan berbantuan media sehingga dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan serta membuat siswa lebih aktif. Salah satu media pembelajaran yang akan digunakan adalah Games Memorize Card. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan Games Memorize Card serta pengaruh Games Memorize Card terhadap hasil belajar siswa. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas III SD XYZ di Kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Instrumen yang akan digunakan di dalam penelitian ini berupa tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan menghitung nilai N-Gain. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan Games Memorize Card mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD pada operasi hitung bilangan.Basic math skill is very important for elementary school students. One of them is ability to do number arithmetic operations. Based on the fact show that elementary school students learning outcomes about number arithmetic operations still low. This case happen because activity at school in general still limited by teacher, so that make children become easily bored when learning be held. Therefore, need a new learning environment with assisted media so it can make learning becomes fun and make students active. One of the media that will be used is

  4. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  5. Kajian Teoritis: Model E-Government Readiness Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Dan Keberhasilan E-Government

    OpenAIRE

    Wijaya, Stevanus Wisnu; Surendro, Kridanto

    2006-01-01

    E-government dapat dipahami sebagai upaya pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang efisien dan efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka diperlukan kondisi atau keadaan tertentu yang mendukung.Kondisi ini dapat diartikan sebagai kesiapan atau readiness. Terkait dengan e-government maka readiness merupakan kondisi atau keadaan kesiapan dari pemerintah dan masyarakat pengguna terkait dengan pelayanan berbasis teknologi inf...

  6. OPTIMASI KONDISI PEMURNIAN ASAM LEMAK OMEGA-3 DARI MINYAK HASIL SAMPING PENEPUNGAN TUNA (Thunnus sp DENGAN KRISTALISASI UREA [Optimizing Conditions for the Purification of Omega-3 Fatty Acids from By-product of Tuna (Thunnus sp Meal Processing by Urea Crystallization

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teti Estiasih1*

    2009-12-01

    Full Text Available Omega-3 fatty acids (-3 are proven to have health beneficial effects. Some effort had been done to obtained oil high in -3 fatty acids. Among the methods developed, urea crystallization was preferred because it is simple, economic, and result in high purity of fatty acids. A source that had not been widely explored for -3 fatty acids production is the by-product of tuna meal processing. This research studied the optimization condition for separation and purification of -3 fatty acids from the by-product of tuna meal processing by urea crystallization. Crystallization reaction conditions of urea inclusion were optimized using the response surface methodology, and the model was developed.Optimization result showed a quadratic polynomial regression equation of Y= 140,52677X1 + 8,38203X2 – 19,85850X12 – 0,12173X22 – 0,74000X1X2 – 240,33546 with X1=urea to fatty acid ratio and X2=crystallization time. Maximum response was obtained at urea to fatty acid ratio of 3,07:1,crystallization time of 25,10 hours, and predicted response was 80,60%. Analysis of variance showed that urea to fatty acid ratio and crystallization time affected response. Under optimal conditions, the product was 3.89 times concentrated and the purity of -3 fatty acids was 81,98%. Verification result revealed that the predicted value from this model was reasonably close to the experimentally observed value. Urea crystallization process changed quality parameters that were oxidation level (peroxide value, anisidin value, and totox value, Fe and Cu content, P content, and water content. The changes were caused by adsorption of primary and secondary oxidation products, part of metals, and phosphoric compound onto unsaponifiable matters or soluble into water.

  7. Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Priatna

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem pengkondisian udara menggunakan Air conditioner tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, melainkan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu kondisi udara nyaman. Perencanaan ulang yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan yang digunakan apakah telah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Perencanaan ulang ini dilakukan dengan perhitungan beban pendinginan dari setiap ruangan dan penurunan tekanan pada saluran ducting dengan menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference dengan memperhatikan letak geografis, dimensi, konstruksi dan kondisi luar bangunan. Desain temperatur ruangan didasarkan pada ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers standard comfort zone sedangkan desain di luar gedung didasarkan pada data dari BMKG Juanda. Dari hasil perhitungan beban pendinginan dan kapasitas udara, didapatkan peralatan pengkondisian udara yakni AHU dan FCU yang mengalami kelebihan kapasitas pendinginan dan kapasitas udara suplai menyebabkan ruangan yang dikondisikan nantinya tidak berada pada kondisi nyaman dikarenakan temperatur yang dihasilkan lebih rendah dari temperature ruangan pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan, juga didapatkan peralatan pengkondisian udara dengan kapasitas yang lebih rendah dari kapasitas perencanaan ulang pada kondisi nyaman menyebabkan kondisi ruangan tidak lagi pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan perencanaan ulang juga didapatkan besar fan static pressure yang dibutuhkan oleh tiap peralatan pengkondisian udara untuk mensirkulasikan udara didalam system termasuk menyalurkan udara suplai keruangan yang dikondisikan dimana kebutuhan fan static pressure terbesar ialah pada FCU 1-6 sebesar 318,33 Pa dan terkecil pada FCU 206 sebesar 1,08 Pa.

  8. CRITICALITY ANALYSIS OF URANIUM STORAGE FACILITY WITH FORMATION RACKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2017-03-01

    ANALISIS KRITIKALITAS DI FASILITAS PENYIMPANAN BAHAN URANIUM DENGAN FORMASI PENGATURAN RAK. Bahan uranium dibutuhkan untuk produksi bahan bakar reaktor penelitian dan radioisotop. Bahan uranium sebelum digunakan terlebih dahulu disimpan pada fasilitas penyimpanan. Salah satu prasyarat fasilitas penyimpanan bahan uranium adalah fasilitas tersebut harus dalam kondisi sub-kritis. Bila kondisi kritis terjadi mengakibatkan proses fissi pada bahan uranium tidak terkendali, sehingga akan menimbulkan suhu yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi kritikalitas dari fasilitas penyimpanan bahan uranium yang berada di PT. INUKI (Persero untuk menjamin fasilitas tersebut dalam kondisi sub-kritis. Analisis kritikalitas dilakukan menggunakan program MCNP-5 untuk mengetahui tingkat kritikalitas dari tiga fasilitas penyimpanan bahan uranium untuk kondisi awal dan kondisi setelah ditambahkan rak penyimpanan. Untuk fasilitas penyimpanan 1 dan 2 dibuat tiga skenario pengaturan container pada rak penyimpanan, sedangkan pada fasilitas penyimpanan 3 dilakukan 1 skenario.  Hasil ini menunjukkan seluruh fasilitas penyimpanan pada kondisi awal dan setelah ditambah rak penyimpanan dalam kondisi sub-kritis (k-eff<1. Hasil tersebut selanjutnya dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun manejemen pengelolaan bahan uranium. Selain itu juga digunakan sebagai dasar untuk pembuatan ijin dari badan pengawas (BAPETEN. Kata Kunci : kritikalitas, fasilitas penyimpanan berbahan uranium,  k-eff

  9. Perawatan ortodontik pada kasus periodontitis kronis dengan kerusakan tulang infraboni secara menyeluruh

    OpenAIRE

    Susanto, Stephanie Adelia; Farmasyanti, Cendrawasih Andusyana; Kuswayuning, Kuswayuning

    2016-01-01

    Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang mempengaruhi jaringan periodontal dan menyebabkan hilangnya perlekatan jaringan ikat dengan tulang alveolar. Peningkatan kedalaman probing dengan kombinasi faktor usia pasien, onset dan kecepatan perkembangan penyakit, dan kondisi psikologis akan mempengaruhi rencana dan prognosis perawatan. Pergerakan gigi secara ortodontik pada individu dewasa dengan kondisi periodontal perlu disertai dengan kontrol akumulasi plak secara berkala dan pen...

  10. PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG (The Community Participation in Settlement Environment Management at Kelurahan 5 Ulu Palembang, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Korlena Korlena

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Kebutuhan untuk permukiman yang baik dan memaciai merupakan salah satu masalah perkotaan yang harus diatasi oleh pemerintah. Kampung lrnprovement Progran (KIP yang berisikan pengembangan infrastruktur pemukiman merupakan jawaban untuk masalah tersebut. Kegunaan KIP adalah untuk memotivasi masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dalam bentuk partisipasi dalam mengelola lingkungan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada partisipasi masyarakat di Kelurahan 5 Ulu Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam KIP di sepanjang sungai, dan mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanasi, dengan menggunakan proporsional random sampling dengan unit analisis rumah tangga di 2 wilayah yaitu daerah KIP dan sepanjang sungai. Data dikurnpulkan rnenggunakan kuesioner, interview pengamatan lapangan dan data sekunder. Metode statistik multiple regression digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomik terhadap tingkat partisipasi, Uji T-test independent sample dan Mann-Withey-test digunakan untuk membedakan partisipasi di 2 wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1 partisipasi di daerah KIP untuk jalan dan drainase cenderung berupa kontribusi tenaga dan uang, sedangkan pengelolaan sampah padat cenderung dalam bentuk uang, sementara di daerah sepanjang sungai hal tersebut cenderung tenaga saja; (2 tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di daerah KIP lebih tinggi dari pada yang ada di sepanjang sungai; (3 faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomi menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan jalan dan drainase, sedangkan faktor kepemilikan rumah dan faktor pendapatan menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan limbah padat; (4 faktor determinan yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah kepemimpinan formal dan informal, kondisi geografis, infrastruktur KIP, rasa keterasingan, kebutuhan

  11. PEMBERDAYAAN PERAJIN TEMPE DALAM MENGEMBANGKAN SENTRA INDUSTRI KECIL TEMPE DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R Rusdarti

    2015-12-01

    Full Text Available The presence of small craft industries tempe, is one of the economic pillars of the people who can provide added value economy in the city, as well as providing a significant contribution in expanding employment opportunities, as well as a force capable of improving the welfare of the people. The purpose of this study to describe the phenomenon of small industrial/tempe producers, potential and constraints of the economic empowerment of communities that can be applied and developed in a small industrial tempe, and formulate policies in accordance with the potential srategi small craft industries tempe in the city of Semarang. The results showed that: 1 The tendency of the phenomenon of changes in tempe crafter business patterns are relatively small and micro enterprises as well as conditions of low-quality human resources, which lead them to be low income, (2 Empowerment has changed the concept of economic and social development that has the potential of productive micro-economic basis. Factors expertise/ skill used in the production process significantly contributed 67.8 percent of industrial production on a small tempe. It shows the contribution of the most dominant in the small industrial tempe, that expertise is important in a small industrial tempe, (3 development strategy capable of mobilizing the various aspects of resources and the capacity and potential of the community, making empowerment can be implemented into the best tools in an effort to income artisans tempe city of Semarang. Recom­mended considering internal factors crafters tempe still weak and fundamentally, the crafters need to get guidance and the way in which one of them by learning from the experience and the concerns of various stakeholders.Keberadaan industri kecil perajin tempe, merupakan salah satu pilar ekonomi rakyat yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi di Kota Semarang, serta memberikan sumbangan yang signifikan dalam memperluas lapangan kerja, sekaligus

  12. PENGARUH PEMAHAMAN KURIKULUM, SUPERVISI AKADEMIK, DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA GURU EKONOMI SMA/MA NEGERI DI KOTA MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oky Estiana Putri

    2016-02-01

    Full Text Available Pada era globalisasi dewasa ini pendidikan menjadi sangatpenting. Bekal pendidikan yang dimiliki suatu masyarakat akan berkembang secara baik, dan tidak dapat dipungkiri masyarakat tersebut semakin berkualitas sertamampu bersaing secara kompetitif di era persaingan yang semakin ketat. Dalam suasana kompetitif semacam ini diperlukan sumber daya yang berkualitas. Untuk menciptakan sumber daya berkualitas diperlukan pendidik yang profesional. Keprofesionalan seorang pendidik dapat dilihat melalui kinerjanya yang baik. Kondisi di lapangan, kinerja guru di Kota Magelang masih belum optimal. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran Ekonomi/Akuntasi SMA/MA Negeri di Kota Magelang yang berjumlah 30 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data variabel dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kurikulum, supervisi akademik, dan fasilitas kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru sebesar 82,8%. Pengaruh secara parsial juga didapatkan pada variable independen terhadap variabel dependen. Pemahaman kurikulum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Negeri sebesar 24,70%. Supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Negeri sebesar 19,54%, serta fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 23,42%. Saran yang dapat diberikan adalah para guru hendaknya lebih meningkatkan pemahaman kurikulum supaya kinerjanya semakin baik. Bagi kepala sekolah hendaknya lebih memperhatikan lagi guru-guru dengan kegiatan supervisi akademik, dengan merasa diperhatikan, mendapat dorongan dan bantuan dari kepala sekolah guru akan lebih berusaha meningkatkan kinerjanya menjadi semakin baik. Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas kerja yang lebih baik lagi, nyaman dan lengkap supaya guru merasa puas dan kinerjanya akan semakin baik. In the era of globalization

  13. Penggunaan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembuatan Prototipe Perangkat Lunak Simulasi Penyebaran Kebakaran Hutan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Mulyo Widodo

    2017-04-01

    Full Text Available Telah didesain dan disusun prototipe perangkat lunak model interaktif kebakaran hutan, yang dapat memberikan skenario terjadinya kebakaran hutan dengan masukan berupa lokasi titik api (hotspot dan keluaran berupa informasi lokasi penyebaran kebakaran, luas kebakaran, waktu simulasi yang diperlukan untuk mencapai luas kebakaran serta kecepatan penyebaran kebakaran. Prototipe model interaktif ini dibangun dengan mendefinisikan suatu satuan perluasan eskalasi kebakaran (FirePixel yang mewakili granularitas data riil lapangan sebesar 400X400 m, letak (posisi geografis dan luasan pengamatan simulasi kebakaran yang dapat dikustomisasi (disetting oleh pengguna secara interaktif dengan asumsi kondisi pada sebuah satuan perluasan eskalasi kebakaran atau Fire Pixel diasumsikan homogen dengan parameter konfigurasi vegetasi, kelerengan, sebaran gambut, sebaran batubara sebagai faktor internal dan faktor eksternal yaitu faktor tetangga terdekat, kecepatan dan arah angin, temperatur rata-rata, kelembaban rata-rata dari simulasi dapat dikustomisasi secara interaktif pada saat simulasi. Dalam perhitungan proses kebakaran dan proses pemadaman kebakaran hutan didefinisikan faktor percepatan proses kebakaran yang merupakan akumulasi dari faktor internal dan eksternal yang secara langsung mempengaruhi kecepatan terjadinya proses kebakaran dan pemadaman kebakaran hutan. Perubahan fase kebakaran diperoleh melalui pemodelan matematik dari faktor internal dan eskternal mulai dari fase mulai terbakar sampai kebakaran padam. Hasil validasi prototipe diperoleh kebenaran yang dapat diterima dalam perhitungan statistik menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel. Hasil skenario 1 menghasilkan nilai KD hitung (=1,5722 < KD tabel (-1,9176 dan skenario 2 menghasilkan nilai KD hitung (=1,36 < nilai KD tabel (=1,5722.   It has been designed and structured software prototype interactive model of forest fires, which can provide forest fire scenario, input is the location of

  14. PENGARUH ALIH FUNGSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA LAWANG SEWU SEMARANG DALAM PERSEPSI MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN REVITALISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Maryati

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi karena Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Semarang yang layak untuk direvitalisasi dalam upaya melestarikannya dan agar tetap fungsional. Telah banyak berbagai usulan alih fungsi Lawang Sewu, diantaranya adalah menjadi hotel, pusat perbelanjaan dan menjadi perkantoran. Pada tahun 2009 diputuskan untuk direvitalisasi menjadi galeri, temporary exhibition room dan menjadi objek wisata heritage. Kemudian dari hal-hal tersebut muncul sebuah tujuan penelitian yaitu mengetahui adanya pengaruh alih fungsi menjadi temporary exhibition room, gallery, dan tetap menjadi objek wisata heritage dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif rasionalistik. Melakukan pengumpulan data salah satunya menggunakan kuesioner yang disebar pada responden. Kemudian diuji menggunakan beberapa langkah uji statistik, salah satunya dengan uji path analysis yang digunakan untuk melihat ada tidaknya pengaruh alih fungsi sebagai variabel mediator dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi. Pemaknaan hasil temuan menunjukan adanya pengaruh alih fungsi dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi yang dijelaskan berdasarkan teori yang telah dipaparkan dalam kajian pustaka serta kondisi di lapangan. Kesimpulan yang dapat diperoleh dengan adanya pengaruh alih fungsi dalam persepsi masyarakat untuk mewujudkan tujuan revitalisasi adalah aspek-aspek alih fungsi harus diperhatikan dengan serius bagi berbagai pihak yang akan melakukan kegiatan revitalisasi.[The Influences of Revitalization Heritage Building Lawang Sewu Semarang in Public Opinion to Realize Revitalization Purpose] Lawang Sewu is one of heritage building in Semarang which suitable to have a conservation, especially revitalization to keep the existency of the building. There are a lot of opinions to revitalize Lawang Sewu. Between 2004-2006 this site is going

  15. Pengaruh ENSO (El Niño and Southern Oscillation terhadap transpor massa air laut di Selat Malaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad

    2012-04-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh ENSO (El Niño and Southern Oscillation di Selat Malaka dengan memakai indek osilasi selatan Samudera Pasifik dalam menentukan kondisi Normal, El Niño dan La Nina sebagai analisis transpor massa air laut, elevasi muka laut dan densitas laut. Metode penelitian menggunakan persamaan Navier-Stokes dengan gaya pembangkit pasang surut, angin dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP Tahun 1980-2007, Salinitas (Levitus dan Boyer, 1994a dan Temperatur (Levitus dan Boyer, 1994b. Persamaan gerak air laut tersebut dimodelkan dengan model Hamburg Shelf Ocean Model (HAMSOM. Hasil-hasil menunjukkan bahwa transpor di bagian barat laut Selat Malaka pergerakannya melemah dan transpor di bagian tenggara pergerakannya menguat dibandingkan pada kondisi tahun Normal dan La Nina. Sedangkan elevasi muka air di Selat Malaka pada kondisi tahun El Niño lebih rendah dibandingkan pada kondisi Normal dan La Nina. Selanjutnya densitas permukaan laut di Selat Malaka pada kondisi tahun Normal, El Niño dan La Nina berkisar 18,5 s/d 20,5 kg/m3. Densitas laut lapisan 30-50 m di Selat Malaka pada kondisi tahun Normal, El Niño dan La Nina berkisar 19 s/d 21 kg/m3. Densitas permukaan laut dan densitas laut kedalaman 30-50 m di bagian tenggara Selat Malaka pada kondisi El Niño lebih besar dibandingkan pada tahun Normal maupun tahun La Nina.

  16. PENGARUH SIFAT FISIK TANAH PADA KONDUKTIVITAS HIDROLIK JENUH DI 5 PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SUMBERSARI MALANG Effect of Soil Physical Properties on Saturated Hydraulic Conductivity in The 5 Land Use (A Case Study in Sumbersari Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Rosyidah

    2013-11-01

    physical properties, SHC, water movement in soil, infiltration   ABSTRAK Pergerakan air dalam tanah jenuh akan mempengaruhi limpasan dan infiltrasi pada suatu daerah, sedangkan proses pergerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik tanah. Perubahan penggunaan lahan dan perbedaan sifat – sifat dasar tanah yang meliputi alih fungsi lahan yang semula ada vegetasi menjadi lahan yang tak ada atau minim vegetasi mengakibatkan laju infiltrasi dan perkolasi pada tanah menjadi berubah dan memungkinkan terjadinya proses infiltrasi yang cukup besar, menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air hujan secara langsung dan penurunan ketersediaan air tanah. Pengukuran pergerakan air dalam tanah kondisi jenuh atau Konduktivitas Hidrolik Jenuh tanah (KHJ sangat penting karena KHJ berperan dalam penentuan limpasan air, infiltrasi, dan perkolasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah di berbagai penggunaan lahan dengan menggunakan metode constant head dan sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, berat isi, berat jenis, dan porositas di 5 penggunaan lahan pada 3 kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di area Kelurahan Sumbersari pada bulan Desember 2008 hingga bulan Oktober 2009. Penelitian pengaruh sifat fisik tanah terhadap KHJ dengan menggunakan metode constant head pada 5 penggunaan lahan yaitu pemukiman penduduk (T1, lapangan (T2, kebun tomat (T3, semak belukar (T4, sawah irigasi (T5 pada 3 kedalaman yang berbeda yaitu 0-15 cm (K1, 15-30 cm (K2, dan 30-45 cm (K3. Sifat fisik tanah yang dianalisis antara lain tekstur tanah, berat isi, berat jenis, porositas, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHJ tertinggi pada seluruh titik lokasi adalah lokasi sawah irigasi dengan kedalaman 30-45 cm. Faktor utama yang mempengaruhi nilai KHJ adalah nilai berat isi. Sifat-sifat fisik tanah yang mempengaruhi nilai KHJ

  17. STUDI FENOMENOLOGI FINANCIAL LITERACY PENGRAJIN LOGAM DI PROPINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilia Pasca Riani

    2017-09-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan memetakan kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur. Adapun pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan 8 pengrajin logam. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti memperoleh 4 dimensi kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur, yaitu dimensi pengetahuan tentang istilah keuangan, dimensi manajemen uang, dimensi pencatatan keuanga dan sistem kerjan, serta penjelasan kondisi financial literacy pengrajin logam dari sisi pengetahuan tentang pajak.

  18. Analisis Elektron Beam Profile Constancy pada Pesawat Linac

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Guritna

    2018-02-01

    Full Text Available Radioterapi adalah pengobatan penyakit terutama tumor atau kanker ganas dengan menggunakan radiasi elektromagnetik (Sinar-X dan Gamma dan radiasi partikel (elektron, proton, dan neutron. Salah satu alat radioterapi modern yang digunakan dalam pengobatan penyakit kanker adalah linear accelerator (linac. Alat radioterapi ini menghasilkan elektron dan sinar-X (foton yang dibangkitkan oleh generator dan mempunyai energi yang bervariasi. Dalam penelitian profil dosis, digunakan pesawat liner accelerator (linac Siemens Primus berkas elektron 5 MeV dengan luas lapangan radiasi berkisar dari 5×5 cm2 sampai 25×25 cm2. Pengukuran profil dosis dilakukan dengan menggunakan water phantom,  detektor farmer chamber dan condenser chamber yang dilengkapi dengan  computer control units (CCU serta dilakukan untuk arah crossline dan inline pada kedalaman Dmax dan kedalaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil berkas sinar elektron energi 5 MeV pada kedalaman tertentu dan Dmax dengan variasi luas lapangan 5×5 cm2, 10×10 cm2, 15×15 cm2, 20×20 cm2, 25×25 cm2. Hasil analisis profil dosis pada berkas elektron 5 MeV menunjukkan bahwa lapangan 5×5 cm2 memiliki nilai flatness yang cukup besar sehingga dalam kalibrasi maupun terapi radiasi perlu diperhatikan penggunaan  luas lapangan tersebut. Dalam penelitian ini juga didapatkan bahwa nilai flatness paling ideal (nilai flatness rendah terjadi pada lapangan 15×15 cm2. Sehingga ada luas lapangan lain yang bisa digunakan untuk treatment maupun kalibrasi selain 10×10 cm2 yaitu 15×15 cm2 yang memiliki nilai flatness rendah.

  19. Deteksi Kerusakan Batang Rotor Pada Motor Induksi Menggunakan Analisis Arus Mula Berbasis Hilbert Transform

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Qomah

    2017-01-01

    Full Text Available Kerusakan batang rotor merupakan salah satu jenis kerusakan pada motor induksi yang dapat menyebabkan masalah serius. Kerusakan tersebut dapat mencapai 5% - 10% dari seluruh kasus gangguan motor induksi. Oleh karena itu, perlu adanya diagnosis awal yang mendeteksi adanya gangguan pada rotor motor induksi, agar dapat dilakukan perbaikan lebih cepat dan tanggap sebelum terjadi gangguan yang lebih besar. Tugas Akhir ini membahas terkait teknik deteksi kerusakan batang rotor pada motor induksi dengan menggunakan analisis arus mula. Sistem yang digunakan berbasis  decomposition wavelet transform terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan analisis berbasis hilbert transform sebagai perangkat pengolahan sinyal sehingga mampu mendeteksi motor dalam keadaan sehat atau mengalami kerusakan. Pengujian sistem dilakukan dalam beberapa kondisi, yaitu kondisi tanpa beban dan berbeban. Selain itu, kondisi yang diberikan adalah kecacatan mulai dai 1BRB hingga 3BRB. Hasil pengujian membuktikan bahwa decomposition wavelet transform dan Hilbert transform mampu mendeteksi perbedaan kondisi pada motor induksi normal ataupun rusak pada batang rotor.

  20. Konflik Batin Tokoh Dini dalam Novel sebuah Lorong di Kotaku Karya Nh. Dini sebuah Tinjauan Psikologi Sastra

    OpenAIRE

    Purborini, Ajeng

    2013-01-01

    Keberadaan tokoh dalam suatu cerita fiksi, memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan cerita kepada pembaca. Sebuah cerita fiksi memiliki tokoh-tokoh dengan karakteristik dan perwatakan yang berbeda-beda. Munculnya tokoh dengan kisah perjalanan hidup, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi psikologis para tokoh atau pelaku cerita lainnya. Kondisi kejiwaan yang dialami para tokoh, dapat mengalami Perubahan tergantung pada situasi yang dihadapi. Skripsi ini membahas novel Sebua...

  1. Implementasi Migrasi Ipv4 Ke Ipv6

    OpenAIRE

    Syafrizal, Melwin; Qamar, Syamsul; Aji, Damawan Bayu

    2013-01-01

    IPv4 yang digunakan di jaringan publik (internet) sudah habis, sehingga kebutuhan koneksi internet baru tidak dapat dilayani. Layanan baru, konten baru, domain name baru, server baru, router baru tidak dapat koneksi ke internet, kecuali menggunakan IPv6. Migrasi IPv4 ke IPv6 bukan hal yang mudah, pengetahuan baru tentang IPv6 perlu dipelajari, kondisi-kondisi yang akan dialami akibat Perubahan IP, mekanisme transisi, atau mekanisme routing perlu dipahami. Cara-cara konfigurasi IPv6 pada berba...

  2. Studi Eksperimental Laju Keausan Material Gigi Tiruan dari Resin Akrilik Berpenguat Fiberglass dengan Variasi Susunan Serat Penguat

    OpenAIRE

    Kristasari, Prastika; Kaelani, Yusuf

    2016-01-01

    Resin akrilik adalah salah satu material yang mulai banyak digunakan sebagai salah satu material untuk pembuatan gigi tiruan. Penelitian sebelumnya tentang analisis pengujian laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada dental prosthesis pada kondisi dry sliding menunjukkan hasil nilai laju keausan berkurang dengan adanya penambahan serat[1]. Saat ini belum ada kajian mengenai laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada kondisi wet sliding dengan variasi pola susunan serat yang berbe...

  3. EFISIENSI ENERGI SMART HOME ( RUMAH PINTAR BERBASIS REMOTE RELAY DAN LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTANT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Abdul Rozaq

    2017-04-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi saat ini sangat berkembang pesat, dan dapat dirasakan dalam dunia industri maupun masyarakat biasa.Dengan memanfaatkan teknologi yang ada sekarang salah satunya adalah remot relay sebagai alat untuk mengendalikan alat rumah tangga seperti lampu, pagar, pintu jendela dan sebagainya.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah riset dan pengembangan. Rencana kerja dari alat ini adalah dengan menggunakan dua mode yaitu mode manual dan mode otomatis, dengan perincian cara pengendalian pada masing-masing beban. Pertama untuk lampu pada kondisi otomatis akan menggunakan LDR sehingga tidak perlumenyalakan lampu pada malam hari dan mematikan lampu pada siang hari. Pada kondisi manual pada tombol ditekan pertama untuk menyalakan lampu dan ditekan yang kedua akan mematikan lampu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bekerja dengan baik, dimana untuk kondisi kendali otomatis, pada waktu kondisi siang maka lampu akan mati dan kondisi malam lampu menyala, kemudian untuk kondisi kendali manualnya, pada sistem ini dapat dilakukan kendali menggunakan remote sejauh 90 meter. Tingkat efisiensi dengan memanfaatkan sistem ini 53% lebih efisien dibandingkan dengan tidak memanfaatkan sistem smart home.

  4. BEDA PENGARUH ARKUS KAKI TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI MOJOLEGI, TERAS, BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Syafi’i

    2016-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan  normal foot dan flat foot terhadap keseimbangan statis pada anak usia 9-12 tahun. Sejumlah 60 subyek sehat, terbagi menjadi dua kelompok. Masing- masing kelompok 30 orang. Kelompok I adalah Kelompok dengan kondisi arkus normal dan kelompok II adalah kondisi arkus flat foot. Dilakukan di SD Negeri Mojolegi, Teras, Boyolali. Dengan menggunakan alat ukur Wet Test dan One Legged Stance Test. Penelitian ini merupakan non eksperimental cross sectional design. Masing-masing kelompok diuji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov Test pada Kelompok I menujukkan nilai p>0,05 maka data berdistribusi normal dan Kelompok II menunjukkan nilai p>0,05 maka data berdistribusi normal. Pada kedua kelompok diuji hipotesis dengan Independent T Test dengan hasil p<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi arkus normal dan kondisi arkus flatfoot dalam mempertahankan keseimbangan statis. Berdasarkan  analisis  statistik penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi arkus normal dan kondisi arkus flatfoot dalam mempertahankan posisi keseimbangan statis.

  5. Alterasi Akibat Proses Hidrothermal Di Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara

    OpenAIRE

    Harjanto, Agus; Sutanto, Sutanto; Sutarto, Sutarto; Subandrio, Achmad; Suasta, I Made; Hartono, Giri; Suputra, Putu; Basten, I Gde; Fauzi, Muhammad; Rosdiana, Rosdiana

    2016-01-01

    Bolaang Mongondow terletak di bagian tengah lengan utara Sulawesi yang disusun oleh busur magmatik berumur Neogen dan berpotensi mengandung mineral-mineral ekonomis. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukan penelitian terhadap potensi sumber daya mineral. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari alterasi akibat proses hidrotermal serta hubungannya dengan cebakan emas (Au) berdasarkan kajian di lapangan maupun analisis laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu kajian li...

  6. Studi Geokimia Mineral Serisit pada Endapan Tembaga Sangkaropi dan Rumanga Sulawesi Selatan

    OpenAIRE

    Irvan Ria, Ulva

    2012-01-01

    Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui proses alterasi terhadap pembentukan mineral serisit pada endapan tembaga, (2) mengetahui penyebab perbedaan konsentrasi tembaga di Sangkaropi dan Rumanga. Penelitian lapangan dan pengambilan sampel dilakukan pada endapan tembaga yang tersingkap di daerah Sangkaropi dan Rumanga, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif ex post facto. Data mineralogi dan geokimia diperoleh dari analisis sampel batuan menggunakan mikroskop ...

  7. SISTEM PENGENDALI KEMUDI TRAKTOR OTOMATIS EMPAT RODA PADA PENGUJIAN LINTASAN LURUS (Tracking Control System of Autonomous Four Wheel Tractor on Straight Path

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Permana Sutisna

    2015-05-01

    dilapangan pada lintasan lurus sepanjang 30 m dengan kecepatan traktor 0.5 m/s. Hasil pengujian di lapangan diperoleh tingkat akurasi kinerja kontrol sebesar 97.13% dan besar simpangan rata-rata terhadap lintasan acuan sebesar 8.62 cm. Kata kunci: Traktor otomatis, sistem pengendali kemudi, pengolahan tanah

  8. STATUS OF COMMENSAL RODENT -BORNE DISEASES RESEARCH IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lim Boo Liat

    2012-09-01

    Full Text Available Rodents yang terdapat di rumah-rumah maupun di lapangan mempunyai peranan penting dalam penyebaran penyakit terhadap manusia dan binatang. Dalam tulisan ini disajikan peninjauan kembali literatur tentang penyakit-penyakit yang ditularkan oleh binatang, seperti : plague, scrub and murine typhus, leptospirosis, schistosomiasis, angiostrongyliasis, yang biaya terdapat di Indonesia.

  9. Pengembangan model tarian bonet untuk kebugaran jasmani dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah dasar

    OpenAIRE

    Ramona Mathias Mae

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model tarian bonet untuk kebugaran jasmani dalam pembelajaran Penjasorkes di sekolah dasar (SD) yang layak digunakan guru sekolah dasar sebagai salah satu bentuk model pembelajaran Penjasorkes yang bervariasi dan menyenangkan. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (d...

  10. Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir Di Desa Keningar Daerah Kawasan Gunung Merapi

    OpenAIRE

    Yudhistira, Y; Hidayat, Wahyu Krisna; Hadiyarto, Agus

    2011-01-01

    Pasir merupakan salah satu produk kegiatan Gunung Merapi yang, merupakan andalan pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan juga menyerap lapangan kerja. Selain mendatangkan manfaat penambangan pasir Merapi juga menimbulkan dampak lingkungan bagi daerah di lokasi penambangan dan juga bagi daerah di bawahnya Penelitian kajian dampak kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan pasir bertujuan untuk mengkaji i) tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi di...

  11. LEVEL PENALARAN MORAL DAN KONFLIK PERAN: STUDI EKSPERIMEN BAGI MODEL PERILAKU WHISTLEBLOWING APARAT PENGAWASAN INTERNAL PEMERINTAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rury Citra Diani

    2017-12-01

    Full Text Available Peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP sangat diharapkan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Namun banyak kecurangan dan berbagai praktek pelanggaran etika dan hukum yang mengakibatkan kerugian negara tidak berhasil diungkap oleh APIP, melainkan diungkap oleh pihak di luar organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh level penalaran moral dan konflik peran terhadap perilaku whistleblowing APIP. Dengan menggunakan desain faktorial 2x2 antar subjek, eksperimen yang melibatkan 102 mahasiswa magister akuntansi, menemukan bahwa APIP dengan level penalaran moral yang tinggi memiliki perilaku whistleblowing lebih tinggi dibandingkan APIP dengan level penalaran moral yang rendah. APIP dalam kondisi konflik peran terbukti memiliki perilaku whistleblowing lebih rendah dibandingkan APIP dalam kondisi tidak ada konflik peran. APIP dengan level penalaran moral tinggi dan tidak ada konflik peran memiliki perilaku whistleblowing lebih tinggi dibandingkan APIP dengan level moral rendah dan ada kondisi konflik peran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku whistleblowing APIP dengan level penalaran moral yang tinggi tidak berbeda signifikan dalam kondisi ada konflik peran atau dalam kondisi tidak ada konflik peran.

  12. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2016-11-01

    Full Text Available Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan serta sintasan udang windu. Penelitian dilakukan di Instalasi Tambak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Sebanyak 9 tambak berukuran luasan 800 m2 dan padat penebaran tokolan udang windu 5 ekor/m2. Pemeliharaan terhadap hewan uji dilakukan selama 12 minggu. Perlakuan kondisi pematang adalah pematang yang dilapisi kapur (A; Pematang yang permukaannya ditambah dolomit (B; Pematang yang permukaannya dilapisi plastik (C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak dengan kondisi pematang pada A dan C menghasilkan kualitas air yang lebih baik dibandingkan B. Semua perlakuan kondisi pematang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05 terhadap pertumbuhan udang windu. Kondisi pematang pada perlakuan A dan C di tambak tanah sulfat masam berpengaruh nyata (P0.05. The pond dyke condition to A and C treatments in acid sulphate soil was significantly (P<0.15 to compare with B treatment to survival rate. The survival rate was obtained by the end of research each to the A and C treatments were 29.86% and 28.82% and B treatment was 6.1%.

  13. ANALISIS KEBERADAAN BIDAN DESA DAN DUKUN BAYI DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Setyo Pramono

    2013-03-01

    through the course. Suggestion: Patterns midwife partnership with shamans only one way to improve the coverage of deliveries by health personnel. The approach must be done from two sides, which is also in the community. The abilityof midwives to promotive and preventive accordance with the local culture are factors in addition to the factors of education and knowledge in society itself. Key words: midwives, tradistional birth attendants, East Java ABSTRAK Latar Belakang: Tujuan MDGs yang berupa meningkatkan kesehatan ibu, salah satu indikatornya adalah proporsi pertolongan kelahiran oleh tenaga kesehatan terlatih. Terkait dengan hal tersebut yang menjadi ujung tombak dilapangan adalah bidan desa. Kehadiran profesi bidan bukan berada di dalam lahan yang kosong, karena secara tradisi keberadaan dukun bayi telah ada terlebih dahulu. Pada kondisi geografis dan sosial masyarakat yang beragam, keberadaan mereka bisa menjadi khazanah kekayaan budaya. Menjadi menarik ketika dua kepentingan yang sejalan tetapi berbeda latar belakang ini bertemu di lapangan. Bagaimana eksistensi mereka di masyarakat terutama di perdesaan yang tradisinya masih kuat. Metode: Penelitian ini merupakan gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2011 di empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Sampang, Probolinggo, Jombang dan Madiun. Pemilihan kabupaten mengacu pada karakteristik masyarakat di Jawa Timur yaitu Madura, Pandalungan, Arek dan Mataraman. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam, informannya adalah bidan desa dan dukun bayi pada tiap wilayah puskesmas terpilih. Data dianalisis dengan teknik analisis domain, kategorial dan komponensial, sehingga membentuk matriks atau tipologi. Hasil: Terdapat dikotomi bidan senior dan bidan muda. Bidan senior kebanyakan berasal dari luar daerah. Jumlahnya terbatas sementara cakupan wilayah yang luas, tidak jarang membuat mereka memilih tinggal di pusat kecamatan. Akibatnya, pelayanan

  14. PENGARUH VARIASI BENTUK BURITAN KAPAL TERHADAP HAMBATAN TOTAL MENGGUNAKAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Chrismianto

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan hambatan total yang terkecil menggunakan CFD untuk berbagai variasi bentuk buritan kapal, dengan studi kasus pada type KCS (Kriso Container Ship. Hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.22 adalah 646.57 KN yaitu pada model 1, kemudian hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.26 adalah 2608.57 KN yaitu pada model original (asli, dan hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.30 adalah 4042.07 KN pada model 7.

  15. Optimasi Proses Spray Drying Pada Enkapsulasi Antosianin Ubi Ungu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Yunilawati

    2018-04-01

    Full Text Available Teknologi proses spray drying banyak dilakukan pada enkapsulasi zat warna alam untuk aplikasi di industri. Pada penelitian ini dilakukan enkapsulasi antosianin ubi ungu dengan teknik spray drying. Tujuan dari penelitian ini adalah optimasi proses spray drying pada enkapsulasi antosianin ubi ungu. Optimasi proses dilakukan pada kondisi berbagai suhu inlet (150 °C sampai dengan 180 °C dan jumlah maltodekstrin sebagai carrier (5% sampai dengan 15%. Sebagai respon dilakukan pengukuran kadar air, absorbansi, dan kadar antosianin. Response Surface Methodology (RSM dengan metode Central Composite Design (CCD digunakan untuk analisis data optimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu inlet dan persentase maltodekstrin berpengaruh secara signifikan terhadap kadar air, absorbansi, dan kadar antosianin total. Kondisi optimal didapatkan pada suhu inlet 166,96 °C dan maltodekstrin sebesar 5%. Pada kondisi ini dihasilkan serbuk antosianin ubi ungu dengan kadar air 4,79%; absorbansi 0,8827; dan kadar antosianin total 968,65 mg/kg.

  16. Strategi Pengembangan Usaha Kecap Cemara Dengan Metode Blue Ocean Strategy dan Balanced Scorecard Pada UKM Cemara Food, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tio Wahyu Nugraha

    2016-04-01

    Full Text Available Meningkatnya jumlah pesaing menyebabkan UKM Cemara Food seakan terjebak dalam kondisi persaingan yang sangat kompetitif karena kompetisi pasar. Minimnya inovasi dalam hal manajerial produksi dan operasi membuat strategi yang diterapkan perusahaan menjadi tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada. Sehingga diperlukan penelitian ini untuk melihat kondisi kinerja perusahaan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1 Menganalisis kinerja UKM Cemara Food. dan 2 Memformulasikan rancangan strategi pengembangan untuk produk kecap Cemara. Metode yang digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard, sedangkan untuk memformulasikan strategi menggunakan pendekatan Blue Ocean Strategy dan Balanced Scorecard. Nilai R/C Ratio sebesar 1,25 dan ROE sebesar 16,4% menunjukan penggunaan modal dan aliran keuangan perusahaan sudah dapat dikatakan baik meski harus ditingkatkan lagi efisiensinya. Nilai CSI sebesar 71% yang berarti bahwa indeks kepuasan keseluruhan konsumen yang dihitung berdasarkan atribut produk berada pada kriteria puas.

  17. Pengaruh Fungsi Advence Centrifugal dan Putaran Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Motor Toyota Tipe 4K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengelola bengkel mobil dan mekaniknya adalah pada waktu melaksanakan pekerjaan tune up. Mereka hanya menyetel saat pengapian dan platina saja tanpa mengontrol fungsi advance centrifugal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan-bakar pada motor bensin saat advance centrifugal bekerja normal dan macet pada putaran menengah dan tinggi. Sebagai obyek penelitian digunakan motor Toyota Type 4K yang telah diservis sesuai dengan standar industri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan kondisi advance centrifugal ada interaksi yang signifikan dengan F rasio = 82,975 dan P lebih kecil 0,05 terhadap konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K. Hal ini berarti bahwa pada berbagai putaran motor dengan kondisi advance centrifugal bekerja normal, konsumsi bensin pada motor Toyota Type 4K lebih irit jika dibandingkan dengan kondisi advance centrifugal yang macet.

  18. Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii (Determining of Seasonal Generative Reproduction and Attaching Preferences of Seaweed Spores (Eucheuma cottonii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma'ruf Kasim

    2013-07-01

    Full Text Available Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii adalah mengupayakan regenerasi secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pelepasan spora rumput laut E. cottonii secara alami dan preferensi perekatan spora pada substrat. Penelitian dilaksanakan di pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode kurungan rumput laut induk pada dasar perairan digunakan untuk memudahkan pengamatan musim reproduksi. Untuk mengetahui preferensi pelekatan spora digunakan substrat dari berbagai bahan yang digantung disekitar kurungan dasar. Selama penelitian, bentuk morfologi rumput laut terlihat sehat berwarna cokelat tua dan diameter thallus utama berukuran besar. Pada pangkal thallus utama tersebut, terlihat membentuk tonjolan kecil menumpul yang cukup banyak. Tonjolan tersebut diduga sebagai tempat pengeluaran gametosit jantan dan betina. Pada akhir bulan September sampai tengah Oktober terlihat penempelan bibit rumput laut pada substrat karang dan batuan. Bibit yang ditemukan terlihat (kasat mata setelah berukuran 0,3–0,6 cm dengan bobot 0,018 - 0,038 g. Untuk bobot basah, ukuran 0,4 g pada minggu pertama pemeliharaan dan hanya terjadi perubahan bobot sebesar 2,7 g pada minggu kedelapan pemeliharaan. Penelitian ini memberikan informasi mengenai musim reproduksi generatif pada bulan September-Oktober. Informasi lainnya adalah spora E. cottonii banyak ditemukan melekat pada karang mati bercabang. Sehingga untuk mendapatkan bibit generatif E. cottonii di perairan Sulawesi Tenggara, dapat dilakukan pada bulan tersebut. Bibit yang dikoleksi dialam terbukti mempunyai pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan dengan bibit vegetatif yang dipelihara pada areal budidaya masyarakat. Kata kunci: Eucheuma cottonii, bibit, musim perekatan, spora, generatif One of the few ways to improve the quality of seed types Eucheuma cottonii is to seek methods of regenerating seeds by generative ways. This study aims

  19. KARAKTERISTIK KM. ZAISAN STAR AKIBAT PERUBAHAN MUATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Samuel

    2014-02-01

    Full Text Available KM. Zaisan Star yang semula merupakan kapal general cargo dimodifikasi menjadi kapal pengangkut kendaraan (vehicle carrier dengan penambahan geladak pada ruang muat dan diatas geladak utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai stabilitas dan kekuatan memanjang kapal dari 32 simulasi kondisi karena pengaruh pengisian geladak muat dan kondisi pelayaran kapal. Perhitungan dan analisa pada penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan rumus stabilitas dan kekuatan memanjang kapal yang terintegrasi pada perangkat lunak pekapalan yang mengacu standar IMO dan Rules BKI. Hasil analisa stabilitas menunjukkan nilai GZ terendah pada kondisi XXXI dengan 1,103 m sedangkan kriteria minimumnya 0,200 m. Nilai GM terendah pada kondisi XXXII dengan 1,160 m, sedangkan nilai minimumnya 0,150 m. Pada analisa kekuatan memanjang diperoleh nilai tegangan geladak kondisi air tenang 0,009 N/mm2, sagging 0,013 N/mm2 dan hogging 3,40 N/mm2 serta tegangan alas kondisi air tenang 0,020 N/mm2, sagging 0,029 N/mm2 dan hogging 7,825 N/mm2, nilai tersebut tidak melebihi nilai tegangan ijin kapal 188,815 N/mm2. Perhitungan modulus penampang menunjukkan nilai modulus penampang geladak 831,990 m3 dan alas 1913,974 m3, nilai tersebut memenuhi nilai modulus minimum kapal 0,1824 m3. Perhitungan momen inersia menunjukkan nilai momen inersia sebesar 2899,540 m4, nilai ini memenuhi nilai minimum momen inersia kapal 0,4103 m4.

  20. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Cahyati

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa CD pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berbasis komputer untuk SMA yang valid dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D. Media yang dikembangkan memuat materi tentang HIV/AIDS. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan software Adobe Flash Cs3 Professional. Media yang telah dikembangkan melalui dua tahap penelitiannya itu validasi ahli dan uji coba lapangan. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan hasil penelitian menunjukkan produk termasuk kriteria “Sangat baik” dengan rerata skor 4,25. Hasil tes siswa mengalami peningkatan dari rerata skor pretest 5,53 dan rerata skor posttest 7,56. Berdasarkan hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan efektif digunakan dalam pembelajaran di SMA. Kata kunci: Pengembangan media, penjasorkes, SMA

  1. Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran Observasional Bandura Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Senam Indonesia Jaya Pada Siswa Kelas X Smk Saraswati 3 Tabanan

    OpenAIRE

    I PUTU AGUNG UTAMA MAS; Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd; Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Observasional Bandura Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Senam Indonesia Jaya pada siswa kelas X SMK Saraswati 3 Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental lapangan dengan pola The Post-test Only Control Group Design . Populasi dalam penelitian ini berjumlah 11 kelas dan sampel berjumlah 4 kelas. Data motivasi siswa dikumpulkan menggunakan lembar koesioner dan data hasil belajar Senam Indonesia ...

  2. Analisis Persepsi Leadership dan Kewirausahaan dalam Mencapai Visi Teacherprenuership dan Entrepreneurship (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang)

    OpenAIRE

    Ahwy Oktradiksa

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persepsi leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship menurut mahasiswa Fakultas Agama Islam.(2) Untuk mengetahui analisis leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship di Fakultas Agama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan studi kasus. Metode penelitian dengan analitis deskriptif, metode pengambilan sampel yang diambil dengan purposive sampling, teknik pengambilan data dengan me...

  3. Analisis Persepsi Leadership Dan Kewirausahaan Dalam Mencapai Visi Teacherprenuership Dan Entrepreneurship (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang)

    OpenAIRE

    Oktradiksa, Ahwy

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui persepsi leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship menurut mahasiswa Fakultas Agama Islam.(2) Untuk mengetahui analisis leadership dalam mencapai visi teacherpreneurship dan entrepreneurship di Fakultas Agama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan studi kasus. Metode penelitian dengan analitis deskriptif, metode pengambilan sampel yang diambil dengan purposive sampling, teknik p...

  4. Sistem Perburuan Landak Moncong Panjang (Zaglossus bruijnii) pada Masyarakat Kampung Waibem dan Kampung Saukorem Tambrauw, Papua Barat

    OpenAIRE

    Tresia Frida Awak; Sepus Fatem; Aksamina Yohanita

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perburuan landak moncong panjang (Zaglossus bruijnii) oleh masyarakat kampung Waibem dan Saukorem, Kabupaten Tambrauw. Penelitian ini dilakukan di Kampung Waibem dan Saukorem selama 1 bulan, yaitu sejak bulan Juli-Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi struktural yang mengacu pada daftar kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya masyarakat Kampung Waibem dan Sau...

  5. Adaptasi Arsitektur Tradisional Bali pada Rumah Masyarakat Suku Bali di Luar Pulau Bali (Studi Kasus : Pemukiman Suku Bali Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara)

    OpenAIRE

    SANTI, SANTI; SYUKUR, LAODE ABDUL

    2010-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mendasar antara arsitektur tradisional Bali di pulau Bali dan di luar pulau Bali dan juga mengetahui bagaimana penerapan arsitektur tradisional Bali pada rumah masyarakat diluar pulau Bali khususnya pada Pemukiman Suku Bali di Jati Bali. Penelitian ini dilaksanakan di Pemukiman Suku Bali di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan. Pengambilan sampel ...

  6. Peningkatan Kemampuan Memahami Bacaan Bahasa Arab Melalui Teknik Pembelajaran SQ4-R (Penelitian Tindakan pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Tarbiyah STAIN Kendari)

    OpenAIRE

    Batmang, Batmang

    2013-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa pada semester ke enam Departemen Arab Bahasa Pendidikan Akademik 2012-2013 dalam memahami teks-teks Arab dengan penerapan teknik pembelajaran SQ4-R. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dan pendekatan kualitatif. Metode untuk mengumpulkan data yang: observasi, wawancara, portofolio, membaca tes pemahaman, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengurangi, menyajikan dan dengan menarik kesimpul...

  7. Child Health Improvement through Implementation of Food Safety Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Safari

    2016-06-01

    Pemenuhan akan pangan merupakan komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih terdapat permasalahan dalam mewujudkannya, di antaranya masalah keamanan pangan dengan persentase kasus keracunan makanan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi pelaksanaan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS yang ada saat ini dan memilih alternatif model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien diterapkan di usaha mikro kecil (UMK guna meningkatkan keamanan pangan yang dihasilkannya sehingga terjadi peningkatan kesehatan anak. Penelitian dilakukan pada kuartal II tahun 2015 sampai dengan awal kuartal III tahun 2015 melalui survei lapangan dan survei pakar dengan mengambil studi kasus di lingkungan sekolah dasar. Survei lapangan melibatkan 102 responden untuk memungkinkan dilakukannya analisis situasional dan juga survei pakar untuk memilih model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien untuk diterapkan pada UMK PJAS dengan Analytical Hierarchy Process. Hasil survei lapangan menunjukkan 91% responden anak sekolah pernah mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi PJAS. Selain itu, 100% responden UMK PJAS tidak menggunakan masker dan sarung tangan sebelum mengolah makanan/minuman, 62% masih menggunakan air sumur sebagai sumber air untuk produksi PJAS dan 86% menggunakan Bahan Tambahan Pangan. Hasil survei pakar menunjukkan model Lima Kunci Pangan Aman terpilih sebagai model keamanan pangan yang paling efektif dan efisien diterapkan pada UMK PJAS.

  8. PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KARATE KIDS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR KELAS ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widha Srianto

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model latihan karate kids pada anak usia sekolah dasar (SD kelas atas (10-12 tahun. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian sebagai berikut: (1 pengumpulan informasi di lapangan, (2 melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3 mengembangkan produk awal, (4 validasi ahli dan revisi, (5 uji coba lapangan skala kecil dan revisi,  (6 uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7 pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan di klub Forki Kota Yogyakarta berjumlah 7 anak. Uji coba skala besar di klub Inkanas DIY berjumlah 16 anak. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1 pedoman wawancara, (2 skala nilai, (3 pedoman observasi model, (4 pedoman observasi keefektifan model, dan (5 kuesioner untuk siswa. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun yaitu: (1 model latihan maegeri, (2 model latihan gyaku tsuki, (3 model latihan mawashigeri, dan (4 model latihan oi tsuki. Dari hasil analisis data penilaian para ahli materi dan kuesioner anak, dapat ditarik kesimpulan bahwa model latihan karate kids pada anak usia SD kelas atas (10-12 tahun ini dinilai baik dan efektif. Kata kunci: model latihan, karate kids

  9. RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT JENIS KAYUAN DENGAN MEMANFAATKAN KARAKTERISTIK PANAS YANG DITIMBULKANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gilang Bagaskara

    2017-11-01

    Full Text Available Kebakaran lahan gambut yang sudah meluas menimbulkan bencana asap dan penyakit pada masyarakat. Pemantauan kebakaran lahan gambut yang memiliki tingkat akurasi tertinggi adalah ASEAN Specialized Meteorological Center (ASMC dengan tingkat akurasi sebesar 60%. Dibutuhkan perancangan pendeteksi kebakaran lahan gambut, guna untuk mitigasi bencana kebakaran lahan gambut. Karena gambut yang ada di provinsi Riau umumnya adalah gambut jenis kayuan, jadi penelitian dilakukan pada gambut kayuan. Beberapa metode pengambilan data pada penelitian ini yaitu: uji laboratorium, pengambilan data di lahan gambut kondisi normal, pengambilan data di lahan gambut saat kejadian kebakaran dan pemetaan simpul. Berdasarkan hasil penelitian ini, sensor suhu LM35 memiliki tingkat akurasi dengan persen error rata-rata sebesar 0,22%. Suhu lahan gambut kayuan saat kondisi normal memiliki besar suhu yang selalu berada di bawah suhu udara sekitar. Saat kondisi terbakar besar, suhu lahan gambut kayuan terus meningkat dan melebihi besar suhu udara sekitar. Suhu udara sekitar saat kondisi normal atau saat terjadi kebakaran tidak ada perbedaan yang mencolok, karena kebakaran lahan gambut kayuan tidak begitu bergemuruh perubahan suhu udara sekitar. Radius sensor suhu LM35 pada alat pendeteksi kebakaran lahan gambut mencapai 4 m dengan lama waktu pembacaan 45 menit.

  10. Biomarker Prediktor Kejadian Poliuria pada Resipien Pascatransplantasi Ginjal

    OpenAIRE

    Angling Yunanto; Arry Rodjani

    2016-01-01

    Poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal merupakan kondisi yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal apabila berlangsung secara masif, terus menerus, dan tanpa pengawasanyang ketat. Studi literatur ini dibuat agar dapat memberikan gambaran mengenai biomarker apa yang dapatdigunakan sebagai prediktor kejadian poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal dan apakah biomarkertersebut dapat dipergunakan di RS dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi literatur ini d...

  11. Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 4.1 pada Fakultas Teknik Undip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arini Arumana

    2014-06-01

    Full Text Available Peran teknologi informasi dalam suatu instansi sudah tidak dapat dielakkan lagi, mengingat perkembangannya yang begitu pesat seiring berjalannya waktu. Namun masalah yang sering terjadi di instansi adalah penggunaan teknologi informasi yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu diperlukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi yang biasa disebut dengan IT Governance. Fakultas teknik UNDIP adalah salah satu fakultas yang dalam operasionalnya sangat mengandalkan teknologi informasi, baik dalam aktifitas belajar mengajar maupun dalam menjalankan operasional bisnis. Kondisi sekarang di Fakultas Teknik sendiri tidak terdapat suatu indikator yang dapat menyatakan bahwa kinerja TI yang berjalan telah sesuai dengan visi dan misi Fakultas Teknik, oleh karena itu perlu dilakukan analisis tata kelola teknologi informasi, guna mengetahui performa TI sekarang sesuai dengan yang diharapkan oleh managemen atau tidak. Hasil dari analisis ini berupa tingkat kematangan tata kelola TI yang mecerminkan kondisi tata kelola TI di Fakultas Teknik dengan mengacu pada maturity level yang disediakan kerangka kerja COBIT 4.1, yakni dari level 0 (non-existent sampai 5 (optimized. Berdasarkan analisis yang dilakukan, secara garis besar kondisi kematangan tata kelola TI Fakultas Teknik berada pada level 2 yakni repeatable but intuitive. Kondisi ini mengacu pada beberapa kelemahan dalam proses-proses TI yang berjalan, diantaranya penetapan dan dokumentasi tindakan, kebijakan dan prosedur yang minim, serta tidak tersedianya service level yang disetujui bersama.

  12. Pengaruh Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance

    OpenAIRE

    Tandean, Vivi Adeyani

    2015-01-01

    Pemerintah mengharapkan wajib pajak membayar pajak sesuai kondisi sebenarnya sedangkan Perusahaanberusaha membayar pajak seminimal mungkin dengan melakukan manajemen pajak tanpa melanggar peraturan.Tuntutan bagi Perusahaan melakukan manajemen pajak yang harus diawasi menjadikan dibentuknya Corporategovernance. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh penerapan GCG dan ukuranperusahaan terhadap tax avoidance. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang terdaf...

  13. RISET EFEKTIVITAS INDIHOME TOUCH POINT TERHADAP KELUHAN GANGGUAN DAN PASANG BARU PELANGGAN INDIHOME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bilpen Nainggolan

    2017-03-01

    Full Text Available Indonesia Digital Home atau Indihome adalah salah satu produk layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia , Tbk. berupa paket layanan komunikasi dan data seperti tel epon rumah ( voice , internet ( Internet on Fiber atau High Speed Internet dan layanan televisi interaktif IPTV ( Internet Protocol TeleVision . Untuk melayani kebutuhan pelanggan Indihome dalam hal penanganan keluhan gangguan maupun permintaan pasang baru, Telkom menyediakan beberapa touch point atau channel agar pelanggan dapat dengan mudah berinte raksi dengan Telkom. Namun, masih terdapat permasalahan yang dihadapi Telkom mengenai efektivitas masing - masing touch point dalam merespon keluhan gangguan maupun permintaan pasang baru . Pengukuran efektivitas touch point belum sempurna dilakukan, sehingga Telkom perlu menyempurnakan touch point mana yan g paling efektif dalam merespon keluhan gangguan dan pasang baru pelanggan Indihome . T ouch point sangat berdampak langsung terhadap keputusan pelanggan untuk membeli dan loyalitas pelanggan. Riset ini mencakup eksplorasi pada pengukuran efektivitas Indihome touch point terhadap keluhan gangguan dan pasang baru pelanggan Indihome melalui beberapa metode sehin gga dapat dipetakan customer experience journey masing - masing touch point , baik kondisi ideal maupun kondisi eksisting , serta dapat teridentifikasi gap customer experience journey masing - masing touch point antara kondisi ideal dengan kondisi eksisting.

  14. BIOLOGI REPRODUKSI DAN DUGAAN PEMIJAHAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma DI PANTAI UTARA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2016-02-01

    Full Text Available Sumberdaya ikan kembung (Rastrelliger brachysoma merupakan ikan ekonomis penting, umumnya hidup di perairan pantai (zona neritic dan menjadi komoditi utama bagi perikanan rakyat di perairan utara Jawa. Jenis ini ditangkap secara intensif menggunakan pukat cincin mini dan populasinya akhir-akhir ini semakin menurun. Kondisi tersebut sangat rawan apalagi stok yang dieksploitasi berasal dari unit stok sama. Penelitian ikan kembung dilakukan berdasarkan pengambilan contoh biologi di beberapa tempat pendaratan ikan (Jakarta, Indramayu, Blanakan dan Tegal untuk memperoleh karakter biologi reproduksi dan dugaan pemijahan ikan kembung di pantai utara Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan November 2010. Rata-rata ukuran ikan yang tertangkap di Teluk Jakarta lebih besar dibanding perairan Blanakan dan Indramayu. Ikan betina yang tertangkap umumnya belum matang gonad. Ikan dengan kondisi matang gonad (TKG IV sekitar 7% dari keseluruhan contoh betina. Ikan dalam kondisi matang dengan ukuran gonadmaksimumdan telur transparent/ translucent sekitar 2% dan kondisi mijah (spent sebanyak 5%. Ikan betina mencapai kematangan pertama (length-at-first-maturity, Lm pada ukuran 16,4 cmFL. Ikan betina matang (fullymature female ditandai dengan berat gonad 24 gram dengan jumlah telur (batch fecundity sekitar 5.930 butir. Berdasarkan fluktuasi GSI musim pemijahan diduga berlangsung mulai bulan Oktober, khususnya perairan di Teluk Jakarta.

  15. MONITORING TETESAN INFUS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardiyanto Iqbal Nugroho

    2015-09-01

    Penelitian ini menghasilkan suatu alat monitoring tetesan infus yang dapat memberikan informasi mengenai laju kecepatan tetesan dan kondisi cairan pada infus. Sistem yang secara realtime dimonitoring oleh perawat ini dapat mengurangi permasalahan yang timbul karena kelalaian petugas. Sehingga perawat tidak secara manual dalam mengatur kecepatan tetesan infus dan meningkatkan pelayanan kepada pasien.

  16. duele verse sowel as die somtotaal die leser

    African Journals Online (AJOL)

    27 Jan 2006 ... selfs 'n landkaart afgedruk) terwyl dit ter- selfdertyd ver bo die lokale uitstyg. Die digter is sterk bewus van sy omgewing, geskiedenis en tradisies, maar veral van die algemene menslike kondisie wat binne hierdie referensiekader vergestalt word. Hy gebruik 'n bekende historiese slagveld as bundeltitel (en ...

  17. Daya Hambat Infusum Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Yang Diisolasi Dari Denture Stomatitis ; Penelitian In Vitro.

    OpenAIRE

    bin Abdullah, Muhammad Naim

    2011-01-01

    Denture Stomatitis merupakan lesi mukosa oral berwarna merah, sakit, dan bengkak, kondisi ini karena kebiasaan jelek pada pemakai gigitiruan yang tidak mumbuka protesa pada malam hari dan jarang dibersihkan. Faktor sistemik yang mendukung terjadinya Denture Stomatitis dapat disebabkan oleh beberapa bakteri, salah satunya Staphylococcus aureus. Pencegahan Denture Stomatitis dapat dilakukan dengan sering membersihkan gigitiruan dan pemakaian obat kumur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguj...

  18. PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN TERHADAP TENAGA KERJA WANITA INDONESIA DI MALAYSIA MELALUI IMPLEMENTASI KONVENSI CEDAW PBB 1979

    OpenAIRE

    Umi Qodarsari

    2016-01-01

    Diskriminasi terhadap perempuan umumnya disebabkan budaya patriarki. Kekhawatiran tentang kondisi perempuan muncul dan diwujudkan melalui gerakan perempuan yang kemudian melahirkan konvensi internasional perlindungan hukum bagi perempuan.Salah satu konvensi tersebut adalah Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). CEDAW mewajibkan negara-negara yang meratifikasi untuk mengutuk segalabentuk diskriminasi dan menerapkan kebijakan yangmenghapus diskrimina...

  19. STUDI MODEL UNTUK PENINGKATAN PRESIPITASI AWAN KONVEKTIF DENGAN BUBUK GARAM

    OpenAIRE

    M. V, Belyaeva; A.S, Drofa; V.N, Ivanov; Kudsy, Mahally; Haryanto, Untung; Goenawan, R Djoko; Harsanti, Dini; Ridwan, Ridwan

    2011-01-01

    Sebuah studi tentang penggunaan garam serbuk polidispersi sebagai bahan semaitelah dilaksanakan dengan memakai model 1-dimensi. Dalam studi ini pengaruhpenambahan serbuk garam tersebut terhadap distribusi tetes awan dan jumlah penambahan presipitasi telah dilakukan, serta hasilnya telah dianalisa dan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada pemakaian partikel higroskopis yang diperoleh dari flare piroteknik. Kondisi awan yang dipelajari terdiri dari beberapa macam ketinggian, updraft dan...

  20. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    OpenAIRE

    Eko Hariadi

    2007-01-01

    Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB), pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe res...

  1. Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 Sr (At 4x4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nico Yudha Wardana

    2017-01-01

    Full Text Available Produksi mobil Indonesia tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 1,29 juta unit, meningkat 7,5 persen dari tahun sebelumnya dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 2 juta unit (Kemenprin, 1/16. Tingginya penjualan mobil tersebut tidak diiringi dengan upaya produsen untuk mencerdaskan konsumen mengenai performa mobil. Hal tersebut yang mendasari penulis untuk melakukan analisa karakteristik traksi pada mobil Toyota fortuner 4.0 V6 SR (4X4 AT. Dalam penelitian ini, telah dilakukan tiga tahapan pengujian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada mobil untuk mengetehaui efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil pada kondisi standar. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan evaluasi terhadap grafik karakteristik traksi mobil standar, dilanjutkan dengan proses redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil menggunakan metode progressi geometri. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil untuk kondisi rasio gigi standar serta hasil redesign dengan 5,6 dan 7 tingkat kecepatan. Setelah dilakukan analisa, ternyata distribusi traksi pada mobil kondisistandar tidak merata, terdapat loses yang cukup besar terutama pada 3 tingkatan gigi awal. Hasil redesign dengan menggunakan teori progressi geometry menunjukan distribusi traksi yang lebih baik dari kondisi standar. Loses traksi untuk perpindahan gigi pertama menuju tingkat gigi kedua yang awalnya pada kondisi standar sebesar 4.564 kN dapat diminimalisir sampai dengan 1 kN setelah dilakukan redesign dengan 7 tingkat kecepatan.

  2. Analisa Kemampuan Saluran Berdasarkan Metode Contingency N-1 Analysis

    OpenAIRE

    Syukriyadin,; Susanti, Rahmi

    2010-01-01

    Sistem transmisi memegang peranan yang sangatpenting dalam proses penyaluran daya. Oleh karena itupengamanan pada saluran transmisi perlu mendapatperhatian yang serius dalam perencanaannya. Analisakemampuan saluran merupakan aplikasi untuk mempelajarikestabilan sistem. Analisa kemampuan saluran dalampenelitian ini menggunakan metode contingency N-1 analysis.Contingency N-1 analysis merupakan sebuah program untukmemperhitungkan berbagi kondisi yang mungkin terjadidalam sistem dimasa yang akan ...

  3. JARINGAN SOSIAL PEMASARAN PADA KOMUNITAS NELAYAN TRADISIONAL BANTEN

    OpenAIRE

    Suwaib Amiruddin

    2014-01-01

    Nelayan tradisional memiliki karakteristik ketergantungan terhadap kondisi alam dan hasil tangkapan yang diperoleh. Selain itu ketergantungan terjadi pula pada aspek permodalan dan jaringan sosial pemasaran. Penelitian ini mengeksplorasi karakteristik nelayan tradisional, proses dan jaringan sosial pemasaran antar kelompok dan jaringan sosial pemasaran melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian adalah pemilik modal, pemil...

  4. PERAMALAN BEBAN JANGKA PENDEK PADA HARI LIBUR DI BALI MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED REGRESSION NEURAL NETWORK (GRNN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juniar Doan Wihardono

    2016-12-01

    Full Text Available Peramalan beban merupakan suatu kegiatan untuk memperkirakan kondisi beban pada hari yang akan datang. Kondisi beban pada saat hari libur merupakan suatu fenomena yang sangat menarik untuk diketahui. Fenomena ini terjadi di Bali yaitu pada saat hari Raya Nyepi. Karena, kondisi beban pada hari Raya Nyepi akan mengalami penurunan yang sangat drastis. Kondisi tersebut perlu diketahui agar operasi sistem tenaga listrik dapat berjalan secara optimal. Metode peramalan beban pada penelitian ini menggunakan metode Generalized Regression Neural Nework (GRNN yang dibandingkan dengan metode Radial Basis Function Neural Network (RBFNN. Data pada proses peramalan menggunakan data beban puncak harian pada hari libur di Bali antara tahun 2010 sampai 2014. Pemilihan data difokuskan pada data beban puncak pada 5 hari sebelum hari libur (h-4 sampai hari libur (h. Metode GRNN menghasilkan Mean Square Error (MSE sebesar 0.020089 dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE sebesar 2.01%. sedangkan metode RBFNN menghasilkan MSE sebesar 0.022757 dan MAPE sebesar 2,28%.

  5. Metode Sederhana dan Efektif untuk Penghitungan dan Visualisasi Tiga Dimensi (3D) Biofilm Vibriio Cholera

    OpenAIRE

    Kurniawan, Andi; Fadjar, Mohamad; Sukoso, Sukoso; Prihanto, Asep Awaludin

    2015-01-01

    Mikroorganisme yang mampu menghasilkan biofim menimbulkan masalah yang serius dalam bidang kesehatan dan pangan. Penelitian biofim bagi sebagian peneliti sangat identik dengan kerumitan proses penghitungan dan visualisasi penutupan permukaan substrat penempelan bakteri. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efiiensi metode alternatif untuk menghitung dan memvisualisasikan biofimVibrio cholera. Pada penelitian ini beberapa faktor lingkungan seperti pH, suhu, dan kondisi kultur diujicobakan...

  6. Analisis Value Chain Di Industri Otomotif

    OpenAIRE

    Hendri, Hendri

    2017-01-01

    Penelitian ini untuk menganalisis industri otomotif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui aktivitas dan kondisi internal proses industri manufaktur dengan menggunakan value chain guna masukan dimasa akan datang bagi industri otomotif secara khusus. Value Chain merupakan rantai nilai yang dapat mengetahui kekuatan Perusahaan, keuntungan dan kesuksesan dari rantai aktivitas dalam Perusahaan atau industri manufaktur.Metode analisis menggunakan Statistika Deskript...

  7. Pengelolaan dan Pengembangan USAha Distribusi Mobil Toyota pada Ud. Asri Motor di Surabaya

    OpenAIRE

    Anggrean, Christian

    2013-01-01

    Tujuan dari pada penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan Perusahaan keluarga, melakukan analisa kondisi internal dan eksternal dengan analisis SWOT, menyusun strategi pengembangan bisnis pada UD. Asri Motor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan fungsi manajemen Perusahaan yang terdiri atas planning, organizing, actuating, controlling sudah berjalan de...

  8. SIMULASI PREDIKSI PROBABILITAS AWAL MUSIM HUJAN DAN PANJANG MUSIM HUJAN DI ZOM 126 DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus Subagyo Swarinoto

    2014-05-01

    Full Text Available Simulasi prediksi probabilitas Awal Musim Hujan (AMH dan Panjang Musim Hujan (PMH terkait kondisi Indonesia SSTA, Nino34 SSTA, dan IODM SSTA sebagai prediktor telah dilakukan di Zona Musim (ZOM 126 Denpasar. Lokasi ini dipilih karena memiliki pola curah hujan dasarian maupun bulanan pola monsunal, sehingga terdapat perbedaan yang jelas antara kondisi Musim Hujan (MH dengan kondisi Musim Kemarau (MK. Kejadian puncak dan lembah curah hujan pada lokasi ini berlangsung sekali dalam satu tahun. Puncak hujan berlangsung bersamaan dengan MH dan sebaliknya lembah hujan berlangsung bersamaan dengan MK. Untuk ZOM 126 Denpasar, simulasi prediksi probabilitas ini dihitung berdasaran pada kondisi seluruh prediktor sebagaimana tersebut di atas. Time lag 3, 2, dan 1 bulan digunakan pada data dasarian awal yang diolah. Data yang memiliki nilai koefisien determinasi R2 terbesar dari persamaan regresi multi linear yang dibentuk berdasarkan pada kondisi prediktor di atas  selanjutnya digunakan dalam menentukan simulasi prediksi probabilitas AMH dan PMH. Hasil menunjukkan bahwa kondisi Indonesia SSTA sangat berperan dalam menentukan nilai probabilitas maju-mundur AMH dan panjang-pendek PMH di ZOM 126 Denpasar, khususnya pada saat Nino34 dan IODM SSTA lemah. Sementara itu kondisi Nino34 SSTA dan IODM Anomaly memiliki peran sebagai penguat/pelemah terhadap probabilitas kejadian AMH dan PMH di ZOM 126 Denpasar.   The probability forecast simulation of Rainy Season Onset and the Lenght of Season based on Indonesia SST, Nino34 SST, and IODM SST Anomalies as predictors, have been done over Seasonal Forecast Area (SFA 126 Denpasar. This SFA was chosen as a case in relation to it’s monsoonal rainfall pattern. In this SFA there were clearly different condition between Rainy and Dry Seasons. Basically the peak of Rainy and Dry Seasons only happen once a year. The peak of Rainy Season  commonly takes place during early year but Dry Season occurs in the middle year. The

  9. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  10. APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK (Aplication of Qual2Kw Model to Determine the Strategy in Solving Gajahwong River Water Pollution Caused by Organic Matter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Dyah Novitasari Lestari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1 Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2 Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.   ABSTRACT Water quality modelling of Gajahwong River has been done using QUAL2Kw model for DO-BOD parameters. The dynamics of DO-BOD of the river on the existing conditions in 2011 has been investigated. Because of  the load of pollutants in the rainy condition and no rain condition was different, then the predictions made on both conditions. QUAL2Kw modelling results for Gajahwong River in year 2011 showed that the BOD concentration of the river on both conditions has exceeded water quality standards class II. The simulation results showed that: (1 Housing construction that discharge its liquid waste into Gajahwong River on total discharge 0,1 m3/s with concentration of BOD 10 mg/L, increased the BOD and decreased the DO of Gajahwong River, and (2 Water quality management and organic pollution control of Gajahwong River can be done by a strategy of making communal WWTP in each district with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg /L.

  11. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MALCOLM’S MODELING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Syarifah

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 menghasilkan model pembelajaran fisika berbasis Malcom’s Modeling Method yang layak digunakan di sekolah, dan (2 mengetahui apakah model pembelajaran fisika berbasis Malcom’s Modeling Method dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian dan pengembangan (R&D. Prosedur pengembangan mengadaptasi dari prosedur pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall dengan langkah-langkah meliputi (1 penelitian dan pengumpulan data, (2 perencanaan, (3 pengembangan bentuk awal produk, (4 uji coba lapangan awal, (5 revisi hasil uji coba lapangan awal, (6 uji coba lapangan, (7 revisi hasil uji coba lapangan dan (8 diseminasi. Subjek uji coba lapangan awal terdiri atas 36 siswa kelas X MIA 6 di SMA N 7 Yogyakarta. Subjek uji coba lapangan pada kelas ekperimen terdiri atas 36 orang siswa kelas X MIA 1 dan pada kelas kontrol terdiri atas 34 orang siswa kelas X MIA 5 di SMA N 7 Yogyakarta. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, angket untuk mengukur motivasi belajar, angket respon siswa dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Malcom’s Modeling Method ditinjau dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung dan dampak instruksional dan pengiring layak digunakan di sekolah dengan kategori sangat baik. Hasil uji MANOVA menunjukkan model Malcom’s Modeling Method dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa pada taraf signifikansi 5 %. Kata Kunci: Malcom’s Modeling Method, keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar.   DEVELOPING A PHYSICS INSTRUCTION MODEL BASED ON MALCOLM’S MODELING TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING MOTIVATION Abstract This research aims to (1 develop a physics instruction model based on

  12. PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indaryati Indaryati

    2015-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media berupa komik pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang terdiri dari: (1 penelitian dan pengumpulan data, (2 perencanaan, (3 pengembangan draft produk, (4 uji coba lapangan awal,  (5 revisi hasil uji coba, (6 uji coba lapangan, (7 penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8 uji pelaksanaan lapangan, dan (9 penyempurnaan produk akhir. Subjek uji coba adalah siswa kelas V SDN Glagah Yogyakarta. Subjek uji coba satu-satu terdiri atas tiga orang siswa. Subjek uji coba kelompok kecil terdiri atas sembilan orang siswa yang belum terlibat dalam uji coba satu-satu, dan subjek uji lapangan terdiri atas 54 orang siswa dari kelas VB dan kelas VC yang tidak ikut dalam uji coba satu-satu dan uji coba kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan ini mendapatkan penilaian dari para ahli dengan kategori “baik”, penilaian guru dan siswa yang menggunakan media komik menyatakan praktis, sehingga media pembelajaran ini layak digunakan. Hasil uji lapangan menunjukkan media komik pembelajaran matematika yang digunakan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 0,65 tergolong dalam kategori sedang menurut skala gain, sedangkan prestasi belajar siswa sebesar 0,73 tergolong dalam kategori tinggi menurut skala gain. ____________________________________________________________________________________________________________________________________ DEVELOPING COMIC MEDIA FOR THE TEACHING OF MATHEMATICS TO ENCHANCE THE MOTIVATION AND MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES GRADE V ABSTRACT This research aims to produce a product in the form of mathematics teaching comics which can improve motivation and learning achievement of students of grade V of SD. This research is research and development study consisting of nine stages, namely: (1 research and data collection, (2

  13. DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN PENDIDIKAN DI TEMBALANG SEMARANG JAWA TENGAH (The Impact Development of Education Area in Tembalang Semarang Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Prasetyo Samadikun

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Kawasan Tembalang merupakan salah satu wilayah pemekaran Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah yang peruntukannya sebagai daerah pusat pengembangan pendidikan serta  pertumbuhan perumahan dan permukiman.  Pada tahap awal,  perkembangan kampus (kawasan pendidikan di wilayah ini masih berdampak positif, khususnya pada pertumbuhan/perbaikan infrastruktur. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata mulai timbul dampak negatif pada lingkungan di sekitar kawasan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tahapan dan bentuk perubahan yang terjadi di Kawasan Tembalang, serta mengkaji kondisi eksisting permukiman dan infrastruktur di wilayah ini. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan dan bentuk perubahan yang terjadi selama empat tahap mencakup aspek kependudukan, matapencaharian, kondisi sosial-ekonomi-budaya, suplai kebutuhan, tata guna lahan, kondisi infrastruktur, dan lingkungan. Nilai skoring terhadap infrastruktur eksisting bernilai baik untuk kondisi transportasi dan drainase, kondisi bangunan dinilai buruk, dan kondisi persampahan dinilai sedang.  ABSTRACT Tembalang region is one of expansion area in Semarang City that used for regional center of educational development and growth of housing and settlements. In the early stages, the development of the campus in the region still poses a positive impact, especially on the growth/improvement of infrastructure. Further developments, it began to be a negative impact on the environment around the campus area. The objectives of this research are to examine the changing phase and shape that occur in Tembalang region, and to assess the existing condition of settlements and infrastructure  in the region. This

  14. POLA RASIO KEUANGAN PADA SAAT UP STREAM DAN DOWN STREAM DI INDUSTRI REALESTAT YANG GO PUBLIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Sukardi Kodrat

    2006-01-01

    Full Text Available This research has purpose to explain differences on indicator financial ratio in up and down stream condition. This research uses real estate industries listed on Jakarta Stock Exchange as a sample. Sample selection is performed based on purposive sampling method with object to gain sample according to the research aim. Based on those criteria, there are 18 companies, which have fulfilling the conditions needed, starting from 1994 until 2002. The classification of business cycle on up and down stream conditions to used stock pricing indexes of property and real estate which calculated by arithmatic mean method. Based on those criteria, the classifications from 1994 until 1997 are represented by up stream condition and from 1998 until 2002 are represented by down stream condition. The result shows indicators: profitability ratios, gross margin ratios, capital turnover ratios, asset to equity ratios, growth ratios, liquidity ratios, leverage ratios, and cash flow ratios are different in up and down stream conditions, both simultaneously and partially. Simultaneously, there is a significant difference between up and down stream condition with wilks lambda of 0,346 and p value of 0,000. This research shows financial ratio indicator has differences on business cycle. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitan ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perbedaan indikator rasio keuangan pada kondisi up stream dan down stream. Penelitian ini menggunakan sampel pada industri di sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yaitu sampel diambil berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian ini. Berdasarkan kriteria tersebut, terdapat 18 perusahaan yang dapat dijadikan sampel mulai tahun 1994 sampai dengan 2002. Untuk menentukan perubahan business cycle pada kondisi up stream dan down stream dilakukan dengan menggunakan indeks harga saham di sektor properti

  15. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN KELEMAHLEMBUTAN DI SEKOLAH MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johana Manubey

    2016-03-01

    Kelemahlembutan merupakan karakter penting, yang didalamnya termuat kerendahan hati, ketaatan, penguasaan diri, dan kesediaan untuk dididik. Salah satu tempat untuk pengajaran kelemahlembutan adalah sekolah minggu. Sekolah minggu diadakan untuk anak-anak yang beragama Kristen. Untuk mengajarkan dan menumbuhkan kelemahlembutan, diperlukan pengembangan bahan ajar terkait kelemahlembutan, yang berisikan strategi dan metode untuk dapat mentrasformasikan karakter kelemahlembutan. Pengembangan bahan ajar kelemahlembutan dilakukan dengan menggunakan model Dick & Carey. Dimana, dari hasil pengembangan bahan ajar diperoleh kelayakan bahan ajar untuk diimplementasikan yakni diatas 80%. Untuk implementasi di lapangan diperoleh hasil bahwa bahan ajar ini dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan di sekolah minggu.

  16. PENGEMBANGAN MODUL SISTEM KEAMANAN JARINGAN BERBASIS SIMULASI CISCO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkipli Zulkipli

    2016-03-01

    Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan modul sistem keamanan jaringan berbasis simulasi Cisco Paket Tracer untuk peserta didik SMK. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick, Carey & Carey dengan sembilan langkah. Pengembangan produk ini divalidasi oleh ahli materi dengan tingkat kevalidan 96%, ahli media dengan tingkat kevalidan 92.8%, ahli desain pembelajaran dengan tingkat kevalidan 83%, uji coba perorangan dengan tingkat kevalidan 92.3%, uji coba kelompok kecil dengan tingkat kevalidan 92% dan uji coba lapangan dengan tingkat kevalidan 89% dengan kualifikasi sangat layak tidak perlu revisi.

  17. Pengaruh Parameter Fisika dan Mikrobiologi Leachet terhadap Kesehatan Lingkungan di TPA Muara Fajar Rumbai Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riski Novera Yenita

    2015-11-01

    Full Text Available Secara umum kondisi sampah kota memperlihatkan karakteristik yang khas. Kondisi sampah kota memiliki komposisi terbesar sampah organik dengan nilai rata-rata 79,164%, sedangkan sampah anorganik hanya sebesar 20,836%. Jenis penelitian ini adalah metode survey, dimana TPA Muara Fajar Pekanbaru dijadikan lokasi pengambilan sampel. Sampel yang diambil kemudian dianalisis kadar fisika dan biologi leachet di laboratorium, selanjutnya data yang didapat dilakukan analisis secara deskriptif sesuai dengan SNI 06-2412-1991. Sumber data penelitian yaitu wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Dua kode sampel pada air lindi didapatkan hasil analisis bahwa pada kode sampel I dan II suhu yang didapatkan adalah 25oC. TSS pada kode sampel I didapatkan hasil sebesar 70 mg/l dan kode sampel II 190 mg/l. pH pada kode sampel I dan II didapatkan hasil sebesar 8, sedangkan untuk kadar E.Coli pada kode sampel I dan II didapatkan hasil tidak terhingga. 

  18. STUDI AWAL: PENGARUH GAME KEKERASAN TERHADAP AKTIVITAS OTAK ANAK MELALUI PEMETAAN SINYAL OTAK (BRAIN MAPPING MENGGUNAKAN WIRELESS EEG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nita Handayani

    2017-06-01

    Full Text Available Brain mapping adalah pemetaan aktivitas kelistrikan otak untuk mempelajari fungsional otak manusia. Pada studi ini, brain mapping digunakan untuk mempelajari pengaruh game kekerasan terhadap aktivitas fungsional otak anak dengan menggunakan wireless EEG (electroencephalography berupa Emotiv Epoc 14-channel. Subjek penelitian ini adalah anak-anak pecandu game kekerasan (10 anak dengan rentang usia antara 12-15 tahun. Aktivitas otak pada saat bermain game akan dibandingkan dengan kondisi rileks. Waktu perekaman EEG selama 42 menit untuk setiap subjek. Dari hasil analisis spektral daya menggunakan periodogram Welch menunjukkan bahwa pada saat bermain game, frekuensi gelombang delta dan theta meningkat terutama pada area frontal (F7, F3, FC5, FC6, F4, F8, dan AF4. Spektral daya gelombang alpha mengalami penurunan sedangkan gelombang beta mengalami peningkatan pada saat bermain game. Hal ini mengindikasikan bahwa anak mengalami beban mental dan berada pada kondisi stres pada saat bermain game kekerasan.

  19. Dinamika Budaya Material pada Desain Furnitur Kayu di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arianti Ayu Puspita Ayu Puspita

    2016-09-01

    ABSTRAK   Perubahan kondisi ekonomi hingga abad ke-21, dan meningkatnya kebutuhan furnitur baik dari luar maupun dalam negeri, kemudian perkembangan ilmu desain di Indone sia, secara tidak langsung berhubungan de ngan permasalahan ekologi. Ketersediaan sumber daya alam seperti kayu, semakin berkurang sehingga mendorong industri furnitur di Indonesia untuk menggunakan alternatif berbagai macam kayu solid, kayu olahan hingga kayu limbah. Dari waktu ke waktu, perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan gaya hidup, turut berperan pada kemunculan bentuk-bentuk furnitur baru di Indonesia. Pada penelitian ini, transformasi   kebutuhan material kayu pada furnitur akan dikaitkan dengan dinamika sosial budaya yang terjadi dari abad ke-18 hingga abad ke-21 di Indonesia. Tansformasi  akan dilihat berdasarkan perubahan teori Material Cultural Studies, yang kemudian akan menghasilkan kesimpulan bahwa konsep ekologi berperan penting dalam perkembangan desain furnitur kayu di Indonesia.   Kata kunci: transformasi budaya, furnitur, kayu, Indonesia, ekologi

  20. POLA PENJAMINAN MUTU PADA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL BERBASIS NILAI-NILAI SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Sunandar

    2014-06-01

    Abstrak: Pola Penjaminan Mutu pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Berbasis Nilai-Nilai Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi proses manajemen mutu di SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Malang dan Bandung, dan menggali nilai-nilai sekolah yang berpengaruh terhadap penjaminan mutu pendidikan. Deskripsi proses penjaminan mutu yang dilaksanakan di sekolah digali dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis dengan teknik analisis statistik deskriptif, sedangkan penggalian nilai-nilai sekolah dilakukan dengan teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden siswa dan guru mempersepsi kondisi proses pendidikan pada kategori “kemungkinan gagal sedikit” dan “kemungkinan gagal dalam jumlah yang langka”. Penelitian ini juga menemukan 10 nilai-nilai sekolah yang relevan dengan penjaminan mutu pendidikan.

  1. Reaksi Antara Gliserol dan o-Metoksi Fenol Dalam Suasana Basa dan Asam Sebagai Upaya Pendahuluan Pemanfaatan Gliserol dari Produk Samping Produksi Biodiesel Untuk Pembuatan Obat Batuk Gliseril Guaiakolat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ritmaleni Ritmaleni

    2013-11-01

    Full Text Available Berbagai kondisi reaksi basa dan asam termasuk penggunaan asam Lewis telah diaplikasikan pada reaksi antara gliserol dan o-metoksi fenol sebagai upaya dalam pemanfaatan gliserol dari hasil samping produksi biodiesel berbahan dasar minyak jelantah. Reaksi ini nantinya akan digunakan pada pembuatan obat batuk gliseril guaiakolat. Kondisi reaksi yang dilakukan belum menghasilkan suatu reaksi yang berjalan secara optimal sehingga masih diperlukan penelitian berikutnya.   Some reaction conditions in basic and acid including Lewis acid have been applied on the reaction between glycerol and o-methoxy phenol. This study is an attempt to use glycerol as by-product of waste cooking oil-based biodiesel production. This reaction will be applied for synthesizing of cough medicine named glyceryl guaiacolate. Based on the results obtained, the reaction conditions applied were still not fit yet for optimum reactionand need to be found in the further study.

  2. Simulasi dan Analisis Transmisi Multihop Mobile WiMAX Dengan Metode Hybrid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Asvial

    2016-06-01

    Full Text Available Makalah ini membahas tentang pengembangan relay station untuk transmisi downlink Mobile WiMAX dengan menggunakan metode hybrid, yaitu metode transmisi yang menggunakan tiga buah transmisi. Ketiga transmisi tersebut yaitu dua buah transmisi yang melewati relay station terlebih dahulu baru ke receiver dan satu buah transmisi langsung dari pengirim ke penerima. Pada relay station ada dua kondisi yang berlaku, yaitu Decode and Forward (DF dan Amplify and Forward (AF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketika Relay Station dalam mode forwarding Amplify and Forward (AF akan memperoleh BER yang kecil sehingga throughput besar dan merupakan perfomansi yang terbaik. Ketika masing-masing relay station diatur agar menggunakan mode forwarding yang berbeda, misalnya AF pada relay station 1 dan DF pada Relay Station 2 atau sebaliknya akan memperoleh hasil yang sama. Sedangkan ketika kedua relay station diatur untuk menggunakan mode forwarding Decode and Forward (DF, maka BER yang dihasilkan besar dan throughput-nya pun kecil, dan kondisi ini merupakan yang terburuk.

  3. Balanced Scorecard: Perspektif Baru dalam Menilai Kinerja Organisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Barbara Gunawan

    2015-12-01

    Full Text Available Dengan semakin kompleksnya kondisi lingkungan organisasi, diperlukan ukuran-ukuran kinerja yang komprehensif sehingga akan terlihat kondisi berbagai sisi organisasi. Hal tersebut memberikan kejelasan arah dan sasaran bagi organisasi untuk bergerak maju baik dari sisi finansial maupun non finansial secara seimbang. Balanced Scorecard hadir untuk memfasilitasi pengukuran kinerja secara komprehensif baik dari sisi finansial dan sisi perspektif customer, internal business process, dan learning and growth dimana belum bias difasilitasi oleh pengukuran kinerja manajerial. Apabila semua sisi organisasi bias terukur maka organisasi akan dapat dikelola dengan baik seperti ungkapan “If We can count it, we can manage it”. Lebih dari itu Balanced Scorecard juga memberikan penawaran kepada organisasi akan pencapaian keunggulan kompetitif karena dengan terukurnya seluruh aspek organisasi secara komprehensif dan seimbang akan dapat memotivasi “breaktrough improvement” di berbagai bidang seperti: produk, proses, customer, dan pengembangan pasar.

  4. Implementasi Data Mining Dalam Data Bencana Tanah Longsor Di Jawa Barat Menggunakan Algoritma Fp-Growth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Castaka Agus Sugianto

    2017-11-01

    Full Text Available Jawa Barat merupakan salah satu zona rawan longsor di Indonesia. Pengurangan resiko bencana diantaranya adalah peringatan dini dengan langkah awal menganalisis data yang ada. Salah satu cara menganalisis data ini yaitu dengan teknik data mining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hubungan aturan assosiatif antara suatu kombinasi data dan membentuk pola kombinasi datasets dengan menggunakan algoritma Fp-growth dalam data bencana tanah longsor yang di dapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat periode data dari 2011 sampai dengan 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai confidence tertinggi sebesar 1 dengan premises malam, jalan rusak dan conclusion hujan deras dan premises tanah labil, korban jiwa, sore dengan conclusion hujan deras yang berarti keterkaitan satu kondisi dengan kondisi lain sebesar 100%. Untuk nilai support tertinggi dalam pola asosiatif didapatkan sebesar 0,629 dengan confidence 0,901 dengan premises rumah rusak dan conclusion hujan deras yang berarti 90% keterkaitan dengan kejadian 63% kemunculan.

  5. Game Blok Bakar Berbasis Android Menggunakan Metode LCG dan LFSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kadek Adi Praptha

    2015-11-01

    Full Text Available Blok Bakar merupakan permainan kartu tradisional Bali yang menggunakan kartu domino. Konsep utama dari game adalah memilih blok kartu yang terdiri dari 2 buah kartu yang sudah diacak. Namun seiring perkembangan jaman peminat permainan Blok Bakar dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga diperlukan sebuah sarana sebagai media pelestarian Budaya Bali. Penelitian ini menyajikan suatu aplikasi game Blok Bakar berbasis Android dengan mengkombinasikan metode pengacakan Linear Congruential Generators (LCG dan Linear Feedback Shift Register (LFSR agar minat masyarakat terhadap game Blok Bakar dapat meningkat. Kombinasi metode digunakan untuk memperoleh kartu acak dan meminimalisir kemunculan kartu yang sama. Game Blok Bakar dibuat dengan menggunakan software Corona SDK dengan bahasa pemrograman Lua. Hasil dari kombinasi metode LCG dan LFSR memberikan perbandingan kemenangan dan kekalahan Bandar sebesar 52% berbanding 48% untuk kondisi taruhan dan 60% berbanding 40% untuk kondisi jumlah kartu. Kata kunci: Blok Bakar, Budaya Bali, game kartu, LCG, LFSR.

  6. Analisis Stabilitas Arah Mobil Toyota Agya G dengan Variasi Jumlah Penumpang, Kecepatan Belok, Sudut Belok dan Kemiringan Melintang Jalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faisal Rahman

    2017-03-01

    Full Text Available Mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC semakin banyak digunakan masyarakat karena harganya yang murah dan ramah lingkungan. Meski termasuk kendaraan dengan biaya produksi yang rendah, adanya analisis perilaku arah kendaraan tetap diperlukan untuk menjamin kenyamaan dan keamanan pengemudi. Pada penelitian ini, analisa slip, skid dan guling dilakukan untuk mengetahui stabilitas kendaraan jenis LCGC, yaitu Toyota Agya. Pengaruh jumlah penumpang, kecepatan, sudut belok dan kemiringan melintang jalan terhadap slip, skid dan guling juga diperhitungkan. Sebagai komparatif studi, uji jalan dilakukan untuk mendapatkan koefisien understeer dan mengetahui kecepatan kendaraan dalam kondisi skid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobil Toyota Agya mengalami kondisi stabilitas paling baik ketika dinaiki oleh 2 orang penumpang dengan sudut kemiringan melintang jalan 5.7°. Sedangkan kecepatan maksimum kendaraan tidak terguling terjadi pada kecepatan 94,987 km/jam untuk sudut belok 5° dan pada kecepatan 46,585 km/jam sudut belok 25°.

  7. CONTROL TEMPERATURE ON PLANT BABY INCUBATOR WITH FUZZY LOGIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Yulita Dwi Setyaningsih

    2016-04-01

    Full Text Available Inkubator bayi merupakan salah satu media medis yang digunakan untuk menjaga kondisi suhu dari bayi prematur atau bayi yang baru lahir. Suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk dijaga bagi bayi baru lahir, karena kondisi bayi baru lahir yang tidak stabil dan belum bisa melakukan produksi panas sendiri untuk menghangatkan tubuhnya dan memproduksi panas untuk menjaga kestabilan tubuhnya. Kendali logika fuzzy digunakan untuk mengendalikan suhu pada penelitian ini, karena kebutuhan bayi yang berbeda-beda sehingga pemanfaatan sistem kendali fuzzy ini sangat mempermudah dalam melakukan pengendalian. Parameter yang digunakan dalam pengendalian ini adalah nilai Error, d-eror, dan sinyal kontrol. Hasil penggunaan sistem kendali logika fuzzy untuk pengendalian suhu pada plant inkubator bayi adalah kesalahan yang terjadi dapat dikurangi dan kestabilan dapat dipertahankan. Meskipun adanya gangguan yang diberikan pada sistem, dengan pemanfaatan sistem kendali fuzzy ini, dapat menjaga sistem pada keadaan yang stabil. Kata kunci: sistem kendali, temperature, inkubator bayi, plant, logika fuzzy, new born.

  8. AKTIVITAS HIDROLISIS ENZIM LIPASE DARI KENTOS KELAPA TERHADAP MINYAK KELAPA Hidrolysis Activity of Lipase Enzyme from Coconut Houstorium for Coconut Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Su’i

    2012-05-01

    Full Text Available This research was aimed to study hydrolysis conditions of houstorium lipases enzyme using coconut oil as substrate. Hydrolysis conditions studied were substrate (coconut oil concentration, enzyme substrate ratio, duration of hydro- lysis and effect of stirring to hydrolysis. The results show  that lipase of coconut houstorium may be optimally used at a coconut oil concentration of 10 %, enzyme to substrate ratio of 3 : 10 (v/v and hydrolysis for 60 minutes with stirring. ABSTRAK Penelitian ini mempelajari kondisi hidrolisis minyak kelapa yang optimum menggunakan enzim lipase dari kentos kelapa. Kondisi hidrolisis yang dipelajari meliputi konsentrasi substrat optium, perbandingan enzim : substrat dan lama hidrolisis yang optimum serta pengaruh pengadukan selama hidrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hidrolisis minyak kelapa menggunakan enzim lipase kentos kelapa menghasilkan asam lemak bebas paling banyak pada kon- sentrasi substrat (minyak kelapa 10 %, perbandingan enzim : substrat yaitu 3 : 10 (v/v, lama hidroloisa 60 menit dan dilakukan pengadukan selama hidrolisis.

  9. PERANCANGAN PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Sri Wulandari

    2016-12-01

    Full Text Available Krisis ekonomi global menyebabkan banyak perusahaan terutama perusahaan manufaktur mengalami financial distress. Financial distress adalah keadaan dimana perusahaan dalam kondisi kesulitan keuangan sebelum mengalami kebangkrutan. Melakukan prediksi terhadap kondisi keuangan penting dilakukan oleh manajer, auditor serta investor untuk melakukan kebijakan pengambilan keputusan. Semakin akurat prediksi yang dilakukan, maka resiko yang akan ditanggung semakin kecil baik oleh perusahaan maupun oleh investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang model prediksi financial distress perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA. Metode DEA digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan. Perusahaan yang dinyatakan tidak efisien menunjukkan bahwa perusahaan tersebut terancam mengalami kebangkrutan. Rasio-rasio laporan keuangan perusahaan digunakan sebagai data yang akan diolah dengan menggunakan metode DEA.

  10. LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AIKIDO TRAINING CENTER DI YOGYAKARTA

    OpenAIRE

    WAHYUNINGTYAS, GRAZIA SETJO

    2016-01-01

    tindak kejahatan yang terjadi di masyarakat pada masa kini. Membekali diri dengan ilmu beladiri defensif dan dapat dipelajari oleh segala usia merupakan salah satu cara untuk menanggulangi ancaman kejahatan tersebut. Aikido memperkenalkan diri sebagai beladiri yang cocok untuk dipelajari segala usia serta dapat menjadi sarana untuk berlatih dalam dinamika kehidupan. Di Yogyakarta kondisi dojo masih sangat kurang dalam mewadahi kegiatan latihan dan seminar serta belum membantu aikidoka dalam m...

  11. STRATEGI BISNIS PT. PARIWARA ADVERTISING DI INDUSTRI MEDIA LUAR RUANG DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mila Kumala

    2017-01-01

    Full Text Available The objective of the research is to analyze the internal and external condition of PT Pariwara advertising to formulate an appropriate strategy due to the company’s declining condition. This condition is caused by the implementation of Pergub No.1 tahun 2015 on the banning of cigarette and tobacco product advertisement in outdoor Medias.  The data is analyzed using internal factor evaluation (IFE, External Factor Evaluation (EFE, grand strategy matrix, SWOT and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM.  The result of the research shows that the strategy priority during a stagnant condition is applying the concentric diversification strategy which adding new product that has the similar technology, join facilities, or distribution network with the current product.   Keywords: IFE, EFE, SWOT, grand strategy, QSPMAbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal PT. Pariwara Advertising untuk merumuskan strategi yang tepat ditengah kondisi perusahaan yang sedang menurun dan kondisi industri media luar ruang DKI Jakarta yang melemah karena diterapkannya Pergub No. 1 Tahun 2015 tentang  Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau pada Media Luar Ruang. Teknik analisis data menggunakan analisis internal factor evaluation (IFE, External Factor Evaluation (EFE, matriks strategi besar, matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM. Hasil penelitian ini menunjukan prioritas strategi yang harus dilakukan di tengah kondisi industri yang stagnan adalah dengan strategi diverisifikasi konsentris yaitu strategi penambahan produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini.Kata kunci:  EFI, EFE, SWOT, strategi besar, QSPM

  12. Hedonism And Materialism As Negative Effects Of Social Changes In American Society Potrayed In The Novel This Side Of Paradise Written By F. Scott Fitzgerald

    OpenAIRE

    Elysia, Irene Nyssa

    2015-01-01

    Judul skripsi ini adalah ‘HEDONISM AND MATERIALISM AS NEGATIVE EFFECTS OF SOCIAL CHANGES IN AMERICAN SOCIETY POTRAYED IN THE NOVEL THIS SIDE OF PARADISE WRITTEN BY F. SCOTT FITZGERALD’. Sesuai dengan judulnya, skripsi ini membahas tentang fenomena hedonisme dan materialisme yang terjadi di Amerika pada awal tahun 1920an, sebagai dampak negatif dari Perang Dunia I. Fenomena ini dapat dibuktikan dari gambaran yang dipaparkan oleh Scott melalui novel ini, yaitu tentang kondisi masyarakat terutam...

  13. Evaluasi Tingkat Kematangan Proses Pengelolaan Data Pada Sistem Informasi E-Learning SMKN 1 Jenangan Menggunakan Cobit Quickstart

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwiyono Ariyadi

    2016-05-01

    Full Text Available SMKN 1 Jenangan telah mengadopsi TI sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan, salah satunya adalah e-learning sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Pengelolaan manajemen data e-learning ini merupakan hal penting karena data sangat diperlukan dalam administrasi harian guru bahkan juga untuk keperluan administrasi akreditasi. Saat ini pengelolaan manajemen data masih belum optimal, hal ini terlihat guru sering kehilangan data e-learning-nya saat terjadi perbaikan sistem. Backupan data belum dilakukan oleh sebagian besar guru sebagai pengguna e-learning. Perlu adanya suatu perencanaan tata kelola TI yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan sistem e-learning di sekolah tersebut, sehingga e-learning ini bisa berjalan optimal sesuai yang diharapkan. COBIT merupakan framework yang bisa digunakan untuk menyusun Tata kelola TI maupun melaksanakan audit TI yang telah diakui secara internasional. Versi yang sederhana adalah COBIT Quickstart. Penelitian ini menggunakan model tingkat kematangan yang bertujuan untuk memperoleh data kondisi aktual pada domain DS 11(mengelola data dengan mempertimbangkan nilai indek kematangan (maturity index pada 6 atribut kematangan yaitu: Awareness and Communication (AC, Policies, Standards and Procedures (PSP, Tools and Automation (TA, Skill and Expertise (SE. Responsibilities and Accountabilities (RA, Goal Setting and Measurement (GSM. Kondisi saat ini (as-is terdapat tiga atribut berada pada level 1(inisialisasi, yaitu atribut RA, GSM dan AC, sedangkan lainnya sudah berada pada level dua(dapat diulang. Ini tergambar dengan kondisi sebagai berikut : peran dan tanggungjawab dalam manajemen data server belum ada kejelasan, kegiatan pengawasan terkait keamanan, backup data serta penghapusan data belum dilaksanankan, serta kesadaran terkait proses DS 11 baru sebagian pengguna SI yang peduli. Rekomendasi tindakan perbaikan merupakan proses perbaikan secara alamiah, serta merupakan proses pembelajaran

  14. Perencanaan Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Framework CobiT (Studi Kasus Pada Direktorat Metrologi)

    OpenAIRE

    Falahah, Falahah

    2006-01-01

    Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola Perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas layanan yang baik bagi tujuan bisnis Perusahaan. Penerapan tata kelola ini harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan Perusahaan.Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobiT. Dalam dokumentasi resminya CobiT juga disertai dengan serangkaian pedo...

  15. Model Manajemen Mutu Pembelajaran Entreprenuership Berbasis Sistem Nilai Studi Analisis Kualitatif Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur

    OpenAIRE

    Thoyib, Muhammad

    2014-01-01

    Realitas eksistensi pesantren itu semakin nyata pentingnya manakala melihat perkembangan pesantren di Indonesia saat ini, khususnya pesantren di wilayah Jawa Timur sebagai representasi ‘induk semang' lahirnya pondok pesantren di nusantara yang semakin pesat. Namun di tengah arus globalisasi yang begitu pesat ini, justru kondisi sebagian besar pesantren di Indonesia mengalami degradasi kualitas pembelajaran yang luar biasa, bahkan banyak yang ‘gulung tikar'. Dalam konteks itulah, upaya mengemb...

  16. PENGARUH VARIASI BENTUK BURITAN KAPAL TERHADAP HAMBATAN TOTAL MENGGUNAKAN METODE CFD

    OpenAIRE

    Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic).Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan hambatan total yang terkecil menggunakan CFD untuk berbagai variasi bentuk buritan kapal, dengan studi kasus pada type KCS (Kriso Container Ship). Hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.22 adalah 646.57 KN yaitu pada model 1, kemudian hambata...

  17. Pengaruh Variasi Bentuk Buritan Kapal Terhadap Hambatan Total Menggunakan Metode Cfd

    OpenAIRE

    Chrismianto, Deddy; Adietya, Berlian Arswendo

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic).Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan hambatan total yang terkecil menggunakan CFD untuk berbagai variasi bentuk buritan kapal, dengan studi kasus pada type KCS (Kriso Container Ship). Hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.22 adalah 646.57 KN yaitu pada model 1, kemudian hambata...

  18. Analisis Nilai Tambah Dan Penentuan Metrik Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pepaya Calina (Studi Kasus Di PT Sewu Segar Nusantara)

    OpenAIRE

    Rizqiah, Fatih; Slamet, Alim Setiawan

    2014-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi rantai pasok pepaya Calina, menganalisis nilai tambah yang dihasilkan oleh setiap anggota pada rantaipasokankomoditas pepaya Calina, dan mendesain metrik pengukurankinerja anggota rantai pasokan. Metode Hayami dan Analytic Network Process (ANP) merupakan metode yang digunakan untuk menghitung nilai tambah dan mendesain metrik pengukuran kinerja rantai pasok pepaya Calina. Nilai keuntungan yang diraih oleh mitra tani sebesar 57.74%. Sementara P...

  19. KARAKTERISASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE BIJI KAKAO (Theobroma cacao Linn. Characterization of Polyphenol Oxidase Enzyme of Cocoa Beans (Theobroma cacao Linn.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G.P. Ganda Putra

    2012-05-01

    max equals to 595,24 U/gram (db of cocoa beans and K equals to 0,20 M; result of SDS- PAGE of enzyme shows protein bands at M� of 11,75; 17,80; 27,80; 36,03 and 131,52 kDa; and finally, optimumcondition of enzyme activity is at the temperature of 53,43oC; pH 5,42 and incubation time of 80,91 minutes. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk: (1 mengetahui karakteristik enzim polifenol oksidase dan (2 menen- tukan kondisi (suhu, pH dan waktu inkubasi optimum aktivitas enzim polifenol oksidase, yang diisolasi dari biji kakao kering. Hasil penelitian berupa kondisi (suhu, pH dan waktu inkubasi optimum aktivitas enzim polifenol oksidase akan diaplikasikan untuk perbaikan mutu biji kakao kering melalui teknik rehidrasi. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan: (1 isolasi enzim polifenol oksidase dari 10 sampel biji kakao kering di Provinsi Bali, (2 karakterisasi enzim polifenol oksidase (aktivitas, kinetika enzim, BM dan (3 penentuan kondisi suhu, pH dan waktu inkubasi optimum. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1 aktivitas enzim polifenol oksidase rata-rata 157,49 ± 58,03 U/gram (bk biji kakao dengan aktivitas maksimum 258,22 U/gram (bk biji kakao dan minimum 59,01 U/gram (bk biji kakao; maks sebesar 595,24 U/gram (bk biji kakao dan K sebesar 0,20 M; hasil SDS-PAGE enzim menunjukkan pita-pita protein yang terbentuk pada BM 11,75; 17,80; 27,80; 36,03 dan 131,52 kDa; dan (2 kondisi optimum aktivitas enzimadalah suhu 53,43oC; pH 5,42 dan waktu inkubasi 80,91 menit.

  20. Redesain Interior Hotel Bisnis Dengan Konsep Minimalis Montana

    OpenAIRE

    Nurfadilah, Citra; Rachmaniyah, Nanik

    2016-01-01

    Pada era global ini bisnis perhotelan berkembang seiring dengan kemajuan sektor pariwisata dan bisnis. Kondisi ini tidak lepas dari mobilisasi yang dilakukan oleh manusia di seluruh dunia dari waktu ke waktu. Perkembangan bisnis yang pesat di kota besar seperti Surabaya membuat orang- orang berdatangan ke kota ini untuk berbisnis. Akibatnya, industri hotel berbasis bisnis bersaing ketat. Tema perancangan desain interior hotel bisnis ini ditentukan setelah melewati beberapa tahapan, seperti st...

  1. Perumusan Kebijakan dan Peraturan Daerah Dengan Mekanisme Konsultasi Publik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armen Yasir

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya ketersediaan mekanisme konsultasi publik dalam perumusan kebijakan dan peraturan ditingkat daerah. Berdasarkan tinjauan normatif, disimpulkan bahwa tersedianya mekanisme konsultasi publik sangat penting guna membangun keterlibatan masyarakat sekaligus membentuk keterbukaan lembaga publik. Kondisi yang demikian selaras dengan prinsip negara hukum. Guna menjamin efektifitas mekanisme tersebut, maka daerah perlu mengundangkan peraturan daerah yang mengatur akan hal itu.

  2. Studi Perkembangan Pasar Smart Card Indonesia Pada Sektor Perbankan

    OpenAIRE

    Onny Rafizan

    2017-01-01

    Smart card merupakan salah satu teknologi yang sudah banyak digunakan di Indonesia di berbagai sektor. Dari sisi teknologi, industri dalam negeri sebenarnya sudah mampu memproduksi smart card, sehingga industri ini sangat potensial untuk dikembangkan menuju kemandirian. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dalam USAha pemerintah untuk mendorong perkembangan industri smart card dalam negeri, dengan tujuan memberikan gambaran kondisi pasar smart card di Indonesia saat ini. Pengumpulan data p...

  3. Studi Komparatif Fragmentatif Program IDT dengan Program Pemberdayaan Perempuan melalui Mikro Kredit Grameen Bank di Bangladesh

    OpenAIRE

    Khotimah, Ema

    2007-01-01

    Pembangunan, idealnya mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Namun yang terjadi, setelah bertahun-tahun pembangunan dijalankan, rakyat yang menderita kemiskinan masih saja dalam bilangan yang sangat besar. Di Indonesia sendiri, pasca krisis moneter tahun 1997 akibat bertambahnya pengangguran, kemiskinan yang semula terdapat di daerah pedesaan, terjadi pula menimpa orang-orang perkotaan kondisi ini di perburuk dengan kenaikan BBM tahun 2005 lalu, yang menyebabkan penduduk yang terjadi...

  4. PENGELOLAAN DAS CITARUM BERKELANJUTAN

    OpenAIRE

    kurniasih, nia

    2011-01-01

    Sungai citarum merupakan sungai utama di DAS Citarum yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, tidak hanya digunakan oleh 7 kabupaten dan 2 Kota di Jawa Barat tetapi juga sebagai sumber air baku air minum Kota Jakarta. Penurunan kualitas maupun kuantitas Sungai Citarum sudah sangat memprihatinkan, kondisi tersebut diakibatkan oleh kesadaran masyarakat dan pemerintah yang belu optimal. Peraturan-peraturan Pemerintah sudah ada tetapi pelaksanaan dilapangan belum maksimal dibarengi penegakan h...

  5. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Nurjazuli Nurjazuli; Hanan Lanang Dangiran; Asty Awiyatul Bari'ah

    2018-01-01

    Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tular vektor yang kurang mendapatkan perhatian, termasuk kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs). Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Tengah  yang merupakan daerah endemis filarisis (mf rate>1%). Kejadian filarisis di daerah ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan biologis (nyamuk) yang mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit filarisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada...

  6. An Analysis Of American Social Condition In THE Middle Of 20Th Century Viewed In Harper Lee’s Novel To Kill A Mockingbird

    OpenAIRE

    Saragih, Dix Wendy

    2010-01-01

    Skripsi ini berjudul The Analysis of American Social Condition in the Middle of Twentieth Century Viewed in Harper Lee’s Novel To Kill A Mockingbird. Yaitu suatu analisis mengenai kondisi sosial masyarakat di Amerika Serikat pada pertengahan abad 20 yang terlihat dalam novel To Kill A Mockingbird karya dari Harper Lee. Dalam analisis ini, penulis menggunakan pendekatan historis mengenai sejarah Amerika pada pertengahan abad keduapuluh. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif ...

  7. Sistem Kontrol Lampu Otomatis Untuk Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor

    OpenAIRE

    Marbun, Wulandari Saputri

    2017-01-01

    142411023 Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang sistem kontrol lampu otomatis menggunakan sensor PIR dan sensor LDR yang dihubungkan ke relay dan dikontrol oleh Arduino Pro Mini. Pada umumnya saklar otomatis menggunakan satu sensor untuk satu kondisi tertentu saja. Sensor PIR digunakan untuk mengetahui ada atau tidak aktivitas manusia di suatu ruangan. Sementara itu sensor LDR digunakan untuk mendapatkan informasi intensitas cahaya sebagai sensor ini dapat di jadikan sensor yang berka...

  8. STRESS PADA LANSIA MENJADI FAKTOR PENYEBAB DAN AKIBAT TERJADINYA PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Hidaayah

    2015-11-01

    Full Text Available Stress conditions in the elderly means an imbalance condition of biological, psychological, and social are closely related to the response to the threats and dangers faced by the elderly. Pressure or interference that is not fun is usually created when the elderly see a mismatch between the state and the 3 systems available resources. Maintenance actions that need to be done there are 2 types, namely : prevention of exposure to a stressor (precipitation factor and serious treatment of the imbalance condition/ illness (precipitation factor. Prevention includes: sports, hobbies, friendship, avoid eating foods high in free radicals and harmful substances, sex and setting arrangements adequate rest. Habits of the above if done at a young age to avoid exposure to stress in the elderly. Treatment of the imbalance condition / illness, include : drinking water, meditation, eating fresh fruit, and adequate rest.Abstrak : Kondisi stres pada lansia berarti ketidakseimbangan kondisi biologis, psikologis, dan sosial yang erat kaitannya dengan respons terhadap ancaman dan bahaya yang dihadapi pada lanjut usia. Adanya tekanan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang biasanya tercipta ketika lansia tersebut melihat ketidaksepadanan antara keadaan dan 3 sistem sumber daya yang dimiliki. Tindakan perawatan yang perlu dilakukan ada 2 jenis yaitu pencegahan dari paparan stressor (faktor presipitasi dan penanganan serius terhadap ketidakseimbangan kondisi/ sakit (faktor presipitasi. Pencegahannya meliputi: olah raga, penyaluran hobi, persahabatan, menghindari makan makanan tinggi radikal bebas dan zat berbahaya, pengaturan kegiatan seks dan pengaturan istirahat yang cukup. Kebiasaan tersebut diatas jika dilakukan sejak usia muda dapat menghindarkan paparan stres di lanjut usia. Penanganan terhadap ketidakseimbangan kondisi/ sakit, meliputi : minum air putih, meditasi, makan buah segar, dan istirahat yang cukup. 

  9. Pemurnian Silika Pada Abu Layang Dari Pembangkit Listrik Di Paiton (PT YTL) Dengan Pelarutan Asam Klorida Dan Aqua Regia

    OpenAIRE

    Anggia, Denida Mega; Suprapto, Suprapto

    2016-01-01

    Penelitian mengenai pemurnian silika melalui pelarutan menggunakan asam klorida (HCl) dan aqua regia pada abu layang yang berasal dari PT YTL, Paiton, telah dilakukan.Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi asam dan waktu pelarutan HCl. Pengaruh pelarutan unsur Fe, Ca, dan Al dari sampel juga diteliti.Dari hasil XRD abu layang, terkandung mineral quartz, mullite, hematite dan kalsium oksida. Kondisi paling baik pada saat pelarutan sampel adalah menggunakan pelarutan a...

  10. Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Kodim 0613/Ciamis Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ito Hediarto

    2016-12-01

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Peran Komando Distrik Militer 0613/Ciamis Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap 10 orang, yaitu Komandan, Staf dan anggota Kodim 0613/Ciamis, selain itu juga melalui observasi serta studi pustaka untuk diperoleh data lalu dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa Kodim 0613/Ciamis dapat berperan maksimal dalam menangani tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Kegiatan dilakukan melalui  pengkajian secara cepat dan penentuan status terhadap lokasi kerusakan dan sumber daya, penyelamatan atau evakuasi dan perlindungan kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan kondisi darurat.Kegiatan pengkajian cepat dilakukan bila ada informasi bencana di wilayah Ciamis, dengan segera informasi tersebut diolah, penyelamatan atau evakuasi dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis setelah terjadi bencana dan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Ciamis, pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis dalam rangka melaksanakan program tanggap darurat bencana, pemulihan kondisi darurat dilakukan kerjasama antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat serta pemerintah daerah. Keberhasilan Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat memberikan dampak yang positif terhadap situasi kondisi sosial di Kabupaten Ciamis, dan berimplikasi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Ciamis yang meliputi ketahanan idiologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.Untuk lebih mengoptimalkan  peran dari Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat, maka perlu diciptakan mekanisme yaitu Dandim diberikan peran yang lebih besar dalam mengambil tindakan saat tanggap darurat. Bupati dapat menunjuk Komandan Kodim sebagai komandan posko

  11. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    OpenAIRE

    Ishak Juarsah

    2015-01-01

    Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv) merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa...

  12. Analisa Interdependensi Antara Value Chain Dan Business Model Pada Industri Pengolahan Makanan

    OpenAIRE

    Kristiani, Paulina

    2015-01-01

    Latar belakang dari penelitian ini adalah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis yang semakin ketat dan bersaing maka diperlukan model bisnis dan value chain untuk mampu bersaing dalam lingkungan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa dan mengevaluasi pada value chain saat ini kemudian merancang pengembangan value chain berdasarkan komponen model bisnis. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan data value chain makanan saat ini yang diam...

  13. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENDANAAN PERUSAHAAN: PENGUJIAN PECKING ORDER HYPHOTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sekar Mayangsari

    2017-05-01

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel-valabel yang secara statistis signifikan mempengaruhi kebijakan pendanaan ekternal adalah besaran perusahaan, profabilitas, struktur asset dan perubahan modal kerja. Hasil lain bahwa aktivitas-aktivitas yang seharusnya didanai dengan utang jangka panjang justru didanai dengan utang jangka pendek demikian pula sebaliknya. Kondisi ini sesuai dengan dugaan awal bahwa kebijakan pendanaan perusahaan-perusahaan di Indonesia lidakterencana dengan balk yang tercermin dengan banyaknya perusahaan yang collapse di saat krisis moneter yang mulai melanda Indonesia tahun 1997.

  14. Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 50% terhadap Glukosa Darah Tikus Putih

    OpenAIRE

    TANA, SILVANA; ISDADIYANTO, SRI

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% terhadap kondisi glukosa darah dengan variasi waktu fermentasi. Teh kombucha termasuk pangan fungsional karena memiliki karakteristik sensori seperti penampakan, warna, tekstur, atau konsistensi dan citarasa yang dapat diterima oleh konsumen. Hewan uji yang dipakai adalah tikus putih (Rattus norvegicus)jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 ha...

  15. Sistem Navigasi Wall Following Robot Krpai Divisi Berkaki Menggunakan Kontroler Pid

    OpenAIRE

    Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT., Sam Budi Suharto., Ir. Purwanto, MT

    2013-01-01

    Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) merupakan ajang kompetisi robotika nasional yang terdiri dari divisi Beroda dan divisi Berkaki. Pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) divisi Berkaki, robot yang diperlombakan harus mampu bergerak menyusuri dinding arena perlombaan yang membentuk lorong dan ruangan untuk melakukan tugasnya memadamkan api dari sebuah lilin yang diletakkan pada salah satu ruang. Berdasarkan kondisi tersebut maka dalam skripsi ini dirancanglah suatu Sistem Navi...

  16. Identifikasi Kerusakan Pankreas melalui Iridology Menggunakan Metode Bayes untuk Pengenalan Diabetes Mellitus

    OpenAIRE

    Rochmad, Mochammad

    2009-01-01

    Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, sering kali kesehatan menjadi kendala dalam aktifitas sehari - hari. Diabetes mellitus adalah salah satu contoh penyakit yang sangat rawan diderita oleh banyak orang. Banyak macam cara untuk mendeteksi namun banyak yang memerlukan waktu yang lama dan hasil yang kurang efektif. Iridology adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan hasil analisa medis yang didasarkan pada chart iridologi. Kondisi yang dideteksi adalah organ pankreas karena di...

  17. Pemetaan Tipologi Daya Tarik Wisata dalam Kerangka Pengembangan Potensi Pariwisata Desa Bondo Kabupaten Jepara

    OpenAIRE

    Widyawati, Tita; Ma’rif, Samsul

    2014-01-01

    Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas utama dalam menunjang pembangunan suatu daerah. Desa Bondo merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Jepara yang kurang berkembang. Kondisi ini bertolak belakang dengan potensi pariwisata yang dimiliki. Desa Bondo memiliki potensi wisata yaitu Pantai Bondo yang masih alami dan terdapat Telaga Sejuta Akar yang merupakan sebuah sumber air yang menyerupai telaga dan dikelilingi pohon karet yang sangat besar. Akantetapi Telaga Sejut...

  18. Pemberdayaan Usaha Sektor Maritim (Pariwisata melalui Humas Internasional dengan Pendekatan Marketing Public Relations

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Yuningsih

    2002-06-01

    Full Text Available Kondisi usaha sektor maritim bidang pariwisata saat ini mengalami ketertinggalan dan sulit berkembang, karena belum terpanggilnya sumber-sumber investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Padahal, potensi usaha pariwisata bahari di Indonesia sebagai wi/ayah kepulauan sangat besar, tersedia .'lumber daya alam yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah, maka itulah peranan humas sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan citra pariwisata Indonesia melalui pendekatan Marketing PR. agar hasilnya lebih efektifdan eflsien dalam penggunaan pembiayaan publikasi

  19. Pertumbuhan Dan Produktivitas Sawi Pak Choy (Brasica Rapa L.) Pada Umur Transplanting Dan Pemberian Mulsa Organik

    OpenAIRE

    Pribadi, Gandhi Yudhistira; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik

    2014-01-01

    Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktoria...

  20. PERAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (Studi di PAUD Geger Sunten, Desa Suntenjaya)

    OpenAIRE

    Iis Nurhayati

    2018-01-01

    Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang menentukan terbentuknya kepribadian anak. Dalam hal ini maka diperlukan berbagai rangsangan untuk membentuknya. Banyak cara yang dilakukan dalam  memberikan rangsangan pada anak usia dini salah satuya melalui pendekatan berbasis alam seperti permainan tradisional. Permainan tradisional bukan sekedar permainan yang bertujuan menghibur anak-anak, tapi juga bersifat mendidik serta berfungsi membantu anak-anak dalam membentuk karakter. Kondisi l...

  1. ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN EFISIENSI ENERGI DI GEDUNG AB, KABUPATEN TANGERANG, BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Wahyudi Biantoro

    2017-03-01

    Full Text Available Hingga saat ini energi memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan peradaban manusia.   Salah satu persoalan yang muncul dalam penggunaan energi adalah masih banyaknya penggunaan energi fosil, padahal energi ini sangat terbatas di muka bumi.   Oleh karena itu perlunya efisiensi penggunaan  energi di seluruh lini bidang kehidupan, termasuk pada lembaga  pemerintah, swasta maupun masyarakat.   Gedung AB,  Kabupaten Tangerang merupakan salah satu institusi pemerintah yang terus berbenah dan mengambil peran aktif  dalam menyukseskan program penghematan energy, yaitu dengan melakukan audit energy.  Salah satu parameter yang digunakan dalam audit energy adalah intensitas konsumsi energi (IKE. IKE adalah istilah yang digunakan untuk menentukan konsumsi energi dari sistem (bangunan. Nilai EUI dapat ditemukan dengan membagi total energi yang dikonsumsi oleh bangunan dalam satu tahun dengan total luas lantai kotor bangunan.  Berdasarkan hasil perhitungan, IKE pada Gedung AB, Kabupaten Tangerang adalah 48,33 kWh/m2/tahun, masuk dalam kategori sangat efisien. Gedung ini masuk dalam kategori sangat efisien karena sebagian besar ruang menggunakan ventilasi alami, banyak AC yang tidak bekerja karena rusak, banyak ruang yang kapasitas AC nya terlalu kecil, dan Intensitas pencahayaan (Lux kurang terang (dibawah standar SNI.  Kondisi lampu penerangan rata-rata dibawah standar SNI pencahayaan buatan dan kondisi ini akan mempengaruhi kenyamanan kerja karyawan.  Intensitas  pencahayaan rata-rata tiap ruangan dibawah 210 Lux.  Kondisi AC secara umum dibawah kinerjanya yang berpotensi pemborosan energi listrik, dengan nilai RH antara 48,1% – 78,8% (dibawah standar SNI.   Usia AC sudah tidak efisien karena sudah melebihi batas usia ekonomis maupun teknis (˃10 tahun, dengan suhu ruang kerja rata-rata diatas 260C. Kondisi ini diduga akan mempengaruhi kenyamanan kerja dan kinerja karyawan.

  2. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    OpenAIRE

    Brata Pantjara; Muhammad Natsir Nessa; Winarni Monoarfa; Iqbal Djawad

    2016-01-01

    Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan ...

  3. Pengaruh Antikoagulan dan Waktu Penyimpanan Terhadap Profil Hematologis Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769 Galur Wistar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmindra Fitria

    2017-06-01

    Full Text Available Darah merupakan komponen penting karena menunjukkan kondisi fisiologis individu. Oleh  karena  itu  darah  menjadi salah  satu  parameter  pokok  dalam penelitian praklinik/ biomedik. Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari kondisi sel-sel darah perifer dalam kondisi normal maupun patologis. Parameter pemeriksaan hematologis yang rutin dilakukan antara lain profil eritrosit dan leukosit. Sampel darah yang diterima kadangkala tidak langsung diperiksa karena berbagai alasan. Untuk menjaga supaya kondisinya tidak rusak, maka sampel darah ditambah antikoagulan dan disimpan di dalam lemari pendingin selama beberapa jam hingga beberapa hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil eritrosit dan leukosit pada sampel darah tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769 Galur Wistar yang sehat/normal dengan antikoagulan EDTA atau Heparin dan variasi waktu penyimpanan (0, 6, 18, 24, dan 48 jam. Untuk pembahasan lebih lanjut, data dianalisis secara statistik berdasarkan ANOVA two-factor (P0,05. Disimpulkan bahwa pemeriksaan profil hematologis yang terbaik adalah menggunakan darah tanpa antikoagulan namun harus langsung dilakukan segera setelah sampel diperoleh (sebelum darah mengalami koagulasi. Apabila tidak memungkinkan, maka dapat digunakan EDTA atau Heparin, dan jenis antikoagulan harus dijelaskan dalam pelaporannya. Pemeriksaan darah dengan antikoagulan hendaknya juga tetap dilakukan segera setelah sampel diterima (tidak ditunda.

  4. Kesehatan Karang di Perairan Kessilampe Kota Kendari Berdasarkan Skor Kesehatan Karang dan Densitas Zooxanthellae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Palupi Diyah Ratna

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesehatan karang berdasarkan tutupan persentase karang hidup, skor kesehatan karang, dan densitas zooxanthellae sebagai simbion karang. Metode penentuan titik stasiun dengan menggunakan purposif sample. Metode pengukuran kondisi terumbu karang menggunakan Line Intersept Transect (LIT dengan 3 (tiga kali ulangan tiap stasiun, skor kesehatan karang menggunakan metode quadrat transect (1x1m, dan densitas zooxanthellae dihitung dengan pengambilan sampel jaringan karang. Pengambilan data di perairan menggunakan alat bantu selam SCUBA. Hasil penelitian ini didapat kondisi terumbu karang di lokasi penelitian dalam keadaan rusak dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 19%. Secara umum biota karang yang mampu bertahan hidup di lokasi penelitian dalam kondisi cukup sehat (skor 4. Hal ini didukung dengan rata-rata jumlah zooxanthellae yang tidak begitu banyak yaitu 1,4 juta sel/cm2 dengan kisaran yang lebar (250ribu-2,5juta sel/cm2. Keberadaan terumbu karang di pantai Mayaria beradaptasi dalam bentuk spot-spot dan didominasi oleh karang foliose dan masive. Kata Kunci : kesehatan karang, Pantai Kessilampe, zooxanthellae

  5. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-05-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium  dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%.

  6. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA Studi kasus di Perusahaan Anode Crome Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2010-07-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%. Kata kunci: Ergonomis, Antropometri, Data Ketidaknyamanan, Waktu baku, Produktivitas. 

  7. Optimasi Pengatur Siklus Waktu Lampu Lalu-Lintas Dinamik menggunakan metode Optimasi Goal Programming dengan Java dan OpenCV untuk meminimalisir kesenjangan kepadatan Lalu-Lintas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Praditya

    2017-01-01

    Full Text Available Peningkatan jumlah kepadatan lalu-lintas sedang menjadi perhatian khusus saat ini. Salah satu faktor signifikan yang mempengaruhi kepadatan lalu-lintas adalah sistem pengaturan siklus waktu lampu lintas. Perbaikan dalam sistem pengaturan siklus waktu lampu lintas yang mampu mengatur waktu siklusnya secara dinamis dan optimal akan menjadi suatu hal yang cukup penting di masa depan. Kami menggunakan metode Goal Programming yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan fungsi tujuan beragam dan banyak. Kami menggunakan metode Haar Feature Cascade Classifier dalam mengidentifikasi objek kendaraan yang melewati persimpangan tersebut dan menggunakan machine vision OpenCV dalam memproses hasil training cascade tersebut. Hasil optimasi dengan menggunakan model Goal Programming didapatkan durasi lampu hijau optimal dibandingkan dengan kondisi realita  pada setiap jalur pada persimpangan sesuai kondisi lalu-lintas dengan memperhatikan redudansi kendaraan dan waktu tunggu serta batasan-batasan yang dimilikinya. Hasil optimasi lebih baik dibandingkan realita dengan melihat aspek Penurunan Redudansi kendaraan sebesar 45.95%, Percepatan Waktu Tunggu sebesar 39.43%, Penurunan Kendaraan Tersisa sebesar 29.88% dan Penurunan kendaraan Tersisa Terakhir sebesar 52.55%, namun lebih buruk pada aspek Peningkatan Kendaraan Melintas sebesar 41.50% dikarenakan oleh beberapa kondisi.

  8. PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA PROCION MERAH DARI INDUSTRI SONGKET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melyza Fitri Permanda Sari

    2017-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian penggunaan karbon aktif dari ampas tebu untuk menyerap zat warna procion merah dari industri songket. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses karbonisasi pada temperatur 4500C selama 2 jam, karbon aktif yang dihasilkan dilakukan karakterisasi FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya serta karakterisasi BET untuk mengetahui luas permukan. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu terhadap procion merah dilakukan dengan beberapa variabel, meliputi waktu kontak, berat karbon aktif, dan pH. Hasil karakterisasi FTIR pada karbon aktif dari ampas tebu memiliki gugus fungsi -CO- dan –OH, sedangkan karakterisasi BET karbon aktif dari ampas tebu sebesar 29,2 m2/g. Kondisi optimum adsorpsi karbon aktif dari ampas tebu diperoleh waktu kontak 90 menit dengan berat karbon aktif 0,1 g dan pH optimum 5. Karbon aktif dari ampas tebu mengikuti isotherm Langmuir, efektifitas penyerapan zat warna procion merah dari limbah cair industri songket oleh karbon aktif dari ampas tebu dalam kondisi optimum, sebesar 76,3%.

  9. Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor dengan Proses Anaerobik-Aerobik-Anoksik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuriflalail Rio Jusepa

    2017-01-01

    Full Text Available Lindi mengandung konsentrasi organik, Total Kjeldahl Nitrogen, amonium, nitrit dan nitrat yang tinggi sehingga lindi yang tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Pengolahan biologis dengan sistem fluidized attached growth seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR dapat digunakan untuk menurunkan senyawa organik dan senyawa nitrogen. Konsentrasi organik dan nitrogen yang tinggi pada lindi dapat diolah dengan mengatur proses aerobik-anaerobik-anoksik di dalam MBBR. Kapasitas pengolahan MBBR yang digunakan sebesar 10 L dan media Kaldness (K1 sebanyak 2 L. MBBR dioperasikan dengan sistem batch, dengan kondisi aerobik yang berasal dari aerator dan pompa submersible, kondisi anaerobik berasal dari pompa submersible saja, dan kondisi anoksik yang berasal dari pompa submersible dan aerator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MBBR dapat digunakan untuk menurunkan senyawa nitrogen dan senyawa organik. Efisiensi penyisihan optimum senyawa organik sebesar 87% pada proses anaerobik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth. Efisiensi penyisihan optimum senyawa nitrogen sebesar 72% pada proses anoksik baik pada sistem fluidized attached growth maupun suspended growth.

  10. PAGAR UNTUK MENGURANGI INTRUSI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM BANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas J. Scanlon

    2001-01-01

    Full Text Available The effects of fence in reducing particulate matter concentration from street traffic to adjacent buildings (i.e. houses were studied by using computational fluid dynamics. A variety of fence property: porosity, height,positions relative to the house and wind direction were investigated related to a constant set of weather data of a hot-humid country (i.e. Indonesia. This investigation shows that a solid fence, which is close proximity to the building, will give a considerable particulate matter reduction carried by an oblique wind direction of up to 11%. Abstract in Bahasa Indonesia : Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji dengan menggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD. Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zat dan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang, perletakan terhadap bangunan/jalan dan arah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalam bangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujian dikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yang terbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai 11 %. Kata kunci: konsentrasi debu halus, pagar pembatas, kerapatan, jarak halaman, bangunan, CFD.

  11. Analisis Rugi Daya Pada Penyulang Bangli Dengan Beroperasinya PLTS Kayubihi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I GN Dion Adiputra

    2015-06-01

    Full Text Available Analisis rugi daya pada Penyulang Bangli dilakukan untuk mengetahui perbanding an rugi daya pada jaringan distribusi setelah penempatan pembangkit tersebar jenis PLTS berkapasitas 1 MWp. Lokasi penempatan PLTS ditentukan berdasarkan analisis sensitivitas bus. Nilai sensitivitas bus(?didapat dengan cara membandingkan nilai rugi daya pada sistem dengan total beban yang terhubung pada bus. Penelitian ini menggunakan simulasi aliran daya dengan metode aliran daya Newton-Raphson. Hasil penelitian menunjukkan bus TK 0041 memiliki sensitivitas terbesar dengan nilai ?= 0,178. Dari hasil simulasi aliran daya, penempatan PLTS 1MWp pada lokasi alternatif 1 menghasilkan rugi daya minimum pada Penyulang Bangli yaitu 103,1 kW atau 3,3% dari total suplai daya 3071 kW. Pemasangan PLTS dapat menurunkan rugi daya pada Penyulang Bangli sebesar 57 kW dari total rugi daya pada kondisi tanpa PLTS yaitu 160,1 kW. Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting, penem patan PLTS pada lokasi alternatif 1 memiliki selisih rugi daya 7,3 kW lebih kecil dari total rugi daya yang dihasilkan kondisi eksisting sebesar 110,4kW.

  12. Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas Parluhutan Bonor Sinaga

    2014-03-01

    Full Text Available Pengiriman logistik ke daerah-daerah rawan bencana merupakan hal yang sangat sulit dilakukan, tentunya diperlukan pengetahuan mengenai kondisi medan jalan. Salah satu dampak yang utama adalah sulitnya melakukan manuver dalam pengendalian performansi  truk logistik yang pada umumnya berupa truk-truk gandeng. Untuk membantu pengemudi truk dalam berkendara pada kondisi tersebut, dirancang sebuah prototype mobil mandiri (Autonomous Car yang mampu melakukan manuver-manuver pergerakan secara sendirinya, salah satu manuver tersebut ialah Following Car.  Dalam Tugas Akhir ini perancangan sistem yang akan dilakukan dengan  memodelkan  dua buah kendaraan mobil RC (remote control yang bertindak sebagai  follower dan leader car. Pengoperasian dari  following car dilakukan dengan memodifikasi dari kendaraan RC-1, sedangkan RC-2 bertindak sebagai leader car yang dikondisikan secara manual. Dengan penerapan kontroler PID pada implementasi sistem didapatkan penurunan time settling menjadi 2,7 Detik dan peningkatan error steady state sebesar 2,44%. Pada implementasi diberikan kecepatan leader secara acak, dengan implementasi kontroler PID, kondisi jarak antara autonomous car dengan leader car masih dalam range keadaan ideal pada set point.

  13. PENGEMBANGAN PROTOTIPE EGG BOILER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MATERI TEKNOLOGI TEPAT GUNA KELAS XI MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2016/2017

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Kusuma Harta

    2017-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Prototipe Egg Boiler (Pengkukus Telur Otomatis sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan pada materi Teknologi Tepat Guna di Kelas XI MIA SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan dalam bidang pendidikan. Hasil uji validasi ahli media memperoleh skor sebesar 0,75 dalam kategori tinggi. Uji validasi isi dengan nilai sebesar 0,81 dalam kategori sangat tinggi.  Sedangkan hasil uji coba perorangan dengan nilai sebesar 0.93, uji coba kelompok kecil dengan nilai sebesar 0.71, dan uji coba lapangan dengan nilai sebesar 0.82. Pada uji coba lapangan juga dilakukan dengan menganalisis nilai dari kegiatan praktikum, nilai yang diperoleh 87.4 dikategorikan dengan hasil belajar tinggi. Dari hasil nilai pre-test dan post-test tersebut secara keseluruhan mengalami peningkatan. Sehingga Pototipe Egg Boiler yang telah dikembangkan sangat membantu siswa dalam memahami materi dan praktikum mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan untuk materi Teknologi Tepat Guna di Kelas XI MIA SMA Negeri 4 Singaraja.

  14. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI KABUPATEN ENREKANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Burhanuddin Burhanuddin

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak_ Potensi kuliner Kabupaten Enrekang menjadi perhatian pemerintah terhadap pengembangan  pariwisata sangat  besar  terutama pada jalur menuju Tanatoraja. Maka diperlukan sebuah perancangan taman wisata kuliner di Enrekang. Metode yang digunakan ialah metode desktriptif melalui studi literatur, studi preseden, dan studi lapangan dengan melakukan survey langsung ke lapangan untuk mengamati dan menganalisis lingkungan sekitar tapak. Perancangan menggunakan konsep Arsitektur Kontemporer berupa konsep  perancangan  dalam  merancang  kawasan  taman wisata kuliner, terdiri dari: zoning/ peruntukan lahan (land use, bentuk dan massa bangunan (building from and massing, sirkulasi dan parkir (circulation and parking, jalur pejalan kaki (pedestrian ways, ruang terbuka (open space, dan penanda (signage. Kata kunci : Wisata Kuliner, Konsep Koneporer, Enrekang.   Abstract_Culinery’s Potency in Enrekang Regency is the government's attention to the enormous tourism development especially on the path to go to Tanatoraja. In this case, it is needed a design of culinary tourism area in Enrekang. The method used is descriptive method through literature study, precedent study, and field study by conducting direct survey to the field to observe and analyze the environment around the site. The design using the concept of Contemporary Architecture includedof design concept in designing culinary tourism area, consists of: zoning / land use (land use, shape and building mass (building from and massing, circulation and parking (circulation and parking, pedestrian path (pedestrian ways, open space (space, and signage (signage. Keywords: Culinary Tour, Concept of Koneporer, Enrekang.

  15. PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PATISERI UNTUK SISWA TINGKAT XI SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Sunarmi

    2015-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: 1 mengembangkan multimedia pembelajaran patiseri pada standar kompetensi mengolah kue pastry kontinental untuk siswa tingkat XI SMK yang layak dari aspek pembelajaran, materi, dan media; 2 mengetahui keefektifan multimedia pembelajaran patiseri yang dikembangan terhadap penguasaan kompetensi belajar mengolah kue pastry kontinental dilihat dari peningkatan skor tes hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Subyek penelitian adalah 36 siswa, untuk uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penilaian ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa kualitas multimedia “baik”. Penilaian siswa pada uji coba lapangan mengenai kualitas multimedia dari aspek pembelajaran,aspek materi dan aspek media “sangat baik“, dengan rerata skor dari ketiga aspek 4,49. Hasil pretes menunjukkan rerata sebesar 63,15 sedangkan rerata pada posttes sebesar 89,07. N-gain sebesar 0,72 termasuk kategori “tinggi”. Kesimpulannya: multimedia pembelajaran patiseri hasil pengembangan layak dignakan untuk media pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

  16. EFEKTIVITAS METODE TAMYIZ DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENERJEMAH AL-QUR’AN (Studi di Pondok Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subakir Subakir

    2016-05-01

      Abstrak Penelitian yang kami tulis ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi pembelajaran terjemah Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Tamyiz, dan juga mengetahui secara jelas proses pembelajaran dari awal hingga akhir dan sistem evaluasi yang digunakan terhadap siswa.Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu Jawa Barat. Adapun jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian lapangan (Field research dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling yaitu informan dari pimpinan pondok dan guru yang bersangkutan di pondok tersebut, selanjutnya observasi partisipan. Uji keabasahan data peningkatan ketekunan pengamatan, trianggulasi, analisis implementasi dan member cek. Adapun tehnik analisis data selama di lapangan yaitu analisis domain, taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural.Hasil penelitian di Pondok Pesantren Bayt Tamyiz Indramayu menunjukan bahwa efektifitas metode Tamyiz dengan ukuran materi yang cukup banyak mempelajari terjemah Quran dengan meggunakan metode Tamyiz baik untuk pemula maupun yang pernah belajar sangat efektif karena dengan waktu 24 jam siswa dapat terjemah Quran. Kata Kunci : Tamyiz, Metode Terjemah Al-Quran, Pondok Pesantren

  17. Analisis Risiko Ratai Pasok Beton Ready Mix Pada Proyek Hotel Batiqa Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arvin Irshad Prabowo

    2017-03-01

    Full Text Available Dalam upaya memenuhi ekspektasi dari pemilik proyek Hotel Batiqa, Kontraktor tentu harus meningkatkan kinerja dari perusahaan untuk menghasilkan produk bermutu tinggi, tepat waktu, dan efisien. Maka dari itu, pada umumnya para kontraktor menerapkan manajemen rantai pasok dalam pelaksanaan proyek dari awal sampai akhir. Dalam pelaksanaannya, manajemen rantai pasok mempunyai risiko negatif. Risiko tersebut harus dianalisis sebelumnya, karena risiko tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi kontraktor. Manajemen risiko diawali dengan melakukan identifikasi risiko yang dibagi menjadi tiga aliran, yaitu aliran material/fisik, aliran finansial, dan aliran informasi, dengan melakukan survei pendahuluan kepada pelaku proyek dalam rantai pasok beton ready mix untuk mendapatkan variabel risiko yang relevan di lapangan, lalu setelah itu melakukan survei utama untuk mendapatkan nilai persepsi dari probabilitas dan dampak dari variabel risiko. Dari hasil survei tersebut akan dianalisis dengan matriks probabilitas dan dampak untuk mengkategorikan tingkatan variabel risiko. Berikutnya adalah untuk mengetahui respon risiko terhadap variable berkategori tinggi tersebut.Dari hasil analisis data diketahui bahwa apabila risiko berkategori tinggi dari persepsi kontraktor terhadap pemasok beton ready mix terjadi masing-masing satu variabel di aliran finansial dan informasi. Beda halnya untuk persepsi pemasok ready mix terhadap kontraktor, risiko berkategori tinggi terjadi hanya satu variabel pada aliran finansial. Semua pihak yang terlibat dalam aktivitas rantai pasok proyek memilih opsi respon risiko dengan mengurangi dampak risiko apabila risiko tersebut terjadi di lapangan.

  18. Perbandingan Hasil Belajar Teknik Dasar Pukulan Pada Permainan Tenis Meja Antara Yang Langsung Mengunakan Net Dengan Tanpa Menggunakan Net Terlebih Dahulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Safari

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji antara hasil belajar langsung menggunakan net dengan yang tanpa menggunakan net terlebih dahulu terhadap peningkatan penguasaan teknik dasar pukulan pada permainan tenis meja bagi pemula.Untuk memecahkan permasalahan tersebut penulis menggunakan metode eksperimen, sedangkan data yang diperoleh adalah melalui eksperimen lapangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SDN Muhammadiyah III Bandung, sedangkan untuk sampelnya yaitu siswa kelas 4 s/d 6 (putera dan yang termasuk dalam kategori umur pemula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun secara perhitungan statistic kedua cara pembelajaran tersebut tidak ada perbedaan yang berarti (signifikan, tetapi secara fakta di lapangan dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu dengan cara pembelajaran tanpa menggunakan net terlebih dahulu memberikan perbedaan dalam perbedaan mean, yaitu yang langsung menggunakan net (0 – 89,0 sedangkan yang tanpa menggunakan net terlebih dahulu (0 – 93,0 dengan taraf nyata 0,05. Kata Kunci: teknik dasar, menggunakan net dan tanpa menggunakan net

  19. PENGEMBANGAN ECONOMICS POCKET BOOK BERBASIS QUANTUM LEARNING UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Ayu Santi

    2017-04-01

    Full Text Available The purpose of this study is to produce and know the quality of quantum learning based economics pocket book. In developing economics pocket book the research uses design based research. The result of study show that the matter experts, education and education practtioners provide ratings that economics is a very decent to be used without revision. Besides design experts provide decent ratings with the revition. The result of the field test showed positive responses from students with the acquistion of a persentage of 90% in addition to the field tes results II also earn a percentage of 87,4%.  Based on the result above, economics pocket book is very decend for be used without revision.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan dan mengetahui kualitas economics pocket book berbasis quantum learning. Peneliti dalam mengembangkan economics pocket book menggunakan model pengembangan Design Based Research. Hasil penelitian menunjukkan ahli materi, pendidikan dan praktisi pendidikan memberikan penilaian bahwa economics pocket book sangat layak digunakan tanpa revisi, selain itu ahli desain memberikan penilaian bahwa layak digunakan dengan revisi. Hasil dari uji lapangan I menunjukkan tanggapan positif dari siswa dengan perolehan persentase 90%, selain itu hasil uji lapangan II juga memperoleh persentase sebesar 87,4%. Berdasarkan hasil tersebut maka economics pocket book berbasis quantum learning termasuk kualifikasi sangat layak digunakan tanpa revisi.

  20. THE INSECT GROWTH REGULATOR, TRIFLUMURON (OMS-2015 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Soekirno

    2012-09-01

    Full Text Available Uji laboratorium dan lapangan dengan IGR Triflumuron (OMS-2015 terhadap larva nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan di Jakarta. Uji laboratorium dilakukan dengan 6 variasi dosis, yaitu 0,004; 0,011; 0,034; 0,10; 0,33 dan 1,0 ppm Triflumuron terhadap perkembangan larva nyamuk Ae. aegypti di dalam tempayan. Dari uji laboratorium dapat diketahui bahwa Triflumuron dengan dosis 0,004 ppm dapat menekan perkembangan pupa untuk menjadi dewasa dalam waktu 2 minggu, sedangkan dosis 0,10 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 4 minggu dan dosis 1,0 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 8 minggu. Uji lapangan dengan menggunakan Triflumuron di daerah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, seluas 27 hektar dengan dua kali perlakuan, dengan dosis 0,042 dan 0,075 ppm, terjadi penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa dan indeks pupa menjadi 0 dalam 4 hari setelah perlakuan. Penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa terlihat setelah 2 minggu se­sudah perlakuan dengan tidak berhasilnya larva/pupa menjadi nyamuk dewasa. 

  1. ANALISIS KUANTITATIF DAN KUALITATIF PENGENDALIAN BAHAYA TEMPAT KERJA DI PERUSAHAAN MACHINERY PT. X BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Setia Wisesa

    2016-10-01

    Full Text Available Perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi bagaimana manajemen dan karyawan dalam mempraktekan pengendalian bahaya di tempat kerja perlu dilakukan pengkajian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh pengendalian bahaya di tempat kerja secara kuantitatif pada perusahaan machinery PT. X Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuesioner dan pengamatan lapangan dengan melibatkan 56 karyawan secara acak sebagai responden. Secara kuantitatif kuesioner diolah menggunakan uji statistik dengan SPSS versi 21 untuk mencari korelasi secara linier regresi sedangkan secara kualitatif pengamatan didokumentasikan berdasarkan kelengkapan penunjang pengendalian bahaya di tempat kerja. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya korelasi secara linier antara pengendalian bahaya di tempat kerja (Y, terhadap desain organisasi (X1, faktor pengendalian manusia (X2 dan pengendalian teknis (X3 dalam bentuk : Y= -5,355 + 1,037 . X1 + 0,996 . X2 + 1,017. X3 dengan koefisien determinasi = 0,994. Hasil pengamatan kualitatif di lapangan menunjukkan masih perlu peran aktif dari pihak manajemen perusahaan dan karyawan dalam menerapkan peraturan K3 serta mengendalikan bahaya di tempat kerja.

  2. The role of heat shock protein (HSP as inhibitor apoptosis in hypoxic conditions of bone marrow stem cell culture

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wigati Mardi Mulyani

    2014-03-01

    mikro adalah kondisi hipoksia. Beberapa jurnal ilmiah mengungkapkan bahwa kondisi hipoksia pada kultur sel dapat menyebabkan sel-sel stres, namun di sisi lain kondisi stres sel juga merangsang heat shock protein 27 (HSP 27 sebagai antiapoptosis dengan menghambat ekspresi caspase 9. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti peran protein heat shock 27 sebagai inhibitor apoptosis dalam kondisi hipoksia kultur stem cell sumsum tulang. Metode: Kultur stem sel dilakukan dalam kondisi hipoksia (O2 1% dan mengukur resistensi terhadap apoptosis melalui ekspresi HSP 27 dan caspase 9 stem cell mesenchymal sumsum tulang dengan menggunakan immunoflorecence dan PCR real time. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prakondisi hipoksia dapat menghambat apoptosis melalui peningkatan HSP 27 dan penurunan tingkat Caspase 9. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa prakondisi hipoksia dapat mengurangi apoptosis dengan meningkatkan jumlah protein heat shock 27 dan penurunan caspase 9.

  3. Pengaruh Elemen Desain Interior Terhadap Persepsi Maskulinitas (Studi Kasus: Barber Shop

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardiles Septuaginta Sopakuwa

    2016-07-01

    Full Text Available Barber shop merupakan ruang publik yang masih belum diinfiltrasi oleh wanita dan diperuntukkan bagi pria saja, maka barber shop dianggap cocok untuk menjadi representasi ruang publik khusus pria. Penelitian ini berupaya mencari tahu dampak dari elemen lingkungan interior terhadap persepsi maskulin, sehingga ruang-ruang publik khusus pria yang ada saat ini dapat secara optimal memenuhi kebutuhan persepsi maskulin. Penelitian ini menggunakan stimulus visual berupa desain tiga dimensional dari lima kondisi barber shop yang merupakan manipulasi kombinasi variabel bebas berupa warna biru (A1 dan jingga (A2, serta material concrete (B1 dan kayu (B2. Kombinasi warna dan material ini menghasilkan empat kondisi eksperimental, dan  satu kondisi kontrol tanpa elemen warna maupun material experimental yang diterapkan. Eksperimen dilakukan terhadap 30 orang responden yang merupakan pelanggan barber shop untuk memberikan respon persepsi, emosi, dan sikap terhadap 5 buah stimulus visual yang menggambarkan kondisi barber shop. Data yang didapatkan dianalisa dengan metode ANOVA dan menunjukkan bahwa perbedaan respon terhadap keempat kondisi eksperimental tidak signifikan. Kondisi yang dipersepsi paling positif memiliki setidaknya satu elemen interior maskulin. Sementara kondisi yang dinilai paling mendukung emosi positif tidak menerapkan satu elemen interior maskulin pun. Sehingga menarik untuk menilai lebih jauh dampak kombinasi elemen interior ini terhadap respon responden. Kata Kunci: barber shop; desain eksperimental; emosi positif; persepsi maskulinitas; sikap positif.Influence of Interior Design Elements in Perception of Masculinity (Case Study: Barber ShopThe barber shop is one of the few public spaces that are not infiltrated by women. Therefore, the barber shop is a good representative of a male-only public space. This research was aimed at finding out the effect of interior-environment elements towards a masculine perception, so that current male

  4. PENGEMBANGAN MULTIMEDIAPEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PELAJARAN PELAYANAN RESTORAN DI YOTABAKTI YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melly Handayani

    2015-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1 mengembangkan multimedia yang berisi materi dan latihan untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman, (2 mendeskripsikan proses pengem-bangannya, dan (3 mendeskripsikan hasil evaluasi dan hasil uji coba lapangan. Uji coba terbatas dilakukan pada satu orang pengajar dan empat orang peserta didik. Uji coba lapangan melibatkan 2 orang pengajar dan 10 orang peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Langkah pengembangan multimedia pembelajaran bahasa Jerman yang digunakan adalah (1 analisis kebutuhan, (2 perencanaan, (3 pengembangan produk, (4 evaluasi produk, (5 revisi produk, (6 uji coba lapangan, dan (7 produk akhir. Kualitas multimedia pembelajaran bahasa Jerman menurut dosen ahli materi adalah sangat baik dan menurut ahli media adalah baik. Kualitas multimedia menurut dua orang pengajar bahasa Jerman adalah sangat baik dan menurut peserta didik adalah baik. Dari 10 orang peserta didik, 80% mencapai nilai KKM. 100% respon peserta didik terhadap multimedia yang dikembangkan adalah sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan, multimedia, keterampilan berbicara, pelayanan restoran   DEVELOPING MULTIMEDIA FOR GERMAN LANGUAGE TEACHING MATERIAL FOR RESTAURANT SERVICE LESSONS IN YOTABAKTI YOGYAKARTA Abstract The objectives of this research and development are (1 to develop a learning media for German language teachers, a computer assisted media with learning materials and exercises for speaking skill, (2 to describe the process of developing Multimedia German Language Teaching Material for Restaurant Service Lessons, and ( 3 to describe the result of product evaluation and field try out. The small group tryout involved five participants, a German language teacher and four students of Yotabakti. Field try out involved two German language teachers and ten students. The data of this study were analysed descriptively and quantitatively. The procedures of developing multimedia German language

  5. PENGEMBANGAN MODUL GEOGRAFI PARIWISATA BERBASIS PAKET WISATA PULAU LOMBOK SEBAGAI UPAYA MEMUPUK RASA CINTA TANAH AIR PADA MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrinata Andrinata

    2016-10-01

    Full Text Available The purpose of the study is to produce the tourism geography module based on the Lombok tourism packages that is prepared in accordance with the module design of C Michael and Stephen J. Page. This study is designed with Dick & Carey model and simplified into six steps. The quality of product is known through the lecturer’s feedback and students during the field test. The trial subjects are the students of Geography Education STKIP Hamzanwadi Selong in the sixth semester in year 2013 who have taken the course. Based on the results of validation and field trials, the numbers of scores are obtained namely: (a the assessment of the expert design towards the components of the module is 82.7%, (b the assessment of the content/materials to components of the module is 83%, (c the assessment of the language expert of language towards the module components is 76%, (d the assessment of the lecturer of the course and students towards the questionnaires is distributed associated with the products and developed each score 84.28% and 86.4%. The average value of the results of validation and field trials, the module is developed and appropriately used as learning sources with percentage 82.5%. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan modul Geografi Pariwisata Berbasis Paket Wisata Pulau Lombok yang disusun sesuai dengan desain modul C. Michael Hall dan Stephen J. Page. Penelitian ini didesain dengan pendekatan penelitian pengembangan model Dick & Carey yang disederhanakan menjadi enam langkah. Kualitas produk diketahui melalui hasil tanggapan dari dosen pengampu matakuliah dan mahasiswa pada saat uji lapangan. Subjek uji coba yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Hamzanwadi Selong pada semester VI angkatan 2013 yang telah menempuh matakuliah tersebut. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba lapangan, jumlah skor yang didapat yakni: (a penilaian ahli desain pembelajaran terhadap komponen modul adalah 82,7, (b penilaian ahli isi

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER TEMA MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrina Izzatika

    2015-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar yang valid,  untuk mengetahui keefektifan bahan ajar serta respons guru dan siswa terhadap bahan ajar IPA terintgrasi pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D. Data validasi ahli, uji lapangan terbatas,dan uji lapangan operasional diperoleh melalui angket. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap bahan ajar IPAsangat baik, sehingga hasil pengembangan bahan ajar IPA ini valid.Hasil uji tebatas menunjukkan respon siswa terhadap bahan ajar IPA baik ditunjukan dengan hasil penilaian pada setiap kriteria baik, sedangkan pada uji lapangan operasional menunjukkan respon siswa terhadap bahan ajar sangat baik dengan hasil penilaian pada setiap kriteria sangat baik.Data hasil belajar kognitif diperoleh thitung = 3.768 > t0,05;70 = 1,666 pada pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar IPA menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif. Rata-rata afektif kelas eksperimen sebesar 81,1, sedangkan rata-rata afektif kelas kontrol sebesar 70,6. Nilai psikomotor pada kelas eksperimen sebesar 21.1, sedangkan rata-rata psikomotor siswa kelas kontrol sebesar 18,5. Nilai karakter pada kelas eksperimen sebesar 11,4, sedangkan rata-rata karakter kelas kontrol sebesar 10,1.This study was purponted to produce a decent or valid teaching material, to determine the effectiveness of the teaching material along with the responses of teachers and students science teaching materials integrated character education. This research was a development type of study that applied the 4-D models. Validation expert, limited field test, and operational field test was obtained through a questionnaire. The results of this study indicate validator assessment of the excellent scienceteaching material, the development of teaching materials science is valid. Unlimited test results indicate students response to good science teaching material is shown by the results of

  7. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS V SE-GUGUS KEBONSARI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Halimatus Sakdiyah

    2016-10-01

    Full Text Available According to the observation, the learning process carried out in primary schools throughout Kebonsari cluster in Sukun District Malang has adopted the 2013 curriculum, which students must actively participate in learning activities. However, there are still many students who do not have a courageous to express their opinions and much participation in learning activities in the classroom. This study was designed using classroom action research. The research instrument used in this study are (1 observation sheets and (2 field notes is used to obtain data or information related to classroom situations that are not listed on the observation sheet. In this research, field notes used to observe things that happen in the classroom during card sort learning model application. The results showed that in the first cycle Average student activity has been demonstrated considerably active within Kebonsari Elementary schools 1 with a percentage of 64%, while the highly active category within Kebonsari Elementary School 4 resulted with a percentage of 84%. Furthermore, at the second cycle, the students’ average activity has been demonstrated active or  resulted of 78% within Kebonsari Elementary schools 1, while highly active category resulted at 92% within Kebonsari Elementary School 4. Therefore, the developed Card Sort learning model is recommended to all teachers at primary schools 1 and primary schools 2 Kebonsari during the learning process. Berdasarkan hasil pengamatan, proses pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri se-Gugus Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang sudah menerapkan kurikulum 2013, dimana siswa harus berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Akan tetapi, kenyataan di lapangan, masih banyak siswa yang belum berani untuk mengemukakan pendapat mereka dan kurang ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelian

  8. POTENSI DARI KAPANG Aspergilus niger, Rhizophus oryzae DAN Neurospora sitophila SEBAGAI PENGHASIL EZIM FITASE DAN AMILASE PADA SUBSTRATE AMPAS TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atit - Kanti

    2017-02-01

    Full Text Available Penambahan enzim hidrolisis untuk pakan ternak dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk produksi enzim amilase dan fitase pada media ampas tahu menggunakan Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila. Uji kemampuan produksi enzim fitase dan amilase oleh Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila dilakukan menggunakan media ampas tahu yang disterilisasi. Pemilihan ketiga isolat ini diawali dengan uji produksi enzim amilase pada kultur cair yang mengandung 2 % pati, dan uji fitase dilakukan pada media yang mengandung 0.5 % sodium fitat. Hasil uji pada medium cair selanjutnya digunakan untuk uji produksi enzim fitase dan fitase pada sistem fermentasi padat (SSF menggunakan ampas tahu sebagai media fermentasi. Untuk mendapatkan produksi enzim yang tinggi dilakukan melalui optimasi waktu inkubasi, suhu inkubasi dan pH media. Fitase dan amilase dapat diproduksi dengan media ampas tahu oleh R. oryzae, A. niger dan N. sitophila. Kondisi optimum untuk produksi fitase, yaitu waktu inkubasi pada hari keempat untuk ketiga kapang, suhu 25 °C untuk R. oryzae dan A. niger, suhu 30°C untuk N. sitophila, pH 8 untuk R. oryzae, pH 6 untuk Aspergillus niger dan N. Sitophila. Neurospora sitophila menghasilkan amilase optimum pada suhu 35°C, sedangkan Aspergillus niger dan Rhizopus oryzae optimum pada suhu 30°C. Penurunan aktivitas produksi amilase menurun oleh R. oryzae pada suhu 40°C. Amilase diproduksi optimal pada pH 6-7. Pakan ternak yang mengandung asam fitat mampu dihidrolisis oleh fitase pada kondisi optimum. Ketiga kapang juga menghasilkan enzim amilase pada media ampas tahu mengindikasikan bahwa ampas tahu merupakan susbtrat yang baik untuk produksi enzim hidrolisis yang berguna untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. (Kata kunci: Amilase, Aspergilus niger, Neurospora sitophila, phytase, Rhizophus oryzae

  9. Faktor Ibu yang Mempengaruhi Partus Abnormal di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlisis Nurlisis

    2012-11-01

    Full Text Available Partus Abnormal menunjukkan adanya faktor penyulit atau komplikasi persalinan. Data di RSUD Arifin Achmad jumlah persalinan 2981 kasus, dimana jumlah persalinan dengan vakum ekstrasi sebanyak 96 kasus (9,17%, SC sebanyak 407 kasus (8,8% dan letak sungsang 82 kasus (12,97%, kasus partus abnormal menepati urutan terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan faktor-faktor dari Kondisi kehamilan, Jarak kelahiran sebelumnya, Kadar Hb, Kondisi Ketuban, Tekanan Darah, Tempat tinggal, Cara Datang ke RS, Umur, Paritas , Pekerjaan dan Pendidikan dengan partus Abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol (Case Control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Besarnya sampel penelitian ditentukan dengan memperhatikan Odds Ratio (OR hasil beberapa penelitian terdahulu tentang beberapa faktor yang mempengaruhi persalinan abnormal. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan metode regresi logistic dengan program komputerisasi. Hasil penelitian ini adalah, Kondisi Kehamilan (OR : 2,77 ; 95% Cl : 1,66 – 4,60, Kadar Hb (OR : 9,59 ; 95% Cl : 4,26 – 21,59, Tekanan Darah (95% Cl : 0,09 – 0,31, Tempat Tinggal ( 95% Cl : 3,1711,18, Cara Datang ke RS (95% Cl : 1,78 – 4,6, Umur (95% Cl : 1,2 – 3,32, Pekerjaan (95% Cl : 1,88 – 4,78, Pendidikan (95% Cl : 1,07 – 2,68. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa variabel dominan yang berhubungan dengan partus abnormal adalah Kadar Hemoglobin (Hb dan tidak ada data yang coufonding. Saran bagi perempuan yang sudah tidak menginginkan hamil lagi, disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi (alat kontrasepsi mantap.

  10. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa

  11. Orthodontic treatment considerations in Down syndrome patients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sianiwati Goenharto

    2012-03-01

    Full Text Available Background: Down syndrome is an easily recognized congenital disease anomaly, a common autosomal chromosomal anomaly with high prevalence of malocclusion. Orthodontic treatment demand should be high but it seems difficult to be done because of specific condition of disability. Purpose: The purpose of this literature review was to discribe the orthodontic problems found in Down syndrome patients and several consideration that shoud be done to treat them. Reviews: Many studies report the high prevalence of malocclusion among people with Down syndrome. There is a greater frequency of clas III relationship, crossbite, crowding and also open bite. Several problems might appear in the treatment because of dental, medical, mental, and behavioural factor. Conclusion: It is concluded that orthodonic treatment can be performed in Down syndrome patient, although several difficulties may appear. Good consideration in mental, behavior, medical and also dental condition will influence whether the treatment will success or not. Special care and facilities will support the orthodontic treatment.Latar belakang: Sindroma Down adalah suatu kelainan congenital yang mudah dikenali, merupakan kelaian kromosom autosomal yang cukup banyak terjadi, dengan prevalensi maloklusi cukup tinggi. Seharusnya permintaan akan perawatan ortodonti juga tinggi meskipun tampaknya sulit dilakukan karena adanya kondisi ketidakmampuan/cacat yang spesifik. Tujuan: Tujuan studi pustaka ini adalah untuk menggambarkan problem perawatan ortodonti pada penderita sindroma Down dan pertimbangan apa yang sebaiknya diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Tinjauan pustaka: Banyak penelitian melaporkan tentang prevalensi maloklusi yang tinggi pada penderita sindroma Down. Maloklusi yang sering dijumpai adalah relasi klas III, gigitan silang, berdesakan dan juga gigitan terbuka. Problem dapat terjadi saat perawatan ortodonti karena adanya faktor dental, medis, mental dan tingkah laku penderita

  12. Studi Kelayakan Rencana Jalur Evakuasi dan Logistik Bencana Poros Kerinci - Bungo, Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Pandu Wicaksono

    2016-04-01

    Full Text Available Provinsi Jambi merupakan kawasan rawan bencana gunungapi, gempabumi, banjir, dan tsunami. Keanekaragaman potensi bencana ini menuntut pengelolaan bencana yang memadai bagi kabupaten- kabupaten di wilayahnya. Kabupaten Kerinci merupakan kawasan yang rawan gempabumi dan gunungapi. Posisinya yang jauh dari Jalur Lintas Sumatra menjadikan jalur evakuasi dan logistik bencana merupakan hal penting. Kabupaten Bungo sebagai wilayah terdekat dan strategis sebagai pusat logistik. Penempatan pusat logistik ini perlu disertai jalur evakuasi koridor Kabupaten Kerinci-Kabupaten Bungo. Adanya perencanaan ini diharapkan mampu mengurangi risiko terjadinya korban ketika terjadi bencana. Kajian terhadap rencana jalur evakuasi dan logistik ini penting untuk dilakukan karena melewati Kawasan Taman Nasional Kerinci. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.56 /Menhut II/ 2006 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional, diharapkan jalur evakuasi dan logistik ini dapat sebagai zona pemanfaatan dalam taman nasional yang tidak merusak kondisi alami daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan rencana jalur evakuasi sedangkan penentuan kelayakan jalur evakuasi dan logistik menggunakan metode SWOT. Dari hasil kajian didapatkan bahwa (1 Kabupaten Bungo merupakan wilayah yang sesuai untuk dijadikan sebagai tempat pengembangan alternatif pusat logistik dengan mempertimbangakan posisi dan kondisi baik karakter bencana yang ada dan kondisi lingkungan eksisting yang ada. (2 Berdasarkan kajian yang dilakukan maka jalur evakuasi yang paling sesuai terletak di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang di Kabupaten Bungo dan terhubung ke Kecamatan Siluak Mukai di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. (3 Pembukaan lahan untuk jalur evakuasi tidak menyebabkan keanekaragaman hayati yang ada menjadi berkurang karena di dalam jalur evakuasi tidak ditemukan flora fauna yang langka yang dilindungi. (4 Kebijakan pengembangan alternatif pusat logistik

  13. Analisis Performa Refrigeran R 290 Pada Sistem AC Yang Menggunakan Accumulator Heat Exchanger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ega Taqwali Berman

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa penggunaan refrigeran R 290 pada sistemAC yang menggunakan accumulator heat exchanger. Penelitian dilakukan pada sebuah alat ujiyang terdiri dari satu unit sistem split air conditioning kapasitas 9000 Btu yang dimodifikasimenjadi sistem air cooled water chiller system dan debit aliran air yang mengalir ke coilpendingin divariasikanmulai dari 0,5 gpm, 0,75 gpm dan 1 gpm dengan cara mengatur bukaankatup dan diukur melalui flow meter. Pengambilan data dilakukan pada saat kondisi steadyyaitu ketika temperatur air T = 14 0C sampai dengan T = 10 0C dan fluida kerja yang digunakansebagai refrigerant primer adalah R 290. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh performaterbaik ketika debit aliran air diatur pada 0,75 gpm. Pada kondisi tersebut pencapaian nilai efekrefrigerasi, daya kompresor, dan koefisien performa mesin berkisar 2% sampai dengan 5%lebih baik daripada dua kondisi lainnya.Kata kunci: air conditioning, heat exchanger,performa, refrigeran. This studyaims to determinethe performance ofthe use ofrefrigerant R290ontheACsystemwithan accumulatorheat exchanger. The study was conductedonatestapparatusconsistingofa split air conditioningsystem with capacity of9000 Btuandmodified intoaair cooledwater chillersystemandflow rateof water flowingintothe coolingcoilvariedfrom0.5gpm, 0.75gpmand1gpmby regulating thevalve openingandis measured bya flowmeter. Datawere collectedduringthesteady statewhen thewatertemperatureT=140Cup toT =100Candtheworking fluidisusedasthe primaryrefrigerantisR290. The result showedthe bestperformancewhen thewaterflow rateis setat0.75gpm. In these conditionsthe achievementofvaluerefrigeration effect, compressorpower, andcoefficients of performance systems rangedfrom 2% to 5% better thanthe othertwoconditions.Keywords: air conditioning, heat exchanger, performance, refrigerant.

  14. Analisa Forensik Whatsapp dan LINE Messenger Pada Smartphone Android Sebagai Rujukan Dalam Menyediakan Barang Bukti yang Kuat dan Valid di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syukur Ikhsani

    2017-01-01

    Full Text Available Aplikasi pengolah pesan yang populer di Indonesia adalah WhatsApp dan LINE Messenger. Peningkatan penggunaan aplikasi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan tingkat kejahatan yang menggunakan aplikasi pengolah pesan itu. Tidak jarang, aplikasi pengolah pesan digunakan untuk bertukar informasi yang ilegal ataupun tindakan pemerasan. Hal ini membutuhkan penanganan khusus dan peran forensika digital untuk menyelesaikan kasus yang ada. Penelitian ini menggunakan skenario percakapan dan eksperimen modifikasi terhadap kondisi aplikasi, diantaranya penggunaan normal, penghapusan percakapan dan aplikasi. Data setiap eksperimen akan diambil dengan menggunakan metode yang menyesuaikan dengan kondisi perangkat. Data yang berhasil diambil akan dianalisa menggunakan FTK Imager dan SQLite Browser untuk mencari data-data yang penting terkait pengungkapan kasus. Setelah data penting berhasil diketahui, maka dilakukan analisa lanjutan untuk membuktikan data tersebut dapat dipakai dalam pengungkapan sebuah kasus. Setelah data dapat dibuktikan maka dilanjutkan dengan analisa perbandingan data digital terkait eksperimen, perangkat, dan aplikasi pengolah pesan. Langkah terakhir adalah melakukan analisa keamanan dari setiap aplikasi untuk memberikan rekomendasi terkait aplikasi pengolah pesan yang terbaik pada bidang forensika digital. Didapatkan kesimpulan bahwa bukti data digital telah berhasil didapat dengan menggunakan dua metode, yaitu secara manual dan menggunakan aplikasi tambahan. Data yang berhasil didapatkan adalah data utama seperti data kontak dan percakapan serta data pendukung seperti media dan database cadangan. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan mendapatkan bukti digital adalah aktivitas modifikasi pada kondisi aplikasi dan perangkat yang digunakan. Dan pada akhirnya WhatsApp merupakan aplikasi yang menjadi rujukan dalam forensika digital sedangkan LINE Messenger merupakan aplikasi yang lebih aman karena lebih sulit untuk dilakukan analisa

  15. Analisis Neraca Air Lahan terhadap Jenis Tanah yang Berkembang pada Daerah Karts di Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Tufaila

    2017-09-01

    Full Text Available Soil water balance is describes the condition of the water in an area. The difference of climatic conditions and land characteristic denotes the effect of the soil water balance. The objective of this study is to determine soil water balance on the type of soil that developed at parent material karts. Village Parigi district Muna has an area of 16245.88 ha consists of Inceptisol, Mollisol, and Andosol and developing in Qal and Qpw geological formation. The results of research showed that surplus on rainwater occurred in February, March, and April. While the water deficit occurred in January, May, June, July, August, September, October, November, and December. Soil water balance in the research site was affected by climate, soil condition, and soil characteristic. Soil was formed above the karst rock showing little effect on the soil water balance.  ABSTRAK Neraca air lahan menggambarkan kondisi air pada suatu wilayah. Perbedaan kondisi iklim dan karateristik lahan memberikan pengaruh terhadap nerca air lahan. Tujuan penelitiaan ini yaitu untuk mengetahui neraca air lahan pada jenis tanah yang berkembang pada bahan induk karts. Kecamatan Parigi Kabupaten Muna memiliki luas 16.245,88 ha terdiri dari jenis tanah Iceptisol, Mollisol, dan Andisol dan  berkembang pada formasi geologi Qal dan Qpw. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa surpulus air hujan terjadi pada bulan Februari, Maret dan April, sedangkan divisit air terjadi pada bulan Januari, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Neraca air lahan dilokasi penelitian dipengaruhi oleh iklim, kondisi lahan, dan karateristik tanah. Tanah yang terbentuk diatas batuan karts memberikan pengaruh yang kecil terhadap neraca air lahan.

  16. PENERAPAN MODEL KELOMPOK USAHA KREATIF ISLAMI (KUKIS DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS PONDOK PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Widiastuti

    2017-09-01

    Full Text Available Pondok pesantren Ulul Albab Cabang Sangkanhurip Kabupaten Bandung terletak di tengah persawahan sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengakses program yang diselenggarakan di pondok pesantren tersebut. Kondisi masyarakat yang sangat heterogen menyebabkan sering terjadi konflik diantara masyarakat itu sendiri bahkan dengan pihak pondok pesantren. Konflik yang terjadi pada masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi dan rendahnya pemahaman agama pada masyarakat. Hadirnya pondok pesantren diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permsalahan tersebut. Selain itu, budaya rentenir masih sangat merajalela sehingga bukan hanya menambah maslaah dalam ekonomi, melainkan masyarakat terus menanggung beban dosa yang berlipat dari memakan harta riba. Melihat permasalahan tersebut, maka kami tim peneliti dan pengurus pondok pesantren merancang sebuah model pemberdayaan perempuan berbasis pondok pesantren dalam upaya meningkatkan tiga aspek kehidupan yaitu Agama, Pendidikan, dan Ekonomi (APE. Model pemberdayaan perempuan yang kami namai model Kukis ini akan diujicobakan dalam penelitian dengan tujuan untuk melihat 1 kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis, 2 Hambatan yang dihadapi, serta 3 Solusi permasalahan yang muncul pada penerapan model tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode pra eksperimen dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis dengan sasaran penelitian yaitu perempuan usia produktif di lingkungan pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Peningkatan penghasilan rata-rata sebesar 18% yaitu Rp. 255.000 per warga belajar selama 1 bulan memulai usaha menunjukkan adanya keberhasilan penerapan model Kukis meskipun belum optimal. Pemahaman warga belajar juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 33%.Hambatan yang ditemukan dalam ujicoba model kukis adalah (1 Menurunnya motivasi warga belajar (2 rendahnya rasa percaya diri

  17. FAKTOR-FAKTOR KETIDAKPATUHAN WAJIB PAJAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prabowo Yudo Jayanto

    2010-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh karakteristik individu, kondisi keuangan dan iklim organisasi terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. Karakteristik individu merupakan perilaku yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu manajemen. Karakteristik individu akan terefleksikan pada sikap, norma subjektif, kewajiban moral, pengetahuan tentang pajak, niat, dan ketidakpatuhan serta persepsi tentang kondisi keuangan perusahaan dan persepsi tentang iklim organisasi. Self assesment merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa self assesment system akan efektif apabila kondisi kepatuhan sukarela masyarakat telah terbentuk. Metode penelitian yang digunakan adalah SEM dengan menggunakan Smart PLS. Dengan menggunakan sampel wajib pajak perusahaan industri pengolahan kelas menengah yang terletak di Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya variabel Norma subjektif yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. This study aims to determine the influence of individual characteristics, financial conditions and organizational environment toward taxpayer compliance. Individual characteristics are possessed by one’s behavior in managements. Individual characteristics will be reflected in attitudes, subjective norms, morals obligation, knowledge of tax and non-compliance intentions and perceptions of a company’s financial condition and perception of organizational environment. Self-assessment is one way to improve taxpayer compliance in carrying out its obligations. Past research has stated that self-assessment system will be effective if the condition of voluntary compliance has been formed. The Smart PLS SEM is the method that is used by using a sample of taxpayers of middle-class manufacturing company which is located in Malang. The results show that the only variables that influence the subjective norm taxpayer non-compliance.

  18. Perencanaan Sistem Drainase Kebon Agung Kota Surabaya, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Gita Pitaloka

    2017-03-01

    Full Text Available Saluran Kebon Agung terletakdi Surabaya bagian selatan di Kecamatan Jambangan dan bermuara di sisi laut Surabaya bagian Timur di Kecamatan Rungkut. Saluran ini memiliki panjang 11 kilometer dan lebar berkisar antara 7 – 12 meter. Pada saluran Kebon Agung terdapat 2 rumah pompa, yaitu Pompa Kutisari dan Pompa Kebon Agung. Rumah pompa ini sudah berfungsi untuk mengurangi banjir di Surabaya, namun masih kurang maksimal, sehingga masih terjadi genangan di beberapa lokasi. Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Banjir Kota Surabaya tahun 2014, terdapat kawasan rawan banjir di pemukiman kampung wilayah kecamatan Jambangan akibat luapan sungai Kali Surabaya. Selain itu, menurut BAPPEKO (Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya tahun 2015, terjadi pula genangan setinggi 10-40 cm di Kecamatan Wonocolo dan setinggi 10-50 cm di Kecamatan Gununganyar.Perencanaan sistem drainase Kebon Agung dilakukan dengan mengevaluasi kondisi saluran eksisting, kemudian melakukan analisis hidrologi dengan menggunakan program bantu HEC-HMS untuk mendapatkan debit banjir rencana. Sedangkan, analisis hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS dengan dua kali simulasi unsteady flow, yaitu simulasi kondisi saluran eksisting dan hasil perencanaan. Berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting diperoleh bahwa genangan air terjadi karena kapasitas kapasitas saluran Kebon Agung saat ini tidak dapat mengalirkan debit banjir rencana, sehingga dibutuhkan perencanaan baru. Lebar saluran primer yang diperlukan berkisar antara 8 sampai 15 meter dengan kedalaman 3 meter, lebar saluran sekunder yang diperlukan berkisar antara 5 sampai 8 meter dengan kedalaman 2,5 meter, dan untuk lebar saluran tersier antara 1,2 sampai 2 meter dengan kedalaman 1 meter sampai 2 meter. Jumlah pompa yang dibutuhkan adalah 5 buah pompa dengan kapasitas 5 m3/detik dan 3 buah pompa dengan kapasitas 1,5 m3/detik.

  19. Studi Eksperimental Laju Keausan Material Gigi Tiruan dari Resin Akrilik Berpenguat Fiberglass dengan Variasi Susunan Serat Penguat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prastika Kristasari

    2017-01-01

    Full Text Available Resin akrilik adalah salah satu material yang mulai banyak digunakan sebagai salah satu material untuk pembuatan gigi tiruan. Penelitian sebelumnya tentang analisis pengujian laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada dental prosthesis pada kondisi dry sliding menunjukkan hasil nilai laju keausan berkurang dengan adanya penambahan serat[1]. Saat ini belum ada kajian mengenai laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada kondisi wet sliding dengan variasi pola susunan serat yang berbeda dengan kondisi terendam cairan saliva buatan. Metode pengujian ekperimental ini menggunakan alat uji keausan tribometer tipe pin on disk.  Material untuk pin dan disk menggunakan material dari resin akrilik berpenguat serat. Disk diputar dan bergesekan dengan pin. Variabel tetap pengujian ini yaitu panjang lintasan sejauh 505,92 m, beban sebesar 2 kg, dan sliding speed sebesar 0,07 m/s. Perlakuan gesekan dilakukan pada resin akrilik berpenguat serat dengan variasi susunan serat 0%, 7% berpola 6 mm serat acak, dan 7% berpola 6 mm serat teratur. Spesimen direndam dahulu dan saat pengujian keausan dikondisikan terendam dalam cairan saliva buatan. Kemudian, spesimen tersebut dianalisis laju keausannya dan diamati gambar mikro dari permukaan spesimen. Hasil dari penelitian adalah data pengujian berupa nilai laju keausan spesifik terbesar sebesar 0.0126 mm3/Nm yang terdapat pada material resin akrilik tanpa penguat serat dan nilai laju keausan yang terkecil yaitu pada material resin akrilik berpenguat 7% serat berpola teratur sebesar 0.0006 mm3/Nm. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa mekanisme keausan yang paling dominan terjadi adalah keausan abrasif dan keausan fatigue.

  20. Studi Keamanan dan Keandalan Suplai Sistem Kelistrikan Bali Sesuai Rencana Operasi SUTET 500 kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bawa Adiputra

    2014-12-01

    Full Text Available Kondisi eksisting kelistrikan Bali hingga tahun 2013 disuplai oleh tiga pembangkit tenaga listrik dan sebuah sistem interkoneksi Jamali dengan keseluruhan daya suplai sebesar 676 MW. Berdasarkan peramalan beban sistem Bali 2013-2030 diperoleh rata-rata pertumbuhan beban 6,61%. Berdasarkan hal tersebut PT PLN (Persero merencanakan penambahan pasokan daya listrik ke pulau Bali dengan penambahan kabel laut, suplai melalui SUTET 500 kV interkoneksi Jawa-Bali, serta pembangunan PLTU Celukan Bawang 980 MW. Dengan beroperasinya unit-unit tersebut diperlukan analisis keamanan suplai sistem kelistrikan Bali, dengan dua skenario. Skenario 1 yaitu sistem Bali hanya menerima pasokan dari PLTU Celukan Bawang pada tahun 2016 sebesar 380 MW. Skenario 2, PLTU Celukan Bawang beroperasi sebesar 380 MW tahun 2016, kemudian pada tahun 2020 dan 2022 menambah daya masing-masing 300 MW. Selain analisis keamanan suplai dilakukan juga analisis keandalan dengan beroperasinya SUTET 500 kV di Bali. Analisis keandalan SUTET 500 kV menggunakan tiga skenario. Skenario 1 SUTET beroperasi dari Paiton sampai di GITET Gilimanuk, Skenario 2 SUTET beroperasi dari PAITON sampai di GITET New Kapal, dan Skenario 3 SUTET beroperasi dari Paiton sampai di GITET Kapal. Dari hasil analisis keamanan suplai diperoleh skenario 1, pada tahun 2022 beban puncak mencapai 1304,10 MW dan pada kondisi N-1 mengalami krisis daya listrik -48,3 MW. Skenario 2, pada tahun 2028 dengan beban puncak 1862,60 MW dan pada kondisi N-1 mengalami krisis daya listrik -6,8 MW. Sedangkan analisis keandalan beroperasinya SUTET 500 kV di Bali diperoleh: Skenario 1 nilai SAIFI = 2,0 kali/km/tahun dan nilai SAIDI = ±10 menit/tahun, Skenario 2 nilai SAIFI = 3,1 kali/km/tahun dan nilai SAIDI = ±15 menit/tahun, Skenario 3 nilai SAIFI = 3,3 kali/km/tahun dan nilai SAIDI = ±17 menit/tahun.

  1. Analisis Pengaruh Parameter Operasional dan Penggunaan Stabilizer terhadap Perilaku Arah Belok Mobil Toyota Fortuner 4.0 V6 SR (AT 4X4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deva Andriansyah

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu tipe mobil yang diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu Toyota Fortuner yang termasuk dalam kelas mobil SUV (sport utility vehicle. Dalam pengoperasiannya mobil SUV harus mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendaranya. Salah satu faktor penunjang dari segi keamanan mobil ini yaitu perilaku arah beloknya. Dengan harga jual yang relatif tinggi di Indonesia, diharapkan mobil ini dapat memberikan perilaku arah belok yang baik. Terdapat dua tahapan dalam peneltian ini yaitu tahap analisis dan uji jalan pada radius belok tetap, 10 meter. Pada tahap analisis dilakukan perhitungan berdasarkan analisa slip, skid, dan guling untuk mengetahui perilaku arah belok mobil dengan variasi pada parameter operasionalnya yaitu: jumlah penumpang, kecepatan, sudut belok, kondisi permukaan jalan, dan tekanan ban. Selain itu, analisis pengaruh penggunaaan stabilizer terhadap perilaku arah belok mobil juga dilakukan. Uji jalan dilakukan untuk mengetahui Koefisien Understeer (KUS dari mobil tersebut pada jalan aspal dan tanah dengan kondisi mobil tanpa dan menggunakan stabilizer. Hasil yang didapatkan dari uji jalan akan dibandingkan dengan hasil dari analisis perhitungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobil Toyota Fortuner mengalami kondisi belok paling baik ketika dinaiki oleh 2 orang penumpang dengan tekanan ban sebesar 35 Psi dan melintas pada jalan aspal karena kendaraan lebih sedikit mengalami oversteer dan memiliki (KUS positif terkecil serta tidak mudah mengalami skid. Penggunaan stabilizer pada mobil Toyota Fortuner tidak berpengaruh terhadap perilaku arah beloknya karena KUS yang dihasilkan pada uji jalan nilainya hampir sama yaitu 1,8045 dan 1,8115 pada jalan aspal serta 2,151 dan 2,1641 pada jalan tanah. Namun, penggunaan stabilizer bermanfaat untuk memperkecil sudut guling ketika mobil berbelok.

  2. RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN PERBAIKAN KAMPUNG: KASUS KAMPUNG KOTA DI YOGYAKARTA (Community Respond to Kampung Improvement Activities: Case Urban Kampung in Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atyanto Dharoko

    2006-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Kegiatan perbaikan kampung yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta merupakan upaya strategis untuk menngkatkan kualitas lingkungan kampung kota dengan tujuan lebih lanjut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuni. Pendekatan yang paling sepadan digunakan adalah metode Community empowerment approach. Yogyakarta menjadi salah satu sasaran utama dari berbagai program perbaikan kampung karena memiliki masalah lingkungan yang cukup kompleks dengan adanya perkembangan kampung-kampung kumuh dan Illegal yang tersebar di dalam wilayah kota. Perkembangan berbagai kegiatan perbaikan kampung selama ini menunjukkan hasil yang bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi kampung yang beraneka ragam serta pemahaman masyarakat yang berbeda-beda dalam melihat persoalan fenomena kampung mereka. Penelitian menympulkan bahwa pemahaman masyarakat dalam satu wilayah kampung yang sama sangat bervariasi sehingga keberlanjutan dari berbagai program perbaikan kampung belum dapat dicapai. Pada kondisi pemahaman masyarakat yang rendah disebabkan karena pra kondisi yang dilakukan sangat kurang untuk memperoleh tingkat keberlanjutan yang tinggi, oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih baik oleh para inisiator pada masa pra kegiatan terutama dalam bentuk pemahaman masrakat terhadap program dengan benar.   ABSTRACT Kampung improvement activities developed by authority, community and sponsoring bodies are strategic efford to enchance environmental quality of the kampong and finally enhancing the community prosperity. The most compatible approach to develop is community empowerment basis. Yogyakarta becomes one of the target since the city faces a complicated problems in environmental aspect. The improvement of kampong shows a various achievement because the awareness and concept of inhabitants are also varies. It is concluded that different concept and interpretation among communities, authority and sponsoring bodies to

  3. PAPAN INFORMASI DIGITAL BERBASIS RASPBERRY-PI MENGGUNAKAN JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohmat Tulloh

    2017-11-01

    Full Text Available Papan informasi digital adalah media digital untuk menampilkan informasi dalam bentuk visual yang dapat dinikmati oleh orang-orang disekitarnya. Media digital bisa menjadi sarana informasi, promosi produk, dan juga sebagai sarana berita terbaru. Papan informasi digital yang ada di kantor atau sekolah biasanya menggunakan layar LED TV dilengkapi 1 unit komputer (CPU dan menggunakan media transmisi kabel. Banyaknya jumlah TV dan CPU yang digunakan menimbulkan masalah biaya dan tempat. Disamping itu manajemen konten informasi yang ditampilkan menjadi tidak praktis karena dilakukan langsung satu persatu di setiap CPU. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem informasi terpadu berbasis web yang ditanam pada mini komputer berupa raspberry pi menggunakan jaringan wireless distribution system (WDS. Perangkat digital berupa LED TV dipasang raspberry-pi sebagai interface, yang dapat menghemat daya, biaya dan tempat. Manajemen konten informasi terintegrasi dengan komputer server yang menyediakan layanan edit fitur dan update informasi video streaming dan live streaming. Dari hasil pengukuran Quality of Service (QOS menggunakan Transmission Control Protocol (TCP untuk layanan video dan live streaming dengan kondisi Line of Sight (LOS dan Non Line of Sight (NLOS direkomendasikan menggunakan kondisi LOS dengan nilai Throughput sebesar 585 KBps dan 230 KBps, delay sebesar 1.7 ms dan 3.3 ms, dan Jitter sebesar 2.5 ms dan 6.19 ms. Nilai parameter tersebut memenuhi standar Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON. Cakupan WDS dari server ke raspberry-pi client mencapai 70 meter dengan kondisi LOS maupun NLOS. Pengujian Mean Opinion Score (MOS didapatkan nilai rata-rata sebesar 4 atau dalam kategori puas dengan sistem yang dibuat.

  4. Kreativitas Desain Kuliner dan Sistem Inovasi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasraf Amir Pialang

    2016-02-01

    ABSTRAK   Pengembangan kreativitas pada sebuah kelompok, kelas sosial atau komunitas sangat ditentukan oleh modal yang diinvestasikan dalam ranah kreativitas: ekonomi, budaya, sim- bolik dan sosial. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami kreativitas sebagai bagian dari ranah khusus sosial-budaya, yaitu ‘ranah kreativitas’. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini adalah upaya untuk menganalisis relasi antara ide-ide kreatif dan konteks sosial-budaya di mana ide-ide itu diproduksi. Melalui penelitian lapangan yang intensif terhadap komunitas kreatif lokal, penelitian ini menyimpulkan, bahwa produksi ide-ide kreatif sangat ditentukan oleh kelengkapan sub-sub ranah yang membangun ranah kreatif: ekspresi, produksi, diseminasi dan apresiasi. Berdasarkan ranah-ranah kreatif ini, tiga model sistem inovasi dapat diajukan: sistem terbuka, sistem liminal dan sistem tertu- tup.   Kata kunci: ide kreatif, ranah, inovasi, modal

  5. Refleksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Charris Zubair

    2017-12-01

    Full Text Available Hari Senin 21 Nopember 1994 yang lalu, seperti biasanya, saya ke kantor. Hari Senin umumnya saya punya banyak waktu luang, karena tidak ada kegiatan memberikan kuliah. Seringkali hanya untuk menjenguk meja, barangkali ada surat-surat. Kemudian datang ke ruang ,jurusan lain (biasanya ruang jurusan filsafat barat, untuk sekedar "Say Hello, " di tambah sedikit omong-omong mulai dari yang serius akademis sampai ke hal yang remeh-remeh seperti menggunjingkan apa saja. Atau ke perpustakaan untuk baea buku, jumal atau koran. Khusus hari itu saya berangkat dari rumah dengan beberapa persiapan kerja, karena rencana sore harinya akan berangkat ke Bogor selama tiga hari untuk kuliah lapangan bersama mahasiswa ke Universitas Ibn Khaldun, Pondok Pesantren Darul Falaah, dan Badan Kerjasama Pondok Pesantren.

  6. Quantitative Interpretation of Gravity Anomaly Data in Geothermal Field Seulawah Agam, Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprillino Wangsa

    2018-01-01

    Keywords: Gravity Method, Density, Grav2DC, Geothermal System, Seulawah Agam REFERENSI Bennett, J.D., dkk. 1981. Peta Geologi Lembar Banda Aceh, Sumatera. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Hidayat, N dan Basid, A. 2011. Analisis Anomali Gravitasi Sebagai Acuan Dalam Penentuan Struktur Geologi Bawah Permukaan dan Potensi Geothermal, Jurnal Neutrino, 4.1,p-36. Muzakir. 2014. Investigasi Struktur 2D Lapangan Panasbumi Seulawah Agam Berdasarkan Data Pengukuran Magnetotellurik. Skripsi. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Saptadji, N. M. 2001. Teknik Panas Bumi. Departemen Teknik Perminyakan Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. Institut Teknologi Bandung: Bandung. Yu, G., He, Z. X., Hu, Z.Z., borbergsdottir, I. M., Strack, K. –M., dan Tulinius, H.2009. Geothermal Exploration Using MT and Gravity Techniques at Szentlorinc Area in Hungary - SEG 2009 International Expoloration and Annuad Meeting. Houston. P-4333

  7. PEMANFAATAN TEKNIK GEOLISTRIK UNTUK MENDETEKSI PERSEBARAN AIRTANAH ASIN PADA AKUIFER BEBAS DI KOTA SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyawan Purnama

    2016-10-01

    Full Text Available ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran airtanah asin di Kota Surabaya, menganalisis faktor penyebabnya dan mencari kemungkinan ditemukannya airtanah tawar pada akuifer tertekan. Untuk rnencapai tujuan tersebut dilakukan pendugaan geolistrik pada tujuh penampang dengan masingmasing penampang terdiri atas dua hingga tiga titik pendugaan. Untuk menganalisis hash pendugaan, data tahanan jenis hash pendugaan lapangan diinterpretasi dengan Program Schlumberger 0 Weil. Hasil interpretasi dapat ditentukan kedalaman dan ketebalan lapisan airtanah beserta sifat-sifatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Surabaya telah terdeteksi adanya airtanah asin dan airtanah payau, dengan jarak dari garis pantai dan ketebalan lapisan yang beniariasi. Faktor penyebab adanya airtanah asin dan airtanah payau tersebut adalah air fosil (connate water Hasil lain dari penelitian ini adalah bahwa hingga kedalaman 150 meter dari permukaan tanah, tidak ditemukan akuifer tertekan yang mengandung airtanah tawar.

  8. STUDI TENTANG PERSEPSI DAN TINGKAT PARTISIPASI PETANI PENGGARAP DI HUTAN PENELITIAN PARUNGPANJANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Desmiwati

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat partisipasi petani penggarap dalam pengelolaan Hutan Penelitian (HP Parungpanjang yang selama ini telah berjalan. Studi ini diharapkan dapat memberikan bahan informasi dan masukan bagi perumusan strategi dan arah kebijakan pengelolaan HP Parungpanjang secara berkelanjutan agar terpenuhinya aspek pemberdayaan bagi petani penggarap dan keamanan hutan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, data dikumpulkan melalui survey, diskusi kelompok terfokus, wawancara semi terstruktur, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Pengukuran persepsi menggunakan Skala Likert dan pengukuran tingkat partisipasi menggunakan derajat tangga Arnstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani penggarap terhadap pengelolaan HP Parungpanjang sangat baik namun tingkat partisipasi petani penggarapnya berada pada level terapi yang berarti pengelolaan HP Parungpanjang dalam hal pelibatan petani penggarap masih bersifat non-partisipatif.

  9. Makna ‘Seneng lan Kemringet’ dalam Festival Lima Gunung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    joko aswoyo

    2018-04-01

    ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna ungkapan ‘seneng lan kemringet’ pada Festival Lima Gunung (FLG di Magelang. Ungkapan ‘seneng lan kemringet’ memberi kesempatan bagi yang terlibat untuk mengungkapkan keberadaannya dan berbicara tentang hakikat dirinya. Dengan keakraban, keterlibatan langsung dalam aktivitas kesenian, dan berdialog dengan petani atas kenyataan-kenyataan di lapangan, akan dapat disingkap makna di balik ungkapan ‘seneng lan kemringet’ tersebut. Hasil dari penelitian kami menunjukkan bahwa di dalam ungkapan ‘seneng lan kemringet’ tersimpan daya hidup sebagai modal dasar keberlanjutan FLG. ‘Seneng lan kemringet’ juga dimaknai sebagai otonomi dan aktualisasidiri. Selain itu, ‘seneng lan kemringet’ adalah bagian dari permainan dengan tujuan untuk memperlihatkan eksistensi diri. Pada akhirnya, ‘seneng lan kemringet’ merupakan kebanggaan diri. Kata kunci: ‘seneng lan kemringet’, daya hidup, dan permainan

  10. Berpikir Sistemik Menggunakan Analisis Soft Systems Methodology dalam Manajemen Data dan Information Governance Pemerintah Daerah DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RADEN MUHAMMAD AGUNG HARIMURTI PURNOMOJATI

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini berjudul “Berpikir Sistemik menggunakan analisis Soft Systems Methodology dalam manajemen data dan tata kelola informasi Pemda DIY”. Penelitian ini bertujuan membuat model konseptual manajemen data dan tatakelola informasi Pemda DIY yang terkoneksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Sistem Lunak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, FGD, dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan manajemen data dan tata kelola informasi di Pemda DIY menunjukkan ciri-ciri tidak sistemik dan ciri-ciri organisasi yang mengalami ketidak mampuan belajar. Untuk itu perlu perubahan cara berpikir lama (old mindset stakeholder ke cara berpikir baru (new mindset dalam manajemen  data dan tata kelola informasi Pemda DIY

  11. TRANSMISI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyati Astuti

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini berusaha mengungkap kesadaran pendidik sebagai transmitter budaya bagi anak-anak usia dini. Atas dasar itu, kajian bertujuan untuk mengetahui kesadaran pengelola Pendidikan Anak Usia Dini dalam mentransmisi budaya dan kearifan lokal. Kajian lapangan ini data-datanya diperoleh melalui wawancara, ombservasi dan dokumentasi, dengan lokasi riset pada PAUD al-Hidayah yang terletak di desa Kauman, Argomulyo, Cangkringan Sleman. didapatkan kesimpulan bahwa pendidik pada umumnya belum memahami perannya pentingnya sebagai transmitter budaya. memberi contoh (voorbeeled, memberikan pembiasaan (pakulinan, gewoontevorming, pengajaran (leering, wulan wuruk, perintah, paksaan dan hukuman (regeering en tucht.   This study aims to find out awareness of teacher of Early Childhood Education in transmitting culture and local wisdom. Through field studies approach on al-Hidayah Early Childhood Education Institute which is located in the village of Kauman, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, it was concluded that teachers in general do not understand its importance as a transmitter of culture.

  12. Jejak Kuasa Atas Tata Ruang (Studi Kasus Kebijakan Revitalisasi Hutan Kota Malabar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H.B. Habibi Subandi

    2017-10-01

    Full Text Available Problem revitalisasi hutan kota dan upaya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH oleh Pemerintah di wilayah perkotaan pada dasarnya merupakan satu kajian baru di bidang politik lingkungan di Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengkaji kebijakan revitalisasi Hutan Kota Malabar di Kota Malang dengan pisau analisis anthroposentrisme dan ekosentrisme. Dengan menggunakan metode focus group discussion (FGD dan dokumentasi, penulis melacak jejak kuasa dalam kebijakan lingkungan di wilayah-wilayah perkotaan. Berdasarkan analisis fakta di lapangan ditemukan sebuah trade-off kepentingan dalam skema kebijakan revitalisasi hutan kota Malabar tahun 2015. Penggunaan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL dengan skema build-transfer-operate (BTO dalam revitalisasi hutan menunjukkan terjadinya penetrasi modal di balik inisiatif penyediaan RTH yang melibatkan pihak swasta di Kota Malang. Di satu sisi, kebijakan ini dapat mempermudah pemerintah dalam pembangunan RTH. Namun di sisi lain kebijakan ini dapat merugikan anggaran pemerintah yang hanya berfungsi sebagai operator RTH.

  13. Desain Pembelajaran Logaritma untuk Siswa SMA Kelas X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Resti Madiana Lestari

    2018-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran desain pembelajaran logaritma dalam pengenalan konsep logaritma dan mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran logaritma melalui Lembar Aktivitas Siswa (LAS berbasis pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik (PMR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian design research, yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes tertulis, video, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan ke-1 dan ke-2 siswa beradaptasi dengan desain pembelajaran yang diterapkan. Pada pertemuan selanjutnya, siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. Selain itu, hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 77,5 dengan frekuensi ketuntasan 65,6%.

  14. PENGUKURAN KINERJA UMKM MENGGUNAKAN PERFORMANCE PRISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Agelina Purnomo

    2017-10-01

    Full Text Available UMKM XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan keripik buah nangka. Pada proses observasi langsung di lapangan, perusahaan mempunyai masalah dalam melakukan pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja yang dilakukan hanya berdasarkan Net Profit Margin (rasio laba bersih dibandingkan dengan pendapatan tiap tahunnya. Pengukuran yang dilakukan oleh perusahaan tidak cukup representatif menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur kinerja yang tepat dan fleksibel, yaitu dengan metode Performance Prism. Proses penentuan Key Performance Indicator (KPI kinerja berdasarkan persetujuan dari pihak manajer perusahaan. Dengan periode dasar (tahun 2015 didapatkan hasil bahwa terdapat 25 Key Performance Indicator yang terdiri dari: 2 KPI Investor, 8 KPI Konsumen, 4 KPI Suplier, 6 KPI Karyawan, dan 5 KPI Masyarakat Sekitar dengan nilai total kinerja keseluruhan sebagai pembanding dengan periode pengukuran adalah 2,232 (kategori cukup sehingga perlu ditingkatkan lagi pada periode selanjutnya berdasarkan saran-saran pada periode dasar.

  15. AKOMODASI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA IMIGRAN ILEGAL ASAL AFGANISTAN DENGAN MASYARAKAT KOTA PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Yohana

    2017-11-01

    Full Text Available ABSTRAKKota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang banyak didatangi oleh imigran dengan alasan mencari suaka. Imigran asal Afghanistan merupakan pencari suaka yang terbanyak menghuni RumahDetensi Kota Pekanbaru. Selama berada di Kota Pekanbaru mengakibatkan imigran pencari suaka asal Afganistan ini tidak bisa menghindari kontak antarbudaya, sehingga penyesuaian atau adaptasikomunikasi antarbudaya terjadi karena latar belakang budaya yang berbeda. Salah satu cara dalamberkomunikasi antar budaya untuk mencapai mutual understanding dinamakan dengan akomodasikomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konvergensi dan divergensi dalamakomodasi komunikasi antarbudaya yang dihadapi imigran gelap asal afganistan dengan masyarakatpribumi selama di Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori AkomodasiKomunikasi dari Howard Giles. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptifdari hasil wawancara dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanyamotivasi konvergensi yang dilakukan imigran asal afganistan untuk mengadaptasikan perilaku verbaldan nonverbal ketika berinteraksi dengan masyarakat pribumi Kota Pekanbaru meskipun merekamemiliki kecenderungan divergensi dalam akomodasi komunikasi antarbudaya dengan masyarakatpribumi Kota Pekanbaru.

  16. PENGEMBANGAN KINERJA GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SMA NEGERI DI KOTA PALOPO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilal Muhammad

    2015-12-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap: (1 pelaksanaan pengembangan kinerja guru melalui PTK pada SMA Negeri di Kota Palopo; dan (2 hambatan da-lam pelaksanaan pengembangan kinerja guru melalui PTK pada SMA Negeri di Kota Palopo. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan yang kajiannya bersifat kualitatif-verifikatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomeno-logi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal. Pertama, pengembangan kinerja guru melalui PTK pada SMA Negeri di Kota Palopo belum berjalan optimal dan baru sebatas memenuhi kebutuhan persyarat-an kenaikan pangkat. Potensi guru belum dimanfaatkan melalui pemberdayaan, khususnya penelitian tindakan kelas. Kedua, hambatan dalam pelaksanaan pe-ngembangan kinerja guru melalui PTK pada SMA Negeri di Kota Palopo adalah keterbatasan waktu, dana, sumber referensi kurang, lingkungan tidak kondusif, dan motivasi kurang. Selain itu, sebagian guru juga masih mengalami kesulitan dalam melakukan dan menyusun laporan hasil PTK.

  17. TABU PEREMPUAN DALAM BUDAYA MASYARAKAT BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayatullah Humaeni

    2016-01-01

    Full Text Available Artikel ini mengkaji fenomena tabu (tabu perempuan dan maknanya bagi perempuan Banten. Bagaimana perempuan Banten memahami dan memaknai tabu-tabu yang hadir di sekitar mereka dan masih ditradisikan dari generasi ke generasi menjadi salah satu fokus utama artikel ini. Di samping itu, artikel ini juga mencoba mengidentifikasi dan menganalisis berbagai jenis tabu yang berhubungan dengan perempuan Banten. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan metode study kasus yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologis. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kajian pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Keberadaan tabu perempuan dalam budaya Banten, sedikit banyak, mempunyai pengaruh bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat Banten. Jika menganalisis isi dan makna tabu berdasarkan kontkes sosial kulturalnya, beragam tabu yang ada pada masyarakat Banten, khususnya yang berkaitan dengan tabu perempuan Banten, memiliki fungsi dan makna sebagai bentuk penjagaan moral dan perilaku, pemeliharaan identitas diri dan identitas sosial, memperkuat hubungan emosional, bentuk perlindungan, sampai simbol kasih sayang dan cinta.

  18. MODEL PENGEMBANGAN WAKAF PRODUKTIF (Studi tentang Pengelolaan Wakaf pada Yayasan Muslimin Kota Pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mubarok *

    2013-03-01

    Full Text Available Artikel hasil penelitian ini akan membahas tentang model wakaf produktif pada Yayasan Muslimin Kota Pekalongan dan strategi yang digunakannya dalam mengembangkan aset wakaf yang dimiliki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data-data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis induktif-deskriptif . Hasil riset menunjukkan bahwa di antara model wakaf produktif yang jalankan oleh Yayasan Muslimin sebagai nadzir adalah menyewakan kamar hotel, ruko, toko, meeting room dan mempergunakan sebagian ruangan yang ada dihotel sebagai tempat usaha seperti warnet dan rumah makan (kuliner. Adapun strategi Yayasan Muslimin dalam mengembangkan aset wakaf adalah: Pengembangan melalui istibdal, pengembangan aset melalui pengajuan proposal, pengembangan aset melalui hutang kepada pihak ketiga, pengembangan aset melalui pembelian dari hasil wakaf, dan pengembangan aset melalui pemberian dari wakif baru.

  19. Pengaruh Metode Student Teams Achievement Division (STAD dan Pemahaman Struktur Kalimat terhadap Keterampilan Menulis Narasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Widiyarto

    2017-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh metode Teams Achievment Division dan pemahaman  struktur kalimat terhadap keterampilan menulis Bahasa kalimat narasi. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis dua jalur (Anova.Data  di lapangan  memakai hasil tes. Sampel diambil pada kelas VII SMP Swasta Future Gate Jatikramat Kota Bekasi. Jumlah siswa pada kelas kontrol dan eksperimen sebanyak 50 siswa. Berdasarkan analisis data yang dihitung dengan memakai Spss 22 dapat disimpulkan : 1.   Terdapat pengaruh signifikan metode Student Teams Achievment Division( STAD terhadap keterampilan menulis. 2 Tidak terdapat Pengaruh Struktur Kalimat terhadap Keterampilan menulis narasi. . 3. Tidak terdapat pengaruh  Metode STAD dan pemahaman  struktur kalimat secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis narasi Kata Kunci  :  metode STAD, Penguasaan struktur kalimat dan keterampilan menulis narasi 

  20. PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL KABUPATEN SUMENEP KELAS IV SUBTEMA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Farid Nurul Anwar

    2017-10-01

    Buku siswa dari pemerintah kurang kontekstual. Oleh karena itu, modul pembelajaran memiliki peran penting sebagai pelengkap kekurangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran tematik terpadu berbasis kearifan lokal Kabupaten Sumenep kelas IV subtema Lingkungan Tempat Tinggalku yang memiliki kevalidan dan keefektivan. Model pengembangan yang digunakan yaitu Borg & Gall dengan sedikit modifkasi. Hasil uji validasi ahli materi, bahasa dan desain beturut-turut 76,3%, 92,74%, dan 82,80%. Hasil uji lapangan menunjukkan nilai ketuntasan aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan berturut-turut 96,25; 90,27; 89,54. Hasil penelitian dan pengembangan modul pada penelitian ini menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan memiliki kevalidan dan keefektivan sehingga layak digunakan.

  1. MEDIASI PENAL SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERKARA PENCURIAN RINGAN (STUDI DI POLRES MALANG KOTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    James Hasudungan Hutajulu

    2016-02-01

      Key words: penal mediation, minor theft case, an alternative penal settlement   Abstrak Penelitian mengenai pelaksanaan mediasi penal pada tindak pidana pencurian ringan oleh Polres Malang Kota bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis digunakannya mediasi penal serta menganalisis pelaksanaan mediasi penal sebagai alternatif penyelesaian perkara. Adapun metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis atau jenis penelitian hukum sosiologis atau penelitian lapangan. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: Polres Malang Kota melakukan mediasi penal dengan alasan agar tercipta rasa keadilan terhadap para saksi sehingga masyarakat puas atas pelayanan yang dilakukan penyidik. Selain itu, langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan mediasi penal ini adalah mempertemukan para pihak, penyidik menyaksikan pengembalian barang yang dicuri oleh pelaku, membantu membuat surat kesepakatan bersama, menerima surat pencabutan perkara serta melakukan gelar perkara.   Kata kunci: mediasi penal, pencurian ringan, alternatif penyelesaian perkara

  2. UNMET NEED: KONSEP YANG MASIH PERLU DIPERDEBATKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Listyaningsih

    2017-04-01

    Full Text Available Unmet need or the unful lled need for contraception is often associated with two things, namely supply and demand. This research attempted to overview the concept of unmet need by giving the attention to the socio-economic background of the couples. Through analizing the result of family survey in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY and interviewing the eld surveyor of family planning (Petugas Lapangan Keluarga Berencana-PLKB and women that categorized as unmet need, this research found that the numet need concept still needed to be explored further, especially when unmet need was used as the performance indicator in DIY. It related to the evidance that unmet need did not always end up with pregnancy.

  3. PENENTUAN TAHANAN JENIS BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER (STUDI KASUS DESA POLOSIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Munaji

    2013-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai resistivitas dan kedalaman batuan andesit di Desa Polosiri. Prinsip kerja metode geolistrik adalah mempelajari aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksi di permukaan bumi. Metode tahanan jenis didasari oleh hukum Ohm, untuk mengetahui jenis lapisan batuan didasarkan pada distribusi nilai resistivitas pada tiap lapisan. Variasi harga tahanan jenis akan didapatkan jika jarak masing-masing elektroda diubah, sesuai konfigurasi alat yang dipakai (konfigurasi Schlumberger. Data hasil pengukuran di lapangan berupa beda potensial dan arus yang dapat digunakan untuk menghitung resistivitas semu. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga lintasan. Data hasil pengukuran diolah menggunakan software IPI2Win. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa batuan andesit di Desa Polisiri memiliki resistivitas 212 Ωm – 300 Ωm dengan kedalaman 1.3 m - 1.86 m.

  4. PERNIKAHAN PONORAGAN DI KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR (Kajian Semiotika Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Setia Dewi

    2017-12-01

    Full Text Available Studi ini dimasudkan untuk menelusuri makna khususnya ikon, indek dan simbol yang terdapat dalam pernikahan ponoragan tersebut. Hasil penelitian ini secara teoritik dapat menjelaskan tentang teori semiotika visual dan mengembangkan konsep tentang makna dari ikon, indeks dan simbol pada pernikahan ponoragan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang berkarakter lokal. Penelitian ini memadukan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Instrumen utama berupa rekaman video dan foto pernikahan ponoragan. Instrumen pendukung berupa wawancara dengan perias, budayawan, pengantin dan sesepuh pernikahan ponoragan di Kabupaten Ponorogo, Jawa timur. Penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan perekaman di lapangan. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dokumenatsi, perekaman dan wawancara dengan narasumber digabungkan untuk memperoleh gambaran makna ikon, indeks dan simbol yang mewakili dalam lingkup pernikahan ponoragan. Hasil makna ikon, indeks dan simbol yang diperoleh dari analisis hubungan diantaranya, selanjutnya diinterpertasi, dianalisis untuk memperoleh gambaran menyeluruh makna ikon, indeks dan simbol pernikahan ponoragan.

  5. Analisis Hasil Filtering Karous-Hjelt Berdasarkan Beda Spasi Dalam Penggambaran Struktur Bawah Permukaan Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Maulidina

    2017-04-01

    Full Text Available Struktur penyusun tanah di setiap wilayah dapat digambarkan melalui pemodelan berdasarkan nilai resistivitas material penyusunnya. Tujuan penelitian ini membuat penggambaran struktur bawah permukaan tanah melalui filtering Karous-Hjelt dengan variasi spasi. Adapun spasi dalam pengambilan data di lapangan adalah spasi 1 meter dan spasi 0,5 meter pada masing-masing line. Penelitian ini sekaligus melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang penentuan struktur bawah permukaan tanah di sekitar Candi Gambar Wetan (Maulidina, 2015. Data yang dimasukkan merupakan data hasil pengukuran Very Low Frequency Electromagnetic di area Candi Gambar Wetan. Metode yang digunakan yaitu pengolahan data menggunakan filtering Karous-Hjelt untuk penggambaran struktur bawah permukaan tanah pada kedalaman 0 – 6 meter untuk dua jenis data berdasarkan variasi spasi. Hasil pengolahan menunjukkan penggambaran struktur bawah permukaan tanah spasi 0,5 m memiliki rentang nilai resistivitas yang lebih mendetail dibandingkan spasi 1 m. Hasil ini dapat menambah informasi dan bisa digunakan sebagai acuan dalam penelitian berikutnya.

  6. PENGELOLAAN ZAKAT OLEH NEGARA DAN SWASTA Studi Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan Zakat Oleh BAZ Dan LAZ Kota Madiun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Abidah

    2010-12-01

    Full Text Available Abstraks: Keberadaan lembaga zakat di Indonesia yang diakui oleh perundang-undangan ada dua, yaitu Badan Amil Zakat (BAZ dan Lembaga Amil Zakat (LAZ. BAZ adalah lembaga zakat yang dikelola oleh pemerintah, sedangkan LAZ adalah lembaga yang dikelola oleh masyarakat. Artikel ini merupakan merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data digali langsung dari BAZ Kota Madiun dan LAZ dalam hal ini ada 2 lembaga, yaitu Lembaga Manajemen Infaq (LMI dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH. Hasil penelitian BAZ lebih efektif dibanding LAZ, karena BAZ di bawah naungan Pemerintah Kota Madiun dan didukung dengan kebijakan dalam menjalankan progam kerjanya. Sedangkan pada LAZ (LMI dan BMH karena sifatnya mandiri, maka segala sesuatunya akan efektif jika mereka bekerja keras, dan itulah yang selama ini dilakukan oleh LMI dan BMH, sehingga sampai saat ini mereka masih eksis.

  7. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Widiyasari

    2016-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah: (1 menghasilkan perangkat pembelajaran matematika model PBI yang valid, (2 mendapatkan efektivitas pembelajaran matematika dengan model PBI dan (3 mengetahui apakah perangkat pembelajaranan matematika model PBI praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model Plomp yang dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP, modul pembelajaran, dan worksheet. Kevalidan perangkat pembelajaran ditentukan berdasarkan validasi tim ahli dan teman sejawat, hasil penilaian oleh lima validator diperoleh kriteria valid dengan klasifikasi baik dan sangat baik. Keefektivan pembelajaran didapatkan dengan lembar pengamatan keaktifan mahasiswa, diperoleh hasil keaktifan mahasiswa termasuk kategori aktif. Sedangkan uji kepraktisan perangkat pembelajaran, dari uji lapangan diperoleh hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran, angket respon pengajar dan mahasiswa terhadap pemakaian perangkat pembelajaran semuanya menunjukkan hasil yang baik.

  8. Kajian Teoritis dan Empiris Terhadap Perawatan Gedung di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparno Suparno

    2009-02-01

    Full Text Available Sebagaimana juga dialami negara-negara maju yang telah banyak membangun gedung tinggi, persoalan yang muncul adalah bagaimana merawat bangunan tersebut. Pada satu sisi data atau pola kajian ilmiah tentang perawatan gedung di Indonesia masih sangat langka. Padahal data tersebut sangat penting artinya bagi pengembangan ilmu teknik sipil dan juga bagi pelaksana bangunan dalam melakukan kegiatan di lapangan. Kurang lengkapnya data-data tentang perawatan gedung, seharusnya mendorong para pakar bangunan untuk melakukan penelitian. Pada dasarnya perawatan gedung yang menyeluruh (total building maintenance meliputi aspek-aspek komponen elektrik, mekanikal, teknik sipil, pembersihan (cleaning, keamanan (security, dan pertamanan (landscaping. Kegiatan perawatan terhadap komponen-komponen dapat berupa pencegahan (protection, perbaikan (repairing, dan pembaharuan (renovation.

  9. Perkembangan Ronggeng Sebagai Seni Tradisi Di Kabupaten Pangandaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Herlina Lubis

    2015-03-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dan lapangan mengenai potensi sosial, ekonomi, politik, dan budaya Kabupaten Pangandaran yang dibiayai oleh Dikti tahun Anggar- an 2014. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana sejarah seni ronggeng itu? Apakah penyajian seni ronggeng tersebut mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan seni ronggeng? Untuk menjawab pertanyaan itu, metode penelitian yang dipergunakan adalah metode sejarah karena penelitian ini dilaku- kan dalam perspektif historis. Dalam implementasinya, metode sejarah meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk keperluan analisis, tulisan ini dileng- kapi dengan konsep dan teori kesenian yang relevan dengan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya, kesenian ronggeng menunjukkan sifat sakral karena terkait dengan kepercayaan samanisme dan dalam perkembangannya, bergeser menjadi bersifat profan. Unsur-unsur negatif yang melekat dalam kesenian ronggeng, secara perlahan dihapus atau diubah sehingga dipandang tidak lagi melanggar norma sosial.   Kata kunci: Pangandaran, ronggeng, sejarah, kesenian tradisional

  10. Urgensi Pemeriksaan Psikis Pra-Nikah (Studi Pandangan Kepala KUA dan Psikolog Kota Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Kurnia Fitriani

    2015-06-01

    Full Text Available Beberapa negara muslim memberikan perhatian terhadap pemeriksaan psikis pra-nikah bagi calon mempelai, sebagai upaya menanggulangi masalah rumah tangga akibat gangguan kejiwaan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan menggali informasi dari Kepala KUA dan Psikolog di Kota Malang tentang pemeriksaan psikis pra-nikah dan urgensinya bagi calon mempelai. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field reasearch, dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Alanisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yang membandingkan hasil wawancara dengan data sekunder, dan triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kepala KUA dan Psikolog di kota Malang menyetujui diadakan pemeriksaan psikis pranikah akan tetapi harus ada aturan hukumnya dan dilakukan sosialisasi agar program menjadi efektif. Selain itu, pemeriksaan psikis pra-nikah tidak bertentangan dengan konsep maqashid al-syari’ah dan konsep sadz al-dzari’ah dalam hukum Islam.

  11. Keberlanjutan dan Perubahan Seni Pertunjukan Kuda Kepang di Sei Bamban, Serdang Bedagai, Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heristina Dewi

    2017-03-01

    ABSTRAK   Di Serdang Bedagai pertunjukan Kuda Kepang telah lama hidup dan berkembang. Pertunjukan kuda kepang memiliki unsur musik, tari, dan kesurupan. Sampai sekarang kuda kepang masih didukung masyarakat setempat. Kuda kepang ditampilkan pada acara perkawinan, syukuran, sunatan, dan perayaan hari besar. Penelitian terkait dengan keberlanjutan dan perubahan seni pertunjukan kuda kepang di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor- faktor penyebab keberlanjutan dan perubahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data memakai teknik snowball sampling  dengan melakukan obse rvasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil te muan lapangan me nunjukkan keberlanjutan kuda kepang dapat terjaga karena masih mendapat dukungan dan pembinaan dari komunitas pendukungnya. Perubahan yang sedang terjadi adalah minat menjadi pemain kuda kepang makin hari menurun. Juga mendapatkan pemain yang mau kesurupan makin sedikit. Untuk memertahankan kelangsungan hidup kuda kepang agar lebih menarik para pemain melakukan penambahan peralatan musik, lakon cerita, dan nyanyian.   Kata kunci: kuda kepang, kesurupan, dan perubahan.

  12. Partisipasi Semu Ibu Hamil di Posyandu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shrimarti Rukmini Devy

    2013-05-01

    Full Text Available Salah satu kebijakan pembangunan bidang kesehatan yang dipergunakan untuk mengatasi kesehatan ibu hamil adalah pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan pemberdayaan dapat diketahui melalui berbagai cara, salah satunya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi partisipasi ibu hamil ke posyandu. Penelitian ini menggunakan rancangan etnografi. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara mendalam, focus group discussion, observasi dan nominal group process. Data yang diperoleh dari pendekatan kualitatif akan diolah dengan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi sosial, budaya dan ekonomi yang mempengaruhi partisipasi ibu hamil ke posyandu di Desa Rapa Laok, bermula pada faktor kemiskinan. Kondisi sosial dan budaya yang berpengaruh pada partisipasi ibu hamil, yaitu kepercayaan pada mitos dan pantangan makanan bertentangan dengan aturan medis. Kondisi ekonomi yang berpengaruh pada partisipasi ibu hamil, yaitu beban fisik dan psikis ibu hamil terhadap kesejahteraan keluarga berlebihan. Ibu hamil datang untuk memeriksakan diri ke posyandu bukan karena kesadaran untuk menjaga kesehatan tetapi untuk mendapat imbalan satu dus mi instan. Model partisipasi ibu hamil ke posyandu yang tepat adalah dengan pendekatan nondirektif (partisipatif yang produktif. One of the development policies in health sector that is currently used to overcome maternal health issues is the community empowerment. The success of the community empowerment can be measured through the people participation. The objectives is to identify the social, cultural, and economic conditions which might influence the pregnant women participation in integrated service post. This study used a qualitative approach with an ethnographic design. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussion, observation, and nominal group process. The data collected were

  13. STUDI AWAL PENYUSUNAN SKALA INTENSITAS GEMPABUMI BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzli Muzli

    2017-10-01

    Full Text Available Untuk mengukur dampak gempabumi terhadap infrastruktur dan kondisi lainnya selama ini Indonesia menggunakan skala intensitas gempabumi menurut Modified Mercalli Intensity (MMI. Skala ini cukup kompleks dengan dua belas tingkatan dan kondisi bangunan yang ada sekarang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat skala tersebut diperkenalkan. Oleh karena itu perlu adanya skala intensitas gempabumi yang lebih sederhana, mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi infrastruktur yang ada saat ini di Indonesia dengan tetap mengacu pada nilai parameter ilmiah lainnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggagas penyusunan skala intensitas gempabumi BMKG (SIG-BMKG dengan skala I-V. Dengan mempunyai lima skala ini, SIG-BMKG menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat serta tetap mengakomodir keterangan dampak yang ditimbulkan gempabumi dan parameter saintifik lainnya. Perbandingan penggunaaan skala intensitas MMI dan SIG-BMKG terhadap beberapa kasus gempabumi yaitu gempabumi Sorong tanggal 24 September 2015 dengan magnitudo 6,8, Gempabumi Sumbawa Barat tanggal 12 Februari 2016 dengan magnitudo 6,6 dan Gempabumi Painan, Sumatera Barat tanggal 2 Juni 2016 dengan magnitudo 6,6, menunjukkan bahwa SIG-BMKG dapat diimplementasikan dengan relatif lebih mudah dan akurat dibandingkan dengan skala MMI. In order to measure the impact of a strong earthquake, the intensity scale is normally used. Up to now Indonesia uses the scale of Modified Mercalli Intensity (MMI. The MMI scale is relatively complicated with the twelve levels and the current development of modern building design is not suitable anymore for the scale as it was introduced for the first time. Therefore, it is necessary to have a universal but simple intensity scale, easy to be implemented and suitable for current typical buildings but also reflects the scientific parameters. Indonesia as one of the countries which is very prone of significant or destructive earthquakes, should have a

  14. HARMONISASI, INTEGRASI DESA PAKRAMAN DENGAN DESA DINAS YANG MULTI ETNIK DAN MULTIAGAMA MENGHADAPI PERGESERAN, PELESTARIAN, DAN KONFLIK DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Bagus Sanjaya

    2014-02-01

    Full Text Available Penelitian etnografi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan desa dinas dan desa pakraman, dan integrasi masyarakat di Provinsi Bali. Penelitian ini melibatkan prajuru desa pakraman, masyarakat Hindu, dan masyarakat non-Hindu. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik puposive. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa pakraman dan desa dinas berada dalam kondisi harmonis, sehingga memunculkan ungkapan “satu badan dua kepala”, sekaligus sebagai wujud integrasi masyarakat. Desa pakraman melaksanakan tugas di bidang agama, adat, dan budaya,sedangkan desa dinas di bidang administrasi.

  15. Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Tri Lestari

    2017-01-01

    Full Text Available Unit Cabang Timur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Kabupaten Klaten dibagi menjadi 3 unit pelayanan Ibu Kota Kecamatan (IKK dan mempunyai tingkat pelayanan yang masih rendah pada tahun 2015, yaitu Unit IKK Ceper 17,6%; Unit IKK Pedan 2,43%; dan Unit IKK Cawas 31,26% sehingga peningkatan persen pelayanan menjadi hal yang perlu dilakukan. Hal ini didukung dengan adanya penambahan debit produksi sebesar 50 liter/detik. Selain itu, jaringan distibusi belum dibentuk blok pelayanan sehingga sulit untuk mengontrol kehilangan air. Perencanaan ini dilakukan pembagian blok pelayanan menjadi 26 blok dan 5 tapping. Setelah itu dilakukan analisis kondisi eksiting. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan kondisi hidrolika perpipaan kecuali kecepatan masih memenuhi kriteria, yaitu tekanan antara (15,43-59,99 m, kecepatan (0-0,91 m/detik, unit headloss (0-3,51 m/km. Kemudian dilakukan pengembangan jaringan yang dibagi menjadi 2 tahap, dimana tahap 1 meningkatkan persen pelayanan, sedangkan tahap 2 menambah daerah pelayanan baru. Blok pelayanan setelah pengembangan menjadi 29 blok dan 5 titik tapping. Kemudian analisis rencana pengembangan dilakukan dan menunjukkan bahwa kondisi hidrolika pipa untuk tekanan di jaringan distribusi IKK Cawas bernilai negatif. Hal ini dikarenakan unit headloss yang terjadi pada pipa dari reservoir menuju titik tapping pertama IKK Cawas sebesar 5,78 m/km dengan panjang pipa 14,35 km sehingga headloss  sebesar 82,94 m menyebabkan tekanan menjadi -2,89 m. Permasalahan ini dapat diatasi dengan parallel pipa diameter 200 mm sepanjang 9 km. Parallel pipa tersebut mengakibatkan tekanan  pada titik tapping pertama IKK Cawas menjadi 34,65 m dan titik tapping terjauh (blok 19 sebesar 16,34 m.  Hasil analisis hidrolika, seperti unit headloss berada pada rentang (0-5,78 m/km, namun kecepatan masih ada yang di bawah 0,3 m/detik. Rencana anggaran biaya (RAB yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan jaringan sebesar Rp 2.470.153,051.71.

  16. Pemadam Api Otomatis dengan Kendali Suhu dan Kelembaban Ruangan Menggunakan Logika Fuzzy

    OpenAIRE

    Aprilianto, Luthfi; Priyambodo, Tri Kuntoro

    2014-01-01

    Abstrak                Pada penelitian ini dilakukan pengembangan inovasi rumah cerdas (smart home) sistem instrumentasi dan kendali kondisi ruangan dengan kendali logika fuzzy. Sistem ini mengendalikan suhu serta kelembaban ruangan dan mengatur kadar polusi udara dalam ruangan. Sistem ini digabungkan dengan sistem keamanan pemadam kebakaran otomatis yang dapat mendeteksi adanya sumber api dan melakukan pemadaman secara otomatis.            Sistem ini akan menggunakan nilai temperatur, polusi...

  17. Probabilitas Tegangan Sentuh Dan Tegangan Langkah Di Lokasi Rencana Gardu Induk 500 kV Antosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Latif

    2016-06-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya pertindustrian di Indonesia, maka kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut pada tahun 2016, PT PLN (Persero merencanakan pembangunan GITET 500 kV Antosari. Pembangunan GITET 500 kV Antosari merupakan tindak lanjut dari rencana PT PLN (Persero yang akan menambah pasokan energi listrik ke Bali melalui sistem interkoneksi Jawa – Bali menggunakan jaringan transmisi SUTET 500 kV, dimulai dari GITET 500 kV Paiton dan akan sampai di GITET 500 kV Antosari. Untuk mengamankan gardu induk dari ancaman sambaran petir, salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengamankan sistem perntanahan dilokasi gardu induk. Maka dipilih sistem pentanahan grid di lokasi rencana pembangunan Gardu Induk 500 kV Antosari. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perbandingan ukuran luas pentanahan dengan kedalaman batang konduktor terhadap tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas timbulnya tegangan sentuh dan tegangan langkah. Data tahanan tanah yang didapatkan dari pengukuran secara langsung digunakan untuk mengetahui  nilai tahanan jenis tanah kemudian digunakan untuk menghitung tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas tegangan sentuh dan tegangan langkah. Perhitungan tahanan pentanahan grid menggunakan persamaan IEEE, Standard 80-2000 sedangkan untuk perhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah menggunakan IEEE, Standard 665-1995. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi gardu induk untuk kondisi tanah basah dengan luas grid 3 m x 3 m dan kedalaman 5 m didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 0,49 ohm dan nilai tegangan langkah 125 volt dengan probabilitas 0,72%. Sedangkan untuk kondisi tanah kering dengan luas grid 3 m x 3m dan kedalaman 5 didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 1,11 ohm dan nilai tegangan langkah 281 volt dengan probabilitas 0,72%. Dari hasil analisis juga menunjukan dengan luas grid 3 m x 3

  18. Pengolahan data Ground Penetrating Radar (GPR dengan menggunakan software MATGPR R-3.5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfarabi Amien

    2017-03-01

    Full Text Available Alat Ground Penetration Radar (GPR memancarkan sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan kedalam bumi kemudian gelombang elektromagnetik di tangkap saat sudah sampai permukaan bumi. Alat GPR ini dapat memetakan kondisi bawah permukaan yang dilewatinya, selain itu alat ini sangat sensitif terhadap benda-benda yang memiliki komponen atau muatan listrik dan magnet yang besar. Benda-benda tersebut dapat dikatakan sebagai sumber noise. Pengaruh noise ini akan mempengaruhi pada hasil yang keluarkan, oleh karena itu diperlukan pengolahan data untuk menfilter noise tersebut agar dapat menghasilkan hasil yang baik dan tidak menimbulkan kebingungan pada saat proses interpretasi data.

  19. Pemutihan Daun Nanas Menggunakan Hidrogen Peroksida

    OpenAIRE

    Jayanudin, Jayanudin

    2012-01-01

    Daun nanas mengandung selulosa sekitar 69,5% - 71,5%, sehingga dapat dijadikan bahan baku alternatif pembuatan kertas. Kualitas kertas dapat ditingkatkan dengan melakukan proses pemutihan mengunakan H2O2 karena senyawa ini lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum yaitu waktu dan suhu pemutihan. Tahapan penelitian ini adalah daun nanas kering dihidrolisis memakai larutan NaOH dengan konsentrasi 0,1, 0,2, 0,3 dan 0,35 N sebanyak 400 mL dalam labu leh...

  20. Faktor – Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik pada Siswa Kelas XI SMA Negeri Kabupaten Temanggung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ujang Candra

    2014-10-01

    Full Text Available Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik. Salah satunya yang sering menjadi prokrastinator adalah siswa. Jika prokrastinasi ini tidak segera dibenahi, akan merugikan siswa itu sendiri. Perkembangan siswa dalam meraih prestasi akademik menjadi terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri Kabupaten Temanggung. Angket diberikan kepada 221 siswa SMA Negeri Kabupaten Temanggung, serta 6 orang responden untuk diwawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif presentase, dan analisis kulitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor internal penyebab prokrastinasi akademik dilihat dari kondisi fisik (69%, kondisi psikologis (73%. Kemudian faktor eksternal penyebab prokrastinasi akademik dilihat dari kondisi keluarga (75%, lingkungan sekolah (67%, lingkungan masyarakat (66%. Simpulan penelitian ini bahwa faktor internal utama penyebab prokrastinasi akademik pada siswa adalah kondisi fisik dan faktor eksternal yang paling utama penyebab prokrastinasi akademik pada siswa adalah lingkungan sekolah. Bagi konselor sekolah, dapat memberikan layanan prnguasaan konten mengenai manajemen waktu sebagai upaya mencegah munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Academic procrastination is the kind of delay that made the tasks associated with the assignment of formal academic. One of them is that often a student prokrastinator. If procrastination is not immediately addressed, it would be detrimental to the students themselves. The development of students academic achievement become impaired. The purpose of this study is to determine the internal factors and external factors that cause students academic procrastination.. Questionnaire given to 221 students of High School in Temanggung, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using

  1. PENGARUH STRESS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKSI PERENCANAAN BIDANG BINA MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasril Tasril

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak : Stress merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketegangan karena kondisi-kondisi yang mempengaruhi dirinya. Kondisi-kondisi tersebut dapat ditimbulkan dari dalam diri individu maupun dari lingkungan diluar diri individu. Stress juga merupakan suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang. Begitu juga pegawai Dinas Pekerjaan Umum Seksi Perencanaan Bidang Bina Marga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh stress dan motivasi terhadap kinerja pegawai yang diterapkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Dalam penelitian yang penulis lakukan ini, penulis mempergunakan metode deskriptif, yaitu alat analisa dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan dan mentabulasi serta menguraikan secara sistematis terhadap fakta-fakta yang ada dikaitkan dengan telaah pustaka dengan membuat suatu kesimpulan dan analisa kuantitaf yaitu penggunaan data-data berupa angka-angka yang diperoleh untuk mempermudah penganalisaan data, maka disini penulis menggunakan program SPSS.Adapun indikator stress yang penulis teliti dalam penelitian ini yaitu beban kerja, tekanan dan sikap pimpinan, waktu dan peralatan kerja,  konflik antar pribadi dan masalah-masalah keluarga. Motivasi merupakan tindakan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan semaksimal mungkin demi keberhasilan.Kata kunci : stress, motivasi dan kinerja. Abstract: Stress is a condition where a person experiences stress due to conditions that affect him. These conditions can be generated from within the individual and the environment outside the individual. Stress is also a response in adjusting influenced by individual differences and or psychological processes, as a consequence of environmental action, situation or event that is too much to hold a person

  2. PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN BERPIKIR KRITIS UNTUK SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dharmawati Dharmawati

    2016-08-01

    Full Text Available This study aims to generate critical thinking assessment instrument for seven graders within organism interaction in an environment with an appropriate validity and reliability level. The design of this instrument is developed using stages suggested by Borg and Gall. The stages are researching and collecting information, planning, developing a preliminary product, conducting the limited examination, revising product from limited examination, field testing, revising product from field testing, and finalizing product. The result of content and construction validation shows that the level of feasibility is 88,35% and categorized as very feasible. While the degree of readability of assessment items is 93,51% and it is categorized as excellent. The coefficient of inter-rater reliability of assessment items is 0,951 and categorized as excellent. The instrument acquires reliability coefficient 0,792 for multiple choice and 0,753 for essay items. This study shows that the content, construction, and items in assessment are feasible. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen berpikir kritis untuk siswa SMP kelas VII pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai. Rancangan penelitian menggunakan model pengembangan menurut Borg & Gall, yang meliputi langkah-langkah: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk uji coba terbatas, uji coba lapangan, revisi uji coba produk lapangan, dan penyempurnaan produk akhir. Berdasarkan hasil validasi isi dan konstruk diperoleh tingkat kelayakan produk sebesar 88,35% berada pada kriteria sangat layak. Tingkat keterbacaan soal asesmen sebesar 93,51% dengan kategori sangat baik. Koefisien inter-rater reliability pada soal asesmen bentuk penugasan sebesar 0,951 dengan kategori sangat baik. Instrumen tersebut mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,792 (soal pilihan ganda dan

  3. Penggunaan Incoterms dalam Perjanjian Perdagangan Internasional (Studi Pada Pt. Insan Bonafide di Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Christanto Henry Dalim

    2016-09-01

    Incoterms yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak namun kenyataannya di lapangan cukup sering ketentuan-ketentuan Incoterms yang telah disepakati oleh para pihak kemudian dilanggar oleh salah satu pihak. karena belum adanya pengaturan yang sempurna di Incoterms ini maka dari itu lah Incoterms masih menimbulkan permasalahan dalam aplikasi/penerapannya di lapangan karena masih terdapat kekaburan hukum mengenai ruang lingkup dan batas-batas tanggung jawab masing-masing pihak antara penjual (eksportir dan importir

  4. KESESUAIAN LAHAN DAN REVITALISASI TAMBAK BUDIDAYA UDANG DI KAWASAN INDUSTRIALISASI KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tambak budidaya udang di kawasan industrialisasi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan mengkaji strategi revitalisasi tambak berdasarkan hasil penelitian remediasi kualitas tanah dan air tambak. Data primer meliputi: topografi, lahan, dan hidrologi pesisir diperoleh melalui survai lapangan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data sekunder yang digunakan berupa data iklim, peta Rupa Bumi Indonesia kawasan Probolinggo skala 1:25.000 dan citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2010. Data lapangan (topografi, pasang surut, fisika-kimia air dan tanah, data citra satelit ALOS AVNIR-2 dan data sekunder yang lain, dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG untuk memperoleh tingkat kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan tambak dari total luasan tambak 2.143 ha, lahan yang sangat sesuai dan sesuai untuk budidaya udang yaitu 56 ha dan 618 ha. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tongas dan Pajarakan. Lahan yang cukup sesuai ditemukan sebesar 1.235 ha, dan tersebar di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Kraksaan, Pajarakan, dan Paiton. Sedangkan lahan yang tidak sesuai yaitu 234 ha, terdapat di Kecamatan Sumberasih, Gending, dan Kraksaan. Percepatan target peningkatan produksi di tambak budidaya udang kawasan industrialisasi dapat dicapai melalui kesesuaian lahan dan revitalisasi tambak (perbaikan kualitas tanah dan air.

  5. Analisis Ketelitian Geometrik Citra Pleiades 1A untuk Pembuatan Peta Dasar Lahan Pertanian (Studi Kasus: Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas Kelvin Pujianto

    2017-01-01

    Full Text Available Penggunaan citra satelit resolusi tinggi lebih tepat dan akurat dibanding citra satelit resolusi rendah. Pada saat ini, beberapa satelit dapat menghasilkan citra dengan resolusi spasial kurang dari 1 m. Selain itu, salah satu keuntungan dari data citra satelit resolusi tinggi untuk deteksi dan inventarisasi sumber daya alam adalah setiap lembar (scene citra ini mencakup wilayah yang sangat luas yaitu sekitar 60–180 km2 (360.000–3.240.000 ha [5]. Interpretasi visual pada citra Pleiades 1A dan survei lapangan telah membuktikan bahwa mayoritas daerah Kecamatan Socah memiliki tutupan lahan berupa lahan pertanian yang lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Bangkalan. Alasan tersebut menjadikan Kecamatan Socah sebagai lokasi penelitian. Proses rektifikasi citra menggunakan koordinat titik horizontal (X,Y dari Ground Control Point (GCP yang didapatkan dari pengukuran lapangan menggunakan GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 45 menit tiap baseline. Sedangkan untuk uji ketelitian citra menggunakan pengukuran titik Independent Control Point (ICP yang didapatkan dari pengukuran GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 15 menit. Nilai Root Mean Square Error (RMSE titik ICP dari transformasi affine sebesar 0,645 m, sedangkan polynomial orde-2 sebesar 0,533 m. Masing-masing nilai RMSE titik ICP kemudian dikalikan dengan koefisien Circular Error 90% (CE90 dari Perka BIG no. 15 tahun 2014 maka didapatkan nilai ketelitian geometric sebesar 0,979 m pada affine dan 0,809 m pada polynomial orde-2. Hasil ketelitian geometric dari kedua metode transformasi menunjukkan nilai ≤ 1 m, sehingga citra Pleiades 1A memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai peta dasar skala 1:5.000 dengan kategori kelas 1.

  6. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  7. PENGARUH IKLIM DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfandi Irfandi

    2009-01-01

    Full Text Available Abstrak. Bangunan sebagai hasil perancangan arsitektur dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan mendukung aktifitas manusia yang berada di dalam bangunan. Kondisi ruangan yang baik dapat membuat manusia sebagai pemakai bangunan beraktifitas dengan baik sesuai dengan kehendaknya. Kondisi ini menuntut ruangan sebagai wadah aktifitas manusia untuk dapat memenuhi persyaratan kenyamanan yang meliputi kenyamanan terhadap suara (acoustics, pencahayaan (lighting, dan kenyamanan termal (thermal comfort. Oleh karena itu dalam perancangan arsitektur harus memperhatikan faktor iklim ini sehingga dapat tercipta lingkungan dan bangunan yang memberikan kenyamanan, kenikmatan, dan keselamatan terhadap pemakainya.   Kata kunci: Iklim, Pengaruh Iklim, dan Perancangan Arsitektur   Abstracts. Building as a product of architectural design is attempted to give comfort and to encourage human activities within building. Condition of well organized room will encourage people as building user to do their activities as good as they want. This condition will require the room as activities’ place for human being to fulfill the requirement of comfort which include acoustics, lighting, and thermal comfort. Therefor, in architectural design, should concern about climate factor, thus it will created building and enviroment which giving comfort, and savety for the users.   Keyword: climate, climate effect, architectural design

  8. Melindungi Aplikasi dari Serangan Cross Site Scripting dengan Metode Metacharacter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianingsih Yulianingsih

    2017-04-01

    Full Text Available Kebutuhan masyarakat atas penggunaan jasa internet semakin meluas dan mencakup berbagai bidang kehidupan hal ini mengakibatkan turut meningkatkannya kejahatan dalam dunia internet. Keamaanan aplikasi yang tidak baik mengakibatkan data penting dan kerahasiaan pengguna menjadi terancam. Hal ini tentu saja merugikan bagi pihak pengguna maupun penyelenggara. Untuk itu perlu dikedepankan metode–metode terbaik dalam keamanan berinternet dan untuk menentukan tindakan penanggulangan yang tepat terlebih dahulu harus dipahami cara kerja dari jenis kejahatan tersebut. Cross Site Scripting merupakan jenis serangan injection terhadap situs dengan mengandalkan kelemahan dari target atau pengguna internet. Penyerang akan memanfaatkan kelemahan pengguna melalui ajakan atau bujukan untuk mengikuti arahan menuju suatu kondisi tertentu yang telah dimuati oleh usaha untuk pencurian data, kerahasiaan atau perintah tertentu melalui code scripting oleh penyerang.Dalam penelitian ini dilakukan Sejumlah Eksperimen untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan, yaitu dengan menanamkan metacharacter kedalam code scripting sebelum dan sesudah proses berjalan. Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah pembuktian terhadap fungsi metacharacter dalam menutup celah kerentanan keamanan aplikasi

  9. RUSSIAN SCHOLARS AND THE QUR’ÂN: Historical Perspective of The Development of Russian Orientalists In The 19th–20th Centuries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wan Jamaluddin Z

    2011-06-01

    Full Text Available Ilmuan Rusia dan al-Qur’an: Perspektif Sejarah Perkembangan Orientalis Rusia abad ke 19 dan 20. Setelah keberhasilan Mullah Usman Ibrahim pada abad ke 18, studi al-Qur’an di Rusia sejak abad ke 19 tidak mengalami kemajuan signifikan. Kondisi ini berlanjut hingga G.S. Sablukov dan D.N Boguslavskiy pada akhirya menciptakan karya sendiri mereka tentang tafsir al-Qur’an pada masa paruh kedua abad ke 19. Perkembangan tradisi Rusia dalam pengkajian al- Qur’an semakin pesat ketika ilmuan Rusia yang lain, I. Yu. Krachkovsky, memper- kenalkan pendekatan baru dalam memahami dan menginterpretasi Kitab Suci al- Qur’an bagi masyarakat Rusia pada awal abad ke 20. Dalam makalah ini penulis mengemukakan bahwa sangat disayangkan, ilmuan Rusia memasuki era kegelapan dalam pengkajian al-Qur’an ketika regim Komunis Soviet menagmbil alih kendali pemerintahan dan memperkenalkan kebijakan dan propaganda ateistis pada paruh kedua abad ke 20. Makalah ini berupaya untuk menganalisa sejarah perkembangan studi al-Qur’an dalam kondisi sosial, kultur dan politik atmosfir akademis Rusia.

  10. Analisis Efektivitas Perangkat pada Program Desa Broadband Terpadu [Analysis of Device Effectiveness in Integrated Broadband Village Program

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilarion Hamjen

    2016-12-01

    Full Text Available Pemerintah berkomitmen mendukung pertumbuhan e-commerce dan ekonomi digital di Indonesia untuk mencapai visi Indonesia 2020 sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Secara fundamental diperlukan dukungan konektivitas nasional dari tingkat pusat sampai ke tingkat lokal, salah satunya melalui program KPU/USO yaitu program DBT (Desa Broadband Terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perangkat pada program DBT phase 1 dan keterkaitannya dengan konektivitas, dengan menggunakan metode analisis kepentingan kinerja dan uji statistik Chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa efektivitas perangkat meliputi variabel kondisi, fungsi, pemeliharaan dan pemanfaatan rata-rata adalah 84,5 persen. Dengan nilai efektivitas tersebut diketahui bahwa keseluruhan variabel kondisi perangkat, fungsi dan pemanfaatannya tidak mempengaruhi konektivitas.  *****The Indonesian government has a strong commitment in supporting the growth of e-commerce and Digital Economy in Indonesia to attain Indonesia’s vision by 2020 as the largest digital economy nation in Southeast Asia. Fundamentally, the national connectivity supports from central level to local level are needed, where one of them comes from Integrated Broadband Village program. This research determines the effectiveness of devices in the DBT program and its correlation to the connectivity, by using importance-performance analysis method and Chi-square statistical test. It is known from the result that the effectiveness of devices, including condition, function, maintenance, and utilization variables, achieves 84.5 percent on average. The value shows that all mentioned variables have insignificant correlations to the connectivity.

  11. MODEL PEMBINAAN RASA KEBANGSAAN MELALUI CITIZENSHIP EDUCATION PADA MASYARAKAT ENTIKONG WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardawani Mardawani

    2017-06-01

    Full Text Available Abstract: This study is motivated by the condition of West Kalimantan as one of the provinces whose territory is directly adjacent to the Malaysian state is often faced with a condition of society interacting with each other in the context of social life, economy and culture. The qualitative assessment method with case study type. The model of fostering nationalism through citizenship educationin Entikong society The border region of Indonesia Malaysia is a persuasive model by inviting the community to actively participate in the success of government programs   Abstrak: Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia sering sekali dihadapkan pada suatu kondisi masyarakat yang saling berinteraksi baik dalam konteks kehidupan sosial, ekonomi maupun budaya. Metode pengkajian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Model pembinaan rasa kebangsaan melalui citizenship education pada masyarakat Entikong Wilayah perbatasan Indonesia Malaysia adalah model persuasif dengan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mensukseskan program pemerintah   DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um019v2i12017p041

  12. AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 PADA E-LEARNING UNISNU JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Azizah

    2017-04-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi saat ini tak bisa dibendung lagi. Kemajuan disetiap bidang tak lepas dari teknologi sebagai penunjangnya, terutama teknologi informasi. Akan tetapi hal tersebut harus dimbangi dengan adanya sebuah evaluasi atau audit terhadap sistem informasi sehingga ancaman atau kerugian dapat  dihindari  ataupun  dicegah.  Penelitian  ini  bertujuan  mengetahui  sejauh  mana  kinerja  sistem informasi pembelajaran yaitu e-learning sebagai layanan publik yang telah diterapkan pada UNISNU Jepara dan  memberikan   rekomendasi tata  kelola perbaikan setelah mengetahui kesenjangan antara tatakelola saat ini dengan tatakelola yang diharapkan sesuai dengan framework yang digunakan. Framework  yang digunakan dalam penelitian ini adalah COBIT versi 4.1 khusus pada domain Deliver and Support (DS. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara dan kuisioner dengan narasumber yang telah ditentukan sesuai dengan domain dan Control Objective yang digunakan. Metode analisis data dilakukan beberapa tahap, yaitu penentuan domain, penentuan proses kontrol, penentuan indikator dan pemetaan tingkatkematangan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan (maturity level pada implementasi e-learning UNISNU Jepara khusus pada Domain DS, yaitu berada pada level 4 yang berarti sudah terukur dan terintegrasi antar proses yang berlangsung. Dan analisa GAP antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi saat ini rata-rata sebesar 0,6.

  13. Tingkat Kematangan Infrastruktur Teknologi Informasi pada Domain Acquire and Implement Menggunakan COBIT 4.1 (Studi Kasus: UPT Perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ronggo Alit

    2017-07-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil wawancara UPT Perpustakaan kekurangan perangkat komputer dan masih menggunakan server milik UPT Telematika serta kecepatan akses wifi akan lambat jika banyak yang menggunakan sehingga perlu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan dan menghasilkan rekomendasi guna meningkatkan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Penelitian dilakukan menggunakan COBIT Framework 4.1 tahap penelitian diawali dengan analisa data wawancara kemudian diidentifikasi IT goals, IT process, serta Control Objectives. Perhitungan maturity level untuk mengetahui gap antara kondisi sekarang dengan kondisi yang diharapkan dan rekomendasi digunakan untuk mengatasi gap tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh 4 IT Goals, 10 IT Processes dan 17 detailed control objectives. Karena pemilihan subdomain disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan maka subdomain yang digunakan adalah PO3, PO7, AI3 dan AI5. Ditemukan gap sebesar 1.5 dan maturity level sebesar 2.5 sehingga berada pada level 3 artinya perpustakaan telah memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas mengenai tata cara dan manajemen teknologi informasi.

  14. Evaluasi Kesesuaian Struktur Organisasi Pengelola Teknologi Informasi dengan Rencana Jangka Panjang Instansi (Studi Kasus pada Dinas XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Anwar Shodiq

    2012-09-01

    Full Text Available Setiap lembaga atau instansi memerlukan teknologi informasi (TI untuk mendukung banyak aktivitas dalam menangani proses bisnisnya. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan teknologi informasi yang ideal dan pembentukan struktur organisasi yang relevan dan dapat menjawab kebutuhan akan kelancaran proses bisnisnya. Tidak terkecuali pada Dinas XYZ sebagai lembaga pemerintahan yang bertugas sebagai pengelola pendidikan dan kebudayaan di tingkat provinsi. Dibutuhkan sebuah struktur organisasi pengelola teknologi informasi yang selaras dengan Rencana Jangka Panjang Instansi untuk mendukung tujuan bisnisnya. Dan ketika perencanaan strategis ini diperbaharui, struktur organisasi juga dituntut untuk diperbaharui mengikuti perubahan kebijakan yang baru. Untuk itu, diperlukan analisis komprehensif mengenai perancangan struktur organisasi yang ideal bagi Dinas XYZ ini, yang meliputi studi pendahuluan yang mengkaji literatur dan kondisi kekinian Dinas XYZ, identifikasi Business Goals, identifikasi IT Goals dan IT Process, penentuan struktur organisasi pengelola TI masa depan beserta tanggung jawab masing-masing bagian, dan analisis gap mengenai kondisi saat ini dan kebutuhan TI masa depan, yang semua itu disesuaikan dengan framework COBIT 4.1 sebagai acuan best practice bagi pengelolaan teknologi informasi.

  15. Pengaruh Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA, SRI (System of Rice Intensification dan Konvensional terhadap Gulma dan Hasil Padi (Oryza sativa L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    dessy sarfika

    2018-01-01

    Full Text Available Produksi padi pada tahun  2014 menurun dari tahun sebelumnya, tahun 2013 produksi padi mencapai 71.279.709 ton, sedangkan pada tahun 2014 produksi padi hanya mencapai 70.846.465 ton. Penurunan produksi padi dapat disebabkan oleh sistem tanam tanaman padi yang digunakan petani. Di Indonesia telah dikenal beberapa sistem tanam padi yaitu padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela, SRI (System of Rice Intentification dan sistem konvensional. SRI termasuk dalam sistem tanam pindah (tapin bibit yang menggunakan sistem pengairan berselang namun berbeda dengan sistem tapin konvensional yang menggunakan sistem pengairan penggenangan pada lahan atau media tanam. Sistem tanam benih langsung dilakukan dengan cara menyemai benih ke lahan dengan kondisi air pada lahan macak-macak. Kondisi pengairan pada masing-masing sistem tanam yang berbeda menyebabkan adanya OPT. Salah satu OPT yang keberadaannya dipengaruhi  oleh sistem tanam yaitu gulma. Penelitian ini dilaksanakan pada media pot menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Dari hasil penelitian semua perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, perlakuan sistem tanam konvensional dengan umur bibit 16 hari merupakan perlakuan yang terbaik dikarenakan populasi gulma yang rendah serta jumlah anakan, jumlah, malai, panjang malai, jumlah bulir per malai dan berat gabah tanaman padi memiliki rerata yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kata Kunci : Sistem tanam, gulma, hasil padi

  16. Efektivitas Pemanfaatan Biogas Untuk Menunjang Ketahanan Energi (Studi Di Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Sri Palupi

    2015-08-01

    Full Text Available Pengembangan energi terbaharukan merupakan salah satu solusi krisis energi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan biogas dan mengkaji hubungan efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo dengan ketahanan energi Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Jumlah biodigester 183 unit. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah informan 55 orang. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yaitu 30,26% biodigester berfungsi dan 69,77% dalam kondisi rusak. Efektivitas kontinuitas pemanfaatan dan ketersediaan biogas yakni pemanfaatan harian dalam kategori rendah (25,58%, pemanfaatan kadang-kadang dalam kategori sangat rendah (4,65% dan kondisi rusak dalam kategori cukup (69,77%. Efektivitas pemanfaatan atau fungsi yakni untuk memasak dalam kategori tinggi (86,82%, genset (3,1% dan lainnya (10,08% dalam kategori sangat rendah. Efektivitas pemenuhan kebutuhan energi berbahan biogas yaitu memenuhi kebutuhan dalam kategori sangat rendah (9,3%, sebagian memenuhi kebutuhan dalam kategori rendah (20,93%, dan tidak memenuhi kebutuhan dalam kategori cukup (69,77%. Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo termasuk rendah. Desa Pendoworejo diharapkan menjadi Desa Mandiri Energi, namun sumber energi dari biogas belum mencapai lebih dari 60%. Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo belum mampu menunjang ketahanan energi.

  17. Identifikasi Jumlah dan Tingkat Aktivitas Orang Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Raspberry Pi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniel Krisrenanto

    2017-03-01

    Full Text Available Air conditioner (AC merupakan suatu perangkat yang paling banyak digunakan sebagai pendingin ruangan. Walaupun AC saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi, namun apabila tidak digunakan dengan baik maka penggunaan AC hanya menjadi suatu pemborosan listrik saja. Untuk mengurangi pemborosan listrik pada AC, maka pengaturan suhu harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ruangan antara lain adalah jumlah orang serta tingkat aktivitas dalam ruangan. Sebagai upaya penghematan konsumsi listrik pada AC, maka dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun suatu sistem identifikasi jumlah orang dan tingkat aktivitas. Pada sistem ini digunakan kamera USB sebagai perangkat pengambil citra. Pada pengolahan citra menggunakan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG sebagai penghitung jumlah orang, sedangkan metode background subtraction digunakan sebagai penghitung tingkat aktivitas. Sistem ini diimplementasikan ke dalam Raspberry Pi 3 sebagai mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi orang dari jarak 3 m sampai 9 m dan membedakan 2 orang dengan jarak antara 30 cm sampai 150 cm. Sistem juga dapat membedakan tingkat aktivitas sedikit, sedang dan tinggi.

  18. ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS BERACUN CO PADA MOBIL DENGAN ARRAY SENSOR MENGGUNAKAN FUZZY CONTROLLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2016-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi otomotif sekarang ini semakin pesat yaitu dengan fasilitas accessories mobil yang semakin lengkap. Namun berbagai fasilitas yang terdapat dalam mobil tanpa disadari menyimpan ancaman bahaya bagi pengguna mobil salah satunya ketika system pada AC (Air Conditioner terjadi kebocoran maka gas CO (karbon monoksida akan memenuhi ruang mobil yang tertutup. Gas CO ini sangat berbahaya karena gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sehingga sulit untuk dideteksi yang dapat menyebabkan orang yang ada didalam mobil menjadi mati lemas tanpa disadari karena menghirup gas CO yang bocor. Dengan fenomena tersebut dibutuhkan sebuah alat yang dapat mendeteksi dan mengontrol kebocoran gas CO untuk memberikan rasa aman kepada pengguna mobil. Alat ini menggunakan kendali logika fuzzy sebagai proses pengambilan keputusan sebagai hasil nilai dari inferensi kerja array sensor. Pengendali utama pada sistem menggunakan mikrokontroller ATmega32. Ketika array sensor yaitu TGS2442 dan TGS2600 mendeteksi kadar gas CO >29,0 ppm berarti dalam status bahaya sehingga buzzer akan aktif diikuti motor DC yang menggerakkan kaca mobil agar terbuka. Berdasarkan lima kali pengujian yang dilakukan didapatkanlah rata-rata selisih error output gas sebesar 0.29 ppm disaat kondisi aman dan 3.87 ppm disaat kondisi bahaya.

  19. Sistem Penjejak Pipa pada Balon Udara dengan Menggunakan Kamera dan Kontrol Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dion Hayu Fandiantoro

    2017-01-01

    Full Text Available Balon udara merupakan salah satu jenis Unmaned Aerial Vehicle (UAV yang mampu bergerak secara otomatis, salah satu aplikasinya adalah sebagai penjejak pipa. Pada dasarnya digunakan sistem navigasi dengan bantuan global positioning system (GPS dan kontrol PID untuk mengatur arah tujuan. Tetapi penggunaan GPS pada daerah yang tidak memiliki ruang terbuka bebas tidaklah memungkinkan dikarenakan pada daerah tersebut sinyal GPS menjadi lemah ataupun hilang. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat bekerja secara independen tanpa menggunakan GPS dalam proses penjejakan pipa. Digunakan proses pengolahan citra dengan contour finding dan region of interest yang terpadu dalam sebuah sistem yang terdiri dari Raspberry Pi dan Arduino Mega dalam memandu balon udara untuk menyusuri pipa, sehingga balon udara dapat berjalan secara otomatis menyusuri pipa. Serta digunakan kontrol logika fuzzy untuk menentukan kecepatan motor untuk mempertahankan keseimbangan dan untuk menyusuri pipa. Hasil dari pengujian yang dilakukan dengan simulasi menggunakan pipa fleksibel berwarna biru pada tugas akhir ini menunjukan bahwa balon udara dapat menyusuri pipa dengan panduan pipa fleksibel. Selain menyusuri pipa fleksibel, balon udara juga dipertahankan kondisi roll-nya untuk selalu setimbang. Didapatkan kesalahan ukur dalam proses penjejakan pipa sebesar 4,7%, sedangkan untuk kondisi roll didapatkan kesalahan sebesar 0,76%.

  20. Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Kardena

    2016-03-01

    Full Text Available Dokter hewan praktisi seringkali mengabaikan dampak psikologi hewan terhadap kondisi kesehatan hewan. Penatalaksanaan penyakit hewan selalu dikaitkan dengan tindakan medis veteriner. Namun kenyataannya timbulnya gejala klinis penyakit seperti anoreksia, diare, dan demam tidak selalu disertai dengan penyebab yang jelas. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan kondisi psikologi hewan. Psikoneuroimunologi (PNI merupakan cabang ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu psikologi, neurologi, endokrinologi serta imunologi yang memiliki paradigm sendiri. PNI mengkaji bagaimana sistem imun tubuh merespon keadaan homeostasis dan patologis dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Hubungan otak dengan sistem imun terjadi melalui sel di HPA axis (hipotalamo-pituitary-adrenal axis, yang melibatkan hormon sitokin, dan melalui sel di jalur ANS (autonomic nervous system. Berbagai macam stresor ini akan mengaktifkan hipotalamus mensekresikan CRH, yang kemudian merangsang pituitary menghasilkan ACTH. ACTH kemudian berikatan dengan reseptornya di kelenjar adrenal untuk menginduksi sekresi Epinefrin (EPI dan Norepinefrin (NE. Sudah dipahami bahwa limfosit memiliki reseptor untuk EPI dan NE sehingga stres ini akan mengakibatkan modulasi imunitas. Psikologi menjadi kajian yang sangat penting dalam dunia kedokteran hewan terkait dengan modulasi imun akibat psikologi. Oleh karena itu pengembangan Psikoneuroimunologi dalam tatalaksana penyakit pada hewan menjadi sangat penting, disamping penanganan medis.

  1. ANALISIS SUMBER-SUMBER KEBERMAKNAAN HIDUP NARAPIDANA YANG MENJALANI HUKUMAN SEUMUR HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siska Marliana

    2012-04-01

    Full Text Available Narapidana yang mendapat hukuman seumur hidup akan mengalami perubahan besar dalam kehidupannya, seperti keterbatasan dalam melakukan aktivitas, pekerjaan, kehidupan sosial bahkan dalam tujuan hidup. Kondisi tersebut akan  mengubah pandangannya mengenai makna dari hidupnya ataupun mengalami ketidakbermaknaan hidup. Fokus penelitian ini adalah analisis sumber-sumber kebermaknaan hidup pada narapidana yang divonis hukuman seumur hidup dengan mengacu pada konsep kebermaknaan hidup Viktor Frankl. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung yang sudah menjalani dua tahun masa hukuman dari vonis hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber-sumber kebermaknaan hidup bagi subjek adalah : 1.  Adanya nilai-nilai kreatif (creative values untuk dapat berkarya, bekerja, mencipta serta melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya. 2. Adanya nilai-nilai penghayatan (experiential values, yakni dengan cara memperoleh pengalaman tentang sesuatu atau seseorang yang bernilai bagi subjek. 3. Nilai-nilai bersikap (attitudinal values atas hukuman seumur hidup yaitu subjek memilih sikap menerima kondisi tersebut sebagai tanggung jawab yang harus dijalani akibat perbuatannya dan berusaha menikmati kehidupan di penjara dengan menjadikan penjara sebagai tempat untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik. Kata Kunci: hukuman seumur hidup, sumber-sumber kebermaknaan hidup, creative values, experiential values, attitudinal values

  2. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  3. Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP Service Desk Berdasarkan Kerangka Kerja Itil V3 dengan Menggunakan Metode Analisis Gap Layanan (Studi Kasus: PT. XYZ , Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Rachmi

    2014-09-01

    Full Text Available Penggunaan Teknologi Informasi di banyak perusahaan telah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bisnis yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan, termasuk juga PT XYZ. Unit fungsional service desk sangat dibutuhkan oleh PT XYZ dalam mendukung operasional TI dan menangani permasalahan yang muncul serta memonitor terkait penggunaan TI yang ada di dalam perusahaan. Adanya kebutuhan PT XYZ untuk menjadikan service desk menjadi unit yang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, menunjukkan bahwa perlunya penerapan tata kelola TI untuk mengatur dan mengelola aktivitas service desk. Salah satu tata kelola TI yang dimaksud adalah berupa prosedur kerja. Kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL merupakan suatu best practice yang bertujuan secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi operasional TI. Perancangan dan implementasi service desk berdasarkan kerangka kerja ITIL V3 di PT XYZ diperlukan dalam upaya meningkatkan layanan TI dan mengatasi masalah yang ada saat ini. Pembuatan SOP ini diinisialisasi dengan menggunakan metode analisis gap, proses-proses yang dimuat ke dalam SOP merupakan hasil analisis kesenjangan antara kondisi kekinian service desk PT XYZ dengan kondisi ideal service desk framework ITIL.

  4. Pengenalan dan Analisis Ucapan pada Sistem Kontrol Perangkat Listrik Menggunakan Arduino Uno

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dania Eridani

    2018-01-01

    Full Text Available This study aims to develop an electrical device control system using speech recognition and perform the analysis factors that affect the accuracy of speech recognition. The system used the Arduino Uno as the main control board of the system, an Elechouse's voice recognition module as speech processing device and several output devices such as relays, LEDs and an LCD. This research resulted in 92,7% accuracy of speech recognition at the ideal condition and 66,85% at the noise condition. This study shows that the frequency, amplitude, slow tempo and timbre of command speech greatly affect the success of speech recognition. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengendali perangkat listrik menggunakan pengenalan ucapan dan melakukan analisis faktor yang mempengaruhi akurasi dari pengenalan ucapan. Sistem menggunakan papan Arduino Uno sebagai pusat kendali sistem, modul pengenal ucapan dari Elechouse dan beberapa perangkat keluaran seperti relay, LED dan LCD. Penelitian ini menghasilkan akurasi pengenalan ucapan sebesar 92,7% pada kondisi ideal dan 66,85% pada kondisi berderau. Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi, amplitudo, tempo yang lambat dan timbre ucapan perintah sangat mempengaruhi pengenalan ucapan.

  5. The Dagger and The Shield: The Ballistic Missile Defence and Sino-US Strategic Relationship

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristian Atriandi Supriyanto

    2016-04-01

    Full Text Available Menghadapi potensi ancaman serangan senjata rudal pemusnah massal dari rogue states, seperti Iran and Korea Utara, Amerika Serikat (AS merespon dengan mendirikan program Pertahanan Rudal Balistik (BMD untuk menembak jatuh rudal-rudal tersebut di angkasa. Akan tetapi, Republik Rakyat Cina (RRC menganggap program BMD AS itu tidak hanya bertujuan untuk menghadapi rogue states, namun juga RRC. RRC menilai rudal dan senjata nuklir sebagai "belati" yang telah berhasil menjamin stabilitas internasional melalui penciptaan hubungan saling gentar (mutual deterrence di antara kekuatan-kekuatan nuklir dunia. Sementara program BMD yang diibaratkan sebagai "perisai" dianggap hanya akan mendestabilisasi hubungan tersebut. Guna mengimbangi BMD AS, RRC akan meningkatkan jumlah dan kualitas rudal serta senjata nuklirnya hingga tetap kredibel dalam menjaga hubungan saling gentar dengan AS. Kondisi ini justru akan menciptakan lingkungan strategis internasional yang makin tidak stabil dan bahkan berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir antara RRC dengan AS. Untuk mencegah kondisi tersebut, AS harus meyakinkan RRC bahwa program BMD hanya digunakan untuk menghadapi rogue states.

  6. Pemanfaatan Serbuk Gergaji Menjadi Biobutanol dengan Hidrolisis Selulase dan Fermentasi Bakteri Clostridium Acetobutylicum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayuni Devina Fajariah

    2014-09-01

    Full Text Available Biobutanol adalah jenis alkohol ikatan C-4 (C4H9OH yang terbuat dari biomassa. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah kayu yang dihasilkan dari proses penggergajian kayu yang mengandung selulosa (55%, hemiselulosa (14%, dan lignin (21%. Biobutanol diproduksi dengan cara hidrolisis enzim selulase dan fermentasi bakteri Clostridium acetobutylicum. Variabel pada penelitian ini adalah penambahan enzim selulase pada proses hidrolisis (penambahan enzim atau tanpa penambahan enzim, pH awal proses fermentasi (5 atau 7 dan jumlah penambahan starter bakteri Clostridium acetobutylicum (5 atau 10 ml dengan variasi lama proses fermentasi 2,4,6,8,10,12 hari. Parameter dalam penelitian ini adalah analisa kadar selulosa, gula tereduksi, dan kadar butanol. Berdasarkan hasil penetian, diketahui bahwa proses hidrolisis dengan penambahan enzim selulase, kondisi awal fermentasi pH 5 dan penambahan inokulum bakteri Clostridium acetobutylicum sebanyak 10 ml dengan lama waktu fermentasi 12 hari merupakan kondisi yang paling efektif menghasilkan kadar butanol tertinggi dari 50 gram limbah serbuk gergaji. Kadar butanol tertinggi sebesar 1,88 % dari 1 µL sampel hasil fermentasi yang diinjeksikan ke dalam kromatografi gas.

  7. Penerapan Framework COBIT untuk Identifikasi Tingkat Kematangan Tata Kelola Teknologi Informasi: Studi Kasus di Fasilkom Unwidha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Suradi

    2017-07-01

    Full Text Available Perkembangan IT sebagai media komunikasi data hingga saat ini berkembang sangat pesat. Peranan teknologi informasi dalam suatu lembaga sangat krusial, namun  masalah  yang sering terjadi di lembaga/ instansi adalah penggunaan teknologi informasi yang ternyata tidak sesuai dengan harapan, oleh karena itu diperlukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi. Permasalahan yang dihadapi di Fasilkom Unwidha adalah adanya ketidak puasan layanan IT yang diberikan, terdapatnya gangguan layanan yang tidak segera diatasi, adanya koordinasi maintenance infrastruktur IT yang kurang optimal. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap tata kelola teknologi informasi yang diberikan untuk penyelarasan dengan tujuan organisasi agar visi yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian ini membahas tentang kondisi tata kelola teknologi informasi di Fasilkom Unwidha, dan sejauh mana telah menerapkan tata kelola teknologi informasi yang baik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan  framework Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT. Hasil dari analisis ini berupa tingkat kematangan tata kelola  teknologi informasi  yang  mencerminkan  kondisi  tata  kelola  teknologi informasi  di  Fakultas Ilmu Komputer Unwidha. Tingkat kematangan dengan mengacu pada maturity level yang disediakan kerangka kerja COBIT, diperoleh nilai  kematangan 2,84 yaitu pada level Defined Process. Sistem memiliki ruang lingkup Business Goals sebanyak 13, IT Goals sebanyak 18, IT Process sebanyak 30 proses dan 4 Domain.

  8. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SOUND LEVEL METER (SLM DALAM SKALA LABORATORIUM SEBAGAI ALAT UKUR INTENSITAS BUNYI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaludin Jamaludin

    2016-11-01

    Keywords  : Sound Level Meter, Wave Mechanics Penelitian yang berbasis laboratorium merupakan implementasi dari Gelombang Mekanik (GM. Pada peristtiwa fisis ini akan diteliti tentang Gelombang Mekanik dalam mengukur Intensitas Bunyi. Guna untuk mengetahui SLM yang relevan menggunakan mic condenser serta menentukan kebisingan bunyi dalam tingkat frekuensi yang berbeda dalam skala Laboratorium. Pengujian intensitas bunyi dilakukan dalam kondisi ruang yang kedap suara serta perbandingan intensitas bunyi dengan SLM rancangan industri. Dalam penelitian ini juga membandingkan antara SLM Rancangan dengan SLM Nor-118. Sehingga data yang diperoleh adalah hasil dari pengambilan data yang kami lakukan antara SLM Rancangan dengan SLM Nor-118 bisa dikatakan relevan namun ada perbedaan selisih sebesar ±5.0 %. Dan pada saat frekuensi tertentu dia akan menurun yang disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal. Kesimpulan yang diambil adalah dalam setiap pengambilan data harus dalam kondisi ruang yang kedap suara sehingga ketika dalam pengambilan data tidak ada faktor yang mempengaruhi baik eksternal maupun internal. Kata Kunci : Sound Level Meter, Gelombang Mekanik

  9. Jihad Bunuh Diri Menurut Hadis Nabi SAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adynata Adynata

    2013-09-01

    Full Text Available Pada zaman sekarang sering kita mendengar dan melihat di media massa banyaknya terjadi born bunuh diri, baik di tempat-tempat fasilitas umum seperti hotel, rumah ibadah, tempat pertemuan ataupun yang terjadi di daerah peperangan seperti di Palestina ketika perang antara tentara Israel dan Palestina. Para ulama telah mengkaji tentang hukum melakukan bom bunuh diri. Mereka berbeda pendapat tentang hukumnya; ada yang membolehkan dan ada pula yang melarang secara mutlak. Ayat-ayat al­ Quran dan hadis Rasulullah SAW yang terkait dengan persoalan ini, secara zahir tampak bertentangan. Dalam sebuah hadis Beliau melarang membunuh diri dengan cara apapun dan nanti di dalam neraka Jahannam pelakunya akan disiksa dengan cara yang dilakukannya ketika membunuh dirinya serta kekal di dalamnya. Sementara dalam Hadis yang lain disebutkan Rasulullah SAW menawarkan kepada satu orang sahabatnya untuk melawan musuh yang banyak yang diyakini akan membawa kematiannya pada perang Uhud sehingga terkesan sahabat tersebut mengorbankan dirinya. Hadis-hadis yang tampak bertentangan ini perlu dikaji lebih mendalam untuk ditemukan relevansinya dengan peristiswa born bunuh diri yang banyak terjadi sekarang. Penulis memahami bahwa bom bunuh diri pada prinsipnya diharamkan, tetapi jika dilakukan dalam kondisi terpaksa dalam medan peperangan untuk menyelamatkan pasukan dan menghindarkan bahaya yang lebih besar lagi maka boleh dilakukan asalkan atas perintah pemimpin perang. tetapi jika dilakukan tidak kondisi perang maka tidak boleh dilakukan dan termasuk sikap putus asa terhadap kemaksiatan yang terjadi

  10. Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Zulfiana

    2013-09-01

    Full Text Available Steam turbine beroperasi pada temperatur dan tekanan uap yang tinggi sehingga keamanan proses harus dijaga agar tidak terjadi bahaya yang menimbulkan risiko. Untuk analisis dan identifikasi bahaya digunakan metode HAZOP yang selanjutnya melakukan manajemen resiko berupa emergency respon plan berdasarkan bahaya yang mungkin terjadi pada PLTU. Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan dengan penentuan 4 node pada steam turbine yaitu HP Turbine, IP Turbine, LP Turbine 1 dan LP Turbine 2, penentuan guideword dan deviasi berdasarkan control chart data proses transmitter di setiap node, dan untuk estimasi likelihood berdasarkan nilai MTTF tiap transmitter. ERP pada steam turbine dibuat untuk kejadian kebakaran karena berisiko tinggi dan kemungkinan besar terjadi serta dapat menyebabkan bahaya lain seperti ledakan dsb. Dari penelitian ini diketahui kondisi yang paling berbahaya pada steam turbine adalah kondisi high pressure yang diketahui dari risk matrix pressure trasnmitter pada 4 node yang bernilai high dan ekstrim yang dapat menyebabkan turbin mengalami overspeed. Rekomendasi untuk menanggulangi bahaya tersebut antara lain pemasangan pressure alarm, simulasi automatic turbine test, pemeriksaan turbine overspeed protection serta kalibrasi maupun pengecekan pada pressure trasnmitter tersebut.

  11. Desain Kontrol Tracking Underactuated Autonomous Underwater Vehicle (AUV dengan Pengaruh Gangguan Arus Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilmi Rizki I

    2016-11-01

    Full Text Available Paper ini membahas masalah gerak AUV pada bidang horizontal yang dipengaruhi oleh arah sudut yaw. Arah sudut yaw merupakan ukuran utama dalam mengatur gerak horizontal pada AUV. Pengaturan gerak pada AUV berupa perubahan arah sudut yaw merupakan permasalahan kontrol tracking AUV. Kontrol tracking pada paper ini digunakan untuk kebutuhan heading control. Heading control tersebut digunakan untuk mengatur arah sudut yaw AUV agar sesuai dengan sinyal referensi yaw yang diberikan. Kompleksitas dalam mendesain heading control akibat karakteristik-karakteristik dari dinamika AUV yang high nonlinear dan uncertainty parameter yang ditentukan oleh hydrodynamic forces dan environmental forces berupa gangguan ocean current menjadi permasalahan yang tidak mudah dipecahkan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu menggunaan metode State Dependent Riccati Equations berdasarkan Linear Quadratic Tracking (SDRE-LQT. Algoritma ini menghitung perubahan permasalahan tracking pada sudut yaw dan dapat mengatasi gangguan ocean current melalui perhitungan perubahan parameter dari AUV secara online melalui algebraic Riccati equation.sehingga sinyal kontrol yang diberikan ke plant dapat mengikuti perubahan kondisi dari plant itu sendiri, termasuk perubahan parameter akibat gangguan berupa ocean current. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode kontrol yang digunakan mampu membawa sudut yaw pada nilai yang diharapkan dan gangguan arus dapat diatasi dengan memberikan nilai sinyal kontrol yang baru secara online, sehingga AUV dapat melakukan  tracking secara otomatis pada kondisi ada atau tanpa gangguan ocean current dengan dengan nilai error steady state . Kata kunci — AUV, Tracking Control, SDRE-LQT, Ocean Current Disturbance

  12. Analisa Tegangan Jatuh pada Sistem Distribusi Listrik di Kapal Penumpang dengan Menggunakan Metode Simulasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Farid Wahyudianto

    2017-01-01

    Full Text Available Kebutuhan akan listrik di kapal saat ini sangat tinggi, karena hampir semua aktivitas di kapal seperti berlayar, bermanuver, bongkar muat dan lego jangkar membutuhkan konsumsi listrik yang besar. Pada berbagai macam kondisi tersebut perlu diketahui seberapa besar nilai losses tegangan atau tegangan jatuh dan cara untuk melakukan perbaikan tegangan jatuh. Pada penulisan tugas akhir akan dikaji secara teknis cara melakukan perhitungan tegangan jatuh secara manual dan membandingkannya dengan simulasi software. Pada simulasi software digunakan load flow analysis dan motor acceleration analysis sebagai metode untuk melakukan perhitungan tegangan jatuh secara simulasi. Hasil yang diperoleh terdapat tegangan jatuh terbesar pada kondisi maneuver, saat starting bow thruster terdapat tegangan jatuh selama 60 detik yang tidak sesuai dengan standar IEC 5% dan tidak direkomendasikan oleh IEEE. Setelah dilakukan perbaikan pada bow thruster dengan cara menaikkan tap transformator sebesar 2,5% dengan tegangan sekunder 400V pada hasil running load flow analysis dan memberi kapasitor sebesar 2000 kVAr, tegangan jatuh pada hasil running motor acceleration analysis tegangan jatuh dapat diturunkan menjadi 13 detik yang sesuai dengan standar IEC dan rekomendasi IEEE.

  13. Penentuan Rute Angkutan Umum Optimal Dengan Transport Network Simulator (TRANETSIM di Kota Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Any Riaya Nikita Ratriaga

    2015-12-01

    Full Text Available Seiring perkembangan ekonomi, jumlah penduduk yang mendiami Kota Tuban terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menimbulkan dampak terhadap kegiatan di beberapa ruas jalan pada Kota Tuban. Perkembangan permukiman yang ekspansif ke pinggiran Kota Tuban juga menimbulkan bangkitan-bangkitan pergerakan baru.. Sirkulasi angkutan umum yang terdapat di Kota Tuban memiliki kondisi eksisting yang belum mencakup keseluruhan zona yang menjadi bangkitan dan tarikan pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute angkutan umum yang optimal untuk Kota Tuban. Untuk itu, dilakukan tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut. Tahap pertama adalah mengukur bangkitan dan tarikan pergerakan tiap zona dengan matriks asal-tujuan. Tahap selanjutnya adalah melakukan pembobotan terhadap faktor-faktor penentu rute angkutan umum dengan teknik analisis Analytical Hierarchy Process (AHP menggunakan software Expert Choice. Tahap terakhir adalah menentukan rute angkutan umum yang optimal menggunakan software Transport Network Simulator (TRANETSIM. Berdasarkan analisis yang digunakan dalam tahapan penelitian, hasil yang diperoleh yaitu rute Terminal Kambang Putih – Desa Tunah (PP, Desa Tunah – Terminal Kambang Putih (PP, Terminal Kambang Putih – Desa Semanding (PP, serta Desa Semanding – Desa Tunah (PP.

  14. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN INDEKS HARGA SAHAM DI JAKARTA ISLAMIC INDEX SELAMA TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Fera Triani

    2014-03-01

    Indeks harga saham gabungan merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Pergerakan indeks harga saham gabungan yang meningkat menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, seperti: volume perdagangan saham, nilai tukar, dan Suku Bunga Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis: pengaruh faktor makro ekonomi melalui volume perdagngan saham, nilai tukar, dan suku bunga Indonesia terhadap Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index. Sampel dari penelitian ini adalah: volume perdagangan saham, nilai tukar, suku bunga Indonesia, dan Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index dengan menggunakan data harian selama tahun 2011, sehingga data pada observasi (n = 247. Ada pengaruh faktor ekonomi makro yang diwakili oleh volume transaksi, dan tingkat suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan. Variabelnilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Hasil perhitungan yang diperoleh nilai F = 27,416; menjadi jelas bahwa perubahan dalam volume transaksi, nilai tukar, dan nilai suku bunga berpengaruh signifikan secara bersama-sama Indeks Harga Saham Gabungan.

  15. Narsisisme dan Kompleks Oedipus yang Tergambar dalam Pygmalion, Karya George Bernard Shaw

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Essy Syam

    2017-06-01

    Full Text Available Abstract This writing analyzes narcisism and oedipuis complex as refelcted in a literary work entitles “pygmalion” written by George Bernard Shaw. Thus, the objective of this analysis is to show and to analyze how narcisism and Oedipus complex are suffered from the protagonist of this work. To reach that objective, this analysis applies psychoanalitical analysis  to demonstrate the mental condition of the main character. Related to that idea, this analysis applies adescriptive analysis method in which the result of the analysis will be described clearly. From teh presented description, it will show how the main character of this work lives his life and in his interaction with other characters will describe his mental condition.   Keywords: Pygmalion, psychoanalisis, Narcisism, Oedipus Complex.    Abstrak Tulisan ini menganalisis kasus Narsisme dan Kompleks Oedipus yang tergambar pada sebuah karya sastra berjudul Pygmalion yang ditulis oleh George  Bernard Shaw.  Maka tujuan penelitian ini adalah untuk memperlihatkan dan menganalisis bagaimana kasus narsisme dan kompleks oedipus yang dialami oleh tokoh utama karya ini. Untuk mencapai tujuan itu, kajian ini menerapkan kajian psikoanalisis  untuk memperlihatkan kondisi kejiwaan tokoh utama yang mengalami gangguan jiwa yang dimanakan Narsisime dan Kompleks Oedipus.  Kajian ini menerapkan metode deskriptif analisis dimana hasil analisis akan dideskripsikan dengan jelas. Dari deskripsi yang dijabarkan akan memperlihatkan bagaimana tokoh utama karya ini dalam kehidupannya dan interaksinya dengan tokoh yang lain memperlihatkan kondisi jiwanya.   Kata Kunci: Pygmalion, Psikoanalisis. Narsisime, Kompleks Oedipus

  16. PEREMPUAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DENGAN PENDEKATAN UTAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Rahmawaty

    2017-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemanfaatan internet pada kaum perempuan dengan menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT. Terdapat enam variabel dalam penelitian ini, yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi pendukung, efikasi diri dan intensi pemanfaatan internet. Data penelitian ini diperoleh dari 110 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengujian model penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi pendukung dan efikasi diri berpengaruh secara positif signifikan terhadap terhadap intensi pemanfaatan internet. Namun demikian, pengaruh sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap intensi pemanfaatan internet.   This research aims to analyze the behavior of internet use on women by using Unified Theory of cceptance and Use of Technology (UTAUT. There are six variables in this research, namely the performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, self-efficacy and intention of internet use. The data were obtained from 110 respondents by using convenience sampling technique. The research model testing technique used the multiple linear regression approach. The results showed that performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, and self-efficacy positively and significantly had effects on intention of internet use. Nevertheles, the social influence is not related to intention of internet use.

  17. KAJIAN SANITASI TERMINAL DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Febriyanto

    2017-04-01

    Full Text Available Sanitasi adalah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpenga-ruh pada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempunyai efek merusak perkembangan fi-sik, kesehatan, dan kelangsungan hidup. Berdasarkan uji pendahuluan yang dilakukan pada 2-4 April 2016, diketahui bahwa terdapat beberapa sarana atau fasilitas terminal bus yang tidak se-suai dengan persyaratan. Hal tersebut memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan dan kese-hatan manusia di tempat umum tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambar-an kondisi sanitasi terminal bus di Provinsi D. I. Yogyakarta, dengan melakukan penelitian survei dengan analisis deskriptif. Dari 16 populasi terminal yang ada, yang dijadikan sampel penelitian adalah Terminal Wates, Terminal Jombor, Terminal Giwangan, dan Terminal Dhaksinarga yang diambil dengan metoda area probability sampling. Ada lima variabel yang diamati dengan mela-kukan inspeksi sanitasi, yaitu: penyehatan lingkungan luar, penyehatan ruang dan bangunan, fa-silitas sanitasi, kenyamanan dan keselamatan, serta higiene makanan dan minuman. Hasil dan kesimpulan penelitian ini adalah kondisi sanitasi terminal bus di Provinsi D. I. Yogyakarta masih kurang baik, karena hanya Terminal Giwangan yang berkategori laik sehat dengan prosentase 89 %.

  18. GERAKAN MESSIANISTIK ALBERT DIETZ DI SEMARANG TAHUN 1918

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Nurhasanah

    2015-11-01

    Full Text Available Gerakan Messianistik Albert Dietz di Semarang merupakan salah satu gerakan sosial yang terjadi pada awal abad XX. Didalamnya sangat kental dengan unsur-unsur keagamaan dan dipimpin oleh seorang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi lulusan Europeesch Lagere School (ELS Gerakan Messianistik yang dipimpin oleh Albert Dietz terjadi di Dukuh Kenangkan desa Bergaskidul Onderdistrik Lemahbang, Distrik Ungaran Afdeeling Salatiga, Semarang. Latar belakang kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya mayoritas sebagai masyarakat agraris. Kondisi ekonomi yang sulit serta keterbelakangan dalam pendidikan membuat masyarakat mudah terpengaruh untuk terlibat dalam gerakan sosial. Hal ini juga berhubungan dengan pola pikir masyarakat yang bersifat tradisional.Dilihat dari tipologi gerakan yang dilakukannya, Albert Dietz dapat dikategorikan sebagai pemimpin gerakan yang memiliki kharisma cukup besar di hadapan pengikutnya. Dalam gerakannya tersebut, ia cenderung memilih menjadi dukun dengan menggunakan cara-cara yang berhubungan dengan kekuatan supranatural dan ilmu mistik. Sebagai seorang lulusan ELS, hal ini merupakan suatu kontradiksi kemungkinan besar ini tidak terlepas dari latar belakang kehidupan kerohaniannya. Pendidikan informal yang diberikan oleh ibunya sangat memperhatikan kehidupan tradisional budaya jawa, yang mengakibatkan diri Albert Dietz diwarnai oleh nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Jawa tersebut.

  19. The Effectiveness of Backward Chaining Methods to Improve Skills in Children with Intellectual Disability

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arip Apriyadi

    2017-03-01

    Full Text Available A child with intellectual disability has problems in adaptive behavior such as eating skill. The research objective was to describe: 1 the ability of the child with intellectual disability before being given intervention using backward chaining method, 2 the ability of the child with intellectual disability after being given intervention using backward chaining method, and 3 the effectiveness of backward chaining method to increase the eating skills for child with intellectual disability. The method of this study was an experimental method by using the Single Subject Research (SSR with the A-B-A design model. The results showed that the percentage of overlap between the baseline condition-1 and the intervention condition was 0%. The calculation declared that there was increase eating skill for child with intellectual disability with backward chaining. Anak disabilitas intelektual memiliki masalah dalam perilaku adaptif seperti pada keterampilan makan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1 kemampuan anak disabilitas intelektual sebelum diberikan intervensi menggunakan backward chaining, 2 kemampuan anak disabilitas intelektual setelah diberikan intervensi menggunakan backward chaining, dan 3 keefektifan backward chaining untuk meningkatkan keterampilan makan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR dengan desain A-B-A. Hasil penelitian menunjukan perolehan presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya pengaruh keefektifan backward chaining sebagai intervensi terhadap peningkatan keterampilan makan sebagai target behavior.

  20. PROFIL KONSUMSI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI, STATUS GIZI, KEBIASAAN MEROKOK DAN SANITASI LINGKUNGAN PADA DAERAH DENGAN TB-PARU TINGGI DI INDONESIA (PROFILE OF NATURAL SOURCE ANTIOXIDANTS CONSUMPTION, NUTRITIONAL STATUS, SMOKING HABIT AND ENVIRONMENTAL SANITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setyawati

    2012-06-01

    fruits and vegetables. Keywords: pulmonary-TB, antioxidants, nutritional status, smoking habit, sanitation ABSTRAK Indonesia peringkat ketiga di dunia setelah India dan China dalam jumlah penderita tuberkulosis-paru (TB-paru. Status gizi, kebiasaan merokok, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan yang buruk, serta konsumsi sumber antioksidan alami (sayuran, buah-buahan, dan jamu yang rendah, dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko terinfeksi TB-paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari profil status gizi, konsumsi sumber antioksidan alami, kebiasaan merokok, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan di wilayah Indonesia dengan kasus TB-paru tinggi. Studi observasional analitis dengan desain potong-lintang. Sampel merupakan sampel Riskesdas 2010, berusia minimal 15 tahun dan tinggal di wilayah dengan kasus TB-paru tinggi di Indonesia. Variabel yang dipelajari meliputi profil status TB-paru, karakteristik responden, status gizi, konsumsi sumber antioksidan alami, kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan TB-paru, serta kondisi rumah dan sanitasi lingkungan. Proporsi penderita TB-paru lebih tinggi dijumpai pada lelaki, pendidikan rendah, usia produktif, dan status gizi rendah. Proporsi besar juga ditemukan pada perokok yang mulai merokok diusia muda (<10 tahun dan durasi merokok lama (31-40 tahun. Proporsi agak tinggi penderita TB-paru ditemukan pada konsumen sayuran-buah kurang dari lima porsi perhari. Proporsi perilaku pencegahan TB-paru, kondisi rumah dan lingkungan yang sehat ditemukan lebih besar pada non-penderita TB-paru. Untuk mengurangi jumlah penderita TB-paru, usaha perbaikan hendaknya diarahkan pada perbaikan status gizi, kondisi rumah dan sanitasi lingkungan, pengurangan jumlah perokok usia dini, dan peningkatan konsumsi sayuran dan buah dengan jumlah 5 porsi sehari. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 55-69]   Kata Kunci: TB-paru, antioksidan, status gizi, kebiasaan merokok, sanitasi

  1. DAMPAK FASILITATIF TUMBUHAN LEGUM PENUTUP TANAH DAN TANAMAN BERMIKORIZA PADA SUKSESI PRIMER DI LAHAN BEKAS TAMBANG KAPUR (Facilitative Impacts of Legume Cover-crop and Mycorrhizal-inoculated Plant on Primary Succession of Limestone Quarries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Prayudyaningsih

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penambangan batu kapur dengan metode penambangan terbuka yang meliputi penghilangan vegetasi, pengeboran dan pengebomanan untuk mengeksplotiasi material batu kapur mengakibatkan kerusakan ekosistem. Pemulihan secara alami pada lahan tersebut berjalan lambat karena kondisi tapak dalam proses suksesi tidak mendukung perkembangan vegetasi alaminya. Pembentukan pertanaman diduga memfasilitasi kehadiran tanaman lain melalui perbaikan karateristik lingkungan yang rusak dan/atau peningkatan ketersediaan sumber hara. Dampak fasilitatif pembentukan pertanaman tumbuhan legum penutup tanah (Centrosema pubescens dan tanaman bermikoriza (Vitex cofassus dipelajari pada suksesi primer di lahan bekas tambang kapur TNS. Kehadiran tumbuhan alami diukur menggunakan kerapatan individu, keanekaragaman dan jumlah jenis melalui sampling vegetasi dengan metode plot kuadrat secara sistematis berdasarkan tingkat habitusnya. Kondisi tapak diukur berdasarkan ketebalan dan biomasa seresah, kadar bahan organik tanah dan kadar karbon organik tanah. Penelitian dilakukan pada 4 tipe areal di lahan bekas tambang kapur yaitu areal terbuka/kondisi alami tanpa pertanaman, areal pertanaman legum penutup tanah, areal pertanaman tanpa mikoriza dan areal pertanaman bermikoriza. Hasil penelitian menunjukkan pertanaman legum penutup tanah dan pertanaman bermikoriza memperbaiki kondisi tapak lahan bekas tambang kapur. Pembentukan tanaman legum penutup menghasilkan banyak seresahdengan ketebalan 1,08 cm dan biomassa 188,96 g/m2 dan dekomposisi selanjutnya meningkatkan bahan organik tanah sebesar 3,80% dan kandungan karbonorganik sebesar 2,20%. Pembentukan pertanaman juga memberikan dampak yang sama, khususnya yang diinokulasi FungiMikoriza Arbuskula (FMA menghasilkan seresah dengan ketebalan 1,32 cm dan biomassa 220,48 g/m2, dengan kadar bahan organik tanah sebesar 3,66% dan karbon organik tanah sebesar 2,03%. Perbaikan kondisi tapak tersebut mempercepat kehadiran tumbuhan alami

  2. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  3. PERANAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGRI (PMDN DAN PENANAMAN MODAL ASING (PMA DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN SIAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Thamrin

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak: Siak yang kita kenal sebagai salah satu daerah potensi sumber daya alam yang dimilikinya dan juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Riau. pembangunan ekonomi Siak berdasarkan kebutuhan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial, dan karena itu potensi ini perlu dikelola dan dimanfaatkan karena dapat membuat kontribusi besar untuk negara untuk menarik investasi serta menciptakan lapangan kerja. investasi mereka akan mendorong terciptanya barang modal baru yang akan menyerap faktor produksi baru yang menciptakan lapangan kerja kerjabaru atau pekerjaan yang akan menyerap tenaga kerja, yang pada gilirannya akan mengurangi pengangguran.               Berdasarkan apa yang telah dijelaskan, penyidik permasalahandalam pokok merumuskan penelitian ini adalah, Barapa besar adalah peran investasi domestik dan asing untuk menyerap permintaan tenaga kerja di Siak. Setelah semua data yang diperlukan dikumpulkan, diproses, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif berdasarkan teori, model dan berbagai pendapat para ahli yang sudah berlaku umum sesuai dengan masalah yang dibahas.               Hasil penelitian menunjukkan Siak merupakan salah satu daerah potensi sumber daya alam, potensi terbesar Kabupaten Siak adalah pertanian dan perkebunan, Foreign Direct Investment (FDI yang terjadi selama lima tahun terakhir sebesar Rp 7.508.886.293.818, - atau 43, 40% yang terutama terlibat sektor industri, ada dua (2 perusahaan yang berinvestasi besar, yaitu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills mampu menyerap tenaga kerja sebanya 22 168 orang atau 13,41%. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN dalam lima tahun terakhir sebesar Rp 9.839.746.586.566, - atau 56,60%, yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan sektor manufaktur mampu menyediakan lapangan kerja bagi 143 172 orang atau 86,59%.  Abstract: Siak we know as one of the potential of its natural

  4. MODEL PENGENALAN PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH PADA SISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Azis Setyawan

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengenalan pembelajaran lompat jauh pada siswa sekolah dasar (SD kelas atas tahun pelajaran 2013/2014 di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Model pembelajaran yang dikembangkan diharapkan untuk digunakan guru SD sebagai salah satu bentuk pembelajaran lompat jauh yang baik dan efektif. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan sebagai berikut: (1 pengumpulan informasi di lapangan, (2 melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpul-kan, (3 mengembangkan produk awal (draf model, (4 validasi ahli dan revisi, (5 uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6 uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7 pembuatan produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa kelas 5 SD N Tegalrandu dan SD N Polengan, Kecamatan Srumbung yang berjumlah 31 siswa. Uji coba skala besar dilakukan terhadap siswa kelas 5 SD N Tegalrandu, SD N Polengan, SD N Pucanganom, SD N Pandanretno, SD N Soka 1 yang berjumlah 81 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu; (1 pedoman wawancara, (2 skala nilai, (3 pedoman observasi model pembelajaran, (4 pedoman observasi keefektifan model pembelajaran. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa buku dan video model pengenalan dalam pembelajaran lompat jauh pada SD kelas atas. Berdasarkan penilaian ahli materi cabang olahraga atletik dan guru penjasor-kes, produk model pengenalan dalam pembelajaran lompat jauh pada SD kelas atas, sudah sesuai dan layak untuk digunakan oleh guru penjasorkes dalam mengajarkan materi lompat jauh kepada siswanya dengan nilai rata-rata 98,1%. Kata kunci: pengembangan, permainan, model pengenalan pembelajaran lompat jauh   INTRODUCTION MODELS IN LEARNING GAMES OF LONG JUMP IN UPPER CLASS ELEMENTARY SCHOOL Abstract This study aims to produce introduction models of the

  5. OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI PEKTIN DAMI BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk Optimizing of Pectin Extraction Process from Jackfruit Rags (Artocarpus heterophyllus Lamk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Kencana Putra

    2012-05-01

    Full Text Available The objective of this research was to determine the optimum  condition  on extraction process of jackfruit rags pectin. The experiment was designed by Randomized Block Design (RBD within 3 x 3 factorial experiment. The first factorwas pH of solvent consisted of 3 levels: 1.5, 2.5, and 3,5. The second factor was ratio of jackfruit rags to solvent, con-sisted of 3 levels: 1:5, 1:6 and 1:7. Results repealed that the solvent pH effected significantly yield, total ash, equivalentweigh and anhydrogalacturonic acid content of pectin produced. The optimum conditions for jackfruit rags pectin extraction were: the pH of extracting solvent was 1.5, and the ratio of jackfruit rags to solvent was 1:5. Those condi- tions gave the yield of 4.45 %, produced pectin having total ash (2.82 %, equivalent  weigh (3,022.24 g/eqi, methoxylcontent (8.16 %, and anhydrogalacturonic acid content (88.01 %. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal pada proses ekstraksi pektin dami buah nangka. Rancanganpenelitian  yang digunakan adalah Rancangan Acak �elompok (RA� dengan pola percobaan faktorial  3 x 3. Faktorpertama adalah pH cairan pengekstrak yang terdiri dari 3 taraf: pH 1,5; 2,5 dan 3,5. Faktor kedua adalah perbandingandami buah nangka dengan cairan pengekstrak yang terdiri dari 3 taraf: 1:5, 1:6 dan 1:7. Hasil penelitian menunjukkan pH cairan pengekstrak berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar abu, berat ekivalen dan kadar asam anhidrogalak- turonat. Kondisi optimal untuk ekstraksi pektin dami buah nangka adalah: cairan pengekstrak pH 1,5, dengan perband- ingan dami nangka dan cairan pengekstrak 1:5. Kondisi ini menghasilkan rendemen 4,54 %, serta pektin dengan kara- kteristik: kadar abu 2,82 %, berat ekivalen 3.022,24 g/eki, kadar metoksil 8,16 % dan kadar asam anhidrogalakturonat88,01 %.

  6. HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Priyadi

    2015-01-01

    Full Text Available Penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2 adalah penyakit kardiovaskuler. Banyak faktor risiko yang terlibat dalam kejadian PJK pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah profil lipid. Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kondisi hiperglikemik memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kondisi pembuluh darah. Efek tidak langsung kondisi hiperglikemik diperkirakan melalui pengaruhnya terhadap profil lipid. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kendali glikemik dengan profil lipid. Sampel diambil dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini dipakai 77 sampel yang terdiri dari  42 pria (54,5% dan 35 wanita (45,5%. Usia rata-rata sampel adalah 54 tahun dengan tujuh data yang belum diketahui usianya. Rata-rata HbA1c pasien adalah 10,194%. 16 pasien (20,8% memiliki kontrol glikemik yang baik (HbA1c <7 %, sedangkan 61 (79,2% pasien memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ?7 %. 26 pasien (33,8% mengalami peningkatan kadar trigliserida (?150 mg/dl. 60 pasien (77,9% mengalami penurunan kadar HDL (<40 mg/dl. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisa potong lintang. Sampel diambil dari pasien-pasien rawat jalan dengan diagnosis DM tipe 2 yang memeriksakan dirinya di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2010 sampai Mei 2012. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi spearman satu arah. Berdasarkan hasil uji analitik korelatif satu arah terdapat hubungan yang bermakna antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah dan antara kadar trigliserida dengan kadar HDL. Korelasi antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah menunjukkan korelasi yang lemah dengan nilai korelasi 0,342 (p < 0,005; 95% CI.  Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar HDL menunjukkan korelasi lemah dengan kadar HDL, dengan nilai korelasi - 0,310 (p < 0,005; 95% CI. Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan

  7. DISTRIBUSI NITRAT, OKSIGEN TERLARUT, DAN SUHU DI PERAIRAN SOCAH-KAMAL KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewy Septiyanti Yolanda

    2016-11-01

    Full Text Available Kondisi dan dinamika perairan laut sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya adalah parameter fisika, kimia, biologi, dan lain sebagainya. Diantara parameter penting tersebut adalah nitrat, oksigen terlarut, dan suhu. Ketiga parameter ini penting karena berpengaruh terhadap kondisi dan kualitas perairan, khususnya di perairan Socah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan distribusi nitrat, oksigen terlarut, dan suhu di perairan Socah-Kamal Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 dengan 10 titik sampling. Analisa nitrat dianalisa dengan menggunakan spektrofotometri dengan panjang gelombang 410 nm dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura. Hasil analisa menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar 0.002-0.022 mg/l, oksigen terlarut berkisar 6,01-9,04 mg/l, dan suhu permukaan berkisar 29.0-32,7˚C. Hasil analisa menunjukkan kondisi baik dan cocok untuk kehidupan biota laut sesuai standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH.Kata Kunci : Nitrat, Oksigen Terlarut, Suhu, Perairan Socah-KamalDISTRIBUTION OF NITRATE, DISSOLVED OXYGEN AND TEMPERATURE IN SOCAH WATERS, DISTRICT OF KAMAL, BANGKALANThe conditions and the dynamics of ocean waters is influenced by several parameters, including the parameters of physics, chemistry, biology, and others. Among the important parameters are nitrates, dissolved oxygen, and temperature. Those parameters are important because it affects the quality and condition of the waters, particularly in Socah waters, District of Kamal, Bangkalan. The purpose of this study was to determine the characteristics and distribution of nitrate, dissolved oxygen, and temperature in the Socah waters, Kamal, Bangkalan. The study was conducted in October 2014 with 10 sampling points. Nitrate was analyzed using spectrophotometry with a wavelength of 410 nm performed at the

  8. DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN HYBRID UNTUK PROBLEM GOING-CONCERN UNCERTAINTY PADA SAAT AUDITING SEBUAH PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gregorius Satia Budhi

    2003-01-01

    Full Text Available Often the capability of a single technique or method to solve the complex real world problems is not optimum. Audit decision for instance, as an unstructured decision, in its decision making process, involves both qualitative and quantitative information. Going-concern uncertainty opinion as one of the audit decision, is issued by auditor if there is subsantial doubt in company's going-concern status. However in most process of audit decision making mere single technique is employed which is potentially causes biased decision. Therefore, combining two or more methods, in order to apply their strengths as to minimize the weaknesess, could be the alternative solution to optimize the accuracy of going-concern uncertainty opinion given to a company. Such system is called as hybrid system. In this experiment a design of a hybrid decision support system is performed, that combined expert system and statistical model to assess whether a company is in going-concern uncertainty condition or not. From the evaluation and analysis, the designed hybrid system can accomplish an overall prediction accuracy of 93.75% in its audit opinion. Abstract in Bahasa Indonesia : Sering kemampuan suatu teknik atau metode untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata tidak optimal. Sementara itu keputusan audit adalah sejenis keputusan tidak terstruktur, dan melibatkan informasi kualitatif dan kuantitatif. Going-concern uncertainty adalah sebuah kondisi dimana status kelayakan hidup sebuah perusahaan diragukan oleh auditor setelah melakukan proses auditing pada perusahaan yang bersangkutan. Pengambilan keputusan ini bila hanya menggunakan satu metode atau teknik saja biasanya akan menghasilkan keputusan yang kurang akurat. Kombinasi dua atau lebih teknik yang bertujuan menggabungkan kekuatan masing-masing dan meminimalkan kekurangannya, dapat menjadi alternatif solusi untuk mengoptimalkan opini benar tidaknya sebuah perusaan dinyatakan dalam kondisi going-concern uncertainty

  9. STRATEGI PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KOTA TANGERANG SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Maharani Arum Rimadianti

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were to analyze the food security condition, to analyze the external and internal factors that affect food security and to formulate strategies for improving food security in Tangerang Selatan. The primary data was collected by conducting a focus group discussion and questionnaire filling with purposive sampling technique. Descriptive method on secondary data such as food availability was used to analyze the food security condition. Internal Factor Evaluation (IFE matrix and External Factor Evaluation (EFE matrix were used to formulate strategies. Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT matrix was used to determine the alternative strategies and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM was used to determine among feasible alternative strategies. The results showed that the most important internal factor is commitment of the regional leader and the most important external factor is geographical location of Tangerang Selatan. The total weighted score IFE matrix of 2.86 is average and EFE matrix of 2.81 is above the average. The SWOT matrix showed that the government of Tangerang Selatan may need to “improve food availability” because of “food price volatility”. The QSPM sum total attractiveness scores of 3.76 indicate that the government of Tangerang Selatan should “improve triple helix relations among university, industry, and government” as the strategy to improve food security in South Tangerang.Keywords: EFE matrix, food security, IFE matrix, QSPM, SWOTABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan, menganalisis faktor eksternal dan internal yang memengaruhi ketahanan pangan serta merumuskan strategi guna meningkatkan kondisi ketahanan pangan di Kota Tangerang Selatan. Data primer diperoleh berdasarkan hasil focus group discussion dan pengisian kuesioner oleh subjek terpilih. Analisis deskriptif pada data sekunder antara lain ketersediaan

  10. ANALISIS AKTIVITAS NITROGENASE DAN GEN NIFH ISOLAT BAKTERI RHIZOSFER TANAMAN PADI DARI LAHAN SAWAH PESISIR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Ningsih Susilowati

    2016-12-01

    Full Text Available AbstrakPenambatan nitrogen oleh bakteri rhizosfer dapat dimanfaatkan untuk menyiasati dampak salinitas pada tanah sawah pesisir. Kemampuan tersebut disebabkan oleh aktivitas nitrogenase yang disandikan gen nifH pada komponen II. Penelitian  ini bertujuan  menganalisis aktivitas nitrogenase pada kondisi salin dan mengidentifikasi gen nifH. Sebanyak 50 isolat bakteri rhizosfer asal tanah sawah pesisir daerah Eretan dan Patimban, Jawa Barat telah dianalisis. Lima isolat yang menunjukkan aktivitas nitrogenase pada kondisi salin adalah Er B1 3, Er B1 4, Er B1 9, Er B2 10, dan Ptb B1 4. Gen nifH kelima sampel diidentifikasi menggunakan PCR menghasilkan amplikon berukuran ~360 bp. Aktivitas nitrogenase tertinggi berdasarkan Analisis Reduksi Asetilen (ARA diperoleh pada isolat Er B2 10 yang memiliki kekerabatan terdekat dengan bakteri Providencia sp. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa beberapa bakteri asal sawah pesisir dapat menambat nitrogen pada kondisi salin.AbstractThe ability of nitrogen fixation by rhizosphere bacteria could be used to decrease salinity impact in coastal paddy field, due to nitrogenase capability, encoded by a nifH gene in component II. The objectives of this research are to analyze nitrogenase activity in saline condition and identify the presense of the nifH gene. A total of 50 isolates of the rhizosphere bacteria coastal from wetland areas of Eretan and Patimban, West Java, has been isolated and being analyzed. Among them, five isolates i.e. Er B1 3, ER B1 4, Er B1 9, Er B2 10 and Ptb B1 4, showed the nitrogenase activity under saline condition. The polymerase chain reaction (PCR of the nifH gene from those five samples resulted in the amplicon size of  ~360 bp. The highest activity of nitrogenase assessed by acetylene reduction assay (ARA was shown by Er B2 10 which closely related to bacteria of Providencia sp. The obtained result showed that several bacteria from coastal paddy field were able to conduct nitrogen

  11. Teknologi Ukir Krawangan pada Bambu Betung (Dendrocalamus Asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Eskak

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKBambu betung (dendrocalamus asper merupakan jenis bambu besar dan berbuluh tebal yang di Indonesia potensinya masih cukup melimpah. Bambu betung memiliki kesulitan dalam pengerjaan ukir. Pelaksanaan kegiatan ujicoba pembuatan aksesoris interior dengan teknik ukir krawangan pada bambu betung ini, prosesnya terdiri dari: persiapan bahan (pemotongan, pengawetan dan pengeringan, perancangan desain produk (sumber inspirasi, sketsa alternatif dan gambar kerja, serta pembuatan produk (meliputi: pembentukan global/awal, pembuatan krawangan, pengukiran dan finishing. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pelobangan (krawangan dengan bor 4 kali lobang kemudian diteruskan dengan gergaji hand jigsaw didapatkan kecepatan rata-rata (4 x 5.1 + 20 = 40,4 detik untuk ukuran lubang 3 – 4 cm, tebal 1,5 cm bentuk variasi lurus lengkung, pada kondisi bambu setengah basah (magel. Ini berarti 5 kali lebih cepat dari pada pemahatan manual (209.1 detik, serta hasil yang didapat lebih rapi dan lebih bersih. Kondisi terbaik untuk pembuatan krawangan adalah kondisi setengah basah (magel yaitu kadar air bambu 30-60%. Kata kunci : bambu betung, ukir krawangan, aksesoris interior.ABSTRACTDendrocalamus Asper (Betung Bamboo is a type of bamboo with thick culm wall, which is have good potential in Indonesia but the utilization still relatively abundant. Betung Bamboo also has a weakness and difficulty in carving, that will be investigated to find a solution from this study. In the implementation of pilot activities to the manufacture of interior accessories krawangan on Betung bamboo carving techniques, the process consists of: preparation of materials (cutting, curing and drying, the design ofthe product design (the source of inspiration, sketches and working drawings alternative, and manufacturing products (including : the formation of global / scratch, making krawangan, carving and finishing. Fromthe results showed that the holling technique (krawangan with

  12. Tingkat Pencahayaan Perpustakaan di Lingkungan Universitas Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Hendra

    2013-01-01

    Full Text Available Pencahayaan di perpustakaan merupakan aspek penting dalam menunjang aktivitas mahasiswa dan pegawai. Kondisi pencahayaan yang tidak memenuhi standar dapat mengganggu aktivitas dan menyebabkan keluhan kesehatan khususnya kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian tingkat pencahayaan di ruang perpustakaan yang ada di lingkungan UI. Penelitian ini menggunakan desain evaluasi dengan membandingkan hasil pengukuran dengan standar serta melakukan analisis terhadap kondisi lingkungan, respons subjektif pengguna, dan keluhan kelelahan mata. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian pencahayaan di perpustakaan berkisar antara 0% sampai 100%. Sebagian besar pencahayaan mempunyai tingkat kesesuaian antara 30% sampai 60%. Kondisi ini disebabkan oleh distribusi pencahayaan yang kurang baik karena banyak lampu yang mati, intensitas yang rendah, tata letak peralatan yang kurang baik, serta warna ruangan yang agak gelap. Di samping itu, terdapat perpustakaan yang mempunyai pencahayaan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan silau, mengganggu aktivitas, dan menyebabkan keluhan kelelahan mata. Kelelahan mata yang umum dirasakan oleh mahasiswa dan pegawai adalah mata selalu terasa mengantuk dan tegang pada daerah leher dan bahu. Umumnya keluhan yang dirasakan selama melakukan aktivitas tersebut mengindikasikan tingkat pencahayaan di perpustakaan harus segera dibenahi agar sesuai dengan standar dan memperkecil risiko kelelahan mata. Lighting the library is an important aspect in supporting both students and employees activity. Lighting conditions that do not meet the standard can disrupt activity and cause eye fatigue. This study aimed to determine the suitability level of lighting in library of UI. This study performed evaluation design by comparing results with standard and an analysis of environmental conditions, subjective response, and eye fatigue. Results showed the level of suitability of lighting in the library ranged from 0% to 100

  13. KOMPETISI PERIKANAN TANGKAP SKALA KECIL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN PRIGI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahida Kartika Sari

    2015-12-01

    Full Text Available Kondisi perikanan tangkap skala kecil yang bersifat multigear dan multispecies menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap kondisi sumberdaya ikan. Informasi mengenai status sumberdaya ikan yang ada sangat diperlukan untuk perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diversitas hasil tangkapan, tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan, serta pengelompokkan alat tangkap di PPN Prigi. Data diperoleh dari statistik perikanan PPN Prigi periode 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indek keragaman hasil tangkapan paling besar adalah pancing ulur yaitu 1,64. Secara umum nilai CPUE menurun setiap tahunnya dengan rata-rata CPUE tertinggi adalah jaring insang yaitu 0,30 ton/trip/tahun. Sedangkan pengelompokkan alat tangkap yang sering terjadi yaitu antara pancing ulur dengan jaring klitik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat keragaman hasil tangkapan masing-masing alat tangkap tinggi. Most of small-scale fisheries are multispecies and multi gear so that small-scale fisheries management is very complex. However, information on small-scale fisheries is scarce. Therefore, information on small-scale fisheries is indispensable for sustainable fisheries management planning. This study aims to describe the condition of small-scale fisheries, primarily examine the diversity of the catch, the level of utilization of fish resources, and the grouping of fishing gear in Prigi Fishing Port. Data were analyzed from fisheries statistic data of Prigi fishing port during 2010-2014. The result of this study showed that the greatest diversity of fishing gear ctches occured in handlines is 1,64. In generally, the CPUE deccline annualy by an average of the highest CPUE is a gillnets of 0.30 ton/trip/year. On the other hand, the results of PCA analysis shows that in general, hand lines is often grouped with monofilament gillnet (klitik. The grouping was expected caused by the similarities of

  14. PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG PERIODE APRIL-JUNI DI TELUK BONE DENGAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Zainuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Satelit penginderaan jauh dapat memberikan informasi sistematis tentang kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memetakan zona potensial penangkapan ikan (ZPPI cakalang di Teluk Bone selama April-Juni 2012 menggunakan citra suhu permukaan laut (SPL dan klorofil-a yang dikombinasikan dengan data penangkapan pole and line.  ZPPI dipetakan menggunakan teknik sistem informasi geografis yang dikonstruksi dari hasil analisis fungsi distribusi kumulatif empiris dan generalized additive model (GAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama bulan April-Juni di Teluk Bone, ZPPI cenderung berada pada area 120.5-121.5° BT dan 3.5-5° LS. Lokasi dengan nilai Catch per unit effort (CPUE yang tinggi tersebut diindikasikan dengan kondisi SPL dan konsentrasi klorofil-a masing-masing antara 28.75-31.5° C dan antara 0.10 dan 0.2 mg m-3.  Kombinasi nilai preferensi faktor oseanografis tersebut diduga kuat merefleksikan kondisi kelimpahan makanan yang cukup tinggi dimana zona tersebut pada gilirannya menjadi daerah tempat berkumpulnya gerombolan ikan cakalang dan menjadi zona target bagi penangkapan pole and line di Teluk Bone.   Satellite remote sensing provides systematically important information on oceanographic conditions. Sea surface temperature (SST and sea surface chlorophyll-a concentration (Chl-a derived from Aqua/ Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS data together with skipjack catch data during April-June 2012 were used to map potential fishing zones for skipjack tuna in the Bone Bay.  Geographic information system was then employed to map out of the potential fishing zones generated by non-linear model (Generalized Additive Model/GAM and the empirical cumulative distribution function (ECDF analyses.  Results indicated that the highest catch per unit efforts (CPUE mostly occurred in areas of 120.5-121.5° E dan 3.5-5° S. These areas were significantly associated with SST and chlorophyll-a concentration ranged from 28.75- 31

  15. Analisis Perkembangan Internet Broadband di Daerah Perbatasan Sulawesi Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riva'atul Adaniah Wahab

    2016-12-01

    Full Text Available Adopsi teknologi internet broadband dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat perbatasan. Karenanya pemerataan pembangunan internet broadband di wilayah  ini harus segera diwujudkan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilaksanakan di wilayah perbatasan Provinsi Sulawesi Utara untuk mengetahui kondisi aspek supply dan demand perkembangan internet broadband di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari aspek supply, kondisi infrastruktur masih sangat kurang, ketersediaan layanan internet broadband berkualitas tinggi dengan tarif rendah juga masih sulit diwujudkan. Dari aspek demand, stigma atau persepsi masyarakat bahwa internet tidak penting menjadi salah satu faktor penyebab tidak memiliki akses internet. Adapun hambatan yang paling dominan adalah ketidakpahaman dalam penggunaan internet. Faktor ini juga menjadi mendasari literasi internet broadband masyarakat pada level 0 yaitu  tidak peduli akan pentinya internet. Menanggapai kondisi ini, penyusunan dan penetapan kebijakan serta regulasi seperti QoS layanan, tarif interkoneksi, infrastructure sharing dibuat untuk menyediakan internet broadband berkualitas tinggi dengan harga murah. Selain itu distribusi perangkat mobile berharga murah (smartphone juga perlu didorong dengan penerapan TKDN untuk produksi perangkat. Tidak kalah pentingnya adalah peningkatan literasi internet broadband masyarakat melalui sosialisasi atau pelatihan baik formal maupun nonformal. Abstract   Adoption of internet broadband internet can provide the economic impact for border communities. Hence equitable development of internet broadband in the region should be immediately implemented. This quantitative descriptive study was conducted in the border region of North Sulawesi to determine the condition of supply and demand aspects of the development of internet broadband. Based on the results, it can be concluded that from the aspect of supply, the condition of the

  16. ADSORPSI-DESORPSI ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B MENGGUNAKAN MEMBRAN POLIELEKTROLIT (PEC KITOSAN-PEKTIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Sri Ayuni

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak Sekitar 2-50% dari zat warna azo yang digunakan selama proses pencelupan ini tidak mengikat serat dan langsung dilepaskan ke lingkungan melalui instalasi pengolahan limbah. Hal ini perlu dilakukan pengolahan limbah cair yang mengandung zat warna azo jenis Remazol Black B sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum membran PEC kitosan-pektin yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B .Untuk memperoleh kondisi optimum akan dilakukan adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B dengan variasi waktu kontak (5-150 menit, pH (5-9 dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Untuk mengetahui karakteristik zat warna jenis Remazol Black B oleh membran PEC kitosan-pektin di analisis dengan persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich sedangkan daya adsorpsi maksimum dari membran PEC kitosan pektin ditentukan dari kurva berdasarkan karakteristik membran yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B terjadi pada kondisi optimum dengan pH 5, waktu 120 menit dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B 10 mg/L (62,75 %. Pola adsorpsi mengikuti pola adsorpsi isoterm Freundlich dengan daya adsorpsi maksimum 0,02 (mg/g. Untuk efisiensi desorpsi maksimal diperoleh pada larutan NaCl 1 M (11,17 % Kata Kunci: adsorpsi, membran polielektrolit kitosan pektin, Remazol Black B Abstract Azo dyes produced approximately 2-50% from dying process were thrown through effluent to the environment without any treatment. The objective of this research were to know the optimum condition of PEC chitosan pectin membrane using to adsorp Remazol Black B with various contact time (5-150 min, pH (5-9 and Remazol Black B concentration (5, 10, 15, 20, dan 25 mg/L. Adsorption charactheristic of Remazol Black B by PEC chitosan pectin membrane were determined by Langmuir and

  17. TRANSESTERIFICATION OF VEGETABLES OIL USING SUBAND SUPERCRITICAL METHANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Puspa Asri

    2012-11-01

    Full Text Available A benign process, non catalytic transesterification in sub and supercritical methanol method was usedto prepare biodiesel from vegetables oil. The experiment was carried out in batch type reactor (8.8 mlcapacity, stainless steel, AKICO, JAPAN by changing the reaction condition such as reactiontemperature (from 210°C in subcritical condition to 290°C in supercritical state with of 20°Cinterval, molar ratio oil to methanol (1:12-1:42 and time of reaction (10-90 min. The fatty acidmethyl esters (FAMEs content was analyzed by gas chromatography-flame ionization detector (GCFID.Such analysis can be used to determine the biodiesel yield of the transesterification. The resultsshowed that the yield of biodiesel increases gradually with the increasing of reaction time atsubcritical state (210-230oC. However, it was drastically increased at the supercritical state (270-290oC. Similarly, the yield of biodiesel sharply increased with increasing the ratio molar of soy oilmethanolup to 1:24. The maximum yield 86 and 88% were achieved at 290oC, 90 min of reaction timeand molar ratio of oil to methanol 1:24, for soybean oil and palm oil, respectively.Proses transesterifikasi non katalitik dengan metanol sub dan superkritis,merupakan proses yang ramah lingkungan digunakan untuk pembuatan biodiesel dari minyak nabati.Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor batch (kapasitas 8,8 ml, stainless steel, AKICO, JAPAN,dengan variabel kondisi reaksi seperti temperatur reaksi (dari kondisi subkritis 210°C-kondisisuperkritis 290°C dengan interval 20°C, rasio molar minyak-metanol (1:12-1:42 dan waktu reaksi(10-90 menit. Kandungan metil ester asam lemak (FAME dianalisis dengan kromatografi gasdengan detektor FID (GC-FID. Hasil Analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan yieldbiodiesel dari proses transesterifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkatsecara perlahan dengan meningkatnya waktu reaksi pada keadaan subkritis (210-230oC. Namun

  18. Identitas Moral: Rekonstruksi Identitas Keindonesiaan pada Era Globalisasi Budaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leonardus Pandu Hapsoro

    2016-06-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas mengenai proses rekonstruksi identitas keindonesiaan para aktor dalam komunitas Kultura Indonesia Star Society (KISS pada era globalisasi budaya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kerangka pemikiran Zygmunt Bauman antara modernitas cair dan agensi moral, tulisan ini menunjukkan bagaimana proses rekonstruksi identitas moral berawal dari keresahan aktor terhadap kondisi budaya tradisional pada era globalisasi. Penulis berpendapat bahwa ekspresi dari identitas aktor melalui gerakan sosial ini akan berperan menciptakan keberagaman budaya pada era globalisasi dan modernitas cair. Penulis ingin bergerak menjauh dari pandangan agentless dalam proses globalisasi dengan melihat dinamika agensi. Melalui agen dan bentuk agensi moral, penulis berpendapat bahwa di dalam proses dan dampak globalisasi, manusia tidak tertahan pada kondisi "adalah" atau tekanan struktural, melainkan terdapat optimisme untuk melihat suatu harapan atas kondisi yang "seharusnya" atau lebih baik melalui kesadaran identitas dan moral.This study discusses about the process of identity construction of actor  in the KISS community in an era of cultural globalization. This study will explain how the construction process of moral identity actor is formed in the era of cultural globalization. Moral identity construction of the actor in the era of globalization will be the anchor for agents to act and preserve the traditional culture with motivation, passion, and hope. This study used a qualitative approach by using the framework of Zygmunt Bauman concept of liquid modernity and moral agency. Through the framework of moral agency, this study shows how the construction of moral identity process begins with the actor disquite over the state of traditional culture in globalization era. Moral identity of the actor is capable of forming social practices agent in a daily life. First, by forming a community KISS. Second, as the cornerstone of actors to act

  19. ANALISIS KUALITAS PRODUK SEPATU TOMKINS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Arifianti

    2013-03-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kajian tentang pelaksanaan pengendalian kualitas sepatu Tomkins pada PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk Bandung, Pengendalian kualitas menggunakan peta kendali c dan memilih metode yang paling efektif antara peta kendali c dengan pengendalian kualitas yang digunakan perusahaan. Kualitas berkaitan dengan pemenuhan permintaan, atau melebihi permintaan, pemenuhan kebutuhan konsumen untuk saat ini dan masa yang akan datang. Hal ini berarti bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan  konsumen dan cocok dengan penggunaan konsumen. Tipe penelitian adalah kuantitatif. Pengumpulan datanya adalah studi literatur dan studi lapangan. Studi lapangan berkaitan dengan observasi dan wawancara. Teknik penarikan sampelnya menggunakan purposive random sampling. Data yang digunakan adalah data produksi tahun 2007 sampai dengan 2009. Pengendalian yang dilakukan perusahaan pada saat produksi berdasarkan pada spesifikasi produk yang telah ditetapkan di awal. Pengolahan data menggunakan peta kendali c  menunjukkan semua proses produksi berada dalam batas kendali. Hal ini berarti penggunaan peta kendali c lebih efektif dibandingkan dengan metode yang digunakan perusahaan.The objective of this research were to determine the quality control processof Tomkins shoes at PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk. Bandung.Quality can be defined is meeting, or exceeding, customer requirements now and in the future. This means the product or service is fit for customer’s use. Controlling product quality using c chart.It select the method which one is better or effective for the company. The research methode type is qualitative. Data collection methods are literature and field studies. Field study covers observation and interview.The sampling technique by purposive random sampling. Sample is used that occurred during production years 2007-2009. Control is carried out by Firm, at the time of production based on

  20. MANAJEMEN PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS UNTUK MENUNJANG TERTIB ADMINISTRASI DI SMK WIDYA PRAJA UNGARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azzam Iskiyamudin

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen pengelolaan arsip dinamis, kendala-kendala pada saat pelaksanaan manajemen pengelolaan arsip dinamis, dan usaha-usaha yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan manajemen pengelolaan arsip dinamis di SMK Widya Praja Ungaran. Sumber data pada penelitian ini diperoleh melalui tatap muka langsung dengan informan. Alat yang digunakan yaitu perekam dan kamera. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan teknik analisis interaksi meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Prosedur penelitiannya terdiri dari tahap pra lapangan, pekerjaan lapangan, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengelolaan arsip dinamis sudah baik, kendala yang dihadapi yaitu hilangnya arsip berupa surat yang diambil oleh guru setempat tanpa melapor dan tidak mengembalikan ke tempat semula, dan usaha yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang ada yaitu dengan menanyakan arsip yang hilang pada guru setempat dan membuat peraturan untuk menulis pada buku surat bagi yang akan meminjam arsip, serta mensosialisasikan prosedur peminjaman arsip. The purpose of this study is to investigate the implementation of archive management, the constraints in the implementation of archive management, and efforts were made ​​to overcome barriers to the implementation of archive management in SMK Widya Praja Ungaran. The data source in this study was obtained through face to face with the informant. Tool used is the recorder and camera. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Methods of data analysis using interaction analysis techniques, include data reduction, data presentation, and draw conclusions. The procedure consists of a pre research field, field work, and data analysis. The results showed that the implementation of archive management has been good

  1. Aplikasi Promosi Perguruan Tinggi Berbasis Multimedia Interaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi ,

    2017-02-01

    Full Text Available Promosi dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada jaminan mutu suatu perguruan tinggi, semakin dikenalnya jaminan mutu suatu perguruan tinggi maka semakin banyak pula masyarakat pengguna jasanya. Promosi dalam bentuk teknologi komunikasi visual interaktif memiliki kemampuan untuk menyimpan data audio-visual, sebagai media untuk promosi dan pencitraan jaminan mutu, akuntabilitas dan kredibelitas perguruan tinggi. STMIK Indonesia Padang sebagai perguruan tinggi berbasis IT sangat membutuhkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan R & D (Research and Developmentdengan lima langkah utama (Borg & Gall, yaitu: 1 Menganalisis produk yang akan dikembangkan; 2 Pengembangkan produk awal; 3 Validasi ahli & revisi; 4 Uji coba lapangan & revisi produk; 5 Uji coba lapangan & produk akhir.Disini dilakukan analisa sejauhmana efisiensi perancangan dan pengembangan teknologi komunikasi visual interaktif aplikasi promosi bagi perguruan tinggi STMIK Indonesia Padang, mahasiswa, stakeholders serta memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan: kinerja/dukungan promosi; kegiatan publikasi; dan efisiensi informasi dengan memberikan informasimelalui tampilan multimedia audio visual interaktif.Hal ini akan dapat mengurangi pembiayaan dan pemborosan sumber daya manusia melalui efisiensi komunikasi, informasi, dan promosi.Kata Kunci : aplikasi promosi, interaktif, multimedia Promotion can be used to increase public confidence in the quality assurance of the higher education, the growing recognition of the quality assurance of the higher education so the more people who use its services. Promotion in the form of interactive visual communication technology has the ability to store the audio-visual data, as a medium for promotion and imaging quality assurance, accountability and credible of the higher education. STMIK Indonesia Padang as IT-based of the higher educationreally need it. This study uses the

  2. DAMPAK SOSIAL EKONOMI OBJEK WISATA THE UNIQUE PARK WATERBOOM DI KOTA SAWAHLUNTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Destaria

    2017-01-01

    Full Text Available Tourism development could improve people's lives, because of growth in employment, due to the opportunities new ventures. Government Sawahlunto is one area that also develop tourism for the economic growth of tourism is one of the locations Unique Park Waterboom. The purpose of this study was to describe how social and economic impacts once established waterboom Village Muaro Kalaban Silungkang District of Sawahlunto. This study used a qualitative approach and descriptive type. Data collected by observation, interview and document  analysis. In-depth interviews were conducted at several informants community representatives and community leaders such as village chief Muaro Kalaban, Head of Dusun Sawah tabang, traders around. The results showed that after the establishment of The Unique Park Waterboom Muaro Kalaban social and economic impacts. Its social effects are positive impacts and negative impacts. The negative impact is imitate how to dress, way of thinking and swim behavior, religious values of society. While the positive impact that increased education and relations of good interaction. The economic impact that arises is to create jobs for the people, rising incomes, the community initiative to build shophouses, increasing public facilities and infrastructure such as roads. Pembangunan pariwisata daerah bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, karena pertumbuhan lapangan pekerjaan akibat adanya peluang usaha baru. Pemerintah Kota Sawahlunto merupakan salah satu daerah yang juga mengembangkan pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi salah satu lokasi wisatanya adalah The Unique Park Waterboom.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial ekonomi setelah adanya objek wisata waterboom di Desa Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen.  Wawancara mendalam