WorldWideScience

Sample records for kerja pada ruang

  1. Penerapan Tipografi dalam Sistem Signage pada Interior Ruang Publik

    OpenAIRE

    Ulli Aulia Ruki; Amarena Nediari

    2014-01-01

    Sistem signage diaplikasikan pada sebuah interior ruang publik dengan memerhatikan dasar tipografi. Manfaat signage adalah memberikan kemudahan para pengguna ruang publik dalam mencapai tujuan saat mereka berada di dalam sebuah bangunan. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem signage adalah kejelasan bentuk huruf serta kemudahan untuk dibaca. Masih banyak desainer yang kurang memerhatikan desain signage, sehingga terkadang desainnya memberikan kesan hanya s...

  2. Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Lusiana Setyowati

    2014-05-01

    Full Text Available Di industri modern, kelelahan kerja adalah fenomena kompleks yang disebabkan berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang memengaruhi kelelahan pada pekerja mebel. Penelitian dilaksanakan pada Februari – Maret 2013 di suatu perusahaan mebel di Kabupaten Jepara. Penelitian ini adalah dengan desain potong lintang melibatkan 70 orang responden. Kelelahan kerja diukur menggunakan reaction timer, stres kerja diukur menggunakan General Health Questionnaire-12. Monoton kerja, kerja lembur, motivasi, konflik kerja diukur dengan wawancara. Status gizi diukur dengan indeks massa tubuh (IMT. Rata-rata intensitas kebisingan atau Level Equivalent diukur dengan sound level meter, penerangan lokal diukur dengan lux meter, iklim kerja dengan questemp, dan beban kerja diukur dengan denyut nadi. Data diuji dengan kai kuadrat dan multivariat dianalisis dengan visual partial least square. Kelelahan kerja dipengaruhi oleh umur (nilai p = 0,018, monoton kerja (nilai p = 0,053, dan konflik kerja (nilai p = 0,019. Menurut analisis multivariat, kelelahan kerja dipengaruhi langsung oleh konflik kerja, stres kerja, lingkungan fisik, dan kapasitas kerja. Secara tidak langsung, kelelahan kerja dipengaruhi motivasi melalui stres kerja dan melalui beban kerja dan stres kerja, beban kerja melalui stres kerja dan melalui kapasitas kerja. Faktor yang memengaruhi kelelahan kerja adalah konflik kerja, lingkungan fisik tempat kerja, kapasitas kerja, dan stres kerja. In modern industries, fatigue is complex phenomenon caused by various factors. This study aimed to find out the factors related to fatigue case of furniture workers. This study was conducted in February - March 2013 at a furniture company in Jepara. Desaign of this study was cross-sectional method with 70 respondents. Fatigue was measured using reaction timer, General Health Questionnaire-12 was used to measure psychological distress. Monotony, overtime work, motivation and conflict

  3. PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI KELURAHAN KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masasti Suci

    2015-11-01

    Full Text Available Kinerja adalah suatu hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Kinerja yang baik tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti disiplin kerja, motivasi kerja, dan tata ruang kantor yang ada di kantor Kelurahan Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kedisiplinan pegawai dalam jam kerja yang kurang baik, rendahnya semangat pegawai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal, masih terdapat ketidakteraturan dalam hal penataan ruang kantor dan lingkungan fisik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan dokumentasi. Uji keberartian persamaan regresi dilihat dari uji Fhitung = 49,993 dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 sehingga diperoleh hasil analisis regresi linear berganda dengan persamaan Y = 0,281 + 0,357X1 + 0,252X2 + 0,222X3. Besarnya pengaruh secara simultan antara disiplin kerja, motivasi kerja, dan tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai yaitu 59,2%. Variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai secara parsial adalah disiplin kerja yaitu sebesar 21,34%, sedangkan untuk motivasi kerja, dan tata ruang kantor berpengaruh lebih kecil yaitu masing-masing sebesar 19,53%, dan 9,18%. A performance is the work result either qualitatively or quantitatively achieved by a person to reach the certain goal. The good performance is influenced by some factors such as work discipline, work motivation, and office room arrangement in the village office. The problems of this reserach were the low disipline of civil servants’ in the work time, the low motivation of the civil servants to give the service for the guests, and the bad ordered office room arrangement and the physical environment. The data were colleted by questionnaire and documentation. The significance test of regression was found out from F test = 49.993 with probability was 0.000 < 0.05, therefore the

  4. PERAN MODERASI KECERDASAN EMOSI PADA STRES KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frengky Sanjaya

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan dan pengaruh kecerdasan emosi terhadap hubungan antara stres kerja dengan kinerja karyawan. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan marketing dan collection di PT. Summit Oto Finance Kudus. Pada penelitian ini menggunakan teknik populasi, responden diambil dari semua karyawan marketing sebanyak 25 responden dan karyawan collection sebanyak 21 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda moderasi. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Sedangkan hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kecerdasan emosi melemahkan pengaruh stres kerja terhadap kinerja.The objective of this study is to know influence of job stress to job performance and influence of emotional intelligence to relationship between job stress and job performance. Population in this study was all marketing and collection employees in PT. Summit Oto Finance Kudus. In this study used population method, that is taken all of marketing employees as much as 25 respondents and collection employees as much as 21 respondents. The technique of data analysis used regression analysis and doubled regression moderating analysis. The result usedregression analysis showed that negative influence between job stres and job performanc. Meanwhile, the result using doubled regression moderating analysis showed that emotional intelligence moderate influence of job stress to job performance. This result indicated that emotional intelligence can reduce the influence of job stress to job performance.

  5. KEPUASAN KERJA DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB PADA KARYAWAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hayu Vertikallini

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB pada karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB pada karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Variabel yang digunakan adalah kepuasan kerja untuk variabel bebas dan OCB sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan subjek sebanyak 53 karyawan yang bekerja di UMP. Penentuan sampel mengunakan teknik simple random.Pengumpulan data mengunakan skala kepuasan kerja dan skala OCB. Hasil uji validitas pada skala kepuasan kerja dengan 60 aitem bergerak dari 0,356 sampai 0,722 dengan taraf signifikan 5% diperoleh hasil 50 aitem yang valid dengan reliabilitas 0.927, dan skala OCB dengan 45 aitem bergerak dari 0,316 sampai 0,692 dengan taraf signifikan 5% diperoleh hasil 40 aitem yang valid dengan reliabilitas sebesar 0.918. Berdasarkan hasil uji hepotesis diperoleh rxy 0.734 dan p = 0.000 (p rtabel (0.734 > 0.266 maka arah hubungan adalah positif yaitu apabila kepuasan kerja tinggi maka OCB pada karyawan akan tinggi, begitu pula jika semakin rendah kepuasan kerja maka OCB pada karyawan juga semakin rendah. Kata Kunci : Kepuasan kerja, OCB, Karyawan

  6. PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI, MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA, DAN BIMBINGAN KARIR PADA KESIAPAN KERJA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ufi Naeli Fajriah

    2017-06-01

    Full Text Available Keberadaan SMK dalam menyiapkan tenaga kerja terlatih sangat membantu dunia usaha, akan tetapi belum semua lulusan SMK bisa memenuhi kebutuhan dunia kerja sesuai dengan kompetensi bidang keahlian yang dimilikinya. Hal itu dikarenakan belum semua lulusan SMK memiliki kesiapan kerja yang matang. Berdasarkan observasi awal diketahui pencerminan masih belum optimalnya kesiapan kerja kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Bobotsari sebanyak 87,5% masuk dalam kriteria cukup, rendah, dan sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktik kerja industri, motivasi memasuki dunia kerja, dan bimbingan karir pada kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Muhammadiyah Bobotsari tahun ajaran 2015/2016 secara simultan maupun parsial. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran sejumlah 116 siswa dan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu berjumlah 116 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda, analisis deskriptif persentase, asumsi klasik, dan uji hipotesis. Analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan Y= 26,098+ 0,131X1+ 0,101X2+ 0,080X3+e. Hasil uji F diketahui besarnya F hitunng sebesar 98,355 diperoleh nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh secara simultan antara praktik kerja industri, motivasi memasuki dunia kerja, dan bimbingan karir sebesar 71,7%. Pengaruh secara parsial antara praktik kerja industri pada kesiapan kerja sebesar 13,46%, motivasi memasuki dunia kerja sebesar 18,14%, dan bimbingan karir sebesar 16,97%. The existence of SMK in preparing highly trained workforce helps businesses, but not all vocational school graduates can meet the needs of the workforce according to its competence areas of expertise. That's because not all vocational school graduates have a job readiness mature

  7. RANCANG BANGUN SENSOR SUHU DAN SYSTEM PENGONTROLAN ELEKTRIK UNTUK MENGONTROL RUANG PENYIMPANAN BERPENDINGIN BAGI PRODUK PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Makky

    2008-03-01

    Full Text Available Komoditi pertanian merupakan produk yang sangat mudah untuk rusak bila disimpan pada kondisi yang tidak sesuai. Untuk menyimpan produk pertanian, pada umumnya dilakukan didalam ruang berpendingin, yang pada umumnya menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Kelemahan yang paling umum ditemukan pada ruang penyimpanan produk pertanian berpendingin adalah besarnya rentang fluktuasi suhu di dalam ruang penyimpanan. Hal ini disebabkan penggunaan thermostat sebagai pengatur suhu ruang pendingin, dimana thermostat memiliki toleransi suhu yang cukup besar yaitu 3 oC sampai 5oC. Dengan demikian apabila suhu ruang pemnyimpanan yang diinginkan adalah 0 oC sampai 10 oC, maka suhu ruang pendingin sebenarnya berkisar antara -3 oC sampai 13 oC. Hal ini yang menyebabkan walaupun hasil produk pertanian sudah disimpan dalam ruang berpendingin, tetapi masih mudah rusak, karena suhu pada ruang pendingin tidak sesuai dengan suhu penyimpanan yang ideal. Pada penelitian ini telah dihasilkan sensor suhu yang lebih baik, menggunakan dioda yang mempunyai toleransi suhu lebih kecil dari thermostat. Dioda merupakan suatu komponen elektronik yang dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu sebesar 0.2 oC . Sistem kontrol elektris yang digunakan dapat mengatur suhu ruang pendingin dengan toleransi kesalahan kurang dari 1 oC. Pada hasil pengujian diperoleh rentang kerja sensor dan sistem kontrol adalah 6 oC hingga 26 oC dengan error suhu 0.75 oC

  8. PELANGGARAN PRINSIP-PRINSIP KERJA SAMA PADA IKLAN TOYOTA VERSI DORAEMON-NOBITA BBQ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Idrus

    2017-03-01

    Full Text Available Kepatuhan pada prinsip-prinsip kerja sama Grice dalam berkomunikasi akan menyebabkan komunikasi berjalan efisien. Iklan merupakan salah satu bentuk mengkomunikasikan produk atau jasa. Bahasa Iklan dapat menciptakan efek persuasi yang kuat dengan melakukan pelanggaran terhadap maksim-maksim pada prinsip-prinsip kerja sama Grice. Pada makalah ini dipaparkan prinsip-prinsip kerja sama pada iklan Toyota versi Doraemon-Nobita BBQ dan tujuan pembuat iklan melakukan pelanggaran maksim-maksim tersebut.

  9. PELANGGARAN PRINSIP-PRINSIP KERJA SAMA PADA IKLAN TOYOTA VERSI DORAEMON-NOBITA BBQ

    OpenAIRE

    Idrus Idrus

    2017-01-01

    Kepatuhan pada prinsip-prinsip kerja sama Grice dalam berkomunikasi akan menyebabkan komunikasi berjalan efisien. Iklan merupakan salah satu bentuk mengkomunikasikan produk atau jasa. Bahasa Iklan dapat menciptakan efek persuasi yang kuat dengan melakukan pelanggaran terhadap maksim-maksim pada prinsip-prinsip kerja sama Grice. Pada makalah ini dipaparkan prinsip-prinsip kerja sama pada iklan Toyota versi Doraemon-Nobita BBQ dan tujuan pembuat iklan melakukan pelanggaran maksim-maksim tersebut.

  10. ANALISIS KUALITAS KEHIDUPAN KERJA, KINERJA, DAN KEPUASAN KERJA PADA CV DUTA SENENAN JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Arifin

    2012-04-01

    Full Text Available Abstract: Analysis of Work Quality, Performance, and Job Satisfaction in CV. Duta Senenan Jepara. This study aims to analyze the effect of the quality work life of employees to their performance, analyze the effect of the quality of work life to the job satisfaction, and analyze the effect of the job satisfaction to employee performance. Variables used in this study are: quality of work Life developed by Wayne Cascio 1992; the performance of employees, developed by Elmuti and Kathawala, 1997; and variables Job Satisfaction, provided by Robbin, 1996 and Wexley et al, 1992. The sample of this study consists of 65 employees. The data Analysis were performed using structural equation modeling with partial least square approach. The result suggests that the quality of work life affects the performance; the satisfaction affects the employee performance; and the quality of working life has no effect on employee satisfaction.   Keywords :  quality of work life, on job satisfaction, employee performance   Abstrak: Analisis Kualitas Kehidupan, Kinerja, dan Kepuasan Kerja pada CV. Duta Senenan Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan, menganalisis pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kepuasan kerja, dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Kualitas Kehidupan Kerja, dari Cascio Wayne 1992. kemudian kinerja karyawan, dari Elmuti dan Kathawala, 1997, dan Kepuasan Kerja, yang dikembangkan oleh Robbin, 1996 serta Wexley et.al., 1992. Penelitian ini mengambil sampel 65 karyawan dari CV DUTA Senenan Jepara. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM dengan pendekatan Partial Least Square (PLS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kehidupan kerja sangat berpengaruh terhadap kinerjanya; kepuasan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan kualitas kehidupan kerja tidak

  11. Nilai Interaksi Simbol Tradisi dalam Wujud Pelinggih pada Ruang Publik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Larry Julianto

    2016-01-01

    Full Text Available ABSTRACT   In public space in North Bali, there has been concept  change  of symbol tradition  visualiza- tion in the form of pelinggih  which is in the form  of car. But its essential function as a place  of worship has not changed. The surrounding  community  can accept that phenomenon as adop- tion process and identity  of cultural heritage. Through qualitative  research, try to be understood  a ‘creative  process’ outside ‘context  of the self’ in communicating  the message through  visual media. From this research stated that visual form of pelinggih  not only the expression result of beauty,  but also to communicate  the message. Ritual principles  of a pelinggih is still maintained.  Its materialization  concept has undergonenovelty  identity  due to unification  of aesthetic  value, art, spiritual and ‘moderniza- tion’ in the context  of ‘worldly’  life. Symbol  visualization  in an effort to communicate  that message,  contains  elements  of cultural system  acculturation   of today’s society to mutually  in- teract.   Keywords: symbol tradition,  visual change,  identity  of novelty,  public  space   ABSTRAK   Pada ruang publik di Bali Utara, terjadi perubahan konsep visualisasi simbol tradisi dalam wujud pelinggih, yakni berbentuk mobil. Fungsi esensinya sebagai tempat pemujaan tidak berubah. Masyarakat sekitar dapat menerima fenomena tersebut sebagai proses adopsi dan identitas warisan budaya. Melalui penelitian kualitatif, berupaya dipahami sebuah ‘proses kreatif’ diluar ‘konteks diri’ dalam mengomunikasikan pesan melalui media visual. Dari penelitian ini, dinyatakan bahwa wujud visual pelinggih tidak hanya hasil ekspresi keindahan, tetapi juga mengomunikasikan pesan. Prinsip–prinsip ritual sebuah pelinggih tetap dipertahankan. Konsep perwujudannya mengalami identitas kebaruan akibat dari penyatuan nilai estetis, seni, spiritual serta ‘modernisasi’ dalam

  12. AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA: Ruang Komunal pada Budaya Nyadran Dukuh Krajan, Desa Kromengan, Kabupaten Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winarni

    2015-01-01

    Full Text Available Javanese and Islamic acculturations adhere to the people living at Dukuh Krajan. Javanese social and cultural aspects affect the spirit of Islamic activities. This is obvious by the use of Javanese/Islamic calendar system in every ritual. Yet, the high value of togetherness and communality is decreasing. This change will result in abandoning culture and growing social problem. It also influences the change of common space in the neighborhood. Therefore, it needs exploration on communal space established through Nyadran ritual. The purpose is to maintain the existence of the communal space as well as to develop togetherness and communality for the next generation. The study employs qualitative design with rationalistic approach. The data were collected through observation and interview. The communal space is formed by the activity, the physical area, the doers and the ritual time. The use of communal space in Nyadran ritual reflects togetherness and mutual cooperation value established as the result of the sense of care and the social awareness to share spaces for public interest.Akulturasi budaya Islam dan Jawa masih melekat pada kehidupan masyarakat Dukuh Krajan. Kegiatan Islam suasananya dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Tergambar jelas pada pemakaian kalender Jawa/Islam pada setiap kegiatan budaya. Namun, nilai-nilai kebersamaan dan kegotongroyangan dalam kegiatan sosial budaya saat ini semakin berkurang. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap beberapa budaya setempat yang tersisihkan, dan masalah-masalah sosial yang mulai berkembang. Dampaknya akan berpengaruh juga terhadap perubahan ruang-ruang komunal di lingkungan pedesaan. Untuk itu perlu diteliti lebih detail tentang ruang komunal yang terbentuk, khususnya pada runtutan kegiatan budaya nyadran. Tujuannya agar ruang komunal yang terbentuk pada tradisi nyadran eksistensinya tetap ada dan terjaga dengan baik serta dapat bermanfaat dalam menumbuhkan dan mengembangkan rasa

  13. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2012-05-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium  dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%.

  14. Hubungan Antara Job Insecurity Dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan PT. Nyonya Meneer Semarang

    OpenAIRE

    Bonita, Richa; Nurtjahjanti, Harlina

    2016-01-01

    Motivasi kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, sehingga motivasi kerja yang timbul dalam diri seseorang atau pegawai untuk melakukan sesuatu karena adanya rangsangan dari luar baik itu dari atasan maupun lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara job insecurity dengan motivasi kerj...

  15. HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK CV. PUSAKA BERUANG LASEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cris Purwandari Mulyawati Agustin

    2014-10-01

    Full Text Available Pembatik merupakan pekerja sektor informal, dimana pada saat membatik melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK pada pembatik CV. Pusaka Beruang.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 68 orang. Sampel penelitian berjumlah 22 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pengukuran tes phalen. Data dianalisis dengan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja p=0,029 dan sikap kerja p=0,031 dengan kejadian STK. Masa kerja > 4 tahun dan level sikap kerja yang tinggi mempunyai risiko STK karena terjadi stress disekitar jaringan terowongan karpal.Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK. Saran untuk pekerja diharapkan dapat melakukan istirahat secara teratur setiap 15-20 menit untuk mengurangi risiko STK. Batik is an informal sector workers describe or designed batik with the traditional way of working. Which time both do repetitive motion, hand movements with strength, position, position the extension and flexion, hand static, thus causing stress on the network around the carpal tunnel. The purpose of this research is to know the relation tenure and working attitude with STK batik meker in CV. Pusaka Beruang. This research uses the approach of cross sectional. The population in this research is totalling 68 peoples. Sample research amounted to 22 respondents. Research Instrument in the form of questionnaires and measurement test phalen. Data were analyzed by Chi square test. The results showed that there was a relationship tenure p = 0.029 and working attitude p = 0.031 with STK events. Tenure > 4 years and a high level of work attitudes have STK risk due to stress around the carpal tunnel syndrome

  16. DESAIN STASIUN KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIOMEKANIK UNTUK MENGURANGI BEBAN STATIS DAN KELUHAN PADA OTOT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Purwaningsih

    2017-03-01

    Full Text Available Pekerjaan manual masih banyak ditemui  pada berbagai aktivitas kerja. Pekerjaan manual yang dikerjakan secara berulang (repetitive dengan gerakan kerja monoton dan waktu kerja yang lama berpotensi menimbulkan kelelahan kerja. Pada gerak monoton repetitive terjadi pembebanan otot yang terus menerus. Postur kerja yang salah membuat kelelahan menjadi lebih cepat terjadi.  Postur kerja yang  tidak baik ini seringkali diakibatkan oleh desain fasilitas kerja yang kurang memperhatikan kesesuaian dengan penggunanya. Pada pekerja laundry aktivitas menyetrika pakaian merupakan kerja repetitive monoton yang kurang didukung fasilitas yang sesuai. Postur kerja dengan berdiri dan terjadi twist serta seringkali membungkuk. Operator setrika harus melakukan kegiatan setrika selama lebih dari 8 jam. Penelitian bertujuan melakukan redesain pada stasiun kerja setrika agar diperoleh postur kerja yang baik. Perancangan stasiun kerja  menggunakan software Jack 8.2. Stasiun kerja yang terdiri dari meja dan kursi dirancang dengan memperhatikan antropometri dan kebutuhan gerak operator. Evaluasi desain dilakukan dengan mengevaluasi postur kerja dengan menggunakan analisis biomekanik, menggunakan analisis toolkit yang meliputi analisisi SSP, LBA, RULA, dan OWAS. Dari hasil evaluasi, dihasilkan postur usulan yang diberikan adalah, pekerja duduk pada kursi dengan posisi tubuh tegap, arah kepala sejajar dengan arah objek yang dikenai pekerjaan, dan pekerja dihindarkan dari posisi kerja membungkuk dan twist. Abstract (The Design of Working Station and Working Posture Using Biomechanic Analysis to Reduce Static Load and Musculoskeletal Disorder.The work that is done manually is usually done repeatedly with monotonous movements and long working hours. If the muscle’s working too hard, the muscle will be found damage and fatigue. The right working posture can improve the worker’s ability to finish the job. Wrong posture is often caused by the facility design that

  17. 'KONSEP SEDULUR' SEBAGAI FAKTOR PENGHALANG TERBENTUKNYA RUANG EKSKLUSIF PADA PERMUKIMAN KAUM SAMIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Hastijanti

    2002-01-01

    Full Text Available Saminist is Saminism followers. Their culture based on the history of the Samin's rebellion against the Dutch. In 1940, The Dutch exploded Saminist cleansing. For saving their life, the Saminist then made an unwritten-agreement among them to undercover and blend in the middle of society surround, and always assumed the society as sedulur. This unwritten-agreement became their way of life and was reflected in their settlement. This research is qualitative-phenomenology research and using meaning-translation method for analyzing the exclusive space of the Saminist settlement. It had been found that sedulur concept anticipated the formed of exclusive space of Saminist settlement. Abstract in Bahasa Indonesia : Kaum Samin merupakan sekumpulan orang pengikut Saminisme. Budaya Saminisme, berlatar belakang sejarah pemberontakan Samin Surontiko melawan penjajahan Belanda (1890. Pada th.1940, Belanda melakukan 'pembersihan' Kaum Samin, sehingga jumlah mereka menyusut dan tercerai berai. Demi keselamatan mereka, Kaum Samin membuat kesepakatan tak tertulis untuk menyamar dan membaur dengan orang disekitar mereka dan selalu menganggap orang sekeliling mereka adalah sedulur. Kesepakatan tersebut tidak hanya menjadi konsep hidup mereka tetapi tercermin pula dalam permukiman mereka. Melalui penelitian kualitatif-phenomenologis dan penggunaan metoda penerjemahan makna, dilakukan analisa terhadap ruang eksklusif pada permukimannya. Dan terbukti bahwa konsep sedulur mengantisipasi terbentuknya ruang eksklusif pada permukiman kaum Samin. Kata kunci: Kaum samin, Konsep sedulur, Ruang eksklusif.

  18. Promosi Manajemen Nyeri Nonfarmakologi Oleh Keluarga Pada Pasien Post Operasi Di Ruang BCH RSUPN Dr.Ciptomangun Kusumo Jakarta

    OpenAIRE

    Ilmiasih, Reni

    2013-01-01

    Promosi Manajemen Nyeri Nonfarmakologi oleh Keluarga pada Pasien Post Operasi di Ruang BCH RSUPN Dr.Ciptomangun Kusumo JakartaNonpharmacological Pain Management Promotion by family to the Post Surgery Patients in BCH Ward of RSUPN Dr.Ciptomangun Kusumo JakartaReni IlmiasihFakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145E-mail : anajemen nyeri non farmakologi perlu dilakukan oleh perawat di ruang bedah meskipun sering d...

  19. Hubungan Tingkat Upah dengan Produktivitas Kerja pada Perusahaan Kecap Sumber Rasa di Desa Temukus

    OpenAIRE

    ., Kadek Rai Suwena, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Nuridja, M.Pd.; ., I Ketut Alit Wiantara

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat upah terhadap produktivitas kerja pada Perusahaan kecap sumber rasa di Desa Temukus. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 30 orang karyawan pada Perusahaan tersebut. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah korelasi produk moment. Alat uji yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah SPSS versi 19. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Pemberian upah tenaga kerja di Perusahaan Kecap Sumber R...

  20. Analisis ergonomi postur kerja operator pada proses pembuatan batako

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regina Anggraini

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Proses pembuatan batako merupakan salah satu pekerjaan yang membutuhkan penanganan material secara manual,sehingga tenaga fisik pekerja diperlukan meskipun mesin bantu cetak sudah tersedia. Berdasarkan pengamatan dilapangandiketahui bahwa seluruh aktivitas pembuatan batako banyak membutuhkan tenaga fisik. Pekerjaan membuat batako dapatdibagi menjadi beberapa elemen kerja dan setiap elemen kerja memberikan postur kerja yang bervariasi. Hasil analisis posturkerja dengan menggunakan REBA menunjukkan pekerja pada proses pemindahan batako basah memiliki nilai 11 dengan levelrisiko sangat tinggi. Perbaikan dilakukan dengan menambahkan kursi pekerja dan berhasil menurunkan skor REBA menjadi 5.Kata Kunci: Postur kerja, REBA Abstract: Brick-making process is one of those jobs that require manual materials handling, so that the physical exertion of workersneeded though a production machine is already available. Based on observations in the field note that the entire activity ofbrick-making requires a lot of physical exertion. Brick-making can be divided into several working elements and each element ofthe work provides a varied work posture. The results of the analysis work posture using REBA showed workers in the processof moving the wet concrete blocks have a value of 11 with a very high risk level. Improvement of working conditions by adding aseat for workers reduce the REBA score to 5 .Keywords: Work Posture , REBA

  1. ANALISIS POSTUR KERJA PADA PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE ROSA (RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosma Hani Damayanti

    2014-06-01

    Full Text Available Penggunaan teknologi informasi, dimana komputer sebagai medianya kini semakin meningkat. Frekuensi yang tinggi akan penggunaan komputer yang tidak memperhatikan sisi ergonomi dalam bekerja mengakibatkan adanya resiko yang dirasakan oleh pengguna. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat utama dalam bekerja. Pada penggunaannya karyawan pada Departemen Publishing merasakan keluhan pada punggung, pinggang, nyeri bahu, leher dan tangan. Keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing dapat diminimalkan dengan cara mengetahui dan mengidentifikasi postur kerja pada pekerja dalam menggunakan komputer. Identifikasi tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi pekerja dan mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan oleh pekerja untuk dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan metode ROSA untuk mengurangi adanya keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing. ROSA merupakan salah satu metode pada office ergonomics, dimana penilaiannnya dirancang untuk mengukur resiko yang terkait dengan penggunaan komputer serta untuk menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja. Dengan menggunakan metode ROSA, dapat diketahui apakah postur kerja karyawan pada Departemen Publishing pada saat bekerja aman atau berbahaya. Hasil analisis postur kerja menggunakan metode ROSA pada Departemen Publishing menunjukkan bahwa seluruh pekerja yang menjadi sampel memiliki level resiko yang tinggi dan perlu dilakukan perbaikan segera. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko yang dirasakan oleh pekerja yaitu dengan perbaikan fasilitas yang digunakan oleh pekerja yang sesuai dengan standar ergonomi, melakukan sosialisasi kepada pekerja tentang pentingnya ergonomi pada dunia kerja, dan sebaiknya pekerja melakukan istirahat atau peregangan otot minimal setiap tiga jam sekali.

  2. ANALISIS POSTUR KERJA PADA PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE ROSA (RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosma Hani Damayanti

    2014-06-01

    Full Text Available Penggunaan teknologi informasi, dimana komputer sebagai medianya kini semakin meningkat. Frekuensi yang tinggi akan penggunaan komputer yang tidak memperhatikan sisi ergonomi dalam bekerja mengakibatkan adanya resiko yang dirasakan oleh pengguna. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat utama dalam bekerja. Pada penggunaannya karyawan pada Departemen Publishing merasakan keluhan pada punggung, pinggang, nyeri bahu, leher dan tangan. Keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing dapat diminimalkan dengan cara mengetahui dan mengidentifikasi postur kerja pada pekerja dalam menggunakan komputer. Identifikasi tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi pekerja dan mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan oleh pekerja untuk dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan metode ROSA untuk mengurangi adanya keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing. ROSA merupakan salah satu metode pada office ergonomics, dimana penilaiannnya dirancang untuk mengukur resiko yang terkait dengan penggunaan komputer serta untuk menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja. Dengan menggunakan metode ROSA, dapat diketahui apakah postur kerja karyawan pada Departemen Publishing pada saat bekerja aman atau berbahaya. Hasil analisis postur kerja menggunakan metode ROSA pada Departemen Publishing menunjukkan bahwa seluruh pekerja yang menjadi sampel memiliki level resiko yang tinggi dan perlu dilakukan perbaikan segera.  Perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko yang dirasakan oleh pekerja yaitu dengan perbaikan fasilitas yang digunakan oleh pekerja yang sesuai dengan standar ergonomi, melakukan sosialisasi kepada pekerja tentang pentingnya ergonomi pada dunia kerja, dan sebaiknya pekerja melakukan istirahat atau peregangan otot minimal setiap tiga jam sekali.

  3. ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PERFORMANSI KERJA OPERATOR PADA BAGIAN PRODUKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I.G.A. Happy Trindira

    2005-01-01

    perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang baik. Performansi kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada faktor karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja sebagai faktor yang berpengaruh pada performansi kerja. Jika seorang pekerja memiliki karakteristik yang sesuai dengan pekerjaannya, maka performansi dan kepuasan kerjanya akan meningkat. Dalam penelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan PT. CANDRATEX SEJATI bagian weaving, Bandung. Perusahaan ini merupakan suatu perusahaan tekstil yang sebagian besar hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Identifikasi faktor yang digunakan adalah analisis faktor, lalu dilanjutkan dengan perhitungan analisis jalur yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel ataupun beberapa variabel terhadap variabel lainnya baik pengaruh yang sifatnya langsung atau tidak langsung. Variabel karakteristik pekerjaan sebaiknya pekerja perlu meningkatkan hubungan dengan atasannya. Variabel kepuasan kerja internal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan inisiatif yang timbul dari dalam pekerja tanpa harus menunggu perintah lagi. Variabel kerja eksternal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan imbalan dan tunjangan-tunjangan yan diberikan Variabel performansi kerja sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan tekad yang ada dalam diri pekerja agar masing-masing pekerja dapat meraih prestasinya. Kata kunci: karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi.

  4. PERANCANGAN KURSI PADA STASIUN KERJA GERINDA DI PT ASABA INDUSTRY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwulandari S. Dewayana

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas kerja berupa  kursi yang dapat diatur ketinggiannya/posisinya sesuai dengan posisi tubuh  pekerja pada stasiun kerja gerinda untuk aktivitas menggerinda di PT Asaba Industry. Perancangan dilakukan melalui 4 tahapan yaitu : 1 identifikasi kebutuhan ; 2 menetapkan target dan spesifikasi; 3 mendesain rancangan kursi;  dan 4 memilih rancangan kursi. Pada tahap desain rancangan kursi diperoleh 64 rancangan, sedangkan hasil dari screening rancangan menunjukkan hanya 10 rancangan yang dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Dari 10 rancangan terdapat 3 rancangan kursi yang terpilih melalui scoring sebagai alternatif yaitu rancangan 26,27 dan 28. Dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP yang melibatkan para expert, yaitu Manejer Perusahaan, Pengawas Lantai Produksi dan pekerja pada bagian stasiun kerja gerinda diperoleh rancangan kursi yang terpilih adalah rancangan 28, yaitu kursi dengan bahan rangka besi, bahan dudukan kursi menggunakan busa, kaki kursi dapat diatur ketinggiannya, lengan kursi tidak ada, letak tempat peralatan kerja menempel pada dudukan kursi, dan memiliki pijakan kaki yang dapat diatur posisinya dengan bobot 48,1495 %. Adapun kriteria yang digunakan dalam pemilihan adalah kemudahan penggunaan, bahan, disain, kenyamanan, keamanan, dan biaya pembuatan. Kata Kunci : screening, scoring,  Fuzzy AHP   This study aims to design facilities of seats that can be set height / position with the position of the body workers working on the station to activity in PT. Industry Asaba. The design is done through 4 stages, namely: 1 Identify the needs: 2 Setting targets and specifications 3 Design chair design: and 4 Selecting a design chair. At the design stage of the design obtained 64 seats design, while the results of the draft bahwahanya 10 shows the design that can be considered further. 10 of the draft there are 3 chair design that was selected through a scoring

  5. Produksi Ruang Kekuasaan di Pulau Jawa Abad ke-16-17 dan Dampaknya pada Pertumbuhan Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafid Setiadi

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak Studi ini membahas keterkaitan antara tradisi kekuasaan, produksi ruang, dan pertumbuhan kota. Tujuan utamanya adalah untuk memahami secara mendalam pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan dan implikasinya pada pertumbuhan kota. Lingkup penelitian mencakup situasi geopolitik di Pulau Jawa selama abad ke-16 hingga ke-17 ketika Kesultanan Mataram memegang dominasi kekuasaan berlandaskan tradisi sawah. Metode analisis yang diterapkan mengacu pada pemikiran hermeneutika yang mengedepankan metode pembacaan teks. Data penelitian berasal dari sumber-sumber sekunder terutama berupa hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel, buku, peta maupun makalah seminar.  Hasil analisis memperlihatkan bahwa selama rentang waktu tersebut pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan didominasi oleh netralisasi dan pembentukan wilayah pinggiran sebagai konsekuensi dari absolutisme kekuasaan raja.  Modus produksi ini menyebabkan terjadinya likuidasi politik terhadap kota-kota tertentu yang ditandai oleh perubahan identitas kota, terutama di wilayah pesisir.   Abstract This study discusses the relations between the tradition of power, the production of space, and city growth. This study primarily aimed to comprehend the spatial pattern and process of the production of authority space and its implications for city growth. It covers the geopolitical situation in Java during the 16th and 17th centuries when the Mataram Sultanate ran a dominant power based on ricefield tradition. The analysis method applied in this study referred to hermeneutical thinking, which foregrounds a text reading method. The research data was obtained from secondary resources, especially published research in the forms of articles, books, maps, and seminar papers. The analysis results showed that the spatial pattern and process of authority space production within these centuries were dominated by neutralization and the formation of peripheries, i

  6. PERANCANGAN ULANG FASILITAS KERJA PADA STASIUN CUTTING YANG ERGONOMIS GUNA MEMPERBAIKI POSISI KERJA OPERATOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA Studi kasus di Perusahaan Anode Crome Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Kristanto

    2010-07-01

    Full Text Available Perusahaan Anode Crome merupakan perusahaan pengekroman seperti velg mobil, velg motor dan lain-lain serta memproduksi cantel alumunium. Salah satu proses produksinya yaitu pemotongan cantel alumunium dikerjakan dengan posisi duduk membungkuk dan pada saat proses pemotongan, tangkai pemotong berada sejajar dengan bahu operator. Dilihat dari segi ergonomi kondisi bekerja seperti itu tidak sesuai karena dapat mengakibatkan cepat lelah dan penegangan otot (strain. Melihat kondisi tersebut perlu dilakukan perancangan fasilitas kerja yang dapat memperbaiki posisi kerja operator, mengurangi ketidaknyamanan, serta meminimalkan waktu pemotongan sehingga produktivitas kerja dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam perancangan alat pemotong dan kursi kerja cantel alumunium ini yaitu dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti data antropometri, keluhan operator selama bekerja dan waktu kerja, serta melakukan Uji Independent T-Test dengan software SPSS 12 untuk mengetahui perbedaan keluhan pada para pekerja antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian menunjukan waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 11.20 detik/unit dengan output standar sebesar 322 unit/jam. Sedangkan waktu baku setelah perancangan sebesar 8.37 detik/unit dengan output standar sebesar 434 unit/jam, artinya terjadi penurunan waktu baku sebesar 2.83 detik/unit atau efisiensi waktu sebesar 25.26% dan peningkatan output standar sebesar 122 unit/jam atau produktivitas meningkat sebesar 34.78%. Kata kunci: Ergonomis, Antropometri, Data Ketidaknyamanan, Waktu baku, Produktivitas. 

  7. Unjuk Kerja IP PBX Asterisk dan FreeSWITCH pada Topologi Bertingkat di Jaringan Kampus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Setiawan

    2017-08-01

    Full Text Available Internet Protocol-based Private Branch Exchange (IP PBX diperlukan untuk menghubungkan panggilan antar perangkat komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP di sebuah jaringan lokal (LAN. Dengan adanya IP PBX, layanan VoIP dapat disediakan di atas jaringan data/IP yang sudah tergelar. Penelitian ini kami lakukan untuk mengetahui unjuk kerja VoIP pada dua IP PBX yang menggunakan perangkat lunak server Asterisk dan FreeSWITCH. Kami merancang sebuah arsitektur jaringan eksperimen yang diadaptasi dari topologi bertingkat pada jaringan kampus (CAN di lokasi penelitian dengan hierarki perangkat yang terdiri dari core switch, distribution switch, dan access switch. Kedua IP PBX ditempatkan pada hierarki yang berbeda pada topologi jaringan tersebut agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap unjuk kerja VoIP. Konsep eksperimen ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar untuk mendesain arsitektur IP PBX secara terpusat dan tersebar pada jaringan kampus. Unjuk kerja VoIP kami ukur dengan parameter-parameter Quality of Service (QoS dan Quality of Experience (QoE. Selain itu, kami juga mengukur konsumsi prosesor dan memori yang dipakai oleh perangkat lunak server VoIP pada saat komunikasi terjadi. Pengukuran dilakukan dengan skenario phone-to-phone pada jaringan eksperimen yang terhubung ke jaringan kampus aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan IP PBX di hierarki yang berbeda pada topologi jaringan berpengaruh terhadap unjuk kerja VoIP khususnya pada IP PBX Asterisk. Ketika dibandingkan, unjuk kerja IP PBX FreeSWITCH dalam hal QoS dan QoE sedikit lebih baik daripada Asterisk pada rerata latensi/delay, jitter, Mean Opinion Score (MOS, dan konsumsi memori yaitu 41,012 ms, 0,060 ms, 5, dan 1 % untuk IP PBX 1 serta 41,016 ms, 0,066 ms, 5, dan 0,5 % untuk IP PBX 2

  8. Wayfinding Sign pada Ruang Pameran Tetap di Museum Nasional Indonesia – Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Budi Kusuma

    2018-05-01

    Full Text Available Wayfinding atau orientasi topografi, merupakan kemampuan menentukan lokasi, menemukan tempat dalam fasilitas gedung. Sebagai media penunjuk arah, Wayfinding Sign yang diterapkan pada ruang pameran tetap belum memenuhi kebutuhan yang dapat memberikan informasi yang cukup, mengenai arah mana yang harus dituju untuk mencapai area tertentu, warna-warna yang tercantum dalam panel informasi pun tidak memberikan arti tertentu. Permasalahan pada Wayfinding Sign pada ruang pameran tetap yang dianalisis meliputi: Ukuran; dimensi tanda yang proporsional terhadap luas area dimana tanda tersebut berada,sehingga memungkinkan tanda tersebut dapat mudah terlihat. Warna; berkaitan dengan warna pada tanda telah sesuai peruntukannya dan memperhatikan warna disekitar tanda berada. Kontras; berkaitan dengan estetika tanda yang dominan terhadap kondisi disekitar tanda sehingga tanda tampak eksistensinya. Intensitas; berkaitan terhadap sesuatu yang dapat memberikan stimulus sehingga menarik perhatian terhadap tanda. Posisi ; berkaitan dengan perletakan tanda yang memperhatikan jangkauan penglihatan pengunjung yang mengarah ketempat tanda tersebut berada. Untuk memfokuskan penelitian dan menemukan hubungan antara satu data dengan data yang lain, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data hasil observasi, pengukuran, deskripsi, dan analisis data dengan teknik Triangulasi Data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Directional Sign; menggunakan tanda ‘warna’ yang tidak ada hubungannya dengan lokasi lantai ruang pameran dan nuansa warna ruangan yang ditunjukan, dan terdapat sign yang menginformasikan arah yang tidak tepat. Informational Sign; tanda yang memberikan informasi tentang materi koleksi yang didisplay dalam ruang pameran tetap, sudah sesuai dan efektif. Identificational Sign; perletakannya yang tidak tepat sehingga menggangu kenyamanan pengunjung dalam membaca informasinya dan membuat posisi membaca yang tidak sehat dan aman

  9. POSTUR KERJA DAN RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PASIRAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Nurkertamanda

    2017-10-01

    Full Text Available Salah satu pekerjaan angkat angkut adalah pekerjaan menurunkan pasir dari atas truk. Dalam bekerja, pekerja menggunakan alat bantu berupa enggrong yang merupakan sekop dengan gagang pendek. Akibat penggunaan enggrong, pekerja bekerja dengan postur tubuh membungkuk. Postur kerja ini menimbulkan potensi low back pain pada pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 9 partisipan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi risiko low back pain berdasarkan sudut kemiringan trunk ketika pekerja bekerja menurunkan pasir dengan enggrong. Sudut kemiringan trunk yang diprediksi meliputi: 1 sudut kemiringan trunk flexion, 2 sudut kemiringan trunk bending, dan 3 sudut kemiringan trunk twisting. Data postur kerja diambil dengan menggunakan kamera 3D Microsoft KinectTM dan dianalisis dengan menggunakan software Siemen Jack metode 3D Static Strength Prediction Program (3DSSPP untuk memprediksi sudut kemiringan trunk. Hasil analisis dari ke-6 postur kerja menunjukkan postur-postur kerja yang sering dilakukan pekerja mempunyai rerata sudut kemiringan trunk flexion sebesar 61,10 ± 10,090, sudut kemiringan trunk bending sebesar 19,80 ± 6,740 dan sudut kemiringan trunk twisting sebesar 20,00 ± 9,030. Rerata sudut kemiringan trunk flexion yang mencapai 87,28 %  dari sudut kemiringan maksimal merupakan penyebab utama risiko low back pain. Sehingga dapat disimpulkan potensi terjadinya low back pain pada pekerja pasiran dapat terjadi. Perlu intervensi ergonomi untuk mencegah dan mengurangi potensi risiko terjadi low back pain pada pekerja pasiran.   Abstract One of the manual matrial handling jobs is the derivative work from the top of the truck. In working the workers use a tool that enggrong which is a short-handed shovel. Due to the use of employee enggrong work with stooped posture. This work posture raises the potential for low back pain in workers. This study is a cross sectional study with a sample of 9

  10. Studi Waktu dan Beban Kerja untuk Penentuan Kebutuhan dan Distribusi Pekerja pada Alur Produksi Nanas Kaleng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnal Novistiara

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract Ergonomic considerations are important approach in determining the optimal number of worker on such an industrial production line. Ergonomical approach may assess suitability of labor characteristic to the condition of the task, hence the optimum results will be achieved on minimum risk and maximum productivity. The aim of this study was to determine the work elements and production flow, standard time, workload and energy consumption rate on production processes of caned pineapple. With the ergonomic parameters obtained, optimum number and distribution of workers for sequencial work elements to meet company's production targets were designed. The results revealed that a line production of canned pineapple consist 22 work elements. The standard time to produce 420 gram (A2-size canned pineapple was 27.608 s consumed 0.714 kcal equivalent of work energy cost. Based on the analysis of standard time and workload it was 383 workers required to produce 250000 canned pineapple in the production line. Abstrak Pertimbangan ergonomika merupakan pendekatan penting dalam menentukan jumlah tenaga kerja optimal dalam suatu alur produksi sebuah industri. Dengan melakukan pendekatan ergonomika dapat mengevaluasi kesesuaian antara tenaga kerja dengan kondisi pekerjaan sehingga hasil optimal akan dicapai pada resiko pekerjaan yang minimal dan produktivitas yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan elemen kerja dan alur proses, waktu baku, beban kerja dan laju konsumsi energi dalam kegiatan produksi nanas kaleng. Berdasarkan parameter-parameter ergonomika yang telah diperoleh, kebutuhan tenaga kerja dan distribusinya yang optimal pada setiap sekuensial elemen kerja untuk mencapai target produksi perusahaan dapat didesain. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 22 elemen kerja dalam proses produksi nanas kaleng. Waktu baku untuk memproduksi satu buah kaleng nanas 420 gram (ukuran A2 adalah 27.608 detik dengan

  11. PENGARUH ROLE STRESSOR TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI JAWA TENGAH

    OpenAIRE

    Indah Anisykurlillah; Agus Wahyudin; Kustiani -

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada kepuasan kerja, pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada komitmen organisasi serta pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner di mana subyek penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntansi Publik ( KAP ) di Jawa Tengah. Sampel yang diambil adalah non probabi...

  12. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN POWERPOINT DISERTAI VISUAL BASIC FOR APPLICATION MATERI JARAK PADA BANGUN RUANG KELAS X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Marfuah

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan : (1 menghasilkan media pembelajaran menggunakan powerpoint disertai visual basic for application materi jarak pada bangun ruang yang valid dan praktis di kelas X, dan (2 mengetahui efek potensial dari pengembangan media pembelajaran menggunakan powerpoint disertai visual basic for application materi jarak pada bangun ruang di kelas X. Jenis penelitian yang digunakan adalah Design Research tipe Development Study. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Palembang tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data adalah dengan walkthrough,, tes, angket, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah: (1 Penelitian ini telah menghasilkan media pembelajaran menggunakan powerpoint disertai visual basic for application materi jarak pada bangun ruang yang valid dan praktis. (2 media pembelajaran  yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar dan sikap positif siswa. Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Powerpoint, Jarak pada Bangun Ruang This design research typed Development Study aims to: (1 develop valid and practical learning media using power point and visual basic for application for Distance in three-dimensional objects topic in class X, and (2 to determine the potential effects media developed by using power point and visual basic for application for Distance in three-dimensional objects topic in class X. The subjects were students of class X SMA Negeri 4 Palembang academic year 2014/2015. Data were collected through walkthrough, tests, questionnaires, and interviews. The study results show that (1 This research has produced valid and practical learning media using power point and visual basic for application for Distance in three-dimensional objects topic; (2 the learning media developed has potential effects on students learning outcomes and students positive attitude. Keywords: development, learning media, powerpoint, distance in three-dimensional object

  13. Studi Variasi Flowrate Refrigerant pada Sistem Organic Rankine Cycle dengan Fluida Kerja R-123

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Halim Pamungkas

    2013-09-01

    Full Text Available Saat ini kelangkaan sumber energi fosil telah menjadi isu utama di seluruh dunia. Hal tersebut memberikan dampak yang signifikan di setiap aspek kehidupan dan salah satunya adalah di bidang pembangkit listrik. Salah satu sistem pembangkit listrik yang tidak menggunakan energi fosil adalah Organic rankine cycle (ORC. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental pada suatu sistem Organic rankine cycle yang telah dibangun. Penelitian ini yang divariasikan adalah flowrate dari fluida kerja dalam hal ini R-123. Variasi flowrate yang digunakan yaitu 3-1 GPM (Galon per menit dengan penurunan 0,5 GPM setiap pengambilan data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa grafik–grafik daya pada turbin, kondensor, pompa dan evaporator, efisiensi siklus dan back work ratio  fungsi flowrate fluida kerja. Efisiensi siklus tertinggi adalah 5,86% yang terjadi pada flowrate 3 GPM dan efisiensi siklus terendah adalah 4,32% yang terjadi pada flowrate 1 GPM.

  14. PENGARUH KONFLIK PERAN (ROLE CONFLICT TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT SERTA KOMITMEN PADA ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Madziatul Churiyah

    2007-01-01

    Full Text Available Dalam sebuah organisasi rumah sakit, perawat merupakan komponen penting dan sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya organisasi karena menjadi bagian kunci dengan tanggung jawab tinggi, di samping tenaga medis. Perawat sangat rentan terhadap stress pekerjaan, khususnya pada peran mereka. Selain mengurus pasien yang suka menuntut, mereka juga berhadapan dengan dokter yang stres. Dua penyebab stres tersebut sering menjadi alasan mengapa perawat seringkali merasa kelebihan beban kerja, ataupun merasa kurang dihargai. Penelitian ini mengkaji lebih dalam mengenai keterkaitan antara konflik peran, kepuasan kerja perawat dan komitmen pada organisasi. Populasi  sekaligus sampel sebanyak 64 orang. Proses analisis menggunakan Analisis Statistik Deskriptif dan Analisis Statistik Inferential yaitu Analisis Jalur (Path Analysis .Hasil penelitian ini adalah konflik peran terhadap kepuasan kerja perawat berpengaruh signifikan sebesar   0,430; konflik peran berpengaruh signifikan secara langsung terhadap komitmen pada organisasi sebasar 0,164 ; konflik peran berpengaruh signifikan secara tidak  langsung terhadap komitmen pada organisasi sebasar 0,353; kepuasan kerja perawat berpengaruh signifikan langsung terhadap komitmen pada organisasi dengan koefisien path sebesar 0,821.

  15. KEEFEKTIFAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DAN PROBLEM SOLVING PADA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR DI SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuning Melianingsih

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan dan perbandingan keefektifan dari pendekatan open-ended dan problem solving pada pembelajaran bangun ruang sisi datar ditinjau dari pencapaian kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi matematis. Penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest nonequivalent group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pandak, Bantul, Yogyakarta. Selanjutnya dengan memilih secara acak dari keseluruhan kelas tersebut, terpilih kelas VIII F dan VIII G sebagai sampel penelitian. Untuk menguji keefektifan masing-masing pendekatan pembelajaran digunakan uji one sample t-test. Untuk menguji bahwa pendekatan open-ended lebih efektif daripada pendekatan problem solving, data dianalisis menggunakan MANOVA yang dilanjutkan dengan uji t-Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan pembelajaran efektif ditinjau dari masing-masing aspek, dan pendekatan open-ended lebih efektif daripada pendekatan problem solving pada pembelajaran bangun ruang sisi datar ditinjau dari pencapaian kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi matematis di SMP. Kata Kunci: pendekatan open-ended, pendekatan problem solving, kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi matematis   THE EFFECTIVENESS OF OPEN-ENDED AND PROBLEM SOLVING APPROACH IN MATTER OF FLAT SIDE CONSTRUCT IN JUNIOR HIGH SCHOOL Abstract The aims of this research are to decide the effectiveness and the comparison of the effectiveness of open-ended and problem solving approach toward matter of flat side construct lesson viewed from achivement of reasoning ability, problem solving and mathematics communication. This study was a quasi experimental study using the pretest-posttest nonequivalent group design. The research population covered the entire VIII class students’ of SMP Negeri 1 Pandak, Bantul, Yogyakarta. From the population, classes of VIII F and

  16. FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU

    OpenAIRE

    Renny Fitriana; Nur Indrawati Lipoeto; Vivi Triana

    2012-01-01

    Data WHO ( World Health Organization) tahun 2000 menunjukkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk dunia mengidap hipertensi. Pada remaja juga dijumpai hipertensi. Data Riskesdas 2007, terdapat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,4% dan 14% di Riau. Dari data Dinkes Kota Pekanbaru tahun 2011 kasus hipertensi pada remaja sebesar 2,98% dan dari 19 Puskesmas, angka kasus hipertensi remaja tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu 136 kasus atau 17,6%. ...

  17. PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 7 SEMARANG PADA TAHUN 2013/2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmawati Setia Utami

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi kerja melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 7 Semarang pada tahun 2013/2014 secara simultan maupun parsial. Populas penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 7 Semarang, kemudian diambil sampel sejumlah 60 orang guru dengan teknik proposional random sample. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi berganda, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil uji simultan ( uji F diperoleh F hitung sebesar 5,174 dengan nilai signifikansi 0,003, karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan mengenai lingkungan kerja dan kompensasi kerja melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru diterima. Uji parsial ( uji t berdasarkan pengujian diperoleh koefisien untuk variabel lingkungan kerja (X1 diperoleh t hitung = 1,622 dengan signifikansi 0,011 < 0,05, maka Ho ditolak. Hasil pengujian untuk variabel kompensasi kerja (X2 diperoleh t hitung = 2,641 dengan signifikansi 0,021 < 0,005, maka Ho ditolak. Sedangkan untuk variabel motivasi kerja (Y1 diperoleh t hitung = 1,940 dengan signifikansi =0,050. This study aims to investigate the work environment and the work compensation thourgh motivation to the teacher’s performance at SMA Negeri 7 in the academic year 2013/2014 Semarang with work motivation as intervening variabels there any simultaneous and partial. The population in the reasearch is all the teachers at SMA Negeri 7 Semarang amounting to 60 teachers and then samples of the variables use all the teachers with a proportional random sample technique. Methods of data collection using the documentation and questionnaires. Methods of data analysis using descriptive analysis , regression analysis, and path analysis. The results obtained F

  18. Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herqutanto -

    2017-04-01

    Full Text Available Stres kerja berhubungan dengan kecelakaan, kekerasan di tempat kerja, organizational strain dalam bentuk absensi, penurunan performa kerja, peningkatan angka cedera dan turn-over karyawan. Perawat adalah profesi yang memiliki risiko tinggi terdampak stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan angka stres kerja pada perawat di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhinya menggunakan instrumen expanded nursing stress scale (ENSS versi Bahasa Indonesia. ENSS adalah instrumen penilaian stres yang dikhususkan bagi perawat dan telah diadaptasi sesuai dengan kondisi pekerjaan spesifik dan budaya Indonesia. Sebanyak 124 perawat direkrut, berasal dari rumah sakit dan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan primer (FKTP. Semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami perawat, semakin tinggi nilai pengukuran. Tidak ditemukan hubungan antara karakteristik demografi dan tingkat stres di masing-masing subskala pada kedua kelompok responden.   Kata Kunci: Stres kerja, Perawat, ENSS versi Bahasa Indonesia     Job Stress in Nurses in Hospitals and Primary Health Care Facilities   Abstract Work stress is related to accidents, violence in the workplace, organizational strain in the form of absenteeism, decreased work performance, increased injury rates and employee turnover. Nurses are professionals who have high risks of occupational stress. The purpose of this study is to get the prevalens of work stress in nurses in Indonesia and the that influencing factors, using the instrument of ENSS Indonesian version. ENSS is an instrument of stress assessment specifically designed for nurses. ENSS has been adapted to the specific working conditions and culture of Indonesia. A total of 124 nurses were recruited, coming from hospitals and primary healthcare facilities. The higher the level of work stress experienced by nurses, the higher the value of measurement. No relationship was found between demographic characteristics and the level of stress in each

  19. Hubungan Religiusitas dan Kualitas Kehidupan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB Pada Karyawan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Susanti

    2016-04-01

    Full Text Available Organizational Citizenship Behavior (OCB merupakan perilaku positif yang dapat dimunculkan dengan faktor religiusitas dan kualitas kehidupan kerja organisasi. Tujuan penelitian ini ingin melihat pengaruh Religiusitas dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Perilaku baik warga organisasi (OCB. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Universitas Islam Negeri Sultan Syarim Kasim Riau Pekanbaru pada empat fakultas sebanyak 69 orang. Data hasil penelitian ini dikumpulkan menggunakan beberapa skala, diantaranya skala Organizational citizenship behavior (OCB dari Podsakoff (2001. skala Religiusitas yang berdasarkan teori Glock dan Stark (1994, skala kualitas kehidupan kerja dari Cascio (2003. Teknik yang digunakan untuk menganalisa data adalah teknik analisis regresi ganda. Hasil pengujian hipotesis penelitian ini menghasilkan nilai F sebesar F=3,220 dengan nilai signifikansi p=0,047, p ≤ 0,05 artinya religiusitas dan kualitas kehidupan kerja dapat memprediksi OCB karyawan. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB dapat berkembang dengan adanya religiusitas dan kualitas kehidupan kerja yang baik dari karyawan. Kata Kunci : OCB, religiusitas, kualitas kehidupan kerja.

  20. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Rusdiyanto

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak: Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Terhadap Kepuasan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional, kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 87 karyawan FIS dan FE UNY. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi. Uji variabel mediasi menggunakan metode Baron and Kenny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB, dan kepuasan kerja berperan sebagai mediator pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional pada OCB karyawan. Kata kunci: Gaya kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavior Abstract: The influence of Transformational and Transactional Leadership to Job Satisfaction and Organizational Citizenship Behavior. The purpose of the study was to analyze the influence and the relationship among transformational leadership style, transactional leadership style, and job satisfaction on organizational citizenship behavior (OCB of Social Science Faculty and Economics Faculty Yogyakarta State University employees. This study was classified as descriptive qualitative research with a sample of 87 participants. The data were collected through the distribution of questionnaires. Hypothesis test was using the regression analysis with a significance level of 0.05. Variable meditation test was using the method of Baron and Kenny. The result showed that transformational leadership had a positive effect on the job satisfaction, transactional leadership had a positive effect on job

  1. PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT. BIO FARMA PERSERO)

    OpenAIRE

    I Made Devan Ganapathi

    2016-01-01

    Abstrak - Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang berperan penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan berdampak positif bagi perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bio Farma (Persero). Work-Life Balance sebagai variabel bebas terdiri dari tiga keseimbangan yaitu keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan dan keseimbangan kepuasan....

  2. Kualitas Kehidupan Kerja pada Wanita Pekerja: Studi pada Pekerja Wanita di Lingkup Bank BRI Syariah Cabang Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhdan Ady Fataron

    2017-10-01

    Full Text Available The double burden on women’s work as schedules and work demands can make it difficult for women to fulfill family demands to have an unfavorable impact on both their working lives and on family life. It is necessary for a positive work-family interaction built through spiritual intelligence and work engagement. The focus of this study is to examine the effect of spiritual intelligence and work engagement in explaining the positive work-family interaction in order to build quality work life. Research data related to these variables obtained through interviews using questionnaires answered by the respondents working women, have a family and have children. The data obtained were analyzed by Structural Equation Modeling (SEM approach. The results of data analysis showed that spiritual intelligence and work engagement were statistically proved to have a significant positive effect on family-positive work interaction. Similarly, a positive work-family interaction is evidently able to explain the quality of work life. Beban ganda pada pekerjaan perempuan seperti jadwal dan tuntutan kerja dapat menyulitkan perempuan untuk memenuhi tuntutan keluarga, memiliki dampak yang tidak menguntungkan baik pada kehidupan kerja maupun kehidupan keluarga mereka. Hal ini memerlukan adanya interaksi positif pekerjaan-keluarga yang dibangun melalui kecerdasan spiritual dan work engagement. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kecerdasan spiritual dan work engagement dalam menjelaskan interaksi positif keluarga-kerja untuk membangun kehidupan kerja yang berkualitas. Data penelitian yang berkaitan dengan variabel-variabel ini diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dijawab oleh responden wanita pekerja, memiliki keluarga dan memiliki anak. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan work engagement secara statistik terbukti

  3. Tentang Ruang-Ruang yang Lain (atau Heterotopia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michel Foucault

    2017-09-01

    Full Text Available Artikel ini merupakan terjemahan, yang kesekian kalinya ke dalam bahasa Inggris (lih. J. Miskowiec [1986], Jurnal Lotus [1986], & R. Hurley [1998], dari sebuah kuliah bertajuk “Des espaces autres” yang disampaikan Michel Foucault pada 14 Maret 1967 untuk Cercle d’études architecturales (Lingkar Studi Arsitektur. Dalam kuliah tersebut Foucault menguraikan konseptualisasinya tentang ruang-ruang yang lain, atau heterotopia. Foucault menyebutkan ciri-ciri heterotopia sebagai panduan untuk melakukan analisis relasi ruang dan kekuasan.

  4. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA BANK TABUNGAN NEGARA DI BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rian Andriani

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - A conducive organizational culture can create job satisfaction, work ethic, and employee job motivation. Recently, an organizational success depends on the combination of effective leadership competence and competence of its employee. The purpose of this study is to know how the description, the impact, the correlation and how far the level of concordance between organizational cultural, competence, and employee’s job satisfaction at Bank BTN Bandung. The population of this study is the whole of Bank BTN in Bandung employee amount of 75 people. Sampling technique used is purposive sampling with sample amount of 50 people. The type of this study is verification descriptive research. Statistic instrument used is regression analysis and multiple correlations. The study result showed that organizational culture, competence and employee’s job satisfaction at Bank BTN in Bandung were on middle category. Based on analysis result, the hypothesis of this study was accepted; which was organizational culture and competence influenced employee’s job satisfaction. Keywords: Organizational Culture, Competence and Employee’s Job Satisfaction, Linier Regression Analysis and Correlation.     Abstrak - Budaya organisasi yang kondusif dapat menciptakan kepuasan kerja, etos kerja, dan motivasi kerja karyawan. Kesuksesan suatu organisasi saat ini dan mendatang tergantung pada kombinasi kompetensi kepemimpinan yang efektif dan kompetensi tenaga kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran, pengaruh, hubungan dan sejauhmana tingkat kesesuaian antara budaya organisasi, kompetensi dan kepuasan kerja karyawan di Bank BTN di Bandung. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan Bank BTN Bandung yang berjumlah 75 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif verifikatif. Instrumen statistik yang digunakan

  5. PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP DISIPLIN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN GARMEN DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Gede Supartha

    2007-01-01

    tenaga kerja pada perusahaan garmen di Kota Denpasar, maka ada berbagai variabel yang dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, baik variabel internal maupun variabel eksternal. Berdasarkan analisis model persamaan struktural dengan menggunakan SPSS ver. 10. dan AMOS ver. 4.1, di dapat kesimpulan, yakni: (1 Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Tenaga Kerja pada perusahaan garmen. (2 Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada perusahaan garmen. (3 Kebijakan Ketenagakerjan Pemerintah Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Tenaga Kerja pada perusahaan garmen. (4 Kebijakan Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada perusahaan garmen. (5 Disiplin Tenaga Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada perusahaan garmen. (6 Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja perusahaan garmen, dapat dilakukan melalui peningkatan Disiplin Tenaga Kerja dan adanya Kebijakan Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah yang kondusif serta pemantapan pelaksanaan Kepemimpinan Perusahaan Garmen. (7 Dari keenam kesimpulan tersebut dapat disusun kesimpulan umum bahwa: peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja, dapat dilakukan melalui peningkatan Disiplin Tenaga Kerja serta Peningkatan Disiplin Tenaga Kerja dapat dilakukan melalui pelaksanaan Kebijakan Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah, dan memantapkan Kepemimpinan (transformational leadership. Untuk itu disarankan: (1 Disiplin Tenaga Kerja harus ditingkatkan melalui penciptaan kebijakan ketenagakerjaan yang kondusif serta adanya kepemimpinan transformasional. (2 Masing – masing perusahaan garmen harus menciptakan dan membangun disiplin kerja yang kuat. (3 Untuk setiap pimpinan perusahaan dan seluruh tenaga kerja hendaknya diberikan sosialisasi tentang Kebijakan Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah, sehingga manajemen perusahaan dapat melaksanakan fungsi manajemen

  6. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Beban Kerja Dengan Cyberloafing Pada Karyawan Biro Administrasi Umum Dan Keuangan Universitas Diponegoro

    OpenAIRE

    Ramadhan, Hafidz Ibnu; Nurtjahjanti, Harlina

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap beban kerja dengan cyberloafing pada karyawan biro administrasi umum dan keuangan Universitas Diponegoro. Cyberloafing merupakan perilaku menggunakan berbagai jenis gadget, baik milik instansi ataupun milik pribadi dengan tujuan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan secara sadar oleh karyawan ditempat dan saat jam kerja. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 45 karyawan untuk uji coba skala dan 60 kar...

  7. Tingkat Pendapatan Curahan Tenaga Kerja pada Hutan Rakyat di Kabupaten Ciamis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiman Achmad

    2016-03-01

    Full Text Available Tenaga kerja pada usaha hutan rakyat belum diperhitungkan sebagai faktor produksi yang penting sehingga menyebabkan pendapatan dari hutan rakyat kurang optimal. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pendapatan dan alokasi tenaga kerja pada pengelolaan hutan rakyat serta hubungannya dengan karakter petani. Data dikumpulkan selama bulan Mei sampai Juli 2010 di Desa Ciomas, Desa Kalijaya, dan Desa Kertaharja melalui wawancara pada 60 petani yang dipilih secara sengaja. Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rata-rata luas pemilikan hutan, usaha hutan rakyat menyumbangkan pendapatan pada petani di Desa Ciomas, Kalijaya, dan Kertaharja Kabupaten Ciamis berturut-turut sebesar Rp 6.641.783,-/th; Rp 8.029.358,-/th, dan Rp 6.302.431,-/th. Mayoritas tenaga kerja di Desa Kalijaya dan Desa Ciomas Kabupaten Ciamis dialokasikan untuk mengelola hutan rakyat yaitu sebesar 104,77 HKP/ha/th dan 216,93 HKP/ha/th, sedangkan alokasi tenaga kerja di Desa Kertaharja sebesar 210,05 HKP/ha/th. Potensi penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Ciamis tergolong tinggi, yakni lebih dari 75%. Dalam hubungannya dengan alokasi tenaga kerja, secara umum usia petani mempunyai korelasi positif sedangkan luas lahan mempunyai korelasi negatif. Kata kunci: potensi serapan, alokasi tenaga kerja, pendapatan, hari kerja pria (HKP, luas lahan.   Incomes and labor allocation in community forests in Ciamis Regency Abstract Labor for private forest business has not been considered as an important production factor, which it makes the incomes from the private forests is unfavourable. The research was carried out to find out the incomes and labor allocation on private forests management as well as their correlation to farmer characteristics. Data were collected during May to July 2010 at Ciomas, Kalijaya and Kertaharja villages by

  8. HUBUNGAN KEBISINGAN DAN TEKANAN PANAS DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN SPINNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iffa Failasufa

    2014-10-01

    Full Text Available Salah satu faktor penyebab stres kerja adalah kondisi lingkungan kerja. Ruangan yang panas menyebabkan tidak nyamannya seseorang dalam bekerja. Kebisingan memberikan andil dalam munculnya stres kerja, sebab beberapa orang sangat sensitif terhadap kebisingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebisingan dan tekanan panas dengan stres kerja pada pekerja bagian spinning PT. Sinar Pantja Djaja Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian spinning 1 dan 3 PT. Sinar Pantja Djaja yang bekerja pada shift pagi berjumlah  216  orang. Sampel penelitian berjumlah 68 orang diambil dengan menggunakan teknik proportional sampling. Instrumen penelitian berupa sound level meter, questemp, dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji kruskal wallis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kebisingan dan stres kerja dengan nilai sig (p value sebesar 0,008 (p<0,05 dan ada hubungan antara tekanan panas dengan stres kerja dengan nilai sig (p value sebesar 0,037 (p<0,05. Saran yang diberikan untuk pekerja yaitu seharusnya pekerja memiliki kedisiplinan dalam menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Untuk perusahaan sebaiknya selalu menyediakan alat pelindung diri bagi pekerja dan sanksi bagi pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. This study aims to find out is there a relationship between posture by learn motion on elementary school students classes V and VI in Batang District in 2011. Data collection methods used are test survey methods. Furthermore, the data obtained is processed using percentage descriptive analysis and to link these two variables with product moment correlation. The results showed that the posture of elementary school students was moderate as 85.95%, 37.3% learn motion very well, and the correlation between posture and learn movement the boys and girls showed a significant

  9. PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT. BIO FARMA PERSERO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Devan Ganapathi

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak - Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang berperan penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan berdampak positif bagi perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bio Farma (Persero. Work-Life Balance sebagai variabel bebas terdiri dari tiga keseimbangan yaitu keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan dan keseimbangan kepuasan. Adapun kepuasan kerja sebagai variabel terikat dibagi menjadi empat faktor yaitu faktor psikologis, faktor sosial, faktor fisik dan faktor finansial. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kausal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner yang disebarkan kepada 92 responden serta data sekunder berupa dokumen dari perusahaan. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Untuk menganalisis data tersebut dibantu menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan sebesar 42,2% dan sisanya 57,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Secara parsial, keseimbangan kepuasan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Sedangkan keseimbangan waktu dan keseimbangan keterlibatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kata Kunci : work-life balance, kepuasan kerja karyawan, keseimbangan kepuasan. Abstract - Human resource is a resource that plays an important role in order to achieve the company's goals. Good management of the human resource will have a positive impact for the company concerned. This study was conducted to determine the effect of Work-Life Balance on job satisfaction of employees at PT. Bio Farma (Persero

  10. FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Fitriana

    2012-09-01

    Full Text Available Data WHO ( World Health Organization tahun 2000 menunjukkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk dunia mengidap hipertensi. Pada remaja juga dijumpai hipertensi. Data Riskesdas 2007, terdapat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,4% dan 14% di Riau. Dari data Dinkes Kota Pekanbaru tahun 2011 kasus hipertensi pada remaja sebesar 2,98% dan dari 19 Puskesmas, angka kasus hipertensi remaja tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu 136 kasus atau 17,6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru tahun 2012. Penelitian dengan desain case control study yang dilakukan pada 128 orang sampel, terdiri dari 64 kasus dan 64 kontrol. Instrumen penelitian adalah kuesioner, tensimeter, timbangan injak, microtoise, FFQ dan kuesioner baecke. Analisis yang dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan (OR=7,68, 95%C/=3,5- 16,82, obesitas (OR=12,32, 95%C7=5,27-28,75 dan aktivitas fisik (OR=7,86, 95%C7=3,33-18,58 dengan kejadian hipertensi sedangkan perilaku merokok dan asupan natrium tidak terdapat hubungan yang signifikan. Faktor risiko yang paling dominan adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik. Kesimpulandari hasil penelitian adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Disarankan kepada petugas puskesmas agar dapat meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada remaja tentang risiko hipertensi, terutama risiko riwayat keturunan, perilaku merokok, obesitas, aktivitas fisik dan asupan natrium sebagai penyebab hipertensi serta melakukan pencegahan penyakit hipertensi sedini mungkinbagi remaja.

  11. Pengemasan Manisan Kolang-Kaling Basah (Arenga pinnata L. dengan Bahan Kemas Plastik dan Botol Kaca pada Penyimpanan Suhu Ruang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Safriani

    2014-04-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis kemasan terbaik yang dapat mempertahankan mutu manisan kolang-kaling (Arenga pinnata L. basah selama penyimpanan pada suhu ruangPada penelitian ini telah dikaji pengaruh jenis kemasan (plastik polipropilen (PP, botol plastik polipropilen (PP, dan botol kaca dan lama penyimpanan (0, 5, 10, dan 15 hari terhadap mutu manisan kolang-kaling basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manisan kolang-kaling basah dengan mutu terbaik berdasarkan uji organoleptik dan kimia diperoleh dari kombinasi perlakuan manisan kolang-kaling basah yang dikemas menggunakan botol kaca dan lama penyimpanan 5 hari pada suhu ruang dengan karakteristik sebagai berikut: kadar air 35,75%, kadar gula 50,56 mg/L, kadar total asam 0,16%, nilai pH 4,40, total mikroba 0,34 CFU/ml, nilai organoleptik warna 3,83; aroma 3,90; dan tekstur 3,87.   Wet ‘Kolang-Kaling’ Sweets (Arenga pinnata L. Packaging Using Plastic Material and Glass Jar in Room Temperature Storage Abstract. The aim of this study was to determine the best type of packaging to maintain the quality of wet “kolang-kaling”(Arenga pinnata L. sweets during storage at the room temperature. The effects of the type of packaging (polypropylene plastic (PP, polypropylene plastic cup (PP,and  glass jar (jam jar, and storage duration (0, 5, 10, and 15 days on the quality of the wet “kolang-kaling” sweets were investigated.The results showed that the best quality of the wet “kolang-kaling” sweets based on the organoleptic and chemical analysis obtained from the  wet “kolang-kaling” sweets were packed by using glass jars, and storage of 5 days at room temperature with the following characteristics: water content of 35,75%, sugar content of 50,56 mg/L, total acid content of 0,16%, pH value of 4,40, the total microbial of 0,34 CFU/ml. The organoleptic value of the best treatment: color of 3,83; flavor of 3,90; texture of 3,87.

  12. PREVALENSI KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP PADA PETANI DI WILAYAH KERJA UPT KESMAS PAYANGAN GIANYAR APRIL 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiranjit Kaur

    2016-03-01

    Full Text Available Latar Belakang: LBP merupakan gangguan muskuloskeletal yang banyak dikeluhkan oleh petani. Kegiatan yang dilakukan petani umumnya memerlukan posisi tubuh yang statis dan repetitif yang meningkatkan prevalensi keluhan LBP. Selain posisi kerja yang salah, umur, jenis kelamin, lama kerja, masa kerja, posisi kerja, riwayat merokok dan trauma juga merupakan faktor untuk terjadi LBP. Petani di wilayah cakupan kerja UPT payangan berjumlah sebanyak 4.883. Dilihat dari tingginya jumlah petani di wilayah tersebut angka kejadian LBP diperkirakan tinggi. Namun kenyataannya, dari 43.597 total kunjungan pasien ke balai pengobatan tahun 2014, angka kejadian LBP hanya 111. Tujuan Penelitian: Mengetahui prevalensi keluhan LBP pada petani di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan tahun 2015. Metode Penelitian: Penelitianmenggunakan desain studi deskriptif cross-sectional untuk mengetahui prevalensi keluhan LBPpada petani yang tinggal dan bekerja di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan.Populasi dari penelitian ini adalah semua petani yang berada di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner lalu dilakukan analisis secara univariat dan bivariat. Hasil:Sebanyak 68,6% (48 orang responden mengeluh LBP. Perempuan (71%lebih banyak mengalami LBP dibandingkan dengan laki-laki (66,7%. Kelompok usia dengan keluhan >45 tahun paling banyak mengalami LBP (73,3%. Sebanyak 63,6% petani yang memiliki waktu kerja kurang dari 5 jam dan sebanyak 70,6% petani yang bekerja lebih dari 5 jam mengalami LBP. Sebanyak 60% petani yang bekerja kurang dari 10 tahun mengalami LBP dan sebanyak 69,2% petani yang bekerja lebih dari 10 tahun mengalami LBP. Sebanyak 72,7% petani yang merokok mengalami LBP dan sebanyak 64,9% petani yang tidak merokok mengalami LBP. Keluhan LBP terbanyak dikeluhkan oleh petani yang sering melakukan posisi kerja membungkuk (68,6%. Sebanyak 93,75% petani yang tidak memiliki riwayat jatuh mengalami LBP

  13. Pengaruh Etos Kerja, Disiplin Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perumahan Dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali

    OpenAIRE

    Yuliarti, Yuliarti

    2016-01-01

    The objectives of this research are: 1) to analyze the influence of work ethics, work discipline, and organizational commitment on civil servants performance in The Office of Housing and Spatial Planning of Morowali Regency; 2) to analyze the influence of work ethics on civil servants performance; 3) to analyze the influence of work discipline on civil servants performance; 4) to analyze the influence of organizational commitment on civil servants performance; 5) to analyze the influence of w...

  14. AKUISISI KOMPETENSI SISWA PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK MELALUI PRAKTIK KERJA INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Fatkhurrokhman

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap akuisisi kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik pada siswa sekolah menengah kejuruan untuk memperoleh kompetensi melalui kegiatan praktik kerja industri. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Informan pada penelitian ini adalah pembimbing industri, pembimbing siswa dari sekolah, dan siswa peserta praktik kerja industri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilaksanakan dengan model interaktif Miles & Huberman, meliputi pengumpulan data, data condensation, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1 proses yang dilalui siswa dalam memperoleh kompetensi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: aspek pengetahuan (mengamati, diskusi, dan mencoba, aspek keterampilan (siswa mengamati, pembimbing memberikan contoh, siswa mendiagnosis permasalahan, siswa mengerjakan, siswa bertanya, dan pembimbing mengecek hasil pekerjaan dan aspek sikap (tuntutan, adopsi, dan terbiasa; dan (2 kompetensi yang diperoleh siswa dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: aspek pengetahuan (dunia kerja, bersosialisasi, melayani pelanggan, bekerja dalam tim, dan pengetahuan di bidang ketenagalistrikan, aspek keterampilan (bersosialisasi, melayani pelanggan, bekerja dalam tim, dan keterampilan dibidang keahlian ketenagalistrikan, dan aspek sikap (disiplin, bekerja keras, tanggung jawab, minat bekerja, dan minat berwirausaha. Kata kunci: akuisisi, kompetensi instalasi listrik, hasil belajar, praktik kerja industri THE ACQUISITION OF ELECTRIC POWER INSTALLATION COMPETENCIES OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH INDUSTRIAL WORK PRACTICE Abstract This research aimed to reveal the acquisition electric power installation competencies of vocational high school students through industrial work practice. The research used the qualitative case study approach. The informants of this research were

  15. PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT SUATU EVALUASI MELALUI KARAKTERISTIK KERJA (Studi Kasus Pada Perusahaan Gula Candi Baru Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hatane Semuel

    2003-01-01

    tingkat berbeda memiliki persepsi tentang mutu berbeda. Penelitian mengacu pada pengukuran kepuasan kerja karyawan yang difokuskan pada karakteristik kerja, meliputi variasi ketrampilan, identifikasi tugas, signifikansi tugas, otonomi dan umpan balik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan ukuran kepuasan terhadap indikator-indikator; menyadari sumberdaya yang dimiliki dan yang digunakan, perlengkapan dan peralatan serta materi yang tersedia, batas waktu yang diberikan, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan variasi ketrampilan. Untuk indikator-indikator; cara dan hasil kerja yang dinilai diri sendiri maupun penilaian rekan kerja, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan identifikasi tugas. Untuk indikator-indikator; kerjasama karyawan dalam maupun antar bagian, antara karyawan bawahan dan atasan, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan signifikasi tugas. Secara umum penerapan GKM dalam memberdayakan karyawan mempunyai dampak positip terhadap kepuasan karyawan PG Candi Baru. Kata kunci: Karakteristik Kerja, GKM.

  16. Perencanaan Terpadu Penanganan Pekerja Anak (Studi Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kamilah

    2014-08-01

    Full Text Available Anak merupakan karunia yang berharga bagi orang tua, lingkungan, bangsa dan negara untuk masa kini dan masa yang akan datang. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai hak asasi atau hak dasar. Salah satu hak dasar anak adalah adanya jaminan untuk tumbuh kembang secara optimal baik secara fisik, mental, sosial dan intelektual. Namun pada kenyataannya tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hak dasar tersebut secara optimal. Bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi akan mendorong anak-anak ini untuk bekerja. Membantu orang tuanya dalam mencari nafkah. Tidak jarang anak-anak ini bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA. Mereka bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan yang sifatnya dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan anak tersebut dan  tentunya akan  berpengaruh pula pada tumbuh kembangnya. Latar belakang penelitian ini adalah mengenai perencanaan terpadu dalam menangani pekerja anak. Dimana anak-anak yang bekerja tersebut adalah anak-anak yang putus sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penanganan pekerja anak di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat serta mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan terpadu  dalam penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen serta menggunakan analisis data kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat sudah dilaksanakan melalui upaya preventif, kuratif dan represif dengan melibatkan stakeholders di Kabupaten Bandung Barat. Para stakeholders sudah berpartisipasi aktif pada upaya penanganan pekerja anak melalui Program Pengurangan Pekerja Anak dalam mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH. Namun masih harus lebih meningkatkan

  17. Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 4.1 pada Fakultas Teknik Undip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arini Arumana

    2014-06-01

    Full Text Available Peran teknologi informasi dalam suatu instansi sudah tidak dapat dielakkan lagi, mengingat perkembangannya yang begitu pesat seiring berjalannya waktu. Namun masalah yang sering terjadi di instansi adalah penggunaan teknologi informasi yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu diperlukan tata kelola terhadap penggunaan teknologi informasi yang biasa disebut dengan IT Governance. Fakultas teknik UNDIP adalah salah satu fakultas yang dalam operasionalnya sangat mengandalkan teknologi informasi, baik dalam aktifitas belajar mengajar maupun dalam menjalankan operasional bisnis. Kondisi sekarang di Fakultas Teknik sendiri tidak terdapat suatu indikator yang dapat menyatakan bahwa kinerja TI yang berjalan telah sesuai dengan visi dan misi Fakultas Teknik, oleh karena itu perlu dilakukan analisis tata kelola teknologi informasi, guna mengetahui performa TI sekarang sesuai dengan yang diharapkan oleh managemen atau tidak. Hasil dari analisis ini berupa tingkat kematangan tata kelola TI yang mecerminkan kondisi tata kelola TI di Fakultas Teknik dengan mengacu pada maturity level yang disediakan kerangka kerja COBIT 4.1, yakni dari level 0 (non-existent sampai 5 (optimized. Berdasarkan analisis yang dilakukan, secara garis besar kondisi kematangan tata kelola TI Fakultas Teknik berada pada level 2 yakni repeatable but intuitive. Kondisi ini mengacu pada beberapa kelemahan dalam proses-proses TI yang berjalan, diantaranya penetapan dan dokumentasi tindakan, kebijakan dan prosedur yang minim, serta tidak tersedianya service level yang disetujui bersama.

  18. Aspek Keselamatan Kerja Pada Proses Pembentukan Batu Permata Menggunakan Mesin Gerinda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anom Santiana

    2015-07-01

    Full Text Available Proses pengerjaan batu permata ini ada tiga tahapan yaitu proses pemotongan, prosespembentukan dan proses penghalusan. Pada proses pemotongan, bahan baku yang semulamasih berbentuk bongkahan batu baik batu pirus, batu akik, batu kecubung, dan semacamnyadipotong-potong menjadi bagian kecil dengan teknik tertentu dengan menggunakan gerindapotong. Selanjutnya adalah proses pembentukan, potongan batu yang sudah kecil dibentukdengan menggunakan gerinda asah. Bentuk batu permata disesuaikan dengan pesanankonsumen atau sesuai keinginan perajin sendiri. Sedangkan proses akhir pada pengerjaan batupermata ini adalah menggosok atau mengasah batu permata tersebut biar licin dan menggkilap.Dalam setiap proses ini tentunya mempunyai resiko terhadap kecelakaan kerja. Bahaya-Bahayadari Mesin gerinda ini antara antara lain adalah putaran grinda yang sangat cepat, terbentur olehbarang-barang yang terlempar keluar dari mata asah mesin gerinda, Percikan api yang keluar, jaritangan terpotong, debu yang keluar, dan sebagainya. Untuk itu dilakukan observasi terhadap 12orang pekerja perajin batu permata di Karangasem Bali. Gerinda yang digunakan adalah gerindatangan, beban kerja dihitung berdasarkan denyut nadi, keluhan otot diprediksi denganmenggunakan nordic body map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keselamatan yangharus diperhatikan oleh perajin adalah penggunaan APD (alat pelindung diri seperti sarung tangan,masker, dan kaca mata, perubahan Sikap Kerja agar lebih alamiah, dan pengaturan waktu kerja.Untuk itu diperlukan pemahaman prosedur kerja sebelum menggunakan gerinda tangan dalampembentukan batu permata pada perajin sebelum menggunakan mesin gerinda.Kata Kunci : Aspek Keselamatan, Mesin Gerinda, perajin batu permata There are three stages in gemstones processing namely the cutting , forming and polishingprocesses. In the cutting process, the raw materials are initially still a good chunk of stone ofturquoise, agate, amethyst, and the like is cut into

  19. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM di Kota Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Syuhada

    2014-12-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja dan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada usaha mikro dan kecil menengah (UMKM di Kota Jambi. Metode analisis data adalah model regresi linier berganda (OLS, dengan menggunakan data sekunder time series dari tahun 1993-2010 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS dan Kota Jambi Bank Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa upah riil memiliki efek negatif yang signifikan terhadap kesempatan kerja dan pembentukan modal tetap bruto dan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja pada usaha mikro di kota Jambi. Tingkat bunga riil memiliki efek signifikan negatif dan upah regional riil memiliki pengaruh positif yang signifikan. Variabel upah riil lebih dominan dalam mempengaruhi kesempatan kerja pada UMKM di kota Jambi.. Kata kunci : Upah riil, Tingkat bunga riil, Pembentukan Modal Tetap Bruto,.     Abstract The purpose of this study was to analyze the factors that affect employment and the most dominant factor in influencing the labor absorption in the small micro and medium enterprises in the city of Jambi. Methods of data analysis used in this research is the model of multiple linear regression (OLS, by using data from the years 1993-2010 time series derived from the Central Statistics Agency (BPS and Bank Indonesia Jambi. The results of data analysis showed that real wages and a significant negative effect on employment in micro and gross fixed capital formation has positive and significant impact on employment in micro businesses in the town of Jambi. The real interest rate significant negatif and the regional real wages in small and medium enterprises in the city of Jambi has positive and significant. Variable the real wage is more dominant in affecting employment in micro, small and medium enterprises in the town of Jambi. Keywords: real wages, real interest rates, and

  20. POLA PEMANFAATAN RUANG PADA SELAMATAN DESA DI PERMUKIMAN PERKOTAAN, STUDI KASUS: SELAMATAN DESA RW IV KELURAHAN JAJAR TUNGGAL SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dahlia Astari

    2015-01-01

    Full Text Available Selamatan desa adalah ritual yang bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas panen yang melimpah dan menghindarkan diri dari mara bahaya. Di beberapa daerah di Kota Surabaya masih melaksanakan tradisi tersebut terutama di daerah pertanian. Meskipun demikian, RW IV Kelurahan Jajar Tunggal masih mempertahankan tradisi tersebut meskipun kondisi permukiman berada di wilayah padat perkotaan dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam dan bekerja di sektor swasta dan bekerja sebagai tukang. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui pola pemanfaatan ruang yang terjadi pada pelaksanaan selamatan desa dengan memanfaatkan jalan utama untuk melaksanakan tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavior mapping dengan pemetaan perilaku yaitu place centered maps. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pola pemanfaatan ruang di jalan utama kampung berbentuk menyebar dan mengelompok di daerah yang rindang dan dekat dengan warung/toko. Sedangkan pada saat selamatan desa, pusat aktivitas terjadi hampir di sepanjang jalan utama kampung   Selamatan desa is a ritual that aims to create a sense of gratitude for a bountiful harvest and refrain from danger. In some areas in the city of Surabaya still  performs  this tradition, especially in the areas that still have agricultural land. However, RW IV Kelurahan Jajar Tunggal still performs this tradition even though the conditions in the settlements located in the dense urban area with a  Muslim  majority society and livelihood as private sector employees and craftmans. Therefore, this study wants to know the pattern of utilization of space that occurs in Selamatan desa that using the main street for the tradition. The Method used is descriptive qualitative with environment behavior study approach with behavior mapping by place centered maps. The results of this study indicate that the pattern of use of the street in everyday activities shaped with

  1. PENENTUAN WAKTU STANDAR DAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PRODUKSI BATIK CAP (STUDI KASUS: IKM BATIK SAUD EFFENDY, LAWEYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ika Rinawati

    2013-03-01

    Full Text Available Batik Saud Effendy merupakan salah satu IKM batik di Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. Jenis batik yang diproduksi adalah batik cap dan batik tulis dengan sebagian besar jenis batik yang diproduksi adalah batik cap. IKM Batik Saud Effendy ini berproduksi dengan strategi make to order dan belum ada pedoman waktu produksi. Selain itu beban kerja pada setiap stasiun kerja kurang seimbang, dimana dari value stream mapping yang ada, pada stasiun pengecapan dalam penyelesaian 1 lot produksi sebanyak 120 meter menghasilkan waktu terlama dibandingkan dengan stasiun kerja lainnya, yaitu 434 menit dengan 3 orang pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing proses produksi, yaitu pemotongan mori (17,46 menit, pengecapan (582,15 menit, pewarnaan (84,06 menit, pengeringan dan pencucian (207,98 menit, penglorodan sebesar 99,87 menit, pengeringan 1123,2 menit, dan packing sebesar 75,24 menit. Usulan tenaga kerja yang diberikan dapat menghemat biaya pengeluaran IKM sebesar 12%. Kata Kunci: beban kerja, tenaga kerja, waktu standar Abstract Effendy Saud Batik is one of IKM batik Batik Kampoeng Laweyan, Surakarta. Types produced batik is batik and batik with most types of batik is batik produced. IKM Batik Effendy Saud's production strategy make to order and there are no guidelines for production time. Besides the workload at each work station lacks balance, which of the existing value stream mapping, the tasting station in the settlement of 1 lot production yield as much as 120 meters the longest time compared to other work stations, which is 434 minutes with 3 workers. The purpose of this study was to determine the standard time and the optimal number of workers at each stage of the process. From the research results and the calculation of standard time for each of the production process, ie

  2. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA KERJA WANITA UNIT SPINNING 1 BAGIAN WINDING PT. APAC INTI CORPORA BAWEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu Utami

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani dengan produktivitas kerja pada tenaga kerja wanita unit Spinning 1 bagian Winding PT. Apac Inti Corpora Bawen. Jenis penelitian menggunakan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 73 orang dengan sampel 45 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah timbangan berat badan dan tinggi badan, bangku harvard, metronome, stopwatch dan lembar data produktivitas. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Dan didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara status gizi (p=0,005, tingkat kebugaran jasmani (p=0,001 dengan produktivitas kerja. Melalui penelitian ini diharapkan pekerja dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang ,serta melakukan olahraga untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya. The purpose of this research to determine the relationship between nutritional status and level of physical fitness by working on labor productivity women Spinning unit 1 part Winding PT. Apac Inti Corpora Bawen. This research was explanatory research with cross sectional approach. Population was a 73 employees. And sample was 45 employees. Instrument was a weight scales and height, harvard bench, metronome, stopwatch and productivity data sheet. Was processed, using the Chi-Square statistic with α = 0.05. The results was a relationship between nutritional status (p = 0.005, level of physical fitness (p = 0.001 with labor productivity. This research will expect workers to consume foods that contain balanced nutrition and exercise to improve physical fitness.

  3. PENGARUH MOTIVASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KPPN PERCONTOHAN JAMBI, BANGKO DAN MUARA BUNGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suranto Suranto

    2015-01-01

    . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan disipilin kerja terhadap kinerja pegawai pada KPPN Percontohan Jambi, Bangko dan Muara Bungo. Variabel yang digunakan adalah motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan disiplin kerja sebagai variabel bebas dan kinerja pegawai sebagai variabel terikat. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode sensus, dimana semua populasi menjadi sampel. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian sejalan dengan kajian teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu untuk variabel motivasi kerja sesuai dengan teori Herzberg bahwa motivasi dapat membentuk pribadi yang dapat meningkatkan kinerja dalam pencapaian tujuan organisasi, untuk variabel gaya kepemimpinan sejalan dengan teori Jalur Sasaran yang dikembangkan oleh Robert House dimana gaya kepemimpinan dapat membantu pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. Sedangkan untuk variabel disiplin kerja sejalan dengan pendapat Hasibuan dimana disiplin kerja akan berpengaruh pada kinerja pegawai yang bersangkutan. Dengan demikian hasil penelitian bahwa variabel motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan disiplin kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada KPPN Percontohan Jambi, Bangko dan Muara Bungo.

  4. Perancangan Fasilitas Kerja yang Ergonomis pada Proses Pelarutan Printed Circuit Board (PCB dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi kasus di IK-Tech

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhi Susatyo

    2017-11-01

    Full Text Available IK-Tech merupakan home industry  yang bergerak dalam pembuatan PCB. Proses produksi di IK-Tech masih dengan proses manual, terutama pada proses pelarutan PCB (proses Etching. Proses Etching di IK-Tech tumpah, proses yang lama dan penggunaan yang tidak ergonomis karena operator bekerja dengan menggunakan alat yang seadanya berupa nampan, sehingga dalam proses pelarutan, terdapat banyak kekurangan seperti pelarut mudah posisi jongkok membungkuk. Gerakan kerja yang berulang-ulang dengan frekuensi yang sering, mengakibatkan operator tidak nyaman dalam bekerja dan mudah lelah. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam proses Etching yaitu merancang fasilitas kerja.       Pada penelitian ini, dirancang fasilitas kerja dengan pendekatan Quality Function Deployment. Metode ini bertujuan mengakomodasi perancangan fasilitas kerja berdasakan kebutuhan pengguna. Selain itu, pendekatan ergonomis pada perancangan fasilitas kerja untuk memperkecil beban kerja operator sehingga menciptakan rasa nyaman dan aman bagi operator dalam bekerja.        Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, enumeration persentase keluhan operator sebelum perancangan sebesar 7% keluhan sakit, setelah perancangan turun menjadi 0% (tidak ada keluhan sakit. Rekapitulasi waktu pelarutan sebelum perancangan sebesar 22,66 menit/unit, waktu pelarutan setelah perancangan (penggunaan manual sebesar 13,66 menit/unit dan waktu pelarutan setelah perancangan (penggunaan otomatis sebesar 11,37 menit/unit. Dari rekap waktu pelarutan, diketahui penurunan waktu pelarutan sebelum dan setelah perancangan (penggunaan manual sebesar 39,72 %, penurunan waktu pelarutan sebelum dan setelah perancangan (penggunaan otomatis sebesar 49,82 %.

  5. Analisis Beban Kerja untuk Menentukan Jumlah Optimal Karyawan dan Pemetaan Kompetensi Karyawan Berdasar Pada Job Description (Studi Kasus : Jurusan Teknik Industri, ITS, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raras Mayang Arsi

    2012-09-01

    Full Text Available Beban kerja yang harus ditanggung dalam suatu unit organisasi erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan beban kerja tersebut termasuk pada pengaturan sumber daya manusia yang merupakan sumber daya penting dalam perusahaan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam hal efisiensi sumber daya manusia, antara lain adalah dengan lebih mengoptimalkan jumlah karyawan agar melakukan aktivitas secara tepat. ITS Surabaya, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, juga tidak lepas dari permasalahan beban kerja ini. Adanya empat kali perubahan statuta dan penyesuaian mengenai Organisai Tata Kelola (OTK, membuat pihak ITS harus melakukan reformasi birokrasi dan reformasi organisai untuk mengembangkan ITS kedepannya. Hal ini berdampak pada banyaknya perubahan job description yang dilakukan oleh bidang-bidang yang ada di ITS, termasuk yang menjadi objek penelitian ini yaitu Jurusan Teknik Industri ITS, sehingga beban kerja yang ditanggung oleh setiap karyawan di setiap bidang tidak sesuai dengan jumlah karyawan pada bidang itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis pengukuran beban kerja untuk menentukan jumlah optimal karyawan yang seharusnya dibutuhkan oleh setiap bidang. Pada penelitian ini nantinya, yang akan digunakan adalah metode perhitungan beban tugas per jabatan sesuai dengan KEP/75/M.PAN/7/2004 dan NASA-TLX.

  6. LINGKUNGAN "PECINAN" DALAM TATA RUANG KOTA DI JAWA PADA MASA KOLONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    1999-01-01

    Full Text Available Pecinan (Chinese Camp area is never absent in the town of Java. Although the specific characteristics of this mileu is not so strong any more at the present as it was in the past, its presency in diverse smaller towns in Java is still felt as something different. The specific atmosphere of the area, centered on the klenteng as the place of workship, its social environment, included the specific style of house construction, are easy to be recognized. In some world cities like San Fransisco and Manila, the socalled China Towns are just stimulated for its existence. It is even so far, that theyare recomended as tourist destination objects. During the rule of the New Order (1965-1998, Pecinan in the towns in Indonesia are systimatically abolished, because of sicio political considerations. This paper tries to trace back the history of those Chinese Camps in the older towns of Java, to have a certain picture of its existence in the past. Abstract in Bahasa Indonesia : Lingkungan "Pecinan" selalu ada di hampir semua kota-kota di Jawa. Meskipun sekarang lingkungan ini sudah semakin kabur, tapi di beberapa kota kecil di Jawa bekas kehadirannya masih sangat terasa sekali. Atmosfir lingkungannya yang khas, diperkuat dengan kehadiran kelenteng sebagai pusat ibadah dan sosial, serta bentuk-bentuk bangunan yang khas pula sangat mudah untuk ditengarai. Di beberapa kota di dunia seperti San Fransisco, Manila dan sebagainya daerah Pecinan ini justru di perkuat kehadirannya. Bahkan daerah tersebut bisa dijadikan sebagai daerah tujuan wisata kota. Selama Orde baru, karena alasan sosial dan politik, kehadiran Pecinan di kota-kota Indonesia, mulai dihapuskan. Tulisan ini mencoba untuk menelusuri sejarah kehadiran daerah "Pecinan" pada kota-kota di Jawa pada masa lampau. Kata kunci : Kota di Jawa jaman kolonial, Pecinan.

  7. PEMANFAATAN LM35 SEBAGAI SENSOR SUHU OTOMATIS PADA SISEM PENGONTROLAN SUHU RUANGAN PENGERING (STUDI KASUS : PENGERING TIPE RAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Rahayuningtyas

    2016-01-01

    Full Text Available Aliran udara dan suhu pada ruang pengering memegang peranan penting dalam proses pengeringan suatu produk. Laju penguapan air bahan dalam pengeringan sangat ditentukan oleh kenaikan suhu. Pada penelitian ini pengontrolan suhu ruang pengering dilakukan dengan merancang bangun sensor suhu dengan menggunakan LM35 dan berbasis mikrokontroler ATMEGA 8535. Input berupa suhu disensor oleh LM35 yang kemudian diolah dan dikontrol oleh mikrokontroler. Keluaran dari mikrokontroler berupa nilai bacaan suhu yang akan ditampilan pada LCD display 16 x 2. Pengamatan ini bertujuan untuk menguji parameter teknis yang terkait dengan unjuk kerja mesin pengering tipe rak meliputi sebaran suhu dengan konveksi paksa menggunakan kipas mekanik. Pengamatan dilakukan pada suhu 50ºC dan 60ºC, dengan 2 buah kipas dengan kecepatan masing-masing 3,9 m/dt dan 4,7 m/dt. Setiap 30 menit data suhu pada 6 titik diambil dalam ruang pengering. Dengan membandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan termometer raksa dapat terlihat bahwa tidak terjadi perbedaan suhu yang jauh. Jika terdapat perbedaan hasil pembacaan, hal tersebut masih diijinkan karena nilainya berada dalam jangkauan toleransi. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh tata letak kipas yang mengakibatkan perbedaan hembusan udara dan berpengaruh pada rataan suhu dalam ruang pengering.

  8. UNJUK KERJA PENGUBAH TEGANGAN DC-DC TOPOLOGI BOOST DENGAN NILAI INDUKTANSI DAN KAPASITANSI YANG DIOPTIMASI PADA KEADAAN TRANSIEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Arta Wijaya

    2009-05-01

    Full Text Available Pengubah daya DC-DC topologi boost dapat menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan input dengan riak (ripple yang kecil dan efisiensi yang cukup tinggi. Nilai dari sebuah induktansi dan kapasitansi dari pengubah daya DC-DC dengan menggunakan topologi boost dioptimalkan menggunakan analisa transien. Fungsi ini diatur berdasarkan pada analisa dari pengubah daya selama kondisi transien. Nilai induktansi dan kapasitansi yang telah dioptimalkan dengan perhitungan dibandingkan dalam simulasi pada pengubah daya DC-DC dan hasilnya akan dibuktikan dengan menggunakan hasil percobaan. Nilai optimal untuk kapasitor dan induktor pada frekuensi 666,7 Hz, siklus kerja (duty cycle 66,7 %, resistansi output 36 Ώ dan tegangan input 12 volt adalah 1038 μF dan 11,9 mH

  9. ANALISIS KETIGGIAN MEJA KERJA YANG IDEAL TERHADAP POSTUR PEKERJA DIVISI CUTTING INDUSTRI GARMEN DENGAN POSTURE EVALUATION (PEI PADA VIRTUAL ENVIROMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Boy Nurtjahyo

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini mencoba untuk mengimplementasikan suatu metodologi untuk mempelajari, dalam lingkungan virtual, aspek ergonomi dari suatu tempat kerja di industri garmen. Variabel tempat kerja yang diteliti dalam penelitian ini adalah ketinggian meja kerja. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konfigurasi ketinggian meja yang ideal bagi pekerja divisi cutting industri garmen. Tool yang digunakan dalam menyelesaikan skripsi ini adalah Posture Evaluation Index yang mengintegrasikan skor Low Back Analysis (LBA, Ovako Working Posture (OWAS, dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA. Penentuan konfigurasi yang ideal dilakukan dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan dan posisi kerja ketika melakukan pekerjaan tersebut, apakah dalam posisi duduk atau berdiri. Analisis dilakukan dengan menggunakan model manusia digital yang disediakan software Jack pada virtual environment. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi dalam merancang tempat kerja yang lebih baik secara ergonomis. Kata kunci : Ergonomi, Virtual Environment, Divisi Cutting  Industri Garmen, Posture Evaluation Index   Abstract   The research deals with the implementation of a methodology in order to study, in a virtual environment, the ergonomics of a work cell in garment industry. The work cell’s variable studied in this research is table height. The goal of this research is to determine an ideal table height for the workers of cutting division in garment industry. The tool to conduct this research is called Posture Evaluation Index (PEI which integrates the score of Low Back Analysis (LBA, Ovako Working Posture (OWAS, dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA. The Determination of table height configuration is based on type of work and work position (standing or sitting. The research uses digital human model form Jack software in a virtual environment. The result from this research can be a reference for future work cell design. Keywords: Ergonomics, Virtual Environment, Cutting

  10. PENGARUH ROLE STRESSOR TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Anisykurlillah

    2014-07-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada kepuasan kerja, pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada komitmen organisasi serta pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner di mana subyek penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntansi Publik ( KAP di Jawa Tengah. Sampel yang diambil adalah non probability dengan menggunakan convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM dan Linier Hubungan Struktural (LISREL digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian adalah dengan menerapkan Structural Equation Modeling (SEM dapat disimpulkan bahwa role conflict, role ambiguity dan role overload secara signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi, sedangkan kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi. The objective of this study is to find out the influence of role conflict, role ambiguity and role overload on working satisfaction, the influence of role conflict, role ambiguity, and role overload on organization’s commitment as well as the influence of working satisfaction on organization’s commitment. The data used in this research are primary data in form of questionnaire in which the subjects are auditors working for Accounting Public Office (KAP in Central Java. The sample taken was non probability by employing convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM and Linier Structural Relationship (LISREL were used to test hypothesis. The results of the study by applying Structural Equation Modeling (SEM can be concluded that role conflict, role ambiguity and role overload are significantly influential on organization’s commitment, while working satisfaction is not influential on organization’s commitment.

  11. Pengaruh Daun Sirih Terhadap Penanganan Keputihan Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014

    OpenAIRE

    Yanti, Riska

    2015-01-01

    Latar Belakang : Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang apabila tidak ditanggapi dengan serius akan memicu masalah yang lebih besar. Daun sirih dapat dijadikan sebagai obat penyembuhan keputihan karena mengandung zat samak yang memiliki daya mematikan kuman. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh daun sirih terhadap penanganan keputihan pada remaja putri diwilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah. Metodologi : Desain penelitian ini adalah qua...

  12. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DENGAN PENDEKATAN DUNIA KERJA PADA PROGRAM D3 TATA BOGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Febriana

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan dunia kerja (model PKBK, rumusan kompetensi mahasiswa D3 Tata Boga, rancangan pembelajaran berbasis kompetensi, dan rubrik penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengadopsi model prosedural Borg & Gall.Subjek penelitian adalah praktisi industri perhotelan, mahasiswa proram D3 Tata Boga dan dosen matakuliah praktik. Teknik pengumpulan data lewat FGD dan pemberian angket, sedang teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatitif dan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1 model PKBK memiliki komponen: profil lulusan, learning outcomes, rumusan kompetensi, pengalaman pembelajaran, rancangan pembelajaran, dan evaluasi kompetensi, (2 rumusan kompetensi untuk lulusan terbagi menjadi 2 kelompok yaitu technical skills dan employability skills, (3 rancangan pembelajaran pada model PKBK terdiri dari: struktur kurikulum, materi dan bahan pembelajaran, diagram pencapaian kompetensi dan dokumen kurikulum, (4 rubrik penilaian berisi penilaian terhadap employability dan technical skills. THE EFFECTIVENESS OF A COMPETENCY-BASED LEARNING MODEL USING WORLD OF WORK APPROACH AT D3 FOOD AND NUTRITION PROGRAMME Abstract: This research aims to produce a model of competence-based learning using the world of work approach (model PKBK, to formulate students’ competence, to design competence-based learning, and to develop evaluation rubric. This research adopted Research and Development model developed by Borg and Gall. The research subjects were hotel practitioners, students of D3 Food and Nutrition, and lechturers of practice courses. Data were collected through FGDs and questionnaires and analysed using descriptive qualitative and descriptive stastitics tecniques. The findings show that (1 the PKBK model comprises graduates’ profile, learning outcomes, competence formulation, learning design, and competence

  13. KINERJA KEUANGAN PADA USAHA KECIL MENENGAH PENERIMA DANA BERGULIR MODAL KERJA DI KABUPATEN KEDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jabal Tarik Ibrahim

    2017-03-01

    Full Text Available The objective of research is to analyze the financial performance of UKM beforeand after receiving Dana Bergulir Modal Kerja. The main data that is collected as secondarydata. Descriptive analysis is used to investigation on company characteristic has received DanaBergulir Modal Kerja, while the financial and marketing are analyzed by using quantitaveanalysis which used financial ratio analysis and different t-test. Result of analysis showed thatthe organized of Dana Bergulir Modal Kerja done by the businessmen who has right target.There’s only one financial ratio index that has real differenciates statistically that is net profitmargin showed that almost the big of UD decreased on that index. Statistically the sellingturnover after receiving Dana Bergulir Modal Kerja. The right empowerment for UKM by DanaBergulir Modal Kerja is done by “tanggung renteng”system.

  14. FUNGSI TASAWUF TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK (ETIKA KERJA:Studi pada Murid Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah di Kota Pontianak Kalimantan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmawati Fatmawati

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: Every adult male who works with various types of background work is a form of responsibility to provide for his family members . Observing one's work activities , this study analyzed the work activities on college institutes followers of Qadiriyah Naqsyabandiyah (QN in Pontianak city. The research analyzes using perspective of Sociology of Religion , how functions can Sufism moral formation (ethics working his followers . Furthermore, this study used a qualitative approach comes with a descriptive method. Networking research data using the snowball technique in college institutes informant followers of Qadiriyah Naqsyabandiyah As-Salam and An-Nuur in Pontianak city QN flow assuming a more dominant in Pontianak. The next stage of data were analyzed using qualitative analysis. The results of the research—stageportrait of detainees practice Sufism by iḥsān; students were guided by mursyid (teacher like procession allegiance and remembrance procession done consistently implications for morality (ethics work has a spiritual dimension and Islamic values. Morality (ethics refers to the working properties such as the nature of the Prophet Muhammad,ṣiddiq (right , amanah (trust, faṭanah (intelligence and tablīgh (sermons/promotion which is still relevant today. When performing work activities of Qadiriyah Naqsyabandiyah (QNfollowersfeel have the power within themselves so that they always feel to be watched. They are careful in their work and always maintain appropriate behavior Islamic morality . Abstrak: Setiap laki-laki dewasa yang bekerja dengan berbagai latar belakang jenis pekerjaan adalah sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memberi nafkah anggota keluarga¬nya. Mencermati aktivitas kerja seseorang, kajian ini meng¬analisis aktivitas kerja pada pengikut perguruan tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (QN di kota Pontianak. Adapun pisau analisis penelitian menggunakan persfektif Sosiologi Agama, bagimana fungsi tasawuf dapat

  15. GAMBARAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, PADA JUNI-JULI 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desak Made Dwi Ambari Ningsih

    2015-04-01

    Full Text Available Kesehatan gigi masih menjadi masalah di Indonesia dilihat dari prevalensi karies gigi yang mencapai 73% dari jumlah penduduk. Di Puskesmas Sidemen, penyakit gigi, gusi dan pulpa merupakan urutan keempat dari 10 besar penyakit yang paling sering terjadi. Adanya fakta bahwa ketersediaan air bersih, sikat gigi dan pasta gigi di daerah Sidemen tidak sulit diperoleh, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi tingginya kejadian karies gigi, misalnya perilaku menggosok gigi dan juga pengetahuan  orang tua dan anak terhadap karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karies gigi, perilaku menggosok gigi, dan gambaran perilaku menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada siswa usia sekolah dasar di wilayah Puskesmas Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini menggunakan 68 orang sampel yang ditentukan secara purposive random sampling pada siswa usia 7 hingga 12 tahun di SD Negeri 1 Telagatawang. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Sidemen  masih tinggi (58,8%. Sebanyak 58 orang (85,3% belum menerapkan perilaku menggosok gigi yang memenuhi standar dan hanya 10 orang (14,7% yang perilaku menggosok gigi sudah memenuhi standar. Karies gigi lebih banyak dialami oleh anak-anak yang tidak memenuhi standar dalam perilaku menggosok gigi, yaitu sebanyak 63,8% (37 orang dari total 58 orang yang perilaku menggosok gigi tidak memenuhi standar. Sedangkan dari 10 orang yang memenuhi standar perilaku menggosok ternyata didapatkan sebagian besar, yaitu 7 orang (70% tidak karies. Sehingga secara umum dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan presentase kejadian karies gigi pada anak dengan perilaku menggosok gigi yang salah dibandingkan yang benar.    

  16. Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofia Sofia

    2017-06-01

    Full Text Available Acute Respiratory Infection (ARI is still one public health problem that is important to note, because it is an acute illness and can even cause death in infants in developing countries, including Indonesia. In general, there are three the risk factors of ARI namely environmental factors, individual factors of children, and behavioral factors. The aim of research to find out the environmental risk factors with the incidence of  ARI  in Toddlers in Public Health Center of Ingin Jaya, Aceh Besar district. This type of research is an analytic survey with cross-sectional study approach. The sample size is calculated using the formula Lemeshow of 100 respondents, samples were taken randomly. Data analysis using Chi-Square test. The results showed that the level of humidity in the home (p= 0,039, smoking habits of family members in the home (p= 0,001, and the habit of using mosquito coils in the home (p= 0,003 as a risk factor for ISPA to children in Region Public Health Center of Ingin Jaya, Aceh Besar district. Conclusion, risk factor of ARI in the toddler that is a smoking habit, usage habit of mosquito coil and air humidity. Suggestions, the public in order to maintain air quality in the home environment to avoid various transmission of infectious diseases. Keywords: Air humidity, habits, environment, ARI Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan, karena merupakan penyakit akut dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita di berbagai negara berkembang termasuk  Indonesia. Secara umum ada 3 (tiga faktor risiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak, serta faktor perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dengan kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan Crossectional study. Besarnya sampel dihitung

  17. ANALISIS TERMAL KOLEKTOR SURYA TIPE PLAT DATAR DENGAN FLUIDA KERJA ETANOL 96% PADA SISTEM SOLAR WATER HEATER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rianda .

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak – Optimasi penggunaan energi matahari perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menggunakan kolektor surya. Panas yang diterima digunakan sebagai sumber kalor untuk memanaskan etanol 96% sebagai fluida kerja pada sistem solar water heater (SWH. Kegiatan penelitian diawali dengan desain, kontruksi, dan pengujian termal kolektor surya tipe plat datar. tujuan penelitian makalah adalah untuk menentukan energi yang diperoleh oleh fluida kerja secara optimal pada kolektor surya tipe plat datar berdasarkan perubahan debit dan pemasangan batu-batu kerikil yang disusun secara teratur dan merata diatas permukaan plat absorber untuk memperluas permukaan dan meningkatkan temperatur dalam kolektor surya serta menentukan pengaruh penggunaan dua cermin datar terhadap energi berguna pada kolektor surya tipe plat datar secara eksperimen. Analisis termal ini dilakukan untuk memanfaatkan potensi radiasi matahari yang bisa mencapai 5,2 kWh/m2 sebagai media pemanas fluida kerja yaitu etanol 96% merupakan langkah awal penelitian. Kolektor surya tipe plat datar yang digunakan memiliki geometri panjang 1m, lebar 0,5 m, tinggi 0,18 m, kolektor surya dilapisi dua bahan yang berbeda yaitu polistirena foam dengan tebal 0,02 m dan armaflex dengan tebal 0,02 m. Pengambilan data dilakukan dengan sesuai variasi. Pengukuran besaran radiasi dan temperatur didalam box kolektor surya, temperatur pada satu kaca penutup, temperatur plat absorber, temperatur lingkungan, temperatur masuk etanol 96%, temperatur keluar etanol 96% dan kecepatan angin. Pengambilan radiasi matahari menggunakan kamera termal dan lux meter, temperatur menggunakan thermocouple tipe K, kecepatan angin menggunakan environment meter, dan debit menggunakan flow monitor. Hasil dari penelitian ini adalah temperatur capaian maksimum terjadi ketika debit maksimal 2.0 lpm, dengan batu kerikil pada plat absorber dan sudut reflektor 0⁰. Kata kunci: optimasi, analisis termal, kolektor surya Abstract

  18. STUDI SIMULASI MODEL PENERANGAN ALAMI (DAYLIGHTING RUANG PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGGI DENGAN SUPERLITE 2.0

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanni Elitasari Mahaputri

    2012-08-01

    Full Text Available Daylight was the only efficient source of light available for building. Therefore, architecture was dominated by the goal of creating openings large enough to distribute daylight to building interiors. It is important to understand the amount of natural light penetration when outdoor obstruction are displaced in order to propose optimum external shading strategies as design solutions. This paper presents a study of the daylight factor and daylight contourt approaches and also investigates the effect of outdoor obstruction displacement on natural-light penetration of a specific room in higher-education building facility. The interior daylight illuminance data were simulated and analyzed using Superlite 2.0. The result shows that several effects of the external obstruction displacement as shading provider, depending on transmitted natural-light penetration, which determine the better consideration option in designing landscape surround building, especially in hot humid climates. Sinar matahari merupakan sumber penerangan yang efisien bagi bangunan. Tujuan utama dalam arsitektur adalah merancang bukaan pencahayaan yang cukup besar bagi bangunan untuk mendistribusikan cahaya ke bagian dalam bangunan. Sangat penting untuk mengetahui besar penetrasi penerangan alami yang masuk ke dalam ruang bila di luar bangunan diletakkan suatu halangan sebagai salah satu solusi disain dengan mengoptimalkan strategi perancangan pem­bayangan lingkungan. Makalah ini membahas tentang kajian pendekatan faktor penerangan alami (daylight factor dan koefisien penerangan alami, serta mengamati pengaruh perletakan halangan lingkungan terhadap penetrasi penerangan alami suatu ruang fasilitas pendidikan tinggi. Data illuminasi penerangan interior disimulasikan dan dianalisa menggunakan software Superlite 2.0. Hasil penelitian menunjukkan beberapa pengaruh perletakan halangan lingkungan sebagai elemen pembayangan lingkungan berkaitan dengan penetrasi cahaya alami, yang

  19. PENGARUH VARIABEL-VARIABEL MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KARYAWAN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sundring Pantja Djati

    1999-01-01

    from the data collecting through questionnaire. I hope the result of this research can be value for businessmen at home industries as an input in motivating their workers and in the company policy-making. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel motivasi yang terdiri atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan serta kebutuhan aktualisasi terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan pada industri rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo. Disamping itu juga ingin diketahui cariabel mana yang mempunyai pengaruh yang kuat atau dominan terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan. Adapun data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei terhadap 40 (empat puluh responden industri rumah tangga yang berlokasi di 4 (empat kecamatan yaitu : Kecamatan Tanggulangin, Candi, Buduran dan Waru di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang diambil dengan menggunakan Teknik Non Proporsional Stratified Random Sampling. Untuk menguji kesahihan dan keandalan intrumen penelitian digunakan analisis validitas dan reabilitas. Teknik validitas yang digunakan adalah construct validity sedangkan teknik reabilitas adalah split-half method (belah dua. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Model ini dipilih karena dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa variabel-variabel motivasi yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan serta kebutuhan aktualisasi secara serempak menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan pada industri rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo. Dari hasil pengujian secara parsial maupun simultan diketahui kebutuhan fisiologis mempunya pengaruh yang paling kuat

  20. EFIKASI DIRI, KEPUASAN KERJA, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU MAN DI SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulfiani Rahman

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak: Ada  tiga  tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  hubungan  antara  efikasi diri dengan perilaku organisasi, hubungan antara kepuasan kerja dengan perila- ku kerja organisasi dan peranan kepuasan kerja sebagai mediator dalam hubung- an antara efikasi diri dengan perilku kerja organisasi. Ada tiga skala yang digu- nakan dalam penelitian ini, yakni skala perilaku kerja organisasi, skala efikasi diri guru,  dan  angket  kepuasan  Minnesta.  Penelitian  ini  dilaksanakan  di  11  sekolah agama  yang  berlokasi  di  bagian  Utara,  Timur,  Selatan,  Barat,  dan  Tengah provinsi  Sulawesi  Selatan.  Sampel  terdiri  dari  208  guru.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan perilaku  kerja  organisasi.  Hasil  penelitian  ini  juga  menunjukkan  bahwa  ada hubungan  positif  dan  signifikan  antara  kepuasan  kerja  dengan  perilaku  kerja organisasi.  Ada  peranan  kepuasan  kerja  dalam  hubungan  antara  efikasi  diri dengan  perilaku  kerja  organisasi.  Hal  ini  berarti  bahwa  efikasi  diri  mempe- ngaruhi  perilaku  kerja  organisasi  guru  di  MAN  dimana  kepuasan  kerja  sebagai mediasi.  Abstract : There are three objectives in this study namely to know the relationship between self efficacy and  organizational citizenship  behavior, relationship between  job satis- faction  and  organizational  citizenship  behavior,  and  the  role  of  job  satisfaction  as mediator in the relationship between self efficacy and organizational citizenship be- havior (OCB. There are three scales used in this research which are organizationnal citizenship  behavior  scale,  teacher  self  efficacy,  and  minnesta  satisfaction  ques- tionnaire. The study was conducted on 11 religious schools located in a portion of North, East, South, West, and the Middle of South

  1. Analisis Pindah Panas pada Ruang Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L dengan Menggunakan Kotak Kayu dan Styrofoam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fazzatul Rahmi

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak. Fermentasi merupakan kegiatan untuk melepaskan zat lendir dari permukaan kulit biji dan menghasilkan biji mutu dan aroma yang baik. Selain itu fermentasi juga dilakukan untuk menghindari tumbuhnya jamur selama masa penyimpanan. Selama fermentasi berlangsung akan terjadinya perpindahan panas/ suhu di dalam kotak fermentasi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian yaitu untuk melihat perubahan suhu selama proses fermentasi, mengetahui pengaruh bahan kotak (kayu dan styrofoam terhadap perpindahan panas di dalam kotak fermentasi dan perpindahan panas dari dalam kotak fermentasi terhadap lingkungan luar. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa suhu ideal fermentasi pada kotak kayu dihasilkan pada hari ke-5, sedangkan kotak styrofoam suhu ideal dihasilkan pada hari ke-3. Perpindahan panas pada bahan kayu suhunya lebih tinggi dibandingkan dengan bahan styrofoam. Hal ini disebabkan karena panas pada kotak kayu keluar lebih cepat, sehingga suhu pada proses fermentasi bisa lebih rendah dibandingkan menggunakan kotak styrofoam. Hasil fermentasi biji kakao dengan menggunakan kotak kayu didapatkan biji kakao yang bagus yaitu pada hari ke-5 fermentasi dan kotak styrofoam pada hari ke-5 fermentasi didapatkan biji kakao yang berjamur.   Analysis Of Transfer Heat Room Of Cocoa Seed Fermentation (Theobroma cacao L. Using Wood Box and Styrofoam Abstract. Fermentation is an activity to remove mucous substances from the skin surface to produce quality of seed and good aroma. In addition, fermentation also done to avoid the growth of mold during storage period. During fermentation, the heat transfer / temperature will be happen inside the fermentation box. The aim of this study is to observe the changes of temperature during the fermentation process, knowing the effect of packaging materials (wood and styrofoam to heat transfer in the fermentation box and heat transfer from inside of fermentation box to the environment in the outside. The results showed

  2. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA SUB SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU SKALA MENENGAH DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Teman Koesmono

    2005-01-01

    Full Text Available The purpose of this researched is to find out how big is the effect of organization culture to ward motivation, job satisfaction and employee's job performance, especially on the employee's in the production area. The analytical unit is the employee's in production area sub sector in wood industry in East Java. The more positive someone's behavior will definitely effect her/his performance, this is proven when the researcher tested the hypothesis that motivation effects the job satisfaction and job satisfaction effects the performance. The result of the direct effect on employee's motivation toward job satisfaction is 1.462,and toward performance is 0.387, the direct effet job satisfaction toward job performance is 0.003, the direct effect organization culture toward job performance is 0.506, the direct effect organization culture toward motivation is 0.680, the direct effect organization culture toward job satisfaction is 1.183. Beside, this research result is useful for the next researchers, as research material in organitional behavior science or the same kind of science. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan dari penelitian ini untuk memenemukan bagaimana besarnya pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja karyawan khususnya karyawan dibagian produksi. Unit analisisnya adalah karyawan produksi pada subsektor industri pengolahan kayu di Jawa Timur. Secara positif perilaku seseorang akan berpengaruh terhadap kinerjanya, disamping itu peneliti menguji hipotesis bahwa motivasi berpengaruh kepada kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Hasilnya bahwa secara langsung motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebesar 1.462 dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.387, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0,003 dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.506, budaya organisasi berpengaruh terhadap motivasi sebesar 0.680 dan budaya organisasi

  3. Konflik dan Kontestasi Penataan Ruang Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aminah

    2016-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Artikel ini merangkum dua hal. Pertama, permasalahan praktik penataan ruang di perkotaan, khususnya di Surabaya, yang telah menimbulkan kontestasi dan konflik dengan melibatkan aktor pemerintah, masyarakat, dan kekuatan kapitalis/investor. Kedua, kerangka penataan ruang yang menggunakan Perda RTRW No. 3 Tahun 2007 telah menimbulkan dampak yang berujung pada penguatan dan keberpihakan pemerintah kota kepada pihak kapitalis/investor. Kedua hal tersebut dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosio-spasial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Problematika praktik tata ruang yang ada di Surabaya merupakan indikasi dari transformasi dalam proses penataan ruang di mana ruang bukan hanya diproduksi dan direproduksi untuk kepentingan klas kapitalis, melainkan juga ruang direstrukturisasi dengan cara mengubah fungsi ruang dan diperuntukkan untuk publik. Hal ini relevan dengan perkembangan kajian penataan ruang mutakhir yang menunjukkan bahwa praktik penataan ruang di perkotaan merupakan refleksi dari kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Selain itu, ruang diproduksi dalam modus produksi kapitalis dan ekspresi ruang kota merupakan dialektika antara produksi, konsumsi, dan administrasi (perencanaan dan implementasi kebijakan.  Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 This article summarizes two hypotheses. Firstly, the practices problem of spatial planning in urban areas, especially in Surabaya City, has led to the contestation and conflict among governmental actors, the public, and the power of capitalist/investor. Secondly, the use of spatial planning framework, in this case is the use of Local Regulation on Urban Planning and Land Use Number 3 year of 2007, has shown the partiality and strengthening investor by the government. These hypotheses are analyzed by using socio spatial approach. The

  4. PENGARUH BERBAGAI LUAS PERMUKAAN DAUN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata ‘Golden Hahnii’ TERHADAP PENURUNAN RADIASI KOMPUTER RUANG KERJA DI RS KIA SADEWA, YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Larasati

    2017-04-01

    Full Text Available Komputer yang banyak digunakan oleh masyarakat karena bermanfaat dalam menyelesaikan banyak pekerjaan, memiliki dampak negatif berupa radiasi jenis non pengion. Berdasarkan sur-vei pendahuluan, hasil pengukuran radiasi komputer di RS KIA Sadewa tidak melebihi baku mu-tu, tetapi apabila terpapar terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Lidah Mertua merupakan salah satu tanaman yang dapat mengurangi radiasi komputer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai luas permukaan daun jenis Sansevie-ria trifasciata ‘Golden Hahnii’ terhadap penurunan radiasi komputer. Ada tiga perlakuan yang di-gunakan, yaitu: Perlakuan A (510-570 cm2 luas daun, Perlakuan B (1020-1140 cm2 luas daun, dan Perlakuan C (1530-1710 cm2 luas daun. Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan menggunakan desain pre-test post-test with control group. Ada 10 komputer dalam 10 ruangan berbeda yang diukur radiasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penurunan radiasi setelah diletakkan Perlakuan A adalah sebesar 0.142 x 10-4 mT, Perlakuan B sebesar 0.277 x 10-4 mT dan Perlakuan C sebesar 0.351 x 10-4 mT. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Anova pada derajat kepercayaan 95 % menghasilkan p-value < 0,001 yang berarti perbedaan penurunan tersebut bermakna. Hasil uji lanjutan dengan LSD menyimpulkan bahwa Perlakuan C menghasilkan penurunan radiasi komputer yang paling tinggi.

  5. RESIKO PENULARAN INFEKSI DI RUANG AUTOPSI DAN PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL

    OpenAIRE

    Citra Manela

    2015-01-01

    AbstrakPeningkatan resiko penularan infeksi di ruang autopsi semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah kasus korban meninggal yang terinfeksi penyakit terutama di negara berkembang. Beberapa studi menyatakan terjadinya peningkatan prevalensi HIV, hepatitis B, C, D dan G, tuberkulosis, penyakit Prion, Hantavirus, campak, infeksi bakteri atau HTCV pada pekerja di ruang autopsi. Penerapan kewaspadaan universal, termasuk standar OSHA, pemilihan disinfektan dan pengolahan limbah...

  6. Sosioestetik: Patung Ruang Publik Kawasan Hunian Masyarakat Urban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustiyan Rachmadi

    2015-03-01

    Full Text Available Permasalah pokok penelitian ini, bagaimana patung ruang publik di kawasan masyara- kat urban dapat bermakna secara estetik dengan memperhatikan aspek harmoni secara sosial, pragmatis, ekonomis, edukasi dan rekreasi. Sehingga patung ruang publik ini memiliki fungsi integratif bagi pengembang dunia usaha property maupun masyarakat penggunanya. Peneli- tian penciptaan karya seni ini, menawarkan konsep pengembangan  dalam merekonstruksi pemaknaan patung ruang publik yang berbasis pada keindahan lingkungan sosial kawasan hunian masyarakat urban. Kehadiran konsep yang tidak berhenti pada pemahaman keindah- an secara visual saja, melainkan estetis secara sosial. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menghasilkan model proses kreatif penciptaan karya seni patung ruang publik yang reliable, komprehensif dan holistik sesuai dengan teks dan konteksnya. Metode kajian Sosioestetik ini melalui beberapa tahapan: (1 Eksplorasi (2 Eksperimentasi dan Improvisasi, (3 Iluminasi, (4 Presentasi dan (5 Evaluasi. Yang mencakup di dalamnya: ide, peroses penciptaan dan bentuk penyajian. Gagasan  serta konsep yang direduksi dari peristiwa pendukung yang menyertai, dituangkan dalam proses visual dan direpresentasikan dalam bentuk patung ruang publik di kawasan komplek perumahan SSP Bandung. Konstruksi proses kreatif penciptaan seni patung ruang publik ini diharapkan dapat mewakili sebagai salah satu model aplikasi esetika-sosial.   Kata kunci: sosioestetik, patung ruang publik, kawasan hunian, masyarakat urban

  7. Analisa Beban Kerja Dan Gaya Dinamis Pada Round Roller Dan Sliding Roller Untuk Sistem CVT (Continuously Variable Transmission Sepeda Motor Matic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Bagus Prasojo

    2017-01-01

    Full Text Available Primary shave weight atau sering disebut roller merupakan salah satu komponen dari sistem CVT pada motor matik yang sering mengalami kerusakan, baik itu aus maupun crack atau pecah. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini adalah menganalisa beban kerja (gaya yang dialami oleh roller. Selanjutnya akan dihitung besar tegangan (stress yang terjadi pada roller menggunakan teori tegangan kontak (contact stress. Kemudian analisa akan dilanjutkan menggunakan teori kelelahan (fatigue. Gaya normal yang didapat pada posisi stasioner sebesar 37,268 N dan posisi puncak sebesar 525,279 N. Untuk total tegangan ekivalen yang terjadi berbeda dikarenakan luasan kontaknya, round roller dengan luasan kontak yang lebih kecil menghasilkan total tegangan yang lebih besar yaitu 21,423 MPa sedangkan sliding roller sebesar 14,559 MPa. Dengan frekuensi real pembebanan roller sebesar 0,0667 Hz dan berdasarkan teori kelelahan Gerber stress amplitude round roller didapatkan 8,8756 Mpa dan untuk sliding roller sebesar 6,195 Mpa. Jadi setelah stress amplitude diplotkan pada sn-curve PTFE hasil prediksi umur untuk round roller adalah 4,081 ≈ 4 bulan dan untuk sliding roller adalah 5,89 ≈ 6 bulan.

  8. EFEKTIFITAS RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU TAHUN 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    yessi harnani

    2017-12-01

    Full Text Available Hipertensi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke dan gagal jantung. Rendam kaki air hangat merupakan salah satu terapi komlementer yang bisa menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas rendam kaki menggunakan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian pre Eksperimental pretest dan posttest desaign. Sampel adalah lansia penderita hiperetnsi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan Thermometer Air. Analisis data menggunakan uji wilcoxon Test. Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi sebagian besar lansia mengalami hipertensi stadium II. Hasil uji statistic didapatkan bahwa nilai P value sistol yaitu 0,000 (< 0,05 dan P value diastol yaitu 0,000 (<0,05 sehingga Ho ditolak. Terapi rendam kaki menggunakan air hangat efektif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Diharapkan kepada lansia untuk selalu mengontrol tekanan darah, jika terjadi peningkatan tekanan darah dapat menggunakan terapi rendam kaki air hangat dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementer yang murah dan mudah dilakukan secara mandiri

  9. Pembuatan Dokumen Sop Keamanan Aset Informasi Yang Mengacu Pada Kontrol Kerangka Kerja Iso 27002:2013 (Studi Kasus : Cv Cempaka Tulungagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dheni Indra Rachmawan

    2017-03-01

    Full Text Available Dalam mendukung proses bisnis utamanya, suatu organisasi membutuhkan adanya dukungan teknologi informasi. Penggunaan Teknologi Informasi di banyak perusahaan telah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bisnis yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan, termasuk juga pada CV Cempaka Tulungagung. Dalam memenuhi kebutuhan keamanan aset informasi tersebut maka diperlukan adanya sebuah tata kelola dalam bentuk dokumen SOP (Standard Operating Procedure keamanan aset informasi untuk mengurangi adanya ancaman dan risiko serta untuk mendukung penyelarasan pencapaian tujuan organisasi dalam proses bisnisnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu OCTAVE sebagai pengolah hasil informasi yang didapatkan dari wawancara dan FMEA digunakan untuk menghitung seberapa tinggi dampak untuk perusahaan jika risiko itu terjadi dan membuat ranking prioritas untuk masing-masing risiko. Kemudian basis yang digunakan dalam membuat prosedur kendali akses aset informasi sebagai manajemen risiko adalah kerangka kerja ISO/IEC:27002:2013. Dalam penelitian ini, hasil akhir yang didapatkan adalah sebuah dokumen SOP yang sesuai dengan kebutuhan keamanan informasi bagi perusahaan CV Cempaka berdasarkan pada kontrol kerangka kerja ISO27002:2013.

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qorry Putri Rasajati

    2015-07-01

    Full Text Available Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 dari 1.179 penderita hipertensi yang patuh melakukan pengobatan 33% dan yang tidak patuh 67%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi adalah status pekerjaan (p value=0,035, jarak rumah terhadap pelayanan kesehatan (p value=0014, tingkat pengetahuan tentang tatalaksana hipertensi (p value=0,000, motivasi untuk berobat (p value=0,000, dan dukungan keluarga (p value=0,000. Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p value=0,444, tingkat pendidikan (p value=0,232, pendapatan keluarga (p value=1,000. Saran bagi Puskesmas untuk meningkatkan program pengobatan hipertensi. Bagi peneliti lain untuk menambah faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Hypertension at Kedungmundu Puskesmas was ascending from year to year. In 2013, of 1,179 hypertensive patients adherent to treatment 33% and 67% were non-adherent. The purpose of this study is to determine the factors associated with medication adherence in hypertensive patients in Puskesmas Kedungmundu Semarang. This is a research of analytical survey with cross sectional approach. Sample of 90 respondents who were taken using accidental sampling technique. Data analysis using chi square. The study results show that factors related to hypertension treatment adherence is employment status (p value=0.035, the distance to health services (p value=0.014, the level of knowledge about the management of hypertension (p value=0.000, motivation for

  11. Uji Unjuk Kerja dan Durability 5000 Km Mobil Bensin 1497 Cc Berbahan Bakar Campuran Bensin-Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pasca Hariyadi Winanda

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan di tanah air ialah etanol. Ethanol memiliki karakteristik yang mirip dengan Premium dengan nilai RON sebesar 108. Dalam penelitian ini, ingin diketahui karakteristik unjuk kerja serta emisi gas buang  mesin bensin menggunakan bahan bakar  campuran ethanol 99.5% dengan premium setelah uji durability selama 5000 KM. Dalam penelitian ini pula ingin diketahui pengaruh pemakaian campuran ethanol 99.5% dengan premium pada ruang bakar dan minyak pelumas setelah digunakan selama 5000 KM. Pengujian dilakukan dengan uji durability mobil sejauh 5000 km dengan bahan bakar campuran ethanol dan bensin dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15%, pengukuran meliputi kandungan minyak pelumas dan visualisasi ruang bakar. Selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Teknik  Pembakaran dan Bahan Bakar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dengan menggunakan mesin bensin empat langkah Toyota Vios dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan putaran mesin 3000 hingga 6000 rpm. Pengukuran meliputi torsi, daya, waktu konsumsi bahan bakar, T oli, T radiator, dan T exhaust serta emisi gas HC, CO dan CO2. Hasil uji eksperimental menunjukkan penambahan bioetanol pada bahan bakar bensin premium cenderung meningkatkan densitas dan viskositas tetapi menurunkan nilai kalor. Sedangkan unjuk kerja cenderung mengalami peningkatan performa dan terjadi penurunan emisi. Torsi, daya dan bmep tertinggi didapatkan oleh campuran E10 dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,40%, 2,94% dan 2,72% dibandingkan dengan premium. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc terendah didapatkan oleh campuran E10 dengan penurunan sebesar 4,14% dibandingkan dengan premium. Karakteristik minyak pelumas untuk bahan bakar E5, E10 dan E15 relatif stabil seperti bahan bakar premium. Pencampuran bioetanol pada premium cenderung menurunkan suhu operasional mesin, yaitu mencapai 3,02% pada campuaran 15%. Untuk

  12. Variable Step Closed Loop Power Control with Space Diversity for Low Elevation Angle High Altitude Platforms Communication Channel [Langkah Variabel Kontrol Daya Loop Tertutup dengan Keragaman Ruang untuk Sudut Elevasi Rendah pada Kanal Komunikasi HAPs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskandar Iskandar

    2016-07-01

    Full Text Available This paper proposes variable step closed loop power control algorithm combined with space diversity to improve the performance of High Altitude Platforms (HAPs communication at low elevation angle using Code Division Multiple Access (CDMA. In this contribution, we first develop HAPs channel model which is derived from experimental measurement. From our experiment, we found HAPs channel characteristic can be modeled as a Ricean distribution because the presence of line of sight path. Different elevation angle resulting different K factor value.  This value is then used in Signal to Interference Ratio (SIR based closed loop power control evaluation. The variable step algorithm is simulated under various elevation angles with different speed of mobile user. The performance is presented in terms of user elevation angle, user speed, step size and space diversity order. We found that the performance of variable step closed-loop power control less effective at low elevation angle. However our simulation shows that space diversity is able to improve the performance of closed loop power control for HAPs channel at low elevation angle.*****Kajian ini mengusulkan suatu algoritma kontrol daya langkah variabel loop tertutup dikombinasikan dengan keragaman ruang untuk meningkatkan kinerja komunikasi High Altitude Platforms(HAPs pada sudut elevasi rendah menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA. Kami berkontribusi untuk mengembangkan model kanal HAPs yang berasal dari pengukuran eksperimental sebelumnya. Dari percobaan tersebut, kami menemukan karakteristik kanal HAPs yang dapat dimodelkan sebagai distribusi Ricean karena kehadiran jalur tanpa penghalang. Eksperimen menunjukkan bahwa perbedaan sudut elevasi menghasilkan perbedaan nilai factor K. Nilai ini kemudian digunakan dalam Signal to Interference Ratio (SIR berbasiskan evaluasi kontrol daya loop tertutup. Algoritma langkah variabel disimulasikan dibawah sudut elevasi yang berbeda dengan kecepatan

  13. Mendengarkan Warnamu (Sebuah Eksperimen Mengenai Hubungan Pirsawan Dengan Ruang Seni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Ibrahim Yeru

    2017-06-01

    Full Text Available Abstrak. Karya penulis dalam proyek ini banyak mengambil inspirasi dari proses produksi konsumsi yang terjadi pada ruang. Konteks ruang pada karya penulis kali ini ialah format “white cube” yang menjadi standar bagi ruang seni. Dengan warna putih pada dinding, ruang seni menjadi bersih dan netral tanpa terbebani konteks ruang dan sosial sekitarnya. Format ini mengandaikan ruang seni sebagai ruang yang netral-dimana secara fisik dapat mengakomodasi kepentingan untuk menjadikan karya seni sebagai fokus utama di dalam ruang tersebut. Namun “whiteness” ini tidak bekerja semata karena cat putih sebagai perangkat satu-satunya yang berpengaruh terhadap persepsi sang pencerap, namun pula terdapat bagian pirsawan sebagai pencerap warna putih itu sendiri. Karya penulis menitikberatkan pada intervensi proses dalam mencerap warna putih tersebut. Intervensi tersebut dilakukan dengan cara menyasar unsur penting yang mempengaruhi kondisi ruang, yakni cahaya. Kemudian penulis menaruh peran pirsawan secara harfiah sebagai penentu penting dalam bagaimana kondisi ruang tersebut terbentuk. Caranya ialah membuat perilaku pirsawan di dalam ruang mempengaruhi cahaya yang ada di dalam ruang tersebut. Peran perantara tersebut dimungkinkan oleh perangkat elektronik yang dirancang oleh penulis dan tim. Perangkat ini akan menangkap reaksi suara pirsawan di dalam ruang untuk kemudian dijelmakan menjadi warna yang mempengaruhi persepsi pirsawan atas ruang yang didiaminya. Dengan cara ini penulis menempatkan karya penulis sebagai upaya untuk meremediasi persepsi pirsawan dengan ruang seni. Melalui eksplorasi hubungan presentasi karya seni di dalam ruang pamer, dalam hal ini menghadirkan kontras antara yang dicerap dengan bagaimana karya tersebut dibuat secara teknis, pirsawan menjadi subjek aktif, sebagai orang yang menghasilkan dan mengalami karya itu sendiri. Kata kunci: partisipatori; pirsawan; ruang; warna; suara. Listen to Your Color (Experiments of Viewers and

  14. PENYUSUNAN ULANG AREA KERJA PRODUKSI MESIN THRESSER UNTUK PERCEPATAN PROSES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noviyarsi Noviyarsi

    2014-02-01

    Full Text Available Permasalahan yang umum dihadapi oleh industri kecil menengah adalah kemampuan untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik dengan harga yang bersaing di pasaran. Hal ini dikarenakan proses produksi yang belum terstandarisasi dan area kerja yang tidak tertata sehingga berdampak pada banyaknya pemborosan pada area kerja. Tujuan penelitian ini adalah menyusun ulang area kerja mesin thresser untuk percepatan proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lean six sigma dan 5S. Penggunaan kedua metode ini akan dapat meminimasi aktivitas, material, komponen dan spare part yang berada pada area produksi sehingga waktu proses menjadi lebih cepat, area kerja dimanfaatkan dengan optimal dan lingkungan kerja menjadi lebih rapi dan teratur. Hasil analisis dengan lean six sigma memperlihatkan bahwa efisiensi siklus proses 0.84%, dengan peningkatan kecepatan proses 7.9%. Hasil analisis terhadap area kerja terdapat 5 area kerja yang memerlukan perbaikan susunan area yaitu area storage, mesin potong plat, mesin potong besi, mesin rolling dan mesin compressor.

  15. Faktor – Faktor yang Berhubungan demgan Pemberian Makanan Tambahan (PMT pada Bayi Usia (0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kelurahan Tangkerang Tengah Kota Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meliza Rasyid

    2017-12-01

    Full Text Available Pemberian Makanan Tambahan (PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi atau anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian ASI Eksklusif. Pencapaian angka pemberian ASI eksklusif di Provinsi Riau Tahun 2011 adalah 45,9%, tahun 2012 meningkat menjadi 46,2%. Cakupan ASI Eksklusif Puskesmas tahun 2012 sebesar 60,4%, tahun 2013 menurun menjadi 32,5%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan tambahan (PMT pada bayi usia (0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kelurahan Tangkerang Tengah Kota Pekanbaru. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif observasional dengan desain (cross sectional dengan variable dependen pemberian makanan tambahan (PMT dan variabel independen (pendidikan, pekerjaan, pengetahua, dan sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan sebanyak 388 orang dengan sampel sebagian ibu-ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan sebanyak 128. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari pengamatan di lapangan melalui wawancara dengan alat pengukuran kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan Pemberian Makanan Tambahan dengan (P value 0,032, POR 95% CI = 2,338 1,137-4,808, pengetahuan dengan (P value 0,002, nilai POR 95% CI = 3,844 1,710-8,639 Disarankan ke instansi terkait untuk meningkatkan program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE, menjalin kerja sama lintas program dan lintas sektor, lebih aktif memberikan informasi kepada ibu yang memiliki bayi usia (0-6 bulan dengan pendidikan dan pengetahuan yang masih rendah salah satunya melalui penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan (PMT.   Kata Kunci

  16. PENGARUH KARAKTERISTIK, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Yanti Tri W.A.T

    2017-06-01

    Full Text Available Sebagian besar penduduk Kota Semarang bekerja di sektor industri, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan produkivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh usia, tingkat pendidikan, masa kerja, dan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja di kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 3.449 orang dan sampel penelitian berjumlah 97 responden yang bekerja pada industri baja di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling yang meliputi simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan beberapa cara, yaitu penelusuran literatur, kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah 1 usia berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, 2 tingkat pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, 3 masa kerja berpengaruh negatif namun signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, dan 4 keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja pada industri baja di Kota Semarang. Most residents of Semarang working in the industrial sector, thus expected to increase Productivity of labor. This study aims to determine how big the influence of age, education level, length of employment, and occupational safety and health on labor productivity in Semarang. The population in this study as many as 3,449 people and the sample amounted to 97 respondents who work in the steel industry in the city of Semarang. This research uses descriptive analysis and multiple linear regression. The sampling technique in this research is the probability sampling techniques which include simple random sampling. Collecting data in this study in several ways, namely literature search, questionnaire and interview. Results of this study were 1

  17. UNJUK KERJA APLIKASI DIGITAL SIGNAGE XIBO PADA PROSES PEMBUATAN PAPAN PENGUMUMAN DIGITAL DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Udy Ariawan

    2016-01-01

    Full Text Available Pendidikan Ganesha telah memanfaatkan media website sebagai sarana penyampaian informasi. Namun dalam lingkungan internal jurusan masih juga menggunakan cara konvensional dengan menempel lembar pengumuman pada papan informasi yang tersedia. Di era digital, papan pengumuman bermigrasi dari bentuk konvensional ke bentuk digital, sehingga dikenal istilah digital signage. Bentuk digital signage yang sering diterapkan saat ini adalah menggunakan seperangkat komputer yang dihubungkan ke satu atau beberapa buah TV Plasma untuk menampilkan informasi. Salah satu aplikasi digital signage yang mendukung proses pembuatan papan pengumuman digital dan berbasis Web adalah XIBO yang bersifat open source. Pada penelitian ini, proses pembuatan papan pengumuman digital dilakukan dengan cara membuat sebuah sistem yang terdiri dari komposisi software (XIBO, Web Hosting, dan Internet dan hardware (PC Server, PC Client, dan TV Plasma. Aplikasi XIBO yang digunakan terdiri dari XIBO CMS untuk diinstallkan pada web hosting melalui PC Server, XIBO CLIENT FOR WINDOWS untuk diinstallkan pada PC Client agar bisa terhubung dengan PC Server, dan TV Plasma digunakan untuk menampilkan display hasil desain konten papan pengumuman digital yang telah dibuat agar terlihat lebih tajam, cerah, dan besar jika dibandingkan menggunakan monitor komputer biasa. Penerapan XIBO pada web hosting dimaksudkan agar proses pembuatan desain konten papan pengumuman digital dan jadwal tayangnya dapat dilakukan secara online, dimana saja, dan kapan saja oleh admin, sehingga hal ini akan menjadikan digital signage lebih efektif dan efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya serta mudah dalam hal pengoperasiannya. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi pada sarana penyampaian informasi secara digital terutama dalam bidang periklanan/advertising. Kata-kata kunci: Digital Signage, Web Hosting, XIBO. ABSTRACT During this time the Department of Electrical Engineering at the

  18. PERAN STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA UNTUK MENGURANGI TURNOVER INTENTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Nazenin

    2014-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh variabel stres kerja dan kepuasan kerja pada turnover intention karyawan tetap bagian produksi. Sampel penelitian ini adalah 86 responden, menggunakan metode Slovin dengan teknik probability sampling dengan jenis proportionate random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif signifikan pada turnover intention. Kemudian, kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan pada turnover intention karyawan dan kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan. Implikasi manajerial yang bisa dilakukan adalah dengan pengurangan tingkat stres karyawan dan membuat program untuk tujuan menekan turnover intention, seperti kesempatan promosi dan meningkatkan reward karyawan. The purpose of this study conducted to examine the effect of work stress and job satisfaction on turnover intention of employee in production department. The sample was 86 respondent, using Slovin method with proportionate random sampling technique. The result showed that job stress has a positive effect on turnover intention while job satisfaction has a negative effect on turnover intention. This study conclude that job stress has positive and significant impact on employee turnover intention and job satisfaction significantly and negatively related to turnover intention of employees. Therefore, it is recommended to managerial level people to reduce stress levels in employees and to create a program for pressing turnover intention, such as promotional opportunities and improve employee rewards.

  19. Re-Design Pompa Sentrifugal Double Admission dengan Fluida Kerja Semi Lean Benfield Solution (K2CO3 pada Kapasitas 700 m3/h dan Head 275.8 m, (STUDI KASUS : PT. PETROKIMIA GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathur Rahim

    2013-09-01

    Full Text Available Penggunaan pompa sentrifugal dalam dunia industri, khususnya di PT. Petrokimia Gresik memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk memindahkan fluida kerja dari satu tempat ke tempat lain. PT. Petrokima Gresik dalam menggunakan jenis pompa untuk mengalirkan semi lean benfield solution ( yang berfungsi sebagai absorber dalam proses pembuatan amoniak. Seiring berjalannya waktu, kapasitas pompa sentrifugal double admission yang semula 582,3ingin ditingkatkan menjadi 700 Oleh karena itu, dilakukan perancangan ulang pompa sentrifugal double admission untuk fluida kerja semi lean benfield solution ( .Setelah itu dilakukan perancangan ulang pompa dengan data yang telah diolah meliputi perancangan poros, impeller dengan bentuk sudu double curvature, volute, pasak dan bearing. Dari perancangan ulang, didapatkan desain pompa sentrifugal double admission untuk fluida kerja semi lean benfield solution ( yang sesuai dengan kapasitas 700pada head 275,8 m serta daya BHP sebesar 886 Kwatt dengan effisiensi 74%.

  20. Sikap Kerja Duduk Terhadap Cumulative Trauma Disorder

    OpenAIRE

    Rahmawati, Yulita; Sugiharto, -

    2011-01-01

    Permasalahan yang diteliti adalah adakah hubungan antara sikap kerja duduk dengan kejadian Cumulative Trauma Disorder (CTD) pada pekerja bagian pengamplasan di PT. Geromar Jepara. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja duduk dengan kejadian CTD pada pekerja bagian pengamplasan. Metode penelitian ini bersifat explanatory dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian pengamplasan sebanyak 30 orang. Teknik ...

  1. PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN KEPUASAN KERJA DAN PENGETAHUAN MANAJEMEN BIAYA SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris pada Perusahaan Jasa yang Bergerak dibidang Perhotelan di Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enni Savitri Kirmizi Ritonga Rizka Ayuni

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap peformance manajerial menggunakan jobsatisfaction dan manajemen biaya pengetahuan sebagai variabel moderator. Hipotesis yang bertujuan adalah H1 sebuah: partisipasi anggaran akan berpengaruh pada peformance manajerial. H2 : kepuasan kerja akan berpengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan peformance manajerial. H3 : biaya manajemen pengetahuan akan berpengaruh positif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Data Metode analisis adalah analisis validitas dan reliabilitas, analisis asumsi klasik dan analisis hipotesis yang digunakan regresi berganda. Hasil tes menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif pada peformance manajerial, kepuasan kerja dan pengetahuan manajemen biaya berpengaruh positif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan peformance manajerial. Abstract : The purpose of the study is to examine the effect of budgetary participation on managerial peformance using jobsatisfaction and cost management knowledge as moderating variables. Hypotheses that purposed is a H1: budgetary participation will have effect on managerial peformance. H2: job satisfaction will have effect to the relationship between budgetary participation with managerial peformance. H3: cost management knowledge will have positive effect to the relationship between budgetary participation with budgetary slack. Data collection method that used is questionnaires. Data analyze method is validity and reliability analysis, classic asumption analysis and hypotheses analysis that used multiple regression. The results of the test shows that budgetary participation have positive effect on managerial peformance, job satisfaction and cost management knowledge have positive effect to the relationship between budgetary participation with managerial

  2. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN PEMAHAMAN ETIKA KERJA ISLAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Susetyo Indriyati

    2017-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Pemahaman Terhadap Etika Kerja Islami Sebagai Variabel Moderating Studi Kasus Pada Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS Baitul Maal wa Tamwil (BMT Beringharjo Yogyakarta. Responden yang digunakan sebanyak 97 karyawan yang bekerja di Kantor Cabang Yogyakarta. Data diolah menggunakan analisis Partial Least Squares (PLS berbasis variance, dengan software SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami, Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami, Disiplin Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami. Sementara Gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja secara bersama-sama memilki pengaruh yang signifikan terhadap Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami. Hasil dari analisis moderating (analisis jalur menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Motivasi memiliki pengaruh negatif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Disiplin Kerja memilki pengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja karyawan. Secara keseluruhan Gaya Kepemimpinan, Motivasi, Disiplin Kerja, dan Pemahaman Karyawan Terhadap Etika Kerja Islami secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

  3. Redesain Tempat Kerja Untuk Meningkatkan Kenyamanan Dalam Proses Peleburan Paduan Perunggu Perajin Gamelan Bali Di Desa Tihingan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IGN. Priambadi

    2015-07-01

    Full Text Available Gamelan Bali merupakan suatu alat akustik yang keberadaannya dimanfaatkan sebagai salahsatu sarana pendukung dalam melakukan upacara ritual bagi umat Hindu di Bali. Desa Tihinganadalah merupakan ikon dari gamelan Bali, karena desa ini terkenal dengan produksi gamelannyadan terkenal sampai ke Mancanegara. Proses pembuatan gamelan dimulai dari peleburanpaduan perunggu, forging, serta pelarasan yang bertujuan untuk mendapatkan nada dasar daribilah gamelan. Proses peleburan adalah merupakan peleburan paduan perunggu yang terdiridari unsur 80 % Cu dan 20 % Sn, dimana komposisi tersebut secara konvensional dipakai olehperajin untuk menjaga kualitas gamelan yang dihasilkan. Pada proses peleburan paduanperunggu temperatur yang diperlukan ± 1083 o C, pencapaian temperatur ini tentunyamenyebabkan temperatur lingkungan tempat kerja menjadi tinggi. Berdasarkan studi yangdilakukan temperatur tempat kerja perajin diukur dengan metode MRT rata-rata mencapai 42,69± 0,73 o C, temperatur ini menunjukkan kondisi tempat kerja kurang nyaman. Berdasarkankondisi tersebut, maka dilakukan studi terhadap tempat kerja perajin agar paparan panas yangterjadi dapat dikurangi sehingga tempat kerja perajin dapat ditingkatkan kenyamanannya. Studiyang dilakukan adalah mendesain ulang tempat kerja dengan memperhatikan konseppenugasan, lingkungan dan organisasi kerja. Penerapan ketiga konsep ini dalam prosespendesainan ulang (redesain pada tempat kerja perajin dimulai dari paparan panas yang terjadi,selanjutnya dilakukan perhitungan dimensi dari tempat kerja yang didasarkan atas konseptermodinamika. Studi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa redesain yang dilakukanmemberikan dampak yang positif terhadap kondisi lingkungan tempat kerja. Kondisi lingkungantempat kerja perajin secara thermodinamika menunjukkan bahwa faktor kenyamanan mengalamipeningkatan. Adapun perubahan dimensi bangunan sebelum redesain (S1 dan sesudahredesai (S2 tersebut mulai dari ketinggian total bangunan

  4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FRAUD PADA SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Wulandari

    2017-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali persepsi pegawai di instansi pemerintahan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fraud. Faktor-faktor tersebut antara lain sistem pengendalian internal, asimetri informasi, keadilan distributif, keadilan prosedural, kultur organisasi, penegakan hukum dan moralitas individu.Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS yang bekerja pada bagian keuangan di SKPD Kabupaten Temanggung sebanyak 95 responden. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner dengan skala likert 1-5. Penelitian ini menggunakan alat analisis data regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif sistem pengendalian internal terhadap fraud, terdapat pengaruh positif asimetri informasi terhadap fraud, tidak terdapat pengaruh keadilan distributif terhadap fraud, tidak terdapat pengaruh keadilan prosedural terhadap fraud, tidak terdapat pengaruh kultur organisasi terhadap fraud, tidak terdapat pengaruh penegakan hukum terhadap fraud, terdapat pengaruh negatif moralitas individu terhadap fraud. The purpose of this study was to explore the perceptions of employees in government agencies about the factors that influence fraud. These factors include the internal control system, the asymmetry of information, distributive justice, procedural justice, organizational culture, law enforcement and individual morality. The population in this study is were employees of SKPD in Temanggung Regencyas many as 95 respondents. Methods of data collection is done by using questionnaires with Likert scale 1-5. This study uses multiple regression data analysis tools. The results showed that there was a negative effect of the internal control system against fraud, there is a positive effect of information asymmetry against fraud, there is no influence of distributive justice against fraud, there is no influence procedural justice against fraud, there is no influence of organizational

  5. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru dengan Motivasi Karir Sebagai Variabel Moderasi dan Kepuasan Karir Sebagai Variabel Mediasi pada YP IPPI [Effect of Job Satisfaction on Teacher Performance with Career Motivation as a Moderating Variable and Career Satisfaction as a Mediating Variable at the YP IPPI – Education Foundation/Indonesian Educational Development Institute

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferdy Ardiansyah

    2015-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru dengan motivasi karir sebagai variabel moderasi dan kepuasan karir sebagai variabel mediasi pada YP IPPI, Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji pengaruh variabel moderasi motivasi karir dan variabel mediasi pada hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja. Penelitian ini menyebarkan kuesioner kepada 74 guru dari total 208 guru di YP IPPI di Jakarta dan dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan dimediasi oleh kepuasan karir dan di moderasi oleh motivasi karir, namun temuan yang unik variabel moderasi motivasi karir memberikan dukungan pengaruh yang negatif pada guru-guru di sekolah tersebut.

  6. PENGARUH EFIKASI DIRI, MINAT KERJA, DAN BIMBINGAN KARIR TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA smk PROGRAM KEHLIAN AKUNTANSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi Kurniawati

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri, minat kerja, dan bimbingan karir kesiapan kerja siswa baik secara simultan maupun parsial. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket/kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu kesiapan kerja. Variabel independennya yaitu efikasi diri, minat kerja, dan bimbingan karir. Hasil uji hipotesis simultan menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri, minat kerja, dan bimbingan karir terhadap kesiapan kerja. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri terhadap kesiapan kerja, ada pengaruh minat kerja terhadap kesiapan kerja dan ada pengaruh bimbingan karir terhadap kesiapan kerja. Simpulan dari penelitian ini yaitu efikasi diri, minat kerja, dan bimbingan karir berpengaruh terhadap kesiapan kerja secara simultan maupun secara parsial. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah siswa hendaknya meningkatkan kesiapan kerja mereka, peningkatan terhadap efikasi diri siswa; peningkatan terhadap pemahaman mengenai minat siswa; dan guru hendaknya meningkatkan pelayanan bimbingan karir. This study aimed to examine the influence of self efficacy, work interest, and career guidance toward work readiness either simultaneously or partially. population and sample in this research were students of class XI Accounting. Data collection method in this research using questionnaires / questionnaire, documentation and interviews. The dependent variable in this research is work readiness. Independent variables namely self efficacy, work interest, and career guidance. Conclusions from this research that the self efficacy, work interest, and career guidance affect the work readiness either simultaneously or partially The suggestions are, based this research, students should improve their work readiness; improve

  7. PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR JASA PASCAKEBIJAKAN UPAH MINIMUM DI PROVINSI BANTEN (PERIODE TAHUN 2001–2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Findi Alexandi

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the conditions of employment and the factors that affect employment in agriculture and services in the province of Banten. The method used was descriptive analysis and regression analysis of panel data. The estimation results showed that all variable of the minimum wage in districts/ cities, consumption, investment, and gross regional domestic product (GDP significantly affect employment in agriculture and services in the province of Banten. Factors affecting employment in agriculture and the service sector in the province of Banten are as follow: First, the agricultural sector model estimation results indicate that UMK variable, consumption, investment, and GDP have significant effect on employment in the agricultural sector. Second, the service sector model estimation results indicate that UMK variable, consumption, investment, and GDP have significant effect on employment in the agricultural sector. Therefore, the Government of Banten Province is expected to increase the growth rate and GDP contribution of the agricultural sector and the service sector, taking into account the level of wages and observing conditions of employment in that sector.Keywords: agriculture sector, labor, employment, GDP, Banten ABSTRAKTujuan  dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi ketenagakerjaan dan faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan jasa di Provinsi Banten. Metode yang digunakan analisis deskriptif dan analisis regresi data panel. Hasil estimasi semua variabel upah minimimum kabupaten/kota, konsumsi, investasi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB berpengaruh nyata terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan jasa di Provinsi Banten. Faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor pertanian dan sektor jasa di Provinsi Banten adalah sebagai berikut. Pertama, hasil estimasi model sektor pertanian menunjukan bahwa variabel UMK, konsumsi

  8. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PERUMAHAN NASIONAL DI KOTA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Fahreza

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1 Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas Kota Medan ditinjau dari luasan, vegetasi, jenis dan perawatan. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini yaitu Perumahan Nasional Martubung, dan Perumahan Nasional Helvetia karna kedua Perumahan nasional ini berada di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi (Total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa (1 kondisi RTH publik pada kedua perumahan nasional ini ditinjau dari luasan, jenis, vegetasi dan perawatan. Untuk luasan RTH, kedua perumahan nasional ini belum optimal dan belum memenuhi syarat yang ditentukan Kementrian PU yang mensyratkan 20% dari luas kawasan. Jenis RTH pada perumahan nasional ini yaitu taman, lapangan sepak bola, lapangan olahraga, bantaran danau, dan lahan kosong terbengkalai. Untuk vegetasi pada RTH, masih terlalu sedikit sehingga mengurangi nilai keindahan dan keteduhan pada RTH kedua perumahan nasional ini, hal itu terlihat dari tanaman-tanaman yang layu, kering dan gersang. Perawatan RTH yang dilakukan kurang maksimal hal itu terlihat dari rumput yang tidak teratur dan lebat, ranting pohon yang berjatuhan serta fasilitas didalam RTH yang rusak. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Ada beberapa RTH yang tidak dilakukan pemanfaatan aktifitas didalamnya. Jenis aktifitas yang ada pada kedua perumahan nasional ini hampir sama, yaitu bermain bola, bermain bulu tangkis, bermain futsal, bermain voli, berolahraga seperti jogging dan senam, bermain anak-anak, bersosialisasi, berjualan dan acara-acara tahunan. Kata Kunci: RTH, perumnas

  9. PENGARUH KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hidayati Hidayati

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakGingivitis kehamilan adalah gingivitis yang terjadi pada wanita hamil. Gingivitisdisebabkan oleh iritasi bakteri yang ada dalam plak dan kalkulus. Plak dan kalkulus merupakanindikator kebersihan mulut yang buruk. Selama kehamilan, hormon estrogen dan progesteroneakan mengalami peningkatan yang menyebabkan jaringan gingiva merespon secara berlebihanterhadap iritasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan rongga mulutdan status gingivitis ibu hamil serta hubungan antara tingkat kebersihan rongga mulut denganstatus gingivitis pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah anayitic correlation denganpendekatan cross sectional, sampel diambil menggunakanteknik accidental sampling dengan ujistatistik Kolmogorov-Smirnov. Subjek adalah 70 wanita hamil di Puskesmas wilayah kerjaAndalas Padang Timur. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebersihan mulut ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur sebagian besar adalah sedang(57,1% dan sebagian besar ibu hamil yang diperiksa mengalami gingivitis sedang (70%. Semuaibu yang diperiksa mengalami gingivitis, baik itu ibu dengan tingkat kebersihan mulut yang baik,sedang maupun buruk. Disarankan kepada ibu hamil untuk selalu menjaga kebersihan dankesehatan rongga mulutnya.Kata Kunci : gingivitis kehamilan, estrogen, progesteron, tingkat kebersihan rongga mulut,gingivitisAbstractPregnancy gingivitis is gingivitis that occurs in pregnant women. Gingivitis caused by theirritation of bacteria in plaque and calculus. Plaque and calculus is indicator of poor oral hygiene.During pregnancy, estrogen and progesterone will increase that causes excessive gingival tissueresponse to local irritation. This study aims to determine oral hygiene level and gingivitis statusin pregnant women and relationship between oral hygiene level with gingivitis status in pregnantwomen. The kind of this research is analyitic correlation with cross sectional study, sampleswere taken with

  10. PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mashudi Mashudi

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada ranah kognitif mata pelajaran matematika. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata ujian dan pretest yang tidak memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM. Rendahnya hasil belajar siswa tidak terlepas dari minimnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan prestasi belajar siswa pada ranah kognitif sebagai hasil penerapan RME. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap siswa terhadap pembelajaran matematika realistik. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDN Kiarapandak 01 Kec. Sukajaya Kab. Bogor yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, jurnal siswa, tes, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada ranah kognitif secara umum mengalami peningkatan setelah diterapkannya pendekatan RME. Pada siklus I skor rata-rata gain ternormalisasi pada pretest dan akhir siklus I skor rata-rata siswa termasuk kategori rendah. Sementara pada siklus II skor rata-rata siswa gain ternormalisasi pada siklus I dan akhir siklus II  skor rata-rata siswa termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada aspek kognitif mengalami peningkatan setelah diterapkannya pendekatan RME. Kata kunci : pembelajaran matematika realistik, hasil belajar.  Abstract. This research is motivated lack of student learning outcomes in the cognitive domain of mathematics. This is demonstrated by the average score of the test and pretest that do not meet the value of Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM. Low student learning

  11. ANALISIS KAPASITAS KERJA DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TRAKTOR TANGAN BERDASARKAN VARIASI POLA PENGOLAHAN TANAH, KEDALAMAN PEMBAJAKAN DAN KECEPATAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulias Mardinata

    2014-10-01

    ha, pada pola berkeliling adalah 4,651 jam/ha, dan interaksinya adalah 0,868 – 1,787 l/jam.  Kecepatan dan kedalaman pembajakan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja. Pola pengolahan tanah terbaik agar konsumsi bahan bakar efi sien dan kapasitas  kerja maksimal adalah pola berkeliling. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, kapasitas kerja, kecepatan, kedalaman, pola pengolahan

  12. Penerapan Human Relations Dalam Meningkatkan Motivsi Kerja Karyawan di Valentino Boutique Hotel Makassar

    OpenAIRE

    MIRYANTI, INDHIRA; Sultan, Muh. Iqbal; Farid, Muh.

    2011-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah : ( 1 ) Untuk mengetahui Penerapan human relations dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan Valentino Boutique Hotel Makassar. ( 2 ) Untuk mengetahui factor ??? factor yang berpengaruh pada human relations untuk meningkatkan motivasi kerja pada Valentino Boutique Hotel Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Valentino Boutique Hotel Makassar. Methode penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari observasi study pus...

  13. PERBAIKAN POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENDEKATAN METODE OWAS (Studi kasus di UD. Rizki Ragil Jaya – Kota Cilegon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Susihono

    2012-04-01

    Full Text Available Perbaikan postur kerja penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan pekerja dalam melakukan aktifitas kerja. Gangguang pada sistem musculoskeletal seminimal mungkin terjadi. Pada aktifitas proses produksi pembuatan kripik singkong teridentifikasi bahwa postur kerja memiliki potensi menimbulkan cidera sehingga perlu dilakukan perbaikan metode kerja guna menurunkan indeks resiko kerja. Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS digunakan untuk mengevalusi dan menganalisa sikap kerja sehingga diperoleh kategori dan rekomendasi metode kerja yang baru. Perhitungan indek resiko kerja dilakukan agar dapat mengklasifikasikan kategori pekerjaan yang dilakukan. Perancangan mesin dengan menggunakan data antropometri dan data hasil rekomendasi OWAS. Hasil analisis OWAS menunjukkan bahwa sebelum perbaikan masuk pada kategori 3 yang artinya memerlukan perbaikan dengan segera dan 2 yang artinya memerlukan perbaikan dimasa mendatang, sedangkan setelah perbaikan diperoleh kategori 1 yang artinya tidak ada masalah pada sistem musculoskeletal. Indeks resiko sebelum perbaikan sebesar 243 satuan, setelah perbaikan menjadi 129 satuan artinya pekerjaan mempunyai resiko yang kecil (minimum risk

  14. GAMBARAN PERILAKU DAN PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP KONSUMSI GARAM BERYODIUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOROH 1 KABUPATEN GROBOGAN PADA TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Yanti

    2015-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku dan persepsi Ibu Rumah Tangga terhadap konsumsi garam beryodium di wilayah kerja Puskesmas Toroh 1 Kabupaten Grobogan pada tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Toroh 1.Sampel diambil secara simplerandom sampling didapatkan 80 orang.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar checklist. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengetahuan Ibu tentang konsumsi garam beryodium baik sebesar 37,5%, sikap Ibu tentang konsumsi garam beryodium baik sebesar 70%, perilaku Ibu terhadap konsumsi garam beryodium baik sebesar 98,80%, persepsi Ibu tentang konsumsi garam beryodium sebesar 100% baik, motivasi Ibu menggunakan garam beryodium tinggi sebesar 96,20%, ketersediaan garam beryodium mudah diperoleh sebanyak 97,50%, jenis garam yang dikonsumsi yaitu jenis garam halus sebanyak 68,80% dan pemantauan garam beryodium tinggi sebesar 23,80%. Saran yang diberikan kepada Ibu Rumah Tangga yaitu agar menggunakan garam beryodium untuk kebutuhan sehari-hari. The goal of this research was to know the behavior and perception of housewife in Toroh 1 Medical Centers, District of Grobogan at 2014. Design of this research was quantitative descriptive with cross-sectional design. Population in this research was housewife at Toroh 1 Medical Centers. Samples were collected by using simple random sampling. Sample in this research was 80 peoples. The result of research were education of housewife about iodized salt good consumption amounted to 37,5 %, attitude of housewife about iodized salt good consumption amounted to 70%, behavior of housewife about a good iodized salt amounted to 98.80%, perception of housewife about iodized salt consumption amounted to 100% was good, motivation of housewifein using high iodized salt amounted to 96

  15. PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA MODEL KOOPERATIF TEKNIK MENCARI PASANGAN DAN TEKNIK KANCING GEMERINCING PADA SISWA INTROVER DAN EKSTROVER DI SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sunarsih

    2012-06-01

    Full Text Available Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat merupakan salah satu unit di Universitas Respati Yogyakarta yang bertugas untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Dalam proses pengolahan data kegiatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih mengalami beberapa permasalahan yaitu belum adanya basis data yang digunakan untuk pengumpulan data rekam jejak kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan sistem pengarsipan dokumen masih berbentuk kertas yang berdampak pada kerusakan dokumen, hilangnya dokumen, efisiensi ruang dan pencarian data. Penelitian yang dilakukan bertujuan menghasilkan luaran sistem informasi yang dapat melakukan proses pengolahan data penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Universitas Respati Yogyakarta. Pengolahan data mengacu pada komponen beban kerja dosen dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengembangan dilakukan dengan tahapan analisa sistem, perancangan sistem, coding dan implementasi sistem. Hasil pengembangan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu sebuah sistem yang dapat membantu Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dalam proses pengolahan data rekam jejak kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen.

  16. Re-Orientasi Keterampilan Kerja Lulusan Pendidikan Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ivan Hanafi

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Skills Re-orientation for Vocational School Graduates. Pendidikan kejuruan diyakini memiliki konstribusi yang besar bagi perkembangan masyarakat dan peningkatan ekonomi suatu negara. Daya saing negara bergantung banyak pada tenaga kerja yang memilik pengetahuan dan keterampilan, karena mereka akan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produksi. Pendidikan dan latihan kejuruan pada hakekat adalah sebagai tempat untuk menyiapkan tenaga kerja berpengetahuan, berketerampilan, dan berkepribadian bagi memenuhi harapan dunia kerja dan industri. Tetapi kondisi riil menunjukkan banyak lulusan pendidikan kejuruan yang tidak memperoleh kerja, bahkan mereka yang telah bekerjapun menghadapi masalah keterampilan.  Bekal pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki tidak cukup untuk dapat sustain dalam lingkungan kerja. Hal itu salah satunya disebabkan karena tenaga kerja tidak memiliki employability skills yang cukup seperti permintaan dunia kerja. Untuk itu, lembaga pendidikan kejuruan diharapkan mengantisipasi dengan tepat perkembangan yang terjadi di dunia kerja melalui berbagai pendekatan pembelajaran agar lebih fleksibel untuk merespon permintaan dunia kerja yang berubah dengan cepat. Kata kunci: lulusan, pendidikan kejuruan

  17. RESIKO PENULARAN INFEKSI DI RUANG AUTOPSI DAN PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Citra Manela

    2015-12-01

    Full Text Available AbstrakPeningkatan resiko penularan infeksi di ruang autopsi semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah kasus korban meninggal yang terinfeksi penyakit terutama di negara berkembang. Beberapa studi menyatakan terjadinya peningkatan prevalensi HIV, hepatitis B, C, D dan G, tuberkulosis, penyakit Prion, Hantavirus, campak, infeksi bakteri atau HTCV pada pekerja di ruang autopsi. Penerapan kewaspadaan universal, termasuk standar OSHA, pemilihan disinfektan dan pengolahan limbah medis sangat penting diperhatikan untuk mencegah resiko terjadinya penularan infeksi. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah mengetahui risiko penularan infeksi pada pekerja di ruang autopsi dan penerapan kewaspadaan universal. Penulisan ini berdasarkan studi kepustakaan yang terkait dengan dua topik ini. Penerapan kewaspadaan universal sangat diperlukan dalam pencegahan penularan penyakit infeksi pada pekerja di ruang autopsi yaitu meliputi penggunaan alat pelindung diri yang tepat, perilaku, tindakan mencegah infeksi, disinfeksi dan penanganan sampah medis yang sesuai aturan.AbstractThe risk of infection transmissions in autopsy room is increasing. This happens because the increase of the number of cases died affected by infectious disease, especially in developing countries. Several studies found an increase on the prevalence of HIV , Hepatitis B , C , D and G, Tuberculosis , Prion Disease , Hantavirus , Measles , Bacterial Infection or HTCV on workers in autopsy room .The application of universal precaution , including OSHA standards , the selection of disinfectant, medical waste management is very important to prevent the risk of the infection transmission. The aim of this review was to explain the risks of infection transmissions on workers in autopsy room and the application of universal precaution. Literatures on these two topics were evaluated. Application of universal precautions are very necessary in the prevention of transmission of

  18. Perbandingan Kesintasan dan Efektivitas Biaya Pasien Geriatri di Ruang Rawat Inap Akut RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Sebelum dan pada Era Jaminan Kesehatan Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Czeresna Heriawan Soejono

    2018-01-01

    Full Text Available Pendekatan Paripurna Pasien Geriatri (P3G telah menjadi standar pelayanan di RSCM karena menghasilkan luaran perawatan geriatri yang lebih baik. Sejak awal tahun 2014, di Indonesia diberlakukan sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesintasan dan efektivitas biaya pasien geriatri pada era JKN dan pra-JKN yang dirawat di RSCM. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan kontrol historis. Sampel dikumpulkan dari pasien geriatri yang dirawat di RSCM pada bulan Juli 2013-Juni 2014 yang kemudian dibagi menjadi kelompok JKN dan pra- JKN sebagai kontrol. Dinilai perbedaan kesintasan dengan kurva kesintasan dan efektifitas biaya perawatan dengan menghitung incremental cost effectiveness ratio (ICER. Dari total 225 subyek, 100 subyek masuk kelompok era pra-JKN dan 125 subyek di era JKN dengan karakteristik demografis dan klinis yang relatif sama. Tidak ada perbedaan mortalitas selama perawatan dan kesintasan 30 hari antara kelompok JKN dan pra-JKN (31,2% vs 28%, p=0,602 dan 65,2% vs 66,4%, p=0,086. Kurva kesintasan 30 hari antara kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna. ICER memperlihatkan pada era JKN investasi biaya Rp1,4 juta,- terkait dengan penurunan kesintasan 1,2% dibandingkan kelompok pra-JKN, namun perbedaan tersebut tidak bermakna; hasil tersebut perlu didapatkan saat implementasi JKN masih dalam tahap awal. Diperlukan penelitian lanjutan saat implementasi JKN telah berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.   The Comparison of Survival, and Cost Effectiveness of Geriatric Patients Admitted in Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital Before and During National Health Insurance Program Implementation Abstract Comprehensive Geriatrics Assessment (CGA has been proven to improve the overall outcome of geriatric patients care, and has been implemented in RSCM as the standard geriatric medical care. National Health Insurance Program (NHIP was implemented in Indonesia in

  19. PENGARUH STRESS DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKSI PERENCANAAN BIDANG BINA MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasril Tasril

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak : Stress merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketegangan karena kondisi-kondisi yang mempengaruhi dirinya. Kondisi-kondisi tersebut dapat ditimbulkan dari dalam diri individu maupun dari lingkungan diluar diri individu. Stress juga merupakan suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang. Begitu juga pegawai Dinas Pekerjaan Umum Seksi Perencanaan Bidang Bina Marga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh stress dan motivasi terhadap kinerja pegawai yang diterapkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Dalam penelitian yang penulis lakukan ini, penulis mempergunakan metode deskriptif, yaitu alat analisa dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan dan mentabulasi serta menguraikan secara sistematis terhadap fakta-fakta yang ada dikaitkan dengan telaah pustaka dengan membuat suatu kesimpulan dan analisa kuantitaf yaitu penggunaan data-data berupa angka-angka yang diperoleh untuk mempermudah penganalisaan data, maka disini penulis menggunakan program SPSS.Adapun indikator stress yang penulis teliti dalam penelitian ini yaitu beban kerja, tekanan dan sikap pimpinan, waktu dan peralatan kerja,  konflik antar pribadi dan masalah-masalah keluarga. Motivasi merupakan tindakan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan semaksimal mungkin demi keberhasilan.Kata kunci : stress, motivasi dan kinerja. Abstract: Stress is a condition where a person experiences stress due to conditions that affect him. These conditions can be generated from within the individual and the environment outside the individual. Stress is also a response in adjusting influenced by individual differences and or psychological processes, as a consequence of environmental action, situation or event that is too much to hold a person

  20. ANALISIS JAM KERJA EFEKTIF DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN METODE PDCA DI PT NMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Hamdi Azwir

    2018-04-01

    Full Text Available Adanya persaingan yang sangat ketat di pasar menuntut produsen untuk melakukan perbaikan secara terus menerus untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan harga paling kompetitif. Hal tersebut merupakan suatu kewajiban yang tidak terhindarkan agar perusahaan mampu bertahan. PT NMI adalah produsen pedestal yang menganut sistem job order. Dalam usaha untuk meningkatkan daya saing karena meningkatnya tuntutan pelanggan, perusahaan ini memiliki kendala yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengiriman. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebabnya adalah utilisasi jam kerja yang masih rendah yaitu hanya 68,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari cara agar utilisasi dapat ditingkatkan sehingga kepastian waktu pengiriman menjadi lebih baik. Metodologi yang digunakan adalah analisis jam kerja efektif pada PT. NMI dengan menggunakan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA. Pendekatan dilakukan dengan mengidentifikasi cara menaikkan utilisasi jam kerja agar dapat meningkatkan kapasitas produksi pedestal dengan memperhatikan produktivitas dan jumlah karyawan sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu. Penerapan PDCA menghasilkan solusi bahwa upaya meningkatkan jam kerja efektif dapat dilakukan dengan merubah standard raw material yang digunakan dan standard kerja produksi. Setelah dilakukan perubahan standard raw material dan penggunaan standard kerja produksi yang baru, diperoleh hasil pemakaian jam kerja mengalami peningkatan dari 68,7% menjadi 82,4% dan produktivitas tenaga kerja meningkat dari 41 pcs/jam menjadi 52 pcs/jam.

  1. Prinsip Kehati-Hatian di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    La Ode Angga

    2017-06-01

    Full Text Available Prinsip Kehati-Hatian di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalamPeraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku bertujuan untuk mengetahui hakekat prinsip kehati-hatian dalam Rencana Tata Ruang Wilayah di Provinsi Maluku.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap azas-azas hukum, kaedah-kaedah hukum dalam arti nilai (norma peraturan hukum konkrit dan sistem hukum.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekaan filosofis (philosophicalapproach, pendekatan konseptual (conseptual approach, pendekatan perundang-undangan (statute approach. Hasil yang diperoleh bahwa prinsip kehati-hatian dalam Perda RTRW Provinsi Maluku No. 16 Tahun 2013 dilakukan pencegahan secara dini, pencegahan antisipatif, kehati-hatian (Prudential Principles terhadap perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penataan ruang. Filosofis pengaturan prinsip kehati-hatian dalam Perda RTRW Provinsi Maluku bahwa mengingat fungsi ruang sebagai tempat manusia dan makhluk hidup lain, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya, pada dasarnya ketersediaannya tidak tak terbatas. Berkaitan itu untuk mewujudkan rencana tata ruang wilayah Provinsi Maluku yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan perlu dilakukan rencana tata ruang wilayah yang dapat mengharmonisasi lingkungan alam dan lingkungan buatan  mampu mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan, serta dapat memberikan perlindungan terhadap fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan hidup akibat pemanfaatan ruang

  2. Rendahnya asupan zat besi dan kepatuhan mengonsumsi tablet besi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran, Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Purwoko Widji Utomo

    2016-08-01

    iron tablets, and the role of husband in encouraging pregnant women to consume iron tablets.KEYWORDS: anemia, compliance in consuming iron tablets, nutrient intakeABSTRAKLatar belakang: Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan 80,7% wanita usia subur (WUS yang hamil mendapat/membeli tablet besi, namun sebagianbesar diketahui tidak patuh mengonsumsinya. Kekurangan besi dalam tubuh disebabkan kurangnya konsumsi makanan sumber zat besi dan ketidakpatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi. Suplementasi tablet besi dan perbaikan asupan zat gizi terutama sumber zat besi merupakan upaya penanggulangananemia yang banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan zat gizi dan tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional (survey dengan rancangan cross sectional dengan subjek penelitian 50 ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil: Persentase anemia pada ibu hamil sebesar 56,0%. Hasil analisis multivariat hanya kepatuhan mengonsumsi tablet besi yang berhubungan bermakna (p=0,001, RP=3,7; 95% CI:2,06-6,82 dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Harga sumber makanan hewani yang mahal, keanekaragaman sumber makanan hewani yang terbatas, dan ketidaksukaan mengonsumsi sumber makanan hewani menyebabkan ibu hamil memilih sumber makanan nabati yang murah dan mudah didapat.Kesimpulan: Asupan zat gizi terutama zat besi dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi masih menjadi penyebab anemia pada ibu hamil. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahan anemia ibu hamil dengan cara peningkatan keanekaragaman konsumsi bahan makanan sumber zat besi, kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi tablet besi

  3. KAJIAN ALIH FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Riana

    2014-07-01

    Full Text Available Abstract Denpasar city is both the capital as well as the major growth center in Bali. This growth however has caused problems for open space provision. Green open space in urban areas is a necessary part of spatial planning in order to maintain water catchment areas to improve urban environmental compatibility, creation of an urban environment that is safe, comfortable, fresh, beautiful and healthy, and to provide a balance between the natural environment, the built environment and the public realm. The transformation of open space to urban uses in cities is ubiquitous and impacts on spatial planning. This study aims to determine the extent of land conversion in Denpasar and the reasons for such change. Quantitative analysis is used to focus on the form of land use change and the logic behind it. The study concentrates on open space conversion. Data was collected by observation, questionnaires and interview. The final results of this research will hopefully enrich the field of regional development and urban spatial planning, and provide a useful stimulus in the forward planning of Denpasar. Preliminary results suggest that land conversion predominantly serves residential land use (94.12%. Dominant factors that affect its transfer are due to its strategic location (69.50% and blocked irrigation channels (30.1%. The analysis demonstrates that many open green spaces are located in strategic areas with a complete infrastructure that supports land conversion but are located beside irrigation channels than cannot function optimally. Keywords: land conversion, green open space, urban open space  Abstrak Denpasar merupakan ibu kota Provinsi dan pusat pertumbuhan di Bali. Pesatnya pertumbuhan kota memunculkan permasalahan terkait pengadaan ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kota dengan tujuan menjaga ketersediaan lahan, sebagai kawasan resapan air, menjaga keseimbangan antara lingkungan

  4. PENGAWASAN, EVALUASI, DAN PENILAIAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERKAIT BILLING SYSTEM PADA RSUD UNGARAN BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 (MEA02

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthania Firmadita

    2016-10-01

    Full Text Available RSUD Ungaran Kabupaten Semarang ini memiliki sejumlah layanan kesehatan yang melayani masyarakat umum, layanan kesehatan dinamakan dengan Billing System yang dibuat dengan tujuan mempercepat pelayanan kesehatan terhadap pelanggan. Melihat banyaknya kebutuhan setiap bagian yang terkait sehingga semakin besar pengelolaan data yang ada menyebabkan keterlambatan sistem dan kesalahan dalam pengelolaan data. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan layanan operasional terbaik dan meminimalisasi kesalahan. Salah satunya dilakukan penilaian kinerja pengelolaan layanan yang diberikan, penilaian kinerja ini merupakan pengendalian kontrol internal secara sistematik, untuk melihat tingkat kesesuaian dan keefektifan implementasi layanan. Dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses pengawasan, evaluasi, dan penilaian pengendalian internal terkait billing system (MEA02 pada RSUD Ungaran saat ini adalah Level 2 dengan status Largely Achieved sebesar 71,56% setara 2,71 dimana Level 1 dan Level 0 tercapai Fully Achieved.Hal ini menunjukan sudah dilakukan komunikasi perencanaan kedepan dari hasil penilaian kinerja tetapi belum diimplementasikan. Dan untuk mencapai level kapabilitas, RSUD Ungaran dapat melakukan strategi perbaikan yang dilakukan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 3. Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, Sistem Informasi Kesehatan, COBIT 5, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan

  5. Penutupan Ruang Pasca Pencabutan pada Perawatan Ortodonti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica GA Monica GA

    2015-10-01

    Full Text Available Orthodontic space closure of every single patient should be planned individually based on the diagnosis and treatment plan. Failure on this procedure due to anchorage loss will inhibit correction of the bimaxillary protrusion because mesial movement of the posterior teeth occupied most of the premolar extraction space. The diagnosis and treatment plan should be considered carefully especially those of the ampunt of crowding, anchorage, axial inclination of canine and incisors, midline discrepancies and left/right symmetry, also the vertical dimension. In general there were two methods of space closure, non-sliding mechanics and sliding mechanics. To achieve space closure with the teeth desired, we must planned the anchorage control strategies. Differential force system are an excellent means in anchorage control, where the M/F ratio of the anchor teeth must be stronger than the teeth which moved.

  6. Aplikasi Kontrol PI (Proportional Integral pada Katup Ekspansi Mesin Pendingin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Rudiyanto

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses perancangan dan pembuatan kontrol katup ekspansi otomatis dengan menggunakan sistem kontrol PI, untuk melakukan proses pengontrolan temperatur ruang evaporator agar didapatkan hasil pembekuan yang lebih optimal. Sensor temperatur LM35 digunakan dalam penelitian ini untuk melakukan pembacaan temperatur pada ruang evaporator, yang mana dari hasil pembacaan sensor tersebut digunakan sebagai sinyal masukan untuk sistem kontrol PI. Berdasarkan hasil pengujian sensor LM35 mempunyai sensitivitas pembacaan sebesar 0,009335 V/oC.  Unjuk kerja sistem kontrol PI pada penelitian ini didapatkan respon yang baik pada nilai Kp = 20 dan Ki = 10, dimana dengan nilai berikut untuk mencapai temperatur set point waktu yang dibutuhkan selama 251 detik dengan nilai maximum overshoot lebih rendah yaitu -2,4 oC. Hasil pendinginan yang didapatkan pada penelitian ini dengan menggunakan sistem kontrol katup ekspansi otomatis didapat proses pendinginan yang lebih cepat dan energi yang dibutuhkan jauh lebih hemat yaitu sebesar 0,265 kWh.   The Application of A Control PI (Proportional Integral on Expansion Valves Refrigeration Machine  Abstract. This research aim to do design process and making control valve expansion automatic by using control system PI, which then applied on refrigerator plates touch to perform the process of control freezing temperatures. Censor temperature LM35 used in this research to do reading the temperature at evaporator room, of results reading sensors is used as input signal to control system PI. Based on the test result of testing censor LM35 have the sensitivity reading of almost accordance with the datav sheet is as much as 0,009335 V/oC. Were control sistem works PI the research this obtained response good to value center Kp = 20 and Ki =10. In which value, to reach set temperature point , the time it takes 251 seconds by value maximum overshoot point lower then -2.4°C. The result

  7. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Geometri Ruang dengan Model Proving Theorem

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Eko Susilo

    2016-03-01

    Full Text Available Kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa masih lemah. Hal ini ditemukan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Geometri Ruang yaitu dalam membuktikan soal-soal pembuktian (problem to proof. Mahasiswa masih menyelesaikan secara algoritmik atau prosedural sehingga diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran Geometri Ruang berbasis kompetensi dan konservasi dengan model Proving Theorem. Dalam penelitian ini perangkat perkuliahan yang dikembangkan yaitu Silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP, Kontrak Perkuliahan, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, Tes UTS dan UAS serta Angket Karakter Konservasi telah dilaksanakan dengan baik dengan kriteria (1 validasi perangkat pembelajaran mata kuliah Geometri ruang berbasis kompetensi dan konservasi dengan model proving theorem berkategori baik dan layak digunakan dan (2 keterlaksanaan RPP pada pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan berkategori baik.Critical and creative thinking abilities of students still weak. It is found in students who take Space Geometry subjects that is in solving problems to to prove. Students still finish in algorithmic or procedural so that the required the development of Space Geometry learning tools based on competency and conservation with Proving Theorem models. This is a research development which refers to the 4-D models that have been modified for the Space Geometry learning tools, second semester academic year 2014/2015. Instruments used include validation sheet, learning tools and character assessment questionnaire. In this research, the learning tools are developed, namely Syllabus, Lesson Plan, Lecture Contract, Learning Media, Teaching Material, Tests, and Character Conservation Questionnaire had been properly implemented with the criteria (1 validation of Space Geometry learning tools based on competency and conservation with Proving Theorem models categorized good and feasible to use, and (2 the implementation of Lesson Plan on learning categorized

  8. PERAN PERAPIAN DALAM PEMBENTUKAN RUANG BARU DI SASAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pancawati Dewi

    2005-01-01

    Full Text Available The presence of fireplace in the traditional architecture has been exhibiting their important role during this time. The role of fireplace was not just through their location that dominant enough in such house but their presence also accompanying any tradition that still hold out until recent time.Contemporary development has brought many changes to the Sasak community on using their fireplace. Technology has an impact towards the form the fireplace, the number could be increased according to needs, and the location could be appropriated for the intended purpose and event. The changes on the using of this fireplace in fact have been influencing the shape and room on the previous Sasak's building. Abstract in Bahasa Indonesia : Kehadiran sebuah perapian dalam arsitektur tradisional telah memperlihatkan peranan pentingnya selama ini. Peranan perapian tidak hanya ditunjukkan melalui letaknya yang cukup dominan di dalam sebuah rumah namun kehadirannya seringkali menyertai tradisi-tradisi yang sampai saat ini tetap dipertahankan. Perkembangan jaman telah membawa banyak perubahan pada masyarakat Sasak dalam memanfaatkan perapian mereka. Bentuk dapat berubah menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, jumlah dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan baru, dan letak juga dapat berubah menyesuaikan tujuan dan kegiatan yang menyertainya. Perubahan dalam memanfaatkan perapian ini ternyata telah mempengaruhi bentuk dan ruang pada bangunan Sasak sebelumnya. Kata kunci: sasak, perapian, ruang.

  9. Analisa Beban Kerja Dengan Menggunakan Work Sampling Dan Nasa-tlx Untuk Menentukan Jumlah Operator (Studi Kasus: PT Xyz)

    OpenAIRE

    Ramadhan, Rahadian; Tama, Ishardita Pambudi; Efranto, Remba Yanuar

    2014-01-01

    PT. XYZ merupakan pabrik yang bergerak di bidang sandang. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengukuran beban secara fisik dan pengukuran beban secara mental. Pada PT XYZ para pelaksana mesin sering sekali mengeluh tentang kelelahan karena harus mengoperasikan mesin yang banyak dalam sekali kerja. Untuk mengurangi kelelahan tersebut maka dibuatlah rencana penambahan jumlah karyawan tetap untuk mengurangi beban kerja setiap pelaksana mesin.. Pengukuran beban kerja menggunakan m...

  10. Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap dan Ruang Rawat Intensif RSUD Dr. Pirngadi Medan

    OpenAIRE

    Andani, Beby Veri

    2015-01-01

    Work stress is a serious problem throughout the world. It constitutes tension in human beings which is caused by job or social working environment. It is usually undergone by people who get involved in health profession. One of the professions is nurses. Nurses who are difficult to cope with their stress in the workplace will bring about their bad work quality and low productivity. It can also cause bad work motivation, work satisfaction, moral, and commitment because of exc...

  11. Mengukur Politisasi Agama dalam Ruang Publik: Komunikasi SARA dalam Perdebatan Rational Choice Theory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Supriyadi

    2015-12-01

    Full Text Available Tulisan ini memberikan gambaran runtuhnya pengaruh isu primordialisme di ruang publik dan digantikan dengan kearifan konvensional. Penelitian ini mengambil aspek pengaruh isu SARA pada aspek rasionalitas pemilih. Penulis menemukan beberapa aspek yang mendukung kesimpulan penelitian, antara lain; bahwa isu SARA tidak terlalu direspek pemilih rasional. Pemilih rasional lebih melihat masalah yang ada dan mengevaluasi kinerja pemerintahan sebelumnya. Di lain pihak, emosi antusias terhadap isu etnisitas akan memantabkan pilihan politik terhadap pemilih etnis minoritas, sebagai bentuk penguatan komunitas. Dengan menggunakan pendekatan teori pilihan rasional (rational choice theory, penulis melihat bahwa komunikasi politik yang dibangun melalui isu SARA di ruang publik dalam kehidupan masyarakat modern, tidak lagi mampu memengaruhi pemilih rasional. Pemilih rasional (rational choice, menentukan pilihan berdasarkan pada keuntungan yang diperolehnya (maximizing benefit. Dalam faktor ini sikap pemilih lebih dipengaruhi karakteristik dan track record kandidat.

  12. PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lis Tatin Hernidatiatin

    2017-06-01

    Full Text Available Abstract. This study is aimed to analyze the direct and indirect effect of educational level on employee performance through work motivation as an intervening variable at PT. Kereta Api (Persero Regional Operations (DAOP 3 Cirebon. The method used in this research is associative method and data collection technique used is the field research (observation, interview, questionnaire and literature study. To determine the size of the sample, the study used the Slovin formula while to analyse data the researchers performed validity, reliability and classical assumption test (normality, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation test, path analysis, t hypothesis testing. The results of path analysis showed that the level of education directly impacted to employee performance and indirectly to work motivation (an intervening variable and finally to employee performance. Due to the fact that the direct correlation coefficient is greater than the indirect correlation coefficient, it can be said that the true relationship is direct correlation. Keywords. Level of education; work motivation; job performance.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan dan pengaruh tidak langsung tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada PT. Kereta Api (Persero Daerah Operasi (DAOP 3 Cirebon. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Asosiatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah Riset Lapangan (Observasi, Wawancara, Angket dan Riset Kepustakaan. Untuk menentukan ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang terdiri dari Uji validitas, Uji reliabilitas, Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas, Uji Multikolonearitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi, Analisis Jalur, Uji  t Hipotesis. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa tingkat

  13. Hubungan Work Family Conflict Dengan Quality of Work Life Pada Karyawan Wanita Perusahaan Swasta

    OpenAIRE

    Ashar, Arlinda; Harsanti, Intaglia

    2016-01-01

    Kehadiran kaum wanita dalam dunia kerja memiliki manfaat yang besar dan diperlukan dalam dunia kerja. Kemajuan dan peningkatan kaum wanita yang sangat pesat di dunia kerja memang sudah bukan persoalan baru lagi. Semakin banyaknya tenaga kerja wanita yang bekerja, maka banyak pula wanita yang menjalani peran ganda yang dapat mengalami work family conflict dan quality of work life. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work family conflict dengan quality of work life pada karya...

  14. PERUBAHAN RUANG BERBASIS TRADISI RUMAH JAWA PANARAGAN DI DESA KAPONAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Nurmayanti

    2017-06-01

    Full Text Available Tatanan spasial (ruang memperlihatkan hubungan antara arsitektur dan budaya masyarakat setempat. Manusia sebagai makhluk yang berpikir dinamis, memiliki peran besar untuk merubah lingkungan fisik maupun kebudayaan. Tatanan ruang tradisional merupakan warisan leluhur yang harmonis, senantiasa mengalami perubahan untuk beradaptasi dengan modernitas budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk (1 mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur ruang yang berubah dan (2 menjelaskan faktor-faktor sosial-budaya yang mempengaruhinya, pada objek rumah tinggal tradisional di wilayah kebudayaan Jawa Panaragan. Objek penelitian berupa rumah-rumah berlanggam arsitektur Jawa, yang telah berdiri sejak sebelum era kemerdekaan RI, terletak di wilayah tertua dari permukiman Desa Kaponan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-rasionalistik dengan analisis deskriptif. Penggalian data melalui observasi langsung terhadap objek yang menjadi kasus penelitian dan wawancara silang dengan informan (narasumber dan keyperson terkait. Variabel penelitian meliputi organisasi, fungsi, hirarki, orientasi serta teritori ruang sebagai panduan untuk mengamati perubahan ruang dalam 2 (dua periode waktu. Objek/kasus penelitian dipilih secara sengaja berdasar kriteria meliputi rumah lurah, carik, pamong desa dan tokoh masyarakat yang menjabat pada masa lampau, dilengkapi dengan rumah petani serta buruh tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur spasial (ruang yang banyak berubah adalah organisasi dan teritori ruang sebagai konsekuensi dari penambahan jumlah, jenis dan fungsi ruang. Unsur spasial yang sedikit berubah adalah orientasi dan hirarki ruang karena kuatnya faktor kepercayaan leluhur. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan ruang terutama adalah struktur keluarga dan perubahan gaya hidup seiring meningkatnya pengetahuan dan pendidikan. Kata-kata kunci : perubahan ruang, rumah tradisional, Jawa Panaragan   THE TRADITION BASED ROOM CHANGES IN JAWA

  15. PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEADILAN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazmah Nazmah

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi kerja dan keadilan organisasi terhadap organizational citizenship behaviour (OCB. Populasi penelitian adalah karyawan tetap/organikPT. Summit Oto Finance dengan masa kerja lebih dari dua tahun. Jumlah anggota populasi adalah 61 orang. Dikarenakan jumlah subyek yang terbatas, maka seluruhnya dilibatkan sebagai sampel penelitian (teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala motivasi kerja, skala persepsi keadilan organisas,i dan skalaorganizational citizenship behaviour (OCB. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Analisa data menunjukkanadanya pengaruh  yang signifikan antara motivasi kerja dan keadilan organisasi terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan PT. Summit Oto Finance. Variabel motivasi kerja dan keadilan organisasi memiliki kontribusi terhadap organizational citizenship behavior sebesar 54.7%. Secara spesifik diketahui bahwa karyawan PT. Summit Oto Finance memiliki motivasi kerja, persepsi mengenai keadilan organisasi, serta organizational citizenship behavior yang berada di kategori sedang.

  16. ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS BERACUN CO PADA MOBIL DENGAN ARRAY SENSOR MENGGUNAKAN FUZZY CONTROLLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2016-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi otomotif sekarang ini semakin pesat yaitu dengan fasilitas accessories mobil yang semakin lengkap. Namun berbagai fasilitas yang terdapat dalam mobil tanpa disadari menyimpan ancaman bahaya bagi pengguna mobil salah satunya ketika system pada AC (Air Conditioner terjadi kebocoran maka gas CO (karbon monoksida akan memenuhi ruang mobil yang tertutup. Gas CO ini sangat berbahaya karena gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sehingga sulit untuk dideteksi yang dapat menyebabkan orang yang ada didalam mobil menjadi mati lemas tanpa disadari karena menghirup gas CO yang bocor. Dengan fenomena tersebut dibutuhkan sebuah alat yang dapat mendeteksi dan mengontrol kebocoran gas CO untuk memberikan rasa aman kepada pengguna mobil. Alat ini menggunakan kendali logika fuzzy sebagai proses pengambilan keputusan sebagai hasil nilai dari inferensi kerja array sensor. Pengendali utama pada sistem menggunakan mikrokontroller ATmega32. Ketika array sensor yaitu TGS2442 dan TGS2600 mendeteksi kadar gas CO >29,0 ppm berarti dalam status bahaya sehingga buzzer akan aktif diikuti motor DC yang menggerakkan kaca mobil agar terbuka. Berdasarkan lima kali pengujian yang dilakukan didapatkanlah rata-rata selisih error output gas sebesar 0.29 ppm disaat kondisi aman dan 3.87 ppm disaat kondisi bahaya.

  17. HUBUNGAN KERJA DALAM INDUSTRI FAST FASHION: ANALISIS ISI TERHADAP FENOMENA EKSPLOITASI (STUDI KASUS FILM THE TRUE COST DAN NIKE SWEATSHOPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Apriliani

    2016-06-01

    dari aspekdominan eksploitasi berdasarkan upah, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan, waktu, kekerasan fisik dan pembentukan serikat. Selain temuan dari film tesebut, didapati bahwa konteks ekonomi, sosial, dan politik pada periode tertentu serta kebijakan ketenagakerjaan turut mendukung terjadinya eksploitasi tenaga kerja.

  18. USULAN PERBAIKAN KESELAMATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariel Levi

    2017-10-01

    Full Text Available PT Prima Utama Mitra Anda adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan box karoseri. Proses produksinya banyak menggunakan alat atau mesin yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Data perusahaan menunjukkan terdapat 73 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2013 dan 107 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2014. Dengan demikian, perlu dilakukan tindakan perbaikan guna menghindari terjadinya kerugian. Dalam penelitian ini digunakan metode Job Safety Analysis (JSA dengan pendekatan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA. Berdasarkan tahapan JSA, terdapat 86 jenis kecelakaan kerja dan diperoleh 5 pekerjaan kritis untuk dianalisis menggunakan metode FMEA. Setelah dilakukan perhitungan RPN, didapatkan 3 pekerjaan dengan tingkat kecelakaan paling tinggi, yaitu pekerjaan menggunakan mesin saw blade, pekerjaan menggunakan mesin las dan pekerjaan menggunakan mesin bor. Selanjutnya, pekerjaan tersebut diberi rekomendasi perbaikan berupa penyusunan Instruksi Kerja (IK. IK berisi langkah dasar pekerjaan, potensi bahaya, serta tata cara kerja yang benar. Selain menyusun IK, tingkat disiplin kerja juga perlu diperhatikan untuk membuktikan penyebab pasti kecelakaan kerja. Tingkat disiplin kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas jasa, keadilan, pengawasan melekat, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemanusiaan. Selain faktor-faktor tersebut, tingkat disiplin kerja dapat dibentuk melalui 2 cara, yaitu dengan disiplin preventif dan disiplin korektif.

  19. OPTIMASI DESAIN INTERIOR UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG AUDITORIUM MULTI-FUNGSI (Studi kasus Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedy C. Indrani

    2007-01-01

    akustik, kedua bahan akustik di atas dapat dipergunakan dengan praktis karena mampu nmengadaptasi perubahan fungsi, memudahkan dalam pengerjaan, menghemat waktu dan tenaga kerja dalam pemasangan, terutama pada auditorium multi-fungsi yang sudah ada. Kata kunci: auditorium multi-fungsi, optimasi desain interior, peningkatan kualitas akustik ruang.

  20. Karakteristik Gejala Dysmenorrhea dan Hubungannya dengan Aktivitas Kerja Perawat Wanita di Rumah Sakit Umum Daerah Langsa

    OpenAIRE

    Aldani, Noor Azizah

    2011-01-01

    Dysmenorrhea adalah nyeri haid yang disebabkan oleh kejangnya otot uterus, dari penyebab nyerinya dysmenorrhea di bagi menjadi dua yaitu dysmenorrhea primer dan sekunder dan pada waktu tertentu dysmenorrhea sangat mengganggu aktivitas seorang wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pengaruh karakteristik gejala dysmenorrhea terhadap aktivitas kerja perawat wanita di RSUD Langsa. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli sampai Desember 2010 dengan menggunakan desa...

  1. IDENTIFIKASI LETAK DAN JENIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nada Alifia

    2016-12-01

    The final result of this research is to find locations that have the potential as a green open space based on the needs of the community. The chosen location of which is distantly related to public facilities (eg religious facilities, near or on the river bank, located around the main street and in public facilities land. The quality of green open space is needed is to provide a sense of comfort, beauty, sustainability and public health. Functions and types of green open space which is expected by the public are parks and sports fields as a means of social activities for children, adolescents, adults and the elderly REFERENCES Budi Santoso, R. H. (2012. Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perkampungan Plemburan Tegal, Ngaglik Sleman. INERSIA , Vol. VIII No. 1. Departemen Dalam Negeri. (2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. (1988. Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 Tentang: Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan . Jakarta: Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Penataan Ruang. (2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. Ida Bagos Mantra, K. d. (2012. Penentuan Sampel. Jakarta: LP3ES. Rushayati, dkk. (2011. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung. Jurnal Forum Geografi No.25/I/Juli ISSN 0852-2682 . Singarimbun, M. (2012. Metode dan Proses Penelitian. Jakarta: LP3ES

  2. Analisa Beban Kerja Fisik dan Mental dengan Menggunakan Work Sampling dan NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Operator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Maretno

    2015-04-01

    Full Text Available Perbedaan sistem kerja yang ada di antara operator Quality Control dan operator produksi pada divisi Particle Board menyebabkan adanya perbedaan nilai beban kerja. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan jumlah jam lembur pada kedua bagian tersebut dimana jumlah jam lembur pada operator Quality Control lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa beban kerja operator Quality Control serta menganalisa jumlah operator yang optimal untuk menyelesaikan pekerjaan Quality Control.Penelitian ini menggunakan metode pengukuran beban kerja fisik (Work sampling dan pengukuran beban kerja Mental NASA - Task Load Index (NASA-TLX. Menurut perhitungan beban kerja fisik dan mental, pelaksana yang memiliki load paling tinggi adalah pekerjaanQuality Control ( QC Finish board (108.1%, sedangkan terendah ada pada pekerjaan Quality Control ( QC Produk (72.3%. Setelah penambahan pelaksana  Quality Control ( QC Finish board sebanyak 1 orang, beban kerja fisik untuk pekerjaanQuality Control ( QC Finish board menjadi 71.1%. Sedangkan untuk pekerjaan Quality Control yang lain tidak membutuhkan tambahan operator karena bisa memanfaatkan waktu idle yang dimiliki pelaksana Quality Control ( QC Produk untuk membantu pekerjaan lain

  3. ETOS KERJA WANITA PENGRAJIN BATIK TULIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idie Widigdo

    2010-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etos kerja wanita pengrajin Batik Tulis di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Angkatan kerja di Indonesia pada umumnya masih berpenghasilan rendah dan sebagian besar berada di tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sebagian besar dari angkatan kerja bekerja di sektor pertanian, sedangkan menyempitnya lahan pertanian menuntut mereka pindah ke kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak perempuan pekerja memberikan kontribusi terhadap ekonomi rumah tangga. Namun, tidak banyak  yang melihat etika pekerjaannya pada kesejahteraan keluarganya. Jam kerja pada perempuan yang lebih tua mendapat beban berat. Mereka tidak hanya melakukan pekerjaan dasar rumah tangga tetapi mereka juga bekerja mencari nafkah untuk kesejahteraan keluarganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita umumnya bekerja lebih lama, tetapi tidak ada perbedaan signifikan bahwa wanita lebih baik daripada laki-laki, karena pengelolaan pendapatan rumah tangga umumnya menjadi satu. Ukuran istri sejahtera muncul saat suami mereka mampu memenuhi rumahtangganya, ini yang nantinya akan berdampak pada turunnya etos kerja wanita dalam sebuah rumah tangga. The research aimed to examine work ethos of woman handicraftsman batik in Batik Village, Laweyan, Surakarta. Labor force in Indonesia in general is still low income, and mostly located in rural welfare levels are very low. Therefore, many of the labor force still working in the countryside, especially in the agricultural sector. However, along with the narrowing of agricultural land lost in the labor force that eventually move into the city. Research has claimed woman workers contribute to the household economy. Not many who saw her work ethos on the welfare of her family. Outpouring of working hours of workers older women. They’re not just doing basic household work but they’re also often required to work for his family welfare. Research has shown that women generally work

  4. Pengaturan Kecepatan Motor Spindle pada Retrofit Mesin Bubut CNC Menggunakan Kontroler PID Gain Scheduling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fikri Yoga Permana

    2013-03-01

    Full Text Available Pada mesin bubut Computerized Numerical Control (CNC, proses pemahatan benda kerja memerlukan kecepatan potong yang tetap agar hasil kerja memiliki tingkat presisi tinggi. Dalam prakteknya, ketika terjadi pemotongan, diameter benda kerja akan selalu berkurang dan tingkat kedalaman pahat berubah-ubah sesuai dengan proses yang dilakukan sehingga mempengaruhi kecepatan putar motor spindle sehingga mengakibatkan tingkat presisi hasil kerja menjadi berkurang. Pada penelitian ini, digunakan kontroler PI Gain Scheduling untuk mengatur kecapatan motor spindle. Hasil yang didapatkan berupa simulasi kontroler PI Gain Scheduling. Dari hasil simulasi didapatkan kontroler PI Gain Scheduling mampu membuat respon sistem sesuai dengan yang diinginkan.

  5. Pembuatan Service Level Requirement, Service Level Agreement dan Operational Level Agreement pada layanan help desk SAP berdasarkan kerangka kerja ITIL versi 2011 (Studi Kasus : Pupuk Indonesia Holding Company

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Shabrina Prameswari

    2017-01-01

    Full Text Available PT. Pupuk Indonesia Holding Company baru saja melakukan implementasi SAP pada tahun 2014. Dalam penerapannya, perusahaan merasa perlu membuat help desk SAP sebagai pusat penanganan masalah bagi perusahaan dan 7 anak perusahaannya yang kemudian dapat berfungsi juga sebagai knowledge base yang berguna apabila ada masalah yang berulang diwaktu selanjutnya. Untuk merancang layanan help desk yang baik, perlu didefinisikannya target layanan dalam sebuah kontrak perjanjian antara pengguna layanan dan penyedia layanan. Selain itu,Perjanjian layanan tersebut diperlukan juga sebagai jaminan kualitas help desk yang dapat disepakati oleh penyedia layanan dan pengguna layanan yang merupakan pengguna SAP pada PT. Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. Hal tersebut bertujuan untuk menyelaraskan bisnis dengan kualitas layanan serta menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan dalam sebuah perjanjian antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan pembuatan dokumen Service Level Requirement, Service Level Agreement dan juga Operational Level Agreement pada help desk SAP, dengan dilakukan observasi dokumen dan wawancara pada pihak pengguna layanan dan penyedia layanan, maka setelah itu dibuatlah dokumen Service Level management tersebut berdasarkan ITIL Versi 2011.

  6. Studi Kesiapan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Implementasi E-Goverment dengan Kerangka Kerja Cobit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Budi Setiawan

    2011-03-01

    Full Text Available Studi ini bertujuan untuk melihat tentang kesiapan pemanfaatan TeknologiInformasi dan Komunikasi (e-readiness pada Kementerian Komunikasi danInformatika dalam rangka implementasi tata kelola pemerintahan secaraelektronis atau e-government. Dalam studi ini juga dibahas mengenai strategi implementasi e-government menggunakan kerangka kerja COBIT. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan kerangka kerja COBIT sangat membantu dalam menentukan target kinerja proses-proses TI dalam proses implementasi e-government.

  7. Hubungan antara Aktivitas Fisik Terhadap Memori Kerja Murid SMA Don Bosco III Bekasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michelle Clarissa Junaidi

    2017-03-01

    Full Text Available Latar belakang. Memori kerja merupakan bagian dari memori jangka pendek yang berperan penting dalam membantu proses pembelajaran dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik, memori kerja yang rendah akan menimbulkan kesulitan untuk menerima informasi baru serta penurunan prestasi belajar. Tujuan. Mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap kapasitas memori kerja murid SMA Don Bosco III. Metode. Penelitian metode analitik dengan pendekatan potong lintang pada 113 murid SMA Don Bosco III, Bekasi, pada 18 – 20 Juli 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner demografi, kuesioner skrining gangguan mental dan penyakit kronis, Physical Acitivity Questionnaire of Adolescent (PAQ-A dan Operation Span (O-SPAN. Analisis data dengan univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Terdapat 113 murid SMA Don Bosco III dengan kisaran usia 14 – 17 tahun, usia terbanyak 15 tahun (47.8%, laki-laki 61,1%, murid kelas X 44.2%. Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik “kurang baik” dan rerata memori kerja 6,16. Analisis Spearman menunjukkan terdapat hubungan bermakna (p<0,05 antara aktivitas fisik terhadap memori kerja dengan korelasi positif lemah (r=0,384. Kesimpulan. Terdapat korelasi positif antara aktivitas fisik dan memori kerja, aktivitas fisik yang semakin tinggi cenderung akan meningkatkan memori kerja.

  8. Hubungan Multitasking Teknologi Informasi Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Kasus: Mahasiswa ITS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Arga Marendha

    2017-01-01

    Full Text Available Pada era globalisasi saat ini cara hidup individu umumnya para remaja dan dewasa yang selalu bergerak cepat dalam mendapatkan informasi terbaru agar tidak tertinggal dari yang lain memungkinkan melakukan pekerjaan secara bersamaan. Mayoritas dari individu-individu menganggap melakukan banyak pekerjaan sekaligus dapat digunakan sebagai solusi yang tepat. Dengan kemajuan teknologi saat ini dan perilaku seperti itu, banyak sekali contoh pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama seperti halnya mengirim e-mail saat sedang menonton televisi maupun membuat laporan saat rapat. Teknologi informasi tersebut merupakan komponen yang mendukung peningkatan produktivitas kerja. Dalam hasil dari penelitian ini didapatkan perbandingan antara skenario 1 dengan 2 dan skenario 1 dengan 3 berpengaruh terhadap produktivitas kerja karena adanya penambahan tugas me-resume video dan mengerjakan 10 soal matematika, sedangkan perbandingan skenario 2 dengan skenario 3 didapatkan dari hasil wawancara terhadap responden bahwa tidak adanya pengaruh pada produktivitas kerja dikarenakan penambahan tugas me-resume video skenario 2 lebih sulit dari tugas me-resume video skenario 3 serta penambahan 10 soal matematika tidak menjadi masalah dalam pengerjaan skenario 3. Dalam hasil hubungan multitasking teknologi informasi skenario 1 didapatkan hasil 33,1% terhadap produktivitas kerja, kemudian hubungan multitasking teknologi informasi skenario 2 didapatkan hasil 23,6% terhadap produktivitas kerja, dan hubungan multitasking teknologi informasi skenario 3 didapatkan hasil 24,8% terhadap produktivitas kerja. Sehingga dari pengerjaan skenario 2 dan 3 produktivitas kerja responden menurun dikarenakan adanya tambahan kuantitas pengerjaan.

  9. PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA MELALUI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurnaningsih

    2017-06-01

    Full Text Available inerja karyawan merupakan faktor penentu keberhasilan perusahaan. Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adanya penurunan kinerja oleh karyawan PDAM Tirta Dharma Brebes pada tahun 2015. Penurunan kinerja tersebut dilihat dari banyaknya pengaduan dari pelanggan, tingkat kehilangan air serta kehadiran dan keterlambatan karyawan. Selain itu masih ditemukan adanya perbedaan hasil penelitian mengenai variabel kepuasan kerja, motivasi kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja juga menjadi alasan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja, motivasi kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja baik secara langsung maupun tidak langsung melalui OCB. Populasi dalam penelitian ini 92 karyawan sekaligus dijadikan sampel . Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan angket. Metode analisis data menggunakan regresi dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan kerja, motivasi kerja, dan komitmen organisasi berpengaruh baik secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap kinerja melalui OCB dengan arah positif. OCB juga terbukti mampu memediasi pengaruh kepuasan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja. Employee performance is a critical success factor of a company.The probleim in this research is the employee performance found to be low in PDAM Tirta Dharma Brebes on 2015. In addition, there is the differences that found in many research about the effect of job satisfaction, work motivation, organizational commitment on performance. The purpose of this study is to determine the effect of the effect of job satisfaction, work motivation, organizational commitment on employee performance through OCB as an intervening. The population in this study as all employees of PDAM, with Total 92 people were used as sample. The methods of data collection using questionare and interview. Methode of data analysis were multiple regression, and path analysis. The result showed

  10. Analisis Pengaruh Faktor Lingkungan dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja di Pelayanan Kesehatan RSUD Banjarbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Husaini

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract Healthcare providers have the function of organizing medical services, development of administration and financial implemented by medical record and service unit. Therefore, hospital should give a positive direction to achieve organization goals and employees’ job satisfaction. The expectation is influenced by the work environment and motivation. This study aimed to analyze the influence of physical work environment (temperature and humidity, non-physical work environment (relationship among employees, relationship between employees and leaders and motivation for job satisfaction in the medical record and service unit at Banjarbaru Hospital in 2015. The research design was crosssectional through observational approach. The sample was 32 people. The research applied devices for measuring temperature and humidity, and questionnaires for motivation and job satisfaction assessment. The results revealed that humidity and temperature factors influence job satisfaction significantly. The influence of non-physical work environment on satisfaction was at p-value of 0.017, and the influence of motivation on job satisfaction was at p-value of 0.035. The study concluded that temperature, humidity, motivation and non-physical work environment were the factors of job satisfaction. Key words : Environment factors, job satisfaction, motivationAbstrakPelayanan kesehatan mempunyai fungsi menyelenggarakan pelayanan medis, pengembangan administrasi dan keuangan yang dilaksanakan unit kesehatan, terutama di rumah sakit, tetapi juga harus memperhatikan kepuasan kerja pegawai. Harapan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan motivasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor lingkungan kerja fisik (suhu dan kelembaban, lingkungan kerja non fisik (hubungan sesama karyawan, hubungan karyawan-atasan dan motivasi terhadap kepuasan kerja. Tempat penelitian di ruang rekam medik dan bidang pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Daerah Banjarbaru. Metode

  11. POTENSI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN KAITANNYA DENGAN TATA RUANG DI KAWASAN LERENG MERAPI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luthfi Muta'ali

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan perkembangan wilayah kawasan lereng Merapi yang dikalikan dengan peruntukan fungsi tata ruang. Lingkup wilayah dan unit analisis adalah seluruh desa di kawasan pengembangan Lereng Merapi, yaitu sejumlah 206 desa yang tersebar di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Banta Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder. Potensi perkembangan wilayah diidentifikasi dengan indikator demografis, karakteristik social ekonomi, penggunaan lahan dan infrastruktur, dan aksesibilitas. Sedangkan data peruntukan ruang dikelompokkan dalam peruntukan fungsi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Teknik analisis yang digunakan antara lain stalistik deskriptip, penentuan tipologi wilayah, analisis deskriminan, shift analysis, dan pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan, pola perkembangan wilayah di kawasan lereng Merapi terkonsentrasi di bagian tengah (kota Yogyakarta dan pinggirannya dan menuju kearah lereng atas (Kabupaten Sleman. Pada fungsi budidaya, sebagian besar wilayah bertipe 1: (besar tumbuh berada di daerah perkotaan dan perluasannya, sedangkan wilayah ripe 1l (kecil tumbuh urnumnya berfungsi sebagai daerah pertanian lahan basah. Pada peruntukan fungsi lindung, khususnya lindung bawahan (resapan air, terdapat 36,7% (18 desa yang berpotensi berkembang pesat. Analisis basis ekonomi juga menunjukkan bahwa potensi perkembangan wilayah tinggi, akan diiringi oleh pergeseran menguatnya peran sektor non pertanian. Tipologi wilayah menurut fungsi kawasan dapat digunakan sebagai dasar dalam determinasi perkembangan wilayah, karena memiliki tingkat perbedaan yang signifikan antara fungsi lindung dan budidaya. Gejala potensi perkembangan wilayah yang tinggi di lereng bagian tengah dan atas yang berfungsi sebagai kawasan lindung dan resapan tidak menguntungkan dart sisi ekologis, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini

  12. GAMBARAN STRES KERJA PEGAWAI BAGIAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT BHAKTI WIRATAMTAMA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Sartika

    2016-07-01

    Full Text Available Faktor penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja yang kurang nyaman, konsultasi yang tidak efektif dan konflik antara tuntutan keluarga dan tuntutan instansi. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran stres kerja pegawai bagian rekam medis rumah sakit Bhakti Wiratamtama Semarang. Jenis penelitianini adalah penelitiankualitatif deskriptif menggunakan teknik snowball sampling. Informan utama berjumlah 15 pegawai dan 2 triangulasi. Hasil yang diperoleh, yaitu informan mengeluhkan mengalami stres kerja akibat rak fililng yang kurang rapi dan pengembalian dokumen rekam medis pasien yang terlambat dan lingkungan kerja yang kurang baik. Adanya pertemuan triwulan dapat mengurangi masalah yang dihadapi oleh pegawai. Saran bagi pegawai yaitu petugas filing melakukan pemilahan dokumen rekam medis antara lembar yang akan diabadikan dan dimusnahkan. Rumah sakit disarankan dalam pembersihan berkas pasien dan penataan ruang lebih ditata dengan rapi agar pegawai nyaman dalam mobilisasi dalam bekerja.   Factors that cause occupational stress are the inconvenient occupational environment, ineffective consultation and conflict between family agency requirement. The purpose of this qualitative research is to get occupational stress overview of medical record employee in Bhakti Wiratamtama Semarang Hospital. This research method is qualitative research using snowball sampling. The informants consist of 15 key informants and 2 triangulation informants. The informans were complained about untidy shelves and late of medical record returning. Quarterly meeting to reduce this problem. Suggestion to employee was to sorting the medical record document, and to select wich one to be saved. Suggestion to hospital was to clean up patients documents and tidy up the room so the employee can work with comfort.

  13. PERANCANGAN STRATEGI PELAYANAN BERBASIS PENGETAHUAN PADA KANTOR NOTARIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarti Sukarti

    2016-10-01

    Key words      : Knowledge Management, Knowledge Sharing, Knowledge Management Roadmap Penelitian menghasilkan rancangan strategi untuk pelayanan pembuatan akta pada kantor Notaris, study kasus pada kantor Notaris Theresia Dwi Wijayanti, SH. Mekanisme dan alur kerja/prinsip pelayanan pembuatan akta masih berupa instruksi kerja, yang dipahami oleh beberapa pegawai saja, dan sering menjadi pertanyaan berulang pada bagian pelayanan serta menjadi kendala pada saat pegawai izin tidak masuk kerja. Karena mekanisme dan alur kerja/prinsip pelayanan belum jelas dan belum adanya media untuk pelayanan pembuatan akta otentik, mekanisme dan alur kerja/prinsip pelayanan dalam pembuatan akta pada kantor Notaris. Rancangan strategi ini difasilitasi dengan aplikasi pelayanan pembuatan akta yang dapat digunakan sebagai media dalam berbagi pengetahuan, menjadi portal Knowledge Manajement pada bagian pelayanan, sehingga menumbuhkan budaya penyebaran pengetahuan (Knowledge Sharing diantara pegawai dan pelayanan optimal kepada klien.  Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Knowledge Management Roadmap dengan tahapan pemodelan bisnis, pemodelan use case, analisis, perancangan, dan implementasi. Dengan metode Knowledge Manajement Roadmap menghasilkan rancangan strategi untuk bagian pelayanan pembuatan akta dan kantor Notaris memiliki sebuah media berbagi pengetahuan. Kata kunci: Manajemen Pengetahuan, Knowledge Sharing, Knowledge Manajement Roadmap.

  14. ANALISIS TATA KELOLA OPTIMALISASI SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN JEMBATAN TIMBANG (EDM04 BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudistira Dian Hastiti

    2016-06-01

    Full Text Available Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo Provinsi Jawa tengah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan teknis, fasilitator, dan evaluator terkait penyelengaraan kegiatan penimbangan kendaraan bermotor melalui 16 jembatan timbang yang tersebar di wilayah provinsi jawa tengah telah mengimplementasikan sebuah system yang dipergunakan untuk kemudahan dalam menimbang kendaraan dengan mendata setiap kendaraan pada suatu system yang disebut Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang (SIM JT. Masalah yang ditemukan saat ini yaitu, melihat padatnya antrian panjang kendaraan yang akan ditimbang disebabkan karena SIM JT yang belum memiliki database identitas kendaraan dan tidak dapat terpantau secara real time yang terjadi saat local server dalam keadaan down. Berdasarkan hal tersebut Dinhubkominfo berupaya mengoptimalkan kinerja SIM JT baik dari segi sumber daya manajemen manusia, TI, serta keuangan untuk meminimalkan kesalahan serta meningkatkan efektifitas pelayanan. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner  berdasarkan COBIT 5 menghasilkan tingkat kapabilitas tata kelola proses optimalisasi sumer daya (EDM04 pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah saat ini berada di level 3 dengan status pencapaian Largely Achieved sebesar 80,18% setara dengan 3,80 dimana level 0, 1, dan 2 mencapai status Fully Achieved. Hal ini menunjukan telah mengelola dengan baik proses optimalisasi sumber daya dan diimplementasikan untuk mendukung pengerjaan proses standar dan efektif. Untuk mencapai tingkat target, Dinhubkominfo dapat melakukan strategi perbaikan dengan memperhatikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 4 Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan.

  15. DAMPAK TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO,PAJAK, INVESTASI, DAN UPAH DI KOTA BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Albert Gamot Malau

    2013-03-01

    Full Text Available Labor becomes problem without the availability of jobs. Batam is a city with high employment rate, especially in industrial sector. The purpose of this article was to observed factors that affect the employment sector, labor supply, and regional minimum wage. The model allegedly using the method of Two Stage Least Squares (2SLS. Overall the results indicated that the level of minimum wage make a significant contribution to the formation of labor supply compared to the productive population. The level of investment was very responsive in affecting labor demand sector in both the short and long term. If there is governments policy of raising the minimum wage by 20%, the impact on the labor supply will be increased by 2.1036%, the opposite will decrease the demand for labor by 0.5898% and a decrease in the minimum wage for the city of Batam by 0. 2753%. Tenaga kerja menjadi suatu masalah apabila tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan kerja. Salah satu kota dengan penyerapan tenaga kerja sangat tinggi adalah kota Batam, terutama pada sektor industri. Tujuan artikel ini untuk melihat faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri, penawaran tenaga kerja sektor industri, dan upah minimum regional Kota Batam. Model diduga dengan mengunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS. Secara keseluruhan hasil menunjukkan bahwa tingkat upah minimum kota Batam memberikan kontribusi cukup besar kepada pembentukan penawaran tenaga kerja dibanding jumlah penduduk produktif. Tingkat investasi sangat responsif mempengaruhi permintaan tenaga kerja sektor industri baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Bila pemerintah membuat kebijakan dengan menaikkan upah minimum regional sebesar 20%, hal ini akan berdampak pada peningkatan penawaran tenaga kerja sebesar 2,1036%, sebaliknya akan menurunkan tingkat permintaan tenaga kerja sebesar 0,5898 % dan berdampak pada penurunan upah minimum kota Batam sebesar 0,2753%.

  16. PENGARUH KONFLIK INTERPERSONAL, WORK-FAMILY CONFLICT DAN STRES, TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adnan Rajak

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractThis research aims to analyze that the effect of interpersonal conflict, work family on work stress and job satisfacton, effect of work stress on job satisfactin, dan effect of job satisfaction on life satisfaction at Civil Servant Secretariat of Ministry of Eduacation and Cultural. Research Method that used is survey method at fixed lecturer of Secretariat of Ministry. This Research Type is the verification descriptive. Sample size research this is the 200 Civil Servant and the technique used strafied random sampling. Method that used to test of hypothesis is Structural Equation Modeling (SEM. The result of the study, (1 Conflict of interpersonal positive effect on the work stress, (2 Work-family conflict negative effect on the Work stress, (3 Conflict of interpersonal negative effect on the Job satisfaction, (4 Work-family conflict negative effect on the Job satisfaction, (5 Work Stress negative effect on the Job satisfaction, and (6 Job satisfaction positive effect on the Life satisfaction. Recommendation of this study is the Secretariat of Ministry should manage interpersonal conflict and family conflict in a way to identify and evaluate accurately through approaches, Collaborating, problem solving, Avoiding, Competing and Accommodating. While the employee stress can be done through the Individual and organizational approach.Keywords: Interpersonal Conflict, Work Family Conflict, Work Stress, Job Satisfaction, and Life SatisfactionAbstrakTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik interpersonal, work-family conflict, terhadap stres kerja dan kepuasan kerja, serta pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja terhada Kepuasan Hidup PNS pada Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey pada PNS Sekretariat Jenderal. Ukuran sampel penelitian ini adalah 200 PNS dan menggunakan teknik strafied random sampling. Meode yang

  17. ANALISIS PENGARUH PENATAAN RUANG TERHADAP KINERJA PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN WAROPEN PAPUA INDONESIA

    OpenAIRE

    Lazarus Ramandey

    2017-01-01

    Berbagai permasalahan penataan ruang di Kabupaten Waropen Papua menunjukkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW ) Kabupaten Waropen Papua yang disusun tahun 2012 belum memiliki kontribusi positif terhadap penyelesaian permasalahan tata ruang. Hal ini kemungkinan disebabkan karena terjadi inkonsistensi dalam penataan ruang. Penelitian ini mencoba untuk melihat konsistensi penataan ruang serta kaitannya dengan kinerja pembangunan wilayah. Metode yang digunakan u...

  18. KEBIJAKAN DALAM PENENTUAN DAN PENDANAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miswanto Miswanto

    2012-10-01

    risiko dan profitabilitas tinggi, dan jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas moderat. Untuk mengukur kinerja manajemen modal kerja, posisi modal kerja perusahaan perlu dianalisis. Dengan menggunakan data yang tersaji pada neraca dan laporan laba rugi, perusahaan dapat melakukan analisis kinerja modal kerja dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada modal kerja, analisis pada laporan sumber dan penggunaan dana, dan analisis pada laporan aliran kas perusahaan.   Kata kunci: likuiditas, modal, pendanaan, profitabilitas, dan risiko

  19. FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DI UNIT INSTALASI PABRIK GULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prilia Nor Afini

    2012-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat terganggunya proses produksi, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja Pabrik Gula Pangka yang mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2010 sebanyak 8 orang. Sampel berjumlah 8 orang. Perolehan data langsung dari responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya kecelakaan terjadi dua bulan sekali pada masa giling tebu yaitu antara bulan Mei September. Subyek paling sering mengalami kecelakaan pada Stasiun Puteran. Penanganan kecelakaan sudah cukup baik karena langsung diberikan pertolongan pertama dan dilakukan penyidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaannya agar tidak terulang kembali.Sebagian besar kecelakaan kerja terjadi pada subyek penelitian yang berumur di atas 50 tahun, tingkat pendidikan terbanyak SMP, dan masa kerja di atas 30 tahun. Kesimpulan yang diperoleh adalah faktor penyebab kecelakaan kerja di Pabrik Gula Pangka adalah umur, tingkat pendidikan, masa kerja, penggunaan APD, karakteristik kepribadian, pelatihan K3, dan suhu ruangan. The purpose of this study was to determine the causes of work accidents that result in disruption of the production process, so it can be done preventatively. This research was deskripstif qualitative case study approach. The population in this study were Pangka Sugar Factory workers who suffered occupational accidents in 2010 as many as 8 people. Sample of 8 people. Acquisition of data directly from respondents by using a research instrument in the form of a questionnaire and company documents. The results showed that most accidents occurred during the two months between the months of the cane milled from May to September. The subjects most frequently injured at Puteran Station

  20. ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CVL DAN NASATLX DI PT. ABC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renty Anugerah Mahaji Puteri

    2017-10-01

    Full Text Available PT. ABC merupakan perusahaan Jepang yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi mekanikal, elektrikal, dan system komunikasi. Sebagai perusahaan jasa konstruksi, PT. ABC dituntut untuk mencapai tujuan / target perusahaan tiap tahunnya yaitu mendapatkan tender proyek, maka tak jarang karyawannya dituntut untuk lembur. Seringnya karyawan lembur, maka menimbulkan masalah kelelahan terhadap para karyawannya sehingga target tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beban kerja yang dialami oleh engineer leader pada Departemen DesaindanOperasional di PT. ABC. Beban kerja yang diukur adalah beban kerja fisik dan mental. Beban kerja fisik diukur berdasarkan cardiovascular load (CVL. Beban kerja mental diukur dengan menggunakan metode NASA-Task Load Index (NASA-TLX. Berdasarkan hasil analisis CVL, beban kerja fisik yang diterima engineer proyek memiliki presentase CVL sebesar 31,16%, denganhasilperbaikanmenjadi 23,38%. Sedangkan dari hasil analisis NASA-TLX, beban kerja mental yang diterima engineer proyek yaitu dengan skor NASA-TLX 74,2% denganhasilperbaikanmenjadi 51,6%, sedangkan skor NASA-TLX engineer head office 61,5% denganhasilperbaikanmenjadi 47,66%.

  1. ANALISIS IT GOVERNANCE DENGAN DOMAIN MEA01 DALAM PELAKSANAAN E-HEALTH MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusyida Baniya Savira

    2016-03-01

    Full Text Available Teknologi Informasi memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung tujuan pencapaian suatu kegiatan dalam organisasi mupun instansi. Apabila pemanfaatan TI sudah berjalan dan mampu berintegrasi dengan baik dengan organisasi, maka TI mampu mendorong terjadinya peningkatan kinerja organisasi. Untuk mendukungnya, dibutuhkan suatu kegiatan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja suatu organisasi. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merupakan suatu instansi pemerintahan yang bertindak sebagai penyelenggara untuk penyediaan layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah Jawa Tengah. Permasalahan yang pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan dan evaluasi masih ditemukan beberapa kekurangan seperti kurang lengkapnya Standart Operational Procedure (SOP mengenai detail proses pengawasan dan penilaian kinerja, proses tata kelola TI yang belum dilakukan secara menyeluruh, serta kurangnya pengawasan dalam peningkatan kebutuhan pemakaian e-health. Dari hasil studi dokumen, wawancara dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja dan kesesuaian (MEA01 saat ini adalah level 1 yaitu Performed, dengan tingkat pencapaian Largely Achieved sebesar 83,33% atau setara dengan 1,83 yang menunjukkan bahwa proses monitoring kinerja dan kesesuaian yang telah diimplementasikan berhasil mencapai tujuan instansi tetapi masih belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Untuk mencapai level kapabilitas 2, dapat dilakukan strategi perbaikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 2. Kata kunci: COBIT 5, Analisis Tata Kelola TI, E-health, Proses Monitoring Evaluate and Assess Performance and Conformance (MEA01, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

  2. Proses dan Hasil Belajar pada Prakerind Bidang Keahlian Kendaraan Ringan: Studi Kasus pada Industri Pasangan SMKN 3 Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuneldi Miswardi

    2013-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses belajar siswa SMKN 3 Yogyakarta kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan di tempat kerja dalam pelaksanaan praktek kerja industri (pra-kerind. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian adalah empat manager/pihak DUDI yang mengelola pelaksanaan prakerind dan tujuh siswa yang terlibat dalam ke-giatan prakerind pada empat DUDI  tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wa-wancara. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode Miles dan Huberman, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1 Pengaturan belajar siswa di tempat kerja dengan membatasi jumlah siswa dalam pekerjaan dan menjadikan siswa sebagai helper mekanik. 2 Proses pembelajaran siswa di tempat kerja: (a belajar melalui pekerjaan dengan mengikuti mekanik; (b peran mekanik: memberikan ke-sempatan kepada siswa untuk melakukan pekerjaan secara langsung dengan bimbingan dan pengawas-an, memberikan penilaian terhadap kinerja siswa; (c cara siswa mendapatkan kompetensi di tempat kerja: (1 berkomunikasi dan bersosialisasi, (2 rajin dan ulet, (3 memiliki inisiatif dan aktif; (d pe-ngetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh siswa di tempat kerja:  (1 pengetahuan tentang du-nia kerja bengkel otomotif  dan pengalaman kerja pada pekerjaan yang sesungguhnya, (2 kategori kompetensi siswa yang diperoleh dalam prakerind untuk kategori bengkel besar dan kecil adalah kate-gori specialist, sedangkan untuk kategori bengkel menengah masih dalam kategori orang yang belum berpengalaman, (3 sikap siswa sesuai dengan budaya kerja di DUDI yaitu kerja keras dan peduli mutu. Kata kunci: Pembelajaran di tempat kerja

  3. PENGHUNI SEBAGAI INDIKATOR KEBERADAAN EKSTERNALITAS RUANG NEGATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Indira Dewi

    2009-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Pembangunan obyek apapun yang tidak terintegrasi dengan lingkungannya seringkali menimbulkan dampak negatif.  Penelitian ini menggunakan studi kasus sebuah Pusat Perbelanjaan Berskala Besar di kota Bandung yaitu Bandung Super Mall (selanjutnya disebut BSM yang dibangun di tengah-tengah kawasan permukiman.   Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui eksternalitas ruang negatif yang timbul akibat pembangunan BSM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Dari penelitian ini dapat diketahui ternyata respon penghuni terhadap keberadaan ruang BSM, dapat menjadi indikator keberadaan eksternalitas ruang negatif BSM.    Kata kunci: eksternalitas, ruang negatif   ABSTRACT. Negative impact will occurred in any disintegrated objects development with their environment. This research has used a case study of City Shopping Mall in Bandung, which known as Bandung Super Mall (BSM, which has been developed in the middle of settlement areas within Bandung. This research is attempted to explore the externality of negative space which has been created from the development of BSM. The research methodologies that have been chosen are qualitative and quantitative. The research will deliver many responses about the existence of BSM space. These are will be used as indicator of the existence negative space externality of BSM.   Keywords: externality, negative space

  4. Pengaruh Kerja Lembur pada Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Sumarningsih

    2015-10-01

    Full Text Available In order to meet the construction project completion, project duration often be compressed and work accelerated, especially in case the project held behind the schedule. One of several methods to accelerated a schedule is applying overtime work. Overtime work achieves schedule acceleration by increasing the amount of hours worked by labor beyond the typical 8 hours worked per day and 40 hours worked per week. Although there may be positive short-term benefits to working an overtime schedule, the long-term consequences are typically viewed as detrimental, such as fatigue, reduced productivity and safety, and increased absenteeism. The objective of this research is to present the effects of schedule overtime on construction labor productivity, and the impact of loss labor productivity to the labor costs. Overtime in this research is defined as the hours worked beyond the normal straight time hour (08.00 – 16.00. The data were collected by field observation and interview with the foremen. Field observation held in four weeks, with 28 labors included. The result of this research show a decrease labor productivity by 8,87% - 11,84%, and increase labor costs by 58,63% - 79,31%.

  5. Pengaruh Kerja Lembur pada Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi

    OpenAIRE

    Tuti Sumarningsih

    2015-01-01

    In order to meet the construction project completion, project duration often be compressed and work accelerated, especially in case the project held behind the schedule. One of several methods to accelerated a schedule is applying overtime work. Overtime work achieves schedule acceleration by increasing the amount of hours worked by labor beyond the typical 8 hours worked per day and 40 hours worked per week. Although there may be positive short-term benefits to working an overtime schedule, ...

  6. Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Perdagangan Jasa Berdasarkan Peluang Telecommuting

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariyaningsih Ariyaningsih

    2012-09-01

    Full Text Available Pergerakan bekerja dari kawasan perumahan menuju pusat kota yang umumnya didominasi kegiatan perdagangan jasa, menyebabkan arus kendaraan meningkat pada jam-jam puncak. Sementara perkembangan dunia teknologi dan informasi memberikan peluang bagi para pekerja di bidang jasa untuk mengurangi pergerakannya dengan menerapkan telecommuting, di mana para pekerja menggantikan pergerakannya dengan bekerja dari rumah atau tempat lain dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Analisis yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi-square untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi pekerja dalam melakukan telecommuting. Sedangkan untuk mendapatkan peluang telecommuting mengunakan metode peramalan telecommuting yang ditemukan oleh Mokhtarian (1996 [2]. Hasil dari peluang tersebut nantinya akan direpresentasikan dalam jumlah penurunan pergerakan bekerja yang secara langsung mengurangi volume kendaraan di Mayjen Sungkono. Penelitian ini menghasilkan peluang telecommuting sebesar 9,9% - 42,95% dari total pergerakan pekerja. Dari simulasi telecommuting tersebut didapatkan peningkatan DS dari 0,96 menjadi 0,87. Namun ini belum memenuhi kriteria jalan arteri sekunder. Maka dibuatlah dua skenario. Skenario pertama dengan DS 0,7 menghasilkan trip ceiling 529,1 smp/hari. Skenario kedua dengan DS 0,79 menghasilkan trip ceiling 1437,92 smp/jam. Untuk arahan pemanfaatan ruang dapat digunakan penerapan corridor system building untuk masing-masing luas lantai. Jika luas eksisting melebihi dari trip ceiling, maka arahan diberlakukan untuk bangunan baru atau alih fungsi lahan.

  7. PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA KERJA DALAM MEMBENTUK KOMITMEN KARYAWAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Rahmat

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini berguna untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan budaya kerja dalam membentuk komitmen kerja organisasi. Penelitian dilakukan pada karyawan awak perahu PT. Jembatan Nusantara Grup Cabang Muda Bengkalis jumlah responden 75 orang dan alat analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Path Analysis. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan, penulis membuat beberapa kesimpulan sebagai berikut; 1. Menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan pada budaya kerja. Pelaksanaan kepemimpinan yang baik akan membuat budaya organisasi, semakin baik. 2. Menyatakan bahwa budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen, budaya organisasi yang lebih kondusif akan meningkatkan komitmen karyawan. 3. Menyatakan bahwa kepemimpinan dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen. Kepemimpinan dan budaya kerja memainkan peran dalam pembentukan komitmen karyawan, karena pemimpin dan budaya kerja yang baik harus dipertahankan, karena akan mempengaruhi komitmen karyawan dan budaya organisasi jika pemimpin tidak baik, maka aset organisasi (karyawan/anggota yang berpotensi akan meninggalkan organisasiAbstract: This study is useful to determine the effect of leadership and work culture in shaping the organization's work commitments. The study was conducted on a boat crew employees PT. Jembatan Nusantara Group Cabang Muda Bengkalis the number of respondents 75 people and Analysis tool used is to use Path Analysis. Based on test results and analysis that has been done, the authors make some conclusions as follows; 1. Stated that the leadership of positive and significant impact on workplace culture. Implementation of good leadership will make the culture of the organization, the better. 2. Stating that the work culture positive and significant effect on commitment, more conducive organizational culture will increase employee commitment. 3. Stating that leadership and

  8. Konstruksi Diri dan Pengelolaan Kesan pada Ruang Riil dan Ruang Virtual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benedictus A. Simangunsong

    2017-01-01

    Full Text Available The development of technology, especially in media, has affected the form of self and interaction in everyday life. In real life situation, humans actually have face to face interactions and they can see others’ given and given-off behaviors. However, when the internet becomes one of the tools for interaction with others, a different forms of self and interaction emerge. It means we are doing an interaction in the mediated world which we call as interpersonal mediated communication. In this era, we do not know exactly the kind of people we communicate with, so one of ways to know about others is from the impression they give us; which is call a front stage. In this paper I introduce how the dramaturgical concept, especially the Impression Management, from Erving Goffman can be used to describe how people interact in the virtual world.

  9. KARAKTERISTIK RUANG PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN JALAN TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Jocunda

    2014-01-01

    Full Text Available Parkir merupakan tempat pemberhentian kendaraan di suatu kawasan atau bangunan, dimana masyarakat melakukan berbagai aktivitas. Pusat aktivitas untuk masyarakat agar bisa melakukan berbagai aktivitas dapat berupa kawasan pusat perbelanjaan. Daya tarik kawasan dengan tingkat mobilitas barang dan manusia, menciptakan pergerakan lalu lintas yang padat di kawasan tersebut. Peningkatan kebutuhan ruang parkir yang tidak diikuti oleh peningkatan ketersediaan kapasitas ruang parkir di pusat perbelanjaan, berpotensi menyebabkan permasalahan seperti kemacetan arus lalu lintas  karena adanya kendaraan yang parkir di fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan, kerawa-nan kecelakaan lalu lintas, penurunan kualitas pelayanan jalan, dan lain-lain. Pemaha-man tentang ruang parkir di pusat perbelanjaan diperlukan semua stakeholders yang berfungsi sebagai referensi perencanaaan ruang parkir yang baik di kawasan dan bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan ruang parkir di suatu pusat perbelanjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis non-statistik dan statistik dengan menganalisis karakteristik parkir, pola parkir, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan jalan. Lokasi penelitian berada di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa karakteristik ruang  parkir  pada  kawasan pusat perbelanjaan  dipengaruhi  oleh  pola aktivitas kegiatan bongkar muat barang dan durasi parkir kendaraan pengangkut barang serta  pola aktivitas kegiatan berbelanja pengunjung  yang menggunakan  mobil penumpang. Penataan menggunakan pola parkir dengan sudut 0 di badan jalan akan meningkatkan kapasitas jalan. Pusat perbelanjaan dengan model shopping street akan menarik jumlah pergerakan kendaraan  lebih kecil jika dibandingkan dengan  model department store. Jenis parkir on street di pusat perbelanjaan (shopping street memiliki

  10. Analisa Ketelitian Geometrik Citra Resolusi Tinggi Hasil Ortorektifikasi pada Pembuatan Peta Skala 1: 5000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizal Al-Amin

    2017-03-01

    Full Text Available Di era teknologi yang berkembang pesat, berbagai metode survei telah banyak digunakan salah satunya dengan cara penginderaan jauh menggunakan satelit. Sebagaimana diketahui bahwa proses perekaman citra satelit diliput dari wahana (satelit yang bergerak di atas permukaan bumi pada ketinggian ratusan kilometer, sehingga menyebabkan citra satelit memiliki distorsi geometrik. Untuk mengurangi pengaruh distorsi geometrik objek pada citra, dilakukan koreksi geometrik dengan cara ortorektifikasi. Pleiades merupakan satelit penghasil citra satelit resolusi tinggi yang dibuat oleh perusahaan Airbus Defence & Space. Citra satelit yang dihasilkan memiliki resolusi spasial 0,5 meter Sebagai acuan bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang lebih rinci dari kegiatan pemanfaatan ruang yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW, maka dibuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR dengan peta skala 1:5.000 yang telah diatur oleh Badan Informasi Geospasial. Dalam proses ortorektifikasi citra satelit untuk pembuatan peta skala 1 : 5000 ini, digunakan titik kontrol tanah atau Ground Control Point (GCP untuk proses koreksi geometris dan data Digital Elevation Model (DEM. Pada penelitian ini dilakukan proses ortorektifikasi dengan metode polinomial Rational Function menggunakan 21 GCP pada polinomial orde 2. Didapat nilai RMS Error jarak pada citra hasil ortorektifikasi sebesar 0.419 meter, tetapi masih masuk toleransi untuk pembuatan peta skala 1:5000 pada uji statistik T-Test dengan α=5% & α=10%. Didapat juga nilai pixel citra sebelum ortorektifikasi sebesar 0,543592 meter sedangkan setelah ortorektifikasi sebesar 0,500032 meter. Yang berarti, setelah proses ortorektifikasi, nilai pixel sesuai dengan resolusi spasial citra ≈ 0,5 meter.

  11. PENGARUH WORK-FAMILY CONFLICT PADA KEPUASAN DALAM BEKERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA DAN NIAT UNTUK KELUAR DARI PEKERJAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Prajogo

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractThis research examined the influence of work-family conflict to job satisfaction, also the influence of job satisfaction to performance and intention to leave. Survey conducted on 128 found several findings. First, work family conflict has negative influence to job satisfaction. Second, job satisfac¬tion has posi¬tive influence to performance. Third job satisfaction has negative influence to intention to leave.Keywords: work-family conflict, job satisfaction, job performance, intention to leave.AbstrakRiset ini meneliti pengaruh work-family conflict pada kepuasan dalam bekerja, serta pengaruh kepuasan dalam bekerja pada kinerja dan niat untuk keluar dari pekerjaan. Penelitian yang dilaku¬kan pada 128 karyawan bank menghasilkan beberapa temuan. Pertama, work-family conflict ber¬pengaruh negatif pada kepuasan kerja. Kedua, kepuasan kerja berpengaruh positif pada kinerja. Ketiga, kepuasan kerja berpengaruh negatif pada niat untuk meninggalkan pekerjaan.Kata kunci: work-family conflict, kepuasan kerja, kinerja, niat untuk meninggalkan pekerjaan.

  12. ANALISIS KUANTITATIF DAN KUALITATIF PENGENDALIAN BAHAYA TEMPAT KERJA DI PERUSAHAAN MACHINERY PT. X BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Setia Wisesa

    2016-10-01

    Full Text Available Perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi bagaimana manajemen dan karyawan dalam mempraktekan pengendalian bahaya di tempat kerja perlu dilakukan pengkajian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh pengendalian bahaya di tempat kerja secara kuantitatif pada perusahaan machinery PT. X Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuesioner dan pengamatan lapangan dengan melibatkan 56 karyawan secara acak sebagai responden. Secara kuantitatif kuesioner diolah menggunakan uji statistik dengan SPSS versi 21 untuk mencari korelasi secara linier regresi sedangkan secara kualitatif pengamatan didokumentasikan berdasarkan kelengkapan penunjang pengendalian bahaya di tempat kerja. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya korelasi secara linier antara pengendalian bahaya di tempat kerja (Y, terhadap desain organisasi (X1, faktor pengendalian manusia (X2 dan pengendalian teknis (X3 dalam bentuk : Y= -5,355 + 1,037 . X1 + 0,996 . X2 + 1,017. X3 dengan koefisien determinasi = 0,994. Hasil pengamatan kualitatif di lapangan menunjukkan masih perlu peran aktif dari pihak manajemen perusahaan dan karyawan dalam menerapkan peraturan K3 serta mengendalikan bahaya di tempat kerja.

  13. PENGARUH PERSEPSI TENTANG PRAKTIK KERJA LAPANGAN, INFORMASI DUNIA KERJA DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyun Kusnaeni

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang praktik kerja lapangan, informasi dunia kerja dan motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa SMK Bhakti Persada Kendal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Bhakti Persada Kendal yang berjumlah 202 siswa. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 134 siswa, yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin.Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda dengan menggunakanSPSS for Windows versi 16. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif praktik kerja lapangan terhadap kesiapan kerja siswa0.000 0.05, there was the effect ofjobs information on students' job readiness 0.013 <0.05, there was the influence of motivation to enter the workforce to the job readiness of students 0,000 <0,05 so Ha1, Ha2 and Ha3 accepted.

  14. Pencarian Ruang Warna Kulit Manusia Berdasarkan Nilai Karakteristik (λ Matrik Window Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putra Pandu Adikara

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Perkembangan transaksi dan distribusi data yang sangat besar, terutama saat teknologi informasi dan komunikasi melalui  web bisa dijangkau oleh siapa saja menggunakan perangkat yang semakin beragam, membuat pengguna memerlukan aplikasi yang serba mudah untuk digunakan. Diantaranya adalah identifikasi obyek yang berada dalam data multimedia berupa teks, gambar maupun suara. Deteksi warna, terutama deteksi warna kulit manusia adalah tahap awal identifikasi keberadaan manusia pada citra 2 dimensi. Terdapat sejumlah metode untuk menentukan apakah suatu pixel pada gambar tersebut merupakan warna kulit manusia. Penelitian sebelumnya telah membuat ruang warna berbasis pixel diantaranya adalah ruang warna RGB, normalisasi RGB, HIS/HSV, TSL, YCbCr dll. Suatu matrik bujur sangkar NxN mempunyai nilai karakteristik (λ sebanyak N dimana nilai masing-masing berupa bilangan real. Suatu citra dapat dipecah menjadi M matrik bujur sangkar dan kemudian dicari nilai λ  nya. Penelitian ini akan mencari ruang warna kulit manusia berdasarkan nilai karakteristik (ƛ matrik window citra. Dari hasil pengujian hamper semua warna kulit dapat dideteksi, namun image untuk warna kulit yang tidak mencolok beberapa obyek pada image dapat ditampilkan dengan baik meskipun bukan kulit. Kata kunci: Citra Kulit, Nilai Karakteristik (λ, Matrik Window Abstract The development of the transaction and distribution of huge data, especially when the information technology and communication via the web can be reached by anyone using the increasingly diverse, making the user requires an application that completely easy to use. Among them is the identification of objects that are in the multimedia data such as text, images and sound. Color detection, particularly the detection of human skin color is an early stage identification of human presence on the 2-dimensional image. There are a number of methods to determine whether a pixel in the image is the color of human skin

  15. Sinkronisasi Waktu Kerja antara Operator Supply Part dan Mainline di Unit Produksi PT.TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellisa Kusuma Dewi

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam dunia manufaktur waktu line stop adalah masalah yang besar karena akan mengganggu kapasitas produksi. Data waktu line stop yang disebabkan oleh keterlambatan operator pada bulan April - October 2012 menampilkan bahwa 51.39% terjadi di area supply part. Masalah ini terjadi karena belum ada SOP yang mengatur antara supply part dengan mainline dalam hal pengiriman small part, dan tidak ada visualisasi waktu kerja operator supply part yang sinkron dengan operator mainline. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menyinkronisasi waktu kerja antara operator supply part dan mainline, dengan cara menambahkan sinyal informasi mengenai waktu kerja operator di area supply part dalam bentuk indikator lampu berbasis PLC. Informasi ini berupa sinyal waktu kerja operator yaitu :start cycle, working process, middle cycle, warning start dan line stop. Setelah adanya penambahan sinyal informasi untuk operator supply part, sinkronisasi waktu kerja operator berhasil dilakukan sesuai standar kerja operator dan sinkron dengan waktu kerja operator mainline yaitu selama 88 detik.Waktu line stop dalam dua bulan terakhir berkurang sebesar 1080 detik dan 1170 detik.

  16. Pengetahuan Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Ruang Berwawasan Lingkungan di Kota Bengkulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nefa Yulia

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kebutuhan pemanfaatan ruang di wilayah Kota Bengkulu terus meningkat sejalan dengan meningkatnya aktifitas masyarakat dan kegiatan sosial ekonomi yang menyertainya. Perubahan pemanfaatan ruang seringkali tidak sesuai dengan rencana tata ruang. yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan. persepsi dan partisipasi masyarakat. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode survey. Penentuan sampel digunakan teknik multi stage random sampling. Selanjutnya dipilih sampel masyarakat secara acak (random sampling. Cara penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada tiap pertanyaan di kuesioner dan kemudian dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat cenderung sedang yaitu sebesar 56 %. Persepsi masyarakat cenderung sedang yaitu sebesar 62 %. Partisipasi masyarakat cenderung sedang dengan persentase sebesar 50.4%. Semakin tinggi pendidikan. tingkat perekonomian dan peran media massa maka semakin meningkatkan pengetahuan penduduk.Semakin tinggi pengetahuan penduduk maka semakin meningkatkan persepsi dan partisipasi penduduk. Semakin meningkatnya persepsi penduduk maka partisipasi penduduk juga semakin meningkat.   ABSTRACT The need to use space in the city of Bengkulu continued to increase in line with increased activity of the community and social and economic activities that accompany it. Changes in utilization of space is often not in accordance with the spatial plan. which can have negative impacts on the environment. This study aimed to analyze the knowledge. perception and participation. Data collection research using survey method. The samples used multi-stage random sampling technique. The next randomly selected community sample (random sampling. Way assessment is done by giving a score to each question in the questionnaire and then analyzed descriptively qualitative. The results showed that the knowledge society

  17. Work Family Conflict dan Stress Kerja Perempuan Bekerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Yuliviona

    2015-07-01

    Full Text Available Perubahan secara demografis pada angkatan kerja di beberapa negara di  antara lain berupa bertambahnya kaum ibu yang bekerja, meningkatknya masalah masalah keluarga – pekerjaan di dalam lingkungan kerja. Walaupun   work family conflict  (konflik keluarga –pekerjaan dikenal sebagai masalah pria dan wanita, namun isu tersebut berlanjut hingga penempatan tanggung jawab bagi wanita karier. Perbedaan tanggung jawab disebabkanoleh peranan wanita secara tradisional, yang semula dianggap harus lebih bertanggung jawab daripada pria dalam masalah-masalah rumah tangga. Tanggung jawab wanita yang besar terhadap pekerjaan dan keluarga menimbulkan apa yang di sebut dengan stress,ketidak puasan kerja, absensi, perputaran kerja. Dengan demikian perusahaan harus serius manangani masalah ini.Kata kunci : konflik keluarga-pekerjaan, wanita-bekerja, stress kerja, kinerja karyawan Change in demography of the work force in American and some countries in Asia, such as the increase number of working mother has increase the work-family issue in work environment. Although work-family conflict is known as a man and women issue, but this issue is continues to place different responsibilities for working women. The different responsibilities is because of the tradisional role of women, who take more responsibilities than man for the domestic matter. Work-family issues forced organizations to adopt some policies in order to solve this issue, such as family-friendly policy. Some research acknowledge that organization abilities to adopt this kind of policy influence employee respon to their work life, such as job stress, job satisfaction/dissatisfaction, absence, and turnover. It is become clear that organizations have to be serious in handling this issue.Key words: Work-family conflict, work-women, work stress,job performance

  18. KEPUASAN KERJA GENERASI X DAN GENERASI Y TERHADAP KOMITMEN KERJA DI BANK MANDIRI PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Oktariani Chandra

    2017-01-01

    kedua generasi tersebut dalam suatu perusahaan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa variabel jumlah responden dari kedua generasi memiliki karakteristik individu yang berbeda sehingga tingkat kepuasan kerja masing-masing generasi berbeda baik dari segi usia, jenis kelamin, gaji dan lama bekerja. Dilihat dari hasil olah data generasi yang memiliki komitmen kerja lebih tinggi antara generasi X dan Y adalah generasi X. Kepuasan kerja karyawan dapat diartikan sebagai evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya dalam bekerja. Sehingga dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tiap Generasi yang berbeda dapat menjadi ukuran sampai seberapa jauh perusahaan dapat melihat dan memenui harapan karyawan yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam pekerjaan. Dengan mengetahui hal tersebut dapat membantu memaksimalkan kepuasan kerja karyawan dalam jangka panjang.Kata kunci: generasi X , generasi Y, kepuasan kerja, komitmen kerja, regresi linear berganda

  19. Perancangan Kursi Makan Lipat Pada Ruang Makan Apartemen Minimalis

    OpenAIRE

    Elsa, Meykel Ardy Samuel

    2017-01-01

    Apartment is a type of resident space, that only takes a small space from the building itself. Living in an apartment is the most favorable lifestyle and is currently on demand by the modern society, in addition to maximizing the use of reducing land as well as the use of facilities that can be obtained from apartment occupancy. The Square Apartment is the apartment that will become my design site because of its close distance to Petra Christian University and high number of students who choo...

  20. Penerapan Tipografi dalam Sistem Signage pada Interior Ruang Publik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulli Aulia Ruki

    2014-10-01

    Full Text Available Signage system is applied in interior public spaces with consideration to the basic of typography. The objective of signage system is to provide the user convenience in public spaces in order to reach destination while the user is in the building. The basic requirements for designing signage system are legibility and readability. There are still designers who are not aware about the importance of designing a signage system so that sometimes it is found only as decorative element. It is necessary to make the best use of the purpose of signage design, so an interior design should be more carefully in conducting research related to the application of signage system in public spaces. The applied typography has to be considered by its size, placement, colors, and materials to be used. This research used design thinking goal grid method that is suitable to examine the signage system in order to complete design objectives. Article focuses on how to design the signage system to accommodate information that was useful for the user in public space. At the end, there would be identified signage system’s function in interior public spaces as information, guidance, identification as well as safety regulation. 

  1. Konvergensi di Ruang Redaksi pada Kelompok Media Tempo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi Marhaen Pratopo

    2018-03-01

    Full Text Available This study seeks to reveal the implementation of convergence in the newsroom with case study of Tempo Group. This research uses qualitative approach and case study method. This study reveals that Tempo began to implement newroom convergence after publishing Kora Tempo in 2001. The effort toward newsroom convergence was realized by forming Tempo Newsroom which is meant as a news control center. After passing a series of trials and policy changes, the Tempo Group finally adopted full editorial convergence since 2012. In the application of this editorial convergence, Tempo chose the Newsroom 3.0 model, a newsroom management system that brings together news gathering and news processing to provide news needs for some outlet: tempo.co, Koran Tempo, and Tempo Magazine.

  2. PERENCANAAN PENYALURAN TENAGA KERJA OLEH BURSA KERJA KHUSUS (BKK SMK MIGAS CEPU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldila Prajamudi Karaning Utami

    2014-11-01

    Full Text Available Metode penelitiaan yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada pertanyaan pertama yaitu proses identifikasi lowongan pekerjaan, dalam proses identifikasi tersebut terdapat beberapa perusahaan mitra BKK meliputi bidang teknik dan industri, jasa dan niaga. Kemudian fasilitas-fasilitas pelayanan yang disediakan BKK terdiri dari: (1 Pusat Informasi Lowongan Pekerjan, (2 Blog/Web Khusus Alumni SMK MIGAS, (3 Brosur Lowongan Pekerjaan, (4 Bimbingan Karir dan Analisis Jabatan. Sedangkan teknik atau/metode yang digunakan dalam pemasaran lulusan meliputi beberapa segi, diantaranya yaitu: (1 Segi pengelolaan BKK, (2 Segi pengelolaan calon alumni, (3 Segi pengelolaan DU/DI, (4 Segi pengelolaan kemitraan. Terakhir adalah prosedur/tahapan dalam penyaluran dan penempatan tenaga kerja, dilihat dari prosesnya BKK terdiri dari 3 kegiatan inti yaitu (1 pemetaan (alumni/lulusan dan DU/DI, (2 penyaluran alumni/lulusan, dan (3 jalinan kerjasama dengan pihak DU/DI. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada bebrapa kegiatan BKK yang berkaitan dengan penyaluran tenaga kerja. Beberapa hal meliputi Proses identifikasi lowongan pekerjaan, Fasilitas-fasilitas pelayanan dalam rangka memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan/dunia kerja, Teknik/metode BKK untuk memasarkan lulusannya, Prosedur/tahapan dalam penyaluran dan penempatan tenaga kerja merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi proses perencanaan penyaluran tenaga kerja. The results of research on the first question, namely the identification of a job, in the identification process, there are several companies BKK partners include engineering and industry, services and commerce. Then the service facilities provided by BKK consists of: (1 The job Job Information Center, (2 Blog / Alumni Special Web CMS Oil and Gas, (3 Brochure Jobs, (4

  3. Faktor determinan produktivitas kerja pada pekerja wanita

    OpenAIRE

    Suci Widiastuti; Fillah Fithra Dieny

    2016-01-01

    Background: Participations of women in economy activities is not the new phenomenon in Indonesia. Every years total of female workers  increase. However, health or nutrition status of female workers haven’t gotten a good attention. This is can effect on lower productivity of female workers than male workers. Objective :This study was aimed to identify determinant factors of work productivity in female workers. Method: This study was an analytical study with cross sectional design. Th...

  4. Faktor determinan produktivitas kerja pada pekerja wanita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Widiastuti

    2016-12-01

    Full Text Available Background: Participations of women in economy activities is not the new phenomenon in Indonesia. Every years total of female workers  increase. However, health or nutrition status of female workers haven’t gotten a good attention. This is can effect on lower productivity of female workers than male workers. Objective :This study was aimed to identify determinant factors of work productivity in female workers. Method: This study was an analytical study with cross sectional design. The selection of 40 subjects was performed by simple random sampling method. Data on energy intake was obtained from 3x24 hours food recall form. Body Mass Index (BMI was measured with anthropometric method. Percentage body fat was measured by Bioelectric Impedance Analyzer (BIA. Haemoglobin was obtained from cyanmethemoglobin method, and data of work productivity was obtained by the comparison of sarong total that weaved succesfully by female workers during 5 work days with company target on time mentioned. The data analyzed with Shapiro wilk, rank spearman, and double linier regression. Result: Most of subjects (45% were deficiency of energy intake. Total of 37,5% subjects were underweight. More than half of subjects (70% were classified as normal percentage body fat. Total of 37,5% subjects were anemia, and 35% subjects were not productive. There were correlation between energy intake, percent body fat, BMI and haemoglobin with work productivity (p= 0,016; p= 0,013; p= 0,043; p= 0,000. The most correlation variable with work productivity in female workers was haemoglobin (adjusted R2 = 0,348. Conclusion: Haemoglobin had the most correlation with work productivity in female workers.

  5. Faktor Determinan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Wanita

    OpenAIRE

    Widiastuti, Suci; Dieny, Fillah Fithra

    2015-01-01

    Background: Participations of women in economy activities is not the new phenomenon in Indonesia. Every years total of female workers increase. However, health or nutrition status of female workers haven't gotten a good attention. This is can effect on lower productivity of female workers than male workers. Objective :This study was aimed to identify determinant factors of work productivity in female workers.Method: This study was an analytical study with cross sectional design. The selectio...

  6. Determinan Keluhan Muskuloskeletal pada Tenaga Kerja Wanita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Muhamad Ramdan

    2012-11-01

    mass index (p = 0,025, and work posture (p = 0,001 with complaints of musculoskeletal disorders. Companies are advised to make an ergonomic office chair, job rotation, and training with ergonomic material working procedures. Keywords: Musculoskeletal disorders, productivity, work posture

  7. ANALISIS KESESUAIAN VEGETASI LOKAL UNTUK RUANG TERBUKA HIJAU (RTH JALUR JALAN DI PUSAT KOTA KUPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irene Lestari

    2013-05-01

    Full Text Available Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH sebagai kawasan yang dapat menyokong lingkungan perkotaan mutlak dibutuhkan karena besarnya manfaat yang diberikan terhadap kehidupan masyarakat dalam menyokong kualitas dan kuantitas lingkungan perkotaan.Penyediaan RTH harus memperhatikan fungsi kawasan dan vegetasi.Setiap vegetasi memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda, sehingga fungsi vegetasi sebaiknya disesuaikan dengan fungsi kawasan.Hal ini mengupayakan agar fungsi RTH dapat terwujud secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi lokal yang sesuai dalam perencanaan RTH jalur jalan di pusat kota Kupang. RTH jalur jalan merupakan  jalur hijau yang berada pada sekitar kawasan jalan yang terdiri dari RTH pada trotoar, pulau jalan dan bagian jalan yang memungkinkan untuk ditanami vegetasi. Fungsi vegetasi pada jalur jalan meliputi fungsi ekologi sebagai penunjang utama dan fungsi estetika sebagai fungsi pendukung. Penelitian ini menggunakan analisis koefisien penilaian ideal (KPI berdasarkan peraturan menteri PU nomor 05/prt/m/2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan RTH di kawasan perkotaan dan Direktorat Jendral Bina Marga tentang tata cara perencanaan teknik lansekap jalan nomor 033/t/bm/1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi lokal yang sesuai untuk jalur jalan di pusat kota Kupang terdiri atas tanaman peneduh (pulai, lontar, johar dan tanaman hias (bakung, kembang sepatu, oleander, lidah mertua. Kata Kunci : RTH Jalur Jalan, Fungsi Kawasan, Vegetasi Lokal, Koefisiensi Penilaian Ideal (KPI.

  8. Evaluasi Unjuk Kerja Sistem Proteksi Water Hammer pada Sistem Perpipaan (Studi Kasus Di Rumah Pompa Produksi Unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM Karang Pilang 2 PT. PDAM Surya Sembada Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handi Prasetya

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem jaringan perpipaan merupakan komponen penting dalam menunjang produksi maupun distribusi pada sektor industri. Jaringan perpipaan mengalami beberapa fenomena seperti distribusi fluida dan water hammer. Water hammer sering terjadi di daerah discharge pompa pada saat pengoperasian pompa maupun pada saat kegagalan operasi pompa. Beberapa cara untuk mengurangi dampak water hammer adalah dengan menambahkan flywheel ataupun gas accumulator pada jaringan perpipaan. Lonjakan tekanan serta aliran balik yang terjadi akibat fenomena water hammer akan dilawan oleh putaran impeller  pompa yang dibebani oleh flywheel dan akan memperlambat lonjakan tekanan dalam pipa dan tekanan yang berlebih akan dibuang ke gas accumulator sehingga tekanan dalam pipa berangsur stabil. Pemodelan sistem perpipaan dilakukan dengan menggunakan software sistem perpipaan. Pemodelan yang disimulasikan merupakan sistem perpipaan dengan rangkaian pompa paralel yang dilengkapi flywheel pada instalasi pompa dan divariasikan dengan penambahan gas accumulator sebagai sistem proteksi water hammer. Analisa yang dilakukan adalah untuk mempelajari fenomena water hammer pada saat kondisi ekstrim yakni ketika dua pompa operasi mati dan juga ketika empat pompa operasi mati, untuk melihat pengaruh variasi ukuran flywheel terhadap fluktuasi tekanan yang terjadi. Ukuran flywheel divariasikan yakni ukuran diameter luar 1100mm, 1200mm dan 1300mm dengan tebal masing-masing 300mm, 400mm dan 500mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada sistem perpipaan tanpa menggunakan gas accumulator, tekanan maksimum yang terjadi pada discharge pompa mencapai 19,807 bar dari kondisi tekanan kerjanya 5,6 bar. Variasi ukuran flywheel memberi dampak pada perlambatan terjadinya lonjakan tekanan, semakin besar ukuran flywheel akan menunda terjadinya lonjakan tekanan akibat water hammer. Dan penambahan gas accumulator berperan dalam meredam serta mempersingkat waktu terjadinya lonjakan tekanan, sehingga fluktuasi

  9. Jejak Kuasa Atas Tata Ruang (Studi Kasus Kebijakan Revitalisasi Hutan Kota Malabar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H.B. Habibi Subandi

    2017-10-01

    Full Text Available Problem revitalisasi hutan kota dan upaya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH oleh Pemerintah di wilayah perkotaan pada dasarnya merupakan satu kajian baru di bidang politik lingkungan di Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengkaji kebijakan revitalisasi Hutan Kota Malabar di Kota Malang dengan pisau analisis anthroposentrisme dan ekosentrisme. Dengan menggunakan metode focus group discussion (FGD dan dokumentasi, penulis melacak jejak kuasa dalam kebijakan lingkungan di wilayah-wilayah perkotaan. Berdasarkan analisis fakta di lapangan ditemukan sebuah trade-off kepentingan dalam skema kebijakan revitalisasi hutan kota Malabar tahun 2015. Penggunaan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL dengan skema build-transfer-operate (BTO dalam revitalisasi hutan menunjukkan terjadinya penetrasi modal di balik inisiatif penyediaan RTH yang melibatkan pihak swasta di Kota Malang. Di satu sisi, kebijakan ini dapat mempermudah pemerintah dalam pembangunan RTH. Namun di sisi lain kebijakan ini dapat merugikan anggaran pemerintah yang hanya berfungsi sebagai operator RTH.

  10. PERANCANGAN PUSAT PEMBELAJARAN GEMPA DI BANTUL (Pendekatan Pengalaman Ruang untuk Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto P. Prihatmaji

    2007-01-01

    Full Text Available Earthquake disaster occurred in Yogyakarta at 27th May 2006. It has destroyed many infrastructures and killed thousand victims. Bantul, one area in Yogyakarta which has the highest number. This is caused by reactivication of Opak fault and the lack of information about an earthquake there. In order to reduce the impact of earthquake and to increase the knowledge of the people, the problem is how to design an Earthquake Learning Center which has high site sensitivity and comprehensive in learning. First, site as formgiver has tried to be explored to achieve the learning purpose. Seconds, this paper is intended to find the effective concept which has tried to be implemented in here. Now, the concept of the design is space experience because according to some theory it is able to bring each person to understand about the information in the space deeply. Abstract in Bahasa Indonesia : Gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 telah merusak berbagai infrastruktur dan menyebabkan ribuan korban meninggal. Bantul merupakan salah satu area di Yogyakarta dengan jumlah korban terbanyak. Hal tersebut dikarenakan aktifnya kembali zona patahan Opak dan masih kurangnya informasi mengenai gempa. Agar dampak dari gempa bumi dapat dikurangi dan pengetahuan warga tentang gempa dapat ditingkatkan maka permasalahan yang ingin diangkat adalah bagaimana merancang sebuah Pusat Pembelajaran Gempa dengan sensitivitas tapak tinggi dan pembelajaran yang komprehensif. Langkah pertama, tapak sebagai formgiver berusaha dieksplorasi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kedua, tulisan ini bertujuan untuk menemukan konsep yang efektif untuk diaplikasikan dalam Pusat Pembelajaran Gempa. Pada akhirnya konsep yang diterapkan adalah pengalaman ruang karena menurut beberapa teori hal tersebut dapat memberikan pemahaman kepada setiap individu mengenai suatu informasi lebih dalam. Kata kunci: Pusat Pembelajaran Gempa, sensitivitas tapak dan pengalaman ruang.

  11. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, IKLIM ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PROKRASTINASI KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devy Sofyanty

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak - Prokrastinasi kerja berwujud perilaku menunda-nunda pekerjaan yang berakibat pada lambatnya atau tidak tercapainya target pekerjaan. Mengkaji tentang prokrastinasi kerja pada suatu perusahaan menjadi penting untuk meminimalisasi atau bahkan meniadakan faktor-faktor penyebab prokrastinasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh kepemimpinan transformasional, iklim organisasi dan budaya organisasi secara parsial maupun simultan terhadap prokrastinasi kerja. Penelitian ini dilakukan di PT Indosurya Jakarta, teknik sampling yang digunakan adalah survey. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survey, teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis, maka didapatkan temuan sebagai berikut: (1 secara bersama-sama atau simultan kepemimpinan transformasional, iklim organisasi dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja, (2 secara parsial kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja, (3 secara parsial iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja, (4 secara parsial budaya organiasasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi kerja.   Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, Budaya Organisasi, Prokrastinasi Kerja   Abstract - Procrastination of work in the form of procrastination behavior that resulted in the slow or unachievable job targets. Assessing the procrastination of work in a company becomes important to minimize or even eliminate the factors that cause procrastination work. This study aims to determine empirically the influence of transformational leadership, organizational climate and organizational culture partially or simultaneously to work procrastination. This research was conducted at PT Indosurya

  12. Aplikasi Antivirus Pada Komputer Menggunakan Visual Basic 6.0

    OpenAIRE

    Nurapriani, Eka

    2015-01-01

    Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuat rancangan aplikasi antivirus pada komputer. Antivirus merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus pada sistem komputer yang biasa dikenal sebagai Virus Protection Software. Metode dan rancangan aplikasi antivirus ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0 yang berperan sebagai bahasa pemrograman, editor skrip program, dan desain visual program. Cara kerja dari aplikasi anti...

  13. DESAIN FURNITURE PADA LABORATORIUM PENDIDIKAN SENI RUPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Nursalim

    2016-04-01

    Full Text Available Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat desain furniture yang memenuhi standard Antrophometry dan Ergonomy untuk Laboratorium Pendidikan Seni Rupa. Penelitian mengkaji tingkat kenyamanan furniture yang dipakai mahasiswa ketika sedang praktikum di studio. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengenai standard kenyamanan pembutan desain furniture yang akan digunakan mahasiswa sebagai perlengkapan praktikum pada laboratorium Pendidikan Seni. Bentuk Penelitian ini adalah penelitian diskriftif dengan metode kwalitatif. Temuan awal dalam penelitian ini adalah: dimensi ergonomics dan antropometrics mahasiswa pendidikan seni rupa memiliki nilai X(mean masih dibawah standard International (rekomendasi: Dreyfuss dalam buku “:The Measure of Man” dengan standard deviasi 1.96 dengan persentil 2.5 dan persentil 97.5 masih dalam batas normal (Data Tabel 4.7 dan Tabel 4.8: dimensi antropomotrics mahasiswa Angkatan 20122013. Centre of grafity atau moment of grafity mahasiswa ketika praktikum dengan duduk bertumpu pada pantat dan daerah kerja normal pada rentang 72.4-87.5. Sedangkan mahasiswa yang melakukan praktikum dengan berdiri bertumpu pada kaki dengan angular motion dan siku bebas bergerak (SBB pada rentang 183.92212.9 (data Tabel 4.2-Tabel 4.5:Data Ergonomi Mahasiswa Angkatan 2012-2013 sesuai dengan rekomendasi C.G. Drury dalam „Journal Apllied Ergonomics’. Vol.13, p.135. masih dalam tingkat nyaman. Hasil temuan ini kemudian digunakan sebagai pertimbangan awal dalam membuat desain Furniture pada studio Pendidikan Seni Rupa. Dengan demikian mahasiswa merasakan kenyamanan dalam melakukan praktikum di Studio Pendidikan Seni Rupa dengan menggunakan furniture yang ada. Untuk itu furniture harus didesain yang adjustable. Kenyamanan Furniture berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa. Desain furniture yang dibuat Adjustable diantaranya etsel untuk melukis, Meja kerja studio dasar, Kursi kerja untuk melukis, meja putar pada

  14. KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA LAUNDRY DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN, BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joice Sari Tampubolon

    2014-05-01

    Full Text Available Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada otot yang disebabkan oleh faktor-faktor kerja dan lingkungan saat melakukan pekerjaan. Keluhan muskuloskeletal merupakanmasalah kesehatan yang paling sering terjadi dalam dunia industri termasuk  industrirumah tangga laundry. Saat ini industri rumah tangga laundry  berkembang sangat pesatyang disebabkan oleh tingkat kesibukan yang sangat tinggi pada masyarakat terutamamasyarakat di kota besar. Oleh sebab itu, penulis ingin mengkaji tentang distribusikeluhan muskuloskeletal pada pekerja laundry di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.Studi deskriptif cross sectional dilakukan dengan menggunakan kuesioner Nordic BodyMap yang dibagikan pada 30 orang pekerja di 26 tempat laundry yang berada diKecamatan Denpasar Selatan, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritaspekerja berumur < 35 tahun (63,33%, masa kerja 1-2 tahun (53,33%, durasi kerja 9-12jam/hari (80% dan lama istirahat 1 jam (83,33%. Keluhan muskuloskeletal yangterdapat pada pekerja yaitu bahu kanan 22 orang (73,33%, betis kiri dan betis kananmasing-masing berjumlah 17 orang (56,66% serta pinggang dan bahu kiri masingmasingberjumlah 16 orang (53,33%. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkajifaktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada pekerja.

  15. Hubungan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi dengan Perilaku Ibu dalam Memijat Bayi di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Andriyani

    2015-05-01

    Full Text Available Pijat merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah di praktikkan sejak abad-abad silam. Pijat dapat di lakukan pada semua umur termasuk pada bayi. Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan di Posyandu Kasih Ibu Perum Putri Indah RW 5, Posyandu Kenangga/Jl. Pahlawan RW 8, dan Dang Merdu Asri di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Informasi yang di dapat dari beberapa petugas yang ada di Posyandu tersebut, bahwa ibu-ibu yang berkunjung ke posyandu tersebut telah mendapatkan informasi tentang manfaat pijat bayi, namun kenyataannya masih banyak ibu-ibu yang tidak mau melakukan pemijatan pada bayi mereka. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Sikap Ibu Terhadap Pijat Bayi Dengan Perilaku Memijat Bayi Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru.Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data untuk variabel sikap terhadap pijat bayi dan variabel prilaku meijat bayi dikumpulan dengan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-11 bulan yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2014 dengan sampel sebanyak 68 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh nilai P=0,002 nilai tersebut lebih kecil dari α=0,05 dengan demikian ada hubungan sikap terhadap pijat bayi dengan perilaku memijat atau hipotesa (Ha diterima. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak posyandu wilayah kerja puskesmas untuk membuka kelas pijat bayi bagi para ibu agar ibu-ibu termotivasi untuk melakukan pijat bayi sendiri

  16. EFEKTIVITAS KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM MAYJEN H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulmawati Yulmawati

    2012-03-01

    Full Text Available Pelayanan keperawatan adalah salah satu pelayanan rumah sakit yang berkewajiban memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif. Ukuranpencapaian suatu tugas atau tujuan disebut efektivitas kerja dengan faktor yang mempengaruhinya adalah produksi, efisiensi, kepuasan, adaptasi, perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerja perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi Tahun 2011 dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan pada 55 orang perawat rawat inap yang dipilih memakai teknik proporsional simple random sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perawat yang memiliki efektivitas kerja baik sebanyak 50.9%, produksi baik 58.2%, efisiensi baik 54.5%, kepuasan baik 54.4%, adaptasi baik 58.2% dan perkembangan baik 50.9%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan efektivitas kerja perawat adalah produksi, efisiensi, perkembangan dengan nilai p0.05. Implikasinya adalah diharapkan rumah sakit memperhatikan aspek yang bisa meningkatkan efektivitas kerja perawat serta melakukan pembenahan terhadap aspek tersebut sehingga pencapaian tujuan rumah sakit memangbisa terukur dari efektivitas kerja perawatnya.

  17. STRUKTUR RANGKA RUANG BAJA SEBAGAI PENDUKUNG LANTAI ATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Huthudi Huthudi

    2005-01-01

    Full Text Available A one level space, which lies between two buildings of two levels. This one level room, has to be designed to be two levels. The function of this one level, a space of 12 x 12 square meters, is a boxing training hall. This building is a part off sports facilities buildings in the Pajajaran street of Bandung. The budget for the development is very low, so it needs to minimise the expenses. The abstackle for this development are for example : the existing walls, and foundation must not be changed. Especially the roof, which will be elevated to the upper floor. And last but not least the time limit of construction is fixed at maximum 3 months, or 12 weeks only. The structure of this first level, must gives the impression of being light, but solid. Abstract in Bahasa Indonesia : Sebuah ruang berlantai satu yang terletak bersebelahan dengan bangunan 2 lantai, harus ditingkatkan menjadi 2 lantai. Bangunan satu lantai ini berfungsi sebagai ruang latih tinju yang berukuran 12 x 12 meter, dan merupakan sebagian ruang suatu komplek olah raga di jalan Pajajaran Bandung. Biaya pembangunan amatlah kecil, hingga memerlukan penghematan secara maksimal. Beberapa kendala dalam penambahan ruang terdapat di sini misalnya, dinding diusahakan tidak dibongkar apalagi pondasi, terutama rangka atap akan dipakai kembali. Dan yang terutama adalah waktu pembangunan disediakan sebanyak 3 bulan atau 12 minggu. Kesan fisik ruang bawah harus ringan , namun kokoh serta kuat. Kata kunci: pendukung lantai, struktur rangka ruang, estetika, kokoh dan kuat.

  18. Analisa Beban Kerja Operator Inspeksi Dengan Metode Nasa-tlx (Task Load Index) Di PT. Xyz the Workload Analysis of Operator Inspection Using Nasa-tlx (Task Load Index) in PT. Xyz

    OpenAIRE

    Afma, Vera Methalina

    2016-01-01

    Operator packing di PT. XYZ selalu melakukan kegiatan mengangkat dan menurunkan barang seberat 3 kg dan dilakukan 16 kali selama satu hari. Hal ini akan menimbulkan rasa lelah pada operator packing. Di PT. XYZ ada 3 orang operator packing yang melakukan aktivitas yang sama. Penulis tertarik untuk mengetahui dan menganalisa beban kerja operator packing di PT. XYZ dengan pendekatan NASA-TLX. Dari hasil penelitian disimpulkan, beban kerja masing-masing operator packing di PT. XYZ menggunakan me...

  19. BEBAN KERJA, IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI KERJA DENGAN KEMAMPUAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN BANK UMKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ircham Robbaq Azwar

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to empirically prove effects of workload veriable to job motivation trough workability as intervening variable.  This research is conducted in Bank UMKM Surabaya, East Java. The approach used here is descriptive quantitative with explanatory research method. The sample in this research was 66 respondents and the sampling technique used was probability sampling with simple random sampling approach. In this research, the data was analyzed using validity test, reliability test, T-test, F-test, and path analysis to investigate the direct and indirect effect from workload and workability variables toward the work motivation. From the F-test result, it showed positive and significant from workload and workability variables toward the work motivation, while for the T-test there is no significant effect between workload and work motivation, furthermore there is no significant effect between workload and workability, while between the workability and the work motivation, a positive and significant effect is found. In this case, workload has not directly affected significantly toward work motivation, and workload has indirectly affect the work motivation as the intervening variable.

  20. Aplikasi Antivirus Avigen Pada Sistem Windows

    OpenAIRE

    Aprilliati, Arrum

    2010-01-01

    Pada penulisan Tugas Akhir ini, penulis membuat perangkat lunak antivirus. Antivirus merupakan sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Disebut juga dengan Virus Protection Software. Metode dan rancangan aplikasi antivirus avigen ini dengan menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0 sebagai bahasa pemrogramannya, editor skrip program, dan juga digunakan untuk mendesain sebuah antivirus. Cara kerja dari antivirus yang...

  1. PENGARUH TATA RUANG DAN KOMUNIKASI INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA GURU DI SMK NEGERI 9 SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Rustiana

    2016-01-01

    Full Text Available Office layout is a method to formulate spatial, tools, layout, and their physical environment that aims to provide a means for teachers and internal communications are an important means to unify the direction and the views and thoughts among teachers and between teachers with the Head of School, so create cohesion in the work. This research aims: 1 to determine whether there is any spatial effect on the effectiveness of teachers 'work; 2 to determine whether there is an internal communication influence the effectiveness of teachers' work; 3 to know how big influence of spatial planning and internal communication on the effectiveness of working collectively same. The population that became the subject of this study was the teacher of SMK Negeri 9 Semarang all 44 people who made the research sample because this study represents a population study. In this study, the independent variables are spatial and internal communications, while the dependent variable is the employment effectiveness of teachers. Data collection was performed using a questionnaire technique, documentation and observation. Data analysis technique used is descriptive analysis percentages, multiple regression analysis, simultaneous test, partial test, coefficient of determination and classical assumption. Based on the results of regression analysis obtained F value of 13.357 with a probability of 0.000 <0.05, which means that there is significant influence between spatial planning and internal communication on the effectiveness of teacher working SMK Negeri 9 Semarang. The amount of influence between spatial planning and internal communication on the effectiveness of teacher working SMK Negeri 9 for 39.5% of Semarang. Based on this research, the authors suggest that: in drafting desk should be more loose and in placing the furniture and other equipment should be to take advantage of the space available, so the staff room and classrooms and teachers more impressed with a neat move freely when doing academic activities; head schools should pay more attention to another teacher performance by giving instructions clearly did not even hesitate to reprimand if proven negligent in completing the job, as an effort to improve the quality of education, school principals should be willing to open ourselves to receive all complaints, ideas, or ideas from teachers.

  2. Pengaruh Warna Ruang Kerja Terhadap Kenyamanan Dosen Departemen Psikologi Industri Dan Organisasi Fakultas Psikologi USU

    OpenAIRE

    Bangun, Eva Violesia

    2014-01-01

    Comfort in the work is desired by each worker and indirectlybecame an important predictor in the company's operational efficiencies such as productivity, job satisfaction, well-being, and safety. Creating a physical environment that is comfortable is one way to increase comfort in work and color is one of the factors that influence a comfortable working environment. Giving color combinations are paint the wall of workspace PIO with green color and add accessories to the room with purple color...

  3. Studi Eksperimen Perbandingan Pengaruh Variasi Tekanan Inlet Turbin danVariasi Pembebanan Terhadap Karakteristik Turbin Pada Organic Rankine Cycle

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Dharma Risqiawan

    2013-12-01

    Full Text Available Sistem pembangkit listrik telah berinovasi pada saat ini untuk tetap memenuhi kebutuhan akan ketersediaan listrik salah satunya dengan Organic Rankine Cycle (ORC. Sistem ini terdiri dari empat komponen utama yaitu evaporator, turbin, kondensor, dan pompa.Fluida kerja dipompa ke evaporator untuk membangkitkan uap lalu digunakan menggerakkan turbin.Uap hasil ekspansi turbin dikondensasi dan dialirkan oleh pompa kembali ke evaporator.Sistem ini mampu memanfaatkan sumber energi yang memiliki temperatur dan tekanan rendah untuk membangkitkan uap fluida organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja turbin pada sistem ORC dengan memvariasikan tekanan masuk turbin dan pembebanan dengan menggunakan R-123 sebagai fluida kerja .Pengambilan data dilakukan dengan memvariasikan tekanan masuk turbin pada setiap variasi pembebanan generator.Pengamatan dilakukan hanya pada turbin untuk mengetahui karakteristik turbin yang digunakan saat ini.Pengambilan data dilakukan dengan R-123 sebagai fluida kerja. Dari eksperimen didapatkan temperatur masuk dan keluar turbin,kecepatan putaran turbin dalam rpm, dan enthalpy dapat diketahui. Enthalpy digunakan untuk mengitung kerja yang dihasilkan turbin, efisiensi turbin dan efisiensi sudu turbin.Pada tekanan masuk turbin 8 bar dan beban 1000 Watt data dengan nilai terbaik didapatkan.Hasil perhitungan data didapatkan kerja yang dihasilkan turbin yang terbesar adalah 5,4 KW. Hasil lain yang dapat diketahui adalah efisiensi turbin tertinggi 88%. Efisiensi sudu turbin tertinggi yang terhitung adalah 42,9%.

  4. MENARIK MINAT SISWA PADA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELLING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismah -

    2016-08-01

    Full Text Available Rendahnya minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling terlihat dari minimnya siswa yang datang keruang BK untuk memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Permasalahan yang dikaji dalam penulisan ini adalah, Bagaiman layanan informasi dengan teknik modelling dapat menarik terhadap minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya bimbingan dan konseling islami. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah untuk memberi masukan kepada guru BK di sekolah supaya siswa-siswinya tertarik atau berminat berkunjung di ruang BK, menggunakan cara ”layanan informasi dengan teknik modelling terhadap minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling siswa di sekolah khususnya bimbingan dan konseling islami”. Pada kajian ini dapat dianalisis bahwa: layanan informasi dengan teknik modelling, diharapkan dapat berdampak positif terhadap minat siswa berkunjung ke ruang BK, sehingga guru BK dapat memberi layanan bimbingan konseling khusunya bimbingan dan konseling islami dengan kesadaran siswa tanpa pemaksaan.

  5. Aspek Budaya Dalam Keistimewaan Tata Ruang Kota Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanto .

    2015-09-01

    Full Text Available Dengan ditetapkannya budaya dan tata ruang kota sebagai penanda keistimewaan Yogyakarta dalam UU No. 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta, maka Yogyakarta merupakan kasus spesifik dalam Penataan Ruang, karena aspek Tata Ruang menjadi salah satu penanda Keistimewaannya. Apa yang istimewa. Apanya yang istimewa dang mengapa istimewa; apakah penanda (tata ruang kota, petanda (konsep budaya atau makna/pesan dari hubungan antara petanda dengan penandanya yang tersirat dalam wujud tata ruang kota Yogya. Penelitian ini berupaya untuk mengenali dan memahami hubungan antara kebudayaan, tata kota dan keistimewaan Yogyakarta. Dari bukti-bukti empiris, kajian tentang kebudayan dan tata ruang kota memerlukan rentang waktu panjang, karena akan menyangkut data longitudinal (diakronik dan lateral (sinkronik. Oleh karena itu studi ini perlu didudukkan dalam bingkai sejarah dan budaya, untuk membaca peristiwa sepanjang perkembangan kota Yogyakarta, dari HB I sampai HB IX. Kemudian untuk memahami makna kaitan antar penanda dan petanda sepanjang perjalanan perkembangan kota, maka digunakan metoda hermeneutika, khususnya Hermeneutik Paul Ricoeur. Dari hasil kajian terhadap obyek tata ruang kota yang dianggap istimewa, maka budaya yang mewujud dalam keistimewaan tata ruang kota Yogyakarta bisa dilihat dari komponen ruang kotanya maupun konfigurasi fungsi ruang kotanya. Kesimpulan penting dari penelitian ini adalah konsep budaya yang mewujud dalam tata ruang kota, yaitu monumental dan pertahanan, yang tidak ditemui di kota manapun di Indonesia. Kemudian dari sisi makna, terjadi perbedaan makna simbol-simbol tata ruang kota di era HB I dan HB IX.Kata kunci. Kebudayaan, tata ruang kota, budaya, Yogyakarta. Since Yogyakarta’s culture and spatiality were proclaimed as special features of Yogyakarta as stated in Law No. 13, 2012 on the Special Region of Yogyakarta, Yogyakarta is recognized as a specific case in spatial planning, because its spatiality is one of

  6. PENCEMARAN UDARA DI RUANG PROSES PEMBATIKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK: STUDI KASUS INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK DI KAMPUNG TAMAN KOTAMADYA YOGYAKARTA (Indoor Air Polution in batik-Making Workrooms of Batik Home Industry:Case Study of Batik Home

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmiyanti Darmiyanti

    2003-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi konsentrasi karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, suhu, kelembaban dan bau ruang kerja pembuatan batik sebagai akibat dari proses pembuatan batik dalam lingkungan kerja. Studi kasus dilakukan di industri rumahan (home indyustry di kampung Taman Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dari bulan desember 1999 sampai januari 2000. Pengukuran parameter dilakukan dalam 2 rumah industri batik yang masing-masing menggunakan satu dan tiga kompor sebagai pemanas. Metode analisis data adalah analisis times series dan analisis grafis. Konsentrasi karbon monoksida berkisar antara 2,00-8,66 ppm, karbondioksida berkisar antara 372,498-472,885 ppm. Sulfurdioksida berkisara antara 0,00028-0,00268 ppm. Temperatur berkisar antara 29 oC-34 oC, sedangkan kelembaban berkisar antara 50,5 %-67%. Penelitian mengindikasikan bahwa ruang kerja batik telah terkontaminasi karbon monoksida yang beresiko terhadap kesehatan para pekerja. Ruang kerja pembuatan batik tidak nyaman.   ABSTRACT This research aims to investigate the concentrations of carbon monoxide, carbon dioxide, sulfur dioxide, temperature, humidity and smells batik-making workrooms as a result of the batik-making process on work environments. A case-study of home industries was conducted in Kampung Taman Yogyakarta Municipal City. The research was conducted from December 1999 to January 2000. Measurement of parameters under investigation was carried out in two batik home industries, each of which used stove and there stove as heaters. Methods of analyzing the data were time series analysis, and graphics analysis. The concentration of carbon monoxide in batik-making workrooms ranges between 2.00 ppm and 8.66 ppm carbon dioxide ranged between 372.498 ppm and 473.885 ppm. Sulfur dioxide ranged vetweeb0.00028 ppm and 0.00268 ppm. Temperature ranged between 29oC and 34oC. Humidity ranged from 50.5% to 67%.The research indicated that batik masking

  7. PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    samsuadi PEP

    2015-09-01

    Full Text Available Tujuan  penelitian  adalah  (1  untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng, (2 untuk  mengetahui  pengaruh  supervisi akademik  pengawas   terhadap   disiplin   kerja   guru   SMK Negeri 1 Bantaeng,   (3  untuk   mengetahui   pengaruh   kepemimpinan   kepala   sekolah terhadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng. Populasi   penelitian   ini  adalah   guru   SMK Negeri 1 Bantaeng yang  berjumlah 80 orang,  melalui rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak  67 orang. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionate stratified  random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan memakai  skala Likert modifikasi Hadi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa supervisi akademik pengawas dan  kepemimpinan kepala sekolah berada pada katregori tinggi. Sedangkan dari hasil uji prasyarat tidak ditemukan gejala multikolinieritas,  sehingga  memenuhi  syarat  untuk  melakukan  analisis  regresi ganda.  Dari  hasil  uji  hipotesis  ditemukan  bahwa supervisi akademik pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah  secara bersama-sama berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng. Secara parsial supervisi  akademik pengawas tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMK Negeri 1 Bantaeng. 

  8. STRATEGI BISNIS PT. PARIWARA ADVERTISING DI INDUSTRI MEDIA LUAR RUANG DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mila Kumala

    2017-01-01

    Full Text Available The objective of the research is to analyze the internal and external condition of PT Pariwara advertising to formulate an appropriate strategy due to the company’s declining condition. This condition is caused by the implementation of Pergub No.1 tahun 2015 on the banning of cigarette and tobacco product advertisement in outdoor Medias.  The data is analyzed using internal factor evaluation (IFE, External Factor Evaluation (EFE, grand strategy matrix, SWOT and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM.  The result of the research shows that the strategy priority during a stagnant condition is applying the concentric diversification strategy which adding new product that has the similar technology, join facilities, or distribution network with the current product.   Keywords: IFE, EFE, SWOT, grand strategy, QSPMAbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal PT. Pariwara Advertising untuk merumuskan strategi yang tepat ditengah kondisi perusahaan yang sedang menurun dan kondisi industri media luar ruang DKI Jakarta yang melemah karena diterapkannya Pergub No. 1 Tahun 2015 tentang  Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau pada Media Luar Ruang. Teknik analisis data menggunakan analisis internal factor evaluation (IFE, External Factor Evaluation (EFE, matriks strategi besar, matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM. Hasil penelitian ini menunjukan prioritas strategi yang harus dilakukan di tengah kondisi industri yang stagnan adalah dengan strategi diverisifikasi konsentris yaitu strategi penambahan produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini.Kata kunci:  EFI, EFE, SWOT, strategi besar, QSPM

  9. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Melalui Perputaran Piutang Sebagai Variabel Intervening

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhana Dhea Parlina

    2017-12-01

    Full Text Available Abstract. This study aims to determine empirically the effect of working capital turnover on profitability through intervening variable receivable turnover in the consumer goods industry sector with food and beverages sub-sector listed on the Stock Exchange period of 2013-2015 period. Companies listed on the Stock Exchange and companies have been based on sampling criteria called purposive sampling. The data in this study is secondary which is based on the 33 research criteria of the entire population. The result of the research shows that there is a significant influence between the working capital turnover to profitability through variable receivable turnover interval in consumer goods industry sector in food and beverages sub sector listed in BEI period 2013-2015 period. The end result is there is direct influence of working capital turnover to return on asset equal to -0.006. There is no direct effect of working capital turnover to receivable turnover to return on asset of -0,000036, and total influence (correlation of working capital turnover to return on asset is equal to -0,006036.   Keywords: Equity turnover; receiveble turnover; and probability   Abstrak.  Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas melalui variabel intervening perputaran piutang pada sektor industri barang konsumsi dengan sub sektor food and beverages yang terdaftar di BEI periode tahun 2013-2015. Perusahaan terdaftar di BEI dan perusahaan telah berdasarkan pada kriteria pengambilan sampel yang disebut purposive sampling. Data dalam penelitian ini bersifat sekunder yang mana berdasarkan kriteria penelitian 33 dari keseluruhan populasi. Hasil penelitian imenunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran modal kerja terhadap profitabilitas melalui variabel intervening perputaran piutang pada sektor industri barang konsumsi di sub sektor food and beverages yang terdaftar di BEI

  10. Peran Serikat Buruh Migran Indonesia dalam Melindungi Hak Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fenny Sumardiani

    2014-12-01

    Full Text Available Permasalahan yang dihadapi Tenaga Kerja Indonesia baik pada fase pra penempatan, selama masa penempatan sampai dengan pasca penempatan dari waktu ke waktu perlu diperbaiki karena memang sangat luas dan membutuhkan koordinasi banyak pihak baik Pemerintah, PPTKIS, maupun organisasi yang membantu menyuarakan hak Tenaga Kerja Indonesia yang biasa disebut dengan Serikat Buruh Migran Indonesia dan Tenaga Kerja Indonesia itu sendiri. Koordinasi yang dimaksudkan terutama adalah dalam melindungi hak Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Serikat Buruh Migran Indonesia dalam melindungi Hak Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah di Kabupaten Kendal serta kendala yang dihadapi Serikat Buruh Migran dalam memperjuangkan hak-hak TKI yang bermasalah di Kabupaten Kendal serta serta upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dengan metode analisa data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Serikat Buruh Migran Indonesia dalam menagani masalah TKI dengan memberikan pendampingan kepada tenaga kerja indonesia dan keluarganya yang mengalami masalah pada saat bertugas maupun purna tugas; memberikan pendidikan kritis; memberikan pemberdayaan ekonomi dalam peningkatan kesejahteraan bagi para anggota dan keluarganya; memberikan pelatihan bagi para tenaga kerja indonesia yang sudah kembali ke indonesia. The problem faced by Indonesian Manpower both the phase pre placement, during placement until after placement from time to time need to be fixed because it is very broad and requires coordination of many parties, both Governments, PPTKIS, as well as organizations that help expressing the rights of Indonesian Workers usual called the Indonesian Migrant Workers Union and Labour Indonesia itself. Coordination is intended primarily to protect the rights of Indonesian Workers are problematic. This study aims

  11. Model Promosi Kesehatan di Tempat Kerja Multilevel: Bagaimana Implementasinya dalam Mengubah Perilaku Pekerja? (Suatu Kajian Kepustakaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zahtamal .

    2015-05-01

    Full Text Available Konsekuensi dari penyakit-penyakit yang sering dialami oleh pekerja merupakan kerugian besar bagi perusahaan dan pekerja. Dalam rangka mengatasi persoalan penyakit pada pekerja, perlu upaya promosi kesehatan di tempat kerja, khususnya untuk mengubah perilaku. Penerapan perubahan perilaku di tempat kerja bersifat lebih kompleks. Perubahan perilaku tidak saja didorong oleh faktor-faktor individu, tetapi juga oleh peran faktor eksternal, sehingga pihak yang dijadikan sasaran workplace health promotion (WHP adalah secara multilevel. Artikel ini menjelaskan rumusan model WHP multilevel yang dapat diterapkan untuk mengubah perilaku pekerja yang tidak sehat, sehingga diharapkan dapat menurunkan kesakitan dan kematian penyakit pada pekerja. Prinsip pemilihan model perubahan perilaku, perlu  diperhatikan dalam merumuskan WHP secara multilevel. Hal ini dijadikan sebagai acuan memodifikasi perilaku yang akan dituju. Selanjutnya, prinsip memilih strategi dan metode perubahan perilaku, disesuaikan dengan level sasaran yang diintervensi. Secara keseluruhan, prinsip-prinsip ini dirumuskan dalam sebuah acuan program WHP secara komprehensif dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien di tempat kerja. Artikel ini dapat menjadi acuan bagi pihak yang akan mengimplementasikan WHP dengan pendekatan perubahan perilaku secara multilevel. 

  12. Profil Pengguna E-commerce (Studi di Wilayah Kerja Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan)

    OpenAIRE

    S.Sos, Budiman

    2017-01-01

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mempengaruhi berbagai sektor, salah satu contohnya adalah e-commerce. Tren e-commerce di masyarakat sangat menarik untuk diteliti, terutama profil, karakteristik, dan tren pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan e-commerce pada masyarakat di wilayah kerja Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden berusia ant...

  13. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GUDANG OBAT PADA RUMAH SAKIT UMUM ISLAM MADINAH KASEMBON MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutan Mohammad Arif

    2018-01-01

    Full Text Available Sebagai penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat, Rumah Sakit Umum Islam Madinah yang terletak di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur perlu memanfaatkan teknologi komputer untuk mendukung kebutuhan pasien seperti obat dan alat kesehatan yang dikelola oleh pihak gudang. Lingkup kerja pada bagian gudang masih berskala kecil karenanya Microsoft Access yang merupakan aplikasi paket instalasi Microsoft Office menjadi pilihan yang tepat dan mudah, aplikasi ini juga dapat diterapkan pada komputer yang memiliki jaringan lokal. Pada penelitian ini, metode Waterfall digunakan untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi gudang dikarenakan proses desain, implementasi hingga pengujian aplikasi berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi gudang yang di bangun dengan menggunakan Microsoft Access mempercepat kerja staf dalam membuat laporan, rekap stok dan melihat perubahan harga tanpa perlu harus melihat kartu stok yang tertera pada rak penyimpanan.

  14. PENERAPAN METODE RETAD UNTUK MENGURANGI WAKTU SET UP PADA MESIN MILLING P1 DAN P2 DEPARTEMEN MACHINING PT. KUBOTA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyanto Sriyanto

    2012-02-01

    Full Text Available Pengurangan waktu produksi dalam suatu proses produksi dapat dilakukan dengan meminimalkan waktu setup pada proses produksi tersebut. Untuk mengurangi waktu setup diperlukan suatu cara untuk membantu operator dalam melaksanakan proses milling sehingga dapat meminimalkan waktu setup serta dapat menghilangkan elemen kerja yang tidak produktif tersebut. Metode RETAD (Rapid Exchange of Tooling and Dies merupakan pengembangan dari metode SMED (Single Minuite Exchange of Dies yang bertujuan mengurangi waktu setup, menghapus scrap dan rework. Dari hasil pengolahan data dan analisis untuk proses milling pada mesin Milling Vertikal P1, waktu elemen kerja membersihkan jig dari geram dapat dikurangi dari 5.53 detik sebelum perbaikan menjadi 1.54 detik setelah perbaikan dan untuk mesin Milling Vertikal P2, waktu elemen kerja membersihkan jig dari geram dapat  dikurangi dari 5.15 detik menjadi 1.54 detik. Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa terjadi perbaikan waktu setup pada proses milling pada Mesin Milling Vertikal P1 dan P2 di Cylinder Head Line, perbandingan waktu standar proses milling dari 258.505 detik sebelum perbaikan menjadi 254.518 detik setelah perbaikan pada mesin Milling Vertikal P1 dan 256.002 detik sebelum perbaikan menjadi 252.392 detik setelah perbaikan pada mesin Milling Vertikal P2 Untuk penelitian ini hasil tersebut merupakan hasil maksimal yang dapat dicapai, namun dapat dikembangkan lebih lanjut pada mesin-mesin produksi lainnya. Kata kunci           : RETAD, waktu setup, elemen kerja

  15. Pengaruh Persepsi Tentang Sertifikasi Guru, Strategi Penyelesaian Konflik, dan Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Guru SMKN

    OpenAIRE

    Atmadji Sutikno, Tri

    2013-01-01

    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja, terhadap produktivitas kerja. Populasi penelitian adalah guru-guru SMKN Malang Raya sedangkan sampel (278 guru) diambil secara acak. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi tentang sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja dalam kategori tinggi, dan produktivitas...

  16. Investigasi Serangan Malware Njrat Pada PC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Rizky Septiani

    2016-12-01

    Full Text Available Malware merupakan salah satu bentuk dari kejahatan komputer yang terjadi pada sebuah sistem jaringan komputer, malware Njrat termasuk jenis Trojan horse. Trojan adalah salah satu jenis malware yang ikut berkembang di dalamnya, yang memungkinkan attacker masuk ke dalam sistem tanpa diketahui oleh pemilik. Penggunaan trojan saat ini lebih ke arah kejahatan dunia maya (cyber crime, salah satu dari malware yang sangat berbahaya karena besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan, mulai dari pencurian data penting sampai mengubah hak akses pada PC korban. Sasaran terbanyak penybaran trojan adalah pengguna sistem operasi windows. Penyebaran trojan ini dilakukan dengan metode social engineering, yaitu teknik yang menggunakan kelemahan manusia, sehingga user tanpa curiga langsung mengeksekusi sebuah program yang tidak dikenal.  Aktivitas malware berkaitan erat dengan  performa PC dan juga aktifitas network pada system computer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja malware Njrat dan melakukan investigasi terhadap performa pada system computer. Metodologi yang digunakan dynamic analysis dengan melakukan analisa malware pada suatu sistem dan melihat aktivitas atau proses yang diaktifkan oleh malware tersebut. Dampak perubahan yang terjadi pada PC Target terlihat pada performa masing-masing PC yang telah disisipkan malware. Kata kunci            Malware, Njrat, System computer

  17. ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR MESIN PEMOTONG BATU BESAR (SIRKEL 160 CM DENGAN MENGGUNAKAN METODE 10 DENYUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andriyanto Andriyanto

    2012-12-01

    Full Text Available PT. PAH merupakan sebuah industri pemotongan batu magma (magma stone yang terletak di jalan Magelang Km. 15 Yogyakarta. Di perusahaan pemotongan batu ini terdapat 3 ukuran pemotongan yaitu sirkel besar (diameter 160 cm, sirkel sedang (diameter 60 - 90 cm dan sirkel kecil (diameter 30 - 50 cm. Penelitian ini khususnya pada pemotongan batu besar, dimana terdapat keluhan kelelahan operator yang terdiri dari operator utama dan operator pembantu. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik operator pemotong batu besar (sirkel 160 dengan metode 10 denyut. Dalam penelitian ini ditentukan lama waktu istirahat yang dibutuhkan operator utama maupun pembantu. Selanjutnya dilakukan implementasi waktu istirahat tersebut dan dilakukan pengukuran kembali untuk mengetahui penurunan denyut nadi kerja operator. Penerapan waktu istirahat tersebut membawa penurunan DNK operator masuk kategori ringan dan % CVL masuk kategori tidak terjadi kelelahan.

  18. ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS TULIS SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fimmatur Rizka Ardina

    2016-02-01

    Komunikasi merupakan suatu kemampuan yang penting untuk dimiliki setiap manusia. Komunikasi dalam artikel ini difokuskan pada komunikasi matematis tulis. Komunikasi matematis tulis ini akan berhubungan dengan lembar kerja siswa yang dipakai dalam proses pembelajaran. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan proses analisis LKS sebagai alat untuk meningkatkan komunikasi matematis tulis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. LKS akan dianalisis menggunakan standar indikator kemampuan komunikasi NCTM (2000 yang dimodifikasi sehingga terdapat empat indikator yaitu (1 siswa dapat menuliskan ide yang dimiliki dengan jelas dan tepat (2 siswa dapat menuliskan alasan untuk jawaban yang diberikan (3 siswa dapat memberikan tanggapan untuk ide atau jawaban siswa lain (4 siswa dapat menuliskan kembali ide orang lain menggunakan bahasanya sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS oleh Tim MGMP Kota Malang tidak dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemmapuan komunikasi matematis tulis siswa.

  19. STUDI AWAL TENTANG POLEMIK PERAN WANITA PADA DESAIN RUMAH TINGGAL; DENGAN PENDEKATAN GENEALOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J. Lukito Kartono

    2000-01-01

    Full Text Available Realizing that all of their activities cannot be carried out indoors,people consider that dwelling is a must or tradition for them.The dwelling-house is represented in the forms of space visualizing the dwellers' culture.The indoor spaces reflect the social-structure closely related to the role of the members of the family and to their relation with their relatives.Initially,the space arrangement of traditional society clearly showed the role of man and women but then feminism claimed that women's roles has been discriminating and marginal.We need to prove this point of view in details by always observing the cases of house-designs in genealogical way. Abstract in Bahasa Indonesia : Tradisi berhuni merupakan tradisi yang dilakukan oleh manusia karena sadar bahwa tidak semua kegiatannya dapat dilakukan diudara terbuka.Tempat berhuni yang direpresentasikan dalam wujud ruang mencerminkan kebudayaan yang dianut penghuninya. Ruang-ruang di rumah tinggal menampung struktur sosial yang berkaitan dengan peran suami dan saudaranya,istri dan saudaranya serta anak-anak mereka. Pada awalnya,dalam penataan ruang rumah tinggal masyarakat tradisional terlihat secara jelas adanya ruang-ruang yang mengakomodir kegiatan wanita dan lelaki.Tetapi akhir-akhir ini sejalan dengan lahirnya gerakan feminisme,ada gugatan bahwa telah terjadi diskriminasi dan marjinalisasi terhadap peran wanita dalam rumah tinggal.Kebenaran gugatan memang perlu dibahas lebih mendalam dengan meninjau secara genealogi pada kasus-kasus desain rumah tinggal dari masa ke masa. Kata kunci: lelaki-wanita,rumah tinggal dan genealogi.

  20. Studi Eksperimen Pengaruh Dimensi Pipa Kapiler Pada Sistem Air Conditioning Dengan Pre-Cooling

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Awan Satya Darmawan

    2017-01-01

    Full Text Available Penggunaan air conditioner semakin banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari diiringi dengan harga jual energi yang semakin mahal. Pada studi eksperimen kali ini mencoba mengoptimalisasi dan menigkatkan efisiensi energi pada sistem air conditioner dengan cara menambahkan satu buah evaporator dan satu buah pre-cooling, dimana pre-cooling dimanfaatkan untuk memanaskan air yang nantinya akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Pada sistem pengkondisian udara yang telah dimodifikasi tersebut maka dilakukan studi eksperimen dengan variasi panjang pipa kapiler, diameter pipa kapiler d=0,054 in, dengan panjang kapiler 1 = 35 cm, kapiler 2 = 65 cm, kapiler 3 = 95 cm. Hasil yang didapat dari studi eksperimen kali ini adalah semakin bertambahnya panjang pipa kapiler, kapasitas pendinginan evaporator, kerja kompresor dan COP dari sistem juga akan semakin kecil dan juga mengakibatkan temperatur masuk evaporator akan semakin kecil, yang akan mengakibatkan efek pendinginan akan semakin besar. Pada variasi pipa kapiler terpendek 35 cm menghasilkan data kapasitas pendinginan total sebesar 2,25 kW, kerja kompresor 0,433 kW, temperatur masuk evaporator 7,26°C, COP sebesar 5,21 dan HRR sebesar 1,16. Sedangkan pada variasi pipa kapiler terpanjang 95 cm kapasitas pendinginan total sebesar 0,72 kW, kerja kompresor 0,332 kW, temperatur masuk evaporator 1,64°C, COP sebesar 4,35 dan HRR sebesar 1,26.

  1. Campursari Karya Manthous: Kreativitas Industri Musik Jawa dalam Ruang Budaya Massa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wadiyo -

    2012-12-01

    Campursari karya Manthous adalah sebuah campuran dari musik pentatonik gamelan  Jawa  dengan  musik  populer  di  Indonesia  yang  mengacu  pada               musik   diatonis   Barat.   Nada   gamelan   dan   frekuensi   lagu   semuanya ditransformasikan menjadi nada frekuensi diatonis. Namun, harmonisasi yang digunakan adalah harmoni pentatonis gamelan Jawa. Campursari karya Manthous telah  berhasil  menjadi salah  satu  industri  musik  besar  karena didukung oleh tiga komponen, yaitu penyelenggara produksi musik, distribusi produksi musik, dan kebutuhan masyarakat. Peran media massa juga sangat membantu terhadap keberadaan karya ini. Berita tentang Manthous dan Campursarinya menyebar secara luas di masyarakat melalui media massa. Dalam waktu kemunculannya yang relatif singkat, Campursari karya Manthous telah menjadi musik Jawa dalam ruang budaya massa.     Kata kunci: Campursari, budaya massa, industri musik

  2. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 PEMALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karina Ajeng Softi,

    2012-10-01

    Full Text Available Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan ialah menghasilkan lulusan yang siap kerja dan dapat mengembangkan sikap profesional. Namun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan belum seluruhnya dapat terjun dalam dunia kerja. Pemasalahan dalam skripsi ini yaitu faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja (studi kasus pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang dan faktor apa yang paling dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan. yang dialami siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 variabel mereduksi menjadi 17 variabel yang mengelompok menjadi 3 (tiga faktor yaitu : 1 Potensi yang dimiliki oleh anak/siswa memberikan kontribusi sebesar 45,621% terhadap kesiapan kerja, variabel pembentuk antara lain: variabel Motivasi Belajar, Kondisi Ekonomi Keluarga, Ekspektasi Masuk Dunia Kerja, Pengetahuan dan Wawasan, Kecerdasan, Sikap, Sifat-sifat Pribadi. 2 Faktor Kepribadian Siswa memberikan kontribusi sebesar 13,654% terhadap kesiapan kerja, variabel pembentuk antara lain: variabel Kondisi Fisik, mental, dan emosional, Kebutuhan, motif dan tujuan, Kecakapan, Bakat, Minat, Nilai-nilai Kehidupan. 3 Faktor Sekolah dan On The Job Trainning (OJT memberikan kontribusi sebesar 8,419% terhadap kesiapan kerja, variabel pembentuk antara lain: variabel Pengalaman Praktik Luar/Magang, Bimbingan Vokasional, Prestasi Belajar sebelumnya, Informasi Perkerjaan. Ketiga faktor tersebut memberikan kontribusi sebesar 67,69% terhadap kesiapan kerja dan selebihnya sebesar 32.31% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu Faktor Potensi yang dimiliki oleh siswa dilihat dari besarnya kontribusi yang

  3. IDENTIFIKASI RESIKO ERGONOMI PADA PEKERJA DI PT. ASABA INDUSTRY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwulandari S. Dewayana

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi resiko ergonomi pada pekerja di PT. Asaba Industry yang bergerak di bidang pembuatan sendok dimana sebagian besar proses produksi dilakukan secara manual. Penelitian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1 mengidentifikasi stasiun kerja yang paling bermasalah menggunakan survey QEC; 2 mencari faktor penyebab ketidaknyamanan kerja; 3 mengidentifikasi area tubuh yang dikeluhkan sakit oleh pekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map; 4 melakukan pengukuran denyut jantung pekerja untuk menghitung konsumsi energi dan konsumsi oksigen; dan 5 mengidentifikasi aktivitas pada stasiun kerja yang paling bermasalah menggunakan tool pada ERGOWEBâ JET dan RULA. Hasil perhitungan berdasarkan survey QEC menunjukkan bahwa stasiun kerja yang terdapat pada PT. Asaba Industry rata – rata mempunyai nilai Percent Exposure Level yang tinggi (96,09%. Selanjutnya, dengan menggunakan diagram Ishikawa, dapat diketahui bahwa pada bagian gerinda operator bekerja dengan kurang nyaman. Adapun penyebab utama timbulnya ketidaknyamanan bersumber pada posisi kerja operator yang kurang nyaman, peralatan/fasilitas kerja yang kurang memadai dan tidak ergonomis, sehingga menimbulkan metode kerja yang kurang baik. Berdasarkan kuesioner Nordic Body Map diketahui bahwa keluhan yang banyak diderita para pekerja adalah pada leher bagian atas, pinggang, dan bokong, dan lutut sebelah kiri. Hasil pengukuran denyut jantung menunjukkan  bahwa ketiga operator memiliki tren denyut jantung yang hampir sama. Pengukuran konsumsi energi menunjukkan rata-rata operator berada pada level heavy work. Stasiun kerja gerinda dengan aktivitas mengangkat pallet  berdasarkan rekomendasi dari NIOSH, diharuskan untuk dilakukan pengawasan secara teknikal. Kata kunci :  resiko ergonomi, Percent Exposure Level, pengawasan secara teknikal     This study aims to identify the ergonomics’ risk in PT. Asaba Industry deals with the production of

  4. Determinan Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Usaha Kecil Menengah (UKM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Whetyningtyas

    2016-08-01

    ABSTRAK Penelitian ini menguji pengaruh  skala usaha, pelatihan akuntansi, dan ekspektasi kinerja  terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM. Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik usaha kecil dan menengah di kota Kudus, sejumlah 52 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa skala usaha, pelatihan akuntansi dan ekspektasi kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi UKM.   Kata kunci: Skala Usaha, Pelatihan Akuntansi, Ekspektasi Kinerja, Informasi Akuntansi

  5. Pengaruh Tipe Kepemimpinan pada Persepsi Politik dan Outcomes Organisasional dengan Ingrasiasi sebagai Variabel Pemoderasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Fitriastuti

    2014-06-01

    Full Text Available AbstractPerception of organizational politics has important role in the organization. It’s because many empirical findings show that perception of organizational politics have impact on performance. Many factors have contributed to the development of organizational politics. The purpose of this study are to investigate the impact of transformational and transactional leadership on perception of organizational politics and to investigate the impact of perception of organizational politics on organizational outcomes such as job satisfaction, affective commitment with ingratiation as moderating variable. The research finding that transformational leadership have negative impact on perception of organizational politics, transactional leadership have no impact on perception of organizational politics, perception of organizational politics have negative impact on job satisfaction, perception of organizational politics have no impact on affective commitment, ingratiation moderate the relationship beween perception of organizational politics and job satisfaction, ingratiation moderate the relationship between perception of organizational politics and affective commitment.Keywords:perception of organizational politics, transformational, transactional, ingratiation.AbstrakPersepsi politik organisasional memiliki pengaruh penting dalam organisasi. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan persepsi politik organisasional berpengaruh negatif pada kinerja. Persepsi politik organisasional bukan suatu hal yang terbentuk dengan sendirinya. Salah satu diantaranya adalah faktor situasional yaitu kepemimpinan atasan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan transaksional pada persepsi politik organisasional dan menguji pengaruh persepsi politik organisasional pada outcomes organisasional seperti kepuasan kerja dan komitmen afektif dengan menggunakan ingrasiasi sebagai variabel pemoderasi. Hasil penelitian menunjukkan

  6. KEEFEKTIFAN EXPERIENTIAL LEARNING PEMBELAJARAN MATEMATIKA MTs MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyahsih Alin Sholihah

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan penerapan model experiential learning dan menentukan mana yang lebih efektif antara model experiential learning dan pembelajaran konvensionalpada pembelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar ditinjau dari prestasi belajar dan apresiasi siswa terhadap matematika. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan pretest-posttest nonequivalent comparison-group design. Populasi dan sampelnya adalah siswa Kelas VIII MTs Negeri Sidoharjo dan siswa Kelas VIIIA dan VIIIB. Untuk menguji keefektifan pembelajaran metamatika dengan model experiential learning dan konvensional digunakan analisis dengan uji proporsi. Untuk mengetahui perbedaan keefektifan pembelajaran matematika dengan model experiential learning dan konvensional, data dianalisis dengan menggunakan uji T2 Hotelling’s, dan uji t dengan kriteria Bonferroni untuk menentukan model pembelajaran manakah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model experiential learning lebih efektif dari pembelajaran konvensional pada pembelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar ditinjau dari prestasi belajar dan apresiasi siswa terhadap matematika. Kata Kunci: model experiential learning, konvensional, prestasi belajar, dan apresiasi matematika.   THE EFFECTIVENESS OF EXPERIENTIAL LEARNING IN MATHEMATICS LEARNING  IN SUBJECT MATTER OF FLAT SIDE CONSTRUCT Abstract This study aims to determine the effectiveness of the experiential learning model and to determine which one is more effective between the experiential learning model and the conventional one in mathematics learning in subject matter of flat side construct viewed from the learning achieve-ment and students’ appreciationof mathematics. This study was a quasi-experimental study using the pretest-posttest nonequivalent comparison-group design. The research population comprised all Year VIII students, consisting of 4 classes of MTs Negeri Sidoharjo

  7. Intervensi Terpadu Pengurangan Dampak Buruk Asap Rokok pada Ruangan Berpengatur Udara di Lingkungan Universitas Sriwijaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Najmah Najmah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract Sriwijaya University is a workplace and learning places which requires to be smoking-free areas. Most of the rooms were designed as closed-air conditioned so it can be harmful if there were smoking activity there. This study aimed to test the effectiveness of the integrated intervention of smoke harm reduction in closed space/air-conditioned rooms in the Sriwijaya University environment. Eighty one University employees were selected as respondents based on a cluster random sampling method. The intervention included interactive counselling, candy cigarette substitutes, and short messages text (SMS of health promotion. Data analysis used was paired t test. The results indicated that the integrated interventions provided significant changes to knowledge and attitudes towards smoking in the closed spaces/air-conditioned rooms after the intervention (p-value = 0.002 and 0.016. Statistically, however, the behaviour has no difference in average scores of 12.89 and 12.78 respectively before and after intervention. To sum up, there is a need of a comprehensive and longterm interventions related to smoking behaviour changes in Sriwijaya University. In addition, a regulation related to smoke-free area in Sriwijaya University is urgently needed to protect passive smokers from the negative impacts of smoking activities. Keywords: air-conditioned room, harm reduction, smoke-free areaAbstrakUniversitas Sriwijaya merupakan kawasan tempat kerja sekaligus tempat proses pembelajaran yang seharusnya membuat kawasan bebas asap rokok. Sebagian besar ruangan didesain tertutup dan berpengatur udara Air Conditioning (AC sehingga dapat menyebabkan dampak buruk jika ada aktivitas merokok di dalamnya. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi terintegrasi pengurangan dampak buruk asap rokok pada ruangan tertutup /ber-AC di lingkungan Universitas Sriwijaya. Sebanyak delapan puluh satu pegawai Universitas Sriwijaya diambil sebagai responden

  8. PENGARUH CAR, BOPO, DAN LDR TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DI INDONESIA

    OpenAIRE

    ABIDIN, MUH. HAD

    2015-01-01

    2015 Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh CAR, BOPO, dan LDR dalam memengaruhi ROA. Dengan menggunakan metode regresi linear berganda, untuk melihat apakah CAR, BOPO, dan LDR memiliki pengaruh secara simultan dan parsial terhadap ROA. Ruang lingkup untuk penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa dengan aset terbesar dalam lima tahun terakhir, yakni pada tahun 2009 hingga 2013. Secara parsial variabel independen dalam penelitian berpeng...

  9. Analisis Sistem Antrian di Departemen Washing pada PT Mark Dynamics Indonesia dengan Menggunakan Teknik Simulasi ProModel

    OpenAIRE

    Limbong, Maraden

    2010-01-01

    Salah satu proses pada pembuatan cetakan sarung tangan di PT. Mark Dynamics Indonesia yaitu proses pencucian yang dilakukan di departemen Washing. Proses pencucian ini lini produksinya di bagi atas 3 lini dimana jenis ukuran yang harus dikerjakan terdiri dari 3 jenis yaitu small, medium dan large dimana waktu pengerjaannya berbeda-beda. Pada proses ini, tiap lini terdiri dari 20 orang dengan waktu kerja normal selama 400 menit (6,67 jam) per hari dengan persentase input ukuran yang masuk dal...

  10. Analisis Unjuk Kerja Rancangan Jaringan Fiber To The Home Area Jakarta Garden City dengan Metode Eye-Diagram

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dodi Zulherman

    2017-08-01

    Full Text Available Dalam tulisan ini, kami merancang jaringan akses fiber to the home berbasis gigabit passive optical network (FTTH-GPON pada area Jakarta Garden City. Pemodelan rancangan menggunakan GoogleEarth dan OptiSystem. Rancangan yang kami usulkan menggunakan kecepatan downstream 2,4 Gbps dan upstream 1,2Gbps. Kami mengamati kesesuaian unjuk kerja rancangan terhadap standar FTTH-GPON yang dikeluarkan oleh ITU-T. Kami menggunakan metode perhitungan link power budget dan risetime budget dalam perancangan jaringan FTTH. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan link budget sebesar 22 dB dengan margin daya sebesar 3 dB, risetime budgetd downstream sebesar 0,27 ns, dan risetime upstream sebesar 0,25 ns. Pengukuran unjuk kerja rancangan menggunakan metode eye-diagram yang menampilkan jitter, distorsi, signal-to-noise ratio (SNR, nilai Q-factor dan nilai BER. Pengukuran unjuk kerja dengan menggunakan power masukan 5 dBm dan panjang gelombang 1490 nm menghasilkan jitter sebesar 16,7 ps, distorsi sebesar 1,07µ a.u., SNR sebesar 6,87, Q Factor sebesar 21,249 dan BER sebesar 1,9×10-99. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis terhadap hasil tersebut, rancangan jaringan FTTH pada area Jakarta Garden City yang kami usulkan telah memenuhi standar ITU-T untuk penggunaan layanan internet kecepatan tinggi

  11. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MULTIGRAVIDA TENTANG SIBLING RIVALRY (KECEMBURUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON BANDAR LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ike Ate Yusvika

    2016-04-01

    Full Text Available Gambaran Pengetahuan Ibu Multigravida tentang Sibling Rivalry (Kecemburuan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung. Persaingan antara saudara sibling rivalry (cemburu kepada saudara kandung merupakan salah satu alasan terkuat anak-anak bertengkar. Salah satu peristiwa kunci dalam kehidupan adalah kelahiran adik baru. Kehamilan itu sendiri merupakan waktu yang ideal untuk memahami darimana bayi berasal dan bagaimana bayi itu dilahirkan. Ibu yang memiliki cukup pengetahuan tentang penanganan sibling rivalry akan segera cepat mengenali reaksi sibling rivalry pada anaknya terutama pada awal-awal kelahiran bayinya dan mengetahui cara yang tepat mengurangi efeknya terhadap anaknya yang lain. Sibling rivalry (kecemburuan yang tidak diatasi pada masa awal anak-anak dapat menimbulkan delayed effect, yaitu dimana pola perilaku tersimpan di bagian alam bawah sadar pada usia 12 tahun hingga 18 tahun dan dapat muncul kembali bertahun-tahun kemudian dalam berbagai bentuk dan perilaku psikologikal yang merusak.Tujuan penelitian adalah diketahui gambaran pengetahuan ibu multigravida tentang sibling rivalry di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh ibu multigravida di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung yang berjumlah 40 responden, yang diambil sebagai sampel penelitian, analisa yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui presentase. Hasil analisa data didapatkan ibu multigravida dengan kategori pengetahuan kurang baik tentang sibling rivalry sebanyak 22 orang atau 55%, kategori pengetahuan baik sebanyak 18 orang atau 45%. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa masih kurangnya pengetahuan ibu multigravida tentang sibling rivalry dan diharapkan bagi wilayah Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung untuk meningkatkan promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang sibling

  12. Pengembangan Aplikasi @Webplan untuk Perhitungan Waktu Standar pada Proses Perakitan Manual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sutanto

    2010-04-01

    Full Text Available Karya tulis ini berkenaan dengan pengembangan perangkat lunak berbasiskan Web untuk perhitungan waktu kerja standar yang merupakan sebuah modul tambahan pada aplikasi perangkat lunak untuk perancangan sistem kerja berbasiskan Web atau yang diberi nama @WebPlan® yang sudah dikembangkan oleh penulis. @WebPlan ini merupakan integrasi dari beberapa modul untuk perancangan tataletak dan disain stasiun kerja secara virtual 3D. Beberapa modul sudah dirancang sebelumnya yaitu modul untuk visualisasi produk dan strukturnya sehingga dimungkinkan visualisasi yang interaktif untuk proses perakitannya. Sedangkan modul utama dalam @WebPlan ini adalah 3D Facilities Layout dan disain/layout stasiun kerja. Untuk tujuan ini juga sudah dibuat beberapa alat bantu yaitu model manusia 3D untuk beberapa persentil dan beberapa analisa dan checklist ergonomi. Pengembangan aplikasi @WebPlan ini untuk perhitungan waktu standar pada produksi serial merupakan suatu yang sangat diperlukan untuk menentukan waktu total yang diperlukan dalam memproduksi/merakit sebuah produk. Waktu total ini merupakan data penting dalam membuat konfigurasi stasiun kerja untuk pembuatan produk. Metoda Pengukuran waktu perakitan yang dipakai dalam hal ini adalah MTM-UAS (Universal Analysing System yang sangat cocok untuk perakitan manual. Hasil perhitungan waktu proses perakitan ini divalidasi dengan proses perakitan yang sebenarnya dan tidak menunjukkan perbedaan harga yang cukup signifikan. Beberapa kemudahan yang didapat pada metoda ini adalah MTM-UAS menggabungkan beberapa gerakan dan tidak terlalu detail dibandingkan metoda pengukuran waktu lainnya. Akan tetapi memiliki hasil yang cukup mendekati hasil yang sebenarnya. Modul aplikasi perhitungan waktu standar ini merupakan bagian yang diintergrasikan nantinya dalam perancangan tataletak dan stasiun kerja secara virtual 3D

  13. PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, FASILITAS KERJA, DAN PRINSIP PROSEDUR KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN SE KABUPATEN BATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iswatun Chasanah

    2017-06-01

    Full Text Available Kinerja adalah suatu hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang didukung oleh faktor internal pegawai maupun faktor lingkungan internal organisasi seperti kemampuan kerja yang baik, fasilitas yang memadai serta prosedur kerja yang memiliki prinsip yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh antara kemampuan kerja, fasilitas kerja, dan prinsip prosedur kerja terhadap kinerja pegawai secara simultan maupun parsial. Sampel sebanyak 113 pegawai dari 5 Kantor Kecamatan yang diambil dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan angket. Analisis data dengan menggunakan Regresi linier Berganda, Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Deskriptif Presentase. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan Y = 10,137+0,384X1+0,180X2+0,387X3 + e. Hasil uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kemampuan kerja, fasilitas kerja, dan prinsip prosedur kerja terhadap kinerja pegwai yaitu sebesar 27,2%. Sedangkan pengaruh secara parsial untuk kemampuan kerja sebesar 5,01%, fasilitas kerja sebesar 5,42%, dan prinsip prosedur kerja sebesar 18,6%. Performance is a work result both quality and quantity work achieved by a person to achieve the certain goal that is supported by internal factors of employees and internal factors environmental of organization such as a good work ability, adequate work facilities and job procedures that have clear principle. The purposes of this research was to identify the influence of the work ability, working facilities, and the principle of job procedures to performance of employees simultaneously or partially. Sample were 113 employees of 5 district offices which were taken by Cluster Sampling. Data were collected by using documentation and questionnaires method. Analysis using multiple linear regression, classical

  14. Studi Deskriptif Persepsi Karyawan Hotel Tentang Glass Ceiling Pada Wanita Dalam Pencapaian Jabatan Puncak Manajemen Hotel Di Kota Tanjung Selor

    OpenAIRE

    Merang, Merycona

    2015-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi karyawan hotel tentang glass ceiling pada wanita dalam pencapaian jabatan puncak manajemen hotel di kota Tanjung Selor. Glass ceiling memiliki enam variable yaitu diri sendiri, tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, kesehatan, lingkungan sosial, dan lingkungan kerja.Teknik analisa yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, crosstab dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, persepsi karyawan tentang glass ceil...

  15. PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irawan Irawan

    2016-06-01

    Full Text Available Dalam perindustrian penggunaan mesin CNC Milling sangat di andalkan untuk mendapatkan hasil yang optimum baik secara kualitas maupun kuantitas. Akan tetapi muncul permasalahan,bagaimana pengaruh perbedaan teknik penyayatan terhadap nilai kekasaran permukaan benda kerja berkontur dalam proses milling CNC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penyayatan pahat milling terhadap kekasaran permukaan benda kerja berkontur yang di hasilkan pada proses freis dengan menggunakan mesin milling CNC - 3Axis Makino S33. Peneliitan ini merancang dan membuat molding Cover stop kontak dikarenakan permukaan produk cover stop kontak memiliki permukaan yang berkontur. Molding ini terdiri dari Core dan Cavity. Benda kerja yang akan di ujicoba adalah bagian Core sebanyak 3 buah. Dalam pengerjaanya benda ujicoba diberikan perlakuan yang sama antara lain, kedalaman pemotongan, kecepatan spindle, dan jenis pahat yang di gunakan, kemudian dari ke 3 benda kerja tersebut masing- masing di tentukan 3 titik pengukuran. Dari hasil pengujian yang di peroleh kemudian dilakukan analisis tabel. Nilai kekasaran permukaan terendah (rata-rata kekasaran 0.899µ m dengan waktu permesinan tercepat (waktu proses 1 jam 08 menit pada penggunaan metode penyayatan 3D offset finishing. Penulis menyarankan agar dalam proses freis menggunakan mesin milling CNC 3Axis Makino S33 pada permukaan benda yang berkontur, untuk mendapatkan nilai kekasaran yang terendah disarankan menggunakan metode penyayatan 3D offset finishing.

  16. Pengaruh Self Tapping terhadap Penurunan Level Dysmenorhea pada Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwin Lismidiati

    2017-10-01

    Full Text Available Dysmenorrhea primer adalah nyeri pada perut bagian bawah yang dirasakan pada saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada panggul. Banyaknya gejala yang muncul saat dysmenorrhea dapat berpengaruh pada aktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa manajemen nyeri untuk mengatasi dysmenorrhea primer, salah satunya adalah dengan self tapping. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektifitas terapi self tapping dalam menurunkan level nyeri dysmenorrhea primer pada mahasiswi PSIK FK UGM. Penelitian ini adalah jenis penelitian quasi experiment non randomized pretest-postest with control. Pada kelompok intervensi diberikan perlakuan self tapping, sedangkan pada kelompok kontrol diberikan perlakuan nafas dalam. Pengukuran level nyeri dysmenorrhea primer dilakukan menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS dengan skala 1−10. Jumlah responden sebanyak 60 orang. Untuk mengetahui perbandingan level nyeri sebelum dan sesudah terapi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dilakukan uji statistik Wilcoxon. Sedangkan untuk membandingkan perbedaan level nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dilakukan uji statistik Mann Whitney. Hasil menunjukkan intervensi self tapping lebih efektif menurunkan level nyeri dysmenorrhea primer pada mahasiswi PSIK FK UGM dengan nilai p = 0,007. Kesimpulannya terdapat pengaruh terapi self tapping terhadap terhadap level nyeri dysmenorrhea primer pada mahasiswi PSIK FK UGM. Terapi self tapping dapat dijadikan pilihan penanganan untuk mengurangi nyeri pada saat mengalami dysmenorrhea primer.

  17. ANALISA SUMBER DAYA MANUSIA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 4.1” (STUDI KASUS : UNIT PELAKSANA TEKNIS TELEMATIKA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Idhom

    2016-08-01

    Full Text Available Pengelolaan sumber daya manusia merupakan proses dan struktur hubungan yang mengendalikan dan mengarahkan suatu organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi dengan menambahkan nilai agar teknologi informasi dan prosesnya dapat diseimbangkan dengan resikonya. Diperlukan sebuah evaluasi sumber daya manusia dibidang teknologi informasi untuk mengetahui sejauh mana tingkatan pengelolaan terhadap sumber daya manusia di Unit Pelaksana Teknis Telematika saat ini. Sumber daya manusia di bidang teknologi informasi pada Unit Pelaksana Teknis Telematika membutuhkan pengembangan dan pengelolaan sesuai dengan harapan organisasi. Melihat terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi pada Unit Pelaksana Teknis Telematika sangat terbatas sehingga kegiatan operasional masih belum efektif dan memenuhi sasaran yang diharapkan. Melihat kondisi organisasi yang mengalami terbatas pada sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dilakukan evaluasi secara detail dengan menggunakan COBIT 4.1.Dalam melakukan evaluasi sumber daya manusia dengan menggunakan kerangka kerja COBIT  yang berfokus pada Domain PO7 diharapkan dapat memberikan acuan dan perbaikan yang lebih efektif terhadap organisasi ke depannya.

  18. PENGARUH UPAH, MODAL, JUMLAH UNIT USAHA, JUMLAH PRODUKSI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiditya Yudi Prabaningtyas

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh upah, modal, jumlah unit usaha, jumlah produksi terhadap penyerapan tenaga kerja, serta menguji peran mediasi jumlah produksi pada variabel upah, modal, jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil. Populasi dalam penelitian ini adalah sentra industri kecil makanan tahu bakso yaitu sebanyak 35 unit usaha.Metodepengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara terstruktur, metodeanalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis jalur (path analysis dengan menggunakan bantuan SPSS for Windowsversi 16. Hasil penelitian ini menunjukan secara parsial upah, modal, jumlah unit usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi. Secara parsial, upah, modal, jumlah unit usaha, jumlah produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Jumlah produksi dalam penelitian ini bukan variabel yang memediasi pengaruh upah, modal, dan jumlah unit usaha terhadap penyerapan tenaga kerja yang ditunjukan dengan nilai koefisien jalur tidak langsung < nilai koefisien pengaruh langsung.  The purpose of this study was to investigate the influence of wages, capital, number of business units, the amount of production on employment, as well as test the mediating role between the variable production quantities wages, capital, number of business units to small industrial employment. The population of this research is small food industry of Tahu Bakso that is 35 business units. The method of data collection used is through observation and structural interview. The method of analysis uses descriptive statistic and path analysis using SPSS for window version 16. The results of this research shows partial the wage, capital, total of business units are positive significant to the total production. Partially wage, capital, total of business units, total production are positive significant effect on employment. Total production in this

  19. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO KREDIT MODAL KERJA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novita Saragih

    2017-06-01

    Full Text Available Penyaluran kredit BPD masih didominasi kredit konsumsi dibandingkan kredit modal  kerja. Risiko kredit modal kerja BPD yang dikur dalam Non Performing Loan mengalami peningkatan selama penerapan BRC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon NPL kredit modal kerja BPD akibat perubahan faktor internal bank dan besarnya kontribusi faktor tersebut terhadap perubahan NPL. Data yang digunakan adalah time series berdasarkan bulanan tahun 2011-2014 yang   diperoleh   dari   Bank   Indonesia.   Metode   analisis   yang   digunakan   adalah       Vector Autoregression dengan analisis Impulse Response Function dan Variance Decomposition. Hasil impulse response function menunjukan NPL merespon positif terhadap perubahan LDR dan bank size tetapi merespon negatif terhadap perubahan tingkat bunga kredit modal kerja. Hasil Variance decomposition menunjukan bahwa variabel yang paling berkontribusi pada perubahan NPL  adalah bank size.  BPD loan portofolio is still dominated by consumer loans than working capital loans. BPD working capital loans risk which measured by non performing loans is increased during implementation of the BRC. This study aimed to analyze the NPL response of BPD working capital loans due to changes of bank internal factors and the amount of factors contributing to NPL change. The data used is based on monthly time series in 2011 to 2014 that obtained from Bank of Indonesia. The analytical method used is Vector Autoregression with Impulse Response Function and Variance Decomposition analysis. The results of impulse response function indicate that NPL respond positively to LDR and bank size change but respond negatively to interest rates change. Variance decomposition results showed that the variables that most contribute to the change of NPL of BPD working capital loans is bank size.

  20. Perspektif Hukum Feminis Terhadap Aturan Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pratiwi

    2017-08-01

    Full Text Available Studi ini menggambarkan bagaimana fleksibilitas pasar tenaga kerja yang menjadi nafas dalam hukum perburuhan Indonesia memiliki dampak kebijakan terhadap konstruksi gender. Sebaliknya konstruksi gender juga menentukan bagaimana fleksibilitas pasar tenaga kerja dipraktikkan oleh pemerintah. Desk study terhadap teks-teks lama tentang feminis, hukum feminis, dan perburuhan penting untuk memahami kesinambungan antara fenomena perburuhan di masa lalu dan fenomena perburuhan yang menjadi trend saat ini. Dengan perspektif feminis, arus utama analisis perburuhan yang meyakini bahwa kebijakan fleksibilitas baru terjadi di era Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjadi tidak relevan. Perspektif feminis melihat bahwa fleksibilitas bagi perempuan sudah terjadi sejak gelombang feminisasi manufaktur di era Hubungan Industrial Pancasila di masa Orde Baru, yang mana berpengaruh pada skema-skema fleksibilitas saat ini. Temuan-temuan melalui desk study ini diverifikasi melalui organic feminist inquiry, yang para kolaborator studi ini turut menganalisis temuan-temuan tersebut. Pada akhirnya, studi ini sangat relevan untuk meninjau ulang kebijakan-kebijakan perburuhan maupun kebijakan-kebijakan pemberdayaan perempuan yang justru kontra-produktif dengan upaya pengarusutamaan gender.

  1. ANALISIS PENGARUH UMUR, PENDIDIKAN, DAN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zakaria Firmansyah

    2017-06-01

    Full Text Available Produktivitas merupakan salah satu indikator yang paling penting dari kegiatan ekonomi. Produktivitas merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi penting, yaitu sebagai leverage (leverage untuk pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Itulah salah satu alasan mengapa negara-negara saat ini banyak telah berusaha untuk meningkatkan  produktivitas. Masalah ketenagakerjaan didominasi oleh kemampuan produktivitas tenaga kerja masih belum memadai baik dari segi pendidikan, pengalaman kerja dan lain-lain Satu hanya untuk pekerja di mitra industri rambut Purbalingga bahwa sebagian besar pekerja perempuan tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, Regresi Pengujian, dan Asumsi Klasik Uji. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara bersama-sama Umur, Pendidikan, dan Upah dampak positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di rambut Industri Mitra Purbalingga dibuktikan dari hasil uji F untuk dan nilai prob. F-hitung (0.000000 <5%. R2 = 0,98673. berarti bahwa 98,6 persen dari kemampuan variasi set variabel independen (independent yang digunakan dalam model ini dapat menjelaskan variasi dalam produktivitas tenaga kerja di mitra industri rambut di Purbalingga. Sedangkan 1,4 persen sisanya  dipengaruhi  oleh  variasi dalam variabel dependen dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian yaitu 3 variabel independen digunakan untuk memiliki pengaruh yang signifikan pada α = 5% dari produktivitas tenaga kerja di mitra Industri Rambut di Purbalingga variabel ini adalah usia, pendidikan, dan Upah. Productivity is one of the most important indicator of economic activity . Productivity is a key driver of economic growth vital , namely as leverage ( leverage for national economic growth in the long term. That's one reason why today many countries have sought to improve productivity. Employment issues are dominated by the

  2. Pengalaman Praktik Kerja Industri, Motivasi Berprestasi dan Keyakinan Diri (Self-Efficacy Pengruhnya Terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Oktaviatul Janah

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to examine effect of internship experience, achievement motivation, self-efficacy on entrepreneurship intention. This research did to students of SMKN 1 Banyuwangi, the sample was don by using proportional ramdom sampling. Based on the resultas, internship experience and self-efficacy is a significant positive effect on the entrepreneurship intention, but there is no significant positive effect achievement motivation on the entrepreneurship intention. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengalaman praktik kerja industri, motivasi berprestasi, keyakinan diri terhadap intensi berwirausaha. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMKN 1 Banyuwangi, sampling menggunakan metode Proportional Random, dan analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman praktik kerja industri dan keyakinan diri berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha, adapun motivasi berprestasi tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha.

  3. Instrumentasi Elektrokardiografi dengan Capacitive Contact Electrode pada Kursi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Regina Emilia

    2017-01-01

    Full Text Available Elektrokardiograf secara konvensional menggunakan elektroda Ag-AgCl sebagai conductive contact dan kabel sebagai penghubung antara elektroda dengan elektrokardiograf. Metode yang digunakan bersifat direct sehingga elektroda melekat langsung pada kulit. Konfigurasi ini mengakibatkan ruang gerak pengguna menjadi terbatas dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan difokuskan pada perancangan Instrumentasi Elektrokardiografi secara indirect menggunakan capacitive electrode. Elektroda dibuat dengan menggunakan komponen IC dengan input impedansi tinggi sehingga sinyal jantung dapat direkam walau terhalang oleh pakaian sekalipun. Elektroda dibuat sejumlah 2 buah dan diletakkan pada sandaran kursi, sedangkan untuk ground digunakan PCB berukuran 30cmx30cm sebagai alas duduk. Ketiga sinyal ini kemudian dilewatkan pada rangkaian penguat instrumentasi, filter dan baseline restoration untuk menguatkan dan menghilangkan komponen sinyal yang tidak diperlukan. Dari pengujian yang telah dilakukan, sinyal QRS complex dapat terdeteksi dengan jelas. Kualitas sinyal yang dihasilkan sangat bergantung dari pakaian yang digunakan. Oleh karena itu capacitive electrode memiliki peluang yang besar untuk dijadikan sebagai elektroda alternatif yang bisa digunakan dalam jangka panjang.

  4. PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Yudi Eka Risano

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan pada alat pengering biji kakao untuk proses pengeringan biji kakao milik Usaha Mandiri di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana agar proses pengeringan lebih efektif dan didapat kualitas hasil pengeringan biji kakao lebih baik. Perhitungan yang dilakukan meliputi dimensi alat pengering, termal yang terjadi pada alat pengering, dan kebutuhan bahan bakar pada alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana, serta dilakukan simulasi pada model alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana yang telah dirancang menggunakan Software Autodesk CFD untuk mengetahui sebaran suhu pada model alat pengering yang telah dirancang.  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana ini memiliki dimensi ruang pengering dengan diameter 90 cm, panjang 108 cm, dan tebal 1,2 mm. sebaran suhu pada ruang pengering sebesar 65,06oC , kalor yang dibutuhkan untuk proses pengeringan biji kakao sebesar 1028906,047 KJ, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan ± 8 jam 14 menit dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pengeringan sebanyak 302,62 kg atau 0,30260 kubik serta sebaran suhu rata-rata hasil simulasi menggunkan Software Autodesk CFD sebesar 63,5116oC.  Kata Kunci: kakao, pengeringan, Autodesk CFD, suhu

  5. REINTERPRETASI ISLAM INTEGRATIF (OBJEKTIFIKASI DELIBERATIF ISLAM DI RUANG PUBLIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elya Munfarida

    2017-01-01

    kerangka teoritis dalam melakukan reinterpretasi nilai dan ajaran agama dan realisasinya di ruang publik. Dengan model objektifikasi deliberatif ini, nilai-nilai dan ajaran agama dapat diimplementasikan dalam kehidupan publik dan berperan aktif dalam konstruksi identitas bangsa, tanpa harus menciptakan disintegrasi sosial karena adanya dominasi atau subordinasi simbol atau nilai agama tententu. Oleh karena konsensus sosial yang dihasilkan dalam deliberasi tersebut bersifat rasio bersama, maka ia tidak lagi menjadi rasio individual personal tapi rasio kolektif yang sekaligus mewakili dan menjadi kepentingan bersama. Dengan mekanisme ini, nilai dan ajaran Islam (agama dapat dipentaskan dalam kontestasi diskursus publik secara ramah, tanpa harus terjebak dalam politik ekslusivisme dan logika dominasi-subordinasi.

  6. Studi Numerik Karakterisasi Aliran 3 Dimensi Multifase (Gas-Solid Pada Gravity Settling Chamber Dengan Variasi Kecepatan Inlet Dan Diameter Partikel Pada Aliran Dilute Phase

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Mochammad Isa’i

    2013-09-01

    Full Text Available Kegiatan  pemilahan pada aktivitas produksi merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan pada dunia industri. Penggunaan gravity settling chamber merupakan teknologi pemilahan partikel yang paling sedehana dan murah. Maka dalam perancangan suatu gravity settling chamber perlu diketahui parameter yang mempengaruhi kinerja dari alat tersebut. Analisa karakteristik aliran pada gravity settling chamber dilakukan dengan metode simulasi numerik menggunakan persamaan Eularian-Lagrangian. Sebuah aliran multifase udara  dan partikel abu terbang batu bara (fly ashberdiameter 100 μm mengalir melalui sebuah  gravity settling chamber dengan variasi diameter hidrolis saluran inlet sebesar 1/3 1/5 dan 1/7  kali dari diameter hidrolis  ruang pengendap dengan laju kapasitas aliran yang sama . Selain divariasikan kecepatan inlet aliran, juga dilakukan variasi distribusi diameter dengan ukuran partikel kurang dari 50 μm, ukuran 50 -100 μm dan ukuran 100-200 μm.  Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah semakin kecil ukuran diameter partikel maka akan efisiensi partikel yang ditangkap oleh gravity settling chamber semakin rendah. Ukuran partikel tidak berpengaruh terhadap posisi jatuh dari partikel tersebut. Semakin besar kecepatan inlet tidak memiliki hubungan dengan efisiensi penangkapan partikel. Pressure drop yang terjadi akan semakin besar sebanding dengan rasio perbandingan diameter hidrolis inlet dan ruang pengendapan, serta jumlah dan posisi secondary flow berperan signifikan pada efisiensi penangkapan partikel.

  7. ANALISIS RELEVANSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DENGAN DUNIA KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Muhson

    2012-04-01

    Full Text Available Abstract: A Relevance Analysis of University Graduates with World of Work. Education should be oriented to the competencies required by the workforce as a percentage of unemployment among the educated increase continuously. This study aims to examine the relevance of YSU Economic Education graduates. The study only focuses on the type of work and subjects taught. The subject of this study is the alumni of Economic Education Study Program. Sampling technique used is snowball sampling. Data collection technique using questionnaires and documentation while the technique of data analysis using descriptive analysis. The result suggests that the majority of the graduates find their first job as private a teacher, a private employee and a tutor, while current job of the most graduates are private teacher, private employee, and civil servant (teacher. The data shows that more than 50 percent of the graduates work in the education area. This implies that the relevance level based on the type of work is categorized as sufficient. Majority of the graduates teaches social science, economic, and entrepreneurship, hence it can be concluded that the relevance level based on the subjects taught is highly relevant.   Keyword: relevance of graduates, type of work, unemployment, employment     Abstrak: Analisis Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja. Pendidikan harus berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja karena persentase penganggur di kalangan terdidik terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat relevansi (kesesuaian lulusan Pendidikan Ekonomi UNY. Kajian hanya diarahkan pada jenis pekerjaan dan mata pelajaran yang diampu. Penelitian ini mengambil subjek alumni Prodi Pendidikan Ekonomi dari berbagai angkatan. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini

  8. Konsep Ketuhanan (T’ien dan Relevansinya dengan Pembentukan Etos Kerja dalam Ajaran Kong Hu Cu (Konfusius

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazwar Nazwar

    2016-12-01

    Full Text Available Artikel ini membahas konsep Ketuhanan Konfusius yang berkaitan dengan etika kerja para penganutnya. Konsep ketuhanan yang dianalisa berdasar pada perspektif Filsafat, kemudian ditarik kepada realita tindakan sosial penganut ajaran Konfusius, dengan menggunakan data yang diperoleh berupa semangat kerja dan pemenuhan kebutuhan hidup para penganut pandangan hidup ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa konsep ketuhanan yang terdapat dalam ajaran Konfusius adalah paradigma fungsional. Dalam keyakinan tersebut, relasi antara Tuhan dan manusia didasarkan pada nilai fungsi. Tuhan diyakini berdasar pada peranannya terhadap kehidupan manusia. Begitupun sebaliknya, manusia diyakini berperan dalam pemenuhan keinginan Tuhan. Sehingga dalam ibadahnya yang paling menonjol adalah ritual korban. Semakin banyak korban yang dipersembahkan, maka kehidupanpun akan semakin subur dan makmur. Berdasarkan paradigma demikian, para penganut Konfusius kemudian mempunyai semangat kerja tinggi. Dengan tujuan selain  pemenuhan kebutuhan hidup, juga merupakan usaha pemenuhan kebutuhan spiritual dalam rangka ibadah kepada T’ien (Tuhan. This article discusses the concept of God Confucius relating to the work ethic of its adherents. The concept of God that is analyzed based on the perspective of philosophy, then pulled to the reality of social action adherents of Confucianism, using the data obtained in the form of morale and subsistence adherents of this view of life. Based on this research, it was found that the concept of God contained in the teachings of Confucius is the functional paradigm. In that belief, the relationship between God and man is based on the value of the function. God is believed, based on its role in human life. Vice versa, humans are believed to play a role in the fulfillment of God's will. Thus, in the worship of the most prominent is the ritual sacrifice. The more sacrifices be offered, the more fertile and prosperous life will be. Based

  9. EVALUASI PENATALAKSANAAN GIZI BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIRAMPOG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himatul Khoeroh

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT SUN (Scalling Up Nutrition merupakan upaya global dalam rangka rencana aksi percepatan perbaikan gizi salah satunya menanggulangi balita stunting fokus pada 1000 HPK. Stunting merupakan prevalensi tertinggi di Wilayah kerja Puskesmas Sirampog di Kabupaten Brebes, ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penatalaksanaan status gizi balita stunting dengan unsur input, proses dan output. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan awal ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pegumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap 6 informan awal yang terdiri dari kepala puskesmas, bidan koordinator KIA, koordinator gizi, bidan desa, kader dan ibu balita sasaran. Dua informan triangulasi yang terdiri dari koordinator kesehatan kelurga dan koordinator gizi Dinas Kesehatan Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap input yaitu tenaga kesehatan yang terlibat masih memerlukan tambahan, belum ada tenaga gizi. Pada unsur proses, sebagian program terlaksana dengan baik meliputi program sehat bagi wanita hamil, pemberian ASI Eksklusif, pemantauan tumbuh kembang, pemberian makanan tambahan, pemberian vitamin A kecuali program pemberian taburia. Pada unsur output, cakupan prevalensi stunting di Puskesmas Sirampog Kabupaten Brebes tahun 2015 sebesar 16,74 %.   ABSTRACT   SUN (Scalling Up Nutrition is  the global efforts from all shorts of countries in the framework of program attractive speeding up of nutrition improvement one of them to cope with baby of stunting  focused to 1000 HPK. Stunting is highest prevalency in estate work clinik of sirampog brebes, this is indicate that quality of health treatment is too low. The porpose of This research is to evaluate management status nutrition of baby stunting included unsure input, proses and output.. This research is the qualitative reseearch in estate work clinik of

  10. PENGARUH INVESTASI PMA, PMDN, APBD DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Wahyudihantoro

    2017-06-01

    Full Text Available Pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suku bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil per kapita. Jadi tujuan pembangunan ekonomi di samping untuk menaikkan pendapatan nasional riil juga untuk meningkatkan produktivitas (Irawan dan Suparmoko, 1992: 5. Secara umum pembangunan ekonomi juga bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, menjaga keseimbangan ekonomi negara dan pendistribusian pendapatan yang merata. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh Penanaman Modal asing (PMA, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN, Tenaga Kerja dan APBD baik secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada tahun 2010-2012. Sampel  pada penelitian ini seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur.. Metode pengumpulan data menggunakan data skunder. Metode Analisis menggunakan analisis regresi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Secara bersama- sama Investasi PMA, PMDN, APBD dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten / Kota Di Jawa Timur memiliki pengaruh positif dan signifikan pada taraf 5%.  Economic development is the efforts to improve the lives of the peoples who are often measured by the level of real income per capita. So the purpose of economic development in addition to raise real national income as well as to improve productivity (Irawan and Suparmoko, 1992: 5. In general, economic development also aims to achieve a sufficiently high economic growth, keeping the country's economic balance and equitable distribution of income. The problem in this research is there any influence of foreign Investment (PMA, Domestic Investment (DCI, Labor  and budget either jointly or individually to economic growth in East Java in 2010-2012. Samples in this study all regencies / cities in East Java .. Methods of data collection using secondary data. Analysis Method using regression analysis. Based on the results of the

  11. Analisis Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan pada PT XL Axiata Tbk Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmi Sito Dwi Irvianti

    2015-05-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of job stress, workload and work environment to employee turnover intention PT XL Axiata Tbk Jakarta. This study used survey research and data collection technique used are observation, interviews, literature studies and questionnaires distributed through 81 employees as respondents. The collected data was analyzed by using simple and multiple regression. From the research, it is known variables X1 (job stress partially influence on the variable Y (turnover intention. The X2 variable (workload partially influence variable Y (turnover intention. While the X3 variable (work environment partially influence variable Y (turnover intention And unknown variables X1 (job stress, X2 (workload and X3 (work environment influences variable Y (turnover intention simultaneously.

  12. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Direktorat Umum Lembaga Pelayanan Publik Televisi Republik Indonesia

    OpenAIRE

    I Ketut R Sudiarditha; Agung AWS Waspodo; Nesia Ayu Triani

    2016-01-01

    This study aims to: (1) To determine the effect of the work environment on employee job satisfaction at the General Directorate of Public Services TVRI. (2) To determine the effect of work motivation on employee job satisfaction at the General Directorate of Public Services TVRI. (3) To determine the effect of the working environment and motivation to work together on employee job satisfaction at the General Directorate of Public Services TVRI. The analysis technique used in this study is a s...

  13. Perencanaan Site Layout Facilities Berdasarkan Traveling Distance Dan Safety Index Pada Proyek Pembangunan Hotel The Alimar Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angga Sukma Wijaya

    2017-01-01

    Full Text Available Proyek pembangunan hotel The Alimar Surabaya dengan 7 lantai , mempunyai luas tanah sebesar 900 m2 dengan KDB  650 m2 KLB 4550 m2. Permasalahan yang terjadi adalah bangunan tersebut mempunyai lahan yang tidak terlalu luas dan  berhimpitan langsung dengan rumah warga. Ruang gerak yang sempit akan sulit untuk menentukan penempatan site facilities. Dengan perencanaan site layout facilities yang dapat menghemat pemakaian ruang bangun. Semakin besar area yang digunakan dalam penempatan site facilities maka perjalanan antar fasilitas juga semakin banyak memakan waktu. Pembuatan alternatif site layout perlu dilakukan agar memperoleh site facilities yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan site layout facilities dengan traveling distance dan safety index  atau bisa disebut multi objectives function sebagai acuannya. Perencanaan site layout tersebut pada dasarnya dibagi dua tahap yaitu pada saat pekerjaan sub structure dan pekerjaan upper structure. Dari kedua tahap pekerjaan tersebut dapat menggunakan metode equal maupun unequal site layout. Pada perencanaan fasilitas juga diperhitungkan kebutuhan luas dan fasilitas material pada stock yard. Setelah melakukan iterasi dan membuat skenario-skenario bentuk site layout yang berbeda-beda kemudian terpilih salah satu yang mempunyai nilai multi objectives function paling minimum. Kemudian dengan menggunakan grafik pareto optima maka grafik tersebut mampu menunjukkan titik-titik objectives function yang paling minimum. Hasil yang di dapatkan adalah pada saat pekerjaan Sub Structure, site layout yang paling optimal adalah pada alternatif 665 yang mempunyai travelling distance dan safety index terendah dengan nilai TD sebesar 13246,18 m atau mengalami penurunan sebesar 3,30% dan nilai SI sebesar 1048 atau mengalami penurunan sebesar 5,76% dari kondisi perencanaan awal. Sedangkan Pada saat pekerjaan Upper Structure, site layout yang paling optimal adalah pada alternatif 122 yang mempunyai

  14. PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KOMPENSASI KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU EKONOMI/ AKUNTANSI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN WONOSOBO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Imroatun

    2016-02-01

    Full Text Available Kinerja guru sangat menentukan keberhasilan proses belajar yang efektif dan efisien. Dengan kinerja yang baik maka tujuan pendidikan dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-Kabupaten wonosobo yang berjumlah sembilan sekolah yang dilatar belakangi bahwa kinerja guru di SMA Negeri se-Kabupaten Wonosobo belum optimal. Hal ini dilihat dari hasil observasi awal yang menunjukkan kurangnya persiapan sebelum mengajar, penggunaan metode pembelajaran yang kurang inovatif, dan pembelajaran berbasis teknologi kurang dapat dimanfaatkan secara optimal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang guru ekonomi yang tersebar di sembilan SMA Negeri se-Kabupaten Wonosobo. Sampel yang digunakan adalah semua guru ekonomi yang ada di SMA Negeri se-Kabupaten Wonosobo. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja, kompensasi kerja, dan motivasi kerja sebagai variabel bebas, serta kinerja guru sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil analisis deskriptif masing-masing variabel menunjukkan bahwa lingkungan kerja, kompensasi kerja, motivasi kerja dan kinerja guru termasuk kriteria baik. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 16,65%; kompensasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 21,25%; dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 31,92%.Penelitian ini terdapat pengaruh positif antara lingkungan kerja, kompensasi kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru, baik secara simultan maupun parsial. Saran yang dapat diberikan adalah agar guru ekonomi terus meningkatkan kompetensi professional dengan menyesuaikan kemampuan peserta didik. Selain itu juga perlu ditingkatkan fasilitas yang mendukung kinerja guru, memberikan kompensasi sesuai dengan beban kerja guru dan selalu memberikan motivasi kepada guru ekonomi. Teacher

  15. PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGRI 5 MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutviani Rahayu

    2014-11-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 5 Magelang baik secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PNS di SMP Negeri 5 Magelang sebanyak 38 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa persamaan garis regresi linier berganda yaitu Y = 0,182 + 0,283 + e; Y (kinerja guru, X1 (motivasi, X2 (kepuasan kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh antara motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 5 Magelang. OutputSPSS pengaruh X1 terhadap Y sebesar 0,643 dengan nilai hubungan parsial sebesar 12,1% pada taraf signifikansi 0,035, sedangkan X2 terhadap Y sebesar 0,178 dengan hubungan parsial sebesar 17,8% pada taraf signifikansi 0,011. Jadi semakin baik motivasi dan kepuasan kerja maka semakin baik pula kinerja guru. The purpose of this research is to find out whether there is an influence of motivation and job satisfaction on theteachers’ performance in SMP Negeri 5 Magelang either simultaneously or partially. The population in this research was a public civil servants in SMP Negeri 5 Magelang are 38 respondents. The collecting method was questionnaire and documentation. The analysis data technique were descriptive. The analysis showed that the multiple linear regression equation is Y = 0,182X1 + 0,283X2 + E, with Y (teachers’ performance, X1 (motivation, X2 (job satisfaction. These results indicated that there was an influence of motivation and job satisfaction on the teachers’s performance in SMP Negeri 5 Magelang. The SPSS output effect of X1 on Y of 0.643 with a value 12.1% partial relationship at a significance level of 0.035, while the X2 to Y of 0.178 with 17.8% partial relations at a significance level of 0.011. So the better motivation and job satisfaction, the better the

  16. Penerapan Konsep Model View Controller Pada Rancang Bangun Sistem Informasi Klinik Kesehatan Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devy Ferdiansyah

    2018-05-01

    Full Text Available Klinik merupakan sebuah institusi layanan publik yang bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Saat ini, masih banyak klinik yang mencatat kegiatan operasional harian secara manual dalam arsip kertas, seperti pendaftaran pasien, pengelolaan data rekam medik, dan sebagainya. Arsip berbagai data klinik menjadi bertumpuk, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih luas dan pemeliharaan yang lebih ekstra agar kertas catatan tersebut tidak hilang atau mudah rusak. Proses pencarian data pasien dan rekam medik membutuhkan waktu lama, akibat berada di tumpukan arsip yang semakin banyak. Tujuan penelitian adalah membangun sebuah sistem informasi klinik kesehatan berbasis web untuk membantu staff dalam mengelola data klinik kesehatan. Pembangunan Sistem berbasis web ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, dengan menerapkan konsep  Model View Controller(MVC dalam teknik pemrogramannya. Penerapan metode MVC bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pemrogram web dalam membangun website, karena memisahkan data (Model dari tampilannya (View dan cara bagaimana mengolahnya (Controller. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem informasi klinik kesehatan berbasis web, yang merubah pola kerja staff dari cara manual dan membutuhkan waktu lama, menjadi terkomputerisasi dengan waktu kerja yang lebih cepat, serta cara kerja yang lebih praktis dan efisien. Penelitian ini memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana sebaiknya membangun sebuah sistem informasi berbasis web dengan baik, sehingga tidak menyulitkan pemrogram web saat harus memperbaiki atau mengembangkan sistem di kemudian hari.

  17. PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA TERHADAP MUTU PRODUK MAKANAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nur Fadlilah

    2012-02-01

    Full Text Available Industri makanan merupakan salah satu industri unggulan bagi sektor Industri Kecil Menengah (IKM di Kota Bogor. Berdasarkan pengamatan secara kualitatif yang dilakukan, banyak tenaga kerja wanita yang bekerja dibidang industri makanan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa tinggi pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita terhadap mutu produk makanan IKM.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara produktifitas kerja wanita dengan mutu produk yang dihasilkan. Pengolahan data dilakukan dengan mereduksi jumlah industri IKM potensial yang akan dijadikan obyek penelitian dengan kriteria tertentu, dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP. Pengukuran produktifitas dilakukan berdasarkan pendekatan Rasio Output/Input. Penentuan hubungan pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk makanan IKM adalah berdasarkan pendekatan koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa IKM produk makanan yang berpotensi di Kota Bogor adalah IKM produsen nata de coco, dimana dengan pendekatan AHP diperoleh bobot tertinggi dibandingkan dengan 28 IKM produk makanan lainnya, yaitu sebesar 0,096. Berdasarkan 4 IKM produsen nata de coco, dapat diambil kesimpulan secara umum, bahwa pada IKM nata de coco di Kota Bogor tidak terdapat pengaruh antara produktivitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk. Kata kunci: IKM, Produktifitas, AHP, Analisa Korelasi     Food Industri is one of a potensial small medium interprise in Bogor. Based on qualitative observation, more women working at food industries. The problem in this research is How much the relationship between women worker with SME’s food product quality. The goal of this research is to find out the correlation between women worker’s productivity with product quality. This problem will be solve by reduce many potensial SME with some criteria use AHP. Productivity meseaure with Output/Input ratio. Correlation analysis used to know about

  18. PENGARUH PENERAPAN BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN DI PT. REKAYASA INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ernanto

    2015-08-01

    Analysis (CFA. Pengujian hipotesis pengaruh budaya perusahaan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM. Hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada budaya perusahaan terhadap motivasi kerja, budaya perusahaan terhadap kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja. Terdapat perbedaan antara nilai yang dianggap penting di lapangan, budaya perusahaan seharusnya mementingkan professional, dan innovation dan team work tapi dalam realitasnya adalah concern for people, professional dan focus on customer. Berdasarkan nilai rataan skor dan faktor muatan SEM variabel motivasi seharusnya memprioritaskan  motivasi intrinsik, tetapi kenyataanya motivasi ekstrinsik dan faktor kinerja seharusnya memprioritaskan kemampuan konseptual, tetapi dalam kenyataanya pelaksanaan paling baik adalah kemampuan teknis . Penelitian ini juga untuk melakukan eksplanatori  terhadap 6 nilai inti budaya perusahaan  yang telah dirumuskan, agar dapat diketahui apakah penetapan keenam nilai inti tersebut sudah sesuai dengan kaidah statistik sehingga dapat digunakan lebih lanjut untuk kepentingan penelitian ilmiah.Kata kunci: budaya perusahaan, kinerja karyawan, motivasi kerja, CFA, SEM

  19. Performansi Pendingin Termoelektrik Alat Transportasi Ikan Segar pada Berbagai Tegangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Nugroho Widianto

    2017-02-01

    Full Text Available Thermoelectric performance test of refrigerated fish container at various voltages was conducted. Performance test aims to determine temperature of heat pipe, heat sink, room container and electric current requirements of thermoelectric refriferator at various voltages. Thermoelectric refrigerator composed of two pieces peltier elements, aluminiums bracket, fan, heat sink and heat pipe. Thermoelectric refrigerator was placed at the top of fish container. Various voltages used were 8 V, 10 V, and 12 V. Parameters measured were the amount of electric current through the thermoelectric, temperature of heat sink, heat pipe and room container. Room container temperature could be reached on 12, 10 and 8 V were 14, 16 and 17 °C respectively. Heat sink temperature on 12 V was -0.1 °C and temperature on 8 and 10 V were 3-4°C. Heat pipe temperature on 12 and 10 V reached 30-31 °C, while temperature on 8 V was 27 °C. The electric current requirements on 12, 10 and 8 V were 6.3, 4.8 and 3.8 A with energy requirements of refrigerated fish container were 75, 48 and 30 watt respectively. The cooling capacity of peltier module on 12 V was 12.5 W, while the cooling capacity on 10 and 8 V were 10.5 W respectively. ABSTRAK Uji performansi pendingin termolektrik alat transportasi ikan segar pada berbagai tegangan telah dilakukan. Uji performansi dilakukan untuk mengetahui suhu heat pipe, heat sink serta ruang peti insulasi serta kebutuhan listrik sistem pendingin pada berbagai tegangan. Sistem pendingin termoelektrik tersusun dari dua buah elemen peltier, bracket alumunium, fan, heat sink dan heat pipe. Pendingin termoelektrik dipasang di bagian atas peti insulasi. Uji performansi dilakukan pada tegangan 8, 10 dan 12 V. Parameter yang diukur adalah jumlah arus listrik yang melalui sistem pengingin, suhu heat sink, heat pipe dan suhu ruang peti insulasi. Suhu ruang peti insulasi yang dicapai pada tegangan 12, 10 dan 8 V berturut-turut sebesar 14, 16 dan 17

  20. Analisis Pengaruh Motivasi Kerja dan Training terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Produksi pada PT. Bina Busana Internusa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmi Sito Dwi Irvianti

    2012-11-01

    Full Text Available PT Bina Busana Internusa is a company engaged in garment, established since 1989, and has been widely recognized as one of the leading garment industry in Indonesia. The purpose of this study is to determine whether there is influence between working motivation and training on employee productivity partially and simultaneously. The method of analysis used in this study is the Pearson correlation, simple and multiple regressions. Data are obtained from the distribution of questionnaires to 92 production employees as respondents, and interviews with respondents and with the HRD PT Bina Busana Internusa as well. The questionnaire uses Likert scale which was to know the degree of disagreement and agreement from the employee to the statement on the questionnaire. The results in this study stated that motivation and training simultaneously have a significant impact on employee productivity. Working motivation has a relationship and partially affects employee productivity. So is the training has a relationship and partially affects employee productivity. Therefore, the expected results of this research may provide inputs for firms and employees in particular to increase the productivity.

  1. KARAKTERISTIK PEMBENTUK MOTIVASI KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG-BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Nursiani

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   Basically, the company not only requires capable, competent and skillful employees but the most important thing is that they are willing to work hard and to achieve optimal performance. Employees’ capability, competence and skills would not make any improvement for the company if they are not willing to work hard to apply their capability, competence and skills and if the company gives the opportunity and appreciation for their capability, competence and skills, it would give them satisfaction and the workers will be motivated to work if they receive higher satisfaction from their job. Job satisfaction is very important since most problems occurring in organization, such as strike, demonstration, high level of absenteeism, are generally caused by job dissatisfaction. Therefore the job satisfaction of the employees in the organization should receive attention so as to preserve the healthy working condition and improve job motivation and productivity. This research was aimed at finding the characteristics that build job motivation and its relationship with the govermental employees’ job satisfaction at the Badung Regency. The population in this research is the official from the second, third and fourth echelons in the government office of the Badung Regency, by taking a sample of 100 respondents. Data were collected by distributing questionnaire. The analytic tool used in this research is Structural Equation Modeling (SEM, using the confirmatory technique, which aims at proving the theories in a model. The result of this research shows that individual and organizational characteristics have a positive impact both on the job motivation and job satisfaction while job characteristics have a negative impact on the job motivation and job satisfaction. The results also show that there is no relationship between job motivation and job satisfaction.   Keywords : individual characteristics, job characteristics, organizational characteristics, job motivation, job satisfaction.

  2. PENGARUH SELF-EFFICACYDAN MOTIVASI KERJA PADA KEPUASAN KERJA KARYAWAN HAPPY BALI TOUR & TRAVEL DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Putu Eka Purnama

    2015-10-01

    Full Text Available The aim of this study is to determine the influence of self-efficacy and work motivation on employee job satisfaction at Happy Bali Tour and Travel. The data was collected by using questionnaire consisting of a number of statements about self-efficacy, motivation and job satisfaction. This study used saturated sample, where the entire population was selected become sample which is consists of 82 employees. Data analysis techniques used in this research was multiple linear regression. The findings show that simultaneously,  self-efficacy  and  work  motivation  has  a  significant  effect  on  job  satisfaction  of employee. Additionally, self-efficacy and work motivation shows a positive impact on job satisfaction of Happy Bali Tour and Travel employee.

  3. Analisis Pengaruh Motivasi Kerja dan Training terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Produksi pada PT. Bina Busana Internusa

    OpenAIRE

    Irvianti, Laksmi Sito Dwi; Poetri, Rizki Utami

    2012-01-01

    PT Bina Busana Internusa is a company engaged in garment, established since 1989, and has been widely recognized as one of the leading garment industry in Indonesia. The purpose of this study is to determine whether there is influence between working motivation and training on employee productivity partially and simultaneously. The method of analysis used in this study is the Pearson correlation, simple and multiple regressions. Data are obtained from the distribution of questionnaires to 92 ...

  4. Perbedaan Stres Kerja Ditinjau Dari Sistem Kerja Shift Pada Perawat RSUPH Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Mandasari, Etika

    2015-01-01

    This research aims to maintan the differences job stress of nurses based shift work system. Job stress is people’s reaction towards excessive pressure or demand of the workplace that are harmful. There are three factors which cause job stress: environment factor, organization, and person. One of organization factors is shift work. H Adam Malik Hospital uses a shift work system. Because the hospital operates for 24 hours in prividing health services to the public. The nurses ...

  5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja pada Pekerja Berketerampilan Rendah atau Terbatas

    OpenAIRE

    Pradiatiningtyas, Diah

    2007-01-01

    This paper examined factors that influence work motivation and satisfaction. The research focus on employee with low or limited skills and education, they don't have career on the job and paid with minimum salary. This employee do not have any opportunities or gain job promotion. There is a reality faced by them because of their limited skills and education, while they have to serve the customer better. The interesting point to be investigated was the factors influencing their motivation in w...

  6. Model Peranan Work Life Balance, Stres Kerja dan Kepuasan Kerja pada Karyawan

    OpenAIRE

    Nurendra, Annisaa Miranty; Saraswati, Mega Putri

    2016-01-01

    The purpose of this study is to measure the empirical model of work life balance, job stress and job satisfaction. Participants in this study were 119 employees who work on some hotels in Yogyakarta. Job satisfaction was measured using job satisfaction scale that was developed based on Luthans, b) work life balance was measured using work life balance scale that was developed based on Hudson and 3) job stress scale based on Beehr andNewman was used to measure job stress. Simple mediation anal...

  7. Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Serta Implikasinya Pada Kinerja Karyawan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Hardiyana

    2016-10-01

    Full Text Available This study was conducted to determine the effect of compensation and motivation on employee job satisfaction and its implications on the performance of employees. The object of research is a financing company. Research sample were 107 employees. The research method used Path Analysis technique. The results showed that there is significant influence of compensation and motivation on employee job satisfaction either partially or simultaneously. As well as employee satisfaction significantly influence employee performance. The survey results revealed that the simultaneous effect of compensation and motivation on job satisfaction of employees is at 60.1% while the remaining 39.9% influenced by other variables not examined in this study.

  8. PENGARUH KEAMANAN KERJA PADA TURNOVER INTENTION DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utama I Wayan Mudiartha

    2015-10-01

    Full Text Available He aim of this study is to examine the effect of job security on exit intention, the effect of job security on job satisfaction, the influence of job satisfaction on turnover intention and the role of job satisfaction in mediating the relationship between job security and turnover intention. Data were collected from 56 contract administration employees at the three study programs of Faculty of Economic and Business, Udayana University and analyzed by linear regression analysis technique. The results show that job security is negatively impacts turnover intention, job security affects job satisfaction positively, job satisfaction affects turnover intention  negatively,and job satisfaction mediates the effect of job security on turnover intention.

  9. HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA SUBYEKTIF PADA PENJAGA WARNET DI KELURAHAN SEKARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Muvarichin

    2015-01-01

    Full Text Available The purpose of this research is to determine the relationship between work shift and subjective fatigue of work at internet cafe operators in Sekaran. Shift work can affect variety of physical and psychological changes in the people including fatigue. Based on the result preliminary observation conducted on ten workers in internet cafe, are known to 100% of workers experiencing subjective fatigue. Which means, from 10 samples known to all workers experiencing fatigue of work. The research type is explanatory, with research method of cross sectional. The population of this research was 33 people, and by using the total sampling techniques. Research instruments such as questionneirs, weight scale, and microtoice. The data analysis was done using Fisher’s Exact Test with α =5%. The conclude of the research is there is not relation between work shift and subjective fatigue of work at internet cafe operators in Sekaran. Based on these result of the research, the suggestions are submitted (1 to employees can always apply the occupational health and safety (K3 well. (2 for owner, more respect to setting work hours and breaks for internet cafe operators,(3 for further researchers, was to try modifyng research by changing the type or the variables of research.

  10. HUBUNGAN MASA KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PU STAKAWAN PERPUS TAKAAN UNIVERSITAS GAD JAH MADA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwono Sarwono

    2015-12-01

    Full Text Available A stress could happen to everyone. A stress which is related to work is well known as a wark stress. The more someone works the more stressors (sources of stress will be received. Its research is aimed at recognizing the correlation between work length and work stress on Librarian of Library of Gadjah Mada University. The research uses a quantitative method with a questianer as a data collecting instrument. It is also a population research that takes total population of 3l persons. Primary data is processed tofind out the work stress level. The outcome of the research that has been already known is about 41,9 o%r espondentso r l3 librarians got low level work stressa nd 58,1% o respondentso r lS librarians don'tg ot stressI.t consistso f 7 mena nd 6 womano fwhich 2 of thema re from senior high school; 6 librarians arefrom diploma; 4 librarians arefrom undergraduate, and the last one isfrom graduate level. Viewingfrom respondentsa ges,l ibrarians that are affectedb y low level workstress are 5 librarians (31-40years old; 3librarians (41-50years old and 5librarians (above 50years old. Viewingfrom the work lengtHS of the libarrians that experience low level work stress are divided into 4 groups. For librarians who have work length less than 6 years have got no work stress; 6-12 years is I rspondent; 13-18 years is 4 respondents; and more than 18 years is 7 respondents;havegotlowlevelofworkstress.Thceo nclusion is that a work stressc ould happen to librarians of Library of Gadjah Mada University. Meanwhile, the result of statistic test using spearman'sr ho testi s knownt hatp significancel evel is 0,06w hich meanst hat it is bigger thanp table that only 0,05.I t meanst hat hypotheticz ero is acceptedI.t could be said that therei s no significance correlation betweenwork length andwork stress on librarian of Library of Gadjah Mada UniversiQ. Keywords : work length, work stress, librarian

  11. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN PT. UNITEX DI BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung AWS Waspodo

    2013-04-01

    Full Text Available The purpose of this research are: 1 To analyze the influence of job satisfaction on employees turnover intention at PT. Unitex. 2 To analyze the influence of job stress on employees turnover intention at PT. Unitex. 3 To analyze the influence of job satisfaction and job stress simultaneously on employees turnover intention at PT. Unitex. The analysis method in this research using a simple linear and linear multiple regression. Sample of the research is 98 employees using simple random sampling. The techniques of data collection was done by distributing questionnaires and cultivated by using SPSS 16.00. t test result on job satisfaction variable is -5.412, with a significance value of 0.000. It means job satisfaction has a significant influence on turnover intention. t test result on job stress variable is 7.353 with a significance value of 0.000. It means job stress have significant influence on turnover intention. F test result is 39.037, it means job satisfaction and job stress has a significant influence on turnover intention. Determination coefficient score (R2 for X1 and X2 is 0.451, it means turnover intention can be influenced by job satisfaction and job stress around 45,1%, then other factors around 54,9%. Linear regression formula for hypotheses 1 is Y = 55.937 – 0.191 X1. Linear regression formula for hypotheses 2 is Y = 23.370 + 0.408 X2. Multiple regression formula for hypotheses 3 is Y = 36.323 – 0.126 X1 + 0.336 X2.

  12. Gambaran Keharmonisan Commuter Family Pada Anggota Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marhisar Simatupang

    2017-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keharmonisan commuter family pada anggota BRIMOB, untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keharmonisan commuter family, dan untuk mengetahui strategi dan tahapan pada keluarga commuter family. Penelitian ini dilakukan pada keluarga anggota BRIMOB di Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Desember 2016 sampai Maret 2017. Teknik pengambil sampel menggunakan teknik snowball sampling. Subjek penelitian berjumlah 2 keluarga anggota BRIMOB yang mengalami penikahan commuter family karena mendapatkan bawah kendali operas (BKO.  Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis pada tingkat awal, pada saat pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini yaitu kedua keluarga mengaku pertama kali berjauhan dengan keluarga timbul rasa kesepian dan kesedihan. Selain itu istri harus mampu menjalani dua peran sekaligus bagi anak-anaknya yaitu sebagai ayah dan ibu, saat suami melaksanakan tugas. Rasa jenuh dan takut sering dirasakan oleh kedua keluarga. Pada tahap awal mengalami commuter family, kedua keluarga mengaku mengalami ketidak percayaan pada pasangan sehingga menimbulkan masalah dalam keluarga. Masalah yang ada diselesaikan melalui dialog keluarga yang baik. Mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi salah satu faktor mempertahankan keharmonisan keluarga. Kunci utama menjaga keharmonisan pada kedua keluarga ini, sehingga tetap bertahan adalah dengan selalu berkomunikasi, saling pengertian, kerja sama, dan membangun rasa kasih sayang. Tidak melakukan hal-hal di luar batas, dan memegang komitmen pernikahan.

  13. Model Perilaku Keselamatan Kerja Karyawan pada Industri Berisiko Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usep Firdaus Huda

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Workplace accident rate in Indonesia is still high and likely to increase each year. The most dominant factor which causes accidents to happen in high-risk industries is because of the low behaviour of the workers' safety work. The research was conducted on the employees of LPG Bulk Filling Station (SPBE in Bogor Region. The aim of this research is conducted to develop a model of the worker's safety behavior on high-risk industries. Some of the factors that have an influence on the safety behavior, among others: safety leadership style, safety climate, job satisfaction, fatigue, and safety motivation. The population of this research is all employees of SPBE ini Bogor region. The samples were taken by using multy stage cluster random sampling technique with two stages. The first stage, SPBE separated by location, and the second, employees is separated by working environment; office and field. A total of 100 questionnaires were distributed, of which 92 were returned and 69 were analyzed. Respondent data were analyzed by SEM-PLS using smart PLS software. The resulting model showed that safety leadership by participating and delegating style has a positive effect on safety climate and workers' safety behaviour. Worker's safety motivation has a positive effect on workers' safety behaviour, and worker's safety motivation affected by the safety climate. Keywords: safety climate, safety leadership, safety motivation, safety behaviour, workplace accident

  14. Budaya dan Kualitas Kerja pada Perusahaan Manufaktur dan Eksportir Rotan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Aryanto

    2009-03-01

    Full Text Available Cane (Calamus spp, also known as rattan, is an important non-timber forest product used extensively all over Indonesia as a raw material for making furniture, handicraft, and other household articles. The study aims to generate information on production and export industry of rattan furniture, identify problems, and recommend solutions. The general problem on rattan manufacture management is human resources especially working ethos and performance of employees. The aim of this research is to analyze the influence of quality management and working ethos towards working performance of the employee at a rattan exporter and industry. Analysis method used are associative and Pearson correlation. The data collected from the employee towards quality management and working ethos, by filling out the questionnaire provided by using Likert scale that is effective to analyze the composition of the agreement and disagreement towards the statement on the questionnaire. The result achieved from this research is to learn the relation between quality management of working ethos, notify the relation between quality management and working ethos with working performance, and acknowledge the influence between quality management and working ethos, and working performance. The quality management has a low relation towards working performance. Working ethos has a strong relation with working performance. Quality management and working ethos has a strong relation towards working performance employees in rattan exporter and industry.

  15. Keseimbangan Kerja Keluarga pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori Border

    OpenAIRE

    Arri Handayani

    2015-01-01

    Nowadays, working women are common phenomena. However, the involvement of women in the working career has both positive and negative impacts for the individual women, their family and their organisation as well. To minimize those negative impacts, these working women are required to balance their roles both in working and family ranahs. Border theory was used for discussing the work family balance, with the assumption that the interaction between working environment and family environme...

  16. RAGAM HIAS PADA INTERIOR ARSITEKTUR MASJID ASTANA SULTAN HADLIRIN MANTINGAN, KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan -

    2015-08-01

    Full Text Available Masjid Mantingan memiliki keunikan-keunikan ragam hias pada interior arsitektural, yang jarang ditemui di masjid-masjid lain di Indonesia. Atas dasar hal tersebut, maka permasalahan penelitian ini : (1 Bagaimana rancangan ruang  Masjid Mantingan?; (2 Apa saja dan bagaimana ragam hias dinding yang ada dalam desain interior ruang Masjid Mantingan, Jepara?; dan (3 Bagaimana estetika dan makna ragam hias pada ruang Masjid Mantingan, Jepara? Dalam penelitian ini data primernya adalah Arsitek Masjid Mantingan, sedangan data sekundernya adalah berbagai kepustakaan, berupa buku, jurnal, koran, dan majalah. Pengumpulan data dilakukan dengan : obsevasi / pengamatan; wawancara; studi dokumen. Metode Pemeriksaan Keabsahan Data:Trianggulasi sumber; dan Triangulasi metode. Teknik Analisis Data:Reduksi data. Penyajian data. Menarik kesimpulan/verifikasi. Ukiran pada dinding Masjid yang terbuat dari batu padas kuning bermotif Cina, banyak terdapat ukir-ukiran dan rumah-rumahan yang bercorak Cina. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1 How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2 How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3 How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods

  17. Status Oral Higiene Dan Periodontal Pada Pasien Diabetes Melitus Dan Non- Diabetes Di RSUD Dr. Pirngadi

    OpenAIRE

    Butar-Butar, Mardiah Rizqo

    2014-01-01

    Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit sistemik yang berperan sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status oral higiene dan periodontal dan odd rasio periodontitis pada pasien Diabetes melitus dan non-Diabetes. Rancangan penelitian adalah case-control. Popul...

  18. PERAN E-PROCUREMENT TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PADA PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DAERAH DI PULAU LOMBOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Resti Mega Artantri

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran e-procurement terhadap pencegahan fraud pada pengadaan barang/jasa pemerintah daerah di pulau Lombok. Kelompok responden merupakan seluruh anggota kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP dan anggota Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE yang berjumlah 108 orang. Penelitian ini dianalisis menggunakan model struktural dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa e-procurement memiliki peran untuk menekan fraud pada pengadaan barang/jasa pemerintah daerah di Pulau Lombok. E-procurement mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pada pengadaan barang/jasa sehingga celah kecurangan dapat dikurangi. Implikasi penelitian ini dapat menegaskan peran penting e-procurement sebagai inovasi dalam pengadaan barang/jasa dalam upaya untuk mencegah fraud pada pengadaan barang/jasa. Koordinasi lintas sektoral antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum diperlukan untuk mendukung peran e-procurement dalam upaya pencegahan fraud pada pengadaan barang/jasa.

  19. PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Wahyudi

    2012-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh simultan dan parsial disiplin kerja, motivasi kerja, dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 37 guru, penentuan sampel menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Isaac & Michael yang berjumlah 34 guru. Sampel diambil menggunakan teknik sample random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial parametriks. Hasil penelitian diperoleh terdapat pengaruh simultan disiplin kerja,motivasi kerja, dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 65,4 %. Terdapat pengaruh parsial disiplin kerja sebesar 17.56%, motivasi kerja sebesar 27.77%, dan supervisi kepala sekolah sebesar 15.21% terhadap kinerja guru. Dengan adanya disiplin kerja, motivasi kerja, dan supervisi kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru. The purpose of this research is to find out whether there was influences of working discipline, working motivation, school principal supervision toward working performance teachers. The population in this research was 37 teacher’s, determination of the sample using the formula developed by Isaac & Michael, amounting to 34 teacher’s. Samples were taken using simple random sampling technique. The data collection methods used a closed questionnaire. The analysis technique use were descriptive analysis and inferential analysis. The research results are simultaneous the influence of working discipline, working motivation, and school principal supervision toward working performance teachers is 65.4%. There is a partial influence of working discipline is 17.56%, work motivation is 27.77%, and school principal supervision of 15:21% toward performance of teachers. With the existence of working discipline, working motivation, and school principal supervision can improve teacher performance.

  20. Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kursiah Warti Ningsih

    2016-05-01

    Full Text Available Low Back Pain (LBP adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakannyeri lokal (inflamasi, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Low back pain merupakan penyakit yang paling banyak dialami pekerja, dimana kejadian nyeri punggung bawah tidak mengenal perbedaan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, maupun tingkat pendidikan/pengetahuan, semua dapat terkena. Lebih dari 70% manusia dalam kehidupannya pernah mengalami nyeri punggung bawah, dengan rata-rata puncak kejadian berusia 35-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada bulan Juli 2014.Desain Penelitian adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 32 pekerja. Pengumpulan data low back pain  dilakukan dengan intrumen berupa body mapping checklist, dan intrumen pengumpulan variabel pengetahuan, masa bekerja dan umur pekerja dengan kuesionersebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Analisis data yang  menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur pekerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin umur pekerja maka akan terjadi peningkatan 0,084 poin low back pain pada pekerja dan peningkatan 1 poin masa kerja maka akan terjadi peningkatan 0,097 poin low back pain pada pekerja. Disarankan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk mengadakan senam pagi setiap minggunya guna memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut mengingat kejadian low back pain ini berhubungan dengan umur dan masa kerja.

  1. KEMAMPUAN KOGNISI, KERJA ILMIAH DAN SIKAP MAHASISWA NON IPA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MULTIMEDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Cahyani

    2014-04-01

    Full Text Available Dalam kurikulum 2013 tujuan Pendidikan Nasional dikemas dalam 3 aspek sebagai SKL (Standar Kompetensi Lulusan yaitu aspek  sikap, aspek keterampilan dan aspek pengetahuan. Dalam  pembelajaran IPA sedapat mungkin guru/dosen melaksanakan proses pembelajaran secara Inkuiri Ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan bekerja ilmiah, bersikap ilmiah dan dapat mengkomunikasikannya sebagai komponen penting dalam kecakapan hidup (BNSP,2006. Pembelajaran inkuiri memberi kontribusi terhadap ketiga aspek SKL pada  mahasiswa , kenyataannya dosen kurang membelajarkan IPA melalui  inkuiri kepada para mahasiswanya. Telah dilakukan penelitian uji coba  terhadap  mahasiswa non IPA yang memperoleh mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar di semester tiga sebanyak 28 orang. Metode penelitian menggunakan Research and Design (R&D. Komponen yang diteliti dan diamati adalah: kemampuan kognisi, kemampuan  kerja ilmiah dan sikap mahasiswa. Kemampuan kognisi dijaring melalui pretest dan postest yang bersifat close question.  Kemampuan  kerja ilmiah dijaring melalui Lembar Kerja Mahasiswa  dengan pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia, sedangkan sikap ilmiah mahasiswa diamati pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil analisis penelitian  menunjukkan: (1 Terdapat perbedaan kemampuan kognisi mahasiswa yang signifikan pada hasil pretest dan postest. Rerata N gain  terhadap kemampuan kognisi mahasiswa adalah 0,31 (sedang dan rerata gain sebesar 15,18. (2 Kemampuan  kerja ilmiah mahasiswa berdasarkan rerata nilai dari yang terendah (42,38 hingga tertinggi (59,53 adalah: Merumuskan masalah (42,38, merumuskan variabel (43,10, membuat grafik (49,29, merumuskan hipotesis (50,95, memprediksi  (55,24,mengumpulkan data  (56,19, menghitung (56,43, menyimpulkan (59,05 dan mengkomunikasikan (59,53. (3 Sikap yang teramati secara dominan berturut-turut adalah: Rasa ingin tahu, mengemukakan pendapat, kerja sama, tekun, tanggung jawab, terbuka, kreatifitas, jujur dan peduli terhadap

  2. Perbandingan Pendapatan, Curahan Jam Kerja, dan Tenaga Kerja Usaha Tani Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI dengan Usaha Tani Padi di Desa Karangmojo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Tahun 1992/1993

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Dahroni

    2016-07-01

    Full Text Available Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI adalah program nasional yang mulai dilaksanakan sejak dikeluarkannya Inpres Nomor 9 Tahun 1975. Mengingat arti pentingnya program TRI sebagai program nasional dan kelompok sasaran yang dituju yakni para petani, maka penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya perbandingan pendapatan petani dari usaha tani TRI dengan pendapatan petani dari usaha tani padi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur besarnya curahan jam kerja yang dimanfaatkan dari masing-masing cabang usaha tani di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yakni metode survai dan penentuan sampel dilaksanakan secara sampling. Sampel wilayah dan sekaligus sebagai daerah penelitian, ialah ditentukan secara purposife. Responden dalam penelitian ini ialah petani yang berusaha pada TRI, petani padi, dan buruh tani. Pengambilan responden dilakukan dengan cara mengambil 55 responden, terdiri dari Kelompok I sebanyak 11 sampel petani TRI dan padi, Kelompok II sebanyak 27 sampel petani TRI dan padi, dan Kelompok III sebanyak 23 sampel petani TRI dan padi. Data yang diambil dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder ditambah data yang diperoleh melalui wawancara bebas kepada pamong penduduk yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Jenis data primer yang dikumpulkan berupa pendapatan petani dari usaha tani TRI dan usaha tani padi. Data sekunder yang dikumpulkan antara lain data penduduk, luas penggunaan lahan, pengairan, curah hujan dan pengolahan TRI beserta besarnya rendemen tebu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan dari usaha tani TRI lebih kecil daripada pendapatan usaha tani padi (pendapatan usaha tani padi banyak Rp. 2.297.363,90 sedangkan usaha TRI Rp. 7.927.866,12. Curahan jam kerja (jam kerja dan tenaga kerja yang dimanfaatkan dari usaha tani TRI lebih kecil daripada usaha tani padi (jumlah jam kerja usaha tani padi sebanyak 2.237,29 jam dan usaha

  3. Analisa Ketelitian Geometrik Citra Pleiades 1A dan Worldview-2 untuk Pembuatan Peta Dasar Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan (Studi Kasus: Surabaya Pusat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricko Buana Surya

    2017-01-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi penginderaan jauh mulai banyak diterapkan untuk berbagai keperluan, misalnya pembuatan peta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR dengan skala 1:5000. Saat ini, ada beberapa satelit yang dapat menghasilkan citra resolusi tinggi dengan resolusi spasial kurang dari 1-2 m. Namun data citra yang diperoleh dari satelit-satelit tersebut harus diolah sedemikian rupa untuk meminimalisasi adanya kesalahan, terutama kesalahan geometrik. Data citra Pleiades 1A tahun 2015 dan citra Worldview-2 tahun 2012. Kedua citra tersebut dikoreksi secara geometrik menggunakan dua metode transformasi yaitu affine dan polynomial orde-2. Proses koreksi geometrik dengan menggunakan 8 titik kontrol tanah (GCP tersebar merata pada keseluruhan area studi yaitu Surabaya Pusat. Koordinat GCP diukur langsung di lapangan menggunakan GPS geodetik dengan metode statik dan lama pengamatan untuk setiap titik sekitar 40 menit. Kemudian citra terkoreksi dilakukan uji ketelitian koordinat dengan menggunakan ICP sebanyak 12 titik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai RMSE menggunakan metode transformasi polynomial orde-2 lebih baik dibandingkan dengan metode affine. Citra Worldview-2 menghasilkan nilai RMSE lebih kecil dibandingkan dengan citra Pleiades 1A pada kedua metode transformasi yang digunakan. Untuk kelayakan citra sebagai peta dasar, citra Pleiades 1A memenuhi syarat peta skala 1:5000 dan citra Worldview-2 memenuhi syarat peta skala 1:5000.

  4. MENINGKATKAN TECHNICAL SKILL SISWA SMK TEKNIK BANGUNAN MELALUI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Blima Oktaviastuti

    2016-04-01

    Full Text Available This paper aims to expose the study of: (1 technical skill; (2 the working practices of the industry (Prakerin; and (3 technical skill on implementation prakerin. Conclusions it can be concluded that, the real form of Prakerin is the implementation of the system of education in SMK is Double System Education (PSG. The program was drawn up jointly between prakerin school and industrial world in order to meet the needs of students. The party was active in the activities of prakerin include: (1 the implementing party as students practice; and (2 the industrial world and the teacher as the party that train students. The existence of activities expected prakerin can give students experience before entering the world of work. Through the activities, indirectly prakerin students have gained technical skill required as a provision for entering the workforce. Given the current state of infrastructure development is preferred, the demand for construction workers is the main one. Graduates of Vocational School building techniques is expected to have the technical skill to be able to compete with the foreign worker entering the era of the MEA as of now. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kajian tentang: (1 technical skill; (2 Praktik Kerja Industri (Prakerin; dan (3 technical skill pada pelaksanaan prakerin. Kesimpulan yang dapat disimpulkan bahwa, prakerin merupakan wujud nyata dari pelaksanaan sistem pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG. Program prakerin disusun bersama antara sekolah dan dunia industri dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa. Pihak yang aktif dalam kegiatan prakerin, meliputi (1 siswa sebagai pihak pelaksana praktik; serta (2 dunia industri dan guru sebagai pihak yang melatih siswa. Adanya kegiatan prakerin diharapkan dapat memberi pengalaman siswa sebelum memasuki dunia kerja. Melalui kegiatan prakerin, secara tidak langsung siswa telah mendapatkan technical skill yang dibutuhkan sebagai bekal memasuki dunia kerja

  5. PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI, KEPRIBADIAN PEGAWAI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PELAYANAN DI PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN PEKALONGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Dian Martha

    2015-06-01

    Full Text Available Saat ini listrik menjadi hal penting dan keberadaannya menjadi pendukung untuk mewujudkan suatu pembangunan. Berdasarkan hasil observasi awal di Perusahaan Listrik Negara (PLN Pekalongan, peneliti menemukan bahwa masih terdapat ketidakpuasan dari pelanggan.adakah pengaruh kompetensi pegawai, kepribadian pegawai dan lingkungan kerja terhadap pelayanan di Perusahaan Listrik Negara (PLN Pekalongan baik secara parsial maupun bersama-sama. Sampel pada penelitian ini berjumlah 115 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan deskriptif persentase dan regresi linier berganda.Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan kompetensi pegawai, kepribadian pegawai dan lingkungan kerja terhadap pelayananmemiliki pengaruh secara simultan dengan taraf signifikansi 0,000< 0,05. Sedangkan secara parsial juga memiliki taraf signifikansi 0,000< 0,05. Hanya variabel lingkungan kerja yang memiliki taraf signifikansi 0,005 < 0,05. Current electricity becomes something important and his whereabouts being stalwart to create a project. Much activity of putting electricity. Based on the results of preliminary observations in the state electricity company in pekalongan, Researchers found that there are still discontent from customers. Is there the influence of competence of employees , the personality of the service employees and work environment in the state electricity company in pekalongan both in the partial and simultaneous. Samples to research are always the 115 respondents.Data collection method poll and using documentation.A method of processing and analysis of data use descriptive the percentage and linear regression worship of idols.Linear regression test double showed competence of employees , the personality of employees and work environment to the economic situation of having simultaneously with the influence of significance 0,000 < 0,05. In partial while also having level of

  6. ANALISA KINERJA REFRIGERASI WATER CHILLER PADA PT GMF AEROASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Nugroho

    2015-02-01

    Full Text Available Pengkondisian udara merupakan salah satu hal yang paling penting dalam suatu industri atau gedung, khusunya pada suatu gedung perkantoran. Karena dengan sistem pengkondisian udara yang baik akan menghasilkan uadara segar yang akan memperoleh kenyamanan bagi manusia, mesin, maupun lingkungan yang berada disekitar. Karena dengan tingkat kenyamanan yang baik akan meningkatkan kinerja dari mesin yang digunakan. Ketidak sesuaian pola pengoperasian sistem refrigerai pada saat perancangan dengan keadaan aktual merupakan salah satu penyebab tingginya konsumsi energi listrik, oleh karena itu perlu dilakukan analisa performansi pada sistem refrigerasi di sana agar dapat diketahui apakah energi yang digunakan sudah efisien. Untuk menganalisia kinerja mesin water chiller ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap panel control water chiller selama empat jam sekali secara continue selama lima hari. Dan dilakukan perhitungan dari data tersebut untuk mengetahui nilai effisiensinya yaitu: COP, laju aliran refrigerant, kalor yang diserap evaporator dan kondensor, kerja yang dilakukan kompresor, daya yang dibutuhkan kompresor, dan laju aliran volume air cooling water. Kinerja chiller yang baik mempunyai efisiensi yang dapat dipengaruhi antara lain oleh: temperatur air keluar evaporator, dan temperaturr air masuk kondensor. Hasil penelitian hari sabtu diperoleh nilai COP = 8,04, Pref = 0,44 kW/TR, TR = 112,961 TR, dan laju massa refrigerant evaporator = 2,415 kg/s, kerja yang dilakukan kompresor = 49,395kW, laju aliran volume cooling tower = 94,613 m3/jam, dan laju aliran volume make-up water = 0,567 m3/jam. Maka di simpulkan semakin rendah temperatur refrigerant di kondensor maka akan semakin bagus juga nilai COP yang dihasilkan(KW/TR semakin rendah, karena kerja kompresor yang dibutuhkan akan lebih rendah.

  7. Analisis Remaining Life dan Penjadwalan Program Inspeksi pada Pressure Vessel dengan Menggunakan Metode Risk Based Inspection (RBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Arina Wahyu Lillah

    2017-01-01

    Full Text Available Seiring perkembangan eksplorasi minyak dan gas bumi di dunia, perusahaan minyak dan gas di Indonesia juga turut berlomba-lomba untuk mendapatkan ladang minyak dan gas bumi sebanyak-banyaknya. Perkembangan ini turut dipengaruhi oleh aturan-aturan pemerintah mengenai keselamatan dan pencegahan bahaya baik pada unit yang dikelola maupun tenaga kerja pengelola. Untuk itu semua perlatan-peralatan (unit kerja harus dijamin kehandalaannya agar tidak menimbulkan bahaya baik bagi pekerja maupun lingkungan. Subjek penelitian dalam tugas akhir ini ialah pada pressure vessel yang dimiliki oleh Terminal LPG Semarang. Kemungkinan bahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada pressure vessel perlu dianalisis agar dapat meminimalkan resiko yang akan terjadi. Metode Risk Based Inspection (RBI diharapkan dapat meminimalkan resiko yang ada pada pressure vessel. Penilaian resiko dalam tugas akhir ini mengacu pada standar API RP 581. Untuk mengetahui besarnya resiko yang ada pada plant, maka terlebih dahulu harus dihitung besarnya probabilitas kegagalan dan konsekuensi apabila terjadi kegagalan. Langkah selanjutnya ialah membandingkan besarnya resiko yang didapat dengan target resiko yang dimiliki oleh perusahaan. Dari hasil perbandingan ini dapat diketahui tingkat resiko pressure vessel, sehingga dapat ditentukan jadwal inspeksi dan metode inspeksi yang tepat.

  8. PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PUSKESMAS DI TIGA PROVINSI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusianawaty Tana

    2013-11-01

    kerja. Penelitian bertujuan mengevaluasi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3 dalam pencegahan penularan Mycobaterium tuberculosis di puskesmas dan hambatannya. Disain cross sectional, pada 50 puskesmas (PRM/PPM puskesmas rujukan mikroskopis/puskesmas pelaksana mandiri di provinsi Banten, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan,  tahun 2012, data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik puskesmas, penerapan K3, kelengkapan pedoman, sarana dan prasarana. Penerapan K3 dalam rangka pencegahan TB paru di puskesmas belum seluruhnya sesuai dengan Pedoman Pencegahan Penularan M. tuberculosis WHO. Pelatihan pekerja puskesmas terhadap pencegahan penularan TB telah dilaksanakan oleh puskesmas. Penerapan K3 yang masih kurang adalah pelaksanaan kegiatan yang perlu dilakukan dan pemeriksaan kesehatan berkala/skrining TB masing-masing pada 58 % dan 56 % puskesmas. Alat promosi kesehatan terkait K3 masih kurang pada 26 % puskesmas.  Alat pelindung diri berupa sarung tangan dan masker tersedia pada hampir semua puskesmas  98% dan 96%. Sarana prasarana masih kurang pada 68 % puskesmas dan sarana prasarana laboratorium masih kurang pada 40 % puskesmas (n=50. Penerapan K3 di PRM/PPM perlu ditingkatkan dengan melengkapi sarana dan prasarana puskesmas dan laboratorium, serta alat promosi kesehatan.Kata kunci : puskesmas, kesehatan dan keselamatan kerja

  9. TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI INTERSYSTEM BUSINESS SOLUTION (IBS PADA PT CITAJAYA INFINITE SYSTEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anderes Gui

    2009-05-01

    dari penelitian ini adalah kinerja aplikasi ini sudah cukup memenuhi harapan pengguna.Kata kunci: tingkat kepuasan, pengguna, aplikasi IBSPENDAHULUANPersaingan dalam dunia bisnis saat ini sangat cepat dan tinggi sekali. Perusahaan harus dapat memproses setiap data menjadi informasi yang akurat secara cepat. Hal ini berhubungan dengan pengambilan keputusan untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Untuk mengolah data yang demikian banyaknya dari hasil kegiatan harian perusahaan menjadi informasi yang tepat dan secara cepat, tentulah bukan merupakan pekerjaan mudah. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan yang menggunakan sebuah aplikasi. Aplikasi ini dapat membantu pekerjaan user (pengguna aplikasi dalam mengolah data menjadi informasi yang berharga bagi jajaran manajemen maupun non-manajemen.Demikian pula pada perusahaan integrasi sistem dan penjualan perangkat keras komputer pada perusahaan. Pada awalnya, penggunaan komputer untuk membantu proses bisnis di perusahaan memakai Microsoft Office Excel sebagai alat bantu pengolah data transaksi mereka. Akan tetapi, dengan perkembangan perusahaan yang semakin besar dan kebutuhan pengolahan data yang semakin kompleks dan banyak, maka perusahaan ini memutuskan untuk membangun sebuah aplikasi yang cocok untuk mendukung proses kerja mereka. Intersystem Business Solution (IBS, demikian nama aplikasi yang mereka beli dari sebuah perusahaan pembuat software.Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada aplikasi IBS yang digunakan oleh divisi pembelian dan persediaan, penjualan, dan keuangan, lingkungan penelitian dilakukan pada perusahaan, yaitu di kantor Jln. Arjuna Utara No. 9I, Jakarta Barat.Menurut Kotler (2003: 61, “satisfaction is person’s feelings of pleasure or disappointment resulting from comparing a product’s perceived performance (or outcome in relation to his or her expectations”. Yang artinya bahwa kepuasan adalah perasaan orang akan kesenangan atau kekecewaan yang disebabkan membandingkan hasil kinerja

  10. KARAKTERISTIK REAKTIVITAS TERAS KERJA RSG-GAS SELAMA 30 TAHUN BEROPERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2017-06-01

    Full Text Available RSG-GAS, mulai dari komisioning, operasi teras kerja hingga kini telah 30 tahun beroperasi sehingga perlu dilakukan evaluasi keselamatan parameter neutroniknya. Untuk tujuan keselamatan telah dilakukan berbagai aktivitas penelitian, baik yang berhubungan dengan operasi, keselamatan, maupun dalam rangka penggunaan reaktor. Analisis dan pengelolaan besaran reaktivitas yang menunjang keselamatan operasi reaktor sangat penting dilakukan karena besaran ini mempengaruhi desain, kendali dan jadual operasi reaktor. Besaran tersebut dapat ditentukan melalui pengukuran reaktivitas batang kendali dan eksperimen pemuatan bahan bakar di dalam teras. Pengukuran reaktivitas batang kendali yang dilakukan pada setiap awal siklus teras (dengan kondisi teras dingin dan bersih, bebas pengaruh xenon, menghasilkan nilai reaktivitas batang kendali yang dapat digunakan untuk menentukan nilai reaktivitas lainnya seperti reaktivitas lebih, reaktivitas padam dan reaktivitas total. Pengelolaan reaktivitas teras telah dilakukan dengan baik selama 30 tahun dalam rangka mendukung operasi reaktor untuk keperluan penelitian dan iradiasi target.

  11. APLIKASI MONITORING PRAKTEK KERJA LAPANGAN SECARA ONLINE (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Andriati Asri

    2017-12-01

    Full Text Available Mahasiswa Politeknik Negeri Bali melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL selama tiga bulan. Selama PKL mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbing PKL. Dalam hal ini, jarak dan waktu menjadi kendala utama yang dialami mahasiswa PKL. Pengelolaan PKL yang telah berjalan selama ini ditangani oleh seorang koordinator. Pengelolaan  tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan rawan terjadi kesalahan. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengembangkan sebuah aplikasi online bimbingan dan monitoring PKL. Aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi kendala jarak dan waktu pada proses bimbingan dan membantu koordinator kegiatan PKL untuk membantu pengelolaan dengan lebih baik. Aplikasi dibuat dengan menggunakan metode waterfall, dengan PHP 5.6 dan MYSQL 5.6 sebagai bahasa pemrograman dan basis data. Aplikasi ini telah diujicoba ke pengguna dan dari hasil kuesioner diketahui 17,5% responden sangat setuju dan 82,5 % responden setuju bahwa aplikasi ini sangat membantu.

  12. PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS BERKARAKTERISTIK RME MATERI BARISAN DAN DERET UNTUK KELAS X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Hidayatul Khusna

    2016-04-01

    : Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan bahan ajar yaitu Lembar Kerja Siswa berkarakteristik RME yang valid dan praktis sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran materi barisan dan deret. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1 tahap investigasi awal, 2 tahap perancangan dan realisasi, 3 tahap tes, evaluasi, dan revisi. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil, yaitu (1 tingkat kevalidan sebesar 3,7 dengan kriteria kevalidan sangat valid, dan (2 tungkat kepraktisan sebesar 3,5 dengan kriteria kepraktisan sangat praktis Jadi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar matematika pada materi Barisan dan Deret yang dapat mengingkatkan tingkat penalaran matematis siswa.

  13. PENGARUH MOTIVASI KERJA, BIMBINGAN KARIER, DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI TERHADAP KESIAPAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Yamsih

    2016-11-01

    Full Text Available Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu. Kesiapan kerja sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantara faktor yang dianggap memiliki pengaruh yang signifikan yaitu motivasi kerja, bimbingan karier, dan prestasi belajar Akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara motivasi kerja, bimbingan karier, dan prestasi belajar Akuntansi terhadap kesiapan kerja siswa program keahlian Akuntansi di SMK. Subyek penelitian berjumlah 78 dari jumlah populasi 104 siswa SMKN 1 Demak, dengan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Dan metode analisis datanya menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1Motivasi Kerja, Bimbingan Karier, dan Prestasi Belajar Akuntansi secara bersama-sama mempengaruhi Kesiapan Kerja sebesar 66.67%. Secara partial (uji t diperoleh hasil bahwa 2Motivasi kerja berpengaruh terhadap kesiapan kerja sebesar 7.62%; 3Bimbingan karier berpengaruh terhadap kesiapan kerja sebesar 11.7%; dan 4Prestasi belajar Akuntansi berpengaruh terhadap kesiapan kerja sebesar 18.15%. Vocational education is secondary education that prepares students primarily to work in a particular field. Work readiness was affected by so many factors. Some factors that have significant effect are work motivation, career guidance, and learning achievement of Accounting. The purpose of this research is to analyze the influence of work motivation, career guidance, and learning achievement of Accounting of Accounting Department student work readiness at SMK. The subject of this research is 78 students from 104 of population, with proportional random sampling technique. The method of collecting data is using questionnaires and documentation. And analysis of the data used is the percentage descriptive analysis and multiple linear regression

  14. Penggunaan Expectancy Theory dalam Upaya Mengukur Motivasi Kerja Karyawan di Pdam X

    OpenAIRE

    Putri, Nadia Kurnia; Pujangkoro, Sugih Arto; Ishak, Aulia

    2013-01-01

    PDAM X selalu berusaha untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan dalam mencapai tujuan Perusahaan. Hal ini dikarenakan penurunan motivasi kerja karyawan yang dapat diketahui dari ketidakhadiran karyawan sebesar 28,06%. Penelitian ini menggunakan metode Expectancy Theory. Metode Expectancy Theory digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi kerja karyawan, dan mengidentifikasi faktor-faktor motivasi kerja karyawan. Hasil penelitian dengan menggunakan metode Expectancy Theory menunjukan bahwa ...

  15. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBANTUAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Diasputri

    2016-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Probing-Prompting Berbantuan Lembar Kerja Berstruktur terhadap hasil be/ajar siswa di suatu sekolah pada materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pada kelas eksperimen digunakan model pembelajaran probing-prompting berbantuan lembar kerja berstruktur, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvesional. Setelah diberi perlakuan yang berbeda dan dilakukan post test dapat diketahui bahwa hasil be/ajar siswa kelas ekperimen lebih baik dibandingkan hasil be/ajar siswa kelas kontrol, yaitu masing-masing 77 dan 70. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata hasil be/ajar, diperoleh thitung(4,074> trabe1(1,669, maka dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil be/ajar kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Pada uji ketuntasan be/ajar, persentase ketuntasan kelas eksperimen mencapai 91, 18% dan kelas kontrol mencapai 59,38%. Uji korelasi memperoleh harga koefisien biserial sebesar 0,5638. Dari seluruh hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran probing-prompting berbantuan LKB berpengaruh terhadap hasil be/ajar siswa pada materi pokok Hidrokarbon dan Minyak bumi dengan memberikan kontribusi sebesar 32%.This study aimed to know the influence of the use of a learning model Probing-prompting assisted by structured worksheet on learning outcomes in an high school especially in the Hydrocarbon and Petroleum. Sampling is done by using purposive sampling technique. In the experimental class, learning used Probing-prompting assisted by structured worksheet, while in classroom control used conventional methods. After being given a different treatment and after post test was done, it can be concluded that students' learning outcomes in class experiment is better than the control class, respectively 77 and 70. Based on the analysis of difference average learning outcomes, it obtained fcounr

  16. DISTRIBUSI KASUS MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPENAN KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hubullah Fuadzy

    2013-03-01

    Full Text Available Abstract. The number of malaria in Simpenan public health centre area needs a quick step in the patients finding by malaria microscopic officers, both by Active Case Detection (ACD and Passive Case Detection (PCD. The objective of th is article is to determine the distribution of malaria cases at Simpenan public health centre in Sukabumi during 2011. Data collection was carried out by malaria officersfrom Simpenan public health centre by identifying malaria parasite with microscope to any gold miners who just got home and was having a highfever. Malaria cases during the year 2011 experienced an increasing trend (R2 = 0.0175 from January (8.86% to December (15.18%, 79 cases of malaria was found and the peak of cases happened in December. Malaria was notfound in the age group of 0-14 years, but cases ofmalaria were found in productive age group (15-44 years old = 83%, 45-59 years old = 14%, 2: 60 years old = 3%, and also to all people working as gold miners in malaria-endemic areas i.e. Aceh, Bangka, Jambi, Kalimantan, Medan, Papua, Riau, and Sumbawa. This indicated that malaria in Simpenan was predicted as import cas es. Keywords: malaria, import case, Simpenan Abstrak. Banyaknya penderita malaria di wilayah kerja Puskesmas Simpenan membutuhkan langkah cepat dalam penemuan penderita oleh petugas mikroskopis malaria, baik secara Active Case Detection (ACD maupun Passive Case Detection (PCD. Tujuan penulisan artikel untuk menggambarkan distribusi malaria di wilayah kerja Puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi selama tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan oleh Juru Malaria Desa (JMD Puskesmas Simpenan dengan mengidentifikasi parasit malaria secara mikroskopis pada setiap pekerj a tambang emas yang baru sampai di rumahnya serta sedang mengalami demam tinggi. Kasus malaria tahun 2011 mengalami kecenderungan peningkatan (~= 0,0175 dari bulan Januari (8,86% hingga Desember (15,18, ditemukan 79 kasus malaria dan kasus paling tinggi terjadi pada bulan

  17. Optimasi Desain Akustik Bangunan Konservasi Pada Ruang Serbaguna Salle France Cccl Surabaya

    OpenAIRE

    C. Indrani, Hedy; Tansajaya, Felicia

    2011-01-01

    In multi-function rooms, the acoustic system usually becomes a vital issue because speech and music truly depend on sound in delivering message. The accuracy of a message and its meaning delivered to the audience increases with the quality of the acoustic system of the room. Conversely, choosing and applying the right materials for the interior elements and furnitures is truly vital in creating a good acoustic system. Results of observation in the multi-function room of Salle France CCCL Sura...

  18. Pola Pemanfaatan Ruang pada Usaha Berbasis Rumah (UBR di Klaster Batik Jenggot Kota Pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisngatiasih Arisngatiasih

    2015-12-01

    Full Text Available Housing has an important role in the economic development of the family. Besides has a function as a comfortable dwelling unit, the housing also used as a place to business activity through the Home Based Enterprises (HBE. Pekalongan City is the city where batik industries are growing rapidly. Cluster Batik Jenggot is the top three of batik clusters from 11 batik clusters in Pekalongan City. HBE is enterprises activities that highly contribute to the economic structure of Pekalongan City. However, HBE at Cluster Batik Jenggot is faced with the problems that the house used as a place of enterprises and dwelling has not clearly border. The aim of this research is to examine the pattern of utilization of space at HBE in Cluster Batik Jenggot. The study is conducted by qualitative research methods. Technique sampling is using snowball sampling to 9 respondents. The analysis is done by qualitative descriptive analysis. The results show that the pattern of space utilization at home for batik printing activities is classified into two typologies, i.e. mixture and separate typology. In the mixture typology, the utilization of space in the main building is both for a place to work and residence, which printing activity usually is done on the outside of the house. While in the separate typology, the working space is provided separately, which usually provided in the beside, behind, and in front of the main building. The utilization of spaces at UBR is adjusted to the type and timing of activity.

  19. KONSEP DESAIN PENATAAN RUANG SERVIS PADA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA BERLANDASKAN HASIL EVALUASI PURNA HUNI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Musyawaroh

    2016-01-01

    Full Text Available This study aims, formulate design of Rusunawa service space based  on Post Occupancy Evaluation.The approach used in this study is qualitative rationalistic, that emphasize the empiri meaning, intellectual understanding and the ability to maintains logic supported by relevant empirical data. Object of research is Rusunawa in Surakarta and its surroundings. Samples studied are a group of Services space in Rusunawa, consisting of individual service each unit house : Kitchen, warehouse / storage, KM / WC, wash dishes, wash clothes, the clothes drying. And communal service space consisting of: landfills, parking lots. The sampling technique is porpusive of maximum variation, that means taking a sample that has information about the service space. Model Rusunawa service space designed based on the type of occupant activities, evaluation / assessment of the best performance of each service spac, the best perception of occupants indicated by behavioral responses, an ideal precedent servicing space obtained from results of field surveys, comparative studies and standards or the basic criteria design of service space Rusunawa.

  20. PERUBAHAN RUANG PADA TRADISI SEDEKAH LAUT DI KAMPUNG NELAYAN KARANGSARI KABUPATEN TUBAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helena Ramantika

    2014-12-01

    Full Text Available Tradition “Sedekah Laut” often done by fishing communities is one of Indonesian culture. Karangsari village is one of the villages that still maintain this tradition. It becomes  a form of gratitude in daily life, after their needs can be fulfilled well, the health of local residents guaranteed, and they got  abundant catches. This study aimed to identify space changes in either micro, meso and macro scales of the tradition. The method used in this research is qualitative descriptive exploring the space and activities in it. The result showed that there was a change in the space in the tradition activity which occurs either in micro, meso and macro scales. The space chages followed the needs of the process in the tradition.

  1. Pendokumentasian Aplikasi Ragam Hias Budaya Betawi pada Desain Interior Ruang Publik Café Betawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amarena Nediari

    2015-07-01

    Full Text Available Various ornaments of Indonesia come from the ethnic groups from all over the archipelago. Ornament is a tangible culture which has specific meaning and purposes. Its meaning does not change throughout the ages. Betawi culture has become cultural roots for most people in Jakarta which also as the capital city of Indonesia. Betawi culture is seen in a wide variety of dance, batik, decorative ornaments, and culinary. Betawi ornament can also be seen in the architecture and public areas since the geometrical shape is very easy to apply as interior element. The application of Betawi ornaments in a restaurant interior represents the idea of dining area in Betawi house. The study of Betawi ornaments was conducted by documentation of decorative elements in a restaurant as a public space. Objective of this research is to preserve various ornaments of Betawi culture. So that, the data can be valuable as an inspiration for designing restaurant interior with Betawi style. Generally, value of the ornaments has specific purposes related to Betawi’s cultural and social customs. Therefore, the application needs to consider more about the purpose of the symbol of the ornament. 

  2. Filosofi Penataan Ruang Spasial Vertikal Pada Rumah Tradisional Saoraja Lapinceng Kabupaten Barru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasilah Wasilah

    2017-03-01

    Full Text Available Bugis vertically traditional house is generally divided into three parts: head, body and leg home. The third part has a function and a different philosophy but as one that in synergy. In the field of architectural, philosophy plays a decisive role in the spatial distribution of building space. Mainly in traditional buildings such as Saoraja Lapinceng in Barru which has a variety of philosophical and meaningful messages resulting from the interpretation of the community against natural phenomena and customs that developed in the area. But in the days of modernization, most people do not know the philosophy applied to Saoraja Lapinceng. Therefore, this descriptive study will identify various philosophies contained in each division of the spatial space vertically on Saoraja Lapinceng. Through analysis techniques diachronic reading is a search method traces the history and ideology prevailing in Barru, it is known that the Bugis Barru divide the space vertically into three parts, namely "rakkeang" or the top of the house serves as a place to stay occupant of women symbolizing the group elevated, "ale bola" or the middle part serves as a male occupant symbolize authority and in controler, and "awa bola" or bottom serves as a storage area residents working equipment symbolizes foot and driving. Keywords: Bugis, philosophy of space, vertical spatial space, traditional home

  3. Teorema Titik Tetap Pada Ruang Quasi Metrik Terasing Tanpa Menggunakan Sifat Kekontinuan Fungsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Malahayati Malahayati

    2014-04-01

    Full Text Available Dislocated quasi metric spaces is spaces with distance function that only satisfies two conditions from four conditions of distance function in metric spaces. Every metric spaces is dislocated quasi metric spaces, but the convers not satifies, so the characters that satisfies in metric spaces may not satisfies in dislocated quasi metric spaces.  This paper is to recite fixed point theorems without continuity of any mapping in dislocated quasi metric spaces, also gives an example using the theorems that has recited

  4. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Saintifik pada Materi Pokok Geometri Ruang SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Ketut Loka Santi

    2016-06-01

    Developing Instructional Material Using the Scientific Approach on the Space Geometry Topic for Junior High School Abstract  The aim of this study is to develop mathematics instructional materials using the scientific approach on the space geometry topic for junior high school that fulfill the quality criteria of validity, practicality, and effectiveness. This research was a research and development study using the Four-D development model with modification consisting of three steps: (1 define, (2 design, (3 develop, and (4 disseminate. The data analysis technique used in this study is a descriptive quantitative and qualitative analysis. The result of the study shows that all of the products are valid, practical, and effective. The product fulfills the validity criterion. It is shown by the percentage of experts appraisal which reaches 100%, that belongs to a valid category. The product fulfills the practicality criterion based on teacher and student assesment to the instructional material, that is in a very good category. The product also fulfills the practicality criterion based on the percentage of teaching implementation. The percentage of teaching implementation exceeded 80%. The product fulfills the effectiveness criterion based on students’ learning achievement in attitude, knowledge, and skill competency. The percentage of the students who achieve minimum mastery criteria for attitude, knowledge, and skill competency exceeded 75%. Keywords: development, instructional material, scientific approach, space geometry

  5. Pencahayaan Buatan pada Pendekatan Teknis dan Estetis untuk Bangunan dan Ruang Dalam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setiawan

    2014-10-01

    Full Text Available Lights are essential for humans and other living creatures. Without lights or lighting, surely it will be hard to do everything, especially in the afternoon or at night. As the development of civilization and technology, humans created artificial lighting. For the first time, it was only a substitute for natural light from the sun. Artificial light was provided from the fire; then research and development of the light bulb were conducted by Alessandro Volta, Sir Humphry Davy, Warren De La Rue, to Thomas Alva Edison. After the natural lights from the sun can be replaced by artificial lighting from the lamp, the development of lighting is getting much complex ranging from technical to psychological things. This relates to the increasing human activity in the room. The diversity of different activity requires different types of lighting methods. The development results not only about technical and psychological problems but also aesthetic elements. 

  6. Analisa Kandungan Mikroorganisme Pada Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan Tahun 2013

    OpenAIRE

    Mutiasari, Fitri

    2014-01-01

    Source of infection in the surgery room can be derived from the equipment or surgery room environment, such as floors, walls, water, or contaminated air. Population of bacteria that cause infections in hospitals are more resistant to antibiotic than the same bacteria which exist in the community. This research was conducted to know the description of the room sanitation include : ventilation, floors and walls, lighting, clean water, toilets and showers, waste disposal and f...

  7. Segregasi Ruang Sosial Antara Pendatang dengan Penduduk Asli pada Permukiman Perkotaan di Denpasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Alam Paturusi

    2016-10-01

    Full Text Available This article aims to determine the socio-space segregation between newcomers and natives having the same genealogy in Denpasar, Bali. The study was focused on three aspects: determining the factors that influence the occurrence of socio-space segregation; the factors that most influence the shape of such interactions; and its influence on the spatial. The approach taken was descriptive qualitative, through verification at Housing Complex Padang Galeria, West Denpasar. The final result was: bigotry against region of origin, both the migrants and natives became the forerunner to the segregation of socio-space; the most influential factors for the socio-space segregation was customary (pakraman village institution itself that binds its members in a teritorial unity, spiritual and member togetherness; socio-space segregation phenomena were abstract when transformed into mental maps will show multinodes in the sub-villages in the region of pakraman village.

  8. METODE BERMAIN LEGO DALAM UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI (Sudi Kasus di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Yulianti Ningtyas

    2018-01-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas tentang upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini melalui metode bermain Lego di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. Melalui permainan Lego, anak yang memiliki gaya belajar kinestetik akan terstimulasi kecerdasan dan kemampuannya, terutama kecerdasan kinestetiknya. Sebab pada dasarnya, anak dengan gaya belajar kinestetik, memiliki kelebihan dalam ruang gerak serta berlebih energinya. Sehingga saat belajar, anak membutuhkan ruang yang cukup luas, serta permainan yang menantang. Penelitian ini bertujuan: 1 Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. 2 Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Manusia Unggul. 3 Untuk mengetahui dan menganalisis dampak dan hasil dari penerapan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul. 4 Untuk mengetahui dan menganalisis apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan metode bermain Lego dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini di Lembaga Manusia Unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Ciri yang menonjol dari penelitian ini adalah cara pengamatan dan pengumpulan datanya dilakukan dalam latar/setting alamiah. Artinya tanpa memanipulasi subyek yang diteliti. Penelitian ini mencakup juga keyakinan terhadap sifat dasar dari realitas (yang diamati, hubungan antara orang yang mencoba mengetahui sesuatu (peneliti dan hal yang mereka coba ketahui (yang diteliti, peranan/pengaruh dari nilai-nilai (yang dianut peneliti dan variable-variabel lainnya yang serupa itu.Kajian data pada penelitian ini didapat dari hasil pengamatan

  9. PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI, MOTIVASI BERORGANISASI, DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP SOFT SKILLS SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silfia Pendri Nuryanti

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh pengalaman praktik kerja industri, motivasi berorganisassi dan locus of control terhadap soft skills siswa kelas XI di SMK PGRI 01 Semarang secara siimultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK PGRI 01 Semarang yang berjumlah 125 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 125 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Hasil dari regresi ganda penelitian ini yaitu .. Ada pengaruh secara simultan sebesar 33,7%, sedangkan pengaruh secara parsial pengalaman praktik kerja industri sebesar 12,25%, motivasi berorganisasi sebesar 4,04% dan locus of control sebesar 4,7%. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh antara pengalaman praktik kerja industri, motivasi beroganisasi dan locus of control secara simultan maupun parsial. Saran dalam penelitian yaitu untuk siswa sebaiknya memanfaatkan kegiatan yang diberikan oleh sekolah dalam kegiatan praktik kerja industri dan ektrakurikuler dengan semaksimal mungkin dan kepada pihak sekolah untuk dapat pengembangan soft skills pada kegiatan ektrakurikuler diharapkan adanya reward atau penghargaan berupa tambahan mengenai penilaian yang diberikan kepada siswa sehingga siswa lebih termotivasi dalam kegiatan ektrakurikuler. This research has purpose to find out the presence of effects of industrial practice work, organizational motivation and locus of control toward the soft skills of grade XI students in SMK PGRI 01 Semarang simultaneously or partially.The population of the research is grade XI in SMK PGRI 01 Semarang and Sample in this research, which is the entire population 125 students. The data collected using questionnaire and documentations. The analyzing method used percentage descriptive analysis and double regression analysis.The result of double linier regression analysis in this research are

  10. Pengelolaan Tenaga Kerja Difabel untuk Mewujudkan Workplace Inclusion

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Dewi Poerwanti

    2017-06-01

    Full Text Available The focus of this study is the management of workers with disabilities as efforts to achieve an inclusive workplace in PT. Trans Retail Indonesia. The study also elaborates supporting and inhibiting factors in the implementation of labor management. This is a qualitative research that collects the data using literary studies, observation and in-depth interview. The result shows that the management is started from knowledge level of the company about workers with disabilities, selection process, development, compensation and maintaining the employs. In addition, they identify key factors of managing different ability such as stakesholders, associate support, mentoring and counseling for workers with disabilities. The obstacles of managing workers with disabilities include professionalism, communication, and productivity that lead to an attempt of firing. Overall, PT. Trans Retail Indonesia can be classified as one with ability to develop diversity management in order to organize a workplace inclusion. [Penelitian ini membahas pengelolaan tenaga kerja difabel (diversity management di PT. Trans Retail Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja penyandang disabilitas yang diterapkan oleh perusahaan dalam mewujudkan tempat kerja yang inklusif. Ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data dari literatur, wawancara, dan observasi. Analisis dimulai dari pemahaman perusahaan mengenai tenaga kerja difabel, pengadaan tenaga kerja, pembinaan tenaga kerja, pemberian balas-jasa dan pemeliharaan tenaga kerja. Penelitian menemukan faktor pendukung pengelolaan tenaga kerja berupa kerjasama stakesholders, dukungan rekan kerja, pendampingan serta konseling bagi karyawan difabel. Sedangkan faktor penghambatnya adalah komunikasi, dukungan sejawat, tenaga profesional dan produktivitas kerja karyawan difabel yang mengancam keberlanjutan kerja mereka. Meskipun demikian, PT. Trans Retail Indonesia dapat dianggap

  11. Gambaran Kontaminasi Bakteri pada Sirkuit Pernapasan Anestesi di Ruang Operasi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung pada Bulan Agustus 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryadi

    2017-04-01

    Full Text Available Breathing circuits have been used repeatedly to perform anesthesia in the operating theater of Dr. Hasan Sadikin General Hospital with a replacement interval of every 24 hours. This study was conducted to determine the contamination of bacteria in the anesthesia breathing circuits. This was an observational descriptive cross–sectional study on 102 samples from 51 anesthesia breathing circuits. These samples were cultured before and after the use of breathing circuit in the operating room of Dr. Hasan Sadikin General Hospital for 3 days in August 2015. Sampling was performed using swab method at the Y connector of anesthesia breathing circuit before and after use within a period of 24 hours. The results showed that no bacterial contamination was found in the anesthesia breathing circuit before use in the operating theatre of Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. Bacterial contamination of anesthesia breathing circuit after use was 25.49%. The bacteria identified were Micrococcus spp., Bacillus spp., Streptococcus viridans, Serratia marcescens, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus hominis and Staphylococcus saprophyticus. It is concluded that no bacterial contamination of anesthesia breathing circuit before use; however, bacterial contamination was found after the use of anesthesia breathing circuits in the operating theatre of Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung.

  12. Pembuatan Perangkat Audit Berbasis Risiko Berdasarkan COBIT 5 dan Service Desk Standard pada Service Desk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Putri Ramadhani

    2017-03-01

    Full Text Available SubDirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI sebagai penyedia layanan TI di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS tidak sedikit mengalami gangguan atau insiden yang mengakibatkan menurunnya kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu terdapat unit service desk yang bertugas menangani berbagai macam keluhan insiden dan memenuhi permintaan layanan TI. Namun DPTSI belum pernah mengadakan pengendalian internal terhadap prosesnya. Untuk memastikan pengelolaan telah diterapkan dalam kontrolnya maka perlu sebuah metode yaitu audit internal. Salah satu hal yang perlu disiapkan dalam melaksanakan audit adalah perangkat audit karena menyediakan serangkaian instruksi dari proses yang harus dilakukan service desk sehingga membantu seorang auditor dalam menjalankan audit sesuai dengan tujuan dan memastikan seluruh proses telah dilakukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan perangkat audit pada service desk DPTSI yang dibuat berdasarkan control objective pada Service Desk Standard yang dipetakan dengan proses pada best practice COBIT 5 domain DSS02. Ruang lingkup perangkat audit juga ditetapkan melalui control objective yang dipetakan dengan risiko TI pada service desk yang dianalisis menggunakan pendekatan best practice COBIT 5 for Risk APO12 Manage Risk. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah dokumen perangkat audit beserta panduan penggunaannya, yang nantinya diharapkan dapat membantu DPTSI untuk melakukan audit pada service desk..

  13. PENYIMPANAN ROTIFERA INSTAN (Brachionus rotundiformis PADA SUHU YANG BERBEDA DENGAN PEMBERIAN PAKAN MIKROALGA KONSENTRAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlania Erlania

    2016-11-01

    Full Text Available Keberhasilan kegiatan budidaya perikanan harus ditunjang dengan ketersediaan benih yang berkesinambungan. Oleh karena itu, diperlukan juga ketersediaan pakan alami larva berupa rotifera (Brachionus rotundiformis. Desain percobaan berupa rancangan faktorial dengan dua faktor dan lima ulangan diaplikasikan dalam penelitian ini. Sebagai perlakuan berupa suhu ruang penyimpanan (suhu kamar, suhu ruang AC, dan suhu refrigerator/lemari es dan pakan mikroalga konsentrat (monospesies dan multispesies. Bakteri probiotik juga digunakan sebagai pengontrol kualitas air. Spesies mikroalga yang digunakan adalah Nannochloropsis sp., Dunaliella sp., Isochrysis sp., dan Pavlova sp. Parameter yang diukur adalah kelimpahan rotifera dan parameter kualitas air media kultur (pH, salinitas, DO, dan NH3. Analisis data terdiri atas analisis regresi, analisis ragam, dan uji keparalelan. Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penyimpanan menunjukkan kondisi media yang relatif stabil dan merupakan kisaran optimum bagi pertumbuhan B. rotundiformis. Kelimpahan maksimum tertinggi dari B. rotundiformis baik pada perlakuan pakan monospesies maupun multispesies alga adalah pada suhu kamar. Dari interaksi kedua perlakuan, diperoleh kelimpahan akhir tertinggi pada suhu ruang AC–pakan multispesies. Hal ini menunjukkan bahwa rotifera dapat disimpan lebih lama pada suhu ruang AC dengan pemberian pakan multispesies alga. The success of any aquaculture practices should be supported by sustainable supply of fish fry. Therefore, the availability of rotifers (Brachionus rotundiformis as natural feed for fish larvae is required. The research was arranged in factorial design with two treatments and five replications. Treatments consisted of different room storage temperatures (refrigerator, room temperature, and room with air conditioner/AC and microalgae concentrate added as rotifer feed (monospecies and multispecies algae. Probiotic bacteria was used to control water quality

  14. MUSEUM TARI DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN EKSPOSE STRUKTUR PADA FASAD BANGUNAN DAN PENERAPAN TEORI FRAKTAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Arfan

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak—Pentingnya museum tari di Makassar adalah untuk memperkenalkan budaya yang dimiliki di Sulawesi Selatan yang dapat dikenal oleh seluruh manca negara, serta parawisatawan dan semua orang untuk berkunjung. Tujuan penelitian non arsitektural ini adalah menampilkan unsur kebudayaan, sejarah serta memperkenalkan Tari Tradisional yang ada di Sulawesi Selatan, sedangkan tujuan arsitekturalnya adalah menentukan lokasi yang sesuai dengan keberadaan museum tari, merancang ruang-ruang yang dibutuhkan sesuai dengan standar Museum serta kebutuhan ruang untuk Museum seni tari, merancang museum tari yang dikaitkan dengan ekspos struktur pada fasad dan penggabungannya dengan teori fraktal, merancang penggunaan fasad bangunan,struktur, utilitas, penampilan bangunan, serta tranformasi bentuk pada museum tari dan merancang tata massa pada museum tari. Hasil laporan ini adalah mendesain bangunan museum tari di Makassar dengan pendekatan ekspos pada struktur fasade bangunan dan penerapan teori fraktal yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan ruang. Kata Kunci :Museum tari, struktur, fasad, fractal Abstract-The importance of dance in Makassar museum is to introduce a culture held in South Sulawesi, which can be known by all foreign countries, as well as parawisatawan and everyone to visit. The research objective non architecturally it is featuring elements of culture, history and introduce Traditional Dance in South Sulawesi, while the purpose of the architectural is to determine the location that corresponds to the existence of the museum of dance, designing spaces required in accordance with the standards Museum as well as the need for space for art museum dance, design a museum of dance that is associated with exposure to the facade structure and merger with fractal theory, designing the use of facades of buildings, structures, utilities, appearance of the building, as well as the transformation of the museum forms of dance and design the masses on

  15. Telaah Hubungan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention

    OpenAIRE

    Ali Amran; Acep Rohendi

    2017-01-01

    ABSTRAK Karyawan merupakan elemen yang sangat penting bagi perusahaan. Karyawan sebagai sumber daya manusia adalah penggerak utama berjalannya roda perusahaan sehingga perusahaan harus menjaga kepuasan kerja dan komitmen organisasional agar karyawan tidak berkeinginan untuk berpindah ke perusahaan lain (turnover intention). Hal ini perlu dikaji pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap turnover intention sehingga dapat bermanfaat untuk mengetahui nilai penting dari kepu...

  16. PENGARUH MONOTON, KUALITAS TIDUR, PSIKOFISIOLOGI, DISTRAKSI, DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Budiawan

    2016-02-01

    Full Text Available Manusia sebagai subyek yang memiliki keterbatasan dalam kerja, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan. Kesalahan manusia yang dilakukan mengakibatkan menurunnya tingkat kewaspadaan masinis dan asisten masinis dalam menjalankan tugas. Tingkat kewaspadaan dipengaruhi oleh 5 faktor yaitu keadaan monoton, kualitas tidur, keadaan psikofisiologi, distraksi dan kelelahan kerja. Metode untuk mengukur 5 faktor yaitu kuisioner mononton, kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI, kuisioner General Job Stress dan kuisioner FAS. Sedangkan untuk menguji tingkat kewaspadaan menggunakan Software Psychomotor Vigilance Test (PVT. Responden yang dipilih adalah masinis dan asisten masinis, karena jenis pekerjaan tersebut sangat membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Hasil pengukuran kemudian dianalisa menggunakan uji regresi linear majemuk. Dalam penelitian ini menghasilkan keadaan monoton, kualitas tidur, keadaan psikofisiologi, distraksi dan kelelahan kerja berpengaruh secara simultan terhadap tingkat kewaspadaan. Hal ini dibuktikan dengan ketika sebelum jam dinas, hasil uji F-hitung keadaan monoton, kualitas tidur, keadaan psikofisiologi adalah sebesar 0,876, sedangkan untuk variabel distraksi dan Kelelahan Kerja (FAS terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,371. pada saat sesudah bekerja variabel distraksi dan kelelahan kerja (FAS terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai F-hitung 2,953,dan nilai 0,544 untuk keadaan monoton, kualitas tidur, keadaan psikofisiologi. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar terhadap tingkat kewaspadaan sebelum jam dinas yaitu faktor kualitas tidur, sedangkan untuk sesudah jam dinas adalah faktor kelelahan kerja.     Abstract Human beings as subjects who have limitations in work, thus causing the error. Human error committed resulted in a decreased level of alertness machinist and assistant machinist in the line of duty. Alert level is influenced by five factors: the state of monotony, quality of sleep

  17. Implementasi dan Analisis Teknik Reduksi PAPR OFDM Menggunakan Metode PTS pada WARP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizkha Ajeng Rochmatika

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem OFDM cocok digunakan sebagai solusi yang dapat memenuhi layanan komunikasi data kecepatan tinggi karena memiliki efisiensi bandwidth dengan performansi terbaik. Namun dalam implementasinya, sistem OFDM memiliki kelemahan yang disebabkan oleh tingginya nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR sehingga sinyal OFDM rentan terkena distorsi nonlinear yang disebabkan oleh adanya komponen RF power amplifier yang menyebabkan kompleksitas komponen Analog to Digital Converter (ADC yang terdapat pada Wireless Open Access Research Platform (WARP. Nilai PAPR yang besar pada OFDM membutuhkan power amplifier dengan dynamic range yang lebar untuk mengakomodasi sinyal, apabila hal tersebut tidak terpenuhi maka menyebabkan distorsi nonlinear dan pada akhirnya menurunkan performansi OFDM. Oleh karena itu, untuk mengatasinya dibutuhkan suatu metode yang dapat mereduksi nilai PAPR salah satunya menggunakan metode PTS. Guna melihat unjuk kerja teknik PTS, maka pada penelitian ini dibandingkan dua skema antara sistem OFDM tanpa dan dengan teknik PTS menggunakan analisa pada bit error rate dan nilai CCDF. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa implementasi kinerja teknik PTS mampu meningkatkan kinerja sistem OFDM saat terkena distorsi nonlinear, terlihat pada pengukuran dengan modulasi 16-QAM untuk gain 56 didapatkan peningkatan BER sebesar 95.98%. Sedangkan pada grafik CCDF terjadi penurunan nilai PAPR sebesar 34.17% untuk M=4.

  18. Analisa Variable Moment of Inertia (VMI Flywheel pada Hydro-Shock Absorber Kendaraan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasbulah Zarkasy

    2017-01-01

    Full Text Available Flywheel selama ini dimanfaatkan untuk menyimpan energi mekanik pada mesin, membuat mesin berputar dengan lebih lembut. Prinsip kerja dari flywheel adalah dengan memanfaatkan momen inersia. Baru-baru ini dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan dari flywheel, yakni pada sistem suspense, akan tetapi selama ini penelitian yang dilakukan terbatas pada flywheel dengan momen inersia yang konstan (Constant Moment of Inertia. Kali ini akan dilakukan penelitian mengenai Variable Moment of Inertia Flywhel atau dengan kata lain flywheel yang momen inersianya berubah-ubah. Flywheel ini terdiri dari dua bagian utama, yakni flywheel berongga dan slider yang dapat bergerak bebas di sepanjang guide track. Percobaan bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik gaya redam dari VMI Flywheel. Juga akan dianalisa seperti apa respon dinamis dari slider selama flywheel berputar. Selain itu respon dinamis kendaraan saat VMI Flywheel ini dipasangkan juga dianalisa. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa variasi massa slider berpengaruh terhadap gaya redam yang dihasilkan oleh VMI Flywheel. Semakin besar massa slider, gaya redam yang muncul juga semakin besar. Faktor frekuensi input juga berpengaruh, sebab semakin besar frekuensi input yang pada shock absorber, gaya redam yang timbul juga membesar. Perpindahan yang dialami oleh slider juga tergantung pada jenis massa slider tersebut. Semakin besar massa slider, perpindahan yang dialami juga akan semakin besar. Performa VMI Flywheel secara umum pada frekuensi rendah. Sedangkan pada frekuensi tinggi, performa VMI Flywheel cenderung tidak bagus dan menyebabkan kendaraan tidak nyaman.

  19. PERANAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENJARING PEMASANG IKLAN PADA RADIO REPUBLIK INDONESIA CABANG MADYA – DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa Ayu Hendrawathy Putri

    2015-12-01

    Full Text Available RRI sebagai salah satu unit pelayanan teknis pemerintah di bidang jasa penyiaran, sejalan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan pelayanan, perlu memiliki landasan kerja guna meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan jasa penyiarannya. Public Relations yang merangkap bagian divisi Pemasaran dan Pembangunan Usaha secara struktural berada di bawah pimpinan perusahaan. Pada bagian divisi Pemasaran dan Pembangunan Usaha hanya terdiri dari sepuluh orang dan semuanya berperan penting menjadi seorang PR yang mampu mempromosikan RRI. PR diberi wewenang untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya khususnya dalam menjalin hubungan dengan pemasang iklan agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memasangkan iklan khususnya bagi masyarakat pendengar. Team kerja PR dituntut untuk berkreativitas dalam mempromosikan dan memasangkan produk perusahaan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Dengan cara demikian PR dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga dapat tercapainya tujuan perusahaan. Kegiatan PR juga berupaya untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara badan usaha atau organisasi dengan publiknya. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian pemasang iklan untuk memasangkan iklannya, usaha untuk menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sikap yang simpatik, ramah dan sopan yang menunjukkan perhatian terhadap publik akan menciptakan suatu kerja sama yang baik antara Public Relations dengan para pemasang iklan sehingga dapat menghasilkan kerja sama yang profesional.

  20. MOTIVASI PEKERJA PADA BEBERAPA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Andi

    2004-01-01

    Full Text Available The role of worker motivation is very important in improving construction productivity. In order to increase the motivation, it is essential for management to understand needs of the workers as well as factors motivating and demotivating. This paper aims to determine the needs level, motivators, and demotivators of construction workers in Surabaya based on Maslow and Herzberg’s theories. For the methodology, the study conducted a questionnaire survey, and 263 workers participated in the survey. It is found out that the workers are still at the physiological needs level. Good salary and safety programs are two most important motivators for workers, whereas two most important demotivators are bad treatment by supervisor and insufficient material availability. The paper discusses the findings and proposes solutions to increase workers motivation. Abstract in Bahasa Indonesia : Motivasi kerja memiliki peranan yang penting dalam peningkatan produktifitas dalam industri konstruksi. Untuk dapat meningkatkan motivasi kerja pekerja perlu diketahui kebutuhan pekerja pada saat ini, serta pemahaman motivator dan demotivator pekerja oleh supervisor. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian ini ditujukan untuk menentukan tingkat kebutuhan, motivator dan demotivator pekerja konstruksi. Untuk tujuan tersebut digunakan dua teori motivasi, yaitu teori Maslow dan teori Herzberg, dan dilakukan survei di beberapa proyek konstruksi di Surabaya dengan menggunakan kuesioner. Secara keseluruhan, 263 orang pekerja berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja konstruksi di Surabaya masih berada pada level physiological needs. Upah yang baik dan program keselamatan kerja yang baik menempati posisi tertingi sebagai motivator bagi pekerja. Sedangkan demotivator terpenting bagi pekerja adalah perlakuan yang buruk oleh atasan dan ketersediaan material yang kurang baik. Makalah ini membahas hasil yang didapatkan dan memberikan beberapa

  1. MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN ISO 27001 PADA ORGANISASI XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Budiarto

    2017-07-01

    Full Text Available Sekalipun sudah populer di bidang teknik industri, metode Failure Mode & Effect Analysis FMEA masih sangat jarang dilaporkan penelitiannya terhadap objek sistem informasi. Hal ini menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut pemanfaatannya pada sistem informasi. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah occurrence (frekuensi kejadian, severity (dampak dan detection (pencegahan. Data penelitian diambil terutama berdasarkan dari hasil pengamatan langsung. Penelitian ini mencakup perlindungan terhadap aset informasi di lingkungan Organisasi XYZ dengan melakukan penilaian risiko keamanan informasi. Penilaian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode (FMEA. Pada penelitian ini juga menggunakan kerangka kerja ISO 27001 untuk melengkapi daftar rekomendasi aksi penanggulangan mode kegagalan. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa laporan hasil pengelolaan manajemen risiko yang berisikan daftar prioritas analisis risiko yang disertai akar sebab permasalahan dan pengendalian risiko sesuai dengan standar ISO 27001. Hasil dari studi kasus telah membuktikan penerapan standar ISO 27001 berimbas terhadap penurunan tingkat kerawanan sebesar 30%.

  2. FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA ACTIVITY SUPPORT DI KAWASAN RUANG PUBLIK BUNDARAN HOTEL INDONESIA JAKARTA PUSAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Mustikowati

    2015-12-01

    Full Text Available Area Bundaran Hotel Indonesia menjadi salah satu ruang publik di mana banyak pengunjung datang untuk melakukan berbagai kegiatan. Kondisi ini menyebabkan munculnya activity support misalnya PKL, penyewa peralatan olahraga, dan beberapa hiburan jalanan. Di puncak intensitas kegiatan, activity support tersebut tersebar di beberapa tempat ini seperti di koridor utama, jalur pejalan kaki dan air plaza mancur. Melihat fenomena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor-faktor penyebab munculnya activity support tersebut. Dalam menjawab tujuan penelitian, digunakan penelitian rasionalistik kuantitatif sebagai paradigma untuk membangun variabel faktor berdasarkan teori Activity Support dan Ruang Publik. Variabel yang dioperasionalkan dalam kuesioner dianalisis dengan menggunakan analisis faktor uji statistik. Jumlah faktor variabel yang memiliki korelasi yang kuat dalam analisis tereduksi menjadi beberapa factor yang signifikan sebagai penyebab dari munculnya activity support di ruang publik, yaitu, area pedesrian, jalan masuk, sirkulasi dan parkir, keragaman kegiatan, karakteristik ruang publik, jenis kegiatan, bentuk-makna-arti ruang publik, aksesibilitas dan visual, budaya, fungsi dan bentuk ruang publik dan area lansekap, batasan kawasan dan ciri khas dari ruang publik. [Title: The Factors Causing Appearance of Activity Support in The Public Area Around Bundaran Hotel Indonesia in Central Jakarta] Bundaran Hotel Indonesia area becomes one of public space where many of people have coming to do some activities here. This condition causes the occurrences of activity support for instance the street vendors, sport equipments tenants, and some of street entertaintment. In the peak of intensity of activities, the activity supports crowded around this area such as in the main corridor, pedestrian pathways and fountain plaza. Seeing those phenomena, it could be concluded that there are causal factors of the occurrences of the activity support. In

  3. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gustiva Sari

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakStatus gizi yang buruk merupakan salah satu penyebab kematian pada anak. Jumlah anak dengan status gizi kurang dari tahun 2011 ke tahun 2012 di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan pola makan sebagai variabel independen dan status gizi sebagai variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia 3-5 tahun yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Pengambilan subjek menggunakan teknik simple random sampling yang dibuat secara proporsional. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian yang didapatkan 68% anak dengan pola makan yang baik mempunyai status gizi normal, dan 11% anak dengan pola makan tidak baik mengalami kekurusan. Hasil uji statistik menunjukkan pola makan mempunyai hubungan dengan status gizi (p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara pola makan dengan status gizi. Penerapan pola makan yang baik pada anak maka status gizi anak akan menjadi baik.Kata kunci: pola makan, status gizi, anak usia 3-5 tahun AbstractMalnutrition is one of the cause of childhood deaths. The year of 2011 until 2012, the cases of children with malnutrition in area of Nanggalo Health Center was increased. The objective of this study was to determine the correlation  diet on nutritional status in children aged 3-5 years old in area of Nanggalo Health Center. This research used cross-sectional study, the diet as the independent variable and nutritional status as the dependent variable. The population was all of children aged 3-5 years in area of Nanggalo Health Center. Subjects was taken by using simple random sampling technique with proportionally. The data analysis was Fisher test. The results of the study found 68% of children with a good diet have normal nutritional status, and 11

  4. Logam Merkuri pada Pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Sumantri

    2014-05-01

    Full Text Available Potensi produksi pertambangan emas di Indonesia termasuk dalam kategori cukup besar dengan produksi rata-rata 113.720,4423 kg/tahun. Penggunaan merkuri pada proses pengolahan emas berpotensi menyebabkan terjadinya masalah kesehatan seperti keracunan merkuri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko akumulasi merkuri pada rambut pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI di Desa Cisarua, Nanggung, Bogor tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja PETI Desa Cisarua. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 40 pekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan. Pengukuran konsentrasi merkuri dalam rambut pekerja menggunakan AAS FIMS dengan Reverence Recovery Material 100%. Variabel bebas pada penelitian ini adalah umur, masa kerja, jam kerja dan konsumsi ikan dengan variabel terikatnya adalah akumulasi logam merkuri pada rambut pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata akumulasi logam merkuri dalam rambut pekerja antara 2,03 sampai 9,04 ppm atau terdapat 24 orang (60% mengalami keracunan merkuri lebih dari 2 ppm. Faktor masa kerja (nilai p = 0,000 memiliki korelasi dengan akumulasi logam merkuri pada sampel rambut pekerja yang menunjukan korelasi positif dengan kekuatan sedang (r = 0,552. Hasil analisis multivariat dijelaskan dalam model (akumulasi logam merkuri = -0,315 + 0,896*masa kerja dengan variabel Adjusted R Square masa kerja sebesar 52,6%. Indonesia has a quite large potential production of gold mining with average production 113.720,4423 kg/year. Gold mining production by mercury could cause health problems, such as mercury poisoning. The purpose of this study was to analyze the risk factor of mercury accumulation in hair samples from illegal gold mining (IGM workers in Cisarua, Nanggung, Bogor in 2013. This research was a quantitative study by cross sectional approach. The population in

  5. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  6. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  7. Workplace Spirituality Tenaga Kependidikan Universitas Brawijaya (Studi Pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Dan Matematika Serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutan Rachman WHS

    2014-12-01

    Full Text Available Konsep pengembangan manusia secara menyeluruh merupakan solusi atas perubahan fenomena sosial saat ini yang menyebabkan kehidupan seseorang tidak menyatu karena lingkungan pekerjaan atau tempat kerja hanya menjadi tempat untuk mencari hal-hal profan (duniawi dan tidak mempunyai ruang untuk sesuatu yang sakral atau suci. Akibat dari adanya pemisahan ini, seseorang lebih terfokus hidupnya untuk menggeluti dunia karir tanpa memperhatikan kehidupan batinnya. Fenomena tersebut menumbuhkan kesadaran untuk menghubungkan aspek spiritualitas individu dengan pengelolaan pekerjaan  atau lingkungan kerja, melalui konsep workplace spirituality,. Dalam studi akademis, workplace spirituality merupakan bidang yang masih baru dan masih terus dikembangkan, namun sebagian besar studi masih dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada, dan sangat sedikit sekali yang dilakukan di luar kedua negara tersebut. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bermaksud untuk memperkaya topik workplace spirituality dari sudut pandang administrator publik di Indonesia melalui pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan dua sudut pandang terkait workplace spirituality, pertama adalah sudut pandang agama dan yang kedua adalah sudut pandang intrinsik  -  alamiah, kedua sudut pandang tersebut sama – sama bertujan untuk memberikan makna dalam bentuk ekspresi positif dalam lingkungan kerja. Penelitian lebih jauh juga dibutuhkan untuk memperkokoh konsep ini, baik melalui metode kualitatif maupun kuantitatif.Kata kunci: Agama, Perilaku, Spiritual, Tuhan, Workplace Spirituality,

  8. Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Di Surabaya (Studi Kasus: Koridor Jalan Tandes Hingga Benowo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afrizal Ma'arif

    2017-01-01

    Full Text Available Ruang Terbuka Hijau (RTH memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di koridor Jalan Tandes – Benowo. Jalan ini seringkali ramai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor pada jam sibuk. Padatnya kendaraan bermotor ini menimbulkan akumulasi emisi CO2 yang besar di lokasi studi. Emisi CO2 dalam jumlah besar ini menimbulkan banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sebuah solusi diperlukan agar permasalahan yang ditimbulkan oleh emisi CO2 kendaraan bermotor ini dapat diatasi dengan baik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penyediaan RTH guna menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu; menghitung jumlah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR di koridor studi. Selanjutnya setelah diketahui jumlah LHR, dilakukan perhitugan emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan bantuan perangkat lunak Mobilev. Setelah diketahui timbulan emisi CO2 kendaraan bermotor yang dihasilkan, selanjutnya dihitung kebutuhan penyediaan RTH untuk menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor di kawasan studi. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 248,00 kg CO2 dihasilkan oleh kendaraan bermotor per jam-nya pada jam puncak. Dengan timbulan emisi CO2 sedemikian rupa, RTH publik eksisting di kawasan studi dapat menyerap sebesar 39,87 kg CO2. Untuk menyerap sisa emisi CO2 yang ada, diperlukan penyediaan 1,60 hektare lahan untuk RTH baru.Abstrak— Ruang Terbuka Hijau (RTH memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya di

  9. Analisa Lean Service Guna Mengurangi Waste Pada Perusahaan Daerah Air Minum Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harliwantip

    2014-04-01

    Full Text Available Lean service digunakan sebagai pendekatan untuk membuat suatu sistem service internal yang efektif sehingga bisa dipastikan informasi-informasi penting bisa sampai ke konsumen dengan cepat dan dengan pelayanan yang efektif. Tingkat pelayanan pada PDAM Banyuwangi rendah dan tingkat kehilangan air (uncounted water yang tinggi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini mengidentifikasi waste dan mengetahui waste kritis yang terjadi dalam proses jasa di PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan Big Picture Mapping dan Root cause analysis dalam mencari penyebab waste. Adapun Waste yang terjadi yaitu 1Over Production, 2Defect, 3Unnecessary Inventory, 4 Inappropriate Processing, 5Excessive Transportation, 6Waiting, 7Unnecessary Motion. Sedangkan waste kritis yang terjadi pada proses layanan yaitu waiting dengan bobot 0,21. Waste waiting disebabkan karena delay tenaga mekanik, delay material perbaikan, delay perbaikan jalur pipa yang melewati ruang publik. Dengan mengetahui jenis waste dan waste kritis di PDAM diharapkan dapat mengurangi waste dan kepuasan konsumen terpenuhi.

  10. Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Karyawan dengan Penerapan Manajemen Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Purnawati Rahayu

    2015-05-01

    Full Text Available Budaya K3 dipengaruhi oleh organisasi, individu, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan dengan penerapan Budaya Keselamatan Dan Kesehatan (K3 di Bagian Produksi PT. Mustika Ratu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jumlah sampel sebanyak 170 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian:  85,9% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai penerapan manajemen budaya K3, 80.6% bersikap baik dan 84.7% berperilaku baik pada penerapan budaya K3.  Penerapan manajemen budaya K3 memberikan hasil baik : 89,4 % sudah menerapkan manejemen budaya K3. Mengenai hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3, sub variabel yang diteliti memberikan hasil yang sama yaitu adanya hubungan yang bermakna. Hubungan pengetahuan terhadap penerapan manajemen budaya K3 (pValue < 0,001 dan Odd Ratio 9,133 (95% CI=3,143-26,539. Hubungan  sikap terhadap penerapan manajemen budaya K3 (Pvalue < 0,001 dan Odd Ratio= 9,286 (95% CI = 3,250 - 26,531, sedangkan hubungan perilaku terhadap penerapan manajemen budaya K3 (p value < 0,001 dan Odd Ratio=  5,956 (95% CI = 2,080 - 17,051. Temuan lainnya adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik responden dengan penerapan budaya K3. Saran: pihak manajemen harus melakukan monitoring dan harus memiliki komunikasi yang baik dengan karyawan, melatih dan melibatkan karyawan untuk meningkatkan upaya perusahaan pada pelaksanaan K3 dengan penerapan OSHAS 18001 sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 dan PP (peraturan pemerintah nomor 50 pada tahun 2012.

  11. Analisis Unjuk Kerja Horizontal Handover Mobile Wimax Mendukung Layanan Mobile TV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ammatia Risty

    2016-05-01

    Full Text Available IEEE 802.16e-2005 teknologi mobile WiMAX merupakan salah satu alternatif yang dapat memberikan datarate 15 Mbps yang lebih baik daripada teknologi 3G, WLAN, dan lain-lain. Mobile WiMAX juga memberikan cakupan area yang luas. Oleh karena itu, WiMAX mampu memberikan layanan berbagai macam aplikasi multimedia seperti VoIP, IPTV, Video conferencing. dan aplikasi real-time lainnya. Selain itu, Mobile WiMAX juga mendukung mobility secara portable, mobile, dan nomadic. Saat ini IPTV muncul pada mobile phone, yang dinamakan mobile TV dimana layanan IPTV akan dapat diakses dalam keadaan bergerak. Hal itu membutuhkan suatu teknologi yang mendukung mobility namun tetap dapat menerima layanan IPTV dengan baik. Teknologi mobile WiMAX adalah teknologi yang cocok untuk mendukung layanan IPTV khususnya untuk user yang sedang bergerak. Akibat dari user yang bergerak maka memungkinkan user tersebut melakukan handover. Penelitian ini menganalisis parameter unjuk kerja yang mempengaruhi pada mobile TV saat user melakukan  handover  pada jaringan mobile WiMAX seperti jitter, end to end delay, throughput, handover delay dengan skenario perbedaan kecepatan dan perubahan jumlah user dalam satu cakupan area. Berdasarkan hasil simulasi untuk skenario perbedaan kecepatan (maksimum 100 km/jam diperoleh nilai end to end delay sebesar 23.234 ms, jitter sebesar 0.047 ms, throughput sebesar 637.723 Kbps. Sedangkan skenario jumlah user diperoleh nilai end to end delay 27.218 ms, jitter sebesar 0.057 ms, throughput sebesar 558.881 Kbps. Hasil dari kedua skenario menunjukkan bahwa saat kecepatan dan jumlah user naik maka parameter kualitas layanan turun namun masih memenuhi syarat kualitas layanan Mobile TV (IPTV.

  12. FACTORS INFLUENCING HUMAN RELIABILITY OF HIGH TEMPERATURE GAS COOLED REACTOR OPERATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Santoso

    2016-10-01

    ABSTRAK Peran dan tindakan operator pada reaktor berpendingin gas akan berbeda dengan peran operator pada operasi tipe reaktor lain. Analisis unjuk kerja operator dan faktor yang berpengaruh dapat dilakukan secara komprehensif melalui analisis keandalan manusia(HRA. Melalui HRA dampak dari kesalahan manusia pada sistem maupun cara untuk mengurangi dampak dan frekuensi kesalahan dapat diketahui. Makalah membahas faktor yang berpengaruh pada tindakan operator, yaitu pada kejadian kecelakaan pendingin reaktor gas bersuhu tinggi-HTGR. Analisis untuk kualifikasi faktor pembentuk kinerja(PSF dilakukan berdasarkan kurva keandalan fungsi waktu, dan metode keandalan manusia yang dikembangkan berdasar pada aspek kognitif yaitu Cognitive Reliability and Error Analysis Method (CREAM. Hasil analisis berdasar kurva keandalan fungsi waktu menunjukkan komponen waktu berkontribusi positif pada peningkatan keandalan operator (PSF<1 pada kondisi semua fitur keselamatan berfungsi sesuai rancangan. Sedangkan pada metoda analisis dengan pendekatan kognitif CREAM diketahui selain faktor ketersediaan waktu, faktor pelatihan dan rancangan HMI juga berkontribusi meningkatkan keandalan operator. Faktor pembentuk kinerja keseluruhan diketahui sebesar 0,25 dengan faktor kontribusi positif dominan atau berpengaruh pada penurunan kesalahan manusia adalah ketersediaan waktu (PSF=0,01, dan faktor kontribusi negatif dominan adalah prosedur dan siklus kerja (PSF=5. Nilai PSF tersebut sebagai faktor pengali dalam perhitungan probabilitas kesalahan manusia. Analisis faktor pembentuk kinerja perlu dikembangkan pada skenario kejadian lain untuk selanjutnya digunakan untuk perhitungan dan analisis keandalan manusia yang komprehensif dan perancangan sistem interaksi manusia mesin di ruang kendali. Kata kunci: PSF, HTGR, operator, ruang kendali, keandalan manusia

  13. PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI KEJURUAN, PENGUASAAN SOFT SKILL, DAN KEMATANGAN KARIR TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII AKUNTANSI SMK NEGERI 2 MAGELANG TAHUN AJARAN 2014/2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riska Afriani

    2015-06-01

    Full Text Available Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa belum semua siswa kelas XII Akuntansi mempunyai kesiapan kerja tinggi. Hal ini terlihat pada keterserapan lulusan pada tahun 2014 hanya sebesar 54% dari keseluruhan lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi kejuruan, penguasaan soft skill, dan kematangan karir terhadap kesiapan kerja. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang tahun ajaran 2014/2015. Berdasarkan rumus Isaac dan Michael, sampel sebanyak 84 siswa diambil sampel per kelas menggunakan teknik proportional random sampling.Metode pengumpulan data menggunakan angket. metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Analisis deskriptif diperoleh bahwa kesiapan kerja siswa dalam kategori Siap, Persepsi Siswa tentang Kompetensi Kejuruan dalam kategori Baik, Penguasaan Soft Skill dalam kategori Baik, dan Kematangan Karir dalam kategori Matang. Hasil penelitian ini secara statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi kejuruan terhadap kesiapan kerja sebesar 19,9%, penguasaan soft skill terhadap kesiapan kerja sebesar 5,8%, dan kematangan karir terhadap kesiapan kerja sebesar 9,8%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang kompetensi kejuruan, penguasaan soft skill, dan kematangan karirberpengaruh terhadap kesiapan kerja. Saran yang diberikan, untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa, hendaknya siswa diberikan pemahaman yang baik tentang kompetensi akuntansi, pelatihan soft skill, dan bimbingan karir. Based on initial observation, known that not all student on twelfth grade accounting have a high work readiness. This is shown by graduate occupancy to work in 2014 just 54% of all. The purpose of this research are to see the influence of Students Perception about Vocational Competency, Soft Skill Capability and Career Maturity toward Work

  14. ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI DALAM MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprina Aprina

    2017-04-01

    Full Text Available Partisipasi dan dukungan suami yang diterima sangat mempengaruhi aspek psikologisnya, maka dalam hal ini, ibu yang bersalin harus ditemani oleh orang yang ia percaya dan membuatnya merasa nyaman agar persalinan berjalan normal. (Bobak, 2005. Tujuan penelitian diketahui faktor faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2016. Jenis penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi seluruh suami yang isterinya sedang hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo Kabupaten Pringsewu pada bulan Januari sampai dengan Juni 2016 sebanyak 273 orang, sampel 121 orang. menggunakan metode Probability Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis Multivariat yang digunakan adalah multiple regression logistic. Ada hubungan pengetahuan dengan partisipasi suami (p-value=0,002. Ada hubungan sikap dengan partisipasi suami (p-value=0,030. Ada hubungan tingkat pendidikan dengan partisipasi suami (p-value=0,020. Ada hubungan pekerjaan dengan partisipasi suami (p-value=0,007. Ada hubungan pendapatan dengan partisipasi suami (p-value=0,000. Variabel pendapatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan partisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan istri (p-value=0,000; OR = 7.142. Saran untuk pelayanan kesehatan lebih tingkatkan upaya sosialisasi partisipasi suami seperti Penerimaan Bantuan Iuran (PBI BPJS kepada suami, dan mensosialisasikan jenis jenis makanan yang dibutuhkan ibu hamil melalui demonstrasi langsung.

  15. Pengaruh Jenis Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Revo Fit 110 cc

    OpenAIRE

    Wawan Trisnadi Putra; - Sudarno; Yoyok Winardi

    2016-01-01

    Tingkat panas busi adalah kemampuan busi untuk membawa panas dari ruang pembakaran keluar dari ujung busi ke shell busi. Semakin besar nilainya, panas lebih mudah dilepaskan. Penelitian ini menguji tiga jenis tingkat panas busi yaitu U20EPR9, U24EPR9, dan U27EPR9. Masing-masing busi diteliti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan waktu 180 detik pada putaran mesin 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, dan 4500. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis busi ...

  16. KONSEP DESAIN MEKANISME TELESKOPIS AS/RS (AUTOMATED STORAGE AND RETRIEVAL SYSTEM DAN ANALISIS BEBAN PADA GUIDE RAIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febriansyah Febriansyah

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem penyimpanan barang semakin berkembang pemakaiannya, terutama pada industri-industri maju. Hal ini disebabkan semakin banyaknya jumlah permintaan akan barang-barang kebutuhan baik industri maupun rumah tangga. Oleh karena itulah dikembangkan sistem penyimpanan dan pengambilan barang secara otomatis yang biasa dikenal dengan AS/RS. Untuk merancang sistem penyimpanan dan pengambilan barang tersebut, perlu terlebih dahulu memilih model sistem yang digunakan. Dalam perancangan ini dipilih model Telescopic Shuttle, dengan pertimbangan lebih efisien dari sisi pemakain ruang.Untuk merancang Telescopic Shuttle menggunakan bantuan software Autodesk Inventor Professional 2015, yang kemudian dibandingkan dengan perhitungan manual tegangan serta efek defleksi terjadi.

  17. PENGARUH PEMAHAMAN KURIKULUM, MOTIVASI KERJA, DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Mafudah

    2016-06-01

    Full Text Available Berdasarkan observasi awal tentang kinerja guru di Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa masih terdapat kendala dalam pencapaian kinerja guru yang maksimal khususnya guru mata pelajaran produktif di SMK Bisnis dan Manajemen. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif Akuntansi, Administrasi Perkantoran dan Manajemen SMK di Kabupaten Semarang yang berjumlah 30 guru. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data variabel dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kurikulum, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK sebesar 82,7%. Pengaruh secara parsial juga didapatkan pada variabel independen terhadap variabel dependen. Pemahaman kurikulum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK sebesar 18,84%. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK sebesar 20,43%, serta kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK sebesar 21,62%. Based on beginning observation abaout teacher performance in Semarang Regency it is known that there are obstacles in achieving maximum performance of teachers especially productive subject teachers in Business and Management vocational high school. The population of this research was productive teachers of Accounting, Office Administration and Management in Semarang Regency consisted 30 teachers. Method used in collecting data was questionnaire. Variable data was analyzed by using descriptive statistics and multiple regression analysis. The results showed that curriculumunderstanding, work motivation and principalsleadership simultaneously positive and significant influence on the performance of vocational teachers to 82.7%. Partial effect was also obtained on the independent variable on the dependent variable. Curriculumunderstandinghas positive and significant

  18. PENGARUH KEADILAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI MELALUI KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Sanhaji

    2016-05-01

    Full Text Available This study aims to determine the relationship between variables of organizational justice, organizational culture, organizational commitment, job satisfaction and organizational citizenship behavior at PT. Pos Indonesian. The use of these variables with the results of previous studies provide reason for the different conclusions, there is theory that direct effect and did not. For example justice organizations significant effect on organizational citizenship behavior, and also say is not significant. Besides, these variables are expected to change for the better in improving the fairness of the organization and the organizational culture of the OCB through commitment and job satisfaction at PT. Pos Indonesian. The population’s research was all employees of PT. Pos using simple random method, so that the members of a population of 130 employees, the research sample of 100 people. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel keadilan organisasi, budaya organisasi, komitmen organisasi, kepuasan kerja dengan perilaku kewargaan organisasi di PT. Pos Indonesia. Penggunaan variabel-variabel tersebut dengan alasan hasil penelitian terdahulu memberikan kesimpulan yang berbeda-beda, ada yang mengatakan berpengaruh langsung dan juga tidak. Misalnya keadilan organisasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasi, dan juga ada yang mengatakan tidak signifikan. Disamping itu variabel-variabel tersebut diharapkan memberi perubahan ke arah yang lebih baik dalam meningkatkan keadilan organisasi dan budaya organisasi terhadap OCB melalui komitmen dan kepuasan kerja pada PT. Pos Indonesia. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Pos dengan menggunakan metode acak sederhana, sehingga anggota populasi yang berjumlah 130 orang karyawan yang dijadikan sampel penelitian 100 orang.

  19. PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3 DAN IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA KERJA (Studi kasus di PT. LTX Kota Cilegon- Banten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Susihono

    2013-10-01

    Full Text Available Perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja. Penerapkan sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3 perlu dilakukan secara optimal. Penerapan SMK3 di perusahaan belum tentu berbanding lurus terhadap potensi bahaya (hazard yang ada di lingkungan sekitar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan kategori potensi bahaya kerja di perusahaan serta mengetahui faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode HIRA dan FTA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan SMK3 telah sesuai dengan undang-Undang yang berlaku, namun nilai resiko potensi bahaya bagian fluid utility menunjukkan tingkat keparahan bahaya kerja kecil dan kemungkinan terjadinya potensi bahaya kerja juga kecil, nilai kategori potensi bahaya kerja perlu dikendalikan dengan prosedur rutin. Faktor penyebab potensial terjadinya potensi bahaya adalah suara mesin bising, Standard Operational procedure (SOP belum terpasang secara ergonomis, terdapat benda asing yang menghalangi jalan, temperatur ruangan meningkat 50C dari temperatur normal.

  20. EKSPLOITASI PADA PEREMPUAN SALES PROMOTION GIRLS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Afta Lestari

    2013-04-01

    Full Text Available Terjadi perubahan posisi perempuan yang semula hanya berada di sektor domestik, kini beralih ke sektor publik. Kondisi di perkotaan yang relatif lebih heterogen membuka peluang perempuan untuk bekerja di berbagai bidang, salah satunya adalah sales promotion girls (SPG. Dalam penelitian ini, penulis mengeksplorasi bagaimana profil SPG dan eksploitasi yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengambilan datanya. Penampilan cantik dan menarik menjadi modal utama dalam pekerjaan ini. Sales Promotion Girls pada industri rokok dan minuman  berumur sekitar 21-30 tahun dengan jam kerja sekitar 5-7 jam perhari. Alasan bekerja di bidang ini adalah bahwa bidang ini merupakan pekerjaan ringan dan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi, walaupun di sisi lain mereka hanya mendapatkan upah yang rendah. Perempuan dalam pekerjaan ini seringkali mengalami eksploitasi fisik berupa pelecehan seksual dan eksploitasi ekonomi berupa waktu kerja yang sampai malam hari dan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan seperti faktor keselamatan dan hak untuk cuti. Dengan kondisi seperti ini, maka perlindungan terhadap perempuan bekerja pada umumnya dan sales promotion girls pada khususnya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.A change in economic condition in Indonesia brings about a change of woman position, from formerly domestic sector to recently public sector. Urban areas that is relatively more heterogeneous than rural ones open opportunities for women to work in various fields, one of which is sales promotion girls (SPG. In this study, the author seeks to explore the SPG profile and the exploitation they experienced. The method used in this study are qualitative approach, with observation, interviews, and documentation. The research uncovered the following facts. Beautiful and attractive appearance becomes a priority in this work. Sales promotion girls on cigarettes

  1. Studi Eksperimen Unjuk Kerja Mesin Diesel Menggunakan Sistem Dual Fuel Solar Gas CNG Dengan Variasi Tekanan Injeksi Gas Dan Derajat Waktu Injeksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dicky Yoko Exoryanto

    2017-01-01

    Full Text Available Bahan bakar gas ini jika ditinjau dari ekonomis tergolong sangat murah dan ramah lingkungan. Namun, pengaplikasian bahan bakar gas CNG pada generator diesel dengan sistem dual fuel berdampak pada penurunan performansinya. Hal ini terjadi karena rasio campuran udara dan bahan bakar pada sistem dual fuel belum sesuai, sehingga perlunya penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa pada mesin diesel dengan memodifikasi saluran masuk udara dengan memasang injector gas CNG untuk memasukkan bahan bakar tersebut kedalam ruang bakar sehingga mesin diesel berubah menjadi sitem dual fuel. Tidak hanya saluran masuk udara saja yang di modifikasi tetapi, variasi start of injection dan tekanan gas yang masuk juga di variasikan. Penelitian ini di lakukan secara eksperimental dengan menginjeksikan gas CNG ke dalam ruang bakar melalui saluran hisap yang sudah terpasang injector. Proses pengaturan injeksi gas CNG diatur oleh ECU programamble melalui software VEMSTUNE. Sistem pengaturan yang dilakukan adalah mengatur derajat waktu injection (SOI dengan nilai 5o, 30o, 55o, dan 80o CA BTDC dan variasi tekanan masuk gas CNG dengan nilai 1, 1,5, 2, dan 2,5 N/m2. Penelitian ini dilakukan dengan putaran mesin konstan sebesar 2000 rpm dengan beban 0 sampai 100 %. Hasil yang didapatkan dari eksperimen yang dilakukan kali ini, antara lain : performa dual fuel lebih optimal dibandingkan saat pengoperasian single fuel. Pengaturan paling optimal terjadi pada start of injection 80° CA BTDC dengan tekanan 1,5 gas CNG. Gas CNG dapat menggantikan porsi bahan bakar minyak solar sebesar 45,30 %. Nilai subtitusi minyak solar yang optimal sebesar 61,39 % dan SFC minyak solar rata-rata mengalami penurunan sebesar 47,10 %, tetapi SFC dual fuel rata-rata meningkat sebesar 47,67 % dibandingkan SFC single fuel. Nilai rata-rata efisiensi thermal turun sebesar 40,89 %, nilai AFR rata-rata turun dari 25,60 menjadi 12,90 dan Temperatur gas buang meningkat dari

  2. EUTHANASIA PADA HEWAN PERCOBAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Drh. Dyah Widyaningroem Isbagio

    2012-09-01

    Full Text Available Untuk keperluan ilmu kedokteran, penelitian tentang penggunaan zat teraputik, profilaksis, diagnostik dan alat baru pada manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan.Syarat utama secara nasional maupun internasional dalam kode etik penelitian pada manusia, dan juga pada banyak perundang-undangan nasional, adalah bahwa zat atau alat baru tidak boleh digunakan untuk pertama kali pada manusia, kecuali bila sebelumnya telah diuji pada hewan dan diperoleh kesan yang cukup mengenai keamanannya. 

  3. PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS KURIKULUM KECAMATAN JASINGA KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayi Karyana

    2013-03-01

    Full Text Available The research analyzed the influence of organizational climate dimension on the work productivity at the Local Technical Service Unit (UPTK for Pre-Elementary and Elementary Education in the Jasinga Sub District of Bogor District. The research used explanatory survey method. Purposive sampling was the technique used to obtained samples. Data were collected by means of questionnaires, interviews and observations. The questionnaires were given to 75 people at the UPTK and they were all returned. The method used to analyze the data is path analysis. Statistical result showed that the variable dimension of the organizational climate has positive and significant impact on the productivity. The UPTK in the Jasinga Sub District of Bogor was totality consistent in giving meaning to the nature of conducive organizational climate. But in order to increase the effectivity and efficiency of the work productivity, it is necessary to socialize the organizations vision and mission, to increase the intensity of the communication, to share responsibility on everybody, to motivate the human resource involved in the job, to encourage reward and punishment, and to provide technological facilities needed to support the organization. Penelitian ini menganalisis pengaruh dimensi iklim organisasi terhadap produktivitas kerja di Unit Pelaksana Teknis Kurikulum (UPTK Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei eksplanatori. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan dan bertujuan tertentu. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, wawancara dan observasi. Angket disebarkan kepada 75 orang pada UPTK Kecamatan Jasinga, dan angket kembali semuanya. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah analisis jalur. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa dimensi variabel iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. UPTK Kecamatan Jasinga

  4. STRUKTUR MODAL DAN MODAL KERJA PT XYZ SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Setiono

    2017-01-01

    (Automatic Teller Machine dan EDC (Electronic Data Capture. Di tahun 2012 perusahaan membeli software tandem dari vendor luar negeri dimana menghabiskan dana USD 3,4 juta, dengan pembelian ini maka dari itu penting untuk di teliti: 1 kebijakan struktur modal perusahaan, 2 kebijakan modal kerja  perusahaan dan 3 hubungan kinerja keuangan perusahaan berdasarkan dua kebijakan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, mengukur hubungan variabel struktur modal dan modal kerja perusahaan. Pada penelitian telah menemukan: 1 kebijakan struktur modal perusahaan sejalan dengan teori Pecking Order, dimana perusahaan lebih menggunakan dana modal sendiri sebelum menggunakan hutang jangka panjang pada pihak lain, 2 kebijakan modal kerja perusahaan kurang efisien, dikarenakan sebagian besar asset lancar adalah dalam bentuk deposito berjangka bulanan dan bahkan melebihi hutang lancer itu sendiri, dan 3 hubungan antara hutang jangka pendek dan rasio likuiditas adalah negative, sedangkan total hutang (jangka pendek dan jangka panjang berkorelasi positif dengan rasio solvabilitas/leverage perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan manajemen untuk lebih mengurangi asset lancer mereka dan lebih menggunakan asset tersebut untuk investasi jangka panjang, bukan hanya untuk deposito berjangka.Kata kunci: ATM, EDC, regresi, struktur modal, kinerja keuangan

  5. Pengelolaan Risiko pada Updating Computer Integrated Manufacturing (CIM di Perusahaan Pakan Ternak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwin Widiasih

    2013-03-01

    Full Text Available Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari harapan yang dapat menimbulkan kerugian. Pengelolaan risiko yang baik akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sama dengan pelaksanaan proyek-proyek yang lain, maka updating CIM di perusahaan ini tidak tertutup kemungkinan terjadinya risiko. Maka peneliti akan menerapkan manajemen risiko untuk updating CIM. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran potensi risiko yang muncul ketika melakukan updating pada CIM dan memberikan rekomendasi penanganan risiko untuk proyek serupa di masa akan datang. Pengelolaan risiko dilakukan dengan mengadopsi framework ISO 31000:2009. Pada penelitian ini, konsep implementasi sistem/updating CIM mengadopsi konsep Meyfroidt sebagai kerangka kerja untuk mengidentifikasi risiko. Identifikasi risiko dilakukan dengan berdasarkan pada aktivitas, kemudian risiko yang telah teridentifikasi diklasifikasikan ke dalam empat aspek risiko yaitu technical, human resources, organization and control, dan financial. Risiko yang paling banyak muncul adalah aspek human resources. Penanganan risiko dilakukan dengan mencari hubungan keterkaitan sebab akibat antar risiko ekstrim. Dalam updating CIM selanjutnya, perusahaan perlu memperhatikan aspek human resources karena risiko yang diidentifikasi banyak disebabkan karena kurangnya kompetensi SDM. Selain itu memperhatikan permasalahan dalam hal ketidakakuratan engineering design, koordinasi antar anggota tim, pengiriman alat/mesin oleh supplier, dan kecelakaan kerja.

  6. Penerapan Rekayasa Nilai Pada Proyek Pembangunan Hotel Ciputra World Di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adinegoro Choliq

    2015-03-01

    Full Text Available Hotel Ciputra World di Surabaya adalah hotel bintang lima yang terletak di Jalan Mayor Jendral Sungkono Surabaya. Gedung yang bersebelahan dengan Mall Ciputra World ini memiliki luas 22.008 m2. Hotel Ciputra World Surabaya diidentifikasi memiliki biaya tidak perlu. Biaya tidak perlu dapat dikurangi dengan menerapkan rekayasa nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penghematan pada proyek pembangunan Hotel Ciputra World di Surabaya dengan menggunakan rekayasa nilai. Penerapan rekayasa nilai dilakukan dengan menggunakan Rencana Kerja Rekayasa Nilai. Tahap dari rencana kerja tersebut meliputi empat langkah, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi. Tahap informasi berisi Analisis Fungsi. Tahap kreatif dilaksanakan dengan Brainstroming. Tahap analisis terdiri dari Analisis Keuntungan dan Kerugian, Analisis Life Cycle Cost, dan analisis pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP. Tahap rekomendasi adalah tahap untuk menunjukan alternatif mana yang akhirnya diputuskan layak untuk menggantikan item pekerjaan existing. Melalui penerapan rekayasa nilai pada proyek pembangunan Hotel Ciputra World di Surabaya memiliki item pekerjaan yang memiliki potensi biaya tidak diperlukan paling besar yaitu pekerjaan dinding dalam. Penghematan biaya konstruksi yang didapat dari pekerjaan dinding dalam adalah sebesar Rp. 2.259.177.900 atau sebesar 7.03% dari biaya total pembangunan (Rp. 32.140.900.000,00. Pekerjaan dinding pada awalnya mengeluarkan biaya sebesar Rp 7.483.900.771 menjadi Rp 5.224.722.871.

  7. Studi Variasi Beban Pendinginan Di Evaporator Low Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Dengan Fluida Kerja Refrigeran Musicool-22 Di High Stage Dan R-404a Di Low Stage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arrad Ghani Safitra

    2013-03-01

    Full Text Available Salah satu aplikasi dalam refrigerasi makanan adalah pembekuan daging dalam cold storage. Dimana temperaturnya dijaga konstan dalam standar tertentu untuk mempertahankan kesegaran, memperpanjang masa simpan dan memberikan tekstur daging yang lebih baik. Penggunaan refrigeran Musicool-22 dan R-404A dengan compact heat exchanger pada sistem refrigerasi cascade masih kurang bagus. Sebagai solusi maka akan digunakan sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran yang sama dan menggunakan concentric tube sebagai heat exchanger. Penelitian dilakukan dengan merancang alat sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Kemudian dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan di evaporator Low Stage menggunakan electric heater. Variasi mulai dari 0 (tanpa beban, 11, 35, 70, 95, 140, 210, dan 300 Watt. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum untuk proses pembekuan daging yaitu pada pembebanan 35 Watt dengan Qevap = 0,327 kW, COPcas = 0,935 dan temperatur di dalam cooling box sebesar -26,2°C. Pada beban 300 Wat diperoleh kapasitas pendinginan maksimum pada sistem Low Stage sebesar 0,622 kW. Kerja maksimum kompresor pada sistem High Stage 0,148 kW dan Low Stage 0,461 kW, nilai COP cascade maksimum 1,020, efek refrigerasi maksimum pada Low Stage 135,865 kJ/kg, HRR maksimum pada Low Stage 1,742 Kemudian diperoleh nilai effectiveness cascade heat exchanger tertinggi 0,93 dan terendah 0,89 serta nilai NTU tertinggi 7,06 dan terendah 4,76 pada saat beban 300Watt.

  8. MOTIVASI KERJA GURU SMP NEGERI DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyo .

    2015-04-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model motivasi kerja guru SMP Negeri yang sesuai. Sampel penelitian berjumlah 322 orang guru SMP Negeri di Kota Semarang. Instrumen yang digunakan adalah skala numerikal. Analisis data melalui SEM dengan perangkat LISREL. Hasil penelitian model motivasi kerja guru SMP Negeri adalah fit. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah, kondisi lingkungan kerja, pelatihan, kompetensi, dan kepuasan kerja, pengaruhnya tinggi terhadap motivasi kerja guru (86%. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru SMP Negeri hendaknya kepala sekolah dan pengawas memberdayakan guru secara optimal, menjadikan lingkungan kerja kondusif, merancang program pelatihan yang terarah. Dalam pengangkatan kepala SMPN, Dinas Pendidikan hendaknya memperhatikan kemampuan menejerial para calon. Kata Kunci: motivasi kerja, guru SMP STATE JUNIOR HIGH SCHOOL TEACHERS’ WORK MOTIVATION IN SEMARANG MUNICIPALITY Abstract: This study was aimed to find a fit model of State Junior High School Teachers’ work motivation. The sample consisted of 322 state junior high school teachers in Semarang municipality. The instrument used was in the form of a numerical scale. The data were analyzed through the SEM utilizing the LISREL program. The findings showed that the model was fit. As a whole, the school principal leadership, the work environment condition, training, competence, and work satisfaction had a high influence on the teachers’ work motivation (86%. To improve the teachers’ work motivation, it is suggested that the school principal and the supervisor empower the teachers optimally, create conducive work environment, and design a focused training program. In recruiting the school pricipal, the Local Office of Education should take into account the candidates’ managerial skill. Keywords: work motivation, junior high school teachers

  9. EVALUASI BEBAN FISIOLOGIS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR (INDUSTRI PEMBUATAN KOMPONEN PESAWAT TERBANG DAN INDUSTRI SEPATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donny Richardo Sitohang

    2012-02-01

    Full Text Available Studi ini meneliti beban fisiologis yang dialami pekerja pada industri manufaktur, tepatnya pada industri pembuatan komponen pesawat terbang dan industri pembuatan sepatu. Pada industri pembuatan komponen pesawat terbang pekerjaan yang akan diteliti beban fisiologisnya adalah pekerjaan assembly, machining,dan metal forming. Untuk industri sepatu pekerjaan yang akan diamati adalah pekerjaan pola, jahit dan potong. Penelitian ini melibatkan 10 orang responden pada setiap jenis pekerjaan. Pada industri pembuatan komponen pesawat terbang nilai rata-rata denyut jantung kerja untuk pekerjaan assembly adalah sebesar 82.9±7,1 denyut/menit, untuk pekerjaan machining sebesar 79.9±9,5 denyut/menit, dan untuk pekerjaan metal forming sebesar 88,8 ±11,2  denyut/menit. Nilai rata-rata konsumsi oksigen relatif pada pekerjaan assembly adalah sebesar 20,8±4%, pekerjaan machining 23,1±5%, dan pekerjaan metal forming 26,4 ± 8%. Sedangkan pada industri pembuatan sepatu nilai denyut jantung kerja rata-rata untuk pekerjaan pola adalah 82±5,3 denyut/menit, pekerjaan jahit 84,5±6,1 denyut/menit, dan pekerjaan potong 88,4±11,5 denyut/menit. Nilai rata-rata konsumsi oksigen relatif pada pekerjaan pola adalah sebesar 15,8±5%, pekerjaan jahit 15,9±4%, dan pekerjaan potong 18±7%. Secara umum intensitas beban kerja fisik pada aktivitas yang diteliti baik pada industri pembuatan komponen pesawat terbang maupun industri pembuatan sepatu bersifat ringan dan masih berada dalam batas yang direkomendasikan. Kata kunci : Beban kerja fisiologis, Konsumsi Oksigen, Denyut Jantung, Skala Borg       Generally, the purpose of this study is to evaluate work physical capacity of Indonesian Aerospace production division operators and shoe industry operators. In this study, physiological workloads were evaluated in assembly, machining, and metal forming tasks (Indonesian Aerospace pattern making activity, sewing, and cutting (shoe industry using three indicators (heart rate

  10. PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA GURU SMK PGRI WONOASRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Marga Kusuma

    2017-04-01

    Hasil penelitian menunjukkan 1 ada pengaruh secara parsial kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Kerja Guru SMK PGRI Wonoasri, 2 ada pengaruh secara parsial  komunikasi internal terhadap Efektivitas Kerja Guru SMK PGRI Wonoasri, 3 Ada Pengaruh secara simultan kepemimpinan Kepala Sekolah dan komunikasi internal terhadap efektivitas kerja guru SMK PGRI Wonoasri

  11. PENGARUH PERSEPSI TENTANG SERTIFIKASI GURU, STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SMKN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Atmadji Sutikno

    2013-05-01

    Kata Kunci: sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja, produktivitas kerja THE INFLUENCE OF PERCEPTION ON TEACHER CERTIFICATION, CONFLICT RESOLUTION STRATEGIES, AND WORK MOTIVATION ON WORK PRODUCTIVITY OF SMKN TEACHERS IN MALANG Abstract: This study was aimed to investigate the influence of perception on teacher certification, conflict resolution strategies, and work motivation on work productivity. The population was SMK teachers in Malang and the sample (278 teachers was taken randomly. The data were analyzed using descriptive and correlational analyses. The findings showed: (1 perception about teacher certification, conflict resolution strategies, work motivation belonged to the high category while the work productivity belonged to the fair category, (2 there are relationships between (a perception about teacher certification, conflict resolution strategies and work motivation, (b conflict resolution strategies, work motivation and work productivity, (3 there is no relationship between perception about teacher certification and work productivity. Keywords: teacher certification, conflict resolution strategies, work motivation, and work productivity

  12. Aplikasi Magnet Berpengikat (Bonded NdFeB untuk S-band Circulator pada Rentang Frekuensi 2,00-4,00 GHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Kristiantoro

    2016-06-01

    Full Text Available Circulator merupakan perangkat elektronik yang memiliki fungsi penting pada suatu sistem pemancar dan penerima gelombang frekuensi radio (RF, di mana magnet permanen dapat berfungsi sebagai pengarah gelombang (waveguide. Penelitian ini bertujuan untuk menggantikan magnet permanen barium ferit (BaFe12O19 yang umumnya digunakan pada circulator dengan magnet permanen berpengikat (bonded neodymium besi boron (NdFeB. Bahan baku yang digunakan adalah serbuk NdFeB crashed ribbon dengan menggunakan metode pengepresan green-compact yang divariasikan pada tekanan 25, 50, 75, dan 100 kg.cm-2 dan dilanjutkan proses pemanasan pada temperatur 200 C selama 60 menit. Karakterisasi sifat magnet dilakukan dengan Permagraph, diperoleh nilai intrinsik optimum dari sampel 100 kg.cm-2 , induksi remanen (Br = 5,37 kG, koersifitas (HcJ = 4,74 kOe, produk energi maksimum (BHmax = 2,39 MGOe, dan densitas (ρ = 4,89 gr.cm-3 . Hasil pengukuran kuat medan permukaan (B dengan Gauss-meter menunjukkan nilai 800 G. Magnet dengan karakteristik optimum diterapkan pada circulator kemudian dikarakterisasi dengan Vector Network Analyzer dan menghasilkan voltage standing wave ratio (VSWR = 1,354, isolasi = -17,165 dB dan kerugian penyisipan = -0,200 dB pada titik kerja 3,00 GHz, sehingga magnet berpengikat (bonded NdFeB ini dapat diterapkan pada S-band circulator yang bekerja pada rentang frekuensi 2,00-4,00 GHz.

  13. Pengembangan Lembar Kerja Anak Dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardiyanti Pratiwi

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat CTL di kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan hasil validasi dan hasil belajar dari implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP, lembar kerja siswa (LKS, dan tes hasil belajar (THB yang diujicobakan pada kelas IV B sebagai eksperimen terdiri atas 30 siswa, dan kelas IV A sebagai kelas control terdiri atas 30 siswa di SD GMIT Ende. Uji coba perangkat pada penelitian ini menggunakan pre-tes dan post tes dengan teknik analisis statistik. Instrument penelitian terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktifitas siswa, lembar angket respon siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa serta lembar kendala-kendala. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket. Analisis hasil penelitian diperoleh fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa 43,33% (pada pre-tes sementara pada post tes menjadi 100%. Hasil belajar siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata jawaban benar 87,66 untuk tes hasil belajar. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran, Stretegi CTL, Hasil belajar   This study aims to describe the development of CTL in the fourth grade of primary school, describe the results of the validation and implementation of the learning material through 4-D model of development which is reduced to 3-D, namely define, design, and develop. The materials covers the lesson plan (RPP, students’ worksheet (LKS, and the test results (THB taken from the fourth grade (Class IV B as the experiment consisted of 30 students, and class IV A as the control class consists of 30 students in  SD GMIT Ende. Testing device in this study uses pre-test and post-test with statistical analysis techniques. Moreover, research

  14. Perancangan Sistem Pemantauan Gas dan Peringatan pada Ruangan melalui Jaringan Nirkabel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunawan Kunto Bhasworo

    2018-01-01

    Full Text Available Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada  lapisan yang mengelilingi bumi. Gas CO merupakan salah satu gas yang mengandung  zat yang tidak baik yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera, gas tersebut bersifat membunuh makhluk hidup termasuk manusia. Hidrogen sulfida  (H2S adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. . Konsentrasi H2S dalam jumlah yang rendah, dapat membahayakan keselamatan manusia. Dalam konsentrasi 100 PPM dapat menyebabkan kematian dalam waktu 2-5 menit. Tidak kalah berbahayanya adalah hydrocarbon gas exploison atau ledakan yang diakibatkan kebocoran LPG (metana pada ruang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem pemantau gas dan peringatan pada ruangan melalui jaringan nirkabel. Dengan menggabungkan PC (Personal Computer, Arduino, Arduino Wifi shield, Router, LCD (Liquid Crystal Display, Buzzer serta sensor gas TGS 2620 dan 2602 serta 2442 yang merupakan sensor-sensor dengan sensitivitas yang tinggi terhadap gas LPG (metana dan H2S serta CO dengan konsumsi daya rendah. Di peroleh sistem pemantau gas dan peringatan pada ruangan melalui jaringan nirkabel yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan apabila ada gas-gas berbahaya CO, H2S dan LPG (metana

  15. Sistem Penjejak Pipa pada Balon Udara dengan Menggunakan Kamera dan Kontrol Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dion Hayu Fandiantoro

    2017-01-01

    Full Text Available Balon udara merupakan salah satu jenis Unmaned Aerial Vehicle (UAV yang mampu bergerak secara otomatis, salah satu aplikasinya adalah sebagai penjejak pipa. Pada dasarnya digunakan sistem navigasi dengan bantuan global positioning system (GPS dan kontrol PID untuk mengatur arah tujuan. Tetapi penggunaan GPS pada daerah yang tidak memiliki ruang terbuka bebas tidaklah memungkinkan dikarenakan pada daerah tersebut sinyal GPS menjadi lemah ataupun hilang. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat bekerja secara independen tanpa menggunakan GPS dalam proses penjejakan pipa. Digunakan proses pengolahan citra dengan contour finding dan region of interest yang terpadu dalam sebuah sistem yang terdiri dari Raspberry Pi dan Arduino Mega dalam memandu balon udara untuk menyusuri pipa, sehingga balon udara dapat berjalan secara otomatis menyusuri pipa. Serta digunakan kontrol logika fuzzy untuk menentukan kecepatan motor untuk mempertahankan keseimbangan dan untuk menyusuri pipa. Hasil dari pengujian yang dilakukan dengan simulasi menggunakan pipa fleksibel berwarna biru pada tugas akhir ini menunjukan bahwa balon udara dapat menyusuri pipa dengan panduan pipa fleksibel. Selain menyusuri pipa fleksibel, balon udara juga dipertahankan kondisi roll-nya untuk selalu setimbang. Didapatkan kesalahan ukur dalam proses penjejakan pipa sebesar 4,7%, sedangkan untuk kondisi roll didapatkan kesalahan sebesar 0,76%.

  16. Kajian Aspek Security pada Jaringan Informasi dan Komunikasi Berbasis Visible Light Communication

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syifaul Fuada

    2017-02-01

    Full Text Available Cahaya tampak dapat dimanfaatkan sebagai media informasi ataupun komunikasi, teknologi ini dikenal dengan istilah Visible Light Communication yang menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan komunikasi nirkabel lainnya seperti RF dan IR. Yakni cakupan bandwidth lebih lebar dan bebas lisensi, aman bagi kesehatan manusia dan tidak terganggu interferensi elektromagnetik. Sistem VLC terdiri atas tiga bagian besar, yakni bagian transmitter dengan menggunakan devais LED, kanal yang berupa ruang bebas (free space dan receiver dengan menggunakan devais photodetector atau image camera. Penerapan VLC berlandaskan pedoman IEEE 802.15.17 yang mana baru dirancang dalam waktu 5 tahun belakangani ini (sejak tahun 2009, meliputi meliputi layer fisik (physical layer dan layer MAC (medium access control.  Sebagaimana teknologi komunikasi pada umumnya, VLC juga menyediakan akses security yang dibahas pada bagian layer MAC. Namun pada praktiknya masih belum begitu masif dilakukan oleh para peneliti. Hal ini sangat wajar karena mengingat VLC merupakan teknologi yang sedang dalam tahap pengembangan yang menjadikan penelitian VLC umumnya berfokus pada ‘bagaimana meningkatkan speed dari keterbatasan komponen-komponen pembangun (IC, photodiode, LED, transistor, dll yang tersedia saat ini’. Tantangan teknologi VLC selain target peningkatan kecepatan bit-rate, mobility communication, mengurangi interference noise, menyediakan layanan multi-acces juga salah satunya adalah isu security. Makalah ini merupakan studi literature (review paper yang didapatkan dari dokumen-dokumen hasil peneltian baik di jurnal dan conference terkait dengan praktik-praktik security VLC yang pernah dilakukan dengan skema indoor maupun outdoor.

  17. PERANAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGRI (PMDN DAN PENANAMAN MODAL ASING (PMA DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN SIAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Thamrin

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak: Siak yang kita kenal sebagai salah satu daerah potensi sumber daya alam yang dimilikinya dan juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Riau. pembangunan ekonomi Siak berdasarkan kebutuhan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial, dan karena itu potensi ini perlu dikelola dan dimanfaatkan karena dapat membuat kontribusi besar untuk negara untuk menarik investasi serta menciptakan lapangan kerja. investasi mereka akan mendorong terciptanya barang modal baru yang akan menyerap faktor produksi baru yang menciptakan lapangan kerja kerjabaru atau pekerjaan yang akan menyerap tenaga kerja, yang pada gilirannya akan mengurangi pengangguran.               Berdasarkan apa yang telah dijelaskan, penyidik permasalahandalam pokok merumuskan penelitian ini adalah, Barapa besar adalah peran investasi domestik dan asing untuk menyerap permintaan tenaga kerja di Siak. Setelah semua data yang diperlukan dikumpulkan, diproses, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif berdasarkan teori, model dan berbagai pendapat para ahli yang sudah berlaku umum sesuai dengan masalah yang dibahas.               Hasil penelitian menunjukkan Siak merupakan salah satu daerah potensi sumber daya alam, potensi terbesar Kabupaten Siak adalah pertanian dan perkebunan, Foreign Direct Investment (FDI yang terjadi selama lima tahun terakhir sebesar Rp 7.508.886.293.818, - atau 43, 40% yang terutama terlibat sektor industri, ada dua (2 perusahaan yang berinvestasi besar, yaitu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills mampu menyerap tenaga kerja sebanya 22 168 orang atau 13,41%. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN dalam lima tahun terakhir sebesar Rp 9.839.746.586.566, - atau 56,60%, yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan sektor manufaktur mampu menyediakan lapangan kerja bagi 143 172 orang atau 86,59%.  Abstract: Siak we know as one of the potential of its natural

  18. Praksis Pembelajaran Kewirausahaan pada Unit Produksi Jasa Boga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuatul Mahfud

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Praksis pembelajaran kewirausahaan pada unit produksi jasa boga. Penelitian bertujuan menemukan konsepsi guru tentang pembelajaran kewirausahaan, kompetensi kewirausahaan yang dikembangkan pada unit produksi sekolah dalam bidang jasa boga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, ketua program studi, kepala unit produksi, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, data display, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 belajar kewirausahaan memerlukan kegiatan nyata (hands-on dengan melibatkan siswa pada kegiatan usaha yang nyata dalam unit produksi; (2 kompetensi kewirausahaan dikembangkan melalui unit produksi adalah: pengetahuan tentang kewirausahaan melalui pengetahuan diri dan pengetahuan praktis; sikap kewirausahaan meliputi etos kerja, disiplin, kemandirian, dan kreativitas, keterampilan berkomunikasi, keterampilan konseptual, keterampilan pengambilan keputusan, keterampilan mengatur waktu, keterampilan kepemimpinan. Model pembelajaran kewirausahaan yang dikembangkan melalui unit produksi adalah: produksi luar dan produksi dalam, dan kantin mobil. Evaluasi dan monitoring dilakukan melalui dua cara, dengan monitoring kinerja dan produk. Kata Kunci: pembelajaran, entrepreneurship, unit produksi

  19. PERANCANGAN MEJA ADJUSTABLE DENGAN MEMPERHATIKAN POSTUR KERJA PEKERJA MANUAL MATERIAL HANDLING (Studi Kasus di PT. Coca – Cola Bottling Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Singgih Saptadi

    2012-02-01

    Full Text Available PT Coca Cola Bottling Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang minuman ringan baik berupa carbonated soft drink (coca-cola, fanta, sprite maupun non-carbonated soft drink (frestea, ades. Penanganan material pada pabrik ini masih dilakukan secara manual (Manual Material Handling/MMH. Pekerjaan ini dimulai dengan pengangkatan kontainer dari atas conveyor kemudian dipindahkan dan disusun di atas pallet (proses palletizing.Rapid Entire Body Assessment (REBA adalah salah satu metode yang digunakan untuk menilai postur kerjakaitanya dengan cedera otot akibat bekerja. Pada metode ini juga dipengaruhi oleh faktor coupling, beban eksternal serta aktivitas pekerja yang dialami oleh subjek pengamatan. Implementasi REBA dilakukan pada postur penanganan material khususnya pada pengangkatan krat dan penyusunan krat. Dari hasil penilaian menunjukkan action level didominasi pada level 3 dan level 4, untuk itu perlu dilakukan tindakan perbaikan segera/saat itu juga. Dalam melakukan rekomendasi perbaikan postur penulis melakukan perancangan fasilitas yang disesuaikan dengan data antropometri dan didasarkan pada jenis aktifitasnya serta memberikan usulan fasilitas berupa meja adjustable. Penulis memvisualisasikan hasil rancangan melalui sofware 3DS max, dimana sofware ini juga digunakan sebagai analisis postur pada fasilitas kerja usulan. Kata kunci : Manual Material Handling, REBA, perancangan fasilitas kerja, meja adjustable, 3DS max                Coca Cola Bottling Indonesia is one of the company which move on soft drink areas like carbonated soft drinks (coca-cola, fanta, sprite or non-carbonated soft drinks (frestea,ades. Material handling in this factory is still done manually. This work is started by lifting the container from conveyor  then move it and arrange it above the pallet ( proses palletizing.              Rapid Entire Body Assesment ( REBA is one of the method by which is used to score working

  20. Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking pada Panel Photovoltaic Berbasis Logika Fuzzy di Buoy Weather Station

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Prima Juliansyah Putra

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam bidang energi terbarukan adalah panel photovoltaic. Panel ini memiliki prinsip kerja berdasarkan efek photovoltaic dimana lempengan logam akan menghasilkan energi listrik apabila diberi intensitas cahaya. Untuk menghasilkan daya keluaran panel yang maksimal, maka diperlukan suatu algoritma yang biasa disebut Maximum Power Point Tracking (MPPT.MPPT yang diterapkan pada sistem photovoltaic berfungsi untuk mengatur nilai tegangan keluaran panel sehingga titik ker-janya beroperasi pada kondisi maksimal. Algoritma MPPT pada panel ini telah dilakukan dengan menggunakan logika fuzzy melalui mikrokontroler Arduino Uno sebagai pem-bangkit sinyal Pulse Width Modulation (PWM yang akan dikirimkan menuju DC-DC Buck Boost Converter. Keluaran dari buck boost converterakan dihubungkan secara langsung dengan buoy weather station untuk menyuplai energi listrik tiap komponen yang berada di dalamnya. Untuk menguji performansi dari algoritma MPPT yang telah dirancang, maka sistem akan diuji menggunakan variasi beban antara metode direct-coupled dengan MPPT menggunakan logika fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MPPT dengan logika fuzzy dapat menghasilkan daya maksimum daripada direct-coupled. Pada sistem panel photovoltaic ini memiliki range efisiensi 33.07589 % hingga 74.25743 %. Daya mak-simal dapat dicapai oleh sistem untuk tiap variasi beban dan efisiensi maksimal dapat dicapai pada beban 20 Ohm dari hasil pengujian sistem MPPT.

  1. PENGENDALIAN KUALITAS PADA RANTAI PASOK SAYURAN SELADA DENGAN TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK NFT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fristy Yuanita

    2017-07-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian mengenai pengendalian kualitas pada rantai pasok sayuran selada NFT (Nutrient Film Technique adalah untuk melihat kinerja pelaku yang ada dalam rantai pasok sebagai upaya dalam pengendalian kualitas produk dalam bisnis pertanian. Penelitian dilakukan pada PT. Momenta Agrikultura “Amazing Farm” yang berlokasi di Desa Cikahuripan Kampung Cisaroni RT 002/008, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Indonesia. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kualitatif didukung data kuantitatif dengan teknik penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan permasalahan utama adalah kontrak yang tidak memadai serta penanganan yang kasar disebabkan kurangnya pengawasan dan evaluasi kinerja secara rutin, serta pengendalian kualitas proses produksi pada rantai pasok selada dilakukan oleh pemasok dan PT Momenta Agrikultura “Amazing Farm”. Kinerja PT Momenta Agrikultura “Amazing Farm” mendekati empat sigma, yang mana merupakan standar industri Amerika dan melebihi standar kebanyakan industri di Indonesia. Tindakan pada perbaikan dan pengendalian yang diusulkan yaitu pembenahan kontrak, pembagian informasi, perbaikan metode kerja dan mengu-rangi resiko penurunan kualitas dengan Standard Operating Procedure (SOP pada Packing House agar lebih steril, efektif, dan efisien.

  2. EVALUASI PENERAPAN ABg (AKTIF BERBAGI SISTEM SEBAGAI UPAYA MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN KERJA DI PT. COCA-COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Alvan

    2016-01-01

    Full Text Available PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java (CCAI-CJ pada tahun 2013 telah menerapkan program ABg (Aktif Berbagi Sistem, pada tahun tersebut terdapat peningkatan kasus kecelakaan kerja di area kerja dari tahun sebelumnya sebanyak 2 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran evaluasi dan rekomendasi dari kendala-kendala dalam penerapan ABg Sistem sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan kerja di PT. CCAI-CJ. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Teknik pengambilan sumber informasi yang digunakan adalah teknik snowball sampling, jumlah informan awal yaitu dua orang. Hasil penelitian didapatkan masih terdapat kendala dalam penerapan ABg Sistem yaitu: pelaksanaan pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 yang belum berjalan konsisten. Konsistensi penerapan peraturan dan prosedur K3 yang belum optimal serta adanya sanksi yang tidak sesuai dengan prosedur penerapan ABg Sistem. Kurangnya komunikasi antara manajemen dengan pekerja dan kurangnya pemahaman pekerja tentang informasi K3. Kurangnya keterlibatan pekerja dalam pelaporan kejadian kecelakaan/kondisi berbahaya. Saran yang dapat diberikan yaitu: konsistensi pelaksanaan pengawasan K3 sesuai prosedur, sanksi yang diberikan lebih baik berupa arahan bagi pekerja untuk dapat bekerja lebih aman, melakukan komunikasi kepada pekerja sesuai dengan prosedur komunikasi internal, diadakan peningkatan kompetensi melalui pelatihan awareness K3, serta dilakukan pelatihan mengenai prosedur pelaporan kecelakaan/kondisi berbahaya kepada pekerja. PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java (CCAI-CJ in 2013 has implemented ABg (Aktif Berbagi system program, there are two accident cases increase in 2013 at the working areas. The purpose of this study is to describe the evaluation and recommendation of the constraints in the implementation of ABg System as an effort to reduce the number of accidents in the workplace. This research design is a

  3. DIALETIKA ETNOGRAFI KOMUNIKASI EMIK-ETIK PADA KAIN TENUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emanuel S Leuape

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mendialetikakan pemaknaan emik-etik simbol warna dan gambar kain tenun (Mollo desa Tutem. Tahapan pada penelitian ini yaitu interpretasi (Ferdinand De Saussure, reinterpretasi (Roland Barthes, Dialog (Jurgen Habermas, dan dekonstruksi (Jaques Derrida. Hasil interpretasi (emik dan reinterpretasi (etik, didialetikakan dengan menghasilkan sintesis berupa dialog antara masyarakat Tutem dan peneliti, diakhiri dengan analisis dekonstruksi guna mengantisipasi potensi kemajemukan makna simbol warna dan gambar kain tenun desa Tutem di kemudian hari. Paradigma penelitiannya adalah kualitatif dan bermetode studi etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi-partisipatoris, dan dokumentasi visual kain tenun. Hasil penelitian ini adalah: dalam pemaknaan emik masyarakat Tutem, simbol warna kain tenun mengacu pada keberagaman kelompok suku dan simbol gambar kain tenun merujuk kepada realitas historis. Pemaknaan etik peneliti, simbol warna dan gambar kain tenun merujuk kepada kondisi geografis (Sumber Daya Alam, moral dan perilaku sosial (Sumber Daya Manusia, dan sejarah. Melalui prosedur tindakan komunikatif (dialog, kesepakatan intersubjektif yang dicapai, mencakup: 10 jenis simbol warna dan 7 varian gambar kain tenun diterima dan 2 varian gambar kain tenun ditolak. Terdapat 3 jenis simbol warna dan pola gambar ruang kain tenun yang wajib didekonstruksi maknanya oleh peneliti. Proses interpretasi, reinterpretasi, dialog, dan dekonstruksi menjadi tahapan ideal dalam memberdayakan kain tenun sebagai salah satu wujud produk kebudayaan masyarakat Tutem. Pelaksanaan tahapan tersebut melibatkan peran aktif masyarakat Tutem dan peneliti. Akhirnya, masyarakat Tutem dan peneliti sama-sama membangun ‘cerita’ tentang simbol warna dan gambar kain tenun dalam spirit falibilisme.

  4. Analisis Potensi Daerah Melalui Metode Document Clustering Laporan Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Mustika

    2015-05-01

    Full Text Available Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM adalah salah satu bentuk pengabdian UGM yang dilakukan oleh mahasiswanya kepada masyarakat secara langsung. Selama melaksanakan KKN, mahasiswa menyusun dan melaksanakan program kegiatan yang berguna bagi pemberdayaan masyarakat. Setelah selesai, mahasiswa diwajibkan membuat laporan tentang pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN yang terkumpul sudah sangat banyak tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Laporan ini sebenarnya dapat menjadi sebuah sumber infromasi. Salah satu informasi yang bisa digali dari dokumen laporan tersebut adalah informasi tentang potensi daerah lokasi KKN. Penambangan informasi dari dokumen dapat dilakukan dengan text mining. Penelitian ini bertujuan untuk menambang informasi tentang potensi daerah dari dokumen laporan pelaksanaan kegiatan KKN-PPM menggunakan salah satu metode pada text mining, yaitu document clustering. Clustering dilakukan dengan dua pendekatan yaitu, STC dan LINGO, menggunakan Carrot2 Workbench. Penggunaan dua algoritma ini dimaksudkan untuk memperoleh perbandingan algoritma yang memberikan hasil lebih baik dalam penggambaran potensi daerah lokasi KKN-PPM UGM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma LINGO lebih baik dalam memberikan gambaran tentang potensi daerah dibandingkan algoritma STC. LINGO memunculkan label klaster yang bertema potensi daerah lebih banyak dibanding STC. Dari evaluasi pada penelitian ini, LINGO menghasilkan nilai F-Measure 70%, dua kali lebih tinggi daripada STC yang hanya 33%. Kata Kunci— KKN-PPM UGM, document clustering, STC, LINGO, Carrot2

  5. STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Khoiriah

    2015-09-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of metacognitive learning strategies on student learning outcomes in the concept of the human digestive system. This study was conducted in one of the SMA in Tangerang. The method used was a quasi-experimental design using pretest-posttest control group design. Samples were students of class XI IPA-4 totaling 35 people as classroom control and class XI IPA-1 experiment class. Instruments used were multiple choice tests, students worksheets and student learning activity observation sheet. Results showed that there were significant differences in learning outcomes between classes to learn metacognitive strategies to control class (tvalue= 2.19 and t table 2.03, tvalue> ttabel.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi belajar metakognitif terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 di salah satu Sekolah Menengah Atas di  Tangerang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen yang menggunakan desain pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 berjumlah 35 orang sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 1 berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes yang berbentuk pilihan ganda dan nontes berupa lembar kerja siswa dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas dengan strategi belajar metakognitif dengan kelas kontrol (thitung 2,19 dan ttabel 2,03, thitung > ttabel. Erata

  6. Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Implikasinya Pada Kinerja Pegawai Dinas Pertambangan Dan Energi Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sidik Priadana

    2013-10-01

    Full Text Available This research was conducted at the Department of Mines and Energy of West Java Province. The results of preliminary studies obtain findings that employee's performance has not met expectations. Of the many factors causing the observed, supposedly the most dominant influence is the low employee satisfaction are also thought to be caused by his ability and motivation are low. Therefore formulated the problem is: How can directly and indirectly influence the ability and motivation to job satisfaction of employees, as well as how to influence employee job satisfaction on the performance of the Department of Mines and Energy of West Java Province. The method used is descriptive method of analysis, with a total population of 109 employees serve as the respondent (census. The data analysis technique used is the correlation analysis techniques to determine the degree of closeness of the relationship between the study variables and path analysis techniques to determine the effect, directly or indirectly, exogenous variables on endogenous variables. In the operationalization used the help of MSI and SPSS 10 software and Excel. The results showed that the ability of employees to be in pretty good category, employee motivation is the best category, and employee satisfaction is in the good category, the performance of employees are in good category. The direct effect on the ability of employee satisfaction 0.063, indirect effect through motivational abilities to job satisfaction of 0.091, so the total effect of 0.154. ; The direct effect of work motivation on job satisfaction of 0.538, an indirect influence motivation to work through the ability to work on job satisfaction of 0.091, so the effect totaled 0,629; Influence the ability and motivation to job satisfaction is at .783 the rest of 0,217merupakan influence of other variables. Effect of job satisfaction on the performance is equal to 0, 699 the rest of 0.301 determined by other variables.

  7. Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus pada Karyawan Restoran di Pakuwon Food Festival Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endo Wijaya Kartika

    2010-01-01

    Full Text Available Surabaya as the third largest city in Indonesia, become more popular for its culinary industry from the smallest scale of traditional warung until the high end scale of fine dining restaurant. The amount of the restaurant business is gradually increase, this phenomenon makes a good advantage for the local people especially the amount of job opportunity. In the other side, restaurant industries in Surabaya also facing the high rivalry and competition among individual restaurant business. In order to survive from the competition , each business should have its own competitive advantage. Human resource is one of the most important resource to gaining the competitive advantage, since it related with human being at the final result how excellent was the planning process, human aspect will take a final decision for the result of a process. The research is focusing on the relation between motivation and job satisfaction, the writer saw the phenomenon in Pakuwon Food Festival, that some employee feel satisfy with their work, although the working pressure is high enough to make someone resign from his job within 7 days of work. According to the pre-interview, the writer found that the employee feel comfortable with their work because of their workmates is very social and feel like a new small family in working environment. This research used quantitative approach for the data process, and simple linear regression for the analysis. The result of the research is that job satisfaction is significantly affected by motivation.

  8. Pengaruh Work-life Balance Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada Perawat RS Lavalette Malang Tahun 2016)

    OpenAIRE

    Maslichah, Nur Intan; Hidayat, Kadarisman

    2017-01-01

    This aims to know and explain the influence among the variables in this study. These variables include work-life balance, physical work environment, non-physical work environment, and job satisfaction. This research uses explanatory research using quantitative approach. Samples taken as many as 63 data analysis using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis include the classical assumption test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. Based on...

  9. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Politeknik Tanah Laut Di Kabupaten Tanah Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Ismail

    2016-04-01

    Full Text Available Leadership  style  and  work  motivation  are  elements  that  can  affect  on  job satisfaction to improve employees’ job satisfaction. This research aims to know and analyze the infl uence of leadership style and work motivation on employees’ job satisfaction on the Polytechnic Tanah laut in Tanah Laut Regency. The  type  of  research  is  explanatory  research.  All  of  the  population  are  the samples of the research. Extracting information on 81 employees’ who were the respondents in the study, by using questionnaire in fi ve scales of likert. Data analysis is taken from multiple linear regression analysis, Coeffi cient of Multiple Determination, F-test and t-test. The  results  showed  leadership  style  and  work  motivation  partially  or simultaneously  positive  and  signifi cant  effect  on  the  the  employees’  job satisfaction. Based on these results, implications for the management employees’ that further enhance the confi dence of the leadership and employees’ motivation in order to improve employees’ job satisfaction and institutional goals can be achieved. Keywords : Leadership style, motivation, job satisfaction

  10. PENGARUH KOMITMEN KERJA DAN PENGUASAAN TEKNOLOGI TERHADAP PRESTASI KERJA PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN GOWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theovilus Agselda Marampa

    2017-08-01

    The results showed that there is a positive and significant influence between job commitment and technology mastery variable to work performance variable at Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gowa Amounted to 95.4%. This is shown from the determinant identification test results (R2 of 0.954 or 95.4% while the rest of 4.6% influenced by other factors not examined in this study.

  11. ANALISIS FAKTOR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3 YANG SIGNIFIKAN MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMENT STUDENT CASTLE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saloni Waruwu

    2016-04-01

    Full Text Available Health and Safety (K3 is an effort to create a safe working atmosphere, comfortable and achieve the goal of maximum productivity. K3 is very important to be implemented in all areas of employment without exception building projects such as apartments, hotels, malls. However, to prevent any risk of workplace accidents is not as easy as turning the palm of the hand. Occupational accidents disebab by several factors, among others, occupational safety and health training (X1, the commitment of top management (X2, work environment (X3, awareness of workers (X4, regulations and safety and health procedures (X5, availability rambu- occupational health and safety signs (X6 in the workplace, and communication workers (X7. The most significant factor affecting the accidents are the top management commitment (X2 with a value of 36.4% koefien regression and awareness of workers (X4 of 30.1%. If both of these factors add up the total is 66.5%.

  12. ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP RETENSI KARYAWAN PADA FORD JAKARTA PUSAT

    OpenAIRE

    Stefhani; Laksmi Sito Dwi Irvianti

    2014-01-01

    Ford Jakarta Pusat is an authorized automotive dealer company. This study was conducted to determine how much influence of work stress and Organizational Citizenship Behaviour on job satisfaction and the impact on employee retention. There were 50 employees in Ford Jakarta Pusat used as research object. Data were obtained by spreading the questionnaire to the respondents using Cross Sectional Time Horizon. The data have been collected and processed using Path Analysis approach. According to t...

  13. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Job Insecurity Terhadap Motivasi Kerja dan Dampaknya pada Kinerja Karyawan Outsourcing Mall Lippo Cikarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lim Sanny

    2012-05-01

    Full Text Available Mal Lippo Cikarang a shopping center that uses outsourcing employees to manager level down. The purpose of this study is to analyze the influence of work environment and job insecurity on work motivation and its impact on employee performance Outsourcing in Lippo Cikarang Mall. The method of analysis used in this study are Pearson correlation and path analysis. Data obtained from the assessment of employees through questionnaires and interviews. Results achieved in this study was to determine that the work environment at the Mall Lippo Cikarang less convenient and there is job insecurity on the company and therefore contributes less well on work motivation and employee performance Outsourcing in Lippo Cikarang Mall. Job insecurity has a weak and a significant effect on work motivation and employee performance and work environment has a fairly strong relationship and significant impact on employee motivation and performance. Motivation to work has a strong relationship to the employee's performance. With the company is expected to focus on increasing motivation and improving the working environment at the Mall Lippo Cikarang and member attention on job insecurity. In addition, the expected results of this research can provide input to the Mall Lippo Cikarang so as to improve employee performance Outsourcing as well.

  14. PENINGKATAN ETIKA KERJA ISLAM TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA (Studi Kasus Pada Staf Auditor Kantor Akuntan Publik Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alwiyah Alwiyah

    2016-10-01

    Full Text Available Today many organizations face a dynamic and changing environment which in turn requires the organization to adjust to the environment. Dynamic environments requires management to adopt changes regardless of work ethic (to modify the structure, objectives, technology, organization of work tasks, etc. in order to adjust to the changing environment. Success in the field of employment is determined by various factors, such as the level of competence, professionalism and commitment to the field is practiced. Having regard to the Islamic work ethic and commitment to the organization hopefully someone can reach the level of job satisfaction. The purpose of this study to find empirical evidence of an increase in the work ethic of Islam against comitment affective, normative commitment, continuance commitment and job satisfaction. The population is a Staff Auditor who work on public accounting firm who are Muslims in the city of Semarang. Hypothesis testing using the F test, the coefficient of determination and t test, where the F test is used to determine the increase of Islamic work ethics to organizational commitment and job satisfaction. Coefficient of determination (R ² was essentially measure how far the model's ability to explain the dependent variables. Determiasi value is zero and one. Value (R ² is small means that the ability of the independent variables in explaining the dependent variable is very limited. T Test To test whether there is any significant relationship between dependent and independent variables.

  15. Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja dan Loyalitas Bagian Kantor pada PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar

    OpenAIRE

    Mahyudi, Diky; ', Nuryanti; ', Haryetti

    2017-01-01

    The purpose of this study was to determine the influence of organizational culture and work motivation on job satisfaction and loyalty of employees at PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar. The population in this study were all employees of the office at PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar totaling 102 people. While the sampling technique using census method. Analysis of data using multiple linear regression with SPSS version 18.00. Based on the results of data analysis known that the org...

  16. Pengaruh Kompetensi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Serta Implikasinya Pada Kinerja Guru Di SDN Baros Mandiri 5 Kota Cimahi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Iskandar

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to: 1. to know Competence, Work Environment, Job Satisfaction, and Performance in SDN Baros Mandiri 5 Cimahi 2. to seek the influence of Competence, Work Environment on Job Satisfaction in SDN Baros Mandiri 5 Cimahi; 3. to determine the influence of job satisfaction on the performance SDN Baros Mandiri 5 Cimahi. The research was conducted in SDN Baros Mandiri 5 Cimahi by taking the entire population as a total sample of 39 teachers. The method used is descriptive analysis method by using path analysis (path analysis. And operation of calculations using SPSS Ver. 17. The results of this study are as follows: 1. Competence picture that achieved an average score of 3,636. The average score is consistent with the interpretation criteria, including good category: 2. Work Environment Overview of achieving an average score of 3,264. The average score is consistent with the interpretation criteria, including both categories; 3. Overview Job Satisfaction of achieving an average score of 3.651. The average score is consistent with the interpretation criteria, including the category quite well; 4. Performance Overview of achieving an average score of 4,028. The average score is consistent with the interpretation criteria, including good category: 5. The net effect of Competence on Job Satisfaction of 35.10%; 6. The net effect of the Working Environment Job Satisfaction of 26.20% 7. Effect of total Competence and Working Environment on Job Satisfaction of 61.30%; and 8. The total effect of job satisfaction on the performance of 72.20%. The conclusion of this study is proven there is a significant relationship between competence, of the environmental Work and Job Satisfaction on teacher performance in SDN Baros Mandiri 5 Cimahi.

  17. Pengaruh Tingkat Upah, Stres Kerja, Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Sopir Truk Pada PT Semesta Transportasi Limbah Indonesia

    OpenAIRE

    Begedina Depari, Anisa Sifi; Pradhanawati, Ari

    2016-01-01

    Productivity's driver is very important to be considered in order to achieve the goals of the company. Productivity can be influenced by several factors, including wage , job stress, and work motivation. Semesta Transportasi Limbah Indonesia,ltd is a company engaged in sector of land transport services which decreased productivity driver over in 2013-2015. The purpose of this research is to find influence wage, job stress, and work motivation on the productivity of a truck driver in the Semes...

  18. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Pada Lingkup Industri Di Kota Semarang

    OpenAIRE

    Atikah, Talia; Dwimawanti, Ida Hayu; Marom, Aufarul

    2013-01-01

    The author uses the theory advanced by Van Meter and Van Horn in analyzing the factors that hinder the implementation of SMK3. Lack of government attention on the implementation of Semarang, SMK3 on industrial companies that have a wide range of production equipment that can raise the risk of accidents in the workplace for their employees. Still emerging number of work accidents listed in the document reports on the Department of Manpower and Transmigration Semarang. The provision of the righ...

  19. ANALISIS PENGARUH EMOTIONAL QUOTIENT (EQ DAN STRES KERJA TERHADAP PERFORMA KERJA KARYAWAN PADA PT. BANK MESTIKA DHARMA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Bambang

    2013-02-01

    Full Text Available Human Resources are a generator of available resources in the activities and routine of an organization or company that the good and the bad performance of an organization are determined by the performance of human resources. Professional employee  is a reliable employee with balanced quality between academic and emotional capability. Academic intelligence is frequently given a higher position than emotional intelligence is an individual evaluation. Emotional intelligence is the factor  determining the effectiveness of someone is working that with high emotional intelligence, the human resources can be easily directed and guided to work in accordance with the goals of organization. The prupose of this quantitative descriptive explanatory study was to look at the influence of Emotional Quotient (EQ and Work Stress on the performance of the employees of PT. Bank Mestika Dharma Medan using the theory of human resources management related to Emotional Quotient (EQ, work stress and work performance. The population of this study was 585 employees and 238 of them were selected to be the samples for this study. The data obtained were analyzed through multiple linear regression tests using F test to simultaneously test the hypothesis and using t test to do a partial test. The result of the hypothesis test showed that simultaneously the variable of Emotional Quotient and work stress had a significant influence on the improvemnet of the performance  of the employees of PT. Bank Mestika Dharma Medan

  20. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU AKADEMIK LULUSAN PADA SMA RSBI DI KABUPATEN SIDOARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Riadhos Solichin

    2017-03-01

    Full Text Available This research investigates the effect of job satisfaction and job stress on the teachers’ performance in enhancing graduates’ academic achievement in internationally standardized senior highs schools in Sidoarjo. 60 teachers of grade XII teaching the nationally tested subjects were purposefully taken as the sample of the study. Data were gathered by using questionnaire and analysed by employing Partial Least Square Analysis (PLS in the SmartPLS software. The finding indicates that there is a positive relationship between job satisfaction and teachers’ performance. It is predicted that job satisfaction play important role in enhancing the graduates’ academic achievement. Secondly, there is contrast relationship between the job stress and teachers’ performance. In other words, teachers still work hard in enhancing their students’ academic achievement regardless their job stress.

  1. Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Coca Cola Amatil Indonesia

    OpenAIRE

    Fauzia, Soraya

    2014-01-01

    Occupational Health and Safety (K3) is a program that made workers and employers as an effort to prevent occupational accidents and diseases by recognizing the potential for accidents and occupational diseases as well as anticipatory action in case of accidents and occupational diseases. The goal is to create a safe workplace, healthy so it can suppress the lowest possible risk of accidents and illnesses. Based on a brief description, then formulated the problem in this study is "What is O...

  2. Multi-Criteria Decision Making Dalam Penentuan Jurusan Siswa Pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP Penerbangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Safrizal

    2016-11-01

    Full Text Available Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP Penerbangan adalah Lembaga pelatihan profesi yang memdidik, melatih dan menyalurkan kerja dalam bidang penerbangan. Dalam menentukan jurusan siswa ada LPP Penerbangan yaitu jurusan Airlines Staf, Travel Agent Staf dan Cabin Staf diperlukan banyak kriteria yang dibutuhkan agar jurusan yang ditentukan sesuai dengan bidang pekerjaan yang ada pada perusahaan penerbangan dan pihak manajemen dapat merekomendasikan untuk ditempatkan pada maskapai tersebut. Untuk itu perlu adanya sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK serta penerapan metode AHP yang akan membantu mengolah data siswa tersebut. Metode AHP dinggap baik karena dapat membandingkan antara kriteria yang ditetapkan dengan alternatif. Penerapan metode metode  AHPmenjadi suatu kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat porses pengambilan keputusan dengan memecahkan pesoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya untuk mempengaruhi hasil dalam membantu pihak manajemen dalam merekomendasikan atau menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan siswa tersebut. Kata kunci -Sistem-Pendukung-Keputusan, Penentuan Jurusan, LPP Penerbangan, AHP

  3. OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN KERING DI KOTA PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN METODA MULTI OBJECTIVE (GOAL PROGRAMMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Devani

    2012-12-01

    Full Text Available Salah satu alternatif pilihan yang diharapkan dapat meningkatkan potensi produksi tanaman dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan adalah pendayagunaan lahan kering. Pada model Linear Programming kendala-kendala fungsional menjadi pembatas bagi usaha memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan, maka pada Multi Objective Goal Programming kendala-kendala itu merupakan sarana untuk mewujudkan sasaran yang hendak dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola tanam sayur-sayuran, menentukan kendala sasaran yang dapat dicapai, dan mengetahui sensitivitas terhadap solusi optimum yang telah dicapai. Dari penelitian diperoleh bahwa dengan luas lahan 504 Ha, jumlah tenaga kerja 300 orang, kebutuhan pupuk kandang sebanyak 15.000 kg/Ha, dan kebutuhan pupuk urea sebanyak 350 kg/Ha dapat mengoptimasi pola tanam dengan menanam jenis komoditas sayuran berupa ketimun dan sawi.

  4. ANALISA PRODUKTIFITAS PEKERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING STUDI KASUS PADA PROYEK X DAN Y

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Andi

    2004-01-01

    Full Text Available There are various methods that can be employed to measure construction labor productivity. However it is difficult to measure accurately the labor productivity. Work sampling is a relatively easy- to-use method for measuring productivity. The main objective of this research is to analyze labor productivity on projects X and Y utilizing work sampling method. The productivity measure obtained from the analysis is labor utilization rate (LUR. Besides, this research is intended to investigate factors influencing the LUR in both projects by way of questionnaire. The work sampling analysis shows that in overall LUR of project X and Y was 55.13% and 44.45% respectively. Comparison of LUR on the same types of works indicates that productivity of project X was higher. The questionnaire analysis further confirms that in general the conditions of the influencing factors in project X were better that those in project Y, and that three factors were found significantly different, i.e. material, scaffolding and schedule. The research also details LUR analyses based on the labor working hours (morning, noon, and afternoon. Abstract in Bahasa Indonesia : Terdapat banyak metode yang bisa digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja di lapangan. Namun, pengukuran produktivitas tenaga kerja secara akurat sulit dilakukan. Work sampling adalah salah satu metode pendekatan yang bisa digunakan untuk mengukur produktivitas dengan cukup mudah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa produktivitas pekerja pada proyek X dan Y dengan metode work sampling. Ukuran produktivitas yang didapat dari analisa ini adalah labor utilization rate (LUR. Selain itu, penelitian ini juga meninjau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi LUR di kedua proyek tersebut dengan cara kuesioner. Hasil analisa work sampling menunjukkan bahwa secara keseluruhan LUR pada proyek X dan Y adalah 55,13% dan 44,45%, secara berturut-turut. Perbandingan nilai LUR pada jenis pekerjaan

  5. Alur Kerja Baru Simulasi Performa Bangunan Dalam Proses Desain Parametrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firza Utama Sjarifudin

    2010-12-01

    Full Text Available Makalah ini menjelaskan hubungan alur kerja baru antara program pemodelan CAD 3D (Rhino/Grasshopper dan simulasi pencahayaan dengan (Radiance/Daysim. Alur kerja perancangan yang sangat efektif dalam Rhino disajikan secara langsung dengan mengekspor geometri, material properties, dan sensor grid ke dalam format Radiance/Daysim untuk menghitung serangkaian indikator performa termasuk peta radiasi matahari serta faktor pendistribusian pencahayaan dalam setahun. Hasil simulasi secara otomatis dikirim kembali ke dalam Rhino menggunakan pemetaan warna. Dengan menggunakan Grasshopper, parameter desain utama seperti ukuran jendela dan deskripsi material dapat diubah secara bertahap dan hasil simulasi dapat dikombinasikan menjadi sebuah simulasi performa bangunan dalam bentuk animasi transformasi parametrik. Desain alur kerja ini telah secara khusus dikembangkan bagi proses perancangan arsitektur dengan menyediakan semua feedback yang sangat berguna bagi perancang secara interaktif dari tahap rancangan skematis sampai tahap pengembangan perancangan. 

  6. PENGARUH KOMBINASI BLADDER TRAINING DAN KEGEL EXERCISE TERHADAP PEMULIHAN INKONTINENSIA PADA PADA PASIEN STROKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E Ernawati

    2016-09-01

    Full Text Available Stroke adalah suatu gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah otak secara mendadak (dalam beberapa detik atau secara cepat (dalam beberapa jam timbul gejala dan tanda sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu. Komplikasi akibat stroke diantaranya adalah lemahnya otot spingter uretra yang mengendalikan kemampuan berkemihpasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kombinasi bladder training dan kegel exercise terhadap pemulihanin kontinensia urine pada pasien stroke di Ruang Tulip Rumah Sakit Dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen pre test and post test one group design. Populasi adalah semua pasien stroke di RS dr. Dradjat Prawiranegara berjumlah 112 orang. Sampel yang diambil adalah 36 respondendengan intervenesibladder training selama 3 haridilanjutkankegel exercise selama 7 hari.Pengukuran inkontinen dengan menggunakan Sandvik Severity Scale, sedangkan intervensi bladder training dan kegel exercise menggunakan SOP yang telah dibakukan. Hasil didapatkan rata-rata scor inkontinensia urine mengalami penurunan dengan intervensi bladder training sebesar 0,92. Umur secara bersama-sama mempengaruhi bladder training dan kegel exercise dan mempengaruhi pemulihan inkontinensia urine sebesar 0,002 . Adapengaruh yang bermakna intervensibladder training dankegel exercise terhadap pemulihan inkontinensia urine dengan p-value 0,000 dan r: 1,16. Pemulihan inkontinensia urine dapat dilakukan dengan memberikan intervensi bladder training dan kegel exercise.

  7. Konteks Busana pada Pembelajaran Operasi Bilangan Rasional dengan Pendekatan PMRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Buhati Asfyra

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menghasilkan lintasan belajar yang dapat membantu siswa memahami konsep bilangan rasional melalui konteks busana. Design Research dipilih sebagai cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Lintasan belajar (Hypotetical Learning Trajectory dalam design research memegang peranan penting sebagai desain dan instrumen penelitian. Lintasan belajar dirancang dalam tahap desain awal dan diujikan pada 31 siswa kelas X Busana (yaitu, 6 siswa pada pilot experiment dan 25 siswa pada teaching experiment SMK Negeri 6 Palembang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, membuat rekaman video tentang kejadian di kelas dan kerja kelompok, mengumpulkan hasil kerja siswa, memberikan tes awal dan tes akhir, dan mewawancarai siswa. Data dianalisis secara restropektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang diperoleh dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan rasional, yaitu menjelaskan kesalahan pada pengukuran  melalui aktifitas mengukur ukuran badan, menerapkan operasi-operasi bilangan rasional melalui kegiatan membuat pola busana berdasarkan skala yang ditentukan, menerpakan operasi bilangan rasional melalui aktifitas membuat pola busana dengan ukuran sebenarnya. Kata Kunci: operasi bilangan rasional, pola busana, design research, PMRI This study aims to design a learning trajectory to help students understand the concept of rational numbers through fashion context. Therefore, to achieve the aim, design research is chosen as the research method. Hypothetical Learning Trajectory in design research plays an important role as design and research instruments. In preliminary design, Hypothetical Learning Trajectory was conducted in 31 students of Private vocational high School (SMK 6 in Palembang, X grade majoring fashion (6 students in pilot experiment and 25 students in teaching experiment. Data was collected through observation, video recording of students activities in classroom and group work, collecting

  8. Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Sekretaris Pada Atasan (Studi Pada Alila Hotel Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Budi Rahayu Silintowe

    2016-12-01

    Full Text Available There are barriers in communication occurs on secretary at Alila Hotel Solo. Some of obstacles that arise are caused by some leaders or coworkers at Alila Hotel Solo are expatriates or even people in Indonesia who have different cultural backgrounds. There is a culture that affects the way everyone in conveying the message, so that there is a difference in perception between secretary and boss or other colleagues. In this study will be seen from two different viewpoints culture is low context and high context culture. This type of research is qualitative. Data collection techniques is using observation and interview methods to collect the data needed to accurately. The result show that low context and high context culture culture in cross-cultural business communication is not applied exclusively in the process of business communication at Alila Hotel Solo. Hambatan-hambatan dalam berkomunikasi terjadi pada sekretaris di Alila Hotel Solo. Beberapa hambatan yang muncul disebabkan oleh beberapa pimpinan atau rekan kerja di Alila Hotel Solo adalah expatriate atau bahkan orang Indonesia yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Budaya mempengaruhi cara setiap orang dalam menyampaikan pesan, sehingga terdapat perbedaan persepsi antara sekretaris dengan atasan atau rekan kerja yang lain. Dalam penelitian ini akan dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda yaitu low context culture dan high context culture. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode observasi dan metode wawancara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa low context culture dan high context culture dalam komunikasi bisnis lintas budaya tidak diterapkan secara eksklusif dalam proses komunikasi bisnis di Alila Hotel Solo.

  9. PENGARUH DISIPLIN KERJA, KOMPETENSI DAN KEPUASAN KERJA SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. BPR PATARU LABA CABANG BULUKUMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    JUMARNI _

    2017-05-01

    This research aims to find out and analyze the influence of the working Discipline, competence and job satisfaction to productivity of human resources Employee At PT BPR Pataru Laba Cabang Bulukumba.The population was used as the target of this research is the parties associated with the Discipline of work, competence and job satisfaction to productivity of human resources Employee At PT BPR Pataru Laba Cabang Bulukumba, and entirely become respondents by using Multiple linear regression analysis models.The results of this research indicate that all the variables, namely: work discipline, competence and job satisfaction has a positive and significant effect simultaneously against work productivity of employees At PT BPR Pataru Laba Cabang Bulukumba. Are partially found that discipline work that has significant influence are the most dominant against employee productivity.

  10. Analisis Perbedaan Shift Kerja terhadap Beban Kerja Mental, Beban Kerja Fisik, Kualitas Tidur, dan Tingkat Kewaspadaan pada Supir Travel Po. Nusantara

    OpenAIRE

    Saputro, Naufal Shafy; Budiawan, Wiwik; Sriyanto, Sriyanto

    2017-01-01

    Analysis Difference of Work Shift Mental Workload, Physical Workload, Quality Sleep, and Level of Vigilance on Travel Driver PO. Nusantara. Preliminary studies were conducted to get the result that the transport vehicle accidents in Indonesia are high. The increase in the number of traffic accidents by more than 80%. Humans are the main factors causing the accidents (66.89%). One of the travel services provider is PO Nusantara. In the PO. Nusantara 80% of the accidents are caused by humans. T...

  11. Pengaruh Penempatan Kerja, Pelatihan Dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Sawit Asahan Indah Kabupaten Rokan Hulu

    OpenAIRE

    Munawir, Mirza Yusfa; Ningsih, Dewita Suryati; Pramadewi, Arwinence

    2017-01-01

    This research was conducted at PT. Sawit Asahan Indah Rokan Hulu District. The purpose of this study was to determine the effect job placement, traning and non-physical environment on employee job satisfacition. The study population was 80 employees and is set with models census. Research variables used are the job placement, traning and non-physical work environment as independent variables and job satisfacition dependent variable. Methods of data analysis using multiple linear regression an...

  12. KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT RAWAT INAP RSUD SELASIH PANGKALAN KERINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kursiah Warti Ningsih

    2017-03-01

    Full Text Available Low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya tulang belakang daerah spinal, otot, saraf, atau struktur lainnya disekitar daerah tersebut. Dari 10 perawat 6 perawat mengalami keluhan low back pain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor Keluhan Low back pain.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pada 25 juni- 3 juli  di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Penelitian dilakukan pada 30 perawat dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan secara univariat,Hasil penelitian: 13 orang (43,3% mengalami keluhan low back pain. Hasil uji bivariat terdapat hubungan antara sikap kerja, dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian low back pain. Hasil analisis multivariate menunjukkan variable sikap kerja merupakan variable yang paling mempengaruhi kejadian low back pain deng nilai OR 43 kali. Dimana variable IMT merupakan counfounding terhadap variable sikap kerja dan kebiasaan olah raga dan variable kebiasaan olahraga merupakan counfounding terhadap variable IMT.Peneliti mengharapkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci mengadakan seminar tentang sikap kerja yang baik, menjaga IMT karyawan <25 dan  mengadakan kegiatan olah raga secara teratur di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Pangkalan Kerinci. Low back pain is pain that felt in the lower back that is the source of the spine area of spinal, muscles, nerves, or other structures surrounding areas. of the 10 nurses 6 nurses complain of low back pain. the purpose of this study was to determine the factors complaint low backpain.Type quantitative research cross-sectionaldesign, on 25 June-3 July at the General Hospital of Selasih Pangkalan Kerinci. The study was conducted on 30 nurses by questionnaires. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate.Eesults of the study: 13 patients (43.3% had complaints of low backpain.The result of bivariate correlation between working attitude

  13. Analisis Korelasi Kanonik Hubungan Perilaku Pemimpin dan Motivasi Kerja Karyawan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ayu Made Srinadi

    2014-06-01

    Full Text Available Kualitas pemimpin merupakan penentu keberhasilan organisasi yang dipimpin. Hubungan antara pemimpin dengan karyawannya merupakan hubungan saling ketergantungan yang umumnya tidak seimbang. Dalam proses interaksi yang terjadi antara pemimpin dan karyawan, berlangsung proses saling memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan perilaku pemimpin terhadap motivasi kerja karyawan dengan menggunakan analisis korelasi kanonik. Pengujian dengan menggunakan analisis korelasi kanonik menunjukkan bahwa perilaku pemimpin dengan motivasi karyawan memiliki keeratan hubungan dengan nilai korelasi kanonik sebesar 0,9058533. Faktor perilaku pemimpin yang paling tinggi berkorelasi dengan motivasi kerja karyawan di McDonald’s Kuta Beach adalah faktor kemampuan mengarahkan dan menghadapi karyawan dengan nilai korelasi yaitu sebesar 0,7619707.

  14. Analisis Korelasi Kanonik Hubungan Perilaku Pemimpin dan Motivasi Kerja Karyawan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ayu Made Srinadi

    2015-04-01

    Full Text Available Kualitas pemimpin merupakan penentu keberhasilan organisasi yang dipimpin. Hubungan antara pemimpin dengan karyawannya merupakan hubungan saling ketergantungan yang umumnya tidak seimbang. Dalam proses interaksi yang terjadi antara pemimpin dan karyawan, berlangsung proses saling memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan perilaku pemimpin terhadap motivasi kerja karyawan dengan menggunakan analisis korelasi kanonik. Pengujian dengan menggunakan analisis korelasi kanonik menunjukkan bahwa perilaku pemimpin dengan motivasi karyawan memiliki keeratan hubungan dengan nilai korelasi kanonik sebesar 0,9058533. Faktor perilaku pemimpin yang paling tinggi berkorelasi dengan motivasi kerja karyawan di McDonald’s Kuta Beach adalah faktor kemampuan mengarahkan dan menghadapi karyawan dengan nilai korelasi yaitu sebesar 0,7619707.

  15. SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA GEDUNG PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atthaillah Athaillah

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini melakukan investigasi performa pencahayaan alami pada Gedung Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT Universitas malikussaleh. Berdasarkan observasi pada gedung PAFT, ruangan-ruangan pada bangunan cenderung gelap dan memakai bantuan pencahayaan buatan walaupun pada siang hari, serta memiliki lahan sempit sehingga cahaya alaminya terhalang oleh bangunan perimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa pencahayaan alami khususnya faktor pencahayaan alami (daylight factor pada gedung PAFT dan memberikan solusi desain untuk meningkatkan performa pencahayaan alaminya. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi Komputer (computer simulation dengan software Velux Daylight Visualizer versi 2.0 untuk perhitungan faktor pencahayaan alami. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kedalaman ruang, posisi ruang, pemilihan material bukaan, penempatan bukaan yang tidak sesuai, kondisi sekitar bangunan (penghalang bangunan, dan Window Wall Ratio (WWR yang kurang memadai. Selanjutnya, penelitian ini memberikan solusi seperti meningkatkan WWR (menambah dan memperluas bukaan, mengganti warna interiordengan warna yang lebih cerah seperti warna putih, mengganti material bukaan dengan nilai Tvis lebih tinggi (0,850 dan menambahkan shading devices pada tempat-tempat yang dianggap Membutuhkan untuk menghindari efek silau berlebihan dalam ruangan. Kata kunci: Pencahayaan Alami, Faktor Pencahayaan Alami, Velux Daylight Visualiser 2.0, Simulasi Komputer   ABSTRACT Daylighting provided significant benefits such as visual comfort and energy saving for a building. In addition, it improved productivity and welbeing of its occupants. As an educational building for architecture, the building of Prodi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT Universitas Malikussaleh, needed to pay attention to its daylighting performance. As observed, on the one hand, spaces within the

  16. Rekonstruksi Pengaturan Confidential Principle bagi Komunikasi pada Mediasi Sengketa Perdata di Indonesia: Studi Perbandingan dengan Praktik di Amerika Serikat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ngurah Parikesit

    2016-04-01

    Full Text Available Peran mediasi sebagai penyelesaian sengketa alternatif untuk sengketa perdata yang semakin populer digunakan pada praktiknya belum berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kekaburan pengaturan prinsip kerahasiaan confidential principle bagi komunikasi yang terjadi pada proses mediasi. Aturan hukum di Indonesia hanya menjelaskan bahwa mediasi dilangsungkan berdasarkan pada asas tertutup dan mediator berkewajiban menjaga kerahasiaan, baik dalam bentuk perkataan maupun catatan, yang terungkap pada mediasi. Sebagai perbandingan, aturan hukum di Amerika Serikat sudah diatur bahwa segala bentuk komunikasi yang terjadi dan berhubungan dengan pelaksanaan mediasi tunduk pada confidential principle, sehingga proses komunikasi mendapatkan hak istimewa (privilege dengan tidak dapat dijadikan barang bukti dan seluruh pihak yang terlibat dalam mediasi tidak dapat dijadikan saksi pada persidangan berikutnya. Dengan demikian, dibutuhkan rekonstruksi pengaturan terkait ruang lingkup komunikasi pada proses mediasi yang terkualifikasi sebagai confidential principle pengaturan terkait pelepasan hak istimewa komunikasi dari confidential principle; dan pengaturan terkait pengecualian terhadap komunikasi yang terkualifikasi sebagai confidential principle Abstract Although being popular, the role of mediation in resolving civil disputes is yet to be maximalized. One of the reasons is the the vague regulation concerning the confidential principle for communication in mediation. The existing regulation in Indonesia only explains that mediation is undertaken based on closed principle and the mediator is obliged to maintain confidentiality the confidentiality of any communication, either in oral or written forms, revealed during mediation. Whereas in comparison, the regulation in the United States of America stipulates that all forms of communications occured during mediation or is made for purposes of conducting or participating in mediation are subjects to the

  17. PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Nurbiyati

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara variable Quality of Work Life (QWL terhadap kinerja karyawan dengan disiplin dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Data dalam riset ini menggunakan data primer dengan menggunakan alat analisis regresi dan analisis path. Dari analisis data diperoleh hasil secara parsial QWL berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai namun tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja. Secara simultan QWL, disiplin kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu ada pengaruh tidak langsung (QWL terhadap kinerja melalui disiplin kerja lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung terhadap kinerja. Kemudian ada pengaruh tidak langsung (QWL terhadap kinerja melalui kepuasan kerja lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (QWL terhadap kinerja. Nilai R Square sebesar 0,553 yang artinya variabel QWL, kepuasan kerja dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja hanya sebesar 55,30 % sedangkan 44,7% dipengaruhi faktor lain. Rekomendasi dari hasil riset ini variabel QWL kategori pertumbuhan dan perkembangan perlu adanya program Training Need Analysis (TNA guna memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sedangkan variabel QWL kategori kompensasi perlu mengadakan salary survey terhadap perguruan tinggi yang dipilih secara sampling yang bertujuan untuk melakukan perbandingan data mengenai kebijakan, praktek dan metode penggajian. Perlu dilakukan riset lanjutan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kinerja selain faktor QWL, disiplin kerja dan kepuasan kerja.Kata Kunci: Quality of Work Life (QWL, Disiplin Kerja, Kepuasan kerja dan Kinerja Karyawan

  18. Tata Kelola Sistem Informasi pada Perusahaan Pelayaran Lepas Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bimo Andono

    2017-05-01

    peningkatan tingkat kematangan Sistem Informasi (SI PT BRL menggunakan kerangka kerja COBIT. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui arah yang diinginkan manajemen PT BRL serta dapat disusun beberapa rekomendasi untuk dapat mewujudkannya. Tata kelola TI adalah konsep penting yang berkembang di perusahaan TI dan bertindak sebagai patokan untuk mengukur kematangan organisasi TI (Ayat et al. 2011. Secara keseluruhan proses perencanaan dan implementasi Sistem Informasi (SI di PT BRL sudah mengikuti kaidah-kaidah sesuai dengan kerangka kerja COBIT dan Maturity Level-nya berada pada level: 3 – Defined dimana prosedur kerja telah distandarisasi dan didokumentasikan serta dikomunikasikan melalui proses pelatihan. Telah dimandatkan pula bahwa prosedur ini wajib dipatuhi, namun bagaimanapun juga masih ada deviasi prosedur dalam pelaksanaannya yang belum diakomodasi. Sudah ada prosedur yang memiliki standar dan didokumentasikan dengan baik, sudah ada pelatihan formal untuk mengkomunikasikan prosedur dan kebijakan yang dibuat. Namun pada tahap implementasinya masih tergantung pada individu apakah mau melakukan prosedur yang ditetapkan atau tidak. Prosedur yang dibuat masih terbatas pada bentuk formalisasi dari praktik yang ada.Kata kunci: Audit, COBIT, CSF, KPI, KGI

  19. Aplikasi Antioksidan dari Ekstrak Lamun (Cymodocea rotundata pada Minyak Ikan Tongkol (Euthynnus affinis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amalia Rahmi Puspasari

    2017-09-01

    Cymodocea rotundata adalah spesies lamun yang mengandung senyawa flavonoid dan fenolik sehingga diharapkan mampu mencegah terjadinya oksidasi lemak melalui penghambatan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsentrasi ekstrak lamun yang berbeda terhadap nilai free fatty acid (FFA, peroxide value (PV, dan thiobarbituric acid (TBA selama penyimpanan suhu ruang. Materi yang dipergunakan adalah ikan tongkol dengan kisaran panjang 40 ± 1 cm dan berat sekitar 1 kg/ekor yang diolah menjadi minyak ikan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak lamun (0%; 0,1%; 0,2%; dan 0,3% dan lama penyimpanan (hari ke-0 dan hari ke-5 pada suhu ruang terhadap kualitas minyak ikan. Hasil penelitian menunjukkan nilai FFA berkisar antara 0-27,477%, nilai PV berkisar antara 0-46,737 mEq/kg, dan nilai TBA berkisar antara 3,310-8,731 malonaldehid. Studi ini menunjukkan interaksi antara konsentrasi ekstrak lamun dan waktu penyimpanan sangat berpengaruh (p < 0,05 terhadap nilai FFA, PV, dan TBA.

  20. Trafficking: Sebuah Masalah Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia Ke Malaysia

    OpenAIRE

    Wahyuddin, S.S., M.Hum.

    2013-01-01

    Trafficking atau yang lazim dikenal dengan istilah perdagangan manusia merupakan sebuah fenomena internasional yang terjadi dari masa ke masa. Kalupun terdengar seperti baru, itu karena peristilahan saja. Istilah trafficking dewasa ini kita kenal juga dengan istilah modern slavery. Praktek serupa terjadi juga di masa lampau seperti eksploitasi baik fisik maupun seksual dalam bentuk kerja paksa dan perbudakan. -

  1. Beberapa Faktor Kepuasan Kerja Yang Mempengaruhi Komitmen Organisasi

    OpenAIRE

    Juliandi, Azuar

    2007-01-01

    Dosen merupakan sumber daya penting bagi organisasi. Mereka memberikan sebuah kontribusi besar kepada organisasi karena dosen bekerja dan bertindak untuk pencapaian tujuan organisasi. Tujuan organisasi dapat dicapai melalui tingginya komitmen organisasi yang dipengaruhi oleh kepuasan kerja, oleh Azuar Juliandi D0400293

  2. Analisis Teknik-Teknik Keamanan Pada Future Cloud Computing vs Current Cloud Computing: Survey Paper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beny Nugraha

    2016-08-01

    Full Text Available Cloud computing adalah salah satu dari teknologi jaringan yang sedang berkembang pesat saat ini, hal ini dikarenakan cloud computing memiliki kelebihan dapat meningkatkan fleksibilitas dan kapabilitas dari proses komputer secara dinamis tanpa perlu mengeluarkan dana besar untuk membuat infrastruktur baru, oleh karena itu, peningkatan kualitas keamanan jaringan cloud computing sangat diperlukan. Penelitian ini akan meneliti teknik-teknik keamanan yang ada pada cloud computing saat ini dan arsitektur cloud computing masa depan, yaitu NEBULA. Teknik-teknik keamanan tersebut akan dibandingkan dalam hal kemampuannya dalam menangani serangan-serangan keamanan yang mungkin terjadi pada cloud computing. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode attack centric, yaitu setiap serangan keamanan dianalisis karakteristiknya dan kemudian diteliti mekanisme keamanan untuk menanganinya. Terdapat empat serangan keamanan yang diteliti dalam penelitian ini, dengan mengetahui bagaimana cara kerja sebuah serangan keamanan, maka akan diketahui juga mekanisme keamanan yang mana yang bisa mengatasi serangan tersebut. Dari penelitian ini didapatkan bahwa NEBULA memiliki tingkat keamanan yang paling tinggi. NEBULA memiliki tiga teknik baru yaitu Proof of Consent (PoC, Proof of Path (PoP, dan teknik kriptografi ICING. Ketiga teknik tersebut ditambah dengan teknik onion routing dapat mengatasi serangan keamanan yang dianalisa pada penelitian ini.

  3. PENGARUH POSISI ORIENTASI OBJEK PADA PROSES RAPID PROTOTYPING 3D PRINTING TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL POLYMER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lubis Sobron

    2016-12-01

    Full Text Available Pembuatan prototipe pada industri manufaktur berkembang dengan pesat, berawal dari pembuatan secara konvensional, kemudian dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin perkakas, dan berkembang dengan pemanfaatan komputer sebagai alat kontrol pada mesin tersebut sehingga dikenal dengan istilah CNC (computer numerically control. Pada awalnya, pembuatan prototipe dilakukan menggunakan mesin perkakas yang membentuk kontur permukaan dengan melakukan pemotongan pada  benda kerja, tentunya dalam hal ini terdapat bahan tersisa yang dikenal dengan chip. Dewasa ini perkembangan dalam pembuatan prototipe maju dengan pesat yang dikenal dengan pembuatan prototipe cepat (rapid prorotyping. Keunggulan dari rapid prototyping dalam bidang manufaktur adalah kemudahannya dalam menghasilkan suatu produk yang kompleks dengan tepat dan efisien. Proses rapid prototyping mampu merealisasikan hasil permodelan 3D software dalam bentuk nyata tanpa intervensi apapun. Dalam penelitian ini, dikaji tentang pengaruh penentuan posisi orientasi secara vertical dan horizontal terhadap kekuatan Tarik material polymer yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan perangkat rapid prototyping tipe fused deposition modeling yakni 3D printing. Bahan filament yang digunakan jenis polymer PLA dan ABS. Proses printing dilakukan terhadap bentuk objek uji Tarik ASTM D638. Proses 3D printing dilakukan dengan memvariasikan posisi orientasi objek secara vertikal dan horizontal. Spesimen yang dihasilkan selanjutnya dilakukan uji tarik. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penentuan orientasi posisi objek spesimen memberi pengaruh terhadap tegangan tarik spesimen.

  4. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMKN 1 KANDANGAN KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arin Ika Puspitaningsih

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang implementasi pendidikan karakter pada kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris yang telah dilaksanakan oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Kandangan, Kalimantan Selatan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah tiga orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan enam orang siswa. Objek penelitian ini adalah proses kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris yang terdiri atas aktivitas verbal dan nonverbal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara. Instrumen pengumpulan data terdiri atas pedoman pengamatan dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman. Tahap analisis data tersebut mencakup data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan 10 nilai karakter pada kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris.  Guru di SMKN 1 Kandangan telah mengimplementasikan 10 nilai karakter pada kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai pelaksanaan dari Silabus mata pelajaran. Nilai-nilai karakter tersebut adalah religiusitas, toleransi, kedisiplinan, kerja keras, kemandirian, demokrasi, kekomunikatifan, kedamaian, kegemaran membaca, dan kekreatifan. Implementasi nilai-nilai karakter tersebut tercermin pada kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara keseluruhan, yaitu kegiatan awal, inti, dan penutup pembelajaran. Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran Bahasa Inggris

  5. Analisa Persediaan Material Pada Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas Di Ruas Tol Kertosono-Mojokerto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Wahyu Pratiwi

    2014-09-01

    Full Text Available Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas merupakan tahap dari pelaksanaan proyek Jalan Tol Kertosono-Mojokerto dimana jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. Dalam pelaksanaannya, proyek ini dibangun diatas lahan yang sempit dengan luas lahan sisi utara 5.219 m2 dan sisi selatan 5.105 m2 sehingga tidak terdapat ruang yang cukup untuk menyimpan material dalam jumlah yang besar, selain itu terdapat material yang mengalami keterlambatan kedatangan sehingga berpengaruh pada biaya persediaan proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa persediaan material dengan menggunakan teknik lot sizing (penentuan jumlah pemesanan pada metode Material Requirement Planning (MRP. Dengan metode ini dilakukan pengolahan data berupa biaya pesan, biaya simpan dan jumlah kebutuhan material guna memperoleh jumlah pesanan yang optimal dengan biaya persediaan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik lot sizing dalam analisa persediaan material yang menghasilkan biaya persediaan material paling minimum pada Pembangunan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto. Metode Material Requirement Planning (MRP yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan mendasar yaitu perhitungan kebutuhan kotor (explosion, perhitungan kebutuhan bersih (netting serta perhitungan jumlah pemesanan (lotting. Pada tahapan lotting digunakan empat teknik lot sizing yaitu Lot for Lot, Economic Order Quantity (EOQ, Period Order Quantity (POQ dan Part Period Balancing (PPB. Dari hasil analisa MRP yang dilakukan, didapat bahwa teknik lot sizing yang membentuk biaya persediaan minimum untuk semua material pada pekerjaan Pile Cap P2, P2’, P1 dan P1’ yang meliputi Bekisting, Besi D 16, Besi D 19 dan Besi D 32 serta Beton K 350 adalah teknik Lot for Lot.

  6. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Brahmasari

    2008-01-01

    Full Text Available This research aims at analyzing the influence of job motivation, leadership, and corporate culture toward employee job satisfaction, and their impact to the corporate performance. The proposed hypotheses: The job motivation have significance influence to the employee’s job satisfaction, The leadership have significance influence to the employee’s job satisfaction, The organizational culture have significance influence to the employee’s job satisfaction, The work motivation have significance influence to the corporate performance, The leadership have significance influence to the corporate performance, The organizational culture have significance influence to the corporate performance, The employee’s job satisfaction have significance influence to the corporate performance. The result of the research has evidenced that job motivation, leadership, and organizational culture are significantly related to the employee’s job satisfaction. Leadership, however, is negatively related to the employee’s job satisfaction. Job motivation is not significantly related to the corporate performance influenced by the intervening variable is employee’s job satisfaction. Leadership and organizational culture are significantly related to the corporate performance. From this result, there are two main conclutions that can be drawn in this study. First, the job motivation can not be related directly to the corporate performance if it is not connected by the employee’s job satisfaction variable. And the second conclution is that the leaderhip is negatively related to the employee’s job satisfaction.

  7. Pengaruh Peran Ganda, Fleksibilitas Jam Kerja dan Upah Teradap Produktivitas Kerja pada PT. Holi Karya Sakti Semarang (Studi Kasus pada Buruh Perempuan Bagian Produksi)

    OpenAIRE

    Antiqka, Oktya Deffi; Pradhanawati, Ari

    2017-01-01

    Labor productivity is an important thing that must be considered and often used to measure the extent to which workers can reach the target set company .Labor productivity can be influenced by several factors among them are the dual role , flexibility of working hours , and wages . PT .Holi Karya Sakti Semarang is the company garment that develops with the production and export gloves golf and sky .The purpose of this research is to know the influence of the dual role , flexibility of working...

  8. PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI CUSTOMER SERVICES HOTEL BERBINTANG EMPAT DI KOTA BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donni Juni Priansa

    2016-03-01

    Berdasarkan hasil penelitian , dapat disimpulkan bahwa modal intelektual dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; serta modal intelektual, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai hotel berbintang empat di Kota Bandung. Dengan demikian, maka modal intelektual, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai perlu dioptimalkan. Kata Kunci: Modal Intelektual Kepuasan Kerja, Kinerja Pegawai, dan Loyalitas Pegawai

  9. Pola Kejadian Hematoma Subdural Pada Bayi Yang dirawat di Ruang Rawat Intensif Anak Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Harliany Alwi

    2009-09-01

    Full Text Available Subdural hematoma (SDH is a common condition in infancy and young children with a poor prognostic. The more studies related SDH with nonaccidental injury. With the aim to identify the characteristics of SDH in infants below 1 year, a retrospective study of infants below 1 year diagnosed as subdural hematoma who were admitted to PICU Hasan Sadikin General Hospital from Januari 2000 to Desember 2003 has been conducted. Infants less than 1 month and SDH developed after neurosurgery intervention were excluded. Fourteen infants met the inclusion criteria's, consisted of 5 (36% girls and 9 (64% boys, most of them were on 1 month of age (57%. Anemia was found on all cases, thrombocyte normal except in 1 case thrombocytopenia (53,000/mm3. PT prolonged in 9 (100% cases and PTT in 5 (56% from 9 cases. Bilirubin total/direct elevated in 4 (80% from 5 cases, SGOT/SGPT elevated in 5 (83% from 6 cases. From 11 cases, 9 (82% cases were IgG anti-CMV positive and 6 (55% cases were IgM anti CMV positive. Conclusions, SDH can be caused by various etiologies, thus a comprehensive examinations to exclude child abuse are needed. The role of CMV infection should be considered as one of SDH etiology.

  10. PROSPEK PUBLIC SPACE PADA KAMPUNG SUSUN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL, EKONOMI DAN PENGEMBANGAN ILMU DI AREA BANTARAN SUNGAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hestin Mulyandari

    2015-07-01

    Full Text Available Commercial buildings in the city of Yogyakarta is growing rapidly and removing settlements outside the city of Yogyakarta. Some settlements reject commercial buildings, besides there is a plan of Ministry of public housing about the proposed location of settlements in the city of Yogyakarta to serve flats to maintain residential land and provide homes for low-income people. This study aims to explore the needs of the needs of the public space for children, adults, and the elderly. This study uses research methods - explorative search were the findings of the survey location, land use policy along the riverbank, and the use of public spaces in the building. RW 07 Jetis Harjo has become one of the targeted land for flats. Components of flats should enter "public space" that is used for public facilities together, and has designed the research team include: corridors, workshops, parking areas (motorcycles, bicycles, tricycles and angkringan, banquet facilities, warehouses, open space, post of Code information that comes with this famous hawker centers and entertainment stage, children's playground (out door, where gardening and farming, planting space, business space, drying rooms, creative space including space of music (band. The expectations of the public space of flats can strengthen the social structure of society, by institutional structures and solidarity in society, and understanding the values of a new life in solving the problems of life.

  11. Prospek Peningkatan Kualitas Ruang Perumahan dan Pemukiman yang Berbasis pada Komunitas Studi Kasus: Lingkungan Permukiman Jalan Gagak - Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparti Amir Salim

    2008-03-01

    Full Text Available This study looks to understand more on the possibility of improving the quality of housing environment based on community initiative that sustain residents’ effort to accommodate changes of their surroundings, by observing housing-environment at jalan Gagak – Bandung as an area for case study. The analysis focuses on: (1 the socio-capital of community involvement, stating condition of internal organized efforts in addressing needs of the community, and (2 the roles of external parties, stating the involvement of external actors both of government and privates. For the study, the authors conducted focus-group discussions on group of residents at RW 18 and RW 19 Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong – Bandung, as well as interviewing local leaders.Results of observation indicate that residents possess interests and self-trust to develop their environment and willing to provide supplies for it. They have tendency to set preferences on what orderly environment should look like including rejecting ideas of apartment-like housing as it is feared to create “slum”-ness and “inappropriateness” fire-emergency access. As residents put concern on the facts that there are no shared-values among them in addressing problems of space and inactivity of local leaders, resulting in the market-driven changes of spatial development that intervening the needs of public. Thus, it is necessary to decentralize the process of organizing public space, starts from government’s unit to community’s initiative. This requires strict guidelines that are fair to follow by allowing neutral parties to involve. In addition, there should be internal mechanism to build community’s initiative through “musrenbang” as a way to initiate community based development. Having the results, the authors urge future studies on different cases of community and places, to understand the dynamics of development negotiation between interested stakeholders, whether they are formal and/or informal parties. 

  12. Implementasi Konsep Desain Partisipasi Pada Interior Ruang Terapi Perilaku Anak Autis Dengan Menggunakan Metoda Aba/lovass

    OpenAIRE

    Sari, Sriti Mayang

    2011-01-01

    The concept of participation design in the interior of a therapy room for autistic behavior in children truly considers the character of children with autism and methods of therapy used so that the criteria and the embodiment of space can meet the demands of autistic children. The physical environment that is suitable with the condition of the user can bring great influence to the therapy activities. The purpose of this research is to implement the design concept of participation as the basis...

  13. EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU PRIMIPARA DI RUANG KEBIDANAN RSUP CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA PUSAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryani Manurung

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Rehabilitative the mother and baby health becomes priority to health development at Indonesian. The rehabilitative implementation was concern to physical health and psychological. The psychological problem of mothers postpartum primipara there are the postpartum blues evidence which becomes a factor indirectly contribute to mother health. The research result before the postpartum blues evidence very high almost 75-80%. This research purposed to know music therapy effectiveness in prevents postpartum blues on postpartum prim Para's mother. Methods: This research utilize quasi experiment's design, pretest-posttest with control group and intervention group. Intervention group listened to instrumental music which is Mozart classical music type: Eine Kleine Nacht musik with frequency 20-40 cps hertz's in 15-20 minutes duration, sounding off in 2 times a day, on 8.00 WIB a.m and on 14.00 WIB p.m along 3 days. The sample in this observational is postpartum primipara's mother which was nursed at midwifery room RSCM Jakarta Pusat, with total each controls group and intervention group are 18 person. Results: The tests result of logistics regression and double linear regression prove there are available influence music therapy to postpartum blues' prevention. On mother which sounding off musical therapy decreased postpartum blues evidence score as 1,80. Meanwhile mother that doesn't listened to musical therapy have opportunity to get postpartum blues evidence as 5,60 times against mother was sounding off by music therapies. Conclusion: The research conclusion is the implementation of listened in musical therapy so effective in postpartum blues prevention. This result study recommendate it is needs to sound off musical therapy to all post parium's mother as intervention relaxation therapy at health service center such as hospital, puskesmas and also the maternity clinic. Key words: postpartum blues, music therapy, EPDS (Edinburgh postnatal depression scale

  14. Determinan Stres pada Pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Besral Besral

    2015-04-01

    Full Text Available Kejadian stres pada pelbagai kelompok di Indonesia cukup tinggi dan belum banyak diketahui determinannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres pada pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada tahun 2013 terhadap 230 pegawai sekretariat jenderal yang dipilih secara acak. Analisis statistik menggunakan regresi logistik ganda. Responden dikatakan stres jika memiliki skor 28 atau lebih dengan menggunakan 17 pertanyaan terkait personal stress inventory. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stres sebesar 79% dan determinan stres adalah obesitas, usia, jabatan, suku, pendidikan, dan aktivitas fisik. Risiko stres lebih tinggi pada pegawai yang obesitas (ORadj = 1,9, pegawai berusia di bawah 40 tahun (ORadj = 2,1, suku Sunda (ORadj = 3,1, menduduki jabatan struktural (ORadj = 2,3, pegawai yang berpendidikan SMA atau D3 (ORadj = 2,8, dan pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik (ORadj = 8,2. Disimpulkan bahwa determinan stres sangat bergantung pada beban kerja dan karakteristik individu, risiko stres sangat tinggi terdapat pada pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik. Disarankan agar Kemenkes melakukan promosi kesehatan tentang hidup sehat dan pencegahan stres kepada seluruh pegawai, melakukan rekreasi bersama secara berkala, melaksanakan olahraga rutin setiap hari Jumat pagi di pusat kebugaran Kemenkes untuk menurunkan obesitas dan stres. Determinants of Stress among Civil Servants at Health Ministry of Indonesia The prevalence of stress on various groups in Indonesia is quite high and has not been known their determinants. This study aimed to find out determinants of stress among civil servants at the Health Ministry of Republic of Indonesia. This cross sectional study was conducted in 2013 toward 230 secretariat general civil servants selected randomly. Analysis of statistic used multiple logistic regression. Respondents were considered stress if they

  15. Penggunaan Incoterms dalam Perjanjian Perdagangan Internasional (Studi Pada Pt. Insan Bonafide di Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Christanto Henry Dalim

    2016-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan incoterms selaku hukum kebiasaan internasional dalan perjanjian perdagangan internasional serta untuk mengetahui dan menganalisis hak dan kewajiban pengusaha eksportir dan importir sehubungan dengan penggunaan Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional (Studi pada PT. Insan Bonafide di Banjarmasin. Kegunaan yang di harapakan dari hasil penelitian Sebagai sumbangan pemikiran dalam bidang ilmu hukum khususnya terkait dengan hukum perdagangan internasional, bagi pelaku usaha di bidang perdagangan internasional dan bagi pemerintah dalam membuat peraturan perundang-undangan (legislasi berkenaan dengan perdagangan internasional. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif,yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan hukum(bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, yang relevan dengan judul yang di angkat penulis. Ada pun tipe penelitianadalah penelitian dengan menitikberatkan permasalahan yang sering timbul berkaitan dengan kekaburan hukum (vage norm berkenaan dengan makna dan ruang lingkup dari Incoterms tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan analitis (analytical approach.Menurut hasil dari penelitian tesis ini menunjukan bahwa : Pertama, mengenai kekuatan hukum Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional, Incoterms yang lahir dari hukum kebiasaan dan sebagai suatu kebiasaan internasional yang berkedudukan hukum yang merupakan sumber hukum perdagangan internasional. namun demikian kekuatan hukum Incoterms selaku hukum kebiasaan internasional tidak sama dengan kekuatan hukum dari Perjanjian Internasional seperti Konvensi, Traktat, Piagam, Agreement, Covenant, Protocol, Pacta, dan lain-lain. Kedua, hak dan kewajiban pengusaha eksportir dan importir sehubungan dengan penggunaan Incoterms dalam perjanjian perdagangan internasional khususnya pada PT. Insan Bonafide dengan menggunakan

  16. DISAIN TEKNOLOGI SURYA SEBAGAI "FORM-GIVER" PADA ARSITEKTUR Implementasi Bangunan Perumahan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    2001-01-01

    Full Text Available As a country lies within the equatorial belt, Indonesia receives abundant incoming solar radiation (insolation throughout the year. Although the climate has high humidity due to its existence as archipelagowith high vapour content of the atmosphere, the radiation reaching the building (direct or diffuse but strong enables its widespread use for cooling and heating of the building (in some places as well as domestic water heating. The potency is not only as a energy source, but also as an opportunity to introduce the sun as a dominant element in our lives. The sun provides sunshine as well as solar energy. Dwellings which are responsive to both with the use of solar energy to cool and heat can lead to a generation of buildings/dwellings in harmony with their environment and their occupants, and at the same time to terminate an era of energy waste. This paper presents solar design determinants influencing architectural design to form a new architectural style called "solar architecture". Abstract in Bahasa Indonesia : Sebagai suatu negara yang terletak disabuk khatulistiwa, Indonesia menerima radiasi matahari yang melimpah sepanjang tahun. Meskipun iklimnya mempunyai kelembaban tinggi yang disebabkan karena letaknya sebagai negara kepulauan dengan kandungan uap air tinggi di atmosfernya, radiasi langsung maupun diffus yang diterima pada bangunan memungkinkan penggunaannya untuk pendinginan/pemanasan ruang maupun penyediaan air panas domestik. Potensi matahari disini tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga suatu kesempatan untuk menghadirkan matahari sebagai elemen dominan dalam kehidupan kita. Matahari menyediakan penerangan alami dan energi panas. Bangunan yang dapat merespons keduanya dan memanfaatkannya untuk pendinginan maupun pemanasan ruang dapat menuntun kesuatu generasi bangunan/perumahan yang selaras dengan lingkungan dan penghuninya, dan pada saat yang sama mengakhiri suatu era pemborosan energi. Paper ini mengemukakan faktor

  17. Studi Numerik Pengaruh Posisi Sudut Obstacle Berbentuk Rectangular Terhadap Perpindahan Panas pada Tube Banks Staggered

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizki Anggiansyah

    2014-09-01

    Full Text Available Compact heat exchanger merupakan salah satu tipe dari alat penukar kalo (heat exchanger yang memiliki luasan perpindahan panas per unit volume yang paling besar (≥ 400 m2/m3 for liquids dan ≥ 700 m2/m3 for gases yang tersusun dari fin and tube. Dalam hal performa, compact heat exchanger bergantung pada pola permukaan fin, yakni continuous plate fins, wavy fins dan circular fins. Continuous plate fins memiliki pola permukaan fin yang datar dan hal tersebut mengakibatkan perpindahan panas yang terjadi relatif lebih lama dibandingkan tipe wavy fins dengan pola permukaan yang bergelombang. Selain merubah pola permukaan fin, upaya lain untuk bisa memaksimalkan proses perpindahan panas pada continuous plate fins juga dapat dibentuk dengan penambahan obstacle pada permukaannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi numerik dengan menggunakan bantuan software Fluent 6.3.26. Simulasi ini dikondisikan dengan menggunakan model turbulensi k-epsilon RNG dan metode second-order upwind scheme. Pada penelitian ini yang divariasikan adalah posisi sudut dari obstacle berbentuk rectangular pada kemiringan 120o, 135o dan 150o berdasarkan titik pusat tube yang diukur dari stagnation point, dengan ukuran panjang obstacle tetap sebesar 2,5 mm dan lebar sebesar 0,5 mm pada tube banks yang tersusun secara staggered. Fluida kerja yang digunakan adalah udara yang dimodelkan sebagai gas ideal yang mengalir melintas celah antara tube dengan temperatur inlet 310 K dan temperatur tube konstan sebesar 347 K. Dari hasil simulasi ini didapatkan visualisasi kontur kecepatan, temperatur dan visualisasi pola aliran yang terbentuk serta pembuktian hipotesa bahwa dengan adanya penambahan obstacle akan meningkatkan perpindahan panas. yakni nilai Nusselt number 8,9–40,6%  sebesar terhadap model baseline (tanpa penambahan obstacle.

  18. THE LOST-CITY DAN LOST-SPACE KARENA PERKEMBANGAN PENGEMBANGAN TATA-RUANG KOTA Kasus Koridor Komersial Jalan Tunjungan Kotamadya Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Benny Poerbantanoe

    1999-01-01

    Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang and Ujung Pandang with their respective spesific colonial character impression. For the aging generation of the town, Surabaya is called with much regret as the lost city, because of the declining quality of some of its urban artefacts, which once has been their pride and their joy. The abovementioned commercial corridor of Jalan Tunjungan is an example of a lost space Abstract in Bahasa Indonesia : Kota adalah arsitektur. Arsitektur yang bukan sekedar gambar (wujud fisik-visual dari kota yang bisa dilihat saja, melainkan juga sebagai suatu konstruksi. Yaitu konstruksi dari kota sepanjang waktu (Aldo Rossi, 1980. Kota merupakan karya seni yang sempurna, yang dibuat hanya oleh orang-orang yang benar-benar mengerti tentang urban. Konsep kota atau tepatnya urban-artefak sebagai karya seni selalu muncul dan diketemukan dalam bentuk-bentuk yang bervariasi ; dalam segala jaman dan kehidupan sosial-religius. Urban-artefak selalu berkaitan dengan tempat, peristiwa dan wujud-kota. Kota pada umumnya mempunyai sifat dinamis, alias tidak statis. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila terdapat pernyataan umum yang menyebutkan bahwa; kota itu adalah lambang perjalanan sejarah, teknologi dan jamannya. Namun jika disimak dari sistem-sejarah maupun sistem-visual. Banyaknya ruang fisik dan sosial telah berubah baik secara kwalitas maupun kwantitas, sebagai konsekwensi logis adanya pertumbuhan (perkembangan dan pengembangan dari ruang fisik dan sosial, yang belum dikelola secara benar dan baik. Bisa mengganggu keseimbangan , serta merusak kesan dan memori publik tentang identitas dan citra. Yang akhirnya akan dapat melahirkan apa yang disebut dengan lost space. Surabaya adalah salah satu kota besar di Indonesia, yang memiliki beberapa artefak-urban yang spesifik. Salah satunya yaitu jalan Tunjungan; yang pernah didesain serta dikembangkan pada masa pemerintahan Gemeente, sebagai "koridor komersial" Belanda dengan segala kelebihan dan

  19. Pemahaman terhadap Konsep Pahala dan Dosa Serta Hubungannya Dengan Etos Kerja Dosen dan Pegawai Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idrus Alkaf

    2016-03-01

    Full Text Available Artikel ini membahas tentang konsep pahala dan dosa dalam ajaran Islam dan pengaruhnya terhadap etos kerja dosen dan staf Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, IAIN Raden Fatah Palembang. Pemahaman tentang pahala dan dosa, yang merupakan bagian dari doktrin etika dalam Islam ternyata memiliki peran dalam menentukan etos kerja. Kegiatan yang dianggap baik berdasarkan ajaran Islam pasti akan dihargai. Sebaliknya, mereka yang tidak menjalankan atau yang melanggar aturan akan mendapatkan dosa sebagai balasannya. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui survei, observasi, wawancara atau kuesioner, dalam artikel ini, diketahui bahwa pemahaman dosen dan staf tentang pahala dan dosa ternyata sangat berhubungan dengan etos kerja mereka sehari-hari. Semakin baik tingkat pemahaman dosen dan staf dengan konsep pahala dan dosa, semakin tinggi etos kerja mereka. Ini menyiratkan bahwa pemahaman seseorang tentang konsep pahala dan dosa itu dapat mendorong orang untuk bekerja lebih baik, lebih serius dan lebih berhati-hati. Atau dengan kata lain, secara teologis pemahaman ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. This article discusses the concept of merit and sin in Islam and the influence by the work ethic of faculty and staff of the Faculty of Islamic Theology and Islamic Thought, Islamic State Institute Raden Fatah Palembang. Understanding of merit and sin, which is part of the doctrine of ethics in Islam to have a role in determining the work ethic. Activities that are considered good based on the teachings of Islam is believed to be rewarded. Vice versa, those who do not run or that violate the rules will get sin as a reward. By Idrus analysis using the method of data collection through the courts (survey, observation, interviews or questionnaires, in this article, Idrus found understanding of faculty and staff to the concept of merit and sin is very in touch with their work ethic in everyday tasks. Or the better the level of

  20. PERAN COPING WITH CHANGE SEBAGAI PEMEDIASI KOMITMEN TERHADAP PERUBAHAN PADA INTENSI KELUAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Esa Widaharthana

    2010-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara komitmen terhadap perubahan, coping with change dan intensi keluar dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan mendiagnosa respon karyawan ketika terjadi perubahan organisasi di tempat kerja. Seting dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Penerbit Erlangga, Kantor Cabang (Kancab, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, yang telah mengalami restrukturisasi adanya pengurangan jumlah karyawan (downsizing, sehingga terdapat tuntutan perubahan pada intensitas kerja yang semakin meningkat. Data dianalisis dengan regresi sederhana dan bertingkat untuk menguji hubungan diantara komitmen terhadap perubahan, coping with change dan intensi keluar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dari ketiga pengujian mediasi, hanya satu hipotesis mediasi yang didukung, yaitu coping with change memediasi hubungan negatif komitmen afektif terhadap perubahan dan intensi keluar, sementara komitmen normatif pada perubahan dan komitmen kontinuans pada perubahan tidak didukung. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu. This study investigates the relationship between commitment to change, coping with change and turnover intention with gaining knowledge goal and employees response diagnose when organizational change occurs. Sample of this study is the employees of PT. Penerbit Erlangga, Yogyakarta who work in new condition because of restructuring in the organization which is  increase  work intention. Simple and  hierarchical regression are used to test relationship among commitment to change, coping with change and turnover intention. The results show that coping with change mediate negative association between affective commitment to organizational change and turnover intention. Meanwhile coping with change as mediating variable between normative commitment and turn over intention and coping with change as mediating variable between continuance and turn over intention are not significant

  1. PERBANDINGAN METODE JUNBIKI KANBAN CYCLIC DITINJAU DARI JIT DAN SUMBER DAYA Studi Kasus pada Perusahaan Otomotif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Eri

    2005-01-01

    Full Text Available The research has done at an automotive company. The intention of this research are to knowing the effect and also the advantages and disadvantages of Junbiki Method which is a new method in this company in increasing JIT(Just in Time, use of resources, and make comparison between Junbiki method and Kanban System. The research is done by comparing the Kanban system with the Junbiki method on the parts i.e. seat part and door trim. The measured variables are those in the period of September as the basic period, continued with the periods of October, November, and December 2004. The productivities to be observed are those of energy and labor consumption. The research proves that the Junbiki method is better than the Kanban system. It is shown from the increase of JIT performance during four periods at the average of 73% and least of resources. By using the Junbiki method, the wastage in the use of energy, labor, movement, and process can be eliminated. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta kelemahan dan kelebihan metode Junbiki yang merupakan metode baru yang diterapkan perusahaan terhadap peningkatan JIT (Just in Time dan penggunaan sumber daya, dan membuat perbandingan antara metode Junbiki dan sistem Kanban. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan sistem Kanban dengan metode Junbiki pada part yang memenuhi syarat, yaitu part seat dan door trim. Variable yang diukur adalah pada periode September sebagai periode dasar, dilanjutkan dengan periode Oktober, November, dan Desember 2004. Pemakaian sumber daya yang ingin diteliti adalah pemakaian energi dan tenaga kerja. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode Junbiki lebih baik daripada sistem Kanban. Hal ini terlihat dari peningkatan perfoma JIT selama empat periode rata-rata sebesar 73% dan kebutuhan sumber daya yang lebih sedikit. Dengan metode Junbiki

  2. krishna pada bauri

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Sadhana. KRISHNA PADA BAURI. Articles written in Sadhana. Volume 41 Issue 9 September 2016 pp 1039-1053. Flow and scour around vertical submerged structures · KRISHNA PADA BAURI ARINDAM SARKAR · More Details Abstract Fulltext PDF. The safety of the foundations of submerged hydraulic ...

  3. Vulvovaginitis pada anak

    OpenAIRE

    Sudung O. Pardede

    2016-01-01

    Vulvovaginitis merupakan masalah ginekologi yang paling sering ditemukan pada anak dan remaja, tetapi umumnya masih kurang mendapat perhatian di kalangan dokter spesialis anak. Vulvovaginitis dapat disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, protozoa, cacing, benda asing, trauma, reaksi alergi, atau merupakan bagian dari penyakit sistemik. Vulvovaginitis bakterialis dapat berupa vulvovaginitis non spesifik dan spesifik. Vulvovaginitis non spesifik biasanya terjadi pada pasien den...

  4. KORELASI KREATIVITAS DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh Nashiruddin

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara: 1 kreativitas guru PAI terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti  , 2 motivasi kerja guru PAI terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti , dan 3 kreativitas dan motivasi kerja guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasional dengan melibatkan 33 orang sampel yang dipilih secara dengan metode sensus.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket/kuesioner. Teknikanalisis data diawali dengan  uji prasyarat yaitu uji normalitas dan linieritas. Uji hipotesis menggunakanuji regresi sederhana danuji regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ; 1 Kreativitas guru berpengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.  2  motivasi kerja guru  berpengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.  3 kreativitas guru  dan motivasi kerja guru secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap mutu pembelajaran.  Hasil analisis juga  menunjukkan bahwa rata-rata nilai dari ketiga variabel tersebut hanya dapat dimasukkan dalam kategori sedang, sehingga  untuk meningkatkan kinerja guru dalam mengajar perlu diperhatikan faktor-faktor lain seperti: gaji, jaminan kerja, jaminan hari tua, penghargaan atas prestasi kerja, dan sebagainya.   Kata kunci: kreativitas, motivasi, mutupembelajaran   Abstract [The Relationship Between Teachers’ Creativity and Motivation Toward Learning Improvement]. This research aim at determine the correlation between the creativity of teachers on the improvement of learning quality of religious education and behavior, the work motivation of teachers on the improvement of learning quality of religious education and behavior, and  the creativity and the work motivation of eachers on the improvement  of learning quality of religious education and

  5. DEPOPULASI DAN TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN DI DAERAH PERDESAAN : STUDI DETERMINAN REGIONAL DEPOPULASI PERDESAAN DAN KONSEKUENSINYA PADA TEKANAN PENDUDUK ATAS LAHAN DI PERDESAAN KABUPATEN BANTUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Rijanta

    2016-10-01

    mendorong rumahtangga perdesaan mengalami depopulasi dan mengenali konsekuensi depopulasi perdesaan pada intensitas dan orientasi penggunaan lahan. Analisis statistic baik yang bersifat deskriptif maupun relasional akan dipergunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keruangan wilayah perdesaan di Kabupaten Bantul yang mengalami depopulasi berbentuk dua buah gugus, yaitu : (asatu gugus besar di wilayah dataran rendah yang meliputi Kecamatan Tirtohargo, Srigading, Bambanglipuro, Srandakan, Pundong, dan sebagian Imogiri dan (bsatu buah gugus kecil di sekitar Kecamatan Dlingo. Terdapat empat macam faktor yang menentukan fisik alamiah yang berupa kerentanan wilayah terhadap bencana alam banjir dan kekeringan, (b tingkat pendidikan masyarakat yang relatif tinggi, (cisolasi wilayah yang tercermin dari sulitnya interaksi dengan Kota Yogyakarta sebagai pusat penyedia kesempatan kerja non-pertanian serta, (dterjadinya migrasi keluar yang besar sebagai akibat dari sempitnya kemungkinan melakukan mobilitas non-permanen ke kota secara efisien. Depopulasi perdesaan pada tingkat rumahtangga terjadi karena rendahnya tingkat kelahiran dan kematian selama lima belas tahun terakhir disertai dengan tingkat migrasi keluar yang tinggi pula. Menurunnya jumlah absolut penduduk perdesaan pada tingkat rumahtangga ditangkap sebagai peluang untuk melonggarkan tekanan subsistensi dalam rangka menuju komersialiasi pertanian pada skala usaha yang amat kecil. Konsekuensinya depopulasi perdesaan tidak diikuti dengan penurunan tekanan penduduk atas lahan, tetapi sebaliknya justru diikuti dengan peningkatan intensitas tanam penggunaan masukan dan teknologi modern serta pemanfaatan tenaga kerja luar keluarga sebagai suplemen kecilnya jumlah tenaga kerja rumahtangga. Meskipun secara sosial-ekonomi depopulasi telah mampu mengantarkan masyarakat pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi, namun keberlanjutan kegiatan komersialiasi ini perlu dipertanyakan.

  6. PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DALAM SEARCHING TASK DENGAN METODE RATING SCALE MENTAL EFFORT (RSME)

    OpenAIRE

    Ari Widyanti; Addie Johnson; Dick de Waard

    2012-01-01

    Metode pengukuran beban kerja mental meliputi metode obyektif dan subyektif. Metode pengukuran beban kerja mental secara subyektif yang banyak diaplikasikan di Indonesia adalah Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) dan NASA TLX (NASA Task Load Index). SWAT dan NASA TLX adalah pengukuran subyektif yang bersifat multidimensional (multidimensional scaling) yang relatif membutuhkan waktu dalam aplikasinya. Sebagai alternatif SWAT dan NASA TLX, Rating Scale Mental Effort (...

  7. Tingkat Kepuasan Karyawan Perusahaan Swasta dalam Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)

    OpenAIRE

    Siagian, Matias

    2012-01-01

    Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif yang mengkaji masalah pelaksanaan program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagai hak karyawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan karyawan yang bermukim di desa Mulyorejo, sebuah desa industri, dalam pelayanan Jamsostek khususnya Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. Sampel penelitian terdiri dari 70 keluarga karyawan peserta Jamsostek. Data dikumpulkan dengan menggunakan kue...

  8. POLA MIGRASI TENAGA KERJA ULANG ALIK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    OpenAIRE

    -, HAIDIR

    2017-01-01

    ABSTRAK POLA MIGRASI TENAGA KERJA ULANG ALIK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT MIGRATION PATTERN OF EMPLOYMENT WORK COMMUTING IN DISTRICT MAMUJU WEST SULAWESI PROVINCE Haidir Madris Muh. Jibril Tajibu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor -faktor yang dapat mempengaruhi keputusan tenaga kerja untuk melakukan migrasi komutasi (commuting) di Kabupaten Mamuju. Penelitian ini bersifat eksplanatori yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh f...

  9. PERANGKAT BANTU UNTUK OPTIMASI QUERY PADA ORACLE DENGAN RESTRUKTURISASI SQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darlis Heru Murti

    2006-07-01

    Full Text Available Query merupakan bagian dari bahasa pemrograman SQL (Structured Query Language yang berfungsi untuk mengambil data (read dalam DBMS (Database Management System, termasuk Oracle [3]. Pada Oracle, ada tiga tahap proses yang dilakukan dalam pengeksekusian query, yaitu Parsing, Execute dan Fetch. Sebelum proses execute dijalankan, Oracle terlebih dahulu membuat execution plan yang akan menjadi skenario dalam proses excute.Dalam proses pengeksekusian query, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja query, di antaranya access path (cara pengambilan data dari sebuah tabel dan operasi join (cara menggabungkan data dari dua tabel. Untuk mendapatkan query dengan kinerja optimal, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan dalam menyikapi faktor-faktor tersebut.  Optimasi query merupakan suatu cara untuk mendapatkan query dengan kinerja seoptimal mungkin, terutama dilihat dari sudut pandang waktu. Ada banyak metode untuk mengoptimasi query, tapi pada Penelitian ini, penulis membuat sebuah aplikasi untuk mengoptimasi query dengan metode restrukturisasi SQL statement. Pada metode ini, objek yang dianalisa adalah struktur klausa yang membangun sebuah query. Aplikasi ini memiliki satu input dan lima jenis output. Input dari aplikasi ini adalah sebuah query sedangkan kelima jenis output aplikasi ini adalah berupa query hasil optimasi, saran perbaikan, saran pembuatan indeks baru, execution plan dan data statistik. Cara kerja aplikasi ini dibagi menjadi empat tahap yaitu mengurai query menjadi sub query, mengurai query per-klausa, menentukan access path dan operasi join dan restrukturisasi query.Dari serangkaian ujicoba yang dilakukan penulis, aplikasi telah dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembuatan Penelitian ini, yaitu mendapatkan query dengan kinerja optimal.Kata Kunci : Query, SQL, DBMS, Oracle, Parsing, Execute, Fetch, Execution Plan, Access Path, Operasi Join, Restrukturisasi SQL statement.

  10. Perbedaan Penggunaan Standar Baru Antropometri WHO-2006 terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Penilaian Status Gizi pada Tenaga Gizi Pelaksana di Kota Banda Aceh Tahun 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfridsyah Alfridsyah

    2013-12-01

    Full Text Available Latar belakang: Pada tahun 2003, WHO merumuskan konsep Multicenter Growth References Study (MGRS yang dilakukan di 6 negara dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 8440 anak hidup di lingkungan sehat yang memungkinkan tumbuh sesuai potensi genetik. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas yang dilakukan secara serentak di 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2007 dalam penilaian status gizi balita telah mengacu pada WHO 2006. Secara keseluruhan Provinsi NAD termasuk ke dalam 10 besar yang mempunyai masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan standar baru antropometri 2006 terhadap peningkatan pengetahuan dan penilaian status gizi pada Tenaga GiziPelaksana (TGP di Kota Banda Aceh tahun 2009. Metode: Rancangan penelitian ini merupakan metode analitik eksploratif dengan pendekatan Quasi Experimental Design, yang dilakukan pada 70 TGP dan dibagi ke dalam dua kelompok. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan Independent T-Test dan DependentT-Test pada CI: 95%. Hasil: Hasil analisis Independent T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000, sikap (p = 0,004, perilaku (p = 0,005 dan peningkatan PSG (p = 0,031 antara post test pada kelompok ceramah disertai diskusi dengan ceramah disertai praktik. Sedangkan hasil analisis Dependent T-Test menunjukkan adanya peningkatan yang signifi kan dari pre tes ke post tes terhadap kedua kelompok pada TGP dalam wilayah kerja Kota Banda Aceh. Kesimpulan: Metode ceramah disertai praktik dan metode ceramah disertai diskusi dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan penilaian status gizi oleh TGP, pendidikan kesehatan penilaian status gizimenggunakan standar antropometri baru WHO-2006 dengan metode ceramah disertai praktik lebih efektif dibandingkan metode ceramah disertai diskusi, dan ada pengaruh yang signifi kan penggunaan standar antropometri baru WHO-2006 terhadap peningkatan pengetahuan

  11. PENGIRIMAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) KE MALAYSIA MELALUI KOTA SEMARANG

    OpenAIRE

    Irwan Pasetia

    2012-01-01

    This article discussing about Indonesian’s labor. Many out of workersused the special way that was supplied by Government; the legalization ofrequirement agency was showed by Government. It was called the servicemobilization of Indonesian’s labor (Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Butthe requirement process and the place process of Indonesian’s labor were alwaysas disadvantages side. Many problems of the cost that have to be guaranteed byIndonesian’s labor candidates before they went to ...

  12. PENGARUH PEMAHAMAN KURIKULUM, SUPERVISI AKADEMIK, DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA GURU EKONOMI SMA/MA NEGERI DI KOTA MAGELANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oky Estiana Putri

    2016-02-01

    Full Text Available Pada era globalisasi dewasa ini pendidikan menjadi sangatpenting. Bekal pendidikan yang dimiliki suatu masyarakat akan berkembang secara baik, dan tidak dapat dipungkiri masyarakat tersebut semakin berkualitas sertamampu bersaing secara kompetitif di era persaingan yang semakin ketat. Dalam suasana kompetitif semacam ini diperlukan sumber daya yang berkualitas. Untuk menciptakan sumber daya berkualitas diperlukan pendidik yang profesional. Keprofesionalan seorang pendidik dapat dilihat melalui kinerjanya yang baik. Kondisi di lapangan, kinerja guru di Kota Magelang masih belum optimal. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran Ekonomi/Akuntasi SMA/MA Negeri di Kota Magelang yang berjumlah 30 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data variabel dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kurikulum, supervisi akademik, dan fasilitas kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru sebesar 82,8%. Pengaruh secara parsial juga didapatkan pada variable independen terhadap variabel dependen. Pemahaman kurikulum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Negeri sebesar 24,70%. Supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru ekonomi SMA/MA Negeri sebesar 19,54%, serta fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 23,42%. Saran yang dapat diberikan adalah para guru hendaknya lebih meningkatkan pemahaman kurikulum supaya kinerjanya semakin baik. Bagi kepala sekolah hendaknya lebih memperhatikan lagi guru-guru dengan kegiatan supervisi akademik, dengan merasa diperhatikan, mendapat dorongan dan bantuan dari kepala sekolah guru akan lebih berusaha meningkatkan kinerjanya menjadi semakin baik. Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas kerja yang lebih baik lagi, nyaman dan lengkap supaya guru merasa puas dan kinerjanya akan semakin baik. In the era of globalization

  13. SUPERVISI PENGAJARAN, MOTIVASI KERJA, KINERJA GURU DAN PRESTASI BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Tenriningsih

    2012-05-01

    Full Text Available Abstract: The Relationship Among Instructional Supervision, Work Motivation, Teachers' Per­formance, and Students' School Achievement. The study tries to investigate the direct and indirect rela­tionships among the principals' supervision, work motivation, teachers' performance and students' school achievement in Public Elementary Schools in Barru. The data were analyzed by using SEM. 297 teachers were selected as the sample of the study representing a population of 1,329 teachers of public elementary schools in Barru. The result shows that the principals' supervision, work motivation, teachers' performance and students' learning achievement have positive and significant, relationship directly and/or indirectly. Abstrak: Supervisi Pengajaran, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, dan Prestasi Belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan langsung dan tidak langsung antara supervisi kepala sekolah dengan motivasi kerja, kinerja guru dan prestasi belajar siswa SD Negeri. Penelitian ini merupakan penelitian kore­lasional, menggunakan SEM AMOS 4.0.1. Populasi meliputi guru SD Negeri se Kabupaten Barru sejum­lah 1.329 orang, dengan sampel sebanyak 297 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah, motivasi kerja, kinerja guru, dan prestasi belajar siswa memiliki hubungan yang bersifat positif dan signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  14. Dinamika Pertunjukan Topeng pada Budaya Ngarot di Lelea Indramayu1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Sulaeman

    2014-12-01

    ABSTRAK   Berdasarkan riset yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu, tentang dinamika per- tunjukan Topeng dalam upacara adat Ngarot, yaitu sebuah kegiatan atau praktik kultural ten- tang upacara adat bagi masyarakat Indramayu untuk mencapai pertemuan transedental. Ke- berangkatan penelitian ini mendorong  keingintahuan atas fenomena yang terjadi pada objek yang akan diteliti, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang akan dijadikan dasar untuk mengetahui lebih jauh tentang fenomena tersebut yaitu ada perubahan nilai-nilai filoso- fis, fungsi dan peran pertunjukan topeng dalam budaya Ngarot, yang jadi problematikanya adalah bagaimana wujud transformasi tari topeng dalam Ngarot dari masa ke masa? Masalah utama yang akan diungkapkan dalam penelitian ini adalah perubahan dilihat dari asfek nilai- nilai filosofis, fungsi dan peran.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif,  karena ma- salah-masalah penelitian ini ada dalam wilayah ruang seni yang sempit, variabel sederhana namun rumit dalam tataran konten, mempersoalkan makna, dan mempertanyakan fenomena. Sedangkan pendekatan yang diterapkan adalah multidisiplin dengan menggunakan pendeka- tan seni, pendekatan budaya, dan pendekatan sosiologi. Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian ini menghasilkan konsep pendalaman makna, dan atau menginovasikan tari Topeng untuk masyarakat. Konsep yang dihasilkan dapat dijadikan salah satu panduan juga untuk berkreasi/berkarya dalam upaya merevitalisasi dan menginovasi tari Topeng lainnya.   Kata kunci: Pertunjukan Topeng, ngarot, transformasi, perubahan

  15. IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITOR DALAM PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA TANPA AGUNAN (Studi di Danamon Simpan Pinjam Unit Turen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hatta Pratama

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract   This paper aims to identify and analyze the implementation of legal protection for creditors in the provision of working capital loans without collateral. Writing method used is the juridical empirical approach to legislation. There are two forms of legal protection for creditors in lending without collateral. First Protection preventive law, the agreement required binding for both parties in order to avoid losses in case of bad credit that can later be used as the basis for billing when the bad loans. Second, repressive legal protection, which is necessary to the protection of a special court handling problems of small banks with low cost considering the amount of credit granted is not too large. Key words: legal protection, personal loan, creditors, debitors     Abstrak   Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi perlindungan hukum bagi kreditor dalam pemberian kredit modal kerja tanpa agunan. Metode penulisan yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan. Ada dua bentuk perlindungan hukum bagi kreditor dalam pemberian kredit tanpa agunan. Pertama Perlindungan hukum preventif, diperlukan isi perjanjian yang mengikat bagi kedua belah pihak guna menghindari kerugian apabila terjadi kredit macet yang nantinya dapat dijadikan dasar untuk penagihan apabila kredit macet. Kedua,  Perlindungan hukum Refresif, dimana pada perlindungan ini diperlukan sebuah pengadilan kecil yang khusus menangani permasalahan perbankan dengan biaya yang murah mengingat jumlah kredit yang diberikan tidaklah terlalu besar. Kata kunci: perlindungan hukum, kredit tanpa agunan, kreditor, debitor

  16. Analisis Performa Refrigeran R 290 Pada Sistem AC Yang Menggunakan Accumulator Heat Exchanger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ega Taqwali Berman

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa penggunaan refrigeran R 290 pada sistemAC yang menggunakan accumulator heat exchanger. Penelitian dilakukan pada sebuah alat ujiyang terdiri dari satu unit sistem split air conditioning kapasitas 9000 Btu yang dimodifikasimenjadi sistem air coole